Skip to content
Back to announcement

20260701_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_32107176_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 102

Page 1

          
Page 2
                  Kantor Jasa Penilai Publik
                                                                                                                 The Manhattan Square
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                 Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                  Property, Business Valuation & Advisory                                            Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                  Licence No. 2.22.0176                                                              E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                  KMK 460/KM.1/2022                                                                     Website: www.fdipartners.co.id
                  Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia                                                            Phone (62 21) 27875911



                                                                                                Jakarta, 11 Juni 2026

Kepada Yth.:
PT United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi Km 22,
Cakung, Jakarta Timur 13910

No. Laporan     : 00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Hal             : Laporan Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TBK

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.020/FDI/PB-FO/II/2026 tanggal 25 Februari 2026,
Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan
pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi antara Perseroan dan PT Astra Sedaya Finance
(selanjutnya disebut “ASF”) berupa rencana transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian
pinjaman (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
(“POJK 42/2020”).

Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi
antara Perseroan dan ASF berupa rencana transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian
pinjaman, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan POJK 42/2020. Tujuan Pendapat Kewajaran
adalah dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020.

Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.

Berdasarkan hasil analisis, Rencana Transaksi tersebut mengandung transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai transaksi di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan per 31
Desember 2025 hal tersebut tercermin dari nilai materialitas transaksi sebesar 0,29%, serta Rencana
Transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan sesuai dengan surat pernyataan
No.LUT/101/9960/VI/2026 tanggal 04 Juni 2026 perihal informasi tidak adanya benturan kepentingan
atas Rencana Transaksi.

Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
(POJK 35/2020), Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020
(SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




                                 Kantor
                                  KantorPusat
                                         Pusat(Properti
                                               (Propertidan
                                                         danBisnis);
                                                             Bisnis);Kantor
                                                                      KantorCabang
                                                                            CabangSemarang
                                                                                   Semarang(Properti)
                                                                                            (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis Rencana
Transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas
Rencana Transaksi, dan (5) Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi.

Kesimpulan Hasil Pendapat Kewajaran

Analisis Rencana Transaksi

Berdasarkan analisis atas objek Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi berupa
perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan ASF dengan nilai
fasilitas sebesar Rp300.000.000.000 (Tiga Ratus Miliar Rupiah) dilakukan untuk mendukung
pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan melalui ASF. Dari sisi keuangan, Rencana
Transaksi tidak memberikan dampak material terhadap kinerja operasional Perseroan dan lebih
berdampak pada perubahan komposisi aset berupa penurunan kas dan setara kas serta peningkatan
piutang non usaha pihak berelasi. Selain itu, berdasarkan pertimbangan bisnis Manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing penjualan alat berat,
mempertahankan pangsa pasar Perseroan, serta mendukung pertumbuhan usaha Perseroan secara
berkelanjutan.

Selanjutnya berdasarkan analisis terhadap laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan setelah
pelaksanaan Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak
material terhadap kondisi keuangan Perseroan. Dari sisi likuiditas, terdapat penurunan yang relatif tidak
signifikan pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio akibat penggunaan sebagian kas internal
Perseroan untuk pemberian pinjaman kepada ASF, dimana nilai realisasi pinjaman tersebut masih relatif
kecil dibandingkan total kas dan setara kas Perseroan. Sementara itu, dari sisi solvabilitas, Rencana
Transaksi tidak memberikan perubahan material terhadap Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio,
maupun Times Interest Earned karena sumber pendanaan berasal dari dana internal Perseroan dan
hanya menyebabkan perubahan komposisi aset berupa peningkatan piutang non usaha pihak berelasi.
Dengan demikian, secara keseluruhan Rencana Transaksi tidak berdampak signifikan terhadap tingkat
likuiditas maupun solvabilitas Perseroan.

Berdasarkan hasil analisis identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak dalam Rencana Transaksi,
diketahui bahwa Perseroan dan ASF memiliki hubungan afiliasi baik dari sisi kepengurusan maupun
kepemilikan saham. Hubungan afiliasi tersebut tercermin dari adanya kesamaan pengurus serta
kepemilikan tidak langsung melalui PT Astra International Tbk (“ASII”) sebagai pemegang saham
pengendali pada Perseroan dan ASF. Dengan demikian, berdasarkan ketentuan dalam POJK 42/2020.

Berdasarkan analisis terhadap Perjanjian Pinjaman beserta seluruh amandemennya, diketahui bahwa
perubahan syarat dan
 ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan ASF telah dilakukan secara bertahap dan
berkesinambungan sejak tahun 2018 guna menyesuaikan kebutuhan pembiayaan dan kondisi bisnis
para pihak. Secara umum, perubahan-perubahan yang dilakukan dalam setiap amandemen terutama
berkaitan dengan perpanjangan periode ketersediaan fasilitas, penyesuaian jumlah fasilitas pinjaman,
mekanisme pembayaran kembali, serta penyesuaian tingkat suku bunga sesuai kondisi pasar dan
kebutuhan pendanaan. Dalam Rencana Transaksi berupa Draft Amandemen VIII, perubahan utama
yang dilakukan adalah perpanjangan periode ketersediaan fasilitas hingga 30 Juni 2027. Dengan
demikian, Rencana Transaksi dinilai masih sejalan dengan tujuan awal pemberian fasilitas pinjaman,
yaitu mendukung pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan melalui ASF, serta
mencerminkan adanya kesinambungan hubungan bisnis dan kerja sama pembiayaan antara Perseroan
dan ASF.



Halaman 2                                                  00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 4
Berdasarkan analisis likuiditas sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi, diketahui bahwa
Rencana Transaksi memberikan dampak penurunan yang relatif tidak signifikan terhadap current ratio,
quick ratio, dan cash ratio Perseroan, masing-masing sebesar 0,001 kali. Penurunan tersebut terutama
disebabkan oleh penggunaan dana internal Perseroan yang berasal dari kas dan setara kas untuk
pemberian pinjaman kepada ASF, sehingga menyebabkan perpindahan pencatatan aset dari pos kas
dan setara kas menjadi piutang non usaha pihak berelasi. Meskipun demikian, perubahan rasio
likuiditas tersebut dinilai tidak material dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan
likuiditas Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Serta analisis manfaat dan risiko atas Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi
diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Perseroan berupa tambahan pendapatan bunga atas
fasilitas pinjaman yang diberikan kepada ASF serta mendukung peningkatan penjualan alat berat
Perseroan melalui dukungan pembiayaan kepada konsumen. Di sisi lain, Rencana Transaksi juga
memiliki risiko berupa tidak tercapainya target penjualan alat berat Perseroan dan risiko gagal bayar
dari konsumen ASF yang dapat mempengaruhi efektivitas pelaksanaan pembiayaan. Meskipun
demikian, dengan mempertimbangkan tujuan penggunaan dana, hubungan afiliasi antara Perseroan
dan ASF, serta keyakinan Manajemen Perseroan terhadap kelancaran pelaksanaan Rencana Transaksi,
maka manfaat yang diperoleh dari Rencana Transaksi dinilai lebih besar dibandingkan risiko yang
mungkin timbul.

Analisis Kualitatif

Berdasarkan hasil analisis kualitatif atas Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi
memiliki dasar bisnis yang memadai dan sejalan dengan kegiatan usaha Perseroan dalam mendukung
pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen melalui ASF. Rencana Transaksi diharapkan dapat
memberikan manfaat berupa peningkatan penjualan alat berat, tambahan pendapatan bunga, serta
memperkuat sinergi usaha antara Perseroan dan ASF. Selain itu, Rencana Transaksi tidak memberikan
dampak material terhadap leverage maupun likuiditas Perseroan dan ASF juga dinilai memiliki
kemampuan keuangan serta tingkat kesehatan perusahaan yang memadai untuk memenuhi
kewajibannya. Dengan demikian, secara keseluruhan Rencana Transaksi dinilai dapat mendukung
kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak negatif
yang material terhadap kondisi keuangan Perseroan.

Analisis Kuantitatif

Berdasarkan hasil analisis kuantitatif, Perseroan menunjukkan kinerja keuangan yang relatif baik selama
periode historis yang dianalisis, tercermin dari kemampuan Perseroan dalam menjaga tingkat
profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas pada tingkat yang memadai. Selain itu, ASF juga menunjukkan
tingkat profitabilitas dan kesehatan perusahaan yang cukup baik dengan rasio pembiayaan bermasalah
(Non-Performing Financing/NPF) yang relatif rendah serta gearing ratio yang masih berada dalam batas
ketentuan yang berlaku. Berdasarkan analisis proforma laporan keuangan sebelum dan setelah
pelaksanaan Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak
material terhadap kondisi keuangan Perseroan, baik dari sisi likuiditas maupun solvabilitas. Proyeksi
keuangan Perseroan juga menunjukkan bahwa Rencana Transaksi berpotensi memberikan tambahan
penjualan dan pendapatan bagi Perseroan. Dengan demikian, secara keseluruhan hasil analisis
kuantitatif menunjukkan bahwa Rencana Transaksi masih dapat dilaksanakan tanpa memberikan
dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan Perseroan.




Halaman 3                                                  00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 5

          
Page 6
                                                             DAFTAR ISI



SURAT PENGANTAR .................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI .............................................................................................................................5
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................7
DAFTAR GRAFIK......................................................................................................................9
BAB I    ............................................................................................................................. 10
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 10
  1.1    Uraian Mengenai Penugasan ....................................................................................... 10
  1.2    Identitas Status Penilai ................................................................................................. 10
  1.3    Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................... 10
  1.4    Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................ 10
  1.5    Objek Pendapat Kewajaran ......................................................................................... 11
  1.6    Jenis Mata Uang Yang Digunakan ............................................................................... 11
  1.7    Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ..................................................................... 11
  1.8    Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ........................ 11
  1.9    Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................................ 11
  1.10 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 12
  1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 15
  1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 15
  1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 15
  1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 15
  1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 16
  1.16 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 16
  1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 16
BAB II   ............................................................................................................................. 18
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................................... 18
  2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 18
  2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ................................................................ 18
  2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi .................................................................. 18
  2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi .............................................. 21
  2.2. Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................... 21
  2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ...................................... 21
  2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 22
  2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi.............................................................. 29
  2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 31
  2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi ................................................................. 32
BAB III  ............................................................................................................................. 33
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ........................................ 33
  3.1    Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 33
  3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan ........................................................................................... 33
  3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 35
  3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 45
  3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................. 48
  3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 49
  3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 49
  3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 51
  3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 53
  3.2    Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................... 53
  3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 53
  3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ................................................................................ 70
  3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 71
  3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 74
  3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 78
  3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 79
  3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 79
  3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ............................................................................. 80

Halaman 5                                                                     00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 7
  3.2.9 Analisis Sensitivitas ...................................................................................................... 82
  3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana .......................................................................... 82
  3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 82
  3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 83
  3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 83
BAB IV ............................................................................................................................. 84
KESIMPULAN ........................................................................................................................ 84
  4.1   Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 84
  4.2   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi .................................................................... 84
  4.3   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ....................................... 85
  4.4   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi
         85
  4.5   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 86
  4.6   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi ..................................................... 86
  4.7   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi...................................................................... 86
  4.8   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................................... 86
  4.9   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi ......................... 87
  4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi ..................................................................... 87
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ........................................................................... 88
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................................... 89
LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................................................ 91




Halaman 6                                                                    00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 8
                                                            DAFTAR TABEL



Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................ 11
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan ....................................................................... 12
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan ASF ................................................................................ 14
Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai ........................................................... 15
Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 18
Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 20
Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas ..................... 22
Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas .................. 22
Tabel 9. Struktur Pemegang Saham Perseroan Tbk ........................................................................ 23
Tabel 10. Struktur Pemegang Saham ASF ..................................................................................... 25
Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ....................................... 26
Tabel 12. Materialitas Rencana Nilai Transaksi .............................................................................. 28
Tabel 13. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi .................................................. 31
Tabel 14. Struktur Pemegang Saham Perseroan Tbk ...................................................................... 34
Tabel 15. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................... 38
Tabel 16. Perkembangan Kinerja Sektor Pembiayaan di Indonesia Tahun 2022-2025...................... 44
Tabel 17. Mesin Konstruksi .......................................................................................................... 45
Tabel 18. Kontraktor Penambangan ............................................................................................. 46
Tabel 19. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi ................................................................. 47
Tabel 20. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya ................................................................................. 47
Tabel 21. Leverage Perseroan – Historis ........................................................................................ 49
Tabel 22. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ........................................ 50
Tabel 23. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ........................................................................... 50
Tabel 24. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding ................................................................ 50
Tabel 25. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding ................................................................ 51
Tabel 26. Rasio Likuiditas Perseroan ............................................................................................. 51
Tabel 27. Rasio Profotabilitas ASF ................................................................................................. 52
Tabel 28. Rasio Keuangan dan Kesehatan ASF .............................................................................. 52
Tabel 29. Analisis Cash Management ........................................................................................... 53
Tabel 30. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025....... 54
Tabel 31. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .............. 58
Tabel 32. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................ 60
Tabel 33. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 64
Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 64
Tabel 35. Laporan Posisi Keuangan ASF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025.............. 65
Tabel 36. Laporan Laba Rugi ASF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ....................... 67
Tabel 37. Laporan Arus Kas ASF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ......................... 68
Tabel 38. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 69
Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 69
Tabel 40. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi ................................................................ 70
Tabel 41. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi (lanjutan) ................................................. 70
Tabel 42. Margin Laba Bersih Perseroan ....................................................................................... 70
Tabel 43. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 71
Tabel 44. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 73
Tabel 45. Rasio Keuangan Dan Kesehatan Perusahaan .................................................................. 74
Tabel 46. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ................................ 74
Tabel 47. Proforma Laporan Laba Rugi Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ................................ 77
Tabel 48. Rasio Profitabilitas ASF .................................................................................................. 78
Tabel 49. Rasio Keuangan dan Kesehatan ASF .............................................................................. 78
Tabel 50. Analisis Cash Management ........................................................................................... 79
Tabel 51. Rasio Kas ..................................................................................................................... 79
Tabel 52. Yield Pinjaman Perseroan - ASF ..................................................................................... 79
Tabel 53. Yield Surat Utang Pasar rating AA.................................................................................. 80
Tabel 54. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Modal Kerja Perbankan ................................. 80
Tabel 55. Incremental Analysis (Nilai Tambah) .............................................................................. 81

Halaman 7                                                                      00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 9
Tabel 56. Weighted Average Cost of Capital (WACC) ..................................................................... 81
Tabel 57. Analisis Sensitivitas ....................................................................................................... 82




Halaman 8                                                                     00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 10
                                                  DAFTAR GRAFIK



Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan ...................................... 27
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)......................................... 35
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025 ........... 36
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ................................................................. 36
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ....................................................... 37
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025 ............................................................. 37
Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (Juta Ton) ..................................................... 38
Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ................................................... 39
Grafik 9. Produksi Mineral dan Batubara tahun 2023 – 2024........................................................ 39
Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024 ................................................. 40
Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia ................................................. 40
Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batubara Acuan Indonesia ...................................... 41
Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025 ..................................................... 41
Grafik 14. Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025 ....................................... 42
Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan .......................................................... 42
Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batubara Global ................... 43
Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batubara Tahun 2020 - 2024 ............................. 44




Halaman 9                                                           00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 11
                                               BAB I
                                           PENDAHULUAN



1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 020/FDI/PB-FO/II/2026 tanggal 25 Februari
      2026, Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
      “Kami”) mendapat penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk
      memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi antara Perseroan dan PT Astra
      Sedaya Finance (selanjutnya disebut “ASF”) berupa rencana transaksi perubahan syarat dan
      ketentuan dalam perjanjian pinjaman (“Rencana Transaksi”), yang diperlukan guna memenuhi
      ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
      dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

1.2   Identitas Status Penilai


      Penilaian ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R), selaku Penilai
      Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang objektif dan tidak memihak, sesuai
      KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud. KJPP
      Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang
      Izin Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
      mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:

      •    Rekan, Danar Wihandoyo, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
           dengan Izin No. B-1.09.00213 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Beliau adalah
           anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      •    Penugasan pendapat kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material
           atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
           pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
      •    Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
           tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
           pendapat kewajaran ini.

1.3   Identitas Pemberi Tugas

      Nama Pemberi Tugas                 : PT United Tractors Tbk
      Alamat                             : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
      Bidang Usaha                       : Distribusi alat berat
      No. Telepon/Fax                    : +62 21 2457 9999
      Alamat Email                       : Yudistira@unitedtractors.com
      Penanggung Jawab                   : Bapak Yudistira
      Jabatan                            : Corporate Finance & Accounting Division Head

1.4   Identitas Pengguna Laporan

      Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.




Halaman 10                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 12
1.5   Objek Pendapat Kewajaran

      Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
      afiliasi antara Perseroan dan ASF berupa rencana transaksi perubahan syarat dan ketentuan
      dalam perjanjian pinjaman.

1.6   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Rencana Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Rupiah.

1.7   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

      Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi
      afiliasi antara Perseroan dan ASF berupa Rencana Transaksi perubahan syarat dan ketentuan
      dalam perjanjian pinjaman, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan (OJK). Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi POJK 42/2020.

      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.8   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran

      Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil
      atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
      adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
      laporan pendapat kewajaran.

      Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
      kewajaran ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
      dalam laporan pendapat kewajaran.

1.9   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK Nomor
      35/POJK.04/2020 dan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020. Dengan demikian, ruang lingkup
      Pendapat Kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, yang meliputi:

      Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
                 Aspek                                          Ketentuan Utama
                                    - Besaran dana dari objek Rencana Transaksi
       Analisis Objek Rencana
                                    - Dampak keuangan Rencana Transaksi
       Transaksi
                                    - Pertimbangan bisnis manajemen atas Rencana Transaksi
                                    - Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
       Analisis Rencana Transaksi   - Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
                                    - Analisis perjanjian & syarat Rencana Transaksi



Halaman 11                                                    00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 13
                  Aspek                                              Ketentuan Utama
                                     - Analisis likuiditas Rencana Transaksi
                                     - Analisis manfaat & risiko Rencana Transaksi
                                     - Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
                                     - Analisis industri & bisnis
                                     - Analisis operasional & prospek perusahaan
                                     - Alasan dan latar belakang Rencana Transaksi
      Analisis Kualitatif
                                     - Keuntungan & kerugian kualitatif
                                     - Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
                                     - Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
                                     - Dampak jika proyek dibiayai gagal
                                     - Kinerja historis & proyeksi keuangan
                                     - Analisis rasio keuangan
                                     - Proforma Laporan Keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi
                                     - Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
      Analisis Kuantitatif
                                     - Analisis cash management dan financial covenant
                                     - Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
                                     - Incremental analysis (nilai tambah)
                                     - Sensitivity analysis (jika perlu)
                                     - Analisis kelayakan investasi;
      Analisis Kelayakan
                                     - Analisis kelayakan pelunasan utang
      Penggunaan Dana
                                     - Analisis atas faktor lain yang relevan
      Kesimpulan                     - Opini Kewajaran Rencana Transaksi
     Sumber: SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 Bab IV


1.10 Sumber Data dan Informasi

     Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Perseroan
     adalah sebagai berikut:

     a. Perseroan

        Laporan Keuangan

        Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan
                                                                                               Tanggal
          No      Periode    Ket          KAP & AP                    Nomor Laporan                        Opini
                                                                                               Laporan
                                        KAP: Rintis,
                   31                Jumadi, Rianto &                                            26
                                                             00190/2.1457/AU.1/05/0241-
           1    Desember     Audit         Rekan                                               Februari    Wajar
                                                                     3/1/II/2026
                  2025                AP: Yanto, S.E.,                                          2026
                                      AK., M.Ak., CPA
                                        KAP: Rintis,
                   31                Jumadi, Rianto &                                            26
                                                             00180/2.1457/AU.1/05/0241-
           2    Desember     Audit         Rekan                                               Februari    Wajar
                                                                     2/1/II/2025
                  2024                AP: Yanto, S.E.,                                          2025
                                      AK., M.Ak., CPA
                   31                KAP: Tanudiredja,                                           23
                                                             00190/2.1025/AU.1/05/0241-
           3    Desember     Audit   Wibisana, Rintis &                                        Februari    Wajar
                                                                     2/1/II/2024
                  2023                     Rekan                                                2024



Halaman 12                                                          00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 14
                                                                                     Tanggal
         No     Periode     Ket       KAP & AP              Nomor Laporan                       Opini
                                                                                     Laporan
                                    AP: Yanto, S.E.,
                                      M.Ak., CPA
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  23
                                                        00177/2.1025/AU.1/05/0239-
          4    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  3/1/II/2023
                 2022              AP: Lok Budianto,                                  2023
                                     S.E., Ak., CPA
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  21
                                                        00121/2.1025/AU.1/05/0239-
          5    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  2/1/II/2022
                 2021              AP: Lok Budianto,                                  2022
                                     S.E., Ak., CPA
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  19
                                                        00157/2.1025/AU.1/05/0239-
          6    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  1/1/II/2021
                 2020              AP: Lok Budianto,                                  2021
                                     S.E., Ak., CPA
        Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


        Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan

        1.    Proyeksi Penjualan Perseroan Periode 31 Juli 2026 – 30 Juni 2027 (sebelum dan setelah)
              adanya Rencana Transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh manajemen
              Perseroan.
        2.    Proforma Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 (sebelum dan setelah) adanya
              transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.

        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - Perseroan

        1.    Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan
              oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
              tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
              Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
        2.    Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
              notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, yang telah
              mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
              dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.
        3.    Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
              M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
              yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari
              Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.
              AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

        Legalitas Perusahaan - Perseroan

        1.    Surat Izin Lokasi, tanggal 07 September 2018.
        2.    Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.
        3.    Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. 09.04.1.46.00794, tanggal 31 Mei
              2011.
        4.    Nomor Induk Berusaha No. 8120009960872, tanggal 07 September 2018.


Halaman 13                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 15
        Informasi Lainnya - Perseroan

        1.       Draf Perjanjian Pinjaman Amandemen VIII.
        2.       Surat Pernyataan No.LUT/101/9960/VI/2026 tanggal 04 Juni 2026perihal informasi
                 tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
        3.       Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 04 Juni 2026.
        4.       Daftar Permintaan Data (Information Request List).
        5.       Daftar Pertanyaan (List of Question).

     b. ASF

        Laporan Keuangan - ASF

        Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan ASF
                                                                                    Tanggal
         No         Periode     Ket         KAP & AP          Nomor Laporan                      Opini
                                                                                    Laporan
                      31              KAP: Rintis, Jumadi,
                                                             00133/2.1457/AU.1/    20 Februari
             1     Desember    Audit    Rianto & Rekan                                           Wajar
                                                             09/1997-1/1/II/2026      2026
                     2025             AP: Ichsan Arifanto
                      31              KAP: Rintis, Jumadi,
                                                             00132/2.1457/AU.1/    20 Februari
          2        Desember  Audit      Rianto & Rekan                                           Wajar
                                                             09/1123-3/1/II/2025      2025
                     2024              AP: Tjhin Silawati
                                       KAP: Tanudiredja,
                  31
                                       Wibisana, Rintis &    00135.2.1025/AU.1/    20 Februari
          3    Desember      Audit                                                               Wajar
                                             Rekan           09/1123-2/1/II/2024      2024
                 2023
                                       AP: Tjhin Silawati
                                       KAP: Tanudiredja,
                  31
                                       Wibisana, Rintis &    00117/2.1025/AU.1/    20 Februari
          4    Desember      Audit                                                               Wajar
                                             Rekan           09/1123-1/1/II/2023      2023
                 2022
                                       AP: Tjhin Silawati
                                       KAP: Tanudiredja,
                  31                   Wibisana, Rintis &
                                                             00218/2.1025/AU.1/    23 Februari
          5    Desember      Audit           Rekan                                               Wajar
                                                             09/0222-1/1/II/2022      2022
                 2021                     AP: M. Jusf
                                           Wibisana
        Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - ASF

        1.       Akta Pendirian No. 50 tanggal 15 Juli 1982 oleh Notaris Rukmasanto Hardjasetya, S.H,
                 dengan Nama Perusahaan PT Raharja Sedaya dan telah disahkan oleh Menteri
                 Kehakiman Republik Indonesia No.C2-474.HT.01.01.TH.83 tanggal 20 Januari 1983.
        2.       Akta No. 46 tanggal 10 Desember 2010 yang dibuat oleh Benny Kristianto, S.H, Notaris
                 yang berkedudukan di Jakarta dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
                 Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.10-33154 tanggal 27 Desember
                 2010.
        3.       Akta No. 39 tanggal 25 April 2025 yang dibuat oleh Wiwik Condro, S.H, Notaris yang
                 berkedudukan di Jakarta Barat dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
                 Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09.0257434 tanggal 22 Mei 2025.




Halaman 14                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 16
         Legalitas Perusahaan - ASF

         1.   Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.317.738.1-091.000
         2.   Nomor Induk Berusaha No. 9120307201893, tanggal 19 Februari 2019.
         3.   Surat Izin Usaha dalam Bidang Usaha Lembaga Pembiayaan No. 1093/KMK.013.1989
              tanggal 30 Juni 1992

1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi

      Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.012/FDI/ST-PB/UT/ASF/III/2026 31 Maret 2026 serta
      berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi, verifikasi dan
      wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan MoM (Minutes
      of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.

      Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak Yang Telah Diwawancarai

      Tabel 4. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai
                   Nama                                Jabatan                          Perusahaan
       Rendih                                      Corporate Treasury              PT United Tractors Tbk
       Raci Annisa                                 Corporate Treasury              PT United Tractors Tbk
      Sumber: Surat Tugas Inspeksi, Berita Acara Inspeksi dan Minutes of Meeting

1.12 Asumsi dan Asumsi Khusus

      Asumsi:
      • Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
         karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
         dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
      • Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
         dalam penilaian.

1.13 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar

      Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
      Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) serta Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
      Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

1.14 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran

      Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
      melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–
      hal sebagai berikut:

      a. Analisis Rencana Transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan,
         identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat Rencana
         Transaksi, analisis likuiditas Rencana Transaksi, serta analisis manfaat & risiko Rencana
         Transaksi.
      b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
         industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang

Halaman 15                                                       00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 17
         Rencana Transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan
         (dibanding industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh
         tempo, serta dampak jika proyek dibiayai gagal.
      c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
         analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi,
         analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
         covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank), incremental
         analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
      d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi berupa Analisis kelayakan
         investasi, Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
      e. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi berupa Opini Kewajaran Rencana Transaksi.

1.15 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

      Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak
      menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli dari luar.

1.16 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan JES
      ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan Perseroan dan JES. KJPP FDI&R juga
      tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
      pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
      manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang
      dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31 Desember 2025
      hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal
      penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event) yang tidak mempengaruhi hasil
      penilaian yaitu:

      Dari tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31 Desember 2025
      hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal
      penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event) yang tidak mempengaruhi hasil
      penilaian yaitu:

      1. Berdasarkan Akta No. 117 tertanggal 20 Mei 2026 yang telah diberitahukan kepada Menteri
         Hukum Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
         Perseroan No. AHU-AH.01.09-0309460 tanggal 5 Juni 2026, Perseroan telah melakukan
         perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi, sehingga susunan Dewan Komisaris dan
         Direksi Perseroan sebagai berikut:

         Dewan Komisaris:

         Presiden Komisaris   : Frans Kesuma
         Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
         Komisaris Independen : Ignasius Jonan
         Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox

Halaman 16                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 18
        Komisaris                : Rudy
        Komisaris                : Gita Tiffani Boer
        Komisaris                : Djoko Pranoto Santoso
        Komisaris                : Lincoln Lin Feng Pan

        Direksi:

        Presiden Direktur        : Iwan Hadiantoro
        Direktur                 : Idot Supriadi
        Direktur                 : Ari Sutrisno
        Direktur                 : Widjaja Kartika
        Direktur                 : Vilihati Surya
        Direktur                 : Hendra Hutahean
        Direktur                 : Andreas

     2. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek Perseroan sebagaimana telah
        disampaikan Perseroan kepada masyarakat per tanggal 31 Mei 2026, struktur kepemilikan
        saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                  Jumlah Lembar      Jumlah Nominal
                    Pemegang saham                                                      (%)
                                                      Saham             (Rp. Juta)
         PT Astra International Tbk                2.219.317.358              554.829    59,50%
         Masyarakat (< 5%)                           1.295.480.378           323.870     34,73%
         Saham treasuri                               215.337.400             53.834      5,77%
         Jumlah                                      3.730.135.136           932.533    100,00%




Halaman 17                                                 00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 19
                                                 BAB II
                                   ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI



2.1.   Analisis Objek Rencana Transaksi

2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta dokumen pendukung
       yang diberikan, diketahui bahwa besaran dana dalam objek Rencana Transaksi berupa
       perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan ASF adalah
       sebesar Rp300.000.000.000 (tiga ratus miliar rupiah).

2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

       Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan keuangan pada pos-
       pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
       disajikan pada tabel berikut:

       Tabel 5. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                                             (dalam juta Rupiah)
                                                       Audited                          Proforma
                 Laporan Posisi Keuangan                              Penyesuaian
                                                   31 Desember 2025                 31 Desember 2025
        Aset
        Aset Lancar
        Kas dan Setara Kas                               26.570.772      (59.049)         26.511.723
        Piutang Usaha
        Pihak Ketiga                                     18.559.795                       18.559.795
        Pihak Berelasi                                    1.357.868                        1.357.868
        Piutang Non Usaha
        Pihak Ketiga                                        492.811                          492.811
        Pihak Berelasi                                    1.203.084                        1.203.084
        Persediaan                                       16.729.809                       16.729.809
        Proyek dalam Pelaksanaan                             28.698                           28.698
        Pihak Ketiga
        Pihak Berelasi
        Pajak Dibayar Dimuka
        Pajak Penghasilan Badan                           1.653.543                        1.653.543
        Pajak Lain-lain                                   3.643.857                        3.643.857
        Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka                1.543.309                        1.543.309
        Aset Lancar Lain-lain                               357.480                          357.480
        Total Aset Lancar                                72.141.026      (59.049)         72.081.977


        Aset Tidak Lancar
        Kas dan deposito berjangka yang dibatasi
                                                            787.806                          787.806
        penggunaannya
        Piutang usaha
        Pihak Ketiga                                        453.411                          453.411
        Pihak Berelasi                                       18.957                           18.957
        Piutang Non Usaha


Halaman 18                                                 00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 20
                                                        Audited                          Proforma
                   Laporan Posisi Keuangan                             Penyesuaian
                                                    31 Desember 2025                 31 Desember 2025
      Pihak Ketiga                                            88.336                           88.336
      Pihak Berelasi                                       3.103.936       59.049           3.162.985
      Persediaan                                             105.530                          105.530
      Pajak dibayar dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                              1.446.559                        1.446.559
      Pajak Lain-lain                                      1.650.429                        1.650.429
      Uang muka dan biaya dibayar dimuka                     793.619                          793.619
      Investasi pada entitas asosiasi Investments
                                                          17.223.562                       17.223.562
      in associates dan ventura bersama
      Investasi jangka panjang                             3.175.766                        3.175.766
      Aset tetap                                          45.296.550                       45.296.550
      Properti pertambangan                               14.809.384                       14.809.384
      Properti investasi                                     244.469                          244.469
      Beban eksplorasi dan pengembangan
                                                           2.768.518                        2.768.518
      tangguhan
      Aset tambang berproduksi                             3.958.340                        3.958.340
      Beban tangguhan                                      1.169.123                        1.169.123
      Aset pajak tangguhan                                 4.891.419                        4.891.419
      Goodwill                                             3.510.559                        3.510.559
      Total Aset Tidak Lancar                            105.496.273       59.049         105.555.322
      Total Aset                                         177.637.299            0         177.637.299


      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
      Pihak Ketiga                                        29.095.249                       29.095.249
      Pihak Berelasi                                         213.679                          213.679
      Utang non-usaha
      Pihak Ketiga                                         1.132.969                        1.132.969
      Pihak Berelasi                                          87.548                           87.548
      Utang pajak
      Pajak Penghasilan Badan                                825.803                          825.803
      Pajak Lain-lain                                        584.846                          584.846
      Akrual                                               6.692.531                        6.692.531
      Uang muka pelanggan
      Pihak Ketiga                                           857.034                          857.034
      Pihak Berelasi                                          44.175                           44.175
      Pendapatan tangguhan                                 1.021.152                        1.021.152
      Liabilitas imbalan kerja                             1.053.575                        1.053.575
      Pinjaman bank jangka pendek                            560.000                          560.000
      Bagian jangka pendek dari utang jangka
      panjang
      Pinjaman Bank                                        9.682.666                        9.682.666
      Liabilitas Sewa                                        801.430                          801.430
      Pinjaman Lain-lain                                     560.318                          560.318
      Pinjaman bank jangka pendek dari
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Lain-
      lain


Halaman 19                                                  00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 21
                                                      Audited                            Proforma
                Laporan Posisi Keuangan                               Penyesuaian
                                                  31 Desember 2025                  31 Desember 2025
      Total Liabilitas Jangka Pendek                    53.212.975              0           53.212.975


      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas pajak tangguhan                         3.768.016                           3.768.016
      Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
                                                         1.154.627                           1.154.627
      penutupan tambang
      Liabilitas imbalan kerja                           5.497.626                           5.497.626
      Utang jangka panjang, setelah dikurangi
      bagian jangka pendek
      Pinjaman Bank                                      6.054.620                           6.054.620
      Liabilitas Sewa                                      976.309                             976.309
      Pinjaman Lain-lain                                   281.698                             281.698
      Liabilitas keuangan jangka panjang lain-
                                                         3.555.105                           3.555.105
      lain
      Total Liabilitas Jangka Panjang                   21.288.001              0           21.288.001
      Total Liabilitas                                  74.500.976              0           74.500.976


      Ekuitas
      Ekuitas yang diatribusikan kepada entitas
      induk
      Modal Disetor                                        932.534                             932.534
      Tambahan Modal Disetor                             9.703.937                           9.703.937
      Saham Tresuri                                     (4.902.237)                         (4.902.237)
      Saldo Laba
      Dicadangkan                                          186.507                             186.507
      Belum Dicadangkan                                 85.547.627                          85.547.627
      Selisih kurs dari penjabaran Laporan
                                                         9.227.066                           9.227.066
      keuangan
      Cadangan lindung nilai                            (2.065.280)                         (2.065.280)
      Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                             19.386                             19.386
      tetap
      Transaksi dengan Kepentingan
                                                          (875.920)                          (875.920)
      Nonpengendali
      Total Ekuitas yang diatribusikan kepada
                                                        97.773.620              0           97.773.620
      entitas induk
      Kepentingan Nonpengandali                          5.362.703                           5.362.703


      Total Ekuitas                                    103.136.323              0         103.136.323
      Total Liabilitas dan Ekuitas                     177.637.299              0           177.637.299
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025

     Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                                      Audited                            Proforma
                   Laporan Laba Rugi                                  Penyesuaian
                                                  31 Desember 2025                  31 Desember 2025
      Pendapatan bersih                                131.300.810                        131.300.810
      Beban pokok pendapatan                          (101.597.306)                      (101.597.306)
      Laba bruto                                        29.703.504              0           29.703.504
      Beban penjualan                                   (1.597.792)                         (1.597.792)
      Beban umum dan administrasi                       (6.040.414)                         (6.040.414)


Halaman 20                                                 00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 22
                                                        Audited                            Proforma
                    Laporan Laba Rugi                                   Penyesuaian
                                                   31 Desember 2025                   31 Desember 2025
        Beban lain-lain, bersih                             (256.226)                          (256.226)
        Penghasilan keuangan                               1.244.489                           1.244.489
        Biaya keuangan                                    (2.625.818)                         (2.625.818)
        Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
                                                            (245.576)                          (245.576)
        dan ventura bersama
        Laba sebelum pajak penghasilan                    20.182.167              0           20.182.167
        Beban pajak penghasilan                           (5.005.403)                         (5.005.403)
        Laba tahun berjalan                               15.176.764              0            15.176.764
       Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


       Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
       • Terdapat penyesuaian penurunan pada pos kas dan setara kas sebesar Rp59.049 juta akibat
         rencana pemberian pinjaman kepada ASF yang bersumber dari dana internal Perseroan.
       • Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi sebesar Rp59.049
         juta akibat rencana pemberian pinjaman kepada ASF dimana rencana pinjaman yang
         diberikan merupakan pinjaman non usaha dan ASF yang merupakan perusahaan yang
         terafiliasi dengan Perseroan.
       • Pada proforma laba rugi, tidak ada penyesuaian yang merubah pos-pos keuangan sebelum
         dan setelah rencana transaksi pemberian pinjaman.

       Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
       dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada ASF dan kenaikan piutang non
       usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan ke ASF.

2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi berupa
       perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan ASF dilakukan
       dalam rangka mendukung kegiatan pembiayaan pembelian alat berat yang dipasarkan oleh
       Perseroan. Dengan adanya dukungan pembiayaan tersebut, Perseroan diharapkan dapat
       meningkatkan daya saing penjualan alat berat melalui penyediaan alternatif pembiayaan yang
       lebih fleksibel bagi konsumen.

       Selain itu, berdasarkan penjelasan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi diharapkan dapat
       mendukung upaya Perseroan dalam meningkatkan serta mempertahankan pangsa pasar alat
       berat Perseroan di tengah tingkat kompetisi industri yang relatif ketat. Dukungan pembiayaan
       kepada konsumen dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dalam menjaga
       hubungan usaha dengan pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan secara
       berkelanjutan.

2.2.   Analisis Rencana Transaksi

2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan

       Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
       proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
       menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
       melihat bagaimana Rencana Transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.



Halaman 21                                                   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 23
      Tabel 7. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas
              Rasio Likuiditas         Sebelum Transaksi        Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
       Current Ratio                                 1,36X                   1,35X                  0,001X
       Quick Ratio                                   1,04X                   1,04X                  0,001X
       Cash Ratio                                    0,50X                   0,50X                  0,001X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas
             Rasio Solvabilitas        Sebelum Transaksi        Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
       Debt to Assets Ratio                          0,11X                   0,11X                  0,000X
       Debt to Equity Ratio                          0,18X                   0,18X                  0,000X
       Times Interest Earned                         8,40X                   8,40X                  0,000X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Dilihat dari rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, terdapat selisih tidak signifikan
      pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Hal tersebut
      karena sumber pendanaan pemberian pinjaman oleh Perseroan sebesar Rp300.000.000.000
      yang pada proforma diasumsikan terealisasi sebesar Rp59.049 juta kepada ASF berasal dari kas
      dan setara kas internal Perseroan yang nilainya sebesar 1,13% dari total kas dan setara kas
      Perseroan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu perubahan pada rasio likuiditas tidak
      berdampak signifikan terhadap likuiditas Perseroan.

      Pada analisis solvabilitas, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak pada Debt to Assets Ratio
      dan Debt to Equity Ratio Perseroan. Hal tersebut karena pinjaman yang diberikan Perseroan
      bersumber dari dana internal perusahaan dan dari dana yang dipinjamkan, timbul kenaikan pada
      pos piutang non usaha pihak berelasi. Dengan begitu Rencana Transaksi tidak memberikan
      dampak pada Debt to Equity Ratio (“DER”) dan Debt to Asset Ratio (“DAR”) dari Perseroan. Pada
      rasio Times Interest Earned (“TIE”) yang dihitung menggunakan Operating Profit dibagi beban
      keuangan, sebelum dan setelah Rencana Transaksi tidak berdampak pada TIE Perseroan.

2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi

      Identifikasi Pihak yang Bertransaksi

      A. Perseroan

         Riwayat Singkat

         Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
         Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta
         Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
         Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
         Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

         Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
         Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
         Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
         dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
         perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
         tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.


Halaman 22                                                   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 24
        Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
        sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan
        Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
        pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14
        Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

        Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
        Jakarta, Indonesia.

        Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan
        yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah
        Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle &
        Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang
        didirikan di Bermuda.

        Kegiatan Usaha

        Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
        meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna jual;
        kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

        No. Telp / Fax      : +62 21 2457 9999
        Website             : www.unitedtractors.com
        Email               :-

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
        Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 9. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                            Jumlah Lembar
         No       Pemegang Saham                                 Proporsi (%)      Jumlah
                                               Saham
          1   PT Astra International Tbk       2.219.317.358         59,50%       554.829.339.500
              Masyarakat (masing-
          2   masing kepemilikan               1.357.478.878         36,39%       338.353.000.000
              dibawah 5%)
          3   Jumlah Saham Beredar             3.576.796.236         95,89%       894.199.059.000
          4   Saham Treasury                     153.338.900          4,11%        39.352.000.000
               Jumlah Saham
          5    Ditempatkan dan Disetor           3.730.135.136      100,00%       932.533.784.000
               Penuh
        Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
        Sumber: Informasi Manajemen Perseroan




Halaman 23                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 25
        *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
        mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
        tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).


        Susunan Pengurus

        Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
        dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
        pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
        Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris              : Djony Bunarto Tjondro
        Wakil Presiden Komisaris        : Rudy
        Komisaris                       : Djoko Pranoto Santoso
        Komisaris                       : Gita Tiffani Boer
        Komisaris                       : Benjamin Herrenden Birks
        Komisaris Independen            : Paulus Bambang Widjanarko
        Komisaris Independen            : Bruce Malcolm Cox
        Komisaris Independen            : Ignasius Jonan

        Direksi
        Presiden Direktur               : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
        Direktur                        : Loudy Irwanto Ellias
        Direktur                        : Iwan Hadiantoro
        Direktur                        : Idot Supriadi
        Direktur                        : Widjaja Kartika
        Direktur                        : Vilihati Surya
        Direktur                        : Ari Sutrisno
        Direktur                        : Hendra Hutahean

        Komite Audit
        Ketua                           : Ignasius Jonan
        Anggota                         : Wanny Wijaya
        Anggota                         : Mario C. Surung Gultom

        *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
        mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
        tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).


     B. ASF

        Riwayat Singkat

        ASF didirikan pada tanggal 15 Juli 1982 berdasarkan didirikan dengan nama PT Raharja
        Sedaya pada tanggal 15 Juli 1982 berdasarkan Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya, S.H.,
        No. 50. Akta Pendirian Perseroan ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
        pada tanggal 20 Januari 1983 dalam Surat Keputusan No.C2-474.HT.01.01.TH.83 dan telah




Halaman 24                                                 00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 26
        diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 15 Februari 1983,
        Tambahan No. 231

        Sejak pendiriannya, Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan
        dan yang terakhir berdasarkan Akta Notaris Wiwik Condro, S.H., No. 127 tanggal 29
        Desember 2021 sehubungan dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha.
        Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
        dengan keputusan No. AHU-0001743.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 10 Januari 2022 dan
        telah terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU-0004944.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 10
        Januari 2022.

        Kantor pusat ASF berlokasi di Jalan T.B. Simatupang No. 90, Tanjung Barat, Jagakarsa,
        Jakarta. Pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan mempunyai 68 kantor cabang
        gabungan antara konvensional dan unit usaha syariah yang terbagi menjadi 6 area yaitu DKI
        Jakarta dan sekitarnya (Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi), Jawa, Sumatera, Kalimantan,
        Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara (2024: 76 kantor cabang) (tidak diaudit). Entitas induk
        langsung Perseroan adalah PT Astra International Tbk, perusahaan yang berdomisili di
        Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk. adalah Jardine Cycle &
        Carriage Ltd, perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd adalah
        entitas anak dari Jardine Matheson Holdings Ltd, perusahaan yang didirikan di Bermuda.



        Kegiatan Usaha

        Berdasarkan Nomor Induk Berusaha 9120307201893 perubahan ke-2 tanggal 1 April 2024,
        kegiatan Usaha Perusahaan adalah di bidang Perusahaan Pembiayaan Konvensional (KBLI
        64911).

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan : Jl. T.B Simatupang No.90, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan,
                         12530
        No. Telp / Fax   : +62 21 7885 9000 / +62 21 7885 1182
        Website          : www.acc.co.id
        Email            :-

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen ASF, susunan kepemilikan saham ASF per 31 Desember
        2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 10. Struktur Pemegang Saham ASF
                                               Jumlah Lembar
         No            Pemegang Saham                           Proporsi (%)      Total (Rp)
                                                  Saham
             1   PT Astra International, Tbk              445       46,875%          445.518.730
             2   PT Garda Era Sedaya                      267       28,125%          267.311.238
             3   PT Sedaya Multi Investama                238       25,000%          237.609.990
                 Jumlah                                   950       100,00%          950.439.958
        Sumber: Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2025




Halaman 25                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 27
        Susunan Pengurus

        Berdasarkan informasi manajemen Akta No.46 tanggal 25 April 2025 oleh Notaris Wiwik
        Condro, S.H, dan Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2025, Susunan Dewan Komisaris,
        Direksi, dan Komite Audit ASF per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris                : Rudy
        Komisaris                         : Gidion Hasan
        Komisaris Independen              : Aridono Sukmanto
        Komisaris Independen              : Leonard W.S Siregar


        Direksi
        Presiden Direktur                 : Hendry Christian W
        Direktur                          : Dharmawan Phie
        Direktur                          : Tan Chian Hok
        Direktur                          : Devy Santoso Jayadi
        Direktur                          : Selly Mailania

     Hubungan Pihak yang Bertransaksi

     A. Transaksi Afiliasi

        Sesuai dengan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi
        yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali.

        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
        kepengurusan per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 11. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
         No    Nama                               Perseroan           ASF          Keterangan
                                                   Presiden
          1    Djony Bunarto Tjondro                                   (-)        Tidak Afiliasi
                                                  Komisaris
                                                 Wakil Presiden     Presiden
          2    Rudy                                                                 Terafiliasi
                                                  Komisaris         Komisaris
          3    Djoko Pranoto Santoso              Komisaris            (-)        Tidak Afiliasi
          4    Gita Tiffani Boer                   Komisaris           (-)        Tidak Afiliasi
          5    Benjamin Herrenden Birks            Komisaris           (-)        Tidak Afiliasi
                                                   Komisaris
          6    Paulus Bambang Widjanarko                               (-)        Tidak Afiliasi
                                                  Independen
                                                   Komisaris
          7    Bruce Malcolm Cox                                       (-)        Tidak Afiliasi
                                                  Independen
                                                   Komisaris
          8    Ignasius Jonan                                          (-)        Tidak Afiliasi
                                                  Independen



Halaman 26                                                 00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 28
         No   Nama                                 Perseroan              ASF             Keterangan
              Franciscus Xaverius Laksana
          9                                     Presiden Direktur          (-)            Tidak Afiliasi
              Kesuma
         10   Loudy Irwanto Ellias                  Direktur               (-)            Tidak Afiliasi
         11   Iwan Hadiantoro                       Direktur               (-)            Tidak Afiliasi
         12   Idot Supriadi                         Direktur               (-)            Tidak Afiliasi
         13   Widjaja Kartika                       Direktur               (-)            Tidak Afiliasi
         14   Vilihati Surya                        Direktur               (-)            Tidak Afiliasi
         15   Ari Sutrisno                          Direktur               (-)            Tidak Afiliasi
         16   Hendra Hutahean                       Direktur               (-)            Tidak Afiliasi
         17   Gidion Hasan                             (-)             Komisaris          Tidak Afiliasi
         18   Aridono Sukmanto                         (-)             Komisaris          Tidak Afiliasi
         19   Leonard W.S Siregar                      (-)             Komisaris          Tidak Afiliasi
         20   Hendry Christian W                       (-)          Presiden Direktur     Tidak Afiliasi
         21   Dharmawan Phie                           (-)              Direktur          Tidak Afiliasi
         22   Tan Chian Hok                            (-)              Direktur          Tidak Afiliasi
         23   Devy Santoso Jayadi                      (-)              Direktur          Tidak Afiliasi
         24 Selly Meilania                               (-)          Direktur            Tidak Afiliasi
        Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
        Sumber: Informasi Manajemen Perseroan & ASF Per 31 Desember 2025


        Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana
        Transaksi, dapat dilihat bahwa antara Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan ASF
        sebagai pihak Penerima Pinjaman memiliki hubungan afiliasi dari sisi susunan pengurus yaitu:
        • Bapak Rudy selaku Wakil Presiden Komisaris Perseroan dan juga menjabat sebagai
            Presiden Komisaris ASF.

        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan.

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
        kepemilikan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:



                                                        ASII

                                        46,87                                    59,50%




                                    ASF                                   UNTR


                   Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
                                     Sumber: Informasi Manajemen Perseroan




Halaman 27                                                   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 29
        Keterangan:
        UNTR           : PT United Tractors Tbk atau Perseroan
        ASII           : PT Astra International, Tbk
        ASF            : PT Astra Sedaya Finance

        Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara
        Perseroan sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan ASF sebagai pihak Penerima Pinjaman,
        terdapat hubungan afiliasi, dari sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun
        pemegang sahamnya, dimana:
        • Pemegang saham mayoritas Perseroan dimiliki oleh ASII sebesar 46,87%, sehingga
            Perseroan merupakan entitas anak yang dikendalikan sepenuhnya oleh ASII.
        • Pemegang saham mayoritas ASF dimiliki oleh ASII yaitu sebesar 46,87%, sehingga ASF
            merupakan entitas anak yang dikendalikan sepenuhnya oleh ASII.
        • Mengingat Perseroan dan ASF merupakan entitas anak yang dimiliki sepenuhnya oleh ASII,
            maka Perseroan dan ASF tergolong sebagai pihak afiliasi secara tidak langsung melalui
            kepemilikan ASII di Perseroan dan ASF.

        Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
        42/2020.

     B. Transaksi Benturan Kepentingan

        Menurut     informasi    manajemen     yang   mengacu     pada    Surat    Pernyataan
        No.LUT/101/9960/VI/2026 tanggal 04 Juni perihal Informasi atas Benturan Kepentingan
        dalam Rangka Transaksi Afiliasi Perseroan dan ASF berupa rencana transaksi perubahan
        sayarat dan ketentuan pemberian pinjaman, bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung
        transaksi benturan kepentingan.

     C. Materialitas Nilai Rencana Transaksi

        Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan
        ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025.

        Tabel 12. Materialitas Rencana Nilai Transaksi
                                       Nilai Transaksi           Ekuitas Perseroan
               Keterangan                                                              Materialitas (%)
                                          (Rupiah)                    (Rupiah)
               Rencana Transaksi         300.000.000.000         103.136.323.000.000            0,29%
        Sumber: Analisis KJPP FDI&R


        Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat
        sebesar Rp103.136.323.000.000, dengan mempertimbangkan nilai transaksi sebesar
        Rp300.000.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 0,29% dari ekuitas Perseroan.
        Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana
        yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor


Halaman 28                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 30
         17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
         17/2020”).

2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi

      Perjanjian Pinjaman Awal

      Dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF yang dilakukan pada 29 Juni 2018,
      Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan transaksi pinjam meminjam dana dengan syarat
      dan ketentuan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang
      diatur dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF antara lain sebagai berikut:
      • Jumlah fasilitas sebesar Rp200.000.000.000,- (Dua Ratus Miliar Rupiah);
      • Periode ketersediaan hingga 1 (satu) tahun sejak tanda tangan Perjanjian;
      • Tanggal pengakhiran Perjanjian adalah maksimal 4 (empat) tahun sejak Periode Ketersediaan;
      • Setiap penarikan pinjaman beserta bunga dikembalikan dengan pembayaran angsuran
         selama 12 (dua belas) kali angsuran per Pinjaman dengan jangka waktu 3 (tiga) bulanan;
      • Suku bunga sebesar 5% (lima persen) per tahun dengan periode bunga 3 (tiga) bulanan;
      • Peminjam wajib menyerahkan jaminan yang nilainya minimal setara dengan 50% (lima puluh
         persen) dari besarnya Pinjaman yang telah digunakan dan terutang;
      • Tujuan penggunaan pinjaman adalah untuk modal kerja Peminjam yang digunakan untuk
         pembiayaan pembelian alat-alat berat dari customer Pemberi Pinjaman;
      • Gearing Ratio tidak melebihi 10:1;
      • Penyelesaian sengketa melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan yurisdiksi eksklusif
         berdasarkan Hukum Indonesia.

      Amandemen I

      Selanjutnya pada 25 Juni 2019, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan amandemen atas
      Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Akta Perubahan Atas Akta Perjanjian Pinjaman Nomor 123
      yang dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn. (Amandemen No. 01/UT-
      ASF/VI/2019) telah dilakukan amandemen pertama terhadap Perjanjian Pinjaman antara
      Perseroan dan ASF (“Amandemen I”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen I
      antara lain sebagai berikut:
      • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020;
      • Jumlah fasilitas sebesar Rp300.000.000.000,- (Tiga Ratus Miliar Rupiah);
      • Fasilitas bersifat tanpa komitmen dan berulang (revolving), di mana Peminjam dapat
         meminjam kembali sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan selama Periode
         Ketersediaan sepanjang jumlah pokok terutang tidak melampaui Rp300.000.000.000,-;
      • Menghapus ketentuan mengenai jaminan.

      Amandemen II

      Selanjutnya pada 29 Juni 2020, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan amandemen atas
      Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 02/UT-ASF/VI/2020 telah dilakukan
      amandemen kedua terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen II”).
      Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II antara lain sebagai berikut:
      • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021;
      • Setiap penarikan pinjaman beserta bunga dikembalikan dengan pembayaran angsuran
         selama maksimal 16 (enam belas) kali angsuran per Pinjaman dengan jangka waktu 3 (tiga)
         bulanan.



Halaman 29                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 31
     Amandemen III

     Selanjutnya pada 02 Agustus 2021, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan amandemen
     atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 03/UT-ASF/VI/2021 telah dilakukan
     amandemen ketiga terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen III”).
     Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III antara lain sebagai berikut:
     • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2022;
     • Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk penarikan pertama dibagi menjadi dua Tranche, yaitu:
        ❖ Tranche A sebesar 5% (lima persen) efektif per tahun, berlaku untuk pembiayaan alat berat
           jenis PC130, BW211, dan/atau kendaraan (truk dan/atau bus) atau unit lain yang
           disepakati Para Pihak;
        ❖ Tranche B sebesar 6,5% (enam koma lima persen) efektif per tahun, berlaku untuk
           pembiayaan alat berat jenis PC200-M1, PC210, Truck off road (CWE370 & P360-6x4 CB),
           semua tipe Truck On Road, semua tipe bus, serta kendaraan atau unit lain yang disepakati
           Para Pihak.
     • Suku bunga untuk penarikan berikutnya dapat berubah mengikuti kondisi pasar uang,
        diberitahukan terlebih dahulu oleh Pemberi Pinjaman, dan ditetapkan berdasarkan
        kesepakatan tertulis Para Pihak.

     Amandemen IV

     Selanjutnya pada 30 Juni 2022, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan amandemen atas
     Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 04/UT-ASF/VI/2022 telah dilakukan
     amandemen keempat terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen
     IV”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai berikut:
     • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2023.

     Amandemen V

     Selanjutnya pada 27 Juni 2023, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan amandemen atas
     Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 05/UT-ASF/VI/2023 telah dilakukan
     amandemen kelima terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen V”).
     Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai berikut:
     • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2024.

     Amandemen VI

     Selanjutnya pada 28 Juni 2024, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan amandemen atas
     Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 06/UT-ASF/VI/2024 telah dilakukan
     amandemen keenam terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen VI”).
     Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI antara lain sebagai berikut:
     • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2025;
     • Suku bunga atas setiap Pinjaman adalah maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima
        persen) per tahun. Pemberi Pinjaman atas diskresinya dapat menetapkan suku bunga lebih
        rendah dengan nilai tidak kurang dari 5% (lima persen) per tahun, berdasarkan kebutuhan
        pasar dan cost of fund, yang diberitahukan melalui surat pemberitahuan terpisah dan berlaku
        hingga adanya pemberitahuan berikutnya.




Halaman 30                                             00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 32
      Amandemen VII

      Selanjutnya pada 30 Juni 2025, Perseroan dan ASF sepakat untuk melakukan amandemen atas
      Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 07/UT-ASF/VI/2025 telah dilakukan
      amandemen ketujuh terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan ASF (“Amandemen VII”).
      Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VII adalah sebagai berikut:
      • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2026.

      Draft Amandemen VIII (Rencana Transaksi)

      Rencana Transaksi merupakan amandemen kedelapan atas Perjanjian Pinjaman antara
      Perseroan dan ASF. Berdasarkan Draft Amandemen No. 08/UT-ASF/VI/2026, rencana
      perubahan syarat dan ketentuan dalam Draft Amandemen VIII adalah sebagai berikut:
      • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2027.

2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

      Analisis likuiditas atas Rencana Transaksi melihat dampak dan sumber pembiayaan Rencana
      Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan. Pada hal ini analisis likuidasi Rencana Transaksi
      dapat dilihat dari rasio likuiditas yang dianalisis yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan
      Cash Ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

      Tabel 13. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi
             Rasio Likuiditas         Sebelum Transaksi        Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
       Current Ratio                                1,36X                   1,35X                 0,001X
       Quick Ratio                                  1,04X                   1,04X                 0,001X
       Cash Ratio                                   0,50X                   0,50X                 0,001X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Pada analisis current ratio atau rasio lancar, perubahan akibat Rencana Transaksi memberikan
      dampak selisih penurunan sebesar 0,001 kali yang diakibatkan dari perpindahan jumlah uang
      sebesar Rencana Transaksi pada pos kas dan setara kas ke pos piutang non usaha pihak berelasi.
      Hal tersebut mengakibatkan turunnya jumlah aset lancar perusahaan akibat Rencana Transaksi
      dan pada akhirnya menurunkan rasio lancar perusahaan.

      Pada analisis likuiditas dilihat dari proksi quick ratio, diperoleh penurunan rasio sebesar 0,001
      kali diakibatkan turunnya kas dan setara kas yang menjadi sumber pemberian pinjaman oleh
      Perseroan ke ASF. Dengan begitu aset lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi mengalami
      penurunan dan pada sisi aset tidak lancar mengalami kenaikan, yang pada akhirnya menurunkan
      rasio cepat Perseroan.

      Analisis likuiditas dengan proksi cash ratio atas Rencana Transaksi memberikan dampak
      penurunan rasio sebesar 0,001 kali. Hal tersebut diakibatkan dari penggunaan dana internal
      pada kas dan setara kas sebagai sumber pemberian pinjaman ke ASF. Rencana Transaksi tersebut
      berpengaruh terhadap penurunan rasio kas perusahaan meskipun dengan penurunan nilai rasio
      yang tidak signifikan.




Halaman 31                                                  00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 33
2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi

      Analisis Manfaat

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, manfaat yang diharapkan dari
      pelaksanaan Rencana Transaksi adalah Perseroan akan memperoleh pendapatan bunga atas
      fasilitas pinjaman yang diberikan kepada ASF. Selain itu, Rencana Transaksi juga diharapkan
      dapat mendukung peningkatan penjualan alat berat Perseroan melalui dukungan pembiayaan
      kepada konsumen, sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan usaha bagi Perseroan.

      Analisis Risiko

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, risiko yang dapat timbul dari
      pelaksanaan Rencana Transaksi antara lain adalah risiko tidak tercapainya target penjualan alat
      berat Perseroan, sehingga manfaat ekonomi yang diharapkan dari Rencana Transaksi dapat
      menjadi tidak optimal. Selain itu, terdapat pula risiko apabila terjadi gagal bayar dari konsumen
      ASF yang dapat mempengaruhi kelancaran pembiayaan dan berdampak terhadap aktivitas usaha
      yang terkait dengan Rencana Transaksi tersebut.




Halaman 32                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 34
                                           BAB III
                ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI



3.1   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan

      Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
      Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H.. Akta Pendirian
      tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
      Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
      Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

      Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
      Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
      Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
      dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
      perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
      tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

      Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
      sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose
      Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan
      dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-
      AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

      Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
      Jakarta, Indonesia.

      Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang
      didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle
      & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah
      anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda.

      Kegiatan Usaha

      Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
      meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna jual;
      kontraktor penambangan; pertambangan; industri konstruksi; dan energi.

      Informasi Umum

      Alamat Perseroan     : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

      No. Telp / Fax       : +62 21 2457 9999
      Website              : www.unitedtractors.com
      Email                :-




Halaman 33                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 35
     Susunan Kepemilikan Saham

     Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
     Desember 2025 adalah sebagai berikut:

     Tabel 14. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                              Jumlah Lembar
      No          Pemegang Saham                                    Proporsi (%)      Jumlah
                                                 Saham
       1     PT Astra International Tbk          2.219.317.358          59,50%       554.829.339.500
             Masyarakat (masing-masing
       2                                         1.357.478.878          36,39%       338.353.000.000
             kepemilikan dibawah 5%)
       3     Jumlah Saham Beredar                3.576.796.236          95,89%       894.199.059.000
       4     Saham Treasury                           153.338.900        4,11%        39.352.000.000
            Jumlah Saham Ditempatkan
       5                                         3.730.135.136       100,00%             932.533.784.000
            dan Disetor Penuh
     Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
     Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
     *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
     mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
     tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).


     Susunan Pengurus

     Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
     dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
     pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
     sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
     Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Presiden Komisaris       : Djony Bunarto Tjondro
     Wakil Presiden Komisaris : Rudy
     Komisaris                : Djoko Pranoto Santoso
     Komisaris                : Gita Tiffani Boer
     Komisaris                : Benjamin Herrenden Birks
     Komisaris Independen     : Paulus Bambang Widjanarko
     Komisaris Independen     : Bruce Malcolm Cox
     Komisaris Independen     : Ignasius Jonan

     Direksi
     Presiden Direktur             : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
     Direktur                      : Loudy Irwanto Ellias
     Direktur                      : Iwan Hadiantoro
     Direktur                      : Idot Supriadi
     Direktur                      : Widjaja Kartika
     Direktur                      : Vilihati Surya
     Direktur                      : Ari Sutrisno
     Direktur                      : Hendra Hutahean

     Komite Audit
     Ketua                         : Ignasius Jonan


Halaman 34                                                    00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 36
      Anggota                        : Wanny Wijaya
      Anggota                        : Mario C. Surung Gultom

      *Pada tanggal laporan pendapat kewajaran ini dikeluarkan, susunan pemegang saham Perseroan tidak
      mengalami perubahan, namun terdapat perubahan pada masyarakat dan saham treasuri sebagaimana
      tercantum dalam bagian 1.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events).


3.1.2 Analisis Industri & Bisnis

      Pertumbuhan Ekonomi

      Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas
      dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau
      USD 5.083,4. Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi
      dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
      Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93
      persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami
      pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap
      triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
      Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98
      persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
      mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.


                       8

                       6                     5,31          5,05         5,03         5,11
                               3,7
                       4

                       2

                       0
                              2021           2022         2023          2024         2025

                                           Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)

                   Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)
                                       Sumber: Badan Pusat Statistik 2026, diolah.


      Pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan perekonomian Indonesia. Pada tahun
      2024, kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7,39%
      atau sebesar Rp955 triliun, meningkat 4,9% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
      demikian, pada tahun 2025 sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar -0,66% (yoy) menjadi
      Rp949 triliun, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,72% selama periode
      2021–2025. Berdasarkan subsektornya, pada tahun 2025 pertambangan batubara dan lignit
      berkontribusi sebesar Rp328 triliun, diikuti pertambangan minyak dan gas bumi sebesar Rp251
      triliun, pertambangan bijih logam sebesar Rp166 triliun, serta pertambangan dan penggalian
      lainnya sebesar Rp204 triliun. Penurunan kinerja sektor pertambangan dan penggalian terjadi di
      hampir seluruh subsektor, dengan penurunan terbesar pada pertambangan bijih logam yang
      turun -7,92% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh gangguan produksi tembaga dan emas serta
      pelemahan harga nikel global.




Halaman 35                                                        00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 37
                                                      1200,0                                                                                                                                07%
                                                                                                                                   06%

                                                                                                                                                                                            06%



             PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian
                                                      1000,0
                                                                                                                                                        05%
                                                                                                           04%                                                                              05%
                                                                                        04%
                                                       800,0
                          (Triliun Rupiah)                                                                                                                                                  04%

                                                       600,0                                                                                                                                03%

                                                                                                                                                                                            02%
                                                       400,0
                                                                                                                                                                                            01%
                                                       200,0
                                                                                                                                                                           -0,66%           00%

                                                                              -                                                                                                             -01%
                                                                                        2021               2022                    2023                2024                2025


                                                       Pertambangan Minyak dan Gas Bumi                                                     Pertambangan Batubara dan Lignit
                                                       Pertambangan Biji Logam,                                                             Pertambangan dan Penggalian Lainnya
                                                       Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian


       Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025
                                                                                                   Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.


     Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

     Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
     Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
     usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
     di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
     perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.


                                                                              40.000                                                                                           8,00

                                                                                                                                                                  34.386
                                                                                                                                                        31.903
                                                                                                                                              29.607                           7,00
                                                                              30.000                                               27.517
                                                                                                                          25.573
                                                       GDP (Triliun Rupiah)




                                                                                                           23.694
                                                                                                 22.139                                                                        6,00
                                                                                        20.892
                                                                              20.000
                                                                                                                                                                                      (%)




                                                                                                                                                                               5,00
                                                                                         5,05    5,03                                                    5,11      5,14
                                                                                                            4,86          4,94      4,96       4,96
                                                                              10.000
                                                                                                                                                                               4,00



                                                                                   -                                                                                           3,00
                                                                                         2023    2024      2025 F         2026 F   2027 F     2028 F    2029 F    2030 F

                                                                                                          GDP (Triliun)            Pertumbuhan Ekonomi (%)


                                                                                       Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
                                                                                        Sumber: International Monetary Fund (IMF), Oktober 2025


     Perkembangan inflasi

     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi
     IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),
     sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Inflasi y-on-y terjadi karena
     adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok
     pengeluaran. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64 persen


Halaman 36                                                                                                                           00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 38
     sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92%. Tingkat inflasi
     y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38%; dengan inflasi m-to-m sebesar
     0,20%; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38%. Realisasi Inflasi 2025 menunjukkan angka yang lebih
     tinggi dibandingkan dengan prediksi IMF bulan April 2025 sebesar 1,68% serta masih berada
     dalam target inflasi Bank Indonesia yang menandakan bahwa kondisi perekonomian masih
     bergerak stabil.


                          3,50%
                                               2,92%
                          3,00%                          2,51%      2,50%    2,52%               2,52%
                          2,50%                                                        2,19%

                          2,00%
                Inflasi




                                     1,57%
                          1,50%
                          1,00%
                          0,50%
                          0,00%
                                     2024E     2025E     2026F      2027F    2028F     2029F     2030F

                                                          Proyeksi Inflasi

                            Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
                                  Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah


     Perkembangan Nilai Tukar Rupiah

     Perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan
     melemah terhadap dolar AS, seiring dengan penguatan dolar secara global. Namun, terhadap
     mata uang negara berkembang pelemahan rupiah relatif lebih moderat, sementara terhadap
     mata uang negara maju selain AS rupiah cenderung lebih stabil bahkan mengalami apresiasi.
     Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan
     dolar AS dibandingkan pelemahan terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Kurs jual
     USD/IDR pada 31 Desember tercatat Rp16.865,91/USD; sedangkan China Yuan sebesar
     Rp2.412,86/CNY dan terhadap Dollar Singapura sebesar Rp13.134,42/SGD.




                              Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025
                                                 Sumber: Bank Indonesia, 2025




Halaman 37                                                           00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 39
     Suku Bunga

     Pada Bulan Desember 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
     sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
     sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
     stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
     meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
     kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini juga akan
     berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada
     periode Desember 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja dan investasi
     tercatat turun (mtm) di level 8,12%; 8,44% sedangkan suku bunga konsumsi sedikit mengalami
     kenaikan menjadi 8,97%

     Tabel 15. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
                               Bank Persero                                      2020       2021           2022           2023       2024        2025
      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                         8,77        8,34           8,29         8,93        8,67            8,12
      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                           8,87        8,49           8,72         9,41        9,21            8,44
      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                           10,56      10,14            9,65         9,27        9,09            8,97
     Sumber: Bank Indonesia Desember 2025, diolah


     Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan

     Cadangan Mineral dan Batubara di Indonesia

     Saat ini setidaknya terdapat 29 jenis komoditas sumber daya dan cadangan mineral logam yang
     tersebar di 2.809 lokasi di Indonesia. Komoditas dengan cadangan tersebar berupa timah yaitu
     dengan total cadangan sebesar 6.431 juta ton bijih dan 1,44 juta ton logam. Komoditas dengan
     cadangan terbesar selanjutnya adalah nikel yaitu sebesar 5.914 juta ton bijih dan 62 juta ton
     logam. Emas primer menjadi komoditas dengan cadangan ketiga terbesar ketiga yaitu mencapai
     3.461 juta ton bijih & 3,44 ribu ton logam.


        7.000                                                                                                                                 6.431
                                                                                          5.914
        6.000

        5.000

        4.000              3.461
                                                                                                                 3.215
                                      2.865                                                                                         2.858
        3.000
                                                1.967
        2.000
                                                           1.209        1.049
        1.000     61                    552,3                                                        648
                                                   437,1
                                                              208,2              136         62,0       224,1              114         21,3
                 0,0002      0,0034                                        0,8                                      0,0                          1,4
                                                                                   58,8                                       2,8
             -
                 Emas        Emas     Bauksit Besi LateritBesi Primer    Kobal   Mangan    Nikel    Pasir Besi    Perak    Seng     Tembaga    Timah
                 Aluvial    Primer


                                       Cadangan Bijih (Juta Ton)                   Cadangan Logam (Juta Ton)

                           Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (Juta Ton)
                                                 Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Indonesia, sebagai salah satu produsen batubara terbesar di dunia pada tahun 2024, mampu
     memproduksi sebanyak 836 juta ton batubara. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang
     sekitar 4.714 TWh energi, atau setara dengan 9,31% dari total energi global yang berasal dari


Halaman 38                                                                          00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 40
     batubara, yaitu sekitar 58.618 TWh. Cadangan batubara Indonesia saat ini mencapa 97.960 juta
     ton yang terdiri dari 69% atau 67.333 juta ton batubara kalori rendah; 16% atau 15.526 juta ton
     kalori sedang dan 15% atau 15.101 juta ton kalori tinggi. Total cadangan tersebut tesebar di 23
     provinsi dan 1.660 titik.

                     Cadangan Batu bara Tahun 2025   30.000

                                                     25.000

                                                     20.000
                                                                         12.915
                                                     15.000

                                                     10.000

                                                      5.000              11.144
                                                                                                          2.902                1.720
                                                         -                                                1.638                1.636
                                                                     Kalori Rendah                  Kalori Sedang           Kalori Tinggi

                                                                              Terkira (Juta Ton)      Terbukti (Juta Ton)

                                                      Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
                                                                         Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Produksi batu bara Indonesia tahun 2024 naik 7,9% (yoy) dari 775 juta ton pada 2023 menjadi
     836,12 juta ton pada tahun 2024. Produksi emas dan perak dalam negeri juga mengalami
     kenaikan yaitu sebesar 80,9% (yoy) dari 14,24 juta ton pada 2023 menjadi 25,75 juta ton pada
     tahun 2024. Produksi nikel naik 39% (yoy) dari 126,72 ribu ton pada 2023 menjadi 176,08 ribu
     ton padatahun 2024. Timah menjadi komoditas yang mengalami trend berbeda yaitu penurunan
     sebesar 61% (yoy) dari 50,67 ribu ton menjadi 19,44 ribu ton pada tahun 2024. Kebutuhan
     sumber bahan bakar PLN saat ini didominasi batu bara yaitu sekitar 71,72 juta ton pada tahun
     2024. Batu bara mampu menghasilkan sekitar 66% dari total listrik yang dihasilkan oleh PLN
     pada tahun 2024, sedangkan sisanya sebesar 44% terpenuhi dari bahan bakar BBM, gas alam,
     panas bumi, air dan sumber energi lainnya.



                                                                                                                                      836,13
                   Batubara (juta ton)
                                                                                                                                 775,00


                                                                                   176,08
                                           Nikel (ribu ton)
                                                                               126,72


                                                                     19,44
                                  Timah (ribu ton)
                                                                       50,67


                                                                      25,75
             Emas dan Perak (juta ton)
                                                                     14,24

                                                              0,00    100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 700,00 800,00 900,00

                                                                                        2024       2023


                                                       Grafik 9. Produksi Mineral dan Batubara tahun 2023 – 2024
                                                                              Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Pada tahun 2024 produksi batubara di Indonesia mencapai 836,13 juta ton dimana 232,64 juta
     ton diantaranya digunakan untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Capaian produksi
     batubara tersebut terpenuhi darti sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR batubara. Sedangkan produksi

Halaman 39                                                                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 41
     emas sebesar 25,745 juta ton, perak 26,024 juta ton dan hasil tambang mineral lainnya dipenuhi
     dari sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tambang mineral. Dari 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tersebut hanya
     sekitar 635 yang melengkapi dengan data cadangan kandungan mineral.


                                        1200
                                                      938                      934




                          Jumlah Izin
                                         800                                           635


                                         400


                                           0
                                                       Batubara                  Mineral

                                          IUP/IUPPK/KK/IPR        IUP/IUPK/KK/IPR dengan Data

                   Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Kewajiban reklamasi pascatambang merujuk pada tanggung jawab perusahaan pertambangan
     usai melakukan kegiatan pertambangan. Pada tahun 2023, kegiatan reklamasi mencapai
     7.920,77 hektar melebihi target yang sudah ditetapkan seluas 7.075 Hektar. Sedangkan capaian
     reklamasi pada tahun 2024 mencapai 26.538 hektare atau naik 2,35 kali lipat dibandingkan
     dengan capaian reklamasi tahun sebelumnya.

                                                                                                26.538
                 27.000

                 22.000

                 17.000
                                                                    11.084
                 12.000                 9.694         9.344
                                                                                     7.921
                  7.000
                                        7.000         7.025          7.050           7.075      7.100
                  2.000
                                        2020          2021           2022            2023       2024

                                                     Capaian reklamasi           Target

                    Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2024



     Perkembangan Harga Acuan Mineral dan Batubara

     Emas menjadi mineral dengan pertumbuhan harga acuan tertinggi, meningkat dari USD
     2.522/troy ons pada Desember 2024 menjadi USD 4.080/troy ons pada Desember 2025 atau
     naik sekitar 61,8% (yoy). Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami kenaikan signifikan dari
     USD 29/troy ons menjadi USD 51/troy ons pada periode yang sama, atau meningkat sekitar
     75,9% (yoy). Di sisi lain, nikel menunjukkan tren pelemahan dari USD 16.175/dmt pada
     Desember 2024 menjadi USD 14.667/dmt pada Desember 2025, atau turun sekitar 9,3% (yoy).
     Tembaga justru mengalami peningkatan dari USD 9.280/dmt menjadi USD 10.775/dmt, atau
     naik sekitar 16,1% (yoy). Sementara itu, batubara mengalami koreksi harga yang cukup dalam
     dari USD 123/ton menjadi USD 98/ton, atau turun sekitar 20,3% (yoy) pada Desember 2025.



Halaman 40                                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 42
                   Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batubara Acuan Indonesia
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Perkembangan Ekspor Hasil Tambang Mineral

     Ekspor hasil tambang emas dan nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor paling berfluksuasi
     jika dibandingkan dengantembaga dan perak. Nilai ekspor nikel pada tahun 2024 mencapai
     USD 3.177 juta. Pada periode Januari – Agustus 2025 terjadi pelemahan nilai ekspor timah
     sebesar 24,3% (yoy) dari USD 2.048 juta menjadi USD1.551 juta. Ekspor emas pada tahun 2024
     mencapai USD 1.062, sedangkan produksi pada periode Januari – Agustus 2025 mengalami
     kenaikan 1108% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu dari USD 655 juta menjadi
     USD 1.365 juta. Ekspor komoditas Tembaga pada tahun 2024 mencapai USD 250 juta. Periode
     Januari - Agustus 2025 mengalami kenaikan 30% (yoy) dari USD 163,5 juta menjadi USD 212
     juta. Ekspor komoditas perak pada tahun 2024 mencapai USD 104 juta dengan periode Januari
     – Agustus 2025 mengalami kenaikan 37,9% (yoy) dari USD 64,2 juta menjadi USD 89 juta.


                          6.000   5.542

                          5.000
                                                             4.096
                          4.000
               Juta USD




                                                                        3.177
                          3.000
                                                                                          2.048
                          2.000
                                                                       1.062                             1.551
                                                             848                                         1.365
                                   764                                                    655
                          1.000
                                                                        250
                                  198                                                      163,5          212
                              -    …                                     104             64,2              89
                                   2020   2021     2022      2023      2024              Jan-gus   Jan - Agus
                                                                                          2024       2025

                                           Nikel      Emas           Tembaga     Perak


                             Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Batu bara sebagai komoditas unggulan Indonesia pada tahun 2024 mampu mencatatkan nilai
     ekspor sebesar USD 30.490 juta atau turun 11,85% (yoy). Penurunan ini diakibatkan karena
     penurunan harga acuan batubara dari 305,21 USD/ton pada januari 2023 menjadi 122,51
     USD/ton pada Desember 2024. Tren Penurunan nilai ekspor batubara juga berlanjut sampai


Halaman 41                                                           00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 43
     dengan periode Januari – Agustus 2025 dimana ekspor turun 21% (yoy) dari USD 20.132 juta
     menjadi USD 15.906 juta. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh tren penuruhan harga acuan
     batubara dari USD 131,17/ton pada Oktober 2024 menjadi 100,69/ton pada Agustus 2025.


                        100000,0
                          90000,0
                          80000,0
                          70000,0                                   46.765
                          60000,0
             Juta USD




                          50000,0                                                 34.592
                                                                                            30.490
                          40000,0                        26.533
                          30000,0                                                                               20.132
                                              14.534                                                                       15.906
                          20000,0
                          10000,0
                                      -
                                              2020       2021       2022          2023      2024                 Jan -    Jan -
                                                                                                              Agus 2024Agus 2025

                         Batubara             Batubara Kadar Menegah             Batubara Kadar Tinggi     Total Ekspor Batubara

                           Grafik 14. Nilai Ekspor Batubara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025
                                                                    Sumber: BPS, 2025


     Nilai Impor Mesin dan Alat Berat

     Perkembangan impor mesin dan alat berat di Indonesia setelah sempat mengalami kenaikan
     yang cukup signifikan pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan sampai dengan Juli
     2025. Nilai impor mesin dan alat berat pertambangan turun 6% (yoy) pada tahun 2024 dari USD
     2.039 juta menjadi USD 1.923 juta. Tren ini berlanjut sampai dengan Juli 2024 dengan total nilai
     impor mencapai USD 1.459 juta. Pada tahun 2023, pertambangan menjadi sektor dengan
     market size impor terbesar mencapai 47% dari total mesin dan alat berat yang diimpor di
     Indonesia, diikuti sengan sektor konstruksi sebesar 26%; sektor perkebunan sebesar 14% dan
     kehutanan sebesar 13%. Penurunan ini menujukkan adanya perlambatan jumlah permintaan
     mesin dan peralatan pertambangan yang digunakan untuk ekspansi sektor pertambangan baik
     dalam proses penambangan maupun reklamasi lokasi tambang.


                                   3.000                          2.660                                                     1
                                                                                                                            1
                                   2.500
                                                                                   2.039                                    1
                                                                                                   1.923
                                   2.000         1.635            63%                                                       1
                        Juta USD




                                                                                                                1.459
                                   1.500                                                                                    0
                                                                                                                            0
                                   1.000
                                                                                                                            -
                                                                                                   -6%
                                    500
                                                                                   -23%                                     (0)
                                          -                                                                                 (0)
                                                 2021             2022             2023            2024        Juli 2025

                                                                         Impor           Growth

                                          Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan
                                                              Sumber: BPS, 2025




Halaman 42                                                                            00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 44
     Perkembangan Pasar Global

     Perkembangan harga acuan komoditas global berfluktuasi untuk masing-masing jenis komoditas.
     Tiga dari empat komoditas mengalami kenaikan harga acuan dalam kurun waktu satu tahun
     terakhir, komoditas tersebut adalah tembaga, emas, dan perak. Sedangkan untuk batubara
     mengalami penurunan. Harga acuan Emas (LBMA) berada pada harga USD 4.026/onz atau naik
     51,71% (yoy) pada 10 Oktober 2025. Harga acuan perak juga mengalami kenaikan sebesar
     59,22% (yoy) dari USD 31,88/onz menjadi USD 50,76/onz pada 10 Oktober 2025. Tembaga
     mengalami kenaikan 7,25% (yoy) dari USD 9.778/ton menjadi USD 10.487/ton pada 10 Oktober
     2025. Harga acuan batubara tidak sejalan dengan harga komoditas lain yang mengalami
     penurunan cukup tajam yaitu sebesar 29,63% (yoy) dari USD 148,50/ton menjadi USD
     104,50/ton pada 10 Oktober 2025.




         Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batubara Global
                               Sumber: S&P Capital IQ, 2025

     Permintaan emas global dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dengan
     CAGR 2020 – 2024 mencapai 5,87%. Pada tahun 2024 permintaan emas global mengalami
     kenaikan sebesar 2,2% yaitu dari 4.524 ton di tahun 2023 menjadi 4.624 ton pada tahun 2024.
     Kebutuhan emas didominasi untuk kebutuhan perhiasan sebesar 43,8% atau 2.026,8 ton; 7,1%
     atau 326,2 ton untuk kebutuhan teknologi; 25,6% atau 1.181,9 ton untuk kebutuhan investasi;
     dan 23,6% atau 1.089 ton untuk kebutuhan bank sentral. Kebutuhan batubara negara maju
     diseluruh dunia cenderung mengalami fluktuasi. Setelah sempat mengalami kenaikan kebutuhan
     yang tinggi mencapai 1.036,4 juta ton pada tahun 2021, pada tahun 2024 permintaan batubara
     negara maju mengalami penurunan -5,5% (yoy) menjadi 832,7 juta ton. Batubara masih menjadi
     sumber energi listrik utama global dimana pada tahun 2025, produksi energi listrik yang
     dihasilkan dari batubara meencapai 50.618 Twh.




Halaman 43                                            00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 45
              5.000                                        4.729                          4.624
                                                                          4.524
                                         4.046
              4.000      3.681

              3.000

              2.000
                              946,3            1.036,4        1.000,4             880,9          832,7
              1.000

                   -
                            2020              2021           2022            2023           2024
                                              Emas (ton)    Batubara (juta ton)

             Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batubara Tahun 2020 - 2024
                                   Sumber: KJPP FDI, diolah

     Industri perusahaan pembiayaan (multifinance) merupakan salah satu pilar utama sistem
     keuangan Indonesia yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan konsumsi
     masyarakat, khususnya melalui pembiayaan kendaraan bermotor. Berdasarkan data OJK, total
     piutang pembiayaan industri multifinance secara nasional terus mencatat pertumbuhan positif
     meskipundengan laju yang melambat. Pada tahun 2025, total piutang pembiayaan mencapai
     Rp534,58 triliun atau tumbuh sebesar 6,55% (yoy) dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp501,72
     triliun. Pertumbuhan ini melanjutkan tren perlambatan yang dimulai sejak tahun 2023, dimana
     pertumbuhan piutang turun dari 14,17% (yoy) pada 2022 menjadi 13,11% pada 2023 dan
     selanjutnya 6,66% pada 2024. Perlambatan ini mencerminkan normalisasi permintaan pasca
     pemulihan ekonomi serta tekanan daya beli konsumen akibat suku bunga yang masih relatif
     tinggi.

     Dari sisi struktur portofolio, pembiayaan kendaraan bermotor konsisten menjadi segmen terbesar
     industri dengan kontribusi antara 63% hingga 66% dari total piutang selama periode 2022 –
     2025. Kontribusi segmen kendaraan bermotor segmen kendaraan bermotor tercatat sebesar 63%
     pada tahun 2025, sedikit menurun dibandingkan puncaknya 66% pada tahun 2024. Segmen
     pembiayaan multiguna memberikan kontribusi yang relatif stabil di kisaran 50%–52% sepanjang
     periode yang sama. Jumlah perusahaan pembiayaan yang aktif mengalami konsolidasi dari 153
     entitas pada tahun 2022 menjadi 143 entitas pada tahun 2024, sebelum sedikit meningkat
     kembali menjadi 145 entitas pada tahun 2025, mencerminkan proses konsolidasi industri yang
     terus berlangsung di tengah ketatnya regulasi OJK.

     Tabel 16. Perkembangan Kinerja Sektor Pembiayaan di Indonesia Tahun 2022-2025
              Indikator Industri Pembiayaan                 2022          2023            2024           2025
      Total Piutang Pembiayaan (Triliun Rp)                  415,86         470,39        501,72         534,58
      Pertumbuhan Piutang (% yoy)                            14,17%        13,11%          6,66%          6,55%
      Jumlah Perusahaan Pembiayaan (entitas)                       153            147        143            145
      Pembiayaan Kendaraan Bermotor (% total)                      63%            65%        66%            63%
      Pembiayaan Multiguna (% total)                               52%            52%        50%            50%
     Sumber: OJK, 2025


     Berdasarkan data OJK Desember 2025, Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan
     rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,51% dan NPF net sebesar 0,77%. Gearing
     ratio perusahaan pembiayaan masih berada pada level yang memadai dan tercatat sebesar 2,18
     kali; jauh di bawah batas maksimum 10 kali. Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding


Halaman 44                                                         00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 46
     pembiayaan tumbuh 25,44% yoy dengan nominal Rp96,62 triliun dan tingkat risiko kredit macet
     secara agregat (Tingkat Wanprestasi 90 hari /TWP90) pada level 4,32%.

      Kesimpulan Industri Pertambangan dan Industri Alat Berat

      Batu bara saat ini masih menjadi salah satu sumber energi utama global. Walaupun kedepan
      penggunaan sumber energi terbarukan atau transisi energi menjadi tujuan utama seluruh negara
      dunia, tingginya akan penggunaan dan ketergantungan batu bara masih akan berdampak
      kepada demand batu bara global yang masih akan tinggi walaupun perlahan cenderung
      melemah. Sektor pertambangan lain seperti perak, tembaga, emas, dan nikel cenderung
      mengalami kenaikan permintaan. Kenaikan ini akan berdampak pada ekspansi industri di sektor
      pertambangan. Prospek industri Perseroan ke depan menghadapi tantangan akibat penurunan
      harga dan ekspor batu bara, namun outlook jangka panjang tetap solid berkat diversifikasi ke
      sektor logam bernilai tinggi yang produksinya meningkat dan harganya naik signifikan. Kenaikan
      harga emas dan perak memperkuat potensi pendapatan lini tambang Perseroan, sementara
      sektor alat berat masih mendapat dukungan dari proyek konstruksi dan infrastruktur domestik.
      Dengan strategi diversifikasi dan pergeseran fokus dari batu bara ke mineral strategis, Perseroan
      berpeluang tetap kuat dan adaptif menghadapi perubahan tren energi dan dinamika pasar
      global.

      Sedangkan Industri pembiayaan (multifinance) Indonesia mencatat pertumbuhan berkelanjutan
      namun melambat sepanjang 2022–2025, dengan total piutang pembiayaan mencapai Rp534,58
      triliun pada 2025 dan laju pertumbuhan yang menyusut dari 14,17% menjadi 6,55% (yoy),
      mencerminkan normalisasi permintaan pasca-pemulihan ekonomi serta tekanan daya beli akibat
      suku bunga yang relatif tinggi. Struktur portofolio masih didominasi segmen kendaraan bermotor
      (63%–66%) dan multiguna (50%–52%), sementara jumlah perusahaan aktif terkonsolidasi dari
      153 menjadi 145 entitas akibat ketatnya regulasi OJK. Profil risiko industri tetap terjaga dengan
      NPF gross 2,51%, gearing ratio 2,18 kali; dan segmen Pinjaman daring tumbuh agresif 25,44%
      yoy meski dengan TWP90 sebesar 4,32% yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan risiko
      ke depan.

3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan

      Analisa Operasional

      Segmen operasi perusahaan terbagi menjadi empat segmen usaha utama yaitu: Mesin Konstruksi,
      Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Segmen Lainnya. Analisis dan kinerja operasional
      dari masing-masing segmen usaha disajikan sebagai berikut:

      Mesin Konstruksi

      Segmen usaha mesin konstruksi dijalankan oleh perusahaan induk yaitu Perseroan serta anak
      usahanya yaitu PT Bina Pertiwi dan UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. PT United Tractors Pandu
      Engineering (UTPE), dan PT Triatra Sinergia Pratama (TRIATRA). Segmen usaha ini berfokus pada
      penjualan alat berat dan kendaraan transportasi untuk berbagai sektor, seperti pertambangan,
      perkebunan, konstruksi, kehutanan, material handling, dan transportasi.

      Tabel 17. Mesin Konstruksi
                       Mesin Konstruksi               2020     2021    2022    2023     2024    2025
       Penjualan Alat Berat Komatsu (Unit)            1.564    3.088   5.753    5270    4420     4515



Halaman 45                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 47
                      Mesin Konstruksi                  2020     2021   2022   2023    2024    2025
      Penjualan UD Trucks (Unit)                          224     375    429    272     234     155
      Penjualan Scania (Unit)                             217     545    233    715     436     466
      Penjualan Suku Cadang dan Jasa Pemeliharaan
                                                             6      8     10     12      12      11
      (triliun Rupiah)
      Pendapatan Bersih Mesin Konstruksi
                                                            13     23     36     37      37      37
      (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Segmen usaha Mesin Konstruksi pada tahun 2025 mencatat peningkatan pada penjualan alat
     berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dibanding pada tahun sebelumnya pada tahun
     2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor kehutanan dan
     perkebunan yang mana membuat Komatsu memiliki pangsa pasar sebesar 20% dan tetap
     mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.

     Di sisi lain, penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit, sementara
     penjualan UD Trucks menurun cukup signifikan dari 234 unit menjadi 155 unit. Penurunan juga
     tercatat pada pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat yang
     turun sebesar 3% menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih dari segmen
     Mesin Konstruksi mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp37 triliun, yang menunjukkan
     bahwa peningkatan penjualan unit alat berat belum sepenuhnya mampu mengimbangi
     penurunan pada pendapatan layanan dan komponen pendukung lainnya.

     Kontraktor Penambangan

     Layanan yang tercakup pada segmen usaha kontraktor penambangan adalah diantaranya:
     desain dan implementasi pertambangan, penilaian dan studi kelayakan, pembangunan
     infrastruktur dan fasilitas tambang, pemindahan tanah, pengelolaan limbah, eksplorasi,
     pengangkutan, serta jasa terkait kontraktor penambangan lain.

     Tabel 18. Kontraktor Penambangan
                  Kontraktor Penambangan                2020     2021   2022   2023    2024    2025
      Produksi Batu Bara (juta ton)                       115     116    116    129     148     148
      Volume Pemindahan Tanah (juta bcm)                  825     852    954   1.158   1.217   1.100
      Pendapatan Bersih Kontraktor Penambangan
                                                            29     33     47     54      58      54
      (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Segmen usaha Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
     beserta anak perusahaannya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kedua entitas yang
     tergabung dalam PAMA Grup ini menyediakan layanan jasa pertambangan bagi pemegang
     konsesi tambang, terutama dalam kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden
     removal) serta produksi batu bara dan mineral lainnya.

     Pada tahun 2024, segmen kontraktor penambangan mencatatkan kinerja yang positif. PAMA
     Grup membukukan peningkatan produksi batu bara sebesar 15% atau sekitar 19 juta ton
     dibandingkan tahun 2023. Selain itu, volume pekerjaan pemindahan tanah juga meningkat
     sebesar 5% atau sekitar 59 juta bcm dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan
     peningkatan aktivitas operasional tersebut, pendapatan bersih dari segmen kontraktor
     penambangan pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 8% atau sekitar Rp4 triliun
     dibandingkan tahun 2023.


Halaman 46                                                  00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 48
     Namun demikian, hingga triwulan IV tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan penurunan volume
     pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm. Sementara itu, volume
     produksi batu bara untuk para klien tercatat relatif stabil pada level 148 juta ton dengan rata-rata
     stripping ratio sebesar 7,4 kali. Penurunan volume pemindahan tanah ini terutama dipengaruhi
     oleh tingginya curah hujan serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien. Sejalan
     dengan perkembangan tersebut, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor Penambangan
     tercatat menurun sebesar 7% menjadi Rp54 triliun.

     Pertambangan

     Grup perusahaan menjalankan usaha pertambangan pada dua lini bisnis, yaitu: batu bara termal
     dan metalurgi serta emas dan mineral Lainnya. Grup perusahaan menjalankan lini bisnis
     pertambangan batu bara lewat perusahaan induk lini bisnis batu bara yaitu PT Tuah Turangga
     Agung. Pada segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya, PT Agincourt Resources,
     PT Sumbawa Jutaraya, dan PT Stargate Pacific Resources menjadi entitas yang menjalankan lini
     bisnis ini.

     Tabel 19. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi
             Batu Bara Termal dan Metalurgi            2020        2021      2022    2023   2024   2025
      Volume Penjualan Batu Bara (juta ton)                   9          9      10     12     13     14
      Jumlah Pendapatan Bersih Pertambangan Batu
                                                            9        14         31     30     26     24
      Bara (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Pada lini bisnis pertambangan batu bara, grup perusahaan pada 2024 mencatat volume
     penjualan yang meningkat sebesar 11% atau sebesar 13 juta ton dibandingkan tahun 2023.
     Meski begitu, jumlah pendapatan bersih pertambangan batu bara grup perusahaan pada 2024
     tercatat sebesar 26 triliun Rupiah atau turun sebesar 15% dari pendapatan bersih tahun 2023
     sebesar 31 triliun Rupiah. Penurunan pendapatan bersih tersebut didorong oleh penurunan harga
     batu bara global sejak awal tahun 2024 sehingga meskipun volume penjualan dicatatkan
     meningkat, Nilai penjualan bersih grup perusahaan mengalami penurunan.

     Memasuki tahun 2025, perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi
     14 juta ton. Meskipun demikian, pendapatan dari segmen usaha pertambangan batu bara
     tercatat turun sebesar 7% menjadi Rp24 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya rata-rata
     harga jual batu bara di pasar, yang terus menekan nilai pendapatan meskipun volume penjualan
     mengalami peningkatan.

     Tabel 20. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya
               Emas dan Mineral Lainnya              2020         2021       2022    2023   2024   2025
      Penjualan Setara Emas (ribu ons)                 320         330        286     175    232    277
      Jumlah Pendapatan (triliun Rupiah) Bersih
                                                          7          8          8       5     10     14
      Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Pada lini bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya, grup perusahaan pada 2024
     mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 32% atau sebesar 57 ribu ons dibanding tahun
     2023. Dari sisi pendapatan bersih, grup perusahaan pada 2024 mencatatkan total pendapatan
     bersih pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 10 triliun Rupiah atau kenaikan sebesar



Halaman 47                                                    00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 49
     90% dibanding tahun 2023. Pada tahun 2025 tercatatat peningkatan pendapatan sebesar 41%
     menjadi Rp14 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga emas.
     Segmen Lainnya

     Segmen usaha lainnya terdiri dari usaha konstruksi dan energi. Segmen ini dijalankan oleh PT
     Acset Indonusa Tbk dan EPN dimana EPN berjalan sebagai perusahaan induk dalam
     pengembangan energi baru terbarukan dan ramah lingkungan. EPN sebagai anak usaha UNTR
     mendirikan perusahaan patungan ASF untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah di
     Jawa Barat.

     Prospek Perusahaan

     Prospek industri pertambangan dan alat berat Indonesia saat ini ditopang oleh fundamental yang
     kuat dari sisi cadangan sumber daya alam dan tren produksi nasional yang terus meningkat.
     Indonesia memiliki 29 jenis komoditas mineral logam yang tersebar di 2.809 lokasi, dengan
     cadangan terbesar berasal dari timah 6.431 juta ton bijih, nikel 5.914 juta ton bijih, dan emas
     3.461 juta ton bijih. Produksi nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana pada
     tahun 2024 produksi batubara naik 7,9% menjadi 836 juta ton, nikel meningkat 39%, serta emas
     dan perak melonjak hingga 80,9% (yoy). Meskipun harga batubara terkoreksi hingga 29,6% (yoy),
     harga emas, perak, dan tembaga justru meningkat tajam masing-masing sebesar 51,7%, 59,2%,
     dan 7,2%. Pergeseran tren ini menandakan potensi pertumbuhan yang lebih besar pada sektor
     logam bernilai tinggi dan mineral strategis, sejalan dengan kebijakan hilirisasi dan peningkatan
     nilai tambah industri nasional. Peningkatan ekspor mineral seperti emas, perak, dan tembaga
     juga menunjukkan kuatnya permintaan global yang membuka peluang bagi ekspansi industri
     pertambangan nasional menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan.

     Prospek usaha Perseroan ke depan berada dalam fase transisi strategis di tengah pelemahan
     pasar batubara global. Penurunan permintaan dan harga batubara akibat berkurangnya
     konsumsi global terutama di Amerika, Eropa serta meningkatnya penetrasi energi terbarukan
     menekan ekspor dan margin kontraktor tambang seperti PAMA. Meski demikian, tingginya
     ketergantungan domestik terhadap batubara untuk kebutuhan listrik dan pembangunan PLTU
     baru masih membuka peluang penjualan di pasar dalam negeri.

     Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi kunci utama pertumbuhan Perseroan. PAMA mulai
     memperluas portofolio ke proyek tambang nikel seperti blok Pomalaa, sementara lini
     pertambangan milik sendiri melalui Martabe, Doup (ASA), dan Stargate memperkuat eksposur
     Perseroan terhadap komoditas emas dan nikel yang harganya tengah naik tajam. Segmen alat
     berat menghadapi perlambatan dari sektor tambang, namun tetap ditopang oleh aktivitas
     konstruksi dan hilirisasi mineral nasional, dengan potensi pendapatan stabil dari layanan purna
     jual dan digitalisasi sistem (UT Connect). Sementara itu, segmen konstruksi ACSET dan energi
     baru EPN mendukung integrasi antarunit bisnis serta peluang investasi di sektor energi terbarukan.
     Dengan kombinasi diversifikasi portofolio, fokus pada efisiensi operasional, dan kesiapan
     memasuki era energi bersih, Perseroan berpotensi tetap tumbuh solid dan relevan di tengah
     perubahan arah pasar global.

3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi

     Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilakukan
     untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan. Dalam hal ini, ASF selaku penerima pinjaman




Halaman 48                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 50
      akan menggunakan dana yang diperoleh dari fasilitas pinjaman untuk mendukung pembiayaan
      pembelian alat-alat berat oleh konsumen Perseroan.

      Melalui dukungan pembiayaan tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperkuat kegiatan
      penjualan alat berat kepada konsumen serta mendukung kelangsungan dan pengembangan
      kegiatan usaha Perseroan secara berkelanjutan.

3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif

      Keuntungan dan kerugian dari adanya Rencana Transaksi bagi Perseroan dapat ditinjau dari
      beberapa aspek.

      Keuntungan yang dapat diperoleh Perseroan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
      berikut:

      1. Rencana Transaksi diharapkan dapat memperkuat sinergi usaha antara Perseroan dan ASF
         dalam mendukung kegiatan pembiayaan pelanggan alat berat Perseroan.
      2. Dengan adanya perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman, Perseroan
         diharapkan dapat mendukung fleksibilitas pendanaan ASF sehingga dapat meningkatkan
         daya saing penjualan alat berat Perseroan di tengah persaingan industri yang ketat.
      3. Rencana Transaksi diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional Perseroan melalui
         peningkatan penjualan alat berat serta memberikan tambahan pendapatan bunga atas
         fasilitas pinjaman yang diberikan kepada ASF.

      Kerugian yang dapat diperoleh Perseroan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

      1. Rencana Transaksi dapat meningkatkan ketergantungan Perseroan terhadap kinerja
         pembiayaan ASF dalam mendukung penjualan alat berat Perseroan.
      2. Terdapat risiko apabila kondisi industri alat berat mengalami perlambatan sehingga target
         penjualan alat berat Perseroan tidak tercapai secara optimal.
      3. Risiko gagal bayar dari konsumen ASF dapat mempengaruhi kemampuan pembayaran
         kewajiban ASF kepada Perseroan serta mempengaruhi efektivitas pelaksanaan Rencana
         Transaksi.

3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)

      Leverage perusahaan diukur melalui rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
      Equity dan rasio Debt to Assets pada Perseroan secara historis sejak 2020 sampai 31 Desember
      2025 disajikan pada tabel berikut:

      Tabel 21. Leverage Perseroan – Historis
                                                2020      2021      2022      2023      2024      2025
                      Leverage
                                                Audited   Audited   Audited   Audited   Audited   Audited
       Debt to Equity Ratio                      0,20X     0,13X     0,03X     0,22X     0,21X     0,18X
       Long Term Debt to Equity Ratio            0,13X     0,04X     0,01X     0,21X     0,16X     0,07X
       Debt to Assets Ratio                      0,13X     0,08X     0,02X     0,12X     0,12X     0,11X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Adanya Rencana Transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan secara signifikan karena
      pinjaman yang diberikan kepada ASF bersumber dari dana internal kas perusahaan. dengan


Halaman 49                                                   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 51
     begitu Rencana Transaksi tidak merubah struktur leverage perusahaan secara signifikan dilihat
     dari rasio Debt to Equity, Long-Term Debt to Equity, dan rasio Debt to Assets. Leverage perusahaan
     setelah Rencana Transaksi dilakukan disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 22. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
                         Dampak Leverage                             Sebelum Transaksi            Setelah Transaksi
      Debt to Equity Ratio                                                          0,18X                       0,18X
      Long Term Debt to Equity Ratio                                                0,07X                       0,07X
      Debt to Assets Ratio                                                          0,11X                       0,11X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
     klasifikasi industri dengan Perseroan. Perusahaan sejenis yang disebandingkan dipilih
     menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
     pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
     Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 4
     kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.

     Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 23. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
                                                    Pertumbuhan    Pertumbuhan      Margin Laba      Total    Pangsa
                Perusahaan               Industri
                                                     Pendapatan        Laba           Bersih         Aset      Pasar
      PT Alamtri Resources
                                            √           √                                             √          √
      Indonesia Tbk (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk.
                                            √           √                                             √          √
      (IDX:BYAN)
      PT Bukit Asam (Persero) Tbk
                                            √                                            √            √          √
      (IDX:PTBA)
      PT Dian Swastatika Sentosa
                                            √                                            √            √          √
      Tbk (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines Tbk
                                            √           √               √                                        √
      (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya Megah
                                            √                                            √            √          √
      Tbk (IDX:ITMG)
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
     Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 24. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
                  Debt to Equity Ratio                Dec 2021     Dec 2022      Dec 2023    Dec 2024        Sep 2025
      PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                            0,36       0,24          0,19           0,11         0,16
      (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN)                       -            -        0,20           0,15                -
      PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA)                0,04       0,05          0,06           0,10         0,17
      PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX:DSSA)             0,36       0,54          0,47           0,63         0,66
      PT Golden Energy Mines Tbk (IDX:GEMS)                 0,36       0,24          0,38           0,43         0,19
      PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                            0,04       0,03          0,03           0,04         0,05
      (IDX:ITMG)
      Average                                               0,20       0,18          0,22           0,24         0,20
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.




Halaman 50                                                         00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 52
     Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,18
     sampai 0,24. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan perusahaan
     lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.

     Tabel 25. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
                    Debt to Asset Ratio            Dec 2021     Dec 2022   Dec 2023    Dec 2024    Sep 2025
      PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                       0,21         0,15        0,14       0,09         0,12
      (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN)                   -           -        0,12       0,10               -
      PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA)           0,03         0,03        0,03       0,05         0,09
      PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX:DSSA)        0,21         0,25        0,26       0,33         0,34
      PT Golden Energy Mines Tbk (IDX:GEMS)            0,14         0,12        0,19       0,23         0,11
      PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                       0,03         0,02        0,02       0,03         0,04
      (IDX:ITMG)
      Average                                          0,10         0,09        0,13       0,14         0,12
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,09
     sampai 0,14.

     Debt to Equity Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,18 masih berada
     pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,18 sampai 0,24. Hal ini menunjukkan
     bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang dapat membuat Perseroan memiliki
     leverage diluar rentan perusahaan pada industri sejenis.

     Debt to Assets Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,10 masih berada
     pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,09 sampai 0,14. Hal ini menunjukkan
     Rencana Transaksi pemberian pinjaman oleh Perseroan ke ASF tidak berdampak pada leverage
     perusahaan yang dilihat dari proksi Debt to Assets.

3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo

     Dampak likuiditas dan kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dilihat dari perubahan
     rasio likuiditas perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Proksi yang dapat
     digunakan pada analisis dampak likuiditas adalah current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau
     rasio cepat, dan cash ratio atau rasio kas. Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman
     saat jatuh tempo dapat dilihat dari kinerja dan kondisi keuangan ASF serta hal-hal lain yang dapat
     mendukung debitur dalam pelunasan saat jatuh tempo.

     Rasio likuiditas Perseroan dengan proksi current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan
     setelah Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 26. Rasio Likuiditas Perseroan
             Rasio Likuiditas              Sebelum Transaksi      Setelah Transaksi     Selisih Perubahan
      Current Ratio                                     1,36X                 1,35X                 0,001X
      Quick Ratio                                       1,04X                 1,04X                 0,001X
      Cash Ratio                                        0,50X                 0,50X                 0,001X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 51                                                      00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 53
     Rencana Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan memberikan dampak yang tidak
     signifikan dilihat dari nilai rasio likuidasi sebelum dan setelah rencana transaksi. Hal tersebut
     diakibatkan dari besaran nilai Rencana Transaksi seluruhnya yang jumlahnya sebesar 1,13% dari
     total kas dan setara kas perusahaan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu dampak
     yang ditimbulkan Rencana Transaksi terhadap likuiditas perusahaan tidak signifikan.

     Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, digunakan proksi ASF sebagai
     penerima pinjaman berupa kinerja keuangan historis dan rasio keuangan terkait pemenuhan
     regulasi dan kesehatan perusahaan.

     Tabel 27. Rasio Profotabilitas ASF
           Rasio Profitabilitas ASF       2021       2022         2023         2024         2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Net Profit Margin                   20,18%     24,87%       28,12%       28,84%       29,64%
      Return on Assets                     3,44%       4,02%        4,68%       4,74%        4,66%
      Return on Equity                    14,44%     17,34%       19,91%       18,85%       17,36%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Perusahaan mencatatkan kinerja margin laba bersih dalam rentang 20,18% pada tahun 2021
     hingga 29,64% pada tahun 2025 dengan tren peningkatan selama 5 tahun. Menggunakan proksi
     pendapatan berbanding aset, perusahaan mencatatkan perolehan sebesar 3,44% pada tahun
     2021 hingga sebesar 4,74% pada tahun 2024. Menggunakan proksi pendapatan berbanding
     ekuitas, perusahaan mencatatkan perolehan sebesar 14,44% pada tahun 2021 hingga sebesar
     19,91% pada tahun 2023 selama 5 tahun.

     Tabel 28. Rasio Keuangan dan Kesehatan ASF
       Rasio Keuangan dan Kesehatan
                                        2021         2022         2023         2024         2025
                 Perusahaan
      Financing to asset ratio           94.17%       93.05%       93.69%       93.53%       94.27%
      Rasio saldo piutang
      pembiayaan neto terhadap total   132.04%       127.43%      127.09%      129.40%      132.75%
      pendanaan yang diterima
      Rasio saldo piutang
      pembiayaan untuk pembiayaan
      investasi dan modal kerja          26.43%       28.53%       27.16%       28.19%       29.87%
      dibandingkan dengan total
      saldo piutang pembiayaan
      Rasio piutang pembiayaan
                                          0.99%        0.46%        0.50%        0.49%        0.30%
      bermasalah (NPF) - bersih
      Rasio permodalan                   30.50%       29.18%       29.33%       32.13%       34.82%
      Rasio ekuitas terhadap modal
                                       264.20%       294.54%      318.71%      352.07%      385.81%
      disetor
      Gearing Ratio                       3,00X         3,15X        3,13X        2,86X        2,65X
     Sumber: Laporan Keuangan ASF 2021-2025


     Pada rasio keuangan dan tingkat kesehata perusahaan, perusahaan mencatatkan pemenuhan
     ketentuan regulator dan pemenuhan tingkat kesehatan perusahaan yang diatur pada POJK No.
     35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang berkaitan
     dengan ketentuan pemenuhan gearing ratio, rasio Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding
     Principal) untuk Pembiayaan Investasi dan Pembiayaan Modal Kerja dibandingkan dengan total
     Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal), pemenuhan ekuitas, rasio Ekuitas terhadap
     Modal Disetor, rasio permodalan, dan pemenuhan ketentuan lainnya yang diatur pada POJK No.
     35/POJK.05/2018.


Halaman 52                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 54
      Secara keseluruhan, hasil analisis rasio keuangan dan kesehatan perusahaan ASF selama periode
      2021–2025 menunjukkan bahwa perusahaan memenuhi ketentuan yang diatur dalam POJK No.
      35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Indikator kinerja
      keuangan dan pemenuhan regulasi terkait perusahaan pembiayaan dapat menjadi salah satu
      proksi kemampuan melunasi pinjaman terkait rencana transaksi.

3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal

      Terdapat dampak pada Perseroan jika pinjaman yang diberikan ASF tidak dapat dilunasi atau
      mengalami kegagalan. Tidak dilunasinya pinjaman oleh ASF akan menghilangkan potensi
      pendapatan bunga yang akan diterima dan menghilangkan hak penerimaan pokok atas
      pinjaman. Hal tersebut berdampak pada penurunan proyeksi laba rugi dan penurunan proyeksi
      perolehan kas perusahaan.

      Tabel 29. Analisis Cash Management
                                                                                (dalam juta Rupiah)
                           Analisis Cash Management                        31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas Perseroan                                                    26.570.772
       Nilai Rencana Transaksi                                                            300.000
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                   1,13%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Merujuk pada analisis cash management, rasio nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara
      kas Perseroan per tanggal Pendapat Kewajaran adalah sebesar 1,13% sehingga dampak yang
      timbul jika terjadi gagal bayar tidak akan mengganggu aktivitas operasional perusahaan secara
      keseluruhan.

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, penyaluran dana dalam
      Rencana Transaksi antara Perseroan dan ASF dilakukan untuk mendukung pembiayaan
      pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan. Dengan demikian, penyaluran fasilitas pinjaman
      kepada ASF pada dasarnya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan atas penjualan alat
      berat Perseroan.

      Sementara itu, atas dana yang telah disalurkan kepada ASF dan dalam hal terjadi gagal bayar
      dari konsumen ASF, maka ASF akan tetap melakukan proses penagihan kepada konsumen sesuai
      dengan mekanisme dan prosedur pembiayaan yang berlaku. Lebih lanjut, mengingat hubungan
      antara Perseroan dan ASF merupakan hubungan afiliasi, Manajemen Perseroan memiliki
      keyakinan terhadap kelancaran pembayaran kewajiban ASF atas Rencana Transaksi ini.

3.2   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

3.2.1 Kinerja Historis

      Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
      perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya Rencana Transaksi. Analisis
      ini memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta
      kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.




Halaman 53                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 55
     Kinerja Historis Perseroan

     • Laporan Keuangan

        Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
        Perseroan periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

        Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
        keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
        Arus Kas pada masing-masing periode.

        Laporan Posisi Keuangan

        Tabel 30. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025
                                                                           (dalam miliar Rupiah)
                                           Audited    Audited    Audited    Audited    Audited
         Laporan Posisi Keuangan
                                           Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
         Aset
         Aset Lancar
         Kas dan Setara Kas                  33.322     38.282     18.597     25.093     26.571
         Piutang Usaha
         Pihak Ketiga                        11.640     17.118     18.953     18.918     18.560
         Pihak Berelasi                        512        515       1.321      1.071      1.358
         Piutang Non Usaha
         Pihak Ketiga                          904       1.042       833        780        493
         Pihak Berelasi                        964        973       1.208      1.383      1.203
         Persediaan                           9.454     15.390     17.184     16.994     16.730
         Proyek dalam Pelaksanaan                 0          0          0       159         29
         Pihak Ketiga                           59         37        111           0          0
         Pihak Berelasi                           0          0                     0          0
         Pajak Dibayar Dimuka
         Pajak Penghasilan Badan              1.145       806        910        782       1.654
         Pajak Lain-lain                      1.753      3.412      2.197      2.939      3.644
         Uang Muka dan Biaya Dibayar
                                               775       1.256      1.103      1.470      1.543
         Dimuka
         Aset Lancar Lain-lain                  77         99        249        391        357
         Total Aset Lancar                   60.604     78.930     62.667     69.979     72.141


         Aset Tidak Lancar
         Kas dan Deposito Berjangka Yang
                                               776        519        561        629        788
         Dibatasi Penggunaannya
         Piutang Usaha
         Pihak Ketiga                           56           0       108        477        453
         Pihak Berelasi                           0                   17         18         19
         Piutang Non Usaha
         Pihak Ketiga                          385        458        312        180         88
         Pihak Berelasi                       2.087      2.811      2.868      3.407      3.104
         Persediaan                            206        255         82         99        106
         Pajak Dibayar Dimuka


Halaman 54                                            00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 56
                                            Audited    Audited    Audited    Audited    Audited
         Laporan Posisi Keuangan
                                            Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
         Pajak Penghasilan Badan                 19           9        76        792       1.447
         Pajak Lain-Lain                        222        266       1.732      1.913      1.650
         Uang Muka Dan Biaya Dibayar
                                                109        569       1.299       428        794
         Dimuka
         Investasi Pada Entitas Asosiasi
         Investments In Associates Dan         2.517      5.146     14.853     17.822     17.224
         Ventura Bersama
         Investasi Jangka Panjang               764       1.114      1.243      1.376      3.176
         Aset Tetap                           20.457     23.678     36.002     40.952     45.297
         Properti Pertambangan                11.925     11.905     17.846     15.712     14.809
         Properti Investasi                     222        222        228        216        244
         Beban Eksplorasi dan
                                               2.162      2.389      2.374      2.494      2.769
         Pengembangan Tangguhan
         Aset Tambang Berproduksi              4.456      4.836      4.489      4.216      3.958
         Beban Tangguhan                        917       1.715      1.449      1.301      1.169
         Aset Pajak Tangguhan                  2.250      2.981      3.537      4.021      4.891
         Goodwill                              2.428      2.676      2.287      3.448      3.511
         Total Aset Tidak Lancar              51.957     61.548     91.361     99.501    105.496
         Total Aset                          112.561    140.478    154.028    169.481    177.637


         Liabilitas
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Usaha
         Pihak Ketiga                         14.299     24.591     28.883     28.749     29.095
         Pihak Berelasi                         219        258        228        236        214
         Utang Non-Usaha
         Pihak Ketiga                           389        508        604        863       1.133
         Pihak Berelasi                          51         76         52         70         88
         Utang Pajak
         Pajak Penghasilan Badan               1.868      2.940      2.390      1.042       826
         Pajak Lain-Lain                        378        642        779        478        585
         Akrual                                5.188      8.856      6.569      6.787      6.693
         Uang Muka Pelanggan
         Pihak Ketiga                           774        784        691       1.004       857
         Pihak Berelasi                          11        111         53         46         44
         Pendapatan Tangguhan                   440        600        705        972       1.021
         Liabilitas Imbalan Kerja               633        658        791        852       1.054
         Pinjaman Bank Jangka Pendek            175       1.029       294        402        560
         Bagian Jangka Pendek Dari Utang
         Jangka Panjang
         Pinjaman Bank                         5.351                     8      2.294      9.683
         Liabilitas Sewa                        651        940        989        907        801
         Pinjaman Lain-Lain                      29         19           3       600        560
         Pinjaman Bank Jangka Pendek Dari
         Liabilitas Keuangan Jangka              32         29                      0          0
         Panjang Lain-Lain
         Total Liabilitas Jangka Pendek       30.489     42.037     43.038     45.303     53.213



Halaman 55                                             00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 57
                                                Audited    Audited     Audited     Audited     Audited
         Laporan Posisi Keuangan
                                                Des 2021   Des 2022    Des 2023    Des 2024    Des 2025
         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas Pajak Tangguhan                3.165      3.241       4.462       4.022       3.768
         Provisi Rehabilitasi, Reklamasi, dan
                                                    634         794         865       1.029       1.155
         Penutupan Tambang
         Liabilitas Imbalan Kerja                  3.316      3.708       4.047       4.989       5.498
         Utang Jangka Panjang, Setelah
         Dikurangi Bagian Jangka Pendek
         Pinjaman Bank                             2.497          0      16.573      14.862       6.055
         Liabilitas Sewa                            462         897         842         758         976
         Pinjaman Lain-Lain                          22         117         165         343         282
         Liabilitas Keuangan Jangka
                                                    154         169           0           0       3.555
         Panjang Lain-Lain
         Total Liabilitas Jangka Panjang          10.249      8.927      26.954      26.003      21.288
         Total Liabilitas                         40.739     50.964      69.993      71.305      74.501


         Ekuitas
         Ekuitas Yang Diatribusikan Kepada
         Entitas Induk
         Modal Disetor                              933         933         933         933         933
         Tambahan Modal Disetor                    9.704      9.704       9.704       9.704       9.704
         Saham Tresuri                                 0     (3.191)     (3.191)     (3.191)     (4.902)
         Saldo Laba
         Dicadangkan                                187         187         187         187         187
         Belum Dicadangkan                        56.487     71.137      66.685      77.976      85.548
         Selisih Kurs Dari Penjabaran
                                                   2.712      5.962       5.188       7.399       9.227
         Laporan Keuangan
         Cadangan Lindung Nilai                    (818)        612         549         745      (2.065)
         Cadangan Penyesuaian Nilai Wajar
                                                     20          20          20          19          19
         Aset Tetap
         Transaksi Dengan Kepentingan
                                                   (664)      (664)       (824)       (824)       (876)
         Nonpengendali
         Total Ekuitas Yang Diatribusikan
                                                  68.560     84.698      79.251      92.947      97.774
         Kepada Entitas Induk
         Kepentingan Nonpengandali                 3.263      4.816       4.785       5.228       5.363
         Total Ekuitas                            71.823     89.514      84.036      98.175     103.136
         Total Liabilitas Dan Ekuitas            112.561    140.478     154.028     169.481     177.637
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        4,45% . Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp60.604 miliar. Pada tahun 2022 aset
        lancar mengalami peningkatan sebesar 30,24% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp78.930 miliar. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 20,60% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp62.667 miliar. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
        peningkatan sebesar 11,67% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.979 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 3,09% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp72.141miliar.

Halaman 56                                                 00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 58
        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR
        sebesar 19,37% . Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp51.957 miliar. Pada
        tahun 2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 18,46% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp61.548 miliar. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 48,44% secara year on year atau tercatat sebesar Rp91.361 miliar. Pada
        tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,91% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp99.501 miliar. Serta Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 6,02% secara year on year atau tercatat sebesar Rp105.496 miliar.

        Total Aset

        Pertumbuhan total aset Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya dengan rata-
        rata CAGR sebesar 12,08%. Pada tahun 2021 total aset tercatat sebesar Rp112.561 miliar.
        Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 24,80% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp140.478 miliar. Pada Tahun 2023 total aset mengalami peningkatan
        sebesar 9,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp154.028 miliar. Pada tahun 2024
        total aset mengalami peningkatan sebesar 10,03% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp169.481 miliar. Serta Pada tahun 2025 total aset mengalami peningkatan sebesar 4,81%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp177.637 miliar.

        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 14,94%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp30.489
        miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 37,88%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.037 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
        pendek mengalami peningkatan sebesar 2,38% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp43.038 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
        5,26% secara year on year atau tercatat sebesar Rp45.303 miliar. Serta Pada tahun 2025
        liabiitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 17,46% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp53.213 miliar.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 20,05%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp10.249
        miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 12,90%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.927 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
        panjang mengalami peningkatan sebesar 201,94% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp26.954 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar
        3,53% secara year on year atau tercatat sebesar Rp26.003 miliar. Serta Pada tahun 2025
        liabiitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 18,13% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp21.288 miliar.



Halaman 57                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 59
        Total Liabilitas

        Pertumbuhan total liabilitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata
        CAGR sebesar 16,29%. Pada tahun 2021 total liabilitas tercatat sebesar Rp40.739 miliar. Pada
        tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 25,10% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp50.964 miliar. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami peningkatan
        sebesar 37,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.993 miliar. Pada tahun 2024
        total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 1,88% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp71.305 miliar. Serta Pada tahun 2025 total liabiitas mengalami peningkatan sebesar 4,48%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp74.501 miliar.

        Total Ekuitas

        Pertumbuhan total ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        9,47%. Pada tahun 2021 total ekuitas tercatat sebesar Rp71.823 miliar. Pada tahun 2022 total
        ekuitas mengalami peningkatan sebesar 24,63% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp89.514 miliar. Pada Tahun 2023 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 6,12% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp84.036 miliar. Pada tahun 2024 total ekuitas mengalami
        peningkatan sebesar 16,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp98.175 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,05% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp103.136 miliar.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 31. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                        Audited     Audited      Audited      Audited      Audited
              Laporan Laba Rugi
                                        Des 2021    Des 2022    Des 2023     Des 2024     Des 2025
         Pendapatan bersih                79.461     123.607      128.583      134.427         131.301
         Beban pokok pendapatan          (59.796)    (88.849)     (92.797)    (100.595)    (101.597)
         Laba bruto                       19.665      34.759       35.786       33.832          29.704
         Beban penjualan                  (1.126)     (1.065)      (1.321)      (1.056)         (1.598)
         Beban umum dan
                                          (3.664)     (4.561)      (4.742)      (5.594)         (6.040)
         administrasi
         Beban lain-lain, bersih            (980)       (561)        (885)        (421)          (256)
         Penghasilan keuangan                872         998        1.127        1.150           1.244
         Biaya keuangan                     (754)       (760)      (1.879)      (2.651)         (2.626)
         Bagian atas laba bersih
         entitas asosiasi dan ventura        449         636          635          637           (246)
         bersama
         Laba sebelum pajak
                                          14.462      29.446       28.720       25.897          20.182
         penghasilan
         Beban pajak penghasilan          (3.854)     (6.452)      (6.590)      (5.779)         (5.005)
         Laba tahun berjalan              10.608      22.994       22.130       20.119          15.177
         Laba bersih                      10.280      21.005       20.612       19.531          14.810
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025




Halaman 58                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 60
        Pendapatan Bersih

        Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 13,38%. Pada tahun 2021 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp79.461 miliar. Pada
        tahun 2022 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 55,56% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp123.607 miliar. Pada tahun 2023 pendapatan bersih mengalami
        peningkatan sebesar 4,03% secara year on year atau tercatat sebesar Rp128.583 miliar. Pada
        tahun 2024 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar negatif 4,54% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp134.427 miliar. Serta Pada tahun 2025 pendapatan bersih
        mengalami penurunan sebesar 2,33% secara year on year atau tercatat sebesar Rp131.301
        miliar.
        Laba Bruto

        Pertumbuhan laba bruto Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        10,86%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp19.665 miliar. Pada tahun 2022 laba
        bruto mengalami peningkatan sebesar 76,75% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp34.759 miliar. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 2,96% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp35.786 miliar. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
        penurunan sebesar 5,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.832 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 12,20% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp29.704 miliar.

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan Perseroan selama periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 8,69%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
        Rp14.462 miliar. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
        sebesar 103,61% secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.446 miliar. Pada tahun 2023
        laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 2,46% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp28.720 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan
        mengalami penurunan sebesar 9,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp25.897
        miliar. Serta Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar
        22,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.182 miliar.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 9,37%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp10.608 miliar.
        Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 116,75% secara year
        on year atau tercatat sebesar Rp22.994 miliar. Pada tahun 2023 laba tahun berjalan
        mengalami penurunan sebesar 3,76% secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.130
        miliar. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 9,09% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp20.119 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba tahun berjalan
        mengalami penurunan sebesar 24,56% secara year on year atau tercatat sebesar Rp15.177
        miliar.




Halaman 59                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 61
        Laba Bersih

        Pertumbuhan laba bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        9,56%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp10.280 miliar. Pada tahun 2022 laba
        bersih mengalami peningkatan sebesar 104,34% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp21.005 miliar. Pada tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar 1,87% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp20.612 miliar. Pada tahun 2024 laba bersih mengalami
        penurunan sebesar 5,24% secara year on year atau tercatat sebesar Rp19.531 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar 24,17% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp14.810 miliar.

        Laporan Arus Kas

        Tabel 32. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
              Laporan Arus Kas
                                        Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
         Arus kas dari aktivitas
         operasi
         Penerimaan dari pelanggan        77.191        118.488        125.717        134.591        130.663
         Pembayaran kepada
                                         (43.653)       (70.639)       (79.769)       (83.213)       (84.052)
         pemasok dan lain-lain
         Pembayaran kepada
                                          (8.375)        (9.307)       (10.881)       (12.232)       (12.574)
         karyawan
         Kas yang dihasilkan dari
                                          25.163         38.542         35.068         39.146         34.037
         operasi
         Pembayaran biaya
                                            (753)          (724)        (2.098)        (2.758)        (2.558)
         keuangan
         Penerimaan bunga                    747            822            952            978          1.112
         Pembayaran pajak
                                          (2.826)        (6.560)        (8.886)        (8.791)        (7.502)
         penghasilan badan
         Penerimaan dari kelebihan
                                             749            288          1.126          1.088          1.833
         pembayaran pajak lain-lain
         Penerimaan dari kelebihan
         pembayaran pajak                    205            523            186            381            222
         penghasilan badan
         Arus kas bersih yang
         diperoleh dari aktivitas         23.285         32.892         26.347         30.045         27.143
         operasi


         Arus kas dari aktivitas
         investasi
         Perolehan aset tetap             (2.654)        (7.768)       (18.012)       (12.212)       (12.975)
         Perolehan properti investasi              -              -              -              -              -
         Pembayaran beban
         eksplorasi dan                     (407)          (397)          (331)          (313)          (350)
         pengembangan tangguhan
         Pembayaran aset tambang
                                            (315)          (435)          (327)          (442)          (223)
         berproduksi
         Pembayaran beban
                                             (50)        (1.151)           (85)           (64)           (90)
         tangguhan



Halaman 60                                                  00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 62
                                        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
              Laporan Arus Kas
                                        Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
         Uang muka perolehan aset
                                             (79)          (686)          (476)          (719)          (552)
         tetap
         Uang Muka Perolehan
                                                   -              -       (804)                 -              -
         Saham
         Penambahan investasi pada
         entitas asosiasi dan ventura         (0)          (264)        (9.377)        (1.464)          (207)
         bersama
         Penambahan investasi
                                            (114)                 -              -              -     (1.500)
         jangka panjang
         Akuisisi entitas anak                                          (4.331)           (83)          (500)
         Penerimaan dari penjualan
                                             280            341            143            420            456
         aset tetap
         Penerimaan dari penjualan
                                                   -              -              -              -        564
         Entitas Anak
         Penambahan pinjaman
                                          (1.179)        (1.336)        (1.533)        (1.662)          (726)
         kepada pihak berelasi
         Penambahan pinjaman
                                            (492)          (503)          (430)          (338)          (111)
         kepada pihak ketiga
         Penerimaan dari pinjaman
                                           1.055            932          1.415          1.321          2.001
         kepada pihak berelasi
         Penerimaan dari pinjaman
                                             486            427            434            410            466
         kepada pihak ketiga
         Penarikan kas dan deposito
         yang dibatasi                       272            317                  -              -              -
         penggunaannya
         Penerimaan dividen                   39            124            273            943            302
         Arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas        (3.159)       (10.401)       (33.440)       (14.203)       (13.446)
         investasi


         Arus kas dari aktivitas
         pendanaan
         Penerimaan pinjaman bank
                                             481            888            162          1.078          1.269
         jangka pendek
         Penerimaan pinjaman bank
                                                   -              -     19.630          5.656          8.220
         jangka Panjang
         Pembayaran pinjaman bank
                                          (1.007)           (90)          (260)          (977)        (1.115)
         jangka pendek
         Pembayaran pinjaman bank
                                          (2.508)        (8.216)        (3.650)        (5.529)       (10.005)
         jangka panjang
         Pembayaran pokok liabilitas
                                          (1.060)          (962)        (1.106)        (1.149)        (1.168)
         sewa
         Penerimaan Pinjaman Lain-
                                                   -        114             51          3.037          1.639
         lain
         Pembayaran pinjaman lain-
                                             (53)           (29)           (19)        (3.164)        (1.742)
         lain
         Penambahan modal dari
                                                   -         18             37                 2              9
         kepentingan nonpengendali
         Penerimaan dari Pelepasan
         Kepentingan pada Entitas                  -              -         15                  -              -
         Anak




Halaman 61                                                  00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 63
                                          Audited       Audited        Audited        Audited        Audited
              Laporan Arus Kas
                                       Des 2021         Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
         Pembayaran untuk akuisisi
         kepentingan nonpengendali              (20)               -        (51)                 -              -
         pada entitas anak
         Pembayaran untuk
                                                    -     (3.191)                 -              -     (1.590)
         pembelian saham tresuri
         Pembayaran dividen
         kepada:
         Pemilik Entitas Induk               (3.013)      (6.365)       (25.001)        (8.118)        (7.446)
         Kepentingan Nonpengendali            (239)         (819)        (2.038)          (304)          (542)
         Arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas           (7.420)     (18.653)       (12.230)        (9.468)       (12.470)
         pendanaan


         Kenaikan bersih kas dan
                                          12.706         3.837     (19.323)        6.374      1.228
         setara kas
         Kas dan setara kas pada
                                          20.499        33.322       38.282      18.597      25.093
         awal tahun
         Dampak perubahan selisih
         kurs terhadap kas dan                117        1.123         (362)         122        251
         setara kas
         Kas dan setara kas pada
                                          33.322        38.282       18.597      25.093      26.571
         akhir tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Arus Kas dari Aktivitas Operasi

        Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas
        dari kegiatan usaha utamanya. Sepanjang periode 2021 hingga 2022, arus kas dari aktivitas
        operasi menunjukkan tren peningkatan.

        Pada tahun 2021 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp23.285 miliar. Pada tahun
        2022 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp32.892 miliar. Pada tahun 2023 arus
        kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp26.347 miliar. Pada tahun 2024 arus kas dari
        aktivitas operasi tercatat sebesar Rp30.045 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025 arus
        kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp27.143 miliar.

        Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

        Sepanjang periode 2021 hingga 2023, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan menunjukkan
        tren peningkatan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan perolehan aset tetap, penambahan
        investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama serta penambahan pinjaman kepada
        pihak berelasi.

        Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp3.159 miliar. Pada tahun
        2022 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp10.401 miliar. Pada tahun 2023 arus
        kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp33.440 miliar. Pada tahun 2024 arus kas untuk
        aktivitas investasi tercatat sebesar Rp14.203 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025
        arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp13.446 miliar.




Halaman 62                                                   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 64
        Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

        Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan mengalami penurunan dan peningkatan yang
        fluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain,
        pembayaran pinjaman bank jangka pendek, pembayaran pinjaman bank jangka panjang,
        pembayaran pokok liabilitas sewa serta pembayaran dividen.

        Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.420 miliar. Pada
        tahun 2022 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18.653 miliar. Pada tahun
        2023 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.230 miliar. Pada tahun 2024
        arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp9.468 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.470 miliar.

        Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas

        Kenaikan bersih kas dan setara kas Perseroan mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi
        setiap tahunnya sejalan dengan perubahan pada arus kas operasional, investasi, dan
        pendanaan.

        Pada tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12.706 miliar. Pada
        tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp3.837 miliar. Pada tahun
        2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif Rp 19.323 miliar. Pada tahun
        2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.374 miliar. Serta pada periode
        31 Desember 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1.228 miliar.



        Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun

        Berdasarkan laporan arus kas Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 30 Juni 2025,
        kas dan setara kas pada akhir tahun menunjukkan fluktuasi seiring perubahan aktivitas
        operasi, investasi, dan pendanaan.

        PaPada tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami peningkatan sebesar
        sebesar Rp33.322 miliar. Pada tahun 2022 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami
        peningkatan sebesar Rp38.282 miliar. Pada tahun 2023 kas dan setara kas pada akhir tahun
        mengalami penurunan sebesar Rp18.597 miliar. Pada tahun 2024 kas dan setara kas pada
        akhir tahun mengalami peningkatan sebesar Rp25.093 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 26.571
        miliar.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:




Halaman 63                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 65
             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 33. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan          Des 2021       Des 2022    Des 2023    Des 2024   Des 2025
              Total Aset Lancar                     53,84%         56,19%      40,69%      41,29%     40,61%
              Total Aset Tidak Lancar               46,16%         43,81%      59,31%      58,71%     59,39%
              Total Aset                           100,00%        100,00%     100,00%     100,00%    100,00%
              Total Liabilitas Jangka Pendek        27,09%         29,92%      27,94%      26,73%     29,96%
              Total Liabilitas Jangka Panjang           9,11%       6,35%      17,50%      15,34%     11,98%
              Total Liabilitas                      36,19%         36,28%      45,44%      42,07%     41,94%
              Total Ekuitas                         63,81%         63,72%      54,56%      57,93%     58,06%
              Total Liabilitas dan Ekuitas         100,00%        100,00%     100,00%     100,00%    100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025,
             rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 46,52% lebih kecil
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset
             sebesar 53,48%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset
             sebesar 40,61%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar 59,39%.

             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 40,39% lebih kecil
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             59,61%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
             sebesar 41,94%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 58,06%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                 Laporan Laba Rugi           Des 2021      Des 2022      Des 2023       Des 2024    Des 2025
              Pendapatan bersih               100,00%       100,00%         100,00%      100,00%     100,00%
              Laba bruto                        24,75%          28,12%       27,83%       25,17%      22,62%
              Laba sebelum pajak
                                                18,20%          23,82%       22,34%       19,26%      15,37%
              penghasilan
              Laba tahun berjalan               13,35%          18,60%       17,21%       14,97%      11,56%
              Laba bersih                       12,94%          16,99%       16,03%       14,53%      11,28%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
             2025 adalah sebesar 25,70%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 22,62%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             19,80%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,37%.



Halaman 64                                                         00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 66
             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,14%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 11,56%.

             Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
             Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan proporsi
             laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
             11,28%.

     Kinerja Historis ASF

     • Laporan Keuangan

        Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
        ASF periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

        Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
        keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
        Arus Kas pada masing-masing periode.

        Laporan Posisi Keuangan

        Tabel 35. Laporan Posisi Keuangan ASF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                                      Audit       Audit       Audit       Audit       Audit
                            Keterangan
                                                      2021        2022        2023        2024        2025
         Aset
         Kas Dan Setara Kas - Pihak Ketiga              778         715         865         903         467
         Kas Dan Setara Kas - Pihak Berelasi                  -           -      25          47         231
         Piutang Pembiayaan Konsumen - Pihak Ketiga
                                                      26.442      29.587      31.526      31.695      32.808
         (Bersih)
         Piutang Pembiayaan Konsumen - Pihak
                                                         39               9           2           2           2
         Berelasi (Bersih)
         Piutang Pembiayaan Murabahah (Bersih)         1.505       1.475        703         333         151
         Pembiayaan Musyarakah (Bersih)                  67         104        1.079       1.626       1.880
         Investasi Bersih Dalam Sewa Pembiayaan -
                                                       2.529       3.554       3.876       4.565       4.954
         Pihak Ketiga
         Investasi Bersih Dalam Sewa Pembiayaan -
                                                         47               2           7           4           2
         Pihak Berelasi
         Tagihan Pembiayaan Anjak Piutang - Pihak
                                                         31          15          50          14          14
         Ketiga
         Tagihan Pembiayaan Anjak Piutang - Pihak
                                                              -           -           -      72          34
         Berelasi
         Piutang Lain-Lain - Pihak Ketiga               325         426         589         636         687
         Piutang Lain-Lain - Pihak Berelasi                   2           2           2      47               8
         Beban Dibayar Dimuka - Pihak Ketiga             33          39          81          89          69
         Beban Dibayar Dimuka - Pihak Berelasi                9           7           6           8           9
         Aset Derivatif                                  27         549         225         178          65
         Aset Pajak Tangguhan - Bersih                  227         258         183         276         236
         Investasi Pada Entitas Asosiasi                319         344         367         378         411
         Aset Tetap Dan Aset Hak Guna - Bersih          240         250         265         256         237


Halaman 65                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 67
                                                      Audit       Audit       Audit       Audit       Audit
                                Keterangan
                                                      2021        2022        2023        2024        2025
         Jumlah Aset                                  32.620      37.336      39.851      41.129      42.265
         Liabilitas
         Utang Penyalur Kendaraan - Pihak Ketiga         22          24               -      10               2
         Utang Penyalur Kendaraan - Pihak Berelasi       12               -           -      68          15
         Utang Lain-Lain - Pihak Ketiga                 523         516         341         289         191
         Utang Lain-Lain - Pihak Berelasi                82         133          92          71          58
         Akrual - Pihak Ketiga                          246         234         268         221         216
         Liabilitas Pajak - Pph Badan                   181         204         115         232         145
         Liabilitas Pajak - Pajak Lainnya                20          25          32          39          36
         Liabilitas Derivatif                           182          17          46               2           7
         Pinjaman - Pihak Ketiga                      13.951      17.503      19.293      19.166      18.610
         Pinjaman - Pihak Berelasi                      133         177         296         221         172
         Surat Berharga Yang Diterbitkan - Obligasi    9.163       9.586       9.762      10.219      11.234
         Imbalan Kerja                                  342         265         233         253         245
         Jumlah Liabilitas                            24.857      28.684      30.478      30.791      30.931
         Ekuitas
         Modal Saham                                    950         950         950         950         950
         Agio Saham                                    1.987       1.987       1.987       1.987       1.987
         Saldo Laba - Telah Ditentukan                        1           1           1     190         190
         Saldo Laba - Belum Ditentukan                 4.877       5.733       6.432       7.222       8.223
         Cadangan Lindung Nilai Arus Kas                (52)        (19)              3     (11)        (16)
         Jumlah Ekuitas                                7.763       8.652       9.373      10.338      11.334
         Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas                 32.620 37.336 39.851 41.129                    42.265
        Sumber: Laporan Keuangan Audit ASF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Jumlah Aset

        Pertumbuhan jumlah aset ASF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
        6,69%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar Rp32.620miliar. Pada tahun 2022
        jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 14,46% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp37.336miliar. Pada Tahun 2023 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 6,74% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp39.851miliar. Pada tahun 2024 jumlah aset mengalami
        peningkatan sebesar 3,21% secara year on year atau tercatat sebesar Rp41.129miliar. Pada
        tahun 2025 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 2,76% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp42.265miliar.

        Jumlah Liabilitas

        Pertumbuhan jumlah liabilitas ASF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata CAGR sebesar
        5,62%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp24.857 miliar. Pada tahun 2022
        jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 15,40% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp28.684 miliar. Pada Tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar
        6,25% secara year on year atau tercatat sebesar Rp30.478 miliar. Pada tahun 2024 jumlah
        liabilitas mengalami peningkatan sebesar 1,03% secara year on year atau tercatat sebesar



Halaman 66                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 68
        Rp30.791 miliar. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar 0,45%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp30.931 miliar.

        Jumlah Ekuitas

        Pertumbuhan jumlah ekuitas ASF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkatan dengan rata-rata CAGR sebesar
        9,92%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp7.763 miliar. Pada tahun 2022
        jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 11,45% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp8.652 miliar. Pada Tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar
        8,33% secara year on year atau tercatat sebesar Rp9.373 miliar. Pada tahun 2024 penjualan
        mengalami peningkatan sebesar 10,30% secara year on year atau tercatat sebesar Rp10.338
        miliar. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 9,63% secara year
        on year atau tercatat sebesar Rp11.334 miliar.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 36. Laporan Laba Rugi ASF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                         (dalam miliar Rupiah)
                                                        Audit       Audit       Audit       Audit       Audit
                              Keterangan
                                                        2021        2022        2023        2024        2025
         Pendapatan
         Pembiayaan Konsumen                             4.498       4.944       5.487       5.590       5.338
         Marjin Murabahah                                  335         251         201          95          62
         Sewa Pembiayaan                                   293         402         508         562         652
         Bagi Hasil Musyarakah                                  8       17          57         190         253
         Pembiayaan Anjak Piutang                               7           3           2           5           6
         Bunga Bank                                         15          15          17          15          15
         Lain-Lain - Bersih                                399         399         364         301         313
         Jumlah Pendapatan - Bersih                      5.555       6.031       6.636       6.758       6.639
         Beban
         Beban Bunga Dan Keuangan                       (1.601)     (1.533)     (1.845)     (1.971)     (2.006)
         Beban Usaha                                    (1.031)     (1.083)     (1.274)     (1.334)     (1.379)
         Beban Pajak Final                                  (3)         (3)         (3)         (3)         (3)
         Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai            (1.471)     (1.545)     (1.128)      (998)       (748)
         Penyisihan/(Pemulihan) Kpn Piutang Lain-Lain      (46)         16         (30)         23         (22)
         Jumlah Beban                                   (4.152)     (4.148)     (4.280)     (4.283)     (4.158)
         Laba Sebelum Bagian Laba Bersih Entitas
                                                         1.403       1.883       2.356       2.475       2.481
         Asosiasi & Pajak
         Bagian Laba Bersih Entitas Asosiasi                37          40          40          28          44
         Laba Sebelum Pajak Penghasilan                  1.440       1.923       2.396       2.503       2.525
         Pajak Penghasilan
         Beban Pajak Penghasilan                         (319)       (423)       (530)       (554)       (557)
         Laba Bersih                                     1.121    1.500     1.866    1.949               1.968
        Sumber: Laporan Keuangan Audit ASF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Pendapatan Bersih

        Pertumbuhan pendapatan bersih ASF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar

Halaman 67                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 69
        4,56%. Pada tahun 2021 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp5.555 miliar. Pada tahun 2022
        pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 8,57% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp6.031 miliar. Pada Tahun 2023 pendapatan bersih mengalami peningkatan
        sebesar 10,03% secara year on year atau tercatat sebesar Rp6.636 miliar. Pada tahun 2024
        pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 1,84% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp6.758 miliar. Pada tahun 2025 pendapatan bersih mengalami penurunan sebesar
        1,76% secara year on year atau tercatat sebesar Rp6.639 miliar.

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan ASF selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 15,07%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
        Rp1.440 miliar. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
        sebesar 33,54% secara year on year atau tercatat sebesar Rp1.923 miliar. Pada Tahun 2023
        laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 24,60% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp2.396 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan
        mengalami peningkatan sebesar 4,47% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.503
        miliar. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar
        0,88% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.525 miliar.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan ASF selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        XXX. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp1.121 miliar. Pada tahun 2022
        laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 33,81% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp1.500 miliar. Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami peningkatan
        sebesar 24,40% secara year on year atau tercatat sebesar Rp1.866 miliar. Pada tahun 2024
        laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 4,45% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp1.949 miliar. Pada tahun 2025 laba tahun berjalan mengalami peningkatan
        sebesar 0,97% secara year on year atau tercatat sebesar Rp1.968 miliar.

        Laporan Arus Kas

        Tabel 37. Laporan Arus Kas ASF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                         (dalam miliar Rupiah)
                                                      Audit     Audit     Audit     Audit    Audit
                             Keterangan
                                                      2021      2022      2023      2024     2025
         Arus Kas Bersih - Aktivitas Operasi            (146)   (2.619)   (1.817)     712      265
         Arus Kas Bersih - Aktivitas Investasi           (53)      (59)      (82)     (45)     (33)
         Arus Kas Bersih - Aktivitas Pendanaan           235     2.615     2.074     (607)    (484)
         (Penurunan)/Kenaikan Bersih Kas Dan Setara
                                                          36       (63)      175       60     (252)
         Kas
         Kas dan Setara Kas Awal Tahun                   742       778       715      890      950
         Kas Dan Setara Kas Akhir Tahun                   778      715       890       950     698
        Sumber: Laporan Keuangan Audit ASF Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Berikut adalah macam-macam arus kas ASF berdasarkan data historis laporan keuangan
        ASF per 31 Desember 2025:



Halaman 68                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 70
        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional ASF per 31 Desember 2025
          adalah sebesar Rp265miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional ASF
          menghasilkan arus kas positif.
        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi ASF per 31 Desember 2025
          adalah sebesar negatif Rp33 miliar. Arus kas investasi bernilai negatif karena perusahaan
          melakukan investasi penambahan aset tetap.
        ▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan ASF per 31 Desember 2025
          adalah sebesar negatif Rp484 miliar. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena
          terdapat pembayaran pinjaman dan pembayaran pokok surat berharga diterbitkan.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 38. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan       2021       2022       2023        2024       2025
              Jumlah Aset                     100,00%    100,00%    100,00%     100,00%    100,00%
              Jumlah Liabilitas                76,20%     76,83%     76,48%      74,86%     73,18%
              Jumlah Ekuitas                   23,80%     23,17%     23,52%      25,14%     26,82%
              Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas   100,00%    100,00%    100,00%     100,00%    100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan ASF, berdasarkan analisis common size statement,
             selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-rata proporsi
             liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih besar sebesar 75,51% dibandingkan dengan
             rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar 24,49%. Pada periode 31
             Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset lebih besar sebesar 73,18%
             dibandingkan dengan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 26,82%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                  Laporan Laba Rugi Dan
                                               2021       2022       2023        2024       2025
                        Penghasilan
              Jumlah Pendapatan               100,00%    100,00%    100,00%     100,00%    100,00%
              Laba Sebelum Pajak
                                               25,92%     31,89%     36,11%      37,04%     38,03%
              Penghasilan
              Laba Tahun Berjalan              20,18%     24,87%     28,12%      28,84%     29,64%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             33,80%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 38,03%.



Halaman 69                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 71
             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 26,33%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 29,64%.

3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan

      Proyeksi penjualan Perseroan disusun spesifik terhadap tambahan penjualan alat berat yang
      didukung dari penyaluran pinjaman kepada ASF.

      Tabel 40. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi
             Periode            Jul-26         Aug-26         Sep-26         Oct-26        Nov-26         Dec-26
          Periode Start       01/07/2026     01/08/2026     01/09/2026     01/10/2026     01/11/2026    01/12/2026
           Periode End        31/07/2026     31/08/2026     30/09/2026     31/10/2026     30/11/2026    31/12/2026
       Total Penjualan Unit              0              1              0              2             2               3
       Total Pendapatan
       Penjualan (dalam                  0        1.523                0        1.523          1.523         2.216
       jutaan)
       Target Laba Bersih                0           152               0           152            152           222
      Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


      Tabel 41. Proyeksi Penjualan Setelah Rencana Transaksi (lanjutan)
             Periode            Jan-27         Feb-27         Mar-27         Apr-27        May-27         Jun-27
          Periode Start       01/01/2027     01/02/2027     01/03/2027     01/04/2027     01/05/2027    01/06/2027
           Periode End        31/01/2027     28/02/2027     31/03/2027     30/04/2027     31/05/2027    30/06/2027
       Total Penjualan Unit              6              9              6           11               7              10
       Total Pendapatan
       Penjualan (dalam           4.294          8.864          5.955         10.249         10.103        12.798
       jutaan)
       Target Laba Bersih        429               886            596          1.025          1.010         1.280
      Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


      Proyeksi terdiri dari tambahan jumlah penjualan unit, jenis unit alat berat, harga jual unit, total
      pendapatan, dan target laba bersih. Basis target laba bersih pada proyeksi diasumsikan sebesar
      10% dari total penjualan.

      Tabel 42. Margin Laba Bersih Perseroan
                  Keterangan                  2021            2022          2023           2024          2025
            Margin Laba Bersih                 12,94%         16,99%         16,03%         14,53%        11,28%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Secara historis, Perseroan mencatatkan margin laba bersih selama 5 tahun dengan rentan 11,28%
      pada tahun 2025 hingga sebesar 16,94% pada tahun 2022. Secara rata-rata, margin laba bersih
      Perseroan selama 5 tahun adalah sebesar 14,35%.

      Basis asumsi margin laba bersih sebesar 10% dari proyeksi tambahan penjualan diperoleh dari
      asumsi konservatif rata-rata margin laba bersih Perseroan periode 5 tahun sejak tahun 2021
      hingga 2025.




Halaman 70                                                        00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 72
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan

      Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - Perseroan

      Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
      laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
      laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
      Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
      keuangan Perseroan.

      Tabel 43. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
               Rasio Keuangan          Des 2021     Des 2022     Des 2023       Des 2024   Des 2025
       Rasio Profitabilitas (%)
       Gross Profit Margin                24,75%       28,12%          27,83%     25,17%      22,62%
       Operating Profit Margin            18,72%       23,57%          23,12%     20,22%      16,81%
       Net Profit Margin                  12,94%       16,99%          16,03%     14,53%      11,28%
       Return On Assets                    9,13%       14,95%          13,38%     11,52%       8,34%
       Return On Equity                   14,31%       23,47%          24,53%     19,89%      14,36%


       Rasio Likuiditas (X)
       Current Ratio                        1,99X        1,88X          1,46X      1,54X        1,36X
       Quick Ratio                          1,68X        1,51X          1,06X      1,17X        1,04X
       Cash Ratio                           1,09X        0,91X          0,43X      0,55X        0,50X


       Rasio Solvabilitas (X)
       Debt to Equity Ratio                 0,13X        0,03X          0,22X      0,21X        0,18X
       Debt to Assets Ratio                 0,08X        0,02X          0,12X      0,12X        0,11X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Rasio Profitabilitas

      Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
      operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
      perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

      1. Gross Profit Margin (GPM)

         Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
         bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
         perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021
         hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,70%, dan pada periode 31 Desember 2025
         tercatat sebesar 22,62%.

      2. Operating Profit Margin (OPM)

         Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
         menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
         rata rasio Operating Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31




Halaman 71                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 73
        Desember 2025 adalah sebesar 20,49%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
        sebesar 16,81%.

     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 11,28%.

     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 11,47%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 8,34%.

     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,31%, dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 14,36%.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar Perseroan
        selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,64 kali dan
        pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,36 kali.

     2. Quick Ratio

        Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
        lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
        kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
        adalah sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,04 kali.

     3. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
        adalah sebesar 0,70 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,50 kali.



Halaman 72                                             00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 74
     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:

     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
        oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,15 kali dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 0,18 kali.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
        ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas Perseroan selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,09 kali dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,11 kali.

     Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - ASF

     Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
     laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
     laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
     Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
     keuangan perusahaan.

     Tabel 44. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
              Rasio Keuangan          Des 2021     Des 2022     Des 2023     Des 2024     Des 2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Net Profit Margin                 20,18%       24,87%         28,12%     28,84%       29,64%
      Return On Assets                    3,44%        4,02%         4,68%       4,74%        4,66%
      Return On Equity                  14,44%       17,34%         19,91%     18,85%       17,36%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
     operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
     perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 26,33%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 29,64%.

     2. Return on Assets (ROA)



Halaman 73                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 75
        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 4,31%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 4,66%.

     3. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 17,58%, dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 17,36%.

     Tabel 45. Rasio Keuangan Dan Kesehatan Perusahaan
       Rasio Keuangan dan Kesehatan
                                         2021         2022          2023              2024        2025
                 Perusahaan
      Financing to asset ratio            94.17%       93.05%        93.69%           93.53%       94.27%
      Rasio saldo piutang
      pembiayaan neto terhadap total     132.04%     127.43%        127.09%       129.40%        132.75%
      pendanaan yang diterima
      Rasio saldo piutang
      pembiayaan untuk pembiayaan
      investasi dan modal kerja           26.43%       28.53%        27.16%           28.19%       29.87%
      dibandingkan dengan total
      saldo piutang pembiayaan
      Rasio piutang pembiayaan
                                           0.99%        0.46%         0.50%            0.49%        0.30%
      bermasalah (NPF) - bersih
      Rasio permodalan                    30.50%       29.18%        29.33%           32.13%       34.82%
      Rasio ekuitas terhadap modal
                                         264.20%     294.54%        318.71%       352.07%        385.81%
      disetor
      Gearing Ratio                          3,00         3,15         3,13             2,86            2,65
     Sumber: Informasi Laporan Keuangan ASF 2021-2025


     Secara keseluruhan, hasil analisis rasio keuangan dan kesehatan perusahaan ASF selama periode
     2021–2025 menunjukkan bahwa perusahaan memenuhi ketentuan yang diatur dalam POJK No.
     35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Pemenuhan ini
     tidak hanya bersifat formal-regulatoris, namun juga mencerminkan kinerja keuangan yang
     fundamental sehat.

3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi

     Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan
     keuangan pada pos-pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas
     Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 46. Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                                     Audited                                 Proforma
              Laporan Posisi Keuangan                                Penyesuaian
                                                31 Desember 2025                        31 Desember 2025
      Aset
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas                               26.570.772          (59.049)            26.511.723
      Piutang Usaha


Halaman 74                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 76
                                                        Audited                          Proforma
                   Laporan Posisi Keuangan                             Penyesuaian
                                                    31 Desember 2025                 31 Desember 2025
      Pihak Ketiga                                        18.559.795                       18.559.795
      Pihak Berelasi                                       1.357.868                        1.357.868
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                           492.811                          492.811
      Pihak Berelasi                                       1.203.084                        1.203.084
      Persediaan                                          16.729.809                       16.729.809
      Proyek dalam Pelaksanaan                                28.698                           28.698
      Pihak Ketiga
      Pihak Berelasi
      Pajak Dibayar Dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                              1.653.543                        1.653.543
      Pajak Lain-lain                                      3.643.857                        3.643.857
      Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka                   1.543.309                        1.543.309
      Aset Lancar Lain-lain                                  357.480                          357.480
      Total Aset Lancar                                   72.141.026      (59.049)         72.081.977


      Aset Tidak Lancar
      Kas dan deposito berjangka yang dibatasi
                                                             787.806                          787.806
      penggunaannya
      Piutang usaha
      Pihak Ketiga                                           453.411                          453.411
      Pihak Berelasi                                          18.957                           18.957
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                            88.336                           88.336
      Pihak Berelasi                                       3.103.936       59.049           3.162.985
      Persediaan                                             105.530                          105.530
      Pajak dibayar dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                              1.446.559                        1.446.559
      Pajak Lain-lain                                      1.650.429                        1.650.429
      Uang muka dan biaya dibayar dimuka                     793.619                          793.619
      Investasi pada entitas asosiasi Investments
                                                          17.223.562                       17.223.562
      in associates dan ventura bersama
      Investasi jangka panjang                             3.175.766                        3.175.766
      Aset tetap                                          45.296.550                       45.296.550
      Properti pertambangan                               14.809.384                       14.809.384
      Properti investasi                                     244.469                          244.469
      Beban eksplorasi dan pengembangan
                                                           2.768.518                        2.768.518
      tangguhan
      Aset tambang berproduksi                             3.958.340                        3.958.340
      Beban tangguhan                                      1.169.123                        1.169.123
      Aset pajak tangguhan                                 4.891.419                        4.891.419
      Goodwill                                             3.510.559                        3.510.559
      Total Aset Tidak Lancar                            105.496.273       59.049         105.555.322
      Total Aset                                         177.637.299            0         177.637.299


      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek


Halaman 75                                                  00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 77
                                                      Audited                           Proforma
                Laporan Posisi Keuangan                               Penyesuaian
                                                  31 Desember 2025                  31 Desember 2025
      Utang usaha
      Pihak Ketiga                                      29.095.249                        29.095.249
      Pihak Berelasi                                       213.679                           213.679
      Utang non-usaha
      Pihak Ketiga                                       1.132.969                         1.132.969
      Pihak Berelasi                                        87.548                            87.548
      Utang pajak
      Pajak Penghasilan Badan                              825.803                           825.803
      Pajak Lain-lain                                      584.846                           584.846
      Akrual                                             6.692.531                         6.692.531
      Uang muka pelanggan
      Pihak Ketiga                                         857.034                           857.034
      Pihak Berelasi                                        44.175                            44.175
      Pendapatan tangguhan                               1.021.152                         1.021.152
      Liabilitas imbalan kerja                           1.053.575                         1.053.575
      Pinjaman bank jangka pendek                          560.000                           560.000
      Bagian jangka pendek dari utang jangka
      panjang
      Pinjaman Bank                                      9.682.666                         9.682.666
      Liabilitas Sewa                                      801.430                           801.430
      Pinjaman Lain-lain                                   560.318                           560.318
      Pinjaman bank jangka pendek dari
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Lain-
      lain
      Total Liabilitas Jangka Pendek                    53.212.975             0          53.212.975


      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas pajak tangguhan                         3.768.016                         3.768.016
      Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
                                                         1.154.627                         1.154.627
      penutupan tambang
      Liabilitas imbalan kerja                           5.497.626                         5.497.626
      Utang jangka panjang, setelah dikurangi
      bagian jangka pendek
      Pinjaman Bank                                      6.054.620                         6.054.620
      Liabilitas Sewa                                      976.309                           976.309
      Pinjaman Lain-lain                                   281.698                           281.698
      Liabilitas keuangan jangka panjang lain-
                                                         3.555.105                         3.555.105
      lain
      Total Liabilitas Jangka Panjang                   21.288.001             0          21.288.001
      Total Liabilitas                                  74.500.976             0          74.500.976


      Ekuitas
      Ekuitas yang diatribusikan kepada entitas
      induk
      Modal Disetor                                        932.534                           932.534
      Tambahan Modal Disetor                             9.703.937                         9.703.937
      Saham Tresuri                                     (4.902.237)                       (4.902.237)
      Saldo Laba
      Dicadangkan                                          186.507                           186.507


Halaman 76                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 78
                                                      Audited                            Proforma
               Laporan Posisi Keuangan                                Penyesuaian
                                                 31 Desember 2025                   31 Desember 2025
      Belum Dicadangkan                                 85.547.627                          85.547.627
      Selisih kurs dari penjabaran Laporan
                                                         9.227.066                           9.227.066
      keuangan
      Cadangan lindung nilai                            (2.065.280)                         (2.065.280)
      Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                             19.386                             19.386
      tetap
      Transaksi dengan Kepentingan
                                                          (875.920)                          (875.920)
      Nonpengendali
      Total Ekuitas yang diatribusikan kepada
                                                        97.773.620              0           97.773.620
      entitas induk
      Kepentingan Nonpengandali                          5.362.703                           5.362.703


      Total Ekuitas                                    103.136.323              0         103.136.323
      Total Liabilitas dan Ekuitas                     177.637.299              0           177.637.299
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025

     Tabel 47. Proforma Laporan Laba Rugi Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                                                                            (dalam juta Rupiah)
                                                      Audited                            Proforma
                   Laporan Laba Rugi                                  Penyesuaian
                                                 31 Desember 2025                   31 Desember 2025
      Pendapatan bersih                                131.300.810                        131.300.810
      Beban pokok pendapatan                          (101.597.306)                      (101.597.306)
      Laba bruto                                        29.703.504              0           29.703.504
      Beban penjualan                                   (1.597.792)                         (1.597.792)
      Beban umum dan administrasi                       (6.040.414)                         (6.040.414)
      Beban lain-lain, bersih                             (256.226)                          (256.226)
      Penghasilan keuangan                               1.244.489                           1.244.489
      Biaya keuangan                                    (2.625.818)                         (2.625.818)
      Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
                                                          (245.576)                          (245.576)
      dan ventura bersama
      Laba sebelum pajak penghasilan                    20.182.167              0           20.182.167
      Beban pajak penghasilan                           (5.005.403)                         (5.005.403)
      Laba tahun berjalan                               15.176.764              0            15.176.764
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


     Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
     • Terdapat penyesuaian penurunan pada pos kas dan setara kas sebesar Rp59.049 juta akibat
       rencana pemberian pinjaman kepada ASF yang bersumber dari dana internal Perseroan.
     • Terdapat penyesuaian kenaikan pada pos piutang non usaha pihak berelasi sebesar Rp59.049
       juta akibat rencana pemberian pinjaman kepada ASF dimana rencana pinjaman yang
       diberikan merupakan pinjaman non usaha dan ASF yang merupakan perusahaan yang
       terafiliasi dengan Perseroan.
     • Pada proforma laba rugi, tidak ada penyesuaian yang merubah pos-pos keuangan sebelum
       dan setelah rencana transaksi pemberian pinjaman.

     Secara garis besar, Rencana Transaksi berdampak pada pengurangan kas akibat penggunaan
     dana internal Perseroan sebagai pinjaman yang diberikan kepada ASF dan kenaikan piutang non
     usaha pihak berelasi sebagai pencatatan piutang atas pinjaman yang diberikan Perseroan ke ASF.




Halaman 77                                                 00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 79
3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo

     Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, digunakan proksi ASF sebagai
     penerima pinjaman berupa kinerja keuangan historis dan rasio keuangan terkait pemenuhan
     regulasi dan kesehatan perusahaan.

     Tabel 48. Rasio Profitabilitas ASF
           Rasio Profitabilitas ASF       2021     2022        2023         2024        2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Net Profit Margin                   20,18%   24,87%       28,12%      28,84%       29,64%
      Return on Assets                     3,44%     4,02%       4,68%       4,74%        4,66%
      Return on Equity                    14,44%   17,34%       19,91%      18,85%       17,36%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Perusahaan mencatatkan kinerja margin laba bersih dalam rentang 20,18% pada tahun 2021
     hingga 29,64% pada tahun 2025 dengan tren meningkat selama 5 tahun. Menggunakan proksi
     pendapatan berbanding aset, perusahaan mencatatkan perolehan sebesar 3,44% pada tahun
     2021 hingga sebesar 4,74% pada tahun 2023. Menggunakan proksi pendapatan berbanding
     ekuitas, perusahaan mencatatkan perolehan sebesar 14,44% pada tahun 2021 hingga sebesar
     19,91% pada tahun 2023 selama 5 tahun.

     Tabel 49. Rasio Keuangan dan Kesehatan ASF
       Rasio Keuangan dan Kesehatan
                                        2021       2022         2023        2024         2025
                 Perusahaan
      Financing to asset ratio           94.17%     93.05%      93.69%       93.53%      94.27%
      Rasio saldo piutang
      pembiayaan neto terhadap total   132.04%     127.43%     127.09%      129.40%     132.75%
      pendanaan yang diterima
      Rasio saldo piutang
      pembiayaan untuk pembiayaan
      investasi dan modal kerja          26.43%     28.53%      27.16%       28.19%      29.87%
      dibandingkan dengan total
      saldo piutang pembiayaan
      Rasio piutang pembiayaan
                                          0.99%      0.46%        0.50%       0.49%       0.30%
      bermasalah (NPF) - bersih
      Rasio permodalan                   30.50%     29.18%      29.33%       32.13%      34.82%
      Rasio ekuitas terhadap modal
                                       264.20%     294.54%     318.71%      352.07%     385.81%
      disetor
      Gearing Ratio                         3,00       3,15        3,13        2,86         2,65
     Sumber: Laporan Keuangan ASF 2021-2025


     Pada rasio keuangan dan tingkat kesehata perusahaan, perusahaan mencatatkan pemenuhan
     ketentuan regulator dan pemenuhan tingkat kesehatan perusahaan yang diatur pada POJK No.
     35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang berkaitan
     dengan ketentuan pemenuhan gearing ratio, rasio Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding
     Principal) untuk Pembiayaan Investasi dan Pembiayaan Modal Kerja dibandingkan dengan total
     Saldo Piutang Pembiayaan (Outstanding Principal), pemenuhan ekuitas, rasio Ekuitas terhadap
     Modal Disetor, rasio permodalan, dan pemenuhan ketentuan lainnya yang diatur pada POJK No.
     35/POJK.05/2018.

     Secara keseluruhan, hasil analisis rasio keuangan dan kesehatan perusahaan ASF selama periode
     2021–2025 menunjukkan bahwa perusahaan memenuhi ketentuan yang diatur dalam POJK No.
     35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Indikator kinerja


Halaman 78                                             00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 80
      keuangan dan pemenuhan regulasi terkait perusahaan pembiayaan dapat menjadi salah satu
      proksi kesehatan dan kemampuan melunasi pinjaman terkait rencana transaksi.

3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant

      Analisis cash management dari Rencana Transaksi dapat dianalisis dari sumber pendanaan
      pinjaman, besaran nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara kas Perusahaan, dan rasio
      kas Perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

      Tabel 50. Analisis Cash Management
                                                                                         (dalam juta Rupiah)
                             Analisis Cash Management                                    31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas PT United Tractors Tbk                                               26.570.772
       Nilai Rencana Transaksi                                                                    300.000
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                          1,13%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Tabel 51. Rasio Kas
       Analisis Kas                 Sebelum Transaksi       Setelah Transaksi             Selisih Perubahan
       Cash Ratio                                0,499                 0,498                         0,001
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Analisis cash management dengan menganalisis sumber pendanaan pinjaman dimana sumber
      dana Rencana Transaksi menurut keterangan manajemen bersumber dari internal Perseroan.
      Membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas per tanggal pendapat
      kewajaran sebesar 1,13% memberikan informasi bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan
      dampak signifikan terhadap posisi kas dan setara kas perusahaan.

      Analisis cash management dengan proksi cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi
      menunjukkan selisih perubahan rasio sebesar 0,001 kali yang menggambarkan dampak Rencana
      Transaksi terhadap kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendek
      menggunakan kas.

      Berdasarkan draft perjanjian pinjaman antar perusahaan, tidak terdapat informasi mengenai
      ketentuan financial covenant terkait pinjam-meminjam antara Perseroan dan ASF.

3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)

      Analisis yield dibanding instrument sejenis dilakukan dengan membandingkan yield dari Rencana
      Transaksi pinjam-meminjam antara Perseroan dan ASF dengan instrumen surat utang dan suku
      bunga kredit bank.

      Tabel 52. Yield Pinjaman Perseroan - ASF
                Yield Pinjaman Perseroan - ASF                              Keterangan
       Suku bunga pinjaman per tahun                                                           5% - 6,75%
       Potensi laba dari penjualan unit alat berat       Tambahan potensi laba penjualan unit alat berat
                                                         5% - 6,75% dan tambahan potensi laba penjualan
       Yield Ekonomi Total
                                                         unit alat berat
      Sumber: Draft Perjanjian Perseroan - ASF




Halaman 79                                                   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 81
      Berdasarkan perjanjian pinjaman antara Perseroan dan ASF, tingkat suku bunga yang dikenakan
      atas pinjaman yang diberikan adalah sebesar tidak kurang dari 5% dan maksimal sebesar 6,75%.
      Selain itu, salah satu tujuan dari Rencana Transaksi adalah untuk mendukung penjualan alat berat
      Perseroan. Sehingga total yield ekonomi dari Rencana Transaksi adalah tingkat bunga yang
      dikenakan sebesar 5% - 6,75% dan tambahan potensi laba penjualan unit alat berat.

      Tabel 53. Yield Surat Utang Pasar rating AA
                                        AA Corporate Bond Yield by Tenor (IDR)
                   Komponen                             Tenor                        Yield
                  IGSYC                                 5,72%                        5,72%
             AAA Credit Spread (IDR)                       5                         0,51%
                Yield to Maturity                                                    6,23%
      Sumber: IBPA 29 Desember 2025, diolah


      Surat Utang Korporasi dengan rating AAA digunakan sebagai acuan tingkat yield pasar surat
      utang dan digunakan sebagai salah satu pembanding yield dari Rencana Transaksi. Rating AAA
      merepresentasikan rating ASF sebagai perusahaan yang menerima pinjaman yang dikeluarkan
      oleh Pefindo per tanggal pendapat kewajaran. Diperoleh bahwa yield dari obligasi pemerintah
      Indonesia denominasi IDR dengan tenor 5 tahun adalah sebesar 5,72% per 29 Desember 2025.
      Selanjutnya credit spread untuk surat utang dengan rating AAA dengan tenor 5 tahun per 29
      Desember 2025 adalah sebesar 0,51%. Dengan begitu, yield pasar dari surat utang korporasi
      dengan rating AAA adalah sebesar 6,23%.

      Dengan begitu, yield pasar dari surat utang dengan rating AAA dan tenor 5 tahun berada pada
      rentang total yield ekonomi pinjaman dari Rencana Transaksi antara Perseroan dan ASF sebesar
      5% sampai 6,75% + tambahan potensi laba penjualan unit alat berat.

      Tabel 54. Analisis Yield Dibandingkan dengan Kredit Modal Kerja Perbankan
       No                 Tingkat Suku Bunga Pinjaman BI                         Bank Persero
        1    Working Capital Loans                                                  8,12%
      Sumber: SEKI BI - Desember 2025


      Suku Bunga pinjaman Rupiah di Indonesia dapat digunakan sebagai acuan perbandingan tingkat
      suku bunga instrumen sejenis. Pada data yang diperoleh, tingkat suku bunga kredit bank di
      Indonesia untuk kredit modal kerja adalah sebesar 8,12%. Dengan begitu, untuk menentukan
      perbandingan yield antara total yield ekonomi pada Rencana Transaksi pinjaman antara
      Perseroan dan ASF sebesar 5% sampai 6,75% + tambahan potensi laba penjualan unit alat berat
      dibandingkan yield dari suku bunga pinjaman modal kerja, analisis tembahan dilakukan pada
      analisis nilai tambah (incremental).

3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)

      Analisis nilai tambah dilakukan dengan membandingkan proyeksi Rencana Transaksi berupa
      pendapatan bunga ditambah potensi laba dari penjualan alat berat, pendapatan bunga pada
      surat utang korporasi rating AAA, dan pendapatan bunga kredit modal kerja perbankan.




Halaman 80                                                      00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 82
     Tabel 55. Incremental Analysis (Nilai Tambah)
                                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                      Keterangan                                                     Jumlah
      Pendapatan Bunga Rencana Transaksi                                                              6.981
      Akumulasi Nilai Kini Laba Penjualan Alat Berat                                                  4.460
      Total Pendapatan Ekonomi Rencana Transaksi                                                     11.441


      Akumulasi Pendapatan Bunga Surat Utang Pasar                                                    7.677
      Selisih lebih (kurang) dengan Total Pendapatan Ekonomi Rencana Transaksi                       (3.763)


      Akumulasi Pendapatan Bunga Pinjaman Kredit Modal Kerja Perbankan                                9.570
      Selisih lebih (kurang) dengan Total Pendapatan Ekonomi Rencana Transaksi                       (1.871)
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Pada analisis nilai tambah, perolehan total pendapatan ekonomi Rencana Transaksi adalah
     sebesar Rp11.441 juta yang terdiri dari pendapatan bunga ditambah akumulasi nilai kini laba
     penjualan alat berat akibat Rencana Transaksi. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan dengan
     akumulasi pendapatan bunga surat utang pasar sebesar Rp7.677 juta dan lebih besar dari
     akumulasi pendapatan bunga pinjaman kredit modal kerja perbankan sebesar Rp9.570 juta.
     Selisih antara total pendapatan ekonomi rencana transaksi dengan akumulasi pendapatan bunga
     surat utang pasar adalah sebesar Rp3.763 juta, dimana nilai tambah Rencana Transaksi memiliki
     nilai tambah yang lebih tinggi. Selisih antara total pendapatan ekonomi rencana transaksi dengan
     akumulasi pendapatan bunga pinjaman kredit modal kerja perbankan adalah sebesar Rp1.871
     juta, dimana nilai tambah Rencana Transaksi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

     Dari analisis nilai tambah yang dilakukan, disimpulkan bahwa Rencana Transaksi memiliki nilai
     tambah berupa perolehan laba setelah pajak pada Perseroan yang berasal dari perolehan
     pendapatan bunga dan akumulasi nilai kini laba penjualan alat berat.

     Tabel 56. Weighted Average Cost of Capital (WACC)
                   Uraian                Jumlah                              Keterangan
      Weighted Debt                       79,96%       Damodaran
      Weighted Equity                     20,04%       Damodaran
      Cost of Equity:
       Risk Free                            5,70%      Surat Utang Negara RI – 5 Tahun
       Beta                                  1,56      Damodaran
       Risk Premium                         6,69%      Damodaran
       Country Default Spread               1,62%      Damodaran
      Total                               14,50%
      Cost of Debt:
       Interest Rate                        8,44%      Suku bunga Kredit Investasi – SEKI BI
       Tax Rate                           22,00%       UU No. 7 Tahun 2021
      Total                                 6,58%
      Weighted Cost of Equity             11,59%
      Weighted Cost of Debt                 1,32%
      Weighted Avg. Cost of Capital       12,91%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 81                                                     00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 83
3.2.9 Analisis Sensitivitas

      Analisis sensitivitas dilakukan dengan melakukan perubahan pada variabel margin laba bersih.
      Sensitivitas diaplikasikan sebesar rentang 5% sampai 15% pada proyeksi margin laba bersih
      Perseroan. Selanjutnya diperoleh sensitivitas jumlah pendapatan bunga dan laba dari penjualan
      alat berat hasil aplikasi sensitivitas.

      Tabel 57. Analisis Sensitivitas
                                                                                       (dalam juta Rupiah)
           Sensitivitas       Akumulasi Nilai Kini laba                        Jumlah Pendapatan Bunga
                                                          Pendapatan Bunga
          Margin Laba          atas penjualan unit alat                       dan Laba dari Penjualan Alat
                                                          Rencana Transaksi
             Bersih                     berat                                            Berat
              5%                       2.248                   6.981                    9.228
              7,5%                     3.372                   6.981                    10.352
              10%                      4.460                   6.981                    11.441
             12,5%                     5.620                   6.981                    12.600
             15%                       6.743                   6.981                    13.724
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Dari analisis sensitivitas yang diperoleh, jumlah pendapatan bunga dan laba dari penjualan alat
      berat berada pada rentang Rp9.228 juta untuk margin laba bersih 5% hingga sebesar Rp13.724
      juta untuk margin laba bersih 15%.

      Dari analisis yang dilakukan, diperoleh kesimpulan:
      b. Sensitivitas margin laba bersih 5% menghasilkan penurunan sebesar 19% jumlah pendapatan
         bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan sebesar 10%.
      c. Sensitivitas margin laba bersih 7,5% menghasilkan penurunan sebesar 10% jumlah
         pendapatan bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan
         sebesar 10%.
      d. Sensitivitas margin laba bersih 12,5% menghasilkan kenaikan sebesar 10% jumlah
         pendapatan bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan
         sebesar 10%.
      e. Sensitivitas margin laba bersih 15% menghasilkan kenaikan sebesar 20% jumlah pendapatan
         bunga dan laba dari penjualan alat berat dari basis margin yang digunakan sebesar 10%.

3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana

3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi berupa
      perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan ASF dilakukan
      untuk mendukung pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan. Melalui
      dukungan pembiayaan tersebut, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan penjualan alat berat
      serta mempertahankan pangsa pasar Perseroan di tengah tingkat persaingan industri yang relatif
      ketat. Selain mendukung kegiatan operasional Perseroan, Rencana Transaksi juga diharapkan
      dapat memberikan tambahan pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada
      ASF.

      Berdasarkan analisis atas tujuan penggunaan dana, struktur fasilitas pinjaman, serta manfaat
      ekonomi yang diharapkan, Rencana Transaksi dinilai memiliki dasar bisnis yang memadai dan
      sejalan dengan kegiatan usaha Perseroan. Dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi antara


Halaman 82                                                     00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 84
      Perseroan dan ASF serta keyakinan Manajemen Perseroan terhadap kelancaran pelaksanaan
      Rencana Transaksi, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari sisi investasi.

3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, fasilitas pinjaman dalam
      Rencana Transaksi akan digunakan oleh ASF untuk mendukung pembiayaan pembelian alat berat
      oleh konsumen Perseroan. Pembayaran kembali atas fasilitas pinjaman tersebut dilakukan secara
      berkala sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian pinjaman yang telah disepakati para pihak.
      Manajemen Perseroan menjelaskan bahwa ASF memiliki mekanisme pengelolaan pembiayaan
      dan penagihan kepada konsumen sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk mendukung
      kelancaran pembayaran kewajiban atas fasilitas pinjaman tersebut.

      Selain itu, mengingat hubungan antara Perseroan dan ASF merupakan hubungan afiliasi,
      Manajemen Perseroan memiliki keyakinan terhadap kemampuan dan kelancaran pembayaran
      kewajiban ASF atas Rencana Transaksi ini. Dengan mempertimbangkan tujuan penggunaan
      dana, mekanisme pembayaran kembali pinjaman, serta hubungan afiliasi antara Perseroan dan
      ASF, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari sisi kemampuan pelunasan utang.

3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
      kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan
      demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi
      memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.




Halaman 83                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 85
                                                BAB IV
                                             KESIMPULAN



4.1   Analisis Objek Rencana Transaksi

      Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta dokumen pendukung
      yang diberikan, diketahui bahwa besaran dana dalam objek Rencana Transaksi berupa
      perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan ASF adalah
      sebesar Rp300.000.000.000 (Tiga Ratus Miliar Rupiah).

      Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis atas laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan setelah
      pelaksanaan Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi memberikan dampak
      utama berupa penurunan pada pos kas dan setara kas akibat penggunaan dana internal
      Perseroan untuk pemberian pinjaman kepada ASF, serta peningkatan pada pos piutang non
      usaha pihak berelasi sebagai pencatatan atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada ASF
      selaku pihak terafiliasi Perseroan. Sementara itu, pada proforma laporan laba rugi tidak terdapat
      penyesuaian yang menyebabkan perubahan material terhadap pos-pos keuangan Perseroan
      sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi, sehingga secara umum Rencana Transaksi
      lebih berdampak pada perubahan komposisi aset Perseroan tanpa memberikan dampak material
      terhadap kinerja operasional Perseroan.

      Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan penjelasan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung
      kegiatan pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan melalui ASF, sehingga
      diharapkan dapat meningkatkan daya saing penjualan alat berat Perseroan. Selain itu, Rencana
      Transaksi juga diharapkan dapat membantu Perseroan dalam mempertahankan dan
      meningkatkan pangsa pasar di tengah tingkat persaingan industri yang relatif ketat serta
      mendukung pertumbuhan penjualan Perseroan secara berkelanjutan.

4.2   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis terhadap laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan setelah
      pelaksanaan Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak
      material terhadap kondisi keuangan Perseroan. Dari sisi likuiditas, terdapat penurunan yang
      relatif tidak signifikan pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio akibat penggunaan sebagian
      kas internal Perseroan untuk pemberian pinjaman kepada ASF, dimana nilai realisasi pinjaman
      tersebut masih relatif kecil dibandingkan total kas dan setara kas Perseroan. Sementara itu, dari
      sisi solvabilitas, Rencana Transaksi tidak memberikan perubahan material terhadap Debt to Assets
      Ratio, Debt to Equity Ratio, maupun Times Interest Earned karena sumber pendanaan berasal dari
      dana internal Perseroan dan hanya menyebabkan perubahan komposisi aset berupa peningkatan
      piutang non usaha pihak berelasi. Dengan demikian, secara keseluruhan Rencana Transaksi tidak
      berdampak signifikan terhadap tingkat likuiditas maupun solvabilitas Perseroan.




Halaman 84                                                 00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 86
4.3   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi

      Berdasarkan hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan kepemilikan,
      pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah Perseroan (selaku pemberi pinjaman) dan ASF
      (selaku penerima pinjaman).

      Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan memiliki hubungan afiliasi
      yaitu:
      • Bapak Rudy selaku Wakil Presiden Komisaris Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden
          Komisaris ASF.

      Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepemilikan memiliki hubungan afiliasi yaitu:
        • Pemegang saham mayoritas Perseroan dimiliki oleh ASII sebesar 46,87%, sehingga
             Perseroan merupakan entitas anak yang dikendalikan sepenuhnya oleh ASII.
        • Pemegang saham mayoritas ASF dimiliki oleh ASII yaitu sebesar 46,87%, sehingga ASF
             merupakan entitas anak yang dikendalikan sepenuhnya oleh ASII.
        • Mengingat Perseroan dan ASF merupakan entitas anak yang dimiliki sepenuhnya oleh ASII,
             maka Perseroan dan ASF tergolong sebagai pihak afiliasi secara tidak langsung melalui
             kepemilikan ASII di Perseroan dan ASF.

      Oleh karena itu berdasarkan analisis hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan
      kepemilikan, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK 42/2020.

      Menurut     informasi     manajemen      yang    mengacu      pada      Surat   Pernyataan
      No.LUT/101/9960/VI/2026 tanggal 04 Juni perihal Informasi atas Benturan Kepentingan dalam
      Rangka Transaksi Afiliasi Perseroan dan ASF berupa rencana transaksi perubahan sayarat dan
      ketentuan pemberian pinjaman, bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung transaksi benturan
      kepentingan.

      Selain itu berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan
      tercatat sebesar Rp103.136.323.000.000. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi sebesar
      Rp300.000.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 0,29% dari ekuitas Perseroan. Oleh
      karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana yang
      diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020
      tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).

4.4   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis terhadap Perjanjian Pinjaman beserta seluruh amandemennya, diketahui
      bahwa perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan ASF
      telah dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sejak tahun 2018 guna menyesuaikan
      kebutuhan pembiayaan dan kondisi bisnis para pihak. Secara umum, perubahan-perubahan
      yang dilakukan dalam setiap amandemen terutama berkaitan dengan perpanjangan periode
      ketersediaan fasilitas, penyesuaian jumlah fasilitas pinjaman, mekanisme pembayaran kembali,
      serta penyesuaian tingkat suku bunga sesuai kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan. Dalam
      Rencana Transaksi berupa Draft Amandemen VIII, perubahan utama yang dilakukan adalah
      perpanjangan periode ketersediaan fasilitas hingga 30 Juni 2027. Dengan demikian, Rencana
      Transaksi dinilai masih sejalan dengan tujuan awal pemberian fasilitas pinjaman, yaitu
      mendukung pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan melalui ASF, serta
      mencerminkan adanya kesinambungan hubungan bisnis dan kerja sama pembiayaan antara
      Perseroan dan ASF.



Halaman 85                                                00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 87
4.5   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis likuiditas sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi, diketahui
      bahwa Rencana Transaksi memberikan dampak penurunan yang relatif tidak signifikan terhadap
      current ratio, quick ratio, dan cash ratio Perseroan, masing-masing sebesar 0,001 kali. Penurunan
      tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan dana internal Perseroan yang berasal dari kas
      dan setara kas untuk pemberian pinjaman kepada ASF, sehingga menyebabkan perpindahan
      pencatatan aset dari pos kas dan setara kas menjadi piutang non usaha pihak berelasi. Meskipun
      demikian, perubahan rasio likuiditas tersebut dinilai tidak material dan tidak memberikan dampak
      signifikan terhadap kemampuan likuiditas Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka
      pendeknya.

4.6   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis manfaat dan risiko atas Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana
      Transaksi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Perseroan berupa tambahan pendapatan
      bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada ASF serta mendukung peningkatan
      penjualan alat berat Perseroan melalui dukungan pembiayaan kepada konsumen. Di sisi lain,
      Rencana Transaksi juga memiliki risiko berupa tidak tercapainya target penjualan alat berat
      Perseroan dan risiko gagal bayar dari konsumen ASF yang dapat mempengaruhi efektivitas
      pelaksanaan pembiayaan. Meskipun demikian, dengan mempertimbangkan tujuan penggunaan
      dana, hubungan afiliasi antara Perseroan dan ASF, serta keyakinan Manajemen Perseroan
      terhadap kelancaran pelaksanaan Rencana Transaksi, maka manfaat yang diperoleh dari
      Rencana Transaksi dinilai lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin timbul.

4.7   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil analisis kualitatif atas Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana Transaksi
      memiliki dasar bisnis yang memadai dan sejalan dengan kegiatan usaha Perseroan dalam
      mendukung pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen melalui ASF. Rencana Transaksi
      diharapkan dapat memberikan manfaat berupa peningkatan penjualan alat berat, tambahan
      pendapatan bunga, serta memperkuat sinergi usaha antara Perseroan dan ASF. Selain itu,
      Rencana Transaksi tidak memberikan dampak material terhadap leverage maupun likuiditas
      Perseroan dan ASF juga dinilai memiliki kemampuan keuangan serta tingkat kesehatan
      perusahaan yang memadai untuk memenuhi kewajibannya. Dengan demikian, secara
      keseluruhan Rencana Transaksi dinilai dapat mendukung kegiatan usaha dan pertumbuhan
      Perseroan secara berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak negatif yang material terhadap
      kondisi keuangan Perseroan.

4.8   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil analisis kuantitatif, Perseroan menunjukkan kinerja keuangan yang relatif baik
      selama periode historis yang dianalisis, tercermin dari kemampuan Perseroan dalam menjaga
      tingkat profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas pada tingkat yang memadai. Selain itu, ASF juga
      menunjukkan tingkat profitabilitas dan kesehatan perusahaan yang cukup baik dengan rasio
      pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) yang relatif rendah serta gearing ratio
      yang masih berada dalam batas ketentuan yang berlaku. Berdasarkan analisis proforma laporan
      keuangan sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi, diketahui bahwa Rencana
      Transaksi tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan, baik dari
      sisi likuiditas maupun solvabilitas. Proyeksi keuangan Perseroan juga menunjukkan bahwa
      Rencana Transaksi berpotensi memberikan tambahan penjualan dan pendapatan bagi Perseroan.

Halaman 86                                                  00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 88
      Dengan demikian, secara keseluruhan hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa Rencana
      Transaksi masih dapat dilaksanakan tanpa memberikan dampak negatif yang material terhadap
      kondisi keuangan Perseroan.

4.9   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi

      Analisis Kelayakan Investasi

      Berdasarkan analisis kelayakan investasi, diketahui bahwa Rencana Transaksi memiliki tujuan
      penggunaan dana yang sejalan dengan kegiatan usaha Perseroan, yaitu untuk mendukung
      pembiayaan pembelian alat berat oleh konsumen Perseroan melalui ASF. Rencana Transaksi
      diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi berupa tambahan pendapatan bunga serta
      mendukung peningkatan penjualan alat berat dan mempertahankan pangsa pasar Perseroan.
      Dengan mempertimbangkan struktur fasilitas pinjaman, manfaat ekonomi yang diharapkan, serta
      hubungan afiliasi antara Perseroan dan ASF, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari sisi
      investasi.

      Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      Berdasarkan analisis kelayakan pelunasan utang, diketahui bahwa fasilitas pinjaman dalam
      Rencana Transaksi akan digunakan oleh ASF untuk mendukung pembiayaan pembelian alat berat
      oleh konsumen Perseroan dengan mekanisme pembayaran kembali yang dilakukan secara
      berkala sesuai ketentuan perjanjian pinjaman. Selain itu, ASF dinilai memiliki mekanisme
      pengelolaan pembiayaan dan penagihan kepada konsumen untuk mendukung kelancaran
      pembayaran kewajiban atas fasilitas pinjaman tersebut. Dengan mempertimbangkan hubungan
      afiliasi antara Perseroan dan ASF serta keyakinan Manajemen Perseroan terhadap kemampuan
      pembayaran ASF, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari sisi kemampuan pelunasan utang.

      Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
      kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan
      demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi
      memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.

4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
      disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
      faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa transaksi afiliasi antara Perseroan dan ASF berupa
      Rencana Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam perjanjian pinjaman adalah wajar.




Halaman 87                                               00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 89
                           ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



  1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
  2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
      proses analisis pendapat kewajaran.
  3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
  4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi yang dibuat oleh
      manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
  5. Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik.
  6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
      disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
      Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
      35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
      Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
  7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan opini akhir.
  8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari pemberi
      tugas.
  9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
      pengadilan) yang berkaitan dengan objek pendapat kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
      kami.
  10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
      hanya terbatas pada aspek opini kewajaran atas objek pendapat kewajaran, diluar dari aspek
      perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
  11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
      dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
      tanggung jawab kami.
  12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
      dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
      bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
  13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
      dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
      penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
      mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
  14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
      penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
      Danar, Ichsan & Rekan.
  15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
      dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 88                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 90
                                      PERNYATAAN PENILAI



 Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
 tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
 1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
 2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
 3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
     memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek pendapat kewajaran.
 4. Imbalan Jasa pendapat kewajaran tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang
     dilaporkan.
 5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
     Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
     dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
 6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
 7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
     kewajaran.
 8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak manajemen perseroan.
 9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
     dalam laporan pendapat kewajaran ini.
 10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat
     kewajaran.
 11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
     data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
     lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
     informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
     lengkap atau menyesatkan.
 12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
     tanggal pendapat kewajaran (cut off date)
 13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
     pendapat kewajaran.
 14. Opini kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pendapat kewajaran profesional telah
     disajikan sebagai kesimpulan nilai.
 15. Penilai melakukan sesuai dengan lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
 16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
 17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
     telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 89                                              00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 91

          
Page 92
             LAMPIRAN-LAMPIRAN




Halaman 91                 00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 93
Halaman 92   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 94
Halaman 93   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 95
Halaman 94   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 96
Halaman 95   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 97
Halaman 96   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 98
Halaman 97   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 99
Halaman 98   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 100
Halaman 99   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 101
Halaman 100   00112/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 102

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.37 MB
Published1 Jul 2026
Pages102
Characters312,681
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 90 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org United Tractors Tbk p.2 ×38
linked org PT Astra Sedaya Finance p.2 ×5
linked org Astra International Tbk p.3 ×33
linked person Danar Wihandoyo p.11
linked person Frans Kesuma p.17
linked person Paulus Bambang Widjanarko · Komisaris Independen p.17 ×4
linked person Ignasius Jonan · Komisaris Independen p.17 ×6
linked person Bruce Malcolm Cox · Komisaris Independen p.17 ×4
linked person Gita Tiffani Boer · Komisaris p.18 ×4
linked person Djoko Pranoto Santoso · Komisaris p.18 ×4
linked person Iwan Hadiantoro · Direktur p.18 ×4
linked person Idot Supriadi · Direktur p.18 ×4
linked person Ari Sutrisno · Direktur p.18 ×4
linked person Widjaja Kartika · Direktur p.18 ×4
linked person Vilihati Surya · Direktur p.18 ×4
linked person Hendra Hutahean · Direktur p.18 ×4
linked person Djony Bunarto Tjondro p.25 ×3
linked person Loudy Irwanto Ellias · Direktur p.25 ×3
linked person Wanny Wijaya p.25 ×2
linked person Mario C. Surung Gultom p.25 ×2
linked person Aridono Sukmanto p.27 ×2
linked person Tan Chian Hok p.27 ×2
linked person Devy Santoso Jayadi p.27 ×2
linked — Leonard W.S Siregar p.28
linked person Selly Meilania p.28
linked org PT Bina Pertiwi p.46
linked org PT Triatra Sinergia Pratama p.46
linked org PT Pamapersada Nusantara p.47
linked org PT Tuah Turangga Agung. p.48
linked org PT Agincourt Resources p.48
linked org PT Sumbawa Jutaraya p.48
linked org Acset Indonusa Tbk p.49 ×2
linked org PT Alamtri Resources p.51
linked org Bayan Resources Tbk. p.51 ×8
linked org Bukit Asam (Persero) Tbk p.51 ×8
linked org Golden Energy Mines Tbk p.51 ×8
linked org Dian Swastatika Sentosa Tbk p.51 ×7
linked org Indo Tambangraya Megah Tbk p.51 ×7
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×7
possible org Bank Persero p.8 ×4
possible person Yanto p.13 ×3
possible — Jardine Cycle & Carriage p.24 ×6
possible person Franciscus Xaverius p.25 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.26
possible person Gidion Hasan p.27 ×2
possible person Hendry Christian W p.27 ×2
possible person Dharmawan Phie p.27 ×2
possible person Rudy · Presiden Komisaris p.28 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.51
possible org Alamtri Resources Indonesia Tbk p.51 ×6
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×5
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×4
unresolved org KJPP FDI p.2 ×29
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×5
unresolved org Struktur Pemegang Saham Perseroan Tbk p.8 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.11 ×2
unresolved person Yudistira p.11
unresolved person Djojo Muljadi p.14 ×3
unresolved person H. Akta Pendirian p.14 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.14 ×5
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.14 ×10
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.14 ×7
unresolved org Rianto & Rekan p.15 ×2
unresolved person Rukmasanto Hardjasetya p.15
unresolved org PT Raharja Sedaya p.15 ×2
unresolved person Benny Kristianto · Notaris p.15
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH. p.15 ×2
unresolved — Rendih · Corporate Treasury p.16
unresolved — Raci Annisa · Corporate Treasury p.16
unresolved org PT Inter Astra Motor Works p.23 ×2
unresolved org Carriage Ltd. p.24 ×6
unresolved org Jardine Matheson Holdings Ltd. p.24 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.25 ×2
unresolved — Loudy Irwanto Elli · Direktur p.25 ×2
unresolved person Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya p.25
unresolved person Akta Notaris Wiwik Condro · Notaris p.26 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.26
unresolved org PT Garda Era Sedaya p.26
unresolved org PT Sedaya Multi Investama p.26
unresolved person Benjamin Herrenden Birks · Komisaris p.27 ×4
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Pusat p.30
unresolved org Pusat Statistik p.36
unresolved org Bank Indonesia p.37 ×5
unresolved org Kementerian ESDM p.39 ×7
unresolved org Pte Ltd. p.46
unresolved org PT Kalimantan Prima Persada p.47
unresolved org PT Stargate Pacific Resources p.48
unresolved org Indonesia Tbk p.51
unresolved org Ichsan & Rekan p.89

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 16728 ms 12 Sep 2026 21:56
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result