Skip to content
Back to announcement

20260702_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_32107623_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 124

Page 1

          
Page 2
                  Kantor Jasa Penilai Publik
                                                                                                                The Manhattan Square
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                  Property, Business Valuation & Advisory                                           Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                  Licence No. 2.22.0176                                                             E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                  KMK 460/KM.1/2022                                                                    Website: www.fdipartners.co.id
                  Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia                                                           Phone (62 21) 27875911



                                                                                              Jakarta, 29 Juni 2026

Kepada Yth.:
PT United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi Km 22,
Cakung, Jakarta Timur 13910

No. Laporan     : 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Hal             : Laporan Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TBK

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.026/FDI/PB-FO/IV/2026 tanggal 22 April 2026
dan Addendum No.026/FDI/PB-ADD/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026, Kami KJPP Ferdinand, Danar,
Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT United
Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi
afiliasi antara PT Tuah Turangga Agung (selanjutnya disebut “TTA”) pada Aegis Energy Trading Pte. Ltd
(selanjutnya disebut “AEGIS”) berupa pinjaman pemegang saham atau shareholder loan (“Rencana
Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

Maksud pendapat kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi antara
Perseroan melalui TTA pada AEGIS berupa rencana transaksi pinjam-meminjam pemegang saham
atau shareholder loan, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.
Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK
42/2020”).

Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari
luar maupun profesi lainnya.

Berdasarkan hasil analisis, Rencana Transaksi tersebut mengandung transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai transaksi di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan per
31 Desember 2025 hal tersebut tercermin dari nilai materialitas transaksi sebesar 0,15%, serta Rencana
Transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan sesuai dengan surat pernyataan
No.LUT/111/9960/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal informasi tidak adanya benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi.

Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
(“POJK 35/2020”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor




                               Kantor
                             Kantor    Pusat
                                    Pusat           dandan
                                             (Properti
                                          (Properti        Bisnis);
                                                        Bisnis);    Kantor
                                                                 Kantor    Cabang
                                                                        Cabang    Semarang
                                                                               Semarang    (Properti)
                                                                                        (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17/2020”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
 Bisnis di Pasar Modal.

 Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis Rencana
 Transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas
 Rencana Transaksi, dan (5) Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi.

 Kesimpulan Hasil Pendapat Kewajaran

 Analisis Objek Rencana Transaksi

 Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada dokumen
 Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi berupa pemberian fasilitas pinjaman
 sebesar USD9.000.000 atau setara dengan Rp151.038.000.000 dengan menggunakan asumsi kurs
 tengah transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025 sebesar Rp16.782 per USD dinilai memiliki
 tujuan yang jelas dan didasarkan pada pertimbangan bisnis yang wajar, yaitu untuk mendukung
 kebutuhan modal kerja dan kegiatan operasional AEGIS. Dari sisi keuangan, Rencana Transaksi tidak
 memberikan dampak yang material terhadap kondisi keuangan Perseroan, yang tercermin dari
 perubahan yang tidak signifikan pada aset, liabilitas, ekuitas, maupun kinerja keuangan Perseroan
 secara keseluruhan. Selain itu, pemberian pinjaman tersebut berpotensi memberikan tambahan
 pendapatan bunga bagi Perseroan sekaligus mendukung kelancaran operasional AEGIS sebagai
 entitas dalam kelompok usaha Perseroan. Dengan demikian, besaran dana, dampak keuangan, dan
 pertimbangan bisnis yang mendasari Rencana Transaksi dinilai memadai dan sejalan dengan
 kepentingan usaha Perseroan.

 Selanjutnya berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi tidak memberikan pengaruh
 yang signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Hal ini tercermin dari perubahan rasio likuiditas
 dan rasio solvabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi yang relatif tidak material. Penurunan
 kas dan setara kas yang terjadi akibat pemberian pinjaman kepada AEGIS diimbangi dengan
 peningkatan piutang non usaha pihak berelasi dalam jumlah yang setara, sehingga tidak mengubah
 struktur keuangan Perseroan secara signifikan. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai tidak
 berdampak negatif terhadap kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek
 maupun jangka panjangnya serta tidak mengganggu kelangsungan usaha Perseroan.

 Berdasarkan hasil identifikasi hubungan kepengurusan dan kepemilikan para pihak, diketahui bahwa
 TTA dan AEGIS memiliki hubungan afiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui
 Perseroan. Hubungan afiliasi tersebut tercermin dari adanya kesamaan pengurus pada Perseroan dan
 TTA, yaitu Ari Sutrisno yang menjabat sebagai Direktur Perseroan sekaligus Komisaris TTA serta Hendra
 Hutahean yang menjabat sebagai Direktur Perseroan sekaligus Direktur TTA. Selain itu, hubungan
 afiliasi juga tercermin dari struktur kepemilikan dimana Perseroan merupakan pemegang saham
 pengendali TTA dengan kepemilikan sebesar 72,73%, dan TTA memiliki kepemilikan sebesar 50,00%
 pada AEGIS. Dengan demikian, Rencana Transaksi pinjam-meminjam dana antara TTA dan AEGIS
 merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020.

 Selanjutnya berdasarkan hasil penelaahan atas Perjanjian Baru antara TTA dan AEGIS, diketahui
 bahwa perjanjian telah memuat ketentuan pokok terkait fasilitas pinjaman berjangka dengan jumlah
 maksimum sebesar USD9.000.000, periode ketersediaan fasilitas hingga 30 Juni 2031, serta tingkat
 suku bunga berupa Term SOFR + 2% per tahun. Selain itu, perjanjian juga mengatur mengenai jangka
 waktu pinjaman, mekanisme pembayaran kembali, hak dan kewajiban para pihak, ketentuan
 wanprestasi, serta ketentuan hukum lainnya yang lazim dalam transaksi pinjam-meminjam. Secara
 umum, ketentuan dalam perjanjian telah memberikan kejelasan mengenai pelaksanaan Rencana



Halaman 2                                                    00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 4
 Transaksi dan dapat menjadi dasar hukum yang memadai bagi para pihak dalam melaksanakan
 transaksi tersebut.

 Berdasarkan analisis yang dilakukan, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan
 terhadap likuiditas Perseroan, yang tercermin dari rasio Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio
 sebelum dan setelah transaksi yang relatif tidak mengalami perubahan material. Kondisi tersebut
 disebabkan nilai Rencana Transaksi relatif kecil dibandingkan total kas dan setara kas Perseroan per
 tanggal pendapat kewajaran. Selain itu, kemampuan AEGIS dalam melunasi pinjaman saat jatuh
 tempo dinilai memadai, yang tercermin dari tingkat likuiditas AEGIS yang berada di atas 1 kali selama
 periode historis, tingkat solvabilitas yang sangat rendah dengan Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity
 Ratio yang mendekati 0 kali, serta posisi kas dan setara kas AEGIS sebesar USD12.517.756 yang
 mampu menyerap seluruh nilai pokok pinjaman sebesar USD9.000.000. Dengan demikian, AEGIS
 dinilai memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga
 pinjaman sampai dengan jatuh tempo.

 Kemudian berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi memberikan manfaat berupa
 dukungan pendanaan kepada AEGIS sehingga perusahaan memiliki fleksibilitas yang lebih besar
 dalam memenuhi kebutuhan modal kerja dan menjalankan kegiatan usahanya, termasuk melakukan
 transaksi usaha dengan nilai yang melebihi modal disetor. Dengan tersedianya fasilitas pinjaman
 tersebut, AEGIS diharapkan dapat menjaga kelancaran operasional dan mendukung pengembangan
 kegiatan usahanya. Di sisi lain, Rencana Transaksi memiliki risiko berupa potensi keterlambatan atau
 ketidakmampuan AEGIS dalam melakukan pembayaran kembali pinjaman apabila pelanggan tidak
 melakukan pembayaran atas transaksi yang telah dilakukan, yang dapat mempengaruhi arus kas dan
 likuiditas perusahaan. Namun demikian, risiko tersebut dinilai masih dapat dikelola mengingat AEGIS
 merupakan entitas yang berada dalam kelompok usaha Perseroan sehingga pengawasan dan
 pengendalian atas pelaksanaan transaksi dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.

 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

 Berdasarkan analisis kualitatif yang telah dilakukan, Rencana Transaksi dinilai memiliki dasar bisnis
 yang jelas dan mendukung kebutuhan modal kerja serta kegiatan operasional AEGIS. Rencana
 Transaksi juga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan, leverage,
 maupun likuiditas Perseroan, mengingat nilai transaksi relatif kecil dibandingkan dengan aset dan kas
 yang dimiliki Perseroan. Selain itu, AEGIS menunjukkan tingkat likuiditas dan solvabilitas yang
 memadai serta memiliki posisi kas yang mampu mendukung pelunasan pinjaman pada saat jatuh
 tempo. Meskipun terdapat risiko keterlambatan atau kegagalan pembayaran apabila AEGIS tidak
 menerima pembayaran dari pelanggan, risiko tersebut dinilai masih dapat dikelola dalam batas yang
 wajar dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi para pihak, kondisi keuangan AEGIS, serta
 mekanisme pengawasan dalam kelompok usaha Perseroan. Dengan demikian, Rencana Transaksi
 dinilai layak dari aspek kualitatif.

 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

 Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup dampak keuangan Rencana Transaksi terhadap
 Perseroan, pengaruh terhadap rasio keuangan, kemampuan pelunasan pinjaman oleh AEGIS, serta
 analisis kelayakan penggunaan dana, Rencana Transaksi menunjukkan kondisi keuangan yang tetap
 sehat dan stabil. Perubahan rasio likuiditas dan solvabilitas Perseroan sebelum dan setelah transaksi
 relatif tidak signifikan, yang menunjukkan bahwa pemberian pinjaman kepada AEGIS tidak
 memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan. Selain itu, kemampuan AEGIS
 dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman dinilai memadai yang didukung
 oleh tingkat profitabilitas yang positif, likuiditas yang baik, struktur permodalan yang sehat, serta posisi


Halaman 3                                                      00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 5

          
Page 6
                                                              DAFTAR ISI



 SURAT PENGANTAR .................................................................................................................... 1
 DAFTAR ISI ............................................................................................................................ 5
 DAFTAR TABEL ....................................................................................................................... 7
 DAFTAR GRAFIK..................................................................................................................... 9
 BAB I    ............................................................................................................................. 10
 PENDAHULUAN....................................................................................................................10
   1.1    Uraian Mengenai Penugasan ....................................................................................... 10
   1.2    Identitas Status Penilai ................................................................................................. 10
   1.3    Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................... 10
   1.4    Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................ 10
   1.5    Objek Pendapat Kewajaran ......................................................................................... 11
   1.6    Jenis Mata Uang Yang Digunakan ............................................................................... 11
   1.7    Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ..................................................................... 11
   1.8    Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat
          Kewajaran .................................................................................................................. 11
   1.9    Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................................ 11
   1.10 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 12
   1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 16
   1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 16
   1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 16
   1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 16
   1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 17
   1.16 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 17
   1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 17
 BAB II   ............................................................................................................................. 19
 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI .....................................................................................19
   2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 19
   2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ................................................................ 19
   2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi .................................................................. 19
   2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi .............................................. 23
   2.2. Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................... 23
   2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ...................................... 23
   2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak yang Bertransaksi ........................................................... 24
   2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi.............................................................. 32
   2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 32
   2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi ................................................................. 33
 BAB III  ............................................................................................................................. 34
 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ........................................ 34
   3.1    Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi...................................................................... 34
   3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan ........................................................................................... 34
   3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 36
   3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 46
   3.1.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi .............................................................. 49
   3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 49
   3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 50
   3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 52
   3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 53
   3.2    Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................... 54
   3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 54
   3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Penjualan ................................................................................. 81
   3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 85
   3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 92
   3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 96
   3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 97
   3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 98

Halaman 5                                                                      00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 7
   3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ............................................................................. 99
   3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana ........................................................................ 102
   3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ....................................................................................... 102
   3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang .......................................................................... 102
   3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ....................................................................... 103
 BAB IV ........................................................................................................................... 104
 KESIMPULAN ...................................................................................................................... 104
   4.1   Analisis Objek Rencana Transaksi .............................................................................. 104
   4.2   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi .................................................................. 104
   4.3   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ..................................... 105
   4.4   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ............ 105
   4.5   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi .......................................................................... 106
   4.6   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi ................................................... 106
   4.7   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi.................................................................... 106
   4.8   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................................. 106
   4.9   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi ....................... 107
   4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi ................................................................... 107
 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ......................................................................... 108
 PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................................... 109
 LAMPIRAN-LAMPIRAN .......................................................................................................... 111




Halaman 6                                                                     00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 8
                                                          DAFTAR TABEL



 Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .............................................................................. 11
 Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan ..................................................................... 12
 Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan TTA .............................................................................. 14
 Tabel 4. Keterangan Laporan Keuangan AEGIS ........................................................................... 15
 Tabel 5. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai ......................................................... 16
 Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ..... 19
 Tabel 7. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ..... 22
 Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas ................... 23
 Tabel 9. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas ................ 23
 Tabel 10. Struktur Pemegang Saham Perseroan .......................................................................... 25
 Tabel 11. Struktur Pemegang Saham TTA ................................................................................... 27
 Tabel 12. Struktur Pemegang Saham Perseroan .......................................................................... 28
 Tabel 13. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ..................................... 29
 Tabel 14. Materialitas Rencana Nilai Transaksi terhadap Ekuitas Perseroan ................................... 31
 Tabel 15. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi ................................................ 32
 Tabel 16. Struktur Pemegang Saham Perseroan .......................................................................... 35
 Tabel 17. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................. 39
 Tabel 18. Mesin Konstruksi ........................................................................................................ 46
 Tabel 19. Kontraktor Penambangan ........................................................................................... 47
 Tabel 20. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi ............................................................... 48
 Tabel 21. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya ............................................................................... 48
 Tabel 22. Leverage Perseroan – Historis ...................................................................................... 50
 Tabel 23. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ...................................... 51
 Tabel 24. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ......................................................................... 51
 Tabel 25. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding .............................................................. 51
 Tabel 26. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding .............................................................. 52
 Tabel 27. Rasio Likuiditas Perseroan ........................................................................................... 52
 Tabel 28. Rasio Likuiditas AEGIS ................................................................................................ 53
 Tabel 29. Rasio Solvabilitas AEGIS .............................................................................................. 53
 Tabel 30. Analisis Cash Management Perseroan .......................................................................... 53
 Tabel 31. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025..... 54
 Tabel 32. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ............ 59
 Tabel 33. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .............. 61
 Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) .................................... 64
 Tabel 35. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................. 65
 Tabel 36. Laporan Posisi Keuangan TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025............ 66
 Tabel 37. Laporan Laba Rugi TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ..................... 69
 Tabel 38. Laporan Arus Kas TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ....................... 71
 Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) .................................... 73
 Tabel 40. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................. 74
 Tabel 41. Laporan Posisi Keuangan AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ........ 75
 Tabel 42. Laporan Laba Rugi AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................. 77
 Tabel 43. Laporan Arus Kas AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................... 79
 Tabel 44. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) .................................... 80
 Tabel 45. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................. 81
 Tabel 46. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ................. 81
 Tabel 47. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi .......................... 83
 Tabel 48. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi ................... 83
 Tabel 49. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi ............................ 85
 Tabel 50. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) ........................................................ 85
 Tabel 51. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) ........................................................ 88
 Tabel 52. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) ........................................................ 90
 Tabel 53. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 93
 Tabel 54. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 95
 Tabel 55. Analisis Kemampuan Bayar Sampai Jatuh Tempo – Rasio Keuangan AEGIS.................... 96

Halaman 7                                                                     00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 9
 Tabel 56. Analisis Cash Management Perseroan .......................................................................... 97
 Tabel 57. Analisis Cash Ratio ..................................................................................................... 97
 Tabel 58. Yield Intercompany Loan TTA & AEGIS ......................................................................... 98
 Tabel 59. Obligasi Pemerintah ................................................................................................... 98
 Tabel 60. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan USD .......................................... 99
 Tabel 61. Tingkat Suku Bunga Simpanan .................................................................................... 99
 Tabel 62. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan .................................. 100
 Tabel 63. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi ........................................... 101




Halaman 8                                                                     00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 10
                                                   DAFTAR GRAFIK



 Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan .................................... 30
 Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)....................................... 36
 Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025 ......... 37
 Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ............................................................... 37
 Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ..................................................... 38
 Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025 ........................................................... 38
 Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) .................................................... 39
 Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ................................................. 40
 Grafik 9. Produksi Mineral dan Batu Bara tahun 2023 – 2024..................................................... 40
 Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024 ............................................... 41
 Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia ............................................... 41
 Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batu Bara Acuan Indonesia ................................... 42
 Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025 ................................................... 42
 Grafik 14. Nilai Ekspor Batu Bara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025 .................................... 43
 Grafik 15. Nilai Ekspor Batu Bara Indonesia ke Singapura Tahun 2021 – 2025 ............................ 43
 Grafik 16. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan ........................................................ 44
 Grafik 17. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batu Bara Global ................ 45
 Grafik 18. Perkembangan Permintaan Emas dan Batu Bara Tahun 2020 - 2024 .......................... 45




Halaman 9                                                            00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 11
                                               BAB I
                                           PENDAHULUAN



 1.1   Uraian Mengenai Penugasan

       Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.026/FDI/PB-FO/IV/2026 tanggal 22 April
       2026 dan Addendum No.026/FDI/PB-ADD/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026, Kami KJPP
       Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
       penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan
       pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Tuah Turangga Agung (selanjutnya disebut
       “TTA”) pada Aegis Energy Trading Pte. Ltd (selanjutnya disebut “AEGIS”) berupa pinjaman
       pemegang saham atau shareholder loan (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna
       memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

 1.2   Identitas Status Penilai

       Penilaian ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R), selaku Penilai
       Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang objektif dan tidak memihak, sesuai
       KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud. KJPP
       Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang
       Izin Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
       mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:

       •     Rekan, Danar Wihandoyo, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
             dengan Izin No. B-1.09.00213 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Beliau adalah
             anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
       •     Penugasan pendapat kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan
             material atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian
             dan/ atau pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan
             tidak memihak.
       •     Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
             tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
             pendapat kewajaran ini.

 1.3   Identitas Pemberi Tugas

       Nama Pemberi Tugas                : PT United Tractors Tbk
       Alamat                            : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
       Bidang Usaha                      : Perdagangan Umum
       No. Telepon/Fax                   : +62 21 2457 9999
       Alamat Email                      : Yudistira@unitedtractors.com
       Penanggung Jawab                  : Bapak Yudistira
       Jabatan                           : Corporate Finance & Accounting Division Head

 1.4   Identitas Pengguna Laporan

       Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.




Halaman 10                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 12
 1.5   Objek Pendapat Kewajaran

       Objek pendapat kewajaran dalam hal ini adalah rencana pendapat kewajaran atas Rencana
       Transaksi.

 1.6   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

       Rencana Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Dolar Amerika
       Serikat (”USD”).

 1.7   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

       Maksud pendapat kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
       Transaksi, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

       Tujuan pendapat kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan OJK Nomor
       42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK
       42/2020”).

       Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
       digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
       dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
       menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

 1.8   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran

       Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, dimana batas tersebut
       diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

       Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
       dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), masa berlaku laporan
       pendapat kewajaran adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran
       (cut off date) dalam laporan pendapat kewajaran.

       Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
       kewajaran ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off
       date) dalam laporan pendapat kewajaran.

 1.9   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

       Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK 35/2020 dan
       SEOJK 17/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
       Modal (“SEOJK 17/2020”). Dengan demikian, ruang lingkup pendapat kewajaran didasarkan
       pada analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, yang meliputi:

       Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
                 Aspek                                     Ketentuan Utama
                                 - Besaran dana dari objek Rencana Transaksi
        Analisis Objek Rencana
                                 - Dampak keuangan Rencana Transaksi
        Transaksi
                                 - Pertimbangan bisnis manajemen atas Rencana Transaksi



Halaman 11                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 13
                  Aspek                                               Ketentuan Utama
                                      - Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
                                      - Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
       Analisis Rencana
                                      - Analisis perjanjian & syarat Rencana Transaksi
       Transaksi
                                      - Analisis likuiditas Rencana Transaksi
                                      - Analisis manfaat & risiko Rencana Transaksi
                                      - Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
                                      - Analisis industri & bisnis
                                      - Analisis operasional & prospek perusahaan
                                      - Alasan dan latar belakang Rencana Transaksi
       Analisis Kualitatif
                                      - Keuntungan & kerugian kualitatif
                                      - Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
                                      - Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
                                      - Dampak jika proyek dibiayai gagal
                                      - Kinerja historis & proyeksi keuangan
                                      - Analisis rasio keuangan
                                      - Proforma Laporan Keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi
                                      - Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
       Analisis Kuantitatif
                                      - Analisis cash management dan financial covenant
                                      - Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
                                      - Incremental analysis (nilai tambah)
                                      - Sensitivity analysis (jika perlu)
                                      - Analisis kelayakan investasi;
       Analisis Kelayakan
                                      - Analisis kelayakan pelunasan utang
       Penggunaan Dana
                                      - Analisis atas faktor lain yang relevan
       Kesimpulan                     - Opini Kewajaran Rencana Transaksi
      Sumber: SEOJK Nomor 17/ 2020 Bab IV


 1.10 Sumber Data dan Informasi

      Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Perseroan
      adalah sebagai berikut:

      a. Perseroan

         Laporan Keuangan

         Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan
                                                                                                  Tanggal
             No    Periode    Ket            KAP & AP                       Nomor Laporan                    Opini
                                                                                                  Laporan
                                           KAP: Rintis,
                     31                 Jumadi, Rianto &                                            26
                                                                00190/2.1457/AU.1/05/0241-
             1    Desember    Audit           Rekan                                               Februari   Wajar
                                                                        3/1/II/2026
                    2025                 AP: Yanto, S.E.,                                          2026
                                        AK., M.Ak., CPA
                                           KAP: Rintis,
                     31                 Jumadi, Rianto &                                            26
                                                                00180/2.1457/AU.1/05/0241-
             2    Desember    Audit           Rekan                                               Februari   Wajar
                                                                        2/1/II/2025
                    2024                 AP: Yanto, S.E.,                                          2025
                                        AK., M.Ak., CPA


Halaman 12                                                           00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 14
                                                                                      Tanggal
             No     Periode    Ket        KAP & AP             Nomor Laporan                     Opini
                                                                                      Laporan
                                    KAP: Tanudiredja,
                      31            Wibisana, Rintis &                                  23
                                                         00190/2.1025/AU.1/05/0241-
           3       Desember Audit         Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                   2/1/II/2024
                     2023            AP: Yanto, S.E.,                                  2024
                                       M.Ak., CPA
                                    KAP: Tanudiredja,
                   31               Wibisana, Rintis &                                  23
                                                         00177/2.1025/AU.1/05/0239-
           4    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                   3/1/II/2023
                  2022              AP: Lok Budianto,                                  2023
                                      S.E., Ak., CPA
                                    KAP: Tanudiredja,
                   31               Wibisana, Rintis &                                  21
                                                         00121/2.1025/AU.1/05/0239-
           5    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                   2/1/II/2022
                  2021              AP: Lok Budianto,                                  2022
                                      S.E., Ak., CPA
                                    KAP: Tanudiredja,
                   31               Wibisana, Rintis &                                  19
                                                         00157/2.1025/AU.1/05/0239-
           6    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                   1/1/II/2021
                  2020              AP: Lok Budianto,                                  2021
                                      S.E., Ak., CPA
         Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


         Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan

         1.       Proyeksi Penjualan Perseroan Periode 30 April 2026 – 31 Maret 2027 dalam format MS.
                  Excel, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
         2.       Proforma Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 (sebelum dan setelah) adanya
                  transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.

         Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - Perseroan

         1.       Akta Pendirian No. 69 tanggal 13 Oktober 1972, dibuat di hadapan Djojo Muljadi, S.H.
                  Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
                  Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam
                  Lembaran Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973;
         2.       Akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H.,
                  M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris,
                  yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik
                  Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-0238092;
         3.       Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H.,
                  M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
                  yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari
                  Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.
                  AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025; dan
         4.       Akta sebagaimana tercantum dalam bab Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
                  (Subsequent Event).

         Legalitas Perusahaan - Perseroan

         1.       Surat Izin Lokasi, tanggal 07 September 2018.
         2.       Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.

Halaman 13                                                  00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 15
         3.       Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. 09.04.1.46.00794, tanggal 31 Mei
                  2011.
         4.       Nomor Induk Berusaha No. 8120009960872, tanggal 07 September 2018.

         Informasi Lainnya - Perseroan

         1.       Draft Perjanjian Pinjaman (Loan Agreement) PT Tuah Turangga Agung dan Aegis Energy
                  Trading Pte. Ltd.
         2.       Surat Pernyataan No.LUT/111/9960/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal informasi
                  tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
         3.       Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 26 Juni 2026.
         4.       Daftar Permintaan Data (Information Request List).
         5.       Daftar Pertanyaan (List of Question).

      b. TTA

         Laporan Keuangan - TTA

         Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan TTA
                                                                                      Tanggal
             No     Periode    Ket       KAP & AP             Nomor Laporan                      Opini
                                                                                      Laporan
                                       KAP: Rintis,
                   31               Jumadi, Rianto &                                    31
                                                         00480/2.1457/AU.1/02/0241-
           1    Desember Audit            Rekan                                        Maret     Wajar
                                                                  3/1/III/2026
                  2025               AP: Yanto, S.E.,                                  2026
                                       M.Ak., CPA
                                       KAP: Rintis,
                   31               Jumadi, Rianto &
                                                         00573/2.1457/AU.1/02/0241-   16 April
           2    Desember Audit            Rekan                                                  Wajar
                                                                  8/1/IV/2025          2025
                  2024               AP: Yanto, S.E.,
                                       M.Ak., CPA
                                    KAP: Tanudiredja,
                   31               Wibisana, Rintis &
                                                         0054/2.1025/AU.1/02/0241-    05 April
           3    Desember Audit            Rekan                                                  Wajar
                                                                  2/1/IV/2024          2024
                  2023               AP: Yanto, S.E.,
                                       M.Ak., CPA
                                    KAP: Tanudiredja,
                   31               Wibisana, Rintis &                                  27
                                                         00372/2.1025/AU.1/02/0239-
           4    Desember Audit            Rekan                                        Maret     Wajar
                                                                  3/1/III/2023
                  2022              AP: Lok Budianto,                                  2023
                                      S.E., Ak., CPA
                                    KAP: Tanudiredja,
                   31               Wibisana, Rintis &
                                                         00728/2.1025/AU.1/02/0239-   22 April
           5    Desember Audit            Rekan                                                  Wajar
                                                                  2/1/IV/2022          2022
                  2021              AP: Lok Budianto,
                                      S.E., Ak., CPA
         Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


         Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - TTA

         1.       Akta Pendirian TTA No. 21 Tanggal 11 Mei 2006 yang dibuat di hadapan Darmawan
                  Tjoa, S.H., S.E., Notaris di Jakarta, Akta telah mendapatkan pengesahan berdasarkan
                  Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-


Halaman 14                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 16
                  14949 HT.01.01.TH.2006 Tanggal 19 Mei 2006 tentang Pengesahan Pendirian
                  Perseroan Terbatas;
         2.       Akta No. 57 Tanggal 8 Agustus 2008, yang dibuat di hadapan Sutjipto, S.H., Notaris di
                  Jakarta, Akta telah mendapatkan pengesahan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
                  Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-55672.AH.01.02 Tahun
                  2008 Tanggal 27 Agustus 2008 tentang persetujuan akta perubahan anggaran dasar
                  perseroan;
         3.       Akta No. 7 Tanggal 11 Mei 2022, yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
                  Notaris di Jakarta, Akta telah mendapatkan persetujuan berdasarkan Surat Keputusan
                  Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
                  0047532.AH.01.02.Tahun 2022 Tanggal 11 Juli 2022 tentang perubahan anggaran
                  dasar perseroan terbatas;
         4.       Akta No. 171 Tanggal 31 Mei 2024, yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
                  M.Kn., Notaris di Jakarta, Akta telah mendapatkan penerimaan dari Kementerian
                  Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
                  Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0214552 Tanggal 14
                  Juni 2024 mengenai perubahan Direksi dan Komisaris; dan
         5.       Akta sebagaimana tercantum dalam bab Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
                  (Subsequent Event).

         Legalitas Perusahaan - TTA

         1.       Surat Keterangan Terdaftar No. S-102KT/WPJ.20/KP.0703/2019 Tanggal 7 Februari
                  2019 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak;
         2.       Nomor Pokok Wajib Pajak : 02.545.603.9-006.000;
         3.       Nomor Induk Berusaha : 0220102201238.

      c. AEGIS

         Laporan Keuangan - AEGIS

         Tabel 4. Keterangan Laporan Keuangan AEGIS
             No     Periode     Ket       KAP & AP        Nomor Laporan       Tanggal Laporan    Opini
                    31
                                    KAP: KPMG LLP,
              1 Desember Audit                                     -         31 Maret 2026       Wajar
                                       Singapore
                  2025
                    31
                                    KAP: KPMG LLP,
           2    Desember Audit                                     -         28 Maret 2025       Wajar
                                       Singapore
                  2024
                    31
                                    KAP: KPMG LLP,
           3    Desember Audit                                     -         26 Maret 2024       Wajar
                                       Singapore
                  2023
                    31
                                    KAP: KPMG LLP,
           4    Desember Audit                                     -         28 Maret 2023       Wajar
                                       Singapore
                  2022
                    31
                                    KAP: KPMG LLP,
           5    Desember Audit                                     -         21 Maret 2022       Wajar
                                       Singapore
                  2021
         Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)
         Catatan: Laporan Keuangan Audit AEGIS ditandatangani atas nama KPMG LLP, Singapore. Informasi
         mengenai nama Akuntan Publik penandatangan laporan tidak dicantumkan dalam laporan audit yang
         diperoleh.


Halaman 15                                                  00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 17
          Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - AEGIS

          1.   Certificate Confirming Incorporation of Company atas nama Aegis Energy Trading Pte.
               Ltd. UEN 201931118C Tanggal 18 September 2019;
          2.   The Componies Act, Cap. 50 Private Company Limited by Shares Constitution Aegis
               Energy Trading Pte. Ltd., incorporated tanggal 18 September 2019;
          3.   The Componies Act, Cap. 50 Private Company Limited by Shares Constitution Aegis
               Energy Trading Pte. Ltd., (Adopted by Special Resolution passed tanggal 13 Desember
               2019), incorporated tanggal 18 September 2019;

          Legalitas Perusahaan - AEGIS

          1.   Business Profile of Aegis Energy Trading Pte. Ltd 201931118C Tanggal 16 Desember
               2025.

 1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi

       Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.013B/FDI/ST-PB/UT/IV/2026 tanggal 23 April 2026
       serta berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi, verifikasi
       dan wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan MoM
       (Minutes of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.

       Informasi Mengenai Identitas dan Jabatan Pihak yang Telah Diwawancarai

       Tabel 5. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai
                    Nama                                Jabatan                          Perusahaan
        Rendih                               Section Head Corporate Treasury        PT United Tractors Tbk
       Sumber: Surat Tugas Inspeksi, Berita Acara Inspeksi dan Minutes of Meeting


 1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus

       Asumsi:
       • Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
          karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
          dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
       • Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
          dalam penilaian.

 1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar

       Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
       Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), POJK 35/2020 serta SEOJK
       17/2020.

 1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran

       Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
       melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–
       hal sebagai berikut:




Halaman 16                                                        00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 18
       a. Analisis Rencana Transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan,
          identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat Rencana
          Transaksi, analisis likuiditas Rencana Transaksi, serta analisis manfaat & risiko Rencana
          Transaksi.
       b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
          industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
          Rencana Transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan
          (dibanding industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh
          tempo, serta dampak jika proyek dibiayai gagal.
       c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
          analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi,
          analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan
          financial covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank),
          incremental analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
       d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi berupa Analisis kelayakan
          investasi, Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
       e. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi berupa Opini Kewajaran Rencana Transaksi.

 1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

       Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak
       menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli dari luar.

 1.16 Pernyataan Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
       independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, TTA
       dan AEGIS ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan Perseroan, TTA dan
       AEGIS. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
       penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
       kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

       Dari tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31 Desember 2025
       hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal
       penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event) yang tidak mempengaruhi hasil
       penilaian yaitu:

       1. Berdasarkan Akta No. 117 tertanggal 20 Mei 2026 yang telah diberitahukan kepada Menteri
          Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
          Perseroan No. AHU-AH.01.09-0309460 tanggal 5 Juni 2026, Perseroan telah melakukan
          perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, sehingga susunan Dewan Komisaris dan
          Direksi Perseroan sebagai berikut:




Halaman 17                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 19
         Dewan Komisaris:

         Presiden Komisaris   : Frans Kesuma
         Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
         Komisaris Independen : Ignasius Jonan
         Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
         Komisaris            : Rudy
         Komisaris            : Gita Tiffani Boer
         Komisaris            : Djoko Pranoto Santoso
         Komisaris            : Lincoln Lin Feng Pan

         Direksi:

         Presiden Direktur           : Iwan Hadiantoro
         Direktur                    : Idot Supriadi
         Direktur                    : Ari Sutrisno
         Direktur                    : Widjaja Kartika
         Direktur                    : Vilihati Surya
         Direktur                    : Hendra Hutahean
         Direktur                    : Andreas

      2. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek Perseroan sebagaimana telah
         disampaikan Perseroan kepada masyarakat per tanggal 31 Mei 2026, struktur kepemilikan
         saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                      Jumlah Lembar   Jumlah Nominal
                        Pemegang saham                                                   (%)
                                                         Saham           (Rp. Juta)
             PT Astra International Tbk               2.219.317.358         554.829      59,50%
             Masyarakat (< 5%)                        1.295.480.378         323.870      34,73%
             Saham treasuri                             215.337.400          53.834       5,77%
             Jumlah                                   3.730.135.136         932.533     100,00%

      1. Berdasarkan Akta No. 24 tanggal 6 Mei 2026 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria,
         S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta 2026 yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum
         Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan
         No. AHU-AH.01.09-0292480 tanggal 25 Mei 2026, TTA telah melakukan perubahan
         susunan Direksi dan Dewan Komisaris, sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi TTA
         adalah sebagai berikut:

             Dewan Komisaris:
             Presiden Komisaris      : Ari Sutrisno
             Komisaris               : Chinthya Theresa Am

             Direksi:
             Presiden Direktur       : Hendra Hutahean
             Direktur                : Tony Susanto Halim
             Direktur                : Arianto Sasono
             Direktur                : Eko Susanto




Halaman 18                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 20
                                               BAB II
                                 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI



 2.1.   Analisis Objek Rencana Transaksi

 2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

        Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada
        dokumen Rencana Transaksi yang disampaikan kepada Kami, besaran dana yang menjadi
        objek dalam Rencana Transaksi adalah berupa fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok sebesar
        USD9.000.000 (sembilan juta dolar amerika serikat) atau setara dengan Rp151.038.000.000
        (seratus lima puluh satu miliar tiga puluh delapan juta rupiah) dengan asumsi nilai tukar mata
        uang menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu
        Rp16.782 per USD.

        Nilai tersebut merupakan batas maksimum fasilitas pinjaman yang dapat dimanfaatkan oleh
        AEGIS selaku Penerima Pinjaman sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam
        Perjanjian Pinjaman.

 2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

        Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan keuangan pada pos-
        pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
        disajikan pada tabel berikut:

        Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                                            (dalam juta Rupiah)
                                                     Audit                               Proforma
                Laporan Posisi Keuangan          31 Desember        Penyesuaian        31 Desember
                                                    2025                                   2025
         Aset
         Aset Lancar
         Kas dan Setara Kas                         26.570.772           (144.380)         26.426.392
         Piutang Usaha
           Pihak Ketiga                             18.559.795                             18.559.795
           Pihak Berelasi                            1.357.868                              1.357.868
         Piutang Non Usaha
           Pihak Ketiga                                492.811                                492.811
           Pihak Berelasi                            1.203.084            151.038           1.354.122
         Persediaan                                 16.729.809                             16.729.809
         Proyek dalam Pelaksanaan                       28.698                                 28.698
           Pihak Ketiga
           Pihak Berelasi
         Pajak Dibayar Dimuka
           Pajak Penghasilan Badan                   1.653.543                              1.653.543
           Pajak Lain-lain                           3.643.857                              3.643.857
         Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka          1.543.309                              1.543.309
         Aset Lancar Lain-lain                         357.480                                357.480
         Total Aset Lancar                          72.141.026               6.658         72.147.684


Halaman 19                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 21
                                                   Audit                          Proforma
                Laporan Posisi Keuangan        31 Desember     Penyesuaian      31 Desember
                                                  2025                              2025


       Aset Tidak Lancar
       Kas dan deposito berjangka yang
                                                     787.806                          787.806
       dibatasi penggunaannya
       Piutang usaha
         Pihak Ketiga                                453.411                          453.411
         Pihak Berelasi                               18.957                           18.957
       Piutang Non Usaha
         Pihak Ketiga                                 88.336                           88.336
         Pihak Berelasi                            3.103.936                        3.103.936
       Persediaan                                    105.530                          105.530
       Pajak dibayar dimuka
         Pajak Penghasilan Badan                   1.446.559                        1.446.559
         Pajak Lain-lain                           1.650.429                        1.650.429
       Uang muka dan biaya dibayar dimuka            793.619                          793.619
       Investasi pada entitas asosiasi
       Investments in associates dan ventura      17.223.562          (4.229)      17.219.333
       bersama
       Investasi jangka panjang                    3.175.766                        3.175.766
       Aset tetap                                 45.296.550                       45.296.550
       Properti pertambangan                      14.809.384                       14.809.384
       Properti investasi                            244.469                          244.469
       Beban eksplorasi dan pengembangan
                                                   2.768.518                        2.768.518
       tangguhan
       Aset tambang berproduksi                    3.958.340                        3.958.340
       Beban tangguhan                             1.169.123                        1.169.123
       Aset pajak tangguhan                        4.891.419                        4.891.419
       Goodwill                                    3.510.559                        3.510.559
       Total Aset Tidak Lancar                   105.496.273          (4.229)     105.492.044
       Total Aset                                177.637.299           2.429      177.639.728


       Liabilitas
       Liabilitas Jangka Pendek
       Utang usaha
         Pihak Ketiga                             29.095.249                       29.095.249
         Pihak Berelasi                              213.679                          213.679
       Utang non-usaha
         Pihak Ketiga                              1.132.969                        1.132.969
         Pihak Berelasi                               87.548                           87.548
       Utang pajak
         Pajak Penghasilan Badan                     825.803                          825.803
         Pajak Lain-lain                             584.846                          584.846
       Akrual                                      6.692.531                        6.692.531
       Uang muka pelanggan
       Pihak Ketiga                                  857.034                          857.034
       Pihak Berelasi                                 44.175                           44.175
       Pendapatan tangguhan                        1.021.152                        1.021.152


Halaman 20                                              00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 22
                                                   Audit                                Proforma
               Laporan Posisi Keuangan         31 Desember         Penyesuaian        31 Desember
                                                  2025                                    2025
       Liabilitas imbalan kerja                     1.053.575                              1.053.575
       Pinjaman bank jangka pendek                    560.000                               560.000
       Bagian jangka pendek dari utang
       jangka panjang
         Pinjaman Bank                              9.682.666                              9.682.666
         Liabilitas Sewa                              801.430                               801.430
         Pinjaman Lain-lain                           560.318                               560.318
       Pinjaman bank jangka pendek dari
       Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
       Lain-lain
       Total Liabilitas Jangka Pendek              53.212.975                    0       53.212.975


       Liabilitas Jangka Panjang
       Liabilitas pajak tangguhan                   3.768.016                              3.768.016
       Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
                                                    1.154.627                              1.154.627
       penutupan tambang
       Liabilitas imbalan kerja                     5.497.626                              5.497.626
       Utang jangka panjang, setelah
       dikurangi bagian jangka pendek
         Pinjaman Bank                              6.054.620                              6.054.620
         Liabilitas Sewa                              976.309                               976.309
         Pinjaman Lain-lain                           281.698                               281.698
       Liabilitas keuangan jangka panjang
                                                    3.555.105                              3.555.105
       lain-lain
       Total Liabilitas Jangka Panjang             21.288.001                    0       21.288.001
       Total Liabilitas                            74.500.976                    0       74.500.976


       Ekuitas
       Ekuitas yang diatribusikan kepada
       entitas induk
       Modal Disetor                                  932.534                               932.534
       Tambahan Modal Disetor                       9.703.937                              9.703.937
       Saham Tresuri                               -4.902.237                             -4.902.237
       Saldo Laba
         Dicadangkan                                  186.507                               186.507
         Belum Dicadangkan                         85.547.627               2.429        85.550.056
       Selisih kurs dari penjabaran Laporan
                                                    9.227.066                              9.227.066
       keuangan
       Cadangan lindung nilai                      -2.065.280                             -2.065.280
       Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                       19.386                                 19.386
       tetap
       Transaksi dengan Kepentingan
                                                     -875.920                               -875.920
       Nonpengendali
       Total Ekuitas yang diatribusikan
                                                   97.773.620               2.429        97.776.049
       kepada entitas induk
       Kepentingan Nonpengandali                    5.362.703                              5.362.703


       Total Ekuitas                              103.136.323               2.429       103.138.752
       Total Liabilitas dan Ekuitas               177.637.299               2.429         177.639.728
      Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi – 31 Desember
      2025


Halaman 21                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 23
      Tabel 7. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                      Audit                             Proforma
                 Laporan Laba Rugi                31 Desember      Penyesuaian        31 Desember
                                                     2025                                 2025
       Pendapatan bersih                            131.300.810                          131.300.810
       Beban pokok pendapatan                      (101.597.306)                       (101.597.306)
       Laba bruto                                    29.703.504                          29.703.504
       Beban penjualan                               (1.597.792)                         (1.597.792)
       Beban umum dan administrasi                   (6.040.414)                         (6.040.414)
       Beban lain-lain, bersih                         (256.226)                           (256.226)
       Penghasilan keuangan                           1.244.489            8.536           1.253.025
       Biaya keuangan                                (2.625.818)                         (2.625.818)
       Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
                                                       (245.576)          (4.229)          (249.805)
       dan ventura bersama
       Laba sebelum pajak penghasilan                20.182.167            4.307         20.186.474
       Beban pajak penghasilan                       (5.005.403)          (1.878)        (5.007.281)
       Laba tahun berjalan                           15.176.764            2.429         15.179.193


       Laba Setelah Pajak Yang Didistribusilan
       Kepada
       Pemilik Entitas Induk                         14.810.434            2.429         14.812.863
       Kepentingan Non-Pengendali                       366.330                             366.330
       Total Laba Setelah Pajak                    15.176.764               2.429          15.179.193
      Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember
      2025


      Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
      • Terdapat penyesuaian penurunan pada kas dan setara kas sebesar Rp144 miliar akibat
        pemberian pinjaman berupa kas kepada AEGIS sebesar Rp151 miliar, perolehan kas dari
        pendapatan bunga sebesar Rp7,2 miliar, bagian PPh 23 atas pendapatan bunga sebesar
        Rp1,2 miliar, dan pembayaran atas penyesuaian PPh Badan dari perolehan pendapatan
        bunga yang diakui sebesar Rp1,8 miliar.
      • Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi sebesar Rp151
        miliar akibat rencana pemberian pinjaman kepada AEGIS yang merupakan perusahaan
        terafiliasi dengan Perseroan.
      • Terdapat penyesuaian penurunan pos investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp4,2 miliar
        akibat dari pencatatan metode ekuitas AEGIS pada Perseroan dimana AEGIS mencatatkan
        beban bunga atas rencana transaksi pinjam-meminjam.
      • Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos penghasilan keuangan sebesar Rp8,5 miliar akibat
        perolehan pendapatan bunga yang diakui dan dikonsolidasi ke laba rugi Perseroan.
      • Terdapat penyesuaian penurunan pada pos bagian atas laba bersih entitas akibat pengakuan
        beban bunga AEGIS yang kemudian dicatatkan menggunakan metode ekuitas, sesuai
        kepemilikan saham TTA di AEGIS, pada laba rugi Perseroan.
      • Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos beban pajak penghasilan sebesar Rp1,8 miliar
        akibat pengakuan PPh Badan atas perolehan pendapatan bunga.

      Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
      dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada AEGIS dan kenaikan piutang
      non usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan
      ke AEGIS.


Halaman 22                                                  00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 24
 2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
        dilakukan untuk memberikan dukungan pendanaan kepada AEGIS dalam menjalankan
        kegiatan operasional usahanya. Dana yang diperoleh AEGIS sebagai peminjam akan digunakan
        sebagai sumber pembiayaan kebutuhan modal kerja, sehingga diharapkan dapat mendukung
        kelancaran kegiatan operasional, menjaga fleksibilitas keuangan, serta menunjang
        keberlangsungan dan pengembangan usaha AEGIS.

 2.2.   Analisis Rencana Transaksi

 2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan

        Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
        proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
        menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
        melihat bagaimana Rencana Transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.

        Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas
                       Rasio Likuiditas       Sebelum Transaksi    Setelah Transaksi   Selisih Perubahan
         Current Ratio                               1,355704X           1,355829X           0,000125X
         Quick Ratio                                 1,041310X           1,041435X           0,000125X
         Cash Ratio                                  0,499329X           0,496616X          -0,002713X
        Sumber: Analisis KJPP FDI&R


        Tabel 9. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas
                   Rasio Solvabilitas         Sebelum Transaksi    Setelah Transaksi   Selisih Perubahan
         Debt to Assets Ratio                        0,106493X           0,106491X          -0,000001X
         Debt to Equity Ratio                        0,183418X           0,183414X          -0,000004X
         Times Interest Earned                       8,403209X           8,403209X           0,000000X
        Sumber: Analisis KJPP FDI&R


        Dilihat dari rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, terdapat selisih tidak
        signifikan pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
        Hal tersebut karena sumber pendanaan pemberian pinjaman oleh Perseroan sebesar
        Rp151.038.000.000 kepada AEGIS berasal dari kas dan setara kas internal Perseroan yang
        nilainya sebesar 0,57% dari total kas dan setara kas Perseroan per tanggal pendapat kewajaran.
        Dengan begitu perubahan pada rasio likuiditas tidak berdampak signifikan terhadap likuiditas
        Perseroan.

        Pada analisis solvabilitas, Rencana Transaksi memberikan dampak tidak signifikan pada Debt
        to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio Perseroan. Hal tersebut karena pinjaman yang diberikan
        Perseroan bersumber dari dana internal perusahaan dan dari dana yang dipinjamkan, timbul
        kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi. Dengan begitu Rencana Transaksi tidak
        memberikan dampak pada Debt to Equity Ratio (“DER”) dan Debt to Asset Ratio (“DAR”) dari
        Perseroan. Pada rasio Times Interest Earned (“TIE”) yang dihitung menggunakan Operating Profit
        dibagi beban keuangan, sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak berdampak pada TIE
        Perseroan.




Halaman 23                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 25
 2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak yang Bertransaksi

       Identifikasi Pihak yang Bertransaksi

       A. Perseroan

          Riwayat Singkat

          Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta
          Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
          Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
          Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang telah mengubah nama
          Perseroan menjadi PT United Tractors.

          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
          Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
          Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
          dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat
          persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
          dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

          Selain itu, per tanggal 31 Desember 2025, Perseroan telah melakukan perubahan susunan
          Direksi dan Dewan Komisaris sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 133 tanggal 25 April
          2025 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah
          mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
          dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

          Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
          Jakarta, Indonesia.

          Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan
          yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah
          Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle &
          Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan
          yang didirikan di Bermuda.

          Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
          meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna
          jual; kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.

          Informasi Umum

          Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

          No. Telp / Fax      : +62 21 2457 9999
          Website             : www.unitedtractors.com
          Email               :-




Halaman 24                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 26
         Susunan Kepemilikan Saham

         Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
         Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 10. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                                  Jumlah Lembar                       Jumlah Nominal
             No      Pemegang Saham                                  Proporsi (%)
                                                     Saham                                 (Rp)
             1    PT Astra International Tbk         2.219.317.358       59,50%         554.829.339.500
                  Masyarakat (masing-
             2    masing kepemilikan                 1.357.478.878       36,39%         338.353.000.000
                  dibawah 5%)
             3    Saham Treasuri                       153.338.900        4,11%          39.352.000.000
                  Jumlah                             3.730.135.136      100,00%         932.533.784.000
         Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
         Sumber: Informasi Manajemen Perseroan

         *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan
         tidak mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri
         sebagaimana tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
         Events).


         Susunan Pengurus

         Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan Akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
         dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
         pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
         tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
         Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris                    : Djony Bunarto Tjondro
         Wakil Presiden Komisaris              : Rudy
         Komisaris Independen                  : Paulus Bambang Widjanarko
         Komisaris Independen                  : Bruce Malcolm Cox
         Komisaris Independen                  : Ignasius Jonan
         Komisaris                             : Djoko Pranoto Santoso
         Komisaris                             : Gita Tiffani Boer
         Komisaris                             : Benjamin Herrenden Birks

         Direksi
         Presiden Direktur                     : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
         Direktur                              : Loudy Irwanto Ellias
         Direktur                              : Iwan Hadiantoro
         Direktur                              : Idot Supriadi
         Direktur                              : Widjaja Kartika
         Direktur                              : Vilihati Surya
         Direktur                              : Ari Sutrisno
         Direktur                              : Hendra Hutahean




Halaman 25                                                     00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 27
         Komite Audit

         Adapun susunan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Ketua                             : Ignasius Jonan
         Anggota                           : Wanny Wijaya
         Anggota                           : Mario C. Surung Gultom

         *Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
         seperti yang dinyatakan dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
         Event).


      B. TTA

         Riwayat Singkat

         PT Tuah Turangga Agung (“TTA”) didirikan dengan nama PT Tuah Turangga Agung
         berdasarkan Akta Notaris Darmawan Tjoa, SH., SE., No. 21 Tanggal 11 Mei 2006. Akta
         Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 19 Mei
         2006 melalui Surat Keputusan No. C14949 HT.01.01.TH.2006 di Jakarta.

         Anggaran Dasar TTA telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang terakhir
         berdasarkan Akta No. 7 tanggal 11 Mei 2022 mengenai perubahan modal dasar dan modal
         ditempatkan dan disetor. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0047532.AH.01.02.TAHUN
         2022 tanggal 11 Juli 2022.

         TTA merupakan merupakan suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang usaha
         pertambangan dan perdagangan batubara serta aktivitas        penyewaan kapal yang
         merupakan induk perusahaan dari beberapa perusahaan tambang batubara. Kantor utama
         TTA beralamat di Gedung PT Pamapersada Nusantara II, Lantai 3, Jalan Rawagelam I No.
         9, Kawasan Industri Pulogadung, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Kota
         Administrasi Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.

         Kegiatan Usaha

         TTA memperoleh Izin Usaha dalam bidang usaha aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
         tanpa hak opsi alat transportasi air berdasarkan perizinan berusaha berbasis risiko No.
         0220102201238 tanggal 13 Februari 2020. Berdasarkan Akta No. 37 Tanggal 10 Januari
         2020 terkait dengan Pasal 3, maksud dan tujuan perusahaan adalah berusaha dalam bidang
         perdagangan, pertambangan, dan aktivitas penyewaan. Perusahaan dapat melaksanakan
         kegiatan usaha sebagai berikut:

         a) Kegiatan pertambangan batubara, seperti pengolahan dan pencampuran serta aktifitas
            terkait lainnya sebagaimana diperbolehkan dalam peraturan yang berlaku di bidang
            pertambangan.
         b) Kegiatan perdagangan besar bahan bakar padat seperti batubara.
         c) Kegiatan penyewaan alat transportasi air seperti kapal atau sejenisnya.




Halaman 26                                                    00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 28
         Informasi Umum

         Alamat Perseroan : Gedung PT Pamapersada Nusantara II, Lt.3, Jl. Rawagelam I No. 9,
                            Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur 13930
         No. Telp / Fax   : (021) 781 7555
         Website          : www.turanggaresources.com
         Email            :-

         Susunan Kepemilikan Saham

         Berdasarkan Informasi Manajemen TTA, susunan kepemilikan saham TTA per 31 Desember
         2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 11. Struktur Pemegang Saham TTA
                                                 Jumlah Lembar
             No         Pemegang Saham                            Proporsi (%)         Total
                                                    Saham
             1    PT Pamapersada Nusantara            6.079.076        72,73%    4.559.307.000.000
             2    PT United Tractors Tbk              2.278.781        27,27%    1.709.085.750.000
                  Jumlah                              8.357.875       100,00%    6.268.392.750.000
         Keterangan: Nilai nominal Rp.750.000 per lembar saham
         Sumber: Informasi Manajemen TTA


         Susunan Pengurus

         Berdasarkan informasi manajemen TTA, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi TTA per 31
         Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris                : Frans Kesuma
         Komisaris                         : Ari Sutrisno
         Komisaris                         : Chinthya
         Direksi
         Presiden Direktur                 : Hendra Hutahean
         Direktur                          : Arianto Sasono
         Direktur                          : Tony Susanto Halim
         Direktur                          : Efredi Yudianto

         *Pada saat laporan ini dikeluarkan, terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi
         Perseroan seperti yang dinyatakan dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal
         Penilaian (Subsequent Event).

      C. AEGIS

         Riwayat Singkat

         AEGIS merupakan Perusahaan yang terdaftar sebagai Private Company Limited berdasar
         Saham (Private Company Limited by Shares) di Singapura, Aegis Energy Trading Pte. Ltd.
         Didirikan berdasarkan Certificate Confirming Incorporation of Company No. 201931118C
         pada tanggal 18 September 2019. AEGIS merupakan perusahaan patungan (joint venture)




Halaman 27                                                  00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 29
         yang dibentuk oleh TTA dan Sumitomo Corporation untuk mendorong ekspansi strategis di
         pasar batu bara termal (thermal coal).

         Fokus bisnis dan operasional perusahaan yaitu bergerak di bidang perdagangan komoditas
         batu bara termal (thermal coal trading) untuk pasar internasional. AEGIS didirikan di
         Singapura untuk memanfaatkan jaringan pasar keuangan dan logistik global. Perusahaan
         sebagai perpanjangan tangan komersial guna memasarkan dan mendistribusikan batu bara
         yang diproduksi oleh tambang-tambang di bawah Astra Group dari TTA ke pasar global,
         berkolaborasi dengan jaringan perdagangan internasional yang dimiliki oleh Sumitomo
         Corporation Group.

         Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan utama AEGIS yang merupakan perusahaan patungan (joint venture)
         yang dibentuk oleh TTA adalah untuk mendorong ekspansi strategis di pasar batu bara termal
         (thermal coal).

         Informasi Umum

         Alamat Perseroan    : 182 Cecil Street, #22-01, Frasers Tower, Singapore 069547
         No. Telp / Fax      : +62 21 2457 9999
         Website             :-
         Email               :-

         Susunan Kepemilikan Saham

         Berdasarkan informasi manajemen AEGIS, Susunan Direksi AEGIS per 31 Desember 2025
         adalah sebagai berikut:

         Tabel 12. Struktur Pemegang Saham Perseroan
             No        Pemegang Saham           Jumlah Lembar Saham    Proporsi (%)   Jumlah (USD)
             1    PT Tuah Turangga Agung                         200          50,00        2,000,000
             2    Sumitomo Corporation                           200          50,00        2,000,000
                  Jumlah                                         400         100,00        4,000,000
         Keterangan: Nilai nominal 10,000 USD per lembar saham
         Sumber: Informasi Manajemen AEGIS
         Susunan Pengurus

         Berdasarkan informasi manajemen AEGIS, Susunan Direksi AEGIS per 31 Desember 2025
         adalah sebagai berikut:

         Direksi
         Direktur                          : Ignatius Stanley
         Direktur                          : Tetsuya Ogaki
         Direktur                          : Tsutomu Takauchi
         Direktur                          : Dimas Aditya Kurniawan

         Sekretaris
         Sekretaris                        : Kobayashi Takuj




Halaman 28                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 30
      Hubungan Pihak yang Bertransaksi

      A. Transaksi Afiliasi

         Sesuai dengan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi
         yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
         perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
         saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
         oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
         perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
         saham utama, atau pengendali.

         Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan

         Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

         Tabel 13. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
             No           Nama            Perseroan         TTA         AEGIS        Keterangan
                  Djony Bunarto            Presiden
             1                                               (-)          (-)        Tidak Afiliasi
                  Tjondro                 Komisaris
                                         Wakil Presiden
             2    Rudy                                       (-)          (-)        Tidak Afiliasi
                                          Komisaris
                  Djoko Pranoto
             3                             Komisaris         (-)          (-)        Tidak Afiliasi
                  Santoso
             4    Gita Tiffani Boer        Komisaris         (-)          (-)        Tidak Afiliasi
                  Benjamin Herrenden
             5                             Komisaris         (-)          (-)        Tidak Afiliasi
                  Birks
                  Paulus Bambang           Komisaris
             6                                               (-)          (-)        Tidak Afiliasi
                  Widjanarko              Independen
                                           Komisaris
             7    Bruce Malcolm Cox                          (-)          (-)        Tidak Afiliasi
                                          Independen
                                           Komisaris
             8    Ignasius Jonan                             (-)          (-)        Tidak Afiliasi
                                          Independen
                  Franciscus Xaverius       Presiden
             9                                               (-)          (-)        Tidak Afiliasi
                  Laksana Kesuma            Direktur
             10   Loudy Irwanto Ellias      Direktur         (-)          (-)        Tidak Afiliasi
             11   Iwan Hadiantoro           Direktur         (-)          (-)        Tidak Afiliasi
             12   Idot Supriadi             Direktur         (-)          (-)        Tidak Afiliasi
             13   Widjaja Kartika           Direktur         (-)          (-)        Tidak Afiliasi
             14   Vilihati Surya            Direktur         (-)          (-)        Tidak Afiliasi
             15   Ari Sutrisno              Direktur      Komisaris       (-)         Terafiliasi
                                                          Presiden
             16   Hendra Hutahean           Direktur                      (-)         Terafiliasi
                                                           Direktur
                                                          Presiden
             17   Frans Kesuma                (-)                         (-)        Tidak Afiliasi
                                                          Komisaris
             18   Chinthya Theresa            (-)         Komisaris       (-)        Tidak Afiliasi
             19   Tony Susanto H              (-)         Direktur        (-)        Tidak Afiliasi
             20   Arianto Sasono              (-)         Direktur        (-)        Tidak Afiliasi
             21   Efredi Yudianto             (-)         Direktur        (-)        Tidak Afiliasi
             22   Okagi Tetsuya               (-)            (-)       Direktur      Tidak Afiliasi
                  Dimas Aditya
             23                               (-)            (-)       Direktur      Tidak Afiliasi
                  Kurniawan




Halaman 29                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 31
             No           Nama                  Perseroan          TTA            AEGIS            Keterangan
             24   Ignatius Stanley                 (-)              (-)          Direktur          Tidak Afiliasi
          25 Takauchi Tsutomu                  (-)           (-)           Direktur                Tidak Afiliasi
         Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
         Sumber: Informasi Manajemen Perseroan, TTA & AEGIS Per 31 Desember 2025


         Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
         dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
         perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
         saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
         oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
         perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
         saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam
         Rencana Transaksi, dapat dilihat bahwa antara Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman
         melalui TTA dan AEGIS sebagai pihak Penerima Pinjaman memiliki hubungan afiliasi dari sisi
         susunan pengurus yaitu:
         • Ari Sutrisno selaku Direktur Perseroan dan juga menjabat sebagai Komisaris TTA.
         • Hendra Hutahean selaku Direktur Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden Direktur
             TTA.

         Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
         42/2020.

         Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan.

         Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
         kepemilikan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:


                                             PERSEROAN                                      PAMA



                                                     27,27%                         72,73%

                           SC                                             TTA

                                50,00%                          50,00%



                                                 AEGIS

                     Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
                                     Sumber: Informasi Manajemen Perseroan, TTA dan AEGIS


         Keterangan:
         Perseroan         : PT United Tractors Tbk
         PAMA              : PT Pamapersada Nusantara
         TTA               : PT Tuah Turangga Agung
         AEGIS             : Aegis Energy Trading Pte. Ltd
         SC                : Sumitomo Corporation



Halaman 30                                                       00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 32
         Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
         Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
         dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
         perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
         saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
         oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
         perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
         saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara
         Perseroan, TTA dan AEGIS, terdapat hubungan afiliasi, dari sisi pengendalian/kepemilikan
         perusahaan, maupun pemegang sahamnya, dimana:

         • Perseroan memiliki kepemilikan saham secara langsung sebesar 27,27% pada TTA,
           sedangkan sisanya sebesar 72,73% dimiliki Perseroan melalui oleh PAMA, yang juga
           merupakan anak usaha Perseroan, sehingga TTA merupakan entitas yang dikendalikan
           oleh Perseroan.
         • TTA memiliki kepemilikan saham masing-masing sebesar 50,00% pada AEGIS.
         • Mengingat Perseroan merupakan pemegang saham pengendali TTA dan TTA memiliki
           kepemilikan pada AEGIS, maka hubungan antara Perseroan, TTA, AEGIS, merupakan
           hubungan afiliasi berdasarkan kepemilikan saham secara langsung maupun tidak
           langsung dalam kelompok usaha yang sama.

         Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
         42/2020.
      B. Transaksi Benturan Kepentingan

         Menurut      informasi manajemen       yang    mengacu     pada   Surat   Pernyataan
         No.LUT/111/9960/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal Informasi atas Benturan
         Kepentingan dalam transaksi afiliasi antara Perseroan, TTA dan AEGIS berupa rencana
         transaksi pinjam-meminjam pemegang saham atau shareholder loan, bahwa Rencana
         Transaksi tidak mengandung transaksi benturan kepentingan.

      C. Materialitas Nilai Rencana Transaksi

         Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi
         dengan ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025.

         Tabel 14. Materialitas Rencana Nilai Transaksi terhadap Ekuitas Perseroan
                              Nilai Transaksi                          Ekuitas                Materia
             Ket
                        USD              Rupiah             USD                  Rupiah       litas (%)
          Rencana
                        9.000.000      151.038.000.000 6.145.651.472    103.136.323.000.000    0,15%
          Transaksi
         Sumber: Analisis KJPP FDI&R (Kurs: Rp16.782/USD).


         Asumsi nilai tukar mata uang dalam analisis ini menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank
         Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782 per USD. Kemudian berdasarkan laporan
         keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat sebesar
         Rp103.136.323.000.000         atau    setara    dengan    USD6.145.651.472.        Dengan
         mempertimbangkan nilai transaksi sebesar USD9.000.000 atau setara dengan
         Rp151.038.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 0,15% dari ekuitas Perseroan.
         Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana
         yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor


Halaman 31                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 33
          17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
          17/2020”).

 2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi

       Dalam Draf Perjanjian Pinjaman antara TTA dan AEGIS, dengan syarat dan ketentuan dalam
       Perjanjian antara lain sebagai berikut:

       • Periode ketersediaan sejak 1 Juli 2026 hingga 30 Juni 2031;
       • Jumlah fasilitas pinjaman tetap sebesar USD9.000.000,- (sembilan juta dolar amerika
         serikat) dalam keseluruhan Periode Ketersediaan;
       • Tanggal jatuh tempo pembayaran kembali pinjaman paling lambat tanggal 30 Juni tahun
         berjalan atas pinjaman yang ditarik dalam periode 1 (satu) tahun terakhir sebelum tanggal
         30 Juni dimaksud;
       • Tingkat suku bunga dasar yang semula menggunakan Term SOFR (Secured Overnight
         Financing Rate) ditambah 2% per tahun, dihitung berdasarkan jumlah hari aktual dalam 360
         hari per tahun;
       • Periode bunga adalah 3 (tiga) bulanan;
       • Para Pihak akan melakukan peninjauan tahunan atas Pinjaman yang dimulai setiap tanggal
         1 April dan diselesaikan paling lambat 75 (tujuh puluh lima) hari kalender berikutnya, untuk
         menentukan hak TTA dalam mengalokasikan atau tidak mengalokasikan Pinjaman kepada
         AEGIS pada periode tahunan berikutnya;
       • Ketentuan mengenai wanprestasi, pengakhiran perjanjian, dan hukum yang mengatur tetap
         mengacu pada hukum Singapura.

 2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

       Analisis likuiditas atas Rencana Transaksi melihat dampak dan sumber pembiayaan Rencana
       Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan. Pada hal ini analisis likuidasi Rencana Transaksi
       dapat dilihat dari rasio likuiditas yang dianalisis yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan
       Cash Ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

       Tabel 15. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi
                                                    Sebelum
                      Rasio Likuiditas                               Setelah Transaksi   Selisih Perubahan
                                                    Transaksi
        Current Ratio                                  1,355704X           1,355829X           0,000125X
        Quick Ratio                                    1,041310X           1,041435X           0,000125X
        Cash Ratio                                     0,499329X           0,496616X           -0,002713X
       Sumber: Analisis KJPP FDI&R


       Pada analisis current ratio atau rasio lancar, perubahan akibat Rencana Transaksi memberikan
       dampak selisih kenaikan sebesar 0,000125 kali yang diakibatkan dari perpindahan jumlah
       uang sebesar Rencana Transaksi pada pos kas dan setara kas ke pos piutang non usaha pihak
       berelasi serta penyesuaian atas timbulnya pendapatan bunga dan pajak yang mempengaruhi
       pos kas dan setara kas. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya jumlah aset lancar
       perusahaan akibat Rencana Transaksi dan pada akhirnya meningkatkan rasio lancar
       perusahaan.

       Pada analisis likuiditas dilihat dari proksi quick ratio, diperoleh kenaikan rasio sebesar 0,000125
       kali diakibatkan turunnya kas dan setara kas yang menjadi sumber pemberian pinjaman oleh
       Perseroan ke AEGIS serta penyesuaian atas timbulnya pendapatan bunga dan pajak yang

Halaman 32                                                    00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 34
       mempengaruhi pos kas dan setara kas. Dengan begitu aset lancar Perseroan setelah Rencana
       Transaksi mengalami peningkatan dan pada sisi aset tidak lancar mengalami penurunan, yang
       pada akhirnya meningkatkan rasio cepat Perseroan.

       Analisis likuiditas dengan proksi cash ratio atas Rencana Transaksi memberikan dampak
       penurunan rasio sebesar 0,00271 kali. Hal tersebut diakibatkan dari penggunaan dana internal
       pada kas dan setara kas sebagai sumber pemberian pinjaman ke AEGIS. Rencana Transaksi
       tersebut berpengaruh terhadap penurunan rasio kas perusahaan meskipun dengan penurunan
       nilai rasio kas yang tidak signifikan.

 2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi

       Analisis Manfaat

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, manfaat utama dari Rencana
       Transaksi adalah memberikan fleksibilitas pendanaan bagi AEGIS sehingga perusahaan dapat
       melakukan transaksi usaha dengan nilai yang melebihi modal disetor. Dengan adanya
       dukungan pendanaan tersebut, AEGIS diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usahanya
       serta mendukung kelancaran kegiatan operasional dan perdagangan yang menjadi kegiatan
       usaha utamanya.

       Analisis Risiko

       Di sisi lain, Rencana Transaksi juga memiliki risiko, yaitu potensi ketidakmampuan AEGIS dalam
       melakukan pembayaran kembali pinjaman apabila pelanggan (customer) tidak melakukan
       pembayaran atas transaksi yang telah dilakukan. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi arus
       kas dan likuiditas AEGIS sehingga berpotensi berdampak terhadap kemampuan perusahaan
       dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sesuai dengan ketentuan yang telah
       disepakati.




Halaman 33                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 35
                                           BAB III
                ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI



 3.1   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

 3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan

       Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
       Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian
       tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
       Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
       Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

       Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
       Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
       Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
       dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
       perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
       tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

       Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
       sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan
       Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
       pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei
       2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

       Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
       Jakarta, Indonesia.

       Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang
       didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine
       Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd.
       adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di
       Bermuda.

       Kegiatan Usaha

       Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
       meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna jual;
       kontraktor penambangan; pertambangan; dan kegiatan usaha lainnya (industri konstruksi dan
       energi).

       Informasi Umum

       Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

       No. Telp / Fax     : +62 21 2457 9999
       Website            : www.unitedtractors.com
       Email              :-



Halaman 34                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 36
      Susunan Kepemilikan Saham

      Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
      Desember 2025 adalah sebagai berikut:

      Tabel 16. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                           Jumlah Lembar                          Jumlah Nominal
       No       Pemegang Saham                                 Proporsi (%)
                                              Saham                                    (Rp)
        1    PT Astra International Tbk       2.219.317.358        59,50%            554.829.339.500
             Masyarakat (masing-
        2    masing kepemilikan               1.357.478.878        36,39%            338.353.000.000
             dibawah 5%)
        3    Saham Treasuri                     153.338.900          4,11%            39.352.000.000
             Jumlah                           3.730.135.136       100,00%           932.533.784.000
      Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
      Sumber: Informasi Manajemen Perseroan

      *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
      mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
      tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).


      Susunan Pengurus

      Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
      dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
      pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
      sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
      Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

      Dewan Komisaris
      Presiden Komisaris       : Djony Bunarto Tjondro
      Wakil Presiden Komisaris : Rudy
      Komisaris Independen     : Paulus Bambang Widjanarko
      Komisaris Independen     : Bruce Malcolm Cox
      Komisaris Independen     : Ignasius Jonan
      Komisaris                : Djoko Pranoto Santoso
      Komisaris                : Gita Tiffani Boer
      Komisaris                : Benjamin Herrenden Birks

      Direksi
      Presiden Direktur            : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
      Direktur                     : Loudy Irwanto Ellias
      Direktur                     : Iwan Hadiantoro
      Direktur                     : Idot Supriadi
      Direktur                     : Widjaja Kartika
      Direktur                     : Vilihati Surya
      Direktur                     : Ari Sutrisno
      Direktur                     : Hendra Hutahean




Halaman 35                                                  00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 37
       Komite Audit
       Ketua                         : Ignasius Jonan
       Anggota                       : Wanny Wijaya
       Anggota                       : Mario C. Surung Gultom

 3.1.2 Analisis Industri & Bisnis

       Pertumbuhan Ekonomi

       Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas
       dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta
       atau USD 5.083,4. Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi
       dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
       Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
       9,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami
       pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap
       triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
       Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
       8,98 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto
       (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.


                       8

                       6                    5,31          5,05         5,03         5,11

                               3,7
                       4

                       2

                       0
                              2021          2022         2023          2024         2025

                                          Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)

                    Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)
                                      Sumber: Badan Pusat Statistik 2026, diolah.


       Pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan perekonomian Indonesia. Pada tahun
       2024, kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7,39%
       atau sebesar Rp955 triliun, meningkat 4,9% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
       demikian, pada tahun 2025 sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar -0,66% (yoy)
       menjadi Rp949 triliun, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,72% selama
       periode 2021–2025. Berdasarkan subsektornya, pada tahun 2025 pertambangan batu bara
       dan lignit berkontribusi sebesar Rp328 triliun, diikuti pertambangan minyak dan gas bumi
       sebesar Rp251 triliun, pertambangan bijih logam sebesar Rp166 triliun, serta pertambangan
       dan penggalian lainnya sebesar Rp204 triliun. Penurunan kinerja sektor pertambangan dan
       penggalian terjadi di hampir seluruh subsektor, dengan penurunan terbesar pada
       pertambangan bijih logam yang turun -7,92% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh gangguan
       produksi tembaga dan emas serta pelemahan harga nikel global.




Halaman 36                                                       00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 38
                                                      1200,0                                                                                                                                07%
                                                                                                                                   06%

                                                                                                                                                                                            06%



             PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian
                                                      1000,0
                                                                                                                                                        05%
                                                                                                           04%                                                                              05%
                                                                                        04%
                                                       800,0
                          (Triliun Rupiah)                                                                                                                                                  04%

                                                       600,0                                                                                                                                03%

                                                                                                                                                                                            02%
                                                       400,0
                                                                                                                                                                                            01%
                                                       200,0
                                                                                                                                                                           -0,66%           00%

                                                                              -                                                                                                             -01%
                                                                                        2021               2022                    2023                2024                2025


                                                       Pertambangan Minyak dan Gas Bumi                                                     Pertambangan Batubara dan Lignit
                                                       Pertambangan Biji Logam,                                                             Pertambangan dan Penggalian Lainnya
                                                       Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian


        Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025
                                                                                                   Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.


      Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

      Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
      Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
      usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
      di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
      perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.


                                                                              40.000                                                                                           8,00

                                                                                                                                                                  34.386
                                                                                                                                                        31.903
                                                                                                                                              29.607                           7,00
                                                                              30.000                                               27.517
                                                                                                                          25.573
                                                       GDP (Triliun Rupiah)




                                                                                                           23.694
                                                                                                 22.139                                                                        6,00
                                                                                        20.892
                                                                              20.000
                                                                                                                                                                                      (%)




                                                                                                                                                                               5,00
                                                                                         5,05    5,03                                                    5,11      5,14
                                                                                                            4,86          4,94      4,96       4,96
                                                                              10.000
                                                                                                                                                                               4,00



                                                                                   -                                                                                           3,00
                                                                                         2023    2024      2025 F         2026 F   2027 F     2028 F    2029 F    2030 F

                                                                                                          GDP (Triliun)            Pertumbuhan Ekonomi (%)


                                                                                       Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
                                                                                        Sumber: International Monetary Fund (IMF), Oktober 2025


      Perkembangan inflasi

      Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan
      Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38%
      (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Inflasi y-on-y terjadi karena
      adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
      pengeluaran. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64%


Halaman 37                                                                                                                            00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 39
      sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92%. Tingkat
      inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38%; dengan inflasi m-to-m
      sebesar 0,20%; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38%. Realisasi Inflasi 2025 menunjukkan angka
      yang lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi IMF bulan April 2025 sebesar 1,68% serta masih
      berada dalam target inflasi Bank Indonesia yang menandakan bahwa kondisi perekonomian
      masih bergerak stabil.



                          3,50%
                                               2,92%
                          3,00%                          2,51%      2,50%    2,52%               2,52%
                          2,50%                                                        2,19%

                          2,00%
                Inflasi




                                     1,57%
                          1,50%
                          1,00%
                          0,50%
                          0,00%
                                     2024E     2025E     2026F      2027F    2028F     2029F     2030F

                                                          Proyeksi Inflasi

                            Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
                                  Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah


      Perkembangan Nilai Tukar Rupiah

      Perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan
      melemah terhadap dolar AS, seiring dengan penguatan dolar secara global. Namun, terhadap
      mata uang negara berkembang pelemahan rupiah relatif lebih moderat, sementara terhadap
      mata uang negara maju selain AS rupiah cenderung lebih stabil bahkan mengalami apresiasi.
      Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan
      dolar AS dibandingkan pelemahan terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Kurs jual
      USD/IDR pada 31 Desember tercatat Rp16.865,91/USD; sedangkan China Yuan sebesar
      Rp2.412,86/CNY dan terhadap Dollar Singapura sebesar Rp13.134,42/SGD.




                              Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025
                                                 Sumber: Bank Indonesia, 2025




Halaman 38                                                            00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 40
      Suku Bunga

      Pada Bulan Desember 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
      sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
      sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
      stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
      meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi
      pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini
      juga akan berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan.
      Pada periode Desember 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja dan
      investasi tercatat turun (mtm) di level 8,12%; 8,44% sedangkan suku bunga konsumsi sedikit
      mengalami kenaikan menjadi 8,97%

      Tabel 17. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
                                   Bank Persero                                  2020        2021           2022          2023       2024        2025
       Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                        8,77            8,34           8,29     8,93        8,67            8,12
       Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                          8,87            8,49           8,72     9,41        9,21            8,44
       Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                          10,56       10,14               9,65     9,27        9,09            8,97
      Sumber: Bank Indonesia Desember 2025, diolah


      Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan

      Cadangan Mineral dan Batu Bara di Indonesia

      Saat ini setidaknya terdapat 29 jenis komoditas sumber daya dan cadangan mineral logam yang
      tersebar di 2.809 lokasi di Indonesia. Komoditas dengan cadangan tersebar berupa timah yaitu
      dengan total cadangan sebesar 6.431 juta ton bijih dan 1,44 juta ton logam. Komoditas dengan
      cadangan terbesar selanjutnya adalah nikel yaitu sebesar 5.914 juta ton bijih dan 62 juta ton
      logam. Emas primer menjadi komoditas dengan cadangan ketiga terbesar ketiga yaitu mencapai
      3.461 juta ton bijih & 3,44 ribu ton logam.


        7.000                                                                                                                                6.431
                                                                                          5.914
        6.000

        5.000

        4.000              3.461
                                                                                                                 3.215
                                     2.865                                                                                         2.858
        3.000
                                                1.967
        2.000
                                                           1.209        1.049
        1.000     61                    552,3                                                        648
                                                   437,1
                                                              208,2              136         62,0        224,1            114         21,3
                 0,0002     0,0034                                         0,8                                      0,0                         1,4
                                                                                   58,8                                      2,8
             -
                 Emas       Emas      Bauksit Besi LateritBesi Primer    Kobal   Mangan    Nikel    Pasir Besi    Perak    Seng    Tembaga    Timah
                 Aluvial   Primer


                                       Cadangan Bijih (Juta Ton)                   Cadangan Logam (Juta Ton)

                           Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
                                                 Sumber: Kementerian ESDM, 2025


      Indonesia, sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia pada tahun 2024, mampu
      memproduksi sebanyak 836 juta ton batu bara. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang
      sekitar 4.714 TWh energi, atau setara dengan 9,31% dari total energi global yang berasal dari


Halaman 39                                                                           00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 41
      batu bara, yaitu sekitar 58.618 TWh. Cadangan batu bara Indonesia saat ini mencapa 97.960
      juta ton yang terdiri dari 69% atau 67.333 juta ton batu bara kalori rendah; 16% atau 15.526
      juta ton kalori sedang dan 15% atau 15.101 juta ton kalori tinggi. Total cadangan tersebut
      tesebar di 23 provinsi dan 1.660 titik.


                     Cadangan Batu bara Tahun 2025   30.000

                                                     25.000

                                                     20.000
                                                                         12.915
                                                     15.000

                                                     10.000

                                                      5.000              11.144
                                                                                                          2.902                1.720
                                                         -                                                1.638                1.636
                                                                     Kalori Rendah                  Kalori Sedang           Kalori Tinggi

                                                                              Terkira (Juta Ton)      Terbukti (Juta Ton)

                                                      Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
                                                                         Sumber: Kementerian ESDM, 2024


      Produksi batu bara Indonesia tahun 2024 naik 7,9% (yoy) dari 775 juta ton pada 2023 menjadi
      836,12 juta ton pada tahun 2024. Produksi emas dan perak dalam negeri juga mengalami
      kenaikan yaitu sebesar 80,9% (yoy) dari 14,24 juta ton pada 2023 menjadi 25,75 juta ton pada
      tahun 2024. Produksi nikel naik 39% (yoy) dari 126,72 ribu ton pada 2023 menjadi 176,08 ribu
      ton padatahun 2024. Timah menjadi komoditas yang mengalami trend berbeda yaitu
      penurunan sebesar 61% (yoy) dari 50,67 ribu ton menjadi 19,44 ribu ton pada tahun 2024.
      Kebutuhan sumber bahan bakar PLN saat ini didominasi batu bara yaitu sekitar 71,72 juta ton
      pada tahun 2024. Batu bara mampu menghasilkan sekitar 66% dari total listrik yang dihasilkan
      oleh PLN pada tahun 2024, sedangkan sisanya sebesar 44% terpenuhi dari bahan bakar BBM,
      gas alam, panas bumi, air dan sumber energi lainnya.



                                                                                                                                      836,13
                   Batubara (juta ton)
                                                                                                                                 775,00


                                                                                   176,08
                                           Nikel (ribu ton)
                                                                               126,72


                                                                     19,44
                                  Timah (ribu ton)
                                                                       50,67


                                                                      25,75
             Emas dan Perak (juta ton)
                                                                     14,24

                                                              0,00    100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 700,00 800,00 900,00

                                                                                        2024       2023


                                                       Grafik 9. Produksi Mineral dan Batu Bara tahun 2023 – 2024
                                                                              Sumber: Kementerian ESDM, 2024


      Pada tahun 2024 produksi batu bara di Indonesia mencapai 836,13 juta ton dimana 232,64
      juta ton diantaranya digunakan untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Capaian produksi
      batu bara tersebut terpenuhi darti sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR batu bara. Sedangkan produksi

Halaman 40                                                                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 42
      emas sebesar 25,745 juta ton, perak 26,024 juta ton dan hasil tambang mineral lainnya
      dipenuhi dari sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tambang mineral. Dari 934 IUP/IUPPK/KK/IPR
      tersebut hanya sekitar 635 yang melengkapi dengan data cadangan kandungan mineral.


                                         1200
                                                       938                      934




                           Jumlah Izin
                                          800                                           635


                                          400


                                            0
                                                        Batubara                  Mineral

                                           IUP/IUPPK/KK/IPR        IUP/IUPK/KK/IPR dengan Data

                    Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024
                                                 Sumber: Kementerian ESDM, 2024


      Kewajiban reklamasi pascatambang merujuk pada tanggung jawab perusahaan pertambangan
      usai melakukan kegiatan pertambangan. Pada tahun 2023, kegiatan reklamasi mencapai
      7.920,77 hektar melebihi target yang sudah ditetapkan seluas 7.075 Hektar. Sedangkan
      capaian reklamasi pada tahun 2024 mencapai 26.538 hektare atau naik 2,35 kali lipat
      dibandingkan dengan capaian reklamasi tahun sebelumnya.

                                                                                                 26.538
                 27.000

                 22.000

                 17.000
                                                                     11.084
                 12.000                  9.694         9.344
                                                                                      7.921
                  7.000
                                         7.000         7.025          7.050           7.075      7.100
                  2.000
                                         2020          2021           2022            2023       2024

                                                      Capaian reklamasi           Target

                    Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia
                                                 Sumber: Kementerian ESDM, 2024


      Perkembangan Harga Acuan Mineral dan Batu Bara

      Emas menjadi mineral dengan pertumbuhan harga acuan tertinggi, meningkat dari USD
      2.522/troy ons pada Desember 2024 menjadi USD 4.080/troy ons pada Desember 2025 atau
      naik sekitar 61,8% (yoy). Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami kenaikan signifikan dari
      USD 29/troy ons menjadi USD 51/troy ons pada periode yang sama, atau meningkat sekitar
      75,9% (yoy). Di sisi lain, nikel menunjukkan tren pelemahan dari USD 16.175/dmt pada
      Desember 2024 menjadi USD 14.667/dmt pada Desember 2025, atau turun sekitar 9,3% (yoy).
      Tembaga justru mengalami peningkatan dari USD 9.280/dmt menjadi USD 10.775/dmt, atau
      naik sekitar 16,1% (yoy). Sementara itu, batu bara mengalami koreksi harga yang cukup dalam
      dari USD 123/ton menjadi USD 98/ton, atau turun sekitar 20,3% (yoy) pada Desember 2025.




Halaman 41                                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 43
                  Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batu Bara Acuan Indonesia
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


      Perkembangan Ekspor Hasil Tambang Mineral

      Ekspor hasil tambang emas dan nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor paling berfluksuasi
      jika dibandingkan dengantembaga dan perak. Nilai ekspor nikel pada tahun 2024 mencapai
      USD 3.177 juta. Pada periode Januari – Agustus 2025 terjadi pelemahan nilai ekspor timah
      sebesar 24,3% (yoy) dari USD 2.048 juta menjadi USD1.551 juta. Ekspor emas pada tahun 2024
      mencapai USD 1.062, sedangkan produksi pada periode Januari – Agustus 2025 mengalami
      kenaikan 1108% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu dari USD 655 juta menjadi
      USD 1.365 juta. Ekspor komoditas Tembaga pada tahun 2024 mencapai USD 250 juta. Periode
      Januari - Agustus 2025 mengalami kenaikan 30% (yoy) dari USD 163,5 juta menjadi USD 212
      juta. Ekspor komoditas perak pada tahun 2024 mencapai USD 104 juta dengan periode Januari
      – Agustus 2025 mengalami kenaikan 37,9% (yoy) dari USD 64,2 juta menjadi USD 89 juta.


                          6.000   5.542

                          5.000
                                                             4.096
                          4.000
               juta USD




                                                                        3.177
                          3.000
                                                                                         2.048
                          2.000
                                                                       1.062                            1.551
                                                             848                                        1.365
                                   764                                                   655
                          1.000
                                                                        250
                                  198                                                     163,5          212
                              -    …                                     104            64,2              89
                                   2020   2021     2022      2023      2024             Jan-gus   Jan - Agus
                                                                                         2024       2025

                                           Nikel      Emas           Tembaga    Perak


                             Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


      Batu bara sebagai komoditas unggulan Indonesia pada tahun 2024 mampu mencatatkan nilai
      ekspor sebesar USD 30.490 juta atau turun 11,85% (yoy). Penurunan ini diakibatkan karena
      penurunan harga acuan batu bara dari 305,21 USD/ton pada januari 2023 menjadi 122,51
      USD/ton pada Desember 2024. Tren Penurunan nilai ekspor batu bara juga berlanjut sampai


Halaman 42                                                           00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 44
      dengan periode Januari – Agustus 2025 dimana ekspor turun 21% (yoy) dari USD 20.132 juta
      menjadi USD 15.906 juta. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh tren penuruhan harga acuan
      batu bara dari USD 131,17/ton pada Oktober 2024 menjadi 100,69/ton pada Agustus 2025.


                         100000,0
                          90000,0
                          80000,0
                          70000,0                             46.765
                          60000,0
             juta USD




                          50000,0                                       34.592
                                                                                     30.490
                          40000,0                  26.533
                          30000,0                                                                          20.132
                                         14.534                                                                        15.906
                          20000,0
                          10000,0
                                  -
                                          2020      2021       2022     2023         2024                   Jan -    Jan -
                                                                                                         Agus 2024Agus 2025

                         Batubara         Batubara Kadar Menegah       Batubara Kadar Tinggi          Total Ekspor Batubara

                          Grafik 14. Nilai Ekspor Batu Bara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025
                                                               Sumber: BPS, 2025


      Nilai Ekspor Batubara Indonesia ke Singapura

      India dan China menjadi negara tujuan ekspor batu bara terbesar di Indonesia yang mencapai
      27% dan 23% dari total expor batu bara Indonesia. Walaupun bukan menjadi negara tujuan
      utama ekspor batubara Indonesia, Singapura menjadi salah satu negara tujuan ekspor batu
      bara dari Indonesia disetiap tahunnya. Nilai dan jumlah ekspor batubara Indonesia mengalami
      fluktuasi dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2021 Nilai ekspor batubara mencapai USD 456
      juta dengan kapasitas 28 ribu ton. Jika dibandingkan dengan ekspor tahun 2024, mengalami
      kenaikan dari sisi jumlah yaitu mencapai 50 ribu ton, namun secara nominal mengalami
      penurunan menjadi USD 294 juta. Di tahun 2025 nilai ekspor kembali mengalami kenaikan
      mencapai USD 289 juta atau naik menjadi 25 ribu ton.


                        600.000
                                                                                                              488.604
                        500.000          455.993

                                                                         370.906
                        400.000
                                                                                              294.906
                        300.000                            223.306
                        200.000

                        100.000                            40.384           49.912
                                          27.951                                              21.754           25.631

                             -
                                           2021             2022            2023               2024             2025

                                      Expor Batubara ke Singapura 000 USD            Expor Batubara ke Singapura Ton

                   Grafik 15. Nilai Ekspor Batu Bara Indonesia ke Singapura Tahun 2021 – 2025
                                                               Sumber: BPS, 2025




Halaman 43                                                                    00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 45
      Nilai Impor Mesin dan Alat Berat

      Perkembangan impor mesin dan alat berat di Indonesia setelah sempat mengalami kenaikan
      yang cukup signifikan pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan sampai dengan Juli
      2025. Nilai impor mesin dan alat berat pertambangan turun 6% (yoy) pada tahun 2024 dari
      USD 2.039 juta menjadi USD 1.923 juta. Tren ini berlanjut sampai dengan Juli 2024 dengan
      total nilai impor mencapai USD 1.459 juta. Pada tahun 2023, pertambangan menjadi sektor
      dengan market size impor terbesar mencapai 47% dari total mesin dan alat berat yang diimpor
      di Indonesia, diikuti sengan sektor konstruksi sebesar 26%; sektor perkebunan sebesar 14% dan
      kehutanan sebesar 13%. Penurunan ini menujukkan adanya perlambatan jumlah permintaan
      mesin dan peralatan pertambangan yang digunakan untuk ekspansi sektor pertambangan baik
      dalam proses penambangan maupun reklamasi lokasi tambang.


                          3.000                2.660                                       1
                          2.500                                                            1
                                                          2.039        1.923               1
                          2.000     1.635      63%                                         1
               juta USD




                                                                                1.459
                          1.500                                                            0
                          1.000                                                            0
                                                                       -6%                 -
                           500                                                             (0)
                                                          -23%
                              -                                                            (0)
                                    2021       2022       2023         2024    Juli 2025

                                                  Impor       Growth

                             Grafik 16. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan
                                                 Sumber: BPS, 2025

      Perkembangan Pasar Global

      Perkembangan harga acuan komoditas global berfluktuasi untuk masing-masing jenis
      komoditas. Tiga dari empat komoditas mengalami kenaikan harga acuan dalam kurun waktu
      satu tahun terakhir, komoditas tersebut adalah tembaga, emas, dan perak. Sedangkan untuk
      batu bara mengalami penurunan. Harga acuan Emas (LBMA) berada pada harga USD
      4.026/onz atau naik 51,71% (yoy) pada 10 Oktober 2025. Harga acuan perak juga mengalami
      kenaikan sebesar 59,22% (yoy) dari USD 31,88/onz menjadi USD 50,76/onz pada 10 Oktober
      2025. Tembaga mengalami kenaikan 7,25% (yoy) dari USD 9.778/ton menjadi USD 10.487/ton
      pada 10 Oktober 2025. Harga acuan batu bara tidak sejalan dengan harga komoditas lain
      yang mengalami penurunan cukup tajam yaitu sebesar 29,63% (yoy) dari USD 148,50/ton
      menjadi USD 104,50/ton pada 10 Oktober 2025.




Halaman 44                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 46
          Grafik 17. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batu Bara Global
                                Sumber: S&P Capital IQ, 2025

      Permintaan emas global dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dengan
      CAGR 2020 – 2024 mencapai 5,87%. Pada tahun 2024 permintaan emas global mengalami
      kenaikan sebesar 2,2% yaitu dari 4.524 ton di tahun 2023 menjadi 4.624 ton pada tahun 2024.
      Kebutuhan emas didominasi untuk kebutuhan perhiasan sebesar 43,8% atau 2.026,8 ton; 7,1%
      atau 326,2 ton untuk kebutuhan teknologi; 25,6% atau 1.181,9 ton untuk kebutuhan investasi;
      dan 23,6% atau 1.089 ton untuk kebutuhan bank sentral. Kebutuhan batu bara negara maju
      diseluruh dunia cenderung mengalami fluktuasi. Setelah sempat mengalami kenaikan
      kebutuhan yang tinggi mencapai 1.036,4 juta ton pada tahun 2021, pada tahun 2024
      permintaan batu bara negara maju mengalami penurunan -5,5% (yoy) menjadi 832,7 juta ton.
      Batu bara masih menjadi sumber energi listrik utama global dimana pada tahun 2025, produksi
      energi listrik yang dihasilkan dari batu barameencapai 50.618 Twh.


                5.000                                4.729         4.524        4.624
                                      4.046
                4.000    3.681

                3.000

                2.000
                             946,3       1.036,4        1.000,4         880,9      832,7
                1.000

                    -
                           2020         2021           2022            2023       2024
                                        Emas (ton)    Batubara (juta ton)
             Grafik 18. Perkembangan Permintaan Emas dan Batu Bara Tahun 2020 - 2024
                                   Sumber: KJPP FDI, diolah

      Kesimpulan Industri Pertambangan dan Industri Alat Berat

      Industri pertambangan global masih ditopang oleh batu bara sebagai sumber energi utama,
      meskipun tekanan transisi menuju energi terbarukan terus meningkat. Dalam jangka menengah,
      permintaan batu bara diperkirakan tetap tinggi namun menunjukkan tren pelemahan secara
      bertahap, sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi strategi. Di sisi lain,


Halaman 45                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 47
       komoditas mineral seperti emas, perak, tembaga, dan nikel mengalami peningkatan permintaan
       yang signifikan, seiring dengan kebutuhan industri teknologi dan energi bersih. Dari sisi
       perdagangan internasional, India dan China masih menjadi tujuan utama ekspor batu bara
       Indonesia, sementara Singapura, meskipun bukan tujuan ekspor terbesar, tetap menjadi pasar
       yang konsisten menyerap batu bara Indonesia setiap tahunnya dan menunjukkan tren nilai
       ekspor yang kembali menguat dalam beberapa tahun terakhir.

       Bagi perusahaan seperti PT United Tractors Tbk, kondisi ini menciptakan peluang sekaligus
       tantangan. Ketergantungan pada batu bara mulai dikurangi melalui diversifikasi ke mineral
       bernilai tinggi, khususnya emas dan logam strategis lainnya yang memiliki prospek harga dan
       permintaan yang lebih kuat. United Tractors memperkuat portofolionya melalui ekspansi ke
       sektor mineral dan tetap didukung oleh bisnis alat berat yang berkaitan erat dengan proyek
       infrastruktur domestik, pertambangan, konstruksi, kehutanan dan perkebunan, serta segmen
       bisnis lainnya yaitu berupa jasa kontraktor pertambangan, pertambangan (batu bara dan
       mineral lainnya). PT Tuah Turangga Agung, sebagai pemegang konsesi pertambangan batu
       bara, berada pada posisi yang turut diuntungkan oleh permintaan ekspor batu bara yang masih
       bertahan, termasuk ke pasar Singapura yang nilai ekspornya justru mencatatkan level tertinggi
       dalam lima tahun terakhir pada tahun 2025, sehingga mendukung keberlanjutan aktivitas
       produksi dan penjualannya. Sejalan dengan hal tersebut, Aegis Energy Trading Pte. Ltd., yang
       berkedudukan di Singapura, berperan strategis dalam memfasilitasi aktivitas perdagangan dan
       distribusi batu bara ke pasar internasional, sehingga memperkuat keterkaitan rantai bisnis
       antara aktivitas produksi, perdagangan, serta korporasi induk yang terdiversifikasi.

       Secara keseluruhan, prospek industri bagi ketiga entitas ini (United Tractors, Tuah Turangga
       Agung, dan Aegis Energy Trading) tetap solid dalam jangka panjang. Strategi diversifikasi,
       peningkatan eksposur pada komoditas bernilai tinggi, keberlanjutan permintaan pasar ekspor
       meskipun terjadi fluktuasi harga global, serta kemampuan beradaptasi terhadap transisi energi
       menjadi faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan dan ketahanan bisnis di tengah dinamika
       pasar global.

 3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan

       Analisa Operasional

       Segmen operasi perusahaan terbagi menjadi empat segmen usaha utama yaitu: Mesin
       Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Segmen Lainnya. Analisis dan kinerja
       operasional dari masing-masing segmen usaha disajikan sebagai berikut:

       Mesin Konstruksi

       Segmen usaha mesin konstruksi dijalankan oleh perusahaan induk yaitu Perseroan serta anak
       usahanya yaitu PT Bina Pertiwi dan UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. PT United Tractors Pandu
       Engineering (UTPE), dan PT Triatra Sinergia Pratama (TRIATRA). Segmen usaha ini berfokus pada
       penjualan alat berat dan kendaraan transportasi untuk berbagai sektor, seperti pertambangan,
       perkebunan, konstruksi, kehutanan, material handling, dan transportasi.

       Tabel 18. Mesin Konstruksi
                       Mesin Konstruksi              2020    2021    2022     2023    2024    2025
        Penjualan Alat Berat Komatsu (Unit)          1.564   3.088   5.753    5.270   4.420   4.515
        Penjualan UD Trucks (Unit)                     224     375     429     272      234     155



Halaman 46                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 48
                       Mesin Konstruksi                 2020      2021    2022    2023    2024    2025
       Penjualan Scania (Unit)                            217      545     233     715     436     466
       Penjualan Suku Cadang dan Jasa Pemeliharaan
                                                             6       8      10      12      12      11
       (triliun Rupiah)
       Pendapatan Bersih Mesin Konstruksi
                                                            13      23      36      37      37      36
       (triliun Rupiah)
      Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


      Segmen usaha Mesin Konstruksi pada tahun 2025 mencatat peningkatan pada penjualan alat
      berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dibanding pada tahun sebelumnya pada tahun
      2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor kehutanan
      dan perkebunan yang mana membuat Komatsu memiliki pangsa pasar sebesar 20% dan tetap
      mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.

      Di sisi lain, penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit, sementara
      penjualan UD Trucks menurun cukup signifikan dari 234 unit menjadi 155 unit. Penurunan juga
      tercatat pada pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat yang
      turun sebesar 3% menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih dari segmen
      Mesin Konstruksi mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp36 triliun, yang menunjukkan
      bahwa peningkatan penjualan unit alat berat belum sepenuhnya mampu mengimbangi
      penurunan pada pendapatan layanan dan komponen pendukung lainnya.

      Kontraktor Penambangan

      Layanan yang tercakup pada segmen usaha kontraktor penambangan adalah diantaranya:
      desain dan implementasi pertambangan, penilaian dan studi kelayakan, pembangunan
      infrastruktur dan fasilitas tambang, pemindahan tanah, pengelolaan limbah, eksplorasi,
      pengangkutan, serta jasa terkait kontraktor penambangan lain.

      Tabel 19. Kontraktor Penambangan
                   Kontraktor Penambangan                2020     2021    2022    2023    2024    2025
       Produksi Batu Bara (juta ton)                       115      116     116    129     148     148
       Volume Pemindahan Tanah (juta bcm)                  825      852     954   1.158   1.217   1.100
       Pendapatan Bersih Kontraktor Penambangan
                                                             29      33      47      54     58      54
       (triliun Rupiah)
      Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


      Segmen usaha Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
      beserta anak perusahaannya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kedua entitas yang
      tergabung dalam PAMA Grup ini menyediakan layanan jasa pertambangan bagi pemegang
      konsesi tambang, terutama dalam kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden
      removal) serta produksi batu bara dan mineral lainnya.

      Pada tahun 2024, segmen kontraktor penambangan mencatatkan kinerja yang positif. PAMA
      Grup membukukan peningkatan produksi batu bara sebesar 15% atau sekitar 19 juta ton
      dibandingkan tahun 2023. Selain itu, volume pekerjaan pemindahan tanah juga meningkat
      sebesar 5% atau sekitar 59 juta bcm dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan
      peningkatan aktivitas operasional tersebut, pendapatan bersih dari segmen kontraktor
      penambangan pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 8% atau sekitar Rp4 triliun
      dibandingkan tahun 2023.



Halaman 47                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 49
      Namun demikian, hingga triwulan IV tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan penurunan volume
      pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm. Sementara itu, volume
      produksi batu bara untuk para klien tercatat relatif stabil pada level 148 juta ton dengan rata-
      rata stripping ratio sebesar 7,4 kali. Penurunan volume pemindahan tanah ini terutama
      dipengaruhi oleh tingginya curah hujan serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak
      klien. Sejalan dengan perkembangan tersebut, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor
      Penambangan tercatat menurun sebesar 7% menjadi Rp54 triliun.

      Pertambangan

      Grup perusahaan menjalankan usaha pertambangan pada dua lini bisnis, yaitu: batu bara
      termal dan metalurgi serta emas dan mineral Lainnya. Grup perusahaan menjalankan lini bisnis
      pertambangan batu bara lewat perusahaan induk lini bisnis batu bara yaitu PT Tuah Turangga
      Agung. Pada segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya, PT Agincourt Resources,
      PT Sumbawa jutaraya, dan PT Stargate Pacific Resources menjadi entitas yang menjalankan lini
      bisnis ini.

      Tabel 20. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi
              Batu Bara Termal dan Metalurgi            2020     2021       2022       2023       2024        2025
       Volume Penjualan Batu Bara (juta ton)                9       9         10         12         13          14
       Jumlah Pendapatan Bersih Pertambangan Batu
                                                             9     14         31         30         26          24
       Bara (triliun Rupiah)
      Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


      Pada lini bisnis pertambangan batu bara, grup perusahaan pada 2024 mencatat volume
      penjualan yang meningkat sebesar 11% atau sebesar 13 juta ton dibandingkan tahun 2023.
      Meski begitu, jumlah pendapatan bersih pertambangan batu bara grup perusahaan pada 2024
      tercatat sebesar 26 triliun Rupiah atau turun sebesar 15% dari pendapatan bersih tahun 2023
      sebesar 31 triliun Rupiah. Penurunan pendapatan bersih tersebut didorong oleh penurunan
      harga batu bara global sejak awal tahun 2024 sehingga meskipun volume penjualan dicatatkan
      meningkat, Nilai penjualan bersih grup perusahaan mengalami penurunan.

      Memasuki tahun 2025, perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan batu bara
      menjadi 14 juta ton. Meskipun demikian, pendapatan dari segmen usaha pertambangan batu
      bara tercatat turun sebesar 7% menjadi Rp24 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya
      rata-rata harga jual batu bara di pasar, yang terus menekan nilai pendapatan meskipun volume
      penjualan mengalami peningkatan.

      Tabel 21. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya
                 Emas dan Mineral Lainnya               2020     2021       2022        2023       2024        2025
       Penjualan Setara Emas (ribu ons)                   320      330        286        175         232         277
       Jumlah Pendapatan (triliun Rupiah) Bersih
                                                             7          8          8          5          10          14
       Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
      Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


      Pada lini bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya, grup perusahaan pada 2024
      mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 32% atau sebesar 57 ribu ons dibanding tahun
      2023. Dari sisi pendapatan bersih, grup perusahaan pada 2024 mencatatkan total pendapatan
      bersih pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 10 triliun Rupiah atau kenaikan sebesar
      90% dibanding tahun 2023. Pada tahun 2025 tercatatat peningkatan pendapatan sebesar 41%
      menjadi Rp14 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga emas.


Halaman 48                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 50
       Prospek Perusahaan

       Prospek industri pertambangan dan alat berat Indonesia saat ini ditopang oleh fundamental
       yang kuat dari sisi cadangan sumber daya alam dan tren produksi nasional yang terus
       meningkat. Indonesia memiliki 29 jenis komoditas mineral logam yang tersebar di 2.809 lokasi,
       dengan cadangan terbesar berasal dari timah 6.431 juta ton bijih, nikel 5.914 juta ton bijih, dan
       emas 3.461 juta ton bijih. Produksi nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana
       pada tahun 2024 produksi batu bara naik 7,9% menjadi 836 juta ton, nikel meningkat 39%,
       serta emas dan perak melonjak hingga 80,9% (yoy). Meskipun harga batu bara terkoreksi hingga
       29,6% (yoy), harga emas, perak, dan tembaga justru meningkat tajam masing-masing sebesar
       51,7%, 59,2%, dan 7,2%. Pergeseran tren ini menandakan potensi pertumbuhan yang lebih
       besar pada sektor logam bernilai tinggi dan mineral strategis, sejalan dengan kebijakan hilirisasi
       dan peningkatan nilai tambah industri nasional. Peningkatan ekspor mineral seperti emas,
       perak, dan tembaga juga menunjukkan kuatnya permintaan global yang membuka peluang
       bagi ekspansi industri pertambangan nasional menuju arah yang lebih modern dan
       berkelanjutan.

       Prospek usaha Perseroan ke depan berada dalam fase transisi strategis. Pada tahun 2026 terjadi
       penguatan harga dan permintaan batu bara (akibat geopolitik), pendapatan turun untuk
       kontraktor akibat penurunan volume produksi (RKAB), ekspor turun karena produksi domestik
       seperti di China meningkat.

       Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi kunci utama pertumbuhan Perseroan. PAMA mulai
       memperluas portofolio ke proyek tambang nikel seperti blok Pomalaa, sementara lini
       pertambangan milik sendiri melalui Martabe, Doup (ASA), dan Stargate memperkuat eksposur
       Perseroan terhadap komoditas emas dan nikel yang harganya tengah naik tajam. Segmen alat
       berat menghadapi perlambatan dari sektor tambang, namun tetap ditopang oleh aktivitas
       konstruksi dan hilirisasi mineral nasional, dengan potensi pendapatan stabil dari layanan purna
       jual dan digitalisasi sistem (UT Connect). Sementara itu, segmen konstruksi ACSET dan energi
       baru EPN mendukung integrasi antarunit bisnis serta peluang investasi di sektor energi
       terbarukan. Dengan kombinasi diversifikasi portofolio, fokus pada efisiensi operasional, dan
       kesiapan memasuki era energi bersih, Perseroan berpotensi tetap tumbuh solid dan relevan di
       tengah perubahan arah pasar global.

 3.1.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, latar belakang
       dilaksanakannya Rencana Transaksi adalah untuk mendukung kegiatan operasional AEGIS.
       Dalam Rencana Transaksi ini, AEGIS sebagai pihak peminjam akan menggunakan dana yang
       diperoleh sebagai sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.

       Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan menilai bahwa ketersediaan pendanaan yang
       memadai merupakan faktor penting dalam menunjang kelancaran aktivitas usaha AEGIS. Oleh
       karena itu, Rencana Transaksi diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan modal
       kerja, menjaga kelancaran operasional, serta menunjang keberlangsungan kegiatan usaha
       AEGIS.

 3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif

       Keuntungan dan kerugian dari adanya Rencana Transaksi bagi Perseroan dapat ditinjau dari
       beberapa aspek.

Halaman 49                                                  00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 51
      Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
      berikut:
      1. Mendukung kegiatan operasional dan kebutuhan modal kerja AEGIS sehingga kegiatan
          usaha perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan.
      2. Memberikan fleksibilitas pendanaan kepada AEGIS untuk melakukan transaksi usaha
          dengan nilai yang melebihi modal disetor yang dimiliki, sehingga dapat mendukung
          pengembangan kegiatan bisnis perusahaan.
      3. Mengoptimalkan pengelolaan dana dalam kelompok usaha Perseroan melalui penyediaan
          pendanaan antar entitas afiliasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan
          operasional dan modal kerja AEGIS.

      Kerugian yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
      berikut:
      1. Adanya risiko kredit berupa potensi keterlambatan pembayaran atau gagal bayar atas
           pokok pinjaman dan/atau bunga oleh AEGIS sesuai dengan ketentuan yang disepakati
           dalam perjanjian pinjaman.
      2. Mengingat dana pinjaman akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja
           AEGIS, kemampuan pengembalian pinjaman sangat bergantung pada keberhasilan
           kegiatan usaha dan penerimaan pembayaran dari pelanggan AEGIS. Apabila pelanggan
           AEGIS tidak melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku, maka AEGIS
           berpotensi mengalami kendala arus kas yang dapat mempengaruhi kemampuan
           pengembalian pinjaman kepada TTA.
      3. Terdapat risiko tidak tertagihnya sebagian atau seluruh dana pinjaman yang telah
           disalurkan oleh TTA apabila AEGIS mengalami kegagalan usaha atau tidak memperoleh
           penerimaan kas yang cukup dari kegiatan operasionalnya untuk memenuhi kewajiban
           pembayaran pinjaman.

 3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)

      Leverage perusahaan diukur melalui rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
      Equity dan rasio Debt to Assets pada Perseroan secara historis sejak 2021 sampai 31 Desember
      2025 disajikan pada tabel berikut:

      Tabel 22. Leverage Perseroan – Historis
                                                 2021      2022       2023        2024       2025
                       Leverage
                                                Audited   Audited    Audited     Audited    Audited
        Debt to Equity Ratio                      0,13X     0,03X       0,22X      0,21X       0,18X
        Long Term Debt to Equity Ratio            0,04X     0,01X       0,21X      0,16X       0,07X
        Debt to Assets Ratio                      0,08X     0,02X       0,12X      0,12X       0,11X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Adanya Rencana Transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan secara signifikan karena
      pinjaman yang diberikan kepada AEGIS bersumber dari dana internal kas Perseroan. dengan
      begitu Rencana Transaksi tidak merubah secara signifikan struktur leverage perusahaan dilihat
      dari rasio Debt to Equity, Long-Term Debt to Equity, dan rasio Debt to Assets. Leverage
      perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan disajikan pada tabel berikut:




Halaman 50                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 52
      Tabel 23. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
                                                                             31 Des 2025                31 Des 2025
                           Dampak Leverage
                                                                          Sebelum Transaksi           Setelah Transaksi
       Debt to Equity Ratio                                                           0,183418X                 0,183414X
       Long Term Debt to Equity Ratio                                                 0,070903X                 0,070901X
       Debt to Assets Ratio                                                           0,106493X                 0,106491X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
      klasifikasi industri dengan Perseroan. Perusahaan sejenis yang disebandingkan dipilih
      menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
      pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
      Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 4
      kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.

      Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:

      Tabel 24. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
                                                      Pertumbuhan       Pertumbuhan     Margin Laba     Total     Pangsa
                 Perusahaan                Industri
                                                       Pendapatan           Laba          Bersih        Aset       Pasar
       PT Alamtri Resources
                                              √           √                                              √          √
       Indonesia Tbk (IDX:ADRO)
       PT Bayan Resources Tbk.
                                              √           √                                              √          √
       (IDX:BYAN)
       PT Bukit Asam (Persero) Tbk
                                              √                                              √           √          √
       (IDX:PTBA)
       PT Dian Swastatika Sentosa
                                              √                                              √           √          √
       Tbk (IDX:DSSA)
       PT Golden Energy Mines Tbk
                                              √           √                 √                                       √
       (IDX:GEMS)
       PT Indo Tambangraya
                                              √                                              √           √          √
       Megah Tbk (IDX:ITMG)
      Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


      Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
      Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:

      Tabel 25. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
                    Debt to Equity Ratio                 Dec 2021       Dec 2022      Dec 2023    Dec 2024       Sep 2025
       PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                              0,36X         0,24X         0,19X        0,11X         0,16X
       (IDX:ADRO)
       PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN)                           -           -         0,20X        0,15X                -
       PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA)                 0,04X         0,05X         0,06X        0,10X         0,17X
       PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX:DSSA)              0,36X         0,54X         0,47X        0,63X         0,66X
       PT Golden Energy Mines Tbk (IDX:GEMS)                  0,36X         0,24X         0,38X        0,43X         0,19X
       PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                              0,04X         0,03X         0,03X        0,04X         0,05X
       (IDX:ITMG)
       Average                                                0,20X         0,18X         0,22X        0,24X         0,20X
      Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


      Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada
      0,18 sampai 0,24. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan
      perusahaan lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.


Halaman 51                                                              00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 53
      Tabel 26. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
                     Debt to Asset Ratio            Dec 2021    Dec 2022    Dec 2023    Dec 2024      Sep 2025
       PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                       0,21X       0,15X        0,14X      0,09X         0,12X
       (IDX:ADRO)
       PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN)                   -          -        0,12X      0,10X                 -
       PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA)          0,03X       0,03X        0,03X      0,05X         0,09X
       PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX:DSSA)       0,21X       0,25X        0,26X      0,33X         0,34X
       PT Golden Energy Mines Tbk (IDX:GEMS)           0,14X       0,12X        0,19X      0,23X         0,11X
       PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                       0,03X       0,02X        0,02X      0,03X         0,04X
       (IDX:ITMG)
       Average                                         0,10X       0,09X        0,13X      0,14X         0,12X
      Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


      Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada
      0,09 sampai 0,14.

      Debt to Equity Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,18 masih berada
      pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,18 sampai 0,24. Hal ini menunjukan
      bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang dapat membuat Perseroan memiliki
      leverage diluar rentan perusahaan pada industri sejenis.

      Debt to Assets Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,10 masih berada
      pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,09 sampai 0,14. Hal ini menunjukan
      Rencana Transaksi pemberian pinjaman oleh Perseroan ke AEGIS tidak berdampak pada
      leverage perusahaan yang dilihat dari proksi Debt to Assets.

 3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo

      Dampak likuiditas dan kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dilihat dari perubahan
      rasio likuiditas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Proksi yang dapat
      digunakan pada analisis dampak likuiditas adalah current ratio atau rasio lancar, quick ratio
      atau rasio cepat, dan cash ratio atau rasio kas. Selanjutnya analisis kemampuan melunasi
      pinjaman saat jatuh tempo dapat dilihat dari kinerja dan kondisi keuangan AEGIS serta hal-hal
      lain yang dapat mendukung debitur dalam pelunasan saat jatuh tempo.

      Rasio likuiditas Perseroan dengan proksi current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan
      setelah Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:

      Tabel 27. Rasio Likuiditas Perseroan
              Rasio Likuiditas              Sebelum Transaksi     Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
       Current Ratio                                1,355704X              1,355829X               0,000125X
       Quick Ratio                                  1,041310X              1,041435X               0,000125X
       Cash Ratio                                   0,499329X              0,496616X               -0,002713X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Rencana transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan memberikan dampak yang tidak
      signifikan. Hal tersebut diakibatkan dari besaran nilai Rencana Transaksi yang jumlahnya
      sebesar 0,57% dari total kas dan setara kas perusahaan per tanggal pendapat kewajaran.
      Dengan begitu dampak yang ditimbulkan Rencana Transaksi terhadap likuiditas perusahaan
      tidak signifikan.



Halaman 52                                                      00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 54
      Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dapat dilihat dari historis
      rasio solvabilitas dan rasio likuiditas AEGIS.

      Tabel 28. Rasio Likuiditas AEGIS
           Rasio Likuiditas         2021        2022       2023         2024         2025       Rata-rata
        Current Ratio                 1,49X       2,43X      1,23X        1,33X        1,25X        1,55X
        Quick Ratio                   1,49X       2,43X      1,23X        1,08X        1,11X        1,47X
       Cash Ratio                     0,48X       1,52X      0,23X        0,54X        0,49X        0,65X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R

      Tabel 29. Rasio Solvabilitas AEGIS
          Rasio Solvabilitas        2021        2022       2023         2024        2025        Rata-rata
        Debt to Equity Ratio          0,00X       0,01X      0,00X        0,00X        0,00X        0,00X
       Debt to Assets Ratio           0,00X       0,00X      0,00X        0,00X        0,00X        0,00X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Dari rasio likuiditas yang di analisis, rasio likuiditas AEGIS dengan proksi current ratio, quick
      ratio, dan cash ratio, kemudian dari rasio solvabilitas yang dianalisis, yaitu DAR dan DER,
      diperoleh bahwa AEGIS tidak memiliki utang berbunga signifikan selama periode 2021–2025
      sehingga kedua rasio tersebut tercatat sebesar 0,00 sampai 0,01 kali. Hal ini menunjukkan
      bahwa perusahaan tidak bergantung pada pendanaan berbasis utang berbunga dan memiliki
      struktur permodalan yang didominasi oleh ekuitas, sehingga risiko keuangan dan risiko gagal
      bayar relatif rendah.

      Dari rasio solvabilitas yang di analisis, rasio solvabilitas AEGIS dengan proksi debt to assets ratio
      dan debt to equity ratio diperoleh bahwa AEGIS memiliki nilai rasio solvabilitas rendah yang
      dapat menggambarkan rendahnya tingkat risiko gagal bayar dan tingginya kemampuan
      solvabilitas perusahaan akibat kepemilikan porsi utang yang rendah.

      Dilihat dari perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas AEGIS per
      tanggal pendapat kewajaran, diperoleh bahwa nilai Rencana Transaksi sebesar USD9.000.000
      dibandingkan dengan posisi kas dan setara kas sebesar USD12.517.756 adalah sebesar
      71,90% sehingga posisi kas dan setara kas AEGIS per tanggal pendapat kewajaran mampu
      menyerap seluruh nilai pokok Rencana Transaksi pinjaman.

 3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal

      Terdapat dampak pada Perseroan jika pinjaman yang diberikan AEGIS tidak dapat dilunasi atau
      mengalami kegagalan. Tidak dilunasinya pinjaman oleh AEGIS akan menghilangkan potensi
      pendapatan bunga yang akan diterima dan menghilangkan hak penerimaan pokok atas
      pinjaman. Hal tersebut berdampak pada penurunan proyeksi laba rugi dan penurunan proyeksi
      perolehan kas Perseroan.

      Tabel 30. Analisis Cash Management Perseroan
                                                                                      (dalam juta Rupiah)
                               Analisis Cash Management                           31 Desember 2025
        Kas dan Setara Kas Perseroan                                                           26.570.772
        Nilai Rencana Transaksi                                                                    151.038
        Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                         0,57%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


Halaman 53                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 55
       Merujuk pada analisis cash management, rasio nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara
       kas Perseroan per tanggal Pendapat Kewajaran adalah sebesar 0,57% sehingga dampak yang
       timbul jika terjadi gagal bayar tidak akan mengganggu aktivitas operasional Perseroan secara
       keseluruhan.

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, dana pinjaman yang
       diberikan oleh TTA kepada AEGIS akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja
       AEGIS. Oleh karena itu, kemampuan AEGIS dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman
       kepada TTA sangat bergantung pada keberhasilan kegiatan usaha yang dibiayai serta
       penerimaan pembayaran dari pelanggan (customer) AEGIS.

       Apabila kegiatan usaha yang dibiayai tidak berjalan sesuai rencana atau AEGIS tidak menerima
       pembayaran dari pelanggan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka kondisi tersebut
       dapat berdampak pada terganggunya arus kas operasional AEGIS. Akibatnya, AEGIS berpotensi
       mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok pinjaman dan/atau
       bunga kepada TTA sesuai jadwal yang telah disepakati. Dalam kondisi tersebut, TTA berpotensi
       menghadapi risiko keterlambatan pengembalian atau tidak tertagihnya sebagian maupun
       seluruh dana pinjaman yang telah disalurkan kepada AEGIS.

 3.2   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

 3.2.1 Kinerja Historis

       Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
       perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya Rencana Transaksi. Analisis
       ini memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta
       kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.

       Kinerja Historis Perseroan

       • Laporan Keuangan

          Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
          Perseroan periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

          Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
          keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
          Arus Kas pada masing-masing periode.

          Laporan Posisi Keuangan

          Tabel 31. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember
                    2025
                                                                         (dalam miliar Rupiah)
                                                Audited   Audited    Audited    Audited    Audited
                    Laporan Posisi Keuangan
                                               Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
             Aset
             Aset Lancar
             Kas dan Setara Kas                  33.322     38.282     18.597     25.093     26.571
             Piutang Usaha



Halaman 54                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 56
                                               Audited    Audited    Audited    Audited    Audited
                  Laporan Posisi Keuangan
                                               Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
             Pihak Ketiga                        11.640     17.118     18.953     18.918     18.560
             Pihak Berelasi                        512        515       1.321      1.071      1.358
             Piutang Non Usaha
             Pihak Ketiga                          904       1.042       833        780        493
             Pihak Berelasi                        964        973       1.208      1.383      1.203
             Persediaan                           9.454     15.390     17.184     16.994     16.730
             Proyek dalam Pelaksanaan                 0          0          0       159         29
             Pihak Ketiga                           59         37        111           0          0
             Pihak Berelasi                           0          0                     0          0
             Pajak Dibayar Dimuka
             Pajak Penghasilan Badan              1.145       806        910        782       1.654
             Pajak Lain-lain                      1.753      3.412      2.197      2.939      3.644
             Uang Muka dan Biaya Dibayar
                                                   775       1.256      1.103      1.470      1.543
             Dimuka
             Aset Lancar Lain-lain                  77         99        249        391        357
             Total Aset Lancar                   60.604     78.930     62.667     69.979     72.141


             Aset Tidak Lancar
             Kas dan Deposito Berjangka Yang
                                                   776        519        561        629        788
             Dibatasi Penggunaannya
             Piutang Usaha
             Pihak Ketiga                           56           0       108        477        453
             Pihak Berelasi                           0                   17         18         19
             Piutang Non Usaha
             Pihak Ketiga                          385        458        312        180         88
             Pihak Berelasi                       2.087      2.811      2.868      3.407      3.104
             Persediaan                            206        255         82         99        106
             Pajak Dibayar Dimuka
             Pajak Penghasilan Badan                19           9        76        792       1.447
             Pajak Lain-Lain                       222        266       1.732      1.913      1.650
             Uang Muka Dan Biaya Dibayar
                                                   109        569       1.299       428        794
             Dimuka
             Investasi Pada Entitas Asosiasi
             Investments In Associates Dan        2.517      5.146     14.853     17.822     17.224
             Ventura Bersama
             Investasi Jangka Panjang              764       1.114      1.243      1.376      3.176
             Aset Tetap                          20.457     23.678     36.002     40.952     45.297
             Properti Pertambangan               11.925     11.905     17.846     15.712     14.809
             Properti Investasi                    222        222        228        216        244
             Beban Eksplorasi dan
                                                  2.162      2.389      2.374      2.494      2.769
             Pengembangan Tangguhan
             Aset Tambang Berproduksi             4.456      4.836      4.489      4.216      3.958
             Beban Tangguhan                       917       1.715      1.449      1.301      1.169
             Aset Pajak Tangguhan                 2.250      2.981      3.537      4.021      4.891
             Goodwill                             2.428      2.676      2.287      3.448      3.511
             Total Aset Tidak Lancar             51.957     61.548     91.361     99.501    105.496
             Total Aset                         112.561    140.478    154.028    169.481    177.637



Halaman 55                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 57
                                                    Audited    Audited    Audited    Audited    Audited
                   Laporan Posisi Keuangan
                                                    Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
             Liabilitas
             Liabilitas Jangka Pendek
             Utang Usaha
             Pihak Ketiga                             14.299     24.591     28.883     28.749     29.095
             Pihak Berelasi                             219        258        228        236        214
             Utang Non-Usaha
             Pihak Ketiga                               389        508        604        863       1.133
             Pihak Berelasi                              51         76         52         70         88
             Utang Pajak
             Pajak Penghasilan Badan                   1.868      2.940      2.390      1.042       826
             Pajak Lain-Lain                            378        642        779        478        585
             Akrual                                    5.188      8.856      6.569      6.787      6.693
             Uang Muka Pelanggan
             Pihak Ketiga                               774        784        691       1.004       857
             Pihak Berelasi                              11        111         53         46         44
             Pendapatan Tangguhan                       440        600        705        972       1.021
             Liabilitas Imbalan Kerja                   633        658        791        852       1.054
             Pinjaman Bank Jangka Pendek                175       1.029       294        402        560
             Bagian Jangka Pendek Dari Utang
             Jangka Panjang
             Pinjaman Bank                             5.351                     8      2.294      9.683
             Liabilitas Sewa                            651        940        989        907        801
             Pinjaman Lain-Lain                          29         19           3       600        560
             Pinjaman Bank Jangka Pendek Dari
             Liabilitas Keuangan Jangka                  32         29                      0          0
             Panjang Lain-Lain
             Total Liabilitas Jangka Pendek           30.489     42.037     43.038     45.303     53.213


             Liabilitas Jangka Panjang
             Liabilitas Pajak Tangguhan                3.165      3.241      4.462      4.022      3.768
             Provisi Rehabilitasi, Reklamasi, dan
                                                        634        794        865       1.029      1.155
             Penutupan Tambang
             Liabilitas Imbalan Kerja                  3.316      3.708      4.047      4.989      5.498
             Utang Jangka Panjang, Setelah
             Dikurangi Bagian Jangka Pendek
             Pinjaman Bank                             2.497          0     16.573     14.862      6.055
             Liabilitas Sewa                            462        897        842        758        976
             Pinjaman Lain-Lain                          22        117        165        343        282
             Liabilitas Keuangan Jangka
                                                        154        169           0          0      3.555
             Panjang Lain-Lain
             Total Liabilitas Jangka Panjang          10.249      8.927     26.954     26.003     21.288
             Total Liabilitas                         40.739     50.964     69.993     71.305     74.501


             Ekuitas
             Ekuitas Yang Diatribusikan Kepada
             Entitas Induk
             Modal Disetor                              933        933        933        933        933



Halaman 56                                                     00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 58
                                                Audited    Audited     Audited     Audited      Audited
                  Laporan Posisi Keuangan
                                                Des 2021   Des 2022    Des 2023    Des 2024    Des 2025
             Tambahan Modal Disetor                9.704      9.704       9.704       9.704       9.704
             Saham Tresuri                             0     (3.191)     (3.191)     (3.191)     (4.902)
             Saldo Laba
             Dicadangkan                            187         187         187         187         187
             Belum Dicadangkan                    56.487     71.137      66.685      77.976      85.548
             Selisih Kurs Dari Penjabaran
                                                   2.712      5.962       5.188       7.399       9.227
             Laporan Keuangan
             Cadangan Lindung Nilai                (818)        612         549         745      (2.065)
             Cadangan Penyesuaian Nilai Wajar
                                                     20          20          20          19          19
             Aset Tetap
             Transaksi Dengan Kepentingan
                                                   (664)      (664)       (824)       (824)        (876)
             Nonpengendali
             Total Ekuitas Yang Diatribusikan
                                                  68.560     84.698      79.251      92.947      97.774
             Kepada Entitas Induk
             Kepentingan Nonpengandali             3.263      4.816       4.785       5.228       5.363


             Total Ekuitas                        71.823     89.514      84.036      98.175     103.136
             Total Liabilitas Dan Ekuitas        112.561    140.478     154.028     169.481     177.637
         Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


         Aset Lancar

         Pertumbuhan aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
         4,45% . Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp60.604 miliar. Pada tahun 2022
         aset lancar mengalami peningkatan sebesar 30,24% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp78.930 miliar. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar
         20,60% secara year on year atau tercatat sebesar Rp62.667 miliar. Pada tahun 2024 aset
         lancar mengalami peningkatan sebesar 11,67% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp69.979 miliar. Serta Pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 3,09%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp72.141miliar.

         Aset Tidak Lancar

         Pertumbuhan aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
         31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR
         sebesar 19,37% . Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp51.957 miliar. Pada
         tahun 2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 18,46% secara year on year
         atau tercatat sebesar Rp61.548 miliar. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
         peningkatan sebesar 48,44% secara year on year atau tercatat sebesar Rp91.361 miliar. Pada
         tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,91% secara year on year
         atau tercatat sebesar Rp99.501 miliar. Serta Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
         peningkatan sebesar 6,02% secara year on year atau tercatat sebesar Rp105.496 miliar.

         Total Aset

         Pertumbuhan total aset Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya dengan
         rata-rata CAGR sebesar 12,08%. Pada tahun 2021 total aset tercatat sebesar Rp112.561

Halaman 57                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 59
         miliar. Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 24,80% secara year on
         year atau tercatat sebesar Rp140.478 miliar. Pada Tahun 2023 total aset mengalami
         peningkatan sebesar 9,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp154.028 miliar. Pada
         tahun 2024 total aset mengalami peningkatan sebesar 10,03% secara year on year atau
         tercatat sebesar Rp169.481 miliar. Serta Pada tahun 2025 total aset mengalami peningkatan
         sebesar 4,81% secara year on year atau tercatat sebesar Rp177.637 miliar.

         Liabilitas Jangka Pendek

         Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
         dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
         CAGR sebesar 14,94%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp30.489
         miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 37,88%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.037 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
         pendek mengalami peningkatan sebesar 2,38% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp43.038 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
         5,26% secara year on year atau tercatat sebesar Rp45.303 miliar. Serta Pada tahun 2025
         liabiitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 17,46% secara year on year atau
         tercatat sebesar Rp53.213 miliar.

         Liabilitas Jangka Panjang

         Pertumbuhan liabilitas jangka panjang Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
         dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
         CAGR sebesar 20,05%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp10.249
         miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 12,90%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.927 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
         panjang mengalami peningkatan sebesar 201,94% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp26.954 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar
         3,53% secara year on year atau tercatat sebesar Rp26.003 miliar. Serta Pada tahun 2025
         liabiitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 18,13% secara year on year atau
         tercatat sebesar Rp21.288 miliar.

         Total Liabilitas

         Pertumbuhan total liabilitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
         31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya dengan rata-
         rata CAGR sebesar 16,29%. Pada tahun 2021 total liabilitas tercatat sebesar Rp40.739 miliar.
         Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 25,10% secara year on year
         atau tercatat sebesar Rp50.964 miliar. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami
         peningkatan sebesar 37,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.993 miliar. Pada
         tahun 2024 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 1,88% secara year on year atau
         tercatat sebesar Rp71.305 miliar. Serta Pada tahun 2025 total liabiitas mengalami
         peningkatan sebesar 4,48% secara year on year atau tercatat sebesar Rp74.501 miliar.

         Total Ekuitas

         Pertumbuhan total ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
         9,47%. Pada tahun 2021 total ekuitas tercatat sebesar Rp71.823 miliar. Pada tahun 2022
         total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 24,63% secara year on year atau tercatat

Halaman 58                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 60
         sebesar Rp89.514 miliar. Pada Tahun 2023 total ekuitas mengalami penurunan sebesar
         6,12% secara year on year atau tercatat sebesar Rp84.036 miliar. Pada tahun 2024 total
         ekuitas mengalami peningkatan sebesar 16,83% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp98.175 miliar. Serta Pada tahun 2025 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,05%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp103.136 miliar.

         Laporan Laba Rugi

         Tabel 32. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                            Audited     Audited     Audited     Audited     Audited
                  Laporan Laba Rugi
                                            Des 2021    Des 2022    Des 2023    Des 2024    Des 2025
             Pendapatan bersih                79.461     123.607     128.583     134.427        131.301
             Beban pokok pendapatan          (59.796)    (88.849)    (92.797)   (100.595)   (101.597)
             Laba bruto                       19.665      34.759      35.786      33.832         29.704
             Beban penjualan                  (1.126)     (1.065)     (1.321)     (1.056)        (1.598)
             Beban umum dan
                                              (3.664)     (4.561)     (4.742)     (5.594)        (6.040)
             administrasi
             Beban lain-lain, bersih            (980)       (561)       (885)       (421)         (256)
             Penghasilan keuangan                872         998       1.127       1.150          1.244
             Biaya keuangan                     (754)       (760)     (1.879)     (2.651)        (2.626)
             Bagian atas laba bersih
             entitas asosiasi dan ventura        449         636         635         637          (246)
             bersama
             Laba sebelum pajak
                                              14.462      29.446      28.720      25.897         20.182
             penghasilan
             Beban pajak penghasilan          (3.854)     (6.452)     (6.590)     (5.779)        (5.005)
             Laba tahun berjalan              10.608      22.994      22.130      20.119         15.177
             Laba bersih                      10.280      21.005      20.612      19.531         14.810
         Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


         Pendapatan Bersih

         Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
         dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR
         sebesar 13,38%. Pada tahun 2021 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp79.461 miliar.
         Pada tahun 2022 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 55,56% secara year
         on year atau tercatat sebesar Rp123.607 miliar. Pada tahun 2023 pendapatan bersih
         mengalami peningkatan sebesar 4,03% secara year on year atau tercatat sebesar Rp128.583
         miliar. Pada tahun 2024 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar negatif 4,54%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp134.427 miliar. Serta Pada tahun 2025
         pendapatan bersih mengalami penurunan sebesar 2,33% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp131.301 miliar.

         Laba Bruto

         Pertumbuhan laba bruto Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         10,86%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp19.665 miliar. Pada tahun 2022
         laba bruto mengalami peningkatan sebesar 76,75% secara year on year atau tercatat sebesar



Halaman 59                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 61
         Rp34.759 miliar. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 2,96% secara
         year on year atau tercatat sebesar Rp35.786 miliar. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
         penurunan sebesar 5,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.832 miliar. Serta
         Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 12,20% secara year on year
         atau tercatat sebesar Rp29.704 miliar.

         Laba Sebelum Pajak Penghasilan

         Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan Perseroan selama periode 31 Desember 2021
         sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-
         rata CAGR sebesar 8,69%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
         sebesar Rp14.462 miliar. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
         peningkatan sebesar 103,61% secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.446 miliar.
         Pada tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 2,46%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp28.720 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum
         pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 9,83% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp25.897 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan
         mengalami penurunan sebesar 22,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.182
         miliar.

         Laba Tahun Berjalan

         Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
         dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
         CAGR sebesar 9,37%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp10.608
         miliar. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 116,75%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.994 miliar. Pada tahun 2023 laba tahun
         berjalan mengalami penurunan sebesar 3,76% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp22.130 miliar. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar
         9,09% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.119 miliar. Serta Pada tahun 2025
         laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 24,56% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp15.177 miliar.

         Laba Bersih

         Pertumbuhan laba bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
         9,56%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp10.280 miliar. Pada tahun 2022
         laba bersih mengalami peningkatan sebesar 104,34% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp21.005 miliar. Pada tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar
         1,87% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.612 miliar. Pada tahun 2024 laba
         bersih mengalami penurunan sebesar 5,24% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp19.531 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar 24,17%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp14.810 miliar.




Halaman 60                                             00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 62
         Laporan Arus Kas

         Tabel 33. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                            Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
                  Laporan Arus Kas
                                            Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
             Arus kas dari aktivitas
             operasi
             Penerimaan dari pelanggan        77.191        118.488        125.717        134.591        130.663
             Pembayaran kepada
                                             (43.653)       (70.639)       (79.769)       (83.213)       (84.052)
             pemasok dan lain-lain
             Pembayaran kepada
                                              (8.375)        (9.307)       (10.881)       (12.232)       (12.574)
             karyawan
             Kas yang dihasilkan dari
                                              25.163         38.542         35.068         39.146         34.037
             operasi
             Pembayaran biaya
                                                (753)          (724)        (2.098)        (2.758)        (2.558)
             keuangan
             Penerimaan bunga                    747            822            952            978          1.112
             Pembayaran pajak
                                              (2.826)        (6.560)        (8.886)        (8.791)        (7.502)
             penghasilan badan
             Penerimaan dari kelebihan
                                                 749            288          1.126          1.088          1.833
             pembayaran pajak lain-lain
             Penerimaan dari kelebihan
             pembayaran pajak                    205            523            186            381            222
             penghasilan badan
             Arus kas bersih yang
             diperoleh dari aktivitas         23.285         32.892         26.347         30.045         27.143
             operasi


             Arus kas dari aktivitas
             investasi
             Perolehan aset tetap             (2.654)        (7.768)       (18.012)       (12.212)       (12.975)
             Perolehan properti investasi              -              -              -              -              -
             Pembayaran beban
             eksplorasi dan                     (407)          (397)          (331)          (313)          (350)
             pengembangan tangguhan
             Pembayaran aset tambang
                                                (315)          (435)          (327)          (442)          (223)
             berproduksi
             Pembayaran beban
                                                 (50)        (1.151)           (85)           (64)           (90)
             tangguhan
             Uang muka perolehan aset
                                                 (79)          (686)          (476)          (719)          (552)
             tetap
             Uang Muka Perolehan
                                                       -              -       (804)                 -              -
             Saham
             Penambahan investasi pada
             entitas asosiasi dan ventura         (0)          (264)        (9.377)        (1.464)          (207)
             bersama
             Penambahan investasi
                                                (114)                 -              -              -     (1.500)
             jangka panjang
             Akuisisi entitas anak                                          (4.331)           (83)          (500)
             Penerimaan dari penjualan
                                                 280            341            143            420            456
             aset tetap




Halaman 61                                                      00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 63
                                           Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
                  Laporan Arus Kas
                                           Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
             Penerimaan dari penjualan
                                                      -              -              -              -        564
             Entitas Anak
             Penambahan pinjaman
                                             (1.179)        (1.336)        (1.533)        (1.662)          (726)
             kepada pihak berelasi
             Penambahan pinjaman
                                               (492)          (503)          (430)          (338)          (111)
             kepada pihak ketiga
             Penerimaan dari pinjaman
                                              1.055            932          1.415          1.321          2.001
             kepada pihak berelasi
             Penerimaan dari pinjaman
                                                486            427            434            410            466
             kepada pihak ketiga
             Penarikan kas dan deposito
             yang dibatasi                      272            317                  -              -              -
             penggunaannya
             Penerimaan dividen                  39            124            273            943            302
             Arus kas bersih yang
             digunakan untuk aktivitas       (3.159)       (10.401)       (33.440)       (14.203)       (13.446)
             investasi


             Arus kas dari aktivitas
             pendanaan
             Penerimaan pinjaman bank
                                                481            888            162          1.078          1.269
             jangka pendek
             Penerimaan pinjaman bank
                                                      -              -     19.630          5.656          8.220
             jangka Panjang
             Pembayaran pinjaman bank
                                             (1.007)           (90)          (260)          (977)        (1.115)
             jangka pendek
             Pembayaran pinjaman bank
                                             (2.508)        (8.216)        (3.650)        (5.529)       (10.005)
             jangka panjang
             Pembayaran pokok liabilitas
                                             (1.060)          (962)        (1.106)        (1.149)        (1.168)
             sewa
             Penerimaan Pinjaman Lain-
                                                      -        114             51          3.037          1.639
             lain
             Pembayaran pinjaman lain-
                                                (53)           (29)           (19)        (3.164)        (1.742)
             lain
             Penambahan modal dari
                                                      -         18             37                 2              9
             kepentingan nonpengendali
             Penerimaan dari Pelepasan
             Kepentingan pada Entitas                 -              -         15                  -              -
             Anak
             Pembayaran untuk akuisisi
             kepentingan nonpengendali          (20)                 -        (51)                 -              -
             pada entitas anak
             Pembayaran untuk
                                                      -     (3.191)                 -              -     (1.590)
             pembelian saham tresuri
             Pembayaran dividen
             kepada:
             Pemilik Entitas Induk           (3.013)        (6.365)       (25.001)        (8.118)        (7.446)
             Kepentingan
                                               (239)          (819)        (2.038)          (304)          (542)
             Nonpengendali
             Arus kas bersih yang
             digunakan untuk aktivitas       (7.420)       (18.653)       (12.230)        (9.468)       (12.470)
             pendanaan



Halaman 62                                                     00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 64
                                           Audited   Audited     Audited      Audited      Audited
               Laporan Arus Kas
                                        Des 2021     Des 2022   Des 2023     Des 2024     Des 2025


          Kenaikan bersih kas dan
                                           12.706         3.837    (19.323)        6.374       1.228
          setara kas
          Kas dan setara kas pada
                                           20.499       33.322       38.282      18.597       25.093
          awal tahun
          Dampak perubahan selisih
          kurs terhadap kas dan               117         1.123        (362)         122         251
          setara kas
          Kas dan setara kas pada
                                           33.322       38.282       18.597      25.093       26.571
          akhir tahun
         Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


         Arus Kas dari Aktivitas Operasi

         Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
         kas dari kegiatan usaha utamanya. Sepanjang periode 2021 hingga 2022, arus kas dari
         aktivitas operasi menunjukkan tren peningkatan.

         Pada tahun 2021 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp23.285 miliar. Pada tahun
         2022 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp32.892 miliar. Pada tahun 2023 arus
         kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp26.347 miliar. Pada tahun 2024 arus kas dari
         aktivitas operasi tercatat sebesar Rp30.045 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025
         arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp27.143 miliar.

         Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

         Sepanjang periode 2021 hingga 2023, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan
         menunjukkan tren peningkatan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan perolehan aset
         tetap, penambahan investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama serta penambahan
         pinjaman kepada pihak berelasi.

         Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp3.159 miliar. Pada
         tahun 2022 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp10.401 miliar. Pada tahun
         2023 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp33.440 miliar. Pada tahun 2024
         arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp14.203 miliar. Serta pada periode 31
         Desember 2025 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp13.446 miliar.

         Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

         Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan mengalami penurunan dan peningkatan yang
         fluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain,
         pembayaran pinjaman bank jangka pendek, pembayaran pinjaman bank jangka panjang,
         pembayaran pokok liabilitas sewa serta pembayaran dividen.

         Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.420 miliar. Pada
         tahun 2022 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18.653 miliar. Pada tahun
         2023 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.230 miliar. Pada tahun 2024
         arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp9.468 miliar. Serta pada periode 31
         Desember 2025 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.470 miliar.


Halaman 63                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 65
         Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas

         Kenaikan bersih kas dan setara kas Perseroan mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi
         setiap tahunnya sejalan dengan perubahan pada arus kas operasional, investasi, dan
         pendanaan.

         Pada tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12.706 miliar. Pada
         tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp3.837 miliar. Pada tahun
         2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif Rp 19.323 miliar. Pada
         tahun 2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.374 miliar. Serta pada
         periode 31 Desember 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1.228
         miliar.

         Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun

         Berdasarkan laporan arus kas Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 30 Juni 2025,
         kas dan setara kas pada akhir tahun menunjukkan fluktuasi seiring perubahan aktivitas
         operasi, investasi, dan pendanaan.

         Pada tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami peningkatan sebesar
         sebesar Rp33.322 miliar. Pada tahun 2022 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami
         peningkatan sebesar Rp38.282 miliar. Pada tahun 2023 kas dan setara kas pada akhir tahun
         mengalami penurunan sebesar Rp18.597 miliar. Pada tahun 2024 kas dan setara kas pada
         akhir tahun mengalami peningkatan sebesar Rp25.093 miliar. Serta pada periode 31
         Desember 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami kenaikan sebesar Rp
         26.571 miliar.

         • Analisis Common Size (Common Size Analysis) - Perseroan

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
             keuangan Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset
             terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi
             biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan
             keuangan Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan        Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
              Total Aset Lancar                  53,84%     56,19%     40,69%     41,29%     40,61%
              Total Aset Tidak Lancar            46,16%     43,81%     59,31%     58,71%     59,39%
              Total Aset                        100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
              Total Liabilitas Jangka Pendek     27,09%     29,92%     27,94%     26,73%     29,96%
              Total Liabilitas Jangka Panjang     9,11%      6,35%     17,50%     15,34%     11,98%
              Total Liabilitas                   36,19%     36,28%     45,44%     42,07%     41,94%
              Total Ekuitas                      63,81%     63,72%     54,56%     57,93%     58,06%
              Total Liabilitas dan Ekuitas      100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 64                                                  00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 66
             Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember
             2025, rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 46,52% lebih
             kecil dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total
             aset sebesar 53,48%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap
             total aset sebesar 40,61%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar
             59,39%.

             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 40,39% lebih kecil
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             59,61%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
             sebesar 41,94%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 58,06%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 35. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                Laporan Laba Rugi          Des 2021   Des 2022   Des 2023    Des 2024     Des 2025
              Pendapatan bersih             100,00%    100,00%    100,00%      100,00%      100,00%
              Laba bruto                     24,75%     28,12%     27,83%       25,17%       22,62%
              Laba sebelum pajak
                                             18,20%     23,82%     22,34%       19,26%       15,37%
              penghasilan
              Laba tahun berjalan            13,35%     18,60%     17,21%       14,97%       11,56%
              Laba bersih                    12,94%     16,99%     16,03%       14,53%       11,28%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
             2025 adalah sebesar 25,70%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 22,62%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             19,80%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,37%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,14%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 11,56%.

             Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
             Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan
             proporsi laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025
             adalah sebesar 11,28%.




Halaman 65                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 67
      Kinerja Historis TTA

      • Laporan Keuangan

         Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
         TTA periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

         Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
         keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
         Arus Kas pada masing-masing periode.

         Laporan Posisi Keuangan

         Tabel 36. Laporan Posisi Keuangan TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                           Audit         Audit          Audit        Audit        Audit
                    Keterangan
                                           2021          2022           2023         2024         2025
             Aset Lancar
             Kas dan setara kas           4.879.040    13.048.760      5.415.396    5.957.969    4.336.758
             Piutang usaha, bersih         701.222      1.638.235      2.007.084    1.672.406    1.893.327
             Piutang lain-lain, bersih     165.471        37.143        224.472      152.231      207.449
             Uang muka dan beban
                                           326.545       719.075        614.657      826.327      775.314
             dibayar dimuka
             Persediaan                   2.489.841     3.417.354      5.150.410    5.118.005    4.189.250
             Pajak dibayar dimuka,
                                                   -              -    1.025.017    1.537.918    2.119.054
             bagian lancar
             Jumlah Aset Lancar           8.562.119    18.860.567     14.437.036   15.264.856   13.521.152
             Aset Tidak Lancar
             Deposito berjangka yang
                                            62.848        86.485        160.663      242.968      365.963
             dibatasi penggunaannya
             Piutang lain-lain, bersih      14.563        18.679         21.512       20.634       22.638
             Uang muka dan beban
                                              4.480         3.093       107.297      258.581       99.559
             dibayar dimuka
             Investasi pada ventura
                                            76.927       150.833        204.135      187.249      150.321
             bersama
             Aset tetap, bersih           1.678.307     1.757.749      1.761.277    2.375.863    3.679.363
             Beban eksplorasi dan
             pengembangan                  617.078       541.550        496.121      621.714      784.427
             tangguhan, bersih
             Aset tambang
                                           325.283       490.089        555.175      512.500      470.822
             berproduksi, bersih
             Properti pertambangan,
                                          5.165.931     5.363.654      4.850.114    4.650.971    4.384.618
             bersih
             Biaya pengupasan
             lapisan tanah                 646.232       481.964        343.239      287.198      237.155
             tangguhan, bersih
             Pajak dibayar dimuka,
                                           807.123      1.739.315      1.498.081    2.578.399    3.078.137
             bagian tidak lancar
             Aset pajak tangguhan          327.295       441.584        399.511      441.860      396.850
             Aset tidak lancar lain-
                                              2.708         2.970          1.478        2.094        3.271
             lain
             Jumlah Aset Tidak
                                          9.728.775    11.077.965     10.398.603   12.180.031   13.673.124
             Lancar
             Jumlah Aset                 18.290.894    29.938.532     24.835.639   27.444.887   27.194.276
             Liabilitas Jangka Pendek


Halaman 66                                                       00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 68
                                          Audit        Audit         Audit      Audit        Audit
                   Keterangan
                                          2021         2022          2023       2024         2025
             Utang usaha                  748.137     1.320.234    2.416.883   2.680.454    2.431.484
             Utang lain-lain dan
                                         1.920.180    4.386.663    2.537.071   2.546.727    1.725.765
             akrual
             Utang pajak:
             - Pajak penghasilan
                                          569.317     1.880.916      569.949    187.737      133.106
             badan
             - Pajak lain-lain             17.146      342.036        54.305     61.473       63.924
             Bagian jangka pendek
             dari provisi reklamasi        39.411        6.263        41.893     45.085       41.893
             dan penutupan tambang
             Bagian jangka pendek
             dari liabilitas imbalan        4.348        4.659        17.639      1.728       23.937
             kerja
             Bagian jangka pendek
                                           10.507        9.848        16.487     17.781       15.623
             dari liabilitas sewa
             Jumlah Liabilitas Jangka
                                         3.309.046    7.950.619    5.654.227   5.540.985    4.435.732
             Pendek
             Liabilitas Jangka
             Panjang
             Liabilitas pajak
                                         1.350.299    1.462.515    1.293.820   1.245.912    1.169.418
             tangguhan
             Provisi reklamasi dan
             penutupan tambang,
                                          151.905      263.242       270.506    464.415      589.862
             setelah dikurangi bagian
             jangka pendek
             Liabilitas imbalan kerja,
             setelah dikurangi bagian     115.208       84.539        86.256    121.940      116.056
             jangka pendek
             Liabilitas sewa, setelah
             dikurangi bagian jangka              -      9.297        22.523     19.885       16.265
             pendek
             Liabilitas jangka panjang
                                          126.192      139.122        43.921     46.045      111.634
             lain-lain
             Jumlah Liabilitas Jangka
                                         1.743.604    1.958.715    1.717.026   1.898.197    2.003.235
             Panjang
             Jumlah Liabilitas           5.052.650    9.909.334    7.371.253   7.439.182    6.438.967
             Ekuitas
          Modal saham:
          Modal ditempatkan dan
                                    8.357.857      6.268.393     6.268.393    6.268.393     6.268.393
          disetor penuh
          Tambahan modal disetor     (533.789)      (533.789)     (533.789)    (533.789)    (533.789)
          Selisih kurs dari
          penjabaran laporan
                                    1.740.959      2.760.772     2.447.659    2.969.165     3.506.478
          keuangan dalam mata
          uang asing
          Saldo laba -
                                              -             -      626.839    1.253.679     1.253.679
          Dicadangkan
          Saldo laba - Belum
                                    1.602.757      7.927.052     5.376.669    6.193.962     6.317.601
          dicadangkan
          Ekuitas yang
          diatribusikan kepada     11.167.784 16.422.428 14.185.771 16.151.410             16.812.362
          pemilik entitas induk
          Kepentingan
                                    2.070.460      3.606.770     3.278.615    3.854.295     3.942.947
          nonpengendali
          Jumlah Ekuitas           13.238.244 20.029.198 17.464.386 20.005.705             20.755.309
          Jumlah Liabilitas dan
                                   18.290.894 29.938.532 24.835.639 27.444.887             27.194.276
          Ekuitas
         Sumber: Laporan Keuangan Audit TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


Halaman 67                                                     00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 69
         Aset Lancar

         Pertumbuhan aset lancar TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
         sebesar12,10%. Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp8.562.119juta. Pada tahun
         2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 120,28% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp18.860.567 juta. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar
         23,45% secara year on year atau tercatat sebesar Rp14.437.036juta. Pada tahun 2024 aset
         lancar mengalami peningkatan sebesar 5,73% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp15.264.856 juta. Pada tahun 2025 aset lancar mengalami penurunan sebesar 11,42%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp13.521.152juta.

         Aset Tidak Lancar

         Pertumbuhan aset tidak lancar TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         8,88%. Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp9.728.775 juta. Pada tahun
         2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 13,87% secara year on year atau
         tercatat sebesar Rp11.077.965 juta. Pada Tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
         penurunan sebesar 6,13% secara year on year atau tercatat sebesar Rp10.398.603 juta. Pada
         tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 17,13% secara year on year
         atau tercatat sebesar Rp12.180.031 juta. Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
         peningkatan sebesar 12,26% secara year on year atau tercatat sebesar Rp13.673.124 juta.

         Jumlah Aset

         Pertumbuhan jumlah aset TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         10,42%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar Rp18.290.894 juta. Pada tahun 2022
         jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 63,68% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp29.938.532 juta. Pada Tahun 2023 jumlah aset mengalami penurunan sebesar
         17,04% secara year on year atau tercatat sebesar Rp24.835.639 juta. Pada tahun 2024
         jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 10,51% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp27.444.887 juta. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami penurunan sebesar
         0,91% secara year on year atau tercatat sebesar Rp27.194.276 juta.

         Liabilitas Jangka Pendek

         Pertumbuhan liabilitas jangka pendek TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai
         dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
         CAGR sebesar 7,60%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
         Rp3.309.046 juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan
         sebesar 140,27% secara year on year atau tercatat sebesar Rp7.950.619 juta. Pada Tahun
         2023 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 28,88% secara year on year
         atau tercatat sebesar Rp5.654.227 juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek
         mengalami penurunan sebesar 2,00% secara year on year atau tercatat sebesar Rp5.540.985
         juta. Pada tahun 2025 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 19,95%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp4.435.732 juta.




Halaman 68                                              00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 70
         Liabilitas Jangka Panjang

         Pertumbuhan liabilitas jangka panjang TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai
         dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
         CAGR sebesar 3,53%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
         Rp1.743.604 juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
         sebesar 12,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp1.958.715 juta. Pada Tahun
         2023 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 12,34% secara year on year
         atau tercatat sebesar Rp1.717.026 juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang
         mengalami peningkatan sebesar 10,55% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp1.898.197 juta. Pada tahun 2025 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
         sebesar 5,53% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.003.235 juta.

         Jumlah Liabilitas

         Pertumbuhan jumlah liabilitas TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         6,25%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp5.052.650 juta. Pada tahun
         2022 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 96,12% secara year on year atau
         tercatat sebesar Rp9.909.334 juta. Pada Tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami penurunan
         sebesar 25,61% secara year on year atau tercatat sebesar Rp7.371.253 juta. Pada tahun
         2024 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 0,92% secara year on year atau
         tercatat sebesar Rp7.439.182 juta. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami penurunan
         sebesar 13,45% secara year on year atau tercatat sebesar Rp6.438.967 juta.

         Jumlah Ekuitas

         Pertumbuhan jumlah ekuitas TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         11,90%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp13.238.244 juta. Pada tahun
         2022 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 51,30% secara year on year atau
         tercatat sebesar Rp20.029.198 juta. Pada Tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami penurunan
         sebesar 12,81% secara year on year atau tercatat sebesar Rp17.464.386 juta. Pada tahun
         2024 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 14,55% secara year on year atau
         tercatat sebesar Rp20.005.705 juta. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami
         peningkatan sebesar 3,75% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.755.309 juta.

         Laporan Laba Rugi

         Tabel 37. Laporan Laba Rugi TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                      Audit          Audit          Audit          Audit          Audit
                 Keterangan
                                     2021            2022           2023           2024           2025
             Pendapatan          13.735.537        31.156.398     30.563.510     26.257.270     24.233.510
             Beban Pokok
                                (10.268.394)      (19.031.928)   (19.964.000)   (21.579.652)   (21.645.569)
             Pendapatan
             Laba bruto              3.467.143     12.124.470     10.599.510      4.677.618      2.587.941
             Beban Usaha
             Beban umum dan
                                     (176.203)       (264.880)      (361.255)      (257.323)      (385.375)
             administrasi
             Beban keuangan             (1.853)        (1.241)        (2.250)        (3.555)        (2.755)



Halaman 69                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 71
                                    Audit        Audit          Audit         Audit        Audit
                  Keterangan
                                   2021          2022           2023          2024        2025
             Penghasilan bunga        27.764       82.183       226.636       245.940      158.434
             Keuntungan/(beban)
                                   (489.679)      215.440      (799.751)      (79.280)     561.152
             lain-lain, bersih
             Laba Sebelum Pajak
                                   2.827.172   12.155.972      9.662.890     4.583.400    2.919.397
             Penghasilan
             Beban pajak
                                   (863.351)   (2.767.671)   (2.256.101)     (948.929)    (619.976)
             penghasilan
             Laba Tahun Berjalan   1.963.821    9.388.301      7.406.789     3.634.471    2.299.421
             Laba Bersih           1.507.581    7.479.985      5.826.162     2.983.016    2.049.996
         Sumber: Laporan Keuangan Audit TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


         Pendapatan

         Pertumbuhan pendapatan TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         15,25%. Pada tahun 2021 pendapatan tercatat sebesar Rp13.735.537 juta. Pada tahun
         2022 pendapatan mengalami peningkatan sebesar 126,83% secara year on year atau
         tercatat sebesar Rp31.156.398 juta. Pada Tahun 2023 pendapatan mengalami penurunan
         sebesar 1,90% secara year on year atau tercatat sebesar Rp30.563.510 juta. Pada tahun
         2024 pendapatan mengalami penurunan sebesar 14,09% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp26.257.270 juta. Pada tahun 2025 pendapatan mengalami penurunan sebesar
         7,71% secara year on year atau tercatat sebesar Rp24.233.510 juta.

         Laba Bruto

         Pertumbuhan laba bruto TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         negatif 7,05%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp3.467.143 juta. Pada tahun
         2022 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 249,70% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp12.124.470 juta. Pada Tahun 2023 laba bruto mengalami penurunan sebesar
         12,58% secara year on year atau tercatat sebesar Rp10.599.510 juta. Pada tahun 2024 laba
         bruto mengalami penurunan sebesar 55,87% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp4.677.618 juta. Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 44,67%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.587.941 juta.

         Laba Sebelum Pajak Penghasilan

         Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan TTA selama periode 31 Desember 2021
         sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
         rata CAGR sebesar 0,81%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
         sebesar Rp2.827.172 juta. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
         peningkatan sebesar 329,97% secara year on year atau tercatat sebesar Rp12.155.972 juta.
         Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 20,51%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp9.662.890 juta. Pada tahun 2024 laba sebelum
         pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 52,57% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp4.583.400 juta. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
         penurunan sebesar 36,30% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.919.397 juta.




Halaman 70                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 72
         Laba Tahun Berjalan

         Pertumbuhan laba tahun berjalan TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
         31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
         sebesar 4,02%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp1.963.821 juta.
         Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 378,06% secara year
         on year atau tercatat sebesar Rp9.388.301 juta. Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan
         mengalami penurunan sebesar 21,11% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp7.406.789 juta. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar
         50,93% secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.634.471 juta. Pada tahun 2025 laba
         tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 36,73% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp2.299.421 juta.

         Laba Bersih

         Pertumbuhan laba bersih TTA selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         7,99%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp1.507.581 juta. Pada tahun 2022
         laba bersih mengalami peningkatan sebesar 396,16% secara year on year atau tercatat
         sebesar Rp7.479.985 juta. Pada Tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar
         22,11% secara year on year atau tercatat sebesar Rp5.826.162 juta. Pada tahun 2024 laba
         bersih mengalami penurunan sebesar 48,80% secara year on year atau tercatat sebesar
         Rp2.983.016 juta. Pada tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar 31,28%
         secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.049.996 juta.

         Laporan Arus Kas

         Tabel 38. Laporan Arus Kas TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                         Audit          Audit          Audit          Audit          Audit
                  Keterangan
                                         2021           2022           2023           2024           2025
             Arus Kas dari Aktivitas
             Operasi
             Penerimaan dari
                                       13.610.814     30.269.001     30.140.912     26.848.831     23.942.916
             pelanggan
             Pembayaran kepada
             pemasok, karyawan,        (8.078.515)   (14.131.914)   (20.567.944)   (19.735.123)   (19.708.155)
             dan lain-lain
             Arus kas yang
                                        5.532.299     16.137.087      9.572.968      7.113.708      4.234.761
             dihasilkan dari operasi
             Pembayaran royalti
                                       (1.642.492)    (4.423.991)    (3.958.746)    (2.950.026)    (2.621.297)
             dan iuran eksplorasi
             Pembayaran pajak
                                        (246.929)     (1.462.556)    (3.694.182)    (2.408.988)    (1.632.068)
             penghasilan badan
             Pembayaran beban
                                           (1.853)        (1.241)        (2.250)        (3.555)        (2.755)
             keuangan
             Penerimaan dari
             pengembalian restitusi              -       505.201        434.090      1.014.168      1.507.563
             PPN
             Penerimaan dari
             pengembalian pajak           110.894        146.783         37.638               -        48.578
             penghasilan badan
             Penempatan deposito
             berjangka yang
                                          (12.927)              -              -              -              -
             dibatasi
             penggunaannya



Halaman 71                                                      00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 73
                                         Audit         Audit         Audit           Audit         Audit
                   Keterangan
                                        2021           2022          2023            2024          2025
             Penerimaan
                                           27.764        82.183       218.924         245.303       156.252
             penghasilan bunga
             Arus kas bersih yang
             diperoleh dari aktivitas   3.766.756    10.983.466     2.608.442       3.010.610     1.691.034
             operasi
             Arus Kas dari Aktivitas
             Investasi
             Perolehan aset tetap        (77.300)     (119.703)     (186.788)       (527.764)    (1.596.890)
             Uang muka
                                             (819)         (369)    (107.297)       (100.060)       (52.363)
             pembelian aset tetap
             Penempatan deposito
             berjangka yang
                                                 -      (23.637)      (73.564)        (74.189)    (112.598)
             dibatasi
             penggunaannya
             Penerimaan atas hasil
                                            7.188              -             653             -      207.000
             pelepasan aset tetap
             Pembayaran beban
             eksplorasi dan
                                         (88.339)       (81.184)    (109.387)       (126.296)     (142.995)
             pengembangan
             tangguhan
             Penerimaan dari
             pelepasan entitas                   -             -               -             -      574.731
             anak
             Pembayaran biaya
             pengupasan lapisan         (683.981)
             tanah tangguhan
             Penerimaan dividen
             tunai dari entitas                  -       13.334        59.960          90.442        88.210
             ventura bersama
             Arus kas bersih yang
             digunakan untuk            (843.251)     (211.559)     (416.423)       (737.867)    (1.034.905)
             aktivitas investasi
             Arus Kas dari Aktivitas
             Pendanaan
             Pembayaran liabilitas
                                         (30.091)       (13.496)      (15.100)        (19.590)      (21.672)
             sewa
             Penerimaan
             penerbitan/penjualan
             saham dari                          -   (2.089.464)       52.225                -             -
             kepentingan
             nonpengendali
             Pembayaran dividen
             tunai kepada pemilik                -   (1.153.735)   (7.747.382)     (1.537.846)   (1.955.739)
             induk
             Pembayaran dividen
             kepada pemegang            (173.100)     (675.717)    (1.919.635)      (252.098)     (346.635)
             saham nonpengendali
             Arus kas bersih yang
             digunakan untuk            (203.191)    (3.932.412)   (9.629.892)     (1.809.534)   (2.324.046)
             aktivitas pendanaan
             (Penurunan)/kenaikan
             bersih kas dan setara      2.720.314     6.839.495    (7.437.873)        463.209    (1.667.917)
             kas
             Kas dan setara kas
                                        2.137.838     4.879.040    13.048.760       5.415.396     5.957.969
             pada awal tahun
             Dampak perubahan
             selisih kurs terhadap         20.888     1.330.225     (195.491)          79.364        46.706
             kas dan setara kas
             Kas dan Setara Kas
                                        4.879.040    13.048.760     5.415.396       5.957.969     4.336.758
             Pada Akhir Tahun
         Sumber: Laporan Keuangan Audit TTA Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025




Halaman 72                                                     00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 74
         Berikut adalah macam-macam arus kas TTA berdasarkan data historis laporan keuangan
         TTA per 31 Desember 2025:

         ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional TTA per 31 Desember 2025
           adalah sebesar Rp1.691.034 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional
           TTA menghasilkan arus kas positif.
         ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi TTA per 31 Desember 2025
           adalah sebesar negatif Rp1.034.905 juta. Arus kas investasi bernilai negatif karena
           perusahaan melakukan investasi penambahan aset tetap, penempatan deposito
           berjangka yang dibatasi penggunaannya serta pembayaran beban eksplorasi dan
           pengembangan tangguhan.
         ▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan TTA per 31 Desember 2025
           adalah sebesar negatif Rp2.324.046 juta. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena
           terdapat pembayaran dividen.

         • Analisis Common Size (Common Size Analysis) - TTA

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
             keuangan TTA untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                   Laporan Posisi Keuangan        2021       2022       2023       2024       2025
              Jumlah Aset Lancar                  46,81%     63,00%     58,13%    55,62%     49,72%
              Jumlah Aset Tidak Lancar            53,19%     37,00%     41,87%    44,38%     50,28%
              Jumlah Aset                        100,00%    100,00%   100,00%    100,00%    100,00%
              Jumlah Liabilitas Jangka Pendek     18,09%     26,56%     22,77%    20,19%     16,31%
              Jumlah Liabilitas Jangka Panjang     9,53%      6,54%      6,91%      6,92%      7,37%
              Jumlah Liabilitas                   27,62%     33,10%     29,68%    27,11%     23,68%
              Jumlah Ekuitas                      72,38%     66,90%     70,32%    72,89%     76,32%
              Jumlah Liabilitas dan Ekuitas      100,00%    100,00%   100,00%    100,00%    100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan TTA, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember
             2025, rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 54,66% lebih
             besar dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total
             aset sebesar 45,34%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap
             total aset sebesar 49,72%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar
             50,28%.

             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 28,24% lebih kecil
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             71,76%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
             sebesar 23,63%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 76,32%.


Halaman 73                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 75
             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 40. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)

              Laporan Laba Rugi                     2021       2022       2023       2024      2025
              Pendapatan                         100,00%    100,00%   100,00%    100,00%    100,00%
              Laba bruto                          25,24%     38,91%     34,68%    17,81%     10,68%
              Laba Sebelum Pajak Penghasilan      20,58%     39,02%     31,62%    17,46%     12,05%
              Laba Tahun Berjalan                 14,30%     30,13%     24,23%    13,84%       9,49%
              Laba Bersih                         10,98%     24,01%     19,06%    11,36%       8,46%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
             2025 adalah sebesar 25,47%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 10,68%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             24,14%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 12,05%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 18,40%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 9,49%.

             Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
             Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,77%, dan
             proporsi laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025
             adalah sebesar 8,46%.

      Kinerja Historis AEGIS

      • Laporan Keuangan

         Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
         AEGIS periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

         Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
         keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
         Arus Kas pada masing-masing periode.




Halaman 74                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 76
         Laporan Posisi Keuangan

         Tabel 41. Laporan Posisi Keuangan AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                                  (dalam USD)
                                           Audit         Audit          Audit         Audit         Audit
                       Keterangan
                                           2021          2022           2023          2024          2025
             Aset Lancar
             Piutang usaha dan
                                          7.291.312     3.722.803     52.224.923    12.790.857    16.010.895
             piutang lain-lain
             Uang muka                      14.329        11.533         12.413        12.462        23.463
             Deposito berjangka                    -              -             -    6.000.000     3.500.000
             Kas di bank                  3.454.477     6.224.863     12.198.516    12.844.723    12.517.756
             Jumlah Aset Lancar          10.760.118     9.959.199     64.435.852    31.648.042    32.052.114
             Aset Tidak Lancar
             Aset tetap dan peralatan              -      49.756         31.391        17.767        13.356
             Jumlah Aset Tidak Lancar              -      49.756         31.391        17.767        13.356
             Jumlah Aset                 10.760.118    10.008.955     64.467.243    31.665.809    32.065.470
             Liabilitas Jangka Pendek
             Liabilitas sewa                       -      16.056         16.641          8.410         6.660
             Utang pajak penghasilan               -     370.280       1.658.738      786.347       485.055
             Utang usaha dan utang
                                          7.229.567     3.712.816     50.606.469    22.954.545    25.127.747
             lain-lain
             Jumlah Liabilitas Jangka
                                          7.229.567     4.099.152     52.281.848    23.749.302    25.619.462
             Pendek
             Liabilitas Jangka Panjang
             Liabilitas sewa                       -      25.230           8.657              -             -
             Jumlah Liabilitas Jangka
                                                   -      25.230           8.657              -             -
             Panjang
             Jumlah Liabilitas            7.229.567     4.124.382     52.290.505    23.749.302    25.619.462
             Ekuitas
             Modal saham                  4.000.000     4.000.000      4.000.000     4.000.000     4.000.000
             Saldo laba                   (469.449)     1.884.573      8.176.738     3.916.507     2.446.008
          Jumlah Ekuitas             3.530.551      5.884.573 12.176.738      7.916.507   6.446.008
          Jumlah Ekuitas Dan
                                    10.760.118 10.008.955 64.467.243 31.665.809 32.065.470
          Liabilitas
         Sumber: Laporan Keuangan Audit AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


         Aset Lancar

         Pertumbuhan aset lancar AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         31,37%. Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar USD10.760.118. Pada tahun 2022
         aset lancar mengalami penurunan sebesar 7,44% secara year on year atau tercatat sebesar
         USD9.959.199. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 547,00%
         secara year on year atau tercatat sebesar USD64.435.852. Pada tahun 2024 aset lancar
         mengalami penurunan sebesar 50,88% secara year on year atau tercatat sebesar
         USD31.648.042. Pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 1,28%
         secara year on year atau tercatat sebesar USD32.052.114.




Halaman 75                                                       00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 77
         Aset Tidak Lancar

         Pertumbuhan aset tidak lancar AEGIS selama periode 31 Desember 2022 sampai dengan
         31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
         sebesar negatif 35,49%. Pada tahun 2021 tidak terdapat perolehan aset tetap dan peralatan
         sehingga aset tidak lancar tercatat sebesar USD 0. Pada tahun 2022 aset tidak lancar tercatat
         sebesar USD49.756. Pada Tahun 2023 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar
         36,91% secara year on year atau tercatat sebesar USD31.391. Pada tahun 2024 aset tidak
         lancar mengalami penurunan sebesar 43,40% secara year on year atau tercatat sebesar
         USD17.767. Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 24,83%
         secara year on year atau tercatat sebesar USD13.356.

         Jumlah Aset

         Pertumbuhan jumlah aset AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         31,39%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar USD10.760.118. Pada tahun 2022
         jumlah aset mengalami penurunan sebesar 6,98% secara year on year atau tercatat sebesar
         USD10.008.955. Pada Tahun 2023 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 544,10%
         secara year on year atau tercatat sebesar USD64.467.243. Pada tahun 2024 jumlah aset
         mengalami penurunan sebesar 50,88% secara year on year atau tercatat sebesar
         USD31.665.809. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 1,26%
         secara year on year atau tercatat sebesar USD32.065.470.

         Liabilitas Jangka Pendek

         Pertumbuhan liabilitas jangka pendek AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai
         dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
         CAGR sebesar 37,20%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
         USD7.229.567. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar
         43,30% secara year on year atau tercatat sebesar USD4.099.152. Pada Tahun 2023 liabilitas
         jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 1175,43% secara year on year atau tercatat
         sebesar USD52.281.848. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan
         sebesar 54,57% secara year on year atau tercatat sebesar USD23.749.302. Pada tahun 2025
         liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 7,87% secara year on year atau
         tercatat sebesar USD25.619.462.

         Liabilitas Jangka Panjang

         Pertumbuhan liabilitas jangka panjang AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai
         dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
         sebesar negatif 82,84%. Pada tahun 2021 tidak terdapat liabilitas jangka panjang. Pada
         tahun 2022 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar USD25.230. Pada Tahun 2023
         liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 65,69% secara year on year atau
         tercatat sebesar USD8.657. Kemudian pada tahun 2024 dan 2025 tidak terdapat liabilitas
         jangka panjang.

         Jumlah Liabilitas

         Pertumbuhan jumlah liabilitas AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar

Halaman 76                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 78
         37,20%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar USD7.229.567. Pada tahun 2022
         jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 42,95% secara year on year atau tercatat
         sebesar USD4.124.382. Pada Tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar
         1167,84% secara year on year atau tercatat sebesar Rp52.290.505. Pada tahun 2024 jumlah
         liabilitas mengalami penurunan sebesar 54,58% secara year on year atau tercatat sebesar
         USD23.749.302. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 7,87%
         secara year on year atau tercatat sebesar USD25.619.462.

         Jumlah Ekuitas

         Pertumbuhan jumlah ekuitas AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         16,24%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar USD3.530.551. Pada tahun 2022
         jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 66,68% secara year on year atau tercatat
         sebesar USD5.884.573. Pada Tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar
         106,93% secara year on year atau tercatat sebesar USD12.176.738. Pada tahun 2024
         jumlah ekuitas mengalami penurunan sebesar 34,99% secara year on year atau tercatat
         sebesar USD7.916.507. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami penurunan sebesar
         18,58% secara year on year atau tercatat sebesar USD6.446.008.

         Laporan Laba Rugi

         Tabel 42. Laporan Laba Rugi AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam juta Rupiah)
                                        Audit           Audit            Audit           Audit           Audit
                  Keterangan
                                        2021            2022             2023            2024            2025
             Pendapatan              170.358.197     452.608.163      701.059.089     389.091.499     285.734.586
             Beban pokok
                                    (169.609.207)   (449.259.189)    (690.805.053)   (384.221.510)   (282.413.450)
             penjualan
             Laba Bruto                  748.990       3.348.974       10.254.036       4.869.989       3.321.136
             Pendapatan/(Beban)
             Lain-Lain
             Pendapatan lain-lain          1.943                -         623.917         540.831         244.373
             Penurunan nilai
                                                -               -        (385.000)         (5.870)               -
             piutang usaha
             Beban bunga atas
                                                -         (1.287)          (1.626)           (912)           (481)
             liabilitas sewa
             Beban lain-lain            (617.661)       (623.385)        (660.006)       (707.240)       (635.919)
             Jumlah
             Pendapatan/(Beban)         (615.718)       (624.672)        (422.715)       (173.191)       (392.027)
             Lain-Lain
             Laba Dari Aktivitas
             Operasi / Laba              133.272       2.724.302        9.831.321       4.696.798       2.929.109
             Sebelum Pajak
             Beban pajak
                                                -       (370.280)      (1.659.156)       (787.029)       (499.608)
             penghasilan
             Laba Tahun Berjalan         133.272       2.354.022        8.172.165       3.909.769       2.429.501
         Sumber: Laporan Keuangan Audit AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


         Pendapatan

         Pertumbuhan pendapatan AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         13,80%. Pada tahun 2021 pendapatan tercatat sebesar USD170.358.197. Pada tahun 2022
         pendapatan mengalami peningkatan sebesar 165,68% secara year on year atau tercatat


Halaman 77                                                          00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 79
         sebesar USD452.608.163. Pada Tahun 2023 pendapatan mengalami peningkatan sebesar
         54,89% secara year on year atau tercatat sebesar USD701.059.089. Pada tahun 2024
         pendapatan mengalami penurunan sebesar 44,50% secara year on year atau tercatat
         sebesar USD389.091.499. Pada tahun 2025 pendapatan mengalami penurunan sebesar
         26,56% secara year on year atau tercatat sebesar USD285.734.586.

         Laba Bruto

         Pertumbuhan laba bruto AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
         Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
         45,11%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar USD748.990. Pada tahun 2022 laba
         bruto mengalami peningkatan sebesar 347,13% secara year on year atau tercatat sebesar
         USD3.348.974. Pada Tahun 2023 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 206,18%
         secara year on year atau tercatat sebesar USD10.254.036. Pada tahun 2024 laba bruto
         mengalami penurunan sebesar 52,51% secara year on year atau tercatat sebesar
         USD4.869.989. Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 31,80% secara
         year on year atau tercatat sebesar USD3.321.136.

         Laba Sebelum Pajak Penghasilan

         Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan AEGIS selama periode 31 Desember 2021
         sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
         rata CAGR sebesar 116,52%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
         sebesar USD133.272. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
         peningkatan sebesar 1944,17% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.724.302.
         Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar
         260,87% secara year on year atau tercatat sebesar USD9.831.321. Pada tahun 2024 laba
         sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 52,23% secara year on year atau
         tercatat sebesar USD4.696.798. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan
         mengalami penurunan sebesar 37,64% secara year on year atau tercatat sebesar
         USD2.929.109.

         Laba Tahun Berjalan

         Pertumbuhan laba tahun berjalan AEGIS selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
         31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
         sebesar 106,63%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar USD133.272. Pada
         tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 1666,33% secara year on
         year atau tercatat sebesar USD2.354.022. Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami
         peningkatan sebesar 247,16% secara year on year atau tercatat sebesar USD8.172.165.
         Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 52,16% secara year
         on year atau tercatat sebesar USD3.909.769. Pada tahun 2025 laba tahun berjalan
         mengalami penurunan sebesar 37,86% secara year on year atau tercatat sebesar
         USD2.429.501.




Halaman 78                                            00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 80
         Laporan Arus Kas

         Tabel 43. Laporan Arus Kas AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                         Audit         Audit          Audit          Audit            Audit
                   Keterangan
                                         2021          2022           2023           2024             2025
             Arus Kas Dari Aktivitas
             Operasi
             Laba sebelum pajak           133.272     2.724.302      9.831.321      4.696.798        2.929.109
             Penyesuaian untuk:
             Penurunan nilai piutang
                                                 -             -       385.000          5.870                   -
             usaha
             Beban bunga atas
                                                 -        1.287          1.626               912              481
             liabilitas sewa
             Pendapatan bunga dari
                                                 -             -      (454.893)      (540.145)       (232.128)
             deposito berjangka
             Penyusutan aset tetap
                                           10.794        14.318         20.392         21.450           28.074
             dan peralatan
                                          144.066     2.739.907      9.783.446      4.184.885        2.725.536
             Perubahan dalam:
             Piutang usaha dan
                                        (925.091)     3.568.509    (48.834.515)    39.389.704       (3.212.268)
             piutang lain-lain
             Uang muka                     (1.866)        2.796           (880)              (49)      (11.001)
             Utang usaha dan utang
                                        (292.431)    (3.516.751)    46.893.653    (27.651.924)       2.173.202
             lain-lain
             Kas Yang Dihasilkan
                                       (1.075.322)    2.794.461      7.841.704     15.922.616        1.675.469
             Dari Operasi
             Penerimaan bunga                    -             -       402.288        578.637          224.358
             Pajak yang dibayar                  -             -      (370.698)    (1.659.420)       (800.900)
             Arus Kas Bersih Dari
                                       (1.075.322)    2.794.461      7.873.294     14.841.833        1.098.927
             Aktivitas Operasi
             Arus Kas Dari Aktivitas
             Investasi
             Perolehan aset tetap
                                                 -      (11.759)        (2.700)        (7.803)          (1.980)
             dan peralatan
             Penempatan deposito
                                                 -             -              -                 -   (2.500.000)
             berjangka
             Arus Kas Bersih Yang
             Digunakan Untuk                     -      (11.759)        (2.700)        (7.803)      (2.501.980)
             Aktivitas Investasi
             Arus Kas Dari Aktivitas
             Pendanaan
             Dividen yang
                                                 -             -    (1.880.000)    (8.170.000)      (3.900.000)
             dibayarkan
             Pembayaran pokok
                                                 -      (11.029)       (15.315)       (16.911)         (23.433)
             liabilitas sewa
             Bunga yang dibayarkan               -       (1.287)        (1.626)          (912)            (481)
             Arus Kas Bersih Yang
             Digunakan Untuk                     -      (12.316)    (1.896.941)    (8.187.823)      (3.923.914)
             Aktivitas Pendanaan
             Kenaikan/(Penurunan)
             Bersih Kas Dan Setara     (1.075.322)    2.770.386      5.973.653      6.646.207       (5.326.967)
             Kas
             Kas Dan Setara Kas
                                        4.529.799     3.454.477      6.224.863     12.198.516       18.844.723
             Pada 1 Januari
             Kas Dan Setara Kas
                                        3.454.477     6.224.863     12.198.516     18.844.723       13.517.756
             Pada 31 Desember
         Sumber: Laporan Keuangan Audit AEGIS Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025




Halaman 79                                                     00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 81
         Berikut adalah macam-macam arus kas AEGIS berdasarkan data historis laporan keuangan
         AEGIS per 31 Desember 2025:

         ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional AEGIS per 31 Desember 2025
           adalah sebesar USD1.098.927. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional
           AEGIS menghasilkan arus kas positif.
         ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi AEGIS per 31 Desember 2025
           adalah sebesar negatif USD2.501.980. Arus kas investasi bernilai negatif karena
           perusahaan melakukan investasi penambahan aset tetap, serta penempatan deposito
           berjangja.
         ▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan AEGIS per 31 Desember 2025
           adalah sebesar negatif USD3.923.914. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena
           terdapat pembayaran dividen.

         • Analisis Common Size (Common Size Analysis) - AEGIS

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
             keuangan AEGIS untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset
             terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi
             biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan
             keuangan perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 44. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                   Laporan Posisi Keuangan        2021       2022     2023       2024       2025
              Jumlah Aset Lancar                 100,00%    99,50%    99,95%     99,94%    99,96%
              Jumlah Aset Tidak Lancar             0,00%     0,50%      0,05%     0,06%      0,04%
              Jumlah Aset                        100,00%   100,00%   100,00%    100,00%   100,00%
              Jumlah Liabilitas Jangka Pendek     67,19%    40,95%    81,10%     75,00%    79,90%
              Jumlah Liabilitas Jangka Panjang     0,00%     0,25%      0,01%     0,00%      0,00%
              Jumlah Liabilitas                   67,19%    41,21%    81,11%     75,00%    79,90%
              Jumlah Ekuitas                      32,81%    58,79%    18,89%     25,00%    20,10%
              Jumlah Ekuitas Dan Liabilitas      100,00%   100,00%   100,00%    100,00%   100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan AEGIS, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember
             2025, rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 99,87% lebih
             besar dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total
             aset sebesar 0,13%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total
             aset sebesar 99,96%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar 0,04%.

             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 68,88% lebih besar
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             31,12%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
             sebesar 79,90%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 20,10%.




Halaman 80                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 82
             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 45. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                        Laporan Laba Rugi              2021         2022         2023          2024       2025
              Pendapatan                              100,00%      100,00%   100,00%       100,00%       100,00%
              Laba Bruto                                0,44%        0,74%       1,46%         1,25%       1,16%
              Laba Dari Aktivitas Operasi / Laba
                                                        0,08%        0,60%       1,40%         1,21%       1,03%
              Sebelum Pajak
              Laba Tahun Berjalan                       0,08%        0,52%       1,17%         1,00%       0,85%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
             2025 adalah sebesar 1,01%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,16%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             0,86%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,03%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,72%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 0,85%.

 3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Penjualan

       Proyeksi keuangan perusahaan disusun dengan masa proyeksi selama 5 tahun sejak 2026
       sampai dengan 2030. Proyeksi sebelum Rencana Transaksi memberikan gambaran proyeksi
       kinerja perusahaan dengan asumsi business as it is. Selanjutnya proyeksi setelah Rencana
       Transaksi memberikan gambaran dampak adanya Rencana Transaksi terhadap kinerja
       keuangan perusahaan ke depan.

       Tabel 46. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
                                                                             (dalam juta Rupiah)
           Laporan Posisi
                                   2026              2027            2028               2029             2030
              Keuangan
        Aset Lancar
        Kas dan Setara Kas       21.285.783        19.681.060      17.254.935      17.522.541          18.811.741
        Piutang Usaha            21.837.619        22.492.748      23.167.530      23.862.556          24.578.433
        Persediaan               15.003.286        15.453.385      15.916.986      16.394.496          16.886.331
        Uang Muka                 2.231.024         2.258.868       2.287.058       2.315.601           2.344.500
        Beban Dibayar
                                            -                 -              -                  -                -
        Dimuka
        Aset Lancar Lainnya      11.579.832        10.474.817      10.283.532       9.698.979           9.147.653
        Jumlah Aset Lancar       71.937.545        70.360.877      68.910.042      69.794.173          71.768.658
        Aset Tidak Lancar
        Piutang Kepada
                                  1.836.737         1.947.380       2.080.603       2.214.438           2.356.882
        Pemegang Saham
        Investasi Pada
                                 19.907.966        20.500.855      21.111.662      21.740.925          22.389.197
        Saham


Halaman 81                                                        00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 83
          Laporan Posisi
                                  2026           2027           2028           2029           2030
             Keuangan
       Aset Tetap               67.235.809    70.103.297      71.954.705     74.439.228     77.009.538
       Aset tambang                      -               -              -              -              -
       Aset pajak
                                 5.340.499     5.420.345       5.492.229      5.569.705      5.648.273
       tangguhan
       Biaya eksplorasi dan
                                 9.267.577     8.691.838       8.245.034      7.777.009      7.335.551
       pengembangan
       Goodwill                  3.422.251     3.422.251       3.422.251      3.422.251      3.422.251
       Aset tidak lancar
                                 1.468.471     1.436.736       1.344.059      1.286.186      1.230.806
       lainnya
       Jumlah Aset Tidak
                               108.479.309   111.522.703     113.650.543    116.449.741    119.392.498
       Lancar
       Jumlah Aset             180.416.855   181.883.580     182.560.585    186.243.915    191.161.156


       Liabilitas Jangka
       Pendek
       Utang usaha              19.656.605    20.246.303      20.853.693     21.479.303     22.123.682
       Beban Akrual              7.163.710     8.173.524       8.254.952      8.877.891      9.257.087
       Utang Pajak               2.136.133     2.522.828       2.468.119      2.664.755      2.742.012
       Liabilitas Jangka
                                15.991.407    14.973.776      16.860.849     17.386.816     18.753.591
       Pendek Lainnya
       Jumlah Liabilitas
                                44.947.855    45.916.432      48.437.613     50.408.764     52.876.372
       Jangka Pendek
       Liabilitas Jangka
       Panjang
       Liabilitas pajak
                                 5.323.288     4.798.525       4.245.435      3.791.511      3.370.307
       tangguhan
       Bagian Jangka
                                24.105.468    20.389.020      13.783.387     10.488.094      7.535.396
       Panjang Utang Bank
       Liabilitas Imbalan
                                 6.655.989     6.787.349       6.927.071      7.066.726      7.210.697
       Kerja
       Liabilitas Jangka
                                  939.823        880.017         990.921      1.021.832      1.102.158
       Panjang Lainnya
       Jumlah Liabilitas
                                37.024.567    32.854.911      25.946.815     22.368.163     19.218.558
       Jangka Panjang
       Jumlah Liabilitas        81.972.423    78.771.343      74.384.428     72.776.927     72.094.930


       Ekuitas Diatribusikan
                                93.312.084    97.675.943     102.354.874    107.267.206    112.445.360
       Kepada Pemilik
       Kepentingan Non
                                 5.132.348     5.436.294       5.821.283      6.199.782      6.620.865
       Pengendali
       Jumlah Ekuitas           98.444.432   103.112.237     108.176.157    113.466.988    119.066.226


       Jumlah Liabilitas dan
                              180.416.855    181.883.580     182.560.585    186.243.915    191.161.156
       Ekuitas
      Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


      Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi disusun berdasarkan
      asumsi business as it is atau dengan mempertimbangkan kondisi operasional normal
      perusahaan tanpa adanya pengaruh transaksi pinjam-meminjam. Berdasarkan proyeksi
      tersebut, total aset Perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp180,41 triliun pada tahun 2026
      menjadi Rp191,16 triliun pada tahun 2030, yang terutama didorong oleh investasi pada entitas
      lain dan aset tetap. Di sisi lain, total liabilitas diproyeksikan mengalami penurunan dari Rp81,97
      triliun pada tahun 2026 menjadi Rp72,09 triliun pada tahun 2030, sedangkan total ekuitas
      meningkat dari Rp98,44 triliun menjadi Rp119,06 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa



Halaman 82                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 84
      secara proyeksi Perseroan tetap memiliki struktur keuangan yang baik dengan pertumbuhan aset
      dan penguatan ekuitas selama masa proyeksi.

      Tabel 47. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
                                                                            (dalam juta Rupiah)
         Laporan Laba Rugi        2026           2027            2028           2029           2030
       Pendapatan             106.471.434     109.665.577     112.955.544    116.344.211    119.834.537
       Harga Pokok
                              (86.925.981)    (89.533.761)    (92.219.773)   (94.986.367)   (97.835.958)
       Penjualan
       Laba Kotor              19.545.453      20.131.816      20.735.771     21.357.844     21.998.579
       Beban Operasi            (8.575.296)    (8.832.555)     (9.097.531)    (9.370.457)    (9.651.571)
       Laba Operasi            10.970.157      11.299.262      11.638.240     11.987.387     12.347.008
       Laba/(Rugi) Kurs            201.589               -               -              -              -
       Bunga                    (1.473.353)    (1.246.199)      (842.456)      (641.044)      (460.572)
       Pendapatan/(Beban)
                                (1.206.713)    (1.173.862)     (1.138.778)    (1.104.746)    (1.071.735)
       Lain
       Laba Sebelum Pajak        8.491.680      8.879.200       9.657.006     10.241.597     10.814.702
       Pajak Penghasilan        (2.353.766)    (1.954.388)     (2.125.505)    (2.254.115)    (2.380.198)
       Laba Setelah Pajak         6.137.914     6.924.812       7.531.501      7.987.482      8.434.503
      Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


      Berdasarkan proyeksi laba rugi sebelum Rencana Transaksi, Perseroan diproyeksikan mencatat
      pertumbuhan pendapatan secara bertahap dari Rp106,47 triliun pada tahun 2026 menjadi
      Rp119,83 triliun pada tahun 2030. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, laba
      operasi dan laba setelah pajak juga menunjukkan tren peningkatan selama periode proyeksi.
      Laba setelah pajak diproyeksikan meningkat dari Rp6,13 triliun pada tahun 2026 menjadi
      Rp8,43 triliun pada tahun 2030. Hal tersebut mencerminkan bahwa operasional Perseroan
      masih mampu menghasilkan profitabilitas yang baik serta mempertahankan kinerja usaha yang
      positif selama periode proyeksi.

      Tabel 48. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
                                                                              (dalam juta Rupiah)
          Laporan Posisi
                                 2026           2027            2028            2029           2030
             Keuangan
       Aset Lancar
       Kas dan Setara Kas     21.217.689      19.547.535      17.136.439      17.419.075     18.723.304
       Piutang Usaha          21.837.619      22.492.748      23.167.530      23.862.556     24.578.433
       Persediaan             15.003.286      15.453.385      15.916.986      16.394.496     16.886.331
       Uang Muka                2.231.024      2.258.868       2.287.058       2.315.601      2.344.500
       Beban Dibayar
                                         -              -               -               -              -
       Dimuka
       Aset Lancar Lainnya    11.579.832      10.474.817      10.283.532       9.698.979      9.147.653
       Jumlah Aset Lancar     71.869.451      70.227.352      68.791.546      69.690.707     71.680.221
       Aset Tidak Lancar
       Piutang Kepada
                                1.906.352      2.088.691       2.213.149       2.338.220      2.471.900
       Pemegang Saham
       Investasi Pada
                              19.908.201      20.502.058      21.113.833      21.744.064     22.393.304
       Saham
       Aset Tetap             67.235.809      70.103.297      71.954.705      74.439.228     77.009.538
       Aset tambang                      -              -               -               -              -
       Aset pajak
                                5.340.499      5.420.345       5.492.229       5.569.705      5.648.273
       tangguhan


Halaman 83                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 85
           Laporan Posisi
                                  2026          2027           2028           2029           2030
              Keuangan
       Biaya eksplorasi dan
                                 9.267.577     8.691.838      8.245.034      7.777.009      7.335.551
       pengembangan
       Goodwill                  3.422.251     3.422.251      3.422.251      3.422.251      3.422.251
       Aset tidak lancar
                                 1.468.471     1.436.736      1.344.059      1.286.186      1.230.806
       lainnya
       Jumlah Aset Tidak
                               108.549.159   111.665.217    113.785.261    116.576.664    119.511.624
       Lancar
       Jumlah Aset             180.418.610   181.892.569    182.576.807    186.267.371    191.191.846


       Liabilitas Jangka
       Pendek
       Utang usaha              19.656.605    20.246.303     20.853.693     21.479.303     22.123.682
       Beban Akrual              7.163.710     8.173.524      8.254.952      8.877.891      9.257.087
       Utang Pajak               2.136.133     2.522.828      2.468.119      2.664.755      2.742.012
       Liabilitas Jangka
                                15.991.407    14.973.776     16.860.849     17.386.816     18.753.591
       Pendek Lainnya
       Jumlah Liabilitas
                                44.947.855    45.916.432     48.437.613     50.408.764     52.876.372
       Jangka Pendek
       Liabilitas Jangka
       Panjang
       Liabilitas pajak
                                 5.323.288     4.798.525      4.245.435      3.791.511      3.370.307
       tangguhan
       Bagian Jangka
                                24.105.468    20.389.020     13.783.387     10.488.094      7.535.396
       Panjang Utang Bank
       Liabilitas Imbalan
                                 6.655.989     6.787.349      6.927.071      7.066.726      7.210.697
       Kerja
       Liabilitas Jangka
                                  939.823        880.017        990.921      1.021.832      1.102.158
       Panjang Lainnya
       Jumlah Liabilitas
                                37.024.567    32.854.911     25.946.815     22.368.163     19.218.558
       Jangka Panjang
       Jumlah Liabilitas        81.972.423    78.771.343     74.384.428     72.776.927     72.094.930


       Ekuitas Diatribusikan
                                93.313.840    97.684.932    102.371.097    107.290.662    112.476.050
       Kepada Pemilik
       Kepentingan Non
                                 5.132.348     5.436.294      5.821.283      6.199.782      6.620.865
       Pengendali
       Jumlah Ekuitas           98.446.187   103.121.226    108.192.379    113.490.444    119.096.915


       Jumlah Liabilitas dan
                              180.418.610    181.892.569    182.576.807    186.267.371    191.191.846
       Ekuitas
      Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan

      Proyeksi laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi disusun dengan
      mempertimbangkan dampak transaksi pinjam-meminjam terhadap posisi keuangan Perseroan.
      Berdasarkan proyeksi tersebut, total aset Perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp180,41
      triliun pada tahun 2026 menjadi Rp191,19 triliun pada tahun 2030. Sementara itu, total liabilitas
      diproyeksikan menurun dari Rp81,97 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp72,09 triliun pada
      tahun 2030, dan total ekuitas meningkat dari Rp98,44 triliun menjadi Rp119,09 triliun. Secara
      umum, Rencana Transaksi tidak memberikan perubahan material terhadap struktur posisi
      keuangan Perseroan dan kondisi keuangan perusahaan diproyeksikan tetap berada pada
      tingkat yang sehat selama masa proyeksi.




Halaman 84                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 86
       Tabel 49. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
                                                                              (dalam juta Rupiah)
          Laporan Laba Rugi           2026              2027            2028              2029              2030
        Pendapatan                 106.471.434     109.665.577      112.955.544      116.344.211         119.834.537
        Harga Pokok
                                   (86.925.981)    (89.533.761)     (92.219.773)     (94.986.367)        (97.835.958)
        Penjualan
        Laba Kotor                  19.545.453      20.131.816       20.735.771         21.357.844        21.998.579
        Beban Operasi               (8.575.296)     (8.832.555)      (9.097.531)        (9.370.457)       (9.651.571)
        Laba Operasi                10.970.157      11.299.262       11.638.240         11.987.387        12.347.008
        Laba/(Rugi) Kurs               201.589                 -                 -                 -                -
        Bunga                       (1.471.404)     (1.238.167)         (834.423)        (633.011)         (452.539)
        Pendapatan/(Beban)
                                    (1.206.478)     (1.172.894)      (1.137.810)        (1.103.778)       (1.070.767)
        Lain
        Laba Sebelum Pajak           8.493.864       8.888.201        9.666.007         10.250.598        10.823.702
        Pajak Penghasilan           (2.354.195)     (1.956.155)      (2.127.273)        (2.255.883)       (2.381.966)
        Laba Setelah Pajak         6.139.669         6.932.046        7.538.734          7.994.715         8.441.737
       Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


       Berdasarkan proyeksi laba rugi setelah Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan
       meningkat dari Rp106,47 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp119,83 triliun pada tahun 2030.
       Selain itu, laba setelah pajak juga diproyeksikan meningkat dari Rp6,13 triliun pada tahun 2026
       menjadi Rp8,44 triliun pada tahun 2030. Adanya Rencana Transaksi memberikan tambahan
       pendapatan lain yang berasal dari pendapatan bunga pinjaman, sehingga memberikan
       kontribusi positif terhadap laba Perseroan. Dengan demikian, Rencana Transaksi diproyeksikan
       tidak mengganggu kinerja operasional maupun profitabilitas Perseroan, dan Perseroan tetap
       mampu mempertahankan kinerja keuangan yang baik selama periode proyeksi.

 3.2.3 Analisis Rasio Keuangan

       Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - Perseroan

       Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
       laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
       laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
       keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis
       rasio keuangan Perseroan.

       Tabel 50. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
                Rasio Keuangan               Des 2021      Des 2022       Des 2023         Des 2024        Des 2025
        Rasio Profitabilitas (%)
        Gross Profit Margin                    24,75%          28,12%          27,83%        25,17%           22,62%
        Operating Profit Margin                18,72%          23,57%          23,12%        20,22%           16,81%
        Net Profit Margin                      12,94%          16,99%          16,03%        14,53%           11,28%
        Return On Assets                          9,13%        14,95%          13,38%        11,52%            8,34%
        Return On Equity                       14,31%          23,47%          24,53%        19,89%           14,36%


        Rasio Likuiditas (X)
        Current Ratio                             1,99X         1,88X           1,46X            1,54X         1,36X
        Quick Ratio                               1,68X         1,51X           1,06X            1,17X         1,04X



Halaman 85                                                         00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 87
               Rasio Keuangan        Des 2021    Des 2022     Des 2023    Des 2024    Des 2025
       Cash Ratio                        1,09X        0,91X       0,43X       0,55X       0,50X


       Rasio Solvabilitas (X)
       Debt to Equity Ratio              0,13X        0,03X       0,22X       0,21X       0,18X
       Debt to Assets Ratio              0,08X        0,02X       0,12X       0,12X       0,11X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Rasio Profitabilitas

      Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
      operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
      perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

      1. Gross Profit Margin (GPM)

         Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
         penjualan bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas
         penjualan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin Perseroan selama periode 31
         Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,70%, dan pada periode 31
         Desember 2025 tercatat sebesar 22,62%.

      2. Operating Profit Margin (OPM)

         Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
         menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
         rata rasio Operating Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
         Desember 2025 adalah sebesar 20,49%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
         sebesar 16,81%.

      3. Net Profit Margin (NPM)

         Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
         setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
         Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan pada periode 31
         Desember 2025 tercatat sebesar 11,28%.

      4. Return on Assets (ROA)

         Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
         menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
         Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 11,47%, dan pada periode 31
         Desember 2025 tercatat sebesar 8,34%.

      5. Return on Equity (ROE)

         Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
         diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
         periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,31%, dan pada
         periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 14,36%.



Halaman 86                                             00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 88
      Rasio Likuiditas

      Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
      pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
      keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

      1. Current Ratio

         Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
         menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar Perseroan
         selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,64 kali dan
         pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,36 kali.

      2. Quick Ratio

         Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
         lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian
         terhadap kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
         Desember 2025 adalah sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
         sebesar 1,04 kali.

      3. Cash Ratio

         Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi
         kewajiban lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas
         dibandingkan kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
         Desember 2025 adalah sebesar 0,70 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
         sebesar 0,50 kali.

      Rasio Solvabilitas

      Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
      kewajiban jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan
      sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara
      lain:

      1. Debt to Equity Ratio (DER)

         Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
         oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset Perseroan selama periode 31
         Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,15 kali dan pada periode 31
         Desember 2025 tercatat sebesar 0,18 kali.

      2. Debt to Assets Ratio (DAR)

         Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
         ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas Perseroan selama
         periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,09 kali dan pada
         periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,11 kali.




Halaman 87                                              00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 89
      Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - TTA

      Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
      laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
      laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
      keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis
      rasio keuangan Perseroan.

      Tabel 51. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
               Rasio Keuangan           Des 2021     Des 2022     Des 2023     Des 2024     Des 2025
       Rasio Profitabilitas (%)
       Gross Profit Margin                 25,24%       38,91%       34,68%       17,81%       10,68%
       Operating Profit Margin             23,96%       38,06%       33,50%       16,83%        9,09%
       Net Profit Margin                   10,98%       24,01%       19,06%       11,36%        8,46%
       Return On Assets                     8,24%       24,98%       23,46%       10,87%        7,54%
       Return On Equity                    11,39%       37,35%       33,36%       14,91%        9,88%


       Rasio Likuiditas (X)
       Current Ratio                        2,59X        2,37X         2,55X        2,75X        3,05X
       Quick Ratio                          1,84X        1,94X         1,64X        1,83X        2,10X
       Cash Ratio                           1,47X        1,64X         0,96X        1,08X        0,98X


       Rasio Solvabilitas (X)
       Debt to Equity Ratio                 0,01X        0,01X         0,00X        0,00X        0,01X
       Debt to Assets Ratio                 0,01X        0,01X         0,00X        0,00X        0,01X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Rasio Profitabilitas

      Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
      operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
      perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

      1. Gross Profit Margin (GPM)

         Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
         penjualan bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas
         penjualan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin TTA selama periode 31 Desember
         2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,47%, dan pada periode 31 Desember
         2025 tercatat sebesar 10,68%.

      2. Operating Profit Margin (OPM)

         Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
         menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
         rata rasio Operating Profit Margin TTA selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
         Desember 2025 adalah sebesar 24,29%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
         sebesar 9,09%.




Halaman 88                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 90
      3. Net Profit Margin (NPM)

         Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
         setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin TTA selama periode 31 Desember
         2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,77%, dan pada periode 31 Desember
         2025 tercatat sebesar 8,46%.

      4. Return on Assets (ROA)

         Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
         menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets TTA selama periode 31 Desember
         2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,02%, dan pada periode 31 Desember
         2025 tercatat sebesar 7,54%.

      5. Return on Equity (ROE)

         Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
         diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity TTA selama periode
         31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 21,38%, dan pada periode
         31 Desember 2025 tercatat sebesar 9,88%.

      Rasio Likuiditas

      Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
      pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
      keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

      1. Current Ratio

         Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
         menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar TTA selama
         periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 2,66 kali dan pada
         periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 3,05 kali.

      2. Quick Ratio

         Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
         lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian
         terhadap kewajiban lancar TTA selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember
         2025 adalah sebesar 1,87 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 2,10
         kali.

      3. Cash Ratio

         Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi
         kewajiban lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas
         dibandingkan kewajiban lancar TTA selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
         Desember 2025 adalah sebesar 1,23 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
         sebesar 0,98 kali.




Halaman 89                                              00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 91
      Rasio Solvabilitas

      Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
      kewajiban jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan
      sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara
      lain:

      1. Debt to Equity Ratio (DER)

         Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
         oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset TTA selama periode 31 Desember
         2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,01 kali dan pada periode 31 Desember
         2025 tercatat sebesar 0,01 kali.

      2. Debt to Assets Ratio (DAR)

         Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
         ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas TTA selama periode 31
         Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,00 kali dan pada periode 31
         Desember 2025 tercatat sebesar 0,01 kali.

      Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - AEGIS

      Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
      laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
      laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
      keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis
      rasio keuangan Perseroan.

      Tabel 52. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
               Rasio Keuangan           Des 2021     Des 2022      Des 2023    Des 2024     Des 2025
       Rasio Profitabilitas (%)
       Gross Profit Margin                  0,44%        0,74%        1,46%        1,25%        1,16%
       Operating Profit Margin              0,08%        0,60%        1,40%        1,21%        1,03%
       Net Profit Margin                    0,08%        0,52%        1,17%        1,00%        0,85%
       Return On Assets                     1,24%       23,52%       12,68%       12,35%        7,58%
       Return On Equity                     3,77%       40,00%       67,11%       49,39%       37,69%


       Rasio Likuiditas (X)
       Current Ratio                        1,49X        2,43X         1,23X        1,33X        1,25X
       Quick Ratio                          1,49X        2,43X         1,23X        1,08X        1,11X
       Cash Ratio                           0,48X        1,52X         0,23X        0,54X        0,49X


       Rasio Solvabilitas (X)
       Debt to Equity Ratio                 0,00X        0,01X         0,00X        0,00X        0,00X
       Debt to Assets Ratio                 0,00X        0,00X         0,00X        0,00X        0,00X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 90                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 92
      Rasio Profitabilitas

      Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
      operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
      perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

      1. Gross Profit Margin (GPM)

         Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
         penjualan bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas
         penjualan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin AEGIS selama periode 31
         Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,01%, dan pada periode 31
         Desember 2025 tercatat sebesar 1,16%.

      2. Operating Profit Margin (OPM)

         Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
         menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
         rata rasio Operating Profit Margin AEGIS selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
         Desember 2025 adalah sebesar 0,86%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
         sebesar 1,03%.

      3. Net Profit Margin (NPM)

         Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
         setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin AEGIS selama periode 31
         Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,72%, dan pada periode 31
         Desember 2025 tercatat sebesar 0,85%.

      4. Return on Assets (ROA)

         Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
         menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets AEGIS selama periode 31
         Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 11,47%, dan pada periode 31
         Desember 2025 tercatat sebesar 7,58%.

      5. Return on Equity (ROE)

         Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
         diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity AEGIS selama periode
         31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 39,59%, dan pada periode
         31 Desember 2025 tercatat sebesar 37,69%.

      Rasio Likuiditas

      Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
      pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
      keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:




Halaman 91                                              00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 93
      1. Current Ratio

         Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
         menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar AEGIS
         selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,55 kali dan
         pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,25 kali.

      2. Quick Ratio

         Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
         lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian
         terhadap kewajiban lancar AEGIS selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember
         2025 adalah sebesar 1,47 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,11
         kali.

      3. Cash Ratio

         Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi
         kewajiban lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas
         dibandingkan kewajiban lancar AEGIS selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
         Desember 2025 adalah sebesar 0,65 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
         sebesar 0,49 kali.

      Rasio Solvabilitas

      Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
      kewajiban jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan
      sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara
      lain:

      1. Debt to Equity Ratio (DER)

         Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
         oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset AEGIS selama periode 31
         Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,00 kali dan pada periode 31
         Desember 2025 tercatat sebesar 0,00 kali.

      2. Debt to Assets Ratio (DAR)

         Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
         ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas AEGIS selama periode
         31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,00 kali dan pada periode
         31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,00 kali.

 3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi

      Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan
      keuangan pada pos-pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas
      Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:




Halaman 92                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 94
      Tabel 53. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                                                                          (dalam juta Rupiah)
                                                   Audit                          Proforma
              Laporan Posisi Keuangan          31 Desember     Penyesuaian      31 Desember
                                                  2025                              2025
       Aset
       Aset Lancar
       Kas dan Setara Kas                         26.570.772       (144.380)       26.426.392
       Piutang Usaha
         Pihak Ketiga                             18.559.795                       18.559.795
         Pihak Berelasi                            1.357.868                        1.357.868
       Piutang Non Usaha
         Pihak Ketiga                                492.811                          492.811
         Pihak Berelasi                            1.203.084         151.038        1.354.122
       Persediaan                                 16.729.809                       16.729.809
       Proyek dalam Pelaksanaan                       28.698                           28.698
         Pihak Ketiga
         Pihak Berelasi
       Pajak Dibayar Dimuka
         Pajak Penghasilan Badan                   1.653.543                        1.653.543
         Pajak Lain-lain                           3.643.857                        3.643.857
       Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka          1.543.309                        1.543.309
       Aset Lancar Lain-lain                         357.480                          357.480
       Total Aset Lancar                          72.141.026           6.658       72.147.684


       Aset Tidak Lancar
       Kas dan deposito berjangka yang
                                                     787.806                          787.806
       dibatasi penggunaannya
       Piutang usaha
         Pihak Ketiga                                453.411                          453.411
         Pihak Berelasi                               18.957                           18.957
       Piutang Non Usaha
         Pihak Ketiga                                 88.336                           88.336
         Pihak Berelasi                            3.103.936                        3.103.936
       Persediaan                                    105.530                          105.530
       Pajak dibayar dimuka
         Pajak Penghasilan Badan                   1.446.559                        1.446.559
         Pajak Lain-lain                           1.650.429                        1.650.429
       Uang muka dan biaya dibayar dimuka            793.619                          793.619
       Investasi pada entitas asosiasi
       Investments in associates dan ventura      17.223.562          (4.229)      17.219.333
       bersama
       Investasi jangka panjang                    3.175.766                        3.175.766
       Aset tetap                                 45.296.550                       45.296.550
       Properti pertambangan                      14.809.384                       14.809.384
       Properti investasi                            244.469                          244.469
       Beban eksplorasi dan pengembangan
                                                   2.768.518                        2.768.518
       tangguhan
       Aset tambang berproduksi                    3.958.340                        3.958.340
       Beban tangguhan                             1.169.123                        1.169.123


Halaman 93                                              00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 95
                                                  Audit                            Proforma
                Laporan Posisi Keuangan       31 Desember      Penyesuaian       31 Desember
                                                 2025                                2025
       Aset pajak tangguhan                        4.891.419                          4.891.419
       Goodwill                                   3.510.559                          3.510.559
       Total Aset Tidak Lancar                  105.496.273           (4.229)      105.492.044
       Total Aset                               177.637.299            2.429       177.639.728


       Liabilitas
       Liabilitas Jangka Pendek
       Utang usaha
         Pihak Ketiga                            29.095.249                         29.095.249
         Pihak Berelasi                             213.679                            213.679
       Utang non-usaha
         Pihak Ketiga                             1.132.969                          1.132.969
         Pihak Berelasi                              87.548                             87.548
       Utang pajak
         Pajak Penghasilan Badan                    825.803                            825.803
         Pajak Lain-lain                            584.846                            584.846
       Akrual                                     6.692.531                          6.692.531
       Uang muka pelanggan
       Pihak Ketiga                                 857.034                            857.034
       Pihak Berelasi                                44.175                             44.175
       Pendapatan tangguhan                       1.021.152                          1.021.152
       Liabilitas imbalan kerja                   1.053.575                          1.053.575
       Pinjaman bank jangka pendek                  560.000                            560.000
       Bagian jangka pendek dari utang
       jangka panjang
         Pinjaman Bank                            9.682.666                          9.682.666
         Liabilitas Sewa                            801.430                            801.430
         Pinjaman Lain-lain                         560.318                            560.318
       Pinjaman bank jangka pendek dari
       Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
       Lain-lain
       Total Liabilitas Jangka Pendek            53.212.975                  0      53.212.975


       Liabilitas Jangka Panjang
       Liabilitas pajak tangguhan                 3.768.016                          3.768.016
       Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
                                                  1.154.627                          1.154.627
       penutupan tambang
       Liabilitas imbalan kerja                   5.497.626                          5.497.626
       Utang jangka panjang, setelah
       dikurangi bagian jangka pendek
         Pinjaman Bank                            6.054.620                          6.054.620
         Liabilitas Sewa                            976.309                            976.309
         Pinjaman Lain-lain                         281.698                            281.698
       Liabilitas keuangan jangka panjang
                                                  3.555.105                          3.555.105
       lain-lain
       Total Liabilitas Jangka Panjang           21.288.001                  0      21.288.001
       Total Liabilitas                          74.500.976                  0      74.500.976




Halaman 94                                              00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 96
                                                      Audit                             Proforma
              Laporan Posisi Keuangan             31 Desember      Penyesuaian        31 Desember
                                                     2025                                 2025
       Ekuitas
       Ekuitas yang diatribusikan kepada
       entitas induk
       Modal Disetor                                    932.534                             932.534
       Tambahan Modal Disetor                         9.703.937                            9.703.937
       Saham Tresuri                                 -4.902.237                           -4.902.237
       Saldo Laba
         Dicadangkan                                    186.507                             186.507
         Belum Dicadangkan                           85.547.627            2.429         85.550.056
       Selisih kurs dari penjabaran Laporan
                                                      9.227.066                            9.227.066
       keuangan
       Cadangan lindung nilai                        -2.065.280                           -2.065.280
       Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                         19.386                               19.386
       tetap
       Transaksi dengan Kepentingan
                                                       -875.920                             -875.920
       Nonpengendali
       Total Ekuitas yang diatribusikan
                                                     97.773.620            2.429         97.776.049
       kepada entitas induk
       Kepentingan Nonpengandali                      5.362.703                            5.362.703


       Total Ekuitas                                103.136.323            2.429        103.138.752
       Total Liabilitas dan Ekuitas               177.637.299               2.429         177.639.728
      Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember
      2025


      Tabel 54. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                                                      Audit                             Proforma
                 Laporan Laba Rugi                31 Desember      Penyesuaian        31 Desember
                                                     2025                                 2025
       Pendapatan bersih                            131.300.810                          131.300.810
       Beban pokok pendapatan                      (101.597.306)                       (101.597.306)
       Laba bruto                                    29.703.504                          29.703.504
       Beban penjualan                               (1.597.792)                         (1.597.792)
       Beban umum dan administrasi                   (6.040.414)                         (6.040.414)
       Beban lain-lain, bersih                         (256.226)                           (256.226)
       Penghasilan keuangan                           1.244.489            8.536           1.253.025
       Biaya keuangan                                (2.625.818)                         (2.625.818)
       Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
                                                       (245.576)          (4.229)          (249.805)
       dan ventura bersama
       Laba sebelum pajak penghasilan                20.182.167            4.307         20.186.474
       Beban pajak penghasilan                       (5.005.403)          (1.878)        (5.007.281)
       Laba tahun berjalan                           15.176.764            2.429         15.179.193


       Laba Setelah Pajak Yang Didistribusilan
       Kepada
       Pemilik Entitas Induk                         14.810.434            2.429         14.812.863
       Kepentingan Non-Pengendali                       366.330                             366.330
       Total Laba Setelah Pajak                    15.176.764               2.429          15.179.193
      Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember
      2025


Halaman 95                                                  00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 97
      Proforma dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
      • Terdapat penyesuaian penurunan pada kas dan setara kas sebesar Rp144 miliar akibat
         pemberian pinjaman berupa kas kepada AEGIS sebesar Rp151 miliar, perolehan kas dari
         pendapatan bunga sebesar Rp7,2 miliar, bagian PPh 23 atas pendapatan bunga sebesar
         Rp1,2 miliar, dan pembayaran atas penyesuaian PPh Badan dari perolehan pendapatan
         bunga yang diakui sebesar Rp1,8 miliar.
      • Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi sebesar Rp151
         miliar akibat rencana pemberian pinjaman kepada AEGIS yang merupakan perusahaan
         terafiliasi dengan Perseroan.
      • Terdapat penyesuaian penurunan pos investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp4,2 miliar
         akibat dari pencatatan metode ekuitas AEGIS, sesuai ownership TTA di AEGIS, pada
         Perseroan dimana AEGIS mencatatkan beban bunga atas rencana transaksi pinjam-
         meminjam.
      • Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos penghasilan keuangan sebesar Rp8,5 miliar akibat
         perolehan pendapatan bunga yang diakui dan dikonsolidasi ke laba rugi Perseroan.
      • Terdapat penyesuaian penurunan pada pos bagian atas laba bersih entitas akibat pengakuan
         beban bunga AEGIS yang kemudian dicatatkan menggunakan metode ekuitas, sesuai
         ownership TTA di AEGIS, pada laba rugi Perseroan.
      • Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos beban pajak penghasilan sebesar Rp1,8 miliar
         akibat pengakuan PPh Badan atas perolehan pendapatan bunga.

      Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
      dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada AEGIS dan kenaikan piutang
      non usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan
      ke AEGIS.

 3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo

      Analisis kemampuan bayar dapat dianalisis dari Kinerja Keuangan AEGIS. Historis laporan posisi
      keuangan dan laporan laba rugi ditampilkan sebagai berikut:

      Tabel 55. Analisis Kemampuan Bayar Sampai Jatuh Tempo – Rasio Keuangan AEGIS
                                                                          (dalam juta Rupiah)
               Rasio Keuangan           2021         2022        2023         2024         2025
       Rasio Profitabilitas (%)
       Gross Profit Margin                0,44%        0,74%       1,46%        1,25%        1,16%
       Operating Profit Margin            0,08%        0,60%       1,40%        1,21%        1,03%
       Net Profit Margin                  0,08%        0,52%       1,17%        1,00%        0,85%
       Return on Assets                   1,24%      23,52%       12,68%       12,35%        7,58%
       Return on Equity                   3,77%      40,00%       67,11%       49,39%      37,69%


       Rasio Likuiditas (X)
       Current Ratio                      1,49X        2,43X        1,23X       1,33X        1,25X
       Quick Ratio                        1,49X        2,43X        1,23X       1,08X        1,11X
       Cash Ratio                         0,48X        1,52X        0,23X       0,54X        0,49X


       Rasio Solvabilitas (X)
       Debt to Assets Ratio               0,00X        0,01X        0,00X       0,00X        0,00X
       Debt to Equity Ratio               0,00X        0,00X        0,00X       0,00X        0,00X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


Halaman 96                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 98
      Berdasarkan historis kinerja keuangan sebagai dasar analisis kemampuan bayar sampai saat
      jatuh tempo perusahaan, perusahaan menunjukkan kinerja keuangan yang relatif baik dan
      stabil meskipun dengan tingkat margin yang terbatas. Dari sisi profitabilitas, AEGIS mencatat
      rata-rata Gross Profit Margin selama 5 tahun terakhir sebesar 1,01%, Operating Profit Margin
      sebesar 0,86%, dan Net Profit Margin sebesar 0,72%, yang menunjukkan kemampuan
      perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya masih berada pada tingkat
      yang stabil cenderung membaik pada horizon 5 tahun terakhir. Selanjutnya, rata-rata Return on
      Assets sebesar 11,47% dan Return on Equity sebesar 39,59% juga mencerminkan efektivitas
      perusahaan dalam menghasilkan pengembalian atas aset dan modal yang dimiliki.

      Dari sisi likuiditas, AEGIS memiliki rata-rata Current Ratio selama horizon 5 tahun terakhir
      sebesar1,55 kali, Quick Ratio sebesar 1,47 kali, dan Cash Ratio sebesar 0,65 kali, yang
      menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya berada
      pada tingkat yang memadai. Sementara itu, dari rasio solvabilitas Debt to Assets Ratio dan Debt
      to Equity Ratio, diperoleh bahwa AEGIS memiliki utang berbunga yang tidak signifikan
      dibandingkan total asset dan total ekuitas selama periode 2021–2025 sehingga kedua rasio
      tersebut tercatat sebesar 0,00 kali. Hal ini menunjukkan bahwa secara historis perusahaan tidak
      bergantung pada pendanaan berbasis utang berbunga dan memiliki struktur permodalan yang
      didominasi oleh ekuitas, sehingga risiko keuangan dan risiko gagal bayar relatif rendah. Dengan
      mempertimbangkan kondisi profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas tersebut, AEGIS dinilai
      memiliki kemampuan keuangan yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok
      dan bunga pinjaman sampai dengan jatuh tempo.

 3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant

      Analisis cash management dari Rencana Transaksi dapat dianalisis dari sumber pendanaan
      pinjaman, besaran nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara kas Perseroan, dan rasio
      kas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

      Tabel 56. Analisis Cash Management Perseroan
                                                                                        (dalam juta Rupiah)
                            Analisis Cash Management                                     31 Desember 2025
        Kas dan Setara Kas PT United Tractors Tbk                                               26.570.772
        Nilai Rencana Transaksi                                                                    151.038
        Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                          0,57%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Tabel 57. Analisis Cash Ratio
                     Analisis Kas               Sebelum Transaksi   Setelah Transaksi     Selisih Perubahan
        Cash Ratio                                     0,499329X          0,496616X            -0,002713X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Analisis cash management dengan menganalisis sumber pendanaan pinjaman dimana sumber
      dana Rencana Transaksi menurut keterangan manajemen bersumber dari internal Perseroan.
      Membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas per tanggal pendapat
      kewajaran sebesar 0,57% memberikan informasi bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan
      dampak signifikan terhadap posisi kas dan setara kas Perseroan.

      Analisis cash management dengan proksi cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi
      menunjukan selisih perubahan rasio sebesar negatif 0,0027 kali yang menggambarkan dampak


Halaman 97                                                   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 99
       Rencana Transaksi terhadap kemampuan Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban jangka
       pendek menggunakan kas.

       Berdasarkan draft perjanjian pinjaman, tidak terdapat informasi mengenai ketentuan financial
       covenant terkait pinjam-meminjam antara Perseroan dan AEGIS.

 3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)

       Analisis yield dibanding instrumen sejenis dilakukan dengan membandingkan yield dari Rencana
       Transaksi pinjam-meminjam antara TTA yang merupakan Perusahaan terafiliasi dengan
       Perseroan serta AEGIS dengan instrumen surat utang sejenis.

       Tabel 58. Yield Intercompany Loan TTA & AEGIS
                     Yield Shareholder Loan TTA & AEGIS                         Keterangan
        3M Term SOFR per 31 Desember 2025                                                       3,65%
        Margin                                                                                  2,00%
        Yield                                                                                   5,65%
       Sumber: Draf Perjanjian intercompany loan TTA & AEGIS


       Berdasarkan draf perjanjian pinjam-meminjam antara TTA dan AEGIS, Tingkat suku bunga yang
       dikenakan atas pinjaman yang diberikan adalah sebesar 3M Term SOFR + 2% Margin per
       tahun. Merujuk pada besaran Term 3M Term SOFR per tanggal pendapat kewajaran sebesar
       3,65% kemudian ditambah margin 2% maka suku bunga dari Rencana Transaksi berupa
       pinjaman yang diberikan Perseroan kepada AEGIS adalah sebesar 5,65%.

       Tabel 59. Obligasi Pemerintah
                                                      Maturity    Tenor per   Ask               Mid
        No             Nama             Issue Date                                    Bid YTM
                                                       Date         Cutoff    YTM               YTM
                INDON 5.950%
         1                              08-Dec-15     08-Jan-46          20   5,36%    5,41%    5,39%
                08Jan2046 Govt (USD)
                INDON 3.700%
         2                              30-Oct-19    30-Oct-49           24   5,44%    5,49%    5,46%
                30Oct2049 Govt (USD)
                INDON 4.350%
         3                              11-Dec-17     11-Jan-48          22   5,35%    5,41%    5,38%
                11Jan2048 Govt (USD)
                INDON 4.750%
         4                               18-Jul-17    18-Jul-47          22   5,21%    5,26%    5,23%
                18Jul2047 Govt (USD)
                INDON 5.650%
         5                              11-Jan-23     11-Jan-53          27   5,50%    5,55%    5,53%
                11Jan2053 Govt (USD)
                INDON 4.850%
         6                              11-Jan-23     11-Jan-33           7   4,63%    4,69%    4,66%
                11Jan2033 Govt (USD)
                INDON 5.250%
         7                              08-Dec-16     08-Jan-47          21   5,23%    5,28%    5,26%
                08Jan2047 Govt (USD)
                INDON 3.500%
         8                              14-Jan-20    14-Feb-50           24   5,46%    5,52%    5,49%
                14Feb2050 Govt (USD)
                                                                    Average   5,27%    5,33%    5,30%
       Sumber: Bondsupermart, diolah


       Obligasi pemerintah digunakan sebagai acuan tingkat suku bunga bebas risiko dan digunakan
       sebagai salah satu pembanding yield dari Rencana Transaksi. Diperoleh bahwa rata-rata yield
       dari obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD Adalah sebesar 5,30% untuk tenor yang
       beragam mulai dari 7 tahun hingga 27 tahun sejak tanggal pendapat kewajaran. Dalam rentan,



Halaman 98                                                     00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 100
       yield obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD terdiri dari 4,66% untuk tenor 7 tahun pada
       obligasi keluaran 2023 hingga sebesar 5,53% untuk obligasi dengan tenor 27 tahun keluaran
       2023.

       Dengan begitu yield pinjaman dari Rencana Transaksi antara TTA dan AEGIS sebesar 5,65% per
       tanggal pendapat kewajaran berada pada rentan yield obligasi pemerintah Indonesia
       denominasi USD. Dibandingkan dengan yield obligasi Indonesia denominasi USD dengan tenor
       7 tahun ataupun dengan tenor tertinggi 27 tahun, yield pinjaman TTA dan AEGIS berada di atas
       yield obligasi pemerintah yang merepresentasikan yield rencana pinjaman lebih tinggi dibanding
       proksi instrument bebas risiko dalam dolar dengan tenor yang lebih lama.

       Tabel 60. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Perbankan USD
                                                                            Private National   Commercial
        No        Bank Interest Rate - SEKI BI USD Denom      State Banks
                                                                                 Banks           Banks
         1   Working Capital Loans                              5,67%           5,15%            5,29%
         2   Investment Loans                                   6,00%           5,88%            5,94%
         3   Consumer Loans                                     6,27%           5,05%            6,12%
       Sumber: SEKI BI - Desember 2025


       Kredit perbankan di Indonesia dengan denominasi USD dapat digunakan sebagai acuan
       perbandingan tingkat suku bunga instrumen sejenis. Pada data yang diperoleh, tingkat suku
       bunga kredit bank di Indonesia dengan denominasi USD untuk kredit modal kerja berada pada
       rentan 5,15% sampai 5,67%. Dengan begitu, yield pada Rencana Transaksi pinjam meminjam
       antara TTA yang merupakan perusahaan terafilaisi dengan Perseroan dan AEGIS sebesar 5,65%
       berada pada rentan tingkat suku bunga kredit perbankan Indonesia denominasi USD per
       tanggal pendapat kewajaran.

       Tabel 61. Tingkat Suku Bunga Simpanan
        Tingkat Bunga Simpanan (USD)                               Bank Pemerintah         Bank Swasta
                                               Bank Persero
              Per Desember 2025                                        Daerah               Nasional
        1 Bulan                                   3,91%                3,69%                 3,38%
        3 Bulan                                   3,99%                 4,47%                  3,89%
        6 Bulan                                   3,70%                 5,23%                  3,99%
        12 Bulan                                  3,06%                 2,11%                  3,94%
        24 Bulan                                  1,30%                 2,30%                  3,27%
        Rata-rata                                 3,19%                 3,56%                  3,69%
       Sumber: SEKI Bank Indonesia


       Selain obligasi pemerintah dan tingkat suku punga pinjaman, digunakan tingkat suku bunga
       simpanan dalam USD sebagai proksi tingkat imbal hasil bebas risiko jangka pendek. Pada
       analisis, yang digunakan adalah tingkat suku bunga deposito dalam USD pada Bank Persero,
       Bank Pemerintah Daerah, dan Bank Swasta Nasional. Rata-rata tingkat suku bunga pinjaman
       dengan rentan tenor 1 bulan hingga 12 bulan untuk masing-masing bank berkisar antara 3,19%
       sampai 3,69%. Tingkat bunga yang dikenakan pada Rencana Transaksi antara TTA dan AEGIS
       sebesar 5,65% berada di atas rentan rata-rata tingkat suku bunga simpanan dalam USD sebagai
       representasi tingkat suku bunga bebas risiko dengan tenor jangka pendek.

 3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)

       Analisis nilai tambah dilakukan dengan membandingkan proyeksi keuangan sebelum Rencana
       Transaksi dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Nilai tambah timbul dari selisih positif bagi

Halaman 99                                                      00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 101
      perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan dibanding sebelum adanya Rencana
      Transaksi.

      Tabel 62. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan
                                                                                     (dalam juta Rupiah)
              Laporan Posisi Keuangan         2026         2027         2028         2029       2030
       Aset Lancar
       Kas dan Setara Kas                     (68.095)   (133.525)    (118.496)    (103.466)    (88.437)
       Piutang Usaha                                 -            -            -            -          -
       Persediaan                                    -            -            -            -          -
       Uang Muka                                     -            -            -            -          -
       Beban Dibayar Dimuka                          -            -            -            -          -
       Aset Lancar Lainnya                           -            -            -            -          -
       Jumlah Aset Lancar                     (68.095)   (133.525)    (118.496)    (103.466)    (88.437)


       Aset Tidak Lancar
       Piutang Kepada Pemegang Saham           69.615     141.311      132.547      123.783     115.019
       Investasi Pada Saham                       235       1.203        2.171        3.140       4.108
       Aset Tetap                                    -            -            -            -          -
       Aset tambang                                  -            -            -            -          -
       Aset pajak tangguhan                          -            -            -            -          -
       Biaya eksplorasi dan pengembangan             -            -            -            -          -
       Goodwill                                      -            -            -            -          -
       Aset tidak lancar lainnya                     -            -            -            -          -
       Jumlah Aset Tidak Lancar                69.850     142.514      134.718      126.922     119.126


       Jumlah Aset                              1.755       8.989       16.222       23.456      30.690


       Laporan Posisi Keuangan


       Laibilitas Jangka Pendek
       Utang usaha                                   -            -            -            -          -
       Beban Akrual                                  -            -            -            -          -
       Utang Pajak                                   -            -            -            -          -
       Liabilitas Jangka Pendek Lainnya              -            -            -            -          -
       Jumlah Liabilitas Jangka Pendek               -            -            -            -          -


       Liabilitas Tidak Lancar
       Liabilitas pajak tangguhan                    -            -            -            -          -
       Bagian Jangka Panjang Utang Bank              -            -            -            -          -
       Liabilitas Imbalan Kerja                      -            -            -            -          -
       Liabilitas Jangka Panjang Lainnya             -            -            -            -          -
       Jumlah Liabilitas Jangka Panjang              -            -            -            -          -


       Jumlah Liabilitas                             -            -            -            -          -


       Ekuitas Diatribusikan Kepada Pemilik     1.755       8.989       16.222       23.456      30.690
       Kepentingan Non Pengendali                    -            -            -            -          -


Halaman 100                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 102
               Laporan Posisi Keuangan        2026       2027       2028       2029        2030
       Jumlah Ekuitas                          1.755      8.989     16.222      23.456     30.690


       Jumlah Liabilitas dan Ekuitas           1.755      8.989     16.222      23.456     30.690
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Berdasarkan analisis inkremental atas laporan posisi keuangan Perseroan selama periode
      proyeksi tahun 2026–2030, Rencana Transaksi menghasilkan perubahan terutama pada pos
      kas setara kas, piutang pemegang saham, dan investasi pada saham pada bagian aset lancar.
      Selain itu perubahan juga timbul pada pos Ekuitas yang diatribusikan pada pemilik pada bagian
      ekuitas Perseroan.

      Pada sisi aset lancar, terdapat penurunan kas dan setara kas pada masing-masing tahun
      proyeksi yang mencerminkan penyaluran dana pinjaman kepada AEGIS. Namun demikian,
      penurunan tersebut diimbangi oleh peningkatan pada pos piutang pada pemegang saham dan
      investasi pada saham. Perubahan tersebut timbul akibat pencatatan pemberian pinjaman,
      pencatatan timbulnya piutang atas pemberian pinjaman, investasi pada saham. Selisih
      inkremental positif dicatatkan pada total aset selama masa proyeksi.

      Sementara itu, pada pos ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terdapat
      peningkatan masing-masing sebesar Rp1.755 juta, Rp8.989 juta, Rp16.222 juta, Rp23.456, dan
      Rp30.690 juta selama periode proyeksi yang mencerminkan akumulasi manfaat ekonomi yang
      diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi. Dengan demikian, meskipun Rencana Transaksi
      menyebabkan penurunan kas akibat penyaluran fasilitas pinjaman kepada AEGIS. transaksi
      tersebut menghasilkan nilai tambah berupa peningkatan ekuitas yang diatribusikan kepada
      pemilik entitas induk selama periode proyeksi.

      Tabel 63. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi
                                                                               (dalam juta Rupiah)
                 Laporan Laba Rugi            2026       2027       2028       2029        2030
       Pendapatan                                    -          -          -          -           -
       Harga Pokok Penjualan                         -          -          -          -           -
       Laba Kotor                                    -          -          -          -           -
       Beban Operasi                                 -          -          -          -           -
       Laba Operasi                                  -          -          -          -           -
       Laba/(Rugi) Kurs                              -          -          -          -           -
       Bunga                                   1.949      8.033       8.033      8.033      8.033
       Pendapatan/(Beban) Lain                   235        968        968         968        968
       Laba Sebelum Pajak                      2.184      9.001       9.001      9.001      9.001
       Pajak Penghasilan                        (429)    (1.767)    (1.767)     (1.767)    (1.767)
       Laba Setelah Pajak                      1.755      7.234       7.234      7.234      7.234
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Berdasarkan analisis inkremental atas laporan laba rugi Perseroan selama periode proyeksi
      tahun 2026–2030, Rencana Transaksi menghasilkan nilai tambah berupa peningkatan laba
      sebelum pajak dan laba setelah pajak yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk akibat
      pendapatan bunga masing-masing sebesar Rp1.949 juta pada tahun 2026, Rp8.033 juta pada
      tahun 2027 sampai dengan 2030. Tidak terdapat perubahan pada pos pendapatan, harga
      pokok penjualan, maupun beban operasional selama periode proyeksi setelah Rencana
      Transaksi. Dengan demikian, Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi Perseroan

Halaman 101                                              00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 103
       berupa peningkatan laba setelah pajak secara kumulatif sebesar Rp30.690 juta selama periode
       proyeksi tahun 2026–2030, yang selanjutnya berkontribusi terhadap peningkatan ekuitas yang
       diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

 3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana

 3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi

       Berdasarkan informasi Manajemen Perseroan, fasilitas pinjaman yang diberikan oleh TTA
       kepada AEGIS akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan kegiatan
       operasional perusahaan. Penyediaan fasilitas pinjaman tersebut diharapkan dapat memberikan
       fleksibilitas pendanaan bagi AEGIS dalam menjalankan kegiatan usahanya, termasuk
       mendukung transaksi perdagangan yang memerlukan dukungan modal kerja dalam jumlah
       yang memadai. Dengan demikian, Rencana Transaksi diharapkan dapat mendukung
       kelancaran operasional dan keberlangsungan kegiatan usaha AEGIS.

       Selain tujuan penggunaan dana yang jelas, AEGIS juga menunjukkan kinerja keuangan yang
       relatif baik selama periode historis 2021–2025. Hal ini tercermin dari kemampuan perusahaan
       menghasilkan profitabilitas yang positif, tingkat likuiditas yang memadai dengan Current Ratio
       dan Quick Ratio masing-masing sebesar 1,55 kali dan 1,47 kali, serta tingkat solvabilitas yang
       masih terjaga dengan Debt to Equity Ratio sebesar 0,65 kali. Dengan mempertimbangkan tujuan
       penggunaan dana, kondisi keuangan AEGIS, serta hubungan afiliasi antara TTA dan AEGIS
       dalam kelompok usaha Perseroan, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kelayakan
       investasi bagi TTA selaku pemberi pinjaman.

 3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

       Berdasarkan informasi Manajemen Perseroan, fasilitas pinjaman akan digunakan oleh AEGIS
       untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional perusahaan. Kemampuan pelunasan
       pinjaman AEGIS dinilai memadai dengan mempertimbangkan historis kinerja keuangan
       perusahaan selama periode 2021–2025. Berdasarkan analisis rasio keuangan, AEGIS
       menunjukkan tingkat profitabilitas yang positif dengan rata-rata margin laba yang berada pada
       kisaran 0,72% hingga 1,01%, serta tingkat pengembalian aset (Return on Assets) dan tingkat
       pengembalian ekuitas (Return on Equity) masing-masing sebesar 11,47% dan 39,59%. Kondisi
       tersebut menunjukkan bahwa AEGIS masih mampu menghasilkan laba dan menciptakan nilai
       tambah dari kegiatan usahanya.

       Dari aspek likuiditas dan solvabilitas, AEGIS memiliki rata-rata Current Ratio sebesar 1,55 kali
       dan Quick Ratio sebesar 1,47 kali, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
       memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang dimiliki. Selain itu, Debt
       to Equity Ratio tercatat sebesar 0,65 kali, yang mencerminkan struktur permodalan yang relatif
       sehat dan tingkat leverage yang masih terjaga. Dengan mempertimbangkan kemampuan
       perusahaan dalam menghasilkan laba, kondisi likuiditas yang memadai, serta tingkat
       solvabilitas yang relatif baik, maka AEGIS dinilai memiliki kemampuan yang cukup untuk
       memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sesuai dengan ketentuan yang
       diatur dalam Rencana Transaksi.




Halaman 102                                                00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 104
 3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

       Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh
       Manajemen Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi
       pelaksanaan maupun kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah
       dianalisis sebelumnya. Dengan demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang
       secara material berpotensi memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi
       dimaksud.




Halaman 103                                           00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 105
                                               BAB IV
                                            KESIMPULAN



 4.1   Analisis Objek Rencana Transaksi

       Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada
       dokumen Rencana Transaksi yang disampaikan kepada Kami, besaran dana yang menjadi
       objek dalam Rencana Transaksi adalah berupa fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok sebesar
       USD9.000.000 (sembilan juta dolar amerika serikat) atau setara dengan Rp151.038.000.000
       (seratus lima puluh satu miliar tiga puluh delapan juta rupiah) dengan asumsi nilai tukar mata
       uang menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu
       Rp16.782 per USD.

       Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi memberikan dampak keuangan
       yang relatif tidak material terhadap kondisi keuangan Perseroan secara keseluruhan. Dampak
       utama yang timbul adalah penurunan kas dan setara kas serta peningkatan piutang non usaha
       pihak berelasi sehubungan dengan pemberian pinjaman kepada AEGIS. Selain itu, Perseroan
       memperoleh tambahan pendapatan bunga yang berdampak positif terhadap laba tahun
       berjalan, meskipun sebagian diimbangi oleh pengakuan beban pajak penghasilan dan
       penyesuaian atas bagian laba entitas asosiasi. Dengan mempertimbangkan besaran
       penyesuaian yang terjadi dibandingkan dengan total aset, liabilitas, dan ekuitas Perseroan,
       maka Rencana Transaksi dinilai tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kondisi
       keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan.

       Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
       dilakukan untuk memberikan dukungan pendanaan kepada AEGIS dalam menjalankan
       kegiatan operasional usahanya. Dana yang diperoleh AEGIS sebagai peminjam akan digunakan
       sebagai sumber pembiayaan kebutuhan modal kerja, sehingga diharapkan dapat mendukung
       kelancaran kegiatan operasional, menjaga fleksibilitas keuangan, serta menunjang
       keberlangsungan dan pengembangan usaha AEGIS.

 4.2   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi tidak memberikan pengaruh yang
       signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Hal ini tercermin dari perubahan rasio
       likuiditas dan rasio solvabilitas sebelum dan setelah Rencana Transaksi yang relatif tidak
       material. Penurunan kas dan setara kas yang terjadi akibat pemberian pinjaman kepada AEGIS
       diimbangi dengan peningkatan piutang non usaha pihak berelasi dalam jumlah yang setara,
       sehingga tidak mengubah struktur keuangan Perseroan secara signifikan. Dengan demikian,
       Rencana Transaksi dinilai tidak berdampak negatif terhadap kemampuan Perseroan dalam
       memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya serta tidak mengganggu
       kelangsungan usaha Perseroan.




Halaman 104                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 106
 4.3   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi

       Berdasarkan hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan kepemilikan,
       pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah TTA (selaku pemberi pinjaman) dan AEGIS
       (selaku penerima pinjaman).

       Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan memiliki hubungan afiliasi
       yaitu:
       • Ari Sutrisno selaku Direktur Perseroan dan juga menjabat sebagai Komisaris TTA.
       • Hendra Hutahean selaku Direktur Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden Direktur
           TTA.

       Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepemilikan memiliki hubungan afiliasi yaitu:
       • Perseroan memiliki kepemilikan saham secara langsung sebesar 27,27% pada TTA,
         sedangkan sisanya sebesar 72,73% dimiliki Perseroan melalui oleh PAMA, yang juga
         merupakan anak usaha Perseroan, sehingga TTA merupakan entitas yang dikendalikan oleh
         Perseroan.
       • TTA memiliki kepemilikan saham masing-masing sebesar 50,00% pada AEGIS.
       • Mengingat Perseroan merupakan pemegang saham pengendali TTA dan TTA memiliki
         kepemilikan pada AEGIS, maka hubungan antara Perseroan, TTA, AEGIS, merupakan
         hubungan afiliasi berdasarkan kepemilikan saham secara langsung maupun tidak langsung
         dalam kelompok usaha yang sama.

       Oleh karena itu berdasarkan analisis hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan
       kepemilikan, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK 42/2020.

       Selanjutnya berdasarkan informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan
       No.LUT/111/9960/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal Informasi atas Benturan Kepentingan
       dalam transaksi afiliasi antara Perseroan, TTA dan AEGIS berupa rencana transaksi pinjam-
       meminjam pemegang saham atau shareholder loan, bahwa Rencana Transaksi tidak
       mengandung transaksi benturan kepentingan.

       Selain itu, berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan
       tercatat sebesar Rp103.136.323.000.000. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi sebesar
       USD9.000.000 atau setara dengan Rp151.038.000.000 dengan asumsi nilai tukar mata uang
       menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782
       per USD, maka transaksi tersebut setara dengan 0,15% dari ekuitas Perseroan. Oleh karena itu,
       transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana yang diatur dalam
       Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha ("POJK 17/2020").

 4.4   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi

       Berdasarkan hasil penelaahan atas Perjanjian Baru antara TTA dan AEGIS, diketahui bahwa
       perjanjian telah memuat ketentuan pokok terkait fasilitas pinjaman berjangka dengan jumlah
       maksimum sebesar USD9.000.000, periode ketersediaan fasilitas hingga 30 Juni 2031, serta
       tingkat suku bunga berupa Term SOFR + 2% per tahun. Selain itu, perjanjian juga mengatur
       mengenai jangka waktu pinjaman, mekanisme pembayaran kembali, hak dan kewajiban para
       pihak, ketentuan wanprestasi, serta ketentuan hukum lainnya yang lazim dalam transaksi
       pinjam-meminjam. Secara umum, ketentuan dalam perjanjian telah memberikan kejelasan



Halaman 105                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 107
       mengenai pelaksanaan Rencana Transaksi dan dapat menjadi dasar hukum yang memadai bagi
       para pihak dalam melaksanakan transaksi tersebut.

 4.5   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

       Berdasarkan analisis yang dilakukan, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan
       terhadap likuiditas Perseroan, yang tercermin dari rasio Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash
       Ratio sebelum dan setelah transaksi yang relatif tidak mengalami perubahan material. Kondisi
       tersebut disebabkan nilai Rencana Transaksi relatif kecil dibandingkan total kas dan setara kas
       Perseroan per tanggal pendapat kewajaran. Selain itu, kemampuan AEGIS dalam melunasi
       pinjaman saat jatuh tempo dinilai memadai, yang tercermin dari tingkat likuiditas AEGIS yang
       berada di atas 1 kali selama periode historis, tingkat solvabilitas yang sangat rendah dengan
       Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio yang mendekati 0 kali, serta posisi kas dan setara
       kas AEGIS sebesar USD12.517.756 yang mampu menyerap seluruh nilai pokok pinjaman
       sebesar USD9.000.000. Dengan demikian, AEGIS dinilai memiliki kemampuan yang cukup
       untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sampai dengan jatuh
       tempo.

 4.6   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi memberikan manfaat berupa
       dukungan pendanaan kepada AEGIS sehingga perusahaan memiliki fleksibilitas yang lebih
       besar dalam memenuhi kebutuhan modal kerja dan menjalankan kegiatan usahanya, termasuk
       melakukan transaksi usaha dengan nilai yang melebihi modal disetor. Dengan tersedianya
       fasilitas pinjaman tersebut, AEGIS diharapkan dapat menjaga kelancaran operasional dan
       mendukung pengembangan kegiatan usahanya. Di sisi lain, Rencana Transaksi memiliki risiko
       berupa potensi keterlambatan atau ketidakmampuan AEGIS dalam melakukan pembayaran
       kembali pinjaman apabila pelanggan tidak melakukan pembayaran atas transaksi yang telah
       dilakukan, yang dapat mempengaruhi arus kas dan likuiditas perusahaan. Namun demikian,
       risiko tersebut dinilai masih dapat dikelola mengingat AEGIS merupakan entitas yang berada
       dalam kelompok usaha Perseroan sehingga pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan
       transaksi dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.

 4.7   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

       Berdasarkan analisis kualitatif yang telah dilakukan, Rencana Transaksi dinilai memiliki dasar
       bisnis yang jelas dan mendukung kebutuhan modal kerja serta kegiatan operasional AEGIS.
       Rencana Transaksi juga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi keuangan,
       leverage, maupun likuiditas Perseroan, mengingat nilai transaksi relatif kecil dibandingkan
       dengan aset dan kas yang dimiliki Perseroan. Selain itu, AEGIS menunjukkan tingkat likuiditas
       dan solvabilitas yang memadai serta memiliki posisi kas yang mampu mendukung pelunasan
       pinjaman pada saat jatuh tempo. Meskipun terdapat risiko keterlambatan atau kegagalan
       pembayaran apabila AEGIS tidak menerima pembayaran dari pelanggan, risiko tersebut dinilai
       masih dapat dikelola dalam batas yang wajar dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi
       para pihak, kondisi keuangan AEGIS, serta mekanisme pengawasan dalam kelompok usaha
       Perseroan. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kualitatif.

 4.8   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

       Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup dampak keuangan Rencana Transaksi terhadap
       Perseroan, pengaruh terhadap rasio keuangan, kemampuan pelunasan pinjaman oleh AEGIS,

Halaman 106                                                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 108
       serta analisis kelayakan penggunaan dana, Rencana Transaksi menunjukkan kondisi keuangan
       yang tetap sehat dan stabil. Perubahan rasio likuiditas dan solvabilitas Perseroan sebelum dan
       setelah transaksi relatif tidak signifikan, yang menunjukkan bahwa pemberian pinjaman kepada
       AEGIS tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan. Selain itu,
       kemampuan AEGIS dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman
       dinilai memadai yang didukung oleh tingkat profitabilitas yang positif, likuiditas yang baik,
       struktur permodalan yang sehat, serta posisi kas dan setara kas yang memadai dibandingkan
       nilai fasilitas pinjaman. Di sisi lain, Rencana Transaksi juga memberikan manfaat ekonomi bagi
       kelompok usaha melalui dukungan pendanaan kepada AEGIS untuk memenuhi kebutuhan
       modal kerja dan menjalankan kegiatan operasionalnya. Dengan demikian, secara kuantitatif
       Rencana Transaksi dinilai masih berada dalam kapasitas keuangan Perseroan dan layak untuk
       dilaksanakan.

 4.9   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi

       Analisis Kelayakan Investasi

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, Rencana Transaksi dinilai layak dari aspek kelayakan
       investasi. Fasilitas pinjaman yang diberikan oleh TTA kepada AEGIS akan digunakan untuk
       mendukung kebutuhan modal kerja dan kegiatan operasional perusahaan. Selain itu, AEGIS
       menunjukkan kondisi keuangan yang memadai dengan tingkat profitabilitas yang positif,
       likuiditas yang baik, serta tingkat solvabilitas yang terjaga. Dengan demikian, risiko atas
       pemberian pinjaman dinilai masih dapat dikelola dalam batas yang wajar.

       Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

       Berdasarkan historis kinerja keuangan, tingkat profitabilitas yang positif, kondisi likuiditas yang
       memadai, serta tingkat solvabilitas yang relatif terjaga, AEGIS dinilai memiliki kemampuan yang
       memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sampai dengan
       jatuh tempo. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai layak dari sisi kemampuan pelunasan
       utang oleh AEGIS selaku penerima pinjaman.

       Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

       Berdasarkan hasil penelaahan atas dokumen dan informasi yang diperoleh dari Manajemen
       Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan dan bersifat material yang dapat
       memengaruhi pelaksanaan maupun kewajaran Rencana Transaksi. Dengan demikian, analisis
       kewajaran telah mencakup seluruh faktor utama yang diperlukan dalam penilaian atas Rencana
       Transaksi.

 4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi

       Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi
       yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta
       faktor-faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa transaksi afiliasi antara Perseroan, TTA,
       dan AEGIS. berupa rencana transaksi pinjam-meminjam pemegang saham atau shareholder
       loan adalah wajar.




Halaman 107                                                  00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 109
                            ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



   1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
   2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
       proses analisis pendapat kewajaran.
   3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
   4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi yang dibuat
       oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
   5. Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik.
   6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
       disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
       Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
       35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
       Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
       Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
   7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan opini akhir.
   8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari pemberi
       tugas.
   9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
       pengadilan) yang berkaitan dengan objek pendapat kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
       kami.
   10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
       hanya terbatas pada aspek opini kewajaran atas objek pendapat kewajaran, diluar dari aspek
       perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
   11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
       dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
       tanggung jawab kami.
   12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
       dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
       bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
   13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
       dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai
       dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini
       semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
   14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda
       tangan penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP
       Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan.
   15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
       dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 108                                               00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 110
                                      PERNYATAAN PENILAI



  Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
  tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
  1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar
      sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
  2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
  3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
      memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek pendapat kewajaran.
  4. Imbalan Jasa pendapat kewajaran tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang
      dilaporkan.
  5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
      Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
      dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
  6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
      diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
  7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
      kewajaran.
  8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak manajemen perseroan.
  9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
      pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
      dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
  10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat
      kewajaran.
  11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
      data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
      lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
      informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi
      tidak lengkap atau menyesatkan.
  12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
      tanggal pendapat kewajaran (cut off date)
  13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
      laporan pendapat kewajaran.
  14. Opini kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pendapat kewajaran profesional telah
      disajikan sebagai kesimpulan nilai.
  15. Penilai melakukan sesuai dengan lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah
      diungkapkan.
  16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
  17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
      telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 109                                             00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 111

          
Page 112
              LAMPIRAN-LAMPIRAN




Halaman 111                 00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 113
Halaman 112   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 114
Halaman 113   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 115
Halaman 114   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 116
Halaman 115   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 117
Halaman 116   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 118
Halaman 117   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 119
Halaman 118   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 120
Halaman 119   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 121
Halaman 120   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 122
Halaman 121   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 123
Halaman 122   00124/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 124

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.99 MB
Published2 Jul 2026
Pages124
Characters387,833
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 96 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org United Tractors Tbk p.2 ×44
linked org PT Tuah Turangga Agung p.2 ×17
linked org Aegis Energy Trading Pte. Ltd p.2 ×18
linked person Ari Sutrisno · Direktur p.3 ×12
linked person Hendra Hutahean · Direktur p.3 ×12
linked person Danar Wihandoyo p.11
linked person Frans Kesuma p.19 ×3
linked person Paulus Bambang Widjanarko · Komisaris Independen p.19 ×4
linked person Ignasius Jonan · Komisaris Independen p.19 ×6
linked person Bruce Malcolm Cox · Komisaris Independen p.19 ×4
linked person Gita Tiffani Boer · Komisaris p.19 ×4
linked person Djoko Pranoto Santoso p.19 ×4
linked person Iwan Hadiantoro · Direktur p.19 ×4
linked person Idot Supriadi · Direktur p.19 ×4
linked person Widjaja Kartika · Direktur p.19 ×4
linked person Vilihati Surya · Direktur p.19 ×4
linked org Astra International Tbk p.19 ×20
linked person Djony Bunarto Tjondro p.26 ×2
linked person Benjamin Herrenden p.26 ×3
linked person Loudy Irwanto Ellias · Direktur p.26 ×3
linked person Wanny Wijaya p.27 ×2
linked person Mario C. Surung Gultom p.27 ×2
linked org Pamapersada Nusantara p.27 ×6
linked org PT Bina Pertiwi p.47
linked org PT Triatra Sinergia Pratama p.47
linked org PT Agincourt Resources p.49
linked org PT Alamtri Resources p.52
linked org Bayan Resources Tbk. p.52 ×8
linked org Bukit Asam (Persero) Tbk p.52 ×8
linked org Golden Energy Mines Tbk p.52 ×8
linked org PT Indo Tambangraya p.52
linked org Dian Swastatika Sentosa Tbk p.52 ×7
linked org Indo Tambangraya Megah Tbk p.52 ×6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×8
possible org Bank Persero p.8 ×4
possible person Yanto p.13 ×6
possible — Jardine Cycle & Carriage p.25 ×4
possible person Franciscus Xaverius p.26 ×3
possible person Aditya Kurniawan p.29
possible — Tony Susanto H p.30 ×4
possible person Rudy · Presiden Komisaris p.36 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.52
possible org Alamtri Resources Indonesia Tbk p.52 ×6
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×5
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×4
unresolved org KJPP FDI p.2 ×31
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×11
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.11 ×2
unresolved person Yudistira p.11
unresolved person Djojo Muljadi p.14 ×3
unresolved person H. Akta Pendirian p.14 ×3
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.14 ×4
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.14 ×15
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.14 ×9
unresolved person Lok Budianto p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C- Halaman p.15
unresolved person Sutjipto · Notaris p.16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.16 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak p.16
unresolved org KPMG LLP p.16 ×6
unresolved org Private Company Limited p.17 ×4
unresolved org Constitution Aegis Energy Trading Pte. Ltd. p.17 ×2
unresolved — Rendih · Section Head Corporate Treasury p.17
unresolved org PT United Tractors. Anggaran Dasar p.25
unresolved org Carriage Ltd. p.25 ×4
unresolved org Jardine Matheson Holdings Ltd. p.25 ×2
unresolved — Loudy Irwanto Elli · Direktur p.26 ×2
unresolved person Akta Notaris Darmawan Tjoa · Notaris p.27 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.27 ×2
unresolved org PT Pamapersada Nusantara II p.27 ×2
unresolved org Sumitomo Corporation p.29 ×4
unresolved person Tjondro · Komisaris p.30
unresolved person Laksana Kesuma · Direktur p.30
unresolved — Chinthya Theresa p.30
unresolved — Arianto Sasono p.30
unresolved — Efredi Yudianto p.30
unresolved — Okagi Tetsuya p.30
unresolved — Ignatius Stanley p.31
unresolved org PT Pamapersada Nusantara TTA p.31
unresolved org PT Tuah Turangga Agung AEGIS p.31
unresolved org PT Inter Astra Motor Works p.35
unresolved org Pusat Statistik p.37
unresolved org Kementerian ESDM p.40 ×7
unresolved org Pte Ltd. p.47
unresolved org PT Kalimantan Prima Persada p.48
unresolved org PT Sumbawa p.49
unresolved org PT Stargate Pacific Resources p.49
unresolved org Indonesia Tbk p.52
unresolved org Megah Tbk p.52
unresolved — Cutoff p.99
unresolved org Bank Swasta Bank Persero Per p.100
unresolved org Bank Swasta Nasional. Rata-rata p.100
unresolved org Ichsan & Rekan p.109

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 19503 ms 12 Sep 2026 21:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result