Skip to content
Back to announcement

20250415_CENT_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31875769_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review CENT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 105

Page 1

          
Page 2
 a.   Analisis Kelayakan Pasar
 b.   Analisis Kelayakan Teknis
 c.   Analisis Kelayakan Pola Bisnis
 d.   Analisis Model Manajemen
 e.   Analisis Kelayakan Keuangan

Analisis Kelayakan Pasar

Perkembangan industri Telekomunikasi terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi baru
seperti Internet of Things (IoT), Narrowband Internet of Things (NB-IoT), 5G, dan lainnya. Hampir seluruh
perusahaan biasanya memiliki kebutuhan komunikasi yang kompleks karena ukuran, penyebaran
geografis, dan operasinya yang beragam. Hal ini berdampak kepada kebutuhan infrastruktur
telekomunikasi yang mampu menangani lalu lintas bervolume besar secara efisien dan andal untuk
memastikan komunikasi dan produktivitas yang lancar.

Segmen perusahaan besar diperkirakan akan terus memimpin pasar telekomunikasi karena kebutuhan
komunikasi yang kompleks dan volume lalu lintas tinggi, yang memerlukan solusi telekomunikasi
tangguh dan infrastruktur yang efisien serta andal untuk memastikan kelancaran komunikasi dan
produktivitas yang optimal. Sementara itu CMI sendiri memiliki beberapa tenant yang merupakan
Perusahaan Telekomunikasi yang menyewa tower di CMI. CMI memiliki kesempatan untuk berperan
aktif dalam transformasi digital yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari, sekaligus
memperluas jangkauan layanan dan inovasi yang ditawarkan kepada pelanggan.

Pasar telekomunikasi global diperkirakan mencapai USD 2,46 triliun pada 2025 dan USD 4,21 triliun
pada 2034, menurut riset yang dilakukan oleh Precedence Research, dan didukung oleh Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang mencatatkan peningkatan penetrasi internet di
Indonesia yang diprediksi mencapai 79,5% pada 2024. Proyeksi pengguna internet di Indonesia juga
menunjukkan kenaikan masing-masing menjadi 81% dan 83% pada 2025 dan 2026, sesuai dengan
riset yang dilakukan oleh Bloomberg & KSI Research yang dipublikasikan oleh Kiwoom Sekuritas
Indonesia.

CMI memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat, karena para pesaing tidak memiliki akses untuk
menawarkan layanan mereka kepada customer/tenant yang ada pada CMI saat ini, sehingga cakupan
bisnis mereka menjadi lebih terbatas. Dengan demikian, layanan yang ditawarkan oleh CMI bersifat
eksklusif.

Analisis Kelayakan Teknis

CMI memiliki kapasitas dalam menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan penambahan kegiatan
usaha yaitu dalam bidang Pengoperasian Instalasi Tenaga Listrik (KBLI 35121), Pengoperasian
Pemanfaatan Tenaga Listrik (KBLI 35122), Instalasi Tenaga Listrik (KBLI 43211), Kegiatan Penunjang
Kelistrikan (KBLI 35129).

Atas penambahan kegiatan usaha ini tidak memerlukan bahan baku karena bukan proses yang
menghasilkan produk. Sedangkan proses jasa yang dilakukan dapat terlihat dalam gambar berikut:




Halaman 2                                                            FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 3
Analisis Kelayakan Pola Bisnis

Keunggulan kompetitif yang dimiliki saat ini adalah CMI telah memiliki tower atau menara
telekomunikasi sebelumnya, sehingga dapat mendukung kegiatan usaha barunya, CMI telah berdiri
sejak tahun 2007 dan memiliki pengalaman dalam industri jasa telekomunikasi.

Kemampuan pesaing dalam meniru produk ini relatif sangat sulit karena para pesaing tidak memiliki
akses untuk menawarkan layanan mereka kepada provider/tenant yang ada pada CMI saat ini,
sehingga cakupan bisnis mereka menjadi lebih terbatas. Dengan demikian, layanan yang ditawarkan
oleh CMI bersifat eksklusif.

Kemampuan dalam menciptkan nilai, dapat tercipta dikarenakan CMI adalah salah satu perusahaan
yang berada dalam Group Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang bergerak di bidang
pembangunan meliputi jasa penyediaan, penyewaan, dan pengelolaan menara telekomunikasi atau
Base Transceiver Stations (“BTS”).

Analisis Model Manajemen

Dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha, CMI tidak memerlukan penambahan tenaga kerja
tetapi menggunakan tenaga kerja yang telah dimiliki. Selain itu, CMI akan memenuhi kriteria
ketersediaan tenaga kerja dengan SKTTK sebagaimana dipersyaratkan dalam Lampiran Permen ESDM
No. 5 Tahun 2021 untuk melakukan kegiatan usaha baru terkait industri penunjang ketenagalistrikan.
Untuk mencapai hal ini, CMI secara aktif berupaya memenuhi sertifikasi, dimana saat ini tenaga kerja
yang ada sedang menjalani proses sertifikasi SKTTK dan perekrutan tenaga kerja yang memiliki
sertifikasi SKTTK secara berkelanjutan. Sementara itu, terkait dengan kekayaan intelektual, CMI saat ini
memiliki kontrak jangka panjang dari masing-masing penyewa (perusahaan telekomunikasi yang
menyewa menara).

Risiko-risiko yang berpotensi terjadi dalam menjalankan kegiatan usahanya, antara lain adalah Risiko
Kondisi Makro Ekonomi, Risiko Likuiditas, Risiko Operasional, dan Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi.
Dalam menjalankan setiap bidang usaha CMI memiliki kapasitas manajemen yang memiliki kompetensi
dan berpengalaman sesuai bidangnya (key person).

Sistem organisasi dan Manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya suatu
perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga dapat membentuk perusahaan yang
mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur organisasi dan Manajemen yang baik sangat erat
hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu dan terarah.

Analisis Kelayakan Keuangan

Dalam rencana perubahan kegiatan usaha, Perseroan akan menambah 4 (empat) kegiatan usaha,
dalam bidang Pengoperasian Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik (KBLI 35121), Pengoperasian Instalasi
Pemanfaatan Tenaga Listrik (KBLI 35122), Instalasi Listrik (KBLI 43211), Aktivitas Penunjang Tenaga
Listrik Lainnya (KBLI 35129), membutuhkan biaya investasi terkait sebesar Rp 5.840.338.000, dengan
pembiayaan berasal dari kas Perseroan.

Biaya operasional atas rencana perubahan kegiatan usaha terdiri dari beban pokok penjualan dan
biaya/beban lain.

Dalam melakukan analisis kelayakan keuangan digunakan analisis titik impas, Profitability Index (“PI”),
Net Present Value (“NPV”) dan Internal Rate of Return (“IRR”), dengan hasil sebagai berikut:




Halaman 3                                                            FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 4
     Tabel 1. PI, NPV, dan IRR
           Keterangan            Indikator            Satuan                Hasil Analisa

     Net Present Value           NPV > 0              Rp Ribu                        157.412.564

     IRR                         IRR > DR                %                                  33,11%

     Profitability Index          PI > 0                 X                                    1,33

     Payback Period               Tahun                                                        8,0


Asumsi – Asumsi dan Kondisi Pembatas

1.  Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2.  Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses Studi
    Kelayakan.
3. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan keakuratan dan
    kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari informasi
    yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
4. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
    keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
7. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari
    Pemberi Tugas.
8. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan telah disusun
    sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
    ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
10. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara
    khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di luar dari aspek
    perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
11. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
    maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak dapat digunakan
    untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan
    untuk tujuan lain.
12. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga pengguna
    laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan relevansi antara hasil
    dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).

Kesimpulan

Dengan mempertimbangkan analisis Studi Kelayakan yang dilakukan meliputi analisis Kelayakan Pasar,
analisis Kelayakan Teknis, analisis Kelayakan Pola Bisnis, analisis Kelayakan Model Manajemen dan
analisis Keuangan serta semua asumsi-asunsi dapat terpenuhi, maka kami berpendapat bahwa rencana
Perseroan dalam rangka Perubahan kegiatan usaha berupa penambahan 4 (empat) kegiatan usaha,
dalam bidang Pengoperasian Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik (KBLI 35121), Pengoperasian Instalasi
Pemanfaatan Tenaga Listrik (KBLI 35122), Instalasi Listrik (KBLI 43211), Aktivitas Penunjang Tenaga
Listrik Lainnya (KBLI 35129), adalah LAYAK.




Halaman 4                                                           FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 5
Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di
masa datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas transaksi yang dilakukan.

Demikian laporan Studi Kelayakan ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan Dan Rekan Cabang Jakarta Selatan
Pemimpin Cabang




J.Ferdinand H.Pardede, MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00089
MAPPI No.               : 01-S-01490
STTD Bappepam No.       : STTD.PB-17/PJ-1/PM.02/2023
RMK                     : RMK-2017.00081




Halaman 5                                                        FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 6
                                                              DAFTAR ISI


SURAT PENGANTAR ................................................................................................................. 1
DAFTAR ISI .............................................................................................................................. 6
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................. 8
   1.1        Uraian Mengenai Penugasan .............................................................................. 8
   1.2        Status Penilai ...................................................................................................... 8
   1.3        Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .................................................. 8
   1.4        Tanggal Penilaian ............................................................................................... 9
   1.5        Objek Studi Kelayakan ........................................................................................ 9
   1.6        Maksud dan Tujuan ............................................................................................ 9
   1.7        Data, Informasi, dan Prosedur yang digunakan.................................................. 10
   1.8        PIhak-pihak Yang Diwawancara ........................................................................ 10
   1.9        Metodologi Analisis Studi Kelayakan .................................................................. 10
   1.10       Pernyataan Independensi Penilai ....................................................................... 11
   1.11       Asumsi dan Kondisi Pembatas ........................................................................... 11
   1.12       Pedoman dan Standar Penilaian ........................................................................ 12
   1.13       Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) .......................... 12
BAB II ANALISIS PERSEROAN .................................................................................................. 13
   2.1        Gambaran Umum CMI ..................................................................................... 13
   2.2        Informasi Keuangan CMI .................................................................................. 14
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR ....................................................................................... 19
   3.1        Kondisi Pasar.................................................................................................... 19
   3.2        Persaingan Pasar .............................................................................................. 22
   3.3        Strategi Pemasaran ........................................................................................... 23
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ...................................................................................... 24
   4.1        Kapasitas ......................................................................................................... 24
   4.2        Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia .............................................. 24
   4.3        Proses Produksi / Layanan Jasa ......................................................................... 25
BAB V ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ............................................................................... 27
   5.1        Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 27
   5.2        Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk ........................................................ 27
   5.3        Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai............................................................... 27
BAB VI ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ................................................................. 29
   6.1        Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................... 29
   6.2        Manajemen Kekayaan Intelektual (intellectual property) ...................................... 29
   6.3        Manajemen Risiko ............................................................................................ 29


Halaman 6                                                                                   FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 7
   6.4       Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen ........................................................... 30
   6.5       Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen ............................................... 32
BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN .............................................................................. 33
   7.1       Biaya Pendirian (Start Up Cost) .......................................................................... 33
   7.2       Modal Kerja ..................................................................................................... 33
   7.3       Sumber Pembiayaan ......................................................................................... 34
   7.4       Biaya Operasional ............................................................................................ 34
   7.5       Proyeksi Laporan Keuangan .............................................................................. 34
   7.6       Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)........................................................... 45
   7.7       Analisis Profitabilitas (Overall Profitability).......................................................... 45
   7.8       Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment) ............................... 47
BAB VIII KESIMPULAN ............................................................................................................ 49
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................................ 50
PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................ 51




Halaman 7                                                                              FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 8
                                                BAB I
                                            PENDAHULUAN



1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 002/FDI.JKT/PB-FS/I/2025 tertanggal 15
      Januari 2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
      “Kami”) mendapat penugasan dari PT Centratama Menara Indonesia (selanjutnya disebut “CMI”
      atau “Perseroan”) untuk menyusun Studi Kelayakan perubahan kegiatan usaha berupa
      penambahan 4 (empat) bidang usaha yaitu Pengoperasian Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik
      (KBLI 35121), Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik (KBLI 35122), Instalasi Listrik
      (KBLI 43211), Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129), selanjutnya disebut
      (“Obyek Studi Kelayakan”).

1.2   Status Penilai


      Studi kelayakan ini dilakukan KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) Cabang Jakarta
      Selatan, selaku Penilai Independen untuk memberikan Kajian Indikasi Nilai yang objektif dan tidak
      memihak, sesuai KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan Kajian Indikasi Nilai atas objek
      Kajian Indikasi Nilai yang dimaksud. KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah
      Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang Izin Usaha No. 582/KM.1/2024 tanggal 19
      September 2024 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan mempunyai Penilai Publik
      sebagai berikut:


      •     Pemimpin Cabang, Ferdinand Pardede, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi
            penilaian bisnis dengan izin No. B-1.09.00089 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,
            dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
            Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD.PB-17/PJ-1/PM.02/2023. Beliau adalah
            anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      •     Penugasan penilaian ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material atau
            benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/atau
            pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
      •     Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
            tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
            penilaian ini.

1.3   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      • Nama Pemberi Tugas : PT Centratama Menara Indonesia
      • Alamat                     : TTC Batavia Tower One Lt. 16 & 19
                                     Jl. K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Karet Tengsin,
                                     Tanah Abang, Jakarta Pusat 10220
      • Bidang Usaha               : Pengelolaan Sarana Jaringan Telekomunikasi
      • No. Telepon/Fax            : 021-29529404
      • Alamat Email               : daniel.pradipta@centratamagroup.com
      • Penanggung Jawab           : Daniel Pradipta/Aditya




Halaman 8                                                             FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 9
1.4   Tanggal Penilaian

      Studi Kelayakan diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2024.

1.5   Objek Studi Kelayakan

      Objek Studi Kelayakan ini berupa penambahan/perubahan kegiatan usaha pada CMI selaku
      afiliasi dengan penambahan 4 (empat) kegiatan usaha, dalam bidang Pengoperasian Instalasi
      Penyediaan Tenaga Listrik (KBLI 35121), Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik
      (KBLI 35122), Instalasi Listrik (KBLI 43211), Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI
      35129),

      •   KBLI 35121 - Pengoperasian Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik
          Kelompok ini mencakup usaha pengoperasian yang dilakukan oleh pihak lain atas fasilitas
          pembangkit yang menghasilkan energi listrik, fasilitas sistem transmisi tenaga listrik dan sistem
          distribusi tenaga listrik.
      •   KBLI 35122 - Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik
          Kelompok ini mencakup usaha pengoperasian yang dilakukan oleh pihak lain atas fasilitas
          instalasi pemanfaatan tenaga listrik mencakup instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan
          tinggi, instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan menengah, dan instalasi pemanfaatan
          tenaga listrik tegangan rendah.
      •   KBLI 43211 - Instalasi Listrik
          Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan,
          pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi
          tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian
          maupun non hunian, seperti pemasangan instalasi jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk
          kegiatan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan
          raya, jalan kereta api dan lapangan udara.
      •   KBLI 35129 - Aktivitas penunjang tenaga listrik lainnya
          Kelompok ini mencakup usaha jasa lain yang secara langsung berkaitan dengan penyediaan
          dan pemanfaatan tenaga listrik namun tidak tercakup dalam kelompok 35121 s.d. 35122,
          seperti jasa pencatatan meteran, pemberian tagihan dan kegiatan perdagangan pulsa/token
          listrik sera kegiatan penunjang kelistrikan lainnya.

1.6   Maksud dan Tujuan

      Kami memahami bahwa laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana
      perubahan/penambahan kegiatan usaha Perseroan, diperuntukan dalam rangka memenuhi
      Otoritas Jasa Keuangan (“OJK’) terkait dengan peraturan perusahaan public (terbuka), yaitu
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
      Material dan perubahan Kegiatan Usaha.

      Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan OJK Nomor
      35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
      (“POJK 35”), SE OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian Dan Penyajian
      Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”), Kode Etik Penilaian Indonesia dan Standar
      Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018). Dalam melakukan Studi
      Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar maupun
      profesi lainnnya.




Halaman 9                                                             FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 10
1.7   Data, Informasi, dan Prosedur yang digunakan
      Data dan Informasi yang kami gunakan dalam proses studi kelayakan usaha CMI adalah sebagai
      berikut:
      • Laporan Keuangan CMI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
         Laporan Keuangan CMI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
         telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan pendapat bahwa laporan
         keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      • Laporan Keuangan CMI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
         telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan pendapat bahwa laporan
         keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      • Laporan Keuangan CMI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
         telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan pendapat bahwa laporan
         keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      • Laporan Keuangan CMI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
         telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan pendapat bahwa laporan
        keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      • Laporan Keuangan CMI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
        telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan pendapat bahwa laporan
        keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
      • Rencana Bisnis Plan, berupa rencana anggaran pembelian alat dan proyeksi pendapatan
        tahun 2025 – 2031.
      • Data legalitas CMI antara lain akta pendirian, akta perubahan terakhir, Nomor Induk
        Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Izin Usaha Industri (IUI), Nomor
        Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan dokumen terkait lainnya.
      • Data makro ekonomi berupa Proyeksi inflasi dan GDP Indonesia bersumber dari International
         Monetary Fund (IMF).
      • Data makro industri berasal dari Precedence Research dan katadata.co.id.
      • Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk
        digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat Nasional maupun
        Internasional, antara lain dari Data Pemerintah Kota dan Informasi dari media masa elektronik.
      • Sertifikat Merek Logo CMI dengan No perndaftaran IDM000698635 yang dikeluarkan
        oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia.

1.8   PIhak-pihak Yang Diwawancara

      Pihak-pihak yang diwawancara dalam penyusunan studi kelayakan adalah:
      1. Nama: Daniel Pradipta
         Jabatan: Head of Corporate Secretary
         E-mail: Daniel.Pradipta@centratamagroup.com

      2. Nama: Chayadi
         Jabatan: Head of Corporate Finance & Investor Relation
         E-mail: chayadi@centratamagroup.com

1.9   Metodologi Analisis Studi Kelayakan

      Metodologi analisis studi kelayakan meliputi sebagai berikut:




Halaman 10                                                            FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 11
      a. Melakukan analisis Kelayakan Pasar, meliputi kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
         kesinambungan ( sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar; pesaing
         usaha; dan strategi pemasaran.
      b. Melakukan analisis Kelayakan Teknik, meliputi kapasitas; ketersediaan dan kualitas
         sumber daya, termasuk bahan baku mentah, pekerja, dan ahli profesional; dan proses
         produksi.
      c. Melakukan analisis Kelayakan Pola Bisnis, meliputi keunggulan kompetitif karena
         keunikan dari pola bisnis; kemampuan pesaing untuk meniru produk; dan
         kemampuan untuk menciptakan nilai.
      d. Melakukan analisis Kelayakan Model Manajemen, meliputi ketersediaan tenaga kerja;
         manajemen kekayaan intelektual ( intellectual property); manajemen risiko; kapasitas dan
         kemampuan manajemen; dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
      e. Melakukan analisis Kelayakan Keuangan, meliputi biaya pendirian ( start up costs); modal
         kerja; sumber pembiayaan; biaya operasional; biaya bahan baku mentah; proyeksi
         laporan keuangan; analisis titik impas; analisis profitabilitas; tingkat imbal balik investasi
         dan analisis inkremental.
      f. Kami telah melakukan investigasi terhadap Objek Studi Kelayakan yang meliputi:
         − Objek Studi Kelayakan sesuai dengan lingkup penugasan;
         − Tanggal Penilaian sesuai dengan Laporan keuangan per 31 Desember 2024;

1.10 Pernyataan Independensi Penilai

     Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini, KJPP FDI&R bertindak secara
     independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan,
     ataupun pihak-pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP FDI&R tidak memiliki
     kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Studi
     Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
     manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang
     dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini.

1.11 Asumsi dan Kondisi Pembatas

     Asumsi dan kondisi pembatas studi kelayakan diuraikan sebagai berikut:

      a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam
         proses Studi Kelayakan.
      c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan
         keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
         diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami
         anggap relevan.
      d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran
         proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
         (fiduciary duty).
      e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
      f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
      g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan
         dari Pemberi Tugas.
      h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.




Halaman 11                                                         FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 12
      i.   Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan telah
           disusun sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
           Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
      j.   KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
           secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di luar
           dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
      k.   Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
           dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak
           dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika
           laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
      l.   Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga
           pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan relevansi
           antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).

1.12 Pedoman dan Standar Penilaian

      Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada POJK 17 dan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), SE OJK
      NO.17/SEOJK.04/2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia Edisi Vll-
      2018 (KEPI-SPI VII.2018).

1.13 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal penilaian ( cut off date) per 31 Desember 2024 hingga laporan studi kelayakan ini
      diterbitkan tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian.




Halaman 12                                                           FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 13
                                             BAB II
                                      ANALISIS PERSEROAN



2.1   Gambaran Umum CMI

      CMI adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan meliputi jasa penyediaan,
      penyewaan, dan pengelolaan menara telekomunikasi atau BTS, serta alat, sarana atau instalasi
      penunjang telekomunikasi, jasa konsultasi bidang instalasi komunikasi, jasa konsultasi
      manajemen, bisnis administrasi dan strategi pengembangan.

      o    Perizinan

      CMI didirikan berdasarkan Akta Notaris Agus Madjid, S.H., No. 32 tanggal 31 Oktober 2007.
      Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
      dengan Surat Keputusan No. AHU-05586.AH.01.01. Tahun 2008 tanggal 4 Februari 2008 dan
      telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 6861 dan 6862 tahun 2009 dan
      Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 19 tanggal 6 Maret 2009.

      Anggaran dasar CMI telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir dengan
      Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn. No. 151 tanggal 26 April 2022, mengenai perubahan
      maksud dan tujuan Perusahaan. Anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
      Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Persetujuan Perubahan
      Anggaran Dasar No. AHU-0031565.AH.01.02 Tahun 2022 tanggal 29 April 2022 dan telah
      didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-0086492.AH.01.11. Tahun 2022 tanggal 29 April
      2022 (“Anggaran Dasar CMI”).

      o    Susunan Manajemen CMI

      Berdasarkan Akta No. 17 tanggal 28 November 2024, yang dibuat di hadapan Notaris Caesaria
      Dhamayanti, S.H., M.Kn, Notaris di Tangerang, yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum
      Republik Indonesia berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-
      AH.01.09-0281278 tanggal 28 November 2024, dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan
      No. AHU-0257802.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 28 November 2024, komposisi anggota
      Dewan Komisaris dan Direksi CMI adalah sebagai berikut:

                         Jabatan                                         Nama
          DEWAN KOMISARIS:
          Komisaris                                  Suresh Narain Singh Sidhu
          DEWAN DIREKSI:
          Direktur Utama                             Yan Raymond Jafri
          Direktur                                   Caba Pinter
          Direktur                                   Jacopo Rigamonti

      o    Kegiatan Usaha CMI

      Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar CMI, maksud dan tujuan kegiatan usaha CMI adalah (i)
      Konstruksi Sentral Telekomunikasi (KBLI No. 42206); (ii) Perdagangan Besar Peralatan
      Telekomunikasi (KBLI No. 46523); (iii) Aktivitas Telekomunikasi dengan Kabel (KBLI No. 61100);
      dan (iv) Instalasi Telekomunikasi (KBLI No. 43212).



Halaman 13                                                        FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 14
      o     Susunan Pemegang Saham

      Susunan pemegang saham CMI berdasarkan Akta No. 17 tanggal 23 Oktober 2024, yang dibuat
      di hadapan Caesaria Dhamayanti, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, yang telah diberitahukan
      kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan
      Perubahan Data No. AHU-AH.01.09-0267098 tanggal 24 Oktober 2024, dan telah telah
      didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-0228484.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 24
      Oktober 2024 adalah sebagai berikut:

          Nama Pemegang Saham            Modal Ditempatkan           Lembar Saham         Persentase
                                          dan Disetor (Rp)                               Kepemilikan
          PT Centratama                   1.061.789.000.000                1.061.789          99,99%
          Telekomunikasi Indonesia
          Tbk (‘’CTI’’)
          Yan Raymond Jafri                       1.000.000                        1          0,01%
          Jumlah                          1.061.790.000.000                1.061.790           100%

2.2   Informasi Keuangan CMI

      Laporan keuangan merupakan suatu bentuk laporan yang memuat informasi tentang posisi
      keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas dari suatu perseroan. Laporan
      keuangan memberikan gambaran tentang prestasi historis dari suatu perseroan yang dapat
      dijadikan dasar dalam melakukan analisis untuk membuat proyeksi keuangan masa
      depan. Ikhtisar laporan keuangan CMI dan analisa yang dibuat mengacu kepada laporan
      keuangan CMI yang telah diaudit (2020-2023). Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar
      laporan posisi keuangan CMI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
      hingga 31 Desember 2024:

      Tabel 1. Historis Posisi Keuangan Perseroan Periode 2020 – 2024 (dalam jutaan Rupiah)
              Uraian         2020            2021             2022          2023           2024
          Aset Lancar         439.093        2.007.599    2.079.287         1.297.122      1.292.468
          Aset Tidak
                             4.341.628      15.204.610   16.268.338        17.135.203     24.454.867
          Lancar
          Total Aset         4.780.721      17.212.209   18.347.625        18.432.325     25.747.336
          Liabilitas
                             3.866.020       5.877.968    1.877.952         1.793.347      2.996.945
          Lancar
          Liabilitas Tidak
                              744.334       11.525.774   18.663.088        19.685.241     20.223.887
          Lancar
          Total Liabilitas   4.610.354      17.403.742   20.541.040        21.478.588     23.220.832
          Total Ekuitas       170.367        (191.533)   (2.193.415)       (3.046.263)     2.526.503
          Total libilitas
                             4.780.721      17.212.209   18.347.625        18.432.325     25.747.336
       dan Ekuitas
      Sumber: Laporan keuangan Perseroan




Halaman 14                                                            FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 15
     Analisis Laporan Posisi Keuangan Perseroan

     Total Aset
     Total aset CMI periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 18.432.325 juta mengalami
     peningkatan sebesar Rp 84.700 juta dari periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2022 yang
     tercatat sebesar Rp 18.347.625 juta. Peningkatan terjadi disebabkan oleh meningkatnya total
     aset tidak lancar CMI. Sampai dengan periode 31 Desember 2024 total aset CMI tercatat sebesar
     Rp25.747.336 juta meningkat 39,69% dari periode sebelumnya 31 Desember 2023 peningkatan
     disebabkan adanya aset tidak lancar CMI pada tahun 2024.
     Aset Lancar
     Aset lancar CMI terdiri dari kas dan bank, surat berharga, piutang usaha, piutang lain-lain, pajak
     dibayar dimuka, uang muka, dan biaya dibayar dimuka, pajak dibayar dimuka dan uang muka.
     Total aset lancar CMI periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 1.297.122 juta mengalami
     penurunan sebesar Rp 782.165 juta dari periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2022 tercatat
     sebesar Rp 2.079.287 juta. Penurunan terjadi disebabkan oleh menurunnya kas dan bank,
     piutang lain lain dan biaya dibayar dimuka. Sampai dengan periode 31 Desember 2024 total
     aset lancar CMI tercatat sebesar Rp 1.292.468 juta menurun 0,36% dari periode 31 Desember
     2023.

     Aset Tidak Lancar
     Aset tidak lancar CMI terdiri dari uang muka pembelian aset, piutang lain lain, aset tetap, ROU-
     Lease Asset, aset tak berwujud, derivatif aset, klaim atas restitusi pajak, aset pajak tangguhan,
     aset keuangan tidak lancar lainnya. Per 31 Desember 2023 total aset tidak lancar CMI tercatat
     sebesar Rp 17.135.203 juta mengalami peningkatan sebesar Rp 866.865 juta dari periode
     sebelumnya yaitu 31 Desember 2022 yang tercatat sebesar Rp 16.268.338 juta. Sampai dengan
     31 Desember 2024 total aset tidak lancar CMI tercatat sebesar Rp 24.454.867 juta meningkat
     42,72% dari periode 31 Desember 2024.

     Liabilitas
     Total liabilitas CMI periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 21.478.588 juta mengalami
     peningkatan sebesar Rp 937.548 juta dari periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2022 tercatat
     sebesar Rp 20.541.040 juta. Peningkatan terjadi disebabkan oleh meningkatnya liabilitas jangka
     Panjang CMI. Sampai dengan periode 31 Desember 2024 total liabilitas CMI tercatat sebesar Rp
     23.220.832 juta meningkat 8,11% dari periode 31 desember 2023. Peningkatan disebabkan
     meningkatnya liabilitas jangka Panjang dan jangka pendek

     Liabilitas Jangka Pendek
     Liabilitas jangka pendek CMI terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang pajak,
     utang jangka Panjang, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, utang bank jatuh tempo 1 tahun,
     pendapatan diterima dimuka dan liabilitas sewa. Total liabilitas jangka pendek CMI periode 31
     Desember 2023 tercatat sebesar Rp 1.793.347 juta mengalami penurunan sebesar Rp 84.605
     juta dari periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp 1.877.952 juta.
     Penurunan terjadi utamanya disebabkan oleh lunasnya pinjaman dari pihak berelasi. Sampai
     dengan periode 31 Desember 2024 liabilitas jangka pendek CMI tercatat sebesar Rp 2.996.945
     juta meningkat 67,11% dari periode 31 Desember 2023

     Liabilitas Jangka Panjang
     Liabilitas Jangka Panjang CMI merupakan utang bank, pendapatan diterima dimuka, liabilitas
     imbalan kerja jangka Panjang, Liabilitas Sewa, Pinjaman Pihak Berelasi, liabilitas tidak lancar
     lainnya dan liabilitas pada pihak berelasi ( bond instrument Liability). Pada periode 31 Desember



Halaman 15                                                          FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 16
     2023 tercatat sebesar Rp 19.685.241 juta mengalami peningkatan sebesar Rp 1.022.153 juta
     dari periode sebelumnya 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp 18.663.088 juta. Peningkatan
     ini terjadi dikarenakan penambahan utang pada pihak berelasi (bond instrument Liability)
     menjadi Rp 8.888.548 juta dari periode sebelumnya tercatat sebesar Rp 7.731.239 juta. Pada
     periode 31 Desember 2024 total liabilitas jangka panjang CMI tercatat sebesar Rp 20.223.887
     juta meningkat 2,74% dari periode 31 Desember 2023.

     Ekuitas
     Jumlah ekuitas periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar negatif Rp 3.046.263 juta mengalami
     penurunan dari periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2022 tercatat sebesar negatif Rp
     2.193.415 juta. Sampai dengan 31 Desember 2024 total ekuitas CMI tercatat sebesar 2.526.503
     juta meningkat 182,94% sehingga ekuitas saat ini tercatat positif Dimana 3 tahun sebelumnya
     CMI mencatatkan ekuitas yang negatif.

     Analisis Historis Laba Rugi Perseroan

     Tabel 2. Historis Laba Rugi Perseroan Periode 2020 – 2024 (dalam jutaan Rupiah)
             Description             2020         2021          2022          2023          2024
      Pendapatan                     658.590       803.909     1.979.716    2.218.648     2.147.401
      Beban Pokok
                                     252.527       311.527      995.383     1.104.566     1.049.865
      Pendapatan
      Beban Umum Dan
                                       59.017      101.028      182.930       255.874       289.562
      Administrasi
      Laba Usaha (Rugi)                36.573      242.726     (155.322)    1.033.098       286.766
      Laba Bersih (Rugi)            (495.309)    (256.467)   (1.873.757)     (823.663)   (1.644.406)
     Sumber: Laporan keuangan Perseroan

     Pendapatan Usaha
     Pendapatan usaha CMI berasal dari pendapatan sewa dan pemeliharaan menara kepada
     operator telekomunikasi di berbagai lokasi di Indonesia. Total pendapatan CMI per 31 Desember
     2023 tercatat sebesar Rp 2.218.648 juta mengalami peningkatan sebesar Rp 238.932 juta dari
     periode sebelumnya 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp 1.979.716 juta. Sampai dengan 31
     Desember 2024 total pendapatan CMI tercatat sebesar Rp 2.147.401 juta menurun 3,21% dari
     periode 31 Desember 2023.

     Beban Pokok Pendapatan
     Total beban pokok pendapatan CMI per 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 1.104.566 juta
     mengalami peningkatan sebesar Rp. 109.183 juta dari periode sebelumnya 31 Desember 2022
     tercatat sebesar Rp 995.527 juta. Sampai dengan 31 Desember 2024 total beban pokok
     pendapatan CMI tercatat sebesar Rp 1.049.865 juta menurun 4,95% dari periode 31 desember
     2023, hal ini sejalan dengan penurunan pendapatan CMI pada tahun 2024.

     Beban Umum dan Administrasi
     Total beban umum dan administrasi CMI merupakan Gaji, upah dan kompensasi karyawan,
     penyisihan penurunan nilai piutang, beban imbalan kerja karyawan, jasa profesional, perjalanan
     dinas, utilitas, penyusutan dan/atau amortisasi, perbaikan dan pemeliharaan serta lain-lain. Per
     31 Desember 2023 total beban umum dan administrasi CMI tercatat sebesar Rp 255.874 juta
     mengalami kenaikan sebesar Rp 72.944 juta dari periode sebelumnya 31 Desember 2022 yang
     tercatat sebesar Rp 182.930 juta. Sampai dengan 31 Desember 2024 total beban umum dan




Halaman 16                                                        FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 17
     administrasi CMI tercatat sebesar Rp 289.562 juta meningkat 13,17% dari periode 31 Desember
     2023.

     Laba/(Rugi) Usaha
     Laba (Rugi) usaha CMI merupakan laba bruto yang dikurangi dengan biaya penjualan, biaya
     umum dan administrasi dan biaya operasinal lainnya CMI. Per 31 Desember 2023 CMI mencatat
     laba usaha sebesar Rp 1.033.098 juta mengalami peningkatan sebesar Rp 1.188.420 juta dari
     periode sebelumnya 31 Desember 2022 yang mencatat rugi usaha sebesar Rp 155.322 juta.
     Sampai dengan 31 Desember 2024 CMI mencatat laba usaha sebesar Rp 286.766 juta menurun
     72,24%.

     Laba/(Rugi) Bersih

     Laba/(Rugi) bersih CMI merupakan laba usaha dikurangi dengan pendapatan dan beban umum
     lainnya (beban keuangan) serta pajak penghasilan. Per 31 Desember 2023 CMI mengalami
     kerugian sebesar Rp 823.663 juta mengalami penurunan kerugian sebesar Rp 1.050.094 juta
     dari periode sebelumnya 31 Desember 2022 yang tercatat rugi sebesar Rp 1.873.757 juta.
     Sampai dengan 31 Desember 2024 CMI mencatat rugi bersih sebesar Rp (1.644.406) juta,
     kerugian CMI meningkat 99,65% pada tahun 2024 dari periode 31 Desember 2023.

     Analisa Rasio Keuangan Perseroan

     Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan
     yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari laporan posisi keuangan
     dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel
     berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan CMI

      Tabel 3. Rasio Keuangan Perseroan

                     Uraian             2020        2021       2022       2023      2024      Average

       Likuiditas (X)
       Rasio Lancar                        0,11        0,34       1,11       0,72      0,43       0,54
       Rasio Cepat                         0,11        0,34       1,11       0,72      0,43       0,54
       Profitabilitas (%)
       Rasio Laba Atas Aset (ROA)       -10,36%      -1,49%    -10,21%     -4,47%    -6,39%     -6,58%
       Rasio Laba Atas Ekuitas (ROE)   -290,73%    133,90%     85,43%     27,04%    -65,09%    -21,89%
       Solvabilitas (%)
       Debt to Asset                     96,44%    101,11%    111,95%    116,53%     90,19%    103,2%
       Debt to Equity                  2706,13%   -9086,56%   -936,49%   -705,08%   919,09%   -1420,6%
       Sumber: Laporan keuangan Perseroan, diolah konsultan

     Analisis Rasio Keuangan

     Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
     Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
     kemampuan Perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
     keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:




Halaman 17                                                            FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 18
      1. Rasio Lancar
         Rasio lancar CMI menunjukkan rata-rata selama 5 (lima) tahun terakhir (2020- 2024)
         sebesar 0,54 kali.

      2. Rasio Cepat
         Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, beberapa
         pos seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio
         cepat. Rasio cepat CMI juga menunjukkan pencapaian rata-rata selama 5 (lima) tahun
         terakhir (2020- 2024) sebesar 0,54 kali.

     Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
     Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perusahaan dalam menghasilkan
     laba. Beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah:

      1. Rasio Laba Atas Aset
         Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan dapat
         menghasilkan laba. Rasio laba atas aset CMI rata-rata selama 5 (lima) tahun terakhir (2020-
         2024) sebesar negatif 6,58%.

      2. Rasio Laba Atas Ekuitas
         Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau keuntungan yang
         diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat rasio laba atas ekuitas rata-
         rata selama selama 5 (lima) tahun terakhir (2020- 2024) adalah negatif 21,89%.

     Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)
     Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan Perusahaan untuk
     melunasi hutang-hutangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini.

      1. Rasio Total Liabilitas terhadap Total Aset
         Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset Perusahaan.
         Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan Perusahaan. Adapun tingkat
         rasio liabilitas terhadap total aset CMI secara rata-rata selama 5 (lima) tahun terakhir (2020-
         2024) tercatat sebesar 103,2%.

      2. Rasio Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas
         Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas atau modal
         Perusahaan. Berdasarkan tabel rasio keuangan Perusahaan diatas dapat dilihat bahwa
         secara rata-rata selama selama 5 (lima) tahun terakhir (2020- 2024) rasio liabilitas terhadap
         ekuitas CMI negatif 1420,6 %, dimana hal ini mengindikasikan bahwa total liabilitas CMI
         lebih besar dibandingkan dengan total ekuitas yang dimiliki CMI.




Halaman 18                                                          FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 19
                                              BAB III
                                    ANALISIS KELAYAKAN PASAR



3.1   Kondisi Pasar

      Telekomunikasi mengacu pada proses pengiriman suara, gambar, data, dan informasi lainnya.
      Telekomunikasi bekerja berdasarkan prinsip media listrik atau pemancar cahaya. Ini adalah
      istilah luas yang mencakup berbagai teknologi pengiriman informasi seperti telepon seluler,
      jaringan Voice over Internet Protocol (VoIP), telepon rumah, dan jaringan penyiaran lainnya.
      Industri telekomunikasi terus berkembang karena kemajuan teknologi baru seperti Internet of
      Things (IoT), Narrowband IoT (NB-IoT), 5G, dan lainnya.

      Faktor Pertumbuhan Pasar Telekomunikasi

      •   Meningkatnya peluncuran jaringan 5G di seluruh dunia mendorong pasar telekomunikasi.
      •   Meningkatnya jumlah pengguna telepon seluler di seluruh dunia juga telah mendorong
          pertumbuhan pasar.
      •   Kemajuan pesat dalam IoT telah memberi dampak positif terhadap pasar.
      •   Peningkatan investasi pemerintah dalam pengembangan layanan internet akan mendorong
          pertumbuhan pasar selama periode perkiraan.
      •   Meningkatnya permintaan layanan internet oleh sektor BFSI kemungkinan akan berdampak
          positif terhadap pasar.
      •   Aktivitas penelitian dan pengembangan yang terkait dengan penyampaian data
          berkecepatan tinggi mendorong pertumbuhan industri.
      •   Tren platform media sosial yang sedang berlangsung seperti Facebook, Instagram,
          WhatsApp, dan lainnya yang membutuhkan konektivitas jaringan yang baik juga diperkirakan
          akan mendorong pasar.

      Pangsa Pasar

      Segmen perusahaan besar diperkirakan akan terus memimpin pasar telekomunikasi pada tahun
      2024, mengingat kebutuhan komunikasi mereka yang kompleks akibat ukuran organisasi,
      penyebaran geografis, dan beragam operasional yang dijalankan. Untuk mendukung komunikasi
      internal, kolaborasi, dan pertukaran data di berbagai lokasi serta unit bisnis, perusahaan besar
      memerlukan solusi telekomunikasi yang tangguh dan dapat diskalakan. Mereka menghasilkan
      volume lalu lintas komunikasi yang tinggi, mulai dari panggilan suara, transmisi data, konferensi
      video, hingga pengiriman pesan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan infrastruktur
      telekomunikasi yang mampu menangani trafik tinggi dengan efisien dan andal, untuk
      memastikan kelancaran komunikasi dan produktivitas yang optimal. Hal ini membuat segmen
      perusahaan besar semakin dominan dalam pangsa pasar telekomunikasi, yang mendorong
      perkembangan teknologi dan inovasi dalam industri ini.

      Kesinambungan (Sustainability)

      Industri telekomunikasi di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang pesat berkat dukungan
      teknologi baru seperti 5G, kebijakan pemerintah yang mendukung perluasan infrastruktur, serta
      peningkatan akses internet di seluruh wilayah, yang tidak hanya akan memperkuat sektor
      ekonomi digital tetapi juga meningkatkan inklusi digital, memungkinkan masyarakat dari
      berbagai lapisan, baik di perkotaan maupun daerah terpencil untuk lebih terhubung,




Halaman 19                                                          FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 20
     memanfaatkan layanan digital, dan berpartisipasi dalam transformasi digital yang semakin
     mendominasi kehidupan sehari-hari.

     CMI, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi di Indonesia, memiliki
     kesempatan untuk berperan aktif dalam transformasi digital yang semakin mendominasi
     kehidupan sehari-hari, sekaligus memperluas jangkauan layanan dan inovasi yang ditawarkan
     kepada pelanggan.

     Potensi Pasar

     Ukuran pasar telekomunikasi global diperkirakan mencapai USD 2,46 triliun pada tahun 2025
     dan diperkirakan akan mencapai sekitar USD 4,21 triliun pada tahun 2034, dengan
     pertumbuhan CAGR sebesar 6,14% dari tahun 2025 hingga 2034. Ukuran dan perkiraan pasar
     didasarkan pada pendapatan (Triliun/Miliar USD), dengan tahun 2024 sebagai tahun dasar.

             Gambar 1 – Ukuran Pasar Telekomunikasi 2024 – 2034 (dalam USD Trillion)




         Sumber: Precedence Research



     Sasaran

     Industri telekomunikasi terus mengalami evolusi yang sangat pesat, didorong oleh perkembangan
     teknologi digital yang semakin canggih. Tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun yang menarik
     bagi industri ini, dengan sejumlah prospek menjanjikan (penetrasi internet meningkat &
     permintaan fixed broadband meningkat), namun juga dihadapkan pada tantangan yang
     kompleks (persaingan ketat, keamanan cyber, regulasi). Proyeksi pengguna internet di Indonesia
     tahun 2025 dan 2026 mengalami peningkatan sebesar masing-masing 81% dan 83% dari user
     total, sesuai dengan riset yang dilakukan oleh Bloomberg & KSI Research yang dipublikasi oleh
     Kiwoom Sekuritas Indonesia

     Berikut merupakan perusahaan yang menjadi target pasar perusahaan telekomunikasi di
     Indonesia:
     • Telkom Indonesia
     • PT Indosat Ooredoo Hutchison




Halaman 20                                                       FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 21
      •   PT XL Axiata
      •   PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
      •   PT. Smartfren Telecom

Adapun beberapa tenant (Perusahaan Telekomunikasi yang menyewa tower) di CMI adalah sebagai
berikut:
    • PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk
    • PT Indosat Ooredoo Hutchinson
    • PT Inti Bangun Sejahtera Tbk
    • PT Putra Arga Binangun
    • PT Smart Telecom
    • PT Telekomunikasi Selular (PT Telkomsel)
    • PT XL Axiata Tbk


   Potensi Nilai Pasar

   Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di dalam
   negeri pada 2024 mencapai 79,5%. terlihat bahwa terjadi pertumbuhan yang konsisten setiap tahun,
   dengan peningkatan yang signifikan antara 2018 dan 2020. Setelah tahun 2020, pertumbuhan
   masih berlanjut tetapi dengan laju yang lebih stabil.

                 Gambar 2 Penetrasi Internet di Indonesia menurut APJII (2016-2024)




      Sumber: katadata.co.id

      Industri telekomunikasi terus mengalami evolusi yang sangat pesat, didorong oleh perkembangan
      teknologi digital yang semakin canggih. Tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun yang menarik
      bagi industri ini, dengan sejumlah prospek menjanjikan (penetrasi internet meningkat &
      permintaan fixed broadband meningkat), namun juga dihadapkan pada tantangan yang
      kompleks (persaingan ketat, keamanan cyber, regulasi).




Halaman 21                                                         FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 22
      Sumber : Infrastructure Review & Outlook by KIWOOM Sekuritas Indonesia



3.2   Persaingan Pasar

      Izin penyelenggaraan telekomunikasi pada tahun 2023 lebih banyak diberikan kepada
      perusahaan yang melayani jasa telekomunikasi. Sebanyak 65,16 persen perusahaan
      berkecimpung dalam bidang tersebut seperti Internet Service Provider (ISP), Network Access Point
      (NAP), telepon internet, dan jasa telekomunikasi lainnya. Sementara sekitar 24,65 persen
      perusahaan menyelenggarakan telekomunikasi jaringan tetap. Kemudian perusahaan
      penyelenggara jaringan bergerak sekitar 1,22 persen, sedangkan untuk perusahaan
      penyelenggara telekomunikasi khusus mengalami sedikit kenaikan, dengan angka 8,96 persen
      di 2023




      Sumber : Statistik Telekomunikasi Indonesia 2023.



Halaman 22                                                         FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 23
3.3     Strategi Pemasaran
        Perseroan menyediakan jasa infrastruktur menara telekomunikasi dan jaringan kabel serat optik
        yang komprehensif untuk memastikan layanan jaringan seluler dan layanan data dapat
        menjangkau seluruh area layanan Perseroan dengan baik. Kami senantiasa meningkatkan
        layanan secara konsisten kepada pelanggan dengan berfokus kepada pemenuhan SLA yang
        disepakati dengan pelanggan. Kami berupaya untuk selalu memberikan layanan terbaiknya
        melalui infrastruktur yang ditawarkan bagi masyarakat Indonesia di seluruh pelosok nusantara.
        Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendekatkan diri ke daerah-daerah
        operasional regional pelanggan, sehingga kebutuhan pelanggan di setiap daerah dapat lebih
        cepat dipenuhi. Selain itu, kami juga melakukan pengembangan bisnis sesuai kebutuhan dan
        peluang yang ada, seperti potensi akuisisi untuk mengakselerasi pertumbuhan usaha.

3.3.1    Penerapan Bisnis CMI

         CMI menyalurkan kegiatan usaha barunya kepada pelanggan yang ada saat ini dengan
         harapan dapat memenuhi kebutuhan mereka secara lebih baik, serta membangun hubungan
         jangka panjang yang saling menguntungkan.

3.3.2    Proses Distribusi

         CMI menyediakan daya listrik AC dan DC untuk customer/tenant atau biasa kami sebut
         dengan MNO (Mobile Network Operator) guna mengoperasikan peralatan jaringannya,
         pendingin udara, dan utilitas lainnya. Daya listrik AC diambil dari jaringan PLN, dan sebagian
         dari daya AC tersebut diubah menjadi DC menggunakan rectifier.




Halaman 23                                                           FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 24
                                               BAB IV
                                     ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS



4.1    Kapasitas

       Berdasarkan kegiatan      saat ini CMI bergerak di bidang pembangunan infrastruktur
       telekomunikasi meliputi jasa penyediaan, penyewaan, dan pengelolaan menara telekomunikasi
       atau Base Transceiver Stations (“BTS”), serta alat, sarana atau instalasi penunjang telekomunikasi,
       jasa konsultasi bidang instalasi komunikasi, jasa konsultasi manajemen, bisnis administrasi dan
       strategi pengembangan.

       Saat ini CMI memiliki menara telekomunikasi atau BTS sebanyak 5.623 BTS. yang telah disewakan
       ke berbagai tenant provider telekomunikasi

4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia

       Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (“TPAK”) di Indonesia selama tahun 2024–2029
       menunjukkan tren peningkatan secara umum. Berdasarkan tingkat pendidikan, semakin tinggi
       jenjang pendidikan, semakin besar tingkat partisipasinya, di mana lulusan universitas memiliki
       TPAK tertinggi di atas 85%, sementara lulusan SMP berada di kisaran 57%–58%. Dari sisi provinsi,
       Jawa Timur diprediksi menjadi wilayah dengan TPAK tertinggi mencapai 75,42% pada 2029,
       sedangkan Banten paling rendah meskipun tetap mengalami kenaikan hingga 66,92%. Jika
       dilihat dari jenis kelamin, laki-laki memiliki TPAK jauh lebih tinggi dibanding perempuan, dengan
       rata-rata di atas 84%, sementara perempuan meningkat dari 55,02% menjadi 58,51% dalam
       lima tahun



       Tabel 4.1 Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Tingkat
                 Pendidikan (%), Tahun 2024-2029




      Sumber: Kementerian Ketenagakerjaan RI




Halaman 24                                                            FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 25
       Tabel 4.2 Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Jenis Kelamin (%),
                 Tahun 2024-2029




      Sumber: Kementerian Ketenagakerjaan RI

       Tabel 4.3 Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Provinsi (%),
                  Tahun 2024-2029
                                                               Tahun
             Provinsi

                            2024        2025            2026          2027         2028            2029
        Banten                64,89       65,29           65,69         66,09        66,50           66,92
        Jakarta               65,78       66,45           67,14         67,84        68,56           69,31
        Jawa Barat            66,98       67,46           67,96         68,50        69,06           69,65
        Jawa Tengah           72,14       72,45           72,79         73,17        73,58           74,02
        Jawa Timur            73,08       73,50           73,94         74,40        74,90           75,42
       Sumber: Kementerian Ketenagakerjaan RI

       Dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha, CMI tidak melakukan penambahan tenaga
       kerja tetapi menggunakan tenaga kerja yang dimiliki, dan tidak memerlukan tenaga ahli yang
       professional. Selain itu, CMI akan memenuhi kriteria ketersediaan tenaga kerja dengan SKTTK
       sebagaimana disyaratkan dalam Lampiran Permen ESDM 5/2021 untuk menjalankan kegiatan
       usaha baru yang terkait dengan industri penunjang ketenagalistrikan. Untuk mencapai hal
       tersebut, CMI secara aktif melaksanakan kepatuhan terhadap sertifikasi, di mana tenaga kerja
       yang ada saat ini sedang menjalani proses sertifikasi SKTTK, serta perekrutan tenaga kerja
       bersertifikasi SKTTK juga sedang berlangsung.

       Penambahan atas kegiatan usaha ini tidak memerlukan bahan baku karena bukan proses yang
       menghasilkan produk

4.3    Proses Produksi / Layanan Jasa




       Flowchart di atas menggambarkan proses alur kerja pemasangan atau penyediaan layanan
       berdasarkan permintaan pelanggan. Berikut adalah penjelasan tiap langkahnya:
         1. Menerima permintaan layanan atau pesanan dari pelanggan.
         2. Memverifikasi permintaan layanan berdasarkan kontrak yang ada dan ketersediaan lokasi.
         3. Membuat jadwal proyek dan menugaskan vendor untuk melakukan survei lokasi.
         4. Menyusun gambar rencana dan Bill of Quantity (BOQ), yang mencakup daftar material dan
            biaya.



Halaman 25                                                          FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 26
      5. Mengeluarkan Purchase Order (PO) kepada vendor untuk pengadaan barang atau jasa.
      6. Vendor mengirimkan peralatan ke lokasi proyek.
      7. Melakukan instalasi di lokasi dan mengajukan permintaan untuk Penerimaan Situs
          Sementara (PSA).
      8. Melakukan serah terima lokasi kepada tim pemeliharaan menara.
      9. Melakukan Berita Acara Serah Terima (BAST) dengan pelanggan sebagai tanda penyelesaian
          proyek.
      Setelah langkah terakhir ini, proses dianggap selesai.




Halaman 26                                                    FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 27
                                            BAB V
                               ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS



5.1   Keunggulan Kompetitif

      Keunggulan kompetitif CMI dalam kegiatan usaha yang baru:

      1. CMI telah memiliki tower atau menara telekomunikasi sebelumnya, sehingga dapat
         mendukung kegiatan usaha barunya.
      2. CMI telah berdiri sejak tahun 2021 dan memiliki jumlah Customer base sebesar 9.550
         customer.
      3. CMI juga mengutamakan kepuasan pelanggan melalui servis yang maksimal (service
         oriented), sehingga dengan adanya kegiatan usaha baru dapat memenuhi kebutuhan para
         tenant mereka secara lebih baik.

5.2   Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk

      Kegiatan usaha baru ini memiliki beberapa pesaing dalam industri jasa yang sama. Namun,
      sebagai anak perusahaan dari Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk , yang seluruh anak
      usahanya bergerak di bidang telekomunikasi, CMI memiliki keunggulan kompetitif yang lebih
      kuat, karena para pesaing tidak memiliki akses untuk menawarkan layanan mereka kepada
      customer/tenant yang ada pada CMI saat ini, sehingga cakupan bisnis mereka menjadi lebih
      terbatas. Dengan demikian, layanan yang ditawarkan oleh CMI bersifat eksklusif.

5.3   Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

      CMI merupakan entitas anak dari PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk yang bergerak
      di bidang Konstruksi Sentral Telekomunikasi (KBLI No. 42206); Perdagangan Besar Peralatan
      Telekomunikasi (KBLI No. 46523); Aktivitas Telekomunikasi dengan Kabel (KBLI No. 61100); dan
      Instalasi Telekomunikasi (KBLI No. 43212).

      CMI dan Induk usahanya memiliki visi CMI yakni membangun digital Indonesia yang saling
      terkoneksi dan misi dari CMI itu sendiri antara lain:

         1. Memberikan nilai tambah bagi para pihak yang berkepentingan.
         2. Membangun platform bisnis modern dengan proses yang dapat diandalkan untuk
            menciptakan organisasi yang berkinerja tinggi dan efisien.
         3. Berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang paling efisien dan berkualitas melalui
            perencanaan dan manajemen proyek yang matang.
         4. Berkomitmen untuk menjaga jaringan dan standar layanan yang tinggi guna menjaga
            kepuasan pelanggan.
         5. Terus memajukan produk dan layanan.


      CMI memiliki beberapa customer yang merupakan Provider telekomunikasi dI mana saat ini
      sebagai tenant atau co-tenant pada menara yang dimiliki CMI




Halaman 27                                                        FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 28
                            Pendapatan CMI Tahun 2020-2024 (dalam Rp. Juta)
        2.500.000


        2.000.000


        1.500.000


        1.000.000


             500.000


                  -
                        2020           2021           2022           2023           2024


     Berdasarkan grafik yang menggambarkan pendapatan CMI dari tahun 2020 hingga 2024,
     terlihat adanya peningkatan yang signifikan dalam pendapatan yang dihasilkan pada tahun 2022
     dibandingkan dengan tahun 2021, dan secara tren selama 5 tahun terlihat CMI memiliki trend
     yang meningkat. Peningkatan ini mencerminkan kemampuan CMI dalam menciptakan nilai yang
     lebih besar dari tahun ke tahun. Dalam periode tersebut, CMI berhasil mengoptimalkan strategi
     operasional dan ekspansi, yang mendorong pertumbuhan pendapatan secara signifikan. Seiring
     berjalannya waktu, CMI terus memperkuat posisinya di pasar, membuktikan bahwa dengan
     inovasi dan pengelolaan yang efisien, CMI dapat menciptakan nilai yang berkelanjutan




Halaman 28                                                       FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 29
                                            BAB VI
                            ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN



6.1   Ketersediaan Tenaga Kerja

      Dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha, CMI tidak melakukan penambahan tenaga
      kerja tetapi menggunakan tenaga kerja yang dimiliki. Selain itu, CMI akan memenuhi kriteria
      ketersediaan tenaga kerja dengan SKTTK sebagaimana dipersyaratkan dalam Lampiran Permen
      ESDM No. 5 Tahun 2021 untuk melakukan kegiatan usaha baru terkait industri penunjang
      ketenagalistrikan. Untuk mencapai hal ini, CMI secara aktif berupaya memenuhi sertifikasi,
      dimana saat ini tenaga kerja yang ada sedang menjalani proses sertifikasi SKTTK dan perekrutan
      tenaga kerja yang memiliki sertifikasi SKTTK secara berkelanjutan, dengan Rincian tenaga kerja
      saat ini

                        Jabatan/Level                                     Jumlah
       Senior Manajemen                                                      5
       Kepala Department                                                     16
       Manajer                                                               79
       Senior Executive                                                      82
       Executive                                                             60
       Support                                                               4
       Total                                                                246

6.2   Manajemen Kekayaan Intelektual (intellectual property)

      Kekayaan intelektual yang dimiliki CMI adalah kontrak jangka Panjang dari masing-masing
      tenant (Perusahaan Telekomunikasi yang menyewa tower) dan kekayaan intelektual berupa Merek
      logo CMI dengan nomor pendaftaran IDM000698635

6.3   Manajemen Risiko

      Dalam menjalankan kegiatan usahanya, tentunya CMI tidak terlepas dari berbagai macam risiko.
      Risiko yang terkait langsung dengan industri jasa yang dihadapi oleh CMI dapat dilihat pada
      uraian berikut ini.

6.3.1 Risiko Keuangan

      a.   Tingkat Suku Bunga;
           Risiko di mana arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku
           bunga pasar. Perseroan dapat terpapar dengan risiko perubahan suku bunga pasar
           terutama terkait utang bank serta penempatan kas dan setara kas dengan suku bunga
           mengambang.
      b.   Kredit;
           Risiko yang berpotensi timbul dari operasi terkait penyewaan infrastruktur telekomunikasi
           dan wanprestasi dari pihak terkait.
      c.   Mata Uang Asing;
           Merupakan risiko nilai wajar arus kas masa depan atas suatu instrumen keuangan yang
           bersifat fluktuatif karena perubahan kurs mata uang asing. Perseroan terpengaruh risiko ini
           terutama berkaitan dengan utang bank dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Apabila



Halaman 29                                                         FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 30
           terjadi pelemahan/penguatan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap nilai tukar mata uang
           asing, maka utang dalam mata uang asing akan meningkat/berkurang dalam mata uang
           Rupiah.

      d.   Likuiditas
           Risiko di mana Perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan jangkapendek
           karena tidak bisa melikuidasi asetnya.

6.3.2 Risiko Operasional

      Perseroan memahami bahwa aktivitas bisnis dan usahanya tidak lepas dari proses awal yang
      harus dijalani. Beberapa komponen penanganan terhadap risiko operasional Perseroan adalah:
      1. Memastikan bahwa semua lini yang terkait telah memahami risiko pada setiap tahap kegiatan
          operasional terutama yang berhubungan dengan persetujuan atau komitmen dengan
          pelanggan dan/atau pihak ketiga.
      2. Menyusun dan mengawasi laporan internal dan eksternal Perseroan untuk memantau hasil
          kinerja Perseroan.
      3. Melaksanakan Standard Operating Procedures (SOP) yang sudah ditetapkan Perseroan.
      4. Menggunakan sistem teknologi informasi terkini untuk menunjang kegiatan operasional
          Perseroan.

6.3.3 Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi

      Risiko tidak tercapainya semua asumsi dalam proyeksi dapat mengakibatkan tidak tercapainya
      semua target penjualan Perseroan yang dapat mempengaruhi kepada kinerja keuangan bidang
      usaha yang baru.

6.4   Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen

      Untuk menjalankan setiap bidang usaha yang digeluti CMI, para pengurus CMI telah menunjuk
      beberapa orang profesional yang memiliki kompetensi dan berpengalaman sesuai bidangnya
      (key person).

      1.   Suresh Narain Singh Sidhu, Komisaris

           Warga Negara Malaysia dengan latar belakang Pendidikan Bachelor of Natural Sciences
           dari University of Cambridge, Inggris dan Master of Business Administration dari INSEAD.
           Beliau memiliki Riwayat karir yaitu:
           • Berpengalaman lebih dari 25 tahun di sektor telekomunikasi wilayah Asia
           • Saat ini sebagai CEO dan Pendiri EdgePoint
           • Sebelumnya sebagai CEO EDOTCO Group dan berperan penting dalam transformasi
               dan perkembangan salah satu pertumbuhan TowerCos tercepat di Asia
           • Merupakan anggota manajemen senior di sejumlah perusahaan telekomunikasi terbesar
               di Asia, termasuk Maxis dan Axiata Group
           • Sebelumnya bergabung di Boston Consulting Group dan Sime Darby Holdings

      2.   Yan Raymond Jafri, Direktur Utama

           Warga Negara Indonesia dengan latar belakang Sarjana Teknik Telekomunikasi dari
           Universitas Trisakti, Jakarta, dan saat ini sedang menjalani program Master of Business




Halaman 30                                                       FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 31
          Administration (Executive) di National University of Singapore. Beliau memiliki Riwayat karir
          yaitu:
          • Technical Support Engineer, PT Trans Communication Data
          •    Program Director, PT Huawei Tech Investment

     3.   Caba Pinter, Direktur

          Warga Negara Jerman dengan latar belakang Bachelor in Economic Sciences, Fakultas
          Ekonomi (Osijek, Kroasia), Anggota Certified Accountant (FCCA) di Chartered Association of
          Certified Accountants (ACCA). Beliau memiliki Riwayat karir yaitu:
          • Memulai karirnya sebagai auditor eksternal di PwC dan sebagai auditor internal di
              United Technologies Corporation (UTC).
          • Memegang beberapa posisi keuangan senior di berbagai MNO dan grup
              telekomunikasi di Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Indonesia.
          • Bergabung dengan Centratama Group pada Januari 2022 sebagai Executive Vice
              President IBC Business dalam rangka merumuskan dan melaksanakan perbaikan
              strategis dan operasional di bidang IBC Business.

     4.   Jacopo Rigamonti, Direktur

          Warga Negara Italia dengan latar belakang pendidikan Sarjana Ilmu Politik dan Hubungan
          Internasional dari Universita Cattolicadel Sacro Cuore, Italia. Beliau memiliki Riwayat Karir
          sebagai berikut:

      •      Sales Manager Southeast Asia, Trelleborg Coated Systems, Shanghai.
      •      Head of Business Development, Protelindo, Jakarta.
      •      Head of Marketing, Sales & Leasing, Protelindo, Jakarta.
      •      Head of Commercial, AP Towers, Yangon.

          Dengan struktur organisasi CMI sebagai berikut:




Halaman 31                                                          FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 32
6.5   Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen

      Sistem organisasi dan Manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya
      suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga dapat membentuk
      perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur organisasi dan Manajemen
      yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu dan terarah.

      Kegiatan usaha yang baru berada pada bagian Operations dibawah tanggung jawab Chief
      Operating Officer (COO).




Halaman 32                                                    FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 33
                                                BAB VII
                                    ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN



7.1   Biaya Pendirian (Start Up Cost)

      Dalam rencana kegiatan usaha ini Perseroan membutuhkan biaya investasi sebesar
      Rp116.807 ribu per unit Jaringan PaaS, dengan rincian sebagai berikut:

      Tabel 7.1 Investasi Per Unit Jaringan PaaS Tahun 2025
                                   Uraian                              Biaya (Rp. Ribu)              Keterangan

       Lithium Battery Modules- 200 AH                                             15.800

       Rectifier Modules, 3,000w                                                    9.000
       Rectifier Rack 24 KW, with Rectifier Controller(24kw)                       16.700
       Outdoor Equipment cabinet                                                   14.800
       4-16mm2 THHN & 1-14mm2, in 32mm Ø IMC Pipe. To
                                                                                    2.850
       be used for Three Phase Grid Supply.
       Cable: SMPS-DCDB 2R-38mm2                                                    2.850
       Cable: SMPS-Battery 35mm2                                                     628
       Cable: Alarm Cable (SMPS-KRONE module)- 5pair (if Dry
                                                                                     180
       contact alarms to be terminated)                                                       Rencana Angaran Biaya
       Earthing Cables 1-14mm2, THHN, Green, Cu,
                                                                                     324
       Multistrand with terminal lugs & termination
       Earthing & Bonding, Connect all equipment and cabinets
                                                                                     750
       with Earthing grid/ Earth Bus bar
       Installation, Wiring, Commissioning & Testing                                2.500
       RMS                                                                         24.604
       Site Transportation Cost (Normal)                                           15.000
       Customer Cabinet                                                             8.500
       Smart Lock                                                                   2.321
       Total                                                                      116.807


      Jumlah biaya investasi tersebut diatas, didasarkan kepada rencana anggaran biaya per unit yang
      disusun oleh Manajemen Perseroan. Investasi awal yang dilakukan oleh CMI pada tahun 2025
      adalah sebesar 50 unit dengan tota Investasi awal sebesar Rp5.840.338 Ribu

7.2   Modal Kerja

      Proyeksi modal kerja atas rencana perubahan kegiatan usaha selama masa proyeksi adalah
      sebagai berikut:

      Tabel 7.2 Modal Kerja
          Uraian        Satuan       2025           2026           2027            2028           2029            2030
       Piutang Usaha   Rp. Ribu     221.918      1.109.589       2.219.178    3.328.767        4.438.356     5.547.945
       Utang Usaha     Rp. Ribu      42.306       211.530        423.060          634.590       846.120      1.057.649
                                                                                                              Lanjutan
          Uraian        Satuan         2031             2032               2033               2034            2035
       Piutang Usaha   Rp. Ribu     6.657.534        6.657.534         6.657.534            6.657.534      6.657.534
       Utang Usaha     Rp. Ribu     1.269.179        1.269.179         1.269.179            1.269.179      1.269.179




Halaman 33                                                                   FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 34
      Perubahan modal kerja pada tabel diatas untuk menggambarkan perubahan kebutuhan
      modal kerja selama masa proyeksi yang didapat dari selisih modal kerja tahun berjalan
      dengan modal kerja tahun sebelumnya.

7.3   Sumber Pembiayaan

      Berdasarkan keterangan manajemen Perseroan, bahwa rencana kegiatan penambahan usaha
      ini seluruh b i a y a i n v e s t a s i berasal dari kas Perseroan.

7.4   Biaya Operasional

      Biaya operasional atas rencana perubahan kegiatan usaha terdiri dari beban pokok penjualan
      dan beban usaha. Proyeksi biaya operasional rencana perubahan kegiatan usaha tahun
      2025-2035 adalah sebagai berikut:

      Tabel 7.3 Biaya Operasional

          Uraian           Satuan            2025             2026             2027             2028             2029         2030
       Harga Pokok
                          Rp. Ribu          911.881       4.625.617          9.352.442      14.165.990        19.068.447    23.904.055
       Pendaptan
       Beban G&A          Rp. Ribu           108.000          256.680          441.664          626.972          812.626      998.646
                                                                                                                              Lanjutan
          Uraian           Satuan             2031               2032                  2033                  2034            2035
       Harga Pokok
                          Rp. Ribu           28.343.127         27.320.393            25.680.309           23.796.705       21.782.115
       Pendaptan
       Beban G&A          Rp. Ribu            1.185.058          1.191.887             1.199.160             1.206.905       1.215.154


7.5   Proyeksi Laporan Keuangan

      Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan didasarkan pada proyeksi keuangan
      yang disusun oleh manajemen Perseroan, dengan asumsi sebagai berikut:

      Asumsi Umum, meliputi:
      • Jumlah hari dalam setahun adalah 365 hari
      • Asumsi GDP diperoleh dari proyeksi IMF dimana tahun 2025 sebesar 5,07%, tahun 2026
         sebesar 5,06%, tahun 2027 sebesar 5,07%, tahun 2028 sebesar 5,06% dan tahun 2029
         sampai tahun 2035 sebesar 5,07%.
      • Asumsi Inflasi diperoleh dari proyeksi IMF dimana tahun 2025 sebesar 2,51%, tahun 2026
         sebesar 2,53%, tahun 2027 sampai tahun 2035 sebesar 2,52%.
      • Peningkatan UMP diperoleh dari Permenaker No 16 tahun 2024 selama proyeksi sebesar
         6,5%
      • Tarif pajak final selama periode proyeksi sebesar 2%


      Tabel 7.4 Asumsi Umum
                                                                                         Proyeksi
                 Uraian             Satuan
                                                 2025            2026            2027               2028         2029        2030
       ASUMSI UMUM
       Jumlah hari dalam
                                     Hari              365            365             365              365           365         365
       setahun
       GDP                            %               5,07%          5,06%        5,07%              5,06%          5,07%      5,07%
       Inflasi                        %               2,51%          2,53%        2,52%              2,52%          2,52%      2,52%




Halaman 34                                                                                  FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 35
                                                                                           Proyeksi
                Uraian           Satuan
                                                  2025            2026              2027              2028           2029           2030
      UMP                          %               6,50%           6,50%             6,50%             6,50%           6,50%         6,50%
      Pajak Final                  %               2,00%           2,00%             2,00%             2,00%           2,00%         2,00%


                                                                                                                                   Lanjutan
                                                                                           Proyeksi
                Uraian           Satuan
                                                   2031                2032                 2033                2034               2035
      ASUMSI UMUM
      Jumlah hari dalam
                                  Hari                    365                 365                  365                 365                365
      setahun
      GDP                          %                 5,07%               5,06%                 5,07%                 5,06%           5,07%
      Inflasi                      %                 2,51%               2,53%                 2,52%                 2,52%           2,52%
      UMP                          %                 6,50%               6,50%                 6,50%                 6,50%           6,50%
      Pajak Final                  %                 2,00%               2,00%                 2,00%                 2,00%           2,00%


     Asumsi Pendapatan, meliputi:
     • Target Unit Perangkat
            o Target unit PaaS diperoleh dari rencana penambahan unit yang disusun manajemen
                yaitu untuk tahun 2025 sebesar 50 unit, untuk tahun 2026 sebesar 250 unit dan
                untuk tahun selanjutnya meningkat sebesar 250 unit hingga tahun 2031 dengan total
                perangkat 1.500.
     • Harga Jasa.
        Pendapatan terdiri dari pendapatan Biaya Jasa Operasi (KBLI 35121), Biaya Sewa perangkat
        (KBLI 35122), Biaya Jasa Instalasi perangkat (KBLI 43211), Biaya Jasa lainnya (KBLI 35129);

                o       Harga Biaya Jasa Operasi (KBLI 35121) yaitu sebesar Rp6.000 ribu selama masa
                        proyeksi
                o       Harga Biaya Sewa Perangkat (KBLI 35122) yaitu sebesar Rp24.000 ribu selama masa
                        proyeksi
                o       Harga Biaya Jasa Instalasi perangkat (KBLI 43211) yaitu sebesar Rp6.000 ribu
                        selama masa proyeksi
                o       Harga Biaya Jasa lainnya (KBLI 35129) yaitu sebesar Rp6.000 ribu selama masa
                        proyeksi.

     Tabel 7.5 Asumsi Pendapatan
                                                                                                 Proyeksi
                Uraian                    Satuan
                                                                2025       2026             2027         2028           2029        2030
      ASUMSI PENDAPATAN
      Jumlah Perangkat
      Jumlah Instalasi                     Unit                    50           50             250             500           750     1.000
      Penambahan Instalasi                 Unit                                200             250             250           250          250
      Total Instalasi                      Unit                    50          250             500             750       1.000       1.250
      Harga Jasa
      KBLI 35121
                                         Rp.
       Biaya Jasa Operasi                                       6.000         6.000          6.000           6.000       6.000       6.000
                                   Ribu/unit/tahun
      KBLI 35122
                                         Rp.
       Biaya Sewa perangkat                                 24.000         24.000           24.000       24.000         24.000      24.000
                                   Ribu/unit/tahun
      KBLI 43211
       Biaya Jasa Instalasi              Rp.
                                                                6.000         6.000          6.000           6.000       6.000       6.000
      perangkat                    Ribu/unit/tahun




Halaman 35                                                                                   FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 36
                                                                                   Proyeksi
                 Uraian           Satuan
                                                 2025           2026            2027          2028       2029      2030
      KBLI 35129
                                    Rp.
       Biaya Jasa lainnya                         6.000          6.000          6.000          6.000      6.000     6.000
                              Ribu/unit/tahun


                                                                                                                  Lanjutan
                                                                                   Proyeksi
                 Uraian           Satuan
                                                  2031             2032                2033            2034        2035
      ASUMSI PENDAPATAN
      Jumlah Perangkat
      Jumlah Instalasi             Unit             1.250               1.500           1.500           1.500       1.500
      Penambahan Instalasi         Unit                  250                -                  -              -           -
      Total Instalasi              Unit             1.500               1.500           1.500           1.500       1.500
      Harga Jasa
      KBLI 35121
                                    Rp.
       Biaya Jasa Operasi                           6.000               6.000           6.000           6.000       6.000
                              Ribu/unit/tahun
      KBLI 35122
                                    Rp.
       Biaya Sewa perangkat                        24.000             24.000           24.000          24.000      24.000
                              Ribu/unit/tahun
      KBLI 43211
       Biaya Jasa Instalasi         Rp.
                                                    6.000               6.000           6.000           6.000       6.000
      perangkat               Ribu/unit/tahun
      KBLI 35129
                                    Rp.
       Biaya Jasa lainnya                           6.000               6.000           6.000           6.000       6.000
                              Ribu/unit/tahun


     Asumsi Asumsi Biaya
     • Biaya Operasional dan Perawatan sebesar 10% dari total pendapatan selama masa proyeksi.
     • Biaya RMS sebesar 2% dari total pendapatan selama masa proyeksi
     • Biaya Asuransi sebesar 1,3% dari total pendapatan selama masa proyeksi
     • Biaya Tenaga kerja 1% dari total pendapatan selama masa proyeksi
     • Biaya umum dan administrasi 4% dari total pendapatan pada tahun 2025 dan meningkat
        sebesar 6,5% setiap tahun pada tahun berikutnya selama masa proyeksi
     • Biaya Penjualan 2% dari total pendapatan selama masa proyeksi

     Tabel 7.6 Asumsi-Asumsi Biaya
                                                                                  Proyeksi
                  Uraian          Satuan
                                                2025           2026        2027           2028          2029       2030
      ASUMSI BIAYA POKOK
      Operation And
                                % Revenue       10,00%         10,00%      10,00%         10,00%        10,00%     10,00%
      Maintenance
      RMS                       % Revenue        2,00%          2,00%       2,00%             2,00%      2,00%      2,00%
      Asuransi                  % Revenue        1,30%          1,30%       1,30%             1,30%      1,30%      1,30%
      Biaya Tenaga Kerja         %Revenue        1,00%          1,00%       1,00%             1,00%      1,00%      1,00%


      ASUMSI BIAYA/BEBAN
      LAIN
      Biaya Umum dan
                                 %Revenue        4,00%          6,50%       6,50%             6,50%      6,50%      6,50%
      Administrasi
      Biaya Penjualan           % Revenue        2,00%          2,00%       2,00%             2,00%      2,00%      2,00%




Halaman 36                                                                       FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 37
                                                                                                                                Lanjutan
                                                                                                 Proyeksi
                 Uraian                   Satuan
                                                             2031               2032               2033           2034           2035
      ASUMSI BIAYA POKOK
      Operation And
                                         % Revenue             10,00%            10,00%            10,00%          10,00%         10,00%
      Maintenance
      RMS                                % Revenue               2,00%             2,00%             2,00%          2,00%          2,00%
      Asuransi                           % Revenue               1,30%             1,30%             1,30%          1,30%          1,30%
      Biaya Tenaga Kerja                 %Revenue                1,00%             1,00%             1,00%          1,00%          1,00%


      ASUMSI BIAYA/BEBAN
      LAIN
      Biaya Umum dan
                                         %Revenue                4,00%             6,50%             6,50%          6,50%          6,50%
      Administrasi
      Biaya Penjualan                    % Revenue               2,00%             2,00%             2,00%          2,00%          2,00%


     Asumsi Working Capital
     Asumsi yang digunakan dalam perhitungan days working capital turnover diperoleh dari histris
     rata rata CMI dengan rincian sebagai berikut:
     • Untuk perputaran piutang 45 hari selama masa proyeksi
     • Untuk Perputaran utang usaha sebesar 60 hari selama masa proyeksi

     Tabel 7.7 Asumsi Working Capital
                                                                                                Proyeksi
                  Uraian                 Satuan
                                                          2025           2026          2027              2028        2029        2030
      ASUMSI WORKING CAPITAL
      Day Turnover Piutang Usaha          Hari            45             45                45              45           45         45
      Day Turnover Utang Usaha            Hari            60             60                60              60           60         60
                                                                                                                                Lanjutan
                                                                                                Proyeksi
                  Uraian                 Satuan
                                                           2031             2032                 2033            2034            2035
      ASUMSI WORKING CAPITAL
      Day Turnover Piutang Usaha          Hari              45                45                  45               45             45
      Day Turnover Utang Usaha            Hari              60                60                  60               60             60


     Asumsi Capex
     Asumsi Capital Expenditure merupakan total biaya investasi yang direncanakan oleh manajemen
     dalam kegiatan usaha CMI yang menjadi Initial Outlay dalam studi Kelayakan yang dilakukan.
     Total Capex yang direncakan oleh manajemen adalah sebagai berikut:
     • Untuk Biaya unit terpasang setiap tahunnya disesuaikan dengan proyeksi Inflasi Indonesia
        yang dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF)

     Tabel 7.8 Asumsi Capex
                                           Proyeksi
              Uraian          Satuan
                                            2025            2026              2027                2028            2029           2030
      ASUMSI CAPEX
      Jumlah Perangkat          Unit                  -           200                250                 250             250            250
      Biaya Unit Terpasang
                              Rp. Ribu                      119.761             122.782            125.878        129.051        132.304
      Perangkat
      Total Capex Instalasi
                              Rp. Ribu                -   23.952.161       30.695.592           31.469.428      32.262.772     33.076.117
      Perangkat




Halaman 37                                                                                      FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 38
                                                                                                                          Lanjutan
                                              Proyeksi
                  Uraian            Satuan
                                              2031               2032                2033               2034              2035
          ASUMSI CAPEX
          Jumlah Perangkat           Unit                250                -                -                  -                   -
          Biaya Unit Terpasang                                              -                -                  -                   -
                                   Rp. Ribu      135.640
          Perangkat
          Total Capex Instalasi
                                   Rp. Ribu   33.909.966                    -                -                  -                   -
          Perangkat


7.5.1 Proyeksi Laba Rugi

         Berdasarkan asumsi-asumsi yang ditetapkan di atas, maka hasil proyeksi laba rugi PT Centratama
         Menara Indonesia adalah sesuai tabel berikut:

Tabel 7.9 Proyeksi Laporan Laba Rugi dari kegiatan usaha
              Uraian               Satuan     2025             2026              2027            2028           2029              2030
 Pendapatan
 KBLI 35121
  Biaya Jasa Operasi               Rp. Ribu     300.000        1.500.000         3.000.000       4.500.000      6.000.000         7.500.000
 KBLI 35122
  Biaya Sewa perangkat             Rp. Ribu     900.000        4.500.000         9.000.000   13.500.000        18.000.000        22.500.000
 KBLI 43211
  Biaya Jasa Instalasi perangkat   Rp. Ribu     300.000        1.500.000         3.000.000       4.500.000      6.000.000         7.500.000
 KBLI 35129
  Biaya Jasa lainnya               Rp. Ribu     300.000        1.500.000         3.000.000       4.500.000      6.000.000         7.500.000

 Total Pendapatan                  Rp. Ribu   1.800.000        9.000.000        18.000.000   27.000.000        36.000.000        45.000.000



 Beban Pokok Pendapatan
 Depresiasi And Amortitation       Rp. Ribu     654.520        3.338.810         6.778.828   10.305.569        13.921.220        17.470.021
 Operation And
                                   Rp. Ribu     180.000         900.000          1.800.000       2.700.000      3.600.000         4.500.000
 Maintenance
 RMS                               Rp. Ribu      36.000         180.000           360.000         540.000           720.000        900.000
 Asuransi                          Rp. Ribu      23.361         116.807           233.614         350.420           467.227        584.034
 Biaya Tenaga Kerja                Rp. Ribu      18.000          90.000           180.000         270.000           360.000        450.000


 Total Beban Pokok
                                   Rp. Ribu     911.881        4.625.617         9.352.442   14.165.990        19.068.447        23.904.055
 Pendaptan


 Laba Usaha                        Rp. Ribu     888.119        4.374.383         8.647.558   12.834.010        16.931.553        21.095.945



 Biaya/Beban Lain
 Biaya Administrasi Umum           Rp. Ribu      72.000          76.680            81.664          86.972            92.626         98.646
 Biaya Penjualan                   Rp. Ribu      36.000         180.000           360.000         540.000           720.000        900.000
 Beban Bunga                       Rp. Ribu               -             -                -               -                -               -

 Total                             Rp. Ribu     108.000         256.680           441.664         626.972           812.626        998.646



 Pendapatan sebelum Pajak
                                   Rp. Ribu     780.119        4.117.703         8.205.894   12.207.038        16.118.928        20.097.299
 Final


 Pajak Final                       Rp. Ribu      36.000         180.000           360.000         540.000           720.000        900.000



 Laba Bersih                       Rp. Ribu     744.119        3.937.703         7.845.894   11.667.038        15.398.928        19.197.299




Halaman 38                                                                              FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 39
                                                                                                   Lanjutan
              Uraian               Satuan     2031         2032         2033         2034         2035
 Pendapatan
 KBLI 35121
  Biaya Jasa Operasi               Rp. Ribu    9.000.000    9.000.000    9.000.000    9.000.000    9.000.000
 KBLI 35122
  Biaya Sewa perangkat             Rp. Ribu   27.000.000   27.000.000   27.000.000   27.000.000   27.000.000
 KBLI 43211
  Biaya Jasa Instalasi perangkat   Rp. Ribu    9.000.000    9.000.000    9.000.000    9.000.000    9.000.000
 KBLI 35129
  Biaya Jasa lainnya               Rp. Ribu    9.000.000    9.000.000    9.000.000    9.000.000    9.000.000

 Total Pendapatan                  Rp. Ribu   54.000.000   54.000.000   54.000.000   54.000.000   54.000.000



 Beban Pokok Pendapatan
 Depresiasi And Amortitation       Rp. Ribu   20.622.287   19.599.552   17.959.469   16.075.864   14.061.275
 Operation And
                                   Rp. Ribu    5.400.000    5.400.000    5.400.000    5.400.000    5.400.000
 Maintenance
 RMS                               Rp. Ribu    1.080.000    1.080.000    1.080.000    1.080.000    1.080.000
 Asuransi                          Rp. Ribu     700.841      700.841      700.841      700.841      700.841
 Biaya Tenaga Kerja                Rp. Ribu     540.000      540.000      540.000      540.000      540.000


 Total Beban Pokok
                                   Rp. Ribu   28.343.127   27.320.393   25.680.309   23.796.705   21.782.115
 Pendaptan


 Laba Usaha                        Rp. Ribu   25.656.873   26.679.607   28.319.691   30.203.295   32.217.885



 Biaya/Beban Lain
 Biaya Administrasi Umum           Rp. Ribu     105.058      111.887      119.160      126.905      135.154
 Biaya Penjualan                   Rp. Ribu    1.080.000    1.080.000    1.080.000    1.080.000    1.080.000
 Beban Bunga                       Rp. Ribu            -            -            -            -            -

 Total                             Rp. Ribu    1.185.058    1.191.887    1.199.160    1.206.905    1.215.154



 Pendapatan sebelum Pajak
                                   Rp. Ribu   24.471.814   25.487.720   27.120.531   28.996.390   31.002.731
 Final


 Pajak Final                       Rp. Ribu    1.080.000    1.080.000    1.080.000    1.080.000    1.080.000



 Laba Bersih                       Rp. Ribu   23.391.814   24.407.720   26.040.531   27.916.390   29.922.731



         Proyeksi laba rugi pada tabel tersebut diatas, tidak ada beban bunga yang dikeluarkan karena
         pada unit usaha ini semua pembiayaan menggunakan kas Perseroan. Pada proyeksi juga
         diperoleh rata rata selama masa proyeksi persentasi laba usaha dibandingkan dengan total
         pendapatan adalah sebesar 50,22% dan persentasi laba bersih dibandingkan dengan
         pendapatan adalah 45,56%.

7.5.2 Proyeksi Arus Kas

         Berdasarkan asumsi-asumsi yang digunakan dalam proyeksi keuangan, arus kas PT Centratama
         Menara Indonesia adalah sesuai dengan tabel berikut ini.




Halaman 39                                                              FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 40
Tabel 7.10 Proyeksi Laporan Arus Kas dari kegiatan usaha
          Uraian           Satuan      2025               2026                2027             2028             2029             2030
 Arus Kas Dari Kegiatan
 Operasional
 Laba Bersih               Rp. Ribu      744.119          3.937.703           7.845.894       11.667.038       15.398.928       19.197.299
 Depresiasi Dan
                           Rp. Ribu      654.520          3.338.810           6.778.828       10.305.569       13.921.220       17.470.021
 Amortisasi
 Total Kas Masuk sebelum
                           Rp. Ribu    1.398.639          7.276.513      14.624.722           21.972.607       29.320.147       36.667.320
 Working Capital


 Perubahan Modal Kerja
 Kenaikan/Penurunan
                           Rp. Ribu    (221.918)           (887.671)     (1.109.589)          (1.109.589)      (1.109.589)      (1.109.589)
 Piutang Usaha
 Kenaikan/Penurunan
                           Rp. Ribu       42.306            169.224            211.530           211.530            211.530        211.530
 Utang Usaha
 Total Perubahaan Modal
                           Rp. Ribu    (179.612)           (718.447)          (898.059)         (898.059)          (898.059)      (898.059)
 Kerja


 Total Arus Kas Dari
                           Rp. Ribu    1.219.027          6.558.066      13.726.663           21.074.548       28.422.088       35.769.261
 Kegiatan Operasional


 Arus Kas Kegiatan
 Investasi
 Initial Outlay            Rp. Ribu   (5.840.338)                  -                  -                 -                  -                 -
 Capex                     Rp. Ribu              -      (23.952.161)    (30.695.592)         (31.469.428)     (32.262.772)     (33.076.117)
 Total Arus Kas Dari
                           Rp. Ribu   (5.840.338)       (23.952.161)    (30.695.592)         (31.469.428)     (32.262.772)     (33.076.117)
 Kegiatan Investasi


 Arus Kas Kegiatan
 Pendanaan
 Utang Bank (Current)      Rp. Ribu              -                 -                  -                 -                  -                 -
 Utang Bank (Non
                           Rp. Ribu              -                 -                  -                 -                  -                 -
 Current)
 Modal                     Rp. Ribu    5.840.338                   -                  -                 -                  -                 -
 Tambahan Modal Disetor    Rp. Ribu              -       23.952.161      30.695.592           31.469.428       32.262.772       33.076.117
 Total Arus Kas Dari
                           Rp. Ribu    5.840.338         23.952.161      30.695.592           31.469.428       32.262.772       33.076.117
 Kegiatan Pendanaan


 Arus Kas Bersih           Rp. Ribu    1.219.027          6.558.066      13.726.663           21.074.548       28.422.088       35.769.261

 Kas Awal                  Rp. Ribu              -        1.219.027           7.777.093       21.503.756       42.578.304       71.000.392

 Saldo Akhir Cash And
                           Rp. Ribu    1.219.027          7.777.093      21.503.756           42.578.304       71.000.392      106.769.653
 Bank


                                                                                                                                Lanjutan
          Uraian           Satuan         2031                   2032                 2033                  2034               2035
 Arus Kas Dari Kegiatan
 Operasional
 Laba Bersih               Rp. Ribu       23.391.814             24.407.720           26.040.531            27.916.390         29.922.731
 Depresiasi Dan
                           Rp. Ribu       20.622.287             19.599.552           17.959.469            16.075.864         14.061.275
 Amortisasi
 Total Kas Masuk sebelum
                           Rp. Ribu       44.014.101             44.007.272           44.000.000            43.992.254         43.984.006
 Working Capital


 Perubahan Modal Kerja
 Kenaikan/Penurunan
                           Rp. Ribu       (1.109.589)                     -                      -                     -                 -
 Piutang Usaha
 Kenaikan/Penurunan
                           Rp. Ribu          211.530                      -                      -                     -                 -
 Utang Usaha
 Total Perubahaan Modal
                           Rp. Ribu         (898.059)                     -                      -                     -                 -
 Kerja




Halaman 40                                                                           FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 41
          Uraian             Satuan       2031                  2032             2033                2034             2035
 Total Arus Kas Dari
                            Rp. Ribu      43.116.042            44.007.272       44.000.000           43.992.254      43.984.006
 Kegiatan Operasional


 Arus Kas Kegiatan
 Investasi
 Initial Outlay             Rp. Ribu                -                    -                 -                     -             -
 Capex                      Rp. Ribu     (33.909.966)                    -                 -                     -             -
 Total Arus Kas Dari
                            Rp. Ribu     (33.909.966)                    -                 -                     -             -
 Kegiatan Investasi


 Arus Kas Kegiatan
 Pendanaan
 Utang Bank (Current)       Rp. Ribu                -                    -                 -                     -             -
 Utang Bank (Non
                            Rp. Ribu                -                    -                 -                     -             -
 Current)
 Modal                      Rp. Ribu                -                    -                 -                     -             -
 Tambahan Modal Disetor     Rp. Ribu      33.909.966                     -                 -                     -             -
 Total Arus Kas Dari
                            Rp. Ribu      33.909.966                     -                 -                     -             -
 Kegiatan Pendanaan


 Arus Kas Bersih            Rp. Ribu      43.116.042            44.007.272       44.000.000           43.992.254      43.984.006

 Kas Awal                   Rp. Ribu     106.769.653         149.885.695        193.892.967          237.892.967     281.885.222

 Saldo Akhir Cash And
                            Rp. Ribu     149.885.695         193.892.967        237.892.967          281.885.222     325.869.227
 Bank


        •      Arus Kas dari Aktivitas Operasi selama periode proyeksi mengalami peningkatan setiap tahun
               dikarena tambahan pendapatan dengan penambahan unit 200 unit tahun 2026 dan 250
               unit perangkat PaaS per tahun untuk tahun berikutnya sampai dengan tahun 2031.
        •      Arus Kas dari Aktivitas investasi merupakan biaya investasi penambahan perangkat PaaS
               terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha.
        •      Arus Kas dari Aktivitas pendanaan merupakan tambahan pendanaan dari Perseroan terkait
               initial outlay dan Pengeluaran capex.

7.5.3 Proyeksi Posisi Keuangan CMI

        Proyeksi Posisi Keuangan CMI berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dibuat adalah sesuai tabel
        berikut:

Tabel 7.11 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan dari kegiatan usaha
            Uraian         Satuan      2025              2026            2027            2028             2029          2030
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan Bank              Rp. Ribu    1.219.027         7.777.093     21.503.756       42.578.304      71.000.392   106.769.653
 Piutang Usaha             Rp. Ribu     221.918          1.109.589       2.219.178       3.328.767       4.438.356     5.547.945
 Total Aset Lancar         Rp. Ribu    1.440.945         8.886.682     23.722.934       45.907.071      75.438.748   112.317.598


 Aset Tidak Lancar
 Aset Tetap                Rp. Ribu    5.185.818        25.799.169     49.715.933       70.879.791      89.221.344   104.827.440
 Total Aset Tidak
                           Rp. Ribu    5.185.818        25.799.169     49.715.933       70.879.791      89.221.344   104.827.440
 Lancar


 Total Aset                Rp. Ribu    6.626.763        34.685.851     73.438.867    116.786.863       164.660.092   217.145.038




Halaman 41                                                                      FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 42
           Uraian          Satuan     2025              2026             2027             2028             2029              2030
 Liabilitas
 Liabilitas Lancar
 Utang Usaha               Rp. Ribu     42.306           211.530         423.060           634.590           846.120        1.057.649
 Utang Bank jatuh
                           Rp. Ribu            -                -                 -               -                   -             -
 Tempo 1 tahun
 Total Liabilitas Lancar   Rp. Ribu     42.306           211.530         423.060           634.590           846.120        1.057.649


 Liabilitas Tidak Lancar
 Utang Bank                Rp. Ribu            -                -                 -               -                   -             -
 Total Liabilitas Tidak
                           Rp. Ribu            -                -                 -               -                   -             -
 Lancar


 Total Liabilitas          Rp. Ribu     42.306           211.530         423.060           634.590           846.120        1.057.649


 Ekuitas
 Modal                     Rp. Ribu   5.840.338         5.840.338    5.840.338            5.840.338       5.840.338         5.840.338
 Tambahan Modal
                           Rp. Ribu            -       23.952.161   54.647.753           86.117.180     118.379.953       151.456.069
 disetor
 Saldo Laba                Rp. Ribu    744.119          4.681.822   12.527.716           24.194.754      39.593.682        58.790.981
 Total Ekuitas             Rp. Ribu   6.584.457        34.474.321   73.015.807        116.152.273       163.813.973       216.087.388


 Total Liabilitas Dan
                           Rp. Ribu   6.626.763        34.685.851   73.438.867        116.786.863       164.660.092       217.145.038
 Ekuitas


                                                                                                                             Lanjutan
           Uraian          Satuan       2031                 2032                 2033                2034                  2035
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan Bank              Rp. Ribu   149.885.695         193.892.967           237.892.967       281.885.222             325.869.227
 Piutang Usaha             Rp. Ribu     6.657.534            6.657.534            6.657.534            6.657.534            6.657.534
 Total Aset Lancar         Rp. Ribu   156.543.229         200.550.502           244.550.501       288.542.756             332.526.761


 Aset Tidak Lancar
 Aset Tetap                Rp. Ribu   118.115.118           98.515.566           80.556.097           64.480.233           50.418.958
 Total Aset Tidak
                           Rp. Ribu   118.115.118           98.515.566           80.556.097           64.480.233           50.418.958
 Lancar


 Total Aset                Rp. Ribu   274.658.348         299.066.068           325.106.599       353.022.989             382.945.720


 Liabilitas
 Liabilitas Lancar
 Utang Usaha               Rp. Ribu     1.269.179            1.269.179            1.269.179            1.269.179            1.269.179
 Utang Bank jatuh
                           Rp. Ribu                -                 -                      -                     -                 -
 Tempo 1 tahun
 Total Liabilitas Lancar   Rp. Ribu     1.269.179            1.269.179            1.269.179            1.269.179            1.269.179


 Liabilitas Tidak Lancar
 Utang Bank                Rp. Ribu                -                 -                      -                     -                 -
 Total Liabilitas Tidak
                           Rp. Ribu                -                 -                      -                     -                 -
 Lancar


 Total Liabilitas          Rp. Ribu     1.269.179            1.269.179            1.269.179            1.269.179            1.269.179




Halaman 42                                                                        FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 43
           Uraian         Satuan       2031           2032           2033            2034           2035
 Ekuitas
 Modal                   Rp. Ribu      5.840.338      5.840.338      5.840.338       5.840.338      5.840.338
 Tambahan Modal
                         Rp. Ribu    185.366.035    185.366.035    185.366.035     185.366.035    185.366.035
 disetor
 Saldo Laba              Rp. Ribu     82.182.795    106.590.516    132.631.047     160.547.436    190.470.167
 Total Ekuitas           Rp. Ribu    273.389.168    297.796.888    323.837.419     351.753.809    381.676.540


 Total Liabilitas Dan
                         Rp. Ribu    274.658.348    299.066.068    325.106.599     353.022.989    382.945.720
 Ekuitas


       •      Aset Lancar
              Aset lancar terdiri dari kas dan piutang usaha, selama masa proyeksi aset lancar CMI
              mengalami peningkatan dengan rata rata peningkatan selama masa proyeksi (2025-2035)
              sebesar 101%. Peningkatan ini dipengaruhi peningkatan kas dan piutang CMI. Pada tahun
              2026 aset lancar CMI mengalami peningkatan sebesar 517% hal ini disebabkan adanya
              penambahan unit PaaS sebesar 200 unit dibandingkan dengan tahun 2025.
       •      Aset Tidak Lancar
              Aset tidak lancar terdiri dari asset tetap, selama masa proyeksi aset tidak lancar CMI
              mengalami peningkatan dengan rata rata peningkatan selama masa proyeksi (2025-2035)
              sebesar 51%. Peningkatan ini dipengaruhi peningkatan aset tetap CMI. Pada tahun 2026 aset
              tidak lancar CMI mengalami peningkatan sebesar 397% hal ini disebabkan adanya
              penambahan unit sebesar 200 unit PaaS dibandingkan dengan tahun 2025.
       •      Liabilitas
              Liabilitas CMI hanya terdiri dari utang usaha hal ini karena dalam pelaksanaan unit usaha
              PaaS sumber pendanaannya berasal dari modal CMI, selama masa proyeksi Liabilitas CMI
              mengalami peningkatan dengan rata rata peningkatan selama masa proyeksi (2025-2035)
              sebesar 63%. Peningkatan ini dipengaruhi peningkatan liabilitas jangka pendek CMI. Pada
              tahun 2026 liabilitas CMI mengalamai peningkatan sebesar 400% hal ini disebabkan adanya
              penambahan unit PaaS sebesar 200 unit dibandingkan dengan tahun 2025 yang
              mempengaruhi pendapatan CMI sehingga utang usaha CMI mengalami peningkatan.
       •      Ekuitas
              Ekuitas atas penambahan kegiatan usaha ini terdiri dari setoran modal, tambahan modal
              disetor dan Saldo Laba, selama masa proyeksi Ekuitas CMI mengalami peningkatan dengan
              rata rata peningkatan selama masa proyeksi (2025-2035) sebesar 73%. Peningkatan ini
              dipengaruhi peningkatan Tambahan modal disetor yang disesuaikan dengan total capex
              yang dikeluarkan oleh CMI setiap tahunnya. Pada tahun 2026 Ekuitas CMI mengalamai
              peningkatan sebesar 424% hal ini disebabkan adanya penambahan unit PaaS sebesar 200
              unit dibandingkan dengan tahun 2025 yang mempengaruhi jumlah modal yang disetor untuk
              memenuhi biaya capex CMI.



7.5.4 Tingkat Diskonto

       Tingkat diskonto yang kami gunakan adalah biaya modal untuk ekuitas ( cost of equity).
       Biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
       (“CAPM”), dengan formula sebagai berikut:

       Ke = Rf + ß (Rm-Rf) – CDS Ke = Rf + ß Rp – CDS




Halaman 43                                                           FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 44
     Rf ( risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
     tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Dalam studi kelayakan ini, suku bunga bebas risiko
     yang kami gunakan adalah Indeks Surat Utang Negara dengan jangka waktu 30 tahun dimana
     penggunaan risk free rate didasari atas suku bunga bebas risiko sesuai dengan mata uang
     yang disajikan dalam laporan keuangan objek studi kelayakan, dan mencerminkan asumsi
     kelangsungan jangka waktu kegiatan usaha objek studi kelayakan.

     Rp (risk premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
     kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan
     menggunakan rujukan dari Damodaran dengan data diperbarui 1 Januari 2025 sebesar 6,87%.

     CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang dikeluarkan
     pemerintah dengan menggunakan rujukan dari Damodaran dengan data diperbarui 1
     Januari 2025.

     ß   (Beta), merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
     pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
     atau IHSG). Beta diperoleh dari unlevered beta yang mengacu kepada beta Damodaran dengan
     data diperbarui 1 Januari 2025 dari industri t e l ek o m u n i k a s i sebesar 0,60 yang kemudian
     di re-levered kembali untuk menghasilkan levered beta dengan formula sebagai berikut:

     ßL          = ßU x (1+ (1-t) x DER)

     Dimana :
     ßL                 : Beta Levered
     ßU                 : Beta Unlevered
     DER                : Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio)
     T                  : Pajak

     DER mengacu kepada DER Damodaran dengan data diperbarui 1 Januari 2025 dari industri
     telekomunikasi sebesar 39,78%.

     Berdasarkan formula perhitungan beta di atas maka beta yang digunakan sebagai berikut:

     Tabel 13. Beta
                         Deskripsi                               Keterangan
         ßU (didapat dari Damodaran)                                            0,60
         DER (Damodaran)                                                  39,78%
         T (Pajak)                                                              22%
         ßL = …. *(1+(1-22% )*….%)                                              0,79

     Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh biaya
     modal untuk ekuitas sebagai berikut:

     Tabel 14. CAPM
                  Deskripsi                                                 Keterangan
         Rf                                             7,11% IPBA per 30 Desember 2024 (30 Tahun)
         ß                                               0,79 Dari perhitungan beta
         Rp                                             6,87% Damodaran dengan data




Halaman 44                                                          FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 45
                         Deskripsi                                                    Keterangan
         CDS                                                     1,89% diperbaharui 1 Januari 2025
         Spesifik Risk                                              0% Asumsi risiko karena proyek masih baru
         Ke = Rf + (ß x Rp ) – CDS                              10,63%

       Biaya modal ekuitas (Ke) pada tabel diatas sebesar 10,63% digunakan sebagai tingkat
       diskonto dalam Analisa kelayakan keuangan

7.6    Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)

       Dalam melakukan analisis titik impas akan menggunakan perhitungan break even point
       (“BEP”) dimana BEP adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba dan tidak
       menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan
       (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan
       untuk menutup biaya tetap saja. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan minimal
       yang diperlukan agar terjadi BEP. BEP dalam satuan Rupiah dapat diformulasikan sebagai
       berikut:



                                             Total Biaya Tetap

         BEP =

                                 (Penjualan - Total Biaya Variabel) /
                                              Penjualan


      Berikut adalah analisis titik impas atas rencana perubahan kegiatan usaha selama periode
      proyeksi:

      Tabel 7.12        Break Even Point (dalam Ribuan Rupiah)
            Uraian             2025          2026           2027            2028         2029         2030
       Pendapatan            1.800.000    9.000.000      18.000.000      27.000.000    36.000.000   45.000.000
       Biaya Tetap             654.520    3.338.810        6.778.828     10.305.569    13.921.220   17.470.021
       Biaya Variabel          257.361    1.286.807        2.573.614      3.860.420     5.147.227    6.434.034
       Break Event Point       763.714    3.895.830        7.909.753     12.024.867    16.243.724   20.384.578
                                                                                                      Lanjutan
            Uraian               2031               2032               2033            2034          2035
       Pendapatan               54.000.000       54.000.000        54.000.000         54.000.000    54.000.000
       Biaya Tetap              20.622.287       19.599.552        17.959.469         16.075.864    14.061.275
       Biaya Variabel            7.720.841          7.720.841          7.720.841       7.720.841     7.720.841
       Break Event Point        24.062.742       22.869.383        20.955.681         18.757.832    16.407.144


      Berdasarkan tabel diatas rata-rata titik impas adalah sebesar Rp 14.934.113 selama periode
      proyeksi.

7.7    Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)

      Dalam melakukan analisis profitabilitas / Overall Profitability, digunakan Profitability Index (“PI”),
      dimana PI dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih yang akan datang suatu



Halaman 45                                                                    FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 46
     proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. PI dapat
     diformulasikan sebagai berikut:
                             Jumlah nilai kini arus kas masuk

                    PI =
                             Jumlah nilai kini arus kas keluar

     Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut adalah                         layak. Berikut adalah perhitungan PI
     atas rencana perubahan kegiatan usaha:

Tabel 7.13 Profitability Index (dalam Ribuan Rupiah)
         Uraian                            2025             2026              2027             2028          2029             2030

 Cash inflow
 Net Income                               744.119         3.937.703       7.845.894         11.667.038    15.398.928       19.197.299
 Interest*(1-Tax)                            -                  -               -                 -            -                -
 Depreciation &
                                          654.520         3.338.810       6.778.828         10.305.569    13.921.220       17.470.021
 Amortization
 Total                                1.398.639           7.276.513      14.624.722         21.972.607    29.320.147       36.667.320


 Cash outflow
 Change in net
                                      (179.612)           (718.447)       (898.059)          (898.059)     (898.059)        (898.059)
 working capital
 Capex                                       -         (23.952.161)      (30.695.592)      (31.469.428)   (32.262.772)     (33.076.117)
 Initial Outlay        (5.840.338)
 Total                 (5.840.338)    (179.612)        (24.670.608)      (31.593.651)      (32.367.487)   (33.160.831)     (33.974.176)


 Net Free Cash Flow    (5.840.338)    1.219.027        (17.394.095)      (16.968.929)      (10.394.880)   (3.840.684)       2.693.144


 Terminal Value


 Total Net Free Cash
                       (5.840.338)    1.219.027        (17.394.095)      (16.968.929)      (10.394.880)   (3.840.684)       2.693.144
 Flow

 n                                          1,0              2,0               3,0             4,0            5,0              6,0
 Discount factor                          10,63%           10,63%             10,63%          10,63%        10,63%           10,63%
                            1,00           0,90             0,82               0,74            0,67          0,60             0,55
 Present Value         (5.840.338)    1.101.887        (14.211.819)      (12.532.167)       (6.939.291)   (2.317.545)       1.468.937


                                                                                                                              Lanjutan
         Uraian              2031                  2032                2033                2034            2035             Perpetuidy

 Cash inflow
 Net Income                 23.391.814            24.407.720          26.040.531          27.916.390      29.922.731         30.683.786
 Interest*(1-Tax)                     -                     -                       -                 -                -
 Depreciation &
                            20.622.287            19.599.552          17.959.469          16.075.864      14.061.275         14.418.909
 Amortization
 Total                      44.014.101            44.007.272          44.000.000          43.992.254      43.984.006         45.102.695


 Cash outflow
 Change in net
                              (898.059)                     -                       -                 -                -       (137.047)
 working capital
 Capex                     (33.909.966)                     -                       -                 -                -    (14.418.909)
 Initial Outlay
 Total                     (34.808.025)                     -                       -                 -                -    (14.555.956)




Halaman 46                                                                                FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 47
         Uraian            2031                     2032                2033              2034            2035            Perpetuidy


 Net Free Cash Flow        9.206.076               44.007.272          44.000.000        43.992.254      43.984.006        30.546.738


 Terminal Value                                                                                                           377.707.350


 Total Net Free Cash
                           9.206.076               44.007.272          44.000.000        43.992.254      43.984.006       377.707.350
 Flow

 n                                   7,0                    8,0                 9,0              10,0             11,0              11,0
 Discount factor              10,63%                  10,63%              10,63%            10,63%           10,63%               10,63%
                                  0,49                     0,45                0,40              0,36             0,33              0,33
 Present Value             4.538.810               19.611.723          17.724.250        16.018.260      14.476.308       124.313.549


   Analisa Kelayakan          Satuan              Nilai
 Profitability Index             x                 1,33
 Payback Period               Tahun                  8,0

      Berdasarkan tabel diatas PI yang dihasilkan sebesar 1,33 atau lebih besar daripada 1.

7.8      Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)

      Dalam mengukur tingkat imbal balik investasi digunakan perhitungan Net Present Value
      (“NPV”) dan Internal Rate of Return (“IRR”). Jika nilai NPV positif dan IRR memiliki nilai lebih besar
      dari tingkat diskonto maka investasi tersebut adalah layak. Berikut adalah perhitungan NPV dan
      IRR atas rencana perubahan kegiatan usaha:

Tabel 7.14 NPV dan IRR (dalam Ribuan Rupiah)
         Uraian                             2025             2026              2027          2028           2029            2030

 Cash inflow
 Net Income                                744.119         3.937.703       7.845.894      11.667.038     15.398.928      19.197.299
 Interest*(1-Tax)                             -                   -              -               -            -               -
 Depreciation &
                                           654.520         3.338.810       6.778.828      10.305.569     13.921.220      17.470.021
 Amortization
 Total                                 1.398.639           7.276.513      14.624.722      21.972.607     29.320.147      36.667.320


 Cash outflow
 Change in net
                                       (179.612)           (718.447)       (898.059)       (898.059)      (898.059)       (898.059)
 working capital
 Capex                                        -         (23.952.161)      (30.695.592)    (31.469.428)   (32.262.772)    (33.076.117)
 Initial Outlay        (5.840.338)
 Total                 (5.840.338)     (179.612)        (24.670.608)      (31.593.651)    (32.367.487)   (33.160.831)    (33.974.176)


 Net Free Cash Flow    (5.840.338)     1.219.027        (17.394.095)      (16.968.929)    (10.394.880)   (3.840.684)      2.693.144


 Terminal Value


 Total Net Free Cash
                       (5.840.338)     1.219.027        (17.394.095)      (16.968.929)    (10.394.880)   (3.840.684)      2.693.144
 Flow

 n                                           1,0              2,0               3,0           4,0            5,0             6,0
 Discount factor                           10,63%           10,63%             10,63%       10,63%         10,63%          10,63%




Halaman 47                                                                               FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 48
         Uraian                            2025            2026            2027          2028          2029            2030

                          1,00             0,90            0,82            0,74          0,67          0,60            0,55
 Present Value         (5.840.338)     1.101.887     (14.211.819)    (12.532.167)     (6.939.291)   (2.317.545)     1.468.937


                                                                                                                      Lanjutan
         Uraian            2031                   2032              2033             2034            2035           Perpetuidy

 Cash inflow
 Net Income               23.391.814          24.407.720          26.040.531        27.916.390      29.922.731      30.683.786
 Interest*(1-Tax)                      -                    -                 -                 -              -
 Depreciation &
                          20.622.287          19.599.552          17.959.469        16.075.864      14.061.275      14.418.909
 Amortization
 Total                    44.014.101          44.007.272          44.000.000        43.992.254      43.984.006      45.102.695


 Cash outflow
 Change in net
                            (898.059)                       -                 -                 -              -      (137.047)
 working capital
 Capex                   (33.909.966)                       -                 -                 -              -   (14.418.909)
 Initial Outlay
 Total                   (34.808.025)                       -                 -                 -              -   (14.555.956)


 Net Free Cash Flow        9.206.076          44.007.272          44.000.000        43.992.254      43.984.006      30.546.738


 Terminal Value                                                                                                    377.707.350


 Total Net Free Cash
                           9.206.076          44.007.272          44.000.000        43.992.254      43.984.006     377.707.350
 Flow

 n                                   7,0                  8,0               9,0             10,0            11,0           11,0
 Discount factor              10,63%                10,63%            10,63%           10,63%          10,63%           10,63%
                                   0,49                  0,45              0,40             0,36            0,33           0,33
 Present Value             4.538.810          19.611.723          17.724.250        16.018.260      14.476.308     124.313.549



     Analisa Kelayakan           Satuan             Nilai

 Net Present Value               Rp. Ribu     157.412.564
 IRR                                %              33,11%

      Berdasarkan tabel diatas NPV yang dihasilkan sebesar Rp 157.412.564 atau lebih besar
      daripada 0, dan IRR yang dihasilkan sebesar 33,11% atau lebih besar daripada tingkat diskonto
      sebesar 10,63%.




Halaman 48                                                                          FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 49
                                           BAB VIII
                                         KESIMPULAN



     Dengan mempertimbangkan analisis Studi Kelayakan yang dilakukan meliputi analisis Kelayakan
     Pasar, analisis Kelayakan Teknis, analisis Kelayakan Pola Bisnis, analisis Kelayakan Model
     Manajemen dan analisis Keuangan serta semua asumsi-asumsi dapat terpenuhi, maka kami
     berpendapat bahwa rencana Perseroan dalam rangka Perubahan kegiatan usaha berupa
     penambahan 4 (empat) kegiatan usaha, dalam bidang Pengoperasian Instalasi Penyediaan
     Tenaga Listrik (KBLI 35121), Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik (KBLI 35122),
     Instalasi Listrik (KBLI 43211), Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129) adalah
     LAYAK.




Halaman 49                                                      FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 50
                          ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



   a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
   b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
      Studi Kelayakan.
   c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan keakuratan
      dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari
      informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
   d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
      keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
   e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
   f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
   g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari
      Pemberi Tugas.
   h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
   i. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan telah
      disusun sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
      Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
   j. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara
      khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di luar dari aspek
      perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
   k. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
      maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak dapat
      digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan
      ini digunakan untuk tujuan lain.
   l. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga
      pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan relevansi
      antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).




Halaman 50                                                      FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 51
                                     PERNYATAAN PENILAI



Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menerangkan bahwa:

1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan Studi Kelayakan adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek Studi Kelayakan .
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil Studi Kelayakan yang dilaporkan.
5. Studi Kelayakan dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode
    Etik Penilai Indonesia (KEPI), SE OJK NO.17/SEOJK.04/2020, serta POJK No.35/POJK.04/2020,
    tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek Studi
    Kelayakan.
8. Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan Studi Kelayakan ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan

11. Kami bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan yang telah kami susun berdasarkan data
    yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
    Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
    dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
    atau menyesatkan.
12. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan terhadap obyek Studi Kelayakan pada tanggal Studi
    Kelayakan (cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    Studi Kelayakan .
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan Studi Kelayakan profesional telah disajikan
    sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.




Halaman 51                                                      FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025
Page 52

          
Page 53
                  Kantor Jasa Penilai Publik                                             The Manhattan Square
                                                                               Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                          Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                  Property, Business Valuation & Advisory                    E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
                                                                                   Website: www.fdipartners.co
                  Licence No. 2.22.0176
                                                                                         Phone (62 21) 27875911
                  KMK 460/KM.1/2022


Jakarta, 14 April 2025

Kepada Yth.
PT EPID Menara AssetCo
TCC Batavia Tower One Lt. 16 & 19
Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 126, Karet Tengsin,
Tanah Abang, Jakarta Pusat 10220

No. Laporan    : FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Hal            : Laporan Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha berupa penambahan 4
                 (empat) bidang kegiatan usaha PT EPID Menara AssetCo

Dengan hormat,

LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PT EPID MENARA ASSETCO

Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No.003/FDI.JKT/PB.FS/I/2025 tertanggal 15
Januari 2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
“Kami”) mendapat penugasan dari PT EPID Menara AssetCo (selanjutnya disebut “EMA” atau
“Perseroan”) untuk menyusun Studi Kelayakan perubahan kegiatan usaha berupa
penambahan 4 (empat) bidang usaha yaitu Pengoperasian Instalasi Penyediaan Tenaga
Listrik (KBLI 35121), Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik (KBLI 35122), Instalasi
Listrik (KBLI 43211), Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129), selanjutnya disebut
(“Obyek Studi Kelayakan”).

Maksud dan Tujuan

Kami memahami bahwa laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana penambahan/
perubahan kegiatan usaha KBLI Perseroan , diperuntukan dalam rangka memenuhi Otoritas
Jasa Keuangan (“OJK’) terkait dengan peraturan perusahaan public (terbuka), yaitu
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan perubahan Kegiatan Usaha.

Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan OJK Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
(“POJK 35”), SE OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian Dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”), Kode Etik Penilaian Indonesia dan
Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018). Dalam melakukan
Studi Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnnya.

Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal Studi Kelayakan dalam penugasan ini adalah 31 Desember 2024.
Page 54
Ruang Lingkup dan Metodologi Analisis Studi Kelayakan

Berdasarkan POJK 35 dan SEOJK 17, analisis Studi Kelayakan dilakukan melalui analisis yang
mencakup hal–hal sebagai berikut:

 a.   Analisis Kelayakan Pasar
 b.   Analisis Kelayakan Teknis
 c.   Analisis Kelayakan Pola Bisnis
 d.   Analisis Model Manajemen
 e.   Analisis Kelayakan Keuangan

Analisis Kelayakan Pasar

Perkembangan industri Telekomunikasi terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi
baru seperti Internet of Things (IoT), Narrowband IoT (NB-IoT), 5G dan lainnya. Hampir seluruh
perusahaan biasanya memiliki kebutuhan komunikasi yang kompleks karena ukuran,
penyebaran geografis, dan operasinya yang beragam. Hal ini berdampak kepada
kebutuhan infrastruktur telekomunikasi yang mampu menangani lalu lintas bervolume besar
secara efisien dan andal untuk memastikan komunikasi dan produktivitas yang lancar.

Segmen perusahaan besar diperkirakan akan terus memimpin pasar telekomunikasi karena
kebutuhan komunikasi yang kompleks dan volume lalu lintas tinggi, yang memerlukan solusi
telekomunikasi tangguh dan infrastruktur yang efisien serta andal untuk memastikan
kelancaran komunikasi dan produktivitas yang optimal. Sementara itu EMA sendiri memiliki
beberapa tenant yang merupakan Perusahaan Telekomunikasi yang menyewa tower di EMA.
EMA memiliki kesempatan untuk berperan aktif dalam transformasi digital yang semakin
mendominasi kehidupan sehari-hari, sekaligus memperluas jangkauan layanan dan inovasi
yang ditawarkan kepada pelanggan.

Pasar telekomunikasi global diperkirakan mencapai USD 2,46 triliun pada 2025 dan USD 4,21
triliun pada 2034, menurut riset yang dilakukan oleh Precedence Research, dan didukung oleh
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang mencatatkan peningkatan
penetrasi internet di Indonesia yang diprediksi mencapai 79,5% pada 2024. Proyeksi pengguna
internet di Indonesia juga menunjukkan kenaikan masing-masing menjadi 81% dan 83% pada
2025 dan 2026, sesuai dengan riset yang dilakukan oleh Bloomberg & KSI Research yang
dipublikasikan oleh Kiwoom Sekuritas Indonesia.

EMA memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat, karena para pesaing tidak memiliki akses
untuk menawarkan layanan mereka kepada customer/tenant yang ada pada EMA saat ini,
sehingga cakupan bisnis mereka menjadi lebih terbatas. Dengan demikian, layanan yang
ditawarkan oleh EMA bersifat eksklusif.

Analisis Kelayakan Teknis

EMA memiliki kapasitas dalam menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan penambahan
kegiatan usaha yaitu dalam bidang Pengoperasian Instalasi Tenaga Listrik (KBLI 35121),
Pengoperasian Pemanfaatan Tenaga Listrik (KBLI 35122), Instalasi Tenaga Listrik (KBLI 43211),
Kegiatan Penunjang Kelistrikan (KBLI 35129).




Halaman 2                                                     FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 55
Atas penambahan kegiatan usaha ini tidak memerlukan bahan baku karena bukan proses
yang menghasilkan produk. Sedangkan proses jasa yang dilakukan dapat terlihat dalam
gambar berikut:




Analisis Kelayakan Pola Bisnis

Keunggulan kompetitif yang dimiliki saat ini adalah EMA telah memiliki tower atau menara
telekomunikasi sebelumnya, sehingga dapat mendukung kegiatan usaha barunya, EMA telah
berdiri sejak tahun 2021 dan memiliki pengalaman dalam industri jasa telekomunikasi.

Kemampuan pesaing dalam meniru produk ini relatif sangat sulit karena para pesaing tidak
memiliki akses untuk menawarkan layanan mereka kepada customer/tenant yang ada pada
EMA saat ini, sehingga cakupan bisnis mereka menjadi lebih terbatas. Dengan demikian,
layanan yang ditawarkan oleh EMA bersifat eksklusif.

Kemampuan dalam menciptkan nilai, dapat tercipta dikarenakan EMA adalah salah satu
entitas anak dari PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk yang bergerak di bidang
pembangunan meliputi jasa penyediaan, penyewaan, dan pengelolaan menara
telekomunikasi atau Base Transceiver Stations (“BTS”).

Analisis Model Manajemen

Dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha, EMA tidak memerlukan penambahan
tenaga kerja tetapi menggunakan tenaga kerja yang telah dimiliki. Selain itu, EMA akan
memenuhi kriteria ketersediaan tenaga kerja dengan SKTTK sebagaimana dipersyaratkan
dalam Lampiran Permen ESDM No. 5 Tahun 2021 untuk melakukan kegiatan usaha baru terkait
industri penunjang ketenagalistrikan. Untuk mencapai hal ini, EMA secara aktif berupaya
memenuhi sertifikasi, dimana saat ini tenaga kerja yang ada sedang menjalani proses
sertifikasi SKTTK dan perekrutan tenaga kerja yang memiliki sertifikasi SKTTK secara
berkelanjutan. Sementara itu, terkait dengan kekayaan intelektual, EMA saat ini memiliki
kontrak jangka panjang dari masing-masing penyewa (perusahaan telekomunikasi yang
menyewa menara).

Risiko-risiko yang berpotensi terjadi dalam menjalankan kegiatan usahanya, antara lain
adalah Risiko Kondisi Makro Ekonomi, Risiko Likuiditas, Risiko Operasional, dan Risiko Tidak
Tercapainya Proyeksi. Dalam menjalankan setiap bidang usaha EMA memiliki kapasitas
manajemen yang memiliki kompetensi dan berpengalaman sesuai bidangnya (key person).

Sistem organisasi dan Manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya
suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga dapat membentuk
perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur organisasi dan
Manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu dan
terarah.




Halaman 3                                                   FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 56
Analisis Kelayakan Keuangan

Dalam rencana perubahan kegiatan usaha, Perseroan akan menambah 4 (empat) kegiatan
usaha, dalam bidang Pengoperasian Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik (KBLI 35121),
Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik (KBLI 35122), Instalasi Listrik (KBLI 43211),
Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129), membutuhkan biaya investasi terkait
sebesar Rp 5.840.338.000, dengan pembiayaan berasal dari kas Perseroan.

Biaya operasional atas rencana perubahan kegiatan usaha terdiri dari beban pokok
penjualan dan biaya/beban lain.

Dalam melakukan analisis kelayakan keuangan digunakan analisis titik impas, Profitability
Index (“PI”), Net Present Value (“NPV”) dan Internal Rate of Return (“IRR”), dengan hasil
sebagai berikut:

Tabel 1. PI, NPV, dan IRR
           Keterangan         Indikator            Satuan              Hasil Analisa

     Net Present Value         NPV > 0            Rp Ribu                        157.412.564

     IRR                      IRR > DR               %                                 33,11%

     Profitability Index        PI > 0               X                                   1,33

     Payback Period             Tahun                                                     8,0


Asumsi – Asumsi dan Kondisi Pembatas

1.  Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2.  Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam
    proses Studi Kelayakan.
3. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan
    keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data
    yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami
    anggap relevan.
4. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran
    proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
    (fiduciary duty).
5. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
7. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas Obyek Studi Kelayakan dari
    Pemberi Tugas.
8. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan
    telah disusun sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
    Pasar Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia
    (KEPI).
10. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
    secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di luar
    dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.




Halaman 4                                                      FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 57
11. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
    dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak
    dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab
    jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
12. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga
    pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan
    relevansi antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).



Kesimpulan

Dengan mempertimbangkan analisis Studi Kelayakan yang dilakukan meliputi analisis
Kelayakan Pasar, analisis Kelayakan Teknis, analisis Kelayakan Pola Bisnis, analisis Kelayakan
Model Manajemen dan analisis Keuangan serta semua asumsi-asunsi dapat terpenuhi, maka
kami berpendapat bahwa rencana Perseroan dalam rangka Perubahan kegiatan usaha
berupa penambahan 4 (empat) kegiatan usaha, dalam bidang Pengoperasian Instalasi
Penyediaan Tenaga Listrik (KBLI 35121), Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik
(KBLI 35122), Instalasi Listrik (KBLI 43211), Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129),
adalah LAYAK.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini,
kami bertindak sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun,
baik saat ini maupun di masa datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas transaksi
yang dilakukan.

Demikian laporan Studi Kelayakan ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan
yang telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan Cabang Jakarta Selatan
Pemimpin Cabang




J.Ferdinand H.Pardede, MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00089
MAPPI No.               : 01-S-01490
STTD Bappepam No. : STTD.PB-17/PJ-1/PM.02/2023
RMK                     : RMK-2017.00081




Halaman 5                                                          FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 58
                                                                    DAFTAR ISI


SURAT PENGANTAR ................................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI .............................................................................................................................................. 6
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................ 8
   1.1          Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................ 8
   1.2          Status Penilai ........................................................................................................................ 8
   1.3          Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................................... 8
   1.4          Tanggal Penilaian ................................................................................................................ 9
   1.5          Objek Studi Kelayakan ....................................................................................................... 9
   1.6          Maksud dan Tujuan ............................................................................................................. 9
   1.7          Data, Informasi, dan Prosedur yang digunakan ........................................................... 10
   1.8          PIhak-pihak Yang Diwawancara .................................................................................... 10
   1.9          Metodologi Analisis Studi Kelayakan .............................................................................. 11
   1.10         Pernyataan Independensi Penilai ................................................................................... 11
   1.11         Asumsi dan Kondisi Pembatas ......................................................................................... 11
   1.12         Pedoman dan Standar Penilaian .................................................................................... 12
   1.13         Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................. 12
BAB II ANALISIS PERSEROAN .............................................................................................................. 13
   2.1          Gambaran Umum EMA .................................................................................................... 13
   2.2          Informasi Keuangan EMA ................................................................................................. 14
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR ................................................................................................ 19
   3.1          Kondisi Pasar ...................................................................................................................... 19
   3.2          Persaingan Pasar ............................................................................................................... 22
   3.3          Strategi Pemasaran ........................................................................................................... 23
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................... 24
   4.1          Kapasitas ............................................................................................................................ 24
   4.2          Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia ...................................................... 24
   4.3          Proses Produksi / Layanan Jasa ....................................................................................... 25
BAB V ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ....................................................................................... 27
   5.1          Keunggulan Kompetitif ..................................................................................................... 27
   5.2          Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk .................................................................. 27
   5.3          Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai .......................................................................... 27
BAB VI ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ...................................................................... 29
   6.1          Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................. 29
   6.2          Manajemen Kekayaan Intelektual (intellectual property) .......................................... 29
   6.3          Manajemen Risiko ............................................................................................................. 29
   6.4          Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen ..................................................................... 30



Halaman 6                                                                                             FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 59
   6.5         Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen .......................................................... 32
BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 33
   7.1         Biaya Pendirian (Start Up Cost) ........................................................................................ 33
   7.2         Modal Kerja ........................................................................................................................ 33
   7.3         Sumber Pembiayaan ........................................................................................................ 34
   7.4         Biaya Operasional ............................................................................................................. 34
   7.5         Proyeksi Laporan Keuangan ............................................................................................ 34
   7.6         Analisis Titik Impas (Break Even Analysis) ........................................................................ 45
   7.7         Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) ...................................................................... 46
   7.8         Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment) ...................................... 48
BAB VIII KESIMPULAN ......................................................................................................................... 50
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ..................................................................................... 51
PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................................................... 52




Halaman 7                                                                                          FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 60
                                                  BAB I
                                              PENDAHULUAN



1.1       Uraian Mengenai Penugasan

          Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No.003/FDI.JKT/PB.FS/I/2025 tertanggal
          15 Januari 2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP
          FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT EPID Menara AssetCo (selanjutnya
          disebut “EMA” atau “Perseroan”) untuk menyusun Studi Kelayakan perubahan kegiatan
          usaha berupa penambahan 4 (empat) bidang usaha yaitu Pengoperasian Instalasi
          Penyediaan Tenaga Listrik (KBLI 35121), Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga
          Listrik (KBLI 35122), Instalasi Listrik (KBLI 43211), Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya
          (KBLI 35129), selanjutnya disebut (“Obyek Studi Kelayakan”).

1.2       Status Penilai


          Studi kelayakan ini dilakukan KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) Cabang
          Jakarta Selatan, selaku Penilai Independen untuk memberikan Kajian Indikasi Nilai yang
          objektif dan tidak memihak, sesuai KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan Kajian
          Indikasi Nilai atas objek Kajian Indikasi Nilai yang dimaksud. KJPP Ferdinand, Danar,
          Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang Izin Usaha
          No. 582/KM.1/2024 tanggal 19 September 2024 dari Menteri Keuangan Republik
          Indonesia dan mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:


          •   Pemimpin Cabang, Ferdinand Pardede, adalah seorang Penilai Publik untuk
              klasifikasi penilaian bisnis dengan izin No. B-1.09.00089 dari Menteri Keuangan
              Republik Indonesia, dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat
              Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD.PB-17/PJ-
              1/PM.02/2023. Beliau adalah anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
          •   Penugasan penilaian ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material
              atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian
              dan/atau pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional
              dan tidak memihak.
          •   Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu
              kesatuan tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung
              jawab laporan penilaian ini.

1.3       Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      -    Nama Pemberi Tugas               : PT EPID Menara AssetCo
      -    Alamat                           : TTC Batavia Tower One Lt. 16, Jl. K.H. Mas Mansyur
                                              Kav. 126, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat
                                              10220
      -    Bidang Usaha                     : Sarana Jaringan Telekomunikasi
      -    No. Telepon/Fax                  : 021-29529404/021-29678232
      -    Alamat Email                     : daniel.pradipta@centratamagroup.com
      -    Penanggung Jawab                 : Daniel Pradipta/Aditya




Halaman 8                                                              FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 61
1.4   Tanggal Penilaian

      Studi Kelayakan diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2024.

1.5   Objek Studi Kelayakan

      Objek Studi Kelayakan ini berupa penambahan/perubahan kegiatan usaha pada EMA
      selaku afiliasi dengan penambahan 4 (empat) kegiatan usaha, dalam bidang
      Pengoperasian Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik (KBLI 35121), Pengoperasian Instalasi
      Pemanfaatan Tenaga Listrik (KBLI 35122), Instalasi Listrik (KBLI 43211), Aktivitas Penunjang
      Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129),

      •   KBLI 35121 - Pengoperasian Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik
          Kelompok ini mencakup usaha pengoperasian yang dilakukan oleh pihak lain atas
          fasilitas pembangkit yang menghasilkan energi listrik, fasilitas sistem transmisi tenaga
          listrik dan sistem distribusi tenaga listrik.
      •   KBLI 35122 - Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik
          Kelompok ini mencakup usaha pengoperasian yang dilakukan oleh pihak lain atas
          fasilitas instalasi pemanfaatan tenaga listrik mencakup instalasi pemanfaatan
          tenaga listrik tegangan tinggi, instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan
          menengah, dan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.
      •   KBLI 43211 - Instalasi Listrik
          Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan,
          pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk,
          distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung
          baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan instalasi jaringan listrik
          tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik
          pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api dan lapangan udara.
      •   KBLI 35129 - Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya
          Kelompok ini mencakup usaha jasa lain yang secara langsung berkaitan dengan
          penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik namun tidak tercakup dalam kelompok
          35121 s.d. 35122, seperti jasa pencatatan meteran, pemberian tagihan dan kegiatan
          perdagangan pulsa/token listrik sera kegiatan penunjang kelistrikan lainnya.


1.6   Maksud dan Tujuan

      Kami memahami bahwa laporan hasil analisis Studi Kelayakan atas Rencana
      penambahan/ perubahan kegiatan usaha KBLI Perseroan n, diperuntukan dalam
      rangka memenuhi Otoritas Jasa Keuangan (“OJK’) terkait dengan peraturan
      perusahaan public (terbuka), yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
      Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan perubahan Kegiatan
      Usaha.

      Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan OJK Nomor
      35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
      Modal (“POJK 35”), SE OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian Dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK 17”), Kode Etik Penilaian
      Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018).




Halaman 9                                                       FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 62
      Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnnya.

1.7   Data, Informasi, dan Prosedur yang digunakan
      Metode kerja Konsultan dalam menyusun Laporan adalah sebagai berikut:
      • Laporan Keuangan EMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          20 24 da n Laporan Keuangan EMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
          Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
          pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
          semua hal yang material.
      • Laporan Keuangan EMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2022 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
          pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
          semua hal yang material.
      • Laporan Keuangan EMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2021 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
          pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam
          semua hal yang material.
      • Rencana Bisnis Plan, berupa rencana anggaran pembelian alat dan proyeksi
          pendapatan tahun 2025 - 2031.
      • Data legalitas EMA antara lain akta pendirian, akta perubahan terakhir, Nomor
          Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Sertifikat Badan Usaha
          Konstruksi (SBUK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan dokumen terkait lainnya.
      • Sertifikat Merek logo EMA dengan No perndaftaran IDM000988267 yang
          dikeluarkan oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia
      • Data makro ekonomi berupa Proyeksi inflasi dan GDP Indonesia bersumber dari
          International Monetary Fund (IMF).
      • Data makro industri berasal dari Precedence Research dan katadata.co.id
      • Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat
          disetujui untuk digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada
          tingkat Nasional maupun Internasional, antara lain dari Data Pemerintah Kota dan
          Informasi dari media masa elektronik.

1.8   PIhak-pihak Yang Diwawancara

      Pihak-pihak yang diwawancara dalam penyusunan studi kelayakan adalah:
      1. Nama: Daniel Pradipta
         Jabatan: Head of Corporate Secretary
         E-mail: Daniel.Pradipta@centratamagroup.com

      2. Nama: Chayadi
         Jabatan: Head of Corporate Finance & Investor Relation
         E-mail: chayadi@centratamagroup.com




Halaman 10                                                  FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 63
1.9   Metodologi Analisis Studi Kelayakan

      Metodologi analisis studi kelayakan meliputi sebagai berikut :

      a. Melakukan analisis Kelayakan Pasar, meliputi kondisi pasar, seperti pangsa pasar,
         kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar;
         pesaing usaha; dan strategi pemasaran.
      b. Melakukan analisis Kelayakan Teknik, meliputi kapasitas; ketersediaan dan kualitas
         sumber daya, termasuk bahan baku mentah, pekerja, dan ahli profesional; dan
         proses produksi.
      c. Melakukan analisis Kelayakan Pola Bisnis, meliputi keunggulan kompetitif karena
         keunikan dari pola bisnis; kemampuan pesaing untuk meniru produk; dan
         kemampuan untuk menciptakan nilai.
      d. Melakukan analisis Kelayakan Model Manajemen, meliputi ketersediaan tenaga
         kerja; manajemen kekayaan intelektual (intellectual property); manajemen risiko;
         kapasitas dan kemampuan manajemen; dan kesesuaian struktur organisasi dan
         manajemen.
      e. Melakukan analisis Kelayakan Keuangan, meliputi biaya pendirian (start up costs);
         modal kerja; sumber pembiayaan; biaya operasional; biaya bahan baku mentah;
         proyeksi laporan keuangan; analisis titik impas; analisis profitabilitas; tingkat imbal
         balik investasi.
      f. Kami telah melakukan investigasi terhadap Objek Studi Kelayakan yang meliputi:
          - Objek Studi Kelayakan sesuai dengan lingkup penugasan;
          - Tanggal Penilaian sesuai dengan Laporan keuangan per 31 Desember 2024;

1.10 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan
      Perseroan, ataupun pihak-pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP FDI&R
      tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
      Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
      merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
      oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini.

1.11 Asumsi dan Kondisi Pembatas

      Asumsi dan kondisi pembatas studi kelayakan diuraikan sebagai berikut :

      a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan
         dalam proses Studi Kelayakan.
      c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan
         keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau
         data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi
         lainnya yang kami anggap relevan.
      d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan
         kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
         kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).




Halaman 11                                                      FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 64
      e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
      f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
      g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas Obyek Studi Kelayakan dari
         Pemberi Tugas.
      h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
      i. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi
         Kelayakan telah disusun sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan
         Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
         Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
      j. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab
         kami secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek
         penugasan, di luar dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada
         di luar lingkup penugasan.
      k. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas,
         sesuai dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi
         Kelayakan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami
         tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
      l. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian,
         sehingga pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam
         menentukan relevansi antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan
         hasil laporan).

1.12 Pedoman dan Standar Penilaian

     Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada POJK 17 dan Peraturan
     Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
     tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), SE
     OJK NO.17/SEOJK.04/2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia & Standar Penilaian Indonesia
     Edisi Vll-2018 (KEPI-SPI VII.2018).

1.13 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

     Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Desember 2024 hingga laporan studi
     kelayakan ini diterbitkan tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian.




Halaman 12                                                  FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 65
                                            BAB II
                                     ANALISIS PERSEROAN



2.1   Gambaran Umum EMA

      EMA adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan meliputi jasa
      penyediaan, penyewaan, dan pengelolaan menara telekomunikasi atau BTS, serta alat,
      sarana atau instalasi penunjang telekomunikasi, jasa konsultasi bidang instalasi
      komunikasi, jasa konsultasi manajemen, bisnis administrasi dan strategi pengembangan.

      o    Perizinan

      EMA didirikan berdasarkan Akta Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M. No. 20 tanggal 10 Maret
      2021. Akta pendirian EMA ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
      Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU 0017204.AH.01.01. Tahun 2021
      tanggal 10 Maret 2021 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
      berdasarkan Surat Keputusan Menkumham Nomor AHU-0017204.AH.01.01.Tahun 2021,
      tanggal 10 Maret 2021, serta telah didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-
      0045370.AH.01.11.Tahun 2021, tanggal 10 Maret 2021.

      Anggaran Dasar EMA telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
      dengan adalah Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 5 tanggal 2 Mei
      2023, dibuat di hadapan Notaris Jimmy Tanal, S.H., Notaris di Jakarta Selatan. Perubahan
      ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Tanda Terima
      Pemberitahuan Nomor AHU-AH.01.03-0064119 tanggal 16 Mei 2023 dan telah terdaftar
      dengan Nomor Pendaftaran Perusahaan AHU-0089362.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 16
      Mei 2023 (“Anggaran Dasar EMA”).

      o    Susunan Manajemen EMA

      Berdasarkan Akta No. 395, tanggal 23 November 2023, yang dibuat di hadapan Notaris
      Jimmy Tanal, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, yang diberitahukan kepada Menteri Hukum
      dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
      Dasar No. AHU-AH.01.09-0190864, tanggal 30 November 2023, dan telah telah
      didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-0241843.AH.01.11.Tahun 2023, tanggal 30
      November 2023, komposisi anggota Dewan Komisaris dan Direksi EMA adalah sebagai
      berikut:

                          Jabatan                                     Nama
          DEWAN KOMISARIS:
          Komisaris Utama                          Suresh Narain Singh Sidhu
          Komisaris                                Yan Raymond Jafri
          DIREKSI:
          Direktur                                 James John Burns
          Direktur                                 Caba Pinter




Halaman 13                                                     FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 66
      o     Kegiatan Usaha EMA

      Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar EMA, maksud dan tujuan kegiatan usaha EMA
      adalah (i) Real Estat yang Dimiliki Sendiri Atau Disewa (KBLI No. 68111); dan (ii) Konstruksi
      Sentral Telekomunikasi (KBLI No. 42206).

      o     Susunan Pemegang Saham

      Susunan pemegang saham EMA berdasarkan Akta No. 70, tanggal 16 Maret 2022, yang
      dibuat di hadapan Jimmy Tanal, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah
      diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Penerimaan
      Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0175422, tanggal 16
      Maret 2022, dan telah telah didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-
      0052295.AH.01.11.Tahun 2022, tanggal 16 Maret adalah sebagai berikut:

            Nama Pemegang Saham          Modal Ditempatkan                 Lembar Saham          Persentase
                                          dan Disetor (Rp)                                      Kepemilikan
          PT Centratama Menara                 1.998.796.800.000                    139.776           99,29%
          Indonesia
          PT Centratama                           14.285.700.000                          999            0,71%
          Telekomunikasi Indonesia Tbk
          Jumlah                                2.013.082.500.000                   140.775              100%


2.2   Informasi Keuangan EMA

      Laporan keuangan merupakan suatu bentuk laporan yang memuat informasi tentang
      posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas dari suatu Perseroan.
      Laporan keuangan memberikan gambaran tentang prestasi historis dari suatu Perseroan
      yang dapat dijadikan dasar dalam melakukan analisis untuk membuat proyeksi
      keuangan masa depan. Ikhtisar laporan keuangan Perseroan dan analisa yang dibuat
      mengacu kepada laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit. Tabel berikut ini
      menggambarkan ikhtisar laporan posisi keuangan Perseroan untuk periode yang
      berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2024:

      Tabel 1. Historis Posisi Keuangan EMA Periode 2021 – 2024 (dalam jutaan Rupiah)



                         URAIAN                  2021               2022           2023           2024


          Aset Lancar                              487.477          1.514.229       532.480       843.382
          Aset Tidak Lancar                     11.618.280      10.744.248        12.061.975    13.702.159
          Total Aset                           12.105.757       12.258.477        12.594.455    14.545.541
          Liabilitas Jangka Pendek               5.203.276           724.280        423.169       412.891
          Liabilitas Jangka Panjang              7.065.781          7.804.875      8.435.853     9.244.163
          Total Liabilitas                     12.269.057           8.529.155      8.859.022     9.657.054
          Ekuitas                                (163.300)          3.729.322      3.735.433     4.888.487
          Total Liabilitas dan Ekuitas         12.105.757       12.258.477        12.594.455    14.545.541
      Sumber: Laporan keuangan EMA




Halaman 14                                                              FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 67
     Analisis Laporan Posisi Keuangan EMA

     Total Aset
     Total asset EMA periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 12.594.455 juta
     mengalami peningkatan sebesar Rp 355.978 juta dari periode sebelumnya yaitu 31
     Desember 2022 yang tercatat sebesar Rp 12.258.477 juta. Peningkatan terjadi
     disebabkan oleh meningkatnya total aset tidak lancar EMA. Sampai dengan periode 31
     Desember 2024 total aset EMA tercatat sebesar Rp14.545.541 juta meningkat 15,49% dari
     periode sebelumnya 31 Desember 2023 peningkatan disebabkan adanya peningkatan
     aset tidak lancar EMA pada tahun 2024.

     Aset Lancar
     Aset lancar EMA terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka,
     dan aset lancar lainnya. Total aset lancar EMA periode 31 Desember 2023 tercatat
     sebesar Rp 532.480 juta mengalami penurunan sebesar Rp 981.749 juta dari periode
     sebelumnya yaitu 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp 1.514.229 juta. Penurunan
     terjadi disebabkan oleh menurunnya kas dan bank. Sampai dengan periode 31
     Desember 2024 total aset lancar EMA tercatat sebesar Rp 843.382 juta menurun 0,36%
     dari periode 31 Desember 2023.

     Aset Tidak Lancar
     Aset tidak lancar EMA terdiri dari aset tetap, piutang lain-lain, aset hak guna, aset
     takberwujud, uang muka pembelian aset tetap, klaim atas restitusi pajak, aset pajak
     tangguhan, pinjaman kepada pihak berelasi, dan aset tidak lancer lainnya Per 31
     Desember 2023 total aset tidak lancar EMA tercatat sebesar Rp 12.061.975 juta
     mengalami peningkatan sebesar Rp 1.317.727 juta dari periode sebelumnya yaitu 31
     Desember 2022 yang tercatat sebesar Rp 10.744.248 juta. Sampai dengan 31 Desember
     2024 total aset tidak lancar EMA tercatat sebesar Rp 13.702.159 juta meningkat 13,60%
     dari periode 31 Desember 2023.

     Liabilitas
     Total liabilitas EMA periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 8.859.022 juta
     mengalami peningkatan sebesar Rp 329.867 juta dari periode sebelumnya yaitu 31
     Desember 2022 tercatat sebesar Rp 8.529.155 juta. Peningkatan terjadi disebabkan oleh
     meningkatnya liabilitas jangka Panjang EMA. Sampai dengan periode 31 Desember
     2024 total liabilitas EMA tercatat sebesar Rp 9.657.054 juta meningkat 9,01% dari periode
     31 desember 2023. Peningkatan disebabkan meningkatnya liabilitas jangka panjang.

     Liabilitas Jangka Pendek
     Liabilitas jangka pendek EMA terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban akrual,
     utang pajak, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, utang bank jatuh tempo 1 tahun,
     liabilitas derivatif, pendapatan diterima dimuka dan liabilitas sewa. Total liabilitas jangka
     pendek EMA periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 423.169 juta mengalami
     penurunan sebesar Rp 301.111 juta dari periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2022
     tercatat sebesar Rp 724.280 juta. Penurunan terjadi utamanya disebabkan oleh
     penurunan beban akrual. Sampai dengan periode 31 Desember 2024 liabilitas jangka
     pendek EMA tercatat sebesar Rp 412.891 juta menurun 2,43% dari periode 31 Desember
     2023.




Halaman 15                                                      FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 68
     Liabilitas Jangka Panjang
     Liabilitas Jangka Panjang EMA merupakan pinjaman dari pihak berelasi, pendapatan
     diterima dimuka, provisi jangka Panjang liabilitas imbalan kerja jangka panjang, dan
     liabilitas sewa. Pada periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 8.435.853 juta
     mengalami peningkatan sebesar Rp 1.022.153 juta dari periode sebelumnya 31
     Desember 2022 tercatat sebesar Rp 7.804.875 juta. Peningkatan ini terjadi dikarenakan
     peningkatan pinjaman dari pihak berelasi. Pada periode 31 Desember 2024 total
     liabilitas jangka panjang EMA tercatat sebesar Rp 9.244.163 juta meningkat 9,58% dari
     periode 31 Desember 2023.

     Ekuitas
     Jumlah ekuitas periode 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 3.735.433 juta mengalami
     peningkatan dari periode sebelumnya yaitu 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp
     3.729.322 juta. Sampai dengan 31 Desember 2024 total ekuitas EMA tercatat sebesar
     4.888.487 juta meningkat 30,87%.

     Analisis Historis Laba Rugi Perseroan

     Tabel 2. Historis Laba Rugi EMA (dalam jutaan Rupiah)

                   URAIAN                    2021          2022         2023         2024

      Pendapatan                              656.529     1.057.381     1.051.650    993.740
      Beban pokok pendapatan                 -391.928      -645.784      -654.352   -640.036
      Beban umum dan administrasi             -13.745       -69.272       -84.124   -111.243
      Laba (Rugi) Usaha                       308.454     (598.970)      400.633    (221.934)
      Laba (Rugi) Berjalan                    (26.843)   (1.205.768)       7.486    (576.335)
     Sumber: Laporan keuangan EMA

     Pendapatan Usaha
     Pendapatan usaha EMA berasal dari pendapatan sewa dan pemeliharaan menara
     kepada operator telekomunikasi di berbagai lokasi di Indonesia. Total pendapatan EMA
     per 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 1.051.650 juta mengalami penurunan sebesar
     Rp 5.731 juta dari periode sebelumnya 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp 1.057.381
     juta. Sampai dengan 31 Desember 2024 total pendapatan EMA tercatat sebesar Rp
     993.740 juta menurun 5,51% dari periode 31 Desember 2023.

     Beban Pokok Pendapatan

     Total beban pokok pendapatan EMA per 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp
     6.54.352 juta mengalami peningkatan sebesar Rp. 8.568 juta dari periode sebelumnya
     31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp 645.784 juta. Sampai dengan 31 Desember 2024
     total beban pokok pendapatan EMA tercatat sebesar Rp 640. 036 juta menurun 2,19%
     dari periode 31 desember 2023, hal ini sejalan dengan penurunan pendapatan EMA
     pada tahun 2024.

     Beban Umum dan Administrasi
     Total beban umum dan administrasi EMA merupakan Gaji, upah dan kompensasi
     karyawan, penyisihan penurunan nilai piutang, beban imbalan kerja karyawan, jasa
     profesional, perjalanan dinas, utilitas, penyusutan dan/atau amortisasi, perbaikan dan
     pemeliharaan serta lain-lain. Per 31 Desember 2023 total beban umum dan administrasi



Halaman 16                                                    FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 69
     EMA tercatat sebesar Rp 84.124 juta mengalami peningkatan sebesar Rp 14.852 juta dari
     periode sebelumnya 31 Desember 2022 yang tercatat sebesar Rp 69.272 juta. Sampai
     dengan 31 Desember 2024 total beban umum dan administrasi EMA tercatat sebesar
     Rp 111.243 juta meningkat 32,24% dari periode 31 Desember 2023.

     Laba/(Rugi) Usaha
     Laba (Rugi) usaha EMA merupakan laba bruto yang dikurangi dengan, biaya umum
     dan administrasi dan biaya / pendapatan operasinal lainnya. Per 31 Desember 2023
     EMA mencatat laba usaha sebesar Rp 400.633 juta mengalami peningkatan sebesar Rp
     999.603 juta dari periode sebelumnya 31 Desember 2022 yang mencatat rugi usaha
     sebesar Rp 598.970 juta. Sampai dengan 31 Desember 2024 EMA mencatat rugi usaha
     sebesar Rp 221.934 juta menurun 155,40%.

     Laba/(Rugi) Bersih
     Laba/(Rugi) bersih EMA merupakan laba usaha dikurangi dengan pendapatan dan
     beban umum lainnya (beban keuangan) serta pajak penghasilan. Per 31 Desember
     2023 EMA mengalami laba sebesar Rp 7.486 juta mengalami peningkatan sebesar Rp
     1.213.254 juta dari periode sebelumnya 31 Desember 2022 yang tercatat rugi sebesar Rp
     1.205.768 juta. Sampai dengan 31 Desember 2024 EMA mencatat rugi bersih sebesar Rp
     576.335 juta, kerugian EMA meningkat 7798,80% pada tahun 2024 dari periode 31
     Desember 2023.

     Analisa Rasio Keuangan Perseroan
     Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
     keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari
     laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
     keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan
     dalam analisis rasio keuangan EMA

     Tabel 3. Rasio Keuangan Perseroan
              Rasio Keuangan                  2021       2022       2023     2024      Average
    Rasio Likuiditas (x)
    Rasio lancar                                 10,67      0,48      0,79      0,49        3,11
    Rasio cepat                                  10,67      0,48      0,79      0,49        3,11
    Rasio Profitbilitas(%)
    Rasio laba atas aset                      101,35%     69,58%    70,34%    66,39%      76,91%
    Rasio laba atas ekuitas                  -7513,20%   228,71%   237,16%   197,55%   -1712,45%
    Rasio Solvabilitas(%)
    Rasio total Liabilitas / total aset         -0,22%    -9,84%     0,06%    -3,96%      -3,49%
    Rasio total Liabilitas / total ekuitas     16,44%    -32,33%     0,20%   -11,79%      -6,87%
     Sumber: Laporan keuangan EMA

     Analisis Rasio Keuangan

     Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
     Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
     sejauh mana kemampuan Perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
     Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:




Halaman 17                                                         FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 70
      1. Rasio Lancar
         Rasio lancar EMA menunjukkan rata-rata selama 4 (empat) tahun terakhir (2021-
         2024) sebesar 3,11 kali.

      2. Rasio Cepat
         Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
         beberapa pos seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan
         dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat EMA juga menunjukkan pencapaian
         rata-rata selama 4 (empat) tahun terakhir (2021- 2024) sebesar 3,11 kali.

     Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
     Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perusahaan dalam
     menghasilkan laba. Beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini antara lain
     adalah:

      1. Rasio Laba Atas Aset
         Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan
         dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset EMA rata-rata selama 4 (empat)
         tahun terakhir (2021- 2024) sebesar negatif 3,94%.

      2. Rasio Laba Atas Ekuitas
         Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau
         keuntungan yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat
         rasio laba atas ekuitas rata- rata selama selama selama 4 (empat) tahun terakhir
         (2021- 2024) sebesar negatif 6,87%

     Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)
     Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
     Perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk
     dalam kategori ini.

      1. Rasio Total Liabilitas terhadap Total Aset
         Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
         Perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan
         Perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset EMA secara rata-
         rata selama 4 (empat) tahun terakhir (2021- 2024) tercatat sebesar 76,91%.

      2. Rasio Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas
         Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas atau
         modal Perusahaan. Berdasarkan tabel rasio keuangan EMA diatas dapat dilihat
         bahwa secara rata-rata selama selama 4 (empat) tahun terakhir (2021- 2024)
         sebesar 3,11. rasio liabilitas terhadap ekuitas EMA negatif 1420,6 %, dimana hal ini
         mengindikasikan bahwa total liabilitas EMA lebih besar dibandingkan dengan total
         ekuitas yang dimiliki EMA.




Halaman 18                                                   FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 71
                                           BAB III
                                 ANALISIS KELAYAKAN PASAR



3.1   Kondisi Pasar

      Telekomunikasi mengacu pada proses pengiriman suara, gambar, data, dan informasi
      lainnya. Telekomunikasi bekerja berdasarkan prinsip media listrik atau pemancar
      cahaya. Ini adalah istilah luas yang mencakup berbagai teknologi pengiriman informasi
      seperti telepon seluler, jaringan Voice over Internet Protocol (VoIP), telepon rumah, dan
      jaringan penyiaran lainnya. Industri telekomunikasi terus berkembang karena kemajuan
      teknologi baru seperti Internet of Things (IoT), Narrowband IoT (NB-IoT), 5G, dan lainnya.

      Faktor Pertumbuhan Pasar Telekomunikasi

      •   Meningkatnya peluncuran jaringan 5G di seluruh dunia mendorong pasar
          telekomunikasi.
      •   Meningkatnya jumlah pengguna telepon seluler di seluruh dunia juga telah
          mendorong pertumbuhan pasar.
      •   Kemajuan pesat dalam IoT telah memberi dampak positif terhadap pasar.
      •   Peningkatan investasi pemerintah dalam pengembangan layanan internet akan
          mendorong pertumbuhan pasar selama periode perkiraan.
      •   Meningkatnya permintaan layanan internet oleh sektor BFSI kemungkinan akan
          berdampak positif terhadap pasar.
      •   Aktivitas penelitian dan pengembangan yang terkait dengan penyampaian data
          berkecepatan tinggi mendorong pertumbuhan industri.
      •   Tren platform media sosial yang sedang berlangsung seperti Facebook, Instagram,
          WhatsApp, dan lainnya yang membutuhkan konektivitas jaringan yang baik juga
          diperkirakan akan mendorong pasar.

      Pangsa Pasar

      Segmen perusahaan besar diperkirakan akan terus memimpin pasar telekomunikasi
      pada tahun 2024, mengingat kebutuhan komunikasi mereka yang kompleks akibat
      ukuran organisasi, penyebaran geografis, dan beragam operasional yang dijalankan.
      Untuk mendukung komunikasi internal, kolaborasi, dan pertukaran data di berbagai
      lokasi serta unit bisnis, perusahaan besar memerlukan solusi telekomunikasi yang
      tangguh dan dapat diskalakan. Mereka menghasilkan volume lalu lintas komunikasi
      yang tinggi, mulai dari panggilan suara, transmisi data, konferensi video, hingga
      pengiriman pesan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan infrastruktur telekomunikasi
      yang mampu menangani trafik tinggi dengan efisien dan andal, untuk memastikan
      kelancaran komunikasi dan produktivitas yang optimal. Hal ini membuat segmen
      perusahaan besar semakin dominan dalam pangsa pasar telekomunikasi, yang
      mendorong perkembangan teknologi dan inovasi dalam industri ini.




Halaman 19                                                     FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 72
     Kesinambungan (Sustainability)

     Industri telekomunikasi di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang pesat berkat
     dukungan teknologi baru seperti 5G, kebijakan pemerintah yang mendukung perluasan
     infrastruktur, serta peningkatan akses internet di seluruh wilayah, yang tidak hanya akan
     memperkuat sektor ekonomi digital tetapi juga meningkatkan inklusi digital,
     memungkinkan masyarakat dari berbagai lapisan, baik di perkotaan maupun daerah
     terpencil untuk lebih terhubung, memanfaatkan layanan digital, dan berpartisipasi
     dalam transformasi digital yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari.

     EMA, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi di Indonesia,
     memiliki kesempatan untuk berperan aktif dalam transformasi digital yang semakin
     mendominasi kehidupan sehari-hari, sekaligus memperluas jangkauan layanan dan
     inovasi yang ditawarkan kepada pelanggan.

     Potensi Pasar

     Ukuran pasar telekomunikasi global diperkirakan mencapai USD 2,46 triliun pada tahun
     2025 dan diperkirakan akan mencapai sekitar USD 4,21 triliun pada tahun 2034, dengan
     pertumbuhan CAGR sebesar 6,14% dari tahun 2025 hingga 2034. Ukuran dan perkiraan
     pasar didasarkan pada pendapatan (Triliun/Miliar USD), dengan tahun 2024 sebagai
     tahun dasar.

        Gambar 1 – Ukuran Pasar Telekomunikasi 2024 – 2034 (dalam USD Trillion)




     Sumber: Precedence Research

     Sasaran

     Industri telekomunikasi terus mengalami evolusi yang sangat pesat, didorong oleh
     perkembangan teknologi digital yang semakin canggih. Tahun 2025 diprediksi akan
     menjadi tahun yang menarik bagi industri ini, dengan sejumlah prospek menjanjikan
     (penetrasi internet meningkat & permintaan fixed broadband meningkat), namun juga



Halaman 20                                                   FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 73
     dihadapkan pada tantangan yang kompleks (persaingan ketat, keamanan cyber,
     regulasi). Proyeksi pengguna internet di Indonesia tahun 2025 dan 2026 mengalami
     peningkatan sebesar masing-masing 81% dan 83% dari user total, sesuai dengan riset
     yang dilakukan oleh Bloomberg & KSI Researh yang dipublikasi oleh Kiwoom Sekuritas
     Indonesia.

     Berikut merupakan perusahaan yang menjadi target pasar perusahaan telekomunikasi
     di Indonesia:
     • Telkom Indonesia
     • PT Indosat Ooredoo Hutchison
     • PT XL Axiata Tbk
     • PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
     •   PT Smartfren Telecom

     Adapun beberapa tenant (Perusahaan Telekomunikasi yang menyewa tower) di EMA
     adalah sebagai berikut:
     • PT XL Axiata Tbk
     • PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk
     • PT Smartfren Telecom
     • PT Indosat Ooredoo Hutchison
     • PT Inti Bangun Sejahtera Tbk
     • PT Telekomunikasi Selular (PT Telkomsel)
     • PT BBSC Telecode
     • PT Pgas Telekomunikasi Nusantara
     • PT Putra Arga Binangun

     Potensi Nilai Pasar

     Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi
     internet di dalam negeri pada 2024 mencapai 79,5%. terlihat bahwa terjadi
     pertumbuhan yang konsisten setiap tahun, dengan peningkatan yang signifikan antara
     2018 dan 2020. Setelah tahun 2020, pertumbuhan masih berlanjut tetapi dengan laju
     yang lebih stabil.

             Gambar 2 Penetrasi Internet di Indonesia menurut APJII (2016-2024)




Halaman 21                                                  FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 74
      Sumber: katadata.co.id

      Industri telekomunikasi terus mengalami evolusi yang sangat pesat, didorong oleh
      perkembangan teknologi digital yang semakin canggih. Tahun 2025 diprediksi akan
      menjadi tahun yang menarik bagi industri ini, dengan sejumlah prospek menjanjikan
      (penetrasi internet meningkat & permintaan fixed broadband meningkat), namun juga
      dihadapkan pada tantangan yang kompleks (persaingan ketat, keamanan cyber,
      regulasi).




      Sumber: Infrastructure Review & Outlook by KIWOOM Sekuritas Indonesia

3.2   Persaingan Pasar

      Izin penyelenggaraan telekomunikasi pada tahun 2023 lebih banyak diberikan kepada
      perusahaan yang melayani jasa telekomunikasi. Sebanyak 65,16 persen perusahaan
      berkecimpung dalam bidang tersebut seperti Internet Service Provider (ISP), Network
      Access Point (NAP), telepon internet, dan jasa telekomunikasi lainnya. Sementara sekitar
      24,65 persen perusahaan menyelenggarakan telekomunikasi jaringan tetap. Kemudian
      perusahaan penyelenggara jaringan bergerak sekitar 1,22 persen, sedangkan untuk
      perusahaan penyelenggara telekomunikasi khusus mengalami sedikit kenaikan,
      dengan angka 8,96 persen di 2023




      Sumber: Statistik Telekomunikasi Indonesia 2023



Halaman 22                                                    FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 75
3.3    Strategi Pemasaran

      Perseroan menyediakan jasa infrastruktur menara telekomunikasi dan jaringan kabel serat
      optik yang komprehensif untuk memastikan layanan jaringan seluler dan layanan data
      dapat menjangkau seluruh area layanan Perseroan dengan baik. Kami senantiasa
      meningkatkan layanan secara konsisten kepada pelanggan dengan berfokus kepada
      pemenuhan SLA yang disepakati dengan pelanggan. Kami berupaya untuk selalu
      memberikan layanan terbaiknya melalui infrastruktur yang ditawarkan bagi masyarakat
      Indonesia di seluruh pelosok nusantara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan
      mendekatkan diri ke daerah-daerah operasional regional pelanggan, sehingga
      kebutuhan pelanggan di setiap daerah dapat lebih cepat dipenuhi. Selain itu, kami juga
      melakukan pengembangan bisnis sesuai kebutuhan dan peluang yang ada, seperti
      potensi akuisisi untuk mengakselerasi pertumbuhan usaha.

3.3.1 Penerapan Bisnis EMA

       EMA menyalurkan kegiatan usaha barunya kepada pelanggan yang ada saat ini
       dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan mereka secara lebih baik, serta
       membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.

3.3.2 Proses Distribusi

       EMA menyediakan daya listrik AC dan DC untuk customer/tenant atau biasa kami sebut
       dengan MNO (Mobile Network Operator) guna mengoperasikan peralatan
       jaringannya, pendingin udara, dan utilitas lainnya. Daya listrik AC diambil dari jaringan
       PLN, dan sebagian dari daya AC tersebut diubah menjadi DC menggunakan rectifier.




Halaman 23                                                     FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 76
                                           BAB IV
                                 ANALISIS KEAYAKAN TEKNIS



4.1   Kapasitas
      Berdasarkan kegiatan saat ini EMA bergerak di bidang pembangunan infrastruktur
      telekomunikasi meliputi jasa penyediaan, penyewaan, dan pengelolaan menara
      telekomunikasi atau Base Transceiver Stations (“BTS”), serta alat, sarana atau instalasi
      penunjang telekomunikasi, jasa konsultasi bidang instalasi komunikasi, jasa konsultasi
      manajemen, bisnis administrasi dan strategi pengembangan.

      Saat ini EMA memiliki menara telekomunikasi atau BTS sebanyak 4.303 yang telah
      disewakan ke berbagai tenant provider telekomunikasi.


4.2   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia

      Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (“TPAK”) di Indonesia selama tahun 2024–
      2029 menunjukkan tren peningkatan secara umum. Berdasarkan tingkat pendidikan,
      semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar tingkat partisipasinya, di mana lulusan
      universitas memiliki TPAK tertinggi di atas 85%, sementara lulusan SMP berada di kisaran
      57%–58%. Dari sisi provinsi, Jawa Timur diprediksi menjadi wilayah dengan TPAK tertinggi
      mencapai 75,42% pada 2029, sedangkan Banten paling rendah meskipun tetap
      mengalami kenaikan hingga 66,92%. Jika dilihat dari jenis kelamin, laki-laki memiliki TPAK
      jauh lebih tinggi dibanding perempuan, dengan rata-rata di atas 84%, sementara
      perempuan meningkat dari 55,02% menjadi 58,51% dalam lima tahun.



      Tabel 4.1   Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Tingkat
                  Pendidikan (%), Tahun 2024-2029




      Sumber: Kementerian Ketenagakerjaan RI




Halaman 24                                                     FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 77
      Tabel 4.2   Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Jenis
                  Kelamin (%), Tahun 2024-2029




      Sumber: Kementerian Ketenagakerjaan RI



      Tabel 4.3   Perkiraan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia Menurut Provinsi
                  (%), Tahun 2024-2029
                                                       Tahun
           Provinsi

                         2024     2025       2026            2027       2028        2029
       Banten              64,89    65,29      65,69           66,09      66,50       66,92
       Jakarta             65,78    66,45      67,14           67,84      68,56       69,31
       Jawa Barat          66,98    67,46      67,96           68,50      69,06       69,65
       Jawa Tengah         72,14    72,45      72,79           73,17      73,58       74,02
       Jawa Timur          73,08    73,50      73,94           74,40      74,90       75,42
      Sumber: Kementerian Ketenagakerjaan RI


      Dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha, EMA tidak melakukan
      penambahan tenaga kerja tetapi menggunakan tenaga kerja yang dimiliki, dan tidak
      memerlukan tenaga ahli yang professional. Selain itu, EMA akan memenuhi kriteria
      ketersediaan tenaga kerja dengan SKTTK sebagaimana disyaratkan dalam Lampiran
      Permen ESDM 5/2021 untuk menjalankan kegiatan usaha baru yang terkait dengan
      industri penunjang ketenagalistrikan. Untuk mencapai hal tersebut, EMA secara aktif
      melaksanakan kepatuhan terhadap sertifikasi, di mana tenaga kerja yang ada saat ini
      sedang menjalani proses sertifikasi SKTTK, serta perekrutan tenaga kerja bersertifikasi
      SKTTK juga sedang berlangsung.

      Penambahan atas kegiatan usaha ini tidak memerlukan bahan baku karena bukan
      proses yang menghasilkan produk.

4.3   Proses Produksi / Layanan Jasa




      Flowchart di atas menggambarkan proses alur kerja pemasangan atau penyediaan
      layanan berdasarkan permintaan pelanggan. Berikut adalah penjelasan tiap
      langkahnya:




Halaman 25                                                   FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 78
      1. Menerima permintaan layanan atau pesanan dari pelanggan.
      2. Memverifikasi permintaan layanan berdasarkan kontrak yang ada dan
         ketersediaan lokasi.
      3. Membuat jadwal proyek dan menugaskan vendor untuk melakukan survei lokasi.
      4. Menyusun gambar rencana dan Bill of Quantity (BOQ), yang mencakup daftar
         material dan biaya.
      5. Mengeluarkan Purchase Order (PO) kepada vendor untuk pengadaan barang
         atau jasa.
      6. Vendor mengirimkan peralatan ke lokasi proyek.
      7. Melakukan instalasi di lokasi dan mengajukan permintaan untuk Penerimaan Situs
         Sementara (PSA).
      8. Melakukan serah terima lokasi kepada tim pemeliharaan menara.
      9. Melakukan Berita Acara Serah Terima (BAST) dengan pelanggan sebagai tanda
         penyelesaian proyek.

      Setelah langkah terakhir ini, proses dianggap selesai.




Halaman 26                                                     FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 79
                                           BAB V
                              ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS



5.1   Keunggulan Kompetitif

      Keunggulan kompetitif EMA dalam kegiatan usaha yang baru:

      1. EMA telah memiliki tower atau menara telekomunikasi sebelumnya, sehingga dapat
         mendukung kegiatan usaha barunya.
      2. EMA telah berdiri sejak tahun 2021 dan memiliki jumlah customer base sebesar 7.455
      3. EMA juga mengutamakan kepuasan pelanggan melalui servis yang maksimal
         (serviceoriented), sehingga dengan adanya kegiatan usaha baru dapat memenuhi
         kebutuhan para tenant mereka secara lebih baik.

5.2   Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
      Kegiatan usaha baru ini memiliki beberapa pesaing dalam industri jasa yang sama.
      Namun, sebagai entitas anak dari Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk yang
      seluruh anak usahanya bergerak di bidang telekomunikasi, EMA memiliki keunggulan
      kompetitif yang lebih kuat, karena para pesaing tidak memiliki akses untuk menawarkan
      layanan mereka kepada customer/tenant yang ada pada EMA saat ini, sehingga
      cakupan bisnis mereka menjadi lebih terbatas. Dengan demikian, layanan yang
      ditawarkan oleh EMA bersifat eksklusif.



5.3   Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

      EMA adalah salah satu entitas anak PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang
      bergerak di bidang pembangunan meliputi jasa penyediaan, penyewaan, dan
      pengelolaan menara telekomunikasi atau Base Transceiver Stations (“BTS”).

      EMA dan Induk usahanya memiliki visi perusahaan yakni membangun digital Indonesia
      yang saling terkoneksi dan misi dari perusahaan itu sendiri antara lain:

         1. Memberikan nilai tambah bagi para pihak yang berkepentingan.
         2. Membangun platform bisnis modern dengan proses yang dapat diandalkan
            untuk menciptakan organisasi yang berkinerja tinggi dan efisien.
         3. Berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang paling efisien dan berkualitas
            melalui perencanaan dan manajemen proyek yang matang.
         4. Berkomitmen untuk menjaga jaringan dan standar layanan yang tinggi guna
            menjaga kepuasan pelanggan.
         5. Terus memajukan produk dan layanan.


      EMA memiliki beberapa customer yang merupakan Provider telekomunikasi Dimana
      saat ini sebagai tenant atau co-tenant pada menara yang dimiliki EMA.




Halaman 27                                                  FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 80
                  Pendapatan EMA dari tahun 2021 - 2024 (dalam Rp Juta)
      1.200.000

      1.000.000

       800.000

       600.000

       400.000

       200.000

             0
                       2021            2022              2023              2024

     Sumber : Laporan Keuangan EMA, diolah

     Berdasarkan grafik yang menggambarkan pendapatan EMA dari tahun 2021 hingga
     2024, terlihat bahwa pendapatan EMA mengalami kenaikan yang signifikan pada
     tahun 2022, mencapai puncaknya, sebelum sedikit menurun pada tahun 2023.
     Meskipun ada penurunan pada tahun 2023, pencapaian pendapatan pada tahun
     2022 menunjukkan adanya potensi yang sangat besar bagi EMA, dan ini bisa menjadi
     indikator positif bagi masa depan. Seiring berjalannya waktu, EMA terus memperkuat
     posisinya di pasar, membuktikan bahwa dengan inovasi dan pengelolaan yang efisien
     dapat menciptakan nilai yang berkelanjutan.




Halaman 28                                               FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 81
                                         BAB VI
                         ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN



6.1   Ketersediaan Tenaga Kerja

      Dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha, EMA tidak melakukan
      penambahan tenaga kerja tetapi menggunakan tenaga kerja yang dimiliki. Selain itu,
      EMA akan memenuhi kriteria ketersediaan tenaga kerja dengan SKTTK sebagaimana
      dipersyaratkan dalam Lampiran Permen ESDM No. 5 Tahun 2021 untuk melakukan
      kegiatan usaha baru terkait industri penunjang ketenagalistrikan. Untuk mencapai hal
      ini, EMA secara aktif berupaya memenuhi sertifikasi, dimana saat ini tenaga kerja yang
      ada sedang menjalani proses sertifikasi SKTTK dan perekrutan tenaga kerja yang memiliki
      sertifikasi SKTTK secara berkelanjutan, dengan Rincian tenaga kerja saat ini:

                       Jabatan / Level                                Jumlah
       Senior Manajemen                                                   7
       Kepala Department                                                 17
       Manajer                                                           32
       Senior Executive                                                  33
       Executive                                                         18
       Total                                                            107

6.2   Manajemen Kekayaan Intelektual (intellectual property)

      Kekayaan intelektual yang dimiliki EMA adalah kontrak jangka Panjang dari masing-
      masing tenant (Perusahaan Telekomunikasi yang menyewa tower) dan kekayaan
      intelektual berupa Merek logo EMA dengan nomor pendaftaran IDM000988267

6.3   Manajemen Risiko

      Dalam menjalankan kegiatan usahanya, tentunya EMA tidak terlepas dari berbagai
      macam risiko. Risiko yang terkait langsung dengan industri jasa yang dihadapi oleh EMA
      dapat dilihat pada uraian berikut ini.

6.3.1 Resiko Keuangan

      a. Tingkat Suku Bunga;
         Risiko di mana arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat
         suku bunga pasar. Perseroan dapat terpapar dengan risiko perubahan suku bunga
         pasar terutama terkait utang bank serta penempatan kas dan setara kas dengan
         suku bunga mengambang.
      b. Kredit;
         Risiko yang berpotensi timbul dari operasi terkait penyewaan infrastruktur
         telekomunikasi dan wanprestasi dari pihak terkait.
      c. Mata Uang Asing;
         Merupakan risiko nilai wajar arus kas masa depan atas suatu instrumen keuangan
         yang bersifat fluktuatif karena perubahan kurs mata uang asing. Perseroan
         terpengaruh risiko ini terutama berkaitan dengan utang bank dalam mata uang



Halaman 29                                                   FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 82
         Dolar Amerika Serikat. Apabila terjadi pelemahan/penguatan nilai tukar mata uang
         Rupiah terhadap nilai tukar mata uang asing, maka utang dalam mata uang asing
         akan meningkat/berkurang dalam mata uang Rupiah.
      d. Likuiditas
         Risiko di mana Perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan
         jangkapendek karena tidak bisa melikuidasi asetnya.

6.3.2 Resiko Operasional

      Perseroan memahami bahwa aktivitas bisnis dan usahanya tidak lepas dari proses awal
      yang harus dijalani. Beberapa komponen penanganan terhadap risiko operasional
      Perseroan adalah:
      1. Memastikan bahwa semua lini yang terkait telah memahami risiko pada setiap
          tahap kegiatan operasional terutama yang berhubungan dengan persetujuan atau
          komitmen dengan pelanggan dan/atau pihak ketiga.
      2. Menyusun dan mengawasi laporan internal dan eksternal Perseroan untuk
          memantau hasil kinerja Perseroan.
      3. Melaksanakan Standard Operating Procedures (SOP) yang sudah ditetapkan
          Perseroan.
      4. Menggunakan sistem teknologi informasi terkini untuk menunjang kegiatan
          operasional Perseroan.

6.3.3 Resiko Tidak Tercapainya Proyeksi

      Resiko tidak tercapainya semua asumsi dalam proyeksi dapat mengakibatkan tidak
      tercapainya semua target penjualan Perseroan yang dapat mempengaruhi kepada
      kinerja keuangan bidang usaha yang baru.

6.4   Kapasitas Dan Kemampuan Manajemen

      Untuk menjalankan setiap bidang usaha yang digeluti EMA, para pengurus perusahaan
      telah menunjuk beberapa orang profesional yang memiliki kompetensi dan
      berpengalaman sesuai bidangnya (key person).

      1.   Suresh Narain Singh Sidhu, Komisaris Utama

           Warga Negara Malaysia dengan latar belakang Pendidikan Bachelor of Natural
           Sciences dari University of Cambridge, Inggris dan Master of Business Administration
           dari INSEAD. Beliau memiliki Riwayat karir yaitu:
           • Berpengalaman lebih dari 25 tahun di sektor telekomunikasi wilayah Asia
           • Saat ini sebagai CEO dan Pendiri EdgePoint
           • Sebelumnya sebagai CEO EDOTCO Group dan berperan penting dalam
               transformasi dan perkembangan salah satu pertumbuhan TowerCos tercepat
               di Asia
           • Merupakan anggota manajemen senior di sejumlah perusahaan telekomunikasi
               terbesar di Asia, termasuk Maxis dan Axiata Group
           • Sebelumnya bergabung di Boston Consulting Group dan Sime Darby Holdings




Halaman 30                                                     FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 83
     2.   Yan Raymond Jafri, Komisaris

          Warga Negara Indonesia dengan latar belakang Sarjana Teknik Telekomunikasi dari
          Universitas Trisakti, Jakarta, dan saat ini sedang menjalani program Master of
          Business Administration (Executive) di National University of Singapore. Beliau
          memiliki Riwayat karir yaitu:
          • Technical Support Engineer, PT Trans Communication Data
          • Program Director, PT Huawei Tech Investment


     3.   James John Burns, Direktur

          Warga Negara Australia dengan latar belakang Sarjana Teknik Elektro dari Mount
          Lawley Campus, Australia. Beliau memiliki Riwayat karir yaitu:
          • Memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di industri telekomunikasi, khususnya
             infrastruktur telekomunikasi dan menara
          • Memiliki pengetahuan dalam mengembangkan pasar negara berkembang
             melalui pengalamannya bekerja di Afrika
          • Engineering Director, Western Wireless International
          • Implementation Director, Zain, Ghana
          • Konsultan Vodafone, Ghana
          • Operation Director, Eaton Tower, Ghan
          • Operation Director, Eaton Tower, Kenya
          • Deputy Managing Director, Eaton Tower, Kenya
          • Deputy Managing Director, Eaton Tower, Uganda

     4.   Caba Pinter, Direktur

          Warga Negara Jerman dengan latar belakang Bachelor in Economic Sciences,
          Fakultas Ekonomi (Osijek, Kroasia), Anggota Certified Accountant (FCCA) di
          Chartered Association of Certified Accountants (ACCA). Beliau memiliki Riwayat
          karir yaitu:
          • Memulai karirnya sebagai auditor eksternal di PwC dan sebagai auditor internal
              di United Technologies Corporation (UTC).
          • Memegang beberapa posisi keuangan senior di berbagai MNO dan grup
              telekomunikasi di Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Indonesia.
          • Bergabung dengan Centratama Group pada Januari 2022 sebagai Executive
              Vice President IBC Business dalam rangka merumuskan dan melaksanakan
              perbaikan strategis dan operasional di bidang IBC Business.

          Dengan struktur organisasi EMA sebagai berikut :




Halaman 31                                                   FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 84
6.5   Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen

      Sistem organisasi dan Manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung
      terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga
      dapat membentuk perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur
      organisasi dan Manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi
      kerja yang terpadu dan terarah.

      Kegiatan usaha yang baru berada pada departemen Operations dibawah tanggung
      jawab Chief Operating Officer (COO).




Halaman 32                                               FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 85
                                               BAB VII
                                   ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN



7.1   Biaya Pendirian (Start Up Cost)

      Dalam rencana kegiatan usaha ini Perseroan membutuhkan biaya investasi
      sebesar Rp116.807 ribu per unit Jaringan PaaS, dengan rincian sebagai berikut:

      Tabel 7.1 Investasi Per Unit Jaringan PaaS Tahun 2025
                                                                      Biaya (Rp.
                                 Uraian                                                  Keterangan
                                                                         Ribu)
       Lithium Battery Modules- 200 AH                                      15.800

       Rectifier Modules, 3,000w                                             9.000
       Rectifier Rack 24 KW, with Rectifier Controller(24kw)                16.700
       Outdoor Equipment cabinet                                            14.800
       4-16mm2 THHN & 1-14mm2, in 32mm Ø IMC Pipe. To
                                                                             2.850
       be used for Three Phase Grid Supply.
       Cable: SMPS-DCDB 2R-38mm2                                             2.850
       Cable: SMPS-Battery 35mm2                                               628
       Cable: Alarm Cable (SMPS-KRONE module)- 5pair (if
                                                                               180    Rencana Angaran
       Dry contact alarms to be terminated)
       Earthing Cables 1-14mm2, THHN, Green, Cu,                                           Biaya
                                                                               324
       Multistrand with terminal lugs & termination
       Earthing & Bonding, Connect all equipment and
                                                                               750
       cabinets with Earthing grid/ Earth Bus bar
       Installation, Wiring, Commissioning & Testing                         2.500
       RMS                                                                  24.604
       Site Transportation Cost (Normal)                                    15.000
       Customer Cabinet                                                      8.500
       Smart Lock                                                            2.321
       Total                                                               116.807


      Jumlah biaya investasi tersebut diatas, didasarkan kepada rencana anggaran biaya per
      unit yang disusun oleh Manajemen Perseroan. Investasi awal yang dilakukan oleh EMA
      pada tahun 2025 adalah sebesar 50 unit dengan tota Investasi awal sebesar Rp5.840.338
      Ribu

7.2   Modal Kerja

      Proyeksi modal kerja atas rencana perubahan kegiatan usaha selama masa proyeksi
      adalah sebagai berikut:

      Tabel 7.2 Modal Kerja
           Uraian     Satuan        2025        2026           2027         2028        2029        2030
       Piutang
                      Rp. Ribu     221.918    1.109.589    2.219.178      3.328.767   4.438.356   5.547.945
       Usaha
       Utang Usaha    Rp. Ribu     42.306      211.530     423.060         634.590    846.120     1.057.649




Halaman 33                                                              FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 86
                                                                                                                Lanjutan
           Uraian    Satuan       2031              2032                  2033               2034               2035
       Piutang
                     Rp. Ribu   6.657.534         6.657.534            6.657.534          6.657.534           6.657.534
       Usaha
       Utang Usaha   Rp. Ribu   1.269.179         1.269.179            1.269.179          1.269.179           1.269.179


      Perubahan modal kerja pada tabel diatas untuk menggambarkan perubahan
      kebutuhan modal kerja selama masa proyeksi yang didapat dari selisih modal kerja
      tahun berjalan dengan modal kerja tahun sebelumnya.

7.3   Sumber Pembiayaan

      Berdasarkan keterangan manajemen Perseroan, bahwa rencana kegiatan
      penambahan usaha ini seluruh b i a y a i n v e s t a s i berasal dari kas Perseroan.

7.4   Biaya Operasional

      Biaya operasional atas rencana perubahan kegiatan usaha terdiri dari beban pokok
      penjualan dan beban usaha. Proyeksi biaya operasional rencana perubahan
      kegiatan usaha tahun 2025-2035 adalah sebagai berikut:

      Tabel 7.3 Biaya Operasional

          Uraian     Satuan      2025           2026            2027               2028           2029           2030
       Harga Pokok
                     Rp. Ribu   911.881       4.625.617       9.352.442      14.165.990        19.068.447     23.904.055
       Pendaptan
       Beban G&A     Rp. Ribu    108.000        256.680         441.664            626.972          812.626       998.646
                                                                                                                Lanjutan
          Uraian     Satuan       2031              2032                  2033               2034               2035
       Harga Pokok
                     Rp. Ribu    28.343.127        27.320.393           25.680.309           23.796.705        21.782.115
       Pendaptan
       Beban G&A     Rp. Ribu     1.185.058         1.191.887             1.199.160           1.206.905         1.215.154


7.5   Proyeksi Laporan Keuangan

      Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan didasarkan pada proyeksi
      keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan, dengan asumsi sebagai berikut:

      Asumsi Umum, meliputi:
      • Jumlah hari dalam setahun adalah 365 hari
      • Asumsi GDP diperoleh dari proyeksi IMF dimana tahun 2025 sebesar 5,07%, tahun
         2026 sebesar 5,06%, tahun 2027 sebesar 5,07%, tahun 2028 sebesar 5,06% dan tahun
         2029 sampai tahun 2035 sebesar 5,07%.
      • Asumsi Inflasi diperoleh dari proyeksi IMF dimana tahun 2025 sebesar 2,51%, tahun
         2026 sebesar 2,53%, tahun 2027 sampai tahun 2035 sebesar 2,52%.
      • Peningkatan UMP diperoleh dari Permenaker No 16 tahun 2024 selama proyeksi
         sebesar 6,5%
      • Tarif pajak final selama periode proyeksi sebesar 2%




Halaman 34                                                                  FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 87
     Tabel 7.4 Asumsi Umum
                                                                                Proyeksi
                Uraian       Satuan
                                             2025          2026              2027            2028           2029            2030
      ASUMSI UMUM
      Jumlah hari dalam
                              Hari              365             365             365                365            365             365
      setahun
      GDP                      %              5,07%           5,06%           5,07%           5,06%             5,07%        5,07%
      Inflasi                  %              2,51%           2,53%           2,52%           2,52%             2,52%        2,52%
      UMP                      %              6,50%           6,50%           6,50%           6,50%             6,50%        6,50%
      Pajak Final              %              2,00%           2,00%           2,00%           2,00%             2,00%        2,00%


                                                                                                                         Lanjutan
                                                                                Proyeksi
                Uraian       Satuan
                                              2031              2032                2033                 2034              2035
      ASUMSI UMUM
      Jumlah hari dalam
                              Hari                   365               365                  365                 365               365
      setahun
      GDP                      %                5,07%             5,06%                5,07%               5,06%             5,07%
      Inflasi                  %                2,51%             2,53%                2,52%               2,52%             2,52%
      UMP                      %                6,50%             6,50%                6,50%               6,50%             6,50%
      Pajak Final              %                2,00%             2,00%                2,00%               2,00%             2,00%


     Asumsi Pendapatan, meliputi:
     • Target Unit Perangkat
            o Target unit PaaS diperoleh dari rencana penambahan unit yang disusun
               manajemen yaitu untuk tahun 2025 sebesar 50 unit, untuk tahun 2026 sebesar
               250 unit dan untuk tahun selanjutnya meningkat sebesar 250 unit hingga
               tahun 2031 dengan total perangkat 1.500.
     • Harga Jasa.
        Pendapatan terdiri dari pendapatan Biaya Jasa Operasi (KBLI 35121), Biaya Sewa
        perangkat (KBLI 35122), Biaya Jasa Instalasi perangkat (KBLI 43211), Biaya Jasa
        lainnya (KBLI 35129);

                o   Harga Biaya Jasa Operasi (KBLI 35121) yaitu sebesar Rp6.000 ribu selama
                    masa proyeksi
                o   Harga Biaya Sewa Perangkat (KBLI 35122) yaitu sebesar Rp24.000 ribu selama
                    masa proyeksi
                o   Harga Biaya Jasa Instalasi perangkat (KBLI 43211) yaitu sebesar Rp6.000 ribu
                    selama masa proyeksi
                o   Harga Biaya Jasa lainnya (KBLI 35129) yaitu sebesar Rp6.000 ribu selama
                    masa proyeksi.

     Tabel 7.5 Asumsi Pendapatan
                                                                                       Proyeksi
                Uraian               Satuan
                                                       2025       2026          2027              2028          2029       2030
      ASUMSI PENDAPATAN
      Jumlah Perangkat
      Jumlah Instalasi                Unit                 50           50            250           500           750       1.000
      Penambahan Instalasi            Unit                             200            250           250           250        250
      Total Instalasi                 Unit                 50          250            500           750          1.000      1.250




Halaman 35                                                                          FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 88
                                                                             Proyeksi
               Uraian            Satuan
                                               2025       2026           2027          2028       2029        2030
      Harga Jasa
      KBLI 35121
                                   Rp.
      Biaya Jasa Operasi                        6.000      6.000          6.000         6.000       6.000      6.000
                             Ribu/unit/tahun
      KBLI 35122
                                   Rp.
      Biaya Sewa perangkat                     24.000     24.000         24.000        24.000      24.000     24.000
                             Ribu/unit/tahun
      KBLI 43211
      Biaya Jasa Instalasi         Rp.
                                                6.000      6.000          6.000         6.000       6.000      6.000
      perangkat              Ribu/unit/tahun
      KBLI 35129
                                   Rp.
      Biaya Jasa lainnya                        6.000      6.000          6.000         6.000       6.000      6.000
                             Ribu/unit/tahun


                                                                                                            Lanjutan
                                                                             Proyeksi
               Uraian            Satuan
                                                2031        2032                2033            2034         2035
      ASUMSI PENDAPATAN
      Jumlah Perangkat
      Jumlah Instalasi            Unit            1.250          1.500             1.500          1.500        1.500
      Penambahan Instalasi        Unit             250               -                  -              -             -
      Total Instalasi             Unit            1.500          1.500             1.500          1.500        1.500


      Harga Jasa
      KBLI 35121
                                   Rp.
      Biaya Jasa Operasi                          6.000          6.000             6.000          6.000        6.000
                             Ribu/unit/tahun
      KBLI 35122
                                   Rp.
      Biaya Sewa perangkat                       24.000       24.000              24.000         24.000       24.000
                             Ribu/unit/tahun
      KBLI 43211
      Biaya Jasa Instalasi         Rp.
                                                  6.000          6.000             6.000          6.000        6.000
      perangkat              Ribu/unit/tahun
      KBLI 35129
                                   Rp.
      Biaya Jasa lainnya                          6.000          6.000             6.000          6.000        6.000
                             Ribu/unit/tahun


     Asumsi Asumsi Biaya
     • Biaya Operasional dan Perawatan sebesar 10% dari total pendapatan selama masa
        proyeksi.
     • Biaya RMS sebesar 2% dari total pendapatan selama masa proyeksi
     • Biaya Asuransi sebesar 1,3% dari total pendapatan selama masa proyeksi
     • Biaya Tenaga kerja 1% dari total pendapatan selama masa proyeksi
     • Biaya umum dan administrasi 4% dari total pendapatan pada tahun 2025 dan
        meningkat sebesar 6,5% setiap tahun pada tahun berikutnya selama masa proyeksi
     • Biaya Penjualan 2% dari total pendapatan selama masa proyeksi




Halaman 36                                                               FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 89
     Tabel 7.6 Asumsi-Asumsi Biaya
                                                                             Proyeksi
                 Uraian       Satuan
                                           2025          2026          2027           2028         2029        2030
      ASUMSI BIAYA POKOK
      Operation And
                             % Revenue    10,00%         10,00%        10,00%         10,00%      10,00%      10,00%
      Maintenance
      RMS                    % Revenue     2,00%          2,00%         2,00%           2,00%      2,00%       2,00%
      Asuransi               % Revenue     1,30%          1,30%         1,30%           1,30%      1,30%       1,30%
      Biaya Tenaga Kerja     %Revenue      1,00%          1,00%         1,00%           1,00%      1,00%       1,00%


      ASUMSI BIAYA/BEBAN
      LAIN
      Biaya Umum dan
                             %Revenue      4,00%          6,50%         6,50%           6,50%      6,50%       6,50%
      Administrasi
      Biaya Penjualan        % Revenue     2,00%          2,00%         2,00%           2,00%      2,00%       2,00%


                                                                                                             Lanjutan
                                                                             Proyeksi
                 Uraian       Satuan
                                            2031               2032            2033             2034          2035
      ASUMSI BIAYA POKOK
      Operation And
                             % Revenue      10,00%             10,00%           10,00%           10,00%        10,00%
      Maintenance
      RMS                    % Revenue          2,00%           2,00%            2,00%            2,00%         2,00%
      Asuransi               % Revenue          1,30%           1,30%            1,30%            1,30%         1,30%
      Biaya Tenaga Kerja     %Revenue           1,00%           1,00%            1,00%            1,00%         1,00%


      ASUMSI BIAYA/BEBAN
      LAIN
      Biaya Umum dan
                             %Revenue           4,00%           6,50%            6,50%            6,50%         6,50%
      Administrasi
      Biaya Penjualan        % Revenue          2,00%           2,00%            2,00%            2,00%         2,00%


     Asumsi Working Capital
     Asumsi yang digunakan dalam perhitungan days working capital turnover diperoleh dari
     histris rata rata EMA dengan rincian sebagai berikut:
     • Untuk perputaran piutang 45 hari selama masa proyeksi
     • Untuk Perputaran utang usaha sebesar 60 hari selama masa proyeksi

     Tabel 7.7 Asumsi Working Capital
                                                                         Proyeksi
                 Uraian      Satuan
                                         2025           2026          2027          2028          2029        2030
      ASUMSI WORKING
      CAPITAL
      Day Turnover Piutang
                               Hari         45             45            45               45            45           45
      Usaha
      Day Turnover Utang
                               Hari         60             60            60               60            60           60
      Usaha


                                                                                                             Lanjutan
                                                                         Proyeksi
                 Uraian      Satuan
                                          2031             2032              2033               2034          2035
      ASUMSI WORKING
      CAPITAL
      Day Turnover Piutang
                               Hari              45               45                45                 45             45
      Usaha
      Day Turnover Utang
                               Hari              60               60                60                 60             60
      Usaha



Halaman 37                                                               FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 90
        Asumsi Capex
        Asumsi Capital Expenditure merupakan total biaya investasi yang direncanakan oleh
        manajemen dalam kegiatan usaha EMA yang menjadi Initial Outlay dalam studi
        Kelayakan yang dilakukan. Total Capex yang direncakan oleh manajemen adalah
        sebagai berikut:
        • Untuk Biaya unit terpasang setiap tahunnya disesuaikan dengan proyeksi Inflasi
           Indonesia yang dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF)

        Tabel 7.8 Asumsi Capex
                                               Proyeksi
                   Uraian           Satuan
                                               2025             2026               2027                2028                2029                 2030
            ASUMSI CAPEX
            Jumlah Perangkat          Unit            -                200                250                 250                 250                  250
            Biaya Unit Terpasang     Rp.
                                                                119.761            122.782             125.878             129.051              132.304
            Perangkat                Ribu
            Total Capex Instalasi    Rp.
                                                      -    23.952.161           30.695.592        31.469.428           32.262.772          33.076.117
            Perangkat                Ribu
                                                                                                                                           Lanjutan
                                                Proyeksi
                   Uraian           Satuan
                                                  2031                   2032                   2033                  2034                  2035
            ASUMSI CAPEX
            Jumlah Perangkat          Unit                250                      -                      -                       -                      -
            Biaya Unit Terpasang     Rp.                                           -                      -                       -                      -
                                                      135.640
            Perangkat                Ribu
            Total Capex Instalasi    Rp.
                                                 33.909.966                        -                      -                       -                      -
            Perangkat                Ribu


7.5.1 Proyeksi Laba Rugi

        Berdasarkan asumsi-asumsi yang ditetapkan di atas, maka hasil proyeksi laba rugi EMA
        adalah sesuai tabel berikut:

Tabel 7.9 Proyeksi Laporan Laba Rugi dari kegiatan usaha
              Uraian                Satuan        2025                 2026               2027                 2028                2029                 2030
 Pendapatan

 KBLI 35121
 Biaya Jasa Operasi                 Rp. Ribu       300.000             1.500.000          3.000.000            4.500.000           6.000.000            7.500.000

 KBLI 35122
 Biaya Sewa perangkat               Rp. Ribu       900.000             4.500.000          9.000.000           13.500.000          18.000.000           22.500.000

 KBLI 43211
 Biaya Jasa Instalasi
                                    Rp. Ribu       300.000             1.500.000          3.000.000            4.500.000           6.000.000            7.500.000
 perangkat
 KBLI 35129
 Biaya Jasa lainnya                 Rp. Ribu       300.000             1.500.000          3.000.000            4.500.000           6.000.000            7.500.000
 Total Pendapatan                   Rp. Ribu     1.800.000             9.000.000       18.000.000             27.000.000          36.000.000           45.000.000



 Beban Pokok Pendapatan
 Depresiasi And Amortitation        Rp. Ribu       654.520             3.338.810          6.778.828           10.305.569          13.921.220           17.470.021
 Operation And
                                    Rp. Ribu       180.000              900.000           1.800.000            2.700.000           3.600.000            4.500.000
 Maintenance
 RMS                                Rp. Ribu          36.000            180.000            360.000              540.000               720.000            900.000
 Asuransi                           Rp. Ribu          23.361            116.807            233.614              350.420               467.227            584.034
 Biaya Tenaga Kerja                 Rp. Ribu          18.000             90.000            180.000              270.000               360.000            450.000


 Total Beban Pokok
                                    Rp. Ribu       911.881             4.625.617          9.352.442           14.165.990          19.068.447           23.904.055
 Pendaptan




Halaman 38                                                                                       FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 91
               Uraian          Satuan     2025            2026                2027              2028                  2029         2030



 Laba Usaha                    Rp. Ribu    888.119        4.374.383           8.647.558        12.834.010         16.931.553      21.095.945



 Biaya/Beban Lain
 Biaya Administrasi Umum       Rp. Ribu     72.000          76.680              81.664                86.972            92.626        98.646
 Biaya Penjualan               Rp. Ribu     36.000         180.000             360.000            540.000              720.000       900.000
 Beban Bunga                   Rp. Ribu           -                 -                 -                    -                  -            -
 Total                         Rp. Ribu    108.000         256.680             441.664            626.972              812.626       998.646


 Pendapatan sebelum Pajak
                               Rp. Ribu    780.119        4.117.703           8.205.894        12.207.038         16.118.928      20.097.299
 Final


 Pajak Final                   Rp. Ribu     36.000         180.000             360.000            540.000              720.000       900.000



 Laba Bersih                   Rp. Ribu    744.119        3.937.703           7.845.894        11.667.038         15.398.928      19.197.299



                                                                                                                                  Lanjutan
               Uraian          Satuan      2031                  2032                 2033                     2034               2035
 Pendapatan

 KBLI 35121
 Biaya Jasa Operasi            Rp. Ribu     9.000.000             9.000.000               9.000.000             9.000.000          9.000.000

 KBLI 35122
 Biaya Sewa perangkat          Rp. Ribu    27.000.000            27.000.000           27.000.000               27.000.000         27.000.000

 KBLI 43211
 Biaya Jasa Instalasi
                               Rp. Ribu     9.000.000             9.000.000               9.000.000             9.000.000          9.000.000
 perangkat
 KBLI 35129
 Biaya Jasa lainnya            Rp. Ribu     9.000.000             9.000.000               9.000.000             9.000.000          9.000.000
 Total Pendapatan              Rp. Ribu    54.000.000         54.000.000              54.000.000               54.000.000         54.000.000



 Beban Pokok Pendapatan
 Depresiasi And Amortitation   Rp. Ribu    20.622.287            19.599.552           17.959.469               16.075.864         14.061.275
 Operation And
                               Rp. Ribu     5.400.000             5.400.000               5.400.000             5.400.000          5.400.000
 Maintenance
 RMS                           Rp. Ribu     1.080.000             1.080.000               1.080.000             1.080.000          1.080.000
 Asuransi                      Rp. Ribu      700.841               700.841                 700.841               700.841            700.841
 Biaya Tenaga Kerja            Rp. Ribu      540.000               540.000                 540.000               540.000            540.000


 Total Beban Pokok
                               Rp. Ribu    28.343.127         27.320.393              25.680.309               23.796.705         21.782.115
 Pendaptan


 Laba Usaha                    Rp. Ribu    25.656.873         26.679.607              28.319.691               30.203.295         32.217.885



 Biaya/Beban Lain
 Biaya Administrasi Umum       Rp. Ribu      105.058               111.887                 119.160               126.905            135.154
 Biaya Penjualan               Rp. Ribu     1.080.000             1.080.000               1.080.000             1.080.000          1.080.000
 Beban Bunga                   Rp. Ribu               -                   -                       -                       -                -
 Total                         Rp. Ribu     1.185.058             1.191.887               1.199.160             1.206.905          1.215.154


 Pendapatan sebelum Pajak
                               Rp. Ribu    24.471.814         25.487.720              27.120.531               28.996.390         31.002.731
 Final




Halaman 39                                                                           FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 92
               Uraian           Satuan          2031                   2032               2033                   2034                2035
 Pajak Final                   Rp. Ribu            1.080.000            1.080.000             1.080.000           1.080.000           1.080.000



 Laba Bersih                   Rp. Ribu         23.391.814             24.407.720         26.040.531             27.916.390          29.922.731



         Proyeksi laba rugi pada tabel tersebut diatas, tidak ada beban bunga yang dikeluarkan
         karena pada unit usaha ini semua pembiayaan menggunakan kas Perseroan. Pada
         proyeksi juga diperoleh rata rata selama masa proyeksi persentasi laba usaha
         dibandingkan dengan total pendapatan adalah sebesar 50,22% dan persentasi laba
         bersih dibandingkan dengan pendapatan adalah 45,56%.

7.5.2 Proyeksi Arus Kas

         Berdasarkan asumsi-asumsi yang digunakan dalam proyeksi keuangan, arus kas EMA
         adalah sesuai dengan tabel berikut ini.

Tabel 7.10 Proyeksi Laporan Arus Kas dari kegiatan usaha
            Uraian           Satuan         2025                2026            2027                2028                 2029           2030
 Arus Kas Dari Kegiatan
 Operasional
 Laba Bersih                 Rp. Ribu        744.119            3.937.703       7.845.894          11.667.038           15.398.928     19.197.299
 Depresiasi Dan Amortisasi   Rp. Ribu        654.520            3.338.810       6.778.828          10.305.569           13.921.220     17.470.021
 Total Kas Masuk sebelum
                             Rp. Ribu      1.398.639            7.276.513      14.624.722          21.972.607           29.320.147     36.667.320
 Working Capital


 Perubahan Modal Kerja
 Kenaikan/Penurunan
                             Rp. Ribu      (221.918)            (887.671)      (1.109.589)         (1.109.589)       (1.109.589)       (1.109.589)
 Piutang Usaha
 Kenaikan/Penurunan
                             Rp. Ribu         42.306             169.224            211.530           211.530             211.530           211.530
 Utang Usaha
 Total Perubahaan Modal
                             Rp. Ribu      (179.612)            (718.447)       (898.059)           (898.059)            (898.059)       (898.059)
 Kerja


 Total Arus Kas Dari
                             Rp. Ribu      1.219.027            6.558.066      13.726.663          21.074.548           28.422.088     35.769.261
 Kegiatan Operasional


 Arus Kas Kegiatan
 Investasi
 Initial Outlay              Rp. Ribu     (5.840.338)                   -                 -                  -                   -                -
 Capex                       Rp. Ribu                -     (23.952.161)       (30.695.592)        (31.469.428)      (32.262.772)      (33.076.117)
 Total Arus Kas Dari
                             Rp. Ribu     (5.840.338)      (23.952.161)       (30.695.592)        (31.469.428)      (32.262.772)      (33.076.117)
 Kegiatan Investasi


 Arus Kas Kegiatan
 Pendanaan
 Utang Bank (Current)        Rp. Ribu                -                  -                 -                  -                   -                -
 Utang Bank (Non Current)    Rp. Ribu                -                  -                 -                  -                   -                -
 Modal                       Rp. Ribu      5.840.338                    -                 -                  -                   -                -
 Tambahan Modal Disetor      Rp. Ribu                -         23.952.161      30.695.592          31.469.428           32.262.772     33.076.117
 Total Arus Kas Dari
                             Rp. Ribu      5.840.338           23.952.161      30.695.592          31.469.428           32.262.772     33.076.117
 Kegiatan Pendanaan


 Arus Kas Bersih             Rp. Ribu      1.219.027            6.558.066      13.726.663          21.074.548           28.422.088     35.769.261

 Kas Awal                    Rp. Ribu                -          1.219.027       7.777.093          21.503.756           42.578.304     71.000.392
 Saldo Akhir Cash And
                             Rp. Ribu      1.219.027            7.777.093      21.503.756          42.578.304           71.000.392    106.769.653
 Bank




Halaman 40                                                                               FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 93
                                                                                                 Lanjutan
             Uraian          Satuan      2031          2032          2033          2034          2035
 Arus Kas Dari Kegiatan
 Operasional
 Laba Bersih                 Rp. Ribu    23.391.814     24.407.720    26.040.531    27.916.390    29.922.731
 Depresiasi Dan Amortisasi   Rp. Ribu    20.622.287     19.599.552    17.959.469    16.075.864    14.061.275
 Total Kas Masuk sebelum
                             Rp. Ribu    44.014.101     44.007.272    44.000.000    43.992.254    43.984.006
 Working Capital


 Perubahan Modal Kerja
 Kenaikan/Penurunan
                             Rp. Ribu    (1.109.589)             -             -             -             -
 Piutang Usaha
 Kenaikan/Penurunan
                             Rp. Ribu       211.530              -             -             -             -
 Utang Usaha
 Total Perubahaan Modal
                             Rp. Ribu     (898.059)              -             -             -             -
 Kerja


 Total Arus Kas Dari
                             Rp. Ribu    43.116.042     44.007.272    44.000.000    43.992.254    43.984.006
 Kegiatan Operasional


 Arus Kas Kegiatan
 Investasi
 Initial Outlay              Rp. Ribu              -             -             -             -             -
 Capex                       Rp. Ribu   (33.909.966)             -             -             -             -
 Total Arus Kas Dari
                             Rp. Ribu   (33.909.966)             -             -             -             -
 Kegiatan Investasi


 Arus Kas Kegiatan
 Pendanaan
 Utang Bank (Current)        Rp. Ribu              -             -             -             -             -
 Utang Bank (Non Current)    Rp. Ribu              -             -             -             -             -
 Modal                       Rp. Ribu              -             -             -             -             -
 Tambahan Modal Disetor      Rp. Ribu    33.909.966              -             -             -             -
 Total Arus Kas Dari
                             Rp. Ribu    33.909.966              -             -             -             -
 Kegiatan Pendanaan


 Arus Kas Bersih             Rp. Ribu    43.116.042     44.007.272    44.000.000    43.992.254    43.984.006

 Kas Awal                    Rp. Ribu   106.769.653    149.885.695   193.892.967   237.892.967   281.885.222
 Saldo Akhir Cash And
                             Rp. Ribu   149.885.695    193.892.967   237.892.967   281.885.222   325.869.227
 Bank


         •     Arus Kas dari Aktivitas Operasi selama periode proyeksi mengalami peningkatan
               setiap tahun dikarena tambahan pendapatan dengan penambahan unit 200 unit
               tahun 2026 dan 250 unit perangkat PaaS per tahun untuk tahun berikutnya sampai
               dengan tahun 2031.
         •     Arus Kas dari Aktivitas investasi merupakan biaya investasi penambahan perangkat
               PaaS terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha.
         •     Arus Kas dari Aktivitas pendanaan merupakan tambahan pendanaan dari
               Perseroan terkait initial outlay dan Pengeluaran capex.

7.5.3 Proyeksi Posisi Keuangan EMA

         Proyeksi Posisi Keuangan EMA berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dibuat adalah
         sesuai tabel berikut:




Halaman 41                                                           FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 94
Tabel 7.11 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan dari kegiatan usaha
           Uraian         Satuan     2025           2026               2027             2028              2029           2030
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan Bank             Rp. Ribu   1.219.027      7.777.093      21.503.756          42.578.304       71.000.392    106.769.653
 Piutang Usaha            Rp. Ribu    221.918       1.109.589          2.219.178        3.328.767        4.438.356      5.547.945
 Total Aset Lancar        Rp. Ribu   1.440.945      8.886.682      23.722.934          45.907.071       75.438.748    112.317.598


 Aset Tidak Lancar
 Aset Tetap               Rp. Ribu   5.185.818     25.799.169      49.715.933          70.879.791       89.221.344    104.827.440
 Total Aset Tidak
                          Rp. Ribu   5.185.818     25.799.169      49.715.933          70.879.791       89.221.344    104.827.440
 Lancar


 Total Aset               Rp. Ribu   6.626.763     34.685.851      73.438.867         116.786.863      164.660.092    217.145.038


 Liabilitas
 Liabilitas Lancar
 Utang Usaha              Rp. Ribu     42.306        211.530            423.060          634.590            846.120     1.057.649
 Utang Bank jatuh
                          Rp. Ribu           -               -                 -                -                 -             -
 Tempo 1 tahun
 Total Liabilitas
                          Rp. Ribu     42.306        211.530            423.060          634.590            846.120     1.057.649
 Lancar


 Liabilitas Tidak
 Lancar
 Utang Bank               Rp. Ribu           -               -                 -                -                 -             -
 Total Liabilitas Tidak
                          Rp. Ribu           -               -                 -                -                 -             -
 Lancar


 Total Liabilitas         Rp. Ribu     42.306        211.530            423.060          634.590            846.120     1.057.649


 Ekuitas
 Modal                    Rp. Ribu   5.840.338      5.840.338          5.840.338        5.840.338        5.840.338      5.840.338
 Tambahan Modal
                          Rp. Ribu           -     23.952.161      54.647.753          86.117.180      118.379.953    151.456.069
 disetor
 Saldo Laba               Rp. Ribu    744.119       4.681.822      12.527.716          24.194.754       39.593.682     58.790.981
 Total Ekuitas            Rp. Ribu   6.584.457     34.474.321      73.015.807         116.152.273      163.813.973    216.087.388


 Total Liabilitas Dan
                          Rp. Ribu   6.626.763     34.685.851      73.438.867         116.786.863      164.660.092    217.145.038
 Ekuitas


                                                                                                                       Lanjutan
           Uraian         Satuan      2031              2032                   2033                  2034              2035
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan Bank             Rp. Ribu   149.885.695       193.892.967            237.892.967           281.885.222       325.869.227
 Piutang Usaha            Rp. Ribu     6.657.534           6.657.534            6.657.534             6.657.534         6.657.534
 Total Aset Lancar        Rp. Ribu   156.543.229       200.550.502            244.550.501           288.542.756       332.526.761


 Aset Tidak Lancar
 Aset Tetap               Rp. Ribu   118.115.118        98.515.566             80.556.097            64.480.233        50.418.958
 Total Aset Tidak
                          Rp. Ribu   118.115.118        98.515.566             80.556.097            64.480.233        50.418.958
 Lancar




Halaman 42                                                                     FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 95
           Uraian         Satuan      2031           2032           2033          2034           2035
 Total Aset               Rp. Ribu   274.658.348   299.066.068    325.106.599    353.022.989   382.945.720


 Liabilitas
 Liabilitas Lancar
 Utang Usaha              Rp. Ribu     1.269.179      1.269.179     1.269.179      1.269.179     1.269.179
 Utang Bank jatuh
                          Rp. Ribu             -              -             -              -             -
 Tempo 1 tahun
 Total Liabilitas
                          Rp. Ribu     1.269.179      1.269.179     1.269.179      1.269.179     1.269.179
 Lancar


 Liabilitas Tidak
 Lancar
 Utang Bank               Rp. Ribu             -              -             -              -             -
 Total Liabilitas Tidak
                          Rp. Ribu             -              -             -              -             -
 Lancar


 Total Liabilitas         Rp. Ribu     1.269.179      1.269.179     1.269.179      1.269.179     1.269.179


 Ekuitas
 Modal                    Rp. Ribu     5.840.338      5.840.338     5.840.338      5.840.338     5.840.338
 Tambahan Modal
                          Rp. Ribu   185.366.035    185.366.035   185.366.035    185.366.035   185.366.035
 disetor
 Saldo Laba               Rp. Ribu    82.182.795    106.590.516   132.631.047    160.547.436   190.470.167
 Total Ekuitas            Rp. Ribu   273.389.168   297.796.888    323.837.419    351.753.809   381.676.540


 Total Liabilitas Dan
                          Rp. Ribu   274.658.348   299.066.068    325.106.599    353.022.989   382.945.720
 Ekuitas


       •      Aset Lancar
              Aset lancar terdiri dari kas dan piutang usaha, selama masa proyeksi aset lancar
              EMA mengalami peningkatan dengan rata rata peningkatan selama masa proyeksi
              (2025-2035) sebesar 101%. Peningkatan ini dipengaruhi peningkatan kas dan piutang
              EMA. Pada tahun 2026 aset lancar EMA mengalami peningkatan sebesar 517% hal
              ini disebabkan adanya penambahan unit PaaS sebesar 200 unit dibandingkan
              dengan tahun 2025.

       •      Aset Tidak Lancar
              Aset tidak lancar terdiri dari asset tetap, selama masa proyeksi aset tidak lancar EMA
              mengalami peningkatan dengan rata rata peningkatan selama masa proyeksi
              (2025-2035) sebesar 51%. Peningkatan ini dipengaruhi peningkatan aset tetap EMA.
              Pada tahun 2026 aset tidak lancar EMA mengalami peningkatan sebesar 397% hal
              ini disebabkan adanya penambahan unit sebesar 200 unit PaaS dibandingkan
              dengan tahun 2025.

       •      Liabilitas
              Liabilitas EMA hanya terdiri dari utang usaha hal ini karena dalam pelaksanaan unit
              usaha PaaS sumber pendanaannya berasal dari modal EMA , selama masa proyeksi
              Liabilitas EMA mengalami peningkatan dengan rata rata peningkatan selama masa
              proyeksi (2025-2035) sebesar 63%. Peningkatan ini dipengaruhi peningkatan liabilitas
              jangka pendek EMA . Pada tahun 2026 liabilitas EMA mengalami peningkatan
              sebesar 400% hal ini disebabkan adanya penambahan unit PaaS sebesar 200 unit




Halaman 43                                                         FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 96
          dibandingkan dengan tahun 2025 yang mempengaruhi pendapatan EMA sehingga
          utang usaha EMA mengalami peningkatan.

     •    Ekuitas
          Ekuitas atas penambahan kegiatan usaha ini terdiri dari setoran modal, tambahan
          modal disetor dan Saldo Laba, selama masa proyeksi Ekuitas EMA mengalami
          peningkatan dengan rata rata peningkatan selama masa proyeksi (2025-2035)
          sebesar 73%. Peningkatan ini dipengaruhi peningkatan Tambahan modal disetor
          yang disesuaikan dengan total capex yang dikeluarkan oleh EMA setiap tahunnya.
          Pada tahun 2026 Ekuitas EMA mengalamai peningkatan sebesar 424% hal ini
          disebabkan adanya penambahan unit PaaS sebesar 200 unit dibandingkan dengan
          tahun 2025 yang mempengaruhi jumlah modal yang disetor untuk memenuhi biaya
          capex EMA.


7.5.4 Tingkat Diskonto

     Tingkat diskonto yang kami gunakan adalah biaya modal untuk ekuitas (cost of
     equity). Biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital
     Asset Pricing Model (“CAPM”), dengan formula sebagai berikut:

     Ke = Rf + ß (Rm-Rf) – CDS Ke = Rf + ß Rp – CDS

     Rf (risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
     dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Dalam studi kelayakan ini, suku
     bunga bebas risiko yang kami gunakan adalah Indeks Surat Utang Negara dengan
     jangka waktu 30 tahun dimana penggunaan risk free rate didasari atas suku bunga
     bebas risiko sesuai dengan mata uang yang disajikan dalam laporan keuangan
     objek studi kelayakan, dan mencerminkan asumsi kelangsungan jangka waktu
     kegiatan usaha objek studi kelayakan.

     Rp (risk premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
     tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Premi risiko pasar (Rm-Rf)
     ditentukan dengan menggunakan rujukan dari Damodaran dengan data diperbarui 1
     Januari 2025 sebesar 6,87%.

     CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang
     dikeluarkan pemerintah dengan menggunakan rujukan dari Damodaran dengan
     data diperbarui 1 Januari 2025.

     ß (Beta), merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
     pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh
     S&P 500 atau IHSG). Beta diperoleh dari unlevered beta yang mengacu kepada beta
     Damodaran dengan data diperbarui 1 Januari 2025 dari industri t e l e k o m u n i ka s i
     sebesar 0,60 yang kemudian di re-levered kembali untuk menghasilkan levered beta
     dengan formula sebagai berikut:

     ßL        = ßU x (1+ (1-t) x DER)




Halaman 44                                                   FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 97
      Dimana :
      ßL               : Beta Levered
      ßU               : Beta Unlevered
      DER              : Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio)
      T                : Pajak

      DER mengacu kepada DER Damodaran dengan data diperbarui 1 Januari 2025 dari
      industri telekomunikasi sebesar 39,78%.

      Berdasarkan formula perhitungan beta di atas maka beta yang digunakan sebagai
      berikut:

      Tabel 13. Beta
                     Deskripsi                              Keterangan
       ßU (didapat dari Damodaran)                                       0,60
       DER (Damodaran)                                              39,78%
       T (Pajak)                                                         22%
       ßL = …. *(1+(1-22% )*….%)                                       0,79

      Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
      diperoleh biaya modal untuk ekuitas sebagai berikut:

      Tabel 14. CAPM
                  Deskripsi                                            Keterangan
       Rf                                           7,11% IPBA per 30 Desember 2024 (30 Tahun)
       ß                                             0,79 Dari perhitungan beta
       Rp                                           6,87% Damodaran dengan data
       CDS                                          1,89% diperbaharui 1 Januari 2025
       Spesifik Risk                                   0% Asumsi risiko karena proyek masih baru
       Ke = Rf + (ß x Rp ) – CDS                   10,63%

      Biaya modal ekuitas (Ke) pada tabel diatas sebesar 10,63% digunakan sebagai
      tingkat diskonto dalam Analisa kelayakan keuangan

7.6   Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)

      Dalam melakukan analisis titik impas akan menggunakan perhitungan break even
      point (“BEP”) dimana BEP adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba
      dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika
      jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba
      kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. Nilai BEP dalam
      rupiah mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. BEP
      dalam satuan Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:




Halaman 45                                                    FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 98
                                           Total Biaya Tetap

        BEP =

                               (Penjualan - Total Biaya Variabel) /
                                            Penjualan


      Berikut adalah analisis titik impas atas rencana perubahan kegiatan usaha selama
      periode proyeksi:

      Tabel 7.12      Break Even Point (dalam Ribuan Rupiah)
            Uraian           2025          2026            2027              2028        2029            2030
       Pendapatan          1.800.000    9.000.000        18.000.000     27.000.000     36.000.000       45.000.000
       Biaya Tetap           654.520    3.338.810         6.778.828     10.305.569     13.921.220       17.470.021
       Biaya Variabel        257.361    1.286.807         2.573.614      3.860.420      5.147.227        6.434.034
       Break Event
                             763.714    3.895.830         7.909.753     12.024.867     16.243.724       20.384.578
       Point
                                                                                                         Lanjutan
            Uraian             2031               2032                2033             2034              2035
       Pendapatan             54.000.000       54.000.000         54.000.000          54.000.000        54.000.000
       Biaya Tetap            20.622.287       19.599.552         17.959.469          16.075.864        14.061.275
       Biaya Variabel          7.720.841          7.720.841           7.720.841        7.720.841         7.720.841
       Break Event
                              24.062.742       22.869.383         20.955.681          18.757.832        16.407.144
       Point

      Berdasarkan tabel diatas rata-rata titik impas adalah sebesar Rp 14.934.113 selama
      periode proyeksi.

7.7    Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)

      Dalam melakukan analisis profitabilitas / Overall Profitability, digunakan Profitability
      Index (“PI”), dimana PI dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih
      yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk
      proyek tersebut. PI dapat diformulasikan sebagai berikut:
                          Jumlah nilai kini arus kas masuk

                   PI =
                          Jumlah nilai kini arus kas keluar

      Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut adalah                     layak.   Berikut     adalah
      perhitungan PI atas rencana perubahan kegiatan usaha:




Halaman 46                                                                    FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 99
Tabel 7.13 Profitability Index (dalam Ribuan Rupiah)
         Uraian                            2025            2026              2027           2028            2029             2030

 Cash inflow
 Net Income                               744.119        3.937.703       7.845.894       11.667.038      15.398.928       19.197.299
 Interest*(1-Tax)                            -                  -              -                -             -                -
 Depreciation &
                                          654.520        3.338.810       6.778.828       10.305.569      13.921.220       17.470.021
 Amortization
 Total                                1.398.639          7.276.513      14.624.722       21.972.607      29.320.147       36.667.320

 Cash outflow
 Change in net
                                      (179.612)          (718.447)       (898.059)        (898.059)       (898.059)        (898.059)
 working capital
 Capex                                       -         (23.952.161)     (30.695.592)     (31.469.428)    (32.262.772)     (33.076.117)
 Initial Outlay       (5.840.338)
 Total                (5.840.338)     (179.612)        (24.670.608)     (31.593.651)     (32.367.487)    (33.160.831)     (33.974.176)


 Net Free Cash Flow   (5.840.338)     1.219.027        (17.394.095)     (16.968.929)     (10.394.880)    (3.840.684)       2.693.144


 Terminal Value


 Total Net Free
                      (5.840.338)     1.219.027        (17.394.095)     (16.968.929)     (10.394.880)    (3.840.684)       2.693.144
 Cash Flow


 n                                          1,0             2,0               3,0              4,0           5,0              6,0
 Discount factor                          10,63%          10,63%             10,63%        10,63%          10,63%           10,63%
                         1,00              0,90            0,82               0,74          0,67             0,60            0,55
 Present Value        (5.840.338)     1.101.887        (14.211.819)     (12.532.167)     (6.939.291)     (2.317.545)       1.468.937


                                                                                                                            Lanjutan
         Uraian           2031                    2032                2033              2034              2035            Perpetuidy

 Cash inflow
 Net Income              23.391.814               24.407.720         26.040.531         27.916.390        29.922.731         30.683.786
 Interest*(1-Tax)                     -                     -                      -                 -                -
 Depreciation &
                         20.622.287               19.599.552         17.959.469         16.075.864        14.061.275         14.418.909
 Amortization
 Total                   44.014.101               44.007.272         44.000.000         43.992.254       43.984.006          45.102.695

 Cash outflow
 Change in net
                           (898.059)                        -                      -                 -                -       (137.047)
 working capital
 Capex                  (33.909.966)                        -                      -                 -                -    (14.418.909)
 Initial Outlay
 Total                  (34.808.025)                        -                   -                    -                -    (14.555.956)


 Net Free Cash Flow        9.206.076              44.007.272         44.000.000         43.992.254       43.984.006          30.546.738


 Terminal Value                                                                                                             377.707.350


 Total Net Free
                           9.206.076              44.007.272         44.000.000         43.992.254       43.984.006        377.707.350
 Cash Flow


 n                                  7,0                   8,0                 9,0              10,0               11,0               11,0
 Discount factor                10,63%               10,63%             10,63%             10,63%            10,63%                10,63%
                                  0,49                   0,45                0,40              0,36               0,33               0,33
 Present Value             4.538.810              19.611.723         17.724.250         16.018.260       14.476.308        124.313.549




Halaman 47                                                                             FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 100
  Analisa Kelayakan          Satuan             Nilai
 Profitability Index            x                1,33
 Payback Period              Tahun                 8,0

      Berdasarkan tabel diatas PI yang dihasilkan sebesar 1,33 atau lebih besar daripada 1.



7.8      Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)

      Dalam mengukur tingkat imbal balik investasi digunakan perhitungan Net Present
      Value (“NPV”) dan Internal Rate of Return (“IRR”). Jika nilai NPV positif dan IRR memiliki
      nilai lebih besar dari tingkat diskonto maka investasi tersebut adalah layak. Berikut
      adalah perhitungan NPV dan IRR atas rencana perubahan kegiatan usaha:

Tabel 7.14 NPV dan IRR (dalam Ribuan Rupiah)
         Uraian                          2025              2026             2027            2028            2029             2030

 Cash inflow
 Net Income                             744.119          3.937.703       7.845.894       11.667.038      15.398.928       19.197.299
 Interest*(1-Tax)                          -                   -              -                 -             -                -
 Depreciation &
                                        654.520          3.338.810       6.778.828       10.305.569      13.921.220       17.470.021
 Amortization
 Total                              1.398.639            7.276.513      14.624.722       21.972.607      29.320.147       36.667.320


 Cash outflow
 Change in net
                                    (179.612)            (718.447)       (898.059)        (898.059)       (898.059)        (898.059)
 working capital
 Capex                                     -         (23.952.161)       (30.695.592)     (31.469.428)    (32.262.772)     (33.076.117)
 Initial Outlay       (5.840.338)
 Total                (5.840.338)   (179.612)        (24.670.608)       (31.593.651)     (32.367.487)    (33.160.831)     (33.974.176)


 Net Free Cash Flow   (5.840.338)   1.219.027        (17.394.095)       (16.968.929)     (10.394.880)    (3.840.684)       2.693.144


 Terminal Value


 Total Net Free
                      (5.840.338)   1.219.027        (17.394.095)       (16.968.929)     (10.394.880)    (3.840.684)       2.693.144
 Cash Flow


 n                                        1,0               2,0              3,0               4,0           5,0              6,0
 Discount factor                        10,63%            10,63%            10,63%         10,63%          10,63%           10,63%
                         1,00            0,90              0,82              0,74           0,67             0,60            0,55
 Present Value        (5.840.338)   1.101.887        (14.211.819)       (12.532.167)     (6.939.291)     (2.317.545)       1.468.937


                                                                                                                           Lanjutan
         Uraian           2031                   2032                2033               2034              2035            Perpetuidy

 Cash inflow
 Net Income              23.391.814             24.407.720           26.040.531         27.916.390        29.922.731       30.683.786
 Interest*(1-Tax)                   -                      -                      -                  -                -
 Depreciation &
                         20.622.287             19.599.552           17.959.469         16.075.864        14.061.275       14.418.909
 Amortization
 Total                   44.014.101             44.007.272           44.000.000         43.992.254       43.984.006        45.102.695




Halaman 48                                                                             FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 101
         Uraian          2031          2032          2033           2034          2035          Perpetuidy


 Cash outflow
 Change in net
                         (898.059)               -             -              -             -      (137.047)
 working capital
 Capex                (33.909.966)               -             -              -             -   (14.418.909)
 Initial Outlay
 Total                (34.808.025)               -             -              -             -   (14.555.956)


 Net Free Cash Flow      9.206.076     44.007.272    44.000.000     43.992.254    43.984.006     30.546.738


 Terminal Value                                                                                 377.707.350


 Total Net Free
                         9.206.076     44.007.272    44.000.000     43.992.254    43.984.006    377.707.350
 Cash Flow


 n                               7,0           8,0           9,0           10,0          11,0          11,0
 Discount factor           10,63%         10,63%        10,63%         10,63%        10,63%          10,63%
                                0,49          0,45          0,40           0,36          0,33          0,33
 Present Value           4.538.810     19.611.723    17.724.250     16.018.260    14.476.308    124.313.549


     Analisa Kelayakan      Satuan        Nilai
     Net Present Value     Rp. Ribu    157.412.564
             IRR              %            33,11%

      Berdasarkan tabel diatas NPV yang dihasilkan sebesar Rp 157.412.564 atau lebih besar
      daripada 0, dan IRR yang dihasilkan sebesar 33,11% atau lebih besar daripada tingkat
      diskonto sebesar 10,63%.




Halaman 49                                                         FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 102
                                             BAB VIII
                                           KESIMPULAN



Dengan mempertimbangkan analisis Studi Kelayakan yang dilakukan meliputi analisis
Kelayakan Pasar, analisis Kelayakan Teknis, analisis Kelayakan Pola Bisnis, analisis Kelayakan
Model Manajemen dan analisis Keuangan serta semua asumsi-asumsi dapat terpenuhi, maka
kami berpendapat bahwa rencana Perseroan dalam rangka Perubahan kegiatan usaha
berupa penambahan 4 (empat) kegiatan usaha, dalam bidang Pengoperasian Instalasi
Penyediaan Tenaga Listrik (KBLI 35121), Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik
(KBLI 35122), Instalasi Listrik (KBLI 43211), Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129)
adalah LAYAK.




Halaman 50                                                        FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 103
                        ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



   a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
   b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan
      dalam proses Studi Kelayakan.
   c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan
      keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau
      data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya
      yang kami anggap relevan.
   d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan
      kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
      pencapaiannya (fiduciary duty).
   e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
   f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
   g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas Obyek Studi Kelayakan dari
      Pemberi Tugas.
   h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
   i. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan
      telah disusun sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
      di Pasar Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI).
   j. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
      secara khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di
      luar dari aspek perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup
      penugasan.
   k. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
      dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan
      tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung
      jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
   l. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga
      pengguna laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan
      relevansi antara hasil dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).




Halaman 51                                                  FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 104
                                    PERNYATAAN PENILAI



Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang
bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa:

1.    Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan Studi Kelayakan adalah benar
      sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2.    Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3.    Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang,
      maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek Studi
      Kelayakan .
4.    Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil Studi Kelayakan yang dilaporkan.
5.    Studi Kelayakan dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia
      (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), SE OJK NO.17/SEOJK.04/2020, serta POJK
      No.35/POJK.04/2020, tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
      di Pasar Modal.
6.    Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
      diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7.    Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek
      Studi Kelayakan .
8.    Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9.    Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat
      dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana
      yang dinyatakan dalam laporan Studi Kelayakan ini.
10.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
      Kelayakan .
11.   Kami bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan yang telah kami susun
      berdasarkan data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami
      anggap akurat serta lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini
      apabila data-data, dokumen dan informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada
      kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
12.   Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan terhadap obyek Studi Kelayakan pada
      tanggal Studi Kelayakan (cut off date)
13.   Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
      laporan Studi Kelayakan .
14.   Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan Studi Kelayakan profesional telah
      disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15.   Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
      diungkapkan.
16.   Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.




Halaman 52                                                   FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025
Page 105
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber
    yang telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.



                              Penilai                              Tanda Tangan

 Penanggung Jawab:

 J. Ferdinand H. Pardede, MAPPI (Cert)
 Izin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00089
 MAPPI No.               : 01-S-01490
 STTD Bapepam No. : STTD.PB-17/PJ-1/PM.02/2023
 RMK                      : RMK-2017.00081

 Pemeriksa :

 Yesi Marina
 MAPPI No. : 12-T-03415
 RMK        : RMK-2017.01530

 Pemeriksa:

 E.Fitri Zakiyah
 MAPPI No. : 17-P-07815
 RMK           : RMK-2020.03192

 Penilai:

 A R.Wibowo S
 MAPPI No. : 21-T-11181
 RMK        : RMK-2022.04423




Halaman 53                                               FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.9 MB
Published15 Apr 2025
Pages105
Characters289,924
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Centratama Menara Indonesia p.8 ×7
linked person Daniel Pradipta p.8 ×4
linked person Yan Raymond Jafri · Direktur Utama p.13 ×8
linked person Caba Pinter · Direktur p.13 ×6
linked person Jacopo Rigamonti · Direktur p.13 ×2
linked — Ooredoo Hutchison p.20 ×3
linked org Smartfren Telecom p.21 ×3
linked org Dayamitra Telekomunikasi Tbk p.21 ×5
linked org Inti Bangun Sejahtera Tbk p.21 ×5
linked org PT Smart Telecom p.21
linked org XL Axiata Tbk p.21 ×10
linked org Huawei Tech p.31 ×2
linked org PT EPID Menara AssetCo p.53 ×10
linked person James John Burns · Direktur p.65 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.8 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.13 ×2
possible org Telkom Indonesia p.20 ×2
unresolved org Group Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk p.3
unresolved org KJPP FDI p.4 ×13
unresolved org KJPP Ferdinand p.5 ×9
unresolved org Ichsan dan Rekan p.8 ×7
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.8 ×4
unresolved person K.H. Mas Mansyur p.8 ×3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.9 ×5
unresolved org Purwantono p.10 ×8
unresolved org Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia. p.10 ×2
unresolved person Daniel.Pradipta p.10 ×2
unresolved person Akta Notaris Agus Madjid p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×3
unresolved person Akta Notaris Jimmy Tanal · Notaris p.13 ×6
unresolved person Caesaria Dhamayanti · Notaris p.13 ×3
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.13
unresolved person Suresh Narain Singh Sidhu · Komisaris p.13 ×3
unresolved — Kegiatan Usaha CMI · o p.13
unresolved — FDI.JKT/0007/LAP/B/SK/IV/2025 · Halaman 13 p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.14 ×5
unresolved org PT Centratama p.14 ×4
unresolved org Telekomunikasi Indonesia Tbk p.14 ×2
unresolved org PT Indosat Ooredoo Hutchison Halaman p.20
unresolved org PT. Telekomunikasi Selular p.21 ×4
unresolved org PT. Smartfren Telecom Adapun p.21 ×2
unresolved org PT Indosat Ooredoo Hutchinson p.21
unresolved org PT Putra Arga Binangun p.21
unresolved org PT Telkomsel p.21 ×2
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan RI Halaman p.24 ×2
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan RI Tabel p.25 ×2
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan RI p.25 ×2
unresolved org PT Trans Communication Data p.31 ×2
unresolved org PT Huawei Tech Investment p.31 ×2
unresolved org United Technologies Corporation p.31 ×2
unresolved org PT EPID Menara AssetCo TCC Batavia Tower One p.53
unresolved org Ichsan & Rekan p.57
unresolved org Konstruksi p.62
unresolved person Akta Notaris Mala Mukti p.65
unresolved — FDI.JKT/0008/LAP/B/SK/IV/2025 · Halaman 13 p.65
unresolved org PT Centratama Menara p.66
unresolved org PT Indosat Ooredoo Hutchison p.73 ×2
unresolved org PT BBSC Telecode p.73
unresolved org PT Pgas Telekomunikasi Nusantara p.73
unresolved org PT Putra Arga Binangun Potensi Nilai Pasar Menurut p.73
unresolved person J. Ferdinand H. Pardede p.105
unresolved person H. Pardede p.105
unresolved org Bapepam p.105 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 12426 ms 12 Sep 2026 22:52
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result