Skip to content
Back to announcement

20250430_LTLS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31880137_lamp2.pdf

Other Text extracted LTLS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 86

Page 1
           LAPORAN
00003/2.0110-01/BS/04/0426/1/IV/2025


   STUDI KELAYAKAN ATAS
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

  PT LAUTAN LUAS Tbk
     TANGGAL PENILAIAN
      31 Desember 2024
Page 2
                                                                         Graha ROI Formula 3rd Floor Suite 302
                                                                         Jl. Sultan Iskandar Muda No. 222
                                                                         Jakarta 12240
                                                                         Ph. +62 21 7245677
                                                                         Fax. +62 21 7253689
                                                                         web: www.idrvaluer.co.id




Ref. No. 00003/2.0110-01/BS/04/0426/1/IV/2025                              Jakarta, 29 April 2025


Kepada Yth,
Direksi
PT LAUTAN LUAS Tbk
Graha Indramas
Jl. AIP II K.S. Tubun Raya No. 77
Jakarta 11410

Dengan hormat,

Dalam rangka memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”), PT Lautan Luas Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ihot
Dollar & Raymond (“ID&R”), sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat atas kelayakan
rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), sesuai
dengan Surat Penugasan No. 007/II/FS/25/KJPPID&R tertanggal 04 Februari 2025.

ID&R merupakan kantor jasa penilai publik yang terdaftar sebagai profesi penunjang di pasar modal
berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan No. 1408/KM.1/2012 tanggal 27 November 2012.
Rekan telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah dengan No. MAPPI: 06-S-01969 dan No. Izin: STTD.PB-
22/PJ-1/PM.2/2023.

Sebelumnya kami telah menerbitkan Laporan No. 00002/2.0110-01/BS/04/0426/1/IV/2025 tertanggal
14 April 2025 dan dengan ini kami menyatakan membatalkan laporan penilaian tersebut. Laporan ini
merupakan laporan revisi yang kami terbitkan kembali sehubungan dengan adanya tanggapan OJK
berdasarkan Surat No. S-149/PM.023/2025 tanggal 23 April 2025 dengan penambahan dan perbaikan
sebagai berikut:
 1. Pengungkapan data keuangan historis;
 2. Pengungkapan nomor dan tanggal Laporan Audit Independen (LAI) serta nama Akuntan Publik
    untuk laporan keuangan yang diaudit.

Identitas Pemberi Tugas

Nama             : PT Lautan Luas Tbk
Bidang usaha     : Perdagangan besar dan eceran, real estat, pengangkutan dan pergudangan
Alamat           : Graha Indramas, Jl. AIP II K.S. Tubun Raya No. 77, Jakarta 11410
Telepon          : (021) 8066 0777
Faksimili        : (021) 8066 0020
Website          : www.lautan-luas.com

Maksud dan Tujuan

Mengkaji kelayakan bisnis sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan,
untuk memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020 (selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”).
Page 3
Tanggal Penilaian

Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

Asumsi dan Kondisi Pembatas

Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Transaksi, kami menggunakan beberapa
asumsi dan kondisi pembatas antara lain:
• Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
  penilaian;
• Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
  proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya
  (fiduciary duty);
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
  telah disesuaikan;
• Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia,
  yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan nilai akhir;
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.

Analisa Kelayakan Usaha

Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Transaksi digunakan 2 (dua) indikator yaitu
Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), yang didasarkan pada nilai kini arus kas
bersih. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat bisnis
yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.

Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Jika
nilai NPV positif maka investasi tersebut dapat diterima sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi
tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila
digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama
dengan jumlah investasi.

Analisa kelayakan keuangan manajemen Perseroan didasarkan pada proyeksi keuangan sesuai
Rencana Transaksi berupa penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Kelayakan investasi Perseroan dihitung dengan menggunakan dua indikator yaitu Net Present Value
(NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), dengan ringkasan sebagai berikut:

       Keterangan                      NPV (Rp)                    IRR (%)
        KBLI baru                    29.398.362.154                4624,48
Page 4
Kesimpulan

Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam
rangka menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi berupa
penambahan KBLI yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah layak.

Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini disusun
dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada penambahan
yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan manajemen Perseroan dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, peraturan Pemerintah Indonesia dan penambahan organisasi dan/atau manajemen
Perseroan setelah tanggal laporan ini dikeluarkan. Studi Kelayakan atas Rencana Transaksi mungkin
akan berbeda jika setelah tanggal laporan dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.




Hormat kami,
KJPP Ihot Dollar & Raymond




Sulistyawati Sendjaja, MM, MAPPI (Cert.)
Business Valuation Partner
Izin Penilai   : B-1.15.00426
MAPPI          : 06-S-01969
STTD OJK       : STTD.PB-22/PJ-1/PM.2/2023
Page 5
                                   PERNYATAAN INDEPENDENSI

Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan bahwa:
 ▪   Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai analisis, kesimpulan
     atau pendapat, adalah benar;
 ▪   Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan;
 ▪   Penugasan penilaian telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian (cut off
     date);
 ▪   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
 ▪   Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
     kesimpulan nilai;
 ▪   Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
 ▪   Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
 ▪   Data ekonomi serta data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
     diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
 ▪   Hasil analisis, kesimpulan dan pendapat yang kami nyatakan pada laporan ini terbatas pada
     kontinjensi, keterbatasan dan asumsi, yang merupakan pemahaman secara menyeluruh,
     didasarkan analisis profesional serta pendapat dan kesimpulan kami;
 ▪   Pada saat ini maupun pada masa yang akan datang, kami tidak memiliki kepentingan
     terhadap Perseroan yang kami nilai;
 ▪   Kami tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap Perseroan yang kami nilai dan pihak yang
     terlibat dan terkait di dalamnya;
 ▪   Imbalan jasa penilaian tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan;
 ▪   Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020
     (“POJK 35/2020”) dan No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”);
 ▪   Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
     undangan yang berlaku;
 ▪   Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah;
 ▪   Kami melakukan penugasan ini secara independen tanpa intervensi dari pihak manapun.

Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:

Supervisor:
                  Nico Febrianto Gunawan, MM                     .....................................................
                  MAPPI No. 14-T-05156
                  Register No. RMK-2017.01355
Penilai:
                  Charlie Marcelina, SE                          .....................................................
                  MAPPI No. 18-P-08595
                  Register No. RMK-2019.02922
Penilai:
                  Olyvia Priskilla, SE                           .....................................................
                  MAPPI No. 21-P-11014
                  Register No. RMK-2025.05043


Studi Kelayakan                                                                                                          i
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 6
                                                                        DAFTAR ISI


PERNYATAAN INDEPENDENSI ..................................................................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................................... ii
1.   RINGKASAN EKSEKUTIF ................................................................................................................... 1
     1.1 IDENTITAS PEMBERI TUGAS .......................................................................................................... 1
     1.2 MAKSUD DAN TUJUAN................................................................................................................... 1
     1.3 LINGKUP PENUGASAN................................................................................................................... 1
     1.4 ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .................................................................................................. 1
     1.5 DATA DAN INFORMASI SERTA PROSEDUR YANG DIGUNAKAN ........................................................... 2
     1.6 TANGGAL PENILAIAN .................................................................................................................... 3
     1.7 GAMBARAN UMUM ........................................................................................................................ 3
     1.8 RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA ................................................................................... 7
     1.9 ANALISA KELAYAKAN USAHA......................................................................................................... 8
     1.10 KESIMPULAN .............................................................................................................................. 12
2.   GAMBARAN UMUM ........................................................................................................................... 13
     2.1 PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM .............................................................................................. 13
     2.2 SUSUNAN PENGURUS DAN STRUKTUR MODAL ............................................................................. 15
     2.3 KEGIATAN USAHA ....................................................................................................................... 17
     2.4 DATA KEUANGAN HISTORIS ........................................................................................................ 18
     2.5 ANALISIS KELAYAKAN PASAR ...................................................................................................... 27
     2.6 ANALISA KELAYAKAN TEKNIS ...................................................................................................... 41
     2.7 ANALISA KELAYAKAN POLA BISNIS .............................................................................................. 45
     2.8 ANALISA KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .................................................................................. 47
3.   ANALISA KELAYAKAN KEUANGAN MANAJEMEN ....................................................................... 56
     3.1 BIAYA PENDIRIAN (START UP COSTS) ......................................................................................... 56
     3.2 MODAL KERJA ............................................................................................................................ 56
     3.3 SUMBER PEMBIAYAAN ................................................................................................................ 56
     3.4 BIAYA OPERASIONAL .................................................................................................................. 56
     3.5 BIAYA BAHAN BAKU MENTAH ..................................................................................................... 56
     3.6 PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN ................................................................................................. 56
     3.7 ANALISIS TITIK IMPAS (BREAK EVEN ANALYSIS) ........................................................................... 62
     3.8 ANALISIS PROFITABILITAS (OVERALL PROFITABILITY) ................................................................... 63
     3.9 TINGKAT IMBAL BALIK INVESTASI (OVERALL RETURN ON INVESTMENT) ......................................... 63
     3.10 PENENTUAN TINGKAT DISKONTO ................................................................................................ 64
     3.11 KELAYAKAN INVESTASI ............................................................................................................... 66
     3.12 KESIMPULAN .............................................................................................................................. 66
4.   SYARAT PEMBATASAN ................................................................................................................... 67
LAMPIRAN




Studi Kelayakan                                                                                                                                                       ii
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 7
1.    RINGKASAN EKSEKUTIF

1.1   IDENTITAS PEMBERI TUGAS
      Nama            : PT Lautan Luas Tbk
      Bidang usaha    : Perdagangan besar dan eceran, real estat, pengangkutan dan
                        pergudangan
      Alamat          : Graha Indramas, Jl. AIP II K.S. Tubun Raya No. 77, Jakarta 11410
      Telepon         : (021) 8066 0777
      Faksimili       : (021) 8066 0020
      Website         : www.lautan-luas.com

1.2   MAKSUD DAN TUJUAN

      KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”) ditunjuk oleh PT Lautan Luas Tbk (“Perseroan”)
      berdasarkan Surat Penugasan No. 007/II/FS/25/KJPPID&R tertanggal 04 Februari 2025
      dengan maksud untuk melakukan analisa, pengkajian serta opini yang bersifat independen
      mengenai tingkat kelayakan terhadap Rencana Transaksi Perseroan. Sedangkan tujuan
      dilakukannya studi kelayakan ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan atas Rencana
      Transaksi Perseroan berupa penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
      antara lain:
      a) KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan;
      b) KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan
         Hewan;
      c) KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya.

      Laporan studi kelayakan ini telah disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan per
      tanggal 31 Desember 2024 dan informasi lainnya berkaitan dengan rencana usaha
      sebagaimana dijabarkan dalam proyeksi keuangan dan pembahasan dalam Bab 3.
      Laporan ini disiapkan secara objektif dan karenanya tidak sah di bawah kondisi lainnya, dan
      tidak dapat digunakan maupun dikutip untuk tujuan lainnya tanpa persetujuan tertulis dari
      ID&R.

1.3   LINGKUP PENUGASAN
      Penugasan yang kami lakukan meliputi studi kelayakan usaha atas Rencana Transaksi
      Perseroan berupa penambahan KBLI sesuai dengan yang telah disebutkan dalam subbab 1.2.

1.4   ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini atas Rencana Transaksi, kami menggunakan beberapa
      asumsi dan kondisi pembatas antara lain:
      ▪ Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
      ▪ Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
        proses penilaian;
      ▪ Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya


Studi Kelayakan                                                                               1
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 8
          keakuratannya;
      ▪   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
          kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan
          kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
      ▪   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
          yang telah disesuaikan;
      ▪   Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
          rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
      ▪   Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan nilai akhir;
      ▪   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.

1.5   DATA DAN INFORMASI SERTA PROSEDUR YANG DIGUNAKAN

      Laporan studi kelayakan usaha ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas kelayakan
      usaha Perseroan yang dinilai sesuai dengan data dan informasi internal maupun eksternal
      antara lain:
      • Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2020-2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja,
         seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
      • Rencana usaha dan proyeksi keuangan Perseroan dan KBLI baru tahun 2025-2029;
      • Data legalitas Perseroan antara lain akta pendirian, akta perubahan nama, akta perubahan
         terakhir, Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak, Surat
         Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
      • Data mengenai kegiatan Perseroan;
      • Hasil wawancara dengan Direksi Perseroan mengenai alasan, latar belakang dan hal-hal
         mengenai Rencana Transaksi;
      • Keterbukaan informasi berkaitan dengan Rencana Transaksi.

      Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
      representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
      terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material, tidak
      menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat membuat
      Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan. Selain itu
      informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang diperoleh dari data
      riset dari publik domain.
      Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan telah
      diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua informasi
      yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi
      informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang
      memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai
      sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan. Penyampaian dari
      Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini, dalam kondisi apapun,
      tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah benar setelah tanggal
      Laporan ini.



Studi Kelayakan                                                                                  2
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 9
      Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
      yang diberikan, Laporan Keuangan, Proyeksi Keuangan dan tiap bagian dari Rencana
      Transaksi dalam hal kewajarannya baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai
      satu kesatuan Transaksi.

1.6   TANGGAL PENILAIAN

      Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas
      tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

1.7   GAMBARAN UMUM

      Perseroan awalnya didirikan dengan nama Persekutuan Andil Maskapai Dagang dan Industri
      Lim Teck Lee (Indonesia) Coy. Ltd., yang kemudian diubah menjadi PT Lautan Luas pada
      tahun 1964. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1951 dan mulai tercatat
      sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1997.

      Perseroan didirikan pada tahun 1951 sebagai importir dan distributor bahan kimia dasar. Saat
      ini, Perseroan telah berkembang menjadi distributor dan produsen bahan kimia dasar dan
      khusus, baik di pasar domestik maupun regional. Perseroan telah berkembang menjadi
      sebuah operasi distribusi yang terintegrasi, dimana distribusi merupakan kontributor utama
      terhadap total pendapatan Perseroan yang sebagian besar berasal dari pasar domestik.

      Perseroan memasuki bidang manufaktur pada tahun 1969 dengan mendirikan pabrik asam
      sulfat swasta pertama di Indonesia yang telah berkontribusi besar terhadap total pendapatan
      Perseroan. Usaha pendukung dan jasa Perseroan terbagi atas 3 anak perusahaan dan 1
      perusahaan afiliasi yang menawarkan jasa rantai pasok, teknologi informasi dan pengolahan
      air. Sebagai perusahaan yang mengutamakan kualitas, Perseroan dan Entitas Anak telah
      memiliki beberapa sertifikasi seperti ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 45001, HALAL
      MUI, NSF, SNI, SMK3, FSSC 22000, RCI, GOTS, BPOM dan SIRIM.

      Perseroan berkantor pusat di Jakarta serta mengoperasikan 4 kantor cabang dan 5 kantor
      perwakilan yang terletak di kota-kota besar di Indonesia untuk memaksimalkan jangkauan
      jaringan distribusi dalam melayani pasar domestik. Kantor cabang Perseroan berada di
      Medan, Bandung, Semarang dan Surabaya, sedangkan kantor perwakilan Perseroan berada
      di Bandar Lampung, Samarinda, Makassar, Banjarmasin dan Pekanbaru. Perseroan juga
      memiliki kantor regional yang ditempatkan di Singapura guna memantau kegiatan Perseroan
      di China, Thailand dan Vietnam. Per 31 Desember 2024, Perseroan mengoperasikan 15
      fasilitas manufaktur yang terdiri dari 13 pabrik di Indonesia dan 2 pabrik di China.

      Produk dan Jasa

      Selama menjalankan kegiatan usahanya, segmen distribusi Perseroan didominasi oleh
      penjualan atas produk bahan kimia dasar dan khusus. Sehubungan dengan rencana
      penambahan kegiatan usaha, Perseroan terus melakukan upaya strategis ke basis produk
      dan jasa yang lebih luas. Nantinya Perseroan juga melakukan penjualan produk hasil
      perikanan dan bahan baku obat tradisional serta menyediakan jasa aktivitas konsultasi
      manajemen lainnya.



Studi Kelayakan                                                                                 3
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 10
      Produk hasil perikanan berupa karagenan yang akan didistribusikan Perseroan nantinya akan
      dipasok oleh Cargill Inc. (USA) dan produk bahan baku obat tradisional berupa ekstrak herbal
      akan diperoleh Perseroan melalui kerjasama dengan Naturalin Bio Resources Co. Ltd.
      (China). Perseroan juga akan menjalankan kegiatan usaha baru di bidang aktivitas konsultasi
      manajemen lainnya, yang difokuskan pada penyediaan jasa konsultasi strategis dan teknis
      dalam bidang logistik. Layanan ini merupakan pengembangan dari pengalaman operasional
      Perseroan sebelumnya di sektor jasa logistik dan dirancang untuk melengkapi layanan yang
      telah ada seperti bongkar muat, pergudangan dan pengangkutan melalui pendekatan
      manajerial dan perencanaan yang terstruktur.

      Teknologi yang Digunakan

      Salah satu hal penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional adalah
      adanya dukungan teknologi informasi yang sesuai dengan proses bisnis yang terintegrasi.
      Dengan adanya dukungan teknologi informasi, Perseroan dapat dengan cepat mengantisipasi
      perkembangan pasar.

      Di era digital ini, website merupakan salah satu representasi identitas perusahaan melalui
      dunia digital. Saat ini, Perseroan telah memiliki website yaitu www.lautan-luas.com sehingga
      para pelanggan dapat memperoleh informasi mengenai Perseroan antara lain profil
      Perseroan, kegiatan usaha, laporan keuangan dan tahunan Perseroan setiap tahunnya, lokasi
      kantor dan kontak yang dapat dihubungi serta hal lainnya. Perseroan terus berupaya untuk
      memperlancar setiap proses bisnis yang dijalankan oleh Perseroan dengan dukungan tim
      teknologi informasi yang tentunya sudah memiliki keahlian dan kompetensi di bidangnya.

      Selain teknologi informasi, sehubungan dengan Rencana Transaksi berupa penambahan
      KBLI, Perseroan tidak menggunakan teknologi ataupun peralatan dan mesin lainnya untuk
      bidang usaha perdagangan hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional, dikarenakan
      kegiatan usaha baru Perseroan berfokus pada perdagangan produk. Untuk bidang usaha baru
      aktivitas konsultasi manajemen lainnya, Perseroan akan memanfaatkan peralatan dan fasilitas
      pendukung yang saat ini telah dimiliki oleh Perseroan maupun pihak afiliasi Perseroan dalam
      rangka mendukung pelaksanaan layanan konsultasi yang berbasis pada efisiensi proses
      logistik dan operasional.

      Pasar yang Dituju (Intended Market Environment)

      Selama ini, Perseroan senantiasa berupaya untuk menyediakan layanan distribusi yang
      terintegrasi dengan membangun hubungan yang baik dengan para pemasok dan pelanggan
      Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya di bidang perdagangan hasil
      perikanan, produk karagenan akan diperoleh secara impor melalui kerjasama dengan Cargill
      Inc. (USA). Sementara untuk produk bahan baku obat tradisional berupa ekstrak herbal akan
      diperoleh dari melalui kerjasama dengan Naturalin Bio Resources Co. Ltd. (China).
      Perdagangan produk karagenan akan didistribusikan kepada industri produsen produk jadi
      kosmetik dengan target area distribusi mencakup Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang.

      Produk ekstrak herbal rencananya akan didistribusikan langsung kepada industri farmasi.
      Target area distribusi untuk produk ekstrak herbal mencakup wilayah Jakarta, Semarang,
      Surabaya dan Bandung sesuai dengan lokasi kantor cabang Perseroan. Perseroan akan
      melakukan kegiatan distribusi dari gudang Perseroan, dimana pelanggan memiliki opsi untuk



Studi Kelayakan                                                                                4
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 11
      dapat mengambil produk langsung ke gudang Perseroan atau didistribusikan langsung ke
      pelanggan. Seluruh produk perdagangan nantinya akan didistribusikan ke wilayah Indonesia
      dengan terus meningkatkan kesempatan untuk masuk ke segmentasi pasar domestik maupun
      regional.

      Untuk kegiatan usaha baru di bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya, jasa yang akan
      diberikan oleh Perseroan berupa layanan konsultasi strategis yang terkait dengan optimalisasi
      proses logistik. Layanan ini akan menargetkan pelanggan lama Perseroan yang sebelumnya
      telah melakukan pembelian produk maupun menggunakan jasa transportasi dan pergudangan
      Perseroan, serta diperluas untuk pelanggan baru dari berbagai industri yang membutuhkan
      one-stop service dalam perencanaan dan pengelolaan aktivitas logistik.

      Informasi Industri

      Industri Kimia di Dunia dan Indonesia
      Berdasarkan data Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF), produksi industri kimia global
      (tidak termasuk farmasi) diperkirakan akan tumbuh sekitar 3% di tahun 2025, lebih melambat
      dari tahun 2024 yang tumbuh sekitar 3,9%. BASF mengantisipasi adanya perlambatan
      pertumbuhan pada negara-negara maju. Ekspansi di pasar negara berkembang diperkirakan
      sedikit melambat menjadi sekitar 3,9% dari tahun 2024 yang sekitar 5,5%.
      Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar
      5,03% yoy, lebih rendah dibanding tahun 2023 yang mencapai sekitar 5,05% yoy dan lebih
      rendah dari target pemerintah yang sebesar 5,2% yoy. Lapangan usaha yang mengalami
      pertumbuhan paling signifikan diantaranya jasa lainnya sekitar 9,80%, transportasi dan
      pergudangan (8,69%) serta penyediaan akomodasi dan makan minum (8,56%). Sementara
      itu, industri pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia
      tumbuh sekitar 4,43% yoy.
      Berdasarkan data Custom Market Insights, pasar obat herbal diperkirakan mencapai
      USD 13.732,1 juta pada tahun 2024 dan diperkirakan akan mencapai USD 25.459,1 juta pada
      tahun 2033 dengan CAGR diperkirakan sekitar 7,1% untuk tahun 2024-2033. Beberapa faktor
      yang mendorong pertumbuhan pasar herbal, diantaranya meningkatnya preferensi konsumen
      terhadap solusi perawatan kesehatan alami, usaha pemerintah dalam mendukung obat-
      obatan tradisional serta penelitian berkelanjutan yang mengesahkan kemanjuran pengobatan
      herbal.
      Industri Perdagangan Hasil Perikanan dan Kosmetika di Indonesia
      Berdasarkan data BPS, industri perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda
      motor (yang juga mencakup perdagangan hasil perikanan dan kosmetika) mengalami sedikit
      pertumbuhan mencapai sekitar 4,86% pada tahun 2024, lebih tinggi dari tahun 2023 yang
      sekitar 4,85%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan barang-barang domestik
      dan impor terutama dari barang-barang industri pengolahan nonmigas. Adapun pertumbuhan
      subsektor perdagangan besar dan eceran bukan reparasi mobil dan sepeda motor mencapai
      sekitar 5,95% pada tahun 2024 atau lebih tinggi dari tahun 2023 yang sekitar 4,93%.
      Sementara itu, pertumbuhan industri pertanian, perhutanan dan perikanan mencapai sekitar
      0,67% pada tahun 2024 atau lebih rendah dari tahun 2023 yang sekitar 1,31%. Subsektor




Studi Kelayakan                                                                                  5
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 12
      pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian dan subsektor perikanan masing-masing
      mencapai sekitar 0,82% dan 0,68%.
      Berdasarkan data 6WResearch, pasar produk kosmetik Indonesia diperkirakan mencapai
      USD 2.890 juta dan diproyeksikan mencatat CAGR sebesar 5,1% pada tahun 2025. Faktor
      urbanisasi, meningkatnya daya beli pada kalangan menengah serta meningkatnya kesadaran
      terutama di kalangan anak muda menyebabkan meningkatnya permintaan produk kecantikan
      yang berkontribusi pada pertumbuhan pasar. Adapun inovasi produk, strategi pemasaran, dan
      perubahan preferensi konsumen merupakan pendorong tambahan yang membentuk pasar
      kosmetik. Pada tahun 2028, China diperkirakan menjadi negara potensial untuk ekspor produk
      kosmetik diikuti oleh Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat dan Swiss.
      Industri Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya di Indonesia
      Berdasarkan data BPS, industri jasa perusahaan (termasuk aktivitas Konsultasi Manajemen
      terkait pemberian jasa konsultasi manajemen di sektor logistik) mengalami pertumbuhan
      mencapai sekitar 8,38% pada tahun 2024, lebih tinggi dari tahun 2023 yang sekitar 8,24%.
      Adapun industri transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan positif sekitar 8,69%
      pada tahun 2024 atau lebih rendah dari tahun 2023 yang sekitar 13,96% ditopang oleh
      peningkatan jumlah penumpang dan barang karena mobilitas masyarakat dan peningkatan
      kegiatan ekonomi lainnya.
      Sektor rantai pasok dan logistik di Indonesia diproyeksikan tumbuh moderat seiring dengan
      proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia, volume ekspor hingga pertumbuhan sektor
      transportasi dan pergudangan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) sektor
      ini terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan seiring dengan proyeksi stabilnya
      perekonomian nasional. Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia pada tahun 2025
      diperkirakan tumbuh di kisaran 5%-5,1%, sementara nilai pasar logistik nasional diproyeksikan
      mencapai USD 131,2 miliar dengan CAGR berkisar antara 6-8% pada tahun 2025.

      Kebutuhan Operasi
      Dalam menjalankan kegiatan usaha baru Perseroan dalam bidang perdagangan besar hasil
      perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta
      aktivitas konsultasi manajemen lainnya, diasumsikan biaya operasional Perseroan hanya
      berupa beban gaji dan tunjangan.

      Hak dan Kekayaan Intelektual
      Perseroan tidak memiliki HAKI atas kegiatan usaha barunya dikarenakan kegiatan usaha baru
      Perseroan akan berfokus pada perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan
      baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

      Peraturan Perundang-undangan Terkait

      Perseroan perlu memperhatikan dan menaati peraturan perundang-undangan yang terkait
      dengan kegiatan usahanya untuk dapat melanjutkan kegiatan operasionalnya secara
      berkesinambungan.




Studi Kelayakan                                                                                 6
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 13
      Aspek Lingkungan
      Dalam melaksanakan kegiatan usaha barunya, Perseroan perlu memperhatikan kondisi
      lingkungan di sekitarnya. Penanganan lingkungan yang baik dapat menghasilkan suatu
      kegiatan usaha yang terkendali dan berkesinambungan. Perseroan perlu melakukan analisis
      mengenai dampak lingkungan secara terukur dan terintegrasi.

      Faktor Risiko Utama
      Berikut adalah risiko usaha yang dimiliki oleh Perseroan:
      1. Risiko Suku Bunga
      2. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
      3. Risiko Kredit
      4. Risiko Kebijakan/ Peraturan Pemerintah
      5. Risiko Hubungan dengan Pihak Eksternal
      6. Risiko Perubahan Teknologi
      7. Risiko Operasional
      8. Risiko Sumber Daya Manusia
      Berdasarkan berbagai risiko yang dimiliki, Perseroan perlu untuk memprioritaskan dalam hal
      mengidentifikasi, mengevaluasi dan meminimalkan risiko-risiko dalam seluruh lingkup
      kegiatannya, serta memastikan semua temuan dan rekomendasi dari audit internal
      manajemen telah ditindaklanjuti.

      Persyaratan Modal dan Strategi Finansial

      Sehubungan dengan Rencana Transaksi berupa penambahan KBLI di perdagangan besar
      hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan
      serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya, diasumsikan dana sebesar Rp 50.000.000 akan
      digunakan oleh Perseroan untuk pengurusan sertifikat dan keanggotaan asosiasi terkait
      kegiatan usaha baru yang diperoleh dari kas internal Perseroan.

1.8   RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

      Untuk meningkatkan kinerja Perseroan di masa mendatang, Perseroan melihat adanya
      peluang untuk dapat bertumbuh dan juga untuk perolehan pendapatan Perseroan melalui
      kegiatan usaha lainnya dalam rangka meningkatkan nilai tambah Perseroan. Pelaksanaan
      penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam bidang perdagangan besar hasil perikanan
      akan dimulai kuartal I tahun 2026, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk
      manusia dan hewan akan dimulai pada kuartal IV tahun 2025 serta aktivitas konsultasi
      manajemen lainnya akan dimulai pada kuartal III tahun 2025.

      Melalui penambahan KBLI baru, Perseroan akan memperluas segmen distribusi yang telah
      dijalankan oleh Perseroan selama ini dalam pendistribusian bahan kimia dasar dan khusus,
      pelumas dan kemasan kertas dengan juga melakukan perdagangan atas hasil perikanan
      berupa produk karagenan yang terdiri dari satiagel dan satiagum serta perdagangan besar
      bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan berupa ekstrak herbal yang nantinya
      Perseroan akan mendapatkan tambahan pendapatan atas penjualan produk-produk tersebut.
      Selain itu, Perseroan juga berencana memperluas segmen usaha pendukung dan jasa melalui
      penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya, dengan menyediakan layanan



Studi Kelayakan                                                                              7
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 14
      konsultasi manajerial yang berfokus pada strategi optimalisasi logistik untuk melengkapi
      layanan jasa logistik yang telah dijalankan Perseroan selama ini.

      Dengan memanfaatkan peluang melalui penambahan kegiatan usaha baru, diharapkan dapat
      meningkatkan keuntungan serta nilai tambah bagi Perseroan. Melihat adanya peluang industri
      tersebut di Indonesia yang semakin berkembang, Perseroan diharapkan dapat memberikan
      kontribusi terhadap kemajuan industri di Indonesia serta menjadi perusahaan yang mampu
      bersaing secara sehat dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggannya.

      Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
      merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan Perseroan
      menjadi perusahaan yang baik dan memiliki potensi pengembangan usaha di masa
      mendatang.

1.9   ANALISA KELAYAKAN USAHA

1.9.1 Analisa Kelayakan Pasar

      Perdagangan Hasil Perikanan dan Kosmetika
      Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan efisiensi belanja untuk tahun
      anggaran 2025 dari pagu awal Rp 6,22 triliun menjadi sebesar Rp 4,10 triliun. Efisiensi
      anggaran dilakukan terhadap belanja barang dan belanja modal. Secara terperinci, belanja
      barang menjadi sebesar Rp 1,16 triliun dari semula yang sebesar Rp 3,35 triliun dan belanja
      modal menjadi sebesar Rp 566 miliar dari semula sebesar Rp 943 miliar. Sementara belanja
      pegawai tidak mengalami pemangkasan anggaran atau tetap dialokasikan sebesar Rp 1,91
      triliun. Meskipun mengalami pemangkasan anggaran, KKP menegaskan akan tetap
      menjalankan program dan kegiatan prioritas yang dapat bermanfaat terhadap sektor kelautan
      dan perikanan.
      Berdasarkan data Statista, pasar kecantikan dan perawatan diri Indonesia diperkirakan
      mencapai USD 9,74 miliar dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR)
      diperkirakan mencapai sekitar 4,33% per tahun pada tahun 2025-2030. Pasar kosmetik
      Indonesia diperkirakan akan mencapai sebesar USD 2,09 miliar pada tahun 2025, dengan
      CAGR diperkirakan mencapai sekitar 4,73% per tahun pada tahun 2025-2030. Peningkatan
      diperkirakan berasal dari kelas menengah dan peningkatan permintaan produk kecantikan
      halal. Dalam skala global, pasar industri kosmetik diperkirakan mencapai nilai USD 677,19
      miliar pada tahun 2025, dengan CAGR diperkirakan mencapai sekitar 3,37% pada tahun
      2025-2030. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri ini,
      mengingat populasi wanita yang mencapai lebih dari 141,8 juta jiwa dan meningkatnya
      kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri.
      Bahan Kimia dan Farmasi
      Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri kimia, farmasi,
      dan tekstil (IKFT) dapat tumbuh sekitar 6,59% pada tahun 2025, seiring dengan target
      pertumbuhan ekonomi nasional 8% dalam lima tahun ke depan. Kontribusi sektor IKFT
      terhadap PDB Indonesia diperkirakan dapat mencapai sekitar 3,62% pada tahun 2025. Sub
      sektor yang menjadi pendorong target pertumbuhan IKFT diantaranya industri kimia, farmasi



Studi Kelayakan                                                                                8
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 15
      dan obat tradisional dengan kisaran pertumbuhan sekitar 7,98%-9,33% dan industri barang
      galian bukan logam dengan kisaran pertumbuhan sekitar 8,36%-8,74%.
      Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) IKFT, pemerintah akan mendorong
      perbaikan rantai pasok melalui kebijakan penguatan industri hulu, harmonisasi kebijakan tarif
      dan non tarif antara hulu antara hilir serta kebijakan peningkatan efisiensi alur aliran material.
      Beberapa kebijakan yang fokus pada optimalisasi pasar dalam negeri akan dilaksanakan
      seperti fasilitasi dalam rangka penerapan dan peningkatan nilai tingkat komponen dalam
      negeri (TKDN) dan peningkatan produk dalam negeri (P3DN) pada sektor IKFT. Dengan
      sejumlah kebijakan tersebut, Kemenperin membidik pertumbuhan IKFT tahun 2027 mencapai
      sekitar 7,97% dan tahun 2029 sekitar 7,59% dengan kontribusi terhadap PDB ditargetkan
      sekitar 3,86% pada tahun 2029.
      Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
      Berdasarkan data BKPM, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi berada di urutan
      kedua sektor yang paling diminati investor dengan total realisasi sebesar Rp 189,9 triliun atau
      setara dengan sekitar 11,1% realisasi penanaman modal asing maupun dalam negeri. Sekitar
      42,8 ribu proyek diinvestasikan dalam sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi selama
      tahun 2024. Secara rinci, PMDN dan PMA sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi
      masing-masing mencapai sebesar Rp 120.082,6 miliar dan USD 4.654,2 juta.
      Berdasarkan data Mordor Intelligence, pasar pengangkutan dan logistik Indonesia
      diperkirakan mencapai USD 131,2 miliar pada tahun 2025 dan diharapkan mencapai
      USD 178,1 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sekitar 6,29% pada tahun 2025-2030.
      Pertumbuhan pasar pengangkutan dan logistik didorong oleh investasi infrastruktur dan
      inisiatif pembangunan yang substansial. Segmen manufaktur diproyeksikan akan
      menunjukkan pertumbuhan terbesar di pasar angkutan dan logistik Indonesia dengan CAGR
      sekitar 7% pada tahun 2024-2029. Adapun pertumbuhan pengangkutan dan logistik pada
      segmen perdagangan besar dan eceran didorong oleh populasi Indonesia dan demografi
      penduduk kelas menengah.
      Rencana Perseroan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dapat menyebabkan
      terjadinya persaingan usaha, dimana saat ini terdapat cukup banyak perusahaan yang
      menjalankan kegiatan usaha serupa dalam bidang perdagangan besar hasil perikanan,
      perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas
      konsultasi manajemen lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Perseroan
      memerlukan strategi yang efektif dan efisien untuk meyakinkan calon konsumen baru maupun
      mempertahankan konsumen lama Perseroan saat ini serta memperluas jaringan usaha untuk
      memenangkan persaingan yang ada.

      Perseroan yang nantinya akan melakukan penambahan kegiatan usaha dalam perdagangan
      besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan
      hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya perlu menetapkan strategi pemasaran
      agar dapat terus berkembang dan meningkatkan kinerja Perseroan.




Studi Kelayakan                                                                                      9
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 16
1.9.2 Analisa Kelayakan Teknis

      Perseroan berencana untuk memperluas segmen bisnis distribusi ke penjualan hasil
      perikanan dan ekstrak herbal. Pendapatan atas penjualan hasil perikanan akan diperoleh
      melalui penjualan karagenan. Perseroan akan melakukan kerjasama dengan Cargill untuk
      menjadi distributor eksklusif produk karagenan yang diproduksi Cargill Inc. (USA). Penjualan
      karagenan akan dijual per kilogram ditujukan kepada industri pembuatan kosmetik. Produk
      hasil perikanan tersebut rencananya akan didistribusikan di Jakarta, Surabaya, Medan dan
      Semarang.
      Perseroan juga akan melakukan distribusi bahan baku obat tradisional, dimana Perseroan
      akan menjadi distributor produk ekstrak herbal yang diproduksi oleh Naturalin Bio Resources
      Co. Ltd. (China). Produk ekstrak herbal akan didistribusikan di Jakarta, Semarang, Surabaya
      dan Bandung dengan sasaran industri yang dituju yaitu industri farmasi. Produk ekstrak herbal
      akan dijual per kg, dimana nantinya pendapatan Perseroan atas perdagangan ekstrak herbal
      akan dipengaruhi oleh jenis produk ekstrak herbal yang dijual, volume dan harga penjualan
      produk.
      Seiring dengan peningkatan permintaan terhadap solusi logistik terpadu dan kebutuhan
      efisiensi operasional dari para pelanggan, Perseroan berencana untuk memperluas cakupan
      layanan melalui penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Layanan
      konsultasi manajemen akan difokuskan pada penyediaan solusi strategis dan perencanaan
      terintegrasi untuk pengelolaan logistik termasuk desain alur kerja bongkar muat, perencanaan
      kapasitas gudang, manajemen armada serta evaluasi efektivitas penggunaan fasilitas yang
      telah dimiliki Perseroan dan entitas anaknya. Jasa konsultasi manajemen akan memanfaatkan
      pengalaman operasional Perseroan dalam bidang logistik untuk membantu pelanggan dalam
      meningkatkan efektivitas proses bisnis, terutama yang terkait dengan pengelolaan produk
      kimia maupun produk lain yang didistribusikan oleh Perseroan di wilayah seperti Jakarta dan
      Surabaya.

1.9.3 Analisa Kelayakan Pola Bisnis

      Perdagangan Hasil Perikanan dan Bahan Baku Obat Tradisional
      Dalam pengembangan kegiatan usahanya dalam bidang perdagangan, produk hasil perikanan
      yang akan ditawarkan Perseroan adalah karagenan. Perseroan akan menjalin kerjasama
      dengan Cargill Inc. (USA) untuk menjadi distributor eksklusif produknya di Indonesia. Cargill
      merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang menyediakan berbagai produk serta
      layanan pangan, pertanian, keuangan dan industri. Perseroan akan mendistribusikan produk
      karagenan ke industri personal home care. Perdagangan produk karagenan akan dimulai
      pada kuartal I tahun 2026.
      Untuk perdagangan bahan baku obat tradisional, Perseroan akan melakukan kerjasama
      dengan Naturalin Bio Resources Co. Ltd (China) untuk memasarkan produknya berupa
      ekstrak herbal. Naturalin merupakan perusahaan asal China yang bergerak di bidang
      manufaktur ekstrak tanaman dan bahan-bahan alami untuk industri makanan dan minuman,
      nutrisi, personal care, kebersihan, pakan ternak dan pertanian. Distribusi produk ekstrak
      herbal ini akan difokuskan langsung pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri
      farmasi seperti PT SOHO Industri Pharmasi dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
      Tbk serta ditargetkan dimulai pada kuartal IV tahun 2025.


Studi Kelayakan                                                                                 10
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 17
      Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
      Untuk menjamin proses distribusi yang efisien dan tepat waktu, Perseroan melalui entitas
      anak telah menjalankan usaha di bidang transportasi dan pergudangan yang tersebar di
      kantor pusat dan cabang-cabang Perseroan. Guna lebih mengoptimalkan proses distribusi
      serta menanggapi permintaan yang meningkat dari pelanggan, Perseroan berencana untuk
      memperluas jasa melalui penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Kegiatan
      atas penyediaan jasa konsultasi ini direncanakan akan dimulai pada kuartal III 2025, setelah
      perizinan yang relevan diperoleh yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB).
      Dengan penambahan KBLI ini, Perseroan akan menawarkan jasa konsultasi manajerial yang
      mencakup strategi efisiensi rantai pasok, optimasi proses distribusi serta perencanaan dan
      pengelolaan gudang. Layanan ini akan menjadi bagian dari solusi logistik terpadu (one-stop
      service) yang berbasis pada keahlian manajemen dan pengalaman operasional Perseroan.
      Opsi layanan kepada pelanggan akan meliputi penyusunan rencana distribusi yang
      disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, termasuk pengaturan skema pengiriman,
      penempatan barang dan analisis efektivitas biaya.

1.9.4 Analisa Kelayakan Model Manajemen

      Perseroan dalam melakukan penambahan kegiatan usaha ini membutuhkan tenaga ahli yang
      dapat mendukung usaha baru Perseroan. Selama menjalankan kegiatan operasionalnya,
      Perseroan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) berperan sangat penting atas
      keberhasilan usaha yang dijalankan sehingga selalu menempatkan karyawannya pada posisi
      yang sesuai dengan keahlian dan kemampuannya agar dapat berkontribusi secara efektif dan
      efisien.

      Selain itu, selalu memperhatikan pengembangan dan kualitas SDM-nya melalui program
      pengembangan kompetensi serta evaluasi pengelolaan SDM secara berkala. Berdasarkan hal
      tersebut, Perseroan berencana untuk menambah tenaga kerja yang kompeten dalam
      mendukung kegiatan operasional Perseroan pada bidang perdagangan besar hasil perikanan
      dan aktivitas konsultasi manajemen.

      Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya tidak terlepas dari risiko. Risiko-risiko
      dapat berdampak terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek Perseroan.
      Berdasarkan berbagai risiko yang dimiliki, Perseroan perlu untuk memprioritaskan dalam hal
      mengidentifikasi, mengevaluasi dan meminimalkan risiko-risiko dalam seluruh lingkup
      kegiatannya, serta memastikan semua temuan dan rekomendasi dari komite audit dan audit
      internal manajemen telah ditindaklanjuti.

      Saat ini, Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup memadai untuk
      mendukung kegiatan usaha barunya di bidang perdagangan besar hasil perikanan,
      perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas
      konsultasi manajemen lainnya. Perseroan telah memperhatikan dan mempertimbangkan
      susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian konsentrasi manajerial di
      bidang utama seperti finansial, operasional dan pemasaran.




Studi Kelayakan                                                                               11
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 18
1.9.5 Analisa Kelayakan Keuangan Manajemen

      Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Transaksi digunakan 2 (dua) indikator
      yaitu Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), yang didasarkan pada nilai
      kini arus kas bersih. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi
      dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.

      Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
      investasi. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut dapat diterima sedangkan jika nilai
      NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan
      besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas masuk
      akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi.

      Analisa kelayakan keuangan manajemen Perseroan didasarkan pada proyeksi keuangan
      sesuai Rencana Transaksi berupa penambahan KBLI. Kelayakan investasi Perseroan dihitung
      dengan menggunakan dua indikator yaitu Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of
      Return (IRR), dengan ringkasan sebagai berikut:

              Keterangan                     NPV (Rp)                   IRR (%)
                  KBLI baru               29.398.362.154                4624,48


1.10 KESIMPULAN

      Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait
      dalam rangka menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
      yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah layak.

      Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
      disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak
      ada penambahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan
      manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi kondisi pasar
      dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan Pemerintah Indonesia dan
      penambahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini
      dikeluarkan. Studi Kelayakan atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah
      tanggal laporan dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.




Studi Kelayakan                                                                                12
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 19
2.    GAMBARAN UMUM

2.1   PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM

      Perseroan didirikan dengan nama Persekutuan Andil Maskapai Dagang dan Industri Lim Teck
      Lee (Indonesia) Coy. Ltd. berdasarkan Akta No. 75 tanggal 18 Januari 1951 yang dibuat di
      hadapan Raden Mas Soerojo, Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
      Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. J.A.8/13/9 tanggal 13 Juli 1951 dan
      diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 16 tanggal 22 Februari 1952,
      Tambahan No. 212.

      Perubahan nama menjadi PT Lautan Luas dilakukan berdasarkan Akta No. 90 tanggal
      29 Desember 1964 yang dibuat di hadapan Lie Sioe Hoa Nio, Wakil Notaris di Jakarta dan
      telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. J.A.5/24/20 tanggal
      20 April 1965 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 76 tanggal 21 September 1965
      Tambahan No. 204.

      Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir pada
      tanggal 14 Juni 2023 sehubungan dengan perubahan seluruh anggaran dasar berdasarkan
      Akta No. 87 dibuat oleh Jimmy Tanal, S.H. M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah disetujui oleh
      Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
      AHU-0038603.AH-01.02 tanggal 7 Juli 2023.

      Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam
      bidang:
       a. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor;
       b. Real Estat;
       c. Pengangkutan dan Pergudangan;
       d. Aktivitas Keuangan dan Asuransi;
       e. Aktivitas Profesional, Ilmiah Dan Teknis;
       f. Treatment Air, Treatment Air Limbah, Treatment Dan Pemulihan Material Sampah, dan
          Aktivitas Remediasi;
       g. Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan
          dan Penunjang Usaha Lainnya;
       h. Konstruksi;
       i. Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis.
      Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
      utama sebagai berikut:
       I.   Kegiatan Usaha Utama:
            a. Perdagangan Besar Hasil Pertanian dan Hewan Hidup Lainnya (KBLI No. 46209);
            b. Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI No. 46315);
            c. Perdagangan Besar Bahan Makanan dan Minuman Hasil Pertanian Lainnya (KBLI
               No. 46319);
            d. Perdagangan Besar Obat Farmasi untuk Manusia (KBLI No. 46441);
            e. Perdagangan Besar Obat Farmasi untuk Hewan (KBLI No. 46444);
            f. Perdagangan Besar Bahan Farmasi Untuk Manusia dan Hewan (KBLI No. 46447);



Studi Kelayakan                                                                                 13
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 20
            g. Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang dan
                Perlengkapannya (KBLI No. 46591);
            h. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (KBLI No. 46599);
            i. Perdagangan Besar Logam dan Bijih Logam (KBLI No. 46620);
            j. Perdagangan Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (KBLI No. 46631);
            k. Perdagangan Besar Bahan dan Barang Kimia (KBLI No. 46651);
            l. Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia (KBLI No. 46652);
            m. Perdagangan Besar Karet dan Plastik dalam Bentuk Dasar (KBLI No. 46693);
            n. Perdagangan Besar Telur dan Hasil Olahan Telur (KBLI No. 46325);
            o. Perdagangan Besar Makanan dan Minuman Lainnya (KBLI No. 46339);
            p. Perdagangan Besar Kosmetik untuk Manusia (KBLI No. 46443);
            q. Perdagangan Besar Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) (KBLI No. 46654);
            r. Perdagangan Besar Berbagai Barang dan Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya
                Ytdl (KBLI No. 46499);
            s. Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas dan Produk YBDI (KBLI No.
                46610);
            t. Perdagangan Besar Kertas dan Karton (KBLI No. 46694);
            u. Real Estat Yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (KBLI No. 68111);
            v. Pergudangan dan Penyimpanan (KBLI No. 52101);
            w. Penampungan, Penjernihan dan Penyaluran Air Minum (KBLI No. 36001);
            x. Treatment dan Pembuangan Air Limbah Tidak Berbahaya (KBLI No. 37021);
            y. Treatment dan Pembuangan Air Limbah Berbahaya (KBLI No. 37022);
            z. Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas (KBLI No. 81100);
            aa. Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI No. 42202);
            bb. Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan Limbah Padat,
                Cair dan Gas (KBLI No. 42203);
            cc. Jasa Pengujian Laboratorium (KBLI 71202).
      II.   Kegiatan Usaha Penunjang:
            a. Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (KBLI No. 49431);
            b. Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (KBLI No. 49432);
            c. Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI No. 64200).

      Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang
      diaktakan dengan Akta No. 74 tanggal 17 April 1997 oleh Notaris Frans Elsius Muliawan, S.H.,
      para pemegang saham menyetujui penjualan saham perdana kepada masyarakat sebanyak
      50 juta saham atau senilai Rp 25.000.000.000 yang diambil dari saham dalam portepel.

      Pada tanggal 18 Juni 1997, Perseroan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas
      Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-1346/PM/1997 tanggal 18 Juni 1997 dari Ketua
      Badan Pengawas Pasar Modal (“Bapepam”) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana
      kepada masyarakat sejumlah 50 juta saham dengan nilai nominal Rp 500 setiap saham
      dengan harga penawaran Rp 2.950 setiap saham. Pada tanggal 21 Juli 1997, Perseroan telah
      mencatatkan seluruh saham (termasuk saham pendiri) di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
      Surabaya (sekarang dikenal sebagai Bursa Efek Indonesia) sejumlah 150 juta saham.




Studi Kelayakan                                                                               14
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 21
      Dalam RUPSLB yang diaktakan dengan Akta No. 18 tanggal 9 Desember 1998 oleh Notaris
      Frans Elsius Muliawan, S.H., para pemegang saham menyetujui untuk menerbitkan 240 juta
      saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham hasil penawaran saham Perseroan
      kepada masyarakat sebesar Rp 120 miliar.

      Dalam RUPSLB yang diaktakan dengan Akta No. 15 tanggal 8 September 1999 oleh Notaris
      Frans Elsius Muliawan, S.H., para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar
      Perseroan dari Rp 200 miliar menjadi Rp 600 miliar dan penurunan nilai nominal saham dari
      Rp 500 menjadi Rp 250 per saham, peningkatan jumlah saham yang ditempatkan dan disetor
      dari 390 juta saham menjadi 780 juta saham. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari
      Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. C-17509
      HT.01.04.TH.99 tanggal 12 Oktober 1999.

      Berdasarkan keputusan RUPSLB yang diaktakan dengan Akta No. 28 pada tanggal
      10 Desember 2014 oleh Notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., para
      pemegang saham Perseroan menyetujui pemecahan nilai nominal saham dari Rp 250
      menjadi Rp 125 per saham, peningkatan jumlah saham yang ditempatkan dan disetor dari
      780 juta saham menjadi 1.560 juta saham. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam
      Sistem Administrasi Badan Hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui
      surat keputusan No. AHU-09572.40.21.2014 tanggal 11 Desember 2014. Pada tanggal
      31 Desember 2024, jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah sebanyak
      1.560 juta saham dengan nilai nominal Rp 125 per saham.

      Perseroan berkedudukan di Gedung Graha Indramas, Jl. AIP II K.S. Tubun Raya No. 77,
      Jakarta Barat 11410. Jumlah karyawan Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember 2024
      adalah sebanyak 3.150 orang.

2.2   SUSUNAN PENGURUS DAN STRUKTUR MODAL

      Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 600.000 juta, yang terdiri dari 4.800 juta saham
      dengan nilai nominal Rp 125 per saham. Modal ditempatkan dan disetor adalah sebesar
      Rp 195.000 juta atau sebanyak 1.560 juta saham, dengan komposisi pemegang saham per
      tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                      Jumlah         Jumlah
                        Keterangan                                                 %
                                                       Saham        (Juta Rp)
        Modal Dasar                                 4.800.000.000       600.000
        Modal Ditempatkan dan Disetor
        PT Caturkarsa Megatunggal                     882.864.000      110.358     56,59
        Pranata Hajadi                                  9.559.000        1.195      0,61
        Indrawan Masrin                                 8.991.000        1.124      0,58
        Jimmy Masrin                                    2.725.100          341      0,18
        Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)         567.666.000       70.958     36,39
          Subtotal                                  1.471.805.100      183.976     94,35
         Modal saham yang diperoleh kembali            88.194.900       11.024      5,65
          Jumlah                                    1.560.000.000      195.000    100,00
        Saham dalam Portepel                        3.240.000.000      405.000




Studi Kelayakan                                                                              15
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 22
      Berdasarkan Akta No. 49 tanggal 14 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Surjadi, S.H., M.Kn.,
      M.M., M.H., Notaris di Jakarta, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per tanggal
      31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
      Dewan Komisaris
      Presiden Komisaris                           : Isien Fudianto
      Wakil Presiden Komisaris                     : Pranata Hajadi
      Komisaris Independen                         : Rifana Erni
                                                     Diah Maulida
                                                     R. Benny Wachjudi
                                                     Jhonny Siahaan
      Direksi
      Presiden Direktur                            : Indrawan Masrin
      Wakil Presiden Direktur                      : Jimmy Masrin*
      Direktur                                     : Joshua Chandraputra Asali
                                                     Soewandhi Soekamto
                                                     Danny Suryadi Adenan
                                                     Elly Mariana Tansil M
                                                     Hendrik Gunawan
                                                     Subakti Setiawan
      Keterangan: *) Jimmy Masrin telah menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi terhitung efektif per
                     tanggal 14 Maret 2025


      Berikut adalah rincian Entitas Anak Perseroan per tanggal 31 Desember 2024:
                                                                                  Persentase    Tahun Operasi
                   Anak Perusahaan                        Kegiatan Usaha
                                                                                  Kepemilikan     Komersial
       Dimiliki secara langsung:
       Lautan Luas Singapore, Pte., Ltd. (“LLS”)             Distribusi           100,0000%          2002
       PT Cipta Mapan Logistik (“CML”)                         Jasa               99,9995%           2002
       PT Lautan Natural Krimerindo (“LNK”)            Produsen krimer nabati     99,9970%           2012
       PT Liku Telaga (“LT”)                              Produsen kimia          53,3800%           1985
       PT Lautan Air Indonesia (d/h PT
                                                          Produsen kimia           99,9750%          1989
       Pacinesia Chemical Industry) (“LAI”)
       PT Dunia Kimia Jaya (“DKJ”)                        Produsen kimia          99,8188%           1979
       PT Mahkota Indonesia (“MI”)                        Produsen kimia          53,3800%           1971
       PT Indonesian Acids Industry (“IAI”)               Produsen kimia          53,3800%           1971
       PT Dunia Kimia Utama (“DKU”)                       Produsen kimia          53,3800%           1993
       PT Lautan Sweetener Indonesia (“LSI”)             Produsen Glukosa         100,0000%     Belum Beroperasi
       PT Strategic Partner Solution (“SPS”)                   Jasa               99,9900%           2003
       PT Lautan Jasaindo (“LJ”)                               Jasa               99,0625%           1995
       PT Lautan Solusiair Nusantara (“LSN”)               Perdagangan            99,9000%           2022
       Dimiliki secara tidak langsung:
       PT Bahana Prestasi                                Jasa Transportasi        94,9991%           2002
       PT Taruna Bina Sarana                                   Jasa               80,0000%           2007
       Lautan Luas Vietnam Co., Ltd.                  Produsen kimia/Distribusi   100,0000%          2010
       Lautan Luas (Thailand) Co., Ltd.                      Distribusi           100,0000%          2006
       PT Integrated Logixtream                                Jasa               99,5238%           2006
       PT Solusi Niaga Sejahtera (“SNS”) *)                    Jasa               99,9163%           2007
       Lautan Luas Trading (Shanghai) Co., Ltd.              Distribusi           100,0000%          2008
       PT Cipta Mandiri Logistik                               Jasa               99,0000%           2016
       PT Cipta Logistik Indonesia                             Jasa               99,1847%           2019
       PT Lautan Mitra Kreasi                                Distribusi           72,5191%           2018
       PT Bitzen Innofast Technomatrix                         Jasa               73,3333%           2021



Studi Kelayakan                                                                                                    16
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 23
                                                                                   Persentase    Tahun Operasi
                  Anak Perusahaan                        Kegiatan Usaha
                                                                                   Kepemilikan     Komersial
       PT Lautan Solusi Airindo                           Perdagangan               99,5304%         2019
       PT Lautan Air Murni                          Produsen air minum isi ulang    99,0000%         2024
        Keterangan: *) SNS dalam proses likuidasi

      Dokumen dan data perizinan yang dimiliki oleh Perseroan antara lain:
      • Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120001870579
        tanggal 7 Agustus 2018 dengan perubahan terakhir tanggal 10 Maret 2023 yang
        dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan berlaku selama menjalankan kegiatan
        usaha;
      • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 0013159009054000 yang dikeluarkan oleh KPP
        Perusahaan Masuk Bursa, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik
        Indonesia;
      • Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak No. S-348KT/WPJ.07/KP.0803/2018 tanggal
        23 Oktober 2018 yang dikeluarkan oleh KPP Perusahaan Masuk Bursa Kantor Wilayah
        DJP Jakarta Khusus, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik
        Indonesia;
      • Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) No. S-240PKP/WPJ.07/KP.0803/2018
        tanggal 24 Oktober 2018 yang dikeluarkan oleh KPP Perusahaan Masuk Bursa Kantor
        Wilayah DJP Jakarta Khusus, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik
        Indonesia.

2.3   KEGIATAN USAHA

      Perseroan awalnya didirikan dengan nama Persekutuan Andil Maskapai Dagang dan Industri
      Lim Teck Lee (Indonesia) Coy. Ltd., yang kemudian diubah menjadi PT Lautan Luas pada
      tahun 1964. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1951 dan mulai tercatat
      sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1997.

      Perseroan didirikan pada tahun 1951 sebagai importir dan distributor bahan kimia dasar. Saat
      ini, Perseroan telah berkembang menjadi distributor dan produsen bahan kimia dasar dan
      khusus, baik di pasar domestik maupun regional. Perseroan telah berkembang menjadi
      sebuah operasi distribusi yang terintegrasi, dimana distribusi merupakan kontributor utama
      terhadap total pendapatan Perseroan yang sebagian besar berasal dari pasar domestik.

      Perseroan memasuki bidang manufaktur pada tahun 1969 dengan mendirikan pabrik asam
      sulfat swasta pertama di Indonesia yang telah berkontribusi besar terhadap total pendapatan
      Perseroan. Usaha pendukung dan jasa Perseroan terbagi atas 3 anak perusahaan dan
      1 perusahaan afiliasi yang menawarkan jasa rantai pasok, teknologi informasi dan pengolahan
      air. Sebagai perusahaan yang mengutamakan kualitas, Perseroan dan Entitas Anak telah
      memiliki beberapa sertifikasi seperti ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 45001, HALAL
      MUI, NSF, SNI, SMK3, FSSC 22000, RCI, GOTS, BPOM dan SIRIM.

      Perseroan berkantor pusat di Jakarta serta mengoperasikan 4 kantor cabang dan 5 kantor
      perwakilan yang terletak di kota-kota besar di Indonesia untuk memaksimalkan jangkauan
      jaringan distribusi dalam melayani pasar domestik. Kantor cabang Perseroan berada di
      Medan, Bandung, Semarang dan Surabaya, sedangkan kantor perwakilan Perseroan berada


Studi Kelayakan                                                                                                  17
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 24
      di Bandar Lampung, Samarinda, Makassar, Banjarmasin dan Pekanbaru. Perseroan juga
      memiliki kantor regional yang ditempatkan di Singapura guna memantau kegiatan Perseroan
      di China, Thailand dan Vietnam. Per 31 Desember 2024, Perseroan mengoperasikan 15
      fasilitas manufaktur yang terdiri dari 13 pabrik di Indonesia dan 2 pabrik di China.

      Visi Perseroan adalah menjadi perusahaan manufaktur yang memberikan nilai tambah
      terutama di bidang makanan, perawatan pribadi dan pengelolaan air, dengan menerapkan
      program berkelanjutan yang berkesinambungan. Nilai-nilai dasar Perseroan yaitu memimpin
      dengan integritas dan standar etika tinggi; mentransformasi proses melalui kewirausahaan;
      mengobarkan semangat kolaborasi dan kerja sama; serta mengupayakan solusi berkelanjutan
      demi kelestarian bumi bagi generasi mendatang.

      Guna terus meningkatkan kinerja Perseroan di masa mendatang, Perseroan melihat adanya
      peluang untuk dapat bertumbuh dan meningkatkan pendapatan serta laba Perseroan dengan
      memperluas segmen distribusi yang telah dijalankan Perseroan selama ini dalam
      pendistribusian bahan kimia dasar dan khusus, dengan juga melakukan perdagangan atas
      bahan kimia berbahaya dan beracun. Tidak hanya dalam pendistribusian bahan kimia,
      nantinya Perseroan juga akan melakukan perdagangan atas hasil perikanan dan bahan baku
      obat tradisional. Selain itu, Perseroan juga berencana untuk memperluas segmen usaha
      pendukung dan jasa Perseroan dengan menyediakan jasa aktivitas konsultasi manajemen
      lainnya yang difokuskan pada penyediaan jasa konsultasi strategis dan teknis dalam bidang
      logistik.

      Dengan pertimbangan tersebut, maka Perseroan berencana untuk melakukan penambahan
      kegiatan usaha dalam bidang perdagangan hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional
      serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Perseroan menilai rencana tersebut memiliki
      prospek yang cukup menjanjikan dan memiliki potensi pertumbuhan yang cukup baik terhadap
      kelangsungan bisnis Perseroan.

2.4   DATA KEUANGAN HISTORIS

      Berikut ini merupakan tabel ringkasan Posisi Keuangan, Laba Rugi dan Arus Kas
      Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020-2024
      yang seluruhnya telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan rincian untuk
      tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 berdasarkan Laporan No.
      00487/2.1032/AU.1/04/1175-1/1/IV/2021 tanggal 12 April 2021 (penandatangan Tjoa Tjek
      Nien, CPA); untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 berdasarkan Laporan
      No. 00366/2.1032/AU.1/04/1175-2/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 (penandatangan Tjoa Tjek
      Nien, CPA); untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 berdasarkan Laporan
      No. 00503/2.1032/AU.1/04/0685-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 (penandatangan
      Benyanto Suherman); untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
      berdasarkan Laporan No. 00189/2.1032/AU.1/04/0685-5/1/III/2024 tanggal 12 Maret 2024
      (penandatangan Benyanto Suherman) serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
      Desember 2024 berdasarkan Laporan No. 00151/2.1032/AU.1/04/1963-1/1/III/2025 tanggal 07
      Maret 2025 (penandatangan Edward Dharmadi, CPA), seluruhnya dengan pendapat wajar
      tanpa modifikasian, yang disajikan sebagai berikut:




Studi Kelayakan                                                                             18
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 25
      Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                     (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                   Audited      Audited      Audited       Audited       Audited
                   Keterangan
                                    2020         2021         2022          2023          2024
       Financial Position
       Total Aset                   5.514.332    6.217.987    6.094.139     5.628.540     6.060.384
       Aset Lancar                  2.138.024    2.772.844    2.747.344     2.518.719     2.582.070
       Aset Tidak Lancar            3.376.308    3.445.143    3.346.795     3.109.821     3.478.314
       Total Liabilitas             3.230.044    3.480.106    3.107.428     2.655.480     2.929.660
       Liabilitas Jangka Pendek     2.189.930    2.438.070    2.253.473     2.141.580     2.226.311
       Liabilitas Jangka Panjang    1.040.114    1.042.036      853.955       513.900       703.349
       Ekuitas                      2.284.288    2.737.881    2.986.711     2.973.060     3.130.724


      Aset
      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
      31 Desember 2022, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020, total aset Perseroan secara
      berturut-turut adalah sebesar Rp 6.060.384 juta, Rp 5.628.540 juta, Rp 6.094.139 juta,
      Rp 6.217.987 juta dan Rp 5.514.332 juta.
      Jumlah aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, mengalami
      peningkatan sekitar 7,67% atau naik sebesar Rp 431.844 juta dibandingkan dengan total aset
      per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan pada
      akun properti investasi sebesar Rp 337.041 juta, piutang usaha pihak ketiga sebesar
      Rp 65.785 juta dan aset tetap sebesar Rp 29.288 juta.
      Jumlah aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
      penurunan sekitar 7,64% atau turun sebesar Rp 465.599 juta dibandingkan dengan total aset
      per 31 Desember 2022. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada
      akun persediaan sebesar Rp 310.074 juta, piutang pihak-pihak berelasi sebesar Rp 90.240
      juta dan aset tetap sebesar Rp 67.179 juta.
      Jumlah aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
      penurunan sekitar 1,99% atau turun sebesar Rp 123.848 juta dibandingkan dengan total aset
      per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada
      akun kas dan setara kas sebesar Rp 261.941 juta, piutang lain-lain pihak ketiga sebesar
      Rp 51.267 juta, aset hak guna sebesar Rp 41.199 juta dan piutang pihak-pihak berelasi
      sebesar Rp 31.960 juta serta peningkatan pada akun persediaan sebesar Rp 259.435 juta.
      Jumlah aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
      peningkatan sekitar 12,76% atau naik sebesar Rp 703.655 juta dibandingkan dengan total
      aset per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan
      pada persediaan sebesar Rp 298.402 juta, piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp 204.835
      juta dan investasi pada instrumen ekuitas sebesar Rp 180.460 juta.
      Liabilitas
      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
      31 Desember 2022, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020, total liabilitas Perseroan
      secara berturut-turut adalah sebesar Rp 2.929.660 juta, Rp 2.655.480, Rp 3.107.428 juta,
      Rp 3.480.106 juta dan Rp 3.230.044 juta.
      Jumlah liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, mengalami
      peningkatan yaitu sekitar 10,33% atau naik sebesar Rp 274.180 juta dibandingkan dengan


Studi Kelayakan                                                                                       19
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 26
      total liabilitas per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
      peningkatan pada akun utang bank jangka pendek sebesar Rp 166.228 juta, utang usaha
      pihak ketiga sebesar Rp 79.489 juta dan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 28.615 juta.
      Jumlah liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
      penurunan sekitar 14,54% atau turun sebesar Rp 451.948 juta dibandingkan dengan total
      liabilitas per 31 Desember 2022. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan
      pada akun utang obligasi sebesar Rp 179.807 juta, utang bank jangka pendek sebesar
      Rp 111.578 juta, utang usaha pihak ketiga sebesar Rp 95.531 juta, beban akrual sebesar
      Rp 34.695 juta dan utang bank jangka panjang sebesar Rp 31.154 juta.
      Jumlah liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
      penurunan sekitar 10,71% atau turun sebesar Rp 372.678 juta dibandingkan dengan total
      liabilitas per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan
      pada akun utang obligasi jangka panjang sebesar Rp 482.781 juta serta peningkatan pada
      akun utang bank jangka pendek sebesar Rp 123.468 juta.
      Jumlah liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
      peningkatan sekitar 7,74% atau naik sebesar Rp 250.062 juta dibandingkan dengan total
      liabilitas per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
      pada akun utang obligasi jangka panjang sebesar Rp 449.050 juta, utang usaha pihak ketiga
      sebesar Rp 421.141 juta, utang bank jangka panjang sebesar Rp 82.313 juta dan utang
      dividen sebesar Rp 30.955 juta serta penurunan pada akun utang bank jangka pendek
      sebesar Rp 741.199 juta.
      Ekuitas
      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
      31 Desember 2022, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020, total ekuitas Perseroan
      secara berturut-turut adalah sebesar Rp 3.130.724 juta, Rp 2.973.060 juta, Rp 2.986.711 juta,
      Rp 2.737.881 juta dan Rp 2.284.288 juta.
      Jumlah ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, mengalami
      peningkatan sekitar 5,30% atau naik sebesar Rp 157.664 juta dibandingkan dengan jumlah
      ekuitas per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut disebabkan oleh laba tahun berjalan
      sebesar Rp 217.175 juta, pembelian modal saham yang diperoleh kembali sebesar Rp 62.410
      juta, pembayaran dividen kas oleh perusahaan sebesar Rp 52.033 juta, selisih kurs karena
      penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 43.146 juta, keuntungan aktuarial liabilitas imbalan
      kerja jangka panjang sebesar Rp 30.636 juta, pembayaran dividen kas oleh entitas anak
      kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp 14.891 juta, nilai wajar rugi investasi pada
      instrumen ekuitas sebesar Rp 3.907 juta, perubahan lainnya kepentingan nonpengendali
      sebesar Rp 72 juta dan penambahan penyertaan saham oleh kepentingan nonpengendali
      sebesar Rp 20 juta.
      Jumlah ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
      penurunan sekitar 0,46% atau turun sebesar Rp 13.651 juta dibandingkan dengan jumlah
      ekuitas per 31 Desember 2022. Penurunan tersebut disebabkan oleh laba tahun berjalan
      sebesar Rp 167.445 juta, pembayaran dividen kas sebesar Rp 77.743 juta, nilai wajar rugi
      investasi pada instrumen ekuitas sebesar Rp 39.542 juta, selisih kurs karena penjabaran
      laporan keuangan sebesar Rp 34.495 juta, pembelian modal saham yang diperoleh kembali
      sebesar Rp 29.864 juta, keuntungan aktuarial liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar
      Rp 15.528 juta, pembayaran dividen kas oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali



Studi Kelayakan                                                                                20
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 27
      sebesar Rp 15.084 juta, penambahan penyertaan saham oleh kepentingan nonpengendali
      sebesar Rp 58 juta dan perubahan lainnya kepentingan nonpengendali sebesar Rp 46 juta.
      Jumlah ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
      peningkatan sekitar 9,09% atau naik sebesar Rp 248.830 juta dibandingkan dengan jumlah
      ekuitas per 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut disebabkan oleh laba tahun berjalan
      sebesar Rp 340.580 juta, pembayaran dividen kas sebesar Rp 116.614 juta, selisih kurs
      karena penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 61.272 juta, nilai wajar rugi investasi pada
      instrumen ekuitas sebesar Rp 59.245 juta, keuntungan aktuarial liabilitas imbalan kerja jangka
      panjang sebesar Rp 22.956 juta, pembayaran dividen kas oleh entitas anak kepada
      kepentingan nonpengendali sebesar Rp 207 juta dan penambahan penyertaan saham oleh
      kepentingan nonpengendali sebesar Rp 88 juta.
      Jumlah ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
      peningkatan sekitar 19,86% atau naik sebesar Rp 453.593 juta dibandingkan dengan jumlah
      ekuitas per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut disebabkan oleh laba tahun berjalan
      sebesar Rp 305.732 juta, nilai wajar laba investasi pada instrumen ekuitas sebesar
      Rp 180.473 juta, pembagian dividen interim tunai sebesar Rp 30.955 juta, selisih kurs karena
      penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 30.201 juta, pembayaran dividen kas oleh entitas
      anak kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp 28.519 juta, pembayaran dividen kas
      sebesar Rp 22.973 juta, penjualan modal saham yang diperoleh kembali sebesar Rp 14.730
      juta, keuntungan aktuarial liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar Rp 4.824 juta dan
      penambahan penyertaan saham oleh kepentingan nonpengendali sebesar Rp 80 juta.

      Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                   (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                            Audited          Audited         Audited      Audited      Audited
                  Keterangan
                                             2020             2021            2022         2023         2024
       Operating Highlight
       Pendapatan                             5.592.338       6.635.544       7.879.115    7.316.902    7.722.382
       Laba Kotor                             1.174.818       1.298.180       1.507.600    1.187.764    1.358.151
       Laba Usaha                               331.044         539.915         588.285      349.733      415.802
       Laba Tahun Berjalan                      118.196         305.732         340.580      167.445      217.175
       Laba Komprehensif                        161.846         521.230         365.563      108.936      287.050
       EBITDA                                   532.994         735.479         776.678      546.637      610.898
       Laba Per Saham (Rupiah Penuh)                 76             196             218          107          139
      Keterangan: EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization

      Pendapatan
      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
      31 Desember 2022, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020, total pendapatan Perseroan
      secara berturut-turut adalah sebesar Rp 7.722.382 juta, Rp 7.316.902 juta, Rp 7.879.115 juta,
      Rp 6.635.544 juta dan Rp 5.592.338 juta.
      Jumlah pendapatan tahun 2024 mengalami peningkatan sekitar 5,54% atau naik sebesar
      Rp 405.480 juta dibandingkan dengan jumlah pendapatan tahun 2023. Peningkatan tersebut
      terutama berasal dari peningkatan penjualan barang kepada pihak ketiga.
      Jumlah pendapatan tahun 2023 mengalami penurunan sekitar 7,14% atau turun sebesar
      Rp 562.213 juta dibandingkan dengan jumlah pendapatan tahun 2022. Penurunan tersebut
      terutama disebabkan adanya penurunan penjualan barang kepada pihak ketiga.



Studi Kelayakan                                                                                                     21
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 28
      Jumlah pendapatan tahun 2022 mengalami peningkatan sekitar 18,74% atau naik sebesar
      Rp 1.243.571 juta dibandingkan dengan jumlah pendapatan tahun 2021. Peningkatan tersebut
      terutama berasal dari peningkatan penjualan barang kepada pihak ketiga.
      Jumlah pendapatan tahun 2021 mengalami peningkatan sekitar 18,65% atau naik sebesar
      Rp 1.043.206 juta dibandingkan dengan jumlah pendapatan tahun 2020. Peningkatan tersebut
      terutama berasal dari peningkatan penjualan barang kepada pihak ketiga.

      Laba Kotor
      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
      31 Desember 2022, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020, total laba kotor Perseroan
      secara berturut-turut adalah sebesar Rp 1.358.151 juta, Rp 1.187.764 juta, Rp 1.507.600 juta,
      Rp 1.298.180 juta dan Rp 1.174.818 juta.
      Jumlah laba kotor tahun 2024 mengalami peningkatan yaitu sekitar 14,35% atau naik sebesar
      Rp 170.387 juta dibandingkan dengan jumlah laba kotor tahun 2023. Peningkatan tersebut
      terutama disebabkan peningkatan pendapatan terutama dari penjualan kepada pihak ketiga.
      Jumlah laba kotor tahun 2023 mengalami penurunan lebih dari 20% yaitu sekitar 21,21% atau
      turun sebesar Rp 319.836 juta dibandingkan dengan jumlah laba kotor tahun 2022. Penurunan
      tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan terutama dari penjualan kepada
      pihak ketiga.
      Jumlah laba kotor tahun 2022 mengalami peningkatan yaitu sekitar 16,13% atau naik sebesar
      Rp 209.420 juta dibandingkan dengan jumlah laba kotor tahun 2021 Peningkatan tersebut
      terutama disebabkan peningkatan pendapatan terutama dari penjualan kepada pihak ketiga.
      Jumlah laba kotor tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu sekitar 10,50% atau naik sebesar
      Rp 123.362 juta dibandingkan dengan jumlah laba kotor tahun 2020. Peningkatan tersebut
      terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan terutama dari penjualan kepada pihak
      ketiga.

      Laba Usaha
      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
      31 Desember 2022, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020, total laba usaha Perseroan
      secara berturut-turut adalah sebesar Rp 415.802 juta, Rp 349.733 juta, Rp 588.285 juta,
      Rp 539.915 juta dan Rp 331.044 juta.
      Jumlah laba usaha tahun 2024 mengalami peningkatan yaitu sekitar 18,89% atau naik
      sebesar Rp 66.069 juta dibandingkan dengan jumlah laba usaha tahun 2023. Peningkatan
      tersebut terutama disebabkan peningkatan laba kotor dan peningkatan pendapatan operasi
      lain.
      Jumlah laba usaha tahun 2023 mengalami penurunan lebih dari 20% yaitu sekitar 40,55%
      atau turun sebesar Rp 238.552 juta dibandingkan dengan jumlah laba usaha tahun 2022.
      Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan laba kotor dan penurunan
      pendapatan operasi lain.
      Jumlah laba usaha tahun 2022 mengalami peningkatan yaitu sekitar 8,96% atau naik sebesar
      Rp 48.370 juta dibandingkan dengan jumlah laba usaha tahun 2021 Peningkatan tersebut
      terutama disebabkan oleh peningkatan laba kotor.




Studi Kelayakan                                                                                22
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 29
      Jumlah laba usaha tahun 2021 mengalami peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 63,09%
      atau naik sebesar Rp 208.871 juta dibandingkan dengan jumlah laba usaha tahun 2020.
      Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan laba kotor dan penurunan beban
      operasi lain.

      Laba Tahun Berjalan
      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
      31 Desember 2022, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020, total laba tahun berjalan
      Perseroan secara berturut-turut adalah sebesar Rp 217.175 juta, Rp 167.445 juta, Rp 340.580
      juta, Rp 305.732 juta dan Rp 118.196 juta.
      Jumlah laba tahun berjalan tahun 2024 mengalami peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar
      29,70% atau naik sebesar Rp 49.730 juta dibandingkan dengan jumlah laba tahun berjalan
      tahun 2023. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan laba usaha dan
      penurunan bagian atas rugi entitas asosiasi.
      Jumlah laba tahun berjalan tahun 2023 mengalami penurunan lebih dari 20% yaitu sekitar
      50,84% atau turun sebesar Rp 173.135 juta dibandingkan dengan jumlah laba tahun berjalan
      tahun 2022. Penurunan tersebut terutama disebabkan penurunan laba usaha dan peningkatan
      bagian atas rugi entitas asosiasi.
      Jumlah laba tahun berjalan tahun 2022 mengalami peningkatan yaitu sekitar 11,40% atau naik
      sebesar Rp 34.848 juta dibandingkan dengan jumlah laba tahun berjalan tahun 2021.
      Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan laba usaha dan penurunan beban
      pajak penghasilan.
      Jumlah laba tahun berjalan tahun 2021 mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu sekitar
      158,67% atau naik sebesar Rp 187.536 juta dibandingkan dengan jumlah laba tahun berjalan
      tahun 2020. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan laba usaha dan
      penurunan beban keuangan.

      Rasio Keuangan Penting
                                           Audited      Audited      Audited      Audited      Audited
                  Keterangan
                                            2020         2021         2022         2023         2024
       Key Performance Ratio
       Marjin Laba Kotor                      21,01%       19,56%       19,13%       16,23%       17,59%
       Marjin Laba Usaha                       5,92%        8,14%        7,47%        4,78%        5,38%
       Marjin Laba Tahun Berjalan              2,11%        4,61%        4,32%        2,29%        2,81%
       Marjin EBITDA                           9,53%       11,08%        9,86%        7,47%        7,91%
       Return on Assets (ROA)                  2,14%        4,92%        5,59%        2,97%        3,58%
       Return on Equity (ROE)                  5,17%       11,17%       11,40%        5,63%        6,94%
       Current Ratio                            0,98x        1,14x        1,22x        1,18x         1,16
       Quick Ratio                              0,61x        0,67x        0,59x        0,68x         0,65
       Rasio Liabilitas terhadap Aset           0,59x        0,56x        0,51x        0,47x         0,48
       Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas        1,41x        1,27x        1,04x        0,89x         0,94


      ▪ Marjin laba kotor merupakan rasio untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam
        memperoleh laba kotor dari pendapatan yang diperoleh dan beban pokok pendapatan
        yang dikeluarkan. Marjin laba bruto pada tahun 2024 mengalami peningkatan menjadi
        17,59% dari 16,23% di tahun 2023 yang disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan.
          Marjin laba bruto pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 16,23% dari 19,13% di
          tahun 2022 yang disebabkan oleh adanya penurunan pendapatan. Marjin laba bruto pada


Studi Kelayakan                                                                                             23
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 30
          tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 19,13% dari 19,56% di tahun 2021 yang
          disebabkan oleh adanya peningkatan beban pokok penjualan dan jasa. Marjin laba bruto
          pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 19,56% dari 21,01% di tahun 2020 yang
          disebabkan oleh adanya peningkatan beban pokok penjualan dan jasa.
      ▪ Marjin laba usaha merupakan rasio untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam
        memperoleh laba usaha dari pendapatan usaha yang diperoleh dan beban usaha yang
        dikeluarkan. Marjin laba usaha pada tahun 2024 mengalami peningkatan menjadi 5,38%
        dari 4,78% di tahun 2023 yang disebabkan adanya peningkatan marjin laba kotor dan
        peningkatan pendapatan operasi lain.
          Marjin laba usaha pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 4,78% dari 7,47% di
          tahun 2022 yang disebabkan adanya penurunan marjin laba kotor. Marjin laba usaha pada
          tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 7,47% dari 8,14% di tahun 2021 yang
          disebabkan adanya peningkatan beban penjualan. Marjin laba usaha pada tahun 2021
          mengalami peningkatan 8,14% dari 5,92% di tahun 2020 yang disebabkan adanya
          penurunan beban umum dan administrasi.
      ▪ Marjin laba tahun berjalan merupakan rasio untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam
        memperoleh laba tahun berjalan dari seluruh pendapatan yang diperoleh dan beban yang
        dikeluarkan. Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2024 mengalami peningkatan menjadi
        sekitar 2,81% dari 2,29% di tahun 2023 yang disebabkan adanya peningkatan marjin laba
        usaha dan penurunan bagian atas rugi entitas asosiasi.
          Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi sekitar 2,29%
          dari 4,32% di tahun 2022 yang disebabkan adanya penurunan marjin laba usaha dan
          peningkatan bagian atas rugi entitas asosiasi. Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2022
          mengalami penurunan menjadi sekitar 4,32% dari 4,61% di tahun 2021 yang disebabkan
          adanya penurunan marjin laba usaha dan peningkatan beban keuangan. Marjin laba tahun
          berjalan pada tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi sekitar 4,61% dari 2,11% di
          tahun 2020 yang disebabkan adanya peningkatan marjin laba usaha dan penurunan beban
          keuangan.
      ▪ Marjin EBITDA merupakan rasio untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam
        memperoleh laba usaha dari pendapatan usaha yang diperoleh dan beban usaha yang
        dikeluarkan selain beban depresiasi dan amortisasi. Marjin EBITDA pada tahun 2024
        mengalami peningkatan menjadi 7,91% dari 7,47% di tahun 2023 disebabkan adanya
        peningkatan marjin laba usaha.
          Marjin EBITDA pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 7,47% dari 9,86% di tahun
          2022 disebabkan adanya penurunan marjin laba usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2022
          mengalami penurunan menjadi 9,86% dari 11,08% di tahun 2021 disebabkan adanya
          penurunan marjin laba usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2021 mengalami peningkatan
          menjadi 11,08% dari 9,53% di tahun 2020 disebabkan adanya peningkatan marjin laba
          usaha.
      ▪ Rasio lancar merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan dalam memenuhi liabilitas
        jangka pendek dengan aset lancar yang dimiliki. Rasio lancar pada tahun 2024 mengalami
        penurunan menjadi 1,16x dari 1,18x di tahun 2023 disebabkan oleh peningkatan liabilitas
        jangka pendek terutama pada akun utang bank jangka pendek.
          Rasio lancar pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 1,18x dari 1,22x di tahun
          2022 disebabkan oleh penurunan aset lancar terutama pada akun persediaan. Rasio


Studi Kelayakan                                                                                24
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 31
          lancar pada tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 1,22x dari 1,14x di tahun 2021
          disebabkan oleh penurunan liabilitas jangka pendek terutama pada akun utang obligasi.
          Rasio lancar pada tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi 1,14x dari 0,98x di tahun
          2020 disebabkan oleh peningkatan aset lancar terutama pada akun persediaan.
      ▪ Rasio liabilitas terhadap aset merupakan perbandingan antara liabilitas dan aset dalam
        pendanaan perusahaan dan menunjukkan jumlah aset yang diperoleh melalui liabilitas.
        Rasio liabilitas terhadap aset pada periode tahun 2024 mengalami sedikit peningkatan
        menjadi 0,48x dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar 0,47x oleh adanya
        peningkatan liabilitas terutama pada akun utang bank jangka pendek.
          Rasio liabilitas terhadap aset pada periode tahun 2023 mengalami penurunan menjadi
          0,472x dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 0,51x oleh adanya penurunan
          liabilitas terutama pada akun utang obligasi jangka panjang. Rasio liabilitas terhadap aset
          pada periode tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 0,51x dibandingkan dengan tahun
          2021 yang sebesar 0,56x oleh adanya penurunan liabilitas terutama pada akun utang
          obligasi. Rasio liabilitas terhadap aset pada periode tahun 2021 mengalami penurunan
          menjadi 0,56x dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar 0,59x disebabkan oleh
          adanya peningkatan aset terutama pada akun persediaan.
      ▪ Rasio liabilitas terhadap ekuitas merupakan perbandingan antara liabilitas dan ekuitas
        dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri untuk
        memenuhi seluruh liabilitasnya. Rasio liabilitas terhadap ekuitas pada tahun 2024
        mengalami peningkatan menjadi 0,94x dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar
        0,89x disebabkan oleh adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun utang bank
        jangka pendek.
          Rasio liabilitas terhadap ekuitas pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 0,89x
          dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 1,04x disebabkan oleh adanya penurunan
          liabilitas terutama pada akun utang obligasi jangka panjang. Rasio liabilitas terhadap
          ekuitas pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 1,04x dibandingkan dengan tahun
          2021 yang sebesar 1,27x disebabkan oleh adanya penurunan liabilitas terutama pada akun
          utang obligasi jangka panjang.Rasio liabilitas terhadap ekuitas pada tahun 2021
          mengalami penurunan menjadi 1,27x dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar
          1,41x disebabkan oleh adanya peningkatan ekuitas terutama pada saldo laba.




Studi Kelayakan                                                                                  25
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 32
      Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                              (dalam Jutaan Rp)
       Keterangan                                                                   2020          2021          2022             2023         2024

       Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
        Penerimaan kas dari pelanggan                                               5.857.533     6.429.829     7.842.346        7.351.439    7.676.322
        Penerimaan dari pendapatan bunga                                                4.321        17.112         5.253            2.912        3.798
        Penerimaan (pembayaran) kas untuk dan kepada :
         Pemasok                                                                    (4.305.076)   (5.261.737)   (6.727.001)     (5.971.752)   (6.487.032)
         Karyawan                                                                     (476.900)     (528.642)     (555.101)       (593.197)     (589.541)
         Pendapatan (beban) operasi lainnya                                            (26.326)       (3.914)       (9.151)          6.377        24.604
        Pembayaran untuk:
         Beban bunga                                                                 (155.716)     (119.717)     (135.819)       (108.750)     (158.760)
         Pajak                                                                        (69.239)      (94.985)     (138.905)       (103.727)     (107.011)
        Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi                                828.597       437.946       281.622         583.302       362.380

       Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
        Hasil penjualan aset tetap                                                     52.617         7.047         5.871           9.554       118.305
        Pelunasan pinjaman pihak ketiga jangka panjang                                 41.257        97.827        11.185          19.020        19.879
        Penerimaan dividen kas                                                         11.004        38.724        18.232          15.804        12.084
        Perolehan properti investasi                                                                                                           (337.450)
        Perolehan aset tetap                                                         (154.265)      (79.957)      (74.107)         (62.065)    (206.611)
        Pembelian aset takberwujud                                                     (3.883)       (7.830)       (8.013)          (3.874)      (2.094)
        Pelunasan (penambahan) piutang pihak-pihak berelasi                            41.457        (3.236)       32.038           90.096         (773)
        Perolehan aset hak guna                                                             -             -             -             (580)        (740)
        Penjualan (penambahan) penyertaan saham pada entitas asosiasi                  28.750       (41.665)       25.204                -            -
        Penjualan investasi jangka pendek                                              13.622         1.112         2.201                -            -
        Peningkatan penyertaan saham                                                 (107.504)            -             -                -            -
        Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi          (76.945)       12.022        12.611           67.955     (397.400)

       Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
        Perolehan utang bank jangka pendek                                           6.087.389     5.281.494     2.602.772       2.180.699     2.376.804
        Perolehan utang obligasi                                                       286.750       450.000             -               -       285.500
        Perolehan utang bank jangka panjang                                                  -        96.484        20.923               -        42.412
        Penerbitan saham baru oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali           140            80            88              58            20
        Pembayaran utang bank jangka pendek                                         (6.300.392)   (6.036.675)   (2.488.432)     (2.289.227)   (2.210.694)
        Pembayaran utang obligasi                                                     (364.500)            -      (485.500)       (181.550)     (315.000)
        Pembelian modal saham yang diperoleh kembali                                         -             -             -         (29.864)      (62.410)
        Pembayaran utang bank jangka panjang dan utang pembiayaan konsumen                   -       (14.171)      (18.817)        (31.154)      (53.265)
        Pembayaran dividen kas oleh perusahaan                                         (53.603)      (22.973)     (147.569)        (77.743)      (52.033)
        Pembayaran liabilitas sewa                                                     (84.913)      (63.660)      (42.087)        (50.388)      (49.448)
        Pembayaran dividen kas oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali      (15.458)      (28.519)         (207)        (15.084)      (14.891)
        Pembayaran utang pembiayaan konsumen                                            (4.674)       (4.717)       (9.189)        (11.260)      (12.660)
        Hasil penjualan (pembelian) modal saham yang diperoleh kembali                  (2.057)       14.730             -               -             -
        Pengembalian modal saham pada entitas anak oleh kepentingan nonpengendali      (12.598)            -             -               -             -
        Kas neto yang (digunakan untuk) aktivitas pendanaan                           (463.916)     (327.927)     (568.018)       (505.513)      (65.665)
       Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas                                   287.736       122.041      (273.785)        145.744      (100.685)
       Pengaruh Neto Perubahan Kurs pada Kas dan Setara Kas                             2.119         1.050        11.844           (2.961)       3.249
       Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                                   86.149       376.004       499.095         237.154       379.937
       Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                                 376.004       499.095       237.154         379.937       282.501




      Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 mengalami
      penurunan lebih dari 20% yaitu sekitar 25,65% atau turun sebesar Rp 97.436 juta
      dibandingkan dengan kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023.
      Hal tersebut disebabkan adanya kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar
      Rp 397.400 juta, kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 362.380 juta, kas
      neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 65.665 juta serta pengaruh positif
      neto perubahan kurs sebesar Rp 3.249 juta.

      Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 mengalami
      peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 60,21% atau naik sebesar Rp 142.783 juta
      dibandingkan dengan kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022.
      Hal tersebut disebabkan adanya kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar
      Rp 583.302 juta, kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 505.513
      juta, kas neto yang diperoleh dari aktivitas investasi sebesar Rp 67.955 juta serta pengaruh
      negatif neto perubahan kurs sebesar Rp 2.961 juta.




Studi Kelayakan                                                                                                                                        26
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 33
      Kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 mengalami
      penurunan lebih dari 20% yaitu sekitar 52,48% atau turun sebesar Rp 261.941 juta
      dibandingkan dengan kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021.
      Hal tersebut disebabkan adanya kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar
      Rp 568.018 juta, kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 281.622 juta, kas
      neto yang diperoleh dari aktivitas investasi sebesar Rp 12.611 juta serta pengaruh positif neto
      perubahan kurs sebesar Rp 11.844 juta.

      Kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 mengalami
      peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 32,74% atau naik sebesar Rp 123.091 juta
      dibandingkan dengan kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020.
      Hal tersebut disebabkan adanya kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar
      Rp 437.946 juta, kas neto yang diperoleh dari aktivitas investasi sebesar Rp 12.022 juta, kas
      neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 327.927 juta dan serta pengaruh
      positif neto perubahan kurs sebesar Rp 1.050 juta.

2.5   ANALISIS KELAYAKAN PASAR

2.5.1 Kondisi Pasar

      Perdagangan Hasil Perikanan dan Kosmetika

      Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan efisiensi belanja untuk tahun
      anggaran 2025 dari pagu awal Rp 6,22 triliun menjadi sebesar Rp 4,10 triliun. Efisiensi
      anggaran dilakukan terhadap belanja barang dan belanja modal. Secara terperinci, belanja
      barang menjadi sebesar Rp 1,16 triliun dari semula yang sebesar Rp 3,35 triliun dan belanja
      modal menjadi sebesar Rp 566 miliar dari semula sebesar Rp 943 miliar. Sementara belanja
      pegawai tidak mengalami pemangkasan anggaran atau tetap dialokasikan sebesar Rp 1,91
      triliun. Meskipun mengalami pemangkasan anggaran, KKP menegaskan akan tetap
      menjalankan program dan kegiatan prioritas yang dapat bermanfaat terhadap sektor kelautan
      dan perikanan (sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20250214/12/1839507/ anggaran-
      kkp-dipangkas-tersisa-rp410 -triliun-untuk-2025).

      Berikut ini indikator kinerja utama KKP pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025:
                             Indikator Kinerja Sasaran Strategis                      Target
        Volume produksi perikanan                                                  24,58 juta ton
        Pertumbuhan PDB perikanan                                                     4%-6%
        Nilai kontribusi sektor kelautan terhadap PDB maritim                      Rp 2,25 triliun
        Nilai ekspor produk perikanan                                             USD 6,25 miliar
        Luas kawasan konservasi perairan                                            30 juta Ha
        Indeks kepatuhan pelaku usaha kelautan dan perikanan                           82%
        Persentase lulusan pendidikan dan pelatihan kelautan dan perikanan yang
                                                                                       75%
        terserap dunia usaha dan industri
        Persentase hasil kelautan dan perikanan yang memenuhi standar mutu dan
                                                                                       70%
        keamanan
      Sumber: Rencana Kerja KKP Tahun 2025

      Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki manfaat
      besar bagi ekonomi, kesejahteraan masyarakat, terutama di pesisir dan lingkungan. Menurut
      Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), potensi hilirisasi dari


Studi Kelayakan                                                                                      27
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 34
      rumput laut sangat besar. Lebih dari 70% luas Indonesia merupakan laut dengan seluas 12
      juta ha dialokasikan untuk budidaya. Namun dengan segala keunggulan yang dimiliki
      Indonesia, produksi rumput laut Indonesia masih belum optimal. Pada tahun 2024, budidaya
      rumput laut baru mencapai seluas 102 ribu ha atau sekitar 0,8% dari luasan budidaya dengan
      lebih dari 60% ekspor rumput laut masih dalam bentuk mentah atau rumput laut kering dengan
      hilirisasi yang terbatas.

      Beberapa program yang akan dilaksanakan untuk mendorong pengembangan industri rumput
      laut diantaranya penyediaan bibit berkualitas, pemetaan potensi lahan dengan menggunakan
      satelit, penyederhanaan perizinan berusaha, riset jenis rumput laut unggul dan kualitas
      lingkungan, penyiapan aspek sosial ekonomi, peningkatan mutu pengolahan hasil dan market
      generation. Kemenperin juga mendukung optimalisasi hasil pengembangan rumput laut
      dengan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi industri berbasis rumput laut. Hilirisasi
      dilakukan dengan meningkatkan utilitas dan kapabilitas industri pangan seperti karagenan,
      jelly dan sejenisnya, serta diversifikasi olahan rumput laut menjadi produk biostimulan, plastik
      biodegradable dan ke depannya produk biofuel (sumber: https://www.tribunnews.com/
      lestari/2025/03/02/dari-laut-ke-industri-begini-strategi-pemerintah-percepat-hilirisasi-rumput-
      laut).

      Menurut Menko Bidang Perekonomian, Indonesia berencana untuk mendorong hilirisasi
      industri kosmetik dengan potensi besar yang dimiliki negara. Indonesia memiliki potensi besar
      sebagai pasar industri kecantikan dengan 75 juta penduduk Gen Z yang menjadi target utama
      berbagai produk kecantikan, terlebih dengan kekayaan biodiversitas seperti minyak atsiri,
      rumput laut, dan tanaman herbal, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan produk
      kecantikan berbasis bahan alami yang berdaya saing global. Sebagai bagian dari strategi
      hilirisasi, Pemerintah mendorong industri kosmetik untuk terus berinovasi dan berkolaborasi
      dengan pelaku UMKM. Lebih lanjut, Menko juga menekankan pentingnya inovasi dalam
      industri kecantikan seperti teknologi geriatrik, pengembangan herbal dan terapi sel.

      Berdasarkan data Statista, pasar kecantikan dan perawatan diri Indonesia diperkirakan
      mencapai USD 9,74 miliar dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR)
      diperkirakan mencapai sekitar 4,33% per tahun pada tahun 2025-2030. Pasar kosmetik
      Indonesia diperkirakan akan mencapai sebesar USD 2,09 miliar pada tahun 2025, dengan
      CAGR diperkirakan mencapai sekitar 4,73% per tahun pada tahun 2025-2030. Peningkatan
      diperkirakan berasal dari kelas menengah dan peningkatan permintaan produk kecantikan
      halal. Dalam skala global, pasar industri kosmetik diperkirakan mencapai nilai USD 677,19
      miliar pada tahun 2025, dengan CAGR diperkirakan mencapai sekitar 3,37% pada tahun
      2025-2030. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri ini,
      mengingat populasi wanita yang mencapai lebih dari 141,8 juta jiwa dan meningkatnya
      kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri.

      Bahan Kimia dan Farmasi

      Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri kimia, farmasi,
      dan tekstil (IKFT) dapat tumbuh sekitar 6,59% pada tahun 2025, seiring dengan target
      pertumbuhan ekonomi nasional 8% dalam lima tahun ke depan. Kontribusi sektor IKFT
      terhadap PDB Indonesia diperkirakan dapat mencapai sekitar 3,62% pada tahun 2025. Sub
      sektor yang menjadi pendorong target pertumbuhan IKFT diantaranya industri kimia, farmasi



Studi Kelayakan                                                                                   28
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 35
      dan obat tradisional dengan kisaran pertumbuhan sekitar 7,98%-9,33% dan industri barang
      galian bukan logam dengan kisaran pertumbuhan sekitar 8,36%-8,74%.

      Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) IKFT, pemerintah akan mendorong
      perbaikan rantai pasok melalui kebijakan penguatan industri hulu, harmonisasi kebijakan tarif
      dan non tarif antara hulu antara hilir serta kebijakan peningkatan efisiensi alur aliran material.
      Beberapa kebijakan yang fokus pada optimalisasi pasar dalam negeri akan dilaksanakan
      seperti fasilitasi dalam rangka penerapan dan peningkatan nilai tingkat komponen dalam
      negeri (TKDN) dan peningkatan produk dalam negeri (P3DN) pada sektor IKFT. Dengan
      sejumlah kebijakan tersebut, Kemenperin membidik pertumbuhan IKFT tahun 2027 mencapai
      sekitar 7,97% dan tahun 2029 sekitar 7,59% dengan kontribusi terhadap PDB ditargetkan
      sekitar 3,86% pada tahun 2029 (sumber: https://www.ayoindonesia.com/nasional/
      0114170085/industri-kimia-farmasi-dan-tekstil-ikft-tahun-2025-tumbuh-659-persen).

      Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan nonmigas mencatatkan
      pertumbuhan secara impresif yaitu sekitar 4,75% sepanjang tahun 2024 atau lebih tinggi
      dibanding capaian pada tahun 2023 yang sekitar 4,69%. Sumbangsih sektor industri
      pengolahan nonmigas pada tahun 2024 yaitu sekitar 17,16%. Sementara, pertumbuhan
      industri kimia, farmasi, dan obat tradisional selama Januari hingga Desember 2024, tercatat
      sekitar 5,86% meningkat dibandingkan tahun 2023 yang tumbuh sekitar 0,11%. Pertumbuhan
      industri kimia, farmasi, dan obat tradisional untuk masing-masing kuartal tahun 2024 sekitar
      8,10% (Q1), 8,01% (Q2), 3,08% (Q3) dan 4,47% (Q4). Berikut adalah laju pertumbuhan PDB
      industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tahun 2019-2024:




      Sumber: BPS

      Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya

      Berdasarkan data BKPM, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi berada di urutan
      kedua sektor yang paling diminati investor dengan total realisasi sebesar Rp 189,9 triliun atau
      setara dengan sekitar 11,1% realisasi penanaman modal asing maupun dalam negeri. Sekitar
      42,8 ribu proyek diinvestasikan dalam sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi selama
      tahun 2024. Secara rinci, PMDN dan PMA sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi
      masing-masing mencapai sebesar Rp 120.082,6 miliar dan USD 4.654,2 juta.

      Berdasarkan data Mordor Intelligence, pasar pengangkutan dan logistik Indonesia
      diperkirakan mencapai USD 131,2 miliar pada tahun 2025 dan diharapkan mencapai
      USD 178,1 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sekitar 6,29% pada tahun 2025-2030.
      Pertumbuhan pasar pengangkutan dan logistik didorong oleh investasi infrastruktur dan
      inisiatif pembangunan yang substansial. Segmen manufaktur diproyeksikan akan



Studi Kelayakan                                                                                     29
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 36
      menunjukkan pertumbuhan terbesar di pasar angkutan dan logistik Indonesia dengan CAGR
      sekitar 7% pada tahun 2024-2029. Adapun pertumbuhan pengangkutan dan logistik pada
      segmen perdagangan besar dan eceran didorong oleh populasi Indonesia dan demografi
      penduduk kelas menengah.

      Segmen penting lainnya di pasar angkutan barang dan logistik meliputi konstruksi, pertanian,
      perikanan dan kehutanan, serta pasar logistik minyak dan gas, sektor pertambangan dan
      penggalian. Logistik sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan terutama akan didorong oleh
      meningkatnya impor pertanian dan fokus pemerintah pada ketahanan pangan. Untuk segmen
      minyak dan gas, pertambangan dan penggalian, pertumbuhan pengangkutan dan logistik akan
      ditopang oleh berbagai proyek yang sedang berlangsung dan dorongan pemerintah terhadap
      solusi energi berkelanjutan (sumber: https://www.mordorintelligence.com/industry-reports/
      indonesia-freight-logistics-market).

2.5.2 Pesaing Usaha

      Dalam kegiatan usaha, Perseroan sangat menyadari ketatnya persaingan usaha dalam bidang
      perdagangan hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional serta aktivitas konsultasi
      manajemen lainnya. Berikut adalah keterangan singkat mengenai beberapa pesaing di bidang
      perdagangan hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional serta aktivitas konsultasi
      manajemen lainnya:
      ➢ PT Indonesia Lifa Algae Karaginan International (“ILAKI”)
          ILAKI didirikan dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2015. ILAKI bergerak
          dalam bidang manufaktur bubuk agar dan bubuk karagenan dengan cakupan pasar
          domestik dan internasional yang terdiri dari China, Turki, India, Malaysia dan negara-
          negara Uni Eropa. Produk yang ditawarkan ILAKI mencakup bubuk agar GS 800, GS 900,
          GS 1000, bubuk karagenan yang dimurnikan dan semi dimurnikan serta Alkali Treated
          Cottoni Chips (ATC). Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ILAKI telah memperoleh
          sertifikasi Halal, Kosher, Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan Good
          Manufacturing Practice (GMP). Kantor pusat dan pabrik ILAKI berlokasi di Kp. Bukit Sema
          105A, Ardirejo, Panji, Situbondo, Jawa Timur dan kantor cabang berlokasi di Waterplace
          Residence TKC-09 Pakuwon Indah, Surabaya, Jawa Timur.
      ➢ PT Galic Artabahari (“GA”)
          GA didirikan pada tahun 1988 merupakan perusahaan manufaktur karagenan. Produksi
          utama GA adalah ekstraksi karagenan jenis Kappa dan Iota yang diekstrak dari rumput
          laut merah Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum dengan kapasitas produksi 3.000
          metrik ton/tahun. Selain produk karagenan murni seperti Kappa dan Iota, GA juga
          menawarkan jenis karagenan custom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan
          pelanggan diantaranya berupa artagum, cappiogum dan secagum. Saat ini pasar produk
          GA mencakup domestik dan internasional meliputi Eropa, Amerika Selatan, Amerika
          Utara, Asia dan Australia. GA juga tergabung dalam Asosiasi Industri Rumput Laut
          Indonesia (ASTRULI) dan Supplier Ethical Data Exchange (SEDEX). Dalam menjalankan
          kegiatan usahanya, GA telah memperoleh sertifikasi ISO 22000, Halal, GMP dan HACCP.
          Kantor dan pabrik GA berlokasi di Desa Sukadanau, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.




Studi Kelayakan                                                                               30
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 37
      ➢ PT Tri Rahardja (“TR”)
          TR didirikan pada tahun 2000 sebagai pabrik herbal dan produsen ekstrak tanaman asli
          Indonesia dengan merk Javaplant untuk industri farmasi, makanan dan minuman. Saat ini,
          TR menawarkan produk ekstrak fingerprinted dan ekstrak terstandar yang tersedia dalam
          bentuk cair dan bubuk untuk berbagai macam aplikasi. Jenis ekstrak yang ditawarkan
          diantaranya temulawak, kayu manis, tongkat ali, jintan hitam, kencur, kunyit, sirsak,
          sambiloto, purwoceng, manggis, kelor, katuk, meniran, pegagan, buah merah dan aneka
          jahe. TR juga memberikan jasa berupa pengembangan formula, toll exctract
          manufacturing, toll evaporation, mixing & blending dan jasa konsultasi. Dalam
          menjalankan kegiatan usahanya, TR telah memperoleh sertifikasi Halal, GMP, Kosher,
          dan ISO 9001 serta terdaftar di Food and Drug Administration (FDA) dan Gabungan
          Pengusaha Jamu Indonesia. Kantor TR berlokasi di Puri Indah Financial Tower, Jalan
          Lingkar Dalam, Jakarta Barat dan pabrik berlokasi di Jalan Raya Solo, Tawangmangu KM.
          32 No. 33, Desa Salam, Karangpandan, Jawa Tengah.
      ➢ PT Herbacore (“HC”)
          HC didirikan pada tahun 2011 merupakan bagian dari PT Kembang Bulan yang bergerak
          di bidang industri obat tradisional herbal. Saat ini, HC bergerak di bidang manufaktur
          produk ekstrak bahan alam (IEBA) dan obat tradisional (IOT) serta juga memberikan jasa
          mencakup pengembangan formula, toll manufacturing/ jasa maklon, primary packing dan
          contract manufacturing. Produk ekstrak bahan alam HC terdiri dari bentuk ekstrak kering
          berupa bubuk dan granul, ekstrak cair dan ekstrak kental dengan kategori sayur, buah dan
          tanaman obat. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, HC telah memperoleh sertifikasi
          diantaranya, sertifikasi Halal, ISO 9001 dan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
          (CPOTB). Kantor dan pabrik HC berlokasi di Jalan Legundi KM 32,5 Kec. Wringinanom,
          Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
      ➢ PT Tangguh Samudera Jaya (“TSJ”)
          TSJ didirikan pada tahun 1986 merupakan entitas anak dari PT Samudera Indonesia Tbk.
          TSJ bergerak dalam bidang jasa layanan stevedoring yang meliputi cargodoring,
          receiving/delivery, stevedoring licensing. Pada tahun 2024, TSJ mendapatkan konsesi
          atas operasional dermaga 303-305 serta lapangan penumpukannya dari PELINDO untuk
          jangka waktu 25 tahun. Saat ini, TSJ menangani kegiatan bongkar muat kapal peti kemas
          internasional serta juga menangani kapal-kapal breakbulk dan petikemas domestik di
          terminal 1 dan 2 pelabuhan Tanjung Priok. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, TSJ
          telah memperoleh sertifikasi ISO 9001, OHSAS 18001, SMK3 dan sertifikasi ISPS Code
          untuk sistem keamanan. Kantor TSJ berlokasi Gedung Samudera Kirana, Jalan Yos
          Sudarso No. 88, Sunter Jaya, Jakarta Utara.
      ➢ PT Temas Port (“TP”)
          TP didirikan dengan nama PT Escorindo Stevedoring pada tahun 2016 kemudian di
          akuisisi oleh PT Temas Tbk pada tahun 2013 dan berubah nama menjadi PT Temas Port
          pada tahun 2019. TP menyediakan layanan jasa penanganan kargo (bongkar muat
          barang) dan kepelabuhanan laut yang mencakup stevedoring dan cargodoring, receiving
          & delivery petikemas, penyewaan alat bongkar muat barang, warehousing and logistics
          distribution, penanganan general cargo serta trucking. Pada tahun 2024, TP mendapatkan
          kemitraan strategis selama 20 tahun untuk mengelola dermaga 485 meter dan area
          lapangan penumpukan seluas 5,53 ha di area dermaga petikemas pelabuhan Tanjung


Studi Kelayakan                                                                               31
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 38
          Priok. Kantor TP berlokasi di Jalan Jl. Yos Sudarso Kav. 33, Sunter Jaya, Tanjung Priok,
          Jakarta Utara.

      Rencana Perseroan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dapat menyebabkan
      terjadinya persaingan usaha, dimana saat ini terdapat cukup banyak perusahaan yang
      menjalankan kegiatan usaha serupa dalam bidang perdagangan besar hasil perikanan,
      perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas
      konsultasi manajemen lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Perseroan
      memerlukan strategi yang efektif dan efisien untuk meyakinkan calon konsumen baru maupun
      mempertahankan konsumen lama Perseroan saat ini serta memperluas jaringan usaha untuk
      memenangkan persaingan yang ada.

      Strategi yang dipersiapkan Perseroan untuk menghadapi persaingan usaha di bidang
      perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk
      manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya adalah sebagai berikut:
      ➢ Menjalin komunikasi dan memberikan pelayanan yang baik untuk mempertahankan para
        pelanggan lama yang selama ini telah terjalin dengan baik maupun kepada calon
        pelanggan baru;
      ➢ Memberikan promosi atau penawaran harga produk yang kompetitif untuk menunjang
        penjualan produk;
      ➢ Mempertahankan dan memperkuat jaringan distribusi yang telah ada dan cukup besar
        serta terus memperluas jaringan distribusi di masa mendatang baik di kalangan domestik
        maupun regional;
      ➢ Menyediakan solusi layanan menyeluruh di bidang jasa pengangkutan;
      ➢ Melakukan pembelian rutin dari vendor yang reliable dengan harga yang kompetitif.

2.5.3 Strategi Pemasaran

      Dalam menjalankan kegiatan usahanya, saat ini Perseroan terus menjalin kerjasama strategis
      dengan berbagai perusahaan manufaktur kimia yang terkemuka yang memiliki produk,
      teknologi dan kompetensi tinggi dalam bidang penelitian dan pengembangannya guna
      memperkuat usaha distribusi, manufaktur serta usaha pendukung dan jasa yang terpadu.
      Untuk terus mempertahankan kinerja Perseroan di masa mendatang, Perseroan akan terus
      mengembangkan strategi untuk terus beradaptasi dengan pelanggan Perseroan dan
      kebutuhan masyarakat Indonesia serta memperluas jaringan distribusi Perseroan.

      Per 31 Desember 2024, Perseroan memiliki 1 kantor pusat di Jakarta serta mengawasi
      jaringan distribusinya yang luas dengan mengoperasikan 4 kantor cabang dan 5 kantor
      perwakilan yang telah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Selain itu, Perseroan juga
      mengoperasikan 1 kantor regional di Singapura untuk mengawasi kegiatan usaha di China,
      Thailand dan Vietnam.

      Perseroan yang nantinya akan melakukan penambahan kegiatan usaha dalam perdagangan
      besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan
      hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya perlu menetapkan strategi pemasaran
      agar dapat terus berkembang dan meningkatkan kinerja Perseroan. Dengan adanya
      penambahan kegiatan usaha Perseroan, maka strategi yang akan dilakukan untuk pemasaran
      dalam bidang tersebut adalah sebagai berikut:


Studi Kelayakan                                                                                 32
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 39
      ➢ Mempromosikan bahan baku baru yang akan dipasarkan sebagai alternatif yang tepat
        untuk aplikasi produk tertentu di pelanggan;
      ➢ Menyediakan layanan teknis untuk membuat aplikasi tertentu;
      ➢ Memberikan ide atau konsep menarik sehingga pelanggan mampu menciptakan produk
        baru sesuai tren pasar atau sebagai referensi pengembangan produk pelanggan;
      ➢ Memberikan penawaran dengan harga yang kompetitif bagi pelanggan lama Perseroan.

      Berdasarkan strategi pemasaran di atas, Perseroan telah memiliki strategi yang cukup
      memadai untuk pengembangan bisnis di masa mendatang, selain prospek usaha yang
      menjanjikan.

2.5.4 Tinjauan Industri dan Prospek Usaha
      Ekonomi Secara Umum
      Berdasarkan laporan World Bank, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan tetap stabil
      sekitar 2,7% pada tahun 2025-2026. Namun, ekonomi global tampaknya akan berada pada
      tingkat pertumbuhan rendah yang tidak akan cukup untuk mendorong pembangunan ekonomi
      berkelanjutan dengan kemungkinan adanya hambatan lebih lanjut dari meningkatnya
      ketidakpastian kebijakan dan pergeseran kebijakan perdagangan yang merugikan, ketegangan
      geopolitik, inflasi yang terus-menerus, dan bencana alam terkait iklim.
      Pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju diperkirakan akan stabil pada tahun 2025
      sekitar 1,7%, karena aktivitas yang kuat di Amerika Serikat membantu mengimbangi
      pertumbuhan yang lemah di tempat lain. Pada tahun 2026, pertumbuhan diperkirakan akan
      tetap berada di sekitar 1,7% di bawah laju pada dekade sebelum pandemi karena perlambatan
      yang diproyeksikan di Amerika Serikat disertai dengan pemulihan yang moderat di Kawasan
      Eropa dan Jepang.
      Pertumbuhan negara-negara Asia Timur dan Pasifik diperkirakan mengalami perlambatan
      menjadi 4,6% pada tahun 2025 dan 4,1% pada tahun 2026, turun dari perkiraan 4,9% pada
      tahun 2024, yang mencerminkan perlambatan lebih lanjut di Tiongkok. Di Tiongkok
      pertumbuhan diperkirakan menurun dari 4,9% pada tahun 2024 menjadi 4,5% pada tahun
      2025 dan 4,0% pada tahun 2026, disebabkan oleh melemahnya permintaan domestik secara
      luas. Di Asia Timur dan Pasifik (tidak termasuk Tiongkok), pertumbuhan meningkat menjadi
      sekitar 4,9% pada tahun 2025, dari 4,3% pada tahun 2023, didukung oleh pemulihan
      perdagangan barang global, pemulihan berkelanjutan dalam pariwisata masuk dan permintaan
      domestik yang kuat (sumber: World Bank, Global Economic Prospects, Januari 2025).
      World Bank menyatakan Indonesia diperkirakan mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar
      5,1% pada tahun 2025 dan 2026. International Monetary Fund (IMF) menyatakan
      pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 5% dan diproyeksikan
      akan tumbuh di angka 5,1% pada tahun 2025 dan 2026. Organisation for Economic
      Cooperation and Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia
      pada tahun 2025 dan 2026 mencapai sekitar 4,9% dan 5%. Asian Development Bank
      menyatakan Indonesia diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada
      tahun 2025. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 4,8%-
      5,6% pada tahun 2025. Kementerian Keuangan menargetkan pertumbuhan sebesar 5,2%
      dengan inflasi akan dijaga pada kisaran 2,5% untuk tahun 2025.



Studi Kelayakan                                                                             33
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 40
      Berikut adalah kondisi ekonomi makro Indonesia secara umum:
                                                                                        Realisasi
                                                   Realisasi   Realisasi   Realisasi                APBN
                        Indikator                                                      Sementara
                                                     2021        2022        2023                   2025
                                                                                         2024
       Pertumbuhan ekonomi riil (%)                   3,69        5,01        5,05         5,0        5,2
       Inflasi (%)                                     1,8        5,51        2,61         1,57       2,5
       Nilai tukar rata-rata (Rp/USD)               14.312      14.871      15.255       16.162     16.000
       SBN 10 tahun                                   6,35        7,23        6,74         7,0        7,0
       Rata-rata harga minyak dunia (USD/ barel)       68          97          78          71,6        82
       Produksi minyak (juta barel/hari)             0,658       0,607       0,607        0,572      0,605
      Sumber: Departemen Keuangan

      Industri Kimia Dunia
      Pertumbuhan industri kimia global diperkirakan akan mengalami pertumbuhan moderat pada
      tahun 2025. Berdasarkan data American Chemistry Council (ACC), produksi industri kimia
      global diperkirakan mencapai 3,5% pada tahun 2025. Meskipun terdapat peningkatan produksi
      kimia dan pemulihan margin ke tingkat rata-rata, industri kimia masih menghadapi tantangan
      dan ketidakpastian. Perusahaan kimia akan menghadapi banyak tantangan yang sama seperti
      industri lain, diantaranya kondisi ekonomi makro yang terus berkembang, perubahan
      kebijakan dan peraturan di berbagai wilayah, perubahan preferensi pelanggan serta kemajuan
      teknologi. Di tengah pertumbuhan yang tidak merata di seluruh pasar akhir industri kimia,
      banyak perusahaan berfokus pada peningkatan efisiensi dalam bisnis inti serta
      memperbanyak usaha di area dengan pertumbuhan tinggi.

      Berdasarkan data dari Federal Reserve Board, industri semikonduktor dan komponen
      elektronik, ekstraksi minyak dan gas, logam arsitektur dan struktural, serta plastik dan karet
      telah mengalami pertumbuhan paling besar pada tahun 2024. Memasuki tahun 2025, ACC
      memperkirakan bahwa industri semikonduktor akan terus mendorong permintaan, diikuti oleh
      industri komputer, besi dan baja, pesawat terbang dan suku cadangnya, kendaraan bermotor
      dan suku cadangnya, serta perlengkapan konstruksi.

      Perusahaan kimia juga memainkan peran penting dalam transisi energi dengan memasok
      bahan untuk solusi energi bersih seperti penyimpanan baterai, hidrogen bersih, serta pelapis
      dan pelumas industri untuk teknologi lainnya. Hal tersebut tercermin dari peningkatan produksi
      logam arsitektur, yang tumbuh sekitar 1,7% pada tahun 2024 dan diperkirakan akan tumbuh
      3,2% pada tahun 2025. Meskipun beberapa konstruksi mungkin melambat karena suku bunga
      yang tinggi, perlambatan tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama, terutama jika
      suku bunga dipangkas selama beberapa tahun ke depan. Selain itu, penjualan kendaraan
      listrik (EV) global diperkirakan akan meningkat selama beberapa tahun ke depan. EV
      membutuhkan 85% lebih banyak kimia daripada mesin pembakaran internal dan dapat
      berperan dalam permintaan tambahan untuk plastik, komposit, dan bahan kimia lainnya.

      Berdasarkan data Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF), produksi industri kimia global
      (tidak termasuk farmasi) diperkirakan akan tumbuh sekitar 3% di tahun 2025, lebih melambat
      dari tahun 2024 yang tumbuh sekitar 3,9%. BASF mengantisipasi adanya perlambatan
      pertumbuhan pada negara-negara maju. Ekspansi di pasar negara berkembang diperkirakan
      sedikit melambat menjadi sekitar 3,9% dari tahun 2024 yang sekitar 5,5%. Berikut adalah
      pertumbuhan produksi kimia di berbagai wilayah global selama tahun 2023-2024 (tidak
      termasuk farmasi):


Studi Kelayakan                                                                                            34
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 41
                        Keterangan                               2023A     2024A
        Global                                                    1,4%      3,9%
        Uni Eropa                                                -8,2%      1,6%
        Amerika Serikat                                          -0,2%      0,0%
        China                                                     7,4%      6,8%
        Negara berkembang Asia (di luar China)                   -2,5%      2,4%
        Jepang                                                   -6,6%     -2,9%
        Amerika Selatan                                          -5,7%      1,7%
      Sumber: BASF (Outlook for Chemical Industry, 28 Februari 2025)

      Berdasarkan perkiraan BASF, China sebagai negara yang menyumbang setengah dari
      produksi kimia global akan mengalami pertumbuhan lebih rendah hanya sekitar 4,2% pada
      tahun 2025 dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang sekitar 6,8%. Untuk emerging
      markets lainnya di Asia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sekitar 3,5% dengan
      pertumbuhan tertinggi di India sekitar 4,5% dan sekitar 3% untuk negara-negara lainnya.
      Amerika Serikat diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sekitar 1,5% setelah stagnan
      pada tahun 2024, didorong oleh peningkatan permintaan terutama pada industri makanan,
      produksi bahan kimia untuk produk perawatan, industri plastik, serta teknologi informasi dan
      komunikasi. Jepang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil sekitar 0,6%,
      setelah mengalami penurunan dalam 2 tahun terakhir (2024: -2,9%, 2023: -6,6%) dengan
      pertumbuhan diperkirakan berasal dari sektor teknologi dan produksi otomotif lokal. Berikut
      adalah tren pertumbuhan produksi kimia di berbagai wilayah global untuk tahun 2025 hingga
      2027 (tidak termasuk farmasi):
                        Keterangan                               2025P   2025-2027P
        Global                                                    3.0%      3.0%
        Uni Eropa                                                -0.3%      0.7%
        Amerika Serikat                                           1.5%      1.3%
        China                                                     4.2%      4.1%
        Negara berkembang Asia (di luar China)                    3.5%      3.7%
        Jepang                                                    0.6%      0.5%
        Amerika Selatan                                           2,1%      2,2%
      Sumber: BASF (Outlook for Chemical Industry, 28 Februari 2025)

      Industri Kimia dan Farmasi di Indonesia

      Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar
      5,03% yoy, lebih rendah dibanding tahun 2023 yang mencapai sekitar 5,05% yoy dan lebih
      rendah dari target pemerintah yang sebesar 5,2% yoy. Lapangan usaha yang mengalami
      pertumbuhan paling signifikan diantaranya jasa lainnya sekitar 9,80%, transportasi dan
      pergudangan (8,69%) serta penyediaan akomodasi dan makan minum (8,56%). Sementara
      itu, industri pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia
      tumbuh sekitar 4,43% yoy. Berikut merupakan pertumbuhan industri pengolahan selama tahun
      2019-2024:




Studi Kelayakan                                                                               35
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 42
      Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB seri 2010)

      Sementara itu, industri pengolahan nonmigas selama tahun 2024 juga mengalami
      pertumbuhan positif sekitar 4,75% yoy lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2023 yang
      sekitar 4,69% yoy. Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas ditopang oleh beberapa
      subsektor industri seperti logam dasar, elektronik, makanan dan minuman (mamin), kulit,
      barang dari kulit dan alas kaki serta kimia, farmasi dan obat tradisional. Industri kimia, farmasi
      dan obat tradisional mencatat pertumbuhan sekitar 5,86% pada tahun 2024, atau lebih tinggi
      dibandingkan tahun 2023 yang mencapai sekitar 0,11%. Selain itu, Indeks Kepercayaan
      Industri (IKI) dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur juga menunjukkan sektor
      manufaktur berada dalam fase ekspansi yang menandakan kepercayaan tinggi di kalangan
      pelaku industri. IKI dan PMI per Desember 2024 masing-masing mencapai 52,93 dan 51,2.
      Berikut merupakan 10 sektor industri dengan realisasi investasi tertinggi tahun 2024:
                             PMDN                                                       PMA
                                              Investasi                                                        Investasi
        No.          Bidang Usaha                             No.               Bidang Usaha
                                             (Miliar Rp)                                                      (Juta USD)
              Transportasi, Gudang dan                               Logam Dasar, Barang Logam, Bukan
         1                                    120.082,6         1                                              13.556,9
              Telekomunikasi                                         Mesin dan Peralatannya
         2    Pertambangan                    106.858,7         2    Pertambangan                              5.188,4
              Perumahan, Kawasan
         3                                    76.517,4          3    Kertas dan Percetakan                     4.777,1
              Industri dan Perkantoran
                                                                     Transportasi, Gudang dan
         4    Jasa Lainnya                    66.337,0          4                                              4.654,2
                                                                     Telekomunikasi
         5    Industri Makanan                65.941,3          5    Industri Kimia dan Farmasi                4.126,1
         6    Perdagangan dan Reparasi        65.299,5          6    Jasa Lainnya                              3.632,3
         7    Listrik, Gas dan Air            46.311,8          7    Industri Makanan                          3.462,5
              Tanaman Pangan,                                        Perumahan, Kawasan Industri dan
         8                                    45.501,6          8                                              3.089,5
              Perkebunan, dan Peternakan                             Perkantoran
                                                                     Kendaraan Bermotor dan Alat
         9    Industri Kimia Dan Farmasi      35.915,7          9                                              2.503,1
                                                                     Transportasi Lain
              Logam Dasar, Barang
         10   Logam, Bukan Mesin dan        35.087,6         10 Listrik, Gas dan Air                           2.469,1
              Peralatannya
       Sumber: BKPM (Perkembangan Realisasi Investasi Berdasarkan Sektor Triwulan IV 2024, 31 Januari 2025)


      Berikut merupakan perkembangan nilai ekspor industri farmasi, produk obat kimia dan obat
      tradisional selama 2019- 2024 (dalam ribu USD):




Studi Kelayakan                                                                                                            36
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 43
      Sumber: BPS (Statistik Perdagangan Luar Negeri Ekspor Menurut Kelompok Komoditi dan Negara 2019-2024)

      Berdasarkan data BPS, nilai impor Indonesia Januari-Desember 2024 mencapai sebesar
      USD 233.659,7 juta. Selama periode Januari-Desember 2020-2024 didominasi oleh impor
      nonmigas dengan rata-rata sebesar 85,64% per tahun. Nilai impor barang konsumsi selama
      Januari-Desember 2024 adalah USD 22.702,9 juta dan memberikan peranan sekitar 9,72%,
      sementara impor bahan baku/ penolong sebesar USD 169.679,3 juta (72,62%) dan barang
      modal sebesar USD 41.276,5 juta (17,66%). Menurut golongan barang SITC (Standard
      International Trade Classification) 1 digit, kelompok barang utama impor selama Januari-
      Desember 2024 adalah kelompok mesin dan alat angkutan dengan nilai USD 72.772,5 juta
      yang memberikan peran 31,15% dari total impor Indonesia. Posisi kedua adalah kelompok
      minyak dan bahan bakar mineral dengan nilai USD 40.660,4 juta (17,40%), diikuti oleh
      kelompok barang-barang buatan pabrik dengan nilai USD 33.927,1 juta (14,52%). Selanjutnya
      kelompok bahan kimia dan produknya sebesar USD 30.150,1 juta (12,90%) serta bahan
      makanan dan binatang hidup sebesar USD 24.271,2 juta (10,39%).

      Berikut ini merupakan impor menurut SITC-1 digit selama Januari-Desember 2024 (dalam juta
      USD):




      Sumber: BPS (Statistik Perdagangan Luar Negeri Impor Desember 2024, 28 Februari 2025)


      Berdasarkan data Custom Market Insights, pasar obat herbal diperkirakan mencapai
      USD 13.732,1 juta pada tahun 2024 dan diperkirakan akan mencapai USD 25.459,1 juta pada
      tahun 2033 dengan CAGR diperkirakan sekitar 7,1% untuk tahun 2024-2033. Beberapa faktor
      yang mendorong pertumbuhan pasar herbal, diantaranya meningkatnya preferensi konsumen
      terhadap solusi perawatan kesehatan alami, usaha pemerintah dalam mendukung obat-
      obatan tradisional serta penelitian berkelanjutan yang mengesahkan kemanjuran pengobatan
      herbal (sumber: www.custommarketinsights.com/report/indonesia-herbal-medicine-market/).




Studi Kelayakan                                                                                               37
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 44
      Industri Perdagangan Hasil Perikanan dan Kosmetika di Indonesia

      Berdasarkan data BPS, industri perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda
      motor (yang juga mencakup perdagangan hasil perikanan dan kosmetika) mengalami sedikit
      pertumbuhan mencapai sekitar 4,86% pada tahun 2024, lebih tinggi dari tahun 2023 yang
      sekitar 4,85%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan barang-barang domestik
      dan impor terutama dari barang-barang industri pengolahan nonmigas. Adapun pertumbuhan
      subsektor perdagangan besar dan eceran bukan reparasi mobil dan sepeda motor mencapai
      sekitar 5,95% pada tahun 2024 atau lebih tinggi dari tahun 2023 yang sekitar 4,93%.

      Sementara itu, pertumbuhan industri pertanian, perhutanan dan perikanan mencapai sekitar
      0,67% pada tahun 2024 atau lebih rendah dari tahun 2023 yang sekitar 1,31%. Subsektor
      pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian dan subsektor perikanan masing-masing
      mencapai sekitar 0,82% dan 0,68%. Berikut ini pertumbuhan yoy PDB industri pertanian,
      perhutanan dan perikanan selama tahun 2019-2024:
                                                                                Tahun
                  PDB Lapangan Usaha
                                                 2019 (%)    2020 (%)    2021 (%) 2022 (%)       2023 (%)     2024 (%)
       Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan         3,61        1,77        1,87       2,25         1,31         0,67
       1. Pertanian, Peternakan, Perburuan dan
                                                   3,31        2,14        1,12        2,33        0,18         0,82
          Jasa Pertanian
          Tanaman Pangan                           -1,73       3,61        -1,40       0,08        -3,86       -0,21
          Tanaman Hortikultura                     5,53        4,17        0,53        4,22        -0,32       0,85
          Tanaman Perkebunan                       4,56        1,34        3,52        1,64        1,72        0,67
          Peternakan                               7,78        -0,31       0,32        6,24        3,71        2,78
          Jasa Pertanian dan Perburuan             3,17        1,65        1,43        2,65        0,17        0,85
       2. Kehutanan dan Penebangan Kayu            0,37        -0,03       0,07        -1,26       2,61        -2,06
       3. Perikanan                                5,73        0,73        5,45        2,79        5,49        0,68
      Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB seri 2010)

      Berdasarkan Rencana Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan 2025, nilai ekspor rumput
      laut diperkirakan mencapai USD 0,574 miliar dengan volume produksi rumput laut
      diperkirakan 11,64 juta ton. Proporsi ekspor produk rumput laut olahan diperkirakan mencapai
      sekitar 46,5%. Berdasarkan data Statistik Perdagangan Luar Negeri BPS, nilai ekspor
      komoditas rumput laut dan ganggang lainnya selama tahun 2024 mencapai 241,1 ribu ton
      atau sebesar USD 192,8 juta atau turun sekitar 3,98% dibandingkan tahun 2023 yang
      mencapai 251,1 ribu ton. Nilai ekspor komoditas karagenan selama tahun 2024 mencapai
      19,9 ribu ton atau sebesar USD 129,2 juta atau meningkat sekitar 46,48% dibandingkan tahun
      2023 yang mencapai 13,6 ribu ton. Berikut ini perkembangan ekspor komoditi karagenan
      selama tahun 2019-2024:




      Sumber: BPS (Statistik Perdagangan Luar Negeri Ekspor Menurut Kelompok Komoditi dan Negara 2019-2024)


      Berikut ini nilai impor produk karagenan selama tahun 2019-2024 (dalam USD):


Studi Kelayakan                                                                                                        38
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 45
                                                                                Tahun
                     Komoditi
                                                2019        2020          2021        2022         2023       2024
       Carrageenan, powder, semi-refined      1.819.942   1.281.891      669.238    1.386.184   2.537.122    611.567
       Carrageenan, powder, refined           8.511.934   5.453.436     6.639.044 15.839.324    9.356.889   7.532.907
       Carrageenan, alkali treated
                                               431.191       23.938      6.735       60.552     123.738      45.341
       carrageenan chips (atcc)
       Carrageenan, other than powder and
                                               107.138      262.564     362.586     117.404     207.562     256.133
       alkali treated carrageenan chips (atcc)
      Sumber: BPS (Statistik Perdagangan Luar Negeri Impor 2019-2024)

      Beberapa program terus dilakukan pemerintah guna mendukung perkembangan industri
      kosmetik nasional diantaranya memberikan akses bahan baku dan teknologi, pengembangan
      sumber daya manusia dan memfasilitasi pelaku industri untuk menembus pasar internasional
      melalui partisipasi dalam berbagai pameran global. Pemerintah juga memperkuat regulasi
      melalui kebijakan wajib sertifikasi halal pada tahun 2026 sesuai UU No. 33/2014 dan PP No.
      39/2021. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekspor kosmetik halal Indonesia
      ke negara-negara dengan permintaan tinggi, seperti Malaysia, Singapura dan Uni Emirat Arab.
      Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya,
      diharapkan industri kosmetik nasional tidak hanya tumbuh secara ekonomi tetapi juga mampu
      berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama dalam
      penggunaan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.

      Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), jumlah pelaku usaha
      di sektor kosmetika mengalami lonjakan sekitar 77,96% dari sebanyak 726 pada tahun 2020
      menjadi sebanyak 1.292 pelaku usaha pada tahun 2024, yang terdiri dari 83% perusahaan
      mikro dan kecil dan 17% industri menengah dan besar. Peningkatan tersebut mencerminkan
      daya saing dan inovasi yang terus berkembang serta menjadikan industri kosmetik sebagai
      salah satu sektor yang harus terus dikembangkan dan memiliki prospek yang positif (sumber:
      https://kemenperin.go.id/artikel/25735/Kemenperin-Gadang-Potensi-Industri-Kosmetik-
      Semakin-Gemilang).

      Berdasarkan data 6WResearch, pasar produk kosmetik Indonesia diperkirakan mencapai
      USD 2.890 juta dan diproyeksikan mencatat CAGR sebesar 5,1% pada tahun 2025. Faktor
      urbanisasi, meningkatnya daya beli pada kalangan menengah serta meningkatnya kesadaran
      terutama di kalangan anak muda menyebabkan meningkatnya permintaan produk kecantikan
      yang berkontribusi pada pertumbuhan pasar. Adapun inovasi produk, strategi pemasaran, dan
      perubahan preferensi konsumen merupakan pendorong tambahan yang membentuk pasar
      kosmetik. Pada tahun 2028, China diperkirakan menjadi negara potensial untuk ekspor produk
      kosmetik diikuti oleh Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat dan Swiss (sumber:
      https://www.6wresearch.com/industry-report/indonesia-cosmetic-products-market-outlook).

      Industri Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya di Indonesia

      Berdasarkan data BPS, industri jasa perusahaan (termasuk aktivitas konsultasi manajemen
      terkait pemberian jasa konsultasi manajemen di sektor logistik) mengalami pertumbuhan
      mencapai sekitar 8,38% pada tahun 2024, lebih tinggi dari tahun 2023 yang sekitar 8,24%.
      Adapun industri transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan positif sekitar 8,69%
      pada tahun 2024 atau lebih rendah dari tahun 2023 yang sekitar 13,96% ditopang oleh
      peningkatan jumlah penumpang dan barang karena mobilitas masyarakat dan peningkatan
      kegiatan ekonomi lainnya.



Studi Kelayakan                                                                                                         39
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 46
      Berikut ini pertumbuhan yoy PDB industri jasa perusahaan selama tahun 2019-2024:




      Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB seri 2010)

      Berikut ini pertumbuhan yoy PDB industri transportasi dan pergudangan selama tahun 2019-
      2024:
                                                                            Tahun
               PDB Lapangan Usaha
                                              2019 (%)   2020 (%)   2021 (%)    2022 (%)   2023 (%)   2024 (%)
        Transportasi dan Pergudangan            6,38      -15,05      3,24        19,87     13,96       8,69
         Angkutan Rel                           4,49      -42,34      -3,37       69,75     23,74      18,61
         Angkutan Darat                         9,96       -5,34      4,55        8,73       9,66       9,89
         Angkutan Laut                         10,47       -4,57      2,89        5,12      15,47       2,42
         Angkutan Sungai Danau dan
                                                 5,58     -13,00     -0,42       69,94      13,54       4,44
         Penyeberangan
         Angkutan Udara                         -9,76     -53,06     -8,01       66,90      28,96       6,75
         Pergudangan dan Jasa Penunjang
                                                10,34     -17,61      5,03       40,54      17,91       9,37
         Angkutan; Pos dan Kurir
      Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB seri 2010)

      Sektor rantai pasok dan logistik di Indonesia diproyeksikan tumbuh moderat seiring dengan
      proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia, volume ekspor hingga pertumbuhan sektor
      transportasi dan pergudangan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) sektor
      ini terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan seiring dengan proyeksi stabilnya
      perekonomian nasional. Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia pada tahun 2025
      diperkirakan tumbuh di kisaran 5%-5,1%, sementara nilai pasar logistik nasional diproyeksikan
      mencapai USD 131,2 miliar dengan CAGR berkisar antara 6-8% pada tahun 2025.

      Meningkatnya aktivitas perdagangan domestik dan internasional, pertumbuhan sektor
      e-commerce serta investasi dalam infrastruktur diperkirakan menjadi pendorong utama
      ekspansi rantai pasok dan logistik di Indonesia. ALI memperkirakan pertumbuhan bisnis rantai
      pasok dan logistik pada tahun 2025 akan moderat di kisaran 8-10% sejalan dengan proyeksi
      volume ekspor dari Kementerian Perdagangan yang diperkirakan tumbuh sebesar 7,1%
      (sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20250125/98/1834709/bisnis-rantai-pasok-logistik-ri-
      asosiasi-pasang-prospek-moderat).

2.5.5 Analisa SWOT
      Kondisi industri yang positif dan negatif merefleksikan peluang dan ancaman yang dihadapi
      oleh Perseroan. Mempertimbangkan hal-hal tersebut, maka Perseroan perlu menentukan
      strategi yang dapat diimplementasikan atau digunakan dalam proyeksi keuangan. Untuk
      melanjutkan kelangsungan usaha dan meningkatkan persaingan pasar, maka Perseroan
      mengindentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki.


Studi Kelayakan                                                                                                40
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 47
      Berikut analisa SWOT Perseroan:

      Kekuatan (Strengths)
      • Telah memiliki pengalaman lebih dari 70 tahun dalam menjalankan kegiatan usaha di
        bidang distribusi dan manufaktur bahan kimia dasar dan khusus serta usaha pendukung
        dan jasa;
      • Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di Indonesia serta 4 kantor cabang dan 5 kantor
        perwakilan serta kantor regional di Singapura, Vietnam, Thailand dan China;
      • Telah memperoleh berbagai sertifikasi dalam menjalankan kegiatan usahanya;
      Kelemahan (Weaknesses)
      • Ketergantungan dengan produk impor karagenan dan ekstrak herbal yang akan
        didistribusikan diimpor dari Amerika Serikat dan China;
      Peluang (Opportunities)
      • Potensi pertumbuhan industri kimia dan farmasi yang didorong oleh perbaikan rantai pasok
        melalui kebijakan dan regulasi pemerintah;
      • Meningkatnya permintaan jasa logistik seiring dengan pertumbuhan aktivitas perdagangan
        domestik dan internasional;
      • Potensi perkembangan industri perikanan seiring dengan program prioritas Ekonomi Biru
        pemerintah dalam menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan ekologi dan ekonomi
        serta pertumbuhan ekonomi laut yang berkelanjutan.
      Ancaman (Threats)
      • Persaingan yang cukup kompetitif;
      • Faktor eksternal seperti gejolak perekenomian global, pandemi, harga komoditas rendah,
        tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak pada sektor usaha;
      • Peraturan pemerintah yang dapat berubah-ubah.

2.6   ANALISA KELAYAKAN TEKNIS

2.6.1 Proses Distribusi

      Perseroan merupakan perusahaan publik yang menjalankan kegiatan usaha meliputi tiga
      segmen operasi yaitu distribusi dan manufaktur bahan kimia dasar dan khusus serta usaha
      pendukung dan jasa dalam bidang logistik, teknologi informasi dan solusi pengolahan air. Per
      31 Desember 2024, pendapatan Perseroan sebagian besar berasal dari segmen distribusi
      bahan dengan kontribusi sekitar 50,2% terhadap total pendapatan Perseroan yang sebagian
      besar didistribusikan ke pelanggan domestik.

      Sesuai dengan rencana bisnis Perseroan untuk menjadi perusahaan publik yang terpercaya
      dan eksistensinya tetap terjaga, Perseroan berencana untuk melakukan penambahan
      kegiatan usaha baru melalui penambahan KBLI di bidang perdagangan besar hasil perikanan
      yang ditargetkan akan dimulai kuartal I tahun 2026, perdagangan besar bahan baku obat
      tradisional untuk manusia dan hewan yang ditargetkan akan dimulai pada kuartal IV tahun




Studi Kelayakan                                                                                41
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 48
      2025 serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya yang ditargetkan akan dimulai pada kuartal
      III tahun 2025.

      Perseroan berencana untuk memperluas segmen bisnis distribusi ke penjualan hasil
      perikanan dan ekstrak herbal. Pendapatan atas penjualan hasil perikanan akan diperoleh
      melalui penjualan karagenan. Perseroan akan melakukan kerjasama dengan Cargill untuk
      menjadi distributor eksklusif produk karagenan yang diproduksi Cargill Inc. (USA). Penjualan
      karagenan akan dijual per kilogram ditujukan kepada industri pembuatan kosmetik. Produk
      hasil perikanan tersebut rencananya akan didistribusikan di Jakarta, Surabaya, Medan dan
      Semarang.

      Perseroan juga akan melakukan distribusi bahan baku obat tradisional, dimana Perseroan
      akan menjadi distributor produk ekstrak herbal yang diproduksi oleh Naturalin Bio Resources
      Co. Ltd. (China). Produk ekstrak herbal akan didistribusikan di Jakarta, Semarang, Surabaya
      dan Bandung dengan sasaran industri yang dituju yaitu industri farmasi. Produk ekstrak herbal
      akan dijual per kg, dimana nantinya pendapatan Perseroan atas perdagangan ekstrak herbal
      akan dipengaruhi oleh jenis produk ekstrak herbal yang dijual, volume dan harga penjualan
      produk.

      Atas pendistribusian penjualan produk Perseroan atas hasil perikanan dan bahan baku obat
      tradisional, para pelanggan dapat melakukan pembayaran secara tunai maupun kredit sesuai
      dengan kesepakatan antara Perseroan dan para pelanggannya. Dalam hal jika terdapat
      produk cacat atau rusak yang dikirimkan kepada para pelanggan, maka akan dilakukan
      proses pengembalian dana atau penukaran produk kepada para pelanggan.

      Perseroan selama ini telah menjalankan kegiatan usaha pendukung dan jasa dalam bidang
      logistik melalui entitas anaknya yaitu PT Cipta Mapan Logistik (“CML”). Seiring dengan
      peningkatan permintaan terhadap solusi logistik terpadu dan kebutuhan efisiensi operasional
      dari para pelanggan, Perseroan berencana untuk memperluas cakupan layanan melalui
      penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

      Layanan konsultasi manajemen akan difokuskan pada penyediaan solusi strategis dan
      perencanaan terintegrasi untuk pengelolaan logistik termasuk desain alur kerja bongkar muat,
      perencanaan kapasitas gudang, manajemen armada serta evaluasi efektivitas penggunaan
      fasilitas yang telah dimiliki Perseroan dan entitas anaknya. Jasa konsultasi manajemen akan
      memanfaatkan pengalaman operasional Perseroan dalam bidang logistik untuk membantu
      pelanggan dalam meningkatkan efektivitas proses bisnis, terutama yang terkait dengan
      pengelolaan produk kimia maupun produk lain yang didistribusikan oleh Perseroan di wilayah
      seperti Jakarta dan Surabaya.

2.6.2 Kondisi Umum

      Produk dan Jasa

      Selama menjalankan kegiatan usahanya, segmen distribusi Perseroan didominasi oleh
      penjualan atas produk bahan kimia dasar dan khusus. Sehubungan dengan rencana
      penambahan kegiatan usaha, Perseroan terus melakukan upaya strategis ke basis produk
      dan jasa yang lebih luas. Nantinya Perseroan juga melakukan penjualan produk hasil



Studi Kelayakan                                                                                 42
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 49
      perikanan dan bahan baku obat tradisional serta menyediakan jasa aktivitas konsultasi
      manajemen lainnya.

      Produk hasil perikanan berupa karagenan yang akan distribusikan Perseroan nantinya akan
      diperoleh dari Cargill. Perseroan akan menjalin hubungan kerjasama dengan Cargill, dimana
      Perseroan akan menjadi distributor eksklusif untuk produk karagenan Cargill Inc. (USA) di
      Indonesia. Karagenan merupakan polisakarida pembentuk gel yang diperoleh melalui proses
      ekstraksi dari beberapa jenis rumput laut merah (Gigartina, Chondrus, Iridaceae dan
      Eucheuma). Karagenan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk industri farmasi, kosmetik
      serta makanan sebagai zat pembentuk gel, pengental dan penstabil.

      Karagenan Cargill yang akan distribusikan Perseroan diantaranya Satiagel™ VPC 614,
      Satiagel™ VPC 508 dan Satiagum™ VPC 430 yang dikemas dalam kemasan kantong
      Polyethylene (PE) dengan berat 20kg. Satiagel™ VPC 614 berbahan dasar carrageenan
      kappa (ĸ) merupakan pembentuk gel yang memberikan viskositas tinggi dan tekstur padat,
      sehingga menghasilkan gel yang kuat dan kaku, terutama jika dikombinasikan dengan ion
      kalium. Satiagel™ VPC 614 biasanya cocok untuk formulasi padat seperti gel mandi padat
      dan plester pendingin yang dapat terurai.

      Satiagel™ VPC 508 berbahan dasar carrageenan iota (τ) merupakan pembentuk gel yang
      memberikan tekstur gel dengan viskositas sedang hingga tinggi dan elastis jika
      dikombinasikan dengan garam. Satiagel™ VPC 508 cocok untuk aplikasi seperti gel penata
      rambut, produk perawatan kulit dan masker wajah. Satiagum™ VPC 430 berbahan dasar
      carrageenan lamda (λ) merupakan bahan pengental yang memberikan viskositas rendah
      hingga sedang. Satiagum™ VPC 430 cocok untuk formulasi cairan seperti toner, serum, lotion
      dan micellar water. Adapun produk carrageenan Cargill telah memperoleh sertifikasi
      ISO 9001, Halal dan Kosher.

      Produk bahan baku obat tradisional akan diperoleh Perseroan melalui kerjasama dengan
      Naturalin Bio Resources Co. Ltd. (China). Produk yang akan ditawarkan berupa ekstrak herbal
      yang berbahan dasar tumbuhan dalam bentuk bubuk, cairan konsentrat, butiran dan minyak.
      Adapun produk Naturalin yang akan diperdagangkan telah memenuhi standar dan sertifikasi
      ISO 9001, USDA Organic, FSSC 22000, Halal dan Kosher.

      Perseroan juga akan menjalankan kegiatan usaha baru di bidang aktivitas konsultasi
      manajemen lainnya, yang difokuskan pada penyediaan jasa konsultasi strategis dan teknis
      dalam bidang logistik. Layanan ini merupakan pengembangan dari pengalaman operasional
      Perseroan sebelumnya di sektor jasa logistik dan dirancang untuk melengkapi layanan yang
      telah ada seperti bongkar muat, pergudangan dan pengangkutan melalui pendekatan
      manajerial dan perencanaan yang terstruktur.

      Teknologi yang Digunakan

      Salah satu hal penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional adalah
      adanya dukungan teknologi informasi yang sesuai dengan proses bisnis yang terintegrasi.
      Dengan adanya dukungan teknologi informasi, Perseroan dapat dengan cepat mengantisipasi
      perkembangan pasar.




Studi Kelayakan                                                                              43
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 50
      Di era digital ini, website merupakan salah satu representasi identitas perusahaan melalui
      dunia digital. Saat ini, Perseroan telah memiliki website yaitu www.lautan-luas.com sehingga
      para pelanggan dapat memperoleh informasi mengenai Perseroan antara lain profil
      Perseroan, kegiatan usaha, laporan keuangan dan tahunan Perseroan setiap tahunnya, lokasi
      kantor dan kontak yang dapat dihubungi serta hal lainnya. Perseroan terus berupaya untuk
      memperlancar setiap proses bisnis yang dijalankan oleh Perseroan dengan dukungan tim
      teknologi informasi yang tentunya sudah memiliki keahlian dan kompetensi di bidangnya.

      Selain teknologi informasi, sehubungan dengan Rencana Transaksi berupa penambahan
      KBLI, Perseroan tidak menggunakan teknologi ataupun peralatan dan mesin lainnya untuk
      bidang usaha perdagangan hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional, dikarenakan
      kegiatan usaha baru Perseroan berfokus pada perdagangan produk. Untuk bidang usaha baru
      aktivitas konsultasi manajemen lainnya, Perseroan akan memanfaatkan peralatan dan fasilitas
      pendukung yang saat ini telah dimiliki oleh Perseroan maupun pihak afiliasi Perseroan dalam
      rangka mendukung pelaksanaan layanan konsultasi yang berbasis pada efisiensi proses
      logistik dan operasional.

      Pasar yang Dituju (Intended Market Environment)

      Selama ini, Perseroan senantiasa berupaya untuk menyediakan layanan distribusi yang
      terintegrasi dengan membangun hubungan yang baik dengan para pemasok dan pelanggan
      Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya di bidang perdagangan hasil
      perikanan, produk karagenan akan diperoleh secara impor melalui kerjasama dengan Cargill
      Inc. (USA). Sementara untuk produk bahan baku obat tradisional berupa ekstrak herbal akan
      diperoleh dari melalui kerjasama dengan Naturalin Bio Resources Co. Ltd. (China).
      Perdagangan produk karagenan akan didistribusikan kepada industri produsen produk jadi
      kosmetik dengan target area distribusi mencakup Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang.

      Produk ekstrak herbal rencananya akan didistribusikan langsung kepada industri farmasi.
      Target area distribusi untuk produk ekstrak herbal mencakup wilayah Jakarta, Semarang,
      Surabaya dan Bandung sesuai dengan lokasi kantor cabang Perseroan. Perseroan akan
      melakukan kegiatan distribusi dari gudang Perseroan, dimana pelanggan memiliki opsi untuk
      dapat mengambil produk langsung ke gudang Perseroan atau didistribusikan langsung ke
      pelanggan. Seluruh produk perdagangan nantinya akan didistribusikan ke wilayah Indonesia
      dengan terus meningkatkan kesempatan untuk masuk ke segmentasi pasar domestik maupun
      regional.

      Untuk kegiatan usaha baru di bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya, jasa yang akan
      diberikan oleh Perseroan berupa layanan konsultasi strategis yang terkait dengan optimalisasi
      proses logistik. Layanan ini akan menargetkan pelanggan lama Perseroan yang sebelumnya
      telah melakukan pembelian produk maupun menggunakan jasa transportasi dan pergudangan
      Perseroan, serta diperluas untuk pelanggan baru dari berbagai industri yang membutuhkan
      one-stop service dalam perencanaan dan pengelolaan aktivitas logistik.

      Hak dan Kekayaan Intelektual (HAKI)
      Perseroan tidak memiliki HAKI atas kegiatan usaha barunya dikarenakan kegiatan usaha baru
      Perseroan akan berfokus pada perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan
      baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya.



Studi Kelayakan                                                                                44
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 51
       Peraturan Perundang-undangan Terkait
      Perseroan perlu memperhatikan dan menaati peraturan perundang-undangan yang terkait
      dengan kegiatan usahanya untuk dapat melanjutkan kegiatan operasionalnya secara
      berkesinambungan.

       Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
       Sehubungan dengan Rencana Transaksi berupa penambahan KBLI di bidang perdagangan
       besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan
       hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya, diasumsikan dana sebesar
       Rp 50.000.000 akan digunakan oleh Perseroan untuk pengurusan sertifikat dan keanggotaan
       asosiasi terkait kegiatan usaha baru yang diperoleh dari kas internal Perseroan.

2.6.3 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
      Berdasarkan informasi manajemen, sehubungan dengan Rencana Transaksi, saat ini
      Perseroan telah memiliki tenaga kerja yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan operasional
      Perseroan untuk menunjang kegiatan usaha baru Perseroan di perdagangan besar hasil
      perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta
      aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

2.6.4 Kapasitas
      Sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan berupa penambahan KBLI,
      tidak terdapat kapasitas produksi dikarenakan kegiatan usaha baru Perseroan bergerak dalam
      bidang perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional
      untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

2.7   ANALISA KELAYAKAN POLA BISNIS
      Perdagangan Hasil Perikanan dan Bahan Baku Obat Tradisional
      Dalam pengembangan kegiatan usahanya dalam bidang perdagangan, produk hasil perikanan
      yang akan ditawarkan Perseroan adalah karagenan. Perseroan akan menjalin kerjasama
      dengan Cargill Inc. (USA) untuk menjadi distributor eksklusif produknya di Indonesia. Cargill
      merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang menyediakan berbagai produk serta
      layanan pangan, pertanian, keuangan dan industri. Perseroan akan mendistribusikan produk
      karagenan ke industri personal home care. Perdagangan produk karagenan akan dimulai
      pada kuartal I tahun 2026.
      Untuk perdagangan bahan baku obat tradisional, Perseroan akan melakukan kerjasama
      dengan Naturalin Bio Resources Co. Ltd (China) untuk memasarkan produknya berupa
      ekstrak herbal. Naturalin merupakan perusahaan asal China yang bergerak di bidang
      manufaktur ekstrak tanaman dan bahan-bahan alami untuk industri makanan dan minuman,
      nutrisi, personal care, kebersihan, pakan ternak dan pertanian. Distribusi produk ekstrak
      herbal ini akan difokuskan langsung pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri
      farmasi seperti PT SOHO Industri Pharmasi dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
      Tbk serta ditargetkan dimulai pada kuartal IV tahun 2025.




Studi Kelayakan                                                                                45
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 52
      Produk hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional akan dijual sesuai dengan volume
      permintaan yang telah disepakati oleh para pelanggan dengan Perseroan. Dalam hal jika
      terdapat produk yang rusak, pelanggan dapat mengajukan pengembalian atau penukaran
      produk. Produk-produk tersebut nantinya akan disimpan di gudang Perseroan sebelum
      didistribusikan kepada pelanggan. Sehubungan dengan penggunaan gudang Perseroan untuk
      penyimpanan produk-produk jadi, tidak terdapat tambahan biaya yang akan dikeluarkan oleh
      Perseroan dikarenakan saat ini gudang Perseroan masih memiliki kapasitas penyimpanan
      yang memadai.
      Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
      Untuk menjamin proses distribusi yang efisien dan tepat waktu, Perseroan melalui entitas
      anak telah menjalankan usaha di bidang transportasi dan pergudangan yang tersebar di
      kantor pusat dan cabang-cabang Perseroan. Guna lebih mengoptimalkan proses distribusi
      serta menanggapi permintaan yang meningkat dari pelanggan, Perseroan berencana untuk
      memperluas jasa melalui penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Kegiatan
      atas penyediaan jasa konsultasi ini direncanakan akan dimulai pada kuartal III 2025, setelah
      perizinan yang relevan diperoleh yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB).
      Dengan penambahan KBLI ini, Perseroan akan menawarkan jasa konsultasi manajerial yang
      mencakup strategi efisiensi rantai pasok, optimasi proses distribusi serta perencanaan dan
      pengelolaan gudang. Layanan ini akan menjadi bagian dari solusi logistik terpadu (one-stop
      service) yang berbasis pada keahlian manajemen dan pengalaman operasional Perseroan.
      Opsi layanan kepada pelanggan akan meliputi penyusunan rencana distribusi yang
      disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, termasuk pengaturan skema pengiriman,
      penempatan barang dan analisis efektivitas biaya.

2.7.1 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan dari Pola Bisnis

      Perseroan merupakan perusahaan publik yang telah didirikan cukup lama dan berpengalaman
      dalam kegiatan distribusi maupun manufaktur bahan kimia serta telah melayani berbagai
      pelanggan industrial baik di pasar domestik maupun regional. Perseroan memiliki jaringan
      distribusi yang luas dengan mengoperasikan 4 kantor cabang dan 5 kantor perwakilan yang
      terletak di kota-kota besar di seluruh Indonesia serta memiliki kantor regional di Singapura
      untuk mengawasi kegiatan usaha Perseroan di China, Thailand dan Vietnam. Hal tersebut
      merupakan suatu keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Perseroan karena Perseroan
      memiliki kesempatan untuk mempermudah penjualan produk dan menawarkan jasa kepada
      para pelanggan lama yang telah menjalin hubungan baik dengan Perseroan selama ini
      melalui jaringan distribusi Perseroan yang telah tersebar di seluruh Indonesia.

2.7.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

      Perseroan menyadari adanya persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang
      bidang perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional
      untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Hal ini terlihat dari
      banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha serupa dengan Perseroan. Selain
      itu, beberapa pesaing Perseroan tidak hanya melakukan perdagangan, namun juga
      melakukan proses produksi atas produk-produk yang dijualnya. Seiring dengan persaingan
      usaha yang mungkin terjadi, Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai



Studi Kelayakan                                                                                46
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 53
      pengembangan strategi pada setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya
      saing dengan perusahaan lain yang sejenis. Selain itu, Perseroan akan senantiasa
      memberikan pelayanan yang terbaik untuk mencapai kepuasan para pelanggannya.

2.7.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai

      Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai dari kegiatan usahanya dapat diukur melalui
      pelayanan yang diberikan kepada Perseroan. Kemampuan Perseroan dalam mendistribusikan
      produk-produk hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional serta pelayanan yang
      memuaskan dalam jasa aktivitas konsultasi manajemen lainnya dapat meningkatkan
      kepercayaan pelanggan kepada Perseroan. Kemampuan tersebut dapat meningkatkan
      loyalitas para pelanggan untuk terus melakukan pembelian produk dan penggunaan jasa
      Perseroan serta menarik pelanggan baru melalui pemasaran antar pelanggan. Sehingga
      diharapkan Perseroan dapat terus memberikan pelayanan terbaik dan mempertahankan
      kualitas produk maupun pelayanannya agar dapat memenuhi kepuasan pelanggan.

2.8   ANALISA KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

2.8.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
      Perseroan dalam melakukan penambahan kegiatan usaha ini membutuhkan tenaga ahli yang
      dapat mendukung usaha baru Perseroan. Selama menjalankan kegiatan operasionalnya,
      Perseroan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) berperan sangat penting atas
      keberhasilan usaha yang dijalankan sehingga selalu menempatkan karyawannya pada posisi
      yang sesuai dengan keahlian dan kemampuannya agar dapat berkontribusi secara efektif dan
      efisien.

      Selain itu, selalu memperhatikan pengembangan dan kualitas SDM-nya melalui program
      pengembangan kompetensi serta evaluasi pengelolaan SDM secara berkala. Berdasarkan hal
      tersebut, Perseroan berencana untuk menambah tenaga kerja yang kompeten dalam
      mendukung kegiatan operasional Perseroan pada bidang perdagangan besar hasil perikanan
      dan aktivitas konsultasi manajemen.

      Berikut adalah tabel jumlah tenaga kerja (termasuk manajemen) Perseroan dan entitas anak
      per 31 Desember 2024 dan rencana penambahan tenaga kerja:
                                        Manajemen dan    Rencana Penambahan
       No.                Jabatan         Karyawan          Manajemen dan
                                          (existing)          Karyawan
        1.   Komisaris                        6                    -
        2.   Direktur                         8                    -
        3.   Manager                         292                   -
        4.   Supervisor                      279                   -
        5.   Officer                         344                   -
        6.   Staf                            886                  3
        7.   Non Staf                       1349                  -
                        Total               3.164                 3




Studi Kelayakan                                                                            47
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 54
2.8.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
      Perseroan tidak memiliki kekayaan intelektual atas kegiatan usaha barunya dikarenakan
      kegiatan usaha baru Perseroan akan berfokus pada dalam mendukung kegiatan operasional
      Perseroan pada bidang perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku
      obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

2.8.3 Manajemen Risiko
      Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya tidak terlepas dari risiko. Risiko-risiko
      dapat berdampak terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek Perseroan.
      Berikut adalah risiko usaha yang dimiliki oleh Perseroan:
      1. Risiko Suku Bunga
          Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atas arus kas masa mendatang dari
          suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar.
          Perseroan senantiasa mendukung pengelolaan bisnisnya dengan melakukan beberapa
          upaya seperti melakukan pinjaman modal kerja dan pinjaman jangka panjang dari bank.
          Upaya ini dapat menimbulkan risiko fluktuasi tingkat suku bunga yang berpotensi
          meningkatkan biaya modal dan mengurangi laba Perseroan. Perseroan mengendalikan
          risiko tersbut dengan menjalin kerja sama yang baik dengan pihak perbankan untuk
          mendapatkan tingkat suku bunga yang kompetitif, namun juga mendiversifikasikan risiko
          ketergantungan dari sumber pendanaan bank dengan menerbitkan obligasi sebagai
          pinjaman jangka panjang.
      2. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
          Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko di mana nilai wajar atas arus kas masa
          mendatang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar
          mata uang asing. Jumlah pembelian barang dagangan yang besar dari luar negeri telah
          menghasilkan risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing bagi Perseroan yang dapat
          mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan. Untuk mengatasi risiko tersebut, Perseroan
          melakukan lindung nilai atas aset dan utang. Perseroan juga senantiasa memantau
          dengan cermat terkait perubahan nilai tukar mata uang asing, sehingga Perseroan dapat
          mengambil strategi yang tepat dalam melakukan lindung nilai dengan produk derivatif yang
          paling tepat terhadap transaksi dalam mata uang asing.
      3. Risiko Kredit
          Risiko kredit adalah risiko bahwa counterparty tidak akan memenuhi liabilitasnya
          berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan yang menyebabkan kerugian
          finansial. Perseroan merupakan perusahaan dagang dan manufaktur yang banyak
          melakukan aktivitas penjualannya dengan memberikan termin kepada pelanggan. Hal
          tersebut berpotensi menimbulkan risiko kredit yang dihadapi Perseroan jika pelanggan
          mengalami penurunan kinerja akibat kondisi ekonomi dan persaingan usaha. Guna
          mengendalikan risiko tersebut, Perseroan telah membentuk Departemen Manajamen
          Risiko Kredit Korporat yang bertugas dalam mengatur kebijakan pemberian kredit kepada
          pelanggan untuk korporat dan mengawasi kinerja pelanggan dalam hal ketepatan waktu
          pembayaran. Departemen ini telah menerapkan sebuah sistem sebagai alat bantu dalam
          pemberian kredit dan penambahan kredit setiap pelanggan dengan profil risiko yang
          berbeda-beda.



Studi Kelayakan                                                                                48
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 55
      4. Risiko Kebijakan/ Peraturan Pemerintah
          Risiko yang dihadapi Perseroan berhubungan dengan kebijakan pemerintah yang
          berupaya mengatur perekonomian dan aspek-aspek bisnis melalui pemberlakuan
          peraturan baru maupun perubahan peraturan yang telah berlaku. Perubahan tersebut
          dalam berupa peraturan di bidang keuangan, perpajakan, bea cukai, industri dan
          lingkungan hidup yang tentu dapat memberikan dampak terhadap kegiatan usaha
          Perseroan.
          Dalam mengantisipasi risiko tersebut, Perseroan akan senantiasa melakukan pembaruan
          secara terus-menerus mengenai peraturan-peraturan yang berlaku. Dalam hal perpajakan,
          Perseroan melakukan koordinasi dengan kantor pajak guna mendapatkan informasi
          adanya peraturan-peraturan baru. Dalam bidang industri, Perseroan secara aktif terlibat di
          berbagai asosiasi yang terkait dengan bisnis Perseroan, sehingga Perseroan bisa
          mendapatkan informasi yang tepat waktu tentang perubahan peraturan dan mendapatkan
          panduan dalam menjalankan peraturan yang baru. Dalam ruang lingkup lingkungan hidup,
          Perseroan secara aktif mengakses website dari Kementerian Lingkungan Hidup dan
          mengikuti sosialisasi peraturan-peraturan baru.
      5. Risiko Hubungan dengan Pihak Eksternal
          Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha distribusi, menjalin
          banyak hubungan kerjasama dengan para pemasok, baik pemasok dari dalam negeri
          maupun pemasok dari luar negeri. Beberapa pemasok merupakan pemasok tunggal dan
          hal tersebut meningkatkan risiko kelangsungan pasokan dari pemasok, yang dapat
          mengganggu usaha distribusi dan manufaktur dan berakibat pada menurunnya kinerja
          Perseroan. Selain itu, kinerja dan pertumbuhan Perseroan juga didukung oleh kepuasan
          para pelanggan. Hal tersebut menghasilkan risiko terhadap kehilangan pelanggan apabila
          pengelolaan terhadap para pelanggan tidak dilaksanakan dengan baik dan konsisten.
          Untuk menghadapi hal tersebut, Perseroan telah menjalin hubungan kerjasama yang
          panjang dengan para pemasok utama yang meningkatkan kualitas hubungan kerjasama
          menjadi aliansi strategi dan mitra bisnis. Selain itu, untuk memberikan varian produk yang
          lebih beragam kepada pelanggan dan mengurangi ketergantungan pada pemasok tertentu,
          Bagian Komersial juga aktif mencari pemasok-pemasok baru, baik di dalam negeri maupun
          luar negeri serta melakukan pengembangan produk kepada para pelanggan yang dapat
          membantu pelanggan dalam menggunakan produk substitusi dan mengurangi
          ketergantungan terhadap produk tertentu. Selain itu, Perseroan juga terus meningkatkan
          hubungan baik dengan para pelanggan, dengan melakukan komunikasi dua arah secara
          efektif dengan para pelanggan melalui kunjungan rutin dan survei kepuasan pelanggan
          sehingga semua kebutuhan dan masukan dari pelanggan dapat diantisipasi dengan
          pelayanan yang lebih baik.
      6. Risiko Perubahan Teknologi
          Adanya perkembangan teknologi yang sangat cepat dan penggunaan teknologi terkini
          telah mengubah model bisnis, proses operasional dan strategi usaha yang dapat menjadi
          keunggulan kompetitif dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dan efisiensi
          operasional. Penerapan teknologi industri 4.0 yang terlambat dapat memberikan risiko bagi
          Perseroan, menghambat efisiensi dan mengurangi daya saing Perseroan. Perseroan
          mengoperasikan Departemen Teknologi Informasi, yang fokus pada pengembangan
          teknologi yang sesuai dengan usaha Perseroan. Selain itu, juga melakukan pengkajian



Studi Kelayakan                                                                                  49
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 56
          terhadap perbaikan proses bisnis dan menyelaraskan model bisnis unit-unit usaha terkait
          guna meningkatkan pelayanan kepada semua pemangku kepentingan serta senantiasa
          berupaya untuk mendapatkan pembaruan teknologi terbaru yang relevan dan dapat
          diimplementasikan ke dalam bisnis Perseroan.
      7. Risiko Operasional
          Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi bahan kimia, pabrikan dan logistik,
          Perseroan tidak dapat sepenuhnya terlepas dari risiko terkait dengan keselamatan kerja
          dan kesehatan karyawan serta pencemaran lingkungan. Risiko ini dapat menimbulkan
          bahaya dan potensi yang dapat mengganggu kelangsungan bisnis Perseroan. Untuk
          mengendalikan risiko operasional, Perseroan berupaya menentukan pengendalian yang
          ketat guna mengantisipasi terjadinya risiko-risiko tersebut. Bagian Kesehatan,
          Keselamatan dan Lingkungan Korporat menetapkan standar-standar kesehatan dan
          keselamatan kerja serta memberikan kebijakan keselamatan dan kesehatan bekerja
          kepada seluruh departemen, cabang dan anak perusahaan. Selain itu, juga menetapkan
          hal-hal yang perlu dilakukan dalam memenuhi peraturan dari Kementerian Lingkungan
          Hidup, melakukan pemeriksaan secara berkala pada berbagai aspek-aspek kesehatan,
          keselamatan dan lingkungan di departemen, cabang dan anak perusahaan.
      8. Risiko Sumber Daya Manusia
          Sumber Daya Manusia memiliki peran yang sangat penting sebagai aset Perseroan yang
          mendukung kegiatan dan proses operasional Perseroan. Perubahan pada usaha dan
          teknologi mendorong Perseroan untuk menerapkan strategi sumber daya manusia yang
          selaras dengan kebutuhan usaha yang mendukung manajemen dalam mencapai tujuan
          menjadi krusial. Untuk menghadapi risiko tersebut, Perseroan telah memberikan arahan
          kepada Departemen Sumber Daya Manusia untuk menerapkan strategi Sumber Daya
          Manusia (Human Capital Strategy) yang selaras dengan tuntutan dunia usaha, sehingga
          semua strategi rekrutmen, pelatihan, pengembangan dan budaya kerja dapat mendukung
          persiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan.

      Berdasarkan berbagai risiko yang dimiliki, Perseroan perlu untuk memprioritaskan dalam hal
      mengidentifikasi, mengevaluasi dan meminimalkan risiko-risiko dalam seluruh lingkup
      kegiatannya, serta memastikan semua temuan dan rekomendasi dari komite audit dan audit
      internal manajemen telah ditindaklanjuti.

2.8.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

      Berikut adalah profil komisaris dan direksi Perseroan per 31 Desember 2024:
       ➢ Isien Fudianto, Presiden Komisaris Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Tiongkok tahun 1947. Lulus dari
           Tionghoa Hwee Koan (THHK) Sekolah Menengah Atas di Cirebon pada tahun 1965.
           Sejak tahun 1970, mulai berkontribusi di Perseroan sebagai Sales Representative di anak
           perusahaan Perseroan, yang kemudian menjabat sebagai manajer, direktur dan dewan
           komisaris di Perseroan dan grup Perseroan. Tahun 2017 sebagai Komisaris Perseroan.
           Sejak bulan Oktober 2021 menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan.




Studi Kelayakan                                                                                 50
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 57
       ➢ Pranata Hajadi, Wakil Presiden Komisaris Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1956. Lulus dari
           Monash University, Australia dengan gelar Bachelor of Economics pada tahun 1979 dan
           University of Chicago, Amerika Serikat dengan gelar Master of Business Administration
           pada tahun 1982. Memulai karir pada tahun 1979 sebagai auditor di Price Waterhouse &
           Co di Melbourne dan Jakarta. Tahun 1983 sebagai perwakilan The First National Bank of
           Chicago di Jakarta. Tahun 1986 dipindahtugaskan ke departemen corporate banking di
           Singapura dan pada tahun 1988 menjadi pimpinan International Private Banking Asia di
           kantor regional Hong Kong. Pada tahun 1989-1996 bergabung dengan business advisory
           group sebuah perusahaan konsultan keuangan di Singapura sebagai mitra kerja.
           Sejak tahun 1989, mulai berkontribusi di Perseroan sebagai penasihat. Tahun 1996
           menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan dan tahun 1997 hingga bulan
           Agustus 2013 menjabat sebagai Komisaris Perseroan. Pada bulan September 2013
           menjadi Wakil Presiden Komisaris Perseroan dan diangkat kembali sejak tahun 2020.
       ➢ Rifana Erni, Komisaris Independen Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Yogyakarta tahun 1948. Memperoleh
           gelar Sarjana di bidang Teknologi Kimia dari Institut Teknologi Tekstil Bandung pada
           tahun 1975 dan Master of Business Administration dari University of Bridgeport, Amerika
           Serikat pada tahun 1991. Memulai karir pada tahun 1972-1979 sebagai Asisten Manajer
           Produksi dan Kepala Laboratorium di PT Bandung Sakura Textile Mill. Pernah menjabat
           beberapa posisi di Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, yakni sebagai Direktur
           Jenderal Kerjasama Industri dan Perdagangan Internasional pada tahun 2000-2002,
           Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri pada tahun 2002-2005 dan Kepala Badan
           Penelitian dan Pengembangan Industri pada tahun 2005-2008.
           Kemudian menjabat sebagai Komisaris di PT Sandang pada tahun 1992-2002,
           PT Kuniseal Indonesia pada tahun 1997-2002, PT Pupuk Sriwijaya pada tahun 2002-
           2011 dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional pada tahun 2009-2016. Tahun 2005
           sebagai auditor SNI/ISO 9001 untuk Balai Sertifikasi Industri dan tahun 2008 sebagai
           Penasihat di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk serta Pengurus Bidang Pemerintahan
           dan Peraturan di Pengurus Asosiasi Industri Aromatik, Olefin dan Plastik (INAPLAS).
           Tahun 2015 sebagai Pengurus Bidang Regulatory di Federasi Industri Kimia Indonesia.
           Sejak tahun 2021 menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan.
       ➢ Diah Maulida, Komisaris Independen Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Republik Indonesia, lahir di Singapura tahun 1953.
           Lulus dari Institut Pertanian Bogor dengan gelar Insinyur Pertanian di bidang Teknologi
           Pangan pada tahun 1976 dan Master of Arts in Agricultural Economics dari Stanford
           University, Amerika Serikat pada tahun 1987. Pernah menjabat beberapa posisi di
           Kementerian Perindustrian dan Perdagangan antara lain sebagai Staf Ahli Kementerian
           Bidang Teknologi, Penguatan dan Pendalaman Struktur Industri pada tahun 2001-2003,
           Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional pada tahun 2003-2005 dan Direktur
           Jenderal Perdagangan Luar Negeri pada tahun 2005-2010.
           Tahun 2010 sebagai Deputi Menteri Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan dan tahun
           2013 sebagai Deputi Menteri Bidang Koordinasi Pangan dan Sumber Daya Hayati dan
           kemudian tahun 2015-2017 sebagai Staf Khusus di Kementerian Koordinator bidang
           Perekonomian. Tahun 2008-2010 juga menjabat sebagai Komisaris di PT Pupuk Kaltim


Studi Kelayakan                                                                               51
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 58
           dan tahun 2011-2015 di PT Pupuk Indonesia. Sejak tahun 2021 menjabat sebagai
           Komisaris Independen Perseroan.
       ➢ R. Benny Wachjudi, Komisaris Independen Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Sumedang tahun 1954. Lulus dari
           Institut Teknologi Bandung dalam bidang Teknik Fisika pada tahun 1980 dan Master of
           Business Administration dari University of Bridgeport, Amerika Serikat pada tahun 1989.
           Pernah menjabat di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai Direktur
           Jenderal yang menangani industri berbasis agro dan kimia pada tahun 2004-2013 dan
           Direktur Jendral Basis Industri Manufaktur pada 2013-2014.
           Tahun 2004-2013 sebagai Komisaris Utama di PT Pupuk Iskandar Muda (Persero).
           Tahun 2008-2017 menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Semen Baturaja (Persero)
           Tbk. Tahun 2015-2020 sebagai Senior Advisor di PT PDSU. Tahun 2015-2016 sebagai
           Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia. Tahun 2016-2017 sebagai Direktur Eksekutif
           Dewan Negara Penghasil Minyak Sawit. Sejak tahun 2021 menjabat sebagai Komisaris
           Independen Perseroan.
       ➢ Jhonny Siahaan, Komisaris Independen Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Republik Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1963. Lulus
           dari Akademi Kepolisian (AKABRI) pada tahun 1988 dan Sespimti Sespim Lemdiklat
           POLRI pada tahun 2011. Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari UNISMUH Palu pada
           tahun 2000 dan gelar Magister Hukum dari UMI Makassar pada tahun 2002. Berkarir
           sebagai Penyidik Utama TK. II Biro Wasidik di Bareskrim Polri pada tahun 2011-2013,
           Karo Ops Polda Bengkulu pada tahun 2013-2015, Itwasum Polri Irbid Jemen Sarpras Itwil
           III pada tahun 2015-2016 dan Kabag Renops Robinops SOP Polri pada tahun 2016-2018.
           Pernah menjabat beberapa posisi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
           antara lain sebagai Tenaga Ahli Menteri Bidang Gakkum pada tahun 2018-2020 dan Staf
           Khusus Menteri, Bidang Media Komunikasi pada tahun 2020-2021. Sejak Januari 2024
           menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan.
       ➢ Indrawan Masrin, Presiden Direktur Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Shanghai tahun 1946. Lulus dari
           Bradley University, Amerika Serikat dengan gelar Master of Science dalam bidang studi
           Matematika pada tahun 1973. Memulai karir di Perseroan pada tahun 1975 sebagai
           Manajer Pemasaran, tahun 1985 sebagai Direktur, tahun 1992 sebagai Wakil Presiden
           Direktur dan sejak tahun 1996 sebagai Presiden Direktur Perseroan, yang kemudian
           ditunjuk kembali pada tahun 2020. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai anggota Dewan
           Komisaris di sejumlah perusahaan dalam Grup Perseroan dan PT Unggul Indah Cahaya
           Tbk.
       ➢ Jimmy Masrin, Wakil Presiden Direktur Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1963. Lulus dari
           University of Oklahoma, Amerika Serikat dengan gelar Bachelor of Arts pada tahun 1985
           dan The American Graduate School of International Management (Thunderbird), Amerika
           Serikat dengan gelar Master of International Management pada tahun 1987. Memulai
           karir sebagai Manajer Pemasaran di Dauphin Technology, Illinois. Tahun 1989 bergabung
           dengan Perseroan sebagai Wakil Presiden Direktur pada entitas anak Perseroan, tahun
           1990 sebagai Direktur Perseroan, tahun 1996-2007 sebagai Direktur Pengelola dan sejak



Studi Kelayakan                                                                               52
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 59
           tahun 2007 sebagai Wakil Presiden Direktur, yang kemudian ditunjuk kembali pada tahun
           2020. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Dewan Komisaris dan Direksi di sejumlah
           perusahaan dalam Grup Perseroan dan sebagai Direksi di PT Unggul Indah Cahaya Tbk.
       ➢ Joshua Chandraputra Asali, Direktur Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Malang tahun 1954. Memperoleh
           gelar Bachelor in Chemical Engineering dari University of Minnesota, Amerika Serikat
           pada tahun 1977 dan Doctor of Philosophy di bidang Teknik Kimia dari University of
           Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1983. Memulai karir dengan bergabung di Perseroan
           pada tahun 1984 sebagai Sales Executive, tahun 1987-1992 sebagai Manajer Penjualan,
           tahun 1992-1996 sebagai Manajer Pemasaran, tahun 1996-2007 sebagai Direktur
           Pemasaran, tahun 2007 sebagai Direktur Pengelola dan Direktur Pengembangan Usaha
           & Manufaktur, tahun 2012 sebagai Direktur Pengembangan Usaha Perseroan. Sejak
           tahun 2019 menjabat sebagai Direktur Pengelola Perseroan. Saat ini, beliau juga
           menjabat sebagai Dewan Komisaris dan Direksi di sejumlah perusahaan dalam Grup
           Perseroan.
       ➢ Soewandhi Soekamto, Direktur Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Surabaya tahun 1966. Memperoleh
           gelar Bachelor in Chemical Engineering dari Oregon State University, Amerika Serikat
           pada tahun 1990. Memulai karir dengan bergabung di Perseroan pada tahun 1991
           sebagai Sales Executive, tahun 1996-2000 sebagai Manajer Penjualan, tahun 2000-2003
           sebagai Manajer Pemasaran dan tahun 2003-2006 sebagai Pimpinan Unit Usaha. Sejak
           tahun 2007 menjabat sebagai Direktur Komersial Perseroan, yang ditunjuk kembali pada
           tahun 2020. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Dewan Komisaris dan Direksi di
           sejumlah perusahaan dalam Grup Perseroan.
       ➢ Danny Suryadi Adenan, Direktur Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1967. Memperoleh
           gelar Bachelor in Industril Engineering dari Oregon State University, Amerika Serikat
           pada tahun 1991. Memulai karir dengan bergabung di Perseroan sebagai Sales
           Executive pada tahun 1995, tahun 1998-2001 sebagai Manajer Penjualan, tahun 2002-
           2006 sebagai Manajer Penjualan dan Pemasaran, tahun 2007 sebagai Kepala Unit
           Usaha Strategis, tahun 2012 sebagai Direktur Manufaktur, Pendukung & Jasa, tahun
           2019 sebagai Direktur Manufacturing – Subsidiaries dan Direktur Pengembangan Usaha
           Perseroan, yang ditunjuk kembali pada tahun 2020. Saat ini, beliau juga menjabat
           sebagai Dewan Komisaris dan Direksi di sejumlah perusahaan dalam Grup Perseroan.
       ➢ Elly Mariana Tansil M, Direktur Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1981. Memperoleh
           gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Kristen Krida Wacana pada tahun 2004 dan
           gelar Chartered Financial Analyst pada tahun 2019. Memulai karir di KPMG Indonesia
           yang kemudian bergabung dengan Perseroan pada tahun 2012 sebagai Manajer
           Financial Planning and Analysis, tahun 2014 sebagai Head of Corporate Finance. Sejak
           bulan Oktober 2021 diangkat menjadi Direktur Keuangan Perseroan. Saat ini, beliau juga
           menjabat sebagai Direksi di sejumlah perusahaan dalam Grup Perseroan.




Studi Kelayakan                                                                              53
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 60
       ➢ Hendrik Gunawan, Direktur Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Surabaya tahun 1978. Memperoleh
           gelar Sarjana Teknik Kimia dari Universitas Surabaya pada tahun 2001 dan gelar
           Magister Manajemen Pemasaran dari Universitas Airlangga pada tahun 2006. Memulai
           karir dengan bergabung di Perseroan sebagai Sales Executive pada tahun 2001, tahun
           2010-2012 sebagai Direktur Proyek untuk pendirian PT Lautan Natural Krimerindo dan
           sebagai Direktur di PT Lautan Natural Krimerindo mulai 2012 hingga saat ini. Sejak bulan
           Mei 2024, beliau menjabat sebagai Direksi di Perseroan.

       ➢ Subakti Setiawan, Direktur Perseroan
           Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Malang tahun 1974. Memperoleh
           gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada tahun 1997.
           Memulai karir dengan bergabung di Perseroan sebagai Sales Executive pada tahun
           1997, tahun 2000 sebagai Field Sales Manager, tahun 2001 sebagai Sales Manager
           tahun 2003 sebagai Executive Manager, tahun 2015-2017 sebagai Presiden Direktur PT
           Lautan Sweetener Indonesia dan sebagai Managing Director di PT Cipta Mapan Logistik
           mulai 2017 hingga saat ini. Sejak bulan Mei 2024 beliau menjabat sebagai Direktur
           Perseroan.

      Berdasarkan uraian di atas, saat ini Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup
      memadai untuk mendukung kegiatan usaha barunya di bidang perdagangan besar hasil
      perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta
      aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Perseroan telah memperhatikan dan
      mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian
      konsentrasi manajerial di bidang utama seperti finansial, operasional dan pemasaran.

2.8.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

      Berikut adalah struktur organisasi Perseroan saat ini sebagai perusahaan publik, yang
      memiliki 6 orang komisaris dan 8 orang direktur dalam susunan manajemennya:




Studi Kelayakan                                                                                 54
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 61
      Sumber: Annual Report 2024


      Berdasarkan uraian di atas, Perseroan sudah memiliki struktur organisasi dan manajemen
      yang cukup memadai dalam menjalankan kegiatan usaha Perseroan yang telah ada maupun
      terkait penambahan kegiatan usaha baru untuk mendukung keberlangsungan usaha
      Perseroan.




Studi Kelayakan                                                                          55
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 62
3.    ANALISA KELAYAKAN KEUANGAN MANAJEMEN
      Analisa kelayakan keuangan manajemen telah disusun dengan mengacu pada ketentuan
      Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 mengenai “Pedoman Penilaian dan Penyajian
      Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” yang ditetapkan pada tanggal 09 Agustus 2020.
      Analisa kelayakan keuangan manajemen Perseroan didasarkan pada proyeksi keuangan
      sesuai Rencana Transaksi Perseroan melalui penambahan KBLI, dimana Perseroan
      menambah kegiatan usaha di bidang perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar
      bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen
      lainnya.

3.1   BIAYA PENDIRIAN (START UP COSTS)

      Nilai investasi awal atas Rencana Transaksi melalui penambahan KBLI adalah sebesar
      Rp 50.000.000 yang diasumsikan akan diperoleh dari kas internal Perseroan dan digunakan
      untuk biaya pengurusan perizinan KBLI berupa sertifikasi kelayakan dan keanggotaan
      asosiasi di bidang perdagangan besar hasil perikanan.

3.2   MODAL KERJA

      Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan menggunakan dana dari kas
      internal Perseroan guna menunjang kegiatan operasional atas kegiatan usaha baru Perseroan
      di masa mendatang.

3.3   SUMBER PEMBIAYAAN

      Pembiayaan atas penambahan kegiatan usaha Perseroan akan bersumber dari kas internal
      Perseroan.

3.4   BIAYA OPERASIONAL

      Dalam menjalankan kegiatan usaha baru Perseroan dalam bidang perdagangan besar hasil
      perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta
      aktivitas konsultasi manajemen lainnya, diasumsikan biaya operasional Perseroan hanya
      berupa beban gaji dan tunjangan.

3.5   BIAYA BAHAN BAKU MENTAH

      Perseroan tidak memiliki biaya bahan baku mentah atas kegiatan usaha barunya dikarenakan
      kegiatan usaha baru Perseroan akan berfokus pada bidang perdagangan besar hasil
      perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta
      aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

3.6   PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN

3.6.1 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

      Untuk meningkatkan kinerja Perseroan di masa mendatang, Perseroan melihat adanya
      peluang untuk dapat bertumbuh dan juga untuk perolehan pendapatan Perseroan melalui
      kegiatan usaha lainnya dalam rangka meningkatkan nilai tambah Perseroan. Pelaksanaan


Studi Kelayakan                                                                             56
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 63
      penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam bidang perdagangan besar hasil perikanan
      akan dimulai kuartal I tahun 2026, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk
      manusia dan hewan akan dimulai pada kuartal IV tahun 2025 serta aktivitas konsultasi
      manajemen lainnya akan dimulai pada kuartal III tahun 2025.
      Melalui penambahan KBLI baru, Perseroan akan memperluas segmen distribusi yang telah
      dijalankan oleh Perseroan selama ini dalam pendistribusian bahan kimia dasar dan khusus,
      pelumas dan kemasan kertas dengan juga melakukan perdagangan atas hasil perikanan
      berupa produk karagenan yang terdiri dari satiagel dan satiagum serta perdagangan besar
      bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan berupa ekstrak herbal yang nantinya
      Perseroan akan mendapatkan tambahan pendapatan atas penjualan produk-produk tersebut.
      Selain itu, Perseroan juga berencana memperluas segmen usaha pendukung dan jasa melalui
      penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya, dengan menyediakan layanan
      konsultasi manajerial yang berfokus pada strategi optimalisasi logistik untuk melengkapi
      layanan jasa logistik yang telah dijalankan Perseroan selama ini.
      Dengan memanfaatkan peluang melalui penambahan kegiatan usaha baru, diharapkan dapat
      meningkatkan keuntungan serta nilai tambah bagi Perseroan. Melihat adanya peluang industri
      tersebut di Indonesia yang semakin berkembang, Perseroan diharapkan dapat memberikan
      kontribusi terhadap kemajuan industri di Indonesia serta menjadi perusahaan yang mampu
      bersaing secara sehat dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggannya.
      Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
      merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan Perseroan
      menjadi perusahaan yang baik dan memiliki potensi pengembangan usaha di masa
      mendatang.

3.6.2 Asumsi Proyeksi Keuangan
      Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada kondisi pasar dan
      perekonomian, peraturan perpajakan serta manajemen dan kebijakan akuntansi. Kami telah
      menggunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen, dan telah melakukan
      penyesuaian terhadap proyeksi keuangan Perseroan, untuk menggambarkan kondisi kinerja
      dan operasi yang lebih wajar pada saat penilaian, namun terbatas pada kinerja manajemen
      Perseroan dalam pencapaian proyeksi yang mungkin terjadi ataupun tidak terjadi. Secara garis
      besar, tidak terdapat penyesuaian yang signifikan terhadap target kinerja Perseroan.

      Asumsi-asumsi penting dalam penyusunan proyeksi keuangan KBLI baru Perseroan dapat
      diuraikan sebagai berikut:
                                      Keterangan                            2025P-2029P
       Rata-rata hari penagihan piutang usaha
         Perdagangan Besar Hasil Perikanan & Bahan Baku Obat Tradisional         30
         Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                  45
       Rata-rata hari persediaan
         Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                       60
         Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional                           45
       Rata-rata hari pembayaran utang usaha
         Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                       45
         Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional                           30
       Jumlah hari dalam setahun                                                360
       Tingkat pajak penghasilan                                                22%



Studi Kelayakan                                                                               57
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 64
      Periode eksplisit proyeksi keuangan diasumsikan dari tahun 2025 sampai dengan akhir tahun
      2029. Kami juga telah mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan usaha Objek Penilaian
      sesuai dengan tingkat pendapatan ekonomis yang dihasilkan oleh Objek Penilaian dan
      kepentingan usaha Objek Penilaian.

      Pendapatan
      Pendapatan Perseroan atas penambahan kegiatan usaha diasumsikan akan diperoleh dari
      perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk
      manusia dan hewan serta jasa aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Asumsi dan proyeksi
      pendapatan KBLI baru Perseroan selama periode proyeksi adalah sebagai berikut:
       Keterangan                                                                            2025P             2026P               2027P               2028P               2029P

      ASUMSI
      Volume Penjualan Produk (kg)
       KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                     -         500.000             600.000             612.000             624.240
          % kenaikan volume penjualan carrageenan (satiagel & satiagum) per tahun                                                                            2,00%               2,00%
       KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan               100               500               1.000             1.040               1.082
          % kenaikan volume penjualan produk herbal extract per tahun                                                                                        4,00%               4,00%
      Volume Jasa Pergudangan dan Pengiriman Barang (kg)
       KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                     70.000.000       140.000.000         144.200.000         148.526.000         152.981.780
          % kenaikan volume jasa per tahun                                                                                               3,00%               3,00%               3,00%

      Tarif Jasa/ Harga Jual Produk rata-rata (Rp/kg)
       KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                     -             1.296             1.335               1.375               1.416
           % kenaikan harga jual rata-rata per tahun                                                                                     3,00%               3,00%               3,00%
       KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan         320.000           329.600             339.488             349.673             360.163
           % kenaikan harga jual rata-rata per tahun                                                                 3,00%               3,00%               3,00%               3,00%
       KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                              269             277                 285                 294                 303
           % kenaikan tarif jasa rata-rata per tahun                                                                 3,00%               3,00%               3,00%               3,00%

      PROYEKSI (dalam Rupiah)
      KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                   -         648.000.000         800.928.000        841.454.957         884.032.578
      KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan        32.000.000       164.800.000         339.488.000        363.659.546         389.552.105
      KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                   18.830.000.000    38.789.800.000      41.152.098.820     43.658.261.638      46.317.049.772
      Total Pendapatan                                                                     18.862.000.000    39.602.600.000      42.292.514.820     44.863.376.141      47.590.634.455




      Beban Pokok Pendapatan
      Beban pokok pendapatan Perseroan atas penambahan kegiatan usaha diasumsikan akan
      terdiri dari biaya perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat
      tradisional untuk manusia dan hewan serta jasa aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
      Berikut adalah asumsi dan proyeksi beban pokok pendapatan KBLI baru Perseroan selama
      periode proyeksi:
       Keterangan                                                                              2025P             2026P              2027P              2028P              2029P

      ASUMSI
      Biaya Pembelian Barang Dagangan/ Jasa Diberikan (Rp/kg)
       KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                     -              785                808                833                857
       KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan           272.000          280.160            288.565            297.222            306.138
       KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                              179              184                190                196                201
         % kenaikan biaya pembelian barang dagangan dan jasa per tahun                                                   3,00%              3,00%              3,00%              3,00%

      PROYEKSI (dalam Rupiah)
      Pembelian barang dagangan                                                                 27.200.000      532.444.000         773.526.704        818.611.590        866.401.015
      Biaya jasa                                                                            12.530.000.000   25.811.800.000      27.383.738.620     29.051.408.302     30.820.639.068
      Total Beban Pokok Pendapatan                                                          12.557.200.000   26.344.244.000      28.157.265.324     29.870.019.892     31.687.040.083




Studi Kelayakan                                                                                                                                                               58
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 65
      Beban Usaha
      Beban usaha Perseroan atas penambahan kegiatan usaha diasumsikan hanya akan berupa
      beban gaji dan tunjangan. Beban gaji dan tunjangan KBLI baru diasumsikan mengalami
      kenaikan sebesar 7% selama periode proyeksi.

3.6.3 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
      Posisi Keuangan
                                                                                    (dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
       Keterangan                                                               2025P        2026P        2027P        2028P        2029P

       Aset
        Aset Lancar
         Kas dan setara kas                                                       261.395      276.624      302.578      352.979      421.053
         Investasi jangka pendek                                                    2.487        2.487        2.487        2.487        2.487
         Piutang usaha - pihak ketiga                                           1.201.471    1.370.517    1.567.332    1.802.023    2.096.121
         Piutang usaha - pihak- pihak berelasi                                      3.119        3.119        3.119        3.119        3.119
         Piutang lain-lain - pihak ketiga                                          70.259       70.259       70.259       70.259       70.259
         Persediaan                                                             1.160.438    1.319.666    1.502.080    1.730.174    2.012.871
         Uang muka                                                                 26.889       26.889       26.889       26.889       26.889
         Pajak dibayar dimuka                                                      79.171       79.171       79.171       79.171       79.171
         Biaya dibayar dimuka                                                      18.017       18.017       18.017       18.017       18.017
         Kontrak berjangka                                                          6.523        6.523        6.523        6.523        6.523
         Total Aset Lancar                                                      2.829.769    3.173.272    3.578.455    4.091.641    4.736.509
        Aset Tidak Lancar
         Piutang pihak - pihak berelasi                                            27.079       27.079       27.079       27.079       27.079
         Aset pajak tangguhan                                                      45.747       45.747       45.747       45.747       45.747
         Investasi pada entitas asosiasi                                          773.157      773.157      773.157      773.157      773.157
         Investasi pada instrumen ekuitas                                         192.818      192.818      192.818      192.818      192.818
         Aset tetap                                                             2.187.049    2.654.394    3.309.694    3.617.767    3.583.292
         Aset hak guna                                                             20.840        1.720            -            -            -
         Properti investasi                                                       355.783      355.374      354.965      354.556      354.147
         Estimasi tagihan restitusi pajak                                         170.861      170.861      170.861      170.861      170.861
         Aset tak berwujud                                                          3.698            -            -            -            -
         Goodwill                                                                   1.808        1.808        1.808        1.808        1.808
         Aset tidak lancar lain-lain                                               49.889       49.889       49.889       49.889       49.889
         Total Aset Tidak Lancar                                                3.828.729    4.272.847    4.926.018    5.233.682    5.198.798
        Total Aset                                                              6.658.498    7.446.119    8.504.473    9.325.323    9.935.308
       Liabilitas dan Ekuitas
        Liabilitas
         Liabilitas Jangka Pendek
          Utang bank jangka pendek                                                940.039    1.440.039    2.240.039    2.390.039    2.090.039
          Utang usaha - pihak ketiga                                            1.383.084    1.570.529    1.787.841    2.062.832    2.403.260
          Utang usaha - pihak- pihak berelasi                                      19.098       19.098       19.098       19.098       19.098
          Utang lain-lain - pihak ketiga                                          113.118      113.118      113.118      113.118      113.118
          Liabilitas kontrak                                                       40.590       40.590       40.590       40.590       40.590
          Beban akrual                                                            114.370      114.370      114.370      114.370      114.370
          Utang pajak                                                              11.164       11.164       11.164       11.164       11.164
          Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                                   11.641       11.641       11.641       11.641       11.641
          Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
            Utang obligasi                                                       133.413      283.913             -            -            -
            Liabilitas sewa                                                       14.424        4.649         3.143        1.330            -
            Utang bank                                                             8.421        8.421         8.421        8.421        4.886
            Utang pembiayaan konsumen                                              9.858        4.409         3.640        3.640            -
          Kontrak berjangka                                                        1.048        1.048         1.048        1.048        1.048
         Total Liabilitas Jangka Pendek                                         2.800.267    3.622.988    4.354.113    4.777.291    4.809.214
         Liabilitas Jangka Panjang
          Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                169.993      169.993      169.993      169.993      169.993
          Utang pihak- pihak berelasi                                                332          332          332          332          332
          Liabilitas pajak tangguhan                                              36.140       36.140       36.140       36.140       36.140
          Utang jangka panjang- setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
            dalam waktu satu tahun
             Utang obligasi                                                      283.913            -            -             -            -
             Liabilitas sewa                                                       9.122        4.473        1.330             -            -
             Utang bank                                                           30.148       21.727       13.307         4.886            -
             Utang pembiayaan konsumen                                            11.690        7.281        3.640             -            -
         Total Liabilitas Jangka Panjang                                         541.337      239.946      224.742      211.351      206.465
           Total Liabilitas                                                     3.341.604    3.862.935    4.578.856    4.988.642    5.015.679
        Ekuitas
         Modal saham                                                              195.000      195.000      195.000      195.000      195.000
         Tambahan modal disetor - neto                                             (3.960)      (3.960)      (3.960)      (3.960)      (3.960)
         Modal saham yang diperoleh kembali                                       (94.327)     (94.327)     (94.327)     (94.327)     (94.327)
         Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali           5.837        5.837        5.837        5.837        5.837
         Saldo laba                                                             2.316.858    2.573.984    2.904.324    3.300.542    3.862.675
         Penghasilan komprehensif lain                                            631.669      631.669      631.669      631.669      631.669
          Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk   3.051.077    3.308.203    3.638.543    4.034.761    4.596.894
         Kepentingan nonpengendali                                                265.817      274.982      287.075      301.920      322.734
          Total Ekuitas                                                         3.316.894    3.583.185    3.925.617    4.336.681    4.919.629
       Total Liabilitas dan Ekuitas                                             6.658.498    7.446.119    8.504.473    9.325.323    9.935.308




Studi Kelayakan                                                                                                                                  59
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 66
        Laba Rugi
                                                                           (dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
         Keterangan                                                2025P        2026P          2027P         2028P           2029P

         Pendapatan                                                8.652.487    9.871.928     11.289.360    12.979.416      15.097.209
         Beban Pokok Pendapatan                                   (7.165.528)   (8.170.847)   (9.326.902)   (10.750.253)    (12.473.091)
         Laba Kotor                                                1.486.959    1.701.081      1.962.458     2.229.163       2.624.118
         Beban Usaha                                              (1.056.612)   (1.139.529)   (1.239.774)    (1.357.917)     (1.478.236)
         Laba Usaha                                                  430.347      561.552       722.684        871.246       1.145.882
         Pendapatan (Beban) Lain-lain                               (107.164)    (129.706)      (152.819)     (171.711)       (165.042)
         Laba Sebelum Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan        323.183      431.846       569.865        699.534         980.840
         Beban Pajak Penghasilan                                     (71.100)      (95.006)     (125.370)     (153.898)       (215.785)
         Laba Tahun Berjalan                                         252.083      336.840       444.495        545.637         765.055
         Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
          Pemilik entitas induk                                      245.224      327.676       432.401        530.792         744.240
          Kepentingan non pengendali                                   6.858        9.164        12.093         14.845          20.815
            Jumlah                                                   252.083      336.840       444.495        545.637         765.055
         Depresiasi dan Amortisasi                                   262.144      305.881       379.392        449.316         482.156
         EBITDA                                                      692.491      867.433      1.102.076     1.320.561       1.628.038


      Arus Kas

                                                                           (dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
       Keterangan                                                 2025P         2026P          2027P          2028P           2029P

       Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
       Penerimaan kas dari pelanggan                               8.534.066     9.702.882    11.092.545      12.744.725      14.803.112
       Pembayaran utang usaha                                     (6.972.180)   (7.915.625)   (9.005.039)    (10.363.273)    (12.050.399)
       Pembayaran beban usaha                                       (984.829)   (1.060.652)   (1.147.347)     (1.248.684)     (1.361.042)
       Pembayaran pajak                                              (71.100)      (95.006)     (125.370)       (153.898)       (215.785)
       Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi               505.956       631.598        814.789        978.869        1.175.886
       Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
       Penambahan aset tetap                                       (612.559)     (749.999)    (1.032.564)      (756.980)        (447.272)
       Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi           (612.559)     (749.999)    (1.032.564)      (756.980)        (447.272)
       Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
       Penerimaan (pembayaran) utang bank jangka pendek - pokok     400.000       500.000        800.000        150.000         (300.000)
       Pembayaran utang bank jangka pendek - bunga                  (54.175)      (87.138)      (134.750)      (169.544)        (164.050)
       Pembayaran utang pembiayaan konsumen - pokok                  (9.998)       (9.858)        (4.409)        (3.640)          (3.640)
       Pembayaran utang pembiayaan konsumen - bunga                  (2.057)       (1.288)          (735)          (423)            (141)
       Pembayaran utang obligasi - pokok                           (103.613)     (133.413)      (283.913)           -                -
       Pembayaran utang obligasi - bunga                            (44.587)      (37.047)       (14.572)           -                -
       Pembayaran utang bank jangka panjang - pokok                  (3.472)       (8.421)        (8.421)        (8.421)          (8.421)
       Pembayaran utang bank jangka panjang - bunga                  (3.487)       (2.926)        (2.217)        (1.512)            (798)
       Pembayaran liabilitas sewa - pokok                           (24.343)      (14.424)        (4.649)        (3.143)          (1.330)
       Pembayaran liabilitas sewa - bunga                            (2.857)       (1.307)          (544)          (232)             (53)
       Pembayaran dividen kas                                       (65.912)      (70.549)      (102.062)      (134.573)        (182.107)
       Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan             85.498       133.630        243.728       (171.489)        (660.540)
       Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas                 (21.106)       15.229         25.954         50.401           68.074
       Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                282.501       261.395        276.624        302.578          352.979
       Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                               261.395       276.624        302.578        352.979          421.053




Studi Kelayakan                                                                                                                             60
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 67
3.6.4 Analisa Inkremental dan Profitabilitas

      Analisa profitabilitas dan inkremental atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan untuk
      melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang positif bagi Perseroan dengan
      membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis) sebelum
      dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi.

      Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi selama
      periode proyeksi tahun 2025-2029:
                                                    (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                    2025P
               Keterangan                         2026P         2027P         2028P        2029P
       Aset                         6.653.639     7.431.065      8.478.604     9.288.002    9.885.840
       Liabilitas                   3.341.602     3.862.865      4.578.767     4.988.552    5.015.584
       Ekuitas                      3.312.037     3.568.200      3.899.837     4.299.450    4.870.256
       Pendapatan                   8.633.625     9.832.325     11.247.067    12.934.553   15.049.618
       Laba Usaha                     424.120       548.568        708.842       856.566    1.130.315
       Laba Tahun Berjalan            247.226       326.712        433.698       534.187      752.912
       Depresiasi dan amortisasi      262.144       305.881        379.392       449.316      482.156
       EBITDA                         686.264       854.449      1.088.234     1.305.882    1.612.470
       Marjin Laba Usaha                4,91%         5,58%          6,30%         6,62%        7,51%
       Marjin Laba Tahun Berjalan       2,86%         3,32%          3,86%         4,13%        5,00%
       Marjin EBITDA                    7,95%         8,69%          9,68%        10,10%       10,71%



      Sedangkan kinerja konsolidasian Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi selama
      periode proyeksi tahun 2025-2029 adalah sebagai berikut:

                                                    (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                Keterangan           2025P         2026P         2027P         2028P       2029P
       Aset                           6.658.498     7.446.119     8.504.473    9.325.323    9.935.308
       Liabilitas                     3.341.604     3.862.935     4.578.856    4.988.642    5.015.679
       Ekuitas                        3.316.894     3.583.185     3.925.617    4.336.681    4.919.629
       Pendapatan                     8.652.487     9.871.928    11.289.360   12.979.416   15.097.209
       Laba Usaha                       430.347       561.552       722.684      871.246    1.145.882
       Laba Tahun Berjalan              252.083       336.840       444.495      545.637      765.055
       Depresiasi dan amortisasi        262.144       305.881       379.392      449.316      482.156
       EBITDA                           692.491       867.433     1.102.076    1.320.561    1.628.038
       Marjin Laba Usaha                  4,97%         5,69%         6,40%        6,71%        7,59%
       Marjin Laba Tahun Berjalan         2,91%         3,41%         3,94%        4,20%        5,07%
       Marjin EBITDA                      8,00%         8,79%         9,76%       10,17%       10,78%


      Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan mengalami
      CAGR sebesar 10,40% atau mencapai Rp 9.885.840 juta pada tahun 2029 dibandingkan
      dengan total aset Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 6.653.639 juta. Dengan
      terjadinya Rencana Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
      sebesar 10,52% atau mencapai Rp 9.935.308 juta pada tahun 2029 dibandingkan dengan total
      aset Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 6.658.498 juta. Pertumbuhan tersebut
      dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki prospek yang baik.
      Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
      CAGR sebesar 10,12% atau mencapai Rp 4.870.256 juta pada tahun 2029 dibandingkan
      dengan total ekuitas Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 3.312.037 juta. Dengan
      terjadinya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
      sebesar 10,36% atau mencapai Rp 4.919.629 juta pada tahun 2029, dibandingkan dengan
      total ekuitas Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 3.316.894 juta.




Studi Kelayakan                                                                                         61
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 68
      Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan akan mengalami
      CAGR sebesar 14,90% atau mencapai Rp 15.049.618 juta pada tahun 2029 dibandingkan
      dengan pendapatan Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 8.633.625 juta. Dengan
      terjadinya Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
      sebesar 14,93% atau mencapai Rp 15.097.209 juta pada tahun 2029, dibandingkan dengan
      pendapatan Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 8.652.487 juta.
      Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami
      CAGR sebesar 23,81% atau mencapai Rp 1.612.470 juta pada tahun 2029 dibandingkan
      dengan total EBITDA Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 686.264 juta. Dengan
      terjadinya Rencana Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
      sebesar 23,83% atau mencapai Rp 1.628.038 juta pada tahun 2029, dibandingkan dengan
      EBITDA Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 692.491 juta.
      Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki
      prospek yang baik. Berdasarkan analisis nilai tambah yang dilakukan dengan membandingkan
      antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya
      Rencana Transaksi dengan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi terlihat bahwa
      Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan memiliki prospek dan tingkat profitabilitas
      yang baik.

3.7   ANALISIS TITIK IMPAS (BREAK EVEN ANALYSIS)

      Titik impas (Break Even Point/ BEP) adalah sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan
      pendapatan adalah seimbang, sehingga tidak terdapat keuntungan atau kerugian, dengan
      formula sebagai berikut:

                                                           BEP         = FC / CM
                                                           CM          = 1 – (VC/ Revenue)

                     Dimana :
                     FC      = Fixed Cost/ Biaya Tetap
                     CM      = Contribution Margin/ marjin kontribusi, yaitu selisih antara pendapatan
                               dengan biaya variabel
                     VC      = Variable Cost/ Biaya Variabel

      Dengan menggunakan formula di atas, maka diperoleh analisis titik impas KBLI baru
      Perseroan selama periode proyeksi:
                                                                                                    (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
        Keterangan                                                      2025               2026               2027               2028               2029


       Pendapatan                                                   18.862.000.000    39.602.600.000      42.292.514.820     44.863.376.141     47.590.634.455
         KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                            -      648.000.000         800.928.000        841.454.957        884.032.578
         KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk 32.000.000
                                                                         Manusia dan Hewan
                                                                                         164.800.000         339.488.000        363.659.546        389.552.105
         KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya         18.830.000.000    38.789.800.000      41.152.098.820     43.658.261.638     46.317.049.772

       Biaya Variabel (VC)                                          (12.557.200.000) (26.344.244.000) (28.157.265.324) (29.870.019.892) (31.687.040.083)
         KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                            -      392.364.000      484.961.904      509.500.976      535.281.726
         KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk 27.200.000
                                                                         Manusia dan Hewan
                                                                                         140.080.000      288.564.800      309.110.614      331.119.289
         KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya          12.530.000.000   25.811.800.000   27.383.738.620   29.051.408.302   30.820.639.068
       Marjin Kontribusi (CM)                                        6.304.800.000     13.258.356.000     14.135.249.496     14.993.356.248     15.903.594.372
       Marjin Kontribusi terhadap Pendapatan                                33,43%            33,48%             33,42%             33,42%             33,42%
       Biaya Tetap (FC)                                                 78.000.000       274.430.000        293.640.100        314.194.907        336.188.550
         Gaji dan tunjangan                                             78.000.000       274.430.000        293.640.100        314.194.907        336.188.550

       Titik Impas Pendapatan (BEP)                                    233.351.732       819.720.146        878.568.028        940.139.356       1.006.025.810
       % Titik Impas Pendapatan (BEP)                                          1,24%              2,07%              2,08%              2,10%              2,11%




Studi Kelayakan                                                                                                                                         62
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 69
       Berdasarkan tabel diatas, BEP rata-rata tercapai pada tingkat penjualan sebesar 1,24% -
       2,11% selama periode proyeksi.

3.8   ANALISIS PROFITABILITAS (OVERALL PROFITABILITY)

      Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
      dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang
      dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang
      dibutuhkan untuk proyek tersebut. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut dapat
      disimpulkan layak untuk dilaksanakan dan sebaliknya, dengan formula sebagai berikut:

                                                         PI = PV of future cash flows
                                                                 Initial investment

                      Dimana :
                      PV of future cash flows            = Nilai Kini dari Arus Kas Bersih
                      Initial Investment                 = Investasi Awal

      Berikut adalah perhitungan PI atas investasi KBLI baru:
                                                                                            (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
       Keterangan                                        2025              2026               2027                2028               2029

       Arus Kas dari Operasi
         Pendapatan                                  16.505.583.333 37.042.558.333         41.969.926.134     44.544.714.246      47.252.580.090
         Beban pokok pendapatan (diluar penyusutan) (12.558.050.000) (26.356.229.083)     (28.173.184.680)   (29.874.649.019)    (31.688.990.202)
         Beban usaha (diluar penyusutan)                (78.000.000)    (274.430.000)        (293.640.100)      (314.194.907)       (336.188.550)
         Pajak penghasilan                           (1.369.896.000) (2.856.463.720)       (3.045.154.067)    (3.229.415.495)     (3.424.829.281)
       Arus Kas Bersih                               2.499.637.333      7.555.435.530     10.457.947.287     11.126.454.825      11.802.572.056
       Faktor Diskonto                                          0,893             0,797              0,711               0,635              0,567
       Nilai kini dari Arus Kas Bersih               2.231.398.710      6.020.878.379      7.439.555.263      7.065.737.681       6.690.792.121
       Total Nilai Kini dari Arus Kas Bersih        29.448.362.154
       Investasi Awal                                   50.000.000
       Profitability Index (PI)                             588,97




      Nilai investasi awal sebesar Rp 50.000.000 merupakan nilai yang akan dikeluarkan untuk
      penambahan KBLI. Berdasarkan perhitungan di atas, PI atas penambahan KBLI Perseroan
      adalah sebesar 588,97 (lebih dari 1), sehingga investasi layak dilaksanakan.

3.9   TINGKAT IMBAL BALIK INVESTASI (OVERALL RETURN ON INVESTMENT)

      Return on Investment (ROI) digunakan untuk mengukur kemampuan modal yang
      diinvestasikan dalam keseluruhan aset untuk menghasilkan keuntungan bersih. Jika ROI lebih
      besar dari 0, maka investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan dan
      sebaliknya, dengan formula sebagai berikut:

                                                         ROI (%) =           Net Profit     x 100
                                                                         Cost of Investment

                                    Dimana :
                                    Net Profit         = Laba Neto
                                    Cost of Investment = Biaya Investasi




Studi Kelayakan                                                                                                                                63
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 70
      Berikut adalah tingkat ROI atas penambahan KBLI yang diperoleh dari perbandingan antara
      laba bersih dengan biaya investasi selama periode proyeksi:
                                                                       (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
       Keterangan                        2025            2026             2027             2028             2029


       Laba Bersih                    4.817.904.000   10.127.462.280   10.796.455.329   11.449.745.846   12.142.576.541

       Investasi Awal                   50.000.000       50.000.000       50.000.000       50.000.000       50.000.000
       Return on Investment (ROI)         9635,81%        20254,92%        21592,91%        22899,49%        24285,15%




      Berdasarkan tabel di atas, rata-rata ROI selama periode proyeksi adalah sebesar 19733,66%,
      sehingga investasi layak dilaksanakan.

3.10 PENENTUAN TINGKAT DISKONTO

      Dalam menghitung tingkat diskonto (discount factor) untuk AKB digunakan tingkat diskonto
      berdasarkan Biaya Modal untuk Ekuitas. Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan
      mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa
      biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis
      dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:

                                                Ke = Rf + ß (Rm-Rf) - CDS
                                                Ke = Rf + ß . Rp - CDS

                        Dimana :
                        Rf     = tingkat pengembalian untuk investasi bebas risiko
                        Rm     = tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
                        Rp     = selisih antara Rm dengan Rf
                        CDS = country default spread
                        ß      = sensitivitas antara tingkat pengembalian investasi dengan pasar
      Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
      memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk penilaian ini, instrumen bebas risiko yang
      digunakan adalah tingkat yield Surat Utang Negara (SUN) yang jatuh tempo hingga 30 tahun,
      yaitu sebesar 7,11% per tanggal 30 Desember 2024 (sumber: http://www.ibpa.co.id).
      Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
      dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
      premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
      seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
      mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
      perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas di pasar negara berkembang (emerging
      market).
      Untuk memperoleh gambaran mengenai ERP, digunakan pendekatan sebagai berikut :
      Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aswath Damodaran mengenai “Country Default Spreads
      and Risk Premiums” yang diterbitkan pada bulan Januari 2025 menyatakan bahwa pasar pada
      negara dengan emerging market umumnya 1,35 kali lebih volatil dibandingkan dengan
      Amerika Serikat. Dengan menerapkan rasio volatilitas pasar Indonesia ke pasar Amerika
      Serikat dengan cara mengalikannya, maka diperoleh tingkat premi risiko untuk pasar Indonesia



Studi Kelayakan                                                                                                           64
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 71
      adalah sebesar 6,87%.

      CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang dikeluarkan
      pemerintah yang dalam penilaian ini diaplikasikan 1,89% berdasarkan rating Indonesia Baa2
      oleh lembaga independen Moody’s (sumber: www.moodys.com).

      ß (Beta), adalah pengukur tingkat sensitivitas pengembalian investasi terhadap pengembalian
      pasar saham secara keseluruhan. Beta Perseroan akan dihitung dengan mengacu kepada
      (unlevered) beta Damodaran dari yaitu untuk perdagangan karagenan dari retail (distributors)
      sebesar 0,41; untuk perdagangan ekstrak herbal dari industri drugs (pharmaceutical) sebesar
      0,93 serta untuk jasa konsultasi manajemen dari industri transportation sebesar 0,66 yang
      kemudian disesuaikan (relevered) dengan struktur kapital atau tingkat leverage pasar untuk
      memperoleh beta yang sesuai, dengan formula sebagai berikut:

                                         ßL = ßU x [ 1 + (1 – t) x DER]

                   Dimana :
                   ßL     = beta levered, yaitu beta yang mengacu pada portfolio pasar dengan
                            pengaruh hutang
                   ßU     = beta unlevered, yaitu beta yang mengacu pada portfolio pasar tanpa
                            pengaruh hutang
                   t      = tingkat pajak
                   DER = rasio hutang terhadap ekuitas

      Dengan menggunakan formula di atas, maka beta unlevered akan dijadikan levered dengan
      menggunakan struktur hutang terhadap ekuitas pada industri retail (distributors) yaitu 53:47,
      industri drugs (pharmaceutical) yaitu 9:91 dan transportation yaitu 39:61 sesuai struktur kapital
      industri/pasar sehingga diperoleh beta untuk masing-masing industri sebesar 0,76; 1,01 dan
      0,99.
      Perhitungan Cost of Equity
                                     Retail            Drugs
              Keterangan                                             Transportation
                                 (Distributors)   (Pharmaceutical)
                  Rf                 7,11%               7,11%            7,11%
                  Rm-Rf              6,87%               6,87%            6,87%
                  ß                     0,76               1,01             0,99
                  CDS                1,89%               1,89%            1,89%
                     Total          10,47%              12,17%           12,05%

      Sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh biaya modal untuk ekuitas Perseroan untuk
      industri retail (distributors), drugs (pharmaceutical) dan transportation masing-masing sebesar
      10,47%, 12,17% dan 12,05%, sehingga dengan menerapkan rata-rata tertimbang maka
      diperoleh cost of equity sebesar 12,02% selama periode proyeksi.




Studi Kelayakan                                                                                    65
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 72
3.11 KELAYAKAN INVESTASI

      Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Transaksi digunakan 2 (dua) indikator
      yaitu Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), yang didasarkan pada nilai
      kini arus kas bersih. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi
      dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.

      Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
      investasi. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut dapat diterima sedangkan jika nilai
      NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan
      besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas masuk
      akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi.

      Analisa kelayakan keuangan manajemen Perseroan didasarkan pada proyeksi keuangan
      sesuai Rencana Transaksi berupa penambahan KBLI. Kelayakan investasi Perseroan dihitung
      dengan menggunakan dua indikator yaitu Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of
      Return (IRR), dengan ringkasan sebagai berikut:

       Keterangan                                              2025               2026               2027               2028               2029
                                              0                  1                  2                  3                  4                  5

       Investasi awal                       (50.000.000)                 -                  -                  -                  -                  -
       Arus Kas dari Operasi
         Pendapatan                                   -     16.505.583.333     37.042.558.333     41.969.926.134   44.544.714.246   47.252.580.090
         Beban pokok pendapatan                       -    (12.558.050.000)   (26.356.229.083)   (28.173.184.680) (29.874.649.019) (31.688.990.202)
         Beban usaha                                  -        (78.000.000)      (274.430.000)      (293.640.100)    (314.194.907)    (336.188.550)
         Pajak penghasilan                            -     (1.369.896.000)    (2.856.463.720)    (3.045.154.067) (3.229.415.495) (3.424.829.281)
       Arus Kas Bersih                      (50.000.000)    2.499.637.333      7.555.435.530     10.457.947.287     11.126.454.825     11.802.572.056
       Faktor Diskonto                            1,000               0,893              0,797              0,711              0,635              0,567
       Nilai kini dari Arus Kas Bersih      (50.000.000)    2.231.398.710      6.020.878.379      7.439.555.263      7.065.737.681      6.690.792.121

         NPV (Rp)                        29.398.362.154 s/d 2029
         IRR                                  4624,48% s/d 2029


      Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif dan IRR lebih tinggi daripada tingkat
      diskontonya, dengan demikian investasi tersebut layak untuk dilaksanakan.

3.12 KESIMPULAN

      Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait
      dalam rangka menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
      yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah layak.

      Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
      disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak
      ada penambahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan
      manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi kondisi pasar
      dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan Pemerintah Indonesia dan
      penambahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini
      dikeluarkan. Studi Kelayakan atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah
      tanggal laporan dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.




Studi Kelayakan                                                                                                                                           66
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 73
4.    SYARAT PEMBATASAN
1.    Studi Kelayakan Usaha ini didasarkan pada data dan informasi terbatas yang kami peroleh
      dari manajemen Perseroan, yaitu:
       ▪ Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020-2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja,
           seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
       ▪ Rencana usaha dan proyeksi keuangan Perseroan dan KBLI baru tahun 2025-2029;
       ▪ Data legalitas Perseroan antara lain akta pendirian, akta perubahan nama, akta
           perubahan terakhir, Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Keterangan Terdaftar Wajib
           Pajak, Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) dan Nomor Pokok Wajib
           Pajak (NPWP);
       ▪ Data mengenai kegiatan Perseroan;
       ▪ Hasil wawancara dengan Direksi Perseroan mengenai alasan, latar belakang dan hal-hal
           mengenai Rencana Transaksi;
       ▪ Keterbukaan informasi berkaitan dengan Rencana Transaksi.
2.    Data yang diberikan oleh manajemen Perseroan termasuk rencana usaha Perseroan
      merupakan tanggung jawab manajemen Perseroan, dan manajemen Perseroan
      membebaskan ID&R dan para pegawai ID&R dari tanggung jawab akibat kesalahan informasi.
3.    Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
      bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan ini
      diterbitkan.
4.    Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya,
      seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat
      dalam Rencana Transaksi, serta keakuratan informasi yang diungkapkan oleh manajemen
      Perseroan.
5.    Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam proses
      penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
6.    Kami telah melakukan penelaahan atas legalitas Perseroan yang disediakan oleh manajemen
      Perseroan, namun tidak termasuk klarifikasi atas keabsahan dokumen kepemilikan aset
      Perseroan.
7.    Kami tidak melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap aset, kepemilikan atau
      kepentingan bisnis yang menjadi unsur dari studi kelayakan ini.
8.    Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan bisnis yang
      menjadi subyek dari penyusunan studi kelayakan usaha ini, baik untuk saat ini maupun di
      masa mendatang. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
      berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
      dalamnya.
9.    Kompensasi yang kami terima dari penugasan ini tidak dikaitkan dengan hasil kelayakan
      usaha yang dilaporkan ataupun didasarkan pada hasil yang telah ditentukan sebelumnya.
10.   Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan
      Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 mengenai “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal” yang dikeluarkan tanggal 02 Juli 2020, kecuali dinyatakan lain.



Studi Kelayakan                                                                             67
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 74
11.   Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion
12.   Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
      penilaian;
13.   Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
14.   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
      kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan
      pencapaiannya (fiduciary duty);
15.   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
      yang telah disesuaikan;
16.   Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
      rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
17.   Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan nilai akhir;
18.   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
19.   Tanda tangan pimpinan dan cap yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
      kelayakan usaha ini.




Studi Kelayakan                                                                                68
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 75
LAMPIRAN
Page 76
Apendiks 1a
PT Lautan Luas Tbk
Posisi Keuangan Konsolidasian Historis
Per 31 Desember 2020-2024
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                            Audited      Audited      Audited      Audited      Audited
Keterangan                                                                   2020         2021         2022         2023         2024
                                                                              -4           -3           -2           -1           0
ASET
 Aset Lancar
  Kas dan setara kas                                                          376.004      499.095      237.154      379.937      282.501
  Investasi jangka pendek                                                       6.075        8.364        6.798        4.455        2.487
  Piutang usaha - pihak ketiga                                                813.755    1.018.590    1.050.846    1.017.265    1.083.050
  Piutang usaha - pihak- pihak berelasi                                         2.813        6.465        1.884        2.911        3.119
  Piutang lain-lain - pihak ketiga                                            134.879       95.291       44.024       46.555       70.259
  Persediaan                                                                  745.933    1.044.335    1.303.770      993.696    1.010.054
  Uang muka                                                                    19.381       42.555       49.016       28.346       26.889
  Pajak dibayar dimuka                                                         22.382       43.759       39.470       33.071       79.171
  Biaya dibayar dimuka                                                         12.465       14.203       11.185       12.481       18.017
  Kontrak berjangka                                                                 -          187        3.197            2        6.523
  Estimasi tagihan restitusi pajak                                              4.337            -            -            -            -
   Total Aset Lancar                                                        2.138.024    2.772.844    2.747.344    2.518.719    2.582.070
 Aset Tidak Lancar
  Piutang pihak - pihak berelasi                                              145.270      148.506      116.546       26.306       27.079
  Aset pajak tangguhan                                                         90.105       49.922       65.544       72.430       45.747
  Investasi pada entitas asosiasi                                             812.557      844.518      827.563      770.032      773.157
  Investasi pada instrumen ekuitas                                            114.343      294.803      235.773      196.434      192.818
  Aset tetap                                                                1.828.809    1.815.374    1.821.992    1.754.813    1.784.101
  Aset hak-guna                                                               151.230      126.889       85.690       45.349       67.728
  Properti investasi                                                           19.087       18.678       19.560       19.151      356.192
  Estimasi tagihan restitusi pajak                                             70.671       54.917       61.307      127.028      170.861
  Aset takberwujud                                                              6.636        9.703       13.008       12.076        8.934
  Goodwill                                                                      1.808        1.808        1.808        1.808        1.808
  Aset tidak lancar lain-lain                                                 135.792       80.025       98.004       84.394       49.889
   Total Aset Tidak Lancar                                                  3.376.308    3.445.143    3.346.795    3.109.821    3.478.314
TOTAL ASET                                                                  5.514.332    6.217.987    6.094.139    5.628.540    6.060.384

LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
    Utang bank jangka pendek                                                1.103.120      361.921      485.389      373.811      540.039
    Utang usaha - pihak ketiga                                                818.385    1.239.526    1.245.756    1.150.225    1.229.714
    Utang usaha - pihak- pihak berelasi                                        10.592       21.721       12.499       21.895       19.098
    Utang lain-lain - pihak ketiga                                             78.210       81.496      104.100       84.503      113.118
    Liabilitas kontrak                                                         24.995       27.768       18.673       20.657       40.590
    Beban akrual                                                               45.899       82.356      123.811       89.116      114.370
    Utang dividen                                                                   -       30.955            -            -            -
    Utang pajak                                                                45.754       36.645       17.723       26.330       11.164
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                                      8.675       10.767        7.816       10.004       11.641
    Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
     Utang obligasi                                                                 -      485.500      181.550      315.000      105.200
     Liabilitas sewa                                                           47.370       35.539       24.564       18.527       23.561
     Utang bank                                                                     -       14.171       19.863       16.389        3.534
     Utang pembiayaan konsumen                                                  1.738        8.395       11.220       12.036       13.234
    Kontrak berjangka                                                           5.192        1.310          509        3.087        1.048
     Total Liabilitas Jangka Pendek                                         2.189.930    2.438.070    2.253.473    2.141.580    2.226.311
  Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                    229.205      185.889      197.385      193.591      169.993
   Utang pihak- pihak berelasi                                                    400          402          479          335          332
   Liabilitas pajak tangguhan                                                   3.304        6.882        4.888       20.406       36.140
   Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
    waktu satu tahun
     Utang obligasi                                                           767.030      730.580      551.749      238.492      415.738
     Liabilitas sewa                                                           32.356       21.033        9.936        9.752       24.328
     Utang bank                                                                     -       68.142       64.556       36.876       38.507
     Utang pembiayaan konsumen                                                  7.819       29.108       24.962       14.448       18.311
     Total Liabilitas Jangka Panjang                                        1.040.114    1.042.036      853.955      513.900      703.349
    Total Liabilitas                                                        3.230.044    3.480.106    3.107.428    2.655.480    2.929.660

 Ekuitas
  Modal saham                                                                 195.000      195.000      195.000      195.000      195.000
  Tambahan modal disetor - neto                                                (6.477)      (3.960)      (3.960)      (3.960)      (3.960)
  Modal saham yang diperoleh kembali                                          (14.266)      (2.053)      (2.053)     (31.917)     (94.327)
  Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali              5.837        5.837        5.837        5.837        5.837
  Saldo laba
   Telah ditentukan penggunaannya                                               3.900        4.100        4.300        4.500        4.700
   Belum ditentukan penggunaannya                                           1.388.959    1.614.767    1.841.012    1.936.653    2.132.846
  Penghasilan komprehensif lain                                               455.104      665.799      667.472      592.986      631.669
  Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk       2.028.057    2.479.490    2.707.608    2.699.099    2.871.765
  Kepentingan nonpengendali                                                   256.231      258.391      279.103      273.961      258.959
   Sub
    Total
        Jumlah
           Ekuitas                                                          2.284.288    2.737.881    2.986.711    2.973.060    3.130.724
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                5.514.332    6.217.987    6.094.139    5.628.540    6.060.384
Page 77
Apendiks 1b
PT Lautan Luas Tbk
Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Historis
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-2024
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                     Audited       Audited       Audited       Audited       Audited
Keterangan                                                            2020          2021          2022          2023          2024
                                                                       -4            -3            -2            -1            0

Pendapatan                                                           5.592.338     6.635.544     7.879.115     7.316.902     7.722.382

Beban Pokok Pendapatan                                               (4.417.520)   (5.337.364)   (6.371.515)   (6.129.138)   (6.364.231)

Laba Kotor                                                           1.174.818     1.298.180     1.507.600     1.187.764      1.358.151
                                                                       346.154        19.596                                     19.596
Beban Usaha                                                           (775.644)     (755.488)     (925.583)     (838.050)    (1.010.655)

Pendapatan Operasi Lain                                                 19.389        19.807        34.003        21.884        86.690

Beban Operasi Lain                                                     (87.519)       (22.584)      (27.735)      (21.865)      (18.384)

Laba Usaha                                                             331.044       539.915       588.285       349.733       415.802

Penghasilan keuangan                                                     4.321        17.112         5.253          2.912         3.798
Beban keuangan                                                        (168.883)     (121.288)     (138.538)       (95.757)      (93.764)
Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi - neto                          31.263       (2.435)      (14.370)       (23.048)      (12.585)

Laba Sebelum Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan                   197.745       433.304       440.630       233.840       313.251

Pajak Final                                                              (1.413)       (1.549)       (1.905)       (1.546)       (2.364)

Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan                                   196.332       431.755       438.725       232.294       310.887

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
 Kini                                                                  (68.287)       (82.847)    (118.921)       (62.011)      (60.415)
 Tangguhan                                                              (9.849)       (43.176)      20.776         (2.838)      (33.297)

Laba Tahun Berjalan                                                    118.196       305.732       340.580       167.445       217.175

Pendapatan (Beban) Komprehensif Lain                                    43.650       215.498        24.983        (58.509)      69.875

Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan                                 161.846       521.230       365.563       108.936       287.050

Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                  75.218       274.457       321.012       160.943       220.360
 Kepentingan nonpengendali                                              42.978        31.275        19.568         6.502        (3.185)
  Jumlah                                                               118.196       305.732       340.580       167.445       217.175

Depresiasi dan amortisasi                                              201.950       195.564       188.393       196.904       195.096
                                                                                                   188.393       196.904       195.096
EBITDA                                                                 532.994       735.479       776.678       546.637       610.898
Page 78
Apendiks 1c
PT Lautan Luas Tbk
Arus Kas Konsolidasian Historis
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-2024
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                             Audited       Audited       Audited       Audited       Audited
Keterangan                                                                    2020          2021          2022          2023          2024
                                                                               -4            -3            -2            -1            0

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
 Penerimaan kas dari pelanggan                                               5.857.533     6.429.829     7.842.346     7.351.439     7.676.322
 Penerimaan dari pendapatan bunga                                                4.321        17.112         5.253         2.912         3.798
 Penerimaan (pembayaran) kas untuk dan kepada :
  Pemasok                                                                    (4.305.076)   (5.261.737)   (6.727.001)   (5.971.752)   (6.487.032)
  Karyawan                                                                     (476.900)     (528.642)     (555.101)     (593.197)     (589.541)
  Pendapatan (beban) operasi lainnya                                            (26.326)       (3.914)       (9.151)        6.377        24.604
 Pembayaran untuk:
  Beban bunga                                                                 (155.716)     (119.717)     (135.819)     (108.750)     (158.760)
  Pajak                                                                        (69.239)      (94.985)     (138.905)     (103.727)     (107.011)
 Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi                                828.597       437.946       281.622       583.302       362.380

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
 Hasil penjualan aset tetap                                                     52.617         7.047         5.871         9.554       118.305
 Pelunasan pinjaman pihak ketiga jangka panjang                                 41.257        97.827        11.185        19.020        19.879
 Penerimaan dividen kas                                                         11.004        38.724        18.232        15.804        12.084
 Perolehan properti investasi                                                                                                         (337.450)
 Perolehan aset tetap                                                         (154.265)       (79.957)      (74.107)      (62.065)    (206.611)
 Pembelian aset takberwujud                                                     (3.883)        (7.830)       (8.013)       (3.874)      (2.094)
 Pelunasan (penambahan) piutang pihak-pihak berelasi                            41.457         (3.236)       32.038        90.096         (773)
 Perolehan aset hak guna                                                             -              -             -          (580)        (740)
 Penjualan (penambahan) penyertaan saham pada entitas asosiasi                  28.750        (41.665)       25.204             -            -
 Penjualan investasi jangka pendek                                              13.622          1.112         2.201             -            -
 Peningkatan penyertaan saham                                                 (107.504)             -             -             -            -
 Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi            (76.945)       12.022        12.611        67.955      (397.400)

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
 Perolehan utang bank jangka pendek                                           6.087.389     5.281.494     2.602.772     2.180.699     2.376.804
 Perolehan utang obligasi                                                       286.750       450.000             -             -       285.500
 Perolehan utang bank jangka panjang                                                  -        96.484        20.923             -        42.412
 Penerbitan saham baru oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali           140            80            88            58            20
 Pembayaran utang bank jangka pendek                                         (6.300.392)   (6.036.675)   (2.488.432)   (2.289.227)   (2.210.694)
 Pembayaran utang obligasi                                                     (364.500)            -      (485.500)     (181.550)     (315.000)
 Pembelian modal saham yang diperoleh kembali                                         -             -             -       (29.864)      (62.410)
 Pembayaran utang bank jangka panjang dan utang pembiayaan konsumen                   -       (14.171)      (18.817)      (31.154)      (53.265)
 Pembayaran dividen kas oleh perusahaan                                         (53.603)      (22.973)     (147.569)      (77.743)      (52.033)
 Pembayaran liabilitas sewa                                                     (84.913)      (63.660)      (42.087)      (50.388)      (49.448)
 Pembayaran dividen kas oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali      (15.458)      (28.519)         (207)      (15.084)      (14.891)
 Pembayaran utang pembiayaan konsumen                                            (4.674)       (4.717)       (9.189)      (11.260)      (12.660)
 Hasil penjualan (pembelian) modal saham yang diperoleh kembali                  (2.057)       14.730             -             -             -
 Pengembalian modal saham pada entitas anak oleh kepentingan nonpengendali      (12.598)            -             -             -             -
 Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan           (463.916)     (327.927)     (568.018)     (505.513)       (65.665)

Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas                                   287.736       122.041      (273.785)      145.744      (100.685)

Pengaruh Neto Perubahan Kurs pada Kas dan Setara Kas                             2.119         1.050        11.844         (2.961)       3.249

Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                                   86.149       376.004       499.095       237.154       379.937

Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                                 376.004       499.095       237.154       379.937       282.501
                                                                               376.004       499.095       237.154       379.937       282.501
Page 79
Apendiks 2.1a
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian - Sebelum Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                                Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
Keterangan                                                                       2025            2026            2027            2028            2029
                                                                                   1               2               3               4               5

ASET
 Aset Lancar
  Kas dan setara kas                                                                 258.896         266.569         282.065         321.339         377.611
  Investasi jangka pendek                                                              2.487           2.487           2.487           2.487           2.487
  Piutang usaha - pihak ketiga                                                     1.199.115       1.365.601       1.562.093       1.796.466       2.090.225
  Piutang usaha - pihak- pihak berelasi                                                3.119           3.119           3.119           3.119           3.119
  Piutang lain-lain - pihak ketiga                                                    70.259          70.259          70.259          70.259          70.259
  Persediaan                                                                       1.160.435       1.319.583       1.501.963       1.730.050       2.012.740
  Uang muka                                                                           26.889          26.889          26.889          26.889          26.889
  Pajak dibayar dimuka                                                                79.171          79.171          79.171          79.171          79.171
  Biaya dibayar dimuka                                                                18.017          18.017          18.017          18.017          18.017
  Kontrak berjangka                                                                    6.523           6.523           6.523           6.523           6.523
    Total Aset Lancar                                                              2.824.910       3.158.218       3.552.586       4.054.320       4.687.041

 Aset Tidak Lancar
  Piutang pihak - pihak berelasi                                                      27.079          27.079          27.079          27.079          27.079
  Aset pajak tangguhan                                                                45.747          45.747          45.747          45.747          45.747
  Investasi pada entitas asosiasi                                                    773.157         773.157         773.157         773.157         773.157
  Investasi pada instrumen ekuitas                                                   192.818         192.818         192.818         192.818         192.818
  Aset tetap                                                                       2.187.049       2.654.394       3.309.694       3.617.767       3.583.292
  Aset hak guna                                                                       20.840           1.720               -               -               -
  Properti investasi                                                                 355.783         355.374         354.965         354.556         354.147
  Estimasi tagihan restitusi pajak                                                   170.861         170.861         170.861         170.861         170.861
  Aset tak berwujud                                                                    3.698               -               -               -               -
  Goodwill                                                                             1.808           1.808           1.808           1.808           1.808
  Aset tidak lancar lain-lain                                                         49.889          49.889          49.889          49.889          49.889
    Total Aset Tidak Lancar                                                        3.828.729       4.272.847       4.926.018       5.233.682       5.198.798

TOTAL ASET                                                                         6.653.639       7.431.065       8.478.604       9.288.002       9.885.840

Liabilitas dan Ekuitas
 Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
     Utang bank jangka pendek                                                        940.039       1.440.039       2.240.039       2.390.039       2.090.039
     Utang usaha - pihak ketiga                                                    1.383.081       1.570.459       1.787.753       2.062.742       2.403.165
     Utang usaha - pihak- pihak berelasi                                              19.098          19.098          19.098          19.098          19.098
     Utang lain-lain - pihak ketiga                                                  113.118         113.118         113.118         113.118         113.118
     Liabilitas kontrak                                                               40.590          40.590          40.590          40.590          40.590
     Beban akrual                                                                    114.370         114.370         114.370         114.370         114.370
     Utang pajak                                                                      11.164          11.164          11.164          11.164          11.164
     Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                                           11.641          11.641          11.641          11.641          11.641
     Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
       Utang obligasi                                                               133.413         283.913                -               -               -
       Liabilitas sewa                                                               14.424           4.649            3.143           1.330               -
       Utang bank                                                                     8.421           8.421            8.421           8.421           4.886
       Utang pembiayaan konsumen                                                      9.858           4.409            3.640           3.640               -
     Kontrak berjangka                                                                1.048           1.048            1.048           1.048           1.048
   Total Liabilitas Jangka Pendek                                                  2.800.264       3.622.918       4.354.025       4.777.201       4.809.119
   Liabilitas Jangka Panjang
     Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                        169.993         169.993         169.993         169.993         169.993
     Utang pihak- pihak berelasi                                                        332             332             332             332             332
     Liabilitas pajak tangguhan - neto                                               36.140          36.140          36.140          36.140          36.140
     Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
       waktu satu tahun
       Utang obligasi - neto                                                        283.913                -               -               -               -
       Liabilitas sewa                                                                9.122            4.473           1.330               -               -
       Utang bank                                                                    30.148           21.727          13.307           4.886               0
       Utang pembiayaan konsumen                                            0        11.690            7.281           3.640               -               -
   Total Liabilitas Jangka Panjang                                                  541.337         239.946         224.742         211.351         206.465
    Total Liabilitas                                                               3.341.602       3.862.865       4.578.767       4.988.552       5.015.584

 Ekuitas
  Modal saham                                                                        195.000         195.000         195.000         195.000         195.000
  Tambahan modal disetor - neto                                                       (3.960)         (3.960)         (3.960)         (3.960)         (3.960)
  Modal saham yang diperoleh kembali                                                 (94.327)        (94.327)        (94.327)        (94.327)        (94.327)
  Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali                     5.837           5.837           5.837           5.837           5.837
  Saldo laba                                                                       2.312.133       2.559.407       2.879.244       3.264.324       3.814.646
  Penghasilan komprehensif lain                                                      631.669         631.669         631.669         631.669         631.669
    Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk            3.046.352       3.293.626       3.613.463       3.998.543       4.548.865
   Kepentingan nonpengendali                                                         265.685         274.574         286.373         300.907         321.391
    Total Ekuitas                                                                  3.312.037       3.568.200       3.899.837       4.299.450       4.870.256

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                       6.653.639       7.431.065       8.478.604       9.288.002       9.885.840
Page 80
Apendiks 2.1b
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian - Sebelum Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                     Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
Keterangan                                                            2025            2026            2027            2028            2029
                                                                        1               2               3               4               5

Pendapatan                                                              8.633.625       9.832.325     11.247.067      12.934.553      15.049.618

Beban Pokok Pendapatan                                                 (7.152.970)     (8.144.503)     (9.298.745)    (10.720.383)    (12.441.404)

Laba Kotor                                                              1.480.654       1.687.823       1.948.323       2.214.170       2.608.214

Beban Usaha                                                            (1.056.534)     (1.139.255)     (1.239.481)     (1.357.603)     (1.477.900)

Laba Usaha                                                               424.120         548.568         708.842         856.566        1.130.315

Pendapatan (Beban) lain-lain                                             (107.164)       (129.706)       (152.819)       (171.711)       (165.042)

Laba Sebelum Pajak                                                       316.956         418.862         556.023         684.855         965.272

Beban Pajak                                                               (69.730)        (92.150)       (122.325)       (150.668)       (212.360)

Laba Tahun Berjalan                                                      247.226         326.712         433.698         534.187         752.912

Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                   240.499         317.824         421.899         519.653         732.428
 Kepentingan non pengendali                                                6.726           8.889          11.799          14.533          20.484
   Jumlah                                                                247.226         326.712         433.698         534.187         752.912

Depresiasi dan amortisasi                                                262.144         305.881         379.392         449.316         482.156

EBITDA                                                                   686.264         854.449        1.088.234       1.305.882       1.612.470

Apendiks 2.1c
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Arus Kas Konsolidasian - Sebelum Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                     Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
Keterangan                                                            2025            2026            2027            2028            2029
                                                                        1               2               3               4               5

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
 Penerimaan kas dari pelanggan                                          8.517.560       9.665.839     11.050.575       12.700.180      14.755.859
 Pembayaran utang usaha                                                (6.959.622)     (7.889.269)    (8.976.865)     (10.333.398)    (12.018.710)
 Pembayaran beban usaha                                                  (984.751)     (1.060.378)    (1.147.053)      (1.248.370)     (1.360.706)
 Pembayaran pajak                                                         (69.730)        (92.150)      (122.325)        (150.668)       (212.360)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi                           503.456         624.042         804.331         967.743        1.164.084

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
 Penambahan aset tetap                                                   (612.559)       (749.999)     (1.032.564)       (756.980)       (447.272)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi       (612.559)       (749.999)     (1.032.564)       (756.980)       (447.272)

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
 Penerimaan (pembayaran) utang bank jangka pendek - pokok                 400.000         500.000         800.000         150.000        (300.000)
 Pembayaran utang bank jangka pendek - bunga                              (54.175)        (87.138)       (134.750)       (169.544)       (164.050)
 Pembayaran utang pembiayaan konsumen - pokok                              (9.998)         (9.858)         (4.409)         (3.640)         (3.640)
 Pembayaran utang pembiayaan konsumen - bunga                              (2.057)         (1.288)           (735)           (423)           (141)
 Pembayaran utang obligasi - pokok                                       (103.613)       (133.413)       (283.913)              -               -
 Pembayaran utang obligasi - bunga                                        (44.587)        (37.047)        (14.572)              -               -
 Pembayaran utang bank jangka panjang - pokok                              (3.472)         (8.421)         (8.421)         (8.421)         (8.421)
 Pembayaran utang bank jangka panjang - bunga                              (3.487)         (2.926)         (2.217)         (1.512)           (798)
 Pembayaran liabilitas sewa - pokok                                       (24.343)        (14.424)         (4.649)         (3.143)         (1.330)
 Pembayaran liabilitas sewa - bunga                                        (2.857)         (1.307)           (544)           (232)            (53)
 Pembayaran dividen kas                                                   (65.912)        (70.549)       (102.062)       (134.573)       (182.107)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan                          85.498        133.630         243.728         (171.489)       (660.540)

Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas                              (23.605)          7.673          15.496          39.275          56.271

Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                            282.501         258.896         266.569         282.065         321.339

Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                           258.896         266.569         282.065         321.339         377.611
                                                                         254.204         277.205         370.575         381.277         465.596
Page 81
Apendiks 2.2a
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian - Setelah Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                               Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
Keterangan                                                                      2025           2026           2027           2028           2029
                                                                                  1              2              3              4              5

ASET
 Aset Lancar
  Kas dan setara kas                                                               261.395        276.624        302.578        352.979        421.053
  Investasi jangka pendek                                                            2.487          2.487          2.487          2.487          2.487
  Piutang usaha - pihak ketiga                                                   1.201.471      1.370.517      1.567.332      1.802.023      2.096.121
  Piutang usaha - pihak- pihak berelasi                                              3.119          3.119          3.119          3.119          3.119
  Piutang lain-lain - pihak ketiga                                                  70.259         70.259         70.259         70.259         70.259
  Persediaan                                                                     1.160.438      1.319.666      1.502.080      1.730.174      2.012.871
  Uang muka                                                                         26.889         26.889         26.889         26.889         26.889
  Pajak dibayar dimuka                                                              79.171         79.171         79.171         79.171         79.171
  Biaya dibayar dimuka                                                              18.017         18.017         18.017         18.017         18.017
  Kontrak berjangka                                                                  6.523          6.523          6.523          6.523          6.523
    Total Aset Lancar                                                            2.829.769      3.173.272      3.578.455      4.091.641      4.736.509

 Aset Tidak Lancar
  Piutang pihak - pihak berelasi                                                    27.079         27.079         27.079         27.079         27.079
  Aset pajak tangguhan                                                              45.747         45.747         45.747         45.747         45.747
  Investasi pada entitas asosiasi                                                  773.157        773.157        773.157        773.157        773.157
  Investasi pada instrumen ekuitas                                                 192.818        192.818        192.818        192.818        192.818
  Aset tetap                                                                     2.187.049      2.654.394      3.309.694      3.617.767      3.583.292
  Aset hak guna                                                                     20.840          1.720              -              -              -
  Properti investasi                                                               355.783        355.374        354.965        354.556        354.147
  Estimasi tagihan restitusi pajak                                                 170.861        170.861        170.861        170.861        170.861
  Aset tak berwujud                                                                  3.698              -              -              -              -
  Goodwill                                                                           1.808          1.808          1.808          1.808          1.808
  Aset tidak lancar lain-lain                                                       49.889         49.889         49.889         49.889         49.889
    Total Aset Tidak Lancar                                                      3.828.729      4.272.847      4.926.018      5.233.682      5.198.798

TOTAL ASET                                                                       6.658.498      7.446.119      8.504.473      9.325.323      9.935.308

Liabilitas dan Ekuitas
 Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
     Utang bank jangka pendek                                                      940.039      1.440.039      2.240.039      2.390.039      2.090.039
     Utang usaha - pihak ketiga                                                  1.383.084      1.570.529      1.787.841      2.062.832      2.403.260
     Utang usaha - pihak- pihak berelasi                                            19.098         19.098         19.098         19.098         19.098
     Utang lain-lain - pihak ketiga                                                113.118        113.118        113.118        113.118        113.118
     Liabilitas kontrak                                                             40.590         40.590         40.590         40.590         40.590
     Beban akrual                                                                  114.370        114.370        114.370        114.370        114.370
     Utang pajak                                                                    11.164         11.164         11.164         11.164         11.164
     Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                                         11.641         11.641         11.641         11.641         11.641
     Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
       Utang obligasi                                                              133.413        283.913               -              -              -
       Liabilitas sewa                                                              14.424          4.649           3.143          1.330              -
       Utang bank                                                                    8.421          8.421           8.421          8.421          4.886
       Utang pembiayaan konsumen                                                     9.858          4.409           3.640          3.640              -
     Kontrak berjangka                                                               1.048          1.048           1.048          1.048          1.048
  Total Liabilitas Jangka Pendek                                                 2.800.267      3.622.988      4.354.113      4.777.291      4.809.214
  Liabilitas Jangka Panjang
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                        169.993        169.993        169.993        169.993        169.993
    Utang pihak- pihak berelasi                                                        332            332            332            332            332
    Liabilitas pajak tangguhan                                                      36.140         36.140         36.140         36.140         36.140
    Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
      waktu satu tahun
      Utang obligasi                                                               283.913              -              -               -              -
      Liabilitas sewa                                                                9.122          4.473          1.330               -              -
      Utang bank                                                                    30.148         21.727         13.307           4.886              0
      Utang pembiayaan konsumen                                            0        11.690          7.281          3.640               -              -
  Total Liabilitas Jangka Panjang                                                  541.337        239.946        224.742        211.351        206.465
    Total Liabilitas                                                             3.341.604      3.862.935      4.578.856      4.988.642      5.015.679

 Ekuitas
  Modal saham                                                                      195.000        195.000        195.000        195.000        195.000
  Tambahan modal disetor - neto                                                     (3.960)        (3.960)        (3.960)        (3.960)        (3.960)
  Modal saham yang diperoleh kembali                                               (94.327)       (94.327)       (94.327)       (94.327)       (94.327)
  Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali                   5.837          5.837          5.837          5.837          5.837
  Saldo laba                                                                     2.316.858      2.573.984      2.904.324      3.300.542      3.862.675
  Penghasilan komprehensif lain                                                    631.669        631.669        631.669        631.669        631.669
   Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk           3.051.077      3.308.203      3.638.543      4.034.761      4.596.894
  Kepentingan nonpengendali                                                        265.817        274.982        287.075        301.920        322.734
    Total Ekuitas                                                                3.316.894      3.583.185      3.925.617      4.336.681      4.919.629

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                     6.658.498      7.446.119      8.504.473      9.325.323      9.935.308
Page 82
Apendiks 2.2b
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian - Setelah Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                     Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
Keterangan                                                            2025            2026            2027            2028            2029
                                                                        1               2               3               4               5

Pendapatan                                                             8.652.487       9.871.928      11.289.360      12.979.416      15.097.209

Beban Pokok Pendapatan                                                 (7.165.528)     (8.170.847)     (9.326.902)    (10.750.253)    (12.473.091)

Laba Kotor                                                             1.486.959       1.701.081       1.962.458       2.229.163       2.624.118

Beban Usaha                                                            (1.056.612)     (1.139.529)     (1.239.774)     (1.357.917)     (1.478.236)

Laba Usaha                                                               430.347         561.552         722.684         871.246       1.145.882

Pendapatan (Beban) lain-lain                                             (107.164)       (129.706)       (152.819)       (171.711)       (165.042)

Laba Sebelum Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan                     323.183         431.846         569.865         699.534         980.840

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                                         (71.100)        (95.006)       (125.370)       (153.898)       (215.785)

Laba Tahun Berjalan                                                      252.083         336.840         444.495         545.637         765.055

Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                   245.224         327.676         432.401         530.792         744.240
 Kepentingan non pengendali                                                6.858           9.164          12.093          14.845          20.815
   Jumlah                                                                252.083         336.840         444.495         545.637         765.055

Depresiasi dan amortisasi                                                262.144         305.881         379.392         449.316         482.156

EBITDA                                                                   692.491         867.433       1.102.076       1.320.561       1.628.038

Apendiks 2.2c
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Arus Kas Konsolidasian - Setelah Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                     Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
Keterangan                                                            2025            2026            2027            2028            2029
                                                                        1               2               3               4               5

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
 Penerimaan kas dari pelanggan                                          8.534.066       9.702.882     11.092.545       12.744.725      14.803.112
 Pembayaran utang usaha                                                (6.972.180)     (7.915.625)    (9.005.039)     (10.363.273)    (12.050.399)
 Pembayaran beban usaha                                                  (984.829)     (1.060.652)    (1.147.347)      (1.248.684)     (1.361.042)
 Pembayaran pajak                                                         (71.100)        (95.006)      (125.370)        (153.898)       (215.785)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi                           505.956         631.598         814.789         978.869       1.175.886

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
 Penambahan aset tetap                                                   (612.559)       (749.999)     (1.032.564)       (756.980)       (447.272)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi       (612.559)       (749.999)     (1.032.564)       (756.980)       (447.272)

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
 Penerimaan (pembayaran) utang bank jangka pendek - pokok                 400.000         500.000         800.000         150.000        (300.000)
 Pembayaran utang bank jangka pendek - bunga                              (54.175)        (87.138)       (134.750)       (169.544)       (164.050)
 Pembayaran utang pembiayaan konsumen - pokok                              (9.998)         (9.858)         (4.409)         (3.640)         (3.640)
 Pembayaran utang pembiayaan konsumen - bunga                              (2.057)         (1.288)           (735)           (423)           (141)
 Pembayaran utang obligasi - pokok                                       (103.613)       (133.413)       (283.913)              -               -
 Pembayaran utang obligasi - bunga                                        (44.587)        (37.047)        (14.572)              -               -
 Pembayaran utang bank jangka panjang - pokok                              (3.472)         (8.421)         (8.421)         (8.421)         (8.421)
 Pembayaran utang bank jangka panjang - bunga                              (3.487)         (2.926)         (2.217)         (1.512)           (798)
 Pembayaran liabilitas sewa - pokok                                       (24.343)        (14.424)         (4.649)         (3.143)         (1.330)
 Pembayaran liabilitas sewa - bunga                                        (2.857)         (1.307)           (544)           (232)            (53)
 Pembayaran dividen kas                                                   (65.912)        (70.549)       (102.062)       (134.573)       (182.107)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan                         85.498         133.630         243.728         (171.489)       (660.540)

Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas                              (21.106)        15.229          25.954          50.401          68.074

Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                            282.501         261.395         276.624         302.578         352.979

Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                           261.395         276.624         302.578         352.979         421.053
Page 83
Apendiks 3
PT Lautan Luas Tbk
Rasio Keuangan Konsolidasian
2020 - 2029
                                                                   Audited         Audited         Audited            Audited            Audited            Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
Keterangan                                                          2020            2021            2022               2023               2024               2025              2026              2027              2028              2029
                                                                     -2              -2              -2                 -1                  0                  1                 2                 3                 4                 5

Kinerja
  Jumlah saham beredar                                           1.560.000.000   1.560.000.000   1.560.000.000      1.560.000.000      1.560.000.000      1.560.000.000     1.560.000.000     1.560.000.000     1.560.000.000     1.560.000.000
  Laba bersih per saham                                   Rp                76             196             218                107                139                162               216               285               350               490
  Nilai buku per saham                                    Rp             1.464           1.755           1.915              1.906              2.007              2.126             2.297             2.516             2.780             3.154

Operasional
  Marjin laba kotor                                                    21,01%          19,56%          19,13%             16,23%             17,59%             17,19%            17,23%            17,38%            17,17%            17,38%
  Marjin laba usaha                                                     5,92%           8,14%           7,47%              4,78%              5,38%              4,97%             5,69%             6,40%             6,71%             7,59%
  Marjin laba tahun berjalan                                            2,11%           4,61%           4,32%              2,29%              2,81%              2,91%             3,41%             3,94%             4,20%             5,07%
  Marjin EBITDA                                                         9,53%          11,08%           9,86%              7,47%              7,91%              8,00%             8,79%             9,76%            10,17%            10,78%
  Return on Assets                                                      2,14%           4,92%           5,59%              2,97%              3,58%              3,79%             4,52%             5,23%             5,85%             7,70%
  Return on Equity                                                      5,17%          11,17%          11,40%              5,63%              6,94%              7,60%             9,40%            11,32%            12,58%            15,55%

Likuiditas                                                 x
  Rasio Lancar                                                            0,98            1,14            1,22               1,18               1,16               1,01              0,88              0,82              0,86              0,98
  Quick Ratio                                                             0,61            0,67            0,59               0,68               0,65               0,55              0,48              0,45              0,47              0,54

Solvabilitas                                               x
  Rasio Liabilitas terhadap Aset                                          0,59            0,56               0,51               0,47               0,48            0,50              0,52              0,54              0,53              0,50
  Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                                       1,41            1,27               1,04               0,89               0,94            1,01              1,08              1,17              1,15              1,02

Utilitas Aset
  Perputaran persediaan - existing                         x              5,92            5,11            4,89               6,17               6,30               6,00             6,00              6,00              6,00              6,00
  Rata-rata umur persediaan - existing                    hari              61              70              74                 58                 57                 60               60                60                60                60
  Perputaran persediaan - KBLI baru                                                                                                                            3.693,29           317,77            240,87            241,75            242,62
     KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                                                                                                  6,00              6,00              6,00              6,00
     KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
                                                                                                                                                                   8,00              8,00              8,00              8,00              8,00
    Tradisional Untuk Manusia dan Hewan
  Rata-rata umur persediaan - KBLI baru                                                                                                                                0                  1                 1                 1                 1
     KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                                                                                                       60                60                60                60
     KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
                                                                                                                                                                       45                45                45                45                45
    Tradisional Untuk Manusia dan Hewan
  Perputaran piutang usaha - existing                      x              6,87            6,51            7,50               7,19               7,13               7,20             7,20              7,20              7,20              7,20
  Rata-rata umur penagihan - existing                     hari              52              55              48                 50                 50                 50               50                50                50                50
  Perputaran piutang usaha - KBLI baru                                                                                                                             8,00             8,06              8,07              8,07              8,07
     KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                                                                                                 12,00             12,00             12,00             12,00
     KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
                                                                                                                                                                 12,00             12,00             12,00             12,00             12,00
    Tradisional Untuk Manusia dan Hewan
     KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                                                                                            8,00              8,00              8,00              8,00              8,00
  Rata-rata umur penagihan - KBLI baru                                                                                                                               45                45                45                45                45
     KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                                                                                                     30                30                30                30
     KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
                                                                                                                                                                       30                30                30                30                30
    Tradisional Untuk Manusia dan Hewan
     KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                                                                                              45               45                45                45                45
  Perputaran utang - existing                              x              5,23            4,55            5,32               5,06               5,19               5,14             5,14              5,14              5,14              5,14
  Rata-rata umur pembayaran - existing                    hari              69              79              68                 71                 69                 70               70                70                70                70
  Perputaran utang - KBLI baru                             x                                                                                                   4.925,73           377,11            319,83            331,33            332,68
     KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                                                                                                  8,00              8,00              8,00              8,00
     KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
    Tradisional Untuk Manusia dan Hewan                                                                                                                          12,00             12,00             12,00             12,00             12,00
  Rata-rata umur pembayaran - KBLI baru                   hari                                                                                                       0                 1                 1                 1                 1
     KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                                                                                                    45                45                45                45
     KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
    Tradisional Untuk Manusia dan Hewan                                                                                                                              30                30                30                30                30
  Perputaran aset                                          x              1,01            1,07            1,29               1,30               1,27               1,30              1,33              1,33              1,39              1,52

Pertumbuhan
  Pendapatan                                                                           18,65%           18,74%             -7,14%             5,54%             12,04%            14,09%            14,36%            14,97%            16,32%
  Laba Tahun Berjalan                                                                 158,67%           11,40%            -50,84%            29,70%             16,07%            33,62%            31,96%            22,75%            40,21%
  Aset                                                                                 12,76%           -1,99%             -7,64%             7,67%              9,87%            11,83%            14,21%             9,65%             6,54%
  Liabilitas                                                                            7,74%          -10,71%            -14,54%            10,33%             14,06%            15,60%            18,53%             8,95%             0,54%
  Ekuitas                                                                              19,86%            9,09%             -0,46%             5,30%              5,95%             8,03%             9,56%            10,47%            13,44%
Page 84
Apendiks 4
PT Lautan Luas Tbk
Analisa NPV dan IRR - KBLI baru
Per 31 Desember 2024
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
                                                                        Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi
Keterangan                                                               2025               2026                2027                 2028                 2029
                                                        0                  1                  2                   3                    4                    5
                                               0                                1,00                  2,00                3,00                 4,00                 5,00
Investasi awal                                        (50.000.000)               -                     -                   -                    -                    -

Arus kas dari operasi:
Pendapatan                                                      -     16.505.583.333     37.042.558.333       41.969.926.134       44.544.714.246       47.252.580.090
Beban pokok pendapatan                                          -    (12.558.050.000)   (26.356.229.083)     (28.173.184.680)     (29.874.649.019)     (31.688.990.202)
Beban usaha                                                     -        (78.000.000)      (274.430.000)        (293.640.100)        (314.194.907)        (336.188.550)
Pajak penghasilan                                               -     (1.369.896.000)    (2.856.463.720)      (3.045.154.067)      (3.229.415.495)      (3.424.829.281)

 Arus Kas Bersih                                      (50.000.000)    2.499.637.333      7.555.435.530       10.457.947.287       11.126.454.825       11.802.572.056

Faktor Diskonto                       12,02%                1,000              0,893              0,797                   0,711                0,635                0,567

Nilai kini dari Arus Kas Bersih                       (50.000.000)    2.231.398.710      6.020.878.379        7.439.555.263        7.065.737.681        6.690.792.121


 NPV                                               29.398.362.154 s/d 2029
 IRR                                                     4624,48% s/d 2029
Page 85
Skedul 1
PT Lautan Luas Tbk
Asumsi dan Proyeksi Pendapatan - KBLI baru
2025-2029
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                                                                                   Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi
Keterangan                                                                                          2025               2026               2027            2028             2029
                                                                                                      1                  2                  3               4                5

Asumsi
   Volume Penjualan Produk
     KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan
       Carrageenan (Satiagel & Satiagum)                                                  kg                    -         500.000            600.000          612.000          624.240
        % kenaikan volume penjualan per tahun                                                                                                                   2,00%            2,00%
     KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan    kg
       Herbal Extract                                                                                         100                500           1.000            1.040            1.082
          % kenaikan volume penjualan per tahun                                                                                                                 4,00%            4,00%

   Volume Jasa Pergudangan dan Pengiriman Barang
     KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                   kg        70.000.000        140.000.000        144.200.000      148.526.000      152.981.780
          % kenaikan volume jasa per tahun                                                                                                     3,00%            3,00%            3,00%


   Tarif Jasa/ Harga Jual Produk rata-rata
     KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan
         Carrageenan (Satiagel & Satiagum)                                               Rp/kg                  -           1.296              1.335            1.375            1.416
        % kenaikan harga jual rata-rata per tahun                                                                                              3,00%            3,00%            3,00%
     KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan   Rp/kg         320.000            329.600            339.488          349.673          360.163
        % kenaikan harga jual rata-rata per tahun                                                                           3,00%              3,00%            3,00%            3,00%
     KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                  Rp/kg                269             277                285              294              303
          % kenaikan tarif jasa rata-rata per tahun                                                                         3,00%              3,00%            3,00%            3,00%

PROYEKSI
   KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                                              -        648.000.000        800.928.000      841.454.957      884.032.578
   KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan                 32.000.000        164.800.000        339.488.000      363.659.546      389.552.105
   KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                            18.830.000.000     38.789.800.000     41.152.098.820   43.658.261.638   46.317.049.772

         Total Pendapatan                                                                ####    18.862.000.000     39.602.600.000     42.292.514.820   44.863.376.141   47.590.634.455
Page 86
Skedul 2
PT Lautan Luas Tbk
Asumsi dan Proyeksi Beban Pokok Pendapatan - KBLI baru
2025-2029
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                                                                                   Proyeksi         Proyeksi           Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
Keterangan                                                                                          2025             2026               2027              2028              2029
                                                                                                      1                2                  3                 4                 5

Asumsi
   Biaya Pembelian Barang Dagangan/ Jasa Diberikan
     KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan                                       Rp/kg
       Carrageenan (Satiagel & Satiagum)                                                                      -                785                808               833               857
     KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan
       Herbal Extract                                                                    Rp/kg         272.000          280.160            288.565            297.222           306.138
     KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                                  Rp/kg             179              184                190                196               201
       % kenaikan biaya pembelian barang dagangan dan jasa per tahun                                                      3,00%              3,00%              3,00%             3,00%

PROYEKSI
   Pembelian barang dagangan                                                                         27.200.000      532.444.000        773.526.704        818.611.590       866.401.015
   Biaya jasa                                                                                    12.530.000.000   25.811.800.000     27.383.738.620     29.051.408.302    30.820.639.068
       Total Beban Pokok Pendapatan                                                      ####    12.557.200.000   26.344.244.000     28.157.265.324     29.870.019.892    31.687.040.083

Skedul 3
PT Lautan Luas Tbk
Asumsi dan Proyeksi Beban Usaha - KBLI baru
2025-2029
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                                                                                   Proyeksi         Proyeksi           Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
Keterangan                                                                                          2025             2026               2027              2028              2029
                                                                                                      1                2                  3                 4                 5

Asumsi
   % kenaikan beban gaji dan tunjangan                                                                                    7,00%              7,00%              7,00%             7,00%

Proyeksi
   Beban umum dan administrasi
     Gaji dan tunjangan                                                                             78.000.000      274.430.000        293.640.100        314.194.907       336.188.550
           Total                                                                         ####       78.000.000      274.430.000        293.640.100        314.194.907       336.188.550

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.19 MB
Published30 Apr 2025
Pages86
Characters339,346
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 104 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Pranata Hajadi p.21 ×3
linked person Indrawan Masrin p.21 ×3
linked person Jimmy Masrin p.21 ×4
linked person R. Benny Wachjudi p.22 ×2
linked org Samudera Indonesia Tbk. p.37 ×2
linked org Asian Development Bank p.39
linked org Semen Baturaja (Persero) Tbk. p.58 ×2
linked org Unggul Indah Cahaya Tbk. p.58 ×5
possible org LAUTAN LUAS Tbk p.1 ×279
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×4
possible org Negara Republik Indonesia p.19 ×3
possible org PT Caturkarsa Megatunggal p.21
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.23
possible org Temas Tbk p.37 ×2
unresolved org KJPP Ihot Dollar p.2 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved person Raymond Sulistyawati Sendjaja p.4
unresolved person Sulistyawati Sendjaja, MM, MAPPI (Cert.) · Business Valuation Partner p.4
unresolved person Nico Febrianto Gunawan p.5
unresolved person Charlie Marcelina p.5
unresolved person Olyvia Priskilla p.5
unresolved org Purwantono p.8 ×3
unresolved org Coy. Ltd. p.9 ×3
unresolved org Cargill Inc. p.10 ×8
unresolved org Naturalin Bio Resources Co. Ltd. p.10 ×8
unresolved org Kementerian Kelautan dan Perikanan p.14 ×3
unresolved org Kementerian Perindustrian · Direktur p.14 ×2
unresolved org PT SOHO Industri Pharmasi p.16 ×2
unresolved org PT Industri Jamu p.16 ×2
unresolved org Farmasi Sido Muncul Tbk p.16 ×2
unresolved person Raden Mas Soerojo · Notaris p.19
unresolved org Menteri Kehakiman p.19 ×2
unresolved person Lie Sioe Hoa Nio · Notaris p.19
unresolved person Jimmy Tanal p.19
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19
unresolved person Frans Elsius Muliawan p.20 ×3
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.20
unresolved org Bapepam p.20 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.21 ×2
unresolved person Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito p.21 ×2
unresolved person Surjadi · Notaris p.22
unresolved org PT Cipta Mapan Logistik p.22 ×3
unresolved org PT Lautan Natural Krimerindo p.22 ×3
unresolved org PT Liku Telaga p.22
unresolved org PT Lautan Air Indonesia p.22
unresolved org PT Dunia Kimia Jaya p.22
unresolved org PT Mahkota Indonesia p.22
unresolved org PT Indonesian Acids Industry p.22
unresolved org PT Lautan Sweetener Indonesia p.22 ×2
unresolved org PT Strategic Partner Solution p.22
unresolved org PT Lautan Jasaindo p.22
unresolved org PT Lautan Solusiair Nusantara p.22
unresolved org PT Bahana Prestasi p.22
unresolved org PT Taruna Bina Sarana p.22
unresolved org Lautan Luas Vietnam Co., Ltd. p.22
unresolved org PT Integrated Logixtream p.22
unresolved org PT Solusi Niaga Sejahtera p.22
unresolved org PT Cipta Mandiri Logistik p.22
unresolved org PT Cipta Logistik Indonesia p.22
unresolved org PT Lautan Mitra Kreasi p.22
unresolved org PT Bitzen Innofast Technomatrix p.22
unresolved org PT Lautan Solusi Airindo p.23
unresolved org PT Lautan Air Murni p.23
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.23 ×3
unresolved person Tjoa Tjek Nien p.24 ×2
unresolved person Edward Dharmadi p.24
unresolved org Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi p.33
unresolved org Pusat Statistik p.35
unresolved org PT Indonesia Lifa Algae Karaginan International p.36
unresolved org PT Galic Artabahari p.36
unresolved org PT Tri Rahardja p.37
unresolved org PT Herbacore p.37
unresolved org PT Kembang Bulan p.37
unresolved org PT Tangguh Samudera Jaya p.37
unresolved org PT Temas Port p.37 ×2
unresolved org PT Escorindo Stevedoring p.37
unresolved org Bank Indonesia p.39
unresolved org Kementerian Keuangan p.39
unresolved org Departemen Keuangan Industri Kimia Dunia Pertumbuhan p.40
unresolved org Kementerian Perdagangan p.46
unresolved org Departemen Manajamen Risiko Kredit Korporat p.54
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup p.55 ×2
unresolved org Departemen Teknologi Informasi p.55
unresolved org Departemen Sumber Daya Manusia p.56
unresolved org PT Bandung Sakura Textile Mill. Pernah p.57
unresolved org Kementerian Perindustrian dan Perdagangan p.57 ×2
unresolved org Penelitian dan Pengembangan Industri p.57
unresolved org PT Sandang p.57
unresolved org PT Kuniseal Indonesia p.57
unresolved org PT Pupuk Sriwijaya p.57
unresolved org Perlindungan Konsumen Nasional p.57
unresolved org Chandra Asri Petrochemical Tbk p.57 ×2
unresolved org Kementerian Bidang Teknologi p.57
unresolved org Pengembangan Ekspor Nasional p.57
unresolved org Menteri Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan p.57
unresolved org Kementerian Koordinator p.57
unresolved org PT Pupuk Kaltim Studi Kelayakan p.57
unresolved org Kementerian Perindustrian Republik Indonesia p.58
unresolved org PT Pupuk Iskandar Muda (Persero) p.58
unresolved org PT PDSU. Tahun p.58
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.58
unresolved org Menteri Bidang Gakkum p.58

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result