Skip to content
Back to announcement

20260702_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_32107618_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 105

Page 1

          
Page 2
                  Kantor Jasa Penilai Publik
                                                                                                                 The Manhattan Square
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                 Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                  Property, Business Valuation & Advisory                                            Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                  Licence No. 2.22.0176                                                              E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                  KMK 460/KM.1/2022                                                                     Website: www.fdipartners.co.id
                  Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia                                                            Phone (62 21) 27875911



                                                                                                Jakarta, 11 Juni 2026

Kepada Yth.:
PT United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi Km 22,
Cakung, Jakarta Timur 13910

No. Laporan     : 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Hal             : Laporan Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TBK

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.022/FDI/PB-FO/II/2026 tanggal 25 Februari 2026,
Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan
pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi antara Perseroan dan PT Surya Artha Nusantara Finance
(selanjutnya disebut “SANF”) berupa Rencana Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam
perjanjian pinjaman (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (“POJK 42/2020”).

Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi Perseroan
dan SANF berupa Rencana Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman, yang
diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuan Pendapat
Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020.

Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.

Berdasarkan hasil analisis, Rencana Transaksi tersebut mengandung transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai transaksi di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan per 31
Desember 2025 hal tersebut tercermin dari nilai materialitas transaksi sebesar 1,75%, serta Rencana
Transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan sesuai dengan surat pernyataan
No.LUT/097/9960/VI/2026 tanggal 04 Juni 2026 perihal informasi tidak adanya benturan kepentingan
atas Rencana Transaksi.

Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
(POJK 35/2020), Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020
(SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




                                 Kantor
                                  KantorPusat
                                         Pusat(Properti
                                               (Propertidan
                                                         danBisnis);
                                                             Bisnis);Kantor
                                                                      KantorCabang
                                                                            CabangSemarang
                                                                                   Semarang(Properti)
                                                                                            (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis Rencana
Transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas
Rencana Transaksi, dan (5) Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi.

Kesimpulan Hasil Pendapat Kewajaran

Analisis Rencana Transaksi

Berdasarkan analisis atas objek rencana transaksi, perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian
pinjaman antara Perseroan dan SANF dengan nilai fasilitas sebesar Rp1.800.000.000.000 (satu triliun
delapan ratus miliar Rupiah) dilakukan dalam rangka mendukung kegiatan pembiayaan pelanggan
guna meningkatkan penjualan alat berat Perseroan. Dari sisi keuangan, rencana transaksi berdampak
pada penurunan kas dan setara kas Perseroan serta peningkatan piutang non-usaha pihak berelasi,
namun tidak memberikan perubahan material terhadap kinerja laba rugi Perseroan. Dengan
mempertimbangkan tujuan bisnis, dukungan terhadap aktivitas operasional, serta dampak keuangan
yang masih dapat dikelola dengan baik, rencana transaksi dinilai sejalan dengan kepentingan bisnis
dan strategi usaha Perseroan.

Kemudian berdasarkan analisis atas laporan keuangan proforma sebelum dan setelah pelaksanaan
rencana transaksi, rencana pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada SANF secara umum tidak
memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Hal tersebut tercermin dari
perubahan rasio likuiditas yang relatif kecil serta tidak adanya perubahan pada rasio solvabilitas
Perseroan setelah rencana transaksi dilaksanakan. Dengan demikian, penggunaan dana internal
Perseroan untuk pemberian pinjaman kepada SANF pada saat ini masih dinilai dapat dikelola dengan
baik dan tidak mengganggu kemampuan keuangan maupun keberlangsungan operasional Perseroan.

Selanjutnya berdasarkan hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan
kepemilikan, Perseroan dan SANF memiliki hubungan afiliasi baik melalui maupun hubungan
kepemilikan dalam Grup PT Astra International Tbk. Dengan demikian, rencana transaksi perubahan
syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SANF memenuhi kriteria sebagai
transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020.

Selanjutnya hasil analisis atas Perjanjian Pinjaman beserta seluruh amandemennya antara Perseroan
dan SANF, diketahui bahwa perubahan syarat dan ketentuan dalam rencana transaksi merupakan
kelanjutan dari hubungan pembiayaan yang telah berlangsung sejak tahun 2016 dan dilakukan secara
bertahap sesuai kebutuhan bisnis para pihak. Perubahan yang dilakukan dalam Amandemen XI
terutama terkait perpanjangan periode ketersediaan fasilitas pinjaman sampai dengan 30 Juni 2027,
tanpa adanya perubahan material lainnya terhadap struktur fasilitas pinjaman. Dengan
mempertimbangkan riwayat pelaksanaan perjanjian, hubungan afiliasi para pihak, serta kesesuaian
perubahan ketentuan dengan kebutuhan operasional dan bisnis Perseroan, maka syarat dan ketentuan
dalam rencana transaksi pada saat ini dinilai masih wajar dan dapat dilaksanakan.

Selanjutnya analisis rasio likuiditas sebelum dan setelah pelaksanaan rencana transaksi, pemberian
pinjaman oleh Perseroan kepada SANF memberikan dampak penurunan yang relatif kecil terhadap
current ratio, quick ratio, dan cash ratio Perseroan. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
penggunaan kas dan setara kas internal Perseroan sebagai sumber dana pinjaman yang kemudian
dicatat sebagai piutang non-usaha pihak berelasi. Meskipun demikian, perubahan rasio likuiditas yang
terjadi masih berada dalam tingkat yang tidak signifikan sehingga likuiditas Perseroan pada saat ini
dinilai tetap memadai untuk mendukung kegiatan operasional dan kewajiban keuangan Perseroan.




Halaman 2                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 4
Selanjutnya dalam analisis manfaat dan risiko, rencana transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam
perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SANF diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
Perseroan berupa potensi pendapatan bunga serta dukungan terhadap peningkatan penjualan alat
berat melalui penguatan fasilitas pembiayaan kepada pelanggan. Di sisi lain, rencana transaksi juga
memiliki risiko berupa tidak tercapainya target penjualan alat berat dan risiko gagal bayar dari
konsumen SANF. Namun demikian, dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi dalam grup usaha,
pengalaman SANF dalam kegiatan pembiayaan, serta pengelolaan risiko yang dilakukan oleh
manajemen, risiko-risiko tersebut pada saat ini dinilai masih dapat dikelola dalam tingkat yang wajar
dibandingkan manfaat yang diperoleh Perseroan dari rencana transaksi.

Analisis Kualitatif

Berdasarkan hasil analisis kualitatif atas rencana transaksi antara Perseroan dan SANF, rencana
transaksi dinilai memiliki latar belakang bisnis yang jelas dan sejalan dengan strategi Perseroan dalam
mendukung kegiatan penjualan alat berat melalui dukungan pembiayaan kepada pelanggan. Dari sisi
industri dan prospek usaha, Perseroan masih memiliki fundamental usaha yang baik didukung oleh
diversifikasi bisnis, prospek sektor pertambangan dan alat berat, serta sinergi usaha dalam grup. Selain
itu, rencana transaksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap leverage dan likuiditas Perseroan,
sementara SANF juga menunjukkan kinerja keuangan dan tingkat kesehatan perusahaan yang memadai
dalam memenuhi kewajiban pembayarannya. Meskipun terdapat risiko terkait perlambatan industri alat
berat dan potensi gagal bayar konsumen pembiayaan, risiko tersebut pada saat ini dinilai masih dapat
dikelola secara wajar dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi, pengawasan manajemen, serta
kondisi keuangan Perseroan dan SANF yang relatif baik.

Analisis Kuantitatif

Berdasarkan hasil analisis kuantitatif atas rencana transaksi antara Perseroan dan SANF, secara umum
kondisi keuangan Perseroan dan SANF menunjukkan fundamental yang baik serta kemampuan yang
memadai dalam mendukung pelaksanaan rencana transaksi. Perseroan memiliki tingkat profitabilitas,
likuiditas, dan solvabilitas yang relatif sehat, sementara dampak rencana transaksi terhadap rasio
keuangan Perseroan juga tidak signifikan. Di sisi lain, SANF menunjukkan tren kinerja keuangan yang
positif selama periode analisis serta tingkat kesehatan perusahaan yang masih memenuhi ketentuan
regulator perusahaan pembiayaan. Dengan demikian, berdasarkan analisis kinerja historis, rasio
keuangan, proforma laporan keuangan, serta kemampuan pembayaran kewajiban, rencana transaksi
pada saat ini dinilai masih layak untuk dilaksanakan dari aspek kuantitatif.

Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi

Berdasarkan hasil analisis kelayakan penggunaan dana, rencana transaksi pemberian pinjaman oleh
Perseroan kepada SANF dinilai layak untuk dilaksanakan. Penggunaan dana pinjaman untuk
mendukung pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan diharapkan dapat memberikan
manfaat finansial berupa pendapatan bunga sekaligus mendukung peningkatan penjualan alat berat
dan penguatan sinergi usaha dalam grup. Selain itu, kemampuan SANF dalam memenuhi kewajiban
pelunasan pinjaman dinilai memadai dengan mempertimbangkan potensi arus kas dari kegiatan
pembiayaan, pengalaman SANF dalam menjalankan usaha pembiayaan, serta hubungan afiliasi dalam
grup usaha. Berdasarkan penelaahan atas dokumen dan informasi yang diperoleh, tidak terdapat faktor
lain yang secara material dapat mempengaruhi pelaksanaan maupun kewajaran rencana transaksi.




Halaman 3                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 5

          
Page 6
                                                             DAFTAR ISI



SURAT PENGANTAR ................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI .............................................................................................................................5
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................7
DAFTAR GRAFIK......................................................................................................................9
BAB I    ............................................................................................................................. 10
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 10
  1.1    Uraian Mengenai Penugasan ....................................................................................... 10
  1.2    Identitas Status Penilai ................................................................................................. 10
  1.3    Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................... 10
  1.4    Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................ 10
  1.5    Objek Pendapat Kewajaran ......................................................................................... 11
  1.6    Jenis Mata Uang Yang Digunakan ............................................................................... 11
  1.7    Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ..................................................................... 11
  1.8    Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat
         Kewajaran .................................................................................................................. 11
  1.9    Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................................ 11
  1.10 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 12
  1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 15
  1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 15
  1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 15
  1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 16
  1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 16
  1.16 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 16
  1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 16
BAB II   ............................................................................................................................. 18
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................................... 18
  2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 18
  2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ................................................................ 18
  2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi .................................................................. 18
  2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi .............................................. 21
  2.2. Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................... 21
  2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ...................................... 21
  2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 22
  2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi.............................................................. 29
  2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 32
  2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi ................................................................. 33
BAB III  ............................................................................................................................. 34
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ........................................ 34
  3.1    Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 34
  3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan ........................................................................................... 34
  3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 36
  3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 46
  3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................. 49
  3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 50
  3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 50
  3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 52
  3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 54
  3.2    Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................... 55
  3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 55
  3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Penjualan ................................................................................. 71
  3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 72
  3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 76
  3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 79
  3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 81
  3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 81

Halaman 5                                                                     00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 7
  3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ............................................................................. 82
  3.2.9 Analisis Sensitivitas ...................................................................................................... 84
  3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana .......................................................................... 84
  3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 84
  3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 85
  3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 85
BAB IV ............................................................................................................................. 86
KESIMPULAN ........................................................................................................................ 86
  4.1   Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 86
  4.2   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi .................................................................... 86
  4.3   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ....................................... 86
  4.4   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak .................................... 87
  4.5   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 87
  4.6   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi ..................................................... 88
  4.7   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi...................................................................... 88
  4.8   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................................... 88
  4.9   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi ......................... 88
  4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi ..................................................................... 89
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ........................................................................... 90
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................................... 91
LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................................................ 93




Halaman 6                                                                    00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 8
                                                          DAFTAR TABEL



Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................ 11
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan ....................................................................... 12
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan SANF .............................................................................. 14
Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai ........................................................... 15
Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 18
Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 20
Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas ..................... 22
Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas .................. 22
Tabel 9. Struktur Pemegang Saham Perseroan .............................................................................. 23
Tabel 10. Struktur Pemegang Saham SANF ................................................................................... 26
Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ....................................... 26
Tabel 12. Materialitas Rencana Nilai Transaksi .............................................................................. 29
Tabel 13. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi .................................................. 32
Tabel 14. Struktur Pemegang Saham Perseroan ............................................................................ 35
Tabel 15. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................... 39
Tabel 16. Perkembangan Kinerja Sektor Pembiayaan di Indonesia Tahun 2022-2025...................... 45
Tabel 17. Mesin Konstruksi .......................................................................................................... 47
Tabel 18. Kontraktor Penambangan ............................................................................................. 47
Tabel 19. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi ................................................................. 48
Tabel 20. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya ................................................................................. 48
Tabel 21. Leverage Perseroan – Historis ........................................................................................ 50
Tabel 22. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ........................................ 51
Tabel 23. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ........................................................................... 51
Tabel 24. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding ................................................................ 51
Tabel 25. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding ................................................................ 52
Tabel 26. Rasio Likuiditas Perseroan ............................................................................................. 53
Tabel 27. Rasio Profotabilitas SANF .............................................................................................. 53
Tabel 28. Rasio Keuangan Dan Kesehatan SANF ........................................................................... 53
Tabel 29. Analisis Cash Management ........................................................................................... 54
Tabel 30. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025....... 55
Tabel 31. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .............. 60
Tabel 32. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................ 61
Tabel 33. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 65
Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 66
Tabel 35. Laporan Posisi Keuangan SANF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ........... 67
Tabel 36. Laporan Laba Rugi SANF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .................... 69
Tabel 37. Laporan Arus Kas SANF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ...................... 70
Tabel 38. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 71
Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 71
Tabel 40. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi ................................................................ 72
Tabel 41. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi (lanjutan) ................................................. 72
Tabel 42. Margin Laba Bersih Perseroan ....................................................................................... 72
Tabel 43. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 73
Tabel 44. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 75
Tabel 45. Rasio Keuangan Dan Kesehatan Perusahaan .................................................................. 76
Tabel 46. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ................................ 76
Tabel 47. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ................................ 79
Tabel 48. Kinerja Keuangan SANF ............................................................................................... 80
Tabel 49. Rasio Keuangan Dan Kesehatan Perusahaan .................................................................. 80
Tabel 50. Analisis Cash Management ........................................................................................... 81
Tabel 51. Analisis Cash Ratio ....................................................................................................... 81
Tabel 52. Yield Pinjaman Perseroan - SANF .................................................................................. 81
Tabel 53. Yield Surat Utang Pasar rating AA.................................................................................. 82
Tabel 54. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Modal Kerja Perbankan ................................. 82
Tabel 55. Incremental Analysis (Nilai Tambah) .............................................................................. 83

Halaman 7                                                                    00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 9
Tabel 56. Weighted Average Cost of Capital (WACC) ..................................................................... 83
Tabel 57. Analisis Sensitivitas ....................................................................................................... 84




Halaman 8                                                                     00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 10
                                                  DAFTAR GRAFIK



Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan ...................................... 28
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)......................................... 36
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025 ........... 37
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ................................................................. 37
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ....................................................... 38
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025 ............................................................. 38
Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ...................................................... 39
Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ................................................... 40
Grafik 9. Produksi Mineral dan Batu bara tahun 2023 – 2024....................................................... 40
Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024 ................................................. 41
Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia ................................................. 41
Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batu bara Acuan Indonesia ..................................... 42
Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025 ..................................................... 42
Grafik 14. Nilai Ekspor Batu bara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025 ...................................... 43
Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan .......................................................... 43
Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batu bara Global .................. 44
Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batu bara Tahun 2020 - 2024 ............................ 45




Halaman 9                                                           00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 11
                                               BAB I
                                           PENDAHULUAN



1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.022/FDI/PB-FO/II/2026 tanggal 25 Februari
      2026, Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
      “Kami”) mendapat penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk
      memberikan pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi antara Perseroan dan PT Surya Artha
      Nusantara Finance (selanjutnya disebut “SANF”) berupa Rencana Transaksi perubahan syarat dan
      ketentuan dalam perjanjian pinjaman (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi
      ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
      dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

1.2   Identitas Status Penilai


      Penilaian ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R), selaku Penilai
      Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang objektif dan tidak memihak, sesuai
      KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud. KJPP
      Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang
      Izin Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
      mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:

      •    Rekan, Danar Wihandoyo, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
           dengan Izin No. B-1.09.00213 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Beliau adalah
           anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      •    Penugasan pendapat kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material
           atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
           pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
      •    Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
           tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
           pendapat kewajaran ini.

1.3   Identitas Pemberi Tugas

      Nama Pemberi Tugas                 : PT United Tractors Tbk
      Alamat                             : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
      Bidang Usaha                       : Distribusi alat berat
      No. Telepon/Fax                    : +62 21 2457 9999
      Alamat Email                       : Yudistira@unitedtractors.com
      Penanggung Jawab                   : Bapak Yudistira
      Jabatan                            : Corporate Finance & Accounting Division Head

1.4   Identitas Pengguna Laporan

      Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.




Halaman 10                                                00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 12
1.5   Objek Pendapat Kewajaran

      Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah rencana pendapat kewajaran atas transaksi
      afiliasi antara Perseroan dan SANF berupa Rencana Transaksi perubahan syarat dan ketentuan
      dalam perjanjian pinjaman.

1.6   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Rencana Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Rupiah

1.7   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

      Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi
      antara Perseroan dan SANF berupa Rencana Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam
      perjanjian pinjaman, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan (OJK).

      Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi POJK 42/2020.

      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.8   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran

      Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil
      atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
      adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
      laporan pendapat kewajaran.

      Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
      kewajaran ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
      dalam laporan pendapat kewajaran.

1.9   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK Nomor
      35/POJK.04/2020 dan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020. Dengan demikian, ruang lingkup
      Pendapat Kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, yang meliputi:

      Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
                 Aspek                                        Ketentuan Utama
                                    - Besaran dana dari objek Rencana Transaksi
       Analisis Objek Rencana
                                    - Dampak keuangan Rencana Transaksi
       Transaksi
                                    - Pertimbangan bisnis manajemen atas Rencana Transaksi
       Analisis Rencana Transaksi   - Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan



Halaman 11                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 13
                  Aspek                                              Ketentuan Utama
                                     - Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
                                     - Analisis perjanjian & syarat Rencana Transaksi
                                     - Analisis likuiditas Rencana Transaksi
                                     - Analisis manfaat & risiko Rencana Transaksi
                                     - Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
                                     - Analisis industri & bisnis
                                     - Analisis operasional & prospek perusahaan
                                     - Alasan dan latar belakang Rencana Transaksi
      Analisis Kualitatif
                                     - Keuntungan & kerugian kualitatif
                                     - Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
                                     - Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
                                     - Dampak jika proyek dibiayai gagal
                                     - Kinerja historis & proyeksi keuangan
                                     - Analisis rasio keuangan
                                     - Proforma Laporan Keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi
                                     - Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
      Analisis Kuantitatif
                                     - Analisis cash management dan financial covenant
                                     - Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
                                     - Incremental analysis (nilai tambah)
                                     - Sensitivity analysis (jika perlu)
                                     - Analisis kelayakan investasi;
      Analisis Kelayakan
                                     - Analisis kelayakan pelunasan utang
      Penggunaan Dana
                                     - Analisis atas faktor lain yang relevan
      Kesimpulan                     - Opini Kewajaran Rencana Transaksi
     Sumber: SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 Bab IV


1.10 Sumber Data dan Informasi

     Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Perseroan
     adalah sebagai berikut:

     a. Perseroan

        Laporan Keuangan

        Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan
                                                                                               Tanggal
          No      Periode    Ket          KAP & AP                    Nomor Laporan                        Opini
                                                                                               Laporan
                                         KAP: Rintis,
                   31                 Jumadi, Rianto &                                           26
                                                             00190/2.1457/AU.1/05/0241-
           1    Desember     Audit          Rekan                                              Februari    Wajar
                                                                     3/1/II/2026
                  2025                 AP: Yanto, S.E.,                                         2026
                                      AK., M.Ak., CPA
                                         KAP: Rintis,
                   31                 Jumadi, Rianto &                                           26
                                                             00180/2.1457/AU.1/05/0241-
           2    Desember     Audit          Rekan                                              Februari    Wajar
                                                                     2/1/II/2025
                  2024                 AP: Yanto, S.E.,                                         2025
                                      AK., M.Ak., CPA




Halaman 12                                                          00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 14
                                   KAP: Tanudiredja,
                 31                Wibisana, Rintis &                                  23
                                                        00190/2.1025/AU.1/05/0241-
          3   Desember     Audit         Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  2/1/II/2024
                2023                AP: Yanto, S.E.,                                  2024
                                      M.Ak., CPA
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  23
                                                        00177/2.1025/AU.1/05/0239-
          4    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  3/1/II/2023
                 2022              AP: Lok Budianto,                                  2023
                                     S.E., Ak., CPA
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  21
                                                        00121/2.1025/AU.1/05/0239-
          5    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  2/1/II/2022
                 2021              AP: Lok Budianto,                                  2022
                                     S.E., Ak., CPA
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  19
                                                        00157/2.1025/AU.1/05/0239-
          6    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  1/1/II/2021
                 2020              AP: Lok Budianto,                                  2021
                                     S.E., Ak., CPA
        Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


        Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan

        1.   Proyeksi Penjualan Perseroan Periode 30 April 2026 – 31 Maret 2027 dalam format MS.
             Excel, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
        2.   Proforma Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 (sebelum dan setelah) adanya
             transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.

        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - Perseroan

        1.   Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan
             oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
             tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
             Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
        2.   Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
             notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, yang telah
             mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
             dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
        3.   Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
             M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
             yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari
             Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.
             AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

        Legalitas Perusahaan - Perseroan

        1.   Surat Izin Lokasi, tanggal 07 September 2018.
        2.   Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.
        3.   Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. 09.04.1.46.00794, tanggal 31 Mei
             2011.
        4.   Nomor Induk Berusaha No. 8120009960872, tanggal 07 September 2018.



Halaman 13                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 15
        Informasi Lainnya - Perseroan

        1.    Draf Perjanjian Pinjaman Amandemen ke-11.
        2.    Surat Pernyataan No.LUT/097/9960/VI/2026 tanggal 04 Juni 2026 perihal informasi
              tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
        3.    Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 04 Juni 2026.
        4.    Daftar Permintaan Data (Information Request List).
        5.    Daftar Pertanyaan (List of Question).

     b. SANF

        Laporan Keuangan - SANF

        Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan SANF
                                                                                     Tanggal
         No     Periode    Ket          KAP & AP            Nomor Laporan                       Opini
                                                                                     Laporan
                                      KAP: Rintis,
                  31                                                                   20
                                   Jumadi, Rianto & 00139/2.1457/AU.1/09/1849-
          1    Desember    Audit                                                     Februari   Wajar
                                         Rekan                    2/1/II/2026
                 2025                                                                 2026
                                    AP: Ketty., CPA
                                      KAP: Rintis,
                  31                                                                   11
                                   Jumadi, Rianto & 00044/2.1457/AU.1/09/1849-
          2    Desember Audit                                                        Februari   Wajar
                                         Rekan                    1/1/II/2025
                 2024                                                                 2025
                                    AP: Ketty., CPA
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  19
                                                        00075/2.1025/AU.1/09/1123-
          3    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  3/1/II/2024
                 2023              AP: Tjhin Silawati,                                2024
                                           S.E
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  17
                                                        00094/2.1025/AU.1/09/1123-
          4    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  2/1/II/2023
                 2022              AP: Tjhin Silawati,                                2023
                                           S.E
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  18
                                                        00106/2.1025/AU.1/09/1123-
          5    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  1/1/II/2022
                 2021              AP: Tjhin Silawati,                                2022
                                           S.E
        Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - SANF

        1.    Akta Notaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No.58, tanggal 25 Agustus 1983.
              Akta pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada
              tanggal 19 Januari 1984 melalui Surat Keputusan No. C2-423 HT01.01-Th84, dan
              didaftarkan dalam Buku Register di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No.697/1984
              tanggal 6 Maret 1984, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.38
              tanggal 15 Mei 1984, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 484.
        2.    Akta Notaris Wiwik Condro, S.H., No.53 tanggal 14 September 2022 mengenai
              penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan terhadap Pasal 2 ayat 2
              Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan


Halaman 14                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 16
              Usaha Perusahaan Pembiayaan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
              Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. AHU-
              0066835.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 16 September 2022, dan didaftarkan dalam
              Daftar Perseroan No.AHU-0184479.AH.01.11 Tahun 2022 tanggal 16 September 2022.
         3.   Akta No.32 tanggal 21 November 2024 yang dibuat dihadapan Wiwik Condro, S.H.
              notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, yang telah
              mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
              dengan suratnya tanggal 21 November 2024 No.AHU-AH.01.09-0278071 Tahun 2024.

         Legalitas Perusahaan - SANF

         1.   Surat Izin Usaha No.1660/KMK.013/1990, tanggal 31 Desember 1990;
         2.   Surat Keterangan Terdaftar No.S-42KT/WPJ.06/KP.1203/2016, tanggal 28 April 2016;
         3.   Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.374.654.0-073.000;
         4.   Nomor Induk Berusaha No.1282000530244, tanggal 04 Mei 2021.

1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi

      Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.014/FDI/ST-PB/UT/SANF/III/2026 tanggal 30 Maret
      2026 serta berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi,
      verifikasi dan wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan
      MoM (Minutes of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.

      Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak Yang Telah Diwawancarai

      Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai
                   Nama                                Jabatan                          Perusahaan
       Rendih                                      Corporate Treasury              PT United Tractors Tbk
       Raci Annisa                                 Corporate Treasury              PT United Tractors Tbk
      Sumber: Surat Tugas Inspeksi, Berita Acara Inspeksi dan Minutes of Meeting


1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus

      Asumsi:
      • Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
         karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
         dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
      • Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
         dalam penilaian.

1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar

      Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
      Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) serta Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
      Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




Halaman 15                                                       00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 17
1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran

      Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
      melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–
      hal sebagai berikut:

      a. Analisis Rencana Transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan,
         identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat Rencana
         Transaksi, analisis likuiditas Rencana Transaksi, serta analisis manfaat & risiko Rencana
         Transaksi.
      b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
         industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
         Rencana Transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan
         (dibanding industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh
         tempo, serta dampak jika proyek dibiayai gagal.
      c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
         analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi,
         analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
         covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank), incremental
         analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
      d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi berupa Analisis kelayakan
         investasi, Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
      e. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi berupa Opini Kewajaran Rencana Transaksi.

1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

      Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak
      menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli dari luar.

1.16 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan
      SANF ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan Perseroan dan SANF. KJPP
      FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
      ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
      merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
      kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31 Desember 2025
      hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal
      penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event) yang tidak mempengaruhi hasil
      penilaian yaitu:

      1. Berdasarkan Akta No. 117 tertanggal 20 Mei 2026 yang telah diberitahukan kepada Menteri
         Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
         Perseroan No. AHU-AH.01.09-0309460 tanggal 5 Juni 2026, Perseroan telah melakukan
         perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, sehingga susunan Dewan Komisaris dan
         Direksi Perseroan sebagai berikut:

Halaman 16                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 18
        Dewan Komisaris:

        Presiden Komisaris   : Frans Kesuma
        Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
        Komisaris Independen : Ignasius Jonan
        Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
        Komisaris            : Rudy
        Komisaris            : Gita Tiffani Boer
        Komisaris            : Djoko Pranoto Santoso
        Komisaris            : Lincoln Lin Feng Pan

        Direksi:

        Presiden Direktur        : Iwan Hadiantoro
        Direktur                 : Idot Supriadi
        Direktur                 : Ari Sutrisno
        Direktur                 : Widjaja Kartika
        Direktur                 : Vilihati Surya
        Direktur                 : Hendra Hutahean
        Direktur                 : Andreas

     2. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek Perseroan sebagaimana telah
        disampaikan Perseroan kepada masyarakat per tanggal 31 Mei 2026, struktur kepemilikan
        saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                 Jumlah Lembar       Jumlah Nominal
                    Pemegang saham                                                      (%)
                                                     Saham              (Rp. Juta)
         PT Astra International Tbk               2.219.317.358               554.829    59,50%
         Masyarakat (< 5%)                           1.295.480.378           323.870     34,73%
         Saham treasuri                               215.337.400             53.834      5,77%
         Jumlah                                      3.730.135.136           932.533    100,00%

     3. SANF telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris sebagaimana
        tercantum dalam Akta No.51 tanggal 26 Maret 2026 yang dibuat di hadapan Wiwik Condro,
        S.H., Notaris di Jakarta, dan telah memperoleh pemberitahuan penerimaan perubahan data
        dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat tertanggal
        02 April 2026, No AHU.AH.0109-0192474, sehingga susunan Direksi dan Dewan Komisaris
        menjadi sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris              : Hamdani Dzulkarnaen Salim
        Komisaris                       : Arietta Adrianti
        Komisaris                       : Takayuki Akiyama
        Komisaris Independen            : Buntoro Muljono
        Komisaris Independen            : Handoko Pranoto

        Direksi
        Presiden Direktur               : Wempy Kunto Wiambodo
        Direktur                        : Handri Susanto
        Direktur Operasi                : Maria Inawati
        Direktur Manajemen Risiko       : Kiyoshi Kuribara


Halaman 17                                                00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 19
                                                    BAB II
                                      ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI



2.1.   Analisis Objek Rencana Transaksi

2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta dokumen pendukung
       yang diberikan, diketahui bahwa besaran dana dalam objek Rencana Transaksi berupa
       perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SANF adalah
       sebesar Rp1.800.000.000.000 (satu triliun delapan ratus miliar Rupiah).

       Nilai tersebut merupakan total fasilitas pinjaman yang menjadi objek dalam Rencana Transaksi
       sebagaimana dijelaskan oleh Manajemen Perseroan.

2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

       Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan keuangan pada pos-
       pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
       disajikan pada tabel berikut:

       Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                                             (dalam juta Rupiah)
                         Keterangan                 Audited          Penyesuaian       Proforma
        Aset
        Aset Lancar
        Kas dan Setara Kas                           26.570.772         (1.195.795)     25.374.977
        Piutang Usaha
        Pihak Ketiga                                 18.559.795                         18.559.795
        Pihak Berelasi                                1.357.868                          1.357.868
        Piutang Non Usaha
        Pihak Ketiga                                    492.811                            492.811
        Pihak Berelasi                                1.203.084                          1.203.084
        Persediaan                                   16.729.809                         16.729.809
        Proyek dalam Pelaksanaan                         28.698                             28.698
        Pihak Ketiga
        Pihak Berelasi
        Pajak Dibayar Dimuka
        Pajak Penghasilan Badan                       1.653.543                          1.653.543
        Pajak Lain-lain                               3.643.857                          3.643.857
        Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka            1.543.309                          1.543.309
        Aset Lancar Lain-lain                           357.480                            357.480
        Total Aset Lancar                            72.141.026         (1.195.795)     70.945.231


        Aset Tidak Lancar
        Kas dan deposito berjangka yang
                                                        787.806                            787.806
        dibatasi penggunaannya
        Piutang usaha
        Pihak Ketiga                                    453.411                            453.411


Halaman 18                                                    00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 20
                       Keterangan             Audited          Penyesuaian       Proforma
      Pihak Berelasi                               18.957                             18.957
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                 88.336                             88.336
      Pihak Berelasi                            3.103.936          1.195.795       4.299.731
      Persediaan                                  105.530                            105.530
      Pajak dibayar dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                   1.446.559                          1.446.559
      Pajak Lain-lain                           1.650.429                          1.650.429
      Uang muka dan biaya dibayar dimuka          793.619                            793.619
      Investasi pada entitas asosiasi
      Investments in associates dan ventura    17.223.562                         17.223.562
      bersama
      Investasi jangka panjang                  3.175.766                          3.175.766
      Aset tetap                               45.296.550                         45.296.550
      Properti pertambangan                    14.809.384                         14.809.384
      Properti investasi                          244.469                            244.469
      Beban eksplorasi dan pengembangan
                                                2.768.518                          2.768.518
      tangguhan
      Aset tambang berproduksi                  3.958.340                          3.958.340
      Beban tangguhan                           1.169.123                          1.169.123
      Aset pajak tangguhan                      4.891.419                          4.891.419
      Goodwill                                  3.510.559                          3.510.559
      Total Aset Tidak Lancar                 105.496.273          1.195.795     106.692.068
      Total Aset                              177.637.299                    0   177.637.299


      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
      Pihak Ketiga                             29.095.249                         29.095.249
      Pihak Berelasi                              213.679                            213.679
      Utang non-usaha
      Pihak Ketiga                              1.132.969                          1.132.969
      Pihak Berelasi                               87.548                             87.548
      Utang pajak
      Pajak Penghasilan Badan                     825.803                            825.803
      Pajak Lain-lain                             584.846                            584.846
      Akrual                                    6.692.531                          6.692.531
      Uang muka pelanggan
      Pihak Ketiga                                857.034                            857.034
      Pihak Berelasi                               44.175                             44.175
      Pendapatan tangguhan                      1.021.152                          1.021.152
      Liabilitas imbalan kerja                  1.053.575                          1.053.575
      Pinjaman bank jangka pendek                 560.000                            560.000
      Bagian jangka pendek dari utang
      jangka panjang
      Pinjaman Bank                             9.682.666                          9.682.666
      Liabilitas Sewa                             801.430                            801.430
      Pinjaman Lain-lain                          560.318                            560.318



Halaman 19                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 21
                      Keterangan                  Audited           Penyesuaian           Proforma
      Pinjaman bank jangka pendek dari
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
      Lain-lain
      Total Liabilitas Jangka Pendek               53.212.975                     0         53.212.975


      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas pajak tangguhan                     3.768.016                               3.768.016
      Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
                                                     1.154.627                               1.154.627
      penutupan tambang
      Liabilitas imbalan kerja                       5.497.626                               5.497.626
      Utang jangka panjang, setelah
      dikurangi bagian jangka pendek
      Pinjaman Bank                                  6.054.620                               6.054.620
      Liabilitas Sewa                                  976.309                                 976.309
      Pinjaman Lain-lain                               281.698                                 281.698
      Liabilitas keuangan jangka panjang
                                                     3.555.105                               3.555.105
      lain-lain
      Total Liabilitas Jangka Panjang              21.288.001                     0         21.288.001
      Total Liabilitas                             74.500.976                     0         74.500.976


      Ekuitas
      Ekuitas yang diatribusikan kepada
      entitas induk
      Modal Disetor                                    932.534                                 932.534
      Tambahan Modal Disetor                         9.703.937                               9.703.937
      Saham Tresuri                                (4.902.237)                              (4.902.237)
      Saldo Laba
      Dicadangkan                                      186.507                                 186.507
      Belum Dicadangkan                            85.547.627                               85.547.627
      Selisih kurs dari penjabaran Laporan
                                                     9.227.066                               9.227.066
      keuangan
      Cadangan lindung nilai                       (2.065.280)                              (2.065.280)
      Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                        19.386                                  19.386
      tetap
      Transaksi dengan Kepentingan
                                                     (875.920)                               (875.920)
      Nonpengendali
      Total Ekuitas yang diatribusikan
                                                   97.773.620                     0         97.773.620
      kepada entitas induk
      Kepentingan Nonpengandali                      5.362.703                               5.362.703


      Total Ekuitas                               103.136.323                     0       103.136.323
      Total Liabilitas dan Ekuitas                177.637.299                     0         177.637.299
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


     Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                      Keterangan                  Audited           Penyesuaian           Proforma
      Pendapatan bersih                           131.300.810                             131.300.810
      Beban pokok pendapatan                     (101.597.306)                           (101.597.306)
      Laba bruto                                   29.703.504                     0         29.703.504
      Beban penjualan                              (1.597.792)                              (1.597.792)
      Beban umum dan administrasi                  (6.040.414)                              (6.040.414)



Halaman 20                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 22
                      Keterangan                    Audited           Penyesuaian           Proforma
        Beban lain-lain, bersih                        (256.226)                               (256.226)
        Penghasilan keuangan                           1.244.489                               1.244.489
        Biaya keuangan                               (2.625.818)                              (2.625.818)
        Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
                                                       (245.576)                               (245.576)
        dan ventura bersama
        Laba sebelum pajak penghasilan               20.182.167                     0         20.182.167
        Beban pajak penghasilan                      (5.005.403)                              (5.005.403)
        Laba tahun berjalan                          15.176.764                     0          15.176.764
       Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


       Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
       • Terdapat penyesuaian penurunan pada pos kas dan setara kas sebesar Rp1.195 miliar akibat
         rencana pemberian pinjaman kepada SANF yang bersumber dari dana internal Perseroan.
       • Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi sebesar Rp1.195
         miliar akibat rencana pemberian pinjaman kepada SANF dimana rencana pinjaman yang
         diberikan merupakan pinjaman non usaha dan SANF yang merupakan perusahaan yang
         terafiliasi dengan Perseroan.
       • Pada proforma laba rugi, tidak ada penyesuaian yang merubah pos-pos keuangan sebelum
         dan setelah rencana transaksi pemberian pinjaman.

       Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
       dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada SANF dan kenaikan piutang
       non usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan
       ke SANF.

2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi berupa
       perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman dengan SANF Finance dilakukan
       sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk mendukung kegiatan penjualan alat berat
       Perseroan. Melalui dukungan pembiayaan tersebut, Perseroan diharapkan dapat menjaga
       keberlangsungan aktivitas usaha dan meningkatkan daya saing usaha pembiayaan kepada
       pelanggan.

       Selain itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat meningkatkan serta mempertahankan pangsa
       pasar alat berat Perseroan di tengah tingkat persaingan industri yang semakin kompetitif. Dengan
       tersedianya dukungan pendanaan yang memadai, Perseroan dan entitas afiliasinya diharapkan
       dapat memberikan fleksibilitas pembiayaan kepada pelanggan sehingga dapat mendukung
       pertumbuhan penjualan dan keberlanjutan usaha Perseroan secara keseluruhan.

2.2.   Analisis Rencana Transaksi

2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan

       Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
       proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
       menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
       melihat bagaimana Rencana Transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.




Halaman 21                                                    00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 23
      Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas
       Rasio Likuiditas                        Sebelum Transaksi     Setelah Transaksi   Selisih Perubahan
       Current Ratio                                        1,36                 1,33                 0,02
       Quick Ratio                                          1,04                 1,02                 0,02
       Cash Ratio                                           0,50                 0,48                 0,02
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas
                  Rasio Solvabilitas           Sebelum Transaksi    Setelah Transaksi    Selisih Perubahan
       Debt to Assets Ratio                                 0,11                 0,11                 0,00
       Debt to Equity Ratio                                0,183                0,183                 0,00
       Times Interest Earned                               8,403                8,403                 0,00
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Dilihat dari rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, terdapat selisih tidak signifikan
      pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Hal tersebut
      karena sumber pendanaan pemberian pinjaman oleh Perseroan sebesar Rp1.800.000.000.000
      kepada SANF berasal dari kas dan setara kas internal Perseroan yang nilainya sebesar 6,77%
      dari total kas dan setara kas Perseroan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu
      perubahan pada rasio likuiditas tidak berdampak signifikan terhadap likuiditas Perseroan.

      Pada analisis solvabilitas, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak pada Debt to Assets Ratio
      dan Debt to Equity Ratio Perseroan. Hal tersebut karena pinjaman yang diberikan Perseroan
      bersumber dari dana internal perusahaan dan dari dana yang dipinjamkan, timbul kenaikan pada
      pos piutang non usaha pihak berelasi. Dengan begitu Rencana Transaksi tidak memberikan
      dampak pada Debt to Equity Ratio (“DER”) dan Debt to Asset Ratio (“DAR”) dari Perseroan. Pada
      rasio Times Interest Earned (“TIE”) yang dihitung menggunakan Operating Profit dibagi beban
      keuangan, sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak berdampak pada TIE Perseroan.

2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi

      Identifikasi Pihak yang Bertransaksi

      A. Perseroan

         Riwayat Singkat

         Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
         Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta
         Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
         Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
         Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

         Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
         Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
         Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
         dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
         perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
         tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.



Halaman 22                                                   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 24
        Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
        sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan
        Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
        pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14
        Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

        Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
        Jakarta, Indonesia.

        Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan
        yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah
        Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle &
        Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang
        didirikan di Bermuda.

        Kegiatan Usaha

        Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
        meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna jual;
        kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

        No. Telp / Fax      : +62 21 2457 9999
        Website             : www.unitedtractors.com
        Email               :-

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
        Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 9. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                            Jumlah Lembar
         No       Pemegang Saham                                 Proporsi (%)           Jumlah
                                               Saham
          1   PT Astra International Tbk       2.219.317.358         59,50%           554.829.339.500
              Masyarakat (masing-
          2   masing kepemilikan               1.357.478.878         36,39%           338.353.000.000
              dibawah 5%)
          3   Jumlah Saham Beredar             3.576.796.236         95,89%           894.199.059.000
          4   Saham Treasury                     153.338.900           4,11%            39.352.000.000
               Jumlah Saham
          5    Ditempatkan dan Disetor           3.730.135.136      100,00%           932.533.784.000
               Penuh
        Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
        Sumber: Informasi Manajemen Perseroan

        *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
        mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
        tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).


Halaman 23                                                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 25
        Susunan Pengurus

        Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
        dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
        pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
        Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris            : Djony Bunarto Tjondro
        Wakil Presiden Komisaris      : Rudy
        Komisaris Independen          : Paulus Bambang Widjanarko
        Komisaris Independen          : Bruce Malcolm Cox
        Komisaris Independen          : Ignasius Jonan
        Komisaris                     : Djoko Pranoto Santoso
        Komisaris                     : Gita Tiffani Boer
        Komisaris                     : Benjamin Herrenden Birks

        Direksi
        Presiden Direktur             : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
        Direktur                      : Loudy Irwanto Ellias
        Direktur                      : Iwan Hadiantoro
        Direktur                      : Idot Supriadi
        Direktur                      : Widjaja Kartika
        Direktur                      : Vilihati Surya
        Direktur                      : Ari Sutrisno
        Direktur                      : Hendra Hutahean

        Komite Audit
        Ketua                         : Ignasius Jonan
        Anggota                       : Wanny Wijaya
        Anggota                       : Mario C. Surung Gultom

     B. SANF

        Riwayat Singkat

        SANF didirikan dengan nama PT Sangga Loka Subur berdasarkan Akta Notaris Nyonya
        Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 58 tanggal 25 Agustus 1983. Akta Pendirian ini telah
        disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 19 Januari 1984 melalui
        Surat Keputusan No. C2-423 HT01.01-Th84, dan didaftarkan dalam Buku Register di
        Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 697/1984 tanggal 6 Maret 1984 serta diumumkan
        dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 15 Mei 1984, Tambahan Berita
        Negara Republik Indonesia No. 484.

        Anggaran Dasar SANF telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang terakhir
        berdasarkan Akta Notaris Wiwik Condro, S.H., No. 53 tanggal 14 September 2022 mengenai
        penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan terhadap Pasal 2 ayat 2
        Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha
        Perusahaan Pembiayaan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
        Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. AHU-0066835.AH.01.02 Tahun

Halaman 24                                             00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 26
        2022 tanggal 16 September 2022, dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
        0184479.AH.01.11 Tahun 2022 tanggal 16 September 2022.

        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
        Anggaran Dasar terakhir terkait tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
        SANF sebagaimana dituangkan dalam Akta No.32 tanggal 21 November 2024 yang dibuat
        dihadapan Wiwik Condro, S.H. notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
        pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 21
        November 2024 No.AHU-AH.01.09-0278071 Tahun 2024.

        SANF merupakan sebuah perusahaan joint venture yang dimiliki oleh PT Astra International
        Tbk melalui anak perusahaannya yaitu 60% PT Sedaya Multi Investama, dengan 35% Marubeni
        Corporation Group, dan 5% PT Marubeni Indonesia.

        SANF menyediakan produk dan layanan pembiayaan melalui pembiayaan investasi,
        pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan multiguna. Jasa pembiayaan yang diberikan oleh
        SANF antara lain Sewa Pembiayaan, Penjualan dan Penyewaan Kembali, Fasilitas Modal
        Usaha, Anjak Piutang dengan atau tanpa Jaminan dari Penjual Piutang.

        Kegiatan Usaha

        SANF memperoleh Izin Usaha dalam bidang usaha lembaga pembiayaan dari Menteri
        Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 1660/KMK.013/1990
        tanggal 31 Desember 1990. SANF mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1985.

        SANF bergerak di bidang:
        a) Pembiayaan investasi dengan cara sewa pembiayaan, jual dan sewa balik, anjak piutang
           dengan pemberian jaminan dari penjual piutang, anjak piutang tanpa pemberian jaminan
           dari penjual piutang, pembelian dengan pembayaran secara angsuran, pembiayaan
           proyek, dan pembiayaan infrastruktur;
        b) pembiayaan modal kerja dengan cara jual dan sewa balik, pembelian dengan pembayaran
           secara angsuran, anjak piutang dengan pemberian jaminan dari penjual piutang, anjak
           piutang tanpa pemberian jaminan dari penjual piutang, dan fasilitas modal usaha;
        c) pembiayaan multiguna dengan cara sewa pembiayaan, pembelian dengan pembayaran
           secara angsuran, dan fasilitas dana;
        d) kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan; dan
           kegiatan usaha pembiayaan sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis
           imbal jasa.

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan   : 18 Office Park Lantai 23, Jalan T.B. Simatupang No. 18, Jakarta 12520
        No. Telp / Fax     : (021) 781 7555
        Website            : www.sanf.co.id
        Email              :-

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen SANF, susunan kepemilikan saham SANF per 31
        Desember 2025 adalah sebagai berikut:



Halaman 25                                             00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 27
        Tabel 10. Struktur Pemegang Saham SANF
                                                    Jumlah Lembar
          No            Pemegang Saham                               Proporsi (%)        Total
                                                       Saham
             1   PT Sedaya Multi Investama             344.931.040        60,00%                 344.931
             2   Marubeni Corporation, Japan           201.209.774        35,00%                 201.210
             3   PT Marubeni Indonesia                  28.744.253             5,00%              28.744
                 Jumlah                                574.885.067       100,00%                 574.885
        Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000 per lembar saham
        Sumber: Informasi Manajemen SANF


        Susunan Pengurus

        Berdasarkan informasi manajemen SANF, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SANF per 31
        Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris                   : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
        Komisaris                            : Arietta Adrianti
        Komisaris                            : Takayuki Akiyama
        Komisaris Independen                 : Buntoro Muljono
        Komisaris Independen                 : Handoko Pranoto

        Direksi
        Presiden Direktur                    : Wempy Kunto Wiambodo
        Direktur Keuangan                    : Handy Hartono
        Direktur Operasi                     : Handri Susanto
        Direktur Manajemen Risiko            : Kiyoshi Kuribara

     Hubungan Pihak yang Bertransaksi

     A. Transaksi Afiliasi

        Sesuai dengan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi
        yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali.

        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
        kepengurusan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
         No               Nama                  Perseroan               SANF           Keterangan
                 Djony Bunarto
          1                              Presiden Komisaris              (-)           Tidak Afiliasi
                 Tjondro
                                              Wakil Presiden
          2      Rudy                                                    (-)           Tidak Afiliasi
                                               Komisaris


Halaman 26                                                     00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 28
         No           Nama                Perseroan                  SANF            Keterangan
              Djoko Pranoto
         3                                Komisaris                   (-)           Tidak Afiliasi
              Santoso
         4    Gita Tiffani Boer           Komisaris                   (-)           Tidak Afiliasi
              Benjamin Herrenden
         5                                Komisaris                   (-)           Tidak Afiliasi
              Birks
              Paulus Bambang
         6                           Komisaris Independen             (-)           Tidak Afiliasi
              Widjanarko

         7    Bruce Malcolm Cox      Komisaris Independen             (-)           Tidak Afiliasi

         8    Ignasius Jonan         Komisaris Independen             (-)           Tidak Afiliasi

              Franciscus Xaverius
         9                             Presiden Direktur       Presiden Komisaris    Terafiliasi
              Laksana Kesuma
         10   Loudy Irwanto Ellias         Direktur                   (-)           Tidak Afiliasi
         11   Iwan Hadiantoro              Direktur                   (-)           Tidak Afiliasi
         12   Idot Supriadi                Direktur                   (-)           Tidak Afiliasi
         13   Widjaja Kartika              Direktur                   (-)           Tidak Afiliasi
         14   Vilihati Surya               Direktur                   (-)           Tidak Afiliasi
         15   Ari Sutrisno                 Direktur                   (-)           Tidak Afiliasi
         16   Hendra Hutahean              Direktur                   (-)           Tidak Afiliasi
         17   Arietta Adrianti                (-)                  Komisaris        Tidak Afiliasi
         18   Takayuki Akiyama                (-)                  Komisaris        Tidak Afiliasi
         19   Buntoro Muljono                 (-)            Komisaris Independen   Tidak Afiliasi
         20   Handoko Pranoto                 (-)            Komisaris Independen   Tidak Afiliasi
              Wempy Kunto
         21                                   (-)              Presiden Direktur    Tidak Afiliasi
              Wiambodo
         22   Handy Hartono                   (-)              Direktur Keuangan    Tidak Afiliasi
         23   Handri Susanto                  (-)              Direktur Operasi     Tidak Afiliasi
                                                              Direktur Manajemen
         24   Kiyoshi Kuribara                (-)                                   Tidak Afiliasi
                                                                     Risiko
        Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
        Sumber: Informasi Manajemen Perseroan & SANF Per 31 Desember 2025


        Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana
        Transaksi, dapat dilihat bahwa antara Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan SANF
        sebagai pihak Penerima Pinjaman memiliki hubungan afiliasi dari sisi susunan pengurus yaitu:
        • Franciscus Xaverius Laksana Kesuma selaku Presiden Direktur Perseroan dan juga menjabat
            sebagai Presiden Komisaris SANF.

        Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
        42/2020.




Halaman 27                                                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 29
        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan.

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
        kepemilikan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:


                                                     ASII

                                    99,99%                                     59,50%



                                 SMI                                    UNTR


                                    60,00%


                                SANF

                  Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
                                Sumber: Informasi Manajemen Perseroan & SANF


        Keterangan:
        ASII          : PT Astra International Tbk
        UNTR          : PT United Tractors Tbk
        SMI           : PT Sedaya Multi Investama
        SANF          : PT Surya Artha Nusantara Finance

        Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara
        Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan SANF sebagai pihak Penerima Pinjaman,
        terdapat hubungan afiliasi, dari sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun
        pemegang sahamnya, dimana:

        • 59,50% saham Perseroan dimiliki oleh ASII, sedangkan 60,00% saham SANF dimiliki oleh
          SMI yang 99,99% sahamnya dimiliki oleh ASII.
        • Sehingga Perseroan dan SANF memiliki hubungan afiliasi karena kedua perusahaan ini
          tergabung dalam Grup dari PT Astra International Tbk “Group ASTRA”.

        Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
        42/2020.

     B. Transaksi Benturan Kepentingan

        Menurut    informasi   manajemen         yang    mengacu    pada    Surat   Pernyataan
        No.LUT/097/9960/VI/2026 tanggal 04 Juni 2026 perihal Informasi atas Benturan
        Kepentingan dalam transaksi afiliasi antara Perseroan dan SANF berupa Rencana Transaksi


Halaman 28                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 30
         perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman, bahwa Rencana Transaksi tidak
         mengandung transaksi benturan kepentingan.

      C. Materialitas Nilai Rencana Transaksi

         Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan
         ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025.

         Tabel 12. Materialitas Rencana Nilai Transaksi
                                        Nilai Transaksi             Ekuitas
                Keterangan                                                           Materialitas (%)
                                            Rupiah                  Rupiah
          Rencana Transaksi             1.800.000.000.000      103.136.323.000.000            1,75%
         Sumber: Analisis KJPP FDI&R


         Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat
         sebesar Rp103.136.323.000.000. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi sebesar
         Rp1.800.000.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 1,75% dari ekuitas Perseroan.
         Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana
         yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
         17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
         17/2020”).

2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi

      Dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF yang dilakukan pada 18 Mei 2016,
      Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan transaksi pinjam meminjam dana dengan syarat
      dan ketentuan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang
      diatur dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF antara lain sebagai berikut:
      • Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp1.000.000.000.000,- (Satu Triliun Rupiah);
      • Periode ketersediaan hingga 31 Desember 2016;
      • Tanggal pengakhiran perjanjian adalah maksimal 3 tahun sejak periode ketersediaan;
      • Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan pembayaran angsuran
         selama 12 kali angsuran per pinjaman dengan jangka waktu 3 bulanan;
      • Suku bunga adalah 6% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan;
      • Penerima pinjaman wajib menyerahkan jaminan yang nilainya minimal setara dengan 60%
         dari besarnya pinjaman yang telah digunakan dan terutang.

      Selanjutnya pada 24 Mei 2017, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas
      Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.01/UT-SANF/V/2017 telah dilakukan
      amandemen pertama terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen
      I”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen I antara lain sebagai berikut:
      • Periode ketersediaan hingga 24 Mei 2018;
      • Tanggal pengakhiran pinjaman adalah maksimal 4 tahun sejak tanggal penggunaan
          pinjaman terakhir yang masih dalam periode ketersediaan;
      • Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan pembayaran angsuran
          selama 16 kali angsuran per pinjaman dengan jangka waktu 3 bulanan;
      • Suku bunga adalah 5% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan.

      Selanjutnya pada 25 Mei 2018, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas
      Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.02/UT-SANF/V/2018 telah dilakukan


Halaman 29                                                00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 31
     amandemen kedua terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen II”).
     Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II adalah sebagai berikut:
     • Periode ketersediaan hingga 31 Mei 2019;
     • Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp1.750.000.000.000,- (Satu Triliun Tujuh
        Ratus Lima Puluh Miliar Rupiah).

     Selanjutnya pada 14 Juni 2019, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas
     Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.03/UT-SANF/VI/2019 telah dilakukan
     amandemen ketiga terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen III”).
     Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III adalah sebagai berikut:
     • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020;
     • Jumlah        fasilitas yang      diberikan    adalah    sebesar    Rp1.800.000.000.000,-
        (Satu Triliun Delapan Ratus Miliar Rupiah);
     • Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen dan bersifat berulang (revolving).
        Penerima pinjaman dapat meminjam kembali sebagian atau seluruh pinjaman yang telah
        dibayarkan atau dibayarkan kembali secara dipercepat selama periode ketersediaan selama
        jumlah pokok terutang yang belum dilunasi tidak melampaui Rp1.800.000.000.000,-;
     • Menghapus ketentuan mengenai jaminan.

     Selanjutnya pada 19 Mei 2020, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas
     Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.04/UT-SANF/V/2020 telah dilakukan
     amandemen keempat terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen
     IV”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai berikut:
     • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021.

     Selanjutnya pada 31 Agustus 2020, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen
     atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.05/UT-SANF/VIII/2020 telah dilakukan
     amandemen kelima terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen
     V”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai berikut:
     • Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada penarikan pertama akan
        dibagi menjadi dua tranche yaitu:
        ❖ Tranche A sebesar 5% per tahun, yang berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk
            dan/atau bus) dan/atau alat berat yang akan disepakati oleh Perseroan dan SANF dengan
            ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan distributor atas tipe tersebut;
        ❖ Tranche B sebesar 6,5% per tahun, yang berlaku untuk pembiayaan atas alat berat
            excavator merek Komatsu tipe PC200-M1 atau tipe lainnya yang akan disepakati
            dikemudian hari oleh Perseroan dan SANF dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman
            merupakan distributor atas tipe tersebut.
     • Suku bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah tergantung pada
        kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya oleh pemberi pinjaman dan
        disepakati oleh Perseroan dan SANF berdasarkan suatu kesepakatan tertulis.

     Selanjutnya pada 11 Juni 2021, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas
     Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.06/UT-SANF/VI/2021 telah dilakukan
     amandemen keenam terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen
     VI”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI adalah sebagai berikut:
     • Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani
        sampai dengan tanggal 31 Agustus 2022 atau periode lain yang disetujui oleh pemberi
        pinjaman.




Halaman 30                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 32
     • Tanggal pengakhiran berarti tanggal pengakhiran pinjaman yaitu maksimal 5 tahun sejak
       tanggal penggunaan pinjaman terakhir yang masih dalam periode ketersediaan (kecuali
       bahwa jika tanggal pengakhiran yang secara lain jatuh pada hari bukan hari kerja, sebagai
       gantinya adalah pada hari kerja segera sebelumnya) dan seluruh hak dan kewajiban
       Perseroan dan SANF berdasarkan perjanjian ini telah terpenuhi;
     • Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada penarikan pertama akan
       dibagi menjadi dua tranche yaitu:
       ❖ Tranche A sebesar 5% (lima persen) efektif (effective) per tahun, berlaku untuk pembiayaan
          atas kendaraan (truk dan/atau bus) dan/atau alat berat yang akan disepakati dikemudian
          hari oleh kedua belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
          distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga A”);
       ❖ Tranche B sebesar 6,5% (enam koma lima persen) efektif (effective) per tahun, berlaku untuk
          pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus) dan/atau alat berat yang akan disepakati
          dikemudian hari oleh kedua belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman
          merupakan distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga B”).
       (Secara bersama-sama suku bunga A dan suku bunga B akan disebut dengan suku bunga).

        Suku bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah tergantung pada
        kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya oleh pemberi pinjaman dan
        disepakati oleh Perseroan dan SANF berdasarkan suatu kesepakatan tertulis. Perhitungan
        bunga diatur dalam pasal 9 perjanjian dan pembayaran merujuk kepada pasal 6.1
        (pembayaran kembali pinjaman-pinjaman) perjanjian ini.

     Selanjutnya pada 24 Juni 2022, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas
     Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.07/UT-SANF/VI/2022 telah dilakukan
     amandemen ketujuh terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen
     VII”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VII adalah sebagai berikut:
     • Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani
         sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 atau periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman.

     Selanjutnya pada 26 Juni 2023, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas
     Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.08/UT-SANF/VI/2023 telah dilakukan
     amandemen kedelapan terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen
     VIII”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VIII adalah sebagai berikut:
     • Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani
         sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 atau periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman.

     Selanjutnya pada 28 Juni 2024, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas
     Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.09/UT-SANF/VU/2024 telah dilakukan
     amandemen kesembilan terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF
     (“Amandemen IX”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IX adalah sebagai
     berikut::

     • Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani
       sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
     • Perubahan kalkulasi bunga, sebagai berikut:
       i. Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga adalah maksimal sebesar
           6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun (“Suku Bunga”).
       ii. Ketentuan suku bunga sebagaimana diatur dalam poin (i) dapat dikecualikan berdasarkan
           pertimbangan pemberi pinjaman dan pemberi pinjaman atas diskresinya sendiri berhak


Halaman 31                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 33
             untuk menentukan besaran nilai pengecualian suku bunga tersebut dengan nilai tidak
             kurang dari 5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran suku bunga pada masing-
             masing penarikan pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan pasar dan juga cost of fund
             pada saat permohonan penarikan pinjaman diberikan oleh pemberi pinjaman kepada
             penerima pinjaman. Suku bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh pemberi
             pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku hingga adanya
             pemberitahuan berikutnya. Perhitungan bunga diatur dalam pasal 9 perjanjian ini dan
             pembayaran merujuk kepada pasal 6.1 (pembayaran kembali pinjaman-pinjaman)
             perjanjian ini.

      Selanjutnya pada 30 Juni 2025, Perseroan dan SANF sepakat untuk melakukan amandemen atas
      Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No.10/UT-SANF/VI/2025 telah dilakukan
      amandemen kesepuluh terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan SANF (“Amandemen
      X”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen X adalah sebagai berikut::

      • Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani
        sampai dengan tanggal 30 Juni 2026 atau periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman;

      Rencana Transaksi merupakan amandemen kesebelas atas Perjanjian Pinjaman antara Perseroan
      dan SANF (“Amandemen XI”). Berdasarkan draf Amandemen XI, perubahan syarat dan ketentuan
      dalam Amandemen XI adalah sebagai berikut:

      • Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani
        sampai dengan tanggal 30 Juni 2027 atau periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman.

2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

      Analisis likuiditas atas Rencana Transaksi melihat dampak dan sumber pembiayaan Rencana
      Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan. Pada hal ini analisis likuidasi Rencana Transaksi
      dapat dilihat dari rasio likuiditas yang dianalisis yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan
      Cash Ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

      Tabel 13. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi
                     Rasio Likuiditas          Sebelum Transaksi    Setelah Transaksi   Selisih Perubahan
       Current Ratio                                       1,36X               1,33X              0,022X
       Quick Ratio                                         1,04X               1,02X              0,022X
       Cash Ratio                                          0,50X               0,48X              0,022X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Pada analisis current ratio atau rasio lancar, perubahan akibat Rencana Transaksi memberikan
      dampak selisih penurunan sebesar 0,022 kali yang diakibatkan dari perpindahan jumlah uang
      sebesar Rencana Transaksi pada pos kas dan setara kas ke pos piutang non usaha pihak berelasi.
      Hal tersebut mengakibatkan turunnya jumlah aset lancar perusahaan akibat Rencana Transaksi
      dan pada akhirnya menurunkan rasio lancar perusahaan.

      Pada analisis likuiditas dilihat dari proksi quick ratio, diperoleh penurunan rasio sebesar 0,022
      kali diakibatkan turunnya kas dan setara kas yang menjadi sumber pemberian pinjaman oleh
      Perseroan ke SANF. Dengan begitu aset lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi mengalami
      penurunan dan pada sisi aset tidak lancar mengalami kenaikan, yang pada akhirnya menurunkan
      rasio cepat Perseroan.


Halaman 32                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 34
      Analisis likuiditas dengan proksi cash ratio atas Rencana Transaksi memberikan dampak
      penurunan rasio sebesar 0,022 kali. Hal tersebut diakibatkan dari penggunaan dana internal
      pada kas dan setara kas sebagai sumber pemberian pinjaman ke SANF. Rencana Transaksi
      tersebut berpengaruh terhadap penurunan rasio kas perusahaan meskipun dengan penurunan
      nilai rasio yang tidak signifikan.

2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi

      Analisis Manfaat

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi perubahan
      syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman dengan SANF diharapkan dapat memberikan
      manfaat ekonomi bagi Perseroan. Melalui fasilitas pinjaman tersebut, Perseroan berpotensi
      memperoleh pendapatan bunga dari SANF sesuai dengan ketentuan pinjaman yang disepakati
      para pihak.

      Selain itu, dukungan pendanaan kepada SANF diharapkan dapat mendukung kegiatan
      pembiayaan pelanggan sehingga berpotensi meningkatkan penjualan alat berat Perseroan.
      Dengan tersedianya fasilitas pembiayaan yang memadai, Perseroan diharapkan dapat
      memperkuat daya saing usaha serta mempertahankan hubungan bisnis dengan pelanggan di
      tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.

      Secara keseluruhan, Rencana Transaksi diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi
      Perseroan melalui optimalisasi pendapatan bunga serta peningkatan aktivitas penjualan alat berat
      dalam grup usaha.

      Analisis Risiko

      Di sisi lain, Rencana Transaksi juga mengandung beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Salah
      satu risiko utama adalah risiko tidak tercapainya target penjualan alat berat Perseroan, sehingga
      manfaat ekonomi yang diharapkan dari dukungan pembiayaan melalui SANF dapat tidak
      tercapai secara optimal. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh perlambatan permintaan pasar,
      kondisi industri alat berat, maupun persaingan usaha yang semakin ketat.

      Selain itu, terdapat risiko gagal bayar dari konsumen SANF yang dapat mempengaruhi
      kemampuan SANF dalam memenuhi kewajiban pembayaran kepada Perseroan sesuai dengan
      perjanjian pinjaman. Risiko tersebut dapat timbul akibat penurunan kondisi keuangan pelanggan,
      keterlambatan pembayaran angsuran, maupun kondisi ekonomi dan industri yang kurang
      kondusif.

      Meskipun demikian, dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi dalam grup usaha,
      pengalaman SANF dalam kegiatan pembiayaan, serta pengelolaan risiko dan pemantauan kredit
      yang dilakukan oleh manajemen, risiko-risiko tersebut pada saat ini dinilai masih dapat dikelola
      dalam tingkat yang wajar.




Halaman 33                                                00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 35
                                           BAB III
                ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI



3.1   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan

      Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
      Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H.. Akta Pendirian
      tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
      Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
      Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

      Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
      Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
      Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
      dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
      perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
      tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

      Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
      sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose
      Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan
      dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-
      AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

      Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
      Jakarta, Indonesia.

      Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang
      didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle
      & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. Adalah
      anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda.

      Kegiatan Usaha

      Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
      meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna jual;
      kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.

      Informasi Umum

      Alamat Perseroan     : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

      No. Telp / Fax       : +62 21 2457 9999
      Website              : www.unitedtractors.com
      Email                :-




Halaman 34                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 36
     Susunan Kepemilikan Saham

     Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
     Desember 2025 adalah sebagai berikut:

     Tabel 14. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                              Jumlah Lembar
      No          Pemegang Saham                                    Proporsi (%)      Jumlah
                                                 Saham
       1     PT Astra International Tbk          2.219.317.358          59,50%       554.829.339.500
             Masyarakat (masing-masing
       2                                         1.357.478.878          36,39%       338.353.000.000
             kepemilikan dibawah 5%)
       3     Jumlah Saham Beredar                3.576.796.236          95,89%       894.199.059.000
       4     Saham Treasury                           153.338.900        4,11%        39.352.000.000
            Jumlah Saham Ditempatkan
       5                                         3.730.135.136       100,00%             932.533.784.000
            dan Disetor Penuh
     Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
     Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
     *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
     mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
     tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).

     Susunan Pengurus

     Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
     dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
     pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
     sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
     Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Presiden Komisaris       : Djony Bunarto Tjondro
     Wakil Presiden Komisaris : Rudy
     Komisaris Independen     : Paulus Bambang Widjanarko
     Komisaris Independen     : Bruce Malcolm Cox
     Komisaris Independen     : Ignasius Jonan
     Komisaris                : Djoko Pranoto Santoso
     Komisaris                : Gita Tiffani Boer
     Komisaris                : Benjamin Herrenden Birks

     Direksi
     Presiden Direktur             : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
     Direktur                      : Loudy Irwanto Ellias
     Direktur                      : Iwan Hadiantoro
     Direktur                      : Idot Supriadi
     Direktur                      : Widjaja Kartika
     Direktur                      : Vilihati Surya
     Direktur                      : Ari Sutrisno
     Direktur                      : Hendra Hutahean

     Komite Audit
     Ketua                         : Ignasius Jonan



Halaman 35                                                    00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 37
      Anggota                        : Wanny Wijaya
      Anggota                        : Mario C. Surung Gultom

3.1.2 Analisis Industri & Bisnis

      Pertumbuhan Ekonomi

      Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas
      dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau
      USD 5.083,4. Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11% lebih tinggi dibandingkan
      capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03% (c-to-c). Dari sisi produksi,
      Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93%. Sementara dari
      sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
      7,03%. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan
      sebesar 5,39% (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan
      mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98%. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen
      Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12%.


                       8

                       6                     5,31          5,05         5,03         5,11
                               3,7
                       4

                       2

                       0
                              2021           2022         2023          2024         2025

                                           Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)

                   Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)
                                       Sumber: Badan Pusat Statistik 2026, diolah.


      Pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan perekonomian Indonesia. Pada tahun
      2024, kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7,39%
      atau sebesar Rp955 triliun, meningkat 4,9% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
      demikian, pada tahun 2025 sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar -0,66% (yoy) menjadi
      Rp949 triliun, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,72% selama periode
      2021–2025. Berdasarkan subsektornya, pada tahun 2025 pertambangan batu bara dan lignit
      berkontribusi sebesar Rp328 triliun, diikuti pertambangan minyak dan gas bumi sebesar Rp251
      triliun, pertambangan bijih logam sebesar Rp166 triliun, serta pertambangan dan penggalian
      lainnya sebesar Rp204 triliun. Penurunan kinerja sektor pertambangan dan penggalian terjadi di
      hampir seluruh subsektor, dengan penurunan terbesar pada pertambangan bijih logam yang
      turun -7,92% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh gangguan produksi tembaga dan emas serta
      pelemahan harga nikel global.




Halaman 36                                                        00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 38
                                                      1200,0                                                                                                                                07%
                                                                                                                                   06%

                                                                                                                                                                                            06%



             PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian
                                                      1000,0
                                                                                                                                                        05%
                                                                                                           04%                                                                              05%
                                                                                        04%
                                                       800,0
                          (Triliun Rupiah)                                                                                                                                                  04%

                                                       600,0                                                                                                                                03%

                                                                                                                                                                                            02%
                                                       400,0
                                                                                                                                                                                            01%
                                                       200,0
                                                                                                                                                                           -0,66%           00%

                                                                              -                                                                                                             -01%
                                                                                        2021               2022                    2023                2024                2025


                                                       Pertambangan Minyak dan Gas Bumi                                                     Pertambangan Batubara dan Lignit
                                                       Pertambangan Biji Logam,                                                             Pertambangan dan Penggalian Lainnya
                                                       Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian


       Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025
                                                                                                   Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.


     Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

     Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
     Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
     usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
     di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
     perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.


                                                                              40.000                                                                                           8,00

                                                                                                                                                                  34.386
                                                                                                                                                        31.903
                                                                                                                                              29.607                           7,00
                                                                              30.000                                               27.517
                                                                                                                          25.573
                                                       GDP (Triliun Rupiah)




                                                                                                           23.694
                                                                                                 22.139                                                                        6,00
                                                                                        20.892
                                                                              20.000
                                                                                                                                                                                      (%)




                                                                                                                                                                               5,00
                                                                                         5,05    5,03                                                    5,11      5,14
                                                                                                            4,86          4,94      4,96       4,96
                                                                              10.000
                                                                                                                                                                               4,00



                                                                                   -                                                                                           3,00
                                                                                         2023    2024      2025 F         2026 F   2027 F     2028 F    2029 F    2030 F

                                                                                                          GDP (Triliun)            Pertumbuhan Ekonomi (%)


                                                                                       Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
                                                                                        Sumber: International Monetary Fund (IMF), Oktober 2025


     Perkembangan inflasi

     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi
     IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),
     sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Inflasi y-on-y terjadi karena
     adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
     pengeluaran. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64%


Halaman 37                                                                                                                           00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 39
     sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92%. Tingkat
     inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38%; dengan inflasi m-to-m sebesar
     0,20%; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38%. Realisasi Inflasi 2025 menunjukkan angka yang lebih
     tinggi dibandingkan dengan prediksi IMF bulan April 2025 sebesar 1,68% serta masih berada
     dalam target inflasi Bank Indonesia yang menandakan bahwa kondisi perekonomian masih
     bergerak stabil.


                          3,50%
                                               2,92%
                          3,00%                          2,51%      2,50%    2,52%               2,52%
                          2,50%                                                        2,19%

                          2,00%
                Inflasi




                                     1,57%
                          1,50%
                          1,00%
                          0,50%
                          0,00%
                                     2024E     2025E     2026F      2027F    2028F     2029F     2030F

                                                          Proyeksi Inflasi

                            Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
                                  Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah


     Perkembangan Nilai Tukar Rupiah

     Perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan
     melemah terhadap dolar AS, seiring dengan penguatan dolar secara global. Namun, terhadap
     mata uang negara berkembang pelemahan rupiah relatif lebih moderat, sementara terhadap
     mata uang negara maju selain AS rupiah cenderung lebih stabil bahkan mengalami apresiasi.
     Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan
     dolar AS dibandingkan pelemahan terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Kurs jual
     USD/IDR pada 31 Desember tercatat Rp16.865,91/USD; sedangkan China Yuan sebesar
     Rp2.412,86/CNY dan terhadap Dollar Singapura sebesar Rp13.134,42/SGD.




                              Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025
                                                 Sumber: Bank Indonesia, 2025




Halaman 38                                                           00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 40
     Suku Bunga

     Pada Bulan Desember 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
     sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
     sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
     stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
     meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
     kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini juga akan
     berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada
     periode Desember 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja dan investasi
     tercatat turun (mtm) di level 8,12%; 8,44% sedangkan suku bunga konsumsi sedikit mengalami
     kenaikan menjadi 8,97%

     Tabel 15. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
                               Bank Persero                                     2020       2021           2022           2023       2024        2025
      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                        8,77        8,34           8,29         8,93        8,67            8,12
      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                          8,87        8,49           8,72         9,41        9,21            8,44
      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                          10,56      10,14            9,65         9,27        9,09            8,97
     Sumber: Bank Indonesia Desember 2025, diolah


     Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan

     Cadangan Mineral dan Batu bara di Indonesia

     Saat ini setidaknya terdapat 29 jenis komoditas sumber daya dan cadangan mineral logam yang
     tersebar di 2.809 lokasi di Indonesia. Komoditas dengan cadangan tersebar berupa timah yaitu
     dengan total cadangan sebesar 6.431 juta ton bijih dan 1,44 juta ton logam. Komoditas dengan
     cadangan terbesar selanjutnya adalah nikel yaitu sebesar 5.914 juta ton bijih dan 62 juta ton
     logam. Emas primer menjadi komoditas dengan cadangan ketiga terbesar ketiga yaitu mencapai
     3.461 juta ton bijih & 3,44 ribu ton logam.


        7.000                                                                                                                                6.431
                                                                                         5.914
        6.000

        5.000

        4.000              3.461
                                                                                                                3.215
                                     2.865                                                                                         2.858
        3.000
                                               1.967
        2.000
                                                          1.209        1.049
        1.000     61                   552,3                                                        648
                                                  437,1
                                                             208,2              136         62,0       224,1              114         21,3
                 0,0002     0,0034                                        0,8                                      0,0                          1,4
                                                                                  58,8                                       2,8
             -
                 Emas       Emas     Bauksit Besi LateritBesi Primer    Kobal   Mangan    Nikel    Pasir Besi    Perak    Seng     Tembaga    Timah
                 Aluvial   Primer


                                      Cadangan Bijih (Juta Ton)                   Cadangan Logam (Juta Ton)

                           Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Indonesia, sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia pada tahun 2024, mampu
     memproduksi sebanyak 836 juta ton batu bara. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang
     sekitar 4.714 TWh energi, atau setara dengan 9,31% dari total energi global yang berasal dari


Halaman 39                                                                         00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 41
     batu bara, yaitu sekitar 58.618 TWh. Cadangan batu bara Indonesia saat ini mencapa 97.960
     juta ton yang terdiri dari 69% atau 67.333 juta ton batu bara kalori rendah; 16% atau 15.526
     juta ton kalori sedang dan 15% atau 15.101 juta ton kalori tinggi. Total cadangan tersebut tesebar
     di 23 provinsi dan 1.660 titik.

                     Cadangan Batu bara Tahun 2025   30.000

                                                     25.000

                                                     20.000
                                                                         12.915
                                                     15.000

                                                     10.000

                                                      5.000              11.144
                                                                                                          2.902                1.720
                                                         -                                                1.638                1.636
                                                                     Kalori Rendah                  Kalori Sedang           Kalori Tinggi

                                                                              Terkira (Juta Ton)      Terbukti (Juta Ton)

                                                      Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
                                                                         Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Produksi batu bara Indonesia tahun 2024 naik 7,9% (yoy) dari 775 juta ton pada 2023 menjadi
     836,12 juta ton pada tahun 2024. Produksi emas dan perak dalam negeri juga mengalami
     kenaikan yaitu sebesar 80,9% (yoy) dari 14,24 juta ton pada 2023 menjadi 25,75 juta ton pada
     tahun 2024. Produksi nikel naik 39% (yoy) dari 126,72 ribu ton pada 2023 menjadi 176,08 ribu
     ton padatahun 2024. Timah menjadi komoditas yang mengalami trend berbeda yaitu penurunan
     sebesar 61% (yoy) dari 50,67 ribu ton menjadi 19,44 ribu ton pada tahun 2024. Kebutuhan
     sumber bahan bakar PLN saat ini didominasi batu bara yaitu sekitar 71,72 juta ton pada tahun
     2024. Batu bara mampu menghasilkan sekitar 66% dari total listrik yang dihasilkan oleh PLN
     pada tahun 2024, sedangkan sisanya sebesar 44% terpenuhi dari bahan bakar BBM, gas alam,
     panas bumi, air dan sumber energi lainnya.



                                                                                                                                      836,13
                   Batubara (juta ton)
                                                                                                                                 775,00


                                                                                   176,08
                                           Nikel (ribu ton)
                                                                               126,72


                                                                     19,44
                                  Timah (ribu ton)
                                                                       50,67


                                                                      25,75
             Emas dan Perak (juta ton)
                                                                     14,24

                                                              0,00    100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 700,00 800,00 900,00

                                                                                        2024       2023


                                                       Grafik 9. Produksi Mineral dan Batu bara tahun 2023 – 2024
                                                                              Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Pada tahun 2024 produksi batu bara di Indonesia mencapai 836,13 juta ton dimana 232,64 juta
     ton diantaranya digunakan untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Capaian produksi batu
     bara tersebut terpenuhi darti sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR batu bara. Sedangkan produksi emas

Halaman 40                                                                                                00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 42
     sebesar 25,745 juta ton, perak 26,024 juta ton dan hasil tambang mineral lainnya dipenuhi dari
     sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tambang mineral. Dari 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tersebut hanya
     sekitar 635 yang melengkapi dengan data cadangan kandungan mineral.


                                        1200
                                                      938                      934




                          Jumlah Izin
                                         800                                           635


                                         400


                                           0
                                                       Batubara                  Mineral

                                          IUP/IUPPK/KK/IPR        IUP/IUPK/KK/IPR dengan Data

                   Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Kewajiban reklamasi pascatambang merujuk pada tanggung jawab perusahaan pertambangan
     usai melakukan kegiatan pertambangan. Pada tahun 2023, kegiatan reklamasi mencapai
     7.920,77 hektar melebihi target yang sudah ditetapkan seluas 7.075 Hektar. Sedangkan capaian
     reklamasi pada tahun 2024 mencapai 26.538 hektare atau naik 2,35 kali lipat dibandingkan
     dengan capaian reklamasi tahun sebelumnya.

                                                                                                26.538
                 27.000

                 22.000

                 17.000
                                                                    11.084
                 12.000                 9.694         9.344
                                                                                     7.921
                  7.000
                                        7.000         7.025          7.050           7.075      7.100
                  2.000
                                        2020          2021           2022            2023       2024

                                                     Capaian reklamasi           Target

                    Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2024



     Perkembangan Harga Acuan Mineral dan Batu bara

     Emas menjadi mineral dengan pertumbuhan harga acuan tertinggi, meningkat dari USD
     2.522/troy ons pada Desember 2024 menjadi USD 4.080/troy ons pada Desember 2025 atau
     naik sekitar 61,8% (yoy). Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami kenaikan signifikan dari
     USD 29/troy ons menjadi USD 51/troy ons pada periode yang sama, atau meningkat sekitar
     75,9% (yoy). Di sisi lain, nikel menunjukkan tren pelemahan dari USD 16.175/dmt pada
     Desember 2024 menjadi USD 14.667/dmt pada Desember 2025, atau turun sekitar 9,3% (yoy).
     Tembaga justru mengalami peningkatan dari USD 9.280/dmt menjadi USD 10.775/dmt, atau
     naik sekitar 16,1% (yoy). Sementara itu, batu bara mengalami koreksi harga yang cukup dalam
     dari USD 123/ton menjadi USD 98/ton, atau turun sekitar 20,3% (yoy) pada Desember 2025.



Halaman 41                                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 43
                 Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batu bara Acuan Indonesia
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Perkembangan Ekspor Hasil Tambang Mineral

     Ekspor hasil tambang emas dan nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor paling berfluksuasi
     jika dibandingkan dengantembaga dan perak. Nilai ekspor nikel pada tahun 2024 mencapai
     USD 3.177 juta. Pada periode Januari – Agustus 2025 terjadi pelemahan nilai ekspor timah
     sebesar 24,3% (yoy) dari USD 2.048 juta menjadi USD1.551 juta. Ekspor emas pada tahun 2024
     mencapai USD 1.062, sedangkan produksi pada periode Januari – Agustus 2025 mengalami
     kenaikan 1108% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu dari USD 655 juta menjadi
     USD 1.365 juta. Ekspor komoditas Tembaga pada tahun 2024 mencapai USD 250 juta. Periode
     Januari - Agustus 2025 mengalami kenaikan 30% (yoy) dari USD 163,5 juta menjadi USD 212
     juta. Ekspor komoditas perak pada tahun 2024 mencapai USD 104 juta dengan periode Januari
     – Agustus 2025 mengalami kenaikan 37,9% (yoy) dari USD 64,2 juta menjadi USD 89 juta.


                          6.000   5.542

                          5.000
                                                             4.096
                          4.000
               Juta USD




                                                                        3.177
                          3.000
                                                                                          2.048
                          2.000
                                                                       1.062                             1.551
                                                             848                                         1.365
                                   764                                                    655
                          1.000
                                                                        250
                                  198                                                      163,5          212
                              -    …                                     104             64,2              89
                                   2020   2021     2022      2023      2024              Jan-gus   Jan - Agus
                                                                                          2024       2025

                                           Nikel      Emas           Tembaga     Perak


                             Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Batu bara sebagai komoditas unggulan Indonesia pada tahun 2024 mampu mencatatkan nilai
     ekspor sebesar USD 30.490 juta atau turun 11,85% (yoy). Penurunan ini diakibatkan karena
     penurunan harga acuan batu bara dari 305,21 USD/ton pada januari 2023 menjadi 122,51
     USD/ton pada Desember 2024. Tren Penurunan nilai ekspor batu bara juga berlanjut sampai


Halaman 42                                                           00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 44
     dengan periode Januari – Agustus 2025 dimana ekspor turun 21% (yoy) dari USD 20.132 juta
     menjadi USD 15.906 juta. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh tren penuruhan harga acuan
     batu bara dari USD 131,17/ton pada Oktober 2024 menjadi 100,69/ton pada Agustus 2025.


                        100000,0
                          90000,0
                          80000,0
                          70000,0                                46.765
                          60000,0
             Juta USD




                          50000,0                                           34.592
                                                                                      30.490
                          40000,0                     26.533
                          30000,0                                                                        20.132
                                             14.534                                                                15.906
                          20000,0
                          10000,0
                                     -
                                             2020        2021     2022      2023      2024                Jan -    Jan -
                                                                                                       Agus 2024Agus 2025

                         Batubara            Batubara Kadar Menegah        Batubara Kadar Tinggi    Total Ekspor Batubara

                         Grafik 14. Nilai Ekspor Batu bara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025
                                                                 Sumber: BPS, 2025


     Nilai Impor Mesin dan Alat Berat

     Perkembangan impor mesin dan alat berat di Indonesia setelah sempat mengalami kenaikan
     yang cukup signifikan pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan sampai dengan Juli
     2025. Nilai impor mesin dan alat berat pertambangan turun 6% (yoy) pada tahun 2024 dari USD
     2.039 juta menjadi USD 1.923 juta. Tren ini berlanjut sampai dengan Juli 2024 dengan total nilai
     impor mencapai USD 1.459 juta. Pada tahun 2023, pertambangan menjadi sektor dengan
     market size impor terbesar mencapai 47% dari total mesin dan alat berat yang diimpor di
     Indonesia, diikuti sengan sektor konstruksi sebesar 26%; sektor perkebunan sebesar 14% dan
     kehutanan sebesar 13%. Penurunan ini menujukkan adanya perlambatan jumlah permintaan
     mesin dan peralatan pertambangan yang digunakan untuk ekspansi sektor pertambangan baik
     dalam proses penambangan maupun reklamasi lokasi tambang.


                                   3.000                        2.660                                                1
                                   2.500                                                                             1
                                                                             2.039          1.923                    1
                                   2.000         1.635          63%                                                  1
                        Juta USD




                                                                                                         1.459
                                   1.500                                                                             0
                                   1.000                                                                             0
                                                                                             -6%                     -
                                    500                                                                              (0)
                                                                              -23%
                                         -                                                                           (0)
                                                 2021           2022         2023           2024       Juli 2025

                                                                   Impor           Growth

                                         Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan
                                                             Sumber: BPS, 2025




Halaman 43                                                                      00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 45
     Perkembangan Pasar Global

     Perkembangan harga acuan komoditas global berfluktuasi untuk masing-masing jenis komoditas.
     Tiga dari empat komoditas mengalami kenaikan harga acuan dalam kurun waktu satu tahun
     terakhir, komoditas tersebut adalah tembaga, emas, dan perak. Sedangkan untuk batu bara
     mengalami penurunan. Harga acuan Emas (LBMA) berada pada harga USD 4.026/onz atau naik
     51,71% (yoy) pada 10 Oktober 2025. Harga acuan perak juga mengalami kenaikan sebesar
     59,22% (yoy) dari USD 31,88/onz menjadi USD 50,76/onz pada 10 Oktober 2025. Tembaga
     mengalami kenaikan 7,25% (yoy) dari USD 9.778/ton menjadi USD 10.487/ton pada 10 Oktober
     2025. Harga acuan batu bara tidak sejalan dengan harga komoditas lain yang mengalami
     penurunan cukup tajam yaitu sebesar 29,63% (yoy) dari USD 148,50/ton menjadi USD
     104,50/ton pada 10 Oktober 2025.




         Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batu bara Global
                               Sumber: S&P Capital IQ, 2025

     Permintaan emas global dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dengan
     CAGR 2020 – 2024 mencapai 5,87%. Pada tahun 2024 permintaan emas global mengalami
     kenaikan sebesar 2,2% yaitu dari 4.524 ton di tahun 2023 menjadi 4.624 ton pada tahun 2024.
     Kebutuhan emas didominasi untuk kebutuhan perhiasan sebesar 43,8% atau 2.026,8 ton; 7,1%
     atau 326,2 ton untuk kebutuhan teknologi; 25,6% atau 1.181,9 ton untuk kebutuhan investasi;
     dan 23,6% atau 1.089 ton untuk kebutuhan bank sentral. Kebutuhan batu bara negara maju
     diseluruh dunia cenderung mengalami fluktuasi. Setelah sempat mengalami kenaikan kebutuhan
     yang tinggi mencapai 1.036,4 juta ton pada tahun 2021, pada tahun 2024 permintaan batu bara
     negara maju mengalami penurunan -5,5% (yoy) menjadi 832,7 juta ton. Batu bara masih menjadi
     sumber energi listrik utama global dimana pada tahun 2025, produksi energi listrik yang
     dihasilkan dari batu bara meencapai 50.618 Twh.




Halaman 44                                            00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 46
              5.000                                        4.729                          4.624
                                                                          4.524
                                         4.046
              4.000      3.681

              3.000

              2.000
                              946,3            1.036,4        1.000,4             880,9          832,7
              1.000

                   -
                            2020              2021           2022            2023           2024
                                              Emas (ton)    Batubara (juta ton)

             Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batu bara Tahun 2020 - 2024
                                   Sumber: KJPP FDI, diolah

     Industri Pembiayaan

     Industri perusahaan pembiayaan (multifinance) merupakan salah satu pilar utama sistem
     keuangan Indonesia yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan konsumsi
     masyarakat, khususnya melalui pembiayaan kendaraan bermotor. Berdasarkan data OJK, total
     piutang pembiayaan industri multifinance secara nasional terus mencatat pertumbuhan positif
     meskipun dengan laju yang melambat. Pada tahun 2025, total piutang pembiayaan mencapai
     Rp534,58 triliun atau tumbuh sebesar 6,55% (yoy) dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp501,72
     triliun. Pertumbuhan ini melanjutkan tren perlambatan yang dimulai sejak tahun 2023, di mana
     pertumbuhan piutang turun dari 14,17% (yoy) pada 2022 menjadi 13,11% pada 2023 dan
     selanjutnya 6,66% pada 2024. Perlambatan ini mencerminkan normalisasi permintaan pasca-
     pemulihan ekonomi serta tekanan daya beli konsumen akibat suku bunga yang masih relatif
     tinggi.

     Dari sisi struktur portofolio, pembiayaan kendaraan bermotor konsisten menjadi segmen terbesar
     industri dengan kontribusi antara 63% hingga 66% dari total piutang selama periode 2022–2025.
     Kontribusi segmen kendaraan bermotor tercatat sebesar 63% pada tahun 2025, sedikit menurun
     dibandingkan puncaknya 66% pada tahun 2024. Segmen pembiayaan multiguna memberikan
     kontribusi yang relatif stabil di kisaran 50%–52% sepanjang periode yang sama. Jumlah
     perusahaan pembiayaan yang aktif mengalami konsolidasi dari 153 entitas pada tahun 2022
     menjadi 143 entitas pada tahun 2024, sebelum sedikit meningkat kembali menjadi 145 entitas
     pada tahun 2025, mencerminkan proses konsolidasi industri yang terus berlangsung di tengah
     ketatnya regulasi OJK.

     Tabel 16. Perkembangan Kinerja Sektor Pembiayaan di Indonesia Tahun 2022-2025
              Indikator Industri Pembiayaan                 2022          2023            2024           2025
      Total Piutang Pembiayaan (Triliun Rp)                  415,86         470,39        501,72         534,58
      Pertumbuhan Piutang (% yoy)                            14,17%        13,11%          6,66%          6,55%
      Jumlah Perusahaan Pembiayaan (entitas)                       153            147        143            145
      Pembiayaan Kendaraan Bermotor (% total)                      63%            65%        66%            63%
      Pembiayaan Multiguna (% total)                               52%            52%        50%            50%
     Sumber: OJK, 2025


     Berdasarkan data OJK Desember 2025, Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan
     rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,51% dan NPF net sebesar 0,77%. Gearing


Halaman 45                                                         00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 47
      ratio perusahaan pembiayaan masih berada pada level yang memadai dan tercatat sebesar 2,18
      kali; jauh di bawah batas maksimum 10 kali. Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding
      pembiayaan tumbuh 25,44% yoy dengan nominal Rp96,62 triliun dan tingkat risiko kredit macet
      secara agregat (Tingkat Wanprestasi 90 hari /TWP90) pada level 4,32%.

      Kesimpulan Industri Pertambangan, Industri Alat Berat dan Pembiayaan

      Batu bara saat ini masih menjadi salah satu sumber energi utama global. Walaupun kedepan
      penggunaan sumber energi terbarukan atau transisi energi menjadi tujuan utama seluruh negara
      dunia, tingginya akan penggunaan dan ketergantungan batu bara masih akan berdampak
      kepada demand batu bara global yang masih akan tinggi walaupun perlahan cenderung
      melemah. Sektor pertambangan lain seperti perak, tembaga, emas, dan nikel cenderung
      mengalami kenaikan permintaan. Kenaikan ini akan berdampak pada ekspansi industri di sektor
      pertambangan. Prospek industri Perseroan ke depan menghadapi tantangan akibat penurunan
      harga dan ekspor batu bara, namun outlook jangka panjang tetap solid berkat diversifikasi ke
      sektor logam bernilai tinggi yang produksinya meningkat dan harganya naik signifikan. Kenaikan
      harga emas dan perak memperkuat potensi pendapatan lini tambang Perseroan, sementara
      sektor alat berat masih mendapat dukungan dari proyek konstruksi dan infrastruktur domestik.
      Dengan strategi diversifikasi dan pergeseran fokus dari batu bara ke mineral strategis, Perseroan
      berpeluang tetap kuat dan adaptif menghadapi perubahan tren energi dan dinamika pasar
      global.

      Sedangkan Industri pembiayaan (multifinance) Indonesia mencatat pertumbuhan berkelanjutan
      namun melambat sepanjang 2022–2025, dengan total piutang pembiayaan mencapai Rp534,58
      triliun pada 2025 dan laju pertumbuhan yang menyusut dari 14,17% menjadi 6,55% (yoy),
      mencerminkan normalisasi permintaan pasca-pemulihan ekonomi serta tekanan daya beli akibat
      suku bunga yang relatif tinggi. Struktur portofolio masih didominasi segmen kendaraan bermotor
      (63%–66%) dan multiguna (50%–52%), sementara jumlah perusahaan aktif terkonsolidasi dari
      153 menjadi 145 entitas akibat ketatnya regulasi OJK. Profil risiko industri tetap terjaga dengan
      NPF gross 2,51%, gearing ratio 2,18 kali; dan segmen Pinjaman daring tumbuh agresif 25,44%
      yoy meski dengan TWP90 sebesar 4,32% yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan risiko
      ke depan.

3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan

      Analisa Operasional

      Segmen operasi perusahaan terbagi menjadi empat segmen usaha utama yaitu: Mesin Konstruksi,
      Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Segmen Lainnya. Analisis dan kinerja operasional
      dari masing-masing segmen usaha disajikan sebagai berikut:

      Mesin Konstruksi

      Segmen usaha mesin konstruksi dijalankan oleh perusahaan induk yaitu Perseroan serta anak
      usahanya yaitu PT Bina Pertiwi dan UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. PT United Tractors Pandu
      Engineering (UTPE), dan PT Triatra Sinergia Pratama (TRIATRA). Segmen usaha ini berfokus pada
      penjualan alat berat dan kendaraan transportasi untuk berbagai sektor, seperti pertambangan,
      perkebunan, konstruksi, kehutanan, material handling, dan transportasi.




Halaman 46                                                00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 48
     Tabel 17. Mesin Konstruksi
                      Mesin Konstruksi                  2020     2021    2022    2023   2024   2025
      Penjualan Alat Berat Komatsu (Unit)               1.564    3.088   5.753   5270   4420   4515
      Penjualan UD Trucks (Unit)                          224     375     429     272    234    155
      Penjualan Scania (Unit)                             217     545     233     715    436    466
      Penjualan Suku Cadang dan Jasa Pemeliharaan
                                                             6      8      10      12     12     11
      (triliun Rupiah)
      Pendapatan Bersih Mesin Konstruksi
                                                            13     23      36      37     37     36
      (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Segmen usaha Mesin Konstruksi pada tahun 2025 mencatat peningkatan pada penjualan alat
     berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dibanding pada tahun sebelumnya pada tahun
     2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor kehutanan dan
     perkebunan yang mana membuat Komatsu memiliki pangsa pasar sebesar 20% dan tetap
     mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.

     Di sisi lain, penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit, sementara
     penjualan UD Trucks menurun cukup signifikan dari 234 unit menjadi 155 unit. Penurunan juga
     tercatat pada pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat yang
     turun sebesar 3% menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih dari segmen
     Mesin Konstruksi mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp36 triliun, yang menunjukkan
     bahwa peningkatan penjualan unit alat berat belum sepenuhnya mampu mengimbangi
     penurunan pada pendapatan layanan dan komponen pendukung lainnya.

     Kontraktor Penambangan

     Layanan yang tercakup pada segmen usaha kontraktor penambangan adalah diantaranya:
     desain dan implementasi pertambangan, penilaian dan studi kelayakan, pembangunan
     infrastruktur dan fasilitas tambang, pemindahan tanah, pengelolaan limbah, eksplorasi,
     pengangkutan, serta jasa terkait kontraktor penambangan lain.

     Tabel 18. Kontraktor Penambangan
                  Kontraktor Penambangan                2020     2021    2022    2023   2024   2025
      Produksi Batu Bara (juta ton)                       115     116     116     129    148    148
      Volume Pemindahan Tanah (juta bcm)                  825     852     954    1158   1217   1100
      Pendapatan Bersih Kontraktor Penambangan
                                                            29     33      47      54     58     54
      (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Segmen usaha Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
     beserta anak perusahaannya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kedua entitas yang
     tergabung dalam PAMA Grup ini menyediakan layanan jasa pertambangan bagi pemegang
     konsesi tambang, terutama dalam kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden
     removal) serta produksi batu bara dan mineral lainnya.

     Pada tahun 2024, segmen kontraktor penambangan mencatatkan kinerja yang positif. PAMA
     Grup membukukan peningkatan produksi batu bara sebesar 15% atau sekitar 19 juta ton
     dibandingkan tahun 2023. Selain itu, volume pekerjaan pemindahan tanah juga meningkat
     sebesar 5% atau sekitar 59 juta bcm dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan
     peningkatan aktivitas operasional tersebut, pendapatan bersih dari segmen kontraktor


Halaman 47                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 49
     penambangan pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 8% atau sekitar Rp4 triliun
     dibandingkan tahun 2023.

     Namun demikian, hingga triwulan IV tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan penurunan volume
     pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm. Sementara itu, volume
     produksi batu bara untuk para klien tercatat relatif stabil pada level 148 juta ton dengan rata-rata
     stripping ratio sebesar 7,4 kali. Penurunan volume pemindahan tanah ini terutama dipengaruhi
     oleh tingginya curah hujan serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien. Sejalan
     dengan perkembangan tersebut, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor Penambangan
     tercatat menurun sebesar 7% menjadi Rp54 triliun.

     Pertambangan

     Grup perusahaan menjalankan usaha pertambangan pada dua lini bisnis, yaitu: batu bara termal
     dan metalurgi serta emas dan mineral Lainnya. Grup perusahaan menjalankan lini bisnis
     pertambangan batu bara lewat perusahaan induk lini bisnis batu bara yaitu PT Tuah Turangga
     Agung. Pada segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya, PT Agincourt Resources,
     PT Sumbawa jutaraya, dan PT Stargate Pacific Resources menjadi entitas yang menjalankan lini
     bisnis ini.

     Tabel 19. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi
             Batu Bara Termal dan Metalurgi            2020     2021       2022       2023       2024        2025
      Volume Penjualan Batu Bara (juta ton)                9       9         10         12         13          14
      Jumlah Pendapatan Bersih Pertambangan Batu
                                                            9     14         31         30         26          24
      Bara (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Pada lini bisnis pertambangan batu bara, grup perusahaan pada 2024 mencatat volume
     penjualan yang meningkat sebesar 11% atau sebesar 13 juta ton dibandingkan tahun 2023.
     Meski begitu, jumlah pendapatan bersih pertambangan batu bara grup perusahaan pada 2024
     tercatat sebesar 26 triliun Rupiah atau turun sebesar 15% dari pendapatan bersih tahun 2023
     sebesar 31 triliun Rupiah. Penurunan pendapatan bersih tersebut didorong oleh penurunan harga
     batu bara global sejak awal tahun 2024 sehingga meskipun volume penjualan dicatatkan
     meningkat, Nilai penjualan bersih grup perusahaan mengalami penurunan.

     Memasuki tahun 2025, perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi
     14 juta ton. Meskipun demikian, pendapatan dari segmen usaha pertambangan batu bara
     tercatat turun sebesar 7% menjadi Rp24 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya rata-rata
     harga jual batu bara di pasar, yang terus menekan nilai pendapatan meskipun volume penjualan
     mengalami peningkatan.

     Tabel 20. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya
                Emas dan Mineral Lainnya               2020     2021       2022        2023       2024        2025
      Penjualan Setara Emas (ribu ons)                   320      330        286        175         232         277
      Jumlah Pendapatan (triliun Rupiah) Bersih
                                                            7          8          8          5          10          14
      Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Pada lini bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya, grup perusahaan pada 2024
     mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 32% atau sebesar 57 ribu ons dibanding tahun
     2023. Dari sisi pendapatan bersih, grup perusahaan pada 2024 mencatatkan total pendapatan


Halaman 48                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 50
     bersih pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 10 triliun Rupiah atau kenaikan sebesar
     90% dibanding tahun 2023. Pada tahun 2025 tercatatat peningkatan pendapatan sebesar 41%
     menjadi Rp14 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga emas.

     Segmen Lainnya

     Segmen usaha lainnya terdiri dari usaha konstruksi dan energi. Segmen ini dijalankan oleh PT
     Acset Indonusa Tbk dan EPN dimana EPN berjalan sebagai perusahaan induk dalam
     pengembangan energi baru terbarukan dan ramah lingkungan. EPN sebagai anak usaha UNTR
     mendirikan perusahaan patungan PT Jabar Environmental Solutions untuk membangun
     pembangkit listrik tenaga sampah di Jawa Barat.

     Prospek Perusahaan

     Prospek industri pertambangan dan alat berat Indonesia saat ini ditopang oleh fundamental yang
     kuat dari sisi cadangan sumber daya alam dan tren produksi nasional yang terus meningkat.
     Indonesia memiliki 29 jenis komoditas mineral logam yang tersebar di 2.809 lokasi, dengan
     cadangan terbesar berasal dari timah 6.431 juta ton bijih, nikel 5.914 juta ton bijih, dan emas
     3.461 juta ton bijih. Produksi nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana pada
     tahun 2024 produksi batu bara naik 7,9% menjadi 836 juta ton, nikel meningkat 39%, serta emas
     dan perak melonjak hingga 80,9% (yoy). Meskipun harga batu bara terkoreksi hingga 29,6%
     (yoy), harga emas, perak, dan tembaga justru meningkat tajam masing-masing sebesar 51,7%,
     59,2%, dan 7,2%. Pergeseran tren ini menandakan potensi pertumbuhan yang lebih besar pada
     sektor logam bernilai tinggi dan mineral strategis, sejalan dengan kebijakan hilirisasi dan
     peningkatan nilai tambah industri nasional. Peningkatan ekspor mineral seperti emas, perak, dan
     tembaga juga menunjukkan kuatnya permintaan global yang membuka peluang bagi ekspansi
     industri pertambangan nasional menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan.

     Prospek usaha Perseroan ke depan berada dalam fase transisi strategis di tengah pelemahan
     pasar batu bara global. Penurunan permintaan dan harga batu bara akibat berkurangnya
     konsumsi global terutama di Amerika, Eropa serta meningkatnya penetrasi energi terbarukan
     menekan ekspor dan margin kontraktor tambang seperti PAMA. Meski demikian, tingginya
     ketergantungan domestik terhadap batu bara untuk kebutuhan listrik dan pembangunan PLTU
     baru masih membuka peluang penjualan di pasar dalam negeri.

     Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi kunci utama pertumbuhan Perseroan. PAMA mulai
     memperluas portofolio ke proyek tambang nikel seperti blok Pomalaa, sementara lini
     pertambangan milik sendiri melalui Martabe, Doup (ASA), dan Stargate memperkuat eksposur
     Perseroan terhadap komoditas emas dan nikel yang harganya tengah naik tajam. Segmen alat
     berat menghadapi perlambatan dari sektor tambang, namun tetap ditopang oleh aktivitas
     konstruksi dan hilirisasi mineral nasional, dengan potensi pendapatan stabil dari layanan purna
     jual dan digitalisasi sistem (UT Connect). Sementara itu, segmen konstruksi ACSET dan energi
     baru EPN mendukung integrasi antarunit bisnis serta peluang investasi di sektor energi terbarukan.
     Dengan kombinasi diversifikasi portofolio, fokus pada efisiensi operasional, dan kesiapan
     memasuki era energi bersih, Perseroan berpotensi tetap tumbuh solid dan relevan di tengah
     perubahan arah pasar global.

3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi

     Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen perseroan, Rencana Transaksi dilakukan
     untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan. Dalam hal ini, SANF selaku penerima

Halaman 49                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 51
      pinjaman akan menggunakan dana yang diperoleh untuk mendukung pembiayaan pembelian
      alat-alat berat oleh konsumen Perseroan.

      Melalui dukungan pembiayaan tersebut, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan akses
      pembiayaan bagi pelanggan sehingga dapat mendukung kegiatan penjualan alat berat
      Perseroan secara berkelanjutan. Selain itu, Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari sinergi
      usaha dalam grup untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha dan memperkuat daya
      saing Perseroan di industri alat berat dan pembiayaan.

3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif

      Keuntungan dan kerugian dari adanya Rencana Transaksi bagi Perseroan dapat ditinjau dari
      beberapa aspek.

      Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
      berikut:
      1. Rencana Transaksi diharapkan dapat memperkuat sinergi usaha antara Perseroan dan SANF
         dalam mendukung kegiatan pembiayaan pelanggan alat berat Perseroan.
      2. Dengan tersedianya dukungan pendanaan kepada SANF, Perseroan diharapkan dapat
         meningkatkan daya saing penjualan alat berat melalui penyediaan alternatif pembiayaan yang
         lebih fleksibel bagi konsumen.
      3. Rencana Transaksi diharapkan dapat mendukung keberlangsungan operasional dan
         pengembangan usaha Perseroan secara berkelanjutan melalui peningkatan hubungan bisnis
         dengan pelanggan dan penguatan pangsa pasar Perseroan.

      Kerugian yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
      berikut:
      1. Rencana Transaksi dapat meningkatkan ketergantungan Perseroan terhadap kinerja
         pembiayaan SANF dalam mendukung penjualan alat berat Perseroan.
      2. Terdapat risiko apabila kondisi industri alat berat mengalami perlambatan, sehingga target
         penjualan dan efektivitas dukungan pembiayaan kepada pelanggan dapat tidak tercapai
         secara optimal.
      3. Risiko gagal bayar dari konsumen SANF dapat memengaruhi kualitas pembiayaan SANF dan
         pada akhirnya dapat berdampak terhadap hubungan bisnis dan efektivitas pelaksanaan
         Rencana Transaksi.

3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)

      Leverage perusahaan diukur melalui rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
      Equity dan rasio Debt to Assets pada Perseroan secara historis sejak 2021 sampai 31 Desember
      2025 disajikan pada tabel berikut:

      Tabel 21. Leverage Perseroan – Historis
                                                  2021      2022      2023       2024        2025
                      Leverage
                                                Audited    Audited   Audited    Audited     Audited
       Debt to Equity Ratio                        0,13X     0,03X     0,22X       0,21X       0,18X
       Long Term Debt to Equity Ratio              0,04X     0,01X     0,21X       0,16X       0,07X
       Debt to Assets Ratio                        0,08X     0,02X     0,12X       0,12X       0,11X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 50                                                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 52
     Adanya Rencana Transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan secara signifikan karena
     pinjaman yang diberikan kepada SANF bersumber dari dana internal kas Perseroan. dengan
     begitu Rencana Transaksi tidak merubah struktur leverage perusahaan dilihat dari rasio Debt to
     Equity, Long-Term Debt to Equity, dan rasio Debt to Assets. Leverage perusahaan setelah Rencana
     Transaksi dilakukan disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 22. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
                                                                  31 Des 2025                31 Des 2025
                        Dampak Leverage
                                                                Sebelum Transaksi          Setelah Transaksi
      Debt to Equity Ratio                                                  0,1834X                   0,1834X
      Long Term Debt to Equity Ratio                                        0,0709X                   0,0709X
      Debt to Assets Ratio                                                  0,1065X                   0,1065X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
     klasifikasi industri dengan Perseroan. Perusahaan sejenis yang disebandingkan dipilih
     menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
     pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
     Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 4
     kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.

     Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 23. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
                                               Pertumbuhan    Pertumbuhan      Margin        Total    Pangsa
             Perusahaan            Industri
                                                Pendapatan        Laba       Laba Bersih     Aset      Pasar
      PT Alamtri Resources
                                       √           √                                           √         √
      Indonesia Tbk (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk.
                                       √           √                                           √         √
      (IDX:BYAN)
      PT Bukit Asam (Persero)
                                       √                                         √             √         √
      Tbk (IDX:PTBA)
      PT Dian Swastatika
                                       √                                         √             √         √
      Sentosa Tbk (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines
                                       √           √              √                                      √
      Tbk (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya
                                       √                                         √             √         √
      Megah Tbk (IDX:ITMG)
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
     Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 24. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
                Debt to Equity Ratio             Dec 2021     Dec 2022    Dec 2023    Dec 2024       Sep 2025
      PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                       0,36       0,24        0,19           0,11        0,16
      (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN)                  -           -       0,20           0,15              -
      PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA)           0,04       0,05        0,06           0,10        0,17
      PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
                                                       0,36       0,54        0,47           0,63        0,66
      (IDX:DSSA)



Halaman 51                                                     00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 53
                Debt to Equity Ratio           Dec 2021   Dec 2022   Dec 2023   Dec 2024    Sep 2025
      PT Golden Energy Mines Tbk
                                                   0,36       0,24       0,38        0,43        0,19
      (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                   0,04       0,03       0,03        0,04        0,05
      (IDX:ITMG)
      Average                                      0,20       0,18       0,22        0,24        0,20
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,18
     sampai 0,24. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan perusahaan
     lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.

     Tabel 25. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
                Debt to Asset Ratio            Dec 2021   Dec 2022   Dec 2023   Dec 2024    Sep 2025
      PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                   0,21       0,15       0,14        0,09        0,12
      (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN)              -          -       0,12        0,10           -
      PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA)       0,03       0,03       0,03        0,05        0,09
      PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
                                                   0,21       0,25       0,26        0,33        0,34
      (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines Tbk
                                                   0,14       0,12       0,19        0,23        0,11
      (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                   0,03       0,02       0,02        0,03        0,04
      (IDX:ITMG)
      Average                                      0,10       0,09       0,13        0,14        0,12
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,09
     sampai 0,14.

     Debt to Equity Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,18 masih berada
     pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,18 sampai 0,24. Hal ini menunjukan
     bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang dapat membuat Perseroan memiliki
     leverage diluar rentan perusahaan pada industri sejenis.

     Debt to Assets Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,10 masih berada
     pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,09 sampai 0,14. Hal ini menunjukan
     Rencana Transaksi pemberian pinjaman oleh Perseroan ke SANF tidak berdampak pada leverage
     perusahaan yang dilihat dari proksi Debt to Assets.

3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo

     Dampak likuiditas dan kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dilihat dari perubahan
     rasio likuiditas perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Proksi yang dapat
     digunakan pada analisis dampak likuiditas adalah current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau
     rasio cepat, dan cash ratio atau rasio kas. Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman
     saat jatuh tempo dapat dilihat dari kinerja dan kondisi keuangan SANF serta hal-hal lain yang
     dapat mendukung debitur dalam pelunasan saat jatuh tempo.

     Rasio likuiditas Perseroan dengan proksi current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan
     setelah Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:


Halaman 52                                                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 54
     Tabel 26. Rasio Likuiditas Perseroan
             Rasio Likuiditas          Sebelum Transaksi            Setelah Transaksi        Selisih Perubahan
      Current Ratio                                     1,36X                       1,33X                  0,022X
      Quick Ratio                                       1,04X                       1,02X                  0,022X
      Cash Ratio                                        0,50X                       0,48X                  0,022X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rencana Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan memberikan dampak yang tidak
     signifikan. Hal tersebut diakibatkan dari besaran nilai Rencana Transaksi yang jumlahnya sebesar
     6,77% dari total kas dan setara kas perusahaan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu
     dampak yang ditimbulkan Rencana Transaksi terhadap likuiditas perusahaan tidak signifikan.

     Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, digunakan proksi SANF sebagai
     penerima pinjaman berupa kinerja keuangan historis dan rasio keuangan terkait pemenuhan
     regulasi dan kesehatan perusahaan.

     Tabel 27. Rasio Profotabilitas SANF
          Rasio Profitabilitas SANF          2021           2022             2023           2024           2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Net Profit Margin                      13,53%           20,27%         23,15%         25,84%         26,71%
      Return on Assets                        1,49%            2,06%          2,71%          2,98%          3,22%
      Return on Equity                        6,46%           11,34%         15,28%         16,90%         17,23%


     Perusahaan mencatatkan kinerja margin laba bersih dalam rentang 13,53% pada tahun 2021
     hingga 26,71% pada tahun 2025 dengan tren pertumbuhan selama 5 tahun. Menggunakan
     proksi pendapatan berbanding aset, perusahaan mencatatkan pertumbuhan selama 5 tahun
     dengan perolehan sebesar 1,49% pada tahun 2021 hingga sebesar 3,22% pada tahun 2025.
     Menggunakan proksi pendapatan berbanding ekuitas, perusahaan mencatatkan perolehan
     sebesar 6,46% pada tahun 2021 hingga sebesar 17,23% pada tahun 2025 yang
     merepresentasikan tren pertumbuhan selama 5 tahun.

     Tabel 28. Rasio Keuangan Dan Kesehatan SANF
          Rasio Keuangan Dan Kesehatan
                                                     2021          2022         2023          2024          2025
                    Perusahaan
      Financing to Assets Ratio                      98,83%        94,79%       92,44%        95,15%        96,34%
      Rasio Saldo Piutang Pembiayaan Bersih
      terhadap total pendanaan yang                 144,65%     123,09%        119,79%       118,65%       131,32%
      diterima
      Rasio saldo piutang pembiayaan untuk
      Pembiayaan investasi dan modal kerja
                                                     87,16%        98,94%       99,99%         100%          100%
      dibandingkan dengan total saldo
      piutang pembiayaan
      Rasio piutang pembiayaan bermasalah
                                                      0,46%         0,21%           0,08%      0,33%         0,56%
      (“NPF”) - kotor
      Rasio permodalan                               42,38%        35,94%       33,81%        32,62%        33,97%
      Rasio ekuitas terhadap modal disetor          140,10%     159,02%         88,30%       222,27%       251,58%
      Gearing Ratio                                     3X           4,2 X          4,4 X          4,5 X     4,1 X
     Sumber: Laporan Keuangan SANF 2021-2025


     Pada rasio keuangan dan tingkat kesehata perusahaan, perusahaan mencatatkan pemenuhan
     ketentuan regulator dan pemenuhan tingkat kesehatan perusahaan yang diatur pada POJK No.


Halaman 53                                                       00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 55
     35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang berkaitan
     dengan ketentuan pemenuhan gearing ratio, rasio Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding
     Principal) untuk Pembiayaan Investasi dan Pembiayaan Modal Kerja dibandingkan dengan total
     Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal), pemenuhan ekuitas, rasio Ekuitas terhadap
     Modal Disetor, rasio permodalan, dan pemenuhan ketentuan lainnya yang diatur pada POJK No.
     35/POJK.05/2018.

     Secara keseluruhan, hasil analisis rasio keuangan dan kesehatan perusahaan SANF selama
     periode 2021–2025 menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh ketentuan yang
     diatur dalam POJK No. 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan
     Pembiayaan. Pemenuhan ini tidak hanya bersifat formal-regulatoris, namun juga mencerminkan
     kinerja keuangan yang fundamental sehat, dengan indikator-indikator utama yang menunjukkan
     tren yang positif dan konsisten.

     Dengan fundamental yang kuat, kepatuhan regulasi yang terjaga, dan strategi bisnis yang
     berorientasi pada pembiayaan produktif, SANF berada pada posisi yang kokoh dan kondusif
     untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, memberikan manfaat optimal bagi nasabah, pemegang
     saham, dan perekonomian nasional.

3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal

     Terdapat dampak pada Perseroan jika pinjaman yang diberikan SANF tidak dapat dilunasi atau
     mengalami kegagalan. Tidak dilunasinya pinjaman oleh SANF akan menghilangkan potensi
     pendapatan bunga yang akan diterima dan menghilangkan hak penerimaan pokok atas
     pinjaman. Hal tersebut berdampak pada penurunan proyeksi laba rugi dan penurunan proyeksi
     perolehan kas Perseroan.

     Tabel 29. Analisis Cash Management
                                                                                (dalam juta Rupiah)
                           Analisis Cash Management                        31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas Perseroan                                                     26.570.772
       Nilai Rencana Transaksi                                                           1.800.000
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                   6,77%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Merujuk pada analisis cash management, rasio nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara
     kas Perseroan per tanggal Pendapat Kewajaran adalah sebesar 6,77% sehingga dampak yang
     timbul jika terjadi gagal bayar tidak akan mengganggu aktivitas operasional perusahaan secara
     keseluruhan.

     Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, penyaluran dana dalam
     rencana transaksi pinjam meminjam antara Perseroan dan SANF disesuaikan dengan pencapaian
     target penjualan alat berat Perseroan. Dengan demikian, apabila target penjualan tidak tercapai
     atau tidak terjadi penjualan alat berat, maka dana pinjaman pada dasarnya tidak akan disalurkan
     oleh Perseroan.

     Sementara itu, atas dana yang telah disalurkan kepada SANF dan dalam hal terjadi gagal bayar
     dari konsumen SANF, maka SANF akan tetap melakukan upaya penagihan kepada konsumen
     sesuai dengan mekanisme dan prosedur pembiayaan yang berlaku. Selain itu, Perseroan juga




Halaman 54                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 56
      memperoleh dukungan dari SANF dalam melakukan pengelolaan dan pengawasan atas kualitas
      pembiayaan sehingga risiko kegagalan tersebut diharapkan dapat diminimalisir.

      Lebih lanjut, dikarenakan hubungan antara Perseroan dan SANF merupakan hubungan afiliasi
      dalam satu grup usaha, Manajemen Perseroan memiliki keyakinan terhadap kelancaran
      pembayaran kewajiban SANF atas rencana transaksi ini. Dengan mempertimbangkan hubungan
      afiliasi, koordinasi usaha, serta pengawasan manajemen dalam grup, dampak risiko apabila
      proyek atau pembiayaan yang didukung mengalami kegagalan pada saat ini dinilai masih dapat
      dikelola dalam tingkat yang wajar.

3.2   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

3.2.1 Kinerja Historis

      Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
      perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya Rencana Transaksi. Analisis
      ini memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta
      kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.

      Kinerja Historis Perseroan

      • Laporan Keuangan

         Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
         Perseroan periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

         Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
         keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
         Arus Kas pada masing-masing periode.

         Laporan Posisi Keuangan

         Tabel 30. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025
                                                                            (dalam miliar Rupiah)
                                               Audited      Audited    Audited    Audited    Audited
                  Laporan Posisi Keuangan
                                              Des 2021      Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
           Aset
           Aset Lancar
           Kas dan Setara Kas                   33.322        38.282     18.597     25.093     26.571
           Piutang Usaha
           Pihak Ketiga                         11.640        17.118     18.953     18.918     18.560
           Pihak Berelasi                            512        515       1.321      1.071      1.358
           Piutang Non Usaha
           Pihak Ketiga                              904       1.042       833        780        493
           Pihak Berelasi                            964        973       1.208      1.383      1.203
           Persediaan                               9.454     15.390     17.184     16.994     16.730
           Proyek dalam Pelaksanaan                    0           0          0       159         29
           Pihak Ketiga                               59         37        111           0          0
           Pihak Berelasi                              0           0                     0          0



Halaman 55                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 57
                                           Audited    Audited    Audited    Audited    Audited
               Laporan Posisi Keuangan
                                           Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
         Pajak Dibayar Dimuka
         Pajak Penghasilan Badan              1.145       806        910        782       1.654
         Pajak Lain-lain                      1.753      3.412      2.197      2.939      3.644
         Uang Muka dan Biaya Dibayar
                                               775       1.256      1.103      1.470      1.543
         Dimuka
         Aset Lancar Lain-lain                  77         99        249        391        357
         Total Aset Lancar                   60.604     78.930     62.667     69.979     72.141


         Aset Tidak Lancar
         Kas dan Deposito Berjangka Yang
                                               776        519        561        629        788
         Dibatasi Penggunaannya
         Piutang Usaha
         Pihak Ketiga                           56           0       108        477        453
         Pihak Berelasi                           0                   17         18         19
         Piutang Non Usaha
         Pihak Ketiga                          385        458        312        180         88
         Pihak Berelasi                       2.087      2.811      2.868      3.407      3.104
         Persediaan                            206        255         82         99        106
         Pajak Dibayar Dimuka
         Pajak Penghasilan Badan                19           9        76        792       1.447
         Pajak Lain-Lain                       222        266       1.732      1.913      1.650
         Uang Muka Dan Biaya Dibayar
                                               109        569       1.299       428        794
         Dimuka
         Investasi Pada Entitas Asosiasi
         Investments In Associates Dan        2.517      5.146     14.853     17.822     17.224
         Ventura Bersama
         Investasi Jangka Panjang              764       1.114      1.243      1.376      3.176
         Aset Tetap                          20.457     23.678     36.002     40.952     45.297
         Properti Pertambangan               11.925     11.905     17.846     15.712     14.809
         Properti Investasi                    222        222        228        216        244
         Beban Eksplorasi dan
                                              2.162      2.389      2.374      2.494      2.769
         Pengembangan Tangguhan
         Aset Tambang Berproduksi             4.456      4.836      4.489      4.216      3.958
         Beban Tangguhan                       917       1.715      1.449      1.301      1.169
         Aset Pajak Tangguhan                 2.250      2.981      3.537      4.021      4.891
         Goodwill                             2.428      2.676      2.287      3.448      3.511
         Total Aset Tidak Lancar             51.957     61.548     91.361     99.501    105.496
         Total Aset                         112.561    140.478    154.028    169.481    177.637


         Liabilitas
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Usaha
         Pihak Ketiga                        14.299     24.591     28.883     28.749     29.095
         Pihak Berelasi                        219        258        228        236        214
         Utang Non-Usaha
         Pihak Ketiga                          389        508        604        863       1.133
         Pihak Berelasi                         51         76         52         70         88



Halaman 56                                            00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 58
                                                Audited    Audited     Audited     Audited     Audited
               Laporan Posisi Keuangan
                                                Des 2021   Des 2022    Des 2023    Des 2024    Des 2025
         Utang Pajak
         Pajak Penghasilan Badan                   1.868      2.940       2.390       1.042         826
         Pajak Lain-Lain                            378         642         779         478         585
         Akrual                                    5.188      8.856       6.569       6.787       6.693
         Uang Muka Pelanggan
         Pihak Ketiga                               774         784         691       1.004         857
         Pihak Berelasi                              11         111          53          46          44
         Pendapatan Tangguhan                       440         600         705         972       1.021
         Liabilitas Imbalan Kerja                   633         658         791         852       1.054
         Pinjaman Bank Jangka Pendek                175       1.029         294         402         560
         Bagian Jangka Pendek Dari Utang
         Jangka Panjang
         Pinjaman Bank                             5.351                      8       2.294       9.683
         Liabilitas Sewa                            651         940         989         907         801
         Pinjaman Lain-Lain                          29          19           3         600         560
         Pinjaman Bank Jangka Pendek Dari
         Liabilitas Keuangan Jangka                  32          29                       0           0
         Panjang Lain-Lain
         Total Liabilitas Jangka Pendek           30.489     42.037      43.038      45.303      53.213


         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas Pajak Tangguhan                3.165      3.241       4.462       4.022       3.768
         Provisi Rehabilitasi, Reklamasi, dan
                                                    634         794         865       1.029       1.155
         Penutupan Tambang
         Liabilitas Imbalan Kerja                  3.316      3.708       4.047       4.989       5.498
         Utang Jangka Panjang, Setelah
         Dikurangi Bagian Jangka Pendek
         Pinjaman Bank                             2.497          0      16.573      14.862       6.055
         Liabilitas Sewa                            462         897         842         758         976
         Pinjaman Lain-Lain                          22         117         165         343         282
         Liabilitas Keuangan Jangka
                                                    154         169           0           0       3.555
         Panjang Lain-Lain
         Total Liabilitas Jangka Panjang          10.249      8.927      26.954      26.003      21.288
         Total Liabilitas                         40.739     50.964      69.993      71.305      74.501


         Ekuitas
         Ekuitas Yang Diatribusikan Kepada
         Entitas Induk
         Modal Disetor                              933         933         933         933         933
         Tambahan Modal Disetor                    9.704      9.704       9.704       9.704       9.704
         Saham Tresuri                                 0     (3.191)     (3.191)     (3.191)     (4.902)
         Saldo Laba
         Dicadangkan                                187         187         187         187         187
         Belum Dicadangkan                        56.487     71.137      66.685      77.976      85.548
         Selisih Kurs Dari Penjabaran
                                                   2.712      5.962       5.188       7.399       9.227
         Laporan Keuangan
         Cadangan Lindung Nilai                    (818)        612         549         745      (2.065)



Halaman 57                                                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 59
                                             Audited     Audited    Audited     Audited        Audited
              Laporan Posisi Keuangan
                                            Des 2021    Des 2022    Des 2023   Des 2024    Des 2025
         Cadangan Penyesuaian Nilai Wajar
                                                   20         20          20          19            19
         Aset Tetap
         Transaksi Dengan Kepentingan
                                                (664)       (664)      (824)       (824)          (876)
         Nonpengendali
         Total Ekuitas Yang Diatribusikan
                                              68.560      84.698      79.251     92.947         97.774
         Kepada Entitas Induk
         Kepentingan Nonpengandali             3.263       4.816       4.785       5.228         5.363


         Total Ekuitas                        71.823      89.514      84.036     98.175        103.136
         Total Liabilitas Dan Ekuitas        112.561     140.478     154.028    169.481        177.637
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        4,45% . Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp60.604 miliar. Pada tahun 2022 aset
        lancar mengalami peningkatan sebesar 30,24% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp78.930 miliar. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 20,60% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp62.667 miliar. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
        peningkatan sebesar 11,67% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.979 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 3,09% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp72.141miliar.

        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR
        sebesar 19,37% . Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp51.957 miliar. Pada
        tahun 2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 18,46% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp61.548 miliar. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 48,44% secara year on year atau tercatat sebesar Rp91.361 miliar. Pada
        tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,91% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp99.501 miliar. Serta Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 6,02% secara year on year atau tercatat sebesar Rp105.496 miliar.

        Total Aset

        Pertumbuhan total aset Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya dengan rata-
        rata CAGR sebesar 12,08%. Pada tahun 2021 total aset tercatat sebesar Rp112.561 miliar.
        Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 24,80% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp140.478 miliar. Pada Tahun 2023 total aset mengalami peningkatan
        sebesar 9,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp154.028 miliar. Pada tahun 2024
        total aset mengalami peningkatan sebesar 10,03% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp169.481 miliar. Serta Pada tahun 2025 total aset mengalami peningkatan sebesar 4,81%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp177.637 miliar.




Halaman 58                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 60
        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 14,94%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp30.489
        miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 37,88%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.037 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
        pendek mengalami peningkatan sebesar 2,38% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp43.038 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
        5,26% secara year on year atau tercatat sebesar Rp45.303 miliar. Serta Pada tahun 2025
        liabiitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 17,46% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp53.213 miliar.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 20,05%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp10.249
        miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 12,90%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.927 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
        panjang mengalami peningkatan sebesar 201,94% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp26.954 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar
        3,53% secara year on year atau tercatat sebesar Rp26.003 miliar. Serta Pada tahun 2025
        liabiitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 18,13% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp21.288 miliar.

        Total Liabilitas

        Pertumbuhan total liabilitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata
        CAGR sebesar 16,29%. Pada tahun 2021 total liabilitas tercatat sebesar Rp40.739 miliar. Pada
        tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 25,10% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp50.964 miliar. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami peningkatan
        sebesar 37,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.993 miliar. Pada tahun 2024
        total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 1,88% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp71.305 miliar. Serta Pada tahun 2025 total liabiitas mengalami peningkatan sebesar 4,48%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp74.501 miliar.

        Total Ekuitas

        Pertumbuhan total ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        9,47%. Pada tahun 2021 total ekuitas tercatat sebesar Rp71.823 miliar. Pada tahun 2022 total
        ekuitas mengalami peningkatan sebesar 24,63% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp89.514 miliar. Pada Tahun 2023 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 6,12% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp84.036 miliar. Pada tahun 2024 total ekuitas mengalami
        peningkatan sebesar 16,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp98.175 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,05% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp103.136 miliar.




Halaman 59                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 61
        Laporan Laba Rugi

        Tabel 31. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                        Audited     Audited      Audited      Audited      Audited
              Laporan Laba Rugi
                                        Des 2021    Des 2022    Des 2023     Des 2024     Des 2025
         Pendapatan bersih                79.461     123.607      128.583      134.427         131.301
         Beban pokok pendapatan          (59.796)    (88.849)     (92.797)    (100.595)    (101.597)
         Laba bruto                       19.665      34.759       35.786       33.832          29.704
         Beban penjualan                  (1.126)     (1.065)      (1.321)      (1.056)         (1.598)
         Beban umum dan
                                          (3.664)     (4.561)      (4.742)      (5.594)         (6.040)
         administrasi
         Beban lain-lain, bersih            (980)       (561)        (885)        (421)          (256)
         Penghasilan keuangan                872         998        1.127        1.150           1.244
         Biaya keuangan                     (754)       (760)      (1.879)      (2.651)         (2.626)
         Bagian atas laba bersih
         entitas asosiasi dan ventura        449         636          635          637           (246)
         bersama
         Laba sebelum pajak
                                          14.462      29.446       28.720       25.897          20.182
         penghasilan
         Beban pajak penghasilan          (3.854)     (6.452)      (6.590)      (5.779)         (5.005)
         Laba tahun berjalan              10.608      22.994       22.130       20.119          15.177
         Laba bersih                      10.280      21.005       20.612       19.531          14.810
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Pendapatan Bersih

        Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 13,38%. Pada tahun 2021 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp79.461 miliar. Pada
        tahun 2022 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 55,56% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp123.607 miliar. Pada tahun 2023 pendapatan bersih mengalami
        peningkatan sebesar 4,03% secara year on year atau tercatat sebesar Rp128.583 miliar. Pada
        tahun 2024 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar negatif 4,54% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp134.427 miliar. Serta Pada tahun 2025 pendapatan bersih
        mengalami penurunan sebesar 2,33% secara year on year atau tercatat sebesar Rp131.301
        miliar.
        Laba Bruto

        Pertumbuhan laba bruto Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        10,86%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp19.665 miliar. Pada tahun 2022 laba
        bruto mengalami peningkatan sebesar 76,75% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp34.759 miliar. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 2,96% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp35.786 miliar. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
        penurunan sebesar 5,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.832 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 12,20% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp29.704 miliar.




Halaman 60                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 62
        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan Perseroan selama periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 8,69%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
        Rp14.462 miliar. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
        sebesar 103,61% secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.446 miliar. Pada tahun 2023
        laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 2,46% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp28.720 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan
        mengalami penurunan sebesar 9,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp25.897
        miliar. Serta Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar
        22,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.182 miliar.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 9,37%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp10.608 miliar.
        Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 116,75% secara year
        on year atau tercatat sebesar Rp22.994 miliar. Pada tahun 2023 laba tahun berjalan
        mengalami penurunan sebesar 3,76% secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.130
        miliar. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 9,09% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp20.119 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba tahun berjalan
        mengalami penurunan sebesar 24,56% secara year on year atau tercatat sebesar Rp15.177
        miliar.

        Laba Bersih

        Pertumbuhan laba bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        9,56%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp10.280 miliar. Pada tahun 2022 laba
        bersih mengalami peningkatan sebesar 104,34% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp21.005 miliar. Pada tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar 1,87% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp20.612 miliar. Pada tahun 2024 laba bersih mengalami
        penurunan sebesar 5,24% secara year on year atau tercatat sebesar Rp19.531 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar 24,17% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp14.810 miliar.

        Laporan Arus Kas

        Tabel 32. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                       Audited      Audited      Audited     Audited      Audited
              Laporan Arus Kas
                                      Des 2021     Des 2022     Des 2023    Des 2024     Des 2025
         Arus kas dari aktivitas
         operasi
         Penerimaan dari pelanggan       77.191     118.488      125.717      134.591      130.663
         Pembayaran kepada
                                        (43.653)    (70.639)     (79.769)     (83.213)     (84.052)
         pemasok dan lain-lain
         Pembayaran kepada
                                         (8.375)      (9.307)    (10.881)     (12.232)     (12.574)
         karyawan


Halaman 61                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 63
                                        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
              Laporan Arus Kas
                                        Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
         Kas yang dihasilkan dari
                                          25.163         38.542         35.068         39.146         34.037
         operasi
         Pembayaran biaya
                                            (753)          (724)        (2.098)        (2.758)        (2.558)
         keuangan
         Penerimaan bunga                    747            822            952            978          1.112
         Pembayaran pajak
                                          (2.826)        (6.560)        (8.886)        (8.791)        (7.502)
         penghasilan badan
         Penerimaan dari kelebihan
                                             749            288          1.126          1.088          1.833
         pembayaran pajak lain-lain
         Penerimaan dari kelebihan
         pembayaran pajak                    205            523            186            381            222
         penghasilan badan
         Arus kas bersih yang
         diperoleh dari aktivitas         23.285         32.892         26.347         30.045         27.143
         operasi


         Arus kas dari aktivitas
         investasi
         Perolehan aset tetap             (2.654)        (7.768)       (18.012)       (12.212)       (12.975)
         Perolehan properti investasi              -              -              -              -              -
         Pembayaran beban
         eksplorasi dan                     (407)          (397)          (331)          (313)          (350)
         pengembangan tangguhan
         Pembayaran aset tambang
                                            (315)          (435)          (327)          (442)          (223)
         berproduksi
         Pembayaran beban
                                             (50)        (1.151)           (85)           (64)           (90)
         tangguhan
         Uang muka perolehan aset
                                             (79)          (686)          (476)          (719)          (552)
         tetap
         Uang Muka Perolehan
                                                   -              -       (804)                 -              -
         Saham
         Penambahan investasi pada
         entitas asosiasi dan ventura         (0)          (264)        (9.377)        (1.464)          (207)
         bersama
         Penambahan investasi
                                            (114)                 -              -              -     (1.500)
         jangka panjang
         Akuisisi entitas anak                                          (4.331)           (83)          (500)
         Penerimaan dari penjualan
                                             280            341            143            420            456
         aset tetap
         Penerimaan dari penjualan
                                                   -              -              -              -        564
         Entitas Anak
         Penambahan pinjaman
                                          (1.179)        (1.336)        (1.533)        (1.662)          (726)
         kepada pihak berelasi
         Penambahan pinjaman
                                            (492)          (503)          (430)          (338)          (111)
         kepada pihak ketiga
         Penerimaan dari pinjaman
                                           1.055            932          1.415          1.321          2.001
         kepada pihak berelasi
         Penerimaan dari pinjaman
                                             486            427            434            410            466
         kepada pihak ketiga
         Penarikan kas dan deposito
         yang dibatasi                       272            317                  -              -              -
         penggunaannya


Halaman 62                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 64
                                       Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
              Laporan Arus Kas
                                       Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
         Penerimaan dividen                  39            124            273            943            302
         Arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas       (3.159)       (10.401)       (33.440)       (14.203)       (13.446)
         investasi


         Arus kas dari aktivitas
         pendanaan
         Penerimaan pinjaman bank
                                            481            888            162          1.078          1.269
         jangka pendek
         Penerimaan pinjaman bank
                                                  -              -     19.630          5.656          8.220
         jangka Panjang
         Pembayaran pinjaman bank
                                         (1.007)           (90)          (260)          (977)        (1.115)
         jangka pendek
         Pembayaran pinjaman bank
                                         (2.508)        (8.216)        (3.650)        (5.529)       (10.005)
         jangka panjang
         Pembayaran pokok liabilitas
                                         (1.060)          (962)        (1.106)        (1.149)        (1.168)
         sewa
         Penerimaan Pinjaman Lain-
                                                  -        114             51          3.037          1.639
         lain
         Pembayaran pinjaman lain-
                                            (53)           (29)           (19)        (3.164)        (1.742)
         lain
         Penambahan modal dari
                                                  -         18             37                 2              9
         kepentingan nonpengendali
         Penerimaan dari Pelepasan
         Kepentingan pada Entitas                 -              -         15                  -              -
         Anak
         Pembayaran untuk akuisisi
         kepentingan nonpengendali          (20)                 -        (51)                 -              -
         pada entitas anak
         Pembayaran untuk
                                                  -     (3.191)                 -              -     (1.590)
         pembelian saham tresuri
         Pembayaran dividen
         kepada:
         Pemilik Entitas Induk           (3.013)        (6.365)       (25.001)        (8.118)        (7.446)
         Kepentingan Nonpengendali         (239)          (819)        (2.038)          (304)          (542)
         Arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas       (7.420)       (18.653)       (12.230)        (9.468)       (12.470)
         pendanaan


         Kenaikan bersih kas dan
                                          12.706         3.837     (19.323)        6.374      1.228
         setara kas
         Kas dan setara kas pada
                                          20.499        33.322       38.282      18.597      25.093
         awal tahun
         Dampak perubahan selisih
         kurs terhadap kas dan                117        1.123         (362)         122        251
         setara kas
         Kas dan setara kas pada
                                          33.322        38.282       18.597      25.093      26.571
         akhir tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025




Halaman 63                                                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 65
        Arus Kas dari Aktivitas Operasi

        Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas
        dari kegiatan usaha utamanya. Sepanjang periode 2021 hingga 2022, arus kas dari aktivitas
        operasi menunjukkan tren peningkatan.

        Pada tahun 2021 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp23.285 miliar. Pada tahun
        2022 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp32.892 miliar. Pada tahun 2023 arus
        kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp26.347 miliar. Pada tahun 2024 arus kas dari
        aktivitas operasi tercatat sebesar Rp30.045 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025 arus
        kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp27.143 miliar.

        Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

        Sepanjang periode 2021 hingga 2023, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan menunjukkan
        tren peningkatan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan perolehan aset tetap, penambahan
        investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama serta penambahan pinjaman kepada
        pihak berelasi.

        Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp3.159 miliar. Pada tahun
        2022 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp10.401 miliar. Pada tahun 2023 arus
        kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp33.440 miliar. Pada tahun 2024 arus kas untuk
        aktivitas investasi tercatat sebesar Rp14.203 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025
        arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp13.446 miliar.

        Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

        Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan mengalami penurunan dan peningkatan yang
        fluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain,
        pembayaran pinjaman bank jangka pendek, pembayaran pinjaman bank jangka panjang,
        pembayaran pokok liabilitas sewa serta pembayaran dividen.

        Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.420 miliar. Pada
        tahun 2022 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18.653 miliar. Pada tahun
        2023 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.230 miliar. Pada tahun 2024
        arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp9.468 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.470 miliar.

        Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas

        Kenaikan bersih kas dan setara kas Perseroan mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi
        setiap tahunnya sejalan dengan perubahan pada arus kas operasional, investasi, dan
        pendanaan.

        Pada tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12.706 miliar. Pada
        tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp3.837 miliar. Pada tahun
        2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif Rp 19.323 miliar. Pada tahun
        2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.374 miliar. Serta pada periode
        31 Desember 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1.228 miliar.




Halaman 64                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 66
        Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun

        Berdasarkan laporan arus kas Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 30 Juni 2025,
        kas dan setara kas pada akhir tahun menunjukkan fluktuasi seiring perubahan aktivitas
        operasi, investasi, dan pendanaan.

        PaPada tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami peningkatan sebesar
        sebesar Rp33.322 miliar. Pada tahun 2022 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami
        peningkatan sebesar Rp38.282 miliar. Pada tahun 2023 kas dan setara kas pada akhir tahun
        mengalami penurunan sebesar Rp18.597 miliar. Pada tahun 2024 kas dan setara kas pada
        akhir tahun mengalami peningkatan sebesar Rp25.093 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 26.571
        miliar.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 33. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan        Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
              Total Aset Lancar                  53,84%     56,19%     40,69%     41,29%     40,61%
              Total Aset Tidak Lancar            46,16%     43,81%     59,31%     58,71%     59,39%
              Total Aset                        100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
              Total Liabilitas Jangka Pendek     27,09%     29,92%     27,94%     26,73%     29,96%
              Total Liabilitas Jangka Panjang     9,11%      6,35%     17,50%     15,34%     11,98%
              Total Liabilitas                   36,19%     36,28%     45,44%     42,07%     41,94%
              Total Ekuitas                      63,81%     63,72%     54,56%     57,93%     58,06%
              Total Liabilitas dan Ekuitas      100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025,
             rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 46,52% lebih kecil
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset
             sebesar 53,48%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset
             sebesar 40,61%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar 59,39%.

             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 40,39% lebih kecil
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             59,61%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
             sebesar 41,94%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 58,06%.




Halaman 65                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 67
             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                Laporan Laba Rugi          Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024     Des 2025
              Pendapatan bersih             100,00%    100,00%    100,00%     100,00%     100,00%
              Laba bruto                     24,75%     28,12%     27,83%       25,17%     22,62%
              Laba sebelum pajak
                                             18,20%     23,82%     22,34%       19,26%     15,37%
              penghasilan
              Laba tahun berjalan            13,35%     18,60%     17,21%       14,97%     11,56%
              Laba bersih                    12,94%     16,99%     16,03%       14,53%     11,28%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
             2025 adalah sebesar 25,70%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 22,62%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             19,80%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,37%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,14%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 11,56%.

             Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
             Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan proporsi
             laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
             11,28%.

     Kinerja Historis SANF

     • Laporan Keuangan

        Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
        SANF periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

        Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
        keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
        Arus Kas pada masing-masing periode.




Halaman 66                                                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 68
        Laporan Posisi Keuangan

        Tabel 35. Laporan Posisi Keuangan SANF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                         Audit         Audit         Audit        Audit        Audit
                 Keterangan
                                         2021          2022          2023         2024         2025
         Aset
         Kas Dan Kas Di Bank -
                                         120.677       421.806       344.291      196.301       86.561
         Pihak Ketiga
         Kas Dan Kas Di Bank -
                                                  -             -            2     15.005       36.537
         Pihak Berelasi
         Piutang Sewa Pembiayaan -
                                        2.376.692     3.869.913     4.818.705    5.673.289    6.016.369
         Pihak Ketiga (Bersih)
         Piutang Sewa Pembiayaan -
                                          54.384        71.325       179.070      191.035      147.833
         Pihak Berelasi (Bersih)
         Piutang Pembiayaan
         Konsumen - Pihak Ketiga         781.271       398.419       518.546      860.989      969.152
         (Bersih)
         Piutang Pembiayaan Modal
                                             394                -            -        274       48.338
         Usaha (Bersih)
         Tagihan Anjak Piutang -
                                           3.070        18.068        32.497       73.098      200.699
         Pihak Ketiga (Bersih)
         Tagihan Anjak Piutang -
                                          73.500       123.572        99.840       79.047       65.973
         Pihak Berelasi (Bersih)
         Beban Dibayar Dimuka -
                                                 70            29        524        1.520        2.268
         Pihak Ketiga
         Beban Dibayar Dimuka -
                                             233           136         1.108        1.503        2.364
         Pihak Berelasi
         Piutang Lain-Lain Dan
                                          15.462        27.264        21.634       43.157       47.034
         Uang Muka - Pihak Ketiga
         Piutang Lain-Lain Dan
                                                 76        182         9.315       11.905        9.396
         Uang Muka - Pihak Berelasi
         Aset Derivatif                           -     31.092         7.841       11.150        6.831
         Aset Tetap - Bersih              43.274        42.684        48.782       51.121       65.982
         Aset Hak Guna - Bersih            3.196         2.771         3.702        3.898        5.169
         Aset Pajak Tangguhan             11.829        20.862        23.700       22.615       20.060
         Aset Lain-Lain                      890           897           925          925          925
         Jumlah Aset                    3.485.018     5.029.020     6.110.482    7.236.832    7.731.491
         Liabilitas
         Pinjaman Yang Diterima -
                                         987.226      1.944.035     1.289.576    1.699.742    1.716.524
         Pihak Ketiga (Bersih)
         Pinjaman Yang Diterima -
                                        1.076.708     1.167.270     1.320.807    1.492.377    1.221.761
         Pihak Berelasi (Bersih)
         Biaya Akrual - Pihak Ketiga      19.242        24.569        30.879       29.037       47.934
         Biaya Akrual - Pihak
                                          34.201         6.866         7.194        6.886        5.497
         Berelasi
         Liabilitas Pajak - Pph Badan      8.558        21.553        23.999        8.635        3.057
         Liabilitas Pajak - Pajak
                                           5.272         7.550         7.977        8.701        9.160
         Lainnya
         Utang Obligasi - Bersih         311.506       745.899      2.093.862    2.494.648    3.043.559
         Liabilitas Derivatif             19.900                -            -            -      7.134
         Liabilitas Sewa - Pihak
                                           1.263           613         1.785        1.637        1.915
         Ketiga
         Liabilitas Sewa - Pihak
                                             481           202           369          591        2.361
         Berelasi
         Liabilitas Imbalan Kerja         20.967        20.853        20.817       29.484       37.710




Halaman 67                                                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 69
                                       Audit        Audit        Audit       Audit        Audit
                   Keterangan
                                       2021         2022        2023         2024         2025
         Utang Lain-Lain - Pihak
                                       125.567     144.534      176.118      132.493      145.243
         Ketiga
         Utang Lain-Lain - Pihak
                                        68.716       30.905      54.604       54.781       43.342
         Berelasi
         Jumlah Liabilitas           2.679.607    4.114.849   5.027.987    5.959.012    6.285.197
         Ekuitas
         Modal Saham                   574.885     574.885      574.885      574.885      574.885
         Agio Saham                      47.937       47.937       47.937       47.937      47.937
         Cadangan Lindung Nilai
                                         (5.586)        (361)         738         (789)   (13.272)
         Arus Kas
         Saldo Laba - Dicadangkan           400          425          450          475         500
         Saldo Laba - Belum
                                        187.775      291.285      458.485      655.312    836.244
         Dicadangkan
         Jumlah Ekuitas                 805.411      914.171    1.082.495    1.277.820  1.446.294
         Jumlah Liabilitas Dan
                                      3.485.018    5.029.020    6.110.482    7.236.832  7.731.491
         Ekuitas
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SANF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Jumlah Aset

        Pertumbuhan jumlah aset SANF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
        22,04%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar Rp3.485.018 juta. Pada tahun 2022
        jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 44,30% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp5.029.020 juta. Pada Tahun 2023 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 21,50%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp6.110.482 juta. Pada tahun 2024 jumlah aset
        mengalami peningkatan sebesar 18,43% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp7.236.832 juta. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 6,84%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp7.731.491 juta.

        Jumlah Liabilitas

        Pertumbuhan jumlah liabilitas SANF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
        23,75%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp2.679.607 juta. Pada tahun
        2022 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 53,56% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp4.114.849 juta. Pada Tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami peningkatan
        sebesar 22,19% secara year on year atau tercatat sebesar Rp5.027.987 juta. Pada tahun 2024
        jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 18,52% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp5.959.012 juta. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar
        5,47% secara year on year atau tercatat sebesar Rp6.285.197 juta.

        Jumlah Ekuitas

        Pertumbuhan jumlah ekuitas SANF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
        15,76%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp805.411 juta. Pada tahun 2022
        jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 13,50% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp914.171 juta. Pada Tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar
        18,41% secara year on year atau tercatat sebesar Rp1.082.495 juta. Pada tahun 2024 jumlah


Halaman 68                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 70
        ekuitas mengalami peningkatan sebesar 18,04% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp1.277.820 juta. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 13,18%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp1.446.294 juta.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 36. Laporan Laba Rugi SANF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam juta Rupiah)
                                        Audit        Audit         Audit        Audit         Audit
                 Keterangan
                                        2021        2022           2023         2024          2025
         Pendapatan
         Sewa Pembiayaan               260.845      417.885        608.642      694.109       749.904
         Pembiayaan Konsumen           107.252       69.813         67.299      100.242       138.094
         Pembiayaan Modal Usaha             212              19            -            18      2.004
         Anjak Piutang                    6.585      10.081         15.001       19.845        21.439
         Pendapatan Bunga Dan
                                          9.775      13.450         23.561       21.379        21.515
         Lain-Lain
         Jumlah Pendapatan             384.669      511.248        714.503      835.593       932.956
         Beban
         Beban Bunga Dan
                                      (125.529)    (191.305)      (313.901)    (352.740)     (416.142)
         Keuangan
         Beban Usaha                   (89.957)    (107.912)      (132.006)    (150.430)     (165.437)
         Penyisihan Kerugian
                                      (101.912)     (78.482)       (53.643)     (61.283)      (41.089)
         Penurunan Nilai
         Beban Pajak Final                (526)        (597)        (3.263)        (852)       (1.196)
         Jumlah Beban                 (317.924)    (378.296)      (502.813)    (565.305)     (623.864)
         Laba Sebelum Pajak
                                         66.745     132.952        211.690      270.288       309.092
         Penghasilan
         Pajak Penghasilan
         Beban Pajak Penghasilan       (14.704)     (29.326)       (46.266)     (54.337)      (59.943)
         Laba Tahun Berjalan             52.041       103.626     165.424      215.951        249.149
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SANF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Pendapatan Bersih

        Pertumbuhan pendapatan SANF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
        24,79%. Pada tahun 2021 pendapatan tercatat sebesar Rp384.669 juta. Pada tahun 2022
        pendapatan mengalami peningkatan sebesar 32,91% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp511.248 juta. Pada Tahun 2023 pendapatan mengalami peningkatan sebesar
        39,76% secara year on year atau tercatat sebesar Rp714.503 juta. Pada tahun 2024
        pendapatan mengalami peningkatan sebesar 16,95% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp835.593 juta. Pada tahun 2025 pendapatan mengalami peningkatan sebesar
        11,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp932.956 juta.

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan SANF selama periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
        rata CAGR sebesar 46,70%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
        sebesar Rp66.745 juta. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami


Halaman 69                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 71
        peningkatan sebesar 99,19% secara year on year atau tercatat sebesar Rp132.952 juta. Pada
        Tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 59,22% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp211.690 juta. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak
        penghasilan mengalami peningkatan sebesar 27,68% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp270.288 juta. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
        peningkatan sebesar 14,36% secara year on year atau tercatat sebesar Rp309.092 juta.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan SANF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 47,92%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp52.041 juta. Pada
        tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 99,12% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp103.626 juta. Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami
        peningkatan sebesar 59,64% secara year on year atau tercatat sebesar Rp165.424 juta. Pada
        tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 30,54% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp215.951 juta. Pada tahun 2025 laba tahun berjalan mengalami
        peningkatan sebesar 15,37% secara year on year atau tercatat sebesar Rp249.149 juta.

        Laporan Arus Kas

        Tabel 37. Laporan Arus Kas SANF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam juta Rupiah)
                Keterangan            2021          2022         2023          2024          2025
         Arus Kas Bersih - Aktivitas
                                     (619.886) (1.309.560)      (921.344) (1.079.072)       (289.570)
         Operasi
         Arus Kas Bersih - Aktivitas
                                         (3.425)      (4.592)     (11.814)       (8.206)     (22.256)
         Investasi
         Arus Kas Bersih - Aktivitas
                                      557.912     1.614.669      855.329       954.354       223.422
         Pendanaan
         Penurunan/Kenaikan
         Bersih Kas Dan Kas Di         (65.399)     300.517       (77.829)    (132.924)      (88.404)
         Bank
         Penyesuaian Selisih Kurs
                                             (42)        612          316            (63)        196
         Dari Saldo Kas
         Kas Dan Kas Di Bank
                                      186.118       120.677      421.806       344.293       211.306
         Awal Tahun
         Kas Dan Kas Di Bank
                                      120.677       421.806      344.293       211.306       123.098
         Akhir Tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit SANF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Berikut adalah macam-macam arus kas SANF berdasarkan data historis laporan keuangan
        SANF per 31 Desember 2025:

        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional SANF per 31 Desember 2025
          adalah sebesar negatif Rp289.570 juta. Arus kas untuk operasional SANF tercatat negatif
          karena terdapat pembayaran ke pemasok.
        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SANF per 31 Desember 2025
          adalah sebesar negatif Rp22.256 juta. Arus kas investasi bernilai negatif karena
          perusahaan melakukan pembelian aset tetap.
        ▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SANF per 31 Desember 2025
          adalah sebesar Rp223.422 juta. Aktivitas pendanaan dicatatkan positif karena terdapat
          penerimaan pinjaman dan penerimaan atas obligasi diterbitkan.



Halaman 70                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 72
         • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 38. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan       2021        2022       2023       2024        2025
              Jumlah Aset                     100,00%    100,00%     100,00%    100,00%     100,00%
              Jumlah Liabilitas                76,89%      81,82%     82,28%      82,34%     81,29%
              Jumlah Ekuitas                   23,11%      18,18%     17,72%      17,66%     18,71%
              Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas   100,00%    100,00%     100,00%    100,00%     100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan SANF, berdasarkan analisis common size
             statement, selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih besar sebesar 80,93%
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             19,07%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset lebih
             besar sebesar 81,29% dibandingkan dengan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar
             18,71%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                  Laporan Laba Rugi Dan
                                               2021        2022       2023       2024        2025
                        Penghasilan
              Jumlah Pendapatan               100,00%    100,00%     100,00%    100,00%     100,00%
              Laba Sebelum Pajak
                                               17,35%      26,01%     29,63%      32,35%     33,13%
              Penghasilan
              Laba Tahun Berjalan              13,53%      20,27%     23,15%      25,84%     26,71%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             27,69%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 33,13%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 21,90%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 26,71%.

3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Penjualan

      Proyeksi penjualan Perseroan disusun spesifik terhadap tambahan penjualan alat berat yang
      didukung dari penyaluran pinjaman kepada SANF.


Halaman 71                                                00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 73
      Tabel 40. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi
             Periode            Apr-26         May-26          Jun-26          Jul-26          Aug-26          Sep-26
          Periode Start       01/04/2026      01/05/2026     01/06/2026      01/07/2026      01/08/2026      01/09/2026
           Periode End        30/04/2026      31/05/2026     30/06/2026      31/07/2026      31/08/2026      30/09/2026
       Total Penjualan Unit              41             49              50              55              50              73
       Total Pendapatan
       Penjualan (dalam           74.774          90.045         85.328          98.024          86.438         126.802
       jutaan)
       Target Laba Bersih           7.477          9.004          8.533           9.802           8.644          12.680
      Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


      Tabel 41. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi (lanjutan)
             Periode            Oct-26         Nov-26          Dec-26          Jan-27          Feb-27          Mar-27
          Periode Start       01/10/2026      01/11/2026     01/12/2026      01/01/2027      01/02/2027      01/03/2027
           Periode End        31/10/2026      30/11/2026     31/12/2026      31/01/2027      28/02/2027      31/03/2027
       Total Penjualan Unit              53             60              71              52              66              63
       Total Pendapatan
       Penjualan (dalam           93.640          97.573        121.395          97.084         119.117         105.575
       jutaan)
       Target Laba Bersih           9.364          9.757         12.140           9.708          11.912          10.558
      Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


      Proyeksi terdiri dari tambahan jumlah penjualan unit, jenis unit alat berat, harga jual unit, total
      pendapatan, dan target laba bersih. Basis target laba bersih pada proyeksi diasumsikan sebesar
      10% dari total penjualan.

      Tabel 42. Margin Laba Bersih Perseroan
                  Keterangan                   2021            2022           2023            2024            2025
            Margin Laba Bersih                  12,94%         16,99%          16,03%          14,53%          11,28%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Secara historis, Perseroan mencatatkan margin laba bersih selama 5 tahun dengan rentan 11,28%
      pada tahun 2025 hingga sebesar 16,94% pada tahun 2022. Secara rata-rata, margin laba bersih
      Perseroan selama 5 tahun adalah sebesar 14,35%.

      Basis asumsi margin laba bersih sebesar 10% dari proyeksi tambahan penjualan diperoleh dari
      asumsi konservatif rata-rata margin laba bersih Perseroan periode 5 tahun sejak tahun 2021
      hingga 2025.

3.2.3 Analisis Rasio Keuangan

      Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - Perseroan

      Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
      laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
      laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
      Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
      keuangan Perseroan.




Halaman 72                                                         00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 74
     Tabel 43. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
              Rasio Keuangan          Des 2021     Des 2022     Des 2023     Des 2024   Des 2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Gross Profit Margin                24,75%       28,12%        27,83%     25,17%     22,62%
      Operating Profit Margin            18,72%       23,57%        23,12%     20,22%     16,81%
      Net Profit Margin                  12,94%       16,99%        16,03%     14,53%     11,28%
      Return On Assets                    9,13%       14,95%        13,38%     11,52%      8,34%
      Return On Equity                   14,31%       23,47%        24,53%     19,89%     14,36%


      Rasio Likuiditas (X)
      Current Ratio                        1,99X        1,88X        1,46X      1,54X      1,36X
      Quick Ratio                          1,68X        1,51X        1,06X      1,17X      1,04X
      Cash Ratio                           1,09X        0,91X        0,43X      0,55X      0,50X


      Rasio Solvabilitas (X)
      Debt to Equity Ratio                 0,13X        0,03X        0,22X      0,21X      0,18X
      Debt to Assets Ratio                 0,08X        0,02X        0,12X      0,12X      0,11X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
     operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
     perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Gross Profit Margin (GPM)

        Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
        bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
        perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021
        hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,70%, dan pada periode 31 Desember 2025
        tercatat sebesar 22,62%.

     2. Operating Profit Margin (OPM)

        Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
        menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
        rata rasio Operating Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
        Desember 2025 adalah sebesar 20,49%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
        sebesar 16,81%.

     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 11,28%.




Halaman 73                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 75
     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 11,47%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 8,34%.

     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,31%, dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 14,36%.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar Perseroan
        selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,64 kali dan
        pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,36 kali.

     2. Quick Ratio

        Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
        lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
        kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
        adalah sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,04 kali.

     3. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
        adalah sebesar 0,70 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,50 kali.

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:

     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
        oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset Perseroan selama periode 31

Halaman 74                                             00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 76
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,15 kali dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 0,18 kali.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
        ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas Perseroan selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,09 kali dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,11 kali.

     Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - SANF

     Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
     laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
     laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
     Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
     keuangan perusahaan.

     Tabel 44. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
              Rasio Keuangan          Des 2021     Des 2022      Des 2023    Des 2024     Des 2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Net Profit Margin                 13,53%       20,27%         23,15%     25,84%       26,71%
      Return On Assets                    1,49%        2,06%         2,71%       2,98%        3,22%
      Return On Equity                    6,46%      11,34%         15,28%     16,90%       17,23%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
     operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
     perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 21,90%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 26,71%.

     2. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 2,49%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 3,22%.

     3. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama



Halaman 75                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 77
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 13,44%, dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 17,23%.

     Tabel 45. Rasio Keuangan Dan Kesehatan Perusahaan
              Rasio Keuangan SANF              2021         2022         2023          2024        2025
      Financing to Assets Ratio                98,83%       94,79%       92,44%        95,15%      96,34%
      Rasio Saldo Piutang Pembiayaan Bersih
      terhadap total pendanaan yang           144,65%      123,09%     119,79%      118,65%       131,32%
      diterima
      Rasio saldo piutang pembiayaan untuk
      Pembiayaan investasi dan modal kerja
                                               87,16%       98,94%       99,99%         100%         100%
      dibandingkan dengan total saldo
      piutang pembiayaan
      Rasio piutang pembiayaan bermasalah
                                                0,46%        0,21%        0,08%         0,33%       0,56%
      (“NPF”) - kotor
      Rasio permodalan                         42,38%       35,94%       33,81%        32,62%      33,97%
      Rasio ekuitas terhadap modal disetor    140,10%      159,02%       88,30%     222,27%       251,58%
      Gearing Ratio                               3X          4,2 X        4,4 X        4,5 X        4,1 X
     Sumber: Informasi Laporan Keuangan SANF 2021-2025


     Secara keseluruhan, hasil analisis rasio keuangan dan kesehatan perusahaan SANF selama
     periode 2021–2025 menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh ketentuan yang
     diatur dalam POJK No. 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan
     Pembiayaan. Pemenuhan ini tidak hanya bersifat formal-regulatoris, namun juga mencerminkan
     kinerja keuangan yang fundamental sehat, dengan indikator-indikator utama yang menunjukkan
     tren yang positif dan konsisten.

     Dengan fundamental yang kuat, kepatuhan regulasi yang terjaga, dan strategi bisnis yang
     berorientasi pada pembiayaan produktif, SANF berada pada posisi yang kokoh dan kondusif
     untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, memberikan manfaat optimal bagi nasabah, pemegang
     saham, dan perekonomian nasional.

3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi

     Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan
     keuangan pada pos-pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas
     Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 46. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                       Keterangan                Audited              Penyesuaian             Proforma
      Aset
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas                          26.570.772             (1.195.795)            25.374.977
      Piutang Usaha
      Pihak Ketiga                                18.559.795                                    18.559.795
      Pihak Berelasi                                  1.357.868                                  1.357.868
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                     492.811                                    492.811
      Pihak Berelasi                                  1.203.084                                  1.203.084
      Persediaan                                  16.729.809                                    16.729.809



Halaman 76                                                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 78
                       Keterangan             Audited          Penyesuaian       Proforma
      Proyek dalam Pelaksanaan                     28.698                             28.698
      Pihak Ketiga
      Pihak Berelasi
      Pajak Dibayar Dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                   1.653.543                          1.653.543
      Pajak Lain-lain                           3.643.857                          3.643.857
      Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka        1.543.309                          1.543.309
      Aset Lancar Lain-lain                       357.480                            357.480
      Total Aset Lancar                        72.141.026         (1.195.795)     70.945.231


      Aset Tidak Lancar
      Kas dan deposito berjangka yang
                                                  787.806                            787.806
      dibatasi penggunaannya
      Piutang usaha
      Pihak Ketiga                                453.411                            453.411
      Pihak Berelasi                               18.957                             18.957
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                 88.336                             88.336
      Pihak Berelasi                            3.103.936          1.195.795       4.299.731
      Persediaan                                  105.530                            105.530
      Pajak dibayar dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                   1.446.559                          1.446.559
      Pajak Lain-lain                           1.650.429                          1.650.429
      Uang muka dan biaya dibayar dimuka          793.619                            793.619
      Investasi pada entitas asosiasi
      Investments in associates dan ventura    17.223.562                         17.223.562
      bersama
      Investasi jangka panjang                  3.175.766                          3.175.766
      Aset tetap                               45.296.550                         45.296.550
      Properti pertambangan                    14.809.384                         14.809.384
      Properti investasi                          244.469                            244.469
      Beban eksplorasi dan pengembangan
                                                2.768.518                          2.768.518
      tangguhan
      Aset tambang berproduksi                  3.958.340                          3.958.340
      Beban tangguhan                           1.169.123                          1.169.123
      Aset pajak tangguhan                      4.891.419                          4.891.419
      Goodwill                                  3.510.559                          3.510.559
      Total Aset Tidak Lancar                 105.496.273          1.195.795     106.692.068
      Total Aset                              177.637.299                    0   177.637.299


      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
      Pihak Ketiga                             29.095.249                         29.095.249
      Pihak Berelasi                              213.679                            213.679
      Utang non-usaha
      Pihak Ketiga                              1.132.969                          1.132.969
      Pihak Berelasi                               87.548                             87.548



Halaman 77                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 79
                       Keterangan             Audited          Penyesuaian       Proforma
      Utang pajak
      Pajak Penghasilan Badan                     825.803                            825.803
      Pajak Lain-lain                             584.846                            584.846
      Akrual                                    6.692.531                          6.692.531
      Uang muka pelanggan
      Pihak Ketiga                                857.034                            857.034
      Pihak Berelasi                               44.175                             44.175
      Pendapatan tangguhan                      1.021.152                          1.021.152
      Liabilitas imbalan kerja                  1.053.575                          1.053.575
      Pinjaman bank jangka pendek                 560.000                            560.000
      Bagian jangka pendek dari utang
      jangka panjang
      Pinjaman Bank                             9.682.666                          9.682.666
      Liabilitas Sewa                             801.430                            801.430
      Pinjaman Lain-lain                          560.318                            560.318
      Pinjaman bank jangka pendek dari
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
      Lain-lain
      Total Liabilitas Jangka Pendek           53.212.975                    0    53.212.975


      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas pajak tangguhan                3.768.016                          3.768.016
      Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
                                                1.154.627                          1.154.627
      penutupan tambang
      Liabilitas imbalan kerja                  5.497.626                          5.497.626
      Utang jangka panjang, setelah
      dikurangi bagian jangka pendek
      Pinjaman Bank                             6.054.620                          6.054.620
      Liabilitas Sewa                             976.309                            976.309
      Pinjaman Lain-lain                          281.698                            281.698
      Liabilitas keuangan jangka panjang
                                                3.555.105                          3.555.105
      lain-lain
      Total Liabilitas Jangka Panjang          21.288.001                    0    21.288.001
      Total Liabilitas                         74.500.976                    0    74.500.976


      Ekuitas
      Ekuitas yang diatribusikan kepada
      entitas induk
      Modal Disetor                               932.534                            932.534
      Tambahan Modal Disetor                    9.703.937                          9.703.937
      Saham Tresuri                            (4.902.237)                        (4.902.237)
      Saldo Laba
      Dicadangkan                                 186.507                            186.507
      Belum Dicadangkan                        85.547.627                         85.547.627
      Selisih kurs dari penjabaran Laporan
                                                9.227.066                          9.227.066
      keuangan
      Cadangan lindung nilai                   (2.065.280)                        (2.065.280)
      Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                   19.386                             19.386
      tetap
      Transaksi dengan Kepentingan
                                                (875.920)                           (875.920)
      Nonpengendali



Halaman 78                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 80
                     Keterangan                   Audited           Penyesuaian           Proforma
      Total Ekuitas yang diatribusikan
                                                   97.773.620                     0         97.773.620
      kepada entitas induk
      Kepentingan Nonpengandali                      5.362.703                               5.362.703


      Total Ekuitas                               103.136.323                     0       103.136.323
      Total Liabilitas dan Ekuitas                177.637.299                     0         177.637.299
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


     Tabel 47. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                      Keterangan                  Audited           Penyesuaian           Proforma
      Pendapatan bersih                           131.300.810                             131.300.810
      Beban pokok pendapatan                     (101.597.306)                           (101.597.306)
      Laba bruto                                   29.703.504                     0         29.703.504
      Beban penjualan                              (1.597.792)                              (1.597.792)
      Beban umum dan administrasi                  (6.040.414)                              (6.040.414)
      Beban lain-lain, bersih                        (256.226)                               (256.226)
      Penghasilan keuangan                           1.244.489                               1.244.489
      Biaya keuangan                               (2.625.818)                              (2.625.818)
      Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
                                                     (245.576)                               (245.576)
      dan ventura bersama
      Laba sebelum pajak penghasilan               20.182.167                     0         20.182.167
      Beban pajak penghasilan                      (5.005.403)                              (5.005.403)
      Laba tahun berjalan                          15.176.764                     0          15.176.764
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


     Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi terhadap keuangan
     Perseroan diantaranya:
     • Terdapat penyesuaian penurunan pada pos kas dan setara kas sebesar Rp1.195 miliar akibat
        rencana pemberian pinjaman kepada SANF yang bersumber dari dana internal Perseroan.
     • Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi sebesar Rp1.195
        miliar akibat rencana pemberian pinjaman kepada SANF dimana rencana pinjaman yang
        diberikan merupakan pinjaman non usaha dan SANF yang merupakan perusahaan yang
        terafiliasi dengan Perseroan.
     • Pada proforma laba rugi, tidak ada penyesuaian yang merubah pos-pos keuangan sebelum
        dan setelah rencana transaksi pemberian pinjaman.

     Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
     dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada SANF dan kenaikan piutang
     non usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan
     ke SANF.

3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo

     Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, digunakan proksi SANF sebagai
     penerima pinjaman berupa kinerja keuangan historis dan rasio keuangan terkait pemenuhan
     regulasi dan kesehatan perusahaan.




Halaman 79                                                  00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 81
     Tabel 48. Kinerja Keuangan SANF
          Rasio Profitabilitas SANF     2021         2022       2023       2024        2025
      Rasio Profitabilitas (%)
        Net Profit Margin                13,53%       20,27%     23,15%    25,84%      26,71%
        Return on Assets                  1,49%        2,06%      2,71%     2,98%        3,22%
        Return on Equity                  6,46%       11,34%     15,28%    16,90%      17,23%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Perusahaan mencatatkan kinerja margin laba bersih dalam rentang 13,53% pada tahun 2021
     hingga 26,71% pada tahun 2025 dengan tren pertumbuhan selama 5 tahun. Menggunakan
     proksi pendapatan berbanding aset, perusahaan mencatatkan pertumbuhan selama 5 tahun
     dengan perolehan sebesar 1,49% pada tahun 2021 hingga sebesar 3,22% pada tahun 2025.
     Menggunakan proksi pendapatan berbanding ekuitas, perusahaan mencatatkan perolehan
     sebesar 6,46% pada tahun 2021 hingga sebesar 17,23% pada tahun 2025 yang
     merepresentasikan tren pertumbuhan selama 5 tahun.

     Tabel 49. Rasio Keuangan Dan Kesehatan Perusahaan
             Rasio Keuangan SANF        2021         2022       2023       2024        2025
      Financing to Assets Ratio           98,83%      94,79%     92,44%    95,15%      96,34%
      Rasio Saldo Piutang
      Pembiayaan Bersih terhadap         144,65%     123,09%    119,79%   118,65%     131,32%
      total pendanaan yang diterima
      Rasio saldo piutang
      pembiayaan untuk Pembiayaan
      investasi dan modal kerja           87,16%      98,94%     99,99%      100%        100%
      dibandingkan dengan total
      saldo piutang pembiayaan
      Rasio piutang pembiayaan
                                           0,46%       0,21%      0,08%     0,33%        0,56%
      bermasalah (“NPF”) - kotor
      Rasio permodalan                    42,38%      35,94%     33,81%    32,62%      33,97%
      Rasio ekuitas terhadap modal
                                         140,10%     159,02%     88,30%   222,27%     251,58%
      disetor
      Gearing Ratio                           3X        4,2 X     4,4 X      4,5 X       4,1 X
     Sumber: Informasi Laporan Keuangan SANF 2021-2025


     Pada rasio keuangan dan tingkat kesehata perusahaan, perusahaan mencatatkan pemenuhan
     ketentuan regulator dan pemenuhan tingkat kesehatan perusahaan yang diatur pada POJK No.
     35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang berkaitan
     dengan ketentuan pemenuhan gearing ratio, rasio Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding
     Principal) untuk Pembiayaan Investasi dan Pembiayaan Modal Kerja dibandingkan dengan total
     Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal), pemenuhan ekuitas, rasio Ekuitas terhadap
     Modal Disetor, rasio permodalan, dan pemenuhan ketentuan lainnya yang diatur pada POJK No.
     35/POJK.05/2018.

     Secara keseluruhan, hasil analisis rasio keuangan dan kesehatan perusahaan SANF selama
     periode 2021–2025 menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh ketentuan yang
     diatur dalam POJK No. 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan
     Pembiayaan. Pemenuhan ini tidak hanya bersifat formal-regulatoris, namun juga mencerminkan
     kinerja keuangan yang fundamental sehat, dengan indikator-indikator utama yang menunjukkan
     tren yang positif dan konsisten.

     Dengan fundamental yang kuat, kepatuhan regulasi yang terjaga, dan strategi bisnis yang
     berorientasi pada pembiayaan produktif, SANF berada pada posisi yang kokoh dan kondusif

Halaman 80                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 82
      untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, memberikan manfaat optimal bagi nasabah, pemegang
      saham, dan perekonomian nasional.

3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant

      Analisis cash management dari Rencana Transaksi dapat dianalisis dari sumber pendanaan
      pinjaman, besaran nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara kas Perusahaan, dan rasio
      kas Perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

      Tabel 50. Analisis Cash Management
                                                                                         (dalam juta Rupiah)
                             Analisis Cash Management                                    31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas PT United Tractors Tbk                                                26.570.772
       Nilai Rencana Transaksi                                                                   1.800.000
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                          6,77%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Tabel 51. Analisis Cash Ratio
                    Analisis Kas                 Sebelum Transaksi   Setelah Transaksi   Selisih Perubahan
       Cash Ratio                                        0,4993 X            0,4769 X             0,0225 X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Analisis cash management dengan menganalisis sumber pendanaan pinjaman dimana sumber
      dana Rencana Transaksi menurut keterangan manajemen bersumber dari internal perusahaan.
      Membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas per tanggal pendapat
      kewajaran sebesar 6,77% memberikan informasi bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan
      dampak signifikan terhadap posisi kas dan setara kas perusahaan.

      Analisis cash management dengan proksi cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi
      menunjukan selisih perubahan rasio sebesar 0,0225 kali yang menggambarkan dampak
      Rencana Transaksi terhadap kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka
      pendek menggunakan kas.

      Berdasarkan draf perjanjian pinjaman, tidak terdapat informasi mengenai ketentuan financial
      covenant terkait pinjam-meminjam antara Perseroan dan SANF.

3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)

      Analisis yield dibanding instrument sejenis dilakukan dengan membandingkan yield dari Rencana
      Transaksi pinjam-meminjam antara Perseroan dan SANF dengan instrumen surat utang dan suku
      bunga kredit bank.

      Tabel 52. Yield Pinjaman Perseroan - SANF
              Yield Pinjaman Perseroan - SANF                               Keterangan
       Suku bunga pinjaman per tahun                    5% - 6,75%
       Potensi laba dari penjualan unit alat berat      Tambahan potensi laba penjualan unit alat berat
                                                        5% - 6,75% dan tambahan potensi laba penjualan
       Yield ekonomi total
                                                        unit alat berat
      Sumber: Perjanjian Pinjaman Perseroan - SANF




Halaman 81                                                    00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 83
      Berdasarkan perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SANF, Tingkat suku bunga yang
      dikenakan atas pinjaman yang diberikan adalah sebesar tidak kurang dari 5% dan maksimal
      sebesar 6,75%. Selain itu, salah satu tujuan dari Rencana Transaksi adalah untuk mendukung
      penjualan alat berat Perseroan. Sehingga total yield ekonomi dari Rencana Transaksi adalah
      tingkat bunga yang dikenakan sebesar 5% - 6,75% dan tambahan potensi laba penjualan unit
      alat berat.

      Tabel 53. Yield Surat Utang Pasar rating AA
                                        AA Corporate Bond Yield by Tenor (IDR)
                  Komponen                               Tenor                        Yield
                  IGSYC                                    5                          5,72%
             AA Credit Spread (IDR)                        5                          0,86%
                Yield to Maturity                                                     6,59%
      Sumber: IBPA 29 Desember 2025, diolah


      Surat Utang Korporasi dengan rating AA digunakan sebagai acuan tingkat yield pasar surat utang
      dan digunakan sebagai salah satu pembanding yield dari Rencana Transaksi. Rating AA
      merepresentasikan rating SANF sebagai perusahaan yang menerima pinjaman yang dikeluarkan
      oleh Pefindo per tanggal pendapat kewajaran. Diperoleh bahwa yield dari obligasi pemerintah
      Indonesia denominasi IDR dengan tenor 5 tahun adalah sebesar 5,72% per 29 Desember 2025.
      Selanjutnya credit spread untuk surat utang dengan rating AA dengan tenor 5 tahun per 29
      Desember 2025 adalah sebesar 0,86%. Dengan begitu, yield pasar dari surat utang korporasi
      dengan rating AA adalah sebesar 6,59%.

      Dengan begitu, yield pasar dari surat utang dengan rating AA dan tenor 5 tahun berada pada
      rentang total yield ekonomi pinjaman dari Rencana Transaksi antara Perseroan dan SANF sebesar
      5% sampai 6,75% + tambahan potensi laba penjualan unit alat berat.

      Tabel 54. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Modal Kerja Perbankan
       No                 Tingkat Suku Bunga Pinjaman BI                          Bank Persero
        1    Working Capital Loans                                                   8,12%
      Sumber: SEKI BI - Desember 2025


      Suku Bunga pinjaman Rupiah di Indonesia dapat digunakan sebagai acuan perbandingan tingkat
      suku bunga instrumen sejenis. Pada data yang diperoleh, tingkat suku bunga kredit bank di
      Indonesia untuk kredit modal kerja adalah sebesar 8,12%. Dengan begitu, untuk menentukan
      perbandingan yield antara total yield ekonomi pada Rencana Transaksi pinjaman antara
      Perseroan dan SANF sebesar 5% sampai 6,75% + tambahan potensi laba penjualan unit alat
      berat dibandingkan yield dari suku bunga pinjaman modal kerja, analisis tembahan dilakukan
      pada analisis nilai tambah (incremental).

3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)

      Analisis nilai tambah dilakukan dengan membandingkan proyeksi Rencana Transaksi berupa
      pendapatan bunga ditambah potensi laba dari penjualan alat berat, pendapatan bunga pada
      surat utang korporasi rating AA, dan pendapatan bunga kredit modal kerja perbankan.




Halaman 82                                                       00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 84
     Tabel 55. Incremental Analysis (Nilai Tambah)
                                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                      Keterangan                                                     Jumlah
      Pendapatan Bunga Rencana Transaksi                                                            124.387
      Akumulasi Nilai Kini Laba Penjualan Alat Berat                                                 98.872
      Total Pendapatan Ekonomi Rencana Transaksi                                                    223.258


      Akumulasi Pendapatan Bunga Surat Utang Pasar                                                  166.300
      Selisih lebih (kurang) dengan Total Pendapatan Ekonomi Rencana Transaksi                      (56.958)


      Akumulasi Pendapatan Bunga Pinjaman Kredit Modal Kerja Perbankan                              195.593
      Selisih lebih (kurang) dengan Total Pendapatan Ekonomi Rencana Transaksi                      (27.666)
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Pada analisis nilai tambah, perolehan total pendapatan ekonomi Rencana Transaksi adalah
     sebesar Rp223.258 juta yang terdiri dari pendapatan bunga ditambah akumulasi nilai kini laba
     penjualan alat berat akibat Rencana Transaksi. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan dengan
     akumulasi pendapatan bunga surat utang pasar sebesar Rp166.300 juta dan lebih besar dari
     akumulasi pendapatan bunga pinjaman kredit modal kerja perbankan sebesar Rp195.593 juta.
     Selisih antara total pendapatan ekonomi rencana transaksi dengan akumulasi pendapatan bunga
     surat utang pasar adalah sebesar Rp56.958 juta, dimana nilai tambah Rencana Transaksi
     memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Selisih antara total pendapatan ekonomi rencana
     transaksi dengan akumulasi pendapatan bunga pinjaman kredit modal kerja perbankan adalah
     sebesar Rp27.666 juta, dimana nilai tambah Rencana Transaksi memiliki nilai tambah yang lebih
     tinggi.

     Dari analisis nilai tambah yang dilakukan, disimpulkan bahwa Rencana Transaksi memiliki nilai
     tambah berupa perolehan laba setelah pajak pada Perseroan yang berasal dari perolehan
     pendapatan bunga dan akumulasi nilai kini laba penjualan alat berat.

     Tabel 56. Weighted Average Cost of Capital (WACC)
                   Uraian                Jumlah                              Keterangan
      Weighted Debt                       79,96%       Damodaran
      Weighted Equity                     20,04%       Damodaran
      Cost of Equity:
       Risk Free                            5,70%      Surat Utang Negara RI – 5 Tahun
       Beta                                  1,56      Damodaran
       Risk Premium                         6,69%      Damodaran
       Country Default Spread               1,62%      Damodaran
      Total                               14,50%
      Cost of Debt:
       Interest Rate                        8,44%      Suku bunga Kredit Investasi – SEKI BI
       Tax Rate                           22,00%       UU No. 7 Tahun 2021
      Total                                 6,58%
      Weighted Cost of Equity             11,59%
      Weighted Cost of Debt                 1,32%
      Weighted Avg. Cost of Capital       12,91%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 83                                                     00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 85
3.2.9 Analisis Sensitivitas

      Analisis sensitivitas dilakukan dengan melakukan perubahan pada variabel margin laba bersih.
      Sensitivitas diaplikasikan sebesar rentang 5% sampai 15% pada proyeksi margin laba bersih
      Perseroan. Selanjutnya diperoleh sensitivitas jumlah pendapatan bunga dan laba dari penjualan
      alat berat hasil aplikasi sensitivitas.

      Tabel 57. Analisis Sensitivitas
                                                                                       (dalam juta Rupiah)
           Sensitivitas       Akumulasi Nilai Kini laba                        Jumlah Pendapatan Bunga
                                                          Pendapatan Bunga
          Margin Laba          atas penjualan unit alat                       dan Laba dari Penjualan Alat
                                                          Rencana Transaksi
             Bersih                     berat                                            Berat
              5%                       49.436                 124.387                  173.822
              7,5%                    74.154                  124.387                  198.540
              10%                     98.872                  124.387                  223.258
             12,5%                    123.589                 124.387                  247.976
              15%                     148.307                 124.387                  272.694


      Dari analisis sensitivitas yang diperoleh, jumlah pendapatan bunga dan laba dari penjualan alat
      berat berada pada rentang Rp173.822 juta untuk margin laba bersih 5% hingga sebesar
      Rp272.694 juta untuk margin laba bersih 15%.

      Dari analisis yang dilakukan, diperoleh kesimpulan:
      a. Sensitivitas margin laba bersih 5% menghasilkan penurunan sebesar 22% jumlah pendapatan
         bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan sebesar 10%.
      b. Sensitivitas margin laba bersih 7,5% menghasilkan penurunan sebesar 11% jumlah
         pendapatan bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan
         sebesar 10%.
      c. Sensitivitas margin laba bersih 12,5% menghasilkan kenaikan sebesar 11% jumlah
         pendapatan bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan
         sebesar 10%.
      d. Sensitivitas margin laba bersih 15% menghasilkan kenaikan sebesar 22% jumlah pendapatan
         bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan sebesar 10%.

3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana

3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, rencana transaksi pinjaman
      kepada SANF akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembiayaan pembelian alat berat oleh
      konsumen Perseroan. Dengan adanya dukungan pendanaan tersebut, Perseroan diharapkan
      dapat memperoleh pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan sekaligus
      mendukung peningkatan penjualan alat berat Perseroan.

      Selain memberikan potensi pendapatan bunga, rencana transaksi juga dinilai dapat memberikan
      manfaat strategis bagi Perseroan melalui penguatan sinergi usaha dalam grup dan peningkatan
      daya saing pembiayaan kepada pelanggan. Dukungan pembiayaan yang memadai diharapkan
      dapat meningkatkan fleksibilitas pembelian bagi konsumen sehingga mendukung pertumbuhan
      penjualan Perseroan secara berkelanjutan.




Halaman 84                                                     00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 86
      Dengan mempertimbangkan manfaat finansial dan strategis yang diperoleh Perseroan, maka dari
      perspektif kelayakan investasi, rencana transaksi dinilai layak untuk dilaksanakan.

3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      Berdasarkan informasi Manajemen, dana pinjaman yang diterima SANF akan digunakan untuk
      mendukung kegiatan pembiayaan kepada konsumen pembelian alat berat Perseroan. Sumber
      pembayaran kewajiban SANF kepada Perseroan diharapkan berasal dari penerimaan angsuran
      pembiayaan konsumen serta kegiatan operasional SANF secara keseluruhan.

      Sebagai perusahaan pembiayaan yang merupakan bagian dari grup usaha Perseroan, SANF
      memiliki pengalaman dan mekanisme pengelolaan pembiayaan dalam menjalankan kegiatan
      usahanya. Selain itu, hubungan afiliasi antara Perseroan dan SANF juga memungkinkan adanya
      koordinasi dan pengawasan yang lebih baik terhadap penggunaan dana dan pemenuhan
      kewajiban pembayaran pinjaman.

      Dengan mempertimbangkan penggunaan dana pinjaman yang mendukung kegiatan usaha
      produktif, potensi arus kas dari kegiatan pembiayaan konsumen, serta hubungan afiliasi dalam
      grup usaha, maka kemampuan SANF dalam memenuhi kewajiban pelunasan pinjaman kepada
      Perseroan pada saat ini dinilai memadai dan rencana transaksi dinilai layak untuk dilaksanakan.

3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
      kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan
      demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi
      memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.




Halaman 85                                               00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 87
                                              BAB IV
                                           KESIMPULAN



4.1   Analisis Objek Rencana Transaksi

      Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta dokumen pendukung
      yang diberikan, diketahui bahwa besaran dana dalam objek Rencana Transaksi berupa
      perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara Persroan dan SANF adalah
      sebesar Rp1.800.000.000.000 (satu triliun delapan ratus miliar Rupiah).

      Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

      Secara keseluruhan, rencana transaksi pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada SANF
      berdampak pada penurunan posisi kas dan setara kas Perseroan sebesar Rp1.195.000.000.000
      (satu triliun seratus sembilan puluh lima miliar Rupiah) yang berasal dari penggunaan dana
      internal Perseroan, serta peningkatan pos piutang non-usaha pihak berelasi dalam jumlah yang
      sama sebagai pencatatan atas pinjaman yang diberikan kepada SANF. Adapun pada proforma
      laporan laba rugi, rencana transaksi tidak menimbulkan perubahan material terhadap pos-pos
      keuangan Perseroan sebelum dan setelah pelaksanaan rencana transaksi.

      Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan pertimbangan Manajemen Perseroan, rencana transaksi perubahan syarat dan
      ketentuan dalam perjanjian pinjaman dengan SANF dilakukan untuk mendukung kegiatan
      penjualan alat berat Perseroan melalui penyediaan dukungan pembiayaan kepada pelanggan.
      Rencana transaksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha, mempertahankan
      serta meningkatkan pangsa pasar Perseroan di tengah persaingan industri yang kompetitif, serta
      mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan usaha Perseroan secara keseluruhan.

4.2   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis atas laporan keuangan proforma sebelum dan setelah pelaksanaan rencana
      transaksi, rencana pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada SANF secara umum tidak
      memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Hal tersebut
      tercermin dari perubahan rasio likuiditas yang relatif kecil serta tidak adanya perubahan pada
      rasio solvabilitas Perseroan setelah rencana transaksi dilaksanakan. Dengan demikian,
      penggunaan dana internal Perseroan untuk pemberian pinjaman kepada SANF pada saat ini
      masih dinilai dapat dikelola dengan baik dan tidak mengganggu kemampuan keuangan maupun
      keberlangsungan operasional Perseroan.

4.3   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi

      Berdasarkan hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan kepemilikan,
      pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah Perseroan (selaku pemberi pinjaman) dan SANF
      (selaku penerima pinjaman).

      Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan memiliki hubungan afiliasi
      yaitu:


Halaman 86                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 88
      • Franciscus Xaverius Laksana Kesuma selaku Presiden Direktur Perseroan dan juga menjabat
        sebagai Presiden Komisaris SANF.

      Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepemilikan memiliki hubungan afiliasi yaitu:
      • 59,50% saham Perseroan dimiliki oleh ASII, sedangkan 60,00% saham SANF dimiliki oleh SMI
        yang 99,99% sahamnya dimiliki oleh ASII.
      • Sehingga Perseroan dan SANF memiliki hubungan afiliasi karena kedua perusahaan ini
        tergabung dalam Grup dari PT Astra International Tbk “Group ASTRA”.

      Oleh karena itu berdasarkan analisis hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan
      kepemilikan, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK 42/2020.

      Selanjutnya berdasarkan informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan
      No.LUT/097/9960/VI/2026 tanggal 04 Juni 2026 perihal Informasi atas Benturan Kepentingan
      dalam transaksi afiliasi antara Perseroan dan SANF berupa Rencana Transaksi perubahan syarat
      dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman, bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung
      transaksi benturan kepentingan.

      Selain itu berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan
      tercatat sebesar Rp103.136.323.000.000. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi sebesar
      Rp1.800.000.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 1,75% dari ekuitas Perseroan.
      Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana yang
      diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020
      tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).

4.4   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil analisis atas Perjanjian Pinjaman beserta seluruh amandemennya antara
      Perseroan dan SANF, diketahui bahwa perubahan syarat dan ketentuan dalam rencana transaksi
      merupakan kelanjutan dari hubungan pembiayaan yang telah berlangsung sejak tahun 2016 dan
      dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan bisnis para pihak. Perubahan yang dilakukan dalam
      Amandemen XI terutama terkait perpanjangan periode ketersediaan fasilitas pinjaman sampai
      dengan 30 Juni 2027, tanpa adanya perubahan material lainnya terhadap struktur fasilitas
      pinjaman. Dengan mempertimbangkan riwayat pelaksanaan perjanjian, hubungan afiliasi para
      pihak, serta kesesuaian perubahan ketentuan dengan kebutuhan operasional dan bisnis
      Perseroan, maka syarat dan ketentuan dalam rencana transaksi pada saat ini dinilai masih wajar
      dan dapat dilaksanakan.

4.5   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis rasio likuiditas sebelum dan setelah pelaksanaan rencana transaksi,
      pemberian pinjaman oleh Perseroan kepada SANF memberikan dampak penurunan yang relatif
      kecil terhadap current ratio, quick ratio, dan cash ratio Perseroan. Penurunan tersebut terutama
      disebabkan oleh penggunaan kas dan setara kas internal Perseroan sebagai sumber dana
      pinjaman yang kemudian dicatat sebagai piutang non-usaha pihak berelasi. Meskipun demikian,
      perubahan rasio likuiditas yang terjadi masih berada dalam tingkat yang tidak signifikan sehingga
      likuiditas Perseroan pada saat ini dinilai tetap memadai untuk mendukung kegiatan operasional
      dan kewajiban keuangan Perseroan.




Halaman 87                                                00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 89
4.6   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, rencana transaksi perubahan syarat dan ketentuan
      dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SANF diharapkan dapat memberikan manfaat
      bagi Perseroan berupa potensi pendapatan bunga serta dukungan terhadap peningkatan
      penjualan alat berat melalui penguatan fasilitas pembiayaan kepada pelanggan. Di sisi lain,
      rencana transaksi juga memiliki risiko berupa tidak tercapainya target penjualan alat berat dan
      risiko gagal bayar dari konsumen SANF. Namun demikian, dengan mempertimbangkan
      hubungan afiliasi dalam grup usaha, pengalaman SANF dalam kegiatan pembiayaan, serta
      pengelolaan risiko yang dilakukan oleh manajemen, risiko-risiko tersebut pada saat ini dinilai
      masih dapat dikelola dalam tingkat yang wajar dibandingkan manfaat yang diperoleh Perseroan
      dari rencana transaksi.

4.7   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil analisis kualitatif atas rencana transaksi antara Perseroan dan SANF, rencana
      transaksi dinilai memiliki latar belakang bisnis yang jelas dan sejalan dengan strategi Perseroan
      dalam mendukung kegiatan penjualan alat berat melalui dukungan pembiayaan kepada
      pelanggan. Dari sisi industri dan prospek usaha, Perseroan masih memiliki fundamental usaha
      yang baik didukung oleh diversifikasi bisnis, prospek sektor pertambangan dan alat berat, serta
      sinergi usaha dalam grup. Selain itu, rencana transaksi tidak memberikan dampak signifikan
      terhadap leverage dan likuiditas Perseroan, sementara SANF juga menunjukkan kinerja keuangan
      dan tingkat kesehatan perusahaan yang memadai dalam memenuhi kewajiban pembayarannya.
      Meskipun terdapat risiko terkait perlambatan industri alat berat dan potensi gagal bayar
      konsumen pembiayaan, risiko tersebut pada saat ini dinilai masih dapat dikelola secara wajar
      dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi, pengawasan manajemen, serta kondisi keuangan
      Perseroan dan SANF yang relatif baik.

4.8   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil analisis kuantitatif atas rencana transaksi antara Perseroan dan SANF, secara
      umum kondisi keuangan Perseroan dan SANF menunjukkan fundamental yang baik serta
      kemampuan yang memadai dalam mendukung pelaksanaan rencana transaksi. Perseroan
      memiliki tingkat profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas yang relatif sehat, sementara dampak
      rencana transaksi terhadap rasio keuangan Perseroan juga tidak signifikan. Di sisi lain, SANF
      menunjukkan tren kinerja keuangan yang positif selama periode analisis serta tingkat kesehatan
      perusahaan yang masih memenuhi ketentuan regulator perusahaan pembiayaan. Dengan
      demikian, berdasarkan analisis kinerja historis, rasio keuangan, proforma laporan keuangan,
      serta kemampuan pembayaran kewajiban, rencana transaksi pada saat ini dinilai masih layak
      untuk dilaksanakan dari aspek kuantitatif.

4.9   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi

      Analisis Kelayakan Investasi

      Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, rencana transaksi pemberian pinjaman oleh Perseroan
      kepada SANF dinilai dapat memberikan manfaat finansial melalui potensi pendapatan bunga
      serta manfaat strategis berupa dukungan terhadap peningkatan penjualan alat berat dan
      penguatan sinergi usaha dalam grup. Dengan demikian, dari perspektif kelayakan investasi,
      rencana transaksi dinilai layak untuk dilaksanakan.



Halaman 88                                                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 90
     Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

     Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kemampuan SANF dalam memenuhi kewajiban
     pelunasan pinjaman kepada Perseroan pada saat ini dinilai memadai dengan
     mempertimbangkan penggunaan dana untuk kegiatan usaha produktif, potensi arus kas dari
     kegiatan pembiayaan konsumen, serta adanya hubungan afiliasi dan pengawasan dalam grup
     usaha. Dengan demikian, dari perspektif kelayakan pelunasan utang, rencana transaksi dinilai
     layak untuk dilaksanakan.

     Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

     Berdasarkan hasil penelaahan atas dokumen dan informasi yang diperoleh dari Manajemen
     Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan dan bersifat material yang dapat memengaruhi
     pelaksanaan maupun kewajaran Rencana Transaksi. Dengan demikian, analisis kewajaran telah
     mencakup seluruh faktor utama yang diperlukan dalam penilaian atas Rencana Transaksi.

4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi

     Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
     disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
     faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa transaksi afiliasi antara Perseroan dan SANF
     berupa Rencana Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman adalah
     wajar.




Halaman 89                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 91
                           ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



  1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
  2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
      proses analisis pendapat kewajaran.
  3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
  4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi yang dibuat oleh
      manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
  5. Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik.
  6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
      disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
      Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
      35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
      Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
  7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan opini akhir.
  8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari pemberi
      tugas.
  9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
      pengadilan) yang berkaitan dengan objek pendapat kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
      kami.
  10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
      hanya terbatas pada aspek opini kewajaran atas objek pendapat kewajaran, diluar dari aspek
      perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
  11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
      dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
      tanggung jawab kami.
  12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
      dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
      bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
  13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
      dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
      penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
      mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
  14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
      penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
      Danar, Ichsan & Rekan.
  15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
      dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 90                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 92
                                      PERNYATAAN PENILAI



 Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
 tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
 1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
 2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
 3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
     memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek pendapat kewajaran.
 4. Imbalan Jasa pendapat kewajaran tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang
     dilaporkan.
 5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
     Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
     dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
 6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
 7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
     kewajaran.
 8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak manajemen perseroan.
 9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
     dalam laporan pendapat kewajaran ini.
 10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat
     kewajaran.
 11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
     data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
     lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
     informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
     lengkap atau menyesatkan.
 12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
     tanggal pendapat kewajaran (cut off date)
 13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
     pendapat kewajaran.
 14. Opini kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pendapat kewajaran profesional telah
     disajikan sebagai kesimpulan nilai.
 15. Penilai melakukan sesuai dengan lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
 16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
 17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
     telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 91                                              00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 93

          
Page 94
             LAMPIRAN-LAMPIRAN




Halaman 93                 00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 95
Halaman 94   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 96
Halaman 95   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 97
Halaman 96   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 98
Halaman 97   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 99
Halaman 98   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 100
Halaman 99   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 101
Halaman 100   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 102
Halaman 101   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 103
Halaman 102   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 104
Halaman 103   00114/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 105

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.53 MB
Published2 Jul 2026
Pages105
Characters318,325
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 95 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org United Tractors Tbk p.2 ×38
linked org Astra International Tbk. p.3 ×35
linked person Danar Wihandoyo p.11
linked person Frans Kesuma p.18
linked person Paulus Bambang Widjanarko · Komisaris Independen p.18 ×4
linked person Ignasius Jonan · Komisaris Independen p.18 ×7
linked person Bruce Malcolm Cox · Komisaris Independen p.18 ×5
linked person Gita Tiffani Boer · Komisaris p.18 ×4
linked person Djoko Pranoto Santoso p.18 ×4
linked person Iwan Hadiantoro · Direktur p.18 ×4
linked person Idot Supriadi · Direktur p.18 ×4
linked person Ari Sutrisno · Direktur p.18 ×4
linked person Widjaja Kartika · Direktur p.18 ×4
linked person Vilihati Surya · Direktur p.18 ×4
linked person Hendra Hutahean · Direktur p.18 ×4
linked person Hamdani Dzulkarnaen Salim p.18
linked person Arietta Adrianti p.18 ×3
linked person Wempy Kunto Wiambodo p.18 ×2
linked person Kiyoshi Kuribara p.18 ×3
linked person Djony Bunarto Tjondro p.25 ×2
linked person Benjamin Herrenden p.25 ×3
linked person Loudy Irwanto Ellias · Direktur p.25 ×3
linked person Wanny Wijaya p.25 ×2
linked person Mario C. Surung Gultom p.25 ×2
linked org PT Bina Pertiwi p.47
linked org PT Triatra Sinergia Pratama p.47
linked org PT Pamapersada Nusantara p.48
linked org PT Tuah Turangga Agung. p.49
linked org PT Agincourt Resources p.49
linked org Acset Indonusa Tbk p.50 ×2
linked org PT Alamtri Resources p.52
linked org Bayan Resources Tbk. p.52 ×8
linked org PT Dian Swastatika p.52
linked org PT Golden Energy Mines p.52 ×7
linked org PT Indo Tambangraya p.52
linked org Bukit Asam (Persero) Tbk p.52 ×7
linked org Dian Swastatika Sentosa Tbk p.52 ×6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×11
possible org Bank Persero p.8 ×4
possible person Yanto p.13 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.15 ×4
possible person Takayuki Akiyama p.18 ×3
possible person Buntoro Muljono p.18 ×3
possible person Handoko Pranoto p.18 ×3
possible person Handri Susanto p.18 ×3
possible — Jardine Cycle & Carriage p.24 ×4
possible person Handy Hartono p.27 ×2
possible person Rudy · Presiden Komisaris p.36 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.52
possible org Alamtri Resources Indonesia Tbk p.52 ×6
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×5
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×4
unresolved org KJPP FDI p.2 ×27
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×5
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.11 ×3
unresolved person Yudistira p.11
unresolved person Djojo Muljadi p.14 ×3
unresolved person H. Akta Pendirian p.14 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.14 ×5
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.14 ×9
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.14 ×9
unresolved person Ketty. p.15 ×2
unresolved person Akta Notaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya p.15 ×4
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Pusat p.15 ×2
unresolved person Akta Notaris Wiwik Condro · Notaris p.15 ×5
unresolved org Menteri p.16
unresolved — Rendih · Corporate Treasury p.16
unresolved — Raci Annisa · Corporate Treasury p.16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18 ×4
unresolved org PT Inter Astra Motor Works p.23 ×2
unresolved org Carriage Ltd. p.24 ×4
unresolved org Jardine Matheson Holdings Ltd. p.24 ×2
unresolved — Loudy Irwanto Elli · Direktur p.25 ×2
unresolved org PT Sangga Loka Subur p.25
unresolved org PT Sedaya Multi Investama p.26 ×2
unresolved org Marubeni Corporation p.26 ×2
unresolved org PT Marubeni Indonesia. SANF p.26
unresolved org PT Marubeni Indonesia p.27
unresolved — Franciscus Xaverius Laksana Kesuma · Presiden Direktur p.28 ×8
unresolved org PT Sedaya Multi Investama SANF p.29
unresolved org Pusat Statistik p.37
unresolved org Bank Indonesia p.38 ×5
unresolved org Kementerian ESDM p.40 ×7
unresolved org Pte Ltd. p.47
unresolved org PT Kalimantan Prima Persada p.48
unresolved org PT Sumbawa p.49
unresolved org PT Stargate Pacific Resources p.49
unresolved org PT Jabar Environmental Solutions p.50
unresolved org Indonesia Tbk p.52
unresolved org Sentosa Tbk p.52
unresolved org Megah Tbk p.52
unresolved org Ichsan & Rekan p.91

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 17437 ms 12 Sep 2026 21:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result