Skip to content
Back to announcement

20260629_MTWI_Informasi Transaksi Afiliasi_32105503_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review MTWI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 108

Page 1
     LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
          RENCANA TRANSAKSI
      PINJAMAN PEMEGANG SAHAM

PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK




  No. 00034/2.0113-03/BS/08/0340/1/VI/2026
            Tanggal : 24 Juni 2026




                                             1
Page 2
     LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
          RENCANA TRANSAKSI
      PINJAMAN PEMEGANG SAHAM

PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK




  No. 00034/2.0113-03/BS/08/0340/1/VI/2026
            Tanggal : 24 Juni 2026
Page 3
No. 00034/2.0113-03/BS/08/0340/1/VI/2026                           Bekasi, 24 Juni 2026
SURAT PENGANTAR
Kepada:
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Chase Plaza, Lantai 7
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21
Jakarta Selatan, 12920


Perihal: Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham


Dengan hormat,


KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah memiliki
perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik No. 2.12.0113 dan Surat
lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik
lndonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dengan Tanda Terdaftar No. KEP-282/KS.13/2026.


Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja No. 0042/SPK/MSE-03/ES/V/2026, tanggal 29 Mei 2026,
kami telah melaksanakan Penilaian untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (atau
selanjutnya disebut “BPII”) kepada PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (atau
selanjutnya disebut “Perseroan” atau “MTWI”) seperti yang tertuang dalam laporan ini.


Latar Belakang


MTWI berencana melakukan Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII untuk memperkuat
posisi keuangan serta mendukung pengembangan usahanya. MTWI dan BPII merupakan
perusahaan terafiliasi, yang mana BPII merupakan pemegang saham pengendali MTWI yang
memiliki saham secara langsung sebanyak 85,90% dari seluruh saham yang disetor dan
ditempatkan pada MTWI.


Nilai Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII adalah sebanyak-banyaknya
sebesar Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah). Nilai dari Rencana Transaksi
tersebut adalah 19,60% terhadap jumlah ekuitas MTWI yang sebesar Rp408.116.853.916,-
(Empat Ratus Delapan Miliar Seratus Enam Belas Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu
Sembilan Ratus Enam Belas Rupiah) berdasarkan Laporan Keuangan Audit MTWI per 31
Desember 2025.


Rencana Transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi
sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia



                                                                                           iii
Page 4
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
          Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut “Peraturan No. 42/POJK.04/2020”) karena
          dilakukan dengan pihak yang merupakan pihak terafiliasi dengan MTWI. Namun, Rencana
          Transaksi tidak memenuhi ketentuan terkait transaksi material sebagaimana didefinisikan
          dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal
          20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut
          “Peraturan No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai rencana transaksi kurang dari 20% dari ekuitas
          MTWI per 31 Desember 2025.


          Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


          Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dengan Laporan
          No. 00034/2.0113-03/BS/08/0340/1/VI/2025, tanggal 24 Juni 2026.


          Tanggal Penilaian


          Tanggal Penilaian dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 31 Desember 2025.


          Objek Penilaian


          Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Rencana Transaksi Pinjaman
          Pemegang saham dari BPII kepada MTWI sebanyak-banyaknya sebesar Rp80.000.000.000,-
          (Delapan Puluh Miliar Rupiah).


          Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran


          Maksud dan tujuan dari laporan Pendapat Kewajaran ini adalah pemberian Pendapat
          Kewajaran atas Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII kepada MTWI
          sebanyak-banyaknya sebesar Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah).


          Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada Peraturan OJK
          No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020 tentang Pedoman
          Penilaian    dan     Penyajian      Laporan     Penilaian    Usaha      di    Pasar     Modal,
          Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
          Usaha, serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-
          2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).


          Pendekatan dan Metode


          Sesuai dengan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020, pendekatan dan metode yang
          digunakan adalah sebagai berikut.
          1) Besaran dana objek transaksi;
          2) Dampak keuangan dari transaksi;



                                                                                                       iv
Page 5
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          3) Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen;
          4) Analisis pengaruh transaksi keuangan perusahaan;
          5) Identifikasi dan hubungan antara pihak;
          6) Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
          7) Analisis likuiditas;
          8) Analisis manfaat dan risiko;
          9) Analisis kualitatif:
              a. Riwayat perusahaan yaitu riwayat transaksi dan sifat kegiatan usaha;
              b. Analisis industri dan bisnis;
              c. Analisis operasional dan prospek perusahaan;
              d. Analisis alasan dan latar belakang manajemen;
              e. Keuntungan dan kerugian;
              f. Analisis dampak leverage;
              g. Analisis dampak likuiditas; dan
              h. Analisis dampak keuangan perusahaan jika proyek yang dibiayai oleh dana hasil
                 transaksi tersebut mengalami kegagalan.
          10) Analisis kuantitatif;
              a. Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan perusahaan,
                 termasuk:
                 1. Penilaian kinerja historis;
                 2. Penilaian atas proyeksi keuangan;
                 3. Analisis rasio keuangan;
                 4. Analisis keuangan baik sebelum maupun setelah transaksi;
                 5. Analisis atas kemampuan perusahaan sampai saat jatuh tempo; dan
                 6. Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi.
              b. Analisis Yield;
              c. Melakukan analisis inkremental (incremental analysis):
                  1. Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi,
                     termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan;
                  2. Biaya atau pendapatan yang relevan; dan
                  3. Informasi non keuangan yang relevan.
              d. Melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur keuntungan dan
                 kerugian dari transaksi, jika diperlukan.
              e. Analisis kelayakan rencana penggunaan dana dan jaminan atas transaksi antara lain:
                 1. Analisis kelayakan investasi;
                 2. Analisis kelayakan pelunasan utang; dan
                 3. Analisis atas faktor lain yang relevan.
          11) Analisis atas jaminan.


          Asumsi dan Kondisi Pembatas


          Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini
          adalah sebagai berikut.



                                                                                                         v
Page 6
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          • Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
          • Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
               Pendapat Kewajaran.
          • Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi
               yang disediakan oleh MTWI atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
               publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.
          • Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk
               periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan tahun 2030 yang telah disesuaikan yang
               mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh MTWI dengan kemampuan
               pencapaiannya (fiduciary duty).
          • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
               yang telah disesuaikan.
          • Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
               rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional MTWI.
          • Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan yang
               dihasilkan.
          • Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari
               pemberi tugas.


          Kejadian Setelah Tanggal Penilaian


          Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, terdapat kejadian penting yang diketahui setelah
          tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan penilaian.


          Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 2, tanggal 3 Juni 2026, dari Notaris Gatot
          Widodo, S.E., S.H., M.Kn., yang telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
          Hukum oleh Menteri Hukum Republik Indonesia melalui surat No. AHU-AH.01.09-0333654,
          tanggal 15 Juni 2026, MTWI menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris menjadi
          sebagai berikut.


          Komisaris utama                        : Ilham Akbar Habibie
          Komisaris independen                   : Suwarna
          Komisaris independen                   : Aries Setiawan Rusli


          Atas adanya kejadian penting/perubahan susunan kepengurusan ini, tidak terdapat dampak
          material, afiliasi, maupun benturan kepentingan yang berkaitan dengan Rencana Transaksi.


          Kesimpulan


          A.    Analisis Transaksi


                Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi antara lain:




                                                                                                     vi
Page 7
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




              a. MTWI sebagai pihak penerima pinjaman

                 Nama Perusahaan          : PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI)


                 Alamat                   : Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta
                                           Selatan


                 Telepon                  : 021–2598 9830


                 Email / Website          : corsec@mtwi.co.id / www.mtwi.co.id


                 Kegiatan usaha           : Asuransi Umum


                 Susunan                  : Komisaris Utama               : Ilham Akbar Habibie
                 Komisaris      dan        Komisaris                      : Markus Dinarto Pranoto
                 Direksi                   Komisaris Independen           : Suwarna
                                           Komisaris Independen           : Aries Setiawan Rusli
                                           Direktur Utama                 : Vientje Harijanto
                                           Direktur                       : Harjanto
                                           Direktur                       : Iis Syarifuddin
                                           Direktur                       : Rinto Cokrolukito


                 Susunan                  : PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk      : 85,90%
                 Pemegang Saham            Vientje Harijanto (Direktur Utama)             : 4,99%
                                           Harjanto (Direktur)                            : 1,27%
                                           Iis Syarifuddin (Direktur)                     : 0,11%
                                           Masyarakat dengan kepemilikan < 5%
                                             Lokal                                        : 4,64%
                                             Asing                                        : 3,09%

              b. BPII sebagai pihak pemberi pinjaman.

                  Nama Perusahaan          : PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII)


                  Alamat                   : Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta
                                            Selatan


                  Telepon                  : 021-5200180


                  Email / Website          : corsec@bpii.co.id / www.bpinternasional.com


                  Kegiatan usaha           : Holding company / Aktivitas konsultasi manajemen lainnya




                                                                                                          vii
Page 8
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                  Susunan Komisaris       : Komisaris Utama              : Irena Istary Iskandar
                  dan Direksi              Komisaris                     : Rudy Johansen
                                           Komisaris Independen          : Paulin Angeline
                                           Direktur Utama                : Rudi Setiadi Tjahjono
                                           Direktur                      : Luo Xude


                  Susunan                 : Malacca Trust Pte Ltd Singapura     : 89,86%
                  Pemegang Saham           Rudy Johansen (Komisaris)            : 0,02%
                                           Masyarakat                           : 10,12%


              Berdasarkan Peraturan No. 42/POJK.04/2020, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas
              dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali
              dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
              komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau
              transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
              kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota
              dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.


              Dengan demikian, Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
              dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat bahwa BPII merupakan
              pemegang saham pengendali MTWI dengan persentase kepemilikan saham per 31
              Desember 2025 sebesar 85,90%. Namun, Rencana Transaksi ini bukan merupakan
              transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
              Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 karena tidak terdapat perbedaan antara kepentingan
              ekonomis Perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota
              Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau pengendali yang dapat merugikan
              Perusahaan.


              Dari sisi materialitas Rencana Transaksi, berdasarkan Laporan Keuangan Audit MTWI per
              31 Desember 2025, total ekuitas MTWI adalah sebesar Rp408.116.853.916,- (Empat
              Ratus Delapan Miliar Seratus Enam Belas Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu
              Sembilan Ratus Enam Belas Rupiah). Sementara itu, berdasarkan draft Perjanjian Pinjaman
              Pemegang Saham antara MTWI dengan BPII (atau selanjutnya disebut “Perjanjian
              Pinjaman”), diketahui bahwa nilai Rencana Transaksi adalah sebanyak-banyaknya sebesar
              Rp80.000.000.000,- (Delapan        Puluh   Miliar   Rupiah). Sehingga,   diketahui bahwa
              persentase nilai transaksi terhadap ekuitas MTWI per 31 Desember 2025 adalah sebesar
              19,60%.


              Berdasarkan Peraturan No. 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan
              Kegiatan Usaha Utama, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila
              nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dengan
              demikian, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material sesuai dengan Peraturan
              No. 17/POJK.04/2020.



                                                                                                    viii
Page 9
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          B.   Analisis Kualitatif


               Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah untuk memperkuat posisi keuangan serta
               mendukung pengembangan usaha MTWI.


               Dari sisi kualitatif, pelaksanaan Rencana Transaksi memberikan keuntungan strategis
               bagi stabilitas operasional MTWI. Dengan adanya dukungan dana dari BPII selaku induk
               usaha, MTWI dapat memperkokoh posisi keuangan secara instan tanpa perlu menghadapi
               proses/birokrasi pinjam meminjam yang rumit dengan pihak lain. Penguatan posisi
               keuangan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas MTWI dalam menanggung risiko
               asuransi yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan
               nasabah/pelanggan, mitra bisnis, serta regulator. Sementara itu, bagi BPII, keuntungan
               kualitatif tercermin pada terjaganya nilai investasi operasional dan keberlangsungan
               bisnis anak perusahaan.


               Sementara itu, meskipun Rencana Transaksi bersifat efisien dan tidak material, terdapat
               kemungkinan kerugian atau risiko yang bersifat kualitatif yang perlu diantisipasi, seperti
               ketergantungan finansial yang tinggi terhadap induk usaha yang menyebabkan
               berkurangnya fleksibilitas MTWI dalam mencari alternatif pendanaan eksternal yang lebih
               independen di masa depan.


          C.   Analisis Kuantitatif


               Berdasarkan analisis inkremental yang dilakukan dengan membandingkan proyeksi tanpa
               dilakukannya transaksi dan proyeksi dengan dilakukannya transaksi atas Rencana
               Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII, pada tahun awal proyeksi 2026, Rencana
               Transaksi diperkirakan akan memberikan nilai tambah bersih terhadap total aset sebesar
               Rp77,78 miliar, yang utamanya diperoleh dari penempatan investasi pada deposito
               berjangka. Namun, inkremental aset mencatatkan nilai negatif untuk tahun-tahun
               selanjutnya secara konsisten hingga tahun 2034 mencapai negatif Rp4,10 miliar. Meski
               demikian, nilai negatif inkremental ini secara akumulatif tidak lebih besar daripada nilai
               tambah yang diperoleh dari penempatan investasi pada deposito berjangka pada awal
               tahun periode proyeksi.


               Berdasarkan analisis dampak leverage, terdapat kenaikan pada rasio leverage antara
               tanpa dan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, dimana tanpa transaksi rata-rata
               DER adalah sebesar 519,97% sedangkan dengan transaksi menjadi 522,72%. Rata-rata
               DAR juga mengalami sedikit peningkatan dari tanpa dilaksanakannya transaksi yaitu
               sebesar 83,61%, sedangkan dengan transaksi menjadi sebesar 83,66%. Rata-rata rasio
               DER dan DAR tersebut mengindikasikan solvabilitas yang lebih tinggi, sehingga masih
               terdapat peningkatan risiko keuangan perusahaan yang tinggi setelah transaksi.
               Kemampuan MTWI untuk melunasi liabilitasnya dengan aset yang dimiliki memang akan
               menjadi lebih terbebani setelah transaksi, sehingga solvabilitasnya menurun, namun



                                                                                                       ix
Page 10
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




               MTWI tetap berada dalam posisi yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka
               panjangnya.


               Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, rasio likuiditas lebih tinggi
               bila dibandingkan dengan kondisi historisnya, yakni rata-rata historis adalah sebesar
               119,80%, sedangkan rata-rata proyeksi adalah sebesar 144,45%. Hal ini menunjukkan
               peningkatan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya.


               Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa dengan dilakukannya transaksi
               diperoleh kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:


               • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                 IRR yang dihasilkan adalah sebesar 25,57% yang berarti di atas tingkat discount rate
                 yang sebesar 7,23%.


               • Net Present Value ( NPV ) > 0 → Layak
                 NPV     yang    dihasilkan   menunjukkan     angka    yang    positif   yaitu   sebesar
                 Rp785.756.230.000,-.


               • Profitability Index ( PI ) > 1 → Layak
                 PI yang diperoleh adalah sebesar 1,78582 yang berarti lebih besar dari 1.


               • Payback Period ( PP )
                 PP akan diperoleh dalam waktu 5 tahun dan 2 bulan.

          D.   Analisis atas Jaminan


               Berdasarkan informasi dari manajemen MTWI, diperoleh informasi bahwa peminjaman
               dana akan dilakukan tanpa jaminan.


          E.   Analisis Kewajaran Transaksi


               Dari sisi analisis transaksi, kami berpendapat bahwa transaksi yang akan dilakukan
               bersifat wajar. Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
               dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat bahwa BPII merupakan pemegang
               saham pengendali MTWI dengan persentase kepemilikan saham per 31 Desember 2025
               sebesar 85,90%. Namun, Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi yang
               mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
               No. 42/POJK.04/2020 karena tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis
               Perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
               Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau pengendali yang dapat merugikan Perusahaan.
               Selain itu, Rencana Transaksi tidak memenuhi kriteria Transaksi Material sesuai Peraturan
               No. 17/POJK.04/2020 karena transaksi tidak lebih dari ambang batas 20% ekuitas



                                                                                                      x
Page 11
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




              Perseroan, atau hanya sebesar 19,60%. Dari sisi perjanjian pinjaman, Rencana Transaksi
              dinilai bersifat wajar (arm’s length), yang tercermin dari pengenaan suku bunga
              kompetitif sebesar 10,00% per tahun yang disesuaikan dengan indikasi suku bunga pasar
              yang berlaku. Meskipun transaksi akan dilakukan tanpa jaminan, dalam perjanjian
              ditegaskan mengenai komitmen penyelesaian kewajiban menjadi prioritas utama bagi
              MTWI yang harus melunasi fasilitas pinjaman dalam jangka waktu satu tahun.


              Dari sisi analisis kualitatif, kami berpendapat bahwa pertimbangan manajemen dalam
              melakukan Rencana Transaksi adalah wajar karena pelaksanaan Rencana Transaksi
              memberikan keuntungan strategis bagi stabilitas operasional MTWI. Dengan adanya
              dukungan dana dari BPII selaku induk usaha, MTWI dapat memperkokoh posisi keuangan
              secara instan tanpa perlu menghadapi proses/birokrasi pinjam meminjam yang rumit
              dengan pihak lain. Penguatan posisi keuangan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas
              MTWI dalam menanggung risiko asuransi yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan
              kredibilitas dan kepercayaan nasabah/pelanggan, mitra bisnis, serta regulator. Sementara
              itu, bagi BPII, keuntungan kualitatif tercermin pada terjaganya nilai investasi operasional
              dan keberlangsungan bisnis anak perusahaan. Namun, terdapat potensi kerugian
              kualitatif seperti ketergantungan finansial yang tinggi terhadap induk usaha yang
              menyebabkan berkurangnya fleksibilitas MTWI dalam mencari alternatif pendanaan
              eksternal yang lebih independen di masa depan.


              Dari sisi kuantitatif, kami berpendapat bahwa seluruh dampak keuangan dan parameter
              proyeksi yang dihasilkan adalah wajar. Berdasarkan analisis inkremental, Rencana
              Transaksi diperkirakan akan memberikan nilai tambah bersih terhadap total aset sebesar
              Rp77,78 miliar, yang utamanya diperoleh dari penempatan investasi pada deposito
              berjangka. Namun, inkremental aset mencatatkan nilai negatif untuk tahun-tahun
              selanjutnya secara konsisten hingga tahun 2034 mencapai negatif Rp4,10 miliar. Meski
              demikian, nilai negatif inkremental ini secara akumulatif tidak lebih besar daripada nilai
              tambah yang diperoleh dari penempatan investasi pada deposito berjangka pada awal
              tahun periode proyeksi. Kelayakan kuantitatif ini didukung secara mutlak oleh indikator
              kelayakan investasi yang melampaui parameter layak, dengan nilai IRR sebesar 25,57% di
              atas discount rate 7,23%, NPV positif senilai Rp785.756.230.000,-, Profitability Index (PI)
              sebesar 1,78582 (lebih besar dari 1), serta Payback Period (PP) selama 5 tahun 2 bulan.


              Dari sisi analisis atas faktor lain yang relevan, kami berpendapat bahwa faktor non-
              keuangan yang melandasi transaksi ini adalah wajar, dimana dana pinjaman yang
              diperuntukkan dan dipergunakan untuk memperkuat posisi keuangan dan mendukung
              pengembangan usaha akan ditempatkan dalam instrumen deposito berjangka dan
              portofolio efek yang aman serta likuid. Penempatan ini berfungsi untuk menghasilkan
              pendapatan investasi neto (yield) yang dapat memitigasi atau memperkecil dampak biaya
              bunga pinjaman. Dengan posisi keuangan yang lebih kokoh, Perseroan akan memiliki
              fleksibilitas dan kredibilitas yang lebih tinggi untuk melakukan pengembangan usaha.




                                                                                                       xi
Page 12
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          F.   Analisis Faktor-Faktor Lain yang Relevan


               Dana dari Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dengan nilai pokok pinjaman
               sebanyak-banyaknya         sebesar   Rp80.000.000.000,-        akan       diperuntukkan           dan
               dipergunakan untuk memperkuat posisi keuangan dan mendukung pengembangan usaha
               dengan cara termasuk namun tidak terbatas pada menempatkan sebagian dana dalam
               instrumen deposito berjangka dan portofolio efek yang aman serta likuid. Penempatan
               ini berfungsi sebagai bantalan likuiditas yang kuat sehingga menghasilkan pendapatan
               investasi neto (yield) yang dapat memitigasi atau memperkecil dampak biaya bunga
               pinjaman sebesar 10%. Dengan posisi keuangan yang lebih kokoh, Perseroan akan
               memiliki fleksibilitas dan kredibilitas yang lebih tinggi untuk melakukan pengembangan
               usaha, memperbesar kapasitas penutupan premi (underwriting), serta mendorong
               pertumbuhan bisnis asuransi umum secara berkelanjutan.


          Pendapat Mengenai Kewajaran Transaksi

          Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas
          Rencana Transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor lain yang relevan,
          maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII
          kepada MTWI adalah Wajar.

          Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
          material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
          pada perubahan kondisi, baik secara internal maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan
          perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-peraturan
          pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat
          Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini
          dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan mengenai
          kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.

          Hormat kami,
          KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




          Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)
          Rekan                                                     Digitally signed by Endang Sunardi
                                                                    DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
          MAPPI                  : No. 09-S-02341                   Endang dan Rekan,
                                                                    email=syarifendangdanrekan@gmail.com
          Izin Penilai Publik    : No. B-1.12.00340
          Klasifikasi Izin       : Penilaian Bisnis
          Register               : No. RMK-2017.00303
          Terdaftar OJK          : No. KEP-282/KS.13/2026


                                                                                                                  xii
Page 13
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                            PERNYATAAN PENILAI


           Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di
           bawah ini menyatakan bahwa:


           1.   Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara
                independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan MTWI, dan pihak-pihak
                yang terkait dengan rencana transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
                keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
                kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
                mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
                pendapat yang dihasilkan dari proses analisis pendapat kewajaran ini dan kami hanya
                menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK)
                No. 0042/SPK/MSE-03/ES/V/2026, tanggal 29 Mei 2026;
           2.   Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
                dengan benar;
           3.   Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan
                Pendapat kewajaran;
           4.   Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
                Pendapat Kewajaran;
           5.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
                Pendapat Kewajaran;
           6.   Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
                pembatas;
           7.   Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai
                sumber yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
           8.   Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
                Republik    Indonesia   No. 35/POJK.04/2020,   SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020,     POJK
                No. 17/POJK.04/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
                (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
                (MAPPI).
           9.   Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
                diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah; dan
           10. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
                bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.




                                                                                                  xiii
Page 14
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
          penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
          penilaian yang baik.


          No. Nama                                                  Tugas          Tanda Tangan




           1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)       Penanggung Jawab   (.......................)
               MAPPI               : No. 09-S-02341
               Izin Penilai        : No. B-1.12.00340
               Klasifikasi Izin    : Penilaian Bisnis
               Register            : No. RMK-2017.00303
               Terdaftar OJK       : No. KEP-282/KS.13/2026




           2. Meilindra Indriani, S.Si.                           Reviewer       (........................)
               MAPPI               : No. 14-T-05006
               Register            : No. RMK-2017.01002




           3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.                     Staf Penilai    (........................)
               MAPPI               : No. 09-P-02398
               Register            : No. RMK-2021.03694




           4. Rachellina Noor Al Maghfira, S.Si., M.Ec.Dev.    Tenaga Inspeksi   (........................)
               MAPPI               : No. 22-P-11570




                                                                                                     xiv
Page 15
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                                                  DAFTAR ISI

          SURAT PENGANTAR ........................................................................................................ iii
          PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................... xiii
          DAFTAR ISI .....................................................................................................................xv
          DAFTAR TABEL ............................................................................................................. xvii
          DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ xviii
          1         PENDAHULUAN .................................................................................................... 1
          1.1       Latar Belakang ..................................................................................................... 1
          1.2       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................ 1
          1.3       Tanggal Penilaian ................................................................................................ 2
          1.4       Identifikasi Status Penilai ..................................................................................... 2
          1.5       Identitas Pemberi Tugas ...................................................................................... 2
          1.6       Identitas Pengguna Laporan ................................................................................ 2
          1.7       Objek Penilaian .................................................................................................... 3
          1.8       Jenis Mata Uang yang digunakan ......................................................................... 3
          1.9       Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran............................................ 3
          1.10      Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................ 3
          1.11      Benturan Kepentingan Atas Rencana Transaksi .................................................... 4
          1.12      Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan .................................................... 4
          1.13      Ruang Lingkup Penilaian ...................................................................................... 6
          1.14      Pendekatan dan Metode ...................................................................................... 6
          1.15      Asumsi dan Kondisi Pembatas ............................................................................. 7
          1.16      Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi ...................................................... 8
          1.17      Konfirmasi bahwa Penilaian telah Dilakukan berdasarkan SPI .............................. 8
          1.18      Kejadian Setelah Tanggal Penilaian ...................................................................... 8
          2         ANALISIS TRANSAKSI .......................................................................................... 10
          2.1       Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ........................... 10
          2.2       Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi ........................................... 10
          2.3       Hubungan Pihak yang Melakukan Transaksi ...................................................... 11
          2.4       Materialitas Nilai Transaksi ................................................................................ 13
          2.5       Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi .............. 13
          2.6       Manfaat dan Risiko Atas Rencana Transaksi ...................................................... 14
          2.7       Analisis Kelayakan Penggunaan Dana Atas Transaksi ........................................ 15
          3         ANALISIS KUALITATIF ......................................................................................... 16
          3.1       Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha .................................................... 16
          3.2       Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana ........................................................ 18
          3.3       Analisis Industri dan Bisnis ................................................................................ 18
          3.3.1     Tinjauan Makro Ekonomi ................................................................................... 18
          3.3.2     Kondisi Industri ................................................................................................. 24
          3.4       Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan ................................................... 34
          3.5       Alasan dan Latar Belakang Transaksi ................................................................. 35
          3.6       Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ............................................. 35


                                                                                                                                          xv
Page 16
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          3.7     Analisis Dampak Leverage pada Keuangan ........................................................ 35
          3.8     Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan .................................... 36
          4       ANALISIS KUANTITATIF ...................................................................................... 38
          4.1     Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
                  Perusahaan ........................................................................................................ 38
          4.1.1   Penilaian Kinerja Historis ................................................................................... 38
          4.1.2   Penilaian Arus Kas ............................................................................................. 48
          4.1.3   Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ...................................................................... 51
          4.1.4   Analisis Rasio Keuangan .................................................................................... 57
          4.1.5   Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan
                  Setelah Transaksi Dilakukan .............................................................................. 62
          4.1.6   Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Transaksi .................. 67
          4.1.7   Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi ...... 68
          4.1.8   Analisis Tingkat Suku Bunga .............................................................................. 68
          4.2     Analisis Inkremental .......................................................................................... 68
          4.2.1   Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ................. 68
          4.2.2   Biaya atau Pendapatan yang Relevan.................................................................. 73
          4.2.3   Informasi Non Keuangan yang Relevan .............................................................. 73
          4.3     Analisis Kelayakan ............................................................................................. 74
          4.4     Analisis Sensitivitas ........................................................................................... 78
          5       ANALISIS ATAS JAMINAN .................................................................................... 79
          6       ANALISIS KEWAJARAN TRANSAKSI ...................................................................... 80
          7       ANALISIS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ............................................................. 82
          8       KESIMPULAN PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI ............................. 83
          9       KUALIFIKASI PENILAI USAHA ............................................................................... 84




                                                                                                                                     xvi
Page 17
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                                              DAFTAR TABEL

          Tabel 1 Hubungan Pihak yang Bertransaksi ......................................................................... 12
          Tabel 2 Nilai Transaksi Material ........................................................................................... 13
          Tabel 3 Susunan Pemegang Saham MTWI ............................................................................ 17
          Tabel 4 Pertumbuhan PDB Dunia ......................................................................................... 18
          Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ................... 19
          Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ............ 20
          Tabel 7 Neraca Pembayaran Indonesia ................................................................................. 21
          Tabel 8 PDB ADHB dan HK 2010 Menurut Lapangan Usaha (triliun rupiah) .......................... 25
          Tabel 9 Penetrasi dan Densitas Asuransi Indonesia, 2021—2025 ........................................ 26
          Tabel 10 Indikator Keuangan Asuransi 2024—2025 (Miliar Rupiah) .................................... 26
          Tabel 11 Rasio Asuransi Umum dan Reasuransi, 2023—2025 ............................................. 28
          Tabel 12 Instrumen Investasi Asuransi Umum & Reasuransi ................................................ 29
          Tabel 13 Premi dan Klaim Asuransi Umum, 2024—2025 (Miliar Rupiah) ............................. 30
          Tabel 14 Proyeksi Leverage Ratio Tanpa Dilaksanakannya Transaksi (%) .............................. 36
          Tabel 15 Proyeksi Leverage Ratio dengan Dilaksanakannya Transaksi (%) ............................ 36
          Tabel 16 Rasio Likuiditas Historis ........................................................................................ 36
          Tabel 17 Proyeksi Rasio Likuiditas ....................................................................................... 37
          Tabel 18 Kinerja Posisi Keuangan (Aset) MTWI (Rp.000) ...................................................... 38
          Tabel 19 Kinerja Posisi Keuangan (Liabilitas dan Ekuitas) MTWI (Rp.000) ............................ 40
          Tabel 20 Kinerja Laba Rugi MTWI (Rp.000) .......................................................................... 43
          Tabel 21 Rasio Keuangan .................................................................................................... 46
          Tabel 22 Arus Kas MTWI (Rp.000) ........................................................................................ 49
          Tabel 23 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Adanya Transaksi (Rp.000) ............................... 51
          Tabel 24 Proyeksi Laba Rugi dengan Adanya Transaksi (Rp.000) ......................................... 55
          Tabel 25 Rasio Keuangan .................................................................................................... 57
          Tabel 26 Laporan Proforma Posisi Keuangan Konsolidasian ................................................ 62
          Tabel 27 Proyeksi Kas Terkait dengan Kemampuan Melunasi Utang (Rp.000) ...................... 67
          Tabel 28 Inkremental Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................. 68
          Tabel 29 Inkremental Laba Rugi (Rp.000) ............................................................................ 71
          Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000) ..................................................................................... 74
          Tabel 31 Perhitungan IRR .................................................................................................... 75
          Tabel 32 Perhitungan PI ....................................................................................................... 76
          Tabel 33 Perhitungan PP ...................................................................................................... 76
          Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ....................................................................... 76




                                                                                                                                       xvii
Page 18
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                                          DAFTAR GAMBAR

          Gambar 1 Struktur Kepemilikan Saham MTWI .................................................................... 12
          Gambar 2 Struktur Kepemilikan Saham BPII ....................................................................... 12
          Gambar 3 Grafik Inflasi Global ........................................................................................... 19
          Gambar 4 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2025 ..................................... 20
          Gambar 5 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................... 21
          Gambar 6 Grafik Aliran Modal Asing.................................................................................. 22
          Gambar 7 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................... 22
          Gambar 8 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara Berkembang ... 23
          Gambar 9 Grafik Inflasi IHK dan Komponen....................................................................... 23
          Gambar 10 Inflasi IHK Provinsi .......................................................................................... 24
          Gambar 11 Pertumbuhan Premi dan Klaim Asuransi Umum Q4 2025 ................................ 26
          Gambar 12 Aset dan Liabilitas Asuransi 2021—2025 ........................................................ 28
          Gambar 13 Grafik Rasio Klaim Asuransi Umum per Lini Usaha, 2024 & 2025 ................... 31
          Gambar 14 Pangsa Pasar dan Kontribusi Klaim Asuransi Umum ........................................ 33
          Gambar 15 Analisis Sensitivitas ......................................................................................... 78




                                                                                                                                 xviii
Page 19
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          1      PENDAHULUAN


          1.1    Latar Belakang


                 PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (atau selanjutnya disebut “MTWI” atau
                 “Perseroan”) adalah sebuah Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
                 bergerak dalam industri Asuransi Umum. MTWI memulai operasinya secara komersil
                 sejak tahun 1953. Kantor pusat MTWI berkedudukan di Gedung Chase Plaza, Lantai
                 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta.


                 MTWI berencana melakukan Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII untuk
                 memperkuat posisi keuangan serta mendukung pengembangan usahanya. MTWI
                 dan BPII merupakan perusahaan terafiliasi, yang mana BPII merupakan pemegang
                 saham pengendali MTWI yang memiliki saham secara langsung sebanyak 85,90%
                 dari seluruh saham yang disetor dan ditempatkan pada MTWI.


                 Nilai Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII adalah sebanyak-
                 banyaknya sebesar Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah). Nilai dari
                 Rencana Transaksi tersebut adalah 19,60% terhadap jumlah ekuitas MTWI yang
                 sebesar Rp408.116.853.916,- (Empat Ratus Delapan Miliar Seratus Enam Belas Juta
                 Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Enam Belas Rupiah)
                 berdasarkan Laporan Keuangan Audit MTWI per 31 Desember 2025.


                 Rencana Transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi
                 afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
                 Indonesia No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi
                 dan    Transaksi    Benturan    Kepentingan   (selanjutnya   disebut   “Peraturan
                 No. 42/POJK.04/2020”) karena dilakukan dengan pihak yang merupakan pihak
                 terafiliasi dengan MTWI. Namun, Rencana Transaksi tidak memenuhi ketentuan
                 terkait transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
                 Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang
                 Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut “Peraturan
                 No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai rencana transaksi kurang dari 20% dari ekuitas
                 MTWI per 31 Desember 2025.


          1.2    Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


                 Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi dengan Laporan
                 No. 00034/2.0113-03/BS/08/0340/1/VI/2026, tanggal 24 Juni 2026.




                                                                                                 1
Page 20
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          1.3    Tanggal Penilaian


                 Tanggal Penilaian dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 31 Desember
                 2025 dengan parameter dan laporan Keuangan yang digunakan dalam analisis
                 menggunakan data per 31 Desember 2025 yaitu Laporan Keuangan MTWI yang
                 berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Adapun batas tersebut diambil atas dasar
                 pertimbangan kepentingan dan tujuan Pendapat Kewajaran.


          1.4    Identifikasi Status Penilai


                 KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah
                 memiliki perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik
                 No. 2.12.0113 dan Surat lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh
                 Menteri Keuangan Republik Indonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang
                 Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Tanda Terdaftar No. KEP-
                 282/KS.13/2026.


                 Kami adalah Penilai Independen/Penilai Eksternal yang memberikan penilaian
                 objektif dan tidak memihak. Penilai dalam posisi bebas ikatan, yang pada saat ini
                 atau di kemudian hari tidak memiliki kepentingan finansial yang berhubungan
                 dengan subjek dan atau objek Penilaian selain dari jasa penilaian serta Penilai
                 memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.


          1.5    Identitas Pemberi Tugas


                 Pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:


                 Nama                      :   PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
                 Bidang Usaha              :   Asuransi Umum
                 Alamat Kantor             :   Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21,
                                               Jakarta Selatan, 12920
                 Telepon                   :   021–2598 9830
                 Email                     :   corsec@mtwi.co.id
                 Website                   :   www.mtwi.co.id


          1.6    Identitas Pengguna Laporan


                 Pengguna Laporan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:


                 Nama                      :   PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
                 Bidang Usaha              :   Asuransi Umum
                 Alamat Kantor             :   Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21,
                                               Jakarta Selatan, 12920



                                                                                                   2
Page 21
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Telepon                    :    021–2598 9830
                 Email                      :    corsec@mtwi.co.id
                 Website                    :    www.mtwi.co.id


          1.7    Objek Penilaian


                 Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Rencana Transaksi Pinjaman
                 Pemegang     Saham       dari   BPII   kepada    MTWI   sebanyak-banyaknya   sebesar
                 Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah).


          1.8    Jenis Mata Uang yang digunakan


                 Jenis mata uang yang digunakan dalam Rencana Transaksi adalah mata uang Rupiah
                 (Rp).


          1.9    Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran


                 Maksud dan tujuan dari laporan Pendapat Kewajaran ini adalah pemberian Pendapat
                 Kewajaran atas Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII kepada
                 MTWI sebanyak-banyaknya sebesar Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar
                 Rupiah).


                 Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada
                 Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020
                 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal,
                 Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
                 Kegiatan Usaha, serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
                 (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
                 (MAPPI).


          1.10   Tingkat Kedalaman Investigasi


                 Dalam melakukan pekerjaan pendapat kewajaran, kami telah melakukan:
                 1.   Inspeksi lapangan untuk mengetahui kondisi kegiatan usaha.
                 2.   Pengumpulan data yang diperlukan dalam proses penilaian baik data internal
                      perusahaan maupun data eksternal perusahaan.
                 3.   Diskusi dengan pihak manajemen dalam rangka memperoleh informasi terkait
                      rencana transaksi.
                 4.   Klarifikasi atas semua data yang telah diterima.
                 5.   Meminta tambahan data dan informasi.
                 6.   Mengadakan pertemuan dengan pihak manajemen untuk menyamakan
                      persepsi terkait dengan asumsi-asumsi yang digunakan.




                                                                                                    3
Page 22
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          1.11   Benturan Kepentingan Atas Rencana Transaksi


                 Rencana Transaksi melibatkan pihak yang secara kepentingan ekonomis dari
                 masing-masing pihak diketahui tidak ada benturan kepentingan atas Rencana
                 Transaksi yang akan dilakukan.


          1.12   Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan


                 Untuk dapat memberikan pendapat atas Kewajaran Rencana Transaksi, sebagai
                 Penilai Independen kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu atau
                 melaksanakan akan prosedur atas hal-hal sebagai berikut:


                 1.   Laporan   Keuangan    Konsolidasian   MTWI    periode   31 Desember 2020,
                      No. 00193/2.1051/AU.1/08/0929-3/1/III/2021, tanggal 29 Maret 2021, yang
                      telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Emanuel Handojo Pranadjaja, CA, CPA,
                      dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan,
                      dengan opini wajar, dalam semua hal yang material;
                 2.   Laporan   Keuangan    Konsolidasian   MTWI    periode   31 Desember 2021,
                      No. 00234/2.1051/AU.1/08/1029-1/1/III/2022, tanggal 28 Maret 2022, yang
                      telah diaudit oleh Akuntan Publik Juninho Widjaja CPA, dari Kantor Akuntan
                      Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan, dengan opini wajar,
                      dalam semua hal yang material;
                 3.   Laporan   Keuangan    Konsolidasian   MTWI    periode   31 Desember 2022,
                      No. 00282/2.1051/AU.1/08/1029-2/1/III/2023, tanggal 29 Maret 2023, yang
                      telah diaudit oleh Akuntan Publik Juninho Widjaja CPA, dari Kantor Akuntan
                      Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan, dengan opini wajar,
                      dalam semua hal yang material;
                 4.   Laporan   Keuangan    Konsolidasian   MTWI    periode   31 Desember 2023,
                      No. 00075/2.1127/AU.1/08/0060-1/1/III/2024, tanggal 26 Maret 2024, yang
                      telah diaudit oleh Akuntan Publik Welly Adrianto, CPA, dari Kantor Akuntan
                      Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo, dengan opini wajar, dalam semua
                      hal yang material;
                 5.   Laporan   Keuangan    Konsolidasian   MTWI    periode   31 Desember 2024,
                      No. 00033/2.1127/AU.1/08/0060-2/1/III/2025, tanggal 7 Maret 2025, yang
                      telah diaudit oleh Akuntan Publik Welly Adrianto, CPA, dari Kantor Akuntan
                      Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo, dengan opini wajar, dalam semua
                      hal yang material;
                 6.   Laporan   Keuangan    Konsolidasian   MTWI    periode   31 Desember 2025,
                      No. 00064/2.1127/AU.1/08/0060-3/1/III/2026, tanggal 27 Maret 2026, yang
                      telah diaudit oleh Akuntan Publik Welly Adrianto, CPA, dari Kantor Akuntan
                      Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo, dengan opini wajar, dalam semua
                      hal yang material;




                                                                                               4
Page 23
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 7.    Laporan     Keuangan      Konsolidasian     BPII   periode     31 Desember 2025,
                       No. 00065/2.1127/AU.1/09/0333-3/1/III/2026, tanggal 27 Maret 2026, yang
                       telah diaudit oleh Akuntan Publik Erwin A. Winata, CPA, dari Kantor Akuntan
                       Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo, dengan opini wajar, dalam semua
                       hal yang material;
                 8.    Akta dan Legalitas Umum MTWI;
                 9.    Proyeksi Keuangan MTWI dengan dan tanpa transaksi periode 2026 sampai
                       dengan 2030;
                 10. Proforma Keuangan MTWI Per 31 Desember 2025;
                 11. Draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara MTWI dan BPII;
                 12.    Surat Pernyataan Manajemen atas Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
                        No. 279/MTI-DIR/VI/2026, tanggal 24 Juni 2026, dinyatakan bahwa Rencana
                        Transaksi mengandung unsur transaksi afiliasi dan tidak terdapat benturan
                        kepentingan;
                 13.    Surat    Pernyataan    Manajemen    atas    Transaksi   Material   No. 281/MTI-
                        DIR/VI/2026, tanggal 24 Juni 2026, dinyatakan bahwa Rencana Transaksi
                        tidak termasuk pada transaksi material;
                 14.    Wawancara dan diskusi dengan Ibu Vientje Harijanto selaku Direktur Utama
                        Perseroan, Ibu Nona selaku Head of Legal & Compliance Perseroan, dan Bapak
                        Andrew Tan selaku Division Head Perseroan sehubungan dengan penugasan
                        pendapat Kewajaran; dan
                 15.    Surat Pernyataan Manajemen atas kebenaran data dan informasi yang
                        diberikan No. 280/MTI-DIR/VI/2026, tanggal 24 Juni 2026.


                 Prosedur yang Digunakan


                 Laporan dan fakta yang terkandung dalam Laporan adalah berdasarkan informasi
                 dan representasi yang disediakan oleh MTWI dan dikompilasi oleh Penilai. Informasi
                 yang terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang
                 material, tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika
                 dihilangkan dapat membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya
                 menjadi menyesatkan.


                 Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
                 diperoleh dari data riset dari domain publik. Dalam penyusunan laporan ini, telah
                 dilakukan prosedur sebagai berikut: (i) MTWI telah diberikan kesempatan untuk
                 meminta dan mengulas, serta telah menerima semua informasi yang diperlukan
                 untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi
                 di dalamnya (ii) MTWI tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang memiliki
                 hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai
                 sehubungan       dengan      pemeriksaan   keakuratan    informasi    atau   keputusan.
                 Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan
                 Laporan ini, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi



                                                                                                      5
Page 24
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 yang terkandung adalah benar setelah tanggal Laporan ini. Prosedur lain yang
                 dilakukan Penilai adalah memeriksa dan menganalisis seluruh Dokumen Transaksi,
                 Laporan Keuangan, dan tiap bagian dari Rencana Transaksi dalam hal kewajarannya.


          1.13   Ruang Lingkup Penilaian


                 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan
                 oleh Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu Rencana Transaksi yang
                 dilakukan adalah wajar atau tidak wajar. Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa
                 Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
                 Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah dilakukan
                 analisis atas:


                 a. Nilai dari objek yang ditransaksikan;
                 b. Dampak keuangan dari transaksi yang dilakukan terhadap kepentingan
                      pemegang saham;
                 c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait
                      dengan Transaksi yang dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.


                 Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara
                 pihak-pihak      yang       bertransaksi   diatur   sesuai   dengan   Peraturan   OJK
                 No. 42/POJK.04/2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
                 Transaksi Tertentu dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan
                 Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
                 Kegiatan Usaha Utama.


                 Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan
                 Penilai untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang
                 lingkup pendapat kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
                 Transaksi tersebut.


          1.14   Pendekatan dan Metode


                 Sesuai dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020, pendekatan dan metode yang
                 digunakan adalah sebagai berikut.
                 1)   Besaran dana objek transaksi;
                 2)   Dampak keuangan dari transaksi;
                 3)   Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen;
                 4)   Analisis pengaruh transaksi keuangan perusahaan;
                 5)   Identifikasi dan hubungan antara pihak;
                 6)   Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
                 7)   Analisis likuiditas;
                 8)   Analisis manfaat dan risiko;



                                                                                                    6
Page 25
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 9)    Analisis kualitatif:
                       a. Riwayat perusahaan yaitu riwayat transaksi dan sifat kegiatan usaha;
                       b. Analisis industri dan bisnis;
                       c. Analisis operasional dan prospek perusahaan;
                       d. Analisis alasan dan latar belakang manajemen;
                       e. Keuntungan dan kerugian;
                       f. Analisis dampak leverage;
                       g. Analisis dampak likuiditas; dan
                       h. Analisis dampak keuangan perusahaan jika proyek yang dibiayai oleh dana
                          hasil transaksi tersebut mengalami kegagalan.
                 10) Analisis kuantitatif;
                       a. Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan
                          perusahaan, termasuk:
                          1. Penilaian kinerja historis;
                          2. Penilaian atas proyeksi keuangan;
                          3. Analisis rasio keuangan;
                          4. Analisis keuangan baik sebelum maupun setelah transaksi;
                          5. Analisis atas kemampuan perusahaan sampai saat jatuh tempo; dan
                          6. Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi.
                       b. Analisis Yield;
                       c. Melakukan analisis inkremental (incremental analysis):
                          1. Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari
                             transaksi,       termasuk    dampaknya    terhadap   proyeksi   keuangan
                             perusahaan;
                          2. Biaya atau pendapatan yang relevan; dan
                          3. Informasi non keuangan yang relevan.
                       d. Melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur
                          keuntungan dan kerugian dari transaksi, jika diperlukan.
                       e. Analisis kelayakan rencana penggunaan dana dan jaminan atas transaksi
                          antara lain:
                          1. Analisis kelayakan investasi;
                          2. Analisis kelayakan pelunasan utang; dan
                          3. Analisis atas faktor lain yang relevan.
                 11) Analisis atas jaminan.


          1.15   Asumsi dan Kondisi Pembatas


                 Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
                 Kewajaran ini adalah:


                 • Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
                 • Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                      dalam Pendapat Kewajaran.



                                                                                                    7
Page 26
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 • Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
                    informasi yang disediakan oleh MTWI atau data yang diperoleh dari informasi
                    yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami
                    anggap relevan.
                 • Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
                    serta Proforma Laporan Keuangan yang disampaikan oleh MTWI dengan
                    mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya
                    (fiduciary duty).
                 • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
                    keuangan yang telah disesuaikan.
                 • Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                    bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional MTWI.
                 • Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan
                    yang dihasilkan.
                 • Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran
                    dari pemberi tugas.


          1.16   Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

                 Laporan ini tidak bertujuan untuk disirkulasikan atau didistribusikan secara umum
                 dan tidak untuk direproduksi serta digunakan untuk tujuan lain, kecuali atas
                 persetujuan kami secara tertulis. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau
                 kehilangan yang diderita akibat penggunaan laporan ini oleh pihak lain tanpa
                 persetujuan kami secara tertulis.


                 Namun bila laporan ini ditujukan untuk kepentingan pasar modal, maka laporan
                 kami dapat     disirkulasikan   secara   utuh   untuk   mengakomodir   kepentingan
                 stakeholder agar dapat melindungi kepentingan masyarakat luas.

          1.17   Konfirmasi bahwa Penilaian telah Dilakukan berdasarkan SPI


                 Penilaian dilakukan dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
                 Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat
                 Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), ketentuan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020,
                 serta Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020.


          1.18   Kejadian Setelah Tanggal Penilaian

                 Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, terdapat kejadian penting yang diketahui
                 setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan penilaian.

                 Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 2, tanggal 3 Juni 2026, dari
                 Notaris Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn. dan Akta tersebut telah disahkan oleh



                                                                                                 8
Page 27
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-
                 0333654, tanggal 15 Juni 2026, MTWI menetapkan perubahan susunan Dewan
                 Komisaris menjadi sebagai berikut.


                 Komisaris utama             : Ilham Akbar Habibie
                 Komisaris independen        : Suwarna
                 Komisaris independen        : Aries Setiawan Rusli

                 Atas adanya kejadian penting/perubahan susunan kepengurusan ini, tidak terdapat
                 dampak material, afiliasi, maupun benturan kepentingan yang berkaitan dengan
                 Rencana Transaksi.




                                                                                              9
Page 28
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          2      ANALISIS TRANSAKSI


          2.1    Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan


                 Berdasarkan analisis terhadap laporan posisi keuangan sebelum transaksi dan
                 posisi keuangan setelah transaksi perolehan pinjaman, bahwa Rencana Transaksi
                 ini berperan sebagai bridge financing atau siklus pendanaan jangka pendek. Pada
                 tahun 2026, posisi keuangan MTWI diperkuat dengan menambahkan aset likuid
                 yang berasal dari dana pokok pinjaman. Selama periode tersebut, dana akan diputar
                 dan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha, sehingga dapat
                 meningkatkan kapasitas bisnis asuransi. Pada tahun selanjutnya, setelah usaha
                 diharapkan berkembang dan menghasilkan perputaran arus kas, pinjaman pokok
                 dikembalikan secara utuh kepada induk usaha, dengan konsekuensi biaya bunga
                 kumulatif sebesar Rp7,98 miliar.


          2.2    Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi


                 Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi antara lain:

                 a. MTWI sebagai pihak penerima pinjaman

                    Nama Perusahaan       : PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI)


                    Alamat                : Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21,
                                           Jakarta Selatan


                    Telepon               : 021–2598 9830


                    Email / Website       : corsec@mtwi.co.id / www.mtwi.co.id


                    Kegiatan usaha        : Asuransi Umum


                    Susunan Komisaris     : Komisaris Utama             : Ilham Akbar Habibie
                    dan Direksi            Komisaris                    : Markus Dinarto Pranoto
                                           Komisaris Independen         : Suwarna
                                           Komisaris Independen         : Aries Setiawan Rusli
                                           Direktur Utama               : Vientje Harijanto
                                           Direktur                     : Harjanto
                                           Direktur                     : Iis Syarifuddin
                                           Direktur                     : Rinto Cokrolukito


                    Susunan               : PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk    : 85,90%
                    Pemegang Saham         Vientje Harijanto (Direktur Utama)           : 4,99%



                                                                                                   10
Page 29
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                          Harjanto (Direktur)                           : 1,27%
                                          Iis Syarifuddin (Direktur)                    : 0,11%
                                          Masyarakat dengan kepemilikan < 5%
                                            Lokal                                       : 4,64%
                                            Asing                                       : 3,09%

                 b. BPII sebagai pihak pemberi pinjaman.

                    Nama Perusahaan       : PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII)


                    Alamat                : Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21,
                                           Jakarta Selatan


                    Telepon               : 021-5200180


                    Email / Website       : corsec@bpii.co.id / www.bpinternasional.com


                    Kegiatan usaha        : Holding company / Aktivitas konsultasi manajemen
                                           lainnya


                    Susunan Komisaris     : Komisaris Utama              : Irena Istary Iskandar
                    dan Direksi            Komisaris                     : Rudy Johansen
                                           Komisaris Independen          : Paulin Angeline
                                           Direktur Utama                : Rudi Setiadi Tjahjono
                                           Direktur                      : Luo Xude


                    Susunan Pemegang      : Malacca Trust Pte Ltd Singapura      : 89,86%
                    Saham                  Rudy Johansen (Komisaris)             : 0,02%
                                           Masyarakat                            : 10,12%


          2.3    Hubungan Pihak yang Melakukan Transaksi


                 Berdasarkan Peraturan No. 42/POJK.04/2020, Transaksi Afiliasi adalah setiap
                 aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
                 perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
                 anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau
                 pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
                 perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
                 perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
                 pemegang saham utama, atau pengendali.


                 Dengan demikian, Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
                 dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat bahwa BPII



                                                                                                   11
Page 30
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 merupakan pemegang saham pengendali MTWI dengan persentase kepemilikan
                 saham per 31 Desember 2025 sebesar 85,90%. Namun, Rencana Transaksi ini bukan
                 merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana
                 dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 karena tidak terdapat
                 perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan dan kepentingan ekonomis
                 pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau
                 pengendali yang dapat merugikan Perusahaan.


                 Struktur dan tabel di bawah ini menunjukkan hubungan antara pihak-pihak dalam
                 rencana transaksi.


                                       Gambar 1 Struktur Kepemilikan Saham MTWI

                                    Vientje Harijanto          Harjanto          Iis Syarifuddin
                    BPII                                                                                   Masyarakat
                                    (Direktur Utama)          (Direktur)           (Direktur)

                   85,90%                4,99%                  1,27%                0,11%                   7,73%




                                                                MTWI




                                         Gambar 2 Struktur Kepemilikan Saham BPII

                                 Malacca Trust              Rudy Johansen
                                                                                     Masyarakat
                                Pte Ltd Singapura            (Komisaris)

                                      89,86%                   0,02%                   10,12%




                                                                 BPII




                                         Tabel 1 Hubungan Pihak yang Bertransaksi

                               Nama                             MTWI                               BPII

                   Komisaris utama                       Ilham Akbar Habibie             Irena Istary Iskandar
                   Komisaris                            Markus Dinarto Pranoto               Rudy Johansen
                   Komisaris independen                        Suwarna                       Paulin Angeline
                   Komisaris independen                  Aries Setiawan Rusli
                   Direktur utama                          Vientje Harijanto            Rudi Setiadi Tjahjono
                   Direktur                                    Harjanto                         Luo Xude



                                                                                                                  12
Page 31
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                Nama                           MTWI                          BPII

                   Direktur                               Iis Syarifuddin
                   Direktur                              Rinto Cokrolukito


          2.4    Materialitas Nilai Transaksi


                 Nilai Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi material
                 dengan gambaran sebagai berikut.


                                                 Tabel 2 Nilai Transaksi Material

                                                   Ekuitas MTWI              Nilai Rencana          Persentase
                          Uraian
                                             31 Desember 2025                  Transaksi               (%)

                  Rencana Transaksi
                  Pinjaman Pemegang              408.116.853.916,-            80.000.000.000         19,60%
                  Saham


                 Berdasarkan Laporan Keuangan Audit MTWI per 31 Desember 2025, total ekuitas
                 MTWI adalah sebesar Rp408.116.853.916,- (Empat Ratus Delapan Miliar Seratus
                 Enam Belas Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Enam Belas
                 Rupiah). Sementara itu, berdasarkan draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham
                 antara MTWI dengan BPII (atau selanjutnya disebut “Perjanjian Pinjaman”), diketahui
                 bahwa        nilai    Rencana     Transaksi     adalah      sebanyak-banyaknya        sebesar
                 Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah). Sehingga, diketahui bahwa
                 persentase nilai transaksi terhadap ekuitas MTWI per 31 Desember 2025 adalah
                 sebesar 19,60%.

                 Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan
                 Perubahan Kegiatan Usaha Utama, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi
                 material apabila nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan
                 Terbuka. Dengan demikian, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material
                 sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020.

          2.5    Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

                 Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham yang disepakati oleh MTWI dan BPII
                 memiliki perikatan dan syarat yang tercantum pada draft Perjanjian Pinjaman
                 Pemegang Saham yang direncanakan untuk ditandatangani pada tanggal 25 Juni
                 2026, yang terinci sebagai berikut.

                 1. BPII menyetujui untuk menyediakan fasilitas pinjaman kepada MTWI dengan
                     jumlah keseluruhan sebanyak-banyaknya sebesar Rp80.000.000.000 (delapan



                                                                                                              13
Page 32
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                     puluh miliar Rupiah), dan dapat dicairkan secara bertahap sampai dengan
                     jangka waktu perjanjian berakhir;
                 2. Suku bunga atas fasilitas pinjaman yang berlaku adalah sebesar 10% (sepuluh
                     persen) terhitung sejak tanggal pencairan dana/drawdown date dilakukan. Suku
                     bunga tersebut dapat berubah, dan BPII wajib memberitahukan perubahan
                     tersebut secara tertulis kepada MTWI paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sebelum
                     suku bunga baru diberlakukan. Pembayaran atas fasilitas pinjaman beserta
                     bunga terutang tersebut wajib dilakukan sebelum atau paling lambat pada
                     tanggal jatuh tempo;
                 3. Jangka waktu pinjaman akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun terhitung
                     sejak   tanggal    pencairan   dana/drawdown      date   dilakukan,    atau   dapat
                     diperpanjang sesuai kesepakatan dari para pihak;
                 4. MTWI dapat melakukan pelunasan lebih awal atas fasilitas pinjaman tanpa
                     adanya penalti;
                 5. MTWI tidak berhak untuk mengalihkan atau memberikan segala hak, manfaat,
                     dan kewajiban fasilitas pinjaman kepada pihak lain tanpa persetujuan BPII
                     terlebih dahulu;
                 6. MTWI diwajibkan membayar seluruh pengeluaran, meterai, dan biaya lain yang
                     timbul dalam persiapan, penandatanganan, pengurusan, permintaan, dan
                     pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk pembayaran bunga dilakukan secara
                     bersih dimana segala bentuk pajak yang timbul atas bunga tersebut menjadi
                     tanggung jawab MTWI;
                 7. MTWI tidak diperbolehkan untuk membagikan dividen dalam bentuk apapun
                     kepada pemegang saham sampai dengan seluruh kewajiban pembayaran
                     fasilitas pinjaman dinyatakan lunas oleh BPII, kecuali diberikan persetujuan
                     tertulis terlebih dahulu oleh BPII; dan
                 8. Pinjaman ini diberikan tanpa jaminan dari MTWI kepada BPII.

          2.6    Manfaat dan Risiko Atas Rencana Transaksi


                 Manfaat dari Rencana Transaksi adalah dengan diperolehnya pinjaman, MTWI dapat
                 memperoleh tambahan dana yang dibutuhkan untuk memperkuat posisi keuangan
                 dan mendukung pengembangan usahanya. Fasilitas pinjaman dalam perjanjian
                 yang disepakati bersifat menguntungkan karena dapat dicairkan bertahap sesuai
                 kebutuhan    operasional    Perseroan,    tanpa   jaminan,   dan   tidak    dikenakan
                 denda/penalty apapun apabila melakukan pelunasan lebih awal, sehingga Perseroan
                 berpotensi memperoleh fleksibilitas tinggi dalam mengelola likuiditas internal
                 Perseroan yang berasal dari fasilitas pinjaman ini.


                 Risiko dari rencana transaksi adalah adanya pembatasan aktivitas korporasi, yang
                 mana MTWI tidak diperbolehkan melakukan pembagian dividen dalam bentuk
                 apapun kepada pemegang saham sebelum seluruh pinjaman dinyatakan lunas,
                 kecuali mendapat persetujuan tertulis dari BPII. Selain itu, terdapat risiko adanya



                                                                                                     14
Page 33
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 beban biaya tambahan karena MTWI wajib menanggung biaya pengeluaran, meterai,
                 pengurusan perjanjian, serta membayar bunga sebesar 10% secara bersih termasuk
                 menanggung seluruh pajak yang timbul atas bunga tersebut.


          2.7    Analisis Kelayakan Penggunaan Dana Atas Transaksi


                 Dana yang diperoleh dari peminjaman dana akan diputar dan dimanfaatkan untuk
                 mendukung pengembangan usaha, sehingga dapat meningkatkan kapasitas bisnis
                 asuransi. Pada tahun selanjutnya, setelah usaha diharapkan berkembang dan
                 menghasilkan perputaran arus kas, pinjaman pokok dikembalikan secara utuh
                 kepada induk usaha, dengan konsekuensi biaya bunga kumulatif sebesar Rp7,98
                 miliar.




                                                                                            15
Page 34
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          3      ANALISIS KUALITATIF


          3.1    Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha


                 PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”
                 atau “MTWI”) dahulu dikenal sebagai PT Asuransi Wuwungan, didirikan berdasarkan
                 Akta Notaris No. 76, tanggal 15 Desember 1952, dari Raden Mas Soerojo S.H.,
                 Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
                 Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. J.A. 5/11/24, tanggal 30
                 Januari 1953, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
                 No. 79, tanggal 2 Oktober 1953, Tambahan No. 627. Pada tahun 2011, Perseroan
                 mengubah nama menjadi PT Malacca Trust Wuwungan Insurance sebagaimana
                 tertuang dalam Akta No. 187, tanggal 26 Agustus 2011, dari Humberg Lie, S.H.,
                 S.E., Mkn., Notaris di Jakarta Utara. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
                 Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-44615.AH.01.02.Tahun 2011,
                 tanggal 12 September 2011. Selanjutnya, Perseroan mengubah Anggaran Dasarnya
                 berdasarkan Akta No. 130, tanggal 12 Juni 2017, dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,
                 M.Si., Notaris di Jakarta, untuk melakukan penawaran umum perdana saham-saham
                 Perseroan kepada masyarakat dan mencatatkan saham-saham Perseroan tersebut
                 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), serta mengubah status Perseroan dari Perseroan
                 Tertutup menjadi Perseroan Terbuka, sehingga nama Perseroan menjadi PT Malacca
                 Trust Wuwugan Insurance Tbk. Anggaran Dasar tersebut telah diterima dan dicatat
                 dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
                 Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keteragan No. AHU-AH.01.03-
                 0150347, tanggal 5 Juli 2017.


                 Anggaran dasar Perseroan telah mengalami perubahan berdasarkan Akta Notaris
                 No. 40, tanggal 5 Maret 2025, dari Christina Dwi utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris
                 di Jakarta Barat, mengenai susunan direksi dan dewan komisaris Perseroan.
                 Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum Republik
                 Indonesia dalam surat No. AHU-AH.01.09-0128780, tanggal 7 Maret 2025.


                 Perseroan telah memperoleh izin operasional sebagai perusahaan asuransi umum
                 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-
                 6650/MD/1986, tanggal 13 Oktober 1986, dan juga telah memperoleh izin usaha
                 di bidang asuransi umum berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner
                 OJK No. KEP-852/NB.11/2018, tanggal 13 September 2018.


                 Perseroan memulai operasinya secara komersil sejak tahun 1953. Kantor pusat
                 Perseroan berkedudukan di Gedung Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav.
                 21, Jakarta. Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan telah memiliki 13 kantor
                 pemasaran.




                                                                                                  16
Page 35
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Susunan Pemegang Saham


                 Susunan Pemegang Saham MTWI per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.


                                          Tabel 3 Susunan Pemegang Saham MTWI
                                                               Jumlah Lembar    Komposisi         Jumlah
                  No.        Nama Pemegang Saham
                                                                   Saham        Kepemilikan        (Rp)
                   1.   PT Batavia Prosperindo                 2.512.097.613        85,90%    251.209.761.300
                          Internasional Tbk (BPII)
                   2.   Vientje Harijanto (Direktur Utama)        146.082.496        4,99%     14.608.249.600
                   3.   Harjanto (Direktur)                        37.034.758        1,27%      3.703.475.800
                   4.   Iis Syarifuddin (Direktur)                  3.358.012        0,11%       335.801.200
                   5.   Masyarakat
                          Lokal                                   135.609.569        4,64%     13.560.956.900
                          Asing                                    90.304.191        3,09%      9.030.419.100
                                       Total                   2.924.486.639      100,00%     292.448.663.900
                 Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025


                 Susunan Komisaris dan Direksi


                 Susunan pengurus MTWI per 31 Desember 2025 berdasarkan Akta Notaris No. 40,
                 tanggal 5 Maret 2025 dari Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di
                 Jakarta adalah sebagai berikut.


                 Dewan Komisaris
                 Komisaris Utama                     : Ilham Akbar Habibie
                 Komisaris                           : Markus Dinarto Pranoto
                 Komisaris Independen                : Suwarna
                 Komisaris Independen                : Aries Setiawan Rusli


                 Dewan Direksi
                 Direktur Utama                      : Vientje Harijanto
                 Direktur                            : Harjanto
                 Direktur                            : Iis Syarifuddin
                 Direktur                            : Rinto Cokrolukito


                 Komite Audit
                 Ketua Komite Audit                  : Aries Setiawan Rusli
                 Anggota Komite Audit                : Paulin Angeline
                 Anggota Komite Audit                : Reinaldy




                                                                                                           17
Page 36
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          3.2     Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana


                  Berdasarkan Laporan Keuangan Audit dan manajemen MTWI sampai dengan 31
                  Desember 2025, MTWI tidak memiliki riwayat perjanjian peminjaman dana dengan
                  pihak berelasi dan pihak ketiga.


          3.3     Analisis Industri dan Bisnis

          3.3.1   Tinjauan Makro Ekonomi


                  Perkembangan Ekonomi Global


                  Perekonomian dunia masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian yang
                  meningkat. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2026 diprakirakan
                  meningkat dipengaruhi dorongan investasi sektor teknologi termasuk artificial
                  intelligence (Al) dan stimulus pemotongan pajak. Pertumbuhan ekonomi Jepang,
                  Tiongkok, dan India pada 2026 diprakirakan melambat akibat pelemahan
                  permintaan domestik dan ekspor di tengah investasi Al yang juga meningkat. Dari
                  pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) berkurang dan
                  disertai masih tingginya yield UST sejalan defisit fiskal AS yang masih besar.
                  Ketidakpastian pasar keuangan global juga meningkat terutama dipicu oleh
                  kebijakan tarif resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik.
                  Perkembangan ini mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS terhadap mata
                  uang negara maju (DXY) dan mengakibatkan peningkatan aliran modal ke emerging
                  market (EM) tertahan.

                                            Tabel 4 Pertumbuhan PDB Dunia




                    Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia


                  Prospek perekonomian global masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian
                  yang meningkat. Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan sedikit lebih
                  rendah menjadi sebesar 3,2% dibandingkan dengan capaian 2025 sebesar 3,3%.



                                                                                              18
Page 37
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Pertumbuhan yang lebih rendah tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak
                 lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan kerentanan rantai pasok global,
                 meskipun prospek perekonomian AS membaik didorong investasi sektor teknologi
                 termasuk artificial intelligence (Al) dan stimulus fiskal pengurangan pajak.
                 Sementara itu, prospek pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada
                 2026 melambat akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor di tengah
                 investasi Al yang juga meningkat. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan
                 penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari
                 rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.


                                           Gambar 3 Grafik Inflasi Global




                           Sumber: Bank Indonesia


                 Kondisi Ekonomi Indonesia


                 Pertumbuhan Ekonomi


                    Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




                    Sumber: Bank Indonesia


                 Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar
                 sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025
                 diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan


                                                                                                19
Page 38
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal.
                 Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
                 Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan
                 kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di wilayah
                 Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan didorong kenaikan
                 permintaan domestik.


                  Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




                 Sumber: Bank Indonesia


                          Gambar 4 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2025




                 Sumber: Bank Indonesia


                                                                                                  20
Page 39
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Neraca Pembayaran Indonesia


                 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat di tengah meningkatnya
                 ketidakpastian global. NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik ditopang neraca
                 perdagangan yang pada November 2025 kembali mencatat surplus sebesar US$2,7
                 miliar didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti logam
                 mulia dan perhiasan/permata, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar
                 mineral.


                                          Tabel 7 Neraca Pembayaran Indonesia




                 Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat sementara


                                          Gambar 5 Grafik Neraca Perdagangan




                      Sumber: Bank Indonesia


                 Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama
                 ditopang kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari




                                                                                                 21
Page 40
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 penerbitan global bond, setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November
                 2025 tercatat rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi.


                 Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar
                 US$156,5 miliar, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor
                 dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
                 kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
                                          Gambar 6 Grafik Aliran Modal Asing




                        Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara;**Angka sangat sementara


                                          Gambar 7 Grafik Cadangan Devisa




                        Sumber: Bank Indonesia


                 Nilai Tukar Rupiah


                 Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai
                 tukar Rupiah dari dampak peningkatan ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah
                 pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,53% (ptp)
                 bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar
                 tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian


                                                                                                 22
Page 41
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan
                 korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut memengaruhi kinerja
                 Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia menempuh
                 intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar NDF baik di off-shore
                 maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons kebijakan ini dapat menjaga
                 volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran
                 inflasi 2,5±1% pada 2026.


                      Gambar 8 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara
                                                      Berkembang




                           Sumber: Bank Indonesia


                 Inflasi


                                       Gambar 9 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                             Sumber: Bank Indonesia


                 Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
                 dengan Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga


                                                                                                23
Page 42
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                  rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah
                  kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia
                  dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported
                  inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga
                  rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih
                  relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang terutama oleh komoditas bawang
                  merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga
                  benih.


                                            Gambar 10 Inflasi IHK Provinsi




                  Sumber: Bank Indonesia

          3.3.2   Kondisi Industri


                  PDB Jasa Keuangan dan Asuransi


                  Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 (year-on-year)
                  tumbuh sebesar 5,61%. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha,
                  kecuali Pertambangan dan Penggalian; serta Pengadaan Listrik dan Gas yang
                  masing-masing terkontraksi sebesar 2,14% dan 0,99%. Lapangan usaha yang
                  tumbuh signifikan adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
                  13,14%; diikuti oleh Jasa Lainnya sebesar 9,91%; dan Transportasi dan Pergudangan
                  sebesar 8,04%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan
                  terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,04%.


                  Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional tersebut, lapangan usaha Jasa
                  Keuangan dan Asuransi juga menunjukkan kinerja yang positif. Berdasarkan data
                  Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tambah bruto lapangan usaha Jasa Keuangan dan


                                                                                                   24
Page 43
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Asuransi atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp240,7 triliun pada triwulan I-
                 2025 menjadi Rp260,0 triliun pada triwulan I-2026 atau tumbuh sebesar 8,01%
                 (year-on-year). Sementara itu, atas dasar harga konstan 2010, sektor ini tumbuh
                 dari Rp134,4 triliun menjadi Rp140,7 triliun atau meningkat sebesar 4,69% ( year-
                 on-year). Pertumbuhan tersebut mencerminkan masih terjaganya aktivitas sektor
                 jasa keuangan dan asuransi yang didukung oleh peningkatan intermediasi
                 keuangan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan, serta meningkatnya kebutuhan
                 masyarakat    dan   pelaku   usaha   terhadap   berbagai   layanan   keuangan   dan
                 perlindungan risiko.


                      Tabel 8 PDB ADHB dan HK 2010 Menurut Lapangan Usaha (triliun rupiah)




                              Sumber: BPS


                 Pertumbuhan Industri Asuransi


                 Industri asuransi umum Indonesia pada kuartal IV-2025 masih mencatatkan tren
                 pertumbuhan. Premi bruto tercatat tumbuh 4,0% (YoY) menjadi Rp109 triliun,
                 meningkat sekitar Rp4,1 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa secara
                 agregat, industri masih mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan
                 kualitas underwriting. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pada beberapa lini
                 bisnis, khususnya properti dan asuransi kredit yang tetap menjadi kontributor


                                                                                                  25
Page 44
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 terbesar, dan beberapa lini bisnis lain kecuali asuransi kendaraan bermotor, energi
                 offshore, dan asuransi kesehatan yang membukukan kinerja negatif. Sejalan dengan
                 kenaikan premi, klaim bruto juga mengalami peningkatan. Total klaim industri
                 tercatat sebesar Rp54 triliun, atau naik 4,3% (YoY) (setara dengan Rp2,2 triliun)
                 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara implisit, kenaikan klaim
                 yang lebih tinggi dari pertumbuhan premi mencerminkan adanya peningkatan loss
                 ratio industri, yang berpotensi menekan margin underwriting.


                         Gambar 11 Pertumbuhan Premi dan Klaim Asuransi Umum Q4 2025




                 Sumber: Indonesia Financial Group (IFG)


                           Tabel 9 Penetrasi dan Densitas Asuransi Indonesia, 2021—2025




                 Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia


                         Tabel 10 Indikator Keuangan Asuransi 2024—2025 (Miliar Rupiah)




                       Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia


                                                                                                 26
Page 45
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
                 (AAUI), penetrasi asuransi Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebesar 1,29%,
                 sedangkan penetrasi asuransi umum sebesar 0,51%. Selain itu, densitas asuransi
                 industri mencapai Rp2,05 juta per kapita dan densitas asuransi umum sebesar
                 Rp417 ribu per kapita pada tahun 2024. Tingkat penetrasi yang masih relatif rendah
                 tersebut menunjukkan bahwa pasar asuransi Indonesia masih memiliki ruang
                 pertumbuhan yang cukup besar, seiring dengan meningkatnya kesadaran
                 masyarakat terhadap pentingnya perlindungan risiko dan kebutuhan akan berbagai
                 produk asuransi.


                 Secara keseluruhan, sektor asuransi umum menunjukkan pemulihan performa
                 profitabilitas yang sangat signifikan pada tahun 2025, sementara sektor reasuransi
                 cenderung stabil dengan pertumbuhan laba yang sehat meskipun pendapatan
                 preminya sedikit terkontraksi. Pada sektor asuransi umum, pendapatan premi naik
                 tipis sebesar 2,7% menjadi Rp120.834 miliar pada tahun 2025. Menariknya, jumlah
                 premi neto melonjak tajam hingga 66,8% mencapai Rp70.695 miliar, yang
                 mengindikasikan adanya retensi bisnis yang jauh lebih kuat. Di sisi lain, beban klaim
                 bruto berhasil dikendalikan dengan pertumbuhan yang melambat dari 8,0% di tahun
                 sebelumnya menjadi hanya 4,3% pada tahun 2025 dengan nilai Rp54.008 miliar.
                 Pembalikan kinerja paling drastis terlihat pada profitabilitas sektor ini, di mana hasil
                 underwriting meroket sebesar 4.831,6% menjadi Rp27.581 miliar. Lompatan besar
                 ini sukses mendorong laba setelah pajak berbalik positif menjadi Rp15.816 miliar
                 atau tumbuh 77,0%, setelah sempat mengalami tekanan kerugian sebesar Rp8.937
                 miliar pada tahun 2024.


                 Sementara itu pada sektor reasuransi, pendapatan premi mengalami sedikit
                 penurunan sebesar 1,5% menjadi Rp25.549 miliar di tahun 2025. Meski begitu,
                 jumlah premi neto tetap mampu tumbuh positif sebesar 13,6% menjadi Rp11.129
                 miliar. Pengelolaan risiko di sektor reasuransi juga membaik yang tercermin dari
                 klaim bruto yang turun sebesar 1,8% menjadi Rp13.279 miliar. Perbaikan efisiensi
                 ini membuat hasil underwriting reasuransi berbalik positif dari minus Rp496 miliar
                 menjadi Rp521 miliar. Dampak positifnya, laba setelah pajak industri reasuransi
                 melonjak sangat tinggi sebesar 121,1% mencapai Rp738 miliar, sekaligus
                 memulihkan kondisi dari kerugian sebesar Rp334 miliar pada tahun 2024.


                 Baik sektor asuransi umum maupun reasuransi menunjukkan ekspansi bisnis yang
                 konsisten selama periode lima tahun terakhir dari tahun 2021 hingga 2025. Pada
                 grafik asuransi umum, total aset bergerak naik secara konsisten setiap tahunnya
                 dari Rp182,7 triliun pada tahun 2021 hingga menyentuh angka Rp261,0 triliun pada
                 tahun 2025. Tren kenaikan ini juga diikuti oleh total liabilitas yang meningkat dari
                 Rp114,2 triliun di tahun 2021 menjadi Rp176,9 triliun di tahun 2025. Jika
                 diperhatikan, jarak atau celah antara kurva aset dan liabilitas asuransi umum




                                                                                                      27
Page 46
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 tampak melebar secara sehat, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekuitas
                 atau modal perusahaan berjalan dengan sangat positif.


                                Gambar 12 Aset dan Liabilitas Asuransi 2021—2025




                 Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia


                 Kondisi pertumbuhan yang stabil juga ditunjukkan pada grafik reasuransi, di mana
                 total asetnya naik secara berkala dari Rp29,7 triliun pada tahun 2021 menuju
                 Rp39,3 triliun pada tahun 2025, meskipun pergerakannya cenderung melandai di
                 tahun terakhir. Di sisi kewajiban, total liabilitas reasuransi mengalami kenaikan
                 bertahap dari Rp20,8 triliun pada tahun 2021 lalu mendatar dan stabil di angka
                 Rp30,5 triliun pada rentang tahun 2024 hingga 2025. Pertumbuhan liabilitas
                 reasuransi yang mulai mendatar di tahun 2025 ini memberikan dampak positif
                 karena mampu menjaga ruang kecukupan modal yang aman bagi keberlangsungan
                 industri reasuransi nasional.


                            Tabel 11 Rasio Asuransi Umum dan Reasuransi, 2023—2025




                 Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia


                 Industri asuransi umum menunjukkan tren efisiensi dan pemulihan profitabilitas
                 yang sangat kuat hingga tahun 2025. Perbaikan efisiensi operasional terlihat jelas
                 dari Expenses Ratio yang berhasil ditekan secara konsisten dari 69,9% pada tahun
                 2023 menjadi 44,8% di tahun 2024, hingga menyusut ke angka 29,1% pada tahun
                 2025. Meskipun Loss Ratio atau rasio klaim mengalami kenaikan tipis dari 43,1%
                 menjadi 44,7% dalam tiga tahun terakhir, penurunan rasio biaya operasional
                 berhasil membawa Combined Ratio turun ke level yang sangat sehat yaitu sebesar
                 73,8% pada tahun 2025. Penurunan di bawah ambang batas 100% ini menandakan
                 operasional asuransi umum telah kembali mencetak keuntungan teknis, yang
                 terbukti dari Underwriting Ratio yang melonjak dari minus 1,3% menjadi positif
                 39,0%. Sisi profitabilitas juga menunjukkan pembalikan performa yang drastis


                                                                                                28
Page 47
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 seiring dengan meningkatnya hasil investasi, di mana tingkat pengembalian ekuitas
                 (Return on Equity/ROE) meroket dari posisi minus 12,0% menjadi positif 19,1%, dan
                 tingkat pengembalian aset (Return on Asset/ROA) berbalik arah secara positif dari
                 minus 3,7% menjadi 6,1% pada akhir tahun 2025.


                 Di sisi lain, sektor reasuransi nasional juga berhasil melewati fase tekanan finansial
                 dan menunjukkan pemulihan performa yang berarti pada tahun 2025. Sektor
                 reasuransi sempat mengalami tantangan berat pada tahun 2024 akibat melonjaknya
                 Loss Ratio hingga menembus angka 104,5%, yang menyebabkan Combined Ratio
                 membengkak ke level 114,0% dan menekan profitabilitas. Namun pada tahun 2025,
                 pengelolaan risiko membaik yang tercermin dari penurunan Loss Ratio menjadi
                 94,4%, sehingga mampu menarik kembali Combined Ratio turun ke level 103,6%.
                 Pemulihan efisiensi teknis ini membuat Underwriting Ratio reasuransi berhasil
                 berbalik positif ke angka 2,0% setelah sempat minus 1,9% di tahun sebelumnya.
                 Didukung oleh imbal hasil investasi (Return on Investment) yang naik stabil ke level
                 6,1%, indikator profitabilitas reasuransi ikut pulih secara signifikan di mana ROE
                 sukses berbalik positif ke angka 10,1% dan ROA tumbuh positif mencapai 1,9% pada
                 tahun 2025.


                             Tabel 12 Instrumen Investasi Asuransi Umum & Reasuransi




                                Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia


                 Dalam hal strategi alokasi dana, baik sektor asuransi umum maupun reasuransi
                 menempatkan porsi modal terbesar mereka pada instrumen berpendapatan tetap
                 yang aman dan likuid, dengan total nilai investasi masing-masing mencapai
                 Rp131.435 miliar dan Rp21.891 miliar. Sektor asuransi umum mengalokasikan
                 dana investasi terbesarnya pada Surat Berharga Negara (SBN) dengan porsi sebesar
                 35,9% atau senilai Rp47.214 miliar. Porsi terbesar berikutnya ditempatkan pada
                 instrumen Reksa Dana sebesar 18,9% atau senilai Rp24.854 miliar, yang diikuti
                 sangat ketat oleh Deposito berjangka dan sertifikat sebesar 18,4% dengan nilai
                 Rp24.201 miliar. Sisa dana investasi asuransi umum lainnya tersebar pada
                 instrumen investasi lain sebesar 11,5%, Obligasi Korporasi sebesar 11,4%, dan porsi
                 terkecil ditempatkan pada instrumen Saham yang hanya sebesar 3,9% atau senilai
                 Rp5.137 miliar.



                                                                                                    29
Page 48
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Sementara itu, sektor reasuransi menerapkan strategi investasi yang jauh lebih
                 agresif pada instrumen surat berharga pemerintah dengan mengalokasikan porsi
                 terbesarnya pada SBN hingga mencapai 42,1% atau senilai Rp9.212 miliar. Berbeda
                 dengan asuransi umum, tempat penempatan terbesar kedua bagi sektor reasuransi
                 adalah instrumen Deposito yang memegang porsi sebesar 27,1% atau senilai
                 Rp5.937 miliar. Selanjutnya, industri reasuransi mengalokasikan sisa dananya pada
                 instrumen Reksa Dana sebesar 12,5%, Obligasi Korporasi sebesar 9,3%, serta
                 instrumen investasi lain sebesar 6,5%. Selaras dengan prinsip kehati-hatian dalam
                 menjaga stabilitas modal terhadap volatilitas pasar keuangan, sektor reasuransi
                 juga membatasi penempatan dana mereka pada instrumen Saham ke porsi yang
                 paling minimal, yaitu hanya sebesar 2,5% atau setara dengan Rp551 miliar pada
                 tahun 2025.


                       Tabel 13 Premi dan Klaim Asuransi Umum, 2024—2025 (Miliar Rupiah)




                 Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia


                 Berdasarkan data lini usaha asuransi umum dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia,
                 akumulasi total premi dicatat dari seluruh lini usaha (All Line of Business)
                 mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,5% dari Rp107.662 miliar pada tahun
                 2024 menjadi Rp113.601 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan total premi ini
                 berjalan beriringan secara seimbang dengan peningkatan total klaim dibayar yang
                 naik tipis sebesar 5,4%, bergerak dari posisi Rp47.014 miliar menuju Rp49.550
                 miliar di akhir periode 2025. Jika ditinjau per sektor bisnis, lini usaha Property
                 kokoh mempertahankan posisinya sebagai kontributor premi terbesar dengan nilai
                 mencapai Rp32.866 miliar atau tumbuh 8,6%, di mana rasio klaim dibayarnya relatif
                 terkendali dengan kenaikan sangat tipis sebesar 1,7% menjadi Rp8.574 miliar.
                 Sebaliknya, lini usaha Motor Vehicle mencatatkan penurunan performa bisnis di
                 mana preminya terkontraksi minus 4,2% menjadi Rp19.017 miliar, namun di sisi lain
                 klaim dibayarnya ikut turun sebesar minus 2,4% ke posisi Rp7.528 miliar.




                                                                                                30
Page 49
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Beberapa lini usaha menunjukkan dinamika pertumbuhan premi yang sangat agresif
                 sekaligus efisiensi klaim yang sangat baik. Lini usaha Satellite mencatatkan lonjakan
                 pertumbuhan premi tertinggi yang luar biasa hingga mencapai 204,8% menjadi
                 Rp437 miliar, yang menariknya diikuti oleh penurunan rasio klaim dibayar hingga
                 mencapai minus 100% atau nihil klaim pada tahun 2025. Tren positif serupa juga
                 terlihat pada lini usaha Energy Off Shore, di mana penurunan beban klaim dibayar
                 sebesar minus 53,4% menjadi Rp547 miliar berhasil mengimbangi penurunan
                 preminya yang terkoreksi minus 12,8% ke angka Rp1.351 miliar. Sektor Energy On
                 Shore juga menunjukkan performa teknis yang sehat dengan pertumbuhan premi
                 sebesar 21,3% menjadi Rp311 miliar yang dibarengi penurunan beban klaim dibayar
                 yang sangat signifikan hingga mencapai minus 48,7% menjadi hanya Rp52 miliar.
                 Namun, industri asuransi umum juga perlu memperhatikan peningkatan risiko
                 klaim pada beberapa lini bisnis strategis. Lini usaha Credit Insurance yang
                 menyumbang porsi premi terbesar ketiga mencatatkan kenaikan klaim dibayar
                 sebesar 16,5% hingga menyentuh angka Rp18.220 miliar, hampir menyamai
                 pertumbuhan premi dicatatnya yang naik 11,2% menjadi Rp19.038 miliar. Tekanan
                 klaim yang cukup tinggi juga membayangi lini bisnis Surety Ship dengan lonjakan
                 klaim dibayar sebesar 44,2% menjadi Rp560 miliar, disusul oleh lini Liability dengan
                 kenaikan klaim 30,7% menjadi Rp634 miliar, serta lini  Aviation dengan
                 pertumbuhan klaim 21,7% menjadi Rp275 miliar. Untuk lini usaha Health,
                 pergerakannya cenderung mendatar di mana premi dicatatkan turun cukup dalam
                 sebesar minus 14,4% menjadi Rp10.118 miliar, namun penurunan tersebut berhasil
                 diimbangi oleh klaim dibayar yang relatif stabil dengan penurunan tipis minus 0,2%
                 pada level Rp6.868 miliar.


                     Gambar 13 Grafik Rasio Klaim Asuransi Umum per Lini Usaha, 2024 & 2025




                 Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia


                 Secara akumulatif tingkat risiko teknis industri asuransi umum untuk seluruh lini
                 usaha (All Line of Business) berada dalam kondisi yang sangat stabil dan sehat.
                 Rasio klaim agregat mencatatkan penurunan sangat tipis dari 43,7% pada tahun


                                                                                                   31
Page 50
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 2024 menjadi 43,6% pada tahun 2025, yang menandakan profitabilitas underwriting
                 industri secara umum terjaga dengan baik. Stabilitas ini sangat dipengaruhi oleh
                 penurunan rasio klaim pada dua lini usaha dengan volume bisnis terbesar, yaitu lini
                 Property yang membaik dari 27,9% menjadi 26,1%, serta lini Motor Vehicle yang
                 meskipun mengalami kenaikan tipis dari 38,8% menjadi 39,6%, angkanya masih
                 berada jauh di bawah ambang batas kritis operasional.


                 Perbaikan kualitas portofolio risiko yang paling signifikan terlihat pada lini usaha
                 berbasis maritim dan energi. Lini bisnis Energy Off Shore sukses mencatatkan
                 penurunan rasio klaim paling drastis dari level mengkhawatirkan sebesar 75,8% di
                 tahun 2024 menjadi hanya 40,5% pada tahun 2025. Langkah efisiensi risiko ini juga
                 diikuti oleh lini Energy On Shore yang rasio klaimnya terpangkas lebih dari separuh,
                 bergerak turun secara positif dari 39,2% menjadi 16,6%. Selain itu, performa lini
                 Marine Cargo turut menunjukkan tren positif dengan penurunan rasio klaim dari
                 33,4% menjadi 24,7%, diikuti penurunan tipis pada lini Marine Hull dari 45,2%
                 menjadi 43,3%, sementara lini bisnis Satellite secara konsisten mempertahankan
                 rekor sempurna dengan rasio klaim tetap berada di angka 0,0% sepanjang dua tahun
                 berturut-turut.


                 Di sisi lain, industri asuransi umum perlu mewaspadai pembengkakan rasio klaim
                 yang terjadi pada beberapa lini usaha strategis dan retail, khususnya yang berkaitan
                 dengan pembiayaan dan kesehatan. Lini usaha              Credit Insurance kembali
                 mencatatkan rasio klaim tertinggi di antara seluruh lini bisnis, di mana angkanya
                 terus merangkak naik dari posisi yang sudah tinggi sebesar 91,3% menjadi 95,7%
                 pada tahun 2025. Kenaikan risiko yang cukup signifikan juga terjadi pada lini Health
                 yang rasio klaimnya membengkak dari 58,2% menjadi 67,9%. Meskipun skala
                 preminya tidak sebesar lini utama, kenaikan rasio klaim juga membayangi lini bisnis
                 Surety Ship yang naik dari 23,2% menjadi 26,7%, lini Liability dari 11,2% menjadi
                 13,9%, lini Aviation dari 19,2% menjadi 20,1%, serta lini Engineering yang
                 mengalami peningkatan tipis dari 37,6% menjadi 38,5% di akhir tahun 2025.


                 Pangsa Pasar dan Kontribusi Klaim


                 struktur portofolio industri asuransi umum pada tahun 2025 masih didominasi oleh
                 tiga lini usaha utama, yaitu Property, Credit Insurance, dan Motor Vehicle. Lini usaha
                 Property sukses memperkokoh posisinya sebagai pemimpin pasar dengan pangsa
                 pasar premi yang meningkat dari 28,1% pada tahun 2024 menjadi 28,9% pada tahun
                 2025. Hebatnya, dominasi premi ini dibarengi dengan efisiensi risiko yang sangat
                 baik, di mana kontribusi klaimnya justru menurun tipis dari 17,9% menjadi 17,3%.
                 Sebaliknya, lini usaha Credit Insurance menunjukkan kondisi yang sangat
                 kontradiktif dan menjadi perhatian utama bagi industri. Meskipun pangsa pasar
                 preminya tumbuh dari 15,9% menjadi 16,8% dan menempati urutan kedua terbesar,
                 lini bisnis ini menyumbang kontribusi klaim terbesar yang sangat timpang dan



                                                                                                    32
Page 51
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 membengkak dari 33,3% pada tahun 2024 menjadi 36,8% pada tahun 2025. Hal ini
                 mengindikasikan beban klaim Credit Insurance jauh melebihi proporsi premi yang
                 diterimanya.


                 Sementara itu, lini usaha Motor Vehicle yang berada di posisi ketiga terbesar
                 mengalami penurunan pangsa pasar premi dari 18,4% pada tahun 2024 menyusut
                 menjadi 16,7% pada tahun 2025. Penurunan pangsa pasar ini diikuti pula oleh
                 penurunan kontribusi klaimnya dari 16,4% menjadi 15,2%. Untuk lini usaha Health,
                 industri berhasil menekan porsi portofolionya demi menjaga tingkat risiko, di mana
                 pangsa pasar preminya menyusut cukup dalam dari 11,0% menjadi 8,9%, yang
                 berbanding lurus dengan penurunan kontribusi klaim dari 14,6% ke level 13,9%
                 pada akhir tahun 2025. Lini usaha retail dan khusus lainnya tercatat memiliki
                 pangsa pasar yang relatif kecil namun stabil di bawah kisaran lima persen, seperti
                 Marine Cargo dengan pangsa premi 5,0% dan kontribusi klaim 2,8%, serta
                 Miscellaneous yang pangsa preminya naik menjadi 4,7% dengan kontribusi klaim
                 terkendali sebesar 1,9%.


                           Gambar 14 Pangsa Pasar dan Kontribusi Klaim Asuransi Umum




                 Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia


                 Di sisi lain, lini usaha sektor energi dan infrastruktur memperlihatkan kontribusi
                 yang sangat minimal terhadap total beban klaim industri. Lini usaha Engineering
                 mencatatkan kenaikan pangsa pasar premi dari 3,9% menjadi 4,4% dengan
                 kontribusi klaim yang naik tipis ke level 3,9%. Perbaikan risiko yang sangat
                 signifikan terlihat pada lini Energy Off Shore, di mana kontribusi klaimnya
                 terpangkas lebih dari separuh dari 2,5% pada tahun 2024 menjadi hanya 1,1% pada
                 tahun 2025, meskipun pangsa pasar preminya sedikit turun menjadi 1,2%. Beberapa
                 lini usaha dengan risiko yang sangat rendah dan stabil meliputi Liability dengan
                 pangsa premi 4,0% dan kontribusi klaim 1,3%, Marine Hull dengan pangsa premi
                 3,2% dan kontribusi klaim 3,2%, serta Accident dengan pangsa premi 4,0% dan
                 kontribusi klaim 0,9%. Lini-lini bisnis terkecil seperti Surety Ship dengan pangsa
                 premi 1,8% dan kontribusi klaim 1,1%, Aviation dengan pangsa premi 1,2% dan



                                                                                                33
Page 52
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 kontribusi klaim 0,6%, serta Energy On Shore dengan pangsa premi 0,3% dan
                 kontribusi klaim 0,1% juga berada dalam kondisi yang sangat aman. Terakhir, lini
                 usaha Satelite mempertahankan performa teknis terbaiknya dengan pangsa pasar
                 premi sebesar 0,4% namun mencatatkan kontribusi klaim mutlak sebesar 0,0%
                 sepanjang tahun 2025.


          3.4    Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan


                 PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk merupakan perusahaan terbuka yang
                 tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MTWI. MTWI berdomisili
                 di Gedung Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta. Kegiatan
                 usaha utama MTWI adalah bergerak dalam bidang Asuransi Umum. MTWI mulai
                 beroperasi secara komersial pada tahun 1953.


                 Pendapatan MTWI pada 31 Desember 2025 tercatat semakin solid dengan Hasil
                 Investasi Bersih sebesar Rp163,10 miliar (naik 12,91% dari tahun 2024) dan Hasil
                 Jasa Asuransi Bersih sebesar Rp130,85 miliar. Secara keseluruhan, pendapatan
                 asuransi bruto meningkat menjadi Rp1,70 triliun.


                 Dari sisi makroekonomi, Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026
                 yang kuat sebesar 5,61% (YoY) memberikan katalis positif langsung bagi industri
                 asuransi nasional, di mana lapangan usaha Jasa Keuangan dan Asuransi
                 mencatatkan pertumbuhan Nilai Tambah Bruto (NTB) Atas Dasar Harga Berlaku
                 (ADHB) sebesar 8,01% (YoY) menjadi Rp260,0 triliun. Meskipun industri bergerak
                 ekspansif, tingkat penetrasi asuransi umum di Indonesia pada tahun 2025 masih
                 berada di level yang relatif rendah sebesar 0,51% dengan densitas Rp417 ribu per
                 kapita, yang mengonfirmasi bahwa pasar domestik masih memiliki ruang
                 pertumbuhan (growth room) yang sangat luas bagi MTWI untuk melakukan
                 penetrasi pasar secara agresif. Peluang pasar ini didukung oleh pemulihan
                 profitabilitas (financial turnaround) industri asuransi umum yang baik pada tahun
                 2025, di mana premi neto melonjak tajam 66,8% mencapai Rp70,70 triliun seiring
                 menguatnya retensi bisnis. Pembalikan kinerja operasional tersebut dipicu oleh
                 efisiensi biaya yang sangat agresif melalui pemangkasan rasio biaya ( expenses
                 ratio) industri secara masif menjadi 29,1%, sehingga mampu menekan rasio
                 gabungan (combined ratio) ke level sehat sebesar 73,8% dan membalikkan posisi
                 rugi menjadi laba setelah pajak sebesar Rp15,81 triliun.


                 Guna mengoptimalkan momentum pemulihan ini, MTWI perlu menyelaraskan
                 strategi seleksi risikonya (underwriting policy) dengan berfokus pada lini bisnis
                 utama    yang   dimilikinya   sejalan   dengan   dinamika   performa   pasar.   Lini
                 Properti/Harta Benda yang menjadi salah satu pilar utama saat ini yang
                 mengokohkan dominasi sebagai pemimpin pasar industri dengan pangsa premi
                 28,9% dan kontribusi klaim yang rendah sebesar 17,3% (loss ratio 26,1%),


                                                                                                  34
Page 53
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 menjadikannya segmen paling menguntungkan. Oleh karena itu, prospek
                 keberlanjutan bisnis MTWI akan sangat bergantung pada perluasan dan optimalisasi
                 lini-lini sehat yang dimiliki perseroan, seperti asuransi properti, pengangkutan,
                 industrial   &   engineering,   serta   tanggung   gugat   (liability),   dengan   tetap
                 mempertahankan prinsip kehati-hatian (prudent underwriting) pada lini retail yang
                 dinamis seperti asuransi kendaraan bermotor, perjalanan, dan kesehatan. Selain itu,
                 sejalan dengan pola alokasi dana industri yang menempatkan porsi investasi
                 terbesar pada instrumen pendapatan tetap yang aman seperti Surat Berharga
                 Negara (SBN) sebesar 35,9% dan Deposito Berjangka sebesar 18,4%. Melalui
                 kombinasi penataan portofolio underwriting yang selektif pada seluruh lini
                 produknya dan pengendalian biaya operasional yang efisien, MTWI diproyeksikan
                 memiliki prospek profitabilitas yang berkelanjutan di masa depan.


          3.5    Alasan dan Latar Belakang Transaksi


                 Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah untuk memperkuat posisi keuangan
                 serta mendukung pengembangan usaha MTWI.


          3.6    Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif


                 Dari sisi kualitatif, pelaksanaan Rencana Transaksi memberikan keuntungan
                 strategis bagi stabilitas operasional MTWI. Dengan adanya dukungan dana dari BPII
                 selaku induk usaha, MTWI dapat memperkokoh posisi keuangan secara instan tanpa
                 perlu menghadapi proses/birokrasi pinjam meminjam yang rumit dengan pihak
                 lain. Penguatan posisi keuangan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas MTWI
                 dalam menanggung risiko asuransi yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan
                 kredibilitas dan kepercayaan nasabah/pelanggan, mitra bisnis, serta regulator.
                 Sementara itu, bagi BPII, keuntungan kualitatif tercermin pada terjaganya nilai
                 investasi operasional dan keberlangsungan bisnis anak perusahaan.


                 Sementara itu, meskipun Rencana Transaksi bersifat efisien dan tidak material,
                 terdapat kemungkinan kerugian atau risiko yang bersifat kualitatif yang perlu
                 diantisipasi, seperti ketergantungan finansial yang tinggi terhadap induk usaha
                 yang menyebabkan berkurangnya fleksibilitas MTWI dalam mencari alternatif
                 pendanaan eksternal yang lebih independen di masa depan.


          3.7    Analisis Dampak Leverage pada Keuangan


                 Berikut adalah analisis dampak leverage terkait dengan Rencana Transaksi.




                                                                                                      35
Page 54
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                        Tabel 14 Proyeksi Leverage Ratio Tanpa Dilaksanakannya Transaksi (%)
                       Keterangan               2026              2027              2028        2029          2030

                  Debt To Equity Ratio          670,36%           613,43%           577,23%     537,01%       497,32%
                  Debt To Asset Ratio              87,02%          85,98%            85,23%      84,30%           83,26%



                       Keterangan               2031              2032              2033        2034         Rerata

                  Debt To Equity Ratio          470,02%           452,67%           435,90%     425,77%       519,97%
                  Debt To Asset Ratio              82,46%          81,91%            81,34%      80,98%           83,61%


                       Tabel 15 Proyeksi Leverage Ratio dengan Dilaksanakannya Transaksi (%)
                       Keterangan               2026              2027              2028        2029          2030

                  Debt To Equity Ratio          688,01%           615,46%           578,60%     538,06%       498,11%
                  Debt To Asset Ratio              87,31%          86,02%            85,26%      84,33%           83,28%



                       Keterangan               2031              2032              2033        2034         Rerata

                  Debt To Equity Ratio          470,64%           453,18%           436,32%     426,13%       522,72%
                  Debt To Asset Ratio              82,48%          81,92%            81,35%      80,99%           83,66%


                 Berdasarkan tabel di atas, terdapat perubahan rata-rata pada rasio leverage antara
                 tanpa dan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, dimana tanpa transaksi
                 rata-rata DER adalah sebesar 519,97% sedangkan dengan transaksi menjadi
                 522,72%. Rata-rata         DAR        juga    mengalami           sedikit peningkatan     dari    tanpa
                 dilaksanakannya transaksi yaitu sebesar 83,61%, sedangkan dengan transaksi
                 menjadi sebesar 83,66%. Rata-rata rasio DER dan DAR tersebut mengindikasikan
                 solvabilitas yang lebih tinggi, sehingga masih terdapat peningkatan risiko keuangan
                 perusahaan yang tinggi setelah transaksi. Kemampuan MTWI untuk melunasi
                 liabilitasnya dengan aset yang dimiliki memang akan menjadi lebih terbebani
                 setelah transaksi, sehingga solvabilitasnya menurun, namun MTWI tetap berada
                 dalam posisi yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.


          3.8    Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan


                 Berikut adalah kinerja likuiditas keuangan MTWI secara historis yang tercermin pada
                 rasio likuiditas.


                                                Tabel 16 Rasio Likuiditas Historis
                    Keterangan           2025           2024             2023          2022      2021         Rerata

                  Rasio Likuiditas       118,00%        117,00%          118,00%      123,00%    123,00%      119,80%


                 Analisis Dampak Likuiditas Keuangan MTWI di masa yang akan datang terkait
                 dengan Rencana Transaksi Perolehan Fasilitas Pinjaman, diperoleh hasil proyeksi
                 rasio likuiditas sebagai berikut.


                                                                                                                       36
Page 55
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                             Tabel 17 Proyeksi Rasio Likuiditas
                       Keterangan         2026        2027         2028           2029      2030

                  Rasio Likuiditas        146,05%     146,71%      144,70%        144,46%    144,57%



                       Keterangan         2031        2032         2033           2034      Rerata

                  Rasio Likuiditas        144,37%     143,29%      143,19%        142,72%    144,45%


                 Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, rasio likuiditas lebih
                 tinggi bila dibandingkan dengan kondisi historisnya, yakni rata-rata historis adalah
                 sebesar 119,80%, sedangkan rata-rata proyeksi adalah sebesar 144,45%. Hal ini
                 menunjukkan peningkatan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
                 jangka pendeknya.




                                                                                                     37
Page 56
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          4          ANALISIS KUANTITATIF


          4.1        Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
                     Perusahaan


          4.1.1      Penilaian Kinerja Historis

                     Berdasarkan data Laporan Keuangan Audit, kondisi keuangan MTWI adalah sebagai
                     berikut.

                     Kinerja Posisi Keuangan


                     Kinerja Posisi Keuangan MTWI selama per 31 Desember 2021 sampai dengan per
                     31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.


                                        Tabel 18 Kinerja Posisi Keuangan (Aset) MTWI (Rp.000)
                                                   31/12/2025       31/12/2024       31/12/2023      31/12/2022      31/12/2021
                           Keterangan
                                                     Audited          Audited          Audited         Audited         Audited
          ASET
          Aset Lancar
              Kas di bank                           37.665.462       43.319.636       16.072.144      12.830.393       4.788.280
              Investasi                            428.902.330      500.604.786      423.050.026     272.689.742     118.109.594
              Deposito berjangka                   102.579.400       97.512.000      113.050.000     150.900.000      17.600.000
              Portofolio efek
                 Pada biaya perolehan              324.644.918      401.421.588      308.334.140     120.128.524      98.851.177
                  diamortisasi
                 Nilai wajar melalui                 1.538.100        1.538.100        1.538.100       1.538.100       1.538.100
                  penghasilan komprehensif
                  lain
                 Nilai wajar melalui laba rugi         139.912          133.098          127.786        123.118         120.317
              Aset kontrak asuransi dan           3.057.996.277    1.805.695.981                 -               -               -
              reasuransi
              Aset asuransi untuk sisa            1.395.206.593     852.058.614                  -               -               -
                 pertanggungan
              Aset asuransi untuk klaim           1.662.789.684     953.637.367                  -               -               -
                 terjadi
              Piutang premi – neto                             -                -    338.037.348     212.049.740     115.184.321
              Pihak berelasi                                   -                -                -     3.238.324       2.945.011
              Pihak ketiga                                     -                -    338.037.348     208.811.416     112.230.510
              Piutang lain-lain                     17.799.857       17.385.420        9.797.981       6.216.469       6.531.657
              Aset reasuransi                                  -                -    678.385.744     409.534.616     199.275.088
              Estimasi klaim retensi sendiri                   -                -    359.653.006     178.493.439     111.512.054
              Premi yang belum merupakan                       -                -    318.732.738     231.041.177      87.763.034
                 pendapatan
              Pajak dibayar di muka                     29.539           49.962           29.411         29.027            48.835
              Piutang reasuransi                               -                -    100.091.821      11.307.075      36.216.732
              Total Aset Lancar                   3.542.393.465    2.367.055.785    1.565.464.475    924.657.062     480.154.507


          Aset Tidak Lancar
              Properti investasi                     7.520.780        7.432.978        7.391.000       7.302.000       7.255.000



                                                                                                                      38
Page 57
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                           31/12/2025      31/12/2024      31/12/2023     31/12/2022    31/12/2021
                       Keterangan
                                             Audited         Audited         Audited        Audited       Audited
            Aset tetap - neto               37.381.469      34.546.759      32.522.221     22.817.832    23.099.564
            Aset pajak tangguhan – neto      6.145.469       6.472.394       9.542.225      5.990.717     3.466.278
            Aset lain-lain                   9.563.846       4.474.160      12.472.977     28.974.225    20.987.461
            Total Aset Tidak Lancar         60.611.564      52.926.291      61.928.423     65.084.774    54.808.303


          TOTAL ASET                      3.603.005.029   2.419.982.075   1.627.392.898   989.741.836   534.962.810
        Sumber: Laporan Keuangan MTWI


                  Aset


                  Total aset MTWI per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp534,96 miliar yang
                  terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp480,15 miliar dan Aset Tidak Lancar sebesar
                  Rp54,81 miliar.


                  Total aset MTWI per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp989,74 miliar, nilai ini
                  mengalami kenaikan signifikan sebesar 85,01% atau senilai Rp454,78 miliar jika
                  dibandingkan per 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama didorong oleh
                  pertumbuhan Aset Lancar, khususnya pada pos Investasi (Deposito Berjangka dan
                  Portofolio Efek) yang melonjak dari Rp118,11 miliar menjadi Rp272,69 miliar, serta
                  kenaikan Aset Reasuransi sebesar Rp210,26 miliar.


                  Total aset MTWI per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp1,63 triliun, nilai ini
                  mengalami peningkatan sebesar 64,43% atau senilai Rp637,65 miliar jika
                  dibandingkan per 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
                  pertumbuhan Aset Reasuransi sebesar Rp268,85 miliar dan Investasi yang
                  meningkat sebesar Rp150,36 miliar.


                  Total aset MTWI per 31 Desember 2024 mencapai Rp2,42 triliun, mengalami
                  peningkatan sebesar 48,70% atau senilai Rp792,59 miliar jika dibandingkan per 31
                  Desember 2023. Kenaikan tajam ini dipicu oleh penerapan PSAK baru yang
                  memunculkan pos Aset Kontrak Asuransi dan Reasuransi sebesar Rp1,81 triliun,
                  menggantikan struktur pos piutang dan aset reasuransi konvensional pada tahun
                  sebelumnya.


                  Total aset MTWI per 31 Desember 2025 terus meningkat menjadi Rp3,60 triliun,
                  nilai ini mengalami pertumbuhan pesat sebesar 48,89% atau senilai Rp1,18 triliun
                  jika dibandingkan per 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh
                  lonjakan pada nilai Aset Kontrak Asuransi dan Reasuransi yang tumbuh sebesar
                  Rp1,25 triliun menjadi Rp3,01 triliun pada akhir tahun 2025.




                                                                                                         39
Page 58
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                            Tabel 19 Kinerja Posisi Keuangan (Liabilitas dan Ekuitas) MTWI (Rp.000)
                                                31/12/2025      31/12/2024     31/12/2023     31/12/2022     31/12/2021
                         Keterangan
                                                  Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
         LIABILITAS DAN EKUITAS
         Liabilitas
            Liabilitas kontrak asuransi dan
             reasuransi
             Liabilitas asuransi untuk sisa    2.000.839.470 1.278.839.345                -              -               -
               pertanggungan
             Liabilitas asuransi untuk klaim   1.108.832.845    683.063.655               -              -               -
               terjadi
            Utang lain-lain                      63.365.528      75.536.342     30.886.909     25.357.009     15.437.066
             Pihak berelasi                                                        148.341        142.741        132.550
             Pihak ketiga                        63.365.528      75.536.342     30.738.568     25.214.268     15.304.516
            Utang klaim                                     -              -    68.667.535      9.854.145     18.260.711
             Pihak berelasi                                 -              -           611            623        379.091
             Pihak ketiga                                   -              -    68.666.924      9.853.522     17.881.620
            Liabilitas reasuransi                           -              -   875.357.004    531.102.272    260.176.297
             Estimasi klaim retensi sendiri                 -              -   407.023.292    203.593.913    125.425.870
             Premi yang belum merupakan                     -              -   468.333.712    327.508.359    134.750.427
               pendapatan
            Utang pajak                           8.686.036      10.866.663      3.836.740      1.069.605        425.185
            Pendapatan sewa tangguhan               295.392         499.623        294.111        290.267        488.348
            Liabilitas sewa                       4.793.341       4.327.142      5.195.737        388.958      1.759.009
            Liabilitas imbalan kerja              8.075.563       7.589.428      6.139.983      5.780.727      4.799.611
            Utang reasuransi                                -              -   297.468.175    141.175.580     77.447.550
            Utang koasuransi                                -              -     6.051.200      1.205.212        401.832
            Utang komisi                                    -              -    52.812.146     33.500.291     18.302.942
            Total Liabilitas                   3.194.888.175 2.060.722.198 1.346.709.540      749.724.066    397.498.551


         Ekuitas
            Ekuitas yang dapat diatribusikan
             kepada pemilik entitas induk:
            Modal saham                         292.448.664     292.448.664    292.448.664    264.703.033    152.581.912
             PT Batavia Prosperindo             251.209.761     255.211.591    254.030.391    234.435.072    104.748.696
               Internasional Tbk
             PT Ilthabi Rekatama                  5.047.750       7.972.230      7.972.230      7.972.230      7.972.230
             Vientje Harijanto, Direktur         14.608.250      12.444.130     12.444.130      6.777.884      6.877.884
               Utama
             Harjanto, Direktur                   3.703.476       3.703.476      3.703.476      3.703.476      3.703.476
             Ir. Iis Syarifuddin, Direktur          335.801         335.801        335.801        335.801        335.801
               Independen
             PT Batavia Prosperindo Finance                 -              -              -              -    24.193.825
               Tbk
             Masyarakat
               Pemegang saham lokal               8.513.207       5.780.117     11.948.417     11.418.250      4.749.970
               Pemegang saham asing               9.030.419       7.001.319      2.014.219         60.320               30
            Tambahan modal disetor               (3.227.985)     (3.227.985)    (3.227.985)    (3.227.985)    (1.846.551)
            Penghasilan komprehensif lain         5.467.527       5.467.527      5.467.527      5.364.167      4.992.989
             cadangan revaluasi aset tetap -
             neto setelah pajak
            Saldo laba (defisit)
             Telah ditentukan                       132.652          32.652         32.652         32.652          32.652
               penggunaannya


                                                                                                              40
Page 59
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                                31/12/2025       31/12/2024      31/12/2023      31/12/2022      31/12/2021
                     Keterangan
                                                  Audited         Audited         Audited         Audited         Audited
             Belum ditentukan                   113.295.929       64.538.953     (14.037.564)    (26.854.161)    (18.296.804)
              penggunaannya
            Ekuitas yang dapat diatribusikan
             kepada pemilik entitas induk       408.116.787      359.259.811     280.683.294     240.017.706     137.464.198
             kepentingan non-pengendali
            Kepentingan non pengendali                      67              65              64              62              61


            Total Ekuitas                       408.116.854      359.259.876     280.683.358     240.017.768     137.464.259


         TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS          3.603.005.029 2.419.982.075 1.627.392.898         989.741.836     534.962.810
        Sumber: Laporan Keuangan MTWI


                  Liabilitas


                  Total liabilitas MTWI per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp397,50 miliar. Nilai
                  ini didominasi oleh pos liabilitas reasuransi yang mencapai Rp260,18 miliar serta
                  premi yang belum merupakan pendapatan sebesar Rp134,75 miliar.


                  Total liabilitas MTWI per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp749,72 miliar,
                  mengalami kenaikan sebesar 88,61% atau senilai Rp352,23 miliar jika dibandingkan
                  per 31 Desember 2021 yang tercatat sebesar Rp397,50 miliar. Kenaikan ini
                  terutama disebabkan oleh meningkatnya nilai liabilitas reasuransi sebesar
                  Rp270,93 miliar serta pertumbuhan premi yang belum merupakan pendapatan
                  sebesar Rp192,76 miliar.


                  Total liabilitas MTWI per 31 Desember 2023 mencapai Rp1,35 triliun, nilai ini
                  mengalami peningkatan sebesar 79,63% atau senilai Rp596,99 miliar dibandingkan
                  per 31 Desember 2022 yang sebesar Rp749,72 miliar. Peningkatan ini terutama
                  dipicu oleh lonjakan liabilitas reasuransi sebesar Rp344,25 miliar serta utang
                  reasuransi yang meningkat sebesar Rp156,29 miliar.


                  Total liabilitas MTWI per 31 Desember 2024 melonjak mencapai Rp2,06 triliun, nilai
                  ini mengalami peningkatan sebesar 53,02% atau senilai Rp714,01 miliar
                  dibandingkan per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp1,35 triliun. Peningkatan
                  tajam ini terutama disebabkan oleh perubahan klasifikasi akun akibat penerapan
                  standar akuntansi baru, yang memunculkan pos Liabilitas Asuransi untuk Sisa
                  Pertanggungan sebesar Rp1,28 triliun dan Liabilitas Asuransi untuk Klaim Terjadi
                  sebesar Rp683,06 miliar.


                  MTWI mencatatkan total liabilitas per 31 Desember 2025 mencapai sebesar Rp3,19
                  triliun, nilai ini mengalami peningkatan sebesar 55,04% atau senilai Rp1,13 triliun
                  jika dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp2,06 triliun. Peningkatan
                  ini terutama disebabkan oleh meningkatnya nilai Liabilitas Asuransi untuk Sisa



                                                                                                                  41
Page 60
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Pertanggungan sebesar Rp722,00 miliar serta Liabilitas Asuransi untuk Klaim
                 Terjadi sebesar Rp425,77 miliar.


                 Ekuitas


                 Total ekuitas MTWI per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp137,46 miliar, di
                 mana modal saham yang disetor tercatat sebesar Rp152,58 miliar dan posisi saldo
                 laba masih mengalami defisit sebesar Rp18,30 miliar.


                 Total ekuitas MTWI per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp240,02 miliar,
                 mengalami kenaikan sebesar 74,60% atau senilai Rp102,55 miliar dibanding jumlah
                 ekuitas per 31 Desember 2021 yang sebesar Rp137,46 miliar. Kenaikan ini terutama
                 disebabkan oleh adanya peningkatan modal saham disetor sebesar Rp112,12 miliar.


                 Total ekuitas MTWI per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp280,68 miliar,
                 mengalami kenaikan sebesar 16,94% atau senilai Rp40,67 miliar dari per 31
                 Desember 2022 yang sebesar Rp240,02 miliar. Kenaikan ini didorong oleh
                 pertumbuhan modal saham dari Batavia Prosperindo Internasional Tbk dan
                 perbaikan performa keuangan yang mampu memperkecil saldo defisit.


                 Total ekuitas MTWI per 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp359,26 miliar,
                 menunjukkan pertumbuhan sebesar 28,00% atau senilai Rp78,58 miliar dari per 31
                 Desember 2023 yang sebesar Rp280,68 miliar. Peningkatan ekuitas ini utamanya
                 dipicu oleh pembalikan posisi saldo laba yang kini mencatatkan nilai positif sebesar
                 Rp64,54 miliar dari yang sebelumnya defisit sebesar Rp14,04 miliar.


                 Total ekuitas MTWI per 31 Desember 2025 terus meningkat menjadi sebesar
                 Rp408,12 miliar, mengalami kenaikan sebesar 13,60% atau senilai Rp48,86 miliar
                 jika dibandingkan dengan per 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar Rp359,26
                 miliar. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya saldo laba yang belum
                 ditentukan penggunaannya menjadi Rp113,30 miliar pada akhir tahun berjalan.


                 Kinerja Laba Rugi


                 Kinerja Laba Rugi MTWI selama tahun 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
                 adalah sebagai berikut.




                                                                                                  42
Page 61
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                               Tabel 20 Kinerja Laba Rugi MTWI (Rp.000)
                                            31/12/2025       31/12/2024       31/12/2023       31/12/2022       31/12/2021
                   Keterangan
                                              Audited           Audited          Audited         Audited          Audited
        PENDAPATAN ASURANSI                  163.098.831      144.454.798       57.472.502       23.719.140       33.721.536
          Pendapatan jasa asuransi         1.695.792.233     1.441.209.080                 -                -                -
          Beban jasa asuransi             (1.235.660.411)    (839.336.764)                 -                -                -
          Beban bersih dari kontrak        (329.280.287)     (484.475.116)                 -                -                -
           reasuransi
           Hasil jasa asuransi bersih        130.851.535      117.397.200                  -                -                -


          Keuntungan investasi yang           32.238.949       27.313.147                  -                -                -
           direalisasikan & belum
           direalisasikan - neto
          Pendapatan (beban) keuangan             50.668         (305.198)                 -                -                -
           dari kontrak asuransi
          Pendapatan (beban) keuangan            (42.321)          49.649                  -                -                -
           dari kontrak reasuransi
           Hasil investasi - bersih          163.098.831      144.454.798                  -                -                -


          Pendapatan underwriting                        -                -
           Pendapatan premi                              -                -
             Premi bruto                                 -                -   1.011.967.310     641.159.818      369.592.849
             Premi reasuransi                            -                -   (813.600.764)    (496.385.558)    (284.463.594)
             Kenaikan premi yang                         -                -    (53.133.792)     (49.479.789)      (7.869.453)
               belum merupakan
               pendapatan
             Pendapatan underwriting                     -                -      1.544.744        1.290.424        1.213.896
               lain-lain
               Total pendapatan                          -                -    146.777.498       96.584.895       78.473.698
                   underwriting
          Beban underwriting                             -                -
           Beban klaim                                   -                -
             Klaim bruto                                 -                -   (365.678.905)    (243.053.225)    (242.471.561)
             Klaim reasuransi                            -                -    245.537.655      188.086.731      182.466.371
             Kenaikan estimasi klaim                     -                -    (22.269.812)     (11.186.657)       7.859.420
               retensi sendiri
           Beban klaim                                   -                -   (142.411.062)     (66.153.151)     (52.145.770)
           Beban komisi                                  -                -     67.769.340       38.577.928       28.123.095
           Beban underwriting lain-lain                  -                -    (34.118.337)     (55.507.750)     (29.436.987)
               Total beban underwriting                  -                -   (108.760.059)     (83.082.973)     (53.459.662)


          Hasil underwriting                             -                -     38.017.439       13.501.922       25.014.036
          Hasil investasi                                -                -     20.386.614        7.870.492        7.430.638
          Pendapatan sewa                                -                -        199.106          198.081          195.583
          Penghasilan lain-lain - neto                   -                -     (1.130.657)       2.148.645        1.081.279
           Pendapatan usaha - neto                       -                -     57.472.502       23.719.140       33.721.536


        BEBAN USAHA - NETO                  (73.749.823)      (60.944.068)     (46.403.727)     (34.551.274)     (27.947.364)
          Beban usaha                       (82.758.404)      (63.883.669)     (46.403.727)     (34.551.274)     (27.947.364)
             Gaji dan tunjangan             (43.543.354)      (35.484.307)     (22.304.198)     (17.943.393)     (14.574.708)
             Tunjangan pajak                  (7.113.763)      (5.888.214)      (3.050.344)      (1.744.508)      (1.114.799)
               penghasilan pasal 21
             Penyusutan aset tetap            (5.466.579)      (3.319.731)      (2.704.507)      (2.668.243)      (2.343.535)
             Pelatihan                        (3.884.238)      (2.135.787)        (839.492)        (672.448)        (826.820)


                                                                                                                   43
Page 62
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                             31/12/2025       31/12/2024       31/12/2023       31/12/2022       31/12/2021
                  Keterangan
                                              Audited          Audited          Audited          Audited          Audited
             Promosi                          (2.492.013)        (787.339)      (1.658.192)        (327.857)        (835.620)
             Pemeliharaan dan                 (2.413.215)      (2.279.694)      (1.503.806)      (1.398.182)      (1.487.051)
               perawatan
             Beban kantor                     (2.377.760)      (1.214.594)        (786.560)        (621.258)        (382.199)
             Tenaga ahli                      (2.238.284)        (788.542)      (1.308.136)        (758.266)        (459.584)
             Sewa kendaraan                   (1.724.162)      (1.966.647)      (1.730.071)      (1.710.294)      (1.564.923)
             Beban iuran keanggotaan OJK      (1.572.156)      (1.018.205)
             Imbalan kerja                    (1.402.341)      (1.282.072)        (983.661)        (722.259)        (315.948)
             Asuransi kesehatan               (1.208.231)        (966.649)        (636.333)        (413.423)        (392.290)
             Representasi dan                 (1.082.555)      (1.239.464)        (698.348)        (366.219)         (33.966)
               sumbangan
             Jasa konsultan manajemen           (744.000)        (744.000)        (744.000)        (744.000)        (744.000)
             Pengobatan                         (740.762)        (534.344)        (306.158)        (547.246)        (249.928)
             Perjalanan dinas                   (704.574)        (531.968)        (541.497)        (326.467)         (88.827)
             Beban pajak                        (549.759)        (436.176)        (819.462)        (799.333)        (446.865)
             Komunikasi                         (521.346)        (449.301)        (391.221)        (387.568)        (381.542)
             Transportasi                       (210.228)        (305.408)        (290.431)        (249.078)        (376.224)
             Listrik dan air                    (210.104)        (208.281)        (188.781)        (223.809)        (219.173)
             Cadangan kerugian                            -                -    (2.033.460)        (493.958)         (11.089)
               penurunan nilai piutang
               premi
             Cadangan kerugian                            -                -      (877.747)                  -                -
               penurunan nilai piutang
               reasuransi
             Lain-lain                        (2.558.980)      (2.302.943)      (2.007.320)      (1.433.465)      (1.098.273)
          Pendapatan sewa                        204.231          204.231                   -                -                -
          Pendapatan lainnya - neto            8.804.350        2.735.369                   -                -                -


        LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK             89.349.008       83.510.730       11.068.775      (10.832.134)       5.774.172


        BEBAN PAJAK PENGHASILAN              (18.004.727)     (13.523.339)       1.180.664        2.466.412       (2.471.790)


        LABA NETO TAHUN BERJALAN              71.344.282       69.987.390       12.249.439       (8.365.722)       3.302.382


        PENGHASILAN (RUGI)
          KOMPREHENSIF LAIN
          Pos-pos yang tidak akan
             direklasifikasi ke laba rugi:
             Surplus revaluasi aset tetap                 -                -       172.711          380.375          240.250
             Pengukuran kembali                  795.956         (167.372)         618.705         (258.858)         319.436
               liabilitas imbalan kerja
          Efek pajak terkait
             Surplus revaluasi aset tetap                 -                -        (3.388)          (1.183)            (1.375)
             Pengukuran kembali                 (175.110)          36.822         (136.115)          56.949          (70.276)
               liabilitas imbalan kerja
          Jumlah penghasilan (rugi)              620.846         (130.550)         651.913          177.283          488.034
             komprehensif lain
        TOTAL LABA (RUGI)
                                              71.965.128       69.856.840       12.901.352       (8.188.439)       3.790.416
          KOMPREHENSIF
       Sumber: Laporan Keuangan MTWI




                                                                                                                   44
Page 63
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Pendapatan


                 Pendapatan usaha neto yang diperoleh MTWI sepanjang tahun 2021 mencapai
                 sebesar Rp33,72 miliar. Pendapatan ini utamanya didorong oleh perolehan total
                 pendapatan underwriting yang tercatat sebesar Rp78,47 miliar sebelum dikurangi
                 beban-beban underwriting terkait.


                 Pada tahun 2022, pendapatan usaha neto MTWI tercatat sebesar Rp23,72 miliar,
                 mengalami penurunan sebesar 29,66% jika dibandingkan dengan tahun 2021.
                 Penurunan hasil neto ini dipengaruhi oleh peningkatan tajam beban klaim neto dari
                 yang sebelumnya Rp52,15 miliar melonjak menjadi Rp66,15 miliar, serta kenaikan
                 beban underwriting lain-lain.


                 Pada tahun 2023, pendapatan usaha neto MTWI kembali melonjak signifikan
                 mencapai     Rp57,47     miliar,   atau   mengalami   peningkatan   sebesar   142,30%
                 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan total
                 pendapatan underwriting yang naik menjadi Rp146,78 miliar, seiring meningkatnya
                 premi bruto menjadi Rp1,01 triliun.


                 Pada tahun 2024, perusahaan mulai menyajikan akun dengan standar akuntansi
                 asuransi baru, di mana perusahaan mencatatkan Hasil Investasi Bersih sebesar
                 Rp144,45 miliar dan Hasil Jasa Asuransi Bersih sebesar Rp117,40 miliar (dengan
                 total pendapatan asuransi bruto tercatat mencapai Rp1,44 triliun).


                 Sampai dengan 31 Desember 2025, perusahaan membukukan kinerja yang semakin
                 solid dengan catatan Hasil Investasi Bersih sebesar Rp163,10 miliar (naik 12,91%
                 dari tahun 2024) dan Hasil Jasa Asuransi Bersih sebesar Rp130,85 miliar. Secara
                 keseluruhan, pendapatan asuransi bruto meningkat menjadi Rp1,70 triliun.


                 Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan


                 Pada tahun 2021, MTWI berhasil mencatatkan kinerja positif dengan Total Laba
                 Komprehensif sebesar Rp3,79 miliar. Laba neto tahun berjalan tercatat sebesar
                 Rp3,30 miliar, ditambah dengan jumlah penghasilan komprehensif lain sebesar
                 Rp488,04 juta.


                 Pada tahun 2022, kinerja keuangan MTWI mengalami tekanan yang menyebabkan
                 perusahaan berbalik mencatatkan Total Rugi Komprehensif sebesar Rp8,19 miliar.
                 Hal ini utamanya disebabkan oleh pembengkakan beban underwriting (khususnya
                 beban klaim) dan kenaikan beban usaha neto menjadi Rp34,55 miliar, sehingga
                 perusahaan menderita rugi neto tahun berjalan sebesar Rp8,37 miliar.




                                                                                                   45
Page 64
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Pada tahun 2023, MTWI berhasil mengembalikan keadaan dengan mencatatkan
                 Total Laba Komprehensif sebesar Rp12,90 miliar. Pembalikan performa menjadi
                 laba ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan pendapatan usaha neto sebesar
                 Rp57,47 miliar yang mampu mengompensasi kenaikan beban usaha yang naik
                 menjadi Rp46,40 miliar.


                 Pada tahun 2024, MTWI mencatatkan kenaikan keuntungan yang sangat masif
                 dengan Total Laba Komprehensif mencapai Rp69,86 miliar. Lonjakan keuntungan
                 ini merupakan imbas positif dari tingginya hasil investasi bersih sebesar Rp144,45
                 miliar serta hasil jasa asuransi bersih sebesar Rp117,40 miliar yang melampaui
                 pertumbuhan total beban usaha tahun berjalan.


                 Sampai dengan 31 Desember 2025, MTWI mempertahankan tren pertumbuhan
                 positifnya dengan mencatatkan Total Laba Komprehensif sebesar Rp71,97 miliar,
                 atau meningkat sebesar 3,02% dibandingkan perolehan tahun 2024. Kenaikan laba
                 ini ditopang oleh perolehan Laba Neto Tahun Berjalan sebesar Rp71,34 miliar serta
                 ditambah keuntungan pengukuran kembali imbalan kerja neto sebesar Rp620,85
                 juta.


                 Rasio Keuangan

                 Berdasarkan atas kinerja keuangan MTWI per 31 Desember 2021 sampai dengan per
                 31 Desember 2025, diperoleh hasil analisis rasio sebagai berikut.

                                                        Tabel 21 Rasio Keuangan
                           Keterangan                2025      2024      2023      2022      2021     Rata-rata

                  I. RASIO MMBR
                    Rasio Pencapaian Solvabilitas   146,06%   183,02%   230,21%   284,00%   254,00%    219,38%


                  II. RASIO SELAIN MMBR
                    Rasio Likuiditas                118,00%   117,00%   118,00%   123,00%   123,00%    119,80%
                    Rasio Kecukupan Investasi        81,00%   142,00%   207,00%   235,00%   187,00%    170,40%
                    Rasio Perimbangan Hasil           6,00%     7,00%    10,00%     6,00%     7,00%      7,20%
                     Investasi dengan Pendapatan
                     Premi Neto
                    Rasio Beban Klaim, Beban         72,00%    60,00%    56,00%    46,00%    49,00%     56,00%
                     Usaha, dan Komisi
                    Return of Equity (ROE)           17,48%    19,48%     4,36%    -3,49%     2,40%      8,05%
                    Return of Asset (ROA)             1,98%     2,89%     0,75%    -0,85%     0,62%      1,08%


                 Rasio Pencapaian Solvabilitas (Risk-Based Capital/RBC)


                 Rasio Pencapaian Solvabilitas mengukur kemampuan modal perusahaan dalam
                 mengantisipasi risiko kerugian dan memenuhi kewajiban pemegang polis.
                 Berdasarkan Peraturan OJK No. 71/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan



                                                                                                             46
Page 65
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, yang disesuaikan melalui
                 Peraturan OJK No. 5/POJK.05/2023, OJK menetapkan batas minimum Tingkat
                 Solvabilitas (RBC) sekurang-kurangnya sebesar 100% dari Modal Minimum Berbasis
                 Risiko (MMBR), dengan target internal minimum (trigger level) sebesar 120%.


                 Berdasarkan kinerja rasio keuangan, kinerja solvabilitas MTWI dinilai sangat sehat
                 karena selalu berada jauh di atas ambang batas aman OJK sepanjang periode 5
                 tahun terakhir. Pada tahun 2021 RBC tercatat sebesar 253,82%, memuncak pada
                 tahun 2022 sebesar 283,81%, lalu berturut-turut mengalami normalisasi menjadi
                 230,21% pada tahun 2023, 183,02% pada tahun 2024, dan berakhir di level 146,06%
                 pada tahun 2025. Secara keseluruhan, nilai rata-rata 5 tahun terakhir berada di
                 posisi yang solid, yaitu sebesar 219,38%.


                 Rasio Likuiditas


                 Rasio Likuiditas mengukur ketersediaan aset likuid perusahaan asuransi untuk
                 memenuhi liabilitas jangka pendek, terutama kewajiban pembayaran klaim yang
                 segera jatuh tempo.


                 Sepanjang periode 2021—2025, tingkat likuiditas MTWI bergerak sangat stabil
                 dengan rata-rata berada pada level 119,80%. Secara tahunan, rasio likuiditas
                 tercatat konsisten di angka 123,00% pada tahun 2021 dan 2022, sebelum
                 mengalami penyesuaian tipis menjadi 118,00% pada tahun 2023, 117,00% pada
                 tahun 2024, dan kembali ke level 118,00% pada akhir tahun 2025. Kemampuan
                 likuiditas yang stabil di atas 100% ini mencerminkan bahwa MTWI memiliki kesiapan
                 yang konsisten dalam mengantisipasi penarikan atau penyelesaian kewajiban
                 jangka pendek pemegang polis.


                 Rasio Kecukupan Investasi


                 Rasio Kecukupan Investasi mengukur kemampuan aset investasi perusahaan dalam
                 menutupi estimasi cadangan teknis dan liabilitas klaim. Berdasarkan pedoman
                 kesehatan keuangan OJK, rasio kecukupan investasi yang memadai setidaknya
                 harus dipelihara minimal sebesar 100%.


                 Pada periode awal, kecukupan investasi MTWI tergolong sangat tinggi, yakni
                 mencapai 187,00% pada tahun 2021, naik menjadi 235,00% pada tahun 2022, dan
                 tercatat sebesar 207,00% pada tahun 2023. Namun, terjadi tren penurunan yang
                 signifikan menjadi 142,00% pada tahun 2024 dan menyentuh level 81,00% pada
                 tahun 2025. Meski demikian, rata-rata 5 tahun terakhir masih berada di level yang
                 aman sebesar 170,40%.




                                                                                                47
Page 66
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                  Rasio Operasional


                  Rasio Perimbangan Hasil Investasi dengan Pendapatan Premi Neto mengukur
                  seberapa besar perolehan imbal hasil investasi mampu menopang pendapatan
                  premi bersih perusahaan. Rasio ini bergerak konstan dengan rata-rata lima tahun
                  sebesar 7,20%, di mana porsi tertinggi dicapai pada tahun 2023 sebesar 10,00%,
                  sementara pada tahun 2022 dan 2025 berada pada level 6,00%, serta sebesar 7,00%
                  pada tahun 2021 dan 2024.


                  Rasio Beban Klaim, Beban Usaha, dan Komisi mencerminkan tingkat efisiensi
                  operasional asuransi (combined ratio). Rasio ini menunjukkan adanya tren
                  peningkatan biaya operasional tahunan secara bertahap, di mana rasio beban yang
                  pada tahun 2021 sebesar 49,00% dan tahun 2022 sebesar 46,00%, melonjak naik
                  menjadi 56,00% pada tahun 2023, 60,00% pada tahun 2024, dan menyentuh angka
                  72,00% pada tahun 2025. Namun demikian, angka rata-rata rasio ini dalam 5 tahun
                  terakhir sebesar 56,00% mengindikasikan bahwa total beban operasional tersebut
                  secara umum masih terkendali di bawah pendapatan premi neto.


                  Rasio Profitabilitas


                  Rasio     profitabilitas   mencerminkan   efektivitas   perusahaan   asuransi   dalam
                  mengoptimalkan modal ataupun portofolio investasi untuk menghasilkan laba
                  bersih.


                  Return on Equity (ROE) menunjukkan terjadinya fluktuasi profitabilitas terhadap
                  modal bersih dengan rata-rata 5 tahun sebesar 8,05%. ROE tercatat positif 2,40%
                  pada tahun 2021, kemudian terkontraksi menjadi negatif 3,49% akibat tekanan
                  kinerja tahun 2022. Namun demikian, perusahaan mencatatkan pemulihan
                  performa pada tahun 2024 dengan ROE mencapai 19,48% dan tetap kokoh di level
                  17,48% pada tahun 2025.


                  Selaras dengan tren ROE, Return on Asset (ROA) yang menunjukkan efektivitas aset
                  perusahaan menghasilkan laba bersih memiliki rata-rata sebesar 1,08%. Setelah
                  membukukan return negatif sebesar -0,85% pada tahun 2022, ROA berhasil
                  kembali positif menjadi 0,75% pada tahun 2023, melonjak ke titik tertinggi sebesar
                  2,89% pada tahun 2024, serta mencatatkan nilai 1,98% di tahun 2025.


          4.1.2   Penilaian Arus Kas


                  Arus Kas MTWI selama per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31 Desember
                  2025 adalah sebagai berikut.




                                                                                                    48
Page 67
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                                      Tabel 22 Arus Kas MTWI (Rp.000)
                                          31/12/2025       31/12/2024       31/12/2023       31/12/2022       31/12/2021
                   Keterangan
                                            Audited           Audited         Audited          Audited          Audited
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS
          OPERASI
          Penerimaan kas dari kontrak    2.258.069.160     1.751.689.228                 -                -                -
           asuransi, kontak reasuransi
           dan pelanggan
          Pembayaran kas untuk           (2.245.578.510) (1.619.642.955)                 -                -                -
           kontrak asuransi,
           pelanggan, dan karyawan
          Pembayaran atas beban            (89.667.980)     (36.116.531)                 -                -                -
           usaha
          Pembayaran lain-lain - neto       (3.075.521)     (10.826.555)     (34.710.573)     (52.238.513)     (27.201.627)
          Penerimaan premi                             -                -    883.946.241      543.800.441      358.383.391
          Penerimaan klaim asuransi                    -                -    156.752.910      212.996.387      171.750.995
          Penerimaan komisi - neto                     -                -     87.081.195       53.775.277       28.108.506
          Penerimaan dari pembayaran                   -                -                                          409.744
           sewa properti
          Pembayaran premi                             -                -   (652.462.181)    (431.854.147)    (274.030.562)
           reasuransi
          Pembayaran klaim                             -                -   (306.865.515)    (251.459.791)    (248.751.279)
          Pembayaran beban umum                        -                -    (16.925.890)     (28.959.637)     (35.381.920)
           dan administrasi
        KAS NETO YANG DIPEROLEH
          DARI (DIGUNAKAN UNTUK)           (80.252.851)      85.103.187      116.816.187       46.060.017      (26.712.752)
          AKTIVITAS OPERASI


        ARUS KAS DARI AKTIVITAS
          INVESTASI
          Penerimaan dari aset              86.194.127                  -                -      7.000.000       10.000.000
           keuangan diukur pada
           biaya perolehan
           diamortisasi yang belum
           jatuh tempo
          Penerimaan hasil investasi        37.877.290       28.597.856       17.810.541        8.353.541        7.838.628
          Penerimaan dari aset              35.272.900       35.000.000                                              1.675
           keuangan diukur pada
           biaya perolehan
           diamortisasi yang jatuh
           tempo
          Pencairan (penempatan)            (5.067.400)      15.538.000       37.850.000     (133.800.000)       5.900.000
           deposito berjangka - neto
          Pembelian aset keuangan          (48.735.000)    (130.745.000)    (190.431.800)     (27.530.000)
           diukur pada biaya
           perolehan diamortisasi
          Penerimaan atas penjualan                                               37.259            8.850          244.200
           aset tetap
          Perolehan aset tetap              (6.362.568)      (5.614.328)      (6.243.310)      (1.786.319)        (496.562)
          Pencairan deposito berjangka                                                            500.000
           yang dibatasi
           penggunaannya




                                                                                                                  49
Page 68
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                        31/12/2025       31/12/2024       31/12/2023       31/12/2022      31/12/2021
                  Keterangan
                                          Audited         Audited           Audited          Audited        Audited
        KAS NETO YANG DIPEROLEH
          DARI (DIGUNAKAN UNTUK)         99.179.349      (57.223.472)     (140.977.310)    (147.253.928)    23.487.941
          AKTIVITAS INVESTASI


        ARUS KAS DARI AKTIVITAS
          PENDANAAN
          Penerimaan dari penerbitan                 -                -     27.745.631      112.121.122                 -
           saham
          Pembayaran dividen            (23.108.150)                  -
          Pembayaran pokok liabilitas    (1.472.521)        (632.223)         (342.757)      (1.503.663)      (462.750)
           sewa
          Pembayaran atas beban                      -                -                -     (1.381.433)                -
           emisi saham
        KAS NETO YANG DIPEROLEH
          DARI (DIGUNAKAN UNTUK)        (24.580.671)        (632.223)       27.402.874      109.236.026       (462.750)
          AKTIVITAS PENDANAAN


        KENAIKAN (PENURUNAN) NETO
                                         (5.654.173)      27.247.492         3.241.751        8.042.115     (3.687.561)
          KAS DI BANK


        KAS DAN BANK AWAL TAHUN          43.319.636       16.072.144        12.830.393        4.788.279      8.475.840


        KAS DAN BANK AKHIR TAHUN         37.665.462       43.319.636        16.072.144       12.830.395      4.788.279
       Sumber: Laporan Keuangan MTWI


                   Pada tahun 2021, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat
                   sebesar Rp26,71 miliar, sementara kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi
                   adalah sebesar Rp23,49 miliar. Di sisi lain, kas bersih yang digunakan untuk
                   aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp462,75 juta. Secara keseluruhan, aktivitas-
                   aktivitas tersebut menyebabkan terjadinya penurunan neto kas di bank sebesar
                   Rp3,69 miliar.


                   Pada tahun 2022, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi berbalik positif
                   menjadi sebesar Rp46,06 miliar. Namun, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
                   investasi melonjak menjadi Rp147,25 miliar, yang dipicu oleh penempatan neto
                   deposito berjangka yang cukup besar. Untuk mendukung kebutuhan dana, kas
                   bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan meningkat tajam menjadi Rp109,24
                   miliar (terutama berasal dari penerbitan saham). Hasil dari ketiga aktivitas ini
                   menghasilkan kenaikan neto kas di bank sebesar Rp8,04 miliar.


                   Pada tahun 2023, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi kembali
                   meningkat menjadi sebesar Rp116,82 miliar karena pertumbuhan penerimaan
                   premi. Di sisi investasi, perusahaan mencatatkan arus kas bersih yang digunakan
                   untuk aktivitas investasi sebesar Rp140,98 miliar (terutama untuk pembelian aset
                   keuangan). Sementara itu, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan



                                                                                                              50
Page 69
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                   tercatat sebesar Rp27,40 miliar, sehingga menghasilkan kenaikan neto kas di bank
                   sebesar Rp3,24 miliar.


                   Pada tahun 2024, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar
                   Rp85,10 miliar. Sementara itu, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
                   berhasil ditekan menjadi Rp57,22 miliar. Di sektor pendanaan, arus kas bersih yang
                   digunakan untuk aktivitas pendanaan relatif kecil, yaitu sebesar Rp632,22 juta
                   untuk pembayaran pokok liabilitas sewa. Sehingga, pada tahun ini terjadi kenaikan
                   neto kas di bank yang cukup signifikan sebesar Rp27,25 miliar.


                   Pada 31 Desember 2025, arus kas operasional berbalik menjadi defisit dengan kas
                   bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp80,25 miliar. Sebaliknya,
                   aktivitas investasi mencatatkan arus kas masuk yang kuat dengan kas bersih yang
                   diperoleh dari aktivitas investasi sebesar Rp99,18 miliar (didorong penerimaan dari
                   aset keuangan jatuh tempo). Sedangkan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
                   pendanaan tercatat sebesar Rp24,58 miliar karena adanya pembayaran dividen.
                   Kombinasi performa ini menghasilkan penurunan neto kas di bank sebesar Rp5,65
                   miliar.


          4.1.3    Penilaian Atas Proyeksi Keuangan

                   Proyeksi Posisi Keuangan

                   Proyeksi posisi keuangan MTWI selama tahun 2026 sampai dengan 2034 adalah
                   sebagai berikut.

                          Tabel 23 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Adanya Transaksi (Rp.000)
                     Keterangan                2026          2027          2028          2029          2030

          ASSETS
          Investment
            Time deposit                     140.821.000    73.708.000    87.851.000   103.395.000   110.072.000
            Marketable securities -           18.745.299    25.210.354    31.555.392    40.924.051    45.037.683
              Corporate bonds
            Marketable securities -          528.644.701   638.164.646   759.099.608   889.635.949   945.609.317
              Government bonds
            Marketable securities - Invest     1.538.100     1.538.100     1.538.100     1.538.100     1.538.100
              in KARK & MAIPARK
            Investment in subsidiary (BPP)     6.500.000     6.500.000     6.500.000     6.500.000     6.500.000
          Total Investment                   696.249.100   745.121.100   886.544.100 1.041.993.100 1.108.757.100


          Non Investment
           Cash and banks                    155.304.797   229.892.792   355.211.830   487.088.273   712.408.581
           Premium receivables               739.659.081   798.109.974   862.029.186   932.043.286 1.007.095.988
           Reinsurance receivables           447.118.282   469.974.737   494.741.978   522.130.814   551.459.781
           Asset reinsurance
             Claim reserve - Re              986.736.897 1.067.861.290 1.165.636.149 1.273.348.685 1.389.376.405




                                                                                                         51
Page 70
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                      Keterangan                  2026          2027           2028            2029            2030

              Unearned premium reserve -       768.925.845    829.469.234    908.458.560 1.002.434.539 1.082.796.508
               Re
            Investment receivables              10.426.289     12.222.929     14.364.286      16.690.686      19.167.304
            Other receivables                   11.265.027     14.644.535     19.037.896      24.749.265      32.174.044
            Prepayments                          9.462.740     11.638.882     14.373.907      17.857.735      22.170.350
            Fixed assets, net                   37.625.325     36.908.330     44.076.670      43.121.901      42.034.917
            Deferred tax assets                 15.335.967     17.378.128     26.478.458      15.843.649      15.376.947
            Other assets                         2.262.883      2.715.460      3.258.552       3.910.262       4.692.315
           Total Non Investment               3.184.123.133 3.490.816.292 3.907.667.471 4.339.219.095 4.878.753.139


          TOTAL ASSETS                        3.880.372.233 4.235.937.392 4.794.211.571 5.381.212.195 5.987.510.239


          LIABILITIES AND EQUITY
          LIABILITIES
            Claims payables                     20.942.513     25.117.593     29.530.972      34.391.619      39.582.742
            Coinsurance payables                 5.084.624      5.084.624      5.084.624       5.084.624       5.084.624
            Reinsurance payables               661.654.496    682.555.239    705.431.304     730.521.389     757.483.906
            Commissions payables                73.967.386     75.180.465     76.498.245      77.932.114      79.462.967
            Taxes payables                      78.615.432    126.630.322    189.666.637     284.203.084     387.485.321
            Other payables                      62.269.965     67.874.261     73.982.945      80.641.410      87.899.137
            Lease liabilities                    5.815.089      5.507.640     15.200.191      14.892.743      14.585.294
            Employee benefit liabilities        12.099.805     14.795.080     17.759.883      21.021.166      24.608.577
            Shareholder loan                    80.000.000              -              -               -               -
            Technical reserves
              Claim reserves - Gross          1.103.263.924 1.220.477.058 1.361.370.908 1.516.042.231 1.682.017.952
              Unearned premium reserves       1.284.235.316 1.420.653.142 1.613.202.351 1.773.105.662 1.908.225.219
                - Gross
           Total Liabilities                  3.387.948.551 3.643.875.425 4.087.728.059 4.537.836.041 4.986.435.738


           EQUITY
            Capital stock                      292.448.664    292.448.664    292.448.664     292.448.664     292.448.664
            Right Issue                                  -              -              -               -               -
            Additional PIC                      (3.486.663)    (3.486.663)    (3.486.663)     (3.486.663)     (3.486.663)
            Dividend                           (31.118.574)   (48.957.108)   (72.452.471)   (127.619.235)   (204.442.997)
            OCI of fixed assets revaluation      5.467.527      5.467.527      5.467.527       5.467.527       5.467.527
            Retained earnings -                     32.652         32.652         32.652          32.652          32.652
              Appropriated
            Retained earnings -                139.887.409    229.080.077    346.556.895     484.473.805     676.533.209
              Unappropriated
            Current income (losses)             89.192.668    117.476.818    137.916.909     192.059.405     234.522.109
            Current other comprehensive                  -              -              -               -               -
              income of EBO
           Total equity                        492.423.682    592.061.967    706.483.513     843.376.154 1.001.074.501


          TOTAL LIABILITIES AND EQUITY        3.880.372.233 4.235.937.392 4.794.211.571 5.381.212.195 5.987.510.239




                                                                                                                 52
Page 71
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                      Keterangan                 2031           2032            2033            2034

          ASSETS
          Investment
            Time deposit                      113.659.000     117.466.000     121.516.000     125.875.000
            Marketable securities -            49.501.113      52.271.853      55.148.824      60.145.320
              Corporate bonds
            Marketable securities -           973.426.887 1.004.923.147 1.038.499.176 1.072.734.680
              Government bonds
            Marketable securities - Invest      1.538.100       1.538.100       1.538.100       1.538.100
              in KARK & MAIPARK
            Investment in subsidiary (BPP)      6.500.000       6.500.000       6.500.000       6.500.000
          Total Investment                   1.144.625.100 1.182.699.100 1.223.202.100 1.266.793.100


          Non Investment
           Cash and banks                    1.020.292.757 1.388.154.260 1.673.333.178 1.977.736.616
           Premium receivables               1.060.767.871 1.117.697.157 1.178.202.809 1.243.209.525
           Reinsurance receivables            575.079.633     599.993.543     624.497.004     652.404.816
           Asset reinsurance
             Claim reserve - Re              1.514.455.172 1.726.634.850 1.953.035.523 2.197.622.908
             Unearned premium reserve -      1.171.449.183 1.251.106.949 1.336.961.563 1.449.801.192
               Re
           Investment receivables              21.724.624      24.367.611      27.101.731      29.933.931
           Other receivables                   38.608.853      46.330.623      50.963.685      56.060.054
           Prepayments                         25.974.737      30.431.509      33.251.174      36.409.967
           Fixed assets, net                   40.805.893      47.424.234      45.878.500      44.156.346
           Deferred tax assets                 16.045.229      18.218.359      18.982.925      21.663.819
           Other assets                         5.630.777       6.756.933       7.432.626       8.175.889
           Total Non Investment              5.490.834.730 6.257.116.029 6.949.640.718 7.717.175.064


          TOTAL ASSETS                       6.635.459.830 7.439.815.129 8.172.842.818 8.983.968.164

          LIABILITIES AND EQUITY
          LIABILITIES
            Claims payables                    45.139.837      50.840.618      56.594.280      63.055.913
            Coinsurance payables                5.084.624       5.084.624       5.084.624       5.084.624
            Reinsurance payables              786.482.226     817.309.787     850.148.857     885.534.581
            Commissions payables               81.098.465      82.827.403      84.661.474      86.624.085
            Taxes payables                    501.521.442     628.971.092     666.709.358     706.711.920
            Other payables                     95.810.059     104.432.965     113.831.931     124.076.805
            Lease liabilities                  14.277.845      23.970.396      23.662.947      23.355.498
            Employee benefit liabilities       28.554.729      32.895.496      37.670.340      42.922.669
            Shareholder loan                            -               -               -               -
            Technical reserves
              Claim reserves - Gross         1.860.245.671 2.162.081.864 2.483.105.757 2.828.465.592
              Unearned premium reserves      2.054.444.506 2.186.480.311 2.327.501.375 2.510.573.217
                - Gross
           Total Liabilities                 5.472.659.403 6.094.894.554 6.648.970.944 7.276.404.904


           EQUITY
            Capital stock                     292.448.664     292.448.664     292.448.664     292.448.664
            Right Issue                                 -               -               -               -
            Additional PIC                     (3.486.663)     (3.486.663)     (3.486.663)     (3.486.663)
            Dividend                         (298.251.841)   (400.465.749)   (514.199.371)   (631.273.339)



                                                                                                             53
Page 72
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                     Keterangan                   2031           2032          2033          2034

            OCI of fixed assets revaluation      5.467.527       5.467.527     5.467.527     5.467.527
            Retained earnings -                       32.652        32.652       32.652        32.652
             Appropriated
            Retained earnings -                911.055.318 1.166.590.088 1.450.924.144 1.743.609.065
             Unappropriated
            Current income (losses)            255.534.770     284.334.056   292.684.921   300.765.354
            Current other comprehensive                    -             -             -             -
             income of EBO
           Total equity                       1.162.800.427 1.344.920.575 1.523.871.873 1.707.563.259


          TOTAL LIABILITIES AND EQUITY        6.635.459.830 7.439.815.129 8.172.842.818 8.983.968.164
        Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


                   Selama periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan tahun 2034, jumlah aset
                   Perseroan diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan konsisten yaitu dari
                   sebesar Rp3,88 triliun pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp8,98 triliun pada tahun
                   2034. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan yang kuat pada
                   kelompok aset non-investasi, khususnya akun Kas dan Bank yang melonjak dari
                   Rp155,30 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp1,98 triliun pada tahun 2034, serta
                   didukung oleh peningkatan aset reasuransi berupa Cadangan Klaim - Re (Claim
                   Reserve - Re) yang naik dari Rp986,74 miliar menjadi Rp2,20 triliun pada akhir
                   tahun proyeksi.


                   Pada sisi liabilitas, selama periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan tahun 2034,
                   jumlah total liabilitas diproyeksikan akan terus naik yaitu dari sebesar Rp3,39 triliun
                   pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp7,28 triliun pada tahun 2034. Peningkatan nilai
                   liabilitas yang masif ini utamanya dipicu oleh penambahan nilai saldo pada akun
                   cadangan teknis (technical reserves), yaitu Cadangan Premi yang Belum Merupakan
                   Pendapatan - Bruto (Unearned Premium Reserves - Gross) yang tumbuh dari Rp1,28
                   triliun menjadi Rp2,51 triliun, serta akun Cadangan Klaim - Bruto (Claim Reserves -
                   Gross) yang meningkat dari Rp1,10 triliun menjadi Rp2,83 triliun di tahun 2034.

                   Pada sisi ekuitas, selama periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan tahun 2034,
                   Perseroan diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan jumlah ekuitas. Pada
                   tahun awal proyeksi (2026), total ekuitas diproyeksikan tercatat sebesar Rp492,42
                   miliar, kemudian tumbuh konsisten hingga sebesar Rp1,71 triliun pada akhir tahun
                   2034. Kenaikan signifikan pada sisi ekuitas tersebut didorong oleh akumulasi
                   perolehan laba bersih tahun berjalan (current income) yang meningkatkan nilai
                   Saldo Laba        yang     Belum    Ditentukan    Penggunaannya     (Retained Earnings    -
                   Unappropriated) dari sebesar Rp139,89 miliar pada tahun 2026 menjadi sebesar
                   Rp1,74 triliun pada tahun 2034.




                                                                                                            54
Page 73
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                   Proyeksi Laba Rugi

                   Proyeksi laba rugi MTWI selama tahun 2026 sampai dengan 2034 adalah sebagai
                   berikut.

                                Tabel 24 Proyeksi Laba Rugi dengan Adanya Transaksi (Rp.000)

                   Keterangan                2026             2027            2028            2029            2030

          UNDERWRITING INCOME
            GROSS PREMIUM WRITTEN        2.563.103.961    2.807.787.056   3.070.332.043   3.362.955.680   3.604.880.986
            REINSURANCE PREMIUM         (1.790.555.649) (1.959.779.003) (2.148.592.452) (2.360.338.925) (2.538.883.892)
            (INCREASE) DECREASE          (168.607.643)     (80.044.888)   (117.938.856)    (70.525.255)    (59.585.406)
              UNEARNED PREMIUM
              (PYBMP)
            OTHER UW INCOME                  3.543.877       3.905.606       4.270.386       4.672.205       4.980.098
          TOTAL UNDERWRITING              607.484.545      771.868.772     808.071.121     936.763.704    1.011.391.787
              INCOME
            Growth Per Year                                     27,06%           4,69%          15,93%           7,97%

          UNDERWRITING EXPENSE
            CLAIM EXPENSES (NET)         (333.025.656)    (415.679.200)   (422.551.547)   (460.827.017)   (489.148.726)
            CLAIM HANDLING               (161.037.176)    (225.551.711)   (251.157.062)   (280.935.865)   (306.116.003)
             EXPENSES
            COMMISSION EXPENSES             78.335.672      90.868.593     105.830.686     123.126.114     137.555.449
             (NET)
            OTHER UW EXPENSES               (2.081.641)     (2.144.202)     (2.209.891)     (2.278.865)     (2.351.288)
          TOTAL UNDERWRITING             (417.808.800)    (552.506.520)   (570.087.815)   (620.915.634)   (660.060.568)
             EXPENSES
            To Income                           68,78%          71,58%          70,55%          66,28%          65,26%


          UNDERWRITING RESULT             189.675.745      219.362.252     237.983.306     315.848.071     351.331.219
            Profit Margin                       31,22%          28,42%          29,45%          33,72%          34,74%

          OPERATING EXPENSES,
              INVESTMENT AND OTHER
              INCOME (EXPENSES)
            INVESTMENT INCOME               33.502.761      39.395.425      45.701.316      50.279.693      56.523.917
            OPERATING EXPENSES            (92.514.901)     (94.768.143)    (97.805.248)   (101.029.420)   (104.429.364)
            OTHER INCOME (EXPENSES)         (6.823.834)     (5.256.912)     (1.624.299)     (1.206.243)       (681.362)
          TOTAL                           (65.835.974)     (60.629.630)    (53.728.232)    (51.955.970)    (48.586.809)


          PROFIT (LOSS) FROM              123.839.771      158.732.622     184.255.074     263.892.101     302.744.410
             OPERATION
            Operating Profit Margin             20,39%          20,56%          22,80%          28,17%          29,93%

            INCOME TAXES                  (34.647.103)     (41.255.803)    (46.338.165)    (71.832.696)    (68.222.301)


          PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR        89.192.668     117.476.818     137.916.909     192.059.405     234.522.109
            Net Profit Margin                   14,68%          15,22%          17,07%          20,50%          23,19%




                                                                                                                55
Page 74
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                   Keterangan               2031             2032            2033            2034

          UNDERWRITING INCOME
            GROSS PREMIUM WRITTEN       3.866.802.952    4.101.415.752   4.358.997.964   4.683.162.564
            REINSURANCE PREMIUM        (2.732.969.856) (2.906.855.611) (3.098.506.216) (3.341.465.870)
            (INCREASE) DECREASE          (62.635.822)     (57.700.709)    (60.755.254)    (76.100.457)
              UNEARNED PREMIUM
              (PYBMP)
            OTHER UW INCOME                 5.309.981       5.597.090       5.916.759       6.313.769
          TOTAL UNDERWRITING            1.076.507.255    1.142.456.522   1.205.653.252   1.271.910.006
              INCOME
            Growth Per Year                     6,44%           6,13%           5,53%           5,50%

          UNDERWRITING EXPENSE
            CLAIM EXPENSES (NET)        (519.839.425)    (535.613.615)   (575.511.957)   (622.147.696)
            CLAIM HANDLING              (330.836.687)    (355.835.774)   (379.418.272)   (406.753.570)
             EXPENSES
            COMMISSION EXPENSES          153.576.720      167.592.711     182.849.236     203.849.841
             (NET)
            OTHER UW EXPENSES              (2.427.332)     (2.507.178)     (2.591.016)     (2.679.046)
          TOTAL UNDERWRITING            (699.526.724)    (726.363.855)   (774.672.010)   (827.730.471)
             EXPENSES
            To Income                          64,98%          63,58%          64,25%          65,08%

          UNDERWRITING RESULT            376.980.531      416.092.668     430.981.243     444.179.535
            Profit Margin                      35,02%          36,42%          35,75%          34,92%

          OPERATING EXPENSES,
              INVESTMENT AND OTHER
              INCOME (EXPENSES)
            INVESTMENT INCOME              58.990.583      60.435.465      61.942.918      63.220.798
            OPERATING EXPENSES          (107.756.223)    (111.496.878)   (115.469.334)   (119.700.536)
            OTHER INCOME (EXPENSES)           (62.437)        286.120         695.581       1.171.665
              - NET
          TOTAL                          (48.828.077)     (50.775.293)    (52.830.836)    (55.308.074)


          PROFIT (LOSS) FROM             328.152.454      365.317.375     378.150.407     388.871.461
             OPERATION
            Operating Profit Margin            30,48%          31,98%          31,36%          30,57%

            INCOME TAXES                 (72.617.684)     (80.983.319)    (85.465.486)    (88.106.107)


          PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR     255.534.770      284.334.056     292.684.921     300.765.354
            Net Profit Margin                  23,74%          24,89%          24,28%          23,65%


        Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


                   Total pendapatan underwriting (Total Underwriting Income) MTWI pada tahun 2026
                   diproyeksikan tercatat sebesar Rp607,48 miliar. Pendapatan underwriting ini
                   diproyeksikan terus meningkat secara konsisten hingga mencapai Rp1,01 triliun
                   pada tahun 2030, dan terus tumbuh hingga mencapai Rp1,27 triliun pada akhir
                   periode proyeksi tahun 2034.


                                                                                                         56
Page 75
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                  MTWI memproyeksikan perkembangan hasil underwriting tumbuh positif dari
                  sebesar Rp189,68 miliar pada tahun 2026 dengan profit margin 31,22% menjadi
                  sebesar Rp351,33 miliar pada tahun 2030 dengan profit margin naik menjadi
                  34,74%. Tren positif ini diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun proyeksi 2034
                  dengan perolehan hasil underwriting mencapai Rp444,18 miliar.


                  Dari sisi profitabilitas, laba bersih tahun berjalan (Profit for the Year) diproyeksikan
                  tumbuh konsisten sepanjang periode proyeksi tanpa mencatatkan kerugian. Pada
                  tahun 2026, laba bersih diperkirakan bertengger di angka Rp89,19 miliar dengan
                  net profit margin sebesar 14,68%. Angka ini diproyeksikan melonjak menjadi
                  sebesar Rp234,52 miliar pada tahun 2030 dengan net profit margin sebesar 23,19%,
                  dan terus mencatatkan kenaikan optimal hingga mencapai keuntungan sebesar
                  Rp300,77 miliar pada akhir tahun 2034.


          4.1.4   Analisis Rasio Keuangan


                  Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh pihak manajemen
                  MTWI, diperoleh hasil analisis rasio atas proyeksi tersebut sebagai berikut.


                                                     Tabel 25 Rasio Keuangan

                              Keterangan               2026      2027      2028         2029      2030

                   I. RASIO MMBR
                     Dengan
                     Rasio Pencapaian Solvabilitas    139,07%    153,87%   160,80%      177,08%   195,66%
                     Tanpa
                     Rasio Pencapaian Solvabilitas    140,54%    154,51%   161,29%      177,52%   196,06%
                     Dengan-Tanpa
                     Rasio Pencapaian Solvabilitas      -1,47%    -0,64%       -0,49%    -0,45%    -0,41%


                   II. RASIO SELAIN MMBR
                     Dengan
                     1. Rasio Likuiditas              146,05%    146,71%   144,70%      144,46%   144,57%
                     2. Rasio Kecukupan Investasi     134,08%    130,38%   137,14%      149,98%   161,82%
                     3. Rasio Perimbangan Hasil          4,91%     4,59%        5,02%     4,76%     4,94%
                        Investasi dengan
                        Pendapatan Premi Neto
                     4. Rasio Beban Klaim, Beban
                        Usaha, dan Komisi
                        a. Beban Klaim Neto (I)         72,41%    74,66%    74,06%       70,29%    69,52%
                        b. Beban Usaha (II)             13,56%    11,03%    10,75%        9,57%     9,13%
                        c. Komisi Neto (III)           -11,48%   -10,58%   -11,63%      -11,67%   -12,02%
                        d. Rasio I + II + III           74,49%    75,12%    73,18%       68,20%    66,62%
                     5. Return of Equity (ROE)          21,27%    23,86%    23,29%       27,19%    27,81%
                     6. Return of Investment (ROI)       5,52%     5,47%        5,60%     5,21%     5,26%
                     Tanpa
                     1. Rasio Likuiditas              113,02%    113,93%   113,75%      114,16%   113,71%
                     2. Rasio Kecukupan Investasi     120,64%    127,60%   130,98%      138,91%   142,53%




                                                                                                         57
Page 76
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                             Keterangan             2026      2027      2028      2029      2030

                    3. Rasio Perimbangan Hasil        4,55%     4,38%     5,02%     4,76%     4,94%
                       Investasi dengan
                       Pendapatan Premi Neto
                    4. Rasio Beban Klaim, Beban
                       Usaha, dan Komisi
                       a. Beban Klaim Neto (I)       72,41%    74,66%    74,06%    70,29%    69,52%
                       b. Beban Usaha (II)           13,56%    11,03%    10,75%     9,57%     9,13%
                       c. Komisi Neto (III)         -11,48%   -10,58%   -11,63%   -11,67%   -12,02%
                       d. Rasio I + II + III         74,49%    75,12%    73,18%    68,20%    66,62%
                    5. Return of Equity (ROE)        18,31%    19,98%    19,47%    22,72%    23,38%
                    6. Return of Investment (ROI)     1,37%     1,38%     1,40%     1,30%     1,31%
                    Dengan-Tanpa
                    1. Rasio Likuiditas              33,03%    32,79%    30,96%    30,30%    30,86%
                    2. Rasio Kecukupan Investasi     13,43%     2,78%     6,15%    11,07%    19,29%
                    3. Rasio Perimbangan Hasil        0,36%     0,20%     0,00%     0,00%     0,00%
                       Investasi dengan
                       Pendapatan Premi Neto
                    4. Rasio Beban Klaim, Beban
                       Usaha, dan Komisi
                       a. Beban Klaim Neto (I)        0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
                       b. Beban Usaha (II)            0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
                       c. Komisi Neto (III)           0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
                       d. Rasio I + II + III          0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
                    5. Return of Equity (ROE)         2,96%     3,88%     3,83%     4,46%     4,43%
                    6. Return of Investment (ROI)     4,15%     4,08%     4,20%     3,91%     3,94%



                             Keterangan             2031      2032      2033      2034      Rerata

                  I. RASIO MMBR
                    Dengan
                    Rasio Pencapaian Solvabilitas   212,58%   225,85%   236,93%   244,45%   194,03%
                    Tanpa
                    Rasio Pencapaian Solvabilitas   212,95%   226,19%   237,25%   244,74%   194,56%
                    Dengan-Tanpa
                    Rasio Pencapaian Solvabilitas    -0,38%    -0,35%    -0,32%    -0,29%    -0,53%


                  II. RASIO SELAIN MMBR
                    Dengan
                    1. Rasio Likuiditas             144,37%   143,29%   143,19%   142,72%   144,45%
                    2. Rasio Kecukupan Investasi    174,95%   186,18%   189,09%   190,38%   161,55%
                    3. Rasio Perimbangan Hasil        4,82%     4,63%     4,48%     4,30%     4,72%
                       Investasi dengan
                       Pendapatan Premi Neto
                    4. Rasio Beban Klaim, Beban
                       Usaha, dan Komisi
                       a. Beban Klaim Neto (I)       69,46%    68,34%    69,07%    70,02%    70,87%
                       b. Beban Usaha (II)            8,80%     8,55%     8,35%     8,15%     9,77%
                       c. Komisi Neto (III)         -12,54%   -12,85%   -13,23%   -13,87%   -12,21%
                       d. Rasio I + II + III         65,71%    64,04%    64,19%    64,29%    68,43%
                    5. Return of Equity (ROE)        25,53%    24,45%    21,76%    19,74%    23,88%
                    6. Return of Investment (ROI)     5,24%     5,19%     5,15%     5,08%     5,30%




                                                                                                     58
Page 77
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                            Keterangan              2031      2032      2033       2034      Rerata

                    Tanpa
                    1. Rasio Likuiditas             109,99%   107,08%   105,11%    103,57%   110,48%
                    2. Rasio Kecukupan Investasi    134,49%   130,25%   121,64%    114,98%   129,12%
                    3. Rasio Perimbangan Hasil        4,82%     4,63%     4,48%      4,30%     4,66%
                       Investasi dengan
                       Pendapatan Premi Neto
                    4. Rasio Beban Klaim, Beban
                       Usaha, dan Komisi
                       a. Beban Klaim Neto (I)       69,46%    68,34%    69,07%     70,02%    70,87%
                       b. Beban Usaha (II)            8,80%     8,55%     8,35%      8,15%     9,77%
                       c. Komisi Neto (III)         -12,54%   -12,85%   -13,23%    -13,87%   -12,21%
                       d. Rasio I + II + III         65,71%    64,04%    64,19%     64,29%    68,43%
                    5. Return of Equity (ROE)        21,94%    21,11%    19,18%     17,59%    20,41%
                    6. Return of Investment (ROI)     1,31%     1,30%     1,29%      1,27%     1,33%
                    Dengan-Tanpa
                    1. Rasio Likuiditas              34,38%    36,21%    38,08%     39,15%    33,97%
                    2. Rasio Kecukupan Investasi     40,46%    55,93%    67,45%     75,39%    32,44%
                    3. Rasio Perimbangan Hasil        0,00%     0,00%     0,00%      0,00%     0,06%
                       Investasi dengan
                       Pendapatan Premi Neto
                    4. Rasio Beban Klaim, Beban
                       Usaha, dan Komisi
                       a. Beban Klaim Neto (I)        0,00%     0,00%     0,00%      0,00%     0,00%
                       b. Beban Usaha (II)            0,00%     0,00%     0,00%      0,00%     0,00%
                       c. Komisi Neto (III)           0,00%     0,00%     0,00%      0,00%     0,00%
                       d. Rasio I + II + III          0,00%     0,00%     0,00%      0,00%     0,00%
                    5. Return of Equity (ROE)         3,59%     3,34%     2,58%      2,14%     3,47%
                    6. Return of Investment (ROI)     3,93%     3,90%     3,86%      3,81%     3,98%
                 Sumber: Proyeksi Keuangan


                 Proyeksi Rasio Pencapaian Solvabilitas (Risk-Based Capital/RBC)


                 Sesuai dengan Peraturan OJK No. 71/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan
                 Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, yang disesuaikan melalui
                 Peraturan OJK No. 5/POJK.05/2023, perusahaan asuransi diwajibkan memenuhi
                 tingkat solvabilitas minimum sebesar 100% dengan target internal minimal ( trigger
                 level) sebesar 120%.

                 Melalui skenario dengan dilakukannya transaksi, rasio pencapaian solvabilitas MTWI
                 diproyeksikan terus meningkat di atas batas aman OJK, dimulai dari 139,07% pada
                 tahun 2026 dan secara konsisten meningkat hingga mencapai 244,45% di tahun
                 2034. Secara rata-rata selama periode proyeksi, tingkat RBC berada pada level yang
                 sangat sehat yaitu sebesar 194,03%.


                 Sementara itu, tanpa dilakukannya Rencana Transaksi, tingkat RBC MTWI berada
                 pada nilai yang tidak jauh berbeda namun sedikit lebih tinggi, yaitu bergerak dari




                                                                                                      59
Page 78
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 140,54% pada tahun 2026 hingga mencapai 244,74% pada tahun 2034, dengan
                 rata-rata keseluruhan periode sebesar 194,56%.


                 Analisis inkremental menunjukkan selisih sebesar -0,53%. Penurunan margin RBC
                 terbesar terjadi pada tahun awal proyeksi (2026) sebesar -1,47%, yang kemudian
                 berangsur-angsur mengecil hingga hanya tersisa selisih -0,29% pada tahun 2034.
                 Meskipun skenario dengan transaksi menghasilkan angka RBC yang sedikit lebih
                 rendah daripada skenario tanpa transaksi, selisih negatif ini tetap tidak akan
                 mengganggu postur ketahanan modal Perseroan yang tetap memenuhi ketentuan
                 minimum OJK.


                 Proyeksi Rasio Likuiditas


                 Rasio Likuiditas mengukur ketersediaan aset likuid perusahaan untuk memenuhi
                 liabilitas jangka pendek, terutama dalam memenuhi kewajiban pembayaran klaim
                 pemegang polis yang segera jatuh tempo.


                 Dengan    dilaksanakannya      Rencana        Transaksi,     tingkat    likuiditas    perseroan
                 diproyeksikan berada di posisi yang aman dan stabil dengan rata-rata sebesar
                 144,45%. Rasio ini konsisten berada di kisaran 146,05% pada awal periode proyeksi
                 dan berangsur stabil menjadi sebesar 142,72% pada tahun 2034.


                 Sementara itu, tanpa dilakukannya Rencana Transaksi, ketersediaan aset likuid
                 diperkirakan mengalami penurunan secara berkala, mulai dari sebesar 113,02%
                 pada tahun 2026, menurun hingga menyentuh 103,57% pada tahun 2034. Meski
                 demikian, rata-rata proyeksi masih terjaga di atas batas dasar likuiditas yaitu
                 sebesar 110,48%.


                 Secara inkremental, pelaksanaan transaksi memberikan kontribusi positif yang
                 sangat   masif    terhadap    bantalan    likuiditas       perusahaan,     dengan     rata-rata
                 peningkatan      mencapai    +33,97%     di    sepanjang      periode     proyeksi.    Hal   ini
                 mengindikasikan bahwa transaksi tersebut efektif dalam merestrukturisasi aset ke
                 dalam bentuk yang jauh lebih likuid, memberikan MTWI fleksibilitas kas yang jauh
                 lebih kuat dibanding jika perusahaan berjalan tanpa transaksi.


                 Proyeksi Rasio Kecukupan Investasi


                 Rasio Kecukupan Investasi mengukur kemampuan aset investasi perusahaan dalam
                 menutupi estimasi cadangan teknis dan liabilitas klaim, dengan ambang batas
                 memadai yang ditetapkan OJK minimal sebesar 100%.


                 Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, kecukupan investasi menunjukkan
                 tren peningkatan yang signifikan dari sebesar 134,08% pada tahun 2026, melonjak



                                                                                                              60
Page 79
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 signifikan hingga mencapai 190,38% di tahun 2034, dengan nilai rata-rata sebesar
                 161,55%. Sementara itu, tanpa dilakukannya Rencana Transaksi, rata-rata
                 kecukupan investasi diproyeksikan tercatat lebih rendah yaitu sebesar 129,12%.


                 Dampak      inkremental   dari adanya      transaksi   terhadap   kecukupan    investasi
                 menunjukkan penguatan dengan rata-rata sebesar +32,44%. Inkremental yang
                 eksponensial ini menunjukkan bahwa skenario dengan transaksi akan menciptakan
                 akumulasi aset investasi yang jauh lebih solid untuk memproteksi kewajiban
                 cadangan teknis perseroan.


                 Proyeksi Rasio Operasional


                 Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Rasio Perimbangan Hasil Investasi
                 dengan Pendapatan Premi Neto yang mengukur seberapa besar perolehan imbal
                 hasil   investasi   mampu       menopang    pendapatan    premi   bersih   perusahaan,
                 diproyeksikan menghasilkan rata-rata 4,72%, sedikit lebih tinggi +0,06% dibanding
                 skenario tanpa transaksi yang mencatatkan rata-rata sebesar 4,66% selama periode
                 proyeksi.


                 Sementara itu, Rasio Beban Klaim, Beban Usaha, dan Komisi yang mencerminkan
                 tingkat efisiensi operasional asuransi (combined ratio) diproyeksikan mencatatkan
                 rata-rata sebesar 68,43%, dengan porsi Beban Klaim Neto rata-rata 70,87%, Beban
                 Usaha rata-rata 9,77%, serta perolehan komisi neto yang memberikan dampak
                 efisiensi sebesar -12,21%. Struktur ini mengindikasikan efisiensi biaya operasional
                 yang masih terkendali dengan baik di bawah pendapatan premi neto. Selisih
                 inkremental antara dengan dan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi tercatat
                 nihil atau 0,00%. Hal ini menunjukkan bahwa transaksi yang dilakukan murni
                 memengaruhi struktur neraca (aset, liabilitas, investasi) dan efisiensi portofolio,
                 namun tidak mengubah atau mendistorsi struktur biaya operasional dasar pada
                 bisnis underwriting asuransi.


                 Proyeksi Rasio Profitabilitas


                 Dengan      dilaksanakannya      Rencana   Transaksi,    kemampuan     modal     bersih
                 menghasilkan laba bersih diproyeksikan sangat optimal dengan rata-rata ROE
                 tahunan mencapai 23,88%. Tingkat ROE berkisar dari 21,27% pada tahun 2026 dan
                 memuncak pada tahun 2030 sebesar 27,81%. Sementara itu, tanpa dilakukannya
                 Rencana Transaksi, ROE diperkirakan sedikit lebih rendah namun tetap positif
                 dengan mencatatkan rata-rata sebesar 20,41% sepanjang periode proyeksi.


                 Selaras dengan pertumbuhan ROE, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, ROI
                 diproyeksikan tercatat stabil di kisaran 5,08% hingga 5,60%, menghasilkan rata-rata
                 ROI yang solid sebesar 5,30%. Sementara itu, tanpa dilaksanakannya Rencana



                                                                                                      61
Page 80
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                      Transaksi, ROI menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, di mana hanya
                      mencatatkan rata-rata sebesar 1,33%.


                      Inkremental     ROE dan     ROI    yang   cukup     besar    antara    dengan    dan    tanpa
                      dilaksanakannya Rencana Transaksi menjadi indikator utama bahwa skenario
                      dilaksanakannya Rencana Transaksi akan lebih efektif dalam memanfaatkan modal
                      bersih dan mengonversi aset menjadi laba bersih.


          4.1.5       Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan
                      Setelah Transaksi Dilakukan

                      Berikut ini adalah posisi keuangan sebelum transaksi dan proforma posisi keuangan
                      setelah transaksi dilakukan:

                                     Tabel 26 Laporan Proforma Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                        31 Desember 2025 (Rp)
                                                                  Penyesuaian        Penyesuaian
                   Keterangan                    2025                                                 Setelah Transaksi
                                                                Transaksi (2026)   Transaksi (2027)
        ASET
          Kas di bank                        37.312.602.060     80.000.000.000     (80.000.000.000)     37.312.602.060
               (Beban bunga pinjaman)                           (4.010.958.904)     (3.967.123.288)     (7.978.082.192)
          Investasi
           Deposito berjangka               101.529.400.000                                            101.529.400.000
           Portofolio efek
               Pada biaya perolehan         324.644.918.097                                            324.644.918.097
                diamortisasi
               Nilai wajar melalui            1.538.100.000                                              1.538.100.000
                penghasilan
          Investasi pada entitas anak         6.500.000.000                                              6.500.000.000
          Piutang premi – neto                             -                                                              -
          Piutang reasuransi                               -                                                              -
          Piutang lain-lain                  17.799.856.546                                             17.799.856.546
          Aset reasuransi
           Estimasi klaim retensi                          -                                                              -
               sendiri
           Premi yang belum                                -                                                              -
               merupakan pendapatan
          Aset Asuransi for RC
           (Remaining Coverage)
           Expected cashflow                741.100.149.463                                            741.100.149.463
           Premium allocation               654.106.443.879                                            654.106.443.879
             approach
          Aset Asuransi for IC (Incurred
           Claim)
           Best estimate asset             1.662.789.684.019                                          1.662.789.684.019



          Aset tetap - neto                  37.381.468.570                                             37.381.468.570
          Aset pajak tangguhan – neto         6.145.468.841                                              6.145.468.841
          Aset lain-lain                      9.563.845.702                                              9.563.845.702



                                                                                                                 62
Page 81
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                                                Penyesuaian        Penyesuaian
                  Keterangan                    2025                                                Setelah Transaksi
                                                              Transaksi (2026)   Transaksi (2027)


        TOTAL ASET                        3.600.411.937.177   75.989.041.096     (83.967.123.288)   3.592.433.854.985


        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
          Utang klaim
           Pihak berelasi                          112.347                                                   112.347
           Pihak ketiga                         71.821.148                                                71.821.148
          Liabilitas reasuransi
           Estimasi klaim retensi                        -                                                              -
             sendiri
           Premi yang belum                              -                                                              -
             merupakan pendapatan
          Utang reasuransi                               -                                                              -
          Utang koasuransi                               -                                                              -
          Utang komisi                         921.220.786                                               921.220.786
          Liabilitas asuransi for LRC
            Expected cashflow              860.078.209.461                                           860.078.209.461
            Premium allocation            1.140.761.261.029                                         1.140.761.261.029
              approach
          Liabilitas asuransi for LIC
            Best estimate asset           1.108.832.844.654                                         1.108.832.844.654
          Utang kepada pemegang                          -    80.000.000.000     (80.000.000.000)                       -
           saham


          Utang pajak                        8.686.035.809                                             8.686.035.809
          Utang lain-lain                   62.311.878.760                                            62.311.878.760
          Liabilitas sewa                    4.793.341.122                                             4.793.341.122
          Liabilitas imbalan kerja           8.075.562.559                                             8.075.562.559


        TOTAL LIABILITAS                  3.194.532.287.675   80.000.000.000     (80.000.000.000)   3.194.532.287.675


        EKUITAS
          Modal dasar                      292.448.663.900                                           292.448.663.900
          Tambahan modal disetor            (3.486.662.946)                                           (3.486.662.946)
          Penghasilan komprehensif
           lain
           Cadangan revaluasi aset           5.467.526.837                                             5.467.526.837
             tetap - neto setelah pajak
          Saldo laba (defisit)
           Telah ditentukan                    132.651.594                                               132.651.594
             penggunaannya
           Belum ditentukan                111.317.470.117    (4.010.958.904)     (3.967.123.288)    103.339.387.925
             penggunaannya


          TOTAL EKUITAS                    405.879.649.502    (4.010.958.904)     (3.967.123.288)    397.901.567.310


        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS      3.600.411.937.177   75.989.041.096     (83.967.123.288)   3.592.433.854.985




                                                                                                               63
Page 82
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                    Berikut ini adalah laba (rugi) sebelum transaksi dan proforma laba (rugi) setelah
                    transaksi dilakukan.

                                 Laporan Proforma Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                      31 Desember 2025 (Rp)
                                                               Penyesuaian        Penyesuaian
                    Keterangan                 2025                                                Setelah Transaksi
                                                             Transaksi (2026)   Transaksi (2027)
        PENDAPATAN USAHA
          Pendapatan jasa asuransi       1.695.792.233.460                                         1.695.792.233.460
          Pendapatan administrasi            2.534.455.654                                            2.534.455.654
           Premi bruto                                   -                                                             -
           Premi reasuransi                              -                                                             -
           Kenaikan premi yang belum
                                                         -                                                             -
             merupakan pendapatan
           Pendapatan underwriting
                                                         -                                                             -
             lain-lain
          Total pendapatan
                                         1.698.326.689.114                                         1.698.326.689.114
           underwriting

          Beban underwriting
           Beban jasa asuransi           1.262.674.200.683                                         1.262.674.200.683
           Beban klaim asuransi            299.655.064.158                                          299.655.064.158
           Pemulihan klaim dari                          -                                                             -
             reasuradur


           Beban klaim
             Klaim bruto                                 -                                                             -
             Klaim reasuransi                            -                                                             -
             Kenaikan (penurunan)
               estimasi klaim retensi                    -                                                             -
               sendiri
           Beban klaim – neto            1.562.329.264.841                                         1.562.329.264.841
           Beban komisi – neto                           -                                                             -
           Beban underwriting lain-
                                             2.603.085.972                                            2.603.085.972
             lain
          Total beban underwriting       1.564.932.350.813                                         1.564.932.350.813


          Hasil underwriting               133.394.338.301                                          133.394.338.301
          Hasil investasi                   32.232.134.755                                           32.232.134.755
          Penghasilan lain-lain – neto       6.132.705.530                                            6.132.705.530
          Beban bunga                                         (4.010.958.904)    (3.967.123.288)     (7.978.082.192)


        PENDAPATAN USAHA - NETO           171.759.178.586     (4.010.958.904)    (3.967.123.288)    163.781.096.394


        BEBAN USAHA                         82.656.015.656                                           82.656.015.656


        LABA (RUGI) SEBELUM
          MANFAAT (BEBAN) PAJAK             89.103.162.930    (4.010.958.904)    (3.967.123.288)     81.125.080.738
          PENGHASILAN


        MANFAAT (BEBAN) PAJAK
                                          (18.004.726.705)                                          (18.004.726.705)
          PENGHASILAN




                                                                                                              64
Page 83
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                                                Penyesuaian             Penyesuaian
                  Keterangan                   2025                                                       Setelah Transaksi
                                                              Transaksi (2026)     Transaksi (2027)


        LABA (RUGI) NETO TAHUN
                                            71.098.436.225     (4.010.958.904)         (3.967.123.288)         63.120.354.033
          BERJALAN


        PENGHASILAN (RUGI)
          KOMPREHENSIF LAIN
        Pos-pos yang tidak akan
          direklasifikasi ke laba rugi
          pada periode berikutnya:
          Surplus revaluasi aset tetap                  -
          Pengukuran kembali liabilitas
                                              795.956.343                                                        795.956.343
           imbalan kerja
          Efek pajak terkait
           Surplus revaluasi aset tetap                 -
           Pengukuran kembali
                                             (175.110.395)                                                      (175.110.395)
             liabilitas imbalan kerja
          Jumlah penghasilan
                                              620.845.948                                                        620.845.948
          komprehensif lain


        JUMLAH LABA (RUGI)
                                            71.719.282.173     (4.010.958.904)         (3.967.123.288)         63.741.199.981
          KOMPREHENSIF


       Sumber: Manajemen Perseroan


                   Penjelasan dan rincian penyesuaian penyusunan kompilasi informasi keuangan
                   proforma adalah sebagai berikut.


                   Proforma Posisi Keuangan


                   a.    Kas di bank


                         Perseroan melakukan penyesuaian atas akun Kas di bank berdasarkan urutan
                         kronologis penerimaan pinjaman, pembayaran bunga berjalan, dan pelunasan
                         akhir pinjaman sebagai berikut.
                         - Perseroan      mencatatkan        penambahan          kas      masuk       bersih     sebesar
                               Rp75.989.041.096,- yang berasal dari penerimaan pokok fasilitas pinjaman
                               sebesar Rp80.000.000.000,- dikurangi dengan kewajiban pembayaran
                               beban bunga berjalan untuk periode tahun 2026 sebesar Rp4.010.958.904,-
                               .
                         - Perseroan      mencatatkan        pengurangan         kas      keluar      bersih     sebesar
                               Rp83.967.123.288,- yang berasal dari pelunasan seluruh pokok pinjaman
                               sebesar Rp80.000.000.000,- beserta sisa kewajiban pembayaran bunga
                               untuk periode tahun 2027 sebesar RpRp3.967.123.288,-.




                                                                                                                       65
Page 84
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 b.   Liabilitas jangka pendek (Utang kepada pemegang saham)


                      Perseroan mencatat pengakuan liabilitas jangka pendek berupa utang pinjaman
                      pemegang saham sebesar Rp80.000.000.000,- yang jatuh tempo dalam waktu
                      satu tahun sejak tanggal pencairan dana (drawdown date).


                 c.   Saldo Laba (Defisit)


                      Penyesuaian saldo rugi sebesar Rp7.978.082.192,- yang timbul dari transaksi
                      akumulasi pembebanan bunga pinjaman selama jangka waktu perjanjian
                      berlangsung.


                      Beban bunga proforma periode 2026                          (4.010.958.904)
                      Beban bunga proforma periode 2027                          (3.967.123.288)
                      Jumlah penyesuaian Saldo Laba (Rugi)                       (7.978.082.192)


                 Proforma Laba (Rugi)


                 a.   Beban bunga


                      Perseroan melakukan penyesuaian atas beban bunga yang relevan pada laporan
                      proforma laba (rugi) untuk periode 2026 sebesar Rp4.010.958.904,-, dan
                      untuk periode 2027 sebesar Rp3.967.123.288,-.


                 b.   Laba (Rugi) bersih tahun berjalan


                      Akibat adanya penyesuaian atas beban bunga dari transaksi pemegang saham,
                      laba   bersih   Perseroan   mengalami   penurunan   dengan   total   sebesar
                      Rp7.978.082.192,- secara kumulatif setelah transaksi dilaksanakan.


                 Berdasarkan laporan keuangan sebelum Transaksi dan sesudah Transaksi per
                 tanggal 31 Desember 2025, terlihat bahwa Rencana Transaksi ini berperan sebagai
                 bridge financing atau siklus pendanaan jangka pendek. Pada tahun 2026, posisi
                 keuangan MTWI diperkuat dengan menambahkan aset likuid yang berasal dari dana
                 pokok pinjaman. Selama periode tersebut, dana akan diputar dan dimanfaatkan
                 untuk mendukung pengembangan usaha, sehingga dapat meningkatkan kapasitas
                 bisnis asuransi. Pada tahun selanjutnya, setelah usaha diharapkan berkembang dan
                 menghasilkan perputaran arus kas, pinjaman pokok dikembalikan secara utuh
                 kepada induk usaha, dengan konsekuensi biaya bunga kumulatif sebesar Rp7,98
                 miliar.




                                                                                               66
Page 85
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          4.1.6   Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Transaksi

                  Kemampuan untuk melunasi fasilitas pinjaman dapat dilihat dari proyeksi kas MTWI.
                  Berikut adalah proyeksi kas MTWI terkait dengan kemampuan melunasi utang.

                     Tabel 27 Proyeksi Kas Terkait dengan Kemampuan Melunasi Utang (Rp.000)
                                Tahun                                Cash and Banks
                                2026                                   155.304.797
                                2027                                   229.892.792
                                2028                                    355.211.830
                                2029                                    487.088.273
                                2030                                    712.408.581
                                2031                                  1.020.292.757
                                2032                                  1.388.154.260
                                2033                                  1.673.333.178
                                2034                                  1.977.736.616
                  Sumber: Proyeksi Keuangan


                  Berdasarkan analisis terhadap proyeksi kas yang tersedia dengan dilaksanakannya
                  Rencana Transaksi, total kas dan bank MTWI pada akhir periode tahun 2026 sampai
                  dengan tahun 2034 diproyeksikan akan tetap positif. Kas dan setara kas MTWI
                  diperkirakan mengalami tren yang terus naik. Pada akhir tahun pertama proyeksi
                  (2026), posisi kas dan bank MTWI diperkirakan tercatat sebesar Rp155,30 miliar.
                  Ketersediaan kas atau likuiditas pada tahun 2026 ini memberikan jaminan
                  keamanan yang memadai untuk melunasi fasilitas pinjaman pemegang saham
                  sebesar Rp80,00 miliar yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun, yaitu pada
                  tahun 2027.


                  Meskipun terdapat arus kas keluar yang signifikan untuk melunasi pinjaman sebesar
                  Rp80,00 miliar, likuiditas MTWI diproyeksikan akan tetap tercatat positif pada akhir
                  periode. Hal ini tercermin dari posisi kas dan bank pada akhir tahun 2027 yang
                  diproyeksikan tercatat meningkat menjadi sebesar Rp229,89 miliar, meskipun telah
                  memperhitungkan pelunasan utang tersebut.


                  Setelah adanya pembayaran fasilitas pinjaman di tahun 2027, akumulasi internal
                  kas MTWI diproyeksikan meningkat signifikan, hingga pada akhir periode tahun
                  2034 diproyeksikan tercatat sebesar Rp1,98 triliun. Dengan demikian, MTWI
                  memiliki kapasitas likuiditas yang andal dan mitigasi risiko gagal bayar yang baik
                  untuk melunasi pinjaman dari pemegang saham.




                                                                                                   67
Page 86
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          4.1.7    Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi


                   Berdasarkan draft Perjanjian Pinjaman, diperoleh informasi bahwa MTWI tidak
                   diperbolehkan untuk membagikan dividen dalam bentuk apapun kepada pemegang
                   saham sampai dengan seluruh kewajiban pembayaran fasilitas pinjaman dinyatakan
                   lunas oleh BPII, kecuali diberikan persetujuan tertulis terlebih dahulu oleh BPII.


          4.1.8    Analisis Tingkat Suku Bunga


                   Suku bunga atas fasilitas pinjaman yang berlaku adalah sebesar 10% (sepuluh
                   persen) terhitung sejak tanggal pencairan dana/ drawdown date dilakukan. Suku
                   bunga tersebut dapat berubah, dan BPII wajib memberitahukan perubahan tersebut
                   secara tertulis kepada MTWI paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sebelum suku bunga
                   baru diberlakukan.


          4.2      Analisis Inkremental

          4.2.1    Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan


                   Analisis     inkremental    dilakukan    dengan       membandingkan      proyeksi   tanpa
                   dilakukannya transaksi dan proyeksi dengan dilakukannya transaksi.


                   Inkremental Posisi Keuangan


                   Inkremental posisi keuangan adalah sebagai berikut.


                                         Tabel 28 Inkremental Posisi Keuangan (Rp.000)
                     Keterangan                2026          2027           2028           2029          2030

          ASSETS
          Investment
            Time deposit                      80.000.000             -              -              -             -
            Marketable securities -              511.302      506.906         502.557       250.737              -
              Corporate bonds
            Marketable securities -             (511.302)    (506.906)       (502.557)     (250.737)             -
              Government bonds
            Marketable securities - Invest             -             -              -              -             -
              in KARK & MAIPARK
            Investment in subsidiary (BPP)             -             -              -              -             -
          Total Investment                    80.000.000             -              -              -             -


          Non Investment
           Cash and banks                      5.531.107    20.807.142     55.833.020    113.019.629   217.429.497
           Premium receivables                         -             -              -              -             -
           Reinsurance receivables                     -             -              -              -             -
           Asset reinsurance                           -             -              -              -             -
           Claim reserve - Re                          -             -              -              -             -



                                                                                                           68
Page 87
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                      Keterangan               2026           2027           2028            2029            2030

            Unearned premium reserve - Re              -              -              -               -               -
            Investment receivables                     -              -              -               -               -
            Other receivables                 (6.065.784)   (20.017.087)   (50.285.348)   (100.032.574)   (192.433.265)
            Prepayments                        (932.158)     (2.610.043)    (5.490.413)    (10.283.571)    (18.087.693)
            Fixed assets, net                          -              -              -               -               -
            Deferred tax assets                        -              -              -               -               -
            Other assets                       (749.831)     (1.803.612)    (3.520.055)     (6.257.649)    (10.559.551)
           Total Non Investment               (2.216.667)    (3.623.600)    (3.462.796)     (3.554.164)     (3.651.014)


          TOTAL ASSETS                        77.783.333     (3.623.600)    (3.462.796)     (3.554.164)     (3.651.014)


          LIABILITIES AND EQUITY
          LIABILITIES
            Claims payables                            -              -              -               -               -
            Coinsurance payables                       -              -              -               -               -
            Reinsurance payables                       -              -              -               -               -
            Commissions payables                       -              -              -               -               -
            Taxes payables                    (1.026.667)    (1.436.600)    (1.522.796)     (1.614.164)     (1.711.014)
            Other payables                             -              -              -               -               -
            Lease liabilities                          -              -              -               -               -
            Employee benefit liabilities               -              -              -               -               -
            Shareholder loan                  80.000.000              -              -               -               -
            Technical reserves
              Claim reserves - Gross                   -              -              -               -               -
              Unearned premium reserves                -              -              -               -               -
                - Gross
           Total Liabilities                  78.973.333     (1.436.600)    (1.522.796)     (1.614.164)     (1.711.014)


           EQUITY
            Capital stock                              -              -              -               -               -
            Right Issue                                -              -              -               -               -
            Additional PIC                             -              -              -               -               -
            Dividend                                   -        238.000        485.000         485.000         485.000
            OCI of fixed assets revaluation            -              -              -               -               -
            Retained earnings -                        -              -              -               -               -
              Appropriated
            Retained earnings -                        -     (1.190.000)    (2.425.000)     (2.425.000)     (2.425.000)
              Unappropriated
            Current income (losses)           (1.190.000)    (1.235.000)             -               -               -
            Current other comprehensive                -              -              -               -               -
              income of EBO
           Total equity                       (1.190.000)    (2.187.000)    (1.940.000)     (1.940.000)     (1.940.000)


          TOTAL LIABILITIES AND EQUITY        77.783.333     (3.623.600)    (3.462.796)     (3.554.164)     (3.651.014)




                                                                                                               69
Page 88
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                      Keterangan                2031            2032            2033            2034

          ASSETS
          Investment
            Time deposit                                -               -               -               -
            Marketable securities -                     -               -               -               -
              Corporate bonds
            Marketable securities -                     -               -               -               -
              Government bonds
            Marketable securities - Invest              -               -               -               -
              in KARK & MAIPARK
            Investment in subsidiary (BPP)              -               -               -               -
          Total Investment                              -               -               -               -


          Non Investment
           Cash and banks                     501.343.673     773.285.284 1.034.410.804 1.286.382.334
           Premium receivables                          -               -               -               -
           Reinsurance receivables                      -               -               -               -
           Asset reinsurance                            -               -               -               -
           Claim reserve - Re                           -               -               -               -
           Unearned premium reserve - Re                -               -               -               -
           Investment receivables                       -               -               -               -
                                             (455.527.228)   (694.873.497)   (912.601.671) (1.100.218.374
            Other receivables                                                                            )
            Prepayments                       (32.323.098)    (54.714.516)    (92.039.566)   (149.023.919)
            Fixed assets, net                           -               -               -               -
            Deferred tax assets                         -               -               -               -
            Other assets                      (17.247.022)    (27.559.766)    (33.747.412)    (41.240.157)
           Total Non Investment                (3.753.674)     (3.862.495)     (3.977.845)     (4.100.115)


          TOTAL ASSETS                         (3.753.674)     (3.862.495)     (3.977.845)     (4.100.115)


          LIABILITIES AND EQUITY
          LIABILITIES
            Claims payables                             -               -               -               -
            Coinsurance payables                        -               -               -               -
            Reinsurance payables                        -               -               -               -
            Commissions payables                        -               -               -               -
            Taxes payables                     (1.813.674)     (1.922.495)     (2.037.845)     (2.160.115)
            Other payables                              -               -               -               -
            Lease liabilities                           -               -               -               -
            Employee benefit liabilities                -               -               -               -
            Shareholder loan                            -               -               -               -
            Technical reserves
              Claim reserves - Gross                    -               -               -               -
              Unearned premium reserves                 -               -               -               -
                - Gross
           Total Liabilities                   (1.813.674)     (1.922.495)     (2.037.845)     (2.160.115)


           EQUITY
            Capital stock                               -               -               -               -
            Right Issue                                 -               -               -               -
            Additional PIC                              -               -               -               -
            Dividend                              485.000         485.000         485.000         485.000



                                                                                                             70
Page 89
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                     Keterangan                  2031             2032            2033            2034

            OCI of fixed assets revaluation                 -                -               -            -
            Retained earnings -                             -                -               -            -
             Appropriated
            Retained earnings -                 (2.425.000)     (2.425.000)      (2.425.000)     (2.425.000)
             Unappropriated
            Current income (losses)                         -                -               -            -
            Current other comprehensive                     -                -               -            -
             income of EBO
           Total equity                         (1.940.000)     (1.940.000)      (1.940.000)     (1.940.000)


          TOTAL LIABILITIES AND EQUITY          (3.753.674)     (3.862.495)      (3.977.845)     (4.100.115)


                   Dari tabel posisi keuangan inkremental di atas, pada tahun awal proyeksi 2026,
                   Rencana Transaksi diperkirakan akan memberikan nilai tambah bersih terhadap
                   total aset sebesar Rp77,78 miliar, yang utamanya diperoleh dari penempatan
                   investasi pada deposito berjangka sebesar Rp80,00 miliar. Namun, inkremental aset
                   mencatatkan nilai negatif untuk tahun-tahun selanjutnya secara konsisten hingga
                   tahun 2034 mencapai negatif Rp4,10 miliar. Kondisi penurunan nilai inkremental
                   diproyeksikan terutama disebabkan oleh akun piutang lain-lain (other receivables)
                   dan biaya dibayar dimuka (prepayments). Meski demikian, nilai negatif inkremental
                   ini secara akumulatif tidak lebih besar daripada nilai tambah yang diperoleh dari
                   penempatan investasi pada deposito berjangka pada awal tahun periode proyeksi.

                   Inkremental Laba Rugi


                   Inkremental laba rugi MTWI adalah sebagai berikut.


                                              Tabel 29 Inkremental Laba Rugi (Rp.000)

                   Keterangan                  2026             2027             2028            2029          2030

          UNDERWRITING INCOME
            GROSS PREMIUM WRITTEN                       -                -               -               -            -
            REINSURANCE PREMIUM                         -                -               -               -            -
            (INCREASE) DECREASE                         -                -               -               -            -
              UNEARNED PREMIUM
              (PYBMP)
            OTHER UW INCOME                             -                -               -               -            -
          TOTAL UNDERWRITING                            -                -               -               -            -
              INCOME
            Growth Per Year

          UNDERWRITING EXPENSE
            CLAIM EXPENSES (NET)                        -                -               -               -            -
            CLAIM HANDLING                              -                -               -               -            -
             EXPENSES
            COMMISSION EXPENSES                         -                -               -               -            -
             (NET)
            OTHER UW EXPENSES                           -                -               -               -            -



                                                                                                                71
Page 90
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                   Keterangan              2026          2027         2028       2029       2030

          TOTAL UNDERWRITING                       -             -           -          -          -
             EXPENSES
            To Income


          UNDERWRITING RESULT                      -             -           -          -          -
            Profit Margin

          OPERATING EXPENSES,
              INVESTMENT AND OTHER
              INCOME (EXPENSES)
            INVESTMENT INCOME              2.450.000     1.750.000           -          -          -
            OPERATING EXPENSES                     -             -           -          -          -
            OTHER INCOME (EXPENSES)       (4.666.667)   (3.333.333)          -          -          -
          TOTAL                           (2.216.667)   (1.583.333)          -          -          -
                                                                             -          -          -
          PROFIT (LOSS) FROM              (2.216.667)   (1.583.333)          -          -          -
             OPERATION
            Operating Profit Margin

            INCOME TAXES                   1.026.667       348.333           -          -          -


          PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR      (1.190.000)   (1.235.000)          -          -          -
            Net Profit Margin




                   Keterangan              2031          2032         2033       2034

          UNDERWRITING INCOME
            GROSS PREMIUM WRITTEN                  -             -           -          -
            REINSURANCE PREMIUM                    -             -           -          -
            (INCREASE) DECREASE                    -             -           -          -
              UNEARNED PREMIUM
              (PYBMP)
            OTHER UW INCOME                        -             -           -          -
          TOTAL UNDERWRITING                       -             -           -          -
              INCOME
            Growth Per Year

          UNDERWRITING EXPENSE
            CLAIM EXPENSES (NET)                   -             -           -          -
            CLAIM HANDLING                         -             -           -          -
             EXPENSES
            COMMISSION EXPENSES                    -             -           -          -
             (NET)
            OTHER UW EXPENSES                      -             -           -          -
          TOTAL UNDERWRITING                       -             -           -          -
             EXPENSES
            To Income

          UNDERWRITING RESULT                      -             -           -          -
            Profit Margin



                                                                                             72
Page 91
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                   Keterangan               2031            2032        2033           2034


          OPERATING EXPENSES,
              INVESTMENT AND OTHER
              INCOME (EXPENSES)
            INVESTMENT INCOME                       -              -            -             -
            OPERATING EXPENSES                      -              -            -             -
            OTHER INCOME (EXPENSES)                 -              -            -             -
              - NET
          TOTAL                                     -              -            -             -
                                                    -              -            -             -
          PROFIT (LOSS) FROM                        -              -            -             -
             OPERATION
            Operating Profit Margin

            INCOME TAXES                            -              -            -             -


          PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR                -              -            -             -
            Net Profit Margin




                   Dari tabel laba rugi inkremental di atas, Rencana Transaksi diproyeksikan
                   memberikan dampak negatif terhadap laba tahun berjalan sebesar negatif Rp1,19
                   miliar pada tahun 2026 dan sebesar negatif Rp1,24 miliar pada tahun 2027.
                   Selanjutnya,       Rencana   Transaksi   diproyeksikan   tidak   memberikan    dampak
                   inkremental selama periode 2028—2034.


          4.2.2    Biaya atau Pendapatan yang Relevan


                   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen MTWI, biaya yang
                   muncul akibat dilaksanakannya transaksi antara lain adalah seluruh pengeluaran,
                   meterai, dan biaya lain yang timbul dalam persiapan, penandatanganan,
                   pengurusan, permintaan, dan pelaksanaan dari Rencana Transaksi, termasuk
                   pembayaran bunga dilakukan secara bersih dimana segala bentuk pajak yang timbul
                   atas bunga tersebut menjadi tanggung jawab MTWI.


          4.2.3    Informasi Non Keuangan yang Relevan


                   Informasi non keuangan yang relevan adalah MTWI dapat memperoleh tambahan
                   dana yang dibutuhkan untuk memperkuat posisi keuangan dan mendukung
                   pengembangan usahanya. Dengan adanya dukungan dana dari induk usaha, MTWI
                   dapat memperkokoh posisi keuangan secara instan tanpa perlu menghadapi
                   proses/birokrasi pinjam meminjam yang rumit dengan pihak lain.




                                                                                                      73
Page 92
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          4.3    Analisis Kelayakan


                 a. Net Present Value (NPV)
                     NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
                     setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
                     tahun sampai akhir tahun periode proyeksi. Dengan membandingkan antara
                     total investasi yang dikeluarkan pada awal periode dan total arus kas yang akan
                     diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila transaksi tersebut
                     menghasilkan NPV positif maka transaksi ini layak dilaksanakan apabila
                     menghasilkan NPV negatif maka transaksi ini tidak layak dilaksanakan.

                                                              𝑇
                                                                     𝐶𝐹𝑡
                                                  𝑁𝑃𝑉 = ∑                   − 𝐶𝐹0
                                                                   (1 + 𝑟)𝑡
                                                             𝑡−1

                        NPV           :   Net Present Value
                        CFt           :   arus kas pada periode t
                        CF0           :   arus kas investasi awal pada periode 0
                        r             :   tingkat diskonto


                     Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana Transaksi:


                                            Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000)
                              Tahun                 FCFF              Discount Factor    PV FCFF
                              2026                (712.130.468)                  0,933   (664.106.733)
                              2027                  73.569.969                   0,870     63.981.911
                              2028                 133.449.588                   0,811    108.231.129
                              2029                 151.042.627                   0,756    114.238.580
                              2030                 276.581.035                   0,705    195.080.554
                              2031                 378.686.033                   0,658    249.085.924
                              2032                 448.954.045                   0,613    275.391.229
                              2033                 369.358.892                   0,572    211.288.126
                              2034                 435.953.792                   0,533    232.565.510
                              NPV                                                         785.756.230


                 a. Internal Rate of Return (IRR)
                     IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
                     sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
                     pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
                     Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka transaksi ini layak
                     dilaksanakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka transaksi ini
                     tidak layak dilaksanakan.




                                                                                                    74
Page 93
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                                          𝑇
                                                                   𝐶𝐹𝑡
                                                  0= ∑                    − 𝐶𝐹0
                                                               (1 + 𝐼𝑅𝑅)𝑡
                                                         𝑡−1


                        IRR         :    Internal Rate of Return
                        CFt         :    arus kas pada periode t
                        CF0         :    arus kas investasi awal pada periode 0
                        r           :    tingkat diskonto


                     Berikut adalah perhitungan IRR dari Rencana Transaksi:


                                                     Tabel 31 Perhitungan IRR
                                                                         FCFF           PV FCFF
                                        Keterangan
                                                                        (Rp.000)        (Rp.000)
                        Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                          2026                                        (712.130.468)   (567.118.385)
                          2027                                          73.569.969      46.658.298
                          2028                                         133.449.588      67.399.972
                          2029                                         151.042.627      60.751.383
                          2030                                         276.581.035      88.591.733
                          2031                                         378.686.033      96.597.135
                          2032                                         448.954.045      91.201.296
                          2033                                         369.358.892      59.753.292
                          2034                                         435.953.792      56.165.276
                          NPV                                                                      0
                       IRR = 25,57%

                 b. Profitability Index (PI)
                     PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
                     investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
                     didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal
                     periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode proyeksi.
                     Apabila PI dihasilkan sama dengan 1 (satu) maka arus kas dari transaksi setiap
                     tahun tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka
                     nilai arus kas yang dihasilkan dari transaksi setiap tahun menghasilkan nilai
                     tambah bagi Perseroan sedangkan PI lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus
                     kas yang dihasilkan dari transaksi setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah
                     bagi Perseroan.

                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
                                                        𝑃𝐼 =
                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )

                        PI          :    Profitability Index
                        CFI         :    nilai kini seluruh arus kas masuk



                                                                                                       75
Page 94
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                            CFo             :    nilai kini seluruh arus kas keluar


                      Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana Transaksi:


                                                             Tabel 32 Perhitungan PI
                                                                                                             PV FCFF
                                                          Keterangan
                                                                                                             (Rp.000)
                       Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                            Arus kas masuk                                                                1.785.670.502
                            Arus kas keluar                                                                (999.914.272)
                       PI                                                                                        1,78582


                 c. Payback Period (PP)
                      Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
                      investasi.


                                                             Tabel 33 Perhitungan PP
                                                    NCF
                                  No                                            Tahun                  Faktor
                                                 (Rp.000)
                                   1             (712.130.468)                  2026                    1,00
                                   2             (638.560.499)                  2027                    1,00
                                   3             (505.110.910)                  2028                    1,00
                                   4             (354.068.283)                  2029                    1,00
                                   5              (77.487.248)                  2030                    1,00
                                   6              301.198.785                   2031                    0,20
                                                              Total                                     5,20
                                                       Payback Period                              5 Tahun 2 Bulan


                 Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap Rencana Transaksi,
                 diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut.


                                                Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
                                                     2026               2027              2028           2029             2030
                     Keterangan
                                                      1,00               2,00              3,00           4,00             5,00
            EBITDA                                 137.667.721        171.791.176       194.597.781    274.911.025      314.503.974


            CASH OUT FLOW
            - Tax                                  (34.647.103)       (41.255.803)      (46.338.165)   (71.832.696)     (68.222.301)
            - Interest ( i x T )                    (1.026.667)          (733.333)                -              -                 -
            - Investment outlays – exist          (696.249.100)                   -               -              -                 -
            - Capital expenditure/CAPEX             (4.000.000)        (4.000.000)      (12.000.000)    (4.000.000)      (4.000.000)
            +/- Working Capital                   (113.875.319)       (52.232.070)       (2.810.028)   (48.035.702)      34.299.362
            TOTAL                                 (849.798.189)       (98.221.207)      (61.148.193) (123.868.398)      (37.922.939)


            NET CASH FLOW                         (712.130.468)        73.569.969       133.449.588    151.042.627      276.581.035
            Discount factor       (7,23%)                 0,9326           0,8697            0,8110         0,7563           0,7053
            DISCOUNTED CASH FLOW                  (664.106.733)        63.981.911       108.231.129    114.238.580      195.080.554


                                                                                                                              76
Page 95
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                                              2026           2027            2028             2029             2030
                      Keterangan
                                               1,00           2,00           3,00             4,00              5,00


            PROCEED                        (712.130.468) (638.560.499) (505.110.910) (354.068.283)           (77.487.248)


            PRESENT VALUE KAS MASUK         128.383.863    149.402.370    157.823.923      207.924.384       221.828.693
            PRESENT VALUE KAS KELUAR       (792.490.597)   (85.420.459)   (49.592.794)     (93.685.804)      (26.748.139)


                                              2031           2032            2033             2034
                      Keterangan                                                                               TOTAL
                                               6,00           7,00           8,00             9,00
            EBITDA                          340.723.330    378.777.092    392.584.029      448.528.668       2.654.084.796


            CASH OUT FLOW
            - Tax                           (72.617.684)   (80.983.319)   (85.465.486)     (88.106.107)      (589.468.665)
            - Interest ( i x T )                       -             -               -                  -      (1.760.000)
            - Investment outlays – exist               -             -               -                  -    (696.249.100)
            - Capital expenditure/CAPEX      (4.000.000)   (12.000.000)    (4.000.000)      (4.000.000)       (52.000.000)
            +/- Working Capital             114.580.388    163.160.272     66.240.349       79.531.231        240.858.482
            TOTAL                            37.962.703     70.176.953    (23.225.137)     (12.574.877) (1.098.619.284)


            NET CASH FLOW                   378.686.033    448.954.045    369.358.892      435.953.792       1.555.465.512
            Discount factor    (7,23%)            0,6578        0,6134         0,5720              0,5335
            DISCOUNTED CASH FLOW            249.085.924    275.391.229    211.288.126      232.565.510        785.756.230


            PROCEED                         301.198.785    750.152.829 1.119.511.721        81.885.508


            PRESENT VALUE KAS MASUK         224.115.436    232.344.246    224.573.837      239.273.750       1.785.670.502
            PRESENT VALUE KAS KELUAR         24.970.488     43.046.983    (13.285.712)      (6.708.240)      (999.914.272)


            INTERNAL RATE OF RETURN, IRR                                                                          25,57%
            NET PRESENT VALUE, NPV                                                                           785.756.230
            PROFITABILITY INDEX, PI                                                                              1,78582
            PAYBACK PERIOD, PP                                                                          5 Tahun 2 Bulan


                 Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa                       dengan       dilakukannya
                 transaksi didapat kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.


                 • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                      IRR yang dihasilkan adalah sebesar 25,57% yang berarti di atas tingkat discount
                      rate yang sebesar 7,23%.

                 • Net Present Value ( NPV ) > 0 → Layak
                      NPV     yang   dihasilkan    menunjukkan       angka    yang       positif     yaitu   sebesar
                      Rp785.756.230.000,-.


                 • Profitability Index ( PI ) > 1 → Layak
                      PI yang diperoleh adalah sebesar 1,78582 yang berarti lebih besar dari 1.




                                                                                                                   77
Page 96
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 • Payback Period ( PP )
                            akan diperoleh dalam waktu 5 tahun dan 2 bulan.


          4.4    Analisis Sensitivitas


                 Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan pendapatan, kenaikan
                 biaya investasi, kenaikan struktur biaya, dan kenaikan discount rate yang
                 berpengaruh terhadap kelayakan dengan dilakukannya transaksi yang digambarkan
                 dengan grafik sensitivitas sebagai berikut.


                                                   Gambar 15 Analisis Sensitivitas
                                  900.000.000


                                  800.000.000


                                  700.000.000


                                  600.000.000
                   NPV (Rp.000)




                                  500.000.000


                                  400.000.000


                                  300.000.000


                                  200.000.000


                                  100.000.000


                                           0
                                                NORMAL        5,00%       10,00%     15,00%         20,00%

                                                   PENDAPATAN TURUN                  STRUKTUR BIAYA NAIK

                                                   BIAYA INVESTASI NAIK              DISCOUNT RATE NAIK




                 Berdasarkan grafik sensitivitas terlihat bahwa kelayakan dengan dilakukannya
                 transaksi lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan.




                                                                                                             78
Page 97
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          5      ANALISIS ATAS JAMINAN


                 Berdasarkan   informasi   dari   manajemen   MTWI,   diperoleh   informasi   bahwa
                 peminjaman dana akan dilakukan tanpa jaminan.




                                                                                                 79
Page 98
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          6      ANALISIS KEWAJARAN TRANSAKSI


                 Dalam hal pemenuhan Pasal 93 ayat (2) Peraturan No. 35/POJK.04/2020, berikut ini
                 kami menegaskan pendapat kewajaran untuk setiap unsur analisis yang mendasari
                 Rencana Transaksi.


                 Dari sisi analisis transaksi, kami berpendapat bahwa transaksi yang akan dilakukan
                 bersifat wajar. Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
                 dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat bahwa BPII
                 merupakan pemegang saham pengendali MTWI dengan persentase kepemilikan
                 saham per 31 Desember 2025 sebesar 85,90%. Namun, Rencana Transaksi ini bukan
                 merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana
                 dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 karena tidak terdapat
                 perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan dan kepentingan ekonomis
                 pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau
                 pengendali yang dapat merugikan Perusahaan. Selain itu, Rencana Transaksi tidak
                 memenuhi kriteria Transaksi Material sesuai Peraturan No. 17/POJK.04/2020 karena
                 transaksi tidak lebih dari ambang batas 20% ekuitas Perseroan, atau hanya sebesar
                 19,60%. Dari sisi perjanjian pinjaman, Rencana Transaksi dinilai bersifat wajar
                 (arm’s length), yang tercermin dari pengenaan suku bunga kompetitif sebesar
                 10,00% per tahun yang disesuaikan dengan indikasi suku bunga pasar yang berlaku.
                 Meskipun transaksi akan dilakukan tanpa jaminan, dalam perjanjian ditegaskan
                 mengenai komitmen penyelesaian kewajiban menjadi prioritas utama bagi MTWI
                 yang harus melunasi fasilitas pinjaman dalam jangka waktu satu tahun.


                 Dari sisi analisis kualitatif, kami berpendapat bahwa pertimbangan manajemen
                 dalam melakukan Rencana Transaksi adalah wajar karena pelaksanaan Rencana
                 Transaksi memberikan keuntungan strategis bagi stabilitas operasional MTWI.
                 Dengan adanya dukungan dana dari BPII selaku induk usaha, MTWI dapat
                 memperkokoh      posisi   keuangan   secara   instan   tanpa   perlu   menghadapi
                 proses/birokrasi pinjam meminjam yang rumit dengan pihak lain. Penguatan posisi
                 keuangan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas MTWI dalam menanggung risiko
                 asuransi yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan
                 nasabah/pelanggan, mitra bisnis, serta regulator. Sementara itu, bagi BPII,
                 keuntungan kualitatif tercermin pada terjaganya nilai investasi operasional dan
                 keberlangsungan bisnis anak perusahaan. Namun, terdapat potensi kerugian
                 kualitatif seperti ketergantungan finansial yang tinggi terhadap induk usaha yang
                 menyebabkan berkurangnya fleksibilitas MTWI dalam mencari alternatif pendanaan
                 eksternal yang lebih independen di masa depan.


                 Dari sisi kuantitatif, kami berpendapat bahwa seluruh dampak keuangan dan
                 parameter proyeksi yang dihasilkan adalah wajar. Berdasarkan analisis inkremental,
                 Rencana Transaksi diperkirakan akan memberikan nilai tambah bersih terhadap



                                                                                                80
Page 99
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




                 total aset sebesar Rp77,78 miliar, yang utamanya diperoleh dari penempatan
                 investasi pada deposito berjangka. Namun, inkremental aset mencatatkan nilai
                 negatif untuk tahun-tahun selanjutnya secara konsisten hingga tahun 2034
                 mencapai negatif Rp4,10 miliar. Meski demikian, nilai negatif inkremental ini secara
                 akumulatif tidak lebih besar daripada nilai tambah yang diperoleh dari penempatan
                 investasi pada deposito berjangka pada awal tahun periode proyeksi. Kelayakan
                 kuantitatif ini didukung secara mutlak oleh indikator kelayakan investasi yang
                 melampaui parameter layak, dengan nilai IRR sebesar 25,57% di atas discount rate
                 7,23%, NPV positif senilai Rp785.756.230.000,-, Profitability Index (PI) sebesar
                 1,78582 (lebih besar dari 1), serta Payback Period (PP) selama 5 tahun 2 bulan.


                 Dari sisi analisis atas faktor lain yang relevan, kami berpendapat bahwa faktor non-
                 keuangan yang melandasi transaksi ini adalah wajar, dimana dana pinjaman yang
                 diperuntukkan dan dipergunakan untuk memperkuat posisi keuangan dan
                 mendukung pengembangan usaha akan ditempatkan dalam instrumen deposito
                 berjangka dan portofolio efek yang aman serta likuid. Penempatan ini berfungsi
                 untuk menghasilkan pendapatan investasi neto (yield) yang dapat memitigasi atau
                 memperkecil dampak biaya bunga pinjaman. Dengan posisi keuangan yang lebih
                 kokoh, Perseroan akan memiliki fleksibilitas dan kredibilitas yang lebih tinggi untuk
                 melakukan pengembangan usaha.




                                                                                                   81
Page 100
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          7      ANALISIS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN


                 Dana dari Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dengan nilai pokok pinjaman
                 sebanyak-banyaknya        sebesar   Rp80.000.000.000,-     akan      diperuntukkan     dan
                 dipergunakan untuk memperkuat posisi keuangan dan mendukung pengembangan
                 usaha dengan cara termasuk namun tidak terbatas pada menempatkan sebagian dana
                 dalam instrumen deposito berjangka dan portofolio efek yang aman serta likuid.
                 Penempatan ini berfungsi sebagai bantalan likuiditas yang kuat sehingga menghasilkan
                 pendapatan investasi neto (yield) yang dapat memitigasi atau memperkecil dampak
                 biaya bunga pinjaman sebesar 10%. Dengan posisi keuangan yang lebih kokoh,
                 Perseroan akan memiliki fleksibilitas dan kredibilitas yang lebih tinggi untuk
                 melakukan    pengembangan       usaha,    memperbesar    kapasitas    penutupan      premi
                 (underwriting),   serta   mendorong      pertumbuhan   bisnis   asuransi   umum      secara
                 berkelanjutan.




                                                                                                         82
Page 101
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          8      KESIMPULAN PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI

                 Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif
                 atas Rencana Transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor lain
                 yang relevan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang
                 Saham dari BPII kepada MTWI adalah Wajar.

                 Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
                 dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun
                 tidak terbatas pada perubahan kondisi, baik secara internal maupun secara eksternal
                 yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
                 keuangan serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
                 lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
                 tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan
                 tersebut di atas, maka kesimpulan mengenai kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin
                 berbeda.




                                                                                                       83
Page 102
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk




          9      KUALIFIKASI PENILAI USAHA

                 Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
                 Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal 28 Desember 2012,
                 dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan dengan Izin KJPP
                 No. 2.12.0113.

                 Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
                 Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:

                 MAPPI                    : No. 09-S-02341
                 Izin Penilai Publik      : No. B-1.12.00340
                 Klasifikasi izin         : Penilaian Bisnis
                 Register                 : No. RMK-2017.00303
                 Terdaftar OJK            : No. KEP-282/KS.13/2026.




                                                                                                   84
Page 103
LAMPIRAN PROYEKSI KEUANGAN
Page 104
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
ASUMSI - ASUMSI                                                                                                                                                                                                           Lampiran 1


                           Keterangan                                                      2026            2027            2028            2029            2030            2031             2032            2033            2034
                                                                                           1,00            2,00            3,00            4,00            5,00            6,00             7,00            8,00            9,00

   Jumlah Hari Dalam Setahun                                          Hari                        365             365             365             365             365             365              365             365             365
   Jumlah Hari Operasional Dalam Setahun                              Hari                        264             264             264             264             264             264              264             264             264
   Jumlah Bulan Operasional Dalam Setahun                            Bulan                         12              12              12              12              12              12               12              12              12

STRUKTUR PENDAPATAN
    UNDERWRITING INCOME
    GROSS PREMIUM WRITTEN                                            Growth                                    9,55%           9,35%           9,53%           7,19%           7,27%           6,07%            6,28%           7,44%
    REINSURANCE PREMIUM                                     To Gross Premium Written          69,86%          69,80%          69,98%          70,19%          70,43%          70,68%          70,87%           71,08%          71,35%
    (INCREASE) DECREASE UNEARNED PREMIUM (PYBMP)            To Gross Premium Written          -6,58%          -2,85%          -3,84%          -2,10%          -1,65%          -1,62%          -1,41%           -1,39%          -1,62%
    OTHER UW INCOME                                         To Gross Premium Written           0,14%           0,14%           0,14%           0,14%           0,14%           0,14%           0,14%            0,14%           0,13%

    UNDERWRITING INCOME
    GROSS PREMIUM WRITTEN                                           Rp.000               2.563.103.961   2.807.787.056   3.070.332.043   3.362.955.680   3.604.880.986   3.866.802.952   4.101.415.752   4.358.997.964   4.683.162.564
    REINSURANCE PREMIUM                                             Rp.000             (1.790.555.649) (1.959.779.003) (2.148.592.452) (2.360.338.925) (2.538.883.892) (2.732.969.856) (2.906.855.611) (3.098.506.216) (3.341.465.870)
    (INCREASE) DECREASE UNEARNED PREMIUM (PYBMP)                    Rp.000                -168.607.643     -80.044.888    -117.938.856     -70.525.255     -59.585.406     -62.635.822     -57.700.709     -60.755.254     -76.100.457
    OTHER UW INCOME                                                 Rp.000                   3.543.877       3.905.606       4.270.386       4.672.205       4.980.098       5.309.981       5.597.090       5.916.759       6.313.769
    TOTAL UNDERWRITING INCOME                                       Rp.000                 607.484.545     771.868.772     808.071.121     936.763.704   1.011.391.787   1.076.507.255   1.142.456.522   1.205.653.252   1.271.910.006

STRUKTUR BIAYA
   UNDERWRITING EXPENSE
   CLAIM EXPENSES (NET)                                          To UW Income                 54,82%          53,85%          52,29%          49,19%           48,36%          48,29%          46,88%          47,73%          48,91%
   CLAIM HANDLING EXPENSES                                       To UW Income                 26,51%          29,22%          31,08%          29,99%           30,27%          30,73%          31,15%          31,47%          31,98%
   COMMISSION EXPENSES (NET)                                     To UW Income                -12,90%         -11,77%         -13,10%         -13,14%          -13,60%         -14,27%         -14,67%         -15,17%         -16,03%
   OTHER UW EXPENSES                                             To UW Income                  0,34%           0,28%           0,27%           0,24%            0,23%           0,23%           0,22%           0,21%           0,21%

   OPERATING EXPENSES, INVESTMENT AND OTHER INCOME (EXPENSES)
   INVESTMENT INCOME                                             To UW Income                  5,51%           5,10%           5,66%            5,37%           5,59%           5,48%           5,29%           5,14%           4,97%
   OPERATING EXPENSES                                               Growth                                     2,44%           3,20%            3,30%           3,37%           3,19%           3,47%           3,56%           3,66%
   OTHER INCOME (EXPENSES) - NET                                 To UW Income                 -1,12%          -0,68%          -0,20%           -0,13%          -0,07%          -0,01%           0,03%           0,06%           0,09%

TINGKAT BUNGA
    KI                                                                p.a.                     8,59%           8,59%           8,59%           8,59%           8,59%           8,59%            8,59%           8,59%           8,59%
    KMK                                                               p.a.                     8,22%           8,22%           8,22%           8,22%           8,22%           8,22%            8,22%           8,22%           8,22%

TARIF PAJAK
      PPh Badan                                                     To EBT                    22,00%          22,00%          22,00%          22,00%          22,00%          22,00%          22,00%           22,00%          22,00%
Page 105
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI POSISI KEUANGAN                                                                                                                                                                  Lampiran 2
Rp.000

                Keterangan                            2026            2027            2028            2029             2030             2031             2032             2033             2034


ASSETS

 Investment
Time deposit                                        140.821.000      73.708.000      87.851.000      103.395.000      110.072.000      113.659.000      117.466.000      121.516.000      125.875.000
Marketable securities - Stock (MREI)                        -               -               -                -                -                -                -                -                -
Marketable securities - Corporate bonds              18.745.299      25.210.354      31.555.392       40.924.051       45.037.683       49.501.113       52.271.853       55.148.824       60.145.320
Marketable securities - Government bonds            528.644.701     638.164.646     759.099.608      889.635.949      945.609.317      973.426.887    1.004.923.147    1.038.499.176    1.072.734.680
Marketable securities - Invest in KARK & MAIPARK      1.538.100       1.538.100       1.538.100        1.538.100        1.538.100        1.538.100        1.538.100        1.538.100        1.538.100
Investment in subsidiary (BPP)                        6.500.000       6.500.000       6.500.000        6.500.000        6.500.000        6.500.000        6.500.000        6.500.000        6.500.000
 Total Investment                                   696.249.100     745.121.100     886.544.100    1.041.993.100    1.108.757.100    1.144.625.100    1.182.699.100    1.223.202.100    1.266.793.100


 Non Investment
Cash and banks                                      155.304.797     229.892.792     355.211.830     487.088.273       712.408.581    1.020.292.757    1.388.154.260    1.673.333.178    1.977.736.616
Premium receivables                                 739.659.081     798.109.974     862.029.186     932.043.286     1.007.095.988    1.060.767.871    1.117.697.157    1.178.202.809    1.243.209.525
Reinsurance receivables                             447.118.282     469.974.737     494.741.978     522.130.814       551.459.781      575.079.633      599.993.543      624.497.004      652.404.816
Asset reinsurance
   Claim reserve - Re                                986.736.897   1.067.861.290   1.165.636.149   1.273.348.685    1.389.376.405    1.514.455.172    1.726.634.850    1.953.035.523    2.197.622.908
   Unearned premium reserve - Re                     768.925.845     829.469.234     908.458.560   1.002.434.539    1.082.796.508    1.171.449.183    1.251.106.949    1.336.961.563    1.449.801.192
Investment receivables                                10.426.289      12.222.929      14.364.286      16.690.686       19.167.304       21.724.624       24.367.611       27.101.731       29.933.931
Other receivables                                     11.265.027      14.644.535      19.037.896      24.749.265       32.174.044       38.608.853       46.330.623       50.963.685       56.060.054
Prepayments                                            9.462.740      11.638.882      14.373.907      17.857.735       22.170.350       25.974.737       30.431.509       33.251.174       36.409.967
Fixed assets, net                                     37.625.325      36.908.330      44.076.670      43.121.901       42.034.917       40.805.893       47.424.234       45.878.500       44.156.346
Deferred tax assets                                   15.335.967      17.378.128      26.478.458      15.843.649       15.376.947       16.045.229       18.218.359       18.982.925       21.663.819
Other assets                                           2.262.883       2.715.460       3.258.552       3.910.262        4.692.315        5.630.777        6.756.933        7.432.626        8.175.889
 Total Non Investment                              3.184.123.133   3.490.816.292   3.907.667.471   4.339.219.095    4.878.753.139    5.490.834.730    6.257.116.029    6.949.640.718    7.717.175.064

TOTAL ASSETS                                       3.880.372.233   4.235.937.392   4.794.211.571   5.381.212.195    5.987.510.239    6.635.459.830    7.439.815.129    8.172.842.818    8.983.968.164



LIABILITIES AND EQUITY - NET

 LIABILITIES
Claims payables                                      20.942.513      25.117.593      29.530.972      34.391.619       39.582.742       45.139.837       50.840.618       56.594.280       63.055.913
Coinsurance payables                                  5.084.624       5.084.624       5.084.624       5.084.624        5.084.624        5.084.624        5.084.624        5.084.624        5.084.624
Reinsurance payables                                661.654.496     682.555.239     705.431.304     730.521.389      757.483.906      786.482.226      817.309.787      850.148.857      885.534.581
Commissions payables                                 73.967.386      75.180.465      76.498.245      77.932.114       79.462.967       81.098.465       82.827.403       84.661.474       86.624.085
Taxes payables                                       78.615.432     126.630.322     189.666.637     284.203.084      387.485.321      501.521.442      628.971.092      666.709.358      706.711.920
Other payables                                       62.269.965      67.874.261      73.982.945      80.641.410       87.899.137       95.810.059      104.432.965      113.831.931      124.076.805
Lease liabilities                                     5.815.089       5.507.640      15.200.191      14.892.743       14.585.294       14.277.845       23.970.396       23.662.947       23.355.498
Employee benefit liabilites                          12.099.805      14.795.080      17.759.883      21.021.166       24.608.577       28.554.729       32.895.496       37.670.340       42.922.669
Shareholder loan                                     80.000.000             -               -               -                -                -                -                -                -
Techincal reserves
   Claim reserves - Gross                          1.103.263.924   1.220.477.058   1.361.370.908   1.516.042.231    1.682.017.952    1.860.245.671    2.162.081.864    2.483.105.757    2.828.465.592
   Unearned premium reserves - Gross               1.284.235.316   1.420.653.142   1.613.202.351   1.773.105.662    1.908.225.219    2.054.444.506    2.186.480.311    2.327.501.375    2.510.573.217
 Total Liabilities                                 3.387.948.551   3.643.875.425   4.087.728.059   4.537.836.041    4.986.435.738    5.472.659.403    6.094.894.554    6.648.970.944    7.276.404.904

EQUITY - NET
Capital stock                                       292.448.664     292.448.664     292.448.664      292.448.664      292.448.664      292.448.664      292.448.664      292.448.664      292.448.664
Right Issue                                                 -               -               -                -                -                -                -                -                -
Additional PIC                                       (3.486.663)     (3.486.663)     (3.486.663)      (3.486.663)      (3.486.663)      (3.486.663)      (3.486.663)      (3.486.663)      (3.486.663)
Dividend                                            (31.118.574)    (48.957.108)    (72.452.471)    (127.619.235)    (204.442.997)    (298.251.841)    (400.465.749)    (514.199.371)    (631.273.339)
OCI of fixed assets revaluation                       5.467.527       5.467.527       5.467.527        5.467.527        5.467.527        5.467.527        5.467.527        5.467.527        5.467.527
Retained earnings - Appropriated                         32.652          32.652          32.652           32.652           32.652           32.652           32.652           32.652           32.652
Retained earnings - Unappropriated                  139.887.409     229.080.077     346.556.895      484.473.805      676.533.209      911.055.318    1.166.590.088    1.450.924.144    1.743.609.065
Current income (losses)                              89.192.668     117.476.818     137.916.909      192.059.405      234.522.109      255.534.770      284.334.056      292.684.921      300.765.354
Current other comprehensive income of EBO                   -               -               -                -                -                -                -                -                -
Total equity                                        492.423.682     592.061.967     706.483.513      843.376.154    1.001.074.501    1.162.800.427    1.344.920.575    1.523.871.873    1.707.563.259

TOTAL LIABILITIES & EQUITY                         3.880.372.233   4.235.937.392   4.794.211.571   5.381.212.195    5.987.510.239    6.635.459.830    7.439.815.129    8.172.842.818    8.983.968.164
Page 106
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI LABA RUGI                                                                                                                                                                                          Lampiran 3
Rp.000

                       Keterangan                               2026             2027             2028             2029              2030              2031              2032              2033              2034


UNDERWRITING INCOME
    GROSS PREMIUM WRITTEN                                     2.563.103.961   2.807.787.056     3.070.332.043 3.362.955.680       3.604.880.986     3.866.802.952     4.101.415.752     4.358.997.964     4.683.162.564
    REINSURANCE PREMIUM                                      (1.790.555.649) (1.959.779.003)   (2.148.592.452) (2.360.338.925)   (2.538.883.892)   (2.732.969.856)   (2.906.855.611)   (3.098.506.216)   (3.341.465.870)
    (INCREASE) DECREASE UNEARNED PREMIUM (PYBMP)               (168.607.643)    (80.044.888)     (117.938.856)    (70.525.255)      (59.585.406)      (62.635.822)      (57.700.709)      (60.755.254)      (76.100.457)
    OTHER UW INCOME                                               3.543.877       3.905.606         4.270.386       4.672.205         4.980.098         5.309.981         5.597.090         5.916.759         6.313.769
TOTAL UNDERWRITING INCOME                                       607.484.545     771.868.772       808.071.121     936.763.704     1.011.391.787     1.076.507.255     1.142.456.522     1.205.653.252     1.271.910.006
    Growth Per Year                                                                  27,06%             4,69%          15,93%             7,97%             6,44%             6,13%             5,53%             5,50%

UNDERWRITING EXPENSE
    CLAIM EXPENSES (NET)                                      (333.025.656)    (415.679.200)    (422.551.547)    (460.827.017)    (489.148.726)     (519.839.425)     (535.613.615)     (575.511.957)     (622.147.696)
    CLAIM HANDLING EXPENSES                                   (161.037.176)    (225.551.711)    (251.157.062)    (280.935.865)    (306.116.003)     (330.836.687)     (355.835.774)     (379.418.272)     (406.753.570)
    COMMISSION EXPENSES (NET)                                   78.335.672       90.868.593      105.830.686      123.126.114      137.555.449       153.576.720       167.592.711       182.849.236       203.849.841
    OTHER UW EXPENSES                                           (2.081.641)      (2.144.202)      (2.209.891)      (2.278.865)      (2.351.288)       (2.427.332)       (2.507.178)       (2.591.016)       (2.679.046)
TOTAL UNDERWRITING EXPENSES                                   (417.808.800)    (552.506.520)    (570.087.815)    (620.915.634)    (660.060.568)     (699.526.724)     (726.363.855)     (774.672.010)     (827.730.471)
    To Income                                                       68,78%           71,58%           70,55%           66,28%           65,26%            64,98%            63,58%            64,25%            65,08%

UNDERWRITING RESULT                                            189.675.745     219.362.252       237.983.306     315.848.071       351.331.219       376.980.531       416.092.668       430.981.243       444.179.535
    Profit Margin                                                   31,22%          28,42%            29,45%          33,72%            34,74%            35,02%            36,42%            35,75%            34,92%

OPERATING EXPENSES, INVESTMENT AND OTHER INCOME (EXPENSES)
    INVESTMENT INCOME                                           33.502.761       39.395.425       45.701.316       50.279.693       56.523.917        58.990.583        60.435.465        61.942.918        63.220.798
    OPERATING EXPENSES                                         (92.514.901)     (94.768.143)     (97.805.248)    (101.029.420)    (104.429.364)     (107.756.223)     (111.496.878)     (115.469.334)     (119.700.536)
    OTHER INCOME (EXPENSES) - NET                               (6.823.834)      (5.256.912)      (1.624.299)      (1.206.243)        (681.362)          (62.437)          286.120           695.581         1.171.665
TOTAL                                                          (65.835.974)     (60.629.630)     (53.728.232)     (51.955.970)     (48.586.809)      (48.828.077)      (50.775.293)      (52.830.836)      (55.308.074)

PROFIT (LOSS) FROM OPERATION                                   123.839.771     158.732.622       184.255.074     263.892.101       302.744.410       328.152.454       365.317.375       378.150.407       388.871.461
    Operating Profit Margin                                         20,39%          20,56%            22,80%          28,17%            29,93%            30,48%            31,98%            31,36%            30,57%

INCOME TAXES                                                   (34.647.103)     (41.255.803)     (46.338.165)     (71.832.696)     (68.222.301)      (72.617.684)      (80.983.319)      (85.465.486)      (88.106.107)

PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR                                      89.192.668     117.476.818       137.916.909     192.059.405       234.522.109       255.534.770       284.334.056       292.684.921       300.765.354
    Net Profit Margin                                               14,68%          15,22%            17,07%          20,50%            23,19%            23,74%            24,89%            24,28%            23,65%
Page 107
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
ANALISIS KELAYAKAN PROYEK                                                                                                                                                                                Lampiran 4
Rp.000

               Keterangan                      TOTAL              2026             2027             2028             2029             2030             2031             2032             2033             2034
                                                                   1,00             2,00             3,00             4,00             5,00             6,00             7,00             8,00             9,00


EBITDA                                       2.654.084.796       137.667.721      171.791.176      194.597.781      274.911.025      314.503.974      340.723.330      378.777.092      392.584.029      448.528.668

CASH OUT FLOW
  - Tax                                        -589.468.665      -34.647.103      -41.255.803      -46.338.165      -71.832.696      -68.222.301      -72.617.684      -80.983.319      -85.465.486      -88.106.107
  - Interest ( i x T )                           -1.760.000       -1.026.667         -733.333                0                0                0                0                0                0                0
  - Investment Outlays - Eksisting             -696.249.100     -696.249.100                0                0                0                0                0                0                0                0
  - Capital Expenditure, CAPEX                  -52.000.000       -4.000.000       -4.000.000      -12.000.000       -4.000.000       -4.000.000       -4.000.000      -12.000.000       -4.000.000       -4.000.000
 + / - Working Capital                          240.858.482     -113.875.319      -52.232.070       -2.810.028      -48.035.702       34.299.362      114.580.388      163.160.272       66.240.349       79.531.231
TOTAL                                        -1.098.619.284     -849.798.189      -98.221.207      -61.148.193     -123.868.398      -37.922.939       37.962.703       70.176.953      -23.225.137      -12.574.877

NET CASH FLOW                                1.555.465.512 -    712.130.468       73.569.969      133.449.588      151.042.627      276.581.035      378.686.033      448.954.045      369.358.892      435.953.792
TV                                   0,00%               -                 0                0                0                0                0                0                0                0               -
Discount Factor                      7,23%                           0,9326           0,8697           0,8110           0,7563           0,7053           0,6578           0,6134           0,5720           0,5335
DISCOUNTED CASH FLOW                          785.756.230 -     664.106.733       63.981.911      108.231.129      114.238.580      195.080.554      249.085.924      275.391.229      211.288.126      232.565.510

PROCEED                                                         -712.130.468     -638.560.499     -505.110.910     -354.068.283      -77.487.248      301.198.785      750.152.829    1.119.511.721       81.885.508

PRESENT VALUE KAS MASUK                      1.785.670.502       128.383.863      149.402.370      157.823.923      207.924.384      221.828.693      224.115.436      232.344.246      224.573.837      239.273.750
PRESENT VALUE KAS KELUAR                       -999.914.272     -792.490.597      -85.420.459      -49.592.794      -93.685.804      -26.748.139       24.970.488       43.046.983      -13.285.712       -6.708.240

INTERNAL RATE OF RETURN                                IRR           25,57%
NET PRESENT VALUE                                      NPV       785.756.230
PROFITABILITY INDEX                                      PI         1,78582

PAYBACK PERIOD                                          PP                 5       Tahun                     2       Bulan
BREAK EVEN POINT                                       BEP
     Pendapatan                                                  607.484.545      771.868.772      808.071.121      936.763.704    1.011.391.787    1.076.507.255    1.142.456.522    1.205.653.252    1.271.910.006
     Variable Cost                                               417.808.800      552.506.520      570.087.815      620.915.634      660.060.568      699.526.724      726.363.855      774.672.010      827.730.471
     Fixed Cost                                                  139.379.792      147.365.505      152.654.460      181.926.271      182.324.244      190.715.759      203.558.254      212.822.708      220.585.350
BEP                                                              446.399.035      518.534.209      518.337.452      539.569.316      524.864.383      544.608.757      558.905.440      595.363.242      631.647.097
BEP Rata-rata (Rp.Juta)                        542.025.437           73,48%           67,18%           64,15%           57,60%           51,90%           50,59%           48,92%           49,38%           49,66%
BEP Rata-rata ( % )                                56,98%

PERHITUNGAN MODAL KERJA
       Aset Lancar                                              3.797.047.310    4.082.381.259    4.504.180.096    4.975.049.768    5.360.072.283    5.700.255.158    6.126.038.643    6.578.641.292    7.088.407.377
       Utang Lancar                                            -2.706.144.474   -2.939.246.352   -3.358.235.161   -3.781.069.131   -4.200.391.009   -4.655.154.271   -5.244.098.028   -5.762.941.026   -6.352.238.342
KEBUTUHAN MODAL KERJA                                           1.090.902.836    1.143.134.907    1.145.944.935    1.193.980.637    1.159.681.275    1.045.100.887      881.940.615      815.700.266      736.169.035
 + / - Working Capital                                            113.875.319       52.232.070        2.810.028       48.035.702      -34.299.362     -114.580.388     -163.160.272      -66.240.349      -79.531.231
Rounded
                                                                                           -
Page 108
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
ANALISIS SENSITIVITAS PROYEK                                                                                              Lampiran 5

                                                             KONDISI                         PERUBAHAN KONDISI
                     Keterangan
                                                             NORMAL          5,00%          10,00%         15,00%         20,00%

  1. PENDAPATAN TURUN
        Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000                785.756.230    684.053.744    582.351.258    480.648.773    378.946.287
        Internal Rate of Return (IRR)                              25,57%         23,27%         20,96%         18,64%         16,30%
        Return On Investment (ROI)                                  3,98%          3,98%          3,98%          3,98%          3,98%
        Profitability Index (PI)                                 1,78582        1,68411        1,58240         1,48069       1,37898
        Payback Period (PP)                                     5 Th 2 Bln     5 Th 5 Bln     5 Th 7 Bln    5 Th 10 Bln     6 Th 1 Bln
        BEP                a. Dalam Rp.000                    542.025.437    542.025.437    542.025.437    542.025.437    542.025.437
                           b. Dalam % Terhadap Pendapatan          56,98%         56,98%         56,98%         56,98%         56,98%


  2. BIAYA INVESTASI NAIK
         Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000               785.756.230    751.431.319    717.106.408    682.781.498    648.456.587
         Internal Rate of Return (IRR)                             25,57%         24,24%         22,99%         21,82%         20,72%
         Return On Investment (ROI)                                 3,98%          3,98%          3,98%          3,98%          3,98%
         Profitability Index (PI)                                1,78582        1,72655        1,67109        1,61908        1,57022
         Payback Period (PP)                                    5 Th 2 Bln     5 Th 4 Bln     5 Th 5 Bln     5 Th 6 Bln     5 Th 7 Bln
         BEP                a. Dalam Rp.000                   542.025.437    542.025.437    542.025.437    542.025.437    542.025.437
                            b. Dalam % Terhadap Pendapatan         56,98%         56,98%         56,98%         56,98%         56,98%


  3. STRUKTUR BIAYA NAIK
        Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000                785.756.230    752.392.979    719.029.729    685.666.479    652.303.229
        Internal Rate of Return (IRR)                              25,57%         24,75%         23,94%         23,13%         22,33%
        Return On Investment (ROI)                                  3,98%          3,98%          3,98%          3,98%          3,98%
        Profitability Index (PI)                                 1,78582        1,75246        1,71909        1,68573        1,65236
        Payback Period (PP)                                     5 Th 2 Bln     5 Th 3 Bln     5 Th 4 Bln     5 Th 5 Bln     5 Th 6 Bln
        BEP                a. Dalam Rp.000                    542.025.437    557.812.951    573.600.464    589.387.978    605.175.492
                           b. Dalam % Terhadap Pendapatan          56,98%         58,67%         60,36%         62,05%         63,74%


  4. DISCOUNT RATE NAIK
         Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000               785.756.230    757.739.940    730.500.482    704.013.734    678.256.419
         Internal Rate of Return (IRR)                             25,57%         25,57%         25,57%         25,57%         25,57%
         Return On Investment (ROI)                                 3,98%          3,98%          3,98%          3,98%          3,98%
         Profitability Index (PI)                                1,78582        1,76122        1,73715        1,71359        1,69055
         Payback Period (PP)                                    5 Th 2 Bln     5 Th 2 Bln     5 Th 2 Bln     5 Th 2 Bln     5 Th 2 Bln
         BEP                a. Dalam Rp.000                   542.025.437    542.025.437    542.025.437    542.025.437    542.025.437
                            b. Dalam % Terhadap Pendapatan         56,98%         56,98%         56,98%         56,98%         56,98%

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.36 MB
Published29 Jun 2026
Pages108
Characters332,201
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 63 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK · Nama Perusahaan p.1 ×347
linked org Batavia Prosperindo Internasional Tbk · Nama Perusahaan p.3 ×17
linked person Ilham Akbar Habibie p.6 ×6
linked person Aries Setiawan Rusli p.6 ×8
linked person Markus Dinarto Pranoto · Komisaris p.7 ×4
linked person Vientje Harijanto · Direktur Utama p.7 ×10
linked person Iis Syarifuddin · Direktur p.7 ×9
linked person Rinto Cokrolukito · Direktur p.7 ×4
linked person Paulin Angeline p.8 ×4
linked org Malacca Trust Pte Ltd p.8 ×5
linked org Negara Maju p.18 ×2
linked org PT Ilthabi Rekatama p.58
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×4
possible person Gatot Widodo p.6 ×3
possible person Rudy Johansen p.8 ×6
possible person Juninho Widjaja p.22 ×2
possible person Harjanto · Direktur p.30
possible org Negara Republik Indonesia p.34
possible person Dr. Irawan Soerodjo p.34 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.34 ×2
possible org PT Batavia Prosperindo p.35 ×2
possible — : Suwarna p.35
unresolved org KJPP Syarif p.3 ×3
unresolved org Endang & Rekan p.3 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3 ×4
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.6 ×2
unresolved org REKAN Endang Sunardi p.12
unresolved person Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) · Rekan | Digitally signed by Endang Sunardi p.12 ×2
unresolved org KJPP Syarif MAPPI p.12
unresolved org Endang dan Rekan p.12 ×2
unresolved person Meilindra Indriani p.14
unresolved person Toyib Efendi p.14
unresolved person Rachellina Noor Al Maghfira p.14
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.20 ×2
unresolved person Akuntan Publik Drs. Emanuel Handojo Pranadjaja p.22 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Kosasih p.22
unresolved org Tjahjo & Rekan p.22 ×3
unresolved person Akuntan Publik Welly Adrianto p.22 ×3
unresolved person Akuntan Publik Erwin A. Winata p.23
unresolved person Andrew Tan p.23
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH. p.27
unresolved org Rudy Johansen Masyarakat Pte Ltd p.30
unresolved — Ekuitas MTWI p.31
unresolved org PT Asuransi Wuwungan p.34
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.34
unresolved person Humberg Lie p.34
unresolved org Menteri p.34
unresolved org Malacca Trust Wuwugan Insurance Tbk. p.34 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.34
unresolved org Internasional Tbk p.35 ×2
unresolved person Christina Dwi Utami p.35
unresolved — : Reinaldy p.35
unresolved org Bank Indonesia p.36 ×16
unresolved org Bank Indonesia Gambar p.38
unresolved org Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Kebijakan p.40
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Gambar p.41
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Indeks Harga Konsumen p.41
unresolved org Pusat Statistik p.42
unresolved org PT Batavia Prosperindo Finance p.58
unresolved org Menteri Keuangan p.102
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.102
unresolved org KJPP p.102

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 7874 ms 12 Sep 2026 22:00
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '13'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result