Back to announcement
20260629_MTWI_Informasi Transaksi Afiliasi_32105503_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review MTWISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 108
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
PINJAMAN PEMEGANG SAHAM
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
No. 00034/2.0113-03/BS/08/0340/1/VI/2026
Tanggal : 24 Juni 2026
1
Page 2
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
PINJAMAN PEMEGANG SAHAM
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
No. 00034/2.0113-03/BS/08/0340/1/VI/2026
Tanggal : 24 Juni 2026
Page 3
No. 00034/2.0113-03/BS/08/0340/1/VI/2026 Bekasi, 24 Juni 2026
SURAT PENGANTAR
Kepada:
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Chase Plaza, Lantai 7
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21
Jakarta Selatan, 12920
Perihal: Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham
Dengan hormat,
KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah memiliki
perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik No. 2.12.0113 dan Surat
lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik
lndonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dengan Tanda Terdaftar No. KEP-282/KS.13/2026.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja No. 0042/SPK/MSE-03/ES/V/2026, tanggal 29 Mei 2026,
kami telah melaksanakan Penilaian untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (atau
selanjutnya disebut “BPII”) kepada PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (atau
selanjutnya disebut “Perseroan” atau “MTWI”) seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
MTWI berencana melakukan Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII untuk memperkuat
posisi keuangan serta mendukung pengembangan usahanya. MTWI dan BPII merupakan
perusahaan terafiliasi, yang mana BPII merupakan pemegang saham pengendali MTWI yang
memiliki saham secara langsung sebanyak 85,90% dari seluruh saham yang disetor dan
ditempatkan pada MTWI.
Nilai Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII adalah sebanyak-banyaknya
sebesar Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah). Nilai dari Rencana Transaksi
tersebut adalah 19,60% terhadap jumlah ekuitas MTWI yang sebesar Rp408.116.853.916,-
(Empat Ratus Delapan Miliar Seratus Enam Belas Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu
Sembilan Ratus Enam Belas Rupiah) berdasarkan Laporan Keuangan Audit MTWI per 31
Desember 2025.
Rencana Transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi
sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
iii
Page 4
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut “Peraturan No. 42/POJK.04/2020”) karena
dilakukan dengan pihak yang merupakan pihak terafiliasi dengan MTWI. Namun, Rencana
Transaksi tidak memenuhi ketentuan terkait transaksi material sebagaimana didefinisikan
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut
“Peraturan No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai rencana transaksi kurang dari 20% dari ekuitas
MTWI per 31 Desember 2025.
Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dengan Laporan
No. 00034/2.0113-03/BS/08/0340/1/VI/2025, tanggal 24 Juni 2026.
Tanggal Penilaian
Tanggal Penilaian dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 31 Desember 2025.
Objek Penilaian
Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Rencana Transaksi Pinjaman
Pemegang saham dari BPII kepada MTWI sebanyak-banyaknya sebesar Rp80.000.000.000,-
(Delapan Puluh Miliar Rupiah).
Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan dari laporan Pendapat Kewajaran ini adalah pemberian Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII kepada MTWI
sebanyak-banyaknya sebesar Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah).
Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal,
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha, serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-
2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020, pendekatan dan metode yang
digunakan adalah sebagai berikut.
1) Besaran dana objek transaksi;
2) Dampak keuangan dari transaksi;
iv
Page 5
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
3) Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen;
4) Analisis pengaruh transaksi keuangan perusahaan;
5) Identifikasi dan hubungan antara pihak;
6) Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
7) Analisis likuiditas;
8) Analisis manfaat dan risiko;
9) Analisis kualitatif:
a. Riwayat perusahaan yaitu riwayat transaksi dan sifat kegiatan usaha;
b. Analisis industri dan bisnis;
c. Analisis operasional dan prospek perusahaan;
d. Analisis alasan dan latar belakang manajemen;
e. Keuntungan dan kerugian;
f. Analisis dampak leverage;
g. Analisis dampak likuiditas; dan
h. Analisis dampak keuangan perusahaan jika proyek yang dibiayai oleh dana hasil
transaksi tersebut mengalami kegagalan.
10) Analisis kuantitatif;
a. Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan perusahaan,
termasuk:
1. Penilaian kinerja historis;
2. Penilaian atas proyeksi keuangan;
3. Analisis rasio keuangan;
4. Analisis keuangan baik sebelum maupun setelah transaksi;
5. Analisis atas kemampuan perusahaan sampai saat jatuh tempo; dan
6. Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi.
b. Analisis Yield;
c. Melakukan analisis inkremental (incremental analysis):
1. Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi,
termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan;
2. Biaya atau pendapatan yang relevan; dan
3. Informasi non keuangan yang relevan.
d. Melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur keuntungan dan
kerugian dari transaksi, jika diperlukan.
e. Analisis kelayakan rencana penggunaan dana dan jaminan atas transaksi antara lain:
1. Analisis kelayakan investasi;
2. Analisis kelayakan pelunasan utang; dan
3. Analisis atas faktor lain yang relevan.
11) Analisis atas jaminan.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini
adalah sebagai berikut.
v
Page 6
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
Pendapat Kewajaran.
• Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi
yang disediakan oleh MTWI atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk
periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan tahun 2030 yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh MTWI dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional MTWI.
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari
pemberi tugas.
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, terdapat kejadian penting yang diketahui setelah
tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan penilaian.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 2, tanggal 3 Juni 2026, dari Notaris Gatot
Widodo, S.E., S.H., M.Kn., yang telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum oleh Menteri Hukum Republik Indonesia melalui surat No. AHU-AH.01.09-0333654,
tanggal 15 Juni 2026, MTWI menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris menjadi
sebagai berikut.
Komisaris utama : Ilham Akbar Habibie
Komisaris independen : Suwarna
Komisaris independen : Aries Setiawan Rusli
Atas adanya kejadian penting/perubahan susunan kepengurusan ini, tidak terdapat dampak
material, afiliasi, maupun benturan kepentingan yang berkaitan dengan Rencana Transaksi.
Kesimpulan
A. Analisis Transaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi antara lain:
vi
Page 7
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
a. MTWI sebagai pihak penerima pinjaman
Nama Perusahaan : PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI)
Alamat : Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta
Selatan
Telepon : 021–2598 9830
Email / Website : corsec@mtwi.co.id / www.mtwi.co.id
Kegiatan usaha : Asuransi Umum
Susunan : Komisaris Utama : Ilham Akbar Habibie
Komisaris dan Komisaris : Markus Dinarto Pranoto
Direksi Komisaris Independen : Suwarna
Komisaris Independen : Aries Setiawan Rusli
Direktur Utama : Vientje Harijanto
Direktur : Harjanto
Direktur : Iis Syarifuddin
Direktur : Rinto Cokrolukito
Susunan : PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk : 85,90%
Pemegang Saham Vientje Harijanto (Direktur Utama) : 4,99%
Harjanto (Direktur) : 1,27%
Iis Syarifuddin (Direktur) : 0,11%
Masyarakat dengan kepemilikan < 5%
Lokal : 4,64%
Asing : 3,09%
b. BPII sebagai pihak pemberi pinjaman.
Nama Perusahaan : PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII)
Alamat : Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta
Selatan
Telepon : 021-5200180
Email / Website : corsec@bpii.co.id / www.bpinternasional.com
Kegiatan usaha : Holding company / Aktivitas konsultasi manajemen lainnya
vii
Page 8
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Susunan Komisaris : Komisaris Utama : Irena Istary Iskandar
dan Direksi Komisaris : Rudy Johansen
Komisaris Independen : Paulin Angeline
Direktur Utama : Rudi Setiadi Tjahjono
Direktur : Luo Xude
Susunan : Malacca Trust Pte Ltd Singapura : 89,86%
Pemegang Saham Rudy Johansen (Komisaris) : 0,02%
Masyarakat : 10,12%
Berdasarkan Peraturan No. 42/POJK.04/2020, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas
dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali
dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau
transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota
dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.
Dengan demikian, Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat bahwa BPII merupakan
pemegang saham pengendali MTWI dengan persentase kepemilikan saham per 31
Desember 2025 sebesar 85,90%. Namun, Rencana Transaksi ini bukan merupakan
transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 karena tidak terdapat perbedaan antara kepentingan
ekonomis Perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota
Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau pengendali yang dapat merugikan
Perusahaan.
Dari sisi materialitas Rencana Transaksi, berdasarkan Laporan Keuangan Audit MTWI per
31 Desember 2025, total ekuitas MTWI adalah sebesar Rp408.116.853.916,- (Empat
Ratus Delapan Miliar Seratus Enam Belas Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu
Sembilan Ratus Enam Belas Rupiah). Sementara itu, berdasarkan draft Perjanjian Pinjaman
Pemegang Saham antara MTWI dengan BPII (atau selanjutnya disebut “Perjanjian
Pinjaman”), diketahui bahwa nilai Rencana Transaksi adalah sebanyak-banyaknya sebesar
Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah). Sehingga, diketahui bahwa
persentase nilai transaksi terhadap ekuitas MTWI per 31 Desember 2025 adalah sebesar
19,60%.
Berdasarkan Peraturan No. 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha Utama, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila
nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dengan
demikian, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material sesuai dengan Peraturan
No. 17/POJK.04/2020.
viii
Page 9
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
B. Analisis Kualitatif
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah untuk memperkuat posisi keuangan serta
mendukung pengembangan usaha MTWI.
Dari sisi kualitatif, pelaksanaan Rencana Transaksi memberikan keuntungan strategis
bagi stabilitas operasional MTWI. Dengan adanya dukungan dana dari BPII selaku induk
usaha, MTWI dapat memperkokoh posisi keuangan secara instan tanpa perlu menghadapi
proses/birokrasi pinjam meminjam yang rumit dengan pihak lain. Penguatan posisi
keuangan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas MTWI dalam menanggung risiko
asuransi yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan
nasabah/pelanggan, mitra bisnis, serta regulator. Sementara itu, bagi BPII, keuntungan
kualitatif tercermin pada terjaganya nilai investasi operasional dan keberlangsungan
bisnis anak perusahaan.
Sementara itu, meskipun Rencana Transaksi bersifat efisien dan tidak material, terdapat
kemungkinan kerugian atau risiko yang bersifat kualitatif yang perlu diantisipasi, seperti
ketergantungan finansial yang tinggi terhadap induk usaha yang menyebabkan
berkurangnya fleksibilitas MTWI dalam mencari alternatif pendanaan eksternal yang lebih
independen di masa depan.
C. Analisis Kuantitatif
Berdasarkan analisis inkremental yang dilakukan dengan membandingkan proyeksi tanpa
dilakukannya transaksi dan proyeksi dengan dilakukannya transaksi atas Rencana
Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII, pada tahun awal proyeksi 2026, Rencana
Transaksi diperkirakan akan memberikan nilai tambah bersih terhadap total aset sebesar
Rp77,78 miliar, yang utamanya diperoleh dari penempatan investasi pada deposito
berjangka. Namun, inkremental aset mencatatkan nilai negatif untuk tahun-tahun
selanjutnya secara konsisten hingga tahun 2034 mencapai negatif Rp4,10 miliar. Meski
demikian, nilai negatif inkremental ini secara akumulatif tidak lebih besar daripada nilai
tambah yang diperoleh dari penempatan investasi pada deposito berjangka pada awal
tahun periode proyeksi.
Berdasarkan analisis dampak leverage, terdapat kenaikan pada rasio leverage antara
tanpa dan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, dimana tanpa transaksi rata-rata
DER adalah sebesar 519,97% sedangkan dengan transaksi menjadi 522,72%. Rata-rata
DAR juga mengalami sedikit peningkatan dari tanpa dilaksanakannya transaksi yaitu
sebesar 83,61%, sedangkan dengan transaksi menjadi sebesar 83,66%. Rata-rata rasio
DER dan DAR tersebut mengindikasikan solvabilitas yang lebih tinggi, sehingga masih
terdapat peningkatan risiko keuangan perusahaan yang tinggi setelah transaksi.
Kemampuan MTWI untuk melunasi liabilitasnya dengan aset yang dimiliki memang akan
menjadi lebih terbebani setelah transaksi, sehingga solvabilitasnya menurun, namun
ix
Page 10
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
MTWI tetap berada dalam posisi yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka
panjangnya.
Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, rasio likuiditas lebih tinggi
bila dibandingkan dengan kondisi historisnya, yakni rata-rata historis adalah sebesar
119,80%, sedangkan rata-rata proyeksi adalah sebesar 144,45%. Hal ini menunjukkan
peningkatan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya.
Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa dengan dilakukannya transaksi
diperoleh kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 25,57% yang berarti di atas tingkat discount rate
yang sebesar 7,23%.
• Net Present Value ( NPV ) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar
Rp785.756.230.000,-.
• Profitability Index ( PI ) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,78582 yang berarti lebih besar dari 1.
• Payback Period ( PP )
PP akan diperoleh dalam waktu 5 tahun dan 2 bulan.
D. Analisis atas Jaminan
Berdasarkan informasi dari manajemen MTWI, diperoleh informasi bahwa peminjaman
dana akan dilakukan tanpa jaminan.
E. Analisis Kewajaran Transaksi
Dari sisi analisis transaksi, kami berpendapat bahwa transaksi yang akan dilakukan
bersifat wajar. Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat bahwa BPII merupakan pemegang
saham pengendali MTWI dengan persentase kepemilikan saham per 31 Desember 2025
sebesar 85,90%. Namun, Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi yang
mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 karena tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis
Perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau pengendali yang dapat merugikan Perusahaan.
Selain itu, Rencana Transaksi tidak memenuhi kriteria Transaksi Material sesuai Peraturan
No. 17/POJK.04/2020 karena transaksi tidak lebih dari ambang batas 20% ekuitas
x
Page 11
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Perseroan, atau hanya sebesar 19,60%. Dari sisi perjanjian pinjaman, Rencana Transaksi
dinilai bersifat wajar (arm’s length), yang tercermin dari pengenaan suku bunga
kompetitif sebesar 10,00% per tahun yang disesuaikan dengan indikasi suku bunga pasar
yang berlaku. Meskipun transaksi akan dilakukan tanpa jaminan, dalam perjanjian
ditegaskan mengenai komitmen penyelesaian kewajiban menjadi prioritas utama bagi
MTWI yang harus melunasi fasilitas pinjaman dalam jangka waktu satu tahun.
Dari sisi analisis kualitatif, kami berpendapat bahwa pertimbangan manajemen dalam
melakukan Rencana Transaksi adalah wajar karena pelaksanaan Rencana Transaksi
memberikan keuntungan strategis bagi stabilitas operasional MTWI. Dengan adanya
dukungan dana dari BPII selaku induk usaha, MTWI dapat memperkokoh posisi keuangan
secara instan tanpa perlu menghadapi proses/birokrasi pinjam meminjam yang rumit
dengan pihak lain. Penguatan posisi keuangan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas
MTWI dalam menanggung risiko asuransi yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan
kredibilitas dan kepercayaan nasabah/pelanggan, mitra bisnis, serta regulator. Sementara
itu, bagi BPII, keuntungan kualitatif tercermin pada terjaganya nilai investasi operasional
dan keberlangsungan bisnis anak perusahaan. Namun, terdapat potensi kerugian
kualitatif seperti ketergantungan finansial yang tinggi terhadap induk usaha yang
menyebabkan berkurangnya fleksibilitas MTWI dalam mencari alternatif pendanaan
eksternal yang lebih independen di masa depan.
Dari sisi kuantitatif, kami berpendapat bahwa seluruh dampak keuangan dan parameter
proyeksi yang dihasilkan adalah wajar. Berdasarkan analisis inkremental, Rencana
Transaksi diperkirakan akan memberikan nilai tambah bersih terhadap total aset sebesar
Rp77,78 miliar, yang utamanya diperoleh dari penempatan investasi pada deposito
berjangka. Namun, inkremental aset mencatatkan nilai negatif untuk tahun-tahun
selanjutnya secara konsisten hingga tahun 2034 mencapai negatif Rp4,10 miliar. Meski
demikian, nilai negatif inkremental ini secara akumulatif tidak lebih besar daripada nilai
tambah yang diperoleh dari penempatan investasi pada deposito berjangka pada awal
tahun periode proyeksi. Kelayakan kuantitatif ini didukung secara mutlak oleh indikator
kelayakan investasi yang melampaui parameter layak, dengan nilai IRR sebesar 25,57% di
atas discount rate 7,23%, NPV positif senilai Rp785.756.230.000,-, Profitability Index (PI)
sebesar 1,78582 (lebih besar dari 1), serta Payback Period (PP) selama 5 tahun 2 bulan.
Dari sisi analisis atas faktor lain yang relevan, kami berpendapat bahwa faktor non-
keuangan yang melandasi transaksi ini adalah wajar, dimana dana pinjaman yang
diperuntukkan dan dipergunakan untuk memperkuat posisi keuangan dan mendukung
pengembangan usaha akan ditempatkan dalam instrumen deposito berjangka dan
portofolio efek yang aman serta likuid. Penempatan ini berfungsi untuk menghasilkan
pendapatan investasi neto (yield) yang dapat memitigasi atau memperkecil dampak biaya
bunga pinjaman. Dengan posisi keuangan yang lebih kokoh, Perseroan akan memiliki
fleksibilitas dan kredibilitas yang lebih tinggi untuk melakukan pengembangan usaha.
xi
Page 12
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
F. Analisis Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Dana dari Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dengan nilai pokok pinjaman
sebanyak-banyaknya sebesar Rp80.000.000.000,- akan diperuntukkan dan
dipergunakan untuk memperkuat posisi keuangan dan mendukung pengembangan usaha
dengan cara termasuk namun tidak terbatas pada menempatkan sebagian dana dalam
instrumen deposito berjangka dan portofolio efek yang aman serta likuid. Penempatan
ini berfungsi sebagai bantalan likuiditas yang kuat sehingga menghasilkan pendapatan
investasi neto (yield) yang dapat memitigasi atau memperkecil dampak biaya bunga
pinjaman sebesar 10%. Dengan posisi keuangan yang lebih kokoh, Perseroan akan
memiliki fleksibilitas dan kredibilitas yang lebih tinggi untuk melakukan pengembangan
usaha, memperbesar kapasitas penutupan premi (underwriting), serta mendorong
pertumbuhan bisnis asuransi umum secara berkelanjutan.
Pendapat Mengenai Kewajaran Transaksi
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas
Rencana Transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor lain yang relevan,
maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII
kepada MTWI adalah Wajar.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada perubahan kondisi, baik secara internal maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-peraturan
pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini
dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan mengenai
kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)
Rekan Digitally signed by Endang Sunardi
DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
MAPPI : No. 09-S-02341 Endang dan Rekan,
email=syarifendangdanrekan@gmail.com
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
Terdaftar OJK : No. KEP-282/KS.13/2026
xii
Page 13
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan MTWI, dan pihak-pihak
yang terkait dengan rencana transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
pendapat yang dihasilkan dari proses analisis pendapat kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK)
No. 0042/SPK/MSE-03/ES/V/2026, tanggal 29 Mei 2026;
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar;
3. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan
Pendapat kewajaran;
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
Pendapat Kewajaran;
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran;
6. Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas;
7. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
8. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, POJK
No. 17/POJK.04/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
(KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
(MAPPI).
9. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah; dan
10. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
xiii
Page 14
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Penanggung Jawab (.......................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
Terdaftar OJK : No. KEP-282/KS.13/2026
2. Meilindra Indriani, S.Si. Reviewer (........................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. Staf Penilai (........................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Rachellina Noor Al Maghfira, S.Si., M.Ec.Dev. Tenaga Inspeksi (........................)
MAPPI : No. 22-P-11570
xiv
Page 15
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR ........................................................................................................ iii
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................... xiii
DAFTAR ISI .....................................................................................................................xv
DAFTAR TABEL ............................................................................................................. xvii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ xviii
1 PENDAHULUAN .................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 1
1.2 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................ 1
1.3 Tanggal Penilaian ................................................................................................ 2
1.4 Identifikasi Status Penilai ..................................................................................... 2
1.5 Identitas Pemberi Tugas ...................................................................................... 2
1.6 Identitas Pengguna Laporan ................................................................................ 2
1.7 Objek Penilaian .................................................................................................... 3
1.8 Jenis Mata Uang yang digunakan ......................................................................... 3
1.9 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran............................................ 3
1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................ 3
1.11 Benturan Kepentingan Atas Rencana Transaksi .................................................... 4
1.12 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan .................................................... 4
1.13 Ruang Lingkup Penilaian ...................................................................................... 6
1.14 Pendekatan dan Metode ...................................................................................... 6
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas ............................................................................. 7
1.16 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi ...................................................... 8
1.17 Konfirmasi bahwa Penilaian telah Dilakukan berdasarkan SPI .............................. 8
1.18 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian ...................................................................... 8
2 ANALISIS TRANSAKSI .......................................................................................... 10
2.1 Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ........................... 10
2.2 Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi ........................................... 10
2.3 Hubungan Pihak yang Melakukan Transaksi ...................................................... 11
2.4 Materialitas Nilai Transaksi ................................................................................ 13
2.5 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi .............. 13
2.6 Manfaat dan Risiko Atas Rencana Transaksi ...................................................... 14
2.7 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana Atas Transaksi ........................................ 15
3 ANALISIS KUALITATIF ......................................................................................... 16
3.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha .................................................... 16
3.2 Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana ........................................................ 18
3.3 Analisis Industri dan Bisnis ................................................................................ 18
3.3.1 Tinjauan Makro Ekonomi ................................................................................... 18
3.3.2 Kondisi Industri ................................................................................................. 24
3.4 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan ................................................... 34
3.5 Alasan dan Latar Belakang Transaksi ................................................................. 35
3.6 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ............................................. 35
xv
Page 16
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
3.7 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan ........................................................ 35
3.8 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan .................................... 36
4 ANALISIS KUANTITATIF ...................................................................................... 38
4.1 Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
Perusahaan ........................................................................................................ 38
4.1.1 Penilaian Kinerja Historis ................................................................................... 38
4.1.2 Penilaian Arus Kas ............................................................................................. 48
4.1.3 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ...................................................................... 51
4.1.4 Analisis Rasio Keuangan .................................................................................... 57
4.1.5 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan
Setelah Transaksi Dilakukan .............................................................................. 62
4.1.6 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Transaksi .................. 67
4.1.7 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi ...... 68
4.1.8 Analisis Tingkat Suku Bunga .............................................................................. 68
4.2 Analisis Inkremental .......................................................................................... 68
4.2.1 Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ................. 68
4.2.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan.................................................................. 73
4.2.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan .............................................................. 73
4.3 Analisis Kelayakan ............................................................................................. 74
4.4 Analisis Sensitivitas ........................................................................................... 78
5 ANALISIS ATAS JAMINAN .................................................................................... 79
6 ANALISIS KEWAJARAN TRANSAKSI ...................................................................... 80
7 ANALISIS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ............................................................. 82
8 KESIMPULAN PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI ............................. 83
9 KUALIFIKASI PENILAI USAHA ............................................................................... 84
xvi
Page 17
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Hubungan Pihak yang Bertransaksi ......................................................................... 12
Tabel 2 Nilai Transaksi Material ........................................................................................... 13
Tabel 3 Susunan Pemegang Saham MTWI ............................................................................ 17
Tabel 4 Pertumbuhan PDB Dunia ......................................................................................... 18
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ................... 19
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ............ 20
Tabel 7 Neraca Pembayaran Indonesia ................................................................................. 21
Tabel 8 PDB ADHB dan HK 2010 Menurut Lapangan Usaha (triliun rupiah) .......................... 25
Tabel 9 Penetrasi dan Densitas Asuransi Indonesia, 2021—2025 ........................................ 26
Tabel 10 Indikator Keuangan Asuransi 2024—2025 (Miliar Rupiah) .................................... 26
Tabel 11 Rasio Asuransi Umum dan Reasuransi, 2023—2025 ............................................. 28
Tabel 12 Instrumen Investasi Asuransi Umum & Reasuransi ................................................ 29
Tabel 13 Premi dan Klaim Asuransi Umum, 2024—2025 (Miliar Rupiah) ............................. 30
Tabel 14 Proyeksi Leverage Ratio Tanpa Dilaksanakannya Transaksi (%) .............................. 36
Tabel 15 Proyeksi Leverage Ratio dengan Dilaksanakannya Transaksi (%) ............................ 36
Tabel 16 Rasio Likuiditas Historis ........................................................................................ 36
Tabel 17 Proyeksi Rasio Likuiditas ....................................................................................... 37
Tabel 18 Kinerja Posisi Keuangan (Aset) MTWI (Rp.000) ...................................................... 38
Tabel 19 Kinerja Posisi Keuangan (Liabilitas dan Ekuitas) MTWI (Rp.000) ............................ 40
Tabel 20 Kinerja Laba Rugi MTWI (Rp.000) .......................................................................... 43
Tabel 21 Rasio Keuangan .................................................................................................... 46
Tabel 22 Arus Kas MTWI (Rp.000) ........................................................................................ 49
Tabel 23 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Adanya Transaksi (Rp.000) ............................... 51
Tabel 24 Proyeksi Laba Rugi dengan Adanya Transaksi (Rp.000) ......................................... 55
Tabel 25 Rasio Keuangan .................................................................................................... 57
Tabel 26 Laporan Proforma Posisi Keuangan Konsolidasian ................................................ 62
Tabel 27 Proyeksi Kas Terkait dengan Kemampuan Melunasi Utang (Rp.000) ...................... 67
Tabel 28 Inkremental Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................. 68
Tabel 29 Inkremental Laba Rugi (Rp.000) ............................................................................ 71
Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000) ..................................................................................... 74
Tabel 31 Perhitungan IRR .................................................................................................... 75
Tabel 32 Perhitungan PI ....................................................................................................... 76
Tabel 33 Perhitungan PP ...................................................................................................... 76
Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ....................................................................... 76
xvii
Page 18
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Struktur Kepemilikan Saham MTWI .................................................................... 12
Gambar 2 Struktur Kepemilikan Saham BPII ....................................................................... 12
Gambar 3 Grafik Inflasi Global ........................................................................................... 19
Gambar 4 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2025 ..................................... 20
Gambar 5 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................... 21
Gambar 6 Grafik Aliran Modal Asing.................................................................................. 22
Gambar 7 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................... 22
Gambar 8 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara Berkembang ... 23
Gambar 9 Grafik Inflasi IHK dan Komponen....................................................................... 23
Gambar 10 Inflasi IHK Provinsi .......................................................................................... 24
Gambar 11 Pertumbuhan Premi dan Klaim Asuransi Umum Q4 2025 ................................ 26
Gambar 12 Aset dan Liabilitas Asuransi 2021—2025 ........................................................ 28
Gambar 13 Grafik Rasio Klaim Asuransi Umum per Lini Usaha, 2024 & 2025 ................... 31
Gambar 14 Pangsa Pasar dan Kontribusi Klaim Asuransi Umum ........................................ 33
Gambar 15 Analisis Sensitivitas ......................................................................................... 78
xviii
Page 19
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (atau selanjutnya disebut “MTWI” atau
“Perseroan”) adalah sebuah Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
bergerak dalam industri Asuransi Umum. MTWI memulai operasinya secara komersil
sejak tahun 1953. Kantor pusat MTWI berkedudukan di Gedung Chase Plaza, Lantai
7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta.
MTWI berencana melakukan Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII untuk
memperkuat posisi keuangan serta mendukung pengembangan usahanya. MTWI
dan BPII merupakan perusahaan terafiliasi, yang mana BPII merupakan pemegang
saham pengendali MTWI yang memiliki saham secara langsung sebanyak 85,90%
dari seluruh saham yang disetor dan ditempatkan pada MTWI.
Nilai Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII adalah sebanyak-
banyaknya sebesar Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah). Nilai dari
Rencana Transaksi tersebut adalah 19,60% terhadap jumlah ekuitas MTWI yang
sebesar Rp408.116.853.916,- (Empat Ratus Delapan Miliar Seratus Enam Belas Juta
Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Enam Belas Rupiah)
berdasarkan Laporan Keuangan Audit MTWI per 31 Desember 2025.
Rencana Transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi
afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut “Peraturan
No. 42/POJK.04/2020”) karena dilakukan dengan pihak yang merupakan pihak
terafiliasi dengan MTWI. Namun, Rencana Transaksi tidak memenuhi ketentuan
terkait transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut “Peraturan
No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai rencana transaksi kurang dari 20% dari ekuitas
MTWI per 31 Desember 2025.
1.2 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi dengan Laporan
No. 00034/2.0113-03/BS/08/0340/1/VI/2026, tanggal 24 Juni 2026.
1
Page 20
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
1.3 Tanggal Penilaian
Tanggal Penilaian dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 31 Desember
2025 dengan parameter dan laporan Keuangan yang digunakan dalam analisis
menggunakan data per 31 Desember 2025 yaitu Laporan Keuangan MTWI yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Adapun batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan Pendapat Kewajaran.
1.4 Identifikasi Status Penilai
KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah
memiliki perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik
No. 2.12.0113 dan Surat lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh
Menteri Keuangan Republik Indonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Tanda Terdaftar No. KEP-
282/KS.13/2026.
Kami adalah Penilai Independen/Penilai Eksternal yang memberikan penilaian
objektif dan tidak memihak. Penilai dalam posisi bebas ikatan, yang pada saat ini
atau di kemudian hari tidak memiliki kepentingan finansial yang berhubungan
dengan subjek dan atau objek Penilaian selain dari jasa penilaian serta Penilai
memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.
1.5 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:
Nama : PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Bidang Usaha : Asuransi Umum
Alamat Kantor : Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21,
Jakarta Selatan, 12920
Telepon : 021–2598 9830
Email : corsec@mtwi.co.id
Website : www.mtwi.co.id
1.6 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna Laporan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:
Nama : PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Bidang Usaha : Asuransi Umum
Alamat Kantor : Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21,
Jakarta Selatan, 12920
2
Page 21
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Telepon : 021–2598 9830
Email : corsec@mtwi.co.id
Website : www.mtwi.co.id
1.7 Objek Penilaian
Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Rencana Transaksi Pinjaman
Pemegang Saham dari BPII kepada MTWI sebanyak-banyaknya sebesar
Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah).
1.8 Jenis Mata Uang yang digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam Rencana Transaksi adalah mata uang Rupiah
(Rp).
1.9 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan dari laporan Pendapat Kewajaran ini adalah pemberian Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dari BPII kepada
MTWI sebanyak-banyaknya sebesar Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar
Rupiah).
Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal,
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
(KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
(MAPPI).
1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan pekerjaan pendapat kewajaran, kami telah melakukan:
1. Inspeksi lapangan untuk mengetahui kondisi kegiatan usaha.
2. Pengumpulan data yang diperlukan dalam proses penilaian baik data internal
perusahaan maupun data eksternal perusahaan.
3. Diskusi dengan pihak manajemen dalam rangka memperoleh informasi terkait
rencana transaksi.
4. Klarifikasi atas semua data yang telah diterima.
5. Meminta tambahan data dan informasi.
6. Mengadakan pertemuan dengan pihak manajemen untuk menyamakan
persepsi terkait dengan asumsi-asumsi yang digunakan.
3
Page 22
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
1.11 Benturan Kepentingan Atas Rencana Transaksi
Rencana Transaksi melibatkan pihak yang secara kepentingan ekonomis dari
masing-masing pihak diketahui tidak ada benturan kepentingan atas Rencana
Transaksi yang akan dilakukan.
1.12 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan
Untuk dapat memberikan pendapat atas Kewajaran Rencana Transaksi, sebagai
Penilai Independen kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu atau
melaksanakan akan prosedur atas hal-hal sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Konsolidasian MTWI periode 31 Desember 2020,
No. 00193/2.1051/AU.1/08/0929-3/1/III/2021, tanggal 29 Maret 2021, yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Emanuel Handojo Pranadjaja, CA, CPA,
dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan,
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material;
2. Laporan Keuangan Konsolidasian MTWI periode 31 Desember 2021,
No. 00234/2.1051/AU.1/08/1029-1/1/III/2022, tanggal 28 Maret 2022, yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Juninho Widjaja CPA, dari Kantor Akuntan
Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan, dengan opini wajar,
dalam semua hal yang material;
3. Laporan Keuangan Konsolidasian MTWI periode 31 Desember 2022,
No. 00282/2.1051/AU.1/08/1029-2/1/III/2023, tanggal 29 Maret 2023, yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Juninho Widjaja CPA, dari Kantor Akuntan
Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan, dengan opini wajar,
dalam semua hal yang material;
4. Laporan Keuangan Konsolidasian MTWI periode 31 Desember 2023,
No. 00075/2.1127/AU.1/08/0060-1/1/III/2024, tanggal 26 Maret 2024, yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Welly Adrianto, CPA, dari Kantor Akuntan
Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo, dengan opini wajar, dalam semua
hal yang material;
5. Laporan Keuangan Konsolidasian MTWI periode 31 Desember 2024,
No. 00033/2.1127/AU.1/08/0060-2/1/III/2025, tanggal 7 Maret 2025, yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Welly Adrianto, CPA, dari Kantor Akuntan
Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo, dengan opini wajar, dalam semua
hal yang material;
6. Laporan Keuangan Konsolidasian MTWI periode 31 Desember 2025,
No. 00064/2.1127/AU.1/08/0060-3/1/III/2026, tanggal 27 Maret 2026, yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Welly Adrianto, CPA, dari Kantor Akuntan
Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo, dengan opini wajar, dalam semua
hal yang material;
4
Page 23
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
7. Laporan Keuangan Konsolidasian BPII periode 31 Desember 2025,
No. 00065/2.1127/AU.1/09/0333-3/1/III/2026, tanggal 27 Maret 2026, yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Erwin A. Winata, CPA, dari Kantor Akuntan
Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo, dengan opini wajar, dalam semua
hal yang material;
8. Akta dan Legalitas Umum MTWI;
9. Proyeksi Keuangan MTWI dengan dan tanpa transaksi periode 2026 sampai
dengan 2030;
10. Proforma Keuangan MTWI Per 31 Desember 2025;
11. Draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara MTWI dan BPII;
12. Surat Pernyataan Manajemen atas Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
No. 279/MTI-DIR/VI/2026, tanggal 24 Juni 2026, dinyatakan bahwa Rencana
Transaksi mengandung unsur transaksi afiliasi dan tidak terdapat benturan
kepentingan;
13. Surat Pernyataan Manajemen atas Transaksi Material No. 281/MTI-
DIR/VI/2026, tanggal 24 Juni 2026, dinyatakan bahwa Rencana Transaksi
tidak termasuk pada transaksi material;
14. Wawancara dan diskusi dengan Ibu Vientje Harijanto selaku Direktur Utama
Perseroan, Ibu Nona selaku Head of Legal & Compliance Perseroan, dan Bapak
Andrew Tan selaku Division Head Perseroan sehubungan dengan penugasan
pendapat Kewajaran; dan
15. Surat Pernyataan Manajemen atas kebenaran data dan informasi yang
diberikan No. 280/MTI-DIR/VI/2026, tanggal 24 Juni 2026.
Prosedur yang Digunakan
Laporan dan fakta yang terkandung dalam Laporan adalah berdasarkan informasi
dan representasi yang disediakan oleh MTWI dan dikompilasi oleh Penilai. Informasi
yang terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang
material, tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika
dihilangkan dapat membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya
menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari domain publik. Dalam penyusunan laporan ini, telah
dilakukan prosedur sebagai berikut: (i) MTWI telah diberikan kesempatan untuk
meminta dan mengulas, serta telah menerima semua informasi yang diperlukan
untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi
di dalamnya (ii) MTWI tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang memiliki
hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai
sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan
Laporan ini, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi
5
Page 24
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
yang terkandung adalah benar setelah tanggal Laporan ini. Prosedur lain yang
dilakukan Penilai adalah memeriksa dan menganalisis seluruh Dokumen Transaksi,
Laporan Keuangan, dan tiap bagian dari Rencana Transaksi dalam hal kewajarannya.
1.13 Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan
oleh Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu Rencana Transaksi yang
dilakukan adalah wajar atau tidak wajar. Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah dilakukan
analisis atas:
a. Nilai dari objek yang ditransaksikan;
b. Dampak keuangan dari transaksi yang dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham;
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait
dengan Transaksi yang dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara
pihak-pihak yang bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
Transaksi Tertentu dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha Utama.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan
Penilai untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang
lingkup pendapat kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana
Transaksi tersebut.
1.14 Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020, pendekatan dan metode yang
digunakan adalah sebagai berikut.
1) Besaran dana objek transaksi;
2) Dampak keuangan dari transaksi;
3) Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen;
4) Analisis pengaruh transaksi keuangan perusahaan;
5) Identifikasi dan hubungan antara pihak;
6) Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
7) Analisis likuiditas;
8) Analisis manfaat dan risiko;
6
Page 25
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
9) Analisis kualitatif:
a. Riwayat perusahaan yaitu riwayat transaksi dan sifat kegiatan usaha;
b. Analisis industri dan bisnis;
c. Analisis operasional dan prospek perusahaan;
d. Analisis alasan dan latar belakang manajemen;
e. Keuntungan dan kerugian;
f. Analisis dampak leverage;
g. Analisis dampak likuiditas; dan
h. Analisis dampak keuangan perusahaan jika proyek yang dibiayai oleh dana
hasil transaksi tersebut mengalami kegagalan.
10) Analisis kuantitatif;
a. Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan
perusahaan, termasuk:
1. Penilaian kinerja historis;
2. Penilaian atas proyeksi keuangan;
3. Analisis rasio keuangan;
4. Analisis keuangan baik sebelum maupun setelah transaksi;
5. Analisis atas kemampuan perusahaan sampai saat jatuh tempo; dan
6. Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi.
b. Analisis Yield;
c. Melakukan analisis inkremental (incremental analysis):
1. Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari
transaksi, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
perusahaan;
2. Biaya atau pendapatan yang relevan; dan
3. Informasi non keuangan yang relevan.
d. Melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur
keuntungan dan kerugian dari transaksi, jika diperlukan.
e. Analisis kelayakan rencana penggunaan dana dan jaminan atas transaksi
antara lain:
1. Analisis kelayakan investasi;
2. Analisis kelayakan pelunasan utang; dan
3. Analisis atas faktor lain yang relevan.
11) Analisis atas jaminan.
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini adalah:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam Pendapat Kewajaran.
7
Page 26
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
• Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh MTWI atau data yang diperoleh dari informasi
yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami
anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
serta Proforma Laporan Keuangan yang disampaikan oleh MTWI dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional MTWI.
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan
yang dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran
dari pemberi tugas.
1.16 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini tidak bertujuan untuk disirkulasikan atau didistribusikan secara umum
dan tidak untuk direproduksi serta digunakan untuk tujuan lain, kecuali atas
persetujuan kami secara tertulis. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau
kehilangan yang diderita akibat penggunaan laporan ini oleh pihak lain tanpa
persetujuan kami secara tertulis.
Namun bila laporan ini ditujukan untuk kepentingan pasar modal, maka laporan
kami dapat disirkulasikan secara utuh untuk mengakomodir kepentingan
stakeholder agar dapat melindungi kepentingan masyarakat luas.
1.17 Konfirmasi bahwa Penilaian telah Dilakukan berdasarkan SPI
Penilaian dilakukan dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), ketentuan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020,
serta Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020.
1.18 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, terdapat kejadian penting yang diketahui
setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan penilaian.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 2, tanggal 3 Juni 2026, dari
Notaris Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn. dan Akta tersebut telah disahkan oleh
8
Page 27
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-
0333654, tanggal 15 Juni 2026, MTWI menetapkan perubahan susunan Dewan
Komisaris menjadi sebagai berikut.
Komisaris utama : Ilham Akbar Habibie
Komisaris independen : Suwarna
Komisaris independen : Aries Setiawan Rusli
Atas adanya kejadian penting/perubahan susunan kepengurusan ini, tidak terdapat
dampak material, afiliasi, maupun benturan kepentingan yang berkaitan dengan
Rencana Transaksi.
9
Page 28
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
2 ANALISIS TRANSAKSI
2.1 Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan
Berdasarkan analisis terhadap laporan posisi keuangan sebelum transaksi dan
posisi keuangan setelah transaksi perolehan pinjaman, bahwa Rencana Transaksi
ini berperan sebagai bridge financing atau siklus pendanaan jangka pendek. Pada
tahun 2026, posisi keuangan MTWI diperkuat dengan menambahkan aset likuid
yang berasal dari dana pokok pinjaman. Selama periode tersebut, dana akan diputar
dan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha, sehingga dapat
meningkatkan kapasitas bisnis asuransi. Pada tahun selanjutnya, setelah usaha
diharapkan berkembang dan menghasilkan perputaran arus kas, pinjaman pokok
dikembalikan secara utuh kepada induk usaha, dengan konsekuensi biaya bunga
kumulatif sebesar Rp7,98 miliar.
2.2 Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi antara lain:
a. MTWI sebagai pihak penerima pinjaman
Nama Perusahaan : PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI)
Alamat : Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21,
Jakarta Selatan
Telepon : 021–2598 9830
Email / Website : corsec@mtwi.co.id / www.mtwi.co.id
Kegiatan usaha : Asuransi Umum
Susunan Komisaris : Komisaris Utama : Ilham Akbar Habibie
dan Direksi Komisaris : Markus Dinarto Pranoto
Komisaris Independen : Suwarna
Komisaris Independen : Aries Setiawan Rusli
Direktur Utama : Vientje Harijanto
Direktur : Harjanto
Direktur : Iis Syarifuddin
Direktur : Rinto Cokrolukito
Susunan : PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk : 85,90%
Pemegang Saham Vientje Harijanto (Direktur Utama) : 4,99%
10
Page 29
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Harjanto (Direktur) : 1,27%
Iis Syarifuddin (Direktur) : 0,11%
Masyarakat dengan kepemilikan < 5%
Lokal : 4,64%
Asing : 3,09%
b. BPII sebagai pihak pemberi pinjaman.
Nama Perusahaan : PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII)
Alamat : Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21,
Jakarta Selatan
Telepon : 021-5200180
Email / Website : corsec@bpii.co.id / www.bpinternasional.com
Kegiatan usaha : Holding company / Aktivitas konsultasi manajemen
lainnya
Susunan Komisaris : Komisaris Utama : Irena Istary Iskandar
dan Direksi Komisaris : Rudy Johansen
Komisaris Independen : Paulin Angeline
Direktur Utama : Rudi Setiadi Tjahjono
Direktur : Luo Xude
Susunan Pemegang : Malacca Trust Pte Ltd Singapura : 89,86%
Saham Rudy Johansen (Komisaris) : 0,02%
Masyarakat : 10,12%
2.3 Hubungan Pihak yang Melakukan Transaksi
Berdasarkan Peraturan No. 42/POJK.04/2020, Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau
pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau pengendali.
Dengan demikian, Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat bahwa BPII
11
Page 30
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
merupakan pemegang saham pengendali MTWI dengan persentase kepemilikan
saham per 31 Desember 2025 sebesar 85,90%. Namun, Rencana Transaksi ini bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 karena tidak terdapat
perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan dan kepentingan ekonomis
pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau
pengendali yang dapat merugikan Perusahaan.
Struktur dan tabel di bawah ini menunjukkan hubungan antara pihak-pihak dalam
rencana transaksi.
Gambar 1 Struktur Kepemilikan Saham MTWI
Vientje Harijanto Harjanto Iis Syarifuddin
BPII Masyarakat
(Direktur Utama) (Direktur) (Direktur)
85,90% 4,99% 1,27% 0,11% 7,73%
MTWI
Gambar 2 Struktur Kepemilikan Saham BPII
Malacca Trust Rudy Johansen
Masyarakat
Pte Ltd Singapura (Komisaris)
89,86% 0,02% 10,12%
BPII
Tabel 1 Hubungan Pihak yang Bertransaksi
Nama MTWI BPII
Komisaris utama Ilham Akbar Habibie Irena Istary Iskandar
Komisaris Markus Dinarto Pranoto Rudy Johansen
Komisaris independen Suwarna Paulin Angeline
Komisaris independen Aries Setiawan Rusli
Direktur utama Vientje Harijanto Rudi Setiadi Tjahjono
Direktur Harjanto Luo Xude
12
Page 31
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Nama MTWI BPII
Direktur Iis Syarifuddin
Direktur Rinto Cokrolukito
2.4 Materialitas Nilai Transaksi
Nilai Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi material
dengan gambaran sebagai berikut.
Tabel 2 Nilai Transaksi Material
Ekuitas MTWI Nilai Rencana Persentase
Uraian
31 Desember 2025 Transaksi (%)
Rencana Transaksi
Pinjaman Pemegang 408.116.853.916,- 80.000.000.000 19,60%
Saham
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit MTWI per 31 Desember 2025, total ekuitas
MTWI adalah sebesar Rp408.116.853.916,- (Empat Ratus Delapan Miliar Seratus
Enam Belas Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Enam Belas
Rupiah). Sementara itu, berdasarkan draft Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham
antara MTWI dengan BPII (atau selanjutnya disebut “Perjanjian Pinjaman”), diketahui
bahwa nilai Rencana Transaksi adalah sebanyak-banyaknya sebesar
Rp80.000.000.000,- (Delapan Puluh Miliar Rupiah). Sehingga, diketahui bahwa
persentase nilai transaksi terhadap ekuitas MTWI per 31 Desember 2025 adalah
sebesar 19,60%.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Terbuka. Dengan demikian, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material
sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020.
2.5 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham yang disepakati oleh MTWI dan BPII
memiliki perikatan dan syarat yang tercantum pada draft Perjanjian Pinjaman
Pemegang Saham yang direncanakan untuk ditandatangani pada tanggal 25 Juni
2026, yang terinci sebagai berikut.
1. BPII menyetujui untuk menyediakan fasilitas pinjaman kepada MTWI dengan
jumlah keseluruhan sebanyak-banyaknya sebesar Rp80.000.000.000 (delapan
13
Page 32
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
puluh miliar Rupiah), dan dapat dicairkan secara bertahap sampai dengan
jangka waktu perjanjian berakhir;
2. Suku bunga atas fasilitas pinjaman yang berlaku adalah sebesar 10% (sepuluh
persen) terhitung sejak tanggal pencairan dana/drawdown date dilakukan. Suku
bunga tersebut dapat berubah, dan BPII wajib memberitahukan perubahan
tersebut secara tertulis kepada MTWI paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sebelum
suku bunga baru diberlakukan. Pembayaran atas fasilitas pinjaman beserta
bunga terutang tersebut wajib dilakukan sebelum atau paling lambat pada
tanggal jatuh tempo;
3. Jangka waktu pinjaman akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun terhitung
sejak tanggal pencairan dana/drawdown date dilakukan, atau dapat
diperpanjang sesuai kesepakatan dari para pihak;
4. MTWI dapat melakukan pelunasan lebih awal atas fasilitas pinjaman tanpa
adanya penalti;
5. MTWI tidak berhak untuk mengalihkan atau memberikan segala hak, manfaat,
dan kewajiban fasilitas pinjaman kepada pihak lain tanpa persetujuan BPII
terlebih dahulu;
6. MTWI diwajibkan membayar seluruh pengeluaran, meterai, dan biaya lain yang
timbul dalam persiapan, penandatanganan, pengurusan, permintaan, dan
pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk pembayaran bunga dilakukan secara
bersih dimana segala bentuk pajak yang timbul atas bunga tersebut menjadi
tanggung jawab MTWI;
7. MTWI tidak diperbolehkan untuk membagikan dividen dalam bentuk apapun
kepada pemegang saham sampai dengan seluruh kewajiban pembayaran
fasilitas pinjaman dinyatakan lunas oleh BPII, kecuali diberikan persetujuan
tertulis terlebih dahulu oleh BPII; dan
8. Pinjaman ini diberikan tanpa jaminan dari MTWI kepada BPII.
2.6 Manfaat dan Risiko Atas Rencana Transaksi
Manfaat dari Rencana Transaksi adalah dengan diperolehnya pinjaman, MTWI dapat
memperoleh tambahan dana yang dibutuhkan untuk memperkuat posisi keuangan
dan mendukung pengembangan usahanya. Fasilitas pinjaman dalam perjanjian
yang disepakati bersifat menguntungkan karena dapat dicairkan bertahap sesuai
kebutuhan operasional Perseroan, tanpa jaminan, dan tidak dikenakan
denda/penalty apapun apabila melakukan pelunasan lebih awal, sehingga Perseroan
berpotensi memperoleh fleksibilitas tinggi dalam mengelola likuiditas internal
Perseroan yang berasal dari fasilitas pinjaman ini.
Risiko dari rencana transaksi adalah adanya pembatasan aktivitas korporasi, yang
mana MTWI tidak diperbolehkan melakukan pembagian dividen dalam bentuk
apapun kepada pemegang saham sebelum seluruh pinjaman dinyatakan lunas,
kecuali mendapat persetujuan tertulis dari BPII. Selain itu, terdapat risiko adanya
14
Page 33
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
beban biaya tambahan karena MTWI wajib menanggung biaya pengeluaran, meterai,
pengurusan perjanjian, serta membayar bunga sebesar 10% secara bersih termasuk
menanggung seluruh pajak yang timbul atas bunga tersebut.
2.7 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana Atas Transaksi
Dana yang diperoleh dari peminjaman dana akan diputar dan dimanfaatkan untuk
mendukung pengembangan usaha, sehingga dapat meningkatkan kapasitas bisnis
asuransi. Pada tahun selanjutnya, setelah usaha diharapkan berkembang dan
menghasilkan perputaran arus kas, pinjaman pokok dikembalikan secara utuh
kepada induk usaha, dengan konsekuensi biaya bunga kumulatif sebesar Rp7,98
miliar.
15
Page 34
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
3 ANALISIS KUALITATIF
3.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”
atau “MTWI”) dahulu dikenal sebagai PT Asuransi Wuwungan, didirikan berdasarkan
Akta Notaris No. 76, tanggal 15 Desember 1952, dari Raden Mas Soerojo S.H.,
Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. J.A. 5/11/24, tanggal 30
Januari 1953, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 79, tanggal 2 Oktober 1953, Tambahan No. 627. Pada tahun 2011, Perseroan
mengubah nama menjadi PT Malacca Trust Wuwungan Insurance sebagaimana
tertuang dalam Akta No. 187, tanggal 26 Agustus 2011, dari Humberg Lie, S.H.,
S.E., Mkn., Notaris di Jakarta Utara. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-44615.AH.01.02.Tahun 2011,
tanggal 12 September 2011. Selanjutnya, Perseroan mengubah Anggaran Dasarnya
berdasarkan Akta No. 130, tanggal 12 Juni 2017, dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,
M.Si., Notaris di Jakarta, untuk melakukan penawaran umum perdana saham-saham
Perseroan kepada masyarakat dan mencatatkan saham-saham Perseroan tersebut
kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), serta mengubah status Perseroan dari Perseroan
Tertutup menjadi Perseroan Terbuka, sehingga nama Perseroan menjadi PT Malacca
Trust Wuwugan Insurance Tbk. Anggaran Dasar tersebut telah diterima dan dicatat
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keteragan No. AHU-AH.01.03-
0150347, tanggal 5 Juli 2017.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami perubahan berdasarkan Akta Notaris
No. 40, tanggal 5 Maret 2025, dari Christina Dwi utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris
di Jakarta Barat, mengenai susunan direksi dan dewan komisaris Perseroan.
Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum Republik
Indonesia dalam surat No. AHU-AH.01.09-0128780, tanggal 7 Maret 2025.
Perseroan telah memperoleh izin operasional sebagai perusahaan asuransi umum
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-
6650/MD/1986, tanggal 13 Oktober 1986, dan juga telah memperoleh izin usaha
di bidang asuransi umum berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner
OJK No. KEP-852/NB.11/2018, tanggal 13 September 2018.
Perseroan memulai operasinya secara komersil sejak tahun 1953. Kantor pusat
Perseroan berkedudukan di Gedung Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav.
21, Jakarta. Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan telah memiliki 13 kantor
pemasaran.
16
Page 35
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang Saham MTWI per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.
Tabel 3 Susunan Pemegang Saham MTWI
Jumlah Lembar Komposisi Jumlah
No. Nama Pemegang Saham
Saham Kepemilikan (Rp)
1. PT Batavia Prosperindo 2.512.097.613 85,90% 251.209.761.300
Internasional Tbk (BPII)
2. Vientje Harijanto (Direktur Utama) 146.082.496 4,99% 14.608.249.600
3. Harjanto (Direktur) 37.034.758 1,27% 3.703.475.800
4. Iis Syarifuddin (Direktur) 3.358.012 0,11% 335.801.200
5. Masyarakat
Lokal 135.609.569 4,64% 13.560.956.900
Asing 90.304.191 3,09% 9.030.419.100
Total 2.924.486.639 100,00% 292.448.663.900
Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025
Susunan Komisaris dan Direksi
Susunan pengurus MTWI per 31 Desember 2025 berdasarkan Akta Notaris No. 40,
tanggal 5 Maret 2025 dari Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di
Jakarta adalah sebagai berikut.
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ilham Akbar Habibie
Komisaris : Markus Dinarto Pranoto
Komisaris Independen : Suwarna
Komisaris Independen : Aries Setiawan Rusli
Dewan Direksi
Direktur Utama : Vientje Harijanto
Direktur : Harjanto
Direktur : Iis Syarifuddin
Direktur : Rinto Cokrolukito
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Aries Setiawan Rusli
Anggota Komite Audit : Paulin Angeline
Anggota Komite Audit : Reinaldy
17
Page 36
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
3.2 Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit dan manajemen MTWI sampai dengan 31
Desember 2025, MTWI tidak memiliki riwayat perjanjian peminjaman dana dengan
pihak berelasi dan pihak ketiga.
3.3 Analisis Industri dan Bisnis
3.3.1 Tinjauan Makro Ekonomi
Perkembangan Ekonomi Global
Perekonomian dunia masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian yang
meningkat. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2026 diprakirakan
meningkat dipengaruhi dorongan investasi sektor teknologi termasuk artificial
intelligence (Al) dan stimulus pemotongan pajak. Pertumbuhan ekonomi Jepang,
Tiongkok, dan India pada 2026 diprakirakan melambat akibat pelemahan
permintaan domestik dan ekspor di tengah investasi Al yang juga meningkat. Dari
pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) berkurang dan
disertai masih tingginya yield UST sejalan defisit fiskal AS yang masih besar.
Ketidakpastian pasar keuangan global juga meningkat terutama dipicu oleh
kebijakan tarif resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik.
Perkembangan ini mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS terhadap mata
uang negara maju (DXY) dan mengakibatkan peningkatan aliran modal ke emerging
market (EM) tertahan.
Tabel 4 Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia
Prospek perekonomian global masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian
yang meningkat. Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan sedikit lebih
rendah menjadi sebesar 3,2% dibandingkan dengan capaian 2025 sebesar 3,3%.
18
Page 37
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Pertumbuhan yang lebih rendah tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak
lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan kerentanan rantai pasok global,
meskipun prospek perekonomian AS membaik didorong investasi sektor teknologi
termasuk artificial intelligence (Al) dan stimulus fiskal pengurangan pajak.
Sementara itu, prospek pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada
2026 melambat akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor di tengah
investasi Al yang juga meningkat. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan
penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari
rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.
Gambar 3 Grafik Inflasi Global
Sumber: Bank Indonesia
Kondisi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar
sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025
diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan
19
Page 38
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal.
Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan
kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di wilayah
Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan didorong kenaikan
permintaan domestik.
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 4 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2025
Sumber: Bank Indonesia
20
Page 39
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat di tengah meningkatnya
ketidakpastian global. NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik ditopang neraca
perdagangan yang pada November 2025 kembali mencatat surplus sebesar US$2,7
miliar didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti logam
mulia dan perhiasan/permata, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar
mineral.
Tabel 7 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat sementara
Gambar 5 Grafik Neraca Perdagangan
Sumber: Bank Indonesia
Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama
ditopang kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari
21
Page 40
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
penerbitan global bond, setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November
2025 tercatat rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi.
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar
US$156,5 miliar, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor
dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Gambar 6 Grafik Aliran Modal Asing
Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara;**Angka sangat sementara
Gambar 7 Grafik Cadangan Devisa
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai
tukar Rupiah dari dampak peningkatan ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah
pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,53% (ptp)
bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar
tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian
22
Page 41
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan
korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut memengaruhi kinerja
Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia menempuh
intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar NDF baik di off-shore
maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons kebijakan ini dapat menjaga
volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran
inflasi 2,5±1% pada 2026.
Gambar 8 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara
Berkembang
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi
Gambar 9 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
dengan Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga
23
Page 42
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah
kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia
dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported
inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga
rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih
relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang terutama oleh komoditas bawang
merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga
benih.
Gambar 10 Inflasi IHK Provinsi
Sumber: Bank Indonesia
3.3.2 Kondisi Industri
PDB Jasa Keuangan dan Asuransi
Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 (year-on-year)
tumbuh sebesar 5,61%. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha,
kecuali Pertambangan dan Penggalian; serta Pengadaan Listrik dan Gas yang
masing-masing terkontraksi sebesar 2,14% dan 0,99%. Lapangan usaha yang
tumbuh signifikan adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
13,14%; diikuti oleh Jasa Lainnya sebesar 9,91%; dan Transportasi dan Pergudangan
sebesar 8,04%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan
terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,04%.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional tersebut, lapangan usaha Jasa
Keuangan dan Asuransi juga menunjukkan kinerja yang positif. Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tambah bruto lapangan usaha Jasa Keuangan dan
24
Page 43
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Asuransi atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp240,7 triliun pada triwulan I-
2025 menjadi Rp260,0 triliun pada triwulan I-2026 atau tumbuh sebesar 8,01%
(year-on-year). Sementara itu, atas dasar harga konstan 2010, sektor ini tumbuh
dari Rp134,4 triliun menjadi Rp140,7 triliun atau meningkat sebesar 4,69% ( year-
on-year). Pertumbuhan tersebut mencerminkan masih terjaganya aktivitas sektor
jasa keuangan dan asuransi yang didukung oleh peningkatan intermediasi
keuangan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan, serta meningkatnya kebutuhan
masyarakat dan pelaku usaha terhadap berbagai layanan keuangan dan
perlindungan risiko.
Tabel 8 PDB ADHB dan HK 2010 Menurut Lapangan Usaha (triliun rupiah)
Sumber: BPS
Pertumbuhan Industri Asuransi
Industri asuransi umum Indonesia pada kuartal IV-2025 masih mencatatkan tren
pertumbuhan. Premi bruto tercatat tumbuh 4,0% (YoY) menjadi Rp109 triliun,
meningkat sekitar Rp4,1 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa secara
agregat, industri masih mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan
kualitas underwriting. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pada beberapa lini
bisnis, khususnya properti dan asuransi kredit yang tetap menjadi kontributor
25
Page 44
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
terbesar, dan beberapa lini bisnis lain kecuali asuransi kendaraan bermotor, energi
offshore, dan asuransi kesehatan yang membukukan kinerja negatif. Sejalan dengan
kenaikan premi, klaim bruto juga mengalami peningkatan. Total klaim industri
tercatat sebesar Rp54 triliun, atau naik 4,3% (YoY) (setara dengan Rp2,2 triliun)
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara implisit, kenaikan klaim
yang lebih tinggi dari pertumbuhan premi mencerminkan adanya peningkatan loss
ratio industri, yang berpotensi menekan margin underwriting.
Gambar 11 Pertumbuhan Premi dan Klaim Asuransi Umum Q4 2025
Sumber: Indonesia Financial Group (IFG)
Tabel 9 Penetrasi dan Densitas Asuransi Indonesia, 2021—2025
Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
Tabel 10 Indikator Keuangan Asuransi 2024—2025 (Miliar Rupiah)
Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
26
Page 45
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
(AAUI), penetrasi asuransi Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebesar 1,29%,
sedangkan penetrasi asuransi umum sebesar 0,51%. Selain itu, densitas asuransi
industri mencapai Rp2,05 juta per kapita dan densitas asuransi umum sebesar
Rp417 ribu per kapita pada tahun 2024. Tingkat penetrasi yang masih relatif rendah
tersebut menunjukkan bahwa pasar asuransi Indonesia masih memiliki ruang
pertumbuhan yang cukup besar, seiring dengan meningkatnya kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya perlindungan risiko dan kebutuhan akan berbagai
produk asuransi.
Secara keseluruhan, sektor asuransi umum menunjukkan pemulihan performa
profitabilitas yang sangat signifikan pada tahun 2025, sementara sektor reasuransi
cenderung stabil dengan pertumbuhan laba yang sehat meskipun pendapatan
preminya sedikit terkontraksi. Pada sektor asuransi umum, pendapatan premi naik
tipis sebesar 2,7% menjadi Rp120.834 miliar pada tahun 2025. Menariknya, jumlah
premi neto melonjak tajam hingga 66,8% mencapai Rp70.695 miliar, yang
mengindikasikan adanya retensi bisnis yang jauh lebih kuat. Di sisi lain, beban klaim
bruto berhasil dikendalikan dengan pertumbuhan yang melambat dari 8,0% di tahun
sebelumnya menjadi hanya 4,3% pada tahun 2025 dengan nilai Rp54.008 miliar.
Pembalikan kinerja paling drastis terlihat pada profitabilitas sektor ini, di mana hasil
underwriting meroket sebesar 4.831,6% menjadi Rp27.581 miliar. Lompatan besar
ini sukses mendorong laba setelah pajak berbalik positif menjadi Rp15.816 miliar
atau tumbuh 77,0%, setelah sempat mengalami tekanan kerugian sebesar Rp8.937
miliar pada tahun 2024.
Sementara itu pada sektor reasuransi, pendapatan premi mengalami sedikit
penurunan sebesar 1,5% menjadi Rp25.549 miliar di tahun 2025. Meski begitu,
jumlah premi neto tetap mampu tumbuh positif sebesar 13,6% menjadi Rp11.129
miliar. Pengelolaan risiko di sektor reasuransi juga membaik yang tercermin dari
klaim bruto yang turun sebesar 1,8% menjadi Rp13.279 miliar. Perbaikan efisiensi
ini membuat hasil underwriting reasuransi berbalik positif dari minus Rp496 miliar
menjadi Rp521 miliar. Dampak positifnya, laba setelah pajak industri reasuransi
melonjak sangat tinggi sebesar 121,1% mencapai Rp738 miliar, sekaligus
memulihkan kondisi dari kerugian sebesar Rp334 miliar pada tahun 2024.
Baik sektor asuransi umum maupun reasuransi menunjukkan ekspansi bisnis yang
konsisten selama periode lima tahun terakhir dari tahun 2021 hingga 2025. Pada
grafik asuransi umum, total aset bergerak naik secara konsisten setiap tahunnya
dari Rp182,7 triliun pada tahun 2021 hingga menyentuh angka Rp261,0 triliun pada
tahun 2025. Tren kenaikan ini juga diikuti oleh total liabilitas yang meningkat dari
Rp114,2 triliun di tahun 2021 menjadi Rp176,9 triliun di tahun 2025. Jika
diperhatikan, jarak atau celah antara kurva aset dan liabilitas asuransi umum
27
Page 46
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
tampak melebar secara sehat, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekuitas
atau modal perusahaan berjalan dengan sangat positif.
Gambar 12 Aset dan Liabilitas Asuransi 2021—2025
Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
Kondisi pertumbuhan yang stabil juga ditunjukkan pada grafik reasuransi, di mana
total asetnya naik secara berkala dari Rp29,7 triliun pada tahun 2021 menuju
Rp39,3 triliun pada tahun 2025, meskipun pergerakannya cenderung melandai di
tahun terakhir. Di sisi kewajiban, total liabilitas reasuransi mengalami kenaikan
bertahap dari Rp20,8 triliun pada tahun 2021 lalu mendatar dan stabil di angka
Rp30,5 triliun pada rentang tahun 2024 hingga 2025. Pertumbuhan liabilitas
reasuransi yang mulai mendatar di tahun 2025 ini memberikan dampak positif
karena mampu menjaga ruang kecukupan modal yang aman bagi keberlangsungan
industri reasuransi nasional.
Tabel 11 Rasio Asuransi Umum dan Reasuransi, 2023—2025
Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
Industri asuransi umum menunjukkan tren efisiensi dan pemulihan profitabilitas
yang sangat kuat hingga tahun 2025. Perbaikan efisiensi operasional terlihat jelas
dari Expenses Ratio yang berhasil ditekan secara konsisten dari 69,9% pada tahun
2023 menjadi 44,8% di tahun 2024, hingga menyusut ke angka 29,1% pada tahun
2025. Meskipun Loss Ratio atau rasio klaim mengalami kenaikan tipis dari 43,1%
menjadi 44,7% dalam tiga tahun terakhir, penurunan rasio biaya operasional
berhasil membawa Combined Ratio turun ke level yang sangat sehat yaitu sebesar
73,8% pada tahun 2025. Penurunan di bawah ambang batas 100% ini menandakan
operasional asuransi umum telah kembali mencetak keuntungan teknis, yang
terbukti dari Underwriting Ratio yang melonjak dari minus 1,3% menjadi positif
39,0%. Sisi profitabilitas juga menunjukkan pembalikan performa yang drastis
28
Page 47
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
seiring dengan meningkatnya hasil investasi, di mana tingkat pengembalian ekuitas
(Return on Equity/ROE) meroket dari posisi minus 12,0% menjadi positif 19,1%, dan
tingkat pengembalian aset (Return on Asset/ROA) berbalik arah secara positif dari
minus 3,7% menjadi 6,1% pada akhir tahun 2025.
Di sisi lain, sektor reasuransi nasional juga berhasil melewati fase tekanan finansial
dan menunjukkan pemulihan performa yang berarti pada tahun 2025. Sektor
reasuransi sempat mengalami tantangan berat pada tahun 2024 akibat melonjaknya
Loss Ratio hingga menembus angka 104,5%, yang menyebabkan Combined Ratio
membengkak ke level 114,0% dan menekan profitabilitas. Namun pada tahun 2025,
pengelolaan risiko membaik yang tercermin dari penurunan Loss Ratio menjadi
94,4%, sehingga mampu menarik kembali Combined Ratio turun ke level 103,6%.
Pemulihan efisiensi teknis ini membuat Underwriting Ratio reasuransi berhasil
berbalik positif ke angka 2,0% setelah sempat minus 1,9% di tahun sebelumnya.
Didukung oleh imbal hasil investasi (Return on Investment) yang naik stabil ke level
6,1%, indikator profitabilitas reasuransi ikut pulih secara signifikan di mana ROE
sukses berbalik positif ke angka 10,1% dan ROA tumbuh positif mencapai 1,9% pada
tahun 2025.
Tabel 12 Instrumen Investasi Asuransi Umum & Reasuransi
Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
Dalam hal strategi alokasi dana, baik sektor asuransi umum maupun reasuransi
menempatkan porsi modal terbesar mereka pada instrumen berpendapatan tetap
yang aman dan likuid, dengan total nilai investasi masing-masing mencapai
Rp131.435 miliar dan Rp21.891 miliar. Sektor asuransi umum mengalokasikan
dana investasi terbesarnya pada Surat Berharga Negara (SBN) dengan porsi sebesar
35,9% atau senilai Rp47.214 miliar. Porsi terbesar berikutnya ditempatkan pada
instrumen Reksa Dana sebesar 18,9% atau senilai Rp24.854 miliar, yang diikuti
sangat ketat oleh Deposito berjangka dan sertifikat sebesar 18,4% dengan nilai
Rp24.201 miliar. Sisa dana investasi asuransi umum lainnya tersebar pada
instrumen investasi lain sebesar 11,5%, Obligasi Korporasi sebesar 11,4%, dan porsi
terkecil ditempatkan pada instrumen Saham yang hanya sebesar 3,9% atau senilai
Rp5.137 miliar.
29
Page 48
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Sementara itu, sektor reasuransi menerapkan strategi investasi yang jauh lebih
agresif pada instrumen surat berharga pemerintah dengan mengalokasikan porsi
terbesarnya pada SBN hingga mencapai 42,1% atau senilai Rp9.212 miliar. Berbeda
dengan asuransi umum, tempat penempatan terbesar kedua bagi sektor reasuransi
adalah instrumen Deposito yang memegang porsi sebesar 27,1% atau senilai
Rp5.937 miliar. Selanjutnya, industri reasuransi mengalokasikan sisa dananya pada
instrumen Reksa Dana sebesar 12,5%, Obligasi Korporasi sebesar 9,3%, serta
instrumen investasi lain sebesar 6,5%. Selaras dengan prinsip kehati-hatian dalam
menjaga stabilitas modal terhadap volatilitas pasar keuangan, sektor reasuransi
juga membatasi penempatan dana mereka pada instrumen Saham ke porsi yang
paling minimal, yaitu hanya sebesar 2,5% atau setara dengan Rp551 miliar pada
tahun 2025.
Tabel 13 Premi dan Klaim Asuransi Umum, 2024—2025 (Miliar Rupiah)
Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
Berdasarkan data lini usaha asuransi umum dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia,
akumulasi total premi dicatat dari seluruh lini usaha (All Line of Business)
mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,5% dari Rp107.662 miliar pada tahun
2024 menjadi Rp113.601 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan total premi ini
berjalan beriringan secara seimbang dengan peningkatan total klaim dibayar yang
naik tipis sebesar 5,4%, bergerak dari posisi Rp47.014 miliar menuju Rp49.550
miliar di akhir periode 2025. Jika ditinjau per sektor bisnis, lini usaha Property
kokoh mempertahankan posisinya sebagai kontributor premi terbesar dengan nilai
mencapai Rp32.866 miliar atau tumbuh 8,6%, di mana rasio klaim dibayarnya relatif
terkendali dengan kenaikan sangat tipis sebesar 1,7% menjadi Rp8.574 miliar.
Sebaliknya, lini usaha Motor Vehicle mencatatkan penurunan performa bisnis di
mana preminya terkontraksi minus 4,2% menjadi Rp19.017 miliar, namun di sisi lain
klaim dibayarnya ikut turun sebesar minus 2,4% ke posisi Rp7.528 miliar.
30
Page 49
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Beberapa lini usaha menunjukkan dinamika pertumbuhan premi yang sangat agresif
sekaligus efisiensi klaim yang sangat baik. Lini usaha Satellite mencatatkan lonjakan
pertumbuhan premi tertinggi yang luar biasa hingga mencapai 204,8% menjadi
Rp437 miliar, yang menariknya diikuti oleh penurunan rasio klaim dibayar hingga
mencapai minus 100% atau nihil klaim pada tahun 2025. Tren positif serupa juga
terlihat pada lini usaha Energy Off Shore, di mana penurunan beban klaim dibayar
sebesar minus 53,4% menjadi Rp547 miliar berhasil mengimbangi penurunan
preminya yang terkoreksi minus 12,8% ke angka Rp1.351 miliar. Sektor Energy On
Shore juga menunjukkan performa teknis yang sehat dengan pertumbuhan premi
sebesar 21,3% menjadi Rp311 miliar yang dibarengi penurunan beban klaim dibayar
yang sangat signifikan hingga mencapai minus 48,7% menjadi hanya Rp52 miliar.
Namun, industri asuransi umum juga perlu memperhatikan peningkatan risiko
klaim pada beberapa lini bisnis strategis. Lini usaha Credit Insurance yang
menyumbang porsi premi terbesar ketiga mencatatkan kenaikan klaim dibayar
sebesar 16,5% hingga menyentuh angka Rp18.220 miliar, hampir menyamai
pertumbuhan premi dicatatnya yang naik 11,2% menjadi Rp19.038 miliar. Tekanan
klaim yang cukup tinggi juga membayangi lini bisnis Surety Ship dengan lonjakan
klaim dibayar sebesar 44,2% menjadi Rp560 miliar, disusul oleh lini Liability dengan
kenaikan klaim 30,7% menjadi Rp634 miliar, serta lini Aviation dengan
pertumbuhan klaim 21,7% menjadi Rp275 miliar. Untuk lini usaha Health,
pergerakannya cenderung mendatar di mana premi dicatatkan turun cukup dalam
sebesar minus 14,4% menjadi Rp10.118 miliar, namun penurunan tersebut berhasil
diimbangi oleh klaim dibayar yang relatif stabil dengan penurunan tipis minus 0,2%
pada level Rp6.868 miliar.
Gambar 13 Grafik Rasio Klaim Asuransi Umum per Lini Usaha, 2024 & 2025
Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
Secara akumulatif tingkat risiko teknis industri asuransi umum untuk seluruh lini
usaha (All Line of Business) berada dalam kondisi yang sangat stabil dan sehat.
Rasio klaim agregat mencatatkan penurunan sangat tipis dari 43,7% pada tahun
31
Page 50
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
2024 menjadi 43,6% pada tahun 2025, yang menandakan profitabilitas underwriting
industri secara umum terjaga dengan baik. Stabilitas ini sangat dipengaruhi oleh
penurunan rasio klaim pada dua lini usaha dengan volume bisnis terbesar, yaitu lini
Property yang membaik dari 27,9% menjadi 26,1%, serta lini Motor Vehicle yang
meskipun mengalami kenaikan tipis dari 38,8% menjadi 39,6%, angkanya masih
berada jauh di bawah ambang batas kritis operasional.
Perbaikan kualitas portofolio risiko yang paling signifikan terlihat pada lini usaha
berbasis maritim dan energi. Lini bisnis Energy Off Shore sukses mencatatkan
penurunan rasio klaim paling drastis dari level mengkhawatirkan sebesar 75,8% di
tahun 2024 menjadi hanya 40,5% pada tahun 2025. Langkah efisiensi risiko ini juga
diikuti oleh lini Energy On Shore yang rasio klaimnya terpangkas lebih dari separuh,
bergerak turun secara positif dari 39,2% menjadi 16,6%. Selain itu, performa lini
Marine Cargo turut menunjukkan tren positif dengan penurunan rasio klaim dari
33,4% menjadi 24,7%, diikuti penurunan tipis pada lini Marine Hull dari 45,2%
menjadi 43,3%, sementara lini bisnis Satellite secara konsisten mempertahankan
rekor sempurna dengan rasio klaim tetap berada di angka 0,0% sepanjang dua tahun
berturut-turut.
Di sisi lain, industri asuransi umum perlu mewaspadai pembengkakan rasio klaim
yang terjadi pada beberapa lini usaha strategis dan retail, khususnya yang berkaitan
dengan pembiayaan dan kesehatan. Lini usaha Credit Insurance kembali
mencatatkan rasio klaim tertinggi di antara seluruh lini bisnis, di mana angkanya
terus merangkak naik dari posisi yang sudah tinggi sebesar 91,3% menjadi 95,7%
pada tahun 2025. Kenaikan risiko yang cukup signifikan juga terjadi pada lini Health
yang rasio klaimnya membengkak dari 58,2% menjadi 67,9%. Meskipun skala
preminya tidak sebesar lini utama, kenaikan rasio klaim juga membayangi lini bisnis
Surety Ship yang naik dari 23,2% menjadi 26,7%, lini Liability dari 11,2% menjadi
13,9%, lini Aviation dari 19,2% menjadi 20,1%, serta lini Engineering yang
mengalami peningkatan tipis dari 37,6% menjadi 38,5% di akhir tahun 2025.
Pangsa Pasar dan Kontribusi Klaim
struktur portofolio industri asuransi umum pada tahun 2025 masih didominasi oleh
tiga lini usaha utama, yaitu Property, Credit Insurance, dan Motor Vehicle. Lini usaha
Property sukses memperkokoh posisinya sebagai pemimpin pasar dengan pangsa
pasar premi yang meningkat dari 28,1% pada tahun 2024 menjadi 28,9% pada tahun
2025. Hebatnya, dominasi premi ini dibarengi dengan efisiensi risiko yang sangat
baik, di mana kontribusi klaimnya justru menurun tipis dari 17,9% menjadi 17,3%.
Sebaliknya, lini usaha Credit Insurance menunjukkan kondisi yang sangat
kontradiktif dan menjadi perhatian utama bagi industri. Meskipun pangsa pasar
preminya tumbuh dari 15,9% menjadi 16,8% dan menempati urutan kedua terbesar,
lini bisnis ini menyumbang kontribusi klaim terbesar yang sangat timpang dan
32
Page 51
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
membengkak dari 33,3% pada tahun 2024 menjadi 36,8% pada tahun 2025. Hal ini
mengindikasikan beban klaim Credit Insurance jauh melebihi proporsi premi yang
diterimanya.
Sementara itu, lini usaha Motor Vehicle yang berada di posisi ketiga terbesar
mengalami penurunan pangsa pasar premi dari 18,4% pada tahun 2024 menyusut
menjadi 16,7% pada tahun 2025. Penurunan pangsa pasar ini diikuti pula oleh
penurunan kontribusi klaimnya dari 16,4% menjadi 15,2%. Untuk lini usaha Health,
industri berhasil menekan porsi portofolionya demi menjaga tingkat risiko, di mana
pangsa pasar preminya menyusut cukup dalam dari 11,0% menjadi 8,9%, yang
berbanding lurus dengan penurunan kontribusi klaim dari 14,6% ke level 13,9%
pada akhir tahun 2025. Lini usaha retail dan khusus lainnya tercatat memiliki
pangsa pasar yang relatif kecil namun stabil di bawah kisaran lima persen, seperti
Marine Cargo dengan pangsa premi 5,0% dan kontribusi klaim 2,8%, serta
Miscellaneous yang pangsa preminya naik menjadi 4,7% dengan kontribusi klaim
terkendali sebesar 1,9%.
Gambar 14 Pangsa Pasar dan Kontribusi Klaim Asuransi Umum
Sumber: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
Di sisi lain, lini usaha sektor energi dan infrastruktur memperlihatkan kontribusi
yang sangat minimal terhadap total beban klaim industri. Lini usaha Engineering
mencatatkan kenaikan pangsa pasar premi dari 3,9% menjadi 4,4% dengan
kontribusi klaim yang naik tipis ke level 3,9%. Perbaikan risiko yang sangat
signifikan terlihat pada lini Energy Off Shore, di mana kontribusi klaimnya
terpangkas lebih dari separuh dari 2,5% pada tahun 2024 menjadi hanya 1,1% pada
tahun 2025, meskipun pangsa pasar preminya sedikit turun menjadi 1,2%. Beberapa
lini usaha dengan risiko yang sangat rendah dan stabil meliputi Liability dengan
pangsa premi 4,0% dan kontribusi klaim 1,3%, Marine Hull dengan pangsa premi
3,2% dan kontribusi klaim 3,2%, serta Accident dengan pangsa premi 4,0% dan
kontribusi klaim 0,9%. Lini-lini bisnis terkecil seperti Surety Ship dengan pangsa
premi 1,8% dan kontribusi klaim 1,1%, Aviation dengan pangsa premi 1,2% dan
33
Page 52
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
kontribusi klaim 0,6%, serta Energy On Shore dengan pangsa premi 0,3% dan
kontribusi klaim 0,1% juga berada dalam kondisi yang sangat aman. Terakhir, lini
usaha Satelite mempertahankan performa teknis terbaiknya dengan pangsa pasar
premi sebesar 0,4% namun mencatatkan kontribusi klaim mutlak sebesar 0,0%
sepanjang tahun 2025.
3.4 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk merupakan perusahaan terbuka yang
tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MTWI. MTWI berdomisili
di Gedung Chase Plaza, Lantai 7, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta. Kegiatan
usaha utama MTWI adalah bergerak dalam bidang Asuransi Umum. MTWI mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 1953.
Pendapatan MTWI pada 31 Desember 2025 tercatat semakin solid dengan Hasil
Investasi Bersih sebesar Rp163,10 miliar (naik 12,91% dari tahun 2024) dan Hasil
Jasa Asuransi Bersih sebesar Rp130,85 miliar. Secara keseluruhan, pendapatan
asuransi bruto meningkat menjadi Rp1,70 triliun.
Dari sisi makroekonomi, Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026
yang kuat sebesar 5,61% (YoY) memberikan katalis positif langsung bagi industri
asuransi nasional, di mana lapangan usaha Jasa Keuangan dan Asuransi
mencatatkan pertumbuhan Nilai Tambah Bruto (NTB) Atas Dasar Harga Berlaku
(ADHB) sebesar 8,01% (YoY) menjadi Rp260,0 triliun. Meskipun industri bergerak
ekspansif, tingkat penetrasi asuransi umum di Indonesia pada tahun 2025 masih
berada di level yang relatif rendah sebesar 0,51% dengan densitas Rp417 ribu per
kapita, yang mengonfirmasi bahwa pasar domestik masih memiliki ruang
pertumbuhan (growth room) yang sangat luas bagi MTWI untuk melakukan
penetrasi pasar secara agresif. Peluang pasar ini didukung oleh pemulihan
profitabilitas (financial turnaround) industri asuransi umum yang baik pada tahun
2025, di mana premi neto melonjak tajam 66,8% mencapai Rp70,70 triliun seiring
menguatnya retensi bisnis. Pembalikan kinerja operasional tersebut dipicu oleh
efisiensi biaya yang sangat agresif melalui pemangkasan rasio biaya ( expenses
ratio) industri secara masif menjadi 29,1%, sehingga mampu menekan rasio
gabungan (combined ratio) ke level sehat sebesar 73,8% dan membalikkan posisi
rugi menjadi laba setelah pajak sebesar Rp15,81 triliun.
Guna mengoptimalkan momentum pemulihan ini, MTWI perlu menyelaraskan
strategi seleksi risikonya (underwriting policy) dengan berfokus pada lini bisnis
utama yang dimilikinya sejalan dengan dinamika performa pasar. Lini
Properti/Harta Benda yang menjadi salah satu pilar utama saat ini yang
mengokohkan dominasi sebagai pemimpin pasar industri dengan pangsa premi
28,9% dan kontribusi klaim yang rendah sebesar 17,3% (loss ratio 26,1%),
34
Page 53
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
menjadikannya segmen paling menguntungkan. Oleh karena itu, prospek
keberlanjutan bisnis MTWI akan sangat bergantung pada perluasan dan optimalisasi
lini-lini sehat yang dimiliki perseroan, seperti asuransi properti, pengangkutan,
industrial & engineering, serta tanggung gugat (liability), dengan tetap
mempertahankan prinsip kehati-hatian (prudent underwriting) pada lini retail yang
dinamis seperti asuransi kendaraan bermotor, perjalanan, dan kesehatan. Selain itu,
sejalan dengan pola alokasi dana industri yang menempatkan porsi investasi
terbesar pada instrumen pendapatan tetap yang aman seperti Surat Berharga
Negara (SBN) sebesar 35,9% dan Deposito Berjangka sebesar 18,4%. Melalui
kombinasi penataan portofolio underwriting yang selektif pada seluruh lini
produknya dan pengendalian biaya operasional yang efisien, MTWI diproyeksikan
memiliki prospek profitabilitas yang berkelanjutan di masa depan.
3.5 Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah untuk memperkuat posisi keuangan
serta mendukung pengembangan usaha MTWI.
3.6 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dari sisi kualitatif, pelaksanaan Rencana Transaksi memberikan keuntungan
strategis bagi stabilitas operasional MTWI. Dengan adanya dukungan dana dari BPII
selaku induk usaha, MTWI dapat memperkokoh posisi keuangan secara instan tanpa
perlu menghadapi proses/birokrasi pinjam meminjam yang rumit dengan pihak
lain. Penguatan posisi keuangan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas MTWI
dalam menanggung risiko asuransi yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan
kredibilitas dan kepercayaan nasabah/pelanggan, mitra bisnis, serta regulator.
Sementara itu, bagi BPII, keuntungan kualitatif tercermin pada terjaganya nilai
investasi operasional dan keberlangsungan bisnis anak perusahaan.
Sementara itu, meskipun Rencana Transaksi bersifat efisien dan tidak material,
terdapat kemungkinan kerugian atau risiko yang bersifat kualitatif yang perlu
diantisipasi, seperti ketergantungan finansial yang tinggi terhadap induk usaha
yang menyebabkan berkurangnya fleksibilitas MTWI dalam mencari alternatif
pendanaan eksternal yang lebih independen di masa depan.
3.7 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Berikut adalah analisis dampak leverage terkait dengan Rencana Transaksi.
35
Page 54
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Tabel 14 Proyeksi Leverage Ratio Tanpa Dilaksanakannya Transaksi (%)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Debt To Equity Ratio 670,36% 613,43% 577,23% 537,01% 497,32%
Debt To Asset Ratio 87,02% 85,98% 85,23% 84,30% 83,26%
Keterangan 2031 2032 2033 2034 Rerata
Debt To Equity Ratio 470,02% 452,67% 435,90% 425,77% 519,97%
Debt To Asset Ratio 82,46% 81,91% 81,34% 80,98% 83,61%
Tabel 15 Proyeksi Leverage Ratio dengan Dilaksanakannya Transaksi (%)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Debt To Equity Ratio 688,01% 615,46% 578,60% 538,06% 498,11%
Debt To Asset Ratio 87,31% 86,02% 85,26% 84,33% 83,28%
Keterangan 2031 2032 2033 2034 Rerata
Debt To Equity Ratio 470,64% 453,18% 436,32% 426,13% 522,72%
Debt To Asset Ratio 82,48% 81,92% 81,35% 80,99% 83,66%
Berdasarkan tabel di atas, terdapat perubahan rata-rata pada rasio leverage antara
tanpa dan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, dimana tanpa transaksi
rata-rata DER adalah sebesar 519,97% sedangkan dengan transaksi menjadi
522,72%. Rata-rata DAR juga mengalami sedikit peningkatan dari tanpa
dilaksanakannya transaksi yaitu sebesar 83,61%, sedangkan dengan transaksi
menjadi sebesar 83,66%. Rata-rata rasio DER dan DAR tersebut mengindikasikan
solvabilitas yang lebih tinggi, sehingga masih terdapat peningkatan risiko keuangan
perusahaan yang tinggi setelah transaksi. Kemampuan MTWI untuk melunasi
liabilitasnya dengan aset yang dimiliki memang akan menjadi lebih terbebani
setelah transaksi, sehingga solvabilitasnya menurun, namun MTWI tetap berada
dalam posisi yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
3.8 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan
Berikut adalah kinerja likuiditas keuangan MTWI secara historis yang tercermin pada
rasio likuiditas.
Tabel 16 Rasio Likuiditas Historis
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021 Rerata
Rasio Likuiditas 118,00% 117,00% 118,00% 123,00% 123,00% 119,80%
Analisis Dampak Likuiditas Keuangan MTWI di masa yang akan datang terkait
dengan Rencana Transaksi Perolehan Fasilitas Pinjaman, diperoleh hasil proyeksi
rasio likuiditas sebagai berikut.
36
Page 55
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Tabel 17 Proyeksi Rasio Likuiditas
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Rasio Likuiditas 146,05% 146,71% 144,70% 144,46% 144,57%
Keterangan 2031 2032 2033 2034 Rerata
Rasio Likuiditas 144,37% 143,29% 143,19% 142,72% 144,45%
Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, rasio likuiditas lebih
tinggi bila dibandingkan dengan kondisi historisnya, yakni rata-rata historis adalah
sebesar 119,80%, sedangkan rata-rata proyeksi adalah sebesar 144,45%. Hal ini
menunjukkan peningkatan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
jangka pendeknya.
37
Page 56
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
4 ANALISIS KUANTITATIF
4.1 Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
Perusahaan
4.1.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan Audit, kondisi keuangan MTWI adalah sebagai
berikut.
Kinerja Posisi Keuangan
Kinerja Posisi Keuangan MTWI selama per 31 Desember 2021 sampai dengan per
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.
Tabel 18 Kinerja Posisi Keuangan (Aset) MTWI (Rp.000)
31/12/2025 31/12/2024 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Aset Lancar
Kas di bank 37.665.462 43.319.636 16.072.144 12.830.393 4.788.280
Investasi 428.902.330 500.604.786 423.050.026 272.689.742 118.109.594
Deposito berjangka 102.579.400 97.512.000 113.050.000 150.900.000 17.600.000
Portofolio efek
Pada biaya perolehan 324.644.918 401.421.588 308.334.140 120.128.524 98.851.177
diamortisasi
Nilai wajar melalui 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100
penghasilan komprehensif
lain
Nilai wajar melalui laba rugi 139.912 133.098 127.786 123.118 120.317
Aset kontrak asuransi dan 3.057.996.277 1.805.695.981 - - -
reasuransi
Aset asuransi untuk sisa 1.395.206.593 852.058.614 - - -
pertanggungan
Aset asuransi untuk klaim 1.662.789.684 953.637.367 - - -
terjadi
Piutang premi – neto - - 338.037.348 212.049.740 115.184.321
Pihak berelasi - - - 3.238.324 2.945.011
Pihak ketiga - - 338.037.348 208.811.416 112.230.510
Piutang lain-lain 17.799.857 17.385.420 9.797.981 6.216.469 6.531.657
Aset reasuransi - - 678.385.744 409.534.616 199.275.088
Estimasi klaim retensi sendiri - - 359.653.006 178.493.439 111.512.054
Premi yang belum merupakan - - 318.732.738 231.041.177 87.763.034
pendapatan
Pajak dibayar di muka 29.539 49.962 29.411 29.027 48.835
Piutang reasuransi - - 100.091.821 11.307.075 36.216.732
Total Aset Lancar 3.542.393.465 2.367.055.785 1.565.464.475 924.657.062 480.154.507
Aset Tidak Lancar
Properti investasi 7.520.780 7.432.978 7.391.000 7.302.000 7.255.000
38
Page 57
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
31/12/2025 31/12/2024 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset tetap - neto 37.381.469 34.546.759 32.522.221 22.817.832 23.099.564
Aset pajak tangguhan – neto 6.145.469 6.472.394 9.542.225 5.990.717 3.466.278
Aset lain-lain 9.563.846 4.474.160 12.472.977 28.974.225 20.987.461
Total Aset Tidak Lancar 60.611.564 52.926.291 61.928.423 65.084.774 54.808.303
TOTAL ASET 3.603.005.029 2.419.982.075 1.627.392.898 989.741.836 534.962.810
Sumber: Laporan Keuangan MTWI
Aset
Total aset MTWI per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp534,96 miliar yang
terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp480,15 miliar dan Aset Tidak Lancar sebesar
Rp54,81 miliar.
Total aset MTWI per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp989,74 miliar, nilai ini
mengalami kenaikan signifikan sebesar 85,01% atau senilai Rp454,78 miliar jika
dibandingkan per 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama didorong oleh
pertumbuhan Aset Lancar, khususnya pada pos Investasi (Deposito Berjangka dan
Portofolio Efek) yang melonjak dari Rp118,11 miliar menjadi Rp272,69 miliar, serta
kenaikan Aset Reasuransi sebesar Rp210,26 miliar.
Total aset MTWI per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp1,63 triliun, nilai ini
mengalami peningkatan sebesar 64,43% atau senilai Rp637,65 miliar jika
dibandingkan per 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
pertumbuhan Aset Reasuransi sebesar Rp268,85 miliar dan Investasi yang
meningkat sebesar Rp150,36 miliar.
Total aset MTWI per 31 Desember 2024 mencapai Rp2,42 triliun, mengalami
peningkatan sebesar 48,70% atau senilai Rp792,59 miliar jika dibandingkan per 31
Desember 2023. Kenaikan tajam ini dipicu oleh penerapan PSAK baru yang
memunculkan pos Aset Kontrak Asuransi dan Reasuransi sebesar Rp1,81 triliun,
menggantikan struktur pos piutang dan aset reasuransi konvensional pada tahun
sebelumnya.
Total aset MTWI per 31 Desember 2025 terus meningkat menjadi Rp3,60 triliun,
nilai ini mengalami pertumbuhan pesat sebesar 48,89% atau senilai Rp1,18 triliun
jika dibandingkan per 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh
lonjakan pada nilai Aset Kontrak Asuransi dan Reasuransi yang tumbuh sebesar
Rp1,25 triliun menjadi Rp3,01 triliun pada akhir tahun 2025.
39
Page 58
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Tabel 19 Kinerja Posisi Keuangan (Liabilitas dan Ekuitas) MTWI (Rp.000)
31/12/2025 31/12/2024 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas kontrak asuransi dan
reasuransi
Liabilitas asuransi untuk sisa 2.000.839.470 1.278.839.345 - - -
pertanggungan
Liabilitas asuransi untuk klaim 1.108.832.845 683.063.655 - - -
terjadi
Utang lain-lain 63.365.528 75.536.342 30.886.909 25.357.009 15.437.066
Pihak berelasi 148.341 142.741 132.550
Pihak ketiga 63.365.528 75.536.342 30.738.568 25.214.268 15.304.516
Utang klaim - - 68.667.535 9.854.145 18.260.711
Pihak berelasi - - 611 623 379.091
Pihak ketiga - - 68.666.924 9.853.522 17.881.620
Liabilitas reasuransi - - 875.357.004 531.102.272 260.176.297
Estimasi klaim retensi sendiri - - 407.023.292 203.593.913 125.425.870
Premi yang belum merupakan - - 468.333.712 327.508.359 134.750.427
pendapatan
Utang pajak 8.686.036 10.866.663 3.836.740 1.069.605 425.185
Pendapatan sewa tangguhan 295.392 499.623 294.111 290.267 488.348
Liabilitas sewa 4.793.341 4.327.142 5.195.737 388.958 1.759.009
Liabilitas imbalan kerja 8.075.563 7.589.428 6.139.983 5.780.727 4.799.611
Utang reasuransi - - 297.468.175 141.175.580 77.447.550
Utang koasuransi - - 6.051.200 1.205.212 401.832
Utang komisi - - 52.812.146 33.500.291 18.302.942
Total Liabilitas 3.194.888.175 2.060.722.198 1.346.709.540 749.724.066 397.498.551
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk:
Modal saham 292.448.664 292.448.664 292.448.664 264.703.033 152.581.912
PT Batavia Prosperindo 251.209.761 255.211.591 254.030.391 234.435.072 104.748.696
Internasional Tbk
PT Ilthabi Rekatama 5.047.750 7.972.230 7.972.230 7.972.230 7.972.230
Vientje Harijanto, Direktur 14.608.250 12.444.130 12.444.130 6.777.884 6.877.884
Utama
Harjanto, Direktur 3.703.476 3.703.476 3.703.476 3.703.476 3.703.476
Ir. Iis Syarifuddin, Direktur 335.801 335.801 335.801 335.801 335.801
Independen
PT Batavia Prosperindo Finance - - - - 24.193.825
Tbk
Masyarakat
Pemegang saham lokal 8.513.207 5.780.117 11.948.417 11.418.250 4.749.970
Pemegang saham asing 9.030.419 7.001.319 2.014.219 60.320 30
Tambahan modal disetor (3.227.985) (3.227.985) (3.227.985) (3.227.985) (1.846.551)
Penghasilan komprehensif lain 5.467.527 5.467.527 5.467.527 5.364.167 4.992.989
cadangan revaluasi aset tetap -
neto setelah pajak
Saldo laba (defisit)
Telah ditentukan 132.652 32.652 32.652 32.652 32.652
penggunaannya
40
Page 59
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
31/12/2025 31/12/2024 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Belum ditentukan 113.295.929 64.538.953 (14.037.564) (26.854.161) (18.296.804)
penggunaannya
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 408.116.787 359.259.811 280.683.294 240.017.706 137.464.198
kepentingan non-pengendali
Kepentingan non pengendali 67 65 64 62 61
Total Ekuitas 408.116.854 359.259.876 280.683.358 240.017.768 137.464.259
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.603.005.029 2.419.982.075 1.627.392.898 989.741.836 534.962.810
Sumber: Laporan Keuangan MTWI
Liabilitas
Total liabilitas MTWI per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp397,50 miliar. Nilai
ini didominasi oleh pos liabilitas reasuransi yang mencapai Rp260,18 miliar serta
premi yang belum merupakan pendapatan sebesar Rp134,75 miliar.
Total liabilitas MTWI per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp749,72 miliar,
mengalami kenaikan sebesar 88,61% atau senilai Rp352,23 miliar jika dibandingkan
per 31 Desember 2021 yang tercatat sebesar Rp397,50 miliar. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh meningkatnya nilai liabilitas reasuransi sebesar
Rp270,93 miliar serta pertumbuhan premi yang belum merupakan pendapatan
sebesar Rp192,76 miliar.
Total liabilitas MTWI per 31 Desember 2023 mencapai Rp1,35 triliun, nilai ini
mengalami peningkatan sebesar 79,63% atau senilai Rp596,99 miliar dibandingkan
per 31 Desember 2022 yang sebesar Rp749,72 miliar. Peningkatan ini terutama
dipicu oleh lonjakan liabilitas reasuransi sebesar Rp344,25 miliar serta utang
reasuransi yang meningkat sebesar Rp156,29 miliar.
Total liabilitas MTWI per 31 Desember 2024 melonjak mencapai Rp2,06 triliun, nilai
ini mengalami peningkatan sebesar 53,02% atau senilai Rp714,01 miliar
dibandingkan per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp1,35 triliun. Peningkatan
tajam ini terutama disebabkan oleh perubahan klasifikasi akun akibat penerapan
standar akuntansi baru, yang memunculkan pos Liabilitas Asuransi untuk Sisa
Pertanggungan sebesar Rp1,28 triliun dan Liabilitas Asuransi untuk Klaim Terjadi
sebesar Rp683,06 miliar.
MTWI mencatatkan total liabilitas per 31 Desember 2025 mencapai sebesar Rp3,19
triliun, nilai ini mengalami peningkatan sebesar 55,04% atau senilai Rp1,13 triliun
jika dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp2,06 triliun. Peningkatan
ini terutama disebabkan oleh meningkatnya nilai Liabilitas Asuransi untuk Sisa
41
Page 60
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Pertanggungan sebesar Rp722,00 miliar serta Liabilitas Asuransi untuk Klaim
Terjadi sebesar Rp425,77 miliar.
Ekuitas
Total ekuitas MTWI per 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp137,46 miliar, di
mana modal saham yang disetor tercatat sebesar Rp152,58 miliar dan posisi saldo
laba masih mengalami defisit sebesar Rp18,30 miliar.
Total ekuitas MTWI per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp240,02 miliar,
mengalami kenaikan sebesar 74,60% atau senilai Rp102,55 miliar dibanding jumlah
ekuitas per 31 Desember 2021 yang sebesar Rp137,46 miliar. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh adanya peningkatan modal saham disetor sebesar Rp112,12 miliar.
Total ekuitas MTWI per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp280,68 miliar,
mengalami kenaikan sebesar 16,94% atau senilai Rp40,67 miliar dari per 31
Desember 2022 yang sebesar Rp240,02 miliar. Kenaikan ini didorong oleh
pertumbuhan modal saham dari Batavia Prosperindo Internasional Tbk dan
perbaikan performa keuangan yang mampu memperkecil saldo defisit.
Total ekuitas MTWI per 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp359,26 miliar,
menunjukkan pertumbuhan sebesar 28,00% atau senilai Rp78,58 miliar dari per 31
Desember 2023 yang sebesar Rp280,68 miliar. Peningkatan ekuitas ini utamanya
dipicu oleh pembalikan posisi saldo laba yang kini mencatatkan nilai positif sebesar
Rp64,54 miliar dari yang sebelumnya defisit sebesar Rp14,04 miliar.
Total ekuitas MTWI per 31 Desember 2025 terus meningkat menjadi sebesar
Rp408,12 miliar, mengalami kenaikan sebesar 13,60% atau senilai Rp48,86 miliar
jika dibandingkan dengan per 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar Rp359,26
miliar. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya saldo laba yang belum
ditentukan penggunaannya menjadi Rp113,30 miliar pada akhir tahun berjalan.
Kinerja Laba Rugi
Kinerja Laba Rugi MTWI selama tahun 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut.
42
Page 61
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Tabel 20 Kinerja Laba Rugi MTWI (Rp.000)
31/12/2025 31/12/2024 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
PENDAPATAN ASURANSI 163.098.831 144.454.798 57.472.502 23.719.140 33.721.536
Pendapatan jasa asuransi 1.695.792.233 1.441.209.080 - - -
Beban jasa asuransi (1.235.660.411) (839.336.764) - - -
Beban bersih dari kontrak (329.280.287) (484.475.116) - - -
reasuransi
Hasil jasa asuransi bersih 130.851.535 117.397.200 - - -
Keuntungan investasi yang 32.238.949 27.313.147 - - -
direalisasikan & belum
direalisasikan - neto
Pendapatan (beban) keuangan 50.668 (305.198) - - -
dari kontrak asuransi
Pendapatan (beban) keuangan (42.321) 49.649 - - -
dari kontrak reasuransi
Hasil investasi - bersih 163.098.831 144.454.798 - - -
Pendapatan underwriting - -
Pendapatan premi - -
Premi bruto - - 1.011.967.310 641.159.818 369.592.849
Premi reasuransi - - (813.600.764) (496.385.558) (284.463.594)
Kenaikan premi yang - - (53.133.792) (49.479.789) (7.869.453)
belum merupakan
pendapatan
Pendapatan underwriting - - 1.544.744 1.290.424 1.213.896
lain-lain
Total pendapatan - - 146.777.498 96.584.895 78.473.698
underwriting
Beban underwriting - -
Beban klaim - -
Klaim bruto - - (365.678.905) (243.053.225) (242.471.561)
Klaim reasuransi - - 245.537.655 188.086.731 182.466.371
Kenaikan estimasi klaim - - (22.269.812) (11.186.657) 7.859.420
retensi sendiri
Beban klaim - - (142.411.062) (66.153.151) (52.145.770)
Beban komisi - - 67.769.340 38.577.928 28.123.095
Beban underwriting lain-lain - - (34.118.337) (55.507.750) (29.436.987)
Total beban underwriting - - (108.760.059) (83.082.973) (53.459.662)
Hasil underwriting - - 38.017.439 13.501.922 25.014.036
Hasil investasi - - 20.386.614 7.870.492 7.430.638
Pendapatan sewa - - 199.106 198.081 195.583
Penghasilan lain-lain - neto - - (1.130.657) 2.148.645 1.081.279
Pendapatan usaha - neto - - 57.472.502 23.719.140 33.721.536
BEBAN USAHA - NETO (73.749.823) (60.944.068) (46.403.727) (34.551.274) (27.947.364)
Beban usaha (82.758.404) (63.883.669) (46.403.727) (34.551.274) (27.947.364)
Gaji dan tunjangan (43.543.354) (35.484.307) (22.304.198) (17.943.393) (14.574.708)
Tunjangan pajak (7.113.763) (5.888.214) (3.050.344) (1.744.508) (1.114.799)
penghasilan pasal 21
Penyusutan aset tetap (5.466.579) (3.319.731) (2.704.507) (2.668.243) (2.343.535)
Pelatihan (3.884.238) (2.135.787) (839.492) (672.448) (826.820)
43
Page 62
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
31/12/2025 31/12/2024 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Promosi (2.492.013) (787.339) (1.658.192) (327.857) (835.620)
Pemeliharaan dan (2.413.215) (2.279.694) (1.503.806) (1.398.182) (1.487.051)
perawatan
Beban kantor (2.377.760) (1.214.594) (786.560) (621.258) (382.199)
Tenaga ahli (2.238.284) (788.542) (1.308.136) (758.266) (459.584)
Sewa kendaraan (1.724.162) (1.966.647) (1.730.071) (1.710.294) (1.564.923)
Beban iuran keanggotaan OJK (1.572.156) (1.018.205)
Imbalan kerja (1.402.341) (1.282.072) (983.661) (722.259) (315.948)
Asuransi kesehatan (1.208.231) (966.649) (636.333) (413.423) (392.290)
Representasi dan (1.082.555) (1.239.464) (698.348) (366.219) (33.966)
sumbangan
Jasa konsultan manajemen (744.000) (744.000) (744.000) (744.000) (744.000)
Pengobatan (740.762) (534.344) (306.158) (547.246) (249.928)
Perjalanan dinas (704.574) (531.968) (541.497) (326.467) (88.827)
Beban pajak (549.759) (436.176) (819.462) (799.333) (446.865)
Komunikasi (521.346) (449.301) (391.221) (387.568) (381.542)
Transportasi (210.228) (305.408) (290.431) (249.078) (376.224)
Listrik dan air (210.104) (208.281) (188.781) (223.809) (219.173)
Cadangan kerugian - - (2.033.460) (493.958) (11.089)
penurunan nilai piutang
premi
Cadangan kerugian - - (877.747) - -
penurunan nilai piutang
reasuransi
Lain-lain (2.558.980) (2.302.943) (2.007.320) (1.433.465) (1.098.273)
Pendapatan sewa 204.231 204.231 - - -
Pendapatan lainnya - neto 8.804.350 2.735.369 - - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 89.349.008 83.510.730 11.068.775 (10.832.134) 5.774.172
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (18.004.727) (13.523.339) 1.180.664 2.466.412 (2.471.790)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 71.344.282 69.987.390 12.249.439 (8.365.722) 3.302.382
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Surplus revaluasi aset tetap - - 172.711 380.375 240.250
Pengukuran kembali 795.956 (167.372) 618.705 (258.858) 319.436
liabilitas imbalan kerja
Efek pajak terkait
Surplus revaluasi aset tetap - - (3.388) (1.183) (1.375)
Pengukuran kembali (175.110) 36.822 (136.115) 56.949 (70.276)
liabilitas imbalan kerja
Jumlah penghasilan (rugi) 620.846 (130.550) 651.913 177.283 488.034
komprehensif lain
TOTAL LABA (RUGI)
71.965.128 69.856.840 12.901.352 (8.188.439) 3.790.416
KOMPREHENSIF
Sumber: Laporan Keuangan MTWI
44
Page 63
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Pendapatan
Pendapatan usaha neto yang diperoleh MTWI sepanjang tahun 2021 mencapai
sebesar Rp33,72 miliar. Pendapatan ini utamanya didorong oleh perolehan total
pendapatan underwriting yang tercatat sebesar Rp78,47 miliar sebelum dikurangi
beban-beban underwriting terkait.
Pada tahun 2022, pendapatan usaha neto MTWI tercatat sebesar Rp23,72 miliar,
mengalami penurunan sebesar 29,66% jika dibandingkan dengan tahun 2021.
Penurunan hasil neto ini dipengaruhi oleh peningkatan tajam beban klaim neto dari
yang sebelumnya Rp52,15 miliar melonjak menjadi Rp66,15 miliar, serta kenaikan
beban underwriting lain-lain.
Pada tahun 2023, pendapatan usaha neto MTWI kembali melonjak signifikan
mencapai Rp57,47 miliar, atau mengalami peningkatan sebesar 142,30%
dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan total
pendapatan underwriting yang naik menjadi Rp146,78 miliar, seiring meningkatnya
premi bruto menjadi Rp1,01 triliun.
Pada tahun 2024, perusahaan mulai menyajikan akun dengan standar akuntansi
asuransi baru, di mana perusahaan mencatatkan Hasil Investasi Bersih sebesar
Rp144,45 miliar dan Hasil Jasa Asuransi Bersih sebesar Rp117,40 miliar (dengan
total pendapatan asuransi bruto tercatat mencapai Rp1,44 triliun).
Sampai dengan 31 Desember 2025, perusahaan membukukan kinerja yang semakin
solid dengan catatan Hasil Investasi Bersih sebesar Rp163,10 miliar (naik 12,91%
dari tahun 2024) dan Hasil Jasa Asuransi Bersih sebesar Rp130,85 miliar. Secara
keseluruhan, pendapatan asuransi bruto meningkat menjadi Rp1,70 triliun.
Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan
Pada tahun 2021, MTWI berhasil mencatatkan kinerja positif dengan Total Laba
Komprehensif sebesar Rp3,79 miliar. Laba neto tahun berjalan tercatat sebesar
Rp3,30 miliar, ditambah dengan jumlah penghasilan komprehensif lain sebesar
Rp488,04 juta.
Pada tahun 2022, kinerja keuangan MTWI mengalami tekanan yang menyebabkan
perusahaan berbalik mencatatkan Total Rugi Komprehensif sebesar Rp8,19 miliar.
Hal ini utamanya disebabkan oleh pembengkakan beban underwriting (khususnya
beban klaim) dan kenaikan beban usaha neto menjadi Rp34,55 miliar, sehingga
perusahaan menderita rugi neto tahun berjalan sebesar Rp8,37 miliar.
45
Page 64
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Pada tahun 2023, MTWI berhasil mengembalikan keadaan dengan mencatatkan
Total Laba Komprehensif sebesar Rp12,90 miliar. Pembalikan performa menjadi
laba ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan pendapatan usaha neto sebesar
Rp57,47 miliar yang mampu mengompensasi kenaikan beban usaha yang naik
menjadi Rp46,40 miliar.
Pada tahun 2024, MTWI mencatatkan kenaikan keuntungan yang sangat masif
dengan Total Laba Komprehensif mencapai Rp69,86 miliar. Lonjakan keuntungan
ini merupakan imbas positif dari tingginya hasil investasi bersih sebesar Rp144,45
miliar serta hasil jasa asuransi bersih sebesar Rp117,40 miliar yang melampaui
pertumbuhan total beban usaha tahun berjalan.
Sampai dengan 31 Desember 2025, MTWI mempertahankan tren pertumbuhan
positifnya dengan mencatatkan Total Laba Komprehensif sebesar Rp71,97 miliar,
atau meningkat sebesar 3,02% dibandingkan perolehan tahun 2024. Kenaikan laba
ini ditopang oleh perolehan Laba Neto Tahun Berjalan sebesar Rp71,34 miliar serta
ditambah keuntungan pengukuran kembali imbalan kerja neto sebesar Rp620,85
juta.
Rasio Keuangan
Berdasarkan atas kinerja keuangan MTWI per 31 Desember 2021 sampai dengan per
31 Desember 2025, diperoleh hasil analisis rasio sebagai berikut.
Tabel 21 Rasio Keuangan
Keterangan 2025 2024 2023 2022 2021 Rata-rata
I. RASIO MMBR
Rasio Pencapaian Solvabilitas 146,06% 183,02% 230,21% 284,00% 254,00% 219,38%
II. RASIO SELAIN MMBR
Rasio Likuiditas 118,00% 117,00% 118,00% 123,00% 123,00% 119,80%
Rasio Kecukupan Investasi 81,00% 142,00% 207,00% 235,00% 187,00% 170,40%
Rasio Perimbangan Hasil 6,00% 7,00% 10,00% 6,00% 7,00% 7,20%
Investasi dengan Pendapatan
Premi Neto
Rasio Beban Klaim, Beban 72,00% 60,00% 56,00% 46,00% 49,00% 56,00%
Usaha, dan Komisi
Return of Equity (ROE) 17,48% 19,48% 4,36% -3,49% 2,40% 8,05%
Return of Asset (ROA) 1,98% 2,89% 0,75% -0,85% 0,62% 1,08%
Rasio Pencapaian Solvabilitas (Risk-Based Capital/RBC)
Rasio Pencapaian Solvabilitas mengukur kemampuan modal perusahaan dalam
mengantisipasi risiko kerugian dan memenuhi kewajiban pemegang polis.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 71/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan
46
Page 65
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, yang disesuaikan melalui
Peraturan OJK No. 5/POJK.05/2023, OJK menetapkan batas minimum Tingkat
Solvabilitas (RBC) sekurang-kurangnya sebesar 100% dari Modal Minimum Berbasis
Risiko (MMBR), dengan target internal minimum (trigger level) sebesar 120%.
Berdasarkan kinerja rasio keuangan, kinerja solvabilitas MTWI dinilai sangat sehat
karena selalu berada jauh di atas ambang batas aman OJK sepanjang periode 5
tahun terakhir. Pada tahun 2021 RBC tercatat sebesar 253,82%, memuncak pada
tahun 2022 sebesar 283,81%, lalu berturut-turut mengalami normalisasi menjadi
230,21% pada tahun 2023, 183,02% pada tahun 2024, dan berakhir di level 146,06%
pada tahun 2025. Secara keseluruhan, nilai rata-rata 5 tahun terakhir berada di
posisi yang solid, yaitu sebesar 219,38%.
Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas mengukur ketersediaan aset likuid perusahaan asuransi untuk
memenuhi liabilitas jangka pendek, terutama kewajiban pembayaran klaim yang
segera jatuh tempo.
Sepanjang periode 2021—2025, tingkat likuiditas MTWI bergerak sangat stabil
dengan rata-rata berada pada level 119,80%. Secara tahunan, rasio likuiditas
tercatat konsisten di angka 123,00% pada tahun 2021 dan 2022, sebelum
mengalami penyesuaian tipis menjadi 118,00% pada tahun 2023, 117,00% pada
tahun 2024, dan kembali ke level 118,00% pada akhir tahun 2025. Kemampuan
likuiditas yang stabil di atas 100% ini mencerminkan bahwa MTWI memiliki kesiapan
yang konsisten dalam mengantisipasi penarikan atau penyelesaian kewajiban
jangka pendek pemegang polis.
Rasio Kecukupan Investasi
Rasio Kecukupan Investasi mengukur kemampuan aset investasi perusahaan dalam
menutupi estimasi cadangan teknis dan liabilitas klaim. Berdasarkan pedoman
kesehatan keuangan OJK, rasio kecukupan investasi yang memadai setidaknya
harus dipelihara minimal sebesar 100%.
Pada periode awal, kecukupan investasi MTWI tergolong sangat tinggi, yakni
mencapai 187,00% pada tahun 2021, naik menjadi 235,00% pada tahun 2022, dan
tercatat sebesar 207,00% pada tahun 2023. Namun, terjadi tren penurunan yang
signifikan menjadi 142,00% pada tahun 2024 dan menyentuh level 81,00% pada
tahun 2025. Meski demikian, rata-rata 5 tahun terakhir masih berada di level yang
aman sebesar 170,40%.
47
Page 66
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Rasio Operasional
Rasio Perimbangan Hasil Investasi dengan Pendapatan Premi Neto mengukur
seberapa besar perolehan imbal hasil investasi mampu menopang pendapatan
premi bersih perusahaan. Rasio ini bergerak konstan dengan rata-rata lima tahun
sebesar 7,20%, di mana porsi tertinggi dicapai pada tahun 2023 sebesar 10,00%,
sementara pada tahun 2022 dan 2025 berada pada level 6,00%, serta sebesar 7,00%
pada tahun 2021 dan 2024.
Rasio Beban Klaim, Beban Usaha, dan Komisi mencerminkan tingkat efisiensi
operasional asuransi (combined ratio). Rasio ini menunjukkan adanya tren
peningkatan biaya operasional tahunan secara bertahap, di mana rasio beban yang
pada tahun 2021 sebesar 49,00% dan tahun 2022 sebesar 46,00%, melonjak naik
menjadi 56,00% pada tahun 2023, 60,00% pada tahun 2024, dan menyentuh angka
72,00% pada tahun 2025. Namun demikian, angka rata-rata rasio ini dalam 5 tahun
terakhir sebesar 56,00% mengindikasikan bahwa total beban operasional tersebut
secara umum masih terkendali di bawah pendapatan premi neto.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mencerminkan efektivitas perusahaan asuransi dalam
mengoptimalkan modal ataupun portofolio investasi untuk menghasilkan laba
bersih.
Return on Equity (ROE) menunjukkan terjadinya fluktuasi profitabilitas terhadap
modal bersih dengan rata-rata 5 tahun sebesar 8,05%. ROE tercatat positif 2,40%
pada tahun 2021, kemudian terkontraksi menjadi negatif 3,49% akibat tekanan
kinerja tahun 2022. Namun demikian, perusahaan mencatatkan pemulihan
performa pada tahun 2024 dengan ROE mencapai 19,48% dan tetap kokoh di level
17,48% pada tahun 2025.
Selaras dengan tren ROE, Return on Asset (ROA) yang menunjukkan efektivitas aset
perusahaan menghasilkan laba bersih memiliki rata-rata sebesar 1,08%. Setelah
membukukan return negatif sebesar -0,85% pada tahun 2022, ROA berhasil
kembali positif menjadi 0,75% pada tahun 2023, melonjak ke titik tertinggi sebesar
2,89% pada tahun 2024, serta mencatatkan nilai 1,98% di tahun 2025.
4.1.2 Penilaian Arus Kas
Arus Kas MTWI selama per 31 Desember 2021 sampai dengan per 31 Desember
2025 adalah sebagai berikut.
48
Page 67
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Tabel 22 Arus Kas MTWI (Rp.000)
31/12/2025 31/12/2024 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari kontrak 2.258.069.160 1.751.689.228 - - -
asuransi, kontak reasuransi
dan pelanggan
Pembayaran kas untuk (2.245.578.510) (1.619.642.955) - - -
kontrak asuransi,
pelanggan, dan karyawan
Pembayaran atas beban (89.667.980) (36.116.531) - - -
usaha
Pembayaran lain-lain - neto (3.075.521) (10.826.555) (34.710.573) (52.238.513) (27.201.627)
Penerimaan premi - - 883.946.241 543.800.441 358.383.391
Penerimaan klaim asuransi - - 156.752.910 212.996.387 171.750.995
Penerimaan komisi - neto - - 87.081.195 53.775.277 28.108.506
Penerimaan dari pembayaran - - 409.744
sewa properti
Pembayaran premi - - (652.462.181) (431.854.147) (274.030.562)
reasuransi
Pembayaran klaim - - (306.865.515) (251.459.791) (248.751.279)
Pembayaran beban umum - - (16.925.890) (28.959.637) (35.381.920)
dan administrasi
KAS NETO YANG DIPEROLEH
DARI (DIGUNAKAN UNTUK) (80.252.851) 85.103.187 116.816.187 46.060.017 (26.712.752)
AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penerimaan dari aset 86.194.127 - - 7.000.000 10.000.000
keuangan diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi yang belum
jatuh tempo
Penerimaan hasil investasi 37.877.290 28.597.856 17.810.541 8.353.541 7.838.628
Penerimaan dari aset 35.272.900 35.000.000 1.675
keuangan diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi yang jatuh
tempo
Pencairan (penempatan) (5.067.400) 15.538.000 37.850.000 (133.800.000) 5.900.000
deposito berjangka - neto
Pembelian aset keuangan (48.735.000) (130.745.000) (190.431.800) (27.530.000)
diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Penerimaan atas penjualan 37.259 8.850 244.200
aset tetap
Perolehan aset tetap (6.362.568) (5.614.328) (6.243.310) (1.786.319) (496.562)
Pencairan deposito berjangka 500.000
yang dibatasi
penggunaannya
49
Page 68
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
31/12/2025 31/12/2024 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
KAS NETO YANG DIPEROLEH
DARI (DIGUNAKAN UNTUK) 99.179.349 (57.223.472) (140.977.310) (147.253.928) 23.487.941
AKTIVITAS INVESTASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan dari penerbitan - - 27.745.631 112.121.122 -
saham
Pembayaran dividen (23.108.150) -
Pembayaran pokok liabilitas (1.472.521) (632.223) (342.757) (1.503.663) (462.750)
sewa
Pembayaran atas beban - - - (1.381.433) -
emisi saham
KAS NETO YANG DIPEROLEH
DARI (DIGUNAKAN UNTUK) (24.580.671) (632.223) 27.402.874 109.236.026 (462.750)
AKTIVITAS PENDANAAN
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO
(5.654.173) 27.247.492 3.241.751 8.042.115 (3.687.561)
KAS DI BANK
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 43.319.636 16.072.144 12.830.393 4.788.279 8.475.840
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 37.665.462 43.319.636 16.072.144 12.830.395 4.788.279
Sumber: Laporan Keuangan MTWI
Pada tahun 2021, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat
sebesar Rp26,71 miliar, sementara kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi
adalah sebesar Rp23,49 miliar. Di sisi lain, kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp462,75 juta. Secara keseluruhan, aktivitas-
aktivitas tersebut menyebabkan terjadinya penurunan neto kas di bank sebesar
Rp3,69 miliar.
Pada tahun 2022, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi berbalik positif
menjadi sebesar Rp46,06 miliar. Namun, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
investasi melonjak menjadi Rp147,25 miliar, yang dipicu oleh penempatan neto
deposito berjangka yang cukup besar. Untuk mendukung kebutuhan dana, kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan meningkat tajam menjadi Rp109,24
miliar (terutama berasal dari penerbitan saham). Hasil dari ketiga aktivitas ini
menghasilkan kenaikan neto kas di bank sebesar Rp8,04 miliar.
Pada tahun 2023, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi kembali
meningkat menjadi sebesar Rp116,82 miliar karena pertumbuhan penerimaan
premi. Di sisi investasi, perusahaan mencatatkan arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi sebesar Rp140,98 miliar (terutama untuk pembelian aset
keuangan). Sementara itu, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
50
Page 69
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
tercatat sebesar Rp27,40 miliar, sehingga menghasilkan kenaikan neto kas di bank
sebesar Rp3,24 miliar.
Pada tahun 2024, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar
Rp85,10 miliar. Sementara itu, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
berhasil ditekan menjadi Rp57,22 miliar. Di sektor pendanaan, arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan relatif kecil, yaitu sebesar Rp632,22 juta
untuk pembayaran pokok liabilitas sewa. Sehingga, pada tahun ini terjadi kenaikan
neto kas di bank yang cukup signifikan sebesar Rp27,25 miliar.
Pada 31 Desember 2025, arus kas operasional berbalik menjadi defisit dengan kas
bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp80,25 miliar. Sebaliknya,
aktivitas investasi mencatatkan arus kas masuk yang kuat dengan kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas investasi sebesar Rp99,18 miliar (didorong penerimaan dari
aset keuangan jatuh tempo). Sedangkan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
pendanaan tercatat sebesar Rp24,58 miliar karena adanya pembayaran dividen.
Kombinasi performa ini menghasilkan penurunan neto kas di bank sebesar Rp5,65
miliar.
4.1.3 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi posisi keuangan MTWI selama tahun 2026 sampai dengan 2034 adalah
sebagai berikut.
Tabel 23 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Adanya Transaksi (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
ASSETS
Investment
Time deposit 140.821.000 73.708.000 87.851.000 103.395.000 110.072.000
Marketable securities - 18.745.299 25.210.354 31.555.392 40.924.051 45.037.683
Corporate bonds
Marketable securities - 528.644.701 638.164.646 759.099.608 889.635.949 945.609.317
Government bonds
Marketable securities - Invest 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100
in KARK & MAIPARK
Investment in subsidiary (BPP) 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000
Total Investment 696.249.100 745.121.100 886.544.100 1.041.993.100 1.108.757.100
Non Investment
Cash and banks 155.304.797 229.892.792 355.211.830 487.088.273 712.408.581
Premium receivables 739.659.081 798.109.974 862.029.186 932.043.286 1.007.095.988
Reinsurance receivables 447.118.282 469.974.737 494.741.978 522.130.814 551.459.781
Asset reinsurance
Claim reserve - Re 986.736.897 1.067.861.290 1.165.636.149 1.273.348.685 1.389.376.405
51
Page 70
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Unearned premium reserve - 768.925.845 829.469.234 908.458.560 1.002.434.539 1.082.796.508
Re
Investment receivables 10.426.289 12.222.929 14.364.286 16.690.686 19.167.304
Other receivables 11.265.027 14.644.535 19.037.896 24.749.265 32.174.044
Prepayments 9.462.740 11.638.882 14.373.907 17.857.735 22.170.350
Fixed assets, net 37.625.325 36.908.330 44.076.670 43.121.901 42.034.917
Deferred tax assets 15.335.967 17.378.128 26.478.458 15.843.649 15.376.947
Other assets 2.262.883 2.715.460 3.258.552 3.910.262 4.692.315
Total Non Investment 3.184.123.133 3.490.816.292 3.907.667.471 4.339.219.095 4.878.753.139
TOTAL ASSETS 3.880.372.233 4.235.937.392 4.794.211.571 5.381.212.195 5.987.510.239
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITIES
Claims payables 20.942.513 25.117.593 29.530.972 34.391.619 39.582.742
Coinsurance payables 5.084.624 5.084.624 5.084.624 5.084.624 5.084.624
Reinsurance payables 661.654.496 682.555.239 705.431.304 730.521.389 757.483.906
Commissions payables 73.967.386 75.180.465 76.498.245 77.932.114 79.462.967
Taxes payables 78.615.432 126.630.322 189.666.637 284.203.084 387.485.321
Other payables 62.269.965 67.874.261 73.982.945 80.641.410 87.899.137
Lease liabilities 5.815.089 5.507.640 15.200.191 14.892.743 14.585.294
Employee benefit liabilities 12.099.805 14.795.080 17.759.883 21.021.166 24.608.577
Shareholder loan 80.000.000 - - - -
Technical reserves
Claim reserves - Gross 1.103.263.924 1.220.477.058 1.361.370.908 1.516.042.231 1.682.017.952
Unearned premium reserves 1.284.235.316 1.420.653.142 1.613.202.351 1.773.105.662 1.908.225.219
- Gross
Total Liabilities 3.387.948.551 3.643.875.425 4.087.728.059 4.537.836.041 4.986.435.738
EQUITY
Capital stock 292.448.664 292.448.664 292.448.664 292.448.664 292.448.664
Right Issue - - - - -
Additional PIC (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663)
Dividend (31.118.574) (48.957.108) (72.452.471) (127.619.235) (204.442.997)
OCI of fixed assets revaluation 5.467.527 5.467.527 5.467.527 5.467.527 5.467.527
Retained earnings - 32.652 32.652 32.652 32.652 32.652
Appropriated
Retained earnings - 139.887.409 229.080.077 346.556.895 484.473.805 676.533.209
Unappropriated
Current income (losses) 89.192.668 117.476.818 137.916.909 192.059.405 234.522.109
Current other comprehensive - - - - -
income of EBO
Total equity 492.423.682 592.061.967 706.483.513 843.376.154 1.001.074.501
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 3.880.372.233 4.235.937.392 4.794.211.571 5.381.212.195 5.987.510.239
52
Page 71
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2031 2032 2033 2034
ASSETS
Investment
Time deposit 113.659.000 117.466.000 121.516.000 125.875.000
Marketable securities - 49.501.113 52.271.853 55.148.824 60.145.320
Corporate bonds
Marketable securities - 973.426.887 1.004.923.147 1.038.499.176 1.072.734.680
Government bonds
Marketable securities - Invest 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100
in KARK & MAIPARK
Investment in subsidiary (BPP) 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000
Total Investment 1.144.625.100 1.182.699.100 1.223.202.100 1.266.793.100
Non Investment
Cash and banks 1.020.292.757 1.388.154.260 1.673.333.178 1.977.736.616
Premium receivables 1.060.767.871 1.117.697.157 1.178.202.809 1.243.209.525
Reinsurance receivables 575.079.633 599.993.543 624.497.004 652.404.816
Asset reinsurance
Claim reserve - Re 1.514.455.172 1.726.634.850 1.953.035.523 2.197.622.908
Unearned premium reserve - 1.171.449.183 1.251.106.949 1.336.961.563 1.449.801.192
Re
Investment receivables 21.724.624 24.367.611 27.101.731 29.933.931
Other receivables 38.608.853 46.330.623 50.963.685 56.060.054
Prepayments 25.974.737 30.431.509 33.251.174 36.409.967
Fixed assets, net 40.805.893 47.424.234 45.878.500 44.156.346
Deferred tax assets 16.045.229 18.218.359 18.982.925 21.663.819
Other assets 5.630.777 6.756.933 7.432.626 8.175.889
Total Non Investment 5.490.834.730 6.257.116.029 6.949.640.718 7.717.175.064
TOTAL ASSETS 6.635.459.830 7.439.815.129 8.172.842.818 8.983.968.164
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITIES
Claims payables 45.139.837 50.840.618 56.594.280 63.055.913
Coinsurance payables 5.084.624 5.084.624 5.084.624 5.084.624
Reinsurance payables 786.482.226 817.309.787 850.148.857 885.534.581
Commissions payables 81.098.465 82.827.403 84.661.474 86.624.085
Taxes payables 501.521.442 628.971.092 666.709.358 706.711.920
Other payables 95.810.059 104.432.965 113.831.931 124.076.805
Lease liabilities 14.277.845 23.970.396 23.662.947 23.355.498
Employee benefit liabilities 28.554.729 32.895.496 37.670.340 42.922.669
Shareholder loan - - - -
Technical reserves
Claim reserves - Gross 1.860.245.671 2.162.081.864 2.483.105.757 2.828.465.592
Unearned premium reserves 2.054.444.506 2.186.480.311 2.327.501.375 2.510.573.217
- Gross
Total Liabilities 5.472.659.403 6.094.894.554 6.648.970.944 7.276.404.904
EQUITY
Capital stock 292.448.664 292.448.664 292.448.664 292.448.664
Right Issue - - - -
Additional PIC (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663)
Dividend (298.251.841) (400.465.749) (514.199.371) (631.273.339)
53
Page 72
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2031 2032 2033 2034
OCI of fixed assets revaluation 5.467.527 5.467.527 5.467.527 5.467.527
Retained earnings - 32.652 32.652 32.652 32.652
Appropriated
Retained earnings - 911.055.318 1.166.590.088 1.450.924.144 1.743.609.065
Unappropriated
Current income (losses) 255.534.770 284.334.056 292.684.921 300.765.354
Current other comprehensive - - - -
income of EBO
Total equity 1.162.800.427 1.344.920.575 1.523.871.873 1.707.563.259
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 6.635.459.830 7.439.815.129 8.172.842.818 8.983.968.164
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Selama periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan tahun 2034, jumlah aset
Perseroan diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan konsisten yaitu dari
sebesar Rp3,88 triliun pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp8,98 triliun pada tahun
2034. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan yang kuat pada
kelompok aset non-investasi, khususnya akun Kas dan Bank yang melonjak dari
Rp155,30 miliar pada tahun 2026 menjadi Rp1,98 triliun pada tahun 2034, serta
didukung oleh peningkatan aset reasuransi berupa Cadangan Klaim - Re (Claim
Reserve - Re) yang naik dari Rp986,74 miliar menjadi Rp2,20 triliun pada akhir
tahun proyeksi.
Pada sisi liabilitas, selama periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan tahun 2034,
jumlah total liabilitas diproyeksikan akan terus naik yaitu dari sebesar Rp3,39 triliun
pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp7,28 triliun pada tahun 2034. Peningkatan nilai
liabilitas yang masif ini utamanya dipicu oleh penambahan nilai saldo pada akun
cadangan teknis (technical reserves), yaitu Cadangan Premi yang Belum Merupakan
Pendapatan - Bruto (Unearned Premium Reserves - Gross) yang tumbuh dari Rp1,28
triliun menjadi Rp2,51 triliun, serta akun Cadangan Klaim - Bruto (Claim Reserves -
Gross) yang meningkat dari Rp1,10 triliun menjadi Rp2,83 triliun di tahun 2034.
Pada sisi ekuitas, selama periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan tahun 2034,
Perseroan diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan jumlah ekuitas. Pada
tahun awal proyeksi (2026), total ekuitas diproyeksikan tercatat sebesar Rp492,42
miliar, kemudian tumbuh konsisten hingga sebesar Rp1,71 triliun pada akhir tahun
2034. Kenaikan signifikan pada sisi ekuitas tersebut didorong oleh akumulasi
perolehan laba bersih tahun berjalan (current income) yang meningkatkan nilai
Saldo Laba yang Belum Ditentukan Penggunaannya (Retained Earnings -
Unappropriated) dari sebesar Rp139,89 miliar pada tahun 2026 menjadi sebesar
Rp1,74 triliun pada tahun 2034.
54
Page 73
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi MTWI selama tahun 2026 sampai dengan 2034 adalah sebagai
berikut.
Tabel 24 Proyeksi Laba Rugi dengan Adanya Transaksi (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
UNDERWRITING INCOME
GROSS PREMIUM WRITTEN 2.563.103.961 2.807.787.056 3.070.332.043 3.362.955.680 3.604.880.986
REINSURANCE PREMIUM (1.790.555.649) (1.959.779.003) (2.148.592.452) (2.360.338.925) (2.538.883.892)
(INCREASE) DECREASE (168.607.643) (80.044.888) (117.938.856) (70.525.255) (59.585.406)
UNEARNED PREMIUM
(PYBMP)
OTHER UW INCOME 3.543.877 3.905.606 4.270.386 4.672.205 4.980.098
TOTAL UNDERWRITING 607.484.545 771.868.772 808.071.121 936.763.704 1.011.391.787
INCOME
Growth Per Year 27,06% 4,69% 15,93% 7,97%
UNDERWRITING EXPENSE
CLAIM EXPENSES (NET) (333.025.656) (415.679.200) (422.551.547) (460.827.017) (489.148.726)
CLAIM HANDLING (161.037.176) (225.551.711) (251.157.062) (280.935.865) (306.116.003)
EXPENSES
COMMISSION EXPENSES 78.335.672 90.868.593 105.830.686 123.126.114 137.555.449
(NET)
OTHER UW EXPENSES (2.081.641) (2.144.202) (2.209.891) (2.278.865) (2.351.288)
TOTAL UNDERWRITING (417.808.800) (552.506.520) (570.087.815) (620.915.634) (660.060.568)
EXPENSES
To Income 68,78% 71,58% 70,55% 66,28% 65,26%
UNDERWRITING RESULT 189.675.745 219.362.252 237.983.306 315.848.071 351.331.219
Profit Margin 31,22% 28,42% 29,45% 33,72% 34,74%
OPERATING EXPENSES,
INVESTMENT AND OTHER
INCOME (EXPENSES)
INVESTMENT INCOME 33.502.761 39.395.425 45.701.316 50.279.693 56.523.917
OPERATING EXPENSES (92.514.901) (94.768.143) (97.805.248) (101.029.420) (104.429.364)
OTHER INCOME (EXPENSES) (6.823.834) (5.256.912) (1.624.299) (1.206.243) (681.362)
TOTAL (65.835.974) (60.629.630) (53.728.232) (51.955.970) (48.586.809)
PROFIT (LOSS) FROM 123.839.771 158.732.622 184.255.074 263.892.101 302.744.410
OPERATION
Operating Profit Margin 20,39% 20,56% 22,80% 28,17% 29,93%
INCOME TAXES (34.647.103) (41.255.803) (46.338.165) (71.832.696) (68.222.301)
PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR 89.192.668 117.476.818 137.916.909 192.059.405 234.522.109
Net Profit Margin 14,68% 15,22% 17,07% 20,50% 23,19%
55
Page 74
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2031 2032 2033 2034
UNDERWRITING INCOME
GROSS PREMIUM WRITTEN 3.866.802.952 4.101.415.752 4.358.997.964 4.683.162.564
REINSURANCE PREMIUM (2.732.969.856) (2.906.855.611) (3.098.506.216) (3.341.465.870)
(INCREASE) DECREASE (62.635.822) (57.700.709) (60.755.254) (76.100.457)
UNEARNED PREMIUM
(PYBMP)
OTHER UW INCOME 5.309.981 5.597.090 5.916.759 6.313.769
TOTAL UNDERWRITING 1.076.507.255 1.142.456.522 1.205.653.252 1.271.910.006
INCOME
Growth Per Year 6,44% 6,13% 5,53% 5,50%
UNDERWRITING EXPENSE
CLAIM EXPENSES (NET) (519.839.425) (535.613.615) (575.511.957) (622.147.696)
CLAIM HANDLING (330.836.687) (355.835.774) (379.418.272) (406.753.570)
EXPENSES
COMMISSION EXPENSES 153.576.720 167.592.711 182.849.236 203.849.841
(NET)
OTHER UW EXPENSES (2.427.332) (2.507.178) (2.591.016) (2.679.046)
TOTAL UNDERWRITING (699.526.724) (726.363.855) (774.672.010) (827.730.471)
EXPENSES
To Income 64,98% 63,58% 64,25% 65,08%
UNDERWRITING RESULT 376.980.531 416.092.668 430.981.243 444.179.535
Profit Margin 35,02% 36,42% 35,75% 34,92%
OPERATING EXPENSES,
INVESTMENT AND OTHER
INCOME (EXPENSES)
INVESTMENT INCOME 58.990.583 60.435.465 61.942.918 63.220.798
OPERATING EXPENSES (107.756.223) (111.496.878) (115.469.334) (119.700.536)
OTHER INCOME (EXPENSES) (62.437) 286.120 695.581 1.171.665
- NET
TOTAL (48.828.077) (50.775.293) (52.830.836) (55.308.074)
PROFIT (LOSS) FROM 328.152.454 365.317.375 378.150.407 388.871.461
OPERATION
Operating Profit Margin 30,48% 31,98% 31,36% 30,57%
INCOME TAXES (72.617.684) (80.983.319) (85.465.486) (88.106.107)
PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR 255.534.770 284.334.056 292.684.921 300.765.354
Net Profit Margin 23,74% 24,89% 24,28% 23,65%
Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan
Total pendapatan underwriting (Total Underwriting Income) MTWI pada tahun 2026
diproyeksikan tercatat sebesar Rp607,48 miliar. Pendapatan underwriting ini
diproyeksikan terus meningkat secara konsisten hingga mencapai Rp1,01 triliun
pada tahun 2030, dan terus tumbuh hingga mencapai Rp1,27 triliun pada akhir
periode proyeksi tahun 2034.
56
Page 75
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
MTWI memproyeksikan perkembangan hasil underwriting tumbuh positif dari
sebesar Rp189,68 miliar pada tahun 2026 dengan profit margin 31,22% menjadi
sebesar Rp351,33 miliar pada tahun 2030 dengan profit margin naik menjadi
34,74%. Tren positif ini diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun proyeksi 2034
dengan perolehan hasil underwriting mencapai Rp444,18 miliar.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih tahun berjalan (Profit for the Year) diproyeksikan
tumbuh konsisten sepanjang periode proyeksi tanpa mencatatkan kerugian. Pada
tahun 2026, laba bersih diperkirakan bertengger di angka Rp89,19 miliar dengan
net profit margin sebesar 14,68%. Angka ini diproyeksikan melonjak menjadi
sebesar Rp234,52 miliar pada tahun 2030 dengan net profit margin sebesar 23,19%,
dan terus mencatatkan kenaikan optimal hingga mencapai keuntungan sebesar
Rp300,77 miliar pada akhir tahun 2034.
4.1.4 Analisis Rasio Keuangan
Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh pihak manajemen
MTWI, diperoleh hasil analisis rasio atas proyeksi tersebut sebagai berikut.
Tabel 25 Rasio Keuangan
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
I. RASIO MMBR
Dengan
Rasio Pencapaian Solvabilitas 139,07% 153,87% 160,80% 177,08% 195,66%
Tanpa
Rasio Pencapaian Solvabilitas 140,54% 154,51% 161,29% 177,52% 196,06%
Dengan-Tanpa
Rasio Pencapaian Solvabilitas -1,47% -0,64% -0,49% -0,45% -0,41%
II. RASIO SELAIN MMBR
Dengan
1. Rasio Likuiditas 146,05% 146,71% 144,70% 144,46% 144,57%
2. Rasio Kecukupan Investasi 134,08% 130,38% 137,14% 149,98% 161,82%
3. Rasio Perimbangan Hasil 4,91% 4,59% 5,02% 4,76% 4,94%
Investasi dengan
Pendapatan Premi Neto
4. Rasio Beban Klaim, Beban
Usaha, dan Komisi
a. Beban Klaim Neto (I) 72,41% 74,66% 74,06% 70,29% 69,52%
b. Beban Usaha (II) 13,56% 11,03% 10,75% 9,57% 9,13%
c. Komisi Neto (III) -11,48% -10,58% -11,63% -11,67% -12,02%
d. Rasio I + II + III 74,49% 75,12% 73,18% 68,20% 66,62%
5. Return of Equity (ROE) 21,27% 23,86% 23,29% 27,19% 27,81%
6. Return of Investment (ROI) 5,52% 5,47% 5,60% 5,21% 5,26%
Tanpa
1. Rasio Likuiditas 113,02% 113,93% 113,75% 114,16% 113,71%
2. Rasio Kecukupan Investasi 120,64% 127,60% 130,98% 138,91% 142,53%
57
Page 76
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
3. Rasio Perimbangan Hasil 4,55% 4,38% 5,02% 4,76% 4,94%
Investasi dengan
Pendapatan Premi Neto
4. Rasio Beban Klaim, Beban
Usaha, dan Komisi
a. Beban Klaim Neto (I) 72,41% 74,66% 74,06% 70,29% 69,52%
b. Beban Usaha (II) 13,56% 11,03% 10,75% 9,57% 9,13%
c. Komisi Neto (III) -11,48% -10,58% -11,63% -11,67% -12,02%
d. Rasio I + II + III 74,49% 75,12% 73,18% 68,20% 66,62%
5. Return of Equity (ROE) 18,31% 19,98% 19,47% 22,72% 23,38%
6. Return of Investment (ROI) 1,37% 1,38% 1,40% 1,30% 1,31%
Dengan-Tanpa
1. Rasio Likuiditas 33,03% 32,79% 30,96% 30,30% 30,86%
2. Rasio Kecukupan Investasi 13,43% 2,78% 6,15% 11,07% 19,29%
3. Rasio Perimbangan Hasil 0,36% 0,20% 0,00% 0,00% 0,00%
Investasi dengan
Pendapatan Premi Neto
4. Rasio Beban Klaim, Beban
Usaha, dan Komisi
a. Beban Klaim Neto (I) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
b. Beban Usaha (II) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
c. Komisi Neto (III) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
d. Rasio I + II + III 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
5. Return of Equity (ROE) 2,96% 3,88% 3,83% 4,46% 4,43%
6. Return of Investment (ROI) 4,15% 4,08% 4,20% 3,91% 3,94%
Keterangan 2031 2032 2033 2034 Rerata
I. RASIO MMBR
Dengan
Rasio Pencapaian Solvabilitas 212,58% 225,85% 236,93% 244,45% 194,03%
Tanpa
Rasio Pencapaian Solvabilitas 212,95% 226,19% 237,25% 244,74% 194,56%
Dengan-Tanpa
Rasio Pencapaian Solvabilitas -0,38% -0,35% -0,32% -0,29% -0,53%
II. RASIO SELAIN MMBR
Dengan
1. Rasio Likuiditas 144,37% 143,29% 143,19% 142,72% 144,45%
2. Rasio Kecukupan Investasi 174,95% 186,18% 189,09% 190,38% 161,55%
3. Rasio Perimbangan Hasil 4,82% 4,63% 4,48% 4,30% 4,72%
Investasi dengan
Pendapatan Premi Neto
4. Rasio Beban Klaim, Beban
Usaha, dan Komisi
a. Beban Klaim Neto (I) 69,46% 68,34% 69,07% 70,02% 70,87%
b. Beban Usaha (II) 8,80% 8,55% 8,35% 8,15% 9,77%
c. Komisi Neto (III) -12,54% -12,85% -13,23% -13,87% -12,21%
d. Rasio I + II + III 65,71% 64,04% 64,19% 64,29% 68,43%
5. Return of Equity (ROE) 25,53% 24,45% 21,76% 19,74% 23,88%
6. Return of Investment (ROI) 5,24% 5,19% 5,15% 5,08% 5,30%
58
Page 77
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2031 2032 2033 2034 Rerata
Tanpa
1. Rasio Likuiditas 109,99% 107,08% 105,11% 103,57% 110,48%
2. Rasio Kecukupan Investasi 134,49% 130,25% 121,64% 114,98% 129,12%
3. Rasio Perimbangan Hasil 4,82% 4,63% 4,48% 4,30% 4,66%
Investasi dengan
Pendapatan Premi Neto
4. Rasio Beban Klaim, Beban
Usaha, dan Komisi
a. Beban Klaim Neto (I) 69,46% 68,34% 69,07% 70,02% 70,87%
b. Beban Usaha (II) 8,80% 8,55% 8,35% 8,15% 9,77%
c. Komisi Neto (III) -12,54% -12,85% -13,23% -13,87% -12,21%
d. Rasio I + II + III 65,71% 64,04% 64,19% 64,29% 68,43%
5. Return of Equity (ROE) 21,94% 21,11% 19,18% 17,59% 20,41%
6. Return of Investment (ROI) 1,31% 1,30% 1,29% 1,27% 1,33%
Dengan-Tanpa
1. Rasio Likuiditas 34,38% 36,21% 38,08% 39,15% 33,97%
2. Rasio Kecukupan Investasi 40,46% 55,93% 67,45% 75,39% 32,44%
3. Rasio Perimbangan Hasil 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,06%
Investasi dengan
Pendapatan Premi Neto
4. Rasio Beban Klaim, Beban
Usaha, dan Komisi
a. Beban Klaim Neto (I) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
b. Beban Usaha (II) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
c. Komisi Neto (III) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
d. Rasio I + II + III 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
5. Return of Equity (ROE) 3,59% 3,34% 2,58% 2,14% 3,47%
6. Return of Investment (ROI) 3,93% 3,90% 3,86% 3,81% 3,98%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Proyeksi Rasio Pencapaian Solvabilitas (Risk-Based Capital/RBC)
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 71/POJK.05/2016 tentang Kesehatan Keuangan
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, yang disesuaikan melalui
Peraturan OJK No. 5/POJK.05/2023, perusahaan asuransi diwajibkan memenuhi
tingkat solvabilitas minimum sebesar 100% dengan target internal minimal ( trigger
level) sebesar 120%.
Melalui skenario dengan dilakukannya transaksi, rasio pencapaian solvabilitas MTWI
diproyeksikan terus meningkat di atas batas aman OJK, dimulai dari 139,07% pada
tahun 2026 dan secara konsisten meningkat hingga mencapai 244,45% di tahun
2034. Secara rata-rata selama periode proyeksi, tingkat RBC berada pada level yang
sangat sehat yaitu sebesar 194,03%.
Sementara itu, tanpa dilakukannya Rencana Transaksi, tingkat RBC MTWI berada
pada nilai yang tidak jauh berbeda namun sedikit lebih tinggi, yaitu bergerak dari
59
Page 78
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
140,54% pada tahun 2026 hingga mencapai 244,74% pada tahun 2034, dengan
rata-rata keseluruhan periode sebesar 194,56%.
Analisis inkremental menunjukkan selisih sebesar -0,53%. Penurunan margin RBC
terbesar terjadi pada tahun awal proyeksi (2026) sebesar -1,47%, yang kemudian
berangsur-angsur mengecil hingga hanya tersisa selisih -0,29% pada tahun 2034.
Meskipun skenario dengan transaksi menghasilkan angka RBC yang sedikit lebih
rendah daripada skenario tanpa transaksi, selisih negatif ini tetap tidak akan
mengganggu postur ketahanan modal Perseroan yang tetap memenuhi ketentuan
minimum OJK.
Proyeksi Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas mengukur ketersediaan aset likuid perusahaan untuk memenuhi
liabilitas jangka pendek, terutama dalam memenuhi kewajiban pembayaran klaim
pemegang polis yang segera jatuh tempo.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, tingkat likuiditas perseroan
diproyeksikan berada di posisi yang aman dan stabil dengan rata-rata sebesar
144,45%. Rasio ini konsisten berada di kisaran 146,05% pada awal periode proyeksi
dan berangsur stabil menjadi sebesar 142,72% pada tahun 2034.
Sementara itu, tanpa dilakukannya Rencana Transaksi, ketersediaan aset likuid
diperkirakan mengalami penurunan secara berkala, mulai dari sebesar 113,02%
pada tahun 2026, menurun hingga menyentuh 103,57% pada tahun 2034. Meski
demikian, rata-rata proyeksi masih terjaga di atas batas dasar likuiditas yaitu
sebesar 110,48%.
Secara inkremental, pelaksanaan transaksi memberikan kontribusi positif yang
sangat masif terhadap bantalan likuiditas perusahaan, dengan rata-rata
peningkatan mencapai +33,97% di sepanjang periode proyeksi. Hal ini
mengindikasikan bahwa transaksi tersebut efektif dalam merestrukturisasi aset ke
dalam bentuk yang jauh lebih likuid, memberikan MTWI fleksibilitas kas yang jauh
lebih kuat dibanding jika perusahaan berjalan tanpa transaksi.
Proyeksi Rasio Kecukupan Investasi
Rasio Kecukupan Investasi mengukur kemampuan aset investasi perusahaan dalam
menutupi estimasi cadangan teknis dan liabilitas klaim, dengan ambang batas
memadai yang ditetapkan OJK minimal sebesar 100%.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, kecukupan investasi menunjukkan
tren peningkatan yang signifikan dari sebesar 134,08% pada tahun 2026, melonjak
60
Page 79
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
signifikan hingga mencapai 190,38% di tahun 2034, dengan nilai rata-rata sebesar
161,55%. Sementara itu, tanpa dilakukannya Rencana Transaksi, rata-rata
kecukupan investasi diproyeksikan tercatat lebih rendah yaitu sebesar 129,12%.
Dampak inkremental dari adanya transaksi terhadap kecukupan investasi
menunjukkan penguatan dengan rata-rata sebesar +32,44%. Inkremental yang
eksponensial ini menunjukkan bahwa skenario dengan transaksi akan menciptakan
akumulasi aset investasi yang jauh lebih solid untuk memproteksi kewajiban
cadangan teknis perseroan.
Proyeksi Rasio Operasional
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Rasio Perimbangan Hasil Investasi
dengan Pendapatan Premi Neto yang mengukur seberapa besar perolehan imbal
hasil investasi mampu menopang pendapatan premi bersih perusahaan,
diproyeksikan menghasilkan rata-rata 4,72%, sedikit lebih tinggi +0,06% dibanding
skenario tanpa transaksi yang mencatatkan rata-rata sebesar 4,66% selama periode
proyeksi.
Sementara itu, Rasio Beban Klaim, Beban Usaha, dan Komisi yang mencerminkan
tingkat efisiensi operasional asuransi (combined ratio) diproyeksikan mencatatkan
rata-rata sebesar 68,43%, dengan porsi Beban Klaim Neto rata-rata 70,87%, Beban
Usaha rata-rata 9,77%, serta perolehan komisi neto yang memberikan dampak
efisiensi sebesar -12,21%. Struktur ini mengindikasikan efisiensi biaya operasional
yang masih terkendali dengan baik di bawah pendapatan premi neto. Selisih
inkremental antara dengan dan tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi tercatat
nihil atau 0,00%. Hal ini menunjukkan bahwa transaksi yang dilakukan murni
memengaruhi struktur neraca (aset, liabilitas, investasi) dan efisiensi portofolio,
namun tidak mengubah atau mendistorsi struktur biaya operasional dasar pada
bisnis underwriting asuransi.
Proyeksi Rasio Profitabilitas
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, kemampuan modal bersih
menghasilkan laba bersih diproyeksikan sangat optimal dengan rata-rata ROE
tahunan mencapai 23,88%. Tingkat ROE berkisar dari 21,27% pada tahun 2026 dan
memuncak pada tahun 2030 sebesar 27,81%. Sementara itu, tanpa dilakukannya
Rencana Transaksi, ROE diperkirakan sedikit lebih rendah namun tetap positif
dengan mencatatkan rata-rata sebesar 20,41% sepanjang periode proyeksi.
Selaras dengan pertumbuhan ROE, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, ROI
diproyeksikan tercatat stabil di kisaran 5,08% hingga 5,60%, menghasilkan rata-rata
ROI yang solid sebesar 5,30%. Sementara itu, tanpa dilaksanakannya Rencana
61
Page 80
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Transaksi, ROI menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, di mana hanya
mencatatkan rata-rata sebesar 1,33%.
Inkremental ROE dan ROI yang cukup besar antara dengan dan tanpa
dilaksanakannya Rencana Transaksi menjadi indikator utama bahwa skenario
dilaksanakannya Rencana Transaksi akan lebih efektif dalam memanfaatkan modal
bersih dan mengonversi aset menjadi laba bersih.
4.1.5 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan
Setelah Transaksi Dilakukan
Berikut ini adalah posisi keuangan sebelum transaksi dan proforma posisi keuangan
setelah transaksi dilakukan:
Tabel 26 Laporan Proforma Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Desember 2025 (Rp)
Penyesuaian Penyesuaian
Keterangan 2025 Setelah Transaksi
Transaksi (2026) Transaksi (2027)
ASET
Kas di bank 37.312.602.060 80.000.000.000 (80.000.000.000) 37.312.602.060
(Beban bunga pinjaman) (4.010.958.904) (3.967.123.288) (7.978.082.192)
Investasi
Deposito berjangka 101.529.400.000 101.529.400.000
Portofolio efek
Pada biaya perolehan 324.644.918.097 324.644.918.097
diamortisasi
Nilai wajar melalui 1.538.100.000 1.538.100.000
penghasilan
Investasi pada entitas anak 6.500.000.000 6.500.000.000
Piutang premi – neto - -
Piutang reasuransi - -
Piutang lain-lain 17.799.856.546 17.799.856.546
Aset reasuransi
Estimasi klaim retensi - -
sendiri
Premi yang belum - -
merupakan pendapatan
Aset Asuransi for RC
(Remaining Coverage)
Expected cashflow 741.100.149.463 741.100.149.463
Premium allocation 654.106.443.879 654.106.443.879
approach
Aset Asuransi for IC (Incurred
Claim)
Best estimate asset 1.662.789.684.019 1.662.789.684.019
Aset tetap - neto 37.381.468.570 37.381.468.570
Aset pajak tangguhan – neto 6.145.468.841 6.145.468.841
Aset lain-lain 9.563.845.702 9.563.845.702
62
Page 81
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Penyesuaian Penyesuaian
Keterangan 2025 Setelah Transaksi
Transaksi (2026) Transaksi (2027)
TOTAL ASET 3.600.411.937.177 75.989.041.096 (83.967.123.288) 3.592.433.854.985
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang klaim
Pihak berelasi 112.347 112.347
Pihak ketiga 71.821.148 71.821.148
Liabilitas reasuransi
Estimasi klaim retensi - -
sendiri
Premi yang belum - -
merupakan pendapatan
Utang reasuransi - -
Utang koasuransi - -
Utang komisi 921.220.786 921.220.786
Liabilitas asuransi for LRC
Expected cashflow 860.078.209.461 860.078.209.461
Premium allocation 1.140.761.261.029 1.140.761.261.029
approach
Liabilitas asuransi for LIC
Best estimate asset 1.108.832.844.654 1.108.832.844.654
Utang kepada pemegang - 80.000.000.000 (80.000.000.000) -
saham
Utang pajak 8.686.035.809 8.686.035.809
Utang lain-lain 62.311.878.760 62.311.878.760
Liabilitas sewa 4.793.341.122 4.793.341.122
Liabilitas imbalan kerja 8.075.562.559 8.075.562.559
TOTAL LIABILITAS 3.194.532.287.675 80.000.000.000 (80.000.000.000) 3.194.532.287.675
EKUITAS
Modal dasar 292.448.663.900 292.448.663.900
Tambahan modal disetor (3.486.662.946) (3.486.662.946)
Penghasilan komprehensif
lain
Cadangan revaluasi aset 5.467.526.837 5.467.526.837
tetap - neto setelah pajak
Saldo laba (defisit)
Telah ditentukan 132.651.594 132.651.594
penggunaannya
Belum ditentukan 111.317.470.117 (4.010.958.904) (3.967.123.288) 103.339.387.925
penggunaannya
TOTAL EKUITAS 405.879.649.502 (4.010.958.904) (3.967.123.288) 397.901.567.310
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.600.411.937.177 75.989.041.096 (83.967.123.288) 3.592.433.854.985
63
Page 82
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Berikut ini adalah laba (rugi) sebelum transaksi dan proforma laba (rugi) setelah
transaksi dilakukan.
Laporan Proforma Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
31 Desember 2025 (Rp)
Penyesuaian Penyesuaian
Keterangan 2025 Setelah Transaksi
Transaksi (2026) Transaksi (2027)
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan jasa asuransi 1.695.792.233.460 1.695.792.233.460
Pendapatan administrasi 2.534.455.654 2.534.455.654
Premi bruto - -
Premi reasuransi - -
Kenaikan premi yang belum
- -
merupakan pendapatan
Pendapatan underwriting
- -
lain-lain
Total pendapatan
1.698.326.689.114 1.698.326.689.114
underwriting
Beban underwriting
Beban jasa asuransi 1.262.674.200.683 1.262.674.200.683
Beban klaim asuransi 299.655.064.158 299.655.064.158
Pemulihan klaim dari - -
reasuradur
Beban klaim
Klaim bruto - -
Klaim reasuransi - -
Kenaikan (penurunan)
estimasi klaim retensi - -
sendiri
Beban klaim – neto 1.562.329.264.841 1.562.329.264.841
Beban komisi – neto - -
Beban underwriting lain-
2.603.085.972 2.603.085.972
lain
Total beban underwriting 1.564.932.350.813 1.564.932.350.813
Hasil underwriting 133.394.338.301 133.394.338.301
Hasil investasi 32.232.134.755 32.232.134.755
Penghasilan lain-lain – neto 6.132.705.530 6.132.705.530
Beban bunga (4.010.958.904) (3.967.123.288) (7.978.082.192)
PENDAPATAN USAHA - NETO 171.759.178.586 (4.010.958.904) (3.967.123.288) 163.781.096.394
BEBAN USAHA 82.656.015.656 82.656.015.656
LABA (RUGI) SEBELUM
MANFAAT (BEBAN) PAJAK 89.103.162.930 (4.010.958.904) (3.967.123.288) 81.125.080.738
PENGHASILAN
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
(18.004.726.705) (18.004.726.705)
PENGHASILAN
64
Page 83
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Penyesuaian Penyesuaian
Keterangan 2025 Setelah Transaksi
Transaksi (2026) Transaksi (2027)
LABA (RUGI) NETO TAHUN
71.098.436.225 (4.010.958.904) (3.967.123.288) 63.120.354.033
BERJALAN
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
pada periode berikutnya:
Surplus revaluasi aset tetap -
Pengukuran kembali liabilitas
795.956.343 795.956.343
imbalan kerja
Efek pajak terkait
Surplus revaluasi aset tetap -
Pengukuran kembali
(175.110.395) (175.110.395)
liabilitas imbalan kerja
Jumlah penghasilan
620.845.948 620.845.948
komprehensif lain
JUMLAH LABA (RUGI)
71.719.282.173 (4.010.958.904) (3.967.123.288) 63.741.199.981
KOMPREHENSIF
Sumber: Manajemen Perseroan
Penjelasan dan rincian penyesuaian penyusunan kompilasi informasi keuangan
proforma adalah sebagai berikut.
Proforma Posisi Keuangan
a. Kas di bank
Perseroan melakukan penyesuaian atas akun Kas di bank berdasarkan urutan
kronologis penerimaan pinjaman, pembayaran bunga berjalan, dan pelunasan
akhir pinjaman sebagai berikut.
- Perseroan mencatatkan penambahan kas masuk bersih sebesar
Rp75.989.041.096,- yang berasal dari penerimaan pokok fasilitas pinjaman
sebesar Rp80.000.000.000,- dikurangi dengan kewajiban pembayaran
beban bunga berjalan untuk periode tahun 2026 sebesar Rp4.010.958.904,-
.
- Perseroan mencatatkan pengurangan kas keluar bersih sebesar
Rp83.967.123.288,- yang berasal dari pelunasan seluruh pokok pinjaman
sebesar Rp80.000.000.000,- beserta sisa kewajiban pembayaran bunga
untuk periode tahun 2027 sebesar RpRp3.967.123.288,-.
65
Page 84
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
b. Liabilitas jangka pendek (Utang kepada pemegang saham)
Perseroan mencatat pengakuan liabilitas jangka pendek berupa utang pinjaman
pemegang saham sebesar Rp80.000.000.000,- yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun sejak tanggal pencairan dana (drawdown date).
c. Saldo Laba (Defisit)
Penyesuaian saldo rugi sebesar Rp7.978.082.192,- yang timbul dari transaksi
akumulasi pembebanan bunga pinjaman selama jangka waktu perjanjian
berlangsung.
Beban bunga proforma periode 2026 (4.010.958.904)
Beban bunga proforma periode 2027 (3.967.123.288)
Jumlah penyesuaian Saldo Laba (Rugi) (7.978.082.192)
Proforma Laba (Rugi)
a. Beban bunga
Perseroan melakukan penyesuaian atas beban bunga yang relevan pada laporan
proforma laba (rugi) untuk periode 2026 sebesar Rp4.010.958.904,-, dan
untuk periode 2027 sebesar Rp3.967.123.288,-.
b. Laba (Rugi) bersih tahun berjalan
Akibat adanya penyesuaian atas beban bunga dari transaksi pemegang saham,
laba bersih Perseroan mengalami penurunan dengan total sebesar
Rp7.978.082.192,- secara kumulatif setelah transaksi dilaksanakan.
Berdasarkan laporan keuangan sebelum Transaksi dan sesudah Transaksi per
tanggal 31 Desember 2025, terlihat bahwa Rencana Transaksi ini berperan sebagai
bridge financing atau siklus pendanaan jangka pendek. Pada tahun 2026, posisi
keuangan MTWI diperkuat dengan menambahkan aset likuid yang berasal dari dana
pokok pinjaman. Selama periode tersebut, dana akan diputar dan dimanfaatkan
untuk mendukung pengembangan usaha, sehingga dapat meningkatkan kapasitas
bisnis asuransi. Pada tahun selanjutnya, setelah usaha diharapkan berkembang dan
menghasilkan perputaran arus kas, pinjaman pokok dikembalikan secara utuh
kepada induk usaha, dengan konsekuensi biaya bunga kumulatif sebesar Rp7,98
miliar.
66
Page 85
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
4.1.6 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Transaksi
Kemampuan untuk melunasi fasilitas pinjaman dapat dilihat dari proyeksi kas MTWI.
Berikut adalah proyeksi kas MTWI terkait dengan kemampuan melunasi utang.
Tabel 27 Proyeksi Kas Terkait dengan Kemampuan Melunasi Utang (Rp.000)
Tahun Cash and Banks
2026 155.304.797
2027 229.892.792
2028 355.211.830
2029 487.088.273
2030 712.408.581
2031 1.020.292.757
2032 1.388.154.260
2033 1.673.333.178
2034 1.977.736.616
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan analisis terhadap proyeksi kas yang tersedia dengan dilaksanakannya
Rencana Transaksi, total kas dan bank MTWI pada akhir periode tahun 2026 sampai
dengan tahun 2034 diproyeksikan akan tetap positif. Kas dan setara kas MTWI
diperkirakan mengalami tren yang terus naik. Pada akhir tahun pertama proyeksi
(2026), posisi kas dan bank MTWI diperkirakan tercatat sebesar Rp155,30 miliar.
Ketersediaan kas atau likuiditas pada tahun 2026 ini memberikan jaminan
keamanan yang memadai untuk melunasi fasilitas pinjaman pemegang saham
sebesar Rp80,00 miliar yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun, yaitu pada
tahun 2027.
Meskipun terdapat arus kas keluar yang signifikan untuk melunasi pinjaman sebesar
Rp80,00 miliar, likuiditas MTWI diproyeksikan akan tetap tercatat positif pada akhir
periode. Hal ini tercermin dari posisi kas dan bank pada akhir tahun 2027 yang
diproyeksikan tercatat meningkat menjadi sebesar Rp229,89 miliar, meskipun telah
memperhitungkan pelunasan utang tersebut.
Setelah adanya pembayaran fasilitas pinjaman di tahun 2027, akumulasi internal
kas MTWI diproyeksikan meningkat signifikan, hingga pada akhir periode tahun
2034 diproyeksikan tercatat sebesar Rp1,98 triliun. Dengan demikian, MTWI
memiliki kapasitas likuiditas yang andal dan mitigasi risiko gagal bayar yang baik
untuk melunasi pinjaman dari pemegang saham.
67
Page 86
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
4.1.7 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi
Berdasarkan draft Perjanjian Pinjaman, diperoleh informasi bahwa MTWI tidak
diperbolehkan untuk membagikan dividen dalam bentuk apapun kepada pemegang
saham sampai dengan seluruh kewajiban pembayaran fasilitas pinjaman dinyatakan
lunas oleh BPII, kecuali diberikan persetujuan tertulis terlebih dahulu oleh BPII.
4.1.8 Analisis Tingkat Suku Bunga
Suku bunga atas fasilitas pinjaman yang berlaku adalah sebesar 10% (sepuluh
persen) terhitung sejak tanggal pencairan dana/ drawdown date dilakukan. Suku
bunga tersebut dapat berubah, dan BPII wajib memberitahukan perubahan tersebut
secara tertulis kepada MTWI paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sebelum suku bunga
baru diberlakukan.
4.2 Analisis Inkremental
4.2.1 Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan
Analisis inkremental dilakukan dengan membandingkan proyeksi tanpa
dilakukannya transaksi dan proyeksi dengan dilakukannya transaksi.
Inkremental Posisi Keuangan
Inkremental posisi keuangan adalah sebagai berikut.
Tabel 28 Inkremental Posisi Keuangan (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
ASSETS
Investment
Time deposit 80.000.000 - - - -
Marketable securities - 511.302 506.906 502.557 250.737 -
Corporate bonds
Marketable securities - (511.302) (506.906) (502.557) (250.737) -
Government bonds
Marketable securities - Invest - - - - -
in KARK & MAIPARK
Investment in subsidiary (BPP) - - - - -
Total Investment 80.000.000 - - - -
Non Investment
Cash and banks 5.531.107 20.807.142 55.833.020 113.019.629 217.429.497
Premium receivables - - - - -
Reinsurance receivables - - - - -
Asset reinsurance - - - - -
Claim reserve - Re - - - - -
68
Page 87
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Unearned premium reserve - Re - - - - -
Investment receivables - - - - -
Other receivables (6.065.784) (20.017.087) (50.285.348) (100.032.574) (192.433.265)
Prepayments (932.158) (2.610.043) (5.490.413) (10.283.571) (18.087.693)
Fixed assets, net - - - - -
Deferred tax assets - - - - -
Other assets (749.831) (1.803.612) (3.520.055) (6.257.649) (10.559.551)
Total Non Investment (2.216.667) (3.623.600) (3.462.796) (3.554.164) (3.651.014)
TOTAL ASSETS 77.783.333 (3.623.600) (3.462.796) (3.554.164) (3.651.014)
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITIES
Claims payables - - - - -
Coinsurance payables - - - - -
Reinsurance payables - - - - -
Commissions payables - - - - -
Taxes payables (1.026.667) (1.436.600) (1.522.796) (1.614.164) (1.711.014)
Other payables - - - - -
Lease liabilities - - - - -
Employee benefit liabilities - - - - -
Shareholder loan 80.000.000 - - - -
Technical reserves
Claim reserves - Gross - - - - -
Unearned premium reserves - - - - -
- Gross
Total Liabilities 78.973.333 (1.436.600) (1.522.796) (1.614.164) (1.711.014)
EQUITY
Capital stock - - - - -
Right Issue - - - - -
Additional PIC - - - - -
Dividend - 238.000 485.000 485.000 485.000
OCI of fixed assets revaluation - - - - -
Retained earnings - - - - - -
Appropriated
Retained earnings - - (1.190.000) (2.425.000) (2.425.000) (2.425.000)
Unappropriated
Current income (losses) (1.190.000) (1.235.000) - - -
Current other comprehensive - - - - -
income of EBO
Total equity (1.190.000) (2.187.000) (1.940.000) (1.940.000) (1.940.000)
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 77.783.333 (3.623.600) (3.462.796) (3.554.164) (3.651.014)
69
Page 88
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2031 2032 2033 2034
ASSETS
Investment
Time deposit - - - -
Marketable securities - - - - -
Corporate bonds
Marketable securities - - - - -
Government bonds
Marketable securities - Invest - - - -
in KARK & MAIPARK
Investment in subsidiary (BPP) - - - -
Total Investment - - - -
Non Investment
Cash and banks 501.343.673 773.285.284 1.034.410.804 1.286.382.334
Premium receivables - - - -
Reinsurance receivables - - - -
Asset reinsurance - - - -
Claim reserve - Re - - - -
Unearned premium reserve - Re - - - -
Investment receivables - - - -
(455.527.228) (694.873.497) (912.601.671) (1.100.218.374
Other receivables )
Prepayments (32.323.098) (54.714.516) (92.039.566) (149.023.919)
Fixed assets, net - - - -
Deferred tax assets - - - -
Other assets (17.247.022) (27.559.766) (33.747.412) (41.240.157)
Total Non Investment (3.753.674) (3.862.495) (3.977.845) (4.100.115)
TOTAL ASSETS (3.753.674) (3.862.495) (3.977.845) (4.100.115)
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITIES
Claims payables - - - -
Coinsurance payables - - - -
Reinsurance payables - - - -
Commissions payables - - - -
Taxes payables (1.813.674) (1.922.495) (2.037.845) (2.160.115)
Other payables - - - -
Lease liabilities - - - -
Employee benefit liabilities - - - -
Shareholder loan - - - -
Technical reserves
Claim reserves - Gross - - - -
Unearned premium reserves - - - -
- Gross
Total Liabilities (1.813.674) (1.922.495) (2.037.845) (2.160.115)
EQUITY
Capital stock - - - -
Right Issue - - - -
Additional PIC - - - -
Dividend 485.000 485.000 485.000 485.000
70
Page 89
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2031 2032 2033 2034
OCI of fixed assets revaluation - - - -
Retained earnings - - - - -
Appropriated
Retained earnings - (2.425.000) (2.425.000) (2.425.000) (2.425.000)
Unappropriated
Current income (losses) - - - -
Current other comprehensive - - - -
income of EBO
Total equity (1.940.000) (1.940.000) (1.940.000) (1.940.000)
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY (3.753.674) (3.862.495) (3.977.845) (4.100.115)
Dari tabel posisi keuangan inkremental di atas, pada tahun awal proyeksi 2026,
Rencana Transaksi diperkirakan akan memberikan nilai tambah bersih terhadap
total aset sebesar Rp77,78 miliar, yang utamanya diperoleh dari penempatan
investasi pada deposito berjangka sebesar Rp80,00 miliar. Namun, inkremental aset
mencatatkan nilai negatif untuk tahun-tahun selanjutnya secara konsisten hingga
tahun 2034 mencapai negatif Rp4,10 miliar. Kondisi penurunan nilai inkremental
diproyeksikan terutama disebabkan oleh akun piutang lain-lain (other receivables)
dan biaya dibayar dimuka (prepayments). Meski demikian, nilai negatif inkremental
ini secara akumulatif tidak lebih besar daripada nilai tambah yang diperoleh dari
penempatan investasi pada deposito berjangka pada awal tahun periode proyeksi.
Inkremental Laba Rugi
Inkremental laba rugi MTWI adalah sebagai berikut.
Tabel 29 Inkremental Laba Rugi (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
UNDERWRITING INCOME
GROSS PREMIUM WRITTEN - - - - -
REINSURANCE PREMIUM - - - - -
(INCREASE) DECREASE - - - - -
UNEARNED PREMIUM
(PYBMP)
OTHER UW INCOME - - - - -
TOTAL UNDERWRITING - - - - -
INCOME
Growth Per Year
UNDERWRITING EXPENSE
CLAIM EXPENSES (NET) - - - - -
CLAIM HANDLING - - - - -
EXPENSES
COMMISSION EXPENSES - - - - -
(NET)
OTHER UW EXPENSES - - - - -
71
Page 90
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
TOTAL UNDERWRITING - - - - -
EXPENSES
To Income
UNDERWRITING RESULT - - - - -
Profit Margin
OPERATING EXPENSES,
INVESTMENT AND OTHER
INCOME (EXPENSES)
INVESTMENT INCOME 2.450.000 1.750.000 - - -
OPERATING EXPENSES - - - - -
OTHER INCOME (EXPENSES) (4.666.667) (3.333.333) - - -
TOTAL (2.216.667) (1.583.333) - - -
- - -
PROFIT (LOSS) FROM (2.216.667) (1.583.333) - - -
OPERATION
Operating Profit Margin
INCOME TAXES 1.026.667 348.333 - - -
PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR (1.190.000) (1.235.000) - - -
Net Profit Margin
Keterangan 2031 2032 2033 2034
UNDERWRITING INCOME
GROSS PREMIUM WRITTEN - - - -
REINSURANCE PREMIUM - - - -
(INCREASE) DECREASE - - - -
UNEARNED PREMIUM
(PYBMP)
OTHER UW INCOME - - - -
TOTAL UNDERWRITING - - - -
INCOME
Growth Per Year
UNDERWRITING EXPENSE
CLAIM EXPENSES (NET) - - - -
CLAIM HANDLING - - - -
EXPENSES
COMMISSION EXPENSES - - - -
(NET)
OTHER UW EXPENSES - - - -
TOTAL UNDERWRITING - - - -
EXPENSES
To Income
UNDERWRITING RESULT - - - -
Profit Margin
72
Page 91
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
Keterangan 2031 2032 2033 2034
OPERATING EXPENSES,
INVESTMENT AND OTHER
INCOME (EXPENSES)
INVESTMENT INCOME - - - -
OPERATING EXPENSES - - - -
OTHER INCOME (EXPENSES) - - - -
- NET
TOTAL - - - -
- - - -
PROFIT (LOSS) FROM - - - -
OPERATION
Operating Profit Margin
INCOME TAXES - - - -
PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR - - - -
Net Profit Margin
Dari tabel laba rugi inkremental di atas, Rencana Transaksi diproyeksikan
memberikan dampak negatif terhadap laba tahun berjalan sebesar negatif Rp1,19
miliar pada tahun 2026 dan sebesar negatif Rp1,24 miliar pada tahun 2027.
Selanjutnya, Rencana Transaksi diproyeksikan tidak memberikan dampak
inkremental selama periode 2028—2034.
4.2.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak manajemen MTWI, biaya yang
muncul akibat dilaksanakannya transaksi antara lain adalah seluruh pengeluaran,
meterai, dan biaya lain yang timbul dalam persiapan, penandatanganan,
pengurusan, permintaan, dan pelaksanaan dari Rencana Transaksi, termasuk
pembayaran bunga dilakukan secara bersih dimana segala bentuk pajak yang timbul
atas bunga tersebut menjadi tanggung jawab MTWI.
4.2.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah MTWI dapat memperoleh tambahan
dana yang dibutuhkan untuk memperkuat posisi keuangan dan mendukung
pengembangan usahanya. Dengan adanya dukungan dana dari induk usaha, MTWI
dapat memperkokoh posisi keuangan secara instan tanpa perlu menghadapi
proses/birokrasi pinjam meminjam yang rumit dengan pihak lain.
73
Page 92
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
4.3 Analisis Kelayakan
a. Net Present Value (NPV)
NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
tahun sampai akhir tahun periode proyeksi. Dengan membandingkan antara
total investasi yang dikeluarkan pada awal periode dan total arus kas yang akan
diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila transaksi tersebut
menghasilkan NPV positif maka transaksi ini layak dilaksanakan apabila
menghasilkan NPV negatif maka transaksi ini tidak layak dilaksanakan.
𝑇
𝐶𝐹𝑡
𝑁𝑃𝑉 = ∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝑟)𝑡
𝑡−1
NPV : Net Present Value
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana Transaksi:
Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000)
Tahun FCFF Discount Factor PV FCFF
2026 (712.130.468) 0,933 (664.106.733)
2027 73.569.969 0,870 63.981.911
2028 133.449.588 0,811 108.231.129
2029 151.042.627 0,756 114.238.580
2030 276.581.035 0,705 195.080.554
2031 378.686.033 0,658 249.085.924
2032 448.954.045 0,613 275.391.229
2033 369.358.892 0,572 211.288.126
2034 435.953.792 0,533 232.565.510
NPV 785.756.230
a. Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka transaksi ini layak
dilaksanakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka transaksi ini
tidak layak dilaksanakan.
74
Page 93
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
𝑇
𝐶𝐹𝑡
0= ∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝐼𝑅𝑅)𝑡
𝑡−1
IRR : Internal Rate of Return
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Berikut adalah perhitungan IRR dari Rencana Transaksi:
Tabel 31 Perhitungan IRR
FCFF PV FCFF
Keterangan
(Rp.000) (Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
2026 (712.130.468) (567.118.385)
2027 73.569.969 46.658.298
2028 133.449.588 67.399.972
2029 151.042.627 60.751.383
2030 276.581.035 88.591.733
2031 378.686.033 96.597.135
2032 448.954.045 91.201.296
2033 369.358.892 59.753.292
2034 435.953.792 56.165.276
NPV 0
IRR = 25,57%
b. Profitability Index (PI)
PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal
periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode proyeksi.
Apabila PI dihasilkan sama dengan 1 (satu) maka arus kas dari transaksi setiap
tahun tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka
nilai arus kas yang dihasilkan dari transaksi setiap tahun menghasilkan nilai
tambah bagi Perseroan sedangkan PI lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus
kas yang dihasilkan dari transaksi setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah
bagi Perseroan.
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
𝑃𝐼 =
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )
PI : Profitability Index
CFI : nilai kini seluruh arus kas masuk
75
Page 94
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
CFo : nilai kini seluruh arus kas keluar
Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana Transaksi:
Tabel 32 Perhitungan PI
PV FCFF
Keterangan
(Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
Arus kas masuk 1.785.670.502
Arus kas keluar (999.914.272)
PI 1,78582
c. Payback Period (PP)
Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
investasi.
Tabel 33 Perhitungan PP
NCF
No Tahun Faktor
(Rp.000)
1 (712.130.468) 2026 1,00
2 (638.560.499) 2027 1,00
3 (505.110.910) 2028 1,00
4 (354.068.283) 2029 1,00
5 (77.487.248) 2030 1,00
6 301.198.785 2031 0,20
Total 5,20
Payback Period 5 Tahun 2 Bulan
Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap Rencana Transaksi,
diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut.
Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
EBITDA 137.667.721 171.791.176 194.597.781 274.911.025 314.503.974
CASH OUT FLOW
- Tax (34.647.103) (41.255.803) (46.338.165) (71.832.696) (68.222.301)
- Interest ( i x T ) (1.026.667) (733.333) - - -
- Investment outlays – exist (696.249.100) - - - -
- Capital expenditure/CAPEX (4.000.000) (4.000.000) (12.000.000) (4.000.000) (4.000.000)
+/- Working Capital (113.875.319) (52.232.070) (2.810.028) (48.035.702) 34.299.362
TOTAL (849.798.189) (98.221.207) (61.148.193) (123.868.398) (37.922.939)
NET CASH FLOW (712.130.468) 73.569.969 133.449.588 151.042.627 276.581.035
Discount factor (7,23%) 0,9326 0,8697 0,8110 0,7563 0,7053
DISCOUNTED CASH FLOW (664.106.733) 63.981.911 108.231.129 114.238.580 195.080.554
76
Page 95
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
PROCEED (712.130.468) (638.560.499) (505.110.910) (354.068.283) (77.487.248)
PRESENT VALUE KAS MASUK 128.383.863 149.402.370 157.823.923 207.924.384 221.828.693
PRESENT VALUE KAS KELUAR (792.490.597) (85.420.459) (49.592.794) (93.685.804) (26.748.139)
2031 2032 2033 2034
Keterangan TOTAL
6,00 7,00 8,00 9,00
EBITDA 340.723.330 378.777.092 392.584.029 448.528.668 2.654.084.796
CASH OUT FLOW
- Tax (72.617.684) (80.983.319) (85.465.486) (88.106.107) (589.468.665)
- Interest ( i x T ) - - - - (1.760.000)
- Investment outlays – exist - - - - (696.249.100)
- Capital expenditure/CAPEX (4.000.000) (12.000.000) (4.000.000) (4.000.000) (52.000.000)
+/- Working Capital 114.580.388 163.160.272 66.240.349 79.531.231 240.858.482
TOTAL 37.962.703 70.176.953 (23.225.137) (12.574.877) (1.098.619.284)
NET CASH FLOW 378.686.033 448.954.045 369.358.892 435.953.792 1.555.465.512
Discount factor (7,23%) 0,6578 0,6134 0,5720 0,5335
DISCOUNTED CASH FLOW 249.085.924 275.391.229 211.288.126 232.565.510 785.756.230
PROCEED 301.198.785 750.152.829 1.119.511.721 81.885.508
PRESENT VALUE KAS MASUK 224.115.436 232.344.246 224.573.837 239.273.750 1.785.670.502
PRESENT VALUE KAS KELUAR 24.970.488 43.046.983 (13.285.712) (6.708.240) (999.914.272)
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 25,57%
NET PRESENT VALUE, NPV 785.756.230
PROFITABILITY INDEX, PI 1,78582
PAYBACK PERIOD, PP 5 Tahun 2 Bulan
Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa dengan dilakukannya
transaksi didapat kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 25,57% yang berarti di atas tingkat discount
rate yang sebesar 7,23%.
• Net Present Value ( NPV ) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar
Rp785.756.230.000,-.
• Profitability Index ( PI ) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,78582 yang berarti lebih besar dari 1.
77
Page 96
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
• Payback Period ( PP )
akan diperoleh dalam waktu 5 tahun dan 2 bulan.
4.4 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan pendapatan, kenaikan
biaya investasi, kenaikan struktur biaya, dan kenaikan discount rate yang
berpengaruh terhadap kelayakan dengan dilakukannya transaksi yang digambarkan
dengan grafik sensitivitas sebagai berikut.
Gambar 15 Analisis Sensitivitas
900.000.000
800.000.000
700.000.000
600.000.000
NPV (Rp.000)
500.000.000
400.000.000
300.000.000
200.000.000
100.000.000
0
NORMAL 5,00% 10,00% 15,00% 20,00%
PENDAPATAN TURUN STRUKTUR BIAYA NAIK
BIAYA INVESTASI NAIK DISCOUNT RATE NAIK
Berdasarkan grafik sensitivitas terlihat bahwa kelayakan dengan dilakukannya
transaksi lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan.
78
Page 97
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
5 ANALISIS ATAS JAMINAN
Berdasarkan informasi dari manajemen MTWI, diperoleh informasi bahwa
peminjaman dana akan dilakukan tanpa jaminan.
79
Page 98
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
6 ANALISIS KEWAJARAN TRANSAKSI
Dalam hal pemenuhan Pasal 93 ayat (2) Peraturan No. 35/POJK.04/2020, berikut ini
kami menegaskan pendapat kewajaran untuk setiap unsur analisis yang mendasari
Rencana Transaksi.
Dari sisi analisis transaksi, kami berpendapat bahwa transaksi yang akan dilakukan
bersifat wajar. Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat bahwa BPII
merupakan pemegang saham pengendali MTWI dengan persentase kepemilikan
saham per 31 Desember 2025 sebesar 85,90%. Namun, Rencana Transaksi ini bukan
merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 karena tidak terdapat
perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan dan kepentingan ekonomis
pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau
pengendali yang dapat merugikan Perusahaan. Selain itu, Rencana Transaksi tidak
memenuhi kriteria Transaksi Material sesuai Peraturan No. 17/POJK.04/2020 karena
transaksi tidak lebih dari ambang batas 20% ekuitas Perseroan, atau hanya sebesar
19,60%. Dari sisi perjanjian pinjaman, Rencana Transaksi dinilai bersifat wajar
(arm’s length), yang tercermin dari pengenaan suku bunga kompetitif sebesar
10,00% per tahun yang disesuaikan dengan indikasi suku bunga pasar yang berlaku.
Meskipun transaksi akan dilakukan tanpa jaminan, dalam perjanjian ditegaskan
mengenai komitmen penyelesaian kewajiban menjadi prioritas utama bagi MTWI
yang harus melunasi fasilitas pinjaman dalam jangka waktu satu tahun.
Dari sisi analisis kualitatif, kami berpendapat bahwa pertimbangan manajemen
dalam melakukan Rencana Transaksi adalah wajar karena pelaksanaan Rencana
Transaksi memberikan keuntungan strategis bagi stabilitas operasional MTWI.
Dengan adanya dukungan dana dari BPII selaku induk usaha, MTWI dapat
memperkokoh posisi keuangan secara instan tanpa perlu menghadapi
proses/birokrasi pinjam meminjam yang rumit dengan pihak lain. Penguatan posisi
keuangan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas MTWI dalam menanggung risiko
asuransi yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan
nasabah/pelanggan, mitra bisnis, serta regulator. Sementara itu, bagi BPII,
keuntungan kualitatif tercermin pada terjaganya nilai investasi operasional dan
keberlangsungan bisnis anak perusahaan. Namun, terdapat potensi kerugian
kualitatif seperti ketergantungan finansial yang tinggi terhadap induk usaha yang
menyebabkan berkurangnya fleksibilitas MTWI dalam mencari alternatif pendanaan
eksternal yang lebih independen di masa depan.
Dari sisi kuantitatif, kami berpendapat bahwa seluruh dampak keuangan dan
parameter proyeksi yang dihasilkan adalah wajar. Berdasarkan analisis inkremental,
Rencana Transaksi diperkirakan akan memberikan nilai tambah bersih terhadap
80
Page 99
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
total aset sebesar Rp77,78 miliar, yang utamanya diperoleh dari penempatan
investasi pada deposito berjangka. Namun, inkremental aset mencatatkan nilai
negatif untuk tahun-tahun selanjutnya secara konsisten hingga tahun 2034
mencapai negatif Rp4,10 miliar. Meski demikian, nilai negatif inkremental ini secara
akumulatif tidak lebih besar daripada nilai tambah yang diperoleh dari penempatan
investasi pada deposito berjangka pada awal tahun periode proyeksi. Kelayakan
kuantitatif ini didukung secara mutlak oleh indikator kelayakan investasi yang
melampaui parameter layak, dengan nilai IRR sebesar 25,57% di atas discount rate
7,23%, NPV positif senilai Rp785.756.230.000,-, Profitability Index (PI) sebesar
1,78582 (lebih besar dari 1), serta Payback Period (PP) selama 5 tahun 2 bulan.
Dari sisi analisis atas faktor lain yang relevan, kami berpendapat bahwa faktor non-
keuangan yang melandasi transaksi ini adalah wajar, dimana dana pinjaman yang
diperuntukkan dan dipergunakan untuk memperkuat posisi keuangan dan
mendukung pengembangan usaha akan ditempatkan dalam instrumen deposito
berjangka dan portofolio efek yang aman serta likuid. Penempatan ini berfungsi
untuk menghasilkan pendapatan investasi neto (yield) yang dapat memitigasi atau
memperkecil dampak biaya bunga pinjaman. Dengan posisi keuangan yang lebih
kokoh, Perseroan akan memiliki fleksibilitas dan kredibilitas yang lebih tinggi untuk
melakukan pengembangan usaha.
81
Page 100
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
7 ANALISIS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
Dana dari Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang Saham dengan nilai pokok pinjaman
sebanyak-banyaknya sebesar Rp80.000.000.000,- akan diperuntukkan dan
dipergunakan untuk memperkuat posisi keuangan dan mendukung pengembangan
usaha dengan cara termasuk namun tidak terbatas pada menempatkan sebagian dana
dalam instrumen deposito berjangka dan portofolio efek yang aman serta likuid.
Penempatan ini berfungsi sebagai bantalan likuiditas yang kuat sehingga menghasilkan
pendapatan investasi neto (yield) yang dapat memitigasi atau memperkecil dampak
biaya bunga pinjaman sebesar 10%. Dengan posisi keuangan yang lebih kokoh,
Perseroan akan memiliki fleksibilitas dan kredibilitas yang lebih tinggi untuk
melakukan pengembangan usaha, memperbesar kapasitas penutupan premi
(underwriting), serta mendorong pertumbuhan bisnis asuransi umum secara
berkelanjutan.
82
Page 101
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
8 KESIMPULAN PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif
atas Rencana Transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor lain
yang relevan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pinjaman Pemegang
Saham dari BPII kepada MTWI adalah Wajar.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun
tidak terbatas pada perubahan kondisi, baik secara internal maupun secara eksternal
yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan
tersebut di atas, maka kesimpulan mengenai kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin
berbeda.
83
Page 102
Pendapat Kewajaran
PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk
9 KUALIFIKASI PENILAI USAHA
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal 28 Desember 2012,
dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan dengan Izin KJPP
No. 2.12.0113.
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
Terdaftar OJK : No. KEP-282/KS.13/2026.
84
Page 103
LAMPIRAN PROYEKSI KEUANGAN
Page 104
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
ASUMSI - ASUMSI Lampiran 1
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00
Jumlah Hari Dalam Setahun Hari 365 365 365 365 365 365 365 365 365
Jumlah Hari Operasional Dalam Setahun Hari 264 264 264 264 264 264 264 264 264
Jumlah Bulan Operasional Dalam Setahun Bulan 12 12 12 12 12 12 12 12 12
STRUKTUR PENDAPATAN
UNDERWRITING INCOME
GROSS PREMIUM WRITTEN Growth 9,55% 9,35% 9,53% 7,19% 7,27% 6,07% 6,28% 7,44%
REINSURANCE PREMIUM To Gross Premium Written 69,86% 69,80% 69,98% 70,19% 70,43% 70,68% 70,87% 71,08% 71,35%
(INCREASE) DECREASE UNEARNED PREMIUM (PYBMP) To Gross Premium Written -6,58% -2,85% -3,84% -2,10% -1,65% -1,62% -1,41% -1,39% -1,62%
OTHER UW INCOME To Gross Premium Written 0,14% 0,14% 0,14% 0,14% 0,14% 0,14% 0,14% 0,14% 0,13%
UNDERWRITING INCOME
GROSS PREMIUM WRITTEN Rp.000 2.563.103.961 2.807.787.056 3.070.332.043 3.362.955.680 3.604.880.986 3.866.802.952 4.101.415.752 4.358.997.964 4.683.162.564
REINSURANCE PREMIUM Rp.000 (1.790.555.649) (1.959.779.003) (2.148.592.452) (2.360.338.925) (2.538.883.892) (2.732.969.856) (2.906.855.611) (3.098.506.216) (3.341.465.870)
(INCREASE) DECREASE UNEARNED PREMIUM (PYBMP) Rp.000 -168.607.643 -80.044.888 -117.938.856 -70.525.255 -59.585.406 -62.635.822 -57.700.709 -60.755.254 -76.100.457
OTHER UW INCOME Rp.000 3.543.877 3.905.606 4.270.386 4.672.205 4.980.098 5.309.981 5.597.090 5.916.759 6.313.769
TOTAL UNDERWRITING INCOME Rp.000 607.484.545 771.868.772 808.071.121 936.763.704 1.011.391.787 1.076.507.255 1.142.456.522 1.205.653.252 1.271.910.006
STRUKTUR BIAYA
UNDERWRITING EXPENSE
CLAIM EXPENSES (NET) To UW Income 54,82% 53,85% 52,29% 49,19% 48,36% 48,29% 46,88% 47,73% 48,91%
CLAIM HANDLING EXPENSES To UW Income 26,51% 29,22% 31,08% 29,99% 30,27% 30,73% 31,15% 31,47% 31,98%
COMMISSION EXPENSES (NET) To UW Income -12,90% -11,77% -13,10% -13,14% -13,60% -14,27% -14,67% -15,17% -16,03%
OTHER UW EXPENSES To UW Income 0,34% 0,28% 0,27% 0,24% 0,23% 0,23% 0,22% 0,21% 0,21%
OPERATING EXPENSES, INVESTMENT AND OTHER INCOME (EXPENSES)
INVESTMENT INCOME To UW Income 5,51% 5,10% 5,66% 5,37% 5,59% 5,48% 5,29% 5,14% 4,97%
OPERATING EXPENSES Growth 2,44% 3,20% 3,30% 3,37% 3,19% 3,47% 3,56% 3,66%
OTHER INCOME (EXPENSES) - NET To UW Income -1,12% -0,68% -0,20% -0,13% -0,07% -0,01% 0,03% 0,06% 0,09%
TINGKAT BUNGA
KI p.a. 8,59% 8,59% 8,59% 8,59% 8,59% 8,59% 8,59% 8,59% 8,59%
KMK p.a. 8,22% 8,22% 8,22% 8,22% 8,22% 8,22% 8,22% 8,22% 8,22%
TARIF PAJAK
PPh Badan To EBT 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Page 105
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI POSISI KEUANGAN Lampiran 2
Rp.000
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
ASSETS
Investment
Time deposit 140.821.000 73.708.000 87.851.000 103.395.000 110.072.000 113.659.000 117.466.000 121.516.000 125.875.000
Marketable securities - Stock (MREI) - - - - - - - - -
Marketable securities - Corporate bonds 18.745.299 25.210.354 31.555.392 40.924.051 45.037.683 49.501.113 52.271.853 55.148.824 60.145.320
Marketable securities - Government bonds 528.644.701 638.164.646 759.099.608 889.635.949 945.609.317 973.426.887 1.004.923.147 1.038.499.176 1.072.734.680
Marketable securities - Invest in KARK & MAIPARK 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100 1.538.100
Investment in subsidiary (BPP) 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000
Total Investment 696.249.100 745.121.100 886.544.100 1.041.993.100 1.108.757.100 1.144.625.100 1.182.699.100 1.223.202.100 1.266.793.100
Non Investment
Cash and banks 155.304.797 229.892.792 355.211.830 487.088.273 712.408.581 1.020.292.757 1.388.154.260 1.673.333.178 1.977.736.616
Premium receivables 739.659.081 798.109.974 862.029.186 932.043.286 1.007.095.988 1.060.767.871 1.117.697.157 1.178.202.809 1.243.209.525
Reinsurance receivables 447.118.282 469.974.737 494.741.978 522.130.814 551.459.781 575.079.633 599.993.543 624.497.004 652.404.816
Asset reinsurance
Claim reserve - Re 986.736.897 1.067.861.290 1.165.636.149 1.273.348.685 1.389.376.405 1.514.455.172 1.726.634.850 1.953.035.523 2.197.622.908
Unearned premium reserve - Re 768.925.845 829.469.234 908.458.560 1.002.434.539 1.082.796.508 1.171.449.183 1.251.106.949 1.336.961.563 1.449.801.192
Investment receivables 10.426.289 12.222.929 14.364.286 16.690.686 19.167.304 21.724.624 24.367.611 27.101.731 29.933.931
Other receivables 11.265.027 14.644.535 19.037.896 24.749.265 32.174.044 38.608.853 46.330.623 50.963.685 56.060.054
Prepayments 9.462.740 11.638.882 14.373.907 17.857.735 22.170.350 25.974.737 30.431.509 33.251.174 36.409.967
Fixed assets, net 37.625.325 36.908.330 44.076.670 43.121.901 42.034.917 40.805.893 47.424.234 45.878.500 44.156.346
Deferred tax assets 15.335.967 17.378.128 26.478.458 15.843.649 15.376.947 16.045.229 18.218.359 18.982.925 21.663.819
Other assets 2.262.883 2.715.460 3.258.552 3.910.262 4.692.315 5.630.777 6.756.933 7.432.626 8.175.889
Total Non Investment 3.184.123.133 3.490.816.292 3.907.667.471 4.339.219.095 4.878.753.139 5.490.834.730 6.257.116.029 6.949.640.718 7.717.175.064
TOTAL ASSETS 3.880.372.233 4.235.937.392 4.794.211.571 5.381.212.195 5.987.510.239 6.635.459.830 7.439.815.129 8.172.842.818 8.983.968.164
LIABILITIES AND EQUITY - NET
LIABILITIES
Claims payables 20.942.513 25.117.593 29.530.972 34.391.619 39.582.742 45.139.837 50.840.618 56.594.280 63.055.913
Coinsurance payables 5.084.624 5.084.624 5.084.624 5.084.624 5.084.624 5.084.624 5.084.624 5.084.624 5.084.624
Reinsurance payables 661.654.496 682.555.239 705.431.304 730.521.389 757.483.906 786.482.226 817.309.787 850.148.857 885.534.581
Commissions payables 73.967.386 75.180.465 76.498.245 77.932.114 79.462.967 81.098.465 82.827.403 84.661.474 86.624.085
Taxes payables 78.615.432 126.630.322 189.666.637 284.203.084 387.485.321 501.521.442 628.971.092 666.709.358 706.711.920
Other payables 62.269.965 67.874.261 73.982.945 80.641.410 87.899.137 95.810.059 104.432.965 113.831.931 124.076.805
Lease liabilities 5.815.089 5.507.640 15.200.191 14.892.743 14.585.294 14.277.845 23.970.396 23.662.947 23.355.498
Employee benefit liabilites 12.099.805 14.795.080 17.759.883 21.021.166 24.608.577 28.554.729 32.895.496 37.670.340 42.922.669
Shareholder loan 80.000.000 - - - - - - - -
Techincal reserves
Claim reserves - Gross 1.103.263.924 1.220.477.058 1.361.370.908 1.516.042.231 1.682.017.952 1.860.245.671 2.162.081.864 2.483.105.757 2.828.465.592
Unearned premium reserves - Gross 1.284.235.316 1.420.653.142 1.613.202.351 1.773.105.662 1.908.225.219 2.054.444.506 2.186.480.311 2.327.501.375 2.510.573.217
Total Liabilities 3.387.948.551 3.643.875.425 4.087.728.059 4.537.836.041 4.986.435.738 5.472.659.403 6.094.894.554 6.648.970.944 7.276.404.904
EQUITY - NET
Capital stock 292.448.664 292.448.664 292.448.664 292.448.664 292.448.664 292.448.664 292.448.664 292.448.664 292.448.664
Right Issue - - - - - - - - -
Additional PIC (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663) (3.486.663)
Dividend (31.118.574) (48.957.108) (72.452.471) (127.619.235) (204.442.997) (298.251.841) (400.465.749) (514.199.371) (631.273.339)
OCI of fixed assets revaluation 5.467.527 5.467.527 5.467.527 5.467.527 5.467.527 5.467.527 5.467.527 5.467.527 5.467.527
Retained earnings - Appropriated 32.652 32.652 32.652 32.652 32.652 32.652 32.652 32.652 32.652
Retained earnings - Unappropriated 139.887.409 229.080.077 346.556.895 484.473.805 676.533.209 911.055.318 1.166.590.088 1.450.924.144 1.743.609.065
Current income (losses) 89.192.668 117.476.818 137.916.909 192.059.405 234.522.109 255.534.770 284.334.056 292.684.921 300.765.354
Current other comprehensive income of EBO - - - - - - - - -
Total equity 492.423.682 592.061.967 706.483.513 843.376.154 1.001.074.501 1.162.800.427 1.344.920.575 1.523.871.873 1.707.563.259
TOTAL LIABILITIES & EQUITY 3.880.372.233 4.235.937.392 4.794.211.571 5.381.212.195 5.987.510.239 6.635.459.830 7.439.815.129 8.172.842.818 8.983.968.164
Page 106
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
PROYEKSI LABA RUGI Lampiran 3
Rp.000
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
UNDERWRITING INCOME
GROSS PREMIUM WRITTEN 2.563.103.961 2.807.787.056 3.070.332.043 3.362.955.680 3.604.880.986 3.866.802.952 4.101.415.752 4.358.997.964 4.683.162.564
REINSURANCE PREMIUM (1.790.555.649) (1.959.779.003) (2.148.592.452) (2.360.338.925) (2.538.883.892) (2.732.969.856) (2.906.855.611) (3.098.506.216) (3.341.465.870)
(INCREASE) DECREASE UNEARNED PREMIUM (PYBMP) (168.607.643) (80.044.888) (117.938.856) (70.525.255) (59.585.406) (62.635.822) (57.700.709) (60.755.254) (76.100.457)
OTHER UW INCOME 3.543.877 3.905.606 4.270.386 4.672.205 4.980.098 5.309.981 5.597.090 5.916.759 6.313.769
TOTAL UNDERWRITING INCOME 607.484.545 771.868.772 808.071.121 936.763.704 1.011.391.787 1.076.507.255 1.142.456.522 1.205.653.252 1.271.910.006
Growth Per Year 27,06% 4,69% 15,93% 7,97% 6,44% 6,13% 5,53% 5,50%
UNDERWRITING EXPENSE
CLAIM EXPENSES (NET) (333.025.656) (415.679.200) (422.551.547) (460.827.017) (489.148.726) (519.839.425) (535.613.615) (575.511.957) (622.147.696)
CLAIM HANDLING EXPENSES (161.037.176) (225.551.711) (251.157.062) (280.935.865) (306.116.003) (330.836.687) (355.835.774) (379.418.272) (406.753.570)
COMMISSION EXPENSES (NET) 78.335.672 90.868.593 105.830.686 123.126.114 137.555.449 153.576.720 167.592.711 182.849.236 203.849.841
OTHER UW EXPENSES (2.081.641) (2.144.202) (2.209.891) (2.278.865) (2.351.288) (2.427.332) (2.507.178) (2.591.016) (2.679.046)
TOTAL UNDERWRITING EXPENSES (417.808.800) (552.506.520) (570.087.815) (620.915.634) (660.060.568) (699.526.724) (726.363.855) (774.672.010) (827.730.471)
To Income 68,78% 71,58% 70,55% 66,28% 65,26% 64,98% 63,58% 64,25% 65,08%
UNDERWRITING RESULT 189.675.745 219.362.252 237.983.306 315.848.071 351.331.219 376.980.531 416.092.668 430.981.243 444.179.535
Profit Margin 31,22% 28,42% 29,45% 33,72% 34,74% 35,02% 36,42% 35,75% 34,92%
OPERATING EXPENSES, INVESTMENT AND OTHER INCOME (EXPENSES)
INVESTMENT INCOME 33.502.761 39.395.425 45.701.316 50.279.693 56.523.917 58.990.583 60.435.465 61.942.918 63.220.798
OPERATING EXPENSES (92.514.901) (94.768.143) (97.805.248) (101.029.420) (104.429.364) (107.756.223) (111.496.878) (115.469.334) (119.700.536)
OTHER INCOME (EXPENSES) - NET (6.823.834) (5.256.912) (1.624.299) (1.206.243) (681.362) (62.437) 286.120 695.581 1.171.665
TOTAL (65.835.974) (60.629.630) (53.728.232) (51.955.970) (48.586.809) (48.828.077) (50.775.293) (52.830.836) (55.308.074)
PROFIT (LOSS) FROM OPERATION 123.839.771 158.732.622 184.255.074 263.892.101 302.744.410 328.152.454 365.317.375 378.150.407 388.871.461
Operating Profit Margin 20,39% 20,56% 22,80% 28,17% 29,93% 30,48% 31,98% 31,36% 30,57%
INCOME TAXES (34.647.103) (41.255.803) (46.338.165) (71.832.696) (68.222.301) (72.617.684) (80.983.319) (85.465.486) (88.106.107)
PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR 89.192.668 117.476.818 137.916.909 192.059.405 234.522.109 255.534.770 284.334.056 292.684.921 300.765.354
Net Profit Margin 14,68% 15,22% 17,07% 20,50% 23,19% 23,74% 24,89% 24,28% 23,65%
Page 107
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
ANALISIS KELAYAKAN PROYEK Lampiran 4
Rp.000
Keterangan TOTAL 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00
EBITDA 2.654.084.796 137.667.721 171.791.176 194.597.781 274.911.025 314.503.974 340.723.330 378.777.092 392.584.029 448.528.668
CASH OUT FLOW
- Tax -589.468.665 -34.647.103 -41.255.803 -46.338.165 -71.832.696 -68.222.301 -72.617.684 -80.983.319 -85.465.486 -88.106.107
- Interest ( i x T ) -1.760.000 -1.026.667 -733.333 0 0 0 0 0 0 0
- Investment Outlays - Eksisting -696.249.100 -696.249.100 0 0 0 0 0 0 0 0
- Capital Expenditure, CAPEX -52.000.000 -4.000.000 -4.000.000 -12.000.000 -4.000.000 -4.000.000 -4.000.000 -12.000.000 -4.000.000 -4.000.000
+ / - Working Capital 240.858.482 -113.875.319 -52.232.070 -2.810.028 -48.035.702 34.299.362 114.580.388 163.160.272 66.240.349 79.531.231
TOTAL -1.098.619.284 -849.798.189 -98.221.207 -61.148.193 -123.868.398 -37.922.939 37.962.703 70.176.953 -23.225.137 -12.574.877
NET CASH FLOW 1.555.465.512 - 712.130.468 73.569.969 133.449.588 151.042.627 276.581.035 378.686.033 448.954.045 369.358.892 435.953.792
TV 0,00% - 0 0 0 0 0 0 0 0 -
Discount Factor 7,23% 0,9326 0,8697 0,8110 0,7563 0,7053 0,6578 0,6134 0,5720 0,5335
DISCOUNTED CASH FLOW 785.756.230 - 664.106.733 63.981.911 108.231.129 114.238.580 195.080.554 249.085.924 275.391.229 211.288.126 232.565.510
PROCEED -712.130.468 -638.560.499 -505.110.910 -354.068.283 -77.487.248 301.198.785 750.152.829 1.119.511.721 81.885.508
PRESENT VALUE KAS MASUK 1.785.670.502 128.383.863 149.402.370 157.823.923 207.924.384 221.828.693 224.115.436 232.344.246 224.573.837 239.273.750
PRESENT VALUE KAS KELUAR -999.914.272 -792.490.597 -85.420.459 -49.592.794 -93.685.804 -26.748.139 24.970.488 43.046.983 -13.285.712 -6.708.240
INTERNAL RATE OF RETURN IRR 25,57%
NET PRESENT VALUE NPV 785.756.230
PROFITABILITY INDEX PI 1,78582
PAYBACK PERIOD PP 5 Tahun 2 Bulan
BREAK EVEN POINT BEP
Pendapatan 607.484.545 771.868.772 808.071.121 936.763.704 1.011.391.787 1.076.507.255 1.142.456.522 1.205.653.252 1.271.910.006
Variable Cost 417.808.800 552.506.520 570.087.815 620.915.634 660.060.568 699.526.724 726.363.855 774.672.010 827.730.471
Fixed Cost 139.379.792 147.365.505 152.654.460 181.926.271 182.324.244 190.715.759 203.558.254 212.822.708 220.585.350
BEP 446.399.035 518.534.209 518.337.452 539.569.316 524.864.383 544.608.757 558.905.440 595.363.242 631.647.097
BEP Rata-rata (Rp.Juta) 542.025.437 73,48% 67,18% 64,15% 57,60% 51,90% 50,59% 48,92% 49,38% 49,66%
BEP Rata-rata ( % ) 56,98%
PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar 3.797.047.310 4.082.381.259 4.504.180.096 4.975.049.768 5.360.072.283 5.700.255.158 6.126.038.643 6.578.641.292 7.088.407.377
Utang Lancar -2.706.144.474 -2.939.246.352 -3.358.235.161 -3.781.069.131 -4.200.391.009 -4.655.154.271 -5.244.098.028 -5.762.941.026 -6.352.238.342
KEBUTUHAN MODAL KERJA 1.090.902.836 1.143.134.907 1.145.944.935 1.193.980.637 1.159.681.275 1.045.100.887 881.940.615 815.700.266 736.169.035
+ / - Working Capital 113.875.319 52.232.070 2.810.028 48.035.702 -34.299.362 -114.580.388 -163.160.272 -66.240.349 -79.531.231
Rounded
-
Page 108
PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE TBK
ANALISIS KELAYAKAN DAN INCREMENTAL - DENGAN TRANSAKSI
ANALISIS SENSITIVITAS PROYEK Lampiran 5
KONDISI PERUBAHAN KONDISI
Keterangan
NORMAL 5,00% 10,00% 15,00% 20,00%
1. PENDAPATAN TURUN
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000 785.756.230 684.053.744 582.351.258 480.648.773 378.946.287
Internal Rate of Return (IRR) 25,57% 23,27% 20,96% 18,64% 16,30%
Return On Investment (ROI) 3,98% 3,98% 3,98% 3,98% 3,98%
Profitability Index (PI) 1,78582 1,68411 1,58240 1,48069 1,37898
Payback Period (PP) 5 Th 2 Bln 5 Th 5 Bln 5 Th 7 Bln 5 Th 10 Bln 6 Th 1 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 542.025.437 542.025.437 542.025.437 542.025.437 542.025.437
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 56,98% 56,98% 56,98% 56,98% 56,98%
2. BIAYA INVESTASI NAIK
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000 785.756.230 751.431.319 717.106.408 682.781.498 648.456.587
Internal Rate of Return (IRR) 25,57% 24,24% 22,99% 21,82% 20,72%
Return On Investment (ROI) 3,98% 3,98% 3,98% 3,98% 3,98%
Profitability Index (PI) 1,78582 1,72655 1,67109 1,61908 1,57022
Payback Period (PP) 5 Th 2 Bln 5 Th 4 Bln 5 Th 5 Bln 5 Th 6 Bln 5 Th 7 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 542.025.437 542.025.437 542.025.437 542.025.437 542.025.437
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 56,98% 56,98% 56,98% 56,98% 56,98%
3. STRUKTUR BIAYA NAIK
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000 785.756.230 752.392.979 719.029.729 685.666.479 652.303.229
Internal Rate of Return (IRR) 25,57% 24,75% 23,94% 23,13% 22,33%
Return On Investment (ROI) 3,98% 3,98% 3,98% 3,98% 3,98%
Profitability Index (PI) 1,78582 1,75246 1,71909 1,68573 1,65236
Payback Period (PP) 5 Th 2 Bln 5 Th 3 Bln 5 Th 4 Bln 5 Th 5 Bln 5 Th 6 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 542.025.437 557.812.951 573.600.464 589.387.978 605.175.492
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 56,98% 58,67% 60,36% 62,05% 63,74%
4. DISCOUNT RATE NAIK
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000 785.756.230 757.739.940 730.500.482 704.013.734 678.256.419
Internal Rate of Return (IRR) 25,57% 25,57% 25,57% 25,57% 25,57%
Return On Investment (ROI) 3,98% 3,98% 3,98% 3,98% 3,98%
Profitability Index (PI) 1,78582 1,76122 1,73715 1,71359 1,69055
Payback Period (PP) 5 Th 2 Bln 5 Th 2 Bln 5 Th 2 Bln 5 Th 2 Bln 5 Th 2 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 542.025.437 542.025.437 542.025.437 542.025.437 542.025.437
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 56,98% 56,98% 56,98% 56,98% 56,98%
Names mentioned 63 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×3
unresolved
org
Endang & Rekan
p.3 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik
p.3
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.6 ×2
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.12
unresolved
person
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)
· Rekan | Digitally signed by Endang Sunardi
p.12 ×2
unresolved
org
KJPP Syarif MAPPI
p.12
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.12 ×2
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.14
unresolved
person
Toyib Efendi
p.14
unresolved
person
Rachellina Noor Al Maghfira
p.14
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.20 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik Drs. Emanuel Handojo Pranadjaja
p.22 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Kosasih
p.22
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.22 ×3
unresolved
person
Akuntan Publik Welly Adrianto
p.22 ×3
unresolved
person
Akuntan Publik Erwin A. Winata
p.23
unresolved
person
Andrew Tan
p.23
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.27
unresolved
org
Rudy Johansen Masyarakat Pte Ltd
p.30
unresolved
—
Ekuitas MTWI
p.31
unresolved
org
PT Asuransi Wuwungan
p.34
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.34
unresolved
person
Humberg Lie
p.34
unresolved
org
Menteri
p.34
unresolved
org
Malacca Trust Wuwugan Insurance Tbk.
p.34 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.34
unresolved
org
Internasional Tbk
p.35 ×2
unresolved
person
Christina Dwi Utami
p.35
unresolved
—
: Reinaldy
p.35
unresolved
org
Bank Indonesia
p.36 ×16
unresolved
org
Bank Indonesia Gambar
p.38
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Kebijakan
p.40
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Gambar
p.41
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Indeks Harga Konsumen
p.41
unresolved
org
Pusat Statistik
p.42
unresolved
org
PT Batavia Prosperindo Finance
p.58
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.102
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.102
unresolved
org
KJPP
p.102
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
7874 ms
12 Sep 2026 22:00
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '13'}