Back to announcement
20250415_LTLS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31875723_lamp2.pdf
Other Text extracted LTLSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 83
Page 1
LAPORAN
00002/2.0110-01/BS/04/0426/1/IV/2025
STUDI KELAYAKAN ATAS
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT LAUTAN LUAS Tbk
TANGGAL PENILAIAN
31 Desember 2024
Page 2
Graha ROI Formula 3rd Floor Suite 302
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 222
Jakarta 12240
Ph. +62 21 7245677
Fax. +62 21 7253689
web: www.idrvaluer.co.id
Ref. No. 00002/2.0110-01/BS/04/0426/1/IV/2025 Jakarta, 14 April 2025
Kepada Yth,
Direksi
PT LAUTAN LUAS Tbk
Graha Indramas
Jl. AIP II K.S. Tubun Raya No. 77
Jakarta 11410
Dengan hormat,
Dalam rangka memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”), PT Lautan Luas Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ihot
Dollar & Raymond (“ID&R”), sebagai Penilai Independen untuk memberikan pendapat atas kelayakan
rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), sesuai
dengan Surat Penugasan No. 007/II/FS/25/KJPPID&R tertanggal 04 Februari 2025.
ID&R merupakan kantor jasa penilai publik yang terdaftar sebagai profesi penunjang di pasar modal
berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan No. 1408/KM.1/2012 tanggal 27 November 2012.
Rekan telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah dengan No. MAPPI: 06-S-01969 dan No. Izin: STTD.PB-
22/PJ-1/PM.2/2023.
Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT Lautan Luas Tbk
Bidang usaha : Perdagangan besar dan eceran, real estat, pengangkutan dan pergudangan
Alamat : Graha Indramas, Jl. AIP II K.S. Tubun Raya No. 77, Jakarta 11410
Telepon : (021) 8066 0777
Faksimili : (021) 8066 0020
Website : www.lautan-luas.com
Maksud dan Tujuan
Mengkaji kelayakan bisnis sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan,
untuk memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020 (selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”).
Tanggal Penilaian
Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Page 3
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Transaksi, kami menggunakan beberapa
asumsi dan kondisi pembatas antara lain:
• Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian;
• Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty);
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
telah disesuaikan;
• Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia,
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan nilai akhir;
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
Analisa Kelayakan Usaha
Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Transaksi digunakan 2 (dua) indikator yaitu
Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), yang didasarkan pada nilai kini arus kas
bersih. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat bisnis
yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Jika
nilai NPV positif maka investasi tersebut dapat diterima sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi
tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila
digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama
dengan jumlah investasi.
Analisa kelayakan keuangan manajemen Perseroan didasarkan pada proyeksi keuangan sesuai
Rencana Transaksi berupa penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Kelayakan investasi Perseroan dihitung dengan menggunakan dua indikator yaitu Net Present Value
(NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), dengan ringkasan sebagai berikut:
Keterangan NPV (Rp) IRR (%)
KBLI baru 29.398.362.154 4624,48
Kesimpulan
Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam
rangka menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi berupa
penambahan KBLI yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah layak.
Page 4
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada penambahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan Pemerintah Indonesia dan penambahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini dikeluarkan. Studi Kelayakan atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah tanggal laporan dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas. Hormat kami, KJPP Ihot Dollar & Raymond Sulistyawati Sendjaja, MM, MAPPI (Cert.) Business Valuation Partner Izin Penilai : B-1.15.00426 MAPPI : 06-S-01969 STTD OJK : STTD.PB-22/PJ-1/PM.2/2023
Page 5
PERNYATAAN INDEPENDENSI
Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan bahwa:
▪ Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai analisis, kesimpulan
atau pendapat, adalah benar;
▪ Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan;
▪ Penugasan penilaian telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian (cut off
date);
▪ Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
▪ Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
kesimpulan nilai;
▪ Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
▪ Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
▪ Data ekonomi serta data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
▪ Hasil analisis, kesimpulan dan pendapat yang kami nyatakan pada laporan ini terbatas pada
kontinjensi, keterbatasan dan asumsi, yang merupakan pemahaman secara menyeluruh,
didasarkan analisis profesional serta pendapat dan kesimpulan kami;
▪ Pada saat ini maupun pada masa yang akan datang, kami tidak memiliki kepentingan
terhadap Perseroan yang kami nilai;
▪ Kami tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap Perseroan yang kami nilai dan pihak yang
terlibat dan terkait di dalamnya;
▪ Imbalan jasa penilaian tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan;
▪ Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020
(“POJK 35/2020”) dan No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17/2020”);
▪ Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
▪ Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah;
▪ Kami melakukan penugasan ini secara independen tanpa intervensi dari pihak manapun.
Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:
Supervisor:
Nico Febrianto Gunawan, MM .....................................................
MAPPI No. 14-T-05156
Register No. RMK-2017.01355
Penilai:
Charlie Marcelina, SE .....................................................
MAPPI No. 18-P-08595
Register No. RMK-2019.02922
Penilai:
Olyvia Priskilla, SE .....................................................
MAPPI No. 21-P-11014
Register No. RMK-2025.05043
Studi Kelayakan i
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 6
DAFTAR ISI
PERNYATAAN INDEPENDENSI ..................................................................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................................... ii
1. RINGKASAN EKSEKUTIF ................................................................................................................... 1
1.1 IDENTITAS PEMBERI TUGAS .......................................................................................................... 1
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN................................................................................................................... 1
1.3 LINGKUP PENUGASAN................................................................................................................... 1
1.4 ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .................................................................................................. 1
1.5 DATA DAN INFORMASI SERTA PROSEDUR YANG DIGUNAKAN ........................................................... 2
1.6 TANGGAL PENILAIAN .................................................................................................................... 3
1.7 GAMBARAN UMUM ........................................................................................................................ 3
1.8 RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA ................................................................................... 7
1.9 ANALISA KELAYAKAN USAHA......................................................................................................... 8
1.10 KESIMPULAN .............................................................................................................................. 12
2. GAMBARAN UMUM ........................................................................................................................... 13
2.1 PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM .............................................................................................. 13
2.2 SUSUNAN PENGURUS DAN STRUKTUR MODAL ............................................................................. 15
2.3 KEGIATAN USAHA ....................................................................................................................... 17
2.4 DATA KEUANGAN HISTORIS ........................................................................................................ 18
2.5 ANALISIS KELAYAKAN PASAR ...................................................................................................... 24
2.6 ANALISA KELAYAKAN TEKNIS ...................................................................................................... 38
2.7 ANALISA KELAYAKAN POLA BISNIS .............................................................................................. 42
2.8 ANALISA KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .................................................................................. 44
3. ANALISA KELAYAKAN KEUANGAN MANAJEMEN ....................................................................... 53
3.1 BIAYA PENDIRIAN (START UP COSTS) ......................................................................................... 53
3.2 MODAL KERJA ............................................................................................................................ 53
3.3 SUMBER PEMBIAYAAN ................................................................................................................ 53
3.4 BIAYA OPERASIONAL .................................................................................................................. 53
3.5 BIAYA BAHAN BAKU MENTAH ..................................................................................................... 53
3.6 PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN ................................................................................................. 53
3.7 ANALISIS TITIK IMPAS (BREAK EVEN ANALYSIS) ........................................................................... 59
3.8 ANALISIS PROFITABILITAS (OVERALL PROFITABILITY) ................................................................... 60
3.9 TINGKAT IMBAL BALIK INVESTASI (OVERALL RETURN ON INVESTMENT) ......................................... 60
3.10 PENENTUAN TINGKAT DISKONTO ................................................................................................ 61
3.11 KELAYAKAN INVESTASI ............................................................................................................... 63
3.12 KESIMPULAN .............................................................................................................................. 63
4. SYARAT PEMBATASAN ................................................................................................................... 64
LAMPIRAN
Studi Kelayakan ii
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 7
1. RINGKASAN EKSEKUTIF
1.1 IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama : PT Lautan Luas Tbk
Bidang usaha : Perdagangan besar dan eceran, real estat, pengangkutan dan
pergudangan
Alamat : Graha Indramas, Jl. AIP II K.S. Tubun Raya No. 77, Jakarta 11410
Telepon : (021) 8066 0777
Faksimili : (021) 8066 0020
Website : www.lautan-luas.com
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”) ditunjuk oleh PT Lautan Luas Tbk (“Perseroan”)
berdasarkan Surat Penugasan No. 007/II/FS/25/KJPPID&R tertanggal 04 Februari 2025
dengan maksud untuk melakukan analisa, pengkajian serta opini yang bersifat independen
mengenai tingkat kelayakan terhadap Rencana Transaksi Perseroan. Sedangkan tujuan
dilakukannya studi kelayakan ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan atas Rencana
Transaksi Perseroan berupa penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
antara lain:
a) KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan;
b) KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan
Hewan;
c) KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya.
Laporan studi kelayakan ini telah disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan per
tanggal 31 Desember 2024 dan informasi lainnya berkaitan dengan rencana usaha
sebagaimana dijabarkan dalam proyeksi keuangan dan pembahasan dalam Bab 3.
Laporan ini disiapkan secara objektif dan karenanya tidak sah di bawah kondisi lainnya, dan
tidak dapat digunakan maupun dikutip untuk tujuan lainnya tanpa persetujuan tertulis dari
ID&R.
1.3 LINGKUP PENUGASAN
Penugasan yang kami lakukan meliputi studi kelayakan usaha atas Rencana Transaksi
Perseroan berupa penambahan KBLI sesuai dengan yang telah disebutkan dalam subbab 1.2.
1.4 ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini atas Rencana Transaksi, kami menggunakan beberapa
asumsi dan kondisi pembatas antara lain:
▪ Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
▪ Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses penilaian;
▪ Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
Studi Kelayakan 1
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 8
keakuratannya;
▪ Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
▪ Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan;
▪ Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
▪ Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan nilai akhir;
▪ Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
1.5 DATA DAN INFORMASI SERTA PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
Laporan studi kelayakan usaha ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas kelayakan
usaha Perseroan yang dinilai sesuai dengan data dan informasi internal maupun eksternal
antara lain:
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020-2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja,
seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Rencana usaha dan proyeksi keuangan Perseroan dan KBLI baru tahun 2025-2029;
• Data legalitas Perseroan antara lain akta pendirian, akta perubahan nama, akta perubahan
terakhir, Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak, Surat
Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
• Data mengenai kegiatan Perseroan;
• Hasil wawancara dengan Direksi Perseroan mengenai alasan, latar belakang dan hal-hal
mengenai Rencana Transaksi;
• Keterbukaan informasi berkaitan dengan Rencana Transaksi.
Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material, tidak
menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat membuat
Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan. Selain itu
informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang diperoleh dari data
riset dari publik domain.
Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan telah
diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua informasi
yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi
informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang
memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai
sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan. Penyampaian dari
Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini, dalam kondisi apapun,
tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah benar setelah tanggal
Laporan ini.
Studi Kelayakan 2
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 9
Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
yang diberikan, Laporan Keuangan, Proyeksi Keuangan dan tiap bagian dari Rencana
Transaksi dalam hal kewajarannya baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai
satu kesatuan Transaksi.
1.6 TANGGAL PENILAIAN
Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas
tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
1.7 GAMBARAN UMUM
Perseroan awalnya didirikan dengan nama Persekutuan Andil Maskapai Dagang dan Industri
Lim Teck Lee (Indonesia) Coy. Ltd., yang kemudian diubah menjadi PT Lautan Luas pada
tahun 1964. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1951 dan mulai tercatat
sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1997.
Perseroan didirikan pada tahun 1951 sebagai importir dan distributor bahan kimia dasar. Saat
ini, Perseroan telah berkembang menjadi distributor dan produsen bahan kimia dasar dan
khusus, baik di pasar domestik maupun regional. Perseroan telah berkembang menjadi
sebuah operasi distribusi yang terintegrasi, dimana distribusi merupakan kontributor utama
terhadap total pendapatan Perseroan yang sebagian besar berasal dari pasar domestik.
Perseroan memasuki bidang manufaktur pada tahun 1969 dengan mendirikan pabrik asam
sulfat swasta pertama di Indonesia yang telah berkontribusi besar terhadap total pendapatan
Perseroan. Usaha pendukung dan jasa Perseroan terbagi atas 3 anak perusahaan dan 1
perusahaan afiliasi yang menawarkan jasa rantai pasok, teknologi informasi dan pengolahan
air. Sebagai perusahaan yang mengutamakan kualitas, Perseroan dan Entitas Anak telah
memiliki beberapa sertifikasi seperti ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 45001, HALAL
MUI, NSF, SNI, SMK3, FSSC 22000, RCI, GOTS, BPOM dan SIRIM.
Perseroan berkantor pusat di Jakarta serta mengoperasikan 4 kantor cabang dan 5 kantor
perwakilan yang terletak di kota-kota besar di Indonesia untuk memaksimalkan jangkauan
jaringan distribusi dalam melayani pasar domestik. Kantor cabang Perseroan berada di
Medan, Bandung, Semarang dan Surabaya, sedangkan kantor perwakilan Perseroan berada
di Bandar Lampung, Samarinda, Makassar, Banjarmasin dan Pekanbaru. Perseroan juga
memiliki kantor regional yang ditempatkan di Singapura guna memantau kegiatan Perseroan
di China, Thailand dan Vietnam. Per 31 Desember 2024, Perseroan mengoperasikan 15
fasilitas manufaktur yang terdiri dari 13 pabrik di Indonesia dan 2 pabrik di China.
Produk dan Jasa
Selama menjalankan kegiatan usahanya, segmen distribusi Perseroan didominasi oleh
penjualan atas produk bahan kimia dasar dan khusus. Sehubungan dengan rencana
penambahan kegiatan usaha, Perseroan terus melakukan upaya strategis ke basis produk
dan jasa yang lebih luas. Nantinya Perseroan juga melakukan penjualan produk hasil
perikanan dan bahan baku obat tradisional serta menyediakan jasa aktivitas konsultasi
manajemen lainnya.
Studi Kelayakan 3
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 10
Produk hasil perikanan berupa karagenan yang akan didistribusikan Perseroan nantinya akan
dipasok oleh Cargill Inc. (USA) dan produk bahan baku obat tradisional berupa ekstrak herbal
akan diperoleh Perseroan melalui kerjasama dengan Naturalin Bio Resources Co. Ltd.
(China). Perseroan juga akan menjalankan kegiatan usaha baru di bidang aktivitas konsultasi
manajemen lainnya, yang difokuskan pada penyediaan jasa konsultasi strategis dan teknis
dalam bidang logistik. Layanan ini merupakan pengembangan dari pengalaman operasional
Perseroan sebelumnya di sektor jasa logistik dan dirancang untuk melengkapi layanan yang
telah ada seperti bongkar muat, pergudangan dan pengangkutan melalui pendekatan
manajerial dan perencanaan yang terstruktur.
Teknologi yang Digunakan
Salah satu hal penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional adalah
adanya dukungan teknologi informasi yang sesuai dengan proses bisnis yang terintegrasi.
Dengan adanya dukungan teknologi informasi, Perseroan dapat dengan cepat mengantisipasi
perkembangan pasar.
Di era digital ini, website merupakan salah satu representasi identitas perusahaan melalui
dunia digital. Saat ini, Perseroan telah memiliki website yaitu www.lautan-luas.com sehingga
para pelanggan dapat memperoleh informasi mengenai Perseroan antara lain profil
Perseroan, kegiatan usaha, laporan keuangan dan tahunan Perseroan setiap tahunnya, lokasi
kantor dan kontak yang dapat dihubungi serta hal lainnya. Perseroan terus berupaya untuk
memperlancar setiap proses bisnis yang dijalankan oleh Perseroan dengan dukungan tim
teknologi informasi yang tentunya sudah memiliki keahlian dan kompetensi di bidangnya.
Selain teknologi informasi, sehubungan dengan Rencana Transaksi berupa penambahan
KBLI, Perseroan tidak menggunakan teknologi ataupun peralatan dan mesin lainnya untuk
bidang usaha perdagangan hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional, dikarenakan
kegiatan usaha baru Perseroan berfokus pada perdagangan produk. Untuk bidang usaha baru
aktivitas konsultasi manajemen lainnya, Perseroan akan memanfaatkan peralatan dan fasilitas
pendukung yang saat ini telah dimiliki oleh Perseroan maupun pihak afiliasi Perseroan dalam
rangka mendukung pelaksanaan layanan konsultasi yang berbasis pada efisiensi proses
logistik dan operasional.
Pasar yang Dituju (Intended Market Environment)
Selama ini, Perseroan senantiasa berupaya untuk menyediakan layanan distribusi yang
terintegrasi dengan membangun hubungan yang baik dengan para pemasok dan pelanggan
Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya di bidang perdagangan hasil
perikanan, produk karagenan akan diperoleh secara impor melalui kerjasama dengan Cargill
Inc. (USA). Sementara untuk produk bahan baku obat tradisional berupa ekstrak herbal akan
diperoleh dari melalui kerjasama dengan Naturalin Bio Resources Co. Ltd. (China).
Perdagangan produk karagenan akan didistribusikan kepada industri produsen produk jadi
kosmetik dengan target area distribusi mencakup Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang.
Produk ekstrak herbal rencananya akan didistribusikan langsung kepada industri farmasi.
Target area distribusi untuk produk ekstrak herbal mencakup wilayah Jakarta, Semarang,
Surabaya dan Bandung sesuai dengan lokasi kantor cabang Perseroan. Perseroan akan
melakukan kegiatan distribusi dari gudang Perseroan, dimana pelanggan memiliki opsi untuk
Studi Kelayakan 4
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 11
dapat mengambil produk langsung ke gudang Perseroan atau didistribusikan langsung ke
pelanggan. Seluruh produk perdagangan nantinya akan didistribusikan ke wilayah Indonesia
dengan terus meningkatkan kesempatan untuk masuk ke segmentasi pasar domestik maupun
regional.
Untuk kegiatan usaha baru di bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya, jasa yang akan
diberikan oleh Perseroan berupa layanan konsultasi strategis yang terkait dengan optimalisasi
proses logistik. Layanan ini akan menargetkan pelanggan lama Perseroan yang sebelumnya
telah melakukan pembelian produk maupun menggunakan jasa transportasi dan pergudangan
Perseroan, serta diperluas untuk pelanggan baru dari berbagai industri yang membutuhkan
one-stop service dalam perencanaan dan pengelolaan aktivitas logistik.
Informasi Industri
Industri Kimia di Dunia dan Indonesia
Berdasarkan data Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF), produksi industri kimia global
(tidak termasuk farmasi) diperkirakan akan tumbuh sekitar 3% di tahun 2025, lebih melambat
dari tahun 2024 yang tumbuh sekitar 3,9%. BASF mengantisipasi adanya perlambatan
pertumbuhan pada negara-negara maju. Ekspansi di pasar negara berkembang diperkirakan
sedikit melambat menjadi sekitar 3,9% dari tahun 2024 yang sekitar 5,5%.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar
5,03% yoy, lebih rendah dibanding tahun 2023 yang mencapai sekitar 5,05% yoy dan lebih
rendah dari target pemerintah yang sebesar 5,2% yoy. Lapangan usaha yang mengalami
pertumbuhan paling signifikan diantaranya jasa lainnya sekitar 9,80%, transportasi dan
pergudangan (8,69%) serta penyediaan akomodasi dan makan minum (8,56%). Sementara
itu, industri pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia
tumbuh sekitar 4,43% yoy.
Berdasarkan data Custom Market Insights, pasar obat herbal diperkirakan mencapai
USD 13.732,1 juta pada tahun 2024 dan diperkirakan akan mencapai USD 25.459,1 juta pada
tahun 2033 dengan CAGR diperkirakan sekitar 7,1% untuk tahun 2024-2033. Beberapa faktor
yang mendorong pertumbuhan pasar herbal, diantaranya meningkatnya preferensi konsumen
terhadap solusi perawatan kesehatan alami, usaha pemerintah dalam mendukung obat-
obatan tradisional serta penelitian berkelanjutan yang mengesahkan kemanjuran pengobatan
herbal.
Industri Perdagangan Hasil Perikanan dan Kosmetika di Indonesia
Berdasarkan data BPS, industri perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda
motor (yang juga mencakup perdagangan hasil perikanan dan kosmetika) mengalami sedikit
pertumbuhan mencapai sekitar 4,86% pada tahun 2024, lebih tinggi dari tahun 2023 yang
sekitar 4,85%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan barang-barang domestik
dan impor terutama dari barang-barang industri pengolahan nonmigas. Adapun pertumbuhan
subsektor perdagangan besar dan eceran bukan reparasi mobil dan sepeda motor mencapai
sekitar 5,95% pada tahun 2024 atau lebih tinggi dari tahun 2023 yang sekitar 4,93%.
Sementara itu, pertumbuhan industri pertanian, perhutanan dan perikanan mencapai sekitar
0,67% pada tahun 2024 atau lebih rendah dari tahun 2023 yang sekitar 1,31%. Subsektor
Studi Kelayakan 5
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 12
pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian dan subsektor perikanan masing-masing
mencapai sekitar 0,82% dan 0,68%.
Berdasarkan data 6WResearch, pasar produk kosmetik Indonesia diperkirakan mencapai
USD 2.890 juta dan diproyeksikan mencatat CAGR sebesar 5,1% pada tahun 2025. Faktor
urbanisasi, meningkatnya daya beli pada kalangan menengah serta meningkatnya kesadaran
terutama di kalangan anak muda menyebabkan meningkatnya permintaan produk kecantikan
yang berkontribusi pada pertumbuhan pasar. Adapun inovasi produk, strategi pemasaran, dan
perubahan preferensi konsumen merupakan pendorong tambahan yang membentuk pasar
kosmetik. Pada tahun 2028, China diperkirakan menjadi negara potensial untuk ekspor produk
kosmetik diikuti oleh Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat dan Swiss.
Industri Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya di Indonesia
Berdasarkan data BPS, industri jasa perusahaan (termasuk aktivitas Konsultasi Manajemen
terkait pemberian jasa konsultasi manajemen di sektor logistik) mengalami pertumbuhan
mencapai sekitar 8,38% pada tahun 2024, lebih tinggi dari tahun 2023 yang sekitar 8,24%.
Adapun industri transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan positif sekitar 8,69%
pada tahun 2024 atau lebih rendah dari tahun 2023 yang sekitar 13,96% ditopang oleh
peningkatan jumlah penumpang dan barang karena mobilitas masyarakat dan peningkatan
kegiatan ekonomi lainnya.
Sektor rantai pasok dan logistik di Indonesia diproyeksikan tumbuh moderat seiring dengan
proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia, volume ekspor hingga pertumbuhan sektor
transportasi dan pergudangan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) sektor
ini terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan seiring dengan proyeksi stabilnya
perekonomian nasional. Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia pada tahun 2025
diperkirakan tumbuh di kisaran 5%-5,1%, sementara nilai pasar logistik nasional diproyeksikan
mencapai USD 131,2 miliar dengan CAGR berkisar antara 6-8% pada tahun 2025.
Kebutuhan Operasi
Dalam menjalankan kegiatan usaha baru Perseroan dalam bidang perdagangan besar hasil
perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta
aktivitas konsultasi manajemen lainnya, diasumsikan biaya operasional Perseroan hanya
berupa beban gaji dan tunjangan.
Hak dan Kekayaan Intelektual
Perseroan tidak memiliki HAKI atas kegiatan usaha barunya dikarenakan kegiatan usaha baru
Perseroan akan berfokus pada perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan
baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Peraturan Perundang-undangan Terkait
Perseroan perlu memperhatikan dan menaati peraturan perundang-undangan yang terkait
dengan kegiatan usahanya untuk dapat melanjutkan kegiatan operasionalnya secara
berkesinambungan.
Studi Kelayakan 6
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 13
Aspek Lingkungan
Dalam melaksanakan kegiatan usaha barunya, Perseroan perlu memperhatikan kondisi
lingkungan di sekitarnya. Penanganan lingkungan yang baik dapat menghasilkan suatu
kegiatan usaha yang terkendali dan berkesinambungan. Perseroan perlu melakukan analisis
mengenai dampak lingkungan secara terukur dan terintegrasi.
Faktor Risiko Utama
Berikut adalah risiko usaha yang dimiliki oleh Perseroan:
1. Risiko Suku Bunga
2. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
3. Risiko Kredit
4. Risiko Kebijakan/ Peraturan Pemerintah
5. Risiko Hubungan dengan Pihak Eksternal
6. Risiko Perubahan Teknologi
7. Risiko Operasional
8. Risiko Sumber Daya Manusia
Berdasarkan berbagai risiko yang dimiliki, Perseroan perlu untuk memprioritaskan dalam hal
mengidentifikasi, mengevaluasi dan meminimalkan risiko-risiko dalam seluruh lingkup
kegiatannya, serta memastikan semua temuan dan rekomendasi dari audit internal
manajemen telah ditindaklanjuti.
Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Sehubungan dengan Rencana Transaksi berupa penambahan KBLI di perdagangan besar
hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan
serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya, diasumsikan dana sebesar Rp 50.000.000 akan
digunakan oleh Perseroan untuk pengurusan sertifikat dan keanggotaan asosiasi terkait
kegiatan usaha baru yang diperoleh dari kas internal Perseroan.
1.8 RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Untuk meningkatkan kinerja Perseroan di masa mendatang, Perseroan melihat adanya
peluang untuk dapat bertumbuh dan juga untuk perolehan pendapatan Perseroan melalui
kegiatan usaha lainnya dalam rangka meningkatkan nilai tambah Perseroan. Pelaksanaan
penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam bidang perdagangan besar hasil perikanan
akan dimulai kuartal I tahun 2026, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk
manusia dan hewan akan dimulai pada kuartal IV tahun 2025 serta aktivitas konsultasi
manajemen lainnya akan dimulai pada kuartal III tahun 2025.
Melalui penambahan KBLI baru, Perseroan akan memperluas segmen distribusi yang telah
dijalankan oleh Perseroan selama ini dalam pendistribusian bahan kimia dasar dan khusus,
pelumas dan kemasan kertas dengan juga melakukan perdagangan atas hasil perikanan
berupa produk karagenan yang terdiri dari satiagel dan satiagum serta perdagangan besar
bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan berupa ekstrak herbal yang nantinya
Perseroan akan mendapatkan tambahan pendapatan atas penjualan produk-produk tersebut.
Selain itu, Perseroan juga berencana memperluas segmen usaha pendukung dan jasa melalui
penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya, dengan menyediakan layanan
Studi Kelayakan 7
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 14
konsultasi manajerial yang berfokus pada strategi optimalisasi logistik untuk melengkapi
layanan jasa logistik yang telah dijalankan Perseroan selama ini.
Dengan memanfaatkan peluang melalui penambahan kegiatan usaha baru, diharapkan dapat
meningkatkan keuntungan serta nilai tambah bagi Perseroan. Melihat adanya peluang industri
tersebut di Indonesia yang semakin berkembang, Perseroan diharapkan dapat memberikan
kontribusi terhadap kemajuan industri di Indonesia serta menjadi perusahaan yang mampu
bersaing secara sehat dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggannya.
Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan Perseroan
menjadi perusahaan yang baik dan memiliki potensi pengembangan usaha di masa
mendatang.
1.9 ANALISA KELAYAKAN USAHA
1.9.1 Analisa Kelayakan Pasar
Perdagangan Hasil Perikanan dan Kosmetika
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan efisiensi belanja untuk tahun
anggaran 2025 dari pagu awal Rp 6,22 triliun menjadi sebesar Rp 4,10 triliun. Efisiensi
anggaran dilakukan terhadap belanja barang dan belanja modal. Secara terperinci, belanja
barang menjadi sebesar Rp 1,16 triliun dari semula yang sebesar Rp 3,35 triliun dan belanja
modal menjadi sebesar Rp 566 miliar dari semula sebesar Rp 943 miliar. Sementara belanja
pegawai tidak mengalami pemangkasan anggaran atau tetap dialokasikan sebesar Rp 1,91
triliun. Meskipun mengalami pemangkasan anggaran, KKP menegaskan akan tetap
menjalankan program dan kegiatan prioritas yang dapat bermanfaat terhadap sektor kelautan
dan perikanan.
Berdasarkan data Statista, pasar kecantikan dan perawatan diri Indonesia diperkirakan
mencapai USD 9,74 miliar dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR)
diperkirakan mencapai sekitar 4,33% per tahun pada tahun 2025-2030. Pasar kosmetik
Indonesia diperkirakan akan mencapai sebesar USD 2,09 miliar pada tahun 2025, dengan
CAGR diperkirakan mencapai sekitar 4,73% per tahun pada tahun 2025-2030. Peningkatan
diperkirakan berasal dari kelas menengah dan peningkatan permintaan produk kecantikan
halal. Dalam skala global, pasar industri kosmetik diperkirakan mencapai nilai USD 677,19
miliar pada tahun 2025, dengan CAGR diperkirakan mencapai sekitar 3,37% pada tahun
2025-2030. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri ini,
mengingat populasi wanita yang mencapai lebih dari 141,8 juta jiwa dan meningkatnya
kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri.
Bahan Kimia dan Farmasi
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri kimia, farmasi,
dan tekstil (IKFT) dapat tumbuh sekitar 6,59% pada tahun 2025, seiring dengan target
pertumbuhan ekonomi nasional 8% dalam lima tahun ke depan. Kontribusi sektor IKFT
terhadap PDB Indonesia diperkirakan dapat mencapai sekitar 3,62% pada tahun 2025. Sub
sektor yang menjadi pendorong target pertumbuhan IKFT diantaranya industri kimia, farmasi
Studi Kelayakan 8
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 15
dan obat tradisional dengan kisaran pertumbuhan sekitar 7,98%-9,33% dan industri barang
galian bukan logam dengan kisaran pertumbuhan sekitar 8,36%-8,74%.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) IKFT, pemerintah akan mendorong
perbaikan rantai pasok melalui kebijakan penguatan industri hulu, harmonisasi kebijakan tarif
dan non tarif antara hulu antara hilir serta kebijakan peningkatan efisiensi alur aliran material.
Beberapa kebijakan yang fokus pada optimalisasi pasar dalam negeri akan dilaksanakan
seperti fasilitasi dalam rangka penerapan dan peningkatan nilai tingkat komponen dalam
negeri (TKDN) dan peningkatan produk dalam negeri (P3DN) pada sektor IKFT. Dengan
sejumlah kebijakan tersebut, Kemenperin membidik pertumbuhan IKFT tahun 2027 mencapai
sekitar 7,97% dan tahun 2029 sekitar 7,59% dengan kontribusi terhadap PDB ditargetkan
sekitar 3,86% pada tahun 2029.
Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
Berdasarkan data BKPM, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi berada di urutan
kedua sektor yang paling diminati investor dengan total realisasi sebesar Rp 189,9 triliun atau
setara dengan sekitar 11,1% realisasi penanaman modal asing maupun dalam negeri. Sekitar
42,8 ribu proyek diinvestasikan dalam sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi selama
tahun 2024. Secara rinci, PMDN dan PMA sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi
masing-masing mencapai sebesar Rp 120.082,6 miliar dan USD 4.654,2 juta.
Berdasarkan data Mordor Intelligence, pasar pengangkutan dan logistik Indonesia
diperkirakan mencapai USD 131,2 miliar pada tahun 2025 dan diharapkan mencapai
USD 178,1 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sekitar 6,29% pada tahun 2025-2030.
Pertumbuhan pasar pengangkutan dan logistik didorong oleh investasi infrastruktur dan
inisiatif pembangunan yang substansial. Segmen manufaktur diproyeksikan akan
menunjukkan pertumbuhan terbesar di pasar angkutan dan logistik Indonesia dengan CAGR
sekitar 7% pada tahun 2024-2029. Adapun pertumbuhan pengangkutan dan logistik pada
segmen perdagangan besar dan eceran didorong oleh populasi Indonesia dan demografi
penduduk kelas menengah.
Rencana Perseroan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dapat menyebabkan
terjadinya persaingan usaha, dimana saat ini terdapat cukup banyak perusahaan yang
menjalankan kegiatan usaha serupa dalam bidang perdagangan besar hasil perikanan,
perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas
konsultasi manajemen lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Perseroan
memerlukan strategi yang efektif dan efisien untuk meyakinkan calon konsumen baru maupun
mempertahankan konsumen lama Perseroan saat ini serta memperluas jaringan usaha untuk
memenangkan persaingan yang ada.
Perseroan yang nantinya akan melakukan penambahan kegiatan usaha dalam perdagangan
besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan
hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya perlu menetapkan strategi pemasaran
agar dapat terus berkembang dan meningkatkan kinerja Perseroan.
1.9.2 Analisa Kelayakan Teknis
Perseroan berencana untuk memperluas segmen bisnis distribusi ke penjualan hasil
perikanan dan ekstrak herbal. Pendapatan atas penjualan hasil perikanan akan diperoleh
Studi Kelayakan 9
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 16
melalui penjualan karagenan. Perseroan akan melakukan kerjasama dengan Cargill untuk
menjadi distributor eksklusif produk karagenan yang diproduksi Cargill Inc. (USA). Penjualan
karagenan akan dijual per kilogram ditujukan kepada industri pembuatan kosmetik. Produk
hasil perikanan tersebut rencananya akan didistribusikan di Jakarta, Surabaya, Medan dan
Semarang.
Perseroan juga akan melakukan distribusi bahan baku obat tradisional, dimana Perseroan
akan menjadi distributor produk ekstrak herbal yang diproduksi oleh Naturalin Bio Resources
Co. Ltd. (China). Produk ekstrak herbal akan didistribusikan di Jakarta, Semarang, Surabaya
dan Bandung dengan sasaran industri yang dituju yaitu industri farmasi. Produk ekstrak herbal
akan dijual per kg, dimana nantinya pendapatan Perseroan atas perdagangan ekstrak herbal
akan dipengaruhi oleh jenis produk ekstrak herbal yang dijual, volume dan harga penjualan
produk.
Seiring dengan peningkatan permintaan terhadap solusi logistik terpadu dan kebutuhan
efisiensi operasional dari para pelanggan, Perseroan berencana untuk memperluas cakupan
layanan melalui penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Layanan
konsultasi manajemen akan difokuskan pada penyediaan solusi strategis dan perencanaan
terintegrasi untuk pengelolaan logistik termasuk desain alur kerja bongkar muat, perencanaan
kapasitas gudang, manajemen armada serta evaluasi efektivitas penggunaan fasilitas yang
telah dimiliki Perseroan dan entitas anaknya. Jasa konsultasi manajemen akan memanfaatkan
pengalaman operasional Perseroan dalam bidang logistik untuk membantu pelanggan dalam
meningkatkan efektivitas proses bisnis, terutama yang terkait dengan pengelolaan produk
kimia maupun produk lain yang didistribusikan oleh Perseroan di wilayah seperti Jakarta dan
Surabaya.
1.9.3 Analisa Kelayakan Pola Bisnis
Perdagangan Hasil Perikanan dan Bahan Baku Obat Tradisional
Dalam pengembangan kegiatan usahanya dalam bidang perdagangan, produk hasil perikanan
yang akan ditawarkan Perseroan adalah karagenan. Perseroan akan menjalin kerjasama
dengan Cargill Inc. (USA) untuk menjadi distributor eksklusif produknya di Indonesia. Cargill
merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang menyediakan berbagai produk serta
layanan pangan, pertanian, keuangan dan industri. Perseroan akan mendistribusikan produk
karagenan ke industri personal home care. Perdagangan produk karagenan akan dimulai
pada kuartal I tahun 2026.
Untuk perdagangan bahan baku obat tradisional, Perseroan akan melakukan kerjasama
dengan Naturalin Bio Resources Co. Ltd (China) untuk memasarkan produknya berupa
ekstrak herbal. Naturalin merupakan perusahaan asal China yang bergerak di bidang
manufaktur ekstrak tanaman dan bahan-bahan alami untuk industri makanan dan minuman,
nutrisi, personal care, kebersihan, pakan ternak dan pertanian. Distribusi produk ekstrak
herbal ini akan difokuskan langsung pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri
farmasi seperti PT SOHO Industri Pharmasi dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
Tbk serta ditargetkan dimulai pada kuartal IV tahun 2025.
Studi Kelayakan 10
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 17
Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
Untuk menjamin proses distribusi yang efisien dan tepat waktu, Perseroan melalui entitas
anak telah menjalankan usaha di bidang transportasi dan pergudangan yang tersebar di
kantor pusat dan cabang-cabang Perseroan. Guna lebih mengoptimalkan proses distribusi
serta menanggapi permintaan yang meningkat dari pelanggan, Perseroan berencana untuk
memperluas jasa melalui penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Kegiatan
atas penyediaan jasa konsultasi ini direncanakan akan dimulai pada kuartal III 2025, setelah
perizinan yang relevan diperoleh yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dengan penambahan KBLI ini, Perseroan akan menawarkan jasa konsultasi manajerial yang
mencakup strategi efisiensi rantai pasok, optimasi proses distribusi serta perencanaan dan
pengelolaan gudang. Layanan ini akan menjadi bagian dari solusi logistik terpadu (one-stop
service) yang berbasis pada keahlian manajemen dan pengalaman operasional Perseroan.
Opsi layanan kepada pelanggan akan meliputi penyusunan rencana distribusi yang
disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, termasuk pengaturan skema pengiriman,
penempatan barang dan analisis efektivitas biaya.
1.9.4 Analisa Kelayakan Model Manajemen
Perseroan dalam melakukan penambahan kegiatan usaha ini membutuhkan tenaga ahli yang
dapat mendukung usaha baru Perseroan. Selama menjalankan kegiatan operasionalnya,
Perseroan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) berperan sangat penting atas
keberhasilan usaha yang dijalankan sehingga selalu menempatkan karyawannya pada posisi
yang sesuai dengan keahlian dan kemampuannya agar dapat berkontribusi secara efektif dan
efisien.
Selain itu, selalu memperhatikan pengembangan dan kualitas SDM-nya melalui program
pengembangan kompetensi serta evaluasi pengelolaan SDM secara berkala. Berdasarkan hal
tersebut, Perseroan berencana untuk menambah tenaga kerja yang kompeten dalam
mendukung kegiatan operasional Perseroan pada bidang perdagangan besar hasil perikanan
dan aktivitas konsultasi manajemen.
Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya tidak terlepas dari risiko. Risiko-risiko
dapat berdampak terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek Perseroan.
Berdasarkan berbagai risiko yang dimiliki, Perseroan perlu untuk memprioritaskan dalam hal
mengidentifikasi, mengevaluasi dan meminimalkan risiko-risiko dalam seluruh lingkup
kegiatannya, serta memastikan semua temuan dan rekomendasi dari komite audit dan audit
internal manajemen telah ditindaklanjuti.
Saat ini, Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup memadai untuk
mendukung kegiatan usaha barunya di bidang perdagangan besar hasil perikanan,
perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas
konsultasi manajemen lainnya. Perseroan telah memperhatikan dan mempertimbangkan
susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian konsentrasi manajerial di
bidang utama seperti finansial, operasional dan pemasaran.
Studi Kelayakan 11
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 18
1.9.5 Analisa Kelayakan Keuangan Manajemen
Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Transaksi digunakan 2 (dua) indikator
yaitu Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), yang didasarkan pada nilai
kini arus kas bersih. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi
dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
investasi. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut dapat diterima sedangkan jika nilai
NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan
besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas masuk
akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi.
Analisa kelayakan keuangan manajemen Perseroan didasarkan pada proyeksi keuangan
sesuai Rencana Transaksi berupa penambahan KBLI. Kelayakan investasi Perseroan dihitung
dengan menggunakan dua indikator yaitu Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of
Return (IRR), dengan ringkasan sebagai berikut:
Keterangan NPV (Rp) IRR (%)
KBLI baru 29.398.362.154 4624,48
1.10 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait
dalam rangka menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah layak.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak
ada penambahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan
manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi kondisi pasar
dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan Pemerintah Indonesia dan
penambahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini
dikeluarkan. Studi Kelayakan atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah
tanggal laporan dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.
Studi Kelayakan 12
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 19
2. GAMBARAN UMUM
2.1 PENDIRIAN DAN INFORMASI UMUM
Perseroan didirikan dengan nama Persekutuan Andil Maskapai Dagang dan Industri Lim Teck
Lee (Indonesia) Coy. Ltd. berdasarkan Akta No. 75 tanggal 18 Januari 1951 yang dibuat di
hadapan Raden Mas Soerojo, Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. J.A.8/13/9 tanggal 13 Juli 1951 dan
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 16 tanggal 22 Februari 1952,
Tambahan No. 212.
Perubahan nama menjadi PT Lautan Luas dilakukan berdasarkan Akta No. 90 tanggal
29 Desember 1964 yang dibuat di hadapan Lie Sioe Hoa Nio, Wakil Notaris di Jakarta dan
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. J.A.5/24/20 tanggal
20 April 1965 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 76 tanggal 21 September 1965
Tambahan No. 204.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir pada
tanggal 14 Juni 2023 sehubungan dengan perubahan seluruh anggaran dasar berdasarkan
akta No. 87 dibuat oleh Jimmy Tanal, S.H. M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah disetujui oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
AHU-0038603.AH-01.02 tanggal 7 Juli 2023.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam
bidang:
a. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor;
b. Real Estat;
c. Pengangkutan dan Pergudangan;
d. Aktivitas Keuangan dan Asuransi;
e. Aktivitas Profesional, Ilmiah Dan Teknis;
f. Treatment Air, Treatment Air Limbah, Treatment Dan Pemulihan Material Sampah, dan
Aktivitas Remediasi;
g. Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan
dan Penunjang Usaha Lainnya;
h. Konstruksi;
i. Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
utama sebagai berikut:
I. Kegiatan Usaha Utama:
a. Perdagangan Besar Hasil Pertanian dan Hewan Hidup Lainnya (KBLI No. 46209);
b. Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati (KBLI No. 46315);
c. Perdagangan Besar Bahan Makanan dan Minuman Hasil Pertanian Lainnya (KBLI
No. 46319);
d. Perdagangan Besar Obat Farmasi untuk Manusia (KBLI No. 46441);
e. Perdagangan Besar Obat Farmasi untuk Hewan (KBLI No. 46444);
f. Perdagangan Besar Bahan Farmasi Untuk Manusia dan Hewan (KBLI No. 46447);
Studi Kelayakan 13
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 20
g. Perdagangan Besar Mesin Kantor dan Industri Pengolahan, Suku Cadang dan
Perlengkapannya (KBLI No. 46591);
h. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (KBLI No. 46599);
i. Perdagangan Besar Logam dan Bijih Logam (KBLI No. 46620);
j. Perdagangan Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (KBLI No. 46631);
k. Perdagangan Besar Bahan dan Barang Kimia (KBLI No. 46651);
l. Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia (KBLI No. 46652);
m. Perdagangan Besar Karet dan Plastik dalam Bentuk Dasar (KBLI No. 46693);
n. Perdagangan Besar Telur dan Hasil Olahan Telur (KBLI No. 46325);
o. Perdagangan Besar Makanan dan Minuman Lainnya (KBLI No. 46339);
p. Perdagangan Besar Kosmetik untuk Manusia (KBLI No. 46443);
q. Perdagangan Besar Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) (KBLI No. 46654);
r. Perdagangan Besar Berbagai Barang dan Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya
Ytdl (KBLI No. 46499);
s. Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas dan Produk YBDI (KBLI No.
46610);
t. Perdagangan Besar Kertas dan Karton (KBLI No. 46694);
u. Real Estat Yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (KBLI No. 68111);
v. Pergudangan dan Penyimpanan (KBLI No. 52101);
w. Penampungan, Penjernihan dan Penyaluran Air Minum (KBLI No. 36001);
x. Treatment dan Pembuangan Air Limbah Tidak Berbahaya (KBLI No. 37021);
y. Treatment dan Pembuangan Air Limbah Berbahaya (KBLI No. 37022);
z. Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas (KBLI No. 81100);
aa. Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI No. 42202);
bb. Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan Limbah Padat,
Cair dan Gas (KBLI No. 42203);
cc. Jasa Pengujian Laboratorium (KBLI 71202).
II. Kegiatan Usaha Penunjang:
a. Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (KBLI No. 49431);
b. Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (KBLI No. 49432);
c. Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI No. 64200).
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang
diaktakan dengan Akta No. 74 tanggal 17 April 1997 oleh Notaris Frans Elsius Muliawan, S.H.,
para pemegang saham menyetujui penjualan saham perdana kepada masyarakat sebanyak
50 juta saham atau senilai Rp 25.000.000.000 yang diambil dari saham dalam portepel.
Pada tanggal 18 Juni 1997, Perseroan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas
Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-1346/PM/1997 tanggal 18 Juni 1997 dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal (“Bapepam”) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana
kepada masyarakat sejumlah 50 juta saham dengan nilai nominal Rp 500 setiap saham
dengan harga penawaran Rp 2.950 setiap saham. Pada tanggal 21 Juli 1997, Perseroan telah
mencatatkan seluruh saham (termasuk saham pendiri) di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
Surabaya (sekarang dikenal sebagai Bursa Efek Indonesia) sejumlah 150 juta saham.
Studi Kelayakan 14
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 21
Dalam RUPSLB yang diaktakan dengan Akta No. 18 tanggal 9 Desember 1998 oleh Notaris
Frans Elsius Muliawan, S.H., para pemegang saham menyetujui untuk menerbitkan 240 juta
saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham hasil penawaran saham Perseroan
kepada masyarakat sebesar Rp 120 miliar.
Dalam RUPSLB yang diaktakan dengan Akta No. 15 tanggal 8 September 1999 oleh Notaris
Frans Elsius Muliawan, S.H., para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar
Perseroan dari Rp 200 miliar menjadi Rp 600 miliar dan penurunan nilai nominal saham dari
Rp 500 menjadi Rp 250 per saham, peningkatan jumlah saham yang ditempatkan dan disetor
dari 390 juta saham menjadi 780 juta saham. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. C-17509
HT.01.04.TH.99 tanggal 12 Oktober 1999.
Berdasarkan keputusan RUPSLB yang diaktakan dengan Akta No. 28 pada tanggal
10 Desember 2014 oleh Notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., para
pemegang saham Perseroan menyetujui pemecahan nilai nominal saham dari Rp 250
menjadi Rp 125 per saham, peningkatan jumlah saham yang ditempatkan dan disetor dari
780 juta saham menjadi 1.560 juta saham. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui
surat keputusan No. AHU-09572.40.21.2014 tanggal 11 Desember 2014. Pada tanggal
31 Desember 2024, jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah sebanyak
1.560 juta saham dengan nilai nominal Rp 125 per saham.
Perseroan berkedudukan di Gedung Graha Indramas, Jl. AIP II K.S. Tubun Raya No. 77,
Jakarta Barat 11410. Jumlah karyawan Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember 2024
adalah sebanyak 3.150 orang.
2.2 SUSUNAN PENGURUS DAN STRUKTUR MODAL
Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 600.000 juta, yang terdiri dari 4.800 juta saham
dengan nilai nominal Rp 125 per saham. Modal ditempatkan dan disetor adalah sebesar
Rp 195.000 juta atau sebanyak 1.560 juta saham, dengan komposisi pemegang saham per
tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
Keterangan %
Saham (Juta Rp)
Modal Dasar 4.800.000.000 600.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
PT Caturkarsa Megatunggal 882.864.000 110.358 56,59
Pranata Hajadi 9.559.000 1.195 0,61
Indrawan Masrin 8.991.000 1.124 0,58
Jimmy Masrin 2.725.100 341 0,18
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 567.666.000 70.958 36,39
Subtotal 1.471.805.100 183.976 94,35
Modal saham yang diperoleh kembali 88.194.900 11.024 5,65
Jumlah 1.560.000.000 195.000 100,00
Saham dalam Portepel 3.240.000.000 405.000
Studi Kelayakan 15
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 22
Berdasarkan Akta No. 49 tanggal 14 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Surjadi, S.H., M.Kn.,
M.M., M.H., Notaris di Jakarta, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per tanggal
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Isien Fudianto
Wakil Presiden Komisaris : Pranata Hajadi
Komisaris Independen : Rifana Erni
Diah Maulida
R. Benny Wachjudi
Jhonny Siahaan
Direksi
Presiden Direktur : Indrawan Masrin
Wakil Presiden Direktur : Jimmy Masrin*
Direktur : Joshua Chandraputra Asali
Soewandhi Soekamto
Danny Suryadi Adenan
Elly Mariana Tansil M
Hendrik Gunawan
Subakti Setiawan
Keterangan: *) Jimmy Masrin telah menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi terhitung efektif per
tanggal 14 Maret 2025
Berikut adalah rincian Entitas Anak Perseroan per tanggal 31 Desember 2024:
Persentase Tahun Operasi
Anak Perusahaan Kegiatan Usaha
Kepemilikan Komersial
Dimiliki secara langsung:
Lautan Luas Singapore, Pte., Ltd. (“LLS”) Distribusi 100,0000% 2002
PT Cipta Mapan Logistik (“CML”) Jasa 99,9995% 2002
PT Lautan Natural Krimerindo (“LNK”) Produsen krimer nabati 99,9970% 2012
PT Liku Telaga (“LT”) Produsen kimia 53,3800% 1985
PT Lautan Air Indonesia (d/h PT
Produsen kimia 99,9750% 1989
Pacinesia Chemical Industry) (“LAI”)
PT Dunia Kimia Jaya (“DKJ”) Produsen kimia 99,8188% 1979
PT Mahkota Indonesia (“MI”) Produsen kimia 53,3800% 1971
PT Indonesian Acids Industry (“IAI”) Produsen kimia 53,3800% 1971
PT Dunia Kimia Utama (“DKU”) Produsen kimia 53,3800% 1993
PT Lautan Sweetener Indonesia (“LSI”) Produsen Glukosa 100,0000% Belum Beroperasi
PT Strategic Partner Solution (“SPS”) Jasa 99,9900% 2003
PT Lautan Jasaindo (“LJ”) Jasa 99,0625% 1995
PT Lautan Solusiair Nusantara (“LSN”) Perdagangan 99,9000% 2022
Dimiliki secara tidak langsung:
PT Bahana Prestasi Jasa Transportasi 94,9991% 2002
PT Taruna Bina Sarana Jasa 80,0000% 2007
Lautan Luas Vietnam Co., Ltd. Produsen kimia/Distribusi 100,0000% 2010
Lautan Luas (Thailand) Co., Ltd. Distribusi 100,0000% 2006
PT Integrated Logixtream Jasa 99,5238% 2006
PT Solusi Niaga Sejahtera (“SNS”) *) Jasa 99,9163% 2007
Lautan Luas Trading (Shanghai) Co., Ltd. Distribusi 100,0000% 2008
PT Cipta Mandiri Logistik Jasa 99,0000% 2016
PT Cipta Logistik Indonesia Jasa 99,1847% 2019
PT Lautan Mitra Kreasi Distribusi 72,5191% 2018
PT Bitzen Innofast Technomatrix Jasa 73,3333% 2021
Studi Kelayakan 16
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 23
Persentase Tahun Operasi
Anak Perusahaan Kegiatan Usaha
Kepemilikan Komersial
PT Lautan Solusi Airindo Perdagangan 99,5304% 2019
PT Lautan Air Murni Produsen air minum isi ulang 99,0000% 2024
Keterangan: *) SNS dalam proses likuidasi
Dokumen dan data perizinan yang dimiliki oleh Perseroan antara lain:
• Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120001870579
tanggal 7 Agustus 2018 dengan perubahan terakhir tanggal 10 Maret 2023 yang
dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan berlaku selama menjalankan kegiatan
usaha;
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 0013159009054000 yang dikeluarkan oleh KPP
Perusahaan Masuk Bursa, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik
Indonesia;
• Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak No. S-348KT/WPJ.07/KP.0803/2018 tanggal
23 Oktober 2018 yang dikeluarkan oleh KPP Perusahaan Masuk Bursa Kantor Wilayah
DJP Jakarta Khusus, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik
Indonesia;
• Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) No. S-240PKP/WPJ.07/KP.0803/2018
tanggal 24 Oktober 2018 yang dikeluarkan oleh KPP Perusahaan Masuk Bursa Kantor
Wilayah DJP Jakarta Khusus, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik
Indonesia.
2.3 KEGIATAN USAHA
Perseroan awalnya didirikan dengan nama Persekutuan Andil Maskapai Dagang dan Industri
Lim Teck Lee (Indonesia) Coy. Ltd., yang kemudian diubah menjadi PT Lautan Luas pada
tahun 1964. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1951 dan mulai tercatat
sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1997.
Perseroan didirikan pada tahun 1951 sebagai importir dan distributor bahan kimia dasar. Saat
ini, Perseroan telah berkembang menjadi distributor dan produsen bahan kimia dasar dan
khusus, baik di pasar domestik maupun regional. Perseroan telah berkembang menjadi
sebuah operasi distribusi yang terintegrasi, dimana distribusi merupakan kontributor utama
terhadap total pendapatan Perseroan yang sebagian besar berasal dari pasar domestik.
Perseroan memasuki bidang manufaktur pada tahun 1969 dengan mendirikan pabrik asam
sulfat swasta pertama di Indonesia yang telah berkontribusi besar terhadap total pendapatan
Perseroan. Usaha pendukung dan jasa Perseroan terbagi atas 3 anak perusahaan dan
1 perusahaan afiliasi yang menawarkan jasa rantai pasok, teknologi informasi dan pengolahan
air. Sebagai perusahaan yang mengutamakan kualitas, Perseroan dan Entitas Anak telah
memiliki beberapa sertifikasi seperti ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 45001, HALAL
MUI, NSF, SNI, SMK3, FSSC 22000, RCI, GOTS, BPOM dan SIRIM.
Perseroan berkantor pusat di Jakarta serta mengoperasikan 4 kantor cabang dan 5 kantor
perwakilan yang terletak di kota-kota besar di Indonesia untuk memaksimalkan jangkauan
jaringan distribusi dalam melayani pasar domestik. Kantor cabang Perseroan berada di
Medan, Bandung, Semarang dan Surabaya, sedangkan kantor perwakilan Perseroan berada
Studi Kelayakan 17
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 24
di Bandar Lampung, Samarinda, Makassar, Banjarmasin dan Pekanbaru. Perseroan juga
memiliki kantor regional yang ditempatkan di Singapura guna memantau kegiatan Perseroan
di China, Thailand dan Vietnam. Per 31 Desember 2024, Perseroan mengoperasikan 15
fasilitas manufaktur yang terdiri dari 13 pabrik di Indonesia dan 2 pabrik di China.
Visi Perseroan adalah menjadi perusahaan manufaktur yang memberikan nilai tambah
terutama di bidang makanan, perawatan pribadi dan pengelolaan air, dengan menerapkan
program berkelanjutan yang berkesinambungan. Nilai-nilai dasar Perseroan yaitu memimpin
dengan integritas dan standar etika tinggi; mentransformasi proses melalui kewirausahaan;
mengobarkan semangat kolaborasi dan kerja sama; serta mengupayakan solusi berkelanjutan
demi kelestarian bumi bagi generasi mendatang.
Guna terus meningkatkan kinerja Perseroan di masa mendatang, Perseroan melihat adanya
peluang untuk dapat bertumbuh dan meningkatkan pendapatan serta laba Perseroan dengan
memperluas segmen distribusi yang telah dijalankan Perseroan selama ini dalam
pendistribusian bahan kimia dasar dan khusus, dengan juga melakukan perdagangan atas
bahan kimia berbahaya dan beracun. Tidak hanya dalam pendistribusian bahan kimia,
nantinya Perseroan juga akan melakukan perdagangan atas hasil perikanan dan bahan baku
obat tradisional. Selain itu, Perseroan juga berencana untuk memperluas segmen usaha
pendukung dan jasa Perseroan dengan menyediakan jasa aktivitas konsultasi manajemen
lainnya yang difokuskan pada penyediaan jasa konsultasi strategis dan teknis dalam bidang
logistik.
Dengan pertimbangan tersebut, maka Perseroan berencana untuk melakukan penambahan
kegiatan usaha dalam bidang perdagangan hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional
serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Perseroan menilai rencana tersebut memiliki
prospek yang cukup menjanjikan dan memiliki potensi pertumbuhan yang cukup baik terhadap
kelangsungan bisnis Perseroan.
2.4 DATA KEUANGAN HISTORIS
Berikut ini merupakan tabel Neraca, Laba Rugi dan Arus Kas Konsolidasian Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020-2024 telah diaudit oleh KAP
Purwantono, Sungkoro & Surja, seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian, yang
disajikan sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Audited Audited
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024
Operating Highlight
Pendapatan 5.592.338 6.635.544 7.879.115 7.316.902 7.722.382
Laba Kotor 1.174.818 1.298.180 1.507.600 1.187.764 1.358.151
Laba Usaha 331.044 539.915 588.285 349.733 415.802
Laba Tahun Berjalan 118.196 305.732 340.580 167.445 217.175
Laba Komprehensif 161.846 521.230 365.563 108.936 287.050
EBITDA 532.994 735.479 776.678 546.637 610.898
Financial Position
Total Aset 5.514.332 6.217.987 6.094.139 5.628.540 6.060.384
Aset Lancar 2.138.024 2.772.844 2.747.344 2.518.719 2.582.070
Aset Tidak Lancar 3.376.308 3.445.143 3.346.795 3.109.821 3.478.314
Total Liabilitas 3.230.044 3.480.106 3.107.428 2.655.480 2.929.660
Liabilitas Jangka Pendek 2.189.930 2.438.070 2.253.473 2.141.580 2.226.311
Studi Kelayakan 18
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 25
Audited Audited Audited Audited Audited
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024
Liabilitas Jangka Panjang 1.040.114 1.042.036 853.955 513.900 703.349
Ekuitas 2.284.288 2.737.881 2.986.711 2.973.060 3.130.724
Key Performance Ratio
Marjin Laba Kotor 21,01% 19,56% 19,13% 16,23% 17,59%
Marjin Laba Usaha 5,92% 8,14% 7,47% 4,78% 5,38%
Marjin Laba Tahun Berjalan 2,11% 4,61% 4,32% 2,29% 2,81%
Marjin EBITDA 9,53% 11,08% 9,86% 7,47% 7,91%
Return on Assets (ROA) 2,14% 4,92% 5,59% 2,97% 3,58%
Return on Equity (ROE) 5,17% 11,17% 11,40% 5,63% 6,94%
Current Ratio 0,98x 1,14x 1,22x 1,18x 1,16
Quick Ratio 0,61x 0,67x 0,59x 0,68x 0,65
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,59x 0,56x 0,51x 0,47x 0,48
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,41x 1,27x 1,04x 0,89x 0,94
Keterangan: EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization
Aset
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, 31
Desember 2022, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020, total aset Perseroan secara
berturut-turut adalah sebesar Rp 6.060.384 juta, Rp 5.628.540 juta, Rp 6.094.139 juta,
Rp 6.217.987 juta dan Rp 5.514.332 juta.
Jumlah aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, mengalami
peningkatan sekitar 7,67% atau naik sebesar Rp 431.844 juta dibandingkan dengan total aset
per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan pada
akun properti investasi sebesar Rp 337.041 juta, piutang usaha pihak ketiga sebesar
Rp 65.785 juta dan aset tetap sebesar Rp 29.288 juta.
Jumlah aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
penurunan sekitar 7,64% atau turun sebesar Rp 465.599 juta dibandingkan dengan total aset
per 31 Desember 2022. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada
akun persediaan sebesar Rp 310.074 juta, piutang pihak-pihak berelasi sebesar Rp 90.240
juta dan aset tetap sebesar Rp 67.179 juta.
Jumlah aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
penurunan sekitar 1,99% atau turun sebesar Rp 123.848 juta dibandingkan dengan total aset
per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penurunan pada
akun kas dan setara kas sebesar Rp 261.941 juta, piutang lain-lain pihak ketiga sebesar
Rp 51.267 juta, aset hak guna sebesar Rp 41.199 juta dan piutang pihak-pihak berelasi
sebesar Rp 31.960 juta serta peningkatan pada akun persediaan sebesar Rp 259.435 juta.
Jumlah aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
peningkatan sekitar 12,76% atau naik sebesar Rp 703.655 juta dibandingkan dengan total
aset per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan
pada persediaan sebesar Rp 298.402 juta, piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp 204.835
juta dan investasi pada instrumen ekuitas sebesar Rp 180.460 juta.
Liabilitas
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
31 Desember 2022, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020, total liabilitas Perseroan
secara berturut-turut adalah sebesar Rp 2.929.660 juta, Rp 2.655.480, Rp 3.107.428 juta,
Rp 3.480.106 juta dan Rp 3.230.044 juta.
Studi Kelayakan 19
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 26
Jumlah liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, mengalami
peningkatan yaitu sekitar 10,33% atau naik sebesar Rp 274.180 juta dibandingkan dengan
total liabilitas per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun utang bank jangka pendek sebesar Rp 166.228 juta, utang usaha
pihak ketiga sebesar Rp 79.489 juta dan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 28.615 juta.
Jumlah liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
penurunan sekitar 14,54% atau turun sebesar Rp 451.948 juta dibandingkan dengan total
liabilitas per 31 Desember 2022. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan
pada akun utang obligasi sebesar Rp 179.807 juta, utang bank jangka pendek sebesar
Rp 111.578 juta, utang usaha pihak ketiga sebesar Rp 95.531 juta, beban akrual sebesar
Rp 34.695 juta dan utang bank jangka panjang sebesar Rp 31.154 juta.
Jumlah liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
penurunan sekitar 10,71% atau turun sebesar Rp 372.678 juta dibandingkan dengan total
liabilitas per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan
pada akun utang obligasi jangka panjang sebesar Rp 482.781 juta serta peningkatan pada
akun utang bank jangka pendek sebesar Rp 123.468 juta.
Jumlah liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
peningkatan sekitar 7,74% atau naik sebesar Rp 250.062 juta dibandingkan dengan total
liabilitas per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
pada akun utang obligasi jangka panjang sebesar Rp 449.050 juta, utang usaha pihak ketiga
sebesar Rp 421.141 juta, utang bank jangka panjang sebesar Rp 82.313 juta dan utang
dividen sebesar Rp 30.955 juta serta penurunan pada akun utang bank jangka pendek
sebesar Rp 741.199 juta.
Ekuitas
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
31 Desember 2022, 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020, total ekuitas Perseroan
secara berturut-turut adalah sebesar Rp 3.130.724 juta, Rp 2.973.060 juta, Rp 2.986.711 juta,
Rp 2.737.881 juta dan Rp 2.284.288 juta.
Jumlah ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, mengalami
peningkatan sekitar 5,30% atau naik sebesar Rp 157.664 juta dibandingkan dengan jumlah
ekuitas per 31 Desember 2023. Peningkatan tersebut disebabkan oleh laba tahun berjalan
sebesar Rp 217.175 juta, pembelian modal saham yang diperoleh kembali sebesar Rp 62.410
juta, pembayaran dividen kas oleh perusahaan sebesar Rp 52.033 juta, selisih kurs karena
penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 43.146 juta, keuntungan aktuarial liabilitas imbalan
kerja jangka panjang sebesar Rp 30.636 juta, pembayaran dividen kas oleh entitas anak
kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp 14.891 juta, nilai wajar rugi investasi pada
instrumen ekuitas sebesar Rp 3.907 juta, perubahan lainnya kepentingan nonpengendali
sebesar Rp 72 juta dan penambahan penyertaan saham oleh kepentingan nonpengendali
sebesar Rp 20 juta.
Jumlah ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2023, mengalami
penurunan sekitar 0,46% atau turun sebesar Rp 13.651 juta dibandingkan dengan jumlah
ekuitas per 31 Desember 2022. Penurunan tersebut disebabkan oleh laba tahun berjalan
sebesar Rp 167.445 juta, pembayaran dividen kas sebesar Rp 77.743 juta, nilai wajar rugi
investasi pada instrumen ekuitas sebesar Rp 39.542 juta, selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan sebesar Rp 34.495 juta, pembelian modal saham yang diperoleh kembali
Studi Kelayakan 20
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 27
sebesar Rp 29.864 juta, keuntungan aktuarial liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar
Rp 15.528 juta, pembayaran dividen kas oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali
sebesar Rp 15.084 juta, penambahan penyertaan saham oleh kepentingan nonpengendali
sebesar Rp 58 juta dan perubahan lainnya kepentingan nonpengendali sebesar Rp 46 juta.
Jumlah ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
peningkatan sekitar 9,09% atau naik sebesar Rp 248.830 juta dibandingkan dengan jumlah
ekuitas per 31 Desember 2021. Peningkatan tersebut disebabkan oleh laba tahun berjalan
sebesar Rp 340.580 juta, pembayaran dividen kas sebesar Rp 116.614 juta, selisih kurs
karena penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 61.272 juta, nilai wajar rugi investasi pada
instrumen ekuitas sebesar Rp 59.245 juta, keuntungan aktuarial liabilitas imbalan kerja jangka
panjang sebesar Rp 22.956 juta, pembayaran dividen kas oleh entitas anak kepada
kepentingan nonpengendali sebesar Rp 207 juta dan penambahan penyertaan saham oleh
kepentingan nonpengendali sebesar Rp 88 juta.
Jumlah ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
peningkatan sekitar 19,86% atau naik sebesar Rp 453.593 juta dibandingkan dengan jumlah
ekuitas per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut disebabkan oleh laba tahun berjalan
sebesar Rp 305.732 juta, nilai wajar laba investasi pada instrumen ekuitas sebesar
Rp 180.473 juta, pembagian dividen interim tunai sebesar Rp 30.955 juta, selisih kurs karena
penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 30.201 juta, pembayaran dividen kas oleh entitas
anak kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp 28.519 juta, pembayaran dividen kas
sebesar Rp 22.973 juta, penjualan modal saham yang diperoleh kembali sebesar Rp 14.730
juta, keuntungan aktuarial liabilitas imbalan kerja jangka panjang sebesar Rp 4.824 juta dan
penambahan penyertaan saham oleh kepentingan nonpengendali sebesar Rp 80 juta.
Berikut adalah penjelasan analisis rasio historis Perseroan:
▪ Marjin laba kotor merupakan rasio untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam
memperoleh laba kotor dari pendapatan yang diperoleh dan beban pokok pendapatan
yang dikeluarkan. Marjin laba bruto pada tahun 2024 mengalami peningkatan menjadi
17,59% dari 16,23% di tahun 2023 yang disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan.
Marjin laba bruto pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 16,23% dari 19,13% di
tahun 2022 yang disebabkan oleh adanya penurunan pendapatan. Marjin laba bruto pada
tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 19,13% dari 19,56% di tahun 2021 yang
disebabkan oleh adanya peningkatan beban pokok penjualan dan jasa. Marjin laba bruto
pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 19,56% dari 21,01% di tahun 2020 yang
disebabkan oleh adanya peningkatan beban pokok penjualan dan jasa.
▪ Marjin laba usaha merupakan rasio untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam
memperoleh laba usaha dari pendapatan usaha yang diperoleh dan beban usaha yang
dikeluarkan. Marjin laba usaha pada tahun 2024 mengalami peningkatan menjadi 5,38%
dari 4,78% di tahun 2023 yang disebabkan adanya peningkatan marjin laba kotor dan
peningkatan pendapatan operasi lain.
Marjin laba usaha pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 4,78% dari 7,47% di
tahun 2022 yang disebabkan adanya penurunan marjin laba kotor. Marjin laba usaha pada
tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 7,47% dari 8,14% di tahun 2021 yang
disebabkan adanya peningkatan beban penjualan. Marjin laba usaha pada tahun 2021
mengalami peningkatan 8,14% dari 5,92% di tahun 2020 yang disebabkan adanya
penurunan beban umum dan administrasi.
Studi Kelayakan 21
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 28
▪ Marjin laba tahun berjalan merupakan rasio untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam
memperoleh laba tahun berjalan dari seluruh pendapatan yang diperoleh dan beban yang
dikeluarkan. Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2024 mengalami peningkatan menjadi
sekitar 2,81% dari 2,29% di tahun 2023 yang disebabkan adanya peningkatan marjin laba
usaha dan penurunan bagian atas rugi entitas asosiasi.
Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi sekitar 2,29%
dari 4,32% di tahun 2022 yang disebabkan adanya penurunan marjin laba usaha dan
peningkatan bagian atas rugi entitas asosiasi. Marjin laba tahun berjalan pada tahun 2022
mengalami penurunan menjadi sekitar 4,32% dari 4,61% di tahun 2021 yang disebabkan
adanya penurunan marjin laba usaha dan peningkatan beban keuangan. Marjin laba tahun
berjalan pada tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi sekitar 4,61% dari 2,11% di
tahun 2020 yang disebabkan adanya peningkatan marjin laba usaha dan penurunan beban
keuangan.
▪ Marjin EBITDA merupakan rasio untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam
memperoleh laba usaha dari pendapatan usaha yang diperoleh dan beban usaha yang
dikeluarkan selain beban depresiasi dan amortisasi. Marjin EBITDA pada tahun 2024
mengalami peningkatan menjadi 7,91% dari 7,47% di tahun 2023 disebabkan adanya
peningkatan marjin laba usaha.
Marjin EBITDA pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 7,47% dari 9,86% di tahun
2022 disebabkan adanya penurunan marjin laba usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2022
mengalami penurunan menjadi 9,86% dari 11,08% di tahun 2021 disebabkan adanya
penurunan marjin laba usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2021 mengalami peningkatan
menjadi 11,08% dari 9,53% di tahun 2020 disebabkan adanya peningkatan marjin laba
usaha.
▪ Rasio lancar merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan dalam memenuhi liabilitas
jangka pendek dengan aset lancar yang dimiliki. Rasio lancar pada tahun 2024 mengalami
penurunan menjadi 1,16x dari 1,18x di tahun 2023 disebabkan oleh peningkatan liabilitas
jangka pendek terutama pada akun utang bank jangka pendek.
Rasio lancar pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 1,18x dari 1,22x di tahun
2022 disebabkan oleh penurunan aset lancar terutama pada akun persediaan. Rasio
lancar pada tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 1,22x dari 1,14x di tahun 2021
disebabkan oleh penurunan liabilitas jangka pendek terutama pada akun utang obligasi.
Rasio lancar pada tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi 1,14x dari 0,98x di tahun
2020 disebabkan oleh peningkatan aset lancar terutama pada akun persediaan.
▪ Rasio liabilitas terhadap aset merupakan perbandingan antara liabilitas dan aset dalam
pendanaan perusahaan dan menunjukkan jumlah aset yang diperoleh melalui liabilitas.
Rasio liabilitas terhadap aset pada periode tahun 2024 mengalami sedikit peningkatan
menjadi 0,48x dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar 0,47x oleh adanya
peningkatan liabilitas terutama pada akun utang bank jangka pendek.
Rasio liabilitas terhadap aset pada periode tahun 2023 mengalami penurunan menjadi
0,472x dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 0,51x oleh adanya penurunan
liabilitas terutama pada akun utang obligasi jangka panjang. Rasio liabilitas terhadap aset
pada periode tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 0,51x dibandingkan dengan tahun
2021 yang sebesar 0,56x oleh adanya penurunan liabilitas terutama pada akun utang
obligasi. Rasio liabilitas terhadap aset pada periode tahun 2021 mengalami penurunan
Studi Kelayakan 22
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 29
menjadi 0,56x dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar 0,59x disebabkan oleh
adanya peningkatan aset terutama pada akun persediaan.
▪ Rasio liabilitas terhadap ekuitas merupakan perbandingan antara liabilitas dan ekuitas
dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri untuk
memenuhi seluruh liabilitasnya. Rasio liabilitas terhadap ekuitas pada tahun 2024
mengalami peningkatan menjadi 0,94x dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar
0,89x disebabkan oleh adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun utang bank
jangka pendek.
Rasio liabilitas terhadap ekuitas pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 0,89x
dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 1,04x disebabkan oleh adanya penurunan
liabilitas terutama pada akun utang obligasi jangka panjang. Rasio liabilitas terhadap
ekuitas pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 1,04x dibandingkan dengan tahun
2021 yang sebesar 1,27x disebabkan oleh adanya penurunan liabilitas terutama pada akun
utang obligasi jangka panjang.Rasio liabilitas terhadap ekuitas pada tahun 2021
mengalami penurunan menjadi 1,27x dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar
1,41x disebabkan oleh adanya peningkatan ekuitas terutama pada saldo laba.
Arus Kas
(dalam Jutaan Rp)
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 5.857.533 6.429.829 7.842.346 7.351.439 7.676.322
Penerimaan dari pendapatan bunga 4.321 17.112 5.253 2.912 3.798
Penerimaan (pembayaran) kas untuk dan kepada :
Pemasok (4.305.076) (5.261.737) (6.727.001) (5.971.752) (6.487.032)
Karyawan (476.900) (528.642) (555.101) (593.197) (589.541)
Pendapatan (beban) operasi lainnya (26.326) (3.914) (9.151) 6.377 24.604
Pembayaran untuk:
Beban bunga (155.716) (119.717) (135.819) (108.750) (158.760)
Pajak (69.239) (94.985) (138.905) (103.727) (107.011)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi 828.597 437.946 281.622 583.302 362.380
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Hasil penjualan aset tetap 52.617 7.047 5.871 9.554 118.305
Pelunasan pinjaman pihak ketiga jangka panjang 41.257 97.827 11.185 19.020 19.879
Penerimaan dividen kas 11.004 38.724 18.232 15.804 12.084
Perolehan properti investasi (337.450)
Perolehan aset tetap (154.265) (79.957) (74.107) (62.065) (206.611)
Pembelian aset takberwujud (3.883) (7.830) (8.013) (3.874) (2.094)
Pelunasan (penambahan) piutang pihak-pihak berelasi 41.457 (3.236) 32.038 90.096 (773)
Perolehan aset hak guna - - - (580) (740)
Penjualan (penambahan) penyertaan saham pada entitas asosiasi 28.750 (41.665) 25.204 - -
Penjualan investasi jangka pendek 13.622 1.112 2.201 - -
Peningkatan penyertaan saham (107.504) - - - -
Kas Bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (76.945) 12.022 12.611 67.955 (397.400)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Perolehan utang bank jangka pendek 6.087.389 5.281.494 2.602.772 2.180.699 2.376.804
Perolehan utang obligasi 286.750 450.000 - - 285.500
Perolehan utang bank jangka panjang - 96.484 20.923 - 42.412
Penerbitan saham baru oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali 140 80 88 58 20
Pembayaran utang bank jangka pendek (6.300.392) (6.036.675) (2.488.432) (2.289.227) (2.210.694)
Pembayaran utang obligasi (364.500) - (485.500) (181.550) (315.000)
Pembelian modal saham yang diperoleh kembali - - - (29.864) (62.410)
Pembayaran utang bank jangka panjang dan utang pembiayaan konsumen - (14.171) (18.817) (31.154) (53.265)
Pembayaran dividen kas oleh perusahaan (53.603) (22.973) (147.569) (77.743) (52.033)
Pembayaran liabilitas sewa (84.913) (63.660) (42.087) (50.388) (49.448)
Pembayaran dividen kas oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali (15.458) (28.519) (207) (15.084) (14.891)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (4.674) (4.717) (9.189) (11.260) (12.660)
Hasil penjualan (pembelian) modal saham yang diperoleh kembali (2.057) 14.730 - - -
Pengembalian modal saham pada entitas anak oleh kepentingan nonpengendali (12.598) - - - -
Kas neto yang (digunakan untuk) aktivitas pendanaan (463.916) (327.927) (568.018) (505.513) (65.665)
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas 287.736 122.041 (273.785) 145.744 (100.685)
Pengaruh Neto Perubahan Kurs pada Kas dan Setara Kas 2.119 1.050 11.844 (2.961) 3.249
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 86.149 376.004 499.095 237.154 379.937
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 376.004 499.095 237.154 379.937 282.501
Studi Kelayakan 23
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 30
Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 mengalami
penurunan lebih dari 20% yaitu sekitar 25,65% atau turun sebesar Rp 97.436 juta
dibandingkan dengan kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023.
Hal tersebut disebabkan adanya kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar
Rp 397.400 juta, kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 362.380 juta, kas
neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 65.665 juta serta pengaruh positif
neto perubahan kurs sebesar Rp 3.249 juta.
Kas dan setara kas untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 mengalami
peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 60,21% atau naik sebesar Rp 142.783 juta
dibandingkan dengan kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022.
Hal tersebut disebabkan adanya kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar
Rp 583.302 juta, kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 505.513
juta, kas neto yang diperoleh dari aktivitas investasi sebesar Rp 67.955 juta serta pengaruh
negatif neto perubahan kurs sebesar Rp 2.961 juta.
Kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 mengalami
penurunan lebih dari 20% yaitu sekitar 52,48% atau turun sebesar Rp 261.941 juta
dibandingkan dengan kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021.
Hal tersebut disebabkan adanya kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar
Rp 568.018 juta, kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 281.622 juta, kas
neto yang diperoleh dari aktivitas investasi sebesar Rp 12.611 juta serta pengaruh positif neto
perubahan kurs sebesar Rp 11.844 juta.
Kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 mengalami
peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 32,74% atau naik sebesar Rp 123.091 juta
dibandingkan dengan kas dan setara kas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020.
Hal tersebut disebabkan adanya kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar
Rp 437.946 juta, kas neto yang diperoleh dari aktivitas investasi sebesar Rp 12.022 juta, kas
neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 327.927 juta dan serta pengaruh
positif neto perubahan kurs sebesar Rp 1.050 juta.
2.5 ANALISIS KELAYAKAN PASAR
2.5.1 Kondisi Pasar
Perdagangan Hasil Perikanan dan Kosmetika
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan efisiensi belanja untuk tahun
anggaran 2025 dari pagu awal Rp 6,22 triliun menjadi sebesar Rp 4,10 triliun. Efisiensi
anggaran dilakukan terhadap belanja barang dan belanja modal. Secara terperinci, belanja
barang menjadi sebesar Rp 1,16 triliun dari semula yang sebesar Rp 3,35 triliun dan belanja
modal menjadi sebesar Rp 566 miliar dari semula sebesar Rp 943 miliar. Sementara belanja
pegawai tidak mengalami pemangkasan anggaran atau tetap dialokasikan sebesar Rp 1,91
triliun. Meskipun mengalami pemangkasan anggaran, KKP menegaskan akan tetap
menjalankan program dan kegiatan prioritas yang dapat bermanfaat terhadap sektor kelautan
dan perikanan (sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20250214/12/1839507/ anggaran-
kkp-dipangkas-tersisa-rp410 -triliun-untuk-2025).
Studi Kelayakan 24
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 31
Berikut ini indikator kinerja utama KKP pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025:
Indikator Kinerja Sasaran Strategis Target
Volume produksi perikanan 24,58 juta ton
Pertumbuhan PDB perikanan 4%-6%
Nilai kontribusi sektor kelautan terhadap PDB maritim Rp 2,25 triliun
Nilai ekspor produk perikanan USD 6,25 miliar
Luas kawasan konservasi perairan 30 juta Ha
Indeks kepatuhan pelaku usaha kelautan dan perikanan 82%
Persentase lulusan pendidikan dan pelatihan kelautan dan perikanan yang
75%
terserap dunia usaha dan industri
Persentase hasil kelautan dan perikanan yang memenuhi standar mutu dan
70%
keamanan
Sumber: Rencana Kerja KKP Tahun 2025
Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki manfaat
besar bagi ekonomi, kesejahteraan masyarakat, terutama di pesisir dan lingkungan. Menurut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), potensi hilirisasi dari
rumput laut sangat besar. Lebih dari 70% luas Indonesia merupakan laut dengan seluas 12
juta ha dialokasikan untuk budidaya. Namun dengan segala keunggulan yang dimiliki
Indonesia, produksi rumput laut Indonesia masih belum optimal. Pada tahun 2024, budidaya
rumput laut baru mencapai seluas 102 ribu ha atau sekitar 0,8% dari luasan budidaya dengan
lebih dari 60% ekspor rumput laut masih dalam bentuk mentah atau rumput laut kering dengan
hilirisasi yang terbatas.
Beberapa program yang akan dilaksanakan untuk mendorong pengembangan industri rumput
laut diantaranya penyediaan bibit berkualitas, pemetaan potensi lahan dengan menggunakan
satelit, penyederhanaan perizinan berusaha, riset jenis rumput laut unggul dan kualitas
lingkungan, penyiapan aspek sosial ekonomi, peningkatan mutu pengolahan hasil dan market
generation. Kemenperin juga mendukung optimalisasi hasil pengembangan rumput laut
dengan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi industri berbasis rumput laut. Hilirisasi
dilakukan dengan meningkatkan utilitas dan kapabilitas industri pangan seperti karagenan,
jelly dan sejenisnya, serta diversifikasi olahan rumput laut menjadi produk biostimulan, plastik
biodegradable dan ke depannya produk biofuel (sumber: https://www.tribunnews.com/
lestari/2025/03/02/dari-laut-ke-industri-begini-strategi-pemerintah-percepat-hilirisasi-rumput-
laut).
Menurut Menko Bidang Perekonomian, Indonesia berencana untuk mendorong hilirisasi
industri kosmetik dengan potensi besar yang dimiliki negara. Indonesia memiliki potensi besar
sebagai pasar industri kecantikan dengan 75 juta penduduk Gen Z yang menjadi target utama
berbagai produk kecantikan, terlebih dengan kekayaan biodiversitas seperti minyak atsiri,
rumput laut, dan tanaman herbal, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan produk
kecantikan berbasis bahan alami yang berdaya saing global. Sebagai bagian dari strategi
hilirisasi, Pemerintah mendorong industri kosmetik untuk terus berinovasi dan berkolaborasi
dengan pelaku UMKM. Lebih lanjut, Menko juga menekankan pentingnya inovasi dalam
industri kecantikan seperti teknologi geriatrik, pengembangan herbal dan terapi sel.
Berdasarkan data Statista, pasar kecantikan dan perawatan diri Indonesia diperkirakan
mencapai USD 9,74 miliar dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR)
diperkirakan mencapai sekitar 4,33% per tahun pada tahun 2025-2030. Pasar kosmetik
Indonesia diperkirakan akan mencapai sebesar USD 2,09 miliar pada tahun 2025, dengan
Studi Kelayakan 25
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 32
CAGR diperkirakan mencapai sekitar 4,73% per tahun pada tahun 2025-2030. Peningkatan
diperkirakan berasal dari kelas menengah dan peningkatan permintaan produk kecantikan
halal. Dalam skala global, pasar industri kosmetik diperkirakan mencapai nilai USD 677,19
miliar pada tahun 2025, dengan CAGR diperkirakan mencapai sekitar 3,37% pada tahun
2025-2030. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri ini,
mengingat populasi wanita yang mencapai lebih dari 141,8 juta jiwa dan meningkatnya
kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri.
Bahan Kimia dan Farmasi
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri kimia, farmasi,
dan tekstil (IKFT) dapat tumbuh sekitar 6,59% pada tahun 2025, seiring dengan target
pertumbuhan ekonomi nasional 8% dalam lima tahun ke depan. Kontribusi sektor IKFT
terhadap PDB Indonesia diperkirakan dapat mencapai sekitar 3,62% pada tahun 2025. Sub
sektor yang menjadi pendorong target pertumbuhan IKFT diantaranya industri kimia, farmasi
dan obat tradisional dengan kisaran pertumbuhan sekitar 7,98%-9,33% dan industri barang
galian bukan logam dengan kisaran pertumbuhan sekitar 8,36%-8,74%.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) IKFT, pemerintah akan mendorong
perbaikan rantai pasok melalui kebijakan penguatan industri hulu, harmonisasi kebijakan tarif
dan non tarif antara hulu antara hilir serta kebijakan peningkatan efisiensi alur aliran material.
Beberapa kebijakan yang fokus pada optimalisasi pasar dalam negeri akan dilaksanakan
seperti fasilitasi dalam rangka penerapan dan peningkatan nilai tingkat komponen dalam
negeri (TKDN) dan peningkatan produk dalam negeri (P3DN) pada sektor IKFT. Dengan
sejumlah kebijakan tersebut, Kemenperin membidik pertumbuhan IKFT tahun 2027 mencapai
sekitar 7,97% dan tahun 2029 sekitar 7,59% dengan kontribusi terhadap PDB ditargetkan
sekitar 3,86% pada tahun 2029 (sumber: https://www.ayoindonesia.com/nasional/
0114170085/industri-kimia-farmasi-dan-tekstil-ikft-tahun-2025-tumbuh-659-persen).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan nonmigas mencatatkan
pertumbuhan secara impresif yaitu sekitar 4,75% sepanjang tahun 2024 atau lebih tinggi
dibanding capaian pada tahun 2023 yang sekitar 4,69%. Sumbangsih sektor industri
pengolahan nonmigas pada tahun 2024 yaitu sekitar 17,16%. Sementara, pertumbuhan
industri kimia, farmasi, dan obat tradisional selama Januari hingga Desember 2024, tercatat
sekitar 5,86% meningkat dibandingkan tahun 2023 yang tumbuh sekitar 0,11%. Pertumbuhan
industri kimia, farmasi, dan obat tradisional untuk masing-masing kuartal tahun 2024 sekitar
8,10% (Q1), 8,01% (Q2), 3,08% (Q3) dan 4,47% (Q4). Berikut adalah laju pertumbuhan PDB
industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tahun 2019-2024:
Sumber: BPS
Studi Kelayakan 26
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 33
Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
Berdasarkan data BKPM, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi berada di urutan
kedua sektor yang paling diminati investor dengan total realisasi sebesar Rp 189,9 triliun atau
setara dengan sekitar 11,1% realisasi penanaman modal asing maupun dalam negeri. Sekitar
42,8 ribu proyek diinvestasikan dalam sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi selama
tahun 2024. Secara rinci, PMDN dan PMA sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi
masing-masing mencapai sebesar Rp 120.082,6 miliar dan USD 4.654,2 juta.
Berdasarkan data Mordor Intelligence, pasar pengangkutan dan logistik Indonesia
diperkirakan mencapai USD 131,2 miliar pada tahun 2025 dan diharapkan mencapai
USD 178,1 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sekitar 6,29% pada tahun 2025-2030.
Pertumbuhan pasar pengangkutan dan logistik didorong oleh investasi infrastruktur dan
inisiatif pembangunan yang substansial. Segmen manufaktur diproyeksikan akan
menunjukkan pertumbuhan terbesar di pasar angkutan dan logistik Indonesia dengan CAGR
sekitar 7% pada tahun 2024-2029. Adapun pertumbuhan pengangkutan dan logistik pada
segmen perdagangan besar dan eceran didorong oleh populasi Indonesia dan demografi
penduduk kelas menengah.
Segmen penting lainnya di pasar angkutan barang dan logistik meliputi konstruksi, pertanian,
perikanan dan kehutanan, serta pasar logistik minyak dan gas, sektor pertambangan dan
penggalian. Logistik sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan terutama akan didorong oleh
meningkatnya impor pertanian dan fokus pemerintah pada ketahanan pangan. Untuk segmen
minyak dan gas, pertambangan dan penggalian, pertumbuhan pengangkutan dan logistik akan
ditopang oleh berbagai proyek yang sedang berlangsung dan dorongan pemerintah terhadap
solusi energi berkelanjutan (sumber: https://www.mordorintelligence.com/industry-reports/
indonesia-freight-logistics-market).
2.5.2 Pesaing Usaha
Dalam kegiatan usaha, Perseroan sangat menyadari ketatnya persaingan usaha dalam bidang
perdagangan hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional serta aktivitas konsultasi
manajemen lainnya. Berikut adalah keterangan singkat mengenai beberapa pesaing di bidang
perdagangan hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional serta aktivitas konsultasi
manajemen lainnya:
➢ PT Indonesia Lifa Algae Karaginan International (“ILAKI”)
ILAKI didirikan dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2015. ILAKI bergerak
dalam bidang manufaktur bubuk agar dan bubuk karagenan dengan cakupan pasar
domestik dan internasional yang terdiri dari China, Turki, India, Malaysia dan negara-
negara Uni Eropa. Produk yang ditawarkan ILAKI mencakup bubuk agar GS 800, GS 900,
GS 1000, bubuk karagenan yang dimurnikan dan semi dimurnikan serta Alkali Treated
Cottoni Chips (ATC). Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ILAKI telah memperoleh
sertifikasi Halal, Kosher, Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan Good
Manufacturing Practice (GMP). Kantor pusat dan pabrik ILAKI berlokasi di Kp. Bukit Sema
105A, Ardirejo, Panji, Situbondo, Jawa Timur dan kantor cabang berlokasi di Waterplace
Residence TKC-09 Pakuwon Indah, Surabaya, Jawa Timur.
Studi Kelayakan 27
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 34
➢ PT Galic Artabahari (“GA”)
GA didirikan pada tahun 1988 merupakan perusahaan manufaktur karagenan. Produksi
utama GA adalah ekstraksi karagenan jenis Kappa dan Iota yang diekstrak dari rumput
laut merah Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum dengan kapasitas produksi 3.000
metrik ton/tahun. Selain produk karagenan murni seperti Kappa dan Iota, GA juga
menawarkan jenis karagenan custom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan
pelanggan diantaranya berupa artagum, cappiogum dan secagum. Saat ini pasar produk
GA mencakup domestik dan internasional meliputi Eropa, Amerika Selatan, Amerika
Utara, Asia dan Australia. GA juga tergabung dalam Asosiasi Industri Rumput Laut
Indonesia (ASTRULI) dan Supplier Ethical Data Exchange (SEDEX). Dalam menjalankan
kegiatan usahanya, GA telah memperoleh sertifikasi ISO 22000, Halal, GMP dan HACCP.
Kantor dan pabrik GA berlokasi di Desa Sukadanau, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.
➢ PT Tri Rahardja (“TR”)
TR didirikan pada tahun 2000 sebagai pabrik herbal dan produsen ekstrak tanaman asli
Indonesia dengan merk Javaplant untuk industri farmasi, makanan dan minuman. Saat ini,
TR menawarkan produk ekstrak fingerprinted dan ekstrak terstandar yang tersedia dalam
bentuk cair dan bubuk untuk berbagai macam aplikasi. Jenis ekstrak yang ditawarkan
diantaranya temulawak, kayu manis, tongkat ali, jintan hitam, kencur, kunyit, sirsak,
sambiloto, purwoceng, manggis, kelor, katuk, meniran, pegagan, buah merah dan aneka
jahe. TR juga memberikan jasa berupa pengembangan formula, toll exctract
manufacturing, toll evaporation, mixing & blending dan jasa konsultasi. Dalam
menjalankan kegiatan usahanya, TR telah memperoleh sertifikasi Halal, GMP, Kosher,
dan ISO 9001 serta terdaftar di Food and Drug Administration (FDA) dan Gabungan
Pengusaha Jamu Indonesia. Kantor TR berlokasi di Puri Indah Financial Tower, Jalan
Lingkar Dalam, Jakarta Barat dan pabrik berlokasi di Jalan Raya Solo, Tawangmangu KM.
32 No. 33, Desa Salam, Karangpandan, Jawa Tengah.
➢ PT Herbacore (“HC”)
HC didirikan pada tahun 2011 merupakan bagian dari PT Kembang Bulan yang bergerak
di bidang industri obat tradisional herbal. Saat ini, HC bergerak di bidang manufaktur
produk ekstrak bahan alam (IEBA) dan obat tradisional (IOT) serta juga memberikan jasa
mencakup pengembangan formula, toll manufacturing/ jasa maklon, primary packing dan
contract manufacturing. Produk ekstrak bahan alam HC terdiri dari bentuk ekstrak kering
berupa bubuk dan granul, ekstrak cair dan ekstrak kental dengan kategori sayur, buah dan
tanaman obat. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, HC telah memperoleh sertifikasi
diantaranya, sertifikasi Halal, ISO 9001 dan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
(CPOTB). Kantor dan pabrik HC berlokasi di Jalan Legundi KM 32,5 Kec. Wringinanom,
Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
➢ PT Tangguh Samudera Jaya (“TSJ”)
TSJ didirikan pada tahun 1986 merupakan entitas anak dari PT Samudera Indonesia Tbk.
TSJ bergerak dalam bidang jasa layanan stevedoring yang meliputi cargodoring,
receiving/delivery, stevedoring licensing. Pada tahun 2024, TSJ mendapatkan konsesi
atas operasional dermaga 303-305 serta lapangan penumpukannya dari PELINDO untuk
jangka waktu 25 tahun. Saat ini, TSJ menangani kegiatan bongkar muat kapal peti kemas
internasional serta juga menangani kapal-kapal breakbulk dan petikemas domestik di
Studi Kelayakan 28
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 35
terminal 1 dan 2 pelabuhan Tanjung Priok. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, TSJ
telah memperoleh sertifikasi ISO 9001, OHSAS 18001, SMK3 dan sertifikasi ISPS Code
untuk sistem keamanan. Kantor TSJ berlokasi Gedung Samudera Kirana, Jalan Yos
Sudarso No. 88, Sunter Jaya, Jakarta Utara.
➢ PT Temas Port (“TP”)
TP didirikan dengan nama PT Escorindo Stevedoring pada tahun 2016 kemudian di
akuisisi oleh PT Temas Tbk pada tahun 2013 dan berubah nama menjadi PT Temas Port
pada tahun 2019. TP menyediakan layanan jasa penanganan kargo (bongkar muat
barang) dan kepelabuhanan laut yang mencakup stevedoring dan cargodoring, receiving
& delivery petikemas, penyewaan alat bongkar muat barang, warehousing and logistics
distribution, penanganan general cargo serta trucking. Pada tahun 2024, TP mendapatkan
kemitraan strategis selama 20 tahun untuk mengelola dermaga 485 meter dan area
lapangan penumpukan seluas 5,53 ha di area dermaga petikemas pelabuhan Tanjung
Priok. Kantor TP berlokasi di Jalan Jl. Yos Sudarso Kav. 33, Sunter Jaya, Tanjung Priok,
Jakarta Utara.
Rencana Perseroan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dapat menyebabkan
terjadinya persaingan usaha, dimana saat ini terdapat cukup banyak perusahaan yang
menjalankan kegiatan usaha serupa dalam bidang perdagangan besar hasil perikanan,
perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas
konsultasi manajemen lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Perseroan
memerlukan strategi yang efektif dan efisien untuk meyakinkan calon konsumen baru maupun
mempertahankan konsumen lama Perseroan saat ini serta memperluas jaringan usaha untuk
memenangkan persaingan yang ada.
Strategi yang dipersiapkan Perseroan untuk menghadapi persaingan usaha di bidang
perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk
manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya adalah sebagai berikut:
➢ Menjalin komunikasi dan memberikan pelayanan yang baik untuk mempertahankan para
pelanggan lama yang selama ini telah terjalin dengan baik maupun kepada calon
pelanggan baru;
➢ Memberikan promosi atau penawaran harga produk yang kompetitif untuk menunjang
penjualan produk;
➢ Mempertahankan dan memperkuat jaringan distribusi yang telah ada dan cukup besar
serta terus memperluas jaringan distribusi di masa mendatang baik di kalangan domestik
maupun regional;
➢ Menyediakan solusi layanan menyeluruh di bidang jasa pengangkutan;
➢ Melakukan pembelian rutin dari vendor yang reliable dengan harga yang kompetitif.
2.5.3 Strategi Pemasaran
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, saat ini Perseroan terus menjalin kerjasama strategis
dengan berbagai perusahaan manufaktur kimia yang terkemuka yang memiliki produk,
teknologi dan kompetensi tinggi dalam bidang penelitian dan pengembangannya guna
memperkuat usaha distribusi, manufaktur serta usaha pendukung dan jasa yang terpadu.
Untuk terus mempertahankan kinerja Perseroan di masa mendatang, Perseroan akan terus
Studi Kelayakan 29
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 36
mengembangkan strategi untuk terus beradaptasi dengan pelanggan Perseroan dan
kebutuhan masyarakat Indonesia serta memperluas jaringan distribusi Perseroan.
Per 31 Desember 2024, Perseroan memiliki 1 kantor pusat di Jakarta serta mengawasi
jaringan distribusinya yang luas dengan mengoperasikan 4 kantor cabang dan 5 kantor
perwakilan yang telah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Selain itu, Perseroan juga
mengoperasikan 1 kantor regional di Singapura untuk mengawasi kegiatan usaha di China,
Thailand dan Vietnam.
Perseroan yang nantinya akan melakukan penambahan kegiatan usaha dalam perdagangan
besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan
hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya perlu menetapkan strategi pemasaran
agar dapat terus berkembang dan meningkatkan kinerja Perseroan. Dengan adanya
penambahan kegiatan usaha Perseroan, maka strategi yang akan dilakukan untuk pemasaran
dalam bidang tersebut adalah sebagai berikut:
➢ Mempromosikan bahan baku baru yang akan dipasarkan sebagai alternatif yang tepat
untuk aplikasi produk tertentu di pelanggan;
➢ Menyediakan layanan teknis untuk membuat aplikasi tertentu;
➢ Memberikan ide atau konsep menarik sehingga pelanggan mampu menciptakan produk
baru sesuai tren pasar atau sebagai referensi pengembangan produk pelanggan;
➢ Memberikan penawaran dengan harga yang kompetitif bagi pelanggan lama Perseroan.
Berdasarkan strategi pemasaran di atas, Perseroan telah memiliki strategi yang cukup
memadai untuk pengembangan bisnis di masa mendatang, selain prospek usaha yang
menjanjikan.
2.5.4 Tinjauan Industri dan Prospek Usaha
Ekonomi Secara Umum
Berdasarkan laporan World Bank, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan tetap stabil
sekitar 2,7% pada tahun 2025-2026. Namun, ekonomi global tampaknya akan berada pada
tingkat pertumbuhan rendah yang tidak akan cukup untuk mendorong pembangunan ekonomi
berkelanjutan dengan kemungkinan adanya hambatan lebih lanjut dari meningkatnya
ketidakpastian kebijakan dan pergeseran kebijakan perdagangan yang merugikan, ketegangan
geopolitik, inflasi yang terus-menerus, dan bencana alam terkait iklim.
Pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju diperkirakan akan stabil pada tahun 2025
sekitar 1,7%, karena aktivitas yang kuat di Amerika Serikat membantu mengimbangi
pertumbuhan yang lemah di tempat lain. Pada tahun 2026, pertumbuhan diperkirakan akan
tetap berada di sekitar 1,7% di bawah laju pada dekade sebelum pandemi karena perlambatan
yang diproyeksikan di Amerika Serikat disertai dengan pemulihan yang moderat di Kawasan
Eropa dan Jepang.
Pertumbuhan negara-negara Asia Timur dan Pasifik diperkirakan mengalami perlambatan
menjadi 4,6% pada tahun 2025 dan 4,1% pada tahun 2026, turun dari perkiraan 4,9% pada
tahun 2024, yang mencerminkan perlambatan lebih lanjut di Tiongkok. Di Tiongkok
pertumbuhan diperkirakan menurun dari 4,9% pada tahun 2024 menjadi 4,5% pada tahun
2025 dan 4,0% pada tahun 2026, disebabkan oleh melemahnya permintaan domestik secara
Studi Kelayakan 30
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 37
luas. Di Asia Timur dan Pasifik (tidak termasuk Tiongkok), pertumbuhan meningkat menjadi
sekitar 4,9% pada tahun 2025, dari 4,3% pada tahun 2023, didukung oleh pemulihan
perdagangan barang global, pemulihan berkelanjutan dalam pariwisata masuk dan permintaan
domestik yang kuat (sumber: World Bank, Global Economic Prospects, Januari 2025).
World Bank menyatakan Indonesia diperkirakan mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar
5,1% pada tahun 2025 dan 2026. International Monetary Fund (IMF) menyatakan
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 5% dan diproyeksikan
akan tumbuh di angka 5,1% pada tahun 2025 dan 2026. Organisation for Economic
Cooperation and Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia
pada tahun 2025 dan 2026 mencapai sekitar 4,9% dan 5%. Asian Development Bank
menyatakan Indonesia diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada
tahun 2025. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 4,8%-
5,6% pada tahun 2025. Kementerian Keuangan menargetkan pertumbuhan sebesar 5,2%
dengan inflasi akan dijaga pada kisaran 2,5% untuk tahun 2025.
Berikut adalah kondisi ekonomi makro Indonesia secara umum:
Realisasi
Realisasi Realisasi Realisasi APBN
Indikator Sementara
2021 2022 2023 2025
2024
Pertumbuhan ekonomi riil (%) 3,69 5,01 5,05 5,0 5,2
Inflasi (%) 1,8 5,51 2,61 1,57 2,5
Nilai tukar rata-rata (Rp/USD) 14.312 14.871 15.255 16.162 16.000
SBN 10 tahun 6,35 7,23 6,74 7,0 7,0
Rata-rata harga minyak dunia (USD/ barel) 68 97 78 71,6 82
Produksi minyak (juta barel/hari) 0,658 0,607 0,607 0,572 0,605
Sumber: Departemen Keuangan
Industri Kimia Dunia
Pertumbuhan industri kimia global diperkirakan akan mengalami pertumbuhan moderat pada
tahun 2025. Berdasarkan data American Chemistry Council (ACC), produksi industri kimia
global diperkirakan mencapai 3,5% pada tahun 2025. Meskipun terdapat peningkatan produksi
kimia dan pemulihan margin ke tingkat rata-rata, industri kimia masih menghadapi tantangan
dan ketidakpastian. Perusahaan kimia akan menghadapi banyak tantangan yang sama seperti
industri lain, diantaranya kondisi ekonomi makro yang terus berkembang, perubahan
kebijakan dan peraturan di berbagai wilayah, perubahan preferensi pelanggan serta kemajuan
teknologi. Di tengah pertumbuhan yang tidak merata di seluruh pasar akhir industri kimia,
banyak perusahaan berfokus pada peningkatan efisiensi dalam bisnis inti serta
memperbanyak usaha di area dengan pertumbuhan tinggi.
Berdasarkan data dari Federal Reserve Board, industri semikonduktor dan komponen
elektronik, ekstraksi minyak dan gas, logam arsitektur dan struktural, serta plastik dan karet
telah mengalami pertumbuhan paling besar pada tahun 2024. Memasuki tahun 2025, ACC
memperkirakan bahwa industri semikonduktor akan terus mendorong permintaan, diikuti oleh
industri komputer, besi dan baja, pesawat terbang dan suku cadangnya, kendaraan bermotor
dan suku cadangnya, serta perlengkapan konstruksi.
Perusahaan kimia juga memainkan peran penting dalam transisi energi dengan memasok
bahan untuk solusi energi bersih seperti penyimpanan baterai, hidrogen bersih, serta pelapis
Studi Kelayakan 31
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 38
dan pelumas industri untuk teknologi lainnya. Hal tersebut tercermin dari peningkatan produksi
logam arsitektur, yang tumbuh sekitar 1,7% pada tahun 2024 dan diperkirakan akan tumbuh
3,2% pada tahun 2025. Meskipun beberapa konstruksi mungkin melambat karena suku bunga
yang tinggi, perlambatan tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama, terutama jika
suku bunga dipangkas selama beberapa tahun ke depan. Selain itu, penjualan kendaraan
listrik (EV) global diperkirakan akan meningkat selama beberapa tahun ke depan. EV
membutuhkan 85% lebih banyak kimia daripada mesin pembakaran internal dan dapat
berperan dalam permintaan tambahan untuk plastik, komposit, dan bahan kimia lainnya.
Berdasarkan data Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF), produksi industri kimia global
(tidak termasuk farmasi) diperkirakan akan tumbuh sekitar 3% di tahun 2025, lebih melambat
dari tahun 2024 yang tumbuh sekitar 3,9%. BASF mengantisipasi adanya perlambatan
pertumbuhan pada negara-negara maju. Ekspansi di pasar negara berkembang diperkirakan
sedikit melambat menjadi sekitar 3,9% dari tahun 2024 yang sekitar 5,5%. Berikut adalah
pertumbuhan produksi kimia di berbagai wilayah global selama tahun 2023-2024 (tidak
termasuk farmasi):
Keterangan 2023A 2024A
Global 1,4% 3,9%
Uni Eropa -8,2% 1,6%
Amerika Serikat -0,2% 0,0%
China 7,4% 6,8%
Negara berkembang Asia (di luar China) -2,5% 2,4%
Jepang -6,6% -2,9%
Amerika Selatan -5,7% 1,7%
Sumber: BASF (Outlook for Chemical Industry, 28 Februari 2025)
Berdasarkan perkiraan BASF, China sebagai negara yang menyumbang setengah dari
produksi kimia global akan mengalami pertumbuhan lebih rendah hanya sekitar 4,2% pada
tahun 2025 dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang sekitar 6,8%. Untuk emerging
markets lainnya di Asia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sekitar 3,5% dengan
pertumbuhan tertinggi di India sekitar 4,5% dan sekitar 3% untuk negara-negara lainnya.
Amerika Serikat diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sekitar 1,5% setelah stagnan
pada tahun 2024, didorong oleh peningkatan permintaan terutama pada industri makanan,
produksi bahan kimia untuk produk perawatan, industri plastik, serta teknologi informasi dan
komunikasi. Jepang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil sekitar 0,6%,
setelah mengalami penurunan dalam 2 tahun terakhir (2024: -2,9%, 2023: -6,6%) dengan
pertumbuhan diperkirakan berasal dari sektor teknologi dan produksi otomotif lokal. Berikut
adalah tren pertumbuhan produksi kimia di berbagai wilayah global untuk tahun 2025 hingga
2027 (tidak termasuk farmasi):
Keterangan 2025P 2025-2027P
Global 3.0% 3.0%
Uni Eropa -0.3% 0.7%
Amerika Serikat 1.5% 1.3%
China 4.2% 4.1%
Negara berkembang Asia (di luar China) 3.5% 3.7%
Jepang 0.6% 0.5%
Amerika Selatan 2,1% 2,2%
Sumber: BASF (Outlook for Chemical Industry, 28 Februari 2025)
Studi Kelayakan 32
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 39
Industri Kimia dan Farmasi di Indonesia
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar
5,03% yoy, lebih rendah dibanding tahun 2023 yang mencapai sekitar 5,05% yoy dan lebih
rendah dari target pemerintah yang sebesar 5,2% yoy. Lapangan usaha yang mengalami
pertumbuhan paling signifikan diantaranya jasa lainnya sekitar 9,80%, transportasi dan
pergudangan (8,69%) serta penyediaan akomodasi dan makan minum (8,56%). Sementara
itu, industri pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia
tumbuh sekitar 4,43% yoy. Berikut merupakan pertumbuhan industri pengolahan selama tahun
2019-2024:
Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB seri 2010)
Sementara itu, industri pengolahan nonmigas selama tahun 2024 juga mengalami
pertumbuhan positif sekitar 4,75% yoy lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2023 yang
sekitar 4,69% yoy. Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas ditopang oleh beberapa
subsektor industri seperti logam dasar, elektronik, makanan dan minuman (mamin), kulit,
barang dari kulit dan alas kaki serta kimia, farmasi dan obat tradisional. Industri kimia, farmasi
dan obat tradisional mencatat pertumbuhan sekitar 5,86% pada tahun 2024, atau lebih tinggi
dibandingkan tahun 2023 yang mencapai sekitar 0,11%. Selain itu, Indeks Kepercayaan
Industri (IKI) dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur juga menunjukkan sektor
manufaktur berada dalam fase ekspansi yang menandakan kepercayaan tinggi di kalangan
pelaku industri. IKI dan PMI per Desember 2024 masing-masing mencapai 52,93 dan 51,2.
Berikut merupakan 10 sektor industri dengan realisasi investasi tertinggi tahun 2024:
PMDN PMA
Investasi Investasi
No. Bidang Usaha No. Bidang Usaha
(Miliar Rp) (Juta USD)
Transportasi, Gudang dan Logam Dasar, Barang Logam, Bukan
1 120.082,6 1 13.556,9
Telekomunikasi Mesin dan Peralatannya
2 Pertambangan 106.858,7 2 Pertambangan 5.188,4
Perumahan, Kawasan
3 76.517,4 3 Kertas dan Percetakan 4.777,1
Industri dan Perkantoran
Transportasi, Gudang dan
4 Jasa Lainnya 66.337,0 4 4.654,2
Telekomunikasi
5 Industri Makanan 65.941,3 5 Industri Kimia dan Farmasi 4.126,1
6 Perdagangan dan Reparasi 65.299,5 6 Jasa Lainnya 3.632,3
7 Listrik, Gas dan Air 46.311,8 7 Industri Makanan 3.462,5
Tanaman Pangan, Perumahan, Kawasan Industri dan
8 45.501,6 8 3.089,5
Perkebunan, dan Peternakan Perkantoran
Kendaraan Bermotor dan Alat
9 Industri Kimia Dan Farmasi 35.915,7 9 2.503,1
Transportasi Lain
Logam Dasar, Barang
10 Logam, Bukan Mesin dan 35.087,6 10 Listrik, Gas dan Air 2.469,1
Peralatannya
Sumber: BKPM (Perkembangan Realisasi Investasi Berdasarkan Sektor Triwulan IV 2024, 31 Januari 2025)
Studi Kelayakan 33
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 40
Berikut merupakan perkembangan nilai ekspor industri farmasi, produk obat kimia dan obat
tradisional selama 2019- 2024 (dalam ribu USD):
Sumber: BPS (Statistik Perdagangan Luar Negeri Ekspor Menurut Kelompok Komoditi dan Negara 2019-2024)
Berdasarkan data BPS, nilai impor Indonesia Januari-Desember 2024 mencapai sebesar
USD 233.659,7 juta. Selama periode Januari-Desember 2020-2024 didominasi oleh impor
nonmigas dengan rata-rata sebesar 85,64% per tahun. Nilai impor barang konsumsi selama
Januari-Desember 2024 adalah USD 22.702,9 juta dan memberikan peranan sekitar 9,72%,
sementara impor bahan baku/ penolong sebesar USD 169.679,3 juta (72,62%) dan barang
modal sebesar USD 41.276,5 juta (17,66%). Menurut golongan barang SITC (Standard
International Trade Classification) 1 digit, kelompok barang utama impor selama Januari-
Desember 2024 adalah kelompok mesin dan alat angkutan dengan nilai USD 72.772,5 juta
yang memberikan peran 31,15% dari total impor Indonesia. Posisi kedua adalah kelompok
minyak dan bahan bakar mineral dengan nilai USD 40.660,4 juta (17,40%), diikuti oleh
kelompok barang-barang buatan pabrik dengan nilai USD 33.927,1 juta (14,52%). Selanjutnya
kelompok bahan kimia dan produknya sebesar USD 30.150,1 juta (12,90%) serta bahan
makanan dan binatang hidup sebesar USD 24.271,2 juta (10,39%).
Berikut ini merupakan impor menurut SITC-1 digit selama Januari-Desember 2024 (dalam juta
USD):
Sumber: BPS (Statistik Perdagangan Luar Negeri Impor Desember 2024, 28 Februari 2025)
Berdasarkan data Custom Market Insights, pasar obat herbal diperkirakan mencapai
USD 13.732,1 juta pada tahun 2024 dan diperkirakan akan mencapai USD 25.459,1 juta pada
tahun 2033 dengan CAGR diperkirakan sekitar 7,1% untuk tahun 2024-2033. Beberapa faktor
yang mendorong pertumbuhan pasar herbal, diantaranya meningkatnya preferensi konsumen
terhadap solusi perawatan kesehatan alami, usaha pemerintah dalam mendukung obat-
obatan tradisional serta penelitian berkelanjutan yang mengesahkan kemanjuran pengobatan
herbal (sumber: www.custommarketinsights.com/report/indonesia-herbal-medicine-market/).
Studi Kelayakan 34
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 41
Industri Perdagangan Hasil Perikanan dan Kosmetika di Indonesia
Berdasarkan data BPS, industri perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda
motor (yang juga mencakup perdagangan hasil perikanan dan kosmetika) mengalami sedikit
pertumbuhan mencapai sekitar 4,86% pada tahun 2024, lebih tinggi dari tahun 2023 yang
sekitar 4,85%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan barang-barang domestik
dan impor terutama dari barang-barang industri pengolahan nonmigas. Adapun pertumbuhan
subsektor perdagangan besar dan eceran bukan reparasi mobil dan sepeda motor mencapai
sekitar 5,95% pada tahun 2024 atau lebih tinggi dari tahun 2023 yang sekitar 4,93%.
Sementara itu, pertumbuhan industri pertanian, perhutanan dan perikanan mencapai sekitar
0,67% pada tahun 2024 atau lebih rendah dari tahun 2023 yang sekitar 1,31%. Subsektor
pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian dan subsektor perikanan masing-masing
mencapai sekitar 0,82% dan 0,68%. Berikut ini pertumbuhan yoy PDB industri pertanian,
perhutanan dan perikanan selama tahun 2019-2024:
Tahun
PDB Lapangan Usaha
2019 (%) 2020 (%) 2021 (%) 2022 (%) 2023 (%) 2024 (%)
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 3,61 1,77 1,87 2,25 1,31 0,67
1. Pertanian, Peternakan, Perburuan dan
3,31 2,14 1,12 2,33 0,18 0,82
Jasa Pertanian
Tanaman Pangan -1,73 3,61 -1,40 0,08 -3,86 -0,21
Tanaman Hortikultura 5,53 4,17 0,53 4,22 -0,32 0,85
Tanaman Perkebunan 4,56 1,34 3,52 1,64 1,72 0,67
Peternakan 7,78 -0,31 0,32 6,24 3,71 2,78
Jasa Pertanian dan Perburuan 3,17 1,65 1,43 2,65 0,17 0,85
2. Kehutanan dan Penebangan Kayu 0,37 -0,03 0,07 -1,26 2,61 -2,06
3. Perikanan 5,73 0,73 5,45 2,79 5,49 0,68
Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB seri 2010)
Berdasarkan Rencana Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan 2025, nilai ekspor rumput
laut diperkirakan mencapai USD 0,574 miliar dengan volume produksi rumput laut
diperkirakan 11,64 juta ton. Proporsi ekspor produk rumput laut olahan diperkirakan mencapai
sekitar 46,5%. Berdasarkan data Statistik Perdagangan Luar Negeri BPS, nilai ekspor
komoditas rumput laut dan ganggang lainnya selama tahun 2024 mencapai 241,1 ribu ton
atau sebesar USD 192,8 juta atau turun sekitar 3,98% dibandingkan tahun 2023 yang
mencapai 251,1 ribu ton. Nilai ekspor komoditas karagenan selama tahun 2024 mencapai
19,9 ribu ton atau sebesar USD 129,2 juta atau meningkat sekitar 46,48% dibandingkan tahun
2023 yang mencapai 13,6 ribu ton. Berikut ini perkembangan ekspor komoditi karagenan
selama tahun 2019-2024:
Sumber: BPS (Statistik Perdagangan Luar Negeri Ekspor Menurut Kelompok Komoditi dan Negara 2019-2024)
Studi Kelayakan 35
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 42
Berikut ini nilai impor produk karagenan selama tahun 2019-2024 (dalam USD):
Tahun
Komoditi
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Carrageenan, powder, semi-refined 1.819.942 1.281.891 669.238 1.386.184 2.537.122 611.567
Carrageenan, powder, refined 8.511.934 5.453.436 6.639.044 15.839.324 9.356.889 7.532.907
Carrageenan, alkali treated
431.191 23.938 6.735 60.552 123.738 45.341
carrageenan chips (atcc)
Carrageenan, other than powder and
107.138 262.564 362.586 117.404 207.562 256.133
alkali treated carrageenan chips (atcc)
Sumber: BPS (Statistik Perdagangan Luar Negeri Impor 2019-2024)
Beberapa program terus dilakukan pemerintah guna mendukung perkembangan industri
kosmetik nasional diantaranya memberikan akses bahan baku dan teknologi, pengembangan
sumber daya manusia dan memfasilitasi pelaku industri untuk menembus pasar internasional
melalui partisipasi dalam berbagai pameran global. Pemerintah juga memperkuat regulasi
melalui kebijakan wajib sertifikasi halal pada tahun 2026 sesuai UU No. 33/2014 dan PP No.
39/2021. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekspor kosmetik halal Indonesia
ke negara-negara dengan permintaan tinggi, seperti Malaysia, Singapura dan Uni Emirat Arab.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya,
diharapkan industri kosmetik nasional tidak hanya tumbuh secara ekonomi tetapi juga mampu
berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama dalam
penggunaan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.
Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), jumlah pelaku usaha
di sektor kosmetika mengalami lonjakan sekitar 77,96% dari sebanyak 726 pada tahun 2020
menjadi sebanyak 1.292 pelaku usaha pada tahun 2024, yang terdiri dari 83% perusahaan
mikro dan kecil dan 17% industri menengah dan besar. Peningkatan tersebut mencerminkan
daya saing dan inovasi yang terus berkembang serta menjadikan industri kosmetik sebagai
salah satu sektor yang harus terus dikembangkan dan memiliki prospek yang positif (sumber:
https://kemenperin.go.id/artikel/25735/Kemenperin-Gadang-Potensi-Industri-Kosmetik-
Semakin-Gemilang).
Berdasarkan data 6WResearch, pasar produk kosmetik Indonesia diperkirakan mencapai
USD 2.890 juta dan diproyeksikan mencatat CAGR sebesar 5,1% pada tahun 2025. Faktor
urbanisasi, meningkatnya daya beli pada kalangan menengah serta meningkatnya kesadaran
terutama di kalangan anak muda menyebabkan meningkatnya permintaan produk kecantikan
yang berkontribusi pada pertumbuhan pasar. Adapun inovasi produk, strategi pemasaran, dan
perubahan preferensi konsumen merupakan pendorong tambahan yang membentuk pasar
kosmetik. Pada tahun 2028, China diperkirakan menjadi negara potensial untuk ekspor produk
kosmetik diikuti oleh Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat dan Swiss (sumber:
https://www.6wresearch.com/industry-report/indonesia-cosmetic-products-market-outlook).
Industri Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya di Indonesia
Berdasarkan data BPS, industri jasa perusahaan (termasuk aktivitas konsultasi manajemen
terkait pemberian jasa konsultasi manajemen di sektor logistik) mengalami pertumbuhan
mencapai sekitar 8,38% pada tahun 2024, lebih tinggi dari tahun 2023 yang sekitar 8,24%.
Adapun industri transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan positif sekitar 8,69%
pada tahun 2024 atau lebih rendah dari tahun 2023 yang sekitar 13,96% ditopang oleh
Studi Kelayakan 36
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 43
peningkatan jumlah penumpang dan barang karena mobilitas masyarakat dan peningkatan
kegiatan ekonomi lainnya.
Berikut ini pertumbuhan yoy PDB industri jasa perusahaan selama tahun 2019-2024:
Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB seri 2010)
Berikut ini pertumbuhan yoy PDB industri transportasi dan pergudangan selama tahun 2019-
2024:
Tahun
PDB Lapangan Usaha
2019 (%) 2020 (%) 2021 (%) 2022 (%) 2023 (%) 2024 (%)
Transportasi dan Pergudangan 6,38 -15,05 3,24 19,87 13,96 8,69
Angkutan Rel 4,49 -42,34 -3,37 69,75 23,74 18,61
Angkutan Darat 9,96 -5,34 4,55 8,73 9,66 9,89
Angkutan Laut 10,47 -4,57 2,89 5,12 15,47 2,42
Angkutan Sungai Danau dan
5,58 -13,00 -0,42 69,94 13,54 4,44
Penyeberangan
Angkutan Udara -9,76 -53,06 -8,01 66,90 28,96 6,75
Pergudangan dan Jasa Penunjang
10,34 -17,61 5,03 40,54 17,91 9,37
Angkutan; Pos dan Kurir
Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB seri 2010)
Sektor rantai pasok dan logistik di Indonesia diproyeksikan tumbuh moderat seiring dengan
proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia, volume ekspor hingga pertumbuhan sektor
transportasi dan pergudangan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) sektor
ini terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan seiring dengan proyeksi stabilnya
perekonomian nasional. Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia pada tahun 2025
diperkirakan tumbuh di kisaran 5%-5,1%, sementara nilai pasar logistik nasional diproyeksikan
mencapai USD 131,2 miliar dengan CAGR berkisar antara 6-8% pada tahun 2025.
Meningkatnya aktivitas perdagangan domestik dan internasional, pertumbuhan sektor
e-commerce serta investasi dalam infrastruktur diperkirakan menjadi pendorong utama
ekspansi rantai pasok dan logistik di Indonesia. ALI memperkirakan pertumbuhan bisnis rantai
pasok dan logistik pada tahun 2025 akan moderat di kisaran 8-10% sejalan dengan proyeksi
volume ekspor dari Kementerian Perdagangan yang diperkirakan tumbuh sebesar 7,1%
(sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20250125/98/1834709/bisnis-rantai-pasok-logistik-ri-
asosiasi-pasang-prospek-moderat).
Studi Kelayakan 37
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 44
2.5.5 Analisa SWOT
Kondisi industri yang positif dan negatif merefleksikan peluang dan ancaman yang dihadapi
oleh Perseroan. Mempertimbangkan hal-hal tersebut, maka Perseroan perlu menentukan
strategi yang dapat diimplementasikan atau digunakan dalam proyeksi keuangan. Untuk
melanjutkan kelangsungan usaha dan meningkatkan persaingan pasar, maka Perseroan
mengindentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki.
Berikut analisa SWOT Perseroan:
Kekuatan (Strengths)
• Telah memiliki pengalaman lebih dari 70 tahun dalam menjalankan kegiatan usaha di
bidang distribusi dan manufaktur bahan kimia dasar dan khusus serta usaha pendukung
dan jasa;
• Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di Indonesia serta 4 kantor cabang dan 5 kantor
perwakilan serta kantor regional di Singapura, Vietnam, Thailand dan China;
• Telah memperoleh berbagai sertifikasi dalam menjalankan kegiatan usahanya;
Kelemahan (Weaknesses)
• Ketergantungan dengan produk impor karagenan dan ekstrak herbal yang akan
didistribusikan diimpor dari Amerika Serikat dan China;
Peluang (Opportunities)
• Potensi pertumbuhan industri kimia dan farmasi yang didorong oleh perbaikan rantai pasok
melalui kebijakan dan regulasi pemerintah;
• Meningkatnya permintaan jasa logistik seiring dengan pertumbuhan aktivitas perdagangan
domestik dan internasional;
• Potensi perkembangan industri perikanan seiring dengan program prioritas Ekonomi Biru
pemerintah dalam menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan ekologi dan ekonomi
serta pertumbuhan ekonomi laut yang berkelanjutan.
Ancaman (Threats)
• Persaingan yang cukup kompetitif;
• Faktor eksternal seperti gejolak perekenomian global, pandemi, harga komoditas rendah,
tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak pada sektor usaha;
• Peraturan pemerintah yang dapat berubah-ubah.
2.6 ANALISA KELAYAKAN TEKNIS
2.6.1 Proses Distribusi
Perseroan merupakan perusahaan publik yang menjalankan kegiatan usaha meliputi tiga
segmen operasi yaitu distribusi dan manufaktur bahan kimia dasar dan khusus serta usaha
pendukung dan jasa dalam bidang logistik, teknologi informasi dan solusi pengolahan air. Per
31 Desember 2024, pendapatan Perseroan sebagian besar berasal dari segmen distribusi
Studi Kelayakan 38
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 45
bahan dengan kontribusi sekitar 50,2% terhadap total pendapatan Perseroan yang sebagian
besar didistribusikan ke pelanggan domestik.
Sesuai dengan rencana bisnis Perseroan untuk menjadi perusahaan publik yang terpercaya
dan eksistensinya tetap terjaga, Perseroan berencana untuk melakukan penambahan
kegiatan usaha baru melalui penambahan KBLI di bidang perdagangan besar hasil perikanan
yang ditargetkan akan dimulai kuartal I tahun 2026, perdagangan besar bahan baku obat
tradisional untuk manusia dan hewan yang ditargetkan akan dimulai pada kuartal IV tahun
2025 serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya yang ditargetkan akan dimulai pada kuartal
III tahun 2025.
Perseroan berencana untuk memperluas segmen bisnis distribusi ke penjualan hasil
perikanan dan ekstrak herbal. Pendapatan atas penjualan hasil perikanan akan diperoleh
melalui penjualan karagenan. Perseroan akan melakukan kerjasama dengan Cargill untuk
menjadi distributor eksklusif produk karagenan yang diproduksi Cargill Inc. (USA). Penjualan
karagenan akan dijual per kilogram ditujukan kepada industri pembuatan kosmetik. Produk
hasil perikanan tersebut rencananya akan didistribusikan di Jakarta, Surabaya, Medan dan
Semarang.
Perseroan juga akan melakukan distribusi bahan baku obat tradisional, dimana Perseroan
akan menjadi distributor produk ekstrak herbal yang diproduksi oleh Naturalin Bio Resources
Co. Ltd. (China). Produk ekstrak herbal akan didistribusikan di Jakarta, Semarang, Surabaya
dan Bandung dengan sasaran industri yang dituju yaitu industri farmasi. Produk ekstrak herbal
akan dijual per kg, dimana nantinya pendapatan Perseroan atas perdagangan ekstrak herbal
akan dipengaruhi oleh jenis produk ekstrak herbal yang dijual, volume dan harga penjualan
produk.
Atas pendistribusian penjualan produk Perseroan atas hasil perikanan dan bahan baku obat
tradisional, para pelanggan dapat melakukan pembayaran secara tunai maupun kredit sesuai
dengan kesepakatan antara Perseroan dan para pelanggannya. Dalam hal jika terdapat
produk cacat atau rusak yang dikirimkan kepada para pelanggan, maka akan dilakukan
proses pengembalian dana atau penukaran produk kepada para pelanggan.
Perseroan selama ini telah menjalankan kegiatan usaha pendukung dan jasa dalam bidang
logistik melalui entitas anaknya yaitu PT Cipta Mapan Logistik (“CML”). Seiring dengan
peningkatan permintaan terhadap solusi logistik terpadu dan kebutuhan efisiensi operasional
dari para pelanggan, Perseroan berencana untuk memperluas cakupan layanan melalui
penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Layanan konsultasi manajemen akan difokuskan pada penyediaan solusi strategis dan
perencanaan terintegrasi untuk pengelolaan logistik termasuk desain alur kerja bongkar muat,
perencanaan kapasitas gudang, manajemen armada serta evaluasi efektivitas penggunaan
fasilitas yang telah dimiliki Perseroan dan entitas anaknya. Jasa konsultasi manajemen akan
memanfaatkan pengalaman operasional Perseroan dalam bidang logistik untuk membantu
pelanggan dalam meningkatkan efektivitas proses bisnis, terutama yang terkait dengan
pengelolaan produk kimia maupun produk lain yang didistribusikan oleh Perseroan di wilayah
seperti Jakarta dan Surabaya.
Studi Kelayakan 39
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 46
2.6.2 Kondisi Umum
Produk dan Jasa
Selama menjalankan kegiatan usahanya, segmen distribusi Perseroan didominasi oleh
penjualan atas produk bahan kimia dasar dan khusus. Sehubungan dengan rencana
penambahan kegiatan usaha, Perseroan terus melakukan upaya strategis ke basis produk
dan jasa yang lebih luas. Nantinya Perseroan juga melakukan penjualan produk hasil
perikanan dan bahan baku obat tradisional serta menyediakan jasa aktivitas konsultasi
manajemen lainnya.
Produk hasil perikanan berupa karagenan yang akan distribusikan Perseroan nantinya akan
diperoleh dari Cargill. Perseroan akan menjalin hubungan kerjasama dengan Cargill, dimana
Perseroan akan menjadi distributor eksklusif untuk produk karagenan Cargill Inc. (USA) di
Indonesia. Karagenan merupakan polisakarida pembentuk gel yang diperoleh melalui proses
ekstraksi dari beberapa jenis rumput laut merah (Gigartina, Chondrus, Iridaceae dan
Eucheuma). Karagenan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk industri farmasi, kosmetik
serta makanan sebagai zat pembentuk gel, pengental dan penstabil.
Karagenan Cargill yang akan distribusikan Perseroan diantaranya Satiagel™ VPC 614,
Satiagel™ VPC 508 dan Satiagum™ VPC 430 yang dikemas dalam kemasan kantong
Polyethylene (PE) dengan berat 20kg. Satiagel™ VPC 614 berbahan dasar carrageenan
kappa (ĸ) merupakan pembentuk gel yang memberikan viskositas tinggi dan tekstur padat,
sehingga menghasilkan gel yang kuat dan kaku, terutama jika dikombinasikan dengan ion
kalium. Satiagel™ VPC 614 biasanya cocok untuk formulasi padat seperti gel mandi padat
dan plester pendingin yang dapat terurai.
Satiagel™ VPC 508 berbahan dasar carrageenan iota (τ) merupakan pembentuk gel yang
memberikan tekstur gel dengan viskositas sedang hingga tinggi dan elastis jika
dikombinasikan dengan garam. Satiagel™ VPC 508 cocok untuk aplikasi seperti gel penata
rambut, produk perawatan kulit dan masker wajah. Satiagum™ VPC 430 berbahan dasar
carrageenan lamda (λ) merupakan bahan pengental yang memberikan viskositas rendah
hingga sedang. Satiagum™ VPC 430 cocok untuk formulasi cairan seperti toner, serum, lotion
dan micellar water. Adapun produk carrageenan Cargill telah memperoleh sertifikasi
ISO 9001, Halal dan Kosher.
Produk bahan baku obat tradisional akan diperoleh Perseroan melalui kerjasama dengan
Naturalin Bio Resources Co. Ltd. (China). Produk yang akan ditawarkan berupa ekstrak herbal
yang berbahan dasar tumbuhan dalam bentuk bubuk, cairan konsentrat, butiran dan minyak.
Adapun produk Naturalin yang akan diperdagangkan telah memenuhi standar dan sertifikasi
ISO 9001, USDA Organic, FSSC 22000, Halal dan Kosher.
Perseroan juga akan menjalankan kegiatan usaha baru di bidang aktivitas konsultasi
manajemen lainnya, yang difokuskan pada penyediaan jasa konsultasi strategis dan teknis
dalam bidang logistik. Layanan ini merupakan pengembangan dari pengalaman operasional
Perseroan sebelumnya di sektor jasa logistik dan dirancang untuk melengkapi layanan yang
telah ada seperti bongkar muat, pergudangan dan pengangkutan melalui pendekatan
manajerial dan perencanaan yang terstruktur.
Studi Kelayakan 40
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 47
Teknologi yang Digunakan
Salah satu hal penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional adalah
adanya dukungan teknologi informasi yang sesuai dengan proses bisnis yang terintegrasi.
Dengan adanya dukungan teknologi informasi, Perseroan dapat dengan cepat mengantisipasi
perkembangan pasar.
Di era digital ini, website merupakan salah satu representasi identitas perusahaan melalui
dunia digital. Saat ini, Perseroan telah memiliki website yaitu www.lautan-luas.com sehingga
para pelanggan dapat memperoleh informasi mengenai Perseroan antara lain profil
Perseroan, kegiatan usaha, laporan keuangan dan tahunan Perseroan setiap tahunnya, lokasi
kantor dan kontak yang dapat dihubungi serta hal lainnya. Perseroan terus berupaya untuk
memperlancar setiap proses bisnis yang dijalankan oleh Perseroan dengan dukungan tim
teknologi informasi yang tentunya sudah memiliki keahlian dan kompetensi di bidangnya.
Selain teknologi informasi, sehubungan dengan Rencana Transaksi berupa penambahan
KBLI, Perseroan tidak menggunakan teknologi ataupun peralatan dan mesin lainnya untuk
bidang usaha perdagangan hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional, dikarenakan
kegiatan usaha baru Perseroan berfokus pada perdagangan produk. Untuk bidang usaha baru
aktivitas konsultasi manajemen lainnya, Perseroan akan memanfaatkan peralatan dan fasilitas
pendukung yang saat ini telah dimiliki oleh Perseroan maupun pihak afiliasi Perseroan dalam
rangka mendukung pelaksanaan layanan konsultasi yang berbasis pada efisiensi proses
logistik dan operasional.
Pasar yang Dituju (Intended Market Environment)
Selama ini, Perseroan senantiasa berupaya untuk menyediakan layanan distribusi yang
terintegrasi dengan membangun hubungan yang baik dengan para pemasok dan pelanggan
Perseroan. Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya di bidang perdagangan hasil
perikanan, produk karagenan akan diperoleh secara impor melalui kerjasama dengan Cargill
Inc. (USA). Sementara untuk produk bahan baku obat tradisional berupa ekstrak herbal akan
diperoleh dari melalui kerjasama dengan Naturalin Bio Resources Co. Ltd. (China).
Perdagangan produk karagenan akan didistribusikan kepada industri produsen produk jadi
kosmetik dengan target area distribusi mencakup Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang.
Produk ekstrak herbal rencananya akan didistribusikan langsung kepada industri farmasi.
Target area distribusi untuk produk ekstrak herbal mencakup wilayah Jakarta, Semarang,
Surabaya dan Bandung sesuai dengan lokasi kantor cabang Perseroan. Perseroan akan
melakukan kegiatan distribusi dari gudang Perseroan, dimana pelanggan memiliki opsi untuk
dapat mengambil produk langsung ke gudang Perseroan atau didistribusikan langsung ke
pelanggan. Seluruh produk perdagangan nantinya akan didistribusikan ke wilayah Indonesia
dengan terus meningkatkan kesempatan untuk masuk ke segmentasi pasar domestik maupun
regional.
Untuk kegiatan usaha baru di bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya, jasa yang akan
diberikan oleh Perseroan berupa layanan konsultasi strategis yang terkait dengan optimalisasi
proses logistik. Layanan ini akan menargetkan pelanggan lama Perseroan yang sebelumnya
telah melakukan pembelian produk maupun menggunakan jasa transportasi dan pergudangan
Studi Kelayakan 41
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 48
Perseroan, serta diperluas untuk pelanggan baru dari berbagai industri yang membutuhkan
one-stop service dalam perencanaan dan pengelolaan aktivitas logistik.
Hak dan Kekayaan Intelektual (HAKI)
Perseroan tidak memiliki HAKI atas kegiatan usaha barunya dikarenakan kegiatan usaha baru
Perseroan akan berfokus pada perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan
baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Peraturan Perundang-undangan Terkait
Perseroan perlu memperhatikan dan menaati peraturan perundang-undangan yang terkait
dengan kegiatan usahanya untuk dapat melanjutkan kegiatan operasionalnya secara
berkesinambungan.
Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Sehubungan dengan Rencana Transaksi berupa penambahan KBLI di bidang perdagangan
besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan
hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya, diasumsikan dana sebesar
Rp 50.000.000 akan digunakan oleh Perseroan untuk pengurusan sertifikat dan keanggotaan
asosiasi terkait kegiatan usaha baru yang diperoleh dari kas internal Perseroan.
2.6.3 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Berdasarkan informasi manajemen, sehubungan dengan Rencana Transaksi, saat ini
Perseroan telah memiliki tenaga kerja yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan operasional
Perseroan untuk menunjang kegiatan usaha baru Perseroan di perdagangan besar hasil
perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta
aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
2.6.4 Kapasitas
Sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan berupa penambahan KBLI,
tidak terdapat kapasitas produksi dikarenakan kegiatan usaha baru Perseroan bergerak dalam
bidang perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional
untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
2.7 ANALISA KELAYAKAN POLA BISNIS
Perdagangan Hasil Perikanan dan Bahan Baku Obat Tradisional
Dalam pengembangan kegiatan usahanya dalam bidang perdagangan, produk hasil perikanan
yang akan ditawarkan Perseroan adalah karagenan. Perseroan akan menjalin kerjasama
dengan Cargill Inc. (USA) untuk menjadi distributor eksklusif produknya di Indonesia. Cargill
merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang menyediakan berbagai produk serta
layanan pangan, pertanian, keuangan dan industri. Perseroan akan mendistribusikan produk
karagenan ke industri personal home care. Perdagangan produk karagenan akan dimulai
pada kuartal I tahun 2026.
Untuk perdagangan bahan baku obat tradisional, Perseroan akan melakukan kerjasama
dengan Naturalin Bio Resources Co. Ltd (China) untuk memasarkan produknya berupa
Studi Kelayakan 42
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 49
ekstrak herbal. Naturalin merupakan perusahaan asal China yang bergerak di bidang
manufaktur ekstrak tanaman dan bahan-bahan alami untuk industri makanan dan minuman,
nutrisi, personal care, kebersihan, pakan ternak dan pertanian. Distribusi produk ekstrak
herbal ini akan difokuskan langsung pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri
farmasi seperti PT SOHO Industri Pharmasi dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
Tbk serta ditargetkan dimulai pada kuartal IV tahun 2025.
Produk hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional akan dijual sesuai dengan volume
permintaan yang telah disepakati oleh para pelanggan dengan Perseroan. Dalam hal jika
terdapat produk yang rusak, pelanggan dapat mengajukan pengembalian atau penukaran
produk. Produk-produk tersebut nantinya akan disimpan di gudang Perseroan sebelum
didistribusikan kepada pelanggan. Sehubungan dengan penggunaan gudang Perseroan untuk
penyimpanan produk-produk jadi, tidak terdapat tambahan biaya yang akan dikeluarkan oleh
Perseroan dikarenakan saat ini gudang Perseroan masih memiliki kapasitas penyimpanan
yang memadai.
Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
Untuk menjamin proses distribusi yang efisien dan tepat waktu, Perseroan melalui entitas
anak telah menjalankan usaha di bidang transportasi dan pergudangan yang tersebar di
kantor pusat dan cabang-cabang Perseroan. Guna lebih mengoptimalkan proses distribusi
serta menanggapi permintaan yang meningkat dari pelanggan, Perseroan berencana untuk
memperluas jasa melalui penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Kegiatan
atas penyediaan jasa konsultasi ini direncanakan akan dimulai pada kuartal III 2025, setelah
perizinan yang relevan diperoleh yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dengan penambahan KBLI ini, Perseroan akan menawarkan jasa konsultasi manajerial yang
mencakup strategi efisiensi rantai pasok, optimasi proses distribusi serta perencanaan dan
pengelolaan gudang. Layanan ini akan menjadi bagian dari solusi logistik terpadu (one-stop
service) yang berbasis pada keahlian manajemen dan pengalaman operasional Perseroan.
Opsi layanan kepada pelanggan akan meliputi penyusunan rencana distribusi yang
disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, termasuk pengaturan skema pengiriman,
penempatan barang dan analisis efektivitas biaya.
2.7.1 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan dari Pola Bisnis
Perseroan merupakan perusahaan publik yang telah didirikan cukup lama dan berpengalaman
dalam kegiatan distribusi maupun manufaktur bahan kimia serta telah melayani berbagai
pelanggan industrial baik di pasar domestik maupun regional. Perseroan memiliki jaringan
distribusi yang luas dengan mengoperasikan 4 kantor cabang dan 5 kantor perwakilan yang
terletak di kota-kota besar di seluruh Indonesia serta memiliki kantor regional di Singapura
untuk mengawasi kegiatan usaha Perseroan di China, Thailand dan Vietnam. Hal tersebut
merupakan suatu keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Perseroan karena Perseroan
memiliki kesempatan untuk mempermudah penjualan produk dan menawarkan jasa kepada
para pelanggan lama yang telah menjalin hubungan baik dengan Perseroan selama ini
melalui jaringan distribusi Perseroan yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
Studi Kelayakan 43
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 50
2.7.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Perseroan menyadari adanya persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang
bidang perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional
untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Hal ini terlihat dari
banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha serupa dengan Perseroan. Selain
itu, beberapa pesaing Perseroan tidak hanya melakukan perdagangan, namun juga
melakukan proses produksi atas produk-produk yang dijualnya. Seiring dengan persaingan
usaha yang mungkin terjadi, Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai
pengembangan strategi pada setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya
saing dengan perusahaan lain yang sejenis. Selain itu, Perseroan akan senantiasa
memberikan pelayanan yang terbaik untuk mencapai kepuasan para pelanggannya.
2.7.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai dari kegiatan usahanya dapat diukur melalui
pelayanan yang diberikan kepada Perseroan. Kemampuan Perseroan dalam mendistribusikan
produk-produk hasil perikanan dan bahan baku obat tradisional serta pelayanan yang
memuaskan dalam jasa aktivitas konsultasi manajemen lainnya dapat meningkatkan
kepercayaan pelanggan kepada Perseroan. Kemampuan tersebut dapat meningkatkan
loyalitas para pelanggan untuk terus melakukan pembelian produk dan penggunaan jasa
Perseroan serta menarik pelanggan baru melalui pemasaran antar pelanggan. Sehingga
diharapkan Perseroan dapat terus memberikan pelayanan terbaik dan mempertahankan
kualitas produk maupun pelayanannya agar dapat memenuhi kepuasan pelanggan.
2.8 ANALISA KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
2.8.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Perseroan dalam melakukan penambahan kegiatan usaha ini membutuhkan tenaga ahli yang
dapat mendukung usaha baru Perseroan. Selama menjalankan kegiatan operasionalnya,
Perseroan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) berperan sangat penting atas
keberhasilan usaha yang dijalankan sehingga selalu menempatkan karyawannya pada posisi
yang sesuai dengan keahlian dan kemampuannya agar dapat berkontribusi secara efektif dan
efisien.
Selain itu, selalu memperhatikan pengembangan dan kualitas SDM-nya melalui program
pengembangan kompetensi serta evaluasi pengelolaan SDM secara berkala. Berdasarkan hal
tersebut, Perseroan berencana untuk menambah tenaga kerja yang kompeten dalam
mendukung kegiatan operasional Perseroan pada bidang perdagangan besar hasil perikanan
dan aktivitas konsultasi manajemen.
Berikut adalah tabel jumlah tenaga kerja (termasuk manajemen) Perseroan dan entitas anak
per 31 Desember 2024 dan rencana penambahan tenaga kerja:
Studi Kelayakan 44
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 51
Manajemen dan Rencana Penambahan
No. Jabatan Karyawan Manajemen dan
(existing) Karyawan
1. Komisaris 6 -
2. Direktur 8 -
3. Manager 292 -
4. Supervisor 279 -
5. Officer 344 -
6. Staf 886 3
7. Non Staf 1349 -
Total 3.164 3
2.8.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
Perseroan tidak memiliki kekayaan intelektual atas kegiatan usaha barunya dikarenakan
kegiatan usaha baru Perseroan akan berfokus pada dalam mendukung kegiatan operasional
Perseroan pada bidang perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku
obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
2.8.3 Manajemen Risiko
Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya tidak terlepas dari risiko. Risiko-risiko
dapat berdampak terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek Perseroan.
Berikut adalah risiko usaha yang dimiliki oleh Perseroan:
1. Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atas arus kas masa mendatang dari
suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar.
Perseroan senantiasa mendukung pengelolaan bisnisnya dengan melakukan beberapa
upaya seperti melakukan pinjaman modal kerja dan pinjaman jangka panjang dari bank.
Upaya ini dapat menimbulkan risiko fluktuasi tingkat suku bunga yang berpotensi
meningkatkan biaya modal dan mengurangi laba Perseroan. Perseroan mengendalikan
risiko tersbut dengan menjalin kerja sama yang baik dengan pihak perbankan untuk
mendapatkan tingkat suku bunga yang kompetitif, namun juga mendiversifikasikan risiko
ketergantungan dari sumber pendanaan bank dengan menerbitkan obligasi sebagai
pinjaman jangka panjang.
2. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko di mana nilai wajar atas arus kas masa
mendatang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar
mata uang asing. Jumlah pembelian barang dagangan yang besar dari luar negeri telah
menghasilkan risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing bagi Perseroan yang dapat
mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan. Untuk mengatasi risiko tersebut, Perseroan
melakukan lindung nilai atas aset dan utang. Perseroan juga senantiasa memantau
dengan cermat terkait perubahan nilai tukar mata uang asing, sehingga Perseroan dapat
mengambil strategi yang tepat dalam melakukan lindung nilai dengan produk derivatif yang
paling tepat terhadap transaksi dalam mata uang asing.
Studi Kelayakan 45
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 52
3. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa counterparty tidak akan memenuhi liabilitasnya
berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan yang menyebabkan kerugian
finansial. Perseroan merupakan perusahaan dagang dan manufaktur yang banyak
melakukan aktivitas penjualannya dengan memberikan termin kepada pelanggan. Hal
tersebut berpotensi menimbulkan risiko kredit yang dihadapi Perseroan jika pelanggan
mengalami penurunan kinerja akibat kondisi ekonomi dan persaingan usaha. Guna
mengendalikan risiko tersebut, Perseroan telah membentuk Departemen Manajamen
Risiko Kredit Korporat yang bertugas dalam mengatur kebijakan pemberian kredit kepada
pelanggan untuk korporat dan mengawasi kinerja pelanggan dalam hal ketepatan waktu
pembayaran. Departemen ini telah menerapkan sebuah sistem sebagai alat bantu dalam
pemberian kredit dan penambahan kredit setiap pelanggan dengan profil risiko yang
berbeda-beda.
4. Risiko Kebijakan/ Peraturan Pemerintah
Risiko yang dihadapi Perseroan berhubungan dengan kebijakan pemerintah yang
berupaya mengatur perekonomian dan aspek-aspek bisnis melalui pemberlakuan
peraturan baru maupun perubahan peraturan yang telah berlaku. Perubahan tersebut
dalam berupa peraturan di bidang keuangan, perpajakan, bea cukai, industri dan
lingkungan hidup yang tentu dapat memberikan dampak terhadap kegiatan usaha
Perseroan.
Dalam mengantisipasi risiko tersebut, Perseroan akan senantiasa melakukan pembaruan
secara terus-menerus mengenai peraturan-peraturan yang berlaku. Dalam hal perpajakan,
Perseroan melakukan koordinasi dengan kantor pajak guna mendapatkan informasi
adanya peraturan-peraturan baru. Dalam bidang industri, Perseroan secara aktif terlibat di
berbagai asosiasi yang terkait dengan bisnis Perseroan, sehingga Perseroan bisa
mendapatkan informasi yang tepat waktu tentang perubahan peraturan dan mendapatkan
panduan dalam menjalankan peraturan yang baru. Dalam ruang lingkup lingkungan hidup,
Perseroan secara aktif mengakses website dari Kementerian Lingkungan Hidup dan
mengikuti sosialisasi peraturan-peraturan baru.
5. Risiko Hubungan dengan Pihak Eksternal
Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha distribusi, menjalin
banyak hubungan kerjasama dengan para pemasok, baik pemasok dari dalam negeri
maupun pemasok dari luar negeri. Beberapa pemasok merupakan pemasok tunggal dan
hal tersebut meningkatkan risiko kelangsungan pasokan dari pemasok, yang dapat
mengganggu usaha distribusi dan manufaktur dan berakibat pada menurunnya kinerja
Perseroan. Selain itu, kinerja dan pertumbuhan Perseroan juga didukung oleh kepuasan
para pelanggan. Hal tersebut menghasilkan risiko terhadap kehilangan pelanggan apabila
pengelolaan terhadap para pelanggan tidak dilaksanakan dengan baik dan konsisten.
Untuk menghadapi hal tersebut, Perseroan telah menjalin hubungan kerjasama yang
panjang dengan para pemasok utama yang meningkatkan kualitas hubungan kerjasama
menjadi aliansi strategi dan mitra bisnis. Selain itu, untuk memberikan varian produk yang
lebih beragam kepada pelanggan dan mengurangi ketergantungan pada pemasok tertentu,
Bagian Komersial juga aktif mencari pemasok-pemasok baru, baik di dalam negeri maupun
luar negeri serta melakukan pengembangan produk kepada para pelanggan yang dapat
membantu pelanggan dalam menggunakan produk substitusi dan mengurangi
Studi Kelayakan 46
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 53
ketergantungan terhadap produk tertentu. Selain itu, Perseroan juga terus meningkatkan
hubungan baik dengan para pelanggan, dengan melakukan komunikasi dua arah secara
efektif dengan para pelanggan melalui kunjungan rutin dan survei kepuasan pelanggan
sehingga semua kebutuhan dan masukan dari pelanggan dapat diantisipasi dengan
pelayanan yang lebih baik.
6. Risiko Perubahan Teknologi
Adanya perkembangan teknologi yang sangat cepat dan penggunaan teknologi terkini
telah mengubah model bisnis, proses operasional dan strategi usaha yang dapat menjadi
keunggulan kompetitif dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dan efisiensi
operasional. Penerapan teknologi industri 4.0 yang terlambat dapat memberikan risiko bagi
Perseroan, menghambat efisiensi dan mengurangi daya saing Perseroan. Perseroan
mengoperasikan Departemen Teknologi Informasi, yang fokus pada pengembangan
teknologi yang sesuai dengan usaha Perseroan. Selain itu, juga melakukan pengkajian
terhadap perbaikan proses bisnis dan menyelaraskan model bisnis unit-unit usaha terkait
guna meningkatkan pelayanan kepada semua pemangku kepentingan serta senantiasa
berupaya untuk mendapatkan pembaruan teknologi terbaru yang relevan dan dapat
diimplementasikan ke dalam bisnis Perseroan.
7. Risiko Operasional
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi bahan kimia, pabrikan dan logistik,
Perseroan tidak dapat sepenuhnya terlepas dari risiko terkait dengan keselamatan kerja
dan kesehatan karyawan serta pencemaran lingkungan. Risiko ini dapat menimbulkan
bahaya dan potensi yang dapat mengganggu kelangsungan bisnis Perseroan. Untuk
mengendalikan risiko operasional, Perseroan berupaya menentukan pengendalian yang
ketat guna mengantisipasi terjadinya risiko-risiko tersebut. Bagian Kesehatan,
Keselamatan dan Lingkungan Korporat menetapkan standar-standar kesehatan dan
keselamatan kerja serta memberikan kebijakan keselamatan dan kesehatan bekerja
kepada seluruh departemen, cabang dan anak perusahaan. Selain itu, juga menetapkan
hal-hal yang perlu dilakukan dalam memenuhi peraturan dari Kementerian Lingkungan
Hidup, melakukan pemeriksaan secara berkala pada berbagai aspek-aspek kesehatan,
keselamatan dan lingkungan di departemen, cabang dan anak perusahaan.
8. Risiko Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia memiliki peran yang sangat penting sebagai aset Perseroan yang
mendukung kegiatan dan proses operasional Perseroan. Perubahan pada usaha dan
teknologi mendorong Perseroan untuk menerapkan strategi sumber daya manusia yang
selaras dengan kebutuhan usaha yang mendukung manajemen dalam mencapai tujuan
menjadi krusial. Untuk menghadapi risiko tersebut, Perseroan telah memberikan arahan
kepada Departemen Sumber Daya Manusia untuk menerapkan strategi Sumber Daya
Manusia (Human Capital Strategy) yang selaras dengan tuntutan dunia usaha, sehingga
semua strategi rekrutmen, pelatihan, pengembangan dan budaya kerja dapat mendukung
persiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan.
Berdasarkan berbagai risiko yang dimiliki, Perseroan perlu untuk memprioritaskan dalam hal
mengidentifikasi, mengevaluasi dan meminimalkan risiko-risiko dalam seluruh lingkup
kegiatannya, serta memastikan semua temuan dan rekomendasi dari komite audit dan audit
internal manajemen telah ditindaklanjuti.
Studi Kelayakan 47
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 54
2.8.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Berikut adalah profil komisaris dan direksi Perseroan per 31 Desember 2024:
➢ Isien Fudianto, Presiden Komisaris Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Tiongkok tahun 1947. Lulus dari
Tionghoa Hwee Koan (THHK) Sekolah Menengah Atas di Cirebon pada tahun 1965.
Sejak tahun 1970, mulai berkontribusi di Perseroan sebagai Sales Representative di anak
perusahaan Perseroan, yang kemudian menjabat sebagai manajer, direktur dan dewan
komisaris di Perseroan dan grup Perseroan. Tahun 2017 sebagai Komisaris Perseroan.
Sejak bulan Oktober 2021 menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan.
➢ Pranata Hajadi, Wakil Presiden Komisaris Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1956. Lulus dari
Monash University, Australia dengan gelar Bachelor of Economics pada tahun 1979 dan
University of Chicago, Amerika Serikat dengan gelar Master of Business Administration
pada tahun 1982. Memulai karir pada tahun 1979 sebagai auditor di Price Waterhouse &
Co di Melbourne dan Jakarta. Tahun 1983 sebagai perwakilan The First National Bank of
Chicago di Jakarta. Tahun 1986 dipindahtugaskan ke departemen corporate banking di
Singapura dan pada tahun 1988 menjadi pimpinan International Private Banking Asia di
kantor regional Hong Kong. Pada tahun 1989-1996 bergabung dengan business advisory
group sebuah perusahaan konsultan keuangan di Singapura sebagai mitra kerja.
Sejak tahun 1989, mulai berkontribusi di Perseroan sebagai penasihat. Tahun 1996
menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan dan tahun 1997 hingga bulan
Agustus 2013 menjabat sebagai Komisaris Perseroan. Pada bulan September 2013
menjadi Wakil Presiden Komisaris Perseroan dan diangkat kembali sejak tahun 2020.
➢ Rifana Erni, Komisaris Independen Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Yogyakarta tahun 1948. Memperoleh
gelar Sarjana di bidang Teknologi Kimia dari Institut Teknologi Tekstil Bandung pada
tahun 1975 dan Master of Business Administration dari University of Bridgeport, Amerika
Serikat pada tahun 1991. Memulai karir pada tahun 1972-1979 sebagai Asisten Manajer
Produksi dan Kepala Laboratorium di PT Bandung Sakura Textile Mill. Pernah menjabat
beberapa posisi di Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, yakni sebagai Direktur
Jenderal Kerjasama Industri dan Perdagangan Internasional pada tahun 2000-2002,
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri pada tahun 2002-2005 dan Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Industri pada tahun 2005-2008.
Kemudian menjabat sebagai Komisaris di PT Sandang pada tahun 1992-2002,
PT Kuniseal Indonesia pada tahun 1997-2002, PT Pupuk Sriwijaya pada tahun 2002-
2011 dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional pada tahun 2009-2016. Tahun 2005
sebagai auditor SNI/ISO 9001 untuk Balai Sertifikasi Industri dan tahun 2008 sebagai
Penasihat di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk serta Pengurus Bidang Pemerintahan
dan Peraturan di Pengurus Asosiasi Industri Aromatik, Olefin dan Plastik (INAPLAS).
Tahun 2015 sebagai Pengurus Bidang Regulatory di Federasi Industri Kimia Indonesia.
Sejak tahun 2021 menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan.
Studi Kelayakan 48
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 55
➢ Diah Maulida, Komisaris Independen Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Republik Indonesia, lahir di Singapura tahun 1953.
Lulus dari Institut Pertanian Bogor dengan gelar Insinyur Pertanian di bidang Teknologi
Pangan pada tahun 1976 dan Master of Arts in Agricultural Economics dari Stanford
University, Amerika Serikat pada tahun 1987. Pernah menjabat beberapa posisi di
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan antara lain sebagai Staf Ahli Kementerian
Bidang Teknologi, Penguatan dan Pendalaman Struktur Industri pada tahun 2001-2003,
Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional pada tahun 2003-2005 dan Direktur
Jenderal Perdagangan Luar Negeri pada tahun 2005-2010.
Tahun 2010 sebagai Deputi Menteri Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan dan tahun
2013 sebagai Deputi Menteri Bidang Koordinasi Pangan dan Sumber Daya Hayati dan
kemudian tahun 2015-2017 sebagai Staf Khusus di Kementerian Koordinator bidang
Perekonomian. Tahun 2008-2010 juga menjabat sebagai Komisaris di PT Pupuk Kaltim
dan tahun 2011-2015 di PT Pupuk Indonesia. Sejak tahun 2021 menjabat sebagai
Komisaris Independen Perseroan.
➢ R. Benny Wachjudi, Komisaris Independen Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Sumedang tahun 1954. Lulus dari
Institut Teknologi Bandung dalam bidang Teknik Fisika pada tahun 1980 dan Master of
Business Administration dari University of Bridgeport, Amerika Serikat pada tahun 1989.
Pernah menjabat di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai Direktur
Jenderal yang menangani industri berbasis agro dan kimia pada tahun 2004-2013 dan
Direktur Jendral Basis Industri Manufaktur pada 2013-2014.
Tahun 2004-2013 sebagai Komisaris Utama di PT Pupuk Iskandar Muda (Persero).
Tahun 2008-2017 menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Semen Baturaja (Persero)
Tbk. Tahun 2015-2020 sebagai Senior Advisor di PT PDSU. Tahun 2015-2016 sebagai
Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia. Tahun 2016-2017 sebagai Direktur Eksekutif
Dewan Negara Penghasil Minyak Sawit. Sejak tahun 2021 menjabat sebagai Komisaris
Independen Perseroan.
➢ Jhonny Siahaan, Komisaris Independen Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Republik Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1963. Lulus
dari Akademi Kepolisian (AKABRI) pada tahun 1988 dan Sespimti Sespim Lemdiklat
POLRI pada tahun 2011. Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari UNISMUH Palu pada
tahun 2000 dan gelar Magister Hukum dari UMI Makassar pada tahun 2002. Berkarir
sebagai Penyidik Utama TK. II Biro Wasidik di Bareskrim Polri pada tahun 2011-2013,
Karo Ops Polda Bengkulu pada tahun 2013-2015, Itwasum Polri Irbid Jemen Sarpras Itwil
III pada tahun 2015-2016 dan Kabag Renops Robinops SOP Polri pada tahun 2016-2018.
Pernah menjabat beberapa posisi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
antara lain sebagai Tenaga Ahli Menteri Bidang Gakkum pada tahun 2018-2020 dan Staf
Khusus Menteri, Bidang Media Komunikasi pada tahun 2020-2021. Sejak Januari 2024
menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan.
➢ Indrawan Masrin, Presiden Direktur Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Shanghai tahun 1946. Lulus dari
Bradley University, Amerika Serikat dengan gelar Master of Science dalam bidang studi
Matematika pada tahun 1973. Memulai karir di Perseroan pada tahun 1975 sebagai
Studi Kelayakan 49
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 56
Manajer Pemasaran, tahun 1985 sebagai Direktur, tahun 1992 sebagai Wakil Presiden
Direktur dan sejak tahun 1996 sebagai Presiden Direktur Perseroan, yang kemudian
ditunjuk kembali pada tahun 2020. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai anggota Dewan
Komisaris di sejumlah perusahaan dalam Grup Perseroan dan PT Unggul Indah Cahaya
Tbk.
➢ Jimmy Masrin, Wakil Presiden Direktur Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1963. Lulus dari
University of Oklahoma, Amerika Serikat dengan gelar Bachelor of Arts pada tahun 1985
dan The American Graduate School of International Management (Thunderbird), Amerika
Serikat dengan gelar Master of International Management pada tahun 1987. Memulai
karir sebagai Manajer Pemasaran di Dauphin Technology, Illinois. Tahun 1989 bergabung
dengan Perseroan sebagai Wakil Presiden Direktur pada entitas anak Perseroan, tahun
1990 sebagai Direktur Perseroan, tahun 1996-2007 sebagai Direktur Pengelola dan sejak
tahun 2007 sebagai Wakil Presiden Direktur, yang kemudian ditunjuk kembali pada tahun
2020. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Dewan Komisaris dan Direksi di sejumlah
perusahaan dalam Grup Perseroan dan sebagai Direksi di PT Unggul Indah Cahaya Tbk.
➢ Joshua Chandraputra Asali, Direktur Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Malang tahun 1954. Memperoleh
gelar Bachelor in Chemical Engineering dari University of Minnesota, Amerika Serikat
pada tahun 1977 dan Doctor of Philosophy di bidang Teknik Kimia dari University of
Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1983. Memulai karir dengan bergabung di Perseroan
pada tahun 1984 sebagai Sales Executive, tahun 1987-1992 sebagai Manajer Penjualan,
tahun 1992-1996 sebagai Manajer Pemasaran, tahun 1996-2007 sebagai Direktur
Pemasaran, tahun 2007 sebagai Direktur Pengelola dan Direktur Pengembangan Usaha
& Manufaktur, tahun 2012 sebagai Direktur Pengembangan Usaha Perseroan. Sejak
tahun 2019 menjabat sebagai Direktur Pengelola Perseroan. Saat ini, beliau juga
menjabat sebagai Dewan Komisaris dan Direksi di sejumlah perusahaan dalam Grup
Perseroan.
➢ Soewandhi Soekamto, Direktur Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Surabaya tahun 1966. Memperoleh
gelar Bachelor in Chemical Engineering dari Oregon State University, Amerika Serikat
pada tahun 1990. Memulai karir dengan bergabung di Perseroan pada tahun 1991
sebagai Sales Executive, tahun 1996-2000 sebagai Manajer Penjualan, tahun 2000-2003
sebagai Manajer Pemasaran dan tahun 2003-2006 sebagai Pimpinan Unit Usaha. Sejak
tahun 2007 menjabat sebagai Direktur Komersial Perseroan, yang ditunjuk kembali pada
tahun 2020. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Dewan Komisaris dan Direksi di
sejumlah perusahaan dalam Grup Perseroan.
➢ Danny Suryadi Adenan, Direktur Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1967. Memperoleh
gelar Bachelor in Industril Engineering dari Oregon State University, Amerika Serikat
pada tahun 1991. Memulai karir dengan bergabung di Perseroan sebagai Sales
Executive pada tahun 1995, tahun 1998-2001 sebagai Manajer Penjualan, tahun 2002-
2006 sebagai Manajer Penjualan dan Pemasaran, tahun 2007 sebagai Kepala Unit
Usaha Strategis, tahun 2012 sebagai Direktur Manufaktur, Pendukung & Jasa, tahun
2019 sebagai Direktur Manufacturing – Subsidiaries dan Direktur Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan 50
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 57
Perseroan, yang ditunjuk kembali pada tahun 2020. Saat ini, beliau juga menjabat
sebagai Dewan Komisaris dan Direksi di sejumlah perusahaan dalam Grup Perseroan.
➢ Elly Mariana Tansil M, Direktur Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta tahun 1981. Memperoleh
gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Kristen Krida Wacana pada tahun 2004 dan
gelar Chartered Financial Analyst pada tahun 2019. Memulai karir di KPMG Indonesia
yang kemudian bergabung dengan Perseroan pada tahun 2012 sebagai Manajer
Financial Planning and Analysis, tahun 2014 sebagai Head of Corporate Finance. Sejak
bulan Oktober 2021 diangkat menjadi Direktur Keuangan Perseroan. Saat ini, beliau juga
menjabat sebagai Direksi di sejumlah perusahaan dalam Grup Perseroan.
➢ Hendrik Gunawan, Direktur Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Surabaya tahun 1978. Memperoleh
gelar Sarjana Teknik Kimia dari Universitas Surabaya pada tahun 2001 dan gelar
Magister Manajemen Pemasaran dari Universitas Airlangga pada tahun 2006. Memulai
karir dengan bergabung di Perseroan sebagai Sales Executive pada tahun 2001, tahun
2010-2012 sebagai Direktur Proyek untuk pendirian PT Lautan Natural Krimerindo dan
sebagai Direktur di PT Lautan Natural Krimerindo mulai 2012 hingga saat ini. Sejak bulan
Mei 2024, beliau menjabat sebagai Direksi di Perseroan.
➢ Subakti Setiawan, Direktur Perseroan
Beliau merupakan Warga Negara Indonesia, lahir di Malang tahun 1974. Memperoleh
gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada tahun 1997.
Memulai karir dengan bergabung di Perseroan sebagai Sales Executive pada tahun
1997, tahun 2000 sebagai Field Sales Manager, tahun 2001 sebagai Sales Manager
tahun 2003 sebagai Executive Manager, tahun 2015-2017 sebagai Presiden Direktur PT
Lautan Sweetener Indonesia dan sebagai Managing Director di PT Cipta Mapan Logistik
mulai 2017 hingga saat ini. Sejak bulan Mei 2024 beliau menjabat sebagai Direktur
Perseroan.
Berdasarkan uraian di atas, saat ini Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup
memadai untuk mendukung kegiatan usaha barunya di bidang perdagangan besar hasil
perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta
aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Perseroan telah memperhatikan dan
mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian
konsentrasi manajerial di bidang utama seperti finansial, operasional dan pemasaran.
2.8.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan saat ini sebagai perusahaan publik, yang
memiliki 6 orang komisaris dan 8 orang direktur dalam susunan manajemennya:
Studi Kelayakan 51
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 58
Sumber: Annual Report 2024
Berdasarkan uraian di atas, Perseroan sudah memiliki struktur organisasi dan manajemen
yang cukup memadai dalam menjalankan kegiatan usaha Perseroan yang telah ada maupun
terkait penambahan kegiatan usaha baru untuk mendukung keberlangsungan usaha
Perseroan.
Studi Kelayakan 52
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 59
3. ANALISA KELAYAKAN KEUANGAN MANAJEMEN
Analisa kelayakan keuangan manajemen telah disusun dengan mengacu pada ketentuan
Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 mengenai “Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” yang ditetapkan pada tanggal 09 Agustus 2020.
Analisa kelayakan keuangan manajemen Perseroan didasarkan pada proyeksi keuangan
sesuai Rencana Transaksi Perseroan melalui penambahan KBLI, dimana Perseroan
menambah kegiatan usaha di bidang perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar
bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta aktivitas konsultasi manajemen
lainnya.
3.1 BIAYA PENDIRIAN (START UP COSTS)
Nilai investasi awal atas Rencana Transaksi melalui penambahan KBLI adalah sebesar
Rp 50.000.000 yang diasumsikan akan diperoleh dari kas internal Perseroan dan digunakan
untuk biaya pengurusan perizinan KBLI berupa sertifikasi kelayakan dan keanggotaan
asosiasi di bidang perdagangan besar hasil perikanan.
3.2 MODAL KERJA
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan menggunakan dana dari kas
internal Perseroan guna menunjang kegiatan operasional atas kegiatan usaha baru Perseroan
di masa mendatang.
3.3 SUMBER PEMBIAYAAN
Pembiayaan atas penambahan kegiatan usaha Perseroan akan bersumber dari kas internal
Perseroan.
3.4 BIAYA OPERASIONAL
Dalam menjalankan kegiatan usaha baru Perseroan dalam bidang perdagangan besar hasil
perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta
aktivitas konsultasi manajemen lainnya, diasumsikan biaya operasional Perseroan hanya
berupa beban gaji dan tunjangan.
3.5 BIAYA BAHAN BAKU MENTAH
Perseroan tidak memiliki biaya bahan baku mentah atas kegiatan usaha barunya dikarenakan
kegiatan usaha baru Perseroan akan berfokus pada bidang perdagangan besar hasil
perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan serta
aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
3.6 PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN
3.6.1 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk meningkatkan kinerja Perseroan di masa mendatang, Perseroan melihat adanya
peluang untuk dapat bertumbuh dan juga untuk perolehan pendapatan Perseroan melalui
kegiatan usaha lainnya dalam rangka meningkatkan nilai tambah Perseroan. Pelaksanaan
Studi Kelayakan 53
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 60
penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam bidang perdagangan besar hasil perikanan
akan dimulai kuartal I tahun 2026, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk
manusia dan hewan akan dimulai pada kuartal IV tahun 2025 serta aktivitas konsultasi
manajemen lainnya akan dimulai pada kuartal III tahun 2025.
Melalui penambahan KBLI baru, Perseroan akan memperluas segmen distribusi yang telah
dijalankan oleh Perseroan selama ini dalam pendistribusian bahan kimia dasar dan khusus,
pelumas dan kemasan kertas dengan juga melakukan perdagangan atas hasil perikanan
berupa produk karagenan yang terdiri dari satiagel dan satiagum serta perdagangan besar
bahan baku obat tradisional untuk manusia dan hewan berupa ekstrak herbal yang nantinya
Perseroan akan mendapatkan tambahan pendapatan atas penjualan produk-produk tersebut.
Selain itu, Perseroan juga berencana memperluas segmen usaha pendukung dan jasa melalui
penambahan KBLI aktivitas konsultasi manajemen lainnya, dengan menyediakan layanan
konsultasi manajerial yang berfokus pada strategi optimalisasi logistik untuk melengkapi
layanan jasa logistik yang telah dijalankan Perseroan selama ini.
Dengan memanfaatkan peluang melalui penambahan kegiatan usaha baru, diharapkan dapat
meningkatkan keuntungan serta nilai tambah bagi Perseroan. Melihat adanya peluang industri
tersebut di Indonesia yang semakin berkembang, Perseroan diharapkan dapat memberikan
kontribusi terhadap kemajuan industri di Indonesia serta menjadi perusahaan yang mampu
bersaing secara sehat dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggannya.
Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan Perseroan
menjadi perusahaan yang baik dan memiliki potensi pengembangan usaha di masa
mendatang.
3.6.2 Asumsi Proyeksi Keuangan
Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada kondisi pasar dan
perekonomian, peraturan perpajakan serta manajemen dan kebijakan akuntansi. Kami telah
menggunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen, dan telah melakukan
penyesuaian terhadap proyeksi keuangan Perseroan, untuk menggambarkan kondisi kinerja
dan operasi yang lebih wajar pada saat penilaian, namun terbatas pada kinerja manajemen
Perseroan dalam pencapaian proyeksi yang mungkin terjadi ataupun tidak terjadi. Secara garis
besar, tidak terdapat penyesuaian yang signifikan terhadap target kinerja Perseroan.
Asumsi-asumsi penting dalam penyusunan proyeksi keuangan KBLI baru Perseroan dapat
diuraikan sebagai berikut:
Keterangan 2025P-2029P
Rata-rata hari penagihan piutang usaha
Perdagangan Besar Hasil Perikanan & Bahan Baku Obat Tradisional 30
Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 45
Rata-rata hari persediaan
Perdagangan Besar Hasil Perikanan 60
Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional 45
Rata-rata hari pembayaran utang usaha
Perdagangan Besar Hasil Perikanan 45
Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional 30
Jumlah hari dalam setahun 360
Tingkat pajak penghasilan 22%
Studi Kelayakan 54
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 61
Periode eksplisit proyeksi keuangan diasumsikan dari tahun 2025 sampai dengan akhir tahun
2029. Kami juga telah mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan usaha Objek Penilaian
sesuai dengan tingkat pendapatan ekonomis yang dihasilkan oleh Objek Penilaian dan
kepentingan usaha Objek Penilaian.
Pendapatan
Pendapatan Perseroan atas penambahan kegiatan usaha diasumsikan akan diperoleh dari
perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat tradisional untuk
manusia dan hewan serta jasa aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Asumsi dan proyeksi
pendapatan KBLI baru Perseroan selama periode proyeksi adalah sebagai berikut:
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
ASUMSI
Volume Penjualan Produk (kg)
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan - 500.000 600.000 612.000 624.240
% kenaikan volume penjualan carrageenan (satiagel & satiagum) per tahun 2,00% 2,00%
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan 100 500 1.000 1.040 1.082
% kenaikan volume penjualan produk herbal extract per tahun 4,00% 4,00%
Volume Jasa Pergudangan dan Pengiriman Barang (kg)
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 70.000.000 140.000.000 144.200.000 148.526.000 152.981.780
% kenaikan volume jasa per tahun 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Jasa/ Harga Jual Produk rata-rata (Rp/kg)
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan - 1.296 1.335 1.375 1.416
% kenaikan harga jual rata-rata per tahun 3,00% 3,00% 3,00%
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan 320.000 329.600 339.488 349.673 360.163
% kenaikan harga jual rata-rata per tahun 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 269 277 285 294 303
% kenaikan tarif jasa rata-rata per tahun 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
PROYEKSI (dalam Rupiah)
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan - 648.000.000 800.928.000 841.454.957 884.032.578
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan 32.000.000 164.800.000 339.488.000 363.659.546 389.552.105
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 18.830.000.000 38.789.800.000 41.152.098.820 43.658.261.638 46.317.049.772
Total Pendapatan 18.862.000.000 39.602.600.000 42.292.514.820 44.863.376.141 47.590.634.455
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan atas penambahan kegiatan usaha diasumsikan akan
terdiri dari biaya perdagangan besar hasil perikanan, perdagangan besar bahan baku obat
tradisional untuk manusia dan hewan serta jasa aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Berikut adalah asumsi dan proyeksi beban pokok pendapatan KBLI baru Perseroan selama
periode proyeksi:
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
ASUMSI
Biaya Pembelian Barang Dagangan/ Jasa Diberikan (Rp/kg)
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan - 785 808 833 857
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan 272.000 280.160 288.565 297.222 306.138
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 179 184 190 196 201
% kenaikan biaya pembelian barang dagangan dan jasa per tahun 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
PROYEKSI (dalam Rupiah)
Pembelian barang dagangan 27.200.000 532.444.000 773.526.704 818.611.590 866.401.015
Biaya jasa 12.530.000.000 25.811.800.000 27.383.738.620 29.051.408.302 30.820.639.068
Total Beban Pokok Pendapatan 12.557.200.000 26.344.244.000 28.157.265.324 29.870.019.892 31.687.040.083
Studi Kelayakan 55
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 62
Beban Usaha
Beban usaha Perseroan atas penambahan kegiatan usaha diasumsikan hanya akan berupa
beban gaji dan tunjangan. Beban gaji dan tunjangan KBLI baru diasumsikan mengalami
kenaikan sebesar 7% selama periode proyeksi.
3.6.3 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Posisi Keuangan
(dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 261.395 276.624 302.578 352.979 421.053
Investasi jangka pendek 2.487 2.487 2.487 2.487 2.487
Piutang usaha - pihak ketiga 1.201.471 1.370.517 1.567.332 1.802.023 2.096.121
Piutang usaha - pihak- pihak berelasi 3.119 3.119 3.119 3.119 3.119
Piutang lain-lain - pihak ketiga 70.259 70.259 70.259 70.259 70.259
Persediaan 1.160.438 1.319.666 1.502.080 1.730.174 2.012.871
Uang muka 26.889 26.889 26.889 26.889 26.889
Pajak dibayar dimuka 79.171 79.171 79.171 79.171 79.171
Biaya dibayar dimuka 18.017 18.017 18.017 18.017 18.017
Kontrak berjangka 6.523 6.523 6.523 6.523 6.523
Total Aset Lancar 2.829.769 3.173.272 3.578.455 4.091.641 4.736.509
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak - pihak berelasi 27.079 27.079 27.079 27.079 27.079
Aset pajak tangguhan 45.747 45.747 45.747 45.747 45.747
Investasi pada entitas asosiasi 773.157 773.157 773.157 773.157 773.157
Investasi pada instrumen ekuitas 192.818 192.818 192.818 192.818 192.818
Aset tetap 2.187.049 2.654.394 3.309.694 3.617.767 3.583.292
Aset hak guna 20.840 1.720 - - -
Properti investasi 355.783 355.374 354.965 354.556 354.147
Estimasi tagihan restitusi pajak 170.861 170.861 170.861 170.861 170.861
Aset tak berwujud 3.698 - - - -
Goodwill 1.808 1.808 1.808 1.808 1.808
Aset tidak lancar lain-lain 49.889 49.889 49.889 49.889 49.889
Total Aset Tidak Lancar 3.828.729 4.272.847 4.926.018 5.233.682 5.198.798
Total Aset 6.658.498 7.446.119 8.504.473 9.325.323 9.935.308
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 940.039 1.440.039 2.240.039 2.390.039 2.090.039
Utang usaha - pihak ketiga 1.383.084 1.570.529 1.787.841 2.062.832 2.403.260
Utang usaha - pihak- pihak berelasi 19.098 19.098 19.098 19.098 19.098
Utang lain-lain - pihak ketiga 113.118 113.118 113.118 113.118 113.118
Liabilitas kontrak 40.590 40.590 40.590 40.590 40.590
Beban akrual 114.370 114.370 114.370 114.370 114.370
Utang pajak 11.164 11.164 11.164 11.164 11.164
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 11.641 11.641 11.641 11.641 11.641
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang obligasi 133.413 283.913 - - -
Liabilitas sewa 14.424 4.649 3.143 1.330 -
Utang bank 8.421 8.421 8.421 8.421 4.886
Utang pembiayaan konsumen 9.858 4.409 3.640 3.640 -
Kontrak berjangka 1.048 1.048 1.048 1.048 1.048
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.800.267 3.622.988 4.354.113 4.777.291 4.809.214
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 169.993 169.993 169.993 169.993 169.993
Utang pihak- pihak berelasi 332 332 332 332 332
Liabilitas pajak tangguhan 36.140 36.140 36.140 36.140 36.140
Utang jangka panjang- setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang obligasi 283.913 - - - -
Liabilitas sewa 9.122 4.473 1.330 - -
Utang bank 30.148 21.727 13.307 4.886 -
Utang pembiayaan konsumen 11.690 7.281 3.640 - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 541.337 239.946 224.742 211.351 206.465
Total Liabilitas 3.341.604 3.862.935 4.578.856 4.988.642 5.015.679
Ekuitas
Modal saham 195.000 195.000 195.000 195.000 195.000
Tambahan modal disetor - neto (3.960) (3.960) (3.960) (3.960) (3.960)
Modal saham yang diperoleh kembali (94.327) (94.327) (94.327) (94.327) (94.327)
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali 5.837 5.837 5.837 5.837 5.837
Saldo laba 2.316.858 2.573.984 2.904.324 3.300.542 3.862.675
Penghasilan komprehensif lain 631.669 631.669 631.669 631.669 631.669
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 3.051.077 3.308.203 3.638.543 4.034.761 4.596.894
Kepentingan nonpengendali 265.817 274.982 287.075 301.920 322.734
Total Ekuitas 3.316.894 3.583.185 3.925.617 4.336.681 4.919.629
Total Liabilitas dan Ekuitas 6.658.498 7.446.119 8.504.473 9.325.323 9.935.308
Studi Kelayakan 56
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 63
Laba Rugi
(dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Pendapatan 8.652.487 9.871.928 11.289.360 12.979.416 15.097.209
Beban Pokok Pendapatan (7.165.528) (8.170.847) (9.326.902) (10.750.253) (12.473.091)
Laba Kotor 1.486.959 1.701.081 1.962.458 2.229.163 2.624.118
Beban Usaha (1.056.612) (1.139.529) (1.239.774) (1.357.917) (1.478.236)
Laba Usaha 430.347 561.552 722.684 871.246 1.145.882
Pendapatan (Beban) Lain-lain (107.164) (129.706) (152.819) (171.711) (165.042)
Laba Sebelum Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan 323.183 431.846 569.865 699.534 980.840
Beban Pajak Penghasilan (71.100) (95.006) (125.370) (153.898) (215.785)
Laba Tahun Berjalan 252.083 336.840 444.495 545.637 765.055
Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 245.224 327.676 432.401 530.792 744.240
Kepentingan non pengendali 6.858 9.164 12.093 14.845 20.815
Jumlah 252.083 336.840 444.495 545.637 765.055
Depresiasi dan Amortisasi 262.144 305.881 379.392 449.316 482.156
EBITDA 692.491 867.433 1.102.076 1.320.561 1.628.038
Arus Kas
(dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 8.534.066 9.702.882 11.092.545 12.744.725 14.803.112
Pembayaran utang usaha (6.972.180) (7.915.625) (9.005.039) (10.363.273) (12.050.399)
Pembayaran beban usaha (984.829) (1.060.652) (1.147.347) (1.248.684) (1.361.042)
Pembayaran pajak (71.100) (95.006) (125.370) (153.898) (215.785)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi 505.956 631.598 814.789 978.869 1.175.886
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Penambahan aset tetap (612.559) (749.999) (1.032.564) (756.980) (447.272)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi (612.559) (749.999) (1.032.564) (756.980) (447.272)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) utang bank jangka pendek - pokok 400.000 500.000 800.000 150.000 (300.000)
Pembayaran utang bank jangka pendek - bunga (54.175) (87.138) (134.750) (169.544) (164.050)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen - pokok (9.998) (9.858) (4.409) (3.640) (3.640)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen - bunga (2.057) (1.288) (735) (423) (141)
Pembayaran utang obligasi - pokok (103.613) (133.413) (283.913) - -
Pembayaran utang obligasi - bunga (44.587) (37.047) (14.572) - -
Pembayaran utang bank jangka panjang - pokok (3.472) (8.421) (8.421) (8.421) (8.421)
Pembayaran utang bank jangka panjang - bunga (3.487) (2.926) (2.217) (1.512) (798)
Pembayaran liabilitas sewa - pokok (24.343) (14.424) (4.649) (3.143) (1.330)
Pembayaran liabilitas sewa - bunga (2.857) (1.307) (544) (232) (53)
Pembayaran dividen kas (65.912) (70.549) (102.062) (134.573) (182.107)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan 85.498 133.630 243.728 (171.489) (660.540)
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas (21.106) 15.229 25.954 50.401 68.074
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 282.501 261.395 276.624 302.578 352.979
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 261.395 276.624 302.578 352.979 421.053
Studi Kelayakan 57
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 64
3.6.4 Analisa Inkremental dan Profitabilitas
Analisa profitabilitas dan inkremental atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan untuk
melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang positif bagi Perseroan dengan
membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis) sebelum
dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi selama
periode proyeksi tahun 2025-2029:
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025P
Keterangan 2026P 2027P 2028P 2029P
Aset 6.653.639 7.431.065 8.478.604 9.288.002 9.885.840
Liabilitas 3.341.602 3.862.865 4.578.767 4.988.552 5.015.584
Ekuitas 3.312.037 3.568.200 3.899.837 4.299.450 4.870.256
Pendapatan 8.633.625 9.832.325 11.247.067 12.934.553 15.049.618
Laba Usaha 424.120 548.568 708.842 856.566 1.130.315
Laba Tahun Berjalan 247.226 326.712 433.698 534.187 752.912
Depresiasi dan amortisasi 262.144 305.881 379.392 449.316 482.156
EBITDA 686.264 854.449 1.088.234 1.305.882 1.612.470
Marjin Laba Usaha 4,91% 5,58% 6,30% 6,62% 7,51%
Marjin Laba Tahun Berjalan 2,86% 3,32% 3,86% 4,13% 5,00%
Marjin EBITDA 7,95% 8,69% 9,68% 10,10% 10,71%
Sedangkan kinerja konsolidasian Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi selama
periode proyeksi tahun 2025-2029 adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Aset 6.658.498 7.446.119 8.504.473 9.325.323 9.935.308
Liabilitas 3.341.604 3.862.935 4.578.856 4.988.642 5.015.679
Ekuitas 3.316.894 3.583.185 3.925.617 4.336.681 4.919.629
Pendapatan 8.652.487 9.871.928 11.289.360 12.979.416 15.097.209
Laba Usaha 430.347 561.552 722.684 871.246 1.145.882
Laba Tahun Berjalan 252.083 336.840 444.495 545.637 765.055
Depresiasi dan amortisasi 262.144 305.881 379.392 449.316 482.156
EBITDA 692.491 867.433 1.102.076 1.320.561 1.628.038
Marjin Laba Usaha 4,97% 5,69% 6,40% 6,71% 7,59%
Marjin Laba Tahun Berjalan 2,91% 3,41% 3,94% 4,20% 5,07%
Marjin EBITDA 8,00% 8,79% 9,76% 10,17% 10,78%
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sebesar 10,40% atau mencapai Rp 9.885.840 juta pada tahun 2029 dibandingkan
dengan total aset Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 6.653.639 juta. Dengan
terjadinya Rencana Transaksi, total aset Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sebesar 10,52% atau mencapai Rp 9.935.308 juta pada tahun 2029 dibandingkan dengan total
aset Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 6.658.498 juta. Pertumbuhan tersebut
dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki prospek yang baik.
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sebesar 10,12% atau mencapai Rp 4.870.256 juta pada tahun 2029 dibandingkan
dengan total ekuitas Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 3.312.037 juta. Dengan
terjadinya Rencana Transaksi, total ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sebesar 10,36% atau mencapai Rp 4.919.629 juta pada tahun 2029, dibandingkan dengan
total ekuitas Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 3.316.894 juta.
Studi Kelayakan 58
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 65
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sebesar 14,90% atau mencapai Rp 15.049.618 juta pada tahun 2029 dibandingkan
dengan pendapatan Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 8.633.625 juta. Dengan
terjadinya Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sebesar 14,93% atau mencapai Rp 15.097.209 juta pada tahun 2029, dibandingkan dengan
pendapatan Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 8.652.487 juta.
Tanpa terjadinya Rencana Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sebesar 23,81% atau mencapai Rp 1.612.470 juta pada tahun 2029 dibandingkan
dengan total EBITDA Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 686.264 juta. Dengan
terjadinya Rencana Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sebesar 23,83% atau mencapai Rp 1.628.038 juta pada tahun 2029, dibandingkan dengan
EBITDA Perseroan pada tahun 2025 yang sebesar Rp 692.491 juta.
Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki
prospek yang baik. Berdasarkan analisis nilai tambah yang dilakukan dengan membandingkan
antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya
Rencana Transaksi dengan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi terlihat bahwa
Rencana Transaksi yang akan dilakukan Perseroan memiliki prospek dan tingkat profitabilitas
yang baik.
3.7 ANALISIS TITIK IMPAS (BREAK EVEN ANALYSIS)
Titik impas (Break Even Point/ BEP) adalah sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan
pendapatan adalah seimbang, sehingga tidak terdapat keuntungan atau kerugian, dengan
formula sebagai berikut:
BEP = FC / CM
CM = 1 – (VC/ Revenue)
Dimana :
FC = Fixed Cost/ Biaya Tetap
CM = Contribution Margin/ marjin kontribusi, yaitu selisih antara pendapatan
dengan biaya variabel
VC = Variable Cost/ Biaya Variabel
Dengan menggunakan formula di atas, maka diperoleh analisis titik impas KBLI baru
Perseroan selama periode proyeksi:
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 18.862.000.000 39.602.600.000 42.292.514.820 44.863.376.141 47.590.634.455
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan - 648.000.000 800.928.000 841.454.957 884.032.578
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk 32.000.000
Manusia dan Hewan
164.800.000 339.488.000 363.659.546 389.552.105
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 18.830.000.000 38.789.800.000 41.152.098.820 43.658.261.638 46.317.049.772
Biaya Variabel (VC) (12.557.200.000) (26.344.244.000) (28.157.265.324) (29.870.019.892) (31.687.040.083)
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan - 392.364.000 484.961.904 509.500.976 535.281.726
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk 27.200.000
Manusia dan Hewan
140.080.000 288.564.800 309.110.614 331.119.289
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 12.530.000.000 25.811.800.000 27.383.738.620 29.051.408.302 30.820.639.068
Marjin Kontribusi (CM) 6.304.800.000 13.258.356.000 14.135.249.496 14.993.356.248 15.903.594.372
Marjin Kontribusi terhadap Pendapatan 33,43% 33,48% 33,42% 33,42% 33,42%
Biaya Tetap (FC) 78.000.000 274.430.000 293.640.100 314.194.907 336.188.550
Gaji dan tunjangan 78.000.000 274.430.000 293.640.100 314.194.907 336.188.550
Titik Impas Pendapatan (BEP) 233.351.732 819.720.146 878.568.028 940.139.356 1.006.025.810
% Titik Impas Pendapatan (BEP) 1,24% 2,07% 2,08% 2,10% 2,11%
Studi Kelayakan 59
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 66
Berdasarkan tabel diatas, BEP rata-rata tercapai pada tingkat penjualan sebesar 1,24% -
2,11% selama periode proyeksi.
3.8 ANALISIS PROFITABILITAS (OVERALL PROFITABILITY)
Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang
dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang
dibutuhkan untuk proyek tersebut. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi tersebut dapat
disimpulkan layak untuk dilaksanakan dan sebaliknya, dengan formula sebagai berikut:
PI = PV of future cash flows
Initial investment
Dimana :
PV of future cash flows = Nilai Kini dari Arus Kas Bersih
Initial Investment = Investasi Awal
Berikut adalah perhitungan PI atas investasi KBLI baru:
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Arus Kas dari Operasi
Pendapatan 16.505.583.333 37.042.558.333 41.969.926.134 44.544.714.246 47.252.580.090
Beban pokok pendapatan (diluar penyusutan) (12.558.050.000) (26.356.229.083) (28.173.184.680) (29.874.649.019) (31.688.990.202)
Beban usaha (diluar penyusutan) (78.000.000) (274.430.000) (293.640.100) (314.194.907) (336.188.550)
Pajak penghasilan (1.369.896.000) (2.856.463.720) (3.045.154.067) (3.229.415.495) (3.424.829.281)
Arus Kas Bersih 2.499.637.333 7.555.435.530 10.457.947.287 11.126.454.825 11.802.572.056
Faktor Diskonto 0,893 0,797 0,711 0,635 0,567
Nilai kini dari Arus Kas Bersih 2.231.398.710 6.020.878.379 7.439.555.263 7.065.737.681 6.690.792.121
Total Nilai Kini dari Arus Kas Bersih 29.448.362.154
Investasi Awal 50.000.000
Profitability Index (PI) 588,97
Nilai investasi awal sebesar Rp 50.000.000 merupakan nilai yang akan dikeluarkan untuk
penambahan KBLI. Berdasarkan perhitungan di atas, PI atas penambahan KBLI Perseroan
adalah sebesar 588,97 (lebih dari 1), sehingga investasi layak dilaksanakan.
3.9 TINGKAT IMBAL BALIK INVESTASI (OVERALL RETURN ON INVESTMENT)
Return on Investment (ROI) digunakan untuk mengukur kemampuan modal yang
diinvestasikan dalam keseluruhan aset untuk menghasilkan keuntungan bersih. Jika ROI lebih
besar dari 0, maka investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan dan
sebaliknya, dengan formula sebagai berikut:
ROI (%) = Net Profit x 100
Cost of Investment
Dimana :
Net Profit = Laba Neto
Cost of Investment = Biaya Investasi
Studi Kelayakan 60
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 67
Berikut adalah tingkat ROI atas penambahan KBLI yang diperoleh dari perbandingan antara
laba bersih dengan biaya investasi selama periode proyeksi:
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Laba Bersih 4.817.904.000 10.127.462.280 10.796.455.329 11.449.745.846 12.142.576.541
Investasi Awal 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000
Return on Investment (ROI) 9635,81% 20254,92% 21592,91% 22899,49% 24285,15%
Berdasarkan tabel di atas, rata-rata ROI selama periode proyeksi adalah sebesar 19733,66%,
sehingga investasi layak dilaksanakan.
3.10 PENENTUAN TINGKAT DISKONTO
Dalam menghitung tingkat diskonto (discount factor) untuk AKB digunakan tingkat diskonto
berdasarkan Biaya Modal untuk Ekuitas. Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan
mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa
biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis
dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) - CDS
Ke = Rf + ß . Rp - CDS
Dimana :
Rf = tingkat pengembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = selisih antara Rm dengan Rf
CDS = country default spread
ß = sensitivitas antara tingkat pengembalian investasi dengan pasar
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk penilaian ini, instrumen bebas risiko yang
digunakan adalah tingkat yield Surat Utang Negara (SUN) yang jatuh tempo hingga 30 tahun,
yaitu sebesar 7,11% per tanggal 30 Desember 2024 (sumber: http://www.ibpa.co.id).
Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas di pasar negara berkembang (emerging
market).
Untuk memperoleh gambaran mengenai ERP, digunakan pendekatan sebagai berikut :
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aswath Damodaran mengenai “Country Default Spreads
and Risk Premiums” yang diterbitkan pada bulan Januari 2025 menyatakan bahwa pasar pada
negara dengan emerging market umumnya 1,35 kali lebih volatil dibandingkan dengan
Amerika Serikat. Dengan menerapkan rasio volatilitas pasar Indonesia ke pasar Amerika
Serikat dengan cara mengalikannya, maka diperoleh tingkat premi risiko untuk pasar Indonesia
Studi Kelayakan 61
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 68
adalah sebesar 6,87%.
CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang dikeluarkan
pemerintah yang dalam penilaian ini diaplikasikan 1,89% berdasarkan rating Indonesia Baa2
oleh lembaga independen Moody’s (sumber: www.moodys.com).
ß (Beta), adalah pengukur tingkat sensitivitas pengembalian investasi terhadap pengembalian
pasar saham secara keseluruhan. Beta Perseroan akan dihitung dengan mengacu kepada
(unlevered) beta Damodaran dari yaitu untuk perdagangan karagenan dari retail (distributors)
sebesar 0,41; untuk perdagangan ekstrak herbal dari industri drugs (pharmaceutical) sebesar
0,93 serta untuk jasa konsultasi manajemen dari industri transportation sebesar 0,66 yang
kemudian disesuaikan (relevered) dengan struktur kapital atau tingkat leverage pasar untuk
memperoleh beta yang sesuai, dengan formula sebagai berikut:
ßL = ßU x [ 1 + (1 – t) x DER]
Dimana :
ßL = beta levered, yaitu beta yang mengacu pada portfolio pasar dengan
pengaruh hutang
ßU = beta unlevered, yaitu beta yang mengacu pada portfolio pasar tanpa
pengaruh hutang
t = tingkat pajak
DER = rasio hutang terhadap ekuitas
Dengan menggunakan formula di atas, maka beta unlevered akan dijadikan levered dengan
menggunakan struktur hutang terhadap ekuitas pada industri retail (distributors) yaitu 53:47,
industri drugs (pharmaceutical) yaitu 9:91 dan transportation yaitu 39:61 sesuai struktur kapital
industri/pasar sehingga diperoleh beta untuk masing-masing industri sebesar 0,76; 1,01 dan
0,99.
Perhitungan Cost of Equity
Retail Drugs
Keterangan Transportation
(Distributors) (Pharmaceutical)
Rf 7,11% 7,11% 7,11%
Rm-Rf 6,87% 6,87% 6,87%
ß 0,76 1,01 0,99
CDS 1,89% 1,89% 1,89%
Total 10,47% 12,17% 12,05%
Sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh biaya modal untuk ekuitas Perseroan untuk
industri retail (distributors), drugs (pharmaceutical) dan transportation masing-masing sebesar
10,47%, 12,17% dan 12,05%, sehingga dengan menerapkan rata-rata tertimbang maka
diperoleh cost of equity sebesar 12,02% selama periode proyeksi.
Studi Kelayakan 62
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 69
3.11 KELAYAKAN INVESTASI
Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Transaksi digunakan 2 (dua) indikator
yaitu Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR), yang didasarkan pada nilai
kini arus kas bersih. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi
dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
investasi. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut dapat diterima sedangkan jika nilai
NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan. Nilai IRR mencerminkan
besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh selisih kas masuk
akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi.
Analisa kelayakan keuangan manajemen Perseroan didasarkan pada proyeksi keuangan
sesuai Rencana Transaksi berupa penambahan KBLI. Kelayakan investasi Perseroan dihitung
dengan menggunakan dua indikator yaitu Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of
Return (IRR), dengan ringkasan sebagai berikut:
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
0 1 2 3 4 5
Investasi awal (50.000.000) - - - - -
Arus Kas dari Operasi
Pendapatan - 16.505.583.333 37.042.558.333 41.969.926.134 44.544.714.246 47.252.580.090
Beban pokok pendapatan - (12.558.050.000) (26.356.229.083) (28.173.184.680) (29.874.649.019) (31.688.990.202)
Beban usaha - (78.000.000) (274.430.000) (293.640.100) (314.194.907) (336.188.550)
Pajak penghasilan - (1.369.896.000) (2.856.463.720) (3.045.154.067) (3.229.415.495) (3.424.829.281)
Arus Kas Bersih (50.000.000) 2.499.637.333 7.555.435.530 10.457.947.287 11.126.454.825 11.802.572.056
Faktor Diskonto 1,000 0,893 0,797 0,711 0,635 0,567
Nilai kini dari Arus Kas Bersih (50.000.000) 2.231.398.710 6.020.878.379 7.439.555.263 7.065.737.681 6.690.792.121
NPV (Rp) 29.398.362.154 s/d 2029
IRR 4624,48% s/d 2029
Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif dan IRR lebih tinggi daripada tingkat
diskontonya, dengan demikian investasi tersebut layak untuk dilaksanakan.
3.12 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait
dalam rangka menentukan kelayakan usaha, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah layak.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
disusun dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak
ada penambahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dan hubungan
manajemen Perseroan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, yang meliputi kondisi pasar
dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan Pemerintah Indonesia dan
penambahan organisasi dan/atau manajemen Perseroan setelah tanggal laporan ini
dikeluarkan. Studi Kelayakan atas Rencana Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah
tanggal laporan dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas.
Studi Kelayakan 63
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 70
4. SYARAT PEMBATASAN
1. Studi Kelayakan Usaha ini didasarkan pada data dan informasi terbatas yang kami peroleh
dari manajemen Perseroan, yaitu:
▪ Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020-2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja,
seluruhnya dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
▪ Rencana usaha dan proyeksi keuangan Perseroan dan KBLI baru tahun 2025-2029;
▪ Data legalitas Perseroan antara lain akta pendirian, akta perubahan nama, akta
perubahan terakhir, Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Keterangan Terdaftar Wajib
Pajak, Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) dan Nomor Pokok Wajib
Pajak (NPWP);
▪ Data mengenai kegiatan Perseroan;
▪ Hasil wawancara dengan Direksi Perseroan mengenai alasan, latar belakang dan hal-hal
mengenai Rencana Transaksi;
▪ Keterbukaan informasi berkaitan dengan Rencana Transaksi.
2. Data yang diberikan oleh manajemen Perseroan termasuk rencana usaha Perseroan
merupakan tanggung jawab manajemen Perseroan, dan manajemen Perseroan
membebaskan ID&R dan para pegawai ID&R dari tanggung jawab akibat kesalahan informasi.
3. Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan ini
diterbitkan.
4. Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi, serta keakuratan informasi yang diungkapkan oleh manajemen
Perseroan.
5. Kami telah melakukan penelaahan atas data dan informasi yang digunakan dalam proses
penilaian yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
6. Kami telah melakukan penelaahan atas legalitas Perseroan yang disediakan oleh manajemen
Perseroan, namun tidak termasuk klarifikasi atas keabsahan dokumen kepemilikan aset
Perseroan.
7. Kami tidak melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap aset, kepemilikan atau
kepentingan bisnis yang menjadi unsur dari studi kelayakan ini.
8. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan bisnis yang
menjadi subyek dari penyusunan studi kelayakan usaha ini, baik untuk saat ini maupun di
masa mendatang. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk
berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya.
9. Kompensasi yang kami terima dari penugasan ini tidak dikaitkan dengan hasil kelayakan
usaha yang dilaporkan ataupun didasarkan pada hasil yang telah ditentukan sebelumnya.
10. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 mengenai “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal” yang dikeluarkan tanggal 02 Juli 2020, kecuali dinyatakan lain.
Studi Kelayakan 64
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 71
11. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion
12. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian;
13. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
14. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty);
15. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan;
16. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
17. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan nilai akhir;
18. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
19. Tanda tangan pimpinan dan cap yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
kelayakan usaha ini.
Studi Kelayakan 65
PT LAUTAN LUAS Tbk
Page 72
LAMPIRAN
Page 73
Apendiks 1a
PT Lautan Luas Tbk
Posisi Keuangan Konsolidasian Historis
Per 31 Desember 2020-2024
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Audited Audited
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024
-4 -3 -2 -1 0
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 376.004 499.095 237.154 379.937 282.501
Investasi jangka pendek 6.075 8.364 6.798 4.455 2.487
Piutang usaha - pihak ketiga 813.755 1.018.590 1.050.846 1.017.265 1.083.050
Piutang usaha - pihak- pihak berelasi 2.813 6.465 1.884 2.911 3.119
Piutang lain-lain - pihak ketiga 134.879 95.291 44.024 46.555 70.259
Persediaan 745.933 1.044.335 1.303.770 993.696 1.010.054
Uang muka 19.381 42.555 49.016 28.346 26.889
Pajak dibayar dimuka 22.382 43.759 39.470 33.071 79.171
Biaya dibayar dimuka 12.465 14.203 11.185 12.481 18.017
Kontrak berjangka - 187 3.197 2 6.523
Estimasi tagihan restitusi pajak 4.337 - - - -
Total Aset Lancar 2.138.024 2.772.844 2.747.344 2.518.719 2.582.070
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak - pihak berelasi 145.270 148.506 116.546 26.306 27.079
Aset pajak tangguhan 90.105 49.922 65.544 72.430 45.747
Investasi pada entitas asosiasi 812.557 844.518 827.563 770.032 773.157
Investasi pada instrumen ekuitas 114.343 294.803 235.773 196.434 192.818
Aset tetap 1.828.809 1.815.374 1.821.992 1.754.813 1.784.101
Aset hak-guna 151.230 126.889 85.690 45.349 67.728
Properti investasi 19.087 18.678 19.560 19.151 356.192
Estimasi tagihan restitusi pajak 70.671 54.917 61.307 127.028 170.861
Aset takberwujud 6.636 9.703 13.008 12.076 8.934
Goodwill 1.808 1.808 1.808 1.808 1.808
Aset tidak lancar lain-lain 135.792 80.025 98.004 84.394 49.889
Total Aset Tidak Lancar 3.376.308 3.445.143 3.346.795 3.109.821 3.478.314
TOTAL ASET 5.514.332 6.217.987 6.094.139 5.628.540 6.060.384
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 1.103.120 361.921 485.389 373.811 540.039
Utang usaha - pihak ketiga 818.385 1.239.526 1.245.756 1.150.225 1.229.714
Utang usaha - pihak- pihak berelasi 10.592 21.721 12.499 21.895 19.098
Utang lain-lain - pihak ketiga 78.210 81.496 104.100 84.503 113.118
Liabilitas kontrak 24.995 27.768 18.673 20.657 40.590
Beban akrual 45.899 82.356 123.811 89.116 114.370
Utang dividen - 30.955 - - -
Utang pajak 45.754 36.645 17.723 26.330 11.164
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 8.675 10.767 7.816 10.004 11.641
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang obligasi - 485.500 181.550 315.000 105.200
Liabilitas sewa 47.370 35.539 24.564 18.527 23.561
Utang bank - 14.171 19.863 16.389 3.534
Utang pembiayaan konsumen 1.738 8.395 11.220 12.036 13.234
Kontrak berjangka 5.192 1.310 509 3.087 1.048
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.189.930 2.438.070 2.253.473 2.141.580 2.226.311
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 229.205 185.889 197.385 193.591 169.993
Utang pihak- pihak berelasi 400 402 479 335 332
Liabilitas pajak tangguhan 3.304 6.882 4.888 20.406 36.140
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang obligasi 767.030 730.580 551.749 238.492 415.738
Liabilitas sewa 32.356 21.033 9.936 9.752 24.328
Utang bank - 68.142 64.556 36.876 38.507
Utang pembiayaan konsumen 7.819 29.108 24.962 14.448 18.311
Total Liabilitas Jangka Panjang 1.040.114 1.042.036 853.955 513.900 703.349
Total Liabilitas 3.230.044 3.480.106 3.107.428 2.655.480 2.929.660
Ekuitas
Modal saham 195.000 195.000 195.000 195.000 195.000
Tambahan modal disetor - neto (6.477) (3.960) (3.960) (3.960) (3.960)
Modal saham yang diperoleh kembali (14.266) (2.053) (2.053) (31.917) (94.327)
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali 5.837 5.837 5.837 5.837 5.837
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 3.900 4.100 4.300 4.500 4.700
Belum ditentukan penggunaannya 1.388.959 1.614.767 1.841.012 1.936.653 2.132.846
Penghasilan komprehensif lain 455.104 665.799 667.472 592.986 631.669
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 2.028.057 2.479.490 2.707.608 2.699.099 2.871.765
Kepentingan nonpengendali 256.231 258.391 279.103 273.961 258.959
Sub
Total
Jumlah
Ekuitas 2.284.288 2.737.881 2.986.711 2.973.060 3.130.724
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 5.514.332 6.217.987 6.094.139 5.628.540 6.060.384
Page 74
Apendiks 1b
PT Lautan Luas Tbk
Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Historis
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-2024
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Audited Audited
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024
-4 -3 -2 -1 0
Pendapatan 5.592.338 6.635.544 7.879.115 7.316.902 7.722.382
Beban Pokok Pendapatan (4.417.520) (5.337.364) (6.371.515) (6.129.138) (6.364.231)
Laba Kotor 1.174.818 1.298.180 1.507.600 1.187.764 1.358.151
346.154 19.596 19.596
Beban Usaha (775.644) (755.488) (925.583) (838.050) (1.010.655)
Pendapatan Operasi Lain 19.389 19.807 34.003 21.884 86.690
Beban Operasi Lain (87.519) (22.584) (27.735) (21.865) (18.384)
Laba Usaha 331.044 539.915 588.285 349.733 415.802
Penghasilan keuangan 4.321 17.112 5.253 2.912 3.798
Beban keuangan (168.883) (121.288) (138.538) (95.757) (93.764)
Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi - neto 31.263 (2.435) (14.370) (23.048) (12.585)
Laba Sebelum Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan 197.745 433.304 440.630 233.840 313.251
Pajak Final (1.413) (1.549) (1.905) (1.546) (2.364)
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 196.332 431.755 438.725 232.294 310.887
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Kini (68.287) (82.847) (118.921) (62.011) (60.415)
Tangguhan (9.849) (43.176) 20.776 (2.838) (33.297)
Laba Tahun Berjalan 118.196 305.732 340.580 167.445 217.175
Pendapatan (Beban) Komprehensif Lain 43.650 215.498 24.983 (58.509) 69.875
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan 161.846 521.230 365.563 108.936 287.050
Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 75.218 274.457 321.012 160.943 220.360
Kepentingan nonpengendali 42.978 31.275 19.568 6.502 (3.185)
Jumlah 118.196 305.732 340.580 167.445 217.175
Depresiasi dan amortisasi 201.950 195.564 188.393 196.904 195.096
188.393 196.904 195.096
EBITDA 532.994 735.479 776.678 546.637 610.898
Page 75
Apendiks 1c
PT Lautan Luas Tbk
Arus Kas Konsolidasian Historis
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-2024
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Audited Audited
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024
-4 -3 -2 -1 0
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 5.857.533 6.429.829 7.842.346 7.351.439 7.676.322
Penerimaan dari pendapatan bunga 4.321 17.112 5.253 2.912 3.798
Penerimaan (pembayaran) kas untuk dan kepada :
Pemasok (4.305.076) (5.261.737) (6.727.001) (5.971.752) (6.487.032)
Karyawan (476.900) (528.642) (555.101) (593.197) (589.541)
Pendapatan (beban) operasi lainnya (26.326) (3.914) (9.151) 6.377 24.604
Pembayaran untuk:
Beban bunga (155.716) (119.717) (135.819) (108.750) (158.760)
Pajak (69.239) (94.985) (138.905) (103.727) (107.011)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi 828.597 437.946 281.622 583.302 362.380
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Hasil penjualan aset tetap 52.617 7.047 5.871 9.554 118.305
Pelunasan pinjaman pihak ketiga jangka panjang 41.257 97.827 11.185 19.020 19.879
Penerimaan dividen kas 11.004 38.724 18.232 15.804 12.084
Perolehan properti investasi (337.450)
Perolehan aset tetap (154.265) (79.957) (74.107) (62.065) (206.611)
Pembelian aset takberwujud (3.883) (7.830) (8.013) (3.874) (2.094)
Pelunasan (penambahan) piutang pihak-pihak berelasi 41.457 (3.236) 32.038 90.096 (773)
Perolehan aset hak guna - - - (580) (740)
Penjualan (penambahan) penyertaan saham pada entitas asosiasi 28.750 (41.665) 25.204 - -
Penjualan investasi jangka pendek 13.622 1.112 2.201 - -
Peningkatan penyertaan saham (107.504) - - - -
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (76.945) 12.022 12.611 67.955 (397.400)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Perolehan utang bank jangka pendek 6.087.389 5.281.494 2.602.772 2.180.699 2.376.804
Perolehan utang obligasi 286.750 450.000 - - 285.500
Perolehan utang bank jangka panjang - 96.484 20.923 - 42.412
Penerbitan saham baru oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali 140 80 88 58 20
Pembayaran utang bank jangka pendek (6.300.392) (6.036.675) (2.488.432) (2.289.227) (2.210.694)
Pembayaran utang obligasi (364.500) - (485.500) (181.550) (315.000)
Pembelian modal saham yang diperoleh kembali - - - (29.864) (62.410)
Pembayaran utang bank jangka panjang dan utang pembiayaan konsumen - (14.171) (18.817) (31.154) (53.265)
Pembayaran dividen kas oleh perusahaan (53.603) (22.973) (147.569) (77.743) (52.033)
Pembayaran liabilitas sewa (84.913) (63.660) (42.087) (50.388) (49.448)
Pembayaran dividen kas oleh entitas anak kepada kepentingan nonpengendali (15.458) (28.519) (207) (15.084) (14.891)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (4.674) (4.717) (9.189) (11.260) (12.660)
Hasil penjualan (pembelian) modal saham yang diperoleh kembali (2.057) 14.730 - - -
Pengembalian modal saham pada entitas anak oleh kepentingan nonpengendali (12.598) - - - -
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan (463.916) (327.927) (568.018) (505.513) (65.665)
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas 287.736 122.041 (273.785) 145.744 (100.685)
Pengaruh Neto Perubahan Kurs pada Kas dan Setara Kas 2.119 1.050 11.844 (2.961) 3.249
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 86.149 376.004 499.095 237.154 379.937
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 376.004 499.095 237.154 379.937 282.501
376.004 499.095 237.154 379.937 282.501
Page 76
Apendiks 2.1a
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian - Sebelum Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 258.896 266.569 282.065 321.339 377.611
Investasi jangka pendek 2.487 2.487 2.487 2.487 2.487
Piutang usaha - pihak ketiga 1.199.115 1.365.601 1.562.093 1.796.466 2.090.225
Piutang usaha - pihak- pihak berelasi 3.119 3.119 3.119 3.119 3.119
Piutang lain-lain - pihak ketiga 70.259 70.259 70.259 70.259 70.259
Persediaan 1.160.435 1.319.583 1.501.963 1.730.050 2.012.740
Uang muka 26.889 26.889 26.889 26.889 26.889
Pajak dibayar dimuka 79.171 79.171 79.171 79.171 79.171
Biaya dibayar dimuka 18.017 18.017 18.017 18.017 18.017
Kontrak berjangka 6.523 6.523 6.523 6.523 6.523
Total Aset Lancar 2.824.910 3.158.218 3.552.586 4.054.320 4.687.041
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak - pihak berelasi 27.079 27.079 27.079 27.079 27.079
Aset pajak tangguhan 45.747 45.747 45.747 45.747 45.747
Investasi pada entitas asosiasi 773.157 773.157 773.157 773.157 773.157
Investasi pada instrumen ekuitas 192.818 192.818 192.818 192.818 192.818
Aset tetap 2.187.049 2.654.394 3.309.694 3.617.767 3.583.292
Aset hak guna 20.840 1.720 - - -
Properti investasi 355.783 355.374 354.965 354.556 354.147
Estimasi tagihan restitusi pajak 170.861 170.861 170.861 170.861 170.861
Aset tak berwujud 3.698 - - - -
Goodwill 1.808 1.808 1.808 1.808 1.808
Aset tidak lancar lain-lain 49.889 49.889 49.889 49.889 49.889
Total Aset Tidak Lancar 3.828.729 4.272.847 4.926.018 5.233.682 5.198.798
TOTAL ASET 6.653.639 7.431.065 8.478.604 9.288.002 9.885.840
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 940.039 1.440.039 2.240.039 2.390.039 2.090.039
Utang usaha - pihak ketiga 1.383.081 1.570.459 1.787.753 2.062.742 2.403.165
Utang usaha - pihak- pihak berelasi 19.098 19.098 19.098 19.098 19.098
Utang lain-lain - pihak ketiga 113.118 113.118 113.118 113.118 113.118
Liabilitas kontrak 40.590 40.590 40.590 40.590 40.590
Beban akrual 114.370 114.370 114.370 114.370 114.370
Utang pajak 11.164 11.164 11.164 11.164 11.164
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 11.641 11.641 11.641 11.641 11.641
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang obligasi 133.413 283.913 - - -
Liabilitas sewa 14.424 4.649 3.143 1.330 -
Utang bank 8.421 8.421 8.421 8.421 4.886
Utang pembiayaan konsumen 9.858 4.409 3.640 3.640 -
Kontrak berjangka 1.048 1.048 1.048 1.048 1.048
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.800.264 3.622.918 4.354.025 4.777.201 4.809.119
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 169.993 169.993 169.993 169.993 169.993
Utang pihak- pihak berelasi 332 332 332 332 332
Liabilitas pajak tangguhan - neto 36.140 36.140 36.140 36.140 36.140
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang obligasi - neto 283.913 - - - -
Liabilitas sewa 9.122 4.473 1.330 - -
Utang bank 30.148 21.727 13.307 4.886 0
Utang pembiayaan konsumen 0 11.690 7.281 3.640 - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 541.337 239.946 224.742 211.351 206.465
Total Liabilitas 3.341.602 3.862.865 4.578.767 4.988.552 5.015.584
Ekuitas
Modal saham 195.000 195.000 195.000 195.000 195.000
Tambahan modal disetor - neto (3.960) (3.960) (3.960) (3.960) (3.960)
Modal saham yang diperoleh kembali (94.327) (94.327) (94.327) (94.327) (94.327)
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali 5.837 5.837 5.837 5.837 5.837
Saldo laba 2.312.133 2.559.407 2.879.244 3.264.324 3.814.646
Penghasilan komprehensif lain 631.669 631.669 631.669 631.669 631.669
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 3.046.352 3.293.626 3.613.463 3.998.543 4.548.865
Kepentingan nonpengendali 265.685 274.574 286.373 300.907 321.391
Total Ekuitas 3.312.037 3.568.200 3.899.837 4.299.450 4.870.256
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 6.653.639 7.431.065 8.478.604 9.288.002 9.885.840
Page 77
Apendiks 2.1b
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian - Sebelum Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Pendapatan 8.633.625 9.832.325 11.247.067 12.934.553 15.049.618
Beban Pokok Pendapatan (7.152.970) (8.144.503) (9.298.745) (10.720.383) (12.441.404)
Laba Kotor 1.480.654 1.687.823 1.948.323 2.214.170 2.608.214
Beban Usaha (1.056.534) (1.139.255) (1.239.481) (1.357.603) (1.477.900)
Laba Usaha 424.120 548.568 708.842 856.566 1.130.315
Pendapatan (Beban) lain-lain (107.164) (129.706) (152.819) (171.711) (165.042)
Laba Sebelum Pajak 316.956 418.862 556.023 684.855 965.272
Beban Pajak (69.730) (92.150) (122.325) (150.668) (212.360)
Laba Tahun Berjalan 247.226 326.712 433.698 534.187 752.912
Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 240.499 317.824 421.899 519.653 732.428
Kepentingan non pengendali 6.726 8.889 11.799 14.533 20.484
Jumlah 247.226 326.712 433.698 534.187 752.912
Depresiasi dan amortisasi 262.144 305.881 379.392 449.316 482.156
EBITDA 686.264 854.449 1.088.234 1.305.882 1.612.470
Apendiks 2.1c
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Arus Kas Konsolidasian - Sebelum Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 8.517.560 9.665.839 11.050.575 12.700.180 14.755.859
Pembayaran utang usaha (6.959.622) (7.889.269) (8.976.865) (10.333.398) (12.018.710)
Pembayaran beban usaha (984.751) (1.060.378) (1.147.053) (1.248.370) (1.360.706)
Pembayaran pajak (69.730) (92.150) (122.325) (150.668) (212.360)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi 503.456 624.042 804.331 967.743 1.164.084
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Penambahan aset tetap (612.559) (749.999) (1.032.564) (756.980) (447.272)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (612.559) (749.999) (1.032.564) (756.980) (447.272)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) utang bank jangka pendek - pokok 400.000 500.000 800.000 150.000 (300.000)
Pembayaran utang bank jangka pendek - bunga (54.175) (87.138) (134.750) (169.544) (164.050)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen - pokok (9.998) (9.858) (4.409) (3.640) (3.640)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen - bunga (2.057) (1.288) (735) (423) (141)
Pembayaran utang obligasi - pokok (103.613) (133.413) (283.913) - -
Pembayaran utang obligasi - bunga (44.587) (37.047) (14.572) - -
Pembayaran utang bank jangka panjang - pokok (3.472) (8.421) (8.421) (8.421) (8.421)
Pembayaran utang bank jangka panjang - bunga (3.487) (2.926) (2.217) (1.512) (798)
Pembayaran liabilitas sewa - pokok (24.343) (14.424) (4.649) (3.143) (1.330)
Pembayaran liabilitas sewa - bunga (2.857) (1.307) (544) (232) (53)
Pembayaran dividen kas (65.912) (70.549) (102.062) (134.573) (182.107)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan 85.498 133.630 243.728 (171.489) (660.540)
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas (23.605) 7.673 15.496 39.275 56.271
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 282.501 258.896 266.569 282.065 321.339
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 258.896 266.569 282.065 321.339 377.611
254.204 277.205 370.575 381.277 465.596
Page 78
Apendiks 2.2a
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian - Setelah Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 261.395 276.624 302.578 352.979 421.053
Investasi jangka pendek 2.487 2.487 2.487 2.487 2.487
Piutang usaha - pihak ketiga 1.201.471 1.370.517 1.567.332 1.802.023 2.096.121
Piutang usaha - pihak- pihak berelasi 3.119 3.119 3.119 3.119 3.119
Piutang lain-lain - pihak ketiga 70.259 70.259 70.259 70.259 70.259
Persediaan 1.160.438 1.319.666 1.502.080 1.730.174 2.012.871
Uang muka 26.889 26.889 26.889 26.889 26.889
Pajak dibayar dimuka 79.171 79.171 79.171 79.171 79.171
Biaya dibayar dimuka 18.017 18.017 18.017 18.017 18.017
Kontrak berjangka 6.523 6.523 6.523 6.523 6.523
Total Aset Lancar 2.829.769 3.173.272 3.578.455 4.091.641 4.736.509
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak - pihak berelasi 27.079 27.079 27.079 27.079 27.079
Aset pajak tangguhan 45.747 45.747 45.747 45.747 45.747
Investasi pada entitas asosiasi 773.157 773.157 773.157 773.157 773.157
Investasi pada instrumen ekuitas 192.818 192.818 192.818 192.818 192.818
Aset tetap 2.187.049 2.654.394 3.309.694 3.617.767 3.583.292
Aset hak guna 20.840 1.720 - - -
Properti investasi 355.783 355.374 354.965 354.556 354.147
Estimasi tagihan restitusi pajak 170.861 170.861 170.861 170.861 170.861
Aset tak berwujud 3.698 - - - -
Goodwill 1.808 1.808 1.808 1.808 1.808
Aset tidak lancar lain-lain 49.889 49.889 49.889 49.889 49.889
Total Aset Tidak Lancar 3.828.729 4.272.847 4.926.018 5.233.682 5.198.798
TOTAL ASET 6.658.498 7.446.119 8.504.473 9.325.323 9.935.308
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 940.039 1.440.039 2.240.039 2.390.039 2.090.039
Utang usaha - pihak ketiga 1.383.084 1.570.529 1.787.841 2.062.832 2.403.260
Utang usaha - pihak- pihak berelasi 19.098 19.098 19.098 19.098 19.098
Utang lain-lain - pihak ketiga 113.118 113.118 113.118 113.118 113.118
Liabilitas kontrak 40.590 40.590 40.590 40.590 40.590
Beban akrual 114.370 114.370 114.370 114.370 114.370
Utang pajak 11.164 11.164 11.164 11.164 11.164
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 11.641 11.641 11.641 11.641 11.641
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang obligasi 133.413 283.913 - - -
Liabilitas sewa 14.424 4.649 3.143 1.330 -
Utang bank 8.421 8.421 8.421 8.421 4.886
Utang pembiayaan konsumen 9.858 4.409 3.640 3.640 -
Kontrak berjangka 1.048 1.048 1.048 1.048 1.048
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.800.267 3.622.988 4.354.113 4.777.291 4.809.214
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 169.993 169.993 169.993 169.993 169.993
Utang pihak- pihak berelasi 332 332 332 332 332
Liabilitas pajak tangguhan 36.140 36.140 36.140 36.140 36.140
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang obligasi 283.913 - - - -
Liabilitas sewa 9.122 4.473 1.330 - -
Utang bank 30.148 21.727 13.307 4.886 0
Utang pembiayaan konsumen 0 11.690 7.281 3.640 - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 541.337 239.946 224.742 211.351 206.465
Total Liabilitas 3.341.604 3.862.935 4.578.856 4.988.642 5.015.679
Ekuitas
Modal saham 195.000 195.000 195.000 195.000 195.000
Tambahan modal disetor - neto (3.960) (3.960) (3.960) (3.960) (3.960)
Modal saham yang diperoleh kembali (94.327) (94.327) (94.327) (94.327) (94.327)
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan kepentingan nonpengendali 5.837 5.837 5.837 5.837 5.837
Saldo laba 2.316.858 2.573.984 2.904.324 3.300.542 3.862.675
Penghasilan komprehensif lain 631.669 631.669 631.669 631.669 631.669
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 3.051.077 3.308.203 3.638.543 4.034.761 4.596.894
Kepentingan nonpengendali 265.817 274.982 287.075 301.920 322.734
Total Ekuitas 3.316.894 3.583.185 3.925.617 4.336.681 4.919.629
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 6.658.498 7.446.119 8.504.473 9.325.323 9.935.308
Page 79
Apendiks 2.2b
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian - Setelah Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Pendapatan 8.652.487 9.871.928 11.289.360 12.979.416 15.097.209
Beban Pokok Pendapatan (7.165.528) (8.170.847) (9.326.902) (10.750.253) (12.473.091)
Laba Kotor 1.486.959 1.701.081 1.962.458 2.229.163 2.624.118
Beban Usaha (1.056.612) (1.139.529) (1.239.774) (1.357.917) (1.478.236)
Laba Usaha 430.347 561.552 722.684 871.246 1.145.882
Pendapatan (Beban) lain-lain (107.164) (129.706) (152.819) (171.711) (165.042)
Laba Sebelum Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan 323.183 431.846 569.865 699.534 980.840
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (71.100) (95.006) (125.370) (153.898) (215.785)
Laba Tahun Berjalan 252.083 336.840 444.495 545.637 765.055
Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 245.224 327.676 432.401 530.792 744.240
Kepentingan non pengendali 6.858 9.164 12.093 14.845 20.815
Jumlah 252.083 336.840 444.495 545.637 765.055
Depresiasi dan amortisasi 262.144 305.881 379.392 449.316 482.156
EBITDA 692.491 867.433 1.102.076 1.320.561 1.628.038
Apendiks 2.2c
PT Lautan Luas Tbk
Proyeksi Arus Kas Konsolidasian - Setelah Rencana Transaksi
2025-2029
(dalam jutaan Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 8.534.066 9.702.882 11.092.545 12.744.725 14.803.112
Pembayaran utang usaha (6.972.180) (7.915.625) (9.005.039) (10.363.273) (12.050.399)
Pembayaran beban usaha (984.829) (1.060.652) (1.147.347) (1.248.684) (1.361.042)
Pembayaran pajak (71.100) (95.006) (125.370) (153.898) (215.785)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi 505.956 631.598 814.789 978.869 1.175.886
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Penambahan aset tetap (612.559) (749.999) (1.032.564) (756.980) (447.272)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (612.559) (749.999) (1.032.564) (756.980) (447.272)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) utang bank jangka pendek - pokok 400.000 500.000 800.000 150.000 (300.000)
Pembayaran utang bank jangka pendek - bunga (54.175) (87.138) (134.750) (169.544) (164.050)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen - pokok (9.998) (9.858) (4.409) (3.640) (3.640)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen - bunga (2.057) (1.288) (735) (423) (141)
Pembayaran utang obligasi - pokok (103.613) (133.413) (283.913) - -
Pembayaran utang obligasi - bunga (44.587) (37.047) (14.572) - -
Pembayaran utang bank jangka panjang - pokok (3.472) (8.421) (8.421) (8.421) (8.421)
Pembayaran utang bank jangka panjang - bunga (3.487) (2.926) (2.217) (1.512) (798)
Pembayaran liabilitas sewa - pokok (24.343) (14.424) (4.649) (3.143) (1.330)
Pembayaran liabilitas sewa - bunga (2.857) (1.307) (544) (232) (53)
Pembayaran dividen kas (65.912) (70.549) (102.062) (134.573) (182.107)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan 85.498 133.630 243.728 (171.489) (660.540)
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas (21.106) 15.229 25.954 50.401 68.074
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 282.501 261.395 276.624 302.578 352.979
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 261.395 276.624 302.578 352.979 421.053
Page 80
Apendiks 3
PT Lautan Luas Tbk
Rasio Keuangan Konsolidasian
2020 - 2029
Audited Audited Audited Audited Audited Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
-2 -2 -2 -1 0 1 2 3 4 5
Kinerja
Jumlah saham beredar 1.560.000.000 1.560.000.000 1.560.000.000 1.560.000.000 1.560.000.000 1.560.000.000 1.560.000.000 1.560.000.000 1.560.000.000 1.560.000.000
Laba bersih per saham Rp 76 196 218 107 139 162 216 285 350 490
Nilai buku per saham Rp 1.464 1.755 1.915 1.906 2.007 2.126 2.297 2.516 2.780 3.154
Operasional
Marjin laba kotor 21,01% 19,56% 19,13% 16,23% 17,59% 17,19% 17,23% 17,38% 17,17% 17,38%
Marjin laba usaha 5,92% 8,14% 7,47% 4,78% 5,38% 4,97% 5,69% 6,40% 6,71% 7,59%
Marjin laba tahun berjalan 2,11% 4,61% 4,32% 2,29% 2,81% 2,91% 3,41% 3,94% 4,20% 5,07%
Marjin EBITDA 9,53% 11,08% 9,86% 7,47% 7,91% 8,00% 8,79% 9,76% 10,17% 10,78%
Return on Assets 2,14% 4,92% 5,59% 2,97% 3,58% 3,79% 4,52% 5,23% 5,85% 7,70%
Return on Equity 5,17% 11,17% 11,40% 5,63% 6,94% 7,60% 9,40% 11,32% 12,58% 15,55%
Likuiditas x
Rasio Lancar 0,98 1,14 1,22 1,18 1,16 1,01 0,88 0,82 0,86 0,98
Quick Ratio 0,61 0,67 0,59 0,68 0,65 0,55 0,48 0,45 0,47 0,54
Solvabilitas x
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,59 0,56 0,51 0,47 0,48 0,50 0,52 0,54 0,53 0,50
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 1,41 1,27 1,04 0,89 0,94 1,01 1,08 1,17 1,15 1,02
Utilitas Aset
Perputaran persediaan - existing x 5,92 5,11 4,89 6,17 6,30 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00
Rata-rata umur persediaan - existing hari 61 70 74 58 57 60 60 60 60 60
Perputaran persediaan - KBLI baru 3.693,29 317,77 240,87 241,75 242,62
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan 6,00 6,00 6,00 6,00
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
8,00 8,00 8,00 8,00 8,00
Tradisional Untuk Manusia dan Hewan
Rata-rata umur persediaan - KBLI baru 0 1 1 1 1
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan 60 60 60 60
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
45 45 45 45 45
Tradisional Untuk Manusia dan Hewan
Perputaran piutang usaha - existing x 6,87 6,51 7,50 7,19 7,13 7,20 7,20 7,20 7,20 7,20
Rata-rata umur penagihan - existing hari 52 55 48 50 50 50 50 50 50 50
Perputaran piutang usaha - KBLI baru 8,00 8,06 8,07 8,07 8,07
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan 12,00 12,00 12,00 12,00
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
12,00 12,00 12,00 12,00 12,00
Tradisional Untuk Manusia dan Hewan
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00
Rata-rata umur penagihan - KBLI baru 45 45 45 45 45
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan 30 30 30 30
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
30 30 30 30 30
Tradisional Untuk Manusia dan Hewan
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 45 45 45 45 45
Perputaran utang - existing x 5,23 4,55 5,32 5,06 5,19 5,14 5,14 5,14 5,14 5,14
Rata-rata umur pembayaran - existing hari 69 79 68 71 69 70 70 70 70 70
Perputaran utang - KBLI baru x 4.925,73 377,11 319,83 331,33 332,68
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan 8,00 8,00 8,00 8,00
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
Tradisional Untuk Manusia dan Hewan 12,00 12,00 12,00 12,00 12,00
Rata-rata umur pembayaran - KBLI baru hari 0 1 1 1 1
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan 45 45 45 45
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat
Tradisional Untuk Manusia dan Hewan 30 30 30 30 30
Perputaran aset x 1,01 1,07 1,29 1,30 1,27 1,30 1,33 1,33 1,39 1,52
Pertumbuhan
Pendapatan 18,65% 18,74% -7,14% 5,54% 12,04% 14,09% 14,36% 14,97% 16,32%
Laba Tahun Berjalan 158,67% 11,40% -50,84% 29,70% 16,07% 33,62% 31,96% 22,75% 40,21%
Aset 12,76% -1,99% -7,64% 7,67% 9,87% 11,83% 14,21% 9,65% 6,54%
Liabilitas 7,74% -10,71% -14,54% 10,33% 14,06% 15,60% 18,53% 8,95% 0,54%
Ekuitas 19,86% 9,09% -0,46% 5,30% 5,95% 8,03% 9,56% 10,47% 13,44%
Page 81
Apendiks 4
PT Lautan Luas Tbk
Analisa NPV dan IRR - KBLI baru
Per 31 Desember 2024
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
0 1 2 3 4 5
0 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Investasi awal (50.000.000) - - - - -
Arus kas dari operasi:
Pendapatan - 16.505.583.333 37.042.558.333 41.969.926.134 44.544.714.246 47.252.580.090
Beban pokok pendapatan - (12.558.050.000) (26.356.229.083) (28.173.184.680) (29.874.649.019) (31.688.990.202)
Beban usaha - (78.000.000) (274.430.000) (293.640.100) (314.194.907) (336.188.550)
Pajak penghasilan - (1.369.896.000) (2.856.463.720) (3.045.154.067) (3.229.415.495) (3.424.829.281)
Arus Kas Bersih (50.000.000) 2.499.637.333 7.555.435.530 10.457.947.287 11.126.454.825 11.802.572.056
Faktor Diskonto 12,02% 1,000 0,893 0,797 0,711 0,635 0,567
Nilai kini dari Arus Kas Bersih (50.000.000) 2.231.398.710 6.020.878.379 7.439.555.263 7.065.737.681 6.690.792.121
NPV 29.398.362.154 s/d 2029
IRR 4624,48% s/d 2029
Page 82
Skedul 1
PT Lautan Luas Tbk
Asumsi dan Proyeksi Pendapatan - KBLI baru
2025-2029
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Asumsi
Volume Penjualan Produk
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan
Carrageenan (Satiagel & Satiagum) kg - 500.000 600.000 612.000 624.240
% kenaikan volume penjualan per tahun 2,00% 2,00%
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan kg
Herbal Extract 100 500 1.000 1.040 1.082
% kenaikan volume penjualan per tahun 4,00% 4,00%
Volume Jasa Pergudangan dan Pengiriman Barang
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya kg 70.000.000 140.000.000 144.200.000 148.526.000 152.981.780
% kenaikan volume jasa per tahun 3,00% 3,00% 3,00%
Tarif Jasa/ Harga Jual Produk rata-rata
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan
Carrageenan (Satiagel & Satiagum) Rp/kg - 1.296 1.335 1.375 1.416
% kenaikan harga jual rata-rata per tahun 3,00% 3,00% 3,00%
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan Rp/kg 320.000 329.600 339.488 349.673 360.163
% kenaikan harga jual rata-rata per tahun 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya Rp/kg 269 277 285 294 303
% kenaikan tarif jasa rata-rata per tahun 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
PROYEKSI
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan - 648.000.000 800.928.000 841.454.957 884.032.578
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan 32.000.000 164.800.000 339.488.000 363.659.546 389.552.105
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 18.830.000.000 38.789.800.000 41.152.098.820 43.658.261.638 46.317.049.772
Total Pendapatan #### 18.862.000.000 39.602.600.000 42.292.514.820 44.863.376.141 47.590.634.455
Page 83
Skedul 2
PT Lautan Luas Tbk
Asumsi dan Proyeksi Beban Pokok Pendapatan - KBLI baru
2025-2029
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Asumsi
Biaya Pembelian Barang Dagangan/ Jasa Diberikan
KBLI 46206: Perdagangan Besar Hasil Perikanan Rp/kg
Carrageenan (Satiagel & Satiagum) - 785 808 833 857
KBLI 46448: Perdagangan Besar Bahan Baku Obat Tradisional Untuk Manusia dan Hewan
Herbal Extract Rp/kg 272.000 280.160 288.565 297.222 306.138
KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya Rp/kg 179 184 190 196 201
% kenaikan biaya pembelian barang dagangan dan jasa per tahun 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
PROYEKSI
Pembelian barang dagangan 27.200.000 532.444.000 773.526.704 818.611.590 866.401.015
Biaya jasa 12.530.000.000 25.811.800.000 27.383.738.620 29.051.408.302 30.820.639.068
Total Beban Pokok Pendapatan #### 12.557.200.000 26.344.244.000 28.157.265.324 29.870.019.892 31.687.040.083
Skedul 3
PT Lautan Luas Tbk
Asumsi dan Proyeksi Beban Usaha - KBLI baru
2025-2029
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
1 2 3 4 5
Asumsi
% kenaikan beban gaji dan tunjangan 7,00% 7,00% 7,00% 7,00%
Proyeksi
Beban umum dan administrasi
Gaji dan tunjangan 78.000.000 274.430.000 293.640.100 314.194.907 336.188.550
Total #### 78.000.000 274.430.000 293.640.100 314.194.907 336.188.550
Names mentioned 102 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ihot Dollar
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
person
Raymond Sulistyawati Sendjaja
p.4
unresolved
person
Sulistyawati Sendjaja, MM, MAPPI (Cert.)
· Business Valuation Partner
p.4
unresolved
person
Nico Febrianto Gunawan
p.5
unresolved
person
Charlie Marcelina
p.5
unresolved
person
Olyvia Priskilla
p.5
unresolved
org
Purwantono
p.8 ×3
unresolved
org
Coy. Ltd.
p.9 ×3
unresolved
org
Cargill Inc.
p.10 ×8
unresolved
org
Naturalin Bio Resources Co. Ltd.
p.10 ×8
unresolved
org
Kementerian Kelautan dan Perikanan
p.14 ×3
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
· Direktur
p.14 ×2
unresolved
org
PT SOHO Industri Pharmasi
p.16 ×2
unresolved
org
PT Industri Jamu
p.16 ×2
unresolved
org
Farmasi Sido Muncul Tbk
p.16 ×2
unresolved
person
Raden Mas Soerojo
· Notaris
p.19
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.19 ×2
unresolved
person
Lie Sioe Hoa Nio
· Notaris
p.19
unresolved
person
Jimmy Tanal
p.19
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19
unresolved
person
Frans Elsius Muliawan
p.20 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.20
unresolved
org
Bapepam
p.20 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.21 ×2
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
p.21 ×2
unresolved
person
Surjadi
· Notaris
p.22
unresolved
org
PT Cipta Mapan Logistik
p.22 ×3
unresolved
org
PT Lautan Natural Krimerindo
p.22 ×3
unresolved
org
PT Liku Telaga
p.22
unresolved
org
PT Lautan Air Indonesia
p.22
unresolved
org
PT Dunia Kimia Jaya
p.22
unresolved
org
PT Mahkota Indonesia
p.22
unresolved
org
PT Indonesian Acids Industry
p.22
unresolved
org
PT Lautan Sweetener Indonesia
p.22 ×2
unresolved
org
PT Strategic Partner Solution
p.22
unresolved
org
PT Lautan Jasaindo
p.22
unresolved
org
PT Lautan Solusiair Nusantara
p.22
unresolved
org
PT Bahana Prestasi
p.22
unresolved
org
PT Taruna Bina Sarana
p.22
unresolved
org
Lautan Luas Vietnam Co., Ltd.
p.22
unresolved
org
PT Integrated Logixtream
p.22
unresolved
org
PT Solusi Niaga Sejahtera
p.22
unresolved
org
PT Cipta Mandiri Logistik
p.22
unresolved
org
PT Cipta Logistik Indonesia
p.22
unresolved
org
PT Lautan Mitra Kreasi
p.22
unresolved
org
PT Bitzen Innofast Technomatrix
p.22
unresolved
org
PT Lautan Solusi Airindo
p.23
unresolved
org
PT Lautan Air Murni
p.23
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.23 ×3
unresolved
org
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
p.31
unresolved
org
Pusat Statistik
p.32
unresolved
org
PT Indonesia Lifa Algae Karaginan International
p.33
unresolved
org
PT Galic Artabahari
p.34
unresolved
org
PT Tri Rahardja
p.34
unresolved
org
PT Herbacore
p.34
unresolved
org
PT Kembang Bulan
p.34
unresolved
org
PT Tangguh Samudera Jaya
p.34
unresolved
org
PT Temas Port
p.35 ×2
unresolved
org
PT Escorindo Stevedoring
p.35
unresolved
org
Bank Indonesia
p.37
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.37
unresolved
org
Departemen Keuangan Industri Kimia Dunia Pertumbuhan
p.37
unresolved
org
Kementerian Perdagangan
p.43
unresolved
org
Departemen Manajamen Risiko Kredit Korporat
p.52
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup
p.52 ×2
unresolved
org
Departemen Teknologi Informasi
p.53
unresolved
org
Departemen Sumber Daya Manusia
p.53
unresolved
org
PT Bandung Sakura Textile Mill. Pernah
p.54
unresolved
org
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan
p.54 ×2
unresolved
org
Penelitian dan Pengembangan Industri
p.54
unresolved
org
PT Sandang
p.54
unresolved
org
PT Kuniseal Indonesia
p.54
unresolved
org
PT Pupuk Sriwijaya
p.54
unresolved
org
Perlindungan Konsumen Nasional
p.54
unresolved
org
Chandra Asri Petrochemical Tbk
p.54 ×2
unresolved
org
Kementerian Bidang Teknologi
p.55
unresolved
org
Pengembangan Ekspor Nasional
p.55
unresolved
org
Menteri Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan
p.55
unresolved
org
Kementerian Koordinator
p.55
unresolved
org
PT Pupuk Kaltim
p.55
unresolved
org
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia
p.55
unresolved
org
PT Pupuk Iskandar Muda (Persero)
p.55
unresolved
org
PT PDSU. Tahun
p.55
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.55
unresolved
org
Menteri Bidang Gakkum
p.55
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.