Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 227
Page 1
Dukungan
Pengembangan
dan Kesejahteraan
Pegawai
106 Manajemen Sumber Daya Manusia
108 Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
122 Pembelajaran dan Pengembangan
Kompetensi
137 Pelindungan dan Pemenuhan Hak Pegawai
146 Kesehatan dan Keselamatan Pegawai
148 Hubungan Industrial yang Harmonis
149 Kepatuhan Sosial dan Ekonomi
Page 2
Page 3
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Manajemen Sumber Daya Manusia
BTN memiliki strategi untuk mewujudkan visinya BTN melaksanakan berbagai inisiatif strategi human
melalui misi “Menjadi One of Home of Indonesia Best capital sebagai bentuk implementasi strategi dan
Talent”. Strategi ini diterapkan melalui program kerja inisiatif, di antaranya:
pengembangan sumber daya manusia (SDM) jangka 1. Menyelaraskan sistem remunerasi dan program
pendek dan menengah yang telah sejalan dengan insentif dengan tujuan menarik, mempertahankan,
landasan Corporate Plan BTN tahun 2024-2029, sebagai dan memotivasi pegawai;
berikut: 2. Implementasi strategi multidaya dan
1. Ability to Attract Top Talents menjalankan program orientasi bagi pegawai
Menjadi salah satu top of mind employer baru bagi perpindahan internal;
bagi kandidat eksternal di luar Bank maupun 3. Mengaktifkan empat pilar proporsi nilai karyawan
universitas terkemuka di Indonesia. (EVP), yakni Learn, Grow, Contribute, dan
Engagement dalam mendorong peningkatan
2. Ability to Retain Top Talents reputasi BTN;
Mampu mempertahankan talenta terbaik untuk 4. Menjalankan manajemen suksesi untuk
berkarya dan berkembang bersama BTN. memastikan pemenuhan posisi kunci/kritikal dan
menutup gap generasi;
3. Talents’ Capability Readiness 5. Merincikan dual career path (jalur karier spesialis
Memiliki kapabilitas untuk mencapai tujuan dan generalis) untuk posisi kritikal yang selaras
strategis Bank saat ini dan masa depan. dengan tujuan strategis BTN;
6. Implementasi perencanaan tenaga kerja yang
4. Employee Productivity prediktif dan berbasis pada produktivitas;
Memiliki produktivitas pegawai yang berada di 7. Menerapkan metodologi dan matriks pengukuran
atas rata-rata organisasi ternama. produktivitas yang sistematis untuk segmen bisnis
dan pendukung;
Dalam mencapai aspirasi tersebut, BTN menyusun 8. Mengimplementasikan prinsip dan tata kelola
strategi dan inisiatif sebagai berikut: manajemen kinerja yang terintegrasi serta
1. Menjadi pilihan utama tempat bekerja talenta menerapkan penilaian kinerja multi sumber untuk
terbaik; memastikan objektivitas menyeluruh; dan
2. Penguatan kapabilitas, produktivitas, dan daya 9. Mempertajam strategi pembelajaran, penerapan
saing SDM dengan berkomitmen pada program pembimbingan secara konsisten, serta
pengembangan pegawai yang terintegrasi dan melakukan intervensi untuk mendukung budaya
selaras dengan kebutuhan bisnis saat ini dan pembelajaran.
masa mendatang; dan
3. Fokus pada penciptaan nilai dan menjadi partner
bisnis.
106 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 4
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Kerangka Kerja Pengembangan SDM
Menjadi One of Home of Indonesia
Best Talent
BTN mampu menarik dan mempertahankan talenta terbaik Indonesia yang memiliki kapabilitas unggul dengan
tingkat produktivitas yang tinggi untuk mencapai tujuan strategis dan target bisnis Bank
Ability to Ability to Talents’ Employee
attract top retain top capability productivity
talents talents readiness
Menjadi pilihan utama tempat bekerja talenta terbaik Penguatan kapabilitas, produktivitas, dan daya saing SDM
Fokus pada penciptaan nilai dan menjadi mitra bisnis
Employee Value Proposition (EVP) Remuneration Performance Management
Mengaktivasi empat pilar EVP,
yaitu Learn, Grow, Contribute, dan
Engagement dalam mendorong Menerapkan metodologi dan matriks
peningkatan branding BTN. pengukuran produktivitas yang
sistematis untuk segmen bisnis dan
pendukung.
Recruitment & Onboarding
Mengimplementasikan prinsip dan tata kelola
Implementasi strategi multisourcing manajemen kinerja yang terintegrasi serta
dan menjalankan program onboarding menerapkan penilaian kinerja multi sumber untuk Workforce Planning
untuk pegawai baru dan pindahan. memastikan objektivitas menyeluruh.
Remuneration Implementasi perencanaan tenaga
kerja yang prediktif dan berbasis pada
Menyelaraskan sistem remunerasi produktivitas.
dan program insentif untuk menarik,
mempertahankan, dan memotivasi
pegawai.
Talent Management Learning and Development
Menjalankan manajemen suksesi untuk memastikan pemenuhan
posisi kunci/kritikal dan menutup gap generasi. Mempertajam strategi pembelajaran, penerapan pembimbingan
secara konsisten, serta melakukan investasi untuk mendukung
budaya pembelajaran.
Mendetailkan dual career path (jalur karier spesialis dan generalis)
untuk posisi kritikal yang selaras dengan tujuan strategis BTN.
Organisational Alignment
Mengembangkan kapabilitas Human Capital Business Partner (HCBP) untuk menyelaraskan strategi HC dengan Bisnis serta menjawab
kebutuhan Bank.
Menyempurnakan struktur organisasi HC dan merancang sistem grading yang selaras dengan kebutuhan bisnis.
Perbaikan lebih lanjut untuk meningkatkan keunggulan operasional dan praktik manajemen SDM.
Digital Human Resource & Corporate Culture
Meningkatkan internalisasi AKHLAK dan empat pilar budaya BTN melalui optimasi Change Agent Network.
Mengimplementasikan Human Capital Information System (HCIS) yang terintegrasi untuk mendukung keunggulan operasional,
pengambilan keputusan berbasis data, serta menyediakan seamless employee experience.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 107
Page 5
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
Kebijakan dan Pengawasan Manajemen
BTN menjunjung tinggi prinsip dasar keberagaman, Capital), dan Perjanjian Kerja Bersama. BTN memastikan
kesetaraan, dan inklusi bagi setiap pegawai sesuai bahwa prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi
dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 diterapkan mulai dari proses penerimaan pegawai,
tentang Ketenagakerjaan. Untuk memastikan bahwa program pelatihan dan pengembangan kompetensi,
prinsip tersebut diterapkan secara konkret, BTN pengembangan karier, hingga pemberian remunerasi
menyusun kebijakan dan peraturan yang mendukung dan kesejahteraan pegawai. BTN juga memastikan
penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM). bahwa seluruh tahapan tersebut dilaksanakan tanpa
Kebijakan tersebut tertuang dalam Kebijakan Umum ada perbedaan perlakuan berdasarkan jenis kelamin,
No.KU.3 tentang Sumber Daya Manusia (Human agama, suku, dan ras. [GRI 3-3, 2-23] [OJK C.3, F.18]
Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-9]
Untuk menciptakan manajemen Bank yang inklusif meningkatkan kinerja dan daya saing Bank dalam
dan berorientasi pada hasil yang berkelanjutan, jangka panjang.
keberagaman komposisi Dewan Komisaris dan Direksi
memiliki peran yang krusial. Keberagaman latar Meskipun anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank
belakang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, tidak berasal dari kelompok sosial yang kurang terwakili,
pengalaman kerja, dan keahlian pada jenjang tata mereka tetap berkomitmen untuk mendengarkan
kelola tertinggi akan memperkaya proses pengambilan aspirasi dan berupaya menjadi perpanjangan tangan
keputusan strategis. Keberagaman ini memungkinkan dari kelompok yang kurang terwakili. Pendekatan ini
Bank untuk melihat permasalahan dan peluang mencerminkan upaya untuk menciptakan tata kelola
dari berbagai perspektif yang berbeda, yang pada yang inklusif. Berdasarkan prinsip keberagaman,
gilirannya dapat menghasilkan keputusan yang lebih komposisi Dewan Komisaris dan Direksi, yang
tepat dan inovatif. Keberagaman ini juga mendukung mencerminkan berbagai latar belakang dan keahlian,
terciptanya lingkungan yang terbuka dan inklusif, dapat dilihat dalam tabel berikut:
tempat berbagai sudut pandang dihargai, yang dapat
Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris [GRI 405-1]
Jenis
Nama Jabatan Usia Pendidikan Pengalaman Kerja Keahlian
Kelamin
Chandra M. Komisaris 57 tahun Laki-laki Sarjana Hukum Memiliki Hukum
Hamzah Utama/ pengalaman kerja
Independen di bidang hukum.
Iqbal Wakil 66 tahun Laki-laki • Master of Science (MSi.) Memiliki Ekonomi
Latanro Komisaris di bidang Business pengalaman di
Utama/ Management bidang perbankan.
Independen • Sarjana Ekonomi
Armand B. Komisaris 72 tahun Laki-laki • Magister di bidang Memiliki Administrasi
Arief Independen Business Administration pengalaman di Bisnis
• Bachelor di bidang bidang perbankan.
Business Administration
108 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 6
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Jenis
Nama Jabatan Usia Pendidikan Pengalaman Kerja Keahlian
Kelamin
Sentot A. Komisaris 67 tahun Laki-laki • Master di bidang Memiliki Ekonomi
Sentausa Independen Business Administration pengalaman di
• Sarjana Statistika bidang teknik sipil.
Universitas Padjadjaran
Andin Komisaris 59 tahun Laki-laki • Doctor of Philosophy Memiliki Ekonomi
Hadiyanto (Ph.D) pengalaman
• Sarjana Ekonomi di bidang
pemerintahan
Herry Komisaris 57 tahun Laki-laki • Doktor Teknik Sipil Memiliki Teknik Sipil
Trisaputra • Sarjana Teknik Sipil pengalaman di
Zuna bidang teknik sipil
Himawan Komisaris 61 tahun Laki-laki • Doktor Manajemen dan Memiliki Teknik Sipil
Arief Sugoto Bisnis pengalaman di
• Magister Teknik Sipil bidang properti
• Sarjana Teknik Sipil
Adi Komisaris 57 tahun Perempuan Sarjana Ekonomi Memiliki Ekonomi
Sulistyowati Independen Manajemen pengalaman di
bidang perbankan.
Bambang Komisaris 61 tahun Laki-laki • Sarjana Akuntansi Memiliki Akuntansi
Widjanarko Independen • Magister Bisnis dan pengalaman di
Keuangan bidang perbankan.
Tabel Keberagaman Komposisi Direksi [GRI 405-1]
Jenis
Nama Jabatan Usia Pendidikan Pengalaman Kerja Keahlian
Kelamin
Nixon L.P. Direktur Utama 55 tahun Laki-laki Sarjana Ekonomi Memiliki Ekonomi
Napitupulu pengalaman di
bidang perbankan
Oni Febriarto Wakil Direktur 53 tahun Laki-laki • Magister Manajemen Memiliki Teknik,
Rahardjo Utama • Sarjana Teknik pengalaman di Manajemen
bidang perbankan
Andi Nirwoto Direktur 54 tahun Laki-laki • Master of Finance Memiliki Teknik,
Information • Sarjana Teknik pengalaman di Keuangan
Technology bidang perbankan
Elisabeth Direktur Assets 57 tahun Perempuan Sarjana Hukum bidang Memiliki Hukum
Novie Management Perdata pengalaman di
Riswanti bidang perbankan
Jasmin Direktur 60 tahun Laki-laki • Master di bidang Memiliki Akuntansi,
Distribution & International Business pengalaman di Bisnis
Institutional • Sarjana Ekonomi bidang perbankan
Funding
Hirwandi Direktur 56 tahun Laki-laki Sarjana Teknik Sipil Memiliki Teknik Sipil
Gafar Consumer pengalaman di
bidang perbankan
Setiyo Direktur Risk 47 tahun Laki-laki • MBA in Finance & Memiliki Teknik,
Wibowo Management Banking pengalaman di Keuangan
• Sarjana Teknik Elektro bidang perbankan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 109
Page 7
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Jenis
Nama Jabatan Usia Pendidikan Pengalaman Kerja Keahlian
Kelamin
Nofry Rony Direktur 56 tahun Laki-laki • MBA in Business Memiliki Ekonomi
Poetra Finance • Sarjana Ekonomi pengalaman di
bidang perbankan
Eko Waluyo Direktur Human 53 tahun Laki-laki • Master of Economics Memiliki Ekonomi
Capital, • Sarjana Ekonomi pengalaman di
Compliance, & bidang perbankan
Legal
Hakim Direktur 47 tahun Laki-laki • Sarjana Ilmu Hubungan Memiliki Ilmu
Putratama Operations Internasional pengalaman di Hubungan
& Customer • Master International bidang perbankan Internasional
Experience Business
Muhammad Direktur SME & 51 tahun Laki-laki • Sarjana Teknik Industri Memiliki Teknik,
Iqbal Retail Funding • Magister General pengalaman di Manajemen
Management bidang perbankan
• Magister Business
Administration
Saat ini, komposisi Direktur Perempuan di BTN mencapai BUMN menjadi hak pemegang saham Seri Dwiwarna,
9,09%, dengan 1 (satu) Direktur Perempuan dari total 11 dalam hal ini Kementerian BUMN, melalui agenda RUPS.
(sebelas) Direksi yang menjabat. Hal ini menunjukkan
komitmen BTN dalam meningkatkan keberagaman Sebagai bagian dari upaya mendukung pemberdayaan
dan inklusivitas dalam kepemimpinan. Sesuai dengan perempuan, BTN telah mengajukan 7 kandidat
Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor perempuan sebagai Nominated Talent Perempuan
PER-7/MBU/09/2022 Tahun 2022 tentang Perubahan BUMN kepada Kementerian BUMN, yang merupakan
Atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara 28% dari total 25 Nominated Talent. Langkah ini
Nomor PER-11/MBU/07/2021 Tentang Persyaratan, Tata mencerminkan komitmen BTN untuk terus mendorong
Cara Pengangkatan, Dan Pemberhentian Anggota keterlibatan perempuan dalam posisi-posisi strategis
Direksi Badan Usaha Milik Negara. Pemilihan Direksi di BUMN, guna menciptakan keberagaman yang lebih
baik dan mendukung keberlanjutan perusahaan.
Demografi Pegawai [GRI 2-7, 2-8] [GRI 405-1] [OJK C.3, F.18]
Informasi mengenai pegawai yang disajikan dalam dapat dipertanggungjawabkan. Rincian lebih lanjut
laporan ini bersumber dari pangkalan data Satuan tentang pegawai dapat ditemukan dalam tabel-tabel
Kerja Manajemen Human Capital, yang keakuratannya berikut:
Demografi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]
2024 2023 2022
Gender
Jumlah (%) Jumlah (%) Jumlah (%)
Laki-laki 6.576 51,06 6.288 52,20 6.261 52,80
Perempuan 6.288 48,94 5.757 47,80 5.598 47,20
Jumlah 12.864 100,00 12.045 100,00 11.859 100,00
110 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 8
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Demografi Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia, Jenis Kelamin, dan Level Jabatan [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]
2024
Rentang Usia (tahun) Entry-level Mid-level Senior-level Executive-level
Jumlah
L P L P L P L P
18-25 553 1.158 126 191 - - - - 2.028
25-35 2.542 2.759 1.152 721 4 - - - 7.178
35-45 482 682 852 446 94 43 1 - 2.600
45-55 29 36 416 191 300 57 10 - 1.039
>55 1 1 3 2 6 - 5 1 19
Jumlah 3.607 4.636 2.549 1.551 404 100 16 1 12.864
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
2023
Rentang Usia (tahun) Entry-level Mid-level Senior-level Executive-level
Jumlah
L P L P L P L P
18-25 424 913 86 161 - - - - 1.584
25-35 2.544 2.742 1.288 702 4 - - - 7.280
35-45 332 519 684 381 70 31 2 - 2.019
45-55 29 34 468 213 353 60 9 - 1.166
>55 - - 2 - 4 1 3 1 11
Jumlah 3.329 4.208 2.528 1.457 431 92 14 1 12.060
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
2022
Rentang Usia (tahun) Entry-level Mid-level Senior-level Executive-level
Jumlah
L P L P L P L P
18-25 335 791 88 126 - - - - 1.340
25-35 2.757 2.883 1.266 684 1 - - - 7.591
35-45 241 390 517 277 41 16 3 - 1.485
45-55 36 29 529 229 350 64 6 1 1.244
>55 - - - 1 2 - 4 - 7
Jumlah 3.369 4.093 2.400 1.317 394 80 13 1 11.667
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 111
Page 9
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Demografi Pegawai Berdasarkan Jenjang Jabatan dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]
2024
Laki-laki Perempuan
Level jabatan
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
pegawai pegawai (%) pegawai pegawai (%)
Entry-level 3.607 54,85% 4.636 73,73%
Mid-level 2.549 38,765 1.551 24,67%
Senior-level 404 6,14% 100 1,59%
Executive-level (Termasuk Direktur dan
16 0,24% 1 0,02%
SEVP)
Total pegawai 6.576 100,00% 6.288 100,00%
Demografi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Wilayah Kerja [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]
2024
Status
Kantor Pusat Kantor Wilayah Kantor Cabang Total
Kepegawaian
L P Jml % L P Jml % L P Jml % L P Jml %
Tetap 2.256 1.320 3.576 98,05 438 182 620 99,36 3.791 4.712 8.503 99,15 816 724 12.699 98,85
Kontrak 40 31 71 1,95 2 2 4 0,64 33 40 73 0,85 8 8 148 1,15
Jumlah 2.296 1.351 3.647 100,00 440 184 624 100,00 3.824 4.752 8.576 100,00 6.560 6.287 12.847 100,00
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
2023
Status
Kantor Pusat Kantor Wilayah Kantor Cabang Total
Kepegawaian
L P Jml % L P Jml % L P Jml % L P Jml %
Tetap 2.051 1.045 3.096 93,19 383 163 546 98,56 3.550 4.078 7.628 92,95 5.984 5.286 11.270 93,56
Kontrak 114 112 226 6,80 8 - 8 1,44 182 359 471 7,05 304 471 775 6,43
Jumlah 2.165 1.157 3.322 100,00 391 163 554 100,00 3.732 4.437 8.169 100,00 6.288 5.757 12.045 100,00
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
2022
Status
Kantor Pusat Kantor Wilayah Kantor Cabang Total
Kepegawaian
L P Jml % L P Jml % L P Jml % L P Jml %
Tetap 1.944 865 2.814 89,28 386 169 555 97,03 3.848 3.858 7.342 90,25 5.819 4.892 10.711 90,32
Kontrak 141 197 338 10,72 5 12 17 2,97 296 497 793 9,75 442 706 1.148 9,68
Jumlah 2.090 1.062 3.152 100,00 391 181 172 100,00 3.780 4.355 8.135 100,00 6.261 5.598 11.859 100,00
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
112 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 10
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
2023 2022
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
pegawai pegawai (%) pegawai pegawai (%) pegawai pegawai (%) pegawai pegawai (%)
3.329 52,82% 4.208 73,08% 3.369 54,55% 4.093 74,55%
2.528 40,11% 1.457 25,30% 2.400 38,86% 1.317 23,99%
431 6,84% 92 1,60% 394 6,38% 79 1,44%
14 0,22% 1 0,02% 13 0,21% 1 0,02%
6.302 100,00% 5.758 100,00% 6.176 100,00% 5.490 100,00%
Demografi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]
2024 2023 2022
Tingkat
Pendidikan
L P Jml (%) L P Jml (%) L P Jml (%)
Pascasarjana 373 189 562 4,37 367 168 535 4,44 348 159 507 4,28
Sarjana 5.574 5.212 10.786 83,96 5.254 4.627 9.881 82,03 5.154 4.353 9.507 80,17
Sarjana Muda 511 706 1.217 9,47 539 734 1.273 10,57 604 796 1.399 11,80
SLTA 102 180 282 2,20 128 228 356 2,96 156 290 446 3,76
Jumlah 6.560 6.287 12.847 100,00 6.288 5.757 12.045 100,00 6.261 5.598 11.859 100,00
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
Demografi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin, termasuk Pegawai
Alih Daya (Outsource) [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]
2024 2023 2022
Status
Kepegawaian
L P Jml (%) L P Jml (%) L P Jml (%)
Tetap 6.485 6.214 12.699 61,69 5.984 5.286 11.270 55,98 5.819 4.892 10.711 53,43
Kontrak 75 73 148 0,72 304 471 775 3,85 442 706 1.148 5,73
Jumlah Tanpa
Pegawai Alih 6.560 6.287 12.847 62,41 6.288 5.757 12.045 59,83 6.261 5.598 11.859 59,16
Daya
Alih Daya 6.551 1.187 7.738 37,59 6.930 1.157 8.087 40,17 7.093 1.094 8.187 40,84
Jumlah
Termasuk
13.111 7.474 20.585 100,00 13.218 6.914 20.132 100,00 13.254 6.692 20.046 100,00
Pegawai Alih
Daya
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 113
Page 11
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Demografi Pegawai Berdasarkan Masa Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]
Rentang 2024 2023 2022
Masa Kerja
(Tahun) L P Jml (%) L P Jml (%) L P Jml (%)
>30 124 80 204 1,59 50 58 108 0,90 63 63 127 1,07
25 – 30 584 142 726 5,65 642 179 821 6,82 533 218 751 6,33
20 – 25 - - - - 129 21 150 1,25 332 43 375 3,16
15 – 20 213 306 519 4,04 112 231 343 2,85 109 232 341 2,88
10 – 15 1.473 1.519 2.992 23,29 1.046 1.345 2.391 19,85 749 1.008 1.757 14,82
5 – 10 2.733 2.043 4.776 37,18 2.672 1.758 4.430 36,78 2.377 1.653 4.030 33,98
0–5 1.1433 2.197 3.630 28,26 1.637 2.165 3.802 31,56 2.097 2.381 4.478 37,76
Jumlah 6.560 6.287 12.847 100,00 6.288 5.757 12.045 100,00 6.261 5.598 11.859 100,00
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP
Dari serangkaian tabel di atas, terdapat beberapa prinsip kesetaraan upah dan antidiskriminasi. Melalui
poin penting yang dapat diperhatikan. Pertama, rasio kebijakan ini, BTN memastikan bahwa semua pegawai
jumlah pegawai laki-laki dan perempuan cukup dihargai secara adil sesuai dengan kontribusi mereka,
seimbang, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak tanpa memandang jenis kelamin. Selain itu, BTN juga
ada diskriminasi gender dalam proses perekrutan memastikan bahwa seluruh pegawai bekerja sesuai
pegawai. Kemudian, dari data tersebut dapat diketahui dengan waktu yang telah ditentukan dalam kontrak
bahwa Bank tidak mempekerjakan pegawai yang kerja, serta memberikan kompensasi lembur yang
berusia di bawah batas yang telah ditetapkan oleh sesuai dengan tingkatan jabatan bagi pegawai yang
peraturan, artinya BTN telah mematuhi regulasi bekerja melebihi jam kerja yang ditetapkan. Semua
ketenagakerjaan dan memastikan bahwa tidak ada kebijakan ini menunjukkan bahwa BTN berkomitmen
pekerja anak yang terlibat dalam kegiatan operasional. untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, inklusif,
Ketiga, BTN menetapkan bahwa tidak ada perbedaan dan sesuai dengan prinsip kesetaraan. [GRI 3-3, 405-1, 406-1,
rasio gaji pokok dan remunerasi antara pegawai 408-1, 409-1] [OJK F.19]
laki-laki dan perempuan, sebagai wujud penerapan
Perilaku Saling Menghargai di Tempat Kerja
(Respectful Workplace Policy)
BTN telah menetapkan pedoman untuk menciptakan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM). Untuk itu,
lingkungan kerja yang aman, menghargai serta kebijakan ini mencakup langkah-langkah pencegahan
melindungi harkat dan martabat manusia, yang dirancang untuk menghindari terjadinya berbagai
mengedepankan sikap saling menghormati, bebas permasalahan terkait dengan ketidakadilan atau
dari diskriminasi, pengucilan atau pembatasan, perlakuan yang merugikan pegawai, meliputi:
perundungan dan pelecehan, serta berbagai bentuk 1. Diskriminasi
kekerasan lainnya baik mental maupun fisik bagi BTN berkomitmen penuh menerapkan kebijakan
seluruh pegawai dan pihak-pihak terkait. Pedoman antidiskriminasi melalui adopsi prinsip-prinsip,
ini telah tertuang ke dalam Kebijakan Khusus Nomor kebijakan, dan praktik keberagaman dan inklusi
KK.3-C tentang Regulasi dan Administrasi Kepegawaian. gender. Hal ini mencakup penghindaran terhadap
Adapun tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk setiap bentuk pembedaan, peminggiran
menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kondusif, (marginalisasi), serta pembatasan dan/atau
dan produktif untuk mendorong keberlanjutan Bank dan pengucilan secara langsung maupun tak
114 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 12
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
langsung. Tindakan diskriminasi yang dimaksud perkataan, tindakan/perbuatan/perilaku, atau
bisa berbasis pada berbagai faktorseperti: isyarat baik yang terjadi langsung di tempat
agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, dan kerja maupun melalui berbagai saluran
status sosial, termasuk status perkawinan, status komunikasi, yang bertentangan dengan hukum
ekonomi, jenis kelamin, bahasa, pilihan politik, atau ketentuan perundang-undangan tentang
dan disabilitas. Semua bentuk pembedaan ini hak asasi manusia. Perilaku tersebut biasanya
dapat memiliki dampak yang merugikan, seperti bertujuan untuk mengintimidasi dan memberikan
mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak buruk pada aspek fisik, psikologis/
pengakuan terhadap hak asasi manusia dan mental, seksual, maupun ekonomi korban.
kebebasan dasar individu. Akibatnya, hal ini dapat Dampak ini dapat membuat seseorang merasa
menciptakan ketidaksetaraan kesempatan, serta terancam, dihina, tersinggung, direndahkan, atau
perlakuan yang berbeda terhadap individu atau dipermalukan, serta menciptakan perasaan tidak
kelompok tertentu dalam aktivitas Bank. Oleh aman atau tertekan di lingkungan kerja. Akibatnya,
karena itu, BTN berkomitmen untuk menghindari individu yang mengalami hal tersebut bisa
segala bentuk ketidakadilan tersebut dalam merasa kesulitan dalam menjalankan tugasnya,
interaksi sosial dan dalam setiap kegiatan yang bahkan merasa bahwa mereka bekerja dalam
melibatkan pegawai di lingkungan kerja. suasana yang tidak kondusif atau mendukung.
Lebih jauh lagi, tindakan semacam ini bisa
2. Kekerasan berisiko menimbulkan masalah serius terkait
Tindakan kekerasan mencakup segala tindakan/ dengan keamanan, kesehatan, dan keselamatan
perbuatan dan perilaku yang mengandung pegawai, baik secara fisik maupun mental.
ancaman, pemaksaan, kekerasan, atau
perampasan secara sewenang-wenang terhadap Sebagai bentuk kepedulian Bank terhadap perilaku
orang lain di tempat kerja. Tindakan tersebut saling menghargai di tempat kerja, pada tahun 2024
dapat terjadi secara terbuka (publik) maupun BTN mengadakan kick off dan serangkaian webinar
pribadi (private), dan dapat menyebabkan terkait Kebijakan Tempat Kerja yang Saling Menghargai
kerugian atau kerusakan fisik, psikologis, seksual, (Respectful Workplace Policy). Kebijakan ini bertujuan
maupun ekonomi terhadap individu yang menjadi untuk memastikan setiap individu di dalam BTN, baik
sasaran. Semua bentuk perilaku ini berpotensi Dewan Komisaris, Direksi, maupun Pegawai dapat
menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman menciptakan lingkungan yang dinamis, ramah,
dan merugikan kesejahteraan pegawai. produktif, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi,
kekerasan, dan pelecehan. Kebijakan ini bertujuan untuk
3. Pelecehan membangun suasana kerja yang inklusif, menghargai
Tindakan pelecehan mencakup segala sikap, perbedaan dan kesetaraan, serta menjunjung tinggi
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 115
Page 13
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
hak asasi manusia. Dengan demikian, BTN mendorong 3. Menciptakan dan membangun lingkungan kerja
kinerja, pertumbuhan, dan keberlangsungan melalui: yang saling menghargai, bebas dari tindakan
1. Menghargai dan menghormati keberagaman diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan dalam
dalam lingkungan kerja yang terdiri dari berbagai bentuk apa pun.
macam latar belakang etnis, ras, kebangsaan,
warna kulit, usia, agama, jenis kelamin, disabilitas, Semua kebijakan BTN yang berlaku memberikan
sudut pandang atau karakteristik individu lainnya dampak yang positif. Capaian ini dibuktikan dengan
dan sudut pandang guna menciptakan suasana tidak adanya insiden atau laporan yang berkaitan
kerja yang produktif; dengan diskriminasi, hak asasi manusia, maupun kerja
2. Memastikan bahwa setiap individu pegawai Bank paksa sepanjang tahun pelaporan ini. [GRI 3-3, 405-1, 406-1,
diperlakukan secara setara tanpa membedakan 408-1, 409-1] [OJK F.19]
karakteristik, serta memiliki kesempatan akses
sarana dan prasarana yang sama dan adil; dan
Pelatihan Sepanjang tahun pelaporan, BTN telah berhasil
menyelenggarakan program Pelatihan General Banking Staff
General Banking yang melibatkan 622 peserta, yang terbagi menjadi 8 batch.
Staff dengan Pelatihan ini diikuti berbagai kalangan peserta, baik lulusan
Menerapkan Prinsip baru (fresh graduate) dan/atau individu yang telah memiliki
pengalaman kerja di bidang perbankan. Melalui program ini, BTN
Keberagaman, juga memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang
Kesetaraan, dan
Inklusi
116 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 14
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
disabilitas untuk ikut serta dalam program pelatihan General
Banking Staff, sebagai bagian dari komitmen untuk menerapkan
prinsip-prinsip Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI). Prinsip
tersebut memastikan bahwa setiap individu tanpa memandang
latar belakang atau kondisi fisik, memiliki hak yang sama
untuk berkontribusi pada kemajuan dan keberlanjutan Bank.
Dengan cara ini, BTN tidak hanya mengedepankan peningkatan
kompetensi pegawai, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja
yang inklusif dan berkeadilan.
Perekrutan Pegawai Baru dan Pergantian Pegawai [GRI 401-1]
Dalam pemenuhan tenaga kerja, BTN melakukan proses Beberapa hal yang perlu dipenuhi dalam tahap
rekrutmen melalui dua jalur, yaitu internal dan eksternal. pendaftaran atau aplikasi adalah:
Jalur internal, mencakup perekrutan dan seleksi • Pemenuhan persyaratan
terhadap pegawai yang memenuhi kriteria dan siap • Kelengkapan dokumen
untuk mengisi posisi tertentu. Sementara itu, rekrutmen • Verifikasi keaslian data aplikasi
eksternal melibatkan calon pegawai yang dapat
berasal dari lulusan yang belum lulus (pre-graduate), 2. Penilaian Kandidat
lulusan baru (fresh graduate), maupun calon pegawai Proses ini terdiri dari salah satu atau dari beberapa
dengan pengalaman profesional (experienced & jenis, tetapi tidak terbatas pada metode berikut:
professional hire). Dalam hal ini, BTN memberikan • Speed dating interview, wawancara dengan
prioritas kepada pegawai lokal, yaitu mereka yang kandidat dalam waktu singkat;
berkewarganegaraan Indonesia. Seluruh pegawai, • Paper based test, kandidat diminta menjawab
termasuk manajemen senior, merupakan bagian dari sejumlah soal/pertanyaan tertulis terkait
masyarakat lokal. Selain itu, BTN juga memiliki inisiatif psikometrik, skolastik, pengetahuan dan/atau
rekrutmen yang ditargetkan untuk kelompok rentan kemampuan tertentu;
seperti perempuan, kelompok minoritas, masyarakat • Skills-based approach, proses validasi
adat, dan penyandang disabilitas. keahlian kandidat dengan cara menampilkan
atau mendemonstrasikan kemampuan,
Dalam rangka mendukung kebijakan ini, BTN pengetahuan, atau keterampilan yang ia
berpedoman pada Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A miliki;
tentang Siklus Human Capital, yang menyatakan • Gamification, seleksi dalam bentuk simulasi
bahwa proses seleksi yang dilakukan harus mencakup permainan untuk meningkatkan keterlibatan
berbagai tahapan yang jelas dan terstruktur. Hal ini kandidat terhadap nilai-nilai tertentu yang
untuk memastikan proses perekrutan berjalan secara dipersyaratkan oleh Bank;
adil dan transparan, serta sesuai dengan standar • Kompetensi/hackathon, kompetisi terkait
yang berlaku. Adapun tahapan yang dilakukan adalah keahlian pada bidang tertentu yang
sebagai berikut: [GRI 3-3, 202-2] dibutuhkan Bank;
1. Pemilahan Aplikasi (Application Screening) • Job audition, kandidat mengerjakan suatu
Proses pendaftaran atau aplikasi dilakukan proyek yang telah ditentukan oleh Bank;
dengan metode yang terstruktur dan mudah • Case study. Kandidat menyelesaikan studi
dipahami oleh kandidat, sehingga dapat kasus berdasarkan kemampuan kandidat;
mempercepat jalannya proses rekrutmen. dan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 117
Page 15
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
• Pre-employee screening, penyaringan profil Rekrutmen dan Perputaran Pegawai
berdasarkan prinsip Know Your Employee
untuk memitigasi risiko operasional. Pada tahun 2024, BTN menargetkan untuk merekrut
sebanyak 1.000 pegawai sebagai bagian dari upaya
BTN memiliki mekanisme khusus terkait proses pengembangan sumber daya manusia yang
pengangkatan pegawai baru menjadi pegawai tetap. mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan jangka
Pegawai baru yang berhasil melalui tahapan seleksi panjang. Hingga akhir tahun, realisasi rekrutmen
dan diangkat menjadi pegawai tetap akan menerima pegawai mencapai 1.231 pegawai, mencerminkan
remunerasi sesuai dengan ketentuan dan peraturan komitmen Bank dalam menyediakan peluang karir
ketenagakerjaan yang berlaku. BTN juga membuka yang luas serta memperkuat kapasitas organisasi
kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk untuk menghadapi tantangan bisnis dan menciptakan
berpartisipasi dalam program rekrutmen pegawai dampak positif bagi masyarakat. Sebagai bagian dari
baru. Kebijakan ini merupakan bagian dari program rencana pengembangan sumber daya manusia yang
inisiatif Kementerian BUMN melalui Forum Human berkelanjutan, BTN juga menetapkan target rekrutmen
Capital Indonesia (FHCI). untuk tahun 2025 sebanyak 618 pegawai. Berikut adalah
data terkait pegawai baru yang berhasil direkrut melalui
Satuan Kerja Human Capital Management.
Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]
2024 2023 2022
Rentang Usia
L P Jumlah L P Jumlah L P Jumlah
≥ 51 4 0 4 1 2 3 2 1 3
31 – 50 20 16 36 22 8 30 44 10 54
≤ 30 463 728 1.191 237 425 662 368 649 1.107
Jumlah 487 744 1.231 260 435 695 414 660 1.074
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]
2024 2023 2022
Rentang Usia
L P Jumlah L P Jumlah L P Jumlah
Kantor Pusat 135 134 269 70 75 145 135 194 329
Kantor Wilayah 13 8 21 8 1 9 3 10 13
Kantor Cabang 339 602 831 182 359 541 276 456 732
Jumlah 487 744 1.231 260 435 695 414 660 1.074
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
Selain bertambahnya pegawai melalui program meninggal dunia, atau alasan lainnya. BTN mengelola
rekrutmen yang dilakukan, jumlah pegawai juga berakhirnya hubungan kerja ini dengan sesuai dengan
mengalami penurunan karena sejumlah alasan, seperti pedoman pada Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A tentang
pensiun, pengunduran diri, berakhirnya masa kontrak, Siklus Human Capital. Kebijakan tersebut mencakup
118 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 16
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
prosedur yang jelas untuk menangani setiap situasi operasional akan berjalan lancar dan memastikan
yang mengarah pada pengakhiran hubungan kerja. proses yang adil bagi seluruh pegawai.
Dengan adanya kejelasan prosedur, maka kegiatan
Tingkat Perputaran Pegawai (Turnover) [GRI 401-1]
Keterangan 2024 2023 2022
Jumlah Pegawai Baru 1.231 695 1.074
Jumlah Pergantian Pegawai 164 187 246
Jumlah Pegawai Awal Tahun 12.045 11.745 11.192
Jumlah Pegawai Akhir Tahun 12.847 12.045 11.859
Tingkat Perputaran 1,27% 1,55% 2,07%
Komposisi Pergantian Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]
2024 2023 2022
Rentang Usia
L P Jumlah L P Jumlah L P Jumlah
≥ 51 6 1 7 5 2 7 4 2 6
31 – 50 24 34 58 43 55 98 27 52 79
≤ 30 28 71 99 25 57 82 75 86 161
Jumlah 58 106 164 73 114 187 106 140 246
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
Komposisi Pergantian Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]
2024 2023 2022
Rentang Usia
L P Jumlah L P Jumlah L P Jumlah
Kantor Pusat 20 16 36 21 21 42 34 22 56
Kantor Wilayah 4 1 5 3 2 5 4 - 4
Kantor Cabang 34 89 133 49 91 140 68 118 186
Jumlah 58 106 164 73 114 187 106 140 246
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
Peningkatan Keberagaman Tenaga Kerja
Dalam peningkatan keberagaman tenaga kerja, BTN bekerja dan keberagaman gender yang diatur dalam
telah memiliki kebijakan kesetaraan kesempatan Kebijakan Khusus Nomor KK.3-C tentang Regulasi dan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 119
Page 17
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Administrasi Kepegawaian, yang menjadi dasar bagi menetapkan target jangka panjang dalam proses
komitmen BTN dalam menciptakan lingkungan kerja rekrutmen yang mencakup tenaga kerja penyandang
yang inklusif. Kebijakan tersebut didukung penuh oleh disabilitas (TKPD). Pada tahun 2024, BTN berhasil
jajaran direksi BTN melalui pengawasan langsung, merekrut 16 TKPD yang lolos dalam proses seleksi,
untuk memastikan kebijakan ini terintegrasi dengan melebihi target awal sebanyak 10 orang. Berikut adalah
baik dalam seluruh proses bisnis dan operasional demografi TKPD BTN tahun 2024:
Bank. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BTN
Komposisi Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD)
Tenaga Kerja Penyandang Jumlah Pegawai Persentase TKPD
Disabilitas (TKPD)
laki-laki 11 6.560 0,17%
perempuan 12 6.287 0,19%
Peningkatan Keberagaman
Tenaga Kerja
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan,
BTN menetapkan target kuantitatif keberagaman
dalam rekrutmen, dengan sasaran 0,5% pegawai
baru berasal dari kelompok kurang terwakili pada
tahun 2025, 1% pada tahun 2026, dan 2% pada
tahun 2028. Target ini mencakup penyandang
disabilitas dan kelompok-kelompok lain yang
kurang terwakili, seiring dengan upaya Bank untuk
menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif
dan beragam.
Untuk mendukung keberagaman ini, BTN menyediakan Code of Conduct, proses bisnis perbankan, hak
berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan individu dan kewajiban, serta budaya perusahaan, untuk
dari latar belakang yang berbeda. Beberapa langkah memastikan mereka memiliki pemahaman yang
yang diambil antara lain pelatihan inklusif, penyesuaian sama dan dapat berkontribusi secara optimal di
infrastruktur untuk menciptakan lingkungan kerja yang lingkungan kerja.
aksesibel, serta program mentoring untuk memastikan 2. Pelatihan manajemen inklusif untuk manajer guna
keberhasilan karier bagi karyawan yang berasal meningkatkan kesadaran dan penerapan prinsip
dari kelompok tersebut. BTN meluncurkan beberapa keberagaman di dalam tim.
program yang bertujuan untuk mempercepat 3. Penilaian berkala terhadap pencapaian target
implementasi keberagaman melalui berbagai inisiatif: keberagaman yang melibatkan pemantauan
1. Memberikan pelatihan induksi kepada seluruh transparan dan kolaborasi lintas fungsi.
TKPD baru yang mencakup product knowledge,
120 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 18
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
BTN berkomitmen untuk memberikan kesempatan dan komunitas disabilitas untuk memastikan bahwa
setara bagi penyandang disabilitas untuk penyandang disabilitas memiliki akses yang lebih luas
berkontribusi dalam operasional perusahaan, dengan terhadap kesempatan kerja di Bank.
menyesuaikan tugas dan tanggung jawab sesuai
dengan tingkat keahlian dan keterampilan individu. Dengan langkah-langkah ini, BTN berupaya untuk
Program rekrutmen untuk tenaga kerja penyandang menciptakan tempat kerja yang inklusif, di mana setiap
disabilitas dilaksanakan melalui jalur reguler maupun individu dari berbagai golongan memiliki peluang yang
inisiatif Rekrutmen Bersama FHCI BUMN yang diadakan setara untuk berkembang dan memberikan kontribusi
setiap tahun. Sebagai bagian dari upaya inklusi, BTN terbaik mereka.
juga bekerja sama dengan berbagai yayasan, asosiasi,
Pelatihan Pegawai terkait Keberagaman
Dalam upaya meningkatkan keberagaman tenaga Program ini didukung penuh oleh jajaran direksi
kerja, BTN mengimplementasikan strategi yang BTN melalui pengawasan langsung oleh top
mencakup memberikan pelatihan dan sosialisasi management untuk memastikan bahwa kebijakan
untuk seluruh pegawai dari level junior staff hingga keberagaman terintegrasi dalam setiap aspek
senior executive vice president, guna memastikan proses bisnis dan operasional perusahaan. Tujuan
pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip utamanya adalah untuk menciptakan lingkungan
tersebut di seluruh organisasi. Sebagai bagian kerja yang inklusif, saling menghargai, serta
dari inisiatif ini, BTN menyelenggarakan pelatihan memperkuat nilai-nilai keberagaman di dalam
dengan turut menghadirkan narasumber eksternal perusahaan. Berikut merupakan beberapa pelatihan
guna menanamkan prinsip keberagaman, yang dijalankan:
kesetaraan, dan inklusi. Pelatihan ini bertujuan untuk
memastikan implementasi prinsip-prinsip tersebut
berjalan efektif di seluruh level organisasi.
Pelaksanaan Pelatihan Pegawai Terkait Keberagaman
Jumlah Pegawai
Bulan
Nama Pelatihan Metode yang Mengikuti
Pelaksanaan
Pelatihan
Seminar KPMG Ethicsline : Establishing a Februari Classroom / Virtual Classroom 2
Respectful Workplace Environment
Internalisasi Respectful WorkPlace (RWP) 2024 Maret Online / Self Learning 10.974
Expert Talk Session "Empowering Women in April Classroom / Virtual Classroom 212
Leadership with Purpose and Impact"
CHRO Masterclass - Women Leadership in the Mei Classroom / Virtual Classroom 10
New World of Work
Indonesia Women Leaders' Forum 2024 Mei Classroom / Virtual Classroom 4
SOE Women Leadership Program Juni Classroom / Virtual Classroom 1
Empowering the Future Workforce : Innovation, September Classroom / Virtual Classroom 1
Resilience & Employee Well-being to make a
Respectful Workplace
Webinar OJK "Empowering Leadership: How Oktober Classroom / Virtual Classroom 34
Women Leaders Drive Company and Institution
Performance"
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 121
Page 19
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Pembelajaran dan Pengembangan
Kompetensi
Dalam pengelolaan sumber daya manusia, dan sikap (attitude). Dengan menjadikan Bank sebagai
pengembangan kompetensi baik dalam aspek learning organization, BTN mendorong pegawai untuk
keterampilan teknis (hard skill) maupun keterampilan terus meningkatkan diri agar dapat melaksanakan
non teknis (soft skill) merupakan elemen yang sangat tugas dengan lebih efektif, siap menghadapi
penting. Upaya pengembangan kompetensi juga telah perubahan, dan mempersiapkan diri untuk
diatur dalam Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A mengenai menduduki posisi yang lebih tinggi. Untuk mendukung
Siklus Human Capital. Kebijakan ini menekankan pengembangan kompetensi, BTN menerapkan
bahwa setiap pegawai harus berusaha untuk terus pendekatan sistematis melalui konsep analysis, design,
mengembangkan kompetensinya, dengan tujuan development, implementation, and evaluation (ADDIE),
agar mereka dapat menjalankan pekerjaan dengan yang memungkinkan perancangan dan pelaksanaan
lebih efektif dan efisien. Tentunya, Bank memberikan program pengembangan yang terukur. Pengelolaan
pelatihan dan pengembangan sesuai dengan peran pembelajaran juga diselaraskan dengan kebutuhan
dan tanggung jawab masing-masing pegawai. Selain pekerjaan dan bisnis Bank menggunakan pendekatan
itu, pengembangan kompetensi juga dimaksudkan 70:20:10, yaitu 70% pembelajaran diperoleh melalui
untuk mempersiapkan pegawai menghadapi pengalaman praktis, 20% dari interaksi dengan orang
tantangan perubahan yang mungkin terjadi di dalam lain, dan 10% dari pembelajaran formal.
dunia kerja, serta mempersiapkan mereka untuk
menduduki jabatan yang lebih tinggi atau strategis. Untuk mencapai pemenuhan kebutuhan kompetensi
BTN juga memegang teguh prinsip kesetaraan secara dan keahlian yang terus berkembang, BTN menjalankan
konsisten untuk memastikan bahwa seluruh pegawai, program pengembangan SDM secara berkelanjutan.
baik pria maupun wanita, mendapatkan kesempatan Program ini dirancang dengan berbagai pendekatan,
yang setara untuk belajar dan mengembangkan antara lain melalui pendidikan, pelatihan, penugasan
kompetensinya. Dengan demikian, pengelolaan khusus, dan program mutasi maupun promosi.
human capital tidak hanya berfokus pada peningkatan Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan
keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan pengalaman pegawai agar mereka
karakter dan kemampuan interpersonal yang dapat beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan
diperlukan dalam menghadapi tantangan dan peluang pekerjaan yang semakin kompleks. Sebagai gambaran
karir pada masa depan. [GRI 3-3] lebih rinci mengenai pengembangan SDM, berikut
disajikan tabel yang memberikan informasi terkait
Untuk mendukung pengembangan kompetensi, BTN distribusi pelaksanaan program selama periode
memiliki program yang fokus pada tiga elemen utama, Januari hingga Desember 2024 pada berbagai level di
yaitu: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dalam organisasi.
Strategi Pengembangan Pegawai
Pada tahun 2024, BTN mengukuhkan komitmennya dilaksanakan Bank untuk pengembangan pegawai
dalam pengembangan talenta melalui inisiatif tahun 2024:
strategis dengan melakukan kerja sama dengan pihak 1. Program beasiswa pegawai
ketiga untuk mendukung pengembangan kompetensi Dalam upaya mendukung pengembangan
pegawai. Selain sebagai bentuk peningkatan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia,
kompetensi, inovasi, dan kreatifitas; pengembangan BTN memiliki program beasiswa unggulan yang
dari pihak eksternal juga dapat memperluas jaringan terbuka untuk seluruh pegawai. Beasiswa ini
profesional, memenuhi standar dan regulasi, serta ditujukan untuk program pendidikan S1 dan
meningkatkan pengetahuan akan perkembangan S2, baik di dalam negeri maupun luar negeri,
industri. Berikut adalah strategi dan program yang guna memperluas wawasan dan keahlian para
122 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 20
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
pegawai dalam bidang-bidang yang relevan. negeri seperti: The University of Sydney, Monash
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BTN juga University, International Institute of Management
telah menjalin kerja sama dengan beberapa Development (IMD), The University of Melbourne,
perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam The University of Edinburgh, serta University of
negeri seperti Universitas Indonesia (UI), Magister Bistol. Melalui kerja sama ini, BTN berharap dapat
Manajemen Universitas Gadjah Mada (MM UGM), memberikan akses pendidikan berkualitas bagi
serta Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut pegawai yang ingin mengembangkan diri. Berikut
Teknologi Bandung (SBM ITB), maupun di luar data pegawai yang memperoleh beasiswa.
Pelaksanaan Program Beasiswa Pegawai
2023 2024
2023 9
14 39
Beasiswa S1
2024 16
Beasiswa S2 2023 2
Dalam Negeri
2024 10
Pertumbuhan:
3
179%
2023
Beasiswa S2 Luar
Negeri
2024 13
2. Pengembangan kapabilitas sumber daya mengidentifikasi dan mengembangkan potensi
manusia terbaik dari pegawai BTN, dengan memberikan
BTN berkomitmen untuk terus mengembangkan mereka kesempatan untuk mengikuti pelatihan
kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui dan pengembangan kepemimpinan yang
berbagai program pelatihan lanjutan dan intensif. Melalui partisipasi dalam program ini,
pengembangan kepemimpinan. Dalam hal ini, BTN memastikan bahwa pegawainya tidak hanya
BTN bekerja sama dengan beberapa lembaga siap secara teknis, tetapi juga memiliki kapasitas
terkemuka. Kerja sama ini bertujuan untuk kepemimpinan yang kuat untuk memimpin
memberikan pelatihan yang relevan dengan perusahaan di masa depan.
kebutuhan industri serta mengasah keterampilan
kepemimpinan para pegawai agar siap 4. Sertifikasi
menghadapi tantangan yang semakin kompleks Untuk mendukung pengakuan formal atas
dalam dunia perbankan. Dengan dukungan kompetensi pegawai, BTN juga menjalin kerja
lembaga-lembaga ini, BTN memastikan pegawai sama dengan lembaga-lembaga sertifikasi
mendapatkan pengalaman belajar yang profesional. Lembaga-lembaga tersebut meliputi
berkualitas, serta terus meningkatkan kompetensi Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR),
mereka melalui program-program yang Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP),
terstruktur dan aplikatif. Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah (LSP
KS), Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Keuangan
3. BUMN School of Excellence Pasar Modal Indonesia (LSP IKEPAMI), dan ACI
BTN turut berperan aktif dalam program BUMN Financial Markets Association (ACIFMA). Melalui
School of Excellence, yang bertujuan untuk sertifikasi ini, BTN memberikan kesempatan bagi
mempersiapkan pegawai menjadi kandidat calon pegawai untuk mengukuhkan kemampuan
Direksi di masa depan. Program ini dirancang untuk profesional mereka sesuai dengan standar industri
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 123
Page 21
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
yang berlaku, sehingga meningkatkan kualitas Dengan inisiatif ini, BTN bertujuan untuk membangun
SDM secara keseluruhan dalam menghadapi pipeline talenta yang kuat dan berkelanjutan, yang
dinamika industri keuangan. akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan dan
keberlanjutan perusahaan di masa depan. Langkah
Bank melakukan pengawasan dan evaluasi program ini juga merupakan wujud kontribusi BTN dalam
secara berkala yang dilakukan oleh tim manajemen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
senior BTN untuk memastikan efektivitas dan (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas
keselarasan dengan strategi bisnis perusahaan. dan pekerjaan yang layak serta pertumbuhan ekonomi.
Sinergi Persiapan SDM Andal di Era Digital
Sebagai komitmen Bank dalam meningkatkan pengembangan talenta muda Indonesia,
kualitas sumber daya manusia (SDM) dan khususnya di sektor perbankan dan properti. Kerja
mendukung sektor perumahan yang berkelanjutan, sama ini mendukung misi BTN untuk “Menjadi
BTN juga aktif dalam memberikan literasi Rumah Bagi Talenta Terbaik Indonesia” sekaligus
kepada mahasiswa melalui Kuliah Umum terkait mendukung pencapaian target pembangunan
menghadapi disrupsi ekonomi dan digital yang tiga juta rumah per tahun. BTN juga menyediakan
terjadi saat ini. Pada tahun 2024 kegiatan literasi layanan perbankan untuk kemajuan pendidikan,
tersebut diberikan kepada beberapa universitas termasuk sistem pembayaran uang kuliah dan
di antaranya Universitas Bina Nusantara (Binus), magang bagi mahasiswa, kuliah umum, serta
Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas kerja sama lainnya. Melalui kerja sama ini, BTN
Andalas (Unand), Universitas Tanjungpura telah mendukung penyediaan penggunaan
(Untan), Universitas HKBP Nommensen (UHN), dan jasa dan layanan perbankan serta mendukung
Universitas Islam Indonesia (UII). pengembangan civitas akademika. Langkah
strategis ini menegaskan komitmen BTN untuk
Pada kegiatan yang sama, juga dilakukan membangun SDM unggul yang mendukung
penandatanganan Nota Kesepahaman pembangunan sektor perumahan yang
yang merupakan langkah strategis BTN berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
untuk memperluas peran serta BTN dalam
124 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 22
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pengembangan Kompetensi Berdasarkan Level Jabatan [GRI 2-17, 404-2] [OJK E.2,
F.22] [FS4]
Pengembangan Kompetensi Komisaris
Sepanjang tahun pelaporan ini, anggota Dewan lokakarya, konferensi maupun seminar terkait aspek
Komisaris BTN telah berpartisipasi dalam berbagai ESG, seperti yang tercantum dalam tabel berikut.
program peningkatan kompetensi, termasuk pelatihan,
Pelatihan yang Diikuti oleh Dewan Komisaris (Board of Commissioners)
Jenis Pelatihan dan Materi
Waktu dan Tempat
Nama Jabatan Pengembangan Kompetensi/ Penyelenggara
Pelaksanaan
Pelatihan
Chandra M. Komisaris Pembekalan Sertifikasi Manajemen 27 Januari 2024, Bogor Lembaga
Hamzah Utama/ Risiko - Kerangka Kualifikasi Pengembangan
Independen Nasional Indonesia (KKNI) Jenjang Perbankan Indonesia
6 ( LPPI )
Penyelarasan Sertifikasi 27 Juni 2024 - 28 Juni Indonesia Risk
Manajemen 2024, Jakarta Professional
Risiko - KKNI Jenjang 6 Association (IRPA)
ASEAN Global Leadership Program 4 - 8 November 2024, SRW&Co
- CGKSB Beijing
Iqbal Latanro Wakil Komisaris Penyelarasan Sertifikasi 27 Januari 2024, Bogor LPPI
Utama/ Manajemen
Independen Risiko - KKNI Jenjang 6
Penyelarasan Sertifikasi 11 Juni 2024 - 12 Juni 2024, IRPA
Manajemen Jakarta
Risiko - KKNI Jenjang 7
Armand B. Komisaris Pembekalan Sertifikasi Manajemen 27 Januari 2024, Bogor LPPI
Arief Independen Risiko - KKNI Jenjang 6
Penyelarasan Sertifikasi 27 Juni 2024 - 28 Juni IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6 2024, Jakarta
Executive Risk Management 23 Frebuari 2024 - 3 LPPI
Refresher Program Batch 5: ESG & Maret 2024, Eropa
Business Sustainability" (Vienna, Budapest,
Praha)
Uji Kompetensi Sertifikasi 19 Maret 2024, Jakarta LSPP
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6
ASEAN Global Leadership Program 4 - 8 November 2024, SRW&Co
- CGKSB Beijing
Sentot A. Komisaris Pembekalan Sertifikasi Manajemen 27 Januari 2024, Bogor LPPI
Sentausa Independen Risiko - KKNI Jenjang 6
Executive Risk Management 23 Frebuari 2024 - 3 LPPI
Refresher Program Batch 5: ESG & Maret 2024, Eropa
Business Sustainability" (Vienna, Budapest,
Praha)
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 125
Page 23
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Jenis Pelatihan dan Materi
Waktu dan Tempat
Nama Jabatan Pengembangan Kompetensi/ Penyelenggara
Pelaksanaan
Pelatihan
Uji Kompetensi Sertifikasi 19 Maret 2024, Jakarta LSPP
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6
Penyelarasan Sertifikasi 21 Mei 2024 - 22 Mei 2024, IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta
Andin Komisaris Pembekalan Sertifikasi Manajemen 27 Januari 2024, Bogor LPPI
Hadiyanto Risiko - KKNI Jenjang 6
Penyelarasan Sertifikasi 27 Juni 2024 - 28 Juni IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6 2024, Jakarta
Herry Komisaris Pembekalan Sertifikasi Manajemen 27 Januari 2024, Bogor LPPI
Trisaputra Risiko - KKNI Jenjang 6
Zuna
Uji Kompetensi Sertifikasi 18 Juli 2024, Jakarta Badan Sertifikasi
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 4 Manajemen Risiko
Penyelarasan Sertifikasi 23 Juli 2024 - 25 Juli 2024, IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6 Jakarta
Pembekalan Sertifikasi Manajemen 17 Agustus 2024, Bogor LPPI
Risiko - KKNI Jenjang 6
Himawan Komisaris Pembekalan Sertifikasi Manajemen 27 Januari 2024, Bogor LPPI
Arief Sugoto Risiko - KKNI Jenjang 6
Uji Kompetensi Sertifikasi 18 Juli 2024, Jakarta Badan Sertifikasi
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6 Manajemen Risiko
Penyelarasan Sertifikasi 23 Juli 2024 - 25 Juli 2024, IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6 Jakarta
Pembekalan Sertifikasi Manajemen 17 Agustus 2024, Bogor LPPI
Risiko - KKNI Jenjang 6
ASEAN Global Leadership Program 4 - 8 November 2024, SRW&Co
- CGKSB Beijing
Adi Komisaris Pembekalan Sertifikasi Manajemen 14 Mei 2024, Jakarta PT Garda Multi Talenta
Sulistyowati Independen Risiko - KKNI Jenjang 7
Uji Kompetensi Sertifikasi 7 Juni 2024, Jakarta LPPI
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7
Penyelarasan Sertifikasi 11 Juni 2024 - 12 Juni 2024, IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta
Bambang Komisaris Pembekalan Sertifikasi Manajemen 6 Mei 2024, Bogor LPPI
Widjanarko Independen Risiko - KKNI Jenjang 6
Penyelarasan Sertifikasi 23 Mei 2024 - 25 Mei IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6 2024, Jakarta
Pengembangan Kompetensi Direksi
Sepanjang tahun 2024, anggota Direksi BTN telah maupun seminar terkait aspek ESG, seperti yang
berpartisipasi dalam berbagai program peningkatan tercantum dalam tabel berikut.
kompetensi, termasuk pelatihan, lokakarya, konferensi
126 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 24
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pelatihan yang Diikuti oleh Direksi (Board of Director)
Jenis Pelatihan dan Materi
Waktu dan Tempat
Nama Jabatan Pengembangan Kompetensi/ Penyelenggara
Pelaksanaan
Pelatihan
Nixon L.P. Direktur Penyelarasan Sertifikasi 15 Mei 2024 - 16 Mei 2024 IRPA
Napitupulu Utama Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta
Executive Course on Strategic 3 Juli 2024 - 16 Juli 2024 Universitas
Management and Leadership Jakarta Pertahanan RI
COHORT - 2 Tahun 2024
Global Leadership Program by 2 September 2024 - 6 SRW&Co - IESE
SRW&Co - IESE Business School September 2024
Barcelona, Spain
Oni Febriarto Wakil Direktur Refreshment Sertifikasi Manajemen 7 Februari 2024 PT Garda Multi
Rahardjo Utama Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta Talenta
Strategic Decision - Making for 7 Oktober 2024 - 9 Oktober 2024 Cambridge Judge
Leaders Cambridge, United Kingdom Business School
Andi Nirwoto Direktur Refreshment Sertifikasi Manajemen 7 Februari 2024 PT Garda Multi
Information Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta Talenta
Technology
Elisabeth Direktur Refreshment Sertifikasi Manajemen 24 Januari 2024 PT Garda Multi
Novie Assets Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta Talenta
Riswanti Management
Executive Risk Management 9 - 18 November 2024 LPPI
Program - Europe Milan - La Spezia - Roma, Italy
Jasmin Direktur Refreshment Sertifikasi Manajemen 7 Februari 2024 PT Garda Multi
Distribution & Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta Talenta
Institusional
Funding Penyelarasan Sertifikasi 15 Mei 2024 - 16 Mei 2024 IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta
Strategic Decision - Making for 7 Oktober 2024 - 9 Oktober 2024 Cambridge Judge
Leaders Cambridge, United Kingdom Business School
Hirwandi Direktur Refreshment Sertifikasi Manajemen 12 Januari 2024 PT Garda Multi
Gafar Consumer Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta Talenta
Penyelarasan Sertifikasi 12 Mei 2024 - 13 Mei 2024 IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta
Executive Risk Management 9 - 18 November 2024 LPPI
Program - Europe Milan - La Spezia - Roma, Italy
Setiyo Direktur Risk Refreshment Sertifikasi Manajemen 7 Februari 2024 PT Garda Multi
Wibowo Management Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta Talenta
Ideas Asia Pacific by UID-MIT Sloan 21 Maret 2024 Unity in Diversity
Manila, USA
Ideas Asia Pacific 2024 "Co- 23 April 2024 - 26 April 2024 UID Bali
Initiating Module Orientation Boston, USA
Workshop"
Ideas Asia Pacific - MIT 10 Juni 2024 - 14 Juni 2024 MIT Sloan Business
Cambridge, Massachusetts, USA School
Ideas Asia Pacific - in person 7 Agustus 2024 - 12 Agustus UID Bali - MIT Sloan
workshop - DEEP DIVE MODULE 2024 USA
Bali
Penyelarasan Sertifikasi 4 September 2024 - 5 IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7 September 2024
Jakarta
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 127
Page 25
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Jenis Pelatihan dan Materi
Waktu dan Tempat
Nama Jabatan Pengembangan Kompetensi/ Penyelenggara
Pelaksanaan
Pelatihan
Nofry Rony Direktur Refreshment Sertifikasi Manajemen 24 Januari 2024 PT Garda Multi
Poetra Finance Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta Talenta
Penyelarasan Sertifikasi 15 Mei 2024 - 16 Mei 2024 IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta
Eko Waluyo Direktur Assessment Sertifikasi HC Skema 22 Maret 2024 Forum Human
Human Direktur SDM Jakarta Capital Indonesia
Capital, (FHCI)
Compliance,
& Legal Penyelarasan Sertifikasi 27 Maret 2024 - 28 Maret 2024 IRPA
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta
Uji Kompetensi Sertifikasi 28 Maret 2024 LPPI
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta
Seminar "Investasi Dana Pensiun 25 April 2024 Asosiasi Dana
Dalam Menghadapi Dinamika Suku Jakarta Pensiun Indonesia
Bunga"
Empowering the Future Workforce : 19 September 2024 - 20 FHCI
Innovation, Resilience & Employee September 2024
Well-being to make a Respectful Bali
Workplace
Hakim Direktur Refreshment Sertifikasi Manajemen 24 Januari 2024 PT Garda Multi
Putratama Operations Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta Talenta
& Customer
Penyelarasan Sertifikasi 15 Mei 2024 - 16 Mei 2024 IRPA
Experience
Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7 Jakarta
Muhammad Direktur Leading with Finance - Harvard 15 Mei 2024 - 26 mei 2024 Leading with
Iqbal SME & Retail Business School Jakarta Finance - Harvard
Funding Business School
Corporate Governance Program: 10 - 13 September 2024 Columbia Business
Developing Exceptional Board New York City, USA School
Leaders
Pengembangan Kompetensi Pegawai
BTN telah memberikan pelatihan dan pengembangan perusahaan. Sepanjang tahun 2024, pegawai BTN telah
kepada seluruh pegawai, tanpa terkecuali yang berpartisipasi dalam berbagai program peningkatan
meliputi pegawai tetap, pegawai kontrak, pegawai kompetensi, termasuk pelatihan, lokakarya, konferensi
paruh waktu, alih daya. Dengan pendekatan inklusif maupun seminar terkait aspek ESG. Adapun program
ini, BTN bertujuan untuk menciptakan budaya kerja pelatihan yang telah diikuti oleh pegawai, sebagai
yang mendukung pengembangan berkelanjutan bagi berikut:
seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam operasional
128 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 26
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pelatihan yang Diikuti oleh Pegawai
Jumlah
No. Nama Pelatihan Tanggal Pelaksanaan Metode
Peserta
1 Aligning Strategy Execution with ESG April Pelatihan Kelas 7
2 Certified Anti Fraud & Legal (CAFP) Februari Pelatihan Kelas 1
3 Climate Risk Integration in the Banking Oktober Pelatihan Kelas 3
4 Financial & Capital Market Based on ESG Mei Pelatihan Kelas 29
5 Internalisasi ESG (Environment, Social & Mei Pelatihan Kelas 11.448
Governance) Awareness
6 Internalisasi Pengelolaan APU, PPT, dan PPPSPM Januari, Februari, Juni Pelatihan Kelas 221
7 National Anti Fraud Conference September Pelatihan Kelas 3
8 Pelatihan APU, PPT, dan PPPSPM Januari, Mei Pelatihan Kelas 431
9 Pelatihan Audit ESG Februari Pelatihan Kelas 62
10 Workshop Standar dan Kode Etik Profesi Auditor Februari Pelatihan Kelas 26
Internal
11 Pelatihan Climate Risk Stress Test Agustus Pelatihan Kelas 17
12 Pelatihan Premium ESG Investment Agustus Pelatihan Kelas 1
13 Refreshment APU, PPT, dan PPPSPM Agustus Pelatihan Kelas 266
14 Refreshment Program APU, PPT, dan PPPSPM Agustus Pembelajaran 261
terhadap Nasabah Resiko Tinggi Mandiri
15 Sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) September Pelatihan Kelas 37
16 Sosialisasi Digital Risk Awareness & Cyber Trend Oktober Pembelajaran 7.361
Mandiri
17 Webinar "Climate Risk Awareness & GHG” Agustus Pelatihan Kelas 297
18 Webinar OJK "Perlindungan Data Pribadi Mei Pelatihan Kelas 59
19 Workshop Data Pribadi (ROPA) Juni Pelatihan Kelas 67
20 Workshop Mengelola Cyber Security Mei Pelatihan Kelas 1
Jumlah Pegawai yang Mendapatkan Pelatihan Berdasarkan Status
Keterangan 2024 2023
Pegawai tetap 12.699 11.270
Pegawai kontrak 148 775
Total Pegawai 12.847 12.045
Program Pengembangan Pekerjaan Spesifik
Selain mendukung pengembangan kompetensi dan siap menghadapi tantangan industri yang semakin
kinerja pegawai secara umum, BTN berkomitmen kompleks, dan mampu berkontribusi secara maksimal
menyediakan program pelatihan yang spesifik terhadap pencapaian tujuan Bank. Program pelatihan
diperuntukkan bagi bidang pekerjaan tertentu. ini dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan
Job-specific development training programs teknis dan pengetahuan yang relevan dengan tugas
merupakan bagian integral dari strategi Bank untuk dan tanggung jawab pegawai dalam posisi tertentu.
menciptakan sumber daya manusia yang terampil, Sebagai program unggulan, program ini diharapkan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 129
Page 27
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
dapat menghasilkan tenaga profesional yang tidak yang mencakup bisnis, kredit risiko, kepemimpinan,
hanya kompeten, tetapi juga siap beradaptasi dengan hingga sales and service. Dengan hadirnya inisiatif ini,
perkembangan industri yang cepat. Bank memastikan seluruh pegawai dapat mengakses
pelatihan teknis, manajerial, dan inovasi berbasis
Pada tahun 2024, Bank memperkenalkan lebih dari teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masing-
418 jenis pelatihan yang dapat diakses secara virtual masing pegawai.
Pelaksanaan Program Pengembangan Pekerjaan Spesifik
Jumlah Jumlah
Jumlah
Pelatihan Jenis Metode Jam
Pegawai
Pelatihan Pelatihan
Commercial Banking Academy 30 2.838 Tatap Muka & Kelas Virtual 34.008
Consumer Banking Academy 70 7.618 Tatap Muka & Kelas Virtual 142.232
GRC Academy 76 7.936 Tatap Muka & Kelas Virtual 94.756
IT & Digital Academy 20 113 Tatap Muka & Kelas Virtual 3.432
Leadership Academy 51 2.090 Tatap Muka & Kelas Virtual 35.548
Operations & Finance Academy 96 7.652 Tatap Muka & Kelas Virtual 116.916
Sharia Business Academy 55 2.915 Tatap Muka & Kelas Virtual 40.392
Treasury & Capital Market Academy 14 359 Tatap Muka & Kelas Virtual 3.016
Wholesale Banking Academy 1 21 Tatap Muka & Kelas Virtual 504
BTN memberikan sertifikasi kepada pegawai sebagai sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan
bagian dari upaya untuk mendukung pengembangan dalam menghadapi tantangan industri. Berikut adalah
kompetensi di bidang pekerjaan yang spesifik. Melalui jenis sertifikasi yang dimiliki oleh pegawai BTN di sektor
pemberian sertifikasi yang relevan, BTN berkomitmen perbankan:
untuk memfasilitasi pengembangan karier pegawai,
Jumlah Jenis Sertifikasi Pegawai Berdasar Sektor Perbankan
Keterangan 2024 2023
Sertifikasi Sistem Manajemen Risiko (SMR) 3.297 2.555
Sertifikasi Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) 175 110
Sertifikasi Treasury 40 40
Biaya Pengembangan Kompetensi
Pengembangan kompetensi menjadi salah satu fokus pembelajaran, seperti pembelajaran daring, kelas
BTN. Hal ini dapat dilihat bahwa pada tahun 2024, virtual, dan pembelajaran mandiri. Pendekatan ini
Bank telah telah mengalokasikan anggaran yang lebih bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penyampaian
besar untuk pengembangan kompetensi pegawai, materi pendidikan, tanpa mengorbankan kualitas
dengan peningkatan sebesar 10% dibandingkan dan efektivitas dari setiap program yang dijalankan.
dengan anggaran yang disediakan pada tahun Melalui strategi ini, Bank tidak hanya berfokus
2023. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program pada pengembangan kompetensi teknis, tetapi
pengembangan, BTN menerapkan metode blended juga berupaya memastikan bahwa kompetensi
learning, yang menggabungkan berbagai bentuk yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas dan
130 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 28
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
menghadapi tantangan masa depan dapat terpenuhi. untuk pengembangan kompetensi pegawai dapat
Rincian lebih lanjut tentang anggaran yang dialokasikan ditemukan pada tabel berikut.
Jumlah dan Pertumbuhan Biaya Pengembangan Kompetensi
Biaya pengembangan kompetensi (dalam juta rupiah) Pertumbuhan
2024 2023 Dalam (juta rupiah) Dalam persen (%)
105.530 95.928 9.602 10%
Jumlah dan Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 404-1]
2024 2023 2022
Keterangan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Jumlah Pegawai 6.560 6.287 6.288 5.757 6.396 5.727
Jumlah Peserta Pendidikan dan
16.941 15.630 17.342 14.086 15.842 13.607
Pelatihan
Jumlah Jam Pendidikan dan Pelatihan 344.376 322.746 393.096 349.610 342.379 313.909
Rata-rata Jam Pendidikan dan Pelatihan
20,33 20,65 22,67 24,82 21,61 23,07
per Peserta
Rata-rata Jam Pendidikan dan Pelatihan
52,50 51,34 65,52 60,73 53,53 54,81
per Orang
Total Peserta Pendidikan dan Pelatihan 32.571 31.428 29.449
Persentase Pegawai yang
Mendapatkan Pendidikan dan 100% 100% 100%
Pelatihan
Total Jam Pendidikan dan Pelatihan 667.122 742.706 656.288
Pada tahun 2024, pembelajaran self-learning modulnya berupa video singkat, sehingga satu kursus
melalui LinkedIn Learning lebih intensif dibandingkan hanya memerlukan waktu satu jam.
pembelajaran tatap muka atau virtual dua arah, karena
Jumlah dan Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai Berdasarkan Jenjang Jabatan [GRI 404-1]
2024 2023 2022
Jumlah Jumlah Jumlah
Jenjang Jabatan Rata- Rata- Rata-
Jumlah Total Jumlah Total Jumlah Total
rata Jam rata Jam rata Jam
Peserta Jam Peserta Jam Peserta Jam
Pelatihan Pelatihan Pelatihan
Pelatihan Pelatihan Pelatihan
Level 5B (22) 20 386 19 13 290 22 13 250 19
Level 4C-5A (19-21) 482 8.244 17 599 13.874 23 438 5.626 13
Level 3C-4B (15-18) 5.786 96.066 17 5.792 111.066 19 4.424 79.743 18
Level 3A-3B (13-14) 8.676 164.066 19 9.061 317.128 35 9.088 183.582 20
Level 2D-2F (11-12) 13.020 280.402 22 12.395 234.147 19 11.961 310.976 26
Level 2A-2C (8-10) 4.587 118.002 26 3.568 66.201 19 3.449 75.048 22
22= Executive Vice President 19= Vice President 16= Manager 13= Assistant Manager 10= Staff
21= Senior Vice President 18= Assistant Vice President 15= Manager 12= Senior Staff 9= Staff
20= Vice President 17= Senior Manager 14= Assistant Manager 11= Senior Staff 8= Junior Staff
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 131
Page 29
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Komitmen Bank dalam membentuk SDM unggul tangguh, dan tanggap sesuai dengan kebutuhan
tidak hanya terbatas pada program pendidikan dan perkembangan dunia perbankan. Disamping itu,
dan pelatihan, tetapi juga dengan memberikan BTN tidak hanya memastikan bahwa pendidikan dan
kesempatan kepada pegawai tetap yang terpilih untuk pelatihan tidak hanya diberikan kepada pegawai yang
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. masih aktif bekerja, tetapi juga untuk mereka yang akan
Langkah ini dilaksanakan berdasarkan Kebijakan Umum memasuki masa pensiun. Bagi pegawai yang akan
Sumber Daya Manusia (Human Capital) KU.3 tentang pensiun, program pelatihan ditujukan agar mereka
Pengelolaan Pembelajaran dan Pengembangan. memiliki keterampilan dan kesiapan yang diperlukan,
Kebijakan ini disusun untuk meningkatkan kompetensi untuk menjalani masa pensiun dengan produktif dan
pegawai dan menciptakan tenaga kerja yang terampil, bernilai. [GRI 404-2]
BUMN Learning Festival 2024
BTN menjadi tuan rumah dalam acara puncak
BUMN Learning Festival (BLF) 2024 dengan
tema “Be Agile, Be a Lifelong Learner” yang
diadakan di Menara BTN. Kegiatan ini mendorong
perkembangan praktik berkelanjutan melalui
pembelajaran, peningkatan keterampilan, dan
beradaptasi dengan tren bisnis terbaru. Kegiatan
yang diikuti oleh lebih dari 116 BUMN dengan total
peserta mencapai 2.500 ini dilengkapi dengan pemilikan rumah (KPR) dapat meningkatkan
pameran digital learning dari setiap BUMN. kualitas hidup masyarakat dan berkontribusi
sebesar Rp2,46 triliun bagi ekonomi Indonesia.
BLF juga merupakan bagian dari komitmen BTN
untuk menciptakan SDM yang unggul dengan BLF 2024 juga menegaskan pentingnya investasi
fondasi AKHLAK yang kuat. Dalam acara ini, pada pengembangan diri sebagai upaya
BTN juga menyampaikan bahwa SDM yang berkelanjutan untuk menciptakan SDM yang
berkualitas akan mendukung sektor perumahan, tangguh dan siap menghadapi tantangan VUCA
yang merupakan salah satu program strategis (vulnerability, uncertainty, complexity, ambiguity).
nasional, serta memberikan dampak positif pada Dengan komitmen untuk menjadi Super Learner,
perekonomian nasional. Kajian dari Housing pegawai diharapkan dapat berkontribusi pada
Finance Center BTN menunjukkan bahwa kredit terwujudnya Indonesia Emas 2045.
LinkedIn Top Companies 2024
Keberhasilan Bank dalam melakukan pengembangan SDM tercermin dari perolehan penghargaan
LinkedIn Talent Awards dengan menjadi peringkat ke-3 dalam LinkedIn Top Companies 2024. Penghargaan
ini merupakan bentuk apresiasi yang menempatkan BTN sebagai salah satu tempat terbaik untuk
pengembangan karier di Indonesia dan menjadi bukti nyata komitmen BTN dalam membangun ekosistem
pengembangan yang adaptif dan berkelanjutan.
Implementasi strategi pengembangan human capital di BTN fokus pada penguatan kompetensi para
pegawai melalui penggunaan teknologi dan platform pembelajaran dengan standar global. BTN juga
menjalankan berbagai program pengembangan kepemimpinan, seperti Leadership Development
132 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 30
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Program untuk berbagai tingkatan dan mitra strategis seperti ASEAN
Global Leadership Program (AGLP), guna memberikan perspektif
kepemimpinan global kepada para pemimpin BTN.
Sebagai bank BUMN yang memiliki peran penting dalam perekonomian
Indonesia, BTN memastikan bahwa pengembangan SDM selalu
didukung dengan penerapan core values BUMN, yaitu AKHLAK
(Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Penerapan
nilai-nilai ini menjadi fondasi yang mendasari transformasi human
capital dan budaya yang berkelanjutan, serta menjadi langkah
menuju tahap selanjutnya, yakni Global Playership Period.
Penghargaan yang diterima BTN dari LinkedIn semakin memotivasi
Bank untuk terus memberikan ruang bagi talenta terbaik untuk
tumbuh, belajar, dan berkontribusi secara maksimal. Dengan budaya
pembelajaran yang terus berkembang, BTN siap untuk menjadi
pemain global yang mampu menghadapi tantangan dan kebutuhan
masyarakat di masa depan.
Pengembangan Karier
BTN telah menyediakan berbagai jalur pengembangan aspek kinerja dan potensi yang terlihat untuk masa
karier yang dirancang untuk memberikan peluang depan. Matriks ini memberikan gambaran yang
kemajuan yang berbeda-beda bagi setiap pegawai, jelas tentang perkembangan karier pegawai dan
sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing. membantu Bank dalam merancang langkah-langkah
Setiap pegawai kemudian diidentifikasi dalam matriks pengembangan yang tepat. Berikut merupakan matriks
potensi yang disusun dengan mempertimbangkan pengembangan karier BTN.
Matriks
Pengembangan
Tinggi
7 NEED TO
8 POTENTIAL 9 STAR
Karier BTN DEVELOP
A
E R J
Sedang
4 SLOW
5 AVERAGE 6 POTENTIAL
STARTER
K I N
Rendah
2 SLOW 3 NEED TO
1 UNFIT
STARTER DEVELOP
Rendah Sedang Tinggi
P O T E N S I
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 133
Page 31
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Selain melalui pemetaan potensi, BTN juga menerapkan Proses ini bertujuan untuk memberikan peluang yang
program Job Posting, yang merupakan proses luas kepada pegawai untuk mengembangkan karir
pencarian kandidat untuk posisi tertentu secara terbuka. mereka masing-masing.
Proses Pelaksanaan Program Job Posting
Bank akan BTN
memberikan menyelenggarakan
proses seleksi Direksi akan
pengumuman Pegawai
berdasarkan memutuskan
kepada seluruh yang terpilih
kesesuaian kriteria pegawai yang
PENGUMUMAN
pegawai tentang
PENEMPATAN
ditempatkan
PENETAPAN
terpilih dari hasil
SELEKSI
lowongan untuk posisi dengan
pada jabatan
pendaftar. Seleksi seleksi untuk
jabatan tertentu, tersebut.
bersifat on-desk mengisi jabatan
disertai dengan
maupun tatap tersebut.
kriteria kandidat
yang diinginkan. muka (wawancara,
simulasi, dsb).
BTN melibatkan proses perencanaan suksesor untuk berpotensi tinggi, melalui serangkaian tahapan yang
posisi-posisi strategis dalam organisasi. Proses ini jelas, sebagai berikut:
didasarkan pada nominasi dan seleksi pegawai
Proses Perencanaan Suksesor untuk Posisi Strategis
Program Pengembangan
• Komunikasi terkait program
pengembangan kepada suksesor
• Melaksanakan program
Pengawasan dan pengembangan
Evaluasi
• Pengawasan Mengidentifikasi Suksesor
• Evaluasi • Menentukan kriteria kesuksesan di
posisi tujuan
• Menentukan kesesuaian profil dan
kesiapan suksesor
• Memiliki dan menetapkan suksesor
Integrasi dengan Proses HC
Mulai Mengidentifikasi Posisi Kunci
Lainnya seperti:
• Kriteria posisi kunci • Pembelajaran dan
• Metode identifikasi dan pengembangan
finalisasi posisi kunci • Manajemen kinerja
• Perpindahan pegawai
(mobilitas)
BTN telah memiliki Talent Acceleration Program (TAP) Program ini dirancang untuk mempercepat proses
sebagai upaya untuk mempercepat pengembangan pengembangan talenta yang berpotensi tinggi dan
karier pegawai dan mempersiapkan pengisian posisi- dapat memenuhi kebutuhan Bank pada masa depan.
posisi kunci di tingkat BOD-1, BOD-2, dan BOD-3. TAP dilaksanakan melalui dua jalur utama, yaitu program
134 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 32
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
fast-track dan BTN Millennials Program. Program fast- Millennials Program diperuntukan bagi pegawai baru
track ditujukan untuk seluruh pegawai yang berusia yang berusia kurang dari 26 tahun dan juga pegawai
di bawah 40 tahun. Program ini memberikan mereka eksisting di bawah 30 tahun yang memiliki ambisi kuat
kesempatan naik ke posisi strategis dengan alur untuk menjadi pemimpin masa depan dan berperan
pengembangan yang lebih cepat. Sementara itu, BTN aktif untuk Bank.
Jumlah Peserta Program TAP, BTN Millennials Program, dan RLDP Tahun 2024
Regional Leader Development
TAP Batch 1 TAP Batch 2 BTN Millennial Leader
Program (RLDP) *
Person Grade
Jumlah
Jumlah Peserta Jumlah Peserta Jumlah Peserta
Peserta
2E - - - 17
3A - - 3 -
3B 1 3 18 -
3C 16 40 - -
3D 34 23 - -
3E/4A 23 6 - -
4B 3 - - -
Total 77 72 21 17
*)RLDP merupakan program rekrutmen untuk mencari calon pemimpin regional.
Program Talent Acceleration Program (TAP) memiliki berkembang secara optimal. Jenjang karier ini disusun
fokus utama yang mencakup aspek kepemimpinan, dengan mempertimbangkan kategori jabatan,
meningkatkan eksposur, memberikan pengalaman, job family, serta perencanaan karier individual,
serta memperkuat kompetensi teknis pegawai. yang semuanya didasarkan pada kompetensi inti,
Rotasi pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain kepemimpinan, dan job family. Selain itu, kurikulum
diimplementasikan dengan pendekatan “dual path”, pembelajaran yang relevan juga diintegrasikan dalam
yaitu mencakup pemenuhan kebutuhan Bank pada perencanaan pengembangan tersebut.
jabatan dengan keahlian tertentu (fungsional) dan
jabatan dengan karakter manajerial. Pegawai diberi Pada tahun 2024, Bank juga memberikan program
kesempatan untuk mengembangkan diri di kedua coaching kepada pegawai sebagai bentuk
jalur tersebut, baik menuju posisi manajerial maupun pengembangan karier. Melalui program ini pegawai
fungsional. Pemilihan jalur ini didasarkan pada akan dilatih untuk meningkatkan keterampilan dan
berbagai faktor, seperti kebutuhan Bank, kompetensi kemampuan yang relevan dengan bidangnya. Pegawai
dan kapabilitas pegawai, serta aspirasi pribadi juga mendapatkan keterampilan non-teknis untuk
masing-masing pegawai, sehingga memungkinkan mengembangkan jiwa kepemimpinan, mengatasi
penempatan yang sesuai dengan tujuan tantangan dan hambatan, meningkatkan kemampuan
pengembangan karier mereka. komunikasi, mencapai keseimbangan antara kerja
dan kehidupan, serta memperkuat motivasi dan
Bank telah merancang struktur jenjang karier sebagai keterlibatan mereka.
langkah untuk menciptakan peluang pertumbuhan
yang jelas dan memotivasi pegawai agar dapat
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 135
Page 33
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Bank telah merancang struktur jenjang karier sebagai Pada tahun 2024, Bank juga memberikan program
langkah untuk menciptakan peluang pertumbuhan coaching kepada pegawai sebagai bentuk
yang jelas dan memotivasi pegawai agar dapat pengembangan karier. Melalui program ini pegawai
berkembang secara optimal. Jenjang karier ini disusun akan dilatih untuk meningkatkan keterampilan dan
dengan mempertimbangkan kategori jabatan, kemampuan yang relevan dengan bidangnya. Pegawai
job family, serta perencanaan karier individual, juga mendapatkan keterampilan non-teknis untuk
yang semuanya didasarkan pada kompetensi inti, mengembangkan jiwa kepemimpinan, mengatasi
kepemimpinan, dan job family. Selain itu, kurikulum tantangan dan hambatan, meningkatkan kemampuan
pembelajaran yang relevan juga diintegrasikan dalam komunikasi, mencapai keseimbangan antara kerja
perencanaan pengembangan tersebut. dan kehidupan, serta memperkuat motivasi dan
keterlibatan mereka.
Penilaian Kinerja Rutin dan Umpan Balik
Dalam peninjauan dan penilaian kinerja pegawai, tahunan, menggunakan Indikator Kinerja Utama
BTN berpedoman pada Kebijakan Umum Sumber (KPI) untuk menilai kinerja individu dan tim. Program
Daya Manusia (Human Capital) Nomor KU.3 tentang Continuous Professional Development (CPD) juga
Pengelolaan Manajemen Karier. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendukung komunikasi terbuka
mencakup aspek perencanaan dan pengembangan mengenai pencapaian, area pengembangan, dan
karier pegawai di lingkungan Bank. Dalam menetapkan rencana karier di masa depan. [GRI 404-3]
indikator penilaian kinerja, BTN tidak mengutamakan
subjektivitas dan tidak membedakan pegawai BTN menegakkan prinsip kesetaraan dan inklusi dengan
berdasarkan jenis kelamin, melainkan fokus pada mengintegrasikan strategi remunerasi berbasis kinerja
kompetensi, kinerja, dan potensi yang dimiliki oleh (performance-driven culture), memastikan kenaikan
setiap individu. Hasil penilaian ini menjadi faktor penting upah berdasarkan prestasi (merit increase), serta
yang dipertimbangkan oleh Bank saat merumuskan pemberian insentif dan bonus sebagai penghargaan
kebijakan pengembangan karier, termasuk keputusan atas pencapaian individu dan tim. Kebijakan ini juga
terkait promosi, mutasi, atau peluang pengembangan menjamin pengembangan karier pekerja wanita secara
lebih lanjut untuk pegawai yang bersangkutan. setara dan penyesuaian remunerasi berdasarkan
jabatan, masa kerja, beban kerja, dan prestasi. Dengan
Pada tahun 2024, BTN berkomitmen memberikan evaluasi kinerja yang komprehensif, program CPD, dan
umpan balik hasil penilaian kinerja kepada 100% kebijakan remunerasi berbasis kinerja, BTN mendukung
pegawai di semua level jabatan tanpa terkecuali, pengembangan karier pekerja dan keterlibatan mereka,
secara objektif, dan tanpa membedakan jenis kelamin. sekaligus mempersiapkan pertumbuhan profesional
Proses ini dilakukan dengan evaluasi performa yang yang sesuai dengan kebutuhan strategis perusahaan
terstruktur melalui tinjauan kinerja semesteran dan di masa depan.
136 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 34
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Perlindungan dan Pemenuhan Hak Pegawai
BTN sepenuhnya berkomitmen untuk melindungi hak- Selain hal tersebut, BTN juga berkomitmen kuat untuk
hak pegawai, karena pemenuhan hak diyakini dapat mencegah praktik kerja paksa di lingkungan kerjanya.
meningkatkan kepuasan pegawai. Kepuasan yang Komitmen ini diimplementasikan melalui Kebijakan
tinggi akan mendorong kinerja yang lebih baik, yang Umum Sumber Daya Manusia (Human Capital)
pada akhirnya akan berkontribusi pada pencapaian Nomor KU.3 mengenai Hari dan Jam Kerja, yang
bisnis yang berkelanjutan dan kesuksesan jangka mengatur dengan jelas hari dan jam operasional
panjang. Bank. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan
bahwa pegawai dapat bekerja, hadir, dan beristirahat
Sebagai salah satu bentuk pemenuhan hak-hak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, dengan
pegawai, Bank secara rutin melaksanakan perundingan memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan
dengan Serikat Pekerja. Perundingan ini bertujuan untuk waktu istirahat. Apabila seorang pegawai diminta
melakukan penyusunan dan menyepakati Perjanjian untuk bekerja melebihi jam yang telah ditentukan, Bank
Kerja Bersama (PKB) yang berlaku selama dua tahun akan memberikan kompensasi dalam bentuk uang
dengan opsi perpanjangan maksimal selama satu lembur, sesuai dengan ketentuan yang tercantum
tahun. BTN juga telah mendaftarkan PKB tersebut dalam Kebijakan Umum Sumber Daya Manusia
ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Human Capital) Nomor KU.3 mengenai Pengelolaan
Republik Indonesia, selaku lembaga yang berwenang Kompensasi dan Manfaat. [GRI 409-1]
memastikan kepatuhan pelaku usaha dalam isu
ketenagakerjaan, sesuai Surat Keputusan Direktur Dalam rangka membangun hubungan kerja yang
Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan baik dan transparan, Bank secara aktif melakukan
Sosial Tenaga Kerja Nomor Kep. 4/ 032/PKB-PPJ/ komunikasi dua arah dengan para pegawai.
HI.00.01/X/2024. PKB yang saat ini berlaku adalah PKB Komunikasi ini mencakup berbagai informasi terkait
periode tahun 2024-2026. [GRI 2-30] [OJK F.19] perubahan struktur organisasi dan penambahan unit
bisnis kepada pegawai, serta hal-hal yang berkaitan
Meskipun PKB ini belum sepenuhnya mencakup dengan manajemen kepegawaian, seperti kebijakan,
ketentuan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan prosedur, dan pengembangan karier. Semua informasi
No. 28 Tahun 2014 mengenai Tata Cara Pembuatan dan yang relevan dapat diakses dengan mudah oleh
Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan pegawai melalui aplikasi Legal Application System
dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama, BTN (LApS), sebuah aplikasi internal yang dirancang untuk
dapat memastikan bahwa seluruh pegawai (100%) mengelola dan menyampaikan ketentuan, aturan, serta
mendapatkan perlindungan haknya melalui PKB dan pembaharuan yang berlaku di Bank. Dengan cara ini,
merupakan anggota Serikat Pekerja. BTN memastikan bahwa pegawai selalu mendapatkan
informasi terkini dan dapat berpartisipasi aktif dalam
perkembangan organisasi.
Remunerasi Pegawai
BTN mendefinisikan remunerasi sebagai pemberian yang diberikan didasarkan pada pencapaian kinerja
penghargaan kepada para pegawai yang harus dan tanggung jawab dari jabatan yang diemban.
dilaksanakan secara adil tanpa adanya praktik Untuk menjamin hal ini, BTN memiliki sistem yang diatur
diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, suku, ras, dalam Kebijakan Khusus 3-B tentang Remunerasi,
agama, warna kulit, dan bentuk keberagaman lainnya. yang diterbitkan pada 31 Oktober 2023. Kebijakan
Dalam hal ini, Bank telah menjamin bahwa tidak ini mengacu pada peraturan yang ditetapkan oleh
terdapat perbedaan rasio gaji pokok dan remunerasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti Peraturan OJK
yang diterima oleh pegawai perempuan dan laki-laki Nomor 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata
pada tingkat jabatan yang sama. Besaran remunerasi Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 137
Page 35
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40/ Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022
SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola dalam tentang Cipta Kerja, dengan menyesuaikan gaji
Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum. [GRI 3-3, 405-2] pegawai secara konsisten. Selain itu, gaji pegawai
akan direview minimal satu kali setahun. BTN juga
Selain sebagai upaya mempertahankan talenta berupaya menjaga agar gaji pegawai tetap kompetitif
terbaik, penerapan sistem remunerasi Bank juga dengan memastikan tingkat persentil gaji berada di
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan atas human atas P60 di seluruh level jabatan. Kebijakan remunerasi
capital. Remunerasi ini tidak hanya bertujuan ini bertujuan untuk mempertahankan talenta terbaik
untuk memberikan penghargaan, tetapi juga untuk serta mendorong kinerja yang optimal, seiring dengan
mendorong kinerja yang optimal dan berkelanjutan pencapaian strategi Bank. [GRI 202-1] [OJK F.20]
seiring dengan pencapaian strategi Bank. Dengan
pendekatan berbasis kinerja dan risiko, BTN memastikan Dengan pendekatan berbasis kinerja dan risiko,
bahwa pemberian remunerasi berhubungan langsung pemberian remunerasi berhubungan langsung dengan
dengan hasil kerja pegawai, baik dari segi individu, unit hasil kerja pegawai, baik secara individu, unit kerja,
kerja, maupun kinerja Bank secara keseluruhan. Sejalan maupun kinerja Bank secara keseluruhan. Struktur dan
dengan pendekatan tersebut, penerapan struktur dan skala upah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku
skala upah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. dan kapasitas finansial Bank. BTN juga menegaskan
Semua faktor tersebut kemudian disesuaikan dengan bahwa kebijakan remunerasi tidak membedakan
kapasitas finansial Bank untuk memastikan bahwa gender, ras, suku, agama, atau latar belakang lainnya,
besaran remunerasi yang diberikan tetap seimbang dan memberikan remunerasi berdasarkan person
dengan kemampuan finansial Bank. grade, kinerja, dan jabatan tanpa diskriminasi SARA.
BTN berkomitmen untuk memastikan kesejahteraan Sesuai dengan prinsip Bank dalam mengedepankan
pegawai melalui kebijakan remunerasi yang adil, kesetaraan gender dalam manajemen pengupahan,
transparan, dan berbasis kinerja. Struktur gaji yang rata-rata gaji keseluruhan antara pria dan wanita
disusun memastikan bahwa besaran minimal gaji tidak berbeda. Jika dibandingkan median gaji pegawai
pegawai tetap di atas Upah Minimum Regional laki-laki dengan pegawai perempuan adalah 1:1. Hal ini
(UMR), sekaligus menjalankan kebijakan pemerintah merepresentasikan komitmen Bank dalam memberikan
sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 6 upah yang setara tanpa ada diskriminasi berdasarkan
Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah gender.
Komposisi Gaji Pegawai Laki-laki dan Perempuan
Gender Jumlah Total Gaji Rata-rata Gaji Median Gaji
Laki-laki 6.560 96.815.580.530 14.758.473 9.661.401
Perempuan 6.287 65.950.377.942 10.493.298 8.442.875
Total 12.847 162.765.958.472 12.671.542 8.915.991
BTN juga mengawasi keadilan yang setara dalam dengan rata-rata gaji pria sebesar Rp14,7 juta dan
pemberian kompensasi kepada seluruh pegawainya. wanita Rp10,4 juta. Kebijakan ini menunjukkan upaya
Berdasarkan tabel, terdapat keseimbangan dalam BTN untuk mengawasi distribusi kompensasi yang adil,
distribusi gaji antara pegawai pria dan wanita, dengan baik untuk pegawai dengan gaji tertinggi maupun
total gaji masing-masing sebesar Rp96,8 miliar dan sebagian besar pegawai lainnya, guna menciptakan
Rp65,9 miliar. Selain itu, rata-rata gaji dan median lingkungan kerja yang inklusif dan setara.
gaji juga mencerminkan pendekatan yang seimbang,
138 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 36
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Komponen Remunerasi Pegawai
Komponen Remunerasi dan Fasilitas Pegawai Tetap Pegawai Kontrak
Gaji pokok
Tunjangan hari raya
Uang cuti
Uang sandang
Tunjangan (posisi, perumahan, kendaraan, keahlian, BBM, lokasi, pajak)
Bonus kinerja
Pinjaman perumahan
Pensiun
BPJS
Fasilitas pemeliharaan Kesehatan berkala
Bantuan pengobatan Hanya BPJS Kesehatan
Bantuan uang duka
Sebagai wujud implementasi kebijakan remunerasi, Pada Kebijakan Khusus Nomor KK. 3.B tentang
BTN memberikan berbagai manfaat kepada seluruh Remunerasi, BTN mengatur pemberian Long-Term
pegawai, antara lain gaji, penyesuaian gaji tahunan, Incentive (LTI) yang bertujuan untuk meningkatkan
tunjangan hari raya (THR), uang cuti tahunan, dan kinerja dan retensi pegawai. LTI ini dapat berupa
uang cuti besar yang diberikan setiap periode masa saham, uang tunai, atau bentuk lain yang ditetapkan
kerja 3 (tiga) tahunan. Selain itu, Bank juga memberikan oleh direksi, dan dirancang untuk mengaitkan
fasilitas kesehatan bagi pegawai dan anggota penghargaan pegawai dengan pencapaian strategis
keluarganya, yang mencakup jaminan rawat inap, perusahaan. BTN juga memberikan perhatian khusus
rawat jalan setelah rawat inap, biaya melahirkan, rawat terhadap kebutuhan perumahan dan transportasi
gigi, general check-up, pembelian kacamata, dan pegawai dengan menyediakan fasilitas kredit khusus
lainnya. BTN berkomitmen untuk memberikan manfaat untuk mempermudah pegawai dalam memenuhi
non-gaji yang setara bagi seluruh pegawai, termasuk kebutuhan tersebut. Bank memastikan bahwa seluruh
pegawai kontrak, guna meningkatkan kualitas hidup komponen remunerasi dan fasilitas yang diberikan
mereka. Remunerasi juga bersifat variabel dan dapat sesuai dengan status kepegawaian dan memastikan
disesuaikan dengan kondisi tertentu, termasuk uang hak-hak pegawai kontrak sejalan dengan standar yang
lembur, uang sandang, bonus insentif penjualan, dan berlaku di perusahaan. [GRI 401-2]
bonus tahunan, serta tunjangan lokasi dan jabatan
bagi pegawai yang menduduki posisi tertentu dalam
organisasi.
Program Ekuitas Pegawai
Program MESA (Management Employee Stock Direksi, Dewan Komisaris, serta pejabat eksekutif di BTN
Allocation) dan MESOP (Management and Employee dengan cara memberikan mereka kesempatan untuk
Stock Option Plan) telah selesai dilaksanakan pada tahun memperoleh saham. Namun, sejak program MESA
2016. Kedua program tersebut sebelumnya dirancang dan MESOP selesai dilaksanakan pada tahun 2016, BTN
sebagai insentif berbasis saham yang bertujuan untuk tidak lagi melanjutkan atau memperkenalkan program
meningkatkan keterlibatan dan motivasi pegawai, serupa untuk Direksi, Dewan Komisaris, pejabat
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 139
Page 37
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
eksekutif, atau pegawai lainnya. BTN memutuskan mencerminkan perubahan dalam arah pengelolaan
untuk mengevaluasi kembali kebijakan insentif berbasis sumber daya manusia dan strategi insentif Bank, untuk
saham dan mengalihkan fokus pada bentuk insentif lebih menyesuaikan program dengan kondisi pasar
atau penghargaan lain yang lebih sesuai dengan dan perkembangan bisnis.
tujuan dan strategi perusahaan saat ini. Keputusan ini
Employee Well-Being Program
Sebagai salah satu penerapan Employee Value BTN melakukan aktivasi employee well-being
Proposition (EVP) dan peningkatan implementasi melalui serangkaian program yang berfokus pada
program budaya perusahaan, pada tahun 2024 kesehatan fisik dan mental yakni :
No Nama Program Deskripsi Tujuan
1 Employee Program peningkatan kesehatan pegawai baik Meningkatkan kesehatan pegawai BTN
Wellness Program kesehatan fisik dan mental melalui penyediaan sehingga dapat meningkatan performa dalam
(EWP) platform konsultansi bersama ahli dibidangnya. pekerjaan dan mendukung kesejahteraan
pegawai.
2 Employee Program tantangan untuk pegawai yang ingin Pegawai dapat membentuk pola hidup sehat
Challenge meningkatkan kesehatan fisik melalui program yang lebih konsisten dan mendapatkan tubuh
Step Challenge dan untuk pegawai yang ingin yang lebih sehat dan bugar.
beralih ke pola hidup yang lebih sehat melalui
program Get Fit Challenge.
3 Pekan Sehat Program peningkatan kesehatan pegawai • Pegawai dapat membentuk pola
dan Seminar melalui pelaksanaan mini MCU dan seminar hidup sehat yang lebih konsisten dan
Kesehatan kesehatan selama seminggu dengan tema mendapatkan wawasan mengenai pola
“ Meningkatkan Work-Life Harmony melalui hidup sehat dari para ahli terkait.
Program Wellbeing BTN”. • Pegawai mendapatkan gambaran
kesehatan terkini dari pemeriksaan yang
dilakukan.
4 Sport Together Program yang berupa sesi pelatihan kebugaran Pegawai dapat meningkatkan kebugaran dan
(Sport – Gether) yang dilakukan dalam secara berkelompok kesehatan fisik sehingga dapat membentuk
melalui sesi poundfit dan cardio boxing. tubuh yang sehat dan bugar.
5 Donor Darah Program ini merupakan kegiatan rutin Salah satu bentuk untuk memfasilitasi pegawai
setiap 3 bulan selama tahun 2024 dan telah BTN dalam menjaga kondisi kesehatan.
memperluas cakupannya dengan melibatkan
pelaksanaan pada Kantor Wilayah.
140 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 38
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Selain itu, dalam rangka employee experience BTN working area, penyediaan daycare, penyediaan
juga menyediakan berbagai fasilitas yang dapat nursery room dan melakukan revitalisasi gym center.
mendukung produktivitas yaitu penyediaan co-
BTNers Club
BTNers Club adalah wadah yang mengkoordinasi
berbagai komunitas olahraga, seni, dan
kerohanian bagi seluruh karyawan BTN. Saat
ini, BTNers Club menaungi 26 komunitas yang
dirancang untuk mengakomodasi minat dan
hobi para BTNers, menciptakan keseimbangan
antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-
life harmony). Inisiatif ini diharapkan dapat
mendorong inovasi, kreativitas, dan kolaborasi
yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas
dan kinerja berkelanjutan di BTN.
Sebagai bagian dari program Employee Wellbeing
Program (EWP), BTNers Club sejalan dengan
kebijakan Employee Wellbeing yang berlaku di
BUMN. Melalui klub ini, Bank berupaya menciptakan
iklim kerja yang lebih kolaboratif dan mendukung
kesejahteraan seluruh karyawan, sehingga
tercipta lingkungan yang produktif dan harmonis.
BTNers Club berperan sebagai penggerak utama
dalam pembangunan pilar sosial dalam program
EWP, dengan menyediakan platform bagi
pegawai untuk mengembangkan keterampilan,
berkolaborasi, dan berinteraksi dalam kegiatan
yang bermanfaat di luar pekerjaan. Komunitas-
komunitas yang ada menawarkan ruang untuk
eksplorasi minat dan pengembangan diri, yang
diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan
secara keseluruhan dan mendorong setiap
individu untuk berinovasi dalam pekerjaan mereka.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 141
Page 39
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
BTN Jakarta International
Marathon
Sebagai bagian dari komitmen BTN untuk
mencapai visi “Become The ESG Champion” pada
tahun 2024, BTN mengintegrasikan prinsip-prinsip
ESG melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada
keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Salah satu bentuk nyata dari komitmen BTN adalah
melalui program ESG Program yang merupakan
bagian integral dari Employee Value Proposition
BTN. Program ini memberikan kesempatan bagi
seluruh pegawai untuk berperan aktif dalam
mendukung keberlanjutan Bank melalui berbagai
kegiatan yang berfokus pada aspek ESG.
Salah satu kegiatan utama yang mendukung hal
ini adalah BTN Jakarta International Marathon
(JAKIM) 2024, yang menjadi ajang untuk
mempromosikan kampanye ESG. Dalam event ini,
BTN melibatkan pegawai internal melalui kegiatan
relawan untuk menjaga kebersihan lingkungan
sepanjang track marathon, serta menyediakan
Booth ESG Corner untuk memberikan informasi
terkait program keberlanjutan BTN dan
mendukung pemberdayaan UMKM lokal. BTN juga
bekerja sama dengan beberapa yayasan untuk
mendistribusikan donasi yang mendukung tujuan
Sustainable Development Goals (SDGs), seperti
kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
BTN juga menunjukkan komitmennya terhadap
kesetaraan sosial dengan membuka kesempatan
bagi pelari disabilitas untuk berpartisipasi dalam
acara ini. Melalui langkah-langkah tersebut,
BTN tidak hanya menunjukkan peran aktif
dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi
juga berfokus pada pemberdayaan sosial dan
inklusivitas. Event BTN Jakim 2024 menjadi contoh
nyata dari upaya BTN dalam menjalankan
tanggung jawab sosial dan lingkungan yang
sejalan dengan prinsip ESG, serta mendukung
pencapaian tujuan perusahaan dalam
menciptakan dampak positif bagi masyarakat
dan dunia yang lebih berkelanjutan.
142 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 40
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Cuti Melahirkan
BTN memberikan cuti melahirkan bagi seluruh pegawai selama 5 (lima) hari. Selain itu, BTN juga memberikan cuti
yang menjalani atau mendampingi proses kelahiran anak. keguguran kepada pegawai perempuan tetap selama
Ketentuan ini telah diatur dalam Kebijakan Umum Sumber 45 hari, yang dihitung sejak terjadinya keguguran, untuk
Daya Manusia (Human Capital) Nomor KU.3 tentang mendukung proses pemulihan fisik dan emosional. Selain
Pengelolaan Hubungan Industrial. Pegawai perempuan itu, BTN menetapkan ketentuan mengenai cuti memperoleh
dapat mengajukan cuti melahirkan selama 3 (tiga) bulan. keturunan yang dapat diberikan selama maksimal 30 hari,
Sementara itu, pegawai laki-laki yang mendampingi dengan persyaratan tertentu. [GRI 401-3]
istri saat melahirkan berhak atas cuti (paternity leave)
Tabel Cuti Melahirkan
2024 2023 2022
Keterangan
L P L P L P
Jumlah pegawai yang berhak menerima
4.597 3.593 4.506 3.520 4.431 3.489
cuti melahirkan
Jumlah pegawai yang mengambil cuti
337 384 514 564 576 613
melahirkan
Kembali setelah mengambil cuti melahirkan 332 350 506 472 573 533
*L= Laki-laki/ P= Perempuan
Program Masa Persiapan Pensiun
Sebagai wujud perhatian BTN terhadap kesejahteraan
pegawai yang akan memasuki masa pensiun, Bank Pelatihan di bawah Program MPP dilakukan dengan
memiliki program Masa Persiapan Pensiun (MPP). menggunakan berbagai metode yang dirancang
Program MPP dilaksanakan selama 12 bulan dan khusus guna memastikan manfaat yang diberikan
dirancang untuk memberikan pelatihan keterampilan dapat tercapai secara efektif dan optimal. Beberapa
serta persiapan mental yang komprehensif, agar metode yang digunakan antara lain:
pegawai dapat menghadapi kehidupan setelah pensiun 1. Experimental Learning
dengan lebih baik. Pelatihan yang diberikan tidak hanya Metode ini berfokus pada pembentukan
fokus pada aspek teknis atau profesional, tetapi juga pemahaman dan penghayatan melalui
melibatkan pengembangan aspek emosional, spiritual, pengalaman simulasi serta interaksi dengan
dan intelektual. Dengan pendekatan yang mencakup peserta lain. Penggunaan metode ini diharapkan
spiritual quotient (SQ), emotional quotient (EQ), dan dapat memunculkan dorongan dan wawasan
intelligence quotient (IQ), program ini bertujuan untuk untuk mengubah sikap dan perilaku menuju arah
menciptakan masa pensiun dengan menghadirkan yang lebih efektif dan produktif.
kebahagiaan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Program ini ditujukan bagi pegawai tetap yang telah 2. Quantum Learning
mencapai usia 55 tahun, sebagai bentuk apresiasi dan Metode ini berfokus pada aspirasi peserta dan
penghargaan atas kontribusi mereka selama bekerja di komunikasi dua arah dan didukung oleh suasana
BTN. [GRI 404-2] pelatihan yang nyaman serta menyenangkan.
Dengan demikian, peserta diharapkan dapat
terdorong untuk mengubah sikap dan perilaku ke
arah yang lebih positif.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 143
Page 41
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
3. Metode Teknis Pengakhiran Hubungan Kerja. Berdasarkan kebijakan
Metode ini berfokus pada beberapa pendekatan tersebut, pegawai tetap yang mencapai usia 56 tahun
metode teknis yang meliputi pemaparan berhak untuk menerima manfaat pensiun sebagai
(lecture), permainan (game, role playing, atau bagian dari penghargaan atas kontribusi mereka
stimulation), diskusi, tugas mandiri, studi kasus, selama masa kerja di BTN. Berikut merupakan manfaat
dan penayangan multimedia. pensiun yang diberikan:
• Program Manfaat Pasti, berupa manfaat pensiun
Manfaat pensiun merupakan hak yang diberikan oleh sebesar formula yang sudah ditentukan oleh Dana
Bank kepada pegawai tetap yang telah memenuhi Pensiun;
syarat usia pensiun, yaitu 56 tahun untuk pegawai • Program Iuran Pasti, berupa manfaat pensiun dari
pada umumnya, serta 36 tahun bagi pegawai dengan akumulasi saldo iuran pegawai tetap sebesar 2,5%
posisi khusus seperti staf teller, staf layanan nasabah dari gaji yang bersangkutan, 7,5% dari Bank, dan hasil
(customer service), dan sekretaris. pengembangannya;
• Mengacu kepada Ketetapan Direksi yang mengatur
Bank sangat memperhatikan kesejahteraan pegawai tentang Peraturan Dana Pensiun PT Bank Tabungan
yang akan memasuki masa pensiun dengan Negara (Persero) Tbk (Dapen BTN), besarnya manfaat
memberikan persiapan dan insentif khusus. Hal ini pensiun setinggi-tingginya 80% dari penghasilan
tertuang dalam Kebijakan Umum Sumber Daya Manusia dasar pensiun. [GRI 201-3]
(Human Capital) Nomor KU.3 tentang Pengelolaan
Penanganan Keluhan Pegawai
Pengelolaan Keluhan
BTN menyadari bahwa hubungan yang harmonis Fasilitas whistleblowing system (WBS) dapat diakses
dan terbuka antara pegawai dan manajemen oleh semua pegawai secara fleksibel, dengan akses
merupakan salah satu faktor kunci dalam menciptakan yang tersedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
lingkungan kerja yang sehat dan kondusif. Untuk itu,
BTN berkomitmen untuk memastikan adanya saluran Dalam Petunjuk Teknis Nomor 7-B.2 perihal Pengelolaan
komunikasi yang efektif dan transparan. Sebagai Whistleblowing System telah tercantum mekanisme
langkah konkret, Bank mengembangkan platform pengaduan pegawai, sebagai berikut:
kepegawaian digital bernama BTNBest yang dirancang • Proses dan mekanisme WBS merupakan tanggung
untuk memudahkan akses bagi pegawai terhadap jawab Direktur Utama dan Pengelola WBS yang
seluruh informasi dan urusan kepegawaian. Selain itu, terdiri dari Komite WBS dan Komite Pemantau
BTN juga menyediakan fasilitas whistleblowing system WBS;
(WBS) yang dikelola oleh pihak ketiga independen. • Komite WBS terdiri dari kumpulan beberapa divisi
Sistem ini berfungsi sebagai saluran aman bagi pegawai serta unit pengelola WBS, sedangkan Komite
untuk melaporkan potensi pelanggaran atau tindakan Pemantau WBS terdiri dari Komisaris Utama dan
kecurangan yang terjadi karena Bank akan menjamin jajaran komisaris lainnya di Bank;
kerahasiaan pelapor. Fasilitas ini memungkinkan • Kecuali jika terlapor merupakan anggota Direksi
pegawai melaporkan pelanggaran tanpa takut akan serta orang yang punya hubungan khusus
adanya pembalasan, seperti pemecatan, demosi, dengan direksi dan atau anggota komite WBS,
atau intimidasi. BTN juga memanfaatkan WBS sebagai maka laporan dapat disampaikan kepada Komite
sarana pengelolaan aduan atau keluhan dari pegawai Pemantau WBS; dan
terkait permasalahan praktik ketenagakerjaan dan hak • Jika terlapor adalah anggota Dewan Komisaris
asasi manusia sesuai dengan Petunjuk Teknis Nomor serta orang yang punya hubungan khusus dengan
7-B.2 perihal Pengelolaan Whistleblowing System. Komisaris, maka laporan dapat disampaikan
kepada Direktur Utama.
144 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 42
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Sepanjang tahun pelaporan, BTN tidak menerima seluruh pegawai BTN untuk mengajukan pertanyaan
laporan pengaduan terkait lingkungan kerja, yang seputar permasalahan hukum sederhana yang
menunjukkan efektivitas kebijakan perusahaan dalam berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari. Melalui Legal
menciptakan suasana kerja yang sehat, aman, dan Klinik, pegawai dapat dengan mudah memperoleh
harmonis bagi seluruh pegawai. informasi hukum yang mereka butuhkan tanpa harus
khawatir akan proses yang rumit atau waktu yang
Selain itu, BTN juga menyediakan Legal Klinik, sebuah terbatas.
wadah konsultasi online yang dapat dimanfaatkan oleh
Survei Keterlibatan Pegawai
Sebagai langkah proaktif untuk mengidentifikasi 4. Talent Management;
permasalahan yang ada, BTN juga mengadakan 5. Learning and Development;
survei keterlibatan pegawai setiap tahun dengan 6. Leadership;
cakupan seluruh pegawai (100%). Survei ini bertujuan 7. Empowerment;
untuk mengukur tingkat keterlibatan pegawai dan 8. Supervision;
mengidentifikasi area perbaikan. 9. Collaboration and Teamwork;
10. Customer Focus;
Hasil survei keterlibatan pegawai tahun 2024 11. Efficiency;
menunjukkan skor rata-rata sebesar 93 dari skala 100. 12. Competitiveness;
Survei ini mencerminkan tingkat keterlibatan yang 13. Change;
sangat baik dengan indikator utama yang meliputi: 14. Wellness and Stress;
1. Benefit; 15. Innovation;
2. Pay; 16. Sustainable Engagement; dan
3. Performance Management; 17. Retention.
Tabel Indeks Kepuasan Pegawai
Keterangan Satuan 2024 2023 2022
Indeks Kepuasan (menunjukkan skor rata # 93 86 89
rata)
Cakupan (%pegawai yang mengikuti % 91% 93% 92%
survei)
BTN memanfaatkan temuan dari survei keterlibatan budaya kerja yang inklusif dan produktif. Langkah-
pegawai untuk mengembangkan program strategis, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas,
seperti pelatihan kepemimpinan, well-being, dan kepuasan kerja, serta menurunkan tingkat perputaran
dialog terbuka antara manajemen dan pegawai. Survei pegawai, sekaligus memperbaiki komunikasi antara
ini juga digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai pegawai dan manajemen guna mendukung perbaikan
efektivitas kebijakan SDM, yang mendukung terciptanya kebijakan dan menciptakan budaya kerja yang positif.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 145
Page 43
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
Kesehatan dan Keselamatan Pegawai
Program Pengelolaan Kesehatan Pegawai
Untuk mewujudkan misi “Menjadi One of Home of untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman
Indonesia Best Talent”, BTN menciptakan lingkungan dan sehat, serta sebagai dasar bagi implementasi
kerja yang aman dan sehat bagi setiap pegawainya. prosedur, pelatihan, dan tindakan mitigasi risiko terkait
Dalam rangka mewujudkan komitmen ini, Bank keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Kebijakan
memastikan bahwa seluruh pegawai mendapatkan ini kemudian tertuang pada beberapa dokumen,
hak perlindungan yang memadai, khususnya antara lain: [GRI 403-1]
dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja (K3). a. Kebijakan Khusus Nomor 9-AG mengenai Sistem
BTN selalu berupaya untuk menjaga standar tinggi Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
terkait keselamatan kerja, dengan tujuan utama dan
mencapai nihil kecelakaan kerja (zero accident) dan b. Petunjuk Teknis Nomor 9-AG.1 mengenai Pedoman
nihil penyakit akibat kerja (PAK). BTN juga menyadari Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan
bahwa keamanan dan kesehatan di tempat kerja tidak dan Kesehatan Kerja (SMK3).
hanya penting untuk melindungi pegawai, tetapi juga
memiliki dampak langsung terhadap produktivitas Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 48
kerja. Lingkungan yang aman dan sehat meningkatkan Tahun 2016, penerapan K3 di lingkungan perkantoran
motivasi serta rasa aman bagi pegawai, yang pada dimulai dengan pembentukan dan pengembangan
gilirannya menumbuhkan kepercayaan mereka sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
terhadap Bank. [GRI 3-3] [OJK F.21] (SMK3). Pengembangan SMK3 dapat disesuaikan
dengan kebutuhan perkantoran, dan standar K3
BTN berkewajiban untuk memastikan perlindungan yang relevan. Aspek-aspek yang perlu diatur dalam
atas kesejahteraan, keselamatan, dan kesehatan, SMK3 perkantoran mencakup penetapan kebijakan
baik secara mental maupun fisik kepada setiap K3, perencanaan K3, pelaksanaan rencana K3,
pegawai, sebagaimana diatur dalam Undang- pemantauan dan evaluasi K3, serta peninjauan dan
Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. peningkatan kinerja SMK3. Sesuai dengan prinsip-
Dalam rangka memenuhi kewajiban tersebut, BTN prinsip SMK3, Bank melaksanakan berbagai program
kemudian menetapkan kebijakan yang mengatur terkait keselamatan dan kesehatan pegawai sebagai
sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja berikut: [GRI 403-1]
(SMK3). Kebijakan ini berfungsi sebagai pedoman
Program Pengelolaan Kesehatan Pegawai
Dalam rangka meningkatkan mutu kesehatan pegawai, menangani penyakit tertentu yang sedang
BTN menyediakan berbagai fasilitas kesehatan yang berkembang atau mewabah;
memenuhi standar kualitas dan memiliki izin praktik b. Layanan untuk meningkatkan kualitas kesehatan
yang sah. Fasilitas kesehatan ini mencakup berbagai pegawai, yang meliputi jaminan penggantian
layanan medis yang dapat diakses langsung oleh biaya rawat inap di rumah sakit, biaya rawat
pegawai untuk menjaga kesehatan mereka secara jalan, biaya persalinan, biaya perawatan gigi,
menyeluruh. Selain itu, BTN juga bekerja sama dengan penggantian kacamata, biaya alat bantu dengar,
penyedia layanan kesehatan eksternal, atau pihak pemeriksaan laboratorium, dan biaya medis
ketiga, untuk memberikan akses kepada layanan lainnya;
medis yang tidak dapat disediakan di dalam Bank. c. Fasilitas poliklinik dan dokter yang dapat diakses
Berikut merupakan fasilitas dan layanan kesehatan oleh pegawai dan keluarganya sewaktu-waktu;
yang dapat diakses oleh pegawai: [GRI 403-1, 403-3, 403-6] d. Menyelenggarakan seminar edukasi mengenai
a. Fasilitas medical check-up berkala dan layanan anti narkoba, AIDS, dan topik lainnya terkait
pengobatan dengan tujuan mendeteksi serta kesehatan di lingkungan kerja; dan [GRI 403-5]
e. Layanan asuransi BPJS Kesehatan bagi pegawai
beserta keluarganya.
146 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 44
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Program Pengelolaan Keselamatan Pegawai [GRI 403-5]
a. Seluruh kantor operasional dilengkapi dengan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI
perangkat keselamatan kerja, seperti alat Jakarta;
pemadam api ringan (APAR), detektor asap, d. BTN memasang rencana evakuasi kebakaran dan
pompa diesel, dan tangga darurat untuk prosedur keselamatan kebakaran untuk semua
menjamin keselamatan lingkungan kantor ruangan dan lantai gedung. Fasilitas ini berfungsi
dan pegawai. Penyediaan perangkat tersebut tidak hanya sebagai alat untuk memberi
berpedoman pada standar yang ditetapkan peringatan kepada pegawai dalam situasi
oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri darurat, tetapi juga sebagai sarana pendidikan
Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 tentang bagi pegawai mengenai cara menangani
Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran kebakaran;
pada Bangunan Gedung dan Lingkungan; e. Melaksanakan pelatihan dan simulasi untuk
b. BTN secara berkala melakukan pemeriksaan, menghadapi situasi darurat akibat bencana dan
pemeliharaan, dan penggantian rutin terhadap kebakaran di lingkungan perkantoran, termasuk
seluruh perangkat keselamatan kerja. Program proses evakuasi yang terorganisir serta prosedur
ini bertujuan mengawasi dan mengontrol tingkat meninggalkan tempat kerja dengan aman; dan
kelayakan perangkat keselamatan kerja di [GRI 403-2]
lingkungan Bank; f. Pegawai tersertifikasi oleh pelatihan “Pembinaan
c. Seluruh operator perangkat keselamatan kerja dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan
(contoh: pesawat angkat dan angkut) telah Kerja Umum (AK3U)” yang diselenggarakan oleh
memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Dinas BPJS Kesehatan.
Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dan
Standard Operating Procedure (SOP)
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 48 Tahun terlibat telah mendapatkan perlindungan yang sesuai.
2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Selaras dengan itu, BTN juga melakukan penyusunan
Kerja Perkantoran, SMK3 didefinisikan sebagai “bagian dan implementasi standard operating procedure
dari sistem manajemen gedung perkantoran secara (SOP) guna memastikan kesehatan dan keselamatan
keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang pegawai serta pihak-pihak yang berkepentingan di
berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya wilayah operasional Bank. [GRI 403-1, 403-7, 403-8]
tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif”.
Penerapan SMK3 dirancang untuk meningkatkan Sebagian pegawai BTN telah tersertifikasi Ahli K3
perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan Umum (AK3U) sejak tahun 2020 lalu. Pegawai yang
pegawai melalui serangkaian prosedur yang terencana, telah memperoleh sertifikasi AK3U memiliki tanggung
terstruktur, dan terintegrasi. Tujuan utamanya adalah jawab utama untuk memastikan implementasi SMK3
untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan dan standar K3 perkantoran di Bank berjalan dengan
penyakit akibat kerja yang dapat mengganggu baik. Selain itu, pegawai yang bersangkutan juga
produktivitas dan kesejahteraan pegawai. bertanggung jawab atas identifikasi bahaya dengan
menerapkan prinsip hierarki pengendalian, melakukan
Secara komprehensif, BTN telah menerapkan SMK3 penilaian risiko, dan melaksanakan penyelidikan apabila
serta kebijakan K3 yang mencakup seluruh pihak yang terdapat laporan dari pegawai terkait situasi berbahaya
terlibat dalam kegiatan operasionalnya, termasuk dan terjadi insiden di wilayah operasional Bank agar
100% pegawai, nasabah, pemasok, dan pihak lainnya tidak terulang kembali. Sertifikasi AK3U merupakan
yang beraktivitas di wilayah operasional. Semua data program dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk
terkait dengan implementasi kebijakan ini tercatat mempersiapkan ahli K3 di lingkungan BTN. Beberapa
dalam pangkalan data Satuan Kerja Human Capital materi sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja
Management untuk memastikan setiap pihak yang yang telah dilaksanakan, antara lain: [GRI 403-2, 403-4, 403-5]
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 147
Page 45
Dukungan Pengembangan
Manajemen Lingkungan dan Kesejahteraan
Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN Pegawai Pegawai
Berkelanjutan dan Kesejahteraan
a. Sarana dan prasarana pendukung operasional seluruh peraturan dan standar yang berlaku, baik
gedung misal lift, genset, AC, dan penerangan; yang ditetapkan oleh pemerintah maupun yang
b. Pelaksanaan medical check-up secara rutin diinternalisasi oleh Bank. Selain itu, BTN mendorong
kepada pegawai; setiap pegawai untuk berperan aktif menjaga
c. Peralatan pendukung kerja seharusnya tidak keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Dorongan
mempunyai efek kepada kesehatan; dan ini diwujudkan dengan menyediakan berbagai sarana,
d. Rotasi pegawai secara periodik sehingga tidak seperti fasilitas konsultasi, jalur pelaporan risiko dan
terganggu psikologisnya. potensi bahaya, serta komunikasi yang transparan
mengenai penerapan SMK3 dan standar K3 yang
Bank juga telah menerapkan kebijakan lain yang berlaku. Meski demikian, BTN masih belum membentuk
berkaitan dengan K3, di antaranya: komite formal yang melibatkan perwakilan manajemen
a. Pelarangan penyalahgunaan narkotika, dan pegawai untuk menangani isu kesehatan dan
psikotropika, dan zat adiktif (napza); keselamatan kerja secara lebih terstruktur.
b. Pencegahan penyebaran penyakit menular; dan
c. Pengelolaan rekanan/pihak ketiga terkait K3. Penerapan SMK3 yang konsisten dan terencana dengan
baik telah memberikan hasil yang positif, BTN berhasil
BTN terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan menjaga lingkungan kerja yang bebas dari insiden
kerja yang aman dan nyaman bagi semua pegawai, kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Keberhasilan ini
dengan melakukan berbagai langkah preventif untuk menunjukkan efektivitas kebijakan keselamatan yang
menjaga kesejahteraan mereka. Salah satu upaya diterapkan oleh BTN. [GRI 403-2, 403-4, 403-9, 403-10]
yang dilakukan adalah dengan konsisten mematuhi
Hubungan Industrial yang Harmonis
BTN sangat menghargai hak dan kebebasan pegawai mengeluarkan pendapat merupakan bagian dari hak
untuk berserikat dan berkumpul, selaras dengan asasi manusia; Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000
kebijakan pemerintah Indonesia yang telah meratifikasi tentang Serikat Pekerja yang menyatakan bahwa dalam
19 Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO). mewujudkan kemerdekaan berserikat, pekerja berhak
Ratifikasi tersebut mencerminkan komitmen negara membentuk dan mengembangkan serikat pekerja;
terhadap standar internasional dalam perlindungan dan Konvensi International Labour Organization (ILO)
hak-hak pekerja. Berdasarkan aturan yang diturunkan Nomor 87 Tahun 1948 tentang Kebebasan Berserikat
dari ratifikasi ini, BTN memberikan ruang bagi pegawai dan Perlindungan Hak untuk Berorganisasi. [GRI 3-3]
untuk berunding dan berpartisipasi aktif dalam mencari
solusi atas masalah yang mungkin timbul, baik dalam BTN mewujudkan kepatuhan terhadap regulasi
hal kondisi kerja, kesejahteraan, maupun isu-isu lainnya. melalui pembentukan serikat pekerja sejak tanggal
Pemberian ruang tersebut bertujuan untuk dapat saling 24 Juni 1999. Serikat pekerja ini terdaftar secara resmi
membina dan memelihara hubungan yang harmonis di Departemen Tenaga Kerja DKI dengan nomor Kep-
antara Bank dengan pegawai. 2241/W.26/K.2/1000, yang menunjukkan bahwa BTN
secara sah mendukung dan mengakui hak pegawai
BTN berkomitmen untuk mematuhi berbagai regulasi untuk berserikat. Selain itu, Bank juga memastikan
yang melindungi hak kebebasan pekerja dalam bahwa serikat pekerja yang ada berfungsi dengan baik
berserikat dan berorganisasi. Salah satunya adalah dan sesuai dengan amanat pemerintah, sebagaimana
Pasal 28E Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI
Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan No. 28 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan
bahwa kebebasan berserikat, berkumpul, dan Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan
148 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 46
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama. Bank b. Kebebasan untuk menyampaikan aspirasi melalui
memberikan kebebasan berserikat kepada seluruh Serikat Pekerja BTN; dan
pegawai BTN yang meliputi: [GRI 407-1] c. Kebebasan untuk berkumpul dalam kegiatan
a. Kebebasan untuk menjadi anggota Serikat Pekerja Serikat Pekerja BTN.
BTN;
Kepatuhan Sosial dan Ekonomi
Kepatuhan sosial dan ekonomi menjadi elemen yang BTN secara tegas berkomitmen memenuhi peraturan
sangat penting dalam menjalankan tanggung jawab ketenagakerjaan yang berlaku, serta standar
BTN. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Bank keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ditetapkan,
bertekad untuk selalu menghormati dan mematuhi guna memastikan kepatuhan di bidang sosial. Dalam
berbagai standar etika serta peraturan hukum yang hal ini, BTN menerapkan kebijakan yang mendukung
berlaku, guna memastikan bahwa setiap kegiatan kesejahteraan pegawai dan keberlanjutan operasional
operasional dilakukan secara bertanggung jawab. yang adil, seperti mempekerjakan pegawai dengan
Dengan menjaga kepatuhan, BTN tidak hanya dapat kontrak yang jelas dan sesuai peraturan, melarang
melindungi bisnis dari potensi risiko hukum dan penggunaan pekerja paksa atau pekerja yang masih
sanksi nonmoneter yang mungkin timbul, tetapi juga di bawah umur, serta menjunjung tinggi perlakuan
dapat memperkuat kepercayaan para pemangku yang setara terhadap pegawai dan nasabah tanpa
kepentingan, termasuk nasabah, karyawan, mitra, dan diskriminasi. Selain itu, Bank berusaha menciptakan
masyarakat terhadap integritas dan kredibilitas Bank. lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan sehat,
dengan menerapkan prinsip-prinsip K3 dalam setiap
Dalam memastikan kepatuhan di bidang sosial, BTN aspek operasional. Di sisi lain, BTN juga menjadikan
telah memiliki Kebijakan Khusus Nomor KK9-AG tentang bidang ekonomi sebagai prioritas, yang tercermin
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui penerapan persaingan yang sehat, larangan
(K3). Melalui kebijakan ini, BTN berkomitmen penuh praktik monopoli, serta sikap anti-korupsi. Bank juga
terhadap: memastikan bahwa upah yang diberikan kepada
1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan pegawai sesuai dengan standar yang wajar dan
penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur mencerminkan nilai kontribusi mereka. [GRI 3-3] [SASB FN-CB-
manajemen, pegawai bank, dan/atau serikat 510a.1]
pekerja;
2. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, Komitmen BTN dalam menerapkan praktik terbaik dan
dan efisien untuk mendorong produktivitas; mematuhi peraturan dan ketentuan di bidang sosial
3. Mendukung penciptaan nilai tambah bagi bank; dan ekonomi terbukti dengan tidak adanya denda atau
serta sanksi nonmoneter. Selain itu, BTN juga tidak memiliki
4. Meningkatkan kemandirian, tanggung jawab dan kasus yang diadukan ke mekanisme penyelesaian
profesionalisme. sengketa Indonesia. Mekanisme-mekanisme ini
termasuk sengketa tentang perburuhan, legalitas
produk, dan berbagai jenis sengketa lainnya. [GRI 2-27, 419-
1]
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 149
Page 47
Pengembangan
dan Pemberdayaan
Masyarakat
153 Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
(TJSL)
160 Inklusi dan Literasi Keuangan
Page 48
Page 49
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
BTN menyadari bahwa keberadaannya di tengah
masyarakat harus memberikan manfaat bagi
kesejahteraan masyarakat sekitar.
Untuk itu, Bank secara aktif berkontribusi dalam Bank juga telah menyusun berbagai inisiatif yang
mengembangkan dan memberdayakan masyarakat berfokus pada tujuan-tujuan pembangunan
untuk mengatasi berbagai masalah sosial, ekonomi, berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri
dan lingkungan. Langkah ini diambil untuk menegaskan BUMN PER-1/MBU/03/2023 tentang Penugasan Khusus
komitmennya terhadap pengelolaan dampak pada dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
manusia, komunitas, serta masyarakat luas. Komitmen Badan Usaha Milik Negara. Melalui langkah ini, BTN
Bank tercermin dalam penetapan people and juga secara konsisten memperkuat komitmennya
community sebagai salah satu komponen penting terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan
dalam ESG Roadmap, yang merupakan panduan Bank dengan mengintegrasikan Sustainable Development
untuk memastikan bahwa bisnis yang dilakukan tidak Goals (SDGs) ke dalam pelaksanaan program
hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Inisiatif
memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial di ini bertujuan mendukung pencapaian SDGs, seperti
sekitar Bank. Langkah ini selaras dengan tren global pengurangan kemiskinan, pendidikan berkualitas,
semakin menekankan pentingnya keberlanjutan dan kesetaraan gender, dan perlindungan lingkungan.
tanggung jawab sosial Bank dalam menjalankan
operasional bisnisnya.
152 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 50
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan (TJSL) [GRI 203-1, 203-2, 413-1] [OJK F.23, F.25, F.3]
BTN berkomitmen untuk memberikan dampak positif Tanggung Jawab Sosial. Melalui pedoman tersebut,
terhadap kehidupan manusia dan lingkungan sekitar Bank menyusun strategi program yang bersifat nyata
melalui program TJSL. Program ini dirancang untuk dan dapat diukur, untuk mendukung kesejahteraan
tidak hanya memberdayakan masyarakat, tetapi masyarakat sekaligus memberikan keuntungan bagi
juga meningkatkan kualitas hidup mereka dengan Bank. Dengan strategi tersebut, BTN terus mewujudkan
cara yang berkelanjutan, serta menjaga kelestarian peran strategisnya dalam mendukung pembangunan
ekosistem di sekitar Bank. Dalam kerangka Rencana berkelanjutan, yang mencakup aspek sosial, ekonomi,
Aksi Keberlanjutan Bisnis (RAKB), TJSL menjadi salah dan lingkungan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan
satu pilar penting yang mendorong Bank untuk terus nilai positif yang dapat dirasakan oleh semua
berinovasi dan berkembang bersama masyarakat. [GRI pemangku kepentingan, baik masyarakat, karyawan,
3-3] maupun lingkungan sekitar. [GRI 3-3]
Untuk mendukung keberhasilan program, BTN Pada tahun pelaporan ini, BTN telah merealisasikan
mengintegrasikan dengan standar ISO 26000 tentang dana program TJSL sebesar Rp88,97 miliar.
Realisasi Program TJSL
2024 2023 2022
TPB
Jumlah (Rp) Jumlah (Rp) Jumlah (Rp)
Pilar Sosial
1. Tanpa Kemiskinan 11.045.972.420 10.505.377.274 5.679.495.611
2. Tanpa Kelaparan 21.159.374.300 14.798.413.813 12.719.690.723
3. Kehidupan Sehat dan Sejahtera 14.845.051.673 12.348.435.325 9.409.466.565
4. Pendidikan Berkualitas 8.645.104.300 12.635.697.919 4.894.798.719
5. Kesetaraan Gender 220.000.000 - 30.000.000
Pilar Ekonomi
6. Air Bersih dan Sanitasi Layak 95.000.000 270.000.000 660.166.447
7. Energi Bersih dan Terjangkau 1.205.465.000 50.000.000 971.740.516
8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi 5.278.260.444 4.361.935.431 3.461.216.148
9. Industri, Inovasi, dan Infrastruktur 6.236.867.228 2.270.000.000 6.455.431.482
10. Berkurangnya Kesenjangan 1.445.294.797 5.734.719.287 4.241.653.236
11. Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan 14.900.539.959 14.993.831.355 9.963.739.700
12. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab 1.079.576.859 - -
13. Penanganan Perubahan Iklim 295.078.954 - 800.571.140
14. Ekosistem Lautan 375.120.000 - 367.500.000
15. Ekosistem Daratan 1.592.977.380 1.184.084.000 1.725.839.800
17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan 495.017.300 943.694.328 604.739.600
Pilar Hukum dan Tata Kelola
16. Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh 50.000.000 - -
Total 88.964.700.614 79.996.188.732 61.986.049.687
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 153
Page 51
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
Pilar Sosial BTN memiliki tujuan utama tumbuh bersama masyarakat yang
diupayakan melalui serangkaian kegiatan yang berkontribusi pada
peningkatan kualitas kehidupan sosial, budaya, keagamaan, dan
kesejahteraan sosial. Upaya ini sesuai dengan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan tujuan ke-1, 2, 3, 4, dan 5.
1.
Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dan Rumah
Sehat
BTN memberikan akses hunian yang lebih baik bagi
masyarakat kurang mampu melalui proyek rehabilitasi
rumah layak huni yang dilaksanakan di Bekasi pada
tanggal 30 Oktober 2024.
2.
Pembangunan Taman Bacaan untuk Pemberantasan
Buta Huruf
Sebagai bentuk inisiasi dukungan terhadap pendidikan
dan pemberantasan buta huruf, BTN Kantor Cabang
Lampung menyerahkan bantuan TJSL dalam bentuk
pembangunan Taman Bacaan di Lampung pada 14
Oktober 2024.
3.
Pemberian Beasiswa bagi Pelajar dan Mahasiswa dari
Keluarga Tidak Mampu
Pada tanggal 11 Januari 2024, BTN memberikan bantuan
pendidikan kepada tenaga alih daya pada Satuan
Kerja Pembinaan, Penyelamatan, dan Penyelesaian
Kredit Konsumer, sebagai bentuk tanggung jawab
sosial perusahaan untuk mendukung kesejahteraan di
bidang pendidikan.
154 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 52
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pilar Ekonomi BTN melaksanakan kegiatan-kegiatan peningkatan peluang kerja
dan usaha untuk mencapai pertumbuhan ekonomi kerakyatan
yang berkualitas dan berkelanjutan. Upaya ini sesuai dengan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan tujuan ke-7, 8, 9, 10, dan 17.
1.
Pelaksanaan Mini MBA in Property
BTN melaksanakan program Mini MBA in Property Batch
20, Batch 21, dan Batch 22 sebagai bentuk pelatihan
bisnis properti kepada calon developer properti.
Program yang dilaksanakan pada tahun 2024 ini,
bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya
manusia di bidang properti. Selain itu, BTN bersama
dengan BPD HIPMI Jawa Timur menyelenggarakan Mini
MBA in Property for HIPMI pada 11-13 September 2024.
2.
Program BTN Santri Developer Kebangsaan
Pada tanggal 23 – 30 Agustus 2024, BTN berhasil
melaksanakan program BTN Santri Developer
Kebangsaan Batch 4. Program ini diikuti oleh 80
peserta didik dan berlokasi di Pondok Dar El Hikmah
Pekanbaru, Riau. Adapun tujuan dari program ini
adalah mengembangkan wawasan dan kompetensi
para alumni santri mengenai bisnis di bidang properti.
3.
Seminar, Kuliah Umum, dan Workshop 2024
Tujuan adanya kegiatan ini adalah untuk memberikan
pemahaman dan pengetahuan kepada audiens
seputar bisnis di bidang properti, digitalisasi di sektor
perbankan, dan beberapa topik yang relevan dengan
perkembangan saat ini. Sepanjang tahun 2024, BTN
menyelenggarakan beberapa kegiatan seminar, kuliah
umum, dan workshop, di antaranya adalah Seminar
Market Outlook Property dan Dampak Penerapan PPN-
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 155
Page 53
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
DTP pada acara Wisuda Mini MBA in Property serta Semarang (Unnes) pada 23 Oktober 2024, Universitas
Gathering Alumni pada 27 Januari 2024, Kuliah Umum Tanjungpura (Untan) pada 7 November 2024, Seminar
di Institut Sepuluh Nopember (ITS) pada 30 Mei 2024, di Universitas HKBP Nommensen (UHN) pada 29
Kuliah Umum di Universitas Andalas (Unand) pada November 2024.
29 Agustus 2024, Kuliah Umum di Universitas Negeri
4.
Dukungan Pelatihan UMKM untuk Go Digital
Program UMKM Go Digital telah dilaksanakan di Jember
pada 18 Maret 2024, memberikan pelatihan dan
dukungan kepada pelaku UMKM untuk memanfaatkan
teknologi digital dalam mengembangkan usaha
mereka.
5.
Pelatihan Milenial Menjadi Developer Muda BTN
Pada 11 Juli 2024, BTN melaksanakan program
Developer Muda BTN (DMB) sebagai kelanjutan dari
program Developer Milenial BTN yang telah dimulai
sejak 2022. Program ini bertujuan untuk meningkatkan
keterampilan generasi muda di bidang properti.
6.
Dukungan dan Kerja Sama dengan Mitra untuk
Pembangunan Bank Mini
BTN melakukan pembangunan BTN Mini di SMKN
Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur pada 17 Januari
2024. Langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap
sarana pendidikan dan pelatihan bagi siswa dalam
memperdalam keterampilan dunia perbankan.
7.
Pelatihan dan Penyediaan Sarana dan Prasarana
untuk Pemberdayaan UMKM
Sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing
produk UMKM, pada 5 Mei 2024, BTN memberikan
bantuan sertifikasi halal kepada 500 pelaku UMKM di
bawah binaan Muhammadiyah-NU dan Lembaga
Pengembangan UMKM PPM-HS.
156 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 54
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pilar BTN berkomitmen untuk melaksanakan pelestarian lingkungan melalui
kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.
Lingkungan Upaya ini sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tujuan
ke-6, 11, 12, 13, 14, dan 15.
1.
Pembangunan Taman Hijau dan Area Bermain di
Wilayah Sekitar Menara BTN
Pada 26 Januari 2024, BTN berhasil merealisasikan
penanaman pohon di taman edukasi Green BTN yang
terletak di belakang Menara BTN. Taman ini diharapkan
dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus
menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar.
2.
Sosialisasi dan Pilah Sampah di Lingkungan
Perumahan BTN
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan
masyarakat, pada 21 Agustus 2024, BTN melaksanakan
program TJSL Bank Sampah di Banten. Dalam program
ini, BTN melakukan sosialisasi dan pilah sampah untuk
meningkatkan kesadaran di lingkungan perumahan
BTN, mengurangi limbah, dan menjaga kebersihan
lingkungan.
3.
Pembangunan Sarana Air Bersih, MCK, dan Sanitasi
Sehat
Dalam rangka mendukung kesehatan masyarakat,
pada 7 Juni 2024, BTN melakukan pembangunan
sarana air bersih, MCK, dan sanitasi yang layak dan
bersih. Sarana MCK sehat telah dibangun di Kota
Padang, Sumatera Barat.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 157
Page 55
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
4.
Penanaman Pohon di Ruang Terbuka Hijau dan
Fasilitas Umum
Pada 26 Juli 2024, BTN melakukan kolaborasi dengan
JEJAKIN dalam kegiatan penanaman 200 mangrove
di Taman Wisata Angke, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
Selain bertujuan untuk menjaga ekosistem pesisir,
program ini juga bertujuan untuk meningkatkan
kualitas lingkungan di area terbuka hijau.
5.
BTN Kediri Perkuat Komunitas Lokal Lewat Bantuan
TJSL untuk Pengembangan Sosial dan Lingkungan
Pada tanggal 14 November 2024, BTN menyelenggarakan
serah terima bantuan program Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan (TJSL). Bantuan ini diberikan kepada
berbagai perwakilan perkumpulan sosial, disabilitas,
dan lingkungan di Kabupaten Kediri, termasuk
Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK),
Kelompok Tani Perempuan Srikandi Putri Jambean, dan
Perkumpulan Insani Bangsa Kediri.
Penyerahan bantuan TJSL adalah kegiatan rutin BTN
sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap isu
sosial, hak asasi manusia, inklusivitas, serta dukungan
finansial dan sarana prasarana untuk pengembangan
komunitas di Kantor Cabang. Bantuan ini diharapkan
dapat mendukung pengembangan dan kemajuan
pembangunan di Kediri, sekaligus memperkenalkan
BTN lebih dekat dengan masyarakat dalam upaya
mengembangkan ekosistem perumahan.
158 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 56
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Untuk mengukur dampak sosial dari berbagai setiap sumber daya yang digunakan memberikan
inisiatif keberlanjutan yang telah dijalankan, BTN dampak positif yang luas bagi masyarakat, lingkungan,
telah melakukan kajian Social Return on Investment dan pemangku kepentingan. Di bawah ini adalah tabel
(SROI). Melalui SROI, Bank dapat menilai tidak hanya SROI yang menunjukkan hasil kajian terhadap beberapa
keuntungan finansial, tetapi juga kontribusi sosial dan program keberlanjutan yang telah diimplementasikan.
lingkungan yang dihasilkan dari setiap program yang [413-1]
dilaksanakan. Dengan kajian ini, BTN memastikan bahwa
Tempat dan Waktu Rasio
Nama Program Tujuan Program Sasaran
Pelaksanaan SROI
Pelatihan Developer Muda Literasi properti kepada Mahasiswa, Surabaya 3,55
masyarakat, menciptakan developer umum, 9 September 2024
developer muda sebagai anggota REI
bagian dari future market
dari bisnis BTN
Konservasi Kawasan Pesisir Mewujudkan komitmen Masyarakat pesisir Bali 9,69
dalam Upaya Pelestarian terhadap keberlanjutan Tanjung Benoa 10 Oktober 2024
Lingkungan lingkungan dan sinergi
nyata antara badan usaha
dan lembaga negara
Rumah Tidak Layak Huni Memberikan kualitas hidup Masyarakat Kabupaten 1,91
yang layak bagi keluarga Kabupaten Tapanuli Tengah
miskin ekstrem Tapanuli Tengah Mei, Juni,
September,
Desember 2024
Bank Sampah Menjaga keseimbangan Masyarakat Makassar, Ambon, 1,46
lingkungan pemanfaatan perumahan Serang, Banjarbaru
kembali limbah sampah Tamalanrea, Sepanjang tahun
di area perumahan yang Waiheru, Banten 2024
dibiayai BTN Indah Permai, dan
Permata Golf Satu
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 159
Page 57
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
Inklusi dan Literasi Keuangan [FS6] [SASB FN-CB-240A.2]
Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK)
Bank memiliki strategi untuk mendukung (PUMK). PUMK merupakan jenis kredit yang ditawarkan
pengembangan kapasitas dan potensi usaha mikro oleh Bank kepada usaha kecil uang belum memenuhi
dan kecil melalui Program Pendanaan Usaha Mikro persyaratan untuk mendapatkan pembiayaan dari
dan Kecil (PUMK). Program ini merupakan salah satu lembaga perbankan (unbankable). Penyaluran dana
komponen utama dalam Program Tanggung Jawab ini dilakukan dengan mempertimbangkan sektor
Sosial dan Lingkungan (TJSL). Fokus utama program ini bisnis yang dijalankan serta area geografis tempat
adalah meningkatkan kompetensi dan kemampuan mereka beroperasi, untuk memastikan dana tersebut
usaha kecil agar lebih mandiri dan berdaya saing, tepat sasaran dan dapat memberikan dampak
sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi yang maksimal. Pada periode pelaporan ini, Bank
perekonomian lokal serta kesejahteraan masyarakat telah memberikan pinjaman sebesar Rp14,85 miliar
sekitar. Selain itu, program ini bertujuan membantu kepada 498 mitra binaan yang dikelola oleh BTN.
usaha kecil yang memiliki potensi tetapi menghadapi Dana ini disalurkan melalui skema kerja sama dengan
kesulitan dalam mengakses pembiayaan melalui jalur pihak ketiga yang bertugas untuk mengelola dan
perbankan konvensional. menyalurkan dana kepada para penerima manfaat
dengan alokasi dana sebesar Rp10 miliar.
Dalam rangka mencapai tujuan ini, Bank memberikan
dana melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil
Tabel Jumlah Mitra Binaan (Kegiatan Usaha) dan Dana yang Telah Disalurkan
Keterangan 2024 2023 2022
Jumlah Mitra Binaan 498 170 378
Jumlah Penyaluran Dana (Rp juta) 14.850 9.162 18.386
Tabel Realisasi Penyaluran Program Pendanaan UMK Berdasarkan Jenis Usaha [SASB FN-CB-410a.1]
2024 2023 2022
No Sektor Bisnis
Jumlah (Rp Jumlah (Rp Jumlah (Rp
% %
juta) % juta) juta)
1 Industri 601 4,05 170 1,85 904 4,92
2 Perdagangan 6.014 40,50 6.539 71,27 12.706 69,07
3 Pertanian 45 0,30 95 1,04 50 0,27
4 Perkebunan - - 550 6,00 25 0,14
5 Peternakan 226 1,52 95 1,04 410 2,23
6 Perikanan 190 1,28 100 1,09 108 0,59
7 Jasa 2.347 15,80 1.622 17,70 4.184 22,78
8 Lainnya 5.427 36,54 - - -
Jumlah 14.850 100,00 9.162 100,00 18.386 100,00
160 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 58
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Tabel Realisasi Penyaluran Program Pendanaan UMK Berdasarkan Wilayah [SASB FN-CB-410a.1]
2024 2023 2022
No Wilayah
Jumlah (Rp Jumlah (Rp Jumlah (Rp
% %
juta) % juta) juta)
1 Sumatera - 935 10,20 3.070 16,72
2 DKI Jakarta - - 788 8,60 2.576 14,03
3 DI Yogyakarta 781 5,26 115 1,26 281 1,53
4 Jawa Barat dan Banten 2.935 19,77 1.882 20,63 4.595 25,02
5 Jawa Tengah 1.760 11,86 1.002 10,94 1.864 10,15
6 Jawa Timur 1.517 10,22 980 10,70 2.290 12,47
7 Bali 410 2,76 60 0,65 105 0,57
8 Nusa Tenggara Timur - - 880 9,60 146 0,79
9 Nusa Tenggara Barat - - 525 5,73 313 1,70
10 Kalimantan 480 3,23 780 8,51 1.321 7,19
11 Sulawesi 6.966 46,91 970 10,59 1.159 6,20
12 Maluku - - 245 2,67 642 3,50
13 Papua - - - - 25 0,14
Jumlah 14.850 100,00 9.162 100,00 18.386 100,00
Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM)
BTN berkomitmen untuk memberikan akses pemodalan lokal dan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan
kepada seluruh lapisan masyarakat, dengan fokus masyarakat. Program KUMKM, yang merupakan
utama pada pengembangan UMKM yang memiliki salah satu inisiatif unggulan Bank, dirancang khusus
potensi dan kelayakan di berbagai sektor ekonomi. untuk memberikan dukungan kepada UMKM melalui
Tujuan utama penyediaan dana ini adalah untuk penyediaan pembiayaan modal kerja dan/atau
mendukung pembiayaan investasi dan/atau modal investasi. Dengan plafon hingga Rp5 miliar, program
kerja, sekaligus berkontribusi pada pencapaian ini mendukung pengembangan operasional dan
pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini, BTN kapasitas UMKM, yang pada akhirnya berkontribusi
berperan dalam meningkatkan daya saing nasabah pada penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan
UMKM, mendorong mereka untuk menjadi lebih masyarakat. Melalui program ini, BTN berupaya untuk
produktif, kompetitif, dan berwawasan global melalui memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan. [SASB
pemberian modal usaha. FN-CB-240a.1]
Sebagai agen pembangunan ekonomi yang Pada tahun pelaporan, BTN telah mengembangkan
bertanggung jawab, BTN memfasilitasi pembiayaan strategi untuk memperluas penyaluran kredit UMKM,
untuk pelaku UMKM dengan harapan dapat mendorong diantaranya:
pertumbuhan sektor ini yang. Melalui langkah ini, Bank 1. Peningkatan penyaluran High Yield Loan (Eagle
juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Project) dilakukan melalui:
• Pembentukan Mitra Unit UMKM di Kantor
Cabang Pembantu (KCP) untuk penyaluran
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 161
Page 59
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit SME UMKM. Pengembangan ini dapat memberikan
Mikro. dampak positif terhadap lingkungan dengan
• Segmenting penjualan KUMK kepada meningkatkan efisiensi penggunaan kertas dalam
ekosistem atau komunitas sesuai potensi proses pengajuan kredit.
wilayah melalui BPI SME. 3. Pendampingan UMKM “Naik Kelas” melalui praktik
2. Digitalisasi pengajuan kredit UMKM (BTN Laku) bisnis berkelanjutan dengan memanfaatkan
digunakan untuk memproses pengajuan kredit digital channel BTN.
Bazar UMKM
berKRIYAsi
BTN mendukung pengembangan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) melalui berbagai inisiatif,
termasuk pembiayaan dan
promosi. Salah satu adalah
melalui keikutsertaan dalam
bazar UMKM BUMN BerKRIYAsi
yang diselenggarakan di Sarinah,
Jakarta, pada 17-20 Oktober
2024. Kegiatan ini diinisiasi
oleh Kementerian BUMN untuk
pemberdayaan UMKM dan
mendorong pertumbuhan
ekonomi nasional. Bazar ini melalui pembiayaan, pembinaan, dan promosi. Selain itu, BTN juga
menampilkan berbagai produk memberikan diskon hingga 74% untuk transaksi menggunakan
inovatif dari UMKM, termasuk batik, BTN Mobile. Sebagai bagian dari upayanya, BTN juga menyalurkan
aksesoris, anyaman plastik daur Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu pengembangan
ulang, dan furnitur. UMKM. Bazar “BerKRIYAsi” ini juga dilaksanakan di Makassar
pada 24-27 Oktober 2024. Untuk memudahkan transaksi online
Melalui acara ini, BTN menegaskan bagi pengunjung, seluruh UMKM yang berpartisipasi juga telah
untuk selalu mendukung UMKM didaftarkan pada platform marketplace www.padiumkm.id.
Berikut merupakan portofolio penyaluran KUMKM BTN:
Portfolio Penyaluran KUMKM (Rp Juta)
2022 2023 2024
3.505.937 3.431.071 4.404.263
162 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 60
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Penyaluran Kredit KUMKM Bank berdasarkan Sektor Ekonomi [FS6] [FS7] [SASB FN-CB-410a.1]
Jumlah Penyaluran (Rp Juta)
Sektor Ekonomi
2024 2023 2022
Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan 17.777 12.700 47.250
Perikanan - - 770
Pertambangan dan Penggalian - - 180
Industri Pengolahan 47.499 27.809 54.662
Listrik, Gas, dan Air 8.015 22.063 29.973
Konstruksi 2.833.438 2.465.069 2.716.379
Perdagangan Besar dan Eceran 1.049.866 582.679 389.701
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 44.881 30.175 5.155
Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi 24.418 32.381 46.134
Real Estat, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan 153.945 85.942 117.216
Jasa Pendidikan 700 1.500 1.000
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial - - -
Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan, dan
158.791 124.528 68.761
Perorangan Lainnya
Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya 65.532 45.864 28.756
Jumlah 4.404.263 3.431.071 3.505.937
Penyaluran Kredit KUMKM Bank berdasarkan Provinsi [FS6] [FS7]
Jumlah Penyaluran (Rp Juta)
Provinsi
2024 2023 2022
Nanggroe Aceh Darussalam 112.768 - -
Sumatera Utara 49.630 110.036 127.769
Sumatera Barat 35.670 35.333 46.216
Riau 91.963 36.113 61.717
Jambi 111.483 75.955 61.541
Sumatera Selatan 22.218 85.007 97.350
Bengkulu 92.584 28.955 24.406
Lampung 55.621 5.621 45.423
Kepulauan Riau 73.286 42.869 69.414
Bangka Belitung 579.815 29.874 30.899
DKI Jakarta 938.274 489.751 503.663
Jawa Barat 404.100 748.559 757.397
Jawa Tengah 31.866 275.130 269.626
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 163
Page 61
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
Jumlah Penyaluran (Rp Juta)
Sektor Ekonomi
2024 2023 2022
D.I. Yogyakarta 678.309 38.428 38.545
Jawa Timur 506.216 411.762 496.018
Banten 55.715 360.785 321.310
Bali 39.345 49.555 58.305
Nusa Tenggara Barat 25.684 40.670 43.517
Nusa Tenggara Timur - 29.245 23.048
Kalimantan Utara 23.469 9.225 3.375
Kalimantan Barat 15.807 32.507 39.570
Kalimantan Tengah 50.985 20.087 18.522
Kalimantan Selatan 47.053 77.177 92.267
Kalimantan Timur 5.085 47.323 51.139
Sulawesi Utara 26.020 30.546 24.965
Sulawesi Barat 45.489 10.172 2.137
Sulawesi Tengah 157.894 37.041 28.638
Sulawesi Selatan 51.004 132.119 88.959
Sulawesi Tenggara 21.580 53.022 30.310
Gorontalo 27.606 12.967 3.696
Maluku 6.912 913 4.290
Maluku Utara 13.627 15.206 23.835
Papua 7.185 5.274 18.070
Jumlah 4.404.263 3.431.071 3.505.937
Kredit Usaha Rakyat (KUR)
BTN telah mendukung kebijakan pemerintah dalam memiliki agunan tambahan untuk tetap mendapatkan
meningkatkan kemampuan permodalan usaha dalam pembiayaan. KUR tidak hanya ditujukan untuk individu
rangka percepatan pengembangan sektor rill sejak atau pelaku usaha kecil, tetapi juga untuk badan usaha
tahun 2017. Dalam hal ini, Bank memberikan perhatian atau kelompok usaha yang produktif dan memenuhi
khusus kepada pemberdayaan UMKM dengan kriteria kelayakan.
menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan
KUR Kecil. Program ini dirancang untuk memberikan Selama tahun pelaporan, BTN telah merancang
akses permodalan kepada usaha-usaha mikro, kecil, berbagai strategi untuk meningkatkan distribusi Kredit
dan menengah, terutama yang beroperasi di sektor Usaha Rakyat (KUR), di antaranya:
konstruksi, perumahan, dan sektor pendukung lainnya. 1. Peningkatan Penyaluran High Yield Loan (Eagle
Melalui KUR, BTN memberikan pembiayaan yang dapat Project)
digunakan untuk modal kerja dan/atau investasi, • Peningkatan realisasi KUR melalui direct selling
yang bertujuan untuk memperkuat operasional dan KUR pada debitur KPR dan kredit konsumer
kapasitas usaha debitur. Program ini juga memberikan lainnya;
kesempatan kepada debitur yang mungkin belum
164 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 62
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
• Segmenting penjualan KUR kepada ekosistem Sepanjang tahun 2024, BTN telah memberikan KUR
atau komunitas sesuai dengan potensi wilayah Mikro dan KUR Kecil kepada 13.010 debitur dengan
melalui BPI SME. total plafon mencapai RP1,7 triliun. Berikut merupakan
2. Pemberian awareness berupa kegiatan sosialisasi portofolio penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara
untuk lebih mengenalkan produk KUR dan menarik keseluruhan:
engagement pada BTN.
Portfolio Penyaluran KUR (Rp Juta)
2022 2023 2024
599.832 1.807.673 1.799.621
Penyaluran KUR Bank [FS8]
Realisasi 2024 Realisasi 2023 Realisasi 2022
KUR BTN
Plafon (Rp Plafon (Rp Plafon (Rp
Debitur Debitur Debitur
Juta) Juta) Juta)
Mikro 543.593 9.067 249.906 3.965 49.974 843
Kecil 1.265.028 3.943 1.557.767 4.249 549.858 1.598
Jumlah 1.799.621 13.010 1.807.673 8.214 599.832 2.441
Penyaluran KUR Berdasarkan Sektor Ekonomi [FS6] [FS7] [SASB FN-CB-410a.1]
Jumlah Penyaluran
2024 2023 2022
Sektor Ekonomi
Plafon (Rp Plafon (Rp Plafon (Rp
Debitur Debitur Debitur
Juta) Juta) Juta)
Pertanian, Perburuan, dan
11.660 36 39.298 118 9.706 42
Kehutanan
Perikanan 1.515 7 6.560 36 3.370 18
Pertambangan dan Penggalian 830 5 - - 1 3
Industri Pengolahan 27.443 207 37.124 204 17.465 76
Listrik, Gas, dan Air 3.663 31 6.100 37 2.469 12
Konstruksi 191.400 452 511.569 1.097 167.151 372
Perdagangan Besar dan Eceran 1.104.183 8.729 811.480 4.592 271.605 1.307
Penyediaan Akomodasi dan
199.297 1.574 147.147 926 40.193 197
Makan Minum
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 165
Page 63
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
Jumlah Penyaluran
2024 2023 2022
Sektor Ekonomi
Plafon (Rp Plafon (Rp Plafon (Rp
Debitur Debitur Debitur
Juta) Juta) Juta)
Transportasi, Pergudangan,
20.354 77 17.862 64 8.500 27
dan Komunikasi
Real Estat, Usaha Persewaan,
24.010 102 30.976 123 14.970 53
dan Jasa Perusahaan
Perantara Keuangan - - - - - -
Jasa Pendidikan 5.360 36 4.750 26 1.040 3
Jasa Kesehatan dan Kegiatan
- - - - - -
Sosial
Jasa Kemasyarakatan,
Sosial Budaya, Hiburan, dan 137.450 1.132 112.124 586 40.717 210
Perorangan Lainnya
Badan Internasional dan Badan
- - - - - -
Ekstra Internasional Lainnya
Jasa Perorangan yang
- - - - - -
Melayani Rumah Tangga
Kegiatan yang Belum Jelas
72.456 622 81.284 402 22.297 123
Batasannya
Jumlah 1.779.621 13.010 1.807.673 8.214 599.832 2.441
Penyaluran KUR Berdasarkan Provinsi [FS6] [FS7]
Jumlah Penyaluran
2024 2023 2022
Provinsi
Plafon (Rp Plafon (Rp Plafon (Rp
Debitur Debitur Debitur
Juta) Juta) Juta)
Bali 45.550 350 26.200 141 7.820 34
Bangka Belitung 27.572 101 26.387 80 7.125 27
Banten 123.974 1.178 147.576 907 53.622 284
Bengkulu 22.251 106 19.293 67 9.630 27
D.I. Yogyakarta 49.264 323 31.116 176 8.657 45
DKI Jakarta 160.266 1.349 165.798 921 70.480 277
Gorontalo 17.203 100 11.416 92 3.130 30
Jambi 40.730 127 53.880 114 13.910 30
Jawa Barat 337.849 3.021 422.064 1.879 120.645 462
Jawa Tengah 192.144 1.439 148.096 731 50.736 277
Jawa Timur 222.843 1.800 230.475 1.093 66.665 268
Kalimantan Barat 25.739 135 19.649 56 8.120 19
166 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 64
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Jumlah Penyaluran
2024 2023 2022
Provinsi
Plafon (Rp Plafon (Rp Plafon (Rp
Debitur Debitur Debitur
Juta) Juta) Juta)
Kalimantan Selatan 17.070 180 53.781 164 13.286 52
Kalimantan Tengah 14.468 97 9.526 46 5.475 15
Kalimantan Timur 15.455 117 17.364 110 12.198 50
Kalimantan Utara 9.675 71 9.690 82 5.630 38
Kepulauan Riau 48.185 217 36.322 133 11.130 48
Lampung 20.332 124 17.775 110 7.724 25
Maluku 12.848 71 13.023 78 6.342 61
Maluku Utara 12.050 79 12.610 85 8.008 27
Nanggroe Aceh Darussalam - - - - - -
Nusa Tenggara Barat 20.495 216 16.180 78 6.855 36
Nusa Tenggara Timur 14.587 133 8.796 42 8.565 29
Papua 8.965 93 16.212 121 4.275 28
Riau 33.470 169 63.280 130 12.250 26
Sulawesi Barat 20.975 67 14.066 52 2.601 7
Sulawesi Selatan 83.899 380 40.980 217 20.000 55
Sulawesi Tengah 12.398 71 11.860 38 7.250 24
Sulawesi Tenggara 25.800 90 15.500 44 4.515 14
Sulawesi Utara 8.071 72 9.349 56 2.725 11
Sumatera Barat 23.890 116 21.860 55 8.461 27
Sumatera Selatan 24.717 123 40.980 109 15.408 34
Sumatera Utara 106.887 495 63.641 207 16.595 54
Jumlah 1.799.621 13.010 1.807.673 8.214 599.832 2.441
Produk Inklusi Keuangan Unit Usaha Syariah
Portofolio (Rp Juta)
Produk Deskripsi Sasaran
2024 2023 2022
TabunganKu iB Produk simpanan dengan akad wadi’ah (titipan), Masyarakat
disertai pemberian bonus yang menarik. Produk ini umum
diterbitkan secara bersama-sama oleh bank-bank di 15.039 13.532 10.451
Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung
serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tabungan BTN Produk simpanan khusus bagi pelajar berusia di Pelajar usia
Simpel iB bawah 17 tahun dan belum memiliki KTP, dengan di bawah 17 7.732 6.489 4.738
setoran awal yang sangat ringan dan disertai bonus tahun
yang menarik.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 167
Page 65
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
Agen BTN [FS16]
Agen BTN merupakan implementasi yang sudah lama, dapat mendapatkan
terhadap program Layanan Keuangan akses dalam berbagai transaksi
Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan perbankan seperti pembukaan rekening,
Inklusif (Laku Pandai) yang diluncurkan pembayaran tagihan, setor tunai,
oleh OJK. Program ini selaras dengan tarik tunai, transfer dana, cek saldo,
tujuan pemerintah Indonesia yang mini statement, perubahan PIN, serta
ditetapkan dalam Strategi Nasional pembelian produk. Melalui Agen BTN,
Keuangan Inklusif (SNKI) pada Juni Bank juga mendorong pemberdayaan
2012. Dalam rangka perluasan akses masyarakat di dalam lingkup bisnis
masyarakat terhadap layanan perbankan dengan menambah
keuangan formal, terutama bagi mereka penghasilannya dalam bentuk turut Hingga tahun 2024,
yang belum memiliki akses ke Bank. serta bergabung menjadi agen. terdapat
Selain itu, program ini juga bertujuan
5.000
untuk melindungi masyarakat dari Berikut merupakan persyaratan umum
praktik pinjaman yang memberatkan, menjadi Agen BTN:
yang seringkali ditemukan pada sektor 1. Pendaftaran dapat dilakukan
informal. melalui kantor cabang dan kantor Agen BTN yang terse-
cabang pembantu BTN terdekat. bar di seluruh Indo-
Agen BTN menyediakan Layanan Laku 2. Telah menjadi nasabah BTN nesia
Pandai bagi masyarakat yang belum dan memiliki rekening tabungan
mengenal perbankan atau belum aktif untuk menampung deposit,
memiliki akses ke layanan keuangan pembayaran komisi, dan biaya.
formal (unbanked). Program ini juga 3. Memiliki usaha yang telah berjalan
menjadi kesempatan bagi masyarakat minimal satu tahun.
untuk belajar tentang perbankan, 4. Memiliki surat-surat izin usaha
produk-produk keuangan, dan cara yang sah dan masih berlaku
melakukan transaksi perbankan (minimal surat keterangan dari RT
yang biasa dilakukan di bank, namun setempat).
dengan akses yang lebih mudah dan 5. Tidak masuk dalam daftar hitam
dekat dengan tempat tinggal mereka, nasional di Bank Indonesia.
termasuk di wilayah-wilayah terpencil. 6. Lulus uji tuntas (due diligence) oleh
Melalui layanan ini, masyarakat, baik bank penyelenggara.
yang baru menjadi nasabah maupun
SimPel [FS16]
SimPel adalah program unggulan BTN yang dirancang mengelola produk keuangan secara bijak. Sebagai
untuk mendukung inklusi keuangan dengan bagian dari komitmen BTN terhadap inklusi keuangan,
memberikan akses mudah ke layanan keuangan program ini memfasilitasi generasi muda Indonesia
serta meningkatkan literasi keuangan bagi pelajar. untuk mempersiapkan masa depan mereka dengan
Program ini menyasar pelajar dari SD, SMP, hingga pengelolaan keuangan yang lebih baik.
SMA, dengan tujuan mengedukasi mereka tentang
pentingnya menabung dan perencanaan keuangan Pada tahun 2024, BTN berhasil menjangkau lebih dari
sejak dini. Melalui persyaratan pembukaan dan 824.069 peserta, baik di wilayah pedesaan maupun
transaksi rekening yang sederhana, SimPel bertujuan perkotaan di Indonesia. Program ini fokus pada pelatihan
meningkatkan kesadaran keuangan anak-anak usia keuangan digital untuk pelajar, guna meningkatkan
sekolah dan membantu mereka memahami serta pemahaman mereka terhadap produk perbankan dan
168 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 66
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
manajemen keuangan yang lebih baik. Selain itu, BTN Melalui program pendidikan ini, BTN memberikan
bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan pemahaman yang lebih baik mengenai keuangan
dan komunitas lokal untuk memperluas jangkauan agar masyarakat dapat menggunakan produk dan
program ini, mendukung upaya peningkatan inklusi layanan perbankan dengan bijak. Pemberdayaan
keuangan di seluruh Indonesia. nasabah melalui pengetahuan keuangan yang lebih
baik diharapkan dapat mendorong mereka untuk
BTN juga terus berupaya meningkatkan pengetahuan memanfaatkan produk-produk perbankan yang lebih
masyarakat tentang keuangan, terutama di daerah canggih, serta memperluas basis pengguna layanan
terpencil dengan akses terbatas ke layanan keuangan. BTN di seluruh wilayah Indonesia.
Proporsi Kepemilikan Rekening [SASB FN-CB-240a.4]
Keterangan 2024 2023 2022
Total rekening produk tabungan 6.139.468 7.099.737 7.284.386
Rekening SimPel
Total Rekening 824.069 795.592 743.308
Persentase terhadap total rekening 13,42% 11,00% 10,20%
Penurunan total rekening tabungan disebabkan oleh banyak sekolah di seluruh Indonesia, dengan tujuan
penutupan secara massal untuk rekening bantuan menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai daerah,
sosial (bansos) yang tidak lagi aktif. Meskipun demikian, baik yang berada di perkotaan maupun pedesaan.
melihat keberhasilan program literasi keuangan BTN juga berencana memperkenalkan program literasi
di tahun 2024, BTN berencana untuk memperluas keuangan berbasis digital, yang akan memanfaatkan
dan memperdalam berbagai inisiatif serupa pada teknologi untuk menjangkau masyarakat di daerah
tahun 2025. Salah satu strategi utama adalah yang sulit dijangkau.
memperkenalkan Simpanan Pelajar (SimPel) di lebih
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 169
Page 67
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
Housing Finance Center (HFC) [FS16]
bertambahnya jumlah keluarga baru dan dukungan
kemudahan untuk memiliki rumah. Peluang tersebut
dimanfaatkan oleh Housing Finance Center (HFC)
dalam menjawab potensi di sektor perumahan di
Indonesia. BTN mendirikan Housing Finance Center
(HFC), yang telah diresmikan sejak tanggal 16 Oktober
2014. Untuk memperkuat pengembangan sumber daya
Masih banyaknya rumah tangga di Indonesia manusia di bidang properti, HFC juga telah mendirikan
yang belum memiliki rumah merupakan indikasi sebuah pusat pelatihan yang berlokasi di BTN KCP UGM
bahwa sektor perumahan masih berpotensi untuk Yogyakarta.
terus tumbuh secara berkelanjutan dengan terus
Visi, Misi, dan Pilar Program HFC
Visi Misi
Menjadi pusat riset, edukasi, dan konsultasi terkait Memberikan pelayanan yang unggul, inovatif, dan
pembiayaan perumahan yang terdepan. terintegrasi dalam riset, edukasi, dan konsultasi
terkait pembiayaan perumahan bagi klien.
Fungsi HFC
Melalui HFC, BTN berkomitmen untuk mendukung Upaya ini diwujudkan melalui tiga fungsi utama HFC
penyediaan pasokan perumahan serta mencetak yang dijabarkan dalam tiga pilar bisnis, yaitu:
pengembang-pengembang baru di sektor perumahan.
1. Learning Pusat edukasi pembiayaan perumahan Indonesia melalui berbagai
bentuk program pendidikan dan pelatihan.
2. Advisory Pusat konsultasi properti dan pembiayaan perumahan Indonesia
untuk membantu para stakeholders (masyarakat, pengembang,
pemerintah) dalam pengambilan keputusan.
3. Research Pusat informasi dan inovasi pembiayaan perumahan Indonesia
melalui berbagai kajian ilmiah terkait pasar,pelaku usaha, dan tren
industri perumahan.
170 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 68
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Dari ketiga kegiatan utama tersebut, terdapat agenda turunan yaitu:
Kegiatan Utama HFC
Fungsi Mini MBA in Program Mini MBA in Property merupakan hasil kerjasama antara HFC dengan School
Learning Property of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) yang diadakan
secara reguler dalam rangka menciptakan entrepreneur (wirausaha) baru pada
industri properti. Program ini telah dilaksanakan sebanyak 22 batch sejak Oktober
tahun 2016 dan telah menghasilkan alumni sebanyak lebih dari 700 orang. Tahun
2024 telah dilaksanakan Program Mini MBA in Property sebanyak 3 (tiga) batch yaitu
batch 20, 21 dan 22. Selain itu, Mini MBA in Property juga didesain untuk anggota
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang telah dilaksanakan di Surabaya.
Program BTN Program ini merupakan inisiasi antara BTN dengan NU Circle (NUC). Program ini
Santri Developer merupakan pelatihan bisnis pengembangan perumahan yang berisi pembekalan
Kebangsaan dan pendidikan singkat kepada alumni santri pondok pesantren, organisasi
kebangsaan/lintas agama, serta alumni santri pondok pesantren yang bertepatan
menjadi lokasi pelaksanaan program. Sampai dengan saat ini, program BTN Santri
Developer Kebangsaan telah diselenggarakan sebanyak 4 (empat) batch dan telah
menghasilkan lebih dari 300 alumni. Pada tahun 2024, program ini telah sukses
diselenggarakan di Pesantren Dar El Hikmah Kota Pekanbaru.
Seminar/Kuliah HFC juga turut aktif dalam menyelenggarakan seminar/kuliah umum/workshop
Umum/Workshop yang berkolaborasi dengan instansi/universitas/lembaga/asosiasi. Tujuan adanya
kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada
audiens seputar bisnis di bidang properti, digitalisasi di sektor perbankan, dan
beberapa topik yang relevan dengan perkembangan saat ini. Pada tahun 2024
telah diselenggarakan seminar/kuliah umum/workshop dengan Institut Sepuluh
Nopember (ITS), Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Semarang (Unnes),
Universitas Tanjungpura (Untan), Universitas HKBP Nommensen (UHN), serta Seminar
Market Outlook Property dan Dampak Penerapan PPN-DTP pada Acara Wisuda Mini
MBA in Property serta Gathering Alumni.
Fungsi Advisory Alumni dari program BTN Santri Developer Kebangsaan membentuk Asosiasi Santri
Advisory Mendukung Developer NU (ASANU) sebagai wadah dan inkubator bisnis bagi para alumni program
Program yang direncanakan akan berlangsung secara berkesinambungan. ASANU juga
Pembangunan berperan aktif dalam memfasilitasi ketersediaan dan pembebasan lahan untuk para
Perumahan dari alumni program. Para alumni program juga difasilitasi oleh BTN untuk memperoleh
ASANU pembiayaan konstruksi dan penjualan perumahan melalui KPR BTN. Tahun 2024 telah
berhasil dibentuk DPD ASANU Riau. Adapun project yang direncanakan oleh ASANU
berlokasi di Banjarnegara dan Banyumas.
Pengembangan BTN Property Advisory System (BTN PAS) merupakan aplikasi yang dirancang berbasis
Aplikasi BTN mobile dan memiliki fungsi sebagai platform konsultasi, bimbingan, dan komunikasi
Property Advisory secara online antara pengajar (mentor) dengan peserta/alumni pelatihan
System (BTN PAS) (mentee) yang sedang atau telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh
Housing Finance Center (HFC) BTN. Melalui aplikasi BTN Property Advisory System
(BTN PAS), Mentor dan mentee dapat melaksanakan konsultasi di bidang properti
yang terintegrasi secara online. Hal ini tentunya sebagai media dalam mencetak
pengembang perumahaan baru dan strategi bagi BTN untuk mendapatkan potensi
bisnis.
Program Kolabrasi Sebagai terobosan dalam mencari solusi untuk penyediaan rumah bagi MBR Informal
ABCG (Academic, tersebut, Program ABCG (Academic, Business, Community and Government)
Business, merupakan skema kolaborasi antara Akademisi (Universitas), Business (BTN),
Community and Community (Komunitas Swadaya Masyarakat) dan Government (Kementrian
Government) Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Daerah)
dalam rangka mendukung masyarakat khususnya yang bekerja pada sektor informal
untuk memiliki rumah secara swadaya dan berbasis komunitas.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 171
Page 69
Manajemen Lingkungan Dukungan
DukunganPengembangan
Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan
danKesejahteraan
KesejahteraanPegawai
Pegawai
Kegiatan Utama HFC
Fungsi BTN HPI (House BTN House Price Index dapat menyajikan data mengenai perubahan harga
Research Price Index) perumahan, baik secara nasional, regional, provinsi, maupun di tingkat kabupaten/
kota. Data ini disajikan berdasarkan realisasi kredit rumah dengan kualitas dan
karakteristik yang serupa, baik untuk skala nasional maupun di wilayah tertentu,
termasuk harga transaksi KPR nonsubsidi. Jangkauan data mencakup berbagai tipe
rumah, mulai dari 21-36, 37-45, hingga 46-70, serta indeks untuk sejumlah kabupaten/
kota. Data ini disampaikan setiap triwulan, dengan informasi bulanan yang dihitung
menggunakan pendekatan matched sales.
Publikasi Forum Hasil riset dari HFC di antaranya dipublikasikan melalui forum karya ilmiah nasional
Ekonomi Nasional tahunan baik yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dan Perhimpunan Perbankan Nasional
(Perbanas). Hasil riset yang dipublikasikan disesuaikan dengan tema yang diusung
dalam setiap acara tersebut.
Riset Hasil riset dan kajian yang sudah dibuat oleh HFC di tahun 2024, antara lain:
Terimplementasi • Kajian Market Share KPR BTN
• Kajian Market Share DPK BTN
• Kajian Dampak Sosial dan Ekonomi Pengembangan Industri Perumahan di
Indonesia
• Kajian Sektor Industri Prioritas
• Kajian Preferensi Gen Z dalam Memiliki Rumah
• Kajian Sektor-Sektor Prospektif ESG
• Kajian Potensi Dana untuk Pembiayaan Perumahan
• Kajian Perkembangan Sektor Perbankan
• Kajian Dana Simpanan Masyarakat
Research Kerja sama dengan para peneliti, akademisi, dan praktisi yang berasal dari perguruan
Fellowship tinggi/universitas serta lembaga penelitian lainnya untuk transfer knowledge sebagai
bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas peneliti di
HFC dalam melakukan riset yang terkait dengan perkembangan kondisi ekonomi dan
pengembangan bisnis BTN
Pada Program Learning, HFC memberikan pemahaman yang mendalam seputar 4 (empat) pilar ilmu untuk menjadi
developer perumahan yang terdiri dari:
Lahan dan Lingkungan
Modal (Capital) Hukum (Legal) Keterampilan (Skill Set)
(Land and Environment)
Berkaitan dengan cara Berkaitan dengan Berkaitan dengan perizinan Berkaitan dengan keahlian
mengakuisisi atau bagaimana memperoleh dan legalitas proyek atau kemampuan dalam
menguasai lahan yang dan mengelola sumber perumahan serta sertifikasi menginisiasi, membangun,
akan dibangun proyek pendanaan dalam pertanahan. mengembangkan, dan
perumahan. pembangunan proyek memasarkan proyek
perumahan serta strategis perumahan.
dalam mendapatkannya.
172 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 70
Pengembangan dan
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Program Literasi Keuangan Lainnya [FS16]
Sebagai bagian dari komitmen BTN untuk mendukung Selain itu, BTN juga memperluas sosialisasi produk seperti
literasi keuangan, BTN terus memperluas kerja payroll BTN ke instansi pemerintah melalui pendekatan
sama dengan berbagai lembaga pendidikan, pendampingan. Program-program ini diharapkan
instansi pemerintah, dan komunitas lokal dalam dapat membekali mahasiswa dan masyarakat dengan
menyelenggarakan program pelatihan keuangan. pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengelola
Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan keuangan mereka dengan bijak, baik dalam kehidupan
literasi keuangan dan memperluas akses masyarakat pribadi maupun dalam pengembangan usaha kecil
terhadap sektor keuangan, terutama di bidang dan menengah di masa depan. BTN percaya bahwa
properti dan perbankan. Salah satu inisiatif unggulan dengan pendekatan ini, inklusi keuangan di Indonesia
yang diluncurkan adalah program inklusi keuangan, dapat diperluas dan dipercepat, serta mendukung
sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya
pemahaman dan keterampilan keuangan di kalangan generasi muda yang memiliki potensi besar dalam
mahasiswa dan masyarakat kampus. Melalui program menggerakkan perekonomian lokal dan nasional.
ini, BTN berusaha menjangkau segmen masyarakat Program inklusi keuangan menjadi salah satu langkah
yang belum terakses oleh layanan perbankan formal nyata dalam upaya BTN untuk memperluas akses ke
(unbankable), dengan bekerja sama dengan universitas layanan perbankan dan membangun masa depan
dan lembaga pendidikan tinggi untuk memberikan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
pelatihan dan sosialisasi mengenai pengelolaan
keuangan pribadi, perencanaan keuangan, serta
pentingnya literasi finansial.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 173
Page 71
Pelayanan Prima
untuk Kepuasan
Nasabah
177 Roadmap Layanan BTN 2023 - 2025
180 BTN Portfolio Guideline
187 Produk Berbasis ESG
194 Inovasi Digital untuk Layanan Modern
203 Kebijakan Periklanan yang Adil
204 Pengawasan Produk Keuangan
205 Privasi dan Keamanan Data Nasabah
217 Kebijakan Penagihan Utang yang Bertanggung
Jawab
218 Penanganan Keluhan Produk Keuangan
222 Kepuasan Nasabah
Page 72
Page 73
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Sebagai lembaga Dalam mencapai tujuan ini, Bank menyadari bahwa
green mortgage menjadi langkah awal yang sangat
keuangan yang memiliki strategis. Oleh karena itu, guna mempercepat proses
transformasi ini, BTN menjalin kemitraan yang kuat
fokus utama pada dan erat dengan Green Building Council Indonesia.
Kemitraan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas
sektor perumahan, BTN wawasan dan pemahaman para pegawai mengenai
praktik keberlanjutan, tetapi juga meningkatkan
berkomitmen untuk kompetensi pegawai. Melalui berbagai langkah konkret
mendorong ekosistem ini, BTN tidak hanya berambisi menjadi pemimpin
dalam sektor perumahan, tetapi juga ingin menjadi
pembiayaan perumahan pelopor yang dapat menciptakan dampak positif yang
berkelanjutan, baik di bidang lingkungan maupun
yang menerapkan prinsip sosial, yang memberikan manfaat jangka panjang bagi
masyarakat dan planet ini.
keberlanjutan.
176 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 74
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Roadmap Layanan BTN 2023 – 2025
Dalam rangka mewujudkan visi BTN untuk menjadi Proses penyusunan Roadmap Layanan BTN 2023-2025
“Mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga diawali dengan melakukan survey untuk mendapatkan
Indonesia” dan salah satu misi BTN untuk “Memberikan Voice of Customer (VoC) dengan pengukuran
customer experience terbaik melalui layanan digital Customer Experience Index (CEI). Menindaklanjuti
dan finansial yang terintegrasi”, Bank telah menyusun strategi Roadmap Layanan BTN 2023-2025 yang telah
visi layanan yaitu “to deliver a reliable, uniquely disusun, Customer Experience Division telah workshop
differentiated, convenient service beyond customer yang dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi, SEVP, Kepala
expectations” berikut dengan 19 key initiativesnya. Divisi terkait dari product dan channel owner, Kepala
Berdasarkan hal tersejut, BTN telah menyusun Roadmap Kantor Wilayah 1 dan 2, serta tim konsultan. Kegiatan ini
Layanan yang akan menjadi panduan dalam mencapai bertujuan sebagai sarana sosialisasi, diskusi, dan untuk
visi Layanan BTN. mendapatkan arahan serta persetujuan dari jajaran
Direksi terkait konsep Roadmap Layanan yang telah
disusun.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 177
Page 75
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Melalui workshop tersebut, telah disepakati Misi Layanan 3. Menjadi mitra keuangan terpercaya dan
sebagai penjabaran dari Visi Layanan. Adapun Misi penasihat perumahan dengan memberikan
Layanan BTN adalah: layanan khas yang mengacu pada autentisitas
1. Menumbuhkan budaya layanan terpadu dalam organisasi.
organisasi dengan menerapkan pendekatan 4. Memberikan pengalaman layanan terbaik yang
yang berpusat pada solusi untuk mencapai berfokus pada ekspektasi nasabah dengan
keunggulan layanan yang istimewa; melayani mereka seperti keluarga kita sendiri
2. Menumbuhkan standar layanan yang konsisten dengan keramahan yang istimewa.
di semua saluran layanan dan titik kontak
nasabah, untuk memastikan pengalaman yang Selain Visi dan Misi Layanan, telah disepakati juga
mulus dan istimewa di setiap interaksi; Service Values BTN, yaitu:
Reliable Uniquely differentiated Convenient Services
F A M I L Y
Fostering Assurance Meaningful Inspire Light-hearted Yearning
Komponen
Komponen values ini Komponen values
Komponen values Komponen values ini menggambarkan ini menunjukkan Komponen values
ini menyiratkan values ini menggambarkan komitmen komitmen ini menunjukkan
komitmen BTN menggambarkan komitmen BTN yang kesungguhan dan ambisi dan
untuk membangun komitmen BTN BTN dalam menginspirasi kemurahan hati motivasi internal
Makna
hubungan dan untuk memberikan menyediakan lebih dari insan BTN dalam yang kuat untuk
menyediakan kepastian, rasa layanan, interaksi, sekedar solusi menciptakan memberikan
kenyamanan aman, dan dan pengalaman finansialnya, tetapi kenyamanan standar
dalam layanan kepercayaan yang berarti, juga menjadi sepanjang pelayanan yang
yang selaras secara andal terpersonalisasi, katalis positif perjalanan sangat baik dan
dengan konsep kepada seluruh dan berdampak, untuk perbaikan finansial nasabah melebihi harapan
keluarga. nasabah. selaras dengan dan kemajuan melalui pelayanan pelanggan.
kebutuhan dan keseluruhan yang tulus dan
aspirasi nasabah. ekosistem hangat.
perbankan.
Fostering Inspiration for
Assuring Reliable Meaningful Light-hearted Yearn for
Longterm Achieving the
Support Personalization Atmosphere Excellence
Relationship Dream
Point Details
Fostering Yearn for
Assuring Solution- Meaningful Inspiration for Light-hearted
Incremental Customer
Centric Services Experience Your Home Assistance
Service Excellence Satisfaction
Meaningful
Fostering Digital Assuring Ethical Inspiration for Light-hearted Yearn for
Longterm
Transformation Practices Excellence Approach Integration
Impact
Terminologi FAMILY dipilih sebagai service values karena Sebagai landasan untuk mendukung Misi Layanan serta
mencerminkan layanan yang reliable (fostering and meningkatkan customer acquisition and loyalty, Bank
assurance), uniquely differentiated (meaningful and menetapkan core values. Core values BTN ditentukan
inspire), serta convenient (lighthearted and yearning). sebagai Solution-centric, yang menjadi nilai tambah
Konsep ini menggambarkan harapan layanan BTN bagi nasabah melalui pemberian basic advisory
untuk selalu melibatkan nasabah layaknya seperti kepada new customer serta advanced advisory kepada
bagian dari keluarga. nasabah existing & churning customers.
178 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 76
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Sesuai dengan Service Blueprint yang telah disusun, yang di bawah standar yang ditentukan dan
perbaikan akan difokuskan pada aspek People, Process, pengembangan service recovery room untuk
dan Physical Evidence untuk menjadi standar baru nasabah yang menyampaikan hard complaint.
di seluruh saluran layanan. Berikut adalah rencana
implementasi Roadmap Layanan BTN 2023-2025, yang 2. Service-focused Squad
terbagi menjadi: Pembentukan Service Focused Squad sebagai
1. Quick Win peran pendukung untuk membantu aktivitas
• Solution-Centric Response Mechanism nasabah tanpa melalui CS dan Teller, selain
• Service-focused Squad itu membentuk service organization untuk
• FinEase Acceleration mengimplementasikan standar layanan dan
• BTN Care menciptakan learning culture and environment.
2. Mid-Term 3. FinEase Acceleration
• Service Competency Enhacement Program Percepatan proses pembukaan rekening,
(S-CEP) perbaikan pada standar layanan akad kredit
• BTN Mobile Advancement konsumer, standarisasi premises kantor cabang
• CRM Empowerment (relayout, mesin antrian, dan seragam Loan
• BTN Housing & Mortgage Advisory Services), dan script development.
3. Long-Term 4. BTN Care
• Hackathon Memastikan fasilitas untuk disabilitas, lansia, ibu
• BTN Heritage hamil/menyusui, dan anak-anak tersedia, seperti
ramp disabilitas, handrail, kursi roda, alat bantu
Berdasarkan Service Programs Prioritization yang telah jalan, priority seat, kids corner, ruang laktasi, toilet
ditetapkan dan dipaparkan dalam Workshop Roadmap disabilitas, guiding block, dan lainnya.
Layanan BTN 2023-2025, disepakati empat (4) Program
Layanan yang termasuk dalam Quick Win akan Pilot Project disetujui untuk dilaksanakan pada 5 (lima)
dilaksanakan pada Pilot Project Roadmap Layanan BTN Kantor Cabang (Konvensional dan Syariah), yaitu
2023-2025, antara lain: Kantor Cabang Bekasi, Kantor Cabang Tangerang,
1. Solution-Centric Response Mechanism Kantor Cabang Karawang, Kantor Cabang Syariah
Mengimplementasikan prosedur service Bandung, Kantor Cabang Syariah Yogyakarta
recovery apabila BTN melaksanakan pelayanan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 179
Page 77
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN Portfolio Guideline
Sebagai lembaga keuangan, BTN berkomitmen untuk kredit pada sektor-sektor prioritas yang memiliki
senantiasa memperkuat manajemen risiko kredit prospek pertumbuhan berkelanjutan. Langkah ini
seiring pertumbuhan ekonomi dan arah kebijakan tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis, tetapi
moneter yang berlaku. BTN telah menerapkan Portfolio juga berkontribusi dalam mitigasi risiko lingkungan,
Guideline (PG) untuk mendukung keberlanjutan sosial, dan tata kelola (ESG). BTN memastikan Portfolio
bisnis dan stabilitas keuangan. Portfolio Guideline ini Guideline diimplementasikan secara terintegrasi dan
dirancang sebagai perangkat strategis yang bertujuan konsisten dengan strategi manajemen risiko kredit BTN.
mengelola risiko konsentrasi kredit secara efektif Dengan demikian, Portfolio Guideline menjadi salah satu
melalui diversifikasi portofolio yang terukur. elemen penting dalam menciptakan keseimbangan
antara pertumbuhan kredit dan pengelolaan risiko,
Melalui penerapan Portfolio Guideline, BTN berupaya sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang diadopsi
menjaga kualitas aset dengan mengarahkan alokasi oleh BTN.
Tujuan Portfolio Guideline
Limit Alokasi Sektor Industri Prioritas Dengan tujuan sebagai berikut:
Sub Sektor Industri Restrictive
Mengelola risiko konsentrasi dengan
melakukan diversifikasi portofolio
yang terukur selaras berdasarkan
hasil riset industri prioritas, ESG risk
1 2 dan analisis risiko sektor industri
Riset Sektor Industri 5
Analisis Risiko ESG
Prioritas
Mendorong pertumbuhan kredit yang
terdiversifikasi dan berkualitas
RAC
4 3 Memberikan guideline sektor prioritas
Potensi Bisnis Analisis Risiko untuk pertumbuhan kredit
(Pipeline) Sektor Industri
Mengatur dan mengelola limit risiko
dan sektor-sektor prioritas
Tata Kelola & Petunjuk Teknis Portfolio Guideline
1. Dalam implementasi ESG, Portfolio Guideline pengelolaan kredit yang sehat, sehingga tercipta
sesuai dengan Petunjuk Teknis Nomor PT. 8-H.3. keselarasan antara aspek lingkungan, sosial, dan
Penerbitan Portfolio Guideline merupakan salah tata kelola, antara lain:
satu alat dalam mengendalikan risiko konsentrasi a. Transportasi ramah lingkungan & transportasi
kredit. BTN telah menetapkan beberapa sektor umum, pergudangan, dan komunikasi;
industri yang dapat dijadikan pedoman dalam b. Perantara keuangan;
pemberian kredit dengan mempertimbangkan c. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial;
aspek ESG, prinsip kehati-hatian maupun d. Jasa pendidikan;
180 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 78
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
e. Perdagangan besar dan eceran; berdasarkan data internal, data perbankan
f. Konstruksi; nasional, serta indikator utama seperti Non-
g. Real estate, usaha persewaan, dan jasa Performing Loan (NPL), yield kredit, dan kontribusi
perusahaan; terhadap target Rencana Kerja dan Anggaran
h. Agribisnis; dan Perusahaan (RKAP). Penilaian ini mencakup
i. Renewable Energy evaluasi kinerja sektor dan subsektor yang
2. Selanjutnya, BTN melakukan seleksi dengan kriteria memiliki potensi bisnis (pipeline) tinggi serta risiko
analisis risiko ESG. Risiko tersebut ditetapkan yang dapat dikelola, dengan mengintegrasikan
mengacu pada regulasi dan best practice aspek ESG untuk memastikan keselarasan dengan
yang berlaku, di antaranya adalah Panduan prinsip keberlanjutan.
OJK terkait Climate Risk Stress Test, Morgan
Stanley Capital International (MSCI) ESG Industry 4. Sebagai bentuk penerapan prinsip kehati-hatian
Risk, serta Peraturan OJK (POJK) Nomor 51/ dan pengelolaan risiko yang melekat pada
POJK.04/2017. Proses analisis risiko ESG bertujuan setiap industri prioritas, BTN menerapkan Risk
untuk mengevaluasi sektor industri berdasarkan Acceptance Criteria (RAC) untuk mengevaluasi
dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola. Proses kelayakan calon debitur. BTN menetapkan dua
analisis ini mencakup beberapa langkah utama, jenis RAC, yaitu RAC Umum dan RAC Khusus. RAC
yang dirangkum dalam Matriks Portfolio Guideline Umum berfungsi sebagai kriteria dasar yang
(PG) Composite Rating. Matriks ini berfungsi untuk wajib dipenuhi oleh calon debitur di semua sektor
memetakan sektor industri berdasarkan prospek usaha, sementara RAC Khusus dirancang untuk
bisnisnya tingkat risiko ESG, seperti intensitas menilai calon debitur berdasarkan karakteristik
emisi, dampak sosial, kualitas tata kelola, dan spesifik jenis usaha yang dijalankan. Kedua jenis
lain sebagainya. Adapun sektor yang menjadi RAC ini mencakup tiga aspek utama, yaitu Aspek
perhatian antara lain [FS5] [FS10]: Debitur, Aspek Teknis, dan Aspek Keuangan, yang
a. Transportasi, pergudangan, dan komunikasi masing-masing memiliki fokus evaluasi yang
b. Pertambangan dan Penggalian berbeda. Berikut perbedaan utama antara RAC
c. Listrik, Gas, dan Air Umum dan RAC Khusus sebagai panduan dalam
d. Agribisnis proses pengambilan Keputusan pembiayaan.
e. Industri Pengolahan
f. Konstruksi BTN telah menetapkan RAC untuk masing-masing
3. Pada tahap selanjutnya, BTN melakukan analisis sektor industri yang meliputi aspek debitur, aspek teknis,
risiko sektor industri untuk mengevaluasi potensi dan aspek keuangan yang menjadi panduan bagi BTN
risiko dan peluang di berbagai sektor, guna dalam melakukan pemasaran dan penyaluran kredit
mendukung pengelolaan portofolio kredit yang wholesale BTN.
sehat dan berkelanjutan. Alokasi kredit ditentukan
Kebijakan Kredit untuk Risiko ESG Tinggi
Sebagai bagian dari komitmen BTN dalam mendukung sektor yang berpotensi memberikan dampak negatif
keberlanjutan, Terms & Conditions Portfolio Guideline signifikan terhadap lingkungan dan sosial.
(PG) dirancang untuk mengelola risiko kredit yang
terkait dengan aspek ESG. Kebijakan ini bertujuan Meskipun selama tahun 2024 BTN tidak menyalurkan
memastikan bahwa penyaluran kredit dilakukan kredit kepada sektor batu bara dan pertambangan,
secara selektif, terutama pada sektor-sektor industri Bank tetap menetapkan syarat dan ketentuan khusus
prioritas dengan risiko ESG tinggi berdasarkan analisis untuk kedua sektor tersebut sebagai bagian dari
risiko ESG yang telah dilakukan. Melalui panduan ini, BTN komitmen dalam pengelolaan risiko kredit berbasis
menetapkan standar yang jelas untuk mengidentifikasi, Environmental, Social, and Governance (ESG). Syarat
mengevaluasi, dan membatasi eksposur pada dan ketentuan untuk sektor industri dengan risiko ESG
tinggi diuraikan sebagai berikut:
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 181
Page 79
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Agrikultur
(Pertanian,
Kehutanan, dan
Perikanan)
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat c. Memiliki SOP pencegahan dan penanganan
pada nasabah pada sektor ini agar: kebakaran lahan, memiliki peralatan standar
A. Memiliki penilaian PROPER Emas atau Hijau. penanganan kebakaran sesuai kriteria lahan,
B. Pembiayaan tidak akan diberikan kepada memiliki menara pantau api, serta memiliki
perusahaan baru yang membuka lahan baru. tim khusus penanggulangan kebakaran
C. Memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPL) yang telah terlatih sesuai dengan standar
dengan kajian terkait Ketersediaan IPL yang Ditjenbun.
beroperasi dan parameter baku mutu air berada d. Perusahaan wajib memiliki Izin Usaha
dalam batas yang ditentukan. Perkebunan (IUP) sesuai dengan yang
D. Untuk perusahaan publik, wajib memiliki laporan tercantum dalam izin Lokasi seperti IUP
keberlanjutan. Budidaya (IUP-B), IUP Pengolahan (IUP-P) dan
E. Memiliki komitmen terhadap No Deforestation, Surat Pendaftaran Usaha Perkebunan (SPUP).
No Peat, No Exploitation (NDPE) yang mencakup H. Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam
pembebasan & pembukaan lahan, pelestarian kurun waktu 3 tahun.
areal Nilai Konservasi areal Nilai Konservasi Tinggi I. Untuk segmen SME, persyaratan untuk ISPO
(NKT)/High Conservation Value (HCV)/High diterapkan sebagai affirmative covenant.
Carbon Stock (HCS) dan lahan gambut. Pemenuhan yang akan dipantau secara berkala
F. Untuk subsektor Perkebunan Kelapa Sawit, wajib oleh Relationship Manager dan menjadi subjek
memiliki sertifikat ISPO dan/atau RSPO atau audit internal berkala.
minimal bukti pendaftaran berupa tanda terima J. Memenuhi dokumen izin pengelolaan hutan
dari Lembaga Sertifikasi. tanaman industri berupa Izin Usaha Pemanfaatan
G. Untuk subsektor Perkebunan Kelapa Sawit yang Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) dan/atau Bukan Kayu
belum memiliki sertifikat ISPO dan/atau RSPO, (IUPHHBK), Rencana Kerja Usaha (RKU) yang telah
maka terdapat kriteria: disetujui Kementerian Lingkungan Hidup dan
a. Memiliki Code of Conduct, Kebijakan Kehutanan.
Lingkungan & Ketenagakerjaan (termasuk K. Tidak melakukan kegiatan usaha di wilayah yang
K3). dinyatakan memiliki keanekaragaman hayati
b. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan tinggi.
seperti ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen
sejenis lainnya yang dapat diterima oleh
Bank.
182 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 80
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Energi
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat pembiayaan dengan strategi coal phase out
pada nasabah pada sektor ini agar: sesuai dengan RUPTL PN yang berlaku.
A. Pembiayaan kepada Energi terbatas hanya D. Untuk pembangkit listrik yang telah beroperasi,
kepada perusahaan yang telah miliki penerapan memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan
ESG yang baik. seperti ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis
B. Memiliki penilaian PROPER dan/atau minimal lainnya yang dapat diterima oleh Bank.
memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL yang telah E. Untuk pembangkit listrik yang telah beroperasi,
disetujui oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH). memiliki code of conduct, kebijakan terkait
C. Khusus untuk pembiayaan pembangunan lingkungan (emisi karbon, coal ash, pengelolaan
PLTU baru dengan PLN sebagai offtaker, telah air dan limbah) dan ketenagakerjaan.
mempertimbangkan kesesuaian jangka waktu F. Tidak ada gangguan sosial/lingkungan.
Batu Bara*
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat D. Khusus untuk pembiayaan pertambangan
pada nasabah pada sektor ini agar: sebagai supplier PLTU, telah mempertimbangkan
A. Pembiayaan kepada Batubara terbatas hanya jangka waktu pembiayaan dengan strategi coal
kepada Top Tier Korporasi yang telah miliki phase out sesuai dengan RUPTL PLN yang berlaku.
penerapan ESG yang baik. E. Memiliki roadmap dalam mengurangi Emisi GRK.
B. Memiliki penilaian PROPER minimal Hijau dan/ F. Debitur setuju untuk mematuhi klausul perjanjian
atau minimal memiliki laporan AMDAL atau UKL- pinjaman bahwa mereka akan mematuhi
UPL (termasuk jaminan reklamasi dan pasca semua peraturan lingkungan yang berlaku
tambang) yang telah disetujui oleh Badan dan dokumentasi yang diperlukan. Kegagalan
Lingkungan Hidup (BLH). untuk memenuhinya akan berdampak pada
C. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti kelangsungan pinjaman.
ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya
yang dapat diterima oleh Bank.
*Hanya sebagai acuan Bank dan saat ini Bank tidak memilki penyaluran dalam sektor ini.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 183
Page 81
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Konstruksi
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat B. Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam
pada nasabah pada sektor ini agar: kurun waktu 4 tahun yang dapat mempengaruhi
A. Memiliki laporan AMDAL. kelangsungan bisnis.
Pertambangan*
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat D. Perusahaan menerapkan Good Mining Practice
pada nasabah pada sektor ini agar: (Kaidah Pertambangan yang baik) sesuai
A. Pembiayaan kepada pertambangan terbatas peraturan dan perundang undangan yang
hanya kepada Korporasi yang telah miliki berlaku, dengan menyertakan Rencana Kerja
penerapan ESG yang baik. & Anggaran Biaya (RKAB) tahun bersangkutan
B. Memiliki penilaian PROPER minimal Hijau dan/ yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM, dan/
atau minimal memiliki laporan AMDAL atau UKL- atau dokumen lain yang dibutuhkan sehubungan
UPL (termasuk jaminan reklamasi dan pasca dengan Kaidah Pertambangan yang Baik.
tambang) yang telah disetujui oleh Badan E. Memiliki kebijakan internal (code of conduct)
Lingkungan Hidup (BLH). terkait Lingkungan dan Ketenagakerjaan.
C. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti
ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya
yang dapat diterima oleh Bank.
*Hanya sebagai acuan Bank dan saat ini Bank tidak memilki penyaluran dalam sektor ini.
184 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 82
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Minyak dan Gas Bumi
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat D. Memiliki upaya untuk melakukan efisiensi energi
pada nasabah pada sektor ini agar: dan pengurangan emisi GHG, sesuai dengan
A. Pembiayaan kepada minyak dan gas bumi ketentuan regulator pada lokasi usaha. Untuk
terbatas hanya kepada Korporasi yang telah perusahaan publik, memiliki Sustainability Report
miliki penerapan ESG yang baik. atau dokumen sejenis lainnya.
B. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti E. Kegiatan Usaha Migas memiliki dokumen yang
ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya menyatakan terlaksananya seluruh persyaratan
yang dapat diterima oleh Bank. Keselamatan Migas (Instalasi dan Peralatan,
C. Memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL (termasuk Pekerja, Umum dan Lingkungan), khusus
jaminan reklamasi dan pasca tambang) yang penunjang dibuktikan dengan SKUP (Surat
telah disetujui oleh Badan Lingkungan Hidup Keterangan Usaha Penunjang).
(BLH). F. Tidak ada praktik deforestasi, termasuk
pembukaan lahan dan tidak ada eksploitasi.
Transportasi
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat B. Untuk perusahaan publik, wajib memiliki laporan
pada nasabah pada sektor ini agar: keberlanjutan.
A. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti C. Perusahaan memiliki upaya untuk melakukan
ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya efisiensi energi dan pengurangan emisi,
yang dapat diterima oleh Bank. ketersediaan listrik dan sumber air yang
memadai.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 185
Page 83
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Pulp & Paper
Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat pada Rencana Kerja Usaha (RKU) yang telah disetujui
nasabah pada sektor ini agar: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
A. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO G. Tidak melakukan kegiatan usaha di wilayah yang
14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang dinyatakan memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
dapat diterima oleh Bank. H. Untuk perdagangan pulp & paper, perusahaan memiliki
B. Memiliki penilaian PROPER minimal Biru dan/atau upaya/surat pernyataan/self declare untuk memenuhi
minimal memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL prinsip/ komitmen antara lain sebagai berikut:
(termasuk jaminan reklamasi dan pasca tambang) 1) Menjual produk atau layanan yang bertujuan untuk
yang telah disetujui oleh Badan Lingkungan Hidup tidak merusak lingkungan
(BLH). 2) Proses distribusi lebih ramah lingkungan, efisien,
C. Untuk perusahaan publik, wajib memiliki laporan hemat biaya, dan hemat energi
keberlanjutan. 3) Mengalokasikan anggaran untuk pemasaran yang
D. Perusahaan memiliki upaya untuk melakukan efisiensi ramah lingkungan
energi dan pengurangan emisi, ketersediaan listrik dan 4) Tidak menggunakan sumber daya secara
sumber air yang memadai. berlebihan
E. Memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)/Instalasi 5) Memiliki sertifikat keberlanjutan, seperti Forest
Pengolahan Limbah (IPL)/Izin Pembuangan Limbah Stewardship Council (FSC), Programme for the
Cair (IPLC)/serta tempat pengolahan limbah Bahan Endorsement of Forest Certification (PEFC), atau
Berbahaya dan Beracun (B3), dibuktikan dengan sertifikat keberlanjutan lingkungan sejenis lainnya.
dokumen yang dapat diterima Bank. 6) Tidak ada praktik deforestasi, termasuk pembukaan
F. Memenuhi dokumen izin pengelolaan hutan tanaman lahan dan tidak ada eksploitasi
industri berupa Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan
Kayu (IUPHHK) dan/atau Bukan Kayu (IUPHHBK),
Keanekaragaman
Hayati
Dalam sektor hutan industri, Bank BTN menerapkan Kerja Usaha (RKU) yang telah mendapat persetujuan
kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur di sektor ini dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
dengan ketentuan sebagai berikut:
A. Wajib memiliki dokumen perizinan pengelolaan hutan B. Dilarang melakukan aktivitas usaha di wilayah
industri, seperti Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi,
Kayu (IUPHHK) dan/atau Izin Usaha Pemanfaatan termasuk kawasan lahan RAMSAR serta situs yang
Hasil Hutan Bukan Kayu (IUPHHBK), serta Rencana dikategorikan sebagai IUCN Kategori 1 & 2.
186 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 84
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Produk Berbasis ESG
BTN memahami bahwa ekspektasi para pemangku Langkah ini memungkinkan Bank untuk meraih
kepentingan terus berkembang, terutama dalam keuntungan finansial sekaligus memberikan dampak
memenuhi kebutuhan keuangan berkelanjutan. Oleh positif dalam aspek sosial dan lingkungan di seluruh
karena itu, BTN secara strategis mengintegrasikan wilayah operasionalnya. Beberapa inovasi produk
prinsip ESG (environmental, social, and governance) berbasis ESG yang telah dikembangkan oleh BTN
ke dalam setiap keputusan dan transaksi investasi. meliputi: [OJK B.1]
Rumah Rendah Emisi
BTN berkomitmen untuk berkontribusi dalam Proyek percontohan ini menunjukkan komitmen BTN
pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menerapkan prinsip ekonomi sirkular, di mana
(SDGs) dengan mengembangkan 150.000 rumah bahan-bahan yang sebelumnya dianggap limbah
rendah emisi hingga tahun 2029. Inisiatif ini merupakan kini diproses kembali menjadi material yang bernilai
bagian dari upaya besar BTN untuk mendukung guna dalam pembangunan. Selain itu, BTN juga
transformasi sektor perumahan di Indonesia menjadi menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan
lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, solusi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi
program ini juga bertujuan untuk mendukung kebijakan energi dan mengurangi konsumsi air di rumah-rumah
pemerintah dalam menyediakan rumah yang tidak yang dibangun dalam proyek ini.
hanya layak huni dan sehat, tetapi juga ramah
lingkungan, mengingat perubahan iklim yang menjadi Inisiatif pembangunan rumah rendah emisi ini
tantangan global yang semakin mendesak. diharapkan memiliki dampak positif yang signifikan
terhadap lingkungan. Dengan penerapan material
Melalui proyek rumah rendah emisi ini, BTN berusaha ramah lingkungan dan efisiensi energi pada tahun
mewujudkan hunian yang mengintegrasikan prinsip- pertama pelaksanaan pilot project, BTN menargetkan
prinsip keberlanjutan, dengan memanfaatkan material pengurangan lebih dari 1,7 juta kilogram sampah
ramah lingkungan dan menerapkan solusi teknologi plastik yang sebelumnya akan menjadi limbah serta
yang dapat mengurangi dampak terhadap ekosistem. penurunan emisi karbon sebesar 2,42 ton CO2. Dampak
Dengan fokus pada pengurangan jejak karbon, ini setara dengan penanaman 110.000 pohon yang akan
BTN berupaya memberikan kontribusi nyata dalam membantu menyerap karbon dioksida dari atmosfer
mengatasi krisis iklim yang sedang berlangsung. dan meningkatkan kualitas udara di sekitar kawasan
perumahan.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, BTN
menargetkan penggunaan 30% material ramah Selain itu, BTN berkomitmen untuk mengedepankan
lingkungan dalam pembangunan rumah-rumah ini prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya yang efisien
pada tahun 2029. Tahun ini, BTN telah memulai langkah dan berkelanjutan, dengan mendorong pengembang
awal dengan meluncurkan proyek percontohan yang rumah untuk memenuhi standar-standar berikut:
memanfaatkan minimal 10% material ramah lingkungan. • Efisiensi Energi
Penggunaan material ini mencakup bahan-bahan Rumah yang dibangun harus memiliki ventilasi
inovatif, seperti floor decking yang mengandung 3,6 kg yang baik, plafon tinggi, dan rasio jendela terhadap
sampah plastik, serta paving block yang mengandung dinding antara 15%-30%. Hal ini bertujuan untuk
2 kg sampah plastik per meter persegi. Inovasi ini tidak meningkatkan pencahayaan alami dan sirkulasi
hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi udara, yang mengurangi kebutuhan penggunaan
juga meningkatkan kualitas bahan bangunan yang energi untuk pendinginan dan pencahayaan
digunakan untuk rumah-rumah yang lebih tahan lama buatan.
dan efisien.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 187
Page 85
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
• Penggunaan Air rumah yang ramah lingkungan ini. Selain berfokus
BTN menerapkan penggunaan peralatan yang pada aspek lingkungan, BTN juga berkomitmen untuk
efisien dalam penggunaan air, seperti keran dengan memastikan bahwa rumah-rumah yang dibangun
debit kecil dan sistem sanitasi yang mengurangi dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah
pemborosan air, untuk mendukung pengelolaan dan menengah. Dengan demikian, BTN tidak hanya
sumber daya air yang lebih baik. berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga
sebagai agen perubahan dalam menciptakan hunian
• Pengelolaan Sampah yang terjangkau, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh
Setiap perumahan diwajibkan untuk menyediakan lapisan masyarakat.
fasilitas pemilahan sampah, sehingga
mempermudah proses daur ulang dan pengelolaan Kolaborasi antara BTN dengan berbagai pihak, baik
sampah secara efisien. pemerintah, pengembang, maupun masyarakat,
akan memastikan bahwa pembangunan rumah
• Ruang Terbuka Hijau rendah emisi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi
Minimal 10% dari total luas kawasan perumahan juga memberikan dampak positif secara sosial dan
harus dialokasikan untuk ruang terbuka hijau. Ini ekonomi. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial
bertujuan untuk menyediakan area rekreasi yang perusahaan (CSR) dan prinsip keberlanjutan, BTN
dapat mendukung kualitas hidup penghuninya, berkomitmen untuk terus mendukung ekonomi sirkular,
serta berfungsi sebagai penyerapan air hujan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,
pengurangan efek pulau panas di kawasan urban. dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui
penyediaan hunian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
BTN mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam Program ini juga telah sejalan dengan Tujuan
setiap aspek operasionalnya, termasuk dalam Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable
menyediakan pembiayaan bagi pembangunan Development Goals (SDGs).
Green Bond
BTN telah mengembangan Portofolio Green Bond Hingga tahun 2024, BTN telah memiliki beberapa
berbasis ESG. Green Bond berbasis ESG merupakan portofolio green bond berbasis ESG dengan total nilai
obligasi yang diterbitkan untuk mendanai proyek- Rp941,211 miliar, yang terdiri dari instrumen green bond
proyek yang mendukung keberlanjutan lingkungan, seperti SBSN senilai Rp765,267 miliar dan SUKBI sebesar
dengan mengintegrasikan prinsip ESG. Selain berfokus Rp125,944 miliar, serta social bond melalui Obligasi
pada aspek lingkungan, seperti pengurangan emisi Berkelanjutan VI SMF Tahap I dan II Tahun 2021, masing-
karbon atau energi terbarukan, green bond ini masing sebesar Rp 25 miliar.
juga mempertimbangkan dampak sosial, seperti
pemberdayaan komunitas dan penciptaan lapangan Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, BTN terus
kerja, serta memastikan penerbit memiliki tata kelola memperkuat peranannya dalam pembiayaan
yang baik dan transparan. Proyek yang didanai harus hijau dengan mengembangkan produk keuangan
memenuhi standar ESG yang ketat, dengan pelaporan berkelanjutan, memperluas kemitraan dengan sektor
yang transp’aran mengenai penggunaan dana dan publik dan swasta, serta mengintegrasikan prinsip ESG
dampaknya. dalam setiap keputusan investasi. Pada tahun 2025, BTN
188 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 86
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
menargetkan penerbitan sustainability/social bond Selain itu, BTN akan terus meningkatkan transparansi
yang diharapkan akan mendukung proyek-proyek dalam pelaporan dampak lingkungan dari proyek-
berkelanjutan yang memberikan dampak positif pada proyek yang didanai, sejalan dengan prinsip Task
lingkungan atau sosial. Force on Climate-related Financial Disclosures
(TCFD). Melalui langkah ini, BTN berkomitmen untuk
Sebagai langkah konkret dalam mendukung mengidentifikasi risiko dan peluang terkait perubahan
pengembangan produk keuangan berkelanjutan, BTN iklim, menetapkan strategi pembangunan hijau yang
juga telah merilis Sustainable Finance Framework dan jelas, serta menyelaraskan model bisnis dengan
berhasil memperoleh predikat “Excellent” atau tertinggi mendorong ekonomi rendah karbon guna mendukung
dari Second Party Opinion (SPO) yang diberikan pencapaian dampak lingkungan yang berkelanjutan.
oleh Sustainable Fitch. Pengakuan ini menandakan
bahwa framework BTN telah selaras dengan standar
International Capital Market Association (ICMA).
Reksadana ESG
BTN, sebagai agen penjual reksadana, telah menjalin Melalui produk ini, BTN tidak hanya menawarkan
kemitraan strategis dengan Batavia Properindo Aset kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi dalam
Manajemen, salah satu manajer investasi terkemuka investasi yang menguntungkan secara finansial,
di Indonesia, untuk memasarkan produk-produk tetapi juga memberikan kontribusi langsung pada
reksadana berbasis ESG. Kerja sama ini merupakan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
bagian dari komitmen BTN untuk mendukung Dengan berfokus pada perusahaan yang memiliki
pengembangan produk keuangan yang berkelanjutan praktik keberlanjutan yang kuat, BTN mendorong
dan bertanggung jawab secara sosial, memberikan investor untuk memilih instrumen yang tidak hanya
pilihan investasi yang tidak hanya menguntungkan mengutamakan keuntungan finansial jangka pendek,
tetapi juga berkontribusi pada tujuan keberlanjutan. tetapi juga dampak positif jangka panjang bagi
keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Beberapa produk unggulan yang dipasarkan melalui
kemitraan ini antara lain Batavia Global ESG Sharia Sebagai bagian dari strategi jangka panjang BTN,
Equity USD, Mandiri FTSE Indonesia ESG, dan Batavia kemitraan ini juga berfungsi untuk meningkatkan
Saham ESG Impact. Ketiganya merupakan reksadana literasi keuangan berkelanjutan di kalangan investor
yang mengintegrasikan prinsip ESG dalam portofolio domestik, mengedukasi mereka mengenai pentingnya
investasinya dan mematuhi prinsip syariah. Produk ini memilih investasi yang berkelanjutan dan bertanggung
difokuskan pada saham perusahaan-perusahaan yang jawab. BTN akan terus memperluas pilihan produk
memiliki rekam jejak yang baik dalam hal keberlanjutan reksadana berbasis ESG di masa depan, seiring
lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola dengan berkembangnya kesadaran akan pentingnya
perusahaan yang transparan dan akuntabel. Dengan keberlanjutan dalam dunia investasi.
memprioritaskan perusahaan yang memenuhi kriteria
ESG, produk ini mendukung investasi yang berorientasi
pada dampak positif terhadap masyarakat dan
lingkungan.
Kredit Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat total portofolio kredit mencapai Rp183,93 triliun. Kredit
komitmennya terhadap keberlanjutan dan penerapan ini disalurkan untuk mendukung berbagai sektor yang
Roadmap ESG, BTN telah mengembangkan skema berfokus pada keberlanjutan, seperti:
kredit kategori kegiatan usaha berkelanjutan (KKUB). 1. Pengembangan pada sektor energi terbarukan;
Pada tahun 2024, BTN menyalurkan KKUB dengan 2. Proyek pembangunan pabrik berteknologi
terbarukan melalui efisiensi energi;
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 189
Page 87
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
3. Pengelolaan sumber daya hayati dan skema penyaluran kredit korporasi yang berfokus pada
penggunaan lahan yang berkelanjutan; proyek-proyek dengan dampak lingkungan dan sosial
4. Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM); dan positif, antara lain:
5. Pembangunan hunian dengan konsep Transit 1. Penyaluran kredit korporasi untuk mendukung
Oriented Development (TOD) yang terintegrasi kebutuhan operasional sektor pengelolaan
dengan sarana transportasi dan fasilitas umum sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan
lainnya. yang berkelanjutan.
2. Penyaluran kredit korporasi untuk mendukung
Dukungan terhadap keuangan berkelanjutan juga proyek pengembangan energi terbarukan.
diimplementasikan oleh BTN dengan manyalurkan 3. Penyaluran kredit korporasi untuk mendukung
pembiayaan dalam berbagai bentuk, yang meliputi percepatan pembangunan infrastruktur
kredit konstruksi, kredit investasi, kredit modal kerja, ketenagalistrikan di luar batubara dan turunannya.
kredit korporasi, dan kredit jangka pendek. Semua 4. Penyaluran kredit korporasi untuk mendukung
kredit yang disalurkan oleh BTN didasarkan pada proyek sistem penyediaan air minum (SPAM).
Sustainability Linked Loan (SLL)
Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat • Pricing Incentive - Step Up, yaitu pemberian
komitmennya terhadap keberlanjutan dan mendukung pricing incentive pada awal periode
roadmap ESG. BTN telah memulai penyusunan kebijakan pemberian fasilitas kredit skema SLL. Insentif
terkait skema kredit melalui Sustainability Linked Loan akan dicabut dan debitur akan dikenakan
(SLL). Langkah ini bertujuan untuk mendukung tujuan kenaikan suku bunga kredit sampai dengan
ESG BTN, yang sejalan dengan pencapaian SDGs dan akhir jangka waktu kredit apabila KPIs dan SPTs
transisi menuju ekonomi rendah karbon. Skema SLL ini tidak tercapai.
memberikan insentif bagi perusahaan untuk memenuhi • Pricing Incentive - Step Down, yaitu pemberian
target keberlanjutan mereka, sekaligus memastikan pricing incentive secara berjenjang (tiering)
bahwa proyek yang dibiayai BTN memberikan dampak ketika debitur berhasil mencapai target KPIs
positif terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan. dan SPTs.
Insentif diberikan kepada debitur ketika Key 2. All in Fee Incentive
Performance Indicators (KPIs) dan Sustainability Insentif ini akan diberikan pada awal periode
Performance Targets (SPTs) yang telah disepakati dan pemberian fasilitas kredit skema SLL dengan
tercantum dalam Perjanjian Kredit (PK) dapat tercapai. besaran nilai yang ditetapkan dengan metode
Adapun bentuk insentif yang diberikan oleh BTN yaitu: reduksi sejumlah persentase tertentu yang
1. Pricing Incentive disesuaikan dengan perhitungan Bank. Pemberian
Pemberian pricing incentive diberikan kepada insentif dapat dicabut dan debitur diwajibkan
debitur besaran nilai yang ditetapkan dengan membayar selisih All in Fee yang telah direduksi
metode reduksi atas besaran suku bunga kredit jika KPIs dan SPTs tidak tercapai.
sejumlah persentase tertentu sesuai perhitungan
Bank. Insentif ini diberikan melalui dua mekanisme,
yaitu:
KPR Subsidi-Social Product Outstanding
BTN berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang dirancang khusus
meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
perbankan dan keuangan melalui penyediaan produk dengan suku bunga rendah dan pembiayaan yang
yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu bentuk nyata terjangkau. Program literasi dan inklusi keuangan yang
dari komitmen ini adalah pengembangan produk Kredit dijalankan BTN, sesuai rekomendasi Bank Indonesia dan
190 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 88
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bertujuan meningkatkan Sepanjang tahun 2024, BTN berhasil menyalurkan
pemahaman masyarakat mengenai perencanaan pembiayaan rumah subsidi sebanyak 118.665 unit
keuangan berkelanjutan. Dengan mengedepankan dengan total nilai mencapai Rp19,4 triliun. Dari jumlah
prinsip keberlanjutan, BTN tidak hanya memperluas tersebut, 102.849 unit senilai Rp16,8 triliun disalurkan
akses layanan keuangan, tetapi juga berkontribusi kepada kelompok milenial, mencerminkan tingginya
pada pencapaian SDGs di Indonesia. antusiasme generasi muda dalam memiliki rumah. BTN
juga memperluas cakupan penyaluran pembiayaan
Sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan kepada kelompok undeserved atau sektor informal,
berkelanjutan, BTN terus mengembangkan produk dengan 15.192 unit senilai Rp2,5 triliun disalurkan kepada
keuangan berbasis prinsip ESG yang berfokus pada pedagang, pengemudi ojek online, dan pekerja dengan
pembiayaan perumahan ramah lingkungan. Produk- penghasilan tidak tetap. Dalam hal gender, penyaluran
produk ini mencakup pembiayaan untuk rumah hemat pembiayaan untuk perempuan mencapai 42.114 unit
energi dan berbasis green building yang memberikan KPR subsidi senilai Rp6,9 triliun, sementara untuk laki-
kenyamanan bagi penghuni sekaligus menjaga laki mencapai 76.551 unit senilai Rp12,5 triliun. Komitmen
kelestarian lingkungan. BTN juga memastikan bahwa BTN dalam menyediakan akses rumah yang terjangkau
aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola terintegrasi bagi berbagai kalangan ini mencerminkan upaya
dalam setiap pengembangan produk KPR, mendukung inklusi keuangan dan pemerataan pembangunan
terciptanya ekosistem perumahan yang lebih perumahan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
berkelanjutan.
Nilai Penyaluran KPR Subsidi (Rp Miliar)
2022 2023 2024
19.941 20.115 19.451
Penyaluran KPR Berdasarkan Gender Penyaluran KPR Berdasarkan Jenis Pekerja
35,5% 64,5% 87,2% 12,8%
Perempuan Laki-laki Pekerja Formal Pekerja Informal
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 191
Page 89
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
KPR Inklusif
1. KPR BTN Sejahtera FLPP umum. Program ini merupakan tindak lanjut
KPR BTN Sejahtera FLPP adalah program dari Peraturan Badan Pengelolaan Tabungan
kepemilikan rumah yang ditawarkan oleh Perumahan Rakyat melalui Peraturan Bank
Kementerian Perumahan dan Kawasan Tabungan Perumahan Negara (Perban Tapera)
Permukiman untuk masyarakat berpenghasilan No. 9 Tahun 2021 tentang Pembiayaan Kepemilikan
rendah (MBR), dengan suku bunga rendah dan Rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan
cicilan ringan, yang dapat digunakan untuk Perumahan.
pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun
Nama Segmentasi Batasan
Keterangan Ketentuan
Produk Debitur Penghasilan
KPR BTN Fasilitas Fixed Belum menikah 1. Nilai KPR paling banyak sebesar harga jual rumah
Sejahtera likuiditas Income-Non < Rp7.000.000 tapak atau susun dikurangi dengan uang muka yang
FLPP pembiayaan PNS Sudah menikah disiapkan oleh MBR. Melalui program ini, MBR juga
perumahan s.d Rp8.000.000 berhak mendapatkan subsidi bantuan uang muka
(FLPP) adalah (SBUM) sebesar Rp4 juta (untuk pulau Jawa, Sumatera,
dukungan Kalimantan, dan Sulawesi) dan Rp10 juta (untuk Papua)
fasilitas dari pemerintah.
likuiditas 2. Suku bunga KPR yang dibayar debitur sebesar 5%
pembiayaan per tahun dan sudah termasuk premi asuransi jiwa,
perumahan asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Suku bunga
rumah tapak sebagaimana dimaksud pada butir (1) bersifat tetap
atau rumah selama jangka waktu kredit (fixed rate) dengan
susun kepada metode perhitungan bunga tahunan (annuity).
masyarakat 3. Sumber pendanaan program FLPP sebesar 75% berasal
berpenghasilan dari pemerintah dan 25% berasal dari Bank. BTN
rendah melakukan kerja sama dengan PT Sarana Multigriya
Finansial dalam menyediakan sumber pendanaan
bagi program FLPP.
4. Jangka waktu KPR disepakati oleh BTN dan MBR yang
disesuaikan juga dengan kemampuan membayar
angsuran dari calon debitur atau paling lama 20 tahun.
2. KPR BTN Tapera Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Program
KPR BTN Tapera adalah fasilitas kredit pemilikan ini bertujuan untuk membantu ASN memiliki
rumah yang ditujukan khusus bagi Aparatur Sipil rumah pertama dengan syarat dan ketentuan
Negara (ASN) yang terdaftar sebagai peserta yang menguntungkan.
Nama Segmentasi Batasan
Keterangan Ketentuan
Produk Debitur Penghasilan
KPR BTN KPR Tapera Fixed Belum menikah 1. Nilai KPR paling banyak sebesar harga jual rumah
Tapera adalah fasilitas Income-Non atau sudah tapak atau susun dikurangi dengan uang muka yang
kredit yang PNS menikah s.d disiapkan oleh MBR yang telah bergabung menjadi
diberikan oleh Rp.8.000.000 peserta Tapera paling sedikit 12 (dua belas) bulan.
BTN kepada 2. Suku bunga KPR yang dibayar debitur sebesar 5%
MBR peserta per tahun dan sudah termasuk premi asuransi jiwa,
Tapera untuk asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Suku bunga
pembelian sebagaimana dimaksud pada butir (1) bersifat tetap
rumah tapak selama jangka waktu kredit (fixed rate) dengan
ataupun rumah metode perhitungan bunga tahunan (annuity).
susun 3. Sumber pendanaan KPR Tapera berasal dari simpanan
iuran peserta Tapera.
4. Jangka waktu KPR disepakati oleh BTN dan MBR yang
disesuaikan juga dengan kemampuan membayar
angsuran dari calon debitur atau paling lama 30 tahun.
192 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 90
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Selain KPR BTN Tapera, Bank juga menawarkan Kredit memperkuat perannya dalam mendukung pemerintah
Renovasi Rumah (KRR) Tapera dan Kredit Bangun untuk menyukseskan Program Tapera, serta sejalan
Rumah (KBR) Tapera. Produk ini memberikan akses dengan komitmen keberlanjutan BTN dalam
pembiayaan terjangkau bagi masyarakat untuk meningkatkan akses perumahan dan penerapan
memperbaiki atau membangun rumah layak huni. keuangan berkelanjutan.
Dengan menghadirkan solusi keuangan inklusif, BTN
Penyaluran Kredit Kendaraan Listrik
BTN telah menyalurkan kredit kendaraan listrik untuk Selain itu, BTN juga memastikan bahwa penyaluran
memudahkan masyarakat memiliki kendaraan ramah kredit kendaraan listrik ini mengintegrasikan prinsip
lingkungan dengan berbagai kemudahan, seperti ESG, dengan mendukung penggunaan teknologi yang
angsuran ringan, potongan harga tanpa syarat, DP ramah lingkungan dan membantu masyarakat beralih
0%, jangka waktu yang fleksibel, serta bebas biaya ke solusi transportasi yang lebih bersih dan efisien.
provisi dan administrasi. Sepanjang tahun 2024, Bank Produk ini tidak hanya menyediakan akses yang lebih
telah memfasilitasi pembiayaan kendaraan listrik mudah bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan
sebanyak 52 unit dengan total nilai Rp877.412.000. listrik, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan
Langkah ini merupakan bagian dari strategi BTN untuk jangka panjang, dengan mempercepat peralihan ke
mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan kendaraan berbasis energi bersih di Indonesia.
dan mengurangi jejak karbon di sektor transportasi.
Program Inisiatif Hijau
BTN berkomitmen untuk mendukung pelestarian
lingkungan melalui berbagai inisiatif yang melibatkan
partisipasi aktif nasabah. Salah satu program unggulan
adalah “Flash Sale balé Poin Peduli Lingkungan”, di mana
nasabah dapat menukarkan balé poin yang dimiliki
dengan kontribusi penanaman pohon bakau di wilayah
Mangunharjo, Semarang. Program ini memberikan
pilihan kepada nasabah untuk menukarkan poin mereka
dengan berbagai hadiah, termasuk kesempatan untuk
berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan melalui
penanaman pohon bakau. Hingga akhir tahun 2024,
program ini berhasil mengumpulkan total 775 pohon
bakau dari penukaran balé poin oleh nasabah. BTN
menargetkan untuk mencapai penanaman 1.000
pohon bakau pada Maret 2025, sebagai bagian dari
upaya berkelanjutan dalam mendukung ekosistem
pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Selain itu, BTN juga meluncurkan program “Tabungan
BTN Siap! Dapat Pohon”, di mana setiap pembukaan penanaman satu pohon bakau. Hingga saat ini,
rekening Tabungan BTN Siap! dengan setoran minimal terdapat 22 rekening yang telah didaftarkan dalam
Rp105.000 dan jangka waktu minimal 12 bulan akan program ini, yang berarti 22 pohon bakau tambahan
mendapatkan benefit setara dengan sumbangan akan ditanam di wilayah Mangunharjo, Semarang.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 193
Page 91
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Inovasi Digital untuk Layanan Modern [OJK F.26]
Sebagai pemimpin dalam inklusi keuangan di nasabah mengakses layanan perbankan tanpa
Indonesia, BTN berkomitmen untuk terus memperluas terbatas lokasi, yaitu balé by BTN dengan user
akses keuangan melalui berbagai saluran layanan sebanyak 2.220.256 orang yang dapat menjangkau
yang strategis, inovatif, dan berbasis teknologi. Hingga semua kalangan nasabah. BTN juga memberikan
tahun 2024, BTN telah menghadirkan berbagai inisiatif alternatif kanal pembayaran dengan memiliki 3.389
yang mengatasi tantangan geografis dan demografis merchant EDC, dan 125.082 QRIS BTN yang tersebar
di Indonesia, dengan tujuan memastikan bahwa setiap di lokasi strategis sehingga semakin memudahkan
lapisan masyarakat, terutama yang berada di daerah transaksi digital dan perbankan tanpa hambatan. BTN
terpencil, dapat menikmati manfaat inklusi keuangan juga memiliki 5.000 agen BTN yang tersebar di seluruh
yang lebih luas. Melalui pendekatan berbasis teknologi, Indonesia, yang berperan penting dalam memperluas
BTN tidak hanya memberikan akses layanan perbankan, jangkauan layanan keuangan, khususnya di daerah-
tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk lebih daerah yang sebelumnya kurang terjangkau oleh
mandiri dalam mengelola keuangan mereka. layanan perbankan tradisional.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BTN telah Sebagai bagian dari strategi inklusi keuangan yang
meningkatkan akses keuangan bagi lebih dari 20 juta berkelanjutan, BTN juga berkomitmen untuk terus
masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang berada berinovasi dalam pengembangan teknologi. Salah
di segmen underserved. Sepanjang tahun 2024, BTN satunya adalah pengembangan aplikasi seluler
berhasil mengoperasikan 82 Kantor Cabang (KC) dan berbasis kecerdasan buatan (AI), yang memberikan
536 Kantor Cabang Pembantu (KCP) Konvensional, pengalaman perbankan yang lebih cepat, aman,
serta 35 Kantor Cabang Syariah (KCS) dan 75 Kantor dan mudah. Aplikasi ini memungkinkan nasabah
Cabang Pembantu Syariah (KCPS) sebagai titik untuk mengelola keuangan secara lebih efisien, dari
layanan keuangan yang tersebar di seluruh Indonesia. transaksi sehari-hari hingga pengajuan pembiayaan
Titik layanan keuangan ini terletak di lokasi strategis rumah, dengan pengalaman yang disesuaikan dengan
dengan layanan perbankan yang personal dan adaptif kebutuhan masing-masing individu.
untuk memenuhi kebutuhan nasabah di perkotaan dan
pedesaan, termasuk pembiayaan perumahan. Melalui langkah-langkah strategis ini, BTN tidak hanya
memperluas jangkauan layanan keuangan tetapi juga
Selain itu, BTN juga menyediakan layanan mandiri memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, baik
melalui 1.053 ATM, 1.018 CRM, dan 3 cabang digital di kota maupun di daerah terpencil, dapat mengakses
branch store yang tersedia 24/7, memungkinkan layanan perbankan yang mereka butuhkan. Dengan
nasabah untuk melakukan transaksi kapan saja tanpa terus berinovasi dan mengedepankan teknologi, BTN
harus ke cabang. Tidak hanya layanan mandiri melalui berperan aktif dalam menciptakan inklusi keuangan
ATM maupun CRM saja, namun BTN juga memperkuat yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh
layanan melalui kanal digital yang memungkinkan Indonesia.
194 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 92
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
balé by BTN
balé by BTN merupakan super app yang dikembangkan
oleh BTN sebagai transformasi dari aplikasi BTN
Mobile. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah
masyarakat Indonesia dalam melakukan berbagai
transaksi finansial, termasuk layanan perbankan dan
keuangan. balé by BTN mengedepankan pengelolaan
keuangan dan transaksi yang praktis, memberikan
kemudahan bagi nasabah dalam menjalankan
transaksi keuangan sehari-hari. Selain itu, layanan
ini merupakan inisiatif strategis untuk mengatasi
tantangan geografis, guna memastikan bahwa setiap
lapisan masyarakat, terutama yang berada di daerah
terpencil, dapat merasakan manfaat inklusi keuangan
yang lebih luas. Pada tahun 2024, layanan ini telah
berhasil menjangkau masyarakat di daerah tertinggal
hingga mencapai 20.183 pengguna sesuai dengan
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun
2020.
Keunggulan balé by BTN terletak pada kemampuannya
untuk terintegrasi dengan berbagai layanan BTN
lainnya, seperti BTN Properti, BTN Smart Residence,
BTN Merchant, dan lain sebagainya. Aplikasi ini juga
mendukung pembayaran rutin untuk berbagai
kebutuhan rumah tangga atau usaha, seperti iuran
utilitas (listrik, air bersih (PDAM), pulsa dan paket data,
iuran pengelolaan lingkungan (IPL), hingga layanan
keamanan, parkir, dan perawatan properti. Selain itu,
balé by BTN memiliki fitur khusus yang tersedia, yaitu
1. Pembukaan Rekening Online, nasabah dapat
membuka rekening secara mudah dan cepat
tanpa perlu datang ke kantor cabang, kapan saja
dan di mana saja.
2. Single Sign-On, satu akun terintegrasi untuk
mengakses semua layanan BTN, sehingga lebih
praktis tanpa perlu berpindah aplikasi.
3. Transaksi Tanpa Kartu (Cardless Transaction),
fitur ini memungkinkan nasabah melakukan
penarikan tunai di ATM BTN tanpa menggunakan
kartu fisik, cukup melalui aplikasi.
4. Sistem Debit Otomatis (Auto Debit), nasabah
dapat mengatur pembayaran tagihan rutin
secara otomatis, memastikan pembayaran tepat
waktu tanpa perlu intervensi manual.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 195
Page 93
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
5. Transfer Otomatis (Auto Transfer), Aplikasi balé by BTN juga hadir sebagai solusi
fitur ini memudahkan nasabah dalam lengkap bagi pelaku UMKM yang membutuhkan
menjadwalkan transfer berkala ke rekening fleksibilitas tinggi dalam mengakses layanan
lain, baik sesama BTN maupun bank lain, perbankan dan menjalankan kegiatan bisnis.
sesuai kebutuhan. Dengan layanan branchless banking yang
6. Pelacak Arus Kas (Cashflow Tracker), memungkinkan nasabah mengakses layanan
nasabah dapat memantau pemasukan dan kapan saja dan di mana saja, balé by BTN
pengeluaran dengan mudah, membantu membawa perbankan lebih dekat kepada
dalam pengelolaan keuangan pribadi yang nasabah dan membuka peluang baru bagi
lebih baik. perkembangan usaha mereka. Dengan adanya
7. Pembagian Tagihan (Split Bill), fitur ini layanan ini, nasabah UMKM dapat menjalankan
memungkinkan nasabah membagi tagihan usaha mereka dengan lebih mudah dan
dengan teman atau keluarga secara praktis mengelola berbagai kewajiban rutin secara
melalui aplikasi. praktis.
Transaksi Menggunakan balé by BTN
Keterangan Satuan 2024 2023
Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial) Transaksi 1.236.560.040 414.881.411
Nominal Transaksi Rp Juta 81.110.667 57. 542.089
Pengguna Teregistrasi Pengguna 2.220.256 2.690.546*
Jumlah Akuisisi Akuisisi 1.248.573 1.138.653
* tahun 2023 merupakan proses migrasi dari BTN Mobile Banking biru ke superapp balé by BTN
Sebagai bagian dari komitmen BTN dalam QRIS mencerminkan keberhasilan bank dalam
mendukung transformasi digital dan mendorong menyediakan solusi pembayaran digital yang
inklusi keuangan, penggunaan QRIS (Quick mudah, aman, dan inklusif. Berikut ini adalah data
Response Code Indonesian Standard) telah mengenai jumlah transaksi dan pengguna QRIS
menjadi salah satu fitur utama balé by BTN. selama tahun 2024.
Peningkatan jumlah transaksi dan pengguna
Transaksi Menggunakan QRIS
Keterangan Satuan 2024 2023
Jumlah Merchant Merchant 125.082 15.602
Jumlah Transaksi Transaksi 17.397.145 3.522.542
Nilai Transaksi Rp miliar 1.347 302
196 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 94
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
BTN Digital Branch
Bank terus melakukan transformasi untuk melakukan pelayanan dan penjualan. Dalam
meningkatkan kapasitas penjualan dan pelayanan mendukung implementasi BTN Digital Store, akan
yang berorientasi pada kepuasan nasabah. Saat dilakukan penyesuaian pada struktur organisasi
ini peran Kantor Cabang dalam memberikan dan peran serta tanggung jawab pada Kantor
pelayanan langsung kepada nasabah melalui Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan jaringan
jaringan Kantor Cabang, Kantor Cabang lainnya serta kewenangan khusus pada layanan
Pembantu dan jaringan lainnya. Seiring dengan BTN Digital Store.
perkembangan teknologi, layanan yang disediakan
oleh Bank harus berevolusi dan mengarah Terdapat 3 tipe cabang BTN Digital Store:
kepada layanan perbankan digital. Salah satu 1. Flagship Branch
bentuk transformasi yang dapat dilakukan oleh Flagship Branch adalah tipe BTN Digital Store
penambahan layanan digital pada kantor cabang dengan fitur yang paling lengkap dengan
dengan implementasi BTN Digital Store. fokus untuk mendatangkan nasabah ke bank
serta memberikan persepsi brand image BTN
BTN Digital Store diharapkan dapat memberikan sebagai bank yang modern dan inovatif.
layanan yang berorientasi kepada pemenuhan
kebutuhan nasabah dengan memanfaatkan 2. Digital Oriented Branch
teknologi digital melalui perangkat dan aplikasi. Digital Oriented Branch adalah tipe BTN Digital
Implementasi BTN Digital Store ini juga diharapkan Store yang bertujuan untuk menghadirkan
memberikan pengalaman pelayanan yang digitalisasi ke cabang-cabang pilihan.
berbeda kepada nasabah. Pelayanan akan berfokus
pada kemudahan nasabah dalam bertransaksi, 3. Digital First Branch
efektif dan efisien sehingga memberikan kesan Digital First Branch adalah tipe BTN Digital Store
yang praktis dan aman kepada nasabah. Selain yang bertujuan untuk menghadirkan layanan
itu, BTN Digital Store dapat membantu BTN perbankan kepada nasabah di lokasi-lokasi
dalam meningkatkan kapasitas penjualan serta strategis seperti pusat perbelanjaan, transit
meningkatkan produktivitas pegawai dalam hub, central business district, kampus, dsb.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 197
Page 95
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN Smart Residence
Your Name Here
BTN smart residence merupakan platform yang
berguna untuk menghubungkan penghuni dan
pengelola dalam proses pembayaran tagihan, iuran,
pertukaran informasi, hingga keluhan atau pengaduan.
• Berbasis Web
Untuk Admin Residence/Manajemen Pengelola
• Berbasis Mobile (Android dan iOS)
Untuk Penghuni (residence)/End User
Keuntungan dari BTN Smart Residence
Manfaat bagi Pengelola Residence
• Mudah
Memudahkan proses rekonsiliasi tagihan-tagihan
yang dikelola oleh pengelola.
• Menguntungkan
Manfaat ekonomis bagi pengembang/pengelola
residence.
• Media komunikasi
Menyampaikan informasi atau pembaruan berita
terkait residence.
Manfaat bagi Penghuni Residence
• Pembayaran tagihan praktis
Dapat melakukan transaksi pembayaran tagihan
kapan saja dan dimana saja.
• Media penyampaian pengaduan
Menyampaikan keluhan ke pengelola residence
secara cepat.
• Pembayaran biaya pemeliharaan residence
Melakukan pembayaran biaya pengelolaan, biaya
parkir, dan biaya pemeliharaan residence lainnya.
Fitur-fitur dalam BTN Smart Residence
• Manajemen Residence and Tenant
Pengelola residence dapat mengatur penghuni
berdasarkan klaster/menara, blok/lantai, dan
nomor unit.
198 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 96
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
• Manajemen Tagihan • Manajemen Pengaduan
Pengelola residence dapat memasukkan Pengelola residence dapat mengetahui
tagihan masing-masing penghuni. pengaduan apa saja yang dilaporkan oleh
• Manajemen Informasi penghuni.
Pengelola residence dapat menyebarkan
informasi terkini terkait residence.
Transaksi di dalam Aplikasi BTN Smart Residence
Keterangan Satuan 2024 2023 2022
Pengguna terdaftar Orang 13.945 8.915 5.605
Jumlah transaksi Transaksi 43.602 16.973 16.053
Volume transaksi Rp Juta 11.830 7.458 2.762
Tampilan Mobile BTN Smart Residence
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 199
Page 97
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN Properti
BTN properti merupakan platform yang • Simulasi Kredit
memberikan kemudahan kepada masyarakat Konsumen bisa menghitung pengajuan
untuk melakukan pembelian rumah, menemukan kreditnya untuk mengetahui besar angsuran.
rumah, serta menikmati fitur tiga dimensi (3D) • Pengajuan Kredit Daring
melalui dukungan teknologi digital terkini. BTN Konsumen bisa mengajukan pengajuan
properti memiliki berbagai pilihan properti milik kreditnya secara daring.
pengembang yang sudah bekerja sama dengan • Pelacakan Pengajuan Kredit
BTN di seluruh wilayah Indonesia. Konsumen bisa memantau status pengajuan
kreditnya.
Fitur-fitur Unggulan BTN Properti • 4D Tour Service
• Pencarian Konsumen bisa mengunjungi show unit secara
Konsumen dapat mencari properti virtual dengan fitur 4 dimensi.
berdasarkan wilayah, nama pengembang,
maupun nama perumahan.
Jumlah Pengguna Terdaftar dalam Platform BTN Properti
2022 2023 2024
309.429 515.339 747.456
200 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 98
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
balé Bisnis
balé bisnis merupakan re-branding layanan BTN • limit transfer besar
Internet Banking Business yang memfasilitasi • SLA registrasi 1 x 24 jam
nasabah pelaku UMKM pemilik Tabungan BTN • transaksi terjadwal
Bisnis untuk menjalankan dan mengembangkan • bulk transfer
usaha yang dimiliki, dengan unique selling points, • payroll
yaitu : • cash flow tracker
• soft token di balé by BTN • rekening koran dalam bentuk xls, pdf, dan
• single / multiple authorization mt940
Transaksi balé bisnis (Transaksi Finansial dan Nonfinansial)
Keterangan Satuan 2024
Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial) Transaksi 3.751
Nominal Transaksi Rp Juta 59.962
Pengguna Teregistrasi Pengguna 843
Jumlah Akuisisi Akuisisi 732
*Tahun 2024 merupakan proses migrasi dari BTN Internet Banking Business menuju balé bisnis
Tampilan balé bisnis
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 201
Page 99
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN Cash Management
BTN cash management merupakan layanan Fitur pada BTN Cash Management antara lain:
yang memungkinkan nasabah lembaga untuk • Informasi akun (Account information);
melakukan berbagai transaksi keuangan dan • Transfer dana (Funds transfer);
perbankan melalui jaringan internet. Transaksi • Pembayaran (Payment);
ini dapat dilakukan secara daring (online) dan • Pembelian (Purchase);
langsung (real-time), tanpa adanya batasan • Manajemen likuiditas (Liquidity Management);
waktu dan lokasi, dengan cara yang mudah dan • Pembayaran pajak negara (MPN payment
aman. management); dan
• Layanan Pertamina (Pertamina service).
Transaksi Internet Banking Corporate (CMS)
Keterangan Satuan 2024 2023 2022
Jumlah Transaksi (Finansial Transaksi 1.552.528 4.060.849 2.206.654
dan Nonfinansial)
Nominal Transaksi Rp Juta 218.317.614 164.172.574 88.204.540
Pengguna Teregistrasi Pengguna 17.585 14.663 11.922
Jumlah Akuisisi Akuisisi 3.917 3.034 2.361
BTN CRM (Cash Recycle Machine)
Berbeda dengan ATM yang hanya menyediakan disabilitas. Komitmen ini diwujudkan dengan
layanan tarik tunai, CRM (cash recycling machine) menyediakan fasilitas dan prasarana yang
memungkinkan nasabah untuk melakukan mendukung, seperti ATM dan lajur khusus yang
penarikan dan setoran tunai, sehingga transaksi dilengkapi dengan huruf Braille bagi nasabah
menjadi lebih mudah, cepat, dan real-time. Dalam tunanetra, serta jalur khusus untuk nasabah yang
memberikan layanan tersebut, BTN berkomitmen menggunakan kursi roda. Dengan demikian,
penuh untuk menyediakan kualitas layanan BTN memastikan bahwa semua nasabah, tanpa
yang setara bagi seluruh nasabah, termasuk terkecuali, dapat menikmati layanan dengan
memberikan perhatian khusus kepada nasabah nyaman dan aksesibel. [FS14]
dengan kondisi tertentu, seperti penyandang
202 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 100
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Kebijakan Periklanan yang Adil
Sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola uang harus dijelaskan secara transparan, sedangkan
perusahaan yang baik dan praktik bisnis berkelanjutan, kesaksian konsumen hanya boleh digunakan jika telah
BTN menerapkan kebijakan periklanan yang adil diverifikasi dengan pernyataan tertulis.
KK.9-Y tentang Aktivitas Komunikasi Pemasaran untuk
membangun kepercayaan dengan konsumen serta Dalam proses penayangan iklan, BTN
menjaga integritas bisnis. Periklanan yang transparan, mempertimbangkan audiens yang tepat, pemilihan
akurat, dan tidak menyesatkan menjadi prioritas utama media yang sesuai, serta waktu tayang yang strategis
dalam komunikasi pemasaran. Bank memastikan untuk menghindari dampak negatif terhadap
bahwa semua informasi yang disampaikan dalam iklan konsumen. Evaluasi berkala dilakukan untuk mengukur
akurat, jelas, dan tidak dilebih-lebihkan tanpa bukti efektivitas kampanye dan memastikan kepatuhan
yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahasa yang terhadap kebijakan yang berlaku. Hasil evaluasi ini
digunakan harus mudah dipahami oleh konsumen menjadi dasar perbaikan dan inovasi dalam strategi
dan tidak mengandung klaim superlatif tanpa data komunikasi pemasaran ke depan. Untuk memastikan
valid. Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk tidak transparansi dan akurasi, BTN secara rutin melakukan
menampilkan konten yang bersifat diskriminatif atau evaluasi terhadap konten periklanan guna mencegah
merugikan kelompok tertentu dalam masyarakat. penyebaran informasi yang menyesatkan atau
bias. Selain itu, Bank memberikan pelatihan kepada
Untuk menjamin periklanan yang adil, perusahaan tim pemasaran dan komunikasi untuk memastikan
menetapkan standar komunikasi yang mencakup pemahaman yang mendalam mengenai etika
penggunaan bahasa yang sesuai dengan Ejaan yang dan integritas dalam menyampaikan informasi.
Disempurnakan (EYD) dan melarang penggunaan Pelatihan ini mencakup topik-topik seperti etika dalam
istilah seperti “gratis” jika masih terdapat biaya pemasaran, regulasi periklanan, dan tanggung jawab
tersembunyi. Informasi terkait janji pengembalian sosial perusahaan.
Pelatihan Pegawai Terkait Periklanan dan Pemasaran
Jumlah Pegawai yang Jumlah Jam Pelatihan
Nama Pelatihan
Mengikuti Pelatihan (Jam)
Becoming Effective Sales & Service Leader 81 648
Business Advisory for Corporate Clients 132 3.168
Business Advisory for Industrial Clients 30 720
Pelatihan Credit Process Consumer Loan 299 2.392
Pelatihan Selling Skill : Sales Strategy 63 1.008
Pelatihan Service Communication Loan Off 146 1.168
Pembiayaan Berkelanjutan & Peluang Bisnis 21 168
Pembiayaan Berkelanjutan Kredit Sindikasi 42 672
Penyelesaian Kepailitan & Penundaan Kewajiban Pembayaran 41 328
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 203
Page 101
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Pengawasan Produk Keuangan
BTN berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh 3. Menetapkan langkah-langkah perbaikan
produk dan layanan keuangan yang ditawarkan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
memenuhi standar tinggi dalam hal kesetaraan, pengembangan produk Bank serta melaporkan
keamanan, dan kepatuhan, serta melakukan mitigasi kepada Direksi.
potensi risiko yang mungkin timbul. Setiap produk dan
layanan, baik yang baru maupun yang diperbarui, Dengan pengawasan ketat, Komite Bisnis memastikan
dirancang dengan memperhatikan kebutuhan bahwa pengembangan dan penghentian produk
nasabah, termasuk fitur, kenyamanan, keandalan, serta memperhatikan risiko dan kepuasan nasabah, serta
kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Sebelum mendukung tujuan jangka panjang BTN. BTN juga
peluncuran, setiap produk dan layanan melalui fokus pada dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi
proses pengujian menyeluruh untuk memastikan dari produk dan layanan yang ditawarkan. Penilaian
perlindungan data pribadi nasabah dan keamanan dampak dilakukan secara berkala dengan pendekatan
transaksi sesuai dengan standar yang ditetapkan. sistematis untuk memastikan produk tidak hanya
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi memenuhi standar kualitas, tetapi juga memberikan
risiko untuk menghindari gangguan terhadap layanan manfaat positif bagi nasabah dan masyarakat.
dan melindungi integritas data nasabah.
Proses penilaian mencakup masukan dari reviewer
Proses evaluasi produk dan layanan keuangan dan pemilik kontrol, laporan hasil penilaian, evaluasi
dilakukan secara berkala untuk memastikan kepatuhan kesesuaian berdasarkan standar internal dan eksternal,
terhadap standar keamanan dan peraturan yang serta tindak lanjut berdasarkan kriteria investigasi
berlaku, serta untuk mengidentifikasi dan memitigasi terkait dampak dan kepatuhan regulasi. Penilaian
risiko yang timbul dalam pengembangan produk dan dilakukan setidaknya setahun sekali atau lebih sering
layanan. Pengawasan terhadap proses ini dilakukan jika ada perubahan signifikan pada produk atau
oleh Komite Bisnis yang berasal dari Direksi dan SEVP. regulasi. Hasil penilaian digunakan untuk memperbarui
Komite Bisnis bertanggung jawab dalam perumusan, kebijakan dan prosedur guna meningkatkan kualitas
pemutusan, pengawasan, pemantauan, dan evaluasi layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
pelaksanaan kebijakan serta strategi bisnis terkait
produk dan aktivitas yang akan atau telah diluncurkan Pada 2024, efektivitas pengawasan produk diukur
oleh BTN. Komite ini juga berfungsi untuk memantau dengan parameter kepatuhan regulasi, kepuasan
perkembangan bisnis dan memberikan saran nasabah, dan pencapaian inklusi keuangan. BTN
perbaikan yang diperlukan. juga menggunakan feedback loop dari nasabah
untuk meningkatkan kualitas produk. Evaluasi berkala
Pedoman kerja Komite Bisnis mengacu pada Kebijakan memastikan produk memenuhi standar keamanan
Khusus No. KK.9-D tentang Prosedur Tata Kelola Komite dan kepatuhan serta memberikan manfaat maksimal,
Direksi. Komite Bisnis memainkan peran penting dalam sambil memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.
pengawasan dan keputusan terkait produk dan Struktur pengawasan yang kuat di tingkat direksi
layanan. Tugas utamanya meliputi: dan komite ini menegaskan komitmen BTN dalam
1. Bertanggung jawab atas keputusan yang diputus mengelola risiko dan memastikan produk yang andal,
dalam Rapat Komite Bisnis maupun Rapat Direksi; aman, serta berkontribusi pada keberlanjutan dan
2. Bertanggung jawab menyampaikan laporan atas integritas Bank.
Keputusan Signifikan yang dibuat kepada Rapat
Direksi minimal 1 (satu) tahun sekali;
204 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 102
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Privasi dan Keamanan Data Nasabah
Dalam mengatur pelaksanaan teknologi informasi, BTN 11. Petunjuk Teknis Nomor PT.5-B.2 tentang Petunjuk
telah memiliki tata kelola teknologi informasi (TI) dari Teknis Information Technology Security Baseline.
tingkat manajemen, perencanaan, pengembangan, 12. Petunjuk Teknis Nomor PT.8-C.1 tentang Petunjuk
operasional infrastruktur, hingga keamanan sistem Teknis Pelaksanaan Business Impact Analysis
teknologi informasi. Bank juga telah melakukan (BIA).
tinjauan secara berkala terhadap tata kelola teknologi 13. Petunjuk Teknis Nomor PT.8-C.2 tentang Petunjuk
informasi dengan mengungkapkannya ke dalam Teknis Pelaksanaan Business Continuity Plan
Kebijakan Umum Teknologi Informasi, Manajemen Data (BCP).
dan Digital. Kebijakan ini telah mengatur tata kelola TI 14. Petunjuk Teknis Nomor PT.8-C.3 tentang Petunjuk
secara high level. Teknis Pelaksanaan Disaster Recovery Plan (DRP).
15. Petunjuk Teknis Nomor PT.5-D.1 tentang Petunjuk
BTN juga memiliki kebijakan turunan berupa kebijakan Teknis Standarisasi TI.
khusus yang lebih fokus pada pengaturan aspek 16. Petunjuk teknis Nomor PT.8-E.1 tentang Petunjuk
teknis dan memberikan petunjuk yang lebih rinci untuk Teknis Pelaksanaan Manajemen risiko TI, Digital
pelaksanaan kebijakan tersebut. Kebijakan khusus ini dan Siber.
bertujuan untuk memberikan panduan lebih terperinci
dalam implementasi dan pengawasan, sesuai dengan BTN menyadari pentingnya penyelenggaraan teknologi
kebutuhan operasional. Kebijakan ini mencakup seluruh informasi (TI) sebagai elemen penting yang mendukung
unit bisnis dan anak perusahaan BTN, serta semua kelancaran dan efisiensi operasional bisnis. Mengingat
siklus data, mulai dari pengumpulan, pemrosesan, bahwa kebijakan TI mencakup berbagai aspek yang
penyimpanan, hingga pemusnahan data. Hingga luas dan kompleks, Bank membagi penyelenggaraan TI
tahun 2024, BTN telah memiliki kebijakan dan petunjuk ke dalam tiga domain utama yang memiliki peran dan
teknis mengenai TI, sebagai berikut: fokus yang berbeda. Pertama, “Change the Bank” yang
1. Kebijakan Umum Nomor KU.5 tentang Kebijakan berfokus dalam perencanaan dan pengembangan
Umum TI, Manajemen Data dan Digital. sistem TI. Kedua “Run the Bank” yang berfokus
2. Kebijakan Khusus Nomor KK.5-A tentang Kebijakan dalam menjalankan operasional TI dan memastikan
Khusus Prosedur TI. keandalan infrastruktur dan sistem yang digunakan
3. Kebijakan Khusus Nomor KK.5-B tentang Kebijakan oleh Bank maupun nasabah. Terakhir, “Secure the Bank“
Khusus Keamanan TI. yang berfokus dalam menjaga keamanan sistem dan
4. Kebijakan Khusus Nomor KK.5-D tentang Kebijakan aplikasi Bank agar aman dan terkendali dari serangan-
Khusus Standarisasi TI. serangan keamanan TI. [GRI 3-3]
5. Kebijakan Khusus Nomor KK.8-C tentang Kebijakan
Khusus Business Continuity Management (BCM). Sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi
6. Kebijakan Khusus Nomor KK.8-E tentang Kebijakan informasi dan peningkatan kebutuhan nasabah untuk
Khusus Prosedur Management Risiko TI, Digital melakukan transaksi perbankan secara lebih praktis
dan Siber. melalui digitalisasi, muncul tantangan signifikan dalam
7. Kebijakan Khusus Nomor KK.9-D tentang Kebijakan menjaga keamanan di domain “Secure the Bank”.
Khusus Prosedur Tata Kelola Komite Direksi. Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana
8. Kebijakan Khusus Nomor KK.5-2 tentang Kebijakan memastikan layanan digital tetap aman dari ancaman
Khusus Penempatan Sistem Elektronik. yang semakin kompleks, seperti serangan siber. BTN
9. Petunjuk Teknis Nomor PT.5-A.1 tentang Petunjuk menyadari bahwa digitalisasi layanan memudahkan
Teknis SOP TI. nasabah, tetapi juga membuat layanan tersebut lebih
10. Petunjuk Teknis Nomor PT.5-B.1 perihal Petunjuk rentan terhadap potensi ancaman karena peralihan
Teknis Implementasi Sistem Manajemen preferensi nasabah yang sebelumnya menggunakan
Keamanan Informasi (SMKI). kanal konvensional (seperti cabang atau layanan tatap
muka) kini beralih ke kanal digital.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 205
Page 103
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Menanggapi hal ini, BTN telah mengambil inisiatif hardskill, antara lain yaitu Certified in Risk and
untuk memperkuat sistem keamanan digital melalui Information Systems Control (CRISC), CompTia
berbagai macam pendekatan proaktif dan reaktif Security+, Security Tools Pada DevSecOps
terhadap pelanggaran data dan serangan siber. Dalam Toolchain, Coaching & Strategic Business
menjalankan layanan digital, Bank berkomitmen terus Leaders for Department Head, Business
beradaptasi dan meningkatkan keamanan, dengan Performance Through Effective Coaching
menerapkan pendekatan berbasis tiga pilar utama for Leaders, BUMN School of Excellence (BSE)
yang dirancang untuk melindungi data dan transaksi – CTO Masterclass Tahun 2024, Leadership
nasabah dari risiko ancaman yang mungkin terjadi. Development: Performance Management
Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Strategies, Problem Solving & Decision
layanan digital yang diberikan tetap aman, dapat Making, Performance Excellence Program:
diandalkan, dan terlindungi dari potensi bahaya di Strategies for Driving High Performance,
dunia maya. Adapun tiga pilar tersebut meliputi: Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Manajemen
1. People Risiko Perbankan, Pelatihan Certified Chief
Penguatan keamanan informasi dari aspek Information Security Officer (CCISO), ISMS Lead
people mencakup kegiatan antara lain: Auditor/Lead Implementer ISO 27001:2022 dan
a. Security Awareness Microsoft 365 Administrator. Selain itu, Bank
BTN telah melakukan edukasi berupa security juga melaksanakan forum dan workshop
awareness secara rutin kepada seluruh antara lain yaitu BSSN National Cyber Exercise
pegawai, nasabah, maupun pihak ketiga yang 2024, Workshop Mengelola Cyber Security,
bekerja sama dengan Bank. Berbagai media CISO Forum, External National Cyber Exercise,
digunakan untuk penyampaian security Workshop Teknologi AI, Workshop Penerapan
awareness kepada pegawai seperti email, Peraturan Bea Materai dan Project AI
buletin, wallpaper desktop pada perangkat Knowledge Based.
kerja pegawai secara berkala setiap bulan
dan sosialisasi secara online maupun offline. 2. Process
Edukasi kepada Nasabah tentang keamanan Dalam rangka menjalankan tata kelola yang
informasi menjadi prioritas dan hal penting baik sesuai dengan standar dan ketentuan
agar Nasabah dapat bertransaksi secara yang berlaku, proses-proses kerja di BTN telah
aman dan lebih waspada terhadap kejahatan berdasarkan ketentuan/SOP terkini yang
siber untuk melindungi dan menjaga informasi disosialisasikan dan dijalankan dengan konsisten
pribadinya. Edukasi terhadap pihak ketiga oleh segenap stakeholder BTN. Sejalan dengan
yang bekerjasama dengan BTN dilakukan proses kerja yang standar tersebut Bank telah
secara rutin agar pihak ketiga turut menjaga menjalankan inisiatif yaitu:
keamanan informasi perusahaannya a. Pembentukan Computer Security Incident
maupun data BTN yang dikelola oleh mereka. Response Team (CSIRT) yang telah bekerja
Sosialisasi kepada nasabah maupun pihak sama dengan regulator, didukung oleh
ketiga yang bekerja sama dengan BTN antara teknologi terbaru dan system monitoring
lain melalui media e-channel BTN, social berupa Security Incident and Event
media BTN (Instagram, X, Facebook, dll) dan Management (SIEM)
berbagai event offline atau pemasaran yang b. Proses pengujian keamanan siber secara
dilaksanakan Bank. BTN selalu meningkatkan berkala atas keamanan jaringan, sistem dan
profesionalisme dan kompetensi pegawai data sesuai dengan ketentuan regulator,
sebagai mitra nasabah dengan berbagai antara lain:
pelatihan dan sertifikasi keamanan siber. • Pengujian keamanan siber berdasarkan
b. Pengembangan Kompetensi analisis kerentanan, antara lain melakukan
Bank telah melaksanakan pelatihan dan vulnerability assessment dan penetration
sertifikasi terkait IT Security sepanjang tahun test untuk aplikasi baru, pengembangan
2024, baik untuk mengasah softskill maupun dan aplikasi reguler sesuai dengan tingkat
206 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 104
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
kritikalitas aplikasi yang dilakukan oleh pihak telah melakukan cyber patrol menggunakan
independen eksternal yang bersertifikasi tools Cyber Threat Intelligence (CTI) yang
standar penetration tester internasional dan dimiliki BTN.
terdaftar pada Asosiasi Sistem Pembayaran
Indonesia (ASPI). 3. Technology
• Pengujian keamanan siber berdasarkan Sepanjang tahun 2024, BTN secara berkelanjutan
skenario melalui aktivitas table top exercise, meningkatkan kapabilitas pengamanan teknologi
social engineering exercise dengan teknik informasi dan optimalisasi terhadap kapabilitas
phishing pada media email, Adversarial pertahanan dengan adopsi defense-in-depth
Attack Simulation Exercise (AASE). Table-Top yang terdiri dari beberapa layer security antara
Exercise dilakukan oleh CSIRT yang terdiri lain: endpoint security application security, network
dari beberapa unit kerja telah melaksanakan security, IT infra security, dan data security seperti
pengujian serangan berdasarkan skenario Network Access Control (NAC), improvement
secara berkala, dengan tujuan melakukan Endpoint Protection untuk kebutuhan server,
review atas playbook scenario serangan, improvement Network Time Protocol (NTP), Data
response dan recovery, dengan topik: Loss Prevention (DLP), Cyber Threat Intelligence
• Panduan Data Breach dan Digital Right Protection, Pengamanan Aplikasi
• Snapshot Server DFIR Mobile, improvement pengamanan DNS Security,
• Chain of Custody improvement Internet Access Control dan Proxy
• Forti-VPN-User Geography Change Outbound, improvement pengamanan email
(Velocity) security, peningkatan availability dan resilience
• Server Forensic infrastruktur transaksional dengan penerapan
• Insider Threat active active security infrastruktur, improvement
• Social Engineering pengamanan API, improvement pengamanan
• Insiden Data Breach internet banking business, improvement
• Ransomware pengamanan aplikasi melalui manage service
• Insiden Operasional/Management digital application protection, improvement
• Web Application Attack pengamanan database, improvement
c. Selama triwulan kedua tahun 2024, BTN pengelolaan dan pengamanan sistem TI berbasis
telah melakukan aktivitas Cyber Security teknologi microsoft.
Maturity Re-assessment oleh Badan Siber dan a. Implementasi teknologi Network Access
Sandi Negara (BSSN), yang bertujuan untuk Control (NAC)
mengukur tingkat maturitas pengamanan Berfungsi untuk mengatur, memverifikasi,
TI, didapatkan hasil tingkat maturitas di level dan memantau akses perangkat ke jaringan
5 (Implementasi optimal) yaitu penerapan berdasarkan kebijakan keamanan, guna
sangat baik dan terimplementasi secara melindungi data dari akses yang tidak sah dan
menyeluruh. potensi ancaman.
d. BTN telah melaksanakan Audit Surveillance b. Improvement teknologi Endpoint Protection
ISO 27001:2013 pada triwulan kedua dan peruntukan Server
transisi ke ISO 27001:2022 pada triwulan ketiga Berfungsi untuk mengidentifikasi, mencegah
tahun 2024, hingga saat ini Bank tersertifikasi dan merespons ancaman terhadap perangkat
dengan standar keamanan ISO 27001:2022. yang terhubung ke jaringan, seperti malware,
Perlindungan data juga telah diintegrasikan ransomware, dan aktivitas berbahaya lainnya,
secara menyeluruh ke dalam pengembangan guna melindungi data dari kebocoran,
produk dan layanan untuk memastikan kerusakan, atau pencurian melalui deteksi dan
keamanan dan kepercayaan pelanggan. perlindungan yang real-time.
e. Dalam mendukung program pemerintah dan c. Improvement Network Time Protocol (NTP)
regulator terkait dengan pemberantasan Berperan dalam memastikan sinkronisasi
kegiatan perjudian online dan jual beli rekening waktu yang akurat di seluruh jaringan, yang
yang mengatasnamakan nasabah BTN, Bank membantu dalam pencatatan timestamp
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 207
Page 105
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
yang benar untuk audit log, mencegah produktivitas back office, maka dilakukan
manipulasi data, serta mendukung keamanan improvement internet access control dengan
sistem dengan memastikan konsistensi waktu melalui inisiatif pemisahan internet access
pada protokol keamanan seperti pengamanan dan implementasi proxy outbound.
enkripsi dan autentifikasi data nasabah. i. Improvement Pengamanan Email Security
d. Improvement teknologi Data Loss Prevention Sebagai upaya melindungi perangkat
(DLP) dan sistem email dari ancaman serangan
Sebagai upaya untuk melindungi data siber berbasis email seperti spam, phishing
nasabah, BTN telah mengimplementasikan dan attachment yang mengandung file
teknologi Data Loss Prevention untuk berbahaya.
memitigasi terjadinya kebocoran data j. Peningkatan availability dan resilience
nasabah dan data perusahaan. infrastruktur transaksional dengan penerapan
e. Improvement teknologi Cyber Threat active active security infrastruktur
Intelligence dan Digital Right Protection Sebagai upaya untuk menjaga layanan
Dalam rangka memastikan visibilitas transaksional BTN.
keamanan Teknologi Informasi (TI) BTN k. Improvement Pengamanan API
termonitor dengan baik, Bank telah menerapkan Semakin maraknya open banking membawa
teknologi Cyber Threat Intelligence (CTI) yang konsekuensi terjadinya peningkatan eksploitasi
secara aktif melakukan pemantauan perilaku serangan siber berbasis API, sehingga
dan aktivitas pelaku kejahatan siber sehingga implementasi pengamanan yang spesifik
Bank dapat mengantisipasi ancaman yang untuk mendeteksi dan mencegah serangan
muncul. Teknologi Cyber Threat Intelligence berbasis API menjadi sangat esensial untuk
(CTI) ini telah dilengkapi dengan Digital Right diterapkan.
Protection yang dapat melakukan take down l. Improvement Pengamanan Internet Banking
konten-konten yang mengancam reputasi Business (IBB)
dan merugikan nasabah Bank Dalam rangka mendukung layanan keuangan
f. Improvement Pengamanan Aplikasi Mobile bisnis untuk UMKM, BTN meluncurkan layanan
Dalam rangka melindungi aplikasi mobile internet banking business yang berbasis web,
yang digunakan oleh nasabah, BTN telah sehingga pengamanan aplikasi berbasis web
menerapkan proses pengembangan aplikasi yang dapat meningkatkan performa akses
secara security by design. Penguatan di sisi website IBB melalui content delivery network
perangkat akses yang digunakan nasabah menjadi esensial untuk diterapkan.
juga menjadi prioritas dengan menerapkan m. Improvement Pengamanan Aplikasi Melalui
Mobile Application Security. Manage Service Digital Application Protection
g. Improvement pengamanan DNS Security dan Meningkatnya transaksi digital melalui
IP Address Management layanan mobile banking dan aplikasi berbasis
Sebagai mitigasi untuk melindungi sistem TI mobile membutuhkan pengamanan yang
internal yang akan mengakses sumber daya komprehensif tidak hanya dari sisi teknologi
TI yang ada di internet apabila domain dari tetapi juga mendukung pemantauan dan
sebuah situs merupakan situs yang tidak tindak lanjut dari sisi operasional.
aman. Optimalisasi dari kapabilitas DNS n. Improvement Pengamanan Database
security, akan lebih efektif jika dipadukan Dengan meningkatnya transaksi digital
dengan IP address management, sehingga membawa konsekuensi meningkatnya
endpoint yang mengakses sumber daya TI akses data ke dalam database, sehingga
tersebut dapat ditelusuri keberadaannya. dibutuhkan solusi pengamanan yang spesifik
h. Improvement Internet Access Control dan dapat membatasi dan mencegah terjadinya
Proxy Outbound serangan siber yang mengeksploitasi
Sebagai upaya untuk memisahkan dan database.
mengidentifikasi komunikasi data ke arah o. Improvement Pengelolaan Dan Pengamanan
internet antara komunikasi yang transaksional Sistem TI Berbasis Teknologi Microsoft
bisnis dengan komunikasi yang bersifat Penggunaan teknologi microsoft yang
208 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 106
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
masif pada operasional Bank seperti 1. Undang-Undang No.10 tahun 1998 tentang
sistem operasi windows, active directory, Perubahan Atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992
database MSSQL, aplikasi produktivitas tentang Perbankan;
microsoft office dan layanan berbasis cloud 2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.1/
office 365 menimbulkan potensi risiko jika POJK/07/2013 tentang Perlindungan Konsumen
operasionalnya tidak dijalankan sesuai Sektor Jasa Keuangan;
dengan best practice dari principal. Dengan 3. Surat Edaran OJK No.14/SEOJK/2014 tentang
adanya kerja sama profesional services Kerahasiaan dan Keamanan Data dan/atau
dengan microsoft memungkinkan Bank untuk Informasi Pribadi Konsumen;
dapat menerapkan pengamanan terkini, 4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor
dukungan operasional, serta akses teknologi 44 Tahun 2024 tentang Rahasia Bank;
terbaru dari principal. 5. Undang-Undang No.27 Tahun 2022 tentang
Pelindungan Data Pribadi;
Dalam upaya menjaga privasi dan keamanan informasi 6. Kebijakan Khusus No.KK.9-M tentang Pedoman
nasabah, BTN memegang teguh dua prinsip dasar yang Tata Kelola Data; dan
sangat penting. Pertama, setiap data nasabah yang 7. Kebijakan Khusus No.KK.9-Z tentang Pelindungan
diperoleh melalui layanan yang diberikan memiliki sifat Nasabah dan Masyarakat.
rahasia, yang berarti Bank harus memastikan bahwa
informasi tersebut dilindungi dengan sangat hati-hati Dengan mempertimbangkan berbagai peraturan
dan tidak disebarluaskan tanpa izin. Kedua, dengan yang berlaku, BTN mengeluarkan Kebijakan Khusus
pesatnya perkembangan teknologi, semakin banyak tentang Keamanan Teknologi Informasi No. KK5-B dan
data yang dimanfaatkan melalui aplikasi digital. Kebijakan Khusus tentang Pelindungan Data Pribadi
Namun, hal ini juga membuka peluang lebih besar bagi No.6-K. Kebijakan ini mengatur berbagai aspek untuk
potensi ancaman siber, yang dapat membahayakan memastikan bahwa semua informasi mengenai data
keamanan data. pribadi dan data nasabah tetap terjaga sesuai dengan
prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan secara
Untuk mencegah risiko kebocoran data, Bank telah efektif dan efisien, guna mendukung keberhasilan
mengembangkan sistem penyimpanan internal bisnis. Melalui kebijakan tersebut, Bank berharap
yang sangat terjaga, dengan kontrol yang ketat dapat memperkuat upaya pelindungan data yang
untuk memastikan bahwa informasi nasabah tetap diperlukan untuk menjaga kelancaran operasional
aman. Selain itu, BTN tidak hanya mengandalkan serta menciptakan aktivitas yang lebih aman, lancar,
sistem keamanan untuk melindungi data, tetapi juga terkelola dengan baik, dan dapat diaudit, demi
berkomitmen untuk memastikan bahwa data nasabah mempertahankan reputasi perusahaan. [SASB FN-CB-230a.2]
tidak akan digunakan untuk tujuan apapun di luar
persetujuan eksplisit nasabah itu sendiri atau tanpa Selain program peningkatan kesadaran, Bank juga
mengikuti hukum yang berlaku. [OJK F.27] melakukan identifikasi terkait risiko keamanan data
melalui:
Untuk memastikan keamanan data nasabah, BTN telah 1. Kebijakan dalam Manajemen Pengamanan
memiliki Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional Record;
dan Digital yang berfokus pada pengelolaan risiko 2. Retensi informasi sensitif;
operasional, teknologi informasi (TI) dan digital. Satuan 3. Identifikasi catatan penting;
kerja ini memastikan bahwa seluruh layanan teknologi 4. Penyimpanan catatan penting;
yang disediakan Bank aman dan dapat diandalkan 5. Penyimpanan dokumen sumber bisnis;
dengan mengelola manajemen risiko bagi setiap solusi 6. Penyimpanan data transaksi aplikasi;
teknologi yang dikembangkan oleh Bank. 7. Pemusnahan informasi;
8. Penyimpanan informasi sensitif; dan
Komitmen BTN terhadap privasi dan keamanan data 9. Penyimpanan informasi pelanggaran dan
nasabah juga mencerminkan kepatuhan terhadap masalah keamanan.
sejumlah peraturan berikut: [GRI 418-1]
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 209
Page 107
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Tanggung Jawab dan Pengawasan Privasi dan Keamanan Data
Dalam melaksanakan aktivitas keamanan informasi, 5. Information Asset Owner (IAO);
BTN telah membentuk organisasi yang memiliki tugas, 6. Information Asset Custodian (IAC);
tanggung jawab, dan wewenang, serta menerapkan 7. Kepala Satuan Kerja;
dual control untuk memastikan pemisahan tugas 8. Tim Sistem Manajemen Keamanan Informasi
dan tanggung jawab dalam pelaksanaan aktivitas (SMKI);
operasional teknologi informasi di Bank. 9. Cyber Security Incident Response Team (CSIRT);
10. Satuan Kerja Kepatuhan;
Organisasi Keamanan Informasi terdiri dari: 11. Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional &
1. Dewan Komisaris; Digital;
2. Komite Pengarah Teknologi Informasi (KPTI); 12. Pegawai; dan
3. Direktur yang Membawahkan Teknologi Informasi; 13. Pihak Ketiga.
4. Information Security Manager (ISM);
Pelatihan Pelindungan Finansial
Sebagai tambahan dalam pelindungan finansial dan keberhasilan upaya ini dibuktikan dengan tidak
nasabah, Bank melakukan berbagai upaya seperti adanya pengaduan tentang pelanggaran keamanan
memberikan pelatihan kepada pengguna tentang data nasabah seperti kehilangan, pencurian, dan
keamanan TI, instalasi perangkat lunak yang telah penyebaran data nasabah sepanjang tahun 2024. [GRI
diotorisasi (disetujui) dan diperbarui secara berkala, 418-1] [SASB FN-CB-230a.2, FN-CB-230a.1]
dan penerapan manajemen atau standardisasi kata
kunci (password) untuk menjamin bahwa data yang Bank melaksanakan IT Security Awareness Program
dilindungi tetap aman. Tidak hanya itu, Bank juga yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan
melakukan evaluasi secara rutin guna memastikan pemahaman kepada seluruh pegawai untuk menjaga
arsitektur keamanan data Bank sangat memadai keamanan informasi berupa data atau informasi
dan efektif untuk melindungi data nasabah. Efektivitas pribadi dan Bank. Kegiatan yang telah dilaksanakan
210 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 108
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
selama tahun 2024 adalah sebagai berikut: b. Podcast
1. Penyampaian oleh Top Management c. Learning Management System
Salah satu strategi dalam mendorong terciptanya d. Email Blast Security Awareness
security culture pada seluruh Pegawai di seluruh e. Wallpaper Desktop Security Awareness
unit kerja Bank, BTN menerapkan program indeks f. Screen Saver Security Awareness
IT Security yang bertujuan untuk memonitor g. Bulletin Security Awareness
efektivitas program-program security awareness h. Survey Pemahaman Security Awareness
yang telah dilakukan dalam rangka mitigasi risiko
terkait keamanan siber dan informasi. Program 3. Pelatihan dan Workshop
tersebut disampaikan secara berkala setiap BTN telah melaksanakan aktivitas sosialisasi
bulan oleh Top Management kepada pegawai tentang keamanan, baik secara offline maupun
dengan penekanan bahwa menjaga keamanan online, kepada seluruh pegawai. Pada tahun
informasi menjadi bagian yang sangat penting pelaporan ini, BTN juga telah menyelenggarakan
untuk menjaga kepercayaan nasabah dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan
reputasi Bank. kapabilitas pegawai dalam hal privasi data dan
keamanan siber, serta pelindungan finansial
2. Sosialisasi melalui Platform Digital BTN seperti berikut:
a. Website resmi BTN
Pelatihan Pegawai Terkait Data Privasi dan Keamanan Siber
Jumlah Pegawai Jumlah
Nama Pelatihan Tanggal Pelaksanaan yang Mengikuti Jam
Pelatihan Pelatihan
CRISC 25-28 Maret 2024 2 64 jam
ISMS Lead Auditor/Lead Implementer ISO 27001:2022 26-30 Agustus 2024 2 80 jam
Comp Tia Security+ 18-21 Maret 2024 6 192 jam
01-04 April 2024
Pelatihan Certified Chief Information Security Officer 01-04 Juli 2024 2 64 jam
(CCISO)
BSSN National Cyber Exercise 2024 18-21 Maret 2024 3 96 jam
Workshop Mengelola Cyber Security 07-08 Mei 2024 1 16 jam
CISO Forum Januari 2024 4 24 jam
External Nasional Cyber Exercise 09-12 September 2024 2 64 jam
Product Development & Life Cycle Digital April 2024 7 112 jam
Webinar "Strengthening Financial Integrity” November 2024 137 1096 jam
The Important of Financial, Operational Januari 2024 2 16 jam
Navigating Consumer Financing Challenges Maret 2024 31 248 jam
Jumlah Pelatihan dan Peserta Pelatihan Terkait Data Privasi dan Keamanan Siber
Keterangan 2024 2023
Jumlah Pelatihan 12 6
Jumlah Peserta 199 13
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 211
Page 109
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN secara aktif melakukan sosialisasi untuk menjaga keamanan informasi kepada nasabah dan pihak
ketiga rekanan melalui workshop atau pelatihan secara onsite maupun online, media sosial resmi Bank,
email blast security awareness dan menyampaikan informasi kewaspadaan transaksi elektronik pada
kegiatan inklusi keuangan.
Pelindungan Konsumen dan Masyarakat
BTN telah menetapkan Kebijakan Khusus Nomor 1. Edukasi yang memadai;
KK.9-Z mengenai pelindungan Nasabah dan 2. Keterbukaan dan transparansi informasi;
Masyarakat. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan 3. Perlakuan yang adil dan perilaku bisnis yang
perlindungan yang maksimal bagi nasabah dan bertanggung jawab;
masyarakat dengan memberikan informasi yang 4. Pelindungan aset, privasi, dan data nasabah;
jelas, akurat, dan transparan terkait produk serta/ 5. Penanganan pengaduan dan penyelesaian
atau layanan yang ditawarkan oleh Bank. Hal ini sengketa yang efektif dan efisien;
mencakup penjelasan mengenai segala konsekuensi 6. Penegakan kepatuhan; dan
dan risiko yang mungkin dihadapi jika nasabah atau 7. Persaingan yang sehat.
masyarakat memutuskan untuk menggunakan
atau memanfaatkan produk serta/atau layanan BTN berkomitmen untuk melindungi hak-hak nasabah
Bank. Dengan diterapkannya kebijakan ini, nasabah sebagai subyek data pribadi sesuai dengan peraturan
dan masyarakat akan terlindungi tidak hanya dari yang berlaku, seperti Undang-Undang Perlindungan
potensi kerugian finansial yang mungkin timbul akibat Data Pribadi. Nasabah memiliki hak-hak penting, antara
penggunaan produk atau layanan, tetapi juga dari lain hak untuk mendapatkan informasi yang jelas
risiko hukum yang dapat muncul seiring pemanfaatan mengenai pengumpulan dan penggunaan data pribadi
produk dan/atau layanan Bank. Kebijakan ini bertujuan mereka, hak untuk melengkapi atau memperbaiki data
untuk menciptakan rasa aman dan kepercayaan bagi jika terdapat kekeliruan atau ketidaklengkapan, serta
nasabah serta masyarakat dalam setiap transaksi atau hak untuk mengakses dan memperoleh salinan data
hubungan yang mereka jalani dengan Bank. pribadi yang disimpan oleh Bank. Selain itu, nasabah
juga memiliki hak untuk mengakhiri, menghapus, atau
BTN menjalankan prinsip dasar pelindungan konsumen memusnahkan data pribadi mereka jika data tersebut
dan masyarakat guna melindungi nasabah dan sudah tidak diperlukan lagi atau jika nasabah menarik
masyarakat, di antaranya: persetujuan yang telah diberikan sebelumnya.
212 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 110
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
BTN dalam mengelola produk dan layanan menjalankan fungsi pelindungan konsumen di
memperhatikan daur hidup produk dan/atau layanan setiap Kantor Cabang perwakilan BTN dalam hal
(Product Life Cycle) yang mendukung prinsip prinsip keseriusan dalam menjalan prinsip pelindungan
pelindungan konsumen dan masyarakat dengan konsumen.
tahapan sebagai berikut: 2. Pengembangan siklus perencanaan strategis
1. Desain produk dan layanan; edukasi literasi dan inklusi keuangan. Dalam hal
2. Penyedian informasi produk dan/atau layanan edukasi dan inklusi, BTN memiliki stream edukasi,
(RIPLAY); literasi dan inklusi dalam merencanakan kegiatan
3. Penyampaian informasi produk dan/atau yang berdampak langsung pada konsumen
layanan; dan masyarakat yang dilakukan secara periodik
4. Pemasaran produk dan/atau layanan; setiap tahunnya memperkuat pengembangan
5. Penyusunan perjanjian terkait produk dan/atau inklusi digital.
layanan; 3. Regulasi internal pelindungan konsumen dan
6. Pemberian layanan atas penggunaan produk masyarakat mengadopsi regulasi eksternal
dan/atau layanan; dan yang terkait pelindungan konsumen (customer
7. Penanganan pengaduan dan penyelesaian protection, edukasi dan inklusi, pelindungan data
sengketa atas produk dan/atau layanan nasabah. pribadi) menjadi kebijakan internal BTN, sebagai
panduan pelaksanaan kegiatan Bank.
Dalam implementasi penerapan prinsip pelindungan 4. Meningkatkan layanan pengaduan memberikan
konsumen yang dijalankan BTN meliputi : saluran-saluran pengaduan yang mudah diakses
1. Memperkuat SDM dan infrastruktur pelindungan oleh konsumen serta memastikan penanganan
konsumen BTN membentuk struktur yang pengaduan sesuai dengan SLA yang berlaku.
Pelindungan Data Pemasok dan Mitra Bisnis
Sebagai bagian dari komitmen Bank terhadap berlaku. Identifikasi dan tinjauan persyaratan
pelindungan data, BTN memastikan bahwa tingkat keamanan informasi harus dilakukan untuk
pelindungan data yang diterapkan juga mencakup setiap perubahan ruang lingkup pekerjaan yang
pemasok dan mitra bisnis yang menangani data Bank disepakati.
atau memiliki akses ke jaringan Bank. Untuk menjaga 3. Bank melakukan pengawasan/inspeksi berupa
keamanan dan privasi data, BTN menetapkan langkah- pemantauan secara rutin terhadap layanan
langkah untuk memastikan mitra bisnis dan pemasok yang diberikan, memastikan pemasok dan
mematuhi standar keamanan informasi, dengan mitra bisnis melaporkan secara rutin hasil
melakukan beberapa poin penting sebagai berikut: penyediaan layanan, dan memastikan pemasok
1. Bank mengelola risiko keamanan informasi dan dan mitra bisnis bersedia untuk mendukung dan
siber di seluruh proses penyediaan layanan oleh memberikan informasi yang dibutuhkan untuk
pemasok dan mitra bisnis dengan menerapkan proses audit oleh internal Bank.
proses dan prosedur yang komprehensif 4. Dalam pengakhiran kerja sama, Bank juga
untuk memastikan keamanan, integritas, dan menerapkan strategi penghentian kerja sama
kerahasiaan informasi selama pelaksanaan (exit strategy), memastikan bahwa data tetap
penyediaan solusi TI. Pemasok dan mitra bisnis terlindungi meskipun hubungan dengan pemasok
juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan atau mitra bisnis berakhir.
keamanan informasi sesuai dengan klausul
dalam perjanjian kerja sama atau NDA (Non- Pengaturan aspek keamanan TI juga telah dilakukan
Disclosure Agreement). pada Kebijakan Khusus (KK) 5-B mengenai Keamanan
2. Bank memastikan bahwa perubahan perjanjian Teknologi Informasi, guna memastikan bahwa Pihak
kerja sama dengan pemasok dan mitra bisnis Ketiga juga mematuhi prosedur keamanan yang sesuai
harus dilakukan dengan persetujuan kedua belah dengan kebijakan internal BTN.
pihak sesuai dengan prosedur perubahan yang
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 213
Page 111
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Pelindungan Data Pribadi
Pelindungan data pribadi merujuk pada serangkaian • Kebijakan Khusus (KK) 9-Z tentang Pelindungan
langkah dan prosedur dalam mengelola informasi Konsumen dan Masyarakat.
pribadi dengan cara yang memastikan data tersebut • Kebijakan Khusus (KK) 9-J tentang Prosedur
terlindungi dengan baik, sesuai dengan tingkat Pengelolaan Kearsipan.
klasifikasinya. Pelindungan ini juga menekankan • Petunjuk Teknis (PT) 6-K.1 tentang Persetujuan Subek
pentingnya transparansi dalam setiap proses Data Pribadi.
pengelolaan data pribadi, yang berarti setiap pihak • Petunjuk Teknis (PT) 6-K.2 tentang Perekaman
yang terlibat harus jelas mengetahui bagaimana Pemrosesan Data Pribadi.
data mereka dikumpulkan, digunakan, dan dilindungi. • Petunjuk Teknis (PT) No. 6-K.3 tentang Penilaian
Pelindungan data pribadi mencakup penetapan Dampak Pelindungan Data Pribadi.
kewajiban yang harus dipatuhi oleh pihak yang • Petunjuk Teknis (PT) No. 6-K.4 tentang Penanganan
mengelola data yaitu Bank, serta hak-hak yang dimiliki Kegagalan Pelindungan Data Pribadi.
oleh subjek data pribadi untuk melindungi kepentingan • Petunjuk Teknis (PT) No. 6-K.5 tentang Kerjasama
mereka. Dengan Pihak Ketiga Aspek Pelindungan Data
Pribadi.
BTN telah mengimplementasikan praktik pelindungan • Petunjuk Teknis (PT) 9-J.1 tentang Petunjuk Teknis
data pribadi ini dengan tujuan utama untuk Tentang Pelaksanaan Pengelolaan Kearsipan.
membangun dan menjaga kepercayaan nasabah,
sekaligus memastikan bahwa kegiatan mereka Sebagai bentuk kepatuhan, Bank menjaga kerahasiaan
selaras dengan ketentuan yang diatur dalam UU No. dan pengamanan informasi pribadi melalui:
27 Tahun 2022 yang mengatur Perlindungan Data 1. Retensi Informasi Pribadi
Pribadi. Dalam hal perlindungan data pribadi, BTN telah Informasi pribadi yang disimpan di Bank harus
membentuk Departemen Data Privacy yang berperan dihapus ketika informasi tersebut sudah tidak
sebagai Pejabat Pelindung Data Pribadi yang berada dibutuhkan lagi untuk menjalankan fungsi bisnis
pada Satuan Kerja Kepatuhan dibawah Direktorat atau memenuhi kewajiban hukum dan regulasi.
Human Capital, Compliance & Legal yang secara aktif
disupervisi oleh Board Of Directors melalui forum Komite 2. Pembukaan Data Pribadi
Pengarah Teknologi Informasi (KPTI), Komite Manajemen Data pribadi hanya dapat diserahkan kepada
Risiko, dan Steering Committee Proyek Implementasi pihak ketiga jika mendapatkan izin atau
Pelindungan Data Pribadi. Departemen Data Privasi persetujuan dari pemilik data, atau berdasarkan
berperan dalam mengembangkan kerangka kerja, perintah pejabat yang berwenang sesuai dengan
kebijakan, serta menjalankan program perlindungan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
data pribadi, dalam rangka memastikan implementasi Pengungkapan data pribadi oleh Bank hanya
yang menyeluruh atas kontrol pelindungan data pribadi diperbolehkan jika sesuai dengan ketentuan dan
secara holistik. peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Praktik pelindungan dan pengelolaan data pribadi Sebagai pihak yang mengelola data pribadi, BTN
yang diterapkan oleh Bank tercermin dalam kebijakan telah menjalankan kewajibannya dengan melakukan
yang mengatur berbagai aspek pengelolaan data beberapa hal, sebagai berikut:
pribadi, mulai dari tahap pengumpulan, penggunaan, 1. Komitmen untuk mengumpulkan dan
pembagian (share), hingga penyimpanan atau retensi memproses data pengguna yang terbatas
data. Di bawah ini adalah daftar dokumen kebijakan pada tujuan. Dalam proses pengumpulan dan
yang menjelaskan lebih rinci mengenai praktik-praktik pemrosesan Data Pribadi, BTN mengutamakan
tersebut. prinsip “data minimization”, yang berarti hanya
• Kebijakan Khusus (KK) 6-K tentang Pelindungan mengumpulkan data yang benar-benar
Data Pribadi. diperlukan dan relevan untuk tujuan tertentu. Bank
• Kebijakan Khusus (KK) 5-B tentang Keamanan juga menuangkan tujuan dari pemrosesan data
Teknologi Informasi. tersebut dalam bentuk tertulis, yang menjadi salah
214 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 112
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
satu informasi yang harus disetujui oleh subjek pihak ketiga. Persetujuan tersebut juga harus
data pribadi sebelum data mereka diproses. direkap dalam perekaman pemrosesan Data
Prinsip dan praktik ini diatur dengan jelas dalam Pribadi (ROPA).
Kebijakan Khusus No. 6-K tentang Pelindungan 5. Komitmen untuk mewajibkan pihak ketiga yang
Data Pribadi dan Petunjuk Teknis No. 6-K.1 tentang berbagi data untuk mematuhi kebijakan Bank.
Persetujuan Subjek Data Pribadi. Selain berfokus pada kesepakatan bisnis, BTN
2. Komitmen untuk menerapkan standar menerapkan pengelolaan risiko yang berkaitan
pelindungan data terdepan. BTN telah dengan Pihak Ketiga untuk memastikan bahwa
mengimplementasikan mekanisme pelindungan semua potensi risiko dapat terkelola dengan
data yang sesuai dengan standar yang diatur baik. Selain itu, Bank juga telah menetapkan
dalam Kebijakan Khusus (KK) 6-K tentang standar kepatuhan dan keamanan yang harus
Pelindungan Data Pribadi dan Kebijakan Khusus dipenuhi oleh Pihak Ketiga untuk melindungi data
(KK) 5-B tentang Keamanan Teknologi Informasi. dan informasi yang terlibat dalam kerja sama
Kebijakan ini mencakup prosedur dan langkah- tersebut. Standar keamanan ini disesuaikan
langkah yang dirancang untuk memastikan data dengan pedoman yang ditetapkan oleh Bank,
terlindungi dan dikelola dengan baik. Selain itu, yang tercantum dalam Kebijakan Khusus No. 6-K
Bank juga telah mengadopsi standar keamanan tentang Pelindungan Data Pribadi dan Petunjuk
informasi internasional, yaitu ISO 27001:2022 Teknis No. 6-K.5 tentang Kerjasama Dengan Pihak
Sistem Manajemen Keamanan Informasi, yang Ketiga Aspek Pelindungan Data Pribadi.
memberikan pedoman terbaik dalam mengelola
dan melindungi informasi. BTN tidak akan menjual, menyediakan, dan
3. Komitmen untuk memberikan tahu subjek menyewakan Data Pribadi milik Subjek Data Pribadi
data secara tepat waktu jika terjadi perubahan yang berhubungan dengan BTN, kecuali untuk
kebijakkan atau pelanggaran data. BTN telah keperluan pemrosesan transaksi, penyediaan layanan
menetapkan kebijakan yang mengharuskan keuangan, pelaporan pada regulator, pemenuhan
pemberian notifikasi kepada Subjek Data Pribadi permintaan aparat penegak hukum, dan pengecualian
jika terjadi perubahan ketentuan atau kegagalan lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang
data pribadi. Hal ini diatur dalam Kebijakan berlaku. Kami akan berupaya untuk memastikan
Khusus No. 6-K tentang Pelindungan Data minimalisasi Data Pribadi yang diproses, sepanjang
Pribadi dan Petunjuk Teknis No. 6-K.4 tentang tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
Penanganan Kegagalan Pelindungan Data Pribadi
yang memberikan panduan dalam merespons Sebagai bentuk transparansi kepada Subjek Data
insiden yang berhubungan dengan kegagalan Pribadi, BTN telah mempublikasikan privacy policy
pelindungan Data Pribadi. (kebijakan privasi) yang dapat diakses pada www.btn.
4. Komitmen untuk memperoleh data pengguna co.id/privacy-policy, dan platform digital BTN lainnya.
melalui cara yang sah dan transparan. Dengan BTN berkomitmen untuk memenuhi Hak Subjek Data
persetujuan eksplisit dari subjek data jika Pribadi sesuai ketentuan perundang-undangan dan
diperlukan. Komitmen Bank dalam memastikan regulator yang berlaku.
pemrosesan data telah dilakukan dengan cara
yang sah menurut hukum dan transparan Untuk menangani concern nasabah terkait dengan hak
tertuang dalam Kebijakan Khusus No. 6-K tentang subjek data pribadi, BTN telah memiliki beberapa kanal,
Pelindungan Data Pribadi . Selain itu, Bank juga seperti melalui BTN Mobile/balé, call center BTN, dan
telah menerapkan proses yang memastikan customer service pada outlet Bank. Berikut merupakan
bahwa persetujuan dari subjek data pribadi, baik pembagian kanal terkait dengan hak subjek data
individu maupun korporasi, diperoleh secara pribadi:
eksplisit dan jelas. Persetujuan ini diberikan • Untuk mendapatkan informasi terkait data pribadi
untuk pengelolaan data sesuai dengan tujuan nasabah, dapat melalui BTN Mobile/balé dan
yang telah diinformasikan kepada subjek data, customer service;
termasuk dalam hal kegiatan yang melibatkan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 215
Page 113
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
• Untuk melakukan perubahan dan perbaikan data Sistem Pembayaran BI, manajemen risiko keamanan
pribadi nasabah, dapat melalui customer service; siber, dan manajemen keamanan data, serta audit
dan tematik pada aplikasi kritikal yang mencakup
• Untuk menghentikan pemrosesan data dan validitas pemrosesan informasi, integritas data, dan
menghapus data, dapat melalui customer service. pengamanan aplikasi dan data. Semua kegiatan audit
ini dilakukan sesuai dengan rencana yang ditetapkan
Pada tahun 2024, BTN telah menginisialisasi proses dalam Rencana Audit Tahunan.
evaluasi secara berkala terhadap implementasi
pelindungan data pribadi, yang dilakukan oleh tim Selama periode pelaporan, Bank mencatat tidak
internal Bank dengan melibatkan pihak ketiga yang terdapat insiden kegagalan pelindungan data pribadi.
ditunjuk untuk mendukung proses tersebut. Hal ini menjadi bukti nyata dari komitmen BTN dalam
menjaga privasi dan melindungi data nasabah dengan
Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Bank telah sebaik-baiknya. Selain itu, Bank juga tidak menerima
melaksanakan audit yang berfokus pada aspek pengaduan yang serupa yang diajukan, baik oleh
keamanan siber dan aplikasi, termasuk keamanan data pihak berwenang maupun oleh lembaga yang memiliki
pribadi, melalui aktivitas Audit Teknologi Informasi (TI). tanggung jawab dalam pengawasan dan regulasi
Audit ini mencakup audit mandatory yang berdasarkan sektor perbankan. [GRI 418-1]
ketentuan regulator, seperti security audit pada aplikasi
Penghapusan Data Pribadi
Dalam upaya mematuhi ketentuan hukum yang Jadwal Retensi Arsip berdasarkan kategori data yang
berlaku, khususnya yang terkait dengan perlindungan dimiliki. Setiap kategori data, yang meliputi produk,
data pribadi, BTN mengikuti ketentuan yang diatur layanan, dan jenis data tertentu, dikelola oleh pemilik
dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan divisi yang bertanggung jawab untuk menentukan
Data Pribadi. Meskipun undang-undang ini mengatur durasi penyimpanan yang sesuai.
kewajiban untuk menghapus dan memusnahkan data
pribadi, undang-undang tersebut tidak secara eksplisit Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap tata
menetapkan masa retensi data pribadi. Oleh karena kelola yang transparan dan berkelanjutan, BTN
itu, BTN merujuk pada kebijakan internal yang lebih juga berkomitmen untuk tidak mengambil atau
rinci, seperti yang tercantum dalam KK 9-M mengenai menggunakan data pribadi nasabah dari sumber lain
Pedoman Tata Kelola Data, yang menetapkan tanpa persetujuan eksplisit dari nasabah. Langkah
bahwa penentuan masa retensi data merupakan ini diambil guna memastikan bahwa keamanan dan
tanggung jawab masing-masing pemilik data (data kerahasiaan data pribadi nasabah tetap terjaga, serta
owner). Selain itu, BTN juga memiliki PT 9-J1 tentang untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap
Pelaksanaan Pengelolaan Kearsipan, yang mengatur pengelolaan data pribadi yang bertanggung jawab.
216 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 114
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Kebijakan Penagihan Utang yang
Bertanggung Jawab
Sebagai bagian dari komitmen BTN untuk secara profesional, menghormati privasi serta kondisi
memastikan praktik perbankan yang bertanggung debitur, dan dapat diakses secara terbuka oleh pihak
jawab dan berkelanjutan, BTN telah menyusun dan yang berkepentingan.
menerapkan Standalone Debt Collection Policy yang
mencakup prosedur pengumpulan utang yang BTN juga memberikan pelatihan komprehensif bagi
jelas dan transparan. Kebijakan ini dirancang untuk pegawai terkait untuk meningkatkan pemahaman
melindungi hak-hak konsumen sekaligus mendukung mereka tentang kebijakan ini, termasuk program
keberlangsungan bisnis dengan tetap menjunjung pelatihan khusus seperti Leading Collection
tinggi prinsip tata kelola keberlanjutan (LST). Setiap with Negotiation Skill dan Optimizing Collection
pegawai atau pihak yang diberi wewenang untuk with Negotiation. Pelatihan ini dirancang untuk
mewakili Bank dalam proses penagihan diwajibkan mengembangkan kemampuan komunikasi beretika,
untuk mengikuti prinsip-prinsip etika yang tinggi serta pengelolaan konflik, serta panduan perlakuan adil
menghormati hak-hak debitur, memastikan bahwa terhadap nasabah. Dalam hal ini, kebijakan ini
proses penagihan dilakukan dengan cara yang menekankan pentingnya pendekatan beretika dalam
profesional dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. penagihan utang, dengan fokus pada penyediaan solusi
bagi nasabah yang menghadapi kesulitan keuangan,
Standalone Debt Collection Policy mengacu pada seperti opsi restrukturisasi atau refinancing. Melalui
Consumer Collection Recovery and Asset Sales yang kebijakan ini, Bank berkomitmen untuk menciptakan
mencakup pengelolaan kredit bermasalah dan tata cara proses penagihan yang tidak hanya efektif, tetapi juga
penagihan. Prosedur yang jelas telah ditetapkan dalam adil, inklusif, dan berkelanjutan. Pengawasan terhadap
kebijakan ini, termasuk langkah-langkah spesifik untuk pelaksanaan penagihan utang dilakukan oleh Divisi
pengelolaan dan penagihan utang, pemberitahuan dini CSRD, yang bertugas memastikan bahwa seluruh
kepada debitur, panduan komunikasi, serta mekanisme proses penagihan utang dilakukan sesuai dengan
eskalasi yang transparan. Seluruh langkah ini bertujuan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam kebijakan.
untuk memastikan bahwa proses penagihan dilakukan
Penawaran Opsi Modifikasi Pinjaman
Sebagai komitmen BTN terhadap perlindungan Opsi restrukturisasi yang disediakan BTN mengacu
konsumen, Bank menawarkan opsi modifikasi pinjaman pada POJK No. 40 Tahun 2019, antara lain:
bagi nasabah yang menghadapi kesulitan keuangan. 1. Penyesuaian Jadwal Pembayaran
Program restrukturisasi ini mencakup penyesuaian 2. Pengurangan Sementara Bunga Pinjaman
jadwal pembayaran, pengurangan sementara bunga 3. Pembekuan Cicilan Pokok
pinjaman, atau pembekuan cicilan pokok, dengan
tujuan memastikan solusi yang adil bagi kedua belah Proses pengajuan dimulai dengan permohonan
pihak. debitur yang kemudian ditinjau oleh tim manajemen
risiko. Setelah disetujui, debitur akan menerima
Proses restrukturisasi dimulai dengan diskusi antara Surat Persetujuan dengan skema yang disepakati,
debitur dan pengelola akun atau relationship manager. memberikan kelonggaran waktu dan mengurangi risiko
Debitur juga dapat mengakses informasi mengenai kredit.
restrukturisasi pinjaman melalui OJK. Setelah disetujui,
debitur menerima Surat Persetujuan Restrukturisasi
yang mencakup rincian skema, syarat, dan ketentuan
yang berlaku.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 217
Page 115
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Penanganan Keluhan Produk Keuangan [GRI 413-2] [OJK F.24]
BTN memahami betapa pentingnya komunikasi Melalui komitmen yang konsisten terhadap upaya-
bahwa komunikasi yang transparan dan terbuka upaya tersebut, Bank berharap dapat memperkuat
sangat penting dalam membangun kepercayaan hubungan yang positif dengan para pemangku
dengan semua pemangku kepentingan. Untuk itu, kepentingan, serta memastikan bahwa setiap
Bank memprioritaskan penyediaan saluran komunikasi perspektif yang ada diakui dan ditangani secara tepat
yang mudah diakses, responsif, dan efektif, yang dan sesuai dengan kebutuhan. BTN juga memastikan
memungkinkan setiap pemangku kepentingan, bahwa dampak dari setiap keputusan dan kegiatan
terutama masyarakat lokal, untuk menyampaikan operasionalnya dapat dikelola dengan baik, tanpa
berbagai masukan, saran, atau keluhan yang berkaitan menimbulkan masalah atau keluhan yang signifikan.
dengan operasional Bank. Saluran pengaduan ini Selama periode pelaporan ini, Bank tidak menerima
tidak hanya berfungsi sebagai sarana bagi pemangku keluhan terkait kegiatan operasional atau dampak
kepentingan untuk menyuarakan ketidakpuasan, tetapi negatif yang ditimbulkan, yang menunjukkan
juga sebagai wadah dialog yang memungkinkan Bank keberhasilan BTN dalam menjaga komunikasi yang
untuk merespons permasalahan dengan cepat dan efektif dan responsif.
secara kolaboratif, mencari solusi yang terbaik bagi
semua pihak. [F.24]
218 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 116
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Mekanisme Pengaduan Nasabah
BTN memahami bahwa penanganan pengaduan membuka saluran pengaduan yang dapat diakses oleh
konsumen yang cepat dan tepat sangat penting nasabah di seluruh unit kerja bank, memastikan bahwa
untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah nasabah dapat menyampaikan keluhan atau masukan
dan menjadi salah satu faktor penentu keunggulan kapan saja dan dari mana saja, tanpa terbatas oleh
pelayanan. Sebagai upaya untuk meningkatkan lokasi kantor tempat mereka pertama kali mendaftar.
kualitas pelayanan, BTN telah menetapkan Kebijakan Nasabah dapat menyampaikan pengaduan baik
Khusus Nomor KK.9-K mengenai Pengaduan Nasabah. secara lisan maupun tertulis, melalui berbagai saluran
Dengan berpedoman pada aturan tersebut, Bank media yang telah disediakan, antara lain:
Saluran Media Pengaduan Nasabah
1 2 3
Pengaduan melalui Contact
Pengaduan dapat Center di nomor telepon
disampaikan langsung 150286 atau 1500286 dan Pengaduan melalui
kepada BTN melalui Kantor surel Bank: Otoritas Jasa Keuangan,
Wilayah, Kantor btncontactcenter@btn.co.id Bank Indonesia, dan
Cabang, Kantor Cabang (Pengaduan di luar ini, yaitu lembaga lainnya.
Pembantu, divisi di Kantor melalui Live Chat, media
Pusat dan Direksi. elektronik/media sosial; akan
diarahkan melalui surel BTN atau
contact center).
Alur Nasabah Nasabah Proses Pengaduan
Menyampaikan Mendapatkan Selesai Ditangani
Penanganan Aduan Nomor Aduan Jika nasabah
Pengaduan Nasabah Bank menerima sepakat dengan
Nasabah menyampaikan aduan dan mencatat serta hasil penyelesaian,
melalui kanal yang memberikan nomor tiket maka pengaduan
disediakan oleh BTN. aduan kepada nasabah. dianggap selesai.
1 2 3 4 5 6
Verifikasi Data Proses Tindak Lanjut Proses Tindak Lanjut
Nasabah oleh BTN oleh BTN
Bank melakukan BTN akan BTN akan Nasabah
verifikasi data menindaklanjuti yang tidak sepakat
nasabah sesuai dan menyelesaikan dengan hasil
dengan prosedur aduan nasabah penyelesaian dapat
yang ditetapkan. sesuai waktu yang melanjutkan proses
ditetapkan. LPAS SJK.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 219
Page 117
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Data Pengaduan Nasabah
2024
Kategori Pengaduan Selesai Dalam Proses
Jumlah
Pengaduan
Jml % Jml %
Penghimpunan Dana 1.064 654 61,47 410 38,53
Penyaluran Dana 461 324 70,28 137 29,72
Produk Kerja Sama 15 12 80,00 3 20,00
Produk Lain 1.259 808 64,18 451 35,82
Sistem Pembayaran 90.198 89.385 99,10 813 0,90
Total 92.997 91.183 98,05 1.814 1,95
Tingkat Resolusi 98,45%
Keterangan:
• Kategori Penghimpunan Dana: tabungan, deposito, giro, dll.
• Kategori Penyaluran Dana: kredit subsidi, kredit nonsubsidi, kredit modal kerja, dll.
• Kategori Produk Kerja Sama: bancassurance, reksadana, ORI, dll.
• Kategori Produk Lainnya: layanan petugas, bank faransi, penyediaan fasilitas, dll
• Kategori Sistem Pembayaran: ATM, mobile banking, internet banking, dll.
Pengawasan Pengelolaan Pengaduan Nasabah
Komite Pemantau Risiko BTN, yang beroperasi di ke lembaga penyelesaian sengketa, seperti arbitrase,
tingkat Dewan Komisaris, memantau pengelolaan mediasi, atau peradilan, sesuai dengan ketentuan yang
pengaduan nasabah sebagai bagian dari pengelolaan berlaku. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen
risiko operasional. Dalam hal ini, Komite bekerja sama BTN untuk menjaga integritas dan kredibilitasnya, serta
dengan Direktur Operation untuk menerima laporan mengelola risiko hukum dan reputasi yang mungkin
kinerja pengaduan dari Unit Experience Division. Tujuan timbul akibat sengketa yang tidak terselesaikan.
dari langkah ini adalah untuk mengidentifikasi potensi
risiko dan memastikan tindak lanjut yang tepat guna Dengan pendekatan yang matang ini, BTN berkomitmen
memperbaiki proses dan mengurangi risiko yang untuk terus mengelola pengaduan nasabah dengan
timbul, sehingga pengelolaan pengaduan nasabah prinsip kehati-hatian dan perbaikan berkelanjutan,
dapat dilakukan secara efektif dan efisien. guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa Bank selalu
Jika pengaduan tidak dapat diselesaikan secara berusaha untuk memberikan solusi yang adil dan
langsung dan berujung pada sengketa, nasabah transparan bagi nasabah, serta terus meningkatkan
diberikan kesempatan untuk mengeskalasi masalahnya kualitas layanan secara menyeluruh.
Proses Penanganan Pengaduan Nasabah
Sebagai upaya untuk semakin meningkatkan kualitas memberikan solusi yang terbaik bagi nasabah. Melalui
pengelolaan pengaduan nasabah, BTN bekerja sama kolaborasi ini, BTN mengimplementasikan sistem
dengan pihak eksternal, seperti Ombudsman dan BPKN, penanganan pengaduan berbasis Ombudsman yang
untuk mempercepat proses penyelesaian pengaduan mencakup:
nasabah. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan 1. Saluran Pengaduan Terintegrasi: BTN menyediakan
setiap pengaduan dapat diselesaikan dengan cepat berbagai kanal pengaduan, termasuk aplikasi BTN
dan tepat, serta menjaga kredibilitas Bank dalam Mobile/balé, call center, dan cabang fisik, dengan
standar pelayanan yang sesuai OJK.
220 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 118
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
2023 2022
Selesai Dalam Proses Selesai Dalam Proses
Jumlah Jumlah
Pengaduan Pengaduan
Jml % Jml % Jml % Jml %
318 318 100,00 0 0,00 94 94 100,00 - 0,00
208 206 99,04 2 0,96 184 184 100,00 - 0,00
8 8 100,00 0 0,00 5 5 100,00 1 20,00
812 706 86,95 106 13,05 444 444 100,00
61.261 61.261 100,00 0 0,00 51.804 51.804 100,00 34 0,07
62.607 61.137 97,64 108 0,17 51.804 51.804 100,00 49 0,09
99,83% 100,00%
2. Prosedur Eskalasi yang Jelas: Pengaduan yang BTN berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh
tidak terselesaikan di tingkat operasional Bank data pribadi nasabah diproses sesuai dengan
dapat dievaluasi untuk memastikan penyelesaian persetujuan eksplisit dari nasabah. Data tersebut tidak
yang independen dan akuntabel. akan digunakan untuk tujuan selain transaksi utama
3. Pelatihan Khusus Pegawai: BTN menyelenggarakan tanpa pemberitahuan atau persetujuan tambahan
pelatihan kepada pegawai terkait penanganan dari nasabah. Selain itu, BTN juga menyediakan
pengaduan. pemberitahuan privasi yang dapat diakses di situs
4. Peningkatan Transparansi: BTN berkomitmen resmi Bank, memberikan transparansi mengenai
untuk melaporkan statistik pengaduan nasabah, bagaimana data nasabah digunakan dan dilindungi.
tingkat penyelesaian, dan umpan balik nasabah Seiring dengan komitmen tersebut, BTN tidak menjual,
secara berkala sebagai bentuk transparansi. mengungkapkan, atau menyediakan data nasabah
kepada pihak ketiga tanpa persetujuan nasabah.
Hal ini terbukti BTN telah menerima penghargaan dari
Ombudsman RI sebagai HIMBARA paling kooperatif dan Hal tersebut tercermin dari perolehan Sertifikat ISO
responsif dalam mendorong penyelesaian pemenuhan 9001:2015 perihal Standar Mutu Layanan Contact Center
sertifikat KPR debitur pada tanggal 19 Desember 2024. sebagai bentuk validasi bahwa layanan contact center
yang dimiliki BTN telah terstandardisasi dan sebagai
Sebagai hasil dari inisiatif ini, pada tahun 2024, BTN salah satu kanal untuk pengaduan nasabah.
berhasil meningkatkan kepuasan nasabah dengan
tingkat penyelesaian pengaduan yang lebih cepat, Selain itu, perolehan Sertifikat ISO 9001:2015 perihal
yaitu rata-rata dalam (3 hari) kerja, serta meningkatkan Pelindungan Pelanggan dan Manajamen Penanganan
kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bank. Pengaduan yang diterima BTN sebagai bentuk
peningkatan mutu layanan untuk membangun proses
bisnis yang terstruktur dan terstandardisasi.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 221
Page 119
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Kepuasan Nasabah
Kepuasan nasabah merupakan salah satu aspek Informasi yang diberikan mencakup berbagai aspek
prioritas bagi BTN. Setiap tahun, Bank terus berupaya penting, seperti nama dan jenis produk, fitur utama,
untuk meningkatkan tingkat kepuasan nasabah dengan manfaat yang ditawarkan, risiko yang mungkin timbul,
cara menyediakan produk-produk dan layanan yang prosedur penggunaan, biaya yang terkait, serta
tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga dipastikan informasi relevan lainnya yang dapat membantu
setara bagi seluruh nasabah tanpa terkecuali. Di nasabah dalam memahami produk dan layanan
samping itu, Bank juga menetapkan kebijakan serta tersebut. [GRI 3-3, 417-1] [OJK F.27]
standar pelayanan yang terbaik, yang dirancang untuk
tidak hanya mempertahankan tingkat kepuasan yang Di samping itu, semua aktivitas komunikasi pemasaran
ada, tetapi juga untuk memperkuat dan meningkatkan yang dilakukan oleh Bank telah sepenuhnya mengikuti
kepercayaan nasabah terhadap Bank. [OJK F.17] regulasi yang berlaku, untuk memastikan bahwa
setiap produk dan layanan yang dipromosikan sesuai
Beberapa hal yang BTN lakukan untuk mewujudkan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas yang
kepuasan nasabah, antara lain: berwenang. Sebagai hasil dari pendekatan ini, selama
1. Menawarkan produk dan jasa sesuai dengan tahun pelaporan, tidak ada dampak negatif yang
standar mutu yang ditetapkan; terjadi akibat produk atau layanan yang dikeluarkan
2. Memberikan layanan terbaik kepada seluruh oleh Bank. Tidak ada produk atau layanan yang perlu
nasabah dan menindaklanjuti setiap keluhan ditarik atau dibatalkan karena alasan tertentu. Selain itu,
nasabah secara adil tanpa diskriminasi; tidak ditemukan adanya insiden ketidakpatuhan terkait
3. Melakukan promosi pelayanan yang sehat, adil, dengan informasi atau pelabelan produk dan jasa
jujur, tidak menyesatkan, dan diterima oleh norma- yang diberikan kepada nasabah. Dengan demikian,
norma yang berlaku umum di masyarakat; BTN tidak menerima laporan pelanggaran yang terkait
4. Menerapkan perdagangan yang adil (fair trade) dengan komunikasi pemasaran selama tahun 2024. [GRI
sesuai dengan kebijakan BTN, yaitu: [FS15] 3-3, 417-2, 417-3] [OJK F.28, F.29]
a. Kebijakan Khusus Nomor 2-L tentang Jasa
Layanan Retail Funding; BTN terus berupaya meningkatkan kepuasan nasabah,
b. Petunjuk Teknis PT.2-C.1 tentang Tarif Layanan dan hasilnya dapat dilihat dari pencapaian yang
Transfer Valuta Asing; dan memuaskan dalam berbagai penilaian eksternal.
5. Memastikan seluruh pegawai mendukung Salah satunya adalah posisi pertama yang diraih
Bank dalam upaya mencapai kepuasan dan BTN dalam kategori Net Promoter Score (NPS) untuk
kepercayaan nasabah Kelompok Bank (KBMI) 3 pada hasil survei Satisfaction
Loyalty Engagement (SLE) indeks yang dilakukan pada
Selain memberikan informasi terkait produk dan akhir tahun 2024, dengan skor 50,00. Pencapaian ini
layanan yang sudah ada, BTN juga berkomitmen untuk menunjukkan peningkatan sebesar 8,5% dibandingkan
memberikan informasi yang jelas dan transparan tahun sebelumnya, yang mencerminkan tingginya
mengenai produk baru dan inovasi yang diluncurkan. kepuasan dan loyalitas nasabah terhadap layanan
Hal ini memungkinkan nasabah untuk membuat yang diberikan oleh BTN. [OJK F.30]
keputusan yang tepat dengan rasa aman dan percaya.
222 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 120
Pelayanan Prima untuk
Pengembangan dan Kepuasan Nasabah Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 223
Page 121
Integritas
Tata Kelola
Keberlanjutan
226 Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN
232 Komitmen Penerapan Tata Kelola
235 Strategi Tata Kelola
236 Governance, Risk, and Compliance Roadmap
242 Proses Nominasi Badan Tata Kelola Tertinggi
247 Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola Tertinggi
248 Manajemen Risiko
277 Kode Etik dan Etika Bisnis
282 Anti-Fraud dan Benturan Kepentingan
287 Implementasi Prinsip Kehati-hatian
290 Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan dan
Sosial
291 Pengendalian Internal
291 Pengendalian Gratifikasi
292 Whistleblowing System
296 Sistem Penanganan Pengaduan
Page 122
Page 123
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN [GRI 2-9, 2-10, 2-11, 2-12, 2-13, 2-18]
BTN telah memiliki struktur tata kelola. Struktur Tata balance yang optimal. Pada pelaksanaan operasional,
Kelola BTN dibentuk berdasarkan ketentuan yang RUPS, Dewan Komisaris, dan Direksi menjalankan
diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 perannya masing-masing dengan saling menghormati
tentang Perseroan Terbatas, yang mengatur bahwa batasan kewenangan sesuai peraturan perundang-
“Organ Perseroan terdiri atas Rapat Umum Pemegang undangan dan anggaran dasar perusahaan. Struktur
Saham (RUPS), Direksi, dan Dewan Komisaris.” ini tidak hanya mencerminkan kepatuhan BTN
Pembentukan organ ini dirancang untuk mendukung terhadap ketentuan perundang-undangan, tetapi juga
penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik menegaskan peran strategis masing-masing organ
melalui pembagian tugas dan tanggung jawab yang dalam mendukung implementasi tata kelola yang
terstruktur, serta pelaksanaan mekanisme check and efektif.
Struktur Tata Kelola BTN
Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS)
Dewan
Dewan Komisaris Direksi
Pengawas
Syariah
Audit Sekretaris Sekretaris
Eksternal Dewan Komisaris Perusahaan
Komite Manajemen
Komite Audit Satuan Kerja Audit
Risiko
Internal
Komite Aset and
Liability (ALCO)
Komite Pemantau Satuan Kerja
Risiko Manajemen Risiko
Komite Kredit
Komite Kebijakan
Perkreditan
Satuan Kerja
Komite Remunerasi Kepatuhan (SKK)
dan Nominasi Komite Pengarah
Teknologi Informasi
Unit Kerja Lain
Komite Human Capital
Unit Usaha Syariah
(UUS)
Komite Bisnis
Komite Pengarah
Transformasi
Komite ESG
226 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 124
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) [GRI 2-11]
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan terlibat dalam operasional Bank, yang sepenuhnya
organ tertinggi dalam struktur Bank yang berfungsi menjadi tanggung jawab Direksi. Selain itu, RUPS juga
sebagai forum bagi pemegang saham untuk merupakan pemeran utama dalam pengambilan
melaksanakan hak mereka, baik dalam memperoleh keputusan strategis yang berdampak langsung pada
informasi maupun memberikan pandangan terkait keberlanjutan operasional dan arah strategis Bank. [GRI
kebijakan strategis perusahaan. Berdasarkan Undang- 2-11]
Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas, “RUPS adalah organ Perseroan yang memiliki Bank menyelenggarakan dua jenis Rapat Umum
kewenangan yang tidak diberikan kepada Direksi atau Pemegang Saham (RUPS), yaitu RUPS Tahunan dan
Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan oleh RUPS Luar Biasa. RUPS Tahunan wajib dilaksanakan
Undang-Undang ini dan/atau anggaran dasar.” selambat-lambatnya enam bulan setelah berakhirnya
tahun buku. Sementara itu, RUPS Luar Biasa, yang juga
Sebagai badan tata kelola tertinggi, RUPS disebut sebagai RUPS lainnya, dapat diselenggarakan
bukanlah bagian dari eksekutif perusahaan, tetapi sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan dan
berperan sebagai tempat Direksi dan Dewan kepentingan Bank.
Komisaris menyampaikan laporan kinerja dan
pertanggungjawaban atas tugas yang telah mereka Pada periode pelaporan 2024, Bank menyelenggarakan
laksanakan. Sesuai dengan Anggaran Dasar BTN dan 1 kali RUPS Tahunan, sebagaimana informasi berikut:
peraturan yang berlaku, pemegang saham tidak
Penyelenggaraan RUPS BTN
Keterangan RUPS Tahunan RUPS Luar Biasa
Tanggal 06 Maret 2024 -
Waktu 14.31 WIB - 17.13 WIB -
Lokasi Gedung Menara BTN, lantai 6 -
Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta Pusat
10130
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris merupakan organ tata kelola Dalam menjalankan tugas pengawasan, Dewan
Bank yang bertanggung jawab untuk melakukan Komisaris memiliki wewenang untuk membentuk
pengawasan secara menyeluruh maupun spesifik, komite yang terdiri dari anggota Dewan Komisaris.
sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar. Komite tersebut bertanggung jawab langsung kepada
Selain itu, Dewan Komisaris juga memiliki peran dalam Dewan Komisaris. Fungsi dan tugas Dewan Komisaris
memberikan rekomendasi kepada Direksi. Fungsi diatur lebih lanjut oleh Undang-Undang No. 40 Tahun
utamanya adalah memastikan kepentingan Bank 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang No.
dan Pemegang Saham terlaksana, serta mendukung 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, serta peraturan terkait
tercapainya tujuan BTN dengan mempertimbangkan lainnya, termasuk ketentuan yang ditetapkan oleh OJK,
kepentingan seluruh pemangku kepentingan. Bank Indonesia, dan Anggaran Dasar BTN.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 227
Page 125
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Komposisi Dewan Komisaris BTN
Nama Jabatan Pelaksana Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif
Chandra M. Komisaris Utama/ Otoritas Jasa RUPS Luar Biasa tanggal 27 4 Mei 2020
Hamzah Independen Keuangan (OJK) November 2019
Iqbal Latanro Wakil Komisaris Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang 6 September 2021
Utama/Independen Keuangan (OJK) Saham Tahunan tanggal 10
Maret 2021
Armand B. Arief Komisaris Otoritas Jasa RUPS Luar Biasa tanggal 27 14 Mei 2020
Independen Keuangan (OJK) November 2019
Sentot A. Sentausa Komisaris Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang 8 Agustus 2022
Independen Keuangan (OJK) Saham Tahunan 2 Maret 2022
Andin Hadiyanto Komisaris Otoritas Jasa RUPS Luar Biasa tanggal 27 10 Juli 2020
Keuangan (OJK) November 2019
Herry Trisaputra Komisaris Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang 11 Oktober 2022
Zuna Keuangan (OJK) Saham Tahunan 2 Maret 2022
Himawan Arief Komisaris Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang 3 Oktober 2022
Sugoto Keuangan (OJK) Saham Tahunan 2 Maret 2022
Adi Sulistyowati Komisaris Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang 7 Oktober 2024
Independen Keuangan (OJK) Saham Tahunan 6 Maret 2024
Bambang Komisaris Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang 7 Oktober 2024
Widjanarko Independen Keuangan (OJK) Saham Tahunan 6 Maret 2024
Sebagai bagian dari mekanisme tata kelola yang Komisaris mencatatkan daftar hadir yang menunjukkan
baik, BTN mengadakan rapat secara berkala untuk partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan
memastikan Dewan Komisaris dapat menjalankan strategis dan pengawasan terhadap operasional Bank.
fungsi pengawasan dengan efektif. Setiap rapat Dewan
Persentase Kehadiran pada Rapat Dewan Komisaris
Jumlah Rapat Dewan Komisaris: Rata-rata Persentase Kehadiran:
53 97,29%
Direksi
Direksi merupakan organ utama dalam tata kelola operasional, dengan jabatan paling rendah sebagai
yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan pejabat eksekutif bank, serta memenuhi kriteria
Bank untuk mencapai tujuan dan kepentingan yang integritas, kompetensi, dan reputasi keuangan sesuai
telah ditetapkan. Tugas Direksi meliputi pengelolaan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kriteria calon
operasional, perumusan strategi, serta pengelolaan anggota Direksi ditetapkan dalam Pedoman dan Tata
dan pelindungan aset Bank. Dalam pelaksanaannya, Tertib Kerja Direksi. Pengangkatan anggota Direksi
Direksi berkewajiban melaporkan hasil kinerjanya dilakukan melalui RUPS dan mulai berlaku efektif sejak
kepada Dewan Komisaris. Setiap anggota Direksi harus penutupan RUPS tersebut. Usulan pengangkatan atau
memiliki pengalaman minimal lima tahun di bidang penggantian anggota Direksi oleh Dewan Komisaris
228 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 126
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
kepada RUPS dilakukan dengan mempertimbangkan hingga penutupan RUPS Tahunan ke-5 (lima) setelah
rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. pengangkatan. Ketentuan ini sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di bidang pasar
Anggota Direksi memiliki masa jabatan selama 5 (lima) modal. Namun demikian, RUPS memiliki kewenangan
tahun dan dapat diperpanjang untuk 1 (satu) periode untuk memberhentikan anggota Direksi sebelum masa
masa jabatan berikutnya. Pengangkatan anggota jabatannya berakhir dengan tetap mengacu pada
Direksi ditetapkan melalui keputusan RUPS dan berlaku ketentuan hukum yang berlaku di bidang pasar modal.
efektif sejak tanggal penetapan dalam RUPS tersebut
Komposisi Anggota Direksi BTN
Nama Jabatan Pelaksana Dasar Pengangkatan Tanggal Efektif
Nixon L.P. Direktur Utama Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 7 Juni 2023
Napitupulu Keuangan (OJK) Tahunan tanggal 16 Maret 2023
Oni Febriarto Wakil Direktur Utama Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 7 Juni 2023
Rahardjo Keuangan (OJK) Tahunan tanggal 16 Maret 2023
Andi Nirwoto Direktur Information Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 7 September 2018
Technology Keuangan (OJK) Tahunan tanggal 23 Maret 2018
Elisabeth Novie Direktur Assets Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 26 Juni 2020
Riswanti Management Keuangan (OJK) Luar Biasa 29 Agustus 2019
Jasmin Direktur Distribution & Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 4 Mei 2020
Institutional Funding Keuangan (OJK) Luar Biasa 27 November 2019
Hirwandi Gafar Direktur Consumer Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 28 Agustus 2020
Keuangan (OJK) Luar Biasa 27 November 2019
Setiyo Wibowo Direktur Risk Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 3 Juli 2020
Management Keuangan (OJK) Luar Biasa 27 November 2019
Nofry Rony Direktur Finance Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 9 Agustus 2021
Poetra Keuangan (OJK) Tahunan tanggal 10 Maret 2021
Eko Waluyo Direktur Human Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 9 Agustus 2021
Capital, Compliance Keuangan (OJK) Tahunan tanggal 10 Maret 2021
& Legal
Hakim Direktur Operations & Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 26 Juli 2023
Putratama Customer Experience Keuangan (OJK) Tahunan tanggal 16 Maret 2023
Muhammad Direktur SME & Retail Otoritas Jasa Rapat Umum Pemegang Saham 8 Agustus 2024
Iqbal Funding Keuangan (OJK) Tahunan tanggal 6 Maret 2024
Direksi bertugas menjalankan segala tindakan yang tugas pengelolaan Bank, Direksi dipimpin oleh
berkaitan dengan pengelolaan dan bertanggung Direktur Utama yang berperan sebagai koordinator
jawab atas pengurusan BTN sesuai dengan maksud utama. Direktur Utama memiliki tanggung jawab
dan tujuan Bank. Direksi berperan dalam mewakili Bank dalam memastikan efektivitas kepemimpinan dan
baik di dalam maupun di luar pengadilan, dengan pengambilan keputusan strategis di tingkat Direksi
memperhatikan ketentuan peraturan perundang- guna mendukung pencapaian visi, misi, serta tujuan
undangan, Anggaran Dasar, serta keputusan Rapat jangka panjang Bank serta memiliki tugas sebagai
Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam menjalankan berikut:
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 229
Page 127
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
1. Memimpin rapat Direksi. Untuk meningkatkan efektivitas dalam pelaksanaan
2. Menciptakan budaya keterbukaan dan tugasnya, Direksi dibantu oleh berbagai komite,
memfasilitasi diskusi yang konstruktif. termasuk:
3. Memberikan saran kepada anggota Direksi terkait 1. Komite Manajemen Risiko
efektivitas pelaksanaan tugas pengurusan. 2. Asset and Liability Management Committee
4. Memelihara hubungan dan soliditas antar (ALCO)
Sesama anggota Direksi terkait pelaksanaan 3. Komite Kebijakan Perkreditan
tugas pengurusan. 4. Komite Kredit
5. Memelihara hubungan yang efektif dan sehat 5. Komite Human Capital
dengan Dewan Komisaris. 6. Komite Pengarah Teknologi Informasi (TI)
7. Komite Pengarah Transformasi
Sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif, setiap 8. Komite Bisnis
anggota Direksi bertanggung jawab penuh secara 9. Komite Environmental, Social and Governance
tanggung renteng atas setiap kerugian yang timbul (ESG)
akibat kesalahan atau kelalaian dalam menjalankan
tugasnya. Namun, anggota Direksi dapat dibebaskan Selain itu, Direksi juga mendapatkan dukungan dari unit
dari tanggung jawab jika dapat membuktikan bahwa: penunjang seperti Sekretaris Perusahaan, Unit Audit
1. Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau Internal, dan Unit Manajemen Risiko guna memastikan
kelalaiannya. pengelolaan Bank yang lebih efektif dan terintegrasi.
2. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, Untuk mendukung implementasi tata kelola yang
penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian untuk baik, BTN mengadakan rapat secara terjadwal guna
kepentingan dan sesuai dengan maksud dan memastikan bahwa Direksi dapat menjalankan
tujuan Bank. tugas pengelolaan dengan efisien. Daftar hadir yang
3. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik tercatat dalam setiap rapat Direksi mencerminkan
langsung maupun tidak langsung atas tindakan partisipasi aktif anggota dalam proses pengambilan
pengurusan yang mengakibatkan kerugian. keputusan strategis dan pengawasan terhadap kinerja
4. Telah mengambil tindakan untuk mencegah operasional Bank.
timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut
Persentase Kehadiran pada Rapat Direksi
Jumlah Rapat Direksi Rata-rata Persentase Kehadiran:
191 86,64%
Komite ESG
BTN telah membentuk Komite ESG, sebuah komite di sosial, dan tata kelola yang sejalan dengan tujuan
tingkat dewan, yang dipimpin oleh Direktur Utama strategis perusahaan. Tugas utama Komite ESG
dengan anggota yang terdiri dari Dewan Direksi dan meliputi perumusan kebijakan, strategi, serta tujuan
SEVP. Komite ini bertujuan mendukung pencapaian program ESG dan TJSL yang berfokus pada dampak
Sustainable Development Goals (SDGs) dan target lingkungan, sosial, dan tata kelola. Selain itu, komite
climate perusahaan. Komite ESG memainkan ini juga bertanggung jawab dalam mengawasi risiko
peran sentral dalam memastikan bahwa kebijakan dan peluang terkait ESG, serta mengambil keputusan
keberlanjutan Bank mencakup aspek lingkungan, strategis dalam pelaksanaan program ESG dan TJSL
melalui rapat yang diadakan secara rutin setiap tahun.
[GRI 2-18] [FS2]
230 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 128
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Tugas dan tanggung jawab Komite ESG adalah sebagai perundang-undangan, program pemerintah,
berikut: [GRI 2-9, 2-12, 2-13] perkembangan internasional, tren bisnis ke depan,
1. Menetapkan langkah-langkah perbaikan dan perubahan iklim.
mengenai hal-hal yang berkaitan dengan 5. Melakukan pemantauan, evaluasi, dan
Program ESG dan TJSL mencakupi Community memberikan rekomendasi terhadap hasil laporan
Development, Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil ESG, investor concern, atau pihak ketiga lainnya
(PUMK), Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan, terhadap implementasi ESG.
serta kegiatan bisnis dalam rangka tanggung 6. Memberikan keputusan terkait :
jawab Bank kepada masyarakat atas risiko bisnis a. Tujuan dan petunjuk pelaksanaan Program
yang ditimbulkan oleh Bank dan melaporkannya TJSL.
kepada Direksi. b. Pemetaan dan penyusunan Program TJSL.
2. Memberikan keputusan atas strategi Bank yang c. Evaluasi atas pelaksanaan Program TJSL.
berdampak terhadap lingkungan, sosial dan
masyarakat dalam Program dan Roadmap ESG. Komite ESG diatur dalam Kebijakan Khusus No. KK.9-D
3. Memantau penerapan monitoring atas tentang Prosedur Tata Kelola Komite Direksi, dengan
implementasi Strategi dan Roadmap ESG Bank. struktur komite sebagai berikut:
4. Memberikan informasi kepada manajemen
Bank mengenai seluruh isu terkait ESG, termasuk
Struktur Komite ESG BTN
Struktur Jabatan
Ketua Direktur Utama
(merangkap anggota tetap)
Direksi • Wakil Direktur Utama *)
(merangkap anggota tetap) • Direktur yang membawahi Manajemen Risiko **)
• Direktur yang membawahi Human Capital, Kepatuhan & Hukum
• Direktur yang membawahi Asset Manajemen
• Direktur yang membawahi Keuangan
Direksi/SEVP • SEVP Wholesale Banking (Anggota Tetap)
• Direktur/SEVP lain sesuai materi pembahasan (Anggota Tidak Tetap)
• SEVP yang membawahi Compliance and Legal (Anggota Tidak Tetap)
*) Ketua Pengganti I
**) Ketua Pengganti II
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 231
Page 129
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Komitmen Penerapan Tata Kelola
BTN senantiasa berkomitmen untuk mengintegrasikan • Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tentang
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good Sekretaris Perusahaan Emiten Atau Perusahaan
corporate governance/GCG) dalam setiap aspek Publik;
operasionalnya. GCG menjadi landasan utama bagi • Peraturan OJK No. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web
manajemen BTN, tidak hanya sebagai pemenuhan Emiten atau Perusahaan Publik;
kewajiban hukum, tetapi juga sebagai bentuk tanggung • Peraturan OJK No. 21/POJK.04/2015 tentang
jawab untuk menjaga etika bisnis. Bank memandang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan
penerapan GCG sebagai langkah strategis untuk Terbuka;
meningkatkan kinerja, daya saing, dan keberlanjutan • Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang
bisnis dalam jangka panjang. Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh
Emiten atau Perusahaan Publik;
Di tengah dinamika persaingan sektor perbankan, BTN • Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tentang
terus memperkuat penerapan GCG guna menciptakan Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja
keseimbangan kontrol Bank. Dengan penerapan yang Komite Audit;
efektif, GCG membantu mengurangi terjadinya risiko • Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tentang
kecurangan (fraud) dan meminimalkan kesalahan Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam
dalam pengelolaan organisasi. Selain itu, kemampuan Unit Audit Internal;
Bank untuk menjawab ekspektasi pemangku • Peraturan OJK No. 60/POJK.04/2015 tentang
kepentingan, baik internal maupun eksternal, menjadi Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu;
aset penting untuk menjaga keberlanjutan usaha, • Peraturan OJK No. 5/POJK.03/2016 tentang Rencana
sesuai dengan peraturan yang berlaku dan standar Bisnis Bank;
praktik terbaik yang diakui secara internasional. • Peraturan OJK No. 29/POJK.03/2016 tentang Laporan
Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik;
Dalam menerapkan GCG, BTN merujuk pada berbagai • Peraturan OJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Laporan
perundang undangan, peraturan, dan pedoman GCG Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan
yang relevan, baik dari lembaga nasional maupun Saham Perusahaan Terbuka;
internasional. Dasar rujukan penerapan GCG BTN • Peraturan OJK No. 15/POJK.03/2019 tentang Rencana
meliputi: dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang
• Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun Saham Perusahaan Terbuka;
1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. • Peraturan OJK No. 16/POJK.03/2019 tentang
7 Tahun 1992 tentang Perbankan; Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham
• Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbuka Secara Elektronik;
Perseroan Terbatas; • Peraturan OJK No. 17/POJK.03/2019 tentang Transaksi
• Peraturan OJK No. 17/POJK.03/2014 tentang Material dan Perubahan Kegiatan Usaha;
Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi • Peraturan OJK No. 42/POJK.03/2019 tentang
Konglomerasi Keuangan; Transparansi dan Publikasi Laporan Bank;
• Peraturan OJK No. 18/POJK.03/2014 tentang • Peraturan OJK No. 17 Tahun 2023 tentang Penerapan
Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Tata Kelola bagi Bank Umum;
Konglomerasi Keuangan; • Peraturan OJK No. 2 Tahun 2024 tentang Penerapan
• Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi Tata Kelola bagi Bank Umun Syariah dan Unit Usaha
dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Syariah;
Publik; • Surat Edaran OJK No. 14/SEOJK.03/2015 tentang
• Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi
Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Konglomerasi Keuangan;
Publik; • Surat Edaran OJK No. 15/SEOJK.03/2015 tentang
Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi
Konglomerasi Keuangan;
232 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 130
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
• Surat Edaran OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang internasional, serta terus meningkatkan cakupan
Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka; implementasi GCG, antara lain:
• Surat Edaran OJK No. 25/SEOJK.03/2016 tentang 1. Prinsip-prinsip corporate governance yang
Rencana Bisnis Bank Umum; dikembangkan oleh Organization for Economic
• Surat Edaran OJK No. 43/SEOJK.03/2016 tentang Cooperation and Development (OECD);
Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Umum 2. ASEAN Corporate Governance Scorecard yang
Konvensional; diterbitkan oleh ASEAN Capital Market Forum
• Surat Edaran OJK No. 13/SEOJK.03/2017 tentang (ACMF);
Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum; 3. Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia
• Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (PUGKI) yang dikembangkan oleh Komite Nasional
(BUMN) Nomor PER-1/MBU/03/2023 tanggal 3 Maret Kebijakan Governance (KNKG);
2023 tentang Penugasan Khusus dan Program 4. Pedoman GCG Perbankan Indonesia yang
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan dikembangkan oleh Komite Nasional Kebijakan
Usaha Milik Negara; Governance (KNKG); dan
• Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 5. Principles for Enhancing Corporate Governance
Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata yang diterbitkan oleh Basel Committee on Banking
Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Supervision.
Usaha Milik Negara; dan
• Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Penerapan GCG menjadi elemen strategis untuk
(BUMN) Nomor PER-3/MBU/03/2023 tanggal 3 Maret mencapai tujuan moving beyond corporate governance
2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia to true business value. BTN telah mengalihkan fokus
Badan Usaha Milik Negara; dan tata kelola dari kepatuhan terhadap peraturan
• Anggaran Dasar Bank sebagaimana diubah terakhir (compliance-driven) ke pendekatan yang berorientasi
dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum nilai (value-driven) pada seluruh lini bisnis. Langkah
Pemegang Saham Tahunan Nomor 8 tanggal 6 tersebut membawa nilai Bank yang selaras dengan
Maret 2024 yang telah disetujui Menteri Hukum dan penguatan praktik GCG yang berkelanjutan. Sejak 2014,
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan skor Corporate Governance Perception Index (CGPI)
Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)
Republik Indonesia Nomor AHU-0022194.AH.01.02. menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencerminkan
TAHUN 2024 tanggal 5 April 2024. konsistensi penguatan kinerja dan praktik tata kelola
Bank.
Selain itu, Bank mengadopsi berbagai standar tata
kelola terbaik yang berlaku di tingkat regional maupun
Komitmen Tata Kelola
BTN berkomitmen untuk terus mengintegrasikan Penerapan GCG merupakan elemen kunci dalam
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) menilai kinerja BTN oleh pemegang saham,
dalam setiap aspek operasional, mematuhi peraturan sekaligus memastikan bahwa Bank dikelola secara
yang berlaku, dan selalu terbuka untuk melakukan transparan dan profesional, serta mampu menjaga
perbaikan demi mencapainya sesuai dengan praktik kepentingan seluruh pemegang saham. Sebagai
terbaik. Langkah ini bertujuan untuk mendukung visi BUMN dan perusahaan publik, BTN bertekad untuk terus
dan misi BTN, serta menciptakan nilai yang optimal meningkatkan implementasi GCG guna memenuhi
bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan ekspektasi seluruh pemangku kepentingan.
lainnya.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 233
Page 131
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Prinsip-prinsip Tata Kelola
BTN memahami bahwa keberlanjutan usaha tidak 4. Mempertahankan dan meningkatkan
hanya dinilai melalui kinerja keuangan atau peningkatan kelangsungan usaha yang sehat dan kompetitif
profitabilitas semata, tetapi juga melalui pengelolaan dalam jangka panjang (sustainable); dan
internal yang baik, termasuk penerapan prinsip-prinsip 5. Meningkatkan kepercayaan para investor kepada
GCG. Dengan mengedepankan prinsip GCG, Bank BTN.
bertujuan menciptakan keseimbangan bisnis yang
komprehensif. Hal ini mencakup kepentingan bisnis Dalam melaksanakan seluruh aktivitas bisnis dan
dan sosial, baik secara individu maupun kelompok, operasional, BTN menerapkan prinsip-prinsip tata kelola
internal dan eksternal, serta dalam jangka pendek perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/
maupun panjang, untuk memberikan manfaat optimal GCG) secara konsisten di setiap jenjang organisasi.
bagi Pemegang Saham dan pemangku kepentingan Penerapan ini didasarkan pada ketentuan POJK Nomor
lainnya. 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank
Umum sebagai pedoman utama. Beberapa prinsip tata
Penerapan prinsip-prinsip GCG yang efektif menjadi kelola perusahaan yang baik yang diimplementasikan
kunci bagi ketahanan Bank dalam menghadapi oleh BTN meliputi:
dinamika persaingan yang semakin kompleks. 1. Transparansi (transparency)
Untuk itu, BTN terus mengadopsi dan menyesuaikan Transparansi yaitu keterbukaan dalam proses
praktik GCG terbaik dari tingkat nasional, regional, pengambilan keputusan serta keterbukaan
hingga internasional, guna memastikan relevansi dalam pengungkapan dan penyediaan informasi
dan efektivitasnya terhadap kebutuhan Bank dan yang relevan mengenai Bank.
tantangan industri.
2. Akuntabilitas (accountability)
BTN memiliki tujuan dalam penerapan prinsip-prinsip Akuntabilitas yaitu kejelasan fungsi dan
GCG, di antaranya adalah: pelaksanaan pertanggungjawaban organ Bank
1. Mendukung visi BTN, yaitu “Menjadi Best Mortgage sehingga kinerja BTN dapat berjalan secara
Bank in Southeast Asia pada Tahun 2025”; transparan, wajar, efektif, dan efisien.
2. Mendukung misi BTN, yaitu:
a. Secara aktif mendukung pemerintah dalam 3. Pertanggungjawaban (responsibility)
memajukan kesejahteraan masyarakat Pertanggungjawaban yaitu kesesuaian
Indonesia melalui kepemilikan rumah. pengelolaan Bank dengan peraturan perundang-
b. Mewujudkan kehidupan yang diimpikan jutaan undangan di bidang pembiayaan, nilai-
rakyat Indonesia melalui penyediaan rumah nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik
yang layak. penyelenggaraan usaha pembiayaan yang
c. Menjadi One of Home of Indonesia’s Best sehat.
Talent.
d. Meningkatkan shareholder value dengan 4. Kemandirian (independency)
berfokus pada pertumbuhan profitabilitas Kemandirian yaitu keadaan perusahaan yang
yang berkelanjutan sebagai perusahaan blue dikelola secara mandiri dan profesional serta
chip dengan prinsip manajemen risiko yang bebas dari benturan kepentingan dan pengaruh
kokoh. atau tekanan dari pihak manapun yang tidak
e. Menjadi mitra keuangan bagi para pemangku sesuai dengan peraturan perundang undangan
kepentingan dalam ekosistem perumahan di bidang pembiayaan dan nilai-nilai etika serta
dengan menyediakan solusi menyeluruh dan standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan
layanan terbaik melalui inovasi digital. usaha pembiayaan yang sehat.
3. Memberikan manfaat dan nilai tambah
(added value) bagi para Pemegang Saham 5. Kesetaraan dan kewajaran (fairness)
(shareholders) dan para pemangku kepentingan Kesetaraan dan kewajaran yaitu kesetaraan,
(stakeholders); keseimbangan, dan keadilan di dalam memenuhi
234 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 132
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
hak-hak pemangku kepentingan yang timbul risiko, kebutuhan akan tata kelola perusahaan yang
berdasarkan perjanjian, peraturan perundang- baik menjadi krusial untuk menjaga keberlanjutan dan
undangan, dan nilai-nilai etika serta standar, keberhasilan bisnis.
prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha
pembiayaan yang sehat. Selain itu, implementasi GCG adalah upaya
berkelanjutan untuk merespons kebutuhan tata
GCG berperan sebagai pedoman utama dalam kelola dengan tujuan mencapai nilai bisnis sejati.
meningkatkan kinerja dan akuntabilitas Bank, bertujuan BTN berkomitmen menjadi bank BUMN yang unggul,
menciptakan nilai jangka panjang bagi Pemegang dengan mengelola seluruh kegiatan bisnis secara
Saham sembari tetap memperhatikan kepentingan profesional dan berpegang pada prinsip GCG. Inisiatif ini
pemangku kepentingan lainnya. Penerapannya didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten,
didasarkan pada peraturan yang berlaku dan etika berintegritas, dan beretika tinggi.
bisnis. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas
Strategi Tata Kelola
Dengan mengimplementasikan paradigma GCG secara mencakup empat pilar utama. Pilar pertama adalah
holistik, BTN memastikan terciptanya keselarasan komitmen terhadap tata kelola (Commitment on
antara tujuan dan kepentingan Bank dengan para Governance), yang menjadi dasar bagi ketiga pilar
pemangku kepentingan. Keselarasan ini diharapkan berikutnya, yaitu struktur tata kelola (Governance
dapat mendorong tercapainya keberlanjutan BTN Structure), proses tata kelola (Governance Process),
dalam jangka panjang. Untuk menjaga konsistensi dan hasil tata kelola (Governance Outcome).
penerapan GCG, Bank telah menyusun roadmap yang
Pilar GCG BTN
Governance Governance Governance
Structure Process Outcome
Commitment of Governance
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 235
Page 133
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Governance, Risk, and Compliance Roadmap
Sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola bisnis berkelanjutan dengan memastikan
yang holistik, BTN telah merancang Governance, Risk, efisiensi operasional, keberlanjutan profitabilitas,
and Compliance (GRC) Roadmap untuk periode serta peningkatan layanan digital. Kami telah
2025-2029 guna memperkuat tata kelola perusahaan, mengembangkan kerangka kerja sebagai panduan
pengelolaan risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi. dalam merumuskan GRC Roadmap seperti bagan
Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan berikut ini:
Governance, Risk, and Compliance (GRC) Roadmap BTN
Corporate Plan 2025 - 2029
1. Gap Analysis in Risk 2. Gap Analysis in Digital 3. Gap Analysis in ESG 4. BTN Top Risk Indicator
Maturity Maturity Aspects Projection 2025-2029
Diagnostic SWOT Analysis
Stream Analysis Diagnostic Gap Analysis
Results Result
Phase 1: Diagnostic Process
Strategic Business Process
Funding
Directions SWOT
Gap Analysis Governance & Analysis
Gaps Between Organizational (Result)
Lending External Analysis Existing Conditions Structure
(Business and Ideal
Trends), Conditions, Infrastructure, IT, &
Regulation, Constraints,
Operational Data
and/or Internal Key
or Obstacle
Analysis Best Watch-Out
Encountered People Capabilities
Practices/ & Strategy
Risk Design
Benchmarking
Interconnectivity GRC Culture
Strategic Postures for GRC Roadmap
Strategic
Postures
Phase 2:
To Support Business Growth and To Drive Resilience & Secure To Ensure Competency of GRC
Sustainability Operational For Business Continuity Talent and Strong GRC Culture
Implementation Plan
Implementation Plan & Execution Setup
Phase 3:
Implementation Plan Execution Setup
Initiative Charter - Strategic Initiative & Timeline PMO, Tracking Tools, Empower
& Change Management
Governance Risk Compliance Implementation (2025-2029)
236 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 134
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
GRC Roadmap ini dirancang untuk memberikan visi tersebut, BTN mengusung lima misi utama yang
kerangka kerja strategis yang memungkinkan BTN menjadi pedoman dalam setiap langkah strategisnya,
menghadapi tantangan regulasi, risiko, dan tata kelola yaitu:
secara terpadu. Dengan pendekatan proaktif, roadmap 1. Menjadi mitra utama pemerintah dalam inklusi
ini memastikan organisasi mampu mengidentifikasi, perumahan dan keuangan
mengevaluasi, dan memitigasi risiko secara dini untuk 2. Memberikan customer experience terbaik melalui
menjaga stabilitas operasional dan finansial. layanan digital dan finansial yang terintegrasi
3. Meningkatkan shareholder value dengan
Selain itu, roadmap ini mengintegrasikan kepatuhan pertumbuhan profitabilitas yang berkelanjutan
terhadap regulasi yang terus berkembang, sehingga 4. Menjadi rumah bagi talenta terbaik Indonesia
BTN tidak hanya memenuhi kewajiban hukum tetapi 5. Menerapkan praktik tata kelola perusahaan
juga memanfaatkan peluang dalam perubahan yang baik dan inovasi bisnis berkelanjutan untuk
kebijakan untuk menciptakan nilai kompetitif. Melalui kesejahteraan masyarakat dan kelestarian
penguatan struktur tata kelola perusahaan yang baik, lingkungan.
roadmap ini mendorong transparansi, akuntabilitas,
dan efisiensi, yang menjadi pondasi utama untuk Selain melalui misi, BTN juga telah merumuskan 2029
mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Aspiration to Achieve BTN’s Vision, diantaranya:
1. Membangun Engine Tabungan yang Sustainable
Sebagai bagian dari GRC Roadmap, BTN merumuskan untuk Menghimpun Tabungan sebesar Rp120
Corporate Plan 2025-2029 yang terdiri dari empat Triliun
elemen utama yang saling terhubung dan memberikan Menangkap 3% Tabungan dari 20 provinsi
arahan yang jelas dalam mengembangkan kinerja terbesar, meluncurkan proposisi inovatif untuk
BTN. Dengan keempat elemen tersebut, BTN bertujuan payroll, pembeli rumah pertama, dan profesional
untuk tidak hanya memperkuat posisinya di pasar wiraswasta, serta menjadi bank transaksi bagi
perumahan Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada pelanggan dan bisnis melalui peningkatan
pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. kemampuan transaksi perbankan
Keempat elemen tersebut mencakup: 2. Memberdayakan Keluarga Indonesia
• Visi, Misi, dan Nilai, yang mencerminkan tujuan dan dalam Penyaluran Kredit Perumahan untuk
nilai-nilai dasar BTN; Mewujudkan Impian Memiliki Rumah dengan
• Aspirasi BTN 2029 Untuk Mencapai Visi, yang Penyaluran sekitar Rp450 Triliun
menggambarkan aspirasi dan ambisi Bank untuk 5 Mendukung sekitar 1,2 juta nasabah KPR
tahun mendatang; subsidi dan 290 ribu nasabah KPR Non-subsidi,
• BTN Plan: 1+3+5 Strategic Initiatives, yang memberdayakan sekitar 27 ribu UKM terkait
menjelaskan pendekatan yang terstruktur dan perumahan melalui proposisi yang mencakup
prioritas utama dalam pencapaian tujuan; dan seluruh siklus hidup bisnis.
• Strategic Initiatives, yang menguraikan inisiatif- 3. Menjadi Mitra Keuangan bagi Konsumen dan
inisiatif spesifik yang akan diimplementasikan untuk Bisnis dengan Menyediakan Rangkaian Lengkap
mendukung strategi Bank. Solusi Perbankan Sehari-hari
Meningkatkan kepemilikan produk konsumen
BTN telah menetapkan visi dan misi yang jelas untuk melalui kredit bermargin tinggi (dengan target
memperkuat landasan strategis mereka dan mencapai menjadi 8% dari portofolio kredit), solusi investasi
tujuan jangka panjang. Visi baru BTN untuk tahun 2025 dan pembayaran; memperluas porsi kredit non-
adalah menjadi mitra utama dalam pemberdayaan perumahan (dengan target 20% dari portofolio
finansial keluarga Indonesia. Ini mencerminkan kredit) dan meningkatkan FBI (~20% dari revenue);
komitmen bank untuk membantu keluarga Indonesia serta meningkatkan konversi nasabah KPR baru
dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih menjadi pengguna layanan perbankan penuh
baik, memberikan akses yang lebih luas terhadap (sebagian besar sebagai bank utama).
layanan keuangan yang dibutuhkan, serta mendorong
pemberdayaan ekonomi keluarga. Untuk mewujudkan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 237
Page 135
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
4. Membangun Portofolio Berkualitas Tinggi 3. Financial group
dengan Efisiensi Operasional • Menjadi penantang #2 dalam perbankan
Membangun operasi digital dan efisien (dengan Syariah melalui pengembangan kemitraan
target CIR <50%) serta memperkuat budaya dan perluasan footprint
pelayanan pelanggan di seluruh bank; Menjaga • Membentuk anak usaha baru melalui life
tingkat NPL yang rendah (dengan target NPL <2,3%) insurance dan multifinance
di berbagai segmen kredit didukung oleh proses
penjaminan dan penagihan yang didorong oleh Capabilities to deliver at scale
AI. 1. Digitization
5. Memperluas Cakupan Layanan Melalui 3 anak • Digitalisasi end to end customer journeys
Perusahaan untuk percepatan proses dan efisiensi
Membangun anak usaha Bank Syariah • Mendorong efisiensi di Cabang melalui
peringkat #2 di Indonesia; meluncurkan dan otomasi untuk mendukung CIR <50%
mengembangkan anak perusahaan multi-
finance (dengan penyaluran pinjaman >2,5 triliun) 2. Sales model
dan asuransi (Gross Written Premium/GWP >2 Menyusun kembali struktur sales & operating
triliun) model untuk cross-collaboration (one CST model)
dan effectiveness (pada beberapa mono-lines)
Aspirasi ini mencerminkan komitmen BTN untuk
mengintegrasikan inovasi, efisiensi operasional, dan 3. Upskilling
keberlanjutan dalam setiap aspek bisnisnya. Untuk Melakukan bank-wide capability building yang
mendukung aspirasi tersebut, dibutuhkan BTN plan: berfokus pada customer centric sales
1+3+5 strategic initiatives
Core strength 4. Tech & data
1. Funding • Mempercepat modernisasi dari platform
• Meningkatkan Tabungan transaksional perbankan
berbiaya murah melalui payroll (5% • Membentuk dan mengadopsi advance AI
penetration) dan mobile banking/balé (3 juta assets
nasabah)
• Membangun tailored propositions untuk 70k+ 5. Risk Management
cash-rich self-employed professionals Memperkuat risk underwriting, dan merubah
• Mendorong full-transaction banking untuk collections and recovery strategy untuk menjaga
segmen SME & wholesale (20% utilization) CoC <1,2%
Holistic banking propositions BTN juga telah merumuskan inisiatif strategis yang
1. Housing ecosystem terintegrasi, untuk mencapai pertumbuhan yang
• Menambah nasabah baru melalui mortgage berkelanjutan dan memperkuat posisinya di industri
(1.5jt+ kumulatif) dan membangun kerjasama perbankan. Strategi ini berfokus pada penguatan
perbankan yang menyeluruh pendanaan, monetisasi ekosistem perumahan,
• Meningkatkan penetrasi value chain melalui transformasi layanan perbankan, pengembangan
25+ klien anchor anak usaha, serta penguatan infrastruktur digital dan
sumber daya manusia. Berikut adalah rangkuman
2. Full banking offering langkah-langkah strategis BTN dalam mewujudkan
• Cross-sell HYL (5%+ penetration) dan fee- aspirasi jangka panjangnya.
based income untuk ETB consumers
• Memperluas sektor baru untuk kredit SME (KUR, Strengthen Engine for Sustainable Funding
KUMK) (2025)
Target-target ini berfokus pada pengembangan mesin
pendanaan yang berkelanjutan dan pemanfaatan
238 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 136
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
ekosistem perumahan, dengan tujuan memperdalam produk berbasis fee dan memperluas KUMK ke sektor
penetrasi pasar dan meningkatkan produk. Langkah dengan pertumbuhan tinggi dan NPL rendah. Untuk
strategis utama mencakup peluncuran produk payroll mendiversifikasi layanan, BTN berencana meluncurkan
yang terintegrasi sebagai bagian dari upaya BTN untuk anak usaha di bidang asuransi melalui usaha patungan
meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa untuk asuransi jiwa dan umum.
pasar, penawaran produk perumahan untuk generasi
milenial, serta memperkuat akuisisi dan transaksi Sebagai enabler, strategi digitalisasi akan diperkuat
pelanggan mobile BTN/balé. Selain itu, terdapat fokus dengan peningkatan alat dan kemampuan pemasaran
pada penguatan penjualan dana ritel dengan volume digital untuk cross-sell, serta pengembangan
dan potensi pertumbuhan yang tinggi. infrastruktur teknologi dan data untuk kemampuan
analitik yang lebih baik. Selain itu, BTN akan
Dalam memonetisasi ekosistem perumahan, strategi merevitalisasi infrastruktur underwriting dan koleksi
mencakup 60% skema perumahan bersubsidi dan untuk meningkatkan fungsionalitas canggih dan
memperdalam hubungan dengan 50 pengembang orkestrasi omnichannel.
utama. BTN juga berencana untuk mengembangkan
produk perbankan yang lebih beragam, meningkatkan Deliver Full Banking Offerings with Superior
hasil yang lebih tinggi, serta membangun bisnis Syariah Customer Experience (2028-2029)
pasca spin-off.
Target untuk periode 2028-2029 berfokus pada
Sebagai enabler, strategi digitalisasi mencakup penyampaian penawaran perbankan lengkap dengan
minimalisasi pemrosesan manual dalam perjalanan pengalaman pelanggan yang superior. Dalam
peminjaman dan pendanaan, meningkatkan membangun mesin pendanaan yang berkelanjutan,
kemampuan perbankan transaksi, serta memperluas BTN akan menargetkan cross-selling untuk akuisisi
organisasi penjualan dan KPI yang lebih tajam. Selain rantai nilai perumahan E2E, serta memperluas
itu, BTN akan memperbaiki model underwriting dengan ekosistem dengan fokus pada residensial kaya tunai,
data lanjutan dan merekrut kemampuan IT dan digital area industri, dan institusi APBN teratas. Tujuan lainnya
untuk mendukung platform yang lebih modern dan adalah mendorong pendaftaran dan pemanfaatan
dapat diandalkan. produk TB dari 9% menjadi 20% melalui satu platform
terintegrasi.
Broaden Product Propositions and Cross
Selling (2026 – 2027) Dalam monetisasi ekosistem perumahan, strategi akan
difokuskan pada pengurangan churn dan pelunasan
Target-target untuk periode 2026-2027 berfokus melalui tim penawaran counter terpusat. BTN juga
pada pengembangan engine pendanaan yang akan meningkatkan nilai dan profitabilitas skema
berkelanjutan, monetisasi ekosistem perumahan, joint finance (B2B) dan kemitraan channeling untuk
dan perluasan penawaran produk serta cross-selling. memperluas penawaran. Pada langkah diversifikasi,
Langkah utama meliputi memperluas penetrasi BTN berencana meluncurkan anak usaha multifinance
penawaran kekayaan untuk pelanggan dengan untuk mendukung pengembangan produk dan
uang tunai dan affluents tersembunyi, meluncurkan layanan.
penawaran berbasis kebutuhan untuk profesional
wiraswasta, serta menawarkan produk merchant untuk Sebagai enabler, fokus akan diberikan pada
sektor makanan ritel dan restoran. pengembangan alat layanan holistik, termasuk RM
workbench dan sistem CRM, serta penerapan platform
Dalam monetisasi ekosistem perumahan, strategi teknologi dan analitik canggih untuk mendukung skala
mencakup memperkuat saluran akuisisi melalui besar. Selain itu, penguatan organisasi penjualan
agen untuk rumah sekunder, meningkatkan penetrasi dan tim layanan di seluruh produk dan segmen akan
dengan klien anchor corporate, dan meluncurkan dilakukan, diiringi dengan pengembangan perjalanan
produk terbundel untuk sektor konstruksi dan real pelanggan yang dipersonalisasi melalui analitik dan
estate. BTN juga berfokus pada pengembangan digitalisasi.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 239
Page 137
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Untuk mencapai inisiatif strategis tersebut, BTN juga Target 2025 bertujuan untuk membangun kerangka
telah menyusun peta jalan dari inisiatif langkah strategi. kerja holistik guna mendukung pertumbuhan
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua berkelanjutan dengan fokus pada pengembangan
tujuan dapat tercapai sesuai dengan waktu, sumber manajemen risiko aset dan liabilitas, termasuk
daya, dan prioritas yang telah ditentukan. Dengan optimalisasi neraca, penguatan risiko kredit melalui
roadmap yang sistematis, BTN dapat mengidentifikasi integrasi data eksternal, serta penerapan strategi
tantangan yang mungkin muncul dan merencanakan risiko berbasis pandangan ke depan. BTN akan
langkah mitigasi yang tepat, memastikan implementasi mempercepat inisiatif ESG, mengintegrasikan prinsip
yang efektif dan efisien dalam mencapai BTN Corporate ESG dalam operasi perbankan, dan membangun tata
Plan 2025-2029. kelola serta manajemen risiko terintegrasi di anak
usaha. Selain itu, BTN akan meningkatkan efektivitas
Building a Holistic Framework / Actions for operasional dengan digitalisasi proses underwriting,
Sustainable Growth (2025) verifikasi digital, dan mengurangi penggunaan kertas.
Peningkatan ketahanan operasional dilakukan dengan
Pada tahun 2025 BTN melakukan strategi yang dibagi memperkuat manajemen risiko digital, keamanan
menjadi 3 bagian yaitu Support Business Growth & data, deteksi penipuan, serta kepatuhan terhadap
Sustainability yaitu mengoptimalisasi struktur ALM regulasi. BTN juga akan mengembangkan talenta
Bank untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkinerja tinggi dan budaya GRC melalui penguatan
berkelanjutan dan meningkatkan profitabilitas bank, kepemimpinan, pengembangan kemampuan kritis
lalu pada Drive Resilient & Secure Operational For terkait GRC, serta penetrasi budaya GRC dengan
Business Continuity berfokus untuk memastikan program pengakuan bagi unit kerja terbaik. Semua
operasional yang tangguh dan aman dengan inisiatif ini akan memperkuat posisi BTN dalam
mengurangi risiko cyber, meningkatkan efektivitas mencapai pertumbuhan berkelanjutan.
Service Level Agreement (SLA), dan mencegah fraud,
sedangkan Ensure Competency Of GRC Talent And Driving Transforming and Effectivity through
Strong GRC Culture yaitu untuk mengembangkan Advanced Analytics (2026-2027)
bakat karyawan dan menanamkan budaya GRC yang
kuat untuk mendorong integritas organisasi dan kinerja Target periode 2026-2027 berfokus pada transformasi
yang tinggi. dan efektivitas melalui analitik canggih. Dalam optimasi
neraca, BTN akan menerapkan model optimasi dan
Target-target ini berfokus pada optimalisasi neraca, sistem FTP, serta memperkuat analitik risiko kredit
penguatan manajemen risiko, dan peningkatan efisiensi dengan ESG dan data eksternal. Inisiatif ESG akan
operasional. Fokus utama mencakup pengembangan diintegrasikan ke dalam operasi inti perbankan, dan tata
Framework Manajemen Risiko Neraca, pengelolaan kelola anak usaha akan disesuaikan dengan standar
risiko kredit dengan integrasi data eksternal, serta global. BTN juga akan melanjutkan digitalisasi proses
penerapan pendekatan proaktif terhadap risiko dengan pengambilan keputusan berbasis data dan
strategis. Inisiatif ESG bertujuan mengintegrasikan memperkuat manajemen risiko model menggunakan
ESG dan menghilangkan proses berbasis kertas. alat digital. Efisiensi operasional akan ditingkatkan
Langkah lainnya adalah transisi menuju proses tanpa dengan digitalisasi file masuk dan mekanisme prioritas
manual, mulai dari digitalisasi underwriting dan sektor.
verifikasi digital. Penguatan manajemen risiko meliputi
peningkatan ketahanan operasional, sistem deteksi Untuk ketahanan operasional, BTN akan memperkuat
penipuan, serta kepatuhan regulasi dan perlindungan pengawasan terhadap pihak ketiga, keamanan data,
data. Pengembangan talenta dan budaya GRC juga dan sistem deteksi penipuan. Sistem manajemen
menjadi prioritas dengan peningkatan kemampuan risiko dan kepatuhan regulasi juga akan dioptimalkan.
kepemimpinan, sertifikasi profesional, dan penguatan BTN akan memperkuat kepemimpinan dan budaya
budaya GRC di seluruh organisasi. Inisiatif ini bertujuan GRC dengan forum kepemimpinan, manajemen jalur
mendukung pertumbuhan berkelanjutan dengan fokus karier ganda, dan pengembangan kemampuan GRC,
pada kinerja tinggi dan tata kelola perusahaan yang serta mendirikan Risk Academy untuk mengatasi
baik.
240 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 138
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
gap kemampuan. GRC akan diintegrasikan dalam Untuk risiko strategis, BTN akan menerapkan alokasi
manajemen talenta. modal berbasis risiko dan mempercepat inisiatif ESG
untuk menjadi juara ESG. Di anak usaha, BTN akan
Target 2026-2027 bertujuan untuk mengembangkan meningkatkan integritas dan kapabilitas karyawan
kerangka manajemen risiko aset dan liabilitas dengan terkait tata kelola dan risiko.BTN akan mengotomatisasi
fokus pada optimasi neraca, pengurangan biaya dana, Early Warning, Stop & Go Mechanism, dan Manajemen
dan penguatan risiko kredit melalui penerapan model Risiko Model dengan iLoan. Ketahanan operasional
inti/non-inti serta integrasi prinsip ESG dalam operasi akan diperkuat dengan keamanan siber berbasis AI
perbankan. BTN juga akan memperkuat tata kelola dan dan peningkatan kepatuhan data serta TI. BTN juga
manajemen risiko di anak usaha dengan menyelaraskan akan terus meningkatkan tata kelola AML, CFT, dan
standar global serta meningkatkan integritas dan PPPSPM serta memastikan penerapan roadmap GRC di
kapabilitas karyawan. Untuk meningkatkan efektivitas seluruh anak usaha.
operasional, BTN akan menghapuskan proses manual
dengan mengimplementasikan analitik berbasis Target 2028-2029 fokus pada pengembangan
data, mesin keputusan canggih, dan digitalisasi kerangka manajemen risiko aset dan liabilitas melalui
proses. Selain itu, BTN akan memperkuat ketahanan pengelolaan risiko pasar, likuiditas, dan penguatan skor
operasional melalui pengawasan kontrol pihak ketiga, koleksi kredit dengan integrasi iLoan, serta penerapan
pengembangan sistem deteksi penipuan, dan optimasi strategi alokasi modal berbasis risiko menggunakan
sistem kepatuhan regulasi. BTN juga akan memajukan metode Risk-Adjusted Return on Capital (RAROC) untuk
budaya GRC dengan memperkuat kepemimpinan, efisiensi kinerja dan modal. BTN juga akan mempercepat
meningkatkan sertifikasi profesional, dan mendirikan inisiatif ESG untuk menjadi ESG Champion dan
Akademi Risiko untuk menutup kesenjangan kapabilitas, memperluas integrasi ESG dalam operasi perbankan,
serta mengintegrasikan GRC ke dalam manajemen sambil memperkuat tata kelola dan manajemen risiko
talenta dan sistem pengembangan. di anak usaha dengan meningkatkan integritas dan
kapabilitas karyawan. Dalam hal operasional, BTN akan
Accelerate iGRC (integrated Governance, mengotomatisasi proses seperti peringatan dini dan
Risk, and Compliance) Excellence (2028- mekanisme Stop & Go dalam iLoan, serta memperkuat
2029) ketahanan operasional melalui penguatan tata
kelola arsitektur zero trust dan keamanan siber untuk
Target periode 2028-2029 berikut berfokus pada aplikasi berbasis AI, mobile, dan cloud. Pengembangan
optimasi neraca, pengelolaan risiko, dan efektivitas sistem deteksi penipuan berbasis AI, serta penguatan
operasional. BTN akan mengimplementasikan implementasi kepatuhan terhadap regulasi, privasi
sistem manajemen risiko pasar dan likuiditas, serta data, dan kepatuhan TI menjadi prioritas, bersama
mengintegrasikan risiko kredit dengan skor koleksi dengan penguatan budaya GRC dengan memastikan
lanjutan dalam iLoan. BTN juga akan memperkuat adopsi roadmap GRC di seluruh anak usaha dan
BWMK Individu dengan Sertifikasi Pemutus Kredit. peningkatan kapabilitas GRC.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 241
Page 139
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Proses Nominasi Badan Tata Kelola Tertinggi [GRI 2-10]
Dalam proses nominasi anggota badan tata kelola a. Integritas;
tertinggi, Bank melibatkan pemegang saham melalui b. Kompetensi; dan
mekanisme RUPS. Pengangkatan dan pemberhentian c. Reputasi yang baik.
setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan 5. Calon Komisaris Independen harus memiliki:
berdasarkan keputusan RUPS. Proses seleksi dan a. Pengetahuan di bidang perbankan yang
nominasi dilakukan secara transparan dengan memadai dan relevan dengan jabatan
mempertimbangkan rekomendasi dari Komite sebagai Komisaris Independen; dan
Remunerasi dan Nominasi. Dalam mengevaluasi b. Pengalaman di bidang perbankan dan/atau
calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi, Bank bidang keuangan.
memperhatikan kriteria seperti integritas, kejujuran, 6. Mantan anggota Direksi atau Pejabat Eksekutif
profesionalisme, pengalaman kepemimpinan, loyalitas, atau pihak yang mempunyai hubungan dengan
serta ketersediaan waktu untuk mendukung kemajuan Bank yang dapat memengaruhi kemampuan
Bank. Selain itu, aspek keberagaman, keahlian, dan yang bersangkutan untuk bertindak independen
pengalaman di bidang ekonomi, lingkungan, dan wajib menjalani masa tunggu paling singkat
sosial juga menjadi pertimbangan penting. Bank 1 (satu) tahun sebelum menjadi Komisaris
memastikan bahwa calon yang diajukan tidak memiliki Independen.
hubungan keuangan, keluarga, atau bisnis dengan 7. Masa tunggu bagi:
anggota Dewan Komisaris, Direksi, maupun Pemegang a. Mantan Direktur Utama pada Bank; dan
Saham Pengendali yang dapat memengaruhi b. Mantan anggota Direksi yang membawahkan
independensinya. [GRI 2-10] fungsi pengawasan atau Pejabat Eksekutif
yang melakukan fungsi pengawasan pada
Berdasarkan Pedoman dan Tata tertib Kerja Dewan Bank, paling singkat 6 (enam) bulan sebelum
Komisaris Nomor 18/KOM/BTN/2024 tentang tentang menjadi Komisaris Independen pada Bank.
Pedoman dan Tata Tertib kerja Dewan Komisaris PT Bank 8. Komisaris Independen tidak memiliki hubungan
Tabungan Negara (Persero) Tbk, Bank menetapkan keuangan, hubungan kepengurusan, hubungan
kriteria dan persyaratan bagi calon anggota Dewan kepemilikan, hubungan afiliasi, dan/atau
Komisaris, yang meliputi: [GRI 2-10] hubungan keluarga dengan anggota Dewan
1. Kandidat yang dapat diangkat sebagai anggota Komisaris lain, anggota Direksi, dan/atau
Dewan Komisaris adalah orang perseorangan pemegang saham pengendali atau hubungan
yang memenuhi persyaratan pada saat diangkat dengan Bank yang dapat mempengaruhi
dan selama menjabat sesuai ketentuan pada kemampuan untuk bertindak independen.
Anggaran Dasar Bank dan peraturan perundang- 9. Komisaris Independen tidak mempunyai
undangan. hubungan usaha baik langsung maupun tidak
2. Anggota Dewan Komisaris harus memenuhi langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha
persyaratan penilaian kemampuan dan kepatutan Bank.
sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan 10. Komisaris Independen tidak mempunyai saham
mengenai Penilaian Kemampuan dan Kepatutan baik langsung maupun tidak langsung pada Bank.
bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan dan 11. Komisaris dapat beralih menjadi Komisaris
telah memperoleh surat persetujuan dari Otoritas Independen pada Bank atau kelompok usaha
Jasa Keuangan. Bank dengan memenuhi persyaratan sebagai
3. Setidak-tidaknya 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris Independen.
Komisaris wajib berdomisili di Indonesia. 12. Komisaris yang akan beralih menjadi Komisaris
4. Anggota Dewan Komisaris yang telah memenuhi Independen pada Bank wajib menjalani masa
persyaratan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan tunggu paling singkat 1 (satu) tahun.
selama menjabat wajib memiliki: 13. Peralihan dari Komisaris menjadi Komisaris
Independen wajib memperoleh persetujuan
242 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 140
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Otoritas Jasa Keuangan melalui penilaian jabatan tersebut tidak boleh melebihi 5 (lima) tahun,
kemampuan dan kepatutan sesuai dengan dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai undangan di bidang Pasar Modal. RUPS berhak untuk
penilaian kemampuan dan kepatutan bagi memberhentikan anggota Direksi sebelum masa
lembaga jasa keuangan. jabatannya berakhir.
Masa jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Jabatan Direksi berakhir apabila meninggal dunia,
ditetapkan 5 (lima) tahun dan dapat diangkat masa jabatannya berakhir, mengundurkan diri,
kembali untuk satu kali masa jabatan. Anggota Direksi diberhentikan berdasarkan Keputusan RUPS, atau
diangkat untuk jangka waktu yang terhitung sejak tidak lagi memenuhi persyaratan sesuai Anggaran
tanggal ditutupnya atau tanggal yang ditetapkan Dasar dan peraturan perundang-undangan. Setelah
oleh RUPS yang mengangkatnya dan berakhir pada masa jabatannya berakhir, anggota Dewan Komisaris
penutupan RUPS Tahunan yang ke-5 (lima) setelah dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk satu kali masa
tanggal pengangkatannya. Meskipun demikian, masa jabatan.
Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-19]
Penetapan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN. Selain
Direksi mengacu pada Peraturan Menteri Badan itu, remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi juga
Usaha Milik Negara Nomor PER-13/MBU/09/2021, ditentukan berdasarkan pencapaian tujuan dan kinerja
tentang Perubahan Keenam atas Peraturan Menteri mereka dalam mengelola dampak Bank terhadap
Badan Usaha Milik Negara No. PER-04/MBU/2014 aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. [GRI 2-19]
tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi,
Prosedur Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-20]
Dewan Komisaris KRN Menyusun Dewan Komisaris
menugaskan Komite rekomendasi Dewan menyampaikan usulan
Remunerasi dan Nominasi Komisaris dan Direksi remunerasi Dewan
(KRN) untuk melakukan untuk disampaikan Komisaris dan Direksi
kajian remunerasi kepada Dewan Komisaris kepada RUPS
1 3 5
2 4 6
RUPS memberikan
Human Capital
kewenangan dan kuasa
Management Division Dewan Komisaris
kepada Dewan Komisaris
(HCMD) dan unit kerja membahas usulan
untuk menetapkan
terkait untuk Menyusun remunerasi yang
dengan terlebih dahulu
usulan remunerasi Dewan disampaikan oleh KRN
mendapat persetujuan
Komisaris dan Direksi
Pemegang Saham Seri A
Dwiwarna
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 243
Page 141
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Dalam proses penetapan remunerasi, BTN bermitra dalam KPI Direksi adalah aspek keberlanjutan
dengan Willis Towers Watson untuk melakukan (Sustainability), yang berfokus pada pencapaian
benchmarking dan/atau Salary Survey. Bank memiliki tujuan jangka panjang yang mendukung kelangsungan
kebijakan untuk menunda pembayaran remunerasi perusahaan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
variabel yang bersifat ditangguhkan (Malus) atau Parameter tersebut mencakup bobot penilaian ESG
menarik kembali remunerasi variabel yang telah rating, peningkatan green financing, penyaluran KPR
dibayarkan (Clawback) kepada pejabat yang subsidi dan KPR program rumah milenial, layanan
dikategorikan sebagai Material Risk Taker (MRT). digital channel, zero accident, cyber security breach,
Kebijakan ini diterapkan dengan mempertimbangkan dan keterwakilan perempuan dalam nominated
berbagai faktor, antara lain: [GRI 2-19] talent. Paket remunerasi dan fasilitas yang diterima
1. Besarnya kerugian atau kerusakan reputasi Bank. oleh Dewan Komisaris dan Direksi mencakup struktur
2. Keterlibatan pegawai bersangkutan secara remunerasi yang terdiri dari gaji, insentif jangka pendek,
langsung maupun tidak langsung terkait tindakan insentif jangka panjang, pensiun, tunjangan, dan one-
atau transaksi yang dilakukan. off payments (seperti penghargaan perekrutan atau
retensi). [GRI 2-19]
Gaji atau honorarium Dewan Komisaris dan anggota
Direksi ditetapkan antara lain berdasarkan faktor-faktor BTN memberikan insentif jangka pendek sebagai
sebagai berikut: penghargaan langsung atas pencapaian kinerja
1. Faktor skala usaha; dalam periode waktu singkat untuk karyawan, yang
2. Faktor kompleksitas usaha; biasanya berlangsung selama satu tahun atau kurang.
3. Tingkat inflasi; Pemberian insentif jangka pendek ini diatur dalam
4. Kondisi dan kemampuan keuangan Bank; Kebijakan Khusus Nomor KK.3-B tentang Remunerasi
5. Faktor-faktor lain yang relevan, serta tidak boleh yang mengacu pada POJK Nomor 45/POJK.03/2015.
bertentangan dengan peraturan perundang- Insentif jangka pendek tersebut mencakup berbagai
undangan; dan bentuk penghargaan, seperti bonus tunai, kenaikan gaji
6. Komposisi gaji atau honorarium Direksi dan berdasarkan kinerja, profit sharing, dan lainnya yang
Dewan Komisaris ditetapkan sebagai berikut: dirancang untuk memotivasi karyawan agar mencapai
a. Gaji Direktur Utama ditetapkan dengan target perusahaan dalam waktu yang relatif cepat.
menggunakan pedoman internal yang
ditetapkan oleh menteri; Selain itu, BTN juga memberikan insentif jangka
b. Gaji Wakil Direktur Utama sebesar 95% dari gaji panjang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi
Direktur Utama; berkelanjutan karyawan selama beberapa tahun.
c. Gaji anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari Pemberian insentif jangka panjang ini diatur dalam
gaji Direktur Utama; KK.3-D tentang Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris,
d. Honorarium Komisaris Utama sebesar 45% Senior Executive Vice President (SEVP) dan Organ
dari gaji Direktur Utama; Pendukung Dewan Komisaris dan Kebijakan Khusus
e. Honorarium Wakil Komisaris Utama sebesar Nomor KK.3-B tentang Remunerasi yang mengacu
42,5% dari gaji Direktur Utama; dan pada Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-13/
f. Honorarium anggota Dewan Komisaris MBU/09/2021 dan POJK Nomor 45/POJK.03/2015. Insentif
sebesar 90% dari gaji Komisaris Utama. jangka panjang tersebut mencakup bentuk-bentuk
seperti saham, uang tunai, dan penghargaan lain
Penentuan remunerasi di BTN tidak hanya didasarkan yang bertujuan untuk mendorong karyawan berfokus
pada posisi dan tanggung jawab masing-masing pada pencapaian tujuan perusahaan dalam jangka
individu, tetapi juga dipengaruhi oleh pencapaian Key panjang, serta memastikan retensi dan loyalitas
Performance Indicators (KPI) yang telah ditetapkan. mereka terhadap perusahaan.
KPI ini merupakan ukuran yang digunakan untuk
menilai sejauh mana tujuan strategis dan operasional Berikut merupakan tabel jenis remunerasi dan fasilitas
perusahaan tercapai. Salah satu parameter penting lain untuk dewan komisaris dan dewan direksi. [GRI 2-19]
244 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 142
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Komponen Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain Dewan Komisaris Direksi
Remunerasi
Honorarium/Gaji
Tunjangan Rutin (Tunjangan Sandang dan Tunjangan Pajak Penghasilan)
Tunjangan Hari Raya
Tantiem
Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, asuransi kesehatan, dan sebagainya) yang:
a. Dapat dimiliki
Asuransi Purnajabatan
b. Tidak dapat dimiliki
Tunjangan Perumahan
Tunjangan Kesehatan
Tunjangan Transportasi
Tunjangan Komunikasi
Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah [GRI 2-21]
BTN berupaya distribusi remunerasi yang proporsional Kebijakan remunerasi secara rutin ditinjau dan
dan tidak menciptakan kesenjangan yang signifikan. diperbarui untuk menyesuaikan dengan dinamika
Bank tidak memberlakukan kebijakan remunerasi industri dan strategi bisnis Bank. Selain itu, penerapan
variabel (RBV) tanpa syarat, karena kebijakan aspek kepatuhan terhadap regulasi perbankan terkait
tersebut tidak memperhitungkan masa kerja pegawai. remunerasi diimplementasikan secara bertahap.
Sebagai bentuk komitmen, Bank menerapkan sistem
remunerasi yang kompetitif, adil, dan proporsional, Rasio gaji tertinggi dan terendah selama tiga tahun
serta memastikan seluruh pegawai menerima terakhir adalah sebagai berikut: [GRI 2-21]
imbalan sesuai ketentuan yang diatur oleh Pemerintah.
Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah
Uraian 2024 2023 2022
Gaji Pegawai tertinggi dan terendah 25,00 : 1 22,44 : 1 22,34:1
Gaji Direksi tertinggi dan terendah 1,18 : 1 1,18 : 1 1,18:1
Gaji Komisaris tertinggi dan terendah 1,11 : 1 1,11 : 1 1,11:1
Gaji Direksi tertinggi dan Pegawai Tertinggi 2,89 : 1 2,92 : 1 2,90:1
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 245
Page 143
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Perbandingan Kompensasi Tahunan
Uraian Satuan 2024 2023 2022
Kompensasi total tahunan untuk individu Rupiah 23.977.998.581 18.933.904.119 14.001.936.005
dengan bayaran tertinggi di organisasi
Nilai tengah (median) total kompensasi Rupiah 189.655.513 184.671.636 177.921.128
tahunan untuk semua pegawai organisasi,
kecuali individu dengan bayaran tertinggi
Peningkatan dalam kompensasi total tahunan % 26,64% 35,22
untuk individu dengan bayaran tertinggi di
organisasi
Peningkatan nilai tengah total kompensasi % 2,70% 3,79
tahunan untuk semua pegawai organisasi,
kecuali individu dengan bayaran tertinggi
*)Data kompensasi tahunan diperoleh dari Divisi Human Capital
Kebijakan Kepemilikan Saham Anggota Direksi dan Komisaris
Dewan Komisaris dan Direksi telah mengungkapkan tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang
informasi mengenai kepemilikan saham mereka dan/ Kewajiban Penyampaian Informasi, serta Anggaran
atau keluarga yang mencapai 5% atau lebih pada BTN Dasar Bank. Anggota Direksi dan Dewan Komisaris wajib
maupun perusahaan lain, baik yang berlokasi di dalam melaporkan kepemilikan dan perubahan kepemilikan
negeri maupun di luar negeri. Langkah ini diambil saham mereka kepada OJK, baik secara langsung
untuk memastikan adanya keterbukaan informasi maupun tidak langsung, paling lambat 10 (sepuluh)
dan meminimalkan potensi konflik kepentingan yang hari setelah terjadinya perubahan tersebut.
dapat memengaruhi tata kelola perusahaan. selain
itu, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari Hingga 31 Desember 2024, tidak terdapat anggota
komitmen BTN untuk mematuhi prinsip-prinsip tata Dewan Komisaris dan Direksi BTN yang memiliki saham
kelola perusahaan yang baik (GCG), yang menjadi dengan total kepemilikan 5% atau lebih, baik di BTN
salah satu komponen penting dalam menerapkan maupun di perusahaan lain. Hal ini menunjukkan
prinsip keberlanjutan. bahwa tidak ada potensi pengaruh kepemilikan saham
yang signifikan terhadap independensi mereka dalam
Dalam hal transaksi kepemilikan saham oleh Direksi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk
dan Dewan Komisaris, BTN mengikuti Peraturan Otoritas dalam proses pengambilan keputusan strategis.
Jasa Keuangan No. 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Transparansi ini menjadi bukti nyata komitmen BTN
Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan untuk menjaga integritas dan memastikan pengelolaan
Saham Perusahaan Terbuka, Surat Keputusan Direksi perusahaan yang bebas dari konflik kepentingan.
PT Bursa Efek Indonesia No. KEP-00066/BEI/09-2022
246 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 144
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola Tertinggi [GRI 2-18]
Evaluasi kinerja tata kelola merupakan langkah setiap tahun, tepatnya pada akhir bulan Juni dan
penting untuk memastikan bahwa implementasi tata Desember, dan tidak melibatkan pihak ketiga. Penilaian
kelola Bank selalu memenuhi standar terbaik dan ini melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, serta unit kerja,
perkembangan bisnis. Evaluasi kinerja badan tata kelola dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang telah
tertinggi terkait penerapan GCG serta pengelolaan ditetapkan untuk menilai sejauh mana penerapan GCG
dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dilakukan tercapai. Hasil perkembangan penilaian diri tata kelola
melalui proses penilaian diri atau self-assessment. Bank selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada
Proses penilaian diri ini dilaksanakan secara rutin tabel berikut:
Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment) Pelaksanaan Tata Kelola Tahun 2022—2024
2024 2023 2022
2 2 2
Hasil penilaian diri (self-assessment) dengan skor 2 Selain penilaian GCG dan CGPI, BTN juga aktif
menunjukkan bahwa manajemen Bank telah berhasil berpartisipasi dalam penilaian lainnya melalui ASEAN
mengimplementasikan tata kelola yang secara Corporate Governance Scorecard (ACGS). ACGS
umum dinilai baik. Pencapaian ini tercermin dalam adalah alat ukur praktik tata kelola yang disepakati
pemenuhan prinsip-prinsip tata kelola yang memadai. oleh ASEAN Capital Market Forum (ACMF), yang merujuk
Meskipun terdapat beberapa kekurangan dalam pada standar yang ditetapkan oleh Organization for
penerapan prinsip tata kelola, secara keseluruhan, Economic Cooperation and Development (OECD)
hal ini dianggap tidak signifikan dan dapat diperbaiki dalam OECD Principles, dengan tujuan mendukung
melalui langkah-langkah yang wajar oleh manajemen. penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik di
Adapun informasi terkait kriteria, skor penilaian, BTN.
rekomendasi, serta tindak lanjut yang diambil bank
berdasarkan hasil self-assessment dapat ditemukan ACGS bertujuan untuk mempromosikan perusahaan-
dalam Laporan Tahunan BTN. [GRI 2-18] perusahaan di negara-negara anggota ASEAN sebagai
aset yang memiliki kualitas tinggi, sehingga dapat
Selain melakukan penilaian GCG, BTN turut aktif meningkatkan kepercayaan investor global terhadap
berpartisipasi dalam pemeringkatan dan survei kualitas perusahaan di kawasan tersebut. Setiap
Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang negara anggota ASEAN menunjuk perwakilan Domestic
diselenggarakan setiap tahun oleh Indonesian Institute Ranking Body (DRB) dan Corporate Governance
for Corporate Governance (IICG). CGPI adalah program (CG) Expert untuk melakukan penilaian berdasarkan
riset dan pemeringkatan yang menilai kualitas tata parameter ACGS. Di Indonesia, perwakilan DRB dan CG
kelola perusahaan. Pada tahun 2024, Bank berhasil Expert diwakili oleh PT RSM Indonesia.
memperoleh skor CGPI sebesar 91,52 dengan predikat
“Most Trusted Company.” Hasil ini mencerminkan
komitmen yang kuat terhadap tata kelola perusahaan
yang baik dan menunjukkan bahwa Bank dapat
dipercaya dalam aspek tata kelola.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 247
Page 145
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Manajemen Risiko [GRI 2-23] [OJK E.3]
Sebagai bank yang fokus pada pemberian kredit dan dan prosedur pengelolaan risiko dijalankan dengan
pembiayaan perumahan, BTN memiliki portofolio aset prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan
yang sebagian besar terdiri dari Kredit Pemilikan Rumah yang optimal. Pendekatan ini tidak hanya mendukung
(KPR). Bank menyadari bahwa berbagai faktor internal pengambilan keputusan yang strategis, tetapi juga
dan eksternal, seperti perubahan iklim bisnis, tingkat memastikan bahwa seluruh proses manajemen
inflasi, dan fluktuasi suku bunga, dapat mempengaruhi risiko dilaksanakan sesuai dengan standar etika dan
portofolio tersebut. Oleh karena itu, untuk mengurangi integritas yang tinggi.
dampak negatif yang mungkin timbul, pengelolaan
risiko yang berkelanjutan menjadi salah satu prioritas Dalam upaya untuk mengendalikan risiko dan
utama Bank. memastikan kelangsungan kinerja yang sehat
serta pencapaian tujuan Bank, BTN menerapkan
Pengelolaan risiko yang diterapkan BTN berlandaskan sistem manajemen risiko secara menyeluruh. Sistem
pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance manajemen risiko Bank didukung oleh empat pilar
(GCG), yang merupakan dasar utama dalam setiap utama, yang menjadi dasar penerapan manajemen
kebijakan dan prosedur manajemen risiko. Melalui risiko di seluruh lini operasional Bank, yaitu:
penerapan GCG, Bank memastikan bahwa kebijakan
Pilar Sistem Manajemen Risiko BTN
Kecukupan kebijakan,
Pengawasan aktif oleh
prosedur, dan penetapan
Dewan Komisaris dan Direksi
limit
Cakupan
Manajemen
Risiko
Kecukupan proses
identifikasi, pengukuran,
pemantauan, dan Sistem pengendalian internal
pengendalian risiko yang menyeluruh
serta sistem informasi
manajemen risiko
Pengawasan Aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi
Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi memastikan setiap keputusan strategis yang diambil
didukung oleh sejumlah komite dalam melaksanakan memenuhi standar tata kelola perusahaan yang baik.
tugas serta aktivitas perbankan, sesuai dengan Selanjutnya, tanggung jawab operasional dilanjutkan
ketentuan regulator yang berlaku. Dukungan ini oleh unit kerja di bawah Dewan Komisaris dan Direksi,
248 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 146
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
meliputi Satuan Kerja Manajemen Risiko, Satuan Kerja Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Direksi, dan
Kepatuhan, Satuan Kerja Audit Internal, serta Satuan Satuan Kerja Manajemen Risiko yang digambarkan
Kerja Kebijakan dan Prosedur. Pengelolaan manajemen dengan organisasi manajemen risiko sebagai berikut:
risiko dilakukan melalui pengawasan aktif oleh Dewan
Pengawasan Terhadap Manajemen Risiko
Organ Dewan Komisaris dan Direksi Satuan Kerja Manajemen Risiko
Dewan Dewan Pengawas
Direksi
Komisaris Syariah
Satuan Kerja Manajemen Risiko, unit
1. Komite 1. Asset and Liability kerja yang bertugas mengidentifikasi,
Pemantau Risiko Committee (ALCO) mengukur, memantau, dan
mengendalikan risiko untuk
membantu tugas dan tanggung
2. Komite Audit 2. Komite Pengarah jawab Direksi.
Teknologi Informasi
Satuan Kerja Kepatuhan, unit kerja
3. Komite 3. Komite Manajemen yang bertugas melaksanakan tugas
Remunerasi dan Risiko fungsi kepatuhan dan langkah-
Nominasi langkah preventif untuk membantu
4. Komite Human tugas dan tanggung jawab Direksi.
Capital
5. Komite Kebijakan Satuan Kerja Audit Internal, unit
Perkreditan kerja yang bertugas memastikan
pengendalian internal untuk
6. Komite Kredit membantu tugas dan tanggung
jawab Direksi.
7. Komite Bisnis
Satuan Kerja Kebijakan dan Prosedur,
8. Komite Pengarah
unit kerja yang bertugas mengelola
Transformasi
kebijakan dan prosedur untuk
membantu tugas dan tanggung
9. Komite ESG jawab Direksi.
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR)
Satuan Kerja Manajemen Risiko memiliki peran penting Dewan Komisaris, melalui rapat Komite Pemantau
sebagai unit yang berada langsung di bawah tanggung Risiko, dan Direksi, melalui rapat Komite Manajemen
jawab Direktur yang membawahi fungsi Manajemen Risiko, memiliki tanggung jawab untuk memastikan
Risiko. Satuan kerja ini memimpin pengelolaan bahwa penerapan manajemen risiko di Bank memadai
manajemen risiko dan beroperasi secara independen sesuai dengan karakteristik, kompleksitas, dan profil
dari Satuan Kerja Operasional, yang merupakan risiko yang dihadapi. Kedua komite ini secara aktif
risk-taking unit, serta Satuan Kerja Audit Internal dan terlibat dalam pengelolaan risiko untuk memitigasi
Satuan Kerja Kepatuhan. Implementasi tata kelola risiko yang dihadapi Bank, dengan berpedoman
risiko Bank, yang berlandaskan pada prinsip-prinsip pada standar Kualitas Penerapan Manajemen Risiko
GCG, terwujud melalui partisipasi seluruh organ dalam (KPMR). Standar tersebut mencakup aspek tata kelola
pengelolaan manajemen risiko, yang tercermin dalam risiko, kerangka manajemen risiko, proses manajemen
struktur organisasi manajemen risiko Bank. Selain itu, risiko, kecukupan sistem informasi manajemen, serta
Direktur Manajemen Risiko bertanggung jawab untuk kecukupan sistem pengendalian internal.
melakukan pengawasan terhadap risiko ESG dalam
proses financing, guna memastikan pengelolaan risiko Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) dipimpin
tersebut dilakukan secara efektif dan sesuai dengan oleh seorang Kepala Divisi yang bertanggung jawab
kebijakan serta prosedur yang telah ditetapkan. langsung kepada Direktur Risk Management. Saat ini,
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 249
Page 147
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
SKMR terdiri dari 4 (empat) divisi, yaitu Enterprise & ESG mengevaluasi strategi ESG yang telah ditetapkan.
Risk Management Division, Digital & Operations Risk Dengan demikian, unit ini memainkan peran penting
Management Division, Wholesale Credit Risk Division, dalam memastikan integrasi prinsip ESG secara efektif
dan Retail Credit Risk Division. dan konsisten dalam setiap aktivitas Bank.
Satuan Kerja Manajemen Risiko & ESG. dipimpin Enterprise & ESG Risk Management Division meliputi
oleh BOD-1, berfungsi sebagai control tower yang beberapa departemen, yaitu ESG Department,
bersifat directive, controlling, dan supportive dalam Integrated Risk Management Department, Credit
implementasi prinsip-prinsip ESG. Sebagai control Portfolio Risk Management Department, Market &
tower, Satuan Kerja Manajemen Risiko & ESG tidak Liquidity Risk Management Department, dan Model
hanya berperan sebagai 2nd line dalam pengawasan, Validation. Berikut adalah Struktur Organisasi dari
tetapi juga sebagai 1,5 line dalam merumuskan strategi, Enterprise & ESG Risk Management Division, yang
inisiatif, dan roadmap ESG. Satuan Kerja Manajemen telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi, dan
Risiko & ESG bertanggung jawab untuk mengawasi dirancang untuk memperkuat kapabilitas digital
pelaksanaan roadmap ESG dan terus-menerus banking serta pengelolaan ESG.
Struktur Organisasi Enterprise & ESG Risk Management Division
Direktur Risk Management
Enterprise & ESG Risk Management (ERMD)
Secretary
Environmental, Model
Integrated Risk Credit Portfolio Risk Market & Liquidity
Social & Validation
Management Management Risk Management
Governance
Framework Market &
Credit Risk
& Strategy Strategic Risk Liquidity Risk
Development
Development Dev
Market &
Policy & Credit Risk
Risk Culture Liquidity Risk
Implementation Assessment
Assessment
Data Reporting & Commercial & Market Middle
Sharia Risk
Communication SME Risk Office
Consumer Risk
250 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 148
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Struktur Organisasi Satuan Kerja Manajemen Risiko Risk Division dan Retail Credit Risk Division merupakan
Operasional & Digital / Digital & Operations Risk part of four eyes principle dan termasuk dalam 1,5 line
Management (DORD) terdiri Fraud Risk Management of model. Pembentukan Struktur Organisasi Digital
Department, Digital Risk Management Department, & Operations Risk Management Division disesuaikan
Operational Risk Management Department, Regional dengan roadmap IT & Digital Risk serta tren risiko yang
Operational Risk Control Department, dan Operational terus meningkat di era digital IT dan operational risk,
Risk Control Department. Sedangkan Wholesale Credit struktur tersebut diuraikan sebagai berikut:
Struktur Organisasi Digital & Operations Risk Management Division
Direktur Risk Management
Digital & Operations Risk Management (DORD)
Regional Office
Secretary
Regional
Fraud Risk Digital Risk Operational Risk Operational Risk Regional Business
Operational Risk
Management Management Management Control Control
Control
Digital Risk, Regional Regional
Fraud Strategy Operational
Governance, Operational Operational Business Control
& Prevention Risk
Monitoring and Risk Control Risk Control Supervisor
Development
Reporting Analyst Analyst
Branch
Fraud Digital Risk,
Digital Risk Business
Operational, Governance,
Assessment Control
Detection & Monitoring and
Investigation Reporting
CBC
Fraud Business
Monitoring & Control
Recovery
RLPC
Business
Control
Regional
Business
Control Officer
Integrasi Manajemen Risiko ESG
BTN telah mengintegrasikan prinsip-prinsip Risiko (SKMR), Bank memastikan bahwa seluruh risiko
Environment, Social, dan Governance (ESG) dalam yang timbul dari kegiatan usaha, termasuk risiko kredit
proses uji tuntas kredit, dengan melibatkan tim dan risiko terkait ESG, diidentifikasi, diukur, dipantau, dan
manajemen risiko kredit secara langsung dalam dilaporkan secara transparan. Laporan hasil evaluasi
evaluasi aspek ESG. Melalui Satuan Kerja Manajemen ini disampaikan kepada Direksi untuk memastikan
pengelolaan risiko yang bertanggung jawab.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 251
Page 149
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Proses penilaian ESG dilakukan dengan mengikuti 4. Rapat Komite Kredit (RKK)
prinsip Four Eyes Principle, melibatkan analisa bersama RKK adalah forum pengambilan keputusan
pada setiap tahap proses pengajuan kredit. Tahapan akhir terkait usulan kredit, di mana hasil analisa
tersebut meliputi: kredit yang mempertimbangkan juga aspek ESG
1. Analisa Awal dalam Four Eyes Principle yang disepakati dalam Pra RKK dipresentasikan.
Four Eyes Principle memastikan analisa kredit Keputusan diambil melalui musyawarah untuk
dilakukan oleh dua unit independen, yaitu unit mufakat, dan jika tidak tercapai, dilakukan
bisnis dan unit risiko, dengan mempertimbangkan pemungutan suara mayoritas. Hasil keputusan
aspek ESG. Unit bisnis menganalisis calon debitur dituangkan dalam notula rapat sebagai dasar
dan mengumpulkan dokumen pendukung, penerbitan Surat Persetujuan Pemberian Kredit
sementara unit risiko menilai potensi risiko (SP2K).
kredit yang mempertimbangkan aspek ESG dan
memberikan rekomendasi mitigasi jika diperlukan. BTN juga mengidentifikasi pemicu risiko ESG, seperti
situasi atau indikator yang memerlukan evaluasi
2. Penyusunan Usulan Kredit tambahan sebelum keputusan pembiayaan dibuat.
Setelah analisa ESG dilakukan oleh kedua unit, Jika ditemukan risiko material, misalnya dampak
hasilnya dituangkan dalam dokumen usulan lingkungan yang signifikan, kasus tersebut akan
kredit yang mencakup penilaian risiko kredit yang diekskalasi ke Komite ESG untuk penyusunan langkah
mempertimbangkan aspek ESG, rekomendasi mitigasi yang sesuai. Setelah langkah mitigasi
mitigasi risiko, dan kesimpulan kelayakan kredit. dirumuskan, hal ini disampaikan kepada Direksi untuk
mendapatkan persetujuan dan tindak lanjut yang
3. Pra Rapat Komite Kredit (Pra RKK) diperlukan.
Dalam tahap ini, unit bisnis dan unit risiko
mempresentasikan hasil analisa kredit yang Proses eskalasi ini memastikan bahwa risiko ESG yang
mempertimbangkan juga aspek ESG, sementara signifikan ditangani dengan cermat dan bertanggung
unit kepatuhan dan unit legal memberikan jawab, selaras dengan komitmen BTN terhadap
masukan terkait regulasi dan hukum. keberlanjutan dan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.
Kecukupan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko
serta Penetapan Limit Risiko
Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko serta Penetapan Limit Risiko
Untuk mengurangi dampak negatif dari berbagai risiko diperbarui untuk memastikan efektivitasnya. Proses
yang dihadapi, BTN telah mengembangkan panduan tinjauan ini bertujuan agar seluruh pihak yang terlibat
kebijakan manajemen risiko yang dirancang untuk dalam pengelolaan risiko, baik pemilik risiko (risk
mengantisipasi potensi dampak dari beragam risiko. owner) maupun pengelola risiko (risk manager), dapat
Sebagai wujud kepatuhan terhadap Peraturan Otoritas memahami dan menerapkan kebijakan manajemen
Jasa Keuangan (POJK) No. 18/POJK.03/2016 tentang risiko dengan baik.
Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, Bank
diwajibkan untuk menerapkan manajemen risiko Sebagai bagian dari upaya mendukung implementasi
secara efektif dalam penanganan berbagai jenis manajemen risiko yang efektif, Bank juga tengah
risiko. Dalam rangka memenuhi ketentuan ini, BTN melakukan penyelarasan struktur kebijakan internal
telah menyusun kebijakan manajemen risiko yang dengan transformasi arsitektur kebijakan dan
tertuang dalam dokumen resmi, yang secara berkala, prosedur yang baru. Proses penyelarasan ini bertujuan
sekurang-kurangnya setiap tahun, akan ditinjau dan untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur
252 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 150
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
manajemen risiko yang diterapkan selaras dengan penguatan prosedur untuk memastikan pengelolaan
kebutuhan operasional Bank serta dengan regulasi yang risiko yang optimal. BTN sedang melakukan perbaikan
berlaku. Struktur kebijakan ini dirancang berdasarkan pada Kebijakan Umum Manajemen Risiko sebagai
hierarki kebijakan yang mencakup tiga tingkatan kebijakan tertinggi dalam penerapan manajemen risiko.
utama, yaitu kebijakan umum, kebijakan khusus, dan Kerangka kerja kebijakan ini mencakup seluruh aktivitas
peraturan teknis. Dengan struktur ini, Bank dapat dalam pelaksanaan manajemen risiko Bank, mulai
memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan tidak dari strategi manajemen risiko hingga pengelolaan
hanya sesuai dengan regulasi, tetapi juga mendukung risiko operasional yang lebih rinci. Pemetaan kebijakan
keberlanjutan bisnis dan tata kelola perusahaan yang umum manajemen risiko digambarkan mulai dari
baik. strategi manajemen risiko, pengelolaan risiko, hingga
tujuan yang diharapkan, yaitu tercapainya tingkat
Pembaruan yang dilakukan dalam kebijakan kesehatan bank (TKB) yang baik.
manajemen risiko juga mencakup penyesuaian dan
Kerangka Kerja Manajemen Risiko BTN
Output
Corporate Tingkat Kesehatan
Strategy Bank yang Baik
Pengelolaan Jenis Risiko pada
Strategi Manajemen Risiko Bank
Risk Pengelolaan Risiko
Appetite/ Risiko Kredit
Limit Manajemen Risiko Kredit
Risk
Tolerance Risiko pasar
Pengelolaan Risiko
Pasar dan likuiditas
Risiko Likuiditas
Risiko Kredit Risiko Operasional
Strategi
n Iden Permodalan Risiko • Pengelolaan Risiko
Recovery & Risiko ora tifi
ka Risiko
ap Operasional Operasional, Hukum,
Resolution Pasar Lingkungan
l
Kepatuhan, dan
Pe
si
Plan (RPP)
Reputasi
Risiko Proses Risiko Risiko Hukum • Pengelolaan Risiko
ndalian
n
Hukum Manajemen Reputasi IT, Siber, dan Digital
u kura
Risiko Risiko • Pengelolaan Risiko
nge
Risiko Risiko Kepatuhan Aktivitas dan Produk
ng
Pe
Baru
Pe
Strategis Kepatuhan
Pe
• Business Continuity
m a nta u an Risiko Reputasi Management
Organisasi
Risiko Imbal hasil Risiko Investasi
Manajemen
Risiko • Pengelolaan Risiko
• Business Strategis
Risiko Strategis
Sistem Informasi Manajemen Risiko Continuity • Recovery Plan &
Management Resolution Plan
• Contingency
Plan
Budaya Risiko Risiko Imbal
• Penerapan
MR di Hasil Pengelolaan Risiko
Pengendalian
Internal masing- Syariah
Pedoman Manajemen Risiko masing risiko Risiko Investasi
Selain memastikan kebijakan dan prosedur yang solid, regulasi yang berlaku. Pendekatan ini bertujuan untuk
Bank juga telah menyusun proses penetapan limit memastikan pengelolaan risiko yang terukur dan
risiko. Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan selaras dengan strategi bisnis Bank. Berikut adalah
rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) serta gambaran singkat mengenai proses penetapan limit:
recovery plan yang disesuaikan dengan ketentuan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 253
Page 151
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Proses Penerapan Limit
RKAP
RKAP Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang
Business as Usual disusun untuk 1 (satu) tahun ke depan
Risk Appetite
Risk Appetite (RA)
Contingency Actions
Risk Appetite merupakan tingkat risiko yang bersedia
Risk Tolerance diambil Bank dalam rangka mencapai sasaran
Recovery Plan Actions
Risk Tolerance (RT)
Recovery Plan Pencegahan
Risk Tolerance merupakan tingkat risiko maksimum
Recovery Plan Actions yang ditetapkan oleh Bank
Recovery Plan Pemulihan
Recovery Plan
Recovery Plan Actions
Recovery Plan merupakan rencana aksi untuk
Recovery Plan Perbaikan mengatasi permasalahan keuangan yang mungkin
terjadi
Kebijakan dan Prosedur Pengelolaan Risiko
BTN telah memiliki panduan kebijakan di bidang 12. Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko (PKMR)
manajemen risiko yaitu Kebijakan Umum Manajemen 13. Risk & Control Self Assessment
Risiko (KUMR) di mana di dalamnya telah mencakup 14. Petunjuk Pelaksanaan Rencana Aksi (Recovery
ketentuan-ketentuan minimal yang disyaratkan oleh Plan)
Peraturan Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan 15. Risk Culture
(OJK). 16. Pedoman dan Penilaian Profil Risiko Kantor
Cabang dan Kantor Cabang Syariah
Sebagai bagian dari penerapan KUMR, BTN juga telah 17. Proses Internal Credit Rating (ICR)
menyusun kebijakan-kebijakan internal turunannya 18. Petunjuk Pelaksanaan Proses Credit Scoring Model
yang lebih rinci, antara lain: (CSM)
1. Petunjuk Pelaksanaan Pelaporan dan Penilaian 19. Batas Wewenang Kredit Komersial dan Kredit
Profil Risiko Bank Konsumer
2. Pelaksanaan Pelaporan dan Penilaian Tingkat 20. Petunjuk Pelaksanaan Perhitungan Cadangan
Kesehatan Bank Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
3. Prosedur Validasi Model Risiko 21. Kebijakan Bagi Debitur yang Terkena Dampak
4. Pedoman Pelaksanaan Pengumpulan Data Risiko Covid-19
untuk Aplikasi BTN-Loss Event Database (BTN-LED 22. Business Continuity Management (BCM)
Tool) 23. Standard Operating Procedure (SOP) Business
5. Petunjuk Pelaksanaan Proses Pengukuran Risiko Continuity Plan (BCP)
Likuiditas 24. Standard Operating Disaster Recovery Plan (DRP)
6. Petunjuk Pelaksanaan Perhitungan dan Pelaporan 25. Standard Operating Business Impact Analysis
Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage (BIA)
Ratio)
7. Petunjuk Pelaksanaan Proses Pengukuran Risiko Dalam kebijakan tersebut, BTN juga mencakup
Pasar risiko ESG yang terkait dengan pembiayaan yang
8. Manajemen Risiko Suku Bunga dalam Banking disalurkan. Sebagai bagian dari manajemen risiko, BTN
Book memastikan bahwa setiap keputusan pembiayaan
9. Petunjuk Pelaksanaan Stress Testing memperhitungkan aspek ESG, yang meliputi dampak
10. Prosedur Validasi Model Risiko lingkungan, kepatuhan terhadap hak-hak sosial, serta
11. Pedoman Pemantauan Likuiditas penerapan tata kelola yang perusahaan baik. Hal ini
254 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 152
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
bertujuan untuk mitigasi potensi risiko yang dapat kebijakan tersebut tetap sesuai dengan ketentuan
timbul dari pembiayaan yang tidak memperhatikan terbaru dari regulator. Proses pengkajian ini juga
prinsip-prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab mencakup gap analysis serta penyesuaian terhadap
sosial. best practices yang umum diterapkan dalam industri
perbankan, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas
Penerapan risiko ESG pada pembiayaan penting dalam penerapan manajemen risiko.
memastikan bahwa kredit yang diberikan oleh BTN
tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi Selain itu, BTN terus fokus pada perbaikan sistem
juga berdampak positif terhadap masyarakat dan informasi manajemen risiko. Hal ini bertujuan untuk
lingkungan. Dengan demikian, BTN berkomitmen untuk meningkatkan kualitas database risiko yang ada,
menerapkan prinsip-prinsip ini dalam setiap tahapan dengan harapan sistem informasi manajemen risiko
pembiayaan, mulai dari analisis risiko hingga evaluasi dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara
dampaknya. bertahap. Tujuan utama dari perbaikan ini adalah
agar proses pengukuran dan pemantauan risiko dapat
BTN melakukan pengkajian ulang terhadap kebijakan- dilakukan secara terintegrasi, serta dapat disajikan
kebijakan internal secara berkala untuk memastikan dengan tepat waktu dan akurat.
Penguatan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko
Pada upaya memperkuat kebijakan dan prosedur memastikan seluruh BTNers diwajibkan memegang
manajemen risiko, BTN mengintegrasikan manajemen teguh empat pilar budaya dalam setiap aktivitas kerja
risiko sebagai salah satu pilar budaya BTN, yaitu di unit masing-masing. Salah satu pilar yang menjadi
governance and risk culture. Pilar ini memegang prioritas adalah governance and risk culture, yang
peranan strategis dalam memastikan seluruh proses berfungsi memastikan pelaksanaan bisnis dilakukan
bisnis dijalankan secara bijaksana (prudent) dan sesuai secara hati-hati dan patuh terhadap regulasi.
dengan standar yang berlaku (compliance). Bank
Kerangka Governance dan Risk Culture BTN
AKHLAK BTN
Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia
Untuk menjadi
4 Pilar Budaya
Mitra Utama dalam
Pemberdayaan Finansial
Tambah Tumbuh dan Keluarga Indonesia
Memenuhi Harapan Bersih dan Tepercaya Berkinerja Unggul Terus Belajar
Seluruh BTNers wajib
Pelanggan
memegang teguh
empat pilar budaya
Sales & Service Culture Governance & Risk Culture Performance Culture Learning Culture dalam menjalankan
aktivitas pekerjaan
8 Perilaku Utama BTNers di unit kerja masing-
masing.
1 2 3 4 5 6 7 8
Terus belajar,
Pilar governance and
Cepat tanggap
Berpegang melakukan Disiplin,
Saling Terhadap Terbuka
risk culture merupakan
teguh dan patuh perbaikan, dan konsisten, Proaktif, efektif,
pada nilai moral menjunjung dan tuntas
menghormati, Bertanggung
dan efisien
perubahan serta terhadap pilar yang urgen dan
menghargai, jawab dan selalu memberikan kerja sama
dan etika bisnis, intrapreneurship dalam
dan mengedepankan
dalam
kesempatan yang
krusial untuk diperkuat
memenuhi untuk menyelesaikan memenuhi
komitmen meningkatkan tugas dengan
terbuka kepentingan
kebutuhan
untuk menghasilkan supaya seluruh proses
terhadap perusahaan. melakukan nilai tambah.
sesuai peraturan kompetensi diri kualitas hasil
perbedaan.
pelanggan.
perbaikan yang
bisnis berjalan dengan
yang berlaku. dan terbaik.
orang lain.
berkelanjutan. bijaksana (prudent) dan
patuh (comply).
AKHLAK: Nilai-Nilai Utama & 18 Panduan Perilaku
Amanah Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 255
Page 153
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Berdasarkan gambar di atas, untuk mendukung tujuan 4. Learning Culture – Terus Belajar
BTN dengan berlandaskan Nilai-nilai Utama AKHLAK dan Membangun semangat belajar dan meningkatkan
8 (delapan) Perilaku Utama BTNers, terdapat empat kompetensi kritikal seperti kompetensi Sales,
pilar budaya yang menjadi pondasi utama Program Digital Analytics, Risk & Collection serta penguatan
Budaya Bank Tahun 2023 - 2024, dengan tujuan yaitu: pemahaman BTNers atas pentingnya budaya
1. Sales & Service Culture – Tambah Tumbuh dan dan penerapan AKHLAK dalam keseharian.
Memenuhi Harapan
Pelanggan Pencapaian end state yaitu Penguatan kebijakan manajemen risiko menjadi
meningkatkan penjualan produk funding, elemen kunci untuk memastikan ketahanan Bank
lending dan digital serta meningkatkan kualitas dalam menghadapi tantangan industri perbankan
pelayanan untuk mendorong bisnis dan kinerja yang semakin kompleks. BTN secara rutin melakukan
BTN. kajian ulang terhadap kebijakan internal sebagai
langkah untuk memastikan kecukupan kebijakan,
2. Risk & Governance Culture – Bersih dan prosedur manajemen risiko, serta penetapan limit risiko.
Terpercaya Selain itu, langkah tersebut juga memastikan kebijakan
Membangun kesadaran dan pemahaman akan yang diterapkan senantiasa selaras dengan ketentuan
risiko berikut mitigasinya dan menerapkan terbaru dari regulator. Kajian dilakukan melalui
prinsip-prinsip manajemen risiko secara konsisten analisis kesenjangan (gap analysis) dan mengadopsi
dan menyeluruh. praktik terbaik yang umum digunakan dalam industri
perbankan guna meningkatkan kualitas pengelolaan
3. Performance Culture – Berkinerja Unggul risiko. Peninjauan kebijakan internal dilaksanakan
Upaya peningkatan kinerja untuk mencapai secara berkala, setidaknya sekali dalam setahun,
tujuan yang ditetapkan. dengan melibatkan Dewan Komisaris dan Direksi.
Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan
Pengendalian Risiko serta Sistem Manajemen Informasi Manajemen
Risiko
Identifikasi Risiko
Dalam mengelola risiko secara komprehensif, risiko akibat gagal bayar debitur, risiko konsentrasi kredit,
proses identifikasi risiko menjadi langkah awal yang risiko counterparty, risiko settlement, dan risiko country
penting untuk mengenali potensi risiko yang dapat risk. Sumber utama Risiko Kredit berasal dari aktivitas
memengaruhi pencapaian tujuan bisnis. Sebagai kredit dan pembiayaan, namun juga mencakup
tindak lanjut dari proses ini, BTN menetapkan Risk instrumen keuangan lain seperti surat berharga,
Appetite Statement (RAS) sebagai kerangka yang transaksi antar bank, pembiayaan perdagangan, nilai
mendefinisikan tingkat risiko yang dapat diterima. tukar, derivatif, serta komitmen dan kontinjensi. Untuk
RAS membantu memastikan bahwa setiap keputusan mengelola Risiko Kredit, BTN menerapkan Pedoman
bisnis dan aktivitas operasional didasarkan pada Kebijakan Kredit dan Pembiayaan, memantau eksposur
pemahaman risiko yang telah diidentifikasi, serta tetap kredit, serta memastikan risiko tetap dalam batas
dalam batas toleransi risiko yang telah ditetapkan. toleransi yang sesuai dengan Risk Appetite dan Risk
Berikut adalah 9 (sembilan) kategori risiko utama yang Tolerance.
tercakup pada RAS tersebut:
Sebagai upaya pengelolaan yang efektif, BTN rutin
Risiko Kredit mengadakan Forum Portfolio Quality Review untuk
memantau kualitas kredit dan menyampaikan hasilnya
Risiko Kredit merupakan potensi kerugian akibat kepada Direksi serta unit terkait. Bank juga membentuk
kegagalan pihak lain dalam memenuhi kewajibannya. Komite Kredit dan menerapkan sistem terpusat seperti
BTN menghadapi berbagai jenis Risiko Kredit, seperti Commercial Banking Center (CBC) untuk segmen
256 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 154
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
kredit komersial dan Sentra Proses UMKM (SPU) untuk untuk mengukur risiko likuiditas: stock-based, analisis
segmen UMKM. Dalam pengendalian risiko konsentrasi profil maturitas, proyeksi arus kas, dan stress testing.
kredit, Bank menggunakan Portfolio Guideline untuk Stress testing dilakukan dengan skenario Bank Specific
memitigasi eksposur berlebihan pada sektor tertentu. Crisis (BSC) dan General Market Crisis (GMC) untuk
Selain itu, Bank mengembangkan Credit Scoring mengukur kecukupan aset likuid yang tersedia.
Model SME dan Early Warning System (EWS) guna
meningkatkan monitoring risiko kredit. Bank secara berkala memantau risiko likuiditas harian,
pekanan, bulanan, dan triwulanan, serta mengevaluasi
Dalam rangka meningkatkan ketahanan terhadap eksposur terhadap limit internal, termasuk Risk
risiko kredit, BTN mengimplementasikan pengukuran Appetite, Risk Tolerance, dan trigger level Recovery
risiko kredit sesuai dengan Basel III Reforms melalui Plan. Pemantauan Early Warning Indicator (EWI) juga
pendekatan standar sebagaimana diatur dalam SE dilakukan untuk mengidentifikasi potensi risiko likuiditas
OJK No. 24/SEOJK.03/2021 tentang Perhitungan Aset sejak dini. Sesuai dengan POJK No. 5 Tahun 2024 tanggal
Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Pengambilan 27 Maret 2024 tentang Penetapan Status Pengawasan
keputusan kredit dilakukan oleh Komite Kredit dan Penanganan Permasalahan Bank Umum, BTN
berdasarkan Kebijakan Khusus KK.9-D tentang melakukan monitoring rasio Liquidity Coverage
Tata Kelola Komite Direksi dan KK.1-Q tentang Batas Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR),
Wewenang Memutus Kredit. Bank juga menerapkan Four sebagaimana diatur dalam POJK 19 Tahun 2024 dan
Eyes Principle sebagai bentuk kehati-hatian dengan POJK 20 Tahun 2024. Langkah-langkah ini memastikan
memisahkan fungsi bisnis dan risiko. Lebih lanjut, bahwa Bank memiliki strategi pengelolaan likuiditas
analisis kredit pada segmen komersial dan korporasi yang kuat dan sesuai dengan regulasi terkini.
telah mengintegrasikan aspek ESG, guna memastikan
pengelolaan portofolio yang sehat dan berkelanjutan Risiko Pasar
sejalan dengan dinamika ekonomi makro.
Risiko Pasar merupakan potensi kerugian pada
Risiko Likuiditas posisi neraca dan rekening administratif, termasuk
transaksi derivatif, akibat perubahan kondisi pasar
Risiko Likuiditas merupakan risiko yang timbul akibat secara keseluruhan, seperti risiko suku bunga, nilai
ketidakmampuan Bank memenuhi kewajiban yang tukar, ekuitas, dan komoditas. Risiko ini dapat berasal
jatuh tempo dari sumber pendanaan, baik melalui arus dari posisi trading book maupun banking book. Untuk
kas maupun aset likuid berkualitas tinggi yang dapat mengelola risiko pasar, BTN melibatkan unit bisnis
diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas operasional serta Enterprise & ESG Risk Management Division
atau kondisi keuangan Bank. Risiko ini dapat terjadi dalam proses identifikasi, pengukuran, pemantauan,
akibat ketidakmampuan menghasilkan arus kas dari dan pengendalian risiko. Identifikasi dilakukan pada
aset produktif, penjualan aset, penghimpunan dana, setiap produk atau aktivitas baru yang berpotensi
transaksi antarbank, atau pinjaman yang diterima. menimbulkan risiko pasar. Selain itu, pengelolaan
Oleh karena itu, pengelolaan risiko likuiditas menjadi risiko pasar dibahas secara berkala dalam Assets and
aspek penting untuk menjaga kestabilan operasional Liabilities Committee (ALCO), dengan fokus pada risiko
dan keuangan Bank. dari posisi banking book, terutama suku bunga dan
nilai tukar.
Dalam mengelola risiko likuiditas, Bank mengacu
pada Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko Likuiditas, BTN melakukan pengukuran risiko suku bunga dan
yang merupakan bagian dari Pedoman Kebijakan nilai tukar melalui analisis sensitivitas untuk mengukur
Manajemen Risiko Bank. Pedoman ini mencakup dampak perubahan pasar terhadap laba (rugi) dan
pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, proses ekuitas. Pada posisi banking book, pengukuran risiko
manajemen risiko likuiditas, serta kebijakan, prosedur, suku bunga menggunakan metode repricing gap
dan penetapan limit risiko. Pengukuran risiko likuiditas sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis PT.8-F.1
dilakukan oleh Treasury Division dan Satuan Kerja tentang Manajemen Risiko Suku Bunga dalam Banking
Manajemen Risiko & ESG sesuai Petunjuk Teknis No. Book (IRRBB). Selain itu, sesuai dengan SE OJK No. 12/
PT.8-F.4. Bank menggunakan empat metode utama SEOJK.03/2018, Bank menyampaikan laporan triwulanan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 257
Page 155
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
terkait IRRBB. Untuk melengkapi pengukuran tersebut, Cabang. Dengan menggunakan kriteria yang
Bank juga melakukan stress testing guna menilai ditetapkan oleh Basel II, LED mencatat berbagai
ketahanan dalam skenario perubahan pasar yang jenis kerugian seperti actual loss, near miss, dan
ekstrem. Hasil stress testing dirumuskan setiap awal potential loss untuk masing-masing kejadian
tahun oleh Enterprise & ESG Risk Management Division risiko. Data ini penting untuk menganalisis pola
bersama Working Group Stress Testing dari divisi terkait, dan kecenderungan kejadian risiko yang terjadi,
mengacu pada skenario regulator dan internal Bank. serta membantu dalam menyusun langkah-
langkah mitigasi untuk mencegah terulangnya
Pengendalian risiko pasar dilakukan dengan kejadian serupa di masa depan.
mengevaluasi eksposur terhadap Risk Appetite dan Risk
Tolerance yang direvisi secara berkala. Untuk mengelola 3. Key Risk Indicator (KRI)
eksposur risiko nilai tukar, Bank menetapkan berbagai KRI digunakan untuk melakukan pemantauan dan
limit, termasuk Posisi Devisa Neto (PDN), sesuai dengan analisis tren risiko yang dapat mengindikasikan
PBI No. 17/5/PBI/2015. Bank juga mengimplementasikan potensi masalah operasional di masa depan
SEOJK No. 23/SEOJK.03/2022 terkait perhitungan ATMR (predictive) atau mengonfirmasi kejadian yang
untuk risiko pasar sejak Januari 2024. Dalam rangka sudah terjadi (lagging). Dengan adanya KRI, Bank
penerapan Basel III, Bank menyampaikan laporan dapat lebih cepat mengidentifikasi peringatan
Liquidity Coverage Ratio (LCR) setiap bulan dan Net dini terkait risiko, sehingga dapat mengambil
Stable Funding Ratio (NSFR) setiap triwulan melalui langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Aplikasi Pelaporan Online OJK (APOLO), sesuai dengan
POJK 19 Tahun 2024 dan POJK 20 Tahun 2020, untuk BTN juga menerapkan Business Continuity Management
memastikan kepatuhan terhadap standar kecukupan (BCM) untuk memastikan kelangsungan operasional
likuiditas dan pendanaan stabil yang ditetapkan saat menghadapi risiko eksternal seperti bencana alam
regulator. atau gangguan sistem IT. Kebijakan BCM mencakup
kesiapan, respons terhadap bencana, serta pemulihan
Risiko Operasional operasional, dan sosialisasi dilakukan secara berkala
melalui simulasi dan evaluasi.
Dalam rangka mengimplementasikan proses
manajemen risiko operasional, Bank memiliki Selain itu, untuk memastikan penerapan pengendalian
Operational Risk Tools yang dirancang untuk yang efektif, BTN juga memiliki Organ Business Control
mengidentifikasi, mengukur, dan mengendalikan yang bertugas menjalankan fungsi pengawasan
risiko-risiko yang dapat mempengaruhi operasional sebagai bagian dari 1,5th line of defense. Organ ini
dan pencapaian tujuan. Operational Risk Tools ini berfokus pada pengendalian risiko operasional yang
mencakup: ada dalam aktivitas harian di berbagai unit seperti
1. Risk and Control Self-Assessment (RCSA) Kantor Cabang (KC), Kantor Cabang Syariah (KCS),
RCSA dilakukan di setiap unit kerja Bank untuk Commercial Banking Center (CBC), dan Regional Loan
mengidentifikasi dan mengukur risiko operasional Processing Center (RLPC). Organ ini terdiri dari berbagai
yang ada dalam aktivitas sehari-hari. Setiap unit bagian, seperti Regional Business Control (RBC), Branch
kerja diwajibkan untuk mengevaluasi potensi Business Control (BBC), dan Commercial Banking
risiko yang terkait dengan tugas mereka dan Centre Business Control (CBC-BC), yang bertugas
bagaimana risiko tersebut bisa mempengaruhi memantau dan mengelola risiko di masing-masing
pencapaian tujuan unit mereka. Dengan unit kerja secara terintegrasi dan sistematis.
demikian, RCSA berfungsi sebagai mekanisme
awal untuk memastikan bahwa risiko yang ada Risiko Hukum
dapat dikelola dengan baik.
BTN mengidentifikasi risiko hukum yang dapat
2. Loss Event Database (LED) timbul dari faktor-faktor seperti tuntutan hukum
LED digunakan untuk mengumpulkan data terkait dan kelemahan aspek yuridis yang melekat pada
kejadian risiko operasional yang terjadi di Kantor berbagai aktivitas fungsional, termasuk perkreditan,
258 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 156
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
treasury, investasi, operasional, teknologi informasi, Pemantauan dilakukan oleh Satuan Kerja Manajemen
dan pengelolaan sumber daya manusia. Pengukuran Risiko yang memberikan rekomendasi perbaikan
risiko hukum dilakukan oleh Satuan Kerja Manajemen berdasarkan evaluasi risiko reputasi. Pengendalian
Risiko bersama dengan Satuan Kerja Hukum. Proses ini dilakukan oleh Satuan Kerja Sekretaris Perusahaan
menghasilkan laporan evaluasi yang mencakup analisis untuk mengelola pemberitaan negatif dan Satuan
kasus hukum yang terjadi, kewajiban kontinjensi yang Kerja Layanan Nasabah untuk menyelesaikan keluhan
timbul dari tuntutan hukum, serta kualitas perikatan nasabah sesuai dengan SLA yang berlaku.
perjanjian dokumen perkreditan.
Risiko Strategis
Pemantauan risiko hukum dilaksanakan secara berkala
dengan mengevaluasi efektivitas implementasi Risiko strategis adalah potensi kerugian yang timbul
kebijakan, prosedur, dan kepatuhan terhadap regulasi akibat ketidaktepatan pengambilan atau pelaksanaan
serta ketentuan limit Bank. Satuan Kerja Hukum juga keputusan strategis, serta kegagalan mengantisipasi
memberikan masukan hukum dan rekomendasi perubahan lingkungan bisnis. Risiko ini dapat muncul
kepada setiap divisi serta melakukan review kontrak karena strategi yang tidak selaras dengan visi dan misi
kerjasama dengan pihak ketiga. Untuk mendukung Bank, analisis lingkungan yang tidak komprehensif, atau
pemantauan risiko hukum, Bank menggunakan aplikasi ketidaksesuaian antara rencana strategis di berbagai
Legal Application System (LApS), yang berfungsi untuk level organisasi. Selain itu, kegagalan mengantisipasi
memonitor perkembangan kasus hukum, baik pidana perubahan teknologi, kondisi ekonomi makro, dinamika
maupun non-pidana, yang terjadi di kantor cabang persaingan, atau perubahan kebijakan dari pemerintah
maupun kantor pusat. dan regulator, seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa
Keuangan, juga berkontribusi pada risiko strategis.
Selain itu, Bank menempatkan Regional Legal
Representative (RLR) di setiap Kantor Wilayah untuk BTN mengidentifikasi risiko strategis melalui analisis
memberikan bantuan hukum terkait masalah litigasi, aktivitas fungsional, seperti kredit, treasury, investasi,
mewakili Bank dalam proses hukum, memberikan operasional, dan jasa, yang dituangkan dalam business
pendapat hukum (legal opinion), serta melakukan plan oleh Satuan Kerja Corporate Strategy & Planning
legal watch sesuai ketentuan Bank Indonesia. RLR berdasarkan Kebijakan Umum yang ditetapkan
juga bertanggung jawab untuk mengelola dan Direksi. Pengukuran Risiko Stratejik dilakukan dengan
mengendalikan risiko hukum di wilayah kerjanya, guna membandingkan hasil aktual terhadap target kinerja
memastikan mitigasi risiko hukum dapat dilakukan yang telah ditetapkan, serta melalui pemantauan
secara efektif. Key Performance Indicator (KPI). Pemantauan juga
melibatkan Satuan Kerja Manajemen Risiko & ESG, yang
Risiko Reputasi mengevaluasi eksposur risiko dibandingkan dengan
Risk Appetite dan Risk Tolerance Bank secara bulanan.
BTN mengelola risiko reputasi dengan identifikasi,
pengukuran, pemantauan, dan pengendalian yang Pengendalian risiko strategis dilakukan dengan
melibatkan seluruh unit bisnis. Setiap unit bertindak menganalisis perbedaan antara laporan aktual dan
sebagai first-line of defense dalam mengelola target rencana bisnis. Satuan Kerja Corporate Strategy
hubungan nasabah. & Planning menyampaikan langkah-langkah perbaikan
kepada Direksi secara berkala. Dewan Komisaris,
Untuk mengidentifikasi risiko, BTN memantau keluhan Direksi, dan Satuan Kerja terkait melakukan review
nasabah dan pemberitaan negatif melalui Sistem strategi dasar, transformasi bisnis, infrastruktur, dan
Pengaduan Nasabah (SPN) yang terintegrasi dengan pengelolaan sumber daya manusia. Review terhadap
Kantor Cabang dan Contact Center. Pengukuran risiko Risk Appetite dan Risk Tolerance dilakukan minimal
dilakukan dengan menilai faktor yang memengaruhi setahun sekali untuk memastikan strategi Bank tetap
reputasi, seperti pemberitaan dan keluhan nasabah. relevan dan adaptif terhadap dinamika lingkungan
bisnis
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 259
Page 157
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Risiko Kepatuhan mengevaluasi kepatuhan Kantor Cabang terhadap
alur transaksi dan SOP. Risiko kepatuhan dilaporkan
Bank mengelola risiko kepatuhan melalui aplikasi kepada Direksi secara berkala atau sewaktu-waktu jika
Compliance Regulatory Management System (CRMS), diperlukan.
yang memudahkan pegawai mengakses ketentuan
eksternal dan memberikan peringatan untuk kewajiban Pengukuran risiko kepatuhan dilakukan dengan menilai
pelaporan kepada regulator. Satuan Kerja Kepatuhan potensi kerugian akibat ketidakpatuhan terhadap
(Compliance and Governance Division/CMGD) ketentuan eksternal. Parameter yang digunakan
bertanggung jawab untuk memantau risiko kepatuhan, antara lain jenis pelanggaran, frekuensi, dan rekam
menyusun daftar kewajiban eksternal, dan memastikan jejak kepatuhan. Satuan Kerja Manajemen Risiko
ketentuan internal sesuai dengan peraturan yang berkoordinasi dengan Satuan Kerja Kepatuhan untuk
berlaku. mengevaluasi efektivitas implementasi manajemen
risiko kepatuhan dan memantau aktivitas yang
Untuk pengawasan lebih lanjut, Regional Compliance berpotensi menimbulkan risiko kepatuhan.
Supervisory Officer (RCSO) di Kantor Wilayah
Dampak yang Diperkirakan
Risiko dan Peluang terkait Deskripsi Risiko / Peluang
Topik Material pada Berbagai Aspek
Keberlanjutan Keberlanjutan
Keuangan Perusahaan
Risiko Keberlanjutan
Risiko Perubahan Iklim - Fisik
Perubaham Iklim & Risiko dari krisis air & banjir Sebagai bank dengan 1. Penurunan Nilai Agunan &
Ekosistem, Penggunaan portofolio dominan di Stranded Assets: Properti di
Sumber Daya Alam & sektor perumahan, BTN wilayah rawan krisis air atau
Pengelolaan Lingkungan menghadapi risiko akibat banjir berisiko turun nilai,
krisis air, seperti kekeringan, mengurangi kualitas jaminan
penurunan kualitas air, kredit BTN.
dan banjir. Hal ini dapat 2. Kenaikan Risiko Kredit
menurunkan nilai aset yang Macet (NPL): Krisis air dan
dibiayai, meningkatkan banjir meningkatkan biaya
risiko kredit, mengurangi operasional pengembang
daya tarik properti, dan dan menurunkan daya tarik
memengaruhi stabilitas properti, meningkatkan risiko
portofolio pembiayaan BTN gagal bayar debitur BTN.
dalam jangka panjang. 3. Penurunan Permintaan KPR:
Masyarakat cenderung
menghindari rumah di
area berisiko air dan banjir,
menghambat pertumbuhan
portofolio KPR BTN.
260 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 158
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Risiko ESG
BTN juga telah melakukan pemetaan risiko dan peluang
Risiko dan Peluang Perubahan Iklim yang muncul akibat perubahan iklim dalam rangka
Perubahan iklim dapat memberikan pengaruh pemenuhan standar IFRS S1 dan S2. Peta risiko dan
yang besar terhadap sektor perbankan. Salah satu peluang ini telah disesuaikan dengan rekomendasi Task
konsekuensinya adalah meningkatnya risiko kegagalan Force on Climate-related Financial Disclosure. Selain itu,
pembayaran utang oleh debitur, terutama yang BTN juga telah mengidentifikasi dampak finansial yang
bisnisnya terpengaruh langsung oleh perubahan iklim. ditimbulkan dari risiko dan peluang perubahan iklim
Oleh karena itu, BTN menetapkan kriteria lingkungan tersebut. [TCFD Gov.b]
tertentu sebelum menyalurkan kredit, agar tidak
menyalurkan dana kepada pengembang proyek Berikut adalah risiko dan peluang perubahan iklim yang
atau kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan. dipetakan oleh Bank: [GRI 201-2] [FS10, FS11] [TCFD Stratg.a,b] [TCFD
Langkah ini penting dilakukan guna mengurangi risiko Risk.a,b,c]
yang berhubungan dengan pembiayaan terhadap
kegiatan yang menyebabkan kerusakan lingkungan.
Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang Langkah Mitigasi
Secara regulasi, OJK telah Jika dalam 3-5 tahun Dalam 10 tahun ke depan, BTN telah melakukan Climate
mewajibkan perbankan kedepan terjadi peningkatan krisis air dan meningkatnya Risk Stress Testing (CRST) untuk
untuk melakukan climate curah hujan yang signifikan risiko banjir dapat menilai dampak risiko iklim
risk stress test, salah satunya sehingga menyebabkan memperketat regulasi terhadap portofolio kreditnya
terhadap portfolio yang banjir atau terjadi kekeringan pemerintah mengenai tata didaerah rawan banjir/
berada didaerah rawan di daerah perumahan yang kelola air, yang berpotensi kebakaran.
banjir dan kebakaran. Hal ini BTN biayai, maka: menciptakan risiko baru bagi
dapat menyebabkan risiko BTN, yaitu:
ketidakpatuhan. 1. Kenaikan risiko NPL di
wilayah terdampak 1. Pembatasan Pembiayaan:
Secara profit, krisis air 2. Penurunan permintaan Regulasi dapat melarang
belum menjadi risiko jangka kredit properti di wilayah pengembangan
pendek BTN karena saat ini terdampak perumahan di area rawan
perumahan yang dibiayai 3. Gangguan pada proyek air, mengurangi peluang
BTN berada diluar kawasan yang sedang berjalan BTN.
banjir. 4. Penurunan nilai agunan 2. Persyaratan Efisiensi Air:
dan stranded assets Teknologi konservasi air
dan drainase hijau dapat
meningkatkan biaya dan
memperlambat proyek.
3. Integrasi Risiko Air: OJK
mungkin mewajibkan
bank mempertimbangkan
risiko air dalam
kredit, memengaruhi
pembiayaan properti.
4. Kenaikan Premi Asuransi:
Risiko air yang meningkat
dapat menaikkan biaya
asuransi dan menurunkan
permintaan KPR BTN.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 261
Page 159
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Dampak yang Diperkirakan
Risiko dan Peluang terkait Deskripsi Risiko / Peluang
Topik Material pada Berbagai Aspek
Keberlanjutan Keberlanjutan
Keuangan Perusahaan
Risiko Perubahan Iklim - Transisi
Perubahan Iklim dan Risiko regulasi: penerapan Bank BTN menghadapi 1. Kenaikan NPL: Pajak karbon
Ekosistem pajak karbon risiko dari penerapan pajak meningkatkan biaya debitur,
karbon yang diatur dalam berisiko gagal bayar dan
UU No. 7 Tahun 2021. Pajak memperburuk kredit.
ini akan mulai berlaku pada 2. Stranded Assets: Aset
PLTU batu bara pada tahun beremisi tinggi bisa
2025 dengan tarif Rp30/ kehilangan nilai, menurunkan
kg CO2e dan kemungkinan agunan kredit BTN.
akan diperluas ke sektor lain, 3. Turunnya Peringkat ESG:
termasuk konstruksi. Pembiayaan proyek beremisi
tinggi dapat menyulitkan
akses pendanaan hijau.
4. Risiko Pajak untuk Bank: Jika
BTN dikenai pajak karbon,
biaya operasional naik,
profitabilitas turun, dan
pembiayaan sektor beremisi
tinggi berkurang.
Risiko Keberlanjutan
Lainnya
Produk dan Jasa Risiko produk/jasa Risiko ini dapat merugikan Bank akan gagal dalam
Berkelanjutan berkelanjutan yang kalah bank jika terlambat mendapatkan profit ataupun
bersaing mengadopsi prinsip pendanaan murah misalnya
keberlanjutan. Dengan dunia seperti green/social/
yang semakin berfokus sustainability bond yang
pada ESG, perusahaan yang lebih dulu diterbitkan oleh
menawarkan produk dan perusahaan lain
jasa berkelanjutan lebih
didukung oleh investor dan
dianggap lebih berkeadilan.
Tata Kelola Risiko reputasi dan Risiko dapat merugikan 1. Kerugian seperti tidak akan
kepercayaan bank apabila tata kelola mendapatkan dana investasi
bank tidak baik sehingga dari investor
persepsi publik dan investor 2. Publik akan tidak percaya
terhadap bank menjadi pada bank sehingga
buruk, sehingga reputasi melakukan bank rush dan
memburuk dan paling parah bank akan pailit
dapat menyebabkan bank
rush oleh nasabah
262 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 160
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang Langkah Mitigasi
Tidak ada risiko jangka Jika pajak karbon diperluas Jika setelah penerapan 1. BTN memiliki exclusion list
pendek karena BTN tidak ke sektor debitur BTN, pajak karbon BTN masih dan sustainable finance
melakukan pinjaman pada risiko NPL meningkat. Jika memberikan pinjaman framework yang berfungsi
industri PLTU bank juga dikenai pajak, kepada sektor yang menjadi sebagai panduan portofolio
BTN menghadapi biaya subjek pajak karbon, maka untuk mengurangi eksposur
operasional lebih tinggi, dampak bagi BTN adalah: ke sektor tinggi emisi dengan
profitabilitas tertekan, dan 1. Stranded Assets dan menyalurkan lebih banyak
pembiayaan sektor beremisi Penurunan Nilai Agunan pembiayaan ke proyek
tinggi berkurang. Kredit akibat regulasi rendah karbon.
yang lebih ketat 2. BTN telah melakukan
2. Turunnya Peringkat ESG pengembangan produk
dan Kesulitan Mengakses pembiayaan hijau untuk
Pendanaan Hijau diversifikasi portofolio,
termasuk obligasi hijau,
dan skema pembiayaan
berkelanjutan lainnya.
3. Karena mayoritas
portofolio BTN berada
di sektor mortgage, BTN
mulai membiayai rumah
rendah emisi yang paling
tidak memenuhi 1 standar
bangunan hijau, seperti
penggunaan recycled /
ecofriendly material dan
energi efisiensi, mendukung
transisi ke sektor properti
berkelanjutan
4. BTN telah melakukan Climate
Risk Stress Testing (CRST)
untuk menilai dampak risiko
iklim terhadap portofolio
kreditnya, termasuk risiko
transisi akibat pajak karbon
dan stranded assets.
Kehilangan kesempatan - Bank akan gagal dalam Bank telah melakukan
dalam: menjadi salah satu pionir implementasi Rumah Rendah
1. Memiliki produk penerapan ESG dan akan Emisi, instrumen pembiayaan
berkelanjutan; memiliki ESG rating yang dan pendanaan yang
2. Mendapat funding buruk sehingga kurang mendukung aspek ESG seperti
berkelanjutan. menarik minat investor sustainability-linked loan dan
green bonds (rencana di 2025)
serta launching super app BALE
by BTN dan BTN Digital Store
- Kepercayaan investor dan - Bank telah melakukan
publik akan berkurang penguatan anti korupsi, antifraud
sehingga dapat dan anti penyuapan, serta
menyebabkan banyak development aplikasi digital
kerugian untuk menunjang proses bisnis
yang lebih efisien dan paperless
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 263
Page 161
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Dampak yang Diperkirakan
Risiko dan Peluang terkait Deskripsi Risiko / Peluang
Topik Material pada Berbagai Aspek
Keberlanjutan Keberlanjutan
Keuangan Perusahaan
Keamanan Informasi Risiko keamanan data Risiko yang akan Kerugian finansial seperti untuk
nasabah dan sistem IT merugikan bank apabila menebus data yang dibekukan
perbankan terjadi kebocoran data akibat malware, tuntutan dari
atau serangan hacker nasabah apabila data mereka
yang diakibatkan sistem bocor, dan reputasi bank
keamanan IT bank kurang akan rusak sehingga publik
baik melakukan bank rush dan bank
akan pailit.
Peluang Keberlanjutan
Perubahan Iklim dan Peluang dari carbon credit Pemerintah telah 1. Peningkatan Income: BTN
Ekosistem menetapkan Perpres bisa mendapat pendapatan
No. 98/2021 tentang Nilai dari penjualan carbon credit.
Ekonomi Karbon (NEK) dan 2. Penguatan ESG & Daya Saing:
POJK No. 14/2023 tentang Partisipasi di perdagangan
Perdagangan Karbon melalui karbon meningkatkan
Bursa Karbon (IDX Carbon). peringkat ESG dan menarik
Dengan regulasi ini, BTN investor.
memiliki peluang untuk 3. Diversifikasi Produk Hijau: BTN
menjual carbon credit baik dapat mengembangkan
didalam maupun luar negeri produk berbasis carbon
dari rumah rendah emisi credit.
yang memenuhi standar 4. Dukungan NZE 2060:
keberlanjutan. Pemanfaatan carbon credit
membantu transisi ke
ekonomi rendah karbon.
Penggunaan Sumber Peluang dari penerapan OJK telah menerbitkan 1. Peningkatan Pembiayaan
Daya Alam & Pengelolaan KKUB dan Taksonomi Hijau Taksonomi Hijau Indonesia / Hijau: Fokus pada KKUB dan
Lingkungan oleh OJK serta target NZE Taksonomi untuk Keuangan Taksonomi Hijau OJK.
pemerintah Berkelanjutan Indonesia 2. Akses Pendanaan Hijau:
sebagai pedoman bagi Memungkinkan penerbitan
LJK untuk memetakan dan green bond atau
meningkatkan pembiayaan sustainability bond.
pada sektor Hijau. Selain itu 3. Dukungan NZE 2060:
OJK juga mengklasifikasikan Sertifikasi Green Building
Kategori Kegiatan Usaha dan inisiatif lingkungan
Berkelanjutan sebagai meningkatkan reputasi bank.
pedoman LJK untuk
mendukung pembiayaan
pada sektor berkelanjutan
dan berkontribusi pada NZE
2060
264 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 162
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang Langkah Mitigasi
Kerugian finansial seperti Reputasi bank akan rusak - Bank telah berkomitmen
untuk menebus data yang sehingga publik melakukan terhadap Perlindungan Data
dibekukan akibat malware, bank rush dan bank akan Pribadi, salah satunya dengan
tuntutan dari nasabah collaps penguatan IT dan pembentukan
apabila data mereka bocor departemen khusus PDP
dibawah satker Compliance &
Governance
BTN akan dapat menambah 1. Seiring bertambahnya 1. Dengan jumlah 1. BTN telah melakukan
income dari perdagangan rumah rendah emisi rumah rendah emisi feasibility study dengan
karbon melalui Bursa Karbon hingga 150.000 unit, BTN mencapai 150.000 konsultan sebagai landasan
Indonesia (IDX Carbon) serta memiliki lebih banyak unit, BTN dapat secara dasar penjualan karbon kredit
pasar karbon internasional carbon credit yang dapat signifikan meningkatkan dari rumah rendah emisi.
yang telah beroperasi. dijual, meningkatkan pendapatan dari 2. Sebagai tahap selanjutnya,
volume perdagangan perdagangan karbon BTN akan melakukan
karbon dan pendapatan sebagai sumber income pendataan terhadap aset
bank. yang stabil. yang berpeluang untuk
2. Ekspansi pasar karbon 2. Harga carbon menyimpan karbon ddan
domestik semakin credit cenderung melakukan drafting Dokumen
matang, memungkinkan meningkat karena Rencana Aksi Mitigasi (DRAM).
harga carbon credit regulasi emisi semakin Draft tersebut kemudian akan
lebih kompetitif dan ketat, meningkatkan didaftarkan dan dievaluasi
menguntungkan bagi BTN. permintaan dari oleh Sistem Registrasi
perusahaan yang Nasional (SRN) dan lembaga
harus mengurangi jejak verifikasi internasional.
karbonnya. 3. BTN telah memiliki sekitar
3. Carbon credit menjadi 1.300 rumah rendah emisi
instrumen keuangan sebagai pilot project.
yang lebih mapan, Kedepannya, BTN akan
membuka peluang untuk membangun total 150.000
integrasi dalam strategi rumah rendah emisi pada
jangka panjang BTN 2029.
dan memperkuat posisi
sebagai ESG Champion
dalam perbankan hijau.
1. Peningkatan Pembiayaan Dari aktivitas penyaluran Dengan terus berkomitmen 1. Bank telah menyalurkan kredit
Berkelanjutan: Fokus pada kredit ke sektor berkelanjutan, pada keberlanjutan bank pada sektor berkelanjutan
KKUB dan Taksonomi bank akan mendapatkan akan memiliki reputasi yang (KKUB OJK) seperti proyek
Hijau OJK meningkatkan akses pendanaan seperti baik di mata investor dan SPAM, energi terbarukan,
reputasi bank dan dengan penerbitan green ESG rating bisa meningkat, transportasi ramah
kepercayaan investor. bond atau sustainability serta stabilitas keuangan lingkungan, dll.
2. Sertifikasi Green Building: bond perusahaan bisa lebih 2. Bank akan berencana
Pengelolaan lingkungan terjaga menerbitkan tematik green /
dan limbah yang baik social / sustainability bonds
mendukung sertifikasi 3. Bank telah mendukung
hijau dan reputasi bank. berbagai program pelestarian
lingkungan dan manajemen
limbah gedung yang baik
hingga mendapatkan
sertifikasi Green Building pada
menara 2 BTN
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 265
Page 163
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Dampak yang Diperkirakan
Risiko dan Peluang terkait Deskripsi Risiko / Peluang
Topik Material pada Berbagai Aspek
Keberlanjutan Keberlanjutan
Keuangan Perusahaan
Produk dan Jasa Peluang dari dukungan Peluang dari implementasi 1. Peningkatan Income –
Berkelanjutan dan target NZE pemerintah Rumah Rendah Emisi, BTN dapat memperoleh
sehingga perbankan instrumen pembiayaan pendapatan tambahan dari
perlu membuat produk dan pendanaan yang fee based Bale by BTN dan
berkelanjutan mendukung aspek ESG efisiensi biaya operasional
seperti sustainability-linked kertas yang sudah
loan dan green bonds serta terdigitalisasi di Bale by BTN
launching super app BALE 2. Penguatan Peringkat ESG
by BTN dan Daya Saing
3. Akses ke Pendanaan Hijau
– BTN dapat lebih mudah
mengakses pendanaan
dari investor ESG, GCF,
dan lembaga keuangan
internasional yang
mendukung proyek rendah
karbon.
4. Diversifikasi Produk dan
Layanan Keuangan Hijau
– BTN dapat memperluas
portofolio pembiayaan hijau
seperti sektor berkelanjutan
KKUB OJK
Keamanan Informasi Peluang dari penerapan UU PDP No. 27/2022 berlaku Dengan tata kelola PDP dan
Perlindungan Data Pribadi sejak 17 Oktober 2024 untuk sistem keamanan informasi
melindungi data pribadi, yang baik, bank akan terhindar
mencegah penyalahgunaan, dari kerugian finansial seperti
dan meningkatkan kebocoran data dan tuntutan
kepercayaan publik. LJK, data nasabah.
termasuk perbankan, wajib
mematuhinya.
Pengadaan Berkelanjutan Peluang dari penggunaan Pengadaan berkelanjutan 1. Dengan aplikasi ini bank
End to End Sustainable merupakan hal yang masih dapat melakukan efisiensi
Procurement sangat banyak untuk biaya kertas dalam proses
dikembangkan, salah pengadaan bank
satunya adalah melalui 2. Reputasi bank menjadi
digitalisasi lebih baik dimana sistem
pengadaan bank lebih
terintegrasi, transparan dan
paperless, serta proses bisnis
lebih efisien
266 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 164
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang Langkah Mitigasi
Peningkatan Income – Bank akan dikenal 1. Dengan jumlah Bank telah melakukan
BTN dapat memperoleh sebagai pelopor produk rumah rendah emisi implementasi Rumah Rendah
pendapatan tambahan dari & jasa perbankan hijau mencapai 150.000 Emisi, instrumen pembiayaan
fee based Bale by BTN dan dan berkelanjutan yang unit, BTN dapat secara dan pendanaan yang
efisiensi biaya operasional menyediakan banyak opsi signifikan meningkatkan mendukung aspek ESG seperti
kertas yang sudah untuk kepuasan nasabah pendapatan dari sustainability-linked loan dan
terdigitalisasi di Bale by BTN perdagangan karbon green bonds serta launching
sebagai sumber fee- super app BALE by BTN
based income yang stabil.
2. Bank akan mendapatkan
pendanaan melalui
penerbitan green/social/
sustainability bonds
3. ESG Rating akan
meningkat begitu juga
reputasi dan kepercayaan
terhadap bank
Pengelolaan data pribadi Bank menjadi taat terhadap Bank menjadi taat terhadap Bank telah berkomitmen
nasabah lebih baik dan lebih peraturan UU PDP, keamanan peraturan UU PDP, keamanan terhadap Perlindungan Data
aman informasi PDP nasabah informasi PDP nasabah Pribadi, salah satunya dengan
terjaga, reputasi dan terjaga, reputasi dan penguatan IT dan pembentukan
kepercayaan terhadap bank kepercayaan terhadap bank departemen khusus PDP
dapat meningkat dapat meningkat dibawah satker Compliance &
Governance
Dengan aplikasi ini bank Reputasi bank menjadi Reputasi bank menjadi Bank telah mengembangkan
dapat melakukan efisiensi lebih baik dimana sistem lebih baik dimana sistem aplikasi End to End Procurement
biaya kertas dalam proses pengadaan bank lebih pengadaan bank lebih untuk mendukung proses
pengadaan bank terintegrasi, transparan dan terintegrasi, transparan dan pengadaan yang berkelanjutan
paperless, serta proses bisnis paperless, serta proses bisnis dan paperless
lebih efisien lebih efisien
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 267
Page 165
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Climate Risk Stress Testing (CRST) kajian secara sistematis mengenai potensi dampak
Sebagai bagian dari tujuan global, sejak tahun 2023 perubahan iklim. BTN berkomitmen mendukung transisi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan menuju ekonomi rendah karbon dengan mengadopsi
mengenai Climate Risk Stress Testing (CRST) yang pendekatan berbasis sains dalam analisis risiko iklim.
ditujukan untuk lembaga keuangan. Kebijakan ini Pengujian risiko iklim dilakukan melalui pemodelan
bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelola skenario dan analisis sensitivitas untuk mengidentifikasi
risiko terkait perubahan iklim, baik yang bersifat fisik potensi dampak dan memitigasi risiko yang mungkin
maupun transisi menuju ekonomi rendah karbon. timbul.
Menanggapi kebijakan ini, BTN memberikan respons
positif dengan mengintegrasikan Panduan CRST OJK BTN menggunakan skenario iklim yang dirancang oleh
2023 dalam strategi manajemen risikonya. Panduan NGFS (Network for Greening the Financial System) dan
tersebut digunakan sebagai acuan untuk melakukan disesuaikan dengan kondisi Indonesia.
Matriks Climate Risk Stress Testing (CRST)
High
Disorderly Too little, too late
Delayed
2ºC
Transition risks
Net Zero
2050
(1,5ºC)
Current
Policies
Low
Orderly Hot house world
Low Physical risks High
Tiga skenario utama yang digunakan meliputi: Current berfungsi untuk mengevaluasi dampak risiko transisi
Policies (CP), yang merefleksikan kebijakan saat ini dan fisik terhadap portofolio bank. Tahap pemodelan
tanpa perubahan tambahan; Delayed Transition (DT), makroekonomi memanfaatkan variabel seperti inflasi
yang menggambarkan transisi terlambat dengan dan nilai tukar untuk menghitung dampaknya terhadap
tindakan drastis di masa depan; serta Net Zero 2050 risiko kredit dan surat berharga.
(NZ), yang merupakan skenario ambisius untuk
mencapai nol emisi karbon pada tahun 2050. Skenario Berikut ini merupakan ilustrasi metodologi CRST dari
ini mencakup proyeksi variabel makroekonomi proses pengumpulan informasi hingga assessment
seperti PDB, inflasi, nilai tukar, dan suku bunga, yang dampak kecukupan modal.
268 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 166
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
CRST Framework Overview
1. Pengumpulan Informasi 2. Transmisi Risiko Iklim 3. Impact Assessment
NGFS Penilaian Risiko Transisi Indikator Risiko Risiko Kredit
Transisi: Expected Credit
Level Portfolio: Probability of
• Makro Loss (ECL)
Loan Default (PD)
• Mikro
Stressed Test Impact
Kuantitatif
RWA Kredit
Fisik
Capital
Non-
Pendapatan Bunga Adequacy Ratio
Performing
(CAR)
Loan
IPCC
Perubahan pada matriks Loss Given Risiko Pasar
Fisik PD Default (LGD)
RWA Pasar
Ekuitas (B/S)
Loan To Value
Surat Berharga Ratio (LTV) Risiko Operasional
Data Internal:
• Debitur RWA Operasional
• Bank Perubahan Suku Bunga Mark-to-
Market (MtM)
Kualitatif
Risiko Likuiditas
Repricing Gap
Data External: Asesmen Risiko Fisik Inflow
High Quality
• Publik
Liquid Asset LCR
• Private Jaminan: Kolateral Loss Event (HQLA) Outlaw
Proses analisis skenario dimulai dengan pengumpulan risiko iklim; Pengadaan listrik, gas, uap/air panas;
data dari sumber internal seperti kinerja keuangan Pengangkutan dan pergudangan; Pertambangan dan
debitur dan portofolio kredit, serta data eksternal dari penggalian; Industri pengolahan; Pertanian, kehutanan
NGFS dan IPCC. Analisis ini bertujuan mengidentifikasi dan perikanan. Sektor-sektor ini mencakup 89,6% dari
sektor prioritas yang terdampak. Sektor tersebut total portofolio kredit.
terdiri dari KPR; Konstruksi; Sektor lain di luar cakupan
Proporsi Dampak Risiko terhadap Setiap Sektor
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
Industri Pengolahan
Pertambangan dan enggalian
Pengangkutan dan Pergudangan
Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas
Sektor Lain di Luar Cakupan Risiko Iklim*
Konstruksi
KPR
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 269
Page 167
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
a. Analisis Skenario Risiko Transisi PDB. Simulasi ini mengevaluasi dampak pada
Dalam analisis skenario risiko transisi, BTN melibatkan indikator risiko kredit, seperti Probability of Default
variabel makroekonomi yang relevan, seperti tingkat (PD), Loss Given Default (LGD), dan Non-Performing
pengangguran, harga energi (batu bara, gas, Loan (NPL).
minyak), jumlah penumpang, dan pertumbuhan
Grafik Proyeksi Makroekonomi
Jumlah Penumpang (billion plan/
Harga Batubara Harga Minyak Harga Gas
year) vs Yearly Change
INDIKATOR UTAMA
Legenda Grafik:
Net Zero 2060
Delayed Transition (3%)
Current Policies
Suku Bunga Acuan Jumlah Penduduk Nilai Tukar USD/IDR Tingkat Inflasi Tingkat Pengangguran Tingkat Pertumbuhan PDB
INDIKATOR PENDUKUNG
Hasil sensitivity analysis menunjukkan bahwa risiko Dari sisi dampak keuangan, kerugian langsung
transisi menyebabkan peningkatan PD dan NPL akibat risiko fisik diproyeksikan mencapai Rp76,02
di sektor prioritas seperti energi dan transportasi, miliar pada tahun 2024. Risiko transisi menambah
sementara LGD meningkat di sektor properti karena biaya implementasi kebijakan NZE, termasuk CAPEX
penurunan nilai properti di wilayah berisiko tinggi. sebesar Rp59,67 miliar dan OPEX Rp16,36 miliar.
Namun, simulasi skenario NZ 2050 menunjukkan Dalam jangka panjang hingga 2050, sektor energi
bahwa CAR BTN tetap berada di atas batas dan infrastruktur diproyeksikan mengalami dampak
minimum (10,8% dibandingkan minimum 9,18%), signifikan akibat perubahan kebijakan karbon dan
yang mengindikasikan kemampuan bank dalam harga energi fosil.
mengelola risiko tersebut.
Distribusi risiko terhadap operasional bank
b. Analisis Skenario Risiko Fisik menunjukkan bahwa risiko fisik berdampak besar
Sementara itu, risiko fisik melibatkan kerusakan pada wilayah seperti Bekasi, Bogor, dan Makassar,
akibat bencana alam, seperti banjir dan kebakaran, terutama di sektor properti dan KPR. Di sisi lain, risiko
yang memengaruhi nilai aset jaminan (collateral transisi terutama memengaruhi sektor energi akibat
value) dan peningkatan LGD. Wilayah yang menjadi kenaikan harga karbon, dengan dampak yang
fokus adalah area seperti Bekasi, Bogor, dan cukup terasa pada debitur seperti PLN.
Makassar, yang menunjukkan kerentanan lebih
tinggi terhadap risiko fisik. Berikut merupakan Area
Terdampak Risiko Fisik untuk Sektor Kredit Konsumtif
Kepemilikan Properti (Konvensional dan Syariah).
270 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 168
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Area Terdampak Risiko Fisik - Kabupaten/Kota
25%
Medan
20% Makassar
15%
Bogor
10%
Kab. Tangerang
5%
Bekasi
Kab. Karawang
0%
0 20.000.000 40.000.000 60.000.000 80.000.000 100.000.000 120.000.000
c. Rencana Mitigasi Perubahan Iklim
Untuk mitigasi perubahan iklim, BTN telah Secara keseluruhan, hasil Climate Risk Stress
merancang langkah-langkah strategis yang Test (CRST) menunjukkan bahwa BTN memiliki
mencakup pengembangan data GHG, otomasi ketahanan finansial yang baik dalam menghadapi
pengukuran risiko iklim, serta kebijakan portofolio risiko iklim. CAR bank tetap stabil meski ada tekanan
hijau. Dalam jangka pendek, BTN fokus pada risiko fisik dan transisi. Selain itu, rencana transisi
penyesuaian perhitungan risiko iklim dengan menuju Net Zero Emission memberikan peluang
standar PSAK. Jangka menengah melibatkan pengembangan portofolio hijau. Namun, tantangan
monitoring implementasi dekarbonisasi, sementara tetap ada, seperti kebutuhan peningkatan kualitas
langkah jangka panjang mencakup integrasi risiko data debitur, khususnya untuk UMKM, dan penguatan
karbon dalam strategi pricing dan underwriting. kapasitas SDM serta teknologi bank. Dengan
Total anggaran untuk program mitigasi ini mencapai langkah mitigasi yang dirancang, BTN menunjukkan
Rp76,02 miliar pada tahun 2024, dengan fokus pada komitmen yang kuat dalam mengelola risiko iklim
digitalisasi layanan, efisiensi energi, dan tanggung untuk memastikan keberlanjutan operasionalnya.
jawab sosial perusahaan.
Pengukuran dan Penilaian Risiko [GRI 2-16]
BTN menggunakan sistem pengukuran risiko untuk karakteristik dan kompleksitas kegiatan usaha. Sistem
mengukur eksposur risiko yang melekat pada aktivitas pengukuran risiko dievaluasi dan disempurnakan
bisnis, yang kemudian dibandingkan dengan risk secara berkala atau sewaktu-waktu jika diperlukan,
appetite Bank. Hal ini memungkinkan Bank untuk untuk memastikan kesesuaian asumsi, akurasi,
mengambil tindakan mitigasi risiko yang tepat dan kewajaran, dan integritas data, serta prosedur yang
memastikan kecukupan modal untuk menanggung digunakan.
risiko residual. Pengukuran risiko dilakukan secara
berkala untuk produk, portofolio, serta seluruh aktivitas Stress test juga dilakukan untuk melengkapi sistem
bisnis. pengukuran risiko, dengan tujuan mengestimasi
potensi kerugian pada kondisi pasar yang tidak
Metode pengukuran risiko yang digunakan terdiri dari normal. Melalui skenario tertentu, stress test mengukur
metode standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sensitivitas kinerja Bank terhadap perubahan faktor
dan OJK, serta metode internal yang dikembangkan risiko dan mengidentifikasi dampak signifikan pada
oleh BTN. Pemilihan metode ini disesuaikan dengan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 271
Page 169
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
portofolio. Hasil stress test tersebut digunakan Penilaian profil risiko mencakup berbagai jenis risiko,
untuk meninjau kebijakan dan limit yang ada, serta termasuk risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas,
mengambil langkah-langkah yang tepat jika kondisi risiko operasional, risiko hukum, risiko strategis, risiko
yang diperkirakan melebihi tingkat toleransi risiko yang kepatuhan, risiko reputasi, dan risiko ESG. Untuk Unit
dapat diterima. Usaha Syariah, terdapat dua jenis risiko tambahan
yang dinilai, yaitu risiko imbal hasil dan risiko investasi.
Untuk memberikan gambaran yang komprehensif dan Penilaian ini melibatkan evaluasi terhadap Risiko
berkelanjutan terkait risiko, BTN secara rutin melakukan Inheren dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko
penilaian diri (self-assessment) terhadap tingkat dalam aktivitas operasional Bank.
kesehatan bank (TKB) dan menyusun Laporan Profil
Risiko. Penilaian terhadap TKB, yang mengacu pada Secara umum, berdasarkan penilaian self-assessment
peraturan POJK No. 4/POJK.03/2016 dan SE OJK No. 14/ Profil Risiko Triwulan IV 2024, diupayakan untuk
SEOJK.03/2017 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan mencapai tingkat Low to Moderate, yang menunjukkan
Bank Umum, dilakukan setiap semester. Sementara itu, bahwa kemungkinan kerugian yang dihadapi Bank
Laporan Profil Risiko disusun setiap triwulan. Penilaian dari risiko inheren komposit tergolong rendah, dengan
TKB mencakup beberapa aspek, seperti profil risiko kualitas penerapan manajemen risiko yang memadai
(terdiri dari risiko inheren dan kualitas penerapan (Satisfactory). Berikut adalah detail hasil penilaian
manajemen risiko), rentabilitas, tata kelola, dan tersebut:
permodalan.
Penilaian Self-assessment Profil Risiko Tahun 2024
Jenis Risiko Peringkat Risiko Inheren Peringkat KPMR Peringkat Tingkat Risiko
Risiko Kredit Moderate Statisfactory Low to Moderate
Risiko Pasar Moderate Statisfactory Low to Moderate
Risiko Likuiditas Low to Moderate Statisfactory Low to Moderate
Risiko Operasional Moderate Statisfactory Low to Moderate
Risiko Hukum Low to Moderate Statisfactory Low to Moderate
Risiko Strategis Low to Moderate Statisfactory Low to Moderate
Risiko Kepatuhan Low to Moderate Statisfactory Low to Moderate
Risiko Reputasi Low to Moderate Statisfactory Low to Moderate
BTN juga memiliki Risk Appetite Statement (RAS) Risiko dampak sosial, dan kesejahteraan bersama serta
ESG dimana Bank berkomitmen melakukan bisnis mendukung transisi net zero emission.
berkelanjutan yang mengelola risiko perubahan iklim,
272 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 170
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Pemantauan Risiko
BTN menerapkan sistem dan prosedur pemantauan Untuk memastikan kelancaran proses pemantauan,
yang mencakup pemantauan terhadap besarnya Bank menyiapkan sistem back-up yang efektif guna
eksposur risiko, toleransi risiko, kepatuhan terhadap mencegah terjadinya gangguan dalam pemantauan
limit internal, hasil stress testing, serta konsistensi risiko. Selain itu, dilakukan pengecekan dan penilaian
pelaksanaan kebijakan dan prosedur yang telah kembali secara berkala terhadap sistem back-
ditetapkan. Hasil dari pemantauan risiko ini disajikan up tersebut untuk memastikan keberlanjutan dan
dalam laporan berkala yang disampaikan kepada efektivitas proses pemantauan risiko yang diterapkan.
manajemen. Laporan ini digunakan sebagai dasar
untuk mitigasi risiko dan untuk menentukan tindakan
yang diperlukan.
Sistem Informasi Manajemen Risiko
Sistem informasi manajemen risiko dikelola secara 2. Teknologi/Aplikasi BTN
bersama-sama oleh beberapa divisi di Bank. Pada Bank juga menilai potensi risiko yang berkaitan
tahap awal, fokus utama adalah pengumpulan dan dengan penggunaan teknologi, terutama dalam
perbaikan kualitas data dan risiko. Hal ini diharapkan hal data privacy dan cyber security. Mengingat
dapat dikembangkan dan diaplikasikan secara pentingnya perlindungan data pribadi nasabah
bertahap dalam sistem informasi manajemen risiko. dan keamanan sistem informasi bank, aspek ini
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proses menjadi perhatian utama untuk menghindari
pengukuran dan pemantauan risiko dapat dilakukan kebocoran data atau serangan siber yang dapat
secara terintegrasi, tepat waktu, dan sesuai dengan merugikan bank dan nasabah.
ketentuan regulasi yang berlaku.
3. Investasi yang Bertanggung Jawab
Impact and Risk Assessment Penilaian juga dilakukan untuk memastikan
bahwa investasi yang dilakukan oleh bank
Impact and risk assessment yang dilakukan oleh memenuhi prinsip keberlanjutan, dengan
bank adalah proses evaluasi yang mendalam untuk mempertimbangkan dampak sosial dan
mengidentifikasi dan menganalisis risiko serta dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan. Hal ini untuk
yang mungkin timbul dari kegiatan atau kebijakan memastikan bahwa investasi bank tidak hanya
tertentu. Tujuan utama dari penilaian ini adalah untuk menguntungkan secara finansial, tetapi juga
meminimalkan potensi risiko, sekaligus memahami bertanggung jawab secara sosial dan etis.
bagaimana keputusan yang diambil oleh bank dapat
mempengaruhi operasional dan keberlanjutan bisnis 4. Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
dalam jangka panjang. Proses ini mencakup berbagai Evaluasi terhadap kebijakan pengembangan
elemen penting, seperti: SDM juga penting untuk memastikan bahwa
1. Pengembangan Produk Baru bank dapat mengelola dan mengembangkan
Bank mengevaluasi risiko yang terkait dengan karyawannya secara efektif tanpa menambah
produk baru, baik produk dana maupun risiko bagi operasional. Ini termasuk pelatihan dan
kredit. Penilaian ini mencakup dampaknya pengembangan yang sesuai, untuk meningkatkan
terhadap nasabah, operasional bank, serta kompetensi karyawan dan mendukung tujuan
aspek bisnis, teknologi informasi, kepatuhan, strategis bank.
hukum, dan finansial untuk memastikan bahwa
produk tersebut dapat berjalan lancar tanpa
menimbulkan risiko yang merugikan.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 273
Page 171
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
Sistem Pengendalian Risiko
Dalam rangka menerapkan manajemen risiko toleransi risiko yang telah ditetapkan. Pengendalian
secara efektif, BTN melengkapi diri dengan sistem risiko dilakukan melalui berbagai mekanisme, seperti
pengendalian internal yang komprehensif. Sistem ini lindung nilai (hedging), penerbitan garansi, sekuritisasi
dirancang untuk melindungi aset Bank, memastikan aset, credit derivatives, dan penambahan modal untuk
ketersediaan laporan keuangan dan manajerial yang menyerap potensi kerugian yang mungkin timbul.
andal, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan
peraturan perundang-undangan, serta meminimalkan Pelaksanaan sistem pengendalian internal yang andal
risiko kerugian, penyimpangan, dan pelanggaran dan efektif menjadi tanggung jawab bersama seluruh
prinsip kehati-hatian. satuan kerja operasional, satuan kerja pendukung, dan
Satuan Kerja Audit Internal. Perseroan telah melakukan
Sistem pengendalian risiko BTN mengacu pada pelaksanaan audit pada seluruh operasional Bank
kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Proses minimal 3 (tiga) tahun sekali. Proses pengendalian ini
pengendalian risiko disesuaikan dengan eksposur dirancang secara terintegrasi dan dapat dijelaskan
risiko dan tingkat risiko yang akan diambil berdasarkan melalui langkah-langkah berikut:
Kerangka Kerja Pengendalian Risiko
3 Lines of Defense BTN Lines of Defense
Konsep 3 Lines Defense, yang terdiri dari:
BoC – Audit Committee
1st Fungsi Bisnis, Fungsi Operasional,
BoD dan Fungsi Risiko
• Melakukan aktivitas bisnis unit sesuai tujuan
strategis Bank
• Melaksanakan aktivitas bisnis unit sesuai
1st Line of Defense 2nd Line of Defense 3rd Line of Defense dengan kebijakan yang berlaku
• Bertanggung jawab atas risiko yang timbul
Audit Eksternal
• Mengembangkan dari kegiatan bisnis
Audit Reguler
dan memantau risiko • Melakukan kontrol dan prosedur yang efektif
Bank • Melakukan tinjauan sesuai dengan kebijakan dan arahan
• Pengawasan dan evaluasi atas
• Lingkungan
agar fungsi bisnis rancang bangun
pengendalian yang 2nd Fungsi Pemantauan Risiko, Kepatuhan,
melaksanakan dan implementasi
kondusif dan Pengelolaan Kebijakan
kebijakan dan manajemen risiko
• Konsistensi
standar prosedur secara keseluruhan
pelaksanaan • Unit Kepatuhan Pengelolaan Risiko Kepatuhan
manajemen risiko • Memastikan bahwa
kebijakan dan • Unit Policy Pengelola Kebijakan dan Prosedur
dan kepatuhan pertahanan lapis
prosedur
• Memantau dan pertama dan lapis • Unit Risiko Pengelola Risiko Bank
• Pengendalian
melaporkan risiko kedua berjalan
internal yang efektif
Bank secara sesuai dengan yang
keseluruhan diharapkan.
• Manajemen Risiko 3rd Fungsi Audit Internal
dan Kepatuhan
Bertanggung jawab memastikan hal-hal berikut:
• Unit Compliance 2nd Line Defense bekerja
Manajemen Risiko dan secara efektif.
Fungsi Bisnis Audit Internal • 1st Line Defense sebagai pemilik risiko telah
Kepatuhan
mengelola semua risiko secara memadai.
Penilaian Profil Risiko [GRI 2-16]
Untuk memberikan gambaran yang komprehensif Kesehatan Bank Umum, dilakukan setiap semester.
dan berkelanjutan terkait risiko, BTN secara rutin Sementara itu, Laporan Profil Risiko disusun setiap
melakukan penilaian diri (self-assessment) terhadap triwulan. Penilaian TKB mencakup beberapa aspek,
tingkat kesehatan bank (TKB) dan menyusun Laporan seperti profil risiko (terdiri dari risiko inheren dan kualitas
Profil Risiko. Penilaian terhadap TKB, yang mengacu penerapan manajemen risiko), rentabilitas, tata kelola,
pada peraturan POJK Nomor 4/POJK.03/2016 dan SE dan permodalan.
OJK Nomor 14/SEOJK.03/2017 tentang Penilaian Tingkat
274 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 172
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR)
Sebagai bagian dari upaya peningkatan tata (KBUMN) berdasarkan Surat KBUMN Nomor S-4/DKU.
kelola perusahaan yang berkelanjutan, BTN telah MBU/02/2024. Sebagai bagian dari upaya memperkuat
menyelesaikan Diagnostic Review atas Internal tata kelola perusahaan, proyek Diagnostic Review
Control Over Financial Reporting (ICOFR). Proses ini ICOFR BTN dilaksanakan dengan pendekatan sistematis
merupakan langkah strategis yang selaras dengan melalui empat tahap utama:
arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara
Tahapan Diagnostic Review ICOFR BTN
1 2 3 4
Melakukan prosedur
Pemetaan struktur Identifikasi terhadap diagnostik untuk menilai
Rekomendasi perbaikan
korporasi BTN dan akun-akun signifikan efektivitas pengendalian
disusun secara
penilaian risiko salah saji dalam laporan keuangan internal di berbagai area.
komprehensif. Roadmap
yang berpotensi muncul BTN. Setiap akun dianalisis Proses ini mencakup
implementasi juga
akibat kompleksitas untuk menilai risiko yang wawancara dengan
dirancang sebagai
struktur. Hasilnya melekat, memastikan pemilik proses (Process
panduan strategis
menjadi dasar untuk semua elemen yang Owner), peninjauan
untuk melaksanakan
memahami potensi berpotensi memengaruhi dokumen kebijakan
perbaikan secara
risiko dalam pelaporan pengendalian internal dan prosedur, serta
bertahap dan terukur.
keuangan. terpetakan dengan baik. analisis mendalam
atas implementasi
pengendalian.
Selama keseluruhan proses, prosedur diagnostik Dalam pelaksanaan Diagnostic Review atas Internal
mencakup wawancara mendalam, tinjauan dokumen Control Over Financial Reporting (ICOFR), BTN
ketentuan dan dokumen pendukung. serta identifikasi mengidentifikasi 13 area kunci sebagai fokus utama,
area pengendalian yang perlu ditingkatkan. Pendekatan yang mencakup Entity Level Control, IT General
ini memastikan bahwa setiap langkah berkontribusi Control, serta proses di bidang keuangan, kredit,
signifikan dalam memperkuat pengendalian internal treasury, dan fungsi SDM. Proses ini dirancang untuk
BTN untuk mendukung tata kelola perusahaan yang memberikan penilaian menyeluruh terhadap efektivitas
transparan dan akuntabel. pengendalian internal di berbagai lini operasional bank.
Prosedur Diagnostic Review ICOFR BTN
Melakukan identifikasi
Memahami proses dan area pengendalian
Pengendalian yang Peninjauan terhadap
pengendalian melalui yang membutuhkan
telah diidentifikasi sampel dokumen
proses wawancara perbaikan dan
dikonfirmasi transaksi untuk
dengan Process Owner konfirmasi kepada
melalui permintaan menilai kecukupan
dan tinjauan dokumen Process Owner
dokumen pendukung pengendalian dalam
kebijakan serta untuk mendapatkan
implementasinya. satu siklus transaksi
prosedur persetujuan.
Identifikasi Area yang
Walkthrough Konfirmasi Peninjauan Dokumen
Perlu Ditingkatkan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 275
Page 173
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Melalui hasil diagnostik tersebut, kemudian BTN Selain itu, melalui pelaksanaan Diagnostic Review
melakukan penyusunan roadmap untuk memastikan ICOFR dan implementasi hasilnya, BTN menegaskan
implementasi rekomendasi secara tepat waktu dan komitmennya terhadap prinsip tata kelola yang baik
efisien. Penyusunan roadmap ini melibatkan diskusi (Good Corporate Governance). Upaya ini dirancang
intensif dengan manajemen BTN agar seluruh langkah untuk memperkuat pengendalian internal, sekaligus
perbaikan selaras dengan kebutuhan operasional meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam
perusahaan. Fokus utama roadmap mencakup: pelaporan keuangan. Langkah-langkah ini tidak hanya
1. Penyusunan prioritas implementasi, berdasarkan bertujuan mendukung operasional yang lebih efisien,
tingkat risiko dan urgensi setiap rekomendasi. tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan
2. Monitoring dan evaluasi berkelanjutan, untuk bisnis BTN dalam menghadapi tantangan industri
memastikan bahwa implementasi berjalan perbankan di masa depan.
sesuai rencana dan berdampak positif pada
pengendalian internal.
Implementasi Basel
Basel merupakan kerangka regulasi internasional bisnis bank dengan menjaga kepercayaan nasabah
yang dirancang untuk memperkuat stabilitas sistem dan stabilitas sektor keuangan. Dalam rangka
perbankan melalui pengelolaan risiko yang lebih baik. melaksanakan manajemen risiko, khususnya
Dalam perbankan di Indonesia, penerapan Basel, penerapan Basel II dan Basel III, yang berlaku untuk
dilakukan sesuai ketentuan OJK untuk memastikan seluruh bank umum, Bank telah memenuhi ketentuan-
kecukupan modal, likuiditas, dan pengelolaan risiko ketentuan berikut ini:
operasional. Kerangka ini mendukung keberlanjutan
Persyaratan Status
Penerapan Basel II Pilar 1
Bank telah mengimplementasikan pengukuran risiko pasar dengan menggunakan standardized model sesuai
dengan SE OJK Nomor 38/SEOJK.03/2016 tanggal 15 September 2016 tentang Pedoman Penggunaan Metode
Standar dalam Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dengan Memperhitungkan
Risiko Pasar. Portofolio yang diperhitungkan dalam penentuan KPMM risiko pasar terdiri dari portofolio trading
book untuk risiko suku bunga serta portofolio trading book dan banking book untuk risiko nilai tukar. Bank telah
melakukan persiapan SEOJK Nomor 23/SEOJK.03/2022 tanggal 7 Desember 2022 tentang Perhitungan Aset
Tertimbang Menurut Risiko untuk Risiko Pasar Bagi Bank Umum yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2024
dengan melakukan uji coba perhitungan dan melaporkan kepada OJK untuk ATMR Pasar posisi bulan Juni
2023, September 2023 dan Desember 2023.
Penerapan Basel II Pilar 2
Bank telah menyampaikan hasil laporan penerapan manajemen risiko untuk Interest Rate in the Banking Book
(IRRBB) dan laporan perhitungan IRRBB kepada regulator secara triwulan sesuai SE OJK Nomor 12/SEOJK.03/2018
Tanggal 21 Agustus 2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko Pendekatan Standar
untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) bagi bank.
Penerapan Basel III
Berkenaan dengan rencana regulator untuk menerapkan Basel-III sebagaimana diatur dalam peraturan OJK
Nomor 11/POJK.03/2016, Bank secara spesifik telah menjaga Rasio Permodalan Bank atau capital adequacy
ratio (CAR) sebesar 20,17% di atas ketentuan minimum kerangka Basel-III, yaitu sebesar 10,5%.
276 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 174
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Kode Etik dan Etika Bisnis [GRI 2-23, 2-24]
Kode Etik merupakan cerminan dari komitmen BTN untuk nilai-nilai yang dipegang, serta menjaga integritas
mengimplementasikan Good Corporate Governance dan profesionalisme dalam setiap aspek operasional.
(GCG) dengan standar yang sangat tinggi, yang Perilaku yang konsisten dengan kode etik ini memiliki
didasarkan pada praktik terbaik yang diterapkan oleh dampak yang sangat besar terhadap reputasi Bank.
lembaga perbankan yang telah terbukti kredibilitas Ketidakpatuhan atau penyimpangan dari kode etik
dan kepercayaannya. Dalam konteks ini, kredibilitas dapat menimbulkan kerugian reputasi, yang akan
dan kepercayaan yang dimiliki oleh publik, pemegang berpotensi mempengaruhi risiko operasional, seperti
saham, dan nasabah dianggap sebagai faktor yang efisiensi dan efektivitas proses bisnis, serta risiko
sangat penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan kredit, yaitu kemampuan Bank untuk mengelola dan
usaha Bank. Oleh karena itu, setiap kegiatan usaha memberikan pinjaman dengan aman. Oleh karena itu,
yang dilakukan oleh Bank tidak hanya wajib mengikuti penerapan etika bisnis yang kuat sangat penting untuk
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, menjaga keberlanjutan dan stabilitas Bank.
tetapi juga harus mencerminkan kepatuhan terhadap
norma dan etika yang berlaku di masyarakat dan dunia Penerapan Pedoman Etika bertujuan untuk membentuk
bisnis. perilaku yang sesuai dengan standar ideal dan
menciptakan budaya kerja yang berlandaskan pada
Kesadaran terhadap penerapan etika yang baik nilai-nilai luhur yang diyakini oleh seluruh jajaran BTN.
memainkan peran penting dalam membangun reputasi Pedoman Etika ini terdiri dari empat bab yang dijelaskan
positif bagi BTN, yang pada akhirnya memperkuat citra secara singkat sebagai berikut.
Bank sebagai entitas yang bertanggung jawab secara 1. Pendahuluan
sosial dan berkontribusi positif kepada masyarakat Pedoman Etika merupakan kodifikasi atau
(good corporate citizen). Untuk mendukung tujuan kompilasi kebijakan, peraturan pegawai, dan
tersebut, BTN berkomitmen untuk menjaga integritas kesepakatan yang telah dibuat bersama antara
dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil. bank dan pegawai, yang dirancang untuk
Bank melakukannya dengan menerapkan pedoman memengaruhi dan membentuk standar perilaku
etika dan perilaku yang jelas sebagai dasar bagi yang diharapkan dari setiap individu dalam
seluruh anggota organisasi dalam menjalankan organisasi, baik pengurus maupun pegawai.
tugasnya. Pedoman ini berfungsi untuk memastikan Tujuan utamanya adalah untuk memastikan
bahwa setiap individu di dalam Bank bekerja dengan bahwa seluruh aktivitas bisnis yang dilakukan oleh
sikap yang profesional dan sesuai dengan standar Bank sesuai dengan prinsip-prinsip etika yang
etika yang tinggi, serta mengacu pada prinsip dasar tinggi. Penerapan Pedoman Etika, baik dalam
BTN, visi, misi, dan nilai-nilai yang telah ditetapkan, serta hal kepatuhan maupun ketidakpatuhan, akan
mematuhi regulasi internal dan eksternal yang berlaku. menjadi salah satu indikator dalam penilaian
kinerja pegawai. Artinya, sejauh mana pegawai
Untuk memastikan bahwa setiap aktivitas yang mematuhi Pedoman Etika akan mempengaruhi
dilakukan mencerminkan komitmen terhadap prinsip- penilaian mereka dalam bekerja. Oleh karena itu,
prinsip yang baik, BTN menetapkan standar etika dan Pedoman Etika ini bukan hanya menjadi acuan
perilaku yang selaras dengan visi, misi, dan nilai-nilai dalam setiap pembuatan kebijakan dan prosedur
budaya Bank. Penerapan standar ini diwujudkan melalui di BTN, tetapi juga menjadi landasan dalam setiap
Surat Keputusan Bersama Dewan Komisaris Nomor 01/ praktik manajerial yang diterapkan. Konsistensi
SKPB/KOM/BTN/2024 dan Direksi Nomor SKPB-01/DIR/ dalam penerapan Pedoman Etika menunjukkan
BTN/2024 tentang Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku komitmen Bank untuk selalu menjalankan bisnis
(Code of Conduct) PT Bank Tabungan Negara (Persero) dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan
Tbk. Pedoman ini memberikan panduan yang jelas bagi etika yang baik. Hal ini sekaligus mendukung
seluruh anggota Bank untuk bertindak sesuai dengan terciptanya tata kelola perusahaan yang baik
(Good Corporate Governance).
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 277
Page 175
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
2. Standar Etika Bisnis dengan kerahasiaan penuh, guna menghindari
Standar etika bisnis berfungsi sebagai panduan potensi pembalasan atau dampak negatif
yang mengatur perilaku dan interaksi bank dalam bagi pelapor. Setelah laporan diterima, Human
berbagai aspek kegiatan bisnis. Pedoman etika Capital Management Division akan melakukan
ini mencakup hubungan antara bank dengan tindak lanjut dengan menganalisis laporan
berbagai pihak terkait, seperti pegawai, nasabah, tersebut secara mendalam dan menyampaikan
penyedia barang dan jasa, serta pesaing. Selain hasil evaluasinya kepada Direksi dan/atau
itu, standar ini juga mencakup etika dalam Komisaris, sesuai dengan tanggung jawab dan
berhubungan dengan mitra kerja, pemerintah, kewenangannya. Berdasarkan hasil kajian ini,
masyarakat, media massa, dan organisasi profesi. Direksi dan Komisaris akan memutuskan langkah-
Setiap interaksi ini harus dilakukan dengan prinsip langkah yang perlu diambil, seperti pembinaan,
kejujuran, transparansi, dan saling menghormati, pemberian sanksi disiplin, atau tindakan
guna menjaga reputasi dan integritas bank. perbaikan lainnya. Di samping itu, Bank juga akan
mengembangkan dan menetapkan prosedur
3. Kebijakan tentang Standar Perilaku Pegawai atau kebijakan pencegahan yang harus diikuti
• Pegawai senantiasa menghindari kondisi, oleh setiap atasan langsung di lingkungan kerja,
situasi, ataupun kesan adanya benturan untuk memastikan bahwa pelanggaran serupa
kepentingan dan penyalahgunaan jabatan; tidak terulang di masa depan. [GRI 2-16]
• Setiap anggota Komisaris dan Direksi serta
pegawai Bank dilarang memberikan dan Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku (Code of Conduct)
menerima sesuatu untuk kepentingannya, baik BTN tersedia untuk diakses oleh semua pihak melalui
langsung maupun tidak langsung, dari mitra situs resmi BTN, sehingga transparansi dan keterbukaan
bisnis yang dapat mempengaruhi keputusan; informasi dapat terjaga dengan baik. Pedoman ini tidak
• Bank berkomitmen untuk menjalankan hanya mengatur standar perilaku yang diharapkan
persaingan usaha yang sehat dan beretika dalam konteks bisnis, tetapi juga sejalan dengan
sesuai dengan peraturan perundang- penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, sesuai
undangan. Bank menghindari praktik monopoli, dengan Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis
memberikan kesempatan yang sama kepada dan Hak Asasi Manusia (UNGP BHR). Ini menegaskan
semua pelaku usaha, dan mendorong inovasi komitmen Bank untuk beroperasi dengan cara yang
bisnis yang berkelanjutan sambil mematuhi etis dan mematuhi hak-hak dasar individu dalam
semua undang-undang dan peraturan yang setiap aspek kegiatan bisnisnya. Selain itu, setiap
berlaku; dan tindakan yang diambil oleh Bank harus dilaksanakan
• Organ Bank dan pegawai Bank harus dengan prinsip kehati-hatian, yang berarti bahwa
melaksanakan peraturan perundangan- semua keputusan dan aktivitas harus dilakukan dengan
undangan dan peraturan Bank. pertimbangan yang cermat dan penuh tanggung
jawab. Penerapan Kode Etik BTN juga mengharuskan
4. Penerapan dan Penegakan seluruh pihak yang terlibat untuk melakukan uji tuntas
Setiap pegawai BTN memiliki kewajiban (due diligence), yaitu proses pemeriksaan yang teliti
untuk melaporkan setiap pelanggaran atau terhadap calon nasabah, mitra bisnis, atau pihak terkait
penyimpangan terhadap Corporate Code lainnya, untuk memastikan bahwa mereka memenuhi
of Conduct kepada Divisi Human Capital standar etika dan hukum yang ditetapkan oleh BTN. [GRI
Management & Culture Specialist. BTN menjamin 2-23]
bahwa identitas pelapor akan dilindungi
Kepatuhan terhadap Pedoman Etika
Pedoman etika berlaku untuk semua anggota tata ini di seluruh level organisasi diatur dalam Surat
kelola tertinggi dan pegawai dalam setiap aktivitas Keputusan Bersama Dewan Komisaris Nomor 01/
bisnis Bank, termasuk saat berinteraksi dengan SKPB/ KOM/BTN/2024 dan Direksi Nomor SKPB-01/DIR/
pemangku kepentingan. Penerapan pedoman etika BTN/2024 tentang Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku
278 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 176
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
(Code of Conduct) PT Bank Tabungan Negara (Persero) bahwa semua pegawai memahami dan melaksanakan
Tbk. Bank mewajibkan setiap individu dalam organisasi pedoman etika dengan baik di lingkungan kerjanya.
untuk menandatangani Pakta Integritas, yang bertujuan
memastikan bahwa pedoman etika dijalankan dengan BTN mengimplementasikan pedoman etika secara
penuh tanggung jawab. Keberhasilan penerapan menyeluruh dan mencakup pengenalan, kampanye,
pedoman etika ini menjadi tanggung jawab para penerapan, pelaporan, dan tindak lanjut pelanggaran
pimpinan di setiap unit kerja, yang harus memastikan pedoman etika. [GRI 2-23]
Proses Internalisasi Pedoman Etika
Sosialisasi Penerapan Pelaporan dan Tindak Lanjut
• Pedoman etika disosialisasikan dan • Pengisian dan penandatanganan • Melaksanakan Sistem Manajemen
dapat diakses oleh seluruh insan Pakta Integritas oleh seluruh pegawai Antipenyuapan (SMAP) ISO
Bank melalui media Digital Room sesuai nilai-nilai pedoman etika; 37001:2016 sebagai salah satu bentuk
for E-learning Modules (DREAM). pelaksanaan dari etika bisnis dan
Selain itu, terdapat penyelenggaraan • Internalisasi pedoman etika, perilaku yang tercantum dalam
kuis tentang pedoman etika untuk pengendalian gratifikasi dan Sistem pedoman etika;
mengetahui tingkat pemahaman Manajemen Antipenyuapan (SMAP)
pegawai; dan kepada seluruh pegawai melalui Digital • Melaksanakan program
Room for E-learning Modules (DREAM); Whistleblowing System (WBS); dan
• Komitmen terhadap pelaksanaan
pedoman etika juga dituangkan • Bekerja sama dengan KPK melalui • Hukuman bagi pegawai yang
dalam Pakta Integritas yang wajib program Profesional Berintegritas melanggar pedoman etika.
ditandatangani oleh seluruh Direksi, (PROFIT) yang didalamnya mencakup
Dewan Komisaris, dan Pegawai Bank. dukungan Sumber Daya Manusia
Di samping itu, pedoman etika juga (SDM) yang kompeten membangun
dapat diakses oleh seluruh pemangku integritas dalam mengawal
kepentingan Bank melalui situs web. pencegahan korupsi di lingkungan
Bank melalui keikutsertaan sertifikasi
Ahli Pembangun Integritas dan
sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi
(PAKSI) serta keikutsertaan kolaborasi
kampanye dengan KPK tentang
pencegahan korupsi melalui berbagai
saluran media komunikasi;
• Melaksanakan program pengendalian
gratifikasi sesuai rencana yang
ditetapkan serta melaporkan
implementasinya kepada KPK secara
periodik per semester; dan
• Mengelola laporan penerimaan
gratifikasi dari seluruh unit kerja
dan melaporkan kepada KPK sesuai
ketentuan.
Sanksi Pelanggaran Pedoman Etika
Jumlah Pegawai
No Kategori Sanksi Jenis Sanksi
2024 2023 2022 2021 2020 2019 2018
1 Sanksi Ringan Ringan Huruf A 4 11 9 14 27 23 22
Ringan Huruf B 15 15 5 28 19 15 31
Ringan Huruf C - 11 6 35 47 25 24
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 279
Page 177
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Jumlah Pegawai
No Kategori Sanksi Jenis Sanksi
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
2024 2023 2022 2021 2020 2019 2018
2 Sanksi Sedang Sedang Huruf A 8 15 8 54 62 69 18
Sedang Huruf B 20 12 10 21 32 53 13
Sedang Huruf C - 10 9 16 31 45 9
3 Sanksi Berat Berat Huruf A 3 1 3 5 10 5 2
Berat Huruf B 27 43 42 19 24 40 22
Berat Huruf C 4 1 3 3 6 0 0
Total 81 119 95 195 258 275 141
Pengawasan Terhadap Isu Etika
Dalam upaya memperkuat tata kelola yang baik Rapat Sub Komite Anti Fraud diadakan secara berkala
dan memastikan kepatuhan terhadap prinsip etika, minimal sekali dalam tiga bulan atau lebih sering jika
BTN mengimplementasikan pengawasan yang ketat diperlukan, dengan keputusan yang diambil melalui
terhadap isu fraud dan pelanggaran etika melalui musyawarah atau pemungutan suara jika tidak
Sub Komite Anti Fraud yang berada di bawah Komite tercapai mufakat. Seluruh keputusan terdokumentasi
Manajemen Risiko. Sub Komite ini memiliki peran dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh
strategis dalam menetapkan kebijakan, strategi, serta ketua dan seluruh anggota komite sebagai bentuk
framework manajemen risiko fraud guna mencegah, transparansi dan akuntabilitas.
mendeteksi, dan menangani potensi pelanggaran.
Struktur Sub Komite Anti Fraud terdiri dari anggota tetap Untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan
dan tidak tetap yang berasal dari berbagai direktorat, anti-fraud, Sub Komite Anti Fraud didukung oleh
termasuk Manajemen Risiko, Operasional, Teknologi Supporting Group yang bertanggung jawab dalam
Informasi, serta Hukum, dengan dukungan Kepala penyusunan rekomendasi strategi, pengumpulan
Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional dan Digital data, serta evaluasi implementasi kebijakan. Selain
sebagai sekretaris. itu, Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional dan
Digital juga memiliki peran penting dalam melakukan
Sebagai bagian dari komitmen dalam mengelola monitoring dan menindaklanjuti hasil keputusan yang
risiko fraud, Sub Komite Anti Fraud bertanggung jawab telah diambil dalam rapat komite. Melalui mekanisme
untuk menetapkan langkah-langkah perbaikan yang pengawasan yang terstruktur ini, BTN berkomitmen
diperlukan serta melaporkan keputusan signifikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas
kepada Direksi. Dalam menjalankan tugasnya, komite tinggi, memitigasi potensi risiko fraud, serta
ini menyusun kebijakan dan batas toleransi risiko fraud, memastikan bahwa prinsip-prinsip tata kelola yang
mengevaluasi efektivitas strategi pencegahan yang baik dapat diterapkan secara konsisten dalam seluruh
telah diterapkan, serta memastikan bahwa risiko yang lini operasional perusahaan.
terjadi tetap berada dalam batas yang dapat diterima.
Pelatihan Pegawai tentang Standar Etika
Sebagai bagian dari komitmennya untuk menjaga kontraktor dan mitra pengembang. Pelatihan ini
standar etika yang tinggi, Bank menyelenggarakan bertujuan memastikan semua pihak yang terlibat
pelatihan kode etik pada tahun 2024 bagi seluruh memahami, menghayati, dan mematuhi prinsip etika
pegawai, termasuk pegawai tetap, kontrak, serta yang berlaku di bank serta dapat menerapkannya
280 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 178
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
dalam kegiatan sehari-hari. Selain itu, setiap pegawai sesuai dengan nilai integritas, transparansi, dan
baru wajib mengikuti pelatihan terkait etika bisnis akuntabilitas. Dengan melibatkan seluruh pegawai dan
sebagai bagian dari orientasi untuk memastikan mitra kerja, BTN berkomitmen menciptakan lingkungan
mereka memahami dan mengimplementasikan kerja yang etis dan menjaga reputasi serta kredibilitas
standar etika yang ditetapkan. bank. Pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan
kesadaran akan pentingnya etika dalam interaksi bisnis
Pelatihan ini menjadi bagian penting untuk memperkuat serta memberi keterampilan untuk mengatasi potensi
budaya etika di BTN dan memastikan setiap tindakan konflik kepentingan.
Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Standar Etika
Jumlah Pegawai
Jumlah Jam
Nama Pelatihan Pelaksanaan yang Mengikuti
Pelatihan
Pelatihan
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi ODP Angkatan 62 Januari 98 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 1 Januari 30 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi ODP Angkatan 63 Februari 42 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 2 Februari 43 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Customer Service B1 Februari 27 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Teller Services B1 Februari 72 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 3 Maret 168 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 4 Maret 37 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Customer Service B2 Maret 20 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Sekretaris batch 1 Maret 10 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 5 April 33 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Teller Services B2 April 30 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Sekretaris batch 2 April 3 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi ODP Angkatan 64 Mei 97 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 6 Mei 189 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 7 Mei 65 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 8 Juni 56 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Customer Service B3 Juni 103 2
Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Teller Services B3 Juni 63 2
Pelatihan Tata Kelola & Risiko Operasional Juli 199 2
Pelatihan Tata Kelola & Risiko Operasional September 91 2
Pelatihan Tata Kelola & Risiko Operasional Oktober 873 2
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 281
Page 179
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Anti-Fraud dan Benturan Kepentingan [GRI 2-15]
BTN telah menerapkan kebijakan formal yang terperinci Dengan adanya kebijakan dan pedoman ini, BTN
mengenai penyuapan dan antikorupsi, yang dituangkan memastikan bahwa seluruh pihak, baik karyawan
dalam bentuk kebijakan khusus dan peraturan teknis. maupun mitra, mematuhi standar tinggi terkait
Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya integritas dan anti korupsi. Kebijakan ini mencakup
praktik penyuapan dalam seluruh operasional Bank. pedoman, prosedur, dan kontrol internal yang jelas
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pada tahun untuk mencegah penyuapan. BTN tidak hanya
2023, Direktur Utama dan Komisaris Utama BTN berkomitmen untuk memenuhi kewajiban hukum, tetapi
menandatangani Kebijakan Anti Penyuapan BTN, yang juga menciptakan budaya organisasi yang berorientasi
menjadi bagian dari Pedoman Sistem Manajemen Anti pada akuntabilitas dan etika. Kebijakan Anti Penyuapan
Penyuapan (SMAP). Penandatanganan kebijakan ini ini mendukung BTN dalam menjaga reputasi serta
menegaskan keseriusan BTN dalam menjaga integritas menciptakan lingkungan bisnis yang lebih bersih dan
dan transparansi di setiap aspek operasionalnya. dapat dipercaya.
Anti-Fraud
Sebagai salah satu fondasi dalam membangun Dewan Komisaris dan Direksi yang bertindak atas
hubungan yang berkelanjutan dengan pemangku nama BTN. Langkah ini menunjukkan bahwa Bank
kepentingan, BTN sangat mengutamakan kepercayaan berkomitmen memastikan semua tindakan yang
publik terhadap integritas yang dimilikinya. Dengan diambil, baik oleh pegawai maupun pimpinan, selalu
komitmen yang kuat, Bank bertekad untuk menjalankan mencerminkan integritas yang tinggi. Tujuannya adalah
setiap aspek bisnis dengan penuh kejujuran, keadilan, untuk menciptakan fondasi yang kuat, yang tidak
dan tanpa memberikan ruang bagi tindakan korupsi hanya mendukung kelangsungan bisnis, tetapi juga
atau penyuapan. Penting bagi BTN untuk menyadari membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan
bahwa setiap tindakan yang melanggar nilai-nilai dengan semua pemangku kepentingan, yang meliputi
ini akan membawa dampak negatif pada reputasi, pelanggan, mitra bisnis, serta pihak terkait lainnya. [GRI
nama, dan keberlanjutan bisnis. Oleh karena itu, Bank 3-3]
memandang penting untuk tidak hanya menilai
dampak finansial dari setiap keputusan yang diambil, BTN telah mengimplementasikan program Zero
tetapi juga untuk mempertimbangkan dampak yang Tolerance to Fraud dan Zero-Defect, yang sejalan
lebih luas dari menjaga dan memperkuat kepercayaan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
publik, yang memiliki nilai yang tak dapat diukur secara 39/POJK.03/2019 tentang Penerapan Strategi
langsung namun sangat berharga bagi keberlanjutan Anti-Fraud bagi Bank Umum. Untuk mendukung
dan perkembangan bisnis. pelaksanaan kebijakan ini, berbagai langkah strategis
telah diterapkan guna memperkuat pencegahan,
BTN dengan tegas menekankan bahwa setiap deteksi, investigasi, dan pemantauan terhadap
pelanggaran terhadap kebijakan antikorupsi dan potensi fraud dalam operasional perbankan. BTN
antikecurangan (anti-fraud) merupakan masalah secara konsisten mengadakan sosialisasi tentang
yang sangat serius dan harus ditindaklanjuti dengan program anti-fraud kepada seluruh (100%) pegawai
tindakan yang tegas sesuai dengan peraturan dan serta mengomunikasikan kebijakan dan prosedur
kebijakan yang berlaku. Kebijakan Umum Nomor 6, antikorupsi kepada seluruh (100%) vendor aktif melalui
mengatur hal-hal terkait Hukum, Kepatuhan, APU, PPT, penandatanganan klausul SMAP dalam kontrak. Selain
PPPSPM, serta Tata Kelola Perusahaan. Kebijakan ini itu, Bank juga terus meningkatkan upaya-upaya
diterapkan secara menyeluruh dan mencakup seluruh tersebut dengan mengadakan pelatihan berkala terkait
jajaran pegawai, baik yang berstatus permanen antikorupsi dan anti-fraud, yaitu: [GRI 205-2]
maupun kontrak, serta manajemen puncak seperti
282 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 180
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Anti-Fraud
Nama Pelatihan Jumlah Peserta Tanggal Pelatihan
Anti fraud awareness untuk ODP batch 63 42 21 Maret 2024
Anti fraud awareness untuk Customer Service batch 1 27 23 Februari 2024
Anti fraud awareness untuk Teller Staff 77 23 Februari 2024
Anti fraud awareness untuk ODP batch 64 110 28 Juni 2024
Anti fraud awareness untuk (Branch Manager, Deputy Branch 28 3 April 2024
Manager, Consumer lending unit)
Anti fraud awareness untuk Pegawai Frontliners alih status jalur 229 7 Juni 2024
high performance
Anti fraud awareness untuk Teller Staff & Customer Service 161 12, 13 & 14 Juni 2024
Anti fraud awareness untuk General Banking Staff batch 4 38 28 Maret 2024
Anti fraud awareness untuk General Banking Staff batch 7 70 4 Juni 2024
Anti fraud awareness untuk General Banking Staff batch 5 33 29 April 2024
Anti fraud awareness untuk Assistant Manager Development 6 24 Agustus 2024
Program
Anti fraud awareness untuk General Banking Staff batch 6 200 3 & 6 Mei 2024
Anti fraud awareness untuk General Banking Staff batch 8 63 17 Juli 2024
Anti fraud awareness untuk Superstaff Digital Branch 11 14 November 2024
Anti fraud awareness untuk Operation Unit 171 16 & 19 Juli 2024
6 & 9 Agustus 2024
Anti fraud awareness untuk Branch Manager 113 13 Juli 2024
Anti fraud awareness untuk Regional HC & Service Head dan 90 4 & 10 September 2024
Operational Unit Head
Anti fraud awareness untuk Operations & Services Supervisor 680 1, 2, 8, 9 Oktober 2024
(OSS), Transaction Processing Staff & IT Support Staff
Anti fraud awareness untuk Deputy Regional Manager Service & 90 5 Oktober 2024
Collection dan Deputy Branch Manager Service & Collection
Anti fraud awareness untuk RBC, BBC, RLPC BC, CBC BC 195 24 Oktober 2024
Fraud Risk Assessment
Bank harus selalu waspada terhadap eksposur yang FRA adalah metode yang digunakan oleh BTN untuk
timbul dari keterlibatannya dalam bisnis atau operasi di mengidentifikasi dan menganalisis potensi risiko
wilayah dengan insiden korupsi yang lebih tinggi. Risiko kecurangan yang dapat terjadi, baik dari dalam BTN
ini meliputi potensi keterlibatan dalam kontroversi yang (risiko internal) maupun dari luar (risiko eksternal).
terkait dengan praktik korupsi, yang dapat merusak FRA ini mencakup berbagai aktivitas bisnis atau
reputasi Bank, mempengaruhi hubungan dengan layanan yang dijalankan oleh unit kerja yang berbeda,
pemangku kepentingan, dan menimbulkan sanksi seperti funding, lending, human capital, operasional,
hukum yang merugikan stabilitas operasional BTN. IT, dan unit lainnya. Tujuan utama dari pelaksanaan
FRA adalah untuk memastikan bahwa manajemen
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Bank telah risiko berjalan dengan baik, melalui prosedur yang
mengimplementasikan Fraud Risk Assessment (FRA). proaktif dan terstruktur. Proses ini melibatkan penilaian
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 283
Page 181
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
terhadap kesadaran pegawai mengenai potensi risiko transparan dan bebas dari praktik korupsi. Proses FRA
kecurangan dan memastikan pengawasan yang dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang telah
ketat di setiap unit kerja untuk mencegah potensi ditetapkan yaitu Petunjuk Teknis Nomor PT.8-D.2.
penyimpangan. Pedoman ini berfungsi sebagai prosedur untuk
mendeteksi dini risiko kecurangan, memungkinkan
Dalam hal ini, BTN menegaskan bahwa Bank tidak Bank untuk mengambil tindakan preventif sebelum
memiliki eksposur terhadap skandal korupsi, dan Bank kerugian lebih besar terjadi. Hasil dari pelaksanaan FRA
tidak terlibat dalam situasi yang berkaitan dengan ini digunakan oleh BTN untuk mengevaluasi dampak
ketidakstabilan politik atau sosial. BTN menjaga yang mungkin ditimbulkan oleh risiko kecurangan
prinsip tata kelola yang kuat dan mematuhi regulasi yang teridentifikasi, serta untuk merumuskan langkah-
yang berlaku, guna memastikan operasional yang langkah perbaikan yang diperlukan.
Benturan Kepentingan [GRI 2-15]
BTN menyadari bahwa adanya interaksi antar individu dapat menciptakan situasi benturan kepentingan,
dalam organisasi, maupun dengan pihak eksternal, yang bisa mempengaruhi objektivitas dan integritas
berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang keputusan yang diambil. Jika dalam suatu kondisi
dapat mempengaruhi jalannya proses pengambilan keputusan tetap perlu diambil meskipun terdapat
keputusan dan implementasinya. Konflik kepentingan benturan kepentingan, maka individu yang terlibat
ini bisa merusak objektivitas dan integritas keputusan wajib mengungkapkan adanya benturan tersebut. BTN
yang diambil, sehingga berpotensi merugikan Bank telah menetapkan kebijakan terkait transaksi yang
dan para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, mengandung benturan kepentingan, yang diatur
BTN berkomitmen untuk secara tegas dan transparan dengan jelas dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja
mengidentifikasi, mengendalikan, serta menyelesaikan bagi Direksi dan Dewan Komisaris. Jika terjadi benturan
setiap benturan kepentingan yang muncul. Langkah kepentingan antara Bank dengan pemegang saham,
ini penting untuk memastikan pengelolaan bisnis anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, pejabat
yang efektif dan mencapai tujuan yang bebas dari eksekutif, atau pihak lain yang berhubungan dengan
praktik-praktik yang merugikan seperti korupsi, BTN, maka anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan
kolusi, dan nepotisme (KKN). Selain itu, Bank juga pejabat eksekutif dilarang untuk mengambil keputusan
berupaya membangun dan menjaga hubungan yang atau tindakan yang dapat merugikan atau mengurangi
harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan, keuntungan Bank. Selain itu, diwajibkan juga untuk
demi menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan secara transparan mengungkapkan benturan
berkelanjutan. kepentingan tersebut dalam setiap pengambilan
keputusan, untuk menjaga prinsip transparansi dan
Pada dasarnya, setiap individu yang terlibat dalam akuntabilitas dalam setiap langkah yang diambil.
Bank harus menghindari pengambilan keputusan yang
Kebijakan Pencegahan Benturan Kepentingan
Kebijakan Khusus Nomor KK.6-H tentang Prosedur dari proses bisnis internal, KK.6-H berfungsi sebagai
Penanganan Benturan Kepentingan (Conflict of landasan untuk memastikan setiap potensi benturan
Interest) merupakan kebijakan payung yang mengatur kepentingan dapat ditangani dengan mekanisme
mekanisme penanganan benturan kepentingan di yang seragam dan selaras dengan prinsip tata kelola
lingkungan Bank BTN, mencakup Direksi, pegawai, perusahaan yang baik (GCG).
dan pihak terkait lainnya. Kebijakan ini secara khusus
merinci pengelolaan benturan kepentingan dalam tiga Untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan
area utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), proses efektif, BTN menetapkan ketentuan yang menegaskan
pengadaan (procurement), dan kredit. Sebagai bagian integritas dan independensi Direksi dalam menjalankan
284 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 182
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
tugasnya. Setiap anggota Direksi dituntut untuk tidak menjalankan kepengurusan Bank. Selain itu, Dewan
mengambil atau menerima keuntungan pribadi, baik Komisaris juga dilarang terlibat dalam keputusan
langsung maupun tidak langsung, selain remunerasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan
dan fasilitas sah yang ditetapkan melalui keputusan atau bertentangan dengan peraturan perundang-
RUPS. Mereka juga tidak boleh memanfaatkan Bank undangan serta etika jabatan. Oleh karena itu, Dewan
untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau pihak lain Komisaris wajib menghindari potensi benturan
yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan kepentingan dengan senantiasa menjalankan prinsip-
Bank. Selain itu, anggota Direksi dilarang memberikan, prinsip berikut:
menawarkan, atau menerima sesuatu yang berharga 1. Mengutamakan kepentingan Bank dan tidak
dari pelanggan atau pejabat pemerintah untuk mengurangi keuntungan Bank dalam hal terjadi
mempengaruhi atau sebagai imbalan atas tindakan benturan kepentingan.
tertentu, sesuai ketentuan perundang-undangan. 2. Melakukan pengungkapan kepemilikan
sahamnya dan/atau keluarganya yang mencapai
Apabila seorang anggota Direksi memiliki kepentingan 5% (lima persen) atau lebih pada Bank maupun
dalam suatu transaksi atau kontrak yang melibatkan Perusahaan lain yang berkedudukan di dalam
Bank, maka diwajibkan untuk mengungkapkan dan luar negeri.
kepentingan tersebut dalam Rapat Direksi dan tidak 3. Melakukan pengungkapan hubungan
diperkenankan memberikan suara dalam pengambilan kekeluargaan, hubungan keuangan, hubungan
keputusan terkait. Jika dihadapkan dengan situasi kepengurusan, hubungan kepemilikan dengan
yang berpotensi terjadinya benturan kepentingan, anggota Dewan Komisaris lain, anggota Direksi,
yaitu ketika kepentingan ekonomi Bank tidak sejalan pemegang saham pengendali Bank, dan/atau
dengan kepentingan ekonomi pribadi, anggota Direksi pihak lainnya dalam rangka bisnis Bank.
diharuskan untuk: 4. Melakukan pengungkapan adanya jabatan
1. Mengutamakan kepentingan Bank dan tidak rangkap.
mengurangi keuntungan Bank dalam hal terjadi 5. Melakukan pengungkapan dalam hal
benturan kepentingan. pengambilan keputusan tetap harus diambil
2. Menghindarkan diri dari pengambilan keputusan pada kondisi adanya benturan kepentingan dan
dalam situasi dan kondisi adanya benturan anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan
kepentingan. tidak boleh melibatkan diri dalam proses
3. Melakukan pengungkapan dalam hal pengambilan keputusan Bank yang berkaitan
pengambilan keputusan tetap harus diambil dengan hal tersebut.
pada kondisi adanya benturan kepentingan. 6. Tidak meminta, menerima, mengizinkan, dan/
4. Dalam hal pemberian kredit kepada anggota atau menyetujui untuk menerima imbalan,
Direksi, harus berdasarkan batas kewajaran komisi, uang tambahan, pelayanan, uang,
sesuai dengan peraturan Bank yang berlaku barang berharga, dan/atau segala sesuatu yang
tanpa membedakan dengan nasabah lainnya mempunyai nilai ekonomis atau manfaat lain,
(arm’s length basis). untuk keuntungan pribadi, keluarga, dan pihak
5. Melaporkan transaksi saham Bank dalam waktu 3 lain, dalam pelaksanaan kegiatan usaha Bank
(tiga) hari kerja. dan kegiatan lain terkait dengan Bank.
Dalam rangka menjaga independensi dan BTN secara teliti mendokumentasikan setiap
akuntabilitas pengelolaan, Dewan Komisaris tidak pengungkapan yang dilakukan, sesuai dengan
diperkenankan terlibat dalam pengambilan keputusan peraturan yang berlaku, guna memastikan transparansi
terkait operasional perbankan, kecuali dalam hal dan kepatuhan terhadap ketentuan yang ada. Setiap
penyediaan dana kepada pihak terkait atau aspek pengungkapan terkait benturan kepentingan dicatat
lain yang diatur dalam Anggaran Dasar Bank dan dalam risalah rapat yang secara rinci memuat
peraturan perundang-undangan. Keterlibatan atau informasi penting, seperti identitas pihak yang terlibat
persetujuan Dewan Komisaris dalam hal tersebut dalam benturan kepentingan, masalah utama yang
tidak menghilangkan tanggung jawab Direksi dalam menjadi sumber benturan tersebut, serta alasan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 285
Page 183
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
dan pertimbangan yang mendasari pengambilan Selain itu, Bank berpedoman yang tertuang dalam
keputusan terkait hal tersebut. Secara prinsip, setiap Kebijakan Khusus Nomor KK.1-A tentang Prosedur
individu dalam Bank diupayakan untuk menghindari Commercial Loan sebagai penyaluran kredit bebas dari
situasi di mana keputusan yang diambil dapat benturan kepentingan. Berdasarkan kebijakan tersebut,
dipengaruhi oleh benturan kepentingan, agar setiap Bank dilarang memberikan kredit, baik dalam bentuk
langkah yang diambil tetap objektif dan berfokus pada rupiah maupun valuta asing, kepada:
kepentingan terbaik perusahaan. [GRI 2-15] • Klub malam;
• Pacuan kuda;
Pelanggaran yang terkait dengan benturan kepentingan • Kasino;
dapat dilaporkan melalui sistem pelaporan WBS • Turkish bath;
(Whistleblowing System) yang disediakan oleh Bank, • Massage room; dan
yang memungkinkan individu untuk menyampaikan • Usaha lain yang dilarang oleh pemerintah dan
informasi atau dugaan pelanggaran secara aman dan regulator.
anonim. Sebagai upaya untuk mengurangi potensi
benturan kepentingan, setiap anggota Bank diwajibkan BTN juga dapat memberikan project financing kepada
untuk menandatangani Pakta Integritas, yang berisi sejumlah kategori proyek, yaitu:
komitmen untuk mematuhi nilai-nilai yang tertuang • Jalan tol;
dalam Kode Etik BTN. Pengungkapan terkait benturan • Power plant;
kepentingan, seperti keanggotaan ganda di berbagai • Bandara;
dewan, kepemilikan silang dengan pemasok atau • Monorail; dan
pemangku kepentingan lain, eksistensi pemegang • Telekomunikasi.
saham pengendali, serta hubungan, transaksi, dan
saldo dengan pihak yang memiliki hubungan afiliasi,
disajikan secara terperinci dalam Laporan Tahunan
BTN. [GRI 2-15]
Kebijakan Perlakukan Adil terhadap Pemegang Saham
Sebagai bagian dari pengelolaan potensi benturan dengan Bank memungkinkan orang tersebut
kepentingan, BTN telah menetapkan kebijakan terkait memperoleh informasi orang dalam; atau
tindakan transaksi orang dalam (insider trading) 4. Pihak yang dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir
yang diatur dalam Kebijakan Khusus Nomor KK.9-EE tidak lagi menjadi pihak sebagaimana dimaksud
tentang Aktivitas Hubungan Investor serta Pedoman pada butir 1, 2, dan 3 di atas.
Tata Tertib Kerja Direksi maupun Pedoman Tata Tertib
Kerja Dewan Komisaris. Dalam ketentuan tersebut, Larangan bagi Orang Dalam Bank untuk melakukan
diatur bahwa Orang Dalam Bank dilarang melakukan transaksi efek BTN didasarkan pada prinsip keterbukaan
kegiatan transaksi orang dalam (insider trading) di pasar modal guna memastikan kesetaraan informasi
melalui kegiatan pembelian atau penjualan atas efek dalam pengambilan keputusan investasi. Orang
Bank atau Perusahaan lain yang melakukan transaksi Dalam dilarang memperdagangkan efek BTN jika
dengan BTN. Orang Dalam yang dimaksud adalah memiliki informasi material yang belum dipublikasikan
sebagai berikut: (informasi orang dalam atau fakta material). Transaksi
1. Komisaris, Direktur, atau Pegawai Bank; hanya dapat dilakukan setelah fakta material tersebut
2. Pemegang saham utama Bank; diumumkan secara resmi kepada publik.
3. Orang perseorangan yang karena kedudukan
atau profesinya atau karena hubungan usahanya
286 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 184
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Implementasi Prinsip Kehati-hatian [GRI 2-23]
Know Your Customer (KYC) dan Know Your Employee (KYE)
Untuk memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian yang sudah terdaftar, sesuai dengan ketentuan yang
dalam operasionalnya, BTN telah menerapkan dua diatur dalam POJK Nomor 23/POJK.01/2019 tentang
pendekatan utama, yaitu know your customer (KYC) Perubahan atas POJK Nomor 12/POJK.01/2017, yang
dan know your employee (KYE), yang berfokus pada memperbarui beberapa ketentuan terkait penerapan
pengelolaan risiko operasional di berbagai aktivitas program APU dan PPT di sektor jasa keuangan. Untuk
bisnis Bank. KYC, yang sebelumnya digunakan mendukung penerapan prinsip kehati-hatian secara
untuk memverifikasi identitas nasabah, kini telah lebih efektif, Bank juga memberikan pelatihan daring
berkembang menjadi customer due diligence (CDD), kepada pegawainya, yang difokuskan pada materi
sebuah proses yang lebih mendalam yang melibatkan CDD yang berisi contoh-contoh kasus yang relevan
kegiatan identifikasi, verifikasi, dan pemantauan dengan penerapan prinsip kehati-hatian, dengan
terhadap nasabah atau calon nasabah. Proses ini tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran
bertujuan untuk memastikan bahwa transaksi yang pegawai tentang pentingnya kewaspadaan dalam
dilakukan sesuai dengan profil nasabah, baik itu calon setiap transaksi yang dilakukan.
nasabah, walk-in customer (WIC), atau nasabah
Anti Pencucian Uang uang (APU), Pencegahan Pendanaan
Terorisme (PPT), dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata
Pemusnah Massal (PPPSPM)
BTN mengimplementasikan program APU (Anti Selain itu, pelaksanaan program-program tersebut di
Pencucian Uang), PPT (Pencegahan Pendanaan tingkat Kantor Wilayah dan Kantor Cabang menjadi
Terorisme), dan PPPSPM (Pencegahan Pendanaan tanggung jawab masing-masing Kepala Kantor
Proliferasi Senjata Pemusnah Massal) dalam proses Regional dan Manajer Cabang.
pengenalan nasabah dengan mengikuti peraturan
dan perundang-undangan yang berlaku di sektor Selain diterapkan di kantor pusat, BTN juga memastikan
perbankan. Sebagai bagian dari upaya untuk bahwa program UKK APU, PPT, dan PPPSPM dilaksanakan
meningkatkan efektivitas penerapan ketiga program dengan baik di Kantor Wilayah dan Kantor Cabang.
tersebut dan memastikan kesesuaian dengan Dengan pelaksanaan yang menyeluruh, Bank berupaya
ketentuan yang ditetapkan oleh regulator, Bank telah mendorong efektivitas program ini agar dapat
membentuk Unit Kerja Khusus (UKK) yang fokus pada berjalan dengan optimal, serta memastikan bahwa
APU, PPT, dan PPPSPM di Kantor Pusat. UKK ini bertugas semua kegiatan bisnis yang dilakukan sesuai dengan
untuk mengawasi dan memastikan bahwa program ketentuan yang ditetapkan oleh regulator, guna
tersebut diterapkan dengan tepat di seluruh Unit Bisnis. menjaga kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan
Terorisme (APU dan PPT)
BTN memiliki kebijakan dan strategi yang komprehensif setiap transaksi dan kegiatan yang dilakukan oleh
dalam mengimplementasikan anti pencucian uang BTN bebas dari kaitannya dengan tindak pidana
(APU), pencegahan pendanaan terorisme (PPT), dan pencucian uang, pendanaan terorisme, atau proliferasi
pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah senjata pemusnah massal. BTN berkomitmen untuk
massal (PPPSPM), yang telah ditetapkan oleh Direksi dan menjalankan praktik perbankan yang bersih, transparan,
mengacu pada standar nasional serta internasional. dan akuntabel dengan melibatkan seluruh pegawai
Kebijakan ini dirancang untuk memastikan bahwa dan mitra kerja dalam pelatihan yang memastikan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 287
Page 185
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
pemahaman dan implementasi yang efektif terhadap d. Pertukaran Data Elektronik (PEDAL) kepada KPK
kebijakan ini, demi menciptakan sistem keuangan yang e. Pemenuhan Permintaan data Oleh LPP dan
aman dan terhindar dari penyalahgunaan. APGAKUM lainnya yakni Kepolisian, Badan
Narkotika Nasional, Kejaksaan.
Untuk mendukung implementasi kebijakan ini, Bank 3. Menyampaikan Laporan terkait dengan
melakukan penyampaian laporan dan data kepada Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada kepada PPATK
regulator dan/atau aparat penegak hukum (APH) yang sebagai berikut:
mencakup berbagai komponen, di antaranya adalah: a. Ikut serta dalam Collaborative Analysis Team
1. Menyampaikan Laporan Transaksi Keuangan (CAT) yang merupakan kolaborasi pertukaran
kepada PPATK sebagai berikut: informasi antara Sektor Publik yaitu PPATK,
a. Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT) pihak pelapor, Lembaga Pengawas dan
b. Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan Pengatur (LPP), Aparat Penegak Hukum.
(LTKM) b. Melakukan pemantauan terhadap Rekening
c. Laporan Transaksi Keuangan Transfer Dana Dana Khusus Kampanye (RKDK).
dari dan ke Luar Negeri (LTKL) d. Sistem c. Melakukan screening terhadap Bendahara
Informasi Pengguna Jasa Terpadu (SIPESAT) Parpol, Dewan Pengurus Pusat dan Wilayah.
2. Menyampaikan Pemenuhan Data/ Informasi d. Melakukan screening terhadap Daftar Calon
kepada Aparat Penegak Hukum & Regulator Tetap (DCT) peserta Pemilu dan Pilkada yang
sebagai berikut: disampaikan oleh PPATK.
a. Sistem Informasi Program APU PPT (SIGAP) e. Menyampaikan seluruh laporan dan
kepada OJK permintaan informasi yang terkait dengan
b. Laporan APU PPT melalui Aplikasi APOLO OJK pelaksanaan Pemilu dan Pilkada tahun 2024.
c. Sistem Informasi Terduga Pendanaan
Terorisme (SIPENDAR) kepada PPATK
Program Awareness Strategic Initiative
1. Refreshment APU, PPT, dan PPPSPM tematik kepada untuk meningkatkan pemahaman tentang
pegawai baik menggunakan media cetak atau penerapan APU, PPT, dan PPPSPM khususnya
digital melalui media internal Bank; dalam pelaksanaan proses Customer Due
Diligence (CDD) Calon Nasabah, Nasabah
2. Internalisasi Awareness APU, PPT, dan PPPSPM dan WIC yang memiliki Beneficial Owner
2024. (BO).
a. Training of Trainer. c. Pelatihan tentang Pemahaman dan
Bank mengadakan kegiatan Training of Trainers Pelaksanaan Program APU, PPT, dan PPPSPM
(TOT) yang bertujuan untuk meningkatkan terhadap Nasabah Berisiko Tinggi.
pemahaman tentang penerapan APU, Bank mengadakan kegiatan yang bertujuan
PPT, dan PPPSPM kepada pegawai yang untuk meningkatkan pemahaman pegawai
berhubungan dengan nasabah dan/atau dalam melakukan Customer Due Diligence
WIC seperti petugas perwakilan pelayanan (CDD) dan Enhanced Due Diligence (EDD)
nasabah. Adapun Output yang diharapkan terhadap nasabah berisiko tinggi guna
atas kegiatan tersebut adalah efektifitas meningkatkan kewaspadaan terhadap APU,
kegiatan internalisasi dapat dilakukan secara PPT, dan PPPSPM.
berkesinambungan oleh peserta kepada
pegawai sehingga pemahaman terkait APU, 3. AMOLA Office Battle BTN 2024
PPT, dan PPPSPM dapat disampaikan secara AMOLA Office Battle BTN 2024 merupakan ajang
merata, continue, dan interaktif. kompetisi cerdas cermat tentang APU, PPT,
b. Pelatihan tentang Beneficial Owner (BO). dan PPPSPM antar seluruh KC (Konvensional
Bank mengadakan kegiatan Pelatihan dan Syariah) dari masing-masing Kantor
tentang Beneficial Owner (BO) yang bertujuan Wilayah. Peserta AM0LA Office Battle BTN 2024
288 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 186
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
merupakan satu tim yang terdiri dari tiga orang 4. Branch Visit dan Surprise Review
dan wajib diikuti oleh perwakilan Customer Branch visit dilakukan untuk meningkatkan
Service Supervisor dan Customer Service awareness dari Kantor Cabang dengan
Staff pada setiap Kantor Cabang. Kegiatan ini melakukan internalisasi ke Kantor-kantor Cabang
bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dengan mempertimbangkan sebaran Laporan
dan pemahaman tentang APU, PPT, dan PPSPM, Transaksi keuangan (LTKM), pendokumentasian
serta meningkatkan self-awareness terhadap data Beneficial Owner, jumlah CIF tidak lengkap,
pentingnya mewujudkan budaya kepatuhan dan Nasabah berisiko tinggi serta auditee dari
dalam penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM. Audit Tematik APU dan PPT 2023. Disamping itu
dilakukan surprise review kepada Kantor Cabang
secara berkala untuk memastikan pemahaman
pegawai dan evaluasi efektifitas atas penerapan
program APU, PPT, dan PPPSPM.
Enhanced Due Diligence and High Risk Jurisdiction
BTN menerapkan prinsip Enhanced Due Diligence PPPSPM. Langkah ini diterapkan terhadap calon
(EDD) serta langkah-langkah pencegahan nasabah, nasabah, pemilik manfaat (beneficial owner),
(countermeasures) yang sesuai dan proporsional conductor, dan/atau walk-in customer (WIC) yang
untuk mengelola dan mengurangi risiko yang dapat berasal dari negara atau yurisdiksi yang masuk dalam
timbul dari hubungan usaha, transaksi, calon nasabah, kategori High-Risk Jurisdictions subject to a Call for
walk-in customer (WIC), dan/atau nasabah yang Action, sesuai dengan tingkat risikonya yang ditetapkan
berasal dari negara yang termasuk dalam kategori oleh FATF. Dengan demikian, setiap hubungan bisnis dan
risiko tinggi, sebagaimana yang diidentifikasi dan transaksi dengan pihak-pihak tersebut akan melalui
dipublikasikan oleh Financial Action Task Force (FATF). pemeriksaan yang lebih ketat. Selain itu, BTN juga
Dalam rangka melakukan pemantauan terhadap High menerapkan EDD terhadap calon nasabah, nasabah,
Risk Jurisdiction, Bank memanfaatkan sistem APU, PPT, pemilik manfaat (beneficial owner), conductor, dan/
dan PPPSPM yang dapat diakses oleh seluruh petugas atau WIC yang berasal dari negara atau yurisdiksi
yang terlibat dalam pengawasan ini, termasuk petugas yang memiliki strategic deficiencies atau kekurangan
di lini depan seperti customer service. signifikan dalam sistem pencegahan pencucian uang
dan pendanaan terorisme, seperti yang diidentifikasi
Berdasarkan daftar negara yang dianggap berisiko oleh FATF. Ini menunjukkan upaya proaktif BTN dalam
tinggi menurut ketentuan FATF, BTN berkomitmen mengidentifikasi dan mengurangi potensi risiko yang
untuk melaksanakan langkah-langkah pencegahan timbul dari hubungan dengan pihak-pihak tersebut,
yang tepat, seperti countermeasures dan Enhanced guna memenuhi standar kehati-hatian yang tinggi dan
Due Diligence (EDD), serta melaporkan setiap aktivitas kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
yang mencurigakan melalui aplikasi APU, PPT, dan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 289
Page 187
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan
dan Sosial [GRI 2-25] [SASB FN-CB-410A.2]
Bank memiliki tanggung jawab secara tidak langsung BTN mulai menerapkan penilaian risiko kredit
terhadap pengelolaan dampak lingkungan dan sosial dengan mempertimbangkan hasil AMDAL sebelum
yang berpotensi timbul akibat aktivitas debitur. Apabila memberikan keputusan kredit kepada suatu proyek. Hal
terjadi ketidaksesuaian dalam pengelolaan dampak ini dikarenakan AMDAL merupakan bagian penting dari
lingkungan dan sosial, hal ini dapat mempengaruhi persyaratan perizinan yang diperlukan dalam proses
risiko kredit dan reputasi Bank. Tanggung jawab pengambilan keputusan terkait pelaksanaan rencana
ini sejalan dengan peran bank sebagai lembaga usaha dan/atau kegiatan. Dokumen AMDAL juga dapat
intermediasi. memberikan evaluasi potensi dampak yang mungkin
timbul dari suatu usaha dan/atau kegiatan terhadap
Dalam proses pendanaan dan penyaluran kredit, lingkungan sekitar. Penyusunan AMDAL dilakukan pada
BTN secara konsisten menerapkan manajemen risiko tahap perencanaan proyek yang diperkirakan akan
lingkungan. Pendekatan ini mendukung penerapan mempengaruhi lingkungan hidup, seperti aspek abiotik,
prinsip keuangan berkelanjutan dan sesuai dengan biotik, dan kultural. Peraturan hukum untuk AMDAL di
POJK Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor
Aset Bank Umum yang ditetapkan oleh OJK pada tahun 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Hidup.
2019, yang menyatakan bahwa penilaian terhadap
prospek usaha, sebagai bagian dari evaluasi kualitas Selain mempertimbangkan dokumen AMDAL, Bank
kredit, mencakup penilaian terhadap upaya yang juga melakukan pemantauan atau verifikasi langsung
dilakukan oleh debitur untuk menjaga keberlanjutan ke lapangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan
lingkungan hidup. [FS1] bahwa calon debitur telah mematuhi semua peraturan
lingkungan yang berlaku. Pendekatan ini merupakan
Portofolio kredit komersial menjadi prioritas utama prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko kredit.
dalam mendorong pertumbuhan BTN. Oleh karena [FS1, FS2, FS5]
itu, Bank telah menyusun kebijakan dan prosedur
khusus dalam penyaluran kredit komersial yang BTN juga memiliki inisiatif “satu rumah satu pohon”
mempertimbangkan dimensi lingkungan dan sosial. sebagai dukungan untuk melestarikan lingkungan
Langkah ini diambil guna memastikan penyaluran kredit dan sosial. Dalam hal ini, setiap rumah yang dibangun
komersial dilakukan dengan tetap mengedepankan diwajibkan untuk memiliki area hijau dan menanam
prinsip kehati-hatian perbankan dan tata kelola pohon. Selain itu, area perumahan harus dilengkapi
perusahaan yang baik. dengan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial
(fasos). [FS3]
Dalam KU.1 - Kebijakan Umum Tentang Perkreditan
atau Pembiayaan Bank juga telahdiatur terkait dengan Untuk memastikan efektivitas inisiatif tersebut, Bank
legalitas proyek, yang terdiri dari: [FS1, FS2] [SASB FN-CB-240a.3] secara berkala melaksanakan audit, termasuk dengan
1. Izin peruntukan lahan/tanah; mengidentifikasi langkah-langkah tindak lanjut jika
2. Site plan disahkan pihak yang sah dan berwenang; terjadi pelanggaran. Audit ini dilakukan setiap tahun
3. Izin mendirikan bangunan; oleh Satuan Kerja Audit Internal. Saat melakukan general
4. Bukti penguasaan; audit di Kantor Cabang, auditor akan menggunakan
5. Salinan SPPT; teknik sampling untuk melakukan pemeriksaan dan
6. Bukti penguasaan jalan masuk; evaluasi kepatuhan terhadap kebijakan yang ada.
7. Surat keterangan piel banjir; Apabila ditemukan ketidaksesuaian, tim auditor
8. Keterangan PDAM; dan akan menyelidiki penyebabnya dan memberikan
9. Surat keterangan kelayakan lingkungan atau rekomendasi untuk perbaikan. Selain itu, Kantor Cabang
upaya pengelolaan lingkungan hidup dan/atau yang diaudit (auditee) juga diminta untuk berkomitmen
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). terhadap perbaikan yang diperlukan, yang kemudian
akan diawasi secara berkala. [OJK F.10] [FS9]
290 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 188
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Pengendalian Internal
Penerapan sistem pengendalian internal bertujuan peraturan yang berlaku. Dengan demikian, Bank dapat
untuk mendukung pencapaian kinerja yang optimal meminimalkan potensi risiko yang dapat muncul
bagi Bank, sekaligus memberikan nilai tambah bagi dalam proses operasional dan keuangan.
pemangku kepentingan. Sistem ini juga berfungsi
untuk meminimalkan risiko kerugian serta memastikan Manajemen BTN juga telah menetapkan mekanisme
kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan yang pengawasan yang berjalan secara berkesinambungan
berlaku. Selain menjadi komponen penting dalam (on-going basis). Tujuan dari pengawasan ini
mekanisme pengawasan Bank, sistem pengendalian adalah untuk menjaga dan melindungi aset Bank,
internal ini juga berperan sebagai pedoman untuk memastikan laporan yang dihasilkan akurat dan dapat
memastikan operasional Bank tetap berjalan dengan dipercaya, serta meningkatkan kepatuhan terhadap
cara yang sehat, efisien, dan terkontrol dengan baik. peraturan yang ada. Selain itu, sistem ini bertujuan
untuk meningkatkan efisiensi biaya, mengurangi
Dalam merancang kerangka kerja pengendalian dampak kerugian finansial, serta mencegah terjadinya
internal, BTN mengacu pada Committee of the penyimpangan atau pelanggaran, seperti kecurangan
Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (fraud) dan pelanggaran prinsip kehati-hatian dalam
(COSO)-Internal Control Integrated Framework. pengelolaan Bank. Dengan penerapan pengendalian
Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan internal yang kuat, BTN dapat menjalankan operasional
pengendalian yang memadai dalam berbagai aspek, secara lebih baik dan lebih aman, serta menjaga
seperti operasional, pelaporan keuangan, efektivitas kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.
dan efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap
Pengendalian Gratifikasi
Bank menyadari bahwa setiap pegawai, di berbagai Sepanjang tahun pelaporan ini, BTN menerima 96
divisi, dapat menghadapi potensi risiko yang berkaitan laporan terkait gratifikasi dari Kantor Pusat dan Kantor
dengan gratifikasi. Untuk itu, BTN mendorong seluruh Cabang. Laporan-laporan ini mencakup berbagai jenis
pegawai untuk berperan aktif dalam mendukung gratifikasi, seperti suap, gratifikasi terkait kedinasan,
program anti-gratifikasi dengan melaporkan setiap pemberian makanan menjelang hari raya keagamaan,
kasus gratifikasi kepada Satuan Kerja Compliance & hingga penolakan terhadap gratifikasi tersebut.
Governance. Ini merupakan langkah konkret dalam Sebagai wujud komitmen dalam pencegahan gratifikasi
memperkuat komitmen terhadap pengendalian dan korupsi, BTN terus memperkuat pengawasan dan
gratifikasi dan menjaga integritas Bank. Selain itu, pengelolaan risiko di lingkungan operasionalnya. Dalam
untuk mendukung penerapan nilai-nilai anti-fraud, rangka mempertahankan Sertifikat ISO 37001 - SMAP,
Bank secara rutin mengadakan program internalisasi pada tahun 2024 telah dilaksanakan Audit Surveillance
strategi anti-kecurangan dan Whistleblowing dengan ruang lingkup 15 unit kerja dan Extend Scope di
System (WBS) melalui berbagai kegiatan sosialisasi. 1 unit kerja yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan
Penerapan program ini dilakukan oleh pihak ketiga core business dengan risiko korupsi tinggi. Langkah ini
yang independen, guna memastikan pelaksanaannya memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional Bank
berjalan dengan objektif dan transparan, sehingga tetap selaras dengan prinsip transparansi, integritas,
menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. [GRI
penyimpangan dan kecurangan. 205-1]
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 291
Page 189
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Jumlah Laporan Terkait Gratifikasi yang Diterima
2024 2023 2022
96 78 83
Whistleblowing System
Komitmen BTN dalam mencegah kecurangan terlihat b. Deteksi
melalui penerapan strategi anti-kecurangan untuk Pilar deteksi dirancang untuk mengidentifikasi
mengendalikan setiap potensi kecurangan yang ada. dan mengungkap kecurangan yang mungkin
Strategi ini mencakup pelaksanaan empat pilar, yaitu: terjadi melalui berbagai mekanisme yang
a. Pencegahan telah disusun, seperti kebijakan Whistleblowing
Pilar pencegahan mencakup berbagai perangkat System (WBS), audit mendadak (surprise audit),
yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan sistem pengawasan (surveillance system), dan
terjadinya kecurangan, di antaranya adalah pengawasan langsung oleh penanggung jawab
upaya untuk meningkatkan kesadaran mengenai operasional (PJO). Berdasarkan data laporan
pentingnya anti-kecurangan, melakukan WBS Bank tahun 2024, sebanyak 3 pengaduan
identifikasi terhadap potensi kerawanan yang yang diterima melalui surel atau situs web. Dari
dapat memicu kecurangan, serta menerapkan total pengaduan yang diterima, semuanya telah
kebijakan untuk lebih mengenal pegawai. diproses dengan baik dan diselesaikan, serta
diberikan sanksi yang sesuai, termasuk sanksi
administratif. Informasi ini tercantum secara rinci
dalam tabel yang disediakan di bawah ini.
Jumlah Laporan dan Pengaduan Berdasarkan Metode Penyampaian
Metode Penyampaian
Tahun
Surat/PO Box SMS/Telepon/WA Surel/Situs Web
2024 0 0 3
2023 0 1 4
2022 0 1 1
c. Investigasi, Pelaporan, dan Sanksi mengumpulkan bukti, mengelola pelaporan, dan
Pada pilar investigasi, pelaporan, dan sanksi merekomendasikan sanksi atas kecurangan yang
memuat sistem, mekanisme, dan perangkat terjadi. Berikut adalah jumlah pengaduan dan
yang bertujuan untuk menggali informasi, tindak lanjutnya:
292 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 190
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Tindak Lanjut Laporan dan Pengaduan
Tindak Lanjut
Laporan telah selesai
Laporan masih dalam Laporan diteruskan
Tahun diproses dan/atau
Laporan ditutup proses (proses audit/ kepada penyidik
telah diberikan sanksi
(tidak terbukti) proses pelaporan / (terkait tindak pidana
(termasuk sanksi
proses lintas divisi) umum atau korupsi)
administratif)
2024 0 1 2 0
2023 0 0 5 0
2022 0 2 0 0
d. Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut melakukan langkah-langkah yang diperlukan
Pilar ini mencakup berbagai langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu,
oleh BTN guna memantau dan mengevaluasi sebanyak 19 kasus yang teridentifikasi telah
potensi kecurangan serta memastikan adanya ditindaklanjuti melalui jalur hukum yang sesuai.
mekanisme tindak lanjut yang tepat. Pada tahun Hal ini mencerminkan komitmen kuat BTN untuk
pelaporan, BTN mencatat adanya 19 kasus menangani setiap pelanggaran dengan cara
kecurangan internal, dengan 7 kasus di antaranya yang sesuai dengan ketentuan hukum yang
telah berhasil diselesaikan, sementara sisanya berlaku, guna menjaga integritas dan kepatuhan
masih dalam proses penyelesaian. Proses ini dalam seluruh aktivitas perusahaan. [SASB FN-CB-
menunjukkan upaya BTN dalam menanggapi 510a.1]
setiap potensi pelanggaran dengan serius dan
Tabel Kecurangan Internal (Internal Fraud) Sepanjang Tahun 2024 [GRI 205-3]
Jumlah Kecurangan yang Dilakukan (Internal)
Anggota Dewan Komisaris
Pegawai Tetap Pegawai Tidak Tetap
Kecurangan Internal dan Anggota Direksi
Sepanjang 2024
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
Sebelumnya Berjalan Sebelumnya Berjalan Sebelumnya Berjalan
(2023) (2024) (2023) (2024) (2023) (2024)
Total laporan 0 0 19 23 0 1
Telah diselesaikan 0 0 17 19 0 1
Dalam proses penyelesaian
0 0 2 4 0 0
di internal Bank
Belum diupayakan
0 0 0 0 0 0
penyelesaian
Telah ditindaklanjuti melalui
0 0 2 0 0 0
proses hukum
Keterangan:
1. Jumlah kasus pada tahun berjalan adalah berdasarkan Laporan Hasil Audit Khusus dan Laporan Hasil Telah Awal periode Januari s.d. Desember 2024;
2. Jumlah kasus yang “Telah diselesaikan” adalah kasus yang telah mendapatkan putusan sanksi dari Direksi s.d Desember 2024;
3. Jumlah kasus yang “Dalam proses penyelesaian di internal bank” adalah kasus yang belum mendapatkan putusan sanksi dari Direksi s.d Desember 2024;
dan
4. Jumlah kasus yang “Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum” adalah kasus yang “telah diselesaikan” dan mendapatkan putusan sanksi pidana. Proses
hukum ditindaklanjuti oleh LGD
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 293
Page 191
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Bank secara aktif menyelenggarakan pelatihan secara efektif. Berikut merupakan jumlah dan
untuk menginternalisasi sistem WBS BTN di kalangan persentase total pegawai yang turut serta mengikuti
pegawainya. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan pelatihan internalisasi WBS BTN, termasuk pembagian
bahwa setiap pegawai memahami dan dapat pegawai per Wilayah Kerja: [GRI 205-2]
mengimplementasikan sistem pelaporan pelanggaran
Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Internalisasi WBS BTN
Lulus Tidak Lulus Tidak Mengakses
Total
Regional
Peserta Jumlah Jumlah Jumlah
% % %
Pegawai Pegawai Pegawai
Kantor Pusat 3.647 3.309 90,73% 3 0,08% 335 9,19%
Kantor Wilayah
1.345 1.201 89,29% 5 0,37% 139 10,33%
Jakarta I
Kantor Wilayah
1.007 875 86,89% 3 0,30% 129 12,81%
Jakarta II
Kantor Wilayah
1.378 1.270 92,16% 2 0,15% 106 7,69%
Jawa Barat
Kantor Wilayah
973 934 95,99% - 0,00% 39 4,01%
Jawa Tengah DIY
Kantor Wilayah
Jawa Timur, Bali & 1.556 1.464 94,09% 2 0,13% 90 5,78%
Nusa Tenggara
Kantor Wilayah
608 541 88,98% 1 0,16% 66 10,86%
Kalimantan
Kantor Wilayah
Sulawesi Maluku 805 739 91,80% 1 0,12% 65 8,07%
Papua
Kantor Wilayah
1.528 1.355 88,68% 3 0,20% 170 11,13%
Sumatera
Total 12.847 11.688 90,98% 20 0,16% 1.139 8,87%
Keterangan:
a, Dari 12,847 pegawai yang mengikuti program internalisasi, 11,688 di antaranya dinyatakan lulus dan sebanyak 20 pegawai dinyatakan tidak lulus; dan
b, Sebanyak 1,139 (8,87%) pegawai belum mengikuti program internalisasi,
Pelaporan Pelanggaran [GRI 2-26]
BTN menerapkan Kebijakan Sistem Pelaporan penyimpangan atau pelanggaran dalam operasional.
Pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS) Dengan adanya WBS, BTN berupaya mendeteksi secara
berdasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dini setiap pelanggaran atau penyimpangan yang
(POJK) Nomor 39/POJK.03/2019 yang diterbitkan pada dapat merugikan Bank, baik dari segi reputasi maupun
19 Desember 2019 tentang Penerapan Strategi Anti- legalitas. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan
Fraud bagi Bank Umum. Sistem WBS ini merupakan untuk menciptakan budaya kerja yang terbuka dan
bagian integral dari upaya pengendalian internal transparan, di mana setiap pegawai dapat melaporkan
Bank yang bertujuan untuk mencegah terjadinya potensi pelanggaran dengan rasa aman dan tanpa
294 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 192
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
rasa takut. Tujuan jangka panjangnya adalah untuk pada kecurangan atau penyalahgunaan yang
menciptakan lingkungan kerja yang jujur, tulus, dan merugikan perusahaan. Tujuan dari WBS BTN adalah
bertanggung jawab, sehingga semua pihak dapat memperkuat mekanisme pengendalian internal dalam
menjalankan tugasnya dengan integritas yang tinggi. mendukung pertumbuhan bisnis melalui beberapa
[SASB FN-CB-510a.2] langkah berikut:
1. Melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap
Bank mengimplementasikan WBS dengan tujuan terjadinya penyimpangan maupun pelanggaran;
memastikan bahwa setiap laporan yang diterima dari dan
para pelapor akan ditindaklanjuti dengan serius sesuai 2. Secara bertahap menciptakan iklim kerja yang
prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini melibatkan terbuka, tulus, jujur, dan bertanggung jawab di
proses verifikasi dan investigasi terhadap setiap laporan BTN.
untuk memastikan keabsahannya. Berdasarkan hasil
laporan yang diterima, Bank bertanggung jawab Tim WBS BTN yang bertanggung jawab dalam
untuk merumuskan dan menerapkan sanksi yang pengelolaan pengaduan laporan WBS terdiri dari:
tepat kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan 1. Kepala Internal Audit Division;
pelanggaran. Tujuan dari penerapan sanksi tersebut 2. Wakil Kepala Internal Audit Division; dan
adalah untuk memberikan efek jera, sehingga dapat 3. Unit WBS pada Departemen Fraud Investigation
mencegah pelaku lain untuk melakukan pelanggaran & Whistleblowing System (WBS) di Internal Audit
serupa, termasuk tindakan yang berpotensi mengarah Division.
Saluran Pelaporan Pelanggaran
BTN telah mengembangkan fasilitas pendukung
dalam penerapan kebijakan whistleblowing system
(WBS). Setiap laporan pengaduan dapat disalurkan
melalui media berikut:
Surat : PO Box 2828 JKP 10028
Situs Web : idn.deloitte-halo.com/btnsiips
Surel : btnsiips@tipoffs.info
SMS :+62 813 8870 1117
WhatsApp : +62 813 8870 1117
Telepon :+62 21-50928882 / +62 21-5092888
Mekanisme Penyampaian Laporan Pelanggaran [GRI 2-16]
BTN menyediakan saluran khusus melalui WBS bukan merupakan Tim WBS BTN, maka Pengelola
untuk memfasilitasi pemangku kepentingan dalam WBS Independen akan menyampaikan laporan
menyampaikan laporan terkait pelanggaran yang terjadi kepada Tim WBS BTN;
di lingkungan Bank. Mekanisme ini memungkinkan para 2. Apabila pihak terlapor adalah pegawai BTN 1 (satu)
pihak yang memiliki informasi mengenai pelanggaran level di bawah Direksi dan bukan merupakan Tim
untuk mengirimkan laporan pengaduan secara aman WBS, maka Pengelola WBS Independen akan
dan terjamin kerahasiaannya. Laporan tersebut dapat menyampaikan laporan kepada Direktur Utama;
dikirimkan berdasarkan indikasi pelanggaran yang 3. Apabila pihak terlapor adalah Tim WBS BTN, maka
telah teridentifikasi, sebagai berikut: Pengelola WBS Independen akan menyampaikan
1. Apabila pihak terlapor adalah pegawai BTN laporan kepada Direktur Utama;
sampai dengan 2 (dua) level di bawah Direksi dan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 295
Page 193
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
4. Apabila pihak terlapor adalah Direksi, maka 6. Apabila pihak terlapor adalah Komisaris secara
Pengelola WBS Independen akan menyampaikan bersama-sama, maka Pengelola WBS Independen
laporan kepada Dewan Komisaris dan Pengelola akan menyampaikan laporan kepada Pengelola
WBS Kementerian BUMN; WBS Kementerian BUMN; dan
5. Apabila pihak terlapor adalah Komisaris dan/ 7. Apabila pihak terlapor adalah Direksi dan/atau
atau Komite di bawah Dewan Komisaris, maka Komisaris Perusahaan Anak maka Pengelola
Pengelola WBS Independen akan menyampaikan WBS Independen akan menyampaikan laporan
laporan kepada Anggota Komisaris dan kepada Direktur Utama Bank.
Anggota Komite di bawah Dewan Komisaris
yang tidak terkait pengaduan dan Pengelola
WBS Kementerian BUMN (khusus terlapor adalah
Komisaris);
Jaminan Pelindungan Bagi Pelapor
BTN berkomitmen untuk memberikan jaminan 3. Perlindungan dari tindakan balasan dari Terlapor.
perlindungan kepada Pelapor yang melaporkan Perlindungan ini dapat berupa:
pelanggaran dengan niat baik, terutama jika 4. Perlindungan fisik dan/atau psikis, baik terhadap
pelanggaran tersebut berpotensi merugikan Bank. diri sendiri maupun keluarganya;
Pemberi jaminan dilaksanakan melalui beberapa 5. Perlindungan terhadap harta benda miliknya dan
kebijakan berikut: milik keluarga atas teror ataupun pembalasan
1. Penyediaan Media Pelaporan WBS yang bebas yang harus dialaminya;
dan rahasia. Pelapor akan mendapatkan 6. Perlindungan administratif berupa ancaman
informasi status laporan WBS yang disampaikan penundaan kenaikan pangkat, pemecatan,
oleh Pengelola WBS Independen melalui media mutasi yang tidak layak, termasuk kepastian kerja,
yang ditetapkan. dan lain-lain; serta
2. Jaminan kerahasiaan identitas Pelapor, kecuali 7. Perlindungan hukum, dalam hal melalui proses
bila terdapat tuntutan hukum yang mengharuskan litigasi disesuaikan dengan ketentuan yang
identitas Pelapor dibuka di hadapan hakim; dan berlaku.
Sistem Penanganan Pengaduan
BTN telah menjalin kemitraan strategis dengan langkah yang diambil dalam kerangka kerja sama ini
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik mengutamakan prinsip kerahasiaan dan memastikan
Indonesia untuk menangani Whistleblowing System bahwa laporan yang diterima ditangani dengan aman
(WBS) sebagai bagian dari upaya bersama dalam dan tanpa rasa takut akan pembalasan. Dengan
memberantas praktik korupsi. Kerja sama ini bertujuan demikian, BTN berkomitmen untuk mengoptimalkan
untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kebijakan dan strategi internal dalam mencegah dan
penanganan pengaduan yang dilakukan baik secara memerangi tindak pidana korupsi secara menyeluruh,
internal oleh pegawai maupun eksternal oleh pihak luar, melalui sistem yang dapat dipercaya dan mendukung
dengan mengadopsi pendekatan yang terintegrasi, terciptanya budaya anti-korupsi yang kuat.
profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap
296 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 194
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Tim WBS menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dengan mekanisme sebagai berikut:
Bagian Alur (1) Jika Terlapor adalah pegawai BTN (sampai dengan 2 level di bawah Direksi)
dan bukan Tim WBS
Pengelola WBS
Pelapor Tim WBS Tim Audit Khusus Unit Kerja Terkait
Independen
Mulai
7b
Laporan WBS
1 2 out scope
4
Tidak
Input aplikasi
Laporan WBS Analisa
WBS
Laporan WBS in 7a
scope / out of
Laporan WBS
scope
3 in scope
Alur Kerja Proses
Mengklasifikasikan
laporan WBS 5
Informasi 8b
Ya
Laporan WBS in cukup
Tindak lanjut
12a scope / out of 6 8a
scope
Memberikan Layak Audit Tindak lanjut
feedback Khusus
11
Meminta Pelapor
untuk melengkapi Tidak Ya
informasi
Informasi 9
Tambahan Memo/dokumen
lainnya tindak
lanjut laporan WBS
Menginformasikan
pelaporan tidak
13 memberikan 10
12b feedback
Closing status
Tidak laporan
memberikan
Feedback Selesai
Bagian Alur (2) Jika Terlapor Pegawai BTN (Satu Level di Bawah Direksi) dan Bukan Tim WBS
Pengelola WBS
Pelapor Direktur Utama Tim Audit Khusus Unit Kerja Terkait
Independen
Mulai
7b
Laporan WBS
out scope
1 2 4
Tidak
Laporan WBS Input aplikasi Analisa
WBS
Laporan WBS in 7a
scope / out of
Laporan WBS
Alur Kerja Proses
3 scope
in scope
Mengklasifikasikan
laporan WBS 5
Informasi 8b
Ya
Laporan WBS in cukup
Tindak lanjut
13a scope / out of
6 8a
scope
Memberikan Layak Audit
Tindak lanjut
feedback Khusus
12
Meminta Pelapor
untuk melengkapi Tidak Ya
informasi
Informasi 9
Tambahan Menginformasikan Memo/dokumen
15
pelaporan tidak Menerima lainnya tindak
memberikan informasi tidak lanjut laporan WBS
14 feedback ada feedback
13b 11 10
Closing status
Tidak laporan Arahan untuk
memberikan dilakukan
Feedback closing laporan
Selesai
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 297
Page 195
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Bagian Alur (3) Jika Terlapor adalah Tim WBS
Pengelola WBS Tim Auditor
Pelapor Tim WBS Unit Kerja Terkait
Independen Eksternal
Mulai
7b
Laporan WBS
1 2 out scope
4
Input aplikasi Tidak
Laporan WBS WBS Analisa
Laporan WBS in 7a
scope / out of
Laporan WBS
Alur Kerja Proses
scope
3 in scope
Mengklasifikasikan
laporan WBS 5
Informasi 8b
Ya
Laporan WBS in cukup
Tindak lanjut
13a scope / out of 6 8a
scope
Memberikan Layak Audit Tindak lanjut
feedback Khusus
12
Meminta Pelapor
untuk melengkapi Tidak Ya
informasi
Informasi 9
Tambahan Memo/dokumen
15
Menginformasikan lainnya tindak
Menerima
pelaporan tidak lanjut laporan WBS
informasi
memberikan
tidak ada
14 feedback
feedback
10
13b 11
Closing status Arahan untuk
Tidak laporan dilakukan
memberikan closing laporan
Feedback Selesai
Bagian Alur (4) Jika Terlapor adalah Direksi
Pengelola
Pengelola WBS Tim Auditor WBS Direktur Unit Kerja
Pelapor Dewan Komisaris
Independen Eksternal Kementerian Utama Terkait
BUMN
Mulai
15
Tidak
2 Laporan WBS
1 5 out scope
Laporan Input aplikasi 13
WBS Analisa 4
WBS Laporan WBS Laporan WBS
8 in scope out scope
Alur Kerja Proses
Laporan WBS in
scope / out of terkait Direksi
Laporan WBS
scope in scope
3
Mengklasifikasikan
laporan WBS 6 14
Arahan tindak
Informasi Ya lanjut laporan
Laporan WBS in cukup WBS
19a scope / out of Selesai
7 16
scope 9
Memberikan Layak Audit
Tindak lanjut
feedback Khusus Tindak lanjut
18
Meminta Pelapor
untuk melengkapi Tidak Ya
informasi
Informasi 10 17
Tambahan Memo/dokumen Dokumen
21
Menginformasikan lainnya tindak tindak lanjut
pelaporan tidak Menerima laporan
informasi lanjut laporan WBS
memberikan WBS
feedback tidak ada
20
feedback
11
19b 12
Closing status Arahan untuk
Tidak laporan dilakukan
memberikan closing laporan
Feedback Selesai
298 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 196
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Bagian Alur (5) Jika Terlapor adalah Komisaris dan/atau Komite di bawah Dewan Komisaris
Anggota Komisaris Tim Audit
Pengelola
yang Tidak Terkait Khusus
Pengelola WBS WBS Direktur Unit Kerja
Pelapor Pengaduan dan Bukan SKAI / Tim
Independen Kementerian Utama Terkait
Anggota Komite yang Auditor
BUMN
Bersangkutan Eksternal
Mulai
15
Tidak
2 Laporan WBS
1 5 out scope
Laporan Input aplikasi 13
WBS Analisa 4
WBS Laporan WBS Laporan WBS
Laporan WBS in 8 in scope out scope
Alur Kerja Proses
scope / out of terkait Direksi
Laporan WBS
scope in scope
3
Mengklasifikasikan
laporan WBS 6 14
Arahan tindak
Informasi Ya lanjut laporan
Laporan WBS in cukup WBS
19a scope / out of Selesai
7 16
scope 9
Memberikan Layak Audit
Tindak lanjut
feedback Khusus Tindak lanjut
18
Meminta Pelapor
untuk melengkapi Tidak Ya
informasi
Informasi 10 17
Tambahan Dokumen
21 Memo/dokumen tindak lanjut
Menginformasikan lainnya tindak
Menerima laporan
pelaporan tidak lanjut laporan WBS
informasi WBS
memberikan
tidak ada
20 feedback
feedback
11
19b 12
Closing status Arahan untuk
Tidak laporan dilakukan
memberikan closing laporan
Feedback Selesai
Bagian Alur (6) Jika Terlapor adalah Komisaris secara bersama-sama
Pengelola WBS Kementerian
Pelapor
Independen BUMN
Mulai 4
Menerima hasil analisis
Laporan WBS
1 2
Laporan WBS Input aplikasi
WBS
Alur Kerja Proses
5
Laporan WBS in
scope
3
Mengklasifikasikan
laporan WBS
6
Laporan WBS in scope Menindaklanjuti /
/ out of scope menentukan langkah
penanganan laporan
WBS sesuai kewenangan
yang dimiliki
8
Closing status
laporan
7
Selesai Arahan closing laporan
WBS
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 299
Page 197
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Bagan Alur (7) Jika Terlapor adalah Direksi dan/atau Komisaris Perusahaan
Anak
Tim Audit Khusus
Pengelola WBS Unit Kerja
Pelapor Direktur Utama / Tim Audit
Independen Terkait
Perusahaan Anak
Mulai
7b
Laporan WBS
out scope
1 2 4
Tidak
Laporan WBS Input aplikasi Analisa
WBS
Laporan WBS in 7a
Alur Kerja Proses
scope / out of
Laporan WBS
3 scope
in scope
Mengklasifikasikan
laporan WBS 5
Informasi 8b
Ya
Laporan WBS in cukup
Tindak lanjut
13a scope / out of
6 8a
scope
Memberikan Layak Audit
Tindak lanjut
feedback Khusus
12
Meminta Pelapor
untuk melengkapi Tidak Ya
informasi
Informasi 9
Tambahan Menginformasikan Memo/dokumen
15
pelaporan tidak Menerima lainnya tindak
memberikan informasi tidak lanjut laporan WBS
14 feedback ada feedback
13b 11 10
Closing status
Tidak laporan Arahan untuk
memberikan dilakukan
Feedback closing laporan
Selesai
Bagan Alur Proses Sanksi – Jalur Hukum
Komite Anti-Fraud Human Capital Legal Division
Management & Culture
Specialist Division
1b 1a
Menerima Tembusan Inisiasi Eksekusi Sanksi
Putusan Sanksi Lewat Jalur Hukum
2 3
Koordinasi dengan Legal Menyiapkan Tim dan
Div. untuk Persiapan Langkah Hukum serta
Proses Hukum Mengawal Jalannya Proses
Hukum
300 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 198
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Bagan Alur Proses Sanksi pada BTN
Komite Disiplin &
Mulai IAD Direksi HCMD Selesai
Sanksi Pegawai
Permasalahan Telaah
Selesai
KC, Kanwil, Divisi Awal
Ada
Pelanggaran
Tidak Butuh
Pendalaman
Tingkat Pembahasan Pelaksanaan
Permasalahan Keputusan Direksi Putusan
Permasalahan
N
Butuh
Y Pendalaman Melampaui
N Kewenangan
Keputusan
Audit Khusus Rekomendasi
Y
Sesuai
Kewenangan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 301
Page 199
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Pernyataan Jaminan Independen
INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT
PT. Bank Tabungan Negara Tbk.
Sustainability Report 2024
Statement No: 016/IAS/CBC/II/2025
Type 2, Moderate Level
Scope of Engagement in Assurance
CBC Global Indonesia (“CBC Global Indonesia”, “us” or “we”) were commissioned by
PT. Bank Tabungan Negara Tbk. (“bank BTN”) with the objective to provide assurance
of bank BTN’s 2024 Sustainability Report (the “Report”) in relation with accordance to
GRI Sustainability Reporting Standards (GRI Universal Standards and GRI-G4 FS),
POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, SUSBA, TCFD,
and the adherence to AA1000 Accountability Principles (2018) with assurance over
the Subject Matter presented in the Report, for the reporting year ended 31st
December 2024. This statement is intended to be used by stakeholders &
management of bank BTN.
The scope and limitation of our work is restricted to the following areas:
1. Subject Matters
- Climate Change and Ecosystems (Including GHG Emission)
- Natural Resource Use & Environmental Management
- Employment (Education and HSE)
- Human Rights (Diversity, Equity, dan Inclusion)
- Community Development
- Information Security
- Governance
- Sustainable Products and Services
- Business Ethics and Code of Conduct
- Sustainable Procurement
2. AA1000 Principles (2018)
Our assurance engagement was planned and performed to meet the
requirements of a Type 2 “moderate level” of assurance as defined by AA1000
Assurance Standard (AA1000AS) v3 to evaluate the nature and extent of bank
BTN’s adherence to all four AA1000 AccountAbility Principles (2018): Inclusivity,
Materiality, Responsiveness and Impact, where sufficient evidence has been
obtained to support our statement such that the risk of our conclusion being in
error is reduced, but not reduced to very low, but not zero.
302 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 200
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
We have not performed any work, and do not express any conclusions, on any
other information outside of the Subject Matter that may be published in the Report
or on bank BTN’s website for the current reporting period or for previous periods and
assumed that the financial data and figures provided by bank BTN has been audited
by independent parties therefore, presentation of financial data and figures in the
report NOT within the scope of assurance.
Responsibilities of the Management of bank BTN
The Management of bank BTN is responsible for the preparation of the Subject Matter
in accordance with the Reporting Criteria. The responsibility includes designing,
implementing and maintaining internal control relevant to the preparation of Subject
Matter information that is free from material misstatement, whether due to fraud or
error.
Responsibilities, Competencies and Independency of CBC Global Indonesia
Our responsibility is to plan and perform our work to obtain assurance over whether
the Subject Matter information has been prepared in accordance with the GRI
Universal Standard, GRI-G4 FS, POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK
No.16/SEOJK.04/2021, SASB, SUSBA, TCFD and to report to bank BTN in the form
of an independent assurance conclusion, based on the work performed and the review
progress. We must also express a conclusion over whether the Report adheres to the
AA1000 Principles (2018) and comment on the nature and extent of each Principle
individually. All this engagement was carried out by an independent team of
sustainability assurance professionals whose already obtained the Certified
Sustainability Report Assurer (CSRA) and any relevant certifications.
CBC Global Indonesia is bounded by rules of conduct and professional practice
relating to independence and quality overseen by AccountAbility (www.
accountability.org/standards/licensing/ AA1000 as licensed-providers) and has
established policies and procedures that are designed to ensure that our team maintain
independence and integrity. We had no financial interest in the operation of bank BTN
other than for the assessment and assurance of this report. We don’t accept or assume
responsibility (legal or otherwise) or accept liability for or in connection with any other
purpose for which it may be used, or to any person by whom the independent
assurance opinion statement may be read.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 303
Page 201
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Methodology
We conduct the following assurance procedures and activities:
• Pre-engagement to ensure the independence and impartiality of the assurance
team.
• Kick-off meeting and initial analysis of the report draft.
• Review, assess and evidence the reliability and quality of sustainability
performance and disclosed information as specified in the Report content for the
reporting period of 1st of January up to 31st of December 2024.
• Evaluate the adherence of report content, disclosure and presentation against
the criteria of standard, principles, and indicators using references from
AA1000AS v3, AA1000AP (2018) (AccountAbility Principles), GRI Universal
Standards and GRI G4 Financial Services Sector Disclosure (GRI-G4 FS),
POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, and
TCFD. Adopt IPCC Guidelines for calculation methodology of energy used and
emission.
• Conduct in-depth interview on compliance, governance, risk management,
business continuity management topics with the representatives of the relevant
functions/divisions of the bank BTN concerning sustainability strategy and
policies for material issues and the implementation of these across the bank
BTN’s business.
• Obtain an understanding of internal control relevant to the engagement in order
to design procedures that are appropriate in the sustainability program and
strategy.
• Obtained an understanding of how the identified sustainability information is
gathered, collated and aggregated internally and enquiries of management of
bank BTN to gain an understanding of the processes for determining material
issues for key stakeholder groups, internally and externally.
• Performed limited substantive testing, on a sample basis, of the sustainability
information identified, to verify the assumptions, estimations and computations
bank BTN made and to check that data had been appropriately measured,
recorded, collated and reported.
• Compare the subject matter presented in the report to corresponding information
in the relevant underlying sources on a sample basis.
• Evaluate the subject matter presented in the report to determine whether they
are in line with our overall knowledge of, and experience with, the sustainability
performance of the group.
• Discuss and analysis data and reports with management of bank BTN and data
contributor to determine whether there are any material misstatement of fact or
material inconsistencies based on our understanding obtained as part of our
assurance engagement.
304 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 202
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Finding and Conclusions
From the assurance program and the evidence, we have obtained, a detailed review
against the AA1000 AccountAbility Principles of Inclusivity, Materiality,
Responsiveness and Impact, the GRI Universal Standards, GRI-G4 FS, POJK
No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, and TCFD is set out
below:
INCLUSIVITY
An assessment was made to investigate the engagement of all key stakeholders
within the bank BTN. The presentation of stakeholder’s inclusivity in the report is fairly
identified and covers all bank BTN’s inclusivity material issues. The stakeholder’s
engagement has been held through communication based on various methods and
approaches with the contributions of all key stakeholders includes their internal and
external stakeholders to develop an accountable and strategic sustainability topic.
MATERIALITY
An assessment was made to investigate the material information disclosed by the bank
BTN. The report fairly covers the bank BTN’s material issues by using materiality matrix
and boundary mapping through the stakeholder’s inclusivity process. The materiality
topics shows in the report provide a fair and sufficient information and aligned with risk
management within the company which enables its stakeholders to make a
professional judgment about bank BTN’s performance and management.
RESPONSIVENESS
An assessment was made to investigate the transparency act of the bank BTN on
material sustainability topics and their related impacts. The report covers bank BTN’s
responsiveness issues. All the information related to the responses from management
to its stakeholder’s inputs and complaints have been included in the report and any
others company’s mechanisms transparently and appropriateness the responses to a
strategic stakeholder engagement management. Besides, the engagement with the
Indonesia Sustainable Finance (IKBI) indicated the bank BTN’s commitment towards
sustainability issues.
IMPACT
The Report content discloses data and information indicating the impacts of the bank
BTN’s decisions, activities, and services on the economy, environment, and society.
An assessment was made to investigate the practice of the bank BTN to monitor,
measure and be accountable for how their actions affect their broader ecosystems. In
overall, disclosures of impacts in the Report content are rather balance and adequate
with both metric and qualitative information. However, the Company still needs to
integrate comprehensively the identified impacts into key management processes to
conduct an impact assessment on the other stakeholders, including its organizational
strategy, governance, goals, objectives, and operations.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 305
Page 203
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
GRI STANDARDS PRINCIPLES
The Report has prepared in accordance with GRI Universal Standards and GRI-G4 FS,
where all disclosure of each material topic is presented in the Report. The disclosures
of management approach for each material topic in general is fairly disclosed. The
Management of bank BTN has applied the principles for defining the report’s quality
(balance, comparability, accuracy, timeliness, clarity, and reliability) and the principles
for defining the report’s content (stakeholder inclusiveness, sustainability context,
materiality, and completeness) and supporting documents were adequately presented
during the assurance program.
Adherence to POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB,
SUSBA and TCFD
The report has followed or complied to all POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK
No.16/SEOJK.04/2021, SASB, SUSBA, and TCFD reporting guidelines. In terms of the
adherence against the regulations, bank BTN has developed and simplified more
policies and initiatives on social and environment concerns. The bank BTN is advised
to improve their risk and impact analysis on sustainability and also improve the
assessment on high-risk lending sectors with negative impacts towards social and
environment issues. In addition, the bank BTN should also update its sustainability
reporting data collection system more comprehensively, integrated, and reliable.
Opinion Statement
Our professional and certified team of sustainability report assurer has assured this
report in accordance with the AA1000AP (2018), AA1000AS v3 and GRI Standards.
From the review progress, we conclude that the bank BTN’s Sustainability Report 2024
provides a fair view of the all the bank BTN’s programs and performances during 2024.
The extent to which the GRI Standards has been applied in the Report and conclude
this report has been prepared in accordance with GRI Universal Standards.
We believe that the evidence we have obtained is sufficient and appropriate to provide
a basis for our conclusion. We conclude that the data in 2024 for all material topics
performance indicators are fairly represented and there is nothing has come to our
attention that would lead us to believe that the subject matter in the Report for the year
ended 31 December 2024, in all material respects, is not prepared in accordance with
the applicable criteria.
306 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 204
Integritas Tata Kelola
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah
Conclusion & Recommendations
Bank BTN needs to evaluate and ensure that credit disbursements made through third
parties align with BTN's sustainability commitments and sustainable finance
regulations.
For and on behalf of:
Jakarta, February 20th, 2025
Dr. Ari Purwanti, Ak. CA. CSRA CPMA., CRMP., CERA., CIBA
Operational Manager
PT. CBC Global Indonesia
PT CBC Global Indonesia
The Icon Horizon Broadway Blok M.5 No.3 BSD City, Tangerang, Indonesia 15345
Tel: (62)(21) 87780058
Email: services@cbcglobalindonesia.com
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 307
Page 205
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Indeks Standar Laporan
Indeks Isi Standar GRI
Pernyataan Penggunaan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah melaporkan sesuai
dengan GRI Standar untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2024
GRI 1 yang Digunakan GRI 1: Landasan 2021
Standar Sektor GRI yang Berlaku GRI G4 Jasa Keuangan
Tidak Mencantumkan
No. Ref.
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Standar
Tidak Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Pengungkapan Umum
GRI 2: 2-1 Nama Perusahaan 56, 68
Pengungkapan
Umum 2021 2-2 Entitas yang termasuk 48
dalam laporan
keuangan dikonsolidasi
2-3 Periode pelaporan, siklus 48, 327
laporan, titik kontak
untuk pertanyaan
mengenai laporan
2-4 Penyajian kembali 48
informasi
2-5 Assurance oleh pihak 51
eksternal
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan 56, 57, 66,
hubungan bisnis lainnya 68, 70, 73
2-7 Informasi pekerja 110-114
2-8 Pekerja yang bukan 110-114
karyawan
2-9 Struktur tata kelola 20, 108,
226, 231
2-10 Menominasikan dan 226, 242
memilih badan tata
kelola tertinggi
2-11 Pejabat badan tata 226-227
kelola tertinggi
2-12 Peran badan tata 17, 226, 231
kelola tertinggi dalam
mengawasi pengelolaan
dampak
308 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 206
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Tidak Mencantumkan
No. Ref.
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Standar
Tidak Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
2-13 Pendelegasian 17, 226, 231
tanggung jawab untuk
mengelola dampak
2-14 Peran badan tata 14, 15, 51
kelola tertinggi dalam
pelaporan keberlanjutan
2-15 Konflik kepentingan 282, 284,
286
2-16 Mengkomunikasikan 271, 274,
hal-hal kritis 278, 295
2-17 Pengetahuan kolektif 125
badan tata kelola
tertinggi
2-18 Evaluasi kinerja badan 226, 230,
tata kelola tertinggi 247
2-19 Kebijakan remunerasi 243, 244
2-20 Proses untuk 243
menentukan remunerasi
2-21 Rasio kompensasi total 245
tahunan
2-22 Pernyataan tentang 11, 12
strategi pembangunan
berkelanjutan
2-23 Komitmen kebijakan 11, 12, 48,
58, 59, 108,
248, 277-
279, 287
2-24 Menanamkan komitmen 11, 12, 277
kebijakan
2-25 Proses untuk 290
memulihkan dampak
negatif
2-26 Mekanisme untuk 294
mendapatkan saran dan
meningkatkan isu
2-27 Kepatuhan terhadap 102, 149
hukum dan peraturan
2-28 Keanggotaan asosiasi 73
2-29 Pendekatan keterlibatan 20
pemangku kepentingan
2-30 Perjanjian perundingan 137
kolektif
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 309
Page 207
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Tidak Mencantumkan
No. Ref.
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Standar
Tidak Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Topik Material
GRI 3: Topik Material 3-1 Proses untuk 22, 24
2021 menentukan topik
material
3-2 Daftar topik material 22, 24
Kinerja Ekonomi
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 76
2021 topik material
GRI 201: Kinerja 201-1 Nilai ekonomi langsung 76, 77
Ekonomi 2016 yang dihasilkan dan
didistribusikan
201-2 Implikasi finansial serta 77, 261
risiko dan peluang lain
akibat dari perubahan
iklim
201-3 Kewajiban program 144
pensiun manfaat pasti
dan program pensiun
lainnya
201-4 Bantuan finansial yang 77
diterima dari pemerintah
Keberadaan Pasar
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 117, 137
2021 topik material
GRI 202: 202-1 Rasio standar upah 138
Keberadaan Pasar karyawan entry-level
2016 berdasarkan jenis
kelamin terhadap upah
minimum regional
202-2 Proporsi manajemen 117
senior yang berasal dari
masyarakat lokal
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 153
2021 topik material
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur 153
Ekonomi Tidak dan dukungan layanan
Langsung 2016
203-2 Dampak ekonomi tidak 153
langsung yang signifikan
Praktik Pengadaan
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 70
2021 topik material
GRI 204: Praktik 204-1 Proporsi pengeluaran 70
Pengadaan 2016 untuk pemasok lokal
310 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 208
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Tidak Mencantumkan
No. Ref.
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Standar
Tidak Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Antikorupsi
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 282
2021 topik material
GRI 205: Antikorupsi 205-1 Operasi-operasi yang 291
2016 dinilai memiliki risiko
terkait korupsi
205-2 Komunikasi dan 282, 294
pelatihan tentang
kebijakan dan prosedur
antikorupsi
205-3 Insiden korupsi yang 293
terbukti dan tindakan
yang diambil
Material
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 99
2021 topik material
GRI 301: Material 301-1 Material yang digunakan 99
2016 berdasarkan berat atau
volume
301-2 Material input dari daur 99
ulang yang digunakan
301-3 Produk reclaimed dan 99
material kemasannya
Energi
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 85, 86
2021 topik material
GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi dalam 86
organisasi
302-2 Konsumsi energi di luar 86
organisasi
302-3 Intensitas energi 86
302-4 Pengurangan konsumsi 87
energi
302-5 Pengurangan pada 87
energi yang dibutuhkan
untuk produk dan jasa
Air dan Efluen
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 95
2021 topik material
GRI 303: Air dan 303-1 Interaksi dengan air 95
Efluen 2018 sebagai sumber daya
bersama
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 311
Page 209
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Tidak Mencantumkan
No. Ref.
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Standar
Tidak Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
303-2 Manajemen dampak 99
yang berkaitan dengan
pembuangan air
303-3 Pengambilan air 95
303-4 Pembuangan air 99
303-5 Konsumsi air 95
Emisi
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 88, 89
2021 topik material
GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) 89, 94
langsung
305-2 Emisi energi GRK 89, 94
(Cakupan 2) tidak
langsung
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) 89, 90, 94
tidak langsung lainnya
305-4 Intensitas emisi GRK 90
305-5 Pengurangan emisi GRK 94
305-6 Emisi zat perusak ozon 94
(ODS)
305-7 Nitrogen oksida (NOX), 94
sulfur oksida (SOX), dan
emisi udara signifikan
lainnya
Limbah
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 96, 98, 99
2021 topik material
GRI 306: Limbah 306-1 Timbulan limbah dan 96, 98
2020 dampak signifikan
terkait limbah
306-2 Pengelolaan dampak 96, 98, 99
yang signifikan terkait
limbah
306-3 Timbulan limbah 96
306-4 Limbah yang dialihkan 96
dari pembuangan akhir
306-5 Limbah yang dikirimkan 96
ke pembuangan akhir
312 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 210
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Tidak Mencantumkan
No. Ref.
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Standar
Tidak Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Kepatuhan Lingkungan
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 102
2021 topik material
GRI 307: Kepatuhan 307-1 Ketidakpatuhan 102
Lingkungan 2016 terhadap undang-
undang dan peraturan
tentang lingkungan
hidup
Kepegawaian
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 117
2021 topik material
GRI 401: 401-1 Perekrutan karyawan 117-119
Kepegawaian 2016 baru dan pergantian
karyawan
401-2 Tunjangan yang 139
diberikan kepada
karyawan purnawaktu
yang tidak diberikan
kepada karyawan
sementara atau paruh
waktu
401-3 Cuti melahirkan 143
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 146
2021 topik material
GRI 403: 403-1 Sistem manajemen 146
Keselamatan dan keselamatan dan
Kesehatan Kerja kesehatan kerja
2018
403-2 Identifikasi bahaya, 147-148
penilaian risiko, dan
investigasi insiden
403-3 Layanan kesehatan kerja 146
403-4 Partisipasi, konsultasi, 147
dan komunikasi pekerja
tentang kesehatan dan
keselamatan kerja
403-5 Pelatihan bagi pekerja 146-147
mengenai keselamatan
dan kesehatan kerja
403-6 Peningkatan kualitas 146
kesehatan pekerja
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 313
Page 211
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Tidak Mencantumkan
No. Ref.
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Standar
Tidak Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
403-7 Pencegahan dan 147
mitigasi dampak dari
keselamatan dan
kesehatan kerja yang
secara langsung terkait
hubungan bisnis
403-8 Pekerja yang tercakup 147
dalam sistem
manajemen kesehatan
dan keselamatan kerja
403-9 Kecelakaan kerja 148
403- Penyakit akibat kerja 148
10
Pendidikan dan Pelatihan
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 122
2021 topik material
GRI 404: Pendidikan 404-1 Rata-rata jam pelatihan 131
dan Pelatihan 2016 per tahun per pegawai
404-2 Program untuk 125, 132,
meningkatkan 143
keterampilan karyawan
dan program bantuan
peralihan
404-3 Persentase karyawan 136
yang menerima tinjauan
rutin terhadap kinerja
dan pengembangan
karier
Keanekaragaman dan Kesempatan Kerja
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 108, 114,
2021 topik material 116, 137
GRI: 405: 405-1 Keanekaragaman 108-110,
Keanekaragaman badan tata kelola dan 114, 116
dan Kesempatan karyawan
Kerja
405-2 Rasio gaji pokok dan 137
remunerasi perempuan
dibandingkan laki-laki
Non Diskriminasi
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 114, 116
2021 topik material
GRI 406: Non 406-1 Insiden diskriminasi dan 114, 116
Diskriminasi 2016 tindakan perbaikan yang
dilakukan
314 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 212
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Tidak Mencantumkan
No. Ref.
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Standar
Tidak Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 148
2021 topik material
GRI 407: Kebebasan 407-1 Operasi dan pemasok 148
Berserikat dan di mana hak atas
Perundingan kebebasan berserikat
Kolektif dan perundingan kolektif
mungkin berisiko
Pekerja Anak
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 114, 116
2021 topik material
GRI 408: Pekerja 408-1 Operasi dan pemasok 114, 116
Anak 2016 yang berisiko signifikan
terhadap insiden pekerja
anak
Kerja Paksa atau Wajib Kerja
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 114, 116
2021 topik material
GRI 409: Kerja 409-1 Operasi dan pemasok 114, 116, 137
Paksa atau Wajib yang berisiko signifikan
Kerja terhadap insiden kerja
paksa atau wajib kerja
Masyarakat Lokal
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 153
2021 topik material
GRI 413: Masyarakat 413-1 Operasi dengan 153, 159
Lokal keterlibatan masyarakat
lokal, penilaian
dampak, dan program
pengembangan
413-2 Operasi yang secara 218
aktual dan yang
berpotensi memiliki
dampak negatif
signifikan terhadap
masyarakat lokal
Pemasaran dan Pelabelan
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 222
2021 topik material
GRI 417: Pemasaran 417-1 Persyaratan untuk 222
dan Pelabelan pelabelan dan informasi
produk dan jasa
417-2 Insiden ketidakpatuhan 222
terkait informasi dan
pelabelan produk dan
jasa
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 315
Page 213
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Tidak Mencantumkan
No. Ref.
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Standar
Tidak Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
417-3 Insiden ketidakpatuhan 222
terkait komunikasi
pemasaran
Privasi Pelanggan
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 205
2021 topik material
GRI 418: Privasi 418-1 Pengaduan yang 209-210,
Pelanggan 2016 berdasar mengenai 216
pelanggaran terhadap
privasi pelanggan
dan hilangnya data
pelanggan
Kepatuhan Sosial Ekonomi
GRI 3: Topik Material 3-3 Pengelolaan terhadap 149
2021 topik material
GRI 419: Kepatuhan 419-1 Ketidakpatuhan 149
Sosial Ekonomi 2016 terhadap undang-
undang dan peraturan
di bidang sosial dan
ekonomi
Pengungkapan Sektor
GRI G4 Jasa FS1 Kebijakan dengan 290
Keuangan komponen lingkungan
dan sosial tertentu
FS2 Prosedur untuk menilai 230, 290
dan menyaring
lingkungan dan risiko
sosial di lini bisnis
FS3 Proses untuk memantau 290
implementasi dan
kepatuhan klien
terhadap persyaratan
lingkungan dan sosial
FS4 Proses untuk 125, 202
meningkatkan
kompetensi staf untuk
menerapkan kebijakan
dan prosedur lingkungan
dan sosial sebagaimana
diterapkan pada lini
bisnis
FS5 Interaksi dengan klien/ 71, 181, 290
investasi/mitra bisnis
mengenai risiko dan
peluang lingkungan dan
sosial
316 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 214
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Tidak Mencantumkan
No. Ref.
Standar GRI Pengungkapan Halaman Persyaratan Standar
Tidak Alasan Penjelasan Sektor GRI
Mencantumkan
FS6 Persentase portofolio 160, 163,
untuk bidang usaha 165, 166
berdasarkan daerah,
ukuran dan sektor
FS7 Nilai moneter produk 163, 165,
dan layanan yang 166
dirancang untuk
memberikan manfaat
sosial tertentu untuk
setiap lini bisnis yang
dipecah berdasarkan
tujuan
FS8 Nilai moneter produk 165
dan layanan yang
dirancang untuk
memberikan manfaat
lingkungan tertentu
untuk setiap lini
bisnis yang dipecah
berdasarkan tujuan
FS9 Cakupan dan frekuensi 290
audit untuk menilai
implementasi kebijakan
lingkungan dan sosial
serta prosedur penilaian
risiko
FS10 Persentase dan jumlah 181, 261
perusahaan yang
dipegang dalam
portofolio institusi
tempat organisasi
pelaporan berinteraksi
dalam isu lingkungan
atau sosial
FS11 Persentase aset yang 261
tunduk pada lingkungan
positif dan negatif dari
masalah sosial
FS14 Inisiatif untuk 202
meningkatkan akses
ke layanan keuangan
bagi orang orang yang
kurang beruntung
FS15 Kebijakan untuk desain 222
dan penjualan produk
dan layanan keuangan
yang adil
FS16 Inisiatif untuk 168-173
meningkatkan literasi
keuangan berdasarkan
jenis atau penerima
manfaat
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 317
Page 215
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) [OJK G.4]
Referensi SEOJK Pengungkapan Halaman
Surat Edaran A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 16
No.16/ SEOJK.04/
B.1 Aspek Ekonomi 6, 7, 70, 76, 77,
2021
99, 187
B.2 Aspek Lingkungan Hidup 7
B.3 Aspek Sosial 8, 17
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 58
C.2 Alamat Perusahaan 56
C.3 Skala Usaha 56, 57, 68, 108,
110-114
C.4 Produk, Layanan, dan Kegisatan Usaha yang dijalankan 56, 66
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 73
C.6 Perubahan emiten dan perusahaan publik yang bersifat signifikan 73
D.1 Penjelasan Direksi 31
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 17, 31
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 125
E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 248
E.4 Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan 20
E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 17
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 16, 98, 100, 102
F.2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target 75
Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, 153
atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan
dengan Keuangan Berkelanjutan
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 99
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 99
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 86
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi 85
Terbarukan
F.8 Penggunaan Air 95
F.9 Dampak dari wilayah operasional yang dekat atau berada di daerah 102
konservasi atau memiliki keanekaragaman hayati
F.10 Usaha konservasi keanekaragaman hayati 102, 290
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 89
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 94
F.13 Jumlah limbah dan efluen yang dihasilkan berdasarkan jenis 96
F.14 Mekanisme pengelolaan limbah dan efluen 96
F.15 Tumpahan yang terjadi 100
318 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 216
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Referensi SEOJK Pengungkapan Halaman
F.16 Jumlah dan materi pengaduan lingkungan hidup yang diterima dan 102
diselesaikan
F.17 Komitmen untuk memberikan layanan atas produk dan/ atau jasa 222
yang setara kepada konsumen
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 108
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 114, 116, 137
F.20 Upah Minimum Regional 138
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 146
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pekerja 125
F.23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar 153
F.24 Pengaduan Masyarakat 218
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 153
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan 194
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 209, 222
F.28 Dampak Produk/Jasa 222
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 222
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa 222
Keuangan Berkelanjutan
G.1 Verifikasi tertulis dari pihak independen 51
G.2 Lembar Umpan Balik 14, 15, 51, 52, 326
G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun 51, 52
Sebelumnya
G.4 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan 318
Nomor 51/POJK.03/2017
Referensi Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Kode Keterangan Halaman
Keamanan Data
FN-CB-230a.1 (1) Jumlah pelanggaran data 210
(2) Persentase informasi identifikasi pribadi
(3) Jumlah rekening yang terpengaruh
FN-CB-230a.2 Pendekatan untuk menangani risiko keamanan data 209, 210
Keuangan
FN-CB-240a.1 Jumlah pinjaman yang memenuhi syarat untuk program promosi usaha kecil dan 161
pengembangan masyarakat
FN-CB-240a.2 Jumlah pinjaman jatuh tempo dan non-akrual yang memenuhi syarat untuk 160
mempromosikan usaha kecil dan pengembangan masyarakat
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 319
Page 217
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Kode Keterangan Halaman
FN-CB-240a.3 Jumlah rekening yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau yang 290
menghadapi keterbatasan akses
FN-CB-240a.4 Jumlah peserta literasi keuangan 169
Inkorporasi
FN-CB-410a.1 Komersial dan pembukaan kredit berdasarkan industri 160, 161, 163,
165
FN-CB-410a.2 Pendekatan untuk memasukkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) dalam 290
analisis kredit
Bisnis
FN-CB-510a.1 Jumlah kerugian akibat proses hukum terkait penipuan, perdagangan orang dalam, 149, 293
anti-trust, perilaku anti-persaingan, manipulasi pasar, malpraktek, atau undang
undang industri keuangan terkait lainnya
FN-CB-510a.2 Kebijakan dan prosedur whistleblowing 295
Referensi Task Force on Climate Related Financial Disclosure (TCFD)
Kode Pengungkapan Halaman
Governance
a Menggambarkan pengawasan dewan dari risiko terkait iklim dan peluang 17
b Menggambarkan peran manajemen dalam menilai dan mengelola risiko dan peluang terkait 261
iklim
Strategi
a Menjelaskan risiko terkait iklim dan peluang organisasi telah mengidentifikasi lebih pendek, 261
menengah, dan jangka panjang
b Menjelaskan dampak risiko dan peluang terkait iklim pada bisnis, strategi, dan perencanaan 261
keuangan organisasi
Risk Management
a Menggambarkan proses organisasi untuk mengidentifikasi dan menilai risiko yang berkaitan 261
dengan iklim
b Menggambarkan proses organisasi untuk mengelola risiko yang terkait dengan iklim 73, 261
c Menggambarkan proses untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko terkait iklim 261
diintegrasikan ke manajemen risiko organisasi secara keseluruhan
Metrics and Targets
a Mengungkapkan metrik yang digunakan oleh organisasi untuk menilai risiko terkait iklim dan 90, 94
peluang sejalan dengan proses manajemen strategi dan risiko
b Mengungkapkan Lingkup 1, Ruang Lingkup 2, dan, jika sesuai, Ruang Lingkup 3 gas rumah kaca 89
(GRK), dan risiko terkait.
c Menggambarkan target yang digunakan oleh organisasi untuk mengelola risiko terkait iklim 94
dan peluang dan kinerja terhadap target.
320 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 218
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Tabel Indeks Rating MSCI
No Pilar Indikator Sub Indikator Keterangan Halaman
1 Environment Financing ESG Risk Scope of management system 180-181
Pillar Environmental Management to assess ESG risks in financing
Impact Policies activities
2 Environment Financing Environmental credit Credit policy related to agriculture 182
Pillar Environmental policy
Impact
3 Environment Financing Environmental credit Credit policy related to biodiversity 182, 186
Pillar Environmental policy
Impact
4 Environment Financing Environmental credit Credit policy related to power 183
Pillar Environmental policy utilities
Impact
5 Environment Financing Environmental credit Credit policy related to mining 183, 184
Pillar Environmental policy
Impact
6 Environment Financing Environmental credit Credit policy related to oil and gas 185
Pillar Environmental policy
Impact
7 Environment Financing ESG Risk Involvement of group credit risk in 180-186
Pillar Environmental Management (ESRM) ESG due diligence 251-252
Impact Integration
8 Environment Financing ESG Risk ESG due diligence triggers and risk 180-186
Pillar Environmental Management (ESRM) escalation process clearly defined 251-252
Impact Integration
9 Environment Financing ESG Risk Conducts climate-related risk 260-271
Pillar Environmental Management (ESRM) analysis
Impact Oversight
10 Environment Financing ESG Risk Oversight of ESG risk management 249-250
Pillar Environmental Management (ESRM) in financing activities
Impact Oversight
11 Environment Financing ESG Risk Evidence of board-level 88
Pillar Environmental Management (ESRM) engagement on climate-related
Impact Oversight risks
12 Environment Financing ESG Risk Formal management systems 180-186, 253-
Pillar Environmental Management (ESRM) to assess ESG risks in financing 255
Impact Systems activities
13 Environment Financing Environmental Sustainability-related financial 190
Pillar Environmental Finance product development
Impact Opportunities
14 Environment Financing Environmental Involvement in green financing and 188-190
Pillar Environmental Finance securities
Impact Opportunities
15 Social Pillar Consumer Practices Employee training on consumer 210-211
Financial financial protection
Protection
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 321
Page 219
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
No Pilar Indikator Sub Indikator Keterangan Halaman
16 Social Pillar Consumer Practices Debt collection policy 217
Financial
Protection
17 Social Pillar Consumer Practices Oversight of financial product or 204
Financial service reviews
Protection
18 Social Pillar Consumer Practices Fair advertising policy 203
Financial
Protection
19 Social Pillar Consumer Practices Financial product complaint 220-221
Financial handling process
Protection
20 Social Pillar Consumer Practices Company offers loan modification 217
Financial options
Protection
21 Social Pillar Consumer Practices Financial education initiatives and 168-173
Financial stakeholder outreach
Protection
22 Social Pillar Consumer Practices Oversight of complaint resolution 220
Financial process
Protection
23 Social Pillar Human Capital Practices Scope of support for degree 128-129
Development programs and certifications
24 Social Pillar Human Capital Strategy Extent of human resource-related 145
Development grievance reporting or escalation
procedures
25 Social Pillar Human Capital Strategy Employee satisfaction survey 145
Development frequency
26 Social Pillar Human Capital Talent pipeline Formal talent pipeline development 117-118, 122-
Development development strategy 124
strategy
27 Social Pillar Human Capital Talent pipeline Graduate traineeship/ 133-136
Development development apprenticeship
strategy program
28 Social Pillar Human Capital Talent pipeline Partners with educational institutions 122-124
Development development to develop or deliver joint training
strategy programs for staff
29 Social Pillar Human Capital Programs & Employee equity programs 139-140
Development Initiatives
30 Social Pillar Human Capital Programs & Workforce eligible for non-pay 137-139
Development Initiatives benefits
31 Social Pillar Human Capital Programs & Variable performance-based 139
Development Initiatives component to pay
32 Social Pillar Human Capital Programs & Regular performance appraisals 136
Development Initiatives and feedback processes
322 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 220
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
No Pilar Indikator Sub Indikator Keterangan Halaman
33 Social Pillar Human Capital Programs & Job-specific development training 129-130
Development Initiatives programs
34 Social Pillar Human Capital Programs & Skills and knowledge development 133-136
Development Initiatives training
35 Social Pillar Access to Finance Products and Extent of involvement in 160-167
Strategy microfinance/ microinsurance
36 Social Pillar Access to Finance Distribution and Innovation in mobile/online 194-202
Outreach distribution channels for financial
services
37 Social Pillar Access to Finance Distribution and Points of reach of financial services 195-196
Outreach
38 Social Pillar Access to Finance Distribution and Innovation in other alternative 194
Outreach branchless distribution channels for
financial services
39 Social Pillar Privacy & Data Practices - Scope of data protection policy 205
Security Operations
40 Social Pillar Privacy & Data Practices - Rights provided to consumers 212-213, 215
Security Operations regarding the control of their data
41 Social Pillar Privacy & Data Practices - Measures to address data breaches 206-209
Security Operations
42 Social Pillar Privacy & Data Practices - Frequency of audits of information 207, 216
Security Operations security system
43 Social Pillar Privacy & Data Practices - Responsibility for privacy and data 210
Security Operations security
44 Social Pillar Privacy & Data Practices - Evidence of access control and 207-208
Security Operations protection of personal or sensitive
data
45 Social Pillar Privacy & Data Practices - Consent policy for use of consumer 221
Security Operations data for secondary purposes
46 Social Pillar Privacy & Data Practices - Collection, usage and retention of 216
Security Operations customer information
47 Social Pillar Privacy & Data Practices - Supply Data protection programs covering 213
Security Chain suppliers and business partners
48 Social Pillar Privacy & Data Practices - Scope of employee training on 206, 211
Security Employees privacy and data security
49 Social Pillar Privacy & Data Practices - Scope of information security 207
Security Certification management system certifications
50 Social Pillar Privacy & Data Practices - Type of information security 207, 215
Security Certification management system certification
51 Governance Corporate Board - Audit Audit Board/ Committee Diungkap
Pillar Governance Oversight Independence pada
Laporan
Tahunan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 323
Page 221
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
No Pilar Indikator Sub Indikator Keterangan Halaman
52 Governance Corporate Board - Board Executives on Board Diungkap
Pillar Governance Independence pada
Laporan
Tahunan
53 Governance Corporate Board - Board Related Party Transactions Diungkap
Pillar Governance Independence pada
Laporan
Tahunan
54 Governance Corporate Board - Board Skills Bank has 30% female directors 110
Pillar Governance & Diversity
55 Governance Corporate Board Attendance Attendance at Board meetings 228, 230
Pillar Governance
56 Governance Corporate Board - Pay Pay Committee Independence Diungkap
Pillar Governance Oversight pada
Laporan
Tahunan
57 Governance Corporate Pay -Non-executive Director Equity Policy 246
Pillar Governance Director Pay
58 Governance Corporate Pay - Pay Figures Executive Pay Disclosure 243-245
Pillar Governance
59 Governance Corporate Pay - Pay CEO Equity Policy 246
Pillar Governance Performance
Alignment
60 Governance Corporate Pay - Pay Pay Linked to Sustainability 244
Pillar Governance Performance
Alignment
61 Governance Corporate Ownership & Control Annual Director Elections 242-243
Pillar Governance -Director Elections
62 Governance Corporate Ownership & Control Proxy Access Diungkap
Pillar Governance - Director Elections pada
Laporan
Tahunan
63 Governance Corporate Ownership & Control Government Intervention Concerns Diungkap
Pillar Governance - One Share One pada
Vote Laporan
Tahunan
64 Governance Corporate Ownership & Controlling Shareholder Diungkap
Pillar Governance Control - Ownership pada
Structure Laporan
Tahunan
65 Governance Corporate Ownership & Controlling Shareholder Concerns Diungkap
Pillar Governance Control - Ownership pada
Structure Laporan
Tahunan
66 Governance Corporate Ownership & Control Fair Bid Treatment Provisions 72
Pillar Governance - Takeover Provisions
324 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 222
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
No Pilar Indikator Sub Indikator Keterangan Halaman
67 Governance Corporate Business Ethics Responsibility for ethics issues 278-279
Pillar Behavior Policies & Practices
68 Governance Corporate Business Ethics Bribery and Anti-corruption Policy 282
Pillar Behavior Policies & Practices
69 Governance Corporate Business Ethics Regular Audits of Ethical Standards 278-279,
Pillar Behavior Policies & Practices 280-282
70 Governance Corporate Business Ethics Whistleblower Protection 296
Pillar Behavior Policies & Practices
71 Governance Corporate Business Ethics Employee training on ethical 280-281
Pillar Behavior Policies & Practices standards
72 Governance Corporate Business Ethics Anti-Corruption Policy for Suppliers 282
Pillar Behavior Policies & Practices
73 Governance Corporate Business Ethics Anti-money Laundering Policy 287-289
Pillar Behavior Policies & Practices
74 Governance Corporate Tax Transparency Tax Transparency 78
Pillar Behavior
75 Governance Corporate Business ethics Corruption Risk Exposure & Diungkap
Pillar Behavior controversies Controversies pada
Laporan
Tahunan
76 Governance Corporate Accounting Auditor Tenure Diungkap
Pillar Governance - Auditor pada
Independence Laporan
Tahunan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 325
Page 223
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Lembar Umpan Balik [OJK G.2]
Terima kasih telah membaca Laporan Keberlanjutan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 2024. Untuk
meningkatkan kualitas pelaporan yang lebih baik pada tahun mendatang, Bank mengharapkan usulan, kritik
dan saran dari pembaca dan pengguna laporan ini. BTN berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kinerja
keberlanjutan dan memberikan yang terbaik untuk pemangku kepentingan.
Profil
Nama :
Institusi :
Telp/Hp :
Kategori Pemangku Kepentingan :
Nasabah Pemegang Saham Pemerintah dan pembuat kebijakan
Pegawai Mitra kerja, supplier Lain-lain, sebutkan
Media massa Masyarakat, komunitas lokal
Mohon pilih jawaban yang sesuai dengan memberikan tanda √ pada lingkaran jawaban:
1. Apakah laporan ini sudah menggambarkan kinerja
Bank dalam berkontribusi pada pembangunan Setuju Tidak Setuju Tidak Tahu
berkelanjutan?
2. Apakah laporan ini bermanfaat bagi Anda? Setuju Tidak Setuju Tidak Tahu
3. Apakah laporan ini mudah dimengerti? Setuju Tidak Setuju Tidak Tahu
4. Apakah laporan ini menarik? Setuju Tidak Setuju Tidak Tahu
326 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 224
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Mohon menuliskan jawaban sesuai dengan pendapat Anda
1. Bagian informasi mana yang paling berguna dan menarik?
2. Bagian informasi mana yang kurang berguna sehingga perlu dilakukan perbaikan?
3. Apakah data yang disajikan telah transparan, dapat dipercaya, dan berimbang?
4. Saran/usul/komentar untuk perbaikan laporan ke depan
Bank sangat menghargai umpan balik
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk [GRI 2-3]
yang Anda berikan. Untuk itu, mohon
mengirimkan lembar umpan balik ini ke:
Corporate Secretary Division
Menara 2 BTN Lantai 21
Jl. H. R. Rasuna Said No.1,
Jakarta Selatan 12980
Email : csd@btn.co.id
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 327
Page 225
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Halaman ini sengaja dikosongkan
328 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 226
Page 227
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Menara BTN Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta Pusat 10130 Tel. : (+62) 6336789, 6332666 E-mail : csd@btn.co.id www.btn.co.id
Names mentioned 88 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Keberagaman Komposisi
· Komisaris
p.5 ×2
unresolved
person
Latanro
· Komisaris
p.5
unresolved
person
Andin
· Komisaris
p.6 ×2
unresolved
person
Himawan
· Komisaris
p.6 ×2
unresolved
org
Nixon L.P.
· Direktur Utama
p.6 ×3
unresolved
person
Elisabeth
· Direktur
p.6 ×2
unresolved
person
Hirwandi
· Direktur
p.6 ×2
unresolved
person
Setiyo
· Direktur
p.6 ×2
unresolved
person
Nofry Rony
· Direktur
p.7 ×3
unresolved
person
Hakim
· Direktur
p.7 ×3
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.7 ×3
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara
p.7 ×2
unresolved
org
Milik Negara. Pemilihan Direksi
p.7
unresolved
org
Pembekalan Sertifikasi Manajemen
· Komisaris
p.22 ×8
unresolved
—
Hamzah
· Utama/
p.22
unresolved
person
Penyelarasan Sertifikasi
· Komisaris
p.22 ×2
unresolved
org
Sertifikasi Manajemen Risiko
p.23 ×2
unresolved
org
PT Garda Multi Talenta Sulistyowati
p.23
unresolved
—
Napitupulu
· Utama
p.24
unresolved
org
Refreshment Sertifikasi Manajemen
· Direktur
p.24 ×8
unresolved
org
PT Garda Multi Rahardjo
p.24
unresolved
org
PT Garda Multi Information
p.24
unresolved
org
PT Garda Multi Novie
p.24
unresolved
org
PT Garda Multi Distribution
p.24
unresolved
—
Funding
· Penyelarasan Sertifikasi
p.24
unresolved
org
PT Garda Multi Gafar
p.24
unresolved
org
PT Garda Multi Wibowo
p.24
unresolved
org
PT Garda Multi Poetra
p.25
unresolved
person
Assessment Sertifikasi HC Skema
· Direktur
p.25
unresolved
org
PT Garda Multi Putratama
p.25
unresolved
org
Menteri Ketenagakerjaan
p.34
unresolved
org
PT Bank Tabungan
p.41
unresolved
org
Negara (Persero) Tbk
p.41
unresolved
org
Menteri Kesehatan RI
p.43 ×2
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan
p.44
unresolved
org
Departemen Tenaga Kerja DKI
p.45
unresolved
org
Menteri Ketenagakerjaan RI Republik Indonesia Tahun
p.45
unresolved
org
Milik Negara. Melalui
p.49
unresolved
org
Bank Mini BTN
p.53
unresolved
org
Internasional
p.63
unresolved
org
Bank Indonesia
p.65 ×5
unresolved
org
Kementerian ATR
p.68
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup
p.79
unresolved
org
Lingkungan Hidup
p.80 ×3
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.81
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. A. Memiliki
p.83
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
p.83
unresolved
org
Pengelolaan Tabungan
p.89
unresolved
org
Bank Kementerian
p.89
unresolved
—
perumahan
p.89
unresolved
—
susun
p.89
unresolved
person
Himawan Arief
· Komisaris
p.125
unresolved
—
Oni Febriarto
· Wakil Direktur Utama
p.126
unresolved
person
Elisabeth Novie
· Direktur
p.126
unresolved
org
Bank Umun Syariah
p.129
unresolved
org
Tata Kelola Tertinggi
p.139 ×2
unresolved
org
Tabungan Negara (Persero) Tbk
p.139
unresolved
org
Menteri
p.140
unresolved
org
Milik Negara No. PER-
p.140
unresolved
person
KRN Menyusun
· Komisaris
p.140
unresolved
—
HCMD
· Komisaris
p.140
unresolved
person
MBU
· Komisaris
p.141
unresolved
org
PT RSM Indonesia.
p.144
unresolved
person
Organ
· Komisaris
p.146
unresolved
org
Syariah
· Komisaris
p.146
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.