Back to announcement
20260701_AKRA_Informasi Transaksi Afiliasi_32107118_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review AKRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 91
Page 1
T
AF
DR
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT
AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai
Juni 2026
Page 2
T
AF
DR
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT
AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai
Juni 2026
Page 3
P a g e | iii
Kantor Jasa Penilai Publik
Jakarta, 29 Juni 2026 RAO, YUHAL & rekan
No. 00020/2.0094-00/BS/05/0268/1/VI/2026 Affiliated to
Truscel Capital LLP Singapore
Kepada Yth, Reg. License No. 2.11.0094
Geographical Scope: All Regions of
Direksi Indonesia
PT. AKR Corporindo Tbk Business & Property Valuer
AKR Tower, Lantai 26
The Boulevard Office Building #03-F1
Jl. Panjang No. 5 Kebon Jeruk Jl. Fachrudin Raya No. 5 KebonSirih
Jakarta Barat 11530, Indonesia Jakarta, 10250
Indonesia
Telp : (021) 5311 110 T (62 21) 3199 1488
www.truscel.com
Fax : (021) 5311 388
Email : corporate.secretary@akr.co.id
Bidang Usaha : Bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan
perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda
ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian
distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan
angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan
Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Definisi dan Singkatan
Laporan Pendapat Kewajaran : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi
atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk
Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset
Hak Guna dan Pembayaran Tunai;
MAPPI : Merupakan singkatan dari Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia yaitu Organisasi Profesi Penilai di Indonesia
yang bersifat mandiri, nirlaba dan non politis, yang
berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-
Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional,
Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan
langsung dan tidak langsung dengan Profesi Penilai
sebagai landasan formal serta Keputusan Musyawarah
Nasional sebagai landasan operasional;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 4
P a g e | iv
OJK : Singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan, yaitu lembaga
yang independen yang mempunyai fungsi, tugas dan
wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan
penyidikan kegiatan jasa keuangan di sektor pasar
modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga
pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 21
tahun 2011 tanggal 22 November 2011 tentang
Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan badan
pengganti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari
2013;
Perjanjian Pokok Terkait : Perjanjian antara PT Harmas Sahabat Perkasa dan
Pengalihan Tanah Bitung Perseroan sehubungan dengan Pengalihan Tanah
seluas 15.624 m² yang berlokasi di Bitung dengan Nilai
Transaksi sebesar Rp14.217.753.661,- atau setara
dengan Rp 909.994,- per m², dimana transaksi tersebut
dibayarkan melalui dua skema pembayaran yaitu Sisa
Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa dan Tunai
dengan detail sebagai berikut:
a. Sisa Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa sebesar
Rp14.202.129.661,-; (*)
b. Tunai sebesar Rp 15.624.000,- ;
Sehingga secara kumulatif sebesar Rp14.217.753.661,-
pada tanggal 26 Juni 2026. Transaksi tersebut
merupakan pelaksanaan hak prioritas Pengalihan
Tanah sebagaimana diatur dalam Perjanjian Sewa
Menyewa Tanah tanggal 27 Desember 2010 antara
Perseroan dengan PT Harmas Sahabat Perkasa;
(*) Berdasarkan referensi definisi Sisa Saldo Aset Hak Guna
Perjanjian Sewa Menyewa Tanah : Perjanjian Sewa Menyewa Tanah tertanggal 27
Desember 2010 antara PT Harmas Sahabat Perkasa
selaku Pihak Pertama dan Perseroan selaku Pihak
Kedua sehubungan dengan penyewaan tanah seluas
15.624 m² yang berlokasi di Bitung untuk jangka waktu
50 tahun;
Perseroan : PT. AKR Corporindo Tbk., Perusahaan Terbuka dengan
kegiatan meliputi bidang distribusi produk BBM ke
pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan
bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC
resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai
industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi
dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang,
kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 5
P a g e |v
POJK No. 17/2020 : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha;
POJK No. 35/2020 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
POJK No. 42/2020 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan;
POJK No. 29/2023 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian
Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan
Terbuka;
Proyeksi Laba Rugi yang : Proyeksi Laba Rugi Perseroan yang telah disesuaikan
Disesuaikan oleh sehingga lebih mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan;
(*) Sisa Saldo Aset Hak Guna : Sisa Saldo Aset Hak Guna merupakan Total dari Saldo
Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa dan Pendapatan Bunga
Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember
2025) sebesar Rp14.202.129.661,- dengan detail
sebagai berikut:
a. Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa sebesar
Rp5.468.400.000,-;
b. Pendapatan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset
Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan
Transaksi Pengalihan Tanah dari Tahun 2010 -
2025 sebesar Rp8.733.729.661,-; (**)
(**) Berdasarkan b. Pendapatan Bunga Hipotesis Atas Sisa
Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) pada halaman
lvi.
SPI : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sebagai
anggota IVSC melalui Komite Penyusun Standar
Penilaian Indonesia (KPSPI) telah Menyusun Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
dan SPI) Edisi VII tahun 2018;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 6
P a g e | vi
Transaksi Afiliasi : Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau
transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
dewan komisaris, pemegang saham utama, atau
Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau
transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi,
anggota dewan komisaris, pemegang saham utama,
atau Pengendali sebagaimana diatur dalam POJK No.
42/2020;
Transaksi Benturan Kepentingan : Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi
maupun pihak selain Afiliasi yang mengandung
Benturan Kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK
No. 42/2020;
Transaksi Material : Transaksi Material adalah setiap transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali yang memenuhi batasan nilai sebagaimana
diatur dalam POJK No. 17/2020;
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan : Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan meliputi
Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Pengalihan Tanah seluas 15.624 m² yang berlokasi di
Yang Dilunaskan Dengan Bitung dari PT Harmas Sahabat Perkasa dengan Nilai
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Transaksi sebesar Rp14.217.753.661,- atau setara
Guna dan Pembayaran Tunai dengan Rp 909.994,- per m², dimana transaksi tersebut
dibayarkan melalui dua skema pembayaran yaitu Sisa
Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa dan Tunai
dengan detail sebagai berikut:
a. Sisa Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa sebesar
Rp14.202.129.661,-; (**)
b. Tunai sebesar Rp 15.624.000,- ;
Sehingga secara kumulatif sebesar Rp14.217.753.661,-
pada tanggal 26 Juni 2026. Transaksi tersebut
merupakan pelaksanaan hak prioritas Pengalihan
Tanah sebagaimana diatur dalam Perjanjian Sewa
Menyewa Tanah tanggal 27 Desember 2010 antara
Perseroan dengan PT Harmas Sahabat Perkasa;
(**) Berdasarkan b. Pendapatan Bunga Hipotesis Atas Sisa
Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) pada halaman
lvi.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 7
P a g e | vii
: KJPP RAO,YUHAL & rekan (terafiliasi dengan KJPP asing
Truscel Capital LLP Singapore) yang mana telah
mendapat izin usaha No. 2.11.0094 dari Kementerian
Keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Keuangan No. 1133/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011 dan terdaftar atas nama KJPP RAO,YUHAL & rekan
sebagai profesi penunjang pasar modal berdasarkan
surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. 11653/BL/2011
tanggal 27 Oktober 2011 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa
Keuangan No. STTD.PB-30/PM.2/2018 tanggal 30
Agustus 2018.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 8
P a g e | viii
Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Perseroan merupakan sebuah perusahaan yang didirikan di Surabaya tahun 1977 dan berdomisili di
Jakarta. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama
Perseroan antara lain meliputi bidang industri barang kimia dan bahan bakar minyak; perdagangan
besar dan kecil dan distribusi terutama bahan kimia dan bahan bakar minyak ("BBM") dan gas;
pengangkutan dan pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya); aktivitas profesional, ilmiah dan
teknis (jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan;
konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin.
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri, distribusi dan
perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang
digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen
asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya. Perseroan
memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
Perseroan bermaksud untuk melakukan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR
Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran
Tunai. Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi namun bukan merupakan Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana ditentukan dalam POJK No. 42/2020. Rencana Transaksi yang
dilakukan tidak merupakan Transaksi Material sebagaimana ditentukan dalam POJK No.17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020, Perseroan telah menunjuk , sebagai
penilai independen untuk memberi pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah
oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan
Pembayaran Tunai tersebut. Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini mengenai
pendapat kewajaran Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai.
LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash)
yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan
produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya.
Selama menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan berkedudukan di Jakarta Barat dan
berdomisili di AKR Tower, Lantai 26, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta, sekaligus sebagai kantor
pusat Perseroan.
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai oleh Perseroan dilakukan sebagai
bagian dari strategi penguatan penguasaan aset strategis Perseroan dalam mendukung kegiatan
operasional dan pengembangan usaha jangka panjang. Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan
akan memperoleh hak kepemilikan atas tanah yang sebelumnya digunakan berdasarkan skema sewa
jangka panjang, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepastian penguasaan aset, fleksibilitas
pengelolaan aset, serta mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional Perseroan di masa
mendatang. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomis
serta mendukung peningkatan nilai Perseroan secara keseluruhan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 9
P a g e | ix
OBJEK PENDAPAT KEWAJARAN
Objek Pendapat Kewajaran adalah Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo
Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai.
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memenuhi POJK No. 42/2020 untuk Transaksi
Afiliasi. Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya disusun untuk keperluan Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo
Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dan tidak dapat digunakan untuk keperluan perpajakan
maupun keperluan-keperluan yang menyangkut instansi lain.
SIFAT TRANSAKSI
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf c POJK No. 42/2020, transaksi dengan nilai transaksi tidak melebihi
0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor Perusahaan Terbuka atau tidak melebihi jumlah Rp
5.000.000.000,- (lima miliar rupiah), digunakan nilai yang lebih rendah, wajib memenuhi ketentuan
Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.
Deskripsi Modal Disetor Perseroan 0,5% dari Modal Disetor Perseroan Nilai Transaksi Perbandingan
Per 31 Desember 2025 401.469.492.000 2.007.347.460 14.217.840.000 708%
Dalam hal ini, 0,5% dari modal disetor Perseroan adalah sebesar Rp2.007.347.460,- sedangkan nilai
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dengan harga senilai
Rp14.217.753.661,- atau sebesar 708%, sehingga Perseroan tetap wajib memenuhi prosedur
Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.
Selanjutnya Transaksi Afiliasi berdasarkan Pasal 1 angka 3 POJK No. 42/2020 adalah:
“setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas
dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.”
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai merupakan Transaksi Afiliasi seperti
yang dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020 dikarenakan terdapat hubungan langsung (dalam hal
kepemilikan) antara pihak-pihak yang terkait dengan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT
AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan
Pembayaran Tunai sebagaimana dijelaskan pada tabel dibawah ini:
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 10
P a g e |x
Hubungan Pihak-Pihak Terkait Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo
Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Keterangan Pemegang Saham Perseroan Pengurus Peseroan Pemegang Saham PT Harmas Sahabat Perkasa Pengurus PT Harmas Sahabat Perkasa
PT Arthakencana Rayatama ✓ - ✓ -
Haryanto Adikoesoemo ✓ ✓ - ✓
Soegiarto Adikoesoemo ✓ ✓ - -
Jimmy Tandyo ✓ ✓ - -
Mery Sofi ✓ ✓ - -
Bambang Soetiono ✓ ✓ - -
Suresh Vembu ✓ ✓ - -
Nery Polim ✓ ✓ -
Termurti Tiban ✓ ✓ - -
Moh. Fauzi M. Ichsan - ✓ - -
Sofyan A. Djalil - ✓ - -
Djisman Simandjuntak - ✓ - -
Werner Wongsosaputro - - ✓ -
Fenessa Adikoesoemo - - ✓ -
Aloysius Yuwono Widiasta - - ✓ -
Sumber: Manajemen Perseroan
Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi di atas, terdapat kesamaan
pemegang saham dan kepengurusan Perseroan selaku Penjual dan selaku pihak yang melakukan
Pengalihan Tanah dengan PT Harmas Sahabat Perkasa selaku pihak penjual tanah. Oleh karena
adanya kesamaan pemegang saham dan kepengurusan tersebut, Transaksi Afiliasi atas Pengalihan
Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai ini merupakan transaksi antara Perseroan dengan afiliasinya.
Sebagaimana dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020 Transaksi antara pihak-pihak yang memiliki
hubungan Afiliasi dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan
Kepentingan.
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai bukan merupakan Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Transaksi
Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan
Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai tidak terdapat perbedaan antara kepentingan
ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan
Pemegang Saham Utama Perseroan yang tidak merugikan Perseroan karena adanya Transaksi
Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan
Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai tersebut. Dengan demikian Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi.
Transaksi Material
Berdasarkan POJK No. 17/2020, Transaksi Material didefinisikan sebagai setiap transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai
sebagai mana diatur dalam POJK No. 17/2020. Setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
yang termasuk dalam “Transaksi Material” antara lain, (1) penyertaan dalam badan usaha, proyek,
dan/atau kegiatan usaha tertentu; (2) pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau
segmen operasi; (3) perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa; (4) sewa menyewa aset; (5)
pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya; (6) menjaminkan aset Perusahaan Terbuka
dan/atau Perusahaan Terkendali atas pinjaman dari pihak lain; dan (7) memberikan jaminan
perusahaan (corporate guarantee).
Batasan nilai suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dalam hal transaksi
berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi sebagai Transaksi Material
dalam hal nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Terbuka; total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba
bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau d.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 11
P a g e | xi
pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen). Dalam hal transaksi yang dilakukan oleh
Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset
Perusahaan Terbuka (Pasal 3 POJK No. 17/2020).
Penilai telah melakukan Uji Transaksi Material, dimana Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
bukan merupakan Transaksi Material seperti dimaksudkan dalam POJK No. 17/2020 dikarenakan
Nilai Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai kurang dari 20% (dua puluh persen)
dari total ekuitas Perseroan, total aset Perseroan, laba bersih Perseroan, dan pendapatan usaha
Perseroan. Penentuan Transaksi sebagai Transaksi Material dapat dilihat dalam uraian selanjutnya
mengenai Batasan Nilai Transaksi Material.
Batasan Nilai Transaksi Material
a) Perbandingan Total Ekuitas Perseroan dengan Nilai Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah
oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan
Pembayaran Tunai
Berdasarkan Perjanjian Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, Nilai Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai adalah sebesar Rp14.217.753.661,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, total ekuitas Perseroan adalah
sebesar Rp15.609.949.469.000,-. Perbandingan antara Nilai Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah
oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran
Tunai yang dijabarkan diatas dengan Total Ekuitas Perseroan adalah sebesar 0,09%. Rincian
perhitungan adalah sebagai berikut:
Total Ekuitas Perseroan 31 Desember 2025 Nilai Transaksi Perbandingan
15.609.949.469.000 14.217.840.000 0,09%
b) Perbandingan Total Aset Perseroan dengan Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, total aset Objek Transaksi
adalah sebesar Rp14.217.753.661,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Publik Purwanto Susanti dan Surja, total aset Perseroan adalah sebesar
Rp36.562.281.257.000,-. Perbandingan antara total aset Objek Transaksi yang dijabarkan diatas
dengan total aset Perseroan adalah sebesar 0,04%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
Total Aset Perseroan 31 Desember 2025 Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
36.562.281.257.000 14.217.840.000 0,04%
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 12
P a g e | xii
c) Perbandingan Laba Bersih Objek Transaksi dengan Laba Bersih Perseroan
Total laba bersih Objek Transaksi adalah sebesar Rp 0,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, laba bersih Perseroan adalah sebesar Rp
2.823.416.007.000,-. Perbandingan antara laba bersih Objek Transaksi yang dijabarkan diatas
dengan laba bersih Perseroan adalah sebesar 0%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
Laba Bersih Perseroan 31 Desember 2025 Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
2.823.416.007.000 0 0,00%
d) Perbandingan Pendapatan Usaha Objek Transaksi dengan Pendapatan Usaha Perseroan
Total pendapatan usaha Objek Transaksi adalah sebesar Rp 0,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, pendapatan usaha Perseroan adalah
sebesar Rp46.018.468.072.000,-. Perbandingan antara total pendapatan usaha Objek Transaksi
yang dijabarkan diatas dengan pendapatan usaha Perseroan adalah sebesar 0%. Rincian
perhitungan adalah sebagai berikut:
Pendapatan Usaha Perseroan 31 Desember 2025 Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
46.018.468.072.000 0 0,00%
Sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 3 ayat (2) POJK No. 17/2020 dalam hal transaksi berupa
perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai atau objek transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
ekuitas, total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha Perseroan.
Aspek Materialitas Per 31 Desember 2025
Total Ekuitas Perseroan VSNilai Transaksi 0,09%
Total Aset Perseroan VSTotal Aset Yang Menjadi Objek Transaksi 0,04%
Laba Bersih Perseroan VSTotal Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi 0,00%
Pendapatan Usaha Perseroan VSTotal Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Transaksi 0,00%
Maka perbandingan nilai atau objek Transaksi yang dijabarkan diatas kurang dari 20%, sehingga tidak
memenuhi kriteria Transaksi Material. Dengan demikian, Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah
oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran
Tunai bukan merupakan Transaksi Material.
RUANG LINGKUP
Tujuan utama Perseroan melakukan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai adalah untuk
melakukan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai sebagai bagian dari strategi
penguatan penguasaan aset strategis Perseroan dalam mendukung kegiatan operasional dan
pengembangan usaha jangka panjang. Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai yang dilakukan
merupakan Transaksi Afiliasi namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana ditentukan dalam POJK No. 42/2020. Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No.
42/2020, Perseroan telah menunjuk , sebagai penilai independen untuk melaksanakan
pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai. Berikut kami sampaikan
hasil temuan dan opini mengenai pendapat kewajaran Transaksi Afiliasi atas Pengalihan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 13
P a g e | xiii
Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan
Pembayaran Tunai.
KONDISI PEMBATAS, SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN SERTA ASUMSI-
ASUMSI
Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi yang
digunakan oleh Penilai seperti yang tercantum di dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini akan
menghasilkan laporan yang memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang bersifat non-disclaimer opinion;
2. Mencerminkan bahwa Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian;
3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya;
4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty);
5. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan;
6. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
7. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
nilai akhir;
8. Mencerminkan bahwa Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek
Penilaian dari pemberi tugas.
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Sebagai pihak independen dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai, telah mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan informasi-
informasi dan dokumen yang kami peroleh dari manajemen Perseroan sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Perseroan:
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja No.
00218/2.1505/AU.1/05/0694-4/1/III/2026 tanggal 18 Maret 2026 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00233/2.1032/AU.1/05/0685-5/1/III/2025 tanggal 18 Maret 2025 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00252/2.1032/AU.1/05/0685-4/1/III/2024 tanggal 20 Maret 2024 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00305/2.1032/AU.1/05/0685-1/1/III/2023 tanggal 21 Maret 2023 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 14
P a g e | xiv
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00286/2.1032/AU.1/05/0694-3/1/III/2022 tanggal 21 Maret 2022 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00265/2.1032/AU.1/05/0694-2/1/III/2021 tanggal 23 Maret 2021 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
2. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan untuk periode 2026 – 2030 yang disediakan oleh
manajemen Perseroan. Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran ini,
menggunakan proyeksi keuangan yang disesuaikan;
3. Perjanjian Pokok terkait Pengalihan Tanah Bitung oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai antara PT Harmas
Sahabat Perkasa dan Perseroan sehubungan dengan Pengalihan Tanah seluas 15.624 m² yang
berlokasi di Bitung dengan Nilai Transaksi sebesar Rp14.217.753.661,- atau setara dengan Rp
909.994,- per m², dimana dimana transaksi tersebut dibayarkan melalui dua skema
pembayaran yaitu Sisa Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa dan Tunai dengan detail sebagai
berikut:
a. Sisa Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa sebesar Rp14.202.129.661,-;
b. Tunai sebesar Rp 15.624.000,- ;
Sehingga secara kumulatif sebesar Rp14.217.753.661,- pada tanggal 26 Juni 2026. Transaksi
tersebut merupakan pelaksanaan hak prioritas pengalihan tanah sebagaimana diatur dalam
Perjanjian Sewa Menyewa Tanah tanggal 27 Desember 2010 antara Perseroan dengan PT
Harmas Sahabat Perkasa;
4. Laporan Penilaian Aset yang disiapkan oleh dengan No. 00019/2.0094-
00/PI/05/0133/1/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026, yang telah disajikan secara lengkap pada bagian
Lampiran Laporan Pendapat Kewajaran ini;
5. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo
Tbk yang disiapkan oleh dengan No. 00006/2.0094-00/BS/05/0268/1/V/2026 tanggal
6 Mei 2026;
6. Proforma Laporan Keuangan atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury disediakan oleh
Perseroan;
7. Analisis Nilai Inkremental yang disusun oleh sehubungan dengan Transaksi Pengalihan
Saham Treasury oleh Perseroan;
8. Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi
atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset
Hak Guna dan Pembayaran Tunai disediakan oleh Perseroan;
9. Pernyataan Manajemen Perseroan bahwa dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember
2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran, yaitu tanggal 29 Juni
2026, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara
signifikan;
10. Representation Letter tanggal 29 Juni 2026 yang telah ditandatangani oleh manajemen
Perseroan;
11. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang sehubungan dengan Transaksi
Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo
Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dimana wawancara tersebut dilakukan dengan:
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 15
P a g e | xv
i) Meiliecia Hidayat selaku Financial Controller Perseroan;
ii) Fiana M. Awalina selaku Corporate Secretary Officer Perseroan;
12. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain
yang kami anggap relevan.
ASUMSI-ASUMSI PENTING
Dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
untuk menyatakan bahwa Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai telah dilaksanakan pada
kondisi arm’s length di dalam batasan komersial yang berlaku umum dan tidak merugikan
kepentingan-kepentingan Perseroan dan para pemegang saham Perseroan, menggunakan
beberapa asumsi antara lain:
1. mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini
sampai dengan selesainya Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai;
2. Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan
sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
pendapat tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang kompleks dan
mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap;
3. Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan
dan kondisi pasar yang ada saat ini; dan
4. Pendapat Kewajaran ini menggunakan asumsi bahwa perusahaan mematuhi seluruh syarat dan
ketentuan kontrak dan perjanjian dengan semua pihak terkait.
KONDISI PEMBATAS
Penugasan kami untuk mengeluarkan laporan pendapat kewajaran telah dilaksanakan sesuai dengan
ruang lingkup pekerjaan kami. Perlu diketahui bahwa ruang lingkup pekerjaan kami mencakup
pemberian pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai yang dilakukan
Perseroan sesuai dengan POJK No. 42/2020.
Laporan pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada
informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan
audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang diberikan
oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat
memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi
atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa
Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum
pada bagian Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 16
P a g e | xvi material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut. Pendapat kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham Perseroan dan azas pertimbangan komersial dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya. Pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran. Pendapat kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai seperti yang telah diuraikan di atas. Kami menganggap bahwa tidak ada perubahan yang material dari Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai sesuai dengan ketetapan informasi dan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian sehubungan dengan pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, dan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran sampai dengan tanggal pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan pendapat kewajaran. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi- transaksi di luar Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai tersebut. Pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal pendapat kewajaran ini. INDEPENDENSI PENILAI Dalam mempersiapkan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan pihak-pihak terkait atau yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, pendapat kewajaran ini tidak dibuat untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak mempengaruhi kewajaran yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada surat penugasan dari Perseroan dengan No. EL04/KJPP/SP-BIS/05/1/IV/2026-1 per tanggal 18 Maret 2026. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Page 17
P a g e | xvii
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025. Parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025.
Sesuai dengan POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, jangka waktu berlakunya Laporan Pendapat Kewajaran disesuaikan menjadi 6 bulan dari
tanggal penilaian atau setara dengan 30 Juni 2026.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik, tidak terdapat kejadian penting yang dapat
mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan.
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik, terdapat perubahan susunan pemegang
saham dan pengurus Perseroan sebagai berikut:
i) Perubahan Susunan Pemegang Saham Perseroan
Susunan Pemegang Saham Perseroan per Susunan Pemegang Saham Perseroan per 30
31 Desember 2025: Juni 2026:
(dalam ribuan rupiah)
(dalam ribuan rupiah)
Total saham Total saham
Persentase Pemegang Saham ditempatkan dan Persentase Kepemilikan (%)
Pemegang Saham ditempatkan dan Jumlah saham
Kepemilikan (%)
disetor penuh disetor penuh
PT Arthakencana Rayatama 12.787.818.600 63,71% 255.756.372 PT Arthakencana Rayatama 12.968.823.600 64,61%
Haryanto Adikoesoemo 212.604.600 1,06% 4.252.092 Publik 7.104.651.000 35,39%
Soegiarto Adikoesoemo 145.267.000 0,72% 2.905.340
Total 20.073.474.600 100,00%
Jimmy Tandyo 48.000.000 0,24% 960.000
Mery Sofi 8.303.000 0,04% 166.060
Bambang Soetiono 7.780.000 0,04% 155.600
Suresh Vembu 4.927.500 0,02% 98.550
Nery Polim 2.965.000 0,01% 59.300
Termurti Tiban 1.650.000 0,01% 33.000
Masyarakat (masing-masing di bawah kepemilikan 5%) 6.580.453.900 32,78% 131.609.078
Total 19.799.769.600 99% 395.995.392
Treasury stocks 273.705.000 1,36% 5.474.100
Total 20.073.474.600 100% 401.469.492
Berdasarkan perubahan diatas susunan pemegang saham diatas, tidak terdapat pengaruh terhadap
hasil nilai/opini pada Pendapat Kewajaran
METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN TRANSAKSI
Laporan pendapat kewajaran ini disusun sesuai dengan SPI seperti yang ditetapkan oleh MAPPI,
dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap dan POJK No.
35/2020.
Dalam melakukan analisis kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan
Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, kami
melakukan analisis atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, analisis kualitatif atas
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa
Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dan analisis kuantitatif atas Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai.
Analisis atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dilakukan dengan mengidentifikasi
hubungan antara pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai,
analisis perjanjian yang disepakati dalam Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan
Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, penilaian
atas manfaat dan risiko dari Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 18
P a g e | xviii
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, alasan dan latar belakang
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa
Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, serta keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif
atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan
Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai.
Analisis kualitatif atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai terdiri atas informasi riwayat
Perseroan dan sifat kegiatan Perseroan, analisis industri dan lingkungan dimana terdapat penjabaran
akan tinjauan industri, serta analisis operasional dan prospek Perseroan.
Analisis kuantitatif atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dilakukan atas analisis batas
wajar Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai. Selain itu juga dilakukan penilaian
kinerja historis atas pendapatan, aset, kewajiban dan kondisi keuangan Perseroan. Selanjutnya
dilakukan penilaian atas proyeksi keuangan, proforma laporan keuangan sebelum dan sesudah
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa
Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, serta analisis inkremental (incremental analysis) dari
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa
Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai untuk menentukan Pendapat Kewajaran.
Berdasarkan metode-metode analisis yang telah diuraikan, berikut adalah penjelasan dari masing-
masing analisis yang kami lakukan:
1) Analisis atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
a) Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-Pihak yang Terkait dalam Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai
Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai adalah sebagai
berikut:
i. PT Harmas Sahabat Perkasa selaku pihak penjual tanah dalam Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan;
ii. Perseroan selaku pihak pembeli tanah dalam Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah milik
PT Harmas Sahabat Perkasa.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 19
P a g e | xix
Diagram atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak yang terkait dengan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai sebagaimana
dijelaskan pada tabel dibawah ini:
Hubungan Pihak-Pihak Terkait Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo
Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Keterangan Pemegang Saham Perseroan Pengurus Peseroan Pemegang Saham PT Harmas Sahabat Perkasa Pengurus PT Harmas Sahabat Perkasa
PT Arthakencana Rayatama ✓ - ✓ -
Haryanto Adikoesoemo ✓ ✓ - ✓
Soegiarto Adikoesoemo ✓ ✓ - -
Jimmy Tandyo ✓ ✓ - -
Mery Sofi ✓ ✓ - -
Bambang Soetiono ✓ ✓ - -
Suresh Vembu ✓ ✓ - -
Nery Polim ✓ ✓ -
Termurti Tiban ✓ ✓ - -
Moh. Fauzi M. Ichsan - ✓ - -
Sofyan A. Djalil - ✓ - -
Djisman Simandjuntak - ✓ - -
Werner Wongsosaputro - - ✓ -
Fenessa Adikoesoemo - - ✓ -
Aloysius Yuwono Widiasta - - ✓ -
Sumber: Manajemen Perseroan
Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi di atas, terdapat kesamaan
pemegang saham dan kepengurusan Perseroan selaku Penjual dan selaku pihak yang melakukan
Pengalihan Tanah dengan PT Harmas Sahabat Perkasa selaku pihak penjual tanah. Oleh karena
adanya kesamaan pemegang saham dan kepengurusan tersebut, Transaksi Afiliasi atas Pengalihan
Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai ini merupakan transaksi antara Perseroan dengan afiliasinya.
Sebagaimana dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020 Transaksi antara pihak-pihak yang memiliki
hubungan Afiliasi dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi dan/atau Transaksi Benturan
Kepentingan.
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai bukan merupakan Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Transaksi
Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan
Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai tidak terdapat perbedaan antara kepentingan
ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan
Pemegang Saham Utama Perseroan yang tidak merugikan Perseroan karena adanya Transaksi
Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan
Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai tersebut. Dengan demikian Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi.
b) Analisis Perjanjian Pokok Pengalihan Tanah Bitung oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Berikut adalah keterangan singkat mengenai Perjanjian Pokok Terkait Pengalihan Tanah Bitung oleh
Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
sebagai berikut:
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 20
P a g e | xx
Pokok-Pokok Perjanjian Pokok terkait Pengalihan Tanah Bitung
Berdasarkan Perjanjian Pokok Terkait Pengalihan Tanah Bitung yang ditandatangani oleh PT AKR
Corporindo Tbk. ("Perseroan"), PT Harmas Sahabat Perkasa ("Harmas"), dan Bapak Haryanto
Adikoesoemo ("Pak Har"), diperoleh informasi material sebagai berikut:
a. Objek Transaksi
Sehubungan dengan Rencana Pengalihan Tanah Yang Akan Dialihkan, Pak Har setuju untuk
melakukan pelepasan hak atas Tanah Yang Akan Dialihkan di hadapan Pejabat Pembuat Akta
Tanah (“PPAT”) yang berwenang, untuk selanjutnya dimohonkan hak atas tanahnya oleh
AKR, dan AKR setuju untuk mengajukan permohonan hak atas tanah atas Tanah Yang Akan
Dialihkan kepada kantor Badan Pertanahan Nasional (“BPN”) melalui PPAT yang ditunjuk,
setelah pelepasan hak atas tanah oleh Pak Har telah terjadi.
Sehubungan dengan pelepasan hak atas Tanah-tanah Yang Akan Dialihkan, Para Pihak setuju
bahwa AKR akan melakukan pembayaran senilai Rp 15.624.000 (lima belas juta enam ratus
dua puluh empat ribu Rupiah). Para Pihak selanjutnya sepakat bahwa pengaturan mengenai
pembebanan biaya dan kewajiban perpajakan yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan
pelepasan hak atas Tanah-Tanah Yang Akan Dialihkan akan diatur lebih lanjut dalam
dokumen tertulis yang relevan.
b. Tujuan Transaksi
Perseroan bermaksud untuk melaksanakan pelaksanaan pelepasan hak atas Tanah-Tanah
Yang Akan Dialihkan, dimana Pak Har dan Harmas sepakat untuk melaksanakan langkah-
langkah hukum yang diperlukan untuk pengalihan hak atas tanah tersebut kepada
Perseroan.
c. Perhitungan Sisa Sewa sebagai Bagian Pelunasan
Para pihak menyepakati bahwa nilai sewa yang belum digunakan berdasarkan Perjanjian
Sewa Tanah tanggal 27 Desember 2010 diperhitungkan sebagai bagian dari pembayaran atas
transaksi Pengalihan Tanah.
d. Nilai Transaksi, Pelepasan Hak Atas Tanah dan Mekanisme Pembayaran
i) Sehubungan dengan Rencana Pengalihan Tanah Yang Akan Dialihkan, Pak Har setuju
untuk melakukan pelepasan hak atas Tanah Yang Akan Dialihkan di hadapan Pejabat
Pembuat Akta Tanah (“PPAT”) yang berwenang, untuk selanjutnya dimohonkan hak
atas tanahnya oleh AKRA, dan AKRA setuju untuk mengajukan permohonan hak atas
tanah atas Tanah Yang Akan Dialihkan kepada kantor Badan Pertanahan Nasional
(“BPN”) melalui PPAT yang ditunjuk, setelah pelepasan hak atas tanah oleh Pak Har
telah terjadi.
ii) Sehubungan dengan pelepasan hak atas Tanah-tanah Yang Akan Dialihkan, Para Pihak
setuju bahwa AKRA akan melakukan pembayaran senilai Rp15.624.000 (Lima Belas
Juta Enam Ratus Dua Puluh Empat Ribu Rupiah).
iii) Harmas dan AKRA setuju bahwa uang sewa yang belum digunakan, yaitu uang sewa
untuk periode yang belum terpakai oleh AKRA berdasarkan Perjanjian Sewa Tanah,
akan diperhitungkan sebagai bagian dari pembayaran oleh AKRA sehubungan dengan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 21
P a g e | xxi
pelepasan hak atas Tanah-tanah Yang Akan Dialihkan sebagaimana dimaksud dalam
butir 1.2 di atas.
iv) Nilai Transaksi Afiliasi Pengalihan Tanah seluas 15.624 m² yang berlokasi di Bitung
adalah sebesar Rp14.217.753.661,-, dimana transaksi tersebut dibayarkan melalui
dua skema pembayaran yaitu Sisa Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa dan Tunai
dengan detail sebagai berikut:
a. Sisa Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa sebesar Rp14.202.129.661,-
sebagaimana yang dijelaskan pada poin 1.3;
b. Tunai sebesar Rp15.624.000,- ;
v) Pembayaran yang akan dilakukan oleh AKRA sebagaimana pada poin ii, iii, dan iv
diterima sebagai pelunasan seluruh Nilai Transaksi Pengalihan Tanah.
e. Pengakhiran Perjanjian Sewa
Dengan dilaksanakannya pengalihan tanah kepada Perseroan, Perjanjian Sewa Tanah antara Harmas
dan Perseroan akan diakhiri dan berakhir efektif sejak dilakukannya pelepasan hak atas tanah, dan
masing-masing pihak sepakat untuk saling membebaskan dari kewajiban yang timbul berdasarkan
perjanjian sewa tersebut.
Berikut adalah keterangan singkat terkait Pihak-Pihak Transaksi:
1. Pihak yang Mengalihkan Kontrak Sewa Tanah:
PT Harmas Sahabat Perkasa selaku Pihak yang melakukan Pengalihan Tanah milik PT Harmas
Sahabat Perkasa sebagai Pihak Afilisasi Perseroan.
PT Harmas Sahabat Perkasa selaku pihak penjual tanah sebagai Pihak Afiliasi. PT Harmas
Sahabat Perkasa merupakan Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara
Republik Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar PT Harmas Sahabat Perkasa, kegiatan usaha
PT Harmas Sahabat Perkasa bergerak di bidang real estat, penyewaan dan pengelolaan aset
properti, perdagangan, serta kegiatan usaha lainnya yang mendukung aktivitas pengelolaan
dan pemanfaatan aset tanah dan properti.
Berdasarkan Anggaran Dasar PT Harmas Sahabat Perkasa berikut informasi susunan pengurus
dan pemegang saham.
Susunan Pengurus PT Harmas Sahabat Perkasa:
Pengurus
Dewan Komisaris :
Komisaris Nery Polim
Dewan Direksi :
Direktur Utama Werner Wongsosaputro
Direktur Fenessa Adikoesoemo
Direktur Aloysius Yuwono Widiasta
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 22
P a g e | xxii
Susunan Pemegang Saham PT Harmas Sahabat Perkasa:
Pemegang Saham
Persentase Kepemilikan
Pemegang Saham Jumlah Saham Nominal (Rp)
(%)
PT Arthakencana Rayatama 279 279.000.000 99,64%
Haryanto Adikoesoemo 1 1.000.000 0,36%
Total 280 280.000.000 100,00%
2. Pihak yang Melepaskan Hak Atas Tanah Yang Akan Dialihkan:
Bapak Haryanto Adikoesoemo, warga negara Indonesia, yang berdasarkan Perjanjian Pokok
Terkait Pengalihan Tanah Bitung merupakan pihak yang secara yuridis tercatat sebagai
pemegang hak atas Tanah Yang Akan Dialihkan.
c) Penilaian atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan
Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Manfaat potensial yang diperoleh Perseroan atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran
Tunai adalah Perseroan berpotensi memperoleh kepastian penguasaan atas aset tanah yang
digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan dalam jangka panjang. Melalui
pelaksanaan transaksi ini, Perseroan dapat mengubah status penguasaan aset dari sebelumnya
berbasis hak sewa menjadi kepemilikan langsung atas tanah, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan fleksibilitas pengelolaan aset, memperkuat keberlangsungan operasional, serta
memberikan nilai tambah ekonomis bagi Perseroan. Selain itu, transaksi ini juga memberikan
manfaat ekonomis berupa perolehan tanah pada nilai transaksi yang masih berada di bawah
indikasi Nilai Pasar, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap
penguatan posisi aset dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan.
Selain itu, tidak terdapat potensial risiko atas pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan
Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan
Pembayaran Tunai.
d) Alasan dan Latar Belakang Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan
Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari
strategi penguatan penguasaan aset strategis Perseroan dalam mendukung kegiatan operasional
dan pengembangan usaha jangka panjang. Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan akan
memperoleh hak kepemilikan atas tanah yang sebelumnya digunakan berdasarkan skema sewa
jangka panjang, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepastian penguasaan aset,
fleksibilitas pengelolaan aset, serta mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional
Perseroan di masa mendatang. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat memberikan
nilai tambah ekonomis serta mendukung peningkatan nilai Perseroan secara keseluruhan.
e) Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah
oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan
Pembayaran Tunai
Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif, pelaksanaan
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan
Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai berpotensi memberikan manfaat bagi
Perseroan berupa penguatan penguasaan aset strategis yang digunakan untuk mendukung
kegiatan operasional Perseroan dalam jangka panjang. Melalui transaksi ini, Perseroan
memperoleh kepastian kepemilikan atas tanah yang sebelumnya digunakan berdasarkan skema
sewa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan aset, mendukung
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 23
P a g e | xxiii
keberlangsungan operasional, serta memberikan nilai tambah ekonomis bagi Perseroan. Selain
itu, berdasarkan analisis nilai transaksi, Perseroan memperoleh tanah pada nilai yang masih
berada di bawah indikasi Nilai Pasar. Adapun berdasarkan analisis yang dilakukan, tidak terdapat
kerugian inkremental yang material terkait dengan pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai.
2) Analisis Kualitatif atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
a) Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Perseroan
Riwayat Perseroan
Perseroan didirikan di Surabaya berdasarkan Akta Notaris Sastra Kosasih, S.H., No. 46 tanggal 28
November 1977 yang diubah dengan Akta Notaris No. 26 oleh notaris yang sama tanggal 12 April
1978. Akta pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/151/7 tanggal 14 Juni 1978, didaftarkan pada
Pengadilan Negeri Surabaya dalam Surat No. 277/1978 dan No. 278/1978 tanggal 20 Juli 1978
serta diumumkan dalam lembaran Berita Negara No. 101 Tambahan No. 741 tanggal 19 Desember
1978. Pada tahun 1985, Perseroan memindahkan kantor pusatnya ke lokasinya pada saat ini di
Jakarta. Pada tahun 2004, Perseroan mengganti namanya dari PT Aneka Kimia Raya Tbk menjadi
PT AKR Corporindo Tbk. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke
waktu yang mana perubahan terakhir dicakup dalam Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 17
tanggal 28 April 2025, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.
Perseroan berdomisili di AKR Tower, Lantai 26, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta. Kantor
cabang utama Perseroan berlokasi di JI. Sumatra No. 51-53, Surabaya. Kantor penjualan lainnya
sekaligus terminal tangki berlokasi di Medan, Palembang, Lampung, Ciwandan (Banten),
Bandung, Semarang, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Stagen (Kalimantan Selatan), Muara
Teweh (Kalimantan Tengah), Manado, Morowali (Sulawesi Tengah) dan Bali.
Sifat Kegiatan Perseroan
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan
antara lain meliputi bidang industri barang kimia dan bahan bakar minyak; perdagangan besar
dan kecil dan distribusi terutama bahan kimia dan bahan bakar minyak ("BBM") dan gas;
pengangkutan dan pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya); aktivitas profesional, ilmiah dan
teknis (jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan;
konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin.
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri, distribusi dan
perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang
digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan
produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik
lainnya. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
b) Analisis Industri dan Lingkungan
i) Tinjauan Industri Properti Global
Kinerja Historis Industri Properti Global (2020–2024)
Industri properti global melewati siklus penuh dalam rentang 2020–2024, dimulai dari gangguan
pandemi, kemudian lonjakan euforia, diikuti kontraksi akibat kebijakan moneter ketat, dan akhirnya
pemulihan bertahap. Indikator paling representatif untuk mengukur kinerja sektor ini adalah FTSE
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 24
P a g e | xxiv
EPRA Nareit Global Real Estate Index, yang mencakup lebih dari 500 perusahaan properti dan REIT
yang terdaftar di bursa global.
Return Tahunan FTSE EPRA Nareit Global Real Estate Index (2020–2024)
Tahun Return Indeks (%) Konteks Makro Utama
Pandemi COVID-19; penutupan operasional
2020 -9%
massal
Pemulihan ekonomi; stimulus fiskal masif; suku
2021 27%
bunga ultra-rendah
Kenaikan suku bunga agresif (Fed +425 bps);
2022 -20%
inflasi tinggi
Suku bunga tinggi bertahan; penyesuaian
2023 7%
ekspektasi penurunan
Normalisasi siklus; Fed mulai menurunkan suku
2024 9%
bunga
Sumber: Nareit/EPRA Annual Market Review, 2020–2024
Pada 2022, tekanan suku bunga menjadi faktor dominan. Kenaikan Federal Funds Rate sebesar 425
basis poin dalam satu siklus mengakibatkan penurunan volume transaksi properti komersial global
sebesar 42,7% dan koreksi harga di segmen komersial sebesar 15–20%. Kondisi ini mencerminkan
sensitivitas sektor properti terhadap biaya modal, khususnya karena valuasi aset properti sangat
dipengaruhi oleh tingkat diskonto.
Di tingkat sub-sektor, kinerja sangat bervariasi. Data centers menjadi satu-satunya sub-sektor yang
masih mencatat pertumbuhan positif selama 2020–2021, ditopang akselerasi transformasi digital.
Sementara itu, office dan retail mengalami tekanan terbesar akibat perubahan perilaku kerja dan
belanja, sedangkan lodging/resorts pulih seiring normalisasi mobilitas pasca-pandemi.
Kinerja Sub-Sektor REIT Global (2020–2024)
Deskripsi 2022 2023 2024
Data Centers -23% 26% 32%
Lodging / Resorts -6% Positif (beragam regional) Positif
Office -27% Beragam (Eropa +17,1%; Asia -5,6%) 11%
Retail -7% Beragam (Eropa +21,6%) 18%
Sumber: EPRA Annual Market Review 2022, 2023, 2024
Kinerja Historis Industri Properti Global Tahun Dasar 2025
Memasuki 2025, sektor properti global memasuki fase stabilisasi pasca-koreksi. Total pasar real
estate global yang dikelola secara terorganisir mencapai sekitar USD 12,5 triliun pada 2024, dengan
sinyal pemulihan transaksi yang mulai terlihat pada kuartal keempat 2025, ditandai pertumbuhan
volume investasi sebesar 14–16% YoY di semua wilayah utama.
Preferensi investor mengalami pergeseran struktural. Strategi Core-plus dan Value-add
mendominasi alokasi modal, sementara aset alternatif—terutama data centers dan sektor living
(apartemen, student housing, senior living)—kini menyumbang sekitar 42% dari total nilai properti
komersial AS. Pergeseran ini mencerminkan pencarian investor terhadap aset dengan karakteristik
pendapatan yang lebih stabil dan pertumbuhan jangka panjang yang lebih defensif.
Dari sisi harga, normalisasi yield obligasi memberikan dampak ganda. Spread cap rate terhadap
obligasi pemerintah 10 tahun kembali ke kisaran 200–250 basis poin pada 2025, setelah sempat
terkompresi hingga negatif pada 2021–2022. Normalisasi ini memberi sinyal bahwa harga aset
properti mulai mencerminkan nilai fundamental yang lebih realistis.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 25
P a g e | xxv
Prospek Industri Properti Global (2026–2030)
Untuk periode 2026–2030, pertumbuhan sektor properti global akan bersifat selektif, didorong oleh
tiga megatren: digitalisasi, urbanisasi, dan efisiensi energi bangunan.
Digitalisasi mendorong permintaan infrastruktur teknologi berbasis properti—data centers, fasilitas
logistik e-commerce, dan smart buildings. Sub-sektor data centers diproyeksikan tumbuh paling
pesat, didorong oleh ekspansi komputasi awan dan kebutuhan kapasitas AI. Urbanisasi global yang
terus berlanjut, khususnya di Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara, menciptakan permintaan
perumahan yang signifikan di perkotaan baru. Sementara itu, regulasi efisiensi energi bangunan di
Uni Eropa dan Amerika Serikat memaksa renovasi besar-besaran aset properti yang sudah tua,
membuka peluang investasi di segmen green retrofit.
Risiko utama pada periode 2026–2030 diperkirakan berasal dari tiga faktor utama, yaitu
ketidakpastian pemulihan sektor properti di Tiongkok yang masih berpotensi menekan pertumbuhan
PDB hingga sekitar 2 poin persentase serta memicu kelebihan pasokan material konstruksi di
kawasan Asia, tingginya siklus utang sektor properti global dengan nilai pinjaman mencapai sekitar
USD 2 triliun yang jatuh tempo pada 2030 sehingga meningkatkan risiko refinancing terutama dalam
kondisi suku bunga yang tetap tinggi, serta meningkatnya risiko aset terdampak (stranded assets)
berupa gedung yang tidak memenuhi standar emisi baru yang berpotensi kehilangan nilai hingga
USD 2 triliun secara global pada tahun 2030.
ii) Tinjauan Industri Properti Indonesia
Kinerja Historis Industri Properti Indonesia (2020–2024)
Industri properti Indonesia sepanjang periode 2020–2024 menunjukkan dinamika yang dipengaruhi
oleh kondisi ekonomi domestik, kebijakan suku bunga, daya beli masyarakat, serta pemulihan
aktivitas bisnis pasca pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, sektor properti mengalami perlambatan
akibat pembatasan mobilitas dan penurunan aktivitas investasi. Namun, sejak tahun 2021 hingga
2022, industri mulai menunjukkan pemulihan seiring relaksasi kebijakan pemerintah, insentif PPN
properti, serta meningkatnya permintaan pada segmen residensial dan kawasan industri.
Kontribusi Sektor Properti terhadap PDB Indonesia (2020–2024)
Sumber: BPS Quarterly GDP 2020–2024; Bank Indonesia Presentation Book Agustus 2025
Pertumbuhan sektoral 2020–2021 ditopang oleh penurunan suku bunga BI yang mendorong KPR dan
pembelian properti. Pada 2022–2023, laju pertumbuhan melambat seiring kenaikan suku bunga BI
dan penyesuaian ekspektasi konsumen. Tahun 2024 mencatat pemulihan moderat (+2,21%),
sebagian besar berkat stimulus fiskal pemerintah berupa insentif pajak.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 26
P a g e | xxvi
Kinerja Historis Industri Properti Indonesia Tahun Dasar 2025
Pada 2025, sektor properti domestik berada dalam kondisi pemulihan bertahap namun belum
sepenuhnya pulih. Dua faktor kebijakan pemerintah menjadi penopang utama:
a) Pertama, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Program insentif PPN 100% yang
berlaku hingga Juni 2025 berhasil mendongkrak penjualan bulanan properti hingga 54% pada
masa berlakunya. Insentif ini terutama menguntungkan segmen rumah tapak di kisaran harga
Rp 500 juta–Rp 2 miliar.
b) Kedua, perilaku investor masih bersifat wait and see, terutama di segmen menengah atas.
Pada 2024, preferensi kuat terhadap pasar primer (karena manfaat PPN DTP); namun
memasuki pertengahan 2025, dengan menipisnya inventori pasar primer, investor mulai
beralih ke pasar sekunder.
Prospek Industri Properti Indonesia (2026–2030)
Industri properti Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,9% untuk total pasar real estate
pada periode 2025–2030. Berdasarkan laporan Indonesia Real Estate Market yang diterbitkan NMSC
(Next Market Search Consulting) edisi Maret 2026, nilai pasar real estate Indonesia tercatat sebesar
USD 149,2 miliar pada 2024 dan diproyeksikan mencapai USD 168,9 miliar pada 2025, kemudian
tumbuh signifikan hingga USD 348,7 miliar pada 2030. Pertumbuhan sebesar 7,9% CAGR ini jauh
lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya dan mencerminkan potensi ekspansi pasar yang kuat
seiring urbanisasi, pertumbuhan kelas menengah, dan akselerasi pembangunan infrastruktur.
Proyeksi ini mempertimbangkan beberapa faktor pendorong struktural:
a) Urbanisasi: Tingkat urbanisasi Indonesia meningkat dari 58,8% (2024) menuju proyeksi 65%
pada 2030, menciptakan permintaan perumahan perkotaan yang signifikan.
b) Pertumbuhan kelas menengah: Meskipun terdapat tekanan penyusutan kelas menengah
dalam jangka pendek (dari 14% ke sekitar 8% pekerja pada 2024 menurut World Bank),
proyeksi pertumbuhan ekonomi jangka menengah mendukung ekspansi kelas menengah
baru.
c) Pembangunan infrastruktur: Kelanjutan program infrastruktur—tol, MRT, pelabuhan—
meningkatkan nilai lahan di koridor pengembangan baru.
d) Ibu Kota Nusantara (IKN): Pembangunan ibu kota baru menciptakan ekosistem properti baru
di Kalimantan Timur.
iii) Tinjauan Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global
Kinerja Historis Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global (2020–2024)
Industri distribusi bahan bakar minyak dan energi global melewati disrupsi besar pada 2020,
dilanjutkan pemulihan signifikan, dan kini memasuki fase transisi teknologi yang menentukan arah
jangka panjang. Konsumsi energi global mencatat penurunan -4,4% pada 2020—penurunan terbesar
dalam sejarah modern akibat pembatasan mobilitas pandemi. Pemulihan cepat terjadi pada 2021
(+5,1%), diikuti pertumbuhan moderat pada 2022–2024 (1,4%–1,8%) seiring normalisasi aktivitas
ekonomi global.
Ukuran pasar distribusi BBM global tumbuh dari USD 3,0 triliun (2022) menjadi USD 3,22 triliun
(2025). Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan volume distribusi seiring pemulihan
permintaan, serta kenaikan nilai nominal akibat volatilitas harga komoditas energi. Struktur rantai
pasok distribusi BBM global bersifat kapital-intensif dan sangat terkonsentrasi di sekitar beberapa
pemain besar. Rantai pasok mencakup: kilang minyak → terminal penyimpanan → distribusi primer
(pipa/kapal tanker) → distribusi sekunder (truk tangki) → SPBU/konsumen industri. Setiap titik rantai
pasok ini menghadapi tekanan transformasi akibat digitalisasi dan desakan transisi energi.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 27
P a g e | xxvii
Pertumbuhan Konsumsi Energi Global (%) & Market Size Distribusi BBM Global (USD Triliun),
2020–2024
Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024; Allied Market Research – Global Petroleum Distribution Market 2025
Pada 2025, dua dinamika simultan membentuk kondisi industri: stabilitas permintaan jangka pendek
dan investasi transformasi jangka panjang. Integrasi digital semakin masif. Pasar sistem manajemen
bahan bakar (Fuel Management System/FMS) yang mencakup pemantauan real-time, IoT, dan
analitik tumbuh dari USD 7,8 miliar (2023) menjadi USD 9,4 miliar (2025. Teknologi ini memungkinkan
operator mengoptimalkan rute distribusi, meminimalkan kebocoran, dan meningkatkan transparansi
rantai pasok. Transisi menuju kendaraan listrik (EV) mulai memberikan dampak nyata pada proyeksi
permintaan BBM. Meskipun penetrasi EV masih relatif terbatas secara agregat global, percepatan
adopsi di Eropa dan Tiongkok mulai mengubah pola permintaan di segmen penumpang. Pasar
distribusi BBM segmen gasoline diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 4,4% untuk keseluruhan
periode 2026–2030, tetapi laju ini akan tertekan lebih jauh apabila adopsi EV lebih cepat dari
proyeksi saat.
Prospek Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global (2026–2030)
Proyeksi industri distribusi BBM global untuk 2026–2030 bersifat bifurkatif: volume dapat tumbuh
moderat di pasar berkembang, sementara tertekan di pasar maju yang agresif dalam transisi energi.
Transformasi SPBU menjadi energy hub adalah tren terpenting. Perusahaan seperti BP, Shell, dan
TotalEnergies secara aktif mengonversi jaringan SPBU menjadi hub energi yang menyediakan
pengisian listrik (EV charging), hydrogen fueling, dan layanan ritel terintegrasi. Pasar peralatan untuk
transformasi ini diproyeksikan mencapai nilai USD 204,6 miliar pada 2030 dengan CAGR 5,4%.
Dampak adopsi EV diperkirakan mendislokasi permintaan minyak global lebih dari 5 juta barel per
hari (mb/d) pada 2030 [26], setara dengan menghilangkan konsumsi minyak dua negara sebesar
Jerman dan Prancis digabungkan. Meskipun demikian, pertumbuhan konsumsi di negara
berkembang—termasuk Indonesia, India, dan negara-negara Afrika—diharapkan sebagian
mengimbangi penurunan tersebut.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 28
P a g e | xxviii
Market Size Global Distribusi BBM (2020–2030P, USD Triliun)
Sumber: Grand View Research – Gas Station Equipment Market 2025–2030
iv) Tinjauan Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia
Kinerja Historis Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia (2020–2024)
Konsumsi BBM Indonesia memiliki pola yang mencerminkan siklus ekonomi domestik. Pandemi
menekan konsumsi pada 2020, namun pemulihan mobilitas mendorong pertumbuhan tajam pada
2022–2023, sebelum sedikit terkoreksi di 2024 dan kembali meningkat pada 2025.
Konsumsi BBM Indonesia (2020–2025)
Sumber: ESDM Handbook of Energy & Economic Statistics 2024; BPH Migas
Lonjakan konsumsi pada 2023 (+17,1%) sebagian besar bersifat normalisasi pasca-pandemi dan
tidak sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan organik. Pada 2024, volume sedikit menurun
karena penyesuaian subsidi dan efisiensi distribusi.
Di sisi produksi minyak mentah domestik, Indonesia menghadapi keterbatasan struktural.
Kapasitas produksi nasional terus menurun dari lapangan-lapangan tua, sehingga ketergantungan
impor untuk minyak mentah mencapai sekitar 37,5% pada 2024, sementara ketergantungan
impor untuk bensin (gasoline) berada di kisaran 50–60%.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 29
P a g e | xxix
Industri kimia dasar (HS 28 dan 29) Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan positif namun
melambat. Pertumbuhan PDB sub-sektor kimia dasar tercatat 9,39% (2020), 11,65% (2021), 8,68%
(2022), 8,35% (2023), dan 5,86% (2024)—tren perlambatan yang mencerminkan tekanan
kompetitif dari produk impor berbiaya lebih rendah.
Pada 2025, sektor BBM domestik berada dalam kondisi yang secara permintaan relatif stabil ,
namun secara struktural menghadapi tiga tantangan besar:
1) Keterbatasan produksi minyak mentah: Kapasitas lifting nasional terbatas mendorong
impor yang membebani neraca perdagangan energi. Indonesia tidak lagi dapat
sepenuhnya mengandalkan cadangan domestik untuk memenuhi kebutuhan energi yang
terus tumbuh.
2) Subsidi dan kendala fiskal: Harga BBM bersubsidi yang dikelola pemerintah menciptakan
tekanan fiskal yang signifikan, sementara harga minyak global yang bergejolak
mempersulit perencanaan anggaran.
3) Ketergantungan impor bahan kimia: Total impor bahan kimia (HS 28+29) Indonesia
mencapai USD 9,95 miliar pada Januari–November 2024, sementara ekspor hanya USD 7,0
miliar pada keseluruhan 2024, mencerminkan defisit neraca perdagangan bahan kimia
yang persisten.
Prospek Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia (2026–2030)
Industri Distribusi BBM
Industri minyak dan gas Indonesia—termasuk segmen distribusi dan hilir BBM—diproyeksikan
tumbuh dengan CAGR 5,18% selama periode 2026–2031, meningkat dari nilai pasar sebesar USD
13,88 miliar (2025) menuju USD 18,81 miliar (2031) berdasarkan riset Mordor Intelligence (edisi
Januari 2026). Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi permintaan domestik, dengan proyeksi
konsumsi minyak mentah Indonesia mencapai 1,8 juta barel per hari (bbl/d) pada 2030 dari 1,6 juta
bbl/d pada 2025.
Proyeksi konsumsi energi nasional menargetkan total konsumsi mencapai 1.552 juta Barrel of Oil
Equivalent (BOE) pada 2030, dengan segmen bensin diproyeksikan sekitar 40,2 juta KL pada
2026[32]. Meskipun program kendaraan listrik (EV) akan memberikan dampak pengurangan,
skalanya dalam jangka pendek masih terbatas.
Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius adopsi EV: 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta
unit motor listrik pada 2030. Jika tercapai, ini akan menghasilkan penghematan konsumsi BBM setara
29,79 juta BOE. Namun, laju adopsi EV aktual hingga 2025 masih sangat jauh dari target, sehingga
dampak riilnya terhadap konsumsi BBM 2026–2030 diperkirakan lebih terbatas. Kebijakan mandatori
biodiesel B50 yang dijadwalkan implementasinya mulai pertengahan 2026 juga akan mengubah
komposisi konsumsi solar secara signifikan, mengurangi impor solar fosil dan meningkatkan
permintaan CPO untuk kebutuhan energi.
Industri Bahan Kimia
Industri kimia dasar Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,2% selama periode 2021–2030,
dengan nilai pasar meningkat dari USD 17,6 miliar (2020) menuju USD 35,1 miliar (2030),
berdasarkan riset Allied Market Research (2026). Pertumbuhan didorong oleh tiga sektor utama:
pertanian (permintaan pupuk), farmasi, dan konstruksi.
Dalam hal sub-segmen, petrokimia organik diproyeksikan tumbuh dengan CAGR tertinggi sebesar
7,8%, sementara segmen berbasis energi mencatat CAGR paling cepat yakni 8,6% hingga 2030.
Pertumbuhan segmen energi ini konsisten dengan tren penggunaan bahan kimia sebagai bahan baku
energi terbarukan dan biodiesel.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 30
P a g e | xxx
v) Tinjauan Industri Logistik Global
Kinerja Historis Industri Logistik Global (2020–2025)
Industri logistik global mengalami siklus paling dramatis dalam sejarah modern selama periode
2020–2025. Pandemi COVID-19 pada 2020 memicu disrupsi rantai pasok global yang belum pernah
terjadi sebelumnya, diikuti lonjakan permintaan yang mendorong pasar ke puncak supercycle pada
2021–2022. Kontraksi tajam kemudian terjadi pada 2023–2024 akibat normalisasi freight rate dan
penurunan permintaan konsumen. Pada 2025, pasar mulai pulih ke jalur pertumbuhan struktural
jangka panjang.
Berdasarkan data Statista dan Armstrong & Associates, nilai pasar logistik global tercatat sekitar USD
9,0 triliun pada 2020, kemudian melonjak ke USD 11,43 triliun pada puncaknya di 2022, sebelum
terkoreksi ke USD 9,97 triliun pada 2024 akibat freight recession pasca-pandemi. Pada 2025, pasar
diestimasi kembali tumbuh ke kisaran USD 11,7 triliun didorong pemulihan volume perdagangan dan
ekspansi e-commerce.
Ukuran Pasar Logistik Global & Pertumbuhan YoY (2020–2025)
Sumber: Statista Global Logistics Market 2024; Armstrong & Associates 3PL Market Data 2022; Allied Market Research Freight
& Logistics Market 2025
Di tingkat sub-sektor, kinerja sangat bervariasi. E-commerce logistics menjadi sub-sektor dengan
pertumbuhan paling konsisten, dengan nilai pasar global mencapai estimasi USD 524,2 miliar pada
2025 dan CAGR sekitar 20% sepanjang periode ini. Freight forwarding mengalami boom tarif pada
2021–2022 (tarif FCL Asia–Eropa sempat 8× lipat normal) sebelum crash ke level pra-pandemi pada
2023. Cold chain logistics tumbuh lebih stabil dengan CAGR 13–16%, didorong ekspansi farmasi dan
distribusi produk segar.
Pada 2025, industri logistik global memasuki fase stabilisasi pasca-freight-recession. Tiga dinamika
struktural mendefinisikan kondisi saat ini:
1) Nearshoring dan Friend-shoring. Ketegangan geopolitik AS–Tiongkok, disrupsi Terusan Suez
akibat konflik Laut Merah, dan pelajaran pandemi mendorong perusahaan multinasional
merelokasi rantai pasok ke negara-negara yang lebih dekat secara geografis atau politis.
Kawasan Asia Tenggara—termasuk Indonesia, Vietnam, dan Thailand—menjadi penerima
manfaat langsung dari tren ini, dengan investasi fasilitas logistik meningkat signifikan.
2) Digitalisasi dan AI dalam Logistik. Adopsi Transportation Management System (TMS) dan
Warehouse Management System (WMS) berbasis AI tumbuh pesat. Sistem prediktif demand
forecasting mampu mengurangi biaya persediaan 20–30%, sementara autonomous vehicle dan
drone dalam tahap komersial awal di beberapa pasar maju.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 31
P a g e | xxxi
3) Desakan Regulasi Hijau. EU Emissions Trading System (EU ETS) mulai diberlakukan untuk sektor
pelayaran pada 2024, dan IMO menargetkan pengurangan emisi GRK pelayaran 40% pada
2030 vs 2008. Ini mendorong investasi masif dalam armada LNG, amonia, dan hidrogen serta
percepatan adopsi electric vehicle (EV) untuk distribusi darat jarak pendek.
Secara regional, Asia Pasifik mendominasi pasar logistik global dengan pangsa sekitar 41,2% (estimasi
USD 2.698 miliar) pada 2025, jauh di atas Amerika Utara (~22%, USD 1.641 miliar) dan Eropa (~18%,
USD 1.476 miliar).
Prospek Industri Logistik Global (2026–2030)
Prospek industri logistik global periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid,
dengan nilai pasar diproyeksikan meningkat dari sekitar USD 11,7 triliun pada 2025 menjadi USD 16,7
triliun pada 2030 atau tumbuh dengan CAGR sekitar 7,3%. Pertumbuhan ini didorong oleh tiga faktor
utama, yaitu ekspansi e-commerce global yang meningkatkan permintaan layanan logistik khususnya
last-mile delivery, percepatan adopsi teknologi digital seperti IoT, blockchain, dan artificial
intelligence yang meningkatkan efisiensi dan visibilitas rantai pasok, serta dorongan menuju green
logistics akibat regulasi emisi yang semakin ketat di berbagai kawasan utama dunia. Namun
demikian, industri ini tetap menghadapi sejumlah risiko, antara lain ketidakpastian geopolitik yang
dapat mengganggu jalur distribusi global, tekanan biaya operasional akibat kenaikan harga energi
dan tenaga kerja, serta kebutuhan investasi besar dalam proses dekarbonisasi, terutama bagi pelaku
usaha dengan armada lama.
vi) Tinjauan Industri Logistik Indonesia
Kinerja Historis Industri Logistik Indonesia (2020–2025)
Sektor transportasi dan pergudangan Indonesia—proksi terdekat untuk industri logistik menurut
klasifikasi BPS—mencatat trajektori pemulihan yang kuat setelah kontraksi 2020. Nilai Produk
Domestik Bruto sektor ini atas dasar harga berlaku (ADHB) turun signifikan pada 2020 akibat
pembatasan mobilitas, kemudian tumbuh kuat seiring normalisasi aktivitas ekonomi dan lonjakan e-
commerce domestik.
Berdasarkan data BPS, nilai PDB sektor transportasi & pergudangan mencatat pertumbuhan luar
biasa sebesar +19,87% pada 2022 dan +13,96% pada 2023, jauh di atas rata-rata pertumbuhan PDB
nasional yang sekitar 5%. Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan transportasi udara, ekspansi
masif e-commerce logistik, dan peningkatan aktivitas pelabuhan seiring normalisasi ekspor
komoditas. Pada 2024, pertumbuhan melandai ke +8,69%, dan untuk 2025 Kemenko Perekonomian
memperkirakan pertumbuhan berlanjut di kisaran +8,78% dengan nilai mencapai sekitar Rp 1.500
triliun.
PDB Sektor Transportasi & Pergudangan Indonesia ADHB (2020–2025)
Sumber: BPS — PDB Lapangan Usaha ADHB 2020–2024; estimasi 2025 berdasarkan Kemenko Perekonomian/Supply Chain Indonesia
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 32
P a g e | xxxii
Secara kontekstual, biaya logistik Indonesia terhadap PDB telah mengalami rekalkulasi signifikan.
Angka historis yang sering dikutip (~23,5% dari PDB) mencerminkan metodologi lama; pemerintah
melalui Kemenko Perekonomian melakukan rekalkulasi pada September 2023 dan menghasilkan
angka terbaru 14,29% dari PDB—mengindikasikan efisiensi yang membaik akibat implementasi
National Logistics Ecosystem (NLE) dan ekspansi infrastruktur jalan tol.
Indonesia menghadapi paradoks logistik: meski memiliki biaya logistik yang masih relatif tinggi
dibanding negara tetangga, negara ini secara simultan menjadi salah satu pasar logistik dengan
pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Indeks Kinerja Logistik (LPI) World Bank 2023 menempatkan
Indonesia di peringkat 63 dari 139 negara dengan skor 3,0—turun dari peringkat 46 pada 2018.
Penurunan ini mencerminkan tekanan pada dimensi infrastruktur dan keandalan pengiriman,
meskipun teknologi digital logistik berkembang pesat.
Pada sisi positif, implementasi NLE yang kini mencakup 46 pelabuhan dan 6 bandara berhasil
mereduksi waktu layanan logistik 57,7% dan biaya logistik 37,6% di pelabuhan-pelabuhan yang
berpartisipasi. Inisiatif ini merupakan transformasi digital paling signifikan dalam sektor logistik
Indonesia. Sub-sektor dengan pertumbuhan terkuat di Indonesia antara lain: e-commerce logistics
(estimasi USD 5,27 miliar pada 2025F), last-mile delivery (USD 8,5 miliar pada 2024, didominasi JNE,
J&T Express, SiCepat), cold chain (USD 5,08 miliar pada 2024, tumbuh seiring ekspansi distribusi
vaksin dan produk segar), dan freight trucking (USD 54 miliar pada 2024).
Prospek Industri Logistik Indonesia (2026–2030)
Mordor Intelligence memproyeksikan pasar logistik Indonesia akan tumbuh dengan CAGR 6,21%
selama 2026–2030, dengan nilai pasar mencapai sekitar USD 177,36 miliar (~Rp 2.750 triliun) pada
2030. Proyeksi ini didukung sejumlah katalis struktural:
1) Infrastruktur. Penyelesaian Jalan Tol Trans-Sumatera dan pengembangan lanjutan Trans-
Jawa akan membuka koridor logistik baru yang menghubungkan sentra produksi di luar Jawa
dengan pelabuhan-pelabuhan utama. Program Tol Laut yang menyubsidi rute perintis ke
Indonesia Timur terus memperluas jangkauan distribusi nasional.
2) IKN Nusantara. Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur menciptakan demand generator
logistik yang sepenuhnya baru. Groundbreaking "Nusantara Logistics Hub" (Januari 2024,
kolaborasi Pos Indonesia dan Bina Karya) menjadi penanda dimulainya pengembangan
ekosistem logistik terpadu di kawasan ini.
3) Digitalisasi dan Ekosistem. Pengembangan platform NLE generasi kedua, integrasi customs
clearance digital, dan adopsi AI untuk optimasi rute last-mile diproyeksikan dapat
menurunkan biaya logistik ke di bawah 12% dari PDB pada 2030—mendekati benchmark
ASEAN seperti Thailand dan Malaysia.
Proyeksi PDB Transportasi & Pergudangan Indonesia (2025–2030, Rp Triliun)
Sumber: BPS 2020–2024; Mordor Intelligence & Kemenko Perekonomian Republik Indonesia
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 33
P a g e | xxxiii
vii) Kesimpulan Tinjauan Industri
Perkembangan industri properti, distribusi BBM dan bahan kimia, serta logistik menunjukkan bahwa
ketiga sektor tersebut telah melewati fase siklus yang signifikan selama periode historis dan kini
memasuki fase stabilisasi menuju pertumbuhan yang lebih terstruktur. Sektor properti, baik global
maupun domestik, menunjukkan pemulihan bertahap pasca tekanan suku bunga tinggi, dengan
prospek pertumbuhan yang didorong oleh urbanisasi, digitalisasi, dan kebutuhan efisiensi energi. Di
Indonesia, potensi pertumbuhan yang relatif tinggi mencerminkan adanya peluang ekspansi yang
kuat, meskipun tetap diiringi dengan risiko eksternal seperti dinamika suku bunga dan ketidakpastian
global. Sementara itu, industri distribusi BBM dan bahan kimia masih menunjukkan ketahanan
permintaan, khususnya di pasar berkembang, namun menghadapi tantangan struktural berupa
keterbatasan produksi domestik, ketergantungan impor, serta tekanan transisi energi.
Di sisi lain, industri logistik berperan sebagai enabler utama bagi pertumbuhan kedua sektor
tersebut, dengan prospek pertumbuhan yang solid didorong oleh ekspansi e-commerce,
transformasi digital, dan pengembangan infrastruktur. Indonesia secara khusus menunjukkan
potensi pertumbuhan logistik yang kuat, didukung oleh pembangunan infrastruktur, implementasi
National Logistics Ecosystem, serta pengembangan kawasan strategis seperti IKN. Secara
keseluruhan, ketiga sektor ini memiliki prospek pertumbuhan yang positif dengan profil risiko yang
masih dapat dikelola, dimana keberhasilan pelaku usaha akan sangat ditentukan oleh kemampuan
dalam beradaptasi terhadap perubahan struktural, termasuk digitalisasi, efisiensi operasional, serta
pergeseran menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan. Adapun secara agregat, proyeksi
pertumbuhan untuk industri Oil and Gas, Freight & Logistics, serta Property/Real Estate pada tahun
2030 diperkirakan mencapai 5,18% - 7,90% CAGR yang mencerminkan kondisi pertumbuhan yang
stabil dan berkelanjutan di masing-masing sektor tersebut.
c) Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Prospek operasional Perseroan pada periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang
stabil dan terukur. Secara agregat, Perseroan menyesuaikan proyeksi pertumbuhan pendapatan
menjadi sebesar sekitar 7,25% (CAGR) selama periode proyeksi, sejalan dengan proyeksi
pertumbuhan pasar. Penyesuaian ini mencerminkan pendekatan yang lebih konservatif dan realistis
dalam mengantisipasi dinamika ekonomi dan industri ke depan, dengan tetap mempertimbangkan
kondisi pasar serta kapasitas operasional yang dimiliki.
Jika dibandingkan dengan prospek industri, pertumbuhan Perseroan kini berada pada tingkat yang
sejalan dengan pertumbuhan pasar yang diperkirakan dengan rentang 5,18% - 7,90% CAGR hingga
periode 2030. Keselarasan ini menunjukkan bahwa asumsi proyeksi yang digunakan Perseroan telah
mencerminkan kondisi industri yang mendasari, baik dari sisi permintaan, perkembangan
infrastruktur, maupun tren investasi di sektor terkait. Dengan demikian, proyeksi tersebut tidak
hanya menjaga daya saing Perseroan, tetapi juga mencerminkan kehati-hatian dalam menjaga
kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, penyesuaian proyeksi pertumbuhan Perseroan ke tingkat yang setara dengan
pertumbuhan industri juga mencerminkan strategi mitigasi risiko yang diterapkan, khususnya dalam
menghadapi ketidakpastian global seperti volatilitas harga energi, dinamika suku bunga, serta
perubahan kebijakan dan regulasi. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, proyeksi
pertumbuhan pendapatan Perseroan dinilai berada dalam tingkat yang wajar, serta menunjukkan
posisi Perseroan yang adaptif dan memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan
pertumbuhan industri yang mendasarinya.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 34
P a g e | xxxiv
3) Analisis Kuantitatif atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Analisis kuantitatif atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai terdiri atas:
a) Analisis Kinerja Historis atas Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan Perseroan
Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2021 – 2025
(dalam ribuan rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2.600.492.407 4.337.980.751 6.535.625.681 5.365.991.608 6.404.299.375
Piutang usaha 4.488.568.078 5.971.459.404 6.403.443.864 7.563.490.272 9.544.657.509
Piutang lain-lain 23.881.060 48.953.580 56.397.196 44.268.911 45.702.915
Persediaan 2.380.874.610 3.051.343.242 3.133.621.502 3.462.763.531 2.601.111.632
Persediaan tanah kawasan industri 2.126.776.429 2.169.233.066 1.620.808.463 3.756.816.356 4.013.228.173
Pajak dibayar di muka 133.190.794 108.106.576 197.028.073 147.198.948 135.665.526
Biaya dibayar dimuka 66.772.588 72.021.850 85.322.248 81.762.138 88.080.384
Uang muka 84.083.600 64.676.117 73.764.039 147.409.624 59.980.112
Aset lancar lainnya 118.038.796 17.519.665 15.040.591 428.410.352 430.990.526
TOTAL ASET LANCAR 12.022.678.362 15.841.294.251 18.121.051.657 20.998.111.740 23.323.716.152
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga 659.561.869 494.583.828 387.378.827 304.429.436 1.224.582.641
Investasi pada entitas asosiasi 401.618.108 417.300.271 445.892.740 492.359.823 535.825.092
Aset pajak tangguhan - neto 251.900.442 205.213.107 201.297.850 188.343.792 181.237.136
Properti investasi 1.816.567.520 1.816.567.520 1.816.567.520 1.816.567.520 1.816.567.520
Aset tetap - neto 4.978.381.223 4.996.696.832 5.466.446.896 6.365.009.877 6.810.814.885
Aset hak guna - neto 568.637.558 586.193.133 617.801.889 793.367.518 839.161.376
Sewa tanah jangka panjang dibayar di muka - neto - - - - -
Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang 42.788.198 43.598.633 16.274.311 15.571.175 70.449.440
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi - - - - 250.000.000
Aset keuangan tidak lancar lainnya 145.898.826 132.387.490 66.662.432 74.742.610 37.856.217
Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan 2.565.515.826 2.587.396.616 3.026.267.791 1.983.264.085 1.421.440.536
Uang muka 43.025.293 42.968.020 42.968.020 27.211.667 -
Aset tidak lancar lainnya - neto 12.012.511 23.408.335 46.013.184 49.705.125 50.630.262
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 11.485.907.374 11.346.313.785 12.133.571.460 12.110.572.628 13.238.565.105
TOTAL ASET 23.508.585.736 27.187.608.036 30.254.623.117 33.108.684.368 36.562.281.257
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek dan lainnya 121.701.754 1.573.705 5.000.000 7.000.000 237.365.000
Hutang usaha 7.766.849.298 9.239.323.818 9.519.185.995 10.391.582.462 12.333.889.025
Hutang lain-lain 78.842.715 72.571.876 349.640.045 464.043.998 209.351.573
Hutang pajak 198.010.697 350.461.872 450.027.838 402.699.824 653.587.230
Biaya masih harus dibayar 317.241.262 623.931.872 571.823.594 585.685.122 663.234.721
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 119.645.206 195.016.227 187.750.044 144.298.160 118.052.612
Liabilitas sewa jangka pendek 16.563.340 15.469.598 43.446.381 45.084.227 71.402.299
Liabilitas kontrak 235.492.402 226.516.877 224.865.280 272.002.142 311.093.601
Uang muka pelanggan dan lainnya - - - - -
Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
tahun 383.787.323 554.639.521 1.089.267.780 1.140.851.204 1.182.438.653
Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun 67.870.584 - 36.833.937 - -
Hutang dividen 836.812 986.227 55.536.914 1.000.288 56.785.476
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 9.306.841.393 11.280.491.593 12.533.377.808 13.454.247.427 15.837.200.190
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - neto 8.763.562 11.395.226 18.384.131 25.699.726 40.939.690
Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun 2.164.802.579 2.101.263.279 3.117.277.847 3.645.033.749 3.703.087.919
Hutang obligasi 36.676.629 36.751.679 -
Liabilitas imbalan pasca kerja 145.867.002 144.724.214 177.230.676 179.043.946 210.005.038
Liabilitas kontrak jangka panjang 216.319.601 78.668.895 19.380.841 631.405.255 631.125.850
Liabilitas sewa jangka panjang 266.123.582 306.865.471 336.940.196 479.142.813 518.488.414
Hutang dividen 54.107.938 54.107.938 - 54.107.938 -
Liabilitas jangka panjang lainnya 10.118.337 18.528.966 9.074.105 16.011.040 11.484.687
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 2.902.779.230 2.752.305.668 3.678.287.796 5.030.444.467 5.115.131.598
TOTAL LIABILITAS 12.209.620.623 14.032.797.261 16.211.665.604 18.484.691.894 20.952.331.788
EKUITAS
Modal Saham 401.469.492 401.469.492 401.469.492 401.469.492 401.469.492
Tambahan modal yang disetor 1.287.163.057 1.287.163.057 1.287.163.057 1.301.477.917 1.365.578.353
Saham treasuri (118.071.864) (118.071.864) (118.071.864) (112.577.374) (96.093.902)
Saldo laba 7.518.358.978 9.093.922.725 9.396.615.529 9.651.189.262 10.140.827.446
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 187.195.083 235.378.128 226.451.794 251.982.560 275.160.157
Komponen ekuitas lainnya 69.001.583 69.001.149 68.996.200 68.994.782 68.994.086
Kepentingan non-pengendali 1.953.848.784 2.185.948.088 2.780.333.305 3.061.455.835 3.454.013.837
TOTAL EKUITAS 11.298.965.113 13.154.810.775 14.042.957.513 14.623.992.474 15.609.949.469
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 23.508.585.736 27.187.608.036 30.254.623.117 33.108.684.368 36.562.281.257
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 35
P a g e | xxxv Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 12%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 26% dari sebesar Rp18.683.572.815.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp23.508.585.736.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp36.562.281.257.000,-. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 18%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 49% dari sebesar Rp8.042.418.506.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp12.022.678.362.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah aset lancar Perseroan adalah sebesar Rp23.323.716.152.000,- . Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset tidak lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang relatif stabil dengan rata-rata sebesar 4%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar 9% dari sebesar Rp12.110.572.628.000,- pada tahun 2024 menjadi sebesar Rp13.238.565.105.000,- pada tahun 2025. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 50% dari sebesar Rp8.127.216.543.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp12.209.620.623.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp20.952.331.788.000,-. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas jangka pendek mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 82% dari sebesar Rp5.102.110.055.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp9.306.841.393.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar Rp15.837.200.190.000,-. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas jangka panjang mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 15%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 34% dari sebesar Rp2.752.305.668.000,- pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp3.678.287.796.000,- pada tahun 2023. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah ekuitas mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata- rata sebesar 8%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 16% dari sebesar Rp11.298.965.113.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp13.154.810.775.000,- pada tahun 2022. Pada tahun 2025, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp15.609.949.469.000,-. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Page 36
P a g e | xxxvi
Laporan Laba Rugi Perseroan Tahun 2021 – 2025
(dalam ribuan rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 25.707.068.900 47.539.986.604 42.086.952.436 38.729.493.298 46.018.468.072
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 25.463.445.015 47.269.426.164 41.817.425.630 38.457.126.044 45.732.540.855
Pendapatan Sewa 243.623.885 270.560.440 269.526.806 272.367.254 285.927.217
Beban Pokok Pendapatan (23.413.909.898) (43.287.573.122) (37.613.487.899) (35.220.457.367) (41.920.479.417)
Laba Kotor 2.293.159.002 4.252.413.482 4.473.464.537 3.509.035.931 4.097.988.655
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (776.009.675) (975.279.769) (877.798.573) (873.443.923) (961.169.832)
Beban penjualan (61.843.405) (153.814.113) (97.071.990) (101.147.934) (98.127.836)
Pendapatan (Beban) Usaha Lainnya
Laba atas penjualan aset tetap - neto 7.523.368 7.058.827 14.657.761 3.733.007 2.679.292
Laba (rugi) selisih kurs - neto 4.561.803 (45.972.224) 6.248.958 13.689.654 14.824.560
Pendapatan usaha lainnya 14.983.792 19.582.323 48.961.005 38.790.304 39.712.781
Beban usaha lainnya (27.486.282) (17.206.993) (7.927.557) (12.191.957) (12.106.041)
Total Beban Operasi (838.270.399) (1.165.631.949) (912.930.396) (930.570.849) (1.014.187.076)
Laba Usaha 1.454.888.603 3.086.781.533 3.560.534.141 2.578.465.082 3.083.801.579
Penghasilan keuangan 37.128.972 49.074.023 196.567.492 352.599.086 290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan (5.350.243) (9.359.048) (35.675.352) (53.714.989) (45.491.265)
Beban keuangan (57.068.728) (57.212.531) (68.489.236) (84.909.111) (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi 7.144.436 16.632.809 34.534.891 46.467.083 52.199.723
Beban penghapusan piutang atas perubahan formula harga - - - - -
PSO
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain (18.145.563) (864.747) 126.937.795 260.442.069 223.718.657
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak Final dan 1.436.743.040 3.085.916.786 3.687.471.936 2.838.907.151 3.307.520.236
Pajak Penghasilan
Pajak final (41.680.021) (62.100.226) (19.813.545) (26.556.061) (25.458.432)
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak 1.395.063.019 3.023.816.560 3.667.658.391 2.812.351.090 3.282.061.804
Penghasilan
Pajak Penghasilan - neto:
Pajak Kini (268.098.733) (495.142.854) (577.041.476) (393.765.710) (434.396.510)
Pajak Tangguhan 8.037.470 (49.614.549) (12.147.214) (19.117.868) (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan 1.135.001.756 2.479.059.157 3.078.469.701 2.399.467.512 2.823.416.007
Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan - - - - -
Laba neto dari operasi yang dihentikan - - - - -
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dihentikan - - - - -
Laba Neto Tahun Berjalan 1.135.001.756 2.479.059.157 3.078.469.701 2.399.467.512 2.823.416.007
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Selama tahun 2021 – 2025, Laba Neto Tahun Berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan yang
meningkat dengan rata-rata sebesar 26%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar
118% dari laba sebesar Rp1.135.001.756.000,- pada tahun 2021 menjadi laba sebesar
Rp2.479.059.157.000,- pada tahun 2022. Pada tahun 2025, Laba Neto Tahun Berjalan Perseroan
sebesar Rp2.823.416.007.000,-.
Seiring dengan adanya peningkatan penjualan Perseroan sebesar 16%, selama tahun 2021 – 2025,
beban pokok penjualan Perseroan turut mengalami peningkatan sebesar 16%. Peningkatan terbesar
terjadi pada tahun 2022 sebesar 85%.
Selama tahun 2021 – 2025, Perseroan tercatat memiliki rata-rata Laba Neto Tahun Berjalan sebesar
6% atas penjualan. Pada tahun 2025, perusahaan mencatat laba sebesar 6% atas penjualan.
Pada tahun 2021 Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp25.707.068.900.000,- yang kemudian
mengalami peningkatan signifikan sebesar 85% pada tahun 2022 menjadi sebesar
Rp47.539.986.604.000,-. Peningkatan penjualan ini didorong oleh meningkatnya permintaan serta
harga jual produk energi dan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode selanjutnya, Perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 11% pada tahun 2023
dan kembali mengalami penurunan sebesar 8% pada tahun 2024. Penurunan tersebut disebabkan
oleh normalisasi harga komoditas energi dan bahan kimia di pasar global setelah periode kenaikan
signifikan pada tahun sebelumnya.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 37
P a g e | xxxvii
Meskipun menghadapi tekanan harga dan volatilitas pasar, Perseroan tetap menunjukkan kinerja
operasional yang solid. Hal ini tercermin dari kemampuan Perseroan dalam menjaga stabilitas marjin
laba serta meningkatkan efisiensi operasional, yang didukung oleh kekuatan pada jaringan distribusi,
infrastruktur logistik, serta basis pelanggan industri yang luas di Indonesia.
Selanjutnya pada tahun 2025, Perseroan kembali mencatat peningkatan penjualan sebesar 19%
dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp46.018.468.072.000,-. Peningkatan ini didorong
oleh perbaikan kondisi pasar, peningkatan volume penjualan, serta optimalisasi kegiatan distribusi
dan logistik yang dilakukan oleh Perseroan.
Rasio
(dalam persentase kecuali dinyatakan lain)
2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit Historis
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan 45% 85% -11% -8% 19% 16%
Beban Pokok Penjualan 49% 85% -13% -6% 19% 16%
Laba Kotor 12% 85% 5% -22% 17% 16%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan 18% 118% 24% -22% 18% 26%
Aset Lancar 49% 32% 14% 16% 11% 18%
Aset Tidak Lancar 8% -1% 7% 0% 9% 4%
Total Aset 26% 16% 11% 9% 10% 12%
Liabilitas Lancar 82% 21% 11% 7% 18% 14%
Liabilitas Tidak Lancar -4% -5% 34% 37% 2% 15%
Total Liabilitas 50% 15% 16% 14% 13% 14%
Total Ekuitas 7% 16% 7% 4% 7% 8%
Rasio Vertikal**
Beban Pokok Penjualan 91% 91% 89% 91% 91% 91%
Laba Kotor 9% 9% 11% 9% 9% 9%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan 4% 5% 7% 6% 6% 6%
Aset Lancar / Total Aset 51% 58% 60% 63% 64% 59%
Aset Tidak Lancar / Total Aset 49% 42% 40% 37% 36% 41%
Liabilitas Lancar / Total Liabilitas 76% 80% 77% 73% 76% 76%
Liabilitas Tidak Lancar / Total Liabilitas 24% 20% 23% 27% 24% 24%
Total Liabilitas / Total Liabilitas & Ekuitas 52% 52% 54% 56% 57% 54%
Total Ekuitas / Total Liabilitas & Ekuitas 48% 48% 46% 44% 43% 46%
Rasio Likuiditas**
Current Ratio 1,29 1,40 1,45 1,56 1,47 1,44
Quick Ratio 0,78 0,92 1,04 1,00 1,04 0,95
Rasio Profitabilitas**
Return on Asset (ROA) 5% 9% 10% 7% 8% 8%
Return on Equity (ROE) 10% 19% 22% 16% 18% 17%
Rasio Aktivitas**
Perputaran Aset (x) 1,09 1,75 1,39 1,17 1,26 1,33
Perputaran Piutang Usaha (x) 5,73 7,96 6,57 5,12 4,82 6,04
Perputaran Piutang Usaha (hari) 64 46 56 71 76 62
Perputaran Hutang Usaha (x) 3,01 4,69 3,95 3,39 3,40 3,69
Perputaran Hutang Usaha (hari) 121 78 92 108 107 101
Perputaran Persediaan (X) 9,83 14,19 12,00 10,17 16,12 12,46
Perputaran Persediaan (hari) 37 26 30 36 23 30
Rasio Solvabilitas**
Debt to Asset Ratio (DAR) 52% 52% 54% 56% 57% 54%
Debt to Equity Ratio (DER) 108% 107% 115% 126% 134% 118%
Sumber: Truscel. Diolah berdasarkan data laporan keuangan Perseroan
Keterangan:
*) Perhitungan rata-rata menggunakan metode CAGR pada tahun 2021 – 2025
** )Perhitungan rata-rata dilakukan dengan menggunakan metode AVERAGE
Data pada tahun 2021 – 2025
N/A) Tidak ada pembanding
N/A*) tidak dapat dihitung dikarenakan nilai pembagi sama dengan 0
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan operasional suatu perusahaan dalam mengelola aset-
asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia
capital (capital providers). Rasio imbal balik aset (Return on Assets / ROA) Perseroan selama tahun
2021 – 2025, secara rata-rata adalah sebesar 8%.
Rasio imbal balik ekuitas (Return on Equity / ROE) selama tahun 2021 – 2025, secara rata-rata adalah
sebesar 17% dimana rasio ini menunjukan hasil yang sejalan dengan dengan rata-rata ROA pada
tahun 2021 – 2025. Namun perlu diingat, persentase ROE direkomendasikan untuk mendekati 10%
untuk cukup menutup biaya modal perusahaan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 38
P a g e | xxxviii Rasio Likuiditas Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh liabilitas lancarnya yang akan jatuh tempo. Selama tahun 2021 – 2025, rata-rata current ratio dan quick ratio Perseroan masing-masing sebesar 1,44x dan 0,95x. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2021 – 2025 Perseroan cukup mampu untuk membayar liabilitas lancarnya dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Current ratio dan quick ratio terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar 1,56x dan 1,00x. Current ratio dan quick ratio terkecil terjadi pada tahun 2021 sebesar 1,29x dan 0,78x. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-aset yang dimilikinya. Rasio perputaran aset Perseroan selama tahun 2021 – 2025 secara rata-rata adalah sebesar 1,33x per tahun yang berarti bahwa Perseroan mampu menghasilkan penjualan rata-rata sebesar 1,33x dari setiap aset yang dimiliki. Sedangkan perputaran piutang usaha Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata adalah sebesar 6,04x atau selama 62 hari. Perputaran piutang usaha Perseroan tercepat terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 7,96x atau selama 46 hari. Perputaran hutang usaha Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata sebesar 3,69x atau 101 hari. Perputaran hutang usaha tercepat terjadi pada tahun 2022 sebesar 4,69x atau 78 hari. Perputaran persediaan Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata sebesar 12,46x atau 30 hari. Perputaran persediaan tercepat terjadi pada tahun 2025 sebesar 16,12x atau 23 hari. Rasio Solvabilitas Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi utang berbunga terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang berbunga terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan (financial leverage). Rasio solvabilitas ini menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi seluruh utang berbunga dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut dilikuidasi. DAR dan DER Perseroan selama periode historis rata-rata adalah sebesar 54% dan 118%. Penilaian Arus Kas Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas, memenuhi kewajibannya, membayar deviden, menilai penyebab terjadinya perbedaan antara laba dan arus kas terkait, dan menilai pengaruh kegiatan investasi dan pembiayaan yang menggunakan kas dan non-kas terhadap posisi keuangan perusahaan. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan perolehannya. Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan di laporan keuangan untuk periode penyajian laporan keuangan. Tujuan utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode. Tujuan keduanya adalah memberikan informasi atas dasar mengenai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Selain tujuan di atas, laporan arus kas juga penting untuk mengetahui keadaan kas secara pasti demi menjaga likuiditas perusahaan. Dengan adanya laporan arus kas ini, maka perusahaan akan mengetahui apakah perusahaan dalam keadaan defisit atau bahkan mengalami surplus. Berikut adalah laporan arus kas Perseroan untuk tahun 2021 – 2025: Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Page 39
P a g e | xxxix
Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2021 – 2025
(dalam ribuan rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang diterima dari pelanggan 25.711.340.712 50.987.672.596 46.155.348.462 42.610.375.219 48.391.108.869
Pembayaran kas kepada pemasok dan untuk beban usaha (21.346.701.299) (46.642.645.100) (39.920.722.875) (38.272.118.301) (41.432.532.127)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi 4.364.639.413 4.345.027.496 6.234.625.587 4.338.256.918 6.958.576.742
Penerimaan dari (pembayaran untuk):
Penghasilan keuangan 29.965.271 40.055.996 148.600.565 215.740.530 188.704.147
Beban keuangan (39.365.785) (33.281.584) (59.823.435) (52.398.505) (24.082.337)
Akuisisi persediaan tanah kawasan industri, termasuk uang
muka ke kontraktor dan kapitalisasi bunga (552.413.419) (562.628.326) (1.143.894.858) (1.232.041.471) (1.116.305.087)
Pembayaran pajak penghasilan badan dan pajak lainnya 408.467.642 624.695.486 292.675.226 (2.247.687.582) (2.686.557.758)
Pengembalian pajak penghasilan dan pajak lainnya (1.266.735.679) (1.785.055.986) (1.970.285.390) 324.761.348 620.638.603
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 2.944.557.443 2.628.813.082 3.501.897.695 1.346.631.238 3.940.974.310
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (241.758.587) (290.151.224) (635.802.929) (1.187.078.235) (1.065.414.188)
Penerimaan atas likuidasi entitas anak - - -
Penerimaan uang muka atas penjualan aset tetap - - - - -
Uang muka pembelian aset tetap - - (12.714.392) (315.505) -
Hasil penjualan aset tetap 33.400.600 12.802.201 63.443.491 10.077.582 5.877.959
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi - 846.800 1.539.036 4.403.386 -
Penerimaan atas divestasi saham entitas asosiasi/entitas anak
tidak langsung - 103.846 - - 486.343
Investasi pada aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi - - - - (250.000.000)
Arus Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (208.357.987) (276.398.377) (583.534.794) (1.172.912.772) (1.309.049.886)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan hutang bank jangka pendek 2.525.777.911 984.306.435 64.200.000 300.500.000 315.615.000
Pembayaran hutang bank jangka pendek (3.322.454.684) (993.434.484) (60.773.100) (298.500.000) (85.250.000)
Penambahan hutang bank jangka panjang (377.676.978) 409.118.674 2.438.212.337 2.700.000.000 1.488.745.613
Pembayaran hutang bank jangka panjang 117.784.352 (440.265.605) (870.240.766) (2.120.433.892) (1.391.156.266)
Pembayaran hutang obligasi - (68.000.000) - (37.000.000) -
Penerimaan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
entitas anak - 108.803.589 306.967.190 82.575.724 16.871.190
Pembayaran dividen tunai kepada pemilik entitas induk (532.903.579) (828.961.123) (2.467.146.200) (1.973.716.960) (1.977.629.460)
Buyback saham - - -
Pembayaran liabilitas sewa (93.784.233) (44.809.269) (59.676.224) (131.265.846) (79.841.595)
Pembayaran hutang obligasi - - - 7.809.350 23.428.050
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (1.683.257.211) (873.241.783) (648.456.763) (1.470.031.624) (1.689.217.468)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS 1.052.942.245 1.479.172.922 2.269.906.138 (1.296.313.158) 942.706.956
Dampak perubahan selisih kurs (1.813.467) 258.315.422 (72.261.208) 126.679.085 95.600.811
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.549.363.629 2.600.492.407 4.337.980.751 6.535.625.681 5.365.991.608
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2.600.492.407 4.337.980.751 6.535.625.681 5.365.991.608 6.404.299.375
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Selama tahun 2021 – 2025, arus kas aktivitas operasi Perseroan terdiri dari arus kas masuk. Arus kas
masuk aktivitas operasi terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar Rp3.940.974.310.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025 arus kas dari aktivitas investasi merupakan arus kas keluar. Arus kas
aktivitas investasi terbesar terjadi pada tahun 2025 yaitu arus kas keluar. Pada tahun 2025, arus kas
keluar untuk aktivitas investasi adalah sebesar Rp1.309.049.886.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas keluar. Arus kas
keluar aktivitas pendanaan terbesar terjadi pada tahun 2025. Pada tahun 2025, arus kas keluar untuk
aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp1.689.217.468.000,-.
Kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada tahun 2025 adalah sebesar Rp6.404.299.375.000,-.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 40
P a g e | xl
Common-Size Statement Laporan Laba Rugi Perseroan
Tahun 2021 – 2025
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 100% 100% 100% 100% 100%
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 99% 99% 99% 99% 99%
Pendapatan Sewa 1% 1% 1% 1% 1%
Beban Pokok Pendapatan -91% -91% -89% -91% -91%
Laba Kotor 9% 9% 11% 9% 9%
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi -3% -2% -2% -2% -2%
Beban penjualan 0% 0% 0% 0% 0%
Pendapatan (Beban) Usaha Lainnya
Laba atas penjualan aset tetap - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Laba (rugi) selisih kurs - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Pendapatan usaha lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Beban usaha lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Total Beban Operasi -3% -2% -2% -2% -2%
Laba Usaha 6% 6% 8% 7% 7%
Penghasilan keuangan 0% 0% 0% 1% 1%
Pajak final terkait penghasilan keuangan 0% 0% 0% 0% 0%
Beban keuangan 0% 0% 0% 0% 0%
Bagian atas laba entitas asosiasi 0% 0% 0% 0% 0%
Beban penghapusan piutang atas perubahan formula 0% 0% 0% 0% 0%
harga PSO
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain 0% 0% 0% 1% 0%
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak Final 6% 6% 8% 6% 7%
dan Pajak Penghasilan
Pajak final 0% 0% 0% 0% 0%
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak 5% 6% 9% 7% 7%
Penghasilan
Pajak Kini -1% -1% -1% -1% -1%
Pajak Tangguhan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan 4% 5% 7% 6% 6%
Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba neto dari operasi yang dihentikan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dihentikan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba Neto Tahun Berjalan 4% 5% 7% 6% 6%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Berdasarkan tabel common-size statement Laporan Laba Rugi Perseroan tahun 2021 – 2025, dapat
diketahui bahwa selama periode historis proporsi beban pokok penjualan terhadap jumlah
pendapatan relatif stabil. Proporsi beban pokok penjualan terbesar terjadi pada tahun 2021, 2022,
2024, dan 2025 yaitu sebesar 91%, sedangkan pada tahun 2023 tercatat sedikit lebih rendah yaitu
sebesar 89%.
Selama tahun 2021 – 2025, laba tahun berjalan terhadap pendapatan cenderung mengalami
peningkatan dan stabilitas yaitu sebesar 4% (2021), 5% (2022), 7% (2023), 6% (2024), dan 6% (2025).
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 41
P a g e | xli
Common-size Statement Laporan Posisi Keuangan Perseroan
Tahun 2021 – 2025
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 11% 16% 22% 16% 18%
Piutang usaha 19% 22% 21% 23% 26%
Piutang lain-lain 0% 0% 0% 0% 0%
Persediaan 10% 11% 10% 10% 7%
Persediaan tanah kawasan industri 9% 8% 5% 11% 11%
Pajak dibayar di muka 1% 0% 1% 0% 0%
Biaya dibayar dimuka 0% 0% 0% 0% 0%
Uang muka 0% 0% 0% 0% 0%
Aset lancar lainnya 1% 0% 0% 1% 1%
TOTAL ASET LANCAR 51% 58% 60% 63% 64%
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga 3% 2% 1% 1% 3%
Investasi pada entitas asosiasi 2% 2% 1% 1% 1%
Aset pajak tangguhan - neto 1% 1% 1% 1% 0%
Properti investasi 8% 7% 6% 5% 5%
Aset tetap - neto 21% 18% 18% 19% 19%
Aset hak guna - neto 2% 2% 2% 2% 2%
Sewa tanah jangka panjang dibayar di muka - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang 0% 0% 0% 0% 0%
0% 0% 0% 0% 1%
Aset keuangan tidak lancar lainnya 1% 0% 0% 0% 0%
Persediaan tanah kawasan industri untuk
pengembangan 11% 10% 10% 6% 4%
Uang muka 0% 0% 0% 0% 0%
Aset tidak lancar lainnya - neto 0% 0% 0% 0% 0%
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 49% 42% 40% 37% 36%
TOTAL ASET 100% 100% 100% 100% 100%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek dan lainnya 1% 0% 0% 0% 1%
Hutang usaha 33% 34% 31% 31% 34%
Hutang lain-lain 0% 0% 1% 1% 1%
Hutang pajak 1% 1% 1% 1% 2%
Biaya masih harus dibayar 1% 2% 2% 2% 2%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 1% 1% 1% 0% 0%
Liabilitas sewa jangka pendek 0% 0% 0% 0% 0%
Liabilitas kontrak 1% 1% 1% 1% 1%
Uang muka pelanggan dan lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam
satu tahun 2% 2% 4% 3% 3%
Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun 0% 0% 0% 0% 0%
Hutang dividen 0% 0% 0% 0% 0%
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 40% 41% 41% 41% 43%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun 9% 8% 10% 11% 10%
Hutang obligasi 0% 0% 0% 0% 0%
Liabilitas imbalan pasca kerja 1% 1% 1% 1% 1%
Liabilitas kontrak jangka panjang 1% 0% 0% 2% 2%
Liabilitas sewa jangka panjang 1% 1% 1% 1% 1%
Hutang dividen 0% 0% 0% 0% 0%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 12% 10% 12% 15% 14%
TOTAL LIABILITAS 52% 52% 54% 56% 57%
EKUITAS
Modal Saham 2% 1% 1% 1% 1%
Tambahan modal yang disetor 5% 5% 4% 4% 4%
Saham treasuri -1% 0% 0% 0% 0%
Saldo laba 32% 33% 31% 29% 28%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 1% 1% 1% 1% 1%
Komponen ekuitas lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Kepentingan non-pengendali 8% 8% 9% 9% 9%
TOTAL EKUITAS 48% 48% 46% 44% 43%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 100% 100% 100% 100% 100%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Berdasarkan tabel common-size statement laporan posisi keuangan tahun 2021 – 2025, dapat
diketahui bahwa selama periode historis porsi terbesar pada sisi aset adalah pada aset lancar untuk
akun piutang usaha, dimana porsi tertinggi terjadi pada tahun 2025 sebesar 26%. Selain itu, aset
tetap - neto juga merupakan salah satu komponen utama dalam aset tidak lancar dengan porsi yang
relatif stabil, yaitu berkisar antara 18% hingga 21% selama periode tersebut.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 42
P a g e | xlii
Pada sisi liabilitas dan ekuitas diketahui bahwa porsi terbesar selama tahun 2021 – 2025 adalah
liabilitas jangka pendek untuk akun utang usaha, dengan porsi tertinggi terjadi pada tahun 2022
sebesar 34% dari total jumlah liabilitas dan ekuitas. Selain itu, dari sisi ekuitas, akun saldo laba juga
menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan porsi yang relatif stabil, yaitu berkisar antara 28%
hingga 33% selama periode tersebut.
b) Analisis Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi Perseroan untuk tahun 2026 – 2030 seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
(dalam ribuan rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 51.328.000.000 54.205.893.760 57.935.274.450 62.434.961.238 67.910.734.068
Beban Pokok Penjualan (46.890.000.000) (49.562.245.529) (52.929.028.433) (56.834.220.588) (61.331.697.385)
Laba Kotor 4.438.000.000 4.643.648.231 5.006.246.016 5.600.740.650 6.579.036.683
Biaya Operasional (800.716.800) (845.611.943) (903.790.281) (973.985.395) (1.154.482.479)
Pendapatan lainnya
Beban Bunga (75.000.000) (115.000.000) (142.000.000) (160.000.000) (169.000.000)
Pendapatan Bunga 152.000.000 155.000.000 159.000.000 162.000.000 166.000.000
Pendapatan dari Asosiasi (BMS) 88.000.000 97.000.000 106.000.000 117.000.000 129.000.000
Laba Sebelum Pajak (EBT) 3.802.283.200 3.935.036.289 4.225.455.735 4.745.755.255 5.550.554.204
Pajak Penghasilan (836.502.304) (865.707.984) (929.600.262) (1.044.066.156) (1.221.121.925)
Laba Setelah Pajak 2.965.780.896 3.069.328.305 3.295.855.473 3.701.689.099 4.329.432.279
Minority Interest (359.757.403) (394.487.388) (503.642.986) (679.354.801) (977.517.799)
Laba Setelah Pajak Perseroan 2.606.023.493 2.674.840.917 2.792.212.487 3.022.334.298 3.351.914.480
Perseroan memproyeksikan pendapatan usaha memiliki pertumbuhan dengan CAGR sebesar 7,25%
selama periode 2026–2030, dengan pendapatan usaha tertinggi terjadi pada tahun 2030. Proyeksi
pendapatan usaha didominasi oleh kegiatan utama Perseroan di sektor perdagangan dan distribusi
bahan bakar minyak serta bahan kimia dasar. Pertumbuhan pendapatan usaha Perseroan
mencerminkan strategi ekspansi yang lebih konservatif dibandingkan periode historis, dengan
mempertimbangkan stabilisasi harga komoditas serta kondisi pasar yang lebih moderat. Sehingga
atas dasar tersebut, Perseroan optimis terhadap prognosa antara lain dapat menghasilkan
pendapatan usaha sebesar Rp67.910.734.068.000,- pada tahun 2030 dengan pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Adapun seiring dengan peningkatan pendapatan usaha, beban pokok pendapatan turut mengalami
peningkatan yang relatif sejalan yang menunjukkan struktur biaya yang stabil dan konsisten terhadap
skala operasional Perseroan. Perseroan memiliki strategi dalam mencapai proyeksi pendapatan yang
telah diperkirakan, antara lain adalah sebagai berikut:
i) Memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur logistik untuk mendukung peningkatan
volume penjualan;
ii) Meningkatkan penetrasi pasar pada segmen industri dan komersial;
iii) Mengoptimalkan efisiensi operasional guna menjaga stabilitas margin di tengah dinamika
harga komoditas.
Selanjutnya, Laba Setelah Pajak selama periode proyeksi 2026–2030 akan mengalami tren yang
meningkat dengan rata-rata margin laba sebesar 5,89%. Pada tahun 2026 total laba diproyeksikan
adalah sebesar Rp2.965.780.896.000,- dan akan mengalami peningkatan menjadi sebesar
Rp4.329.432.279.000,- pada tahun 2030.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 43
P a g e | xliii
c) Nilai Pasar Tanah
Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam penilaian ini adalah Perseroan dan pengguna laporan adalah Perseroan.
Perseroan adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri
dan retail, distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin
dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi
dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik
lainnya. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Penilaian ini bermaksud memberikan opini Nilai Pasar untuk tujuan Transaksi Jual Beli, karena itu kami
tidak menyarankan untuk menggunakan laporan ini untuk keperluan lain.
Objek Penilaian
Aset berupa : Tanah seluas 15.624 m² yang berlokasi di Bitung
Alamat : Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Madidir, Kecamatan Bitung Tengah,
Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara
Luas Tanah : 15.624 m²
Dasar Nilai
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil penukaran
suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dan penjual
yang beniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
dimana kedua pihak masing – masing bertindak atas dasar pemahaman yang di milikinya, kehati –
hatian dan tanpa paksaan. (POJK No. 28/ 2021, Ketentuan Umum, Pasal 1, poin 7).
Kami menyatakan bahwa kami tidak memperhitungkan pajak dan biaya lainnya yang mungkin terjadi
karena transaksi, dalam proses untuk menentukan pendapat nilai pasar.
Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian;
3. Semua data dan infomasi pasar diperoleh bersumber dari atau telah di validasi oleh Asosiasi
Profesi Penilai;
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty);
5. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan;
6. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia,
yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
7. Kami bertanggung jawab atas laporan penilaian ini dan atas kesimpulan nilai akhirnya dan;
8. Kami telah melakukan penelaahan atas status hukum objek penilaian.
Pendekatan Penilaian
Terdapat beberapa jenis metode penilaian, baik yang dilakukan untuk memperkirakan nilai pasar
atau nilai selain nilai pasar, hal ini mengharuskan penilai yang menerapkan satu atau lebih
pendekatan penilaian. Pendekatan penilaian merujuk pada metodologi analisia yang berlaku dan
yang umum dipakai. Penilaian biasanya menggunakan satu atau lebih pendekatan penilaian dengan
menerapkan prinsip substitusi. Dalam beberapa kasus atau lebih pendekatan penilaian tidak berlaku
karena tujuan spesifik dari penilaian, karakteristik properti, atau data yang terbatas. Sesuai dengan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 44
P a g e | xliv
POJK No.28/2021 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan
SEOJK No. 33/SOJK.04/2021 Pasal III.4b, maka pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian
aset berupa unit Strata Title dapat dilakukan dengan 1 pendekatan penilaian, dan disini kami
pendekatan yang kami gunakan adalah Pendekatan Pasar.
Kesimpulan dan Asumsi Pembatas
Dalam menghasilkan opini Nilai Pasar aset berupa Unit Strata Title tersebut di atas, Penilai
mengunakan Pendekatan Pasar.
Laporan ini disusun berdasarkan asumsi bahwa semua dokumen, pernyataan dan informasi yang
kami terima dari pemberi tugas adalah lengkap, benar dan sesuai dengan kondisi sekarang. Dan
dengan keahlian kami dalam penilaian, kami menganalisis data dan informasi dan mengembangkan
dalam laporan ini. Misalkan jika ada data yang tidak benar yang telah diberikan kepada kami yang
dapat mengakibatkan kesimpulan yang salah nilai, kami menyatakan bahwa itu bukan tanggung
jawab kami. Dan kami sarankan untuk mengevaluasi nilai dalam laporan penilaian baru.
Penilaian ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut :
1. Properti tersebut akan bersertifikat Strata Tilte yang sah. Kami tidak melakukan pengukuran
dan kami beranggapan bahwa gambar situasi yang terdapat dalam shop drawing atau
gambar yang diberikan oleh perusahaan adalah benar dan akurat.
2. Asumsi bahwa aset yang di nilai adalah dengan kondisi insitu dan dinilai secara satu
kesatuan.
3. Aset yang dimaksud tetap dikelola dan dirawat secara wajar selama masa pemakaian.
4. Aset dimaksud tidak terjadi perubahan kondisi fisik secara signifikan dan atau tidak terjadi
penyerobotan oleh pihak lain selama pemakaian.
5. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas, komentar, dan detail yang tertulis di dalam laporan
ini.
Berdasarkan POJK No.28/2021, dengan mempertimbangkan seluruh informasi yang relevan serta
mengamati kondisi pasar makro perekonomian yang ada, maka kami berpendapat sesuai dengan
asumsi-asumsi, metode penilaian, syarat-syarat dan kondisi pembatas, serta kami mengasumsikan
bahwa semua data dan informasi yang kami terima adalah benar dan akurat, bahwa nilai aset
tersebut pada tanggal 26 Juni 2026, adalah sebagai berikut : Rp14.468.000.000,-
(Empat Belas Milyar Empat Ratus Enam Puluh Delapan Juta Rupiah).
d) Analisis Batas Wajar atas Nilai Transaksi
Mengacu pada Pasal 48b POJK No. 35/2020, berikut adalah tabel uji batas atas dan batas bawah
sebesar 7,5% untuk:
Berdasarkan Perjanjian Pokok terkait Pengalihan Tanah Bitung oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, Perseroan
melakukan Pengalihan Tanah seluas 15.624 m² yang berlokasi di Bitung dengan Nilai Transaksi
sebesar Rp14.217.753.661,-. Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Pasar Tanah adalah sebesar
Rp14.468.000.000,-. Uraian hasil perhitungan terdapat pada hasil Laporan Penilaian Tanah tanggal
26 Juni 2026.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Pengalihan Tanah oleh Perseroan
Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dengan
menggunakan Nilai Pasar Tanah:
Keterengan Penjelasan Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 15.553.100.000
Nilai Pasar Tanah 14.468.000.000
Batas bawah dari Nilai Transaksi 7,5% dibawah Nilai Transaksi 13.382.900.000
Nilai Transaksi 14.217.753.661
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 45
P a g e | xlv
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp15.553.100.000,- dan Rp13.382.900.000,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp14.217.753.661,-,-
berada pada batas wajar.
e) Analisis Nilai Inkremental
Analisis inkremental atas Transaksi Afiliasi yang dilakukan oleh Perseroan meliputi
Pengalihan Tanah seluas 15.624 m² yang berlokasi di Bitung dari PT Harmas Sahabat
Perkasa dengan Nilai Transaksi sebesar Rp14.217.753.661,- atau setara dengan Rp
909.994,- per m², dimana transaksi tersebut dibayarkan melalui dua skema pembayaran yaitu Sisa
Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa dan Tunai dengan detail sebagai berikut:
a. Sisa Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa sebesar Rp14.202.129.661,-;
b. Tunai sebesar Rp 15.624.000,- ;
Sehingga secara kumulatif sebesar Rp14.217.753.661,- pada tanggal 26 Juni 2026. Transaksi
tersebut merupakan pelaksanaan hak prioritas Pengalihan Tanah sebagaimana diatur dalam
Perjanjian Sewa Menyewa Tanah tanggal 27 Desember 2010 antara Perseroan dengan PT Harmas
Sahabat Perkasa.
Sebelum pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, Perseroan telah melakukan
transaksi pengalihan Saham Treasury sebanyak 181.005.000 lembar saham dengan nilai transaksi
sebesar Rp282.526.310.000. Berdasarkan analisis inkremental atas transaksi tersebut, Perseroan
memperoleh tambahan pendapatan bunga deposito yang memberikan nilai tambah inkremental
kumulatif sebesar Rp58.298.302.000 selama periode proyeksi 2026–2030. Perhitungan nilai
inkremental atas transaksi pengalihan Saham Treasury tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.802.283.200 3.935.036.289 4.225.455.735 4.745.755.255 5.550.554.204
EBT Setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.813.084.746 3.946.250.799 4.237.098.999 4.757.843.664 5.563.104.777
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury 10.801.546 11.214.511 11.643.264 12.088.409 12.550.573
Kumulatif Inkremental 58.298.302
Adapun perhitungan nilai inkremental atas Transaksi Afiliasi Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dapat dilihat
pada tabel berikut.
Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
(dalam rupiah penuh)
Keterangan Luas (m2) Harga Jual Harga/m2
Nilai Transaksi 15.624 14.217.753.661 909.994
Nilai Pasar 15.624 14.468.000.000 926.011
Nilai Tambah Inkremental 250.246.339 16.017
Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah inkremental di atas, dapat diketahui bahwa Nilai
Transaksi Pengalihan Tanah yang dikenakan kepada Perseroan adalah sebesar Rp 909.994,- per m²,
sedangkan indikasi Nilai Pasar tanah adalah sebesar Rp926.011 per m². Dengan demikian,
pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai berpotensi memberikan nilai tambah
inkremental bagi Perseroan sebesar Rp 16.017 per m² atau sebesar Rp250.246.339,- secara
keseluruhan. Nilai tambah inkremental tersebut mencerminkan bahwa Perseroan memperoleh
tanah pada nilai transaksi yang masih berada di bawah indikasi Nilai Pasar.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 46
P a g e | xlvi f) Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi Analisis atas dampak Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dilakukan dengan menganalisa dampak Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai terhadap laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai pada tanggal 31 Desember 2025. Berikut adalah analisis Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai disediakan manajemen Perseroan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Page 47
P a g e | xlvii
Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
(dalam ribuan rupiah)
Saldo Sebelum Transaksi Dampak Transaksi Saldo Setelah Transaksi Dampak Transaksi Saldo Setelah Transaksi
Deskripsi Pengalihan Saham Pengalihan Saham Pengalihan Saham Konversi Sewa Menjadi Konversi Sewa Menjadi
Treasury Treasury Treasury Kepemilikan Kepemilikan
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 6.404.299.375 282.526.310 * 6.686.825.685 (69.423) ** 6.686.756.262
Piutang usaha
Pihak berelasi 148.422 - 148.422 148.422
Pihak ketiga, neto 9.544.509.087 - 9.544.509.087 9.544.509.087
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 2.315.888 - 2.315.888 2.315.888
Pihak ketiga 43.387.027 - 43.387.027 43.387.027
Persediaan - neto 2.601.111.632 - 2.601.111.632 2.601.111.632
Persediaan tanah kawasan industri 4.013.228.173 - 4.013.228.173 4.013.228.173
Pajak dibayar dimuka 135.665.526 - 135.665.526 1.719 135.667.245
Uang muka 59.980.112 - 59.980.112 59.980.112
Biaya dibayar di muka 88.080.384 - 88.080.384 88.080.384
Aset lancar lainnya 430.990.526 - 430.990.526 430.990.526
Total Aset Lancar 23.323.716.152 282.526.310 23.606.242.462 23.606.174.758
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga 1.224.582.641 - 1.224.582.641 1.224.582.641
Investasi pada entitas asosiasi 535.825.092 - 535.825.092 535.825.092
Aset pajak tangguhan - neto 181.237.136 - 181.237.136 181.237.136
Properti investasi 1.816.567.520 - 1.816.567.520 1.816.567.520
Aset tetap - neto 6.810.814.885 - 6.810.814.885 5.484.024 *** 6.816.298.909
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi 250.000.000 - 250.000.000 250.000.000
Aset hak guna - neto 839.161.376 - 839.161.376 (5.416.320) **** 833.745.056
Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang 70.449.440 - 70.449.440 70.449.440
Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan 1.421.440.536 - 1.421.440.536 1.421.440.536
Aset tidak lancar lainnya - neto 37.856.217 - 37.856.217 37.856.217
Aset keuangan tidak lancar lainnya 50.630.262 - 50.630.262 50.630.262
Total Aset Tidak Lancar 13.238.565.105 - 13.238.565.105 13.238.632.809
TOTAL ASET 36.562.281.257 282.526.310 36.844.807.567 36.844.807.567
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek 237.365.000 - 237.365.000 237.365.000
Hutang usaha 12.333.889.025 - 12.333.889.025 12.333.889.025
Hutang lain-lain 209.351.573 - 209.351.573 17.343 209.368.916
Hutang pajak 653.587.230 - 653.587.230 653.587.230
Biaya masih harus dibayar 663.234.721 - 663.234.721 663.234.721
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 118.052.612 - 118.052.612 118.052.612
Liabilitas sewa jangka pendek 71.402.299 - 71.402.299 71.402.299
Liabilitas Kontrak jangka pendek 311.093.601 - 311.093.601 311.093.601
Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
- 1.182.438.653
tahun 1.182.438.653 1.182.438.653
Hutang dividen 56.785.476 - 56.785.476 56.785.476
Total Liabilitas Jangka Pendek 15.837.200.190 - 15.837.200.190 15.837.217.533
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - neto 40.939.690 - 40.939.690 40.939.690
Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
- 3.703.087.919
jatuh tempo dalam satu tahun 3.703.087.919 3.703.087.919
Liabilitas imbalan pasca kerja 210.005.038 - 210.005.038 210.005.038
Liabilitas kontrak jangka panjang 631.125.850 - 631.125.850 631.125.850
Liabilitas sewa jangka panjang 518.488.414 - 518.488.414 518.488.414
Liabilitas jangka panjang lainnya 11.484.687 - 11.484.687 11.484.687
Total Liabilitas Jangka Panjang 5.115.131.598 - 5.115.131.598 5.115.131.598
TOTAL LIABILITAS 20.952.331.788 - 20.952.331.788 20.952.349.131
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp20 (nilai penuh)
Modal dasar - 37.500.000.000 saham
Tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh -
- 401.469.492
20.073.474.600 saham 401.469.492 401.469.492
Tambahan modal disetor 1.365.578.353 - 1.365.578.353 1.365.578.353
Saham Treasuri - 273.705.000 saham (96.093.902) 63.548.261 (32.545.641) (32.545.641)
Saldo laba - -
Ditentukan penggunaanya 4.118.000 - 4.118.000 4.118.000
Tidak ditentukan penggunaannya 10.136.709.446 - 10.136.709.446 10.136.709.446
Keuntungan atas Pengalihan Saham Treasury - 218.978.049 218.978.049 218.978.049
Pendapatan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak
Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi - - 8.733.730 8.733.730
Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025
-
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 275.160.157 - 275.160.157 275.160.157
Komponen ekuitas lainnya
Bagian atas perubahan lainnya dari ekuitas entitas anak 68.994.086 - 68.994.086 68.994.086
JUMLAH EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
282.526.310 12.438.461.942
PEMILIK ENTITAS INDUK 12.155.935.632 12.447.195.672
KEPENTINGAN NONPENGENDALI 3.454.013.837 - 3.454.013.837 3.454.013.837
EKUITAS, NETO 15.609.949.469 282.526.310 15.892.475.779 15.892.475.779
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 36.562.281.257 282.526.310 36.844.807.567 36.844.807.567
Sumber: Laporan Proforma Perseroan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 48
P a g e | xlviii
*) Sebelum pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, Perseroan telah terlebih
dahulu melakukan transaksi pengalihan Saham Treasury sebanyak 181.005.000 lembar saham dalam
tiga tahap transaksi pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2026 dengan total nilai transaksi sebesar
Rp282.526.310.000. Berdasarkan proforma transaksi tersebut, Perseroan memperoleh tambahan kas
dan bank sebesar Rp282.526.310.000, peningkatan ekuitas sebesar Rp282.526.310.000, serta
pengakuan keuntungan atas pengalihan saham treasury sebesar Rp218.978.049.000. Adapun saldo
setelah pelaksanaan transaksi pengalihan saham treasury tersebut selanjutnya digunakan sebagai
dasar dalam penyusunan proforma atas Transaksi Afiliasi Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset
Hak Guna dan Pembayaran Tunai:
1) Terdapat penurunan pada sisi aset lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi
atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset
Hak Guna dan Pembayaran Tunai, yang terutama disebabkan oleh penyesuaian kas dan bank
sebesar Rp 69.423.000,- sebagai dampak pembayaran tunai atas transaksi Pengalihan Tanah
setelah mempertimbangkan Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per
Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pengalihan Tanah dari Tahun 2010 - 2025 sebesar
Rp8.733.729.661,-. Dengan demikian, total aset lancar Perseroan mengalami penurunan dari
sebesar Rp23.606.242.462.000,- menjadi Rp 23.606.174.758.000,-;
(dalam ribuan rupiah)
Deskripsi Nilai
Total Nilai Transaksi Pembelian Tanah 14.217.754
Penyesuaian Aset Hak Guna - Neto (5.416.320)
Penyesuaian Pajak Dibayar Dimuka (PPN) 1.719
Saldo Cash 8.803.153
Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per (8.733.730) *
Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah
dari Tahun 2010 - 2025
Saldo Cash Setelah Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa
Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan 69.423
*) Perhitungan Transaksi Pembelian Tanah
Deskripsi Nilai (Rupiah) Nilai (Ribu Rupiah)
Total Nilai Transaksi Pembelian Tanah (a) 14.217.753.661 14.217.754
Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk (b) 5.468.400.000 5.468.400
Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak
Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan (c) 8.733.729.661 8.733.730
Transaksi Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025
Total Aset Hak Guna Serta Bunga Hipotesis sebagai
Basis Pelunasan Sebagian dari Transaksi Pembelian (d) = (b) + (c) 14.202.129.661 14.202.130
Tanah
Sisa Pembayaran Secara Tunai untuk Transaksi
(e) = (a) - (d) 15.624.000 15.624
Pembelian Tanah
Keterangan:
(a) Total Nilai Transaksi Pembelian Tanah merupakan nilai transaksi pembelian tanah seluas 15.624 m² yang berlokasi di Bitung oleh Perseroan dari PT Harmas Sahabat
Perkasa sebesar Rp 14.217.753.661.000 atau setara dengan Rp909.994 per m².
(b) Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah merupakan nilai tercatat sisa manfaat ekonomis atas pembayaran
sewa dimuka/hak guna tanah yang telah dibayarkan oleh Perseroan pada tahun 2010 sebesar Rp7.812.000.000. Nilai tersebut kemudian dikurangkan secara
bertahap dengan biaya sewa tahunan selama periode 2010–2025 sebesar Rp156.240.000 per tahun, sehingga pada tanggal penilaian 31 Desember 2025 tersisa
saldo aset hak guna sebesar Rp5.468.400.000.
(c) Perhitungan Bunga Hipotesis atas Sisa Saldo Aset Hak Guna merupakan akumulasi manfaat/kerugian bunga secara hipotetis atas sisa saldo aset hak guna sebesar
Rp5.468.400.000 sebagaimana dimaksud pada poin (b), yang diasumsikan telah dibayarkan dimuka sejak tahun 2010. Perhitungan tersebut dilakukan dengan
menggunakan tingkat bunga deposito (data pasar) per Desember masing-masing tahun selama periode 2010–2025 dengan metode compounding interest, sehingga
menghasilkan akumulasi bunga hipotesis sebesar Rp8.733.729.661.
(d) Total Aset Hak Guna serta Bunga Hipotesis sebagai Basis Pelunasan Sebagian dari Transaksi Pembelian Tanah merupakan penjumlahan antara sisa saldo aset hak
guna sebagaimana dimaksud pada poin (b) dengan akumulasi bunga hipotesis sebagaimana dimaksud pada poin (c), sehingga menghasilkan nilai sebesar
Rp14.202.129.661 yang diperlakukan sebagai dasar pelunasan sebagian atas Transaksi Pembelian Tanah.
(e) Sisa Pembayaran Secara Tunai untuk Transaksi Pembelian Tanah merupakan selisih antara Total Nilai Transaksi Pembelian Tanah sebagaimana dimaksud pada poin
(a) dengan Total Aset Hak Guna serta Bunga Hipotesis sebagai Basis Pelunasan Sebagian dari Transaksi Pembelian Tanah sebagaimana dimaksud pada poin (d),
sehingga sisa pembayaran tunai yang perlu dibayarkan oleh Perseroan adalah sebesar Rp15.624.000.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 49
P a g e | xlix
Dalam analisis transaksi ini, Perseroan turut mempertimbangkan unsur time value of money
atas pembayaran sewa dimuka yang telah dilakukan sejak tahun 2010 melalui perhitungan
bunga hipotesis dengan metode compounding interest. Pertimbangan tersebut sejalan
dengan konsep dalam IFRS 16 / PSAK 73, dimana transaksi sewa pada dasarnya mengandung
unsur financing atau implicit interest melalui konsep present value dan discounting atas lease
payments. Namun demikian, basis yang digunakan dalam perhitungan bunga hipotesis
tersebut bukan menggunakan keseluruhan nilai pembayaran sewa awal sebesar
Rp7.812.000.000, melainkan menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna Per 31 Desember 2025
sebesar Rp5.468.400.000. Hal ini dikarenakan sebagian manfaat ekonomis atas pembayaran
sewa dimuka tersebut secara substansi telah dikonsumsi melalui penggunaan tanah dan
amortisasi biaya sewa selama periode 2010-2025, sehingga nilai ekonomis yang masih relevan
untuk direpresentasikan pada tanggal penilaian adalah sisa manfaat ekonomis yang masih
tersisa per 31 Desember 2025.
2) Terdapat peningkatan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi
Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa
Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, yang terutama berasal dari peningkatan aset
tetap sebesar Rp 5.484.024.000,- sehubungan dengan pengakuan kepemilikan tanah hasil
transaksi Pengalihan Tanah. Namun demikian, peningkatan tersebut sebagian
dikompensasikan oleh penurunan aset hak guna - neto sebesar Rp5.416.320.000,- yang
berasal dari penyesuaian atas aset hak guna terkait transaksi tersebut. Dengan demikian, total
aset tidak lancar Perseroan meningkat dari sebesar Rp13.238.565.105.000,- menjadi
Rp13.238.632.895.000,-;
(dalam ribuan rupiah)
Deskripsi Nilai
Total Nilai Transaksi Pembelian Tanah 14.217.754
Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per
Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah
dari Tahun 2010 - 2025 (8.733.730)
Penyesuaian Aset Tetap 5.484.024
3) Terdapat perubahan pada sisi liabilitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai, dimana total liabilitas Perseroan mengalami peningkatan dari
sebesar Rp20.952.331.788.000,- menjadi Rp20.952.349.131.000,-. Peningkatan tersebut
terutama berasal dari penyesuaian hutang lain-lain sebesar Rp17.343.000,- terkait
penyesuaian akun Hutang lain-lain;
4) Terdapat peningkatan pada sisi ekuitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai, yang terutama berasal dari pengakuan Pendapatan Hipotetis
atas pembayaran sewa dimuka sebesar Rp8.733.729.661,-. Pendapatan hipotetis tersebut
dihitung berdasarkan akumulasi manfaat ekonomis atas nilai waktu uang (time value of
money) dari pembayaran biaya hak guna/sewa yang telah dibayarkan dimuka pada tahun
2010. Dengan demikian, transaksi ini memberikan tambahan nilai pada ekuitas Perseroan
serta meningkatkan jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
menjadi sebesar Rp12.447.195.672.000,-. Berikut tabel Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa
Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pengalihan Tanah dari
Tahun 2010 – 2025.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 50
P a g e |l
Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025
Sisa Saldo Aset Hak
Guna (per
Suku Bunga Deposito per Desember
Deskripsi Nilai Saldo Desember 2025) Bunga Compounding
(p.a)
untuk Pelunasan
Pembelian Tanah
2010 156.240.000 7.812.000.000 7,4% 5.468.400.000 403.567.920
2011 156.240.000 7.655.760.000 7,8% 5.871.967.920 455.664.711
2012 156.240.000 7.499.520.000 6,1% 6.327.632.631 382.821.774
2013 156.240.000 7.343.280.000 6,5% 6.710.454.405 438.863.718
2014 156.240.000 7.187.040.000 9,1% 7.149.318.123 647.728.222
2015 156.240.000 7.030.800.000 8,6% 7.797.046.345 670.545.986
2016 156.240.000 6.874.560.000 7,4% 8.467.592.330 622.368.036
2017 156.240.000 6.718.320.000 6,7% 9.089.960.367 606.300.356
2018 156.240.000 6.562.080.000 5,7% 9.696.260.723 552.686.861
2019 156.240.000 6.405.840.000 5,8% 10.248.947.584 589.314.486
2020 156.240.000 6.249.600.000 3,5% 10.838.262.070 379.339.172
2021 156.240.000 6.093.360.000 2,5% 11.217.601.243 280.440.031
2022 156.240.000 5.937.120.000 5,5% 11.498.041.274 632.392.270
2023 156.240.000 5.780.880.000 5,7% 12.130.433.544 696.286.885
2024 156.240.000 5.624.640.000 5,2% 12.826.720.429 666.989.462
2025 156.240.000 5.468.400.000 5,3% 13.493.709.892 708.419.769
Akumulasi Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025 8.733.729.661
Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan per 31 Desember 2025
(dalam ribuan rupiah)
Saldo Setelah Transaksi
Saldo Sebelum Transaksi Dampak Transaksi Saldo Setelah Transaksi Dampak Transaksi Konversi
Deskripsi Konversi Sewa Menjadi
Pengalihan Saham Treasury Pengalihan Saham Treasury Pengalihan Saham Treasury Sewa Menjadi Kepemilikan
Kepemilikan
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 45.732.540.855 - 45.732.540.855 - 45.732.540.855
Pendapatan Sewa 285.927.217 - 285.927.217 - 285.927.217
Beban Pokok Penjualan dan Pendapatan (41.920.479.417) - (41.920.479.417) - (41.920.479.417)
Laba Bruto 4.097.988.655 - 4.097.988.655 - 4.097.988.655
Beban usaha
Beban umum dan administrasi (961.169.832) - (961.169.832) - (961.169.832)
Beban penjualan (98.127.836) - (98.127.836) - (98.127.836)
Pendapatan (beban) usaha lainnya
Laba atas penjualan/pengalihan aset tetap - neto 2.679.292 - 2.679.292 - 2.679.292
Laba (rugi) selisih kurs - neto 14.824.560 - 14.824.560 - 14.824.560
Pendapatan usaha lainnya 39.712.781 - 39.712.781 - 39.712.781
Beban usaha lainnya (12.106.041) - (12.106.041) - (12.106.041)
Laba Usaha 3.083.801.579 - 3.083.801.579 - 3.083.801.579
Penghasilan keuangan 290.778.124 - 290.778.124 - 290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan (45.491.265) - (45.491.265) - (45.491.265)
Beban keuangan (73.767.925) - (73.767.925) - (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi 52.199.723 - 52.199.723 - 52.199.723
Laba Sebelum Pajak Final dan Pajak Penghasilan 3.307.520.236 - 3.307.520.236 - 3.307.520.236
Pajak final (25.458.432) - (25.458.432) - (25.458.432)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.282.061.804 - 3.282.061.804 - 3.282.061.804
Pajak penghasilan - neto:
Pajak kini (434.396.510) - (434.396.510) - (434.396.510)
Pajak tangguhan (24.249.287) - (24.249.287) - (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan 2.823.416.007 - 2.823.416.007 - 2.823.416.007
Penghasilan Komprehensif Lain
Pos yang Direklasifikasi ke Laba Rugi pada Periode
Mendatang
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 48.063.782 - 48.063.782 - 48.063.782
Pos yang Ridak Direklasifikasi ke Laba Rugi pada
Periode Mendatang
Keuntungan aktuarial atas imbalan pasca kerja (6.468.599) - (6.468.599) - (6.468.599)
Pajak tangguhan terkait 1.902.667 - 1.902.667 - 1.902.667
Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak 2.866.913.857 - 2.866.913.857 - 2.866.913.857
Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 2.472.616.076 - 2.472.616.076 - 2.472.616.076
Kepentingan nonpengendali 350.799.931 - 350.799.931 - 350.799.931
Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak 2.823.416.007 - 2.823.416.007 - 2.823.416.007
Sumber: Laporan Proforma Perseroan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 51
P a g e | li
Berdasarkan Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat
perubahan pada laporan laba rugi Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan
Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan
Pembayaran Tunai.
4) Analisis Kewajaran atas Transaksi
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa
Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi
penguatan penguasaan aset strategis Perseroan dalam mendukung kegiatan operasional dan
pengembangan usaha jangka panjang. Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan akan
memperoleh hak kepemilikan atas tanah yang sebelumnya digunakan berdasarkan skema sewa
jangka panjang, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepastian penguasaan aset, fleksibilitas
pengelolaan aset, serta mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional Perseroan di masa
mendatang. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomis
serta mendukung peningkatan nilai Perseroan secara keseluruhan.
Analisis kewajaran dilakukan dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.
Analisis Kualitatif
Berdasarkan informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan Perseroan, sesuai dengan Pasal 3
Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan antara lain meliputi
bidang industri barang kimia dan bahan bakar minyak; perdagangan besar dan kecil dan distribusi
terutama bahan kimia dan bahan bakar minyak ("BBM") dan gas; pengangkutan dan pergudangan
(aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan
penunjang usaha lainnya); aktivitas profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan usaha
penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan; konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air
panas dan udara dingin.
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri, distribusi dan
perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang
digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen
asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya. Perseroan
memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
Berdasarkan tinjauan industri secara keseluruhan, sektor properti, logistik, distribusi BBM, dan kimia
dasar menunjukkan dinamika pertumbuhan yang berbeda namun saling melengkapi dalam
mendukung aktivitas ekonomi. Meskipun pada periode terakhir pertumbuhan global cenderung
melambat akibat tekanan makroekonomi, prospek ke depan masih menunjukkan arah yang positif,
didorong oleh pemulihan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan konsumsi
energi, serta kebutuhan distribusi dan industrialisasi yang berkelanjutan. Hal ini mengindikasikan
bahwa secara agregat, sektor-sektor tersebut masih memiliki fundamental yang cukup kuat untuk
mendukung pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Sejalan dengan kondisi tersebut, prospek operasional Perseroan pada periode 2026–2030
menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dan terukur. Secara agregat, Perseroan
memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dengan CAGR sebesar sekitar 7,25% selama periode
proyeksi, yang mencerminkan ekspansi usaha yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan
kondisi pasar dan kapasitas operasional yang dimiliki. Proyeksi ini berada pada tingkat yang relatif
sejalan dengan pertumbuhan industri yang diperkirakan dengan rentang 5,18% - 7,90% CAGR,
sehingga menunjukkan bahwa asumsi yang digunakan telah mencerminkan dinamika dari sektor-
sektor utama yang mendasari kegiatan usaha Perseroan.
Lebih lanjut, perbedaan tipis antara pertumbuhan Perseroan dan industri mencerminkan
pendekatan yang prudent dalam penyusunan proyeksi, khususnya dalam mengantisipasi risiko
eksternal seperti volatilitas harga energi, dinamika suku bunga, perubahan kebijakan, serta
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 52
P a g e | lii
ketidakpastian permintaan pasar. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, proyeksi
pertumbuhan pendapatan Perseroan dinilai berada dalam tingkat yang wajar dan menunjukkan
posisi Perseroan yang adaptif, serta memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan
pertumbuhan sektor properti, logistik, distribusi BBM, dan kimia dasar yang mendasarinya.
Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif, pelaksanaan
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa
Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai berpotensi memberikan manfaat bagi Perseroan berupa
penguatan penguasaan aset strategis yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional
Perseroan dalam jangka panjang. Melalui transaksi ini, Perseroan memperoleh kepastian
kepemilikan atas tanah yang sebelumnya digunakan berdasarkan skema sewa, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan aset, mendukung keberlangsungan operasional, serta
memberikan nilai tambah ekonomis bagi Perseroan. Selain itu, berdasarkan analisis nilai transaksi,
Perseroan memperoleh tanah pada nilai yang masih berada di bawah indikasi Nilai Pasar. Adapun
berdasarkan analisis yang dilakukan, tidak terdapat kerugian inkremental yang material terkait
dengan pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai.
Analisis Kuantitatif
Analisis Batas Wajar atas Nilai Transaksi
Mengacu pada Pasal 48b POJK No. 35/2020, berikut adalah tabel uji batas atas dan batas bawah
sebesar 7,5% untuk:
Berdasarkan Perjanjian Pokok terkait Pengalihan Tanah Bitung oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, Perseroan
melakukan Pengalihan Tanah seluas 15.624 m² yang berlokasi di Bitung dengan Nilai Transaksi
sebesar Rp14.217.753.661,-. Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Pasar Tanah adalah sebesar
Rp14.468.000.000,-. Uraian hasil perhitungan terdapat pada hasil Laporan Penilaian Tanah No.
00019/2.0094-00/PI/05/0133/1/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Pengalihan Tanah oleh Perseroan
Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dengan
menggunakan Nilai Pasar Tanah:
Keterengan Penjelasan Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 15.553.100.000
Nilai Pasar Tanah 14.468.000.000
Batas bawah dari Nilai Transaksi 7,5% dibawah Nilai Transaksi 13.382.900.000
Nilai Transaksi 14.217.753.661
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk Rencana
Transaksi adalah Rp15.553.100.000,- dan Rp13.382.900.000,- sehingga Nilai Transaksi sebesar
Rp14.217.753.661,-,- berada pada batas wajar.
Analisis Nilai Inkremental
Analisis inkremental atas Transaksi Afiliasi yang dilakukan oleh Perseroan meliputi Pengalihan
Tanah seluas 15.624 m² yang berlokasi di Bitung dari PT Harmas Sahabat Perkasa dengan Nilai
Transaksi sebesar Rp14.217.753.661,- atau setara dengan Rp 909.994,- per m², dimana transaksi
tersebut dibayarkan melalui dua skema pembayaran yaitu Sisa Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai
Sewa dan Tunai dengan detail sebagai berikut:
a. Sisa Saldo Aset Hak Guna/Total Nilai Sewa sebesar Rp14.202.129.661,-;
b. Tunai sebesar Rp 15.624.000,- ;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 53
P a g e | liii
Sehingga secara kumulatif sebesar Rp14.217.753.661,- pada tanggal 26 Juni 2026. Transaksi
tersebut merupakan pelaksanaan hak prioritas Pengalihan Tanah sebagaimana diatur dalam
Perjanjian Sewa Menyewa Tanah tanggal 27 Desember 2010 antara Perseroan dengan PT Harmas
Sahabat Perkasa.
Sebelum pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, Perseroan telah melakukan
transaksi pengalihan Saham Treasury sebanyak 181.005.000 lembar saham dengan nilai transaksi
sebesar Rp282.526.310.000. Berdasarkan analisis inkremental atas transaksi tersebut, Perseroan
memperoleh tambahan pendapatan bunga deposito yang memberikan nilai tambah inkremental
kumulatif sebesar Rp58.298.302.000 selama periode proyeksi 2026–2030. Perhitungan nilai
inkremental atas transaksi pengalihan Saham Treasury tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.802.283.200 3.935.036.289 4.225.455.735 4.745.755.255 5.550.554.204
EBT Setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.813.084.746 3.946.250.799 4.237.098.999 4.757.843.664 5.563.104.777
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury 10.801.546 11.214.511 11.643.264 12.088.409 12.550.573
Kumulatif Inkremental 58.298.302
Adapun perhitungan nilai inkremental atas Transaksi Afiliasi Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dapat dilihat
pada tabel berikut.
Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
(dalam rupiah penuh)
Keterangan Luas (m2) Harga Jual Harga/m2
Nilai Transaksi 15.624 14.217.753.661 909.994
Nilai Pasar 15.624 14.468.000.000 926.011
Nilai Tambah Inkremental 250.246.339 16.017
Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah inkremental di atas, dapat diketahui bahwa Nilai
Transaksi Pengalihan Tanah yang dikenakan kepada Perseroan adalah sebesar Rp 909.994,- per m²,
sedangkan indikasi Nilai Pasar tanah adalah sebesar Rp926.011 per m². Dengan demikian,
pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan
Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai berpotensi memberikan nilai tambah
inkremental bagi Perseroan sebesar Rp 16.017 per m² atau sebesar Rp250.246.339,- secara
keseluruhan. Nilai tambah inkremental tersebut mencerminkan bahwa Perseroan memperoleh
tanah pada nilai transaksi yang masih berada di bawah indikasi Nilai Pasar.
Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi
Analisis atas dampak Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dilakukan dengan
menganalisa dampak Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai terhadap laporan keuangan
proforma Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan
Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai pada
tanggal 31 Desember 2025.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 54
P a g e | liv
*) Sebelum pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan
Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, Perseroan telah terlebih
dahulu melakukan transaksi pengalihan Saham Treasury sebanyak 181.005.000 lembar saham
dalam tiga tahap transaksi pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2026 dengan total nilai transaksi sebesar
Rp282.526.310.000. Berdasarkan proforma transaksi tersebut, Perseroan memperoleh tambahan
kas dan bank sebesar Rp282.526.310.000, peningkatan ekuitas sebesar Rp282.526.310.000, serta
pengakuan keuntungan atas pengalihan saham treasury sebesar Rp218.978.049.000. Adapun saldo
setelah pelaksanaan transaksi pengalihan saham treasury tersebut selanjutnya digunakan sebagai
dasar dalam penyusunan proforma atas Transaksi Afiliasi Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset
Hak Guna dan Pembayaran Tunai:
1) Terdapat penurunan pada sisi aset lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai, yang terutama disebabkan oleh penyesuaian kas dan bank sebesar
Rp 69.423.000,- sebagai dampak pembayaran tunai atas transaksi Pengalihan Tanah setelah
mempertimbangkan Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember
2025) untuk Pelunasan Transaksi Pengalihan Tanah dari Tahun 2010 - 2025 sebesar
Rp8.733.729.661,-. Dengan demikian, total aset lancar Perseroan mengalami penurunan dari
sebesar Rp23.606.242.462.000,- menjadi Rp 23.606.174.758.000,-;
(dalam ribuan rupiah)
Deskripsi Nilai
Total Nilai Transaksi Pembelian Tanah 14.217.754
Penyesuaian Aset Hak Guna - Neto (5.416.320)
Penyesuaian Pajak Dibayar Dimuka (PPN) 1.719
Saldo Cash 8.803.153
Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per (8.733.730) *
Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah
dari Tahun 2010 - 2025
Saldo Cash Setelah Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa
Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan 69.423
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 55
P a g e | lv
*) Perhitungan Transaksi Pembelian Tanah
Deskripsi Nilai (Rupiah) Nilai (Ribu Rupiah)
Total Nilai Transaksi Pembelian Tanah (a) 14.217.753.661 14.217.754
Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk (b) 5.468.400.000 5.468.400
Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak
Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan (c) 8.733.729.661 8.733.730
Transaksi Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025
Total Aset Hak Guna Serta Bunga Hipotesis sebagai
Basis Pelunasan Sebagian dari Transaksi Pembelian (d) = (b) + (c) 14.202.129.661 14.202.130
Tanah
Sisa Pembayaran Secara Tunai untuk Transaksi
(e) = (a) - (d) 15.624.000 15.624
Pembelian Tanah
Keterangan:
(a) Total Nilai Transaksi Pembelian Tanah merupakan nilai transaksi pembelian tanah seluas 15.624 m² yang berlokasi di Bitung oleh Perseroan dari PT Harmas Sahabat
Perkasa sebesar Rp 14.217.753.661.000 atau setara dengan Rp909.994 per m².
(b) Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah merupakan nilai tercatat sisa manfaat ekonomis atas pembayaran
sewa dimuka/hak guna tanah yang telah dibayarkan oleh Perseroan pada tahun 2010 sebesar Rp7.812.000.000. Nilai tersebut kemudian dikurangkan secara
bertahap dengan biaya sewa tahunan selama periode 2010–2025 sebesar Rp156.240.000 per tahun, sehingga pada tanggal penilaian 31 Desember 2025 tersisa
saldo aset hak guna sebesar Rp5.468.400.000.
(c) Perhitungan Bunga Hipotesis atas Sisa Saldo Aset Hak Guna merupakan akumulasi manfaat/kerugian bunga secara hipotetis atas sisa saldo aset hak guna sebesar
Rp5.468.400.000 sebagaimana dimaksud pada poin (b), yang diasumsikan telah dibayarkan dimuka sejak tahun 2010. Perhitungan tersebut dilakukan dengan
menggunakan tingkat bunga deposito (data pasar) per Desember masing-masing tahun selama periode 2010–2025 dengan metode compounding interest, sehingga
menghasilkan akumulasi bunga hipotesis sebesar Rp8.733.729.661.
(d) Total Aset Hak Guna serta Bunga Hipotesis sebagai Basis Pelunasan Sebagian dari Transaksi Pembelian Tanah merupakan penjumlahan antara sisa saldo aset hak
guna sebagaimana dimaksud pada poin (b) dengan akumulasi bunga hipotesis sebagaimana dimaksud pada poin (c), sehingga menghasilkan nilai sebesar
Rp14.202.129.661 yang diperlakukan sebagai dasar pelunasan sebagian atas Transaksi Pembelian Tanah.
(e) Sisa Pembayaran Secara Tunai untuk Transaksi Pembelian Tanah merupakan selisih antara Total Nilai Transaksi Pembelian Tanah sebagaimana dimaksud pada poin
(a) dengan Total Aset Hak Guna serta Bunga Hipotesis sebagai Basis Pelunasan Sebagian dari Transaksi Pembelian Tanah sebagaimana dimaksud pada poin (d),
sehingga sisa pembayaran tunai yang perlu dibayarkan oleh Perseroan adalah sebesar Rp15.624.000.
Dalam analisis transaksi ini, Perseroan turut mempertimbangkan unsur time value of money
atas pembayaran sewa dimuka yang telah dilakukan sejak tahun 2010 melalui perhitungan
bunga hipotesis dengan metode compounding interest. Pertimbangan tersebut sejalan
dengan konsep dalam IFRS 16 / PSAK 73, dimana transaksi sewa pada dasarnya mengandung
unsur financing atau implicit interest melalui konsep present value dan discounting atas lease
payments. Namun demikian, basis yang digunakan dalam perhitungan bunga hipotesis
tersebut bukan menggunakan keseluruhan nilai pembayaran sewa awal sebesar
Rp7.812.000.000, melainkan menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna Per 31 Desember 2025
sebesar Rp5.468.400.000. Hal ini dikarenakan sebagian manfaat ekonomis atas pembayaran
sewa dimuka tersebut secara substansi telah dikonsumsi melalui penggunaan tanah dan
amortisasi biaya sewa selama periode 2010-2025, sehingga nilai ekonomis yang masih relevan
untuk direpresentasikan pada tanggal penilaian adalah sisa manfaat ekonomis yang masih
tersisa per 31 Desember 2025.
2) Terdapat peningkatan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi
Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa
Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai, yang terutama berasal dari peningkatan aset
tetap sebesar Rp 5.484.024.000,- sehubungan dengan pengakuan kepemilikan tanah hasil
transaksi Pengalihan Tanah. Namun demikian, peningkatan tersebut sebagian
dikompensasikan oleh penurunan aset hak guna - neto sebesar Rp5.416.320.000,- yang
berasal dari penyesuaian atas aset hak guna terkait transaksi tersebut. Dengan demikian, total
aset tidak lancar Perseroan meningkat dari sebesar Rp13.238.565.105.000,- menjadi
Rp13.238.632.895.000,-;
(dalam ribuan rupiah)
Deskripsi Nilai
Total Nilai Transaksi Pembelian Tanah 14.217.754
Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per
Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah
dari Tahun 2010 - 2025 (8.733.730)
Penyesuaian Aset Tetap 5.484.024
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 56
P a g e | lvi
3) Terdapat perubahan pada sisi liabilitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai, dimana total liabilitas Perseroan mengalami peningkatan dari
sebesar Rp20.952.331.788.000,- menjadi Rp20.952.349.131.000,-. Peningkatan tersebut
terutama berasal dari penyesuaian hutang lain-lain sebesar Rp17.343.000,- terkait
penyesuaian akun Hutang lain-lain;
4) Terdapat peningkatan pada sisi ekuitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai, yang terutama berasal dari pengakuan Pendapatan Hipotetis
atas pembayaran sewa dimuka sebesar Rp8.733.729.661,-. Pendapatan hipotetis tersebut
dihitung berdasarkan akumulasi manfaat ekonomis atas nilai waktu uang (time value of
money) dari pembayaran biaya hak guna/sewa yang telah dibayarkan dimuka pada tahun
2010. Dengan demikian, transaksi ini memberikan tambahan nilai pada ekuitas Perseroan
serta meningkatkan jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
menjadi sebesar Rp12.447.195.672.000,-. Berikut tabel Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa
Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pengalihan Tanah dari
Tahun 2010 – 2025.
Perhitungan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025
Sisa Saldo Aset Hak
Guna (per
Suku Bunga Deposito per Desember
Deskripsi Nilai Saldo Desember 2025) Bunga Compounding
(p.a)
untuk Pelunasan
Pembelian Tanah
2010 156.240.000 7.812.000.000 7,4% 5.468.400.000 403.567.920
2011 156.240.000 7.655.760.000 7,8% 5.871.967.920 455.664.711
2012 156.240.000 7.499.520.000 6,1% 6.327.632.631 382.821.774
2013 156.240.000 7.343.280.000 6,5% 6.710.454.405 438.863.718
2014 156.240.000 7.187.040.000 9,1% 7.149.318.123 647.728.222
2015 156.240.000 7.030.800.000 8,6% 7.797.046.345 670.545.986
2016 156.240.000 6.874.560.000 7,4% 8.467.592.330 622.368.036
2017 156.240.000 6.718.320.000 6,7% 9.089.960.367 606.300.356
2018 156.240.000 6.562.080.000 5,7% 9.696.260.723 552.686.861
2019 156.240.000 6.405.840.000 5,8% 10.248.947.584 589.314.486
2020 156.240.000 6.249.600.000 3,5% 10.838.262.070 379.339.172
2021 156.240.000 6.093.360.000 2,5% 11.217.601.243 280.440.031
2022 156.240.000 5.937.120.000 5,5% 11.498.041.274 632.392.270
2023 156.240.000 5.780.880.000 5,7% 12.130.433.544 696.286.885
2024 156.240.000 5.624.640.000 5,2% 12.826.720.429 666.989.462
2025 156.240.000 5.468.400.000 5,3% 13.493.709.892 708.419.769
Akumulasi Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025 8.733.729.661
Berdasarkan Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat
perubahan pada laporan laba rugi Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas Pengalihan
Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan
Pembayaran Tunai.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 57
P a g e | lvii
Kesimpulan Analisis Kewajaran
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa
Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai:
1) Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan
Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai merupakan Transaksi Afiliasi namun bukan
merupakan Transaksi Benturan Kepentingan, dimana Perseroan bermaksud untuk melakukan
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan
Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai sebagai bagian dari strategi penguatan
penguasaan aset strategis Perseroan dalam mendukung kegiatan operasional dan
pengembangan usaha jangka panjang. Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan akan
memperoleh hak kepemilikan atas tanah yang sebelumnya digunakan berdasarkan skema sewa
jangka panjang, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepastian penguasaan aset,
fleksibilitas pengelolaan aset, serta mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional
Perseroan di masa mendatang. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat memberikan
nilai tambah ekonomis serta mendukung peningkatan nilai Perseroan secara keseluruhan.
2) Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif, pelaksanaan
Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan
Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai berpotensi memberikan manfaat bagi
Perseroan berupa penguatan penguasaan aset strategis yang digunakan untuk mendukung
kegiatan operasional Perseroan dalam jangka panjang. Melalui transaksi ini, Perseroan
memperoleh kepastian kepemilikan atas tanah yang sebelumnya digunakan berdasarkan skema
sewa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan aset, mendukung
keberlangsungan operasional, serta memberikan nilai tambah ekonomis bagi Perseroan. Selain
itu, berdasarkan analisis nilai transaksi, Perseroan memperoleh tanah pada nilai yang masih
berada di bawah indikasi Nilai Pasar. Adapun berdasarkan analisis yang dilakukan, tidak
terdapat kerugian inkremental yang material terkait dengan pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai.
3) Berdasarkan Analisis Batas Wajar atas Nilai Rencana Transaksi dapat dilihat bahwa batas atas
dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah Rp15.553.100.000,- dan Rp13.382.900.000,-
sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp14.217.753.661,-,- berada pada batas wajar.
4) Berdasarkan Analisis Nilai Inkremental, dapat diketahui bahwa Nilai Transaksi Pengalihan Tanah
yang dikenakan kepada Perseroan adalah sebesar Rp 909.994,- per m², sedangkan indikasi Nilai
Pasar tanah adalah sebesar Rp926.000 per m². Dengan demikian, pelaksanaan Transaksi Afiliasi
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai berpotensi memberikan nilai tambah inkremental bagi Perseroan
sebesar Rp 16.006 per m² atau sebesar Rp 250.070.339 secara keseluruhan. Analisis nilai
inkremental tersebut disusun dengan mempertimbangkan saldo setelah pelaksanaan Transaksi
Pengalihan Saham Treasury yang telah dilakukan sebelumnya oleh Perseroan.
5) Berdasarkan Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi Afiliasi atas
Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai, dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pada sisi aset dan
ekuitas Perseroan setelah Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 58
P a g e | lviii Berdasarkan analisis kewajaran terhadap Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai secara kualitatif maupun kuantitatif, Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai dilakukan sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan, dimana melalui transaksi ini Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana untuk memperkuat likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam mendukung pengembangan usaha di masa mendatang sehingga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan. Dengan mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan oleh , maka Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai yang akan direncanakan oleh Perseroan adalah Wajar dan memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Page 59
P a g e | lix KESIMPULAN Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai merupakan Transaksi Afiliasi sesuai POJK No. 42/2020 karena melibatkan pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, namun tidak termasuk Transaksi Benturan Kepentingan karena tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis yang merugikan Perseroan. Akan tetapi, Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana Transaksi tersebut. Laporan ini juga dibuat sesuai dengan ketentuan dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII tahun 2018 dan Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) serta POJK No. 35/2020. Sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi oleh Perseroan, kami telah melakukan analisis kewajaran berdasarkan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif yang tertera di Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi. Berdasarkan Kondisi Pembatas, Asumsi-Asumsi Penting, Sifat dan Sumber Informasi, Analisis Rencana Transaksi, Analisis Kualitatif, Analisis Kuantitatif dan Analisis Kewajaran Nilai Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi dengan asumsi realisasi proyeksi keuangan Perseroan yang akan memitigasi risiko yang tertera di laporan ini, maka tidak akan memberikan potensi kerugian untuk Perseroan. Dengan mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan, maka Rencana Transaksi Perseroan adalah Wajar. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Page 60
P a g e | lx PENUTUP Pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini. Hormat Kami, B. Sridhar Rao, CVA (Singapore), M.Com (India), MBM (Philippines), MAPPI Cert. (Indonesia). Managing Partner No. MAPPI : 05-S-01838 No. RMK : RMK-2017.00238 No. Izin OJK : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023 Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Page 61
P a g e | lxi
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik berdasarkan Ijin Penilai Publik B
1.10.00268 serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (OJK) No. STTD.PB-
30/PM.2/2018 dan Penilai dengan RMK-2019.02908, yang berkompeten untuk melakukan penilaian
secara objektif tanpa ada benturan kepentingan, kami yang bertanda tangan di bawah ini
menerangkan bahwa:
1. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini adalah betul dan benar sesuai dengan
pemahaman terbaik dari pihak independen dan berdasarkan atas informasi dan data-data
pendukung yang kami gunakan dalam proses pemberian pendapat kewajaran (Fairness
Opinion);
2. Selanjutnya Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini menjelaskan semua syarat-
syarat pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini;
3. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Rencana Transaksi;
4. Imbalan jasa yang kami terima adalah hanya sesuai dengan yang tercantum pada surat
penugasan dan tidak berkaitan dengan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) yang dilaporkan;
5. Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
independensi Penilai Publik yang telah terdaftar pada Departemen Keuangan dan atau OJK serta
Tim Quality Control dan Penilai pada penugasan ini dan tidak lepas dari ketentuan-ketentuan
dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII tahun 2018 termasuk Kode Etik Penilaian
Indonesia (KEPI).
6. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang –
undangan yang berlaku sebagai berikut:
a) Undang-undang atau Regulasi terkait Asumsi dalam Penilaian
i. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 terkait Pajak Penghasilan;
ii. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
iii. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 68 /POJK.04/2017 tentang Penilai
Yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal;
iv. POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal;
v. SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
b) Undang-undang atau Regulasi terkait Profesi Penilai
i. Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik;
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah;
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai Rencana Transaksi;
9. Penilai telah melakukan inspeksi terhadap Objek pendapat kewajaran (Fairness Opinion);
10. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion);
11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) diperoleh dari
berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
12. Penugasan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) profesional telah dilakukan terhadap
Rencana Transaksi pada tanggal pendapat kewajaran (Cut Off Date);
13. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran (Fairness Opinion);
14. Perkiraan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 62
P a g e | lxii
15. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
16. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
17. Penilai melakukan review terhadap data-data yang dinilai; dan
18. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness
Opinion), telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat
Kewajaran (Fairness Opinion).
Jakarta, 29 Juni 2026
Managing Partner
B. Sridhar Rao
No. MAPPI : 05-S-01838
No. RMK : RMK-2017.00238
No. Izin OJK : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023
Valuer
Lukman Ari Widodo ...... ..............................
MAPPI : 18-P-08818
No. Register : RMK-2019.02908
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 63
P a g e | lxiii
LAMPIRAN
Laporan Penilaian Aset dengan No.
00019/2.0094-00/PI/05/0133/1/VI/2026
tanggal 26 Juni 2026
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pengalihan Tanah oleh
PT AKR Corporindo Tbk Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna
dan Pembayaran Tunai
Page 64
LAPORAN PENILAIAN LAHAN – TERMINAL BBM Terletak di Desa Madidir, Kecamatan Bitung Tengah, Kabupaten Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Tujuan Penilaian : Transaksi Jual Beli
Page 65
Kantor Jasa Penilai Publik
RAO, YUHAL &rekan
Affiliated to
Truscel Capital LLP Singapore
Reg. License No. 2.11.0094
Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia
Jakarta, 29 Juni 2026
The Boulevard Office Building #03-F1
Jl. Fachrudin Raya No. 5 Kebon Sirih
No. File : 00019/2.0094-00/PI/05/0133/1/VI/2026 Jakarta, 10250
Indonesia
Ref : Penilaian Lahan – Terminal BBM
T (62 21) 3199 1488
Kepada : www.truscel.com
Direksi PT. AKR Corporindo, Tbk
AKR Tower
JL. Panjang No. 5 Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530, Indonesia
Up. Ibu Meiliecia Hidayat
Perihal : Penilaian Lahan – Terminal BBM
Dengan Hormat,
Menyambung instruksi PT. AKR Corporindo, Tbk. sesuai Kontrak Perjanjian Kerja nomor
EL03/KJPP/SP-PRO/05/1/1V/2026-1 tertanggal 20 April 2026, untuk memberikan opini
Nilai Pasar atas objek penilaian dimaksud, dengan ini kami sebagai Kantor Jasa Penilai
Publik berdasarkan Izin Usaha No 2.11.0094 telah melakukan inspeksi dan peninjauan
atas lokasi, berikut penilaian terhadap aset tersebut, sesuai dengan dokumen-dokumen,
pernyataan-pernyataan, dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh Pemberi Tugas.
STATUS PENILAI
Penilaian ini dilakukan oleh Penilai Publik Ir. Yuhal, MAPPI (Cert.) merupakan Penilai
independen yang bernaung dalam KJPP Rao, Yuhal dan rekan berdasarkan Ijin Penilai
Publik No. P-1.09.00133, No Register: RMK-2017.00136, serta Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PP-75/PJ-1/PM.2/2023 berkompeten untuk
melakukan penilaian secara objektif tanpa ada benturan kepentingan.
PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Pemberi tugas dalam penilaian ini adalah PT. AKR Corporindo, Tbk dan pengguna
laporan adalah PT. AKR Corporindo, Tbk.
PT. AKR Corporindo, Tbk. adalah perusahaan logistik dan rantai pasokan terkemuka yang
bergerak di bidang perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak dan kimia dasar.
Dengan jaringan sarana transportasi, pelabuhan, dan penyimpanan curah cair dan kering
yang luas.
MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN
Penilaian ini bermaksud memberikan opini Nilai Pasar untuk tujuan Transaksi Jual Beli,
karena itu kami tidak menyarankan untuk menggunakan laporan ini untuk keperluan lain.
Laporan Penilaian Lahan – PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 66
Page | 2
OBJEK PENILAIAN
Obyek penilaian adalah berupa Lahan dari Terminal BBM, seluas 15.624 m2, yg
berlokasi di Desa Madidir, Kecamatan Bitung Tengah, Kabupaten Bitung, Provinsi
Sulawesi Utara.
Berdasarkan informasi dari pemberi tugas, bahwa bangunan bangunan di atas lahan
tersebut sudah menjadi milik dari PT. AKR Corporindo, Tbk., sehingga yang dinilai
hanyalah lahannya saja dan bangunan bangunan diatas lahan tersebut tidak dimasukan
didalam penilaian ini.
BENTUK DAN HAK KEPEMILIKAN
Sesuai dengan informasi yang kami terima dari pihak Pemberi Tugas, total luas lahan
kurang lebih seluas 15.624 meterpersegi, dengan bukti hak kepemilikan Tunggal, yang
merupakan aset operasional, dengan perincian sebagai berikut:
Dokumen Pemegang Tanggal Luas
No No. Gambar Situasi
Kepemilikan Hak Penerbitan (m2)
Haryanto
1 SHM No. 219 3 Juni 1980 14/1980 2.080
Adikoesoemo
Haryanto
2 SHM No. 503 23 Maret 1982 3160/1981 1.224
Adikoesoemo.
Haryanto
2 SHM No. 641 9 November 1990 99/1990 12.230
Adikoesoemo.
Total 15.624
Kami menyatakan bahwa kami tidak melakukan pengukuran secara keseluruhan untuk
menghitung ulang total luas lahan, tapi kami memeriksa batas-batas lahan dan
melakukan pengecekan ulang ke gambar yang dinyatakankan dalam salinan sertifikat
kepemilikan untuk meyakinkan apakah memiliki bentuk yang sama atau tidak. Seperti
yang ditunjukkan kepada kami oleh pihak pemberi tugas (diwakili oleh Ibu Inggrit) kami
beranggapan bahwa luas, lokasi dan batas-batas lahan yang ditunjukkan dan diberikan
kepada kami adalah benar.
Kami tidak menemukan perbedaan mengenai luas dan bentuk lahan selama kami
melakukan pemeriksaan apabila di bandingkan ke dalam luasan yang tertera didalam
dokumen kepemilikan yang diberikan kepada kami, dan kami beranggapan bahwa luas
lahan yang digunakan dalam laporan ini adalah sesuai adanya.
Kami belum melakukan penelitian detail tentang aspek hukum dokumen kepemilikan
lahan dan menyarankan untuk menyewa konsultan hukum independen untuk melakukan
uji tuntas pada aspek hukum. Juga sebagai asumsi kami, kami menganggap bahwa
dokumen dokumen kepemilikan lahan yang kami terima adalah benar, sah secara
hukum, dan bebas dari ikatan, klaim atau hambatan.
DASAR NILAI
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 67
Page | 3 berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati hatian dan tanpa paksaan. (SPI Ed.VII – 2018; 101-3.1). TANGGAL PENILAIAN Tanggal penilaian adalah tanggal 24 April 2026, Investigasi ke lapangan dilakukan dari tanggal 24 April 2026, data dan analisis dalam laporan ini didasarkan pada kondisi pada saat kunjungan ke lapangan dengan mengkondisikannya pada saat tanggal penilaiannya. DATA / DOKUMEN YANG DITERIMA Fotokopi data / dokumen yang diserahkan oleh pemberi tugas meliputi: 1. Fotokopi Sertifikat Kepemilikan Lahan 2. Fotokopi SPPT Tahun 2025 PENDEKATAN PENILAIAN Terdapat beberapa jenis metode penilaian, baik yang dilakukan untuk memperkirakan nilai pasar atau nilai selain nilai pasar, hal ini mengharuskan penilai yang menerapkan satu atau lebih pendekatan penilaian. Pendekatan penilaian merujuk pada metodologi analisia yang berlaku dan yang umum dipakai. Penilaian biasanya menggunakan satu atau lebih pendekatan penilaian dengan menerapkan prinsip substitusi. Dalam beberapa kasus atau lebih pendekatan penilaian tidak berlaku karena tujuan spesifik dari penilaian, karakteristik properti, atau data yang terbatas. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 28/POJK.04/2021 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan SEOJK No. 33/SOJK.04/2021 Pasal III.4a, maka pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian aset berupa lahan kosong dapat dilakukan dengan 1 pendekatan penilaian, dan disini kami pendekatan yang kami gunakan adalah Pendekatan Pasar. JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN Dalam penugasan pembuatan Laporan Penilaian ini, Nilai Pasar dinyatakan dalam mata uang “Rupiah”. TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI 1. Investigasi dilaksanakan tanpa ada pembatasan atas data, informasi dan akses untuk inspeksi terhadap objek penilaian. 2. Pada asset-aset tertentu yang memiliki keterbatasan dalam pemeriksaaan secara fisik, maka inspeksi dilakukan secara sampling sesuai dengan kebutuhan Penilai. 3. Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan akan dicatatkan sebagai bagian yang mengikat atas hasil penilaian yang dilaporkan. Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 68
Page | 4
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
1. Bank Indonesia;
2. Lembaga resmi pemerintah atau swasta yang mempublikasi data informasi terkait
dengan properti;
3. Media tulis dan elektronik resmi
PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Laporan yang akan diterbitkan merupakan laporan untuk kepentingan sebagaimana yang
dimaksud dalam lingkup penugasan ini bukan untuk dipublikasi secara umum.
KESIMPULAN NILAI DAN ASUMSI PEMBATAS
Dalam menghasilkan opini Nilai Pasar aset berupa lahan kosong tersebut di atas, Penilai
mengunakan Pendekatan Pasar.
Laporan ini disusun berdasarkan asumsi bahwa semua dokumen, pernyataan dan
informasi yang kami terima dari pemberi tugas adalah lengkap, benar dan sesuai dengan
kondisi sekarang. Dan dengan keahlian kami dalam penilaian, kami menganalisis data
dan informasi dan mengembangkan dalam laporan ini. Misalkan jika ada data yang tidak
benar yang telah diberikan kepada kami yang dapat mengakibatkan kesimpulan yang
salah nilai, kami menyatakan bahwa itu bukan tanggung jawab kami. Dan kami sarankan
untuk mengevaluasi nilai dalam laporan penilaian baru
Penilaian ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut :
1. Properti tersebut akan bersertifikat SHGB yang sah. Kami tidak melakukan
pengukuran dan kami beranggapan bahwa gambar situasi yang terdapat dalam
sertifikat, adalah benar dan akurat.
2. Asumsi bahwa lahan yang di nilai adalah dengan kondisi kosong dan dinilai secara
satu kesatuan.
3. Bangunan diatasnya dapat dipindah tangankan kepada pihak lain tanpa terkecuali,
mengikuti Status Kepemilikan dari Pemilik lahannya.
4. Aset yang dimaksud tetap dikelola dan dirawat secara wajar selama masa
pemakaian.
5. Aset dimaksud tidak terjadi perubahan kondisi fisik secara signifikan dan atau tidak
terjadi penyerobotan oleh pihak lain selama pemakaian.
6. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas, komentar, dan detail yang tertulis di dalam
laporan ini.
Berdasarkan POJK No.28/POJK.04/2021, dengan mempertimbangkan seluruh informasi
yang relevan serta mengamati kondisi pasar makro perekonomian yang ada, maka kami
berpendapat sesuai dengan asumsi-asumsi, metode penilaian, syarat-syarat dan kondisi
pembatas, serta kami mengasumsikan bahwa semua data dan informasi yang kami terima
adalah benar dan akurat,
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 69
Page | 5
bahwa nilai aset tersebut pada tanggal 24 April 2026, adalah sebagai berikut :
Nilai Pasar :
Rp. 14.468.000.000, -
(EMPAT BELAS MILYAR EMPAT RATUS ENAM PULUH DELAPAN JUTA RUPIAH)
Nilai tersebut merupakan nilai dari aset yang dijelaskan dalam laporan ini, oleh
karenanya harus dianggap sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Akhirnya sesuai dengan praktek standar yang biasa kami lakukan, maka kami
menegaskan bahwa kami tidak menarik keuntungan dalam bentuk apapun, baik sekarang
maupun dimasa yang akan datang atas aset yang dinilai atau dari pendapat nilai yang
dikeluarkan. Kami mengingatkan bahwa laporan ini merupakan salah satu bentuk
informasi awal sebagai dasar kajian dalam mengambil keputusan namun tidak mengikat
dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum.
Laporan ini harus dibaca secara menyeluruh, bersifat rahasia dan hanya disampaikan
kepada Pemberi Tugas sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja. Kami tidak bertanggung
jawab kepada pihak ketiga atas rujukan terhadap laporan ini, baik sebagian maupun
keseluruhan dan tidak dibenarkan untuk menerbitkan duplikat dokumen maupun
pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami baik mengenai format cetak maupun konteks
dimana akan dimunculkan/dipublikasikan.
Misalnya jika di masa depan kami menemukan data baru yang kami anggap mungkin
merevisi nilai dalam laporan ini, maka kita memiliki hak untuk melakukan revisi. Kami
melakukan penilaian aset ini secara obyektif dan dalam kapasitas kami sebagai
perusahaan penilai independen. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada kami untuk
melakukan tugas penilaian aset.
Kejadian Penting dan Dampak Setelah Tanggal Penilaian
Dari Tanggal Penilaian, yaitu tanggal 24 April 2026, sampai dengan tanggal diterbitkan
laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik tidak terdapat kejadian penting
yang dapat mempengaruhi hasil penilaian ini secara signifikan. Terima kasih atas
kepercayaannya kepada kami untuk melakukan tugas penilaian aset.
Hormat kami,
KJPP RAO, YUHAL & rekan
Ir. Yuhal, MAPPI (Cert.)
Rekan Senior
No Izin Penilai Property (NIPP) : P-1.09.00133
No Izin OJK : STTD.PP-75/PJ-1/PM.2/2023
No MAPPI : 01-S-01483
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 70
Page | 6
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 6
PERNYATAAN PENILAI 7
RINGKASAN EKSEKUTIF 9
ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS 10
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Penugasan 11
I.2 Tujuan Penilaian dan Tanggal Penilaian 11
I.3 Pengguna Laporan Penilaian 11
I.4 Pengertian dan Definisi 11
I.5 Metode dan Pendekatan Penilaian 12
I.6 Profil Objek Penilaian 13
I.7 Data dan Dokumen yang Diterima 13
II. PENILAIAN LAHAN – TERMINAL BBM 14
II.1 Penjelasan Umum Aset 15
II.1.1 Lokasi dan Identifikasi 15
II.1.2 Status Kepemilikan 15
II.1.3 Fasilitas dan Keadaan Lingkungan 16
II.1.4 Dampak Lingkungan 16
II.1.5 Kondisi Fisik Objek 16
II.1.6 Penggunaan Terbaik dan Tertinggi 17
II.1.7 Tinjauan Pasar 17
II.2 Proses Penilaian 19
II.2.1 Penilaian Lahan Kosong 19
LAMPIRAN 22
FOTO 24
SITE PLAN 25
TAMPAK ATAS 26
PETA LOKASI 27
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 71
Page | 7
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
dibawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan yang menjadi dasar analisis dan kesimpulan yang diuraikan di dalam laporan ini
adalah betul dan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai dan berdasarkan atas
informasi dan data-data pendukung yang kami gunakan dalam proses penilaiain;
2. Selanjutnya Laporan Penilaian ini menjelaskan semua analisis dan kesimpulan yang dibatasi
oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan;
3. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Obyek Penilaian
4. Imbalan jasa yang kami terima adalah hanya sesuai dengan yang tercantum pada surat
penugasan dan tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan;
5. Laporan penilaian ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan indepedensi Penilai Publik
yang telah terdaftar pada Departemen Keuangan dan atau Otoritas Jasa Keuangan serta Tim
Quality Control dan Penilai pada penugasan ini dan tidak lepas dari ketentuan-ketentuan
Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI);
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah;
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai lokasi dan/atau jenis obyek penilaian yang dinilai;
8. Penilai telah melakukan Investigasi terhadap Obyek Penilaian;
9. Penilai Properti bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Properti; Data ekonomi dan
industri dalam Laporan Penilaian Properti diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
Penilai Properti dapat dipertanggungjawabkan;
10. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian pada Tanggal
Penilaian (Cut Off Date);
11. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian
Properti;
12. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan Nilai;
13. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
14. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; Penilai
melakukan review terhadap data-data yang dinilai; dan
15. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 72
Page | 8 TEAM KERJA PENILAI TANDA TANGAN PENILAI BERIJIN Ir. Yuhal, MAPPI (Cert.) NIPP : P-1.09.00133 No. Register : RMK-2017.00136 No MAPPI : 01-S-01483 REVIEWER Mildawati, ST No. Register : RMK-2018.01977 No MAPPI : 10-T-02468 PENILAI Albet Wirasanjaya No. Register : RMK-2021.04166 No MAPPI : 19-P-09486 SURVEYOR Lukman Ari Widodo No. Register : RMK-2019.02908 No MAPPI : 18-P-08818 Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 73
Page | 9
RINGKASAN EKSEKUTIF
OBJEK PENILAIAN:
Obyek penilaian adalah berupa Lahan dari Terminal BBM, seluas 15.624 m2, yg
berlokasi di Desa Madidir, Kecamatan Bitung Tengah, Kabupaten Bitung, Provinsi
Sulawesi Utara.
DASAR PENUGASAN:
Surat Perjanjian Kerja Nomor : EL03/KJPP/SP-PRO/05/1/1V/2026-1 tertanggal 20 April
2026, antara PT. AKR Corporindo, Tbk. sebagai pemberi tugas dengan KJPP RAO YUHAL
& rekan, sebagai Kantor Jasa Penilai Publik.
Tujuan Penilaian : Untuk Transaksi Jual Beli
Tanggal Penilaian : 24 April 2026
Tanggal Investigasi ke Lokasi : 24 April 2026
Pengguna Laporan : PT. AKR Corporindo, Tbk.
Nilai Pasar :
Rp. 14.468.000.000, -
(EMPAT BELAS MILYAR EMPAT RATUS ENAM PULUH DELAPAN JUTA RUPIAH)
Catatan : Mengingat Bangunan di atas lahan tersebut, merupakan milik PT. AKR
Corporindo, Tbk., dan tidak diikut sertakan didalam penilaian ini, maka Nilai Pasar
tersebut diatas, kami asumsikan, bahwa Status Hak Kepemilikan dan Penggunaan dari
seluruh Bangunan diatasnya dapat dipindah tangankan kepada pihak lain tanpa
terkecuali, mengikuti Status Kepemilikan dari Pemilik lahannya
Ringkasan eksekutif di atas akan digunakan yang berhubungan dengan Laporan Penilaian
yang mana merupakan bagian dan mengacu pada asumsi, peringatan-peringatan dan
dasar penilaian dinyatakan di sini dan tidak boleh dibaca terpisah.
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 74
Page | 10
ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian;
3. Semua data dan infomasi pasar diperoleh bersumber dari atau telah di validasi
oleh Asosiasi Profesi Penilai;
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
5. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan;
6. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
7. Kami bertanggung jawab atas laporan penilaian ini dan atas kesimpulan nilai
akhirnya dan;
8. Kami telah melakukan penelaahan atas status hukum objek penilaian.
........oooooo<0>oooooo........
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 75
Page | 11 I. PENDAHULUAN I.1 DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP PENUGASAN Menyambung instruksi PT. AKR Corporindo, Tbk sesuai Kontrak Perjanjian Kerja nomor : EL03/KJPP/SP-PRO/05/1/1V/2026-1 tertanggal 20 April 2026, untuk memberikan opini Nilai Pasar atas objek penilaian dimaksud, dengan ini kami telah melakukan inspeksi dan peninjauan atas lokasi, berikut penilaian terhadap aset tersebut, sesuai dengan dokumen- dokumen, pernyataan-pernyataan, dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh Pemberi Tugas. Prosedur penilaian ini dilakukan sesuai dengan POJK No.28/POJK.04/2021, dengan lingkup pekerjaan terdiri dari Investigasi ke lapangan, dan menyiapkan Laporan Penilaian. OBJEK PENILAIAN : Obyek penilaian adalah berupa Lahan dari Terminal BBM, seluas 15.624 m2, yg berlokasi di Desa Madidir, Kecamatan Bitung Tengah, Kabupaten Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. I.2 TUJUAN PENILAIAN DAN TANGGAL PENILAIAN Tujuan penilaian ini adalah dalam rangka untuk Tujuan Transaksi Jual Beli dengan dasar adalah Nilai Pasar. Tanggal penilaian tanggal 24 April 2026, Investigasi ke lapangan dilakukan dari tanggal 24 April 2026, data dan analisis dalam laporan ini didasarkan pada perkiraan kondisi pada saat kunjungan ke lapangan. I.3 PENGGUNA LAPORAN PENILAIAN Laporan Penilaian ini digunakan oleh PT. AKR Corporindo, Tbk. oleh karena itu tidak direkomendasikan untuk tujuan lain. Segala akibat yang timbul karena penggunaan Laporan Penilaian selain yang disebutkan dalam tujuan penilaian bukan menjadi tanggung jawab KJPP Rao, Yuhal & rekan. I.4 PENGERTIAN DAN DEFINISI Prosedur penilaian ini dilakukan sesuai dengan POJK No.28/POJK.04/2021 dan SPI Edisi VII – 2018, berikut beberapa definisi penting yang standar digunakan: a. Harga Harga adalah sejumlah uang yang diminta, ditawarkan atau dibayarkan untuk suatu aset. Karena kemampuan keuangan, motivasi atau kepentingan khusus dari pembeli atau penjual, harga yang dibayarkan mungkin berbeda dengan nilai dari aset berdasarkan anggapan pihak lain (SPI ED. VII – 2018 : KPUP 4.2). Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 76
Page | 12 c. Biaya Biaya adalah sejumlah uang yang diperlukan untuk memperoleh atau menciptakan suatu aset. Ketika set telah diperoleh atau diciptakan, biaya merupakan suatu fakta. Harga berhubungan dengan biaya, karena harga yang dibayarkan untuk suatu aset menjadi harga bagi pembeli (SPI ED. VII – 2018 : KPUP 4.3). d. Nilai Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta. Aset diartikan juga sebagai barang dan jasa (SPI ED. VII – 2018 : KPUP 4.4). d. Nilai Pasar Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati hatian dan tanpa paksaan. (SPI Ed.VII – 2018; 101-3.1).. e. Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use/HBU) Penggunaan Tertinggi dan Terbaik didefinisikan sebagai penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari suatu aset, yang secara fisik dimungkinkan, telah dipertimbangkan secara memadai, secara hukum diijinkan, secara finansial layak, dan menghasilkan nilai tertinggi dari aset tersebut. (SPI ED. VII – 2018) I.5 METODE DAN PENDEKATAN PENILAIAN Terdapat beberapa jenis metode penilaian, baik yang dilakukan untuk memperkirakan nilai pasar atau nilai selain nilai pasar, hal ini mengharuskan penilai yang menerapkan satu atau lebih pendekatan penilaian. Pendekatan penilaian merujuk pada metodologi analisia yang berlaku dan yang umum dipakai. Penilaian biasanya menggunakan satu atau lebih pendekatan penilaian dengan menerapkan prinsip substitusi. Dalam beberapa kasus atau lebih pendekatan penilaian tidak berlaku karena tujuan spesifik dari penilaian, karakteristik properti, atau data yang terbatas. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 28/POJK.04/2021 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan SEOJK No. 33/SOJK.04/2021 Pasal III.4a, maka pendekatan penilaian yang digunakan dalam penilaian aset berupa lahan kosong dapat dilakukan dengan 1 pendekatan penilaian, dan disini kami pendekatan yang kami gunakan adalah Pendekatan Pasar. Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 77
Page | 13 I.6 PROFIL OBJEK PENILAIAN OBJEK PENILAIAN: Obyek penilaian adalah berupa Lahan dari Terminal BBM, seluas 15.624 m2, yg berlokasi di Desa Madidir, Kecamatan Bitung Tengah, Kabupaten Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. 1.7 DATA / DOKUMEN YANG DITERIMA Fotokopi data / dokumen yang diserahkan oleh perusahaan (pemberi tugas untuk penilaian) meliputi : 1. Fotokopi Sertifikat Kepemilikan Lahan 2. Fotokopi SPPT Tahun 2025 Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 78
Page | 14
PENILAIAN
LAHAN TERMINAL BBM
Obyek penilaian adalah berupa Lahan dari Terminal BBM, seluas 15.624 m2, yg
berlokasi di Desa Madidir, Kecamatan Bitung Tengah, Kabupaten Bitung, Provinsi
Sulawesi Utara.
Nilai Pasar :
Rp. 14.468.000.000, -
(EMPAT BELAS MILYAR EMPAT RATUS ENAM PULUH DELAPAN JUTA RUPIAH)
Catatan : Mengingat Bangunan di atas lahan tersebut, merupakan milik PT. AKR
Corporindo, Tbk., dan tidak diikut sertakan didalam penilaian ini, maka Nilai Pasar
tersebut diatas, kami asumsikan, bahwa Status Hak Kepemilikan dan Penggunaan dari
seluruh Bangunan diatasnya dapat dipindah tangankan kepada pihak lain tanpa
terkecuali, mengikuti Status Kepemilikan dari Pemilik lahannya.
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 79
Page | 15
II.1 PENJELASAN UMUM ASET
II.1.1 Lokasi dan Identifikasi
Objek Penilaian adalah berupa Lahan dari Terminal BBM milik PT. AKR Corporindo, Tbk
dengan luas kurang lebih 15.624 m2 yang terletak di Desa Madidir, Kecamatan Bitung
Tengah, Kabupaten Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.
Lokasi aset ini dapat di capai dari Bandara Sam Ratulangi, Manado melalui Jalan AA
Maramis terus kearah Selatan menuju Jl. Toll Manado-Bitung terus kearah Timur kurang
lebih 40 km kemudian keluar toll di KM 25, terus menuju pertigaan Kawasan Ekonomi
Khusus, kemudian belok kiri ke Jalan Raya Manado Bitung kurang lebih 6 kilometer
menuju lokasi aset. Objek Penilaian berada di sebelah kanan jalan.
II.1.2 Status Kepemilikan
Sesuai dengan informasi yang kami terima dari pihak Pemberi Tugas, total luas lahan
kurang lebih seluas 15.624 meterpersegi, dengan bukti hak kepemilikan Tunggal, yang
merupakan aset operasional, dengan perincian sebagai berikut:
Dokumen Pemegang Tanggal Luas
No No. Gambar Situasi
Kepemilikan Hak Penerbitan (m2)
Haryanto
1 SHM No. 219 3 Juni 1980 14/1980 2.080
Adikoesoemo
Haryanto
2 SHM No. 503 23 Maret 1982 3160/1981 1.224
Adikoesoemo.
Haryanto
2 SHM No. 641 9 November 1990 99/1990 12.230
Adikoesoemo.
Total 15.624
Kami menyatakan bahwa kami tidak melakukan pengukuran secara keseluruhan untuk
menghitung ulang total luas lahan, tapi kami memeriksa batas-batas lahan dan
melakukan pengecekan ulang ke gambar yang dinyatakankan dalam salinan sertifikat
kepemilikan untuk meyakinkan apakah memiliki bentuk yang sama atau tidak. Seperti
yang ditunjukkan kepada kami oleh pihak pemberi tugas (diwakili oleh Ibu Inggrit) kami
beranggapan bahwa luas, lokasi dan batas-batas lahan yang ditunjukkan dan diberikan
kepada kami adalah benar.
Kami tidak menemukan perbedaan mengenai luas dan bentuk lahan selama kami
melakukan pemeriksaan apabila di bandingkan ke dalam luasan yang tertera didalam
dokumen kepemilikan yang diberikan kepada kami, dan kami beranggapan bahwa luas
lahan yang digunakan dalam laporan ini adalah sesuai adanya.
Kami belum melakukan penelitian detail tentang aspek hukum dokumen kepemilikan
lahan dan menyarankan untuk menyewa konsultan hukum independen untuk melakukan
uji tuntas pada aspek hukum. Juga sebagai asumsi kami, kami menganggap bahwa
dokumen dokumen kepemilikan lahan yang kami terima adalah benar, sah secara
hukum, dan bebas dari ikatan, klaim atau hambatan.
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 80
Page | 16 II.1.3 Fasilitas dan Keadaan Lingkungan Jalan Raya Manado-Bitung / Jl. Wolter Monginsidi merupakan jalan utama di daerah tersebut yang terbuat dari aspal dengan lebar kira-kira 6 meter. Jalan ini bisa digunakan untuk 2 arah lalu lintas dengan 1 jalur mobil setiap arahnya dan dilengkapi dengan sistem drainase terbuka dan bahu jalan. Bangunan-bangunan di sekitar obyek yang dapat dijadikan petunjuk, antara lain : - PT. Sinar Pure Food Indonesia - Terminal Penumpang Pelabuhan Bitung Fasilitas infrastruktur yang tersedia di kedua lokasi tersebut adalah : - Listrik dari PLN - Jaringan telepon dari Telkom Fasilitas umum yang tersedia di sekitar objek adalah : - Pasar - Transportasi Umum Kondisi lingkungan sekitar obyek adalah kawasan pemukiman, komplek ruko dan Industri. II.1.4 Dampak Lingkungan Kami tidak mendapatkan informasi tentang laporan audit lingkungan atau penyelidikan lingkungan atau penyelidikan tentang kandungan tanah yang telah dilakukan di lokasi anggaplah tidak ada kontaminasi atau pencemaran lingkungan. Dalam penilaian ini, kami mengasumsikan bahwa properti tidak pernah digunakan untuk kegiatan apa pun yang berhubungan dengan kontaminasi dan pencemaran lingkungan. Kami tidak memiliki penelitian tentang kegiatan masa sekarang atau masa lalu, baik di lokasi atau sekitarnya, untuk menentukan apakah ada pencemaran atau pencemaran lingkungan telah terjadi. Jadi kita menganggap bahwa masalah seperti ini tidak pernah ada. Oleh karena itu, Jika kontaminasi atau pencemaran lingkungan telah terjadi di lokasi atau sekitarnya, kami menyatakan bahwa laporan penilaian tidak berlaku lagi, dan kami perlu membuat laporan penilaian baru. II.1.5 Kondisi Fisik Objek Topografi obyek berbukit, dimana elevasi tanah sama dengan elevasi jalan yang ada dan bentuk tanah adalah tidak beraturan. Batas-batas lahan : - Sebelah Utara : Jalan Wolter Monginsidi Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 81
Page | 17 - Sebelah Timur : Lahan Industri - Sebelah Selatan : Laut (Selat Lembeh) - Sebelah Barat : Lahan Industri II.1.6 Penggunaan Terbaik dan Tertinggi (HBU) Penggunaan terbaik dan tertinggi didefinisikan sebagai penggunaan yang paling layak dan optimal dari suatu aset, yang secara fisik dimungkinkan, dapat dibenarkan secara wajar, secara hukum sah, secara finansial layak, dan menghasilkan nilai tertinggi (SPI Edisi VII – 2018). Penggunaan berdasarkan nilai tertinggi (HBU) Sesuai dengan Surat Persetujuan lahan sebagai Kawasan untuk Pembangunan industri dari Walikota Bitung, Nomor 05/PP/Kum-Hum/V2011, Pembangunan Tangki Timbun BBM, Jetty dan Fasilitasnya, sudah sesuai dengan pengembangan Tata Ruang Kota Bitung. Dengan mempertimbangkan lokasi, situasi pasar, dan pengembangan di lingkungan, serta zona peruntukan lahan sekitar adalah sebagai lahan Industri didaerah Kawasan Pantai dan Dermaga, maka Fasilitas penunjang Industri seperti lahan Terminal BBM, atau usaha pendukung Industri lainnya seperti Pabrik atau Pergudangan, diharapkan memberikan hasil yang tertinggi karena secara fisik memungkinkan, layak secara hukum, dan berpotensi layak secara finansial. II.1.7 TINJAUAN PASAR PROPERTI DI BITUNG Pasar properti di Bitung, Sulawesi Utara, menunjukkan potensi pertumbuhan positif, didorong oleh perannya sebagai kota industri, pelabuhan, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pilihan properti bervariasi mulai dari hunian, ruko strategis, hingga tanah untuk pergudangan atau perkebunan, dengan harga kompetitif. Berikut adalah beberapa detail mengenai pasar properti di Bitung: Jenis Properti: Pilihan utama meliputi rumah tinggal, tanah (untuk perkebunan, gudang, atau hunian), dan ruko yang tersebar di wilayah strategis seperti Matuari dan Bitung Timur. Area Strategis & Harga: Tersedia tanah luas untuk investasi di daerah Matuari, cocok untuk gudang atau perumahan. Tersedia tanah di dekat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan akses mudah ke jalan raya Manado-Bitung. Banyak ruko dijual di area strategis Bitung dengan opsi nego. Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 82
Page | 18
Keunggulan Lokasi:
Sebagai kota perikanan dan perdagangan, Bitung memiliki daya tarik khusus bagi investor
yang mencari properti di sekitar area industri.
Bitung di Sulawesi Utara merupakan kota pelabuhan dan industri yang dikenal sebagai
pusat perikanan (Kota Cakalang) serta memiliki kawasan ekonomi khusus. Berikut adalah
beberapa pusat pasar, kawasan industri, dan lokasi pendaratan ikan utama di Bitung:
1. Kawasan Industri & Ekonomi Khusus (KEK)
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung: Terletak di Kecamatan Matuari, kawasan
ini difokuskan sebagai pusat industri pengolahan kelapa dan perikanan, serta zona
logistik ekspor-impor.
KEK Bitung berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara dan ditetapkan melalui Peraturan
Pemerintah Nomor 32 Tahun 2014. KEK Bitung memiliki lokasi yang sangat
strategis dan merupakan pintu gerbang ekonomi ke negara-negara di Asia Pasifik.
Aksesibilitas tersebut didukung dengan adanya Pelabuhan Hub Internasional Bitung
sebagai hub perdagangan bagi Kawasan Timur Indonesia. Berjarak 44 km dari
Ibukota Manado, KEK Bitung diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan dan
distribusi barang serta penunjang logistik di kawasan timur Indonesia.
Dengan total area seluas 534 ha, KEK Bitung berbasis pada keunggulan
komoditas daerah Provinsi Sulawesi Utara. Sebagai salah satu penghasil ikan
terbesar di Indonesia, KEK Bitung fokus pada industri pengolahan perikanan untuk
menghasilkan komoditi ekspor berkualitas internasional.
Selain perikanan, KEK Bitung juga fokus pada industri kelapa beserta produk
turunannya yang memiliki pasar yang sangat luas dan diminati baik dalam skala
nasional maupun internasional. Berdasarkan potensi wilayah dan keunggulan
geostrategis, KEK Bitung diharapkan mendorong hilirisasi dan mendongkrak daya
saing sektor perikanan, agro, farmasi dan diproyeksikan menarik investasi sebesar
Rp.32,89T dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 34.710
tenaga kerja hingga tahun 2025
PT. Sinar Pure Foods International: Perusahaan internasional di Madidir yang
bergerak di bidang pengalengan ikan tuna untuk ekspor ke Amerika, Eropa, dan
Jepang.
PT. Nutrindo Fresfood Internasional: Perusahaan pengolahan tuna segar dan beku
di Tanjung Merah.
PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Bitung: Terletak di Maesa, sebagai pusat
distribusi bahan bakar.
2. Pusat Pendaratan & Pasar Ikan
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung: Sentra utama perikanan Tuna,
Cakalang, dan Layang di Indonesia Timur.
Pelelangan Ikan Aertembaga: Tempat bongkar muat dan jual beli ikan untuk
nelayan kecil dan menengah.
3. Pasar Rakyat/Umum
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 83
Page | 19
Pasar Girian: Salah satu pasar besar yang menjadi pusat perdagangan di Kota
Bitung.
Pasar Lainnya: Terdapat beberapa pasar rakyat lainnya yang dikelola oleh
Perumda Pasar Kota Bitung, yang sering berkolaborasi untuk meningkatkan peran
pasar sebagai ruang ekonomi.
4. Karakteristik Ekonomi
Bitung juga dikenal sebagai "Kota Cakalang" dan pusat industri perikanan,
perdagangan, serta pariwisata. Kawasan industri perikanan di kota ini telah
berkembang pesat sejak dua dasawarsa lalu
II.2 PROSES PENILAIAN
Sesuai dengan metode yang telah diuraikan pada bagian pendahuluan dan mengingat
karakteristik aset yang dinilai, maka dalam proses dan pendekatan penilaian, objek
penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan Pendekatan Pasar.
II.2.1 PENILAIAN LAHAN – TERMINAL BBM
II.2.1.1 Faktor Justifikasi
Berikut adalah faktor-faktor penyesuaian yang sedang menjadi pertimbangan dalam
melakukan justifikasi perbandingan sehubungan dengan Pendekatan Pasar.
a. Waktu, yaitu kemungkinan perbedaan harga antara waktu penawaran/transaksi
dengan indikasi harga pada saat penilaian.
b. Lokasi yang meliputi pertimbangan pada aksesibilitas, fasilitas infrastruktur, prospek
pengembangan, tingkat hunian dan keadaan lingkungan secara keseluruhan.
c. Luas sehubungan dengan liquiditas (tingkat kemudahan) penjualan.
d. Bentuk terdiri dari lay out, bagian depan, dan posisi lokasi.
e. Kondisi fisik Lahan.
f. Status kepemilikan dengan perbandingan antara Lahan dan dengan lahan lainnya.
g. Lain-lain faktor yang dapat mempengaruhi nilai, seperti adanya keterpaksaan atas
suatu transaksi dan lain-lain.
II.2.1.2 Data Pembanding Lahan Kosong
Data transaksi atau penawaran yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
penilaian ini, adalah sebagai berikut :
DATA 1
- Tipe Properti : Tanah Kosong
- Status Kepemilikan : SHM
- Luas Tanah : 7.000 m²
- Lokasi : Pantai Pimpin, Tanjung Merah
- Tititk Lokasi : 1.392494, 125.104974
- Harga Penawaran : Rp. 6.500.000.000,-
- Indikasi Harga Transaksi : Rp. 6.175.150.000,-
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 84
Page | 20
- Indikasi Harga Transaksi Tanah / m² : Rp. 880.000,- / m²
- Kondisi Tanah : Rata
DATA 2
- Tipe Properti : Tanah Kosong
- Status Tanah : SHM
- Luas Tanah : 16.500 m²
- Lokasi : Mangurer Barat
- Tititk Lokasi : 1.443518, 125.140519
- Harga Penawaran : Rp. 20.630.000.000,-
- Indikasi Harga Transaksi : Rp. 19.598.500.000,-
- Indikasi Harga Transaksi Tanah / m² : Rp. 1.185.000,- / m²
- Kondisi Tanah : Rata
DATA 3
- Tipe Properti : Tanah Kosong
- Status Tanah : SHM
- Luas Tanah : 66.000 m²
- Lokasi : Dekat Laut Tanjung Merah
- Tititk Lokasi : 1.401609, 125.116150
- Harga Penawaran : Rp. 33.000.000.000,-
- Indikasi Harga Transaksi : Rp. 31.350.000.000,-
- Indikasi Harga Transaksi Tanah / m² : Rp. 475.000,- / m²
- Kondisi Tanah : Rata
DATA 4
- Tipe Properti : Tanah Kosong
- Status Tanah : SHM
- Luas Tanah : 9.000 m²
- Lokasi : Dekat Laut Tanjung Merah
- Tititk Lokasi : 1°25'49.2"N 125°07'48.6"E
- Harga Penawaran : Rp. 12.000.000.000,-
- Indikasi Harga Transaksi : Rp. 11.400.000.000,-
- Indikasi Harga Transaksi Tanah / m² : Rp. 1.270.000,- / m²
- Kondisi Tanah : Rata
DATA 5
- Tipe Properti : Tanah Kosong
- Status Tanah : SHM
- Luas Tanah : 2.400 m²
- Lokasi : Jl. Wolter Monginsidi
- Tititk Lokasi : 1.425167, 125.111215
- Harga Penawaran : Rp. 4.500.000.000,-
- Indikasi Harga Transaksi : Rp. 4.275.000.000,-
- Indikasi Harga Transaksi Tanah / m² : Rp. 1.780.000,- / m²
- Kondisi Tanah : Rata
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 85
Page | 21
Berdasarkan Harga Pembelian lahan tersebut pada Tgl 27 Desember 2010, sesuai
dengan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Tanah, bahwa harga transaksi apabila dilakukan
Transaksi Jual Beli, pada saat itu adalah sebesar Rp. 7.827.624.000,-
Setelah memperhatikan berbagai faktor yang berhubungan dengan penilaian ini, maka
kami berpendapat bahwa Nilai Pasar Lahan dari Terminal BBM tersebut pada tanggal
penilaian 24 April 2026 adalah :
Nilai Pasar :
Rp. 14.468.000.000, -
(EMPAT BELAS MILYAR EMPAT RATUS ENAM PULUH DELAPAN JUTA RUPIAH)
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 86
Page | 22
LAMPIRAN
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 87
Page | 23
TAMPAK JALAN WOLTER MONGINSIDI, ASET SEBELAH KANAN JALAN
TAMPAK DEPAN LAHAN YANG DINILAI
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 88
Page | 24
TAMPAK SUASANA DAN KONDISI LAHAN
TAMPAK SUASANA LAHAN DARI JETTY
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 89
Page | 25
SITE PLAN
SHM No. 641
SHM No. 219
SHM No. 219 : Seluas : 2.080 m2 UTARA
SHM No. 503 : Seluas : 1.224 m2
SHM No. 641 : Seluas : 12.230 m2
Total :Luas : 15.624 m2
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 90
Page | 26
TAMPAK ATAS
UTARA
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Page 91
Page | 27
PETA LOKASI
1.440101, 125.153980
DATA 2
OBJEK PENILAIAN
DATA 4
DATA 5
DATA 1
DATA 3
Laporan Penilaian Lahan - PT. AKR Corporindo, Tbk.
Names mentioned 51 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Truscel Capital LLP
p.3 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.4
unresolved
org
PT Harmas Sahabat Perkasa
p.4 ×29
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.5 ×4
unresolved
org
KJPP RAO
p.7 ×5
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.7
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.7 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti
p.11 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Publik Purwanto Susanti
p.11
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.13 ×5
unresolved
—
Fiana M. Awalina
· Corporate Secretary
p.15
unresolved
person
Har
p.20 ×6
unresolved
org
Pertanahan Nasional
p.20 ×2
unresolved
person
Werner Wongsosaputro
· Direktur Utama
p.21
unresolved
person
Fenessa Adikoesoemo
· Direktur
p.21
unresolved
person
Aloysius Yuwono Widiasta
· Direktur
p.21
unresolved
person
Akta Notaris Sastra Kosasih
p.23
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.23
unresolved
org
Pengadilan Negeri Surabaya
p.23
unresolved
org
Aneka Kimia Raya Tbk
p.23 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Aulia Taufani
p.23
unresolved
org
Bank Indonesia
p.25 ×2
unresolved
org
Kota Nusantara
p.26
unresolved
org
PT Harmas Sahabat Perkasa. Sebelum
p.45 ×2
unresolved
org
Departemen Keuangan
p.61 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik RAO
p.65
unresolved
person
Meiliecia Hidayat
p.65
unresolved
person
Penilai Publik Ir. Yuhal
p.65
unresolved
person
Ir. Yuhal
p.65 ×4
unresolved
person
Inggrit
p.66 ×2
unresolved
person
Ir. Yuhal, MAPPI (Cert.)
· Rekan Senior
p.69
unresolved
person
TANDA TANGAN PENILAI BERIJIN Ir. Yuhal
p.72
unresolved
org
KJPP RAO YUHAL
p.73
unresolved
org
PT. Sinar Pure Food Indonesia
p.80
unresolved
org
PT. Sinar Pure Foods International
p.82
unresolved
org
PT. Nutrindo Fresfood Internasional
p.82
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
24761 ms
12 Sep 2026 21:57
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya '
'sama'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'AFFILIATED',
'kjpp_name': 'RAO,YUHAL & rekan',
'letter_number': '',
'object_text': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}