Skip to content
Back to announcement

20260701_INOV_Informasi Transaksi Afiliasi_32107121_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review INOV

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 69

Page 1

          
Page 2
                  Kantor Jasa Penilai Publik                                                                        The Manhattan Square
                                                                                                        Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                    Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                  Property, Business Valuation & Advisory                                              E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
                                                                                                              Website: www.fdipartners.co
                  Licence No. 2.22.0176                                                                          Phone (62 21) 27875911
                  KMK 460/KM.1/202



Jakarta, 29 Juni 2026



Kepada Yth.
PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV)
Kawasan Industri Pasar Kemis
Jl. Putera Utama No 10
Tangerang, Banten 15560

No. Laporan     : 00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Hal             : Pendapat Kewajaran



Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP TBK

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 001/FDI/PB-FO/VI/2026 tertanggal 3 Juni 2026,
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT Inocycle Technology Group Tbk (Selanjutnya disebut “Perseroan” atau “INOV”) untuk
memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi penjualan tanah milik Perseroan yang
berlokasi di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah kepada PT
Urecel Indonesia (“URECEL”), selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.

Laporan Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana
transaksi penjualan aset tetap oleh PT Inocycle Technology Group Tbk selaku penjual kepada PT Urecel
Indonesia selaku pembeli. Berdasarkan rancangan Perjanjian Pengikatan Jual Beli dan/atau dokumen
transaksi terkait tanggal 22 Juni 2026, Perseroan berencana untuk melakukan penjualan aset tetap
berupa tanah yang berlokasi di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, dengan nilai transaksi sebesar
Rp3.000.000.000,- (tiga miliar Rupiah). Selanjutnya, Rencana Transaksi akan dilaksanakan sesuai
dengan syarat dan ketentuan sebagaimana diatur dalam perjanjian antara Perseroan dan PT Urecel
Indonesia.

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
(“POJK 42”). Hubungan afiliasi tersebut terutama tercermin dari adanya kesamaan pengurus, yaitu
Bapak Victor Seng Hyeok Choi yang menjabat sebagai Direktur Perseroan sekaligus Presiden Direktur
URECEL. Selain kesamaan pengurus, Perseroan memiliki kepemilikan saham sebesar 45,80% pada
URECEL. Berdasarkan keterangan Manajemen, Bapak Jae Hyuk Choi, Bapak Won Hyuk Choi, dan
Bapak Victor Seng Hyeok Choi merupakan pihak pengendali Perseroan. Ketiganya merupakan saudara
kandung dan anak kandung dari Bapak Jung Hyo Choi selaku Komisaris Utama Perseroan.

Dengan demikian, terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dan URECEL melalui kesamaan
kepengurusan, hubungan keluarga, serta keterkaitan kepemilikan saham dalam struktur grup. Tujuan
laporan ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi per tanggal 22 Juni
2026, dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI & SPI Edisi VII-2018), Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun




                                 Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
2018 Edisi VII, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (KEPI & SPI Edisi VII-2018, Edisi Revisi)
serta POJK 42.

Dalam melakukan analisis dan sebagai dasar pertimbangan dalam memberikan pendapat kewajaran
atas Rencana Transaksi, kami mendasarkan analisis pada informasi dan data yang diberikan oleh
Manajemen Perseroan. Kami mengasumsikan bahwa seluruh informasi dan data yang disampaikan oleh
Manajemen Perseroan adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan tidak menyesatkan. Kami tidak
melakukan audit maupun verifikasi secara mendetail atas seluruh informasi dan data, baik yang
disampaikan secara lisan maupun tertulis. Oleh karena itu, kami tidak memberikan jaminan dan tidak
bertanggung jawab atas ketidaklengkapan, ketidakakuratan, atau sifat menyesatkan dari informasi dan
data yang diberikan oleh Manajemen Perseroan.

Pendekatan dan metode penilaian yang digunakan dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi
meliputi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif mencakup analisis atas latar
belakang, tujuan, manfaat, dan risiko Rencana Transaksi; analisis kondisi Perseroan; serta analisis
kondisi dan prospek industri daur ulang plastik PET dan serat poliester yang menjadi bidang usaha
Perseroan. Sementara itu, analisis kuantitatif mencakup analisis kinerja historis Perseroan, analisis
kewajaran nilai transaksi terhadap nilai pasar aset yang dialihkan, analisis laporan keuangan proforma
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis inkremental, serta analisis sensitivitas atas dampak
Rencana Transaksi terhadap Perseroan.

Berdasarkan analisis, Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka reorganisasi, restrukturisasi, dan/atau
pengelompokan aset yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Perseroan, sehingga aset tersebut dapat
dimanfaatkan secara lebih optimal sesuai dengan fungsi dan kebutuhan penggunaannya. Aset tetap
yang menjadi objek Rencana Transaksi belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan
usaha utama Perseroan. Oleh karena itu, pengalihan aset tersebut diharapkan dapat meningkatkan
efektivitas pengelolaan aset dalam grup, tanpa mengganggu keberlangsungan kegiatan usaha utama
Perseroan. Melalui pelaksanaan Rencana Transaksi, Perseroan berpotensi memperoleh keuntungan atas
penjualan aset yang akan meningkatkan laba periode berjalan dan ekuitas Perseroan. Selain itu,
pelepasan aset juga dapat mengurangi beban yang terkait dengan kepemilikan dan pengelolaan aset,
termasuk biaya pemeliharaan, asuransi, Pajak Bumi dan Bangunan, pengamanan, administrasi aset,
serta beban penyusutan pada periode berikutnya sepanjang terdapat aset yang disusutkan dalam objek
transaksi.

Secara kualitatif, Rencana Transaksi akan menyebabkan penurunan nilai aset tetap Perseroan sebesar
nilai buku aset yang dialihkan. Penurunan tersebut akan diimbangi dengan peningkatan kas dan/atau
piutang hasil penjualan sesuai dengan mekanisme pembayaran yang disepakati para pihak. Apabila
nilai transaksi setelah memperhitungkan pajak dan biaya transaksi terkait lebih tinggi dibandingkan nilai
buku bersih aset yang dialihkan, Perseroan akan membukukan keuntungan atas penjualan aset.

Rencana Transaksi tidak menimbulkan dampak negatif maupun pengaruh yang signifikan terhadap
kondisi keuangan Perseroan. Dampak keuangan Rencana Transaksi selanjutnya dianalisis melalui
penyajian laporan posisi keuangan serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
proforma, yang disusun seolah-olah Rencana Transaksi telah dilaksanakan pada tahun 2025 dengan
memperhitungkan nilai transaksi, nilai buku aset yang dialihkan, pajak, dan biaya transaksi terkait.

Analisis Kualitatif, Rencana Transaksi akan meningkatkan total aset Perseroan, yang terutama tercermin
dari peningkatan kas dan setara kas pada aset lancar. Peningkatan tersebut terjadi meskipun terdapat
penurunan aset tetap sebagai akibat pelepasan tanah yang menjadi objek transaksi. Pada sisi liabilitas
dan ekuitas, terdapat peningkatan utang pajak serta peningkatan saldo laba belum ditentukan yang



Halaman 2                                                       00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 4
berasal dari keuntungan atas penjualan aset. Lebih lanjut, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
secara proforma dapat disajikan sebagai berikut:

Tabel 1. Informasi Posisi Keuangan Proforma Perseroan
                                                                    31 Desember 2025
                        URAIAN
                                                    Nilai Buku       Penyesuaian    Saldo Proforma
 ASET


 Kas dan Setara Kas                                     62.763          3.330          66.093
 Piutang Usaha Pihak Berelasi                        100.167              -            100.167
 Piutang Usaha Pihak Ketiga                             38.267            -            38.267
 Aset Keuangan Lancar Pihak Berelasi                    8.802             -             8.802
 Aset Keuangan Lancar Pihak Ketiga                      1.307             -             1.307
 Persediaan                                          134.036              -            134.036
 Biaya Dibayar Dimuka                                   1.907             -             1.907
 Pajak Dibayar Dimuka                                   7.009             -             7.009
 Uang Muka                                              6.763             -             6.763
 Dana Dibatasi Penggunaannya                            5.017             -             5.017
 Jumlah Aset Lancar                                  366.037            3.330          369.367


 Investasi pada Entitas Asosiasi                        41.705            -            41.705
 Aset Pajak Tangguhan                                   29.859            -            29.859
 Aset Tetap                                          423.181           (1.370)         421.810
 Aset Takberwujud                                         -               -               -
 Properti Investasi                                       -               -               -
 Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha                    105.221              -            105.221
 Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                     13.574            -            13.574
 Jumlah Aset Tidak Lancar                            613.540           (1.370)         612.169


 TOTAL ASSET                                         979.576            1.960          981.536


 LIABILITAS DAN EKUITAS


 Utang Bank Jangka Pendek                            543.029              -            543.029
 Utang Usaha Pihak Berelasi                             3.055             -             3.055
 Utang Usaha Pihak Ketiga                               21.837            -            21.837
 Utang Pajak                                            3.584            330            3.914
 Beban Akrual                                           2.959             -             2.959
 Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                 9.909             -             9.909
 Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya              41.833            -            41.833
 Liabilitas Sewa                                        3.836             -             3.836
 Utang Bank dan Pinjaman Jangka Panjang Lain-Lain       7.864             -             7.864
 Total Liabilitas Jangka Pendek                      637.907             330           638.237


 Liabilitas Sewa                                        7.672             -             7.672
 Utang Bank                                             5.831             -             5.831


Halaman 3                                                       00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 5
                                                                       31 Desember 2025
                        URAIAN
                                                      Nilai Buku        Penyesuaian    Saldo Proforma
 Liabilitas Pajak Tangguhan                                  -                   -            -
 Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                            6.570                 -         6.570
 Total liabilitias jangka panjang                       20.073                   -         20.073


 Total Liabilitas                                      657.979                 330        658.309


 Modal Saham                                           180.822                   -        180.822
 Selisih Kurs atas Modal Disetor                        (7.087)                  -         (7.087)
 Tambahan Modal Disetor                                 81.670                   -         81.670
 Komponen Ekuitas Lainnya                                  2.396                 -         2.396
 Saldo Laba Ditentukan                                  13.411                   -         13.411
 Saldo Laba Belum Ditentukan                            50.384               1.630         52.014
 Ekuitas                                               321.597               1.630        323.227


 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                          979.576               1.960        981.536

Tabel 2. Informasi Laba Rugi Proforma Perseroan
                                                                    31 Desember 2025
                    URAIAN
                                              Nilai Buku             Penyesuaian    Saldo Proforma
 Pendapatan                                   682.496                    (0)           682.496
 Beban pokok pendapatan                           538.418                (0)            538.418
 Laba Kotor                                       144.077                (0)            144.077


 Beban usaha                                      95.162                 (0)              95.162
 Pendapatan Lain-lain                              3.263               1.630              4.893
 Beban Lain-lain                                  20.883                 0                20.883
 Total beban operasional                          112.781              (1.630)          111.151


 Laba (Rugi) Usaha                                31.297               1.630              32.926


 Beban Keuangan                                   (44.825)               (0)            (44.825)
 Bagian Laba dari Entitas Asosiasi                20.028                 0                20.028
 Total beban lainnya                              (24.797)               0              (24.797)


 Laba sebelum pajak                                6.500               1.630              8.130


 Manfaat (beban) pajak tangguhan                   3.013                 0                3.013


 Laba bersih                                       9.513               1.630              11.143


 Pendapatan komprehensif lain                      (985)                 (0)              (985)


 Laba Komprehensif tahun berjalan                  8.528               1.630              10.157


Halaman 4                                                          00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 6
Berdasarkan laporan keuangan proforma per 31 Desember 2025, dampak Rencana Transaksi terhadap
kinerja dan posisi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:

1.   Rencana Transaksi tidak memengaruhi pendapatan maupun beban pokok pendapatan Perseroan.
     Pendapatan tetap sebesar Rp682.496 juta dan laba kotor tetap sebesar Rp144.077 juta, dengan
     marjin laba kotor sekitar 21,11%. Penyesuaian proforma seluruhnya berasal dari peningkatan
     pendapatan lain-lain sebesar Rp1.630 juta, dari Rp3.263 juta menjadi Rp4.893 juta. Dengan
     demikian, tidak terdapat perubahan pada kegiatan operasional utama Perseroan, melainkan
     peningkatan laba yang berasal dari pos non-operasional/lain-lain.
2.   Beban usaha tetap sebesar Rp95.162 juta dan beban lain-lain tetap sebesar Rp20.883 juta.
     Namun, karena pendapatan lain-lain meningkat Rp1.630 juta, total beban operasional secara neto
     turun dari Rp112.781 juta menjadi Rp111.151 juta. Sejalan dengan hal tersebut, laba usaha
     meningkat sebesar Rp1.630 juta, dari Rp31.297 juta menjadi Rp32.926 juta. Marjin laba usaha
     meningkat dari sekitar 4,59% menjadi 4,82%.
3.   Setelah memperhitungkan pos-pos tersebut, laba sebelum pajak meningkat dari Rp6.500 juta
     menjadi Rp8.130 juta, atau naik sekitar 25,1%. Laba bersih tahun berjalan meningkat dari Rp9.513
     juta menjadi Rp11.143 juta, atau naik sekitar 17,1%. Marjin laba bersih meningkat dari sekitar
     1,39% menjadi 1,63%. Pendapatan komprehensif lain tidak berubah sebesar negatif Rp985 juta,
     sehingga laba komprehensif tahun berjalan meningkat dari Rp8.528 juta menjadi Rp10.157 juta.
4.   Berdasarkan laporan posisi keuangan proforma, total aset meningkat sebesar Rp1.960 juta atau
     sekitar 0,20%, dari Rp979.576 juta menjadi Rp981.536 juta. Kenaikan tersebut terutama didukung
     oleh peningkatan aset lancar sebesar Rp3.330 juta, khususnya kas dan setara kas, yang
     mencerminkan penerimaan kas bersih dari pelaksanaan Rencana Transaksi.
5.   Di sisi lain, aset tidak lancar menurun sebesar Rp1.370 juta, terutama akibat berkurangnya aset
     tetap sebagai konsekuensi pelepasan aset yang menjadi objek Rencana Transaksi. Dengan
     demikian, peningkatan total aset terutama berasal dari perubahan komposisi aset dari aset tetap
     menjadi kas dan/atau aset lancar.
6.   Total liabilitas dan ekuitas meningkat sebesar Rp1.960 juta, dari Rp979.576 juta menjadi
     Rp981.536 juta, sejalan dengan peningkatan total aset. Kenaikan liabilitas terutama berasal dari
     tambahan utang pajak sebesar Rp330 juta sebagai dampak perpajakan atas transaksi, sementara
     tidak terdapat perubahan material pada liabilitas jangka panjang.
7.   Ekuitas meningkat sebesar Rp1.630 juta, dari Rp321.597 juta menjadi Rp323.227 juta, terutama
     karena peningkatan saldo laba sebagai akibat dari kenaikan laba bersih proforma.
8.   Secara keseluruhan, Rencana Transaksi memberikan dampak positif terhadap laba bersih dan
     ekuitas Perseroan serta meningkatkan likuiditas melalui tambahan kas. Selain itu, peningkatan laba
     terutama berasal dari penyesuaian akun lain-lain dan pelepasan aset, bukan dari peningkatan
     pendapatan operasional, sehingga manfaatnya cenderung bersifat satu kali (non-recurring).

Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi, dihitung berdasarkan perbandingan antara nilai
transaksi, dimana analisis atas kewajaran nilai transaksi disajikan sebagai berikut:

Tabel 3. Tabel Batas Atas dan Batas Bawah atas Kewajaran Nilai Transaksi

      Batas Bawah                                          Batas Atas
                                 Nilai Pasar                                      Nilai Transaksi
         (-7,5%)                                           (+7,5%)
     2.588.982.500             2.798.900.000            3.008.817.500             3.000.000.000

Berdasarkan tabel tersebut di atas, nilai transaksi masih berada kisaran batas bawah dan batas atas
yaitu sebesar 7,18% diatas dari nilai pasar sebagai mana diatur dalam Pasal 48 POJK 35/2020.



Halaman 5                                                      00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 7
Analisis atas faktor lain yang relevan, dilihat dan diperhitungkan berdasarkan analisis sensitivitas.
Berdasarkan analisis sensitivitas, ditunjukan baik kenaikan maupun penurunan pendapatan dan biaya
Perseroan sebesar 5% apabila Rencana Transaksi dilakukan, Perseroan tetap mampu mencatatkan
kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan bahwa masih mencatatkan Laba (Rugi) Usaha yang positif
serta memiliki trend kenaikan selama periode pengamatan.

Dengan demikian, berdasarkan analisis yang telah di uraikan di atas, menurut pendapat kami, Rencana
Transaksi tersebut adalah Wajar.

Laporan pendapat kewajaran ini untuk memberikan pendapat kewajaran terhadap rencana transaksi
dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan URECEL ataupun pihak
pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan dan URECEL. KJPP FDI&R juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran
ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran
ini.



Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN
Pemimpin Rekan




M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No.               : 10-S-02571
OJK No.                 : KEP-717/KS.13/2026
RMK                     : RMK-2017.00526




Halaman 6                                                       00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 8
                                                              DAFTAR ISI



DAFTAR ISI ...................................................................................................................... 7

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 8
  1.1   Uraian Mengenai Penugasan .................................................................................. 8
  1.2   Identifikasi Status Penilai ......................................................................................... 8
  1.3   Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ................................................... 8
  1.4   Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan .................................... 8
  1.5   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ................................................ 9
  1.6   Obyek Analisis Kewajaran ...................................................................................... 9
  1.7   Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan .......................................... 9
  1.8   Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
        Transaksi ............................................................................................................. 10
  1.9   Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan ............................. 10
  1.10 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ..................................................................... 11
  1.11 Sumber Data dan Informasi .................................................................................. 11
  1.12 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi ............................................................... 12
  1.13 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ........................................................ 12
  1.14 Pernyataan Independensi Penilai ........................................................................... 12
  1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................... 12

BAB II ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI .................................................................... 13
  2.1. Latar Belakang Transaksi ...................................................................................... 13
  2.2. Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi ................................................................. 13
  2.3. Obyek Transaksi .................................................................................................. 13
  2.4. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .............................................................. 14
  2.5. Nilai Obyek Transaksi .......................................................................................... 17
  2.6. Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ............................................................. 17
  2.7. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ...................... 18

BAB III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ........................................................ 22
  3.1    Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ................................................. 22
  3.2    Analisis Atas Rencana Transaksi ............................................................................ 22
  3.3    Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi.............................................................. 23
  3.4    Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................................. 36
  3.5 Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................ 48
  3.6 Kesimpulan ............................................................................................................ 51

ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .................................................................... 53

PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................... 54

LAMPIRAN ..................................................................................................................... 56




Halaman 7                                                                            00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 9
                                                  BAB I
                                              PENDAHULUAN



1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 001/FDI/PB-FO/VI/2026 tertanggal 3 Juni
      2026, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
      mendapat penugasan dari PT Inocycle Technology Group Tbk (Selanjutnya disebut “Perseroan”
      atau “INOV”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi penjualan tanah
      milik Perseroan yang berlokasi di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara,
      Provinsi Jawa Tengah kepada PT Urecel Indonesia (“URECEL”), selanjutnya disebut “Rencana
      Transaksi”.

1.2   Identifikasi Status Penilai

      a. Pemimpin Rekan, Mochamad Ichsan Suud, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi
         penilaian bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,
         dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat Keputusan No. KEP-
         717/KS.13/2026. Beliau adalah anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      b. Penugasan Pendapat Kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material
         atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan objek penilaian dan/ atau
         pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi objektifitas, profesional dan tidak memihak.
      c. Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
         tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan pendapat
         kewajaran ini.

1.3   Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Pemberi tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah Perseroan, dengan informasi Pemberi
      Tugas sebagai berikut :

      Nama Pemberi Tugas            : PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV)
      Alamat                        : Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No 10 Tangerang,
                                      Banten 15560
      Bidang Usaha                  : Pengelolaan daur ulang PET (Recycle) dan limbah plastik lainnya
      No. Telepon/Fax               : +6221 590 3307
      Alamat Email                  : info@inocycle.com
      Penanggung Jawab              : Dewan Direksi


1.4   Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

      Tanggal penilaian Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan
      Laporan Keuangan Audit INOV per 31 Desember 2025.

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
      dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), masa berlaku laporan
      penilaian adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam
      laporan penilaian.



Halaman 8                                                        00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 10
1.5   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

      Maksud dan tujuan pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
      Kewajaran atas Rencana Transaksi penjualan tanah kosong milik “INOV”, diperlukan dalam
      rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK. Tujuan
      pemberian pendapat kewajaran dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

1.6   Obyek Analisis Kewajaran

      Objek pendapat kewajaran adalah Rencana Transaksi penjualan aset milik PT Inocycle
      Technology Group Tbk ("INOV") kepada PT Urecel Indonesia ("URECEL") dengan nilai transaksi
      sebesar Rp3.000.000.000,- (Tiga Miliar Rupiah) sebagaimana diatur dalam Draft Perjanjian
      Pengikatan Jual Beli (PPJB).

      Berdasarkan Draft PPJB, objek transaksi berupa 3 (tiga) bidang tanah Hak Guna Bangunan (HGB)
      dan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di atasnya, yang terdiri atas SHGB No.
      017/Suwawal, SHGB No. 130/Suwawal, dan SHGB No. 131/Suwawal, yang berlokasi di Desa
      Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, dengan luas
      keseluruhan 4.300 m².

1.7   Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan

      Sehubungan dengan rencana transaksi serta mengacu pada Laporan informasi keuangan
      proforma Perseroan untuk periode 31 Desember 2025, maka dampak Rencana Transaksi adalah
      sebagai berikut:

      1. Rencana Transaksi tidak memengaruhi pendapatan maupun beban pokok pendapatan
         Perseroan. Pendapatan tetap sebesar Rp682.496 juta dan laba kotor tetap sebesar Rp144.077
         juta, dengan marjin laba kotor sekitar 21,11%. Penyesuaian proforma seluruhnya berasal dari
         peningkatan pendapatan lain-lain sebesar Rp1.630 juta, dari Rp3.263 juta menjadi Rp4.893
         juta. Dengan demikian, tidak terdapat perubahan pada kegiatan operasional utama
         Perseroan, melainkan peningkatan laba yang berasal dari pos non-operasional/lain-lain.
      2. Beban usaha tetap sebesar Rp95.162 juta dan beban lain-lain tetap sebesar Rp20.883 juta.
         Namun, karena pendapatan lain-lain meningkat Rp1.630 juta, total beban operasional secara
         neto turun dari Rp112.781 juta menjadi Rp111.151 juta. Sejalan dengan hal tersebut, laba
         usaha meningkat sebesar Rp1.630 juta, dari Rp31.297 juta menjadi Rp32.926 juta. Marjin
         laba usaha meningkat dari sekitar 4,59% menjadi 4,82%.
      3. Setelah memperhitungkan pos-pos tersebut, laba sebelum pajak meningkat dari Rp6.500 juta
         menjadi Rp8.130 juta, atau naik sekitar 25,1%. Laba bersih tahun berjalan meningkat dari
         Rp9.513 juta menjadi Rp11.143 juta, atau naik sekitar 17,1%. Marjin laba bersih meningkat
         dari sekitar 1,39% menjadi 1,63%. Pendapatan komprehensif lain tidak berubah sebesar
         negatif Rp985 juta, sehingga laba komprehensif tahun berjalan meningkat dari Rp8.528 juta
         menjadi Rp10.157 juta.
      4. Berdasarkan laporan posisi keuangan proforma, total aset meningkat sebesar Rp1.960 juta
         atau sekitar 0,20%, dari Rp979.576 juta menjadi Rp981.536 juta. Kenaikan tersebut terutama
         didukung oleh peningkatan aset lancar sebesar Rp3.330 juta, khususnya kas dan setara kas,
         yang mencerminkan penerimaan kas bersih dari pelaksanaan Rencana Transaksi.
      5. Di sisi lain, aset tidak lancar menurun sebesar Rp1.370 juta, terutama akibat berkurangnya
         aset tetap sebagai konsekuensi pelepasan aset yang menjadi objek Rencana Transaksi.



Halaman 9                                                    00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 11
         Dengan demikian, peningkatan total aset terutama berasal dari perubahan komposisi aset dari
         aset tetap menjadi kas dan/atau aset lancar.
      6. Total liabilitas dan ekuitas meningkat sebesar Rp1.960 juta, dari Rp979.576 juta menjadi
         Rp981.536 juta, sejalan dengan peningkatan total aset. Kenaikan liabilitas terutama berasal
         dari tambahan utang pajak sebesar Rp330 juta sebagai dampak perpajakan atas transaksi,
         sementara tidak terdapat perubahan material pada liabilitas jangka panjang.
      7. Ekuitas meningkat sebesar Rp1.630 juta, dari Rp321.597 juta menjadi Rp323.227 juta,
         terutama karena peningkatan saldo laba sebagai akibat dari kenaikan laba bersih proforma.
      8. Secara keseluruhan, Rencana Transaksi memberikan dampak positif terhadap laba bersih dan
         ekuitas Perseroan serta meningkatkan likuiditas melalui tambahan kas. Namun, dampak
         terhadap total aset dan struktur permodalan relatif tidak material, mengingat kenaikan total
         aset hanya sebesar Rp1.960 juta atau sekitar 0,20%. Selain itu, peningkatan laba terutama
         berasal dari penyesuaian akun lain-lain dan pelepasan aset, bukan dari peningkatan
         pendapatan operasional, sehingga manfaatnya cenderung bersifat satu kali (non-recurring)
         dan tidak mencerminkan peningkatan kinerja operasional berkelanjutan.

1.8   Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

      Manajemen Perseroan mempertimbangkan bahwa Rencana Transaksi merupakan bagian dari
      strategi optimalisasi portofolio aset (asset optimization) untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan
      aset serta memperkuat struktur keuangan Perseroan. Aset yang menjadi objek transaksi berupa
      tanah dan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di atasnya di Desa Suwawal, Kecamatan
      Mlonggo, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung
      dengan kegiatan usaha utama (core business) Perseroan yang bergerak di bidang pengolahan
      limbah botol plastik PET menjadi polyester staple fiber, non-woven, dan produk turunannya.

      Melalui pelepasan aset tersebut, Perseroan diharapkan memperoleh dana segar sebesar nilai
      transaksi yang dapat digunakan untuk memperkuat likuiditas, memenuhi kebutuhan modal kerja,
      mengelola kewajiban, serta mendukung pengembangan kegiatan usaha utama Perseroan. Selain
      itu, transaksi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas aset (asset productivity) dengan
      mengalihkan aset yang kurang produktif menjadi sumber pendanaan yang memberikan manfaat
      ekonomi lebih besar bagi Perseroan.

      Dengan demikian, Manajemen berpendapat bahwa Rencana Transaksi sejalan dengan upaya
      Perseroan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan aset, memperkuat fleksibilitas keuangan,
      serta menciptakan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham tanpa mengganggu
      keberlangsungan kegiatan usaha utama Perseroan.

1.9   Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan

      Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
      Kepentingan (“POJK 42”). Hubungan afiliasi tersebut terutama tercermin dari adanya kesamaan
      pengurus, yaitu Bapak Victor Seng Hyeok Choi yang menjabat sebagai Direktur Perseroan
      sekaligus Presiden Direktur URECEL. Selain kesamaan pengurus, Perseroan memiliki kepemilikan
      saham sebesar 45,80% pada URECEL. Berdasarkan keterangan Manajemen, Bapak Jae Hyuk
      Choi, Bapak Won Hyuk Choi, dan Bapak Victor Seng Hyeok Choi merupakan pihak pengendali
      Perseroan. Ketiganya merupakan saudara kandung dan anak kandung dari Bapak Jung Hyo Choi
      selaku Komisaris Utama Perseroan. Dengan demikian, terdapat hubungan afiliasi antara
      Perseroan dan URECEL melalui kesamaan kepengurusan, hubungan keluarga, serta keterkaitan
      kepemilikan saham dalam struktur grup

Halaman 10                                                      00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 12
1.10 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

     Sehubungan dengan Peraturan POJK 42, maka dalam penugasan laporan pendapat kewajaran
     atas Rencana Transaksi penjualan tanah kosong milik INOV, kami telah melakukan analisis
     melalui pendekatan dan prosedur penilaian atas Rencana Transaksi yang mencakup hal sebagai
     berikut:

     a. Melakukan analisis Rencana Transaksi.
     b. Melakukan analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi.
     c. Melakukan analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.
     d. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.

1.11 Sumber Data dan Informasi

     a. Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 No.
        00482/2.0449/AU.1/04/1923-1/1/IV/2026 tanggal 16 April 2026 yang diaudit oleh Kantor
        Akuntan Publik Heliantono dan Rekan serta ditandatangani oleh Andita Gunawan Kartiyoso,
        SE., MM., Ak., CA., CPA., CTA., ASEAN CPA., CGAA., CFI., CSF., QROP., CLI. dengan No.
        Registrasi Akuntan Publik : 1923 dan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
     b. Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 No.
        00384/2.1030/AU.1/04/1155-4/1/III/2025 tanggal 26 Maret 2025 yang diaudit oleh Kantor
        Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan serta ditandatangani oleh
        Eishennoraz dengan No. Izin Akuntan Publik : AP.1155 dan dengan pendapat wajar dalam
        semua hal yang material.
     c. Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 No.
        00276/2.1030/AU.1/04/1155-3/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 yang diaudit oleh Kantor
        Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan serta ditandatangani oleh
        Eishennoraz dengan No. Izin Akuntan Publik : AP.1155 dengan pendapat wajar dalam semua
        hal yang material.
     d. Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 No.
         00241/2.1030/AU.1/04/1155-2/1/III/2023 tanggal 27 Maret 2023 yang diaudit oleh oleh
         Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan serta ditandatangani
         oleh Eishennoraz dengan No. Izin Akuntan Publik : AP.1155 dengan pendapat wajar dalam
         semua hal yang material.
     e. Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 No.
        00359/2.1030/AU.1/04/1155-1/1/IV/2022 tanggal 25 April 2022 yang diaudit oleh Kantor
        Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan serta ditandatangani oleh
        Eishennoraz dengan No. Izin Akuntan Publik : AP.1155 dengan pendapat wajar dalam semua
        hal yang material.
     f. Laporan Penilaian Atas Aset 3 (tiga) bidang tanah Hak Guna Bangunan yang berlokasi di
         Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, dengan luas
         keseluruhan 4.300 m No. 00125/2.0176-00/PI/04/0333/1/VI/2026 tanggal 29 Juni 2026
         yang diterbitkan oleh KJPP Ferdinand, Danar Ichsan dan Rekan dan ditandatangani oleh
         Giman dengan No. Izin Penilai : P-1.12.00333.
     g. Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli (“PPJB”) tanggal 22 Juni 2026 antara PT Inocycle
        Technology Group Tbk selaku penjual dan PT Urecel Indonesia selaku pembeli.
     h. Proyeksi keuangan Perseroan selama 5 (lima) tahun kedepan dengan mempertimbangkan ada
        dan tidak adanya Rencana Transaksi.
     i. Profoma Laporan Keuangan INOV per 31 Desember 2025 (sebelum dan sesudah transaksi)
         yang disiapkan oleh manajemen INOV.

Halaman 11                                                    00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 13
      j. Draft Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi Afiliasi.
      k. Surat Pernyataan Manajemen Perseroan ( management representation letter) No.0047/SP-
         LEGAL/INO-TGR/VI/2026 terkait penugasan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi
         Penjualan Aset PT Inocycle Technology Group Tbk kepada PT Urecel Indonesia.

1.12 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

      Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
      analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal–hal
      sebagai berikut:

      a. Analisis atas Rencana Transaksi,
      b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi,
      c. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi.
      d. Analisis atas faktor lain yang relevan.

1.13 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

      Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, dalam laporan ini KJPP FDI&R
      menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli penilaian aset yang berupa Laporan Penilaian Aset PT
      Inocycle Technology Group Tbk No. 00125/2.0176-00/PI/04/0333/1/VI/2026 tanggal 29 Juni
      2026 yang diterbitkan oleh KJPP Ferdinand, Danar Ichsan dan Rekan (“Laporan Penilaian Aset”).

1.14 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan
      URECEL ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan dan URECEL. KJPP FDI&R
      juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
      Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
      pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai
      yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian ( Subsequent Event)

      Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2025, terdapat
      kejadian penting yang diketahui maupun yang patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai
      dengan tanggal laporan dikeluarkan yang tidak memengaruhi hasil penilaian. Berdasarkan Surat
      dari PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk tertanggal 2 Maret 2026, fasilitas pinjaman
      modal kerja Perusahaan dengan jumlah plafon seluruhnya sebesar US$3.000.000 yang jatuh
      tempo pada 17 Maret 2026 telah diperpanjang hingga 16 Maret 2027. Tingkat bunga sesuai
      tingkat bunga 3M CME Term SOFR + 2,9% per tahun.




Halaman 12                                                       00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 14
                                                BAB II
                                  ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI




2.1.   Latar Belakang Transaksi

       PT Inocycle Technology Group Tbk (“Perseroan” atau “INOV”) merupakan perusahaan yang
       bergerak di bidang industri daur ulang plastik berbasis poliester, termasuk produksi polyester
       staple fiber, non-woven, geotekstil, serta produk turunannya.

       Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka reorganisasi, restrukturisasi, dan/atau
       pengelompokan aset yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Perseroan, sehingga pemanfaatan aset
       dapat disesuaikan secara lebih optimal dengan fungsi dan kebutuhan penggunaannya.

       Aset yang menjadi objek Rencana Transaksi belum dimanfaatkan secara optimal untuk
       mendukung kegiatan usaha utama Perseroan. Oleh karena itu, pengalihan aset kepada pihak
       afiliasi yang memiliki kebutuhan serta rencana pengembangan atas aset tersebut diharapkan
       dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan aset dalam grup.

       Melalui pelaksanaan Rencana Transaksi, Perseroan akan memperoleh keuntungan atas penjualan
       aset yang secara langsung dapat meningkatkan laba dan ekuitas Perseroan. Selain itu, pelepasan
       aset juga dapat mengurangi beban yang terkait dengan kepemilikan dan pengelolaan aset,
       termasuk biaya pemeliharaan, asuransi, Pajak Bumi dan Bangunan, pengamanan, administrasi
       aset, serta beban penyusutan pada periode berikutnya sepanjang terdapat aset yang disusutkan
       dalam objek transaksi.

       Rencana Transaksi tidak diperkirakan menimbulkan dampak negatif maupun pengaruh yang
       signifikan terhadap kondisi keuangan dan keberlangsungan kegiatan usaha Perseroan.
       Sebaliknya, transaksi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset, memperkuat
       fleksibilitas keuangan Perseroan, serta menyediakan dana yang dapat digunakan sesuai dengan
       kebutuhan dan strategi usaha Perseroan.

2.2.   Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi

       Maksud dan tujuan pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
       Kewajaran atas Rencana Transaksi penjualan tanah kosong milik “INOV”, diperlukan dalam
       rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK. Tujuan
       pemberian pendapat kewajaran dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan

2.3.   Obyek Transaksi

       Obyek transaksi dalam laporan ini adalah aset milik PT Inocycle Technology Group Tbk berupa 3
       (tiga) bidang tanah Hak Guna Bangunan (HGB) dan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di
       atasnya, yang berlokasi di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa
       Tengah.

       Berdasarkan Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), obyek transaksi terdiri atas SHGB No.
       017/Suwawal, SHGB No. 130/Suwawal, dan SHGB No. 131/Suwawal, dengan luas keseluruhan
       4.300 m². Sesuai dengan Draft PPJB, para pihak telah menyepakati nilai transaksi atas obyek


Halaman 13                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 15
       tersebut sebesar Rp3.000.000.000,- (tiga miliar Rupiah), di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN),
       dengan mekanisme pembayaran sebagaimana diatur dalam PPJB.

2.4.   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

       a. PT Inocycle Technology Group Tbk (“INOV”)

          Dalam Rencana Transaksi yang dimaksud dalam laporan pendapat kewajaran ini, PT Inocycle
          Technology Group Tbk adalah selaku pihak penjual, dengan informasi singkat sebagai berikut:

          Riwayat Singkat

          PT Inocycle Technology Group Tbk (“Perseroan” atau “INOV”), sebelumnya bernama PT Hilon
          Felt, merupakan perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Republik
          Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 35 tanggal 17 Juli 2001, yang dibuat di hadapan
          Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah
          memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat
          Keputusan No. C-13811 HT.01.01.TH.2001 tanggal 21 November 2001 serta telah
          diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 20 Maret 2002.

          Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2003 dan berkantor pusat di
          Kawasan Industri Pasar Kemis, Jalan Putera Utama No. 10, Tangerang, Banten. Perseroan
          bergerak dalam bidang teknologi bersih melalui pengolahan dan daur ulang botol plastik PET
          menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (“Re-PSF”), yang digunakan sebagai bahan baku
          berbagai produk non-woven untuk kebutuhan otomotif, konstruksi, pertanian, infrastruktur,
          furnitur, dan tekstil.

          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan Anggaran
          Dasar terakhir dilakukan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 10 tanggal 24
          September 2025, yang dibuat di hadapan Bastian Harijanto, S.H., M.Kn., Notaris di Kota
          Tangerang, mengenai perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
          Perubahan data Perseroan tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
          Badan Hukum Kementerian Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
          Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0344533 tanggal 30
          September     2025,    serta   didaftarkan   dalam    Daftar  Perseroan   No.    AHU-
          0229222.AH.01.11.TAHUN 2025 tanggal 30 September 2025.

          Informasi Umum

          Alamat Perseroan     : Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No 10 Tangerang,
                                 Banten 15560
          No. Telp / Fax       : +6221 590 3307
          Website              : www. Inocycle.com
          Email                : info@inocycle.com

          Susunan Kepemilikan Saham

          Berdasarkan laporan keuangan audit Perseroan, susunan pemegang saham per tanggal 31
          Desember 2025 adalah sebagai berikut:




Halaman 14                                                       00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 16
        Tabel 4. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                        Lembar           Prosentase                 Total
                 Uraian
                                        Saham                %                      (Rp)
         PT Samudera Industri        1.200.221.900           66,38%                     120.022.190
         Sandiana Soemarko             186.625.000           10,32%                      18.662.500
         Masyarakat                    421.375.000           23,30%                      42.137.500
         Total                       1.808.221.900          100,00%                     180.822.190
        Sumber: Laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember 2025


        Susunan Pengurus Perseroan

        Berdasarkan laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember 2025, susunan Direksi dan
        Dewan Komisaris Perseroan terkini adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                : Jung Hyo Choi
        Komisaris Independen           : Dr. Ir. Wirdhyawan Prawiraatmadja

        Direksi
        Direktur Utama                 : Jae Hyuk Choi
        Direktur                       : Won Hyuk Choi
        Direktur                       : Victor Seng Hyeok Choi
        Direktur                       : Suhendra Setiadi
        Direktur                       : Lee Yong Hwa
        Direktur                       : Lee Sang Chae

        Kegiatan Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi industri pengolahan limbah botol plastik
        polyethylene terephthalate (PET) menjadi produk bernilai tambah, termasuk polyester staple
        fiber (PSF), non-woven (bukan tenunan), geotekstil, serta produk tekstil dan turunannya. Selain
        kegiatan manufaktur, Perseroan juga menjalankan kegiatan perdagangan, jasa konsultasi
        manajemen, jasa teknik, instalasi, inspeksi, serta perawatan dan reparasi mesin yang
        mendukung kegiatan usahanya sesuai dengan Anggaran Dasar dan perizinan berusaha yang
        dimiliki.

        Perseroan didirikan pada tahun 2001 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun yang
        sama. Perseroan berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia. Sebagai
        perusahaan yang bergerak di industri daur ulang plastik, Perseroan mengolah limbah botol
        plastik PET menjadi berbagai produk yang digunakan dalam industri tekstil, otomotif,
        konstruksi, furnitur, serta berbagai aplikasi industri lainnya dengan mengedepankan prinsip
        keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

     b. PT URECEL Indonesia (“URECEL”)

        Dalam Rencana Transaksi yang dimaksud dalam laporan pendapat kewajaran ini, PT URECEL
        Indonesia adalah selaku pembeli aset perseroan, dengan informasi singkat sebagai berikut:




Halaman 15                                                    00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 17
        Riwayat Singkat

        PT Urecel Indonesia merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
        dan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia dengan nama PT Urecel Indonesia
        dan berkedudukan di Kabupaten Tangerang. Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian
        No. 3 tanggal 22 Juli 2002, dibuat di hadapan Yohannes Irson Purba, S.H., Notaris di
        Kabupaten Tangerang, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak
        Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-18069
        HT.01.01.TH.2002 tanggal 18 September 2002.

        Sejak pendiriannya, Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan,
        antara lain untuk penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
        Perseroan Terbatas, sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 13 tanggal 7 Agustus 2008
        yang dibuat di hadapan Yohannes Irson Purba, S.H., dan telah memperoleh persetujuan
        Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
        AHU-62807.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 15 September 2008. Selanjutnya, Perseroan juga
        beberapa kali melakukan perubahan Anggaran Dasar, antara lain berdasarkan Akta No. 1
        tanggal 6 Februari 2017, Akta No. 7 tanggal 20 April 2017, Akta No. 14 tanggal 25 April
        2019, Akta No. 12 tanggal 24 Oktober 2019, Akta No. 12 tanggal 5 Maret 2020, Akta No.
        16 tanggal 13 Maret 2020, Akta No. 2 tanggal 18 Mei 2020, Akta No. 15 tanggal 17 Mei
        2023, Akta No. 6 tanggal 23 Januari 2024, Akta No. 2 tanggal 7 Februari 2025, dan Akta
        No. 12 tanggal 29 September 2025.

        Perubahan Anggaran Dasar terakhir dilakukan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
        Pemegang Saham No. 25 tanggal 18 Desember 2025, dibuat di hadapan Liestiani Wang,
        S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Perubahan tersebut antara lain meliputi perubahan
        susunan pemegang saham, perubahan status Perseroan dari Penanaman Modal Dalam
        Negeri (PMDN) menjadi Penanaman Modal Asing (PMA), perubahan susunan Direksi dan
        Dewan Komisaris, serta penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan tersebut telah
        memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat
        Keputusan No. AHU-0084417.AH.01.02.Tahun 2025.

        Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

        Susunan pemegang saham PT Urecel Indonesia berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
        Pemegang Saham No. 25 tanggal 18 Desember 2025, dibuat di hadapan Liestiani Wang,
        S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri
        Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0084417.AH.01.02.Tahun
        2025, adalah sebagai berikut. Perubahan tersebut merupakan tindak lanjut atas pengalihan
        seluruh kepemilikan saham PT Sambros Invesco International kepada URECEL Holding Pte.
        Ltd., sehingga terjadi perubahan pengendali Perseroan sekaligus perubahan status Perseroan
        dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi Penanaman Modal Asing (PMA).

        Tabel 5. Struktur Pemegang Saham URECEL
                                                 Lembar             Prosentase           Total
                      Uraian
                                                 Saham                  %                (Rp)
         URECEL Holding Pte. Ltd.                       13.550           54,20%     11.876.575.000
         PT Inocycle Technology Group Tbk               11.450           45,80%     10.035.925.000
         Total                                          25.000          100,00%     21.912.500.000
        Sumber: Akta No. 25, tanggal 18 Desember 2025



Halaman 16                                                       00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 18
          Susunan Pengurus URECEL

          Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Urecel Indonesia No. 25
          tanggal 18 Desember 2025, yang dibuat di hadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Notaris di
          Jakarta Selatan, dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia
          berdasarkan Keputusan Menteri Hukum No. AHU-0084417.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal
          22 Desember 2025, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris:
          Komisaris              : Wonhyuk Choi

          Direksi:
          Direktur Utama         : Victor Seng Hyeok Choi
          Direktur               : Jaehyuk Choi
          Direktur               : Park Yong Jun
          Direktur               : Joachim Karl Albrecht Muetzelfeldt
          Direktur               : Hendra Kurniawan Lelisa

          Kegiatan Usaha

          Sesuai NIB, PT Urecel Indonesia memiliki maksud dan tujuan untuk menjalankan kegiatan
          usaha utama adalah industri polyurethan dan industri furniture lainnya.

2.5.   Nilai Obyek Transaksi

       Total nilai Rencana Transaksi penjualan aset milik INOV kepada URECEL adalah sebesar
       Rp3.000.000.000,- (tiga miliar Rupiah), sebagaimana tercantum dalam Draft PPJB.

2.6.   Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

       Rencana Transaksi dalam laporan ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
       Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
       Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”). Berdasarkan informasi Manajemen Perseroan serta
       susunan kepemilikan saham dan kepengurusan masing-masing pihak per tanggal 31 Desember
       2025, hubungan afiliasi INOV dan URECEL dapat dijelaskan sebagai berikut:

       • Hubungan tersebut terutama tercermin dari kesamaan manajemen, yaitu Bapak Victor Seng
         Hyeok Choi yang menjabat sebagai Direktur Perseroan sekaligus Presiden Direktur URECEL.
       • Selain itu, Perseroan memiliki kepemilikan sebesar 45,80% atas saham URECEL. Pengendalian
         Perseroan berada pada Bapak Jae Hyuk Choi, Bapak Won Hyuk Choi, dan Bapak Victor Seng
         Hyeok Choi. Ketiganya merupakan saudara kandung serta anak dari Bapak Jung Hyo Choi,
         selaku Komisaris Utama Perseroan. Dengan demikian, terdapat hubungan afiliasi baik melalui
         hubungan keluarga, kepengurusan, maupun kepemilikan saham dalam struktur grup.
       • Berdasarkan struktur kepemilikan, hubungan kepengurusan, serta hubungan keluarga antara
         pihak-pihak yang bertransaksi, Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi. Namun
         demikian, keberadaan hubungan afiliasi dan kesamaan pengurus tersebut tidak menunjukkan
         adanya benturan kepentingan.




Halaman 17                                                    00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 19
       • Hubungan afiliasi dari segi kepemilikan saham




       • Materialitas Nilai Rencana Transaksi

       Materialitas Nilai Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi
       dengan ekuitas INOV periode 31 Desember 2025.

       Tabel 1. Nilai Rencana Transaksi berbanding Ekuitas INOV (jutaan Rupiah)
                    Keterangan                        Nilai              Ekuitas            %
                                                Rencana Transaksi         INOV
                Rencana Transaksi                    3.000              321.597          0,93%
       Sumber: Laporan Keuangan INOV

       Berdasarkan tabel di atas, nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp3.000 juta, sedangkan
       ekuitas INOV tercatat sebesar Rp321.597 juta. Dengan demikian, nilai Rencana Transaksi setara
       dengan 0,93% dari ekuitas Perseroan.

       Oleh karena nilai Rencana Transaksi tidak mencapai 20% dari ekuitas Perseroan, maka Rencana
       Transaksi bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas
       Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
       Perubahan Kegiatan Usaha.

2.7.   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

       Analisis perjanjian dilakukan dengan mengungkapkan kondisi, persyaratan, hak, dan kewajiban
       yang disepakati oleh para pihak dalam dokumen terkait Rencana Transaksi. Dokumen utama
       yang menjadi dasar pelaksanaan Rencana Transaksi adalah Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli
       (“PPJB”) tanggal 22 Juni 2026 antara PT Inocycle Technology Group Tbk selaku penjual dan PT
       Urecel Indonesia selaku pembeli, atas penjualan aset tetap berupa tanah yang berlokasi di
       Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah.

       Berdasarkan Draft PPJB tersebut, berikut merupakan rincian ketentuan utama yang disepakati oleh
       para pihak:




Halaman 18                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 20
     • Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli antara PT Inocycle Technology Group Tbk dan PT Urecel
       Indonesia
       • Para Pihak
          1. PT Inocycle Technology Group Tbk (“INOV” atau “Penjual”), suatu perseroan terbatas
              terbuka yang berkedudukan di Kabupaten Tangerang, dalam hal ini diwakili oleh Bapak
              Jaehyuk Choi selaku Direktur Utama, yang bertindak untuk dan atas nama Perseroan
              berdasarkan persetujuan Dewan Komisaris Perseroan.
          2. PT Urecel Indonesia (“URECEL” atau “Pembeli”), suatu perseroan terbatas yang
              berkedudukan di Kabupaten Tangerang, dalam hal ini diwakili oleh Bapak Victor Seng
              Hyeok Choi selaku Presiden Direktur, yang bertindak untuk dan atas nama URECEL
              berdasarkan persetujuan Komisaris URECEL.

        • Objek Transaksi
          Objek transaksi berupa tiga bidang tanah berstatus Hak Guna Bangunan yang tercatat atas
          nama PT Inocycle Technology Group Tbk, yaitu:

             1. Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 0017/Suwawal;
             2. Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 0130/Suwawal; dan
             3. Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 0131/Suwawal.

             Ketiga bidang tanah tersebut memiliki luas keseluruhan sebesar 4.300 m² dan berlokasi di
             Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, serta
             segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di atasnya (“Aset”).

        • Maksud dan Tujuan Perjanjian
          Penjual bermaksud untuk menjual Aset kepada Pembeli, sedangkan Pembeli bermaksud
          untuk membeli Aset tersebut dari Penjual. Namun demikian, pengalihan hak secara formal
          melalui Akta Jual Beli (“AJB”) belum dapat dilaksanakan pada saat penandatanganan PPJB
          karena AJB wajib dibuat di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang berwenang.

             Dengan demikian, PPJB menjadi dasar pengikatan awal antara para pihak sebelum
             dilaksanakannya pengalihan hak atas Aset secara formal melalui AJB.

        • Jaminan Penjual
          Penjual menjamin bahwa Aset merupakan hak milik Penjual secara sah dan tidak berada
          dalam keadaan sengketa, sitaan, pertanggungan utang, pembebanan hak, maupun
          perikatan dengan pihak lain. Penjual juga memberikan jaminan kepada Pembeli terhadap
          kemungkinan penyitaan atas Aset dan menyatakan bahwa ahli waris Penjual tidak akan
          mengajukan gugatan dalam bentuk apa pun terkait Aset tersebut.

             Ketentuan ini memberikan kepastian awal kepada Pembeli bahwa Aset yang akan dialihkan
             berada dalam kondisi bebas secara hukum, sehingga risiko klaim pihak ketiga atas Aset
             diharapkan dapat diminimalkan.

        • Nilai dan Tata Cara Pembayaran
          Nilai transaksi atas Aset disepakati sebesar Rp3.000.000.000,- (tiga miliar Rupiah), belum
          termasuk Pajak Pertambahan Nilai sebesar 11%. Pembayaran dilakukan dengan
          mekanisme sebagai berikut:




Halaman 19                                                    00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 21
             1. Pembayaran tahap pertama sebesar 5% dari nilai transaksi atau sebesar
                Rp150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dilakukan pada saat
                penandatanganan PPJB; dan
             2. Pelunasan sebesar Rp2.850.000.000,- (Dua Miliar delapan ratus lima puluh juta rupiah)
                dilakukan pada saat penandatanganan AJB di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah
                yang berwenang, setelah penyetoran pajak-pajak yang menjadi kewajiban Penjual dan
                Pembeli, termasuk pajak terkait penjualan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
                Bangunan.

             Struktur pembayaran tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar nilai transaksi akan
             dibayarkan bersamaan dengan pelaksanaan AJB. Dengan demikian, risiko pembayaran
             bagi Penjual tetap terjaga karena pelunasan dilakukan pada tahap pengalihan hak secara
             formal.

        • Penguasaan dan Pemanfaatan Aset
          Berdasarkan PPJB, sejak tanggal penandatanganan perjanjian, Pembeli dinyatakan
          sebagai pihak yang berhak penuh atas Aset, termasuk untuk melakukan penguasaan,
          pengurusan, perubahan, atau renovasi atas bangunan yang berdiri di atas Aset.

             Selain itu, setelah Pembeli memenuhi seluruh kewajiban pembayaran kepada Penjual,
             Penjual memberikan kuasa kepada Pembeli untuk melakukan tindakan penguasaan dan
             pengurusan Aset, termasuk memberikan izin penggunaan Aset kepada pihak lain,
             menyewakan Aset, serta melakukan tindakan hukum yang diperlukan sehubungan dengan
             Aset tersebut.

             Ketentuan ini perlu menjadi perhatian karena terdapat perbedaan antara saat penguasaan
             ekonomis Aset yang diberikan kepada Pembeli dan saat pengalihan hak secara yuridis
             melalui AJB. Oleh karena itu, para pihak perlu memastikan bahwa pengalihan
             penguasaan, risiko, manfaat ekonomi, serta tanggung jawab atas Aset telah diatur secara
             konsisten dan tidak menimbulkan ketidakpastian sebelum AJB dilaksanakan.

        • Kondisi Fisik Aset dan Perbedaan Luas
          Penjual menyatakan tidak menanggung adanya cacat, baik yang tampak maupun yang
          tidak tampak, termasuk adanya perbedaan ukuran atau luas tanah. Ketentuan ini
          menunjukkan bahwa Pembeli pada prinsipnya menerima kondisi Aset sebagaimana
          adanya.

             Sehubungan dengan hal tersebut, Pembeli perlu memastikan telah melakukan pemeriksaan
             fisik, pemeriksaan batas tanah, verifikasi luas tanah, serta penelaahan dokumen legal dan
             status sertipikat sebelum AJB ditandatangani. Hal ini penting untuk memitigasi risiko
             apabila terdapat perbedaan antara kondisi fisik Aset, luas dalam sertipikat, dan kondisi
             aktual di lapangan.

        • Pajak dan Biaya Transaksi
          PPJB mengatur bahwa Pajak Bumi dan Bangunan atas Aset sampai dengan penyerahan
          sepenuhnya menjadi beban Pembeli. Selain itu, harga transaksi belum termasuk Pajak
          Pertambahan Nilai sebesar 11%.

             Untuk kepastian pelaksanaan transaksi, para pihak perlu menegaskan lebih lanjut
             pembagian kewajiban atas seluruh pajak dan biaya transaksi, termasuk Pajak Penghasilan
             atas pengalihan tanah dan/atau bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan,

Halaman 20                                                    00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 22
             Pajak Pertambahan Nilai apabila terutang, biaya notaris dan/atau PPAT, biaya pengecekan
             sertipikat, serta biaya balik nama sertipikat.

        • Kuasa yang Tidak Dapat Berakhir
          PPJB memberikan kuasa kepada Pembeli untuk melakukan tindakan hukum atas Aset
          setelah seluruh kewajiban Pembeli dipenuhi. Kuasa tersebut bersifat bagian yang tidak
          terpisahkan dari PPJB, dapat diberikan hak substitusi, dan dinyatakan tidak berakhir karena
          sebab apa pun.

             Pemberian kuasa ini bertujuan untuk memastikan Pembeli dapat menyelesaikan proses
             administrasi dan tindakan hukum yang diperlukan atas Aset. Namun demikian,
             pelaksanaan kuasa tersebut tetap perlu memperhatikan batasan peraturan pertanahan,
             ketentuan mengenai kuasa menjual, serta kebutuhan pelaksanaan AJB di hadapan PPAT
             sesuai ketentuan yang berlaku.

        • Keberlangsungan Perjanjian
          PPJB tidak berakhir apabila salah satu pihak meninggal dunia dan tetap mengikat para ahli
          waris dari pihak yang meninggal dunia. Ketentuan ini mencerminkan bahwa hak dan
          kewajiban berdasarkan PPJB bersifat mengikat serta dapat diteruskan kepada para pihak
          yang berhak berdasarkan hukum.

        • Penyelesaian Perselisihan dan Domisili Hukum
          Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam PPJB akan diselesaikan terlebih dahulu
          melalui musyawarah untuk mufakat. Para pihak juga memilih domisili hukum yang tetap
          dan umum pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri di Kabupaten Tangerang.

             Ketentuan ini memberikan mekanisme penyelesaian awal secara damai sebelum para
             pihak menempuh proses hukum melalui pengadilan yang berwenang.




Halaman 21                                                   00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 23
                                           BAB III
                           ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI


3.1   Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

      Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai
      berikut:
      a. Analisis atas Rencana transaksi pembelian aset.
      b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana transaksi pembelian aset.
      c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi pembelian aset.
      d. Alalisis atas faktor lain yang relevan.

3.2   Analisis Atas Rencana Transaksi

      a. Latar belakang Rencana Transaksi

         Merujuk pada Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, INOV menjalankan kegiatan usaha utama
         di bidang industri daur ulang plastik, termasuk pengolahan limbah botol plastik PET menjadi
         produk bernilai tambah seperti polyester staple fiber, non-woven, geotekstil, serta produk
         turunannya.

         Rencana Transaksi dilakukan dalam rangka reorganisasi, restrukturisasi, dan/atau
         pengelompokan aset yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Perseroan, dengan tujuan agar aset
         tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sesuai dengan fungsi dan kebutuhan
         penggunaannya.

         Aset tetap yang menjadi objek Rencana Transaksi belum dimanfaatkan secara optimal untuk
         mendukung kegiatan usaha utama Perseroan. Oleh karena itu, pengalihan aset tersebut
         diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pemanfaatan aset dalam grup,
         tanpa mengganggu kegiatan usaha utama Perseroan.

         Melalui pelaksanaan Rencana Transaksi, Perseroan akan memperoleh keuntungan atas
         penjualan aset yang secara langsung dapat meningkatkan laba dan ekuitas Perseroan. Selain
         itu, pelepasan aset juga dapat mengurangi beban yang terkait dengan kepemilikan dan
         pengelolaan aset, termasuk biaya pemeliharaan, asuransi, Pajak Bumi dan Bangunan,
         pengamanan, administrasi aset, serta beban penyusutan pada periode berikutnya sepanjang
         terdapat aset yang disusutkan dalam objek transaksi.

         Perseroan berpendapat bahwa Rencana Transaksi tidak akan menimbulkan dampak negatif
         maupun pengaruh yang signifikan terhadap kondisi keuangan dan kelangsungan usaha
         Perseroan. Sebaliknya, Rencana Transaksi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
         pengelolaan aset serta memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham.

      b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

         1. Manfaat Rencana Transaksi
            Rencana Transaksi penjualan aset tetap memberikan manfaat bagi Perseroan, antara lain
            sebagai berikut:




Halaman 22                                                   00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 24
             • Perseroan memperoleh tambahan dana sebesar nilai transaksi yang dapat digunakan
               sesuai dengan kebutuhan dan strategi Perseroan, antara lain untuk memperkuat
               likuiditas, mendukung modal kerja, mengelola kewajiban, dan/atau membiayai
               pengembangan kegiatan usaha utama Perseroan.
             • Rencana Transaksi mendukung reorganisasi dan optimalisasi portofolio aset Perseroan
               melalui pelepasan aset non-operasional yang tidak digunakan secara langsung dalam
               kegiatan usaha utama Perseroan, namun saat ini dimanfaatkan oleh pihak afiliasi.
             • Pengalihan aset kepada afiliasi yang telah memahami penggunaan aset dan memiliki
               rencana pemanfaatan lebih lanjut diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi fungsi
               aset dalam kelompok usaha, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan aset
               Perseroan.
             • Nilai transaksi sebesar Rp3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah) lebih tinggi dibandingkan
               nilai pasar aset berdasarkan penilaian independen sebesar Rp2.798.900.000,- (dua
               miliar tujuh ratus sembilan puluh delapan juta sembilan ratus ribu rupiah), sehingga
               memberikan manfaat ekonomis bagi Perseroan.
             • Pelepasan aset tersebut memungkinkan Perseroan untuk lebih berfokus pada
               pengembangan kegiatan usaha utama di bidang pengolahan dan daur ulang limbah
               plastik PET menjadi polyester staple fiber, non-woven, geotekstil, dan produk
               turunannya.
             • Rencana Transaksi diharapkan meningkatkan nilai tambah bagi Perseroan dan
               pemegang saham melalui pengelolaan aset yang lebih efisien, peningkatan kas, serta
               penguatan fleksibilitas keuangan Perseroan.

         2. Risiko Rencana Transaksi
            Risiko yang dapat timbul dari pelaksanaan Rencana Transaksi antara lain:
            • Apabila aset tetap tetap dipertahankan, Perseroan akan terus menanggung beban
                pengelolaan dan kepemilikan aset, termasuk biaya pemeliharaan, asuransi, Pajak Bumi
                dan Bangunan (PBB), serta biaya lain yang terkait dengan pengamanan dan
                administrasi aset. Oleh karena itu, pelepasan aset diharapkan dapat meningkatkan
                efisiensi pengelolaan aset Perseroan.

3.3   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

      Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
      tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan Perusahaan serta melihat potensi
      atau prospek usaha Perusahaan kedepannya.

      a. Tinjauan Ekonomi Makro

         Pertumbuhan Ekonomi Global

         Perekonomian global masih berada dalam tren melambat dengan tingkat ketidakpastian yang
         relatif tinggi. Pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2026 diprakirakan sedikit lebih rendah,
         yaitu sebesar 3,2% dibandingkan dengan capaian tahun 2025 sebesar 3,3%. Perlambatan
         tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif resiprokal Amerika
         Serikat, kerentanan rantai pasok global, serta meningkatnya ketegangan geopolitik yang
         berdampak pada aktivitas perdagangan dan investasi global.

         Ketidakpastian pasar keuangan global juga masih tinggi, seiring terbatasnya ruang penurunan
         suku bunga The Fed, masih tingginya yield US Treasury, serta penguatan indeks dolar AS.


Halaman 23                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 25
        Kondisi tersebut berpotensi mendorong keluarnya aliran modal dari negara berkembang,
        termasuk Indonesia, sehingga dapat memberikan tekanan terhadap stabilitas nilai tukar dan
        pasar keuangan domestik.

        Pertumbuhan Ekonomi Domestik

        Dari sisi domestik, perekonomian nasional tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah
        tekanan eksternal. Aktivitas ekonomi domestik didukung oleh permintaan dalam negeri,
        konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor. Selain itu, peningkatan keyakinan
        pelaku ekonomi dan dukungan stimulus fiskal turut mendorong pemulihan aktivitas ekonomi.

        Di tengah kondisi global tersebut, perekonomian Indonesia diperkirakan tetap menunjukkan
        ketahanan yang baik. Pertumbuhan ekonomi domestik pada tahun 2026 diproyeksikan berada
        pada kisaran 4,9% sampai dengan 5,7%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, peningkatan
        belanja Pemerintah, serta akselerasi investasi pada berbagai program prioritas nasional.
        Konsumsi domestik juga didorong oleh terjaganya tingkat pendapatan masyarakat, keyakinan
        pelaku usaha, serta peningkatan permintaan pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional.

        Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi domestik ditopang oleh kinerja positif pada
        sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan,
        informasi dan komunikasi, serta konstruksi. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi di wilayah
        Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua menunjukkan perkembangan
        yang baik, didukung oleh aktivitas industri, pertambangan, perdagangan, dan pariwisata.

        Tabel 6. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




        Sumber: Bank Indonesia


        Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

        Prospek perekonomian Indonesia tetap baik. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan
        ekonomi Indonesia pada tahun 2025 berada dalam kisaran 4,7%–5,5% dan meningkat
        menjadi 4,9%–5,7% pada tahun 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh permintaan
        domestik yang tetap kuat, konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor.




Halaman 24                                                 00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 26
        Grafik 1   Proyeksi PDB Indonesia




        Sumber: Bank Indonesia

        Ketahanan eksternal Indonesia juga diprakirakan tetap terjaga. Neraca Pembayaran Indonesia
        pada tahun 2025 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang rendah. Selain
        itu, cadangan devisa tetap memadai untuk mendukung stabilitas eksternal dan menjaga
        ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

        Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif,
        namun tetap perlu memperhatikan risiko eksternal, antara lain volatilitas pasar keuangan
        global, tekanan nilai tukar, dinamika harga komoditas, serta ketidakpastian perdagangan
        global. Dengan dukungan bauran kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural,
        pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan dapat tetap berkelanjutan dan lebih berdaya
        tahan.

        Perekonomian Indonesia tetap baik dan perlu terus ditingkatkan. Pertumbuhan ekonomi
        domestik didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Dari sisi lapangan
        usaha, sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, transportasi,
        pergudangan, informasi dan komunikasi, serta konstruksi menunjukkan kinerja positif. Secara
        spasial, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku,
        dan Papua menunjukkan perkembangan yang baik. Pertumbuhan ini didukung oleh kegiatan
        industri, pertambangan, perdagangan, dan pariwisata.

        Berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), perekonomian Indonesia
        diperkirakan tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif selama periode 2025–2029.
        Nilai GDP Constant Prices diproyeksikan meningkat secara konsisten dari Rp13.565.944 miliar
        pada tahun 2025 menjadi Rp16.528.612 miliar pada tahun 2029. Kenaikan tersebut
        mencerminkan prospek ekonomi Indonesia yang tetap resilien dan berkelanjutan, didukung
        oleh aktivitas konsumsi domestik, investasi, serta stabilitas makroekonomi.

        Sementara itu, tingkat inflasi Indonesia selama periode proyeksi relatif stabil di kisaran 5,06%–
        5,07%. Inflasi tertinggi diperkirakan terjadi pada tahun 2025, 2027, dan 2028 sebesar 5,07%,
        sedangkan pada tahun 2026 dan 2029 sedikit lebih rendah sebesar 5,06%. Secara rata-rata,
        inflasi Indonesia selama periode 2025–2029 berada pada level sekitar 5,07%, yang
        menunjukkan tekanan harga masih terkendali meskipun berada pada level yang relatif stabil.




Halaman 25                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 27
        Grafik 2    Proyeksi PDB dan Pertumbuhan PDB Indonesia 2024-2029




     Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah

     Secara keseluruhan, kombinasi antara peningkatan GDP secara konsisten dan inflasi yang relatif
     stabil menunjukkan bahwa prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah tetap positif.
     Kondisi ini memberikan dasar yang baik bagi kegiatan usaha, terutama apabila didukung oleh
     stabilitas kebijakan, peningkatan investasi, serta keberlanjutan permintaan domestik.

      Grafik 3     Pertumbuhan Ekonomi Regional




        Sumber: Bank Indonesia


     Inflasi

     Inflasi Indeks Harga Konsumen pada 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5% ± 1%,
     dengan inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% secara tahunan. Inflasi domestik diproyeksikan
     tetap terkendali dalam sasaran 2,5% ± 1% pada tahun 2026 dan 2027. Pengendalian inflasi
     tersebut didukung oleh konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia, koordinasi dengan
     Pemerintah dalam menjaga harga pangan dan administered prices, serta penguatan program
     pengendalian inflasi di tingkat pusat dan daerah. Inflasi yang terkendali didukung oleh konsistensi
     kebijakan moneter Bank Indonesia dan sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan
     Pemerintah.




Halaman 26                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 28
      Grafik 4   Inflasi IHK dan Komponen




        Sumber: Bank Indonesia


     Pada tingkat global, International Monetary Fund (“IMF”) dalam World Economic Outlook April
     2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,1% pada tahun 2026 dan 3,2%
     pada tahun 2027. IMF juga menilai bahwa risiko perlambatan ekonomi global masih dominan,
     antara lain akibat ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, volatilitas harga komoditas
     dan energi, serta ketidakpastian kebijakan perdagangan dan investasi.

     Kondisi ekonomi global tersebut menjadi latar penting bagi industri daur ulang plastik PET dan
     serat poliester karena kegiatan industri ini memiliki keterkaitan dengan permintaan manufaktur
     global, industri tekstil, produk non-woven, otomotif, furnitur, konstruksi, dan produk rumah
     tangga. Perlambatan ekonomi global berpotensi menekan permintaan produk industri hilir,
     termasuk produk berbasis serat poliester dan material daur ulang. Selain itu, volatilitas harga
     energi dan komoditas dapat memengaruhi biaya pengumpulan, transportasi, pengolahan botol
     PET bekas, harga PET flakes, serta harga virgin polyester sebagai produk substitusi.

     Di sisi lain, meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan, penerapan prinsip ekonomi sirkular,
     serta kebutuhan penggunaan material dengan kandungan daur ulang (recycled content) tetap
     menjadi faktor pendukung bagi industri daur ulang PET. Bagi Perseroan, kondisi tersebut
     menciptakan peluang untuk meningkatkan permintaan produk Recycled Polyester Staple Fiber
     (“Re-PSF”), non-woven, dan produk homeware, khususnya dari pelanggan yang memerlukan
     bahan baku ramah lingkungan dan memiliki standar keberlanjutan.

     Dalam negeri, perekonomian Indonesia pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11% dengan nilai
     Produk Domestik Bruto (“PDB”) atas dasar harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun. PDB per
     kapita tercatat sebesar Rp83,7 juta atau setara USD5.083,4. Pertumbuhan ekonomi domestik
     tersebut mendukung aktivitas sektor manufaktur dan konsumsi masyarakat, yang pada akhirnya
     dapat memberikan dukungan terhadap permintaan produk tekstil, produk non-woven, furnitur,
     otomotif, perlengkapan rumah tangga, dan sektor hilir lainnya yang menggunakan serat poliester
     maupun material daur ulang.

     Tabel 7. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
                            Indikator                                     Keterangan
      PDB Indonesia 2025                                                         Rp23.821,1 triliun
      Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025                                                    5,11%
      PDB per Kapita Indonesia 2025                                      Rp83,7 juta / USD5.083,4
      Proyeksi Pertumbuhan Global IMF 2026                                                   3,1%


Halaman 27                                                   00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 29
                          Indikator                                        Keterangan
      Proyeksi Pertumbuhan Global IMF 2027                                                     3,2%
     Sumber: BPS dan IMF World Economic Outlook April 2026; diolah.


     Nilai Tukar Rupiah

     Nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil dengan kecenderungan menguat, sejalan dengan
     kebijakan stabilisasi Bank Indonesia, prospek pertumbuhan ekonomi domestik, serta imbal hasil
     aset keuangan domestik yang menarik.

     Realisasi Investasi Tingkat Suku Bunga

     Dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank
     Indonesia pada April 2026 mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility
     sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Selain kebijakan suku bunga,
     Bank Indonesia juga melanjutkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk
     optimalisasi insentif likuiditas bagi perbankan guna mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor
     prioritas. Sejalan dengan kebijakan tersebut, pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2026
     diperkirakan berada pada kisaran 8% sampai dengan 12%. Kondisi perbankan nasional juga
     tetap kuat, tercermin dari likuiditas yang memadai, permodalan yang solid, serta rasio kredit
     bermasalah yang relatif rendah. Hal ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan pembiayaan
     bagi sektor riil dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

     Grafik 5   Suku Bunga Perbankan




     Sumber: Bank Indonesia



     b. Gambaran Perkembangan Industri Daur Ulang Plastik PET dan Serat Poliester di Indonesia

       1) Ruang Lingkup Industri

        Kegiatan usaha Perseroan berada pada rantai nilai industri ekonomi sirkular, khususnya
        pengolahan sampah botol plastik Polyethylene Terephthalate (“PET”) menjadi Recycled
        Polyester Staple Fiber (“Re-PSF”), serta produk turunannya berupa non-woven dan homeware.

        Secara umum, rantai nilai industri tersebut terdiri dari pengumpulan botol PET pascakonsumsi,
        pemilahan, pencucian, pencacahan menjadi flakes, pengolahan flakes menjadi serat poliester


Halaman 28                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 30
        daur ulang, serta pengolahan lebih lanjut menjadi produk non-woven, geotekstil, padding,
        bahan pengisi furnitur, bantal, kasur, selimut, jok kendaraan, dan produk lainnya.

        Produk Re-PSF memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor pengguna akhir, antara lain
        industri tekstil, otomotif, furnitur, perlengkapan rumah tangga, konstruksi, infrastruktur,
        pertanian, dan manufaktur produk non-woven. Oleh karena itu, kinerja industri daur ulang
        PET tidak hanya dipengaruhi oleh volume sampah plastik, tetapi juga oleh permintaan industri
        pengguna akhir, harga virgin polyester, harga botol PET bekas, standar kualitas, serta
        kebijakan keberlanjutan.

        Tabel 8. Keterkaitan Rantai Nilai Industri Daur Ulang PET
           Tahapan                 Aktivitas                Produk/Output              Faktor Penentu
                        Pengumpulan botol PET
                        pascakonsumsi oleh                                        Volume, kualitas,
         Pengumpulan                                    Botol PET bekas
                        pemulung, bank sampah,                                    lokasi, harga beli
                        pengepul, dan aggregator
                        Pemisahan berdasarkan                                     Kontaminasi,
         Pemilahan
                        warna dan jenis material,                                 kadar air,
         dan                                            PET flakes
                        pencucian, serta                                          konsistensi
         pencucian
                        pencacahan                                                spesifikasi
                                                                                  Harga bahan
         Pengolahan      Pelelehan dan pemintalan                                 baku, energi,
                                                         Re-PSF
         serat           PET flakes                                               utilisasi kapasitas,
                                                                                  kualitas produk
                                                         Padding, geotekstil,
         Produk          Pengolahan Re-PSF menjadi       thermal bonding,         Permintaan industri
         turunan         non-woven dan homeware          bantal, kasur, dan       pengguna akhir
                                                         lain-lain
                                                                                  Harga, sertifikasi,
                         Penjualan domestik dan          Produk jadi atau
         Distribusi                                                               kualitas dan akses
                         ekspor                          bahan baku industri
                                                                                  pasar
        Sumber: Laporan Tahunan PT Inocycle Technology Group Tbk tahun 2024, diolah.


       2) Perkembangan Industri Pengolahan Nasional

        Industri daur ulang PET dan serat poliester merupakan bagian dari sektor industri pengolahan
        nasional. Kinerja sektor industri pengolahan penting diperhatikan karena sektor ini menjadi
        indikator perkembangan aktivitas manufaktur, konsumsi bahan baku industri, investasi, serta
        permintaan produk dari sektor hilir.

        Selama periode 2021 sampai dengan 2025, industri pengolahan Indonesia menunjukkan
        pertumbuhan yang tetap positif. Setelah pulih pascapandemi pada tahun 2021, pertumbuhan
        industri pengolahan meningkat pada tahun 2022, kemudian tetap berada pada kisaran positif
        pada tahun 2023 dan 2024, serta meningkat pada tahun 2025.




Halaman 29                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 31
        Grafik 6     Pertumbuhan Industri Pengolahan Indonesia (%)




                                                                                        5,30%
                                       4,89%




                                                     4,64%




                                                                      4,43%
                    3,39%




                   2021              2022          2023              2024             2025

        Sumber: Badan Pusat Statistik, diolah.


        Pada tahun 2025, sektor industri pengolahan tetap menjadi lapangan usaha dengan kontribusi
        terbesar terhadap perekonomian Indonesia, yaitu sebesar 19,07% dari PDB nasional.
        Pertumbuhan sektor manufaktur tersebut memberikan basis permintaan yang relatif positif bagi
        industri yang memasok bahan baku dan produk antara, termasuk serat poliester, non-woven,
        produk pengisi, geotekstil, dan produk rumah tangga.

        Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha, sektor industri pengolahan
        menunjukkan kinerja yang tetap positif sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan sektor industri
        pengolahan tercatat sebesar 5,68% pada Triwulan I 2025, 5,54% pada Triwulan II 2025,
        5,40% pada Triwulan III 2025, dan 5,30% pada Triwulan IV 2025. Dengan demikian, secara
        rata-rata sederhana, sektor industri pengolahan tumbuh sekitar 5,48% sepanjang tahun 2025.
        Pertumbuhan industri pengolahan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi
        nasional pada setiap triwulan tahun 2025. Pada Triwulan IV 2025, misalnya, industri
        pengolahan tumbuh sebesar 5,30%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDB nasional
        sebesar 5,11%. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan tetap menjadi
        salah satu sektor yang memiliki ketahanan pertumbuhan dan memberikan dukungan positif
        terhadap perekonomian nasional.

        Dibandingkan dengan tahun 2024, kinerja industri pengolahan pada tahun 2025 juga
        mengalami penguatan. Pertumbuhan sektor ini meningkat dari 4,72% pada Triwulan I 2024
        menjadi 5,68% pada Triwulan I 2025, serta dari 4,55% pada Triwulan IV 2024 menjadi 5,30%
        pada Triwulan IV 2025. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas manufaktur
        yang didukung oleh permintaan domestik, konsumsi rumah tangga, serta peningkatan
        investasi.

        Meskipun demikian, terdapat tren perlambatan moderat dalam laju pertumbuhan industri
        pengolahan sepanjang tahun 2025, dari 5,68% pada Triwulan I 2025 menjadi 5,30% pada
        Triwulan IV 2025. Perlambatan tersebut perlu dicermati mengingat kondisi ekonomi global
        masih menghadapi ketidakpastian, kenaikan harga energi dan komoditas, serta potensi
        gangguan rantai pasok perdagangan internasional. Faktor-faktor tersebut dapat
        memengaruhi biaya bahan baku, biaya logistik, serta permintaan ekspor produk manufaktur.
        Secara keseluruhan, prospek sektor industri pengolahan masih relatif positif sejalan dengan
        proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik, penguatan konsumsi masyarakat, kebijakan
        Pemerintah untuk mendorong investasi, serta kebijakan moneter dan makroprudensial yang
        diarahkan untuk mendukung penyaluran pembiayaan kepada sektor riil.


Halaman 30                                                   00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 32
        Grafik 7    PMI Manufaktur




        Sumber: Bank Indonesia

       3) Potensi Pasokan Bahan Baku PET Daur Ulang

        Ketersediaan sampah plastik merupakan faktor penting dalam industri daur ulang PET.
        Indonesia memiliki potensi bahan baku yang besar karena tingginya konsumsi produk
        kemasan, khususnya minuman dalam kemasan plastik. Namun demikian, potensi tersebut
        belum seluruhnya dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan sistem
        pengumpulan, pemilahan, kualitas bahan baku, serta persaingan memperoleh botol PET
        bekas.

        Berdasarkan kajian World Bank terkait penerapan Extended Producer Responsibility di
        Indonesia, terdapat 37 fasilitas daur ulang plastik di Indonesia, dimana 19 fasilitas di
        antaranya merupakan fasilitas daur ulang PET. Kajian tersebut juga mengacu pada tingkat
        daur ulang plastik Indonesia sekitar 14%. Data tersebut menunjukkan bahwa kapasitas dan
        ekosistem daur ulang PET telah berkembang, namun peluang peningkatan pengumpulan dan
        pemanfaatan bahan baku masih cukup besar.

        Tabel 9. Indikator Ekosistem Daur Ulang Plastik Indonesia
                           Indikator                                           Data
         Fasilitas daur ulang plastik                                                         37 fasilitas
         Fasilitas daur ulang PET                                                             19 fasilitas
         Tingkat daur ulang plastik                                                          Sekitar 14%
         Sampah plastik yang tidak terkelola                              Sekitar 3,2 juta ton per tahun
         Sampah plastik yang masuk ke laut                               Sekitar 1,29 juta ton per tahun
        Sumber: World Bank, UNEP, dan sumber terkait yang dikutip dalam kajian industri.


        Besarnya volume sampah plastik yang belum terkelola menunjukkan peluang pasokan bahan
        baku bagi industri daur ulang. Namun demikian, angka tersebut tidak dapat langsung
        dianggap sebagai bahan baku yang dapat diolah oleh Perseroan karena produk Re-PSF
        memerlukan PET dengan kualitas tertentu, tingkat kontaminasi rendah, serta standar
        pemilahan dan pencucian yang memadai.

        Dengan demikian, peningkatan volume sampah plastik nasional tidak secara otomatis
        menjamin pasokan bahan baku berkualitas. Keberhasilan industri daur ulang PET tetap sangat




Halaman 31                                                       00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 33
        bergantung pada jaringan pengadaan, hubungan dengan pengepul dan pemasok, lokasi
        fasilitas produksi, kemampuan quality control, serta efisiensi biaya logistik.

       4) Dukungan Kebijakan Pemerintah dan Ekonomi Sirkular

        Pemerintah Indonesia telah menerbitkan berbagai kebijakan yang mendukung pengurangan
        sampah dan pengembangan ekonomi sirkular. Kebijakan tersebut secara tidak langsung
        dapat mendukung industri daur ulang PET melalui peningkatan tanggung jawab produsen,
        penggunaan bahan baku daur ulang, serta penguatan sistem pengelolaan sampah.

        Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
        Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
        menetapkan target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%
        pada tahun 2025. Selain itu, Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019 mengatur peta jalan
        pengurangan sampah oleh produsen, termasuk kewajiban produsen untuk menyusun dan
        melaksanakan peta jalan pengurangan sampah.

        Tabel 10. Kebijakan yang Relevan terhadap Industri Daur Ulang PET
            Regulasi/Kebijakan          Pokok Pengaturan            Relevansi terhadap Industri
         Perpres No. 97 Tahun       Target pengurangan          Mendorong peningkatan
         2017                       sampah 30% dan              pengumpulan, pemilahan, dan
                                    penanganan sampah 70% pengolahan sampah
                                    pada tahun 2025
         Permen LHK No. 75          Peta jalan pengurangan      Mendorong tanggung jawab
         Tahun 2019                 sampah oleh produsen        produsen dan penggunaan solusi
                                                                pengurangan sampah
         Ekonomi Sirkular           Penggunaan kembali          Meningkatkan relevansi produk
                                    material dan pengurangan berbahan baku daur ulang
                                    limbah
         Standar keberlanjutan      Permintaan traceability     Mendukung kebutuhan sertifikasi
         global                     dan recycled content        dan akses pasar ekspor
        Sumber: Peraturan Presiden, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta publikasi ekonomi
        sirkular.


        Kebijakan tersebut memberikan peluang bagi pelaku industri daur ulang, karena produsen
        produk kemasan dan merek konsumen semakin terdorong untuk mengurangi limbah serta
        meningkatkan penggunaan material daur ulang. Namun, dampak positif kebijakan tersebut
        tetap bergantung pada implementasi di lapangan, kesiapan infrastruktur pengumpulan,
        pengawasan, serta kesediaan pelaku usaha untuk menanggung biaya pengelolaan sampah
        dan penggunaan bahan baku daur ulang

       5) Perkembangan Industri Serat Poliester Global

        Secara global, poliester tetap menjadi serat yang paling banyak diproduksi dan digunakan
        dalam industri tekstil serta produk turunannya. Polyester digunakan secara luas untuk apparel,
        home textiles, non-woven, otomotif, furnitur, dan kebutuhan industri lainnya.

        Pada tahun 2024, produksi serat poliester global mencapai sekitar 78 juta ton, meningkat
        dibandingkan sekitar 71 juta ton pada tahun 2023. Produksi recycled polyester juga meningkat
        dari sekitar 8,9 juta ton pada tahun 2023 menjadi sekitar 9,3 juta ton pada tahun 2024.




Halaman 32                                                    00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 34
        Walaupun secara volume meningkat, pangsa recycled polyester terhadap total produksi
        polyester global menurun dari 12,5% pada tahun 2023 menjadi sekitar 12,0% pada tahun
        2024. Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan produksi virgin polyester masih lebih
        cepat dibandingkan recycled polyester, terutama karena harga virgin polyester dapat lebih
        kompetitif pada kondisi tertentu.

        Tabel 11. Perkembangan Polyester dan Recycled Polyester Global
                   Uraian                  Satuan     2023             2024        Pertumbuhan/Perubahan

         Produksi polyester global        Juta Ton     71               78                    10%

         Produksi recycled
                                          Juta Ton     8,9              9,3                   4%
         polyester
         Pangsa recycled
         polyester terhadap total             %      12,50%            12,00%                 -4%
         polyester

         Pangsa polyester
         terhadap produksi serat              %         -               59%
         global

         Pangsa recycled
         polyester dari botol
                                              %         -              6,90%
         plastik terhadap total
         serat global
        Sumber: Textile Exchange Materials Market Report 2025.


        Data tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap recycled polyester secara global
        masih memiliki prospek pertumbuhan. Namun, industri juga menghadapi tantangan terkait
        harga virgin polyester, persaingan memperoleh bahan baku botol PET, keterbatasan teknologi
        daur ulang textile-to-textile, serta kebutuhan sertifikasi keberlanjutan dari pelanggan global.

       6) Perkembangan Industri Re-PSF dan Non-Woven Perseroan

        Sebagai indikator keterkaitan antara perkembangan industri dan kegiatan usaha Perseroan,
        penjualan Perseroan pada tahun 2024 mencapai Rp629,0 miliar atau meningkat 4,95%
        dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp600,2 miliar.
        Grafik 8 Pendapatan Perseroan Berdasarkan Segmen Usaha
                      500.000                                                                       30,00%
                                                                                                    25,00%
                      400.000                                                                       20,00%
                      300.000                                                                       15,00%
                                                                                                    10,00%
                      200.000                                                                       5,00%
                      100.000                                                                       0,00%
                                                                                                    -5,00%
                             0                                                                      -10,00%
                                         Re-PSF          Non-Woven                 Homeware
                  2023 (Rp Juta)         440.975             110.966                48.270
                  2024 (Rp Juta)         461.370             105.798                61.855
                  Pertumbuhan             4,62%              -4,66%                 28,14%

                                   2023 (Rp Juta)    2024 (Rp Juta)             Pertumbuhan

        Sumber: Laporan Tahunan PT Inocycle Technology Group Tbk tahun 2024.




Halaman 33                                                         00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 35
        Produk Re-PSF masih menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan dengan kontribusi
        sebesar 73,35% dari total pendapatan pada tahun 2024. Penjualan Re-PSF tercatat sebesar
        Rp461,4 miliar atau meningkat 4,63% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut
        menunjukkan bahwa permintaan terhadap serat poliester daur ulang masih menjadi basis
        utama kegiatan usaha Perseroan.

        Grafik 9    Kontribusi Pendapatan Berdasarkan Segmen Usaha




                                                 10%
                                         17%


                                                          73%




                                    Re-PSF       Non-Woven       Homeware

        Sumber: Laporan Tahunan PT Inocycle Technology Group Tbk tahun 2024.

        Perseroan memiliki kapasitas produksi Re-PSF di Tangerang, Karanganyar, Mojokerto, dan
        Medan. Total kapasitas tahunan berdasarkan kapasitas fasilitas yang diungkapkan dalam
        Laporan Tahunan 2024 adalah sekitar 49.200 ton per tahun. Keberadaan fasilitas di sejumlah
        wilayah memberikan keuntungan dalam memperoleh bahan baku dan melayani pasar di
        berbagai wilayah Indonesia.

        Grafik 10      Kontribusi Pendapatan Berdasarkan Segmen Usaha (Ton)
         60.000
                                                                                        49.200
         50.000

         40.000

         30.000

         20.000
                      14.400         14.400             14.400

         10.000                                                             6.000

             0
                     Tangerang     Karanganyar         Mojokerto         Medan           Total

        Sumber: Laporan Tahunan PT Inocycle Technology Group Tbk tahun 2024.




Halaman 34                                                       00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 36
       7) Peluang Industri

        Prospek industri daur ulang PET dan serat poliester didukung oleh beberapa faktor utama,
        yaitu:
        • Tingginya potensi pasokan sampah plastik PET dari konsumsi kemasan minuman dan
            produk rumah tangga.
        • Meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan, pengurangan sampah plastik, dan
            ekonomi sirkular.
        • Berkembangnya kebutuhan recycled content dari pelanggan industri, merek global, dan
            pasar ekspor.
        • Pertumbuhan industri manufaktur nasional yang mendukung kebutuhan bahan baku tekstil,
            non-woven, otomotif, furnitur, konstruksi, dan homeware.
        • Diversifikasi penggunaan Re-PSF pada sektor selain tekstil, seperti geotekstil, padding, filter,
            otomotif, dan produk rumah tangga.
        • Adanya kebijakan pemerintah terkait pengurangan sampah dan tanggung jawab
            produsen.

       8) Risiko dan Tantangan Industri

        Walaupun memiliki prospek pertumbuhan yang positif, industri daur ulang PET juga
        menghadapi sejumlah risiko dan tantangan, antara lain:

        Tabel 12. Tabel Risiko dan Tantangannya
                    Risiko/Tantangan                        Dampak terhadap Industri
         Ketersediaan bahan baku PET            Gangguan pasokan dan peningkatan biaya
                                                bahan baku
         Fluktuasi harga botol PET bekas        Tekanan terhadap margin produksi
         Persaingan memperoleh PET flakes       Peningkatan harga dan risiko ketidakstabilan
                                                pasokan
         Harga virgin polyester                 Menurunkan daya saing harga recycled polyester
         Kualitas dan kontaminasi bahan baku Meningkatkan biaya pemrosesan dan risiko
                                                penurunan kualitas produk
         Permintaan industri tekstil dan non-   Mempengaruhi volume penjualan produk utama
         woven
         Persyaratan sertifikasi internasional  Memerlukan investasi pada traceability, quality
                                                control, dan kepatuhan
         Biaya energi dan logistik              Mempengaruhi biaya produksi dan distribusi

        Perseroan sendiri telah mengidentifikasi risiko terkait pasokan dan kenaikan harga bahan baku
        PET, termasuk risiko ketersediaan, konsistensi kualitas, fluktuasi harga, serta ketepatan waktu
        pemenuhan pesanan. Perseroan merespons risiko tersebut melalui perluasan jaringan dan
        fasilitas produksi di sejumlah wilayah, kerja sama pengadaan PET flakes, serta kerja sama
        dengan pihak pengelola sampah plastik.

     c. Keuntungan dan kerugian atas Rencana Transaksi

        Keuntungan Rencana Transaksi:
        Rencana Transaksi berupa penjualan aset tetap tanah milik INOV kepada URECEL memiliki
        beberapa manfaat bagi Perseroan, antara lain sebagai berikut:




Halaman 35                                                      00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 37
          •   Rencana Transaksi mendukung reorganisasi dan optimalisasi portofolio aset Perseroan
              melalui pelepasan tanah yang berlokasi di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo,
              Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, dengan luas keseluruhan 4.300 m².
          •   Aset yang menjadi objek transaksi merupakan aset non-operasional yang tidak
              digunakan secara langsung dalam kegiatan usaha utama Perseroan. Oleh karena itu,
              pengalihan aset kepada URECEL diharapkan dapat mendukung pemanfaatan aset secara
              lebih optimal dalam kelompok usaha.
          •   Perseroan memperoleh penerimaan dari penjualan aset sebesar Rp3.000.000.000,- (tiga
              miliar rupiah) di luar Pajak Pertambahan Nilai, yang dapat digunakan sesuai kebutuhan
              dan strategi Perseroan, termasuk untuk memperkuat likuiditas, mendukung modal kerja,
              kegiatan operasional, pengelolaan kewajiban, dan/atau pengembangan usaha.
          •   Rencana Transaksi meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan melalui konversi aset
              tetap menjadi kas, sehingga Perseroan dapat mengalokasikan dana pada kebutuhan
              yang lebih produktif dan sejalan dengan strategi bisnis Perseroan.
          •   Pelepasan aset juga mengurangi beban pengelolaan dan kepemilikan aset yang harus
              ditanggung Perseroan, termasuk biaya pemeliharaan, asuransi, Pajak Bumi dan
              Bangunan, pengamanan, dan administrasi aset.
          •   Pelaksanaan transaksi dengan URECEL diharapkan mendukung efisiensi proses
              koordinasi, penelaahan kondisi aset, dan penyelesaian pengalihan aset, karena URECEL
              telah memahami kondisi serta rencana pemanfaatan aset tersebut. Pelaksanaan transaksi
              tetap dilakukan dengan memperhatikan prinsip kewajaran, transparansi, dan ketentuan
              pasar modal yang berlaku.

         Kerugian Rencana Transaksi:
          • Rencana transaksi tidak memberikan kerugian kepada Perseroan, hal ini dapat tercermin
             dalam laba bersih secara kumulatif sepanjang masa proyeksi.

3.4   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

      Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas Rencana Transaksi, sebagai berikut:

      a. Kinerja keuangan Historis Perseroan

         Tabel 13. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                                Des          Des          Des           Des     Des
                    URAIAN         SATUAN
                                               2021         2022          2023          2024    2025
          Aset Lancar              Rp Juta   360.299       437.008      449.541     409.013    366.037
          Aset Tetap               Rp Juta   530.432       562.564      548.586     617.356    613.540
          Total Aset               Rp Juta   890.732       999.572      998.127    1.026.369   979.576
          Liabilitas Lancar        Rp Juta   426.643       593.908      674.131     685.381    637.907
          Liabilitas Jk. Panjang   Rp Juta   129.368       112.505       59.184     27.918     20.073
          Total Liabilitas         Rp Juta   556.010       706.413      733.315     713.299    657.979
          Ekuitas                  Rp Juta   334.721       293.159      264.812     313.069    321.597
          Total Ekuitas & Liabilitas Rp Juta 890.732       999.572      998.127    1.026.369   979.576
         Sumber : Laporan Keuangan Audit Perseroan


         Jumlah Aset

         Total aset Perseroan meningkat dari Rp890.732 juta pada tahun 2021 menjadi Rp979.576
         juta pada tahun 2025 atau bertumbuh sekitar 2,4% per tahun (CAGR). Total aset mencapai


Halaman 36                                                      00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 38
        posisi tertinggi pada tahun 2024 sebesar Rp1.026.369 juta, sebelum sedikit menurun pada
        tahun 2025 terutama akibat penurunan aset lancar. Secara umum, posisi aset Perseroan masih
        mencerminkan kapasitas operasional yang stabil.

        Aset Lancar

        Aset lancar meningkat dari Rp360.299 juta pada tahun 2021 menjadi Rp449.541 juta pada
        tahun 2023, kemudian menurun menjadi Rp366.037 juta pada tahun 2025. Penurunan
        tersebut terutama dipengaruhi oleh perubahan saldo kas, piutang usaha, dan aset lancar
        lainnya sebagai bagian dari pengelolaan modal kerja. Meskipun demikian, nilai aset lancar
        pada tahun 2025 masih berada di atas posisi tahun 2021, sehingga menunjukkan
        kemampuan Perseroan dalam menjaga likuiditas operasional.

        Aset Tidak Lancar

        Aset tidak lancar, yang sebagian besar terdiri dari aset tetap, investasi, dan aset jangka
        panjang lainnya, mengalami peningkatan dari Rp530.432 juta pada tahun 2021 menjadi
        Rp613.540 juta pada tahun 2025 atau meningkat sekitar 15,7% selama periode tersebut. Hal
        ini menunjukkan Perseroan tetap mempertahankan kapasitas aset produktif untuk mendukung
        kegiatan usaha utamanya.

        Total Liabilitas

        Total liabilitas meningkat dari Rp556.010 juta pada tahun 2021 menjadi Rp733.315 juta pada
        tahun 2023, kemudian menurun menjadi Rp657.979 juta pada tahun 2025. Penurunan
        tersebut terutama berasal dari berkurangnya liabilitas jangka panjang yang turun secara
        signifikan dari Rp129.368 juta pada tahun 2021 menjadi Rp20.073 juta pada tahun 2025.
        Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan struktur permodalan Perseroan melalui penurunan
        beban utang jangka panjang.

        Ekuitas

        Ekuitas Perseroan sempat mengalami penurunan dari Rp334.721 juta pada tahun 2021
        menjadi Rp264.812 juta pada tahun 2023. Namun demikian, pada tahun 2024 dan 2025
        ekuitas kembali meningkat menjadi Rp313.069 juta dan Rp321.597 juta. Peningkatan tersebut
        menunjukkan adanya perbaikan kondisi keuangan Perseroan yang didukung oleh
        membaiknya kinerja usaha dan penguatan struktur permodalan.

        Secara keseluruhan, kinerja historis Perseroan menunjukkan bahwa kondisi keuangan INOV
        relatif stabil dengan struktur aset yang terjaga, penurunan liabilitas jangka panjang, serta tren
        pemulihan ekuitas dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut memberikan dasar yang
        memadai bagi Perseroan untuk melaksanakan Rencana Transaksi penjualan aset tanpa
        menimbulkan dampak yang signifikan terhadap keberlangsungan kegiatan usaha maupun
        posisi keuangan Perseroan.

        Tabel 14. Laporan Laba Rugi Perseroan
                                                  Des         Des        Des         Des         Des
                  URAIAN            SATUAN
                                                 2021        2022        2023       2024        2025
         Pendapatan                 Rp Juta    633.300     691.532     600.210     629.023     682.496
         Beban Pokok Pendapatan     Rp Juta    499.526     557.544     489.641     527.985     538.418



Halaman 37                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 39
                                                 Des        Des         Des         Des         Des
                 URAIAN            SATUAN
                                                2021       2022        2023         2024        2025
         Laba (Rugi) Kotor          Rp Juta    133.774    133.988     110.570      101.038     144.077
         Laba (Rugi) Usaha          Rp Juta    50.107     (11.652)    20.923       77.242      31.297
         Laba (Rugi) Bersih        Rp Juta      27.323    (36.392)    (27.557)     48.331       9.513
        Sumber : Laporan Keuangan Audit Perseroan


        Pendapatan

        Pendapatan Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
        2025 menunjukkan tren yang berfluktuasi. Pendapatan meningkat dari Rp633.300 juta pada
        tahun 2021 menjadi Rp691.532 juta pada tahun 2022, kemudian menurun menjadi
        Rp600.210 juta pada tahun 2023 seiring dengan kondisi industri dan permintaan pasar. Pada
        tahun 2024 dan 2025, pendapatan kembali meningkat menjadi masing-masing Rp629.023
        juta dan Rp682.496 juta. Hal tersebut menunjukkan adanya pemulihan aktivitas usaha
        Perseroan setelah mengalami penurunan pada tahun 2023.

        Laba Kotor

        Laba kotor Perseroan juga mengalami fluktuasi selama periode analisis. Laba kotor relatif
        stabil pada tahun 2021 dan 2022 masing-masing sebesar Rp133.774 juta dan Rp133.988
        juta, kemudian menurun menjadi Rp110.570 juta pada tahun 2023 dan Rp101.038 juta pada
        tahun 2024. Pada tahun 2025, laba kotor meningkat signifikan menjadi Rp144.077 juta, yang
        menunjukkan adanya perbaikan margin usaha melalui peningkatan penjualan dan
        pengelolaan beban pokok pendapatan yang lebih efisien.

        Laba (Rugi) Usaha

        Laba usaha Perseroan berfluktuasi sepanjang periode 2021–2025. Perseroan membukukan
        laba usaha sebesar Rp50.107 juta pada tahun 2021, kemudian mengalami rugi usaha sebesar
        Rp11.652 juta pada tahun 2022. Pada tahun 2023 Perseroan kembali mencatat laba usaha
        sebesar Rp20.923 juta, meningkat menjadi Rp77.242 juta pada tahun 2024, sebelum kembali
        menurun menjadi Rp31.297 juta pada tahun 2025. Meskipun mengalami fluktuasi, Perseroan
        tetap mampu mempertahankan posisi laba usaha dalam tiga tahun terakhir.

        Laba (Rugi) Bersih

        Laba bersih Perseroan juga menunjukkan pola yang fluktuatif. Pada tahun 2021 Perseroan
        membukukan laba bersih sebesar Rp27.323 juta, kemudian mengalami rugi bersih pada
        tahun 2022 dan 2023 masing-masing sebesar Rp36.392 juta dan Rp27.557 juta. Kondisi
        tersebut berhasil dipulihkan pada tahun 2024 dengan membukukan laba bersih sebesar
        Rp48.331 juta. Selanjutnya pada tahun 2025 Perseroan tetap mencatat laba bersih sebesar
        Rp9.513 juta, meskipun lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

        Tabel 15. Laporan Arus Kas Perseroan
                                                Des          Des          Des         Des        Des
                  URAIAN           SATUAN
                                                2021        2022          2023       2024       2025
         Arus Kas Operasional       Rp Juta    18.650       (1.108)      9.199      (3.969)    47.497
         Arus Kas Investasi         Rp Juta   (129.872)    (45.975)     (41.674)     3.591     (17.738)
         Arus Kas Pendanaan         Rp Juta    58.690       65.665       67.983     (41.578)   (41.941)



Halaman 38                                                    00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 40
                                                 Des          Des          Des        Des        Des
                   URAIAN           SATUAN
                                                2021          2022        2023       2024       2025
         Kenaikan (Penurunan) Kas    Rp Juta   (52.532)      18.583       35.509    (41.956)   (12.182)
         Saldo Awal Kas              Rp Juta   115.462       62.564       81.096    116.604    74.644
         Saldo Akhir Kas           Rp Juta     62.564        81.096      116.604    74.644     62.763
        Sumber : Laporan Keuangan Audit Perseroan


        Berikut adalah macam-macam arus kas Perseroan berdasarkan data historis laporan
        keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 :

        ▪ Arus kas bersih dari aktivitas operasional berfluktuasi selama periode analisis, yaitu sebesar
          Rp18.650 juta pada tahun 2021, negatif Rp1.108 juta pada tahun 2022, Rp9.199 juta
          pada tahun 2023, negatif Rp3.969 juta pada tahun 2024, dan meningkat signifikan
          menjadi Rp47.497 juta pada tahun 2025. Peningkatan arus kas operasi pada tahun 2025
          mencerminkan membaiknya kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas dari
          kegiatan usaha utamanya, sejalan dengan peningkatan laba kotor dan efisiensi
          pengelolaan modal kerja.

        ▪ Arus kas dari aktivitas investasi pada umumnya menunjukkan nilai negatif yang
          mengindikasikan adanya pengeluaran kas untuk investasi dan pengembangan aset
          produktif Perseroan. Arus kas investasi tercatat sebesar negatif Rp129.872 juta pada tahun
          2021, kemudian menurun menjadi negatif Rp45.975 juta pada tahun 2022 dan negatif
          Rp41.674 juta pada tahun 2023. Pada tahun 2024 Perseroan membukukan arus kas
          investasi positif sebesar Rp3.591 juta, yang mengindikasikan adanya penerimaan dari
          pelepasan aset atau investasi. Selanjutnya pada tahun 2025 arus kas investasi kembali
          negatif sebesar Rp17.738 juta, yang menunjukkan Perseroan tetap melakukan investasi
          untuk mendukung kegiatan usahanya.

        ▪ Arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Pada
          periode 2021 hingga 2023 Perseroan mencatat arus kas pendanaan positif masing-masing
          sebesar Rp58.690 juta, Rp65.665 juta, dan Rp67.983 juta, yang menunjukkan adanya
          tambahan pendanaan dari pinjaman maupun sumber pendanaan lainnya. Sebaliknya,
          pada tahun 2024 dan 2025 arus kas pendanaan menjadi negatif masing-masing sebesar
          Rp41.578 juta dan Rp41.941 juta, yang mengindikasikan Perseroan lebih banyak
          melakukan pembayaran kewajiban pinjaman atau aktivitas pendanaan lainnya
          dibandingkan memperoleh pendanaan baru.

      Analisis Laporan Keuangan Perseroan

      Untuk selanjutnya tinjauan terhadap kinerja keuangan Perusahaan dilakukan berdasarkan
      analisis terhadap laporan keuangan Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis
      analisis sebagai berikut:

       a. Commonsize statement analysis

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perseroan dengan menggunakan metode Common Size Statement Analysis:



Halaman 39                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 41
             Tabel 16. Analisis Commonsize Statement– Laporan Posisi Keuangan
                                                        Des       Des       Des       Des       Des
                        URAIAN             SATUAN
                                                       2021      2022      2023      2024       2025
              Aset Lancar                  Rp Juta    40,45%    43,72%    45,04%    39,85%     37,37%
              Aset Tetap                   Rp Juta    59,55%    56,28%    54,96%    60,15%     62,63%
              Total Aset                   Rp Juta    100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%
              Liabilitas Lancar            Rp Juta    47,90%    59,42%    67,54%    66,78%     65,12%
              Liabilitas Jk. Panjang       Rp Juta    14,52%    11,26%     5,93%     2,72%     2,05%
              Total Liabilitas             Rp Juta    62,42%    70,67%    73,47%    69,50%     67,17%
              Ekuitas                      Rp Juta    37,58%    29,33%    26,53%    30,50%     32,83%
              Total Ekuitas & Liabilitas   Rp Juta    100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%


             Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
             statement selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, struktur
             aset Perseroan didominasi oleh aset tetap (aset tidak lancar). Proporsi aset tetap terhadap
             total aset berada pada kisaran 54,96%-62,63%, sedangkan proporsi aset lancar berkisar
             antara 37,37%-45,04%. Pada tahun 2025, aset tetap mencapai 62,63% dari total aset,
             sementara aset lancar sebesar 37,37%. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar
             sumber daya Perseroan ditempatkan pada aset produktif yang mendukung kegiatan
             operasional di bidang manufaktur dan daur ulang plastik.

             Dari sisi struktur pendanaan, proporsi total liabilitas terhadap total aset mengalami
             peningkatan dari 62,42% pada tahun 2021 menjadi 73,47% pada tahun 2023, kemudian
             menurun menjadi 67,17% pada tahun 2025. Penurunan tersebut terutama didorong oleh
             berkurangnya liabilitas jangka panjang yang turun secara konsisten dari 14,52% pada
             tahun 2021 menjadi hanya 2,05% pada tahun 2025. Hal ini mencerminkan upaya
             Perseroan dalam memperbaiki struktur permodalan melalui penurunan kewajiban jangka
             panjang.

             Sementara itu, proporsi ekuitas terhadap total aset sempat menurun dari 37,58% pada
             tahun 2021 menjadi 26,53% pada tahun 2023 sebagai dampak dari rugi bersih yang
             dialami Perseroan. Namun, pada tahun 2024 dan 2025 proporsi ekuitas kembali
             meningkat menjadi 30,50% dan 32,83%, sejalan dengan kembalinya Perseroan
             membukukan laba dan meningkatnya saldo laba ditahan. Peningkatan tersebut
             menunjukkan adanya penguatan struktur permodalan Perseroan.

             Secara keseluruhan, analisis common size menunjukkan bahwa struktur keuangan
             Perseroan relatif sehat dengan komposisi aset yang didominasi aset produktif, tren
             penurunan liabilitas jangka panjang, serta pemulihan proporsi ekuitas dalam dua tahun
             terakhir. Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga
             keseimbangan antara aset, liabilitas, dan ekuitas, sehingga memberikan dasar keuangan
             yang memadai dalam melaksanakan Rencana Transaksi penjualan aset tanpa
             mempengaruhi keberlangsungan kegiatan usaha Perseroan secara signifikan.

             Tabel 17. Analisis Commonsize Statement– Laporan Laba (rugi)
                                                        Des       Des       Des       Des       Des
                        URAIAN             SATUAN
                                                        2021     2022      2023      2024       2025
              Pendapatan                    Rp Juta   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%
              Beban Pokok Pendapatan        Rp Juta    78,88%   80,62%    81,58%    83,94%     78,89%



Halaman 40                                                        00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 42
                                                             Des             Des       Des       Des      Des
                       URAIAN                SATUAN
                                                            2021            2022      2023      2024      2025
              Laba (Rugi) Kotor                 Rp Juta     21,12%      19,38%       18,42%    16,06%    21,11%
              Laba (Rugi) Usaha                 Rp Juta     7,91%       -1,68%        3,49%    12,28%    4,59%
              Laba (Rugi) Bersih                Rp Juta     4,31%       -5,26%       -4,59%     7,68%    1,39%


             Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi Perusahaan dapat diketahui bahwa rata-
             rata proporsi antara laba (rugi) kotor, laba (rugi) usaha dan laba (rugi) bersih terhadap
             total aset secara berturut-turut selama periode pengukuran adalah sebesar 19,22%; 5,32%;
             dan 0,71%.

      Analisis Rasio

      Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan
      yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari laporan posisi keuangan
      dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel
      berbagai macam rasio keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perseroan.

      Tabel 18. Rasio Keuangan Perseroan
                                                    Des               Des             Des       Des       Des
                RASIO KEUANGAN
                                                   2021              2022            2023       2024      2025
       Rasio Aktivitas (x)
       Rasio perputaran piutang                      27               29               34        24        20
       Rasio perputaran persediaan                  105               116              98        92        91
       Rasio perputaran utang usaha                  16               39               9         12        15
       Rasio Likuiditas (x)
       Rasio lancar                                 0,84              0,74            0,67      0,60      0,57
       Rasio cepat                                  0,51              0,44            0,47      0,40      0,36
       Rasio kas                                    0,15              0,14            0,17      0,11      0,10
       Rasio Profitabilitas (%)
       Rasio laba atas aset                        3,07%             -3,64%          -2,76%    4,71%     0,97%
       Rasio laba atas ekuitas                     8,16%            -12,41%         -10,41%    15,44%    2,96%
       Rasio Solvabilitas (%)
       Rasio total Liabilitas / total aset        62,42%             70,67%         73,47%     69,50%    67,17%
       Rasio total Liabilitas / total ekuitas     166,11%           240,97%         276,92%   227,84%   204,60%


      Rasio Likuiditas

      Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
      mana kemampuan Perserpan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
      keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:

      1. Rasio Lancar (current ratio)

             Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan hutang lancar. Rasio ini
             bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar perusahaan dapat
             menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum semakin tinggi rasio lancar
             maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar Perseroan mengalami tren kenaikan, pada
             periode 31 Desember 2025 rasio lancar Perusahaan tercatat sebesar 0,57 kali.



Halaman 41                                                                   00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 43
      2. Rasio Cepat (quick ratio)

             Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun
             sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh aset
             lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap
             kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat Perseroan juga
             menunjukkan tren yang sama dengan rasio lancar dimana pada periode 31 Desember
             2025 rasio lancar Perusahaan tercatat sebesar 0,36 kali.

      3. Rasio Kas (cash ratio)

             Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar. Rasio kas
             Perusahaan pada periode 31 Desember 2025 sebesar 0,10 kali.

      Rasio Profitabilitas

      Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
      laba. Beberapa rasio Perseroan yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah:

      1. Rasio laba atas aset (return on asset)

             Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan dapat
             menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perusahaan pada periode 31 Desember 2025
             adalah sebesar 0,97% yang menurun dari periode sebelumnya sebesar 4,71%, dimana hal
             ini mengindikasikan bahwa ada penurunan laba bersih pada periode 31 Desember 2025.

      2. Rasio laba atas ekuitas (return on equity)

             Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau keuntungan yang
             diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat rasio laba atas ekuitas
             Perseroan pada periode 31 Desember 2025 sebagaimana tercantum dalam tabel rasio
             keuangan Perseron diatas adalah sebesar 2,96% yang menurun signifikan dibandingkan
             periode sebelumnya yakni 15,44%.

      Rasio Solvabilitas

      Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
      perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam
      kategori ini.

      1. Rasio total liabilitas terhadap total aset

             Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset Perseroan.
             Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan Perseroan. Adapun tingkat
             rasio liabilitas terhadap total aset Perseroan periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
             67,17%.

      2. Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas

             Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas atau modal
             perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah ekuitas.


Halaman 42                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 44
             Berdasarkan tabel rasio keuangan Perusahaan diatas dapat dilihat bahwa rasio liabilitas
             terhadap ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 204,60%.

     b. Analisis dampak keuangan Perseroan dari Rencana Transaksi (Proforma)

        Sehubungan dengan rencana transaksi serta mengacu pada informasi keuangan proforma
        Perseroan untuk periode 31 Desember 2025, maka dampak Rencana Transaksi dapat
        disajikan sebagai berikut:

        Tabel 19. Laporan Laba Rugi Komprehensif Proforma Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                  31 Desember 2025
                        URAIAN
                                                 Nilai Buku       Penyesuaian              Saldo Proforma
         Pendapatan                              682.496                (0)                   682.496
         Beban pokok pendapatan                  538.418                (0)                   538.418
         Laba Kotor                              144.077                (0)                   144.077


         Beban usaha                              95.162                (0)                   95.162
         Pendapatan Lain-lain                      3.263             1.630                     4.893
         Beban Lain-lain                          20.883                   0                  20.883
         Total beban operasional                 112.781             (1.630)                  111.151


         Laba (Rugi) Usaha                        31.297             1.630                    32.926


         Beban Keuangan                          (44.825)               (0)                   (44.825)
         Bagian Laba dari Entitas Asosiasi        20.028                   0                  20.028
         Total beban lainnya                     (24.797)                  0                  (24.797)


         Laba sebelum pajak                        6.500             1.630                     8.130


         Manfaat (beban) pajak tangguhan           3.013                   0                   3.013


         Laba bersih                               9.513             1.630                    11.143


         Pendapatan komprehensif lain              (985)                (0)                    (985)


         Laba Komprehensif tahun berjalan          8.528             1.630                    10.157
        Sumber : Laporan Proforma Perseroan


        Tabel 20. Laporan Posisi Keuangan Proforma Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                               31 Desember 2025
                                URAIAN
                                                              Nilai Buku        Penyesuaian   Saldo Proforma
         ASET


         Kas dan Setara Kas                                    62.763              3.330          66.093
         Piutang Usaha Pihak Berelasi                         100.167                -            100.167
         Piutang Usaha Pihak Ketiga                            38.267                -            38.267
         Aset Keuangan Lancar Pihak Berelasi                    8.802                -             8.802


Halaman 43                                                      00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 45
                                                                         31 Desember 2025
                                URAIAN
                                                            Nilai Buku    Penyesuaian   Saldo Proforma
         Aset Keuangan Lancar Pihak Ketiga                    1.307            -             1.307
         Persediaan                                         134.036            -            134.036
         Biaya Dibayar Dimuka                                 1.907            -             1.907
         Pajak Dibayar Dimuka                                 7.009            -             7.009
         Uang Muka                                            6.763            -             6.763
         Dana Dibatasi Penggunaannya                          5.017            -             5.017
         Jumlah Aset Lancar                                 366.037          3.330          369.367


         Investasi pada Entitas Asosiasi                     41.705            -            41.705
         Aset Pajak Tangguhan                                29.859            -            29.859
         Aset Tetap                                         423.181         (1.370)         421.810
         Aset Takberwujud                                       -              -               -
         Properti Investasi                                     -              -               -
         Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha                   105.221            -            105.221
         Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                  13.574            -            13.574
         Jumlah Aset Tidak Lancar                           613.540         (1.370)         612.169


         TOTAL ASSET                                        979.576          1.960          981.536


         LIABILITAS DAN EKUITAS


         Utang Bank Jangka Pendek                           543.029            -            543.029
         Utang Usaha Pihak Berelasi                           3.055            -             3.055
         Utang Usaha Pihak Ketiga                            21.837            -            21.837
         Utang Pajak                                          3.584          330             3.914
         Beban Akrual                                         2.959            -             2.959
         Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek               9.909            -             9.909
         Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya           41.833            -            41.833
         Liabilitas Sewa                                      3.836            -             3.836
         Utang Bank dan Pinjaman Jangka Panjang Lain-Lain     7.864            -             7.864
         Total Liabilitas Jangka Pendek                     637.907          330            638.237


         Liabilitas Sewa                                      7.672            -             7.672
         Utang Bank                                           5.831            -             5.831
         Liabilitas Pajak Tangguhan                             -              -               -
         Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                       6.570            -             6.570
         Total liabilitias jangka panjang                    20.073            -            20.073


         Total Liabilitas                                   657.979          330            658.309


         Modal Saham                                        180.822            -            180.822
         Selisih Kurs atas Modal Disetor                     (7.087)           -            (7.087)
         Tambahan Modal Disetor                              81.670            -            81.670



Halaman 44                                                    00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 46
                                                                       31 Desember 2025
                             URAIAN
                                                          Nilai Buku    Penyesuaian   Saldo Proforma
         Komponen Ekuitas Lainnya                           2.396            -             2.396
         Saldo Laba Ditentukan                             13.411            -            13.411
         Saldo Laba Belum Ditentukan                       50.384          1.630          52.014
         Ekuitas                                          321.597          1.630          323.227


         TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                     979.576          1.960          981.536
        Sumber : Laporan Proforma Perseroan


        Berdasarkan laporan keuangan proforma per 31 Desember 2025, dampak Rencana Transaksi
        terhadap kinerja dan posisi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:

        1. Rencana Transaksi tidak memengaruhi pendapatan maupun beban pokok pendapatan
           Perseroan. Pendapatan tetap sebesar Rp682.496 juta dan laba kotor tetap sebesar
           Rp144.077 juta, dengan marjin laba kotor sekitar 21,11%. Penyesuaian proforma
           seluruhnya berasal dari peningkatan pendapatan lain-lain sebesar Rp1.630 juta, dari
           Rp3.263 juta menjadi Rp4.893 juta. Dengan demikian, tidak terdapat perubahan pada
           kegiatan operasional utama Perseroan, melainkan peningkatan laba yang berasal dari
           pos non-operasional/lain-lain.
        2. Beban usaha tetap sebesar Rp95.162 juta dan beban lain-lain tetap sebesar Rp20.883
           juta. Namun, karena pendapatan lain-lain meningkat Rp1.630 juta, total beban
           operasional secara neto turun dari Rp112.781 juta menjadi Rp111.151 juta. Sejalan
           dengan hal tersebut, laba usaha meningkat sebesar Rp1.630 juta, dari Rp31.297 juta
           menjadi Rp32.926 juta. Marjin laba usaha meningkat dari sekitar 4,59% menjadi 4,82%.
        3. Setelah memperhitungkan pos-pos tersebut, laba sebelum pajak meningkat dari Rp6.500
           juta menjadi Rp8.130 juta, atau naik sekitar 25,1%. Laba bersih tahun berjalan meningkat
           dari Rp9.513 juta menjadi Rp11.143 juta, atau naik sekitar 17,1%. Marjin laba bersih
           meningkat dari sekitar 1,39% menjadi 1,63%. Pendapatan komprehensif lain tidak
           berubah sebesar negatif Rp985 juta, sehingga laba komprehensif tahun berjalan
           meningkat dari Rp8.528 juta menjadi Rp10.157 juta.
        4. Berdasarkan laporan posisi keuangan proforma, total aset meningkat sebesar Rp1.960
           juta atau sekitar 0,20%, dari Rp979.576 juta menjadi Rp981.536 juta. Kenaikan tersebut
           terutama didukung oleh peningkatan aset lancar sebesar Rp3.330 juta, khususnya kas
           dan setara kas, yang mencerminkan penerimaan kas bersih dari pelaksanaan Rencana
           Transaksi.
        5. Di sisi lain, aset tidak lancar menurun sebesar Rp1.370 juta, terutama akibat
           berkurangnya aset tetap sebagai konsekuensi pelepasan aset yang menjadi objek
           Rencana Transaksi. Dengan demikian, peningkatan total aset terutama berasal dari
           perubahan komposisi aset dari aset tetap menjadi kas dan/atau aset lancar.
        6. Total liabilitas dan ekuitas meningkat sebesar Rp1.960 juta, dari Rp979.576 juta menjadi
           Rp981.536 juta, sejalan dengan peningkatan total aset. Kenaikan liabilitas terutama
           berasal dari tambahan utang pajak sebesar Rp330 juta sebagai dampak perpajakan atas
           transaksi, sementara tidak terdapat perubahan material pada liabilitas jangka panjang.
        7. Ekuitas meningkat sebesar Rp1.630 juta, dari Rp321.597 juta menjadi Rp323.227 juta,
           terutama karena peningkatan saldo laba sebagai akibat dari kenaikan laba bersih
           proforma.
        8. Secara keseluruhan, Rencana Transaksi memberikan dampak positif terhadap laba bersih
           dan ekuitas Perseroan serta meningkatkan likuiditas melalui tambahan kas. Namun,
           dampak terhadap total aset dan struktur permodalan relatif tidak material, mengingat


Halaman 45                                                  00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 47
             kenaikan total aset hanya sebesar Rp1.960 juta atau sekitar 0,20%. Selain itu,
             peningkatan laba terutama berasal dari penyesuaian akun lain-lain dan pelepasan aset,
             bukan dari peningkatan pendapatan operasional, sehingga manfaatnya cenderung
             bersifat satu kali (non-recurring) dan tidak mencerminkan peningkatan kinerja
             operasional berkelanjutan.

     c. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Pihak Manajemen Pemberi Tugas

        Proyeksi keuangan yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini mengacu pada proyeksi
        keuangan / rencana usaha (business plan) yang dibuat oleh manajemen Perseroan. Lebih
        lanjut, manajemen Perseroan telah memberikan proyeksi keuangan untuk skenario tanpa
        Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah proyeksi keuangan
        Perseroan untuk kedua skenario usaha tersebut.

        Tabel 21. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi (Rp Juta)
                                                Des         Des          Des          Des          Des
                        URAIAN
                                                2026        2027         2028         2029         2030
         POSISI KEUANGAN
         Kas dan Setara Kas                     37.014      54.278       84.139      131.422      192.343
         Piutang Usaha Pihak Berelasi          106.116     116.992      128.984      142.205      156.781
         Piutang Usaha Pihak Ketiga             55.684      61.392       67.685       74.623       82.271
         Aset Keuangan Lancar Pihak Berelasi     8.802       8.802        8.802        8.802        8.802
         Aset Keuangan Lancar Pihak Ketiga       1.307       1.307        1.307        1.307        1.307
         Persediaan                            157.778     173.951      191.781      211.438      233.111
         Biaya Dibayar Dimuka                    1.907       1.907        1.907        1.907        1.907
         Pajak Dibayar Dimuka                    7.009       7.009        7.009        7.009        7.009
         Uang Muka                               6.763       6.763        6.763        6.763        6.763
         Dana Dibatasi Penggunaannya             4.976       4.976        4.976        4.976        4.976
         Total Aset Lancar                     387.356     437.378      503.353      590.452      695.271
         Investasi pada Entitas Asosiasi        41.705      41.705       41.705       41.705       41.705
         Aset Pajak Tangguhan                   29.859      29.859       29.859       29.859       29.859
         Aset Tetap                            395.623     368.064      340.506      312.948      285.389
         Aset Takberwujud                              -           -            -            -            -
         Properti Investasi                            -           -            -            -            -
         Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha      105.221     105.221      105.221      105.221      105.221
         Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya     13.574      13.574       13.574       13.574       13.574
         Total Aset Tidak Lancar               585.981     558.423      530.865      503.307      475.748
         Total Aset                            973.338     995.801     1.034.218    1.093.759    1.171.019
         Liabilitas Jk. Pendek                 626.289     622.091      625.109      628.437      632.106
         Liabilitas Jk. Panjang                 13.303      12.269        6.570        6.570        6.570
         Ekuitas                               333.746     361.441      402.539      458.751      532.343
         Total Liabilitas & Ekuitas            973.338     995.801     1.034.218    1.093.759    1.171.019


         LABA RUGI
         Pendapatan                            715.438     788.771      869.620      958.756     1.057.028
         Laba (Rugi) Kotor                     138.363     155.393      174.169      194.869      217.691
         Laba (Rugi) Usaha                      53.452      72.851       89.654      109.032      131.312



Halaman 46                                                        00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 48
                                                 Des         Des          Des          Des            Des
                        URAIAN
                                                2026        2027          2028         2029           2030
         Laba (Rugi) Bersih                     13.134      28.680        42.083       57.198         74.577


         ARUS KAS
         Arus Kas Operasi                        4.414      35.234        45.560       57.283         70.921
         Arus Kas Investasi                    (10.000)    (10.000)      (10.000)     (10.000)       (10.000)
         Arus Kas Pendanaan                    (20.204)     (7.970)       (5.699)             (0)            -
         Kenaikan Bersih Kas                   (25.790)     17.264        29.861       47.283         60.921


        Tabel 22. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi
                                                 Des         Des          Des          Des            Des
                        URAIAN
                                                2026        2027          2028         2029           2030
         POSISI KEUANGAN
         Kas dan Setara Kas                     41.615      58.879        88.741      136.023        196.945
         Piutang Usaha Pihak Berelasi          106.116     116.992       128.984      142.205        156.781
         Piutang Usaha Pihak Ketiga             55.684      61.392        67.685       74.623         82.271
         Aset Keuangan Lancar Pihak Berelasi     8.802       8.802         8.802        8.802          8.802
         Aset Keuangan Lancar Pihak Ketiga       1.307       1.307         1.307        1.307          1.307
         Persediaan                            157.778     173.951       191.781      211.438        233.111
         Biaya Dibayar Dimuka                    1.907       1.907         1.907        1.907          1.907
         Pajak Dibayar Dimuka                    7.009       7.009         7.009        7.009          7.009
         Uang Muka                               6.763       6.763         6.763        6.763          6.763
         Dana Dibatasi Penggunaannya             3.346       3.346         3.346        3.346          3.346
         Total Aset Lancar                     390.328     440.349       506.325      593.423        698.242
         Investasi pada Entitas Asosiasi        41.705      41.705        41.705       41.705         41.705
         Aset Pajak Tangguhan                   29.859      29.859        29.859       29.859         29.859
         Aset Tetap                            394.252     366.694       339.136      311.577        284.019
         Aset Takberwujud                              -            -            -              -            -
         Properti Investasi                            -            -            -              -            -
         Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha      105.221     105.221       105.221      105.221        105.221
         Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya     13.574      13.574        13.574       13.574         13.574
         Total Aset Tidak Lancar               584.611     557.053       529.495      501.936        474.378
         Total Aset                            974.939     997.402      1.035.819    1.095.360      1.172.620
         Liabilitas Jk. Pendek                 626.619     622.421       625.439      628.767        632.436
         Liabilitas Jk. Panjang                 13.303      12.269         6.570        6.570          6.570
         Ekuitas                               335.017     362.712       403.810      460.023        533.614
         Total Liabilitas & Ekuitas            974.939     997.402      1.035.819    1.095.360      1.172.620


         LABA RUGI
         Pendapatan                            715.438     788.771       869.620      958.756       1.057.028
         Laba (Rugi) Kotor                     138.363     155.393       174.169      194.869        217.691
         Laba (Rugi) Usaha                      55.082      72.851        89.654      109.032        131.312
         Laba (Rugi) Bersih                     14.405      28.680        42.083       57.198         74.577


         ARUS KAS



Halaman 47                                                         00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 49
                                                     Des        Des         Des           Des             Des
                        URAIAN
                                                    2026       2027         2028         2029            2030
          Arus Kas Operasi                           5.686     35.234       45.560        57.283          70.921
          Arus Kas Investasi                        (6.670)   (10.000)     (10.000)     (10.000)         (10.000)
          Arus Kas Pendanaan                       (20.204)    (7.970)      (5.699)             (0)             -
          Kenaikan Bersih Kas                      (21.189)    17.264       29.861        47.283          60.921


3.5   Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi

      Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
      nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.

      a. Nilai Rencana Transaksi

         Berdasarkan Draft Perjanjian Jual Beli antara Perseroan dan pihak pembeli, Nilai Rencana
         Transaksi atas obyek transaksi berupa tanah adalah sebesar Rp3.000.000.000,- (Tiga Miliar
         Rupiah).

      b. Hasil Laporan Penilaian Aset Obyek Rencana Transaksi

         Berdasarkan dari Laporan Penilaian Aset diperoleh hasil penilaian sebagai berikut:

         Tabel 23. Hasil Penilaian Aset Obyek Rencana Transaksi
                                                                                         Indikasi Nilai Pasar
                               Deskripsi Aset                          Luas (m²)
                                                                                                 (Rp)
          SHGB No. 130                                                   541                     919.700.000
          SHGB No. 131                                                   377                          86.710.000
          SHGB No. 17                                                    3.382                  1.792.460.000
          Total Nilai Pasar                                              4.300                  2.798.870.000
          Pembulatan                                                                            2.798.900.000

      c. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

         Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai Pasar Aset Tetap
         Perseroan yang telah dinilai oleh Penilai Independen dengan Nilai Rencana Transaksi sebagai
         berikut:

         Tabel 24. Kewajaran Nilai Rencana Transaksi


                                          URAIAN                                      SATUAN           JUMLAH


          Nilai Pasar Aset Tetap Perseroan                                            Rp Juta           2.799
          Batas Atas (7,5%)                                                           Rp Juta           3.009
          Batas Bawah (7,5%)                                                          Rp Juta           2.589
          Nilai Rencana Transaksi                                                     Rp Juta           3.000
          Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar Aset Tetap               %               7,18%




Halaman 48                                                            00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 50
        Nilai pasar yang digunakan sebagai basis kewajaran adalah nilai pasar atas aset tetap
        Perseroan berupa tanah yang berlokasi di Dusun 1, Kelurahan Suwawal, Kecamatan Mlonggo,
        Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, sebagaimana disajikan dalam Laporan Penilaian
        Aset yang diterbitkan oleh Penilai Independen, dengan tanggal penilaian 29 Juni 2026.

        Berdasarkan hasil perbandingan di atas, Nilai Rencana Transaksi sebesar Rp3.000 juta, lebih
        tinggi 7,18% dibandingkan Nilai Pasar Aset Tetap Perseroan sebesar Rp2.799 juta. Selisih
        tersebut masih berada dalam kisaran kewajaran sesuai POJK 35/2020, yaitu tidak melebihi
        batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari nilai pasar.

     d. Analisis Inkremental

        Analisis Nilai Tambah ( Incremental Analysis ) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
        Transaksi. Dengan Rencana Transaksi terdapat kenaikan pada laporan posisi keuangan dan
        laporan laba rugi Perseroan. Berikut ini adalah laporan posisi keuangan dan laporan laba
        rugi sebelum dan setelah Rencana Transaksi :

        Tabel 25. Analisa Inkremental
                                              Des       Des          Des        Des         Des
                 URAIAN            SATUAN
                                              2026      2027         2028       2029        2030
         Pendapatan
         Sebelum Transaksi         Rp Juta   715.438   788.771     869.620    958.756     1.057.028
         Setelah Transaksi         Rp Juta   715.438   788.771     869.620    958.756     1.057.028
         Inkremental               Rp Juta     0         0            0          0           0


         Laba Operasional
         Sebelum Transaksi         Rp Juta   53.452    72.851       89.654    109.032     131.312
         Setelah Transaksi         Rp Juta   55.082    72.851       89.654    109.032     131.312
         Inkremental               Rp Juta    1.630      0            0          0           0


         Laba Bersih
         Sebelum Transaksi         Rp Juta   13.134    28.680       42.083     57.198      74.577
         Setelah Transaksi         Rp Juta   14.405    28.680       42.083     57.198      74.577
         Inkremental               Rp Juta    1.271      0            0          0           0


         Operating Profit Margin
         Sebelum Transaksi           %       7,47%     9,24%        10,31%     11,37%      12,42%
         Setelah Transaksi           %       7,70%     9,24%        10,31%     11,37%      12,42%
         Inkremental                 %       0,23%     0,00%        0,00%      0,00%       0,00%


         Net Profit Margin
         Sebelum Transaksi           %       1,84%     3,64%        4,84%      5,97%       7,06%
         Setelah Transaksi           %       2,01%     3,64%        4,84%      5,97%       7,06%
         Inkremental                 %       0,18%     0,00%        0,00%      0,00%       0,00%


         Total Aset
         Sebelum Transaksi         Rp Juta   973.338   995.801    1.034.218   1.093.759   1.171.019



Halaman 49                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 51
                                               Des        Des         Des         Des          Des
                 URAIAN           SATUAN
                                              2026       2027         2028        2029        2030
         Setelah Transaksi        Rp Juta    974.939    997.402    1.035.819   1.095.360    1.172.620
         Inkremental              Rp Juta     1.601      1.601       1.601       1.601        1.601


         Total Ekuitas
         Sebelum Transaksi        Rp Juta    333.746    361.441     402.539     458.751      532.343
         Setelah Transaksi        Rp Juta    335.017    362.712     403.810     460.023      533.614
         Inkremental              Rp Juta     1.271      1.271       1.271       1.271        1.271


        Berdasarkan tabel di atas, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap
        pendapatan Perseroan karena objek transaksi berupa aset tetap tanah yang tidak berkaitan
        langsung dengan kegiatan operasional maupun penjualan Perseroan. Oleh karena itu,
        pendapatan sebelum dan setelah Rencana Transaksi tetap sama selama periode proyeksi
        tahun 2026 sampai dengan 2030.

        Pada sisi laba operasional, Rencana Transaksi memberikan dampak positif sebesar Rp1.630
        juta pada tahun 2026. Hal tersebut terutama berasal dari keuntungan atas pelepasan aset
        tetap yang diakui pada periode pelaksanaan transaksi. Dengan adanya peningkatan laba
        operasional tersebut, Operating Profit Margin Perseroan meningkat dari 7,47% menjadi 7,70%
        pada tahun 2026 atau meningkat sebesar 0,23%. Dampak tersebut bersifat satu kali ( one-off),
        sehingga tidak terdapat tambahan dampak inkremental terhadap laba operasional pada
        periode 2027 sampai dengan 2030.

        Selanjutnya, laba bersih Perseroan meningkat sebesar Rp1.271 juta pada tahun 2026, dari
        Rp13.134 juta sebelum transaksi menjadi Rp14.405 juta setelah transaksi. Peningkatan
        tersebut mencerminkan keuntungan bersih dari Rencana Transaksi setelah memperhitungkan
        pajak dan biaya transaksi terkait. Sejalan dengan peningkatan laba bersih tersebut, Net Profit
        Margin meningkat dari 1,84% menjadi 2,01% atau sebesar 0,18% pada tahun 2026. Dampak
        terhadap laba bersih tersebut juga bersifat satu kali pada tahun pelaksanaan transaksi.

        Pada sisi total aset, Rencana Transaksi memberikan dampak positif sebesar Rp1.601 juta
        secara konsisten selama periode 2026 sampai dengan 2030. Peningkatan tersebut
        mencerminkan bahwa nilai bersih hasil penjualan Aset lebih tinggi dibandingkan nilai buku
        Aset yang dijual. Pada sisi total ekuitas, Rencana Transaksi memberikan dampak positif sebesar
        Rp1.271 juta secara konsisten selama periode proyeksi. Peningkatan tersebut berasal dari
        keuntungan bersih atas penjualan Aset yang dicatat sebagai tambahan laba ditahan
        Perseroan.

        Secara keseluruhan, Rencana Transaksi memberikan dampak positif terhadap kinerja dan
        posisi keuangan Perseroan, khususnya melalui peningkatan laba operasional, laba bersih, total
        aset, dan total ekuitas pada tahun 2026.

     e. Analisis Sensitivitas

        Analisis sensitivitas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang
        mempengaruhi terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dengan melakukan perubahan
        penurunan dan atau kenaikan sebesar 5% terhadap pendapatan dan biaya INOV, sehingga
        dapat diketahui seberapa besar sensitivitas Rencana Transaksi terhadap laba (rugi) usaha, laba
        (rugi) bersih serta total ekuitas Perseroan sebagai berikut :

Halaman 50                                                      00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 52
        Tabel 26. Analisa Sensitivitas
                                              Des        Des         Des         Des          Des
                         URAIAN
                                              2026      2027         2028        2029        2030
         Kondisi Normal
         Pendapatan                          715.438    788.771     869.620     958.756    1.057.028
         Beban pokok pendapatan              577.075    633.378     695.451     763.887     839.337
         Laba (Rugi) Usaha                    55.082     72.851      89.654     109.032     131.312
         Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan    14.405     28.680      42.083      57.198       74.577
         Total Ekuitas                       335.017    362.712     403.810     460.023     533.614


         Pendapatan dan Biaya INOV naik 5%
         Pendapatan                          751.210    828.209     913.101   1.006.694    1.109.880
         Beban pokok pendapatan              605.929    665.047     730.223     802.081     881.304
         Laba (Rugi) Usaha                    56.473    128.090     172.622     235.403     298.098
         Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan    15.489     30.026      43.717      59.150       76.879
         Total Ekuitas                       336.102    365.143     407.875     466.040     541.933


         Pendapatan dan Biaya INOV turun 5%
         Pendapatan                          679.666    749.332     826.139     910.818    1.004.177
         Beban pokok pendapatan              548.222    601.709     660.678     725.692     797.370
         Laba (Rugi) Usaha                    53.691     71.126      87.559     106.529     128.361
         Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan    13.320     27.334      40.449      55.246       72.275
         Total Ekuitas                       333.932    360.281     399.745     454.005     525.295


        Berdasarkan tabel di atas, baik kenaikan maupun penurunan pendapatan dan biaya INOV
        sebesar 5% tidak berdampak secara signifikan terhadap Perseroan dimana Perseroan tetap
        mampu mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan bahwa masih mencatatkan
        Laba (Rugi) Usaha yang positif serta memiliki trend kenaikan selama periode pengamatan.

  3.6 Kesimpulan

     Berdasarkan analisis atas Rencana Transaksi, Rencana Transaksi berupa penjualan aset tetap
     Perseroan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Perseroan, antara lain melalui
     optimalisasi aset yang tidak digunakan secara produktif serta peningkatan kas Perseroan yang
     dapat digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan/atau kebutuhan usaha Perseroan.

     Secara kualitatif, Rencana Transaksi akan mengubah komposisi aset Perseroan, yaitu menurunkan
     aset tetap dan meningkatkan kas atau setara kas Perseroan. Secara kuantitatif, analisis dilakukan
     dengan melihat dampak keuangan atas Rencana Transaksi berdasarkan proforma laporan
     keuangan sebagaimana disajikan dalam laporan ini.

     Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi, dihitung berdasarkan perbandingan antara nilai
     transaksi, dimana analisis atas kewajaran nilai transaksi disajikan sebagai berikut:




Halaman 51                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 53
     Tabel 27. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

                 Batas Bawah                                            Batas Atas
                                                  Nilai Pasar                           Nilai Transaksi
                    (-7,5%)                                             (+7,5%)
                2.588.982.500                  2.798.900.000         3.008.817.500      3.000.000.000

     Berdasarkan tabel tersebut di atas, nilai transaksi masih berada kisaran batas bawah dan batas
     atas 7,5% yaitu sebesar 7,18% diatas dari nilai pasar sebagai mana diatur dalam Pasal 48 POJK
     35/2020.

     Analisis atas faktor lain yang relevan, dilihat dan diperhitungkan berdasarkan analisis sensitivitas.
     Berdasarkan analisis sensitivitas, ditunjukan baik kenaikan maupun penurunan pendapatan dan
     biaya Perseroan sebesar 5% tidak berdampak secara signifikan dimana Perseroan tetap mampu
     mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan bahwa masih mencatatkan laba bersih
     tahun berjalan yang positif serta memiliki trend kenaikan selama periode pengamatan.

     Dengan mempertimbangkan analisis yang telah diuraikan di atas, menurut pendapat kami,
     Rencana Transaksi tersebut adalah Wajar.




Halaman 52                                                      00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 54
                            ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



   1.   Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
   2.   Penilai Usaha telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
        proses penilaian.
  3.    Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya
  4.    Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
  5.    Laporan Penilaian Usaha ini terbuka untuk publik.
  6.    Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah disusun
        sesuai dengan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI),
        serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
        Usaha di Pasar Modal.
  7.    Penilai Usaha bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan Opini
        Akhir.
  8.    Nilai dicantumkan dalam satuan mata uang Rupiah dan/atau ekuivalennya atas permintaan
        pemberi tugas.
  9.    Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
        pengadilan) yang berkaitan dengan obyek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
  10.   Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
        hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
        karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
  11.   Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
        dengan kondisi obyek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
        tanggung jawab kami.
  12.   Laporan penilaian ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dala laporan
        dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab
        jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
  13.   Laporan penilaian ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran dalam
        mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
        penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini
        semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
  14.   Laporan penilaian ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan penilai
        berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP FERDINAND, DANAR,
        ICHSAN DAN REKAN
  15.   Laporan penilaian ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan maksud
        dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan penilaian.




Halaman 53                                                    00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 55
                                        PERNYATAAN PENILAI




Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai dengan
     pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
     memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik
     Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
     Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek penilaian.
8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak Manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
     dalam laporan Penilaian ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan Penilaian yang telah kami susun berdasarkan data yang
     telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap. Kami tidak
     bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi dari Pemberi
     Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap atau
     menyesatkan.
12. Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal penilaian ( cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
     penilaian.
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
     kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang telah
     terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 54                                                     00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 56
                          Penilai                          Tanda Tangan
 Penanggung Jawab:
 M. Ichsan Suud, S.P., M.B.A., MAPPI (Cert.)
 Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
 MAPPI No.               : 10-S-02571
 OJK No.                 : KEP-717/KS.13/2026
 RMK No.                 : RMK-2017-00526

 Pemeriksa:
 Bangkit Widhi Raharjo, S.E.
 MAPPI No.               : 15-T-06112
 RMK No.                 : RMK-2017.01119



 Penilai:
 Yus Dwiantoro, S.Kom.
 MAPPI No.             : 21-P-10897
 RMK No.               : RMK-2023.04530



 Asisten Penilai:
 MAPPI No.             : 24-P-12454
 RMK No.               : RMK-2026.05227




Halaman 55                                      00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 57
             LAMPIRAN




Halaman 56          00126/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2026
Page 58
Lampiran 1
Analisa Materialitas
Pendapat Kewajaran PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP TBK
Per tanggal 31 Desember 2025

(dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan                               Nilai         Ekuitas          %
                                                           Rencana Transaksi    INOV
Rencana Transaksi                                                      3.000         321.597        0,93%


                         URAIAN                                   SATUAN       JUMLAH

Nilai Pasar Aset Tetap Perseroan                                  Rp Juta               2.799
Batas Atas (7,5%)                                                 Rp Juta               3.009
Batas Bawah (7,5%)                                                Rp Juta               2.589
Nilai Rencana Transaksi                                           Rp Juta               3.000
Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar Aset Tetap     %                   7,18%
Page 59
Lampiran 2
Analisa Inkremental
Pendapat Kewajaran PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP TBK
Per tanggal 31 Desember 2025


                                    Des        Des          Des         Des         Des
         URAIAN           SATUAN
                                    2026       2027        2028        2029        2030
Pendapatan
Sebelum Transaksi         Rp Juta    715.438   788.771     869.620     958.756    1.057.028
Setelah Transaksi         Rp Juta    715.438   788.771     869.620     958.756    1.057.028
Inkremental               Rp Juta          0          0           0           0           0


Laba Operasional
Sebelum Transaksi         Rp Juta     53.452    72.851      89.654     109.032     131.312
Setelah Transaksi         Rp Juta     55.082    72.851      89.654     109.032     131.312
Inkremental               Rp Juta     1.630           0           0           0           0


Laba Bersih
Sebelum Transaksi         Rp Juta     13.134    28.680      42.083      57.198      74.577
Setelah Transaksi         Rp Juta     14.405    28.680      42.083      57.198      74.577
Inkremental               Rp Juta     1.271           0           0           0           0


Operating Profit Margin
Sebelum Transaksi           %         7,47%     9,24%       10,31%      11,37%      12,42%
Setelah Transaksi           %         7,70%     9,24%       10,31%      11,37%      12,42%
Inkremental                 %         0,23%     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%


Net Profit Margin
Sebelum Transaksi           %         1,84%     3,64%        4,84%       5,97%       7,06%
Setelah Transaksi           %         2,01%     3,64%        4,84%       5,97%       7,06%
Inkremental                 %         0,18%     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%


Total Aset
Sebelum Transaksi         Rp Juta    973.338   995.801    1.034.218   1.093.759   1.171.019
Setelah Transaksi         Rp Juta    974.939   997.402    1.035.819   1.095.360   1.172.620
Inkremental               Rp Juta     1.601     1.601        1.601       1.601       1.601


Total Ekuitas
Sebelum Transaksi         Rp Juta    333.746   361.441     402.539     458.751     532.343
Setelah Transaksi         Rp Juta    335.017   362.712     403.810     460.023     533.614
Inkremental               Rp Juta     1.271     1.271        1.271       1.271       1.271
Page 60
Lampiran 3
Analisa Proforma Laba Rugi
Pendapat Kewajaran PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP TBK
Per tanggal 31 Desember 2025


                                                  31 Desember 2025
                  URAIAN
                                    Nilai Buku     Penyesuaian    Saldo Proforma
Pendapatan                             682.496              (0)          682.496
Beban pokok pendapatan                 538.418              (0)          538.418
Laba Kotor                            144.077               (0)         144.077


Beban usaha                             95.162              (0)           95.162
Pendapatan Lain-lain                     3.263           1.630              4.893
Beban Lain-lain                         20.883               0            20.883
Total beban operasional               112.781          (1.630)          111.151


Laba (Rugi) Usaha                      31.297           1.630             32.926


Beban Keuangan                         (44.825)             (0)           (44.825)
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi       20.028               0            20.028
Total beban lainnya                    (24.797)             0            (24.797)


Laba sebelum pajak                       6.500          1.630              8.130


Manfaat (beban) pajak tangguhan          3.013               0              3.013


Laba bersih                              9.513          1.630             11.143


Pendapatan komprehensif lain              (985)             (0)              (985)


Laba Komprehensif tahun berjalan        8.528           1.630             10.157
Page 61
Lampiran 4
Analisa Proforma Laba Rugi
Pendapat Kewajaran PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP TBK
Per tanggal 31 Desember 2025




                                                           31 Desember 2025
                   URAIAN
                                            Nilai Buku      Penyesuaian    Saldo Proforma
ASET


Kas dan Setara Kas                              62.763            3.330            66.093
Piutang Usaha Pihak Berelasi                   100.167              -             100.167
Piutang Usaha Pihak Ketiga                      38.267              -              38.267
Aset Keuangan Lancar Pihak Berelasi              8.802              -                8.802
Aset Keuangan Lancar Pihak Ketiga                1.307              -                1.307
Persediaan                                     134.036              -             134.036
Biaya Dibayar Dimuka                             1.907              -                1.907
Pajak Dibayar Dimuka                             7.009              -                7.009
Uang Muka                                        6.763              -                6.763
Dana Dibatasi Penggunaannya                      5.017              -                5.017
Jumlah Aset Lancar                            366.037            3.330           369.367


Investasi pada Entitas Asosiasi                 41.705              -              41.705
Aset Pajak Tangguhan                            29.859              -              29.859
Aset Tetap                                     423.181           (1.370)          421.810
Aset Takberwujud                                    -               -                  -
Properti Investasi                                  -               -                  -
Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha               105.221              -             105.221
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya              13.574              -              13.574
Jumlah Aset Tidak Lancar                      613.540           (1.370)          612.169


TOTAL ASSET                                   979.576            1.960           981.536


LIABILITAS DAN EKUITAS


Utang Bank Jangka Pendek                       543.029              -             543.029
Utang Usaha Pihak Berelasi                       3.055              -                3.055
Utang Usaha Pihak Ketiga                        21.837              -              21.837
Utang Pajak                                      3.584             330               3.914
Beban Akrual                                     2.959              -                2.959
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek           9.909              -                9.909
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya       41.833              -              41.833
Liabilitas Sewa                                  3.836              -                3.836
Utang Bank dan Pinjaman Jangka Panjang Lain-Lain
                                              7.864                 -                7.864
Total Liabilitas Jangka Pendek                637.907              330           638.237


Liabilitas Sewa                                  7.672              -                7.672
Utang Bank                                       5.831              -                5.831
Liabilitas Pajak Tangguhan                          -               -                  -
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                   6.570              -                6.570
Total liabilitias jangka panjang               20.073              -               20.073


Total Liabilitas                              657.979              330           658.309


Modal Saham                                    180.822              -             180.822
Selisih Kurs atas Modal Disetor                  (7.087)            -               (7.087)
Tambahan Modal Disetor                          81.670              -              81.670
Komponen Ekuitas Lainnya                         2.396              -                2.396
Saldo Laba Ditentukan                           13.411              -              13.411
Saldo Laba Belum Ditentukan                     50.384            1.630            52.014
Ekuitas                                       321.597            1.630           323.227


TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                 979.576             1.960           981.536
Page 62
Lampiran 5
Proyeksi Tanpa Rencana Transaksi
Pendapat Kewajaran PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP TBK
Per tanggal 31 Desember 2025


                                                   TANPA RENCANA TRANSAKSI
                                      Des         Des          Des          Des              Des
                URAIAN
                                      2026        2027        2028         2029             2030
POSISI KEUANGAN
Kas dan Setara Kas                     37.014      54.278       84.139      131.422          192.343
Piutang Usaha Pihak Berelasi          106.116     116.992      128.984      142.205          156.781
Piutang Usaha Pihak Ketiga             55.684      61.392       67.685       74.623           82.271
Aset Keuangan Lancar Pihak Berelasi     8.802       8.802        8.802        8.802            8.802
Aset Keuangan Lancar Pihak Ketiga       1.307       1.307        1.307        1.307            1.307
Persediaan                            157.778     173.951      191.781      211.438          233.111
Biaya Dibayar Dimuka                    1.907       1.907        1.907        1.907            1.907
Pajak Dibayar Dimuka                    7.009       7.009        7.009        7.009            7.009
Uang Muka                               6.763       6.763        6.763        6.763            6.763
Dana Dibatasi Penggunaannya             4.976       4.976        4.976        4.976            4.976
Total Aset Lancar                     387.356     437.378      503.353      590.452          695.271
Investasi pada Entitas Asosiasi        41.705      41.705       41.705       41.705           41.705
Aset Pajak Tangguhan                   29.859      29.859       29.859       29.859           29.859
Aset Tetap                            395.623     368.064      340.506      312.948          285.389
Aset Takberwujud                             -           -           -            -                -
Properti Investasi                           -           -           -            -                -
Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha      105.221     105.221      105.221      105.221          105.221
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya     13.574      13.574       13.574       13.574           13.574
Total Aset Tidak Lancar               585.981     558.423      530.865      503.307          475.748
Total Aset                            973.338     995.801     1.034.218    1.093.759        1.171.019
Liabilitas Jk. Pendek                  626.289     622.091      625.109      628.437          632.106
Liabilitas Jk. Panjang                  13.303      12.269        6.570        6.570            6.570
Ekuitas                                333.746     361.441      402.539      458.751          532.343
Total Liabilitas & Ekuitas            973.338     995.801     1.034.218    1.093.759        1.171.019


LABA RUGI
Pendapatan                             715.438     788.771      869.620      958.756        1.057.028
Laba (Rugi) Kotor                      138.363     155.393      174.169      194.869          217.691
Laba (Rugi) Usaha                       53.452      72.851       89.654      109.032          131.312
Laba (Rugi) Bersih                     13.134      28.680       42.083       57.198           74.577


ARUS KAS
Arus Kas Operasi                        4.414      35.234       45.560       57.283           70.921
Arus Kas Investasi                     (10.000)    (10.000)     (10.000)     (10.000)         (10.000)
Arus Kas Pendanaan                     (20.204)     (7.970)      (5.699)              (0)          -
Kenaikan Bersih Kas                   (25.790)     17.264       29.861       47.283           60.921
Page 63
Lampiran 6
Proyeksi dengn Rencana Transasksi
Pendapat Kewajaran PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP TBK
Per tanggal 31 Desember 2025


                                                   DENGAN RENCANA TRANSAKSI
                                      Des         Des          Des          Des              Des
                URAIAN
                                      2026        2027        2028         2029             2030
POSISI KEUANGAN
Kas dan Setara Kas                     41.615      58.879       88.741      136.023          196.945
Piutang Usaha Pihak Berelasi          106.116     116.992      128.984      142.205          156.781
Piutang Usaha Pihak Ketiga             55.684      61.392       67.685       74.623           82.271
Aset Keuangan Lancar Pihak Berelasi     8.802       8.802        8.802        8.802            8.802
Aset Keuangan Lancar Pihak Ketiga       1.307       1.307        1.307        1.307            1.307
Persediaan                            157.778     173.951      191.781      211.438          233.111
Biaya Dibayar Dimuka                    1.907       1.907        1.907        1.907            1.907
Pajak Dibayar Dimuka                    7.009       7.009        7.009        7.009            7.009
Uang Muka                               6.763       6.763        6.763        6.763            6.763
Dana Dibatasi Penggunaannya             3.346       3.346        3.346        3.346            3.346
Total Aset Lancar                     390.328     440.349      506.325      593.423          698.242
Investasi pada Entitas Asosiasi        41.705      41.705       41.705       41.705           41.705
Aset Pajak Tangguhan                   29.859      29.859       29.859       29.859           29.859
Aset Tetap                            394.252     366.694      339.136      311.577          284.019
Aset Takberwujud                             -           -           -            -                -
Properti Investasi                           -           -           -            -                -
Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha      105.221     105.221      105.221      105.221          105.221
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya     13.574      13.574       13.574       13.574           13.574
Total Aset Tidak Lancar               584.611     557.053      529.495      501.936          474.378
Total Aset                             974.939     997.402    1.035.819    1.095.360        1.172.620
Liabilitas Jk. Pendek                  626.619     622.421      625.439      628.767          632.436
Liabilitas Jk. Panjang                  13.303      12.269        6.570        6.570            6.570
Ekuitas                                335.017     362.712      403.810      460.023          533.614
Total Liabilitas & Ekuitas            974.939     997.402     1.035.819    1.095.360        1.172.620


LABA RUGI
Pendapatan                             715.438     788.771      869.620      958.756        1.057.028
Laba (Rugi) Kotor                      138.363     155.393      174.169      194.869          217.691
Laba (Rugi) Usaha                       55.082      72.851       89.654      109.032          131.312
Laba (Rugi) Bersih                      14.405      28.680      42.083       57.198           74.577


ARUS KAS
Arus Kas Operasi                        5.686      35.234       45.560       57.283           70.921
Arus Kas Investasi                      (6.670)    (10.000)     (10.000)     (10.000)         (10.000)
Arus Kas Pendanaan                     (20.204)     (7.970)      (5.699)              (0)          -
Kenaikan Bersih Kas                   (21.189)     17.264       29.861       47.283           60.921
Page 64
Lampiran 7
Analisa Sensitivitas
Pendapat Kewajaran PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP TBK
Per tanggal 31 Desember 2025


                                     Des         Des         Des         Des         Des
                URAIAN
                                     2026        2027        2028        2029        2030
Kondisi Normal
Pendapatan                             715.438     788.771     869.620     958.756   1.057.028
Beban pokok pendapatan                 577.075     633.378     695.451     763.887     839.337
Laba (Rugi) Usaha                       55.082      72.851      89.654     109.032     131.312
Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan       14.405      28.680      42.083      57.198      74.577
Total Ekuitas                          335.017     362.712     403.810     460.023     533.614


Pendapatan dan Biaya INOV naik 5%
Pendapatan                             751.210     828.209     913.101   1.006.694   1.109.880
Beban pokok pendapatan                 605.929     665.047     730.223     802.081     881.304
Laba (Rugi) Usaha                       56.473     128.090     172.622     235.403     298.098
Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan       15.489      30.026      43.717      59.150      76.879
Total Ekuitas                          336.102     365.143     407.875     466.040     541.933


Pendapatan dan Biaya INOV turun 5%
Pendapatan                             679.666     749.332     826.139     910.818   1.004.177
Beban pokok pendapatan                 548.222     601.709     660.678     725.692     797.370
Laba (Rugi) Usaha                       53.691      71.126      87.559     106.529     128.361
Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan       13.320      27.334      40.449      55.246      72.275
Total Ekuitas                          333.932     360.281     399.745     454.005     525.295
Page 65
                          Kantor Jasa Penilai Publik                                                                The
                                                                                                                     he Manhattan Square
                                                                                                          Lt. 16, Suite D, JI. TB Simatupang


   FDI
                          FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                             Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                                                                                                         E-Mail: infoadmin@fdipgrtpers
                                                                                                         E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                          Property, Business Valuation & Advisory                                           Website: www.fdipartners.co.id
   PARTNERS               Licence No. 2. 22.01 76                                                                Phone (62 21) 27875910
                          KMK 460 /KM.1/20 22
                          Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia

Nomor Laporan:            00125/2.0176-00/PI/04/0333/1/VI/2026
Tanggal Laporan:          29 Juni 2026
Perihal               :
                          Laporan Penilaian Aset


PT Inocycle Technology Group Tbk
Kawasan Industri Pasar Kemis, Jalan Putera Utama No 10,
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Up. Yth.: Lee Yong Hwa
           Direktur

Dengan hormat,

Menindaklanjuti  penugasan dari PT Inocycle Technology dan berdasarkan Surat Penawaran Jasa
Penilaian Aset Nomor : 002/FDI/PP-PA/VI/2026 tanggal 03 Juni 2026 tentang Jasa Penilaian Aset, kami
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik
dalam bidang Penilaian Bisnis dan Properti yang profesional dan independen yang beroperasi
berdasarkan Surat Keputusan Menteri        Keuangan Republik Indonesia nomor KMK.460/KM.1/2022
tanggal 21 April 2022 dengan nomor izin usaha 2.22.0176, telah melakukan pengecekan, investigasi
dan inspeksi lapangan ke lokasi aset, dengan maksud mengungkapkan suatu pendapat yang objektif dan
independen atas Nilai Pasar dari aset milik :

                                        PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP TBК

Maksud dan tujuan penilaian ini adalah untuk memberikan opini Nilai Pasar yang akan dipergunakan
untuk tujuan Transaksi          jual beli atas objek penilaian dalam rangka mendukung penilaian Fairness
Opinion.
Tujuan Penilaian ini digunakan untuk penggunaan pelaporan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil
penilaian ini tidak dapat digunakan untuk penjaminan utang,                            lelang maupun penggunaan di luar
maksud dan tujuan Penilaian tersebut.

Untuk  menyelesaikan penugasan ini kami telah melakukan investigasi/inspeksi lapangan dan
pengecekan pada tanggal 11 Juni 2026. Tanggal Penilaian yang digunakan dan ditetapkan adalah
tanggal 31 Desember 2025.
Aset yang dimaksud sebagai objek penilaian adalah berupa Tanah yang terletak di RT. 02 RW. 01, Desa
Suwawal, Kecamatan Mlongo, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah.
Dasar Nilai yang digunakan dalam penilaian ini adalah Nilai Pasar definisi dan istilah seperti
didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 28/POJK.04/2021 tentang
Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Properti Di Pasar Modal, adalah sebagai berikut :

Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil penukaran suatu
aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian,
dan tanpa paksaan (POJK 28 /POJK.04/2021-Pasal 1- Poin 7).

Untuk mendapatkan Nilai Wajar kami menggunakan Pendekatan Pasar (Market Aprroach), pendekatan
tersebut kami uraikan pada bagian lain dalam laporan ini.

Dalam penilaian ini kami berasumsi bahwa baik dokumen maupun surat-surat yang berhubungan
dengan aset tersebut dapat diperjualbelikan, bebas dari sengketa atau ikatan-ikatan lainnya dapat
dipindahtangankan.




                                        Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 66
                                                                                             FDi
                                                                                             PARTNERS




Laporan Penilaian ini terdiri dari beberapa bagian yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan, yaitu:
이
    Surat Pengantar yang mengidentifikasi aset dan merinci hasil dari pemeriksaan kami;
    Bagian 1 Pendahuluan;
    Bagian 2 Presentasi Data;
    Bagian 3 Analisis Data dan Kesimpulan;
    Lampiran-lampiran.

Berdasarkan perhitungan dan analisis yang kami lakukan atas aset tersebut, kami berpendapat bahwa
jumlah sebesar:
                                                     Rp 2.798.900.000,-
        (DUA MILIAR TUJUH RATUS SEMBILAN PULUH DELAPAN JUTA SEMBILAN RATUS RIBU
                                         RUPIAH)
Menggambarkan Nilai Pasar dari properti tersebut yang dinilai pada tanggal 31 Desember 2025 dengan
berpedoman pada asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatas yang kami uraikan pada bagian lain dari
laporan ini.

Surat pengantar ini akan diikuti dengan Laporan Penilaian dengan jenis laporan Penilaian Terinci (Long
Report), dan bagian-bagian dari laporan ini harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh dan tidak
dapat dipisahkan.
Kami sebagai Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun
potensial dengan objek Penilaian dan/atau pemilik properti. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memiliki kepentingan atau menarik keuntungan dalam bentuk apapun dari aset yang kami nilai serta nilai
yang kami sampaikan, baik saat ini maupun dimasa datang.

Demikian Penilaian Aset ini, yang diberikan secara objektif dan bebas dari konflik kepentingan dalam
kapasitas kami sebagai Kantor Jasa Penilai Publik. Atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami
untuk melakukan Penilaian Aset ini kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,
KJPP Ferdinand       Danar, Ichsan dan Rekan




               BUSIN S   & PROPERTY VALUATION FIRM



Giman, S.Sos. M.M., MAPPI (Cert.)
Rekan
MAPPI: 02-S-01592
Ijin Penilai Aset No.: P-1.12.00333
Register Penilai: RMK-2017.00294
SKTT OJK No. : KEP-184/KS.13/2026




                                                                                                            i
Page 67

          
Page 68

          
Page 69

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.87 MB
Published1 Jul 2026
Pages69
Characters201,719
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Inocycle Technology Group Tbk p.2 ×96
linked person Jung Hyo Choi · Komisaris Utama p.2 ×8
linked person Amir Abadi Jusuf p.12 ×4
linked org PT Samudera Industri p.16
linked — Sandiana Soemarko p.16
linked person Suhendra Setiadi p.16
linked person Lee Yong Hwa p.16 ×2
linked person Lee Sang Chae p.16
linked person Wonhyuk Choi p.18
linked person Jaehyuk Choi · Direktur Utama p.18 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×14
possible person Mochamad Ichsan p.9
possible org Negara Republik Indonesia p.15 ×2
possible person Hendra Kurniawan p.18
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×7
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×4
unresolved org KJPP FDI p.2 ×7
unresolved org PT Urecel Indonesia p.2 ×16
unresolved org PT Urecel Indonesia. Rencana Transaksi p.2
unresolved person Jae Hyuk Choi p.2 ×3
unresolved person Won Hyuk Choi p.2 ×3
unresolved person MBA. p.7 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.9
unresolved org BAPEPAM-LK p.10 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan p.12
unresolved person Andita Gunawan Kartiyoso p.12
unresolved org Mawar dan Rekan p.12 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.12
unresolved org Danar Ichsan dan Rekan p.12 ×2
unresolved org PT Bank Woori Saudara Indonesia p.13
unresolved org PT Hilon Felt p.15
unresolved person Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi · Notaris p.15 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.15
unresolved person Bastian Harijanto · Notaris p.15
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.15
unresolved person Dr. Ir. Wirdhyawan Prawiraatmadja p.16
unresolved person Yohannes Irson Purba · Notaris p.17 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17
unresolved person Liestiani Wang · Notaris p.17 ×5
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.17 ×3
unresolved org PT Sambros Invesco International p.17
unresolved org URECEL Holding Pte. Ltd. p.17 ×2
unresolved org Menteri Hukum No. AHU- p.18
unresolved person Victor Seng Hyeok Choi. Ketiganya · Direktur p.18 ×18
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.19
unresolved org Bank Indonesia p.25 ×13
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Inflasi Indeks Harga Konsumen p.27
unresolved org Pusat Statistik p.31
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.33
unresolved person Bangkit Widhi Raharjo p.56
unresolved person Yus Dwiantoro p.56
unresolved org PT Inocycle Technology p.65
unresolved org PT INOCYCLE TECHNOLOGY GROUP TB p.65
unresolved org PROPERTY VALUATION FIRM Giman p.66
unresolved person Giman, S.Sos. M.M., MAPPI (Cert.) · Rekan p.66

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 3846 ms 12 Sep 2026 21:57
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '.................................................................................................. '
                            '13'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '.................................................................................................. '
                '13',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result