Skip to content
Back to announcement

20260629_ISSP_Informasi Transaksi Afiliasi_32105707_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review ISSP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 55

Page 1

          
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5

          
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9

          
Page 10

          
Page 11

          
Page 12

          
Page 13

          
Page 14

          
Page 15

          
Page 16

          
Page 17

          
Page 18
1. PENDAHULUAN


     Identifikasi Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Pendapat Kewajaran ini di tanda tangani oleh:
- Felix Sutandar, MSc (No. MAPPI 81-S-00017; PB-1.08.00022; KEP-174/KS.13/2026;
  No. Register RMK-2017.00022) sebagai Penilai Berizin.
- Natalia Goysal (No. MAPPI 10-S-02509; No. Register RMK-2017.00307) sebagai
  Reviewer.
- Grace Martana (No. MAPPI 16-S-07048; No. Register RMK-2019.03051) sebagai
  Pelaksana Penilai.
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


     Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama               : PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
Bidang usaha       : Manufaktur Pipa Baja
Alamat             : Jl. Kalibutuh 189 - 191
                     Surabaya
                     Jawa Timur 60173
Email              : natalia.wiwoho@spindo.co.id
Website            : www.spindo.com
Telepon            : 031 - 5320921
No. Fax            : 031 - 5310712


     Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi sebagaimana diatur dengan POJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


     Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.

Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                    1
Page 19
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan.
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
   yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Akhir.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
   Kewajaran dari Pemberi Tugas.


     Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (“SPINDO”) adalah sebuah perusahaan yang
bergerak di bidang industri manufaktur pipa baja. SPINDO memiliki beberapa unit
bisnis, salah satunya adalah Unit V Karawang yang bergerak dalam pemenuhan
kebutuhan pasar akan mechanical tube yang digunakan dalam industri manufaktur
otomotif baik roda dua maupun roda empat. Lebih dari 95% pelanggan dari unit ini
merupakan pembuat part dari Original Equipment Manufacturer (OEM) seperti Toyota,
Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Hyundai, Suzuki, Astra Honda Motor, Yamaha, Kawasaki,
Gesits, Polytron dan lainnya.

Seiring dengan perkembangan industri, tren kebutuhan pelanggan semakin bergeser ke
hilir, dimana jika sebelumnya pasokan hanya dalam bentuk pipa potongan, sekarang
banyak pelanggan yang meminta suplai dengan proses tambahan seperti expanding,
swedging, bending dan machining (semi part) dengan tujuan untuk mengurangi proses
produksi, menekan persediaan serta mencapai efisiensi biaya. Selain itu, banyak
pelanggan yang meminimalkan level persediaan sehingga tuntutan untuk pengiriman
secara tepat waktu menjadi sangat tinggi.

Tuntutan ini dapat dipenuhi dengan menjaga kecukupan level persediaan dan kecepatan
pemuatan produk dan hanya dapat dicapai jika Perseroan memiliki area gudang yang
cukup sehingga penempatan persediaan jadi dapat terpusat dan tidak tersebar.

Oleh karena itu, SPINDO berencana untuk membeli tanah di Jalan Mitra Barat I Blok F
16, Kawasan Industri Mitra Karawang, Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel,
Kabupaten Karawang, Jawa Barat dimana tanah tersebut berbatasan langsung dengan
pabrik SPINDO Unit V Karawang sehingga memudahkan Perseroan dalam menangani
perpindahan produk jadi dari area produksi ke area gudang dan juga memiliki area yang
cukup untuk memenuhi kebutuhan Perseroan dalam melakukan expanding, swedging,
bending dan machining (semi part).


     Objek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi Pembelian Tanah Kosong di Jalan
Mitra Barat I Blok F 16, Kawasan Industri Mitra Karawang, Desa Parungmulya,
Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat seluas 20.800 m2 milik
PT.Sarana Steel dengan rincian sebagai berikut:




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                    2
Page 20
 No                             Sertifikat                             Luas (m2)
 1     SHGB NIB 10.06.000042424.0                                               698
 2     SHGB NIB 10.06.000042425.0                                               102
 3     SHGB NIB 10.06.000042426.0                                               330
 4     SHGB NIB 10.06.000042427.0                                            15.300
 5     SHGB NIB 10.06.000065455.0                                             4.370
                Total Luas Tanah yang Dibeli                                20.800


      Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2025 (“Tanggal
Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran Rencana Transaksi
dimaksud.


      Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.


      Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
serta pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen Perseroan yang bertujuan
untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya
diverifikasi dengan wawancara melalui telepon, dan/atau e-mail untuk memperoleh
informasi yang lebih dalam terkait data, dokumen dan informasi yang dibutuhkan.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.


      Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen.
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.

Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


      Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan,

Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                     3
Page 21
mengingat kemungkinan terdapat informasi         yang   bersifat   rahasia   dan   dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.


      Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:

1.   Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
     Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-2018) dan Edisi
     Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh
     Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
2.   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
     Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3.   Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
     Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


      Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Dampak Keuangan

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, dampak keuangan adalah sebagai berikut:
1)   Pembelian Tanah dari pihak terafiliasi akan meningkatkan aset tetap yaitu tanah
     sebesar Rp47,84 miliar.
2)   Terdapat penurunan kas dan bank sebesar Rp 47,84 miliar sebagai pembayaran
     atas pembelian Tanah.


      Sumber Data

Dalam memberikan Pendapat Kewajaran ini kami telah melaksanakan prosedur yang
mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data
dan informasi berikut:
1. Laporan Keuangan SPINDO untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2025 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Adeyana Widjaja dari Kantor Akuntan
   Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono yang tertuang dalam laporannya No.
   00022/3.0357/AU.1/04/0751-1/1/II/2026 tanggal 13 Februari 2026 dengan opini
   Wajar Tanpa Modifikasian;
2. Laporan Keuangan SPINDO untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Tan Siddharta dari Kantor Akuntan
   Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono yang tertuang dalam laporannya No.
   00063/3.0357/AU.1/04/0111-3/1/III/2025 tanggal 14 Maret 2025 dengan opini
   Wajar Tanpa Modifikasian;
3. Laporan Keuangan SPINDO untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Tan Siddharta dari Kantor Akuntan
   Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono yang tertuang dalam laporannya No.
   00044/3.0357/AU.1/04/0111-2/1/III/2024 tanggal 12 Maret 2024 dengan opini
   Wajar Tanpa Modifikasian;
Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                       4
Page 22
4. Laporan Keuangan SPINDO untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Tan Siddharta dari Kantor Akuntan
   Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono yang tertuang dalam laporannya No.
   00221/3.0357/AU.1/04/0111-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan opini
   Wajar Tanpa Modifikasian;
5. Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi yang disiapkan oleh
   Manajemen Perseroan.
6. Proyeksi keuangan SPINDO untuk periode 5 tahun ke depan yaitu tahun 2026
   sampai dengan tahun 2030 Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana Transaksi
   yang disiapkan oleh Manajemen Perseroan.
7. Laporan Penilaian Aset Tanah yang telah dinilai oleh Penilai Publik Felix Sutandar
   dari Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan dengan Nomor
   00423/2.0072-00/PI/04/0022/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026.
8. Salinan Akta pendirian, perubahan dan perizinan yang terkait SPINDO.
9. Surat Memorandum of Understanding antara SS dan SPINDO tentang Rencana Jual
   Beli Tanah atas 5 (lima) sertipikat dengan luas 20.800 m2.
10. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh Bapak
    Tedja Sukmana Hudianto selaku Wakil Direktur Utama beserta tim mengenai alasan,
    latar belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi.
11. Informasi lain Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain
    yang relevan dalam rangka penugasan ini.


     Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:
1. Analisis Transaksi yang meliputi:
   a. Identifikasi dan hubungan antara pihak yang bertansaksi,
   b. Perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi,
   c. Penilaian atas risiko dan manfaat dari transaksi yang akan dilakukan.

2. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi:
   a. Analisis kualitatif:
      ▪ Riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha,
      ▪ Analisis industri dan lingkungan,
      ▪ Analisis operasional dan prospek perusahaan,
      ▪ Alasan dilakukannya transaksi,
      ▪ Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan
           dilakukan.
   b. Analisis kuantitatif:
      ▪ Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas dan kondisi keuangan
         perusahaan termasuk penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian
         atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen pemberi tugas,
         analisis rasio keuangan dan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan
         proforma laporan keuangan setelah transaksi dilakukan;
      ▪ Melakukan analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi
         dengan mempertimbangkan kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan
         sebagai akibat dari transaksi yang akan dilakukan termasuk dampaknya
         terhadap proyeksi keuangan, biaya atau pendapatan yang relevan.


Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                     5
Page 23
3. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi
   a. Membandingkan antara rencana nilai transaksi dengan hasil Penilaian atas
      transaksi yang akan dilakukan;
   b. Analisis untuk memastikan bahwa rencana nilai transaksi memberikan nilai
      tambah dari transaksi yang akan dilakukan; dan
   c. Analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa rencana
      nilai transaksi berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian

4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
   a. Informasi non keuangan yang relevan,
   b. Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana
      dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                    6
Page 24
  2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI


Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah:
3. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, adalah perusahaan publik yang
   berkedudukan di Surabaya, dengan alamat di Jl. Kalibutuh No. 189-191, yang dalam
   Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Pembeli.
4. PT Sarana Steel (“SS”) yang merupakan pihak afiliasi SPINDO, berkedudukan di
   Jakarta, beralamat di Gedung Baja, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55, yang dalam
   Rencana Transaksi ini bertindak sebagai Pihak Penjual.


     SPINDO

      Pendirian dan Informasi Umum

SPINDO didirikan pada tanggal 30 Januari 1971 berdasarkan Akta No. 109 dari Djojo
Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. J.A.5/213/10, tanggal 30 Desember
1971 serta telah diumumkan dalam Berita Negara No. 42, tanggal 26 Mei 1972,
Tambahan No. 196.

Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris Gatot Widodo S.E, S.H., M.Kn. No. 41 tanggal 28 Juni 2024, mengenai
pernyataan keputusan rapat Entitas sehubungan dengan perubahan susunan Anggota
Direksi dan Dewan Komisaris serta perubahan Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar
Perseroan. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari Kementrian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-
0220715 dan No. AHU-0039196.AH.01.02 tahun 2024, tanggal 02 Juli 2024.


      Susunan Manajemen

Pada 31 Desember 2025, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut:

Dewan Komisaris
  Komisaris Utama          :   Makmur Widjaja
  Komisaris                :   Entario Widjaja Susanto
  Komisaris                :   Bing Hartono Poernomosidi
  Komisaris Independen     :   Welly Tantono


Direksi
   Direktur Utama          :   Ibnu Susanto
   Wakil Direktur Utama    :   Tedja Sukmana Hudianto
   Direktur                :   Soediarto Soerjoprahono
   Direktur                :   The, Hanny Purnomo
   Direktur                :   Nico Gunawan




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                    7
Page 25
       Pemegang Saham

Per 31 Desember 2025, susunan pemegang saham SPINDO adalah sebagai berikut:

                           Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham SPINDO

                    Nama                     Jumlah                       Jumlah
 No                                                          %
            Pemegang Saham                    Saham                           (Rp)
  1   PT Cakra Bhakti Para Putra             4.140.948.530    57,63      414.094.853.000
  2   DBS Bank Ltd                            488.410.800        6,80     48.841.080.000
      Ahli Waris Alm The Tjahjono
  3                                           126.436.750        1,76     12.643.675.000
      Tedjo Koesoemo
  4   Pandu Lokiswara Salam                    23.053.705        0,32      2.305.370.500
  5   Masyarakat (@<5%)                      2.272.628.650    31,63      227.262.865.000
             Sub-Jumlah                     7.051.478.435     98,13     705.147.843.500
 Saham treasuri                               134.513.600        1,87     13.451.360.000
                  Jumlah                    7.185.992.035    100,00     718.599.203.500



       Kegiatan Usaha

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan serta kegiatan
usaha Perseroan adalah berusaha dalam bidang industri dan perdagangan yaitu bidang
industri pipa baja.


       Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
a. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 8120006832176 yang diterbitkan oleh
   Lembaga Pengelola dan Penyelenggara Online Single Submission (OSS) Pemerintah
   Republik Indonesia tanggal 27 Agustus 2018.
b. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 0010.0173.2509.2000.


      SS

       Pendirian dan Informasi Umum

PT Sarana Steel didirikan dengan nama PT Sarana Steel Corporation pada tanggal 30
Januari 1973 berdasarkan Akta Notaris Hobropoerwanto No. 43 dan diperbaiki dengan
Akta tertanggal 11 April 1973 No. 23 dihadapan Notaris Hobropoerwanto. Akta ini telah
mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman tanggal 21 Maret 1974 No.
Y.A.5/100/17.


       Susunan Manajemen

Per 31 Desember 2025, susunan manajemen SS adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
  Komisaris Utama                  : Handaja Susanto
  Komisaris                        : Endang Fifi Susanto


Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                        8
Page 26
Direksi
   Direktur Utama                  :   Ibnu Susanto
   Direktur                        :   Soediarto Soerjoprahono
   Direktur                        :   Entario Widjaja Susanto
   Direktur                        :   Sofian Surya


       Pemegang Saham

Pada 31 Desember 2025, susunan pemegang saham SS adalah sebagai berikut:

                           Tabel 2 : Daftar Pemegang Saham SS

                     Nama                        Jumlah                  Jumlah
  No                                                             %
               Pemegang Saham                    Saham                    (Rp)
   1     Entario Widjaja Susanto                      27.160     67,90    13.580.000.000
   2     Soediarto Soerjoprahono                      12.640     31,60     6.320.000.000
   3     Agus Tjahjono                                    200     0,50      100.000.000
                Jumlah                                40.000     100,0   20.000.000.000



       Gambaran Usaha

Berdasarkan perizinannya, SS bergerak di bidang aktivitas perusahaan induk, yaitu
perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari dan kegiatan
utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut.



       Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki SS antara lain adalah sebagai berikut:
a. Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120006772971 yang dikeluarkan oleh Lembaga OSS
   Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 27 Juli 2018.
b. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.001.920.6-073.000.




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                        9
Page 27
     3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN


        Analisis Transaksi

          Transaksi Afiliasi

Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan;
-    Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
     perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
     terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
     saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
     dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan
     Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
     komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
-    Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
     terbuka atau perusahaan terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi maupun
     pihak selain Afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.

Transaksi pembelian Tanah oleh Perseroan akan dilakukan dengan pihak afiliasi dengan
hubungan afiliasi sebagai berikut:

                          Tabel 3 : Hubungan Afiliasi SPINDO dengan SS

                   Nama                        SPINDO                        SS
                                                                   Pemegang Saham 67,90%
    Entario Widjaja Susanto                   Komisaris
                                                                        dan Direktur
                                       Pemegang Saham 8,35%        Pemegang Saham 31,60%
    Soediarto Soerjoprahono
                                       melalui CBPP dan Direktur        dan Direktur
                                       Pemegang Saham 24,50%
    Ibnu Susanto                                                       Direktur Utama
                                             melalui CBPP


Berdasarkan gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi antara
SPINDO dan SS merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020, namun berdasarkan Surat Pernyataan Manajemen SPINDO, Rencana
Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan.


          Transaksi Material

Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, Transaksi Material adalah setiap transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai:
1. suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
   dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
2. Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi
   dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
   a) Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;


Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                          10
Page 28
   b) Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka
      nilainya sama dengan atau lebih dari 20%;
   c) Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka
      nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau
   d) Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan
      Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
3. Dalam hal transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan
   oleh Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan
   sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari
   total aset Perusahaan Terbuka.
Dalam hal Rencana Transaksi lebih dari 50%, maka Perusahaan Terbuka yang akan
melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS.

Jumlah ekuitas SPINDO berdasarkan laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2025
tercatat sebesar Rp 5.674.432.000.000 sedangkan Nilai Rencana Transaksi adalah
sebesar Rp 47.840.000.000 atau 0,84% dari ekuitas SPINDO. Dengan demikian
Rencana Transaksi tidak termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 17/POJK.04/2020.


       Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi

Kesepakatan Rencana Transaksi berdasarkan Memorandum of Understanding (MOU)
antara SS dengan SPINDO dapat dirangkum sebagai berikut:

Objek Transaksi

Objek rencana jual beli dalam MoU ini berupa tanah yang berlokasi di Kawasan Industri
Mitrakarawang (KIM), Jalan Mitra Barat I Blok F No. 16, Desa Parung Mulya, Kecamatan
Ciampel, Kabupaten Karawang 41358 dengan total luas 20.800 m2 (dua puluh ribu
delapan ratus meter persegi), yang terdiri dari:
a. SHGB NIB 10.06.000042424.0 dengan luas 698 m2;
b. SHGB NIB 10.06.000042425.0 dengan luas 102 m2;
c. SHGB NIB 10.06.000042426.0 dengan luas 330 m2;
d. SHGB NIB 10.06.000042427.0 dengan luas 15.300 m2; dan
e. SHGB NIB 10.06.000065455.0 dengan luas 4.370 m2.

SHGB tersebut akan dirinci secara detail dalam Perjanjian Ikatan Jual Beli (IJB) dan/atau
Akta Jual Beli (AJB) yang akan dibuat di hadapan Notaris/PPAT.

Nilai Transaksi

Para Pihak sepakat bahwa harga rencana jual beli tanah sebagaimana dimaksud dalam
MoU ini adalah sebesar Rp2.300.000 (dua juta tiga ratus ribu Rupiah) per meter persegi
(m²) sehingga total nilai jual beli adalah sebesar Rp47.840.000.000 (empat puluh tujuh
miliar delapan ratus empat puluh juta Rupiah).

Tata Cara Penyelesaian

Karena saat ini 5 (lima) sertipikat tanah tersebut dalam proses penarikan/pelepasan
sebagai jaminan di Bank CTBC dan akan dilakukan roya maka Para Pihak sepakat bahwa
transaksi jual beli tanah dimaksud akan diselesaikan oleh Pihak Kedua kepada Pihak
Pertama sekitar bulan Juli atau Agustus 2026, dengan ketentuan tata cara pembayaran


Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                      11
Page 29
serta ketentuan teknis lainnya akan dijelaskan lebih lanjut dalam Perjanjian Ikatan Jual
Beli (IJB) yang akan segera dilaksanakan di bulan Juni 2026.


       Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah:
1. SPINDO memiliki area gudang yang cukup sehingga penempatan persediaan jadi
   terpusat dan tidak tersebar, serta dapat mendukung kecukupan level persediaan.
2. Efisiensi karena lokasi tanah yang dipilih berbatasan langsung dengan pabrik
   SPINDO Unit Karawang sehingga memudahkan proses perpindahan produk jadi dari
   area produksi ke area gudang.
3. Kepemilikan aset properti berupa tanah merupakan suatu investasi yang baik bagi
   Perusahaan karena nilainya cenderung meningkat.

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu timbulnya
beban Perseroan atas kepemilikan aset, seperti biaya pengalihan hak, biaya asuransi
dan pajak properti, serta biaya pengolahan tanah agar siap digunakan sebagai area
gudang.


     Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

       Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1971 di Surabaya dengan
anggaran dasar sebagai produsen pipa baja. Setelah itu, Perseroan telah berkembang
menjadi kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan berpengalaman dalam
memproduksi berbagai macam pipa baja / tabung dan berbagai produk terkait lainnya.

Portofolio produk Perseroan terdiri dari beragam produk custom (dibuat sesuai pesanan)
dan produk pipa baja karbon serta pipa stainless steel. Produk-produk Perseroan
digunakan untuk berbagai industri: konstruksi, infrastruktur, utilitas, minyak dan gas,
furnitur, dan otomotif. Selain memproduksi berbagai produk pipa baja, SPINDO juga
menawarkan layanan jasa lainnya galvanisasi, shearing, slitting, 3LPE coating, internal
dan external epoxy coating, cement lining, dan uji kendali mutu di laboratorium modern
perusahaan.

Dalam perjalanannya yang kini telah menggenapi lima dekade, Perseroan telah
mengembangkan bisnis secara signifikan. Serapan pasar akan produk-produk yang
dihasilkan membuat Perseroan terus melakukan peningkatan kualitas dan produktivitas
hingga mendapatkan sejumlah sertifikasi untuk kualitas produknya yang unggul. Pada
tahun 1998, Perseroan melakukan penggabungan usaha dengan PT Radjin sebagai
bentuk perluasan bisnis yang memproduksi beragam pipa baja. Pada tahun 2005,
Perseroan kembali melakukan perluasan unit usahanya dengan membangun unit
produksi di Karawang dengan perlengkapan industri pipa baja dengan teknologi terkini.

Perjalanan dalam mengembangkan sayap bisnis semakin diperkuat saat Perseroan
melakukan Penawaran Umum Perdana pada 28 Januari 2013. Pada 22 Februari 2013,
Perusahaan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai Perseroan terbuka
PT.Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk dengan kode emiten ISSP.



Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                     12
Page 30
Inovasi pun terus dilakukan dengan melihat peluang investasi untuk menjaga
keberlangsungan bisnis termasuk peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi. Fasilitas
produksi Perseroan telah beroperasi dengan lokasi sebagai berikut: Surabaya (3
fasilitas), Sidoarjo (1 fasilitas), Pasuruan (1 fasilitas), Karawang (1 fasilitas) dan Gresik
(1 fasilitas). Plant produksi Gresik saat ini telah beroperasi dan masih dalam tahap
Pembangunan jangka panjang dengan teknologi otomatis terkini. Untuk memperluas
jangkauan distribusi, Perseroan telah memiliki gudang stok yang berlokasi di Bandung,
Jakarta, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, Samarinda, dan Makassar. Perseroan juga memiliki
kantor perwakilan di Pekanbaru, Semarang dan Medan pada tahun 2025. Saat ini
Perseroan telah memiliki 7 fasilitas manufaktur di Indonesia dengan total 40 lini
produksi yang masing-masing dapat dikalibrasi untuk menghasilkan berbagai jenis pipa.


       Analisis Industri dan Lingkungan

Total volume produksi baja global periode 2020 sampai 2024 memberikan gambaran
awal bahwa industri baja dunia sedang berada pada perlambatan yang dipengaruhi oleh
perlambatan ekonomi dunia, tekanan struktural pada sektor properti Tiongkok, serta
meningkatnya tensi perdagangan antarnegara. Kondisi ini semakin terlihat pada
produksi 2023 sampai 2024, di mana Tiongkok masih menguasai lebih dari separuh
produksi dunia, namun mulai menunjukkan pelemahan pada sisi permintaan domestik.
Sementara itu, India terus memperkuat posisinya sebagai produsen kedua terbesar
dengan ekspansi kapasitas yang agresif dan dukungan kebijakan industri yang
konsisten. Harga baja juga berada dalam tekanan yang terutama disebabkan oleh
kelebihan pasokan dari Tiongkok yang terus menekan.

  Gambar 1 : Total Volume Produksi                  Gambar 2 : Total Volume Produksi
       Baja Global (Juta Ton)                       Baja Berdasarkan Negara (Juta Ton)




                               Sumber: World Steel, 2025


Penggunaan baja berdasarkan sektor untuk tahun 2024 memperlihatkan bahwa
infrastruktur, konstruksi, otomotif, dan permesinan berat tetap menjadi penggerak
utama permintaan global. Namun, tekanan di sektor properti Tiongkok menahan
pertumbuhan permintaan baja konstruksi, membuat pasar global kehilangan salah satu
motor konsumsi terbesar selama dua dekade terakhir. Meski begitu, tanda-tanda
pemulihan mulai terlihat dari sektor publik di negara maju dan negara berkembang yang
meningkatkan investasi infrastruktur sebagai strategi pemulihan pascapandemi.

Perdagangan global baja juga mengalami perubahan besar. Ekspor dan impor baja
memperlihatkan pergeseran arus perdagangan ke kawasan Asia Tenggara. Negara -
negara di kawasan ini menjadi tujuan utama ekspor berbiaya rendah dari Tiongkok,
Korea Selatan, dan Jepang. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya proteksionisme di
Amerika Serikat, Eropa, dan India yang memperketat akses masuk baja asing. Kondisi

Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                          13
Page 31
ini membuat pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menerima limpahan pasokan
dalam jumlah besar, sehingga menciptakan tekanan harga dan memaksa produsen lokal
menyesuaikan strategi penjualan mereka.

Dalam konteks Indonesia, tingkat utilisasi produksi menggambarkan situasi yang cukup
menantang. Pada 2024, utilisasi kapasitas industri baja nasional hanya sekitar 57%,
angka yang jauh dari ambang ideal industri yaitu 80%. Bahkan sebagian produsen
hanya bekerja pada tingkat utilisasi 40% karena derasnya arus impor berbiaya rendah.
Keterbatasan infrastruktur logistik, tingginya tarif energi, serta masuknya produk non-
SNI ke pasar domestik menambah kompleksitas tantangan. Sementara itu, data neraca
perdagangan baja Indonesia baik dari sisi volume maupun nilai menunjukkan bahwa
pada satu sisi, ekspor meningkat pesat hingga Indonesia berhasil masuk ke peringkat
eksportir ke-11 dunia pada 2024. Namun, di sisi lain pasar domestik masih bergantung
pada impor untuk memenuhi lebih dari separuh kebutuhan baja nasional, terutama pada
produk hilir bernilai tambah tinggi yang memiliki standar teknis lebih tinggi.

  Gambar 3 : Top 15 Eksportir Baja                 Gambar 4 : Top 15 Importir Baja
      Tahun 2024 (Juta Ton)                            Tahun 2024 (Juta Ton)




                                Sumber: World Steel, 2025

Memasuki 2026, arah prospek industri baja diproyeksikan bahwa permintaan baja global
akan mencapai titik terendah pada tahun 2025 dan menunjukkan pertumbuhan moderat
pada tahun 2026. Prospek positif ini didukung oleh ketahanan ekonomi global yang telah
terbukti dalam investasi infrastruktur publik di sebagian besar ekonomi utama dunia
serta perkiraan pelonggaran kondisi pembiayaan.

Proyeksi pertumbuhan pada tahun 2026 didorong oleh kombinasi tren regional yang
kuat, meskipun akan terjadi penurunan permintaan baja dari Tiongkok, namun
diperkirakan akan terjadi pertumbuhan yang kuat di negara-negara berkembang seperti
India, Vietnam, Mesir dan Arab Saudi dan juga antisipasi kembalinya pertumbuhan
permintaan baja di Eropa yang telah lama dinantikan.

Namun ke depannya tantangan tetap besar. Pertama, sektor manufaktur global masih
menghadapi tekanan akibat tingginya biaya produksi dan tekanan daya beli konsumen
yang berkelanjutan. Kedua, meningkatnya ketegangan perdagangan memberikan
dampak langsung dan negatif terhadap permintaan baja di negara-negara yang sangat
bergantung pada ekspor barang-barang yang intensif menggunakan baja, seperti mesin
dan komponen otomotif. Terakhir, ketidakpastian geopolitik menjadi penghambat
utama karena menekan kepercayaan konsumen dan investor, serta melemahkan
permintaan baja di pasar-pasar utama.

Prospek industri baja di Indonesia didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang
diperkirakan mencapai 5%. Proyeksi Apparent Steel Consumption Indonesia
menunjukkan bahwa konsumsi baja nasional diperkirakan mencapai 19.3 juta ton
(+3.8% YoY) pada 2025. Kenaikan ini didorong oleh percepatan pembangunan
Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                    14
Page 32
infrastruktur yang menjadi prioritas dalam RPJMN 2025 sampai 2029 yang menekankan
pembangunan transportasi, energi, dan perumahan rakyat. Proyek strategis seperti
jalan tol, kereta cepat, jembatan antarwilayah, dan pembangunan smelter baru semakin
memperbesar kebutuhan baja nasional. Pada sisi manufaktur, sektor otomotif dan
permesinan diperkirakan kembali mencatatkan pertumbuhan, memberikan kontribusi
tambahan pada permintaan baja domestik.

Pada sisi lain, Indonesia masih mengimpor lebih dari separuh kebutuhan baja jadi.
Kebijakan hilirisasi dan dorongan investasi kini diarahkan untuk mengurangi
ketergantungan tersebut dengan memperkuat rantai pasok domestik. Pemerintah
melalui strategi industrialisasi 2025 sampai 2029 memberikan fokus pada lima arah
kebijakan utama yang mencakup perlindungan perdagangan, standardisasi wajib SNI,
insentif investasi, peningkatan TKDN, serta kebijakan harga gas industri yang
ditetapkan maksimal USD 6 per MMBTU. Kebijakan energi ini menjadi salah satu faktor
paling menentukan dalam memperbaiki daya saing produsen baja nasional.

Gambar 5 : Proyeksi Permintaan Baja                         Gambar 6 : Proyeksi Konsumsi
         Global (Juta Ton)                                  Industri Baja Nasional (Juta Ton)




Sumber: World Steel, 2025 dan Indonesian Iron & Steel Association Indsutry, 2025

Sumber:
 • World Steel In Figures 2025 – worldsteel.org
 • Press Release - Worldsteel Short Range Outlook October 2025
Proyeksi Kinerja Baja Nasional 2025, Indonesia Iron & Steel Association Industry.


        Analisis Operasional dan Prospek Usaha

          Kegiatan Usaha Operasional

Kegiatan usaha Perseroan adalah merancang dan memproduksi bebagai macam produk
pipa baja berdasarkan kategori, baik standar maupun yang dibuat berdasarkan
pesananan yang dikostumisasi sesuai dengan spesifikasi pelanggan. Produksi yang
dilakukan meliputi berbagai jenis pipa yang dibuat dari karbon hot roled, cold roled dan
stainless steel. Hasil produksi pipa Perseroan digunakan untuk berbagai industri seperti
industri infrastruktur, otomotif, minyak dan gas, pipa air minum, dan lain sebagainya.
Selain memproduksi berbagai macam produk pipa untuk beragam industri, Perseroan
juga menyediakan jasa layanan pelapisan (coating dan protection) internal dan
eksternal.

Untuk pangsa pasar domestik, Perseroan telah menjajaki pasar ritel dan proyek, dimana
keduanya berkontribusi setara 90% bagi pendapatan Perseroan. Sementara pasar
global menyasar kawasan Amerika Utara - Kanada, dan Australia. Untuk Asia Perseroan
menyasar pasar Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste.

Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                              15
Page 33
A. Produk Perseroan

Produk- produk yang dihasilkan SPINDO adalah:

1. Pipa Struktural

Pipa baja HFW SPINDO telah digunakan pada beberapa proyek jembatan, proyek
konstruksi terutama untuk bangunan bentang lebar: bandara, stadion, aula, dll, serta
aplikasi struktural selubung bangunan. Perseroan telah melayani ragam proyek, mulai
dari proyek konstruksi raksasa milik pemerintah dan proyek luar negeri hingga proyek-
proyek swasta lokal dengan kontraktor umum. SSAW: Pipa baja SSAW SPINDO sangat
ideal untuk digunakan pada berbagai aplikasi struktural, seperti pekerjaan pondasi
(tiang pancang SNI 8052:2014, ASTM A 252) dan di dermaga, jembatan dan konstruksi
bangunan proyek. Pipa baja SPINDO sangat bermanfaat sebagai bahan alternatif
konstruksi karena proses manufaktur pembentukan pipa spiral yang akurat membuat
produk yang mudah digunakan, serta dikombinasikan dengan pengelasan berkualitas
tinggi dan uji produk untuk memastikan keandalan.

2. Pipa Air ERW

Pipa Baja SPINDO memenuhi berbagai standar kelayakan penggunaannya sebagai pipa
air, salah satunya adalah SNI 0039. Pipa Air ERW SPINDO melalui proses pelapisan
yang telah teruji supaya dapat menyediakan produk dengan kualitas terbaik.
Penggunaan pipa baja ini terutama untuk jaringan pipa air transmisi, pabrik pengolahan
air, pabrik pengolahan air limbah, fasilitas penggunaan tenaga air, dan sistem sirkulasi
air pada bangunan. Pipa Air ERW SPINDO juga telah mendapatkan sertifikasi UL 852
dan FM 1630, dimana sertifikasi ini biasa dipakai di luar negeri untuk pipa pemadam
kebakaran.

SSAW: Pipa air SSAW SPINDO digunakan untuk distribusi air dengan diameter besar,
seperti pada terowongan air, pabrik pengolahan air, pabrik pengolahan air limbah, dan
sebagainya. Pada pipa jenis ini terdapat beberapa lapisan pada bagian dalam dan luar
pipa, seperti cement mortar lining dan internal epoxy coating pada bagian dalam pipa.
Untuk lapisan luar terdapat lapisan three-layer polyethylene dan juga external epoxy
coating.

3. Pipa Oil & Gas

ERW: SPINDO merupakan salah satu supplier pipa ERW untuk minyak dan gas, dengan
sertifikasi API 5L. Pipa ERW kami tersedia dalam berbagai grade, ketebalan, dan
diameter pipa sesuai kebutuhan pelanggan. Proses produksi pipa ERW menggunakan
material berkualitas tinggi, pengecoran terus menerus, proses kontrol rol, fine grain,
serta baja karbon rendah yang sesuai dengan persyaratan standar API 5L.

SSAW: SPINDO memproduksi pipa SSAW berkualitas tinggi berdiameter besar untuk
industri minyak dan gas. Manufaktur kami menggunakan proses produksi berteknologi
terkini dan otomatisasi sebagai langkah maju terdepan. Berbagai ukuran, kapasitas
yang memadai, kemampuan proses pelapisan pipa, dan lokasi strategis menjadi
keunggulan kami dalam meraih pasar Indonesia.

4. Pipa Stainless Steel

Pipa Industri: Pipa stainless steel SPINDO memiliki ketahanan yang sangat baik
terhadap korosi, tahan panas, serta telah digunakan sebagai bahan baku yang dapat
menahan lingkungan yang korosif seperti industri kimia.


Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                     16
Page 34
Pipa Ornamen (Ornamental Tubes) SPINDO banyak digunakan untuk berbagai peralatan
sehari-hari karena sangat awet dan mampu menahan korosi. Pipa ini tahan karat,
bahkan apabila elemennya tak terlindungi, tahan panas, dan kondisi ekstrim lainnya.

5. Pipa GI (Galvanized Iron)

Pipa GI merupakan pipa yang terbuat dari baja dan dilapisi oleh pelindung yang terbuat
dari bahan seng. Lapisan tersebut ditujukan untuk melindungi baja dari korosi sehingga
penggunaannya lebih awet. Selain itu, konstruksi baja yang kuat membuat Pipa GI
tahan terhadap beban berat dan juga tahan lama.

Pipa GI SPINDO sebagian besar diaplikasikan sebagai rangka langitlangit/plafon, rangka
partisi dinding, kanopi, pagar, gerbang, saluran kabel listrik dan telekomunikasi. Pipa
SPINDO secara fleksibel diproduksi sesuai spesifikasi standar atau custom.

6. Pipa Perabot

Pipa perabot / furnitur merupakan salah satu varian dari pipa baja hitam (pipa hitam).
Berbagai produk furnitur fabrikasi dari varian pipa hitam yang satu ini, beberapa di
antaranya adalah rangka meja atau kursi, ranjang, dan rak atau lemari, dan sebagainya.

7. Pipa Mekanis

SPINDO memproduksi pipa mekanis dengan kualitas terbaik yang dapat diaplikasikan
untuk bermacam-macam kegunaan, seperti bahan furnitur, struktur rangka bus, rangka
sepeda, sparepart otomotif dan juga beberapa bagian kendaraan bermotor. Pipa
Mekanis SPINDO telah melewati serangkaian tahap pengecekan dan juga pengetesan
agar dapat menghasilkan Mechanical Tubes dengan kualitas terbaik.

8. Tiang

Tiang Telekomunikasi: Tiang telekomunikasi SPINDO dirancang untuk memenuhi
berbagai permintaan pelanggan. Tiang baja memiliki keunggulan lebih ringan
dibandingkan tiang beton, serta mudah untuk pemeliharaan.

Tiang listrik: Tiang listrik SPINDO tersedia dalam berbagai macam ukuran dan tipe untuk
berbagai kebutuhan tegangan. Sebagai peralatan untuk mendistribusikan listrik, tiang
baja menawarkan alternatif hemat biaya dibanding material yang lain.

Tiang Penerangan: Penerangan jalan raya yang efisien membutuhkan aspek keamanan,
ekonomis dan perawatan yang mudah. Tiang SPINDO memenuhi persyaratan desain
sesuai dengan struktur yang ada, serta desain yang kontemporer.

B. Jasa Perseroan

Jasa yang dihasilkan SPINDO di antaranya adalah Pelapisan Internal & Eksternal; Hot
Dip Galvanis; Potong Plat; Potong Plat Stainless Steel; Slitting; Slitting Stainless Steel;
Roll Grooving; Potong Laser; Swaging; Expand; Pabrikasi Baja.


        Persaingan Usaha

Perseroan merupakan produsen baja yang berpengalaman dalam memproduksi
berbagai macam pipa baja/tabung dan berbagai produk terkait lainnya.



Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                        17
Page 35
Perseroan bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang yang
sejenis di Indonesia. Kompetitor utama Perseroan adalah PT Krakatau Pipe Industries -
anak perusahaan dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Bakrie Pipe Industries –
anak perusahaan dari PT Bakrie Brothers Tbk.

SPINDO bersaing di berbagai sektor, diantaranya sektor konstruksi infrastruktur dan
utilitas, furnitur, otomotif dan minyak dan Gas (API Standard)


        Prospek Usaha

Prospek industri pipa baja di Indonesia pada tahun 2026 cukup positif, didorong oleh
masih berlangsungnya pembangunan Infrastruktur, seperti jembatan, jalan dan
distribusi air bersih.

Pembangunan fisik juga tetap dilakukan oleh pemerintah dalam berbagai sektor sebagai
berikut: pendidikan, konektivitas, pangan akuatik, irigasi, pangan pertanian, rumah
perlindungan wanita dan anak, kesehatan, sanitasi, air minum, perumahan dan
pemukiman, pembangunan sentra IKM untuk industri kecil dan menengah, dan pasar.

Kebijakan pemerintah yang mendukung industri dalam negeri memperkuat prospek
pasar secara keseluruhan. Hal ini tercermin dengan tetap meningkatnya Anggaran
Belanja Pemerintah Pusat untuk tahun 2026 dan Rencana Dana Alokasi Khusus Fisik
untuk tahun 2026.

Dengan fluktuasi harga minyak bumi yang tidak pasti, terjadi percepatan peralihan
teknologi kendaraan listrik (Electronic Vehicle atau EV). Indonesia merupakan salah satu
basis produksi kawasan Asia Tenggara oleh beberapa merek EV seperti BYD, Wuling,
Vinfast, Yadea dan lainnya yang masih akan menggunakan pipa dalam unit
kendaraannya.

Dengan kemampuan SPINDO dalam mengembangkan produk-produknya melalui proses
tambahan (expanding, swedging, bending, dan, machining), diharapkan dapat
meningkatkan daya saing SPINDO terhadap kompetitor.


        Analisis SWOT

Berikut adalah analisis SWOT SPINDO:

Kekuatan
•   Kualitas produk unggul dimana pipa baja merk SPINDO memiliki standar nasional
    dan internasional.
•   Teknologi produksi modern yang didukung 6 unit pabrik di Surabaya, Pasuruan,
    Karawang, dan Sidoarjo dan 1 pabrik terbaru di Gresik untuk pipa diameter besar
    >=8”
•   Infrastruktur handal dimana Perseroan memiliki kapasitas produksi besar dan
    mampu memenuhi permintaan domestik dan ekspor.
•   Pengalaman panjang dimana SPINDO telah berdiri sejak 1971 dan telah memiliki
    reputasi yang kuat di industri baja.
•   Pelayanan pelanggan responsif dimana Perseroan terus meningkatkan loyalitas
    konsumen dengan pengiriman tepat waktu dan ketersediaan stok cukup
•   Diversifikasi produk untuk berbagai sektor industri yaitu konstruksi,
    infrastruktur, Utilitas, Otomotif, Furnitur, dan Minyak dan Gas


Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                     18
Page 36
Kelemahan
•   Ketergantungan bahan baku impor dimana fluktuasi harga baja global
    memengaruhi biaya produksi.
•   Biaya operasional tinggi dimana industri baja merupakan industri padat modal dan
    energi.
•   Eksposur terhadap kurs valuta asing karena sebagian bahan baku dan penjualan
    terkait ekspor

Peluang
•   Proyek infrastruktur nasional seperti jalan tol, pelabuhan, dan konstruksi
    mendukung permintaan pipa baja.
•   Pertumbuhan sektor otomotif dan manufaktur membuka pasar baru untuk pipa
    sektor otomotif.
•   Ekspansi pasar ekspor dimana produk Perseroan memiliki potensi ke Asia Tenggara
    dan Timur Tengah.
•   Inovasi teknologi seperti efisiensi produksi dan pengembangan produk baru

Ancaman
•   Persaingan global dimana produsen baja dari China dan India menawarkan harga
    lebih murah namun memiliki kualitas yang berbeda dengan pipa SPINDO
•   Fluktuasi harga baja dunia mempengaruhi biaya produksi
•   Kebijakan perdagangan internasional dimana tarif impor atau ekspor dapat
    memengaruhi daya saing.
•   Tekanan lingkungan dan regulasi dimana tuntutan keberlanjutan produksi baja
    semakin ketat


       Alasan dan Latar Belakang Dilakukannya Rencana Transaksi

Seiring dengan perkembangan industri, tren kebutuhan pelanggan semakin bergeser ke
hilir, dimana jika sebelumnya pasokan hanya dalam bentuk pipa potongan, sekarang
banyak pelanggan yang meminta suplai dengan proses tambahan seperti expanding,
swedging, bending dan machining (semi part) dengan tujuan untuk mengurangi proses
produksi, menekan persediaan serta mencapai efisiensi biaya. Selain itu, banyak
pelanggan yang meminimalkan level persediaan sehingga tuntutan untuk pengiriman
secara tepat waktu menjadi sangat tinggi.

Tuntutan ini dapat dipenuhi dengan menjaga kecukupan level persediaan dan kecepatan
pemuatan produk dan hanya dapat dicapai jika Perseroan memiliki area gudang yang
cukup sehingga penempatan persediaan jadi dapat terpusat dan tidak tersebar.

Oleh karena itu, SPINDO berencana untuk membeli tanah di Jalan Mitra Barat I Blok F
16, Kawasan Industri Mitra Karawang, Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel,
Kabupaten Karawang, Jawa Barat dimana tanah tersebut berbatasan langsung dengan
pabrik SPINDO Unit V Karawang sehingga memudahkan Perseroan dalam menangani
perpindahan produk jadi dari area produksi ke area gudang dan juga memiliki area yang
cukup untuk memenuhi kebutuhan Perseroan dalam melakukan expanding, swedging,
bending dan machining (semi part).


       Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan terhadap Perseroan,
di mana setelah Tanah sudah menjadi milik Perseroan, maka Perseroan dapat memiliki
area gudang untuk menambah kapasitas penyimpanan persediaan serta memudahkan

Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                   19
Page 37
perpindahan produk jadi dari area produksi ke are gudang karena lokasinya
bersebelahan dengan pabrik Karawang.

Tidak ada kerugian atas Rencana Transaksi, namun Rencana Transaksi menyebabkan
Perseroan perlu mengeluarkan biaya untuk pengolahan tanah agar dapat dibuat menjadi
area gudang serta biaya atas kepemilikan aset, seperti biaya asuransi dan pajak
properti.


        Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

          Penilaian Kinerja Historis

             Posisi Keuangan

Posisi keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada 2021 - 2025 adalah:

                         Tabel 4 : Posisi Keuangan SPINDO Tahun 2021 – 2025
 Dalam jutaan Rp                                           2021         2022         2023         2024         2025

 ASET
 ASET LANCAR
  Kas dan bank                                                50.092       50.178      176.938      503.649      956.526
  Piutang usaha
    Pihak ketiga                                             972.698     1.121.111    1.102.407    1.084.658     904.111
    Pihak berelasi                                            46.886        38.750       32.386       37.129      53.054
  Piutang lain-lain
    Pihak ketiga                                                1.618        1.705        1.463          571        1.437
  Persediaan                                                3.243.760    3.095.377    3.676.658    3.519.974    2.924.160
  Pajak dibayar dimuka                                         68.872       62.349        5.584           33        2.236
  Uang muka                                                    29.640       21.760       10.000       37.649       54.013
  Pajak dibayar dimuka                                          9.123       10.180       69.138       70.578      130.164
 Jumlah Aset Lancar                                        4.422.689    4.401.410    5.074.574    5.254.241    5.025.701

 ASET TIDAK LANCAR
  Taksiran pajak penghasilan                                      -         82.939          -            -            -
  Piutang pihak berelasi                                            7            7            7          -            -
  Investasi                                                    30.218       32.452       35.529       39.579       42.705
  Aset tetap - neto                                         2.214.814    2.471.517    2.450.464    2.529.331    3.021.724
  Properti investasi                                            9.067        9.067        9.067        9.067       20.209
  Aset takberwujud-neto                                        13.922        8.347        2.772        1.731        1.080
  Uang muka                                                   401.789      396.339      399.295      461.478      684.951
  Aset tidak lanc ar lainnya                                    4.816        3.853          -            -            -
 Jumlah Aset Tidak Lancar                                  2.674.633    3.004.521    2.897.134    3.041.186    3.770.669

 JUMLAH ASET                                               7.097.322    7.405.931    7.971.708    8.295.427    8.796.370

 LIABILITAS & EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang bank jangka pendek                                 1.838.460    2.069.716    1.757.746     918.667      703.282
   Utang usaha
     Pihak ketiga                                            386.320      258.311      269.277      336.992      306.374
     Pihak berelasi                                            1.508          974          590        1.125          705
   Utang pajak                                               118.666        1.602       59.265       31.415       24.890
   Biaya masih harus dibayar                                  18.129       19.591       26.704       41.598       36.461
   Uang muka pelanggan                                        17.869       21.296       36.144       58.618        8.597
   Liabilitas jangka pendek lainnya                           16.641        9.547       14.758       19.942       44.696
   Bagian lanc ar atas liabilitas
   jangka panjang:
     Bank                                                     154.064       88.330          708          -            -
     Liabilitas sewa                                            9.846       22.532       21.266       17.791        3.054
     Utang obligasi                                           101.000       15.000      197.250      135.000      282.765
     Utang sukuk ijarah                                        99.000      100.000      113.650       50.000      217.785
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                           2.761.503    2.606.899    2.497.358    1.611.148    1.628.609

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Utang jangka panjang - setelah
   dikurangi bagian jatuh tempo satu
   tahun:
     Bank                                                     89.038          708          -             -            -
     Liabilitas sewa                                          20.912       39.351       20.390         3.411          -
     Utang obligasi                                           49.000      184.000      347.100     1.212.100    1.068.985
     Utang sukuk ijarah                                       51.000      101.000      202.000       152.000       87.065
   Utang pihak berelasi                                        6.205        6.205          -             -            -
   Liabilitas pajak tangguhan                                176.451      208.440      199.755       185.533      238.994
   Liabilitas imbalan kerja karyawan                         155.481      114.793       86.759        87.484       99.358
   Keuntungan ditangguhkan atas                                  619          -            -             -            -
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                           548.706      654.497      856.004     1.640.528    1.494.402

 JUMLAH LIABILITAS                                         3.310.209    3.261.396    3.353.362    3.251.676    3.123.011

 EKUITAS
   Modal saham                                               718.599      718.599      718.599      718.599      718.599
   Tambahan modal disetor - neto                             500.880      500.880      500.880      500.880      498.269
   Saham tresuri                                             (12.065)     (12.065)     (12.065)     (12.065)     (13.451)
   Saldo laba
     Ditentukan penggunaannya                                  10.000       20.000       30.000       40.000       50.000
     Tidak ditentukan penggunaannya                         1.483.676    1.715.948    2.161.643    2.575.745    2.987.168
   Komponen ekuitas lainnya                                 1.085.951    1.201.112    1.219.256    1.220.578    1.432.791
 Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk    3.787.041    4.144.474    4.618.313    5.043.737    5.673.376
 Kepentingan non-pengendali                                        72           61           33           14          (17)
 Jumlah Ekuitas                                            3.787.113    4.144.535    4.618.346    5.043.751    5.673.359

 JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                               7.097.322    7.405.931    7.971.708    8.295.427    8.796.370


Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                                     20
Page 38
a. Aset

Secara keseluruhan aset SPINDO rata-rata mengalami peningkatan sebesar 5,51% per
tahun selama periode 2021-2025, yaitu dari Rp 7,10 triliun pada tahun 2021 dan
mencapai Rp 8,80 triliun pada 31 Desember 2025.

Aset Lancar

Pada tahun 2021, aset lancar SPINDO tercatat sebesar Rp 4,42 triliun, kemudian turun
menjadi Rp4,40 triliun pada tahun 2022.

Pada tahun 2023, aset lancar SPINDO meningkat menjadi Rp5,07 triliun yang terutama
disebabkan karena peningkatan kas dan persediaan. Pada tahun 2024, aset lancar
SPINDO kembali meningkat menjadi Rp5,25 triliun karena peningkatan kas.

Pada 31 Desember 2025, aset lancar SPINDO mengalami penurunan menjadi Rp5,03
miliar. penurunan ini terutama disebabkan penurunan piutang usaha pihak ketiga dan
persediaan.


Aset Tidak Lancar

Pada tahun 2021, aset tidak lancar SPINDO adalah sebesar Rp2,67 triliun, kemudian
naik menjadi Rp3,00 triliun pada tahun 2022 karena peningkatan aset tetap dan taksiran
pajak penghasilan.

Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami penurunan menjadi Rp2,90 triliun karena
penurunan taksiran pajak penghasilan, lalu kembali meningkat menjadi Rp3,04 triliun
karena peningkatan aset tetap dan uang muka.

Pada tahun 2025, aset tidak lancar SPINDO kembali meningkat menjadi Rp3,77 triliun
terutama karena peningkatan aset tetap dan uang muka.


b. Liabilitas

Jumlah liabilitas Perseroan secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 1,44%
per tahun selama periode 2021 – 2025, yaitu dari Rp3,31 triliun pada tahun 2021 dan
turun menjadi Rp3,12 triliun pada 31 Desember 2025.

Liabilitas Jangka Pendek

Pada tahun 2021, liabilitas jangka pendek SPINDO tercatat sebesar Rp2,76 triliun,
kemudian turun menjadi Rp2,61 triliun pada tahun 2022 yang disebabkan karena
penurunan utang usaha pihak ketiga, utang bank jangka panjang dan utang obligasi.

Pada tahun 2023 dan 2024 liabilitas jangka pendek SPINDO turun masing-masing
menjadi Rp2,50 triliun dan Rp1,61 triliun yang disebabkan karena penurunan utang
bank jangka pendek.

Pada 31 Desember 2025 liabilitas jangka pendek SPINDO meningkat menjadi Rp1,63
triliun karena peningkatan utang obligasi dan utang sukuk ijarah.




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                   21
Page 39
Liabilitas Jangka Panjang

Pada tahun 2021, liabilitas jangka panjang SPINDO tercatat sebesar Rp548,7 miliar,
kemudian naik menjadi Rp654,5 miliar pada tahun 2022 karena peningkatan utang
obligasi dan utang sukuk ijarah.

Pada tahun 2023 dan 2024 liabilitas jangka panjang SPINDO meningkat menjadi
Rp856,0 miliar dan Rp1,64 triliun karena Perseroan menarik pinjaman dari obligasi.

Pada tahun 2025 liabilitas jangka panjang SPINDO turun menjadi Rp1,49 triliun karena
penurunan utang obligasi dan utang sukuk ijarah.


c. Ekuitas

Ekuitas SPINDO pada periode 2021 - 2025 secara keseluruhan terus mengalami
peningkatan dengan rata-rata peningkatan sebesar 10,63% per tahun. Pada tahun 2021
jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 3,79 triliun dan menjadi Rp5,67 triliun pada tahun
2025 karena peningkatan saldo laba setiap tahunnya.


              Laba Rugi

Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tahun 2021 hingga
2025 adalah seperti disajikan di bawah ini.

                        Tabel 5 : Laporan Laba-Rugi SPINDO Tahun 2021 - 2025

 Dalam jutaan Rp                                 2021          2022          2023          2024          2025

 PENDAPATAN                                       5.378.808     6.255.945     6.455.329     6.118.364     5.932.797
 BEBAN POKOK PENDAPATAN                          (4.258.794)   (5.497.334)   (5.387.142)   (5.012.387)   (4.802.424)

 LABA BRUTO                                      1.120.014       758.611     1.068.187     1.105.977     1.130.373

 Beban Usaha
   Beban penjualan dan distribusi                 (196.518)     (138.190)     (160.557)     (159.646)     (192.310)
   Beban umum dan administrasi                    (190.510)     (124.364)     (144.052)     (125.254)     (126.019)
 Jumlah beban usaha                               (387.028)     (262.554)     (304.609)     (284.900)     (318.329)

 LABA OPERASI                                      732.986       496.057       763.578       821.077       812.044

 PENDAPATAN(BEBAN) LAIN-LAIN
  Pendapatan lain-lain                             136.284       154.567       143.118       121.873       118.697
  Beban keuangan                                  (174.578)     (200.744)     (237.188)     (210.832)     (203.991)
  Beban lain-lain                                  (35.290)      (56.649)      (28.924)      (56.529)      (54.264)
  Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain              (73.584)     (102.826)     (122.994)     (145.488)     (139.558)

 LABA SEBELUM TAKSIRAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN     659.402       393.231       640.584       675.589       672.486

    Taksiran beban pajak penghasilan              (173.341)      (87.382)     (142.525)     (145.526)     (138.270)

  LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                       486.061       305.849       498.059       530.063       534.216




a. Pendapatan

Pendapatan SPINDO mengalami peningkatan rata-rata sebesar 2,48% tiap tahun pada
periode 2021 - 2025. Pada tahun 2021 jumlah pendapatan tercatat sebesar Rp 5,38
triliun, kemudian meningkat berturut-turut menjadi Rp6,26 triliun pada tahun 2022 dan
Rp6,46 triliun pada tahun 2023. Pada tahun 2024 pendapatan SPINDO turun menjadi
Rp6,12 triliun lalu kembali turun menjadi Rp5,93 triliun pada tahun 2025.




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                               22
Page 40
b. Beban Pokok Pendapatan

Beban pokok pendapatan SPINDO mengalami peningkatan sebesar 3,05% tiap tahun
pada periode 2021 - 2025. Pada tahun 2021, beban pokok pendapatan tercatat sebesar
Rp4,26 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp5,50 triliun pada tahun 2022. Pada
tahun 2023 dan 2024 beban pokok SPINDO turun berturut-turut menjadi Rp5,39 trilun
dan Rp5,01 triliun. Pada tahun 2025 beban pokok kembali turun menjadi Rp4,80 triliun.


c. Laba

Laba SPINDO secara rata-rata mengalami peningkatan dari tahun 2021 hingga tahun
2025 yaitu sebesar 2,39% per tahun. Pada tahun 2021 laba SPINDO tercatat sebesar
Rp486,1 miliar, kemudian turun menjadi Rp305,8 miliar pada tahun 2022. Pada tahun
2023, 2024 dan 2025 SPINDO mencatat kenaikan laba berturut-turut masing-masing
sebesar Rp498,1 miliar, Rp530,1 miliar dan Rp534,2 miliar.


             Arus Kas

Gambaran arus kas SPINDO untuk tahun yang berakhir pada tanggal                                                  2021 - 2025
adalah seperti disajikan di bawah ini.

                         Tabel 6 : Laporan Arus Kas SPINDO Tahun 2021 - 2025

 Dalam jutaan Rp                                                    2021          2022          2023          2024          2025

 Arus Kas dari Aktivitas Operasi
  Penerimaan dari pelanggan                                         5.209.490     6.111.987     6.500.458     6.159.065     6.072.158
  Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan lain-lain                (5.273.948)   (5.837.494)   (6.050.176)   (4.917.701)   (4.561.979)
   Kas yang dihasilkan dari operasi                                   (64.458)      274.493       450.282     1.241.364     1.510.179
  Pembayaran biaya keuangan                                          (174.578)     (200.743)     (237.188)     (210.833)     (203.991)
  Pembayaran pajak penghasilan                                        (47.798)     (105.393)     (102.416)     (138.910)     (126.322)
  Penerimaan dari restitusi pajak                                     155.714           -          90.598           -             -
  Penerimaan penghasilan keuangan                                      20.839             97          293         1.437        25.565
 Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi      (110.281)      (31.546)      201.569       893.058     1.205.431

 Arus Kas dari Aktivitas Investasi
   Hasil penjualan aset tetap                                            618           975           -             225             96
   Perolehan aset tetap                                             (105.557)     (103.949)      (63.087)     (180.838)     (236.904)
   Penambahan uang muka pembelian aset tetap                          (6.000)       (4.728)       (2.956)      (83.523)     (260.955)
   Pengurangan (Penambahan) aset tidak lancar lainnya                152.386           963           -            (641)       (1.014)
   Penambahan properti investasi                                         -             -             -             -         (11.142)
   Pengurangan aset tidak lancar lainnya                                 -             -           3.853           -             -
   Penerimaan piutang berelasi                                             4           -             -               7           -
 Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi     41.451      (106.739)      (62.190)     (264.770)     (509.919)

 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
   Pembayaran liabilitas sewa                                          (6.168)      (10.746)      (20.569)      (21.409)      (18.077)
   Penambahan liabilitas sewa                                          26.526        39.548           -             -             -
   Pembayaran dividen                                                 (42.392)      (63.588)      (42.392)     (105.980)     (112.824)
   Penambahan bersih dari utang bank jangka pendek                  8.072.669     6.798.833     6.711.771     4.548.920     2.948.181
   Penurunan bersih dari utang bank jangka pendek                  (8.111.478)   (6.567.577)   (7.018.208)   (5.394.706)   (3.163.566)
   Penerimaan utang obligasi                                          150.000       150.000       360.350     1.000.000       139.650
   Biaya emisi obligasi                                                (2.652)       (1.995)       (4.922)      (17.078)       (1.997)
   Pembayaran utang obligasi                                              -        (101.000)      (15.000)     (197.250)     (135.000)
   Penerimaan utang sukuk                                             150.000       150.000       214.650           -         152.850
   Biaya emisi sukuk                                                   (2.690)       (2.040)       (3.764)          -          (2.133)
   Pembayaran utang sukuk                                                 -         (99.000)     (100.000)     (113.650)      (50.000)
   Pembayaran untuk utang bank jangka panjang                        (174.436)     (154.064)      (88.330)         (708)          -
   Penerimaan (Pembayaran) kepada pihak berelasi                          -             -          (6.205)          -             -
 Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan      59.379       138.371       (12.619)     (301.861)     (242.916)

 Peningkatan (penurunan) neto kas dan setara kas                      (9.451)            86      126.760       326.427       452.596
 Kas dan setara kas (awal tahun)                                      59.543        50.092        50.178       176.938       503.649
 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                                 -             -             -             284           281
 Kas dan setara kas (akhir tahun)                                     50.092        50.178       176.938       503.649       956.526




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                                                 23
Page 41
a. Aktivitas Operasi

Pada tahun 2021 dan 2022, SPINDO mencatat arus kas negatif. Namun sejak tahun
2023 SPINDO mencatat arus kas positif yang terus meningkat, dimana Perseroan
mencatat arus kas positif tertinggi pada tahun 2025 yaitu sebesar Rp1,21 triliun karena
peningkatan kas yang dihasilkan dari operasi.

b. Aktivitas Investasi

Selama periode 2021 - 2025, arus kas dari aktivitas investasi Perseroan mengalami naik
turun. Arus kas yang dikeluarkan tertinggi terjadi pada tahun 2025 dimana Perseroan
melakukan pembelian atau pembayaran uang muka untuk perolehan aset tetap.

c. Aktivitas Pendanaan

Selama periode 2021 - 2025, Perseroan mencatat adanya penerimaan dan pengeluaran
kas dari aktivitas pendanaan. Penerimaan kas berupa penerimaan pinjaman bank dan
tambahan modal disetor. Sementara pengeluaran kas dilakukan untuk pembayaran
pinjaman bank, pembayaran biaya emisi, pembayaran liabilitas sewa dan pembayaran
kepada pihak berelasi.


        Rasio-rasio Keuangan

Gambaran rasio keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2021 - 2025 adalah seperti disajikan berikut ini.

                   Tabel 7 : Rasio Keuangan SPINDO Tahun 2021 - 2025

                               2021       2022        2023        2024        2025
 Profitabilitas
   GPM                           20,8%      12,1%       16,5%       18,1%       19,1%
   OPM                           13,6%       7,9%       11,8%       13,4%       13,7%
   NPM                            9,0%       4,9%        7,7%        8,7%        9,0%
   ROA                            6,8%       4,1%        6,2%        6,4%        6,1%
   ROE                           12,8%       7,4%       10,8%       10,5%        9,4%
 Likuiditas
   Current Ratio                 160,2%    168,8%      203,2%      326,1%      308,6%
   Quick Ratio                    42,7%     50,1%       56,0%      107,6%      129,0%
   Cash Ratio                      1,8%      1,9%        7,1%       31,3%       58,7%
 Leverage
   DER                           87,4%      78,7%       72,6%       64,5%       55,0%
   DAR                           46,6%      44,0%       42,1%       39,2%       35,5%



Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:
❖ Berdasarkan rasio profitabilitas, kemampuan Perseroan dalam memperoleh laba
  baik dimana marjin laba bersih berkisar antara 4,9% hingga 9,0% dan tingkat
  pengembalian terhadap ekuitas (ROE) berkisar antara 7,4% hingga 12,8% selama
  tahun 2021-2025.
❖ Berdasarkan rasio likuiditas, kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban
  yang harus dibayar dengan harta lancarnya terus berada diatas 100% dan
  meningkat setiap tahunnya.
❖ Komposisi struktur perusahaan yang digambarkan dengan debt equity ratio (DER)
  dan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan bahwa pendanaan Perseroan yang
  berasal dari utang mengalami penurunan, dimana pada tahun 2021 DER sebesar
  87,4% dan DAR sebesar 46,6% sementara pada tahun 2025 DER sebesar 55,0%
  dan DAR sebesar 35,5%.
Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                    24
Page 42
          Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum Rencana Transaksi diperoleh dari laporan
keuangan per tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit, sedangkan Posisi
Keuangan dan Laba Rugi setelah Rencana Transaksi merupakan perkiraan yang
didasarkan atas kemungkinan perubahan pada akun-akun yang terkait dengan Rencana
Transaksi yang diberikan oleh Manajemen.

Untuk memberikan gambaran secara lebih jelas, berikut ini disajikan tabel Posisi
Keuangan dan Laba Rugi sebelum dan setelah Rencana Transaksi.


              Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

     Tabel 8 : Posisi Keuangan SPINDO Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi*)

                                                                    31-Des-25
 Dalam jutaan Rp
                                              Sebelum Transaksi    Penyesuaian        Setelah Transaksi

 ASET
 ASET LANCAR
  Kas dan bank                                          956.526            (47.840)              908.686
  Piutang usaha
    Pihak ketiga                                        904.111                  -               904.111
    Pihak berelasi                                       53.054                  -                53.054
  Piutang lain-lain
    Pihak ketiga                                           1.437               -                   1.437
  Persediaan                                           2.924.160               -               2.924.160
  Pajak dibayar dimuka                                     2.236               -                   2.236
  Uang muka                                               54.013               -                  54.013
  Pajak dibayar dimuka                                   130.164               -                 130.164
 Jumlah Aset Lancar                                    5.025.701           (47.840)            4.977.861

 ASET TIDAK LANCAR
  Investasi                                               42.705              -                   42.705
  Aset tetap - neto                                    3.021.724           47.840              3.069.564
  Properti investasi                                      20.209              -                   20.209
  Aset takberwujud-neto                                    1.080              -                    1.080
  Uang muka                                              684.951              -                  684.951
 Jumlah Aset Tidak Lancar                              3.770.669           47.840              3.818.509
 JUMLAH ASET                                           8.796.370                 -             8.796.370




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                     25
Page 43
                                                                                       (…lanjutan) Tabel 8
                                                                                  31-Des-25
 Dalam jutaan Rp
                                                           Sebelum Transaksi     Penyesuaian       Setelah Transaksi

 LIABILITAS & EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang bank jangka pendek                                          703.282                   -              703.282
   Utang usaha
    Pihak ketiga                                                     306.374                   -              306.374
    Pihak berelasi                                                       705                   -                  705
   Utang pajak                                                        24.890                   -               24.890
   Biaya masih harus dibayar                                          36.461                   -               36.461
   Uang muka pelanggan                                                 8.597                   -                8.597
   Liabilitas jangka pendek lainnya                                   44.696                   -               44.696
   Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang:
    Bank                                                                  -                    -                  -
    Liabilitas sewa                                                     3.054                  -                3.054
    Utang obligasi                                                    282.765                  -              282.765
    Utang sukuk ijarah                                                217.785                  -              217.785
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    1.628.609                  -            1.628.609
 LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
   jatuh tempo satu tahun:
    Bank                                                                  -                    -                  -
    Liabilitas sewa                                                       -                    -                  -
    Utang obligasi                                                  1.068.985                  -            1.068.985
    Utang sukuk ijarah                                                 87.065                  -               87.065
   Utang pihak berelasi                                                   -                    -                  -
   Liabilitas pajak tangguhan                                         238.994                  -              238.994
   Liabilitas imbalan kerja karyawan                                   99.358                  -               99.358
   Keuntungan ditangguhkan atas transaksi sewa
   dan jual balik                                                         -                    -                  -
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   1.494.402                  -            1.494.402
 JUMLAH LIABILITAS                                                  3.123.011                  -            3.123.011
 EKUITAS
   Modal saham                                                       718.599                   -              718.599
   Tambahan modal disetor - neto                                     498.269                   -              498.269
   Saham tresuri                                                     (13.451)                  -              (13.451)
   Saldo laba
    Ditentukan penggunaannya                                           50.000                  -               50.000
    Tidak ditentukan penggunaannya                                  2.987.168                  -            2.987.168
   Komponen ekuitas lainnya                                         1.432.791                  -            1.432.791
 Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk            5.673.376                  -            5.673.376
 Kepentingan non-pengendali                                               (17)                 -                  (17)
 Jumlah Ekuitas                                                     5.673.359                  -            5.673.359
 JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                                        8.796.370                  -            8.796.370
*) belum memperhitungkan dampak perpajakan atas Rencana Transaksi.

Dari tabel posisi keuangan di atas terlihat bahwa transaksi pembelian tanah akan
meningkatkan aset tetap sebesar Rp47,84 miliar. Transaksi tersebut didanai oleh kas
Perseroan sehingga kas Perseroan berkurang sebesar Rp47,84 miliar.

Penyesuaian laporan keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi dilakukan
adalah sebagai berikut:

Tanah
Penambahan atas pembelian Tanah sebesar Rp47.840.000.000.

Kas dan Bank
Pengurangan kas sebesar Rp47.840.000.000.




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                                  26
Page 44
             Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

             Tabel 9 : Laba Rugi SPINDO Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                                                                               31-Des-25
Dalam jutaan Rp
                                                        Sebelum Transaksi     Penyesuaian       Setelah Transaksi

 PENDAPATAN                                                      5.932.797                  -            5.932.797
 BEBAN POKOK PENDAPATAN                                         (4.802.424)                 -           (4.802.424)

 LABA BRUTO                                                      1.130.373                  -            1.130.373

 BEBAN USAHA
   Beban penjualan dan distribusi                                 (192.310)                 -             (192.310)
   Beban umum dan administrasi                                    (126.019)                 -             (126.019)
 Jumlah beban usaha                                               (318.329)                 -             (318.329)

 LABA USAHA                                                       812.044                   -              812.044

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
   Pendapatan lain-lain                                            118.697                  -              118.697
   Beban keuangan                                                 (203.991)                 -             (203.991)
   Beban lain-lain                                                 (54.264)                 -              (54.264)
 Jumlah Penghasilan (Beban) Lain-lain                             (139.558)                 -             (139.558)

 LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                      672.486                   -              672.486

    Taksiran beban pajak penghasilan                              (138.270)                 -             (138.270)

   LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                     534.216                   -              534.216


Dari gambaran laba rugi di atas terlihat bahwa atas Rencana Transaksi, tidak ada
perbedaan pada Laba Rugi.


          Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar dengan asumsi sebagai berikut:

                               Tabel 10 : Asumsi Dasar Penyusunan Proyeksi

 No.                   Dengan Transaksi                             Tanpa Transaksi
 1.        Terdapat pembelian tanah                     Tidak ada pembelian tanah
 2.        Terdapat Pembangunan gudang yang             Tidak ada pembangunan gudang baru.
           dapat digunakan mulai tahun 2027
           sehingga:
           - Terdapat belanja modal selama tahun
              2027 dan 2028
           - Terdapat peningkatan penjualan dan laba
              bersih karena dengan peningkatan
              kapasitas gudang Perseroan dapat
              meningkatkan produksi.


Dengan demikian proyeksi keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Transaksi adalah
sebagai berikut:




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                               27
Page 45
          Tabel 11 : Proyeksi Posisi Keuangan SPINDO Dengan Rencana Transaksi

                                                                                 DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                                            2026         2027         2028        2029             2030
 ASET
  ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                                        500.404     1.002.282     1.542.283     2.088.498     2.900.936
   Piutang usaha                                           1.064.488     1.312.435     1.495.975     1.645.889     1.865.883
   Piutang lain-lain                                           1.437         1.437         1.437         1.437         1.437
   Persediaan                                              3.315.478     3.520.784     3.731.172     3.862.923     4.201.872
   Biaya dibayar dimuka                                        2.236         2.236         2.236         2.236         2.236
   Uang muka                                                  54.013        54.013        54.013        54.013        54.013
   Pajak dibayar dimuka                                      130.164       130.164       130.164       130.164       130.164
  Total Aset Lancar                                        5.068.220     6.023.350     6.957.280     7.785.159     9.156.540

  ASET TIDAK LANCAR
  Aset tetap - neto                                        3.481.777     3.669.249     3.812.057     3.967.085     4.097.351
  Aset takberwujud-neto                                        1.079         1.079         1.079         1.079         1.079
  Uang muka                                                  684.952       684.952       684.952       684.952       684.952
  Investasi                                                   42.705        42.705        42.705        42.705        42.705
  Properti investasi                                          20.209        20.209        20.209        20.209        20.209
  Jumlah Aset Tidak Lancar                                 4.230.722     4.418.194     4.561.002     4.716.030     4.846.296

  TOTAL ASET                                               9.298.942    10.441.544    11.518.282    12.501.189    14.002.836

  LIABILITAS DAN EKUITAS
  LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang bank jangka pendek                                1.149.955     1.198.537     1.250.533     1.316.517     1.418.507
   Utang usaha                                               216.564       538.992       646.073       660.682       775.223
   Utang pajak                                                24.889        24.889        24.889        24.889        24.889
   Biaya masih harus dibayar                                  36.461        36.461        36.461        36.461        36.461
   Uang muka pelanggan                                         9.139         9.139         9.139         9.139         9.139
   Liabilitas jangka pendek lainnya                           44.154        44.154        44.154        44.154        44.154
   Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang:
     Utang obligasi                                           65.360        52.150       810.014        53.843       274.581
     Utang sukuk ijarah                                       36.210        38.213        20.433        91.286        33.848
  Total Liabilitas Jangka Pendek                           1.582.732     1.942.536     2.841.697     2.236.972     2.616.803

  LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh
   tempo satu tahun:
     Utang obligasi                                        1.105.075     1.076.610       305.109       858.776       624.578
     Utang sukuk ijarah                                      109.405        98.350        98.401        22.440        57.056
   Liabilitas pajak tangguhan                                238.994       238.994       238.994       238.994       238.994
   Liabilitas imbalan kerja karyawan                         110.391       121.423       132.456       143.489       154.521
  Total Liabilitas Jangka Panjang                          1.563.865     1.535.377       774.960     1.263.699     1.075.149

  TOTAL LIABILITAS                                         3.146.597     3.477.913     3.616.656     3.500.670     3.691.951

  EKUITAS
   Modal saham                                               718.599       718.599       718.599       718.599       718.599
   Tambahan modal disetor - neto                             498.268       498.268       498.268       498.268       498.268
   Saham tresuri                                             (13.451)      (13.451)      (13.451)      (13.451)      (13.451)
   Saldo laba
    Ditentukan penggunaannya                                  50.000        50.000        50.000        50.000        50.000
    Tidak ditentukan penggunaannya                         3.466.137     4.277.422     5.215.417     6.314.310     7.624.676
   Komponen ekuitas lainnya                                1.432.809     1.432.809     1.432.809     1.432.809     1.432.809
   Kepentingan non-pengendali                                    (17)          (17)          (17)          (17)          (17)
  Total Ekuitas                                            6.152.345     6.963.630     7.901.626     9.000.519    10.310.885

  TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                             9.298.942    10.441.543    11.518.282    12.501.189    14.002.836




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                                             28
Page 46
               Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi SPINDO Dengan Rencana Transaksi

                                                                                      DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                                                2026         2027          2028           2029          2030

 PENDAPATAN USAHA                                              6.722.195     8.443.936     9.422.343     10.506.059    11.730.609
  Pipa Otomotif                                                  945.776     1.228.351     1.436.510      1.654.985     1.905.798
  Lainnya                                                      5.776.420     7.215.584     7.985.833      8.851.074     9.824.811

 BEBAN POKOK PENDAPATAN                                        (5.402.629)   (6.716.363)   (7.489.957)   (8.309.275)   (9.211.338)
 LABA KOTOR                                                     1.319.567     1.727.572     1.932.386     2.196.784     2.519.271

 BEBAN USAHA
  Beban penjualan dan distribusi                                (221.589)     (248.002)     (273.903)      (299.267)     (326.490)
  Beban umum dan administrasi                                   (140.499)     (152.696)     (161.356)      (170.731)     (181.008)
 Total Beban Usaha                                              (362.087)     (400.698)     (435.259)      (469.997)     (507.498)

 LABA (RUGI) USAHA                                               957.479     1.326.874     1.497.127      1.726.786     2.011.772

  PENGHASILAN ( BEBAN ) LAIN-LAIN
   Pendapatan lain-lain                                          113.872       117.771       131.424        146.547       163.637
   Beban keuangan                                               (202.621)     (208.284)     (206.251)      (204.860)     (191.773)
   Beban lain-lain                                               (93.364)      (45.621)      (11.658)       (12.730)      (14.530)
 Total Pendapatan/(Beban) Lain-lain                             (182.113)     (136.134)      (86.484)       (71.042)      (42.666)

 LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                     775.366     1.190.740     1.410.642      1.655.745     1.969.107

  Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                             (155.073)     (238.148)     (282.128)      (331.149)     (393.821)

 LABA (RUGI) NETO                                                620.293       952.592     1.128.514      1.324.596     1.575.285




                Tabel 13 : Proyeksi Arus Kas SPINDO Dengan Rencana Transaksi

                                                                                      DENGAN TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                                                2026         2027          2028        2029             2030
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Penerimaan dari pelanggan                                     6.736.375     8.303.428     9.370.653    10.497.256    11.666.273
  Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan lain-lain            (6.031.610)   (6.743.231)   (7.219.712)   (8.947.177)   (9.709.521)
  Pembayaran biaya keuangan                                      (202.621)     (208.284)     (206.251)     (204.860)     (191.773)
  Pembayaran pajak penghasilan                                   (122.782)     (218.454)     (282.108)     (321.674)     (308.329)
 Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Operasi                       379.362     1.133.459     1.662.582     1.023.545     1.456.650

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan aset tetap                                          (296.025)     (198.129)     (152.691)      (170.000)     (145.000)
 Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Investasi                   (296.025)     (198.129)     (152.691)      (170.000)     (145.000)

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Pembayaran liabilitas sewa                                       (3.054)            -             -              -             -
 Pembayaran dividen                                             (141.307)     (141.307)     (190.518)      (225.703)     (264.919)
 Penambahan (Penurunan) bersih dari utang bank jangka pendek     (53.328)     (241.418)     (748.005)       125.984      (198.010)
 Penerimaan utang obligasi                                       101.450        23.685        38.513        607.510        40.382
 Pembayaran utang obligasi                                      (282.765)      (65.360)      (52.150)      (810.014)      (53.843)
 Penerimaan utang sukuk                                           58.550        27.158        20.484         15.325        68.465
 Biaya emisi sukuk                                                (1.221)            -             -              -             -
 Pembayaran utang sukuk                                         (217.785)      (36.210)      (38.213)       (20.433)      (91.286)
 Kas Neto Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan                    (539.459)     (433.453)     (969.889)      (307.330)     (499.212)

 KENAIKAN ( PENURUNAN ) NETO KAS DAN BANK                       (456.122)      501.878       540.001        546.215       812.439
 KAS DAN BANK AWAL PERIODE                                       956.526       500.404     1.002.282      1.542.283     2.088.498
 KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                                      500.404     1.002.282     1.542.283      2.088.498     2.900.936




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                                              29
Page 47
                     Tabel 14 : Proyeksi Rasio SPINDO Dengan Rencana Transaksi

 RASIO                                                                             DENGAN TRANSAKSI
                                                     2026               2027             2028       2029                              2030
 Profitabilitas
  GPM                                                   19,6%                20,5%                20,5%                20,9%            21,5%
  OPM                                                   14,2%                15,7%                15,9%                16,4%            17,1%
  NPM                                                    9,2%                11,3%                12,0%                12,6%            13,4%
  ROA                                                    6,7%                 9,1%                 9,8%                10,6%            11,2%
  ROE                                                   10,1%                13,7%                14,3%                14,7%            15,3%
 Likuiditas
  Current Ratio                                          320%                310%                    245%              348%             350%
  Quick Ratio                                            111%                129%                    114%              175%             189%
  Cash Ratio                                              32%                 52%                     54%               93%             111%
 Aktivitas
  Perputaran Aset                                               0,7               0,8                 0,8                 0,8                0,8
  Perputaran Piutang                                            6,3               6,4                 6,3                 6,4                6,3
 Leverage
  DER                                                      51%                50%                     46%               39%               36%
  DAR                                                      34%                33%                     31%               28%               26%




            Tabel 15 : Proyeksi Posisi Keuangan SPINDO Tanpa Rencana Transaksi

                                                                                                  TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                                                      2026               2027          2028              2029          2030
ASET
 ASET LANCAR
  Kas dan setara kas                                                    548.244            939.329      1.450.777        1.986.929      2.769.139
  Piutang usaha                                                       1.064.488          1.306.705      1.484.590        1.628.727      1.838.771
  Piutang lain-lain                                                       1.437              1.437          1.437            1.437          1.437
  Persediaan                                                          3.315.478          3.476.816      3.623.511        3.671.069      3.911.351
  Biaya dibayar dimuka                                                    2.236              2.236          2.236            2.236          2.236
  Uang muka                                                              54.013             54.013         54.013           54.013         54.013
  Pajak dibayar dimuka                                                  130.164            130.164        130.164          130.164        130.164
 Total Aset Lancar                                                    5.116.060          5.910.699      6.746.728        7.474.574      8.707.110

 ASET TIDAK LANCAR
 Aset tetap - neto                                                    3.433.937          3.508.022      3.643.522        3.803.572      3.939.072
 Aset takberwujud-neto                                                    1.079              1.079          1.079            1.079          1.079
 Uang muka                                                              684.952            684.952        684.952          684.952        684.952
 Investasi                                                               42.705             42.705         42.705           42.705         42.705
 Properti investasi                                                      20.209             20.209         20.209           20.209         20.209
 Jumlah Aset Tidak Lancar                                             4.182.882          4.256.966      4.392.466        4.552.516      4.688.016

 TOTAL ASET                                                           9.298.942         10.167.666     11.139.194       12.027.091    13.395.126

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang bank jangka pendek                                            1.149.955          1.157.285      1.207.321        1.220.663      1.289.254
  Utang usaha                                                           216.564            342.761        390.145          424.861        521.687
  Utang pajak                                                            24.889             24.889         24.889           24.889         24.889
  Biaya masih harus dibayar                                              36.461             36.461         36.461           36.461         36.461
  Uang muka pelanggan                                                     9.139              9.139          9.139            9.139          9.139
  Liabilitas jangka pendek lainnya                                       44.154             44.154         44.154           44.154         44.154
  Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang:
    Utang obligasi                                                       65.360             52.150        810.014           53.843        274.581
    Utang sukuk ijarah                                                   36.210             38.213         20.435           91.288         33.850
 Total Liabilitas Jangka Pendek                                       1.582.732          1.705.053      2.542.558        1.905.298      2.234.015

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo
  satu tahun:
    Utang obligasi                                                    1.105.075          1.076.610          305.109        858.776        624.578
    Utang sukuk ijarah                                                  109.405             98.350           98.401         22.440         57.056
  Liabilitas pajak tangguhan                                            238.994            238.994          238.994        238.994        238.994
  Liabilitas imbalan kerja karyawan                                     110.391            121.423          132.456        143.489        154.521
 Total Liabilitas Jangka Panjang                                      1.563.865          1.535.377          774.960      1.263.699      1.075.149

 TOTAL LIABILITAS                                                     3.146.597          3.240.431      3.317.518        3.168.997      3.309.164

 EKUITAS
  Modal saham                                                           718.599            718.599          718.599        718.599       718.599
  Tambahan modal disetor - neto                                         498.268            498.268          498.268        498.268       498.268
  Saham tresuri                                                         (13.451)           (13.451)         (13.451)       (13.451)      (13.451)
  Saldo laba
   Ditentukan penggunaannya                                              50.000             50.000         50.000           50.000         50.000
   Tidak ditentukan penggunaannya                                     3.466.137          4.241.026      5.135.467        6.171.885      7.399.754
  Komponen ekuitas lainnya                                            1.432.809          1.432.809      1.432.809        1.432.809      1.432.809
  Kepentingan non-pengendali                                                (17)               (17)           (17)             (17)           (17)
 Total Ekuitas                                                        6.152.345          6.927.235      7.821.676        8.858.094     10.085.962

 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                         9.298.942         10.167.666     11.139.194       12.027.091    13.395.126


Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                                                             30
Page 48
                  Tabel 16 : Proyeksi Laba Rugi SPINDO Tanpa Rencana Transaksi

                                                                                         TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                                               2026            2027           2028                2029           2030

 PENDAPATAN USAHA                                              6.722.195        8.248.812          9.122.393     10.101.284      11.200.042
  Pipa Otomotif                                                  945.776        1.033.228          1.136.560      1.250.210       1.375.231
  Lainnya                                                      5.776.420        7.215.584          7.985.833      8.851.074       9.824.811

 BEBAN POKOK PENDAPATAN                                        (5.402.629)     (6.571.257)     (7.260.571)       (8.005.147)     (8.815.533)
 LABA KOTOR                                                     1.319.567       1.677.555       1.861.822         2.096.137       2.384.509

 BEBAN USAHA
  Beban penjualan dan distribusi                                (221.589)       (244.190)          (268.044)       (291.359)       (316.125)
  Beban umum dan administrasi                                   (140.499)       (151.720)          (159.856)       (168.707)       (178.355)
 Total Beban Usaha                                              (362.087)       (395.911)          (427.900)       (460.066)       (494.480)

 LABA (RUGI) USAHA                                               957.479        1.281.644          1.433.922      1.636.071       1.890.028

  PENGHASILAN ( BEBAN ) LAIN-LAIN
   Pendapatan lain-lain                                          113.872         115.039            127.225         140.881         156.209
   Beban keuangan                                               (202.621)       (206.094)          (202.824)       (199.865)       (184.637)
   Beban lain-lain                                               (93.364)        (45.344)           (11.224)        (12.144)        (13.777)
 Total Pendapatan/(Beban) Lain-lain                             (182.113)       (136.399)           (86.822)        (71.128)        (42.205)

 LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                     775.366        1.145.245          1.347.100      1.564.943       1.847.824

  Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                             (155.073)       (229.049)          (269.420)       (312.989)       (369.565)

 LABA (RUGI) NETO                                                620.293         916.196           1.077.680      1.251.954       1.478.259




                   Tabel 17 : Proyeksi Arus Kas SPINDO Tanpa Rencana Transaksi

                                                                                         TANPA TRANSAKSI
 Dalam jutaan Rupiah
                                                               2026            2027           2028                2029           2030
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Penerimaan dari pelanggan                                     6.736.375       8.111.542       9.072.334        10.092.799      11.138.590
  Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan lain-lain            (6.031.610)     (6.626.630)     (6.974.826)       (8.666.739)     (9.314.238)
  Pembayaran biaya keuangan                                      (202.621)       (206.094)       (202.824)         (199.865)       (184.637)
  Pembayaran pajak penghasilan                                   (122.782)       (213.383)       (273.667)         (310.237)       (294.423)
 Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Operasi                       379.362       1.065.435       1.621.017           915.958       1.345.292

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan aset tetap                                          (248.185)         (79.646)         (145.000)       (170.000)       (145.000)
 Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Investasi                   (248.185)         (79.646)         (145.000)       (170.000)       (145.000)

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Pembayaran liabilitas sewa                                       (3.054)              -                  -               -               -
 Pembayaran dividen                                             (141.307)       (141.307)          (183.239)       (215.536)       (250.391)
 Penambahan (Penurunan) bersih dari utang bank jangka pendek     (53.328)       (402.670)          (749.964)        213.341        (131.409)
 Penerimaan utang obligasi                                       101.450          23.685             38.513         607.510          40.382
 Pembayaran utang obligasi                                      (282.765)        (65.360)           (52.150)       (810.014)        (53.843)
 Penerimaan utang sukuk                                           58.550          27.158             20.484          15.325          68.465
 Biaya emisi sukuk                                                (1.221)              -                  -               -               -
 Pembayaran utang sukuk                                         (217.785)        (36.210)           (38.213)        (20.433)        (91.286)
 Kas Neto Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan                    (539.459)       (594.704)          (964.569)       (209.807)       (418.082)

 KENAIKAN ( PENURUNAN ) NETO KAS DAN BANK                       (408.282)        391.085             511.448        536.152         782.210
 KAS DAN BANK AWAL PERIODE                                       956.526         548.244             939.329      1.450.777       1.986.929
 KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                                      548.244         939.329           1.450.777      1.986.929       2.769.139




                      Tabel 18 : Proyeksi Rasio SPINDO Tanpa Rencana Transaksi

 RASIO                                                                       TANPA TRANSAKSI
                                                 2026           2027              2028                    2029                 2030
 Profitabilitas
  GPM                                                 19,6%         20,3%              20,4%                   20,8%            21,3%
  OPM                                                 14,2%         15,5%              15,7%                   16,2%            16,9%
  NPM                                                  9,2%         11,1%              11,8%                   12,4%            13,2%
  ROA                                                  6,7%          9,0%               9,7%                   10,4%            11,0%
  ROE                                                 10,1%         13,2%              13,8%                   14,1%            14,7%
 Likuiditas
  Current Ratio                                       323%            347%              265%                   392%              390%
  Quick Ratio                                         114%            143%              123%                   200%              215%
  Cash Ratio                                           35%             55%               57%                   104%              124%
 Aktivitas
  Perputaran Aset                                        0,7            0,8                  0,8                 0,8                  0,8
  Perputaran Piutang                                     6,3            6,3                  6,1                 6,2                  6,1
 Leverage
  DER                                                  51%            47%                    42%                36%               33%
  DAR                                                  34%            32%                    30%                26%               25%

Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                                                         31
Page 49
Setelah dilakukan pembelian Tanah, Perseroan berencana akan mengeluarkan belanja
modal untuk pembangunan gudang dengan estimasi biaya sebesar Rp126,2 miliar yang
akan dikeluarkan bertahap pada tahun 2027 dan 2028.

Perbedaan Dengan dan Tanpa Transaksi dapat dijelaskan sebagai berikut:

Posisi Keuangan:

❖ Kas dan Setara Kas
  Perbedaan pada akun kas dan bank karena adanya pembelian tanah dan
  pembangunan gudang yang diasumsikan akan selesai pada tahun 2028. Pembelian
  tanah dan pembangunan gudang akan meningkatkan kapasitas persediaan
  Perseroan sehingga dapat mengakomodasi peningkatan produksi dan penjualan
  Perseroan untuk unit bisnis pipa otomotif mulai tahun 2027.

❖ Aset tetap
  Perbedaan pada aset tetap mulai tahun 2026 karena ada pembelian tanah dan
  pembangunan gudang baru.

❖ Piutang usaha, persediaan, utang bank jangka pendek dan utang usaha
  Perbedaan pada akun modal kerja yaitu piutang usaha, persediaan, utang bank
  jangka pendek dan utang usaha mulai tahun 2027 setelah gudang baru dapat
  digunakan.

❖ Saldo laba
  Perbedaan pada saldo laba karena adanya peningkatan laba bersih karena
  peningkatan penjualan.


Laba Rugi:

❖ Penjualan
  Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, terdapat peningkatan penjualan mulai
  tahun 2027 karena peningkatan kapasitas persediaan dapat mendukung
  peningkatan produksi unit bisnis pipa otomotif Perseroan.

             Tabel 19 : Proyeksi Penjualan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

  Dalam Jutaan Rp                 2026        2027        2028         2029         2030
  Dengan Rencana Transaksi       6.722.195   8.443.936   9.422.343   10.506.059   11.730.609
  Tanpa Rencana Transaksi        6.722.195   8.248.812   9.122.393   10.101.284   11.200.042
    Perbedaan (Rp)                       -    195.124     299.950      404.776      530.567
    Perbedaan (%)                      0%          2%          3%           4%           5%



❖ Laba bersih
  Dengan Transaksi, laba bersih Perseroan akan mengalami peningkatan mulai tahun
  2027 seiring dengan peningkatan penjualan Perseroan.




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                          32
Page 50
              Tabel 20 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

    Dalam Jutaan Rp                        2026              2027             2028          2029          2030
    Dengan Rencana Transaksi               620.293           952.592       1.128.514       1.324.596     1.575.285
    Tanpa Rencana Transaksi                620.293           916.196       1.077.680       1.251.954     1.478.259
      Perbedaan (Rp)                              -           36.395          50.834         72.642         97.026
      Perbedaan (%)                             0%               4%               5%             6%            7%



Arus Kas:

❖ Aktivitas Operasi
  Perbedaan pada arus kas aktivitas operasi antara Dengan dan Tanpa Rencana
  Transaksi terutama karena pembelian tanah dan pembangunan gudang dapat
  meningkatkan kapasitas persediaan Perseroan sehingga akan mendorong penjualan
  untuk segmen pipa otomotif dan memengaruhi perputaran modal kerja.

❖ Aktivitas Investasi
  Perbedaan pada penambahan aset tetap pada tahun 2026 - 2028, dimana Dengan
  dilakukan transaksi, Perseroan akan membeli tanah sebesar Rp 47,84 miliar dan di
  atasnya akan dibangun gudang dengan estimasi biaya Rp126,17 miliar.

❖ Aktivitas Pendanaan
  Perbedaan atas pembayaran dividen karena laba Perseroan meningkat seiring
  dengan peningkatan produksi dan penjualan unit bisnis pipa otomotif. Selain itu
  terdapat perbedaan pada utang bank jangka pendek Perseroan yang disesuaikan
  dengan kebutuhan kas dan modal kerja Perseroan.


          Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi akan memberikan kontribusi nilai tambah
terhadap Perseroan karena setelah dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan dapat
membangun gudang untuk meningkatkan kapasitas persediaan yang diproyeksikan
akan dapat beroperasi mulai tahun 2027 sehingga mendorong peningkatan pendapatan
seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut:

                   Tabel 21 : Kontribusi Nilai Tambah atas Rencana Transaksi

    Dalam Jutaan Rp                                   2026          2027         2028         2029         2030

    Pendapatan Dengan Transaksi                   6.722.195      8.443.936     9.422.343    10.506.059   11.730.609

    Beban Pokok Tanpa Transaksi                   6.722.195      8.248.812     9.122.393    10.101.284   11.200.042

     Kontribusi Nilai Tambah atas Pendapatan                 -      195.124     299.950       404.776      530.567

    Laba Bersih Dengan Transaksi                   620.293          952.592    1.128.514     1.324.596    1.575.285

    Laba Bersih Tanpa Transaksi                    620.293          916.196    1.077.680     1.251.954    1.478.259

     Kontribusi Nilai Tambah atas Laba Bersih                -       36.395      50.834        72.642       97.026




Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Nilai Tambah Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
•     Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan dapat membangun gudang
      baru yang diproyeksikan dapat mulai digunakan tahun 2027, sehingga akan terjadi

Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                                                 33
Page 51
     peningkatan penjualan mulai tahun 2027 sebesar Rp195,1 miliar dan mencapai
     Rp530,6 miliar pada tahun 2030.
•    Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan akan meningkat mulai tahun
     2027 sebesar Rp36,40 miliar dan mencapai Rp97,03 miliar pada tahun 2030.


       Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Terkait dengan Rencana Transaksi, SPINDO telah menugaskan kepada KJPP Felix
Sutandar dan Rekan untuk melakukan penilaian atas aset yang menjadi objek Rencana
Transaksi, yang secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut:

    No Laporan             :   00423/2.0072-00/PI/04/0022/1/VI/2026
    Tanggal Laporan        :   19 Juni 2026
    Objek Penilaian        :   Tanah Kosong
    Tanggal Penilaian      :   31 Desember 2025
    Tujuan Penilaian       :   Transaksi Pembelian
    Dasar Penilaian        :   Nilai Pasar
    Pendekatan Penilaian   :   Pendekatan Pasar
    Kesimpulan Nilai       :   Rp 50.336.000.000

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar atas Tanah adalah Rp 50.336.000.000 sedangkan harga Rencana
Transaksi secara keseluruhan adalah sebesar Rp 47.840.000.000 atau lebih rendah
4,96% dengan Nilai Pasarnya, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran
nilai tidak melebihi 7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.


       Analisis atas Faktor Lain yang Relevan

        Informasi Non Keuangan yang Relevan

Informasi non keuangan yang relevan terkait Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•    Tanah yang akan dibeli terletak di sebelah pabrik SPINDO yang sudah ada dan
     saling terhubung sehingga memudahkan Perseroan untuk berintegrasi.


         Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif
         Lain

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian Tanah telah dilakukan sesuai
dengan prosedur internal Perseroan yaitu dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan
Komisaris Perseroan.

Alternatif lain yang dapat dilakukan Perseroan adalah membeli tanah dari pihak lain.
Namun Perseroan memutuskan untuk membeli aset Rencana Transaksi dengan
pertimbangan sebagai berikut:

-    Luas tanah yang ingin dibeli sudah sesuai dengan kebutuhan Perseroan
-    Lokasi Tanah bersebelahan dengan pabrik SPINDO Unit V Karawang.

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan sebagai
Penilai Independen untuk menentukan Nilai Pasar dari Rencana Transaksi.


Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                     34
Page 52
     Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

a. Analisis Rencana Transaksi

Rencana Transaksi adalah rencana Pembelian Tanah Kosong di Jalan Mitra Barat I Blok
F 16, Kawasan Industri Mitra Karawang, Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel,
Kabupaten Karawang, Jawa Barat seluas 20.800 m2.

Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah (i). SPINDO memiliki area gudang yang cukup sehingga
penempatan persediaan jadi terpusat dan tidak tersebar, serta dapat mendukung
kecukupan level persediaan, (ii). Efisiensi karena lokasi tanah yang dipilih berbatasan
langsung dengan pabrik SPINDO Unit Karawang sehingga memudahkan proses
perpindahan produk jadi dari area produksi ke area gudang, (iii). Kepemilikan aset
properti berupa tanah merupakan suatu investasi yang baik bagi Perusahaan karena
nilainya cenderung meningkat.

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu timbulnya
beban Perseroan atas kepemilikan aset, seperti biaya pengalihan hak, biaya asuransi
dan pajak properti, serta biaya pengolahan tanah agar siap digunakan sebagai area
gudang.


b. Analisis Kualitatif
SPINDO berencana untuk membeli tanah di Jalan Mitra Barat I Blok F 16, Kawasan
Industri Mitra Karawang, Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten
Karawang, Jawa Barat dimana tanah tersebut berbatasan langsung dengan pabrik
SPINDO Unit V Karawang sehingga memudahkan Perseroan dalam menangani
perpindahan produk jadi dari area produksi ke area gudang dan juga memiliki area yang
cukup untuk memenuhi kebutuhan Perseroan dalam melakukan expanding, swedging,
bending dan machining (semi part).

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan terhadap Perseroan,
di mana setelah Tanah sudah menjadi milik Perseroan, maka Perseroan dapat memiliki
area gudang untuk menambah kapasitas penyimpanan persediaan serta memudahkan
perpindahan produk jadi dari area produksi ke are gudang karena lokasinya
bersebelahan dengan pabrik Karawang.

Tidak ada kerugian atas Rencana Transaksi, namun Rencana Transaksi menyebabkan
Perseroan perlu mengeluarkan biaya untuk pengolahan tanah agar dapat dibuat menjadi
area gudang serta biaya atas kepemilikan aset, seperti biaya asuransi dan pajak
properti.


c. Analisis Kuantitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat peningkatan terhadap Perseroan,
antara lain:
•   Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan dapat membangun gudang
    baru yang diproyeksikan dapat mulai digunakan tahun 2027, sehingga akan terjadi

Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                    35
Page 53
    peningkatan penjualan mulai tahun 2027 sebesar Rp195,1 miliar dan mencapai
    Rp530,6 miliar pada tahun 2030.
•   Dengan Rencana Transaksi, laba bersih Perseroan akan meningkat mulai tahun
    2027 sebesar Rp36,40 miliar dan mencapai Rp97,03 miliar pada tahun 2030.


d. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan
Rekan, Nilai Pasar atas Tanah adalah Rp 50.336.000.000 sedangkan harga Rencana
Transaksi secara keseluruhan adalah sebesar Rp 47.840.000.000 atau lebih rendah
4,96% dengan Nilai Pasarnya, yang berarti batas atas dan batas bawah pada kisaran
nilai tidak melebihi 7,5% atau berada dalam kisaran nilai yang wajar.


e. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan
Tanah yang akan dibeli terletak di sebelah pabrik SPINDO yang sudah ada dan saling
terhubung sehingga memudahkan Perseroan untuk berintegrasi.


     Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pembelian Tanah yang
dilakukan oleh PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk adalah wajar.




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                                     36
Page 54
4. LAMPIRAN


Lampiran :     1.   Surat Pernyataan Tidak Ada Benturan Kepentingan




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026                        37
Page 55
                                                 Lampiran 1




Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026         38

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.78 MB
Published30 Jun 2026
Pages55
Characters123,068
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 40 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Steel Pipe Industry of Indonesia p.18 ×6
linked org Sarana Steel p.19 ×5
linked person Tedja Sukmana Hudianto · Wakil Direktur Utama p.22 ×2
linked person Makmur Widjaja p.24
linked person Entario Widjaja Susanto · Komisaris p.24 ×4
linked person Bing Hartono Poernomosidi p.24
linked person Welly Tantono p.24
linked person Ibnu Susanto · Direktur Utama p.24 ×3
linked person Soediarto Soerjoprahono p.24 ×4
linked person The, Hanny Purnomo p.24
linked person Nico Gunawan p.24
linked person Endang Fifi Susanto p.25
linked org Bank CTBC p.28
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.21 ×2
possible person Kanaka Puradiredja p.21 ×4
possible person Gatot Widodo p.24
possible org PT Cakra Bhakti Para Putra p.25
possible org DBS Bank Ltd p.25
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.25 ×2
possible person Handaja Susanto p.25
possible org Bursa Efek Indonesia p.29
possible org Krakatau Steel (Persero) Tbk p.35 ×2
possible org Bakrie Brothers Tbk. p.35 ×2
unresolved org KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.18 ×2
unresolved org KJPP Felix Sutandar p.18 ×4
unresolved org PT Steel Pipe Industry p.18 ×5
unresolved org Indonesia Tbk p.18 ×6
unresolved — Ref. No.: 00428/2.0072-00/BS/04/0022/1/VI/2026 p.18
unresolved org Bank Indonesia p.20
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan p.22 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar p.22 ×2
unresolved person Djojo Muljadi p.24
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.24
unresolved org PT Sarana Steel Corporation p.25
unresolved org Menteri Kehakiman p.25
unresolved org PT Radjin p.29
unresolved org PT Krakatau Pipe Industries p.35
unresolved org PT Bakrie Pipe Industries p.35
unresolved org Penilai Properti KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.51 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.51

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 5983 ms 12 Sep 2026 21:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': 'ISSP.',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2025-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result