Back to announcement
20260702_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_32107623_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 124
Page 1
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik
The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Property, Business Valuation & Advisory Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
Licence No. 2.22.0176 E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
KMK 460/KM.1/2022 Website: www.fdipartners.co.id
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Phone (62 21) 27875911
Jakarta, 29 Juni 2026
Kepada Yth.:
PT United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi Km 22,
Cakung, Jakarta Timur 13910
No. Laporan : 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Hal : Laporan Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TBK
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.026/FDI/PB-FO/IV/2026 tanggal 22 April 2026
dan Addendum No.026/FDI/PB-ADD/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026, Kami KJPP Ferdinand, Danar,
Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT United
Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi
afiliasi antara PT Tuah Turangga Agung (selanjutnya disebut “TTA”) pada Aegis Energy Trading Pte. Ltd
(selanjutnya disebut “AEGIS”) berupa pinjaman pemegang saham atau shareholder loan (“Rencana
Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
Maksud pendapat kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi antara
Perseroan melalui TTA pada AEGIS berupa rencana transaksi pinjam-meminjam pemegang saham
atau shareholder loan, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.
Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK
42/2020”).
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari
luar maupun profesi lainnya.
Berdasarkan hasil analisis, Rencana Transaksi tersebut mengandung transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai transaksi di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan per
31 Desember 2025 hal tersebut tercermin dari nilai materialitas transaksi sebesar 0,15%, serta Rencana
Transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan sesuai dengan surat pernyataan
No.LUT/111/9960/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal informasi tidak adanya benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
(“POJK 35/2020”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
Kantor
Kantor Pusat
Pusat dandan
(Properti
(Properti Bisnis);
Bisnis); Kantor
Kantor Cabang
Cabang Semarang
Semarang (Properti)
(Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17/2020”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis Rencana Transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi, dan (5) Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi. Kesimpulan Hasil Pendapat Kewajaran Analisis Objek Rencana Transaksi Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada dokumen Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi berupa pemberian fasilitas pinjaman sebesar USD9.000.000 atau setara dengan Rp151.038.000.000 dengan menggunakan asumsi kurs tengah transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025 sebesar Rp16.782 per USD dinilai memiliki tujuan yang jelas dan didasarkan pada pertimbangan bisnis yang wajar, yaitu untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan kegiatan operasional AEGIS. Dari sisi keuangan, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang material terhadap kondisi keuangan Perseroan, yang tercermin dari perubahan yang tidak signifikan pada aset, liabilitas, ekuitas, maupun kinerja keuangan Perseroan secara keseluruhan. Selain itu, pemberian pinjaman tersebut berpotensi memberikan tambahan pendapatan bunga bagi Perseroan sekaligus mendukung kelancaran operasional AEGIS sebagai entitas dalam kelompok usaha Perseroan. Dengan demikian, besaran dana, dampak keuangan, dan pertimbangan bisnis yang mendasari Rencana Transaksi dinilai memadai dan sejalan dengan kepentingan usaha Perseroan. Selanjutnya berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Hal ini tercermin dari perubahan rasio likuiditas dan rasio solvabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi yang relatif tidak material. Penurunan kas dan setara kas yang terjadi akibat pemberian pinjaman kepada AEGIS diimbangi dengan peningkatan piutang non usaha pihak berelasi dalam jumlah yang setara, sehingga tidak mengubah struktur keuangan Perseroan secara signifikan. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai tidak berdampak negatif terhadap kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya serta tidak mengganggu kelangsungan usaha Perseroan. Berdasarkan hasil identifikasi hubungan kepengurusan dan kepemilikan para pihak, diketahui bahwa TTA dan AEGIS memiliki hubungan afiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Perseroan. Hubungan afiliasi tersebut tercermin dari adanya kesamaan pengurus pada Perseroan dan TTA, yaitu Ari Sutrisno yang menjabat sebagai Direktur Perseroan sekaligus Komisaris TTA serta Hendra Hutahean yang menjabat sebagai Direktur Perseroan sekaligus Direktur TTA. Selain itu, hubungan afiliasi juga tercermin dari struktur kepemilikan dimana Perseroan merupakan pemegang saham pengendali TTA dengan kepemilikan sebesar 72,73%, dan TTA memiliki kepemilikan sebesar 50,00% pada AEGIS. Dengan demikian, Rencana Transaksi pinjam-meminjam dana antara TTA dan AEGIS merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020. Selanjutnya berdasarkan hasil penelaahan atas Perjanjian Baru antara TTA dan AEGIS, diketahui bahwa perjanjian telah memuat ketentuan pokok terkait fasilitas pinjaman berjangka dengan jumlah maksimum sebesar USD9.000.000, periode ketersediaan fasilitas hingga 30 Juni 2031, serta tingkat suku bunga berupa Term SOFR + 2% per tahun. Selain itu, perjanjian juga mengatur mengenai jangka waktu pinjaman, mekanisme pembayaran kembali, hak dan kewajiban para pihak, ketentuan wanprestasi, serta ketentuan hukum lainnya yang lazim dalam transaksi pinjam-meminjam. Secara umum, ketentuan dalam perjanjian telah memberikan kejelasan mengenai pelaksanaan Rencana Halaman 2 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 4
Transaksi dan dapat menjadi dasar hukum yang memadai bagi para pihak dalam melaksanakan transaksi tersebut. Berdasarkan analisis yang dilakukan, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap likuiditas Perseroan, yang tercermin dari rasio Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio sebelum dan setelah transaksi yang relatif tidak mengalami perubahan material. Kondisi tersebut disebabkan nilai Rencana Transaksi relatif kecil dibandingkan total kas dan setara kas Perseroan per tanggal pendapat kewajaran. Selain itu, kemampuan AEGIS dalam melunasi pinjaman saat jatuh tempo dinilai memadai, yang tercermin dari tingkat likuiditas AEGIS yang berada di atas 1 kali selama periode historis, tingkat solvabilitas yang sangat rendah dengan Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio yang mendekati 0 kali, serta posisi kas dan setara kas AEGIS sebesar USD12.517.756 yang mampu menyerap seluruh nilai pokok pinjaman sebesar USD9.000.000. Dengan demikian, AEGIS dinilai memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sampai dengan jatuh tempo. Kemudian berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi memberikan manfaat berupa dukungan pendanaan kepada AEGIS sehingga perusahaan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan modal kerja dan menjalankan kegiatan usahanya, termasuk melakukan transaksi usaha dengan nilai yang melebihi modal disetor. Dengan tersedianya fasilitas pinjaman tersebut, AEGIS diharapkan dapat menjaga kelancaran operasional dan mendukung pengembangan kegiatan usahanya. Di sisi lain, Rencana Transaksi memiliki risiko berupa potensi keterlambatan atau ketidakmampuan AEGIS dalam melakukan pembayaran kembali pinjaman apabila pelanggan tidak melakukan pembayaran atas transaksi yang telah dilakukan, yang dapat mempengaruhi arus kas dan likuiditas perusahaan. Namun demikian, risiko tersebut dinilai masih dapat dikelola mengingat AEGIS merupakan entitas yang berada dalam kelompok usaha Perseroan sehingga pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan transaksi dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi Berdasarkan analisis kualitatif yang telah dilakukan, Rencana Transaksi dinilai memiliki dasar bisnis yang jelas dan mendukung kebutuhan modal kerja serta kegiatan operasional AEGIS. Rencana Transaksi juga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan, leverage, maupun likuiditas Perseroan, mengingat nilai transaksi relatif kecil dibandingkan dengan aset dan kas yang dimiliki Perseroan. Selain itu, AEGIS menunjukkan tingkat likuiditas dan solvabilitas yang memadai serta memiliki posisi kas yang mampu mendukung pelunasan pinjaman pada saat jatuh tempo. Meskipun terdapat risiko keterlambatan atau kegagalan pembayaran apabila AEGIS tidak menerima pembayaran dari pelanggan, risiko tersebut dinilai masih dapat dikelola dalam batas yang wajar dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi para pihak, kondisi keuangan AEGIS, serta mekanisme pengawasan dalam kelompok usaha Perseroan. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kualitatif. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup dampak keuangan Rencana Transaksi terhadap Perseroan, pengaruh terhadap rasio keuangan, kemampuan pelunasan pinjaman oleh AEGIS, serta analisis kelayakan penggunaan dana, Rencana Transaksi menunjukkan kondisi keuangan yang tetap sehat dan stabil. Perubahan rasio likuiditas dan solvabilitas Perseroan sebelum dan setelah transaksi relatif tidak signifikan, yang menunjukkan bahwa pemberian pinjaman kepada AEGIS tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan. Selain itu, kemampuan AEGIS dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman dinilai memadai yang didukung oleh tingkat profitabilitas yang positif, likuiditas yang baik, struktur permodalan yang sehat, serta posisi Halaman 3 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 5
Page 6
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR .................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ 5
DAFTAR TABEL ....................................................................................................................... 7
DAFTAR GRAFIK..................................................................................................................... 9
BAB I ............................................................................................................................. 10
PENDAHULUAN....................................................................................................................10
1.1 Uraian Mengenai Penugasan ....................................................................................... 10
1.2 Identitas Status Penilai ................................................................................................. 10
1.3 Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................... 10
1.4 Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................ 10
1.5 Objek Pendapat Kewajaran ......................................................................................... 11
1.6 Jenis Mata Uang Yang Digunakan ............................................................................... 11
1.7 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ..................................................................... 11
1.8 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat
Kewajaran .................................................................................................................. 11
1.9 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................................ 11
1.10 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 12
1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 16
1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 16
1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 16
1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 16
1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 17
1.16 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 17
1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 17
BAB II ............................................................................................................................. 19
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI .....................................................................................19
2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 19
2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ................................................................ 19
2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi .................................................................. 19
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi .............................................. 23
2.2. Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................... 23
2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ...................................... 23
2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak yang Bertransaksi ........................................................... 24
2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi.............................................................. 32
2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 32
2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi ................................................................. 33
BAB III ............................................................................................................................. 34
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ........................................ 34
3.1 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi...................................................................... 34
3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan ........................................................................................... 34
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 36
3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 46
3.1.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi .............................................................. 49
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 49
3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 50
3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 52
3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 53
3.2 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................... 54
3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 54
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Penjualan ................................................................................. 81
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 85
3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 92
3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 96
3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 97
3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 98
Halaman 5 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 7
3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ............................................................................. 99 3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana ........................................................................ 102 3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ....................................................................................... 102 3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang .......................................................................... 102 3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ....................................................................... 103 BAB IV ........................................................................................................................... 104 KESIMPULAN ...................................................................................................................... 104 4.1 Analisis Objek Rencana Transaksi .............................................................................. 104 4.2 Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi .................................................................. 104 4.3 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ..................................... 105 4.4 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ............ 105 4.5 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi .......................................................................... 106 4.6 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi ................................................... 106 4.7 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi.................................................................... 106 4.8 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................................. 106 4.9 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi ....................... 107 4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi ................................................................... 107 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ......................................................................... 108 PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................................... 109 LAMPIRAN-LAMPIRAN .......................................................................................................... 111 Halaman 6 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 8
DAFTAR TABEL Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .............................................................................. 11 Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan ..................................................................... 12 Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan TTA .............................................................................. 14 Tabel 4. Keterangan Laporan Keuangan AEGIS ........................................................................... 15 Tabel 5. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai ......................................................... 16 Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ..... 19 Tabel 7. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ..... 22 Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas ................... 23 Tabel 9. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas ................ 23 Tabel 10. Struktur Pemegang Saham Perseroan .......................................................................... 25 Tabel 11. Struktur Pemegang Saham TTA ................................................................................... 27 Tabel 12. Struktur Pemegang Saham Perseroan .......................................................................... 28 Tabel 13. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ..................................... 29 Tabel 14. Materialitas Rencana Nilai Transaksi terhadap Ekuitas Perseroan ................................... 31 Tabel 15. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi ................................................ 32 Tabel 16. Struktur Pemegang Saham Perseroan .......................................................................... 35 Tabel 17. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................. 39 Tabel 18. Mesin Konstruksi ........................................................................................................ 46 Tabel 19. Kontraktor Penambangan ........................................................................................... 47 Tabel 20. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi ............................................................... 48 Tabel 21. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya ............................................................................... 48 Tabel 22. Leverage Perseroan – Historis ...................................................................................... 50 Tabel 23. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ...................................... 51 Tabel 24. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ......................................................................... 51 Tabel 25. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding .............................................................. 51 Tabel 26. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding .............................................................. 52 Tabel 27. Rasio Likuiditas Perseroan ........................................................................................... 52 Tabel 28. Rasio Likuiditas AEGIS ................................................................................................ 53 Tabel 29. Rasio Solvabilitas AEGIS .............................................................................................. 53 Tabel 30. Analisis Cash Management Perseroan .......................................................................... 53 Tabel 31. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025..... 54 Tabel 32. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ............ 59 Tabel 33. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .............. 61 Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) .................................... 64 Tabel 35. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................. 65 Tabel 36. Laporan Posisi Keuangan TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025............ 66 Tabel 37. Laporan Laba Rugi TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ..................... 69 Tabel 38. Laporan Arus Kas TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ....................... 71 Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) .................................... 73 Tabel 40. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................. 74 Tabel 41. Laporan Posisi Keuangan AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ........ 75 Tabel 42. Laporan Laba Rugi AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................. 77 Tabel 43. Laporan Arus Kas AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................... 79 Tabel 44. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) .................................... 80 Tabel 45. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................. 81 Tabel 46. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ................. 81 Tabel 47. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi .......................... 83 Tabel 48. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi ................... 83 Tabel 49. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi ............................ 85 Tabel 50. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) ........................................................ 85 Tabel 51. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) ........................................................ 88 Tabel 52. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) ........................................................ 90 Tabel 53. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 93 Tabel 54. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 95 Tabel 55. Analisis Kemampuan Bayar Sampai Jatuh Tempo – Rasio Keuangan AEGIS.................... 96 Halaman 7 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 9
Tabel 56. Analisis Cash Management Perseroan .......................................................................... 97 Tabel 57. Analisis Cash Ratio ..................................................................................................... 97 Tabel 58. Yield Intercompany Loan TTA & AEGIS ......................................................................... 98 Tabel 59. Obligasi Pemerintah ................................................................................................... 98 Tabel 60. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan USD .......................................... 99 Tabel 61. Tingkat Suku Bunga Simpanan .................................................................................... 99 Tabel 62. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan .................................. 100 Tabel 63. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi ........................................... 101 Halaman 8 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 10
DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan .................................... 30 Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)....................................... 36 Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025 ......... 37 Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ............................................................... 37 Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ..................................................... 38 Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025 ........................................................... 38 Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) .................................................... 39 Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ................................................. 40 Grafik 9. Produksi Mineral dan Batu Bara tahun 2023 – 2024..................................................... 40 Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024 ............................................... 41 Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia ............................................... 41 Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batu Bara Acuan Indonesia ................................... 42 Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025 ................................................... 42 Grafik 14. Nilai Ekspor Batu Bara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025 .................................... 43 Grafik 15. Nilai Ekspor Batu Bara Indonesia ke Singapura Tahun 2021 – 2025 ............................ 43 Grafik 16. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan ........................................................ 44 Grafik 17. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batu Bara Global ................ 45 Grafik 18. Perkembangan Permintaan Emas dan Batu Bara Tahun 2020 - 2024 .......................... 45 Halaman 9 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.026/FDI/PB-FO/IV/2026 tanggal 22 April
2026 dan Addendum No.026/FDI/PB-ADD/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026, Kami KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan
pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Tuah Turangga Agung (selanjutnya disebut
“TTA”) pada Aegis Energy Trading Pte. Ltd (selanjutnya disebut “AEGIS”) berupa pinjaman
pemegang saham atau shareholder loan (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna
memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
1.2 Identitas Status Penilai
Penilaian ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R), selaku Penilai
Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang objektif dan tidak memihak, sesuai
KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud. KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang
Izin Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:
• Rekan, Danar Wihandoyo, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
dengan Izin No. B-1.09.00213 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Beliau adalah
anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
• Penugasan pendapat kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan
material atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian
dan/ atau pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan
tidak memihak.
• Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
pendapat kewajaran ini.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
Bidang Usaha : Perdagangan Umum
No. Telepon/Fax : +62 21 2457 9999
Alamat Email : Yudistira@unitedtractors.com
Penanggung Jawab : Bapak Yudistira
Jabatan : Corporate Finance & Accounting Division Head
1.4 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.
Halaman 10 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 12
1.5 Objek Pendapat Kewajaran
Objek pendapat kewajaran dalam hal ini adalah rencana pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi.
1.6 Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Rencana Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Dolar Amerika
Serikat (”USD”).
1.7 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud pendapat kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tujuan pendapat kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan OJK Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK
42/2020”).
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.8 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran
Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), masa berlaku laporan
pendapat kewajaran adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran
(cut off date) dalam laporan pendapat kewajaran.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
kewajaran ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off
date) dalam laporan pendapat kewajaran.
1.9 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK 35/2020 dan
SEOJK 17/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“SEOJK 17/2020”). Dengan demikian, ruang lingkup pendapat kewajaran didasarkan
pada analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, yang meliputi:
Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Aspek Ketentuan Utama
- Besaran dana dari objek Rencana Transaksi
Analisis Objek Rencana
- Dampak keuangan Rencana Transaksi
Transaksi
- Pertimbangan bisnis manajemen atas Rencana Transaksi
Halaman 11 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 13
Aspek Ketentuan Utama
- Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
- Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
Analisis Rencana
- Analisis perjanjian & syarat Rencana Transaksi
Transaksi
- Analisis likuiditas Rencana Transaksi
- Analisis manfaat & risiko Rencana Transaksi
- Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
- Analisis industri & bisnis
- Analisis operasional & prospek perusahaan
- Alasan dan latar belakang Rencana Transaksi
Analisis Kualitatif
- Keuntungan & kerugian kualitatif
- Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
- Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
- Dampak jika proyek dibiayai gagal
- Kinerja historis & proyeksi keuangan
- Analisis rasio keuangan
- Proforma Laporan Keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi
- Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
Analisis Kuantitatif
- Analisis cash management dan financial covenant
- Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
- Incremental analysis (nilai tambah)
- Sensitivity analysis (jika perlu)
- Analisis kelayakan investasi;
Analisis Kelayakan
- Analisis kelayakan pelunasan utang
Penggunaan Dana
- Analisis atas faktor lain yang relevan
Kesimpulan - Opini Kewajaran Rencana Transaksi
Sumber: SEOJK Nomor 17/ 2020 Bab IV
1.10 Sumber Data dan Informasi
Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Perseroan
adalah sebagai berikut:
a. Perseroan
Laporan Keuangan
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Rintis,
31 Jumadi, Rianto & 26
00190/2.1457/AU.1/05/0241-
1 Desember Audit Rekan Februari Wajar
3/1/II/2026
2025 AP: Yanto, S.E., 2026
AK., M.Ak., CPA
KAP: Rintis,
31 Jumadi, Rianto & 26
00180/2.1457/AU.1/05/0241-
2 Desember Audit Rekan Februari Wajar
2/1/II/2025
2024 AP: Yanto, S.E., 2025
AK., M.Ak., CPA
Halaman 12 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 14
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 23
00190/2.1025/AU.1/05/0241-
3 Desember Audit Rekan Februari Wajar
2/1/II/2024
2023 AP: Yanto, S.E., 2024
M.Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 23
00177/2.1025/AU.1/05/0239-
4 Desember Audit Rekan Februari Wajar
3/1/II/2023
2022 AP: Lok Budianto, 2023
S.E., Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 21
00121/2.1025/AU.1/05/0239-
5 Desember Audit Rekan Februari Wajar
2/1/II/2022
2021 AP: Lok Budianto, 2022
S.E., Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 19
00157/2.1025/AU.1/05/0239-
6 Desember Audit Rekan Februari Wajar
1/1/II/2021
2020 AP: Lok Budianto, 2021
S.E., Ak., CPA
Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan
1. Proyeksi Penjualan Perseroan Periode 30 April 2026 – 31 Maret 2027 dalam format MS.
Excel, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
2. Proforma Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 (sebelum dan setelah) adanya
transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - Perseroan
1. Akta Pendirian No. 69 tanggal 13 Oktober 1972, dibuat di hadapan Djojo Muljadi, S.H.
Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam
Lembaran Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973;
2. Akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris,
yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik
Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-0238092;
3. Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari
Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.
AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025; dan
4. Akta sebagaimana tercantum dalam bab Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Event).
Legalitas Perusahaan - Perseroan
1. Surat Izin Lokasi, tanggal 07 September 2018.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.
Halaman 13 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 15
3. Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. 09.04.1.46.00794, tanggal 31 Mei
2011.
4. Nomor Induk Berusaha No. 8120009960872, tanggal 07 September 2018.
Informasi Lainnya - Perseroan
1. Draft Perjanjian Pinjaman (Loan Agreement) PT Tuah Turangga Agung dan Aegis Energy
Trading Pte. Ltd.
2. Surat Pernyataan No.LUT/111/9960/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal informasi
tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
3. Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 26 Juni 2026.
4. Daftar Permintaan Data (Information Request List).
5. Daftar Pertanyaan (List of Question).
b. TTA
Laporan Keuangan - TTA
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan TTA
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Rintis,
31 Jumadi, Rianto & 31
00480/2.1457/AU.1/02/0241-
1 Desember Audit Rekan Maret Wajar
3/1/III/2026
2025 AP: Yanto, S.E., 2026
M.Ak., CPA
KAP: Rintis,
31 Jumadi, Rianto &
00573/2.1457/AU.1/02/0241- 16 April
2 Desember Audit Rekan Wajar
8/1/IV/2025 2025
2024 AP: Yanto, S.E.,
M.Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis &
0054/2.1025/AU.1/02/0241- 05 April
3 Desember Audit Rekan Wajar
2/1/IV/2024 2024
2023 AP: Yanto, S.E.,
M.Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis & 27
00372/2.1025/AU.1/02/0239-
4 Desember Audit Rekan Maret Wajar
3/1/III/2023
2022 AP: Lok Budianto, 2023
S.E., Ak., CPA
KAP: Tanudiredja,
31 Wibisana, Rintis &
00728/2.1025/AU.1/02/0239- 22 April
5 Desember Audit Rekan Wajar
2/1/IV/2022 2022
2021 AP: Lok Budianto,
S.E., Ak., CPA
Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - TTA
1. Akta Pendirian TTA No. 21 Tanggal 11 Mei 2006 yang dibuat di hadapan Darmawan
Tjoa, S.H., S.E., Notaris di Jakarta, Akta telah mendapatkan pengesahan berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-
Halaman 14 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 16
14949 HT.01.01.TH.2006 Tanggal 19 Mei 2006 tentang Pengesahan Pendirian
Perseroan Terbatas;
2. Akta No. 57 Tanggal 8 Agustus 2008, yang dibuat di hadapan Sutjipto, S.H., Notaris di
Jakarta, Akta telah mendapatkan pengesahan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-55672.AH.01.02 Tahun
2008 Tanggal 27 Agustus 2008 tentang persetujuan akta perubahan anggaran dasar
perseroan;
3. Akta No. 7 Tanggal 11 Mei 2022, yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta, Akta telah mendapatkan persetujuan berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
0047532.AH.01.02.Tahun 2022 Tanggal 11 Juli 2022 tentang perubahan anggaran
dasar perseroan terbatas;
4. Akta No. 171 Tanggal 31 Mei 2024, yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, Akta telah mendapatkan penerimaan dari Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0214552 Tanggal 14
Juni 2024 mengenai perubahan Direksi dan Komisaris; dan
5. Akta sebagaimana tercantum dalam bab Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Event).
Legalitas Perusahaan - TTA
1. Surat Keterangan Terdaftar No. S-102KT/WPJ.20/KP.0703/2019 Tanggal 7 Februari
2019 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak;
2. Nomor Pokok Wajib Pajak : 02.545.603.9-006.000;
3. Nomor Induk Berusaha : 0220102201238.
c. AEGIS
Laporan Keuangan - AEGIS
Tabel 4. Keterangan Laporan Keuangan AEGIS
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Tanggal Laporan Opini
31
KAP: KPMG LLP,
1 Desember Audit - 31 Maret 2026 Wajar
Singapore
2025
31
KAP: KPMG LLP,
2 Desember Audit - 28 Maret 2025 Wajar
Singapore
2024
31
KAP: KPMG LLP,
3 Desember Audit - 26 Maret 2024 Wajar
Singapore
2023
31
KAP: KPMG LLP,
4 Desember Audit - 28 Maret 2023 Wajar
Singapore
2022
31
KAP: KPMG LLP,
5 Desember Audit - 21 Maret 2022 Wajar
Singapore
2021
Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
Catatan: Laporan Keuangan Audit AEGIS ditandatangani atas nama KPMG LLP, Singapore. Informasi
mengenai nama Akuntan Publik penandatangan laporan tidak dicantumkan dalam laporan audit yang
diperoleh.
Halaman 15 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 17
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - AEGIS
1. Certificate Confirming Incorporation of Company atas nama Aegis Energy Trading Pte.
Ltd. UEN 201931118C Tanggal 18 September 2019;
2. The Componies Act, Cap. 50 Private Company Limited by Shares Constitution Aegis
Energy Trading Pte. Ltd., incorporated tanggal 18 September 2019;
3. The Componies Act, Cap. 50 Private Company Limited by Shares Constitution Aegis
Energy Trading Pte. Ltd., (Adopted by Special Resolution passed tanggal 13 Desember
2019), incorporated tanggal 18 September 2019;
Legalitas Perusahaan - AEGIS
1. Business Profile of Aegis Energy Trading Pte. Ltd 201931118C Tanggal 16 Desember
2025.
1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.013B/FDI/ST-PB/UT/IV/2026 tanggal 23 April 2026
serta berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi, verifikasi
dan wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan MoM
(Minutes of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.
Informasi Mengenai Identitas dan Jabatan Pihak yang Telah Diwawancarai
Tabel 5. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai
Nama Jabatan Perusahaan
Rendih Section Head Corporate Treasury PT United Tractors Tbk
Sumber: Surat Tugas Inspeksi, Berita Acara Inspeksi dan Minutes of Meeting
1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi:
• Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
• Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
dalam penilaian.
1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar
Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), POJK 35/2020 serta SEOJK
17/2020.
1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–
hal sebagai berikut:
Halaman 16 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 18
a. Analisis Rencana Transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan,
identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat Rencana
Transaksi, analisis likuiditas Rencana Transaksi, serta analisis manfaat & risiko Rencana
Transaksi.
b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
Rencana Transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan
(dibanding industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh
tempo, serta dampak jika proyek dibiayai gagal.
c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi,
analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan
financial covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank),
incremental analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi berupa Analisis kelayakan
investasi, Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
e. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi berupa Opini Kewajaran Rencana Transaksi.
1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak
menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli dari luar.
1.16 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, TTA
dan AEGIS ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan Perseroan, TTA dan
AEGIS. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31 Desember 2025
hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event) yang tidak mempengaruhi hasil
penilaian yaitu:
1. Berdasarkan Akta No. 117 tertanggal 20 Mei 2026 yang telah diberitahukan kepada Menteri
Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan No. AHU-AH.01.09-0309460 tanggal 5 Juni 2026, Perseroan telah melakukan
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, sehingga susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan sebagai berikut:
Halaman 17 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 19
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Frans Kesuma
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris : Rudy
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Lincoln Lin Feng Pan
Direksi:
Presiden Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Andreas
2. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek Perseroan sebagaimana telah
disampaikan Perseroan kepada masyarakat per tanggal 31 Mei 2026, struktur kepemilikan
saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Jumlah Lembar Jumlah Nominal
Pemegang saham (%)
Saham (Rp. Juta)
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 554.829 59,50%
Masyarakat (< 5%) 1.295.480.378 323.870 34,73%
Saham treasuri 215.337.400 53.834 5,77%
Jumlah 3.730.135.136 932.533 100,00%
1. Berdasarkan Akta No. 24 tanggal 6 Mei 2026 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria,
S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta 2026 yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum
Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan
No. AHU-AH.01.09-0292480 tanggal 25 Mei 2026, TTA telah melakukan perubahan
susunan Direksi dan Dewan Komisaris, sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi TTA
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Ari Sutrisno
Komisaris : Chinthya Theresa Am
Direksi:
Presiden Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Tony Susanto Halim
Direktur : Arianto Sasono
Direktur : Eko Susanto
Halaman 18 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 20
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi
2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada
dokumen Rencana Transaksi yang disampaikan kepada Kami, besaran dana yang menjadi
objek dalam Rencana Transaksi adalah berupa fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok sebesar
USD9.000.000 (sembilan juta dolar amerika serikat) atau setara dengan Rp151.038.000.000
(seratus lima puluh satu miliar tiga puluh delapan juta rupiah) dengan asumsi nilai tukar mata
uang menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu
Rp16.782 per USD.
Nilai tersebut merupakan batas maksimum fasilitas pinjaman yang dapat dimanfaatkan oleh
AEGIS selaku Penerima Pinjaman sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam
Perjanjian Pinjaman.
2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi
Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan keuangan pada pos-
pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
disajikan pada tabel berikut:
Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Audit Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 26.570.772 (144.380) 26.426.392
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 18.559.795 18.559.795
Pihak Berelasi 1.357.868 1.357.868
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 492.811 492.811
Pihak Berelasi 1.203.084 151.038 1.354.122
Persediaan 16.729.809 16.729.809
Proyek dalam Pelaksanaan 28.698 28.698
Pihak Ketiga
Pihak Berelasi
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.653.543 1.653.543
Pajak Lain-lain 3.643.857 3.643.857
Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 1.543.309 1.543.309
Aset Lancar Lain-lain 357.480 357.480
Total Aset Lancar 72.141.026 6.658 72.147.684
Halaman 19 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 21
Audit Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Aset Tidak Lancar
Kas dan deposito berjangka yang
787.806 787.806
dibatasi penggunaannya
Piutang usaha
Pihak Ketiga 453.411 453.411
Pihak Berelasi 18.957 18.957
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 88.336 88.336
Pihak Berelasi 3.103.936 3.103.936
Persediaan 105.530 105.530
Pajak dibayar dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.446.559 1.446.559
Pajak Lain-lain 1.650.429 1.650.429
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 793.619 793.619
Investasi pada entitas asosiasi
Investments in associates dan ventura 17.223.562 (4.229) 17.219.333
bersama
Investasi jangka panjang 3.175.766 3.175.766
Aset tetap 45.296.550 45.296.550
Properti pertambangan 14.809.384 14.809.384
Properti investasi 244.469 244.469
Beban eksplorasi dan pengembangan
2.768.518 2.768.518
tangguhan
Aset tambang berproduksi 3.958.340 3.958.340
Beban tangguhan 1.169.123 1.169.123
Aset pajak tangguhan 4.891.419 4.891.419
Goodwill 3.510.559 3.510.559
Total Aset Tidak Lancar 105.496.273 (4.229) 105.492.044
Total Aset 177.637.299 2.429 177.639.728
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak Ketiga 29.095.249 29.095.249
Pihak Berelasi 213.679 213.679
Utang non-usaha
Pihak Ketiga 1.132.969 1.132.969
Pihak Berelasi 87.548 87.548
Utang pajak
Pajak Penghasilan Badan 825.803 825.803
Pajak Lain-lain 584.846 584.846
Akrual 6.692.531 6.692.531
Uang muka pelanggan
Pihak Ketiga 857.034 857.034
Pihak Berelasi 44.175 44.175
Pendapatan tangguhan 1.021.152 1.021.152
Halaman 20 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 22
Audit Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Liabilitas imbalan kerja 1.053.575 1.053.575
Pinjaman bank jangka pendek 560.000 560.000
Bagian jangka pendek dari utang
jangka panjang
Pinjaman Bank 9.682.666 9.682.666
Liabilitas Sewa 801.430 801.430
Pinjaman Lain-lain 560.318 560.318
Pinjaman bank jangka pendek dari
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka Pendek 53.212.975 0 53.212.975
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.768.016 3.768.016
Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
1.154.627 1.154.627
penutupan tambang
Liabilitas imbalan kerja 5.497.626 5.497.626
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman Bank 6.054.620 6.054.620
Liabilitas Sewa 976.309 976.309
Pinjaman Lain-lain 281.698 281.698
Liabilitas keuangan jangka panjang
3.555.105 3.555.105
lain-lain
Total Liabilitas Jangka Panjang 21.288.001 0 21.288.001
Total Liabilitas 74.500.976 0 74.500.976
Ekuitas
Ekuitas yang diatribusikan kepada
entitas induk
Modal Disetor 932.534 932.534
Tambahan Modal Disetor 9.703.937 9.703.937
Saham Tresuri -4.902.237 -4.902.237
Saldo Laba
Dicadangkan 186.507 186.507
Belum Dicadangkan 85.547.627 2.429 85.550.056
Selisih kurs dari penjabaran Laporan
9.227.066 9.227.066
keuangan
Cadangan lindung nilai -2.065.280 -2.065.280
Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
19.386 19.386
tetap
Transaksi dengan Kepentingan
-875.920 -875.920
Nonpengendali
Total Ekuitas yang diatribusikan
97.773.620 2.429 97.776.049
kepada entitas induk
Kepentingan Nonpengandali 5.362.703 5.362.703
Total Ekuitas 103.136.323 2.429 103.138.752
Total Liabilitas dan Ekuitas 177.637.299 2.429 177.639.728
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi – 31 Desember
2025
Halaman 21 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 23
Tabel 7. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
Audit Proforma
Laporan Laba Rugi 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Pendapatan bersih 131.300.810 131.300.810
Beban pokok pendapatan (101.597.306) (101.597.306)
Laba bruto 29.703.504 29.703.504
Beban penjualan (1.597.792) (1.597.792)
Beban umum dan administrasi (6.040.414) (6.040.414)
Beban lain-lain, bersih (256.226) (256.226)
Penghasilan keuangan 1.244.489 8.536 1.253.025
Biaya keuangan (2.625.818) (2.625.818)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
(245.576) (4.229) (249.805)
dan ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 20.182.167 4.307 20.186.474
Beban pajak penghasilan (5.005.403) (1.878) (5.007.281)
Laba tahun berjalan 15.176.764 2.429 15.179.193
Laba Setelah Pajak Yang Didistribusilan
Kepada
Pemilik Entitas Induk 14.810.434 2.429 14.812.863
Kepentingan Non-Pengendali 366.330 366.330
Total Laba Setelah Pajak 15.176.764 2.429 15.179.193
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember
2025
Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
• Terdapat penyesuaian penurunan pada kas dan setara kas sebesar Rp144 miliar akibat
pemberian pinjaman berupa kas kepada AEGIS sebesar Rp151 miliar, perolehan kas dari
pendapatan bunga sebesar Rp7,2 miliar, bagian PPh 23 atas pendapatan bunga sebesar
Rp1,2 miliar, dan pembayaran atas penyesuaian PPh Badan dari perolehan pendapatan
bunga yang diakui sebesar Rp1,8 miliar.
• Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi sebesar Rp151
miliar akibat rencana pemberian pinjaman kepada AEGIS yang merupakan perusahaan
terafiliasi dengan Perseroan.
• Terdapat penyesuaian penurunan pos investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp4,2 miliar
akibat dari pencatatan metode ekuitas AEGIS pada Perseroan dimana AEGIS mencatatkan
beban bunga atas rencana transaksi pinjam-meminjam.
• Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos penghasilan keuangan sebesar Rp8,5 miliar akibat
perolehan pendapatan bunga yang diakui dan dikonsolidasi ke laba rugi Perseroan.
• Terdapat penyesuaian penurunan pada pos bagian atas laba bersih entitas akibat pengakuan
beban bunga AEGIS yang kemudian dicatatkan menggunakan metode ekuitas, sesuai
kepemilikan saham TTA di AEGIS, pada laba rugi Perseroan.
• Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos beban pajak penghasilan sebesar Rp1,8 miliar
akibat pengakuan PPh Badan atas perolehan pendapatan bunga.
Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada AEGIS dan kenaikan piutang
non usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan
ke AEGIS.
Halaman 22 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 24
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dilakukan untuk memberikan dukungan pendanaan kepada AEGIS dalam menjalankan
kegiatan operasional usahanya. Dana yang diperoleh AEGIS sebagai peminjam akan digunakan
sebagai sumber pembiayaan kebutuhan modal kerja, sehingga diharapkan dapat mendukung
kelancaran kegiatan operasional, menjaga fleksibilitas keuangan, serta menunjang
keberlangsungan dan pengembangan usaha AEGIS.
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan
Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
melihat bagaimana Rencana Transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.
Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,355704X 1,355829X 0,000125X
Quick Ratio 1,041310X 1,041435X 0,000125X
Cash Ratio 0,499329X 0,496616X -0,002713X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Tabel 9. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Debt to Assets Ratio 0,106493X 0,106491X -0,000001X
Debt to Equity Ratio 0,183418X 0,183414X -0,000004X
Times Interest Earned 8,403209X 8,403209X 0,000000X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Dilihat dari rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, terdapat selisih tidak
signifikan pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
Hal tersebut karena sumber pendanaan pemberian pinjaman oleh Perseroan sebesar
Rp151.038.000.000 kepada AEGIS berasal dari kas dan setara kas internal Perseroan yang
nilainya sebesar 0,57% dari total kas dan setara kas Perseroan per tanggal pendapat kewajaran.
Dengan begitu perubahan pada rasio likuiditas tidak berdampak signifikan terhadap likuiditas
Perseroan.
Pada analisis solvabilitas, Rencana Transaksi memberikan dampak tidak signifikan pada Debt
to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio Perseroan. Hal tersebut karena pinjaman yang diberikan
Perseroan bersumber dari dana internal perusahaan dan dari dana yang dipinjamkan, timbul
kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi. Dengan begitu Rencana Transaksi tidak
memberikan dampak pada Debt to Equity Ratio (“DER”) dan Debt to Asset Ratio (“DAR”) dari
Perseroan. Pada rasio Times Interest Earned (“TIE”) yang dihitung menggunakan Operating Profit
dibagi beban keuangan, sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak berdampak pada TIE
Perseroan.
Halaman 23 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 25
2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak yang Bertransaksi
Identifikasi Pihak yang Bertransaksi
A. Perseroan
Riwayat Singkat
Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta
Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang telah mengubah nama
Perseroan menjadi PT United Tractors.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat
persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
Selain itu, per tanggal 31 Desember 2025, Perseroan telah melakukan perubahan susunan
Direksi dan Dewan Komisaris sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 133 tanggal 25 April
2025 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah
mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan
yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah
Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle &
Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan
yang didirikan di Bermuda.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna
jual; kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910
No. Telp / Fax : +62 21 2457 9999
Website : www.unitedtractors.com
Email :-
Halaman 24 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 26
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 10. Struktur Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Lembar Jumlah Nominal
No Pemegang Saham Proporsi (%)
Saham (Rp)
1 PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829.339.500
Masyarakat (masing-
2 masing kepemilikan 1.357.478.878 36,39% 338.353.000.000
dibawah 5%)
3 Saham Treasuri 153.338.900 4,11% 39.352.000.000
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.533.784.000
Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
*Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan
tidak mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri
sebagaimana tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
Events).
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan Akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Hendra Hutahean
Halaman 25 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 27
Komite Audit
Adapun susunan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Ketua : Ignasius Jonan
Anggota : Wanny Wijaya
Anggota : Mario C. Surung Gultom
*Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
seperti yang dinyatakan dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
Event).
B. TTA
Riwayat Singkat
PT Tuah Turangga Agung (“TTA”) didirikan dengan nama PT Tuah Turangga Agung
berdasarkan Akta Notaris Darmawan Tjoa, SH., SE., No. 21 Tanggal 11 Mei 2006. Akta
Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 19 Mei
2006 melalui Surat Keputusan No. C14949 HT.01.01.TH.2006 di Jakarta.
Anggaran Dasar TTA telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang terakhir
berdasarkan Akta No. 7 tanggal 11 Mei 2022 mengenai perubahan modal dasar dan modal
ditempatkan dan disetor. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0047532.AH.01.02.TAHUN
2022 tanggal 11 Juli 2022.
TTA merupakan merupakan suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha
pertambangan dan perdagangan batubara serta aktivitas penyewaan kapal yang
merupakan induk perusahaan dari beberapa perusahaan tambang batubara. Kantor utama
TTA beralamat di Gedung PT Pamapersada Nusantara II, Lantai 3, Jalan Rawagelam I No.
9, Kawasan Industri Pulogadung, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Kota
Administrasi Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.
Kegiatan Usaha
TTA memperoleh Izin Usaha dalam bidang usaha aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi alat transportasi air berdasarkan perizinan berusaha berbasis risiko No.
0220102201238 tanggal 13 Februari 2020. Berdasarkan Akta No. 37 Tanggal 10 Januari
2020 terkait dengan Pasal 3, maksud dan tujuan perusahaan adalah berusaha dalam bidang
perdagangan, pertambangan, dan aktivitas penyewaan. Perusahaan dapat melaksanakan
kegiatan usaha sebagai berikut:
a) Kegiatan pertambangan batubara, seperti pengolahan dan pencampuran serta aktifitas
terkait lainnya sebagaimana diperbolehkan dalam peraturan yang berlaku di bidang
pertambangan.
b) Kegiatan perdagangan besar bahan bakar padat seperti batubara.
c) Kegiatan penyewaan alat transportasi air seperti kapal atau sejenisnya.
Halaman 26 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 28
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Gedung PT Pamapersada Nusantara II, Lt.3, Jl. Rawagelam I No. 9,
Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur 13930
No. Telp / Fax : (021) 781 7555
Website : www.turanggaresources.com
Email :-
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen TTA, susunan kepemilikan saham TTA per 31 Desember
2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 11. Struktur Pemegang Saham TTA
Jumlah Lembar
No Pemegang Saham Proporsi (%) Total
Saham
1 PT Pamapersada Nusantara 6.079.076 72,73% 4.559.307.000.000
2 PT United Tractors Tbk 2.278.781 27,27% 1.709.085.750.000
Jumlah 8.357.875 100,00% 6.268.392.750.000
Keterangan: Nilai nominal Rp.750.000 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen TTA
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen TTA, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi TTA per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Frans Kesuma
Komisaris : Ari Sutrisno
Komisaris : Chinthya
Direksi
Presiden Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Arianto Sasono
Direktur : Tony Susanto Halim
Direktur : Efredi Yudianto
*Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan seperti yang dinyatakan dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal
Penilaian (Subsequent Event).
C. AEGIS
Riwayat Singkat
AEGIS merupakan Perusahaan yang terdaftar sebagai Private Company Limited berdasar
Saham (Private Company Limited by Shares) di Singapura, Aegis Energy Trading Pte. Ltd.
Didirikan berdasarkan Certificate Confirming Incorporation of Company No. 201931118C
pada tanggal 18 September 2019. AEGIS merupakan perusahaan patungan (joint venture)
Halaman 27 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 29
yang dibentuk oleh TTA dan Sumitomo Corporation untuk mendorong ekspansi strategis di
pasar batu bara termal (thermal coal).
Fokus bisnis dan operasional perusahaan yaitu bergerak di bidang perdagangan komoditas
batu bara termal (thermal coal trading) untuk pasar internasional. AEGIS didirikan di
Singapura untuk memanfaatkan jaringan pasar keuangan dan logistik global. Perusahaan
sebagai perpanjangan tangan komersial guna memasarkan dan mendistribusikan batu bara
yang diproduksi oleh tambang-tambang di bawah Astra Group dari TTA ke pasar global,
berkolaborasi dengan jaringan perdagangan internasional yang dimiliki oleh Sumitomo
Corporation Group.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama AEGIS yang merupakan perusahaan patungan (joint venture)
yang dibentuk oleh TTA adalah untuk mendorong ekspansi strategis di pasar batu bara termal
(thermal coal).
Informasi Umum
Alamat Perseroan : 182 Cecil Street, #22-01, Frasers Tower, Singapore 069547
No. Telp / Fax : +62 21 2457 9999
Website :-
Email :-
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan informasi manajemen AEGIS, Susunan Direksi AEGIS per 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Tabel 12. Struktur Pemegang Saham Perseroan
No Pemegang Saham Jumlah Lembar Saham Proporsi (%) Jumlah (USD)
1 PT Tuah Turangga Agung 200 50,00 2,000,000
2 Sumitomo Corporation 200 50,00 2,000,000
Jumlah 400 100,00 4,000,000
Keterangan: Nilai nominal 10,000 USD per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen AEGIS
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen AEGIS, Susunan Direksi AEGIS per 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur : Ignatius Stanley
Direktur : Tetsuya Ogaki
Direktur : Tsutomu Takauchi
Direktur : Dimas Aditya Kurniawan
Sekretaris
Sekretaris : Kobayashi Takuj
Halaman 28 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 30
Hubungan Pihak yang Bertransaksi
A. Transaksi Afiliasi
Sesuai dengan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi
yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
Tabel 13. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
No Nama Perseroan TTA AEGIS Keterangan
Djony Bunarto Presiden
1 (-) (-) Tidak Afiliasi
Tjondro Komisaris
Wakil Presiden
2 Rudy (-) (-) Tidak Afiliasi
Komisaris
Djoko Pranoto
3 Komisaris (-) (-) Tidak Afiliasi
Santoso
4 Gita Tiffani Boer Komisaris (-) (-) Tidak Afiliasi
Benjamin Herrenden
5 Komisaris (-) (-) Tidak Afiliasi
Birks
Paulus Bambang Komisaris
6 (-) (-) Tidak Afiliasi
Widjanarko Independen
Komisaris
7 Bruce Malcolm Cox (-) (-) Tidak Afiliasi
Independen
Komisaris
8 Ignasius Jonan (-) (-) Tidak Afiliasi
Independen
Franciscus Xaverius Presiden
9 (-) (-) Tidak Afiliasi
Laksana Kesuma Direktur
10 Loudy Irwanto Ellias Direktur (-) (-) Tidak Afiliasi
11 Iwan Hadiantoro Direktur (-) (-) Tidak Afiliasi
12 Idot Supriadi Direktur (-) (-) Tidak Afiliasi
13 Widjaja Kartika Direktur (-) (-) Tidak Afiliasi
14 Vilihati Surya Direktur (-) (-) Tidak Afiliasi
15 Ari Sutrisno Direktur Komisaris (-) Terafiliasi
Presiden
16 Hendra Hutahean Direktur (-) Terafiliasi
Direktur
Presiden
17 Frans Kesuma (-) (-) Tidak Afiliasi
Komisaris
18 Chinthya Theresa (-) Komisaris (-) Tidak Afiliasi
19 Tony Susanto H (-) Direktur (-) Tidak Afiliasi
20 Arianto Sasono (-) Direktur (-) Tidak Afiliasi
21 Efredi Yudianto (-) Direktur (-) Tidak Afiliasi
22 Okagi Tetsuya (-) (-) Direktur Tidak Afiliasi
Dimas Aditya
23 (-) (-) Direktur Tidak Afiliasi
Kurniawan
Halaman 29 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 31
No Nama Perseroan TTA AEGIS Keterangan
24 Ignatius Stanley (-) (-) Direktur Tidak Afiliasi
25 Takauchi Tsutomu (-) (-) Direktur Tidak Afiliasi
Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan, TTA & AEGIS Per 31 Desember 2025
Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi, dapat dilihat bahwa antara Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman
melalui TTA dan AEGIS sebagai pihak Penerima Pinjaman memiliki hubungan afiliasi dari sisi
susunan pengurus yaitu:
• Ari Sutrisno selaku Direktur Perseroan dan juga menjabat sebagai Komisaris TTA.
• Hendra Hutahean selaku Direktur Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden Direktur
TTA.
Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
42/2020.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan.
Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
kepemilikan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
PERSEROAN PAMA
27,27% 72,73%
SC TTA
50,00% 50,00%
AEGIS
Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan, TTA dan AEGIS
Keterangan:
Perseroan : PT United Tractors Tbk
PAMA : PT Pamapersada Nusantara
TTA : PT Tuah Turangga Agung
AEGIS : Aegis Energy Trading Pte. Ltd
SC : Sumitomo Corporation
Halaman 30 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 32
Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara
Perseroan, TTA dan AEGIS, terdapat hubungan afiliasi, dari sisi pengendalian/kepemilikan
perusahaan, maupun pemegang sahamnya, dimana:
• Perseroan memiliki kepemilikan saham secara langsung sebesar 27,27% pada TTA,
sedangkan sisanya sebesar 72,73% dimiliki Perseroan melalui oleh PAMA, yang juga
merupakan anak usaha Perseroan, sehingga TTA merupakan entitas yang dikendalikan
oleh Perseroan.
• TTA memiliki kepemilikan saham masing-masing sebesar 50,00% pada AEGIS.
• Mengingat Perseroan merupakan pemegang saham pengendali TTA dan TTA memiliki
kepemilikan pada AEGIS, maka hubungan antara Perseroan, TTA, AEGIS, merupakan
hubungan afiliasi berdasarkan kepemilikan saham secara langsung maupun tidak
langsung dalam kelompok usaha yang sama.
Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
42/2020.
B. Transaksi Benturan Kepentingan
Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan
No.LUT/111/9960/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal Informasi atas Benturan
Kepentingan dalam transaksi afiliasi antara Perseroan, TTA dan AEGIS berupa rencana
transaksi pinjam-meminjam pemegang saham atau shareholder loan, bahwa Rencana
Transaksi tidak mengandung transaksi benturan kepentingan.
C. Materialitas Nilai Rencana Transaksi
Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi
dengan ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025.
Tabel 14. Materialitas Rencana Nilai Transaksi terhadap Ekuitas Perseroan
Nilai Transaksi Ekuitas Materia
Ket
USD Rupiah USD Rupiah litas (%)
Rencana
9.000.000 151.038.000.000 6.145.651.472 103.136.323.000.000 0,15%
Transaksi
Sumber: Analisis KJPP FDI&R (Kurs: Rp16.782/USD).
Asumsi nilai tukar mata uang dalam analisis ini menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank
Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782 per USD. Kemudian berdasarkan laporan
keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat sebesar
Rp103.136.323.000.000 atau setara dengan USD6.145.651.472. Dengan
mempertimbangkan nilai transaksi sebesar USD9.000.000 atau setara dengan
Rp151.038.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 0,15% dari ekuitas Perseroan.
Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana
yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
Halaman 31 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 33
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”).
2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi
Dalam Draf Perjanjian Pinjaman antara TTA dan AEGIS, dengan syarat dan ketentuan dalam
Perjanjian antara lain sebagai berikut:
• Periode ketersediaan sejak 1 Juli 2026 hingga 30 Juni 2031;
• Jumlah fasilitas pinjaman tetap sebesar USD9.000.000,- (sembilan juta dolar amerika
serikat) dalam keseluruhan Periode Ketersediaan;
• Tanggal jatuh tempo pembayaran kembali pinjaman paling lambat tanggal 30 Juni tahun
berjalan atas pinjaman yang ditarik dalam periode 1 (satu) tahun terakhir sebelum tanggal
30 Juni dimaksud;
• Tingkat suku bunga dasar yang semula menggunakan Term SOFR (Secured Overnight
Financing Rate) ditambah 2% per tahun, dihitung berdasarkan jumlah hari aktual dalam 360
hari per tahun;
• Periode bunga adalah 3 (tiga) bulanan;
• Para Pihak akan melakukan peninjauan tahunan atas Pinjaman yang dimulai setiap tanggal
1 April dan diselesaikan paling lambat 75 (tujuh puluh lima) hari kalender berikutnya, untuk
menentukan hak TTA dalam mengalokasikan atau tidak mengalokasikan Pinjaman kepada
AEGIS pada periode tahunan berikutnya;
• Ketentuan mengenai wanprestasi, pengakhiran perjanjian, dan hukum yang mengatur tetap
mengacu pada hukum Singapura.
2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi
Analisis likuiditas atas Rencana Transaksi melihat dampak dan sumber pembiayaan Rencana
Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan. Pada hal ini analisis likuidasi Rencana Transaksi
dapat dilihat dari rasio likuiditas yang dianalisis yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan
Cash Ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
Tabel 15. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi
Sebelum
Rasio Likuiditas Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Transaksi
Current Ratio 1,355704X 1,355829X 0,000125X
Quick Ratio 1,041310X 1,041435X 0,000125X
Cash Ratio 0,499329X 0,496616X -0,002713X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Pada analisis current ratio atau rasio lancar, perubahan akibat Rencana Transaksi memberikan
dampak selisih kenaikan sebesar 0,000125 kali yang diakibatkan dari perpindahan jumlah
uang sebesar Rencana Transaksi pada pos kas dan setara kas ke pos piutang non usaha pihak
berelasi serta penyesuaian atas timbulnya pendapatan bunga dan pajak yang mempengaruhi
pos kas dan setara kas. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya jumlah aset lancar
perusahaan akibat Rencana Transaksi dan pada akhirnya meningkatkan rasio lancar
perusahaan.
Pada analisis likuiditas dilihat dari proksi quick ratio, diperoleh kenaikan rasio sebesar 0,000125
kali diakibatkan turunnya kas dan setara kas yang menjadi sumber pemberian pinjaman oleh
Perseroan ke AEGIS serta penyesuaian atas timbulnya pendapatan bunga dan pajak yang
Halaman 32 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 34
mempengaruhi pos kas dan setara kas. Dengan begitu aset lancar Perseroan setelah Rencana
Transaksi mengalami peningkatan dan pada sisi aset tidak lancar mengalami penurunan, yang
pada akhirnya meningkatkan rasio cepat Perseroan.
Analisis likuiditas dengan proksi cash ratio atas Rencana Transaksi memberikan dampak
penurunan rasio sebesar 0,00271 kali. Hal tersebut diakibatkan dari penggunaan dana internal
pada kas dan setara kas sebagai sumber pemberian pinjaman ke AEGIS. Rencana Transaksi
tersebut berpengaruh terhadap penurunan rasio kas perusahaan meskipun dengan penurunan
nilai rasio kas yang tidak signifikan.
2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi
Analisis Manfaat
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, manfaat utama dari Rencana
Transaksi adalah memberikan fleksibilitas pendanaan bagi AEGIS sehingga perusahaan dapat
melakukan transaksi usaha dengan nilai yang melebihi modal disetor. Dengan adanya
dukungan pendanaan tersebut, AEGIS diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usahanya
serta mendukung kelancaran kegiatan operasional dan perdagangan yang menjadi kegiatan
usaha utamanya.
Analisis Risiko
Di sisi lain, Rencana Transaksi juga memiliki risiko, yaitu potensi ketidakmampuan AEGIS dalam
melakukan pembayaran kembali pinjaman apabila pelanggan (customer) tidak melakukan
pembayaran atas transaksi yang telah dilakukan. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi arus
kas dan likuiditas AEGIS sehingga berpotensi berdampak terhadap kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sesuai dengan ketentuan yang telah
disepakati.
Halaman 33 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 35
BAB III
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
3.1 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian
tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei
2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang
didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine
Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd.
adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di
Bermuda.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna jual;
kontraktor penambangan; pertambangan; dan kegiatan usaha lainnya (industri konstruksi dan
energi).
Informasi Umum
Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910
No. Telp / Fax : +62 21 2457 9999
Website : www.unitedtractors.com
Email :-
Halaman 34 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 36
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 16. Struktur Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Lembar Jumlah Nominal
No Pemegang Saham Proporsi (%)
Saham (Rp)
1 PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829.339.500
Masyarakat (masing-
2 masing kepemilikan 1.357.478.878 36,39% 338.353.000.000
dibawah 5%)
3 Saham Treasuri 153.338.900 4,11% 39.352.000.000
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.533.784.000
Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
*Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Komisaris Independen : Ignasius Jonan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Gita Tiffani Boer
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Hendra Hutahean
Halaman 35 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 37
Komite Audit
Ketua : Ignasius Jonan
Anggota : Wanny Wijaya
Anggota : Mario C. Surung Gultom
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis
Pertumbuhan Ekonomi
Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas
dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta
atau USD 5.083,4. Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi
dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
9,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami
pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap
triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
8,98 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto
(PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.
8
6 5,31 5,05 5,03 5,11
3,7
4
2
0
2021 2022 2023 2024 2025
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik 2026, diolah.
Pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan perekonomian Indonesia. Pada tahun
2024, kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7,39%
atau sebesar Rp955 triliun, meningkat 4,9% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
demikian, pada tahun 2025 sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar -0,66% (yoy)
menjadi Rp949 triliun, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,72% selama
periode 2021–2025. Berdasarkan subsektornya, pada tahun 2025 pertambangan batu bara
dan lignit berkontribusi sebesar Rp328 triliun, diikuti pertambangan minyak dan gas bumi
sebesar Rp251 triliun, pertambangan bijih logam sebesar Rp166 triliun, serta pertambangan
dan penggalian lainnya sebesar Rp204 triliun. Penurunan kinerja sektor pertambangan dan
penggalian terjadi di hampir seluruh subsektor, dengan penurunan terbesar pada
pertambangan bijih logam yang turun -7,92% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh gangguan
produksi tembaga dan emas serta pelemahan harga nikel global.
Halaman 36 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 38
1200,0 07%
06%
06%
PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian
1000,0
05%
04% 05%
04%
800,0
(Triliun Rupiah) 04%
600,0 03%
02%
400,0
01%
200,0
-0,66% 00%
- -01%
2021 2022 2023 2024 2025
Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Pertambangan Batubara dan Lignit
Pertambangan Biji Logam, Pertambangan dan Penggalian Lainnya
Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025
Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.
40.000 8,00
34.386
31.903
29.607 7,00
30.000 27.517
25.573
GDP (Triliun Rupiah)
23.694
22.139 6,00
20.892
20.000
(%)
5,00
5,05 5,03 5,11 5,14
4,86 4,94 4,96 4,96
10.000
4,00
- 3,00
2023 2024 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F
GDP (Triliun) Pertumbuhan Ekonomi (%)
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
Sumber: International Monetary Fund (IMF), Oktober 2025
Perkembangan inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan
Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38%
(yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Inflasi y-on-y terjadi karena
adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
pengeluaran. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64%
Halaman 37 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 39
sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92%. Tingkat
inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38%; dengan inflasi m-to-m
sebesar 0,20%; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38%. Realisasi Inflasi 2025 menunjukkan angka
yang lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi IMF bulan April 2025 sebesar 1,68% serta masih
berada dalam target inflasi Bank Indonesia yang menandakan bahwa kondisi perekonomian
masih bergerak stabil.
3,50%
2,92%
3,00% 2,51% 2,50% 2,52% 2,52%
2,50% 2,19%
2,00%
Inflasi
1,57%
1,50%
1,00%
0,50%
0,00%
2024E 2025E 2026F 2027F 2028F 2029F 2030F
Proyeksi Inflasi
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan
melemah terhadap dolar AS, seiring dengan penguatan dolar secara global. Namun, terhadap
mata uang negara berkembang pelemahan rupiah relatif lebih moderat, sementara terhadap
mata uang negara maju selain AS rupiah cenderung lebih stabil bahkan mengalami apresiasi.
Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan
dolar AS dibandingkan pelemahan terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Kurs jual
USD/IDR pada 31 Desember tercatat Rp16.865,91/USD; sedangkan China Yuan sebesar
Rp2.412,86/CNY dan terhadap Dollar Singapura sebesar Rp13.134,42/SGD.
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025
Sumber: Bank Indonesia, 2025
Halaman 38 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 40
Suku Bunga
Pada Bulan Desember 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi
pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini
juga akan berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan.
Pada periode Desember 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja dan
investasi tercatat turun (mtm) di level 8,12%; 8,44% sedangkan suku bunga konsumsi sedikit
mengalami kenaikan menjadi 8,97%
Tabel 17. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
Bank Persero 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,77 8,34 8,29 8,93 8,67 8,12
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,87 8,49 8,72 9,41 9,21 8,44
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,56 10,14 9,65 9,27 9,09 8,97
Sumber: Bank Indonesia Desember 2025, diolah
Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan
Cadangan Mineral dan Batu Bara di Indonesia
Saat ini setidaknya terdapat 29 jenis komoditas sumber daya dan cadangan mineral logam yang
tersebar di 2.809 lokasi di Indonesia. Komoditas dengan cadangan tersebar berupa timah yaitu
dengan total cadangan sebesar 6.431 juta ton bijih dan 1,44 juta ton logam. Komoditas dengan
cadangan terbesar selanjutnya adalah nikel yaitu sebesar 5.914 juta ton bijih dan 62 juta ton
logam. Emas primer menjadi komoditas dengan cadangan ketiga terbesar ketiga yaitu mencapai
3.461 juta ton bijih & 3,44 ribu ton logam.
7.000 6.431
5.914
6.000
5.000
4.000 3.461
3.215
2.865 2.858
3.000
1.967
2.000
1.209 1.049
1.000 61 552,3 648
437,1
208,2 136 62,0 224,1 114 21,3
0,0002 0,0034 0,8 0,0 1,4
58,8 2,8
-
Emas Emas Bauksit Besi LateritBesi Primer Kobal Mangan Nikel Pasir Besi Perak Seng Tembaga Timah
Aluvial Primer
Cadangan Bijih (Juta Ton) Cadangan Logam (Juta Ton)
Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Indonesia, sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia pada tahun 2024, mampu
memproduksi sebanyak 836 juta ton batu bara. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang
sekitar 4.714 TWh energi, atau setara dengan 9,31% dari total energi global yang berasal dari
Halaman 39 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 41
batu bara, yaitu sekitar 58.618 TWh. Cadangan batu bara Indonesia saat ini mencapa 97.960
juta ton yang terdiri dari 69% atau 67.333 juta ton batu bara kalori rendah; 16% atau 15.526
juta ton kalori sedang dan 15% atau 15.101 juta ton kalori tinggi. Total cadangan tersebut
tesebar di 23 provinsi dan 1.660 titik.
Cadangan Batu bara Tahun 2025 30.000
25.000
20.000
12.915
15.000
10.000
5.000 11.144
2.902 1.720
- 1.638 1.636
Kalori Rendah Kalori Sedang Kalori Tinggi
Terkira (Juta Ton) Terbukti (Juta Ton)
Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Produksi batu bara Indonesia tahun 2024 naik 7,9% (yoy) dari 775 juta ton pada 2023 menjadi
836,12 juta ton pada tahun 2024. Produksi emas dan perak dalam negeri juga mengalami
kenaikan yaitu sebesar 80,9% (yoy) dari 14,24 juta ton pada 2023 menjadi 25,75 juta ton pada
tahun 2024. Produksi nikel naik 39% (yoy) dari 126,72 ribu ton pada 2023 menjadi 176,08 ribu
ton padatahun 2024. Timah menjadi komoditas yang mengalami trend berbeda yaitu
penurunan sebesar 61% (yoy) dari 50,67 ribu ton menjadi 19,44 ribu ton pada tahun 2024.
Kebutuhan sumber bahan bakar PLN saat ini didominasi batu bara yaitu sekitar 71,72 juta ton
pada tahun 2024. Batu bara mampu menghasilkan sekitar 66% dari total listrik yang dihasilkan
oleh PLN pada tahun 2024, sedangkan sisanya sebesar 44% terpenuhi dari bahan bakar BBM,
gas alam, panas bumi, air dan sumber energi lainnya.
836,13
Batubara (juta ton)
775,00
176,08
Nikel (ribu ton)
126,72
19,44
Timah (ribu ton)
50,67
25,75
Emas dan Perak (juta ton)
14,24
0,00 100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 700,00 800,00 900,00
2024 2023
Grafik 9. Produksi Mineral dan Batu Bara tahun 2023 – 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Pada tahun 2024 produksi batu bara di Indonesia mencapai 836,13 juta ton dimana 232,64
juta ton diantaranya digunakan untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Capaian produksi
batu bara tersebut terpenuhi darti sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR batu bara. Sedangkan produksi
Halaman 40 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 42
emas sebesar 25,745 juta ton, perak 26,024 juta ton dan hasil tambang mineral lainnya
dipenuhi dari sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tambang mineral. Dari 934 IUP/IUPPK/KK/IPR
tersebut hanya sekitar 635 yang melengkapi dengan data cadangan kandungan mineral.
1200
938 934
Jumlah Izin
800 635
400
0
Batubara Mineral
IUP/IUPPK/KK/IPR IUP/IUPK/KK/IPR dengan Data
Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Kewajiban reklamasi pascatambang merujuk pada tanggung jawab perusahaan pertambangan
usai melakukan kegiatan pertambangan. Pada tahun 2023, kegiatan reklamasi mencapai
7.920,77 hektar melebihi target yang sudah ditetapkan seluas 7.075 Hektar. Sedangkan
capaian reklamasi pada tahun 2024 mencapai 26.538 hektare atau naik 2,35 kali lipat
dibandingkan dengan capaian reklamasi tahun sebelumnya.
26.538
27.000
22.000
17.000
11.084
12.000 9.694 9.344
7.921
7.000
7.000 7.025 7.050 7.075 7.100
2.000
2020 2021 2022 2023 2024
Capaian reklamasi Target
Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Perkembangan Harga Acuan Mineral dan Batu Bara
Emas menjadi mineral dengan pertumbuhan harga acuan tertinggi, meningkat dari USD
2.522/troy ons pada Desember 2024 menjadi USD 4.080/troy ons pada Desember 2025 atau
naik sekitar 61,8% (yoy). Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami kenaikan signifikan dari
USD 29/troy ons menjadi USD 51/troy ons pada periode yang sama, atau meningkat sekitar
75,9% (yoy). Di sisi lain, nikel menunjukkan tren pelemahan dari USD 16.175/dmt pada
Desember 2024 menjadi USD 14.667/dmt pada Desember 2025, atau turun sekitar 9,3% (yoy).
Tembaga justru mengalami peningkatan dari USD 9.280/dmt menjadi USD 10.775/dmt, atau
naik sekitar 16,1% (yoy). Sementara itu, batu bara mengalami koreksi harga yang cukup dalam
dari USD 123/ton menjadi USD 98/ton, atau turun sekitar 20,3% (yoy) pada Desember 2025.
Halaman 41 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 43
Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batu Bara Acuan Indonesia
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Perkembangan Ekspor Hasil Tambang Mineral
Ekspor hasil tambang emas dan nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor paling berfluksuasi
jika dibandingkan dengantembaga dan perak. Nilai ekspor nikel pada tahun 2024 mencapai
USD 3.177 juta. Pada periode Januari – Agustus 2025 terjadi pelemahan nilai ekspor timah
sebesar 24,3% (yoy) dari USD 2.048 juta menjadi USD1.551 juta. Ekspor emas pada tahun 2024
mencapai USD 1.062, sedangkan produksi pada periode Januari – Agustus 2025 mengalami
kenaikan 1108% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu dari USD 655 juta menjadi
USD 1.365 juta. Ekspor komoditas Tembaga pada tahun 2024 mencapai USD 250 juta. Periode
Januari - Agustus 2025 mengalami kenaikan 30% (yoy) dari USD 163,5 juta menjadi USD 212
juta. Ekspor komoditas perak pada tahun 2024 mencapai USD 104 juta dengan periode Januari
– Agustus 2025 mengalami kenaikan 37,9% (yoy) dari USD 64,2 juta menjadi USD 89 juta.
6.000 5.542
5.000
4.096
4.000
juta USD
3.177
3.000
2.048
2.000
1.062 1.551
848 1.365
764 655
1.000
250
198 163,5 212
- … 104 64,2 89
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-gus Jan - Agus
2024 2025
Nikel Emas Tembaga Perak
Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Batu bara sebagai komoditas unggulan Indonesia pada tahun 2024 mampu mencatatkan nilai
ekspor sebesar USD 30.490 juta atau turun 11,85% (yoy). Penurunan ini diakibatkan karena
penurunan harga acuan batu bara dari 305,21 USD/ton pada januari 2023 menjadi 122,51
USD/ton pada Desember 2024. Tren Penurunan nilai ekspor batu bara juga berlanjut sampai
Halaman 42 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 44
dengan periode Januari – Agustus 2025 dimana ekspor turun 21% (yoy) dari USD 20.132 juta
menjadi USD 15.906 juta. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh tren penuruhan harga acuan
batu bara dari USD 131,17/ton pada Oktober 2024 menjadi 100,69/ton pada Agustus 2025.
100000,0
90000,0
80000,0
70000,0 46.765
60000,0
juta USD
50000,0 34.592
30.490
40000,0 26.533
30000,0 20.132
14.534 15.906
20000,0
10000,0
-
2020 2021 2022 2023 2024 Jan - Jan -
Agus 2024Agus 2025
Batubara Batubara Kadar Menegah Batubara Kadar Tinggi Total Ekspor Batubara
Grafik 14. Nilai Ekspor Batu Bara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025
Sumber: BPS, 2025
Nilai Ekspor Batubara Indonesia ke Singapura
India dan China menjadi negara tujuan ekspor batu bara terbesar di Indonesia yang mencapai
27% dan 23% dari total expor batu bara Indonesia. Walaupun bukan menjadi negara tujuan
utama ekspor batubara Indonesia, Singapura menjadi salah satu negara tujuan ekspor batu
bara dari Indonesia disetiap tahunnya. Nilai dan jumlah ekspor batubara Indonesia mengalami
fluktuasi dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2021 Nilai ekspor batubara mencapai USD 456
juta dengan kapasitas 28 ribu ton. Jika dibandingkan dengan ekspor tahun 2024, mengalami
kenaikan dari sisi jumlah yaitu mencapai 50 ribu ton, namun secara nominal mengalami
penurunan menjadi USD 294 juta. Di tahun 2025 nilai ekspor kembali mengalami kenaikan
mencapai USD 289 juta atau naik menjadi 25 ribu ton.
600.000
488.604
500.000 455.993
370.906
400.000
294.906
300.000 223.306
200.000
100.000 40.384 49.912
27.951 21.754 25.631
-
2021 2022 2023 2024 2025
Expor Batubara ke Singapura 000 USD Expor Batubara ke Singapura Ton
Grafik 15. Nilai Ekspor Batu Bara Indonesia ke Singapura Tahun 2021 – 2025
Sumber: BPS, 2025
Halaman 43 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 45
Nilai Impor Mesin dan Alat Berat
Perkembangan impor mesin dan alat berat di Indonesia setelah sempat mengalami kenaikan
yang cukup signifikan pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan sampai dengan Juli
2025. Nilai impor mesin dan alat berat pertambangan turun 6% (yoy) pada tahun 2024 dari
USD 2.039 juta menjadi USD 1.923 juta. Tren ini berlanjut sampai dengan Juli 2024 dengan
total nilai impor mencapai USD 1.459 juta. Pada tahun 2023, pertambangan menjadi sektor
dengan market size impor terbesar mencapai 47% dari total mesin dan alat berat yang diimpor
di Indonesia, diikuti sengan sektor konstruksi sebesar 26%; sektor perkebunan sebesar 14% dan
kehutanan sebesar 13%. Penurunan ini menujukkan adanya perlambatan jumlah permintaan
mesin dan peralatan pertambangan yang digunakan untuk ekspansi sektor pertambangan baik
dalam proses penambangan maupun reklamasi lokasi tambang.
3.000 2.660 1
2.500 1
2.039 1.923 1
2.000 1.635 63% 1
juta USD
1.459
1.500 0
1.000 0
-6% -
500 (0)
-23%
- (0)
2021 2022 2023 2024 Juli 2025
Impor Growth
Grafik 16. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan
Sumber: BPS, 2025
Perkembangan Pasar Global
Perkembangan harga acuan komoditas global berfluktuasi untuk masing-masing jenis
komoditas. Tiga dari empat komoditas mengalami kenaikan harga acuan dalam kurun waktu
satu tahun terakhir, komoditas tersebut adalah tembaga, emas, dan perak. Sedangkan untuk
batu bara mengalami penurunan. Harga acuan Emas (LBMA) berada pada harga USD
4.026/onz atau naik 51,71% (yoy) pada 10 Oktober 2025. Harga acuan perak juga mengalami
kenaikan sebesar 59,22% (yoy) dari USD 31,88/onz menjadi USD 50,76/onz pada 10 Oktober
2025. Tembaga mengalami kenaikan 7,25% (yoy) dari USD 9.778/ton menjadi USD 10.487/ton
pada 10 Oktober 2025. Harga acuan batu bara tidak sejalan dengan harga komoditas lain
yang mengalami penurunan cukup tajam yaitu sebesar 29,63% (yoy) dari USD 148,50/ton
menjadi USD 104,50/ton pada 10 Oktober 2025.
Halaman 44 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 46
Grafik 17. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batu Bara Global
Sumber: S&P Capital IQ, 2025
Permintaan emas global dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dengan
CAGR 2020 – 2024 mencapai 5,87%. Pada tahun 2024 permintaan emas global mengalami
kenaikan sebesar 2,2% yaitu dari 4.524 ton di tahun 2023 menjadi 4.624 ton pada tahun 2024.
Kebutuhan emas didominasi untuk kebutuhan perhiasan sebesar 43,8% atau 2.026,8 ton; 7,1%
atau 326,2 ton untuk kebutuhan teknologi; 25,6% atau 1.181,9 ton untuk kebutuhan investasi;
dan 23,6% atau 1.089 ton untuk kebutuhan bank sentral. Kebutuhan batu bara negara maju
diseluruh dunia cenderung mengalami fluktuasi. Setelah sempat mengalami kenaikan
kebutuhan yang tinggi mencapai 1.036,4 juta ton pada tahun 2021, pada tahun 2024
permintaan batu bara negara maju mengalami penurunan -5,5% (yoy) menjadi 832,7 juta ton.
Batu bara masih menjadi sumber energi listrik utama global dimana pada tahun 2025, produksi
energi listrik yang dihasilkan dari batu barameencapai 50.618 Twh.
5.000 4.729 4.524 4.624
4.046
4.000 3.681
3.000
2.000
946,3 1.036,4 1.000,4 880,9 832,7
1.000
-
2020 2021 2022 2023 2024
Emas (ton) Batubara (juta ton)
Grafik 18. Perkembangan Permintaan Emas dan Batu Bara Tahun 2020 - 2024
Sumber: KJPP FDI, diolah
Kesimpulan Industri Pertambangan dan Industri Alat Berat
Industri pertambangan global masih ditopang oleh batu bara sebagai sumber energi utama,
meskipun tekanan transisi menuju energi terbarukan terus meningkat. Dalam jangka menengah,
permintaan batu bara diperkirakan tetap tinggi namun menunjukkan tren pelemahan secara
bertahap, sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi strategi. Di sisi lain,
Halaman 45 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 47
komoditas mineral seperti emas, perak, tembaga, dan nikel mengalami peningkatan permintaan
yang signifikan, seiring dengan kebutuhan industri teknologi dan energi bersih. Dari sisi
perdagangan internasional, India dan China masih menjadi tujuan utama ekspor batu bara
Indonesia, sementara Singapura, meskipun bukan tujuan ekspor terbesar, tetap menjadi pasar
yang konsisten menyerap batu bara Indonesia setiap tahunnya dan menunjukkan tren nilai
ekspor yang kembali menguat dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi perusahaan seperti PT United Tractors Tbk, kondisi ini menciptakan peluang sekaligus
tantangan. Ketergantungan pada batu bara mulai dikurangi melalui diversifikasi ke mineral
bernilai tinggi, khususnya emas dan logam strategis lainnya yang memiliki prospek harga dan
permintaan yang lebih kuat. United Tractors memperkuat portofolionya melalui ekspansi ke
sektor mineral dan tetap didukung oleh bisnis alat berat yang berkaitan erat dengan proyek
infrastruktur domestik, pertambangan, konstruksi, kehutanan dan perkebunan, serta segmen
bisnis lainnya yaitu berupa jasa kontraktor pertambangan, pertambangan (batu bara dan
mineral lainnya). PT Tuah Turangga Agung, sebagai pemegang konsesi pertambangan batu
bara, berada pada posisi yang turut diuntungkan oleh permintaan ekspor batu bara yang masih
bertahan, termasuk ke pasar Singapura yang nilai ekspornya justru mencatatkan level tertinggi
dalam lima tahun terakhir pada tahun 2025, sehingga mendukung keberlanjutan aktivitas
produksi dan penjualannya. Sejalan dengan hal tersebut, Aegis Energy Trading Pte. Ltd., yang
berkedudukan di Singapura, berperan strategis dalam memfasilitasi aktivitas perdagangan dan
distribusi batu bara ke pasar internasional, sehingga memperkuat keterkaitan rantai bisnis
antara aktivitas produksi, perdagangan, serta korporasi induk yang terdiversifikasi.
Secara keseluruhan, prospek industri bagi ketiga entitas ini (United Tractors, Tuah Turangga
Agung, dan Aegis Energy Trading) tetap solid dalam jangka panjang. Strategi diversifikasi,
peningkatan eksposur pada komoditas bernilai tinggi, keberlanjutan permintaan pasar ekspor
meskipun terjadi fluktuasi harga global, serta kemampuan beradaptasi terhadap transisi energi
menjadi faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan dan ketahanan bisnis di tengah dinamika
pasar global.
3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan
Analisa Operasional
Segmen operasi perusahaan terbagi menjadi empat segmen usaha utama yaitu: Mesin
Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Segmen Lainnya. Analisis dan kinerja
operasional dari masing-masing segmen usaha disajikan sebagai berikut:
Mesin Konstruksi
Segmen usaha mesin konstruksi dijalankan oleh perusahaan induk yaitu Perseroan serta anak
usahanya yaitu PT Bina Pertiwi dan UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. PT United Tractors Pandu
Engineering (UTPE), dan PT Triatra Sinergia Pratama (TRIATRA). Segmen usaha ini berfokus pada
penjualan alat berat dan kendaraan transportasi untuk berbagai sektor, seperti pertambangan,
perkebunan, konstruksi, kehutanan, material handling, dan transportasi.
Tabel 18. Mesin Konstruksi
Mesin Konstruksi 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Alat Berat Komatsu (Unit) 1.564 3.088 5.753 5.270 4.420 4.515
Penjualan UD Trucks (Unit) 224 375 429 272 234 155
Halaman 46 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 48
Mesin Konstruksi 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Scania (Unit) 217 545 233 715 436 466
Penjualan Suku Cadang dan Jasa Pemeliharaan
6 8 10 12 12 11
(triliun Rupiah)
Pendapatan Bersih Mesin Konstruksi
13 23 36 37 37 36
(triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Segmen usaha Mesin Konstruksi pada tahun 2025 mencatat peningkatan pada penjualan alat
berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dibanding pada tahun sebelumnya pada tahun
2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor kehutanan
dan perkebunan yang mana membuat Komatsu memiliki pangsa pasar sebesar 20% dan tetap
mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.
Di sisi lain, penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit, sementara
penjualan UD Trucks menurun cukup signifikan dari 234 unit menjadi 155 unit. Penurunan juga
tercatat pada pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat yang
turun sebesar 3% menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih dari segmen
Mesin Konstruksi mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp36 triliun, yang menunjukkan
bahwa peningkatan penjualan unit alat berat belum sepenuhnya mampu mengimbangi
penurunan pada pendapatan layanan dan komponen pendukung lainnya.
Kontraktor Penambangan
Layanan yang tercakup pada segmen usaha kontraktor penambangan adalah diantaranya:
desain dan implementasi pertambangan, penilaian dan studi kelayakan, pembangunan
infrastruktur dan fasilitas tambang, pemindahan tanah, pengelolaan limbah, eksplorasi,
pengangkutan, serta jasa terkait kontraktor penambangan lain.
Tabel 19. Kontraktor Penambangan
Kontraktor Penambangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Produksi Batu Bara (juta ton) 115 116 116 129 148 148
Volume Pemindahan Tanah (juta bcm) 825 852 954 1.158 1.217 1.100
Pendapatan Bersih Kontraktor Penambangan
29 33 47 54 58 54
(triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Segmen usaha Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
beserta anak perusahaannya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kedua entitas yang
tergabung dalam PAMA Grup ini menyediakan layanan jasa pertambangan bagi pemegang
konsesi tambang, terutama dalam kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden
removal) serta produksi batu bara dan mineral lainnya.
Pada tahun 2024, segmen kontraktor penambangan mencatatkan kinerja yang positif. PAMA
Grup membukukan peningkatan produksi batu bara sebesar 15% atau sekitar 19 juta ton
dibandingkan tahun 2023. Selain itu, volume pekerjaan pemindahan tanah juga meningkat
sebesar 5% atau sekitar 59 juta bcm dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan
peningkatan aktivitas operasional tersebut, pendapatan bersih dari segmen kontraktor
penambangan pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 8% atau sekitar Rp4 triliun
dibandingkan tahun 2023.
Halaman 47 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 49
Namun demikian, hingga triwulan IV tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan penurunan volume
pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm. Sementara itu, volume
produksi batu bara untuk para klien tercatat relatif stabil pada level 148 juta ton dengan rata-
rata stripping ratio sebesar 7,4 kali. Penurunan volume pemindahan tanah ini terutama
dipengaruhi oleh tingginya curah hujan serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak
klien. Sejalan dengan perkembangan tersebut, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor
Penambangan tercatat menurun sebesar 7% menjadi Rp54 triliun.
Pertambangan
Grup perusahaan menjalankan usaha pertambangan pada dua lini bisnis, yaitu: batu bara
termal dan metalurgi serta emas dan mineral Lainnya. Grup perusahaan menjalankan lini bisnis
pertambangan batu bara lewat perusahaan induk lini bisnis batu bara yaitu PT Tuah Turangga
Agung. Pada segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya, PT Agincourt Resources,
PT Sumbawa jutaraya, dan PT Stargate Pacific Resources menjadi entitas yang menjalankan lini
bisnis ini.
Tabel 20. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi
Batu Bara Termal dan Metalurgi 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Volume Penjualan Batu Bara (juta ton) 9 9 10 12 13 14
Jumlah Pendapatan Bersih Pertambangan Batu
9 14 31 30 26 24
Bara (triliun Rupiah)
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Pada lini bisnis pertambangan batu bara, grup perusahaan pada 2024 mencatat volume
penjualan yang meningkat sebesar 11% atau sebesar 13 juta ton dibandingkan tahun 2023.
Meski begitu, jumlah pendapatan bersih pertambangan batu bara grup perusahaan pada 2024
tercatat sebesar 26 triliun Rupiah atau turun sebesar 15% dari pendapatan bersih tahun 2023
sebesar 31 triliun Rupiah. Penurunan pendapatan bersih tersebut didorong oleh penurunan
harga batu bara global sejak awal tahun 2024 sehingga meskipun volume penjualan dicatatkan
meningkat, Nilai penjualan bersih grup perusahaan mengalami penurunan.
Memasuki tahun 2025, perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan batu bara
menjadi 14 juta ton. Meskipun demikian, pendapatan dari segmen usaha pertambangan batu
bara tercatat turun sebesar 7% menjadi Rp24 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya
rata-rata harga jual batu bara di pasar, yang terus menekan nilai pendapatan meskipun volume
penjualan mengalami peningkatan.
Tabel 21. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya
Emas dan Mineral Lainnya 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan Setara Emas (ribu ons) 320 330 286 175 232 277
Jumlah Pendapatan (triliun Rupiah) Bersih
7 8 8 5 10 14
Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah
Pada lini bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya, grup perusahaan pada 2024
mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 32% atau sebesar 57 ribu ons dibanding tahun
2023. Dari sisi pendapatan bersih, grup perusahaan pada 2024 mencatatkan total pendapatan
bersih pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 10 triliun Rupiah atau kenaikan sebesar
90% dibanding tahun 2023. Pada tahun 2025 tercatatat peningkatan pendapatan sebesar 41%
menjadi Rp14 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga emas.
Halaman 48 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 50
Prospek Perusahaan
Prospek industri pertambangan dan alat berat Indonesia saat ini ditopang oleh fundamental
yang kuat dari sisi cadangan sumber daya alam dan tren produksi nasional yang terus
meningkat. Indonesia memiliki 29 jenis komoditas mineral logam yang tersebar di 2.809 lokasi,
dengan cadangan terbesar berasal dari timah 6.431 juta ton bijih, nikel 5.914 juta ton bijih, dan
emas 3.461 juta ton bijih. Produksi nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana
pada tahun 2024 produksi batu bara naik 7,9% menjadi 836 juta ton, nikel meningkat 39%,
serta emas dan perak melonjak hingga 80,9% (yoy). Meskipun harga batu bara terkoreksi hingga
29,6% (yoy), harga emas, perak, dan tembaga justru meningkat tajam masing-masing sebesar
51,7%, 59,2%, dan 7,2%. Pergeseran tren ini menandakan potensi pertumbuhan yang lebih
besar pada sektor logam bernilai tinggi dan mineral strategis, sejalan dengan kebijakan hilirisasi
dan peningkatan nilai tambah industri nasional. Peningkatan ekspor mineral seperti emas,
perak, dan tembaga juga menunjukkan kuatnya permintaan global yang membuka peluang
bagi ekspansi industri pertambangan nasional menuju arah yang lebih modern dan
berkelanjutan.
Prospek usaha Perseroan ke depan berada dalam fase transisi strategis. Pada tahun 2026 terjadi
penguatan harga dan permintaan batu bara (akibat geopolitik), pendapatan turun untuk
kontraktor akibat penurunan volume produksi (RKAB), ekspor turun karena produksi domestik
seperti di China meningkat.
Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi kunci utama pertumbuhan Perseroan. PAMA mulai
memperluas portofolio ke proyek tambang nikel seperti blok Pomalaa, sementara lini
pertambangan milik sendiri melalui Martabe, Doup (ASA), dan Stargate memperkuat eksposur
Perseroan terhadap komoditas emas dan nikel yang harganya tengah naik tajam. Segmen alat
berat menghadapi perlambatan dari sektor tambang, namun tetap ditopang oleh aktivitas
konstruksi dan hilirisasi mineral nasional, dengan potensi pendapatan stabil dari layanan purna
jual dan digitalisasi sistem (UT Connect). Sementara itu, segmen konstruksi ACSET dan energi
baru EPN mendukung integrasi antarunit bisnis serta peluang investasi di sektor energi
terbarukan. Dengan kombinasi diversifikasi portofolio, fokus pada efisiensi operasional, dan
kesiapan memasuki era energi bersih, Perseroan berpotensi tetap tumbuh solid dan relevan di
tengah perubahan arah pasar global.
3.1.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, latar belakang
dilaksanakannya Rencana Transaksi adalah untuk mendukung kegiatan operasional AEGIS.
Dalam Rencana Transaksi ini, AEGIS sebagai pihak peminjam akan menggunakan dana yang
diperoleh sebagai sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan menilai bahwa ketersediaan pendanaan yang
memadai merupakan faktor penting dalam menunjang kelancaran aktivitas usaha AEGIS. Oleh
karena itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan modal
kerja, menjaga kelancaran operasional, serta menunjang keberlangsungan kegiatan usaha
AEGIS.
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif
Keuntungan dan kerugian dari adanya Rencana Transaksi bagi Perseroan dapat ditinjau dari
beberapa aspek.
Halaman 49 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 51
Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:
1. Mendukung kegiatan operasional dan kebutuhan modal kerja AEGIS sehingga kegiatan
usaha perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan.
2. Memberikan fleksibilitas pendanaan kepada AEGIS untuk melakukan transaksi usaha
dengan nilai yang melebihi modal disetor yang dimiliki, sehingga dapat mendukung
pengembangan kegiatan bisnis perusahaan.
3. Mengoptimalkan pengelolaan dana dalam kelompok usaha Perseroan melalui penyediaan
pendanaan antar entitas afiliasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan
operasional dan modal kerja AEGIS.
Kerugian yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:
1. Adanya risiko kredit berupa potensi keterlambatan pembayaran atau gagal bayar atas
pokok pinjaman dan/atau bunga oleh AEGIS sesuai dengan ketentuan yang disepakati
dalam perjanjian pinjaman.
2. Mengingat dana pinjaman akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja
AEGIS, kemampuan pengembalian pinjaman sangat bergantung pada keberhasilan
kegiatan usaha dan penerimaan pembayaran dari pelanggan AEGIS. Apabila pelanggan
AEGIS tidak melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku, maka AEGIS
berpotensi mengalami kendala arus kas yang dapat mempengaruhi kemampuan
pengembalian pinjaman kepada TTA.
3. Terdapat risiko tidak tertagihnya sebagian atau seluruh dana pinjaman yang telah
disalurkan oleh TTA apabila AEGIS mengalami kegagalan usaha atau tidak memperoleh
penerimaan kas yang cukup dari kegiatan operasionalnya untuk memenuhi kewajiban
pembayaran pinjaman.
3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)
Leverage perusahaan diukur melalui rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
Equity dan rasio Debt to Assets pada Perseroan secara historis sejak 2021 sampai 31 Desember
2025 disajikan pada tabel berikut:
Tabel 22. Leverage Perseroan – Historis
2021 2022 2023 2024 2025
Leverage
Audited Audited Audited Audited Audited
Debt to Equity Ratio 0,13X 0,03X 0,22X 0,21X 0,18X
Long Term Debt to Equity Ratio 0,04X 0,01X 0,21X 0,16X 0,07X
Debt to Assets Ratio 0,08X 0,02X 0,12X 0,12X 0,11X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Adanya Rencana Transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan secara signifikan karena
pinjaman yang diberikan kepada AEGIS bersumber dari dana internal kas Perseroan. dengan
begitu Rencana Transaksi tidak merubah secara signifikan struktur leverage perusahaan dilihat
dari rasio Debt to Equity, Long-Term Debt to Equity, dan rasio Debt to Assets. Leverage
perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan disajikan pada tabel berikut:
Halaman 50 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 52
Tabel 23. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
31 Des 2025 31 Des 2025
Dampak Leverage
Sebelum Transaksi Setelah Transaksi
Debt to Equity Ratio 0,183418X 0,183414X
Long Term Debt to Equity Ratio 0,070903X 0,070901X
Debt to Assets Ratio 0,106493X 0,106491X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
klasifikasi industri dengan Perseroan. Perusahaan sejenis yang disebandingkan dipilih
menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 4
kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.
Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:
Tabel 24. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
Pertumbuhan Pertumbuhan Margin Laba Total Pangsa
Perusahaan Industri
Pendapatan Laba Bersih Aset Pasar
PT Alamtri Resources
√ √ √ √
Indonesia Tbk (IDX:ADRO)
PT Bayan Resources Tbk.
√ √ √ √
(IDX:BYAN)
PT Bukit Asam (Persero) Tbk
√ √ √ √
(IDX:PTBA)
PT Dian Swastatika Sentosa
√ √ √ √
Tbk (IDX:DSSA)
PT Golden Energy Mines Tbk
√ √ √ √
(IDX:GEMS)
PT Indo Tambangraya
√ √ √ √
Megah Tbk (IDX:ITMG)
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:
Tabel 25. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
Debt to Equity Ratio Dec 2021 Dec 2022 Dec 2023 Dec 2024 Sep 2025
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
0,36X 0,24X 0,19X 0,11X 0,16X
(IDX:ADRO)
PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN) - - 0,20X 0,15X -
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA) 0,04X 0,05X 0,06X 0,10X 0,17X
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX:DSSA) 0,36X 0,54X 0,47X 0,63X 0,66X
PT Golden Energy Mines Tbk (IDX:GEMS) 0,36X 0,24X 0,38X 0,43X 0,19X
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
0,04X 0,03X 0,03X 0,04X 0,05X
(IDX:ITMG)
Average 0,20X 0,18X 0,22X 0,24X 0,20X
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada
0,18 sampai 0,24. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan
perusahaan lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.
Halaman 51 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 53
Tabel 26. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
Debt to Asset Ratio Dec 2021 Dec 2022 Dec 2023 Dec 2024 Sep 2025
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
0,21X 0,15X 0,14X 0,09X 0,12X
(IDX:ADRO)
PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN) - - 0,12X 0,10X -
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA) 0,03X 0,03X 0,03X 0,05X 0,09X
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX:DSSA) 0,21X 0,25X 0,26X 0,33X 0,34X
PT Golden Energy Mines Tbk (IDX:GEMS) 0,14X 0,12X 0,19X 0,23X 0,11X
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
0,03X 0,02X 0,02X 0,03X 0,04X
(IDX:ITMG)
Average 0,10X 0,09X 0,13X 0,14X 0,12X
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada
0,09 sampai 0,14.
Debt to Equity Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,18 masih berada
pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,18 sampai 0,24. Hal ini menunjukan
bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang dapat membuat Perseroan memiliki
leverage diluar rentan perusahaan pada industri sejenis.
Debt to Assets Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,10 masih berada
pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,09 sampai 0,14. Hal ini menunjukan
Rencana Transaksi pemberian pinjaman oleh Perseroan ke AEGIS tidak berdampak pada
leverage perusahaan yang dilihat dari proksi Debt to Assets.
3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo
Dampak likuiditas dan kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dilihat dari perubahan
rasio likuiditas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Proksi yang dapat
digunakan pada analisis dampak likuiditas adalah current ratio atau rasio lancar, quick ratio
atau rasio cepat, dan cash ratio atau rasio kas. Selanjutnya analisis kemampuan melunasi
pinjaman saat jatuh tempo dapat dilihat dari kinerja dan kondisi keuangan AEGIS serta hal-hal
lain yang dapat mendukung debitur dalam pelunasan saat jatuh tempo.
Rasio likuiditas Perseroan dengan proksi current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan
setelah Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:
Tabel 27. Rasio Likuiditas Perseroan
Rasio Likuiditas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Current Ratio 1,355704X 1,355829X 0,000125X
Quick Ratio 1,041310X 1,041435X 0,000125X
Cash Ratio 0,499329X 0,496616X -0,002713X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rencana transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan memberikan dampak yang tidak
signifikan. Hal tersebut diakibatkan dari besaran nilai Rencana Transaksi yang jumlahnya
sebesar 0,57% dari total kas dan setara kas perusahaan per tanggal pendapat kewajaran.
Dengan begitu dampak yang ditimbulkan Rencana Transaksi terhadap likuiditas perusahaan
tidak signifikan.
Halaman 52 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 54
Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dapat dilihat dari historis
rasio solvabilitas dan rasio likuiditas AEGIS.
Tabel 28. Rasio Likuiditas AEGIS
Rasio Likuiditas 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-rata
Current Ratio 1,49X 2,43X 1,23X 1,33X 1,25X 1,55X
Quick Ratio 1,49X 2,43X 1,23X 1,08X 1,11X 1,47X
Cash Ratio 0,48X 1,52X 0,23X 0,54X 0,49X 0,65X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Tabel 29. Rasio Solvabilitas AEGIS
Rasio Solvabilitas 2021 2022 2023 2024 2025 Rata-rata
Debt to Equity Ratio 0,00X 0,01X 0,00X 0,00X 0,00X 0,00X
Debt to Assets Ratio 0,00X 0,00X 0,00X 0,00X 0,00X 0,00X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Dari rasio likuiditas yang di analisis, rasio likuiditas AEGIS dengan proksi current ratio, quick
ratio, dan cash ratio, kemudian dari rasio solvabilitas yang dianalisis, yaitu DAR dan DER,
diperoleh bahwa AEGIS tidak memiliki utang berbunga signifikan selama periode 2021–2025
sehingga kedua rasio tersebut tercatat sebesar 0,00 sampai 0,01 kali. Hal ini menunjukkan
bahwa perusahaan tidak bergantung pada pendanaan berbasis utang berbunga dan memiliki
struktur permodalan yang didominasi oleh ekuitas, sehingga risiko keuangan dan risiko gagal
bayar relatif rendah.
Dari rasio solvabilitas yang di analisis, rasio solvabilitas AEGIS dengan proksi debt to assets ratio
dan debt to equity ratio diperoleh bahwa AEGIS memiliki nilai rasio solvabilitas rendah yang
dapat menggambarkan rendahnya tingkat risiko gagal bayar dan tingginya kemampuan
solvabilitas perusahaan akibat kepemilikan porsi utang yang rendah.
Dilihat dari perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas AEGIS per
tanggal pendapat kewajaran, diperoleh bahwa nilai Rencana Transaksi sebesar USD9.000.000
dibandingkan dengan posisi kas dan setara kas sebesar USD12.517.756 adalah sebesar
71,90% sehingga posisi kas dan setara kas AEGIS per tanggal pendapat kewajaran mampu
menyerap seluruh nilai pokok Rencana Transaksi pinjaman.
3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal
Terdapat dampak pada Perseroan jika pinjaman yang diberikan AEGIS tidak dapat dilunasi atau
mengalami kegagalan. Tidak dilunasinya pinjaman oleh AEGIS akan menghilangkan potensi
pendapatan bunga yang akan diterima dan menghilangkan hak penerimaan pokok atas
pinjaman. Hal tersebut berdampak pada penurunan proyeksi laba rugi dan penurunan proyeksi
perolehan kas Perseroan.
Tabel 30. Analisis Cash Management Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Analisis Cash Management 31 Desember 2025
Kas dan Setara Kas Perseroan 26.570.772
Nilai Rencana Transaksi 151.038
Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas 0,57%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 53 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 55
Merujuk pada analisis cash management, rasio nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara
kas Perseroan per tanggal Pendapat Kewajaran adalah sebesar 0,57% sehingga dampak yang
timbul jika terjadi gagal bayar tidak akan mengganggu aktivitas operasional Perseroan secara
keseluruhan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, dana pinjaman yang
diberikan oleh TTA kepada AEGIS akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja
AEGIS. Oleh karena itu, kemampuan AEGIS dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman
kepada TTA sangat bergantung pada keberhasilan kegiatan usaha yang dibiayai serta
penerimaan pembayaran dari pelanggan (customer) AEGIS.
Apabila kegiatan usaha yang dibiayai tidak berjalan sesuai rencana atau AEGIS tidak menerima
pembayaran dari pelanggan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka kondisi tersebut
dapat berdampak pada terganggunya arus kas operasional AEGIS. Akibatnya, AEGIS berpotensi
mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok pinjaman dan/atau
bunga kepada TTA sesuai jadwal yang telah disepakati. Dalam kondisi tersebut, TTA berpotensi
menghadapi risiko keterlambatan pengembalian atau tidak tertagihnya sebagian maupun
seluruh dana pinjaman yang telah disalurkan kepada AEGIS.
3.2 Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
3.2.1 Kinerja Historis
Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya Rencana Transaksi. Analisis
ini memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.
Kinerja Historis Perseroan
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
Perseroan periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 31. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember
2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 33.322 38.282 18.597 25.093 26.571
Piutang Usaha
Halaman 54 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 56
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pihak Ketiga 11.640 17.118 18.953 18.918 18.560
Pihak Berelasi 512 515 1.321 1.071 1.358
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 904 1.042 833 780 493
Pihak Berelasi 964 973 1.208 1.383 1.203
Persediaan 9.454 15.390 17.184 16.994 16.730
Proyek dalam Pelaksanaan 0 0 0 159 29
Pihak Ketiga 59 37 111 0 0
Pihak Berelasi 0 0 0 0
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.145 806 910 782 1.654
Pajak Lain-lain 1.753 3.412 2.197 2.939 3.644
Uang Muka dan Biaya Dibayar
775 1.256 1.103 1.470 1.543
Dimuka
Aset Lancar Lain-lain 77 99 249 391 357
Total Aset Lancar 60.604 78.930 62.667 69.979 72.141
Aset Tidak Lancar
Kas dan Deposito Berjangka Yang
776 519 561 629 788
Dibatasi Penggunaannya
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 56 0 108 477 453
Pihak Berelasi 0 17 18 19
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 385 458 312 180 88
Pihak Berelasi 2.087 2.811 2.868 3.407 3.104
Persediaan 206 255 82 99 106
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 19 9 76 792 1.447
Pajak Lain-Lain 222 266 1.732 1.913 1.650
Uang Muka Dan Biaya Dibayar
109 569 1.299 428 794
Dimuka
Investasi Pada Entitas Asosiasi
Investments In Associates Dan 2.517 5.146 14.853 17.822 17.224
Ventura Bersama
Investasi Jangka Panjang 764 1.114 1.243 1.376 3.176
Aset Tetap 20.457 23.678 36.002 40.952 45.297
Properti Pertambangan 11.925 11.905 17.846 15.712 14.809
Properti Investasi 222 222 228 216 244
Beban Eksplorasi dan
2.162 2.389 2.374 2.494 2.769
Pengembangan Tangguhan
Aset Tambang Berproduksi 4.456 4.836 4.489 4.216 3.958
Beban Tangguhan 917 1.715 1.449 1.301 1.169
Aset Pajak Tangguhan 2.250 2.981 3.537 4.021 4.891
Goodwill 2.428 2.676 2.287 3.448 3.511
Total Aset Tidak Lancar 51.957 61.548 91.361 99.501 105.496
Total Aset 112.561 140.478 154.028 169.481 177.637
Halaman 55 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 57
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha
Pihak Ketiga 14.299 24.591 28.883 28.749 29.095
Pihak Berelasi 219 258 228 236 214
Utang Non-Usaha
Pihak Ketiga 389 508 604 863 1.133
Pihak Berelasi 51 76 52 70 88
Utang Pajak
Pajak Penghasilan Badan 1.868 2.940 2.390 1.042 826
Pajak Lain-Lain 378 642 779 478 585
Akrual 5.188 8.856 6.569 6.787 6.693
Uang Muka Pelanggan
Pihak Ketiga 774 784 691 1.004 857
Pihak Berelasi 11 111 53 46 44
Pendapatan Tangguhan 440 600 705 972 1.021
Liabilitas Imbalan Kerja 633 658 791 852 1.054
Pinjaman Bank Jangka Pendek 175 1.029 294 402 560
Bagian Jangka Pendek Dari Utang
Jangka Panjang
Pinjaman Bank 5.351 8 2.294 9.683
Liabilitas Sewa 651 940 989 907 801
Pinjaman Lain-Lain 29 19 3 600 560
Pinjaman Bank Jangka Pendek Dari
Liabilitas Keuangan Jangka 32 29 0 0
Panjang Lain-Lain
Total Liabilitas Jangka Pendek 30.489 42.037 43.038 45.303 53.213
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Pajak Tangguhan 3.165 3.241 4.462 4.022 3.768
Provisi Rehabilitasi, Reklamasi, dan
634 794 865 1.029 1.155
Penutupan Tambang
Liabilitas Imbalan Kerja 3.316 3.708 4.047 4.989 5.498
Utang Jangka Panjang, Setelah
Dikurangi Bagian Jangka Pendek
Pinjaman Bank 2.497 0 16.573 14.862 6.055
Liabilitas Sewa 462 897 842 758 976
Pinjaman Lain-Lain 22 117 165 343 282
Liabilitas Keuangan Jangka
154 169 0 0 3.555
Panjang Lain-Lain
Total Liabilitas Jangka Panjang 10.249 8.927 26.954 26.003 21.288
Total Liabilitas 40.739 50.964 69.993 71.305 74.501
Ekuitas
Ekuitas Yang Diatribusikan Kepada
Entitas Induk
Modal Disetor 933 933 933 933 933
Halaman 56 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 58
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Posisi Keuangan
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Tambahan Modal Disetor 9.704 9.704 9.704 9.704 9.704
Saham Tresuri 0 (3.191) (3.191) (3.191) (4.902)
Saldo Laba
Dicadangkan 187 187 187 187 187
Belum Dicadangkan 56.487 71.137 66.685 77.976 85.548
Selisih Kurs Dari Penjabaran
2.712 5.962 5.188 7.399 9.227
Laporan Keuangan
Cadangan Lindung Nilai (818) 612 549 745 (2.065)
Cadangan Penyesuaian Nilai Wajar
20 20 20 19 19
Aset Tetap
Transaksi Dengan Kepentingan
(664) (664) (824) (824) (876)
Nonpengendali
Total Ekuitas Yang Diatribusikan
68.560 84.698 79.251 92.947 97.774
Kepada Entitas Induk
Kepentingan Nonpengandali 3.263 4.816 4.785 5.228 5.363
Total Ekuitas 71.823 89.514 84.036 98.175 103.136
Total Liabilitas Dan Ekuitas 112.561 140.478 154.028 169.481 177.637
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
4,45% . Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp60.604 miliar. Pada tahun 2022
aset lancar mengalami peningkatan sebesar 30,24% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp78.930 miliar. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar
20,60% secara year on year atau tercatat sebesar Rp62.667 miliar. Pada tahun 2024 aset
lancar mengalami peningkatan sebesar 11,67% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp69.979 miliar. Serta Pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 3,09%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp72.141miliar.
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR
sebesar 19,37% . Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp51.957 miliar. Pada
tahun 2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 18,46% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp61.548 miliar. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 48,44% secara year on year atau tercatat sebesar Rp91.361 miliar. Pada
tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,91% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp99.501 miliar. Serta Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 6,02% secara year on year atau tercatat sebesar Rp105.496 miliar.
Total Aset
Pertumbuhan total aset Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya dengan
rata-rata CAGR sebesar 12,08%. Pada tahun 2021 total aset tercatat sebesar Rp112.561
Halaman 57 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 59
miliar. Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 24,80% secara year on
year atau tercatat sebesar Rp140.478 miliar. Pada Tahun 2023 total aset mengalami
peningkatan sebesar 9,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp154.028 miliar. Pada
tahun 2024 total aset mengalami peningkatan sebesar 10,03% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp169.481 miliar. Serta Pada tahun 2025 total aset mengalami peningkatan
sebesar 4,81% secara year on year atau tercatat sebesar Rp177.637 miliar.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 14,94%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp30.489
miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 37,88%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.037 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
pendek mengalami peningkatan sebesar 2,38% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp43.038 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
5,26% secara year on year atau tercatat sebesar Rp45.303 miliar. Serta Pada tahun 2025
liabiitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 17,46% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp53.213 miliar.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 20,05%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp10.249
miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 12,90%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.927 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
panjang mengalami peningkatan sebesar 201,94% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp26.954 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar
3,53% secara year on year atau tercatat sebesar Rp26.003 miliar. Serta Pada tahun 2025
liabiitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 18,13% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp21.288 miliar.
Total Liabilitas
Pertumbuhan total liabilitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya dengan rata-
rata CAGR sebesar 16,29%. Pada tahun 2021 total liabilitas tercatat sebesar Rp40.739 miliar.
Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 25,10% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp50.964 miliar. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami
peningkatan sebesar 37,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.993 miliar. Pada
tahun 2024 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 1,88% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp71.305 miliar. Serta Pada tahun 2025 total liabiitas mengalami
peningkatan sebesar 4,48% secara year on year atau tercatat sebesar Rp74.501 miliar.
Total Ekuitas
Pertumbuhan total ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
9,47%. Pada tahun 2021 total ekuitas tercatat sebesar Rp71.823 miliar. Pada tahun 2022
total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 24,63% secara year on year atau tercatat
Halaman 58 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 60
sebesar Rp89.514 miliar. Pada Tahun 2023 total ekuitas mengalami penurunan sebesar
6,12% secara year on year atau tercatat sebesar Rp84.036 miliar. Pada tahun 2024 total
ekuitas mengalami peningkatan sebesar 16,83% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp98.175 miliar. Serta Pada tahun 2025 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,05%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp103.136 miliar.
Laporan Laba Rugi
Tabel 32. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Laba Rugi
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pendapatan bersih 79.461 123.607 128.583 134.427 131.301
Beban pokok pendapatan (59.796) (88.849) (92.797) (100.595) (101.597)
Laba bruto 19.665 34.759 35.786 33.832 29.704
Beban penjualan (1.126) (1.065) (1.321) (1.056) (1.598)
Beban umum dan
(3.664) (4.561) (4.742) (5.594) (6.040)
administrasi
Beban lain-lain, bersih (980) (561) (885) (421) (256)
Penghasilan keuangan 872 998 1.127 1.150 1.244
Biaya keuangan (754) (760) (1.879) (2.651) (2.626)
Bagian atas laba bersih
entitas asosiasi dan ventura 449 636 635 637 (246)
bersama
Laba sebelum pajak
14.462 29.446 28.720 25.897 20.182
penghasilan
Beban pajak penghasilan (3.854) (6.452) (6.590) (5.779) (5.005)
Laba tahun berjalan 10.608 22.994 22.130 20.119 15.177
Laba bersih 10.280 21.005 20.612 19.531 14.810
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Pendapatan Bersih
Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 13,38%. Pada tahun 2021 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp79.461 miliar.
Pada tahun 2022 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 55,56% secara year
on year atau tercatat sebesar Rp123.607 miliar. Pada tahun 2023 pendapatan bersih
mengalami peningkatan sebesar 4,03% secara year on year atau tercatat sebesar Rp128.583
miliar. Pada tahun 2024 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar negatif 4,54%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp134.427 miliar. Serta Pada tahun 2025
pendapatan bersih mengalami penurunan sebesar 2,33% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp131.301 miliar.
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
10,86%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp19.665 miliar. Pada tahun 2022
laba bruto mengalami peningkatan sebesar 76,75% secara year on year atau tercatat sebesar
Halaman 59 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 61
Rp34.759 miliar. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 2,96% secara
year on year atau tercatat sebesar Rp35.786 miliar. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
penurunan sebesar 5,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.832 miliar. Serta
Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 12,20% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp29.704 miliar.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan Perseroan selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-
rata CAGR sebesar 8,69%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
sebesar Rp14.462 miliar. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
peningkatan sebesar 103,61% secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.446 miliar.
Pada tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 2,46%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp28.720 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum
pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 9,83% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp25.897 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan
mengalami penurunan sebesar 22,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.182
miliar.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
CAGR sebesar 9,37%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp10.608
miliar. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 116,75%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.994 miliar. Pada tahun 2023 laba tahun
berjalan mengalami penurunan sebesar 3,76% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp22.130 miliar. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar
9,09% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.119 miliar. Serta Pada tahun 2025
laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 24,56% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp15.177 miliar.
Laba Bersih
Pertumbuhan laba bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
9,56%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp10.280 miliar. Pada tahun 2022
laba bersih mengalami peningkatan sebesar 104,34% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp21.005 miliar. Pada tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar
1,87% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.612 miliar. Pada tahun 2024 laba
bersih mengalami penurunan sebesar 5,24% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp19.531 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar 24,17%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp14.810 miliar.
Halaman 60 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 62
Laporan Arus Kas
Tabel 33. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam miliar Rupiah)
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Arus kas dari aktivitas
operasi
Penerimaan dari pelanggan 77.191 118.488 125.717 134.591 130.663
Pembayaran kepada
(43.653) (70.639) (79.769) (83.213) (84.052)
pemasok dan lain-lain
Pembayaran kepada
(8.375) (9.307) (10.881) (12.232) (12.574)
karyawan
Kas yang dihasilkan dari
25.163 38.542 35.068 39.146 34.037
operasi
Pembayaran biaya
(753) (724) (2.098) (2.758) (2.558)
keuangan
Penerimaan bunga 747 822 952 978 1.112
Pembayaran pajak
(2.826) (6.560) (8.886) (8.791) (7.502)
penghasilan badan
Penerimaan dari kelebihan
749 288 1.126 1.088 1.833
pembayaran pajak lain-lain
Penerimaan dari kelebihan
pembayaran pajak 205 523 186 381 222
penghasilan badan
Arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas 23.285 32.892 26.347 30.045 27.143
operasi
Arus kas dari aktivitas
investasi
Perolehan aset tetap (2.654) (7.768) (18.012) (12.212) (12.975)
Perolehan properti investasi - - - - -
Pembayaran beban
eksplorasi dan (407) (397) (331) (313) (350)
pengembangan tangguhan
Pembayaran aset tambang
(315) (435) (327) (442) (223)
berproduksi
Pembayaran beban
(50) (1.151) (85) (64) (90)
tangguhan
Uang muka perolehan aset
(79) (686) (476) (719) (552)
tetap
Uang Muka Perolehan
- - (804) - -
Saham
Penambahan investasi pada
entitas asosiasi dan ventura (0) (264) (9.377) (1.464) (207)
bersama
Penambahan investasi
(114) - - - (1.500)
jangka panjang
Akuisisi entitas anak (4.331) (83) (500)
Penerimaan dari penjualan
280 341 143 420 456
aset tetap
Halaman 61 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 63
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Penerimaan dari penjualan
- - - - 564
Entitas Anak
Penambahan pinjaman
(1.179) (1.336) (1.533) (1.662) (726)
kepada pihak berelasi
Penambahan pinjaman
(492) (503) (430) (338) (111)
kepada pihak ketiga
Penerimaan dari pinjaman
1.055 932 1.415 1.321 2.001
kepada pihak berelasi
Penerimaan dari pinjaman
486 427 434 410 466
kepada pihak ketiga
Penarikan kas dan deposito
yang dibatasi 272 317 - - -
penggunaannya
Penerimaan dividen 39 124 273 943 302
Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas (3.159) (10.401) (33.440) (14.203) (13.446)
investasi
Arus kas dari aktivitas
pendanaan
Penerimaan pinjaman bank
481 888 162 1.078 1.269
jangka pendek
Penerimaan pinjaman bank
- - 19.630 5.656 8.220
jangka Panjang
Pembayaran pinjaman bank
(1.007) (90) (260) (977) (1.115)
jangka pendek
Pembayaran pinjaman bank
(2.508) (8.216) (3.650) (5.529) (10.005)
jangka panjang
Pembayaran pokok liabilitas
(1.060) (962) (1.106) (1.149) (1.168)
sewa
Penerimaan Pinjaman Lain-
- 114 51 3.037 1.639
lain
Pembayaran pinjaman lain-
(53) (29) (19) (3.164) (1.742)
lain
Penambahan modal dari
- 18 37 2 9
kepentingan nonpengendali
Penerimaan dari Pelepasan
Kepentingan pada Entitas - - 15 - -
Anak
Pembayaran untuk akuisisi
kepentingan nonpengendali (20) - (51) - -
pada entitas anak
Pembayaran untuk
- (3.191) - - (1.590)
pembelian saham tresuri
Pembayaran dividen
kepada:
Pemilik Entitas Induk (3.013) (6.365) (25.001) (8.118) (7.446)
Kepentingan
(239) (819) (2.038) (304) (542)
Nonpengendali
Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas (7.420) (18.653) (12.230) (9.468) (12.470)
pendanaan
Halaman 62 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 64
Audited Audited Audited Audited Audited
Laporan Arus Kas
Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Kenaikan bersih kas dan
12.706 3.837 (19.323) 6.374 1.228
setara kas
Kas dan setara kas pada
20.499 33.322 38.282 18.597 25.093
awal tahun
Dampak perubahan selisih
kurs terhadap kas dan 117 1.123 (362) 122 251
setara kas
Kas dan setara kas pada
33.322 38.282 18.597 25.093 26.571
akhir tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
kas dari kegiatan usaha utamanya. Sepanjang periode 2021 hingga 2022, arus kas dari
aktivitas operasi menunjukkan tren peningkatan.
Pada tahun 2021 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp23.285 miliar. Pada tahun
2022 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp32.892 miliar. Pada tahun 2023 arus
kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp26.347 miliar. Pada tahun 2024 arus kas dari
aktivitas operasi tercatat sebesar Rp30.045 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025
arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp27.143 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Sepanjang periode 2021 hingga 2023, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan
menunjukkan tren peningkatan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan perolehan aset
tetap, penambahan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama serta penambahan
pinjaman kepada pihak berelasi.
Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp3.159 miliar. Pada
tahun 2022 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp10.401 miliar. Pada tahun
2023 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp33.440 miliar. Pada tahun 2024
arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp14.203 miliar. Serta pada periode 31
Desember 2025 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp13.446 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan mengalami penurunan dan peningkatan yang
fluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain,
pembayaran pinjaman bank jangka pendek, pembayaran pinjaman bank jangka panjang,
pembayaran pokok liabilitas sewa serta pembayaran dividen.
Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.420 miliar. Pada
tahun 2022 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18.653 miliar. Pada tahun
2023 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.230 miliar. Pada tahun 2024
arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp9.468 miliar. Serta pada periode 31
Desember 2025 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.470 miliar.
Halaman 63 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 65
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas
Kenaikan bersih kas dan setara kas Perseroan mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi
setiap tahunnya sejalan dengan perubahan pada arus kas operasional, investasi, dan
pendanaan.
Pada tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12.706 miliar. Pada
tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp3.837 miliar. Pada tahun
2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif Rp 19.323 miliar. Pada
tahun 2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.374 miliar. Serta pada
periode 31 Desember 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1.228
miliar.
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
Berdasarkan laporan arus kas Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 30 Juni 2025,
kas dan setara kas pada akhir tahun menunjukkan fluktuasi seiring perubahan aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan.
Pada tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami peningkatan sebesar
sebesar Rp33.322 miliar. Pada tahun 2022 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami
peningkatan sebesar Rp38.282 miliar. Pada tahun 2023 kas dan setara kas pada akhir tahun
mengalami penurunan sebesar Rp18.597 miliar. Pada tahun 2024 kas dan setara kas pada
akhir tahun mengalami peningkatan sebesar Rp25.093 miliar. Serta pada periode 31
Desember 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami kenaikan sebesar Rp
26.571 miliar.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis) - Perseroan
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset
terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi
biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan
keuangan Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Total Aset Lancar 53,84% 56,19% 40,69% 41,29% 40,61%
Total Aset Tidak Lancar 46,16% 43,81% 59,31% 58,71% 59,39%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Total Liabilitas Jangka Pendek 27,09% 29,92% 27,94% 26,73% 29,96%
Total Liabilitas Jangka Panjang 9,11% 6,35% 17,50% 15,34% 11,98%
Total Liabilitas 36,19% 36,28% 45,44% 42,07% 41,94%
Total Ekuitas 63,81% 63,72% 54,56% 57,93% 58,06%
Total Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 64 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 66
Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember
2025, rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 46,52% lebih
kecil dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total
aset sebesar 53,48%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap
total aset sebesar 40,61%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar
59,39%.
Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 40,39% lebih kecil
dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
59,61%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
sebesar 41,94%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 58,06%.
Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi
Tabel 35. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Pendapatan bersih 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba bruto 24,75% 28,12% 27,83% 25,17% 22,62%
Laba sebelum pajak
18,20% 23,82% 22,34% 19,26% 15,37%
penghasilan
Laba tahun berjalan 13,35% 18,60% 17,21% 14,97% 11,56%
Laba bersih 12,94% 16,99% 16,03% 14,53% 11,28%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 adalah sebesar 25,70%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 22,62%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
19,80%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,37%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,14%,
dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
2025 adalah sebesar 11,56%.
Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan
proporsi laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025
adalah sebesar 11,28%.
Halaman 65 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 67
Kinerja Historis TTA
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
TTA periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 36. Laporan Posisi Keuangan TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar
Kas dan setara kas 4.879.040 13.048.760 5.415.396 5.957.969 4.336.758
Piutang usaha, bersih 701.222 1.638.235 2.007.084 1.672.406 1.893.327
Piutang lain-lain, bersih 165.471 37.143 224.472 152.231 207.449
Uang muka dan beban
326.545 719.075 614.657 826.327 775.314
dibayar dimuka
Persediaan 2.489.841 3.417.354 5.150.410 5.118.005 4.189.250
Pajak dibayar dimuka,
- - 1.025.017 1.537.918 2.119.054
bagian lancar
Jumlah Aset Lancar 8.562.119 18.860.567 14.437.036 15.264.856 13.521.152
Aset Tidak Lancar
Deposito berjangka yang
62.848 86.485 160.663 242.968 365.963
dibatasi penggunaannya
Piutang lain-lain, bersih 14.563 18.679 21.512 20.634 22.638
Uang muka dan beban
4.480 3.093 107.297 258.581 99.559
dibayar dimuka
Investasi pada ventura
76.927 150.833 204.135 187.249 150.321
bersama
Aset tetap, bersih 1.678.307 1.757.749 1.761.277 2.375.863 3.679.363
Beban eksplorasi dan
pengembangan 617.078 541.550 496.121 621.714 784.427
tangguhan, bersih
Aset tambang
325.283 490.089 555.175 512.500 470.822
berproduksi, bersih
Properti pertambangan,
5.165.931 5.363.654 4.850.114 4.650.971 4.384.618
bersih
Biaya pengupasan
lapisan tanah 646.232 481.964 343.239 287.198 237.155
tangguhan, bersih
Pajak dibayar dimuka,
807.123 1.739.315 1.498.081 2.578.399 3.078.137
bagian tidak lancar
Aset pajak tangguhan 327.295 441.584 399.511 441.860 396.850
Aset tidak lancar lain-
2.708 2.970 1.478 2.094 3.271
lain
Jumlah Aset Tidak
9.728.775 11.077.965 10.398.603 12.180.031 13.673.124
Lancar
Jumlah Aset 18.290.894 29.938.532 24.835.639 27.444.887 27.194.276
Liabilitas Jangka Pendek
Halaman 66 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 68
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Utang usaha 748.137 1.320.234 2.416.883 2.680.454 2.431.484
Utang lain-lain dan
1.920.180 4.386.663 2.537.071 2.546.727 1.725.765
akrual
Utang pajak:
- Pajak penghasilan
569.317 1.880.916 569.949 187.737 133.106
badan
- Pajak lain-lain 17.146 342.036 54.305 61.473 63.924
Bagian jangka pendek
dari provisi reklamasi 39.411 6.263 41.893 45.085 41.893
dan penutupan tambang
Bagian jangka pendek
dari liabilitas imbalan 4.348 4.659 17.639 1.728 23.937
kerja
Bagian jangka pendek
10.507 9.848 16.487 17.781 15.623
dari liabilitas sewa
Jumlah Liabilitas Jangka
3.309.046 7.950.619 5.654.227 5.540.985 4.435.732
Pendek
Liabilitas Jangka
Panjang
Liabilitas pajak
1.350.299 1.462.515 1.293.820 1.245.912 1.169.418
tangguhan
Provisi reklamasi dan
penutupan tambang,
151.905 263.242 270.506 464.415 589.862
setelah dikurangi bagian
jangka pendek
Liabilitas imbalan kerja,
setelah dikurangi bagian 115.208 84.539 86.256 121.940 116.056
jangka pendek
Liabilitas sewa, setelah
dikurangi bagian jangka - 9.297 22.523 19.885 16.265
pendek
Liabilitas jangka panjang
126.192 139.122 43.921 46.045 111.634
lain-lain
Jumlah Liabilitas Jangka
1.743.604 1.958.715 1.717.026 1.898.197 2.003.235
Panjang
Jumlah Liabilitas 5.052.650 9.909.334 7.371.253 7.439.182 6.438.967
Ekuitas
Modal saham:
Modal ditempatkan dan
8.357.857 6.268.393 6.268.393 6.268.393 6.268.393
disetor penuh
Tambahan modal disetor (533.789) (533.789) (533.789) (533.789) (533.789)
Selisih kurs dari
penjabaran laporan
1.740.959 2.760.772 2.447.659 2.969.165 3.506.478
keuangan dalam mata
uang asing
Saldo laba -
- - 626.839 1.253.679 1.253.679
Dicadangkan
Saldo laba - Belum
1.602.757 7.927.052 5.376.669 6.193.962 6.317.601
dicadangkan
Ekuitas yang
diatribusikan kepada 11.167.784 16.422.428 14.185.771 16.151.410 16.812.362
pemilik entitas induk
Kepentingan
2.070.460 3.606.770 3.278.615 3.854.295 3.942.947
nonpengendali
Jumlah Ekuitas 13.238.244 20.029.198 17.464.386 20.005.705 20.755.309
Jumlah Liabilitas dan
18.290.894 29.938.532 24.835.639 27.444.887 27.194.276
Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan Audit TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Halaman 67 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 69
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar12,10%. Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp8.562.119juta. Pada tahun
2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 120,28% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp18.860.567 juta. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar
23,45% secara year on year atau tercatat sebesar Rp14.437.036juta. Pada tahun 2024 aset
lancar mengalami peningkatan sebesar 5,73% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp15.264.856 juta. Pada tahun 2025 aset lancar mengalami penurunan sebesar 11,42%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp13.521.152juta.
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
8,88%. Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp9.728.775 juta. Pada tahun
2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 13,87% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp11.077.965 juta. Pada Tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
penurunan sebesar 6,13% secara year on year atau tercatat sebesar Rp10.398.603 juta. Pada
tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 17,13% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp12.180.031 juta. Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
peningkatan sebesar 12,26% secara year on year atau tercatat sebesar Rp13.673.124 juta.
Jumlah Aset
Pertumbuhan jumlah aset TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
10,42%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar Rp18.290.894 juta. Pada tahun 2022
jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 63,68% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp29.938.532 juta. Pada Tahun 2023 jumlah aset mengalami penurunan sebesar
17,04% secara year on year atau tercatat sebesar Rp24.835.639 juta. Pada tahun 2024
jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 10,51% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp27.444.887 juta. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami penurunan sebesar
0,91% secara year on year atau tercatat sebesar Rp27.194.276 juta.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 7,60%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
Rp3.309.046 juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan
sebesar 140,27% secara year on year atau tercatat sebesar Rp7.950.619 juta. Pada Tahun
2023 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 28,88% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp5.654.227 juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek
mengalami penurunan sebesar 2,00% secara year on year atau tercatat sebesar Rp5.540.985
juta. Pada tahun 2025 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 19,95%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp4.435.732 juta.
Halaman 68 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 70
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 3,53%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
Rp1.743.604 juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
sebesar 12,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp1.958.715 juta. Pada Tahun
2023 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 12,34% secara year on year
atau tercatat sebesar Rp1.717.026 juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang
mengalami peningkatan sebesar 10,55% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp1.898.197 juta. Pada tahun 2025 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
sebesar 5,53% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.003.235 juta.
Jumlah Liabilitas
Pertumbuhan jumlah liabilitas TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
6,25%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp5.052.650 juta. Pada tahun
2022 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 96,12% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp9.909.334 juta. Pada Tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami penurunan
sebesar 25,61% secara year on year atau tercatat sebesar Rp7.371.253 juta. Pada tahun
2024 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 0,92% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp7.439.182 juta. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami penurunan
sebesar 13,45% secara year on year atau tercatat sebesar Rp6.438.967 juta.
Jumlah Ekuitas
Pertumbuhan jumlah ekuitas TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
11,90%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp13.238.244 juta. Pada tahun
2022 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 51,30% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp20.029.198 juta. Pada Tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami penurunan
sebesar 12,81% secara year on year atau tercatat sebesar Rp17.464.386 juta. Pada tahun
2024 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 14,55% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp20.005.705 juta. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami
peningkatan sebesar 3,75% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.755.309 juta.
Laporan Laba Rugi
Tabel 37. Laporan Laba Rugi TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 13.735.537 31.156.398 30.563.510 26.257.270 24.233.510
Beban Pokok
(10.268.394) (19.031.928) (19.964.000) (21.579.652) (21.645.569)
Pendapatan
Laba bruto 3.467.143 12.124.470 10.599.510 4.677.618 2.587.941
Beban Usaha
Beban umum dan
(176.203) (264.880) (361.255) (257.323) (385.375)
administrasi
Beban keuangan (1.853) (1.241) (2.250) (3.555) (2.755)
Halaman 69 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 71
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Penghasilan bunga 27.764 82.183 226.636 245.940 158.434
Keuntungan/(beban)
(489.679) 215.440 (799.751) (79.280) 561.152
lain-lain, bersih
Laba Sebelum Pajak
2.827.172 12.155.972 9.662.890 4.583.400 2.919.397
Penghasilan
Beban pajak
(863.351) (2.767.671) (2.256.101) (948.929) (619.976)
penghasilan
Laba Tahun Berjalan 1.963.821 9.388.301 7.406.789 3.634.471 2.299.421
Laba Bersih 1.507.581 7.479.985 5.826.162 2.983.016 2.049.996
Sumber: Laporan Keuangan Audit TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Pendapatan
Pertumbuhan pendapatan TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
15,25%. Pada tahun 2021 pendapatan tercatat sebesar Rp13.735.537 juta. Pada tahun
2022 pendapatan mengalami peningkatan sebesar 126,83% secara year on year atau
tercatat sebesar Rp31.156.398 juta. Pada Tahun 2023 pendapatan mengalami penurunan
sebesar 1,90% secara year on year atau tercatat sebesar Rp30.563.510 juta. Pada tahun
2024 pendapatan mengalami penurunan sebesar 14,09% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp26.257.270 juta. Pada tahun 2025 pendapatan mengalami penurunan sebesar
7,71% secara year on year atau tercatat sebesar Rp24.233.510 juta.
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
negatif 7,05%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp3.467.143 juta. Pada tahun
2022 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 249,70% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp12.124.470 juta. Pada Tahun 2023 laba bruto mengalami penurunan sebesar
12,58% secara year on year atau tercatat sebesar Rp10.599.510 juta. Pada tahun 2024 laba
bruto mengalami penurunan sebesar 55,87% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp4.677.618 juta. Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 44,67%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.587.941 juta.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan TTA selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
rata CAGR sebesar 0,81%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
sebesar Rp2.827.172 juta. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
peningkatan sebesar 329,97% secara year on year atau tercatat sebesar Rp12.155.972 juta.
Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 20,51%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp9.662.890 juta. Pada tahun 2024 laba sebelum
pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 52,57% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp4.583.400 juta. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
penurunan sebesar 36,30% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.919.397 juta.
Halaman 70 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 72
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 4,02%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp1.963.821 juta.
Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 378,06% secara year
on year atau tercatat sebesar Rp9.388.301 juta. Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan
mengalami penurunan sebesar 21,11% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp7.406.789 juta. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar
50,93% secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.634.471 juta. Pada tahun 2025 laba
tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 36,73% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp2.299.421 juta.
Laba Bersih
Pertumbuhan laba bersih TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
7,99%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp1.507.581 juta. Pada tahun 2022
laba bersih mengalami peningkatan sebesar 396,16% secara year on year atau tercatat
sebesar Rp7.479.985 juta. Pada Tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar
22,11% secara year on year atau tercatat sebesar Rp5.826.162 juta. Pada tahun 2024 laba
bersih mengalami penurunan sebesar 48,80% secara year on year atau tercatat sebesar
Rp2.983.016 juta. Pada tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar 31,28%
secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.049.996 juta.
Laporan Arus Kas
Tabel 38. Laporan Arus Kas TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Arus Kas dari Aktivitas
Operasi
Penerimaan dari
13.610.814 30.269.001 30.140.912 26.848.831 23.942.916
pelanggan
Pembayaran kepada
pemasok, karyawan, (8.078.515) (14.131.914) (20.567.944) (19.735.123) (19.708.155)
dan lain-lain
Arus kas yang
5.532.299 16.137.087 9.572.968 7.113.708 4.234.761
dihasilkan dari operasi
Pembayaran royalti
(1.642.492) (4.423.991) (3.958.746) (2.950.026) (2.621.297)
dan iuran eksplorasi
Pembayaran pajak
(246.929) (1.462.556) (3.694.182) (2.408.988) (1.632.068)
penghasilan badan
Pembayaran beban
(1.853) (1.241) (2.250) (3.555) (2.755)
keuangan
Penerimaan dari
pengembalian restitusi - 505.201 434.090 1.014.168 1.507.563
PPN
Penerimaan dari
pengembalian pajak 110.894 146.783 37.638 - 48.578
penghasilan badan
Penempatan deposito
berjangka yang
(12.927) - - - -
dibatasi
penggunaannya
Halaman 71 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 73
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Penerimaan
27.764 82.183 218.924 245.303 156.252
penghasilan bunga
Arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas 3.766.756 10.983.466 2.608.442 3.010.610 1.691.034
operasi
Arus Kas dari Aktivitas
Investasi
Perolehan aset tetap (77.300) (119.703) (186.788) (527.764) (1.596.890)
Uang muka
(819) (369) (107.297) (100.060) (52.363)
pembelian aset tetap
Penempatan deposito
berjangka yang
- (23.637) (73.564) (74.189) (112.598)
dibatasi
penggunaannya
Penerimaan atas hasil
7.188 - 653 - 207.000
pelepasan aset tetap
Pembayaran beban
eksplorasi dan
(88.339) (81.184) (109.387) (126.296) (142.995)
pengembangan
tangguhan
Penerimaan dari
pelepasan entitas - - - - 574.731
anak
Pembayaran biaya
pengupasan lapisan (683.981)
tanah tangguhan
Penerimaan dividen
tunai dari entitas - 13.334 59.960 90.442 88.210
ventura bersama
Arus kas bersih yang
digunakan untuk (843.251) (211.559) (416.423) (737.867) (1.034.905)
aktivitas investasi
Arus Kas dari Aktivitas
Pendanaan
Pembayaran liabilitas
(30.091) (13.496) (15.100) (19.590) (21.672)
sewa
Penerimaan
penerbitan/penjualan
saham dari - (2.089.464) 52.225 - -
kepentingan
nonpengendali
Pembayaran dividen
tunai kepada pemilik - (1.153.735) (7.747.382) (1.537.846) (1.955.739)
induk
Pembayaran dividen
kepada pemegang (173.100) (675.717) (1.919.635) (252.098) (346.635)
saham nonpengendali
Arus kas bersih yang
digunakan untuk (203.191) (3.932.412) (9.629.892) (1.809.534) (2.324.046)
aktivitas pendanaan
(Penurunan)/kenaikan
bersih kas dan setara 2.720.314 6.839.495 (7.437.873) 463.209 (1.667.917)
kas
Kas dan setara kas
2.137.838 4.879.040 13.048.760 5.415.396 5.957.969
pada awal tahun
Dampak perubahan
selisih kurs terhadap 20.888 1.330.225 (195.491) 79.364 46.706
kas dan setara kas
Kas dan Setara Kas
4.879.040 13.048.760 5.415.396 5.957.969 4.336.758
Pada Akhir Tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Halaman 72 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 74
Berikut adalah macam-macam arus kas TTA berdasarkan data historis laporan keuangan
TTA per 31 Desember 2025:
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional TTA per 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp1.691.034 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional
TTA menghasilkan arus kas positif.
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi TTA per 31 Desember 2025
adalah sebesar negatif Rp1.034.905 juta. Arus kas investasi bernilai negatif karena
perusahaan melakukan investasi penambahan aset tetap, penempatan deposito
berjangka yang dibatasi penggunaannya serta pembayaran beban eksplorasi dan
pengembangan tangguhan.
▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan TTA per 31 Desember 2025
adalah sebesar negatif Rp2.324.046 juta. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena
terdapat pembayaran dividen.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis) - TTA
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan TTA untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Keuangan 2021 2022 2023 2024 2025
Jumlah Aset Lancar 46,81% 63,00% 58,13% 55,62% 49,72%
Jumlah Aset Tidak Lancar 53,19% 37,00% 41,87% 44,38% 50,28%
Jumlah Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 18,09% 26,56% 22,77% 20,19% 16,31%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 9,53% 6,54% 6,91% 6,92% 7,37%
Jumlah Liabilitas 27,62% 33,10% 29,68% 27,11% 23,68%
Jumlah Ekuitas 72,38% 66,90% 70,32% 72,89% 76,32%
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Mengacu pada laporan posisi keuangan TTA, berdasarkan analisis common size
statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember
2025, rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 54,66% lebih
besar dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total
aset sebesar 45,34%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap
total aset sebesar 49,72%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar
50,28%.
Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 28,24% lebih kecil
dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
71,76%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
sebesar 23,63%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 76,32%.
Halaman 73 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 75
Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi
Tabel 40. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba bruto 25,24% 38,91% 34,68% 17,81% 10,68%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 20,58% 39,02% 31,62% 17,46% 12,05%
Laba Tahun Berjalan 14,30% 30,13% 24,23% 13,84% 9,49%
Laba Bersih 10,98% 24,01% 19,06% 11,36% 8,46%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 adalah sebesar 25,47%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 10,68%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
24,14%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 12,05%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 18,40%,
dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
2025 adalah sebesar 9,49%.
Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,77%, dan
proporsi laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025
adalah sebesar 8,46%.
Kinerja Historis AEGIS
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
AEGIS periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Halaman 74 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 76
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 41. Laporan Posisi Keuangan AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam USD)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar
Piutang usaha dan
7.291.312 3.722.803 52.224.923 12.790.857 16.010.895
piutang lain-lain
Uang muka 14.329 11.533 12.413 12.462 23.463
Deposito berjangka - - - 6.000.000 3.500.000
Kas di bank 3.454.477 6.224.863 12.198.516 12.844.723 12.517.756
Jumlah Aset Lancar 10.760.118 9.959.199 64.435.852 31.648.042 32.052.114
Aset Tidak Lancar
Aset tetap dan peralatan - 49.756 31.391 17.767 13.356
Jumlah Aset Tidak Lancar - 49.756 31.391 17.767 13.356
Jumlah Aset 10.760.118 10.008.955 64.467.243 31.665.809 32.065.470
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas sewa - 16.056 16.641 8.410 6.660
Utang pajak penghasilan - 370.280 1.658.738 786.347 485.055
Utang usaha dan utang
7.229.567 3.712.816 50.606.469 22.954.545 25.127.747
lain-lain
Jumlah Liabilitas Jangka
7.229.567 4.099.152 52.281.848 23.749.302 25.619.462
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas sewa - 25.230 8.657 - -
Jumlah Liabilitas Jangka
- 25.230 8.657 - -
Panjang
Jumlah Liabilitas 7.229.567 4.124.382 52.290.505 23.749.302 25.619.462
Ekuitas
Modal saham 4.000.000 4.000.000 4.000.000 4.000.000 4.000.000
Saldo laba (469.449) 1.884.573 8.176.738 3.916.507 2.446.008
Jumlah Ekuitas 3.530.551 5.884.573 12.176.738 7.916.507 6.446.008
Jumlah Ekuitas Dan
10.760.118 10.008.955 64.467.243 31.665.809 32.065.470
Liabilitas
Sumber: Laporan Keuangan Audit AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
31,37%. Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar USD10.760.118. Pada tahun 2022
aset lancar mengalami penurunan sebesar 7,44% secara year on year atau tercatat sebesar
USD9.959.199. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 547,00%
secara year on year atau tercatat sebesar USD64.435.852. Pada tahun 2024 aset lancar
mengalami penurunan sebesar 50,88% secara year on year atau tercatat sebesar
USD31.648.042. Pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 1,28%
secara year on year atau tercatat sebesar USD32.052.114.
Halaman 75 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 77
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar AEGIS selama periode 31 Desember 2022 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar negatif 35,49%. Pada tahun 2021 tidak terdapat perolehan aset tetap dan peralatan
sehingga aset tidak lancar tercatat sebesar USD 0. Pada tahun 2022 aset tidak lancar tercatat
sebesar USD49.756. Pada Tahun 2023 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar
36,91% secara year on year atau tercatat sebesar USD31.391. Pada tahun 2024 aset tidak
lancar mengalami penurunan sebesar 43,40% secara year on year atau tercatat sebesar
USD17.767. Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 24,83%
secara year on year atau tercatat sebesar USD13.356.
Jumlah Aset
Pertumbuhan jumlah aset AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
31,39%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar USD10.760.118. Pada tahun 2022
jumlah aset mengalami penurunan sebesar 6,98% secara year on year atau tercatat sebesar
USD10.008.955. Pada Tahun 2023 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 544,10%
secara year on year atau tercatat sebesar USD64.467.243. Pada tahun 2024 jumlah aset
mengalami penurunan sebesar 50,88% secara year on year atau tercatat sebesar
USD31.665.809. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 1,26%
secara year on year atau tercatat sebesar USD32.065.470.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 37,20%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
USD7.229.567. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar
43,30% secara year on year atau tercatat sebesar USD4.099.152. Pada Tahun 2023 liabilitas
jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 1175,43% secara year on year atau tercatat
sebesar USD52.281.848. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan
sebesar 54,57% secara year on year atau tercatat sebesar USD23.749.302. Pada tahun 2025
liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 7,87% secara year on year atau
tercatat sebesar USD25.619.462.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai
dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
sebesar negatif 82,84%. Pada tahun 2021 tidak terdapat liabilitas jangka panjang. Pada
tahun 2022 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar USD25.230. Pada Tahun 2023
liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 65,69% secara year on year atau
tercatat sebesar USD8.657. Kemudian pada tahun 2024 dan 2025 tidak terdapat liabilitas
jangka panjang.
Jumlah Liabilitas
Pertumbuhan jumlah liabilitas AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
Halaman 76 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 78
37,20%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar USD7.229.567. Pada tahun 2022
jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 42,95% secara year on year atau tercatat
sebesar USD4.124.382. Pada Tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar
1167,84% secara year on year atau tercatat sebesar Rp52.290.505. Pada tahun 2024 jumlah
liabilitas mengalami penurunan sebesar 54,58% secara year on year atau tercatat sebesar
USD23.749.302. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 7,87%
secara year on year atau tercatat sebesar USD25.619.462.
Jumlah Ekuitas
Pertumbuhan jumlah ekuitas AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
16,24%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar USD3.530.551. Pada tahun 2022
jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 66,68% secara year on year atau tercatat
sebesar USD5.884.573. Pada Tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar
106,93% secara year on year atau tercatat sebesar USD12.176.738. Pada tahun 2024
jumlah ekuitas mengalami penurunan sebesar 34,99% secara year on year atau tercatat
sebesar USD7.916.507. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami penurunan sebesar
18,58% secara year on year atau tercatat sebesar USD6.446.008.
Laporan Laba Rugi
Tabel 42. Laporan Laba Rugi AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 170.358.197 452.608.163 701.059.089 389.091.499 285.734.586
Beban pokok
(169.609.207) (449.259.189) (690.805.053) (384.221.510) (282.413.450)
penjualan
Laba Bruto 748.990 3.348.974 10.254.036 4.869.989 3.321.136
Pendapatan/(Beban)
Lain-Lain
Pendapatan lain-lain 1.943 - 623.917 540.831 244.373
Penurunan nilai
- - (385.000) (5.870) -
piutang usaha
Beban bunga atas
- (1.287) (1.626) (912) (481)
liabilitas sewa
Beban lain-lain (617.661) (623.385) (660.006) (707.240) (635.919)
Jumlah
Pendapatan/(Beban) (615.718) (624.672) (422.715) (173.191) (392.027)
Lain-Lain
Laba Dari Aktivitas
Operasi / Laba 133.272 2.724.302 9.831.321 4.696.798 2.929.109
Sebelum Pajak
Beban pajak
- (370.280) (1.659.156) (787.029) (499.608)
penghasilan
Laba Tahun Berjalan 133.272 2.354.022 8.172.165 3.909.769 2.429.501
Sumber: Laporan Keuangan Audit AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Pendapatan
Pertumbuhan pendapatan AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
13,80%. Pada tahun 2021 pendapatan tercatat sebesar USD170.358.197. Pada tahun 2022
pendapatan mengalami peningkatan sebesar 165,68% secara year on year atau tercatat
Halaman 77 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 79
sebesar USD452.608.163. Pada Tahun 2023 pendapatan mengalami peningkatan sebesar
54,89% secara year on year atau tercatat sebesar USD701.059.089. Pada tahun 2024
pendapatan mengalami penurunan sebesar 44,50% secara year on year atau tercatat
sebesar USD389.091.499. Pada tahun 2025 pendapatan mengalami penurunan sebesar
26,56% secara year on year atau tercatat sebesar USD285.734.586.
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
45,11%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar USD748.990. Pada tahun 2022 laba
bruto mengalami peningkatan sebesar 347,13% secara year on year atau tercatat sebesar
USD3.348.974. Pada Tahun 2023 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 206,18%
secara year on year atau tercatat sebesar USD10.254.036. Pada tahun 2024 laba bruto
mengalami penurunan sebesar 52,51% secara year on year atau tercatat sebesar
USD4.869.989. Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 31,80% secara
year on year atau tercatat sebesar USD3.321.136.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan AEGIS selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
rata CAGR sebesar 116,52%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
sebesar USD133.272. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
peningkatan sebesar 1944,17% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.724.302.
Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar
260,87% secara year on year atau tercatat sebesar USD9.831.321. Pada tahun 2024 laba
sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 52,23% secara year on year atau
tercatat sebesar USD4.696.798. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan
mengalami penurunan sebesar 37,64% secara year on year atau tercatat sebesar
USD2.929.109.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 106,63%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar USD133.272. Pada
tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 1666,33% secara year on
year atau tercatat sebesar USD2.354.022. Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami
peningkatan sebesar 247,16% secara year on year atau tercatat sebesar USD8.172.165.
Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 52,16% secara year
on year atau tercatat sebesar USD3.909.769. Pada tahun 2025 laba tahun berjalan
mengalami penurunan sebesar 37,86% secara year on year atau tercatat sebesar
USD2.429.501.
Halaman 78 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 80
Laporan Arus Kas
Tabel 43. Laporan Arus Kas AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
(dalam juta Rupiah)
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
2021 2022 2023 2024 2025
Arus Kas Dari Aktivitas
Operasi
Laba sebelum pajak 133.272 2.724.302 9.831.321 4.696.798 2.929.109
Penyesuaian untuk:
Penurunan nilai piutang
- - 385.000 5.870 -
usaha
Beban bunga atas
- 1.287 1.626 912 481
liabilitas sewa
Pendapatan bunga dari
- - (454.893) (540.145) (232.128)
deposito berjangka
Penyusutan aset tetap
10.794 14.318 20.392 21.450 28.074
dan peralatan
144.066 2.739.907 9.783.446 4.184.885 2.725.536
Perubahan dalam:
Piutang usaha dan
(925.091) 3.568.509 (48.834.515) 39.389.704 (3.212.268)
piutang lain-lain
Uang muka (1.866) 2.796 (880) (49) (11.001)
Utang usaha dan utang
(292.431) (3.516.751) 46.893.653 (27.651.924) 2.173.202
lain-lain
Kas Yang Dihasilkan
(1.075.322) 2.794.461 7.841.704 15.922.616 1.675.469
Dari Operasi
Penerimaan bunga - - 402.288 578.637 224.358
Pajak yang dibayar - - (370.698) (1.659.420) (800.900)
Arus Kas Bersih Dari
(1.075.322) 2.794.461 7.873.294 14.841.833 1.098.927
Aktivitas Operasi
Arus Kas Dari Aktivitas
Investasi
Perolehan aset tetap
- (11.759) (2.700) (7.803) (1.980)
dan peralatan
Penempatan deposito
- - - - (2.500.000)
berjangka
Arus Kas Bersih Yang
Digunakan Untuk - (11.759) (2.700) (7.803) (2.501.980)
Aktivitas Investasi
Arus Kas Dari Aktivitas
Pendanaan
Dividen yang
- - (1.880.000) (8.170.000) (3.900.000)
dibayarkan
Pembayaran pokok
- (11.029) (15.315) (16.911) (23.433)
liabilitas sewa
Bunga yang dibayarkan - (1.287) (1.626) (912) (481)
Arus Kas Bersih Yang
Digunakan Untuk - (12.316) (1.896.941) (8.187.823) (3.923.914)
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan/(Penurunan)
Bersih Kas Dan Setara (1.075.322) 2.770.386 5.973.653 6.646.207 (5.326.967)
Kas
Kas Dan Setara Kas
4.529.799 3.454.477 6.224.863 12.198.516 18.844.723
Pada 1 Januari
Kas Dan Setara Kas
3.454.477 6.224.863 12.198.516 18.844.723 13.517.756
Pada 31 Desember
Sumber: Laporan Keuangan Audit AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
Halaman 79 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 81
Berikut adalah macam-macam arus kas AEGIS berdasarkan data historis laporan keuangan
AEGIS per 31 Desember 2025:
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional AEGIS per 31 Desember 2025
adalah sebesar USD1.098.927. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional
AEGIS menghasilkan arus kas positif.
▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi AEGIS per 31 Desember 2025
adalah sebesar negatif USD2.501.980. Arus kas investasi bernilai negatif karena
perusahaan melakukan investasi penambahan aset tetap, serta penempatan deposito
berjangja.
▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan AEGIS per 31 Desember 2025
adalah sebesar negatif USD3.923.914. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena
terdapat pembayaran dividen.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis) - AEGIS
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan AEGIS untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset
terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi
biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan
keuangan perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 44. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Keuangan 2021 2022 2023 2024 2025
Jumlah Aset Lancar 100,00% 99,50% 99,95% 99,94% 99,96%
Jumlah Aset Tidak Lancar 0,00% 0,50% 0,05% 0,06% 0,04%
Jumlah Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 67,19% 40,95% 81,10% 75,00% 79,90%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 0,00% 0,25% 0,01% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas 67,19% 41,21% 81,11% 75,00% 79,90%
Jumlah Ekuitas 32,81% 58,79% 18,89% 25,00% 20,10%
Jumlah Ekuitas Dan Liabilitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Mengacu pada laporan posisi keuangan AEGIS, berdasarkan analisis common size
statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember
2025, rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 99,87% lebih
besar dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total
aset sebesar 0,13%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total
aset sebesar 99,96%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar 0,04%.
Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 68,88% lebih besar
dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
31,12%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
sebesar 79,90%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 20,10%.
Halaman 80 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 82
Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi
Tabel 45. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba Bruto 0,44% 0,74% 1,46% 1,25% 1,16%
Laba Dari Aktivitas Operasi / Laba
0,08% 0,60% 1,40% 1,21% 1,03%
Sebelum Pajak
Laba Tahun Berjalan 0,08% 0,52% 1,17% 1,00% 0,85%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
2025 adalah sebesar 1,01%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,16%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
0,86%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,03%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,72%,
dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
2025 adalah sebesar 0,85%.
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Penjualan
Proyeksi keuangan perusahaan disusun dengan masa proyeksi selama 5 tahun sejak 2026
sampai dengan 2030. Proyeksi sebelum Rencana Transaksi memberikan gambaran proyeksi
kinerja perusahaan dengan asumsi business as it is. Selanjutnya proyeksi setelah Rencana
Transaksi memberikan gambaran dampak adanya Rencana Transaksi terhadap kinerja
keuangan perusahaan ke depan.
Tabel 46. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Posisi
2026 2027 2028 2029 2030
Keuangan
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 21.285.783 19.681.060 17.254.935 17.522.541 18.811.741
Piutang Usaha 21.837.619 22.492.748 23.167.530 23.862.556 24.578.433
Persediaan 15.003.286 15.453.385 15.916.986 16.394.496 16.886.331
Uang Muka 2.231.024 2.258.868 2.287.058 2.315.601 2.344.500
Beban Dibayar
- - - - -
Dimuka
Aset Lancar Lainnya 11.579.832 10.474.817 10.283.532 9.698.979 9.147.653
Jumlah Aset Lancar 71.937.545 70.360.877 68.910.042 69.794.173 71.768.658
Aset Tidak Lancar
Piutang Kepada
1.836.737 1.947.380 2.080.603 2.214.438 2.356.882
Pemegang Saham
Investasi Pada
19.907.966 20.500.855 21.111.662 21.740.925 22.389.197
Saham
Halaman 81 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 83
Laporan Posisi
2026 2027 2028 2029 2030
Keuangan
Aset Tetap 67.235.809 70.103.297 71.954.705 74.439.228 77.009.538
Aset tambang - - - - -
Aset pajak
5.340.499 5.420.345 5.492.229 5.569.705 5.648.273
tangguhan
Biaya eksplorasi dan
9.267.577 8.691.838 8.245.034 7.777.009 7.335.551
pengembangan
Goodwill 3.422.251 3.422.251 3.422.251 3.422.251 3.422.251
Aset tidak lancar
1.468.471 1.436.736 1.344.059 1.286.186 1.230.806
lainnya
Jumlah Aset Tidak
108.479.309 111.522.703 113.650.543 116.449.741 119.392.498
Lancar
Jumlah Aset 180.416.855 181.883.580 182.560.585 186.243.915 191.161.156
Liabilitas Jangka
Pendek
Utang usaha 19.656.605 20.246.303 20.853.693 21.479.303 22.123.682
Beban Akrual 7.163.710 8.173.524 8.254.952 8.877.891 9.257.087
Utang Pajak 2.136.133 2.522.828 2.468.119 2.664.755 2.742.012
Liabilitas Jangka
15.991.407 14.973.776 16.860.849 17.386.816 18.753.591
Pendek Lainnya
Jumlah Liabilitas
44.947.855 45.916.432 48.437.613 50.408.764 52.876.372
Jangka Pendek
Liabilitas Jangka
Panjang
Liabilitas pajak
5.323.288 4.798.525 4.245.435 3.791.511 3.370.307
tangguhan
Bagian Jangka
24.105.468 20.389.020 13.783.387 10.488.094 7.535.396
Panjang Utang Bank
Liabilitas Imbalan
6.655.989 6.787.349 6.927.071 7.066.726 7.210.697
Kerja
Liabilitas Jangka
939.823 880.017 990.921 1.021.832 1.102.158
Panjang Lainnya
Jumlah Liabilitas
37.024.567 32.854.911 25.946.815 22.368.163 19.218.558
Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas 81.972.423 78.771.343 74.384.428 72.776.927 72.094.930
Ekuitas Diatribusikan
93.312.084 97.675.943 102.354.874 107.267.206 112.445.360
Kepada Pemilik
Kepentingan Non
5.132.348 5.436.294 5.821.283 6.199.782 6.620.865
Pengendali
Jumlah Ekuitas 98.444.432 103.112.237 108.176.157 113.466.988 119.066.226
Jumlah Liabilitas dan
180.416.855 181.883.580 182.560.585 186.243.915 191.161.156
Ekuitas
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi disusun berdasarkan
asumsi business as it is atau dengan mempertimbangkan kondisi operasional normal
perusahaan tanpa adanya pengaruh transaksi pinjam-meminjam. Berdasarkan proyeksi
tersebut, total aset Perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp180,41 triliun pada tahun 2026
menjadi Rp191,16 triliun pada tahun 2030, yang terutama didorong oleh investasi pada entitas
lain dan aset tetap. Di sisi lain, total liabilitas diproyeksikan mengalami penurunan dari Rp81,97
triliun pada tahun 2026 menjadi Rp72,09 triliun pada tahun 2030, sedangkan total ekuitas
meningkat dari Rp98,44 triliun menjadi Rp119,06 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa
Halaman 82 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 84
secara proyeksi Perseroan tetap memiliki struktur keuangan yang baik dengan pertumbuhan aset
dan penguatan ekuitas selama masa proyeksi.
Tabel 47. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Laba Rugi 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan 106.471.434 109.665.577 112.955.544 116.344.211 119.834.537
Harga Pokok
(86.925.981) (89.533.761) (92.219.773) (94.986.367) (97.835.958)
Penjualan
Laba Kotor 19.545.453 20.131.816 20.735.771 21.357.844 21.998.579
Beban Operasi (8.575.296) (8.832.555) (9.097.531) (9.370.457) (9.651.571)
Laba Operasi 10.970.157 11.299.262 11.638.240 11.987.387 12.347.008
Laba/(Rugi) Kurs 201.589 - - - -
Bunga (1.473.353) (1.246.199) (842.456) (641.044) (460.572)
Pendapatan/(Beban)
(1.206.713) (1.173.862) (1.138.778) (1.104.746) (1.071.735)
Lain
Laba Sebelum Pajak 8.491.680 8.879.200 9.657.006 10.241.597 10.814.702
Pajak Penghasilan (2.353.766) (1.954.388) (2.125.505) (2.254.115) (2.380.198)
Laba Setelah Pajak 6.137.914 6.924.812 7.531.501 7.987.482 8.434.503
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Berdasarkan proyeksi laba rugi sebelum Rencana Transaksi, Perseroan diproyeksikan mencatat
pertumbuhan pendapatan secara bertahap dari Rp106,47 triliun pada tahun 2026 menjadi
Rp119,83 triliun pada tahun 2030. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, laba
operasi dan laba setelah pajak juga menunjukkan tren peningkatan selama periode proyeksi.
Laba setelah pajak diproyeksikan meningkat dari Rp6,13 triliun pada tahun 2026 menjadi
Rp8,43 triliun pada tahun 2030. Hal tersebut mencerminkan bahwa operasional Perseroan
masih mampu menghasilkan profitabilitas yang baik serta mempertahankan kinerja usaha yang
positif selama periode proyeksi.
Tabel 48. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Posisi
2026 2027 2028 2029 2030
Keuangan
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 21.217.689 19.547.535 17.136.439 17.419.075 18.723.304
Piutang Usaha 21.837.619 22.492.748 23.167.530 23.862.556 24.578.433
Persediaan 15.003.286 15.453.385 15.916.986 16.394.496 16.886.331
Uang Muka 2.231.024 2.258.868 2.287.058 2.315.601 2.344.500
Beban Dibayar
- - - - -
Dimuka
Aset Lancar Lainnya 11.579.832 10.474.817 10.283.532 9.698.979 9.147.653
Jumlah Aset Lancar 71.869.451 70.227.352 68.791.546 69.690.707 71.680.221
Aset Tidak Lancar
Piutang Kepada
1.906.352 2.088.691 2.213.149 2.338.220 2.471.900
Pemegang Saham
Investasi Pada
19.908.201 20.502.058 21.113.833 21.744.064 22.393.304
Saham
Aset Tetap 67.235.809 70.103.297 71.954.705 74.439.228 77.009.538
Aset tambang - - - - -
Aset pajak
5.340.499 5.420.345 5.492.229 5.569.705 5.648.273
tangguhan
Halaman 83 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 85
Laporan Posisi
2026 2027 2028 2029 2030
Keuangan
Biaya eksplorasi dan
9.267.577 8.691.838 8.245.034 7.777.009 7.335.551
pengembangan
Goodwill 3.422.251 3.422.251 3.422.251 3.422.251 3.422.251
Aset tidak lancar
1.468.471 1.436.736 1.344.059 1.286.186 1.230.806
lainnya
Jumlah Aset Tidak
108.549.159 111.665.217 113.785.261 116.576.664 119.511.624
Lancar
Jumlah Aset 180.418.610 181.892.569 182.576.807 186.267.371 191.191.846
Liabilitas Jangka
Pendek
Utang usaha 19.656.605 20.246.303 20.853.693 21.479.303 22.123.682
Beban Akrual 7.163.710 8.173.524 8.254.952 8.877.891 9.257.087
Utang Pajak 2.136.133 2.522.828 2.468.119 2.664.755 2.742.012
Liabilitas Jangka
15.991.407 14.973.776 16.860.849 17.386.816 18.753.591
Pendek Lainnya
Jumlah Liabilitas
44.947.855 45.916.432 48.437.613 50.408.764 52.876.372
Jangka Pendek
Liabilitas Jangka
Panjang
Liabilitas pajak
5.323.288 4.798.525 4.245.435 3.791.511 3.370.307
tangguhan
Bagian Jangka
24.105.468 20.389.020 13.783.387 10.488.094 7.535.396
Panjang Utang Bank
Liabilitas Imbalan
6.655.989 6.787.349 6.927.071 7.066.726 7.210.697
Kerja
Liabilitas Jangka
939.823 880.017 990.921 1.021.832 1.102.158
Panjang Lainnya
Jumlah Liabilitas
37.024.567 32.854.911 25.946.815 22.368.163 19.218.558
Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas 81.972.423 78.771.343 74.384.428 72.776.927 72.094.930
Ekuitas Diatribusikan
93.313.840 97.684.932 102.371.097 107.290.662 112.476.050
Kepada Pemilik
Kepentingan Non
5.132.348 5.436.294 5.821.283 6.199.782 6.620.865
Pengendali
Jumlah Ekuitas 98.446.187 103.121.226 108.192.379 113.490.444 119.096.915
Jumlah Liabilitas dan
180.418.610 181.892.569 182.576.807 186.267.371 191.191.846
Ekuitas
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi disusun dengan
mempertimbangkan dampak transaksi pinjam-meminjam terhadap posisi keuangan Perseroan.
Berdasarkan proyeksi tersebut, total aset Perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp180,41
triliun pada tahun 2026 menjadi Rp191,19 triliun pada tahun 2030. Sementara itu, total liabilitas
diproyeksikan menurun dari Rp81,97 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp72,09 triliun pada
tahun 2030, dan total ekuitas meningkat dari Rp98,44 triliun menjadi Rp119,09 triliun. Secara
umum, Rencana Transaksi tidak memberikan perubahan material terhadap struktur posisi
keuangan Perseroan dan kondisi keuangan perusahaan diproyeksikan tetap berada pada
tingkat yang sehat selama masa proyeksi.
Halaman 84 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 86
Tabel 49. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Laba Rugi 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan 106.471.434 109.665.577 112.955.544 116.344.211 119.834.537
Harga Pokok
(86.925.981) (89.533.761) (92.219.773) (94.986.367) (97.835.958)
Penjualan
Laba Kotor 19.545.453 20.131.816 20.735.771 21.357.844 21.998.579
Beban Operasi (8.575.296) (8.832.555) (9.097.531) (9.370.457) (9.651.571)
Laba Operasi 10.970.157 11.299.262 11.638.240 11.987.387 12.347.008
Laba/(Rugi) Kurs 201.589 - - - -
Bunga (1.471.404) (1.238.167) (834.423) (633.011) (452.539)
Pendapatan/(Beban)
(1.206.478) (1.172.894) (1.137.810) (1.103.778) (1.070.767)
Lain
Laba Sebelum Pajak 8.493.864 8.888.201 9.666.007 10.250.598 10.823.702
Pajak Penghasilan (2.354.195) (1.956.155) (2.127.273) (2.255.883) (2.381.966)
Laba Setelah Pajak 6.139.669 6.932.046 7.538.734 7.994.715 8.441.737
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Berdasarkan proyeksi laba rugi setelah Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan
meningkat dari Rp106,47 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp119,83 triliun pada tahun 2030.
Selain itu, laba setelah pajak juga diproyeksikan meningkat dari Rp6,13 triliun pada tahun 2026
menjadi Rp8,44 triliun pada tahun 2030. Adanya Rencana Transaksi memberikan tambahan
pendapatan lain yang berasal dari pendapatan bunga pinjaman, sehingga memberikan
kontribusi positif terhadap laba Perseroan. Dengan demikian, Rencana Transaksi diproyeksikan
tidak mengganggu kinerja operasional maupun profitabilitas Perseroan, dan Perseroan tetap
mampu mempertahankan kinerja keuangan yang baik selama periode proyeksi.
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - Perseroan
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis
rasio keuangan Perseroan.
Tabel 50. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
Rasio Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 24,75% 28,12% 27,83% 25,17% 22,62%
Operating Profit Margin 18,72% 23,57% 23,12% 20,22% 16,81%
Net Profit Margin 12,94% 16,99% 16,03% 14,53% 11,28%
Return On Assets 9,13% 14,95% 13,38% 11,52% 8,34%
Return On Equity 14,31% 23,47% 24,53% 19,89% 14,36%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 1,99X 1,88X 1,46X 1,54X 1,36X
Quick Ratio 1,68X 1,51X 1,06X 1,17X 1,04X
Halaman 85 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 87
Rasio Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Cash Ratio 1,09X 0,91X 0,43X 0,55X 0,50X
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,13X 0,03X 0,22X 0,21X 0,18X
Debt to Assets Ratio 0,08X 0,02X 0,12X 0,12X 0,11X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
penjualan bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas
penjualan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,70%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 22,62%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Desember 2025 adalah sebesar 20,49%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 16,81%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 11,28%.
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 11,47%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 8,34%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,31%, dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 14,36%.
Halaman 86 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 88
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar Perseroan
selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,64 kali dan
pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,36 kali.
2. Quick Ratio
Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian
terhadap kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Desember 2025 adalah sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 1,04 kali.
3. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi
kewajiban lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas
dibandingkan kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Desember 2025 adalah sebesar 0,70 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 0,50 kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan
sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara
lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset Perseroan selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,15 kali dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 0,18 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas Perseroan selama
periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,09 kali dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,11 kali.
Halaman 87 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 89
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - TTA
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis
rasio keuangan Perseroan.
Tabel 51. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
Rasio Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 25,24% 38,91% 34,68% 17,81% 10,68%
Operating Profit Margin 23,96% 38,06% 33,50% 16,83% 9,09%
Net Profit Margin 10,98% 24,01% 19,06% 11,36% 8,46%
Return On Assets 8,24% 24,98% 23,46% 10,87% 7,54%
Return On Equity 11,39% 37,35% 33,36% 14,91% 9,88%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 2,59X 2,37X 2,55X 2,75X 3,05X
Quick Ratio 1,84X 1,94X 1,64X 1,83X 2,10X
Cash Ratio 1,47X 1,64X 0,96X 1,08X 0,98X
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,01X 0,01X 0,00X 0,00X 0,01X
Debt to Assets Ratio 0,01X 0,01X 0,00X 0,00X 0,01X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
penjualan bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas
penjualan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin TTA selama periode 31 Desember
2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,47%, dan pada periode 31 Desember
2025 tercatat sebesar 10,68%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin TTA selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Desember 2025 adalah sebesar 24,29%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 9,09%.
Halaman 88 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 90
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin TTA selama periode 31 Desember
2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,77%, dan pada periode 31 Desember
2025 tercatat sebesar 8,46%.
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets TTA selama periode 31 Desember
2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,02%, dan pada periode 31 Desember
2025 tercatat sebesar 7,54%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity TTA selama periode
31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 21,38%, dan pada periode
31 Desember 2025 tercatat sebesar 9,88%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar TTA selama
periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 2,66 kali dan pada
periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 3,05 kali.
2. Quick Ratio
Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian
terhadap kewajiban lancar TTA selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember
2025 adalah sebesar 1,87 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 2,10
kali.
3. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi
kewajiban lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas
dibandingkan kewajiban lancar TTA selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Desember 2025 adalah sebesar 1,23 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 0,98 kali.
Halaman 89 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 91
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan
sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara
lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset TTA selama periode 31 Desember
2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,01 kali dan pada periode 31 Desember
2025 tercatat sebesar 0,01 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas TTA selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,00 kali dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 0,01 kali.
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - AEGIS
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis
rasio keuangan Perseroan.
Tabel 52. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
Rasio Keuangan Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Des 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 0,44% 0,74% 1,46% 1,25% 1,16%
Operating Profit Margin 0,08% 0,60% 1,40% 1,21% 1,03%
Net Profit Margin 0,08% 0,52% 1,17% 1,00% 0,85%
Return On Assets 1,24% 23,52% 12,68% 12,35% 7,58%
Return On Equity 3,77% 40,00% 67,11% 49,39% 37,69%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 1,49X 2,43X 1,23X 1,33X 1,25X
Quick Ratio 1,49X 2,43X 1,23X 1,08X 1,11X
Cash Ratio 0,48X 1,52X 0,23X 0,54X 0,49X
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,00X 0,01X 0,00X 0,00X 0,00X
Debt to Assets Ratio 0,00X 0,00X 0,00X 0,00X 0,00X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 90 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 92
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
penjualan bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas
penjualan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin AEGIS selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,01%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 1,16%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin AEGIS selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Desember 2025 adalah sebesar 0,86%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 1,03%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin AEGIS selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,72%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 0,85%.
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets AEGIS selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 11,47%, dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 7,58%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity AEGIS selama periode
31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 39,59%, dan pada periode
31 Desember 2025 tercatat sebesar 37,69%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
Halaman 91 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 93
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar AEGIS
selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,55 kali dan
pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,25 kali.
2. Quick Ratio
Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian
terhadap kewajiban lancar AEGIS selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember
2025 adalah sebesar 1,47 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,11
kali.
3. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi
kewajiban lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas
dibandingkan kewajiban lancar AEGIS selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
Desember 2025 adalah sebesar 0,65 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
sebesar 0,49 kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan
sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara
lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset AEGIS selama periode 31
Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,00 kali dan pada periode 31
Desember 2025 tercatat sebesar 0,00 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas AEGIS selama periode
31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,00 kali dan pada periode
31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,00 kali.
3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan
keuangan pada pos-pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas
Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:
Halaman 92 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 94
Tabel 53. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
(dalam juta Rupiah)
Audit Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 26.570.772 (144.380) 26.426.392
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 18.559.795 18.559.795
Pihak Berelasi 1.357.868 1.357.868
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 492.811 492.811
Pihak Berelasi 1.203.084 151.038 1.354.122
Persediaan 16.729.809 16.729.809
Proyek dalam Pelaksanaan 28.698 28.698
Pihak Ketiga
Pihak Berelasi
Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.653.543 1.653.543
Pajak Lain-lain 3.643.857 3.643.857
Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka 1.543.309 1.543.309
Aset Lancar Lain-lain 357.480 357.480
Total Aset Lancar 72.141.026 6.658 72.147.684
Aset Tidak Lancar
Kas dan deposito berjangka yang
787.806 787.806
dibatasi penggunaannya
Piutang usaha
Pihak Ketiga 453.411 453.411
Pihak Berelasi 18.957 18.957
Piutang Non Usaha
Pihak Ketiga 88.336 88.336
Pihak Berelasi 3.103.936 3.103.936
Persediaan 105.530 105.530
Pajak dibayar dimuka
Pajak Penghasilan Badan 1.446.559 1.446.559
Pajak Lain-lain 1.650.429 1.650.429
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 793.619 793.619
Investasi pada entitas asosiasi
Investments in associates dan ventura 17.223.562 (4.229) 17.219.333
bersama
Investasi jangka panjang 3.175.766 3.175.766
Aset tetap 45.296.550 45.296.550
Properti pertambangan 14.809.384 14.809.384
Properti investasi 244.469 244.469
Beban eksplorasi dan pengembangan
2.768.518 2.768.518
tangguhan
Aset tambang berproduksi 3.958.340 3.958.340
Beban tangguhan 1.169.123 1.169.123
Halaman 93 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 95
Audit Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Aset pajak tangguhan 4.891.419 4.891.419
Goodwill 3.510.559 3.510.559
Total Aset Tidak Lancar 105.496.273 (4.229) 105.492.044
Total Aset 177.637.299 2.429 177.639.728
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak Ketiga 29.095.249 29.095.249
Pihak Berelasi 213.679 213.679
Utang non-usaha
Pihak Ketiga 1.132.969 1.132.969
Pihak Berelasi 87.548 87.548
Utang pajak
Pajak Penghasilan Badan 825.803 825.803
Pajak Lain-lain 584.846 584.846
Akrual 6.692.531 6.692.531
Uang muka pelanggan
Pihak Ketiga 857.034 857.034
Pihak Berelasi 44.175 44.175
Pendapatan tangguhan 1.021.152 1.021.152
Liabilitas imbalan kerja 1.053.575 1.053.575
Pinjaman bank jangka pendek 560.000 560.000
Bagian jangka pendek dari utang
jangka panjang
Pinjaman Bank 9.682.666 9.682.666
Liabilitas Sewa 801.430 801.430
Pinjaman Lain-lain 560.318 560.318
Pinjaman bank jangka pendek dari
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Lain-lain
Total Liabilitas Jangka Pendek 53.212.975 0 53.212.975
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.768.016 3.768.016
Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
1.154.627 1.154.627
penutupan tambang
Liabilitas imbalan kerja 5.497.626 5.497.626
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman Bank 6.054.620 6.054.620
Liabilitas Sewa 976.309 976.309
Pinjaman Lain-lain 281.698 281.698
Liabilitas keuangan jangka panjang
3.555.105 3.555.105
lain-lain
Total Liabilitas Jangka Panjang 21.288.001 0 21.288.001
Total Liabilitas 74.500.976 0 74.500.976
Halaman 94 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 96
Audit Proforma
Laporan Posisi Keuangan 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Ekuitas
Ekuitas yang diatribusikan kepada
entitas induk
Modal Disetor 932.534 932.534
Tambahan Modal Disetor 9.703.937 9.703.937
Saham Tresuri -4.902.237 -4.902.237
Saldo Laba
Dicadangkan 186.507 186.507
Belum Dicadangkan 85.547.627 2.429 85.550.056
Selisih kurs dari penjabaran Laporan
9.227.066 9.227.066
keuangan
Cadangan lindung nilai -2.065.280 -2.065.280
Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
19.386 19.386
tetap
Transaksi dengan Kepentingan
-875.920 -875.920
Nonpengendali
Total Ekuitas yang diatribusikan
97.773.620 2.429 97.776.049
kepada entitas induk
Kepentingan Nonpengandali 5.362.703 5.362.703
Total Ekuitas 103.136.323 2.429 103.138.752
Total Liabilitas dan Ekuitas 177.637.299 2.429 177.639.728
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember
2025
Tabel 54. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
Audit Proforma
Laporan Laba Rugi 31 Desember Penyesuaian 31 Desember
2025 2025
Pendapatan bersih 131.300.810 131.300.810
Beban pokok pendapatan (101.597.306) (101.597.306)
Laba bruto 29.703.504 29.703.504
Beban penjualan (1.597.792) (1.597.792)
Beban umum dan administrasi (6.040.414) (6.040.414)
Beban lain-lain, bersih (256.226) (256.226)
Penghasilan keuangan 1.244.489 8.536 1.253.025
Biaya keuangan (2.625.818) (2.625.818)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
(245.576) (4.229) (249.805)
dan ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 20.182.167 4.307 20.186.474
Beban pajak penghasilan (5.005.403) (1.878) (5.007.281)
Laba tahun berjalan 15.176.764 2.429 15.179.193
Laba Setelah Pajak Yang Didistribusilan
Kepada
Pemilik Entitas Induk 14.810.434 2.429 14.812.863
Kepentingan Non-Pengendali 366.330 366.330
Total Laba Setelah Pajak 15.176.764 2.429 15.179.193
Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember
2025
Halaman 95 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 97
Proforma dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
• Terdapat penyesuaian penurunan pada kas dan setara kas sebesar Rp144 miliar akibat
pemberian pinjaman berupa kas kepada AEGIS sebesar Rp151 miliar, perolehan kas dari
pendapatan bunga sebesar Rp7,2 miliar, bagian PPh 23 atas pendapatan bunga sebesar
Rp1,2 miliar, dan pembayaran atas penyesuaian PPh Badan dari perolehan pendapatan
bunga yang diakui sebesar Rp1,8 miliar.
• Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi sebesar Rp151
miliar akibat rencana pemberian pinjaman kepada AEGIS yang merupakan perusahaan
terafiliasi dengan Perseroan.
• Terdapat penyesuaian penurunan pos investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp4,2 miliar
akibat dari pencatatan metode ekuitas AEGIS, sesuai ownership TTA di AEGIS, pada
Perseroan dimana AEGIS mencatatkan beban bunga atas rencana transaksi pinjam-
meminjam.
• Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos penghasilan keuangan sebesar Rp8,5 miliar akibat
perolehan pendapatan bunga yang diakui dan dikonsolidasi ke laba rugi Perseroan.
• Terdapat penyesuaian penurunan pada pos bagian atas laba bersih entitas akibat pengakuan
beban bunga AEGIS yang kemudian dicatatkan menggunakan metode ekuitas, sesuai
ownership TTA di AEGIS, pada laba rugi Perseroan.
• Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos beban pajak penghasilan sebesar Rp1,8 miliar
akibat pengakuan PPh Badan atas perolehan pendapatan bunga.
Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada AEGIS dan kenaikan piutang
non usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan
ke AEGIS.
3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo
Analisis kemampuan bayar dapat dianalisis dari Kinerja Keuangan AEGIS. Historis laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi ditampilkan sebagai berikut:
Tabel 55. Analisis Kemampuan Bayar Sampai Jatuh Tempo – Rasio Keuangan AEGIS
(dalam juta Rupiah)
Rasio Keuangan 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 0,44% 0,74% 1,46% 1,25% 1,16%
Operating Profit Margin 0,08% 0,60% 1,40% 1,21% 1,03%
Net Profit Margin 0,08% 0,52% 1,17% 1,00% 0,85%
Return on Assets 1,24% 23,52% 12,68% 12,35% 7,58%
Return on Equity 3,77% 40,00% 67,11% 49,39% 37,69%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 1,49X 2,43X 1,23X 1,33X 1,25X
Quick Ratio 1,49X 2,43X 1,23X 1,08X 1,11X
Cash Ratio 0,48X 1,52X 0,23X 0,54X 0,49X
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Assets Ratio 0,00X 0,01X 0,00X 0,00X 0,00X
Debt to Equity Ratio 0,00X 0,00X 0,00X 0,00X 0,00X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 96 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 98
Berdasarkan historis kinerja keuangan sebagai dasar analisis kemampuan bayar sampai saat
jatuh tempo perusahaan, perusahaan menunjukkan kinerja keuangan yang relatif baik dan
stabil meskipun dengan tingkat margin yang terbatas. Dari sisi profitabilitas, AEGIS mencatat
rata-rata Gross Profit Margin selama 5 tahun terakhir sebesar 1,01%, Operating Profit Margin
sebesar 0,86%, dan Net Profit Margin sebesar 0,72%, yang menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya masih berada pada tingkat
yang stabil cenderung membaik pada horizon 5 tahun terakhir. Selanjutnya, rata-rata Return on
Assets sebesar 11,47% dan Return on Equity sebesar 39,59% juga mencerminkan efektivitas
perusahaan dalam menghasilkan pengembalian atas aset dan modal yang dimiliki.
Dari sisi likuiditas, AEGIS memiliki rata-rata Current Ratio selama horizon 5 tahun terakhir
sebesar1,55 kali, Quick Ratio sebesar 1,47 kali, dan Cash Ratio sebesar 0,65 kali, yang
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya berada
pada tingkat yang memadai. Sementara itu, dari rasio solvabilitas Debt to Assets Ratio dan Debt
to Equity Ratio, diperoleh bahwa AEGIS memiliki utang berbunga yang tidak signifikan
dibandingkan total asset dan total ekuitas selama periode 2021–2025 sehingga kedua rasio
tersebut tercatat sebesar 0,00 kali. Hal ini menunjukkan bahwa secara historis perusahaan tidak
bergantung pada pendanaan berbasis utang berbunga dan memiliki struktur permodalan yang
didominasi oleh ekuitas, sehingga risiko keuangan dan risiko gagal bayar relatif rendah. Dengan
mempertimbangkan kondisi profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas tersebut, AEGIS dinilai
memiliki kemampuan keuangan yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok
dan bunga pinjaman sampai dengan jatuh tempo.
3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant
Analisis cash management dari Rencana Transaksi dapat dianalisis dari sumber pendanaan
pinjaman, besaran nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara kas Perseroan, dan rasio
kas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
Tabel 56. Analisis Cash Management Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Analisis Cash Management 31 Desember 2025
Kas dan Setara Kas PT United Tractors Tbk 26.570.772
Nilai Rencana Transaksi 151.038
Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas 0,57%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Tabel 57. Analisis Cash Ratio
Analisis Kas Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Selisih Perubahan
Cash Ratio 0,499329X 0,496616X -0,002713X
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Analisis cash management dengan menganalisis sumber pendanaan pinjaman dimana sumber
dana Rencana Transaksi menurut keterangan manajemen bersumber dari internal Perseroan.
Membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas per tanggal pendapat
kewajaran sebesar 0,57% memberikan informasi bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan
dampak signifikan terhadap posisi kas dan setara kas Perseroan.
Analisis cash management dengan proksi cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi
menunjukan selisih perubahan rasio sebesar negatif 0,0027 kali yang menggambarkan dampak
Halaman 97 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 99
Rencana Transaksi terhadap kemampuan Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban jangka
pendek menggunakan kas.
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman, tidak terdapat informasi mengenai ketentuan financial
covenant terkait pinjam-meminjam antara Perseroan dan AEGIS.
3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)
Analisis yield dibanding instrumen sejenis dilakukan dengan membandingkan yield dari Rencana
Transaksi pinjam-meminjam antara TTA yang merupakan Perusahaan terafiliasi dengan
Perseroan serta AEGIS dengan instrumen surat utang sejenis.
Tabel 58. Yield Intercompany Loan TTA & AEGIS
Yield Shareholder Loan TTA & AEGIS Keterangan
3M Term SOFR per 31 Desember 2025 3,65%
Margin 2,00%
Yield 5,65%
Sumber: Draf Perjanjian intercompany loan TTA & AEGIS
Berdasarkan draf perjanjian pinjam-meminjam antara TTA dan AEGIS, Tingkat suku bunga yang
dikenakan atas pinjaman yang diberikan adalah sebesar 3M Term SOFR + 2% Margin per
tahun. Merujuk pada besaran Term 3M Term SOFR per tanggal pendapat kewajaran sebesar
3,65% kemudian ditambah margin 2% maka suku bunga dari Rencana Transaksi berupa
pinjaman yang diberikan Perseroan kepada AEGIS adalah sebesar 5,65%.
Tabel 59. Obligasi Pemerintah
Maturity Tenor per Ask Mid
No Nama Issue Date Bid YTM
Date Cutoff YTM YTM
INDON 5.950%
1 08-Dec-15 08-Jan-46 20 5,36% 5,41% 5,39%
08Jan2046 Govt (USD)
INDON 3.700%
2 30-Oct-19 30-Oct-49 24 5,44% 5,49% 5,46%
30Oct2049 Govt (USD)
INDON 4.350%
3 11-Dec-17 11-Jan-48 22 5,35% 5,41% 5,38%
11Jan2048 Govt (USD)
INDON 4.750%
4 18-Jul-17 18-Jul-47 22 5,21% 5,26% 5,23%
18Jul2047 Govt (USD)
INDON 5.650%
5 11-Jan-23 11-Jan-53 27 5,50% 5,55% 5,53%
11Jan2053 Govt (USD)
INDON 4.850%
6 11-Jan-23 11-Jan-33 7 4,63% 4,69% 4,66%
11Jan2033 Govt (USD)
INDON 5.250%
7 08-Dec-16 08-Jan-47 21 5,23% 5,28% 5,26%
08Jan2047 Govt (USD)
INDON 3.500%
8 14-Jan-20 14-Feb-50 24 5,46% 5,52% 5,49%
14Feb2050 Govt (USD)
Average 5,27% 5,33% 5,30%
Sumber: Bondsupermart, diolah
Obligasi pemerintah digunakan sebagai acuan tingkat suku bunga bebas risiko dan digunakan
sebagai salah satu pembanding yield dari Rencana Transaksi. Diperoleh bahwa rata-rata yield
dari obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD Adalah sebesar 5,30% untuk tenor yang
beragam mulai dari 7 tahun hingga 27 tahun sejak tanggal pendapat kewajaran. Dalam rentan,
Halaman 98 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 100
yield obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD terdiri dari 4,66% untuk tenor 7 tahun pada
obligasi keluaran 2023 hingga sebesar 5,53% untuk obligasi dengan tenor 27 tahun keluaran
2023.
Dengan begitu yield pinjaman dari Rencana Transaksi antara TTA dan AEGIS sebesar 5,65% per
tanggal pendapat kewajaran berada pada rentan yield obligasi pemerintah Indonesia
denominasi USD. Dibandingkan dengan yield obligasi Indonesia denominasi USD dengan tenor
7 tahun ataupun dengan tenor tertinggi 27 tahun, yield pinjaman TTA dan AEGIS berada di atas
yield obligasi pemerintah yang merepresentasikan yield rencana pinjaman lebih tinggi dibanding
proksi instrument bebas risiko dalam dolar dengan tenor yang lebih lama.
Tabel 60. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan USD
Private National Commercial
No Bank Interest Rate - SEKI BI USD Denom State Banks
Banks Banks
1 Working Capital Loans 5,67% 5,15% 5,29%
2 Investment Loans 6,00% 5,88% 5,94%
3 Consumer Loans 6,27% 5,05% 6,12%
Sumber: SEKI BI - Desember 2025
Kredit perbankan di Indonesia dengan denominasi USD dapat digunakan sebagai acuan
perbandingan tingkat suku bunga instrumen sejenis. Pada data yang diperoleh, tingkat suku
bunga kredit bank di Indonesia dengan denominasi USD untuk kredit modal kerja berada pada
rentan 5,15% sampai 5,67%. Dengan begitu, yield pada Rencana Transaksi pinjam meminjam
antara TTA yang merupakan perusahaan terafilaisi dengan Perseroan dan AEGIS sebesar 5,65%
berada pada rentan tingkat suku bunga kredit perbankan Indonesia denominasi USD per
tanggal pendapat kewajaran.
Tabel 61. Tingkat Suku Bunga Simpanan
Tingkat Bunga Simpanan (USD) Bank Pemerintah Bank Swasta
Bank Persero
Per Desember 2025 Daerah Nasional
1 Bulan 3,91% 3,69% 3,38%
3 Bulan 3,99% 4,47% 3,89%
6 Bulan 3,70% 5,23% 3,99%
12 Bulan 3,06% 2,11% 3,94%
24 Bulan 1,30% 2,30% 3,27%
Rata-rata 3,19% 3,56% 3,69%
Sumber: SEKI Bank Indonesia
Selain obligasi pemerintah dan tingkat suku punga pinjaman, digunakan tingkat suku bunga
simpanan dalam USD sebagai proksi tingkat imbal hasil bebas risiko jangka pendek. Pada
analisis, yang digunakan adalah tingkat suku bunga deposito dalam USD pada Bank Persero,
Bank Pemerintah Daerah, dan Bank Swasta Nasional. Rata-rata tingkat suku bunga pinjaman
dengan rentan tenor 1 bulan hingga 12 bulan untuk masing-masing bank berkisar antara 3,19%
sampai 3,69%. Tingkat bunga yang dikenakan pada Rencana Transaksi antara TTA dan AEGIS
sebesar 5,65% berada di atas rentan rata-rata tingkat suku bunga simpanan dalam USD sebagai
representasi tingkat suku bunga bebas risiko dengan tenor jangka pendek.
3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)
Analisis nilai tambah dilakukan dengan membandingkan proyeksi keuangan sebelum Rencana
Transaksi dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Nilai tambah timbul dari selisih positif bagi
Halaman 99 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 101
perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan dibanding sebelum adanya Rencana
Transaksi.
Tabel 62. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan
(dalam juta Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan 2026 2027 2028 2029 2030
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas (68.095) (133.525) (118.496) (103.466) (88.437)
Piutang Usaha - - - - -
Persediaan - - - - -
Uang Muka - - - - -
Beban Dibayar Dimuka - - - - -
Aset Lancar Lainnya - - - - -
Jumlah Aset Lancar (68.095) (133.525) (118.496) (103.466) (88.437)
Aset Tidak Lancar
Piutang Kepada Pemegang Saham 69.615 141.311 132.547 123.783 115.019
Investasi Pada Saham 235 1.203 2.171 3.140 4.108
Aset Tetap - - - - -
Aset tambang - - - - -
Aset pajak tangguhan - - - - -
Biaya eksplorasi dan pengembangan - - - - -
Goodwill - - - - -
Aset tidak lancar lainnya - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 69.850 142.514 134.718 126.922 119.126
Jumlah Aset 1.755 8.989 16.222 23.456 30.690
Laporan Posisi Keuangan
Laibilitas Jangka Pendek
Utang usaha - - - - -
Beban Akrual - - - - -
Utang Pajak - - - - -
Liabilitas Jangka Pendek Lainnya - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek - - - - -
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Bagian Jangka Panjang Utang Bank - - - - -
Liabilitas Imbalan Kerja - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Jumlah Liabilitas - - - - -
Ekuitas Diatribusikan Kepada Pemilik 1.755 8.989 16.222 23.456 30.690
Kepentingan Non Pengendali - - - - -
Halaman 100 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 102
Laporan Posisi Keuangan 2026 2027 2028 2029 2030
Jumlah Ekuitas 1.755 8.989 16.222 23.456 30.690
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 1.755 8.989 16.222 23.456 30.690
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis inkremental atas laporan posisi keuangan Perseroan selama periode
proyeksi tahun 2026–2030, Rencana Transaksi menghasilkan perubahan terutama pada pos
kas setara kas, piutang pemegang saham, dan investasi pada saham pada bagian aset lancar.
Selain itu perubahan juga timbul pada pos Ekuitas yang diatribusikan pada pemilik pada bagian
ekuitas Perseroan.
Pada sisi aset lancar, terdapat penurunan kas dan setara kas pada masing-masing tahun
proyeksi yang mencerminkan penyaluran dana pinjaman kepada AEGIS. Namun demikian,
penurunan tersebut diimbangi oleh peningkatan pada pos piutang pada pemegang saham dan
investasi pada saham. Perubahan tersebut timbul akibat pencatatan pemberian pinjaman,
pencatatan timbulnya piutang atas pemberian pinjaman, investasi pada saham. Selisih
inkremental positif dicatatkan pada total aset selama masa proyeksi.
Sementara itu, pada pos ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terdapat
peningkatan masing-masing sebesar Rp1.755 juta, Rp8.989 juta, Rp16.222 juta, Rp23.456, dan
Rp30.690 juta selama periode proyeksi yang mencerminkan akumulasi manfaat ekonomi yang
diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi. Dengan demikian, meskipun Rencana Transaksi
menyebabkan penurunan kas akibat penyaluran fasilitas pinjaman kepada AEGIS. transaksi
tersebut menghasilkan nilai tambah berupa peningkatan ekuitas yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk selama periode proyeksi.
Tabel 63. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi
(dalam juta Rupiah)
Laporan Laba Rugi 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan - - - - -
Harga Pokok Penjualan - - - - -
Laba Kotor - - - - -
Beban Operasi - - - - -
Laba Operasi - - - - -
Laba/(Rugi) Kurs - - - - -
Bunga 1.949 8.033 8.033 8.033 8.033
Pendapatan/(Beban) Lain 235 968 968 968 968
Laba Sebelum Pajak 2.184 9.001 9.001 9.001 9.001
Pajak Penghasilan (429) (1.767) (1.767) (1.767) (1.767)
Laba Setelah Pajak 1.755 7.234 7.234 7.234 7.234
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis inkremental atas laporan laba rugi Perseroan selama periode proyeksi
tahun 2026–2030, Rencana Transaksi menghasilkan nilai tambah berupa peningkatan laba
sebelum pajak dan laba setelah pajak yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk akibat
pendapatan bunga masing-masing sebesar Rp1.949 juta pada tahun 2026, Rp8.033 juta pada
tahun 2027 sampai dengan 2030. Tidak terdapat perubahan pada pos pendapatan, harga
pokok penjualan, maupun beban operasional selama periode proyeksi setelah Rencana
Transaksi. Dengan demikian, Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi Perseroan
Halaman 101 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 103
berupa peningkatan laba setelah pajak secara kumulatif sebesar Rp30.690 juta selama periode
proyeksi tahun 2026–2030, yang selanjutnya berkontribusi terhadap peningkatan ekuitas yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana
3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi
Berdasarkan informasi Manajemen Perseroan, fasilitas pinjaman yang diberikan oleh TTA
kepada AEGIS akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan kegiatan
operasional perusahaan. Penyediaan fasilitas pinjaman tersebut diharapkan dapat memberikan
fleksibilitas pendanaan bagi AEGIS dalam menjalankan kegiatan usahanya, termasuk
mendukung transaksi perdagangan yang memerlukan dukungan modal kerja dalam jumlah
yang memadai. Dengan demikian, Rencana Transaksi diharapkan dapat mendukung
kelancaran operasional dan keberlangsungan kegiatan usaha AEGIS.
Selain tujuan penggunaan dana yang jelas, AEGIS juga menunjukkan kinerja keuangan yang
relatif baik selama periode historis 2021–2025. Hal ini tercermin dari kemampuan perusahaan
menghasilkan profitabilitas yang positif, tingkat likuiditas yang memadai dengan Current Ratio
dan Quick Ratio masing-masing sebesar 1,55 kali dan 1,47 kali, serta tingkat solvabilitas yang
masih terjaga dengan Debt to Equity Ratio sebesar 0,65 kali. Dengan mempertimbangkan tujuan
penggunaan dana, kondisi keuangan AEGIS, serta hubungan afiliasi antara TTA dan AEGIS
dalam kelompok usaha Perseroan, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kelayakan
investasi bagi TTA selaku pemberi pinjaman.
3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan informasi Manajemen Perseroan, fasilitas pinjaman akan digunakan oleh AEGIS
untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional perusahaan. Kemampuan pelunasan
pinjaman AEGIS dinilai memadai dengan mempertimbangkan historis kinerja keuangan
perusahaan selama periode 2021–2025. Berdasarkan analisis rasio keuangan, AEGIS
menunjukkan tingkat profitabilitas yang positif dengan rata-rata margin laba yang berada pada
kisaran 0,72% hingga 1,01%, serta tingkat pengembalian aset (Return on Assets) dan tingkat
pengembalian ekuitas (Return on Equity) masing-masing sebesar 11,47% dan 39,59%. Kondisi
tersebut menunjukkan bahwa AEGIS masih mampu menghasilkan laba dan menciptakan nilai
tambah dari kegiatan usahanya.
Dari aspek likuiditas dan solvabilitas, AEGIS memiliki rata-rata Current Ratio sebesar 1,55 kali
dan Quick Ratio sebesar 1,47 kali, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang dimiliki. Selain itu, Debt
to Equity Ratio tercatat sebesar 0,65 kali, yang mencerminkan struktur permodalan yang relatif
sehat dan tingkat leverage yang masih terjaga. Dengan mempertimbangkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba, kondisi likuiditas yang memadai, serta tingkat
solvabilitas yang relatif baik, maka AEGIS dinilai memiliki kemampuan yang cukup untuk
memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sesuai dengan ketentuan yang
diatur dalam Rencana Transaksi.
Halaman 102 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 104
3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh
Manajemen Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi
pelaksanaan maupun kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah
dianalisis sebelumnya. Dengan demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang
secara material berpotensi memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi
dimaksud.
Halaman 103 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 105
BAB IV
KESIMPULAN
4.1 Analisis Objek Rencana Transaksi
Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada
dokumen Rencana Transaksi yang disampaikan kepada Kami, besaran dana yang menjadi
objek dalam Rencana Transaksi adalah berupa fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok sebesar
USD9.000.000 (sembilan juta dolar amerika serikat) atau setara dengan Rp151.038.000.000
(seratus lima puluh satu miliar tiga puluh delapan juta rupiah) dengan asumsi nilai tukar mata
uang menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu
Rp16.782 per USD.
Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi memberikan dampak keuangan
yang relatif tidak material terhadap kondisi keuangan Perseroan secara keseluruhan. Dampak
utama yang timbul adalah penurunan kas dan setara kas serta peningkatan piutang non usaha
pihak berelasi sehubungan dengan pemberian pinjaman kepada AEGIS. Selain itu, Perseroan
memperoleh tambahan pendapatan bunga yang berdampak positif terhadap laba tahun
berjalan, meskipun sebagian diimbangi oleh pengakuan beban pajak penghasilan dan
penyesuaian atas bagian laba entitas asosiasi. Dengan mempertimbangkan besaran
penyesuaian yang terjadi dibandingkan dengan total aset, liabilitas, dan ekuitas Perseroan,
maka Rencana Transaksi dinilai tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kondisi
keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dilakukan untuk memberikan dukungan pendanaan kepada AEGIS dalam menjalankan
kegiatan operasional usahanya. Dana yang diperoleh AEGIS sebagai peminjam akan digunakan
sebagai sumber pembiayaan kebutuhan modal kerja, sehingga diharapkan dapat mendukung
kelancaran kegiatan operasional, menjaga fleksibilitas keuangan, serta menunjang
keberlangsungan dan pengembangan usaha AEGIS.
4.2 Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi tidak memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Hal ini tercermin dari perubahan rasio
likuiditas dan rasio solvabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi yang relatif tidak
material. Penurunan kas dan setara kas yang terjadi akibat pemberian pinjaman kepada AEGIS
diimbangi dengan peningkatan piutang non usaha pihak berelasi dalam jumlah yang setara,
sehingga tidak mengubah struktur keuangan Perseroan secara signifikan. Dengan demikian,
Rencana Transaksi dinilai tidak berdampak negatif terhadap kemampuan Perseroan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya serta tidak mengganggu
kelangsungan usaha Perseroan.
Halaman 104 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 106
4.3 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi
Berdasarkan hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan kepemilikan,
pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah TTA (selaku pemberi pinjaman) dan AEGIS
(selaku penerima pinjaman).
Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan memiliki hubungan afiliasi
yaitu:
• Ari Sutrisno selaku Direktur Perseroan dan juga menjabat sebagai Komisaris TTA.
• Hendra Hutahean selaku Direktur Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden Direktur
TTA.
Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepemilikan memiliki hubungan afiliasi yaitu:
• Perseroan memiliki kepemilikan saham secara langsung sebesar 27,27% pada TTA,
sedangkan sisanya sebesar 72,73% dimiliki Perseroan melalui oleh PAMA, yang juga
merupakan anak usaha Perseroan, sehingga TTA merupakan entitas yang dikendalikan oleh
Perseroan.
• TTA memiliki kepemilikan saham masing-masing sebesar 50,00% pada AEGIS.
• Mengingat Perseroan merupakan pemegang saham pengendali TTA dan TTA memiliki
kepemilikan pada AEGIS, maka hubungan antara Perseroan, TTA, AEGIS, merupakan
hubungan afiliasi berdasarkan kepemilikan saham secara langsung maupun tidak langsung
dalam kelompok usaha yang sama.
Oleh karena itu berdasarkan analisis hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan
kepemilikan, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK 42/2020.
Selanjutnya berdasarkan informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan
No.LUT/111/9960/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal Informasi atas Benturan Kepentingan
dalam transaksi afiliasi antara Perseroan, TTA dan AEGIS berupa rencana transaksi pinjam-
meminjam pemegang saham atau shareholder loan, bahwa Rencana Transaksi tidak
mengandung transaksi benturan kepentingan.
Selain itu, berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan
tercatat sebesar Rp103.136.323.000.000. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi sebesar
USD9.000.000 atau setara dengan Rp151.038.000.000 dengan asumsi nilai tukar mata uang
menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782
per USD, maka transaksi tersebut setara dengan 0,15% dari ekuitas Perseroan. Oleh karena itu,
transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana yang diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha ("POJK 17/2020").
4.4 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil penelaahan atas Perjanjian Baru antara TTA dan AEGIS, diketahui bahwa
perjanjian telah memuat ketentuan pokok terkait fasilitas pinjaman berjangka dengan jumlah
maksimum sebesar USD9.000.000, periode ketersediaan fasilitas hingga 30 Juni 2031, serta
tingkat suku bunga berupa Term SOFR + 2% per tahun. Selain itu, perjanjian juga mengatur
mengenai jangka waktu pinjaman, mekanisme pembayaran kembali, hak dan kewajiban para
pihak, ketentuan wanprestasi, serta ketentuan hukum lainnya yang lazim dalam transaksi
pinjam-meminjam. Secara umum, ketentuan dalam perjanjian telah memberikan kejelasan
Halaman 105 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 107
mengenai pelaksanaan Rencana Transaksi dan dapat menjadi dasar hukum yang memadai bagi
para pihak dalam melaksanakan transaksi tersebut.
4.5 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang dilakukan, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan
terhadap likuiditas Perseroan, yang tercermin dari rasio Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash
Ratio sebelum dan setelah transaksi yang relatif tidak mengalami perubahan material. Kondisi
tersebut disebabkan nilai Rencana Transaksi relatif kecil dibandingkan total kas dan setara kas
Perseroan per tanggal pendapat kewajaran. Selain itu, kemampuan AEGIS dalam melunasi
pinjaman saat jatuh tempo dinilai memadai, yang tercermin dari tingkat likuiditas AEGIS yang
berada di atas 1 kali selama periode historis, tingkat solvabilitas yang sangat rendah dengan
Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio yang mendekati 0 kali, serta posisi kas dan setara
kas AEGIS sebesar USD12.517.756 yang mampu menyerap seluruh nilai pokok pinjaman
sebesar USD9.000.000. Dengan demikian, AEGIS dinilai memiliki kemampuan yang cukup
untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sampai dengan jatuh
tempo.
4.6 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi memberikan manfaat berupa
dukungan pendanaan kepada AEGIS sehingga perusahaan memiliki fleksibilitas yang lebih
besar dalam memenuhi kebutuhan modal kerja dan menjalankan kegiatan usahanya, termasuk
melakukan transaksi usaha dengan nilai yang melebihi modal disetor. Dengan tersedianya
fasilitas pinjaman tersebut, AEGIS diharapkan dapat menjaga kelancaran operasional dan
mendukung pengembangan kegiatan usahanya. Di sisi lain, Rencana Transaksi memiliki risiko
berupa potensi keterlambatan atau ketidakmampuan AEGIS dalam melakukan pembayaran
kembali pinjaman apabila pelanggan tidak melakukan pembayaran atas transaksi yang telah
dilakukan, yang dapat mempengaruhi arus kas dan likuiditas perusahaan. Namun demikian,
risiko tersebut dinilai masih dapat dikelola mengingat AEGIS merupakan entitas yang berada
dalam kelompok usaha Perseroan sehingga pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan
transaksi dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.
4.7 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis kualitatif yang telah dilakukan, Rencana Transaksi dinilai memiliki dasar
bisnis yang jelas dan mendukung kebutuhan modal kerja serta kegiatan operasional AEGIS.
Rencana Transaksi juga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan,
leverage, maupun likuiditas Perseroan, mengingat nilai transaksi relatif kecil dibandingkan
dengan aset dan kas yang dimiliki Perseroan. Selain itu, AEGIS menunjukkan tingkat likuiditas
dan solvabilitas yang memadai serta memiliki posisi kas yang mampu mendukung pelunasan
pinjaman pada saat jatuh tempo. Meskipun terdapat risiko keterlambatan atau kegagalan
pembayaran apabila AEGIS tidak menerima pembayaran dari pelanggan, risiko tersebut dinilai
masih dapat dikelola dalam batas yang wajar dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi
para pihak, kondisi keuangan AEGIS, serta mekanisme pengawasan dalam kelompok usaha
Perseroan. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kualitatif.
4.8 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup dampak keuangan Rencana Transaksi terhadap
Perseroan, pengaruh terhadap rasio keuangan, kemampuan pelunasan pinjaman oleh AEGIS,
Halaman 106 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 108
serta analisis kelayakan penggunaan dana, Rencana Transaksi menunjukkan kondisi keuangan
yang tetap sehat dan stabil. Perubahan rasio likuiditas dan solvabilitas Perseroan sebelum dan
setelah transaksi relatif tidak signifikan, yang menunjukkan bahwa pemberian pinjaman kepada
AEGIS tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan. Selain itu,
kemampuan AEGIS dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman
dinilai memadai yang didukung oleh tingkat profitabilitas yang positif, likuiditas yang baik,
struktur permodalan yang sehat, serta posisi kas dan setara kas yang memadai dibandingkan
nilai fasilitas pinjaman. Di sisi lain, Rencana Transaksi juga memberikan manfaat ekonomi bagi
kelompok usaha melalui dukungan pendanaan kepada AEGIS untuk memenuhi kebutuhan
modal kerja dan menjalankan kegiatan operasionalnya. Dengan demikian, secara kuantitatif
Rencana Transaksi dinilai masih berada dalam kapasitas keuangan Perseroan dan layak untuk
dilaksanakan.
4.9 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi
Analisis Kelayakan Investasi
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kelayakan
investasi. Fasilitas pinjaman yang diberikan oleh TTA kepada AEGIS akan digunakan untuk
mendukung kebutuhan modal kerja dan kegiatan operasional perusahaan. Selain itu, AEGIS
menunjukkan kondisi keuangan yang memadai dengan tingkat profitabilitas yang positif,
likuiditas yang baik, serta tingkat solvabilitas yang terjaga. Dengan demikian, risiko atas
pemberian pinjaman dinilai masih dapat dikelola dalam batas yang wajar.
Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan historis kinerja keuangan, tingkat profitabilitas yang positif, kondisi likuiditas yang
memadai, serta tingkat solvabilitas yang relatif terjaga, AEGIS dinilai memiliki kemampuan yang
memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sampai dengan
jatuh tempo. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai layak dari sisi kemampuan pelunasan
utang oleh AEGIS selaku penerima pinjaman.
Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan hasil penelaahan atas dokumen dan informasi yang diperoleh dari Manajemen
Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan dan bersifat material yang dapat
memengaruhi pelaksanaan maupun kewajaran Rencana Transaksi. Dengan demikian, analisis
kewajaran telah mencakup seluruh faktor utama yang diperlukan dalam penilaian atas Rencana
Transaksi.
4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi
yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta
faktor-faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa transaksi afiliasi antara Perseroan, TTA,
dan AEGIS. berupa rencana transaksi pinjam-meminjam pemegang saham atau shareholder
loan adalah wajar.
Halaman 107 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 109
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses analisis pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi yang dibuat
oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan opini akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari pemberi
tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan objek pendapat kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek opini kewajaran atas objek pendapat kewajaran, diluar dari aspek
perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai
dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini
semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda
tangan penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 108 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 110
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar
sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek pendapat kewajaran.
4. Imbalan Jasa pendapat kewajaran tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang
dilaporkan.
5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
kewajaran.
8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak manajemen perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat
kewajaran.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi
tidak lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
tanggal pendapat kewajaran (cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
laporan pendapat kewajaran.
14. Opini kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pendapat kewajaran profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah
diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 109 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 111
Page 112
LAMPIRAN-LAMPIRAN Halaman 111 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 113
Halaman 112 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 114
Halaman 113 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 115
Halaman 114 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 116
Halaman 115 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 117
Halaman 116 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 118
Halaman 117 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 119
Halaman 118 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 120
Halaman 119 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 121
Halaman 120 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 122
Halaman 121 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 123
Halaman 122 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 124
Names mentioned 96 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2 ×5
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2 ×4
unresolved
org
KJPP FDI
p.2 ×31
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×11
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.11 ×2
unresolved
person
Yudistira
p.11
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.14 ×3
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.14 ×3
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.14 ×4
unresolved
person
Jose Dima Satria
· Notaris
p.14 ×15
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.14 ×9
unresolved
person
Lok Budianto
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C- Halaman
p.15
unresolved
person
Sutjipto
· Notaris
p.16
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.16 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak
p.16
unresolved
org
KPMG LLP
p.16 ×6
unresolved
org
Private Company Limited
p.17 ×4
unresolved
org
Constitution Aegis Energy Trading Pte. Ltd.
p.17 ×2
unresolved
—
Rendih
· Section Head Corporate Treasury
p.17
unresolved
org
PT United Tractors. Anggaran Dasar
p.25
unresolved
org
Carriage Ltd.
p.25 ×4
unresolved
org
Jardine Matheson Holdings Ltd.
p.25 ×2
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.26 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Darmawan Tjoa
· Notaris
p.27 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.27 ×2
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara II
p.27 ×2
unresolved
org
Sumitomo Corporation
p.29 ×4
unresolved
person
Tjondro
· Komisaris
p.30
unresolved
person
Laksana Kesuma
· Direktur
p.30
unresolved
—
Chinthya Theresa
p.30
unresolved
—
Arianto Sasono
p.30
unresolved
—
Efredi Yudianto
p.30
unresolved
—
Okagi Tetsuya
p.30
unresolved
—
Ignatius Stanley
p.31
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara TTA
p.31
unresolved
org
PT Tuah Turangga Agung AEGIS
p.31
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.35
unresolved
org
Pusat Statistik
p.37
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.40 ×7
unresolved
org
Pte Ltd.
p.47
unresolved
org
PT Kalimantan Prima Persada
p.48
unresolved
org
PT Sumbawa
p.49
unresolved
org
PT Stargate Pacific Resources
p.49
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.52
unresolved
org
Megah Tbk
p.52
unresolved
—
Cutoff
p.99
unresolved
org
Bank Swasta Bank Persero Per
p.100
unresolved
org
Bank Swasta Nasional. Rata-rata
p.100
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.109
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
19503 ms
12 Sep 2026 21:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20'}