Skip to content
Back to announcement

20250319_UANG_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31869633_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review UANG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 104

Page 1
            kantor jasa penilai publik
            febriman siregar dan rekan
            Ijin Kementrian Keuangan RI No. 2.12.0109




              LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS UTANG
                   LAIN – LAIN PEMEGANG SAHAM DAN
L APORAN K AJIANPENINGKATAN    MODAL PT VASAMTY LAND
P ERHITUNGAN A TAS J ANGKAKONVERSI
               SAWANGAN   MELALUI   W AKTU UTANG LAIN –J UMLAH
                                              D AN
                 LAIN PEMEGANG SAHAM SEBAGAI SATU
K ONTRIBUSI A TAS RANGKAIAN
                    K ERJASAMA        P EMANFAATAN
                                RENCANA TRANSAKSI         A SET
P EMERINTAH P ROVINSI G ORONTALO G UBERNUR
                        untuk keperluan
D ENGAN B ENTUK BGS (B PT
                       ANGUNAN
                          PAKUAN TBK.  G UNA S ERAH )
                          Jl. Raya Muchtar RT 002 / RW 007
                     Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
                                Kota Depok, Jawa Barat

                 No. Laporan : 00303/2.0109-05/BS/10/0069/1/III/2025
Page 2
                   Ijin Kementerian Keuangan RI No. 2.12.0109



         Bogor, 17 Maret 2025
         No. Laporan : 00303/2.0109-05/BS/10/0069/1/III/2025

         Kepada Yth,
         PT Pakuan Tbk.
         Jl. Raya Muchtar RT 002 / RW 007
         Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
         Kota Depok, Jawa Barat

         Perihal : Revisi Laporan Pendapat Kewajaran Atas Utang Lain – Lain Pemegang
                   Saham Dan Peningkatan Modal PT Vasamty Land Sawangan Melalui
                   Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham Sebagai Satu Rangkaian
                   Rencana Transaksi.

         Dengan hormat,
         Sehubungan dengan tanggapan surat Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) kami Kantor Jasa Penilai
         Publik (“KJPP”) Febriman Siregar dan Rekan (“FSR” atau “Penilai” atau “Kami”) yang telah
         memperoleh Izin Usaha dengan No. 2.12.0109 yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan
         Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 1402/KM.1/2012 tertanggal 26
         November 2012, dan Izin Pembukaan Kantor Cabang di Bogor yang dikeluarkan oleh
         Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Keuangan No.
         459/KM.1/2020 tertanggal 17 September 2020 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
         (OJK) berdasarkan Surat No. S-838/PM.223/2019 tanggal 31 Juli 2019 dengan Surat Tanda
         Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Pendaftaran Ulang) No. STTD.PPB-41/PJ-
         1/PM.021/2024 tanggal 31 Juli 2024 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal,
         mengeluarkan revisi laporan pendapat kewajaran untuk mengganti laporan nomor
         00218/2.0109-05/BS/10/0069/1/II/2025 tanggal 26 Februari 2025, 00114/2.0109-
         05/BS/10/0069/1/II/2025 tanggal 05 Februari 2025 dan 00058/2.0109-
         05/BS/10/0069/1/I/2025 tanggal 21 Januari 2025.

         1.1.    STATUS PENILAI

                 Penilai adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Febriman Siregar & Rekan (“FSR”) yang
                 sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1402/KM.1/2012 tertanggal 26
                 November 2012, dan Izin Pembukaan Kantor Cabang di Bogor yang dikeluarkan oleh
                 Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Keuangan No.
                 459/KM.1/2020 tertanggal 17 September 2020 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa
                 Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-838/PM.223/2019 tanggal 31 Juli 2019
                 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Pendaftaran Ulang) No.
                 STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024 tanggal 31 Juli 2024.                         Kantor Cabang Bogor
                                                                                            Jl. 1FSVNBIBO Bogor Baru Blok %-I No.
                                                                                                      RT.00, RW.00, Kel. TegalMFHB
                                                                                                     Kec. Bogor 5FOHBI, Kota Bogor
                                                                                                                     Jawa Barat 161
                                                                                                               Telp. : 0251-8397671
                                                                                                           Email : fsr.bogor@fsr.co.id
Revisi Laporan Kajian Pendapat.HZDMDUDQ                                                                     Website : www.fsr.co.id
                                            $BCBOH : Pekanbaru (P) ; Medan (PS) ; Surabaya (B) ; Sidoarjo (P) ; Bandar Lampung (PS)
PT Pakuan Tbk.
                                                                                    Bogor (PB).BLBTTBS 14 5BOHFSBOH4FMBUBO 1
Page 3
      Identifikasi Penilai yang bertanggung jawab pada Laporan Pendapat Kewajaran Atas
      Utang Lain – Lain Pemegang Saham Dan Peningkatan Modal PT Vasamty Land
      Sawangan Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sebagai Satu Rangkaian
      Rencana Transaksi (“Rencana Transaksi”) ini adalah sebagai berikut :

      Nama                                  : Ir. Yohn PS. Napitupulu, Msc., MAPPI (Cert.)
      Anggota MAPPI                         : 92 – S- 00252
      No. Izin Penilai Publik               : PB-1.08.00069
      No. Izin Bapepam-LK                   : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
      No. Register                          : RMK-2017.00069
      Klasifikasi bidang jasa               : Penilai Bisnis dan Properti

     KJPP FSR/Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan kajian atas obyek Rencana
     Transaksi pada perihal dimaksud, dan tidak memiliki benturan kepentingan dengan
     subyek atau obyek kajian, sehingga dalam posisi untuk memberikan kajian objektif dan
     tidak memihak.

1.2. PEMBERI TUGAS

     Nama                      : PT Pakuan Tbk.
     Bidang Usaha              : Real Estat
     Alamat Kantor             : Jl. Raya Muchtar RT 002/RW 007
                                 Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
                                 Kota Depok
                                 Telepon & Fax : (021) 50100899
                                 Email : info@ptpakuan.com
                                 Website : www.ptpakuan.com

1.3. PENGGUNA LAPORAN

     Nama                      : PT Pakuan Tbk.
     Bidang Usaha              : Real Estat
     Alamat Kantor             : Jl. Raya Muchtar RT 002/RW 007
                                 Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
                                 Kota Depok
                                 Telepon & Fax : (021) 50100899
                                 Email : info@ptpakuan.com
                                 Website : www.ptpakuan.com

1.4. LATAR BELAKANG

      Berdasarkan Perjanjian Pembentukan Joint Venture (JV) tertanggal 27 Maret 2024 yang
      kemudian ditindak lanjuti dengan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei
      2024, PT Pakuan Tbk. (“Perseroan”) dan PT Samty Asia Investment (“SAI”) masing –
                                                                                             - ii -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 4
     masing memberikan utang lain-lain kepada PT Vasamty Land Sawangan (“VLS”) sebesar
     Rp218.101.500.000 dan Rp209.548.500.000 yang ditujukan semata-mata sebagai
     penyetoran dana dari pemegang saham VLS yang selanjutnya akan
     ditingkatkan/dikonversi seluruhnya menjadi modal saham (selanjutnya disebut “Utang
     Lain – Lain Pemegang Saham”) setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum
     Pemegang Saham (“RUPS”). Dalam Advance Share Subscription Agreement, pemberian
     utang lain – lain tersebut dirujuk sebagai “Penyetoran Modal Di Muka” untuk
     menjelaskan sifat dari transaksi tersebut.

     Transaksi tersebut bersifat sebagai liabilitas dan oleh karenanya dikategorikan sebagai
     bagian dari akun Utang Lain-Lain dalam Laporan Keuangan Interim PT Vasamty Land
     Sawangan yang telah diaudit untuk Periode 3 April 2024 (Tanggal Pendirian) sampai
     dengan Tanggal 30 September 2024 dengan nomor laporan auditor independen No.
     00002/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/I/2025 tertanggal 10 Januari 2025, kemudian telah
     diterbitkan     kembali      dengan        laporan     auditor     independen      No.
     00019/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/II/2025 tertanggal 10 Februari 2025

     Selanjutnya, Perseroan akan melakukan peningkatan modal pada perusahaan anak
     Perseroan, yaitu VLS, melalui konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham. Utang Lain
     – Lain Pemegang Saham dan rencana pengkonversian Utang Lain – Lain Pemegang
     Saham, merupakan satu rangkaian transaksi yang secara bersama-sama disebut sebagai
     “Rencana Transaksi”.

     Sehubungan dengan Rencana Transaksi, pada bulan Mei 2024 masing-masing Perseroan
     dan SAI telah melakukan penyetoran Utang Lain – Lain Pemegang Saham ke dalam VLS
     berdasarkan Perjanjian Pemesanan Saham Di Muka tanggal 9 Mei 2024 (“ Advance Share
     Subscription Agreement”), Atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham tersebut,
     Perseroan dan SAI akan mengkonversinya menjadi setoran modal dalam VLS.

     Dengan mengingat bahwa Rencana Transaksi adalah Transaksi Material yang
     memerlukan persetujuan RUPS dan juga mengandung Transaksi Afiliasi, maka sesuai
     ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/2020 dan POJK No.
     42/2020, Perseroan wajib memperoleh persetujuan dari para Pemegang Saham
     Independen dalam RUPS sebagaimana dimaksud dalam, dan akan diselenggarakan
     berdasarkan POJK No. 15/2020 yang akan menyetujui pelaksanaan Rencana Transaksi.

1.5. MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

     Maksud penilaian ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran dalam rangka Utang
     Lain – Lain Pemegang Saham Dan Peningkatan Modal PT Vasamty Land Sawangan
     Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham Sebagai Satu Rangkaian Rencana
     Transaksi yang berhubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
     42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan


                                                                                        - iii -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 5
      POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan
      Usaha Utama.
      Laporan Pendapat Kewajaran ini mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
      35 Tahun 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia
      (“SPI”) 2018.

1.6. DASAR NILAI DAN DEFINISI
      Dasar nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar (Market Value).
     DEFINISI DARI NILAI PASAR – POJK 35 2020

     Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran
     suatu aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
     dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
     pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing bertindak atas
     dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan.

1.7. TANGGAL PENILAIAN

      Tanggal penilaian (cut-off date) 30 September 2024.

1.8. PEMENUHAN STANDAR PENILAIAN

      Pedoman laporan pendapat kewajaran ini dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK 35
      tahun 2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal”
      dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) 17 tahun 2020 tentang “Pedoman
      Penilaian & Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Kode Etik Penilai
      Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) 2018.

1.9. PENDEKATAN DAN METODE PENDAPAT KEWAJARAN

      Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis
      sebagai berikut:

          Analisis transaksi;
          Analisis kualitatif dan kuantitatif;
          Analisis kelayakan rencana pengunaan dana;
          Analisis atas jaminan
          Analisis kewajaran transaksi;
          Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.




                                                                                        - iv -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 6
1.10. BATASAN ATAU PENGECUALIAN ATAS TANGGUNG JAWAB KEPADA
      PIHAK SELAIN PEMBERI TUGAS

      Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas, kecuali
      yang diatur dalam peraturan dan hukum yang berlaku.


1.11. PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

     Laporan pendapat kewajaran ini hanya digunakan untuk laporan pendapat kewajaran atas
     Rencana Transaksi, dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan
     lainnya dan Laporan ini terbuka untuk Publik.

1.12. ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

      Dalam penyusunan Laporan Pendapat kewajaran ini menggunakan asumsi dan kondisi
      pembatas sebagai berikut:
          Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
          KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
           dalam proses penilaian.
          Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP FSR berasal dari sumber yang dapat
           dipercaya keakuratannya.
          KJPP FSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
           kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
          KJPP FSR bertanggung jawab atas atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
           proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
          KJPP FSR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik,
           kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
           operasional perusahaan.
          KJPP FSR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan
           Pendapat Kewajaran.
          KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
           pemberi tugas.

1.13. ANALISA PENDAPAT KEWAJARAN

          Analisis Transaksi
           Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham (liabilitas) memiliki tujuan untuk
           selanjutnya akan ditingkatkan/dikonversi seluruhnya menjadi modal saham setelah
           mendapatkan persetujuan RUPS. Oleh karena itu, pemberian Utang Lain – Lain
                                                                                          -v-
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 7
          Pemegang Saham Dan Peningkatan Modal PT Vasamty Land Sawangan Melalui
          Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sebagai satu rangkaian Rencana
          Transaksi meliputi:
             Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham dari Perseroan kepada VLS
              sebesar Rp218.101.500.000,- yang dilakukan pada tanggal 15 dan 16 Mei 2024
              dan dicatat sebagai penerimaan utang lain – lain (dijelaskan pada Catatan Atas
              Laporan Keuangan nomor 10 dan 11); dan
             Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham
              yang akan dilakukan dengan penerbitan saham VLS untuk porsi Perseroan
              sebanyak 436.203 lembar dengan nilai nominal Rp.500.000,- / lembar saham
              atau setara dengan Rp218.101.500.000,-;

              dimana berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim PT Pakuan Tbk.
              dan Entitas Anak per 30 September 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Suharli,
              Sugiharto & Rekan, No. Laporan : 00420/2.1315/AU.1/03/1017-
              1/1/XII/2024 tanggal 23 Desember 2024 dengan opini wajar dalam semua hal
              yang material, Akuntan Publik Riki Afrianof, CPA, nilai ekuitas Perseroan adalah
              sebesar Rp311.041.779.626,-, sehingga masing – masing transaksi jika
              dibandingkan dengan nilai ekuitas Perseroan adalah 70,12%. Oleh karena itu baik
              secara masing – masing maupun bersama - sama Rencana Transaksi merupakan
              Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material sebagaimana diatur dalam POJK No.
              42/2020 dan POJK No. 17/2020.

          Berdasarkan riwayat pihak-pihak yang bertransaksi diatas diketahui bahwa ada
          hubungan afiliasi antara PT Pakuan Tbk. dengan PT Vasamty Land Sawangan.

          Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tertanggal 27 Maret 2024 antara Perseroan
          dan SAI yang sudah ditindaklanjuti dengan Advance Share Subscription Agreement
          tertanggal 9 Mei 2024 antara Perseroan, SAI, dan VLS, tidak ada persyaratan khusus
          yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi, sehingga syarat-syarat yang ada
          pada Rencana Transaksi adalah wajar.

         Analisis Kualitatif
          Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi
          Riwayat, Alasan dan Latar Belakang dari Rencana Transaksi
          Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tertanggal 27 Maret 2024 disepakati bahwa
          VLS akan memiliki permodalan sampai dengan Rp437.650.000.000,- dengan
          komposisi sebagai berikut:




                                                                                          - vi -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 8
                                                                                Persentase Modal
           Pemegang Saham       Kelas Saham    Jumlah Saham    Nilai Saham
                                                                                     Saham

           Perseroan             Saham Biasa      446.403     223.201.500.000         51%
           SAI                   Saham Biasa      428.897     214.448.500.000         49%
           Jumlah                                 875.300     437.650.000.000        100%
          * Pemenuhan ini baru akan terjadi setelah dilakukannya Rencana Transaksi dan mendapatkan
          persetujuan RUPS.

          Namun, pada saat pendirian VLS oleh Perseroan dan SAI secara bersama-sama, SAI
          masih memerlukan waktu untuk finalisasi dengan induk perusahaannya terkait
          besarnya modal kerja awal yang dibutuhkan.

          Dalam hal ini, SAI baru dapat menyetujui pemenuhan komposisi permodalan secara
          penuh (Rp223.201.500.000 untuk 51% saham VLS porsi Perseroan dan
          Rp214.448.500.000 untuk 49% saham VLS porsi SAI) setelah finalisasi modal kerja
          yang dibutuhkan dengan Perseroan.

          Sehingga pada saat pendirian, diputuskan bahwa permodalan VLS akan dipenuhi
          secara bertahap dan pada saat pendirian komposisi permodalan VLS tahap awal
          tersebut adalah hanya sebesar Rp5.100.000.000,- atau 51% (untuk Perseroan) dan
          Rp4.900.000.000,- atau 49% (untuk SAI).

          Selanjutnya, pemenuhan penyetoran permodalan VLS sampai menjadi
          Rp223.201.500.000 untuk 51% saham VLS porsi Perseroan dan Rp214.448.500.000
          untuk 49% saham VLS porsi SAI akan dilakukan segera setelah dibukanya rekening
          bank VLS dengan tenggat waktu 10 Mei 2024.

          Dengan memperhatikan bahwa:
           modal kerja yang dibutuhkan oleh VLS telah dapat difinalisasi antara SAI
             dengan Perseroan; dan
           dengan melihat tenggat pemenuhan modal VLS akan segera terlampaui,
             sedangkan proses peningkatan modal belum dapat dijalankan;

          maka pada tanggal 9 Mei 2024, ditandatangani Advance Share Subscription Agreement
          antara Perseroan, SAI dan VLS yang memutuskan Perseroan menyetorkan Utang
          Lain - Lain Pemegang Saham sebesar Rp218.101.500.000 (51%) dan SAI
          menyetorkan Utang Lain - Lain Pemegang Saham sebesar Rp209.548.500.000 (49%).




                                                                                             - vii -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 9
          Keuntungan dan Kerugian Dilakukannya Rencana Transaksi

          Keuntungan dilakukannya Utang Lain – Lain Pemegang Saham

           1. Kepastian komitmen investasi dan pemenuhan modal dari investor (SAI)
               Latar belakang dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat kondisi sebagai
               berikut:
                 Perseroan dan SAI akan merealisasikan rencana kerjasama pengembangan
                    melalui pembentukan Perusahaan patungan VLS dengan komposisi modal
                    dari Perseroan sebesar Rp223.201.500.000,- dan dari SAI sebesar
                    Rp214.448.500.000.
                 Pada saat pendirian VLS, pemenuhan komposisi permodalan diatas belum
                    dapat dipenuhi sepenuhnya karena masih dibutuhkannya waktu untuk
                    finalisasi kebutuhan modal kerja VLS, maka pada saat pendirian modal
                    disetor awal VLS disepakati hanya sebesar Rp5.100.000.000 untuk
                    Perseroan dan Rp4.900.000.000 SAI, dimana kekurangan pemenuhan
                    modal disetor VLS akan dilakukan dengan tenggat waktu 10 Mei 2024.

               Dengan melihat tenggat pemenuhan modal VLS akan segera terlampaui,
               sedangkan proses peningkatan modal belum dapat dijalankan, maka pada
               tanggal 9 Mei 2024, ditandatangani Advance Share Subscription Agreement antara
               Perseroan, SAI dan VLS yang memutuskan penyetoran Utang Lain - Lain
               Pemegang Saham dari Perseroan sebesar Rp218.101.500.000 dan dari SAI
               sebesar Rp209.548.500.000.

               Pelaksanaan pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham dilakukan untuk
               menjembatani proses peningkatan modal VLS yang pada saat itu belum dapat
               dilaksanakan, sedangkan tenggat waktu peningkatan modal VLS yang disepakati
               sudah akan terlampaui. Keuntungan yang didapatkan Perseroan dalam hal ini
               adalah dapat dipastikannya penyetoran dana dari pihak SAI dalam waktu yang
               singkat sebelum komitmen penyetoran dana tersebut menjadi kadaluwarsa dan
               SAI melakukan renegosiasi ulang terkait hal ini. Selanjutnya Perseroan perlu
               memastikan agar Utang Lain – Lain Pemegang Saham Perseroan dan SAI dapat
               segera terkonversi menjadi modal saham dalam VLS melalui persetujuan RUPS.

           2. Utang Lain – Lain Pemegang Saham tanpa bunga menyebabkan tidak perlu
              diakuinya beban bunga Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi SAI
               Selain itu, pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang dilakukan tanpa
               adanya bunga adalah karena adanya sifat – sifat berikut:
                 ditujukan semata – mata untuk dikonversi seluruhnya menjadi modal
                    saham;
                 bersifat jangka pendek; dan

                                                                                       - viii -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 10
                   memberikan hak kepada Perseroan dan SAI (yang juga merupakan
                    pemegang saham VLS) untuk mengkonversi seluruh Utang Lain – Lain
                    Pemegang Saham menjadi modal saham.

              Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang dilakukan tanpa adanya bunga
              menyebabkan VLS tidak mengakui beban bunga atas Utang Lain – Lain
              Pemegang Saham, dimana jika hal ini terjadi, Perseroan sebagai pemilik 51%
              saham dalam VLS akan ikut menyerap/mengakui beban bunga VLS yang
              dikenakan oleh SAI tersebut. Terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi
              Perseroan yang diberikan kepada VLS jika dikenakan bunga maka pengakuan
              pendapatan bunga yang dikenakan Perseroan tersebut akan tereliminasi dengan
              beban bunga porsi Perseroan yang diakui VLS.
          Keuntungan dilakukannya Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain –
          Lain Pemegang Saham

           1. Memperbaiki rasio solvabilitas (DER) Perseroan
               Utang Lain - Lain Pemegang Saham yang disetorkan oleh SAI kepada VLS
               sebesar Rp209.548.500.000 yang tidak dikonversi menjadi ekuitas akan terus
               tersaji di dalam Laporan Keuangan VLS sebagai utang lain - lain (liabilitas).
               Selanjutnya, Utang Lain - Lain Pemegang Saham porsi SAI (liabilitas) yang
               tercermin dalam laporan keuangan VLS akan terkonsolidasi juga sebagai
               liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan. Pelaksanaan
               Rencana Transaksi akan memberikan struktur permodalan yang lebih sehat,
               baik bagi VLS maupun Perseroan dengan menurunnya rasio Debt-to-Equity
               secara signifikan, dimana utang lain-lain (liabilitas) yang disetorkan oleh SAI
               tersebut akan terkonversi menjadi kepentingan non-pengendali (ekuitas) dalam
               laporan keuangan konsolidasian Perseroan.

           2. Menghilangkan kewajiban pembayaran kembali Utang Lain – Lain Pemegang
              Saham yang melekat pada sifat liabilitas dari Utang Lain – Lain Pemegang
              Saham.
               Utang Lain – Lain Pemegang Saham (liabilitas) SAI yang tidak dikonversi
               menjadi ekuitas akan menyebabkan kurangnya komitmen kepastian investasi
               oleh SAI dalam proyek/perusahaan patungan dimana Perseroan mengambil
               bagian. Dalam hal Utang Lain – Lain Pemegang Saham terkonversi menjadi
               ekuitas, Perseroan memiliki hak lebih dalam memutuskan jatuh
               tempo/pengembalian modal tersebut (yang harus diputuskan melalui RUPS
               VLS), yang mana Perseroan tidak memiliki keleluasaan yang sama dalam hal
               Utang Lain – Lain Pemegang Saham tetap bersifat sebagai liabilitas dan SAI
               memutuskan untuk meminta pembayaran kembali atas uang muka tersebut.




                                                                                          - ix -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 11
           3. Meningkatkan kepercayaan investor (SAI) atas komitmen Perseroan terkait
              struktur permodalan VLS.
               Investasi dalam perusahan patungan Perseroan bersama SAI (VLS) pada proyek
               yang dikembangkan bersama di Indonesia merupakan investasi dengan
               komitmen bersama agar porsi investasi dalam bentuk aset tanah harus dibiayai
               dengan modal saham. Dengan dilakukannya peningkatan modal, kepercayaan
               investor (dalam hal ini SAI) atas proyek real estate di Indonesia dan khususnya
               terhadap Perseroan akan terjaga.

          Dengan dilakukannya rangkaian Rencana Transaksi, Perseroan juga dapat
          mempertahankan kepemilikannya secara langsung atas VLS dalam hal SAI
          memutuskan untuk konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham miliknya menjadi
          modal saham.

          Kerugian Utang Lain – Lain Pemegang Saham

          Dengan dilakukannya pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham, dibandingkan
          dengan peningkatan modal secara langsung oleh Perseroan dan SAI ke dalam VLS,
          menyebabkan meningkatnya waktu yang dibutuhkan dan kompleksitas proses
          transaksi yang harus dilalui oleh para pihak, terutama bagi Perseroan.

          Kerugian peningkatan modal VLS melalui konversi Utang Lain – Lain Pemegang
          Saham
          Secara umum, pelaksanaan Rencana Transaksi menimbulkan biaya – biaya terkait
          penerbitan saham baru seperti biaya administrasi, biaya jasa konsultan penilai dan
          hukum, biaya notaris.

          Analisis Dampak leverage
          Analisis dampak leverage bagi Perseroan dari pemberian Utang Lain – Lain Pemegang
          Saham kepada VLS sebesar Rp218.101.500.000 (porsi Perseroan) dan sebesar
          Rp209.548.500.000 (porsi SAI) adalah sebagai berikut:

              Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan sebesar
               Rp218.101.500.000 dibiayai dari kas internal Perseroan dan bukan bersumber
               dari pinjaman Perseroan dari pihak manapun.
              Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan yang tercatat dalam buku
               VLS akan diserap oleh Perseroan sebagai pemegang saham pengendali atas VLS.
               Namun dalam hal ini, penyerapan tersebut akan tereliminasi dalam laporan
               keuangan konsolidasian Perseroan.
              Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi SAI akan tercatat dalam buku VLS
               dan akan diserap oleh Perseroan sebagai pemegang saham pengendali atas VLS
               dan tidak tereliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan.
               Namun, sebagaimana dijelaskan dalam Advance Share Subscription Agreement,
                                                                                          -x-
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 12
               Perseroan dan SAI memiliki hak untuk mengkonversi Utang Lain – Lain
               Pemegang Saham sampai dengan berakhirnya tenggat waktu konversi pada
               tanggal 8 Mei 2025. Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham ini
               merupakan bagian dari rangkaian Rencana Transaksi yang saat ini sedang dalam
               proses permintaan persetujuan RUPS.

           Berdasarkan analisis diatas, pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham tidak
           memberikan dampak leverage dalam jangka panjang mengingat Utang Lain – Lain
           Pemegang Saham tersebut direncanakan akan dikonversi seluruhnya menjadi modal
           saham sebelum tenggat waktu 8 Mei 2025. Dalam hal terlampauinya tenggat waktu
           8 Mei 2025, Perseroan sebagai pemegang saham pengendali dan SAI sebagai
           pemegang saham minoritas dari VLS memiliki kendali penuh untuk memastikan
           pelaksanaan Peningkatan Modal Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang
           Saham dapat terlaksana.
           Analisis Dampak Likuiditas dan Dampak Keuangan Terkait Pinjam
           Meminjam

           Dampak Likuiditas Pada Keuangan Perseroan Terkait Sumber Dana Pemberian
           Utang Lain – Lain Pemegang Saham kepada VLS

           Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan sebesar
           Rp218.101.500.000 dibiayai dari kas internal Perseroan dan bukan bersumber dari
           pinjaman Perseroan dari pihak manapun. Kas internal ini berasal dari perputaran
           pembayaran pembelian tanah dari VLS yang mana pembayaran pembelian tanah
           tersebut berasal dari Utang Lain – Lain Pemengang Saham porsi SAI. Sehingga,
           dalam hal ini tidak terdapat kewajiban pembayaran pinjaman oleh Perseroan yang
           akan mempengaruhi likuiditasnya.

           Dampak Likuiditas Dan Keuangan Pada Perseroan Terkait Kegagalan Pembayaran
           Utang Lain – Lain Pemegang Saham Dari VLS

           Berdasarkan Advance Shares Subscription Agreement, Perseroan dan SAI memiliki hak
           untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai dengan
           berakhirnya tenggat waktu konversi pada tanggal 8 Mei 2025. Selain itu, Perseroan
           sebagai pemegang saham pengendali dan SAI sebagai pemegang saham minoritas
           VLS memiliki kendali penuh atas VLS untuk memutuskan terjadinya konversi atas
           Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham dalam hal terjadi ketidak
           sanggupan pembayaran oleh VLS atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham.

         Analisis Kuantitatif
          Analisis Kuantitatif – Utang Lain – Lain Pemegang Saham
          Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Utang Lain – Lain
          Pemegang Saham
          Berikut adalah tabel proyeksi laporan keuangan VLS periode tahun 2024 – 2028
          tanpa Rencana Transaksi:
                                                                                        - xi -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 13
Laporan Laba Rugi
                             2024               2025                2026                2027                 2028
VLS
Pendapatan
Penjualan                               -                  -    248.065.713.699     758.074.943.261     884.709.888.016
Beban Pokok
Penjualan                               -                  -   (161.242.713.904)   (492.748.713.119)   (575.061.427.210)
Laba Kotor                              -                  -     86.822.999.794     265.326.230.141     309.648.460.806


Beban Penjualan                         -    (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)
Beban Gaji Karyawan       (2.000.000.000)    (6.000.000.000)     (6.180.000.000)     (6.365.400.000)     (6.556.362.000)
Beban Umum &
Admin                     (2.000.000.000)    (4.000.000.000)     (4.120.000.000)     (4.243.600.000)     (4.370.908.000)


Laba Operasional         (4.000.000.000)    (18.676.299.534)     67.846.700.261     246.040.930.608     290.044.891.272


Beban Bunga                             -    (7.334.197.500)   (14.668.395.000)    (14.668.395.000)     (14.668.395.000)
Pajak Final                             -                  -    (6.201.642.842)    (18.951.873.582)     (22.117.747.200)


Laba Bersih              (4.000.000.000)    (26.010.497.034)     46.976.662.418     212.420.662.026     253.258.749.071

Kumulatif Laba
Bersih                   (4.000.000.000)    (30.010.497.034)     16.966.165.384     229.386.827.410     482.645.576.481


              Berdasarkan tabel proyeksi laporan keuangan VLS diatas dan sebagaimana dijelaskan
              dalam Advance Share Subscription Agreement bahwa Utang Lain – Lain Pemegang Saham
              memiliki tenggat konversi menjadi modal saham sampai dengan 8 Mei 2025.
              Berdasarkan kondisi ini, berikut adalah analisis kemampuan pembayaran Utang Lain
              – Lain Pemegang Saham oleh VLS pada tenggat waktu 8 Mei 2025:

              Dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS atas Peningkatan Modal VLS
              Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai dengan tenggat waktu
              8 Mei 2025 maka VLS tidak mampu untuk melakukan pembayaran kembali Utang
              Lain – Lain Pemegang Saham karena VLS yang masih dalam tahap perencanaan dan
              pra-pengembangan. Kesimpulan ini mempertimbangkan:
               saldo Kas dan Setara Kas menurut Laporan Keuangan Interim VLS per 30
                  September 2024 yang telah diaudit hanya sebesar Rp54.531.151.069;
               berdasarkan proyeksi keuangan VLS, pada tenggat 8 Mei 2025, VLS belum
                  membukukan pendapatan, dimana sampai akhir tahun 2025, VLS masih
                  membukukan kumulatif rugi bersih sebesar Rp30.010.497.034;
               VLS baru mulai mencatatkan kumulatif laba bersih pada tahun 2026 sebesar
                  Rp16.966.165.384 untuk secara minimum bisa melakukan pembayaran Utang
                  Lain – Lain Pemegang Saham secara parsial;
               VLS baru dapat membukukan kumulatif laba bersih sebesar Rp482.645.576.481
                  pada tahun 2028 untuk dapat melunasi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang
                  Saham sebesar Rp427.650.000.000.

              Namun berdasarkan Advance Shares Subscription Agreement, Perseroan dan SAI sepakat
              untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham.
              Selain itu, Perseroan sebagai pemegang saham pengendali dan SAI sebagai pemegang
              saham minoritas VLS memiliki kendali penuh atas VLS untuk memutuskan

                                                                                                       - xii -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 14
          terjadinya konversi atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham
          dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS.

          Analisis Cash Management dan Financial Covenant Terkait Utang Lain – Lain Pemegang
          Saham

          Cash Management

          Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan sebesar
          Rp218.101.500.000 dibiayai dari kas internal Perseroan dan bukan bersumber dari
          pinjaman Perseroan dari pihak manapun. Kas internal ini berasal dari perputaran
          pembayaran pembelian tanah dari VLS yang mana pembayaran pembelian tanah
          tersebut berasal dari Utang Lain – Lain Pemengang Saham porsi SAI. Sehingga,
          dalam hal ini tidak terdapat kewajiban pembayaran pinjaman oleh Perseroan dapat
          disimpulkan bahwa keuangan Perseroan tidak akan terganggu.

          Financial Covenant
          Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tertanggal 27 Maret 2024 antara Perseroan
          dan SAI yang sudah ditindaklanjuti dengan Advance Share Subscription Agreement
          tertanggal 9 Mei 2024 antara Perseroan, SAI, dan VLS, tidak ada persyaratan khusus,
          termasuk financial covenant yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi.

          Tidak terdapatnya pengaturan khusus terkait financial covenenat dikarenakan Perseroan
          merupakan pemegang saham pengendali dan SAI merupakan pemegang saham
          minoritas VLS yang memiliki kendali penuh atas VLS.

          Analisis Nilai Tambah Terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham

          Analisis nilai tambah terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham adalah sebagai
          berikut:

          1. Kepastian komitmen investasi dan pemenuhan modal dari investor (SAI)
               Berdasarkan pembahasan dalam riwayat, alasan, dan latar belakang dilakukannya
               Rencana Transaksi, terdapat kondisi sebagai berikut:
                Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tanggal 27 Maret 2024, Perseroan
                   dan SAI akan merealisasikan rencana kerjasama pengembangan melalui
                   pembentukan Perusahaan patungan VLS dengan komposisi modal dari
                   Perseroan sebesar Rp223.201.500.000,- dan dari SAI sebesar
                   Rp214.448.500.000.
                Memperhatikan bahwa pada saat pendirian VLS, pemenuhan komposisi
                   permodalan diatas belum dapat dipenuhi sepenuhnya karena masih
                   dibutuhkannya waktu untuk finalisasi kebutuhan modal kerja VLS, maka
                   pada saat pendirian modal disetor awal VLS disepakati hanya sebesar
                   Rp10.000.000.000,- (Perseroan Rp5.100.000.000 dan SAI Rp4.900.000.000)
                   dan kekurangan pemenuhan modal disetor VLS sebesar Rp427.650.000.000

                                                                                         - xiii -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 15
                    (Perseroan   sebesar     Rp218.101.500.000     dan     SAI     sebesar
                    Rp209.548.500.000) akan dilakukan dengan tenggat waktu 10 Mei 2024.

               Dengan melihat tenggat pemenuhan modal VLS akan segera terlampaui,
               sedangkan proses peningkatan modal belum dapat dijalankan, maka pada
               tanggal 9 Mei 2024, ditandatangani Advance Share Subscription Agreement
               yang memutuskan penyetoran Utang Lain - Lain Pemegang Saham dan
               selanjutnya baru akan dilakukan Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi
               Utang Lain – Lain Pemegang Saham.

               Pelaksanaan pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham dilakukan untuk
               menjembatani proses peningkatan modal VLS yang pada saat itu belum dapat
               dilaksanakan, sedangkan tenggat waktu peningkatan modal VLS yang disepakati
               sudah akan terlampaui. Keuntungan yang didapatkan Perseroan dalam hal ini
               adalah dapat dipastikannya penyetoran dana dari pihak SAI dalam waktu yang
               singkat sebelum komitmen penyetoran dana tersebut menjadi kadaluwarsa dan
               SAI melakukan renegosiasi ulang terkait hal ini.

          2. Utang Lain – Lain Pemegang Saham tanpa bunga menyebabkan tidak perlu
             diakuinya beban bunga Utang Lain – Lain Pemegang Saham
               Selain itu, pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang dilakukan
               dengan tanpa adanya bunga menyebabkan VLS tidak perlu mengakui beban
               bunga Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi SAI, dimana jika hal ini terjadi,
               Perseroan sebagai pemilik 51% saham dalam VLS akan ikut menyerap beban
               bunga VLS yang dikenakan oleh SAI tersebut. Terkait Utang Lain – Lain
               Pemegang Saham porsi Perseroan yang diberikan kepada VLS, jika dikenakan
               bunga maka pendapatan bunga yang dikenakan Perseroan tersebut akan
               tereliminasi dengan beban bunga porsi Perseroan yang diakui VLS.

          Analisis Kelayakan Rencana Pengunaan Dana Terkait Utang Lain – Lain Pemegang
          Saham

          Analisis Kelayakan Investasi

              pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham ditujukan untuk dikonversi
               menjadi modal saham dan merupakan satu rangkaian dengan Peningkatan
               Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham; dan
              tujuan pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham digunakan untuk
               pembelian tanah oleh VLS dari Perseroan untuk dikembangkan bersama SAI,

          manfaat yang diberikan oleh pengunaan dana Utang Lain – Lain Pemegang Saham
          dengan tujuan akan dikonversi menjadi modal saham berdasarkan proyeksi keuangan



                                                                                        - xiv -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 16
              Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi diperkirakan akan memperoleh laba
              bersih per tahun rata-rata lebih tinggi sebesar Rp 10.267.876.500,-.

              Analisis Kelayakan Pelunasan Utang Lain – Lain Pemegang Saham

              Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan sebesar
              Rp218.101.500.000 dibiayai dari kas internal Perseroan dan bukan bersumber dari
              pinjaman Perseroan dari pihak manapun. Kas internal ini berasal dari perputaran
              pembayaran pembelian tanah dari VLS yang mana pembayaran pembelian tanah
              tersebut berasal dari Utang Lain – Lain Pemengang Saham porsi SAI. Sehingga,
              dalam hal ini tidak terdapat kewajiban pembayaran pinjaman oleh Perseroan yang
              akan mempengaruhi likuiditasnya.

              Sedangkan terkait kemampuan VLS untuk melunasi Utang Lain – Lain Pemegang
              Saham dapat dijabarkan sebagai berikut:

              Berikut adalah tabel proyeksi laporan keuangan VLS periode tahun 2024 – 2028
              tanpa Rencana Transaksi:
Laporan Laba Rugi
                              2024              2025                2026                2027                2028
VLS
Pendapatan
Penjualan                               -                  -    248.065.713.699     758.074.943.261     884.709.888.016
Beban Pokok
Penjualan                               -                  -   (161.242.713.904)   (492.748.713.119)   (575.061.427.210)
Laba Kotor                              -                  -     86.822.999.794     265.326.230.141     309.648.460.806


Beban Penjualan                         -    (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)
Beban Gaji Karyawan       (2.000.000.000)    (6.000.000.000)     (6.180.000.000)     (6.365.400.000)     (6.556.362.000)
Beban Umum &
Admin                     (2.000.000.000)    (4.000.000.000)     (4.120.000.000)     (4.243.600.000)     (4.370.908.000)


Laba Operasional          (4.000.000.000)   (18.676.299.534)     67.846.700.261     246.040.930.608     290.044.891.272


Beban Bunga                             -    (7.334.197.500)   (14.668.395.000)    (14.668.395.000)    (14.668.395.000)
Pajak Final                             -                  -    (6.201.642.842)    (18.951.873.582)     (22.117.747.200)


Laba Bersih               (4.000.000.000)   (26.010.497.034)     46.976.662.418     212.420.662.026     253.258.749.071

Kumulatif Laba
Bersih                    (4.000.000.000)   (30.010.497.034)     16.966.165.384     229.386.827.410     482.645.576.481


              Berdasarkan tabel proyeksi laporan keuangan VLS diatas dan sebagaimana dijelaskan
              dalam Advance Share Subscription Agreement bahwa Utang Lain – Lain Pemegang Saham
              memiliki tenggat konversi menjadi modal saham sampai dengan 8 Mei 2025.
              Berdasarkan kondisi ini, berikut adalah analisis kemampuan pembayaran Utang Lain
              – Lain Pemegang Saham oleh VLS pada tenggat waktu 8 Mei 2025:

              Dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS atas Peningkatan Modal VLS
              Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai dengan tenggat waktu
              8 Mei 2025 maka VLS tidak mampu untuk melakukan pembayaran kembali Utang
                                                                                                       - xv -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 17
          Lain – Lain Pemegang Saham karena VLS yang masih dalam tahap perencanaan dan
          pra-pengembangan. Kesimpulan ini mempertimbangkan:
           saldo Kas dan Setara Kas menurut Laporan Keuangan Interim VLS per 30
              September 2024 yang telah diaudit hanya sebesar Rp54.531.151.069;
           berdasarkan proyeksi keuangan VLS, pada tenggat 8 Mei 2025, VLS belum
              membukukan pendapatan, dimana sampai akhir tahun 2025, VLS masih
              membukukan kumulatif rugi bersih sebesar Rp30.010.497.034;
           VLS baru mulai mencatatkan kumulatif laba bersih pada tahun 2026 sebesar
              Rp16.966.165.384 untuk secara minimum bisa melakukan pembayaran Utang
              Lain – Lain Pemegang Saham secara parsial;
           VLS baru dapat membukukan kumulatif laba bersih sebesar Rp482.645.576.481
              pada tahun 2028 untuk dapat melunasi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang
              Saham sebesar Rp427.650.000.000.

          Namun berdasarkan Advance Shares Subscription Agreement, Perseroan dan SAI sepakat
          untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham.
          Selain itu, Perseroan sebagai pemegang saham pengendali dan SAI sebagai pemegang
          saham minoritas VLS memiliki kendali penuh atas VLS untuk memutuskan
          terjadinya konversi atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham
          dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS.

          Analisis atas Jaminan Terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham

          Transaksi Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang tidak dikaitkan dengan
          persyaratan adanya penjaminan merupakan pengaturan persyaratan pinjaman yang
          tidak umum/lazim jika dibandingkan dengan ketentuan pemberian pinjaman di pasar
          keuangan. Berdasarkan Advance Share Subscription Agreement, perbedaan ini terjadi
          karena sifat Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang:
              ditujukan semata – mata untuk dikonversi seluruhnya menjadi modal saham;
              bersifat jangka pendek; dan
              memberikan hak kepada Perseroan dan SAI (yang juga merupakan pemegang
               saham VLS) untuk mengkonversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham
               menjadi modal saham.

          Berdasarkan pendapat manajemen, pemberian pinjaman tanpa adanya ketentuan
          pemberian jaminan, tidak memberikan dampak terhadap adanya resiko terkait
          pengembalian Utang Lain – Lain Pemegang Saham tersebut dikarenakan:
              Perseroan dan SAI sebagai pemegang saham VLS telah menyepakati dalam
               Advance Share Subscription Agreement bahwa pemberian Utang Lain – Lain
               Pemegang Saham tersebut memiliki hak untuk dikonversi menjadi modal saham.
              Perseroan sebagai pemegang saham pengendali VLS dan SAI sebagai pemegang
               saham minoritas memiliki kendali penuh atas VLS untuk memutuskan terjadinya
               konversi atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham.

       Analisis Kuantitatif – Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain –
       Lain Pemegang Saham

                                                                                       - xvi -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 18
       Sesuai dengan perencanaan lima tahunan Perseroan dan mempertimbangkan selesainya
       keseluruhan proyek VLS sampai dengan pengakuan seluruh pendapatan, konstruksi
       fisik, dan serah terima selesai di tahun 2028, maka periode proyeksi keuangan Perseroan
       dilakukan selama periode 2024-2028 (periode 5 tahun). Dalam hal ini, Perseroan masih
       mampu menghasilkan pendapatan yang positif. Dengan demikian Rencana Transaksi
       yang dilakukan adalah wajar berdasarkan beberapa indikator dibawah ini:
        o Proforma pendapatan Perseroan secara kumulatif dalam periode proyeksi 2024 -
           2028 dengan melakukan Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 4.098.403.037.532.
       o Proforma laba bersih Perseroan secara kumulatif dalam periode proyeksi 2024 -
         2028 dengan melakukan Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 1.661.969.600.448.

          Proforma pendapatan dan laba bersih Perseroan secara kumulatif sebelum Rencana Transaksi:
           Keterangan             2024                 2025                  2026               2027                2028
             Pendapatan
                             356.784.832.337       634.699.591.401       494.318.260.304    195.296.794.398    526.453.014.118
              Perseroan
             Pendapatan
                                           -                     -       248.065.713.699    758.074.943.261    884.709.888.016
                VLS
             Kumulatif
                             356.784.832.337       634.699.591.401       742.383.974.003    953.371.737.658   1.411.162.902.134
            Pendapatan

             Laba Bersih
                             143.323.516.552       290.591.079.644       270.956.889.795     56.987.948.015    366.125.207.460
              Perseroan
             Laba Bersih
                              -4.000.000.000       -26.010.497.034        46.976.662.418    212.420.662.026    253.258.749.071
                VLS
             Kumulatif
                             139.323.516.552       264.580.582.610       317.933.552.213    269.408.610.041    619.383.956.531
            Laba Bersih


          Proforma pendapatan dan laba bersih Perseroan secara kumulatif setelah Rencana Transaksi:
           Keterangan              2024                 2025                  2026             2027                2028
             Pendapatan
                              356.784.832.337      634.699.591.401       494.318.260.304   195.296.794.398     526.453.014.118
              Perseroan
           Pendapatan VLS                      -                     -   248.065.713.699   758.074.943.261     884.709.888.016
              Kumulatif
                              356.784.832.337       634.699.591.401      742.383.974.003   953.371.737.658    1.411.162.902.134
             Pendapatan

             Laba Bersih
                              143.323.516.552      290.591.079.644       270.956.889.795    56.987.948.015     366.125.207.460
              Perseroan
           Laba Bersih VLS      -4.000.000.000      -18.676.299.534       61.645.057.418   227.089.057.026     267.927.144.071
              Kumulatif
                              139.323.516.552       271.914.780.110      332.601.947.213   284.077.005.041     634.052.351.531
             Laba Bersih



          Analisis Perubahan Kumulatif Laba Bersih (Perseroan) sebelum dan setelah
          Rencana Transaksi dari tahun 2024 sampai dengan 2028
          Proyeksi keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi mengasumsikan
          bahwa Utang Lain - Lain Pemegang Saham dapat dikonversikan menjadi modal
          saham berdasarkan persetujuan RUPS, sedangkan proyeksi keuangan Perseroan
          tanpa Rencana Transaksi mengasumsikan bahwa Utang Lain - Lain Pemegang
          Saham tidak dapat dikonversi menjadi modal saham sehingga Utang Lain - Lain
          Pemegang Saham akan dikembalikan (refundable) kepada Perseroan dan SAI
          berdasarkan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei 2024 antara
          Perseroan, SAI, dan VLS. Dalam hal ini, Perseroan dan SAI berkomitmen untuk
                                                                                                                       - xvii -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 19
          tetap terus mengembangkan proyek dalam VLS sehingga pendanaan proyek akan
          dibiayai melalui pinjaman.

          Berdasarkan asumsi diatas, proyeksi keuangan Perseroan tanpa adanya Rencana
          Transaksi mempertimbangkan pembebanan biaya bunga pinjaman (financing cost)
          sebesar 7% p.a. Hal ini didasari bahwa pinjaman tersebut akan berasal dari Perseroan
          dan SAI sebagai pemegang saham VLS.

          Biaya Bunga pinjaman (financing cost) tersebut belum meberikan dampak pada tahun
          2024 dikarenakan Utang Lain - Lain Pemegang Saham tersebut pada tahun 2024
          tidak berbunga sesuai dengan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei
          2024.

          Dalam hal Utang Lain - Lain Pemegang Saham tidak dapat dikonversi menjadi modal
          saham, Utang Lain - Lain Pemegang Saham tersebut akan dikembalikan (refundable)
          kepada Perseroan dan SAI dan selanjutnya Perseroan dan SAI berkomitmen untuk
          tetap terus mengembangkan proyek dalam VLS dengan pendanaan yang akan
          dibiayai melalui pinjaman dari Perseroan dan SAI pada tahun 2025.

          Pemberian pinjaman dari Perseroan dan SAI tersebut kepada VLS akan memberikan
          dampak pada kumulatif laba bersih (Perseroan) tahun 2025 dengan nilai penurunan
          laba bersih sebesar Rp7,3 miliar dan tahun 2026 sampai dengan 2028 dengan masing-
          masing penurunan kumulatif laba bersih (Perseroan) sebesar Rp14,7 miliar.

          Berdasarkan asumsi dasar diatas, proyeksi keuangan Perseroan dengan Rencana
          Transaksi diperkirakan akan memperoleh laba bersih per tahun rata-rata lebih tinggi
          sebesar Rp 10.267.876.500,- jika dibandingkan dengan Proyeksi Keuangan Perseroan
          tanpa adanya Rencana Transaksi. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi financing cost
          bagi Perseroaan jika pendanaan dilakukan dengan modal saham (tidak perlu
          dilakukannya pengakuan beban bunga pinjaman yang berasal dari SAI pada saat
          dilakukan konsolidasi).

          Analisis Perubahan Laba Bersih VLS setelah Rencana Transaksi dari tahun
          2025 sampai dengan 2028
          Tahapan perencanaan, pra pengembangan, pembangunan fisik, serahterima dan
          pengakuan pendapatan akan direncanakan secara bertahap dapat dijelaskan sebagai
          berikut:
           PBG/IMB akan didapatkan dengan target 6 bulan setelah Izin Pemanfaatan
              Ruang (IPR) didapatkan. Dalam hal ini, IPR telah didapatkan pada tanggal 31
              Januari 2025, sehingga PBG/IMB ditargetkan akan didapat pada tanggal 31 Juli
              2025.
           Setelah didapatkannya PBG/IMB pada 31 Juli 2025, VLS akan mulai melakukan
              proses penjualan tahap pertama. Hasil pencapaian dari proses penjualan ini akan
                                                                                       - xviii -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 20
              digunakan sebagai dasar acuan untuk menentukan skala dan besaran pembiayaan
              konstruksi fisik yang akan dikerjakan, sehingga VLS dapat mengatur pengeluaran
              untuk konstruksi fisik yang disesuaikan dengan pendapatan hasil penjualan untuk
              meminimalisir risiko arus kas. Rencananya, konstruksi fisik tahap pertama secara
              bertahap dapat dimulai dengan memakan waktu selama 12 bulan. Dalam hal ini,
              konstruksi fisik tahap pertama diperkirakan akan selesai secara bertahap dalam
              Q3 2026. Selama periode konstruksi fisik ini, VLS akan terus melakukan kegiatan
              pemasaran dan penjualan dengan target penjualan sebesar kurang lebih Rp248
              miliar untuk 143 unit.
             Setelah konstruksi fisik ditargetkan selesai secara bertahap dalam Q3 2026,
              proses serahterima tahap pertama akan dilakukan bertahap dan di estimasikan
              selesai di Q4 2026, dimana setelah serahterima bertahap dilakukan, VLS dapat
              membukukan pendapatan secara bertahap pula.
             Selanjutnya, untuk tahun 2027 dan 2028, VLS menargetkan pendapatan sebesar
              Rp758 miliar (437 unit) dan Rp885 miliar (510 unit). Siklus yang sama akan
              diterapkan oleh VLS, dimana realisasi penjualan tersebut akan menjadi acuan
              skala dan besarnya pembiayaan konstruksi fisik yang akan dikerjakan.

         Berdasarkan tahapan perencanaan diatas, analisa Perubahan Laba Bersih VLS sejak
         tahun 2024 sampai dengan 2028 adalah sebagai berikut:
         a. Pada tahun 2024 dan 2025, VLS masih dalam tahapan perencanaan, pra
            pengembangan dan konstruksi fisik. Proses konstruksi fisik tahap pertama baru
            dimulai pada kuartal ketiga tahun 2025, sedangkan pengakuan pendapatan baru
            dapat mulai diakui setelah dilakukannya serahterima secara bertahap yang
            ditargetkan akan selesai pada Q4 2026. Berdasarkan perencanaan ini, selama
            tahun 2024 dan 2025, VLS masih mencatatkan rugi bersih masing-masing sebesar
            Rp4 miliar dan Rp18,7 miliar.
              Rugi bersih tahun 2024 sebesar Rp4 miliar dikontribusikan seluruhnya dari biaya
              operasional.
              Rugi bersih tahun 2025 sebesar Rp18,7 miliar selain dikontribusikan oleh biaya
              operasional sebesar Rp10 miliar, juga berasal dari beban penjualan dan pemasaran
              sebesar Rp8,7 miliar seiring dengan dimulainya tahapan penjualan di Q3 2025.

         b. Laba bersih VLS pada tahun 2026 tercatat sebesar Rp61,6 miliar, meningkat
            Rp80,3 miliar dibandingkan dengan rugi bersih tahun 2025 sebesar (Rp18,7
            miliar). Peningkatan ini disebabkan oleh:
             pengakuan pendapatan dari penjualan setelah dilakukannya serah terima
                sebanyak 143 unit secara bertahap pada Q4 2026 yang berkontribusi terhadap
                peningkatan pendapatan sebesar Rp248 miliar (2025: Rpnihil);
             pengakuan beban pokok penjualan yang meningkat sebesar Rp161,2 miliar;
             peningkatan biaya operasional sebesar Rp0,3 miliar;

                                                                                         - xix -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 21
                 pengakuan beban pajak seiring dengan dilakukan penjualan sebesar Rp6,2
                  miliar.
             Sementara pada tahun 2025, VLS masih dalam tahap perencanaan dan
             pembangunan fisik, sebagaimana dijelaskan pada butir (a) diatas.

         c. Laba bersih VLS pada tahun 2027 tercatat sebesar Rp227,1 miliar, meningkat
            Rp165,5 miliar dibandingkan dengan laba bersih tahun 2026 yang sebesar Rp61,6
            miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh:
             pengakuan pendapatan dari penjualan setelah dilakukannya serah terima
                sebanyak 437 unit selama 2027 yang berkontribusi terhadap pendapatan
                sebesar Rp758 miliar (2026: Rp248 miliar) yang meningkat sebesar Rp510
                miliar dikarenakan meningkatnya serah terima unit yang dilakukan sebanyak
                294 unit (2026: 143 unit);
             pengakuan beban pokok penjualan sebesar Rp492,7 miliar (2026: Rp161,2
                miliar) yang meningkat sebesar Rp331,5 miliar seiring dengan meningkatnya
                serah terima unit yang dilakukan;
             peningkatan biaya operasional sebesar Rp0,3 miliar;
             peningkatan beban pajak seiring dengan peningkatan penjualan sebesar
                Rp12,7 miliar.

          d. Laba bersih VLS pada tahun 2028 tercatat sebesar Rp267,9 miliar, meningkat
             Rp40,8 miliar dibandingkan dengan laba bersih tahun 2027 yang sebesar Rp227,1
             miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh:
              pengakuan pendapatan dari penjualan setelah dilakukannya serah terima
                 sebanyak 510 unit selama 2028 yang berkontribusi terhadap pendapatan
                 sebesar Rp884,7 miliar (2027: Rp758 miliar) yang meningkat sebesar Rp126,6
                 miliar dikarenakan meningkatnya serah terima unit yang dilakukan sebanyak
                 73 unit (2027: 437 unit);
              pengakuan beban pokok penjualan sebesar Rp575,1 miliar (2027: Rp492,7
                 miliar) yang meningkat sebesar Rp82,3 miliar seiring dengan meningkatnya
                 serah terima unit yang dilakukan;
              peningkatan biaya operasional sebesar Rp0,3 miliar;
              peningkatan beban pajak seiring dengan dilakukan penjualan sebesar Rp3,2
                 miliar.

       Analisis Atas Kewajaran Nilai Transaksi

          Analisis Kewajaran Harga Transaksi Utang Lain-lain Pemegang Saham

          Berdasarkan Laporan keuangan auditan VLS per 30 September 2024, Utang Lain –
          Lain Pemegang Saham merupakan utang lain – lain yang tidak dikenakan bunga.


                                                                                      - xx -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 22
          Tingkat bunga pinjaman yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia per September 2024
          adalah sebagai berikut:

                  Kelompok Bank Dan Jenis Pinjaman                     Dalam Persen
           Bank Persero
             Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                               8,81
           Bank Swasta Nasional
             Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                               8,84
           Bank Asing dan Bank Campuran
             Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                               7,05
           Bank Umum
             Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                               8,87
                             Rata – Rata                                       8,39

          Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham dari Perseroan kepada VLS yang
          dilakukan tanpa dikenakan bunga. Berdasarkan Advance Share Subscription Agreement,
          perbedaan ini terjadi karena sifat Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang:
              ditujukan semata – mata untuk dikonversi seluruhnya menjadi modal saham;
              bersifat jangka pendek; dan
              memberikan hak kepada Perseroan dan SAI (yang juga merupakan pemegang
               saham VLS) untuk mengkonversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham
               menjadi modal saham.

          Analisis Kewajaran Harga Transaksi Terkait Peningkatan Modal VLS Melalui
          Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham

          Berdasarkan perbandingan harga Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang
          Lain – Lain Pemegang Saham dengan nilai pasar diketahui bahwa harga Peningkatan
          Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sebesar Rp.
          500.000 dan nilai pasar setelah stock split sebesar Rp 492.005, maka selisih harga
          Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham
          sebesar 1,62% dari Nilai Pasar dan berada dalam batasan 7,5%, maka harga yang
          ditetapkan adalah wajar.
          Berikut tabel yang membandingkan harga Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi
          Utang Lain – Lain Pemegang Saham, batas atas, batas bawah, dan nilai pasar
          Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham
                                                                      Nilai Objek
                                      Nilai Pasar     Batas Bawah                     Batas atas
                                                                      Transaksi
           Perbandingan terhadap
                                           -1.62%        -7.5%             -            +7.5%
           Nilai Objek Transaksi
           Nilai/Harga Objek
                                       Rp 492.005,-    Rp 462.500,-    Rp 500.000,-   Rp. 537.500,-
           Transaksi (per saham)




                                                                                             - xxi -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 23
1.14. KESIMPULAN

Berdasarkan analisis atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham dan Peningkatan Modal VLS
Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham Sebagai Satu Rangkaian Rencana
Transaksi disimpulkan adalah WAJAR.


Surat pengantar penilaian ini diikuti oleh Laporan Pendapat kewajaran Terinci (Comprehensive
Style) yang merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
Disini kami tegaskan bahwa FSR tidak mengambil keuntungan, baik sekarang maupun di masa
yang akan datang, atas obyek pendapat kewajaran.
Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi stempel perusahaan (corporate seal) dari Kantor Jasa
Penilai Publik FSR.


Hormat kami,
KJPP Febriman Siregar dan Rekan




Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Partner
MAPPI No.                 : 92-S-00252
Izin Penilai Publik       : PB-1.08.00069
STTD Pasar Modal          : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
Register No.              : RMK-2017.00069
Klasifikasi Bidang Jasa   : Penilai Bisnis & Penilai Properti




                                                                                        - xxii -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 24
Laporan ini merupakan revisi dari laporan nomor 00218/2.0109-05/BS/10/0069/1/II/2025
tanggal 26 Februari 2025, dimana kami telah melakukan revisi pada:


   1. Melakukan revisi pada halaman Surat Pengantar terkait judul laporan pendapat
       kewajaran, Status Penilai, Latar Belakang, Maksud Dan Tujuan Pendapat Kewajaran,
       Pendekatan dan Metode Pendapat Kewajaran, Analisa Pendapat Kewajaran dan
       Kesimpulan (hal i-xx)
   2. Melakukan revisi pengungkapan pada Latar Belakang (Bagian 1 poin 1.1 hal 1-3)
   3. Melakukan revisi pengungkapan pada Transaksi Afiliasi (Bagian 1 poin 1.2 hal 3)
   4. Melakukan revisi pengungkapan pada Transaksi Material (Bagian 1 poin 1.3 hal 4)
   5. Melakukan revisi pengungkapan pada Maksud dan Tujuan (Bagian 1 poin 1.7 hal 6)
   6. Melakukan revisi pengukapan pada Obyek Penilaian (Bagian 1 poin 1.8 hal 6)
   7. Melakukan revisi pengukapan pada Tanggal Penilaian (Cut-off Date) (Bagian 1 poin 1.9
       hal 7)
   8. Melakukan revisi pengukapan pada Sumber Data (Bagian 1 poin 1.11 hal 8)
   9. Melakukan revisi pada Indentifikasi Pihak-Pihak Yang Terlibat Rencana Transaksi
       (Bagian 2 poin 2.2.1 hal 10)
   10. Melakukan revisi pada Perjanjian Penting (Bagian 2 poin 2.2.2 hal 13)
   11. Melakukan revisi pada Manfaat Rencana Transaksi (Bagian 2 poin 2.2.3.a hal 14)
   12. Melakukan revisi pada Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi (Bagian 2 poin 2.3.5 hal
       25)
   13. Melakukan revisi pada Keuntungan Rencana Transaksi (Bagian 2 poin 2.3.6 hal 29)
   14. Melakukan revisi pada Kerugian Rencana Transaksi (Bagian 2 poin 2.3.7 hal 32)
   15. Melakukan penambahan analisis dampak leverage (Bagian 2 poin 2.3.8 hal 32)
   16. Melakukan penambahan Analisis Dampak Likuiditas dan Dampak Keuangan Terkait
       Pinjam Meminjam (Bagian 2 poin 2.3.9 hal 33)
   17. Melakukan penambahan Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
       (Bagian 2 Poin 2.4.2 hal 43)
   18. Melakukan penambahan Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi
       Utang Lain – Lain Pemegang Saham (Bagian 2 poin 2.4.3 hal 45)
   19. Melakukan penambahan Analisis Cash Management dan Financial Covenant Terkait Utang
       Lain – Lain Pemegang Saham (Bagian 2 poin 2.4.4 hal 45)
   20. Melakukan penambahan Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari
       Manajemen (Bagian 2 poin 2.4.5 hal 46)
   21. Melakukan revisi pengukapan pada Analisis Nilai Tambah (Bagian 2 poin 2.4.6 hal 51)
   22. Melakukan penambahan Analisis Kelayakan Rencana Pengunaan Dana Terkait Utang
       Lain – Lain Pemegang Saham (Bagian 2 poin 2.5 hal 55)
   23. Melakukan penambahan Analisis atas Jaminan Terkait Utang Lain – Lain Pemegang
       Saham (Bagian 2 poin 2.6 hal 56)
   24. Melakukan revisi pengukapan pada Analisis Kewajaran Harga Transaksi (Bagian 2 poin
       2.7 hal 57)
   25. Melakukan revisi pada Kesimpulan (Bagian 3 poin 3.1 hal 60)




                                                                                     - xxiii -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 25
                             PERNYATAAN PENILAI

KJPP Febriman Siregar dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa:

1.   Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
     Pendapat Kewajaran.

2.   Penilai tidak memiliki benturan kepentingan dan bersifat independen terhadap obyek yang
     dinilai.

3.   Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
     dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.

4.   Pendapat Kewajaran ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
     Keuangan Nomor 35 tahun 2020 “Pedoman Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
     Usaha Di Pasar Modal”.

5.   Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

6.   Penilai memiliki pengalaman mengenai jenis usaha yang dinilai.

7.   Dalam melakukan pendapat kewajaran ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk
     bertindak secara obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
     pihak-pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.

8.   Penilai bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran ini.

9.   Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
     undangan yang berlaku.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang di analisa telah diungkapkan.

11. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
12. Seluruh data dan informasi              yang   diungkapkan        dalam   laporan   dapat
    dipertanggungjawabkan.

13. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan opini atas Laporan
    Pendapat Kewajaran.

14. Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil pendapat kewajaran.




                                                                                        - xxiv -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 26
Selanjutnya KJPP Febriman Siregar dan Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami
libatkan dalam penugasan ini adalah Penilai Profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.

Team Leader / Penilai : Rekan (Partner) yang merupakan Penilai Publik, professional yang
                        telah memiliki pengalaman lebih dari 5 (lima) tahun sebagai Penilai,
                        dalam penugasan Penilai bertindak sebagai Pimpinan (Team Leader)
                        dan bertanggung jawab secara penuh atas pelaksanaan pekerjaan
                        penilaian mulai dari penerimaan penugasan sampai kepada
                        penyampaian laporan termasuk hasil penilaiannya dan berkewajiban
                        menandatangani Laporan Penilaian.

Asisten Penilai           : Merupakan profesional yang memiliki keahlian dibidangnya sesuai
                            dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman. Asisten Penilai
                            memiliki tugas membantu Penilai dalam pengumpulan data, entri
                            data dan kompilasi data serta membantu dalam penyusunan laporan
                            penilaian.




                                                                                      - xxv -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 27
No         Nama                                                             Tanda Tangan



 1.        Penanggung Jawab
           Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.)                     -------------------------
           Partner
           No. MAPPI                      : 92-S-00252
           No. Ijin Penilai Publik        : PB-1.08.00069
           No. Ijin Bapepam-LK            : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
           Klasifikasi Bidang Jasa        : Penilai Bisnis Dan Properti
           Register                       : RMK-2017.00069


2.         Reviuer
           Didiek Agus Priatmiko, S.Komp.                                  -------------------------
           No. MAPPI                      : 11-T-03266
           Register                       : RMK-2017.00838
           No. Ijin Penilai Publik

           Klasifikasi Bidang Jasa   : Penilai Bisnis Dan Properti
3.         Penilai
           Yaumil Husna Khair, S.Si., M.M                                  -------------------------
           No. MAPPI                      : 11-P-03270




                                                                                             - xxvi -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 28
                                        BAGIAN - 1
                                      PENDAHULUAN
1. 1.   Latar Belakang

        PT Pakuan Tbk., yang selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah perusahaan yang
        bergerak dalam bidang pengembangan properti yang berlokasi di Jalan Raya Muchtar
        RT 002 RW 007, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

        Perseroan dan Samty Asia Investments PTE. LTD (“SAI”) bersepakat mendirikan
        perusahaan dalam bentuk perseroan terbatas di Indonesia dengan nama PT Vasamty
        Land Sawangan (“VLS”) pada tanggal 27 Maret 2024. VLS didirikan dengan Akta
        Pendirian No. 10 tertanggal 3 April 2024 oleh notaris Ungke Mulawanti SH., M.Kn
        yang berkedudukan di Kabupaten Bekasi Jawa Barat dan telah mendapatkan
        pengesahan dari MENKUMHAM Nomor AHU-0026791.AH.01.01.TAHUN 2024
        tertanggal 12 April 2024.

        Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tersebut SAI berencana melakukan investasi
        dan pengembangan diatas lahan seluas 55.025m2 yang dimiliki oleh Perseroan.
        Perseroan dan SAI membentuk perusahan patungan dengan nama VLS pada tanggal 3
        April 2024 dengan modal dasar & modal disetor penuh sebesar Rp 10.000.000.000,-
        (sepuluh milyar rupiah) dimana Perseroan memiliki 51% (lima puluh satu persen) dan
        SAI memiliki 49% (empat puluh sembilan persen) dengan persyaratan utama sebagai
        berikut:
             Semua biaya dan pengeluaran sehubungan dengan pendirian Perusahaan akan
              ditanggung oleh Perseroan dan SAI sesuai dengan proporsi kepemilikan saham
             Perseroan dan SAI sepakat meningkatkan Modal Dasar Saham dan Modal
              Disetor menjadi sebesar Rp437.650.000.000 dengan komposisi:

                  Pemegang                           Jumlah                             Persentase
                                  Kelas Saham                       Nilai Saham
                      Saham                          Saham                             Modal Saham

                Perseroan         Saham Biasa        446.403       223.201.500.000          51%
                SAI               Saham Biasa        428.897       214.448.500.000          49%
                Jumlah                               875.300       437.650.000.000         100%

              * Struktur permodalan VLS sebesar Rp437.650.000.000 di atas merupakan rencana pemenuhan
              permodalan VLS antara Perseroan dengan SAI, dimana pemenuhan ini baru akan terjadi setelah
              dilakukannya Rencana Transaksi setelah mendapatkan persetujuan RUPS.
        Sebagai pelaksanaan dari rencana peningkatan modal tersebut, Perseroan, SAI, dan
        VLS menandatangani Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei 2024 dengan
        rincian perjanjian sebagai berikut:
             Para pihak sepakat untuk mengkonversi Penyetoran Modal Di Muka yang
              dilakukan oleh para pemegang saham kepada VLS sebagai pembayaran di muka
              untuk penerbitan saham oleh VLS, yang seluruhnya akan diambil oleh para
              pemegang saham sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dengan jumlah
                                                                                                     -1-
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 29
             sebesar Rp427.650.000.000.
            Penyelesaian pemesanan saham baru oleh para pemegang saham bergantung
             pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham VLS yang diadakan untuk
             menyetujui pemesanan saham, yang dapat dilakukan melalui Keputusan sirkular
             pemegang saham.
            Jika Saham VLS tidak diterbitkan kepada para pemegang saham sampai masa
             berlaku yang ditetapkan berakhir, maka para pemegang saham memiliki hak
             untuk menerima pengembalian uang muka pembelian saham sesuai dengan
             jumlah yang disetor oleh para pemegang saham.
            Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 9 Mei 2024 hingga 8 Mei 2025, dimana selama
             periode tersebut Perseroan dan SAI sebagai pemegang saham VLS dan pemberi
             Utang Lain – Lain pemegang Saham memiliki hak untuk mengkonversi seluruh
             Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham.

       Berdasarkan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei 2024, Perseroan dan
       SAI melakukan penyetoran Utang Lain – Lain Pemegang Saham pada 15 dan 16 Mei
       2024 (bukti setoran sebagaimana disajikan dalam rekening koran di Lampiran 1) masing
       - masing sebesar:

                                                                             Periode
               Rincian
                                           Jumlah         Pihak          Penyetoran Uang
              Transaksi
                                                                              Muka
          Utang Lain – Lain       Rp209.548.500.000     Samty Asia          15 Mei 2024
          Pemegang Saham                              Investment Pte.,
                                                            Ltd
          Utang Lain – Lain       Rp218.101.500.000   PT Pakuan Tbk.      15-16 Mei 2024
          Pemegang Saham
          Total                  Rp427.650.000.000

      dan dicatat sebagai penerimaan utang lain – lain (dijelaskan pada Catatan Atas Laporan
      Keuangan nomor 10 dan 11). Transaksi Utang Lain – Lain Pemegang Saham
      merupakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material sebagaimana diatur dalam POJK
      No. 42/2020 dan POJK No. 17/2020 karena dilakukan oleh Perseroan dengan VLS
      yang merupakan anak perusahaan Perseroan dan nilainya melebihi 50% dari ekuitas
      Perseroan.

      Atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham tersebut, Perseroan dan SAI akan
      mengkonversinya menjadi setoran modal dalam VLS.

       Pada tanggal 17 Januari 2025, VLS melakukan perubahan anggaran dasar Perseroan
       dengan melakukan stock split sehingga modal ditempatkan VLS sebelum dan setelah stock
       split adalah sebagai berikut:




                                                                                           -2-
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 30
                                SEBELUM STOCK SPLIT                  SESUDAH STOCK SPLIT
          Pemegang               30 SEPTEMBER 2024                     17 JANUARI 2025
           saham        Lembar Nominal /                      Lembar Nominal /
                                              Nilai Saham                           Nilai Saham
                        Saham       saham                     Saham      saham
         Pakuan           5.100 1.000.000     5.100.000.000    10.200    500.000    5.100.000.000
         SAI              4.900 1.000.000     4.900.000.000     9.800    500.000    4.900.000.000
         Total           10.000              10.000.000.000    20.000              10.000.000.000

        Perseroan berencana untuk melakukan peningkatan modal VLS melalui konversi Utang
        Lain – Lain Pemegang Saham yang telah diberikan kepada VLS sebelumnya sesuai
        dengan kesepakatan sebanyak 436.203 lembar dengan nilai perlembar sesuai nilai
        nominal saham VLS Rp 500.000,- / lembar saham atau setara dengan
        Rp218.101.500.000 selanjutnya dalam laporan ini, bersama – sama dengan transaksi
        Utang Lain – Lain Pemegang Saham merupakan Rencana Transaksi.

        Utang Lain – Lain Pemegang Saham dan Peningkatan Modal Pada VLS Melalui Utang
        Lain – Lain Pemegang Saham Sebagai Satu Rangkaian Rencana Transaksi merupakan
        salah satu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kesepakatan di dalam Utang Lain -
        Lain Pemegang Saham sesuai dengan kesepakatan Perjanjian Pembentukan JV (VLS)
        tertanggal 27 Maret 2024 yang dilanjutkan dengan Advance Share Subscription Agreement.

        Rencana Transaksi ini merupakan suatu transaksi afiliasi dan material sebagaimana
        diatur dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi Dan Transaksi
        Benturan Kepentingan dan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
        Dan Perubahan Kegiatan Usaha yang akan dimintakan persetujuannya melalui RUPS
        Perseroan. Direksi menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini tidak mengandung
        benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
        No. 42/POJK.04/2020.

1. 2.   Transaksi Afiliasi

        Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas
        dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali
        dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
        komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau
        transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
        kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
        dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali. Sedangkan Benturan
        Kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan dengan
        kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau
        pemegang saham utama yang dapat merugikan Perusahaan dimaksud.

        VLS merupakan anak usaha Perseroan yang 51% sahamnya dimiliki oleh Perseroan.
        Selain itu, terdapat kesamaan hubungan pengurusan antara Perseroan dan VLS sebagai
        berikut:


                                                                                             -3-
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 31
                 Nama                                        Jabatan
                                              Perseroan                       VLS
         Erick Wihardja                     Direktur Utama               Direktur Utama

        Sebagai informasi, tidak terdapat hubungan Afiliasi antara Perseroan dan SAI.

        Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan bahwa Perseroan merupakan
        pemegang saham VLS dengan kepemilikan 51% saham dan tidak adanya benturan
        kepentingan, maka Rencana Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana
        didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang
        Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

        Berdasarkan sumber data yang digunakan dan keterangan dari manajemen Perseroan
        bahwa:

        1.   Perseroan merupakan pemegang saham VLS dengan kepemilikan 51% saham,
             maka, Rencana Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan
             dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
             Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

        2.   Sesuai dengan Bab 1 Pasal 1 Ayat (4) POJK 42/2020, yang dimaksud dengan
             benturan kepentingan adalah

             “Benturan kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis
             perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota direksi, anggota
             dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali yang dapat merugikan
             perusahaan terbuka dimaksud.”

             Berdasarkan pernyataan dan hasil analisis dari manajemen Perseroan, tidak terdapat
             benturan kepentingan dalam Rencana Transaksi. Selain itu, Perseroan akan
             mendapatkan tambahan laba bersih per tahun bagi Perseroan secara rata-rata
             (dalam periode 5 tahun) sebesar Rp 10.267.876.500,- dari Rencana Transaksi.

1. 3.   Transaksi Material

        Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020
        tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, dimana nilai
        transaksi dengan nilai 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Publik
        dikategorikan sebagai Transaksi Material.

        Berdasarkan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei 2024, Perseroan
        berencana melakukan peningkatan modal melalui konversi Utang Lain – Lain
        Pemegang Saham sesuai dengan Rencana Transaksi dengan penerbitan saham VLS
        sebanyak 436.203 lembar dengan nilai nominal Rp.500.000,- / lembar saham atau setara
        dengan Rp218.101.500.000,- atau 70,12% dari ekuitas Perseroan; dan berdasarkan
        laporan keuangan konsolidasian interim PT Pakuan Tbk. dan Entitas Anak per 30
                                                                                           -4-
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 32
        September 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Suharli, Sugiharto & Rekan, No. Laporan:
        00420/2.1315/AU.1/03/1017-1/1/XII/2024 tanggal 23 Desember 2024 dengan opini
        wajar dalam semua hal yang material, Akuntan Publik Riki Afrianof, CPA, nilai ekuitas
        Perseroan adalah sebesar Rp311.041.779.626,-, sehingga Rencana Transaksi merupakan
        Transaksi Material.

1. 4.   Ruang Lingkup

        Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
        yang akan dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Pendapat
        kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi persetujuan atau
        tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu Transaksi
        tersebut.

        Pihak ketiga yang ditunjuk untuk memberikan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi
        adalah KJPP Febriman Siregar & Rekan (FSR) yang diharapkan dapat melakukan
        kajian secara obyektif dan independen, sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK)
        Nomor : 1049A/PNW/FO-BGR-FSR/XI/2024, tanggal 28 November 2024.

1. 5.   Identitas Pemberi Tugas

        Berikut adalah identitas pemberi tugas:
        Nama                   : PT Pakuan Tbk.
        Bidang Usaha           : Real Estat
        Alamat Kantor          : Jl. Raya Muchtar RT 002/RW 007
                                 Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
                                 Kota Depok
                                 Telepon & Fax : (021) 50100899
                                 Email : info@ptpakuan.com
                                 Website : www.ptpakuan.com

1. 6.   Pengguna Laporan

        Berikut adalah identitas pengguna laporan:
        Nama                   : PT Pakuan Tbk.
        Bidang Usaha           : Real Estat
        Alamat Kantor          : Jl. Raya Muchtar RT 002/RW 007
                                 Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan
                                 Kota Depok
                                 Telepon & Fax : (021) 50100899
                                 Email : info@ptpakuan.com
                                 Website : www.ptpakuan.com



                                                                                         -5-
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 33
1. 7.   Maksud dan Tujuan

        Laporan Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk mengkaji kewajaran atas Utang Lain
        – Lain Pemegang Saham dan Peningkatan Modal PT Vasamty Land Sawangan Melalui
        Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham Sebagai Satu Rangkaian Rencana
        Transaksi sehubungan dengan pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
        42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan dan
        Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
        Dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

        Laporan Pendapat Kewajaran ini mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
        No. 35 Tahun 2020, Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian
        Indonesia (“SPI”) 2018.

1. 8.   Obyek Penilaian

        Obyek penilaian dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah rangkaian Rencana
        Transaksi yang terdiri dari:
        1. Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham dari Perseroan kepada VLS sebesar
            Rp. 218.101.500.000
        2. Peningkatan modal VLS melalui konversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang
            Saham sejumlah Rp. 218.101.500.000 setara dengan Rp 500.000 / saham untuk
            436.203 saham baru.
        Yang secara bersama – sama merupakan satu rangkaian Rencana Transaksi

        Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang dicatat dalam laporan keuangan interim
        auditan VLS per 30 September 2024 merupakan uang muka investasi modal yang akan
        dikonversi melalui Rencana Transaksi berdasarkan dokumen Advance Share Subscription
        Agreement dengan rincian perjanjian sebagai berikut:
                 Para pihak sepakat untuk mengkonversi penyetoran modal di muka yang
                  dilakukan oleh para pemegang saham kepada VLS sebagai pembayaran di
                  muka untuk penerbitan saham oleh VLS, yang seluruhnya akan diambil oleh
                  para pemegang saham sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dengan
                  jumlah sebesar Rp427.650.000.000.
                 Penyelesaian pemesanan saham baru oleh para pemegang saham bergantung
                  pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham VLS yang diadakan untuk
                  menyetujui pemesanan saham, yang dapat dilakukan melalui Keputusan
                  sirkular pemegang saham.
                 Jika Saham VLS tidak diterbitkan kepada para pemegang saham sampai masa
                  berlaku yang ditetapkan berakhir, maka para pemegang saham memiliki hak
                  untuk menerima pengembalian uang muka pembelian saham sesuai dengan
                  jumlah yang disetor oleh para pemegang saham.


                                                                                       -6-
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 34
                 Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 9 Mei 2024 hingga 8 Mei 2025, dimana
                  selama periode tersebut Perseroan dan SAI sebagai pemegang saham VLS dan
                  pemberi Utang Lain – Lain pemegang Saham memiliki hak untuk
                  mengkonversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal
                  saham.

        Nilai Pasar 100% ekuitas VLS sesuai dengan Laporan Penilaian 100% Ekuitas PT
        Vasamty Land Sawangan yang diterbitkan oleh KJPP Febriman Siregar dan Rekan pada
        tanggal    17   Maret     2025    dengan     nomor     laporan     00302/2.0109-
        05/BS/10/0069/1/III/2025 adalah sebesar Rp. 9.840.098.000.

        Jika dihubungkan dengan jumlah saham beredar PT Vasamty Land Sawangan maka
        Nilai Pasar VLS per saham (dan jumlah lembar saham) sebelum dan setelah stock split,
        masing – masing adalah sebesar Rp984.098 (10.000 saham) dan Rp. 492.005 (20.000
        saham). Kejadian subsequent event berupa stock split yang terjadi di 17 Januari 2025 tidak
        merubah hasil penilaian karena transaksi stock split hanya merubah jumlah lembar
        saham dan nilai nominal per lembar saham secara proporsional.

1. 9.   Tanggal Penilaian (Cut Off Date)

        Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan pendapat kewajaran
        diperhitungkan pada tanggal 30 September 2024. Analisis kewajaran dilaksanakan
        menggunakan parameter dan Laporan Keuangan interim VLS untuk periode enam
        bulan sejak tanggal 3 April (Tanggal Pendirian) sampai dengan tanggal 30 September
        2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar
        & Rekan. dan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Pakuan Tbk. dan Entitas
        Anak pada tanggal 30 September 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
        Suharli, Sugiharto & Rekan ditandatangani oleh Riki Afrianof, CPA.

1. 10. Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events)

        Berdasarkan informasi yang kami terima dan penelaahan dokumen terdapat kejadian
        penting setelah tanggal efektif dari tanggal penilaian (30 September 2024) hingga tanggal
        laporan pendapat kewajaran ini diterbitkan, VLS telah melaksanakan stock split pada
        tanggal 17 Januari 2025 berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham
        No. 27 yang dibuat dihadapan notaris Ungke Mulawanti, SH, MKn, notaris di Jakarta
        Timur. Berikut adalah perbandingan komposisi pemegang saham, nilai nominal, dan
        lembar saham sebelum dan sesudah stock split:

                                SEBELUM STOCK SPLIT                  SESUDAH STOCK SPLIT
          Pemegang               30 SEPTEMBER 2024                     17 JANUARI 2025
           saham        Lembar Nominal /                      Lembar Nominal /
                                              Nilai Saham                           Nilai Saham
                        Saham       saham                     Saham      saham
         Pakuan           5.100 1.000.000     5.100.000.000    10.200    500.000    5.100.000.000
         SAI              4.900 1.000.000     4.900.000.000     9.800    500.000    4.900.000.000
         Total           10.000              10.000.000.000    20.000              10.000.000.000

                                                                                              -7-
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 35
         Transaksi stock split hanya merubah jumlah lembar dan nilai nominal per saham secara
         proporsional tanpa mengubah total nilai modal saham VLS, sehingga pelaksanaan stock
         split tidak mempengaruhi penilaian 100% ekuitas VLS sebagaimana juga dijelaskan
         dalam Laporan Penilaian 100% Ekuitas PT Vasamty Land Sawangan.

1. 11.   Sumber Data

         Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas Rencana
         Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan mempertimbangkan hal-hal sebagai
         berikut:
         1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
         2. Laporan Keuangan interim PT Vasamty Land Sawangan untuk periode satu bulan
            sejak tanggal 3 April (Tanggal Pendirian) sampai dengan tanggal 30 April 2024 yang
            telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
            Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar
            dalam semua hal yang material.
         3. Laporan Keuangan interim PT Vasamty Land Sawangan untuk periode enam bulan
            sejak tanggal 3 April (Tanggal Pendirian) sampai dengan tanggal 30 September 2024
            yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar
            & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara
            wajar dalam semua hal yang material.
         4. Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Pakuan Tbk. dan Entitas Anak pada
            tanggal 30 September 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Suharli,
            Sugiharto & Rekan ditandatangani oleh Riki Afrianof, CPA dengan opini bahwa
            laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
         5. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Pakuan Tbk. dan Entitas Anak untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh
            Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris dengan opini bahwa laporan tersebut
            menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
         6. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Pakuan Tbk. dan Entitas Anak untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh
            Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
            opini bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
            material.
         7. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Pakuan Tbk. dan Entitas Anak untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh
            Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
            opini bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
            material.
         8. Laporan Keuangan Konsolidasian PT Pakuan Tbk. dan Entitas Anak untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh
            Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan
                                                                                          -8-
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 36
             opini bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
             material.
        9. Business Plan Perseroan.
        10. Surat pernyataan (representasi) manajemen PT Pakuan Tbk. terkait dengan Rencana
            Transaksi.
        11. Rekening Koran PT Vasamty Land Sawangan periode 1-31 May 2024
        12. Wawancara dengan pihak manajemen PT Pakuan Tbk, Ibu Petronella Maytea
            Lantio Simamora sebagai Corporate Secretary.
        13. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar
            dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari
            pihak independen yang kami anggap relevan.
        14. Laporan Penilaian 100% Ekuitas PT Vasamty Land Sawangan yang dikeluarkan
            KJPP Febriman Siregar dan Rekan dengan Nomor Laporan : 00302/2.0109-
            05/BS/10/0069/1/III/2025 tertanggal 17 Maret 2025.

1. 12. Asumsi–Asumsi dan Syarat Pembatas

        Dalam penyusunan pendapat independen ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
        antara lain:
        1.    Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
        2.    KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
              dalam proses penilaian.
        3.    Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP FSR berasal dari sumber yang
              dapat dipercaya keakuratannya.
        4.    KJPP FSR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
              mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
              dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
        5.    KJPP FSR bertanggung jawab atas atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
              proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
        6.    KJPP FSR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik,
              kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
              operasional perusahaan.
        7.    KJPP FSR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan
              Pendapat Kewajaran.
        8.    KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
              pemberi tugas.




                                                                                          -9-
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 37
                             BAGIAN - 2
                KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

2. 1    Metode Analisis Atas Rencana Transaksi

         Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis
         dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

         1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
            pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian dan persyaratan dalam
            Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana Transaksi.
         2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat Perseroan dan
            kegiatan usaha Perseroan, analisis industri, analisis operasional dan prospek
            Perseroan, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan
            kerugian Rencana Transaksi.
         3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
            historikal Perseroan, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan, analisis
            keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, dan analisis nilai tambah.
         4. Analisis kewajaran Rencana Transaksi.

2. 2    Analisis Rencana Transaksi
2.2.1   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Terlibat Rencana Transaksi

         Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:

         1. PT Pakuan Tbk. (“Perseroan”): Pihak yang melakukan Rencana Transaksi, sebagai
            pihak yang memberikan Utang Lain – Lain Pemegang Saham sebesar
            Rp218.101.500.000 dan yang akan melakukan peningkatan modal VLS melalui
            konversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham tersebut.
         2. PT Vasamty Land Sawangan (“VLS”): Pihak yang akan menerima peningkatan
            modal dengan cara konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham, sebagai pihak
            yang menerima Utang Lain – Lain Pemegang Saham dan yang akan menerima
            peningkatan modal melalui konversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham.

        A. PT Pakuan Tbk. (Perseroan)

             Struktur Permodalan dan Komposisi Pemegang Saham Perseroan

             Berdasarkan Laporan Keuangan Interim per 30 September 2024 oleh KAP
             Suharli, Sugiharto & Rekan, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai
             berikut:




                                                                                          - 10 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 38
            Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                       Jumlah
                                                                     Nilai Nominal     Komposisi
                        Pemegang Saham                 Saham
                                                                         Saham           (%)
                                                      (Lembar)
               PT Sirius Surya Sentosa                 732.655.000    73.265.500.000       60,55
               PT Bhineka Abadi Investama              114.773.100    11.477.310.000        9,49
               Masyarakat (masing-masing < 5%)         362.571.900    36.257.190.000       29,96
               Total                                 1.210.000.000   121.000.000.000         100

             Susunan Pengurus Perseroan

             Berdasarkan Laporan Keuangan Interim per 30 September 2024 oleh KAP
             Suharli, Sugiharto & Rekan, susunan pengurus Perseroan adalah sebagai berikut:

             Dewan Komisaris
             Komisaris Utama dan Independen             : Yoshihiro Kobi
             Komisaris Independen                       : Bonny Harry
             Wakil Komisaris Utama                      : Johan Yudhya Santosa


             Dewan Direksi
             Direktur Utama                             : Erick Wihardja
             Wakil Direktur Utama                       : Aditya Wisnu Wardhana
             Direktur                                   : Hum Jiun Tyan

             Berdasarkan Akta Notaris No 19, tanggal 17 Januari 2025, susunan pengurus
             Perseroan adalah sebagai berikut:

             Dewan Komisaris
             Komisaris Utama dan Independen             : Yoshihiro Kobi
             Komisaris Independen                       : Bonny Harry

             Dewan Direksi
             Direktur Utama                             : Erick Wihardja
             Wakil Direktur Utama                       : Aditya Wisnu Wardhana

      B.    PT Vasamty Land Sawangan (VLS)

            Struktur Permodalan dan Komposisi Pemegang Saham VLS

            Penilai berkewajiban menyajikan fakta-fakta yang terjadi sampai dengan periode cut
            off date (30 September 2024) dan juga fakta-fakta yang terjadi setelah periode cut off
            date sampai dengan tanggal penerbitan laporan (subsequent event), sehingga Penilai
            menyajikan komposisi pemegang saham dengan 2 periode, yaitu:
                periode cut off date 30 September 2024 (sebelum stock split); dan
                periode subsequent event 30 September 2024 – laporan pendapat kewajaran ini
                 diterbitkan (termasuk peristiwa stock split pada tanggal 17 Januari 2025 yang
                 masuk dalam periode subsequent event).

                                                                                             - 11 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 39
            Susunan pemegang saham VLS sebelum dan sesudah stock split adalah sebagai
            berikut:

                                   SEBELUM STOCK SPLIT                   SESUDAH STOCK SPLIT
             Pemegang               30 SEPTEMBER 2024                      17 JANUARI 2025
              saham        Lembar Nominal /                       Lembar    Nominal
                                                 Nilai Saham                            Nilai Saham
                           Saham       saham                      Saham     / saham
             Pakuan          5.100 1.000.000     5.100.000.000     10.200    500.000    5.100.000.000
             SAI             4.900 1.000.000     4.900.000.000      9.800    500.000    4.900.000.000
             Total          10.000              10.000.000.000     20.000              10.000.000.000

           Transaksi stock split hanya merubah jumlah lembar dan nilai nominal per saham
           secara proporsional tanpa mengubah total nilai modal saham VLS,

            Susunan Pengurus VLS

           Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 30 September 2024, susunan pengurus
           VLS adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                      : Agnus Suryadi
           Komisaris                            : Chang Sihao

           Dewan Direksi
           Direktur Utama                       : Erick Wihardja
           Direktur                             : Denny
           Direktur                             : Tetsuro Kawamoto

           Berdasarkan Akta Notaris No. 10 tanggal 17 Januari 2025, susunan pengurus VLS
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                      : Agnus Suryadi
           Komisaris                            : Yuki Watanabe

           Direksi
           Presiden Direktur                    : Erick Wihadarja
           Direktur                             : Denny
           Direktur                             : Takuro Shikida

           Berdasarkan identifikasi pihak-pihak yang bertransaksi diatas, diketahui bahwa
           terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dan VLS, yaitu Perseroan selaku
           pemegang saham VLS dengan kepemilikan 51% saham dan Direktur Utama
           Perseroan, yaitu Bapak Erick Wihardja menjabat sebagai Presiden Direktur di VLS.




                                                                                            - 12 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 40
2.2.2   Perjanjian Penting

        Ringkasan penting terkait Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
            Perjanjian Pembentukan JV tertanggal 27 Maret 2024 antara Perseroan dan SAI
             adalah sebagai berikut:
          Para Pihak menyepakati dan menyanggupi untuk mendirikan perusahaan dalam
           bentuk perseroan terbatas di Indonesia dengan nama “PT Vasamty Land
           Sawangan”.
          Semua biaya dan pengeluaran sehubungan dengan pendirian perusahaan akan
           ditanggung oleh Para Pihak sesuai dengan Proporsi Kepemilikan Saham.
          Para Pihak sepakat Modal dasar saham: Rp437.650.000.000, masing-masing Saham
           senilai Rp500.000 yang terbagi menjadi 875.300 lembar Saham biasa. Dengan
           rincian sebagai berikut :
                                                                                  Persentase Modal
                 Pemegang Saham             Kelas Saham      Jumlah Saham
                                                                                       Saham
                Perseroan                   Saham Biasa         446.403                  51%
                SAI                         Saham Biasa         428.897                  49%
                Jumlah                                          875.300                 100%
              * Struktur permodalan VLS tersebut di atas merupakan rencana pemenuhan permodalan VLS
              antara Perseroan dengan SAI, dimana pemenuhan ini baru akan terjadi setelah dilakukannya
              Rencana Transaksi setelah mendapatkan persetujuan RUPS

            Sebagai pelaksanaan dari rencana peningkatan modal tersebut, Perseroan, SAI, dan
             VLS menandatangani Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei 2024
             yang merupakan dokumen yang mendasari Utang Lain – Lain Pemegang Saham
             dengan rincian perjanjian sebagai berikut:
               Para pihak sepakat untuk mengkonversi penyetoran modal di muka yang
                 dilakukan oleh para pemegang saham kepada VLS sebagai pembayaran di
                 muka untuk penerbitan saham oleh VLS, yang seluruhnya akan diambil oleh
                 para pemegang saham sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dengan
                 jumlah sebesar Rp427.650.000.000.
               Penyelesaian pemesanan saham baru oleh para pemegang saham bergantung
                 pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham VLS yang diadakan untuk
                 menyetujui pemesanan saham, yang dapat dilakukan melalui Keputusan
                 sirkular pemegang saham.
               Jika Saham VLS tidak diterbitkan kepada para pemegang saham sampai masa
                 berlaku yang ditetapkan berakhir, maka para pemegang saham memiliki hak
                 untuk menerima pengembalian uang muka pembelian saham sesuai dengan
                 jumlah yang disetor oleh para pemegang saham.
               Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 9 Mei 2024 hingga 8 Mei 2025, dimana
                 selama periode tersebut Perseroan dan SAI sebagai pemegang saham VLS dan
                                                                                                 - 13 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 41
                     pemberi Utang Lain – Lain pemegang Saham memiliki hak untuk
                     mengkonversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal
                     saham.

           Rencana Transaksi yang didasari oleh Perjanjian Pembentukan JV dan Advance Share
           Subscription Agreement di atas merupakan satu rangkaian yang meliputi:
                  Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham dari Perseroan kepada VLS
                   sebesar Rp218.101.500.000,-; dan
                  Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham
                   yang akan dilakukan dengan penerbitan saham VLS untuk porsi Perseroan
                   sebanyak 436.203 lembar dengan nilai nominal Rp.500.000,- / lembar saham
                   atau setara dengan Rp218.101.500.000,-;

                   dimana berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim PT Pakuan Tbk.
                   dan Entitas Anak per 30 September 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Suharli,
                   Sugiharto & Rekan, No. Laporan : 00420/2.1315/AU.1/03/1017-
                   1/1/XII/2024 tanggal 23 Desember 2024 dengan opini wajar dalam semua hal
                   yang material, Akuntan Publik Riki Afrianof, CPA, nilai ekuitas Perseroan adalah
                   sebesar Rp311.041.779.626,-, sehingga masing – masing transaksi jika
                   dibandingkan dengan nilai ekuitas Perseroan adalah 70,12%. Oleh karena itu baik
                   secara masing – masing maupun bersama - sama Rencana Transaksi merupakan
                   Transaksi Material.

        Berdasarkan perjanjian diatas, tidak ada persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-
        pihak yang bertransaksi sehingga syarat-syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah
        Wajar.

2.2.3   Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

        Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko yang akan
        dihadapi dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi.
        a. Manfaat Rencana Transaksi
               Bagi Perseroan dan stakeholders, peningkatan modal dari pihak SAI kepada VLS
               melalui konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham, memberikan manfaat antara
               lain:
                    Utang Lain - Lain Pemegang Saham yang disetorkan oleh SAI kepada VLS
                     sebesar Rp209.548.500.000 yang tidak dikonversi menjadi ekuitas akan terus
                     tersaji di dalam Laporan Keuangan VLS sebagai utang lain - lain (liabilitas).
                     Selanjutnya, Utang Lain - Lain Pemegang Saham porsi SAI (liabilitas) yang
                     tercermin dalam laporan keuangan VLS akan terkonsolidasi juga sebagai
                     liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan. Pelaksanaan
                     Rencana Transaksi akan memberikan struktur permodalan yang lebih sehat,
                                                                                              - 14 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 42
                 baik bagi VLS maupun Perseroan dengan menurunnya rasio debt to equity secara
                 signifikan, dimana utang lain-lain (liabilitas) yang disetorkan oleh SAI tersebut
                 akan terkonversi menjadi kepentingan non-pengendali (ekuitas) dalam laporan
                 keuangan konsolidasian Perseroan.
                 Berikut adalah Tabel Perbandingan Total Liabilitas, Total Ekuitas dan Rasio
                 Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas (Debt-to-Equity Ratio) Perseroan secara
                 Konsolidasian per 30 Sep 2024 (cut-off date) sebelum dan setelah Rencana
                 Transaksi:

                                           Sebelum Rencana                Setelah Rencana
                                              Transaksi                      Transaksi
                  Total Liabilitas [A]       Rp1,292,201,532,107            Rp1,082,653,032,107
                  Total Ekuitas [B]            Rp311,041,779,626              Rp520,590,279,626
                  DER [C = A / B]                          4.15x                          2.08x

                Utang Lain – Lain Pemegang Saham (liabilitas) SAI yang tidak dikonversi
                 menjadi ekuitas akan menyebabkan kurangnya komitmen kepastian investasi
                 oleh SAI dalam proyek/perusahaan patungan dimana Perseroan mengambil
                 bagian. Dalam hal Utang Lain – Lain Pemegang Saham terkonversi menjadi
                 ekuitas, Perseroan memiliki hak lebih dalam memutuskan jatuh
                 tempo/pengembalian modal tersebut (yang harus diputuskan melalui RUPS
                 VLS), yang mana Perseroan tidak memiliki keleluasaan yang sama dalam hal
                 Utang Lain – Lain Pemegang Saham tetap bersifat sebagai liabilitas dan SAI
                 memutuskan untuk meminta pembayaran kembali atas utang tersebut.
                investasi dalam perusahaan patungan Perseroan bersama SAI (VLS) pada
                 proyek yang dikembangkan bersama di Indonesia merupakan investasi dengan
                 komitmen bersama agar porsi investasi dalam bentuk aset tanah harus dibiayai
                 dengan modal saham. Dengan dilakukannya peningkatan modal, kepercayaan
                 investor (dalam hal ini SAI) atas proyek real estate di Indonesia dan khususnya
                 terhadap Perseroan akan terjaga.

                 Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan juga dapat
                 mempertahankan kepemilikannya secara langsung atas VLS. Selain itu, VLS
                 dapat meningkatkan ekuitas dan mengurangi liabilitasnya sebesar
                 Rp218.101.500.000 (dua ratus delapan belas miliar seratus satu juta lima ratus
                 ribu Rupiah). Perseroan mengharapkan penguatan modal yang dilakukan
                 melalui Transaksi dapat mendukung pengembangan usaha dan peningkatan
                 kinerja keuangan VLS.

        b. Risiko Rencana Transaksi
               VLS sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran
                masih dalam tahap perencanaan dan pra pengembangan.
               Risiko atas Rencana Transaksi akan memperlambat rencana pengembangan
                proyek yang dijalankan oleh VLS sehingga pencapaian proyeksi keuangan yang
                                                                                             - 15 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 43
                 diharapkan oleh VLS juga akan terganggu. Terganggunya pencapaian proyeksi
                 keuangan VLS akan mempengaruhi Perseroan dalam hal:
                  a.   Melambatnya pertumbuhan Perseroan secara konsolidasian yang
                       disebabkan mundurnya jadwal pengembangan proyek oleh VLS.
                  b.   Terganggunya pengembalian investasi Perseroan yang ditargetkan dari
                       VLS berupa pendapatan dividen.
                  c.   Menurunnya kepercayaan dan kepuasan para pemangku kepentingan
                       Perseroan.

2. 3    Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
2.3.1   Riwayat Singkat Perseroan dan Kegiatan Usaha

        Perseroan (Entitas Induk) didirikan di Republik Indonesia sesuai Akta Notaris Ridwan
        Suselo, S.H., No. 21 tanggal 8 Maret 1971, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
        mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. Y.A.5/304/5
        tanggal 9 Desember 1972 dan telah dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia
        No. 26 tanggal 30 Maret 1982 Tambahan No. 401 dan No. 28 tanggal 6 April 1973
        Tambahan No. 250.

        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
        Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 53 tanggal 14 Juni 2024,
        dibuat di hadapan Masdiana, S.H., M.Kn, Notaris di Depok, yang telah mendapat
        pengesahan Menkumham berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
        Manusia Republik Indonesia Nomor No. AHU-0040417.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal
        05 Juli 2024 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-
        0135267.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 05 Juli 2024.
        Perseroan beralamat di Jalan Raya Muchtar RT 002 RW 007, Kelurahan Sawangan,
        Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

        Kegiatan Usaha Perseroan

        Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud, tujuan serta kegiatan usaha
        Perseroan adalah dalam bidang penyediaan akomodasi, real estat, aktivitas olahraga dan
        rekreasi lainnya, dan konstruksi.

2.3.2   Gambaran Perekonomian Dunia dan Indonesia

        Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan III-2024,
        ketidakpastian pasar keuangan global kembali meningkat. Ketegangan geopolitik di
        Timur Tengah telah mendorong meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
        Di bidang ekonomi, pertumbuhan dunia pada 2024 diperkirakan tumbuh sebesar 3,2%
        dengan kecenderungan yang melambat. Inflasi global dalam tren penurunan sehingga
        mendorong konvergensi pelonggaran kebijakan moneter, khususnya negara maju.


                                                                                          - 16 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 44
       Di Amerika Serikat, rilis tingkat pengangguran terkini menunjukkan perbaikan ditengah
       prospek inflasi yang lebih rendah sehingga mendorong ekspektasi pelaku pasar terhadap
       penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih rendah dari perkiraan semula. Hal tersebut
       menyebabkan kenaikan yieldUS Treasury tenor 2 dan 10 tahun dan indeks dolar AS
       (DXY). Ke depan, tren penurunan suku bunga kebijakan negara maju, khususnya AS
       diperkirakan tetap berlanjut, meskipun dinamika ketegangan geopolitik perlu terus
       dicermati. Perkembangan ini memerlukan kehati-hatian dalam merumuskan respons
       kebijakan dalam memitigasi dampak rambatan global, termasuk dalam mendorong
       aliran masuk modal asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar guna menjaga stabilitas
       dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

        Pertumbuhan PDB Dunia




                   Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Tw I-2024

       Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan III-2024,
       perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik dan perlu terus didorong agar lebih tinggi.
       Pertumbuhan teriwulan III-2024 didukung oleh permintaan domestik. Investasi tetap
       kuat, khususnya investasi bangunan sejalan dengan penyelesaian berbagai Proyek
       Strategis Nasional (PSN). Konsumsi rumah tangga, khususnya kelas menengah ke atas,
       tetap terjaga. Ekspor nonmigas tumbuh positif di tengah perlambatan ekonomi global
       dan penuruna harga komoditas. Dasi sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ditopang
       oelh Industri Pengolahan, Konstruksi dan Perdagangan Besar dan Eceran. Seacara
       spasial, kinerja ekonomi terjaga diseluruh wilayah

       Nilai Tukar Rupiah. Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga, sejalan dengan konsistensi
       kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada Oktober
       2024 (hingga 15 Oktober 2024) melemah sebesar 2,82% (ptp) dari bulan sebelumnya.
       Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan ketidakpastian
       global akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun demikian, apabila
       dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, nilai tukar Rupiah terdepresiasi hanya
       sebesar 1,17%, lebih baik dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina, Dollar Taiwan
       dan Won Korea yang masing-masing terdepresiasi sebesar 4,25%, 4,58% dan 5,62%.

                                                                                        - 17 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 45
        Kedepan, nilai tukar Rupiah diperkirakan stabil sejalan dengan menariknya imbal hasil,
        rendahnya inflasi dan tetap baiknya prospek pertumbuhanekonomi Indonesia, serta
        komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian. Seluruh instrumen
        moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi meneter pro
        market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI dan SUVBI, untuk memperkuat
        efetivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk modal asing dan mendukung penguatan
        nilai tukar Rupiah.

                   Grafik 2.1     Rupiah vs Negara Kawasan




                   Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Tw I-2024


        Inflasi. Inflasi IHK tercatat rendah di seluruh komponen sehingga mencapai 1,84%
        (yoy) pada September 2024. Inflasi inti tercatat sebesar 2,09% (yoy), sementara inflasi
        volatile food terus menurun menjadi 1,43% (yoy). Penurunan inflasi VF didukung oleh
        peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, eratnya sinergi
        pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP dan pengaruh base effect harga
        pangan. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam
        sasarannya. Inflasi inti diperkirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar
        dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
        permintaan domestik, imported inflation yang terkendali didukung oleh sinergi
        pengedalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah . Bank Indonesia
        terus berkomitmen memperkuat efetivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi
        tahun 2024 dan 2025 terkendali dengan tetap mendukung upaya penguatan
        pertumbuhan ekonomi.

2.3.3   Tinjauan Industri Properti

        Knight Frank Indonesia membagikan outlook properti di tahun 2024 sekaligus
        kewaspadaan dalam pertumbuhan properti di Indonesia. Risiko geopolitik dari kondisi
        global terus membayangi terakumulasi dengan berbagai tantangan domestik, kondisi ini
        berdampak pada pergerakan investor, baik untuk properti komersial maupun properti
        residensial, yang cenderung wait and see hingga ada kepastian hasil pemilu. Pemulihan

                                                                                           - 18 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 46
        ekonomi setelah pandemi yang digulirkan juga harus melalui berbagai tantangan, mulai
        dari peningkatan inflasi, peningkatan suku bunga dan kenaikan BBM.

        Ditengah tantangan tersebut pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga
        pertumbuhan industri properti, salah satunya insentif PPN DTP yang dirilis kembali
        akhir tahun lalu, mampu memberikan pesan dukungan untuk pertumbuhan properti
        yang positif.

        Knight Frank Indonesia menyebutkan bahwa pertumbuhan properti di tahun 2024 akan
        diwarnai dengan tumbuhnya tren-tren baru yang menyesuaikan dengan dinamika pasar
        properti, seperti kehadiran green building dan digitalisasi pemasaran yang semakin marak
        untuk menangkap konsumen milenial. Sejalan dengan itu, pengembangan infrastruktur
        di luar Pulau Jawa mendorong pertumbuhan properti yang lebih baik di luar Pulau Jawa,
        diikuti dengan inovasi dan diversifikasi produk yang menjadi navigasi yang terus
        diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar properti.

        Knight Frank Indonesia juga melakukan survei untuk mendapatkan pandangan dari
        para pemangku kepentingan dalam menatap pertumbuhan sektor properti di tahun
        2024. Hasil survei menunjukkan, pada tahun 2024 pertumbuhan ekonomi diperkirakan
        stabil dengan potensi terus tumbuh, meski tetap harus waspada ditengah kondisi
        ekonomi dan geopolitik global saat ini. Beberapa risiko utama di tahun 2024 yang perlu
        diantisipasi dalam menjaga Pertumbuhan Ekonomi, diantaranya dampak pemilu,
        potensi kenaikan suku bunga, dan kenaikan inflasi. Selain itu, hasil survei juga
        menunjukkan prediksi pertumbuhan properti tahun 2024 diwarnai dengan asumsi tetap
        akan tumbuh. Sementara itu, insentif PPN DTP dinilai memberi dampak positif dalam
        pertumbuhan properti di akhir tahun 2023.

        Subsektor residensial (rumah tapak) diperkirakan akan terus tumbuh walaupun ada
        kekhawatiran terhadap suku bunga. Sebaran perkembangan tren dari subsektor properti
        yang ditemukan yakni Rumah Tapak, Industri dan Pergudangan diprediksi akan
        meningkat, sektor ritel dan hotel diperkirakan stabil dan sektor Apartement Strata,
        Resor Vila dan Perkantoran akan stagnan. Knight Frank Indonesia juga memperkirakan
        kota Jakarta, Ibu Kota Nusantara (IKN), Bali, Surabaya dan Tangerang menjadi Top 5
        Cities yang dinilai akan memiliki prospek untuk pertumbuhan properti tahun 2024.
        Sementara itu, sektor Energi Terbarukan, Logistik, dan Ecommerce dipercaya sebagai
        sektor bisnis yang memiliki daya ungkit positif terhadap pertumbuhan properti tahun
        2024.

2.3.4   Prospek Properti Komersial.

        Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan III 2024
        secara tahunan tumbuh 4,10% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan II 2024 yang
        tumbuh 4,00% (yoy). Peningkatan Indeks Permintaan untuk kategori sewa terutama
        terjadi pada segmen perkantoran sewa dan convention hall. Peningkatan permintaan
                                                                                           - 19 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 47
       segmen perkantoran sewa terjadi di Jakarta, Surabaya dan Medan. Sementara
       peningkatan permintaan convention hall terjadi di Jakarta dan Palembang serta segmen
       hotel di Makassar dan Denpasar seiring dengan maraknya kegiatan Meeting, Incentive,
       Convention and Exhibition (MICE) yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah. Lebih
       lanjut, permintaan untuk segmen hotel juga tercatat meningkat di beberapa kota tempat
       penyelenggaraan event nasional seperti di Balikpapan terkait dengan kegiatan Upacara
       Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Ibu
       Kota Nusantara (IKN) serta di Medan terkait pelaksanaan kegiatan PON XXI di Aceh
       dan Medan.

       Sementara itu, Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori sewa pada
       triwulan III 2024 tumbuh 0,27% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan
       sebelumnya yang sebesar 0,31% (yoy). Hal itu dipengaruhi oleh perlambatan
       permintaan pada segmen lahan industri di Semarang serta segmen warehouse complex di
       wilayah Bogor, Depok, Bekasi dan Palembang.

              Grafik 2.2      Pertumbuhan Tahunan Indeks Demand Kategori Sewa (% yoy)




                   Sumber: Bank Indonesia


               Grafik 2.3      Pertumbuhan Tahunan Indeks Demand Kategori Jual (% yoy)




               Sumber: Bank Indonesia


       Sejalan dengan pertumbuhan tahunan, Indeks Permintaan Properti Komersial kategori
       sewa secara triwulanan meningkat 2,57% (qtq), lebih tinggi dari kenaikan triwulan
       sebelumnya yang sebesar 2,27% (qtq) (Grafik 3.5). Peningkatan Indeks Permintaan
       tersebut didorong oleh peningkatan pada segmen hotel di wilayah Bodebek, Bandung,
       Surabaya, Palembang, Medan, Balikpapan dan Denpasar. Selain itu, peningkatan Indeks
                                                                                         - 20 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 48
       Permintaan juga didorong segmen perkantoran sewa di Balikpapan, Denpasar,
       Makassar dan Pelambang serta segmen convention hall di Jakarta dan Palembang.

       Selanjutnya, Indeks Permintaan Properti Komersial kategori jual pada triwulan III 2024
       secara triwulanan tumbuh 0,03% (qtq), melambat dibandingkan triwulan II 2024 yang
       tumbuh 0,10% (qtq). Perlambatan ini didorong oleh perlambatan permintaan pada
       segmen lahan industri di Wilayah Bodebek serta segmen warehouse complex di Jakarta dan
       Palembang.

               Grafik 2.4       Pertumbuhan Triwulan Indeks Demand Kategori Sewa (% qtq)




               Sumber: Bank Indonesia

               Grafik 2.5       Pertumbuhan Triwulan Indeks Demand Kategori Jual (% qtq)




               Sumber: Bank Indonesia


       Perkembangan Pasokan Properti Komersial. Indeks Pasokan Properti Komersial
       kategori sewa pada triwulan III 2024 secara tahunan tumbuh 2,45% (yoy), lebih tinggi
       dibandingkan kenaikan triwulan II 2024 yang sebesar 2,15% (yoy). Kenaikan pasokan
       tersebut terjadi pada seluruh segmen properti sewa. Kenaikan pasokan terutama terjadi
       pada segmen ritel sewa di Banten serta segmen apartemen sewa di Denpasar.

       Sejalan dengan hal tersebut, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori jual tumbuh
       0,12% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 0,07% (yoy). Kondisi
       ini didorong oleh peningkatan pasokan khususnya penambahan area pada segmen
       warehouse complex di wilayah Bodebek.



                                                                                           - 21 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 49
               Grafik 2.6       Pertumbuhan Tahunan Indeks Supply Kategori Sewa (% yoy)




               Sumber: Bank Indonesia

               Grafik 2.7       Pertumbuhan Tahunan Indeks Supply Kategori Jual (% yoy)




               Sumber: Bank Indonesia


       Secara triwulanan, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa pada triwulan III
       2024 masih melanjutkan perlambatan dari 0,49% (qtq) pada triwulan II 2024 menjadi
       0,27% (qtq). Perlambatan tersebut terutama terjadi pada segmen ritel karena
       penyesuaian pasokan dengan kebutuhan tenant yang semakin terkonsentrasi pada
       kegiatan ritel yang masih memiliki traffic pengunjung tinggi seperti tenant Food & Beverage,
       sport fashion, skincare dan indoor playground. Hal tersebut membutuhkan perubahan layout
       dan renovasi pada segmen ritel sewa di kota seperti Medan. Sejalan dengan kategori
       sewa, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori jual juga mengalami perlambatan
       dari 0,08% (qtq) pada triwulan sebelumnya 0,03% (qtq) pada triwulan III 2024.
       Perlambatan ini terutama disebabkan oleh tertahannya pasokan pada segmen warehouse
       complex di Jakarta dan Palembang.




                                                                                              - 22 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 50
               Grafik 2.8       Pertumbuhan Triwulanan Indeks Supply Kategori Sewa (% qtq)




               Sumber: Bank Indonesia

               Grafik 2.9       Pertumbuhan Triwulanan Indeks Supply Kategori Jual (% qtq)




               Sumber: Bank Indonesia


       Perkembangan Harga Properti Komersial. Meski dari sisi permintaan mengalami
       peningkatan, perkembangan harga properti komersial baik kategori jual maupun sewa
       mengalami perlambatan. Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa pada
       triwulan III 2024 tumbuh 2,09% (yoy), lebih rendah dibandingkan kenaikan triwulan
       sebelumnya yang tumbuh 2,32% (yoy). Perlambatan Indeks Harga tersebut terjadi pada
       seluruh segmen kategori sewa.

       Pada kategori jual, perkembangan Indeks Harga Properti Komersial juga melambat dari
       0,40% (yoy) pada triwulan II 2024 menjadi 0,63% pada triwulan III 2024. Perlambatan
       tersebut disebabkan penurunan harga pada segmen perkantoran jual di Surabaya sebagai
       strategi menarik konsumen. Sementara itu, harga segmen lahan industri mengalami
       perlambatan di wilayah Bodebek dan Semarang.




                                                                                             - 23 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 51
               Grafik 2.10       Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Tahunan (% yoy)




               Sumber: Bank Indonesia


               Grafik 2.11       Perkembangan Indeks Harga Kategori Jual Tahunan (% yoy)




               Sumber: Bank Indonesia

       Secara triwulanan, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan
       III 2024 meningkat sebesar 1,56% (qtq), lebih tinggi dibandingkan peningkatan triwulan
       sebelumnya yang sebesar 1,47% (qtq). Peningkatan terjadi pada segmen hotel di
       Balikpapan, Medan dan Palembang.

       Di sisi lain, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan III 2024
       terkontraksi 0,03% (qtq), setelah pada triwulan sebelumnya masih tumbuh 0,15% (qtq).
       Kontraksi ini terutama disebabkan oleh penurunan Indeks Harga pada segmen lahan
       industri di wilayah Bodebek.
               Grafik 2.12       Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Triwulanan (% qtq)




                Sumber: Bank Indonesia
                                                                                              - 24 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 52
                            Grafik 2.13     Perkembangan Indeks Harga Kategori Jual Triwulanan (% qtq)




                 Sumber: Bank Indonesia

2.3.5   Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

        Berikut adalah riwayat, alasan, dan latar belakang dari Utang Lain – Lain Pemegang
        Saham dan Peningkatan Modal VLS melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang
        Saham Sebagai Satu Rangkaian Rencana Transaksi:

        Perseroan dan Samty Asia Investments PTE. LTD (“SAI”) bersepakat mendirikan
        perusahaan dalam bentuk perseroan terbatas di Indonesia dengan nama PT Vasamty
        Land Sawangan (“VLS”) pada tanggal 27 Maret 2024. VLS didirikan dengan Akta
        Pendirian No. 10 tertanggal 3 April 2024 oleh notaris Ungke Mulawanti SH., M.Kn
        yang berkedudukan di Kabupaten Bekasi Jawa Barat dan telah mendapatkan
        pengesahan dari MENKUMHAM Nomor AHU-0026791.AH.01.01.TAHUN 2024
        tertanggal 12 April 2024.

        Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tersebut SAI berencana melakukan investasi
        dan pengembangan diatas lahan seluas 55.025m2 yang dimiliki oleh Perseroan.
        Perseroan dan SAI membentuk perusahan patungan dengan nama VLS pada tanggal 3
        April 2024 dengan modal dasar & modal disetor penuh sebesar Rp 10.000.000.000,-
        (sepuluh milyar rupiah) dimana Perseroan memiliki 51% (lima puluh satu persen) dan
        SAI memiliki 49% (empat puluh sembilan persen) dengan persyaratan utama sebagai
        berikut:
             Semua biaya dan pengeluaran sehubungan dengan pendirian Perusahaan akan
              ditanggung oleh Perseroan dan SAI sesuai dengan proporsi kepemilikan saham
             Perseroan dan SAI sepakat meningkatkan Modal Dasar Saham dan Modal
              Disetor menjadi sebesar Rp437.650.000.000 dengan komposisi:

                                            Kelas                                            Persentase
                Pemegang Saham                          Jumlah Saham      Nilai Saham
                                            Saham                                          Modal Saham

                Perseroan                 Saham Biasa      446.403       223.201.500.000        51%
                SAI                       Saham Biasa      428.897       214.448.500.000        49%

                                                                                                         - 25 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 53
                                           Kelas                                         Persentase
               Pemegang Saham                      Jumlah Saham      Nilai Saham
                                           Saham                                       Modal Saham
               Jumlah                                 875.300       437.650.000.000        100%


             * Struktur permodalan VLS sebesar Rp437.650.000.000 di atas merupakan rencana pemenuhan
             permodalan VLS antara Perseroan dengan SAI, dimana pemenuhan ini baru akan terjadi setelah
             dilakukannya Rencana Transaksi setelah mendapatkan persetujuan RUPS.


       Pada dasarnya Perseroan dan SAI berkehendak untuk melakukan investasi dan
       pengembangan bersama diatas lahan seluas 55.025 m2 yang dimiliki oleh Perseroan.
       Untuk itu dibentuklah VLS sebagai usaha patungan antara Perseroan dan SAI untuk
       melaksanakan rencana investasi dan pengembangan tersebut. Rencana awal pada saat
       pembentukan VLS, Perseroan dan SAI merencanakan komposisi permodalan VLS
       adalah sebesar Rp223.201.500.000,- atau 51% (untuk Perseroan) dan
       Rp214.448.500.000,- atau 49% (untuk SAI). Namun, pada saat pendirian VLS oleh
       Perseroan dan SAI secara bersama-sama, SAI masih memerlukan waktu untuk finalisasi
       dengan induk perusahaannya terkait besarnya modal kerja awal yang dibutuhkan.

       Dalam hal ini, SAI baru dapat menyetujui pemenuhan komposisi permodalan secara
       penuh (Rp223.201.500.000 untuk 51% saham VLS porsi Perseroan dan
       Rp214.448.500.000 untuk 49% saham VLS porsi SAI) setelah finalisasi modal kerja yang
       dibutuhkan dengan Perseroan.

       Sehingga pada saat pendirian, berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tertanggal 27
       Maret 2024, diputuskan bahwa permodalan VLS akan dipenuhi secara bertahap dan
       pada saat pendirian komposisi permodalan VLS tahap awal tersebut adalah hanya
       sebesar Rp5.100.000.000,- atau 51% (untuk Perseroan) dan Rp4.900.000.000,- atau 49%
       (untuk SAI).

       Selanjutnya, pemenuhan penyetoran permodalan VLS sampai menjadi
       Rp223.201.500.000 untuk 51% saham VLS porsi Perseroan dan Rp214.448.500.000
       untuk 49% saham VLS porsi SAI akan dilakukan segera setelah dibukanya rekening
       bank VLS dengan tenggat waktu 10 Mei 2024.

      Riwayat Transaksi Pinjam – Meminjam Dana
       Dengan memperhatikan bahwa:
        modal kerja yang dibutuhkan oleh VLS telah dapat difinalisasi antara SAI dengan
          Perseroan; dan
        dengan melihat tenggat pemenuhan modal VLS akan segera terlampaui, sedangkan
          proses peningkatan modal belum dapat dijalankan;

       maka pada tanggal 9 Mei 2024, ditandatangani Advance Share Subscription Agreement antara
       Perseroan, SAI dan VLS yang memutuskan Perseroan menyetorkan Utang Lain - Lain

                                                                                                  - 26 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 54
       Pemegang Saham sebesar Rp218.101.500.000 (51%) dan SAI menyetorkan Utang Lain
       - Lain Pemegang Saham sebesar Rp209.548.500.000 (49%).

      Rincian penting terkait Advance Shares Subscription Agreement yang mendasari Utang Lain
      – Lain Pemegang Saham adalah sebagai berikut:
        Para pihak sepakat untuk mengkonversi penyetoran modal di muka yang dilakukan
          oleh para pemegang saham kepada VLS sebagai pembayaran di muka untuk
          penerbitan saham oleh VLS, yang seluruhnya akan diambil oleh para pemegang
          saham sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dengan jumlah sebesar
          Rp427.650.000.000.
        Penyelesaian pemesanan saham baru oleh para pemegang saham bergantung pada
          keputusan Rapat Umum Pemegang Saham VLS yang diadakan untuk menyetujui
          pemesanan saham, yang dapat dilakukan melalui Keputusan sirkular pemegang
          saham.
        Jika Saham VLS tidak diterbitkan kepada para pemegang saham sampai masa
          berlaku yang ditetapkan berakhir, maka para pemegang saham memiliki hak untuk
          menerima pengembalian uang muka pembelian saham sesuai dengan jumlah yang
          disetor oleh para pemegang saham.
        Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 9 Mei 2024 hingga 8 Mei 2025, dimana selama
          periode tersebut Perseroan dan SAI sebagai pemegang saham VLS dan pemberi
          Utang Lain – Lain pemegang Saham memiliki hak untuk mengkonversi seluruh
          Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham.

       Berdasarkan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei 2024 yang
       ditandatangani oleh Perseroan, SAI dan VLS, Perseroan menyetorkan Utang Lain –
       Lain Pemegang Saham sebesar Rp218.101.500.000 (51%) dan SAI menyetorkan Utang
       Lain – Lain Pemegang Saham (dengan rincian penyetoran sebagaimana disajikan dalam
       Lampiran 1) sebesar Rp209.548.500.000 (49%).

       Utang Lain-lain Pemegang saham tersebut dalam catatan atas Laporan Keuangan
       Interim PT Vasamty Land Sawangan yang telah diaudit untuk Periode 3 April 2024
       (Tanggal Pendirian) sampai dengan Tanggal 30 September 2024 dengan nomor laporan
       auditor independen No. 00002/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/I/2025 tertanggal 10
       Januari 2025, kemudian telah diterbitkan kembali dengan laporan auditor independen
       No. 00019/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/II/2025 tertanggal 10 Februari 2025,
       ditujukan sebagai uang muka investasi modal, dimana Utang Lain-lain ini tidak
       berbunga dan jika saham VLS tidak diterbitkan kepada para pemegang saham sampai
       masa berlaku yang ditetapkan berakhir, maka para pemegang saham memiliki hak untuk
       menerima pengembalian uang muka pembelian saham sesuai dengan jumlah yang
       disetor oleh para pemegang saham.




                                                                                        - 27 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 55
      Berikut adalah rincian transaksi penyetoran Utang Lain – Lain Pemegang Saham
      tersebut (termasuk setoran modal):


                                                                             Setoran Modal              Non- Setoran
        Tanggal                Transaksi                  Nominal (Rp)
                                                                                  (Rp)                   Modal (Rp)

           15 Mei   Setoran Modal dan Utang Lain –
                                                        214.448.500.000         4.900.000.000            209.548.500.000
            2024    Lain Pemegang Saham - SAI

                    Setoran Modal dan Utang Lain –
           15 Mei
                    Lain Pemegang Saham -                 23.000.000.000        5.100.000.000             17.900.000.000
            2024
                    Perseroan

           15 Mei   Utang Lain – Lain Pemegang
                                                        100.000.000.000                     -            100.000.000.000
            2024    Saham Perseroan

           16 Mei   Utang Lain – Lain Pemegang
                                                        100.201.500.000                     -            100.201.500.000
            2024    Saham - Perseroan
      * bukti setoran sebagaimana disajikan dalam rekening koran di Lampiran 1

       Selanjutnya, sesuai dengan kesepakatan dalam Perjanjian Pembentukan JV tertanggal 27
       Maret 2024, Perseroan dan SAI berencana untuk meningkatkan/memenuhi komposisi
       permodalan menjadi sebagaimana direncanakan di awal, yaitu:
             Rp223.201.500.000,- atau sebanyak 446.403 saham (51% untuk Perseroan); dan
             Rp214.448.500.000,- atau sebanyak 428.897 saham (49% untuk SAI).

       Pemenuhan komposisi permodalan VLS tersebut diatas akan dilakukan dengan
       peningkatan modal VLS melalui konversi Utang Lain - Lain Pemegang Saham:
             milik Perseroan sebesar Rp218.101.500.000 untuk 436.203 saham (51%); dan
             milik SAI sebesar Rp209.548.500.000 untuk 419.097 saham (49%).

       Berikut rincian kronologis transaksi dari penyetoran modal, pembelian asset, sampai
       dengan transaksi Utang Lain – Lain Pemegang Saham:

                                                                Pencatatan dalam LK              Pencatatan dalam LK
        Tanggal        Transaksi           Nominal (Rp)
                                                               Konsolidasian Perseroan                   VLS

                                                              Kepentingan Non-
                                                                                                Modal Saham:
                    Setoran Modal dan                         Pengendali:
                                                                                                Rp4.900.000.000
           15 Mei   Utang Lain – Lain                         Rp4.900.000.000
                                           214.448.500.000
            2024    Pemegang Saham -
                                                                                                Utang Lain - Lain:
                    SAI                                       Utang Lain - Lain:
                                                                                                Rp209.548.500.000
                                                              Rp209.548.500.000

                                                              Investasi pada Entitas
                                                              Anak: Rp5.100.000.000             Modal Saham:
                    Setoran Modal dan
                                                              (tereliminasi)                    Rp5.100.000.000
           15 Mei   Utang Lain – Lain
                                            23.000.000.000
            2024    Pemegang Saham -
                                                              Piutang Lain - Lain:              Utang Lain - Lain:
                    Perseroan
                                                              Rp17.900.000.000                  Rp17.900.000.000
                                                              (tereliminasi)

                                                              Uang Muka Konsumen:               Uang Muka Pembelian
           15 Mei   Uang Muka
                                           179.568.585.000    Rp179.568.585.000                 Tanah:
            2024    Pembelian Tanah
                                                              (tereliminasi)                    Rp179.568.585.000



                                                                                                                       - 28 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 56
                                                              Pencatatan dalam LK       Pencatatan dalam LK
         Tanggal          Transaksi       Nominal (Rp)
                                                             Konsolidasian Perseroan            VLS

                      Utang Lain – Lain                      Piutang Lain - Lain:
             15 Mei                                                                    Utang Lain – Lain:
                      Pemegang Saham      100.000.000.000    Rp100.000.000.000
              2024                                                                     Rp100.000.000.000
                      Perseroan                              (tereliminasi)

                                                             Uang Muka Konsumen:
             16 Mei   Uang Muka                                                        Uang Muka Pembelian
                                           86.897.915.000    Rp86.897.915.000
              2024    Pembelian Tanah                                                  Tanah: Rp86.897.915.000
                                                             (tereliminasi)

                      Utang Lain – Lain                      Piutang Lain - Lain:
             16 Mei                                                                    Utang Lain – Lain:
                      Pemegang Saham -    100.201.500.000    Rp100. 201.500.000
              2024                                                                     Rp100. 201.500.000
                      Perseroan                              (tereliminasi)

                                                             Uang Muka Konsumen:       Uang Muka Pembelian
             16 Mei   Pelunasan
                                          100.000.000.000    Rp100.000.000.000         Tanah:
              2024    Pembelian Tanah
                                                             (tereliminasi)            Rp100.000.000.000

                                                             Uang Muka Konsumen:
                                                                                       Uang Muka Pembelian
                                                             (Rp366.466.500.000)
                                                                                       Tanah:
                                                             (tereliminasi)
                                                                                       (Rp366.466.500.000)
                                                             Revenue:
             17 Mei                                                                    Tanah dalam
                      AJB Tanah                          -   Rp330.150.000.000
              2024                                                                     Pengembangan:
                                                             (tereliminasi)
                                                                                       Rp330.150.000.000
                                                             PPN Masukan:
                                                                                       PPN Keluaran:
                                                             Rp36.316.500.000
                                                                                       Rp36.316.500.000
                                                             (tereliminasi)
        * total nilai penjualan tanah oleh Perseroan kepada VLS sebagaimana dirinci diatas adalah sebesar
        Rp366.466.500.000 setelah PPN 11% (nilai penjualan tanah sebelum PPN 11% adalah
        Rp330.150.000.000)


2.3.6   Keuntungan Rencana Transaksi

        Keuntungan dilakukannya Utang Lain – Lain Pemegang Saham

        1.      Kepastian komitmen investasi dan pemenuhan modal dari investor (SAI)
                Berdasarkan pembahasan dalam riwayat, alasan, dan latar belakang dilakukannya
                Rencana Transaksi sebagaimana dibahas dalam Bagian 2 subbab 3.5 mengenai
                Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat kondisi sebagai berikut:
                 Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tanggal 27 Maret 2024, Perseroan
                    dan SAI akan merealisasikan rencana kerjasama pengembangan melalui
                    pembentukan Perusahaan patungan VLS dengan komposisi modal dari
                    Perseroan sebesar Rp223.201.500.000,- dan dari SAI sebesar
                    Rp214.448.500.000.
                 Memperhatikan bahwa pada saat pendirian VLS, pemenuhan komposisi
                    permodalan diatas belum dapat dipenuhi sepenuhnya karena masih
                    dibutuhkannya waktu untuk finalisasi kebutuhan modal kerja VLS, maka pada
                    saat pendirian modal disetor awal VLS disepakati hanya sebesar
                    Rp10.000.000.000,- (Perseroan Rp5.100.000.000 dan SAI Rp4.900.000.000)
                    dan kekurangan pemenuhan modal disetor VLS sebesar Rp427.650.000.000
                    (Perseroan sebesar Rp218.101.500.000 dan SAI sebesar Rp209.548.500.000)
                    akan dilakukan dengan tenggat waktu 10 Mei 2024.
                                                                                                             - 29 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 57
            Dengan melihat tenggat pemenuhan modal VLS akan segera terlampaui, sedangkan
            proses peningkatan modal belum dapat dijalankan, maka pada tanggal 9 Mei 2024,
            ditandatangani Advance Share Subscription Agreement antara Perseroan, SAI dan VLS
            yang memutuskan penyetoran Utang Lain - Lain Pemegang Saham dari Perseroan
            sebesar Rp218.101.500.000 (51%) dan dari SAI sebesar Rp209.548.500.000 (49%)
            dan selanjutnya baru akan dilakukan Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi
            Utang Lain – Lain Pemegang Saham.

            Pelaksanaan pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham dilakukan untuk
            menjembatani proses peningkatan modal VLS yang pada saat itu belum dapat
            dilaksanakan, sedangkan tenggat waktu peningkatan modal VLS yang disepakati
            sudah akan terlampaui. Keuntungan yang didapatkan Perseroan dalam hal ini
            adalah dapat dipastikannya penyetoran dana dari pihak SAI dalam waktu yang
            singkat sebelum komitmen penyetoran dana tersebut menjadi kadaluwarsa dan SAI
            melakukan renegosiasi ulang terkait hal ini. Selanjutnya Perseroan perlu
            memastikan agar Utang Lain – Lain Pemegang Saham Perseroan dan SAI dapat
            segera terkonversi menjadi modal saham dalam VLS melalui persetujuan RUPS.

      2.    Utang Lain – Lain Pemegang Saham tanpa bunga menyebabkan tidak perlu
            diakuinya beban bunga Utang Lain – Lain Pemegang
            Selain itu, pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang dilakukan tanpa
            adanya bunga adalah karena adanya sifat – sifat berikut:
              ditujukan semata – mata untuk dikonversi seluruhnya menjadi modal saham;
              bersifat jangka pendek; dan
              memberikan hak kepada Perseroan dan SAI (yang juga merupakan pemegang
                 saham VLS) untuk mengkonversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham
                 menjadi modal saham.

            Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang dilakukan tanpa adanya bunga
            menyebabkan VLS tidak mengakui beban bunga atas Utang Lain – Lain Pemegang
            Saham, dimana jika hal ini terjadi, Perseroan sebagai pemilik 51% saham dalam
            VLS akan ikut menyerap/mengakui beban bunga VLS yang dikenakan oleh SAI
            tersebut. Terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan yang
            diberikan kepada VLS jika dikenakan bunga maka pengakuan pendapatan bunga
            yang dikenakan Perseroan tersebut akan tereliminasi dengan beban bunga porsi
            Perseroan yang diakui VLS.




                                                                                        - 30 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 58
      Keuntungan dilakukannya Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain
      Pemegang Saham

      1.    Memperbaiki rasio solvabilitas (DER) Perseroan
            Utang Lain - Lain Pemegang Saham yang disetorkan oleh SAI kepada VLS sebesar
            Rp209.548.500.000 yang tidak dikonversi menjadi ekuitas akan terus tersaji di
            dalam Laporan Keuangan VLS sebagai utang lain - lain (liabilitas). Selanjutnya,
            Utang Lain - Lain Pemegang Saham porsi SAI (liabilitas) yang tercermin dalam
            laporan keuangan VLS akan terkonsolidasi juga sebagai liabilitas dalam laporan
            keuangan konsolidasian Perseroan. Pelaksanaan Rencana Transaksi akan
            memberikan struktur permodalan yang lebih sehat, baik bagi VLS maupun
            Perseroan dengan menurunnya rasio Debt-to-Equity secara signifikan, dimana utang
            lain-lain (liabilitas) yang disetorkan oleh SAI tersebut akan terkonversi menjadi
            kepentingan non-pengendali (ekuitas) dalam laporan keuangan konsolidasian
            Perseroan.

            Berikut adalah Tabel Perbandingan Total Liabilitas, Total Ekuitas dan Rasio Total
            Liabilitas terhadap Total Ekuitas Perseroan (Debt-to-Equity) secara Konsolidasian
            per 30 Sep 2024 (cut-off date) sebelum dan setelah Rencana Transaksi:
                                    Sebelum Rencana Transaksi Setelah Rencana Transaksi
             Total Liabilitas [A]           Rp1,292,201,532,107       Rp1,082,653,032,107
             Total Ekuitas [B]               Rp311,041,779,626         Rp520,590,279,626
             DER [C = A / B]                              4.15x                     2.08x

      2.    Menghilangkan kewajiban pembayaran kembali Utang Lain – Lain Pemegang
            Saham yang melekat pada sifat liabilitas dari Utang Lain – Lain Pemegang Saham.
            Utang Lain – Lain Pemegang Saham (liabilitas) SAI yang tidak dikonversi menjadi
            ekuitas akan menyebabkan kurangnya komitmen kepastian investasi oleh SAI
            dalam proyek/perusahaan patungan dimana Perseroan mengambil bagian. Dalam
            hal Utang Lain – Lain Pemegang Saham terkonversi menjadi ekuitas, Perseroan
            memiliki hak lebih dalam memutuskan jatuh tempo/pengembalian modal tersebut
            (yang harus diputuskan melalui RUPS VLS), yang mana Perseroan tidak memiliki
            keleluasaan yang sama dalam hal Utang Lain – Lain Pemegang Saham tetap bersifat
            sebagai liabilitas dan SAI memutuskan untuk meminta pembayaran kembali atas
            uang muka tersebut.

      3.    Meningkatkan kepercayaan investor (SAI) atas komitmen Perseroan terkait
            struktur permodalan VLS
            Investasi dalam perusahan patungan Perseroan bersama SAI (VLS) pada proyek
            yang dikembangkan bersama di Indonesia merupakan investasi dengan komitmen
            bersama agar porsi investasi dalam bentuk aset tanah harus dibiayai dengan modal
            saham. Dengan dilakukannya peningkatan modal, kepercayaan investor (dalam hal

                                                                                        - 31 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 59
             ini SAI) atas proyek real estate di Indonesia dan khususnya terhadap Perseroan
             akan terjaga.

        Dengan dilakukannya rangkaian Rencana Transaksi, Perseroan dapat mempertahankan
        kepemilikannya secara langsung atas VLS dalam hal SAI memutuskan untuk konversi
        Utang Lain – Lain Pemegang Saham miliknya menjadi modal saham.
2.3.7   Kerugian Rencana Transaksi

        Kerugian Utang Lain – Lain Pemegang Saham

        Dengan dilakukannya pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham, dibandingkan
        dengan peningkatan modal secara langsung oleh Perseroan dan SAI ke dalam VLS,
        menyebabkan meningkatnya waktu yang dibutuhkan dan kompleksitas proses transaksi
        yang harus dilalui oleh para pihak, terutama bagi Perseroan.

        Kerugian peningkatan modal VLS melalui konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham
        Secara umum, pelaksanaan Rencana Transaksi menimbulkan biaya – biaya terkait
        penerbitan saham baru seperti biaya administrasi, biaya jasa konsultan penilai dan
        hukum, biaya notaris.

2.3.8   Analisis dampak leverage
        Analisis dampak leverage bagi Perseroan dari pemberian Utang Lain – Lain Pemegang
        Saham kepada VLS sebesar Rp218.101.500.000 (porsi Perseroan) dan sebesar
        Rp209.548.500.000 (porsi SAI) adalah sebagai berikut:

           Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan sebesar
            Rp218.101.500.000 dibiayai dari kas internal Perseroan dan bukan bersumber dari
            pinjaman Perseroan dari pihak manapun.
           Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan yang tercatat dalam buku VLS
            akan diserap oleh Perseroan sebagai pemegang saham pengendali atas VLS. Namun
            dalam hal ini, penyerapan tersebut akan tereliminasi dalam laporan keuangan
            konsolidasian Perseroan.
           Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi SAI akan tercatat dalam buku VLS dan
            akan diserap oleh Perseroan sebagai pemegang saham pengendali atas VLS dan
            tidak tereliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan. Namun,
            sebagaimana dijelaskan dalam Advance Share Subscription Agreement, Perseroan dan
            SAI memiliki hak untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai
            dengan berakhirnya tenggat waktu konversi pada tanggal 8 Mei 2025. Konversi
            Utang Lain – Lain Pemegang Saham ini merupakan bagian dari rangkaian Rencana
            Transaksi yang saat ini sedang dalam proses permintaan persetujuan RUPS.

        Berdasarkan analisis diatas, pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham tidak
        memberikan dampak leverage dalam jangka panjang mengingat Utang Lain – Lain

                                                                                       - 32 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 60
        Pemegang Saham tersebut direncanakan akan dikonversi seluruhnya menjadi modal
        saham sebelum tenggat waktu 8 Mei 2025.

2.3.9     Likuiditas dan Dampak Keuangan Terkait Pinjam Meminjam

        Dampak Likuiditas Pada Keuangan Perseroan Terkait Sumber Dana Pemberian Utang
        Lain – Lain Pemegang Saham kepada VLS

        Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan sebesar
        Rp218.101.500.000 dibiayai dari kas internal Perseroan dan bukan bersumber dari
        pinjaman Perseroan dari pihak manapun. Kas internal ini berasal dari perputaran
        pembayaran pembelian tanah dari VLS yang mana pembayaran pembelian tanah
        tersebut berasal dari Utang Lain – Lain Pemengang Saham porsi SAI. Sehingga, dalam
        hal ini tidak terdapat kewajiban pembayaran pinjaman oleh Perseroan yang akan
        mempengaruhi likuiditasnya.

        Dampak Likuiditas Dan Keuangan Pada Perseroan Terkait Kegagalan Pembayaran
        Utang Lain – Lain Pemegang Saham Dari VLS

        Berikut adalah tabel proyeksi laporan keuangan VLS periode tahun 2024 – 2028 tanpa
        Rencana Transaksi dan analisis terkait kemampuan pembayaran kembali Utang Lain –
        Lain Pemegang Saham oleh VLS:
 Laporan Laba Rugi
                            2024                2025                2026                2027                2028
 VLS
 Pendapatan
 Penjualan                             -                   -    248.065.713.699     758.074.943.261     884.709.888.016
 Beban Pokok
 Penjualan                             -                   -   (161.242.713.904)   (492.748.713.119)   (575.061.427.210)
 Laba Kotor                            -                   -     86.822.999.794     265.326.230.141     309.648.460.806


 Beban Penjualan                       -     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)
 Beban Gaji Karyawan     (2.000.000.000)     (6.000.000.000)     (6.180.000.000)     (6.365.400.000)     (6.556.362.000)
 Beban Umum &
 Admin                   (2.000.000.000)     (4.000.000.000)     (4.120.000.000)     (4.243.600.000)     (4.370.908.000)


 Laba Operasional       (4.000.000.000)     (18.676.299.534)     67.846.700.261     246.040.930.608     290.044.891.272


 Beban Bunga                           -     (7.334.197.500)   (14.668.395.000)    (14.668.395.000)    (14.668.395.000)
 Pajak Final                           -                   -    (6.201.642.842)    (18.951.873.582)     (22.117.747.200)


 Laba Bersih            (4.000.000.000)     (26.010.497.034)     46.976.662.418     212.420.662.026     253.258.749.071

 Kumulatif Laba
 Bersih                 (4.000.000.000)     (30.010.497.034)     16.966.165.384     229.386.827.410     482.645.576.481


        Berdasarkan tabel proyeksi laporan keuangan VLS diatas dan sebagaimana dijelaskan
        dalam Advance Share Subscription Agreement bahwa Utang Lain – Lain Pemegang Saham
        memiliki tenggat konversi menjadi modal saham sampai dengan 8 Mei 2025.


                                                                                                       - 33 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 61
        Berdasarkan kondisi ini, berikut adalah analisis kemampuan pembayaran Utang Lain –
        Lain Pemegang Saham oleh VLS pada tenggat waktu 8 Mei 2025:

        Dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS atas Peningkatan Modal VLS Melalui
        Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai dengan tenggat waktu 8 Mei 2025
        maka VLS tidak mampu untuk melakukan pembayaran kembali Utang Lain – Lain
        Pemegang Saham karena VLS yang masih dalam tahap perencanaan dan pra-
        pengembangan. Kesimpulan ini mempertimbangkan:
          saldo Kas dan Setara Kas menurut Laporan Keuangan Interim VLS per 30
            September 2024 yang telah diaudit hanya sebesar Rp54.531.151.069;
          berdasarkan proyeksi keuangan VLS, pada tenggat 8 Mei 2025, VLS belum
            membukukan pendapatan, dimana sampai akhir tahun 2025, VLS masih
            membukukan kumulatif rugi bersih sebesar Rp30.010.497.034;
          VLS baru mulai mencatatkan kumulatif laba bersih pada tahun 2026 sebesar
            Rp16.966.165.384 untuk secara minimum bisa melakukan pembayaran Utang Lain
            – Lain Pemegang Saham secara parsial;
          VLS baru dapat membukukan kumulatif laba bersih sebesar Rp482.645.576.481
            pada tahun 2028 untuk dapat melunasi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang
            Saham sebesar Rp427.650.000.000.

        Namun berdasarkan Advance Shares Subscription Agreement, Perseroan dan SAI sepakat
        untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham. Selain
        itu, Perseroan sebagai pemegang saham pengendali dan SAI sebagai pemegang saham
        minoritas VLS memiliki kendali penuh atas VLS untuk memutuskan terjadinya konversi
        atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham dalam hal tidak
        diperolehnya persetujuan RUPS.

2.4     Analisis Kuantitatif
2.4.1   Kinerja Historikal Perseroan

        Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan dan potensi
        atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis
        keuangan historikal yang bersumber dari laporan keuangan audit per 31 Desember
        2020, 31 Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023 dan 30 September
        2024 disajikan sebagai berikut:

         Historikal Keuangan Perseroan                                            (dalam juta rupiah)
                                                                                             30 Sept
                              Deskripsi       2020        2021        2022         2023
                                                                                               2024
          Aset Lancar                       142.708    371.884     734.001     623.711        742.821
          Aset Tidak Lancar                 177.827    636.096     592.918     833.358        860.422
          Total Aset                        320.535   1.007.980   1.326.919   1.457.069     1.603.243
          Liabilitas Lancar                  80.759    439.299    1.081.715    838.627        889.972
          Liabilitas Tidak Lancar           125.335    528.939      61.496     376.700        402.229
          Total Liabilitas                  206.094    968.237    1.143.211   1.215.327     1.292.201
          Ekuitas                           114.441     39.743     183.708     241.742        311.042
          Total Liabilitas & Ekuitas        320.535   1.007.980   1.326.919   1.457.069     1.603.243
                                                                                              - 34 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 62
                                                                                              30 Sept
                               Deskripsi         2020        2021         2022       2023
                                                                                               2024
           Penjualan                           11.153        7.460     365.270    173.770      253.222
           Beban Pokok Penjualan                 6.658       5.986     152.776     66.093       90.629
           Laba (Rugi) Kotor                     4.495       1.474     212.494    107.677      162.593
           Laba (Rugi) Sebelum Pajak          (29.350)    (76.375)     144.360     57.863       74.399
           Laba (Rugi) Bersih                 (29.255)    (76.143)     144.248     57.863       74.399

        Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan                                                  (%)
                                                                                              30 Sept
                        Deskripsi             2020        2021         2022        2023
                                                                                               2024
           Aset Lancar                               -      160,59       97,37       -15,03      19,10
           Aset Tidak Lancar                         -      257,70       -6,79        40,55       3,25
           Total Aset                                -      214,47       31,64         9,81      10,03
           Liabilitas Lancar                         -      443,96      146,24       -22,47       6,12
           Liabilitas Tidak Lancar                   -      322,02      -88,37       512,56       6,78
           Total Liabilitas                          -      369,80       18,07         6,31       6,33
           Ekuitas                                   -      -65,27      362,24        31,59      28,67
           Total Liabilitas & Ekuitas                -      214,47       31,64         9,81      10,03
           Pendapatan                                -      -33,11     4796,38       -52,43      45,72
           Beban Pokok Pendapatan                    -      -10,09     2452,22       -56,74      37,12
           Laba (Rugi) Kotor                         -      -67,21    14316,15       -49,33      51,00
           Laba (Rugi) Sebelum Pajak                 -      160,22     -289,02       -59,92      28,58
           Laba (Rugi) Bersih                        -      160,27     -289,44       -59,89      28,58

       Analisa Neraca Perseroan

            Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 30 September 2024, 31 Desember
             2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 1,60 triliun, Rp 1,45
             triliun, Rp 1,32 triliun, Rp 1,0 triliun, dan Rp 320,53 miliar.

            Pada tanggal 30 September 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
             sebesar Rp 146 miliar atau setara dengan 10,03% dibandingkan dengan jumlah aset
             pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya
             aktivitas pengembangan dan komersial Perseroan, yang ditunjukan dengan naiknya
             aset real estat-lancar, aset real estat tidak lancar, dan pajak dibayar di muka masing-
             masing sebesar Rp 39,08 miliar, Rp 29,90 miliar, dan Rp 42,45 miliar.

            Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
             sebesar Rp 130 miliar atau setara dengan 9,81% dibandingkan dengan jumlah aset
             pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya
             aktivitas pengembangan dan komersial Perseroan, yang ditunjukan dengan naiknya


                                                                                               - 35 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 63
            aset real estat-lancar dan aset real estat tidak lancar, masing-masing sebesar Rp
            87,21 miliar dan Rp 25,04 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
            sebesar Rp 318 miliar atau setara dengan 31,64% dibandingkan dengan jumlah aset
            pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya
            aktivitas pengembangan dan komersial, serta aktivitas kerjasama pengembangan
            dengan mitra/investor, yaitu PT Lotte Land Indonesia (melalui joint venture dalam
            PT Lotte Land Sawangan), yang ditunjukan dengan naiknya kas & setara kas, dan
            investasi pada entitas asosiasi, masing-masing sebesar Rp 165,21 miliar dan Rp
            130,95 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
            sebesar Rp 687 miliar atau setara dengan 214,47% dibandingkan dengan jumlah
            aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya
            aktivitas pengembangan dan komersial Perseroan, yang ditunjukan dengan naiknya
            kas dan setara kas, aset real estat – lancar dan aset real estat – tidak lancar masing-
            masing sebesar Rp 70,56 miliar, Rp 39,72 miliar dan Rp 575,91miliar.

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 September 2024, 31 Desember
            2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 1,29 triliun, Rp 1,21
            triliun, Rp 1,14 triliun, Rp 958,23 miliar, dan Rp 206,09 miliar.

           Pada tanggal 30 September 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
            sebesar Rp 76,87 miliar atau setara dengan 6,33% dibandingkan dengan jumlah
            liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini seiring dengan
            meningkatnya rencana kerjasama pengembangan dengan mitra/investor, yaitu SAI
            (melalui joint venture dalam VLS), yang ditunjukan terutama dengan naiknya utang
            lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 74,68 miliar. Pada dasarnya, utang lain-lain ini
            terdiri dari Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi SAI sebesar Rp 209,54 miliar
            dikurangi dengan pengembalian utang kontribusi PT Diamond Development
            Sawangan sebagai bagian dari Kerjasama Operasi (KSO) dalam KSO Vasanta
            Diamond Sawangan sebesar Rp 131,03 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
            sebesar Rp 72,11 miliar atau setara dengan 6,31% dibandingkan dengan jumlah
            liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seiring dengan
            meningkatnya kerjasama pengembangan dengan mitra/investor, yaitu PT
            Diamond Development Sawangan (melalui KSO Vasanta Diamond Sawangan),
            yang ditunjukan dengan naiknya utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 126,76
            miliar. Selain itu terjadi penurunan uang titipan konsumen sebesar Rp 60,28 miliar
            akibat proses realisasi pendapatan.
                                                                                              - 36 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 64
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
            sebesar Rp 174,97 miliar atau setara dengan 18,07% dibandingkan dengan jumlah
            liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seiring dengan
            meningkatnya aktivitas pengembangan dan komersial Perseroan, yang ditunjukan
            dengan naiknya uang titipan konsumen, uang muka konsumen sebesar masing-
            masing Rp 51,55 miliar, Rp 284,79 miliar, dan penurunan utang bank sebesar Rp
            166,72 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
            sebesar Rp 762,14 miliar atau setara dengan 369,80 % dibandingkan dengan jumlah
            liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini seiring dengan adanya
            kerjasama pengembangan dengan mitra/investor, yaitu PT Diamond Development
            Sawangan (melalui KSO Vasanta Diamond Sawangan), yang ditunjukan dengan
            naiknya utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 238,93 miliar. Selain itu terjadi
            peningkatan aktivitas pengembangan dan komersial Perseroan, yang ditunjukan
            dengan naiknya uang titipan konsumen, uang muka konsumen dan utang bank
            sebesar masing-masing Rp 113,88 miliar, Rp 34,21 miliar dan Rp 359,95 miliar.

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 30 September 2024, 31 Desember 2023,
            2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 311,04 miliar, Rp 241,74
            miliar, Rp 183,70 miliar, Rp 39,74 miliar, dan Rp 114,44 miliar.

           Pada tanggal 30 September 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
            sebesar Rp 69,29 miliar atau setara dengan 28,67% dibandingkan dengan jumlah
            ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
            laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 74,39 miliar yang
            disertai dengan dividen kas sebesar Rp 10 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
            sebesar Rp 58,03 miliar atau setara dengan 31,59% dibandingkan dengan jumlah
            ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
            laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 57,86 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
            sebesar Rp 143,96 miliar atau setara dengan 362,24% dibandingkan dengan jumlah
            ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
            laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 144,24 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami penurunan
            sebesar Rp 74,69 miliar atau setara dengan 65,27% dibandingkan dengan jumlah
            ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
            rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 76,14 miliar.
                                                                                        - 37 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 65
       Grafik 2.14. Perkembangan Neraca Historikal Perseroan
                    1.800.000
                    1.600.000
                    1.400.000
                    1.200.000
                    1.000.000
                      800.000
                      600.000
                      400.000
                      200.000
                            -
                                                                                        30 Sept
                                      2020         2021          2022        2023
                                                                                         2024
                 Total Aset         320.535      1.007.980     1.326.919   1.457.069   1.603.243
                 Total Kewajiban    206.094       968.237      1.143.211   1.215.327   1.292.201
                 Ekuitas            114.441       39.743       183.708     241.742     311.042


       Analisa Laba Rugi Perseroan

          Pendapatan neto Perseroan pada tanggal 30 September 2024, 31 Desember 2023,
           2022, 2021, dan 2020, masing-masing adalah sebesar Rp 253,22 Miliar, Rp 173,77
           Miliar, Rp 365,27 Miliar, Rp 7,46 Miliar, dan Rp 11,15 Miliar.

          Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September
           2024 mengalami kenaikan Rp 79,45 miliar atau setara dengan 45,72% dibandingkan
           dengan pendapatan neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2023.

          Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 December
           2023 mengalami penurunan Rp 191,50 miliar atau setara dengan 52,43%
           dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           December 2022

          Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 December
           2022 mengalami kenaikan Rp 357,81 miliar atau setara dengan 4796,38%
           dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           December 2021

          Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 December
           2021 mengalami penurunan Rp 3,69 miliar atau setara dengan 33,11%
           dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           December 2020.

          Laba (Rugi) tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 30 September 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-
           masing adalah sebesar Rp 74,40 miliar, Rp 57,86 miliar, 144,25 miliar, (Rp 76,14
           miliar), dan (Rp 29,26 miliar).

                                                                                             - 38 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 66
          Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30
           September 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 16,53 miliar atau setara dengan
           28,58% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2023 yang disebabkan oleh meningkatnya laba bruto
           (penjualan dikurangi beban pokok penjualan) sebesar Rp 54,91 miliar dikurangi
           dengan meningkatnya beban/menurunnya pendapatan operasional dan lain-lain
           bersih sebesar Rp 38,38 miliar. Secara umum, hal ini disebabkan oleh realisasi
           pengakuan pendapatan dan meningkatnya aktivitas pengembangan.

          Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 86,38 miliar atau setara dengan
           59,89% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2022 yang disebabkan oleh menurunnya laba bruto (penjualan
           dikurangi beban pokok penjualan) sebesar Rp 104,82 miliar, sedangkan beban
           operasional dan lain-lain bersih relatif stabil dengan penurunan sebesar Rp 18,44
           miliar. Secara umum, penurunan laba bruto tersebut diatas disebabkan oleh adanya
           laba bruto hasil penjualan tanah dari Perseroan kepada PT Lotte Land Sawangan
           (joint venture Perseroan dengan PT Lotte Land Indonesia dalam PT Lotte Land
           Sawangan) di tahun 2022 sebesar Rp 212,49 miliar sedangkan di tahun 2023 laba
           bruto dari penjualan ke konsumen tercatat sebesar Rp 107,68 miliar.

          Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 220,39 miliar atau setara dengan
           289,44% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berahkir pada
           tanggal 31 Desember 2021 yang disebabkan oleh meningkatnya laba bruto
           (penjualan dikurangi beban pokok penjualan) sebesar Rp 211,02 miliar, sedangkan
           beban operasional dan lain-lain bersih relatif stabil dengan penurunan sebesar Rp
           9,37 miliar. Secara umum, peningkatan laba bruto tersebut diatas disebabkan oleh
           adanya laba bruto hasil penjualan tanah dari Perseroan kepada PT Lotte Land
           Sawangan (joint venture Perseroan dengan PT Lotte Land Indonesia dalam PT Lotte
           Land Sawangan) di tahun 2022 sebesar Rp 212,49 miliar sedangkan pada tahun
           2021 Perseroan masih dalam tahap awal pengembangan dan hanya mencatat
           pengakuan laba bruto sebesar Rp 1,47 miliar.

          Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 46,88 miliar atau setara dengan
           160,27% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2020 yang disebabkan oleh meningkatnya beban operasional
           dan lain-lain bersih sebesar Rp 43,08 miliar dikarenakan Perseroan memulai
           aktivitas pengembangan yang membutuhkan modal kerja diawal, sedangkan dalam

                                                                                       - 39 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 67
            periode yang sama laba bruto (penjualan dikurangi beban pokok penjualan) belum
            mengalami pertumbuhan dan hanya mencatat penurunan sebesar Rp 3,02 miliar.

       Grafik 2.15. Perkembangan Laba Rugi Historikal Perseroan

                                    400.000
                                    350.000
                                    300.000
                                    250.000
                                    200.000
                                    150.000
                                    100.000
                                     50.000
                                           -
                                    (50.000)
                                   (100.000)
                                                                                                            30 Sept
                                                  2020           2021         2022          2023
                                                                                                             2024
                  Penjualan                      11.153          7.460       365.270       173.770      253.222
                  Laba (Rugi) Kotor               4.495          1.474       212.494       107.677      162.593
                  Laba (Rugi) Sebelum Pajak      (29.350)       (76.375)     144.360       57.863           74.399
                  Laba (Rugi) Bersih             (29.255)       (76.143)     144.248       57.863           74.399


       Arus Kas Perseroan                                                                       (dalam juta rupiah)
                                                                                                                30 Sept
                       Deskripsi                   2020           2021         2022            2023
                                                                                                                 2024
          Arus Kas dari (digunakan untuk)
                                                   (50.852)        53.963       408.583        (91.374)               3.550
          Aktivitas Operasi
          Arus Kas dari (dignakan untuk)
                                                     (622)       (363.821)     (146.391)        (6.655)              34.093
          Aktivitas Investasi
          Arus Kas dari (digunakan untuk)
                                                    50.280        359.813      (175.573)           25.628            15.520
          Aktivitas Pendanaan
          Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan
                                                    (1.195)        49.955        86.618        (72.402)              53.164
          Setara Kas
          Saldo Kas dan Setara Kas Pada Awal
                                                     2.994          1.798        53.718         140.337              67.935
          Tahun
          Kas dan Setara Kas Entitas Anak yang
                                                            -       1.964              -                -                 -
          Diakuisisi Pada Tahun Berjalan
          Saldo Kas dan Setara Kas Pada Akhir
                                                     1.798         53.718       140.337            67.935         121.099
          Tahun

       Analisa Arus Kas Perseroan
       Operating Cash Flow

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
           masing-masing adalah sebesar Rp 3,55 Miliar, (Rp 91,37 Miliar), Rp 408,58 miliar,
           Rp 53,96 miliar, dan (Rp 50,85 Miliar).
          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3,55 miliar terutama berasal
           dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 234,71 miliar yang disertai dengan
           pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, pembayaran pajak penghasilan,


                                                                                                                - 40 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 68
           pembayaran beban keuangan pada modal kerja, dan penghasilan bunga masing-
           masing sebesar (Rp 178,92 miliar), (Rp 52,97 miliar), (Rp 2,11 miliar), Rp 2,84 miliar.
          Arus kas bersih yang dikeluarkan dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar (Rp 91,37 miliar) terutama berasal
           dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 93,52 miliar yang disertai dengan
           pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, pembayaran pajak penghasilan,
           pembayaran beban keuangan pada modal kerja, dan penghasilan bunga masing-
           masing sebesar (Rp 186,29 miliar), (Rp 2,20 miliar), (445,80 juta), dan Rp 4,04 miliar.
          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 408,58 miliar terutama berasal
           dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 701,62 miliar yang disertai dengan
           pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, pembayaran pajak penghasilan,
           pembayaran beban keuangan pada modal kerja, dan penghasilan bunga masing-
           masing sebesar (Rp 293,74 miliar), (Rp 1,44 miliar), (Rp 1,35 miliar), Rp 3,50 miliar.
          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 53,96 miliar terutama berasal
           dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 155,56 miliar yang disertai dengan
           pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, pembayaran bunga, pembayaran
           pajak penghasilan, dan kegiatan operasional lainnya masing-masing sebesar (Rp
           69,59 miliar), (Rp 42.49 miliar), (Rp 8,82 miliar), dan Rp 19,31 miliar.
          Arus kas bersih yang dikeluarkan dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar (Rp 50,85 miliar) terutama berasal
           dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 15,28 miliar yang disertai dengan
           pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, pembayaran bunga dan kegiatan
           operasional lainnya masing-masing sebesar (Rp 51,65 miliar), (Rp 22,16 miliar), dan
           Rp 7,68 miliar.

       Investing Cash Flow

          Arus kas bersih (yang digunakan untuk) dari aktivitas investasi Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024, 31 Desember 2023,
           2022, 2021, 2020 masing masing adalah sebesar Rp 34,09 miliar, (Rp 6,65 miliar),
           (Rp 146,39 miliar), (Rp 363,82 miliar), dan (Rp 622,56 juta).
          Arus kas bersih dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 30 September 2024 sebesar Rp 34,09 miliar terutama berasal dari penurunan
           piutang lain-lain 30,33 miliar dan bagian nonpengendali atas pendirian entitas anak
           sebesar Rp 4,9 miliar.
          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar (Rp 6,65 miliar) terutama
                                                                                             - 41 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 69
           berasal dari kenaikan piutang lain-lain (Rp 26,23 miliar), penambahan investasi pada
           entitas asosiasi sebesar (Rp 4,29 miliar) dan pengembalian uang muka investasi Rp
           24,44 miliar.
          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar (Rp 146,39 miliar) terutama
           berasal dari penambahan investasi pada entitas asosiasi (Rp 131,04 miliar) dan
           penambahan uang muka investasi (Rp 20 miliar).
          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar (Rp 363,82 miliar) terutama
           berasal dari penambahan uang muka investasi (Rp 216,12 miliar) dan investasi pada
           entitas anak (Rp 144,99 miliar).

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar (Rp 622,56 juta) terutama
           berasal dari perolehan aset tetap (Rp 597,33 juta) dan perolehan aset tak berwujud
           (Rp 25,23 juta).

       Financing Cash Flow

          Arus kas bersih (yang digunakan untuk) dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2024, 31 Desember 2023,
           2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 15,52 miliar, Rp 25,63
           miliar, (Rp 175,57 miliar), Rp 359,81 miliar, dan Rp 50,28 miliar.
          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 30 September 2024 sebesar Rp 15,52 miliar terutama berasal
           dari penerimaan utang bank jangka panjang Rp 36,00 miliar, pembayaran dividen
           (Rp 9,86 miliar) dan penurunan utang lain-lain pihak berelasi (Rp 8,34 miliar).
          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 25,63 miliar terutama berasal
           dari penerimaan utang bank jangka panjang Rp 370,97 miliar, penerimaan utang
           bank jangka pendek Rp 19,92 miliar, dan pembayaran utang bank jangka panjang
           (Rp 361,25 miliar).
          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar (Rp 175,57 miliar) terutama
           berasal dari pembayaran utang bank jangka panjang (Rp 200 miliar) dan penerimaan
           utang bank jangka panjang Rp 33,27 miliar.

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 359,81 miliar terutama berasal
           dari penerimaan utang bank jangka panjang Rp 527,97 miliar, penerimaan utang
                                                                                          - 42 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 70
             bank jangka pendek Rp 9,99 miliar dan pembayaran utang bank jangka panjang (Rp
             178,00 miliar).

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang
             berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 50,28 miliar terutama berasal
             dari pembayaran utang bank jangka panjang (Rp 17 miliar) dan penerimaan setoran
             modal saham Rp 71 miliar.


       Analisa Rasio Keuangan Perseroan dan Leverage

       Rasio Keuangan Perseroan
                                                                                                30 Sept
                        Deskripsi                  2020        2021        2022       2023
                                                                                                 2024
          Rasio Likuiditas
          - Current Ratio (x)                          1,77         0,85       0,68      0,74        0,83
          - Working Capital to Total Asset Ratio    19,33%       -6,69%    -26,20%    -14,75%     -9,18%
          Rasio Aktivitas
          - Fixed Asset Turnover (x)                   0,40         3,58     104,84     32,52      40,27
          - Total Asset Turnover (x)                   0,03         0,01       0,28      0,12       0,16
          - Sales to Current Assets (x)                0,08         0,02       0,50      0,28       0,34
          Rasio Solvabilitas
          - Debt to Total Aset Ratio (x)               0,64         0,96       0,86      0,83        0,81
          - Debt Equity Rasio                          1,80        24,36       6,22      5,03        4,15
          Rasio Profitabilitas
          - Gross Profit Margin                     40,30%       19,76%     58,17%    61,97%     64,21%
          - Net Profit Margin                      -262,31%   -1.020,68%    39,49%    33,30%     29,38%
          - Return on Equity (ROE)                  -25,56%    -191,59%     78,52%    23,94%     23,92%
          - Return on Assets (ROA)                  -9,13%       -7,55%     10,87%     3,97%      4,64%


       Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan per 30 September 2024 adalah
       sebagai berikut:
             Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
              liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan
              untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada saat ditagih).
              Current ratio (rasio lancar) sebesar 0,83 kali, hal ini menunjukkan bahwa Perseroan
              belum mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek.
             Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
              tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi Perseroan dalam
              menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan laba. Total asset turnover
              (perputaran aset) Perseroan sebesar 0,16 kali dan sales to current assets ratio 0,34 kali.
             Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
              memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Total
              debt to equity ratio (DER)/rasio hutang atas ekuitas Perseroan sebesar 4,15 kali yang

                                                                                                   - 43 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 71
            menunjukkan bahwa Perseroan belum mampu memenuhi seluruh liabilitasnya
            dengan menggunakan ekuitas yang dimiliki, sedangkan debt to total assets ratio (DAR)
            atau rasio hutang atas harta yang dimiliki Perseroan sebesar 0,81 kali.
           Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan laba selama
            periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan keberhasilan
            menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian profitabilitas suatu
            perusahaan juga dapat diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang
            diperoleh dengan jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu. Return on
            equity (ROE) sebesar 23,92% dan return on asset (ROA) sebesar 4,64%.

2.4.2   Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi

        Utang Lain – Lain Pemegang Saham

        Transaksi pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham sebesar Rp427.650.000.000
        (Perseroan sebesar Rp218.101.500.000 dan SAI sebesar Rp209.548.500.000),
        berdasarkan Advance Share Subscription Agreement telah dilakukan pada tanggal 15
        dan 16 Mei 2024, dan telah tercatat pada Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT
        Pakuan Tbk. dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2024 yang telah diaudit oleh
        Kantor Akuntan Publik Suharli, Sugiharto & Rekan ditandatangani oleh Riki Afrianof,
        CPA dengan opini bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal
        yang material. Dengan tercerminnya transaksi Utang Lain – Lain Pemegang Saham
        dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Pakuan Tbk. dan Entitas Anak
        pada tanggal 30 September 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Suharli,
        Sugiharto & Rekan ditandatangani oleh Riki Afrianof, CPA, maka tidak terdapat
        perbedaan antara proforma laporan keuangan setelah transaksi Utang Lain – Lain
        Pemegang Saham dengan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Pakuan Tbk.
        dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2024 yang telah diaudit tersebut.

        Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham

        Berikut adalah analisis laporan posisi keuangan sebelum maupun sesudah Rencana
        Transaksi berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Pakuan Tbk. Dan
        Entitas Anak pada tanggal 30 September 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
        Publik Suharli, Sugiharto & Rekan ditandatangani oleh Riki Afrianof, CPA:
                                                                                     Neraca Setelah
                                              Neraca Sebelum
                    KETERANGAN                                      Penyesuaian*       Rencana
                                             Rencana Transaksi
                                                                                       Transaksi

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan Bank                             121,099,456,333                     121,099,456,333
         Piutang Usaha                              5,209,132,142                       5,209,132,142
         Piutang lain-lain - pihak ketiga           2,561,342,594                       2,561,342,594

                                                                                           - 44 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 72
                                                                                           Neraca Setelah
                                                 Neraca Sebelum
                   KETERANGAN                                           Penyesuaian*         Rencana
                                                Rencana Transaksi
                                                                                             Transaksi
        Piutang lain-lain - pihak berelasi                         -                                        -
        Uang muka dan beban dibayar di muka         207,456,317,492                         207,456,317,492
        Uang muka Kontraktor                         11,987,991,325                          11,987,991,325
        Aset real estat                             303,188,287,813                         303,188,287,813
        Kas dan setara kas yang dibatasi
                                                     40,318,077,328                          40,318,077,328
        penggunaannya
        Pajak dibayar di muka                        51,000,209,053                          51,000,209,053
        Total Aset Lancar                           742,820,814,080                         742,820,814,080


        ASET TIDAK LANCAR
        Aset real estat                             505,890,252,037                         505,890,252,037
        Aset tidak lancar lainnya                   212.500.000.000                         212.500.000.000
        Aset tetap - neto                             6,288,577,921                           6,288,577,921
        Properti investasi - neto                     5,960,078,071                           5,960,078,071
        Aset tak berwujud - neto                        640,496,515                             640,496,515
        Investasi pada entitas asosiasi             129,143,093,109                         129,143,093,109
        Total Aset Tidak Lancar                     860,422,497,653                         860,422,497,653


        TOTAL ASET                                 1,603,243,311,733                       1,603,243,311,733


        LIABILITAS          DAN       EKUITAS
        NETO
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang bank jangka pendek                     19,917,230,080                          19,917,230,080
        Utang usaha - pihak ketiga                    8,438,368,468                           8,438,368,468
        Utang lain-lain - pihak ketiga              457,316,159,367    (209,548,500,000)    247,767,659,367
        Utang lain-lain - pihak berelasi                155,487,295                             155,487,295
        Beban akrual                                 19,415,966,320                          19,415,966,320
        Utang titipan konsumen                      112,334,928,543                         112,334,928,543
        Uang muka konsumen                          252,392,645,516                         252,392,645,516
        Utang pajak                                   7,500,011,628                           7,500,011,628
        Utang bank                                   10,174,427,920                          10,174,427,920
        Utang lembaga keuangan                           20,312,942                              20,312,942
        Liabilitas sewa                               2,306,571,009                           2,306,571,009
        Total Liabilitas Jangka Pendek              889,972,109,088    (209,548,500,000)    680,423,609,088


        EKUITAS - NETO
        Modal saham                                 121,000,000,000                         121,000,000,000
        Tambahan modal disetor                        5,875,031,250                           5,875,031,250
        Saldo laba (defisit)                        179,025,830,387                         225,619,475,511
        Kepentingan nonpengendali                    5,140,917,989      209,548,500,000     214,689,417,989
        Total Ekuitas - Neto                        311,041,779,626     209,548,500,000     520,590,279,626

                                                                                                  - 45 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 73
                                                                                                    Neraca Setelah
                                                     Neraca Sebelum
                     KETERANGAN                                                Penyesuaian*           Rencana
                                                    Rencana Transaksi
                                                                                                      Transaksi

          TOTAL    LIABILITAS               DAN
                                                         1,603,243,311,733                     -    1,603,243,311,733
          EKUITAS NETO
        * Penyesuaian dilakukan atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi SAI sebesar Rp209.548.500.000
        yang sebelumnya diklasifikasi sebagai bagian dari liabilitas menjadi ekuitas (Kepentingan nonpengendali)
        dengan adanya transaksi Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham.
        Sedangkan, terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan sebesar Rp218.101.500.000 telah
        tereliminasi antara pencatatan di pembukuan Perseroan dengan pembukuan VLS.

        Berdasarkan Perjanjian Pembentukan Joint Venture (JV) tertanggal 27 Maret 2024 yang
        kemudian ditindak lanjuti dengan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei
        2024, utang lain-lain Perseroan sebesar Rp218.101.500.000 dan SAI sebesar
        Rp209.548.500.000 yang diterima VLS ditujukan sebagai penyetoran uang muka yang
        akan ditingkatkan/dikonversi seluruhnya menjadi modal saham setelah didapatkannya
        persetujuan RUPS. Hal ini sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Keuangan
        Interim Auditan VLS untuk periode 6 bulan sejak 3 April 2024 s/d 30 September 2024
        pada Catatan Laporan Keuangan terkait nomor 11.a (Perjanjian Penting). Sehubungan
        dengan transaksi ini, Perseroan telah mengajukan permohonan RUPS Independen sejak
        29 April 2024 melalui SPE OJK terkait pemenuhan POJK No. 17/2020 dan POJK No.
        42/2020.

2.4.3   Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Utang Lain – Lain
        Pemegang Saham

        Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan sebesar
        Rp218.101.500.000 dibiayai dari kas internal Perseroan dan bukan bersumber dari
        pinjaman Perseroan dari pihak manapun. Kas internal ini berasal dari perputaran
        pembayaran pembelian tanah dari VLS yang mana pembayaran pembelian tanah
        tersebut berasal dari Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi SAI. Sehingga, dalam
        hal ini tidak terdapat kewajiban pembayaran pinjaman oleh Perseroan yang akan
        mempengaruhi likuiditasnya.

        Berikut adalah tabel proyeksi laporan keuangan VLS periode tahun 2024 – 2028 tanpa
        Rencana Transaksi dan analisis terkait kemampuan pembayaran kembali Utang Lain –
        Lain Pemegang Saham oleh VLS:
 Laporan Laba Rugi
                              2024                2025                2026                2027                  2028
 VLS
 Pendapatan
 Penjualan                              -                   -     248.065.713.699      758.074.943.261      884.709.888.016
 Beban Pokok
 Penjualan                              -                   -    (161.242.713.904)   (492.748.713.119)     (575.061.427.210)
 Laba Kotor                             -                   -      86.822.999.794      265.326.230.141      309.648.460.806


 Beban Penjualan                        -     (8.676.299.534)      (8.676.299.534)      (8.676.299.534)      (8.676.299.534)
 Beban Gaji Karyawan      (2.000.000.000)     (6.000.000.000)      (6.180.000.000)      (6.365.400.000)      (6.556.362.000)
 Beban Umum &
 Admin                    (2.000.000.000)     (4.000.000.000)      (4.120.000.000)      (4.243.600.000)      (4.370.908.000)



                                                                                                           - 46 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 74
 Laporan Laba Rugi
                            2024                2025               2026               2027                2028
 VLS
 Laba Operasional       (4.000.000.000)     (18.676.299.534)    67.846.700.261    246.040.930.608     290.044.891.272


 Beban Bunga                          -      (7.334.197.500)   (14.668.395.000)   (14.668.395.000)   (14.668.395.000)
 Pajak Final                          -                    -    (6.201.642.842)   (18.951.873.582)    (22.117.747.200)


 Laba Bersih            (4.000.000.000)     (26.010.497.034)    46.976.662.418    212.420.662.026     253.258.749.071

 Kumulatif Laba
 Bersih                 (4.000.000.000)     (30.010.497.034)    16.966.165.384    229.386.827.410     482.645.576.481


        Berdasarkan tabel proyeksi laporan keuangan VLS diatas dan sebagaimana dijelaskan
        dalam Advance Share Subscription Agreement bahwa Utang Lain – Lain Pemegang Saham
        memiliki tenggat konversi menjadi modal saham sampai dengan 8 Mei 2025.
        Berdasarkan kondisi ini, berikut adalah analisis kemampuan pembayaran Utang Lain –
        Lain Pemegang Saham oleh VLS pada tenggat waktu 8 Mei 2025:

        Dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS atas Peningkatan Modal VLS Melalui
        Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai dengan tenggat waktu 8 Mei 2025
        maka VLS tidak mampu untuk melakukan pembayaran kembali Utang Lain – Lain
        Pemegang Saham karena VLS yang masih dalam tahap perencanaan dan pra-
        pengembangan. Kesimpulan ini mempertimbangkan:
          saldo Kas dan Setara Kas menurut Laporan Keuangan Interim VLS per 30
            September 2024 yang telah diaudit hanya sebesar Rp54.531.151.069;
          berdasarkan proyeksi keuangan VLS, pada tenggat 8 Mei 2025, VLS belum
            membukukan pendapatan, dimana sampai akhir tahun 2025, VLS masih
            membukukan kumulatif rugi bersih sebesar Rp30.010.497.034;
          VLS baru mulai mencatatkan kumulatif laba bersih pada tahun 2026 sebesar
            Rp16.966.165.384 untuk secara minimum bisa melakukan pembayaran Utang Lain
            – Lain Pemegang Saham secara parsial;
          VLS baru dapat membukukan kumulatif laba bersih sebesar Rp482.645.576.481
            pada tahun 2028 untuk dapat melunasi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang
            Saham sebesar Rp427.650.000.000.

        Namun berdasarkan Advance Shares Subscription Agreement, Perseroan dan SAI sepakat
        untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham. Selain
        itu, Perseroan sebagai pemegang saham pengendali dan SAI sebagai pemegang saham
        minoritas VLS memiliki kendali penuh atas VLS untuk memutuskan terjadinya konversi
        atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham dalam hal tidak
        diperolehnya persetujuan RUPS.

2.4.4   Analisis Cash Management dan Financial Covenant Terkait Utang Lain – Lain
        Pemegang Saham

        Cash Management
        Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan sebesar
        Rp218.101.500.000 dibiayai dari kas internal Perseroan dan bukan bersumber dari
        pinjaman Perseroan dari pihak manapun. Kas internal ini berasal dari perputaran
                                                                                                     - 47 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 75
        pembayaran pembelian tanah dari VLS yang mana pembayaran pembelian tanah
        tersebut berasal dari Utang Lain – Lain Pemengang Saham porsi SAI. Sehingga, dalam
        hal ini tidak terdapat kewajiban pembayaran pinjaman oleh Perseroan dapat
        disimpulkan bahwa keuangan Perseroan tidak akan terganggu.

        Financial Covenant
        Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tertanggal 27 Maret 2024 antara Perseroan dan
        SAI yang sudah ditindaklanjuti dengan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9
        Mei 2024 antara Perseroan, SAI, dan VLS, tidak ada persyaratan khusus, termasuk
        financial covenant yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi.

        Berikut adalah rincian perjanjian Advance Share Subscription Agreement dengan:
           Para pihak sepakat untuk mengkonversi penyetoran modal di muka yang dilakukan
            oleh para pemegang saham kepada VLS sebagai pembayaran di muka untuk
            penerbitan saham oleh VLS, yang seluruhnya akan diambil oleh para pemegang
            saham sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dengan jumlah sebesar
            Rp427.650.000.000.
           Penyelesaian pemesanan saham baru oleh para pemegang saham bergantung pada
            keputusan Rapat Umum Pemegang Saham VLS yang diadakan untuk menyetujui
            pemesanan saham, yang dapat dilakukan melalui Keputusan sirkular pemegang
            saham.
           Jika Saham VLS tidak diterbitkan kepada para pemegang saham sampai masa
            berlaku yang ditetapkan berakhir, maka para pemegang saham memiliki hak untuk
            menerima pengembalian uang muka pembelian saham sesuai dengan jumlah yang
            disetor oleh para pemegang saham.
           Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 9 Mei 2024 hingga 8 Mei 2025, dimana selama
            periode tersebut Perseroan dan SAI sebagai pemegang saham VLS dan pemberi
            Utang Lain – Lain pemegang Saham memiliki hak untuk mengkonversi seluruh
            Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham.

        Berdasarkan ringkasan rincian perjanjian diatas, tidak ada financial covenant yang diberikan
        dan harus dipenuhi oleh VLS terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham dalam Advance
        Share Subscription Agreement dikarenakan Perseroan merupakan pemegang saham
        pengendali dan SAI merupakan pemegang saham minoritas VLS yang memiliki kendali
        penuh atas VLS.

2.4.5   Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen

        Proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi telah mencerminkan
        kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
        pencapaiannya. Analisa dan evaluasi atas proyeksi keuangan yang digunakan sebagai
        berikut:


                                                                                               - 48 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 76
       Proforma pendapatan dan laba bersih Perseroan secara kumulatif sebelum Rencana Transaksi:
                      Profit & Loss         2024               2025               2026               2027               2028

       Revenue                        356,784,832,337    634,699,591,401    742,383,974,003    953,371,737,658    1,411,162,902,134
        Sales Revenue                 355,888,216,205    618,656,779,012    708,132,315,836    915,247,343,261    1,371,132,288,016
        Recurring Revenue               896,616,132       16,042,812,388     34,251,658,167    38,124,394,398       40,030,614,118

       Overall COGS                   -114,975,546,497   -222,538,520,777   -297,649,490,748   -526,081,801,044   -648,419,255,766
        COGS Sales                    -114,975,546,497   -221,842,646,654   -289,299,001,272   -517,731,311,568   -640,068,766,290
        COGS Recurring                        0            -695,874,123       -8,350,489,476     -8,350,489,476     -8,350,489,476
       Gross Profit                    241,809,285,840    412,161,070,624    444,734,483,254    427,289,936,615    762,743,646,368
       Gross Profit Margin                  68%                65%                 60%                45%                54%

       Operating Expense              -77,587,898,766    -100,912,573,455   -102,124,075,597   -95,426,589,599     -76,781,838,329
        Sales & Marketing Expense     -12,337,846,875     -27,825,020,006    -26,843,895,545   -17,888,004,146     -29,712,592,184
        GA Expense                    -65,250,051,892     -73,087,553,448    -75,280,180,052   -77,538,585,453     -47,069,246,145

       Addback Depreciation                  0             695,874,123       8,350,489,476      8,350,489,476       8,350,489,476

       EBITDA                         164,221,387,074    311,944,371,293    350,960,897,133    340,213,836,492     694,312,297,515

       Other Income                    16,414,099,628     8,828,199,255      38,033,774,790            0                  0
       Depreciation Expense                  0            -695,874,123       -8,350,489,476     -8,350,489,476     -8,350,489,476

       EBIT                           180,635,486,701    320,076,696,425    380,644,182,447    331,863,347,016     685,961,808,039
       Interest Expense               -32,325,103,131    -31,091,215,600    -26,913,761,522    -21,092,718,953     -13,628,087,895
       Interest Expense - VLS                0            -7,334,197,500    -14,668,395,000    -14,668,395,000     -14,668,395,000

       EBT                            148,310,383,571    281,651,283,325    339,062,025,926    296,102,233,062     657,665,325,143
       EBT Margin                          42%                44%                 46%               31%                 47%

       Tax                             -8,986,867,018    -17,070,700,714    -21,128,473,713    -26,693,623,021     -38,281,368,612

       Net Income                     139,323,516,552    264,580,582,610    317,933,552,213    269,408,610,041     619,383,956,531



      Proforma pendapatan dan laba bersih Perseroan secara kumulatif setelah Rencana Transaksi:
                      Profit & Loss        2024               2025               2026               2027                2028

       Revenue                        356,784,832,337    634,699,591,401    742,383,974,003    953,371,737,658    1,411,162,902,134
        Sales Revenue                 355,888,216,205    618,656,779,012    708,132,315,836    915,247,343,261    1,371,132,288,016
        Recurring Revenue               896,616,132      16,042,812,388      34,251,658,167     38,124,394,398     40,030,614,118

       Overall COGS                   -114,975,546,497   -222,538,520,777   -297,649,490,748   -526,081,801,044   -648,419,255,766
        COGS Sales                    -114,975,546,497   -221,842,646,654   -289,299,001,272   -517,731,311,568   -640,068,766,290
        COGS Recurring                       0             -695,874,123      -8,350,489,476     -8,350,489,476     -8,350,489,476

       Gross Profit                   241,809,285,840    412,161,070,624    444,734,483,254    427,289,936,615    762,743,646,368

       Operating Expense              -77,587,898,766    -100,912,573,455   -102,124,075,597   -95,426,589,599    -76,781,838,329
        Sales & Marketing Expense     -12,337,846,875     -27,825,020,006    -26,843,895,545   -17,888,004,146    -29,712,592,184
        GA Expense                    -65,250,051,892     -73,087,553,448    -75,280,180,052   -77,538,585,453    -47,069,246,145

       Addback Depreciation                  0             695,874,123       8,350,489,476      8,350,489,476      8,350,489,476

       EBITDA                         164,221,387,074    311,944,371,293    350,960,897,133    340,213,836,492    694,312,297,515

       Other Income                   16,414,099,628      8,828,199,255     38,033,774,790             0                  0
       Depreciation Expense                 0             -695,874,123      -8,350,489,476      -8,350,489,476     -8,350,489,476

       EBIT                           180,635,486,701    320,076,696,425    380,644,182,447    331,863,347,016    685,961,808,039
       Interest Expense               -32,325,103,131    -31,091,215,600    -26,913,761,522    -21,092,718,953    -13,628,087,895

       EBT                            148,310,383,571    288,985,480,825    353,730,420,926    310,770,628,062    672,333,720,143
       EBT Margin                           42%               46%                48%                33%                 48%

       Tax                             -8,986,867,018    -17,070,700,714    -21,128,473,713    -26,693,623,021     -38,281,368,612

       Net Income                     139,323,516,552    271,914,780,110    332,601,947,213    284,077,005,041    634,052,351,531



      Berdasarkan proyeksi sebelum dan setelah Rencana Transaksi diatas, sebagaimana yang
      juga telah diuraikan pada sub-bab Analisis Nilai Tambah bahwa Proyeksi keuangan
      Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi mengasumsikan bahwa Utang Lain – Lain
      Pemegang Saham dapat dikonversikan menjadi modal saham berdasarkan persetujuan
      RUPS, sedangkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa Rencana Transaksi
      mengasumsikan bahwa Utang Lain – Lain Pemegang Saham tidak dapat dikonversi
      menjadi modal saham. Dalam hal ini, Perseroan dan SAI berkomitmen untuk tetap terus

                                                                                                                               - 49 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 77
      mengembangkan proyek dalam VLS sehingga pendanaan proyek akan dibiayai melalui
      pinjaman.

      Berdasarkan asumsi diatas, proyeksi keuangan Perseroan tanpa adanya Rencana
      Transaksi mempertimbangkan pembebanan biaya bunga pinjaman (financing cost) sebesar
      7% p.a. Hal ini didasari bahwa pinjaman tersebut akan berasal dari Perseroan dan SAI
      sebagai pemegang saham VLS. Biaya Bunga pinjaman (financing cost) tersebut
      memberikan dampak pada laba bersih Perseroan tahun 2025 dengan nilai penurunan
      laba bersih Perseroan sebesar Rp7,3 miliar dan tahun 2026 sampai dengan 2028 dengan
      masing-masing penurunan laba bersih Perseroan per tahun sebesar Rp14,7 miliar.

      Selain dari perbedaan asumsi yang diuraikan diatas, tidak terdapat perbedaan asumsi
      pada proyeksi keuangan Perseroan tanpa dan dengan adanya Rencana Transaksi.
      Dibawah ini adalah asumsi-asumsi yang digunakan dalam proyeksi keuangan Perseroan
      tanpa dan dengan adanya Rencana Transaksi, sebagai berikut:

      i.    Jangka Waktu Proyeksi
            Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 2024 - 2028.
            Dasar pertimbangan proyeksi keuangan disajikan sampai dengan 2028 (selama 5
            tahun) adalah sesuai dengan periode perencanaan lima tahunan dari Perseroan dan
            mempertimbangkan selesainya keseluruhan proyek VLS sampai dengan pengakuan
            seluruh pendapatan, konstruksi fisik, dan serah terima pada tahun 2028.

      ii.   Laporan Laba (Rugi)
             Perkembangan Pendapatan selama tahun 2024 sampai dengan 2028 adalah
               sebagai berikut:
                                            Satuan      Ruko           Residensial         Residensial - VLS
                2024
                                                                 70
                Unit yang terjual             Unit                                   123                       -
                                                               88,26
                Nilai Pendapatan            Rp miliar                          267,63                          -
                                                                1,26
                Harga jual rata-rata/unit   Rp miliar                            2,18                          -
                2025
                                                                 13
                Jumlah Unit                   Unit                                    38                       -
                                                               18,45
                Nilai Pendapatan            Rp miliar                          600,20                          -
                                                                1,42
                Harga jual rata-rata/unit   Rp miliar                          15,79*                          -
                2026
                                                                   -
                Jumlah Unit                   Unit                                    25                  143
                                                                   -
                Nilai Pendapatan            Rp miliar                          460,07                     248
                                                                   -
                Harga jual rata-rata        Rp miliar                          18,40*                    1,73
                2027

                                                                                                     - 50 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 78
                                                              -
                Jumlah Unit                  Unit                               6                    437
                                                              -
                Nilai Pendapatan           Rp miliar                        157,17                758,07
                                                              -
                Harga jual rata-rata       Rp miliar                       26,19**                   1,73
                2028
                                                              -
                Jumlah Unit                  Unit                              17                    510
                                                              -
                Nilai Pendapatan           Rp miliar                        486.42                   885
                                                              -
                Harga jual rata-rata       Rp miliar                       28.61**                   1.73
               * unit menegah keatas dengan luasan berkisar antara 450m2 sampai dengan 2.000m2
               ** unit kelas atas dengan luasan berkisar antara 2.000m2 sampai dengan 2.500m2

               Berdasarkan:
               o Analisis data historis 3 tahun sebelum 2024 (2021, 2022 dan 2023),
                  sebagaimana diuraikan dalam bagian 2 subbab 4.1 mengenai Kinerja
                  Historikal Perseroan, Perseroan mencatatkan pendapatan untuk 2021, 2022
                  dan 2023 masing-masing sebesar Rp7,46 miliar (turun 33,11%), Rp365,27
                  miliar (meningkat 4.796,38%) dan Rp173,77 miliar (turun 52.43%).
                  Penurunan pendapatan dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 33,11%
                  dikarenakan Perseroan masih dalam tahapan perencanaan dan pra-
                  pengembangan.
               o Analisis data ekonomi Indonesia (sebagaimana diuraikan dalam bagian 2
                  subbab 3.2 mengenai Gambaran Perekonomian Dunia dan Indonesia),
                  pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter
                  Bank Indonesia Triwulan III-2024 diperkirakan tetap tumbuh baik.
               o Analisis industri properti (sebagaimana diuraikan dalam bagian 2 subbab
                  3.3 mengenai Tinjauan Industri Properti).

                proyeksi pendapatan Perseroan selama tahun 2024 sampai dengan 2028
                masing-masing sebesar Rp356,78 miliar (meningkat 105,32%), Rp634,70 miliar
                (meningkat 77,89%), Rp742,38 miliar (meningkat 16,97%), Rp953.37 miliar
                (meningkat 28.42%) dan Rp1.411,16 miliar (meningkat 48,02%) diperkirakan
                masih dapat tercapai.

             Berdasarkan data historis 3 tahun sebelum 2024 (2021, 2022 dan 2023),
              sebagaimana diuraikan dalam bagian 2 subbab 4.1 mengenai Kinerja Historikal
              Perseroan, Perseroan mencatatkan beban pokok pendapatan untuk 2021, 2022
              dan 2023 masing-masing sebesar Rp5,99 miliar (80,29% terhadap pendapatan),
              Rp152,78 miliar (41,83% terhadap pendapatan) dan Rp66,09 miliar (38.03%
              terhadap pendapatan). Rasio beban pokok pendapatan terhadap pendapatan
              untuk tahun 2021 sebesar 80,29% dikarenakan Perseroan masih dalam tahapan
              perencanaan dan pra-pengembangan.

                Sedangkan untuk periode tahun 2024, 2025, 2026, 2027 dan 2028, Perseroan
                memproyeksikan Beban pokok pendapatan masing-masing sebesar Rp114,08
                                                                                                 - 51 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 79
                miliar (31,97% terhadap pendapatan), Rp222,54 miliar (35,06% dari
                pendapatan), Rp297,65 miliar (40,09% dari pendapatan), Rp528,08 miliar
                (55,39% dari pendapatan) dan Rp648,42 miliar (45,95% dari pendapatan).
                Mempertimbangkan data historis periode 2021-2023 dan proyeksi keuangan
                2024-2028, beban pokok pendapatan Perseroan diperkirakan masih dapat
                tercapai.

            Sesuai dengan ketentuan perpajakan saat ini, Beban pajak penghasilan final
             adalah sebesar 2,50% dari pendapatan atas penjualan unit dan 10% dari
             pendapatan atas pendapatan sewa.

            Berdasarkan data historis 3 tahun sebelum 2024 (2021, 2022 dan 2023),
             sebagaimana diuraikan dalam bagian 2 subbab 4.1 mengenai Kinerja Historikal
             Perseroan, Perseroan mencatatkan laba (rugi) bersih untuk 2021, 2022 dan 2023
             masing-masing sebesar (Rp76,14 miliar) (-1.020,68% terhadap pendapatan),
             Rp144,36 miliar (39,49% terhadap pendapatan) dan Rp57,86 miliar (33.30%
             terhadap pendapatan). Rasio (rugi) bersih terhadap pendapatan untuk tahun
             2021 sebesar -1.020,68% dikarenakan Perseroan masih dalam tahapan
             perencanaan dan pra-pengembangan.

               Sedangkan untuk periode tahun 2024, 2025, 2026, 2027 dan 2028, Perseroan
               memproyeksikan laba bersih masing-masing sebesar Rp139,32 miliar (39,05%
               terhadap pendapatan), Rp271,91 miliar (42,84% dari pendapatan), Rp332,60
               miliar (44,80% dari pendapatan), Rp284,08 miliar (29,80% dari pendapatan) dan
               Rp634,05 miliar (44,93% dari pendapatan). Proyeksi rasio laba bersih terhadap
               pendapatan tahun 2027 menurun signifikan menjadi 29,80% terutama
               disebabkan oleh besarnya komposisi penjualan rumah Rp1,7 miliar per unit
               yang dilakukan oleh VLS (sebagaimana diuraikan dalam tabel pendapatan
               diatas, penjualan VLS adalah sebesar Rp758,07 miliar dibandingkan dengan
               penjualan produk lainnya hanya sebesar Rp157,17 miliar). Penjualan produk
               VLS sebesar Rp1,7 miliar per unit ini pada dasarnya memiliki margin yang lebih
               rendah dibandingkan produk lainnya yang lebih tinggi harga jualnya. Hal ini juga
               dapat dilihat dari rasio beban pokok pendapatan terhadap pendapatan pada
               tahun 2027 sebesar 55,19% yang lebih tinggi dibanding tahun-tahun lainnya.

               Mempertimbangkan data historis periode 2021-2023 dan proyeksi keuangan
               2024-2028, laba bersih Perseroan diperkirakan masih dapat tercapai.




                                                                                          - 52 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 80
2.4.6   Analisis Nilai Tambah

        Analisis Nilai Tambah Terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham

        Transaksi pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham sebesar Rp427.650.000.000
        (Perseroan sebesar Rp218.101.500.000 dan SAI sebesar Rp209.548.500.000),
        berdasarkan Advance Share Subscription Agreement telah dilakukan pada tanggal 15 dan 16
        Mei 2024, dan telah tercatat pada Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Pakuan
        Tbk. dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
        Akuntan Publik Suharli, Sugiharto & Rekan ditandatangani oleh Riki Afrianof, CPA
        dengan opini bahwa laporan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang
        material. Dengan tercerminnya transaksi Utang Lain – Lain Pemegang Saham dalam
        Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Pakuan Tbk. dan Entitas Anak pada
        tanggal 30 September 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Suharli,
        Sugiharto & Rekan ditandatangani oleh Riki Afrianof, CPA, maka tidak terdapat
        perbedaan antara proforma laporan keuangan setelah transaksi Utang Lain – Lain
        Pemegang Saham dengan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Pakuan Tbk.
        dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2024 yang telah diaudit tersebut.

        Namun, analisis nilai tambah secara kualitatif terkait Utang Lain – Lain Pemegang
        Saham adalah sebagai berikut:

        1. Kepastian komitmen investasi dan pemenuhan modal dari investor (SAI)
             Berdasarkan pembahasan dalam riwayat, alasan, dan latar belakang dilakukannya
             Rencana Transaksi sebagaimana dibahas dalam Bagian 2 subbab 3.5 mengenai
             Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat kondisi sebagai berikut:
              Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tanggal 27 Maret 2024, Perseroan
                 dan SAI akan merealisasikan rencana kerjasama pengembangan melalui
                 pembentukan Perusahaan patungan VLS dengan komposisi modal dari
                 Perseroan sebesar Rp223.201.500.000,- dan dari SAI sebesar
                 Rp214.448.500.000.
              Memperhatikan bahwa pada saat pendirian VLS, pemenuhan komposisi
                 permodalan diatas belum dapat dipenuhi sepenuhnya karena masih
                 dibutuhkannya waktu untuk finalisasi kebutuhan modal kerja VLS, maka pada
                 saat pendirian modal disetor awal VLS disepakati hanya sebesar
                 Rp10.000.000.000,- (Perseroan Rp5.100.000.000 dan SAI Rp4.900.000.000)
                 dan kekurangan pemenuhan modal disetor VLS sebesar Rp427.650.000.000
                 (Perseroan sebesar Rp218.101.500.000 dan SAI sebesar Rp209.548.500.000)
                 akan dilakukan dengan tenggat waktu 10 Mei 2024.

             Dengan melihat tenggat pemenuhan modal VLS akan segera terlampaui, sedangkan
             proses peningkatan modal belum dapat dijalankan, maka pada tanggal 9 Mei 2024,
             ditandatangani Advance Share Subscription Agreement antara Perseroan, SAI dan
             VLS yang memutuskan penyetoran Utang Lain - Lain Pemegang Saham dari
             Perseroan sebesar Rp218.101.500.000 (51%) dan dari SAI sebesar
                                                                                          - 53 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 81
            Rp209.548.500.000 (49%) dan selanjutnya baru akan dilakukan Peningkatan Modal
            VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham.

            Pelaksanaan pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham dilakukan untuk
            menjembatani proses peningkatan modal VLS yang pada saat itu belum dapat
            dilaksanakan, sedangkan tenggat waktu peningkatan modal VLS yang disepakati
            sudah akan terlampaui. Keuntungan yang didapatkan Perseroan dalam hal ini
            adalah dapat dipastikannya penyetoran dana dari pihak SAI dalam waktu yang
            singkat sebelum komitmen penyetoran dana tersebut menjadi kadaluwarsa dan SAI
            melakukan renegosiasi ulang terkait hal ini. Selanjutnya Perseroan perlu
            memastikan agar Utang Lain – Lain Pemegang Saham Perseroan dan SAI dapat
            segera terkonversi menjadi modal saham dalam VLS melalui persetujuan RUPS.

       2. Utang Lain – Lain Pemegang Saham tanpa bunga menyebabkan tidak perlu
          diakuinya beban bunga porsi SAI
            Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang dilakukan tanpa adanya bunga
            menyebabkan VLS tidak mengakui beban bunga atas Utang Lain – Lain Pemegang
            Saham, dimana jika hal ini terjadi, Perseroan sebagai pemilik 51% saham dalam
            VLS akan ikut menyerap/mengakui beban bunga VLS yang dikenakan oleh SAI
            tersebut. Terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan yang
            diberikan kepada VLS jika dikenakan bunga maka pengakuan pendapatan bunga
            yang dikenakan Perseroan tersebut akan tereliminasi dengan beban bunga porsi
            Perseroan yang diakui VLS.

       Analisis nilai tambah terkait Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain –
       Lain Pemegang Saham

       Analisis nilai tambah Rencana Transaksi dilakukan untuk melihat kemampuan
       menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik dengan membandingkan antara
       proyeksi keuangan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan dilaksanakannya
       Rencana Transaksi.

       Berikut adalah Laba (Rugi) Perseroan tanpa adanya Rencana Transaksi selama periode
       proyeksi:




                                                                                    - 54 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 82
       Proforma pendapatan dan laba bersih Perseroan secara kumulatif sebelum Rencana Transaksi:
                      Profit & Loss            2024                     2025                     2026                  2027                   2028

       Revenue                            356,784,832,337        634,699,591,401           742,383,974,003        953,371,737,658       1,411,162,902,134
        Sales Revenue                     355,888,216,205        618,656,779,012           708,132,315,836        915,247,343,261       1,371,132,288,016
        Recurring Revenue                   896,616,132           16,042,812,388            34,251,658,167        38,124,394,398          40,030,614,118

       Overall COGS                       -114,975,546,497       -222,538,520,777          -297,649,490,748      -526,081,801,044       -648,419,255,766
        COGS Sales                        -114,975,546,497       -221,842,646,654          -289,299,001,272      -517,731,311,568       -640,068,766,290
        COGS Recurring                            0                -695,874,123              -8,350,489,476        -8,350,489,476         -8,350,489,476
       Gross Profit                        241,809,285,840        412,161,070,624           444,734,483,254       427,289,936,615        762,743,646,368
       Gross Profit Margin                      68%                    65%                        60%                   45%                    54%

       Operating Expense                  -77,587,898,766        -100,912,573,455          -102,124,075,597       -95,426,589,599        -76,781,838,329
        Sales & Marketing Expense         -12,337,846,875         -27,825,020,006           -26,843,895,545       -17,888,004,146        -29,712,592,184
        GA Expense                        -65,250,051,892         -73,087,553,448           -75,280,180,052       -77,538,585,453        -47,069,246,145

       Addback Depreciation                      0                 695,874,123              8,350,489,476          8,350,489,476         8,350,489,476

       EBITDA                             164,221,387,074        311,944,371,293           350,960,897,133        340,213,836,492       694,312,297,515

       Other Income                       16,414,099,628          8,828,199,255             38,033,774,790               0                      0
       Depreciation Expense                     0                 -695,874,123              -8,350,489,476        -8,350,489,476         -8,350,489,476

       EBIT                               180,635,486,701        320,076,696,425           380,644,182,447        331,863,347,016       685,961,808,039
       Interest Expense                   -32,325,103,131        -31,091,215,600           -26,913,761,522        -21,092,718,953       -13,628,087,895
       Interest Expense - VLS                    0                -7,334,197,500           -14,668,395,000        -14,668,395,000       -14,668,395,000

       EBT                                148,310,383,571        281,651,283,325           339,062,025,926        296,102,233,062       657,665,325,143
       EBT Margin                              42%                    44%                        46%                   31%                   47%

       Tax                                 -8,986,867,018        -17,070,700,714           -21,128,473,713        -26,693,623,021        -38,281,368,612

       Net Income                         139,323,516,552        264,580,582,610           317,933,552,213        269,408,610,041       619,383,956,531



       Proforma pendapatan dan laba bersih Perseroan secara kumulatif setelah Rencana Transaksi:
                      Profit & Loss            2024                     2025                    2026                   2027                   2028

       Revenue                            356,784,832,337        634,699,591,401           742,383,974,003        953,371,737,658      1,411,162,902,134
        Sales Revenue                     355,888,216,205        618,656,779,012           708,132,315,836        915,247,343,261      1,371,132,288,016
        Recurring Revenue                   896,616,132          16,042,812,388             34,251,658,167         38,124,394,398       40,030,614,118

       Overall COGS                      -114,975,546,497       -222,538,520,777           -297,649,490,748      -526,081,801,044       -648,419,255,766
        COGS Sales                       -114,975,546,497       -221,842,646,654           -289,299,001,272      -517,731,311,568       -640,068,766,290
        COGS Recurring                          0                 -695,874,123              -8,350,489,476        -8,350,489,476         -8,350,489,476

       Gross Profit                       241,809,285,840        412,161,070,624           444,734,483,254        427,289,936,615       762,743,646,368

       Operating Expense                  -77,587,898,766       -100,912,573,455           -102,124,075,597       -95,426,589,599       -76,781,838,329
        Sales & Marketing Expense         -12,337,846,875        -27,825,020,006            -26,843,895,545       -17,888,004,146       -29,712,592,184
        GA Expense                        -65,250,051,892        -73,087,553,448            -75,280,180,052       -77,538,585,453       -47,069,246,145

       Addback Depreciation                      0                 695,874,123              8,350,489,476          8,350,489,476         8,350,489,476

       EBITDA                             164,221,387,074        311,944,371,293           350,960,897,133        340,213,836,492       694,312,297,515

       Other Income                       16,414,099,628          8,828,199,255            38,033,774,790                0                      0
       Depreciation Expense                     0                 -695,874,123             -8,350,489,476         -8,350,489,476         -8,350,489,476

       EBIT                               180,635,486,701        320,076,696,425           380,644,182,447        331,863,347,016       685,961,808,039
       Interest Expense                   -32,325,103,131        -31,091,215,600           -26,913,761,522        -21,092,718,953       -13,628,087,895

       EBT                                148,310,383,571        288,985,480,825           353,730,420,926        310,770,628,062       672,333,720,143
       EBT Margin                               42%                   46%                       48%                    33%                    48%

       Tax                                -8,986,867,018         -17,070,700,714           -21,128,473,713        -26,693,623,021       -38,281,368,612

       Net Income                         139,323,516,552        271,914,780,110           332,601,947,213        284,077,005,041       634,052,351,531




     Keterangan                                 2024            2025                2026               2027              2028 Rata-rata      Total
     Laba Bersih Dengan Transaksi     139,323,516,552 271,914,780,110    332,601,947,213    284,077,005,041   634,052,351,531 332,393,920,090 1,661,969,600,448
     Laba Bersih Tanpa Transaksi      139,323,516,552 264,580,582,610    317,933,552,213    269,408,610,041   619,383,956,531 322,126,043,590 1,610,630,217,948
     Selisih                                        0 7,334,197,500       14,668,395,000     14,668,395,000    14,668,395,000 10,267,876,500     51,339,382,500



       Dasar pertimbangan proyeksi keuangan disajikan sampai dengan 2028 (selama 5 tahun)
       adalah sesuai dengan periode perencanaan lima tahunan dari Perseroan dan
       mempertimbangkan selesainya keseluruhan proyek VLS sampai dengan pengakuan
       seluruh pendapatan, konstruksi fisik, dan serah terima pada tahun 2028.
                                                                                                                                                     - 55 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 83
       Proyeksi keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi mengasumsikan bahwa
       Utang Lain – Lain Pemegang Saham dapat dikonversikan menjadi modal saham
       berdasarkan persetujuan RUPS, sedangkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa
       Rencana Transaksi mengasumsikan bahwa Utang Lain – Lain Pemegang Saham tidak
       dapat dikonversi menjadi modal saham sehingga Utang Lain – Lain Pemegang Saham
       akan dikembalikan (refundable) kepada Perseroan dan SAI berdasarkan Advance Share
       Subscription Agreement tertanggal 9 Mei 2024 antara Perseroan, SAI, dan VLS. Dalam hal
       ini, Perseroan dan SAI berkomitmen untuk tetap terus mengembangkan proyek dalam
       VLS sehingga pendanaan proyek akan dibiayai melalui pinjaman.

       Berdasarkan asumsi diatas, proyeksi keuangan Perseroan tanpa adanya Rencana
       Transaksi mempertimbangkan pembebanan biaya bunga pinjaman (financing cost) sebesar
       7% p.a. Hal ini didasari bahwa pinjaman tersebut akan berasal dari Perseroan dan SAI
       sebagai pemegang saham VLS. Biaya Bunga pinjaman (financing cost) tersebut
       memberikan dampak pada laba bersih Perseroan tahun 2025 dengan nilai penurunan
       laba bersih Perseroan sebesar Rp7,3 miliar dan tahun 2026 sampai dengan 2028 dengan
       masing-masing penurunan laba bersih Perseroan per tahun sebesar Rp14,7 miliar.

       Berdasarkan asumsi dasar diatas, proyeksi keuangan Perseroan dengan Rencana
       Transaksi diperkirakan akan memperoleh laba bersih per tahun rata-rata lebih tinggi
       sebesar Rp 10.267.876.500,- jika dibandingkan dengan Proyeksi Keuangan Perseroan
       tanpa adanya Rencana Transaksi. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi financing cost bagi
       Perseroaan jika pendanaan dilakukan dengan modal saham (tidak perlu dilakukannya
       pengakuan beban bunga pinjaman yang berasal dari SAI pada saat dilakukan
       konsolidasi).

       Sampai dengan periode Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan, pengembangan
       proyek oleh VLS masih dalam tahap perencanaan dan pra pengembangan, sehingga
       aktivitas konstruksi fisik belum dimulai.

      Berdasarkan proyeksi keuangan VLS yang kami terima dari manajemen Perseroan,
      Penilai berpendapat bahwa proyeksi keuangan tersebut telah mencerminkan kewajaran
      proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
      sehingga tidak ada penyesuaian yang dilakukan oleh Penilai atas proyeksi keuangan yang
      telah disusun oleh Manajemen. Analisa atas proyeksi keuangan Perseroan secara
      konsolidasian juga telah kami ungkapkan pada Bagian 2 subbab 4.5 mengenai Penilaian
      Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen. Analisis dan evaluasi atas
      proyeksi keuangan VLS adalah sebagai berikut:

           PBG/IMB akan didapatkan dengan target 6 bulan setelah Izin Pemanfaatan Ruang
            (IPR) didapatkan. Dalam hal ini, IPR telah didapatkan berdasarkan Surat Kepala
            Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Depok Nomor
            593.2/0258/IPR/SIMPOK/2025 tertanggal 31 Januari 2025. Saat ini VLS sedang
            melengkapi rekomendasi dan dokumentasi terkait pengurusan Siteplan dan PBG
                                                                                          - 56 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 84
             (jangka waktu penyelesaian lebih kurang 6 bulan sejak tanggal IPR), sehingga
             PBG/IMB ditargetkan akan didapat pada tanggal 31 Juli 2025.
            Setelah didapatkannya PBG/IMB pada 31 Juli 2025, VLS akan mulai melakukan
             proses penjualan tahap pertama. Hasil pencapaian dari proses penjualan ini akan
             digunakan sebagai dasar acuan untuk menentukan skala dan besaran pembiayaan
             konstruksi fisik yang akan dikerjakan, sehingga VLS dapat mengatur pengeluaran
             untuk konstruksi fisik yang disesuaikan dengan pendapatan hasil penjualan untuk
             meminimalisir risiko arus kas.
            Rencananya, konstruksi fisik tahap pertama secara bertahap dapat dimulai dengan
             memakan waktu selama 12 bulan. Dalam hal ini, konstruksi fisik tahap pertama
             diperkirakan akan selesai secara bertahap dalam Q3 2026. Selama periode
             konstruksi fisik ini, VLS akan terus melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan
             dengan target penjualan sebesar kurang lebih Rp248 miliar untuk 143 unit.
            Setelah konstruksi fisik ditargetkan selesai secara bertahap dalam Q3 2026, proses
             serahterima tahap pertama akan dilakukan bertahap dan di estimasikan selesai di
             Q4 2026, dimana setelah serahterima bertahap dilakukan, VLS dapat membukukan
             pendapatan secara bertahap pula yang akan diserap oleh Perseroan.
            Selanjutnya, untuk tahun 2027 dan 2028, VLS menargetkan pendapatan sebesar
             Rp758 miliar (437 unit) dan Rp885 miliar (510 unit). Siklus yang sama akan
             diterapkan oleh VLS, dimana realisasi penjualan tersebut akan menjadi acuan skala
             dan besarnya pembiayaan konstruksi fisik yang akan dikerjakan.

        Proses serahterima ini mempertimbangkan syarat dan kondisi transaksi jual beli produk
        di Perseroan yang mensyaratkan keterbangunan fisik unit yang diperjualbelikan,
        pelunasan dari konsumen atau sudah dilakukannya akad KPR antara konsumen dengan
        bank.

2.5     Analisis Kelayakan Rencana Pengunaan Dana Terkait Utang Lain – Lain
        Pemegang Saham

        Analisis Kelayakan Investasi

        Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tertanggal 27 Maret 2024 yang kemudian
        ditindak lanjuti dengan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei 2024, utang
        lain-lain Perseroan sebesar Rp218.101.500.000 dan SAI sebesar Rp209.548.500.000
        yang diterima VLS ditujukan sebagai penyetoran uang muka yang akan
        ditingkatkan/dikonversi seluruhnya menjadi modal saham setelah didapatkannya
        persetujuan RUPS. Dalam hal ini, Perseroan dan SAI memiliki hak untuk mengkonversi
        seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai dengan berakhirnya tenggat waktu
        konversi pada tanggal 8 Mei 2025. Selain itu, Perseroan sebagai pemegang saham
        pengendali dan SAI sebagai pemegang saham minoritas VLS memiliki kendali penuh
        atas VLS untuk memutuskan terjadinya konversi atas Utang Lain – Lain Pemegang
        Saham menjadi modal saham. Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham ini




                                                                                            - 57 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 85
       merupakan bagian dari rangkaian Rencana Transaksi yang saat ini sedang dalam proses
       permintaan persetujuan RUPS.

       Menimbang analisis diatas bahwa:
        pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham ditujukan untuk dikonversi
           menjadi modal saham dan merupakan satu rangkaian dengan Peningkatan Modal
           VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham; dan
        tujuan pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham digunakan untuk pembelian
           tanah oleh VLS dari Perseroan untuk dikembangkan bersama SAI,

       maka analisis kelayakan pengunaan dana Utang Lain – Lain Pemegang Saham secara
       rinci dapat dilihat pada Bagian 3 subbab 1 mengenai Kesimpulan, dimana manfaat yang
       diberikan oleh pengunaan dana Utang Lain – Lain Pemegang Saham dengan tujuan akan
       dikonversi menjadi modal saham berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan dengan
       adanya Rencana Transaksi diperkirakan akan memperoleh laba bersih per tahun rata-
       rata lebih tinggi sebesar Rp 10.267.876.500,-.

       Analisis Kelayakan Pelunasan Utang Lain – Lain Pemegang Saham

       Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan sebesar
       Rp218.101.500.000 dibiayai dari kas internal Perseroan dan bukan bersumber dari
       pinjaman Perseroan dari pihak manapun. Kas internal ini berasal dari perputaran
       pembayaran pembelian tanah dari VLS yang mana pembayaran pembelian tanah
       tersebut berasal dari Utang Lain – Lain Pemengang Saham porsi SAI. Sehingga, dalam
       hal ini tidak terdapat kewajiban pembayaran pinjaman oleh Perseroan yang akan
       mempengaruhi likuiditasnya.

       Sedangkan terkait kemampuan VLS untuk melunasi Utang Lain – Lain Pemegang
       Saham dapat dijabarkan sebagai berikut:

       Berikut adalah tabel proyeksi laporan keuangan VLS periode tahun 2024 – 2028 tanpa
       Rencana Transaksi:
Laporan Laba Rugi
                           2024                2025                2026                2027                2028
VLS
Pendapatan
Penjualan                             -                   -    248.065.713.699     758.074.943.261     884.709.888.016
Beban Pokok
Penjualan                             -                   -   (161.242.713.904)   (492.748.713.119)   (575.061.427.210)
Laba Kotor                            -                   -     86.822.999.794     265.326.230.141     309.648.460.806


Beban Penjualan                       -     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)
Beban Gaji Karyawan     (2.000.000.000)     (6.000.000.000)     (6.180.000.000)     (6.365.400.000)     (6.556.362.000)
Beban Umum &
Admin                   (2.000.000.000)     (4.000.000.000)     (4.120.000.000)     (4.243.600.000)     (4.370.908.000)


Laba Operasional       (4.000.000.000)     (18.676.299.534)     67.846.700.261     246.040.930.608     290.044.891.272


Beban Bunga                           -     (7.334.197.500)   (14.668.395.000)    (14.668.395.000)    (14.668.395.000)
Pajak Final                           -                   -    (6.201.642.842)    (18.951.873.582)     (22.117.747.200)



                                                                                                      - 58 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 86
 Laporan Laba Rugi
                             2024               2025             2026              2027                2028
 VLS
 Laba Bersih             (4.000.000.000)    (26.010.497.034)   46.976.662.418   212.420.662.026    253.258.749.071

 Kumulatif Laba
 Bersih                  (4.000.000.000)    (30.010.497.034)   16.966.165.384   229.386.827.410    482.645.576.481


        Berdasarkan tabel proyeksi laporan keuangan VLS diatas dan sebagaimana dijelaskan
        dalam Advance Share Subscription Agreement bahwa Utang Lain – Lain Pemegang Saham
        memiliki tenggat konversi menjadi modal saham sampai dengan 8 Mei 2025.
        Berdasarkan kondisi ini, berikut adalah analisis kemampuan pembayaran Utang Lain –
        Lain Pemegang Saham oleh VLS pada tenggat waktu 8 Mei 2025:

        Dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS atas Peningkatan Modal VLS Melalui
        Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai dengan tenggat waktu 8 Mei 2025
        maka VLS tidak mampu untuk melakukan pembayaran kembali Utang Lain – Lain
        Pemegang Saham karena VLS yang masih dalam tahap perencanaan dan pra-
        pengembangan. Kesimpulan ini mempertimbangkan:
          saldo Kas dan Setara Kas menurut Laporan Keuangan Interim VLS per 30
            September 2024 yang telah diaudit hanya sebesar Rp54.531.151.069;
          berdasarkan proyeksi keuangan VLS, pada tenggat 8 Mei 2025, VLS belum
            membukukan pendapatan, dimana sampai akhir tahun 2025, VLS masih
            membukukan kumulatif rugi bersih sebesar Rp30.010.497.034;
          VLS baru mulai mencatatkan kumulatif laba bersih pada tahun 2026 sebesar
            Rp16.966.165.384 untuk secara minimum bisa melakukan pembayaran Utang Lain
            – Lain Pemegang Saham secara parsial;
          VLS baru dapat membukukan kumulatif laba bersih sebesar Rp482.645.576.481
            pada tahun 2028 untuk dapat melunasi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang
            Saham sebesar Rp427.650.000.000.

        Namun berdasarkan Advance Shares Subscription Agreement, Perseroan dan SAI sepakat
        untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham. Selain
        itu, Perseroan sebagai pemegang saham pengendali dan SAI sebagai pemegang saham
        minoritas VLS memiliki kendali penuh atas VLS untuk memutuskan terjadinya konversi
        atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham dalam hal tidak
        diperolehnya persetujuan RUPS.

2.6     Analisis atas Jaminan Terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham

        Secara aspek penjaminan, transaksi Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang tidak
        dikaitkan dengan persyaratan adanya penjaminan merupakan pengaturan persyaratan
        pinjaman yang tidak umum/lazim jika dibandingkan dengan ketentuan pemberian
        pinjaman di pasar keuangan. Berdasarkan Advance Share Subscription Agreement, perbedaan
        ini terjadi karena sifat Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang:

              ditujukan semata – mata untuk dikonversi seluruhnya menjadi modal saham;
              bersifat jangka pendek; dan



                                                                                                  - 59 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 87
            memberikan hak kepada Perseroan dan SAI (yang juga merupakan pemegang saham
             VLS) untuk mengkonversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi
             modal saham.

        Namun berdasarkan pendapat manajemen, pemberian pinjaman tanpa adanya
        ketentuan pemberian jaminan, tidak memberikan dampak terhadap adanya resiko
        terkait pengembalian Utang Lain – Lain Pemegang Saham tersebut dikarenakan:

            Perseroan dan SAI sebagai pemegang saham VLS telah menyepakati dalam Advance
             Share Subscription Agreement bahwa pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham
             tersebut memiliki hak untuk dikonversi menjadi modal saham.
            Perseroan sebagai pemegang saham pengendali VLS dan SAI sebagai pemegang
             saham minoritas memiliki kendali penuh atas VLS untuk memutuskan terjadinya
             konversi atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham.


2.7     Analisis Kewajaran Harga Transaksi

        Analisis kewajaran Rencana Transaksi adalah analisis kewajaran suatu transaksi dengan
        membandingkan Nilai Pasar dengan harga transaksi yang disepakati para pihak.

        Analisis Kewajaran Harga Transaksi Utang Lain-lain Pemegang Saham

        Berdasarkan Laporan keuangan audited VLS Utang Lain – Lain Pemegang Saham
        merupakan utang lain – lain yang tidak dikenakan bunga.

        Tingkat bunga pinjaman yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia per September 2024
        adalah sebagai berikut:

                  Kelompok Bank Dan Jenis Pinjaman                   Dalam Persen
            Bank Persero
              Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                         8,81
            Bank Swasta Nasional
              Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                         8,84
            Bank Asing dan Bank Campuran
              Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                         7,05
            Bank Umum
              Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                         8,87
                              Rata – Rata                                 8,39

        Berdasarkan informasi tersebut diatas, pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham
        dari Perseroan kepada VLS yang dilakukan tanpa dikenakan bunga, merupakan
        transaksi pemberian pinjaman yang tidak umum/lazim jika dibandingkan dengan
        ketentuan pemberian pinjaman yang umumnya berlaku di pasar keuangan. Berdasarkan
        Advance Share Subscription Agreement, perbedaan ini terjadi karena sifat Utang Lain – Lain
        Pemegang Saham yang:
            ditujukan semata – mata untuk dikonversi seluruhnya menjadi modal saham;
            bersifat jangka pendek; dan
                                                                                             - 60 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 88
           memberikan hak kepada Perseroan dan SAI (yang juga merupakan pemegang
            saham VLS) untuk mengkonversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham
            menjadi modal saham.

       Selanjutnya, berdasarkan pendapat manajemen pemberian Utang Lain – Lain Pemegang
       Saham tanpa dikenakan bunga menyebabkan tidak perlu diakuinya beban bunga Utang
       Lain – Lain Pemegang Saham, dengan ulasan sebagai berikut:

       Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang dilakukan tanpa adanya bunga menyebabkan
       VLS tidak mengakui beban bunga atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham, dimana
       jika hal ini terjadi, Perseroan sebagai pemilik 51% saham dalam VLS akan ikut
       menyerap/mengakui beban bunga VLS yang dikenakan oleh SAI tersebut. Terkait
       Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan yang diberikan kepada VLS jika
       dikenakan bunga maka pengakuan pendapatan bunga yang dikenakan Perseroan
       tersebut akan tereliminasi dengan beban bunga porsi Perseroan yang diakui VLS.

       Analisis Kewajaran Harga Transaksi Terkait Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi
       Utang Lain-lain Pemegang Saham

       a. Nilai Pasar
           Berdasarkan Laporan Penilaian 100% Ekuitas PT Vasamty Land Sawangan yang
           dikeluarkan KJPP Febriman Siregar dan Rekan dengan Nomor Laporan:
           00302/2.0109-05/BS/10/0069/1/III/2025 tertanggal 17 Maret 2025, nilai pasar
           100% ekuitas VLS adalah sebesar Rp. 9.840.098.000,-, dengan rincian harga per
           saham seperti pada tabel di bawah berikut ini:

            Keterangan                     Sebelum Stock Split   Setelah Stock Split
            Lembar Saham                         10.000                 20.000
            Nilai Per Saham                      984.010               492.005

           Transaksi stock split hanya merubah jumlah lembar dan nilai nominal per saham
           secara proporsional tanpa mengubah total nilai modal saham VLS, sehingga
           pelaksanaan stock split tidak mempengaruhi penilaian 100% ekuitas VLS
           sebagaimana juga dijelaskan dalam Laporan Penilaian 100% Ekuitas PT Vasamty
           Land Sawangan.

       b. Harga Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain
          Pemegang Saham
           Berdasarkan Rencana Transaksi harga yang disepakati adalah            sebesar
           Rp.218.101.500.000 atau Rp500.000 per saham setelah stock split.




                                                                                   - 61 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 89
        c. Perbandingan Harga Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain
           – Lain Pemegang Saham dengan Nilai Pasar
            Dengan membandingkan Harga Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang
            Lain – Lain Pemegang Saham dan Nilai Pasar, yaitu sebagai berikut.

            Harga Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang
            Saham sebesar Rp. 500.000 dan Nilai Pasar sebesar Rp 492.005 per saham, maka
            Selisih Harga Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain
            Pemegang Saham sebesar 1,62% dari Nilai Pasar.

                                                         Batas        Nilai Objek
                                        Nilai Pasar                                   Batas atas
                                                         Bawah        Transaksi
             Perbandingan terhadap
                                            -1.62%        -7.5%            -           +7.5%
             Nilai Objek Transaksi
             Nilai/Harga Objek
                                        Rp 492.005,-   Rp 462.500,-    Rp 500.000,-   Rp. 537.500,-
             Transaksi (per saham)


        Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35 Tahun 2020 ”Batas atas dan
        batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima persen)
        dari Nilai yang dijadikan acuan. Berdasarkan perbandingan harga Rencana Transaksi
        dengan Nilai Pasar diketahui bahwa harga Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi
        Utang Lain – Lain Pemegang Saham 1,62% dari Nilai Pasar dan berada dalam batasan
        ±7,5%, maka harga yang ditetapkan adalah Wajar.

2.8    Distribusi Pendapat Kewajaran

        Pendapat kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Manajemen Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau
        untuk kepentingan lain.




                                                                                               - 62 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 90
                                         BAGIAN - 3
                                        KESIMPULAN

3.1    Kesimpulan

        Analisis Transaksi

        Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV tertanggal 27 Maret 2024 antara Perseroan dan
        SAI yang sudah ditindaklanjuti dengan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9
        Mei 2024 antara Perseroan, SAI, dan VLS, pemberian Utang Lain – Lain Pemegang
        Saham (liabilitas):
         memiliki tujuan untuk selanjutnya akan ditingkatkan/dikonversi seluruhnya menjadi
           modal saham setelah mendapatkan persetujuan RUPS; dan
         Perseroan dan SAI sebagai pemberi pinjaman dan pemegang saham VLS memiliki
           hak untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal
           saham.

        Oleh karena itu, Rencana Transaksi adalah pemberian Utang Lain – Lain Pemegang
        Saham Dan Peningkatan Modal PT Vasamty Land Sawangan Melalui Konversi Utang
        Lain – Lain Pemegang Saham sebagai satu rangkaian.

        Berdasarkan riwayat pihak-pihak yang bertransaksi diatas diketahui bahwa ada
        hubungan afiliasi antara Perseroan dengan VLS.

        Selain itu, berdasarkan nilai Rencana Transaksi sebagai satu rangkaian jika dibandingkan
        dengan nilai ekuitas Perseroan menurut Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
        Perseroan per 30 September 2024 yang telah diaudit, maka Rencana Transaksi
        merupakan Transaksi Material.

        Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV yang sudah ditindaklanjuti dengan Advance
        Share Subscription Agreement, tidak ada persyaratan khusus yang akan merugikan pihak-
        pihak yang bertransaksi sehingga syarat-syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah
        wajar.

        Analisis Kualitatif

        Keuntungan Dilakukannya Rencana Transaksi

        Utang Lain – Lain Pemegang Saham memberikan keuntungan:
        1. Memberikan kepastian atas komitmen investasi dan pemenuhan modal dari
           investor (SAI) sebagai pelaksanaan dari Perjanjian Pembentukan JV yang
           ditindaklanjuti dengan Advance Share Subscription Agreement.
        2. Utang Lain – Lain Pemegang Saham tanpa bunga menyebabkan tidak perlu
           diakuinya beban bunga Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi SAI.

        Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham
        memberikan keuntungan:


                                                                                           - 63 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 91
       1. Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham (liabilitas) menjadi modal saham
          (ekuitas) akan memperbaiki rasio solvabilitas (DER) Perseroan.
       2. Menghilangkan kewajiban pembayaran kembali Utang Lain – Lain Pemegang
          Saham yang melekat pada sifat liabilitas dari Utang Lain – Lain Pemegang Saham.
       3. Meningkatkan kepercayaan investor (SAI) atas pelaksanaan komitmen Perseroan
          terkait struktur permodalan VLS yang disepakati dalam Perjanjian Pembentukan JV
          dan Advance Share Subscription Agreement.

       Kerugian Dilakukannya Rencana Transaksi

            Transaksi pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham jika dibandingkan dengan
             peningkatan modal secara langsung oleh Perseroan dan SAI ke dalam VLS,
             menyebabkan meningkatnya waktu yang dibutuhkan dan kompleksitas proses
             transaksi yang harus dilalui oleh para pihak, terutama bagi Perseroan.
            Secara umum, pelaksanaan Rencana Transaksi menimbulkan biaya – biaya terkait
             penerbitan saham baru seperti biaya administrasi, biaya jasa konsultan penilai dan
             hukum, biaya notaris.

       Analisis Dampak Leverage

       Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham tidak memberikan dampak leverage
       dalam jangka panjang mengingat Utang Lain – Lain Pemegang Saham tersebut
       direncanakan akan dikonversi seluruhnya menjadi modal saham sebelum tenggat waktu
       8 Mei 2025. Dalam hal terlampauinya tenggat waktu 8 Mei 2025, Perseroan sebagai
       pemegang saham pengendali dan SAI sebagai pemegang saham minoritas dari VLS
       memiliki kendali penuh untuk memutuskan pelaksanaan Peningkatan Modal Melalui
       Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham dapat terlaksana.

       Analisis Dampak Likuiditas dan Dampak Keuangan Terkait Pinjam Meminjam

            Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan dibiayai dari kas
             internal Perseroan dan bukan bersumber dari pinjaman Perseroan dari pihak
             manapun, sehingga tidak terdapat kewajiban pembayaran pinjaman oleh Perseroan.
            Berikut adalah tabel proyeksi laporan keuangan VLS periode tahun 2024 – 2028
             tanpa Rencana Transaksi dan analisis kemampuan pembayaran kembali Utang Lain
             – Lain Pemegang Saham oleh VLS:
Laporan Laba Rugi
                           2024               2025                2026                2027                2028
VLS
Pendapatan
Penjualan                             -                  -    248.065.713.699     758.074.943.261     884.709.888.016
Beban Pokok
Penjualan                             -                  -   (161.242.713.904)   (492.748.713.119)   (575.061.427.210)
Laba Kotor                            -                  -     86.822.999.794     265.326.230.141     309.648.460.806


Beban Penjualan                       -    (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)
Beban Gaji Karyawan     (2.000.000.000)    (6.000.000.000)     (6.180.000.000)     (6.365.400.000)     (6.556.362.000)
Beban Umum &
Admin                   (2.000.000.000)    (4.000.000.000)     (4.120.000.000)     (4.243.600.000)     (4.370.908.000)


                                                                                                     - 64 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 92
Laporan Laba Rugi
                            2024               2025               2026               2027                2028
VLS
Laba Operasional        (4.000.000.000)    (18.676.299.534)    67.846.700.261    246.040.930.608     290.044.891.272


Beban Bunga                           -     (7.334.197.500)   (14.668.395.000)   (14.668.395.000)   (14.668.395.000)
Pajak Final                           -                   -    (6.201.642.842)   (18.951.873.582)    (22.117.747.200)


Laba Bersih             (4.000.000.000)    (26.010.497.034)    46.976.662.418    212.420.662.026     253.258.749.071

Kumulatif Laba
Bersih                  (4.000.000.000)    (30.010.497.034)    16.966.165.384    229.386.827.410     482.645.576.481


              Berdasarkan tabel proyeksi laporan keuangan VLS diatas dan sebagaimana
              dijelaskan dalam Advance Share Subscription Agreement bahwa Utang Lain – Lain
              Pemegang Saham memiliki tenggat konversi menjadi modal saham sampai dengan
              8 Mei 2025. Berdasarkan kondisi ini, berikut adalah analisis kemampuan
              pembayaran Utang Lain – Lain Pemegang Saham oleh VLS pada tenggat waktu 8
              Mei 2025:

              Dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS atas Peningkatan Modal VLS
              Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai dengan tenggat
              waktu 8 Mei 2025 maka VLS tidak mampu untuk melakukan pembayaran kembali
              Utang Lain – Lain Pemegang Saham karena VLS yang masih dalam tahap
              perencanaan dan pra-pengembangan. Kesimpulan ini mempertimbangkan:
                saldo Kas dan Setara Kas menurut Laporan Keuangan Interim VLS per 30
                  September 2024 yang telah diaudit hanya sebesar Rp54.531.151.069;
                berdasarkan proyeksi keuangan VLS, pada tenggat 8 Mei 2025, VLS belum
                  membukukan pendapatan, dimana sampai akhir tahun 2025, VLS masih
                  membukukan kumulatif rugi bersih sebesar Rp30.010.497.034;
                VLS baru mulai mencatatkan kumulatif laba bersih pada tahun 2026 sebesar
                  Rp16.966.165.384 untuk secara minimum bisa melakukan pembayaran Utang
                  Lain – Lain Pemegang Saham secara parsial;
                VLS baru dapat membukukan kumulatif laba bersih sebesar
                  Rp482.645.576.481 pada tahun 2028 untuk dapat melunasi seluruh Utang Lain
                  – Lain Pemegang Saham sebesar Rp427.650.000.000.

              Namun berdasarkan Advance Shares Subscription Agreement, Perseroan dan SAI
              sepakat untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal
              saham. Selain itu, Perseroan sebagai pemegang saham pengendali dan SAI sebagai
              pemegang saham minoritas VLS memiliki kendali penuh atas VLS untuk
              memutuskan terjadinya konversi atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi
              modal saham dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS.




                                                                                                    - 65 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 93
       Analisis Kuantitatif

       Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Utang Lain – Lain Pemegang
       Saham

       Berikut adalah tabel proyeksi laporan keuangan VLS periode tahun 2024 – 2028 tanpa
       Rencana Transaksi:
Laporan Laba Rugi
                           2024                2025                2026                2027                2028
VLS
Pendapatan
Penjualan                             -                   -    248.065.713.699     758.074.943.261     884.709.888.016
Beban Pokok
Penjualan                             -                   -   (161.242.713.904)   (492.748.713.119)   (575.061.427.210)
Laba Kotor                            -                   -     86.822.999.794     265.326.230.141     309.648.460.806


Beban Penjualan                       -     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)
Beban Gaji Karyawan     (2.000.000.000)     (6.000.000.000)     (6.180.000.000)     (6.365.400.000)     (6.556.362.000)
Beban Umum &
Admin                   (2.000.000.000)     (4.000.000.000)     (4.120.000.000)     (4.243.600.000)     (4.370.908.000)


Laba Operasional       (4.000.000.000)     (18.676.299.534)     67.846.700.261     246.040.930.608     290.044.891.272


Beban Bunga                           -     (7.334.197.500)   (14.668.395.000)    (14.668.395.000)    (14.668.395.000)
Pajak Final                           -                   -    (6.201.642.842)    (18.951.873.582)     (22.117.747.200)


Laba Bersih            (4.000.000.000)     (26.010.497.034)     46.976.662.418     212.420.662.026     253.258.749.071

Kumulatif Laba
Bersih                 (4.000.000.000)     (30.010.497.034)     16.966.165.384     229.386.827.410     482.645.576.481


       Berdasarkan tabel proyeksi laporan keuangan VLS diatas dan sebagaimana dijelaskan
       dalam Advance Share Subscription Agreement bahwa Utang Lain – Lain Pemegang Saham
       memiliki tenggat konversi menjadi modal saham sampai dengan 8 Mei 2025.
       Berdasarkan kondisi ini, berikut adalah analisis kemampuan pembayaran Utang Lain –
       Lain Pemegang Saham oleh VLS pada tenggat waktu 8 Mei 2025:

       Dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS atas Peningkatan Modal VLS Melalui
       Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai dengan tenggat waktu 8 Mei 2025
       maka VLS tidak mampu untuk melakukan pembayaran kembali Utang Lain – Lain




                                                                                                      - 66 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 94
       Pemegang Saham karena VLS yang masih dalam tahap perencanaan dan pra-
       pengembangan. Kesimpulan ini mempertimbangkan:
         saldo Kas dan Setara Kas menurut Laporan Keuangan Interim VLS per 30
           September 2024 yang telah diaudit hanya sebesar Rp54.531.151.069;
         berdasarkan proyeksi keuangan VLS, pada tenggat 8 Mei 2025, VLS belum
           membukukan pendapatan, dimana sampai akhir tahun 2025, VLS masih
           membukukan kumulatif rugi bersih sebesar Rp30.010.497.034;
         VLS baru mulai mencatatkan kumulatif laba bersih pada tahun 2026 sebesar
           Rp16.966.165.384 untuk secara minimum bisa melakukan pembayaran Utang Lain
           – Lain Pemegang Saham secara parsial;
         VLS baru dapat membukukan kumulatif laba bersih sebesar Rp482.645.576.481
           pada tahun 2028 untuk dapat melunasi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang
           Saham sebesar Rp427.650.000.000.

      Namun berdasarkan Advance Shares Subscription Agreement, Perseroan dan SAI
      sepakat untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal
      saham. Selain itu, Perseroan sebagai pemegang saham pengendali dan SAI sebagai
      pemegang saham minoritas VLS memiliki kendali penuh atas VLS untuk memutuskan
      terjadinya konversi atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham
      dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS.

       Analisis Cash Management dan Financial Covenant Terkait Utang Lain – Lain Pemegang
       Saham

          Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan dibiayai dari kas
           internal Perseroan dan bukan bersumber dari pinjaman Perseroan dari pihak
           manapun, sehingga tidak terdapat kewajiban pembayaran pinjaman oleh Perseroan.
          Dalam Perjanjian Pembentukan JV yang sudah ditindaklanjuti dengan Advance Share
           Subscription Agreement, tidak terdapat pengaturan khusus terkait financial covenenat
           dikarenakan Perseroan merupakan pemegang saham pengendali dan SAI
           merupakan pemegang saham minoritas VLS yang memiliki kendali penuh atas VLS.

       Analisis Kelayakan Rencana Pengunaan Dana Terkait Utang Lain – Lain Pemegang
       Saham

          Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham dan Peningkatan Modal VLS
           Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sebagai satu rangkaian
           Rencana Transaksi memiliki tujuan penggunaan dana untuk pembelian tanah oleh
           VLS dari Perseroan dan selanjutnya dapat dikembangkan. Berdasarkan proyeksi
           keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi diperkirakan akan
           memperoleh laba bersih per tahun rata-rata lebih tinggi sebesar Rp 10.267.876.500.
          Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan dibiayai dari kas
           internal Perseroan dan bukan bersumber dari pinjaman Perseroan dari pihak
           manapun, sehingga tidak terdapat kewajiban pembayaran pinjaman oleh Perseroan.
          Berikut adalah tabel proyeksi laporan keuangan VLS periode tahun 2024 – 2028
           tanpa Rencana Transaksi:



                                                                                          - 67 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 95
Laporan Laba Rugi
                            2024               2025                2026                2027                2028
VLS
Pendapatan
Penjualan                             -                   -    248.065.713.699     758.074.943.261     884.709.888.016
Beban Pokok
Penjualan                             -                   -   (161.242.713.904)   (492.748.713.119)   (575.061.427.210)
Laba Kotor                            -                   -     86.822.999.794     265.326.230.141     309.648.460.806


Beban Penjualan                       -     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)     (8.676.299.534)
Beban Gaji Karyawan     (2.000.000.000)     (6.000.000.000)     (6.180.000.000)     (6.365.400.000)     (6.556.362.000)
Beban Umum &
Admin                   (2.000.000.000)     (4.000.000.000)     (4.120.000.000)     (4.243.600.000)     (4.370.908.000)


Laba Operasional        (4.000.000.000)    (18.676.299.534)     67.846.700.261     246.040.930.608     290.044.891.272


Beban Bunga                           -     (7.334.197.500)   (14.668.395.000)    (14.668.395.000)    (14.668.395.000)
Pajak Final                           -                   -    (6.201.642.842)    (18.951.873.582)     (22.117.747.200)


Laba Bersih             (4.000.000.000)    (26.010.497.034)     46.976.662.418     212.420.662.026     253.258.749.071

Kumulatif Laba
Bersih                  (4.000.000.000)    (30.010.497.034)     16.966.165.384     229.386.827.410     482.645.576.481


              Berdasarkan tabel proyeksi laporan keuangan VLS diatas dan sebagaimana
              dijelaskan dalam Advance Share Subscription Agreement bahwa Utang Lain – Lain
              Pemegang Saham memiliki tenggat konversi menjadi modal saham sampai dengan
              8 Mei 2025. Berdasarkan kondisi ini, berikut adalah analisis kemampuan
              pembayaran Utang Lain – Lain Pemegang Saham oleh VLS pada tenggat waktu 8
              Mei 2025:

              Dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS atas Peningkatan Modal VLS
              Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sampai dengan tenggat
              waktu 8 Mei 2025 maka VLS tidak mampu untuk melakukan pembayaran kembali
              Utang Lain – Lain Pemegang Saham karena VLS yang masih dalam tahap
              perencanaan dan pra-pengembangan. Kesimpulan ini mempertimbangkan:
                saldo Kas dan Setara Kas menurut Laporan Keuangan Interim VLS per 30
                  September 2024 yang telah diaudit hanya sebesar Rp54.531.151.069;
                berdasarkan proyeksi keuangan VLS, pada tenggat 8 Mei 2025, VLS belum
                  membukukan pendapatan, dimana sampai akhir tahun 2025, VLS masih
                  membukukan kumulatif rugi bersih sebesar Rp30.010.497.034;
                VLS baru mulai mencatatkan kumulatif laba bersih pada tahun 2026 sebesar
                  Rp16.966.165.384 untuk secara minimum bisa melakukan pembayaran Utang
                  Lain – Lain Pemegang Saham secara parsial;
                VLS baru dapat membukukan kumulatif laba bersih sebesar
                  Rp482.645.576.481 pada tahun 2028 untuk dapat melunasi seluruh Utang Lain
                  – Lain Pemegang Saham sebesar Rp427.650.000.000.

              Namun berdasarkan Advance Shares Subscription Agreement, Perseroan dan SAI
              sepakat untuk mengkonversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal
              saham. Selain itu, Perseroan sebagai pemegang saham pengendali dan SAI sebagai
              pemegang saham minoritas VLS memiliki kendali penuh atas VLS untuk
                                                                                                      - 68 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 96
           memutuskan terjadinya konversi atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi
           modal saham dalam hal tidak diperolehnya persetujuan RUPS.

      Analisis atas Jaminan Terkait Utang Lain – Lain Pemegang Saham

       Pemberian pinjaman tanpa adanya ketentuan pemberian jaminan, tidak memberikan
       dampak terhadap adanya resiko terkait pengembalian Utang Lain – Lain Pemegang
       Saham dikarenakan:
          Perseroan dan SAI sebagai pemegang saham VLS telah menyepakati dalam Advance
           Share Subscription Agreement bahwa pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham
           tersebut memiliki hak untuk dikonversi menjadi modal saham.
          Perseroan sebagai pemegang saham pengendali VLS dan SAI sebagai pemegang
           saham minoritas memiliki kendali penuh atas VLS untuk memutuskan terjadinya
           konversi atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham menjadi modal saham.

      Analisis Nilai Tambah Rencana Transaksi

       Utang Lain – Lain Pemegang Saham memberikan nilai tambah sebagai berikut:
       1. Memberikan kepastian atas komitmen investasi dan pemenuhan modal dari
          investor (SAI) sebagai pelaksanaan dari Perjanjian Pembentukan JV yang
          ditindaklanjuti dengan Advance Share Subscription Agreement.
       2. Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang diberikan tanpa bunga menyebabkan
          tidak perlu diakuinya beban bunga Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi SAI
          yang dibukukan oleh VLS.

       Peningkatan Modal Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham memberikan
       nilai tambah sebagai berikut:

      Berdasarkan proyeksi keuangan, Perseroan masih mampu menghasilkan pendapatan
      yang positif. Dengan demikian Rencana Transaksi yang dilakukan adalah wajar
      berdasarkan beberapa indikator dibawah ini:
           Proforma pendapatan Perseroan secara kumulatif dalam periode proyeksi 2024 -
            2028     dengan     melakukan     Rencana      Transaksi    adalah    sebesar
            Rp 4.098.403.037.532.
           Proforma laba bersih Perseroan secara kumulatif dalam periode proyeksi 2024 -
            2028 dengan melakukan Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 1.661.969.600.448.

       Rincian perhitungan atas angka proforma pendapatan dan laba bersih Perseroan secara
       kumulatif untuk proyeksi tahun 2024-2028 sebelum dan setelah dilakukan Rencana
       Transaksi adalah sebagai berikut:




                                                                                     - 69 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 97
        Proforma pendapatan dan laba bersih Perseroan secara kumulatif sebelum Rencana Transaksi:
              Keterangan            2024              2025              2026              2027                2028

         Pendapatan Perseroan    356.784.832.337   634.699.591.401   494.318.260.304   195.296.794.398    526.453.014.118

         Pendapatan VLS                        -                 -   248.065.713.699   758.074.943.261    884.709.888.016

         Kumulatif Pendapatan    356.784.832.337   634.699.591.401   742.383.974.003   953.371.737.658   1.411.162.902.134



         Laba Bersih Perseroan   143.323.516.552   290.591.079.644   270.956.889.795    56.987.948.015    366.125.207.460

         Laba Bersih VLS          -4.000.000.000   -26.010.497.034    46.976.662.418   212.420.662.026    253.258.749.071

         Kumulatif Laba
                                 139.323.516.552   264.580.582.610   317.933.552.213   269.408.610.041    619.383.956.531
         Bersih



        Proforma pendapatan dan laba bersih Perseroan secara kumulatif setelah Rencana Transaksi:
              Keterangan            2024              2025              2026              2027                2028

         Pendapatan Perseroan    356.784.832.337   634.699.591.401   494.318.260.304   195.296.794.398    526.453.014.118

         Pendapatan VLS                        -                 -   248.065.713.699   758.074.943.261    884.709.888.016

         Kumulatif Pendapatan    356.784.832.337   634.699.591.401   742.383.974.003   953.371.737.658   1.411.162.902.134



         Laba Bersih Perseroan   143.323.516.552   290.591.079.644   270.956.889.795    56.987.948.015    366.125.207.460

         Laba Bersih VLS          -4.000.000.000   -18.676.299.534    61.645.057.418   227.089.057.026    267.927.144.071

         Kumulatif Laba
                                 139.323.516.552   271.914.780.110   332.601.947.213   284.077.005.041    634.052.351.531
         Bersih



        Analisis Perubahan Laba Bersih VLS sebelum dan setelah Rencana Transaksi
        dari tahun 2024 sampai dengan 2028
        Proyeksi keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi mengasumsikan
        bahwa Utang Lain – Lain Pemegang Saham dapat dikonversikan menjadi modal
        saham berdasarkan persetujuan RUPS, sedangkan proyeksi keuangan Perseroan tanpa
        Rencana Transaksi mengasumsikan bahwa Utang Lain – Lain Pemegang Saham tidak
        dapat dikonversi menjadi modal saham sehingga Utang Lain - Lain Pemegang Saham
        akan dikembalikan (refundable) kepada Perseroan dan SAI berdasarkan Advance Share
        Subscription Agreement tertanggal 9 Mei 2024 antara Perseroan, SAI, dan VLS. Dalam
        hal ini, Perseroan dan SAI berkomitmen untuk tetap terus mengembangkan proyek
        dalam VLS sehingga pendanaan proyek akan dibiayai melalui pinjaman.

        Berdasarkan asumsi diatas, proyeksi keuangan Perseroan tanpa adanya Rencana
        Transaksi mempertimbangkan pembebanan biaya bunga pinjaman (financing cost)
        sebesar 7% p.a. Hal ini didasari bahwa pinjaman tersebut akan berasal dari Perseroan
        dan SAI sebagai pemegang saham VLS.

        Biaya Bunga pinjaman (financing cost) tersebut belum meberikan dampak pada tahun
        2024 dikarenakan Utang Lain – Lain Pemegang Saham tersebut pada tahun 2024 tidak
        berbunga sesuai dengan Advance Share Subscription Agreement tertanggal 9 Mei 2024.

                                                                                                                     - 70 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 98
        Dalam hal Utang Lain – Lain Pemegang Saham tidak dapat dikonversi menjadi modal
        saham, Utang Lain – Lain Pemegang Saham tersebut akan dikembalikan (refundable)
        kepada Perseroan dan SAI dan selanjutnya Perseroan dan SAI berkomitmen untuk
        tetap terus mengembangkan proyek dalam VLS dengan pendanaan yang akan dibiayai
        melalui pinjaman dari Perseroan dan SAI pada tahun 2025.

        Pemberian pinjaman dari Perseroan dan SAI tersebut kepada VLS akan memberikan
        dampak pada kumulatif laba bersih (Perseroan) tahun 2025 dengan nilai penurunan
        laba bersih sebesar Rp7,3 miliar dan tahun 2026 sampai dengan 2028 dengan masing-
        masing penurunan kumulatif laba bersih (Perseroan) sebesar Rp14,7 miliar.

        Berdasarkan asumsi dasar diatas, proyeksi keuangan Perseroan dengan Rencana
        Transaksi diperkirakan akan memperoleh laba bersih per tahun rata-rata lebih tinggi
        sebesar Rp 10.267.876.500,- jika dibandingkan dengan Proyeksi Keuangan Perseroan
        tanpa adanya Rencana Transaksi. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi financing cost bagi
        Perseroaan jika pendanaan dilakukan dengan modal saham (tidak perlu dilakukannya
        pengakuan beban bunga pinjaman yang berasal dari SAI pada saat dilakukan
        konsolidasi).

        Analisis Perubahan Laba Bersih VLS setelah Rencana Transaksi dari tahun
        2025 sampai dengan 2028
        Tahapan perencanaan, pra pengembangan, pembangunan fisik, serahterima dan
        pengakuan pendapatan akan direncanakan secara bertahap dapat dijelaskan sebagai
        berikut:

            PBG/IMB akan didapatkan dengan target 6 bulan setelah Izin Pemanfaatan
             Ruang (IPR) didapatkan. Dalam hal ini, IPR telah didapatkan pada tanggal 31
             Januari 2025, sehingga PBG/IMB ditargetkan akan didapat pada tanggal 31 Juli
             2025.
            Setelah didapatkannya PBG/IMB pada 31 Juli 2025, VLS akan mulai melakukan
             proses penjualan tahap pertama. Hasil pencapaian dari proses penjualan ini akan
             digunakan sebagai dasar acuan untuk menentukan skala dan besaran pembiayaan
             konstruksi fisik yang akan dikerjakan, sehingga VLS dapat mengatur pengeluaran
             untuk konstruksi fisik yang disesuaikan dengan pendapatan hasil penjualan untuk
             meminimalisir risiko arus kas. aRencananya, konstruksi fisik tahap pertama secara
             bertahap dapat dimulai dengan memakan waktu selama 12 bulan. Dalam hal ini,
             konstruksi fisik tahap pertama diperkirakan akan selesai secara bertahap dalam
             Q3 2026. Selama periode konstruksi fisik ini, VLS akan terus melakukan kegiatan
             pemasaran dan penjualan dengan target penjualan sebesar kurang lebih Rp248
             miliar untuk 143 unit.
            Setelah konstruksi fisik ditargetkan selesai secara bertahap dalam Q3 2026, proses
             serahterima tahap pertama akan dilakukan bertahap dan di estimasikan selesai di

                                                                                           - 71 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 99
             Q4 2026, dimana setelah serahterima bertahap dilakukan, VLS dapat
             membukukan pendapatan secara bertahap pula.
            Selanjutnya, untuk tahun 2027 dan 2028, VLS menargetkan pendapatan sebesar
             Rp758 miliar (437 unit) dan Rp885 miliar (510 unit). Siklus yang sama akan
             diterapkan oleh VLS, dimana realisasi penjualan tersebut akan menjadi acuan
             skala dan besarnya pembiayaan konstruksi fisik yang akan dikerjakan.

        Berdasarkan tahapan perencanaan diatas, analisa Perubahan Laba Bersih VLS sejak
        tahun 2024 sampai dengan 2028 adalah sebagai berikut:
        a. Pada tahun 2024 dan 2025, VLS masih dalam tahapan perencanaan, pra
           pengembangan dan konstruksi fisik. Proses konstruksi fisik tahap pertama baru
           dimulai pada kuartal ketiga tahun 2025, sedangkan pengakuan pendapatan baru
           dapat mulai diakui setelah dilakukannya serahterima secara bertahap yang
           ditargetkan akan selesai pada Q4 2026. Berdasarkan perencanaan ini, selama tahun
           2024 dan 2025, VLS masih mencatatkan rugi bersih masing-masing sebesar Rp4
           miliar dan Rp18,7 miliar.
             Rugi bersih tahun 2024 sebesar Rp4 miliar dikontribusikan seluruhnya dari biaya
             operasional.
             Rugi bersih tahun 2025 sebesar Rp18,7 miliar selain dikontribusikan oleh biaya
             operasional sebesar Rp10 miliar, juga berasal dari beban penjualan dan pemasaran
             sebesar Rp8,7 miliar seiring dengan dimulainya tahapan penjualan di Q3 2025.

        b. Laba bersih VLS pada tahun 2026 tercatat sebesar Rp61,6 miliar, meningkat
           Rp80,3 miliar dibandingkan dengan rugi bersih tahun 2025 sebesar (Rp18,7
           miliar). Peningkatan ini disebabkan oleh:
            pengakuan pendapatan dari penjualan setelah dilakukannya serah terima
               sebanyak 143 unit secara bertahap pada Q4 2026 yang berkontribusi terhadap
               peningkatan pendapatan sebesar Rp248 miliar (2025: Rpnihil);
            pengakuan beban pokok penjualan yang meningkat sebesar Rp161,2 miliar;
            peningkatan biaya operasional sebesar Rp0,3 miliar;
            pengakuan beban pajak seiring dengan dilakukan penjualan sebesar Rp6,2
               miliar.
             Sementara pada tahun 2025, VLS masih dalam tahap perencanaan dan
             pembangunan fisik, sebagaimana dijelaskan pada butir (a) diatas.

        c. Laba bersih VLS pada tahun 2027 tercatat sebesar Rp227,1 miliar, meningkat
           Rp165,5 miliar dibandingkan dengan laba bersih tahun 2026 yang sebesar Rp61,6
           miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh:
            pengakuan pendapatan dari penjualan setelah dilakukannya serah terima
               sebanyak 437 unit selama 2027 yang berkontribusi terhadap pendapatan
               sebesar Rp758 miliar (2026: Rp248 miliar) yang meningkat sebesar Rp510

                                                                                        - 72 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 100
                 miliar dikarenakan meningkatnya serah terima unit yang dilakukan sebanyak
                 294 unit (2026: 143 unit);
                pengakuan beban pokok penjualan sebesar Rp492,7 miliar (2026: Rp161,2
                 miliar) yang meningkat sebesar Rp331,5 miliar seiring dengan meningkatnya
                 serah terima unit yang dilakukan;
                peningkatan biaya operasional sebesar Rp0,3 miliar;
                peningkatan beban pajak seiring dengan peningkatan penjualan sebesar Rp12,7
                 miliar.

        d. Laba bersih VLS pada tahun 2028 tercatat sebesar Rp267,9 miliar, meningkat
           Rp40,8 miliar dibandingkan dengan laba bersih tahun 2027 yang sebesar Rp227,1
           miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh:
            pengakuan pendapatan dari penjualan setelah dilakukannya serah terima
               sebanyak 510 unit selama 2028 yang berkontribusi terhadap pendapatan
               sebesar Rp884,7 miliar (2027: Rp758 miliar) yang meningkat sebesar Rp126,6
               miliar dikarenakan meningkatnya serah terima unit yang dilakukan sebanyak
               73 unit (2027: 437 unit);
            pengakuan beban pokok penjualan sebesar Rp575,1 miliar (2027: Rp492,7
               miliar) yang meningkat sebesar Rp82,3 miliar seiring dengan meningkatnya
               serah terima unit yang dilakukan;
            peningkatan biaya operasional sebesar Rp0,3 miliar;
            peningkatan beban pajak seiring dengan dilakukan penjualan sebesar Rp3,2
               miliar.

       Analisis Atas Kewajaran Nilai Transaksi

       Analisis Kewajaran Harga Transaksi Utang Lain-lain Pemegang Saham

       Pemberian Utang Lain – Lain Pemegang Saham dari Perseroan kepada VLS yang
       dilakukan tanpa dikenakan bunga, merupakan transaksi pemberian pinjaman yang tidak
       umum/lazim jika dibandingkan dengan ketentuan pemberian pinjaman yang umumnya
       berlaku di pasar keuangan. Berdasarkan Advance Share Subscription Agreement, perbedaan
       ini terjadi karena sifat Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang:
           ditujukan semata – mata untuk dikonversi seluruhnya menjadi modal saham;
           bersifat jangka pendek; dan
           memberikan hak kepada Perseroan dan SAI (yang juga merupakan pemegang
            saham VLS) untuk mengkonversi seluruh Utang Lain – Lain Pemegang Saham
            menjadi modal saham.

       Selanjutnya, berdasarkan pendapat manajemen pemberian pinjaman tanpa dikenakan
       bunga menyebabkan tidak perlu diakuinya beban bunga Utang Lain – Lain pemegang
       Saham porsi SAI, dengan ulasan sebagai berikut:


                                                                                        - 73 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 101
        Utang Lain – Lain Pemegang Saham yang dilakukan tanpa adanya bunga menyebabkan
        VLS tidak mengakui beban bunga atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham, dimana
        jika hal ini terjadi, Perseroan sebagai pemilik 51% saham dalam VLS akan ikut
        menyerap/mengakui beban bunga VLS yang dikenakan oleh SAI tersebut. Terkait
        Utang Lain – Lain Pemegang Saham porsi Perseroan yang diberikan kepada VLS jika
        dikenakan bunga maka pengakuan pendapatan bunga yang dikenakan Perseroan
        tersebut akan tereliminasi dengan beban bunga porsi Perseroan yang diakui VLS.

       Analisis Kewajaran Harga Transaksi Terkait Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi
       Utang Lain – Lain Pemegang Saham

        Berdasarkan perbandingan harga Peningkatan Modal VLS Melalui Konversi Utang Lain
        – Lain Pemegang Saham dengan nilai pasar diketahui bahwa harga Peningkatan Modal
        VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sebesar Rp. 500.000 dan
        nilai pasar setelah stock split sebesar Rp 492.005, maka selisih harga Peningkatan Modal
        VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham sebesar 1,62% dari Nilai
        Pasar dan berada dalam batasan 7,5%, maka harga yang ditetapkan adalah wajar.

        Kesimpulan:
        Berdasarkan analisis atas Utang Lain – Lain Pemegang Saham dan Peningkatan Modal
        VLS Melalui Konversi Utang Lain – Lain Pemegang Saham Sebagai Satu Rangkaian
        Rencana Transaksi disimpulkan adalah WAJAR.

3.2    Distribusi Pendapat Kewajaran
       Pendapat kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Manajemen Perseroan dalam
       kaitannya dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau
       untuk kepentingan lain




                                                                                           - 74 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 102
LAMPIRAN 1: Rekening Koran PT Vasamty Land Sawangan periode 1-31 May 2024


Account Information > Transaction Inquiry



AksesBisnis@BTPN                                                               12 June 2024 12:03:02
              Value Date                 Transaction Date                                           Description   CCY   Debet                Credit
 08/05/2024                 08/05/2024                      Cr Bifast Incoming                                    IDR                             10,000,000.00
                                                            PAKUAN TBK PT PT. BANK CENTRAL ASIA
                                                            Tbk. setoran awal 20240508CENAIDJA 010O0122762923
                                                            982018615852
 15/05/2024                 15/05/2024                      12 Credit                                             IDR                        214,448,500,000.00
                                                            PT VASAMTY LAND SAWANGAN 0800300344 3-
                                                            001040515H200200 BPIAIDJA-0103000
                                                            8009 Samty Asia Inv FUND TRANSFER T O JV COMPANY
                                                            745546
 15/05/2024                 15/05/2024                      12 Credit                                             IDR                         23,000,000,000.00
                                                            PT VASAMTY LAND SAWANGAN 0800300344 3-240515010453
                                                            CENAIDJA-0063080788
                                                            PT PAKUAN TBK T TRANSFER DANA 745810
 15/05/2024                 15/05/2024                      Transfer SKN / RTGS 080040515H003790                  IDR   179,568,585,000.00

 15/05/2024                 15/05/2024                      Biaya SKN/RTGS 080040515H003790                       IDR            25,000.00

 15/05/2024                 15/05/2024                      08 Debit                                              IDR           257,095.00
                                                            Request Cheque Book Charge
 15/05/2024                 15/05/2024                      08 Debit                                              IDR            42,905.00
                                                            Request Cheque Book Tax Duty
 15/05/2024                 15/05/2024                      08 Debit                                              IDR           257,095.00
                                                            Request Cheque Book Charge
 15/05/2024                 15/05/2024                      08 Debit                                              IDR            42,905.00
                                                            Request Cheque Book Tax Duty
 15/05/2024                 15/05/2024                      12 Credit                                             IDR                        100,000,000,000.00
                                                            PT VASAMTY LAND SAWANGAN 0800300344 3-
                                                            0716421000604601 BMRIIDJA-1020008
                                                            999770 PAKUAN JL RA INVESTASI KE VA SAMTY
                                                            745989
 16/05/2024                 16/05/2024                      Transfer SKN / RTGS 080040516H003794                  IDR    16,503,500,000.00

 16/05/2024                 16/05/2024                      Biaya SKN/RTGS 080040516H003794                       IDR            25,000.00

 16/05/2024                 16/05/2024                      Transfer SKN / RTGS 080040516H003796                  IDR    86,897,915,000.00

 16/05/2024                 16/05/2024                      Biaya SKN/RTGS 080040516H003796                       IDR            25,000.00

 16/05/2024                 16/05/2024                      12 Credit                                             IDR                        100,201,500,000.00
                                                            PT VASAMTY LAND SAWANGAN 0800300344 3-
                                                            0716421000605001 BMRIIDJA-1020008
                                                            999770 PAKUAN JL RA INVESTASI KE VA SAMTY
                                                            746599




                                                                                                                                                                  - 75 -
 Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
 PT Pakuan Tbk.
Page 103
16/05/2024                16/05/2024                Transfer SKN / RTGS 080040516H003798                       IDR   100,000,000,000.00


16/05/2024                16/05/2024                Biaya SKN/RTGS 080040516H003798                            IDR            25,000.00


25/05/2024                25/05/2024                14 Commission/Fee                                          IDR            25,000.00

25/05/2024                25/05/2024                05 Bunga                                                   IDR                        17,793,644.00

25/05/2024                25/05/2024                13 Pajak                                                   IDR         3,558,729.00

29/05/2024                29/05/2024                Transfer SKN / RTGS 080040529H003912                       IDR        20,000,000.00


29/05/2024                29/05/2024                Biaya SKN/RTGS 080040529H003912                            IDR             2,900.00




Information

Account                                    08003003443 (VASAMTY LAND SAWANGA - VASAMTY LAND SAWANGA / )

Closing Balance                                                                            54,683,507,015.00

Start Date                                                                                      01 May 2024

End Date                                                                                        31 May 2024




                                                                                                                                                          - 76 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.
Page 104
Rekapitulasi Mutasi Rekening Koran PT Vasamty Land Sawangan periode 1-31 May 2024

                                                                                                                 Non Setoran Modal
                                    Deskripsi                    Bank Rp             Setoran Modal (Rp)                                       Keterangan
            Tanggal                                                                                                    (Rp)

                             Setoran awal Pembukaan
           8 Mei 2024         rekening VLS di Bank              10.000.000                                             10.000.000                 D
                              BTPN oleh Perseroan
                              Pengembalian setoran
                             modal tunai kepada SAI
                             serta Setoran Modal dan         214.448.500.000             4.900.000.000               209.548.500.000            A&C
           15 Mei 2024
                                Utang Lain – Lain
                              Pemegang Saham porsi
                                        SAI
                              Pengembalian setoran
                               modal tunai kepada
                             Perseroan serta Setoran          23.000.000.000             5.100.000.000               17.900.000.000             A&C
           15 Mei 2024
                             Modal dan Utang Lain –
                             Lain Pemegang Saham
                                 porsi Perseroan
                              Uang Muka Pembelian            (179.568.585.000)                                      (179.568.585.000)             B
           15 Mei 2024
                                     Tanah
                                Utang Lain – Lain
           15 Mei 2024        Pemegang Saham porsi           100.000.000.000                                         100.000.000.000              C
                                   Perseroan

           16 Mei 2024         Pembayaran BPHTB              (16.503.500.000)                                       (16.503.500.000)              B

                              Uang Muka Pembelian            (86.897.915.000)                                       (86.897.915.000)              B
           16 Mei 2024
                                    Tanah
                                Utang Lain – Lain
           16 Mei 2024        Pemegang Saham porsi           100.201.500.000                                         100.201.500.000              C
                                   Perseroan
                               Pelunasan Pembelian           (100.000.000.000)                                      (100.000.000.000)             B
           16 Mei 2024
                                      Tanah
                             Pendapatan Bunga Giro              14.234.915                                             14.234.915                 D
           25 Mei 2024
                                    Mei ‘24
                             Pengembalian Utang ke             (20.000.000)                                            (20.000.000)               D
           29 Mei 2024
                                  Perseroan
            Mei 2024         Biaya Admin Bulan Mei               (727.900)                                              (727.900)                 D

          A:Setoran Modal VLS dengan total nilai sebesar Rp10.000.000.000
          B: Pembelian Tanah dengan total nilai sebesar Rp382.974.000.000, dengan rincian (i) nilai jual beli tanah Rp330.150.000.000, (ii)
          PPN 11% Rp36.316.500.000, (iii) BPHTB Rp16.503.500.000
          C: Utang lain-lain pemegang saham dengan total nilai sebesar Rp427.650.000.000 dengan rincian Rp218.101.500.000 dari
          Perseroan dan Rp209.548.500.000 dari SAI
          D: Biaya dan pendapatan lain-lain




                                                                                                                                                           - 71 -
Revisi Laporan Kajian Pendapat Kewajaran
PT Pakuan Tbk.

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.44 MB
Published19 Mar 2025
Pages104
Characters319,930
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Vasamty Land Sawangan p.2 ×52
linked org Asia Investment p.3
linked person Erick Wihardja · Direktur Utama p.31 ×6
linked person Amir Abadi Jusuf p.34 ×3
linked person Petronella Maytea Lantio Simamora · Corporate Secretary p.36
linked org PT Sirius Surya Sentosa p.38
linked org Bhineka Abadi p.38
linked person Yoshihiro Kobi p.38 ×2
linked person Bonny Harry p.38 ×2
linked person Johan Yudhya Santosa p.38
linked person Aditya Wisnu Wardhana p.38 ×2
linked org BANK CENTRAL ASIA Tbk. p.102 ×2
possible org Pakuan Tbk. p.2 ×267
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×16
possible org Negara Republik Indonesia p.43
unresolved org PT VASAMTY LAND P ERHITUNGAN A TAS J p.1
unresolved org ANGUNAN PAKUAN TBK. p.1 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.2
unresolved org PT Vasamty Land Sawangan Melalui Konversi Utang Lain p.2 ×6
unresolved org Febriman Siregar dan Rekan p.2 ×5
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×4
unresolved org Febriman Siregar & Rekan p.2 ×2
unresolved person Msc. p.3
unresolved — MAPPI p.3
unresolved — Izin Bapepam-LK p.3
unresolved org Bapepam-LK p.3 ×4
unresolved org KJPP FSR p.3 ×15
unresolved org PT Samty Asia Investment p.3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Suharli p.7 ×8
unresolved org Sugiharto & Rekan p.7 ×12
unresolved person Akuntan Publik Riki Afrianof p.7 ×10
unresolved org PT Vasamty Land Sawangan. Berdasarkan Perjanjian Pembentukan JV p.7
unresolved org Bank Indonesia p.22 ×22
unresolved org Bank Persero Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan p.22 ×2
unresolved org Bank Campuran Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan p.22 ×2
unresolved org KJPP Febriman Siregar p.23 ×7
unresolved org Rekan Ir. Yohn PS Napitupulu p.23
unresolved org PENILAI KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.25
unresolved org Selanjutnya KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.26
unresolved person Penanggung Jawab Ir. Yohn PS Napitupulu p.27 ×4
unresolved person Penilai Yaumil Husna Khair p.27
unresolved org Samty Asia Investments PTE. LTD p.28 ×2
unresolved person Ungke Mulawanti SH. p.28 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.34 ×3
unresolved org Mawar & Rekan p.34 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris p.35
unresolved org Kantor Akuntan Publik Kosasih p.35 ×3
unresolved org Tjahjo & Rekan p.35 ×3
unresolved org Suharli p.37 ×2
unresolved org PT Bhineka Abadi Investama p.38
unresolved person Akta Notaris Ridwan Suselo p.43
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. Y.A. p.43
unresolved person Masdiana · Notaris p.43
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor No. AHU- p.43
unresolved org Kota Nusantara p.46 ×2
unresolved org Bank Indonesia Grafik p.47 ×5
unresolved org Bank Indonesia Perkembangan Pasokan Properti Komersial. Indeks Pasokan p.48
unresolved org Bank Indonesia Perkembangan Harga Properti Komersial. Meski p.50
unresolved — AJB Tanah p.56
unresolved org PT Lotte Land Indonesia p.63 ×3
unresolved org PT Lotte Land Sawangan p.63 ×5
unresolved org PT Diamond Development Sawangan p.63 ×3
unresolved org Bank Rp p.104

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 10919 ms 12 Sep 2026 22:53
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '1.62% -7.5% - +7.5%'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '1.62% -7.5% - +7.5%',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result