Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2024-BBTN-att5.pdf

Other Text extracted BBTN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 227

Page 1
Dukungan
Pengembangan
dan Kesejahteraan
Pegawai




106   Manajemen Sumber Daya Manusia
108   Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
122   Pembelajaran dan Pengembangan
      Kompetensi
137   Pelindungan dan Pemenuhan Hak Pegawai
146   Kesehatan dan Keselamatan Pegawai
148   Hubungan Industrial yang Harmonis
149   Kepatuhan Sosial dan Ekonomi
Page 2

          
Page 3
                                                                                                              Dukungan Pengembangan
                                                                             Manajemen Lingkungan                 dan Kesejahteraan
                                                                                                               Dukungan  Pengembangan
                       Tentang Laporan                Profil BTN                                                       Pegawai Pegawai
                                                                                 Berkelanjutan                dan Kesejahteraan




Manajemen Sumber Daya Manusia
BTN memiliki strategi untuk mewujudkan visinya                      BTN melaksanakan berbagai inisiatif strategi human
melalui misi “Menjadi One of Home of Indonesia Best                 capital sebagai bentuk implementasi strategi dan
Talent”. Strategi ini diterapkan melalui program kerja              inisiatif, di antaranya:
pengembangan sumber daya manusia (SDM) jangka                       1.     Menyelaraskan sistem remunerasi dan program
pendek dan menengah yang telah sejalan dengan                              insentif dengan tujuan menarik, mempertahankan,
landasan Corporate Plan BTN tahun 2024-2029, sebagai                       dan memotivasi pegawai;
berikut:                                                            2.     Implementasi            strategi      multidaya        dan
1.     Ability to Attract Top Talents                                      menjalankan program orientasi bagi pegawai
       Menjadi salah satu top            of    mind   employer             baru bagi perpindahan internal;
       bagi kandidat eksternal di luar Bank maupun                  3.     Mengaktifkan empat pilar proporsi nilai karyawan
       universitas terkemuka di Indonesia.                                 (EVP),      yakni    Learn,   Grow,     Contribute,    dan
                                                                           Engagement dalam mendorong peningkatan
2.     Ability to Retain Top Talents                                       reputasi BTN;
       Mampu mempertahankan talenta terbaik untuk                   4.     Menjalankan           manajemen         suksesi       untuk
       berkarya dan berkembang bersama BTN.                                memastikan pemenuhan posisi kunci/kritikal dan
                                                                           menutup gap generasi;
3.     Talents’ Capability Readiness                                5.     Merincikan dual career path (jalur karier spesialis
       Memiliki   kapabilitas    untuk        mencapai   tujuan            dan generalis) untuk posisi kritikal yang selaras
       strategis Bank saat ini dan masa depan.                             dengan tujuan strategis BTN;
                                                                    6.     Implementasi perencanaan tenaga kerja yang
4.     Employee Productivity                                               prediktif dan berbasis pada produktivitas;
       Memiliki produktivitas pegawai yang berada di                7.     Menerapkan metodologi dan matriks pengukuran
       atas rata-rata organisasi ternama.                                  produktivitas yang sistematis untuk segmen bisnis
                                                                           dan pendukung;
Dalam mencapai aspirasi tersebut, BTN menyusun                      8.     Mengimplementasikan prinsip dan tata kelola
strategi dan inisiatif sebagai berikut:                                    manajemen           kinerja   yang    terintegrasi    serta
1.     Menjadi pilihan utama tempat bekerja talenta                        menerapkan penilaian kinerja multi sumber untuk
       terbaik;                                                            memastikan objektivitas menyeluruh; dan
2.     Penguatan kapabilitas, produktivitas, dan daya               9.     Mempertajam strategi pembelajaran, penerapan
       saing SDM dengan berkomitmen pada program                           pembimbingan             secara       konsisten,      serta
       pengembangan pegawai yang terintegrasi dan                          melakukan intervensi untuk mendukung budaya
       selaras dengan kebutuhan bisnis saat ini dan                        pembelajaran.
       masa mendatang; dan
3.     Fokus pada penciptaan nilai dan menjadi partner
       bisnis.




 106              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 4
             Pengembangan dan                     Pelayanan Prima untuk           Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                  Kepuasan Nasabah                   Keberlanjutan




Kerangka Kerja Pengembangan SDM



                                        Menjadi One of Home of Indonesia
                                                  Best Talent

           BTN mampu menarik dan mempertahankan talenta terbaik Indonesia yang memiliki kapabilitas unggul dengan
                    tingkat produktivitas yang tinggi untuk mencapai tujuan strategis dan target bisnis Bank


             Ability to                          Ability to                      Talents’                            Employee
             attract top                         retain top                      capability                          productivity
             talents                             talents                         readiness


      Menjadi pilihan utama tempat bekerja talenta terbaik                Penguatan kapabilitas, produktivitas, dan daya saing SDM


                                          Fokus pada penciptaan nilai dan menjadi mitra bisnis


 Employee Value Proposition (EVP)                             Remuneration                            Performance Management

     Mengaktivasi empat pilar EVP,
   yaitu Learn, Grow, Contribute, dan
    Engagement dalam mendorong                                                                     Menerapkan metodologi dan matriks
      peningkatan branding BTN.                                                                       pengukuran produktivitas yang
                                                                                                   sistematis untuk segmen bisnis dan
                                                                                                               pendukung.
     Recruitment & Onboarding
                                              Mengimplementasikan prinsip dan tata kelola
 Implementasi strategi multisourcing           manajemen kinerja yang terintegrasi serta
dan menjalankan program onboarding           menerapkan penilaian kinerja multi sumber untuk               Workforce Planning
  untuk pegawai baru dan pindahan.               memastikan objektivitas menyeluruh.


            Remuneration                                                                           Implementasi perencanaan tenaga
                                                                                                  kerja yang prediktif dan berbasis pada
  Menyelaraskan sistem remunerasi                                                                             produktivitas.
 dan program insentif untuk menarik,
 mempertahankan, dan memotivasi
             pegawai.


                      Talent Management                                                Learning and Development

 Menjalankan manajemen suksesi untuk memastikan pemenuhan
         posisi kunci/kritikal dan menutup gap generasi.               Mempertajam strategi pembelajaran, penerapan pembimbingan
                                                                        secara konsisten, serta melakukan investasi untuk mendukung
                                                                                            budaya pembelajaran.
Mendetailkan dual career path (jalur karier spesialis dan generalis)
  untuk posisi kritikal yang selaras dengan tujuan strategis BTN.


                                                       Organisational Alignment

 Mengembangkan kapabilitas Human Capital Business Partner (HCBP) untuk menyelaraskan strategi HC dengan Bisnis serta menjawab
                                                      kebutuhan Bank.

            Menyempurnakan struktur organisasi HC dan merancang sistem grading yang selaras dengan kebutuhan bisnis.

                    Perbaikan lebih lanjut untuk meningkatkan keunggulan operasional dan praktik manajemen SDM.


                                            Digital Human Resource & Corporate Culture

                Meningkatkan internalisasi AKHLAK dan empat pilar budaya BTN melalui optimasi Change Agent Network.


     Mengimplementasikan Human Capital Information System (HCIS) yang terintegrasi untuk mendukung keunggulan operasional,
                   pengambilan keputusan berbasis data, serta menyediakan seamless employee experience.



                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                 107
Page 5
                                                                                                                  Dukungan Pengembangan
                                                                                  Manajemen Lingkungan                dan Kesejahteraan
                                                                                                                   Dukungan  Pengembangan
                       Tentang Laporan                Profil BTN                                                           Pegawai Pegawai
                                                                                      Berkelanjutan               dan Kesejahteraan




Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
Kebijakan dan Pengawasan Manajemen
BTN menjunjung tinggi prinsip dasar keberagaman,                         Capital), dan Perjanjian Kerja Bersama. BTN memastikan
kesetaraan, dan inklusi bagi setiap pegawai sesuai                       bahwa prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi
dengan      Undang-Undang       Nomor       13   Tahun        2003       diterapkan mulai dari proses penerimaan pegawai,
tentang Ketenagakerjaan. Untuk memastikan bahwa                          program pelatihan dan pengembangan kompetensi,
prinsip    tersebut   diterapkan    secara       konkret,     BTN        pengembangan karier, hingga pemberian remunerasi
menyusun kebijakan dan peraturan yang mendukung                          dan kesejahteraan pegawai. BTN juga memastikan
penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).                           bahwa seluruh tahapan tersebut dilaksanakan tanpa
Kebijakan tersebut tertuang dalam Kebijakan Umum                         ada perbedaan perlakuan berdasarkan jenis kelamin,
No.KU.3 tentang Sumber Daya Manusia (Human                               agama, suku, dan ras. [GRI 3-3, 2-23] [OJK C.3, F.18]




Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-9]
Untuk menciptakan manajemen Bank yang inklusif                           meningkatkan kinerja dan daya saing Bank dalam
dan berorientasi pada hasil yang berkelanjutan,                          jangka panjang.
keberagaman komposisi Dewan Komisaris dan Direksi
memiliki peran yang krusial. Keberagaman latar                           Meskipun anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank
belakang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan,                       tidak berasal dari kelompok sosial yang kurang terwakili,
pengalaman kerja, dan keahlian pada jenjang tata                         mereka tetap berkomitmen untuk mendengarkan
kelola tertinggi akan memperkaya proses pengambilan                      aspirasi dan berupaya menjadi perpanjangan tangan
keputusan strategis. Keberagaman ini memungkinkan                        dari kelompok yang kurang terwakili. Pendekatan ini
Bank untuk melihat permasalahan dan peluang                              mencerminkan upaya untuk menciptakan tata kelola
dari berbagai perspektif yang berbeda, yang pada                         yang     inklusif.   Berdasarkan       prinsip    keberagaman,
gilirannya dapat menghasilkan keputusan yang lebih                       komposisi      Dewan       Komisaris      dan     Direksi,      yang
tepat dan inovatif. Keberagaman ini juga mendukung                       mencerminkan berbagai latar belakang dan keahlian,
terciptanya lingkungan yang terbuka dan inklusif,                        dapat dilihat dalam tabel berikut:
tempat berbagai sudut pandang dihargai, yang dapat



Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris [GRI 405-1]


                                                    Jenis
      Nama            Jabatan        Usia                                  Pendidikan               Pengalaman Kerja              Keahlian
                                                   Kelamin

 Chandra M.      Komisaris         57 tahun       Laki-laki          Sarjana Hukum                  Memiliki                     Hukum
 Hamzah          Utama/                                                                             pengalaman kerja
                 Independen                                                                         di bidang hukum.

 Iqbal           Wakil             66 tahun       Laki-laki          • Master of Science (MSi.)     Memiliki                     Ekonomi
 Latanro         Komisaris                                             di bidang Business           pengalaman di
                 Utama/                                                Management                   bidang perbankan.
                 Independen                                          • Sarjana Ekonomi

 Armand B.       Komisaris         72 tahun       Laki-laki          • Magister di bidang           Memiliki                     Administrasi
 Arief           Independen                                            Business Administration      pengalaman di                Bisnis
                                                                     • Bachelor di bidang           bidang perbankan.
                                                                       Business Administration




108             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 6
                Pengembangan dan               Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
             Pemberdayaan Masyarakat            Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




                                                  Jenis
    Nama             Jabatan           Usia                            Pendidikan            Pengalaman Kerja         Keahlian
                                                 Kelamin

 Sentot A.        Komisaris         67 tahun   Laki-laki      • Master di bidang             Memiliki               Ekonomi
 Sentausa         Independen                                    Business Administration      pengalaman di
                                                              • Sarjana Statistika           bidang teknik sipil.
                                                                Universitas Padjadjaran

 Andin            Komisaris         59 tahun   Laki-laki      • Doctor of Philosophy         Memiliki               Ekonomi
 Hadiyanto                                                      (Ph.D)                       pengalaman
                                                              • Sarjana Ekonomi              di bidang
                                                                                             pemerintahan

 Herry            Komisaris         57 tahun   Laki-laki      • Doktor Teknik Sipil          Memiliki               Teknik Sipil
 Trisaputra                                                   • Sarjana Teknik Sipil         pengalaman di
 Zuna                                                                                        bidang teknik sipil

 Himawan          Komisaris         61 tahun   Laki-laki      • Doktor Manajemen dan         Memiliki               Teknik Sipil
 Arief Sugoto                                                   Bisnis                       pengalaman di
                                                              • Magister Teknik Sipil        bidang properti
                                                              • Sarjana Teknik Sipil

 Adi              Komisaris         57 tahun   Perempuan      Sarjana Ekonomi                Memiliki               Ekonomi
 Sulistyowati     Independen                                  Manajemen                      pengalaman di
                                                                                             bidang perbankan.

 Bambang          Komisaris         61 tahun   Laki-laki      • Sarjana Akuntansi            Memiliki               Akuntansi
 Widjanarko       Independen                                  • Magister Bisnis dan          pengalaman di
                                                                Keuangan                     bidang perbankan.



Tabel Keberagaman Komposisi Direksi [GRI 405-1]


                                                  Jenis
    Nama             Jabatan           Usia                            Pendidikan             Pengalaman Kerja        Keahlian
                                                 Kelamin

 Nixon L.P.       Direktur Utama    55 tahun    Laki-laki      Sarjana Ekonomi                Memiliki              Ekonomi
 Napitupulu                                                                                   pengalaman di
                                                                                              bidang perbankan

 Oni Febriarto    Wakil Direktur    53 tahun    Laki-laki      • Magister Manajemen           Memiliki              Teknik,
 Rahardjo         Utama                                        • Sarjana Teknik               pengalaman di         Manajemen
                                                                                              bidang perbankan

 Andi Nirwoto     Direktur          54 tahun    Laki-laki      • Master of Finance            Memiliki              Teknik,
                  Information                                  • Sarjana Teknik               pengalaman di         Keuangan
                  Technology                                                                  bidang perbankan

 Elisabeth        Direktur Assets   57 tahun    Perempuan      Sarjana Hukum bidang           Memiliki              Hukum
 Novie            Management                                   Perdata                        pengalaman di
 Riswanti                                                                                     bidang perbankan

 Jasmin           Direktur          60 tahun    Laki-laki      • Master di bidang             Memiliki              Akuntansi,
                  Distribution &                                 International Business       pengalaman di         Bisnis
                  Institutional                                • Sarjana Ekonomi              bidang perbankan
                  Funding

 Hirwandi         Direktur          56 tahun    Laki-laki      Sarjana Teknik Sipil           Memiliki              Teknik Sipil
 Gafar            Consumer                                                                    pengalaman di
                                                                                              bidang perbankan

 Setiyo           Direktur Risk     47 tahun    Laki-laki      • MBA in Finance &             Memiliki              Teknik,
 Wibowo           Management                                     Banking                      pengalaman di         Keuangan
                                                               • Sarjana Teknik Elektro       bidang perbankan




                                               Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               109
Page 7
                                                                                                             Dukungan Pengembangan
                                                                                  Manajemen Lingkungan           dan Kesejahteraan
                                                                                                              Dukungan  Pengembangan
                     Tentang Laporan                  Profil BTN                                                      Pegawai Pegawai
                                                                                      Berkelanjutan          dan Kesejahteraan




                                                    Jenis
      Nama          Jabatan               Usia                           Pendidikan               Pengalaman Kerja            Keahlian
                                                   Kelamin

 Nofry Rony      Direktur            56 tahun     Laki-laki        • MBA in Business              Memiliki                Ekonomi
 Poetra          Finance                                           • Sarjana Ekonomi              pengalaman di
                                                                                                  bidang perbankan

 Eko Waluyo      Direktur Human      53 tahun     Laki-laki        • Master of Economics          Memiliki                Ekonomi
                 Capital,                                          • Sarjana Ekonomi              pengalaman di
                 Compliance, &                                                                    bidang perbankan
                 Legal

 Hakim           Direktur            47 tahun     Laki-laki        • Sarjana Ilmu Hubungan        Memiliki                Ilmu
 Putratama       Operations                                          Internasional                pengalaman di           Hubungan
                 & Customer                                        • Master International         bidang perbankan        Internasional
                 Experience                                          Business

 Muhammad        Direktur SME &      51 tahun     Laki-laki        • Sarjana Teknik Industri      Memiliki                Teknik,
 Iqbal           Retail Funding                                    • Magister General             pengalaman di           Manajemen
                                                                     Management                   bidang perbankan
                                                                   • Magister Business
                                                                     Administration




Saat ini, komposisi Direktur Perempuan di BTN mencapai                 BUMN menjadi hak pemegang saham Seri Dwiwarna,
9,09%, dengan 1 (satu) Direktur Perempuan dari total 11                dalam hal ini Kementerian BUMN, melalui agenda RUPS.
(sebelas) Direksi yang menjabat. Hal ini menunjukkan
komitmen BTN dalam meningkatkan keberagaman                            Sebagai bagian dari upaya mendukung pemberdayaan
dan inklusivitas dalam kepemimpinan. Sesuai dengan                     perempuan,        BTN     telah   mengajukan       7    kandidat
Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor                       perempuan sebagai Nominated Talent Perempuan
PER-7/MBU/09/2022 Tahun 2022 tentang Perubahan                         BUMN kepada Kementerian BUMN, yang merupakan
Atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara                        28% dari total 25 Nominated Talent. Langkah ini
Nomor PER-11/MBU/07/2021 Tentang Persyaratan, Tata                     mencerminkan komitmen BTN untuk terus mendorong
Cara Pengangkatan, Dan Pemberhentian Anggota                           keterlibatan perempuan dalam posisi-posisi strategis
Direksi Badan Usaha Milik Negara. Pemilihan Direksi                    di BUMN, guna menciptakan keberagaman yang lebih
                                                                       baik dan mendukung keberlanjutan perusahaan.




Demografi Pegawai [GRI 2-7, 2-8] [GRI 405-1] [OJK C.3, F.18]
Informasi mengenai pegawai yang disajikan dalam                        dapat dipertanggungjawabkan. Rincian lebih lanjut
laporan ini bersumber dari pangkalan data Satuan                       tentang pegawai dapat ditemukan dalam tabel-tabel
Kerja Manajemen Human Capital, yang keakuratannya                      berikut:

Demografi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]


                                           2024                                2023                                2022
        Gender
                              Jumlah               (%)              Jumlah               (%)             Jumlah                (%)

 Laki-laki                        6.576            51,06              6.288              52,20             6.261               52,80

 Perempuan                        6.288            48,94              5.757              47,80            5.598                47,20

 Jumlah                       12.864              100,00             12.045             100,00            11.859              100,00




110           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 8
                Pengembangan dan                Pelayanan Prima untuk            Integritas Tata Kelola
             Pemberdayaan Masyarakat             Kepuasan Nasabah                    Keberlanjutan




Demografi Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia, Jenis Kelamin, dan Level Jabatan [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]


                                                                             2024

    Rentang Usia (tahun)         Entry-level             Mid-level           Senior-level            Executive-level
                                                                                                                           Jumlah
                                 L         P            L         P          L             P              L        P

              18-25                  553    1.158           126        191         -             -             -       -      2.028

              25-35             2.542      2.759        1.152         721          4             -             -       -       7.178

             35-45                   482       682          852      446         94            43              1       -      2.600

             45-55                    29        36          416        191       300           57             10       -       1.039

               >55                     1         1            3         2          6             -            5        1            19

            Jumlah              3.607      4.636       2.549       1.551      404              100            16       1     12.864

*L= Laki-laki/ P= Perempuan




                                                                              2023

    Rentang Usia (tahun)         Entry-level             Mid-level           Senior-level            Executive-level
                                                                                                                           Jumlah
                                 L         P            L         P          L             P              L        P

              18-25               424          913          86         161         -            -             -        -       1.584

              25-35             2.544      2.742        1.288        702           4            -             -        -      7.280

             35-45                   332       519       684          381         70            31            2        -       2.019

             45-55                   29        34        468          213        353           60             9        -       1.166

               >55                     -         -           2          -          4             1            3        1             11

            Jumlah              3.329      4.208       2.528      1.457          431           92             14       1     12.060

*L= Laki-laki/ P= Perempuan




                                                                              2022

    Rentang Usia (tahun)         Entry-level             Mid-level           Senior-level            Executive-level
                                                                                                                           Jumlah
                                 L         P            L         P          L             P              L        P

              18-25                  335       791          88        126          -             -             -       -       1.340

              25-35              2.757     2.883        1.266        684           1             -             -       -       7.591

             35-45                   241       390          517       277         41            16            3        -       1.485

             45-55                   36         29          529      229         350           64             6        1       1.244

               >55                     -         -            -          1         2             -            4        -             7

            Jumlah              3.369      4.093       2.400         1.317    394              80             13       1      11.667

*L= Laki-laki/ P= Perempuan




                                                Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                  111
Page 9
                                                                                                                                                       Dukungan Pengembangan
                                                                                                               Manajemen Lingkungan                        dan Kesejahteraan
                                                                                                                                                        Dukungan  Pengembangan
                                Tentang Laporan                        Profil BTN                                                                               Pegawai Pegawai
                                                                                                                   Berkelanjutan                       dan Kesejahteraan




Demografi Pegawai Berdasarkan Jenjang Jabatan dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]


                                                                                                                              2024

                                                                                           Laki-laki                                                 Perempuan
                  Level jabatan
                                                                     Jumlah                          Persentase                         Jumlah                  Persentase
                                                                     pegawai                        pegawai (%)                         pegawai                pegawai (%)

  Entry-level                                                         3.607                                 54,85%                         4.636                        73,73%

  Mid-level                                                           2.549                                  38,765                         1.551                       24,67%

  Senior-level                                                             404                                6,14%                          100                           1,59%

  Executive-level (Termasuk Direktur dan
                                                                                16                            0,24%                              1                       0,02%
  SEVP)

  Total pegawai                                                       6.576                                100,00%                         6.288                       100,00%


Demografi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Wilayah Kerja [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]

                                                                                                      2024

     Status
                                 Kantor Pusat                         Kantor Wilayah                                    Kantor Cabang                              Total
  Kepegawaian

                      L           P         Jml      %       L         P             Jml        %             L          P        Jml        %        L        P         Jml         %

  Tetap             2.256        1.320      3.576    98,05   438       182            620       99,36        3.791       4.712    8.503      99,15     816      724     12.699       98,85

  Kontrak                 40          31       71     1,95       2         2               4        0,64          33         40      73       0,85        8        8         148         1,15

  Jumlah            2.296        1.351      3.647   100,00   440       184            624      100,00       3.824       4.752     8.576     100,00   6.560    6.287     12.847      100,00

*L= Laki-laki/ P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP



                                                                                                      2023

     Status
                                 Kantor Pusat                         Kantor Wilayah                                    Kantor Cabang                              Total
  Kepegawaian

                      L           P         Jml      %       L         P             Jml        %             L          P        Jml        %        L        P         Jml         %

  Tetap              2.051       1.045      3.096    93,19   383       163            546       98,56        3.550      4.078     7.628      92,95   5.984    5.286      11.270      93,56

  Kontrak                 114         112    226      6,80       8         -               8        1,44          182     359        471      7,05    304       471         775       6,43

  Jumlah            2.165         1.157     3.322   100,00   391       163            554      100,00        3.732      4.437     8.169     100,00   6.288    5.757     12.045      100,00


*L= Laki-laki/ P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP




                                                                                                      2022

     Status
                                 Kantor Pusat                         Kantor Wilayah                                    Kantor Cabang                              Total
  Kepegawaian

                     L            P         Jml      %       L         P             Jml        %             L          P        Jml        %        L        P        Jml          %

 Tetap              1.944         865       2.814    89,28   386       169            555       97,03        3.848      3.858     7.342      90,25   5.819    4.892        10.711    90,32

 Kontrak                  141      197       338     10,72       5         12          17           2,97      296         497      793        9,75    442      706         1.148      9,68

 Jumlah             2.090        1.062      3.152   100,00   391       181            172      100,00       3.780       4.355     8.135     100,00   6.261    5.598     11.859      100,00

*L= Laki-laki/ P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP




 112                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 10
                   Pengembangan dan                                Pelayanan Prima untuk                   Integritas Tata Kelola
                Pemberdayaan Masyarakat                             Kepuasan Nasabah                           Keberlanjutan




                                  2023                                                                                        2022

           Laki-laki                                Perempuan                                          Laki-laki                            Perempuan

Jumlah           Persentase              Jumlah                   Persentase             Jumlah              Persentase              Jumlah                Persentase
pegawai         pegawai (%)              pegawai                 pegawai (%)             pegawai            pegawai (%)              pegawai              pegawai (%)

  3.329                 52,82%                4.208                   73,08%               3.369                    54,55%              4.093                       74,55%

  2.528                  40,11%                  1.457                25,30%               2.400                    38,86%               1.317                      23,99%

     431                 6,84%                     92                      1,60%                394                  6,38%                 79                        1,44%

      14                 0,22%                       1                   0,02%                    13                  0,21%                    1                     0,02%

  6.302                100,00%               5.758                   100,00%                6.176                  100,00%              5.490                   100,00%


   Demografi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]

                                             2024                                                2023                                              2022
        Tingkat
      Pendidikan
                            L            P           Jml           (%)             L        P            Jml        (%)         L          P              Jml          (%)

    Pascasarjana             373          189            562        4,37           367      168           535        4,44       348         159             507         4,28

    Sarjana                5.574         5.212      10.786         83,96       5.254       4.627         9.881      82,03      5.154      4.353           9.507        80,17

    Sarjana Muda                511       706            1.217      9,47           539      734           1.273      10,57      604         796            1.399        11,80

    SLTA                     102          180            282        2,20           128      228           356        2,96        156        290             446         3,76

    Jumlah                6.560         6.287       12.847        100,00      6.288       5.757         12.045     100,00      6.261      5.598           11.859      100,00

   *L= Laki-laki/ P= Perempuan
   **Tidak termasuk Direktur dan SEVP



   Demografi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin, termasuk Pegawai
   Alih Daya (Outsource) [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]


                                             2024                                                2023                                              2022
        Status
     Kepegawaian
                            L            P           Jml           (%)             L        P            Jml        (%)         L          P              Jml          (%)

    Tetap                  6.485         6.214       12.699         61,69      5.984       5.286         11.270     55,98       5.819     4.892            10.711      53,43

    Kontrak                     75           73           148        0,72          304          471        775       3,85        442        706             1.148       5,73

    Jumlah Tanpa
    Pegawai Alih           6.560        6.287        12.847         62,41      6.288       5.757         12.045     59,83       6.261     5.598           11.859       59,16
    Daya

    Alih Daya               6.551        1.187       7.738         37,59       6.930        1.157        8.087       40,17     7.093       1.094           8.187       40,84

    Jumlah
    Termasuk
                            13.111      7.474       20.585         100,00      13.218      6.914         20.132     100,00     13.254     6.692       20.046          100,00
    Pegawai Alih
    Daya

   *L= Laki-laki/ P= Perempuan
   **Tidak termasuk Direktur dan SEVP




                                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                                      113
Page 11
                                                                                                                                   Dukungan Pengembangan
                                                                                                Manajemen Lingkungan                   dan Kesejahteraan
                                                                                                                                    Dukungan  Pengembangan
                               Tentang Laporan                    Profil BTN                                                                Pegawai Pegawai
                                                                                                    Berkelanjutan                  dan Kesejahteraan




Demografi Pegawai Berdasarkan Masa Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 2-8] [OJK C.3.b]


   Rentang                                  2024                                         2023                                            2022
  Masa Kerja
   (Tahun)                 L           P          Jml       (%)          L         P            Jml       (%)           L           P           Jml      (%)

 >30                           124         80       204       1,59           50         58        108         0,90          63          63         127     1,07

 25 – 30                   584             142      726       5,65       642            179       821          6,82     533             218       751      6,33

 20 – 25                        -           -           -         -          129         21       150          1,25     332             43        375      3,16

 15 – 20                       213      306          519      4,04           112        231       343          2,85         109      232          341      2,88

 10 – 15                 1.473          1.519      2.992     23,29      1.046      1.345         2.391        19,85     749         1.008        1.757    14,82

 5 – 10                 2.733          2.043       4.776     37,18      2.672      1.758        4.430         36,78    2.377        1.653       4.030     33,98

 0–5                    1.1433         2.197       3.630     28,26      1.637      2.165        3.802         31,56    2.097        2.381       4.478     37,76

 Jumlah                 6.560          6.287     12.847     100,00     6.288       5.757       12.045    100,00        6.261       5.598        11.859   100,00

*L= Laki-laki/ P= Perempuan
**Tidak termasuk Direktur dan SEVP




Dari serangkaian tabel di atas, terdapat beberapa                                  prinsip kesetaraan upah dan antidiskriminasi. Melalui
poin penting yang dapat diperhatikan. Pertama, rasio                               kebijakan ini, BTN memastikan bahwa semua pegawai
jumlah pegawai laki-laki dan perempuan cukup                                       dihargai secara adil sesuai dengan kontribusi mereka,
seimbang, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak                                   tanpa memandang jenis kelamin. Selain itu, BTN juga
ada diskriminasi gender dalam proses perekrutan                                    memastikan bahwa seluruh pegawai bekerja sesuai
pegawai. Kemudian, dari data tersebut dapat diketahui                              dengan waktu yang telah ditentukan dalam kontrak
bahwa Bank tidak mempekerjakan pegawai yang                                        kerja, serta memberikan kompensasi lembur yang
berusia di bawah batas yang telah ditetapkan oleh                                  sesuai dengan tingkatan jabatan bagi pegawai yang
peraturan,       artinya         BTN    telah      mematuhi        regulasi        bekerja melebihi jam kerja yang ditetapkan. Semua
ketenagakerjaan dan memastikan bahwa tidak ada                                     kebijakan ini menunjukkan bahwa BTN berkomitmen
pekerja anak yang terlibat dalam kegiatan operasional.                             untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, inklusif,
Ketiga, BTN menetapkan bahwa tidak ada perbedaan                                   dan sesuai dengan prinsip kesetaraan. [GRI 3-3, 405-1, 406-1,
rasio gaji pokok dan remunerasi antara pegawai                                     408-1, 409-1] [OJK F.19]

laki-laki dan perempuan, sebagai wujud penerapan



Perilaku Saling Menghargai di Tempat Kerja
(Respectful Workplace Policy)

BTN telah menetapkan pedoman untuk menciptakan                                     menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM). Untuk itu,
lingkungan kerja yang aman, menghargai serta                                       kebijakan ini mencakup langkah-langkah pencegahan
melindungi          harkat           dan         martabat         manusia,         yang dirancang untuk menghindari terjadinya berbagai
mengedepankan sikap saling menghormati, bebas                                      permasalahan terkait dengan ketidakadilan atau
dari       diskriminasi,        pengucilan         atau     pembatasan,            perlakuan yang merugikan pegawai, meliputi:
perundungan dan pelecehan, serta berbagai bentuk                                   1.         Diskriminasi
kekerasan lainnya baik mental maupun fisik bagi                                               BTN berkomitmen penuh menerapkan kebijakan
seluruh pegawai dan pihak-pihak terkait. Pedoman                                              antidiskriminasi melalui adopsi prinsip-prinsip,
ini telah tertuang ke dalam Kebijakan Khusus Nomor                                            kebijakan, dan praktik keberagaman dan inklusi
KK.3-C tentang Regulasi dan Administrasi Kepegawaian.                                         gender. Hal ini mencakup penghindaran terhadap
Adapun tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk                                           setiap     bentuk         pembedaan,               peminggiran
menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kondusif,                                         (marginalisasi),        serta       pembatasan          dan/atau
dan produktif untuk mendorong keberlanjutan Bank dan                                          pengucilan         secara       langsung          maupun      tak


 114                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 12
               Pengembangan dan                   Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
            Pemberdayaan Masyarakat                Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




     langsung. Tindakan diskriminasi yang dimaksud                          perkataan,      tindakan/perbuatan/perilaku,        atau
     bisa     berbasis    pada        berbagai    faktorseperti:            isyarat baik yang terjadi langsung di tempat
     agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, dan                       kerja     maupun        melalui       berbagai    saluran
     status sosial, termasuk status perkawinan, status                      komunikasi, yang bertentangan dengan hukum
     ekonomi, jenis kelamin, bahasa, pilihan politik,                       atau ketentuan perundang-undangan tentang
     dan disabilitas. Semua bentuk pembedaan ini                            hak asasi manusia.            Perilaku tersebut biasanya
     dapat memiliki dampak yang merugikan, seperti                          bertujuan untuk mengintimidasi dan memberikan
     mengurangi          atau    bahkan         menghilangkan               dampak buruk pada aspek fisik, psikologis/
     pengakuan terhadap hak asasi manusia dan                               mental,     seksual,     maupun        ekonomi    korban.
     kebebasan dasar individu. Akibatnya, hal ini dapat                     Dampak ini dapat membuat seseorang merasa
     menciptakan ketidaksetaraan kesempatan, serta                          terancam, dihina, tersinggung, direndahkan, atau
     perlakuan yang berbeda terhadap individu atau                          dipermalukan, serta menciptakan perasaan tidak
     kelompok tertentu dalam aktivitas Bank. Oleh                           aman atau tertekan di lingkungan kerja. Akibatnya,
     karena itu, BTN berkomitmen untuk menghindari                          individu yang mengalami hal tersebut bisa
     segala bentuk ketidakadilan tersebut dalam                             merasa kesulitan dalam menjalankan tugasnya,
     interaksi sosial dan dalam setiap kegiatan yang                        bahkan merasa bahwa mereka bekerja dalam
     melibatkan pegawai di lingkungan kerja.                                suasana yang tidak kondusif atau mendukung.
                                                                            Lebih jauh lagi, tindakan semacam ini bisa
2.   Kekerasan                                                              berisiko menimbulkan masalah serius terkait
     Tindakan kekerasan mencakup segala tindakan/                           dengan keamanan, kesehatan, dan keselamatan
     perbuatan      dan      perilaku    yang    mengandung                 pegawai, baik secara fisik maupun mental.
     ancaman,        pemaksaan,            kekerasan,      atau
     perampasan secara sewenang-wenang terhadap                       Sebagai bentuk kepedulian Bank terhadap perilaku
     orang lain di tempat kerja.           Tindakan tersebut          saling menghargai di tempat kerja, pada tahun 2024
     dapat terjadi secara terbuka (publik) maupun                     BTN mengadakan kick off dan serangkaian webinar
     pribadi    (private),      dan     dapat    menyebabkan          terkait Kebijakan Tempat Kerja yang Saling Menghargai
     kerugian atau kerusakan fisik, psikologis, seksual,              (Respectful Workplace Policy). Kebijakan ini bertujuan
     maupun ekonomi terhadap individu yang menjadi                    untuk memastikan setiap individu di dalam BTN, baik
     sasaran. Semua bentuk perilaku ini berpotensi                    Dewan Komisaris, Direksi, maupun Pegawai dapat
     menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman                     menciptakan        lingkungan        yang    dinamis,   ramah,
     dan merugikan kesejahteraan pegawai.                             produktif, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi,
                                                                      kekerasan, dan pelecehan. Kebijakan ini bertujuan untuk
3.   Pelecehan                                                        membangun suasana kerja yang inklusif, menghargai
     Tindakan pelecehan mencakup segala sikap,                        perbedaan dan kesetaraan, serta menjunjung tinggi


                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk              115
Page 13
                                                                                                      Dukungan Pengembangan
                                                                              Manajemen Lingkungan        dan Kesejahteraan
                                                                                                       Dukungan  Pengembangan
                      Tentang Laporan               Profil BTN                                                 Pegawai Pegawai
                                                                                  Berkelanjutan       dan Kesejahteraan




hak asasi manusia. Dengan demikian, BTN mendorong                  3.      Menciptakan dan membangun lingkungan kerja
kinerja, pertumbuhan, dan keberlangsungan melalui:                         yang saling menghargai, bebas dari tindakan
1.     Menghargai dan menghormati keberagaman                              diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan dalam
       dalam lingkungan kerja yang terdiri dari berbagai                   bentuk apa pun.
       macam latar belakang etnis, ras, kebangsaan,
       warna kulit, usia, agama, jenis kelamin, disabilitas,       Semua kebijakan BTN yang berlaku memberikan
       sudut pandang atau karakteristik individu lainnya           dampak yang positif. Capaian ini dibuktikan dengan
       dan sudut pandang guna menciptakan suasana                  tidak adanya insiden atau laporan yang berkaitan
       kerja yang produktif;                                       dengan diskriminasi, hak asasi manusia, maupun kerja
2.     Memastikan bahwa setiap individu pegawai Bank               paksa sepanjang tahun pelaporan ini. [GRI 3-3, 405-1, 406-1,
       diperlakukan secara setara tanpa membedakan                 408-1, 409-1] [OJK F.19]

       karakteristik, serta memiliki kesempatan akses
       sarana dan prasarana yang sama dan adil; dan




       Pelatihan                                  Sepanjang        tahun          pelaporan,   BTN    telah     berhasil
                                                  menyelenggarakan program Pelatihan General Banking Staff
       General Banking                            yang melibatkan 622 peserta, yang terbagi menjadi 8 batch.
       Staff dengan                               Pelatihan ini diikuti berbagai kalangan peserta, baik lulusan
       Menerapkan Prinsip                         baru (fresh graduate) dan/atau individu yang telah memiliki
                                                  pengalaman kerja di bidang perbankan. Melalui program ini, BTN
       Keberagaman,                               juga memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang
       Kesetaraan, dan
       Inklusi



 116             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 14
              Pengembangan dan                      Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
           Pemberdayaan Masyarakat                   Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




                                                       disabilitas untuk ikut serta dalam program pelatihan General
                                                       Banking Staff, sebagai bagian dari komitmen untuk menerapkan
                                                       prinsip-prinsip Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI). Prinsip
                                                       tersebut memastikan bahwa setiap individu tanpa memandang
                                                       latar belakang atau kondisi fisik, memiliki hak yang sama
                                                       untuk berkontribusi pada kemajuan dan keberlanjutan Bank.
                                                       Dengan cara ini, BTN tidak hanya mengedepankan peningkatan
                                                       kompetensi pegawai, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja
                                                       yang inklusif dan berkeadilan.




Perekrutan Pegawai Baru dan Pergantian Pegawai [GRI 401-1]
Dalam pemenuhan tenaga kerja, BTN melakukan proses                            Beberapa hal yang perlu dipenuhi dalam tahap
rekrutmen melalui dua jalur, yaitu internal dan eksternal.                    pendaftaran atau aplikasi adalah:
Jalur internal, mencakup perekrutan dan seleksi                               •   Pemenuhan persyaratan
terhadap pegawai yang memenuhi kriteria dan siap                              •   Kelengkapan dokumen
untuk mengisi posisi tertentu. Sementara itu, rekrutmen                       •   Verifikasi keaslian data aplikasi
eksternal melibatkan calon pegawai yang dapat
berasal dari lulusan yang belum lulus (pre-graduate),                   2.    Penilaian Kandidat
lulusan baru (fresh graduate), maupun calon pegawai                           Proses ini terdiri dari salah satu atau dari beberapa
dengan pengalaman profesional (experienced                        &           jenis, tetapi tidak terbatas pada metode berikut:
professional hire). Dalam hal ini, BTN memberikan                             •   Speed dating interview, wawancara dengan
prioritas kepada pegawai lokal, yaitu mereka yang                                 kandidat dalam waktu singkat;
berkewarganegaraan          Indonesia.       Seluruh    pegawai,              •   Paper based test, kandidat diminta menjawab
termasuk manajemen senior, merupakan bagian dari                                  sejumlah      soal/pertanyaan         tertulis    terkait
masyarakat lokal. Selain itu, BTN juga memiliki inisiatif                         psikometrik, skolastik, pengetahuan dan/atau
rekrutmen yang ditargetkan untuk kelompok rentan                                  kemampuan tertentu;
seperti perempuan, kelompok minoritas, masyarakat                             •   Skills-based       approach,        proses       validasi
adat, dan penyandang disabilitas.                                                 keahlian kandidat dengan cara menampilkan
                                                                                  atau      mendemonstrasikan             kemampuan,
Dalam      rangka     mendukung            kebijakan    ini,    BTN               pengetahuan, atau keterampilan yang ia
berpedoman pada Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A                                     miliki;
tentang Siklus Human Capital, yang menyatakan                                 •   Gamification, seleksi dalam bentuk simulasi
bahwa proses seleksi yang dilakukan harus mencakup                                permainan untuk meningkatkan keterlibatan
berbagai tahapan yang jelas dan terstruktur. Hal ini                              kandidat terhadap nilai-nilai tertentu yang
untuk memastikan proses perekrutan berjalan secara                                dipersyaratkan oleh Bank;
adil dan transparan, serta sesuai dengan standar                              •   Kompetensi/hackathon,              kompetisi      terkait
yang berlaku. Adapun tahapan yang dilakukan adalah                                keahlian      pada        bidang     tertentu      yang
sebagai berikut: [GRI 3-3, 202-2]                                                 dibutuhkan Bank;
1.    Pemilahan Aplikasi (Application Screening)                              •   Job audition, kandidat mengerjakan suatu
      Proses    pendaftaran         atau    aplikasi    dilakukan                 proyek yang telah ditentukan oleh Bank;
      dengan metode yang terstruktur dan mudah                                •   Case study. Kandidat menyelesaikan studi
      dipahami       oleh    kandidat,       sehingga          dapat              kasus berdasarkan kemampuan kandidat;
      mempercepat           jalannya       proses      rekrutmen.                 dan




                                                    Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                 117
Page 15
                                                                                                                               Dukungan Pengembangan
                                                                                              Manajemen Lingkungan                 dan Kesejahteraan
                                                                                                                                Dukungan  Pengembangan
                           Tentang Laporan                       Profil BTN                                                             Pegawai Pegawai
                                                                                                  Berkelanjutan                dan Kesejahteraan




         •   Pre-employee screening, penyaringan profil                             Rekrutmen dan Perputaran Pegawai

             berdasarkan prinsip Know Your Employee
             untuk memitigasi risiko operasional.                                   Pada tahun 2024, BTN menargetkan untuk merekrut
                                                                                    sebanyak 1.000 pegawai sebagai bagian dari upaya
BTN      memiliki     mekanisme          khusus        terkait     proses           pengembangan         sumber           daya      manusia      yang
pengangkatan pegawai baru menjadi pegawai tetap.                                    mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan jangka
Pegawai baru yang berhasil melalui tahapan seleksi                                  panjang. Hingga akhir tahun, realisasi rekrutmen
dan diangkat menjadi pegawai tetap akan menerima                                    pegawai mencapai 1.231 pegawai, mencerminkan
remunerasi sesuai dengan ketentuan dan peraturan                                    komitmen Bank dalam menyediakan peluang karir
ketenagakerjaan yang berlaku. BTN juga membuka                                      yang luas serta memperkuat kapasitas organisasi
kesempatan          bagi      penyandang          disabilitas       untuk           untuk menghadapi tantangan bisnis dan menciptakan
berpartisipasi dalam program rekrutmen pegawai                                      dampak positif bagi masyarakat. Sebagai bagian dari
baru. Kebijakan ini merupakan bagian dari program                                   rencana pengembangan sumber daya manusia yang
inisiatif Kementerian BUMN melalui Forum Human                                      berkelanjutan, BTN juga menetapkan target rekrutmen
Capital Indonesia (FHCI).                                                           untuk tahun 2025 sebanyak 618 pegawai. Berikut adalah
                                                                                    data terkait pegawai baru yang berhasil direkrut melalui
                                                                                    Satuan Kerja Human Capital Management.

Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]


                                          2024                                          2023                                      2022
       Rentang Usia
                               L             P          Jumlah                L           P         Jumlah           L              P         Jumlah

 ≥ 51                               4             0                4                1          2           3               2              1         3

 31 – 50                           20             16             36               22           8         30              44              10       54

 ≤ 30                           463          728             1.191                237      425          662          368             649         1.107

 Jumlah                         487          744             1.231            260         435           695              414         660        1.074

*L= Laki-laki/ P= Perempuan



Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Wilayah Kerja dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]


                                          2024                                          2023                                      2022
       Rentang Usia
                               L             P          Jumlah                L           P         Jumlah           L              P         Jumlah

 Kantor Pusat                      135           134         269                  70          75         145             135            194      329

 Kantor Wilayah                     13            8               21               8            1         9               3              10        13

 Kantor Cabang                  339          602                 831              182      359           541             276         456         732

 Jumlah                         487          744             1.231            260         435           695              414         660        1.074

*L= Laki-laki/ P= Perempuan


Selain       bertambahnya          pegawai        melalui        program            meninggal dunia, atau alasan lainnya. BTN mengelola
rekrutmen yang dilakukan, jumlah pegawai juga                                       berakhirnya hubungan kerja ini dengan sesuai dengan
mengalami penurunan karena sejumlah alasan, seperti                                 pedoman pada Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A tentang
pensiun, pengunduran diri, berakhirnya masa kontrak,                                Siklus Human Capital. Kebijakan tersebut mencakup




 118                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 16
                Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk           Integritas Tata Kelola
             Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah                   Keberlanjutan




prosedur yang jelas untuk menangani setiap situasi                    operasional akan berjalan lancar dan memastikan
yang mengarah pada pengakhiran hubungan kerja.                        proses yang adil bagi seluruh pegawai.
Dengan adanya kejelasan prosedur, maka kegiatan

Tingkat Perputaran Pegawai (Turnover) [GRI 401-1]


               Keterangan                            2024                              2023                               2022

 Jumlah Pegawai Baru                                   1.231                             695                               1.074

 Jumlah Pergantian Pegawai                              164                              187                                246

 Jumlah Pegawai Awal Tahun                           12.045                            11.745                             11.192

 Jumlah Pegawai Akhir Tahun                           12.847                           12.045                             11.859

 Tingkat Perputaran                                    1,27%                           1,55%                              2,07%


Komposisi Pergantian Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]


                                       2024                                2023                                      2022
    Rentang Usia
                              L         P         Jumlah         L           P          Jumlah             L          P            Jumlah

 ≥ 51                              6          1          7           5            2              7              4           2           6

 31 – 50                          24        34          58           43          55             98             27         52           79

 ≤ 30                             28         71         99           25          57             82             75         86           161

 Jumlah                           58        106        164           73          114            187            106        140         246

*L= Laki-laki/ P= Perempuan


Komposisi Pergantian Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [GRI 401-1]


                                       2024                                2023                                      2022
    Rentang Usia
                              L         P         Jumlah         L           P          Jumlah             L          P            Jumlah

 Kantor Pusat                     20         16         36           21           21            42             34         22           56

 Kantor Wilayah                    4          1          5            3           2              5              4           -           4

 Kantor Cabang                    34        89         133           49           91            140            68         118         186

 Jumlah                           58        106        164           73          114            187            106        140         246

*L= Laki-laki/ P= Perempuan




Peningkatan Keberagaman Tenaga Kerja
Dalam peningkatan keberagaman tenaga kerja, BTN                       bekerja dan keberagaman gender yang diatur dalam
telah memiliki kebijakan kesetaraan kesempatan                        Kebijakan Khusus Nomor KK.3-C tentang Regulasi dan




                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                    119
Page 17
                                                                                                   Dukungan Pengembangan
                                                                          Manajemen Lingkungan         dan Kesejahteraan
                                                                                                    Dukungan  Pengembangan
                    Tentang Laporan               Profil BTN                                                Pegawai Pegawai
                                                                              Berkelanjutan        dan Kesejahteraan




Administrasi Kepegawaian, yang menjadi dasar bagi                menetapkan target jangka panjang dalam proses
komitmen BTN dalam menciptakan lingkungan kerja                  rekrutmen yang mencakup tenaga kerja penyandang
yang inklusif. Kebijakan tersebut didukung penuh oleh            disabilitas (TKPD). Pada tahun 2024, BTN berhasil
jajaran direksi BTN melalui pengawasan langsung,                 merekrut 16 TKPD yang lolos dalam proses seleksi,
untuk memastikan kebijakan ini terintegrasi dengan               melebihi target awal sebanyak 10 orang. Berikut adalah
baik dalam seluruh proses bisnis dan operasional                 demografi TKPD BTN tahun 2024:
Bank. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BTN

Komposisi Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD)



                                            Tenaga Kerja Penyandang           Jumlah Pegawai        Persentase TKPD
                                                Disabilitas (TKPD)


                                 laki-laki              11                     6.560                   0,17%

                                 perempuan             12                       6.287                  0,19%


                                                                 Peningkatan Keberagaman
                                                                 Tenaga Kerja
                                                                 Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan,
                                                                 BTN menetapkan target kuantitatif keberagaman
                                                                 dalam rekrutmen, dengan sasaran 0,5% pegawai
                                                                 baru berasal dari kelompok kurang terwakili pada
                                                                 tahun 2025, 1% pada tahun 2026, dan 2% pada
                                                                 tahun 2028. Target ini mencakup penyandang
                                                                 disabilitas dan kelompok-kelompok lain yang
                                                                 kurang terwakili, seiring dengan upaya Bank untuk
                                                                 menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif
                                                                 dan beragam.




Untuk mendukung keberagaman ini, BTN menyediakan                        Code of Conduct, proses bisnis perbankan, hak
berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan individu                    dan kewajiban, serta budaya perusahaan, untuk
dari latar belakang yang berbeda. Beberapa langkah                      memastikan mereka memiliki pemahaman yang
yang diambil antara lain pelatihan inklusif, penyesuaian                sama dan dapat berkontribusi secara optimal di
infrastruktur untuk menciptakan lingkungan kerja yang                   lingkungan kerja.
aksesibel, serta program mentoring untuk memastikan              2.     Pelatihan manajemen inklusif untuk manajer guna
keberhasilan karier bagi karyawan yang berasal                          meningkatkan kesadaran dan penerapan prinsip
dari kelompok tersebut. BTN meluncurkan beberapa                        keberagaman di dalam tim.
program     yang    bertujuan     untuk     mempercepat          3.     Penilaian berkala terhadap pencapaian target
implementasi keberagaman melalui berbagai inisiatif:                    keberagaman yang melibatkan pemantauan
1.     Memberikan pelatihan induksi kepada seluruh                      transparan dan kolaborasi lintas fungsi.
       TKPD baru yang mencakup product knowledge,




 120           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 18
             Pengembangan dan                    Pelayanan Prima untuk        Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                 Kepuasan Nasabah                Keberlanjutan




BTN berkomitmen untuk memberikan kesempatan                         dan komunitas disabilitas untuk memastikan bahwa
setara     bagi     penyandang          disabilitas      untuk      penyandang disabilitas memiliki akses yang lebih luas
berkontribusi dalam operasional perusahaan, dengan                  terhadap kesempatan kerja di Bank.
menyesuaikan tugas dan tanggung jawab sesuai
dengan tingkat keahlian dan keterampilan individu.                  Dengan langkah-langkah ini, BTN berupaya untuk
Program rekrutmen untuk tenaga kerja penyandang                     menciptakan tempat kerja yang inklusif, di mana setiap
disabilitas dilaksanakan melalui jalur reguler maupun               individu dari berbagai golongan memiliki peluang yang
inisiatif Rekrutmen Bersama FHCI BUMN yang diadakan                 setara untuk berkembang dan memberikan kontribusi
setiap tahun. Sebagai bagian dari upaya inklusi, BTN                terbaik mereka.
juga bekerja sama dengan berbagai yayasan, asosiasi,


Pelatihan Pegawai terkait Keberagaman
Dalam upaya meningkatkan keberagaman tenaga                         Program ini didukung penuh oleh jajaran direksi
kerja, BTN mengimplementasikan strategi yang                        BTN melalui pengawasan langsung oleh top
mencakup memberikan pelatihan dan sosialisasi                       management untuk memastikan bahwa kebijakan
untuk seluruh pegawai dari level junior staff hingga                keberagaman terintegrasi dalam setiap aspek
senior executive vice president, guna memastikan                    proses bisnis dan operasional perusahaan. Tujuan
pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip                          utamanya adalah untuk menciptakan lingkungan
tersebut di seluruh organisasi. Sebagai bagian                      kerja yang inklusif, saling menghargai, serta
dari inisiatif ini, BTN menyelenggarakan pelatihan                  memperkuat nilai-nilai keberagaman di dalam
dengan turut menghadirkan narasumber eksternal                      perusahaan. Berikut merupakan beberapa pelatihan
guna      menanamkan          prinsip   keberagaman,                yang dijalankan:
kesetaraan, dan inklusi. Pelatihan ini bertujuan untuk
memastikan implementasi prinsip-prinsip tersebut
berjalan efektif di seluruh level organisasi.

Pelaksanaan Pelatihan Pegawai Terkait Keberagaman


                                                                                                         Jumlah Pegawai
                                                          Bulan
                Nama Pelatihan                                                      Metode               yang Mengikuti
                                                      Pelaksanaan
                                                                                                            Pelatihan

 Seminar KPMG Ethicsline : Establishing a                Februari        Classroom / Virtual Classroom                 2
 Respectful Workplace Environment

 Internalisasi Respectful WorkPlace (RWP) 2024            Maret              Online / Self Learning                10.974

 Expert Talk Session "Empowering Women in                  April         Classroom / Virtual Classroom                212
 Leadership with Purpose and Impact"

 CHRO Masterclass - Women Leadership in the                 Mei          Classroom / Virtual Classroom                 10
 New World of Work

 Indonesia Women Leaders' Forum 2024                        Mei          Classroom / Virtual Classroom                 4

 SOE Women Leadership Program                              Juni          Classroom / Virtual Classroom                  1

 Empowering the Future Workforce : Innovation,          September        Classroom / Virtual Classroom                  1
 Resilience & Employee Well-being to make a
 Respectful Workplace

 Webinar OJK "Empowering Leadership: How                 Oktober         Classroom / Virtual Classroom                34
 Women Leaders Drive Company and Institution
 Performance"




                                              Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk            121
Page 19
                                                                                                              Dukungan Pengembangan
                                                                               Manajemen Lingkungan               dan Kesejahteraan
                                                                                                               Dukungan  Pengembangan
                       Tentang Laporan                 Profil BTN                                                      Pegawai Pegawai
                                                                                   Berkelanjutan              dan Kesejahteraan




Pembelajaran dan Pengembangan
Kompetensi
Dalam       pengelolaan      sumber         daya       manusia,      dan sikap (attitude). Dengan menjadikan Bank sebagai
pengembangan           kompetensi    baik     dalam       aspek      learning organization, BTN mendorong pegawai untuk
keterampilan teknis (hard skill) maupun keterampilan                 terus meningkatkan diri agar dapat melaksanakan
non teknis (soft skill) merupakan elemen yang sangat                 tugas     dengan     lebih    efektif,     siap   menghadapi
penting. Upaya pengembangan kompetensi juga telah                    perubahan,       dan     mempersiapkan             diri     untuk
diatur dalam Kebijakan Khusus Nomor KK.3-A mengenai                  menduduki posisi yang lebih tinggi. Untuk mendukung
Siklus Human       Capital. Kebijakan ini menekankan                 pengembangan           kompetensi,         BTN    menerapkan
bahwa setiap pegawai harus berusaha untuk terus                      pendekatan sistematis melalui konsep analysis, design,
mengembangkan           kompetensinya,       dengan      tujuan      development, implementation, and evaluation (ADDIE),
agar mereka dapat menjalankan pekerjaan dengan                       yang memungkinkan perancangan dan pelaksanaan
lebih efektif dan efisien. Tentunya, Bank memberikan                 program pengembangan yang terukur. Pengelolaan
pelatihan dan pengembangan sesuai dengan peran                       pembelajaran juga diselaraskan dengan kebutuhan
dan tanggung jawab masing-masing pegawai. Selain                     pekerjaan dan bisnis Bank menggunakan pendekatan
itu, pengembangan kompetensi juga dimaksudkan                        70:20:10, yaitu 70% pembelajaran diperoleh melalui
untuk       mempersiapkan         pegawai       menghadapi           pengalaman praktis, 20% dari interaksi dengan orang
tantangan perubahan yang mungkin terjadi di dalam                    lain, dan 10% dari pembelajaran formal.
dunia kerja, serta mempersiapkan mereka untuk
menduduki jabatan yang lebih tinggi atau strategis.                  Untuk mencapai pemenuhan kebutuhan kompetensi
BTN juga memegang teguh prinsip kesetaraan secara                    dan keahlian yang terus berkembang, BTN menjalankan
konsisten untuk memastikan bahwa seluruh pegawai,                    program pengembangan SDM secara berkelanjutan.
baik pria maupun wanita, mendapatkan kesempatan                      Program ini dirancang dengan berbagai pendekatan,
yang setara untuk belajar dan mengembangkan                          antara lain melalui pendidikan, pelatihan, penugasan
kompetensinya.         Dengan     demikian,      pengelolaan         khusus,    dan    program      mutasi       maupun        promosi.
human capital tidak hanya berfokus pada peningkatan                  Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan
keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan                   keterampilan dan pengalaman pegawai agar mereka
karakter     dan    kemampuan            interpersonal     yang      dapat beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan
diperlukan dalam menghadapi tantangan dan peluang                    pekerjaan yang semakin kompleks. Sebagai gambaran
karir pada masa depan. [GRI 3-3]                                     lebih rinci mengenai pengembangan SDM, berikut
                                                                     disajikan tabel yang memberikan informasi terkait
Untuk mendukung pengembangan kompetensi, BTN                         distribusi pelaksanaan program                selama periode
memiliki program yang fokus pada tiga elemen utama,                  Januari hingga Desember 2024 pada berbagai level di
yaitu: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill),                dalam organisasi.


Strategi Pengembangan Pegawai
Pada tahun 2024, BTN mengukuhkan komitmennya                         dilaksanakan Bank untuk pengembangan pegawai
dalam       pengembangan        talenta      melalui     inisiatif   tahun 2024:
strategis dengan melakukan kerja sama dengan pihak                   1.   Program beasiswa pegawai
ketiga untuk mendukung pengembangan kompetensi                            Dalam       upaya       mendukung         pengembangan
pegawai.      Selain    sebagai     bentuk       peningkatan              kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia,
kompetensi, inovasi, dan kreatifitas; pengembangan                        BTN memiliki program beasiswa unggulan yang
dari pihak eksternal juga dapat memperluas jaringan                       terbuka untuk seluruh pegawai. Beasiswa ini
profesional, memenuhi standar dan regulasi, serta                         ditujukan untuk program pendidikan S1 dan
meningkatkan       pengetahuan      akan      perkembangan                S2, baik di dalam negeri maupun luar negeri,
industri.   Berikut adalah strategi dan program yang                      guna memperluas wawasan dan keahlian para




122             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 20
            Pengembangan dan                       Pelayanan Prima untuk           Integritas Tata Kelola
         Pemberdayaan Masyarakat                    Kepuasan Nasabah                   Keberlanjutan




     pegawai dalam bidang-bidang yang relevan.                               negeri seperti: The University of Sydney, Monash
     Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BTN juga                         University, International Institute of Management
     telah menjalin kerja sama dengan beberapa                               Development (IMD), The University of Melbourne,
     perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam                               The University of Edinburgh, serta University of
     negeri seperti Universitas Indonesia (UI), Magister                     Bistol. Melalui kerja sama ini, BTN berharap dapat
     Manajemen Universitas Gadjah Mada (MM UGM),                             memberikan akses pendidikan berkualitas bagi
     serta Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut                             pegawai yang ingin mengembangkan diri. Berikut
     Teknologi Bandung (SBM ITB), maupun di luar                             data pegawai yang memperoleh beasiswa.

Pelaksanaan Program Beasiswa Pegawai



                                                                                                       2023              2024
                                     2023                           9

                                                                                                       14                39
Beasiswa S1
                                     2024                                                16

Beasiswa S2                           2023      2
Dalam Negeri
                                     2024                               10
                                                                                                       Pertumbuhan:


                                               3
                                                                                                       179%
                                     2023
Beasiswa S2 Luar
Negeri
                                     2024                                     13


2.   Pengembangan            kapabilitas       sumber       daya             mengidentifikasi dan mengembangkan potensi
     manusia                                                                 terbaik dari pegawai BTN, dengan memberikan
     BTN berkomitmen untuk terus mengembangkan                               mereka kesempatan untuk mengikuti pelatihan
     kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui                           dan      pengembangan             kepemimpinan          yang
     berbagai      program         pelatihan    lanjutan     dan             intensif. Melalui partisipasi dalam program ini,
     pengembangan kepemimpinan. Dalam hal ini,                               BTN memastikan bahwa pegawainya tidak hanya
     BTN bekerja sama dengan beberapa lembaga                                siap secara teknis, tetapi juga memiliki kapasitas
     terkemuka.     Kerja    sama      ini   bertujuan     untuk             kepemimpinan           yang     kuat   untuk    memimpin
     memberikan pelatihan yang relevan dengan                                perusahaan di masa depan.
     kebutuhan industri serta mengasah keterampilan
     kepemimpinan           para     pegawai        agar     siap       4.   Sertifikasi
     menghadapi tantangan yang semakin kompleks                              Untuk     mendukung            pengakuan     formal      atas
     dalam dunia perbankan. Dengan dukungan                                  kompetensi pegawai, BTN juga menjalin kerja
     lembaga-lembaga ini, BTN memastikan pegawai                             sama       dengan        lembaga-lembaga            sertifikasi
     mendapatkan         pengalaman            belajar      yang             profesional. Lembaga-lembaga tersebut meliputi
     berkualitas, serta terus meningkatkan kompetensi                        Badan      Sertifikasi    Manajemen        Risiko     (BSMR),
     mereka        melalui     program-program              yang             Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP),
     terstruktur dan aplikatif.                                              Lembaga Sertifikasi Profesi Keuangan Syariah (LSP
                                                                             KS), Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Keuangan
3.   BUMN School of Excellence                                               Pasar Modal Indonesia (LSP IKEPAMI), dan ACI
     BTN turut berperan aktif dalam program BUMN                             Financial Markets Association (ACIFMA). Melalui
     School of Excellence, yang bertujuan untuk                              sertifikasi ini, BTN memberikan kesempatan bagi
     mempersiapkan pegawai menjadi kandidat calon                            pegawai        untuk     mengukuhkan           kemampuan
     Direksi di masa depan. Program ini dirancang untuk                      profesional mereka sesuai dengan standar industri




                                                   Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                   123
Page 21
                                                                                                              Dukungan Pengembangan
                                                                                Manajemen Lingkungan              dan Kesejahteraan
                                                                                                               Dukungan  Pengembangan
                        Tentang Laporan                    Profil BTN                                                  Pegawai Pegawai
                                                                                    Berkelanjutan             dan Kesejahteraan




      yang berlaku, sehingga meningkatkan kualitas                      Dengan inisiatif ini, BTN bertujuan untuk membangun
      SDM secara keseluruhan dalam menghadapi                           pipeline talenta yang kuat dan berkelanjutan, yang
      dinamika industri keuangan.                                       akan    menjadi    fondasi     bagi    pertumbuhan       dan
                                                                        keberlanjutan perusahaan di masa depan. Langkah
Bank melakukan pengawasan dan evaluasi program                          ini juga merupakan wujud kontribusi BTN dalam
secara berkala yang dilakukan oleh tim manajemen                        mendukung       Tujuan    Pembangunan         Berkelanjutan
senior      BTN    untuk      memastikan       efektivitas       dan    (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas
keselarasan        dengan      strategi   bisnis     perusahaan.        dan pekerjaan yang layak serta pertumbuhan ekonomi.




      Sinergi Persiapan SDM Andal di Era Digital
      Sebagai komitmen Bank dalam meningkatkan                          pengembangan        talenta      muda       Indonesia,
      kualitas     sumber      daya    manusia       (SDM)       dan    khususnya di sektor perbankan dan properti. Kerja
      mendukung sektor perumahan yang berkelanjutan,                    sama ini mendukung misi BTN untuk “Menjadi
      BTN     juga    aktif    dalam      memberikan         literasi   Rumah Bagi Talenta Terbaik Indonesia” sekaligus
      kepada mahasiswa melalui Kuliah Umum terkait                      mendukung pencapaian target pembangunan
      menghadapi disrupsi ekonomi dan digital yang                      tiga juta rumah per tahun. BTN juga menyediakan
      terjadi saat ini. Pada tahun 2024 kegiatan literasi               layanan perbankan untuk kemajuan pendidikan,
      tersebut diberikan kepada beberapa universitas                    termasuk sistem pembayaran uang kuliah dan
      di antaranya Universitas Bina Nusantara (Binus),                  magang bagi mahasiswa, kuliah umum, serta
      Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas                  kerja sama lainnya. Melalui kerja sama ini, BTN
      Andalas        (Unand),     Universitas        Tanjungpura        telah   mendukung        penyediaan      penggunaan
      (Untan), Universitas HKBP Nommensen (UHN), dan                    jasa dan layanan perbankan serta mendukung
      Universitas Islam Indonesia (UII).                                pengembangan       civitas    akademika.      Langkah
                                                                        strategis ini menegaskan komitmen BTN untuk
      Pada     kegiatan       yang    sama,     juga   dilakukan        membangun SDM unggul yang mendukung
      penandatanganan                 Nota         Kesepahaman          pembangunan        sektor      perumahan          yang
      yang        merupakan       langkah       strategis        BTN    berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
      untuk       memperluas      peran      serta   BTN     dalam




124                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 22
                 Pengembangan dan                Pelayanan Prima untuk         Integritas Tata Kelola
              Pemberdayaan Masyarakat             Kepuasan Nasabah                 Keberlanjutan




Pengembangan Kompetensi Berdasarkan Level Jabatan [GRI 2-17, 404-2] [OJK E.2,
F.22] [FS4]



Pengembangan Kompetensi Komisaris

Sepanjang tahun pelaporan ini, anggota Dewan                        lokakarya, konferensi maupun seminar terkait aspek
Komisaris BTN telah berpartisipasi dalam berbagai                   ESG, seperti yang tercantum dalam tabel berikut.
program peningkatan kompetensi, termasuk pelatihan,

Pelatihan yang Diikuti oleh Dewan Komisaris (Board of Commissioners)


                                           Jenis Pelatihan dan Materi
                                                                                Waktu dan Tempat
       Nama             Jabatan           Pengembangan Kompetensi/                                             Penyelenggara
                                                                                  Pelaksanaan
                                                    Pelatihan

  Chandra M.        Komisaris           Pembekalan Sertifikasi Manajemen     27 Januari 2024, Bogor         Lembaga
  Hamzah            Utama/              Risiko - Kerangka Kualifikasi                                       Pengembangan
                    Independen          Nasional Indonesia (KKNI) Jenjang                                   Perbankan Indonesia
                                        6                                                                   ( LPPI )

                                        Penyelarasan Sertifikasi             27 Juni 2024 - 28 Juni         Indonesia Risk
                                        Manajemen                            2024, Jakarta                  Professional
                                        Risiko - KKNI Jenjang 6                                             Association (IRPA)

                                        ASEAN Global Leadership Program      4 - 8 November 2024,           SRW&Co
                                        - CGKSB                              Beijing

  Iqbal Latanro     Wakil Komisaris     Penyelarasan Sertifikasi             27 Januari 2024, Bogor         LPPI
                    Utama/              Manajemen
                    Independen          Risiko - KKNI Jenjang 6

                                        Penyelarasan Sertifikasi             11 Juni 2024 - 12 Juni 2024,   IRPA
                                        Manajemen                            Jakarta
                                        Risiko - KKNI Jenjang 7

  Armand B.         Komisaris           Pembekalan Sertifikasi Manajemen     27 Januari 2024, Bogor         LPPI
  Arief             Independen          Risiko - KKNI Jenjang 6

                                        Penyelarasan Sertifikasi             27 Juni 2024 - 28 Juni         IRPA
                                        Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6    2024, Jakarta

                                        Executive Risk Management            23 Frebuari 2024 - 3           LPPI
                                        Refresher Program Batch 5: ESG &     Maret 2024, Eropa
                                        Business Sustainability"             (Vienna, Budapest,
                                                                             Praha)

                                        Uji Kompetensi Sertifikasi           19 Maret 2024, Jakarta         LSPP
                                        Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6

                                        ASEAN Global Leadership Program      4 - 8 November 2024,           SRW&Co
                                        - CGKSB                              Beijing

  Sentot A.         Komisaris           Pembekalan Sertifikasi Manajemen     27 Januari 2024, Bogor         LPPI
  Sentausa          Independen          Risiko - KKNI Jenjang 6

                                        Executive Risk Management            23 Frebuari 2024 - 3           LPPI
                                        Refresher Program Batch 5: ESG &     Maret 2024, Eropa
                                        Business Sustainability"             (Vienna, Budapest,
                                                                             Praha)




                                                Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               125
Page 23
                                                                                                           Dukungan Pengembangan
                                                                           Manajemen Lingkungan                dan Kesejahteraan
                                                                                                            Dukungan  Pengembangan
                     Tentang Laporan                Profil BTN                                                      Pegawai Pegawai
                                                                               Berkelanjutan               dan Kesejahteraan




                                          Jenis Pelatihan dan Materi
                                                                               Waktu dan Tempat
      Nama           Jabatan             Pengembangan Kompetensi/                                              Penyelenggara
                                                                                 Pelaksanaan
                                                   Pelatihan

                                       Uji Kompetensi Sertifikasi           19 Maret 2024, Jakarta          LSPP
                                       Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6

                                       Penyelarasan Sertifikasi             21 Mei 2024 - 22 Mei 2024,      IRPA
                                       Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7    Jakarta

 Andin           Komisaris             Pembekalan Sertifikasi Manajemen     27 Januari 2024, Bogor          LPPI
 Hadiyanto                             Risiko - KKNI Jenjang 6

                                       Penyelarasan Sertifikasi             27 Juni 2024 - 28 Juni          IRPA
                                       Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6    2024, Jakarta

 Herry           Komisaris             Pembekalan Sertifikasi Manajemen     27 Januari 2024, Bogor          LPPI
 Trisaputra                            Risiko - KKNI Jenjang 6
 Zuna
                                       Uji Kompetensi Sertifikasi           18 Juli 2024, Jakarta           Badan Sertifikasi
                                       Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 4                                    Manajemen Risiko

                                       Penyelarasan Sertifikasi             23 Juli 2024 - 25 Juli 2024,    IRPA
                                       Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6    Jakarta

                                       Pembekalan Sertifikasi Manajemen     17 Agustus 2024, Bogor          LPPI
                                       Risiko - KKNI Jenjang 6

 Himawan         Komisaris             Pembekalan Sertifikasi Manajemen     27 Januari 2024, Bogor          LPPI
 Arief Sugoto                          Risiko - KKNI Jenjang 6

                                       Uji Kompetensi Sertifikasi           18 Juli 2024, Jakarta           Badan Sertifikasi
                                       Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6                                    Manajemen Risiko

                                       Penyelarasan Sertifikasi             23 Juli 2024 - 25 Juli 2024,    IRPA
                                       Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6    Jakarta

                                       Pembekalan Sertifikasi Manajemen     17 Agustus 2024, Bogor          LPPI
                                       Risiko - KKNI Jenjang 6

                                       ASEAN Global Leadership Program      4 - 8 November 2024,            SRW&Co
                                       - CGKSB                              Beijing

 Adi             Komisaris             Pembekalan Sertifikasi Manajemen     14 Mei 2024, Jakarta            PT Garda Multi Talenta
 Sulistyowati    Independen            Risiko - KKNI Jenjang 7

                                       Uji Kompetensi Sertifikasi           7 Juni 2024, Jakarta            LPPI
                                       Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7

                                       Penyelarasan Sertifikasi             11 Juni 2024 - 12 Juni 2024,    IRPA
                                       Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7    Jakarta

 Bambang         Komisaris             Pembekalan Sertifikasi Manajemen     6 Mei 2024, Bogor               LPPI
 Widjanarko      Independen            Risiko - KKNI Jenjang 6

                                       Penyelarasan Sertifikasi             23 Mei 2024 - 25 Mei            IRPA
                                       Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 6    2024, Jakarta



Pengembangan Kompetensi Direksi

Sepanjang tahun 2024, anggota Direksi BTN telah                   maupun seminar terkait aspek ESG, seperti yang
berpartisipasi dalam berbagai program peningkatan                 tercantum dalam tabel berikut.
kompetensi, termasuk pelatihan, lokakarya, konferensi




126             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 24
                Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk         Integritas Tata Kelola
             Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah                 Keberlanjutan




Pelatihan yang Diikuti oleh Direksi (Board of Director)


                                        Jenis Pelatihan dan Materi
                                                                                Waktu dan Tempat
    Nama             Jabatan           Pengembangan Kompetensi/                                                Penyelenggara
                                                                                  Pelaksanaan
                                                 Pelatihan

 Nixon L.P.        Direktur         Penyelarasan Sertifikasi              15 Mei 2024 - 16 Mei 2024          IRPA
 Napitupulu        Utama            Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7     Jakarta

                                    Executive Course on Strategic         3 Juli 2024 - 16 Juli 2024         Universitas
                                    Management and Leadership             Jakarta                            Pertahanan RI
                                    COHORT - 2 Tahun 2024

                                    Global Leadership Program by          2 September 2024 - 6               SRW&Co - IESE
                                    SRW&Co - IESE Business School         September 2024
                                                                          Barcelona, Spain

 Oni Febriarto     Wakil Direktur   Refreshment Sertifikasi Manajemen     7 Februari 2024                    PT Garda Multi
 Rahardjo          Utama            Risiko - KKNI Jenjang 7               Jakarta                            Talenta

                                    Strategic Decision - Making for       7 Oktober 2024 - 9 Oktober 2024    Cambridge Judge
                                    Leaders                               Cambridge, United Kingdom          Business School

 Andi Nirwoto      Direktur         Refreshment Sertifikasi Manajemen     7 Februari 2024                    PT Garda Multi
                   Information      Risiko - KKNI Jenjang 7               Jakarta                            Talenta
                   Technology

 Elisabeth         Direktur         Refreshment Sertifikasi Manajemen     24 Januari 2024                    PT Garda Multi
 Novie             Assets           Risiko - KKNI Jenjang 7               Jakarta                            Talenta
 Riswanti          Management
                                    Executive Risk Management             9 - 18 November 2024               LPPI
                                    Program - Europe                      Milan - La Spezia - Roma, Italy

 Jasmin            Direktur         Refreshment Sertifikasi Manajemen     7 Februari 2024                    PT Garda Multi
                   Distribution &   Risiko - KKNI Jenjang 7               Jakarta                            Talenta
                   Institusional
                   Funding          Penyelarasan Sertifikasi              15 Mei 2024 - 16 Mei 2024          IRPA
                                    Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7     Jakarta

                                    Strategic Decision - Making for       7 Oktober 2024 - 9 Oktober 2024    Cambridge Judge
                                    Leaders                               Cambridge, United Kingdom          Business School

 Hirwandi          Direktur         Refreshment Sertifikasi Manajemen     12 Januari 2024                    PT Garda Multi
 Gafar             Consumer         Risiko - KKNI Jenjang 7               Jakarta                            Talenta

                                    Penyelarasan Sertifikasi              12 Mei 2024 - 13 Mei 2024          IRPA
                                    Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7     Jakarta

                                    Executive Risk Management             9 - 18 November 2024               LPPI
                                    Program - Europe                      Milan - La Spezia - Roma, Italy

 Setiyo            Direktur Risk    Refreshment Sertifikasi Manajemen     7 Februari 2024                    PT Garda Multi
 Wibowo            Management       Risiko - KKNI Jenjang 7               Jakarta                            Talenta

                                    Ideas Asia Pacific by UID-MIT Sloan   21 Maret 2024                      Unity in Diversity
                                                                          Manila, USA

                                    Ideas Asia Pacific 2024  "Co-         23 April 2024 - 26 April 2024      UID Bali
                                    Initiating Module Orientation         Boston, USA
                                    Workshop"

                                    Ideas Asia Pacific - MIT              10 Juni 2024 - 14 Juni 2024        MIT Sloan Business
                                                                          Cambridge, Massachusetts, USA      School

                                    Ideas Asia Pacific - in person        7 Agustus 2024 - 12 Agustus        UID Bali - MIT Sloan
                                    workshop - DEEP DIVE MODULE           2024                               USA
                                                                          Bali

                                    Penyelarasan Sertifikasi              4 September 2024 - 5               IRPA
                                    Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7     September 2024
                                                                          Jakarta



                                                Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                127
Page 25
                                                                                                      Dukungan Pengembangan
                                                                            Manajemen Lingkungan          dan Kesejahteraan
                                                                                                       Dukungan  Pengembangan
                   Tentang Laporan               Profil BTN                                                    Pegawai Pegawai
                                                                                Berkelanjutan         dan Kesejahteraan




                                   Jenis Pelatihan dan Materi
                                                                              Waktu dan Tempat
      Nama        Jabatan         Pengembangan Kompetensi/                                                 Penyelenggara
                                                                                Pelaksanaan
                                            Pelatihan

 Nofry Rony    Direktur         Refreshment Sertifikasi Manajemen     24 Januari 2024                    PT Garda Multi
 Poetra        Finance          Risiko - KKNI Jenjang 7               Jakarta                            Talenta

                                Penyelarasan Sertifikasi              15 Mei 2024 - 16 Mei 2024          IRPA
                                Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7     Jakarta

 Eko Waluyo    Direktur         Assessment Sertifikasi HC Skema       22 Maret 2024                      Forum Human
               Human            Direktur SDM                          Jakarta                            Capital Indonesia
               Capital,                                                                                  (FHCI)
               Compliance,
               & Legal          Penyelarasan Sertifikasi              27 Maret 2024 - 28 Maret 2024      IRPA
                                Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7     Jakarta

                                Uji Kompetensi Sertifikasi            28 Maret 2024                      LPPI
                                Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7     Jakarta

                                Seminar "Investasi Dana Pensiun       25 April 2024                      Asosiasi Dana
                                Dalam Menghadapi Dinamika Suku        Jakarta                            Pensiun Indonesia
                                Bunga"

                                Empowering the Future Workforce :     19 September 2024 - 20             FHCI
                                Innovation, Resilience & Employee     September 2024
                                Well-being to make a Respectful       Bali
                                Workplace

 Hakim         Direktur         Refreshment Sertifikasi Manajemen     24 Januari 2024                    PT Garda Multi
 Putratama     Operations       Risiko - KKNI Jenjang 7               Jakarta                            Talenta
               & Customer
                                Penyelarasan Sertifikasi              15 Mei 2024 - 16 Mei 2024          IRPA
               Experience
                                Manajemen Risiko - KKNI Jenjang 7     Jakarta

 Muhammad      Direktur         Leading with Finance - Harvard        15 Mei 2024 - 26 mei 2024          Leading with
 Iqbal         SME & Retail     Business School                       Jakarta                            Finance - Harvard
               Funding                                                                                   Business School

                                Corporate Governance Program:         10 - 13 September 2024             Columbia Business
                                Developing Exceptional Board          New York City, USA                 School
                                Leaders




Pengembangan Kompetensi Pegawai

BTN telah memberikan pelatihan dan pengembangan                  perusahaan. Sepanjang tahun 2024, pegawai BTN telah
kepada seluruh pegawai, tanpa terkecuali yang                    berpartisipasi dalam berbagai program peningkatan
meliputi pegawai tetap, pegawai kontrak, pegawai                 kompetensi, termasuk pelatihan, lokakarya, konferensi
paruh waktu, alih daya. Dengan pendekatan inklusif               maupun seminar terkait aspek ESG. Adapun program
ini, BTN bertujuan untuk menciptakan budaya kerja                pelatihan yang telah diikuti oleh pegawai, sebagai
yang mendukung pengembangan berkelanjutan bagi                   berikut:
seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam operasional




128           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 26
            Pengembangan dan                    Pelayanan Prima untuk             Integritas Tata Kelola
         Pemberdayaan Masyarakat                 Kepuasan Nasabah                     Keberlanjutan




Pelatihan yang Diikuti oleh Pegawai


                                                                                                                        Jumlah
 No.                      Nama Pelatihan                         Tanggal Pelaksanaan                       Metode
                                                                                                                        Peserta

 1     Aligning Strategy Execution with ESG                                April                    Pelatihan Kelas             7

 2     Certified Anti Fraud & Legal (CAFP)                               Februari                   Pelatihan Kelas              1

 3     Climate Risk Integration in the Banking                            Oktober                   Pelatihan Kelas             3

 4     Financial & Capital Market Based on ESG                              Mei                     Pelatihan Kelas         29

 5     Internalisasi ESG (Environment, Social &                             Mei                     Pelatihan Kelas      11.448
       Governance) Awareness

 6     Internalisasi Pengelolaan APU, PPT, dan PPPSPM             Januari, Februari, Juni           Pelatihan Kelas        221

 7     National Anti Fraud Conference                                   September                   Pelatihan Kelas             3

 8     Pelatihan APU, PPT, dan PPPSPM                                   Januari, Mei                Pelatihan Kelas        431

 9     Pelatihan Audit ESG                                               Februari                   Pelatihan Kelas         62

 10    Workshop Standar dan Kode Etik Profesi Auditor                    Februari                   Pelatihan Kelas         26
       Internal

 11    Pelatihan Climate Risk Stress Test                                Agustus                    Pelatihan Kelas             17

 12    Pelatihan Premium ESG Investment                                  Agustus                    Pelatihan Kelas              1

 13    Refreshment APU, PPT, dan PPPSPM                                  Agustus                    Pelatihan Kelas        266

 14    Refreshment Program APU, PPT, dan PPPSPM                          Agustus                     Pembelajaran          261
       terhadap Nasabah Resiko Tinggi                                                                  Mandiri

 15    Sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI)                        September                   Pelatihan Kelas         37

 16    Sosialisasi Digital Risk Awareness & Cyber Trend                   Oktober                    Pembelajaran         7.361
                                                                                                       Mandiri

 17    Webinar "Climate Risk Awareness & GHG”                            Agustus                    Pelatihan Kelas        297

 18    Webinar OJK "Perlindungan Data Pribadi                               Mei                     Pelatihan Kelas         59

 19    Workshop Data Pribadi (ROPA)                                        Juni                     Pelatihan Kelas         67

 20    Workshop Mengelola Cyber Security                                    Mei                     Pelatihan Kelas              1



Jumlah Pegawai yang Mendapatkan Pelatihan Berdasarkan Status

                                    Keterangan                                                       2024              2023

 Pegawai tetap                                                                                      12.699             11.270

 Pegawai kontrak                                                                                           148          775

 Total Pegawai                                                                                      12.847            12.045


Program Pengembangan Pekerjaan Spesifik

Selain mendukung pengembangan kompetensi dan                        siap menghadapi tantangan industri yang semakin
kinerja pegawai secara umum, BTN berkomitmen                        kompleks, dan mampu berkontribusi secara maksimal
menyediakan      program      pelatihan      yang     spesifik      terhadap pencapaian tujuan Bank. Program pelatihan
diperuntukkan      bagi   bidang     pekerjaan       tertentu.      ini dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan
Job-specific     development         training       programs        teknis dan pengetahuan yang relevan dengan tugas
merupakan bagian integral dari strategi Bank untuk                  dan tanggung jawab pegawai dalam posisi tertentu.
menciptakan sumber daya manusia yang terampil,                      Sebagai program unggulan, program ini diharapkan


                                                Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                   129
Page 27
                                                                                                            Dukungan Pengembangan
                                                                               Manajemen Lingkungan             dan Kesejahteraan
                                                                                                             Dukungan  Pengembangan
                        Tentang Laporan             Profil BTN                                                       Pegawai Pegawai
                                                                                   Berkelanjutan            dan Kesejahteraan




dapat menghasilkan tenaga profesional yang tidak                     yang mencakup bisnis, kredit risiko, kepemimpinan,
hanya kompeten, tetapi juga siap beradaptasi dengan                  hingga sales and service. Dengan hadirnya inisiatif ini,
perkembangan industri yang cepat.                                    Bank memastikan seluruh pegawai dapat mengakses
                                                                     pelatihan teknis, manajerial, dan inovasi berbasis
Pada tahun 2024, Bank memperkenalkan lebih dari                      teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masing-
418 jenis pelatihan yang dapat diakses secara virtual                masing pegawai.

Pelaksanaan Program Pengembangan Pekerjaan Spesifik


                                                          Jumlah                                                         Jumlah
                                                                         Jumlah
                        Pelatihan                          Jenis                                  Metode                  Jam
                                                                         Pegawai
                                                         Pelatihan                                                      Pelatihan

 Commercial Banking Academy                                 30              2.838       Tatap Muka & Kelas Virtual         34.008

 Consumer Banking Academy                                   70              7.618       Tatap Muka & Kelas Virtual         142.232

 GRC Academy                                                76              7.936       Tatap Muka & Kelas Virtual         94.756

 IT & Digital Academy                                       20                 113      Tatap Muka & Kelas Virtual             3.432

 Leadership Academy                                          51             2.090       Tatap Muka & Kelas Virtual         35.548

 Operations & Finance Academy                               96              7.652       Tatap Muka & Kelas Virtual         116.916

 Sharia Business Academy                                    55              2.915       Tatap Muka & Kelas Virtual         40.392

 Treasury & Capital Market Academy                           14              359        Tatap Muka & Kelas Virtual             3.016

 Wholesale Banking Academy                                       1              21      Tatap Muka & Kelas Virtual               504


BTN memberikan sertifikasi kepada pegawai sebagai                    sekaligus       meningkatkan     daya     saing   perusahaan
bagian dari upaya untuk mendukung pengembangan                       dalam menghadapi tantangan industri. Berikut adalah
kompetensi di bidang pekerjaan yang spesifik. Melalui                jenis sertifikasi yang dimiliki oleh pegawai BTN di sektor
pemberian sertifikasi yang relevan, BTN berkomitmen                  perbankan:
untuk memfasilitasi pengembangan karier pegawai,

Jumlah Jenis Sertifikasi Pegawai Berdasar Sektor Perbankan


                                       Keterangan                                                 2024                  2023

 Sertifikasi Sistem Manajemen Risiko (SMR)                                                         3.297                2.555

 Sertifikasi Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD)                                             175                   110

 Sertifikasi Treasury                                                                                 40                   40



Biaya Pengembangan Kompetensi

Pengembangan kompetensi menjadi salah satu fokus                     pembelajaran, seperti pembelajaran daring, kelas
BTN. Hal ini dapat dilihat bahwa pada tahun 2024,                    virtual, dan pembelajaran mandiri. Pendekatan ini
Bank telah telah mengalokasikan anggaran yang lebih                  bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penyampaian
besar untuk pengembangan kompetensi pegawai,                         materi pendidikan, tanpa mengorbankan kualitas
dengan    peningkatan        sebesar      10%   dibandingkan         dan efektivitas dari setiap program yang dijalankan.
dengan anggaran yang disediakan pada tahun                           Melalui    strategi   ini,   Bank     tidak   hanya   berfokus
2023. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program                       pada      pengembangan         kompetensi       teknis,     tetapi
pengembangan, BTN menerapkan metode blended                          juga    berupaya      memastikan         bahwa     kompetensi
learning, yang menggabungkan berbagai bentuk                         yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas dan


130             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 28
                Pengembangan dan                            Pelayanan Prima untuk                 Integritas Tata Kelola
             Pemberdayaan Masyarakat                         Kepuasan Nasabah                         Keberlanjutan




menghadapi tantangan masa depan dapat terpenuhi.                                      untuk pengembangan kompetensi pegawai dapat
Rincian lebih lanjut tentang anggaran yang dialokasikan                               ditemukan pada tabel berikut.

Jumlah dan Pertumbuhan Biaya Pengembangan Kompetensi

  Biaya pengembangan kompetensi (dalam juta rupiah)                                                               Pertumbuhan

               2024                                     2023                               Dalam (juta rupiah)                      Dalam persen (%)

              105.530                                  95.928                                     9.602                                       10%


Jumlah dan Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin [GRI 404-1]

                                                                      2024                                  2023                                     2022
                   Keterangan
                                                         Laki-laki       Perempuan             Laki-laki        Perempuan            Laki-laki            Perempuan

 Jumlah Pegawai                                              6.560                6.287           6.288                   5.757           6.396                 5.727

 Jumlah Peserta Pendidikan dan
                                                             16.941              15.630           17.342                  14.086          15.842               13.607
 Pelatihan

 Jumlah Jam Pendidikan dan Pelatihan                        344.376             322.746         393.096               349.610            342.379              313.909

 Rata-rata Jam Pendidikan dan Pelatihan
                                                              20,33               20,65            22,67                  24,82             21,61               23,07
 per Peserta

 Rata-rata Jam Pendidikan dan Pelatihan
                                                              52,50                  51,34        65,52                   60,73            53,53                54,81
 per Orang

 Total Peserta Pendidikan dan Pelatihan                               32.571                               31.428                                   29.449

 Persentase Pegawai yang
 Mendapatkan Pendidikan dan                                            100%                                 100%                                     100%
 Pelatihan

 Total Jam Pendidikan dan Pelatihan                                   667.122                              742.706                              656.288


Pada       tahun        2024,      pembelajaran             self-learning             modulnya berupa video singkat, sehingga satu kursus
melalui LinkedIn Learning lebih intensif dibandingkan                                 hanya memerlukan waktu satu jam.
pembelajaran tatap muka atau virtual dua arah, karena

Jumlah dan Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai Berdasarkan Jenjang Jabatan [GRI 404-1]


                                                   2024                                         2023                                           2022

                                                Jumlah                                        Jumlah                                        Jumlah
      Jenjang Jabatan                                            Rata-                                          Rata-                                          Rata-
                                  Jumlah         Total                          Jumlah         Total                         Jumlah          Total
                                                               rata Jam                                       rata Jam                                       rata Jam
                                  Peserta        Jam                            Peserta        Jam                           Peserta         Jam
                                                               Pelatihan                                      Pelatihan                                      Pelatihan
                                               Pelatihan                                     Pelatihan                                     Pelatihan

 Level 5B (22)                          20            386               19            13          290                22             13              250            19

 Level 4C-5A (19-21)                  482           8.244               17           599        13.874               23            438         5.626               13

 Level 3C-4B (15-18)                 5.786        96.066                17       5.792          111.066              19        4.424          79.743               18

 Level 3A-3B (13-14)                 8.676       164.066                19        9.061         317.128              35        9.088         183.582               20

 Level 2D-2F (11-12)                13.020       280.402               22        12.395        234.147               19        11.961        310.976               26

 Level 2A-2C (8-10)                  4.587        118.002              26        3.568          66.201               19        3.449          75.048               22

22= Executive Vice President    19= Vice President           16= Manager              13= Assistant Manager      10= Staff
21= Senior Vice President       18= Assistant Vice President 15= Manager              12= Senior Staff           9= Staff
20= Vice President              17= Senior Manager           14= Assistant Manager    11= Senior Staff           8= Junior Staff




                                                            Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                                    131
Page 29
                                                                                                     Dukungan Pengembangan
                                                                           Manajemen Lingkungan          dan Kesejahteraan
                                                                                                      Dukungan  Pengembangan
                    Tentang Laporan                  Profil BTN                                               Pegawai Pegawai
                                                                               Berkelanjutan         dan Kesejahteraan




Komitmen Bank dalam membentuk SDM unggul                          tangguh, dan tanggap sesuai dengan kebutuhan
tidak hanya terbatas pada program pendidikan                      dan perkembangan dunia perbankan. Disamping itu,
dan pelatihan, tetapi juga dengan memberikan                      BTN tidak hanya memastikan bahwa pendidikan dan
kesempatan kepada pegawai tetap yang terpilih untuk               pelatihan tidak hanya diberikan kepada pegawai yang
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.              masih aktif bekerja, tetapi juga untuk mereka yang akan
Langkah ini dilaksanakan berdasarkan Kebijakan Umum               memasuki masa pensiun. Bagi pegawai yang akan
Sumber Daya Manusia (Human Capital) KU.3 tentang                  pensiun, program pelatihan ditujukan agar mereka
Pengelolaan    Pembelajaran         dan      Pengembangan.        memiliki keterampilan dan kesiapan yang diperlukan,
Kebijakan ini disusun untuk meningkatkan kompetensi               untuk menjalani masa pensiun dengan produktif dan
pegawai dan menciptakan tenaga kerja yang terampil,               bernilai. [GRI 404-2]




      BUMN Learning Festival 2024
      BTN menjadi tuan rumah dalam acara puncak
      BUMN    Learning   Festival    (BLF)    2024   dengan
      tema “Be Agile, Be a Lifelong Learner” yang
      diadakan di Menara BTN. Kegiatan ini mendorong
      perkembangan       praktik    berkelanjutan     melalui
      pembelajaran, peningkatan keterampilan, dan
      beradaptasi dengan tren bisnis terbaru. Kegiatan
      yang diikuti oleh lebih dari 116 BUMN dengan total
      peserta mencapai 2.500 ini dilengkapi dengan                pemilikan rumah (KPR) dapat meningkatkan
      pameran digital learning dari setiap BUMN.                  kualitas hidup masyarakat dan berkontribusi
                                                                  sebesar Rp2,46 triliun bagi ekonomi Indonesia.
      BLF juga merupakan bagian dari komitmen BTN
      untuk menciptakan SDM yang unggul dengan                    BLF 2024 juga menegaskan pentingnya investasi
      fondasi AKHLAK yang kuat. Dalam acara ini,                  pada      pengembangan      diri   sebagai   upaya
      BTN juga menyampaikan bahwa SDM yang                        berkelanjutan untuk menciptakan SDM yang
      berkualitas akan mendukung sektor perumahan,                tangguh dan siap menghadapi tantangan VUCA
      yang merupakan salah satu program strategis                 (vulnerability, uncertainty, complexity, ambiguity).
      nasional, serta memberikan dampak positif pada              Dengan komitmen untuk menjadi Super Learner,
      perekonomian nasional. Kajian dari Housing                  pegawai diharapkan dapat berkontribusi pada
      Finance Center BTN menunjukkan bahwa kredit                 terwujudnya Indonesia Emas 2045.




      LinkedIn Top Companies 2024
      Keberhasilan Bank dalam melakukan pengembangan SDM tercermin dari perolehan penghargaan
      LinkedIn Talent Awards dengan menjadi peringkat ke-3 dalam LinkedIn Top Companies 2024. Penghargaan
      ini merupakan bentuk apresiasi yang menempatkan BTN sebagai salah satu tempat terbaik untuk
      pengembangan karier di Indonesia dan menjadi bukti nyata komitmen BTN dalam membangun ekosistem
      pengembangan yang adaptif dan berkelanjutan.


      Implementasi strategi pengembangan human capital di BTN fokus pada penguatan kompetensi para
      pegawai melalui penggunaan teknologi dan platform pembelajaran dengan standar global. BTN juga
      menjalankan berbagai program pengembangan kepemimpinan, seperti Leadership Development




132            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 30
            Pengembangan dan                              Pelayanan Prima untuk                Integritas Tata Kelola
         Pemberdayaan Masyarakat                           Kepuasan Nasabah                        Keberlanjutan




     Program untuk berbagai tingkatan dan mitra strategis seperti ASEAN
     Global Leadership Program (AGLP), guna memberikan perspektif
     kepemimpinan global kepada para pemimpin BTN.


     Sebagai bank BUMN yang memiliki peran penting dalam perekonomian
     Indonesia, BTN memastikan bahwa pengembangan SDM selalu
     didukung dengan penerapan core values BUMN, yaitu AKHLAK
     (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Penerapan
     nilai-nilai ini menjadi fondasi yang mendasari transformasi human
     capital dan budaya yang berkelanjutan, serta menjadi langkah
     menuju tahap selanjutnya, yakni Global Playership Period.


     Penghargaan yang diterima BTN dari LinkedIn semakin memotivasi
     Bank untuk terus memberikan ruang bagi talenta terbaik untuk
     tumbuh, belajar, dan berkontribusi secara maksimal. Dengan budaya
     pembelajaran yang terus berkembang, BTN siap untuk menjadi
     pemain global yang mampu menghadapi tantangan dan kebutuhan
     masyarakat di masa depan.




Pengembangan Karier

BTN telah menyediakan berbagai jalur pengembangan                              aspek kinerja dan potensi yang terlihat untuk masa
karier yang dirancang untuk memberikan peluang                                 depan. Matriks ini memberikan gambaran yang
kemajuan yang berbeda-beda bagi setiap pegawai,                                jelas tentang perkembangan karier pegawai dan
sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing.                             membantu Bank dalam merancang langkah-langkah
Setiap pegawai kemudian diidentifikasi dalam matriks                           pengembangan yang tepat. Berikut merupakan matriks
potensi yang disusun dengan mempertimbangkan                                   pengembangan karier BTN.




  Matriks
  Pengembangan
                                   Tinggi




                                                   7 NEED TO
                                                                          8 POTENTIAL                 9 STAR
  Karier BTN                                        DEVELOP
                          A
                           E R J


                                        Sedang




                                                          4 SLOW
                                                                                  5 AVERAGE                6 POTENTIAL
                                                          STARTER
                            K I N




                                                 Rendah




                                                                                          2 SLOW                3 NEED TO
                                                               1 UNFIT
                                                                                          STARTER                DEVELOP




                                                                         Rendah                 Sedang                  Tinggi


                                                                                              P O T E N S I




                                                          Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk     133
Page 31
                                                                                                                      Dukungan Pengembangan
                                                                                    Manajemen Lingkungan                  dan Kesejahteraan
                                                                                                                       Dukungan  Pengembangan
                          Tentang Laporan                 Profil BTN                                                           Pegawai Pegawai
                                                                                        Berkelanjutan                 dan Kesejahteraan




Selain melalui pemetaan potensi, BTN juga menerapkan                   Proses ini bertujuan untuk memberikan peluang yang
program        Job     Posting,    yang      merupakan        proses   luas kepada pegawai untuk mengembangkan karir
pencarian kandidat untuk posisi tertentu secara terbuka.               mereka masing-masing.

Proses Pelaksanaan Program Job Posting


                  Bank akan                             BTN
                memberikan                       menyelenggarakan
                                                   proses seleksi                      Direksi akan
                pengumuman                                                                                                    Pegawai
                                                   berdasarkan                        memutuskan
               kepada seluruh                                                                                               yang terpilih
                                                 kesesuaian kriteria                  pegawai yang
  PENGUMUMAN




               pegawai tentang




                                                                                                             PENEMPATAN
                                                                                                                            ditempatkan




                                                                        PENETAPAN
                                                                                     terpilih dari hasil
                                       SELEKSI




               lowongan untuk                      posisi dengan
                                                                                                                            pada jabatan
                                                 pendaftar. Seleksi                    seleksi untuk
               jabatan tertentu,                                                                                              tersebut.
                                                  bersifat on-desk                   mengisi jabatan
               disertai dengan
                                                   maupun tatap                          tersebut.
               kriteria kandidat
               yang diinginkan.                  muka (wawancara,
                                                   simulasi, dsb).




BTN melibatkan proses perencanaan suksesor untuk                       berpotensi tinggi, melalui serangkaian tahapan yang
posisi-posisi strategis dalam organisasi. Proses ini                   jelas, sebagai berikut:
didasarkan pada nominasi dan seleksi pegawai

Proses Perencanaan Suksesor untuk Posisi Strategis


                                                                                                  Program Pengembangan
                                                                                                  • Komunikasi terkait program
                                                                                                    pengembangan kepada suksesor
                                                                                                  • Melaksanakan program
 Pengawasan dan                                                                                     pengembangan
   Evaluasi
 • Pengawasan                                                                                     Mengidentifikasi Suksesor
 • Evaluasi                                                                                       • Menentukan kriteria kesuksesan di
                                                                                                    posisi tujuan
                                                                                                  • Menentukan kesesuaian profil dan
                                                                                                    kesiapan suksesor
                                                                                                  • Memiliki dan menetapkan suksesor



                                                                                          Integrasi dengan Proses HC
      Mulai               Mengidentifikasi Posisi Kunci
                                                                                                Lainnya seperti:


                         • Kriteria posisi kunci                                            • Pembelajaran dan
                         • Metode identifikasi dan                                            pengembangan
                           finalisasi posisi kunci                                          • Manajemen kinerja
                                                                                            • Perpindahan pegawai
                                                                                              (mobilitas)



BTN telah memiliki Talent Acceleration Program (TAP)                   Program ini dirancang untuk mempercepat proses
sebagai upaya untuk mempercepat pengembangan                           pengembangan talenta yang berpotensi tinggi dan
karier pegawai dan mempersiapkan pengisian posisi-                     dapat memenuhi kebutuhan Bank pada masa depan.
posisi kunci di tingkat BOD-1, BOD-2, dan BOD-3.                       TAP dilaksanakan melalui dua jalur utama, yaitu program




134                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 32
               Pengembangan dan                      Pelayanan Prima untuk              Integritas Tata Kelola
            Pemberdayaan Masyarakat                   Kepuasan Nasabah                      Keberlanjutan




fast-track dan BTN Millennials Program. Program fast-                        Millennials Program diperuntukan bagi pegawai baru
track ditujukan untuk seluruh pegawai yang berusia                           yang berusia kurang dari 26 tahun dan juga pegawai
di bawah 40 tahun. Program ini memberikan mereka                             eksisting di bawah 30 tahun yang memiliki ambisi kuat
kesempatan naik ke posisi strategis dengan alur                              untuk menjadi pemimpin masa depan dan berperan
pengembangan yang lebih cepat. Sementara itu, BTN                            aktif untuk Bank.

Jumlah Peserta Program TAP, BTN Millennials Program, dan RLDP Tahun 2024


                                                                                                        Regional Leader Development
                           TAP Batch 1            TAP Batch 2           BTN Millennial Leader
                                                                                                              Program (RLDP) *
   Person Grade
                                                    Jumlah
                        Jumlah Peserta                                      Jumlah Peserta                       Jumlah Peserta
                                                    Peserta

          2E                     -                       -                         -                                   17

         3A                      -                       -                         3                                   -

         3B                       1                      3                         18                                  -

         3C                      16                      40                        -                                   -

         3D                      34                      23                        -                                   -

        3E/4A                    23                      6                         -                                   -

         4B                      3                       -                         -                                   -

        Total                    77                      72                        21                                  17

*)RLDP merupakan program rekrutmen untuk mencari calon pemimpin regional.



Program Talent Acceleration Program (TAP) memiliki                           berkembang secara optimal. Jenjang karier ini disusun
fokus utama yang mencakup aspek kepemimpinan,                                dengan       mempertimbangkan            kategori        jabatan,
meningkatkan eksposur, memberikan pengalaman,                                job   family,   serta     perencanaan         karier   individual,
serta    memperkuat          kompetensi         teknis       pegawai.        yang semuanya didasarkan pada kompetensi inti,
Rotasi pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain                             kepemimpinan, dan job family. Selain itu, kurikulum
diimplementasikan dengan pendekatan “dual path”,                             pembelajaran yang relevan juga diintegrasikan dalam
yaitu mencakup pemenuhan kebutuhan Bank pada                                 perencanaan pengembangan tersebut.
jabatan dengan keahlian tertentu (fungsional) dan
jabatan dengan karakter manajerial. Pegawai diberi                           Pada tahun 2024, Bank juga memberikan program
kesempatan untuk mengembangkan diri di kedua                                 coaching        kepada       pegawai      sebagai         bentuk
jalur tersebut, baik menuju posisi manajerial maupun                         pengembangan karier. Melalui program ini pegawai
fungsional.     Pemilihan      jalur    ini    didasarkan       pada         akan dilatih untuk meningkatkan keterampilan dan
berbagai faktor, seperti kebutuhan Bank, kompetensi                          kemampuan yang relevan dengan bidangnya. Pegawai
dan     kapabilitas     pegawai,       serta    aspirasi      pribadi        juga mendapatkan keterampilan non-teknis untuk
masing-masing pegawai, sehingga memungkinkan                                 mengembangkan           jiwa    kepemimpinan,          mengatasi
penempatan            yang       sesuai        dengan          tujuan        tantangan dan hambatan, meningkatkan kemampuan
pengembangan karier mereka.                                                  komunikasi, mencapai keseimbangan antara kerja
                                                                             dan kehidupan, serta memperkuat motivasi dan
Bank telah merancang struktur jenjang karier sebagai                         keterlibatan mereka.
langkah untuk menciptakan peluang pertumbuhan
yang jelas dan memotivasi pegawai agar dapat




                                                     Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                    135
Page 33
                                                                                                         Dukungan Pengembangan
                                                                           Manajemen Lingkungan              dan Kesejahteraan
                                                                                                          Dukungan  Pengembangan
                        Tentang Laporan               Profil BTN                                                  Pegawai Pegawai
                                                                               Berkelanjutan             dan Kesejahteraan




Bank telah merancang struktur jenjang karier sebagai               Pada tahun 2024, Bank juga memberikan program
langkah untuk menciptakan peluang pertumbuhan                      coaching      kepada        pegawai       sebagai       bentuk
yang jelas dan memotivasi pegawai agar dapat                       pengembangan karier. Melalui program ini pegawai
berkembang secara optimal. Jenjang karier ini disusun              akan dilatih untuk meningkatkan keterampilan dan
dengan     mempertimbangkan               kategori    jabatan,     kemampuan yang relevan dengan bidangnya. Pegawai
job   family,   serta    perencanaan       karier    individual,   juga mendapatkan keterampilan non-teknis untuk
yang semuanya didasarkan pada kompetensi inti,                     mengembangkan           jiwa     kepemimpinan,     mengatasi
kepemimpinan, dan job family. Selain itu, kurikulum                tantangan dan hambatan, meningkatkan kemampuan
pembelajaran yang relevan juga diintegrasikan dalam                komunikasi, mencapai keseimbangan antara kerja
perencanaan pengembangan tersebut.                                 dan kehidupan, serta memperkuat motivasi dan
                                                                   keterlibatan mereka.

Penilaian Kinerja Rutin dan Umpan Balik

Dalam peninjauan dan penilaian kinerja pegawai,                    tahunan,    menggunakan           Indikator   Kinerja   Utama
BTN berpedoman pada Kebijakan Umum Sumber                          (KPI) untuk menilai kinerja individu dan tim. Program
Daya Manusia (Human Capital) Nomor KU.3 tentang                    Continuous        Professional   Development (CPD) juga
Pengelolaan Manajemen Karier. Kebijakan tersebut                   diterapkan untuk mendukung komunikasi terbuka
mencakup aspek perencanaan dan pengembangan                        mengenai pencapaian, area pengembangan, dan
karier pegawai di lingkungan Bank. Dalam menetapkan                rencana karier di masa depan. [GRI 404-3]
indikator penilaian kinerja, BTN tidak mengutamakan
subjektivitas   dan       tidak   membedakan          pegawai      BTN menegakkan prinsip kesetaraan dan inklusi dengan
berdasarkan jenis kelamin, melainkan fokus pada                    mengintegrasikan strategi remunerasi berbasis kinerja
kompetensi, kinerja, dan potensi yang dimiliki oleh                (performance-driven culture), memastikan kenaikan
setiap individu. Hasil penilaian ini menjadi faktor penting        upah berdasarkan prestasi (merit increase), serta
yang dipertimbangkan oleh Bank saat merumuskan                     pemberian insentif dan bonus sebagai penghargaan
kebijakan pengembangan karier, termasuk keputusan                  atas pencapaian individu dan tim. Kebijakan ini juga
terkait promosi, mutasi, atau peluang pengembangan                 menjamin pengembangan karier pekerja wanita secara
lebih lanjut untuk pegawai yang bersangkutan.                      setara dan penyesuaian remunerasi berdasarkan
                                                                   jabatan, masa kerja, beban kerja, dan prestasi. Dengan
Pada tahun 2024, BTN berkomitmen memberikan                        evaluasi kinerja yang komprehensif, program CPD, dan
umpan balik hasil penilaian kinerja kepada 100%                    kebijakan remunerasi berbasis kinerja, BTN mendukung
pegawai di semua level jabatan tanpa terkecuali,                   pengembangan karier pekerja dan keterlibatan mereka,
secara objektif, dan tanpa membedakan jenis kelamin.               sekaligus mempersiapkan pertumbuhan profesional
Proses ini dilakukan dengan evaluasi performa yang                 yang sesuai dengan kebutuhan strategis perusahaan
terstruktur melalui tinjauan kinerja semesteran dan                di masa depan.




136             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 34
              Pengembangan dan                   Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
           Pemberdayaan Masyarakat                Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




Perlindungan dan Pemenuhan Hak Pegawai
BTN sepenuhnya berkomitmen untuk melindungi hak-                     Selain hal tersebut, BTN juga berkomitmen kuat untuk
hak pegawai, karena pemenuhan hak diyakini dapat                     mencegah praktik kerja paksa di lingkungan kerjanya.
meningkatkan kepuasan pegawai. Kepuasan yang                         Komitmen ini diimplementasikan melalui Kebijakan
tinggi akan mendorong kinerja yang lebih baik, yang                  Umum Sumber Daya Manusia (Human                       Capital)
pada akhirnya akan berkontribusi pada pencapaian                     Nomor KU.3 mengenai Hari dan Jam Kerja, yang
bisnis yang berkelanjutan dan kesuksesan jangka                      mengatur dengan jelas hari dan jam operasional
panjang.                                                             Bank. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan
                                                                     bahwa pegawai dapat bekerja, hadir, dan beristirahat
Sebagai salah satu bentuk pemenuhan hak-hak                          sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, dengan
pegawai, Bank secara rutin melaksanakan perundingan                  memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan
dengan Serikat Pekerja. Perundingan ini bertujuan untuk              waktu istirahat. Apabila seorang pegawai diminta
melakukan penyusunan dan menyepakati Perjanjian                      untuk bekerja melebihi jam yang telah ditentukan, Bank
Kerja Bersama (PKB) yang berlaku selama dua tahun                    akan memberikan kompensasi dalam bentuk uang
dengan opsi perpanjangan maksimal selama satu                        lembur, sesuai dengan ketentuan yang tercantum
tahun. BTN juga telah mendaftarkan PKB tersebut                      dalam     Kebijakan     Umum         Sumber    Daya   Manusia
ke    Kementerian    Tenaga       Kerja   dan    Transmigrasi        (Human Capital) Nomor KU.3 mengenai Pengelolaan
Republik Indonesia, selaku lembaga yang berwenang                    Kompensasi dan Manfaat. [GRI 409-1]
memastikan kepatuhan pelaku usaha dalam isu
ketenagakerjaan, sesuai Surat Keputusan Direktur                     Dalam rangka membangun hubungan kerja yang
Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan                   baik dan transparan, Bank secara aktif melakukan
Sosial Tenaga Kerja Nomor Kep. 4/ 032/PKB-PPJ/                       komunikasi      dua      arah       dengan    para    pegawai.
HI.00.01/X/2024. PKB yang saat ini berlaku adalah PKB                Komunikasi ini mencakup berbagai informasi terkait
periode tahun 2024-2026. [GRI 2-30] [OJK F.19]                       perubahan struktur organisasi dan penambahan unit
                                                                     bisnis kepada pegawai, serta hal-hal yang berkaitan
Meskipun PKB ini belum sepenuhnya mencakup                           dengan manajemen kepegawaian, seperti kebijakan,
ketentuan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan                    prosedur, dan pengembangan karier. Semua informasi
No. 28 Tahun 2014 mengenai Tata Cara Pembuatan dan                   yang relevan dapat diakses dengan mudah oleh
Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan                      pegawai melalui aplikasi Legal Application System
dan    Pendaftaran     Perjanjian    Kerja    Bersama,     BTN       (LApS), sebuah aplikasi internal yang dirancang untuk
dapat memastikan bahwa seluruh pegawai (100%)                        mengelola dan menyampaikan ketentuan, aturan, serta
mendapatkan perlindungan haknya melalui PKB dan                      pembaharuan yang berlaku di Bank. Dengan cara ini,
merupakan anggota Serikat Pekerja.                                   BTN memastikan bahwa pegawai selalu mendapatkan
                                                                     informasi terkini dan dapat berpartisipasi aktif dalam
                                                                     perkembangan organisasi.


Remunerasi Pegawai
BTN mendefinisikan remunerasi sebagai pemberian                      yang diberikan didasarkan pada pencapaian kinerja
penghargaan kepada para pegawai yang harus                           dan tanggung jawab dari jabatan yang diemban.
dilaksanakan     secara    adil    tanpa     adanya     praktik      Untuk menjamin hal ini, BTN memiliki sistem yang diatur
diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, suku, ras,                   dalam Kebijakan Khusus 3-B tentang Remunerasi,
agama, warna kulit, dan bentuk keberagaman lainnya.                  yang diterbitkan pada 31 Oktober 2023. Kebijakan
Dalam hal ini, Bank telah menjamin bahwa tidak                       ini mengacu pada peraturan yang ditetapkan oleh
terdapat perbedaan rasio gaji pokok dan remunerasi                   Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti Peraturan OJK
yang diterima oleh pegawai perempuan dan laki-laki                   Nomor     45/POJK.03/2015           tentang   Penerapan   Tata
pada tingkat jabatan yang sama. Besaran remunerasi                   Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum




                                                 Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk             137
Page 35
                                                                                                            Dukungan Pengembangan
                                                                               Manajemen Lingkungan             dan Kesejahteraan
                                                                                                             Dukungan  Pengembangan
                       Tentang Laporan              Profil BTN                                                       Pegawai Pegawai
                                                                                   Berkelanjutan            dan Kesejahteraan




serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40/                  Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022
SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola dalam                    tentang Cipta Kerja, dengan menyesuaikan gaji
Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum. [GRI 3-3, 405-2]                pegawai secara konsisten. Selain itu, gaji pegawai
                                                                     akan direview minimal satu kali setahun. BTN juga
Selain     sebagai     upaya     mempertahankan       talenta        berupaya menjaga agar gaji pegawai tetap kompetitif
terbaik, penerapan sistem remunerasi Bank juga                       dengan memastikan tingkat persentil gaji berada di
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan atas human                        atas P60 di seluruh level jabatan. Kebijakan remunerasi
capital.     Remunerasi    ini    tidak   hanya    bertujuan         ini bertujuan untuk mempertahankan talenta terbaik
untuk memberikan penghargaan, tetapi juga untuk                      serta mendorong kinerja yang optimal, seiring dengan
mendorong kinerja yang optimal dan berkelanjutan                     pencapaian strategi Bank. [GRI 202-1] [OJK F.20]
seiring dengan pencapaian strategi Bank. Dengan
pendekatan berbasis kinerja dan risiko, BTN memastikan               Dengan       pendekatan     berbasis     kinerja     dan   risiko,
bahwa pemberian remunerasi berhubungan langsung                      pemberian remunerasi berhubungan langsung dengan
dengan hasil kerja pegawai, baik dari segi individu, unit            hasil kerja pegawai, baik secara individu, unit kerja,
kerja, maupun kinerja Bank secara keseluruhan. Sejalan               maupun kinerja Bank secara keseluruhan. Struktur dan
dengan pendekatan tersebut, penerapan struktur dan                   skala upah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku
skala upah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.                 dan kapasitas finansial Bank. BTN juga menegaskan
Semua faktor tersebut kemudian disesuaikan dengan                    bahwa kebijakan remunerasi tidak membedakan
kapasitas finansial Bank untuk memastikan bahwa                      gender, ras, suku, agama, atau latar belakang lainnya,
besaran remunerasi yang diberikan tetap seimbang                     dan memberikan remunerasi berdasarkan person
dengan kemampuan finansial Bank.                                     grade, kinerja, dan jabatan tanpa diskriminasi SARA.


BTN berkomitmen untuk memastikan kesejahteraan                       Sesuai dengan prinsip Bank dalam mengedepankan
pegawai melalui kebijakan remunerasi yang adil,                      kesetaraan gender dalam manajemen pengupahan,
transparan, dan berbasis kinerja. Struktur gaji yang                 rata-rata gaji keseluruhan antara pria dan wanita
disusun memastikan bahwa besaran minimal gaji                        tidak berbeda. Jika dibandingkan median gaji pegawai
pegawai tetap di atas Upah Minimum Regional                          laki-laki dengan pegawai perempuan adalah 1:1. Hal ini
(UMR), sekaligus menjalankan kebijakan pemerintah                    merepresentasikan komitmen Bank dalam memberikan
sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 6                      upah yang setara tanpa ada diskriminasi berdasarkan
Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah                    gender.

Komposisi Gaji Pegawai Laki-laki dan Perempuan


              Gender                      Jumlah                  Total Gaji           Rata-rata Gaji             Median Gaji

 Laki-laki                                6.560                  96.815.580.530            14.758.473                   9.661.401

 Perempuan                                 6.287                 65.950.377.942           10.493.298                8.442.875

 Total                                    12.847             162.765.958.472               12.671.542                   8.915.991


BTN juga mengawasi keadilan yang setara dalam                        dengan rata-rata gaji pria sebesar Rp14,7 juta dan
pemberian kompensasi kepada seluruh pegawainya.                      wanita Rp10,4 juta. Kebijakan ini menunjukkan upaya
Berdasarkan tabel, terdapat keseimbangan dalam                       BTN untuk mengawasi distribusi kompensasi yang adil,
distribusi gaji antara pegawai pria dan wanita, dengan               baik untuk pegawai dengan gaji tertinggi maupun
total gaji masing-masing sebesar Rp96,8 miliar dan                   sebagian besar pegawai lainnya, guna menciptakan
Rp65,9 miliar. Selain itu, rata-rata gaji dan median                 lingkungan kerja yang inklusif dan setara.
gaji juga mencerminkan pendekatan yang seimbang,




138              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 36
               Pengembangan dan             Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
            Pemberdayaan Masyarakat          Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




Komponen Remunerasi Pegawai


                     Komponen Remunerasi dan Fasilitas                             Pegawai Tetap        Pegawai Kontrak

 Gaji pokok

 Tunjangan hari raya

 Uang cuti

 Uang sandang

 Tunjangan (posisi, perumahan, kendaraan, keahlian, BBM, lokasi, pajak)

 Bonus kinerja

 Pinjaman perumahan

 Pensiun

 BPJS

 Fasilitas pemeliharaan Kesehatan berkala

 Bantuan pengobatan                                                                                   Hanya BPJS Kesehatan

 Bantuan uang duka



Sebagai wujud implementasi kebijakan remunerasi,                Pada Kebijakan Khusus               Nomor KK. 3.B tentang
BTN memberikan berbagai manfaat kepada seluruh                  Remunerasi, BTN mengatur pemberian Long-Term
pegawai, antara lain gaji, penyesuaian gaji tahunan,            Incentive (LTI) yang bertujuan untuk meningkatkan
tunjangan hari raya (THR), uang cuti tahunan, dan               kinerja dan retensi pegawai. LTI ini dapat berupa
uang cuti besar yang diberikan setiap periode masa              saham, uang tunai, atau bentuk lain yang ditetapkan
kerja 3 (tiga) tahunan. Selain itu, Bank juga memberikan        oleh    direksi,   dan     dirancang    untuk    mengaitkan
fasilitas   kesehatan   bagi   pegawai   dan     anggota        penghargaan pegawai dengan pencapaian strategis
keluarganya, yang mencakup jaminan rawat inap,                  perusahaan. BTN juga memberikan perhatian khusus
rawat jalan setelah rawat inap, biaya melahirkan, rawat         terhadap kebutuhan perumahan dan transportasi
gigi, general check-up, pembelian kacamata, dan                 pegawai dengan menyediakan fasilitas kredit khusus
lainnya. BTN berkomitmen untuk memberikan manfaat               untuk mempermudah pegawai dalam memenuhi
non-gaji yang setara bagi seluruh pegawai, termasuk             kebutuhan tersebut. Bank memastikan bahwa seluruh
pegawai kontrak, guna meningkatkan kualitas hidup               komponen remunerasi dan fasilitas yang diberikan
mereka. Remunerasi juga bersifat variabel dan dapat             sesuai dengan status kepegawaian dan memastikan
disesuaikan dengan kondisi tertentu, termasuk uang              hak-hak pegawai kontrak sejalan dengan standar yang
lembur, uang sandang, bonus insentif penjualan, dan             berlaku di perusahaan. [GRI 401-2]
bonus tahunan, serta tunjangan lokasi dan jabatan
bagi pegawai yang menduduki posisi tertentu dalam
organisasi.


Program Ekuitas Pegawai
Program       MESA   (Management      Employee       Stock      Direksi, Dewan Komisaris, serta pejabat eksekutif di BTN
Allocation) dan MESOP (Management and Employee                  dengan cara memberikan mereka kesempatan untuk
Stock Option Plan) telah selesai dilaksanakan pada tahun        memperoleh saham. Namun, sejak program MESA
2016. Kedua program tersebut sebelumnya dirancang               dan MESOP selesai dilaksanakan pada tahun 2016, BTN
sebagai insentif berbasis saham yang bertujuan untuk            tidak lagi melanjutkan atau memperkenalkan program
meningkatkan keterlibatan dan motivasi pegawai,                 serupa    untuk     Direksi,   Dewan    Komisaris,   pejabat


                                            Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk            139
Page 37
                                                                                                       Dukungan Pengembangan
                                                                          Manajemen Lingkungan             dan Kesejahteraan
                                                                                                        Dukungan  Pengembangan
                     Tentang Laporan              Profil BTN                                                    Pegawai Pegawai
                                                                              Berkelanjutan            dan Kesejahteraan




eksekutif, atau pegawai lainnya. BTN memutuskan                  mencerminkan perubahan dalam arah pengelolaan
untuk mengevaluasi kembali kebijakan insentif berbasis           sumber daya manusia dan strategi insentif Bank, untuk
saham dan mengalihkan fokus pada bentuk insentif                 lebih menyesuaikan program dengan kondisi pasar
atau penghargaan lain yang lebih sesuai dengan                   dan perkembangan bisnis.
tujuan dan strategi perusahaan saat ini. Keputusan ini




Employee Well-Being Program
Sebagai salah satu penerapan Employee Value                      BTN melakukan aktivasi employee well-being
Proposition (EVP) dan peningkatan implementasi                   melalui serangkaian program yang berfokus pada
program budaya perusahaan, pada tahun 2024                       kesehatan fisik dan mental yakni :  


 No     Nama Program                           Deskripsi                                           Tujuan

  1    Employee             Program peningkatan kesehatan pegawai baik        Meningkatkan kesehatan pegawai BTN
       Wellness Program     kesehatan fisik dan mental melalui penyediaan     sehingga dapat meningkatan performa dalam
       (EWP)                platform konsultansi bersama ahli dibidangnya.    pekerjaan dan mendukung kesejahteraan
                                                                              pegawai.

  2    Employee             Program tantangan untuk pegawai yang ingin        Pegawai dapat membentuk pola hidup sehat
       Challenge            meningkatkan kesehatan fisik melalui program      yang lebih konsisten dan mendapatkan tubuh
                            Step Challenge dan untuk pegawai yang ingin       yang lebih sehat dan bugar.
                            beralih ke pola hidup yang lebih sehat melalui
                            program Get Fit Challenge.

  3    Pekan Sehat          Program peningkatan kesehatan pegawai             •     Pegawai dapat membentuk pola
       dan Seminar          melalui pelaksanaan mini MCU dan seminar                hidup sehat yang lebih konsisten dan
       Kesehatan            kesehatan selama seminggu dengan tema                   mendapatkan wawasan mengenai pola
                            “ Meningkatkan Work-Life Harmony melalui                hidup sehat dari para ahli terkait.
                            Program Wellbeing BTN”.                           •     Pegawai mendapatkan gambaran
                                                                                    kesehatan terkini dari pemeriksaan yang
                                                                                    dilakukan.

  4    Sport Together       Program yang berupa sesi pelatihan kebugaran      Pegawai dapat meningkatkan kebugaran dan
       (Sport – Gether)     yang dilakukan dalam secara berkelompok           kesehatan fisik sehingga dapat membentuk
                            melalui sesi poundfit dan cardio boxing.          tubuh yang sehat dan bugar.

  5    Donor Darah          Program ini merupakan kegiatan rutin              Salah satu bentuk untuk memfasilitasi pegawai
                            setiap 3 bulan selama tahun 2024 dan telah        BTN dalam menjaga kondisi kesehatan.
                            memperluas cakupannya dengan melibatkan
                            pelaksanaan pada Kantor Wilayah.




140            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 38
           Pengembangan dan         Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
        Pemberdayaan Masyarakat      Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




Selain itu, dalam rangka employee experience BTN        working area, penyediaan daycare, penyediaan
juga menyediakan berbagai fasilitas yang dapat          nursery room dan melakukan revitalisasi gym center.
mendukung produktivitas yaitu penyediaan co-




                                                        BTNers Club
                                                        BTNers Club adalah wadah yang mengkoordinasi
                                                        berbagai      komunitas        olahraga,        seni,     dan
                                                        kerohanian bagi seluruh karyawan BTN. Saat
                                                        ini, BTNers Club menaungi 26 komunitas yang
                                                        dirancang untuk mengakomodasi minat dan
                                                        hobi para BTNers, menciptakan keseimbangan
                                                        antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-
                                                        life harmony). Inisiatif ini diharapkan dapat
                                                        mendorong inovasi, kreativitas, dan kolaborasi
                                                        yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas
                                                        dan kinerja berkelanjutan di BTN.


                                                        Sebagai bagian dari program Employee Wellbeing
                                                        Program (EWP), BTNers Club sejalan dengan
                                                        kebijakan Employee Wellbeing yang berlaku di
                                                        BUMN. Melalui klub ini, Bank berupaya menciptakan
                                                        iklim kerja yang lebih kolaboratif dan mendukung
                                                        kesejahteraan       seluruh         karyawan,     sehingga
                                                        tercipta lingkungan yang produktif dan harmonis.


                                                        BTNers Club berperan sebagai penggerak utama
                                                        dalam pembangunan pilar sosial dalam program
                                                        EWP,     dengan      menyediakan         platform        bagi
                                                        pegawai untuk mengembangkan keterampilan,
                                                        berkolaborasi, dan berinteraksi dalam kegiatan
                                                        yang bermanfaat di luar pekerjaan. Komunitas-
                                                        komunitas yang ada menawarkan ruang untuk
                                                        eksplorasi minat dan pengembangan diri, yang
                                                        diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan
                                                        secara    keseluruhan       dan       mendorong         setiap
                                                        individu untuk berinovasi dalam pekerjaan mereka.




                                    Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                   141
Page 39
                                                                                                Dukungan Pengembangan
                                                                   Manajemen Lingkungan             dan Kesejahteraan
                                                                                                 Dukungan  Pengembangan
           Tentang Laporan               Profil BTN                                                      Pegawai Pegawai
                                                                       Berkelanjutan            dan Kesejahteraan




                                                         BTN Jakarta International
                                                         Marathon

                                                         Sebagai      bagian        dari   komitmen    BTN    untuk
                                                         mencapai visi “Become The ESG Champion” pada
                                                         tahun 2024, BTN mengintegrasikan prinsip-prinsip
                                                         ESG melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada
                                                         keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola.
                                                         Salah satu bentuk nyata dari komitmen BTN adalah
                                                         melalui program ESG Program yang merupakan
                                                         bagian integral dari Employee Value Proposition
                                                         BTN. Program ini memberikan kesempatan bagi
                                                         seluruh pegawai untuk berperan aktif dalam
                                                         mendukung keberlanjutan Bank melalui berbagai
                                                         kegiatan yang berfokus pada aspek ESG.


                                                         Salah satu kegiatan utama yang mendukung hal
                                                         ini adalah BTN Jakarta International Marathon
                                                         (JAKIM)      2024,    yang        menjadi   ajang    untuk
                                                         mempromosikan kampanye ESG. Dalam event ini,
                                                         BTN melibatkan pegawai internal melalui kegiatan
                                                         relawan untuk menjaga kebersihan lingkungan
                                                         sepanjang track marathon, serta menyediakan
                                                         Booth ESG Corner untuk memberikan informasi
                                                         terkait     program         keberlanjutan     BTN     dan
                                                         mendukung pemberdayaan UMKM lokal. BTN juga
                                                         bekerja sama dengan beberapa yayasan untuk
                                                         mendistribusikan donasi yang mendukung tujuan
                                                         Sustainable Development Goals (SDGs), seperti
                                                         kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.


                                                         BTN juga menunjukkan komitmennya terhadap
                                                         kesetaraan sosial dengan membuka kesempatan
                                                         bagi pelari disabilitas untuk berpartisipasi dalam
                                                         acara     ini.   Melalui     langkah-langkah    tersebut,
                                                         BTN     tidak     hanya     menunjukkan      peran    aktif
                                                         dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi
                                                         juga berfokus pada pemberdayaan sosial dan
                                                         inklusivitas. Event BTN Jakim 2024 menjadi contoh
                                                         nyata     dari    upaya      BTN    dalam    menjalankan
                                                         tanggung jawab sosial dan lingkungan yang
                                                         sejalan dengan prinsip ESG, serta mendukung
                                                         pencapaian           tujuan        perusahaan       dalam
                                                         menciptakan dampak positif bagi masyarakat
                                                         dan dunia yang lebih berkelanjutan.




142   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 40
                Pengembangan dan           Pelayanan Prima untuk               Integritas Tata Kelola
             Pemberdayaan Masyarakat        Kepuasan Nasabah                       Keberlanjutan




Cuti Melahirkan
BTN memberikan cuti melahirkan bagi seluruh pegawai             selama 5 (lima) hari. Selain itu, BTN juga memberikan cuti
yang menjalani atau mendampingi proses kelahiran anak.          keguguran kepada pegawai perempuan tetap selama
Ketentuan ini telah diatur dalam Kebijakan Umum Sumber          45 hari, yang dihitung sejak terjadinya keguguran, untuk
Daya Manusia (Human Capital) Nomor KU.3 tentang                 mendukung proses pemulihan fisik dan emosional. Selain
Pengelolaan Hubungan Industrial. Pegawai perempuan              itu, BTN menetapkan ketentuan mengenai cuti memperoleh
dapat mengajukan cuti melahirkan selama 3 (tiga) bulan.         keturunan yang dapat diberikan selama maksimal 30 hari,
Sementara itu, pegawai laki-laki yang mendampingi               dengan persyaratan tertentu. [GRI 401-3]
istri saat melahirkan berhak atas cuti (paternity leave)

Tabel Cuti Melahirkan


                                                         2024                             2023                       2022
                      Keterangan
                                                    L                P              L             P            L             P

 Jumlah pegawai yang berhak menerima
                                                 4.597          3.593            4.506           3.520       4.431          3.489
 cuti melahirkan

 Jumlah pegawai yang mengambil cuti
                                                   337               384            514           564          576            613
 melahirkan

 Kembali setelah mengambil cuti melahirkan         332               350           506            472          573           533

*L= Laki-laki/ P= Perempuan




Program Masa Persiapan Pensiun
Sebagai wujud perhatian BTN terhadap kesejahteraan
pegawai yang akan memasuki masa pensiun, Bank                   Pelatihan di bawah Program MPP dilakukan dengan
memiliki program Masa Persiapan Pensiun (MPP).                  menggunakan berbagai metode yang dirancang
Program MPP dilaksanakan selama 12 bulan dan                    khusus guna memastikan manfaat yang diberikan
dirancang untuk memberikan pelatihan keterampilan               dapat tercapai secara efektif dan optimal. Beberapa
serta persiapan mental yang komprehensif, agar                  metode yang digunakan antara lain:
pegawai dapat menghadapi kehidupan setelah pensiun              1.         Experimental Learning
dengan lebih baik. Pelatihan yang diberikan tidak hanya                    Metode       ini   berfokus    pada       pembentukan
fokus pada aspek teknis atau profesional, tetapi juga                      pemahaman             dan     penghayatan        melalui
melibatkan pengembangan aspek emosional, spiritual,                        pengalaman simulasi serta interaksi dengan
dan intelektual. Dengan pendekatan yang mencakup                           peserta lain. Penggunaan metode ini diharapkan
spiritual quotient (SQ), emotional quotient (EQ), dan                      dapat memunculkan dorongan dan wawasan
intelligence quotient (IQ), program ini bertujuan untuk                    untuk mengubah sikap dan perilaku menuju arah
menciptakan masa pensiun dengan menghadirkan                               yang lebih efektif dan produktif.
kebahagiaan,           kesehatan,   dan   kesejahteraan.
Program ini ditujukan bagi pegawai tetap yang telah             2.         Quantum Learning
mencapai usia 55 tahun, sebagai bentuk apresiasi dan                       Metode ini berfokus pada aspirasi peserta dan
penghargaan atas kontribusi mereka selama bekerja di                       komunikasi dua arah dan didukung oleh suasana
BTN. [GRI 404-2]                                                           pelatihan yang nyaman serta menyenangkan.
                                                                           Dengan demikian, peserta diharapkan dapat
                                                                           terdorong untuk mengubah sikap dan perilaku ke
                                                                           arah yang lebih positif.




                                           Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                    143
Page 41
                                                                                                      Dukungan Pengembangan
                                                                             Manajemen Lingkungan         dan Kesejahteraan
                                                                                                       Dukungan  Pengembangan
                       Tentang Laporan               Profil BTN                                                Pegawai Pegawai
                                                                                 Berkelanjutan        dan Kesejahteraan




3.     Metode Teknis                                               Pengakhiran Hubungan Kerja. Berdasarkan kebijakan
       Metode ini berfokus pada beberapa pendekatan                tersebut, pegawai tetap yang mencapai usia 56 tahun
       metode     teknis    yang    meliputi     pemaparan         berhak untuk menerima manfaat pensiun sebagai
       (lecture), permainan (game, role playing, atau              bagian dari penghargaan atas kontribusi mereka
       stimulation), diskusi, tugas mandiri, studi kasus,          selama masa kerja di BTN. Berikut merupakan manfaat
       dan penayangan multimedia.                                  pensiun yang diberikan:
                                                                   • Program Manfaat Pasti, berupa manfaat pensiun
Manfaat pensiun merupakan hak yang diberikan oleh                      sebesar formula yang sudah ditentukan oleh Dana
Bank kepada pegawai tetap yang telah memenuhi                          Pensiun;
syarat usia pensiun, yaitu 56 tahun untuk pegawai                  • Program Iuran Pasti, berupa manfaat pensiun dari
pada umumnya, serta 36 tahun bagi pegawai dengan                       akumulasi saldo iuran pegawai tetap sebesar 2,5%
posisi khusus seperti staf teller, staf layanan nasabah                dari gaji yang bersangkutan, 7,5% dari Bank, dan hasil
(customer service), dan sekretaris.                                    pengembangannya;
                                                                   • Mengacu kepada Ketetapan Direksi yang mengatur
Bank sangat memperhatikan kesejahteraan pegawai                        tentang Peraturan Dana Pensiun PT Bank Tabungan
yang     akan    memasuki       masa       pensiun   dengan            Negara (Persero) Tbk (Dapen BTN), besarnya manfaat
memberikan persiapan dan insentif khusus. Hal ini                      pensiun setinggi-tingginya 80% dari penghasilan
tertuang dalam Kebijakan Umum Sumber Daya Manusia                      dasar pensiun. [GRI 201-3]
(Human Capital) Nomor KU.3 tentang Pengelolaan



Penanganan Keluhan Pegawai
Pengelolaan Keluhan

BTN menyadari bahwa hubungan yang harmonis                         Fasilitas whistleblowing system (WBS) dapat diakses
dan    terbuka    antara    pegawai       dan    manajemen         oleh semua pegawai secara fleksibel, dengan akses
merupakan salah satu faktor kunci dalam menciptakan                yang tersedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
lingkungan kerja yang sehat dan kondusif. Untuk itu,
BTN berkomitmen untuk memastikan adanya saluran                    Dalam Petunjuk Teknis Nomor 7-B.2 perihal Pengelolaan
komunikasi yang efektif dan transparan. Sebagai                    Whistleblowing System telah tercantum mekanisme
langkah konkret, Bank mengembangkan platform                       pengaduan pegawai, sebagai berikut:
kepegawaian digital bernama BTNBest yang dirancang                 •      Proses dan mekanisme WBS merupakan tanggung
untuk memudahkan akses bagi pegawai terhadap                              jawab Direktur Utama dan Pengelola WBS yang
seluruh informasi dan urusan kepegawaian. Selain itu,                     terdiri dari Komite WBS dan Komite Pemantau
BTN juga menyediakan fasilitas whistleblowing system                      WBS;
(WBS) yang dikelola oleh pihak ketiga independen.                  •      Komite WBS terdiri dari kumpulan beberapa divisi
Sistem ini berfungsi sebagai saluran aman bagi pegawai                    serta unit pengelola WBS, sedangkan Komite
untuk melaporkan potensi pelanggaran atau tindakan                        Pemantau WBS terdiri dari Komisaris Utama dan
kecurangan yang terjadi karena Bank akan menjamin                         jajaran komisaris lainnya di Bank;
kerahasiaan      pelapor.   Fasilitas    ini   memungkinkan        •      Kecuali jika terlapor merupakan anggota Direksi
pegawai melaporkan pelanggaran tanpa takut akan                           serta orang yang punya hubungan khusus
adanya pembalasan, seperti pemecatan, demosi,                             dengan direksi dan atau anggota komite WBS,
atau intimidasi. BTN juga memanfaatkan WBS sebagai                        maka laporan dapat disampaikan kepada Komite
sarana pengelolaan aduan atau keluhan dari pegawai                        Pemantau WBS; dan
terkait permasalahan praktik ketenagakerjaan dan hak               •      Jika terlapor adalah anggota Dewan Komisaris
asasi manusia sesuai dengan Petunjuk Teknis Nomor                         serta orang yang punya hubungan khusus dengan
7-B.2 perihal Pengelolaan Whistleblowing              System.             Komisaris, maka laporan dapat disampaikan
                                                                          kepada Direktur Utama.




144              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 42
                  Pengembangan dan               Pelayanan Prima untuk           Integritas Tata Kelola
               Pemberdayaan Masyarakat            Kepuasan Nasabah                   Keberlanjutan




Sepanjang tahun pelaporan, BTN tidak menerima                       seluruh pegawai BTN untuk mengajukan pertanyaan
laporan pengaduan terkait lingkungan kerja, yang                    seputar       permasalahan            hukum   sederhana   yang
menunjukkan efektivitas kebijakan perusahaan dalam                  berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari. Melalui Legal
menciptakan suasana kerja yang sehat, aman, dan                     Klinik, pegawai dapat dengan mudah memperoleh
harmonis bagi seluruh pegawai.                                      informasi hukum yang mereka butuhkan tanpa harus
                                                                    khawatir akan proses yang rumit atau waktu yang
Selain itu, BTN juga menyediakan Legal Klinik, sebuah               terbatas.
wadah konsultasi online yang dapat dimanfaatkan oleh


Survei Keterlibatan Pegawai

Sebagai        langkah    proaktif   untuk   mengidentifikasi       4.       Talent Management;
permasalahan yang ada, BTN juga mengadakan                          5.       Learning and Development;
survei keterlibatan pegawai setiap tahun dengan                     6.       Leadership;
cakupan seluruh pegawai (100%). Survei ini bertujuan                7.       Empowerment;
untuk mengukur tingkat keterlibatan pegawai dan                     8.       Supervision;
mengidentifikasi area perbaikan.                                    9.       Collaboration and Teamwork;
                                                                    10.      Customer Focus;
Hasil     survei    keterlibatan     pegawai    tahun       2024    11.      Efficiency;
menunjukkan skor rata-rata sebesar 93 dari skala 100.               12.      Competitiveness;
Survei ini mencerminkan tingkat keterlibatan yang                   13.      Change;
sangat baik dengan indikator utama yang meliputi:                   14.      Wellness and Stress;
1.      Benefit;                                                    15.      Innovation;
2.      Pay;                                                        16.      Sustainable Engagement; dan
3.      Performance Management;                                     17.      Retention.

Tabel Indeks Kepuasan Pegawai


                     Keterangan                     Satuan                2024                   2023                 2022

     Indeks Kepuasan (menunjukkan skor rata             #                  93                      86                   89
     rata)

     Cakupan (%pegawai yang mengikuti                   %                 91%                    93%                   92%
     survei)


BTN memanfaatkan temuan dari survei keterlibatan                    budaya kerja yang inklusif dan produktif. Langkah-
pegawai untuk mengembangkan program strategis,                      langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas,
seperti     pelatihan    kepemimpinan,       well-being,    dan     kepuasan kerja, serta menurunkan tingkat perputaran
dialog terbuka antara manajemen dan pegawai. Survei                 pegawai, sekaligus memperbaiki komunikasi antara
ini juga digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai                 pegawai dan manajemen guna mendukung perbaikan
efektivitas kebijakan SDM, yang mendukung terciptanya               kebijakan dan menciptakan budaya kerja yang positif.




                                                Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk             145
Page 43
                                                                                                           Dukungan Pengembangan
                                                                              Manajemen Lingkungan             dan Kesejahteraan
                                                                                                            Dukungan  Pengembangan
                        Tentang Laporan                 Profil BTN                                                  Pegawai Pegawai
                                                                                  Berkelanjutan            dan Kesejahteraan




Kesehatan dan Keselamatan Pegawai
Program Pengelolaan Kesehatan Pegawai
Untuk mewujudkan misi “Menjadi One of Home of                        untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman
Indonesia Best Talent”, BTN menciptakan lingkungan                   dan sehat, serta sebagai dasar bagi implementasi
kerja yang aman dan sehat bagi setiap pegawainya.                    prosedur, pelatihan, dan tindakan mitigasi risiko terkait
Dalam     rangka      mewujudkan          komitmen     ini,   Bank   keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Kebijakan
memastikan bahwa seluruh pegawai mendapatkan                         ini kemudian tertuang pada beberapa dokumen,
hak     perlindungan        yang        memadai,       khususnya     antara lain: [GRI 403-1]
dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja (K3).                      a.     Kebijakan Khusus Nomor 9-AG mengenai Sistem
BTN selalu berupaya untuk menjaga standar tinggi                            Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
terkait keselamatan kerja, dengan tujuan utama                              dan
mencapai nihil kecelakaan kerja (zero accident) dan                  b.     Petunjuk Teknis Nomor 9-AG.1 mengenai Pedoman
nihil penyakit akibat kerja (PAK). BTN juga menyadari                       Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan
bahwa keamanan dan kesehatan di tempat kerja tidak                          dan Kesehatan Kerja (SMK3).
hanya penting untuk melindungi pegawai, tetapi juga
memiliki dampak langsung terhadap produktivitas                      Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 48
kerja. Lingkungan yang aman dan sehat meningkatkan                   Tahun 2016, penerapan K3 di lingkungan perkantoran
motivasi serta rasa aman bagi pegawai, yang pada                     dimulai dengan pembentukan dan pengembangan
gilirannya     menumbuhkan              kepercayaan       mereka     sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
terhadap Bank. [GRI 3-3] [OJK F.21]                                  (SMK3). Pengembangan SMK3 dapat disesuaikan
                                                                     dengan kebutuhan perkantoran, dan standar K3
BTN berkewajiban untuk memastikan perlindungan                       yang relevan. Aspek-aspek yang perlu diatur dalam
atas kesejahteraan, keselamatan, dan kesehatan,                      SMK3 perkantoran mencakup penetapan kebijakan
baik secara mental maupun fisik kepada setiap                        K3,   perencanaan          K3,   pelaksanaan    rencana   K3,
pegawai,      sebagaimana             diatur   dalam    Undang-      pemantauan dan evaluasi K3, serta peninjauan dan
Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.                    peningkatan kinerja SMK3. Sesuai dengan prinsip-
Dalam rangka memenuhi kewajiban tersebut, BTN                        prinsip SMK3, Bank melaksanakan berbagai program
kemudian menetapkan kebijakan yang mengatur                          terkait keselamatan dan kesehatan pegawai sebagai
sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja                     berikut: [GRI 403-1]
(SMK3). Kebijakan ini berfungsi sebagai pedoman


Program Pengelolaan Kesehatan Pegawai
Dalam rangka meningkatkan mutu kesehatan pegawai,                           menangani       penyakit     tertentu   yang   sedang
BTN menyediakan berbagai fasilitas kesehatan yang                           berkembang atau mewabah;
memenuhi standar kualitas dan memiliki izin praktik                  b.     Layanan untuk meningkatkan kualitas kesehatan
yang sah. Fasilitas kesehatan ini mencakup berbagai                         pegawai, yang meliputi jaminan penggantian
layanan medis yang dapat diakses langsung oleh                              biaya rawat inap di rumah sakit, biaya rawat
pegawai untuk menjaga kesehatan mereka secara                               jalan, biaya persalinan, biaya perawatan gigi,
menyeluruh. Selain itu, BTN juga bekerja sama dengan                        penggantian kacamata, biaya alat bantu dengar,
penyedia layanan kesehatan eksternal, atau pihak                            pemeriksaan laboratorium, dan biaya medis
ketiga, untuk memberikan akses kepada layanan                               lainnya;
medis yang tidak dapat disediakan di dalam Bank.                     c.     Fasilitas poliklinik dan dokter yang dapat diakses
Berikut merupakan fasilitas dan layanan kesehatan                           oleh pegawai dan keluarganya sewaktu-waktu;
yang dapat diakses oleh pegawai: [GRI 403-1, 403-3, 403-6]           d.     Menyelenggarakan seminar edukasi mengenai
a.    Fasilitas medical check-up berkala dan layanan                        anti narkoba, AIDS, dan topik lainnya terkait
      pengobatan dengan tujuan mendeteksi serta                             kesehatan di lingkungan kerja; dan [GRI 403-5]
                                                                     e.     Layanan asuransi BPJS Kesehatan bagi pegawai
                                                                            beserta keluarganya.

146               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 44
               Pengembangan dan                    Pelayanan Prima untuk         Integritas Tata Kelola
            Pemberdayaan Masyarakat                 Kepuasan Nasabah                 Keberlanjutan




Program Pengelolaan Keselamatan Pegawai [GRI 403-5]
a.   Seluruh kantor operasional dilengkapi dengan                           Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI
     perangkat       keselamatan        kerja,     seperti     alat         Jakarta;
     pemadam api ringan (APAR), detektor asap,                        d.    BTN memasang rencana evakuasi kebakaran dan
     pompa       diesel,   dan   tangga          darurat     untuk          prosedur keselamatan kebakaran untuk semua
     menjamin         keselamatan       lingkungan           kantor         ruangan dan lantai gedung. Fasilitas ini berfungsi
     dan pegawai. Penyediaan perangkat tersebut                             tidak     hanya     sebagai     alat    untuk    memberi
     berpedoman pada standar yang ditetapkan                                peringatan      kepada        pegawai     dalam    situasi
     oleh     pemerintah      melalui    Peraturan         Menteri          darurat, tetapi juga sebagai sarana pendidikan
     Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 tentang                             bagi     pegawai      mengenai         cara   menangani
     Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran                           kebakaran;
     pada Bangunan Gedung dan Lingkungan;                             e.    Melaksanakan pelatihan dan simulasi untuk
b.   BTN secara berkala melakukan pemeriksaan,                              menghadapi situasi darurat akibat bencana dan
     pemeliharaan, dan penggantian rutin terhadap                           kebakaran di lingkungan perkantoran, termasuk
     seluruh perangkat keselamatan kerja. Program                           proses evakuasi yang terorganisir serta prosedur
     ini bertujuan mengawasi dan mengontrol tingkat                         meninggalkan tempat kerja dengan aman; dan
     kelayakan       perangkat    keselamatan          kerja     di         [GRI 403-2]

     lingkungan Bank;                                                 f.    Pegawai tersertifikasi oleh pelatihan “Pembinaan
c.   Seluruh operator perangkat keselamatan kerja                           dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan
     (contoh: pesawat angkat dan angkut) telah                              Kerja Umum (AK3U)” yang diselenggarakan oleh
     memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Dinas                        BPJS Kesehatan.



Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dan
Standard Operating Procedure (SOP)

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 48 Tahun                   terlibat telah mendapatkan perlindungan yang sesuai.
2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan                        Selaras dengan itu, BTN juga melakukan penyusunan
Kerja Perkantoran, SMK3 didefinisikan sebagai “bagian                 dan implementasi standard              operating      procedure
dari sistem manajemen gedung perkantoran secara                       (SOP) guna memastikan kesehatan dan keselamatan
keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang                     pegawai serta pihak-pihak yang berkepentingan di
berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya                      wilayah operasional Bank. [GRI 403-1, 403-7, 403-8]
tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif”.
Penerapan      SMK3    dirancang      untuk      meningkatkan         Sebagian pegawai BTN telah tersertifikasi Ahli K3
perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan                       Umum (AK3U) sejak tahun 2020 lalu. Pegawai yang
pegawai melalui serangkaian prosedur yang terencana,                  telah memperoleh sertifikasi AK3U memiliki tanggung
terstruktur, dan terintegrasi. Tujuan utamanya adalah                 jawab utama untuk memastikan implementasi SMK3
untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan                        dan standar K3 perkantoran di Bank berjalan dengan
penyakit    akibat    kerja   yang    dapat       mengganggu          baik. Selain itu, pegawai yang bersangkutan juga
produktivitas dan kesejahteraan pegawai.                              bertanggung jawab atas identifikasi bahaya dengan
                                                                      menerapkan prinsip hierarki pengendalian, melakukan
Secara komprehensif, BTN telah menerapkan SMK3                        penilaian risiko, dan melaksanakan penyelidikan apabila
serta kebijakan K3 yang mencakup seluruh pihak yang                   terdapat laporan dari pegawai terkait situasi berbahaya
terlibat dalam kegiatan operasionalnya, termasuk                      dan terjadi insiden di wilayah operasional Bank agar
100% pegawai, nasabah, pemasok, dan pihak lainnya                     tidak terulang kembali. Sertifikasi AK3U merupakan
yang beraktivitas di wilayah operasional. Semua data                  program dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk
terkait dengan implementasi kebijakan ini tercatat                    mempersiapkan ahli K3 di lingkungan BTN. Beberapa
dalam pangkalan data Satuan Kerja Human Capital                       materi sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja
Management untuk memastikan setiap pihak yang                         yang telah dilaksanakan, antara lain: [GRI 403-2, 403-4, 403-5]


                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk              147
Page 45
                                                                                                        Dukungan Pengembangan
                                                                           Manajemen Lingkungan             dan Kesejahteraan
                                                                                                         Dukungan  Pengembangan
                     Tentang Laporan              Profil BTN                                                     Pegawai Pegawai
                                                                               Berkelanjutan            dan Kesejahteraan




a.    Sarana dan prasarana pendukung operasional                 seluruh peraturan dan standar yang berlaku, baik
      gedung misal lift, genset, AC, dan penerangan;             yang ditetapkan oleh pemerintah maupun yang
b.    Pelaksanaan medical check-up secara rutin                  diinternalisasi oleh Bank. Selain itu, BTN mendorong
      kepada pegawai;                                            setiap    pegawai      untuk     berperan      aktif     menjaga
c.    Peralatan pendukung kerja seharusnya tidak                 keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Dorongan
      mempunyai efek kepada kesehatan; dan                       ini diwujudkan dengan menyediakan berbagai sarana,
d.    Rotasi pegawai secara periodik sehingga tidak              seperti fasilitas konsultasi, jalur pelaporan risiko dan
      terganggu psikologisnya.                                   potensi bahaya, serta komunikasi yang transparan
                                                                 mengenai penerapan SMK3 dan standar K3 yang
Bank juga telah menerapkan kebijakan lain yang                   berlaku. Meski demikian, BTN masih belum membentuk
berkaitan dengan K3, di antaranya:                               komite formal yang melibatkan perwakilan manajemen
a.    Pelarangan        penyalahgunaan           narkotika,      dan pegawai untuk menangani isu kesehatan dan
      psikotropika, dan zat adiktif (napza);                     keselamatan kerja secara lebih terstruktur.
b.    Pencegahan penyebaran penyakit menular; dan
c.    Pengelolaan rekanan/pihak ketiga terkait K3.               Penerapan SMK3 yang konsisten dan terencana dengan
                                                                 baik telah memberikan hasil yang positif, BTN berhasil
BTN terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan               menjaga lingkungan kerja yang bebas dari insiden
kerja yang aman dan nyaman bagi semua pegawai,                   kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Keberhasilan ini
dengan melakukan berbagai langkah preventif untuk                menunjukkan efektivitas kebijakan keselamatan yang
menjaga kesejahteraan mereka. Salah satu upaya                   diterapkan oleh BTN. [GRI 403-2, 403-4, 403-9, 403-10]
yang dilakukan adalah dengan konsisten mematuhi




Hubungan Industrial yang Harmonis
BTN sangat menghargai hak dan kebebasan pegawai                  mengeluarkan pendapat merupakan bagian dari hak
untuk berserikat dan berkumpul, selaras dengan                   asasi manusia; Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000
kebijakan pemerintah Indonesia yang telah meratifikasi           tentang Serikat Pekerja yang menyatakan bahwa dalam
19 Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).           mewujudkan kemerdekaan berserikat, pekerja berhak
Ratifikasi tersebut mencerminkan komitmen negara                 membentuk dan mengembangkan serikat pekerja;
terhadap standar internasional dalam perlindungan                dan Konvensi International Labour Organization (ILO)
hak-hak pekerja. Berdasarkan aturan yang diturunkan              Nomor 87 Tahun 1948 tentang Kebebasan Berserikat
dari ratifikasi ini, BTN memberikan ruang bagi pegawai           dan Perlindungan Hak untuk Berorganisasi. [GRI 3-3]
untuk berunding dan berpartisipasi aktif dalam mencari
solusi atas masalah yang mungkin timbul, baik dalam              BTN      mewujudkan       kepatuhan       terhadap       regulasi
hal kondisi kerja, kesejahteraan, maupun isu-isu lainnya.        melalui pembentukan serikat pekerja sejak tanggal
Pemberian ruang tersebut bertujuan untuk dapat saling            24 Juni 1999. Serikat pekerja ini terdaftar secara resmi
membina dan memelihara hubungan yang harmonis                    di Departemen Tenaga Kerja DKI dengan nomor Kep-
antara Bank dengan pegawai.                                      2241/W.26/K.2/1000, yang menunjukkan bahwa BTN
                                                                 secara sah mendukung dan mengakui hak pegawai
BTN berkomitmen untuk mematuhi berbagai regulasi                 untuk berserikat. Selain itu, Bank juga memastikan
yang melindungi hak kebebasan pekerja dalam                      bahwa serikat pekerja yang ada berfungsi dengan baik
berserikat dan berorganisasi. Salah satunya adalah               dan sesuai dengan amanat pemerintah, sebagaimana
Pasal 28E Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara                    diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI
Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan                    No. 28 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan
bahwa     kebebasan      berserikat,    berkumpul,      dan      Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan




148            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 46
               Pengembangan dan          Pelayanan Prima untuk             Integritas Tata Kelola
            Pemberdayaan Masyarakat       Kepuasan Nasabah                     Keberlanjutan




dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama. Bank               b.        Kebebasan untuk menyampaikan aspirasi melalui
memberikan kebebasan berserikat kepada seluruh                         Serikat Pekerja BTN; dan
pegawai BTN yang meliputi: [GRI 407-1]                       c.        Kebebasan untuk berkumpul dalam kegiatan
a.   Kebebasan untuk menjadi anggota Serikat Pekerja                   Serikat Pekerja BTN.
     BTN;




Kepatuhan Sosial dan Ekonomi
Kepatuhan sosial dan ekonomi menjadi elemen yang             BTN secara tegas berkomitmen memenuhi peraturan
sangat penting dalam menjalankan tanggung jawab              ketenagakerjaan            yang        berlaku,   serta   standar
BTN. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Bank             keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ditetapkan,
bertekad untuk selalu menghormati dan mematuhi               guna memastikan kepatuhan di bidang sosial. Dalam
berbagai standar etika serta peraturan hukum yang            hal ini, BTN menerapkan kebijakan yang mendukung
berlaku, guna memastikan bahwa setiap kegiatan               kesejahteraan pegawai dan keberlanjutan operasional
operasional dilakukan secara bertanggung jawab.              yang adil, seperti mempekerjakan pegawai dengan
Dengan menjaga kepatuhan, BTN tidak hanya dapat              kontrak yang jelas dan sesuai peraturan, melarang
melindungi bisnis dari potensi risiko hukum dan              penggunaan pekerja paksa atau pekerja yang masih
sanksi nonmoneter yang mungkin timbul, tetapi juga           di bawah umur, serta menjunjung tinggi perlakuan
dapat memperkuat kepercayaan para pemangku                   yang setara terhadap pegawai dan nasabah tanpa
kepentingan, termasuk nasabah, karyawan, mitra, dan          diskriminasi. Selain itu, Bank berusaha menciptakan
masyarakat terhadap integritas dan kredibilitas Bank.        lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan sehat,
                                                             dengan menerapkan prinsip-prinsip K3 dalam setiap
Dalam memastikan kepatuhan di bidang sosial, BTN             aspek operasional. Di sisi lain, BTN juga menjadikan
telah memiliki Kebijakan Khusus Nomor KK9-AG tentang         bidang ekonomi sebagai prioritas, yang tercermin
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja             melalui penerapan persaingan yang sehat, larangan
(K3). Melalui kebijakan ini, BTN berkomitmen penuh           praktik monopoli, serta sikap anti-korupsi. Bank juga
terhadap:                                                    memastikan bahwa upah yang diberikan kepada
1.   Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan            pegawai sesuai dengan standar yang wajar dan
     penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur           mencerminkan nilai kontribusi mereka. [GRI 3-3] [SASB FN-CB-
     manajemen, pegawai bank, dan/atau serikat               510a.1]

     pekerja;
2.   Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman,             Komitmen BTN dalam menerapkan praktik terbaik dan
     dan efisien untuk mendorong produktivitas;              mematuhi peraturan dan ketentuan di bidang sosial
3.   Mendukung penciptaan nilai tambah bagi bank;            dan ekonomi terbukti dengan tidak adanya denda atau
     serta                                                   sanksi nonmoneter. Selain itu, BTN juga tidak memiliki
4.   Meningkatkan kemandirian, tanggung jawab dan            kasus yang diadukan ke mekanisme penyelesaian
     profesionalisme.                                        sengketa         Indonesia.       Mekanisme-mekanisme          ini
                                                             termasuk sengketa tentang perburuhan, legalitas
                                                             produk, dan berbagai jenis sengketa lainnya. [GRI 2-27, 419-
                                                             1]




                                         Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                149
Page 47
Pengembangan
dan Pemberdayaan
Masyarakat




153   Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
      (TJSL)
160   Inklusi dan Literasi Keuangan
Page 48

          
Page 49
                                                                         Manajemen Lingkungan      Dukungan
                                                                                                    DukunganPengembangan
                                                                                                             Pengembangan
                   Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                             Berkelanjutan         dan
                                                                                                   danKesejahteraan
                                                                                                       KesejahteraanPegawai
                                                                                                                    Pegawai




BTN menyadari bahwa keberadaannya di tengah
masyarakat harus memberikan manfaat bagi
kesejahteraan masyarakat sekitar.

Untuk itu, Bank secara aktif berkontribusi dalam                Bank juga telah menyusun berbagai inisiatif yang
mengembangkan dan memberdayakan masyarakat                      berfokus       pada      tujuan-tujuan    pembangunan
untuk mengatasi berbagai masalah sosial, ekonomi,               berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri
dan lingkungan. Langkah ini diambil untuk menegaskan            BUMN PER-1/MBU/03/2023 tentang Penugasan Khusus
komitmennya terhadap pengelolaan dampak pada                    dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
manusia, komunitas, serta masyarakat luas. Komitmen             Badan Usaha Milik Negara. Melalui langkah ini, BTN
Bank   tercermin   dalam    penetapan       people     and      juga secara konsisten memperkuat komitmennya
community sebagai salah satu komponen penting                   terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan
dalam ESG Roadmap, yang merupakan panduan Bank                  dengan mengintegrasikan Sustainable Development
untuk memastikan bahwa bisnis yang dilakukan tidak              Goals    (SDGs)     ke   dalam   pelaksanaan    program
hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga               Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Inisiatif
memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial di             ini bertujuan mendukung pencapaian SDGs, seperti
sekitar Bank. Langkah ini selaras dengan tren global            pengurangan        kemiskinan,   pendidikan   berkualitas,
semakin menekankan pentingnya keberlanjutan dan                 kesetaraan gender, dan perlindungan lingkungan.
tanggung jawab sosial Bank dalam menjalankan
operasional bisnisnya.




152           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 50
                 Pengembangan dan
                Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk                     Integritas Tata Kelola
              Pemberdayaan Masyarakat
             Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah                             Keberlanjutan




Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan (TJSL)                                     [GRI 203-1, 203-2, 413-1] [OJK F.23, F.25, F.3]


BTN berkomitmen untuk memberikan dampak positif                              Tanggung Jawab Sosial. Melalui pedoman tersebut,
terhadap kehidupan manusia dan lingkungan sekitar                            Bank menyusun strategi program yang bersifat nyata
melalui program TJSL. Program ini dirancang untuk                            dan dapat diukur, untuk mendukung kesejahteraan
tidak hanya memberdayakan masyarakat, tetapi                                 masyarakat sekaligus memberikan keuntungan bagi
juga meningkatkan kualitas hidup mereka dengan                               Bank. Dengan strategi tersebut, BTN terus mewujudkan
cara yang berkelanjutan, serta menjaga kelestarian                           peran strategisnya dalam mendukung pembangunan
ekosistem di sekitar Bank. Dalam kerangka Rencana                            berkelanjutan, yang mencakup aspek sosial, ekonomi,
Aksi Keberlanjutan Bisnis (RAKB), TJSL menjadi salah                         dan lingkungan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan
satu pilar penting yang mendorong Bank untuk terus                           nilai    positif      yang    dapat       dirasakan    oleh   semua
berinovasi dan berkembang bersama masyarakat. [GRI                           pemangku kepentingan, baik masyarakat, karyawan,
3-3]                                                                         maupun lingkungan sekitar. [GRI 3-3]


Untuk      mendukung          keberhasilan      program,       BTN           Pada tahun pelaporan ini, BTN telah merealisasikan
mengintegrasikan dengan standar ISO 26000 tentang                            dana program TJSL sebesar Rp88,97 miliar.

Realisasi Program TJSL


                                                                                           2024                  2023                 2022
                                     TPB
                                                                                     Jumlah (Rp)            Jumlah (Rp)            Jumlah (Rp)

 Pilar Sosial

 1.      Tanpa Kemiskinan                                                               11.045.972.420        10.505.377.274         5.679.495.611

 2.      Tanpa Kelaparan                                                                21.159.374.300         14.798.413.813        12.719.690.723

 3.      Kehidupan Sehat dan Sejahtera                                                  14.845.051.673        12.348.435.325        9.409.466.565

 4.      Pendidikan Berkualitas                                                         8.645.104.300          12.635.697.919        4.894.798.719

 5.      Kesetaraan Gender                                                                220.000.000                        -         30.000.000

 Pilar Ekonomi

 6.      Air Bersih dan Sanitasi Layak                                                      95.000.000           270.000.000          660.166.447

 7.      Energi Bersih dan Terjangkau                                                   1.205.465.000                50.000.000        971.740.516

 8.      Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi                                        5.278.260.444           4.361.935.431         3.461.216.148

 9.      Industri, Inovasi, dan Infrastruktur                                           6.236.867.228          2.270.000.000         6.455.431.482

 10.     Berkurangnya Kesenjangan                                                        1.445.294.797          5.734.719.287        4.241.653.236

 11.     Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan                                         14.900.539.959          14.993.831.355       9.963.739.700

 12.     Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab                                    1.079.576.859                       -                   -

 13.     Penanganan Perubahan Iklim                                                       295.078.954                        -         800.571.140

 14.     Ekosistem Lautan                                                                  375.120.000                       -        367.500.000

 15.     Ekosistem Daratan                                                               1.592.977.380          1.184.084.000        1.725.839.800

 17.     Kemitraan untuk Mencapai Tujuan                                                   495.017.300           943.694.328          604.739.600

 Pilar Hukum dan Tata Kelola

 16.     Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh                                 50.000.000                       -                   -

 Total                                                                                88.964.700.614          79.996.188.732       61.986.049.687




                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                            153
Page 51
                                                                           Manajemen Lingkungan   Dukungan
                                                                                                   DukunganPengembangan
                                                                                                            Pengembangan
                     Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                               Berkelanjutan      dan
                                                                                                  danKesejahteraan
                                                                                                      KesejahteraanPegawai
                                                                                                                   Pegawai




Pilar Sosial                                     BTN memiliki tujuan utama tumbuh bersama masyarakat yang
                                                 diupayakan melalui serangkaian kegiatan yang berkontribusi pada
                                                 peningkatan kualitas kehidupan sosial, budaya, keagamaan, dan
                                                 kesejahteraan sosial. Upaya ini sesuai dengan Tujuan Pembangunan
                                                 Berkelanjutan tujuan ke-1, 2, 3, 4, dan 5.




                                                           1.
                                                                  Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dan Rumah
                                                                  Sehat


                                                                  BTN memberikan akses hunian yang lebih baik bagi
                                                                  masyarakat kurang mampu melalui proyek rehabilitasi
                                                                  rumah layak huni yang dilaksanakan di Bekasi pada
                                                                  tanggal 30 Oktober 2024.




                                                                    2.
Pembangunan Taman Bacaan untuk Pemberantasan
Buta Huruf


Sebagai bentuk inisiasi dukungan terhadap pendidikan
dan pemberantasan buta huruf, BTN Kantor Cabang
Lampung menyerahkan bantuan TJSL dalam bentuk
pembangunan Taman Bacaan di Lampung pada 14
Oktober 2024.




                                                          3.
                                                                  Pemberian Beasiswa bagi Pelajar dan Mahasiswa dari
                                                                  Keluarga Tidak Mampu


                                                                  Pada tanggal 11 Januari 2024, BTN memberikan bantuan
                                                                  pendidikan kepada tenaga alih daya pada Satuan
                                                                  Kerja Pembinaan, Penyelamatan, dan Penyelesaian
                                                                  Kredit Konsumer, sebagai bentuk tanggung jawab
                                                                  sosial perusahaan untuk mendukung kesejahteraan di
                                                                  bidang pendidikan.




154             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 52
             Pengembangan dan
            Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk       Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat
         Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah               Keberlanjutan




Pilar Ekonomi                                   BTN melaksanakan kegiatan-kegiatan peningkatan peluang kerja
                                                dan usaha untuk mencapai pertumbuhan ekonomi kerakyatan
                                                yang berkualitas dan berkelanjutan. Upaya ini sesuai dengan Tujuan
                                                Pembangunan Berkelanjutan tujuan ke-7, 8, 9, 10, dan 17.




                                                         1.
                                                                 Pelaksanaan Mini MBA in Property


                                                                 BTN melaksanakan program Mini MBA in Property Batch
                                                                 20, Batch 21, dan Batch 22 sebagai bentuk pelatihan
                                                                 bisnis properti kepada calon developer properti.
                                                                 Program yang dilaksanakan pada tahun 2024 ini,
                                                                 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya
                                                                 manusia di bidang properti. Selain itu, BTN bersama
                                                                 dengan BPD HIPMI Jawa Timur menyelenggarakan Mini
                                                                 MBA in Property for HIPMI pada 11-13 September 2024.




                                                                 2.
Program BTN Santri Developer Kebangsaan


Pada tanggal 23 – 30 Agustus 2024, BTN berhasil
melaksanakan     program     BTN    Santri      Developer
Kebangsaan Batch 4. Program ini diikuti oleh 80
peserta didik dan berlokasi di Pondok Dar El Hikmah
Pekanbaru, Riau. Adapun tujuan dari program ini
adalah mengembangkan wawasan dan kompetensi
para alumni santri mengenai bisnis di bidang properti.




                                                        3.
                                                                Seminar, Kuliah Umum, dan Workshop 2024


                                                                Tujuan adanya kegiatan ini adalah untuk memberikan
                                                                pemahaman       dan     pengetahuan    kepada   audiens
                                                                seputar bisnis di bidang properti, digitalisasi di sektor
                                                                perbankan, dan beberapa topik yang relevan dengan
                                                                perkembangan saat ini. Sepanjang tahun 2024, BTN
                                                                menyelenggarakan beberapa kegiatan seminar, kuliah
                                                                umum, dan workshop, di antaranya adalah Seminar
                                                                Market Outlook Property dan Dampak Penerapan PPN-




                                         Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk          155
Page 53
                                                                         Manajemen Lingkungan      Dukungan
                                                                                                    DukunganPengembangan
                                                                                                             Pengembangan
                   Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                             Berkelanjutan         dan
                                                                                                   danKesejahteraan
                                                                                                       KesejahteraanPegawai
                                                                                                                    Pegawai




DTP pada acara Wisuda Mini MBA in Property serta                Semarang (Unnes) pada 23 Oktober 2024, Universitas
Gathering Alumni pada 27 Januari 2024, Kuliah Umum              Tanjungpura (Untan) pada 7 November 2024, Seminar
di Institut Sepuluh Nopember (ITS) pada 30 Mei 2024,            di Universitas HKBP Nommensen (UHN) pada 29
Kuliah Umum di Universitas Andalas (Unand) pada                 November 2024.
29 Agustus 2024, Kuliah Umum di Universitas Negeri


                                                        4.
                                                                Dukungan Pelatihan UMKM untuk Go Digital


                                                                Program UMKM Go Digital telah dilaksanakan di Jember
                                                                pada 18 Maret 2024, memberikan pelatihan dan
                                                                dukungan kepada pelaku UMKM untuk memanfaatkan
                                                                teknologi    digital   dalam    mengembangkan      usaha
                                                                mereka.




                                                                  5.
Pelatihan Milenial Menjadi Developer Muda BTN


Pada 11 Juli 2024, BTN        melaksanakan program
Developer Muda BTN (DMB) sebagai kelanjutan dari
program Developer Milenial BTN yang telah dimulai
sejak 2022. Program ini bertujuan untuk meningkatkan
keterampilan generasi muda di bidang properti.




                                                        6.
                                                                Dukungan dan Kerja Sama dengan Mitra untuk
                                                                Pembangunan Bank Mini


                                                                BTN melakukan pembangunan BTN Mini di SMKN
                                                                Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur pada 17 Januari
                                                                2024. Langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap
                                                                sarana pendidikan dan pelatihan bagi siswa dalam
                                                                memperdalam keterampilan dunia perbankan.




                                                                  7.
Pelatihan dan Penyediaan Sarana dan Prasarana
untuk Pemberdayaan UMKM


Sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing
produk UMKM, pada 5 Mei 2024, BTN memberikan
bantuan sertifikasi halal kepada 500 pelaku UMKM di
bawah binaan Muhammadiyah-NU dan Lembaga
Pengembangan UMKM PPM-HS.




156           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 54
             Pengembangan dan
            Pengembangan dan              Pelayanan Prima untuk              Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat
         Pemberdayaan Masyarakat           Kepuasan Nasabah                      Keberlanjutan




Pilar                                        BTN berkomitmen untuk melaksanakan pelestarian lingkungan melalui
                                             kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

Lingkungan                                   Upaya ini sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tujuan
                                             ke-6, 11, 12, 13, 14, dan 15.




                                                       1.
                                                                Pembangunan Taman Hijau dan Area Bermain di
                                                                Wilayah Sekitar Menara BTN


                                                                Pada 26 Januari 2024, BTN berhasil merealisasikan
                                                                penanaman pohon di taman edukasi Green BTN yang
                                                                terletak di belakang Menara BTN. Taman ini diharapkan
                                                                dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus
                                                                menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar.




                                                                 2.
Sosialisasi   dan   Pilah   Sampah   di    Lingkungan
Perumahan BTN


Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan
masyarakat, pada 21 Agustus 2024, BTN melaksanakan
program TJSL Bank Sampah di Banten. Dalam program
ini, BTN melakukan sosialisasi dan pilah sampah untuk
meningkatkan kesadaran di lingkungan perumahan
BTN, mengurangi limbah, dan menjaga kebersihan
lingkungan.




                                                       3.

                                                                Pembangunan Sarana Air Bersih, MCK, dan Sanitasi
                                                                Sehat


                                                                Dalam rangka mendukung kesehatan masyarakat,
                                                                pada 7 Juni 2024, BTN melakukan pembangunan
                                                                sarana air bersih, MCK, dan sanitasi yang layak dan
                                                                bersih. Sarana MCK sehat telah dibangun di Kota
                                                                Padang, Sumatera Barat.




                                          Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk      157
Page 55
                                                                         Manajemen Lingkungan    Dukungan
                                                                                                  DukunganPengembangan
                                                                                                           Pengembangan
                   Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                             Berkelanjutan       dan
                                                                                                 danKesejahteraan
                                                                                                     KesejahteraanPegawai
                                                                                                                  Pegawai




                                                        4.

                                                                Penanaman Pohon di Ruang Terbuka Hijau dan
                                                                Fasilitas Umum


                                                                Pada 26 Juli 2024, BTN melakukan kolaborasi dengan
                                                                JEJAKIN dalam kegiatan penanaman 200 mangrove
                                                                di Taman Wisata Angke, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
                                                                Selain bertujuan untuk menjaga ekosistem pesisir,
                                                                program ini juga bertujuan untuk meningkatkan
                                                                kualitas lingkungan di area terbuka hijau.




                                                                  5.
BTN Kediri Perkuat Komunitas Lokal Lewat Bantuan
TJSL untuk Pengembangan Sosial dan Lingkungan


Pada tanggal 14 November 2024, BTN menyelenggarakan
serah terima bantuan program Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan (TJSL). Bantuan ini diberikan kepada
berbagai perwakilan perkumpulan sosial, disabilitas,
dan   lingkungan   di   Kabupaten      Kediri,   termasuk
Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK),
Kelompok Tani Perempuan Srikandi Putri Jambean, dan
Perkumpulan Insani Bangsa Kediri.


Penyerahan bantuan TJSL adalah kegiatan rutin BTN
sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap isu
sosial, hak asasi manusia, inklusivitas, serta dukungan
finansial dan sarana prasarana untuk pengembangan
komunitas di Kantor Cabang. Bantuan ini diharapkan
dapat mendukung pengembangan dan kemajuan
pembangunan di Kediri, sekaligus memperkenalkan
BTN lebih dekat dengan masyarakat dalam upaya
mengembangkan ekosistem perumahan.




158           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 56
             Pengembangan dan
            Pengembangan dan              Pelayanan Prima untuk           Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat
         Pemberdayaan Masyarakat           Kepuasan Nasabah                   Keberlanjutan




Untuk   mengukur    dampak     sosial   dari   berbagai       setiap sumber daya yang digunakan memberikan
inisiatif keberlanjutan yang telah dijalankan, BTN            dampak positif yang luas bagi masyarakat, lingkungan,
telah melakukan kajian Social Return on Investment            dan pemangku kepentingan. Di bawah ini adalah tabel
(SROI). Melalui SROI, Bank dapat menilai tidak hanya          SROI yang menunjukkan hasil kajian terhadap beberapa
keuntungan finansial, tetapi juga kontribusi sosial dan       program keberlanjutan yang telah diimplementasikan.
lingkungan yang dihasilkan dari setiap program yang           [413-1]

dilaksanakan. Dengan kajian ini, BTN memastikan bahwa


                                                                                          Tempat dan Waktu     Rasio
        Nama Program                Tujuan Program                      Sasaran
                                                                                            Pelaksanaan        SROI

 Pelatihan Developer Muda      Literasi properti kepada           Mahasiswa,              Surabaya              3,55
                               masyarakat, menciptakan            developer umum,         9 September 2024
                               developer muda sebagai             anggota REI
                               bagian dari future market
                               dari bisnis BTN

 Konservasi Kawasan Pesisir    Mewujudkan komitmen                Masyarakat pesisir      Bali                  9,69
 dalam Upaya Pelestarian       terhadap keberlanjutan             Tanjung Benoa           10 Oktober 2024
 Lingkungan                    lingkungan dan sinergi
                               nyata antara badan usaha
                               dan lembaga negara


 Rumah Tidak Layak Huni        Memberikan kualitas hidup          Masyarakat              Kabupaten              1,91
                               yang layak bagi keluarga           Kabupaten               Tapanuli Tengah
                               miskin ekstrem                     Tapanuli Tengah         Mei, Juni,
                                                                                          September,
                                                                                          Desember 2024

 Bank Sampah                   Menjaga keseimbangan               Masyarakat              Makassar, Ambon,      1,46
                               lingkungan pemanfaatan             perumahan               Serang, Banjarbaru
                               kembali limbah sampah              Tamalanrea,             Sepanjang tahun
                               di area perumahan yang             Waiheru, Banten         2024
                               dibiayai BTN                       Indah Permai, dan
                                                                  Permata Golf Satu




                                          Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk            159
Page 57
                                                                                     Manajemen Lingkungan              Dukungan
                                                                                                                        DukunganPengembangan
                                                                                                                                 Pengembangan
                       Tentang Laporan                 Profil BTN
                                                                                         Berkelanjutan                 dan
                                                                                                                       danKesejahteraan
                                                                                                                           KesejahteraanPegawai
                                                                                                                                        Pegawai




Inklusi dan Literasi Keuangan                                                             [FS6] [SASB FN-CB-240A.2]




Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK)
Bank      memiliki       strategi     untuk      mendukung                  (PUMK). PUMK merupakan jenis kredit yang ditawarkan
pengembangan kapasitas dan potensi usaha mikro                              oleh Bank kepada usaha kecil uang belum memenuhi
dan kecil melalui Program Pendanaan Usaha Mikro                             persyaratan untuk mendapatkan pembiayaan dari
dan Kecil (PUMK). Program ini merupakan salah satu                          lembaga perbankan (unbankable). Penyaluran dana
komponen utama dalam Program Tanggung Jawab                                 ini   dilakukan     dengan      mempertimbangkan                  sektor
Sosial dan Lingkungan (TJSL). Fokus utama program ini                       bisnis yang dijalankan serta area geografis tempat
adalah meningkatkan kompetensi dan kemampuan                                mereka beroperasi, untuk memastikan dana tersebut
usaha kecil agar lebih mandiri dan berdaya saing,                           tepat sasaran dan dapat memberikan dampak
sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi                           yang maksimal. Pada periode pelaporan ini, Bank
perekonomian lokal serta kesejahteraan masyarakat                           telah memberikan pinjaman sebesar Rp14,85 miliar
sekitar. Selain itu, program ini bertujuan membantu                         kepada 498 mitra binaan yang dikelola oleh BTN.
usaha kecil yang memiliki potensi tetapi menghadapi                         Dana ini disalurkan melalui skema kerja sama dengan
kesulitan dalam mengakses pembiayaan melalui jalur                          pihak ketiga yang bertugas untuk mengelola dan
perbankan konvensional.                                                     menyalurkan dana kepada para penerima manfaat
                                                                            dengan alokasi dana sebesar Rp10 miliar.
Dalam rangka mencapai tujuan ini, Bank memberikan
dana melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil

Tabel Jumlah Mitra Binaan (Kegiatan Usaha) dan Dana yang Telah Disalurkan


                             Keterangan                                              2024                      2023                    2022

 Jumlah Mitra Binaan                                                                   498                      170                    378

 Jumlah Penyaluran Dana (Rp juta)                                                    14.850                    9.162               18.386



Tabel Realisasi Penyaluran Program Pendanaan UMK Berdasarkan Jenis Usaha [SASB FN-CB-410a.1]

                                                      2024                                   2023                               2022
 No           Sektor Bisnis
                                         Jumlah (Rp                               Jumlah (Rp                      Jumlah (Rp
                                                                                                      %                                       %
                                           juta)                    %               juta)                           juta)

 1     Industri                                 601                  4,05              170              1,85             904                  4,92

 2     Perdagangan                            6.014                 40,50           6.539              71,27           12.706                69,07

 3     Pertanian                                 45                  0,30              95               1,04              50                   0,27

 4     Perkebunan                                 -                     -             550              6,00               25                   0,14

 5     Peternakan                              226                   1,52              95               1,04              410                  2,23

 6     Perikanan                                190                  1,28              100              1,09              108                 0,59

 7     Jasa                                   2.347                 15,80            1.622             17,70            4.184                 22,78

 8     Lainnya                                5.427                 36,54                -                 -                -

 Jumlah                                     14.850              100,00               9.162          100,00             18.386            100,00




160               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 58
                Pengembangan dan
               Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk                     Integritas Tata Kelola
             Pemberdayaan Masyarakat
            Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah                             Keberlanjutan




Tabel Realisasi Penyaluran Program Pendanaan UMK Berdasarkan Wilayah [SASB FN-CB-410a.1]


                                                      2024                                       2023                            2022
 No                 Wilayah
                                       Jumlah (Rp                                  Jumlah (Rp                      Jumlah (Rp
                                                                                                          %                               %
                                         juta)                   %                   juta)                           juta)

 1       Sumatera                                -                                       935              10,20        3.070               16,72

 2       DKI Jakarta                             -                      -                788               8,60        2.576               14,03

 3       DI Yogyakarta                         781                   5,26                 115              1,26          281                1,53

 4       Jawa Barat dan Banten              2.935                    19,77              1.882             20,63        4.595              25,02

 5       Jawa Tengah                        1.760                    11,86              1.002             10,94        1.864               10,15

 6       Jawa Timur                           1.517                  10,22               980              10,70        2.290               12,47

 7       Bali                                  410                   2,76                 60               0,65          105               0,57

 8       Nusa Tenggara Timur                     -                      -                880               9,60          146               0,79

 9       Nusa Tenggara Barat                     -                      -                525               5,73            313                1,70

 10      Kalimantan                           480                    3,23                780               8,51         1.321                 7,19

 11      Sulawesi                           6.966                46,91                   970              10,59         1.159              6,20

 12      Maluku                                  -                      -                245               2,67         642                3,50

 13      Papua                                   -                      -                    -                -            25               0,14

 Jumlah                                    14.850               100,00                  9.162            100,00      18.386              100,00




Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM)
BTN berkomitmen untuk memberikan akses pemodalan                             lokal dan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan
kepada seluruh lapisan masyarakat, dengan fokus                              masyarakat.           Program    KUMKM,     yang        merupakan
utama pada pengembangan UMKM yang memiliki                                   salah satu inisiatif unggulan Bank, dirancang khusus
potensi dan kelayakan di berbagai sektor ekonomi.                            untuk memberikan dukungan kepada UMKM melalui
Tujuan utama penyediaan dana ini adalah untuk                                penyediaan           pembiayaan       modal     kerja      dan/atau
mendukung pembiayaan investasi dan/atau modal                                investasi. Dengan plafon hingga Rp5 miliar, program
kerja,   sekaligus     berkontribusi   pada     pencapaian                   ini   mendukung            pengembangan        operasional       dan
pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini, BTN                                kapasitas UMKM, yang pada akhirnya berkontribusi
berperan dalam meningkatkan daya saing nasabah                               pada penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan
UMKM,     mendorong       mereka   untuk    menjadi          lebih           masyarakat. Melalui program ini, BTN berupaya untuk
produktif, kompetitif, dan berwawasan global melalui                         memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan. [SASB
pemberian modal usaha.                                                       FN-CB-240a.1]



Sebagai         agen   pembangunan         ekonomi           yang            Pada tahun pelaporan, BTN telah mengembangkan
bertanggung jawab, BTN memfasilitasi pembiayaan                              strategi untuk memperluas penyaluran kredit UMKM,
untuk pelaku UMKM dengan harapan dapat mendorong                             diantaranya:
pertumbuhan sektor ini yang. Melalui langkah ini, Bank                       1.     Peningkatan penyaluran High Yield Loan (Eagle
juga memberikan dampak positif bagi perekonomian                                    Project) dilakukan melalui:
                                                                                    •    Pembentukan Mitra Unit UMKM di Kantor
                                                                                         Cabang Pembantu (KCP) untuk penyaluran


                                               Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                               161
Page 59
                                                                              Manajemen Lingkungan        Dukungan
                                                                                                           DukunganPengembangan
                                                                                                                    Pengembangan
                        Tentang Laporan                 Profil BTN
                                                                                  Berkelanjutan           dan
                                                                                                          danKesejahteraan
                                                                                                              KesejahteraanPegawai
                                                                                                                           Pegawai




          Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit SME                          UMKM. Pengembangan ini dapat memberikan
          Mikro.                                                            dampak positif terhadap lingkungan dengan
      •   Segmenting          penjualan         KUMK     kepada             meningkatkan efisiensi penggunaan kertas dalam
          ekosistem atau komunitas sesuai potensi                           proses pengajuan kredit.
          wilayah melalui BPI SME.                                   3.     Pendampingan UMKM “Naik Kelas” melalui praktik
2.    Digitalisasi pengajuan kredit UMKM (BTN Laku)                         bisnis      berkelanjutan   dengan   memanfaatkan
      digunakan untuk memproses pengajuan kredit                            digital channel BTN.




      Bazar UMKM
      berKRIYAsi
      BTN mendukung pengembangan
      Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
      (UMKM) melalui berbagai inisiatif,
      termasuk         pembiayaan              dan
      promosi.       Salah     satu       adalah
      melalui       keikutsertaan          dalam
      bazar      UMKM      BUMN        BerKRIYAsi
      yang diselenggarakan di Sarinah,
      Jakarta,      pada     17-20       Oktober
      2024.      Kegiatan        ini     diinisiasi
      oleh    Kementerian        BUMN       untuk
      pemberdayaan             UMKM            dan
      mendorong                  pertumbuhan
      ekonomi        nasional.         Bazar    ini    melalui pembiayaan, pembinaan, dan promosi. Selain itu, BTN juga
      menampilkan          berbagai       produk       memberikan diskon hingga 74% untuk transaksi menggunakan
      inovatif dari UMKM, termasuk batik,              BTN Mobile. Sebagai bagian dari upayanya, BTN juga menyalurkan
      aksesoris, anyaman plastik daur                  Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu pengembangan
      ulang, dan furnitur.                             UMKM. Bazar “BerKRIYAsi” ini juga dilaksanakan di Makassar
                                                       pada 24-27 Oktober 2024. Untuk memudahkan transaksi online
      Melalui acara ini, BTN menegaskan                bagi pengunjung, seluruh UMKM yang berpartisipasi juga telah
      untuk selalu mendukung UMKM                      didaftarkan pada platform marketplace www.padiumkm.id.




Berikut merupakan portofolio penyaluran KUMKM BTN:


Portfolio Penyaluran KUMKM (Rp Juta)


                    2022                                         2023                                    2024


      3.505.937                                        3.431.071                              4.404.263


162                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 60
               Pengembangan dan
              Pengembangan dan            Pelayanan Prima untuk            Integritas Tata Kelola
            Pemberdayaan Masyarakat
           Pemberdayaan Masyarakat         Kepuasan Nasabah                    Keberlanjutan




Penyaluran Kredit KUMKM Bank berdasarkan Sektor Ekonomi [FS6] [FS7] [SASB FN-CB-410a.1]


                                                                               Jumlah Penyaluran (Rp Juta)
                         Sektor Ekonomi
                                                                  2024                     2023                 2022

 Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan                                 17.777                   12.700              47.250

 Perikanan                                                                -                         -                770

 Pertambangan dan Penggalian                                              -                         -                  180

 Industri Pengolahan                                                47.499                   27.809              54.662

 Listrik, Gas, dan Air                                                8.015                  22.063               29.973

 Konstruksi                                                    2.833.438                 2.465.069              2.716.379

 Perdagangan Besar dan Eceran                                     1.049.866                582.679               389.701

 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum                               44.881                    30.175               5.155

 Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi                           24.418                   32.381              46.134

 Real Estat, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan                  153.945                   85.942               117.216

 Jasa Pendidikan                                                       700                     1.500               1.000

 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial                                       -                         -                   -

 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan, dan
                                                                    158.791                 124.528               68.761
 Perorangan Lainnya

 Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya                               65.532                   45.864               28.756

 Jumlah                                                       4.404.263                   3.431.071            3.505.937



Penyaluran Kredit KUMKM Bank berdasarkan Provinsi [FS6] [FS7]


                                                                               Jumlah Penyaluran (Rp Juta)
                            Provinsi
                                                                  2024                     2023                 2022

 Nanggroe Aceh Darussalam                                           112.768                         -                   -

 Sumatera Utara                                                     49.630                   110.036             127.769

 Sumatera Barat                                                     35.670                   35.333               46.216

 Riau                                                                91.963                   36.113               61.717

 Jambi                                                               111.483                 75.955                61.541

 Sumatera Selatan                                                    22.218                  85.007               97.350

 Bengkulu                                                           92.584                   28.955              24.406

 Lampung                                                             55.621                    5.621              45.423

 Kepulauan Riau                                                     73.286                   42.869               69.414

 Bangka Belitung                                                   579.815                   29.874              30.899

 DKI Jakarta                                                       938.274                  489.751             503.663

 Jawa Barat                                                        404.100                 748.559               757.397

 Jawa Tengah                                                        31.866                  275.130             269.626




                                          Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                 163
Page 61
                                                                               Manajemen Lingkungan         Dukungan
                                                                                                             DukunganPengembangan
                                                                                                                      Pengembangan
                     Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                   Berkelanjutan            dan
                                                                                                            danKesejahteraan
                                                                                                                KesejahteraanPegawai
                                                                                                                             Pegawai




                                                                                    Jumlah Penyaluran (Rp Juta)
                     Sektor Ekonomi
                                                                        2024                   2023                   2022

 D.I. Yogyakarta                                                        678.309                 38.428                 38.545

 Jawa Timur                                                             506.216                 411.762                496.018

 Banten                                                                  55.715                360.785                 321.310

 Bali                                                                    39.345                 49.555                 58.305

 Nusa Tenggara Barat                                                     25.684                 40.670                  43.517

 Nusa Tenggara Timur                                                            -               29.245                 23.048

 Kalimantan Utara                                                        23.469                  9.225                   3.375

 Kalimantan Barat                                                        15.807                 32.507                 39.570

 Kalimantan Tengah                                                       50.985                 20.087                  18.522

 Kalimantan Selatan                                                      47.053                  77.177                 92.267

 Kalimantan Timur                                                         5.085                  47.323                 51.139

 Sulawesi Utara                                                          26.020                 30.546                 24.965

 Sulawesi Barat                                                          45.489                   10.172                 2.137

 Sulawesi Tengah                                                        157.894                  37.041                28.638

 Sulawesi Selatan                                                        51.004                  132.119               88.959

 Sulawesi Tenggara                                                       21.580                 53.022                  30.310

 Gorontalo                                                               27.606                  12.967                 3.696

 Maluku                                                                    6.912                      913               4.290

 Maluku Utara                                                             13.627                 15.206                23.835

 Papua                                                                     7.185                  5.274                 18.070

 Jumlah                                                            4.404.263                  3.431.071             3.505.937




Kredit Usaha Rakyat (KUR)
BTN telah mendukung kebijakan pemerintah dalam                     memiliki agunan tambahan untuk tetap mendapatkan
meningkatkan kemampuan permodalan usaha dalam                      pembiayaan. KUR tidak hanya ditujukan untuk individu
rangka percepatan pengembangan sektor rill sejak                   atau pelaku usaha kecil, tetapi juga untuk badan usaha
tahun 2017. Dalam hal ini, Bank memberikan perhatian               atau kelompok usaha yang produktif dan memenuhi
khusus    kepada      pemberdayaan        UMKM      dengan         kriteria kelayakan.
menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan
KUR Kecil. Program ini dirancang untuk memberikan                  Selama tahun pelaporan, BTN telah merancang
akses permodalan kepada usaha-usaha mikro, kecil,                  berbagai strategi untuk meningkatkan distribusi Kredit
dan menengah, terutama yang beroperasi di sektor                   Usaha Rakyat (KUR), di antaranya:
konstruksi, perumahan, dan sektor pendukung lainnya.               1.      Peningkatan Penyaluran High Yield Loan (Eagle
Melalui KUR, BTN memberikan pembiayaan yang dapat                          Project)
digunakan untuk modal kerja dan/atau investasi,                            •    Peningkatan realisasi KUR melalui direct selling
yang bertujuan untuk memperkuat operasional dan                                 KUR pada debitur KPR dan kredit konsumer
kapasitas usaha debitur. Program ini juga memberikan                            lainnya;
kesempatan kepada debitur yang mungkin belum




164             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 62
               Pengembangan dan
              Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk            Integritas Tata Kelola
            Pemberdayaan Masyarakat
           Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah                    Keberlanjutan




      •   Segmenting penjualan KUR kepada ekosistem                   Sepanjang tahun 2024, BTN telah memberikan KUR
          atau komunitas sesuai dengan potensi wilayah                Mikro dan KUR Kecil kepada 13.010 debitur dengan
          melalui BPI SME.                                            total plafon mencapai RP1,7 triliun. Berikut merupakan
2.    Pemberian awareness berupa kegiatan sosialisasi                 portofolio penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara
      untuk lebih mengenalkan produk KUR dan menarik                  keseluruhan:
      engagement pada BTN.



Portfolio Penyaluran KUR (Rp Juta)


                    2022                                     2023                                            2024



          599.832                                    1.807.673                                     1.799.621

Penyaluran KUR Bank [FS8]


                               Realisasi 2024                         Realisasi 2023                         Realisasi 2022
     KUR BTN
                         Plafon (Rp                          Plafon (Rp                                 Plafon (Rp
                                            Debitur                                Debitur                                     Debitur
                           Juta)                               Juta)                                      Juta)

 Mikro                      543.593             9.067              249.906              3.965              49.974                  843

 Kecil                     1.265.028            3.943             1.557.767             4.249             549.858                 1.598

 Jumlah                    1.799.621            13.010            1.807.673             8.214             599.832                2.441


Penyaluran KUR Berdasarkan Sektor Ekonomi [FS6] [FS7] [SASB FN-CB-410a.1]


                                                                          Jumlah Penyaluran

                                                 2024                             2023                                  2022
          Sektor Ekonomi
                                       Plafon (Rp                        Plafon (Rp                         Plafon (Rp
                                                         Debitur                           Debitur                               Debitur
                                         Juta)                             Juta)                              Juta)

 Pertanian, Perburuan, dan
                                           11.660           36                39.298              118            9.706               42
 Kehutanan

 Perikanan                                   1.515            7                6.560              36                 3.370           18

 Pertambangan dan Penggalian                 830             5                     -               -                     1               3

 Industri Pengolahan                       27.443          207                 37.124            204             17.465              76

 Listrik, Gas, dan Air                      3.663            31                6.100              37             2.469                12

 Konstruksi                               191.400          452                511.569           1.097            167.151            372

 Perdagangan Besar dan Eceran            1.104.183        8.729               811.480        4.592              271.605            1.307

 Penyediaan Akomodasi dan
                                          199.297         1.574               147.147            926             40.193             197
 Makan Minum




                                                Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                        165
Page 63
                                                                              Manajemen Lingkungan     Dukungan
                                                                                                        DukunganPengembangan
                                                                                                                 Pengembangan
                        Tentang Laporan                 Profil BTN
                                                                                  Berkelanjutan        dan
                                                                                                       danKesejahteraan
                                                                                                           KesejahteraanPegawai
                                                                                                                        Pegawai




                                                                          Jumlah Penyaluran

                                                   2024                           2023                        2022
         Sektor Ekonomi
                                          Plafon (Rp                     Plafon (Rp                  Plafon (Rp
                                                           Debitur                       Debitur                     Debitur
                                            Juta)                          Juta)                       Juta)

 Transportasi, Pergudangan,
                                              20.354            77            17.862         64           8.500          27
 dan Komunikasi

 Real Estat, Usaha Persewaan,
                                              24.010           102           30.976         123           14.970         53
 dan Jasa Perusahaan

 Perantara Keuangan                                -                 -             -          -               -           -

 Jasa Pendidikan                               5.360            36            4.750          26            1.040          3

 Jasa Kesehatan dan Kegiatan
                                                   -                 -             -          -               -           -
 Sosial

 Jasa Kemasyarakatan,
 Sosial Budaya, Hiburan, dan                 137.450          1.132           112.124      586            40.717        210
 Perorangan Lainnya

 Badan Internasional dan Badan
                                                   -                 -             -          -               -           -
 Ekstra Internasional Lainnya

 Jasa Perorangan yang
                                                   -                 -             -          -               -           -
 Melayani Rumah Tangga

 Kegiatan yang Belum Jelas
                                              72.456           622            81.284       402           22.297         123
 Batasannya

 Jumlah                                     1.779.621       13.010         1.807.673      8.214         599.832       2.441


Penyaluran KUR Berdasarkan Provinsi [FS6] [FS7]


                                                                          Jumlah Penyaluran

                                                   2024                           2023                       2022
             Provinsi
                                          Plafon (Rp                     Plafon (Rp                  Plafon (Rp
                                                           Debitur                       Debitur                     Debitur
                                            Juta)                          Juta)                       Juta)

 Bali                                        45.550           350           26.200          141           7.820         34

 Bangka Belitung                              27.572            101         26.387          80            7.125         27

 Banten                                      123.974          1.178         147.576        907          53.622         284

 Bengkulu                                     22.251           106           19.293         67           9.630          27

 D.I. Yogyakarta                             49.264            323            31.116        176           8.657         45

 DKI Jakarta                                 160.266         1.349          165.798         921         70.480         277

 Gorontalo                                    17.203           100            11.416        92            3.130         30

 Jambi                                       40.730            127          53.880          114          13.910         30

 Jawa Barat                                 337.849          3.021         422.064        1.879         120.645        462

 Jawa Tengah                                 192.144         1.439          148.096         731         50.736         277

 Jawa Timur                                 222.843          1.800         230.475        1.093         66.665         268

 Kalimantan Barat                            25.739            135           19.649         56            8.120          19




166             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 64
             Pengembangan dan
            Pengembangan dan                Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat
         Pemberdayaan Masyarakat             Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




                                                                     Jumlah Penyaluran

                                            2024                             2023                              2022
          Provinsi
                                   Plafon (Rp                       Plafon (Rp                         Plafon (Rp
                                                   Debitur                           Debitur                          Debitur
                                     Juta)                            Juta)                              Juta)

Kalimantan Selatan                      17.070         180              53.781           164               13.286           52

Kalimantan Tengah                      14.468           97               9.526           46                 5.475           15

Kalimantan Timur                        15.455          117             17.364           110               12.198           50

Kalimantan Utara                        9.675           71               9.690            82               5.630            38

Kepulauan Riau                          48.185         217              36.322           133                11.130          48

Lampung                                20.332          124              17.775           110                7.724           25

Maluku                                  12.848          71              13.023            78                6.342           61

Maluku Utara                            12.050          79               12.610          85                8.008            27

Nanggroe Aceh Darussalam                    -            -                   -             -                    -            -

Nusa Tenggara Barat                    20.495          216               16.180           78               6.855            36

Nusa Tenggara Timur                     14.587         133               8.796            42               8.565            29

Papua                                   8.965           93               16.212           121               4.275           28

Riau                                   33.470          169              63.280           130               12.250           26

Sulawesi Barat                         20.975           67              14.066            52                2.601            7

Sulawesi Selatan                       83.899         380               40.980           217              20.000            55

Sulawesi Tengah                         12.398          71               11.860           38                7.250           24

Sulawesi Tenggara                      25.800          90               15.500           44                 4.515           14

Sulawesi Utara                           8.071          72               9.349           56                 2.725            11

Sumatera Barat                         23.890          116              21.860           55                 8.461           27

Sumatera Selatan                        24.717         123              40.980           109               15.408           34

Sumatera Utara                        106.887         495               63.641           207               16.595           54

Jumlah                               1.799.621      13.010           1.807.673        8.214              599.832       2.441




Produk Inklusi Keuangan Unit Usaha Syariah

                                                                                                    Portofolio (Rp Juta)
   Produk                              Deskripsi                            Sasaran
                                                                                                2024        2023       2022

TabunganKu iB      Produk simpanan dengan akad wadi’ah (titipan),         Masyarakat
                   disertai pemberian bonus yang menarik. Produk ini      umum
                   diterbitkan secara bersama-sama oleh bank-bank di                            15.039       13.532        10.451
                   Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung
                   serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tabungan BTN       Produk simpanan khusus bagi pelajar berusia di         Pelajar usia
Simpel iB          bawah 17 tahun dan belum memiliki KTP, dengan          di bawah 17            7.732       6.489         4.738
                   setoran awal yang sangat ringan dan disertai bonus     tahun
                   yang menarik.




                                           Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                    167
Page 65
                                                                                  Manajemen Lingkungan     Dukungan
                                                                                                            DukunganPengembangan
                                                                                                                     Pengembangan
                         Tentang Laporan                 Profil BTN
                                                                                      Berkelanjutan        dan
                                                                                                           danKesejahteraan
                                                                                                               KesejahteraanPegawai
                                                                                                                            Pegawai




Agen BTN [FS16]
Agen BTN merupakan implementasi                     yang sudah lama, dapat mendapatkan
terhadap program Layanan Keuangan                   akses         dalam     berbagai         transaksi
Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan                  perbankan seperti pembukaan rekening,
Inklusif (Laku Pandai) yang diluncurkan             pembayaran            tagihan,     setor    tunai,
oleh OJK. Program ini selaras dengan                tarik tunai, transfer dana, cek saldo,
tujuan      pemerintah      Indonesia      yang     mini statement, perubahan PIN, serta
ditetapkan       dalam     Strategi    Nasional     pembelian produk. Melalui Agen BTN,
Keuangan Inklusif (SNKI) pada Juni                  Bank juga mendorong pemberdayaan
2012. Dalam rangka perluasan akses                  masyarakat di dalam lingkup bisnis
masyarakat           terhadap          layanan      perbankan             dengan        menambah
keuangan formal, terutama bagi mereka               penghasilannya dalam bentuk turut                    Hingga tahun 2024,
yang belum memiliki akses ke Bank.                  serta bergabung menjadi agen.                        terdapat
Selain itu, program ini juga bertujuan


                                                                                                         5.000
untuk    melindungi        masyarakat      dari     Berikut merupakan persyaratan umum
praktik pinjaman yang memberatkan,                  menjadi Agen BTN:
yang seringkali ditemukan pada sektor               1.       Pendaftaran       dapat      dilakukan
informal.                                                    melalui kantor cabang dan kantor            Agen BTN yang terse-
                                                             cabang pembantu BTN terdekat.               bar di seluruh Indo-
Agen BTN menyediakan Layanan Laku                   2.       Telah    menjadi        nasabah      BTN    nesia
Pandai bagi masyarakat yang belum                            dan memiliki rekening tabungan
mengenal         perbankan      atau     belum               aktif untuk menampung deposit,
memiliki akses ke layanan keuangan                           pembayaran komisi, dan biaya.
formal (unbanked). Program ini juga                 3.       Memiliki usaha yang telah berjalan
menjadi kesempatan bagi masyarakat                           minimal satu tahun.
untuk     belajar     tentang     perbankan,        4.       Memiliki surat-surat izin usaha
produk-produk keuangan, dan cara                             yang     sah   dan      masih     berlaku
melakukan           transaksi      perbankan                 (minimal surat keterangan dari RT
yang biasa dilakukan di bank, namun                          setempat).
dengan akses yang lebih mudah dan                   5.       Tidak masuk dalam daftar hitam
dekat dengan tempat tinggal mereka,                          nasional di Bank Indonesia.
termasuk di wilayah-wilayah terpencil.              6.       Lulus uji tuntas (due diligence) oleh
Melalui layanan ini, masyarakat, baik                        bank penyelenggara.
yang baru menjadi nasabah maupun



SimPel [FS16]
SimPel adalah program unggulan BTN yang dirancang                      mengelola produk keuangan secara bijak. Sebagai
untuk       mendukung        inklusi     keuangan        dengan        bagian dari komitmen BTN terhadap inklusi keuangan,
memberikan akses mudah ke layanan keuangan                             program ini memfasilitasi generasi muda Indonesia
serta meningkatkan literasi keuangan bagi pelajar.                     untuk mempersiapkan masa depan mereka dengan
Program ini menyasar pelajar dari SD, SMP, hingga                      pengelolaan keuangan yang lebih baik.
SMA, dengan tujuan mengedukasi mereka tentang
pentingnya menabung dan perencanaan keuangan                           Pada tahun 2024, BTN berhasil menjangkau lebih dari
sejak    dini.   Melalui   persyaratan      pembukaan          dan     824.069 peserta, baik di wilayah pedesaan maupun
transaksi rekening yang sederhana, SimPel bertujuan                    perkotaan di Indonesia. Program ini fokus pada pelatihan
meningkatkan kesadaran keuangan anak-anak usia                         keuangan digital untuk pelajar, guna meningkatkan
sekolah dan membantu mereka memahami serta                             pemahaman mereka terhadap produk perbankan dan




168               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 66
               Pengembangan dan
              Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk         Integritas Tata Kelola
            Pemberdayaan Masyarakat
           Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah                 Keberlanjutan




manajemen keuangan yang lebih baik. Selain itu, BTN               Melalui program pendidikan ini, BTN memberikan
bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan                   pemahaman yang lebih baik mengenai keuangan
dan komunitas lokal untuk memperluas jangkauan                    agar masyarakat dapat menggunakan produk dan
program ini, mendukung upaya peningkatan inklusi                  layanan perbankan dengan bijak. Pemberdayaan
keuangan di seluruh Indonesia.                                    nasabah melalui pengetahuan keuangan yang lebih
                                                                  baik diharapkan dapat mendorong mereka untuk
BTN juga terus berupaya meningkatkan pengetahuan                  memanfaatkan produk-produk perbankan yang lebih
masyarakat tentang keuangan, terutama di daerah                   canggih, serta memperluas basis pengguna layanan
terpencil dengan akses terbatas ke layanan keuangan.              BTN di seluruh wilayah Indonesia.



Proporsi Kepemilikan Rekening [SASB FN-CB-240a.4]


                           Keterangan                                      2024                   2023               2022

 Total rekening produk tabungan                                          6.139.468              7.099.737          7.284.386

 Rekening SimPel

 Total Rekening                                                           824.069                 795.592           743.308

 Persentase terhadap total rekening                                         13,42%                    11,00%         10,20%



Penurunan total rekening tabungan disebabkan oleh                 banyak sekolah di seluruh Indonesia, dengan tujuan
penutupan secara massal untuk rekening bantuan                    menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai daerah,
sosial (bansos) yang tidak lagi aktif. Meskipun demikian,         baik yang berada di perkotaan maupun pedesaan.
melihat    keberhasilan    program      literasi   keuangan       BTN juga berencana memperkenalkan program literasi
di tahun 2024, BTN berencana untuk memperluas                     keuangan berbasis digital, yang akan memanfaatkan
dan memperdalam berbagai inisiatif serupa pada                    teknologi untuk menjangkau masyarakat di daerah
tahun     2025.   Salah   satu   strategi   utama    adalah       yang sulit dijangkau.
memperkenalkan Simpanan Pelajar (SimPel) di lebih




                                              Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               169
Page 67
                                                                         Manajemen Lingkungan      Dukungan
                                                                                                    DukunganPengembangan
                                                                                                             Pengembangan
                    Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                             Berkelanjutan         dan
                                                                                                   danKesejahteraan
                                                                                                       KesejahteraanPegawai
                                                                                                                    Pegawai




Housing Finance Center (HFC)                                                       [FS16]




                                                                bertambahnya jumlah keluarga baru dan dukungan
                                                                kemudahan untuk memiliki rumah. Peluang tersebut
                                                                dimanfaatkan oleh Housing Finance Center (HFC)
                                                                dalam menjawab potensi di sektor perumahan di
                                                                Indonesia. BTN mendirikan Housing Finance Center
                                                                (HFC), yang telah diresmikan sejak tanggal 16 Oktober
                                                                2014. Untuk memperkuat pengembangan sumber daya
Masih   banyaknya     rumah     tangga     di   Indonesia       manusia di bidang properti, HFC juga telah mendirikan
yang belum memiliki rumah merupakan indikasi                    sebuah pusat pelatihan yang berlokasi di BTN KCP UGM
bahwa sektor perumahan masih berpotensi untuk                   Yogyakarta.
terus tumbuh secara berkelanjutan dengan terus



Visi, Misi, dan Pilar Program HFC

                        Visi                                                                Misi

  Menjadi pusat riset, edukasi, dan konsultasi terkait             Memberikan pelayanan yang unggul, inovatif, dan
  pembiayaan perumahan yang terdepan.                              terintegrasi dalam riset, edukasi, dan konsultasi
                                                                   terkait pembiayaan perumahan bagi klien.




Fungsi HFC
Melalui HFC, BTN berkomitmen untuk mendukung                    Upaya ini diwujudkan melalui tiga fungsi utama HFC
penyediaan pasokan perumahan serta mencetak                     yang dijabarkan dalam tiga pilar bisnis, yaitu:
pengembang-pengembang baru di sektor perumahan.



                  1. Learning             Pusat edukasi pembiayaan perumahan Indonesia melalui berbagai
                                          bentuk program pendidikan dan pelatihan.




                  2. Advisory             Pusat konsultasi properti dan pembiayaan perumahan Indonesia
                                          untuk membantu para stakeholders (masyarakat, pengembang,
                                          pemerintah) dalam pengambilan keputusan.




                  3. Research             Pusat informasi dan inovasi pembiayaan perumahan Indonesia
                                          melalui berbagai kajian ilmiah terkait pasar,pelaku usaha, dan tren
                                          industri perumahan.




170           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 68
                Pengembangan dan
               Pengembangan dan            Pelayanan Prima untuk         Integritas Tata Kelola
             Pemberdayaan Masyarakat
            Pemberdayaan Masyarakat         Kepuasan Nasabah                 Keberlanjutan




Dari ketiga kegiatan utama tersebut, terdapat agenda turunan yaitu:


                                                Kegiatan Utama HFC

 Fungsi        Mini MBA in         Program Mini MBA in Property merupakan hasil kerjasama antara HFC dengan School
 Learning      Property            of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) yang diadakan
                                   secara reguler dalam rangka menciptakan entrepreneur (wirausaha) baru pada
                                   industri properti. Program ini telah dilaksanakan sebanyak 22 batch sejak Oktober
                                   tahun 2016 dan telah menghasilkan alumni sebanyak lebih dari 700 orang. Tahun
                                   2024 telah dilaksanakan Program Mini MBA in Property sebanyak 3 (tiga) batch yaitu
                                   batch 20, 21 dan 22. Selain itu, Mini MBA in Property juga didesain untuk anggota
                                   Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang telah dilaksanakan di Surabaya.

               Program BTN         Program ini merupakan inisiasi antara BTN dengan NU Circle (NUC). Program ini
               Santri Developer    merupakan pelatihan bisnis pengembangan perumahan yang berisi pembekalan
               Kebangsaan          dan pendidikan singkat kepada alumni santri pondok pesantren, organisasi
                                   kebangsaan/lintas agama, serta alumni santri pondok pesantren yang bertepatan
                                   menjadi lokasi pelaksanaan program. Sampai dengan saat ini, program BTN Santri
                                   Developer Kebangsaan telah diselenggarakan sebanyak 4 (empat) batch dan telah
                                   menghasilkan lebih dari 300 alumni. Pada tahun 2024, program ini telah sukses
                                   diselenggarakan di Pesantren Dar El Hikmah Kota Pekanbaru.

               Seminar/Kuliah      HFC juga turut aktif dalam menyelenggarakan seminar/kuliah umum/workshop
               Umum/Workshop       yang berkolaborasi dengan instansi/universitas/lembaga/asosiasi. Tujuan adanya
                                   kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada
                                   audiens seputar bisnis di bidang properti, digitalisasi di sektor perbankan, dan
                                   beberapa topik yang relevan dengan perkembangan saat ini. Pada tahun 2024
                                   telah diselenggarakan seminar/kuliah umum/workshop dengan Institut Sepuluh
                                   Nopember (ITS), Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Semarang (Unnes),
                                   Universitas Tanjungpura (Untan), Universitas HKBP Nommensen (UHN), serta Seminar
                                   Market Outlook Property dan Dampak Penerapan PPN-DTP pada Acara Wisuda Mini
                                   MBA in Property serta Gathering Alumni.

 Fungsi        Advisory            Alumni dari program BTN Santri Developer Kebangsaan membentuk Asosiasi Santri
 Advisory      Mendukung           Developer NU (ASANU) sebagai wadah dan inkubator bisnis bagi para alumni program
               Program             yang direncanakan akan berlangsung secara berkesinambungan. ASANU juga
               Pembangunan         berperan aktif dalam memfasilitasi ketersediaan dan pembebasan lahan untuk para
               Perumahan dari      alumni program. Para alumni program juga difasilitasi oleh BTN untuk memperoleh
               ASANU               pembiayaan konstruksi dan penjualan perumahan melalui KPR BTN. Tahun 2024 telah
                                   berhasil dibentuk DPD ASANU Riau. Adapun project yang direncanakan oleh ASANU
                                   berlokasi di Banjarnegara dan Banyumas.

               Pengembangan        BTN Property Advisory System (BTN PAS) merupakan aplikasi yang dirancang berbasis
               Aplikasi BTN        mobile dan memiliki fungsi sebagai platform konsultasi, bimbingan, dan komunikasi
               Property Advisory   secara online antara pengajar (mentor) dengan peserta/alumni pelatihan
               System (BTN PAS)    (mentee) yang sedang atau telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh
                                   Housing Finance Center (HFC) BTN. Melalui aplikasi BTN Property Advisory System
                                   (BTN PAS), Mentor dan mentee dapat melaksanakan konsultasi di bidang properti
                                   yang terintegrasi secara online. Hal ini tentunya sebagai media dalam mencetak
                                   pengembang perumahaan baru dan strategi bagi BTN untuk mendapatkan potensi
                                   bisnis.

               Program Kolabrasi   Sebagai terobosan dalam mencari solusi untuk penyediaan rumah bagi MBR Informal
               ABCG (Academic,     tersebut, Program ABCG (Academic, Business, Community and Government)
               Business,           merupakan skema kolaborasi antara Akademisi (Universitas), Business (BTN),
               Community and       Community (Komunitas Swadaya Masyarakat) dan Government (Kementrian
               Government)         Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Daerah)
                                   dalam rangka mendukung masyarakat khususnya yang bekerja pada sektor informal
                                   untuk memiliki rumah secara swadaya dan berbasis komunitas.




                                          Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk       171
Page 69
                                                                         Manajemen Lingkungan       Dukungan
                                                                                                     DukunganPengembangan
                                                                                                              Pengembangan
                   Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                             Berkelanjutan          dan
                                                                                                    danKesejahteraan
                                                                                                        KesejahteraanPegawai
                                                                                                                     Pegawai




                                                   Kegiatan Utama HFC

 Fungsi      BTN HPI (House          BTN House Price Index dapat menyajikan data mengenai perubahan harga
 Research    Price Index)            perumahan, baik secara nasional, regional, provinsi, maupun di tingkat kabupaten/
                                     kota. Data ini disajikan berdasarkan realisasi kredit rumah dengan kualitas dan
                                     karakteristik yang serupa, baik untuk skala nasional maupun di wilayah tertentu,
                                     termasuk harga transaksi KPR nonsubsidi. Jangkauan data mencakup berbagai tipe
                                     rumah, mulai dari 21-36, 37-45, hingga 46-70, serta indeks untuk sejumlah kabupaten/
                                     kota. Data ini disampaikan setiap triwulan, dengan informasi bulanan yang dihitung
                                     menggunakan pendekatan matched sales.

             Publikasi Forum         Hasil riset dari HFC di antaranya dipublikasikan melalui forum karya ilmiah nasional
             Ekonomi Nasional        tahunan baik yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan
                                     (OJK), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dan Perhimpunan Perbankan Nasional
                                     (Perbanas). Hasil riset yang dipublikasikan disesuaikan dengan tema yang diusung
                                     dalam setiap acara tersebut.

             Riset                   Hasil riset dan kajian yang sudah dibuat oleh HFC di tahun 2024, antara lain:
             Terimplementasi         • Kajian Market Share KPR BTN
                                     • Kajian Market Share DPK BTN
                                     • Kajian Dampak Sosial dan Ekonomi Pengembangan Industri Perumahan di
                                       Indonesia
                                     • Kajian Sektor Industri Prioritas
                                     • Kajian Preferensi Gen Z dalam Memiliki Rumah
                                     • Kajian Sektor-Sektor Prospektif ESG
                                     • Kajian Potensi Dana untuk Pembiayaan Perumahan
                                     • Kajian Perkembangan Sektor Perbankan
                                     • Kajian Dana Simpanan Masyarakat

             Research                Kerja sama dengan para peneliti, akademisi, dan praktisi yang berasal dari perguruan
             Fellowship              tinggi/universitas serta lembaga penelitian lainnya untuk transfer knowledge sebagai
                                     bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas peneliti di
                                     HFC dalam melakukan riset yang terkait dengan perkembangan kondisi ekonomi dan
                                     pengembangan bisnis BTN



Pada Program Learning, HFC memberikan pemahaman yang mendalam seputar 4 (empat) pilar ilmu untuk menjadi
developer perumahan yang terdiri dari:


   Lahan dan Lingkungan
                                      Modal (Capital)                 Hukum (Legal)              Keterampilan (Skill Set)
  (Land and Environment)

 Berkaitan dengan cara         Berkaitan        dengan         Berkaitan dengan perizinan       Berkaitan dengan keahlian
 mengakuisisi       atau       bagaimana memperoleh            dan     legalitas  proyek        atau kemampuan dalam
 menguasai lahan yang          dan mengelola sumber            perumahan serta sertifikasi      menginisiasi, membangun,
 akan    dibangun proyek       pendanaan         dalam         pertanahan.                      mengembangkan,        dan
 perumahan.                    pembangunan       proyek                                         memasarkan         proyek
                               perumahan serta strategis                                        perumahan.
                               dalam mendapatkannya.




172           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 70
                Pengembangan dan
               Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
             Pemberdayaan Masyarakat
            Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




Program Literasi Keuangan Lainnya [FS16]
Sebagai bagian dari komitmen BTN untuk mendukung                    Selain itu, BTN juga memperluas sosialisasi produk seperti
literasi   keuangan,      BTN   terus     memperluas       kerja    payroll BTN ke instansi pemerintah melalui pendekatan
sama       dengan      berbagai      lembaga        pendidikan,     pendampingan.         Program-program       ini   diharapkan
instansi pemerintah, dan komunitas lokal dalam                      dapat membekali mahasiswa dan masyarakat dengan
menyelenggarakan          program       pelatihan    keuangan.      pengetahuan       yang      dibutuhkan    untuk   mengelola
Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan                    keuangan mereka dengan bijak, baik dalam kehidupan
literasi keuangan dan memperluas akses masyarakat                   pribadi maupun dalam pengembangan usaha kecil
terhadap     sektor     keuangan,    terutama        di   bidang    dan menengah di masa depan. BTN percaya bahwa
properti dan perbankan. Salah satu inisiatif unggulan               dengan pendekatan ini, inklusi keuangan di Indonesia
yang diluncurkan adalah program inklusi keuangan,                   dapat diperluas dan dipercepat, serta mendukung
sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan                    pemberdayaan          ekonomi       masyarakat,   khususnya
pemahaman dan keterampilan keuangan di kalangan                     generasi muda yang memiliki potensi besar dalam
mahasiswa dan masyarakat kampus. Melalui program                    menggerakkan perekonomian lokal dan nasional.
ini, BTN berusaha menjangkau segmen masyarakat                      Program inklusi keuangan menjadi salah satu langkah
yang belum terakses oleh layanan perbankan formal                   nyata dalam upaya BTN untuk memperluas akses ke
(unbankable), dengan bekerja sama dengan universitas                layanan perbankan dan membangun masa depan
dan lembaga pendidikan tinggi untuk memberikan                      ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
pelatihan    dan      sosialisasi   mengenai        pengelolaan
keuangan      pribadi,    perencanaan       keuangan,      serta
pentingnya literasi finansial.




                                                Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk           173
Page 71
Pelayanan Prima
untuk Kepuasan
Nasabah




177   Roadmap Layanan BTN 2023 - 2025
180   BTN Portfolio Guideline
187   Produk Berbasis ESG
194   Inovasi Digital untuk Layanan Modern
203   Kebijakan Periklanan yang Adil
204   Pengawasan Produk Keuangan
205   Privasi dan Keamanan Data Nasabah
217   Kebijakan Penagihan Utang yang Bertanggung
      Jawab
218   Penanganan Keluhan Produk Keuangan
222   Kepuasan Nasabah
Page 72

          
Page 73
                                                                  Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
           Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                      Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




Sebagai lembaga                                         Dalam mencapai tujuan ini, Bank menyadari bahwa
                                                        green mortgage menjadi langkah awal yang sangat
keuangan yang memiliki                                  strategis. Oleh karena itu, guna mempercepat proses
                                                        transformasi ini, BTN menjalin kemitraan yang kuat
fokus utama pada                                        dan erat dengan Green Building Council Indonesia.
                                                        Kemitraan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas
sektor perumahan, BTN                                   wawasan dan pemahaman para pegawai mengenai
                                                        praktik    keberlanjutan,   tetapi   juga    meningkatkan
berkomitmen untuk                                       kompetensi pegawai. Melalui berbagai langkah konkret

mendorong ekosistem                                     ini, BTN tidak hanya berambisi menjadi pemimpin
                                                        dalam sektor perumahan, tetapi juga ingin menjadi

pembiayaan perumahan                                    pelopor yang dapat menciptakan dampak positif yang
                                                        berkelanjutan, baik di bidang lingkungan maupun
yang menerapkan prinsip                                 sosial, yang memberikan manfaat jangka panjang bagi
                                                        masyarakat dan planet ini.
keberlanjutan.


176   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 74
                                        Pelayanan Prima untuk
            Pengembangan dan              Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
         Pemberdayaan Masyarakat                                           Keberlanjutan




Roadmap Layanan BTN 2023 – 2025
Dalam rangka mewujudkan visi BTN untuk menjadi              Proses penyusunan Roadmap Layanan BTN 2023-2025
“Mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga          diawali dengan melakukan survey untuk mendapatkan
Indonesia” dan salah satu misi BTN untuk “Memberikan        Voice    of   Customer        (VoC)   dengan     pengukuran
customer experience terbaik melalui layanan digital         Customer      Experience      Index (CEI). Menindaklanjuti
dan finansial yang terintegrasi”, Bank telah menyusun       strategi Roadmap Layanan BTN 2023-2025 yang telah
visi layanan yaitu “to deliver a reliable, uniquely         disusun, Customer Experience Division telah workshop
differentiated, convenient service beyond customer          yang dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi, SEVP, Kepala
expectations” berikut dengan 19 key initiativesnya.         Divisi terkait dari product dan channel owner, Kepala
Berdasarkan hal tersejut, BTN telah menyusun Roadmap        Kantor Wilayah 1 dan 2, serta tim konsultan. Kegiatan ini
Layanan yang akan menjadi panduan dalam mencapai            bertujuan sebagai sarana sosialisasi, diskusi, dan untuk
visi Layanan BTN.                                           mendapatkan arahan serta persetujuan dari jajaran
                                                            Direksi terkait konsep Roadmap Layanan yang telah
                                                            disusun.




                                        Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk          177
Page 75
                                                                                                      Manajemen Lingkungan             Dukungan Pengembangan
                                     Tentang Laporan                  Profil BTN
                                                                                                          Berkelanjutan                dan Kesejahteraan Pegawai




Melalui workshop tersebut, telah disepakati Misi Layanan                                    3.     Menjadi        mitra      keuangan         terpercaya         dan
sebagai penjabaran dari Visi Layanan. Adapun Misi                                                  penasihat         perumahan       dengan       memberikan
Layanan BTN adalah:                                                                                layanan khas yang mengacu pada autentisitas
1.                   Menumbuhkan budaya layanan terpadu dalam                                      organisasi.
                     organisasi    dengan       menerapkan          pendekatan              4.     Memberikan pengalaman layanan terbaik yang
                     yang berpusat pada solusi untuk mencapai                                      berfokus pada ekspektasi nasabah dengan
                     keunggulan layanan yang istimewa;                                             melayani mereka seperti keluarga kita sendiri
2.                   Menumbuhkan standar layanan yang konsisten                                    dengan keramahan yang istimewa.
                     di semua saluran layanan dan titik kontak
                     nasabah, untuk memastikan pengalaman yang                              Selain Visi dan Misi Layanan, telah disepakati juga
                     mulus dan istimewa di setiap interaksi;                                Service Values BTN, yaitu:



                                          Reliable                            Uniquely differentiated                             Convenient Services




                                F                      A                   M                             I                       L                    Y
                             Fostering               Assurance          Meaningful                    Inspire              Light-hearted           Yearning

                                                                                                      Komponen
                                                                          Komponen                     values ini         Komponen values
                          Komponen values          Komponen                values ini             menggambarkan            ini menunjukkan      Komponen values
                           ini menyiratkan          values ini        menggambarkan                   komitmen                 komitmen          ini menunjukkan
                            komitmen BTN       menggambarkan              komitmen                     BTN yang           kesungguhan dan            ambisi dan
                         untuk membangun         komitmen BTN             BTN dalam                 menginspirasi           kemurahan hati      motivasi internal
     Makna




                           hubungan dan        untuk memberikan          menyediakan                   lebih dari          insan BTN dalam       yang kuat untuk
                            menyediakan         kepastian, rasa       layanan, interaksi,           sekedar solusi            menciptakan          memberikan
                             kenyamanan            aman, dan          dan pengalaman             finansialnya, tetapi         kenyamanan              standar
                           dalam layanan          kepercayaan            yang berarti,              juga menjadi               sepanjang         pelayanan yang
                             yang selaras         secara andal         terpersonalisasi,             katalis positif           perjalanan        sangat baik dan
                           dengan konsep        kepada seluruh         dan berdampak,              untuk perbaikan        finansial nasabah     melebihi harapan
                               keluarga.            nasabah.           selaras dengan               dan kemajuan          melalui pelayanan         pelanggan.
                                                                        kebutuhan dan                keseluruhan             yang tulus dan
                                                                      aspirasi nasabah.               ekosistem                 hangat.
                                                                                                      perbankan.


                            Fostering                                                              Inspiration for
                                                Assuring Reliable        Meaningful                                        Light-hearted            Yearn for
                            Longterm                                                               Achieving the
                                                    Support            Personalization                                      Atmosphere             Excellence
                           Relationship                                                                Dream
     Point Details




                              Fostering                                                                                                            Yearn for
                                               Assuring Solution-        Meaningful                Inspiration for         Light-hearted
                            Incremental                                                                                                            Customer
                                                Centric Services         Experience                  Your Home               Assistance
                         Service Excellence                                                                                                       Satisfaction

                                                                         Meaningful
                          Fostering Digital      Assuring Ethical                                  Inspiration for         Light-hearted            Yearn for
                                                                         Longterm
                          Transformation            Practices                                        Excellence              Approach              Integration
                                                                          Impact



Terminologi FAMILY dipilih sebagai service values karena                                    Sebagai landasan untuk mendukung Misi Layanan serta
mencerminkan layanan yang reliable (fostering and                                           meningkatkan customer acquisition and loyalty, Bank
assurance), uniquely differentiated (meaningful and                                         menetapkan core values. Core values BTN ditentukan
inspire), serta convenient (lighthearted and yearning).                                     sebagai Solution-centric, yang menjadi nilai tambah
Konsep ini menggambarkan harapan layanan BTN                                                bagi nasabah melalui pemberian basic advisory
untuk selalu melibatkan nasabah layaknya seperti                                            kepada new customer serta advanced advisory kepada
bagian dari keluarga.                                                                       nasabah existing & churning customers.




 178                           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 76
                                           Pelayanan Prima untuk
             Pengembangan dan                Kepuasan Nasabah              Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                                              Keberlanjutan




Sesuai dengan Service Blueprint yang telah disusun,                  yang di bawah standar yang ditentukan dan
perbaikan akan difokuskan pada aspek People, Process,                pengembangan service recovery room untuk
dan Physical Evidence untuk menjadi standar baru                     nasabah yang menyampaikan hard complaint.
di seluruh saluran layanan. Berikut adalah rencana
implementasi Roadmap Layanan BTN 2023-2025, yang               2.    Service-focused Squad
terbagi menjadi:                                                     Pembentukan Service Focused Squad sebagai
1.   Quick Win                                                       peran pendukung untuk membantu aktivitas
     •   Solution-Centric Response Mechanism                         nasabah tanpa melalui CS dan Teller, selain
     •   Service-focused Squad                                       itu   membentuk          service   organization      untuk
     •   FinEase Acceleration                                        mengimplementasikan            standar     layanan    dan
     •   BTN Care                                                    menciptakan learning culture and environment.


2.   Mid-Term                                                  3.    FinEase Acceleration
     •   Service Competency Enhacement Program                       Percepatan         proses      pembukaan       rekening,
         (S-CEP)                                                     perbaikan pada standar layanan akad kredit
     •   BTN Mobile Advancement                                      konsumer, standarisasi premises kantor cabang
     •   CRM Empowerment                                             (relayout, mesin antrian, dan seragam Loan
     •   BTN Housing & Mortgage Advisory                             Services), dan script development.


3.   Long-Term                                                 4.    BTN Care
     •   Hackathon                                                   Memastikan fasilitas untuk disabilitas, lansia, ibu
     •   BTN Heritage                                                hamil/menyusui, dan anak-anak tersedia, seperti
                                                                     ramp disabilitas, handrail, kursi roda, alat bantu
Berdasarkan Service Programs Prioritization yang telah               jalan, priority seat, kids corner, ruang laktasi, toilet
ditetapkan dan dipaparkan dalam Workshop Roadmap                     disabilitas, guiding block, dan lainnya.
Layanan BTN 2023-2025, disepakati empat (4) Program
Layanan yang termasuk dalam Quick Win akan                     Pilot Project disetujui untuk dilaksanakan pada 5 (lima)
dilaksanakan pada Pilot Project Roadmap Layanan BTN            Kantor Cabang (Konvensional dan Syariah), yaitu
2023-2025, antara lain:                                        Kantor Cabang Bekasi, Kantor Cabang Tangerang,
1.   Solution-Centric Response Mechanism                       Kantor Cabang Karawang, Kantor Cabang Syariah
     Mengimplementasikan            prosedur      service      Bandung, Kantor Cabang Syariah Yogyakarta
     recovery apabila BTN melaksanakan pelayanan




                                           Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               179
Page 77
                                                                               Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                        Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                                   Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




BTN Portfolio Guideline
Sebagai lembaga keuangan, BTN berkomitmen untuk                     kredit pada sektor-sektor prioritas yang memiliki
senantiasa memperkuat manajemen risiko kredit                       prospek       pertumbuhan       berkelanjutan.     Langkah    ini
seiring pertumbuhan ekonomi dan arah kebijakan                      tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis, tetapi
moneter yang berlaku. BTN telah menerapkan Portfolio                juga berkontribusi dalam mitigasi risiko lingkungan,
Guideline      (PG)     untuk   mendukung      keberlanjutan        sosial, dan tata kelola (ESG). BTN memastikan Portfolio
bisnis dan stabilitas keuangan. Portfolio Guideline ini             Guideline diimplementasikan secara terintegrasi dan
dirancang sebagai perangkat strategis yang bertujuan                konsisten dengan strategi manajemen risiko kredit BTN.
mengelola risiko konsentrasi kredit secara efektif                  Dengan demikian, Portfolio Guideline menjadi salah satu
melalui diversifikasi portofolio yang terukur.                      elemen penting dalam menciptakan keseimbangan
                                                                    antara pertumbuhan kredit dan pengelolaan risiko,
Melalui penerapan Portfolio Guideline, BTN berupaya                 sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang diadopsi
menjaga kualitas aset dengan mengarahkan alokasi                    oleh BTN.




                            Tujuan Portfolio Guideline


                      Limit Alokasi Sektor Industri Prioritas                          Dengan tujuan sebagai berikut:

                          Sub Sektor Industri Restrictive
                                                                                       Mengelola risiko konsentrasi dengan
                                                                                       melakukan diversifikasi portofolio
                                                                                       yang terukur selaras berdasarkan
                                                                                       hasil riset industri prioritas, ESG risk
          1                                                              2             dan analisis risiko sektor industri
              Riset Sektor Industri       5
                                                   Analisis Risiko ESG
                    Prioritas
                                                                                       Mendorong pertumbuhan kredit yang
                                                                                       terdiversifikasi dan berkualitas

                                      RAC
          4                                                              3             Memberikan guideline sektor prioritas
                 Potensi Bisnis                      Analisis Risiko                   untuk pertumbuhan kredit
                   (Pipeline)                        Sektor Industri

                                                                                       Mengatur dan mengelola limit risiko
                                                                                       dan sektor-sektor prioritas


               Tata Kelola & Petunjuk Teknis Portfolio Guideline




1.     Dalam implementasi ESG, Portfolio            Guideline                pengelolaan kredit yang sehat, sehingga tercipta
       sesuai dengan Petunjuk Teknis Nomor PT. 8-H.3.                        keselarasan antara aspek lingkungan, sosial, dan
       Penerbitan Portfolio Guideline merupakan salah                        tata kelola, antara lain:
       satu alat dalam mengendalikan risiko konsentrasi                      a. Transportasi ramah lingkungan & transportasi
       kredit. BTN telah menetapkan beberapa sektor                             umum, pergudangan, dan komunikasi;
       industri yang dapat dijadikan pedoman dalam                           b. Perantara keuangan;
       pemberian kredit dengan mempertimbangkan                              c. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial;
       aspek     ESG,    prinsip   kehati-hatian     maupun                  d. Jasa pendidikan;




 180              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 78
                                               Pelayanan Prima untuk
              Pengembangan dan                   Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
           Pemberdayaan Masyarakat                                                Keberlanjutan




     e. Perdagangan besar dan eceran;                                    berdasarkan       data        internal,   data    perbankan
     f.   Konstruksi;                                                    nasional, serta indikator utama seperti Non-
     g. Real estate, usaha persewaan, dan jasa                           Performing Loan (NPL), yield kredit, dan kontribusi
          perusahaan;                                                    terhadap target Rencana Kerja dan Anggaran
     h. Agribisnis; dan                                                  Perusahaan       (RKAP).       Penilaian    ini   mencakup
     i.   Renewable Energy                                               evaluasi kinerja sektor dan subsektor yang
2.   Selanjutnya, BTN melakukan seleksi dengan kriteria                  memiliki potensi bisnis (pipeline) tinggi serta risiko
     analisis risiko ESG. Risiko tersebut ditetapkan                     yang dapat dikelola, dengan mengintegrasikan
     mengacu pada regulasi dan best                  practice            aspek ESG untuk memastikan keselarasan dengan
     yang berlaku, di antaranya adalah Panduan                           prinsip keberlanjutan.
     OJK terkait Climate Risk Stress Test, Morgan
     Stanley Capital International (MSCI) ESG Industry             4.    Sebagai bentuk penerapan prinsip kehati-hatian
     Risk, serta Peraturan OJK (POJK) Nomor 51/                          dan pengelolaan risiko yang melekat pada
     POJK.04/2017. Proses analisis risiko ESG bertujuan                  setiap industri prioritas, BTN menerapkan Risk
     untuk mengevaluasi sektor industri berdasarkan                      Acceptance Criteria (RAC) untuk mengevaluasi
     dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola. Proses                  kelayakan calon debitur. BTN menetapkan dua
     analisis ini mencakup beberapa langkah utama,                       jenis RAC, yaitu RAC Umum dan RAC Khusus. RAC
     yang dirangkum dalam Matriks Portfolio Guideline                    Umum berfungsi sebagai kriteria dasar yang
     (PG) Composite Rating. Matriks ini berfungsi untuk                  wajib dipenuhi oleh calon debitur di semua sektor
     memetakan sektor industri berdasarkan prospek                       usaha, sementara RAC Khusus dirancang untuk
     bisnisnya tingkat risiko ESG, seperti intensitas                    menilai calon debitur berdasarkan karakteristik
     emisi, dampak sosial, kualitas tata kelola, dan                     spesifik jenis usaha yang dijalankan. Kedua jenis
     lain sebagainya. Adapun sektor yang menjadi                         RAC ini mencakup tiga aspek utama, yaitu Aspek
     perhatian antara lain [FS5] [FS10]:                                 Debitur, Aspek Teknis, dan Aspek Keuangan, yang
     a. Transportasi, pergudangan, dan komunikasi                        masing-masing memiliki fokus evaluasi yang
     b. Pertambangan dan Penggalian                                      berbeda. Berikut perbedaan utama antara RAC
     c. Listrik, Gas, dan Air                                            Umum dan RAC Khusus sebagai panduan dalam
     d. Agribisnis                                                       proses pengambilan Keputusan pembiayaan.
     e. Industri Pengolahan
     f.   Konstruksi                                               BTN telah menetapkan RAC untuk masing-masing
3.   Pada tahap selanjutnya, BTN melakukan analisis                sektor industri yang meliputi aspek debitur, aspek teknis,
     risiko sektor industri untuk mengevaluasi potensi             dan aspek keuangan yang menjadi panduan bagi BTN
     risiko dan peluang di berbagai sektor, guna                   dalam melakukan pemasaran dan penyaluran kredit
     mendukung pengelolaan portofolio kredit yang                  wholesale BTN.
     sehat dan berkelanjutan. Alokasi kredit ditentukan



Kebijakan Kredit untuk Risiko ESG Tinggi
Sebagai bagian dari komitmen BTN dalam mendukung                   sektor yang berpotensi memberikan dampak negatif
keberlanjutan, Terms & Conditions Portfolio Guideline              signifikan terhadap lingkungan dan sosial.
(PG) dirancang untuk mengelola risiko kredit yang
terkait dengan aspek ESG. Kebijakan ini bertujuan                  Meskipun selama tahun 2024 BTN tidak menyalurkan
memastikan      bahwa     penyaluran       kredit   dilakukan      kredit kepada sektor batu bara dan pertambangan,
secara selektif, terutama pada sektor-sektor industri              Bank tetap menetapkan syarat dan ketentuan khusus
prioritas dengan risiko ESG tinggi berdasarkan analisis            untuk kedua sektor tersebut sebagai bagian dari
risiko ESG yang telah dilakukan. Melalui panduan ini, BTN          komitmen dalam pengelolaan risiko kredit berbasis
menetapkan standar yang jelas untuk mengidentifikasi,              Environmental, Social, and Governance (ESG). Syarat
mengevaluasi,     dan     membatasi        eksposur    pada        dan ketentuan untuk sektor industri dengan risiko ESG
                                                                   tinggi diuraikan sebagai berikut:




                                               Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                181
Page 79
                                                                           Manajemen Lingkungan     Dukungan Pengembangan
                     Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                               Berkelanjutan        dan Kesejahteraan Pegawai




 Agrikultur
 (Pertanian,
 Kehutanan, dan
 Perikanan)


      Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat                 c. Memiliki SOP pencegahan dan penanganan
      pada nasabah pada sektor ini agar:                                 kebakaran lahan, memiliki peralatan standar
      A. Memiliki penilaian PROPER Emas atau Hijau.                      penanganan kebakaran sesuai kriteria lahan,
      B. Pembiayaan tidak akan diberikan kepada                          memiliki menara pantau api, serta memiliki
         perusahaan baru yang membuka lahan baru.                        tim khusus penanggulangan kebakaran
      C. Memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPL)                      yang telah terlatih sesuai dengan standar
         dengan kajian terkait Ketersediaan IPL yang                     Ditjenbun.
         beroperasi dan parameter baku mutu air berada               d. Perusahaan wajib memiliki Izin Usaha
         dalam batas yang ditentukan.                                    Perkebunan (IUP) sesuai dengan yang
      D. Untuk perusahaan publik, wajib memiliki laporan                 tercantum dalam izin Lokasi seperti IUP
         keberlanjutan.                                                  Budidaya (IUP-B), IUP Pengolahan (IUP-P) dan
      E. Memiliki komitmen terhadap No Deforestation,                    Surat Pendaftaran Usaha Perkebunan (SPUP).
         No Peat, No Exploitation (NDPE) yang mencakup            H. Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam
         pembebasan & pembukaan lahan, pelestarian                   kurun waktu 3 tahun.
         areal Nilai Konservasi areal Nilai Konservasi Tinggi     I. Untuk segmen SME, persyaratan untuk ISPO
         (NKT)/High Conservation Value (HCV)/High                    diterapkan sebagai affirmative         covenant.
         Carbon Stock (HCS) dan lahan gambut.                        Pemenuhan yang akan dipantau secara berkala
      F. Untuk subsektor Perkebunan Kelapa Sawit, wajib              oleh Relationship Manager dan menjadi subjek
         memiliki sertifikat ISPO dan/atau RSPO atau                 audit internal berkala.
         minimal bukti pendaftaran berupa tanda terima            J. Memenuhi dokumen izin pengelolaan hutan
         dari Lembaga Sertifikasi.                                   tanaman industri berupa Izin Usaha Pemanfaatan
      G. Untuk subsektor Perkebunan Kelapa Sawit yang                Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) dan/atau Bukan Kayu
         belum memiliki sertifikat ISPO dan/atau RSPO,               (IUPHHBK), Rencana Kerja Usaha (RKU) yang telah
         maka terdapat kriteria:                                     disetujui Kementerian Lingkungan Hidup dan
         a. Memiliki Code of Conduct, Kebijakan                      Kehutanan.
            Lingkungan & Ketenagakerjaan (termasuk                K. Tidak melakukan kegiatan usaha di wilayah yang
            K3).                                                     dinyatakan memiliki keanekaragaman hayati
         b. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan                tinggi.
            seperti ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen
            sejenis lainnya yang dapat diterima oleh
            Bank.




182             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 80
                                                   Pelayanan Prima untuk
          Pengembangan dan                           Kepuasan Nasabah                      Integritas Tata Kelola
       Pemberdayaan Masyarakat                                                                 Keberlanjutan




Energi



  Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat                               pembiayaan dengan strategi coal phase out
  pada nasabah pada sektor ini agar:                                           sesuai dengan RUPTL PN yang berlaku.
  A. Pembiayaan kepada Energi terbatas hanya                                D. Untuk pembangkit listrik yang telah beroperasi,
     kepada perusahaan yang telah miliki penerapan                             memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan
     ESG yang baik.                                                            seperti ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis
  B. Memiliki penilaian PROPER dan/atau minimal                                lainnya yang dapat diterima oleh Bank.
     memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL yang telah                         E. Untuk pembangkit listrik yang telah beroperasi,
     disetujui oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH).                              memiliki code of conduct, kebijakan terkait
  C. Khusus untuk pembiayaan pembangunan                                       lingkungan (emisi karbon, coal ash, pengelolaan
     PLTU baru dengan PLN sebagai offtaker, telah                              air dan limbah) dan ketenagakerjaan.
     mempertimbangkan kesesuaian jangka waktu                               F. Tidak ada gangguan sosial/lingkungan.




Batu Bara*



  Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat                            D. Khusus untuk pembiayaan pertambangan
  pada nasabah pada sektor ini agar:                                           sebagai supplier PLTU, telah mempertimbangkan
  A. Pembiayaan kepada Batubara terbatas hanya                                 jangka waktu pembiayaan dengan strategi coal
     kepada Top Tier Korporasi yang telah miliki                               phase out sesuai dengan RUPTL PLN yang berlaku.
     penerapan ESG yang baik.                                               E. Memiliki roadmap dalam mengurangi Emisi GRK.
  B. Memiliki penilaian PROPER minimal Hijau dan/                           F. Debitur setuju untuk mematuhi klausul perjanjian
     atau minimal memiliki laporan AMDAL atau UKL-                             pinjaman bahwa mereka akan mematuhi
     UPL (termasuk jaminan reklamasi dan pasca                                 semua peraturan lingkungan yang berlaku
     tambang) yang telah disetujui oleh Badan                                  dan dokumentasi yang diperlukan. Kegagalan
     Lingkungan Hidup (BLH).                                                   untuk memenuhinya akan berdampak pada
  C. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti                         kelangsungan pinjaman.
     ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya
     yang dapat diterima oleh Bank.


  *Hanya sebagai acuan Bank dan saat ini Bank tidak memilki penyaluran dalam sektor ini.




                                                   Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk             183
Page 81
                                                                                           Manajemen Lingkungan   Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                      Profil BTN
                                                                                               Berkelanjutan      dan Kesejahteraan Pegawai




Konstruksi



      Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat                            B. Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam
      pada nasabah pada sektor ini agar:                                           kurun waktu 4 tahun yang dapat mempengaruhi
      A. Memiliki laporan AMDAL.                                                   kelangsungan bisnis.




Pertambangan*




      Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat                            D. Perusahaan menerapkan Good Mining Practice
      pada nasabah pada sektor ini agar:                                           (Kaidah Pertambangan yang baik) sesuai
      A. Pembiayaan kepada pertambangan terbatas                                   peraturan dan perundang undangan yang
         hanya kepada Korporasi yang telah miliki                                  berlaku, dengan menyertakan Rencana Kerja
         penerapan ESG yang baik.                                                  & Anggaran Biaya (RKAB) tahun bersangkutan
      B. Memiliki penilaian PROPER minimal Hijau dan/                              yang telah disetujui oleh Kementerian ESDM, dan/
         atau minimal memiliki laporan AMDAL atau UKL-                             atau dokumen lain yang dibutuhkan sehubungan
         UPL (termasuk jaminan reklamasi dan pasca                                 dengan Kaidah Pertambangan yang Baik.
         tambang) yang telah disetujui oleh Badan                               E. Memiliki kebijakan internal (code of conduct)
         Lingkungan Hidup (BLH).                                                   terkait Lingkungan dan Ketenagakerjaan.
      C. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti
         ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya
         yang dapat diterima oleh Bank.


      *Hanya sebagai acuan Bank dan saat ini Bank tidak memilki penyaluran dalam sektor ini.




184                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 82
                                       Pelayanan Prima untuk
         Pengembangan dan                Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
      Pemberdayaan Masyarakat                                             Keberlanjutan




Minyak dan Gas Bumi




  Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat           D. Memiliki upaya untuk melakukan efisiensi energi
  pada nasabah pada sektor ini agar:                          dan pengurangan emisi GHG, sesuai dengan
  A. Pembiayaan kepada minyak dan gas bumi                    ketentuan regulator pada lokasi usaha. Untuk
     terbatas hanya kepada Korporasi yang telah               perusahaan publik, memiliki Sustainability Report
     miliki penerapan ESG yang baik.                          atau dokumen sejenis lainnya.
  B. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti     E. Kegiatan Usaha Migas memiliki dokumen yang
     ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya         menyatakan terlaksananya seluruh persyaratan
     yang dapat diterima oleh Bank.                           Keselamatan Migas (Instalasi dan Peralatan,
  C. Memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL (termasuk            Pekerja, Umum dan Lingkungan), khusus
     jaminan reklamasi dan pasca tambang) yang                penunjang dibuktikan dengan SKUP (Surat
     telah disetujui oleh Badan Lingkungan Hidup              Keterangan Usaha Penunjang).
     (BLH).                                                F. Tidak ada praktik deforestasi, termasuk
                                                              pembukaan lahan dan tidak ada eksploitasi.




Transportasi




  Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat           B. Untuk perusahaan publik, wajib memiliki laporan
  pada nasabah pada sektor ini agar:                          keberlanjutan.
  A. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti     C. Perusahaan memiliki upaya untuk melakukan
     ISO 14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya         efisiensi energi dan pengurangan emisi,
     yang dapat diterima oleh Bank.                           ketersediaan listrik dan sumber air yang
                                                              memadai.




                                       Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk         185
Page 83
                                                                              Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                                  Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




 Pulp & Paper



      Bank menetapkan kebijakan kredit yang mengikat pada               Rencana Kerja Usaha (RKU) yang telah disetujui
      nasabah pada sektor ini agar:                                     Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
      A. Memiliki sertifikasi Manajemen Lingkungan seperti ISO       G. Tidak melakukan kegiatan usaha di wilayah yang
         14001/ISO 45001 atau dokumen sejenis lainnya yang              dinyatakan memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
         dapat diterima oleh Bank.                                   H. Untuk perdagangan pulp & paper, perusahaan memiliki
      B. Memiliki penilaian PROPER minimal Biru dan/atau                upaya/surat pernyataan/self declare untuk memenuhi
         minimal memiliki laporan AMDAL atau UKL-UPL                    prinsip/ komitmen antara lain sebagai berikut:
         (termasuk jaminan reklamasi dan pasca tambang)                 1) Menjual produk atau layanan yang bertujuan untuk
         yang telah disetujui oleh Badan Lingkungan Hidup                   tidak merusak lingkungan
         (BLH).                                                         2) Proses distribusi lebih ramah lingkungan, efisien,
      C. Untuk perusahaan publik, wajib memiliki laporan                    hemat biaya, dan hemat energi
         keberlanjutan.                                                 3) Mengalokasikan anggaran untuk pemasaran yang
      D. Perusahaan memiliki upaya untuk melakukan efisiensi                ramah lingkungan
         energi dan pengurangan emisi, ketersediaan listrik dan         4) Tidak menggunakan sumber daya secara
         sumber air yang memadai.                                           berlebihan
      E. Memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)/Instalasi      5) Memiliki sertifikat keberlanjutan, seperti Forest
         Pengolahan Limbah (IPL)/Izin Pembuangan Limbah                     Stewardship Council (FSC), Programme for the
         Cair (IPLC)/serta tempat pengolahan limbah Bahan                   Endorsement of Forest Certification (PEFC), atau
         Berbahaya dan Beracun (B3), dibuktikan dengan                      sertifikat keberlanjutan lingkungan sejenis lainnya.
         dokumen yang dapat diterima Bank.                              6) Tidak ada praktik deforestasi, termasuk pembukaan
      F. Memenuhi dokumen izin pengelolaan hutan tanaman                    lahan dan tidak ada eksploitasi
         industri berupa Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan
         Kayu (IUPHHK) dan/atau Bukan Kayu (IUPHHBK),




 Keanekaragaman
 Hayati



        Dalam sektor hutan industri, Bank BTN menerapkan                 Kerja Usaha (RKU) yang telah mendapat persetujuan
        kebijakan kredit yang mengikat bagi debitur di sektor ini        dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
        dengan ketentuan sebagai berikut:
        A. Wajib memiliki dokumen perizinan pengelolaan hutan        B. Dilarang melakukan aktivitas usaha di wilayah
           industri, seperti Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan         yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi,
           Kayu (IUPHHK) dan/atau Izin Usaha Pemanfaatan                termasuk kawasan lahan RAMSAR serta situs yang
           Hasil Hutan Bukan Kayu (IUPHHBK), serta Rencana              dikategorikan sebagai IUCN Kategori 1 & 2.




186                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 84
                                           Pelayanan Prima untuk
             Pengembangan dan                Kepuasan Nasabah              Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                                              Keberlanjutan




Produk Berbasis ESG
BTN memahami bahwa ekspektasi para pemangku                    Langkah      ini      memungkinkan     Bank      untuk   meraih
kepentingan terus berkembang, terutama dalam                   keuntungan finansial sekaligus memberikan dampak
memenuhi kebutuhan keuangan berkelanjutan. Oleh                positif dalam aspek sosial dan lingkungan di seluruh
karena itu, BTN secara strategis mengintegrasikan              wilayah operasionalnya. Beberapa inovasi produk
prinsip ESG (environmental, social, and governance)            berbasis ESG yang telah dikembangkan oleh BTN
ke dalam setiap keputusan dan transaksi investasi.             meliputi: [OJK B.1]


Rumah Rendah Emisi
BTN    berkomitmen        untuk   berkontribusi    dalam       Proyek percontohan ini menunjukkan komitmen BTN
pencapaian     tujuan     pembangunan      berkelanjutan       untuk menerapkan prinsip ekonomi sirkular, di mana
(SDGs) dengan mengembangkan 150.000 rumah                      bahan-bahan yang sebelumnya dianggap limbah
rendah emisi hingga tahun 2029. Inisiatif ini merupakan        kini diproses kembali menjadi material yang bernilai
bagian dari upaya besar BTN untuk mendukung                    guna dalam pembangunan. Selain itu, BTN juga
transformasi sektor perumahan di Indonesia menjadi             menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan
lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu,          solusi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi
program ini juga bertujuan untuk mendukung kebijakan           energi dan mengurangi konsumsi air di rumah-rumah
pemerintah dalam menyediakan rumah yang tidak                  yang dibangun dalam proyek ini.
hanya layak huni dan sehat, tetapi juga ramah
lingkungan, mengingat perubahan iklim yang menjadi             Inisiatif   pembangunan          rumah   rendah      emisi    ini
tantangan global yang semakin mendesak.                        diharapkan memiliki dampak positif yang signifikan
                                                               terhadap lingkungan. Dengan penerapan material
Melalui proyek rumah rendah emisi ini, BTN berusaha            ramah lingkungan dan efisiensi energi pada tahun
mewujudkan hunian yang mengintegrasikan prinsip-               pertama pelaksanaan pilot project, BTN menargetkan
prinsip keberlanjutan, dengan memanfaatkan material            pengurangan lebih dari 1,7 juta kilogram sampah
ramah lingkungan dan menerapkan solusi teknologi               plastik yang sebelumnya akan menjadi limbah serta
yang dapat mengurangi dampak terhadap ekosistem.               penurunan emisi karbon sebesar 2,42 ton CO2. Dampak
Dengan    fokus    pada    pengurangan     jejak   karbon,     ini setara dengan penanaman 110.000 pohon yang akan
BTN berupaya memberikan kontribusi nyata dalam                 membantu menyerap karbon dioksida dari atmosfer
mengatasi krisis iklim yang sedang berlangsung.                dan meningkatkan kualitas udara di sekitar kawasan
                                                               perumahan.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, BTN
menargetkan       penggunaan      30%   material   ramah       Selain itu, BTN berkomitmen untuk mengedepankan
lingkungan dalam pembangunan rumah-rumah ini                   prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya yang efisien
pada tahun 2029. Tahun ini, BTN telah memulai langkah          dan berkelanjutan, dengan mendorong pengembang
awal dengan meluncurkan proyek percontohan yang                rumah untuk memenuhi standar-standar berikut:
memanfaatkan minimal 10% material ramah lingkungan.            •   Efisiensi Energi
Penggunaan material ini mencakup bahan-bahan                       Rumah yang dibangun harus memiliki ventilasi
inovatif, seperti floor decking yang mengandung 3,6 kg             yang baik, plafon tinggi, dan rasio jendela terhadap
sampah plastik, serta paving block yang mengandung                 dinding antara 15%-30%. Hal ini bertujuan untuk
2 kg sampah plastik per meter persegi. Inovasi ini tidak           meningkatkan pencahayaan alami dan sirkulasi
hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi                   udara, yang mengurangi kebutuhan penggunaan
juga meningkatkan kualitas bahan bangunan yang                     energi     untuk     pendinginan     dan     pencahayaan
digunakan untuk rumah-rumah yang lebih tahan lama                  buatan.
dan efisien.




                                           Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               187
Page 85
                                                                             Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                       Tentang Laporan                  Profil BTN
                                                                                 Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




•     Penggunaan Air                                                 rumah yang ramah lingkungan ini. Selain berfokus
      BTN menerapkan penggunaan peralatan yang                       pada aspek lingkungan, BTN juga berkomitmen untuk
      efisien dalam penggunaan air, seperti keran dengan             memastikan bahwa rumah-rumah yang dibangun
      debit kecil dan sistem sanitasi yang mengurangi                dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah
      pemborosan air, untuk mendukung pengelolaan                    dan menengah. Dengan demikian, BTN tidak hanya
      sumber daya air yang lebih baik.                               berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga
                                                                     sebagai agen perubahan dalam menciptakan hunian
•     Pengelolaan Sampah                                             yang terjangkau, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh
      Setiap perumahan diwajibkan untuk menyediakan                  lapisan masyarakat.
      fasilitas     pemilahan        sampah,        sehingga
      mempermudah proses daur ulang dan pengelolaan                  Kolaborasi antara BTN dengan berbagai pihak, baik
      sampah secara efisien.                                         pemerintah,       pengembang,      maupun     masyarakat,
                                                                     akan    memastikan       bahwa    pembangunan       rumah
•     Ruang Terbuka Hijau                                            rendah emisi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi
      Minimal 10% dari total luas kawasan perumahan                  juga memberikan dampak positif secara sosial dan
      harus dialokasikan untuk ruang terbuka hijau. Ini              ekonomi. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial
      bertujuan untuk menyediakan area rekreasi yang                 perusahaan (CSR) dan prinsip keberlanjutan, BTN
      dapat mendukung kualitas hidup penghuninya,                    berkomitmen untuk terus mendukung ekonomi sirkular,
      serta berfungsi sebagai penyerapan air hujan dan               mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,
      pengurangan efek pulau panas di kawasan urban.                 dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui
                                                                     penyediaan hunian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
BTN mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam                        Program     ini   juga   telah   sejalan   dengan   Tujuan
setiap      aspek    operasionalnya,      termasuk        dalam      Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable
menyediakan         pembiayaan       bagi     pembangunan            Development Goals (SDGs).




Green Bond
BTN telah mengembangan Portofolio Green Bond                         Hingga tahun 2024, BTN telah memiliki beberapa
berbasis ESG. Green Bond berbasis ESG merupakan                      portofolio green bond berbasis ESG dengan total nilai
obligasi yang diterbitkan untuk mendanai proyek-                     Rp941,211 miliar, yang terdiri dari instrumen green bond
proyek yang mendukung keberlanjutan lingkungan,                      seperti SBSN senilai Rp765,267 miliar dan SUKBI sebesar
dengan mengintegrasikan prinsip ESG. Selain berfokus                 Rp125,944 miliar, serta social bond melalui Obligasi
pada aspek lingkungan, seperti pengurangan emisi                     Berkelanjutan VI SMF Tahap I dan II Tahun 2021, masing-
karbon atau energi terbarukan, green                bond ini         masing sebesar Rp 25 miliar.
juga     mempertimbangkan         dampak      sosial,     seperti
pemberdayaan komunitas dan penciptaan lapangan                       Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, BTN terus
kerja, serta memastikan penerbit memiliki tata kelola                memperkuat         peranannya       dalam    pembiayaan
yang baik dan transparan. Proyek yang didanai harus                  hijau dengan mengembangkan produk keuangan
memenuhi standar ESG yang ketat, dengan pelaporan                    berkelanjutan, memperluas kemitraan dengan sektor
yang transp’aran mengenai penggunaan dana dan                        publik dan swasta, serta mengintegrasikan prinsip ESG
dampaknya.                                                           dalam setiap keputusan investasi. Pada tahun 2025, BTN




188               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 86
                                               Pelayanan Prima untuk
             Pengembangan dan                    Kepuasan Nasabah              Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                                                  Keberlanjutan




menargetkan penerbitan sustainability/social bond                  Selain itu, BTN akan terus meningkatkan transparansi
yang diharapkan akan mendukung proyek-proyek                       dalam pelaporan dampak lingkungan dari proyek-
berkelanjutan yang memberikan dampak positif pada                  proyek yang didanai, sejalan dengan prinsip Task
lingkungan atau sosial.                                            Force    on     Climate-related      Financial     Disclosures
                                                                   (TCFD). Melalui langkah ini, BTN berkomitmen untuk
Sebagai     langkah       konkret     dalam     mendukung          mengidentifikasi risiko dan peluang terkait perubahan
pengembangan produk keuangan berkelanjutan, BTN                    iklim, menetapkan strategi pembangunan hijau yang
juga telah merilis Sustainable Finance Framework dan               jelas, serta menyelaraskan model bisnis dengan
berhasil memperoleh predikat “Excellent” atau tertinggi            mendorong ekonomi rendah karbon guna mendukung
dari Second Party Opinion (SPO) yang diberikan                     pencapaian dampak lingkungan yang berkelanjutan.
oleh Sustainable Fitch. Pengakuan ini menandakan
bahwa framework BTN telah selaras dengan standar
International Capital Market Association (ICMA).


Reksadana ESG
BTN, sebagai agen penjual reksadana, telah menjalin                Melalui produk ini, BTN tidak hanya menawarkan
kemitraan strategis dengan Batavia Properindo Aset                 kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi dalam
Manajemen, salah satu manajer investasi terkemuka                  investasi     yang     menguntungkan      secara      finansial,
di   Indonesia,   untuk      memasarkan       produk-produk        tetapi juga memberikan kontribusi langsung pada
reksadana berbasis ESG. Kerja sama ini merupakan                   pencapaian        Tujuan      Pembangunan        Berkelanjutan.
bagian    dari    komitmen      BTN    untuk    mendukung          Dengan berfokus pada perusahaan yang memiliki
pengembangan produk keuangan yang berkelanjutan                    praktik keberlanjutan yang kuat, BTN mendorong
dan bertanggung jawab secara sosial, memberikan                    investor untuk memilih instrumen yang tidak hanya
pilihan investasi yang tidak hanya menguntungkan                   mengutamakan keuntungan finansial jangka pendek,
tetapi juga berkontribusi pada tujuan keberlanjutan.               tetapi juga dampak positif jangka panjang bagi
                                                                   keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Beberapa produk unggulan yang dipasarkan melalui
kemitraan ini antara lain Batavia Global ESG Sharia                Sebagai bagian dari strategi jangka panjang BTN,
Equity USD, Mandiri FTSE Indonesia ESG, dan Batavia                kemitraan ini juga berfungsi untuk meningkatkan
Saham ESG Impact. Ketiganya merupakan reksadana                    literasi keuangan berkelanjutan di kalangan investor
yang mengintegrasikan prinsip ESG dalam portofolio                 domestik, mengedukasi mereka mengenai pentingnya
investasinya dan mematuhi prinsip syariah. Produk ini              memilih investasi yang berkelanjutan dan bertanggung
difokuskan pada saham perusahaan-perusahaan yang                   jawab. BTN akan terus memperluas pilihan produk
memiliki rekam jejak yang baik dalam hal keberlanjutan             reksadana berbasis ESG di masa depan, seiring
lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola               dengan berkembangnya kesadaran akan pentingnya
perusahaan yang transparan dan akuntabel. Dengan                   keberlanjutan dalam dunia investasi.
memprioritaskan perusahaan yang memenuhi kriteria
ESG, produk ini mendukung investasi yang berorientasi
pada dampak positif terhadap masyarakat dan
lingkungan.


Kredit Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB)
Sebagai    bagian     dari    upaya   untuk    memperkuat          total portofolio kredit mencapai Rp183,93 triliun. Kredit
komitmennya terhadap keberlanjutan dan penerapan                   ini disalurkan untuk mendukung berbagai sektor yang
Roadmap ESG, BTN telah mengembangkan skema                         berfokus pada keberlanjutan, seperti:
kredit kategori kegiatan usaha berkelanjutan (KKUB).               1.    Pengembangan pada sektor energi terbarukan;
Pada tahun 2024, BTN menyalurkan KKUB dengan                       2.    Proyek       pembangunan        pabrik      berteknologi
                                                                         terbarukan melalui efisiensi energi;




                                               Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk             189
Page 87
                                                                               Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                        Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                                   Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




3.     Pengelolaan       sumber        daya       hayati     dan    skema penyaluran kredit korporasi yang berfokus pada
       penggunaan lahan yang berkelanjutan;                         proyek-proyek dengan dampak lingkungan dan sosial
4.     Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM); dan               positif, antara lain:
5.     Pembangunan hunian dengan konsep Transit                     1.     Penyaluran kredit korporasi untuk mendukung
       Oriented Development (TOD) yang terintegrasi                        kebutuhan        operasional    sektor     pengelolaan
       dengan sarana transportasi dan fasilitas umum                       sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan
       lainnya.                                                            yang berkelanjutan.
                                                                    2.     Penyaluran kredit korporasi untuk mendukung
Dukungan terhadap keuangan berkelanjutan juga                              proyek pengembangan energi terbarukan.
diimplementasikan oleh BTN dengan manyalurkan                       3.     Penyaluran kredit korporasi untuk mendukung
pembiayaan dalam berbagai bentuk, yang meliputi                            percepatan          pembangunan             infrastruktur
kredit konstruksi, kredit investasi, kredit modal kerja,                   ketenagalistrikan di luar batubara dan turunannya.
kredit korporasi, dan kredit jangka pendek. Semua                   4.     Penyaluran kredit korporasi untuk mendukung
kredit yang disalurkan oleh BTN didasarkan pada                            proyek sistem penyediaan air minum (SPAM).


Sustainability Linked Loan (SLL)
Sebagai     bagian      dari   upaya      untuk   memperkuat               •    Pricing Incentive - Step Up, yaitu pemberian
komitmennya terhadap keberlanjutan dan mendukung                                pricing     incentive     pada   awal        periode
roadmap ESG. BTN telah memulai penyusunan kebijakan                             pemberian fasilitas kredit skema SLL. Insentif
terkait skema kredit melalui Sustainability Linked Loan                         akan dicabut dan debitur akan dikenakan
(SLL). Langkah ini bertujuan untuk mendukung tujuan                             kenaikan suku bunga kredit sampai dengan
ESG BTN, yang sejalan dengan pencapaian SDGs dan                                akhir jangka waktu kredit apabila KPIs dan SPTs
transisi menuju ekonomi rendah karbon. Skema SLL ini                            tidak tercapai.
memberikan insentif bagi perusahaan untuk memenuhi                         •    Pricing Incentive - Step Down, yaitu pemberian
target keberlanjutan mereka, sekaligus memastikan                               pricing incentive secara berjenjang (tiering)
bahwa proyek yang dibiayai BTN memberikan dampak                                ketika debitur berhasil mencapai target KPIs
positif terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan.                           dan SPTs.


Insentif    diberikan      kepada      debitur     ketika    Key    2.     All in Fee Incentive
Performance       Indicators    (KPIs)     dan    Sustainability           Insentif ini akan diberikan pada awal periode
Performance Targets (SPTs) yang telah disepakati dan                       pemberian fasilitas kredit skema SLL dengan
tercantum dalam Perjanjian Kredit (PK) dapat tercapai.                     besaran nilai yang ditetapkan dengan metode
Adapun bentuk insentif yang diberikan oleh BTN yaitu:                      reduksi     sejumlah    persentase       tertentu   yang
1.     Pricing Incentive                                                   disesuaikan dengan perhitungan Bank. Pemberian
       Pemberian pricing incentive diberikan kepada                        insentif dapat dicabut dan debitur diwajibkan
       debitur besaran nilai yang ditetapkan dengan                        membayar selisih All in Fee yang telah direduksi
       metode reduksi atas besaran suku bunga kredit                       jika KPIs dan SPTs tidak tercapai.
       sejumlah persentase tertentu sesuai perhitungan
       Bank. Insentif ini diberikan melalui dua mekanisme,
       yaitu:


KPR Subsidi-Social Product Outstanding
BTN berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam                    Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang dirancang khusus
meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan                      untuk      masyarakat     berpenghasilan        rendah     (MBR)
perbankan dan keuangan melalui penyediaan produk                    dengan suku bunga rendah dan pembiayaan yang
yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu bentuk nyata            terjangkau. Program literasi dan inklusi keuangan yang
dari komitmen ini adalah pengembangan produk Kredit                 dijalankan BTN, sesuai rekomendasi Bank Indonesia dan




 190              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 88
                                           Pelayanan Prima untuk
            Pengembangan dan                 Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
         Pemberdayaan Masyarakat                                              Keberlanjutan




Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bertujuan meningkatkan           Sepanjang tahun 2024, BTN berhasil menyalurkan
pemahaman masyarakat mengenai perencanaan                      pembiayaan rumah subsidi sebanyak 118.665 unit
keuangan berkelanjutan. Dengan mengedepankan                   dengan total nilai mencapai Rp19,4 triliun. Dari jumlah
prinsip keberlanjutan, BTN tidak hanya memperluas              tersebut, 102.849 unit senilai Rp16,8 triliun disalurkan
akses layanan keuangan, tetapi juga berkontribusi              kepada kelompok milenial, mencerminkan tingginya
pada pencapaian SDGs di Indonesia.                             antusiasme generasi muda dalam memiliki rumah. BTN
                                                               juga memperluas cakupan penyaluran pembiayaan
Sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan                kepada kelompok undeserved atau sektor informal,
berkelanjutan, BTN terus mengembangkan produk                  dengan 15.192 unit senilai Rp2,5 triliun disalurkan kepada
keuangan berbasis prinsip ESG yang berfokus pada               pedagang, pengemudi ojek online, dan pekerja dengan
pembiayaan perumahan ramah lingkungan. Produk-                 penghasilan tidak tetap. Dalam hal gender, penyaluran
produk ini mencakup pembiayaan untuk rumah hemat               pembiayaan untuk perempuan mencapai 42.114 unit
energi dan berbasis green building yang memberikan             KPR subsidi senilai Rp6,9 triliun, sementara untuk laki-
kenyamanan        bagi   penghuni   sekaligus   menjaga        laki mencapai 76.551 unit senilai Rp12,5 triliun. Komitmen
kelestarian lingkungan. BTN juga memastikan bahwa              BTN dalam menyediakan akses rumah yang terjangkau
aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola terintegrasi         bagi berbagai kalangan ini mencerminkan upaya
dalam setiap pengembangan produk KPR, mendukung                inklusi keuangan dan pemerataan pembangunan
terciptanya      ekosistem   perumahan     yang     lebih      perumahan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
berkelanjutan.



Nilai Penyaluran KPR Subsidi (Rp Miliar)


                 2022                                   2023                                          2024


          19.941                                  20.115                                           19.451

   Penyaluran KPR Berdasarkan Gender                               Penyaluran KPR Berdasarkan Jenis Pekerja




              35,5%            64,5%                                        87,2%                   12,8%
              Perempuan        Laki-laki                                    Pekerja Formal          Pekerja Informal




                                           Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk          191
Page 89
                                                                                Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                    Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




KPR Inklusif
1.       KPR BTN Sejahtera FLPP                                               umum. Program ini merupakan tindak lanjut
         KPR     BTN   Sejahtera     FLPP   adalah     program                dari Peraturan Badan Pengelolaan Tabungan
         kepemilikan      rumah      yang    ditawarkan     oleh              Perumahan      Rakyat    melalui    Peraturan     Bank
         Kementerian        Perumahan         dan      Kawasan                Tabungan Perumahan Negara (Perban Tapera)
         Permukiman untuk masyarakat berpenghasilan                           No. 9 Tahun 2021 tentang Pembiayaan Kepemilikan
         rendah (MBR), dengan suku bunga rendah dan                           Rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan
         cicilan ringan, yang dapat digunakan untuk                           Perumahan.
         pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun


     Nama                            Segmentasi         Batasan
                   Keterangan                                                                    Ketentuan
     Produk                            Debitur        Penghasilan

     KPR BTN      Fasilitas          Fixed           Belum menikah       1.   Nilai KPR paling banyak sebesar harga jual rumah
     Sejahtera    likuiditas         Income-Non      < Rp7.000.000            tapak atau susun dikurangi dengan uang muka yang
     FLPP         pembiayaan         PNS             Sudah menikah            disiapkan oleh MBR. Melalui program ini, MBR juga
                  perumahan                          s.d Rp8.000.000          berhak mendapatkan subsidi bantuan uang muka
                  (FLPP) adalah                                               (SBUM) sebesar Rp4 juta (untuk pulau Jawa, Sumatera,
                  dukungan                                                    Kalimantan, dan Sulawesi) dan Rp10 juta (untuk Papua)
                  fasilitas                                                   dari pemerintah.
                  likuiditas                                             2.   Suku bunga KPR yang dibayar debitur sebesar 5%
                  pembiayaan                                                  per tahun dan sudah termasuk premi asuransi jiwa,
                  perumahan                                                   asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Suku bunga
                  rumah tapak                                                 sebagaimana dimaksud pada butir (1) bersifat tetap
                  atau rumah                                                  selama jangka waktu kredit (fixed rate) dengan
                  susun kepada                                                metode perhitungan bunga tahunan (annuity).
                  masyarakat                                             3.   Sumber pendanaan program FLPP sebesar 75% berasal
                  berpenghasilan                                              dari pemerintah dan 25% berasal dari Bank. BTN
                  rendah                                                      melakukan kerja sama dengan PT Sarana Multigriya
                                                                              Finansial dalam menyediakan sumber pendanaan
                                                                              bagi program FLPP.
                                                                         4.   Jangka waktu KPR disepakati oleh BTN dan MBR yang
                                                                              disesuaikan juga dengan kemampuan membayar
                                                                              angsuran dari calon debitur atau paling lama 20 tahun.


2.       KPR BTN Tapera                                                       Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Program
         KPR BTN Tapera adalah fasilitas kredit pemilikan                     ini bertujuan untuk membantu ASN memiliki
         rumah yang ditujukan khusus bagi Aparatur Sipil                      rumah pertama dengan syarat dan ketentuan
         Negara (ASN) yang terdaftar sebagai peserta                          yang menguntungkan.


     Nama                            Segmentasi          Batasan
                   Keterangan                                                                    Ketentuan
     Produk                            Debitur         Penghasilan

     KPR BTN      KPR Tapera         Fixed           Belum menikah       1.   Nilai KPR paling banyak sebesar harga jual rumah
     Tapera       adalah fasilitas   Income-Non      atau sudah               tapak atau susun dikurangi dengan uang muka yang
                  kredit yang        PNS             menikah s.d              disiapkan oleh MBR yang telah bergabung menjadi
                  diberikan oleh                     Rp.8.000.000             peserta Tapera paling sedikit 12 (dua belas) bulan.
                  BTN kepada                                             2.   Suku bunga KPR yang dibayar debitur sebesar 5%
                  MBR peserta                                                 per tahun dan sudah termasuk premi asuransi jiwa,
                  Tapera untuk                                                asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. Suku bunga
                  pembelian                                                   sebagaimana dimaksud pada butir (1) bersifat tetap
                  rumah tapak                                                 selama jangka waktu kredit (fixed rate) dengan
                  ataupun rumah                                               metode perhitungan bunga tahunan (annuity).
                  susun                                                  3.   Sumber pendanaan KPR Tapera berasal dari simpanan
                                                                              iuran peserta Tapera.
                                                                         4.   Jangka waktu KPR disepakati oleh BTN dan MBR yang
                                                                              disesuaikan juga dengan kemampuan membayar
                                                                              angsuran dari calon debitur atau paling lama 30 tahun.




 192                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 90
                                            Pelayanan Prima untuk
             Pengembangan dan                 Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                                              Keberlanjutan




Selain KPR BTN Tapera, Bank juga menawarkan Kredit              memperkuat perannya dalam mendukung pemerintah
Renovasi Rumah (KRR) Tapera dan Kredit Bangun                   untuk menyukseskan Program Tapera, serta sejalan
Rumah (KBR) Tapera. Produk ini memberikan akses                 dengan       komitmen         keberlanjutan      BTN   dalam
pembiayaan     terjangkau      bagi   masyarakat    untuk       meningkatkan akses perumahan dan penerapan
memperbaiki atau membangun rumah layak huni.                    keuangan berkelanjutan.
Dengan menghadirkan solusi keuangan inklusif, BTN


Penyaluran Kredit Kendaraan Listrik

BTN telah menyalurkan kredit kendaraan listrik untuk            Selain itu, BTN juga memastikan bahwa penyaluran
memudahkan masyarakat memiliki kendaraan ramah                  kredit kendaraan listrik ini mengintegrasikan prinsip
lingkungan dengan berbagai kemudahan, seperti                   ESG, dengan mendukung penggunaan teknologi yang
angsuran ringan, potongan harga tanpa syarat, DP                ramah lingkungan dan membantu masyarakat beralih
0%, jangka waktu yang fleksibel, serta bebas biaya              ke solusi transportasi yang lebih bersih dan efisien.
provisi dan administrasi. Sepanjang tahun 2024, Bank            Produk ini tidak hanya menyediakan akses yang lebih
telah memfasilitasi pembiayaan kendaraan listrik                mudah bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan
sebanyak 52 unit dengan total nilai Rp877.412.000.              listrik, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan
Langkah ini merupakan bagian dari strategi BTN untuk            jangka panjang, dengan mempercepat peralihan ke
mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan               kendaraan berbasis energi bersih di Indonesia.
dan mengurangi jejak karbon di sektor transportasi.


Program Inisiatif Hijau

BTN   berkomitmen      untuk    mendukung     pelestarian
lingkungan melalui berbagai inisiatif yang melibatkan
partisipasi aktif nasabah. Salah satu program unggulan
adalah “Flash Sale balé Poin Peduli Lingkungan”, di mana
nasabah dapat menukarkan balé poin yang dimiliki
dengan kontribusi penanaman pohon bakau di wilayah
Mangunharjo, Semarang. Program ini memberikan
pilihan kepada nasabah untuk menukarkan poin mereka
dengan berbagai hadiah, termasuk kesempatan untuk
berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan melalui
penanaman pohon bakau. Hingga akhir tahun 2024,
program ini berhasil mengumpulkan total 775 pohon
bakau dari penukaran balé poin oleh nasabah. BTN
menargetkan    untuk    mencapai      penanaman      1.000
pohon bakau pada Maret 2025, sebagai bagian dari
upaya berkelanjutan dalam mendukung ekosistem
pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim.


Selain itu, BTN juga meluncurkan program “Tabungan
BTN Siap! Dapat Pohon”, di mana setiap pembukaan                penanaman satu pohon bakau. Hingga saat ini,
rekening Tabungan BTN Siap! dengan setoran minimal              terdapat 22 rekening yang telah didaftarkan dalam
Rp105.000 dan jangka waktu minimal 12 bulan akan                program ini, yang berarti 22 pohon bakau tambahan
mendapatkan benefit setara dengan sumbangan                     akan ditanam di wilayah Mangunharjo, Semarang.




                                            Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk           193
Page 91
                                                                          Manajemen Lingkungan    Dukungan Pengembangan
                    Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                              Berkelanjutan       dan Kesejahteraan Pegawai




Inovasi Digital untuk Layanan Modern                                                              [OJK F.26]




Sebagai   pemimpin      dalam     inklusi   keuangan      di     nasabah      mengakses    layanan    perbankan      tanpa
Indonesia, BTN berkomitmen untuk terus memperluas                terbatas lokasi, yaitu balé by BTN dengan user
akses keuangan melalui berbagai saluran layanan                  sebanyak 2.220.256 orang yang dapat menjangkau
yang strategis, inovatif, dan berbasis teknologi. Hingga         semua kalangan nasabah. BTN juga memberikan
tahun 2024, BTN telah menghadirkan berbagai inisiatif            alternatif kanal pembayaran dengan memiliki 3.389
yang mengatasi tantangan geografis dan demografis                merchant EDC, dan 125.082 QRIS BTN yang tersebar
di Indonesia, dengan tujuan memastikan bahwa setiap              di lokasi strategis sehingga semakin memudahkan
lapisan masyarakat, terutama yang berada di daerah               transaksi digital dan perbankan tanpa hambatan. BTN
terpencil, dapat menikmati manfaat inklusi keuangan              juga memiliki 5.000 agen BTN yang tersebar di seluruh
yang lebih luas. Melalui pendekatan berbasis teknologi,          Indonesia, yang berperan penting dalam memperluas
BTN tidak hanya memberikan akses layanan perbankan,              jangkauan layanan keuangan, khususnya di daerah-
tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk lebih                 daerah yang sebelumnya kurang terjangkau oleh
mandiri dalam mengelola keuangan mereka.                         layanan perbankan tradisional.


Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BTN telah                 Sebagai bagian dari strategi inklusi keuangan yang
meningkatkan akses keuangan bagi lebih dari 20 juta              berkelanjutan, BTN juga berkomitmen untuk terus
masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang berada                berinovasi dalam pengembangan teknologi. Salah
di segmen underserved. Sepanjang tahun 2024, BTN                 satunya      adalah   pengembangan       aplikasi   seluler
berhasil mengoperasikan 82 Kantor Cabang (KC) dan                berbasis kecerdasan buatan (AI), yang memberikan
536 Kantor Cabang Pembantu (KCP) Konvensional,                   pengalaman perbankan yang lebih cepat, aman,
serta 35 Kantor Cabang Syariah (KCS) dan 75 Kantor               dan mudah. Aplikasi ini memungkinkan nasabah
Cabang    Pembantu      Syariah   (KCPS)     sebagai    titik    untuk mengelola keuangan secara lebih efisien, dari
layanan keuangan yang tersebar di seluruh Indonesia.             transaksi sehari-hari hingga pengajuan pembiayaan
Titik layanan keuangan ini terletak di lokasi strategis          rumah, dengan pengalaman yang disesuaikan dengan
dengan layanan perbankan yang personal dan adaptif               kebutuhan masing-masing individu.
untuk memenuhi kebutuhan nasabah di perkotaan dan
pedesaan, termasuk pembiayaan perumahan.                         Melalui langkah-langkah strategis ini, BTN tidak hanya
                                                                 memperluas jangkauan layanan keuangan tetapi juga
Selain itu, BTN juga menyediakan layanan mandiri                 memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, baik
melalui 1.053 ATM, 1.018 CRM, dan 3 cabang digital               di kota maupun di daerah terpencil, dapat mengakses
branch store yang tersedia 24/7, memungkinkan                    layanan perbankan yang mereka butuhkan. Dengan
nasabah untuk melakukan transaksi kapan saja tanpa               terus berinovasi dan mengedepankan teknologi, BTN
harus ke cabang. Tidak hanya layanan mandiri melalui             berperan aktif dalam menciptakan inklusi keuangan
ATM maupun CRM saja, namun BTN juga memperkuat                   yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh
layanan melalui kanal digital yang memungkinkan                  Indonesia.




194            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 92
                          Pelayanan Prima untuk
   Pengembangan dan         Kepuasan Nasabah              Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat                                       Keberlanjutan




                                              balé by BTN

                                         balé by BTN merupakan super app yang dikembangkan
                                         oleh BTN sebagai transformasi dari aplikasi BTN
                                         Mobile. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah
                                         masyarakat Indonesia dalam melakukan berbagai
                                         transaksi finansial, termasuk layanan perbankan dan
                                         keuangan. balé by BTN mengedepankan pengelolaan
                                         keuangan dan transaksi yang praktis, memberikan
                                         kemudahan        bagi    nasabah          dalam   menjalankan
                                         transaksi keuangan sehari-hari. Selain itu, layanan
                                         ini merupakan inisiatif strategis untuk mengatasi
                                         tantangan geografis, guna memastikan bahwa setiap
                                         lapisan masyarakat, terutama yang berada di daerah
                                         terpencil, dapat merasakan manfaat inklusi keuangan
                                         yang lebih luas. Pada tahun 2024, layanan ini telah
                                         berhasil menjangkau masyarakat di daerah tertinggal
                                         hingga mencapai 20.183 pengguna sesuai dengan
                                         Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun
                                         2020.


                                         Keunggulan balé by BTN terletak pada kemampuannya
                                         untuk terintegrasi dengan berbagai layanan BTN
                                         lainnya, seperti BTN Properti, BTN Smart Residence,
                                         BTN Merchant, dan lain sebagainya. Aplikasi ini juga
                                         mendukung         pembayaran         rutin   untuk    berbagai
                                         kebutuhan rumah tangga atau usaha, seperti iuran
                                         utilitas (listrik, air bersih (PDAM), pulsa dan paket data,
                                         iuran pengelolaan lingkungan (IPL), hingga layanan
                                         keamanan, parkir, dan perawatan properti. Selain itu,
                                         balé by BTN memiliki fitur khusus yang tersedia, yaitu
                                         1.      Pembukaan Rekening Online, nasabah dapat
                                                 membuka rekening secara mudah dan cepat
                                                 tanpa perlu datang ke kantor cabang, kapan saja
                                                 dan di mana saja.
                                         2.      Single Sign-On, satu akun terintegrasi untuk
                                                 mengakses semua layanan BTN, sehingga lebih
                                                 praktis tanpa perlu berpindah aplikasi.
                                         3.      Transaksi Tanpa Kartu (Cardless Transaction),
                                                 fitur ini memungkinkan nasabah melakukan
                                                 penarikan tunai di ATM BTN tanpa menggunakan
                                                 kartu fisik, cukup melalui aplikasi.
                                         4.      Sistem Debit Otomatis (Auto Debit), nasabah
                                                 dapat mengatur pembayaran tagihan rutin
                                                 secara otomatis, memastikan pembayaran tepat
                                                 waktu tanpa perlu intervensi manual.




                          Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk              195
Page 93
                                                                                          Manajemen Lingkungan               Dukungan Pengembangan
                            Tentang Laporan                   Profil BTN
                                                                                              Berkelanjutan                  dan Kesejahteraan Pegawai




      5.     Transfer         Otomatis         (Auto       Transfer),          Aplikasi balé by BTN juga hadir sebagai solusi
             fitur    ini    memudahkan          nasabah        dalam          lengkap bagi pelaku UMKM yang membutuhkan
             menjadwalkan transfer berkala ke rekening                         fleksibilitas tinggi dalam mengakses layanan
             lain, baik sesama BTN maupun bank lain,                           perbankan dan menjalankan kegiatan bisnis.
             sesuai kebutuhan.                                                 Dengan        layanan       branchless          banking     yang
      6.     Pelacak Arus Kas (Cashflow                     Tracker),          memungkinkan nasabah mengakses layanan
             nasabah dapat memantau pemasukan dan                              kapan saja dan di mana saja, balé by BTN
             pengeluaran dengan mudah, membantu                                membawa             perbankan         lebih     dekat     kepada
             dalam pengelolaan keuangan pribadi yang                           nasabah dan membuka peluang baru bagi
             lebih baik.                                                       perkembangan usaha mereka. Dengan adanya
      7.     Pembagian Tagihan (Split Bill), fitur ini                         layanan ini, nasabah UMKM dapat menjalankan
             memungkinkan nasabah membagi tagihan                              usaha       mereka       dengan         lebih    mudah       dan
             dengan teman atau keluarga secara praktis                         mengelola           berbagai    kewajiban         rutin   secara
             melalui aplikasi.                                                 praktis.

      Transaksi Menggunakan balé by BTN


       Keterangan                                                             Satuan                   2024                       2023

       Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial)                         Transaksi              1.236.560.040                 414.881.411

       Nominal Transaksi                                                      Rp Juta                   81.110.667              57. 542.089

       Pengguna Teregistrasi                                                Pengguna                   2.220.256                 2.690.546*

       Jumlah Akuisisi                                                        Akuisisi                 1.248.573                   1.138.653

      * tahun 2023 merupakan proses migrasi dari BTN Mobile Banking biru ke superapp balé by BTN




      Sebagai bagian dari komitmen BTN dalam                                   QRIS mencerminkan keberhasilan bank dalam
      mendukung transformasi digital dan mendorong                             menyediakan solusi pembayaran digital yang
      inklusi    keuangan,        penggunaan           QRIS     (Quick         mudah, aman, dan inklusif. Berikut ini adalah data
      Response         Code      Indonesian       Standard)       telah        mengenai jumlah transaksi dan pengguna QRIS
      menjadi salah satu fitur utama balé by BTN.                              selama tahun 2024.
      Peningkatan jumlah transaksi dan pengguna

      Transaksi Menggunakan QRIS


       Keterangan                                            Satuan                       2024                                 2023

       Jumlah Merchant                                      Merchant                       125.082                              15.602

       Jumlah Transaksi                                     Transaksi                    17.397.145                          3.522.542

       Nilai Transaksi                                      Rp miliar                         1.347                                302




196                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 94
                                          Pelayanan Prima untuk
          Pengembangan dan                  Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
       Pemberdayaan Masyarakat                                               Keberlanjutan




                                                            BTN Digital Branch




Bank     terus    melakukan      transformasi     untuk       melakukan pelayanan dan penjualan. Dalam
meningkatkan kapasitas penjualan dan pelayanan                mendukung implementasi BTN Digital Store, akan
yang berorientasi pada kepuasan nasabah. Saat                 dilakukan penyesuaian pada struktur organisasi
ini peran Kantor Cabang dalam memberikan                      dan peran serta tanggung jawab pada Kantor
pelayanan langsung kepada nasabah melalui                     Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan jaringan
jaringan      Kantor     Cabang,      Kantor    Cabang        lainnya serta kewenangan khusus pada layanan
Pembantu dan jaringan lainnya. Seiring dengan                 BTN Digital Store.
perkembangan teknologi, layanan yang disediakan
oleh   Bank      harus   berevolusi    dan     mengarah       Terdapat 3 tipe cabang BTN Digital Store:
kepada layanan perbankan digital. Salah satu                  1.   Flagship Branch
bentuk transformasi yang dapat dilakukan oleh                      Flagship Branch adalah tipe BTN Digital Store
penambahan layanan digital pada kantor cabang                      dengan fitur yang paling lengkap dengan
dengan implementasi BTN Digital Store.                             fokus untuk mendatangkan nasabah ke bank
                                                                   serta memberikan persepsi brand image BTN
BTN Digital Store diharapkan dapat memberikan                      sebagai bank yang modern dan inovatif.
layanan yang berorientasi kepada pemenuhan
kebutuhan        nasabah    dengan      memanfaatkan          2. Digital Oriented Branch
teknologi digital melalui perangkat dan aplikasi.                  Digital Oriented Branch adalah tipe BTN Digital
Implementasi BTN Digital Store ini juga diharapkan                 Store yang bertujuan untuk menghadirkan
memberikan        pengalaman          pelayanan    yang            digitalisasi ke cabang-cabang pilihan.
berbeda kepada nasabah. Pelayanan akan berfokus
pada kemudahan nasabah dalam bertransaksi,                    3. Digital First Branch
efektif dan efisien sehingga memberikan kesan                      Digital First Branch adalah tipe BTN Digital Store
yang praktis dan aman kepada nasabah. Selain                       yang bertujuan untuk menghadirkan layanan
itu, BTN Digital       Store dapat membantu BTN                    perbankan kepada nasabah di lokasi-lokasi
dalam meningkatkan kapasitas penjualan serta                       strategis seperti pusat perbelanjaan, transit
meningkatkan        produktivitas     pegawai     dalam            hub, central business district, kampus, dsb.




                                          Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk            197
Page 95
                                                                   Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
           Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                       Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




                                                          BTN Smart Residence
            Your Name Here




                                                      BTN smart        residence merupakan platform yang
                                                      berguna     untuk    menghubungkan      penghuni      dan
                                                      pengelola dalam proses pembayaran tagihan, iuran,
                                                      pertukaran informasi, hingga keluhan atau pengaduan.
                                                      •   Berbasis Web
                                                          Untuk Admin Residence/Manajemen Pengelola
                                                      •   Berbasis Mobile (Android dan iOS)
                                                          Untuk Penghuni (residence)/End User


                                                      Keuntungan dari BTN Smart Residence
                                                      Manfaat bagi Pengelola Residence
                                                      •   Mudah
                                                          Memudahkan proses rekonsiliasi tagihan-tagihan
                                                          yang dikelola oleh pengelola.
                                                      •   Menguntungkan
                                                          Manfaat ekonomis bagi pengembang/pengelola
                                                          residence.
                                                      •   Media komunikasi
                                                          Menyampaikan informasi atau pembaruan berita
                                                          terkait residence.


                                                      Manfaat bagi Penghuni Residence
                                                      •   Pembayaran tagihan praktis
                                                          Dapat melakukan transaksi pembayaran tagihan
                                                          kapan saja dan dimana saja.
                                                      •   Media penyampaian pengaduan
                                                          Menyampaikan keluhan ke pengelola residence
                                                          secara cepat.
                                                      •   Pembayaran biaya pemeliharaan residence
                                                          Melakukan pembayaran biaya pengelolaan, biaya
                                                          parkir, dan biaya pemeliharaan residence lainnya.


                                                      Fitur-fitur dalam BTN Smart Residence
                                                      •   Manajemen Residence and Tenant
                                                          Pengelola residence dapat mengatur penghuni
                                                          berdasarkan      klaster/menara,   blok/lantai,   dan
                                                          nomor unit.




198   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 96
                                          Pelayanan Prima untuk
          Pengembangan dan                  Kepuasan Nasabah                  Integritas Tata Kelola
       Pemberdayaan Masyarakat                                                    Keberlanjutan




•     Manajemen Tagihan                                          •     Manajemen Pengaduan
      Pengelola    residence    dapat    memasukkan                    Pengelola      residence        dapat   mengetahui
      tagihan masing-masing penghuni.                                  pengaduan apa saja yang dilaporkan oleh
•     Manajemen Informasi                                              penghuni.
      Pengelola    residence    dapat    menyebarkan
      informasi terkini terkait residence.

Transaksi di dalam Aplikasi BTN Smart Residence


    Keterangan                        Satuan                  2024                      2023                   2022

    Pengguna terdaftar                  Orang                     13.945                     8.915                5.605

    Jumlah transaksi                 Transaksi                   43.602                     16.973                16.053

    Volume transaksi                  Rp Juta                        11.830                  7.458                2.762


Tampilan Mobile BTN Smart Residence




                                             Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk             199
Page 97
                                                                         Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                   Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                             Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




                                                              BTN Properti

      BTN   properti    merupakan       platform     yang       •   Simulasi Kredit
      memberikan kemudahan kepada masyarakat                        Konsumen       bisa   menghitung        pengajuan
      untuk melakukan pembelian rumah, menemukan                    kreditnya untuk mengetahui besar angsuran.
      rumah, serta menikmati fitur tiga dimensi (3D)            •   Pengajuan Kredit Daring
      melalui dukungan teknologi digital terkini. BTN               Konsumen       bisa   mengajukan        pengajuan
      properti memiliki berbagai pilihan properti milik             kreditnya secara daring.
      pengembang yang sudah bekerja sama dengan                 •   Pelacakan Pengajuan Kredit
      BTN di seluruh wilayah Indonesia.                             Konsumen bisa memantau status pengajuan
                                                                    kreditnya.
      Fitur-fitur Unggulan BTN Properti                         •   4D Tour Service
      •   Pencarian                                                 Konsumen bisa mengunjungi show unit secara
          Konsumen       dapat       mencari       properti         virtual dengan fitur 4 dimensi.
          berdasarkan wilayah, nama pengembang,
          maupun nama perumahan.




  Jumlah Pengguna Terdaftar dalam Platform BTN Properti




                 2022                                    2023                                   2024



            309.429                              515.339                              747.456



200           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 98
                                                Pelayanan Prima untuk
          Pengembangan dan                        Kepuasan Nasabah                   Integritas Tata Kelola
       Pemberdayaan Masyarakat                                                           Keberlanjutan




                                                                                             balé Bisnis

balé bisnis merupakan re-branding layanan BTN                            •   limit transfer besar
Internet Banking Business yang memfasilitasi                             •   SLA registrasi 1 x 24 jam
nasabah pelaku UMKM pemilik Tabungan BTN                                 •   transaksi terjadwal
Bisnis untuk menjalankan dan mengembangkan                               •   bulk transfer
usaha yang dimiliki, dengan unique selling points,                       •   payroll
yaitu :                                                                  •   cash flow tracker
•     soft token di balé by BTN                                          •   rekening koran dalam bentuk xls, pdf, dan
•     single / multiple authorization                                        mt940



Transaksi balé bisnis (Transaksi Finansial dan Nonfinansial)


    Keterangan                                                                                   Satuan       2024

    Jumlah Transaksi (Finansial dan Nonfinansial)                                               Transaksi            3.751

    Nominal Transaksi                                                                            Rp Juta         59.962

    Pengguna Teregistrasi                                                                       Pengguna             843

    Jumlah Akuisisi                                                                              Akuisisi             732

*Tahun 2024 merupakan proses migrasi dari BTN Internet Banking Business menuju balé bisnis



Tampilan balé bisnis




                                                Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk           201
Page 99
                                                                                  Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                                      Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




BTN Cash Management

      BTN cash    management merupakan layanan                        Fitur pada BTN Cash Management antara lain:
      yang memungkinkan nasabah lembaga untuk                         •     Informasi akun (Account information);
      melakukan berbagai transaksi keuangan dan                       •     Transfer dana (Funds transfer);
      perbankan melalui jaringan internet. Transaksi                  •     Pembayaran (Payment);
      ini dapat dilakukan secara daring (online) dan                  •     Pembelian (Purchase);
      langsung (real-time), tanpa adanya batasan                      •     Manajemen likuiditas (Liquidity Management);
      waktu dan lokasi, dengan cara yang mudah dan                    •     Pembayaran pajak negara (MPN payment
      aman.                                                                 management); dan
                                                                      •     Layanan Pertamina (Pertamina service).

      Transaksi Internet Banking Corporate (CMS)


       Keterangan                          Satuan                 2024                     2023                  2022

       Jumlah Transaksi (Finansial        Transaksi                1.552.528               4.060.849             2.206.654
       dan Nonfinansial)

       Nominal Transaksi                   Rp Juta                218.317.614             164.172.574           88.204.540

       Pengguna Teregistrasi             Pengguna                     17.585                   14.663                11.922

       Jumlah Akuisisi                    Akuisisi                        3.917                3.034                  2.361




BTN CRM (Cash Recycle Machine)

      Berbeda dengan ATM yang hanya menyediakan                       disabilitas. Komitmen ini diwujudkan dengan
      layanan tarik tunai, CRM (cash recycling machine)               menyediakan         fasilitas   dan   prasarana    yang
      memungkinkan         nasabah      untuk    melakukan            mendukung, seperti ATM dan lajur khusus yang
      penarikan dan setoran tunai, sehingga transaksi                 dilengkapi dengan huruf Braille bagi nasabah
      menjadi lebih mudah, cepat, dan real-time. Dalam                tunanetra, serta jalur khusus untuk nasabah yang
      memberikan layanan tersebut, BTN berkomitmen                    menggunakan kursi roda. Dengan demikian,
      penuh   untuk    menyediakan       kualitas     layanan         BTN memastikan bahwa semua nasabah, tanpa
      yang setara bagi seluruh nasabah, termasuk                      terkecuali, dapat menikmati layanan dengan
      memberikan perhatian khusus kepada nasabah                      nyaman dan aksesibel. [FS14]
      dengan kondisi tertentu, seperti penyandang




202             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 100
                                             Pelayanan Prima untuk
             Pengembangan dan                  Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                                               Keberlanjutan




Kebijakan Periklanan yang Adil
Sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola                uang harus dijelaskan secara transparan, sedangkan
perusahaan yang baik dan praktik bisnis berkelanjutan,           kesaksian konsumen hanya boleh digunakan jika telah
BTN menerapkan kebijakan periklanan yang adil                    diverifikasi dengan pernyataan tertulis.
KK.9-Y tentang Aktivitas Komunikasi Pemasaran untuk
membangun kepercayaan dengan konsumen serta                      Dalam        proses         penayangan            iklan,       BTN
menjaga integritas bisnis. Periklanan yang transparan,           mempertimbangkan audiens yang tepat, pemilihan
akurat, dan tidak menyesatkan menjadi prioritas utama            media yang sesuai, serta waktu tayang yang strategis
dalam komunikasi pemasaran. Bank memastikan                      untuk     menghindari        dampak       negatif        terhadap
bahwa semua informasi yang disampaikan dalam iklan               konsumen. Evaluasi berkala dilakukan untuk mengukur
akurat, jelas, dan tidak dilebih-lebihkan tanpa bukti            efektivitas kampanye dan memastikan kepatuhan
yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahasa yang                    terhadap kebijakan yang berlaku. Hasil evaluasi ini
digunakan harus mudah dipahami oleh konsumen                     menjadi dasar perbaikan dan inovasi dalam strategi
dan tidak mengandung klaim superlatif tanpa data                 komunikasi pemasaran ke depan. Untuk memastikan
valid. Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk tidak            transparansi dan akurasi, BTN secara rutin melakukan
menampilkan konten yang bersifat diskriminatif atau              evaluasi terhadap konten periklanan guna mencegah
merugikan kelompok tertentu dalam masyarakat.                    penyebaran       informasi      yang     menyesatkan          atau
                                                                 bias. Selain itu, Bank memberikan pelatihan kepada
Untuk menjamin periklanan yang adil, perusahaan                  tim pemasaran dan komunikasi untuk memastikan
menetapkan standar komunikasi yang mencakup                      pemahaman            yang   mendalam        mengenai          etika
penggunaan bahasa yang sesuai dengan Ejaan yang                  dan     integritas    dalam         menyampaikan         informasi.
Disempurnakan (EYD) dan melarang penggunaan                      Pelatihan ini mencakup topik-topik seperti etika dalam
istilah seperti “gratis” jika masih terdapat biaya               pemasaran, regulasi periklanan, dan tanggung jawab
tersembunyi. Informasi terkait janji pengembalian                sosial perusahaan.

Pelatihan Pegawai Terkait Periklanan dan Pemasaran


                                                                       Jumlah Pegawai yang              Jumlah Jam Pelatihan
                          Nama Pelatihan
                                                                        Mengikuti Pelatihan                    (Jam)

 Becoming Effective Sales & Service Leader                                             81                          648

 Business Advisory for Corporate Clients                                              132                         3.168

 Business Advisory for Industrial Clients                                              30                          720

 Pelatihan Credit Process Consumer Loan                                               299                      2.392

 Pelatihan Selling Skill : Sales Strategy                                              63                       1.008

 Pelatihan Service Communication Loan Off                                             146                         1.168

 Pembiayaan Berkelanjutan & Peluang Bisnis                                             21                          168

 Pembiayaan Berkelanjutan Kredit Sindikasi                                             42                          672

 Penyelesaian Kepailitan & Penundaan Kewajiban Pembayaran                              41                          328




                                             Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                 203
Page 101
                                                                          Manajemen Lingkungan          Dukungan Pengembangan
                     Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                              Berkelanjutan             dan Kesejahteraan Pegawai




Pengawasan Produk Keuangan
BTN berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh                   3.     Menetapkan        langkah-langkah             perbaikan
produk dan layanan keuangan yang ditawarkan                             mengenai     hal-hal     yang     berkaitan     dengan
memenuhi standar tinggi dalam hal kesetaraan,                           pengembangan produk Bank serta melaporkan
keamanan, dan kepatuhan, serta melakukan mitigasi                       kepada Direksi.
potensi risiko yang mungkin timbul. Setiap produk dan
layanan, baik yang baru maupun yang diperbarui,                  Dengan pengawasan ketat, Komite Bisnis memastikan
dirancang     dengan         memperhatikan       kebutuhan       bahwa pengembangan dan penghentian produk
nasabah, termasuk fitur, kenyamanan, keandalan, serta            memperhatikan risiko dan kepuasan nasabah, serta
kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Sebelum               mendukung tujuan jangka panjang BTN. BTN juga
peluncuran,    setiap   produk      dan   layanan    melalui     fokus pada dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi
proses pengujian menyeluruh untuk memastikan                     dari produk dan layanan yang ditawarkan. Penilaian
perlindungan data pribadi nasabah dan keamanan                   dampak dilakukan secara berkala dengan pendekatan
transaksi sesuai dengan standar yang ditetapkan.                 sistematis untuk memastikan produk tidak hanya
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi                 memenuhi standar kualitas, tetapi juga memberikan
risiko untuk menghindari gangguan terhadap layanan               manfaat positif bagi nasabah dan masyarakat.
dan melindungi integritas data nasabah.
                                                                 Proses penilaian mencakup masukan dari reviewer
Proses   evaluasi   produk     dan     layanan   keuangan        dan pemilik kontrol, laporan hasil penilaian, evaluasi
dilakukan secara berkala untuk memastikan kepatuhan              kesesuaian berdasarkan standar internal dan eksternal,
terhadap standar keamanan dan peraturan yang                     serta tindak lanjut berdasarkan kriteria investigasi
berlaku, serta untuk mengidentifikasi dan memitigasi             terkait dampak dan kepatuhan regulasi. Penilaian
risiko yang timbul dalam pengembangan produk dan                 dilakukan setidaknya setahun sekali atau lebih sering
layanan. Pengawasan terhadap proses ini dilakukan                jika ada perubahan signifikan pada produk atau
oleh Komite Bisnis yang berasal dari Direksi dan SEVP.           regulasi. Hasil penilaian digunakan untuk memperbarui
Komite Bisnis bertanggung jawab dalam perumusan,                 kebijakan dan prosedur guna meningkatkan kualitas
pemutusan, pengawasan, pemantauan, dan evaluasi                  layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
pelaksanaan kebijakan serta strategi bisnis terkait
produk dan aktivitas yang akan atau telah diluncurkan            Pada 2024, efektivitas pengawasan produk diukur
oleh BTN. Komite ini juga berfungsi untuk memantau               dengan parameter kepatuhan regulasi, kepuasan
perkembangan        bisnis    dan    memberikan        saran     nasabah, dan pencapaian inklusi keuangan. BTN
perbaikan yang diperlukan.                                       juga menggunakan feedback loop dari nasabah
                                                                 untuk meningkatkan kualitas produk. Evaluasi berkala
Pedoman kerja Komite Bisnis mengacu pada Kebijakan               memastikan produk memenuhi standar keamanan
Khusus No. KK.9-D tentang Prosedur Tata Kelola Komite            dan kepatuhan serta memberikan manfaat maksimal,
Direksi. Komite Bisnis memainkan peran penting dalam             sambil memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.
pengawasan dan keputusan terkait produk dan                      Struktur pengawasan yang kuat di tingkat direksi
layanan. Tugas utamanya meliputi:                                dan komite ini menegaskan komitmen BTN dalam
1.    Bertanggung jawab atas keputusan yang diputus              mengelola risiko dan memastikan produk yang andal,
      dalam Rapat Komite Bisnis maupun Rapat Direksi;            aman, serta berkontribusi pada keberlanjutan dan
2.    Bertanggung jawab menyampaikan laporan atas                integritas Bank.
      Keputusan Signifikan yang dibuat kepada Rapat
      Direksi minimal 1 (satu) tahun sekali;




204            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 102
                                            Pelayanan Prima untuk
               Pengembangan dan               Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
            Pemberdayaan Masyarakat                                            Keberlanjutan




Privasi dan Keamanan Data Nasabah
Dalam mengatur pelaksanaan teknologi informasi, BTN             11.   Petunjuk Teknis Nomor PT.5-B.2 tentang Petunjuk
telah memiliki tata kelola teknologi informasi (TI) dari              Teknis Information Technology Security Baseline.
tingkat manajemen, perencanaan, pengembangan,                   12.   Petunjuk Teknis Nomor PT.8-C.1 tentang Petunjuk
operasional infrastruktur, hingga keamanan sistem                     Teknis Pelaksanaan Business Impact Analysis
teknologi    informasi.   Bank   juga   telah   melakukan             (BIA).
tinjauan secara berkala terhadap tata kelola teknologi          13.   Petunjuk Teknis Nomor PT.8-C.2 tentang Petunjuk
informasi dengan mengungkapkannya ke dalam                            Teknis Pelaksanaan Business Continuity Plan
Kebijakan Umum Teknologi Informasi, Manajemen Data                    (BCP).
dan Digital. Kebijakan ini telah mengatur tata kelola TI        14.   Petunjuk Teknis Nomor PT.8-C.3 tentang Petunjuk
secara high level.                                                    Teknis Pelaksanaan Disaster Recovery Plan (DRP).
                                                                15.   Petunjuk Teknis Nomor PT.5-D.1 tentang Petunjuk
BTN juga memiliki kebijakan turunan berupa kebijakan                  Teknis Standarisasi TI.
khusus yang lebih fokus pada pengaturan aspek                   16.   Petunjuk teknis Nomor PT.8-E.1 tentang Petunjuk
teknis dan memberikan petunjuk yang lebih rinci untuk                 Teknis Pelaksanaan Manajemen risiko TI, Digital
pelaksanaan kebijakan tersebut. Kebijakan khusus ini                  dan Siber.
bertujuan untuk memberikan panduan lebih terperinci
dalam implementasi dan pengawasan, sesuai dengan                BTN menyadari pentingnya penyelenggaraan teknologi
kebutuhan operasional. Kebijakan ini mencakup seluruh           informasi (TI) sebagai elemen penting yang mendukung
unit bisnis dan anak perusahaan BTN, serta semua                kelancaran dan efisiensi operasional bisnis. Mengingat
siklus data, mulai dari pengumpulan, pemrosesan,                bahwa kebijakan TI mencakup berbagai aspek yang
penyimpanan, hingga pemusnahan data. Hingga                     luas dan kompleks, Bank membagi penyelenggaraan TI
tahun 2024, BTN telah memiliki kebijakan dan petunjuk           ke dalam tiga domain utama yang memiliki peran dan
teknis mengenai TI, sebagai berikut:                            fokus yang berbeda. Pertama, “Change the Bank” yang
1.    Kebijakan Umum Nomor KU.5 tentang Kebijakan               berfokus dalam perencanaan dan pengembangan
      Umum TI, Manajemen Data dan Digital.                      sistem TI. Kedua “Run the Bank” yang berfokus
2.    Kebijakan Khusus Nomor KK.5-A tentang Kebijakan           dalam menjalankan operasional TI dan memastikan
      Khusus Prosedur TI.                                       keandalan infrastruktur dan sistem yang digunakan
3.    Kebijakan Khusus Nomor KK.5-B tentang Kebijakan           oleh Bank maupun nasabah. Terakhir, “Secure the Bank“
      Khusus Keamanan TI.                                       yang berfokus dalam menjaga keamanan sistem dan
4.    Kebijakan Khusus Nomor KK.5-D tentang Kebijakan           aplikasi Bank agar aman dan terkendali dari serangan-
      Khusus Standarisasi TI.                                   serangan keamanan TI. [GRI 3-3]
5.    Kebijakan Khusus Nomor KK.8-C tentang Kebijakan
      Khusus Business Continuity Management (BCM).              Sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi
6.    Kebijakan Khusus Nomor KK.8-E tentang Kebijakan           informasi dan peningkatan kebutuhan nasabah untuk
      Khusus Prosedur Management Risiko TI, Digital             melakukan transaksi perbankan secara lebih praktis
      dan Siber.                                                melalui digitalisasi, muncul tantangan signifikan dalam
7.    Kebijakan Khusus Nomor KK.9-D tentang Kebijakan           menjaga keamanan di domain “Secure the Bank”.
      Khusus Prosedur Tata Kelola Komite Direksi.               Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana
8.    Kebijakan Khusus Nomor KK.5-2 tentang Kebijakan           memastikan layanan digital tetap aman dari ancaman
      Khusus Penempatan Sistem Elektronik.                      yang semakin kompleks, seperti serangan siber. BTN
9.    Petunjuk Teknis Nomor PT.5-A.1 tentang Petunjuk           menyadari bahwa digitalisasi layanan memudahkan
      Teknis SOP TI.                                            nasabah, tetapi juga membuat layanan tersebut lebih
10.   Petunjuk Teknis Nomor PT.5-B.1 perihal Petunjuk           rentan terhadap potensi ancaman karena peralihan
      Teknis     Implementasi      Sistem       Manajemen       preferensi nasabah yang sebelumnya menggunakan
      Keamanan Informasi (SMKI).                                kanal konvensional (seperti cabang atau layanan tatap
                                                                muka) kini beralih ke kanal digital.




                                            Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk     205
Page 103
                                                                          Manajemen Lingkungan             Dukungan Pengembangan
                     Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                              Berkelanjutan                dan Kesejahteraan Pegawai




Menanggapi hal ini, BTN telah mengambil inisiatif                          hardskill, antara lain yaitu Certified in Risk and
untuk memperkuat sistem keamanan digital melalui                           Information Systems Control (CRISC), CompTia
berbagai macam pendekatan proaktif dan reaktif                             Security+, Security Tools Pada DevSecOps
terhadap pelanggaran data dan serangan siber. Dalam                        Toolchain, Coaching & Strategic Business
menjalankan layanan digital, Bank berkomitmen terus                        Leaders      for     Department      Head,          Business
beradaptasi dan meningkatkan keamanan, dengan                              Performance          Through     Effective      Coaching
menerapkan pendekatan berbasis tiga pilar utama                            for Leaders, BUMN School of Excellence (BSE)
yang dirancang untuk melindungi data dan transaksi                         – CTO Masterclass Tahun 2024, Leadership
nasabah dari risiko ancaman yang mungkin terjadi.                          Development:          Performance          Management
Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa                            Strategies,        Problem     Solving      &       Decision
layanan digital yang diberikan tetap aman, dapat                           Making,    Performance          Excellence      Program:
diandalkan, dan terlindungi dari potensi bahaya di                         Strategies     for    Driving      High    Performance,
dunia maya. Adapun tiga pilar tersebut meliputi:                           Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Manajemen
1.    People                                                               Risiko Perbankan, Pelatihan Certified Chief
      Penguatan    keamanan      informasi    dari    aspek                Information Security Officer (CCISO), ISMS Lead
      people mencakup kegiatan antara lain:                                Auditor/Lead Implementer ISO 27001:2022 dan
      a. Security Awareness                                                Microsoft 365 Administrator. Selain itu, Bank
         BTN telah melakukan edukasi berupa security                       juga melaksanakan forum dan workshop
         awareness     secara    rutin   kepada      seluruh               antara lain yaitu BSSN National Cyber Exercise
         pegawai, nasabah, maupun pihak ketiga yang                        2024, Workshop Mengelola Cyber Security,
         bekerja sama dengan Bank. Berbagai media                          CISO Forum, External National Cyber Exercise,
         digunakan     untuk    penyampaian          security              Workshop Teknologi AI, Workshop Penerapan
         awareness kepada pegawai seperti email,                           Peraturan      Bea       Materai     dan     Project      AI
         buletin, wallpaper desktop pada perangkat                         Knowledge Based.
         kerja pegawai secara berkala setiap bulan
         dan sosialisasi secara online maupun offline.           2.     Process
         Edukasi kepada Nasabah tentang keamanan                        Dalam rangka menjalankan tata kelola yang
         informasi menjadi prioritas dan hal penting                    baik sesuai dengan standar dan ketentuan
         agar Nasabah dapat bertransaksi secara                         yang berlaku, proses-proses kerja di BTN telah
         aman dan lebih waspada terhadap kejahatan                      berdasarkan           ketentuan/SOP          terkini      yang
         siber untuk melindungi dan menjaga informasi                   disosialisasikan dan dijalankan dengan konsisten
         pribadinya. Edukasi terhadap pihak ketiga                      oleh segenap stakeholder BTN. Sejalan dengan
         yang bekerjasama dengan BTN dilakukan                          proses kerja yang standar tersebut Bank telah
         secara rutin agar pihak ketiga turut menjaga                   menjalankan inisiatif yaitu:
         keamanan         informasi       perusahaannya                 a. Pembentukan Computer                Security        Incident
         maupun data BTN yang dikelola oleh mereka.                        Response Team (CSIRT) yang telah bekerja
         Sosialisasi kepada nasabah maupun pihak                           sama      dengan       regulator,       didukung        oleh
         ketiga yang bekerja sama dengan BTN antara                        teknologi terbaru dan system monitoring
         lain melalui media e-channel BTN, social                          berupa        Security       Incident       and        Event
         media BTN (Instagram, X, Facebook, dll) dan                       Management (SIEM)
         berbagai event offline atau pemasaran yang                     b. Proses pengujian keamanan siber secara
         dilaksanakan Bank. BTN selalu meningkatkan                        berkala atas keamanan jaringan, sistem dan
         profesionalisme dan kompetensi pegawai                            data sesuai dengan ketentuan regulator,
         sebagai mitra nasabah dengan berbagai                             antara lain:
         pelatihan dan sertifikasi keamanan siber.                         • Pengujian keamanan siber berdasarkan
      b. Pengembangan Kompetensi                                              analisis kerentanan, antara lain melakukan
         Bank telah melaksanakan pelatihan dan                                vulnerability assessment dan penetration
         sertifikasi terkait IT Security sepanjang tahun                      test untuk aplikasi baru, pengembangan
         2024, baik untuk mengasah softskill maupun                           dan aplikasi reguler sesuai dengan tingkat




206            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 104
                                      Pelayanan Prima untuk
      Pengembangan dan                  Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
   Pemberdayaan Masyarakat                                               Keberlanjutan




    kritikalitas aplikasi yang dilakukan oleh pihak                 telah melakukan cyber patrol menggunakan
    independen eksternal yang bersertifikasi                        tools Cyber Threat Intelligence (CTI) yang
    standar penetration tester internasional dan                    dimiliki BTN.
    terdaftar pada Asosiasi Sistem Pembayaran
    Indonesia (ASPI).                                     3.    Technology
  • Pengujian keamanan siber berdasarkan                        Sepanjang tahun 2024, BTN secara berkelanjutan
    skenario melalui aktivitas table top exercise,              meningkatkan kapabilitas pengamanan teknologi
    social engineering exercise dengan teknik                   informasi dan optimalisasi terhadap kapabilitas
    phishing pada media email, Adversarial                      pertahanan dengan adopsi defense-in-depth
    Attack Simulation Exercise (AASE). Table-Top                yang terdiri dari beberapa layer security antara
    Exercise dilakukan oleh CSIRT yang terdiri                  lain: endpoint security application security, network
    dari beberapa unit kerja telah melaksanakan                 security, IT infra security, dan data security seperti
    pengujian serangan berdasarkan skenario                     Network Access Control (NAC), improvement
    secara berkala, dengan tujuan melakukan                     Endpoint     Protection untuk kebutuhan server,
    review atas playbook scenario serangan,                     improvement Network Time Protocol (NTP), Data
    response dan recovery, dengan topik:                        Loss Prevention (DLP), Cyber Threat Intelligence
    • Panduan Data Breach                                       dan Digital Right Protection, Pengamanan Aplikasi
    • Snapshot Server DFIR                                      Mobile, improvement pengamanan DNS Security,
    • Chain of Custody                                          improvement Internet Access Control dan Proxy
    • Forti-VPN-User Geography Change                           Outbound,       improvement pengamanan email
      (Velocity)                                                security, peningkatan availability dan resilience
    • Server Forensic                                           infrastruktur transaksional dengan penerapan
    • Insider Threat                                            active active security infrastruktur, improvement
    • Social Engineering                                        pengamanan API, improvement pengamanan
    • Insiden Data Breach                                       internet     banking          business,        improvement
    • Ransomware                                                pengamanan aplikasi melalui manage service
    • Insiden Operasional/Management                            digital    application        protection,      improvement
    • Web Application Attack                                    pengamanan              database,              improvement
c. Selama triwulan kedua tahun 2024,            BTN             pengelolaan dan pengamanan sistem TI berbasis
  telah melakukan aktivitas Cyber           Security            teknologi microsoft.
  Maturity Re-assessment oleh Badan Siber dan                   a. Implementasi          teknologi     Network      Access
  Sandi Negara (BSSN), yang bertujuan untuk                         Control (NAC)
  mengukur tingkat maturitas pengamanan                             Berfungsi       untuk     mengatur,     memverifikasi,
  TI, didapatkan hasil tingkat maturitas di level                   dan memantau akses perangkat ke jaringan
  5 (Implementasi optimal) yaitu penerapan                          berdasarkan        kebijakan       keamanan,      guna
  sangat baik dan terimplementasi secara                            melindungi data dari akses yang tidak sah dan
  menyeluruh.                                                       potensi ancaman.
d. BTN telah melaksanakan Audit Surveillance                    b. Improvement teknologi Endpoint Protection
  ISO 27001:2013 pada triwulan kedua dan                            peruntukan Server
  transisi ke ISO 27001:2022 pada triwulan ketiga                   Berfungsi untuk mengidentifikasi, mencegah
  tahun 2024, hingga saat ini Bank tersertifikasi                   dan merespons ancaman terhadap perangkat
  dengan standar keamanan ISO 27001:2022.                           yang terhubung ke jaringan, seperti malware,
  Perlindungan data juga telah diintegrasikan                       ransomware, dan aktivitas berbahaya lainnya,
  secara menyeluruh ke dalam pengembangan                           guna     melindungi         data    dari    kebocoran,
  produk      dan   layanan   untuk   memastikan                    kerusakan, atau pencurian melalui deteksi dan
  keamanan dan kepercayaan pelanggan.                               perlindungan yang real-time.
e. Dalam mendukung program pemerintah dan                       c. Improvement Network Time Protocol (NTP)
  regulator    terkait   dengan   pemberantasan                     Berperan      dalam       memastikan        sinkronisasi
  kegiatan perjudian online dan jual beli rekening                  waktu yang akurat di seluruh jaringan, yang
  yang mengatasnamakan nasabah BTN, Bank                            membantu dalam pencatatan timestamp




                                      Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                207
Page 105
                                                                                  Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                  Profil BTN
                                                                                      Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




           yang benar untuk audit log, mencegah                                    produktivitas back office, maka dilakukan
           manipulasi data, serta mendukung keamanan                               improvement internet access control dengan
           sistem dengan memastikan konsistensi waktu                              melalui inisiatif pemisahan internet access
           pada protokol keamanan seperti pengamanan                               dan implementasi proxy outbound.
           enkripsi dan autentifikasi data nasabah.                          i.    Improvement Pengamanan Email Security
      d. Improvement teknologi Data Loss Prevention                                Sebagai       upaya      melindungi           perangkat
           (DLP)                                                                   dan sistem email dari ancaman serangan
           Sebagai       upaya     untuk       melindungi       data               siber berbasis email seperti spam, phishing
           nasabah, BTN telah mengimplementasikan                                  dan   attachment        yang      mengandung        file
           teknologi      Data     Loss        Prevention       untuk              berbahaya.
           memitigasi        terjadinya        kebocoran        data         j.    Peningkatan      availability       dan       resilience
           nasabah dan data perusahaan.                                            infrastruktur transaksional dengan penerapan
      e. Improvement             teknologi       Cyber       Threat                active active security infrastruktur
           Intelligence dan Digital Right Protection                               Sebagai     upaya      untuk      menjaga      layanan
           Dalam        rangka       memastikan          visibilitas               transaksional BTN.
           keamanan         Teknologi      Informasi     (TI)    BTN         k. Improvement Pengamanan API
           termonitor dengan baik, Bank telah menerapkan                           Semakin maraknya open banking membawa
           teknologi Cyber Threat Intelligence (CTI) yang                          konsekuensi terjadinya peningkatan eksploitasi
           secara aktif melakukan pemantauan perilaku                              serangan      siber     berbasis     API,     sehingga
           dan aktivitas pelaku kejahatan siber sehingga                           implementasi     pengamanan           yang      spesifik
           Bank dapat mengantisipasi ancaman yang                                  untuk mendeteksi dan mencegah serangan
           muncul. Teknologi Cyber Threat Intelligence                             berbasis API menjadi sangat esensial untuk
           (CTI) ini telah dilengkapi dengan Digital Right                         diterapkan.
           Protection yang dapat melakukan take down                         l.    Improvement Pengamanan Internet Banking
           konten-konten yang mengancam reputasi                                   Business (IBB)
           dan merugikan nasabah Bank                                              Dalam rangka mendukung layanan keuangan
      f.   Improvement Pengamanan Aplikasi Mobile                                  bisnis untuk UMKM, BTN meluncurkan layanan
           Dalam rangka melindungi aplikasi mobile                                 internet banking business yang berbasis web,
           yang digunakan oleh nasabah, BTN telah                                  sehingga pengamanan aplikasi berbasis web
           menerapkan proses pengembangan aplikasi                                 yang dapat meningkatkan performa akses
           secara security by design. Penguatan di sisi                            website IBB melalui content delivery network
           perangkat akses yang digunakan nasabah                                  menjadi esensial untuk diterapkan.
           juga menjadi prioritas dengan menerapkan                          m. Improvement Pengamanan Aplikasi Melalui
           Mobile Application Security.                                            Manage Service Digital Application Protection
      g. Improvement pengamanan DNS Security dan                                   Meningkatnya          transaksi     digital     melalui
           IP Address Management                                                   layanan mobile banking dan aplikasi berbasis
           Sebagai mitigasi untuk melindungi sistem TI                             mobile membutuhkan pengamanan yang
           internal yang akan mengakses sumber daya                                komprehensif tidak hanya dari sisi teknologi
           TI yang ada di internet apabila domain dari                             tetapi juga mendukung pemantauan dan
           sebuah situs merupakan situs yang tidak                                 tindak lanjut dari sisi operasional.
           aman.      Optimalisasi      dari    kapabilitas      DNS         n. Improvement Pengamanan Database
           security, akan lebih efektif jika dipadukan                             Dengan      meningkatnya           transaksi     digital
           dengan IP address management, sehingga                                  membawa          konsekuensi          meningkatnya
           endpoint yang mengakses sumber daya TI                                  akses data ke dalam database, sehingga
           tersebut dapat ditelusuri keberadaannya.                                dibutuhkan solusi pengamanan yang spesifik
      h. Improvement Internet Access Control dan                                   dapat membatasi dan mencegah terjadinya
           Proxy Outbound                                                          serangan       siber     yang       mengeksploitasi
           Sebagai      upaya     untuk      memisahkan          dan               database.
           mengidentifikasi komunikasi data ke arah                          o. Improvement Pengelolaan Dan Pengamanan
           internet antara komunikasi yang transaksional                           Sistem TI Berbasis Teknologi Microsoft
           bisnis     dengan     komunikasi       yang      bersifat               Penggunaan        teknologi        microsoft      yang


208                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 106
                                               Pelayanan Prima untuk
             Pengembangan dan                    Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                                                 Keberlanjutan




         masif     pada     operasional       Bank     seperti     1.    Undang-Undang           No.10    tahun     1998    tentang
         sistem operasi windows,          active     directory,          Perubahan Atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992
         database      MSSQL,      aplikasi    produktivitas             tentang Perbankan;
         microsoft office dan layanan berbasis cloud               2.    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.1/
         office 365 menimbulkan potensi risiko jika                      POJK/07/2013 tentang Perlindungan Konsumen
         operasionalnya       tidak    dijalankan       sesuai           Sektor Jasa Keuangan;
         dengan best practice dari principal. Dengan               3.    Surat    Edaran     OJK       No.14/SEOJK/2014     tentang
         adanya     kerja   sama      profesional     services           Kerahasiaan dan Keamanan Data dan/atau
         dengan microsoft memungkinkan Bank untuk                        Informasi Pribadi Konsumen;
         dapat     menerapkan         pengamanan        terkini,   4.    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor
         dukungan operasional, serta akses teknologi                     44 Tahun 2024 tentang Rahasia Bank;
         terbaru dari principal.                                   5.    Undang-Undang           No.27    Tahun     2022    tentang
                                                                         Pelindungan Data Pribadi;
Dalam upaya menjaga privasi dan keamanan informasi                 6.    Kebijakan Khusus No.KK.9-M tentang Pedoman
nasabah, BTN memegang teguh dua prinsip dasar yang                       Tata Kelola Data; dan
sangat penting. Pertama, setiap data nasabah yang                  7.    Kebijakan Khusus No.KK.9-Z tentang Pelindungan
diperoleh melalui layanan yang diberikan memiliki sifat                  Nasabah dan Masyarakat.
rahasia, yang berarti Bank harus memastikan bahwa
informasi tersebut dilindungi dengan sangat hati-hati              Dengan      mempertimbangkan             berbagai       peraturan
dan tidak disebarluaskan tanpa izin. Kedua, dengan                 yang berlaku, BTN mengeluarkan Kebijakan Khusus
pesatnya perkembangan teknologi, semakin banyak                    tentang Keamanan Teknologi Informasi No. KK5-B dan
data yang dimanfaatkan melalui aplikasi digital.                   Kebijakan Khusus tentang Pelindungan Data Pribadi
Namun, hal ini juga membuka peluang lebih besar bagi               No.6-K. Kebijakan ini mengatur berbagai aspek untuk
potensi ancaman siber, yang dapat membahayakan                     memastikan bahwa semua informasi mengenai data
keamanan data.                                                     pribadi dan data nasabah tetap terjaga sesuai dengan
                                                                   prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan secara
Untuk mencegah risiko kebocoran data, Bank telah                   efektif dan efisien, guna mendukung keberhasilan
mengembangkan          sistem      penyimpanan        internal     bisnis. Melalui kebijakan tersebut, Bank berharap
yang sangat terjaga, dengan kontrol yang ketat                     dapat memperkuat upaya pelindungan data yang
untuk memastikan bahwa informasi nasabah tetap                     diperlukan untuk menjaga kelancaran operasional
aman. Selain itu, BTN tidak hanya mengandalkan                     serta menciptakan aktivitas yang lebih aman, lancar,
sistem keamanan untuk melindungi data, tetapi juga                 terkelola dengan baik, dan dapat diaudit, demi
berkomitmen untuk memastikan bahwa data nasabah                    mempertahankan reputasi perusahaan. [SASB FN-CB-230a.2]
tidak akan digunakan untuk tujuan apapun di luar
persetujuan eksplisit nasabah itu sendiri atau tanpa               Selain program peningkatan kesadaran, Bank juga
mengikuti hukum yang berlaku. [OJK F.27]                           melakukan identifikasi terkait risiko keamanan data
                                                                   melalui:
Untuk memastikan keamanan data nasabah, BTN telah                  1.    Kebijakan      dalam          Manajemen    Pengamanan
memiliki Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional                       Record;
dan Digital yang berfokus pada pengelolaan risiko                  2.    Retensi informasi sensitif;
operasional, teknologi informasi (TI) dan digital. Satuan          3.    Identifikasi catatan penting;
kerja ini memastikan bahwa seluruh layanan teknologi               4.    Penyimpanan catatan penting;
yang disediakan Bank aman dan dapat diandalkan                     5.    Penyimpanan dokumen sumber bisnis;
dengan mengelola manajemen risiko bagi setiap solusi               6.    Penyimpanan data transaksi aplikasi;
teknologi yang dikembangkan oleh Bank.                             7.    Pemusnahan informasi;
                                                                   8.    Penyimpanan informasi sensitif; dan
Komitmen BTN terhadap privasi dan keamanan data                    9.    Penyimpanan          informasi      pelanggaran        dan
nasabah juga mencerminkan kepatuhan terhadap                             masalah keamanan.
sejumlah peraturan berikut: [GRI 418-1]




                                               Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               209
Page 107
                                                                            Manajemen Lingkungan             Dukungan Pengembangan
                     Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                Berkelanjutan                dan Kesejahteraan Pegawai




Tanggung Jawab dan Pengawasan Privasi dan Keamanan Data
Dalam melaksanakan aktivitas keamanan informasi,                  5.     Information Asset Owner (IAO);
BTN telah membentuk organisasi yang memiliki tugas,               6.     Information Asset Custodian (IAC);
tanggung jawab, dan wewenang, serta menerapkan                    7.     Kepala Satuan Kerja;
dual control untuk memastikan pemisahan tugas                     8.     Tim Sistem Manajemen Keamanan Informasi
dan tanggung jawab dalam pelaksanaan aktivitas                           (SMKI);
operasional teknologi informasi di Bank.                          9.     Cyber Security Incident Response Team (CSIRT);
                                                                  10.    Satuan Kerja Kepatuhan;
Organisasi Keamanan Informasi terdiri dari:                       11.    Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional &
1.     Dewan Komisaris;                                                  Digital;
2.     Komite Pengarah Teknologi Informasi (KPTI);                12.    Pegawai; dan
3.     Direktur yang Membawahkan Teknologi Informasi;             13.    Pihak Ketiga.
4.     Information Security Manager (ISM);




Pelatihan Pelindungan Finansial
Sebagai    tambahan       dalam    pelindungan      finansial     dan keberhasilan upaya ini dibuktikan dengan tidak
nasabah, Bank melakukan berbagai upaya seperti                    adanya pengaduan tentang pelanggaran keamanan
memberikan pelatihan kepada pengguna tentang                      data nasabah seperti kehilangan, pencurian, dan
keamanan TI, instalasi perangkat lunak yang telah                 penyebaran data nasabah sepanjang tahun 2024. [GRI
diotorisasi (disetujui) dan diperbarui secara berkala,            418-1] [SASB FN-CB-230a.2, FN-CB-230a.1]

dan penerapan manajemen atau standardisasi kata
kunci (password) untuk menjamin bahwa data yang                   Bank melaksanakan IT Security Awareness Program
dilindungi tetap aman. Tidak hanya itu, Bank juga                 yang      bertujuan        meningkatkan        kesadaran      dan
melakukan evaluasi secara rutin guna memastikan                   pemahaman kepada seluruh pegawai untuk menjaga
arsitektur keamanan data Bank sangat memadai                      keamanan informasi berupa data atau informasi
dan efektif untuk melindungi data nasabah. Efektivitas            pribadi dan Bank. Kegiatan yang telah dilaksanakan




 210            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 108
                                                   Pelayanan Prima untuk
                 Pengembangan dan                    Kepuasan Nasabah                 Integritas Tata Kelola
              Pemberdayaan Masyarakat                                                     Keberlanjutan




selama tahun 2024 adalah sebagai berikut:                                      b. Podcast
1.       Penyampaian oleh Top Management                                       c. Learning Management System
         Salah satu strategi dalam mendorong terciptanya                       d. Email Blast Security Awareness
         security culture pada seluruh Pegawai di seluruh                      e. Wallpaper Desktop Security Awareness
         unit kerja Bank, BTN menerapkan program indeks                        f.    Screen Saver Security Awareness
         IT Security yang bertujuan untuk memonitor                            g. Bulletin Security Awareness
         efektivitas program-program security awareness                        h. Survey Pemahaman Security Awareness
         yang telah dilakukan dalam rangka mitigasi risiko
         terkait keamanan siber dan informasi. Program                 3.      Pelatihan dan Workshop
         tersebut disampaikan secara berkala setiap                            BTN telah melaksanakan aktivitas sosialisasi
         bulan oleh Top Management kepada pegawai                              tentang keamanan, baik secara offline maupun
         dengan penekanan bahwa menjaga keamanan                               online, kepada seluruh pegawai. Pada tahun
         informasi menjadi bagian yang sangat penting                          pelaporan ini, BTN juga telah menyelenggarakan
         untuk    menjaga     kepercayaan       nasabah       dan              pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan
         reputasi Bank.                                                        kapabilitas pegawai dalam hal privasi data dan
                                                                               keamanan siber, serta pelindungan finansial
2.       Sosialisasi melalui Platform Digital BTN                              seperti berikut:
         a. Website resmi BTN

Pelatihan Pegawai Terkait Data Privasi dan Keamanan Siber


                                                                                                       Jumlah Pegawai        Jumlah
                        Nama Pelatihan                              Tanggal Pelaksanaan                yang Mengikuti         Jam
                                                                                                          Pelatihan         Pelatihan

     CRISC                                                             25-28 Maret 2024                        2             64 jam

     ISMS Lead Auditor/Lead Implementer ISO 27001:2022               26-30 Agustus 2024                        2             80 jam

     Comp Tia Security+                                                18-21 Maret 2024                        6             192 jam
                                                                        01-04 April 2024

     Pelatihan Certified Chief Information Security Officer             01-04 Juli 2024                        2             64 jam
     (CCISO)

     BSSN National Cyber Exercise 2024                                 18-21 Maret 2024                        3             96 jam

     Workshop Mengelola Cyber Security                                  07-08 Mei 2024                          1             16 jam

     CISO Forum                                                             Januari 2024                       4             24 jam

     External Nasional Cyber Exercise                               09-12 September 2024                       2             64 jam

     Product Development & Life Cycle Digital                                April 2024                        7             112 jam

     Webinar "Strengthening Financial Integrity”                        November 2024                          137          1096 jam

     The Important of Financial, Operational                                Januari 2024                       2              16 jam

     Navigating Consumer Financing Challenges                               Maret 2024                         31           248 jam



Jumlah Pelatihan dan Peserta Pelatihan Terkait Data Privasi dan Keamanan Siber


                          Keterangan                                                2024                             2023

     Jumlah Pelatihan                                                                12                               6

     Jumlah Peserta                                                                 199                               13




                                                   Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                  211
Page 109
                                                                           Manajemen Lingkungan      Dukungan Pengembangan
                     Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                               Berkelanjutan         dan Kesejahteraan Pegawai




       BTN secara aktif melakukan sosialisasi untuk menjaga keamanan informasi kepada nasabah dan pihak
       ketiga rekanan melalui workshop atau pelatihan secara onsite maupun online, media sosial resmi Bank,
       email blast security awareness dan menyampaikan informasi kewaspadaan transaksi elektronik pada
       kegiatan inklusi keuangan.




Pelindungan Konsumen dan Masyarakat

BTN telah menetapkan Kebijakan Khusus Nomor                       1.     Edukasi yang memadai;
KK.9-Z    mengenai       pelindungan       Nasabah        dan     2.     Keterbukaan dan transparansi informasi;
Masyarakat. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan              3.     Perlakuan yang adil dan perilaku bisnis yang
perlindungan yang maksimal bagi nasabah dan                              bertanggung jawab;
masyarakat dengan memberikan informasi yang                       4.     Pelindungan aset, privasi, dan data nasabah;
jelas, akurat, dan transparan terkait produk serta/               5.     Penanganan     pengaduan      dan    penyelesaian
atau layanan yang ditawarkan oleh Bank. Hal ini                          sengketa yang efektif dan efisien;
mencakup penjelasan mengenai segala konsekuensi                   6.     Penegakan kepatuhan; dan
dan risiko yang mungkin dihadapi jika nasabah atau                7.     Persaingan yang sehat.
masyarakat      memutuskan        untuk     menggunakan
atau     memanfaatkan      produk      serta/atau   layanan       BTN berkomitmen untuk melindungi hak-hak nasabah
Bank. Dengan diterapkannya kebijakan ini, nasabah                 sebagai subyek data pribadi sesuai dengan peraturan
dan masyarakat akan terlindungi tidak hanya dari                  yang berlaku, seperti Undang-Undang Perlindungan
potensi kerugian finansial yang mungkin timbul akibat             Data Pribadi. Nasabah memiliki hak-hak penting, antara
penggunaan produk atau layanan, tetapi juga dari                  lain hak untuk mendapatkan informasi yang jelas
risiko hukum yang dapat muncul seiring pemanfaatan                mengenai pengumpulan dan penggunaan data pribadi
produk dan/atau layanan Bank. Kebijakan ini bertujuan             mereka, hak untuk melengkapi atau memperbaiki data
untuk menciptakan rasa aman dan kepercayaan bagi                  jika terdapat kekeliruan atau ketidaklengkapan, serta
nasabah serta masyarakat dalam setiap transaksi atau              hak untuk mengakses dan memperoleh salinan data
hubungan yang mereka jalani dengan Bank.                          pribadi yang disimpan oleh Bank. Selain itu, nasabah
                                                                  juga memiliki hak untuk mengakhiri, menghapus, atau
BTN menjalankan prinsip dasar pelindungan konsumen                memusnahkan data pribadi mereka jika data tersebut
dan masyarakat guna melindungi nasabah dan                        sudah tidak diperlukan lagi atau jika nasabah menarik
masyarakat, di antaranya:                                         persetujuan yang telah diberikan sebelumnya.




212             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 110
                                                 Pelayanan Prima untuk
             Pengembangan dan                      Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                                                   Keberlanjutan




BTN   dalam       mengelola          produk    dan     layanan             menjalankan fungsi pelindungan konsumen di
memperhatikan daur hidup produk dan/atau layanan                           setiap Kantor Cabang perwakilan BTN dalam hal
(Product Life Cycle) yang mendukung prinsip prinsip                        keseriusan dalam menjalan prinsip pelindungan
pelindungan konsumen dan masyarakat dengan                                 konsumen.
tahapan sebagai berikut:                                             2.    Pengembangan siklus perencanaan strategis
1.    Desain produk dan layanan;                                           edukasi literasi dan inklusi keuangan. Dalam hal
2.    Penyedian informasi produk dan/atau layanan                          edukasi dan inklusi, BTN memiliki stream edukasi,
      (RIPLAY);                                                            literasi dan inklusi dalam merencanakan kegiatan
3.    Penyampaian         informasi      produk       dan/atau             yang berdampak langsung pada konsumen
      layanan;                                                             dan masyarakat yang dilakukan secara periodik
4.    Pemasaran produk dan/atau layanan;                                   setiap tahunnya memperkuat            pengembangan
5.    Penyusunan perjanjian terkait produk dan/atau                        inklusi digital.
      layanan;                                                       3.    Regulasi internal pelindungan konsumen dan
6.    Pemberian layanan atas penggunaan produk                             masyarakat         mengadopsi     regulasi     eksternal
      dan/atau layanan; dan                                                yang terkait pelindungan konsumen (customer
7.    Penanganan         pengaduan      dan     penyelesaian               protection, edukasi dan inklusi, pelindungan data
      sengketa atas produk dan/atau layanan nasabah.                       pribadi) menjadi kebijakan internal BTN, sebagai
                                                                           panduan pelaksanaan kegiatan Bank.
Dalam implementasi penerapan prinsip pelindungan                     4.    Meningkatkan layanan pengaduan memberikan
konsumen yang dijalankan BTN meliputi :                                    saluran-saluran pengaduan yang mudah diakses
1.    Memperkuat SDM dan infrastruktur pelindungan                         oleh konsumen serta memastikan penanganan
      konsumen      BTN        membentuk       struktur    yang            pengaduan sesuai dengan SLA yang berlaku.



Pelindungan Data Pemasok dan Mitra Bisnis

Sebagai    bagian       dari   komitmen       Bank    terhadap             berlaku. Identifikasi dan tinjauan persyaratan
pelindungan data, BTN memastikan bahwa tingkat                             keamanan        informasi     harus   dilakukan      untuk
pelindungan data yang diterapkan juga mencakup                             setiap perubahan ruang lingkup pekerjaan yang
pemasok dan mitra bisnis yang menangani data Bank                          disepakati.
atau memiliki akses ke jaringan Bank. Untuk menjaga                  3.    Bank melakukan pengawasan/inspeksi berupa
keamanan dan privasi data, BTN menetapkan langkah-                         pemantauan secara rutin terhadap layanan
langkah untuk memastikan mitra bisnis dan pemasok                          yang     diberikan,     memastikan     pemasok        dan
mematuhi       standar    keamanan       informasi,    dengan              mitra    bisnis    melaporkan     secara     rutin   hasil
melakukan beberapa poin penting sebagai berikut:                           penyediaan layanan, dan memastikan pemasok
1.    Bank mengelola risiko keamanan informasi dan                         dan mitra bisnis bersedia untuk mendukung dan
      siber di seluruh proses penyediaan layanan oleh                      memberikan informasi yang dibutuhkan untuk
      pemasok dan mitra bisnis dengan menerapkan                           proses audit oleh internal Bank.
      proses      dan    prosedur      yang     komprehensif         4.    Dalam pengakhiran kerja sama, Bank juga
      untuk memastikan keamanan, integritas, dan                           menerapkan strategi penghentian kerja sama
      kerahasiaan       informasi     selama     pelaksanaan               (exit strategy), memastikan bahwa data tetap
      penyediaan solusi TI. Pemasok dan mitra bisnis                       terlindungi meskipun hubungan dengan pemasok
      juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan                           atau mitra bisnis berakhir.
      keamanan      informasi       sesuai    dengan      klausul
      dalam perjanjian kerja sama atau NDA (Non-                     Pengaturan aspek keamanan TI juga telah dilakukan
      Disclosure Agreement).                                         pada Kebijakan Khusus (KK) 5-B mengenai Keamanan
2.    Bank memastikan bahwa perubahan perjanjian                     Teknologi Informasi, guna memastikan bahwa Pihak
      kerja sama dengan pemasok dan mitra bisnis                     Ketiga juga mematuhi prosedur keamanan yang sesuai
      harus dilakukan dengan persetujuan kedua belah                 dengan kebijakan internal BTN.
      pihak sesuai dengan prosedur perubahan yang




                                                 Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               213
Page 111
                                                                                  Manajemen Lingkungan          Dukungan Pengembangan
                            Tentang Laporan                 Profil BTN
                                                                                      Berkelanjutan             dan Kesejahteraan Pegawai




Pelindungan Data Pribadi

Pelindungan data pribadi merujuk pada serangkaian                        •    Kebijakan Khusus (KK) 9-Z tentang Pelindungan
langkah dan prosedur dalam mengelola informasi                                Konsumen dan Masyarakat.
pribadi dengan cara yang memastikan data tersebut                        •    Kebijakan    Khusus     (KK)    9-J   tentang    Prosedur
terlindungi    dengan          baik,    sesuai     dengan     tingkat         Pengelolaan Kearsipan.
klasifikasinya.     Pelindungan          ini   juga    menekankan        •    Petunjuk Teknis (PT) 6-K.1 tentang Persetujuan Subek
pentingnya         transparansi         dalam      setiap     proses          Data Pribadi.
pengelolaan data pribadi, yang berarti setiap pihak                      •    Petunjuk Teknis (PT) 6-K.2 tentang Perekaman
yang terlibat harus jelas mengetahui bagaimana                                Pemrosesan Data Pribadi.
data mereka dikumpulkan, digunakan, dan dilindungi.                      •    Petunjuk Teknis (PT) No. 6-K.3 tentang Penilaian
Pelindungan        data       pribadi    mencakup       penetapan             Dampak Pelindungan Data Pribadi.
kewajiban yang harus dipatuhi oleh pihak yang                            •    Petunjuk Teknis (PT) No. 6-K.4 tentang Penanganan
mengelola data yaitu Bank, serta hak-hak yang dimiliki                        Kegagalan Pelindungan Data Pribadi.
oleh subjek data pribadi untuk melindungi kepentingan                    •    Petunjuk Teknis (PT) No. 6-K.5 tentang Kerjasama
mereka.                                                                       Dengan Pihak Ketiga Aspek Pelindungan Data
                                                                              Pribadi.
BTN telah mengimplementasikan praktik pelindungan                        •    Petunjuk Teknis (PT) 9-J.1 tentang Petunjuk Teknis
data     pribadi      ini    dengan       tujuan      utama    untuk          Tentang Pelaksanaan Pengelolaan Kearsipan.
membangun dan menjaga kepercayaan nasabah,
sekaligus     memastikan           bahwa         kegiatan     mereka     Sebagai bentuk kepatuhan, Bank menjaga kerahasiaan
selaras dengan ketentuan yang diatur dalam UU No.                        dan pengamanan informasi pribadi melalui:
27 Tahun 2022 yang mengatur Perlindungan Data                            1.     Retensi Informasi Pribadi
Pribadi. Dalam hal perlindungan data pribadi, BTN telah                         Informasi pribadi yang disimpan di Bank harus
membentuk Departemen Data Privacy yang berperan                                 dihapus ketika informasi tersebut sudah tidak
sebagai Pejabat Pelindung Data Pribadi yang berada                              dibutuhkan lagi untuk menjalankan fungsi bisnis
pada Satuan Kerja Kepatuhan dibawah Direktorat                                  atau memenuhi kewajiban hukum dan regulasi.
Human Capital, Compliance & Legal yang secara aktif
disupervisi oleh Board Of Directors melalui forum Komite                 2.     Pembukaan Data Pribadi
Pengarah Teknologi Informasi (KPTI), Komite Manajemen                           Data pribadi hanya dapat diserahkan kepada
Risiko, dan Steering Committee Proyek Implementasi                              pihak     ketiga    jika   mendapatkan        izin   atau
Pelindungan Data Pribadi. Departemen Data Privasi                               persetujuan dari pemilik data, atau berdasarkan
berperan dalam mengembangkan kerangka kerja,                                    perintah pejabat yang berwenang sesuai dengan
kebijakan, serta menjalankan program perlindungan                               peraturan perundang-undangan yang berlaku.
data pribadi, dalam rangka memastikan implementasi                              Pengungkapan data pribadi oleh Bank hanya
yang menyeluruh atas kontrol pelindungan data pribadi                           diperbolehkan jika sesuai dengan ketentuan dan
secara holistik.                                                                peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Praktik pelindungan dan pengelolaan data pribadi                         Sebagai pihak yang mengelola data pribadi, BTN
yang diterapkan oleh Bank tercermin dalam kebijakan                      telah menjalankan kewajibannya dengan melakukan
yang mengatur berbagai aspek pengelolaan data                            beberapa hal, sebagai berikut:
pribadi, mulai dari tahap pengumpulan, penggunaan,                       1.     Komitmen           untuk      mengumpulkan           dan
pembagian (share), hingga penyimpanan atau retensi                              memproses data pengguna yang terbatas
data. Di bawah ini adalah daftar dokumen kebijakan                              pada tujuan. Dalam proses pengumpulan dan
yang menjelaskan lebih rinci mengenai praktik-praktik                           pemrosesan Data Pribadi, BTN mengutamakan
tersebut.                                                                       prinsip “data minimization”, yang berarti hanya
•     Kebijakan Khusus (KK) 6-K tentang Pelindungan                             mengumpulkan           data     yang     benar-benar
      Data Pribadi.                                                             diperlukan dan relevan untuk tujuan tertentu. Bank
•     Kebijakan Khusus (KK) 5-B tentang Keamanan                                juga menuangkan tujuan dari pemrosesan data
      Teknologi Informasi.                                                      tersebut dalam bentuk tertulis, yang menjadi salah




214                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 112
                                                 Pelayanan Prima untuk
            Pengembangan dan                       Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
         Pemberdayaan Masyarakat                                                    Keberlanjutan




     satu informasi yang harus disetujui oleh subjek                        pihak ketiga. Persetujuan tersebut juga harus
     data pribadi sebelum data mereka diproses.                             direkap dalam perekaman pemrosesan Data
     Prinsip dan praktik ini diatur dengan jelas dalam                      Pribadi (ROPA).
     Kebijakan Khusus No. 6-K tentang Pelindungan                    5.     Komitmen untuk mewajibkan pihak ketiga yang
     Data Pribadi dan Petunjuk Teknis No. 6-K.1 tentang                     berbagi data untuk mematuhi kebijakan Bank.
     Persetujuan Subjek Data Pribadi.                                       Selain berfokus pada kesepakatan bisnis, BTN
2.   Komitmen          untuk      menerapkan              standar           menerapkan pengelolaan risiko yang berkaitan
     pelindungan        data      terdepan.         BTN     telah           dengan Pihak Ketiga untuk memastikan bahwa
     mengimplementasikan mekanisme pelindungan                              semua potensi risiko dapat terkelola dengan
     data yang sesuai dengan standar yang diatur                            baik. Selain itu, Bank juga telah menetapkan
     dalam     Kebijakan     Khusus      (KK)    6-K      tentang           standar kepatuhan dan keamanan yang harus
     Pelindungan Data Pribadi dan Kebijakan Khusus                          dipenuhi oleh Pihak Ketiga untuk melindungi data
     (KK) 5-B tentang Keamanan Teknologi Informasi.                         dan informasi yang terlibat dalam kerja sama
     Kebijakan ini mencakup prosedur dan langkah-                           tersebut. Standar keamanan ini disesuaikan
     langkah yang dirancang untuk memastikan data                           dengan pedoman yang ditetapkan oleh Bank,
     terlindungi dan dikelola dengan baik. Selain itu,                      yang tercantum dalam Kebijakan Khusus No. 6-K
     Bank juga telah mengadopsi standar keamanan                            tentang Pelindungan Data Pribadi dan Petunjuk
     informasi      internasional,   yaitu    ISO    27001:2022             Teknis No. 6-K.5 tentang Kerjasama Dengan Pihak
     Sistem Manajemen Keamanan Informasi, yang                              Ketiga Aspek Pelindungan Data Pribadi.
     memberikan pedoman terbaik dalam mengelola
     dan melindungi informasi.                                       BTN     tidak    akan      menjual,   menyediakan,      dan
3.   Komitmen untuk memberikan tahu subjek                           menyewakan Data Pribadi milik Subjek Data Pribadi
     data secara tepat waktu jika terjadi perubahan                  yang     berhubungan        dengan    BTN,   kecuali   untuk
     kebijakkan atau pelanggaran data. BTN telah                     keperluan pemrosesan transaksi, penyediaan layanan
     menetapkan        kebijakan     yang       mengharuskan         keuangan, pelaporan pada regulator, pemenuhan
     pemberian notifikasi kepada Subjek Data Pribadi                 permintaan aparat penegak hukum, dan pengecualian
     jika terjadi perubahan ketentuan atau kegagalan                 lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang
     data pribadi. Hal ini diatur dalam                Kebijakan     berlaku. Kami akan berupaya untuk memastikan
     Khusus    No.     6-K   tentang     Pelindungan        Data     minimalisasi Data Pribadi yang diproses, sepanjang
     Pribadi dan Petunjuk Teknis No. 6-K.4 tentang                   tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
     Penanganan Kegagalan Pelindungan Data Pribadi
     yang memberikan panduan dalam merespons                         Sebagai bentuk transparansi kepada Subjek Data
     insiden yang berhubungan dengan kegagalan                       Pribadi, BTN telah mempublikasikan privacy policy
     pelindungan Data Pribadi.                                       (kebijakan privasi) yang dapat diakses pada www.btn.
4.   Komitmen untuk memperoleh data pengguna                         co.id/privacy-policy, dan platform digital BTN lainnya.
     melalui cara yang sah dan transparan. Dengan                    BTN berkomitmen untuk memenuhi Hak Subjek Data
     persetujuan      eksplisit   dari    subjek     data     jika   Pribadi sesuai ketentuan perundang-undangan dan
     diperlukan. Komitmen Bank dalam memastikan                      regulator yang berlaku.
     pemrosesan data telah dilakukan dengan cara
     yang     sah    menurut      hukum      dan    transparan       Untuk menangani concern nasabah terkait dengan hak
     tertuang dalam Kebijakan Khusus No. 6-K tentang                 subjek data pribadi, BTN telah memiliki beberapa kanal,
     Pelindungan Data Pribadi . Selain itu, Bank juga                seperti melalui BTN Mobile/balé, call center BTN, dan
     telah menerapkan proses yang memastikan                         customer service pada outlet Bank. Berikut merupakan
     bahwa persetujuan dari subjek data pribadi, baik                pembagian kanal terkait dengan hak subjek data
     individu maupun korporasi, diperoleh secara                     pribadi:
     eksplisit dan jelas. Persetujuan ini diberikan                  •    Untuk mendapatkan informasi terkait data pribadi
     untuk pengelolaan data sesuai dengan tujuan                          nasabah, dapat melalui BTN Mobile/balé             dan
     yang telah diinformasikan kepada subjek data,                        customer service;
     termasuk dalam hal kegiatan yang melibatkan




                                                 Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk           215
Page 113
                                                                                 Manajemen Lingkungan           Dukungan Pengembangan
                           Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                                     Berkelanjutan              dan Kesejahteraan Pegawai




•     Untuk melakukan perubahan dan perbaikan data                      Sistem Pembayaran BI, manajemen risiko keamanan
      pribadi nasabah, dapat melalui customer service;                  siber, dan manajemen keamanan data, serta audit
      dan                                                               tematik     pada     aplikasi    kritikal    yang    mencakup
•     Untuk     menghentikan         pemrosesan         data    dan     validitas pemrosesan informasi, integritas data, dan
      menghapus data, dapat melalui customer service.                   pengamanan aplikasi dan data. Semua kegiatan audit
                                                                        ini dilakukan sesuai dengan rencana yang ditetapkan
Pada tahun 2024, BTN telah menginisialisasi proses                      dalam Rencana Audit Tahunan.
evaluasi       secara      berkala    terhadap        implementasi
pelindungan data pribadi, yang dilakukan oleh tim                       Selama periode pelaporan, Bank mencatat tidak
internal Bank dengan melibatkan pihak ketiga yang                       terdapat insiden kegagalan pelindungan data pribadi.
ditunjuk untuk mendukung proses tersebut.                               Hal ini menjadi bukti nyata dari komitmen BTN dalam
                                                                        menjaga privasi dan melindungi data nasabah dengan
Satuan        Kerja     Audit   Internal     (SKAI)    Bank    telah    sebaik-baiknya. Selain itu, Bank juga tidak menerima
melaksanakan audit yang berfokus pada aspek                             pengaduan yang serupa yang diajukan, baik oleh
keamanan siber dan aplikasi, termasuk keamanan data                     pihak berwenang maupun oleh lembaga yang memiliki
pribadi, melalui aktivitas Audit Teknologi Informasi (TI).              tanggung jawab dalam pengawasan dan regulasi
Audit ini mencakup audit mandatory yang berdasarkan                     sektor perbankan. [GRI 418-1]
ketentuan regulator, seperti security audit pada aplikasi



Penghapusan Data Pribadi

Dalam upaya mematuhi ketentuan hukum yang                               Jadwal Retensi Arsip berdasarkan kategori data yang
berlaku, khususnya yang terkait dengan perlindungan                     dimiliki. Setiap kategori data, yang meliputi produk,
data pribadi, BTN mengikuti ketentuan yang diatur                       layanan, dan jenis data tertentu, dikelola oleh pemilik
dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan                         divisi yang bertanggung jawab untuk menentukan
Data Pribadi. Meskipun undang-undang ini mengatur                       durasi penyimpanan yang sesuai.
kewajiban untuk menghapus dan memusnahkan data
pribadi, undang-undang tersebut tidak secara eksplisit                  Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap tata
menetapkan masa retensi data pribadi. Oleh karena                       kelola    yang     transparan     dan       berkelanjutan,   BTN
itu, BTN merujuk pada kebijakan internal yang lebih                     juga     berkomitmen     untuk     tidak     mengambil       atau
rinci, seperti yang tercantum dalam KK 9-M mengenai                     menggunakan data pribadi nasabah dari sumber lain
Pedoman         Tata      Kelola   Data,     yang     menetapkan        tanpa persetujuan eksplisit dari nasabah. Langkah
bahwa penentuan masa retensi data merupakan                             ini diambil guna memastikan bahwa keamanan dan
tanggung jawab masing-masing pemilik data (data                         kerahasiaan data pribadi nasabah tetap terjaga, serta
owner). Selain itu, BTN juga memiliki PT 9-J1 tentang                   untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap
Pelaksanaan Pengelolaan Kearsipan, yang mengatur                        pengelolaan data pribadi yang bertanggung jawab.




216                   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 114
                                             Pelayanan Prima untuk
             Pengembangan dan                  Kepuasan Nasabah               Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                                                 Keberlanjutan




Kebijakan Penagihan Utang yang
Bertanggung Jawab
Sebagai     bagian    dari    komitmen       BTN     untuk       secara profesional, menghormati privasi serta kondisi
memastikan praktik perbankan yang bertanggung                    debitur, dan dapat diakses secara terbuka oleh pihak
jawab dan berkelanjutan, BTN telah menyusun dan                  yang berkepentingan.
menerapkan Standalone Debt Collection Policy yang
mencakup     prosedur    pengumpulan         utang    yang       BTN juga memberikan pelatihan komprehensif bagi
jelas dan transparan. Kebijakan ini dirancang untuk              pegawai terkait untuk meningkatkan pemahaman
melindungi hak-hak konsumen sekaligus mendukung                  mereka tentang kebijakan ini, termasuk program
keberlangsungan bisnis dengan tetap menjunjung                   pelatihan        khusus       seperti      Leading     Collection
tinggi prinsip tata kelola keberlanjutan (LST). Setiap           with      Negotiation     Skill    dan   Optimizing    Collection
pegawai atau pihak yang diberi wewenang untuk                    with      Negotiation.     Pelatihan      ini   dirancang   untuk
mewakili Bank dalam proses penagihan diwajibkan                  mengembangkan kemampuan komunikasi beretika,
untuk mengikuti prinsip-prinsip etika yang tinggi serta          pengelolaan konflik, serta panduan perlakuan adil
menghormati hak-hak debitur, memastikan bahwa                    terhadap nasabah. Dalam hal ini, kebijakan ini
proses    penagihan   dilakukan     dengan    cara    yang       menekankan pentingnya pendekatan beretika dalam
profesional dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.            penagihan utang, dengan fokus pada penyediaan solusi
                                                                 bagi nasabah yang menghadapi kesulitan keuangan,
Standalone Debt Collection Policy mengacu pada                   seperti opsi restrukturisasi atau refinancing. Melalui
Consumer Collection Recovery and Asset Sales yang                kebijakan ini, Bank berkomitmen untuk menciptakan
mencakup pengelolaan kredit bermasalah dan tata cara             proses penagihan yang tidak hanya efektif, tetapi juga
penagihan. Prosedur yang jelas telah ditetapkan dalam            adil, inklusif, dan berkelanjutan. Pengawasan terhadap
kebijakan ini, termasuk langkah-langkah spesifik untuk           pelaksanaan penagihan utang dilakukan oleh Divisi
pengelolaan dan penagihan utang, pemberitahuan dini              CSRD, yang bertugas memastikan bahwa seluruh
kepada debitur, panduan komunikasi, serta mekanisme              proses penagihan utang dilakukan sesuai dengan
eskalasi yang transparan. Seluruh langkah ini bertujuan          prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam kebijakan.
untuk memastikan bahwa proses penagihan dilakukan


Penawaran Opsi Modifikasi Pinjaman

Sebagai    komitmen     BTN   terhadap       perlindungan        Opsi restrukturisasi yang disediakan BTN mengacu
konsumen, Bank menawarkan opsi modifikasi pinjaman               pada POJK No. 40 Tahun 2019, antara lain:
bagi nasabah yang menghadapi kesulitan keuangan.                 1.     Penyesuaian Jadwal Pembayaran
Program restrukturisasi ini mencakup penyesuaian                 2.     Pengurangan Sementara Bunga Pinjaman
jadwal pembayaran, pengurangan sementara bunga                   3.     Pembekuan Cicilan Pokok
pinjaman, atau pembekuan cicilan pokok, dengan
tujuan memastikan solusi yang adil bagi kedua belah              Proses      pengajuan       dimulai      dengan      permohonan
pihak.                                                           debitur yang kemudian ditinjau oleh tim manajemen
                                                                 risiko.    Setelah    disetujui,      debitur   akan   menerima
Proses restrukturisasi dimulai dengan diskusi antara             Surat Persetujuan dengan skema yang disepakati,
debitur dan pengelola akun atau relationship manager.            memberikan kelonggaran waktu dan mengurangi risiko
Debitur juga dapat mengakses informasi mengenai                  kredit.
restrukturisasi pinjaman melalui OJK. Setelah disetujui,
debitur menerima Surat Persetujuan Restrukturisasi
yang mencakup rincian skema, syarat, dan ketentuan
yang berlaku.




                                             Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                217
Page 115
                                                                            Manajemen Lingkungan      Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                                Berkelanjutan         dan Kesejahteraan Pegawai




Penanganan Keluhan Produk Keuangan                                                                        [GRI 413-2] [OJK F.24]




BTN   memahami         betapa    pentingnya     komunikasi        Melalui komitmen yang konsisten terhadap upaya-
bahwa komunikasi yang transparan dan terbuka                      upaya tersebut, Bank berharap dapat memperkuat
sangat penting dalam membangun kepercayaan                        hubungan yang positif dengan para pemangku
dengan semua pemangku kepentingan. Untuk itu,                     kepentingan,       serta   memastikan      bahwa        setiap
Bank memprioritaskan penyediaan saluran komunikasi                perspektif yang ada diakui dan ditangani secara tepat
yang mudah diakses, responsif, dan efektif, yang                  dan sesuai dengan kebutuhan. BTN juga memastikan
memungkinkan          setiap    pemangku      kepentingan,        bahwa dampak dari setiap keputusan dan kegiatan
terutama masyarakat lokal, untuk menyampaikan                     operasionalnya dapat dikelola dengan baik, tanpa
berbagai masukan, saran, atau keluhan yang berkaitan              menimbulkan masalah atau keluhan yang signifikan.
dengan operasional Bank. Saluran pengaduan ini                    Selama periode pelaporan ini, Bank tidak menerima
tidak hanya berfungsi sebagai sarana bagi pemangku                keluhan terkait kegiatan operasional atau dampak
kepentingan untuk menyuarakan ketidakpuasan, tetapi               negatif     yang     ditimbulkan,   yang     menunjukkan
juga sebagai wadah dialog yang memungkinkan Bank                  keberhasilan BTN dalam menjaga komunikasi yang
untuk merespons permasalahan dengan cepat dan                     efektif dan responsif.
secara kolaboratif, mencari solusi yang terbaik bagi
semua pihak. [F.24]




218             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 116
                                         Pelayanan Prima untuk
           Pengembangan dan                Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
        Pemberdayaan Masyarakat                                             Keberlanjutan




Mekanisme Pengaduan Nasabah

BTN memahami bahwa penanganan pengaduan                       membuka saluran pengaduan yang dapat diakses oleh
konsumen yang cepat dan tepat sangat penting                  nasabah di seluruh unit kerja bank, memastikan bahwa
untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah               nasabah dapat menyampaikan keluhan atau masukan
dan menjadi salah satu faktor penentu keunggulan              kapan saja dan dari mana saja, tanpa terbatas oleh
pelayanan.   Sebagai   upaya     untuk   meningkatkan         lokasi kantor tempat mereka pertama kali mendaftar.
kualitas pelayanan, BTN telah menetapkan Kebijakan            Nasabah dapat menyampaikan pengaduan baik
Khusus Nomor KK.9-K mengenai Pengaduan Nasabah.               secara lisan maupun tertulis, melalui berbagai saluran
Dengan berpedoman pada aturan tersebut, Bank                  media yang telah disediakan, antara lain:



Saluran Media Pengaduan Nasabah

                1                                         2                                              3

                                           Pengaduan melalui Contact
        Pengaduan dapat                       Center di nomor telepon
      disampaikan langsung                    150286 atau 1500286 dan                            Pengaduan melalui
    kepada BTN melalui Kantor                         surel Bank:                          Otoritas Jasa Keuangan,
         Wilayah, Kantor                  btncontactcenter@btn.co.id                             Bank Indonesia, dan
     Cabang, Kantor Cabang                 (Pengaduan di luar ini, yaitu                          lembaga lainnya.
    Pembantu, divisi di Kantor                melalui Live Chat, media
        Pusat dan Direksi.                elektronik/media sosial; akan
                                         diarahkan melalui surel BTN atau
                                                  contact center).




  Alur                     Nasabah                     Nasabah                         Proses Pengaduan
                           Menyampaikan                Mendapatkan                     Selesai Ditangani
  Penanganan               Aduan                       Nomor Aduan                     Jika nasabah
  Pengaduan                Nasabah                     Bank menerima                   sepakat dengan
  Nasabah                  menyampaikan aduan          dan mencatat serta              hasil penyelesaian,
                           melalui kanal yang          memberikan nomor tiket          maka pengaduan
                           disediakan oleh BTN.        aduan kepada nasabah.           dianggap selesai.




                             1            2               3              4                 5                 6



                                    Verifikasi Data                 Proses Tindak Lanjut              Proses Tindak Lanjut
                                    Nasabah                         oleh BTN                          oleh BTN
                                    Bank melakukan                  BTN akan                          BTN akan Nasabah
                                    verifikasi data                 menindaklanjuti                   yang tidak sepakat
                                    nasabah sesuai                  dan menyelesaikan                 dengan hasil
                                    dengan prosedur                 aduan nasabah                     penyelesaian dapat
                                    yang ditetapkan.                sesuai waktu yang                 melanjutkan proses
                                                                    ditetapkan.                       LPAS SJK.




                                         Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                219
Page 117
                                                                                                    Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                            Tentang Laporan                        Profil BTN
                                                                                                        Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




Data Pengaduan Nasabah


                                                                                                                      2024

                      Kategori Pengaduan                                                                       Selesai              Dalam Proses
                                                                                  Jumlah
                                                                                Pengaduan
                                                                                                         Jml              %         Jml           %

 Penghimpunan Dana                                                                          1.064              654       61,47          410      38,53

 Penyaluran Dana                                                                             461               324       70,28            137    29,72

 Produk Kerja Sama                                                                             15               12       80,00             3     20,00

 Produk Lain                                                                                1.259              808       64,18          451      35,82

 Sistem Pembayaran                                                                     90.198            89.385          99,10          813       0,90

 Total                                                                                 92.997             91.183         98,05        1.814       1,95

 Tingkat Resolusi                                                                                                    98,45%

 Keterangan:
 • Kategori Penghimpunan Dana: tabungan, deposito, giro, dll.
 • Kategori Penyaluran Dana: kredit subsidi, kredit nonsubsidi, kredit modal kerja, dll.
 • Kategori Produk Kerja Sama: bancassurance, reksadana, ORI, dll.
 • Kategori Produk Lainnya: layanan petugas, bank faransi, penyediaan fasilitas, dll
 • Kategori Sistem Pembayaran: ATM, mobile banking, internet banking, dll.




Pengawasan Pengelolaan Pengaduan Nasabah

Komite Pemantau Risiko BTN, yang beroperasi di                                         ke lembaga penyelesaian sengketa, seperti arbitrase,
tingkat Dewan Komisaris, memantau pengelolaan                                          mediasi, atau peradilan, sesuai dengan ketentuan yang
pengaduan nasabah sebagai bagian dari pengelolaan                                      berlaku. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen
risiko operasional. Dalam hal ini, Komite bekerja sama                                 BTN untuk menjaga integritas dan kredibilitasnya, serta
dengan Direktur Operation untuk menerima laporan                                       mengelola risiko hukum dan reputasi yang mungkin
kinerja pengaduan dari Unit Experience Division. Tujuan                                timbul akibat sengketa yang tidak terselesaikan.
dari langkah ini adalah untuk mengidentifikasi potensi
risiko dan memastikan tindak lanjut yang tepat guna                                    Dengan pendekatan yang matang ini, BTN berkomitmen
memperbaiki proses dan mengurangi risiko yang                                          untuk terus mengelola pengaduan nasabah dengan
timbul, sehingga pengelolaan pengaduan nasabah                                         prinsip kehati-hatian dan perbaikan berkelanjutan,
dapat dilakukan secara efektif dan efisien.                                            guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah.
                                                                                       Komitmen tersebut menunjukkan bahwa Bank selalu
Jika pengaduan tidak dapat diselesaikan secara                                         berusaha untuk memberikan solusi yang adil dan
langsung dan berujung pada sengketa, nasabah                                           transparan bagi nasabah, serta terus meningkatkan
diberikan kesempatan untuk mengeskalasi masalahnya                                     kualitas layanan secara menyeluruh.



Proses Penanganan Pengaduan Nasabah

Sebagai upaya untuk semakin meningkatkan kualitas                                      memberikan solusi yang terbaik bagi nasabah. Melalui
pengelolaan pengaduan nasabah, BTN bekerja sama                                        kolaborasi       ini,    BTN    mengimplementasikan       sistem
dengan pihak eksternal, seperti Ombudsman dan BPKN,                                    penanganan pengaduan berbasis Ombudsman yang
untuk mempercepat proses penyelesaian pengaduan                                        mencakup:
nasabah. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan                                     1.       Saluran Pengaduan Terintegrasi: BTN menyediakan
setiap pengaduan dapat diselesaikan dengan cepat                                                berbagai kanal pengaduan, termasuk aplikasi BTN
dan tepat, serta menjaga kredibilitas Bank dalam                                                Mobile/balé, call center, dan cabang fisik, dengan
                                                                                                standar pelayanan yang sesuai OJK.




220                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 118
                                                     Pelayanan Prima untuk
                   Pengembangan dan                    Kepuasan Nasabah              Integritas Tata Kelola
                Pemberdayaan Masyarakat                                                  Keberlanjutan




                                2023                                                                           2022

                        Selesai            Dalam Proses                                        Selesai                   Dalam Proses
  Jumlah                                                             Jumlah
Pengaduan                                                          Pengaduan
                     Jml            %      Jml             %                            Jml               %              Jml         %

         318           318        100,00         0         0,00              94               94          100,00           -          0,00

        208            206        99,04          2         0,96              184             184          100,00           -          0,00

           8               8      100,00         0         0,00               5                5          100,00               1     20,00

         812           706        86,95     106           13,05              444             444          100,00

       61.261        61.261       100,00         0         0,00          51.804            51.804         100,00          34          0,07

      62.607         61.137       97,64     108            0,17         51.804           51.804          100,00           49          0,09

                               99,83%                                                               100,00%




 2.     Prosedur Eskalasi yang Jelas: Pengaduan yang                     BTN berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh
        tidak terselesaikan di tingkat operasional Bank                  data      pribadi    nasabah         diproses    sesuai    dengan
        dapat dievaluasi untuk memastikan penyelesaian                   persetujuan eksplisit dari nasabah. Data tersebut tidak
        yang independen dan akuntabel.                                   akan digunakan untuk tujuan selain transaksi utama
 3.     Pelatihan Khusus Pegawai: BTN menyelenggarakan                   tanpa pemberitahuan atau persetujuan tambahan
        pelatihan kepada pegawai terkait penanganan                      dari nasabah. Selain itu, BTN juga menyediakan
        pengaduan.                                                       pemberitahuan privasi yang dapat diakses di situs
 4.     Peningkatan        Transparansi:   BTN       berkomitmen         resmi     Bank,     memberikan         transparansi       mengenai
        untuk melaporkan statistik pengaduan nasabah,                    bagaimana data nasabah digunakan dan dilindungi.
        tingkat penyelesaian, dan umpan balik nasabah                    Seiring dengan komitmen tersebut, BTN tidak menjual,
        secara berkala sebagai bentuk transparansi.                      mengungkapkan, atau menyediakan data nasabah
                                                                         kepada pihak ketiga tanpa persetujuan nasabah.
 Hal ini terbukti BTN telah menerima penghargaan dari
 Ombudsman RI sebagai HIMBARA paling kooperatif dan                      Hal tersebut tercermin dari perolehan Sertifikat ISO
 responsif dalam mendorong penyelesaian pemenuhan                        9001:2015 perihal Standar Mutu Layanan Contact Center
 sertifikat KPR debitur pada tanggal 19 Desember 2024.                   sebagai bentuk validasi bahwa layanan contact center
                                                                         yang dimiliki BTN telah terstandardisasi dan sebagai
 Sebagai hasil dari inisiatif ini, pada tahun 2024, BTN                  salah satu kanal untuk pengaduan nasabah.
 berhasil meningkatkan kepuasan nasabah dengan
 tingkat penyelesaian pengaduan yang lebih cepat,                        Selain itu, perolehan Sertifikat ISO 9001:2015 perihal
 yaitu rata-rata dalam (3 hari) kerja, serta meningkatkan                Pelindungan Pelanggan dan Manajamen Penanganan
 kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bank.                           Pengaduan         yang      diterima    BTN     sebagai     bentuk
                                                                         peningkatan mutu layanan untuk membangun proses
                                                                         bisnis yang terstruktur dan terstandardisasi.




                                                     Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                  221
Page 119
                                                                             Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                 Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




Kepuasan Nasabah
Kepuasan nasabah merupakan salah satu aspek                       Informasi yang diberikan mencakup berbagai aspek
prioritas bagi BTN. Setiap tahun, Bank terus berupaya             penting, seperti nama dan jenis produk, fitur utama,
untuk meningkatkan tingkat kepuasan nasabah dengan                manfaat yang ditawarkan, risiko yang mungkin timbul,
cara menyediakan produk-produk dan layanan yang                   prosedur penggunaan, biaya yang terkait, serta
tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga dipastikan            informasi relevan lainnya yang dapat membantu
setara bagi seluruh nasabah tanpa terkecuali. Di                  nasabah dalam memahami produk dan layanan
samping itu, Bank juga menetapkan kebijakan serta                 tersebut. [GRI 3-3, 417-1] [OJK F.27]
standar pelayanan yang terbaik, yang dirancang untuk
tidak hanya mempertahankan tingkat kepuasan yang                  Di samping itu, semua aktivitas komunikasi pemasaran
ada, tetapi juga untuk memperkuat dan meningkatkan                yang dilakukan oleh Bank telah sepenuhnya mengikuti
kepercayaan nasabah terhadap Bank. [OJK F.17]                     regulasi yang berlaku, untuk memastikan bahwa
                                                                  setiap produk dan layanan yang dipromosikan sesuai
Beberapa hal yang BTN lakukan untuk mewujudkan                    dengan ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas yang
kepuasan nasabah, antara lain:                                    berwenang. Sebagai hasil dari pendekatan ini, selama
1.     Menawarkan produk dan jasa sesuai dengan                   tahun pelaporan, tidak ada dampak negatif yang
       standar mutu yang ditetapkan;                              terjadi akibat produk atau layanan yang dikeluarkan
2.     Memberikan layanan terbaik kepada seluruh                  oleh Bank. Tidak ada produk atau layanan yang perlu
       nasabah dan menindaklanjuti setiap keluhan                 ditarik atau dibatalkan karena alasan tertentu. Selain itu,
       nasabah secara adil tanpa diskriminasi;                    tidak ditemukan adanya insiden ketidakpatuhan terkait
3.     Melakukan promosi pelayanan yang sehat, adil,              dengan informasi atau pelabelan produk dan jasa
       jujur, tidak menyesatkan, dan diterima oleh norma-         yang diberikan kepada nasabah. Dengan demikian,
       norma yang berlaku umum di masyarakat;                     BTN tidak menerima laporan pelanggaran yang terkait
4.     Menerapkan perdagangan yang adil (fair trade)              dengan komunikasi pemasaran selama tahun 2024. [GRI
       sesuai dengan kebijakan BTN, yaitu: [FS15]                 3-3, 417-2, 417-3] [OJK F.28, F.29]

       a. Kebijakan Khusus Nomor 2-L tentang Jasa
          Layanan Retail Funding;                                 BTN terus berupaya meningkatkan kepuasan nasabah,
       b. Petunjuk Teknis PT.2-C.1 tentang Tarif Layanan          dan hasilnya dapat dilihat dari pencapaian yang
          Transfer Valuta Asing; dan                              memuaskan dalam berbagai penilaian eksternal.
5.     Memastikan      seluruh    pegawai      mendukung          Salah satunya adalah posisi pertama yang diraih
       Bank dalam upaya mencapai kepuasan dan                     BTN dalam kategori Net Promoter Score (NPS) untuk
       kepercayaan nasabah                                        Kelompok Bank (KBMI) 3 pada hasil survei Satisfaction
                                                                  Loyalty Engagement (SLE) indeks yang dilakukan pada
Selain memberikan informasi terkait produk dan                    akhir tahun 2024, dengan skor 50,00. Pencapaian ini
layanan yang sudah ada, BTN juga berkomitmen untuk                menunjukkan peningkatan sebesar 8,5% dibandingkan
memberikan informasi yang jelas dan transparan                    tahun sebelumnya, yang mencerminkan tingginya
mengenai produk baru dan inovasi yang diluncurkan.                kepuasan dan loyalitas nasabah terhadap layanan
Hal ini memungkinkan nasabah untuk membuat                        yang diberikan oleh BTN. [OJK F.30]
keputusan yang tepat dengan rasa aman dan percaya.




 222            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 120
                          Pelayanan Prima untuk
   Pengembangan dan         Kepuasan Nasabah             Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat                                      Keberlanjutan




                          Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk   223
Page 121
Integritas
Tata Kelola
Keberlanjutan




226   Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN
232   Komitmen Penerapan Tata Kelola
235   Strategi Tata Kelola
236   Governance, Risk, and Compliance Roadmap
242   Proses Nominasi Badan Tata Kelola Tertinggi
247   Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola Tertinggi
248   Manajemen Risiko
277   Kode Etik dan Etika Bisnis
282   Anti-Fraud dan Benturan Kepentingan
287   Implementasi Prinsip Kehati-hatian
290   Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan dan
      Sosial
291   Pengendalian Internal
291   Pengendalian Gratifikasi
292   Whistleblowing System
296   Sistem Penanganan Pengaduan
Page 122

          
Page 123
                                                                               Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                   Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                                   Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN                                                                       [GRI 2-9, 2-10, 2-11, 2-12, 2-13, 2-18]




BTN telah memiliki struktur tata kelola. Struktur Tata              balance yang optimal. Pada pelaksanaan operasional,
Kelola BTN dibentuk berdasarkan ketentuan yang                      RUPS, Dewan Komisaris, dan Direksi menjalankan
diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007                        perannya masing-masing dengan saling menghormati
tentang Perseroan Terbatas, yang mengatur bahwa                     batasan kewenangan sesuai peraturan perundang-
“Organ Perseroan terdiri atas Rapat Umum Pemegang                   undangan dan anggaran dasar perusahaan. Struktur
Saham    (RUPS),   Direksi,    dan   Dewan      Komisaris.”         ini   tidak      hanya   mencerminkan         kepatuhan             BTN
Pembentukan organ ini dirancang untuk mendukung                     terhadap ketentuan perundang-undangan, tetapi juga
penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik                  menegaskan peran strategis masing-masing organ
melalui pembagian tugas dan tanggung jawab yang                     dalam mendukung implementasi tata kelola yang
terstruktur, serta pelaksanaan mekanisme check and                  efektif.

Struktur Tata Kelola BTN


                                                        Rapat Umum Pemegang
                                                            Saham (RUPS)




                                                                                                           Dewan
                              Dewan Komisaris                        Direksi
                                                                                                          Pengawas
                                                                                                           Syariah

        Audit                    Sekretaris                        Sekretaris
      Eksternal               Dewan Komisaris                     Perusahaan



                                                               Komite Manajemen
                                Komite Audit                                                      Satuan Kerja Audit
                                                                     Risiko
                                                                                                       Internal

                                                                Komite Aset and
                                                                 Liability (ALCO)
                              Komite Pemantau                                                       Satuan Kerja
                                   Risiko                                                         Manajemen Risiko
                                                                  Komite Kredit



                                                                Komite Kebijakan
                                                                  Perkreditan

                                                                                                    Satuan Kerja
                              Komite Remunerasi                                                   Kepatuhan (SKK)
                                dan Nominasi                    Komite Pengarah
                                                               Teknologi Informasi
                                                                                                      Unit Kerja Lain


                                                          Komite Human Capital
                                                                                                 Unit Usaha Syariah
                                                                                                        (UUS)
                                                                  Komite Bisnis


                                                                Komite Pengarah
                                                                  Transformasi


                                                                  Komite ESG




226           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 124
                                                                                 Integritas Tata Kelola
               Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk               Keberlanjutan
            Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah




Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) [GRI 2-11]
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan                           terlibat dalam operasional Bank, yang sepenuhnya
organ tertinggi dalam struktur Bank yang berfungsi                   menjadi tanggung jawab Direksi. Selain itu, RUPS juga
sebagai     forum      bagi     pemegang       saham       untuk     merupakan pemeran utama dalam pengambilan
melaksanakan hak mereka, baik dalam memperoleh                       keputusan strategis yang berdampak langsung pada
informasi maupun memberikan pandangan terkait                        keberlanjutan operasional dan arah strategis Bank. [GRI
kebijakan strategis perusahaan. Berdasarkan Undang-                  2-11]

Undang      No.   40   Tahun     2007      tentang   Perseroan
Terbatas, “RUPS adalah organ Perseroan yang memiliki                 Bank menyelenggarakan dua jenis Rapat Umum
kewenangan yang tidak diberikan kepada Direksi atau                  Pemegang Saham (RUPS), yaitu RUPS Tahunan dan
Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan oleh                     RUPS Luar Biasa. RUPS Tahunan wajib dilaksanakan
Undang-Undang ini dan/atau anggaran dasar.”                          selambat-lambatnya enam bulan setelah berakhirnya
                                                                     tahun buku. Sementara itu, RUPS Luar Biasa, yang juga
Sebagai      badan       tata     kelola     tertinggi,     RUPS     disebut sebagai RUPS lainnya, dapat diselenggarakan
bukanlah bagian dari eksekutif perusahaan, tetapi                    sewaktu-waktu           berdasarkan            kebutuhan     dan
berperan     sebagai      tempat     Direksi     dan      Dewan      kepentingan Bank.
Komisaris     menyampaikan          laporan      kinerja     dan
pertanggungjawaban atas tugas yang telah mereka                      Pada periode pelaporan 2024, Bank menyelenggarakan
laksanakan. Sesuai dengan Anggaran Dasar BTN dan                     1 kali RUPS Tahunan, sebagaimana informasi berikut:
peraturan yang berlaku, pemegang saham tidak

Penyelenggaraan RUPS BTN


              Keterangan                                  RUPS Tahunan                                    RUPS Luar Biasa

 Tanggal                                    06 Maret 2024                                                       -

 Waktu                                      14.31 WIB - 17.13 WIB                                               -

 Lokasi                                     Gedung Menara BTN, lantai 6                                         -
                                            Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta Pusat
                                            10130



Dewan Komisaris
Dewan     Komisaris     merupakan       organ     tata     kelola    Dalam     menjalankan         tugas      pengawasan,       Dewan
Bank yang bertanggung jawab untuk melakukan                          Komisaris      memiliki    wewenang         untuk      membentuk
pengawasan secara menyeluruh maupun spesifik,                        komite yang terdiri dari anggota Dewan Komisaris.
sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar.                        Komite tersebut bertanggung jawab langsung kepada
Selain itu, Dewan Komisaris juga memiliki peran dalam                Dewan Komisaris. Fungsi dan tugas Dewan Komisaris
memberikan        rekomendasi      kepada      Direksi.    Fungsi    diatur lebih lanjut oleh Undang-Undang No. 40 Tahun
utamanya adalah memastikan kepentingan Bank                          2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang No.
dan Pemegang Saham terlaksana, serta mendukung                       7 Tahun 1992 tentang Perbankan, serta peraturan terkait
tercapainya tujuan BTN dengan mempertimbangkan                       lainnya, termasuk ketentuan yang ditetapkan oleh OJK,
kepentingan seluruh pemangku kepentingan.                            Bank Indonesia, dan Anggaran Dasar BTN.




                                                 Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               227
Page 125
                                                                            Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




Komposisi Dewan Komisaris BTN


        Nama                    Jabatan                Pelaksana               Dasar Pengangkatan            Tanggal Efektif

 Chandra M.              Komisaris Utama/         Otoritas Jasa           RUPS Luar Biasa tanggal 27        4 Mei 2020
 Hamzah                  Independen               Keuangan (OJK)          November 2019

 Iqbal Latanro           Wakil Komisaris          Otoritas Jasa           Rapat Umum Pemegang               6 September 2021
                         Utama/Independen         Keuangan (OJK)          Saham Tahunan tanggal 10
                                                                          Maret 2021

 Armand B. Arief         Komisaris                Otoritas Jasa           RUPS Luar Biasa tanggal 27        14 Mei 2020
                         Independen               Keuangan (OJK)          November 2019

 Sentot A. Sentausa      Komisaris                Otoritas Jasa           Rapat Umum Pemegang               8 Agustus 2022
                         Independen               Keuangan (OJK)          Saham Tahunan 2 Maret 2022

 Andin Hadiyanto         Komisaris                Otoritas Jasa           RUPS Luar Biasa tanggal 27        10 Juli 2020
                                                  Keuangan (OJK)          November 2019

 Herry Trisaputra        Komisaris                Otoritas Jasa           Rapat Umum Pemegang               11 Oktober 2022
 Zuna                                             Keuangan (OJK)          Saham Tahunan 2 Maret 2022

 Himawan Arief           Komisaris                Otoritas Jasa           Rapat Umum Pemegang               3 Oktober 2022
 Sugoto                                           Keuangan (OJK)          Saham Tahunan 2 Maret 2022

 Adi Sulistyowati        Komisaris                Otoritas Jasa           Rapat Umum Pemegang               7 Oktober 2024
                         Independen               Keuangan (OJK)          Saham Tahunan 6 Maret 2024

 Bambang                 Komisaris                Otoritas Jasa           Rapat Umum Pemegang               7 Oktober 2024
 Widjanarko              Independen               Keuangan (OJK)          Saham Tahunan 6 Maret 2024



Sebagai bagian dari mekanisme tata kelola yang                     Komisaris mencatatkan daftar hadir yang menunjukkan
baik, BTN mengadakan rapat secara berkala untuk                    partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan
memastikan Dewan Komisaris dapat menjalankan                       strategis dan pengawasan terhadap operasional Bank.
fungsi pengawasan dengan efektif. Setiap rapat Dewan

Persentase Kehadiran pada Rapat Dewan Komisaris


              Jumlah Rapat Dewan Komisaris:                                    Rata-rata Persentase Kehadiran:

                               53                                                            97,29%




Direksi
Direksi merupakan organ utama dalam tata kelola                    operasional, dengan jabatan paling rendah sebagai
yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan                      pejabat     eksekutif   bank,   serta   memenuhi        kriteria
Bank untuk mencapai tujuan dan kepentingan yang                    integritas, kompetensi, dan reputasi keuangan sesuai
telah ditetapkan. Tugas Direksi meliputi pengelolaan               ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kriteria calon
operasional, perumusan strategi, serta pengelolaan                 anggota Direksi ditetapkan dalam Pedoman dan Tata
dan pelindungan aset Bank. Dalam pelaksanaannya,                   Tertib Kerja Direksi. Pengangkatan anggota Direksi
Direksi berkewajiban melaporkan hasil kinerjanya                   dilakukan melalui RUPS dan mulai berlaku efektif sejak
kepada Dewan Komisaris. Setiap anggota Direksi harus               penutupan RUPS tersebut. Usulan pengangkatan atau
memiliki pengalaman minimal lima tahun di bidang                   penggantian anggota Direksi oleh Dewan Komisaris




228              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 126
                                                                             Integritas Tata Kelola
             Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk              Keberlanjutan
          Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah




kepada RUPS dilakukan dengan mempertimbangkan                     hingga penutupan RUPS Tahunan ke-5 (lima) setelah
rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi.                  pengangkatan. Ketentuan ini sesuai dengan peraturan
                                                                  perundang-undangan yang berlaku di bidang pasar
Anggota Direksi memiliki masa jabatan selama 5 (lima)             modal. Namun demikian, RUPS memiliki kewenangan
tahun dan dapat diperpanjang untuk 1 (satu) periode               untuk memberhentikan anggota Direksi sebelum masa
masa jabatan berikutnya. Pengangkatan anggota                     jabatannya berakhir dengan tetap mengacu pada
Direksi ditetapkan melalui keputusan RUPS dan berlaku             ketentuan hukum yang berlaku di bidang pasar modal.
efektif sejak tanggal penetapan dalam RUPS tersebut

Komposisi Anggota Direksi BTN


      Nama                 Jabatan                  Pelaksana                Dasar Pengangkatan                  Tanggal Efektif

 Nixon L.P.         Direktur Utama              Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                7 Juni 2023
 Napitupulu                                     Keuangan (OJK)         Tahunan tanggal 16 Maret 2023

 Oni Febriarto      Wakil Direktur Utama        Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                7 Juni 2023
 Rahardjo                                       Keuangan (OJK)         Tahunan tanggal 16 Maret 2023

 Andi Nirwoto       Direktur Information        Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                7 September 2018
                    Technology                  Keuangan (OJK)         Tahunan tanggal 23 Maret 2018

 Elisabeth Novie    Direktur Assets             Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                26 Juni 2020
 Riswanti           Management                  Keuangan (OJK)         Luar Biasa 29 Agustus 2019

 Jasmin             Direktur Distribution &     Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                4 Mei 2020
                    Institutional Funding       Keuangan (OJK)         Luar Biasa 27 November 2019

 Hirwandi Gafar     Direktur Consumer           Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                28 Agustus 2020
                                                Keuangan (OJK)         Luar Biasa 27 November 2019

 Setiyo Wibowo      Direktur Risk               Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                3 Juli 2020
                    Management                  Keuangan (OJK)         Luar Biasa 27 November 2019

 Nofry Rony         Direktur Finance            Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                9 Agustus 2021
 Poetra                                         Keuangan (OJK)         Tahunan tanggal 10 Maret 2021

 Eko Waluyo         Direktur Human              Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                9 Agustus 2021
                    Capital, Compliance         Keuangan (OJK)         Tahunan tanggal 10 Maret 2021
                    & Legal

 Hakim              Direktur Operations &       Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                26 Juli 2023
 Putratama          Customer Experience         Keuangan (OJK)         Tahunan tanggal 16 Maret 2023

 Muhammad           Direktur SME & Retail       Otoritas Jasa          Rapat Umum Pemegang Saham                8 Agustus 2024
 Iqbal              Funding                     Keuangan (OJK)         Tahunan tanggal 6 Maret 2024



Direksi bertugas menjalankan segala tindakan yang                 tugas      pengelolaan      Bank,   Direksi     dipimpin     oleh
berkaitan dengan pengelolaan dan bertanggung                      Direktur Utama yang berperan sebagai koordinator
jawab atas pengurusan BTN sesuai dengan maksud                    utama. Direktur Utama memiliki tanggung jawab
dan tujuan Bank. Direksi berperan dalam mewakili Bank             dalam memastikan efektivitas kepemimpinan dan
baik di dalam maupun di luar pengadilan, dengan                   pengambilan keputusan strategis di tingkat Direksi
memperhatikan      ketentuan   peraturan       perundang-         guna mendukung pencapaian visi, misi, serta tujuan
undangan, Anggaran Dasar, serta keputusan Rapat                   jangka panjang Bank serta memiliki tugas sebagai
Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam menjalankan                     berikut:




                                              Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                 229
Page 127
                                                                             Manajemen Lingkungan           Dukungan Pengembangan
                       Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                 Berkelanjutan              dan Kesejahteraan Pegawai




1.     Memimpin rapat Direksi.                                    Untuk meningkatkan efektivitas dalam pelaksanaan
2.     Menciptakan       budaya          keterbukaan       dan    tugasnya,          Direksi   dibantu    oleh   berbagai   komite,
       memfasilitasi diskusi yang konstruktif.                    termasuk:
3.     Memberikan saran kepada anggota Direksi terkait            1.      Komite Manajemen Risiko
       efektivitas pelaksanaan tugas pengurusan.                  2.      Asset and Liability Management Committee
4.     Memelihara      hubungan      dan     soliditas   antar            (ALCO)
       Sesama anggota Direksi terkait pelaksanaan                 3.      Komite Kebijakan Perkreditan
       tugas pengurusan.                                          4.      Komite Kredit
5.     Memelihara hubungan yang efektif dan sehat                 5.      Komite Human Capital
       dengan Dewan Komisaris.                                    6.      Komite Pengarah Teknologi Informasi (TI)
                                                                  7.      Komite Pengarah Transformasi
Sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif, setiap               8.      Komite Bisnis
anggota Direksi bertanggung jawab penuh secara                    9.      Komite Environmental, Social and Governance
tanggung renteng atas setiap kerugian yang timbul                         (ESG)
akibat kesalahan atau kelalaian dalam menjalankan
tugasnya. Namun, anggota Direksi dapat dibebaskan                 Selain itu, Direksi juga mendapatkan dukungan dari unit
dari tanggung jawab jika dapat membuktikan bahwa:                 penunjang seperti Sekretaris Perusahaan, Unit Audit
1.     Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau              Internal, dan Unit Manajemen Risiko guna memastikan
       kelalaiannya.                                              pengelolaan Bank yang lebih efektif dan terintegrasi.
2.     Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik,             Untuk mendukung implementasi tata kelola yang
       penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian untuk              baik, BTN mengadakan rapat secara terjadwal guna
       kepentingan dan sesuai dengan maksud dan                   memastikan            bahwa     Direksi   dapat    menjalankan
       tujuan Bank.                                               tugas pengelolaan dengan efisien. Daftar hadir yang
3.     Tidak mempunyai benturan kepentingan baik                  tercatat dalam setiap rapat Direksi mencerminkan
       langsung maupun tidak langsung atas tindakan               partisipasi aktif anggota dalam proses pengambilan
       pengurusan yang mengakibatkan kerugian.                    keputusan strategis dan pengawasan terhadap kinerja
4.     Telah mengambil tindakan untuk mencegah                    operasional Bank.
       timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut

Persentase Kehadiran pada Rapat Direksi


                      Jumlah Rapat Direksi                                       Rata-rata Persentase Kehadiran:

                               191                                                               86,64%




Komite ESG
BTN telah membentuk Komite ESG, sebuah komite di                  sosial, dan tata kelola yang sejalan dengan tujuan
tingkat dewan, yang dipimpin oleh Direktur Utama                  strategis perusahaan. Tugas utama Komite ESG
dengan anggota yang terdiri dari Dewan Direksi dan                meliputi perumusan kebijakan, strategi, serta tujuan
SEVP. Komite ini bertujuan mendukung pencapaian                   program ESG dan TJSL yang berfokus pada dampak
Sustainable Development Goals (SDGs) dan target                   lingkungan, sosial, dan tata kelola. Selain itu, komite
climate     perusahaan.      Komite       ESG    memainkan        ini juga bertanggung jawab dalam mengawasi risiko
peran sentral dalam memastikan bahwa kebijakan                    dan peluang terkait ESG, serta mengambil keputusan
keberlanjutan Bank mencakup aspek lingkungan,                     strategis dalam pelaksanaan program ESG dan TJSL
                                                                  melalui rapat yang diadakan secara rutin setiap tahun.
                                                                  [GRI 2-18] [FS2]




 230            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 128
                                                                                   Integritas Tata Kelola
                    Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk             Keberlanjutan
                 Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah




Tugas dan tanggung jawab Komite ESG adalah sebagai                             perundang-undangan,          program       pemerintah,
berikut: [GRI 2-9, 2-12, 2-13]                                                 perkembangan internasional, tren bisnis ke depan,
1.        Menetapkan              langkah-langkah          perbaikan           dan perubahan iklim.
          mengenai            hal-hal   yang   berkaitan     dengan      5.    Melakukan        pemantauan,         evaluasi,    dan
          Program ESG dan TJSL mencakupi Community                             memberikan rekomendasi terhadap hasil laporan
          Development, Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil                         ESG, investor concern, atau pihak ketiga lainnya
          (PUMK), Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan,                         terhadap implementasi ESG.
          serta kegiatan bisnis dalam rangka tanggung                    6.    Memberikan keputusan terkait :
          jawab Bank kepada masyarakat atas risiko bisnis                      a. Tujuan dan petunjuk pelaksanaan Program
          yang ditimbulkan oleh Bank dan melaporkannya                             TJSL.
          kepada Direksi.                                                      b. Pemetaan dan penyusunan Program TJSL.
2.        Memberikan keputusan atas strategi Bank yang                         c. Evaluasi atas pelaksanaan Program TJSL.
          berdampak terhadap lingkungan, sosial dan
          masyarakat dalam Program dan Roadmap ESG.                      Komite ESG diatur dalam Kebijakan Khusus No. KK.9-D
3.        Memantau              penerapan      monitoring       atas     tentang Prosedur Tata Kelola Komite Direksi, dengan
          implementasi Strategi dan Roadmap ESG Bank.                    struktur komite sebagai berikut:
4.        Memberikan            informasi   kepada       manajemen
          Bank mengenai seluruh isu terkait ESG, termasuk

Struktur Komite ESG BTN


                          Struktur                                                         Jabatan

     Ketua                                           Direktur Utama
     (merangkap anggota tetap)

     Direksi                                         •     Wakil Direktur Utama *)
     (merangkap anggota tetap)                       •     Direktur yang membawahi Manajemen Risiko **)
                                                     •     Direktur yang membawahi Human Capital, Kepatuhan & Hukum
                                                     •     Direktur yang membawahi Asset Manajemen
                                                     •     Direktur yang membawahi Keuangan

     Direksi/SEVP                                    •     SEVP Wholesale Banking (Anggota Tetap)
                                                     •     Direktur/SEVP lain sesuai materi pembahasan (Anggota Tidak Tetap)
                                                     •     SEVP yang membawahi Compliance and Legal (Anggota Tidak Tetap)

     *) Ketua Pengganti I
     **) Ketua Pengganti II




                                                     Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk           231
Page 129
                                                                            Manajemen Lingkungan             Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                                Berkelanjutan                dan Kesejahteraan Pegawai




Komitmen Penerapan Tata Kelola
BTN senantiasa berkomitmen untuk mengintegrasikan                  •   Peraturan      OJK     No.     35/POJK.04/2014         tentang
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good                 Sekretaris Perusahaan Emiten Atau Perusahaan
corporate     governance/GCG) dalam setiap aspek                       Publik;
operasionalnya. GCG menjadi landasan utama bagi                    •   Peraturan OJK No. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web
manajemen BTN, tidak hanya sebagai pemenuhan                           Emiten atau Perusahaan Publik;
kewajiban hukum, tetapi juga sebagai bentuk tanggung               •   Peraturan      OJK     No.     21/POJK.04/2015         tentang
jawab untuk menjaga etika bisnis. Bank memandang                       Penerapan      Pedoman         Tata    Kelola   Perusahaan
penerapan GCG sebagai langkah strategis untuk                          Terbuka;
meningkatkan kinerja, daya saing, dan keberlanjutan                •   Peraturan      OJK     No.     31/POJK.04/2015         tentang
bisnis dalam jangka panjang.                                           Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh
                                                                       Emiten atau Perusahaan Publik;
Di tengah dinamika persaingan sektor perbankan, BTN                •   Peraturan      OJK     No.     55/POJK.04/2015         tentang
terus memperkuat penerapan GCG guna menciptakan                        Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja
keseimbangan kontrol Bank. Dengan penerapan yang                       Komite Audit;
efektif, GCG membantu mengurangi terjadinya risiko                 •   Peraturan      OJK     No.     56/POJK.04/2015         tentang
kecurangan (fraud) dan meminimalkan kesalahan                          Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam
dalam pengelolaan organisasi. Selain itu, kemampuan                    Unit Audit Internal;
Bank     untuk     menjawab          ekspektasi    pemangku        •   Peraturan      OJK     No.     60/POJK.04/2015         tentang
kepentingan, baik internal maupun eksternal, menjadi                   Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu;
aset penting untuk menjaga keberlanjutan usaha,                    •   Peraturan OJK No. 5/POJK.03/2016 tentang Rencana
sesuai dengan peraturan yang berlaku dan standar                       Bisnis Bank;
praktik terbaik yang diakui secara internasional.                  •   Peraturan OJK No. 29/POJK.03/2016 tentang Laporan
                                                                       Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik;
Dalam menerapkan GCG, BTN merujuk pada berbagai                    •   Peraturan OJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Laporan
perundang undangan, peraturan, dan pedoman GCG                         Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan
yang relevan, baik dari lembaga nasional maupun                        Saham Perusahaan Terbuka;
internasional. Dasar rujukan penerapan GCG BTN                     •   Peraturan OJK No. 15/POJK.03/2019 tentang Rencana
meliputi:                                                              dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang
•   Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun                      Saham Perusahaan Terbuka;
    1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.                  •   Peraturan      OJK     No.     16/POJK.03/2019         tentang
    7 Tahun 1992 tentang Perbankan;                                    Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham
•   Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang                            Perusahaan Terbuka Secara Elektronik;
    Perseroan Terbatas;                                            •   Peraturan OJK No. 17/POJK.03/2019 tentang Transaksi
•   Peraturan     OJK      No.     17/POJK.03/2014       tentang       Material dan Perubahan Kegiatan Usaha;
    Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi                   •   Peraturan      OJK     No.     42/POJK.03/2019         tentang
    Konglomerasi Keuangan;                                             Transparansi dan Publikasi Laporan Bank;
•   Peraturan     OJK      No.     18/POJK.03/2014       tentang   •   Peraturan OJK No. 17 Tahun 2023 tentang Penerapan
    Penerapan       Tata         Kelola   Terintegrasi     bagi        Tata Kelola bagi Bank Umum;
    Konglomerasi Keuangan;                                         •   Peraturan OJK No. 2 Tahun 2024 tentang Penerapan
•   Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi                  Tata Kelola bagi Bank Umun Syariah dan Unit Usaha
    dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan                         Syariah;
    Publik;                                                        •   Surat Edaran OJK No. 14/SEOJK.03/2015 tentang
•   Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite                   Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi
    Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan                     Konglomerasi Keuangan;
    Publik;                                                        •   Surat Edaran OJK No. 15/SEOJK.03/2015 tentang
                                                                       Penerapan       Tata         Kelola     Terintegrasi     bagi
                                                                       Konglomerasi Keuangan;




232              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 130
                                                                          Integritas Tata Kelola
              Pengembangan dan             Pelayanan Prima untuk              Keberlanjutan
           Pemberdayaan Masyarakat          Kepuasan Nasabah




•   Surat Edaran OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang              internasional,     serta     terus   meningkatkan    cakupan
    Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka;                    implementasi GCG, antara lain:
•   Surat Edaran OJK No. 25/SEOJK.03/2016 tentang              1.      Prinsip-prinsip      corporate    governance     yang
    Rencana Bisnis Bank Umum;                                          dikembangkan oleh Organization for Economic
•   Surat Edaran OJK No. 43/SEOJK.03/2016 tentang                      Cooperation and Development (OECD);
    Transparansi dan Publikasi Laporan Bank Umum               2.      ASEAN Corporate Governance Scorecard yang
    Konvensional;                                                      diterbitkan oleh ASEAN Capital Market Forum
•   Surat Edaran OJK No. 13/SEOJK.03/2017 tentang                      (ACMF);
    Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum;                      3.      Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia
•   Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara                  (PUGKI) yang dikembangkan oleh Komite Nasional
    (BUMN) Nomor PER-1/MBU/03/2023 tanggal 3 Maret                     Kebijakan Governance (KNKG);
    2023 tentang Penugasan Khusus dan Program                  4.      Pedoman        GCG     Perbankan    Indonesia    yang
    Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan                         dikembangkan oleh Komite Nasional Kebijakan
    Usaha Milik Negara;                                                Governance (KNKG); dan
•   Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)          5.      Principles for Enhancing Corporate Governance
    Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata                       yang diterbitkan oleh Basel Committee on Banking
    Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan                     Supervision.
    Usaha Milik Negara; dan
•   Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara          Penerapan GCG menjadi elemen strategis untuk
    (BUMN) Nomor PER-3/MBU/03/2023 tanggal 3 Maret             mencapai tujuan moving beyond corporate governance
    2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia                 to true business value. BTN telah mengalihkan fokus
    Badan Usaha Milik Negara; dan                              tata    kelola    dari    kepatuhan      terhadap   peraturan
•   Anggaran Dasar Bank sebagaimana diubah terakhir            (compliance-driven) ke pendekatan yang berorientasi
    dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum                nilai (value-driven) pada seluruh lini bisnis. Langkah
    Pemegang Saham Tahunan Nomor 8 tanggal 6                   tersebut membawa nilai Bank yang selaras dengan
    Maret 2024 yang telah disetujui Menteri Hukum dan          penguatan praktik GCG yang berkelanjutan. Sejak 2014,
    Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan           skor Corporate Governance Perception Index (CGPI)
    Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia              dan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)
    Republik Indonesia Nomor AHU-0022194.AH.01.02.             menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencerminkan
    TAHUN 2024 tanggal 5 April 2024.                           konsistensi penguatan kinerja dan praktik tata kelola
                                                               Bank.
Selain itu, Bank mengadopsi berbagai standar tata
kelola terbaik yang berlaku di tingkat regional maupun



Komitmen Tata Kelola
BTN   berkomitmen     untuk   terus    mengintegrasikan        Penerapan GCG merupakan elemen kunci dalam
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG)         menilai      kinerja     BTN    oleh     pemegang       saham,
dalam setiap aspek operasional, mematuhi peraturan             sekaligus memastikan bahwa Bank dikelola secara
yang berlaku, dan selalu terbuka untuk melakukan               transparan dan profesional, serta mampu menjaga
perbaikan demi mencapainya sesuai dengan praktik               kepentingan       seluruh      pemegang     saham. Sebagai
terbaik. Langkah ini bertujuan untuk mendukung visi            BUMN dan perusahaan publik, BTN bertekad untuk terus
dan misi BTN, serta menciptakan nilai yang optimal             meningkatkan implementasi GCG guna memenuhi
bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan                   ekspektasi seluruh pemangku kepentingan.
lainnya.




                                           Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk             233
Page 131
                                                                            Manajemen Lingkungan           Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan                 Profil BTN
                                                                                Berkelanjutan              dan Kesejahteraan Pegawai




Prinsip-prinsip Tata Kelola
BTN memahami bahwa keberlanjutan usaha tidak                       4.     Mempertahankan               dan           meningkatkan
hanya dinilai melalui kinerja keuangan atau peningkatan                   kelangsungan usaha yang sehat dan kompetitif
profitabilitas semata, tetapi juga melalui pengelolaan                    dalam jangka panjang (sustainable); dan
internal yang baik, termasuk penerapan prinsip-prinsip             5.     Meningkatkan kepercayaan para investor kepada
GCG. Dengan mengedepankan prinsip GCG, Bank                               BTN.
bertujuan menciptakan keseimbangan bisnis yang
komprehensif. Hal ini mencakup kepentingan bisnis                  Dalam melaksanakan seluruh aktivitas bisnis dan
dan sosial, baik secara individu maupun kelompok,                  operasional, BTN menerapkan prinsip-prinsip tata kelola
internal dan eksternal, serta dalam jangka pendek                  perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/
maupun panjang, untuk memberikan manfaat optimal                   GCG) secara konsisten di setiap jenjang organisasi.
bagi Pemegang Saham dan pemangku kepentingan                       Penerapan ini didasarkan pada ketentuan POJK Nomor
lainnya.                                                           17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank
                                                                   Umum sebagai pedoman utama. Beberapa prinsip tata
Penerapan prinsip-prinsip GCG yang efektif menjadi                 kelola perusahaan yang baik yang diimplementasikan
kunci bagi ketahanan Bank dalam menghadapi                         oleh BTN meliputi:
dinamika      persaingan     yang       semakin      kompleks.     1.     Transparansi (transparency)
Untuk itu, BTN terus mengadopsi dan menyesuaikan                          Transparansi yaitu keterbukaan dalam proses
praktik GCG terbaik dari tingkat nasional, regional,                      pengambilan          keputusan     serta    keterbukaan
hingga internasional, guna memastikan relevansi                           dalam pengungkapan dan penyediaan informasi
dan efektivitasnya terhadap kebutuhan Bank dan                            yang relevan mengenai Bank.
tantangan industri.
                                                                   2.     Akuntabilitas (accountability)
BTN memiliki tujuan dalam penerapan prinsip-prinsip                       Akuntabilitas        yaitu   kejelasan      fungsi    dan
GCG, di antaranya adalah:                                                 pelaksanaan pertanggungjawaban organ Bank
1.     Mendukung visi BTN, yaitu “Menjadi Best Mortgage                   sehingga kinerja BTN dapat berjalan secara
       Bank in Southeast Asia pada Tahun 2025”;                           transparan, wajar, efektif, dan efisien.
2.     Mendukung misi BTN, yaitu:
       a. Secara aktif mendukung pemerintah dalam                  3.     Pertanggungjawaban (responsibility)
           memajukan        kesejahteraan         masyarakat              Pertanggungjawaban               yaitu       kesesuaian
           Indonesia melalui kepemilikan rumah.                           pengelolaan Bank dengan peraturan perundang-
       b. Mewujudkan kehidupan yang diimpikan jutaan                      undangan        di     bidang    pembiayaan,         nilai-
           rakyat Indonesia melalui penyediaan rumah                      nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik
           yang layak.                                                    penyelenggaraan          usaha     pembiayaan        yang
       c. Menjadi One of Home of Indonesia’s Best                         sehat.
           Talent.
       d. Meningkatkan      shareholder     value     dengan       4.     Kemandirian (independency)
           berfokus pada pertumbuhan profitabilitas                       Kemandirian yaitu keadaan perusahaan yang
           yang berkelanjutan sebagai perusahaan blue                     dikelola secara mandiri dan profesional serta
           chip dengan prinsip manajemen risiko yang                      bebas dari benturan kepentingan dan pengaruh
           kokoh.                                                         atau tekanan dari pihak manapun yang tidak
       e. Menjadi mitra keuangan bagi para pemangku                       sesuai dengan peraturan perundang undangan
           kepentingan dalam ekosistem perumahan                          di bidang pembiayaan dan nilai-nilai etika serta
           dengan menyediakan solusi menyeluruh dan                       standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan
           layanan terbaik melalui inovasi digital.                       usaha pembiayaan yang sehat.
3.     Memberikan        manfaat     dan     nilai    tambah
       (added value) bagi para Pemegang Saham                      5.     Kesetaraan dan kewajaran (fairness)
       (shareholders) dan para pemangku kepentingan                       Kesetaraan dan kewajaran yaitu kesetaraan,
       (stakeholders);                                                    keseimbangan, dan keadilan di dalam memenuhi




 234             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 132
                                                                      Integritas Tata Kelola
            Pengembangan dan             Pelayanan Prima untuk            Keberlanjutan
         Pemberdayaan Masyarakat          Kepuasan Nasabah




     hak-hak pemangku kepentingan yang timbul               risiko, kebutuhan akan tata kelola perusahaan yang
     berdasarkan perjanjian, peraturan perundang-           baik menjadi krusial untuk menjaga keberlanjutan dan
     undangan, dan nilai-nilai etika serta standar,         keberhasilan bisnis.
     prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha
     pembiayaan yang sehat.                                 Selain    itu,   implementasi       GCG     adalah     upaya
                                                            berkelanjutan     untuk     merespons      kebutuhan    tata
GCG berperan sebagai pedoman utama dalam                    kelola dengan tujuan mencapai nilai bisnis sejati.
meningkatkan kinerja dan akuntabilitas Bank, bertujuan      BTN berkomitmen menjadi bank BUMN yang unggul,
menciptakan nilai jangka panjang bagi Pemegang              dengan mengelola seluruh kegiatan bisnis secara
Saham sembari tetap memperhatikan kepentingan               profesional dan berpegang pada prinsip GCG. Inisiatif ini
pemangku     kepentingan    lainnya.   Penerapannya         didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten,
didasarkan pada peraturan yang berlaku dan etika            berintegritas, dan beretika tinggi.
bisnis. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas




Strategi Tata Kelola
Dengan mengimplementasikan paradigma GCG secara             mencakup empat pilar utama. Pilar pertama adalah
holistik, BTN memastikan terciptanya keselarasan            komitmen terhadap tata kelola (Commitment on
antara tujuan dan kepentingan Bank dengan para              Governance), yang menjadi dasar bagi ketiga pilar
pemangku kepentingan. Keselarasan ini diharapkan            berikutnya, yaitu struktur tata kelola (Governance
dapat mendorong tercapainya keberlanjutan BTN               Structure), proses tata kelola (Governance Process),
dalam jangka panjang. Untuk menjaga konsistensi             dan hasil tata kelola (Governance Outcome).
penerapan GCG, Bank telah menyusun roadmap yang

Pilar GCG BTN




             Governance                            Governance                                  Governance
              Structure                              Process                                    Outcome




                                          Commitment of Governance




                                        Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk           235
Page 133
                                                                                                           Manajemen Lingkungan            Dukungan Pengembangan
                                            Tentang Laporan                    Profil BTN
                                                                                                               Berkelanjutan               dan Kesejahteraan Pegawai




Governance, Risk, and Compliance Roadmap
Sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola                                                bisnis         berkelanjutan          dengan         memastikan
yang holistik, BTN telah merancang Governance, Risk,                                             efisiensi      operasional,     keberlanjutan        profitabilitas,
and                            Compliance (GRC) Roadmap untuk periode                            serta     peningkatan        layanan      digital.   Kami      telah
2025-2029 guna memperkuat tata kelola perusahaan,                                                mengembangkan kerangka kerja sebagai panduan
pengelolaan risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi.                                             dalam merumuskan GRC Roadmap seperti bagan
Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan                                              berikut ini:



Governance, Risk, and Compliance (GRC) Roadmap BTN



                                                                                Corporate Plan 2025 - 2029


                                   1. Gap Analysis in Risk      2. Gap Analysis in Digital          3. Gap Analysis in ESG          4. BTN Top Risk Indicator
                                          Maturity                      Maturity                           Aspects                    Projection 2025-2029


                                                                                                                    Diagnostic             SWOT Analysis
                                    Stream Analysis             Diagnostic                  Gap Analysis
                                                                                                                      Results                 Result
     Phase 1: Diagnostic Process




                                                                  Strategic                                         Business Process
                                       Funding
                                                                  Directions                                                                    SWOT
                                                                                          Gap Analysis               Governance &              Analysis
                                                                                         Gaps Between                Organizational            (Result)
                                        Lending               External Analysis        Existing Conditions             Structure
                                                                  (Business                  and Ideal
                                                                   Trends),                 Conditions,            Infrastructure, IT, &
                                                                 Regulation,               Constraints,
                                     Operational                                                                           Data
                                                               and/or Internal                                                                   Key
                                                                                            or Obstacle
                                                                Analysis Best                                                                 Watch-Out
                                                                                           Encountered             People Capabilities
                                                                 Practices/                                                                   & Strategy
                                          Risk                                                                                                  Design
                                                               Benchmarking
                                   Interconnectivity                                                                  GRC Culture




                                                                        Strategic Postures for GRC Roadmap
 Strategic
 Postures
 Phase 2:




                                    To Support Business Growth and            To Drive Resilience & Secure               To Ensure Competency of GRC
                                            Sustainability                 Operational For Business Continuity           Talent and Strong GRC Culture
  Implementation Plan




                                                                       Implementation Plan & Execution Setup
       Phase 3:




                                                           Implementation Plan                                                   Execution Setup
                                             Initiative Charter - Strategic Initiative & Timeline                         PMO, Tracking Tools, Empower
                                                                                                                             & Change Management
                                        Governance                  Risk                    Compliance                     Implementation (2025-2029)




236                                   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 134
                                                                                  Integritas Tata Kelola
               Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk                Keberlanjutan
            Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah




GRC Roadmap ini dirancang untuk memberikan                           visi tersebut, BTN mengusung lima misi utama yang
kerangka kerja strategis yang memungkinkan BTN                       menjadi pedoman dalam setiap langkah strategisnya,
menghadapi tantangan regulasi, risiko, dan tata kelola               yaitu:
secara terpadu. Dengan pendekatan proaktif, roadmap                  1.       Menjadi mitra utama pemerintah dalam inklusi
ini memastikan organisasi mampu mengidentifikasi,                             perumahan dan keuangan
mengevaluasi, dan memitigasi risiko secara dini untuk                2.       Memberikan customer experience terbaik melalui
menjaga stabilitas operasional dan finansial.                                 layanan digital dan finansial yang terintegrasi
                                                                     3.       Meningkatkan         shareholder           value      dengan
Selain itu, roadmap ini mengintegrasikan kepatuhan                            pertumbuhan profitabilitas yang berkelanjutan
terhadap regulasi yang terus berkembang, sehingga                    4.       Menjadi rumah bagi talenta terbaik Indonesia
BTN tidak hanya memenuhi kewajiban hukum tetapi                      5.       Menerapkan       praktik     tata    kelola   perusahaan
juga   memanfaatkan          peluang     dalam     perubahan                  yang baik dan inovasi bisnis berkelanjutan untuk
kebijakan untuk menciptakan nilai kompetitif. Melalui                         kesejahteraan        masyarakat        dan         kelestarian
penguatan struktur tata kelola perusahaan yang baik,                          lingkungan.
roadmap ini mendorong transparansi, akuntabilitas,
dan efisiensi, yang menjadi pondasi utama untuk                      Selain melalui misi, BTN juga telah merumuskan 2029
mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.                    Aspiration to Achieve BTN’s Vision, diantaranya:
                                                                     1.       Membangun Engine Tabungan yang Sustainable
Sebagai bagian dari GRC Roadmap, BTN merumuskan                               untuk Menghimpun Tabungan sebesar Rp120
Corporate Plan 2025-2029 yang terdiri dari empat                              Triliun
elemen utama yang saling terhubung dan memberikan                             Menangkap       3%    Tabungan         dari   20      provinsi
arahan yang jelas dalam mengembangkan kinerja                                 terbesar, meluncurkan proposisi inovatif untuk
BTN. Dengan keempat elemen tersebut, BTN bertujuan                            payroll, pembeli rumah pertama, dan profesional
untuk tidak hanya memperkuat posisinya di pasar                               wiraswasta, serta menjadi bank transaksi bagi
perumahan Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada                           pelanggan      dan     bisnis      melalui    peningkatan
pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.                          kemampuan transaksi perbankan
Keempat elemen tersebut mencakup:                                    2.       Memberdayakan                 Keluarga             Indonesia
•   Visi, Misi, dan Nilai, yang mencerminkan tujuan dan                       dalam Penyaluran Kredit Perumahan untuk
    nilai-nilai dasar BTN;                                                    Mewujudkan Impian Memiliki Rumah dengan
•   Aspirasi BTN 2029 Untuk Mencapai Visi, yang                               Penyaluran sekitar Rp450 Triliun
    menggambarkan aspirasi dan ambisi Bank untuk 5                            Mendukung       sekitar      1,2    juta    nasabah       KPR
    tahun mendatang;                                                          subsidi dan 290 ribu nasabah KPR Non-subsidi,
•   BTN     Plan:   1+3+5    Strategic    Initiatives,    yang                memberdayakan sekitar 27 ribu UKM terkait
    menjelaskan pendekatan yang terstruktur dan                               perumahan melalui            proposisi yang mencakup
    prioritas utama dalam pencapaian tujuan; dan                              seluruh siklus hidup bisnis.
•   Strategic Initiatives, yang menguraikan inisiatif-               3.       Menjadi Mitra Keuangan bagi Konsumen dan
    inisiatif spesifik yang akan diimplementasikan untuk                      Bisnis dengan Menyediakan Rangkaian Lengkap
    mendukung strategi Bank.                                                  Solusi Perbankan Sehari-hari
                                                                              Meningkatkan kepemilikan produk konsumen
BTN telah menetapkan visi dan misi yang jelas untuk                           melalui kredit bermargin tinggi (dengan target
memperkuat landasan strategis mereka dan mencapai                             menjadi 8% dari portofolio kredit), solusi investasi
tujuan jangka panjang. Visi baru BTN untuk tahun 2025                         dan pembayaran; memperluas porsi kredit non-
adalah menjadi mitra utama dalam pemberdayaan                                 perumahan (dengan target 20% dari portofolio
finansial    keluarga   Indonesia.       Ini   mencerminkan                   kredit) dan meningkatkan FBI (~20% dari revenue);
komitmen bank untuk membantu keluarga Indonesia                               serta meningkatkan konversi nasabah KPR baru
dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih                                  menjadi pengguna layanan perbankan penuh
baik, memberikan akses yang lebih luas terhadap                               (sebagian besar sebagai bank utama).
layanan keuangan yang dibutuhkan, serta mendorong
pemberdayaan ekonomi keluarga. Untuk mewujudkan




                                                 Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                     237
Page 135
                                                                                 Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                 Profil BTN
                                                                                     Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




4.     Membangun           Portofolio      Berkualitas      Tinggi    3.     Financial group
       dengan Efisiensi Operasional                                          •    Menjadi penantang #2 dalam perbankan
       Membangun operasi digital dan efisien (dengan                              Syariah melalui pengembangan kemitraan
       target CIR <50%) serta memperkuat budaya                                   dan perluasan footprint
       pelayanan pelanggan di seluruh bank; Menjaga                          •    Membentuk anak usaha baru melalui life
       tingkat NPL yang rendah (dengan target NPL <2,3%)                          insurance dan multifinance
       di berbagai segmen kredit didukung oleh proses
       penjaminan dan penagihan yang didorong oleh                    Capabilities to deliver at scale
       AI.                                                            1.     Digitization
5.     Memperluas Cakupan Layanan Melalui 3 anak                             •    Digitalisasi end to end customer journeys
       Perusahaan                                                                 untuk percepatan proses dan efisiensi
       Membangun           anak     usaha       Bank      Syariah            •    Mendorong      efisiensi   di   Cabang    melalui
       peringkat #2 di Indonesia; meluncurkan dan                                 otomasi untuk mendukung CIR <50%
       mengembangkan anak perusahaan                        multi-
       finance (dengan penyaluran pinjaman >2,5 triliun)              2.     Sales model
       dan asuransi (Gross Written Premium/GWP >2                            Menyusun kembali struktur sales & operating
       triliun)                                                              model untuk cross-collaboration (one CST model)
                                                                             dan effectiveness (pada beberapa mono-lines)
Aspirasi      ini   mencerminkan        komitmen    BTN     untuk
mengintegrasikan inovasi, efisiensi operasional, dan                  3.     Upskilling
keberlanjutan dalam setiap aspek bisnisnya. Untuk                            Melakukan bank-wide capability building yang
mendukung aspirasi tersebut, dibutuhkan BTN plan:                            berfokus pada customer centric sales
1+3+5 strategic initiatives
Core strength                                                         4.     Tech & data
1.     Funding                                                               •    Mempercepat       modernisasi     dari   platform
       •     Meningkatkan         Tabungan         transaksional                  perbankan
             berbiaya     murah       melalui     payroll      (5%           •    Membentuk dan mengadopsi advance AI
             penetration) dan mobile banking/balé (3 juta                         assets
             nasabah)
       •     Membangun tailored propositions untuk 70k+               5.     Risk Management
             cash-rich self-employed professionals                           Memperkuat risk underwriting, dan merubah
       •     Mendorong full-transaction banking untuk                        collections and recovery strategy untuk menjaga
             segmen SME & wholesale (20% utilization)                        CoC <1,2%


Holistic banking propositions                                         BTN juga telah merumuskan inisiatif strategis yang
1.     Housing ecosystem                                              terintegrasi,      untuk   mencapai     pertumbuhan      yang
       •     Menambah nasabah baru melalui mortgage                   berkelanjutan dan memperkuat posisinya di industri
             (1.5jt+ kumulatif) dan membangun kerjasama               perbankan. Strategi ini berfokus pada penguatan
             perbankan yang menyeluruh                                pendanaan,           monetisasi   ekosistem      perumahan,
       •     Meningkatkan penetrasi value chain melalui               transformasi        layanan   perbankan,     pengembangan
             25+ klien anchor                                         anak usaha, serta penguatan infrastruktur digital dan
                                                                      sumber daya manusia. Berikut adalah rangkuman
2.     Full banking offering                                          langkah-langkah strategis BTN dalam mewujudkan
       •     Cross-sell HYL (5%+ penetration) dan fee-                aspirasi jangka panjangnya.
             based income untuk ETB consumers
       •     Memperluas sektor baru untuk kredit SME (KUR,            Strengthen Engine for Sustainable Funding
             KUMK)                                                    (2025)

                                                                      Target-target ini berfokus pada pengembangan mesin
                                                                      pendanaan yang berkelanjutan dan pemanfaatan




 238                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 136
                                                                                 Integritas Tata Kelola
             Pengembangan dan                     Pelayanan Prima untuk              Keberlanjutan
          Pemberdayaan Masyarakat                  Kepuasan Nasabah




ekosistem perumahan, dengan tujuan memperdalam                       produk berbasis fee dan memperluas KUMK ke sektor
penetrasi pasar dan meningkatkan produk. Langkah                     dengan pertumbuhan tinggi dan NPL rendah. Untuk
strategis utama mencakup peluncuran produk payroll                   mendiversifikasi layanan, BTN berencana meluncurkan
yang terintegrasi sebagai bagian dari upaya BTN untuk                anak usaha di bidang asuransi melalui usaha patungan
meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa                        untuk asuransi jiwa dan umum.
pasar, penawaran produk perumahan untuk generasi
milenial, serta memperkuat akuisisi dan transaksi                    Sebagai enabler, strategi digitalisasi akan diperkuat
pelanggan mobile BTN/balé. Selain itu, terdapat fokus                dengan peningkatan alat dan kemampuan pemasaran
pada penguatan penjualan dana ritel dengan volume                    digital     untuk     cross-sell,      serta      pengembangan
dan potensi pertumbuhan yang tinggi.                                 infrastruktur teknologi dan data untuk kemampuan
                                                                     analitik    yang     lebih    baik.     Selain    itu,    BTN    akan
Dalam memonetisasi ekosistem perumahan, strategi                     merevitalisasi infrastruktur underwriting dan koleksi
mencakup 60% skema perumahan bersubsidi dan                          untuk      meningkatkan        fungsionalitas        canggih      dan
memperdalam hubungan dengan 50 pengembang                            orkestrasi omnichannel.
utama. BTN juga berencana untuk mengembangkan
produk perbankan yang lebih beragam, meningkatkan                    Deliver Full Banking Offerings with Superior
hasil yang lebih tinggi, serta membangun bisnis Syariah              Customer Experience (2028-2029)
pasca spin-off.
                                                                     Target     untuk     periode     2028-2029        berfokus      pada
Sebagai   enabler,      strategi   digitalisasi     mencakup         penyampaian penawaran perbankan lengkap dengan
minimalisasi pemrosesan manual dalam perjalanan                      pengalaman          pelanggan         yang       superior.      Dalam
peminjaman        dan      pendanaan,          meningkatkan          membangun mesin pendanaan yang berkelanjutan,
kemampuan perbankan transaksi, serta memperluas                      BTN akan menargetkan cross-selling untuk akuisisi
organisasi penjualan dan KPI yang lebih tajam. Selain                rantai     nilai   perumahan          E2E,   serta       memperluas
itu, BTN akan memperbaiki model underwriting dengan                  ekosistem dengan fokus pada residensial kaya tunai,
data lanjutan dan merekrut kemampuan IT dan digital                  area industri, dan institusi APBN teratas. Tujuan lainnya
untuk mendukung platform yang lebih modern dan                       adalah mendorong pendaftaran dan pemanfaatan
dapat diandalkan.                                                    produk TB dari 9% menjadi 20% melalui satu platform
                                                                     terintegrasi.
Broaden Product Propositions and Cross
Selling (2026 – 2027)                                                Dalam monetisasi ekosistem perumahan, strategi akan
                                                                     difokuskan pada pengurangan churn dan pelunasan
Target-target     untuk    periode    2026-2027       berfokus       melalui tim penawaran counter terpusat. BTN juga
pada   pengembangan          engine     pendanaan         yang       akan meningkatkan nilai dan profitabilitas skema
berkelanjutan,    monetisasi       ekosistem      perumahan,         joint finance (B2B) dan kemitraan channeling untuk
dan perluasan penawaran produk serta cross-selling.                  memperluas penawaran. Pada langkah diversifikasi,
Langkah    utama     meliputi      memperluas        penetrasi       BTN berencana meluncurkan anak usaha multifinance
penawaran       kekayaan     untuk    pelanggan        dengan        untuk      mendukung         pengembangan            produk       dan
uang tunai dan affluents tersembunyi, meluncurkan                    layanan.
penawaran berbasis kebutuhan untuk profesional
wiraswasta, serta menawarkan produk merchant untuk                   Sebagai         enabler,     fokus     akan      diberikan      pada
sektor makanan ritel dan restoran.                                   pengembangan alat layanan holistik, termasuk RM
                                                                     workbench dan sistem CRM, serta penerapan platform
Dalam monetisasi ekosistem perumahan, strategi                       teknologi dan analitik canggih untuk mendukung skala
mencakup     memperkuat         saluran   akuisisi      melalui      besar. Selain itu, penguatan organisasi penjualan
agen untuk rumah sekunder, meningkatkan penetrasi                    dan tim layanan di seluruh produk dan segmen akan
dengan klien anchor corporate, dan meluncurkan                       dilakukan, diiringi dengan pengembangan perjalanan
produk terbundel untuk sektor konstruksi dan real                    pelanggan yang dipersonalisasi melalui analitik dan
estate. BTN juga berfokus pada pengembangan                          digitalisasi.




                                               Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                      239
Page 137
                                                                            Manajemen Lingkungan           Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                                Berkelanjutan              dan Kesejahteraan Pegawai




Untuk mencapai inisiatif strategis tersebut, BTN juga             Target 2025 bertujuan untuk membangun kerangka
telah menyusun peta jalan dari inisiatif langkah strategi.        kerja     holistik    guna     mendukung          pertumbuhan
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua                    berkelanjutan dengan fokus pada pengembangan
tujuan dapat tercapai sesuai dengan waktu, sumber                 manajemen          risiko   aset   dan    liabilitas,   termasuk
daya, dan prioritas yang telah ditentukan. Dengan                 optimalisasi neraca, penguatan risiko kredit melalui
roadmap yang sistematis, BTN dapat mengidentifikasi               integrasi data eksternal, serta penerapan strategi
tantangan yang mungkin muncul dan merencanakan                    risiko berbasis pandangan ke depan. BTN akan
langkah mitigasi yang tepat, memastikan implementasi              mempercepat inisiatif ESG, mengintegrasikan prinsip
yang efektif dan efisien dalam mencapai BTN Corporate             ESG dalam operasi perbankan, dan membangun tata
Plan 2025-2029.                                                   kelola serta manajemen risiko terintegrasi di anak
                                                                  usaha. Selain itu, BTN akan meningkatkan efektivitas
Building a Holistic Framework / Actions for                       operasional dengan digitalisasi proses underwriting,
Sustainable Growth (2025)                                         verifikasi digital, dan mengurangi penggunaan kertas.
                                                                  Peningkatan ketahanan operasional dilakukan dengan
Pada tahun 2025 BTN melakukan strategi yang dibagi                memperkuat manajemen risiko digital, keamanan
menjadi 3 bagian yaitu Support Business Growth &                  data, deteksi penipuan, serta kepatuhan terhadap
Sustainability yaitu mengoptimalisasi struktur ALM                regulasi. BTN juga akan mengembangkan talenta
Bank untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang                      berkinerja tinggi dan budaya GRC melalui penguatan
berkelanjutan dan meningkatkan profitabilitas bank,               kepemimpinan, pengembangan kemampuan kritis
lalu pada Drive Resilient & Secure Operational For                terkait GRC, serta penetrasi budaya GRC dengan
Business    Continuity    berfokus      untuk   memastikan        program pengakuan bagi unit kerja terbaik. Semua
operasional    yang      tangguh     dan   aman     dengan        inisiatif ini akan memperkuat posisi BTN dalam
mengurangi risiko cyber, meningkatkan efektivitas                 mencapai pertumbuhan berkelanjutan.
Service Level Agreement (SLA), dan mencegah fraud,
sedangkan Ensure Competency Of GRC Talent And                     Driving Transforming and Effectivity through
Strong GRC Culture yaitu untuk mengembangkan                      Advanced Analytics (2026-2027)
bakat karyawan dan menanamkan budaya GRC yang
kuat untuk mendorong integritas organisasi dan kinerja            Target periode 2026-2027 berfokus pada transformasi
yang tinggi.                                                      dan efektivitas melalui analitik canggih. Dalam optimasi
                                                                  neraca, BTN akan menerapkan model optimasi dan
Target-target ini berfokus pada optimalisasi neraca,              sistem FTP, serta memperkuat analitik risiko kredit
penguatan manajemen risiko, dan peningkatan efisiensi             dengan ESG dan data eksternal. Inisiatif ESG akan
operasional. Fokus utama mencakup pengembangan                    diintegrasikan ke dalam operasi inti perbankan, dan tata
Framework Manajemen Risiko Neraca, pengelolaan                    kelola anak usaha akan disesuaikan dengan standar
risiko kredit dengan integrasi data eksternal, serta              global. BTN juga akan melanjutkan digitalisasi proses
penerapan      pendekatan      proaktif    terhadap    risiko     dengan pengambilan keputusan berbasis data dan
strategis. Inisiatif ESG bertujuan mengintegrasikan               memperkuat manajemen risiko model menggunakan
ESG dan menghilangkan proses berbasis kertas.                     alat digital. Efisiensi operasional akan ditingkatkan
Langkah lainnya adalah transisi menuju proses tanpa               dengan digitalisasi file masuk dan mekanisme prioritas
manual, mulai dari digitalisasi underwriting dan                  sektor.
verifikasi digital. Penguatan manajemen risiko meliputi
peningkatan ketahanan operasional, sistem deteksi                 Untuk ketahanan operasional, BTN akan memperkuat
penipuan, serta kepatuhan regulasi dan perlindungan               pengawasan terhadap pihak ketiga, keamanan data,
data. Pengembangan talenta dan budaya GRC juga                    dan sistem deteksi penipuan. Sistem manajemen
menjadi prioritas dengan peningkatan kemampuan                    risiko dan kepatuhan regulasi juga akan dioptimalkan.
kepemimpinan, sertifikasi profesional, dan penguatan              BTN akan memperkuat kepemimpinan dan budaya
budaya GRC di seluruh organisasi. Inisiatif ini bertujuan         GRC dengan forum kepemimpinan, manajemen jalur
mendukung pertumbuhan berkelanjutan dengan fokus                  karier ganda, dan pengembangan kemampuan GRC,
pada kinerja tinggi dan tata kelola perusahaan yang               serta mendirikan Risk Academy untuk mengatasi
baik.




240             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 138
                                                                       Integritas Tata Kelola
            Pengembangan dan              Pelayanan Prima untuk            Keberlanjutan
         Pemberdayaan Masyarakat           Kepuasan Nasabah




gap kemampuan. GRC akan diintegrasikan dalam                 Untuk risiko strategis, BTN akan menerapkan alokasi
manajemen talenta.                                           modal berbasis risiko dan mempercepat inisiatif ESG
                                                             untuk menjadi juara ESG. Di anak usaha, BTN akan
Target 2026-2027 bertujuan untuk mengembangkan               meningkatkan integritas dan kapabilitas karyawan
kerangka manajemen risiko aset dan liabilitas dengan         terkait tata kelola dan risiko.BTN akan mengotomatisasi
fokus pada optimasi neraca, pengurangan biaya dana,          Early Warning, Stop & Go Mechanism, dan Manajemen
dan penguatan risiko kredit melalui penerapan model          Risiko Model dengan iLoan. Ketahanan operasional
inti/non-inti serta integrasi prinsip ESG dalam operasi      akan diperkuat dengan keamanan siber berbasis AI
perbankan. BTN juga akan memperkuat tata kelola dan          dan peningkatan kepatuhan data serta TI. BTN juga
manajemen risiko di anak usaha dengan menyelaraskan          akan terus meningkatkan tata kelola AML, CFT, dan
standar global serta meningkatkan integritas dan             PPPSPM serta memastikan penerapan roadmap GRC di
kapabilitas karyawan. Untuk meningkatkan efektivitas         seluruh anak usaha.
operasional, BTN akan menghapuskan proses manual
dengan    mengimplementasikan       analitik   berbasis      Target    2028-2029       fokus      pada     pengembangan
data, mesin keputusan canggih, dan digitalisasi              kerangka manajemen risiko aset dan liabilitas melalui
proses. Selain itu, BTN akan memperkuat ketahanan            pengelolaan risiko pasar, likuiditas, dan penguatan skor
operasional melalui pengawasan kontrol pihak ketiga,         koleksi kredit dengan integrasi iLoan, serta penerapan
pengembangan sistem deteksi penipuan, dan optimasi           strategi alokasi modal berbasis risiko menggunakan
sistem kepatuhan regulasi. BTN juga akan memajukan           metode Risk-Adjusted Return on Capital (RAROC) untuk
budaya GRC dengan memperkuat kepemimpinan,                   efisiensi kinerja dan modal. BTN juga akan mempercepat
meningkatkan sertifikasi profesional, dan mendirikan         inisiatif ESG untuk menjadi ESG Champion dan
Akademi Risiko untuk menutup kesenjangan kapabilitas,        memperluas integrasi ESG dalam operasi perbankan,
serta mengintegrasikan GRC ke dalam manajemen                sambil memperkuat tata kelola dan manajemen risiko
talenta dan sistem pengembangan.                             di anak usaha dengan meningkatkan integritas dan
                                                             kapabilitas karyawan. Dalam hal operasional, BTN akan
Accelerate iGRC (integrated Governance,                      mengotomatisasi proses seperti peringatan dini dan
Risk, and Compliance) Excellence (2028-                      mekanisme Stop & Go dalam iLoan, serta memperkuat
2029)                                                        ketahanan      operasional         melalui   penguatan   tata
                                                             kelola arsitektur zero trust dan keamanan siber untuk
Target periode 2028-2029 berikut berfokus pada               aplikasi berbasis AI, mobile, dan cloud. Pengembangan
optimasi neraca, pengelolaan risiko, dan efektivitas         sistem deteksi penipuan berbasis AI, serta penguatan
operasional.   BTN     akan    mengimplementasikan           implementasi kepatuhan terhadap regulasi, privasi
sistem manajemen risiko pasar dan likuiditas, serta          data, dan kepatuhan TI menjadi prioritas, bersama
mengintegrasikan risiko kredit dengan skor koleksi           dengan penguatan budaya GRC dengan memastikan
lanjutan dalam iLoan. BTN juga akan memperkuat               adopsi roadmap GRC di seluruh anak usaha dan
BWMK Individu dengan Sertifikasi Pemutus Kredit.             peningkatan kapabilitas GRC.




                                         Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk           241
Page 139
                                                                              Manajemen Lingkungan            Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan                  Profil BTN
                                                                                  Berkelanjutan               dan Kesejahteraan Pegawai




Proses Nominasi Badan Tata Kelola Tertinggi                                                                                      [GRI 2-10]




Dalam proses nominasi anggota badan tata kelola                           a. Integritas;
tertinggi, Bank melibatkan pemegang saham melalui                         b. Kompetensi; dan
mekanisme RUPS. Pengangkatan dan pemberhentian                            c. Reputasi yang baik.
setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan                5.    Calon Komisaris Independen harus memiliki:
berdasarkan keputusan RUPS. Proses seleksi dan                            a. Pengetahuan di bidang perbankan yang
nominasi     dilakukan     secara       transparan     dengan                  memadai        dan    relevan      dengan       jabatan
mempertimbangkan            rekomendasi        dari      Komite                sebagai Komisaris Independen; dan
Remunerasi      dan   Nominasi.        Dalam   mengevaluasi               b. Pengalaman di bidang perbankan dan/atau
calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi, Bank                                bidang keuangan.
memperhatikan kriteria seperti integritas, kejujuran,               6.    Mantan anggota Direksi atau Pejabat Eksekutif
profesionalisme, pengalaman kepemimpinan, loyalitas,                      atau pihak yang mempunyai hubungan dengan
serta ketersediaan waktu untuk mendukung kemajuan                         Bank yang dapat memengaruhi kemampuan
Bank. Selain itu, aspek keberagaman, keahlian, dan                        yang bersangkutan untuk bertindak independen
pengalaman di bidang ekonomi, lingkungan, dan                             wajib menjalani masa tunggu paling singkat
sosial juga menjadi pertimbangan penting. Bank                            1   (satu)   tahun     sebelum        menjadi       Komisaris
memastikan bahwa calon yang diajukan tidak memiliki                       Independen.
hubungan keuangan, keluarga, atau bisnis dengan                     7.    Masa tunggu bagi:
anggota Dewan Komisaris, Direksi, maupun Pemegang                         a. Mantan Direktur Utama pada Bank; dan
Saham      Pengendali     yang      dapat      memengaruhi                b. Mantan anggota Direksi yang membawahkan
independensinya. [GRI 2-10]                                                    fungsi pengawasan atau Pejabat Eksekutif
                                                                               yang melakukan fungsi pengawasan pada
Berdasarkan Pedoman dan Tata tertib Kerja Dewan                                Bank, paling singkat 6 (enam) bulan sebelum
Komisaris Nomor 18/KOM/BTN/2024 tentang tentang                                menjadi Komisaris Independen pada Bank.
Pedoman dan Tata Tertib kerja Dewan Komisaris PT Bank               8.    Komisaris Independen tidak memiliki hubungan
Tabungan Negara (Persero) Tbk,            Bank menetapkan                 keuangan, hubungan kepengurusan, hubungan
kriteria dan persyaratan bagi calon anggota Dewan                         kepemilikan,        hubungan          afiliasi,     dan/atau
Komisaris, yang meliputi: [GRI 2-10]                                      hubungan keluarga dengan anggota Dewan
1.     Kandidat yang dapat diangkat sebagai anggota                       Komisaris     lain,    anggota         Direksi,     dan/atau
       Dewan Komisaris adalah orang perseorangan                          pemegang saham pengendali atau hubungan
       yang memenuhi persyaratan pada saat diangkat                       dengan       Bank     yang     dapat         mempengaruhi
       dan selama menjabat sesuai ketentuan pada                          kemampuan untuk bertindak independen.
       Anggaran Dasar Bank dan peraturan perundang-                 9.    Komisaris      Independen            tidak        mempunyai
       undangan.                                                          hubungan usaha baik langsung maupun tidak
2.     Anggota Dewan Komisaris harus memenuhi                             langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha
       persyaratan penilaian kemampuan dan kepatutan                      Bank.
       sesuai   Peraturan     Otoritas     Jasa       Keuangan      10.   Komisaris Independen tidak mempunyai saham
       mengenai Penilaian Kemampuan dan Kepatutan                         baik langsung maupun tidak langsung pada Bank.
       bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan dan                   11.   Komisaris     dapat       beralih    menjadi        Komisaris
       telah memperoleh surat persetujuan dari Otoritas                   Independen pada Bank atau kelompok usaha
       Jasa Keuangan.                                                     Bank dengan memenuhi persyaratan sebagai
3.     Setidak-tidaknya 1 (satu) orang anggota Dewan                      Komisaris Independen.
       Komisaris wajib berdomisili di Indonesia.                    12.   Komisaris yang akan beralih menjadi Komisaris
4.     Anggota Dewan Komisaris yang telah memenuhi                        Independen pada Bank wajib menjalani masa
       persyaratan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan                     tunggu paling singkat 1 (satu) tahun.
       selama menjabat wajib memiliki:                              13.   Peralihan    dari     Komisaris      menjadi        Komisaris
                                                                          Independen       wajib     memperoleh             persetujuan




 242            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 140
                                                                               Integritas Tata Kelola
             Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk               Keberlanjutan
          Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah




     Otoritas    Jasa      Keuangan    melalui     penilaian        jabatan tersebut tidak boleh melebihi 5 (lima) tahun,
     kemampuan dan kepatutan sesuai dengan                          dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-
     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai                      undangan di bidang Pasar Modal. RUPS berhak untuk
     penilaian    kemampuan        dan   kepatutan       bagi       memberhentikan anggota Direksi sebelum masa
     lembaga jasa keuangan.                                         jabatannya berakhir.


Masa jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris                    Jabatan Direksi berakhir apabila meninggal dunia,
ditetapkan 5 (lima) tahun dan dapat diangkat                        masa       jabatannya      berakhir,     mengundurkan        diri,
kembali untuk satu kali masa jabatan. Anggota Direksi               diberhentikan berdasarkan Keputusan RUPS, atau
diangkat untuk jangka waktu yang terhitung sejak                    tidak lagi memenuhi persyaratan sesuai Anggaran
tanggal ditutupnya atau tanggal yang ditetapkan                     Dasar dan peraturan perundang-undangan. Setelah
oleh RUPS yang mengangkatnya dan berakhir pada                      masa jabatannya berakhir, anggota Dewan Komisaris
penutupan RUPS Tahunan yang ke-5 (lima) setelah                     dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk satu kali masa
tanggal pengangkatannya. Meskipun demikian, masa                    jabatan.



Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-19]
Penetapan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan                       Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN. Selain
Direksi mengacu pada Peraturan Menteri Badan                        itu, remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi juga
Usaha    Milik   Negara     Nomor     PER-13/MBU/09/2021,           ditentukan berdasarkan pencapaian tujuan dan kinerja
tentang Perubahan Keenam atas Peraturan Menteri                     mereka dalam mengelola dampak Bank terhadap
Badan Usaha Milik Negara No. PER-04/MBU/2014                        aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. [GRI 2-19]
tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi,



Prosedur Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-20]


     Dewan Komisaris                          KRN Menyusun                             Dewan Komisaris
   menugaskan Komite                       rekomendasi Dewan                        menyampaikan usulan
 Remunerasi dan Nominasi                   Komisaris dan Direksi                      remunerasi Dewan
  (KRN) untuk melakukan                     untuk disampaikan                        Komisaris dan Direksi
    kajian remunerasi                    kepada Dewan Komisaris                         kepada RUPS

            1                                        3                                         5




                               2                                         4                                             6

                                                                                                                RUPS memberikan
                         Human Capital
                                                                                                              kewenangan dan kuasa
                      Management Division                          Dewan Komisaris
                                                                                                             kepada Dewan Komisaris
                      (HCMD) dan unit kerja                       membahas usulan
                                                                                                                untuk menetapkan
                     terkait untuk Menyusun                        remunerasi yang
                                                                                                              dengan terlebih dahulu
                    usulan remunerasi Dewan                     disampaikan oleh KRN
                                                                                                              mendapat persetujuan
                       Komisaris dan Direksi
                                                                                                             Pemegang Saham Seri A
                                                                                                                    Dwiwarna




                                               Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                243
Page 141
                                                                               Manajemen Lingkungan            Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                 Profil BTN
                                                                                   Berkelanjutan               dan Kesejahteraan Pegawai




Dalam proses penetapan remunerasi, BTN bermitra                       dalam      KPI    Direksi      adalah    aspek     keberlanjutan
dengan      Willis   Towers     Watson      untuk    melakukan        (Sustainability),       yang    berfokus    pada    pencapaian
benchmarking dan/atau Salary Survey. Bank memiliki                    tujuan jangka panjang yang mendukung kelangsungan
kebijakan untuk menunda pembayaran remunerasi                         perusahaan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
variabel yang bersifat ditangguhkan (Malus) atau                      Parameter tersebut mencakup bobot penilaian ESG
menarik kembali remunerasi variabel yang telah                        rating, peningkatan green financing, penyaluran KPR
dibayarkan       (Clawback)       kepada       pejabat       yang     subsidi dan KPR program rumah milenial, layanan
dikategorikan sebagai Material              Risk   Taker (MRT).       digital channel, zero accident, cyber security breach,
Kebijakan ini diterapkan dengan mempertimbangkan                      dan     keterwakilan        perempuan      dalam     nominated
berbagai faktor, antara lain: [GRI 2-19]                              talent. Paket remunerasi dan fasilitas yang diterima
1.    Besarnya kerugian atau kerusakan reputasi Bank.                 oleh Dewan Komisaris dan Direksi mencakup struktur
2.    Keterlibatan       pegawai     bersangkutan          secara     remunerasi yang terdiri dari gaji, insentif jangka pendek,
      langsung maupun tidak langsung terkait tindakan                 insentif jangka panjang, pensiun, tunjangan, dan one-
      atau transaksi yang dilakukan.                                  off payments (seperti penghargaan perekrutan atau
                                                                      retensi). [GRI 2-19]
Gaji atau honorarium Dewan Komisaris dan anggota
Direksi ditetapkan antara lain berdasarkan faktor-faktor              BTN memberikan insentif jangka pendek sebagai
sebagai berikut:                                                      penghargaan            langsung   atas     pencapaian    kinerja
1.    Faktor skala usaha;                                             dalam periode waktu singkat untuk karyawan, yang
2.    Faktor kompleksitas usaha;                                      biasanya berlangsung selama satu tahun atau kurang.
3.    Tingkat inflasi;                                                Pemberian insentif jangka pendek ini diatur dalam
4.    Kondisi dan kemampuan keuangan Bank;                            Kebijakan Khusus Nomor KK.3-B tentang Remunerasi
5.    Faktor-faktor lain yang relevan, serta tidak boleh              yang mengacu pada POJK Nomor 45/POJK.03/2015.
      bertentangan dengan peraturan perundang-                        Insentif jangka pendek tersebut mencakup berbagai
      undangan; dan                                                   bentuk penghargaan, seperti bonus tunai, kenaikan gaji
6.    Komposisi gaji atau honorarium Direksi dan                      berdasarkan kinerja, profit sharing, dan lainnya yang
      Dewan Komisaris ditetapkan sebagai berikut:                     dirancang untuk memotivasi karyawan agar mencapai
      a. Gaji    Direktur     Utama        ditetapkan     dengan      target perusahaan dalam waktu yang relatif cepat.
           menggunakan          pedoman        internal      yang
           ditetapkan oleh menteri;                                   Selain itu, BTN juga memberikan insentif jangka
      b. Gaji Wakil Direktur Utama sebesar 95% dari gaji              panjang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi
           Direktur Utama;                                            berkelanjutan karyawan selama beberapa tahun.
      c. Gaji anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari                Pemberian insentif jangka panjang ini diatur dalam
           gaji Direktur Utama;                                       KK.3-D tentang Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris,
      d. Honorarium Komisaris Utama sebesar 45%                       Senior Executive Vice President (SEVP) dan Organ
           dari gaji Direktur Utama;                                  Pendukung Dewan Komisaris dan Kebijakan Khusus
      e. Honorarium Wakil Komisaris Utama sebesar                     Nomor KK.3-B tentang Remunerasi yang mengacu
           42,5% dari gaji Direktur Utama; dan                        pada      Peraturan       Menteri       BUMN   Nomor     Per-13/
      f.   Honorarium        anggota        Dewan       Komisaris     MBU/09/2021 dan POJK Nomor 45/POJK.03/2015. Insentif
           sebesar 90% dari gaji Komisaris Utama.                     jangka panjang tersebut mencakup bentuk-bentuk
                                                                      seperti saham, uang tunai, dan penghargaan lain
Penentuan remunerasi di BTN tidak hanya didasarkan                    yang bertujuan untuk mendorong karyawan berfokus
pada posisi dan tanggung jawab masing-masing                          pada pencapaian tujuan perusahaan dalam jangka
individu, tetapi juga dipengaruhi oleh pencapaian Key                 panjang, serta memastikan retensi dan loyalitas
Performance Indicators (KPI) yang telah ditetapkan.                   mereka terhadap perusahaan.
KPI ini merupakan ukuran yang digunakan untuk
menilai sejauh mana tujuan strategis dan operasional                  Berikut merupakan tabel jenis remunerasi dan fasilitas
perusahaan tercapai. Salah satu parameter penting                     lain untuk dewan komisaris dan dewan direksi. [GRI 2-19]




244              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 142
                                                                               Integritas Tata Kelola
              Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk              Keberlanjutan
           Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah




Komponen Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi


                     Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain                                    Dewan Komisaris                 Direksi

 Remunerasi

Honorarium/Gaji

Tunjangan Rutin (Tunjangan Sandang dan Tunjangan Pajak Penghasilan)

Tunjangan Hari Raya

Tantiem

Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, asuransi kesehatan, dan sebagainya) yang:

a. Dapat dimiliki

    Asuransi Purnajabatan

b. Tidak dapat dimiliki

    Tunjangan Perumahan

    Tunjangan Kesehatan

    Tunjangan Transportasi

    Tunjangan Komunikasi




Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah [GRI 2-21]

BTN berupaya distribusi remunerasi yang proporsional                Kebijakan           remunerasi     secara      rutin   ditinjau      dan
dan tidak menciptakan kesenjangan yang signifikan.                  diperbarui untuk menyesuaikan dengan dinamika
Bank tidak memberlakukan kebijakan remunerasi                       industri dan strategi bisnis Bank. Selain itu, penerapan
variabel   (RBV)    tanpa    syarat,   karena       kebijakan       aspek kepatuhan terhadap regulasi perbankan terkait
tersebut tidak memperhitungkan masa kerja pegawai.                  remunerasi diimplementasikan secara bertahap.
Sebagai bentuk komitmen, Bank menerapkan sistem
remunerasi yang kompetitif, adil, dan proporsional,                 Rasio gaji tertinggi dan terendah selama tiga tahun
serta   memastikan        seluruh    pegawai       menerima         terakhir adalah sebagai berikut: [GRI 2-21]
imbalan sesuai ketentuan yang diatur oleh Pemerintah.

Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah


                            Uraian                                        2024                       2023                    2022

 Gaji Pegawai tertinggi dan terendah                                     25,00 : 1                   22,44 : 1               22,34:1

 Gaji Direksi tertinggi dan terendah                                        1,18 : 1                   1,18 : 1                1,18:1

 Gaji Komisaris tertinggi dan terendah                                       1,11 : 1                   1,11 : 1                1,11:1

 Gaji Direksi tertinggi dan Pegawai Tertinggi                              2,89 : 1                   2,92 : 1                2,90:1




                                                Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                       245
Page 143
                                                                                      Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                         Profil BTN
                                                                                          Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




Perbandingan Kompensasi Tahunan


                          Uraian                                    Satuan         2024                  2023                 2022

 Kompensasi total tahunan untuk individu                            Rupiah      23.977.998.581          18.933.904.119     14.001.936.005
 dengan bayaran tertinggi di organisasi

 Nilai tengah (median) total kompensasi                             Rupiah         189.655.513            184.671.636            177.921.128
 tahunan untuk semua pegawai organisasi,
 kecuali individu dengan bayaran tertinggi

 Peningkatan dalam kompensasi total tahunan                             %                   26,64%                       35,22
 untuk individu dengan bayaran tertinggi di
 organisasi

 Peningkatan nilai tengah total kompensasi                              %                       2,70%                     3,79
 tahunan untuk semua pegawai organisasi,
 kecuali individu dengan bayaran tertinggi

 *)Data kompensasi tahunan diperoleh dari Divisi Human Capital




Kebijakan Kepemilikan Saham Anggota Direksi dan Komisaris

Dewan Komisaris dan Direksi telah mengungkapkan                               tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang
informasi mengenai kepemilikan saham mereka dan/                              Kewajiban Penyampaian Informasi, serta Anggaran
atau keluarga yang mencapai 5% atau lebih pada BTN                            Dasar Bank. Anggota Direksi dan Dewan Komisaris wajib
maupun perusahaan lain, baik yang berlokasi di dalam                          melaporkan kepemilikan dan perubahan kepemilikan
negeri maupun di luar negeri. Langkah ini diambil                             saham mereka kepada OJK, baik secara langsung
untuk memastikan adanya keterbukaan informasi                                 maupun tidak langsung, paling lambat 10 (sepuluh)
dan meminimalkan potensi konflik kepentingan yang                             hari setelah terjadinya perubahan tersebut.
dapat memengaruhi tata kelola perusahaan. selain
itu, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari                           Hingga 31 Desember 2024, tidak terdapat anggota
komitmen BTN untuk mematuhi prinsip-prinsip tata                              Dewan Komisaris dan Direksi BTN yang memiliki saham
kelola perusahaan yang baik (GCG), yang menjadi                               dengan total kepemilikan 5% atau lebih, baik di BTN
salah satu komponen penting dalam menerapkan                                  maupun di perusahaan lain. Hal ini menunjukkan
prinsip keberlanjutan.                                                        bahwa tidak ada potensi pengaruh kepemilikan saham
                                                                              yang signifikan terhadap independensi mereka dalam
Dalam hal transaksi kepemilikan saham oleh Direksi                            menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk
dan Dewan Komisaris, BTN mengikuti Peraturan Otoritas                         dalam    proses     pengambilan       keputusan     strategis.
Jasa Keuangan No. 11/POJK.04/2017 tentang Laporan                             Transparansi ini menjadi bukti nyata komitmen BTN
Kepemilikan       atau     Setiap      Perubahan         Kepemilikan          untuk menjaga integritas dan memastikan pengelolaan
Saham Perusahaan Terbuka, Surat Keputusan Direksi                             perusahaan yang bebas dari konflik kepentingan.
PT Bursa Efek Indonesia No. KEP-00066/BEI/09-2022




246                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 144
                                                                                    Integritas Tata Kelola
              Pengembangan dan                   Pelayanan Prima untuk                  Keberlanjutan
           Pemberdayaan Masyarakat                Kepuasan Nasabah




Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola Tertinggi                                                                                [GRI 2-18]




Evaluasi   kinerja   tata    kelola    merupakan        langkah           setiap tahun, tepatnya pada akhir bulan Juni dan
penting untuk memastikan bahwa implementasi tata                          Desember, dan tidak melibatkan pihak ketiga. Penilaian
kelola Bank selalu memenuhi standar terbaik dan                           ini melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, serta unit kerja,
perkembangan bisnis. Evaluasi kinerja badan tata kelola                   dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang telah
tertinggi terkait penerapan GCG serta pengelolaan                         ditetapkan untuk menilai sejauh mana penerapan GCG
dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dilakukan                          tercapai. Hasil perkembangan penilaian diri tata kelola
melalui proses penilaian diri atau self-assessment.                       Bank selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada
Proses penilaian diri ini dilaksanakan secara rutin                       tabel berikut:



Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment) Pelaksanaan Tata Kelola Tahun 2022—2024


                 2024                                              2023                                        2022

                     2                                              2                                            2


Hasil penilaian diri (self-assessment) dengan skor 2                      Selain penilaian GCG dan CGPI, BTN juga aktif
menunjukkan bahwa manajemen Bank telah berhasil                           berpartisipasi dalam penilaian lainnya melalui ASEAN
mengimplementasikan          tata     kelola    yang     secara           Corporate     Governance       Scorecard    (ACGS).   ACGS
umum dinilai baik. Pencapaian ini tercermin dalam                         adalah alat ukur praktik tata kelola yang disepakati
pemenuhan prinsip-prinsip tata kelola yang memadai.                       oleh ASEAN Capital Market Forum (ACMF), yang merujuk
Meskipun    terdapat     beberapa       kekurangan       dalam            pada standar yang ditetapkan oleh Organization for
penerapan prinsip tata kelola, secara keseluruhan,                        Economic Cooperation and Development (OECD)
hal ini dianggap tidak signifikan dan dapat diperbaiki                    dalam OECD Principles, dengan tujuan mendukung
melalui langkah-langkah yang wajar oleh manajemen.                        penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik di
Adapun     informasi     terkait   kriteria,   skor   penilaian,          BTN.
rekomendasi, serta tindak lanjut yang diambil bank
berdasarkan hasil self-assessment dapat ditemukan                         ACGS bertujuan untuk mempromosikan perusahaan-
dalam Laporan Tahunan BTN. [GRI 2-18]                                     perusahaan di negara-negara anggota ASEAN sebagai
                                                                          aset yang memiliki kualitas tinggi, sehingga dapat
Selain melakukan penilaian GCG, BTN turut aktif                           meningkatkan kepercayaan investor global terhadap
berpartisipasi   dalam      pemeringkatan         dan    survei           kualitas perusahaan di kawasan tersebut. Setiap
Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang                         negara anggota ASEAN menunjuk perwakilan Domestic
diselenggarakan setiap tahun oleh Indonesian Institute                    Ranking    Body (DRB) dan          Corporate   Governance
for Corporate Governance (IICG). CGPI adalah program                      (CG) Expert untuk melakukan penilaian berdasarkan
riset dan pemeringkatan yang menilai kualitas tata                        parameter ACGS. Di Indonesia, perwakilan DRB dan CG
kelola perusahaan. Pada tahun 2024, Bank berhasil                         Expert diwakili oleh PT RSM Indonesia.
memperoleh skor CGPI sebesar 91,52 dengan predikat
“Most Trusted Company.” Hasil ini mencerminkan
komitmen yang kuat terhadap tata kelola perusahaan
yang baik dan menunjukkan bahwa Bank dapat
dipercaya dalam aspek tata kelola.




                                                 Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               247
Page 145
                                                                                      Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                     Tentang Laporan                     Profil BTN
                                                                                          Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




Manajemen Risiko                                       [GRI 2-23] [OJK E.3]




Sebagai bank yang fokus pada pemberian kredit dan                             dan prosedur pengelolaan risiko dijalankan dengan
pembiayaan perumahan, BTN memiliki portofolio aset                            prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan
yang sebagian besar terdiri dari Kredit Pemilikan Rumah                       yang optimal. Pendekatan ini tidak hanya mendukung
(KPR). Bank menyadari bahwa berbagai faktor internal                          pengambilan keputusan yang strategis, tetapi juga
dan eksternal, seperti perubahan iklim bisnis, tingkat                        memastikan      bahwa      seluruh    proses      manajemen
inflasi, dan fluktuasi suku bunga, dapat mempengaruhi                         risiko dilaksanakan sesuai dengan standar etika dan
portofolio tersebut. Oleh karena itu, untuk mengurangi                        integritas yang tinggi.
dampak negatif yang mungkin timbul, pengelolaan
risiko yang berkelanjutan menjadi salah satu prioritas                        Dalam     upaya    untuk    mengendalikan         risiko    dan
utama Bank.                                                                   memastikan      kelangsungan         kinerja   yang        sehat
                                                                              serta pencapaian tujuan Bank, BTN menerapkan
Pengelolaan risiko yang diterapkan BTN berlandaskan                           sistem manajemen risiko secara menyeluruh. Sistem
pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance                                manajemen risiko Bank didukung oleh empat pilar
(GCG), yang merupakan dasar utama dalam setiap                                utama, yang menjadi dasar penerapan manajemen
kebijakan dan prosedur manajemen risiko. Melalui                              risiko di seluruh lini operasional Bank, yaitu:
penerapan GCG, Bank memastikan bahwa kebijakan

Pilar Sistem Manajemen Risiko BTN




                                                                                        Kecukupan kebijakan,
                                     Pengawasan aktif oleh
                                                                                      prosedur, dan penetapan
                                   Dewan Komisaris dan Direksi
                                                                                                 limit



                                                                       Cakupan
                                                                      Manajemen
                                                                        Risiko


                                        Kecukupan proses
                                     identifikasi, pengukuran,
                                        pemantauan, dan                            Sistem pengendalian internal
                                       pengendalian risiko                               yang menyeluruh
                                      serta sistem informasi
                                        manajemen risiko




Pengawasan Aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi
Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi                          memastikan setiap keputusan strategis yang diambil
didukung oleh sejumlah komite dalam melaksanakan                              memenuhi standar tata kelola perusahaan yang baik.
tugas   serta   aktivitas    perbankan,       sesuai      dengan              Selanjutnya, tanggung jawab operasional dilanjutkan
ketentuan   regulator       yang   berlaku.    Dukungan           ini         oleh unit kerja di bawah Dewan Komisaris dan Direksi,




248             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 146
                                                                                   Integritas Tata Kelola
               Pengembangan dan                      Pelayanan Prima untuk             Keberlanjutan
            Pemberdayaan Masyarakat                   Kepuasan Nasabah




meliputi Satuan Kerja Manajemen Risiko, Satuan Kerja                     Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Direksi, dan
Kepatuhan, Satuan Kerja Audit Internal, serta Satuan                     Satuan Kerja Manajemen Risiko yang digambarkan
Kerja Kebijakan dan Prosedur. Pengelolaan manajemen                      dengan organisasi manajemen risiko sebagai berikut:
risiko dilakukan melalui pengawasan aktif oleh Dewan

Pengawasan Terhadap Manajemen Risiko


                      Organ Dewan Komisaris dan Direksi                                        Satuan Kerja Manajemen Risiko


        Dewan                                              Dewan Pengawas
                                     Direksi
       Komisaris                                               Syariah
                                                                                                    Satuan Kerja Manajemen Risiko, unit
  1.   Komite             1.   Asset and Liability                                                  kerja yang bertugas mengidentifikasi,
       Pemantau Risiko         Committee (ALCO)                                                     mengukur, memantau, dan
                                                                                                    mengendalikan risiko untuk
                                                                                                    membantu tugas dan tanggung
  2.   Komite Audit       2.   Komite Pengarah                                                      jawab Direksi.
                               Teknologi Informasi
                                                                                                    Satuan Kerja Kepatuhan, unit kerja
  3.   Komite             3.   Komite Manajemen                                                     yang bertugas melaksanakan tugas
       Remunerasi dan          Risiko                                                               fungsi kepatuhan dan langkah-
       Nominasi                                                                                     langkah preventif untuk membantu
                          4.   Komite Human                                                         tugas dan tanggung jawab Direksi.
                               Capital

                          5.   Komite Kebijakan                                                     Satuan Kerja Audit Internal, unit
                               Perkreditan                                                          kerja yang bertugas memastikan
                                                                                                    pengendalian internal untuk
                          6.   Komite Kredit                                                        membantu tugas dan tanggung
                                                                                                    jawab Direksi.
                          7.   Komite Bisnis

                                                                                                    Satuan Kerja Kebijakan dan Prosedur,
                          8.   Komite Pengarah
                                                                                                    unit kerja yang bertugas mengelola
                               Transformasi
                                                                                                    kebijakan dan prosedur untuk
                                                                                                    membantu tugas dan tanggung
                          9.   Komite ESG                                                           jawab Direksi.




Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR)

Satuan Kerja Manajemen Risiko memiliki peran penting                     Dewan Komisaris, melalui rapat Komite Pemantau
sebagai unit yang berada langsung di bawah tanggung                      Risiko, dan Direksi, melalui rapat Komite Manajemen
jawab Direktur yang membawahi fungsi Manajemen                           Risiko, memiliki tanggung jawab untuk memastikan
Risiko.   Satuan      kerja    ini   memimpin        pengelolaan         bahwa penerapan manajemen risiko di Bank memadai
manajemen risiko dan beroperasi secara independen                        sesuai dengan karakteristik, kompleksitas, dan profil
dari Satuan Kerja Operasional, yang merupakan                            risiko yang dihadapi. Kedua komite ini secara aktif
risk-taking unit, serta Satuan Kerja Audit Internal dan                  terlibat dalam pengelolaan risiko untuk memitigasi
Satuan Kerja Kepatuhan. Implementasi tata kelola                         risiko yang dihadapi Bank, dengan berpedoman
risiko Bank, yang berlandaskan pada prinsip-prinsip                      pada standar Kualitas Penerapan Manajemen Risiko
GCG, terwujud melalui partisipasi seluruh organ dalam                    (KPMR). Standar tersebut mencakup aspek tata kelola
pengelolaan manajemen risiko, yang tercermin dalam                       risiko, kerangka manajemen risiko, proses manajemen
struktur organisasi manajemen risiko Bank. Selain itu,                   risiko, kecukupan sistem informasi manajemen, serta
Direktur Manajemen Risiko bertanggung jawab untuk                        kecukupan sistem pengendalian internal.
melakukan pengawasan terhadap risiko ESG dalam
proses financing, guna memastikan pengelolaan risiko                     Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) dipimpin
tersebut dilakukan secara efektif dan sesuai dengan                      oleh seorang Kepala Divisi yang bertanggung jawab
kebijakan serta prosedur yang telah ditetapkan.                          langsung kepada Direktur Risk Management. Saat ini,




                                                     Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                 249
Page 147
                                                                                         Manajemen Lingkungan           Dukungan Pengembangan
                           Tentang Laporan                  Profil BTN
                                                                                             Berkelanjutan              dan Kesejahteraan Pegawai




SKMR terdiri dari 4 (empat) divisi, yaitu Enterprise & ESG                  mengevaluasi strategi ESG yang telah ditetapkan.
Risk Management Division, Digital & Operations Risk                         Dengan demikian, unit ini memainkan peran penting
Management Division, Wholesale Credit Risk Division,                        dalam memastikan integrasi prinsip ESG secara efektif
dan Retail Credit Risk Division.                                            dan konsisten dalam setiap aktivitas Bank.


Satuan Kerja Manajemen Risiko & ESG. dipimpin                               Enterprise & ESG Risk Management Division meliputi
oleh BOD-1, berfungsi sebagai control tower yang                            beberapa          departemen,        yaitu     ESG    Department,
bersifat directive, controlling, dan supportive dalam                       Integrated       Risk    Management          Department,     Credit
implementasi prinsip-prinsip ESG. Sebagai control                           Portfolio Risk Management Department, Market &
tower, Satuan Kerja Manajemen Risiko & ESG tidak                            Liquidity Risk      Management Department, dan Model
hanya berperan sebagai 2nd line dalam pengawasan,                           Validation. Berikut adalah Struktur Organisasi dari
tetapi juga sebagai 1,5 line dalam merumuskan strategi,                     Enterprise & ESG Risk Management Division, yang
inisiatif, dan roadmap ESG. Satuan Kerja Manajemen                          telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi, dan
Risiko & ESG bertanggung jawab untuk mengawasi                              dirancang        untuk    memperkuat          kapabilitas    digital
pelaksanaan        roadmap         ESG   dan         terus-menerus          banking serta pengelolaan ESG.

Struktur Organisasi Enterprise & ESG Risk Management Division


                                                            Direktur Risk Management




                                                   Enterprise & ESG Risk Management (ERMD)



      Secretary




      Environmental,                                                                                                              Model
                                    Integrated Risk              Credit Portfolio Risk          Market & Liquidity
         Social &                                                                                                                Validation
                                     Management                    Management                   Risk Management
       Governance



           Framework                                                                                     Market &
                                                                          Credit Risk
           & Strategy                    Strategic Risk                                                Liquidity Risk
                                                                         Development
          Development                                                                                       Dev



                                                                                                         Market &
             Policy &                                                      Credit Risk
                                             Risk Culture                                              Liquidity Risk
         Implementation                                                   Assessment
                                                                                                       Assessment



        Data Reporting &                                                 Commercial &                  Market Middle
                                             Sharia Risk
        Communication                                                      SME Risk                       Office




                                                                         Consumer Risk




250               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 148
                                                                                       Integritas Tata Kelola
             Pengembangan dan                          Pelayanan Prima untuk               Keberlanjutan
          Pemberdayaan Masyarakat                       Kepuasan Nasabah




Struktur Organisasi Satuan Kerja Manajemen Risiko                            Risk Division dan Retail Credit Risk Division merupakan
Operasional & Digital / Digital & Operations Risk                            part of four eyes principle dan termasuk dalam 1,5 line
Management (DORD) terdiri Fraud Risk Management                              of model. Pembentukan Struktur Organisasi Digital
Department, Digital Risk Management Department,                              & Operations Risk Management Division disesuaikan
Operational Risk Management Department, Regional                             dengan roadmap IT & Digital Risk serta tren risiko yang
Operational Risk Control Department, dan Operational                         terus meningkat di era digital IT dan operational risk,
Risk Control Department. Sedangkan Wholesale Credit                          struktur tersebut diuraikan sebagai berikut:



Struktur Organisasi Digital & Operations Risk Management Division


                                                           Direktur Risk Management




                                                  Digital & Operations Risk Management (DORD)
                                                                                                                            Regional Office

      Secretary




                                                                                Regional
       Fraud Risk              Digital Risk           Operational Risk                              Operational Risk     Regional Business
                                                                             Operational Risk
      Management              Management               Management                                      Control                Control
                                                                                 Control



                                   Digital Risk,                                    Regional                                     Regional
        Fraud Strategy                                      Operational
                                  Governance,                                      Operational            Operational        Business Control
         & Prevention                                          Risk
                                 Monitoring and                                    Risk Control           Risk Control         Supervisor
                                                           Development
                                   Reporting                                         Analyst                 Analyst


                                                                                                                                     Branch
             Fraud                                           Digital Risk,
                                   Digital Risk                                                                                     Business
          Operational,                                      Governance,
                                  Assessment                                                                                         Control
          Detection &                                      Monitoring and
         Investigation                                       Reporting
                                                                                                                                      CBC
           Fraud                                                                                                                    Business
         Monitoring &                                                                                                                Control
          Recovery

                                                                                                                                      RLPC
                                                                                                                                    Business
                                                                                                                                     Control



                                                                                                                                 Regional
                                                                                                                                 Business
                                                                                                                               Control Officer




Integrasi Manajemen Risiko ESG

BTN      telah           mengintegrasikan            prinsip-prinsip         Risiko (SKMR), Bank memastikan bahwa seluruh risiko
Environment, Social, dan Governance (ESG) dalam                              yang timbul dari kegiatan usaha, termasuk risiko kredit
proses uji tuntas kredit, dengan melibatkan tim                              dan risiko terkait ESG, diidentifikasi, diukur, dipantau, dan
manajemen risiko kredit secara langsung dalam                                dilaporkan secara transparan. Laporan hasil evaluasi
evaluasi aspek ESG. Melalui Satuan Kerja Manajemen                           ini disampaikan kepada Direksi untuk memastikan
                                                                             pengelolaan risiko yang bertanggung jawab.




                                                       Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                  251
Page 149
                                                                           Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                               Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




Proses penilaian ESG dilakukan dengan mengikuti                   4.     Rapat Komite Kredit (RKK)
prinsip Four Eyes Principle, melibatkan analisa bersama                  RKK    adalah   forum    pengambilan      keputusan
pada setiap tahap proses pengajuan kredit. Tahapan                       akhir terkait usulan kredit, di mana hasil analisa
tersebut meliputi:                                                       kredit yang mempertimbangkan juga aspek ESG
1.     Analisa Awal dalam Four Eyes Principle                            yang disepakati dalam Pra RKK dipresentasikan.
       Four Eyes Principle memastikan analisa kredit                     Keputusan diambil melalui musyawarah untuk
       dilakukan oleh dua unit independen, yaitu unit                    mufakat, dan jika tidak tercapai, dilakukan
       bisnis dan unit risiko, dengan mempertimbangkan                   pemungutan suara mayoritas. Hasil keputusan
       aspek ESG. Unit bisnis menganalisis calon debitur                 dituangkan dalam notula rapat sebagai dasar
       dan   mengumpulkan         dokumen       pendukung,               penerbitan Surat Persetujuan Pemberian Kredit
       sementara unit risiko menilai potensi risiko                      (SP2K).
       kredit yang mempertimbangkan aspek ESG dan
       memberikan rekomendasi mitigasi jika diperlukan.           BTN juga mengidentifikasi pemicu risiko ESG, seperti
                                                                  situasi atau indikator yang memerlukan evaluasi
2.     Penyusunan Usulan Kredit                                   tambahan sebelum keputusan pembiayaan dibuat.
       Setelah analisa ESG dilakukan oleh kedua unit,             Jika ditemukan risiko material, misalnya dampak
       hasilnya dituangkan dalam dokumen usulan                   lingkungan yang signifikan, kasus tersebut akan
       kredit yang mencakup penilaian risiko kredit yang          diekskalasi ke Komite ESG untuk penyusunan langkah
       mempertimbangkan aspek ESG, rekomendasi                    mitigasi     yang   sesuai.    Setelah     langkah   mitigasi
       mitigasi risiko, dan kesimpulan kelayakan kredit.          dirumuskan, hal ini disampaikan kepada Direksi untuk
                                                                  mendapatkan persetujuan dan tindak lanjut yang
3.     Pra Rapat Komite Kredit (Pra RKK)                          diperlukan.
       Dalam tahap ini, unit bisnis dan unit risiko
       mempresentasikan hasil analisa kredit yang                 Proses eskalasi ini memastikan bahwa risiko ESG yang
       mempertimbangkan juga aspek ESG, sementara                 signifikan ditangani dengan cermat dan bertanggung
       unit kepatuhan dan unit legal memberikan                   jawab,     selaras dengan       komitmen     BTN terhadap
       masukan terkait regulasi dan hukum.                        keberlanjutan dan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.



Kecukupan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko
serta Penetapan Limit Risiko

Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko serta Penetapan Limit Risiko

Untuk mengurangi dampak negatif dari berbagai risiko              diperbarui untuk memastikan efektivitasnya. Proses
yang dihadapi, BTN telah mengembangkan panduan                    tinjauan ini bertujuan agar seluruh pihak yang terlibat
kebijakan manajemen risiko yang dirancang untuk                   dalam pengelolaan risiko, baik pemilik risiko (risk
mengantisipasi potensi dampak dari beragam risiko.                owner) maupun pengelola risiko (risk manager), dapat
Sebagai wujud kepatuhan terhadap Peraturan Otoritas               memahami dan menerapkan kebijakan manajemen
Jasa Keuangan (POJK) No. 18/POJK.03/2016 tentang                  risiko dengan baik.
Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, Bank
diwajibkan    untuk   menerapkan        manajemen      risiko     Sebagai bagian dari upaya mendukung implementasi
secara efektif dalam penanganan berbagai jenis                    manajemen risiko yang efektif, Bank juga tengah
risiko. Dalam rangka memenuhi ketentuan ini, BTN                  melakukan penyelarasan struktur kebijakan internal
telah menyusun kebijakan manajemen risiko yang                    dengan       transformasi     arsitektur    kebijakan   dan
tertuang dalam dokumen resmi, yang secara berkala,                prosedur yang baru. Proses penyelarasan ini bertujuan
sekurang-kurangnya setiap tahun, akan ditinjau dan                untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur




 252            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 150
                                                                                                                     Integritas Tata Kelola
                 Pengembangan dan                                      Pelayanan Prima untuk                             Keberlanjutan
              Pemberdayaan Masyarakat                                   Kepuasan Nasabah




manajemen risiko yang diterapkan selaras dengan                                                           penguatan prosedur untuk memastikan pengelolaan
kebutuhan operasional Bank serta dengan regulasi yang                                                     risiko yang optimal. BTN sedang melakukan perbaikan
berlaku. Struktur kebijakan ini dirancang berdasarkan                                                     pada Kebijakan Umum Manajemen Risiko sebagai
hierarki kebijakan yang mencakup tiga tingkatan                                                           kebijakan tertinggi dalam penerapan manajemen risiko.
utama, yaitu kebijakan umum, kebijakan khusus, dan                                                        Kerangka kerja kebijakan ini mencakup seluruh aktivitas
peraturan teknis. Dengan struktur ini, Bank dapat                                                         dalam pelaksanaan manajemen risiko Bank, mulai
memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan tidak                                                          dari strategi manajemen risiko hingga pengelolaan
hanya sesuai dengan regulasi, tetapi juga mendukung                                                       risiko operasional yang lebih rinci. Pemetaan kebijakan
keberlanjutan bisnis dan tata kelola perusahaan yang                                                      umum manajemen risiko digambarkan mulai dari
baik.                                                                                                     strategi manajemen risiko, pengelolaan risiko, hingga
                                                                                                          tujuan yang diharapkan, yaitu tercapainya tingkat
Pembaruan          yang         dilakukan                   dalam                kebijakan                kesehatan bank (TKB) yang baik.
manajemen risiko juga mencakup penyesuaian dan

Kerangka Kerja Manajemen Risiko BTN
                                                                                                Output

 Corporate                                                                                 Tingkat Kesehatan
  Strategy                                                                                   Bank yang Baik




                                                                                                                                           Pengelolaan Jenis Risiko pada
                                          Strategi Manajemen Risiko                                                                                   Bank

    Risk                                                                                                                                                 Pengelolaan Risiko
 Appetite/                                                                                                                           Risiko Kredit
                                             Limit Manajemen Risiko                                                                                      Kredit
    Risk
 Tolerance                                                                                                                           Risiko pasar
                                                                                                                                                         Pengelolaan Risiko
                                                                                                                                                         Pasar dan likuiditas
                                                                                                                                   Risiko Likuiditas
                    Risiko Kredit                                                   Risiko Operasional
                                                                                                                      Strategi
                                                          n         Iden                                            Permodalan         Risiko            •   Pengelolaan Risiko
 Recovery &         Risiko                             ora              tifi
                                                                            ka                       Risiko
                                                     ap                                                                              Operasional             Operasional, Hukum,
 Resolution         Pasar                                                                      Lingkungan
                                            l




                                                                                                                                                             Kepatuhan, dan
                                          Pe




                                                                            si




 Plan (RPP)
                                                                                                                                                             Reputasi
                    Risiko                               Proses                                      Risiko                         Risiko Hukum         •   Pengelolaan Risiko
                                           ndalian




                                                                                   n




                    Hukum                              Manajemen                                  Reputasi                                                   IT, Siber, dan Digital
                                                                                  u kura




                                                         Risiko                                                                        Risiko            •   Pengelolaan Risiko
                                        nge




                    Risiko                                                                           Risiko                          Kepatuhan               Aktivitas dan Produk
                                                                                 ng
                                      Pe




                                                                                                                                                             Baru
                                                                             Pe




                    Strategis                                                                   Kepatuhan
                                                       Pe
                                                                                                                                                         •   Business Continuity
                                                            m a nta u an                                                           Risiko Reputasi           Management
Organisasi
                    Risiko Imbal hasil                                                      Risiko Investasi
Manajemen
  Risiko                                                                                                                                                 •   Pengelolaan Risiko
                                                                                                               •   Business                                  Strategis
                                                                                                                                   Risiko Strategis
                                    Sistem Informasi Manajemen Risiko                                              Continuity                            •   Recovery Plan &
                                                                                                                   Management                                Resolution Plan
                                                                                                               •   Contingency
                                                                                                                   Plan
                                                       Budaya Risiko                                                                 Risiko Imbal
                                                                                                               •   Penerapan
                                                                                                                   MR di                 Hasil           Pengelolaan Risiko
Pengendalian
  Internal                                                                                                         masing-                               Syariah
                                        Pedoman Manajemen Risiko                                                   masing risiko   Risiko Investasi




Selain memastikan kebijakan dan prosedur yang solid,                                                      regulasi yang berlaku. Pendekatan ini bertujuan untuk
Bank juga telah menyusun proses penetapan limit                                                           memastikan pengelolaan risiko yang terukur dan
risiko. Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan                                                      selaras dengan strategi bisnis Bank. Berikut adalah
rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) serta                                                        gambaran singkat mengenai proses penetapan limit:
recovery plan yang disesuaikan dengan ketentuan




                                                                      Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                                        253
Page 151
                                                                                Manajemen Lingkungan           Dukungan Pengembangan
                          Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                    Berkelanjutan              dan Kesejahteraan Pegawai




Proses Penerapan Limit

                                                                                                           RKAP
                 RKAP                                                                  Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang
                                              Business as Usual                            disusun untuk 1 (satu) tahun ke depan

           Risk Appetite
                                                                                                    Risk Appetite (RA)
                                            Contingency Actions
                                                                                   Risk Appetite merupakan tingkat risiko yang bersedia
          Risk Tolerance                                                              diambil Bank dalam rangka mencapai sasaran

                                            Recovery Plan Actions
                                                                                                   Risk Tolerance (RT)
     Recovery Plan Pencegahan
                                                                                      Risk Tolerance merupakan tingkat risiko maksimum
                                            Recovery Plan Actions                                 yang ditetapkan oleh Bank
      Recovery Plan Pemulihan
                                                                                                      Recovery Plan
                                            Recovery Plan Actions
                                                                                        Recovery Plan merupakan rencana aksi untuk
      Recovery Plan Perbaikan                                                         mengatasi permasalahan keuangan yang mungkin
                                                                                                          terjadi




Kebijakan dan Prosedur Pengelolaan Risiko

BTN telah memiliki panduan kebijakan di bidang                         12.    Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko (PKMR)
manajemen risiko yaitu Kebijakan Umum Manajemen                        13.    Risk & Control Self Assessment
Risiko (KUMR) di mana di dalamnya telah mencakup                       14.    Petunjuk Pelaksanaan Rencana Aksi (Recovery
ketentuan-ketentuan minimal yang disyaratkan oleh                             Plan)
Peraturan Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan                        15.    Risk Culture
(OJK).                                                                 16.    Pedoman dan Penilaian Profil Risiko Kantor
                                                                              Cabang dan Kantor Cabang Syariah
Sebagai bagian dari penerapan KUMR, BTN juga telah                     17.    Proses Internal Credit Rating (ICR)
menyusun kebijakan-kebijakan internal turunannya                       18.    Petunjuk Pelaksanaan Proses Credit Scoring Model
yang lebih rinci, antara lain:                                                (CSM)
1.      Petunjuk Pelaksanaan Pelaporan dan Penilaian                   19.    Batas Wewenang Kredit Komersial dan Kredit
        Profil Risiko Bank                                                    Konsumer
2.      Pelaksanaan Pelaporan dan Penilaian Tingkat                    20.    Petunjuk Pelaksanaan Perhitungan Cadangan
        Kesehatan Bank                                                        Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
3.      Prosedur Validasi Model Risiko                                 21.    Kebijakan Bagi Debitur yang Terkena Dampak
4.      Pedoman Pelaksanaan Pengumpulan Data Risiko                           Covid-19
        untuk Aplikasi BTN-Loss Event Database (BTN-LED                22.    Business Continuity Management (BCM)
        Tool)                                                          23.    Standard Operating Procedure (SOP) Business
5.      Petunjuk Pelaksanaan Proses Pengukuran Risiko                         Continuity Plan (BCP)
        Likuiditas                                                     24.    Standard Operating Disaster Recovery Plan (DRP)
6.      Petunjuk Pelaksanaan Perhitungan dan Pelaporan                 25.    Standard Operating Business Impact Analysis
        Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage                        (BIA)
        Ratio)
7.      Petunjuk Pelaksanaan Proses Pengukuran Risiko                  Dalam     kebijakan       tersebut,   BTN    juga    mencakup
        Pasar                                                          risiko ESG yang terkait dengan pembiayaan yang
8.      Manajemen Risiko Suku Bunga dalam Banking                      disalurkan. Sebagai bagian dari manajemen risiko, BTN
        Book                                                           memastikan bahwa setiap keputusan pembiayaan
9.      Petunjuk Pelaksanaan Stress Testing                            memperhitungkan aspek ESG, yang meliputi dampak
10.     Prosedur Validasi Model Risiko                                 lingkungan, kepatuhan terhadap hak-hak sosial, serta
11.     Pedoman Pemantauan Likuiditas                                  penerapan tata kelola yang perusahaan baik. Hal ini




254                  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 152
                                                                                                                   Integritas Tata Kelola
                  Pengembangan dan                                    Pelayanan Prima untuk                            Keberlanjutan
               Pemberdayaan Masyarakat                                 Kepuasan Nasabah




bertujuan untuk mitigasi potensi risiko yang dapat                                              kebijakan tersebut tetap sesuai dengan ketentuan
timbul dari pembiayaan yang tidak memperhatikan                                                 terbaru dari regulator. Proses pengkajian ini juga
prinsip-prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab                                                mencakup gap analysis serta penyesuaian terhadap
sosial.                                                                                         best practices yang umum diterapkan dalam industri
                                                                                                perbankan, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas
Penerapan risiko ESG pada pembiayaan penting dalam                                              penerapan manajemen risiko.
memastikan bahwa kredit yang diberikan oleh BTN
tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi                                              Selain itu, BTN terus fokus pada perbaikan sistem
juga berdampak positif terhadap masyarakat dan                                                  informasi manajemen risiko. Hal ini bertujuan untuk
lingkungan. Dengan demikian, BTN berkomitmen untuk                                              meningkatkan kualitas database risiko yang ada,
menerapkan prinsip-prinsip ini dalam setiap tahapan                                             dengan harapan sistem informasi manajemen risiko
pembiayaan, mulai dari analisis risiko hingga evaluasi                                          dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara
dampaknya.                                                                                      bertahap. Tujuan utama dari perbaikan ini adalah
                                                                                                agar proses pengukuran dan pemantauan risiko dapat
BTN melakukan pengkajian ulang terhadap kebijakan-                                              dilakukan secara terintegrasi, serta dapat disajikan
kebijakan internal secara berkala untuk memastikan                                              dengan tepat waktu dan akurat.


Penguatan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko

Pada upaya memperkuat kebijakan dan prosedur                                                    memastikan seluruh BTNers diwajibkan memegang
manajemen risiko, BTN mengintegrasikan manajemen                                                teguh empat pilar budaya dalam setiap aktivitas kerja
risiko sebagai salah satu pilar budaya BTN, yaitu                                               di unit masing-masing. Salah satu pilar yang menjadi
governance and risk culture. Pilar ini memegang                                                 prioritas adalah governance and risk culture, yang
peranan strategis dalam memastikan seluruh proses                                               berfungsi memastikan pelaksanaan bisnis dilakukan
bisnis dijalankan secara bijaksana (prudent) dan sesuai                                         secara hati-hati dan patuh terhadap regulasi.
dengan standar yang berlaku (compliance). Bank

Kerangka Governance dan Risk Culture BTN



                                                                                                                                                             AKHLAK BTN

                                     Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia

                                                                                                                                                             Untuk menjadi
                                                                    4 Pilar Budaya
                                                                                                                                                         Mitra Utama dalam
                                                                                                                                                       Pemberdayaan Finansial
      Tambah Tumbuh dan                                                                                                                                   Keluarga Indonesia
       Memenuhi Harapan                      Bersih dan Tepercaya                 Berkinerja Unggul                         Terus Belajar
                                                                                                                                                         Seluruh BTNers wajib
          Pelanggan
                                                                                                                                                          memegang teguh
                                                                                                                                                         empat pilar budaya
     Sales & Service Culture              Governance & Risk Culture             Performance Culture                      Learning Culture                dalam menjalankan
                                                                                                                                                          aktivitas pekerjaan
                                                             8 Perilaku Utama BTNers                                                                     di unit kerja masing-
                                                                                                                                                                masing.
        1                   2                 3                 4               5                   6                   7                   8
                        Terus belajar,
                                                                                                                                                         Pilar governance and
                                                                                                                   Cepat tanggap
    Berpegang            melakukan          Disiplin,
                                                                Saling                                                Terhadap            Terbuka
                                                                                                                                                        risk culture merupakan
 teguh dan patuh       perbaikan, dan      konsisten,                                         Proaktif, efektif,
 pada nilai moral        menjunjung        dan tuntas
                                                            menghormati,     Bertanggung
                                                                                                dan efisien
                                                                                                                   perubahan serta       terhadap         pilar yang urgen dan
                                                            menghargai,    jawab dan selalu                          memberikan         kerja sama
  dan etika bisnis,   intrapreneurship       dalam
                                                                 dan       mengedepankan
                                                                                                  dalam
                                                                                                                     kesempatan             yang
                                                                                                                                                        krusial untuk diperkuat
    memenuhi                untuk        menyelesaikan                                          memenuhi
    komitmen           meningkatkan      tugas dengan
                                                               terbuka       kepentingan
                                                                                                kebutuhan
                                                                                                                        untuk          menghasilkan     supaya seluruh proses
                                                              terhadap       perusahaan.                              melakukan        nilai tambah.
 sesuai peraturan      kompetensi diri    kualitas hasil
                                                             perbedaan.
                                                                                                pelanggan.
                                                                                                                   perbaikan yang
                                                                                                                                                        bisnis berjalan dengan
   yang berlaku.             dan            terbaik.
                          orang lain.
                                                                                                                    berkelanjutan.                     bijaksana (prudent) dan
                                                                                                                                                             patuh (comply).


                                              AKHLAK: Nilai-Nilai Utama & 18 Panduan Perilaku

       Amanah                   Kompeten                   Harmonis                  Loyal                  Adaptif                  Kolaboratif




                                                                      Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                                    255
Page 153
                                                                                Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                          Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                    Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




Berdasarkan gambar di atas, untuk mendukung tujuan                    4.    Learning Culture – Terus Belajar
BTN dengan berlandaskan Nilai-nilai Utama AKHLAK dan                        Membangun semangat belajar dan meningkatkan
8 (delapan) Perilaku Utama BTNers, terdapat empat                           kompetensi kritikal seperti kompetensi Sales,
pilar budaya yang menjadi pondasi utama Program                             Digital Analytics, Risk & Collection serta penguatan
Budaya Bank Tahun 2023 - 2024, dengan tujuan yaitu:                         pemahaman BTNers atas pentingnya budaya
1.    Sales & Service Culture – Tambah Tumbuh dan                           dan penerapan AKHLAK dalam keseharian.
      Memenuhi Harapan
      Pelanggan        Pencapaian           end    state      yaitu   Penguatan      kebijakan    manajemen        risiko   menjadi
      meningkatkan           penjualan       produk        funding,   elemen kunci untuk memastikan ketahanan Bank
      lending dan digital serta meningkatkan kualitas                 dalam menghadapi tantangan industri perbankan
      pelayanan untuk mendorong bisnis dan kinerja                    yang semakin kompleks. BTN secara rutin melakukan
      BTN.                                                            kajian ulang terhadap kebijakan internal sebagai
                                                                      langkah untuk memastikan kecukupan kebijakan,
2.    Risk & Governance Culture – Bersih dan                          prosedur manajemen risiko, serta penetapan limit risiko.
      Terpercaya                                                      Selain itu, langkah tersebut juga memastikan kebijakan
      Membangun kesadaran dan pemahaman akan                          yang diterapkan senantiasa selaras dengan ketentuan
      risiko    berikut     mitigasinya      dan    menerapkan        terbaru     dari   regulator.    Kajian   dilakukan   melalui
      prinsip-prinsip manajemen risiko secara konsisten               analisis kesenjangan (gap analysis) dan mengadopsi
      dan menyeluruh.                                                 praktik terbaik yang umum digunakan dalam industri
                                                                      perbankan guna meningkatkan kualitas pengelolaan
3.    Performance Culture – Berkinerja Unggul                         risiko. Peninjauan kebijakan internal dilaksanakan
      Upaya peningkatan kinerja untuk mencapai                        secara berkala, setidaknya sekali dalam setahun,
      tujuan yang ditetapkan.                                         dengan melibatkan Dewan Komisaris dan Direksi.


Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan
Pengendalian Risiko serta Sistem Manajemen Informasi Manajemen
Risiko

Identifikasi Risiko

Dalam        mengelola       risiko   secara       komprehensif,      risiko akibat gagal bayar debitur, risiko konsentrasi kredit,
proses identifikasi risiko menjadi langkah awal yang                  risiko counterparty, risiko settlement, dan risiko country
penting untuk mengenali potensi risiko yang dapat                     risk. Sumber utama Risiko Kredit berasal dari aktivitas
memengaruhi pencapaian tujuan bisnis. Sebagai                         kredit dan pembiayaan, namun juga mencakup
tindak lanjut dari proses ini, BTN menetapkan Risk                    instrumen keuangan lain seperti surat berharga,
Appetite Statement (RAS) sebagai kerangka yang                        transaksi antar bank, pembiayaan perdagangan, nilai
mendefinisikan tingkat risiko yang dapat diterima.                    tukar, derivatif, serta komitmen dan kontinjensi. Untuk
RAS membantu memastikan bahwa setiap keputusan                        mengelola Risiko Kredit, BTN menerapkan Pedoman
bisnis dan aktivitas operasional didasarkan pada                      Kebijakan Kredit dan Pembiayaan, memantau eksposur
pemahaman risiko yang telah diidentifikasi, serta tetap               kredit, serta memastikan risiko tetap dalam batas
dalam batas toleransi risiko yang telah ditetapkan.                   toleransi yang sesuai dengan Risk Appetite dan Risk
Berikut adalah 9 (sembilan) kategori risiko utama yang                Tolerance.
tercakup pada RAS tersebut:
                                                                      Sebagai upaya pengelolaan yang efektif, BTN rutin
Risiko Kredit                                                         mengadakan Forum Portfolio Quality Review untuk
                                                                      memantau kualitas kredit dan menyampaikan hasilnya
Risiko Kredit merupakan potensi kerugian akibat                       kepada Direksi serta unit terkait. Bank juga membentuk
kegagalan pihak lain dalam memenuhi kewajibannya.                     Komite Kredit dan menerapkan sistem terpusat seperti
BTN menghadapi berbagai jenis Risiko Kredit, seperti                  Commercial Banking Center (CBC) untuk segmen




256               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 154
                                                                             Integritas Tata Kelola
             Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk              Keberlanjutan
          Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah




kredit komersial dan Sentra Proses UMKM (SPU) untuk               untuk mengukur risiko likuiditas: stock-based, analisis
segmen UMKM. Dalam pengendalian risiko konsentrasi                profil maturitas, proyeksi arus kas, dan stress testing.
kredit, Bank menggunakan Portfolio Guideline untuk                Stress testing dilakukan dengan skenario Bank Specific
memitigasi eksposur berlebihan pada sektor tertentu.              Crisis (BSC) dan General Market Crisis (GMC) untuk
Selain itu, Bank mengembangkan Credit                 Scoring     mengukur kecukupan aset likuid yang tersedia.
Model SME dan Early Warning System (EWS) guna
meningkatkan monitoring risiko kredit.                            Bank secara berkala memantau risiko likuiditas harian,
                                                                  pekanan, bulanan, dan triwulanan, serta mengevaluasi
Dalam rangka meningkatkan ketahanan terhadap                      eksposur       terhadap    limit    internal,   termasuk    Risk
risiko kredit, BTN mengimplementasikan pengukuran                 Appetite, Risk Tolerance, dan trigger level Recovery
risiko kredit sesuai dengan Basel III Reforms melalui             Plan. Pemantauan Early Warning Indicator (EWI) juga
pendekatan standar sebagaimana diatur dalam SE                    dilakukan untuk mengidentifikasi potensi risiko likuiditas
OJK No. 24/SEOJK.03/2021 tentang Perhitungan Aset                 sejak dini. Sesuai dengan POJK No. 5 Tahun 2024 tanggal
Tertimbang    Menurut    Risiko    (ATMR).    Pengambilan         27 Maret 2024 tentang Penetapan Status Pengawasan
keputusan     kredit   dilakukan    oleh     Komite    Kredit     dan Penanganan Permasalahan Bank Umum, BTN
berdasarkan     Kebijakan    Khusus        KK.9-D     tentang     melakukan        monitoring     rasio    Liquidity   Coverage
Tata Kelola Komite Direksi dan KK.1-Q tentang Batas               Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR),
Wewenang Memutus Kredit. Bank juga menerapkan Four                sebagaimana diatur dalam POJK 19 Tahun 2024 dan
Eyes Principle sebagai bentuk kehati-hatian dengan                POJK 20 Tahun 2024. Langkah-langkah ini memastikan
memisahkan fungsi bisnis dan risiko. Lebih lanjut,                bahwa Bank memiliki strategi pengelolaan likuiditas
analisis kredit pada segmen komersial dan korporasi               yang kuat dan sesuai dengan regulasi terkini.
telah mengintegrasikan aspek ESG, guna memastikan
pengelolaan portofolio yang sehat dan berkelanjutan               Risiko Pasar
sejalan dengan dinamika ekonomi makro.
                                                                  Risiko   Pasar    merupakan         potensi     kerugian   pada
Risiko Likuiditas                                                 posisi neraca dan rekening administratif, termasuk
                                                                  transaksi derivatif, akibat perubahan kondisi pasar
Risiko Likuiditas merupakan risiko yang timbul akibat             secara keseluruhan, seperti risiko suku bunga, nilai
ketidakmampuan Bank memenuhi kewajiban yang                       tukar, ekuitas, dan komoditas. Risiko ini dapat berasal
jatuh tempo dari sumber pendanaan, baik melalui arus              dari posisi trading book maupun banking book. Untuk
kas maupun aset likuid berkualitas tinggi yang dapat              mengelola risiko pasar, BTN melibatkan unit bisnis
diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas operasional                 serta Enterprise & ESG Risk Management Division
atau kondisi keuangan Bank. Risiko ini dapat terjadi              dalam proses identifikasi, pengukuran, pemantauan,
akibat ketidakmampuan menghasilkan arus kas dari                  dan pengendalian risiko. Identifikasi dilakukan pada
aset produktif, penjualan aset, penghimpunan dana,                setiap produk atau aktivitas baru yang berpotensi
transaksi antarbank, atau pinjaman yang diterima.                 menimbulkan risiko pasar. Selain itu, pengelolaan
Oleh karena itu, pengelolaan risiko likuiditas menjadi            risiko pasar dibahas secara berkala dalam Assets and
aspek penting untuk menjaga kestabilan operasional                Liabilities Committee (ALCO), dengan fokus pada risiko
dan keuangan Bank.                                                dari posisi banking book, terutama suku bunga dan
                                                                  nilai tukar.
Dalam mengelola risiko likuiditas, Bank mengacu
pada Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko Likuiditas,               BTN melakukan pengukuran risiko suku bunga dan
yang merupakan bagian dari Pedoman Kebijakan                      nilai tukar melalui analisis sensitivitas untuk mengukur
Manajemen Risiko Bank. Pedoman ini mencakup                       dampak perubahan pasar terhadap laba (rugi) dan
pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi, proses              ekuitas. Pada posisi banking book, pengukuran risiko
manajemen risiko likuiditas, serta kebijakan, prosedur,           suku bunga menggunakan metode repricing gap
dan penetapan limit risiko. Pengukuran risiko likuiditas          sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis PT.8-F.1
dilakukan oleh Treasury Division dan Satuan Kerja                 tentang Manajemen Risiko Suku Bunga dalam Banking
Manajemen Risiko & ESG sesuai Petunjuk Teknis No.                 Book (IRRBB). Selain itu, sesuai dengan SE OJK No. 12/
PT.8-F.4. Bank menggunakan empat metode utama                     SEOJK.03/2018, Bank menyampaikan laporan triwulanan




                                              Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk              257
Page 155
                                                                            Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
                       Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                                Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




terkait IRRBB. Untuk melengkapi pengukuran tersebut,                      Cabang. Dengan menggunakan kriteria yang
Bank juga melakukan stress testing guna menilai                           ditetapkan oleh Basel II, LED mencatat berbagai
ketahanan dalam skenario perubahan pasar yang                             jenis kerugian seperti actual loss, near miss, dan
ekstrem. Hasil stress testing dirumuskan setiap awal                      potential loss untuk masing-masing kejadian
tahun oleh Enterprise & ESG Risk Management Division                      risiko. Data ini penting untuk menganalisis pola
bersama Working Group Stress Testing dari divisi terkait,                 dan kecenderungan kejadian risiko yang terjadi,
mengacu pada skenario regulator dan internal Bank.                        serta membantu dalam menyusun langkah-
                                                                          langkah mitigasi untuk mencegah terulangnya
Pengendalian        risiko    pasar       dilakukan     dengan            kejadian serupa di masa depan.
mengevaluasi eksposur terhadap Risk Appetite dan Risk
Tolerance yang direvisi secara berkala. Untuk mengelola            3.     Key Risk Indicator (KRI)
eksposur risiko nilai tukar, Bank menetapkan berbagai                     KRI digunakan untuk melakukan pemantauan dan
limit, termasuk Posisi Devisa Neto (PDN), sesuai dengan                   analisis tren risiko yang dapat mengindikasikan
PBI No. 17/5/PBI/2015. Bank juga mengimplementasikan                      potensi masalah operasional di masa depan
SEOJK No. 23/SEOJK.03/2022 terkait perhitungan ATMR                       (predictive) atau mengonfirmasi kejadian yang
untuk risiko pasar sejak Januari 2024. Dalam rangka                       sudah terjadi (lagging). Dengan adanya KRI, Bank
penerapan Basel III, Bank menyampaikan laporan                            dapat lebih cepat mengidentifikasi peringatan
Liquidity Coverage Ratio (LCR) setiap bulan dan Net                       dini terkait risiko, sehingga dapat mengambil
Stable Funding Ratio (NSFR) setiap triwulan melalui                       langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Aplikasi Pelaporan Online OJK (APOLO), sesuai dengan
POJK 19 Tahun 2024 dan POJK 20 Tahun 2020, untuk                   BTN juga menerapkan Business Continuity Management
memastikan kepatuhan terhadap standar kecukupan                    (BCM) untuk memastikan kelangsungan operasional
likuiditas dan pendanaan stabil yang ditetapkan                    saat menghadapi risiko eksternal seperti bencana alam
regulator.                                                         atau gangguan sistem IT. Kebijakan BCM mencakup
                                                                   kesiapan, respons terhadap bencana, serta pemulihan
Risiko Operasional                                                 operasional, dan sosialisasi dilakukan secara berkala
                                                                   melalui simulasi dan evaluasi.
Dalam        rangka       mengimplementasikan           proses
manajemen        risiko      operasional,     Bank    memiliki     Selain itu, untuk memastikan penerapan pengendalian
Operational     Risk      Tools    yang     dirancang    untuk     yang efektif, BTN juga memiliki Organ Business Control
mengidentifikasi,      mengukur,      dan     mengendalikan        yang    bertugas    menjalankan      fungsi   pengawasan
risiko-risiko yang dapat mempengaruhi operasional                  sebagai bagian dari 1,5th line of defense. Organ ini
dan pencapaian tujuan. Operational Risk Tools ini                  berfokus pada pengendalian risiko operasional yang
mencakup:                                                          ada dalam aktivitas harian di berbagai unit seperti
1.    Risk and Control Self-Assessment (RCSA)                      Kantor Cabang (KC), Kantor Cabang Syariah (KCS),
      RCSA dilakukan di setiap unit kerja Bank untuk               Commercial Banking Center (CBC), dan Regional Loan
      mengidentifikasi dan mengukur risiko operasional             Processing Center (RLPC). Organ ini terdiri dari berbagai
      yang ada dalam aktivitas sehari-hari. Setiap unit            bagian, seperti Regional Business Control (RBC), Branch
      kerja diwajibkan untuk mengevaluasi potensi                  Business Control (BBC), dan Commercial Banking
      risiko yang terkait dengan tugas mereka dan                  Centre Business Control (CBC-BC), yang bertugas
      bagaimana risiko tersebut bisa mempengaruhi                  memantau dan mengelola risiko di masing-masing
      pencapaian          tujuan   unit     mereka.     Dengan     unit kerja secara terintegrasi dan sistematis.
      demikian, RCSA berfungsi sebagai mekanisme
      awal untuk memastikan bahwa risiko yang ada                  Risiko Hukum
      dapat dikelola dengan baik.
                                                                   BTN    mengidentifikasi    risiko   hukum     yang   dapat
2.    Loss Event Database (LED)                                    timbul dari faktor-faktor seperti tuntutan hukum
      LED digunakan untuk mengumpulkan data terkait                dan kelemahan aspek yuridis yang melekat pada
      kejadian risiko operasional yang terjadi di Kantor           berbagai aktivitas fungsional, termasuk perkreditan,




258             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 156
                                                                               Integritas Tata Kelola
               Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk             Keberlanjutan
            Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah




treasury, investasi, operasional, teknologi informasi,               Pemantauan dilakukan oleh Satuan Kerja Manajemen
dan pengelolaan sumber daya manusia. Pengukuran                      Risiko   yang    memberikan         rekomendasi       perbaikan
risiko hukum dilakukan oleh Satuan Kerja Manajemen                   berdasarkan evaluasi risiko reputasi. Pengendalian
Risiko bersama dengan Satuan Kerja Hukum. Proses ini                 dilakukan oleh Satuan Kerja Sekretaris Perusahaan
menghasilkan laporan evaluasi yang mencakup analisis                 untuk mengelola pemberitaan negatif dan Satuan
kasus hukum yang terjadi, kewajiban kontinjensi yang                 Kerja Layanan Nasabah untuk menyelesaikan keluhan
timbul dari tuntutan hukum, serta kualitas perikatan                 nasabah sesuai dengan SLA yang berlaku.
perjanjian dokumen perkreditan.
                                                                     Risiko Strategis
Pemantauan risiko hukum dilaksanakan secara berkala
dengan       mengevaluasi       efektivitas     implementasi         Risiko strategis adalah potensi kerugian yang timbul
kebijakan, prosedur, dan kepatuhan terhadap regulasi                 akibat ketidaktepatan pengambilan atau pelaksanaan
serta ketentuan limit Bank. Satuan Kerja Hukum juga                  keputusan strategis, serta kegagalan mengantisipasi
memberikan        masukan      hukum    dan      rekomendasi         perubahan lingkungan bisnis. Risiko ini dapat muncul
kepada setiap divisi serta melakukan review kontrak                  karena strategi yang tidak selaras dengan visi dan misi
kerjasama dengan pihak ketiga. Untuk mendukung                       Bank, analisis lingkungan yang tidak komprehensif, atau
pemantauan risiko hukum, Bank menggunakan aplikasi                   ketidaksesuaian antara rencana strategis di berbagai
Legal Application System (LApS), yang berfungsi untuk                level organisasi. Selain itu, kegagalan mengantisipasi
memonitor perkembangan kasus hukum, baik pidana                      perubahan teknologi, kondisi ekonomi makro, dinamika
maupun non-pidana, yang terjadi di kantor cabang                     persaingan, atau perubahan kebijakan dari pemerintah
maupun kantor pusat.                                                 dan regulator, seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa
                                                                     Keuangan, juga berkontribusi pada risiko strategis.
Selain    itu,   Bank    menempatkan          Regional    Legal
Representative (RLR) di setiap Kantor Wilayah untuk                  BTN mengidentifikasi risiko strategis melalui analisis
memberikan bantuan hukum terkait masalah litigasi,                   aktivitas fungsional, seperti kredit, treasury, investasi,
mewakili Bank dalam proses hukum, memberikan                         operasional, dan jasa, yang dituangkan dalam business
pendapat hukum (legal opinion), serta melakukan                      plan oleh Satuan Kerja Corporate Strategy & Planning
legal watch sesuai ketentuan Bank Indonesia. RLR                     berdasarkan      Kebijakan         Umum    yang   ditetapkan
juga     bertanggung      jawab   untuk   mengelola        dan       Direksi. Pengukuran Risiko Stratejik dilakukan dengan
mengendalikan risiko hukum di wilayah kerjanya, guna                 membandingkan hasil aktual terhadap target kinerja
memastikan mitigasi risiko hukum dapat dilakukan                     yang telah ditetapkan, serta melalui pemantauan
secara efektif.                                                      Key Performance Indicator (KPI). Pemantauan juga
                                                                     melibatkan Satuan Kerja Manajemen Risiko & ESG, yang
Risiko Reputasi                                                      mengevaluasi eksposur risiko dibandingkan dengan
                                                                     Risk Appetite dan Risk Tolerance Bank secara bulanan.
BTN mengelola risiko reputasi dengan identifikasi,
pengukuran, pemantauan, dan pengendalian yang                        Pengendalian       risiko   strategis     dilakukan     dengan
melibatkan seluruh unit bisnis. Setiap unit bertindak                menganalisis perbedaan antara laporan aktual dan
sebagai     first-line   of   defense   dalam      mengelola         target rencana bisnis. Satuan Kerja Corporate Strategy
hubungan nasabah.                                                    & Planning menyampaikan langkah-langkah perbaikan
                                                                     kepada Direksi secara berkala. Dewan Komisaris,
Untuk mengidentifikasi risiko, BTN memantau keluhan                  Direksi, dan Satuan Kerja terkait melakukan review
nasabah dan pemberitaan negatif melalui Sistem                       strategi dasar, transformasi bisnis, infrastruktur, dan
Pengaduan Nasabah (SPN) yang terintegrasi dengan                     pengelolaan sumber daya manusia. Review terhadap
Kantor Cabang dan Contact Center. Pengukuran risiko                  Risk Appetite dan Risk Tolerance dilakukan minimal
dilakukan dengan menilai faktor yang memengaruhi                     setahun sekali untuk memastikan strategi Bank tetap
reputasi, seperti pemberitaan dan keluhan nasabah.                   relevan dan adaptif terhadap dinamika lingkungan
                                                                     bisnis




                                                 Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk             259
Page 157
                                                                              Manajemen Lingkungan             Dukungan Pengembangan
                     Tentang Laporan                   Profil BTN
                                                                                  Berkelanjutan                dan Kesejahteraan Pegawai




Risiko Kepatuhan                                                     mengevaluasi kepatuhan Kantor Cabang terhadap
                                                                     alur transaksi dan SOP. Risiko kepatuhan dilaporkan
Bank mengelola risiko kepatuhan melalui aplikasi                     kepada Direksi secara berkala atau sewaktu-waktu jika
Compliance Regulatory Management System (CRMS),                      diperlukan.
yang memudahkan pegawai mengakses ketentuan
eksternal dan memberikan peringatan untuk kewajiban                  Pengukuran risiko kepatuhan dilakukan dengan menilai
pelaporan kepada regulator. Satuan Kerja Kepatuhan                   potensi kerugian akibat ketidakpatuhan terhadap
(Compliance       and     Governance          Division/CMGD)         ketentuan      eksternal.        Parameter    yang    digunakan
bertanggung jawab untuk memantau risiko kepatuhan,                   antara lain jenis pelanggaran, frekuensi, dan rekam
menyusun daftar kewajiban eksternal, dan memastikan                  jejak kepatuhan. Satuan Kerja Manajemen Risiko
ketentuan internal sesuai dengan peraturan yang                      berkoordinasi dengan Satuan Kerja Kepatuhan untuk
berlaku.                                                             mengevaluasi efektivitas implementasi manajemen
                                                                     risiko   kepatuhan       dan      memantau       aktivitas   yang
Untuk pengawasan lebih lanjut, Regional Compliance                   berpotensi menimbulkan risiko kepatuhan.
Supervisory    Officer    (RCSO)      di    Kantor      Wilayah



                                                                                                          Dampak yang Diperkirakan
                                  Risiko dan Peluang terkait        Deskripsi Risiko / Peluang
       Topik Material                                                                                        pada Berbagai Aspek
                                        Keberlanjutan                    Keberlanjutan
                                                                                                            Keuangan Perusahaan

 Risiko Keberlanjutan

 Risiko Perubahan Iklim - Fisik

 Perubaham Iklim &                Risiko dari krisis air & banjir   Sebagai bank dengan                  1. Penurunan Nilai Agunan &
 Ekosistem, Penggunaan                                              portofolio dominan di                   Stranded Assets: Properti di
 Sumber Daya Alam &                                                 sektor perumahan, BTN                   wilayah rawan krisis air atau
 Pengelolaan Lingkungan                                             menghadapi risiko akibat                banjir berisiko turun nilai,
                                                                    krisis air, seperti kekeringan,         mengurangi kualitas jaminan
                                                                    penurunan kualitas air,                 kredit BTN.
                                                                    dan banjir. Hal ini dapat            2. Kenaikan Risiko Kredit
                                                                    menurunkan nilai aset yang              Macet (NPL): Krisis air dan
                                                                    dibiayai, meningkatkan                  banjir meningkatkan biaya
                                                                    risiko kredit, mengurangi               operasional pengembang
                                                                    daya tarik properti, dan                dan menurunkan daya tarik
                                                                    memengaruhi stabilitas                  properti, meningkatkan risiko
                                                                    portofolio pembiayaan BTN               gagal bayar debitur BTN.
                                                                    dalam jangka panjang.                3. Penurunan Permintaan KPR:
                                                                                                            Masyarakat cenderung
                                                                                                            menghindari rumah di
                                                                                                            area berisiko air dan banjir,
                                                                                                            menghambat pertumbuhan
                                                                                                            portofolio KPR BTN.




260             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 158
                                                                                      Integritas Tata Kelola
                 Pengembangan dan                   Pelayanan Prima untuk                 Keberlanjutan
              Pemberdayaan Masyarakat                Kepuasan Nasabah




  Risiko ESG
                                                                        BTN juga telah melakukan pemetaan risiko dan peluang
  Risiko dan Peluang Perubahan Iklim                                    yang muncul akibat perubahan iklim dalam rangka
  Perubahan        iklim    dapat    memberikan         pengaruh        pemenuhan standar IFRS S1 dan S2. Peta risiko dan
  yang besar terhadap sektor perbankan. Salah satu                      peluang ini telah disesuaikan dengan rekomendasi Task
  konsekuensinya adalah meningkatnya risiko kegagalan                   Force on Climate-related Financial Disclosure. Selain itu,
  pembayaran utang oleh debitur, terutama yang                          BTN juga telah mengidentifikasi dampak finansial yang
  bisnisnya terpengaruh langsung oleh perubahan iklim.                  ditimbulkan dari risiko dan peluang perubahan iklim
  Oleh karena itu, BTN menetapkan kriteria lingkungan                   tersebut. [TCFD Gov.b]
  tertentu sebelum menyalurkan kredit, agar tidak
  menyalurkan        dana     kepada    pengembang         proyek       Berikut adalah risiko dan peluang perubahan iklim yang
  atau kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan.                     dipetakan oleh Bank: [GRI 201-2] [FS10, FS11] [TCFD Stratg.a,b] [TCFD
  Langkah ini penting dilakukan guna mengurangi risiko                  Risk.a,b,c]

  yang berhubungan dengan pembiayaan terhadap
  kegiatan yang menyebabkan kerusakan lingkungan.




      Jangka Pendek                    Jangka Menengah                   Jangka Panjang                        Langkah Mitigasi




Secara regulasi, OJK telah        Jika dalam 3-5 tahun              Dalam 10 tahun ke depan,            BTN telah melakukan Climate
mewajibkan perbankan              kedepan terjadi peningkatan       krisis air dan meningkatnya         Risk Stress Testing (CRST) untuk
untuk melakukan climate           curah hujan yang signifikan       risiko banjir dapat                 menilai dampak risiko iklim
risk stress test, salah satunya   sehingga menyebabkan              memperketat regulasi                terhadap portofolio kreditnya
terhadap portfolio yang           banjir atau terjadi kekeringan    pemerintah mengenai tata            didaerah rawan banjir/
berada didaerah rawan             di daerah perumahan yang          kelola air, yang berpotensi         kebakaran.
banjir dan kebakaran. Hal ini     BTN biayai, maka:                 menciptakan risiko baru bagi
dapat menyebabkan risiko                                            BTN, yaitu:
ketidakpatuhan.                   1. Kenaikan risiko NPL di
                                     wilayah terdampak              1. Pembatasan Pembiayaan:
Secara profit, krisis air         2. Penurunan permintaan              Regulasi dapat melarang
belum menjadi risiko jangka          kredit properti di wilayah        pengembangan
pendek BTN karena saat ini           terdampak                         perumahan di area rawan
perumahan yang dibiayai           3. Gangguan pada proyek              air, mengurangi peluang
BTN berada diluar kawasan            yang sedang berjalan              BTN.
banjir.                           4. Penurunan nilai agunan         2. Persyaratan Efisiensi Air:
                                     dan stranded assets               Teknologi konservasi air
                                                                       dan drainase hijau dapat
                                                                       meningkatkan biaya dan
                                                                       memperlambat proyek.
                                                                    3. Integrasi Risiko Air: OJK
                                                                       mungkin mewajibkan
                                                                       bank mempertimbangkan
                                                                       risiko air dalam
                                                                       kredit, memengaruhi
                                                                       pembiayaan properti.
                                                                    4. Kenaikan Premi Asuransi:
                                                                       Risiko air yang meningkat
                                                                       dapat menaikkan biaya
                                                                       asuransi dan menurunkan
                                                                       permintaan KPR BTN.




                                                   Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                   261
Page 159
                                                                          Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                              Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




                                                                                                  Dampak yang Diperkirakan
                                 Risiko dan Peluang terkait      Deskripsi Risiko / Peluang
      Topik Material                                                                                 pada Berbagai Aspek
                                       Keberlanjutan                  Keberlanjutan
                                                                                                    Keuangan Perusahaan

Risiko Perubahan Iklim - Transisi

Perubahan Iklim dan              Risiko regulasi: penerapan     Bank BTN menghadapi              1. Kenaikan NPL: Pajak karbon
Ekosistem                        pajak karbon                   risiko dari penerapan pajak         meningkatkan biaya debitur,
                                                                karbon yang diatur dalam            berisiko gagal bayar dan
                                                                UU No. 7 Tahun 2021. Pajak          memperburuk kredit.
                                                                ini akan mulai berlaku pada      2. Stranded Assets: Aset
                                                                PLTU batu bara pada tahun           beremisi tinggi bisa
                                                                2025 dengan tarif Rp30/             kehilangan nilai, menurunkan
                                                                kg CO2e dan kemungkinan             agunan kredit BTN.
                                                                akan diperluas ke sektor lain,   3. Turunnya Peringkat ESG:
                                                                termasuk konstruksi.                Pembiayaan proyek beremisi
                                                                                                    tinggi dapat menyulitkan
                                                                                                    akses pendanaan hijau.
                                                                                                 4. Risiko Pajak untuk Bank: Jika
                                                                                                    BTN dikenai pajak karbon,
                                                                                                    biaya operasional naik,
                                                                                                    profitabilitas turun, dan
                                                                                                    pembiayaan sektor beremisi
                                                                                                    tinggi berkurang.




Risiko Keberlanjutan
Lainnya

Produk dan Jasa                  Risiko produk/jasa             Risiko ini dapat merugikan       Bank akan gagal dalam
Berkelanjutan                    berkelanjutan yang kalah       bank jika terlambat              mendapatkan profit ataupun
                                 bersaing                       mengadopsi prinsip               pendanaan murah misalnya
                                                                keberlanjutan. Dengan dunia      seperti green/social/
                                                                yang semakin berfokus            sustainability bond yang
                                                                pada ESG, perusahaan yang        lebih dulu diterbitkan oleh
                                                                menawarkan produk dan            perusahaan lain
                                                                jasa berkelanjutan lebih
                                                                didukung oleh investor dan
                                                                dianggap lebih berkeadilan.

Tata Kelola                      Risiko reputasi dan            Risiko dapat merugikan           1. Kerugian seperti tidak akan
                                 kepercayaan                    bank apabila tata kelola            mendapatkan dana investasi
                                                                bank tidak baik sehingga            dari investor
                                                                persepsi publik dan investor     2. Publik akan tidak percaya
                                                                terhadap bank menjadi               pada bank sehingga
                                                                buruk, sehingga reputasi            melakukan bank rush dan
                                                                memburuk dan paling parah           bank akan pailit
                                                                dapat menyebabkan bank
                                                                rush oleh nasabah




262            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 160
                                                                         Integritas Tata Kelola
              Pengembangan dan              Pelayanan Prima untuk            Keberlanjutan
           Pemberdayaan Masyarakat           Kepuasan Nasabah




     Jangka Pendek             Jangka Menengah                  Jangka Panjang                    Langkah Mitigasi




Tidak ada risiko jangka    Jika pajak karbon diperluas    Jika setelah penerapan           1. BTN memiliki exclusion list
pendek karena BTN tidak    ke sektor debitur BTN,         pajak karbon BTN masih              dan sustainable finance
melakukan pinjaman pada    risiko NPL meningkat. Jika     memberikan pinjaman                 framework yang berfungsi
industri PLTU              bank juga dikenai pajak,       kepada sektor yang menjadi          sebagai panduan portofolio
                           BTN menghadapi biaya           subjek pajak karbon, maka           untuk mengurangi eksposur
                           operasional lebih tinggi,      dampak bagi BTN adalah:             ke sektor tinggi emisi dengan
                           profitabilitas tertekan, dan   1. Stranded Assets dan              menyalurkan lebih banyak
                           pembiayaan sektor beremisi        Penurunan Nilai Agunan           pembiayaan ke proyek
                           tinggi berkurang.                 Kredit akibat regulasi           rendah karbon.
                                                             yang lebih ketat              2. BTN telah melakukan
                                                          2. Turunnya Peringkat ESG           pengembangan produk
                                                             dan Kesulitan Mengakses          pembiayaan hijau untuk
                                                             Pendanaan Hijau                  diversifikasi portofolio,
                                                                                              termasuk obligasi hijau,
                                                                                              dan skema pembiayaan
                                                                                              berkelanjutan lainnya.
                                                                                           3. Karena mayoritas
                                                                                              portofolio BTN berada
                                                                                              di sektor mortgage, BTN
                                                                                              mulai membiayai rumah
                                                                                              rendah emisi yang paling
                                                                                              tidak memenuhi 1 standar
                                                                                              bangunan hijau, seperti
                                                                                              penggunaan recycled /
                                                                                              ecofriendly material dan
                                                                                              energi efisiensi, mendukung
                                                                                              transisi ke sektor properti
                                                                                              berkelanjutan
                                                                                           4. BTN telah melakukan Climate
                                                                                              Risk Stress Testing (CRST)
                                                                                              untuk menilai dampak risiko
                                                                                              iklim terhadap portofolio
                                                                                              kreditnya, termasuk risiko
                                                                                              transisi akibat pajak karbon
                                                                                              dan stranded assets.




Kehilangan kesempatan      -                              Bank akan gagal dalam            Bank telah melakukan
dalam:                                                    menjadi salah satu pionir        implementasi Rumah Rendah
1. Memiliki produk                                        penerapan ESG dan akan           Emisi, instrumen pembiayaan
   berkelanjutan;                                         memiliki ESG rating yang         dan pendanaan yang
2. Mendapat funding                                       buruk sehingga kurang            mendukung aspek ESG seperti
   berkelanjutan.                                         menarik minat investor           sustainability-linked loan dan
                                                                                           green bonds (rencana di 2025)
                                                                                           serta launching super app BALE
                                                                                           by BTN dan BTN Digital Store


-                          Kepercayaan investor dan       -                                Bank telah melakukan
                           publik akan berkurang                                           penguatan anti korupsi, antifraud
                           sehingga dapat                                                  dan anti penyuapan, serta
                           menyebabkan banyak                                              development aplikasi digital
                           kerugian                                                        untuk menunjang proses bisnis
                                                                                           yang lebih efisien dan paperless




                                           Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk            263
Page 161
                                                                         Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                             Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




                                                                                                 Dampak yang Diperkirakan
                                 Risiko dan Peluang terkait     Deskripsi Risiko / Peluang
      Topik Material                                                                                pada Berbagai Aspek
                                       Keberlanjutan                 Keberlanjutan
                                                                                                   Keuangan Perusahaan

Keamanan Informasi               Risiko keamanan data           Risiko yang akan                Kerugian finansial seperti untuk
                                 nasabah dan sistem IT          merugikan bank apabila          menebus data yang dibekukan
                                 perbankan                      terjadi kebocoran data          akibat malware, tuntutan dari
                                                                atau serangan hacker            nasabah apabila data mereka
                                                                yang diakibatkan sistem         bocor, dan reputasi bank
                                                                keamanan IT bank kurang         akan rusak sehingga publik
                                                                baik                            melakukan bank rush dan bank
                                                                                                akan pailit.

Peluang Keberlanjutan

Perubahan Iklim dan              Peluang dari carbon credit     Pemerintah telah                1. Peningkatan Income: BTN
Ekosistem                                                       menetapkan Perpres                 bisa mendapat pendapatan
                                                                No. 98/2021 tentang Nilai          dari penjualan carbon credit.
                                                                Ekonomi Karbon (NEK) dan        2. Penguatan ESG & Daya Saing:
                                                                POJK No. 14/2023 tentang           Partisipasi di perdagangan
                                                                Perdagangan Karbon melalui         karbon meningkatkan
                                                                Bursa Karbon (IDX Carbon).         peringkat ESG dan menarik
                                                                Dengan regulasi ini, BTN           investor.
                                                                memiliki peluang untuk          3. Diversifikasi Produk Hijau: BTN
                                                                menjual carbon credit baik         dapat mengembangkan
                                                                didalam maupun luar negeri         produk berbasis carbon
                                                                dari rumah rendah emisi            credit.
                                                                yang memenuhi standar           4. Dukungan NZE 2060:
                                                                keberlanjutan.                     Pemanfaatan carbon credit
                                                                                                   membantu transisi ke
                                                                                                   ekonomi rendah karbon.




Penggunaan Sumber                Peluang dari penerapan         OJK telah menerbitkan           1. Peningkatan Pembiayaan
Daya Alam & Pengelolaan          KKUB dan Taksonomi Hijau       Taksonomi Hijau Indonesia /        Hijau: Fokus pada KKUB dan
Lingkungan                       oleh OJK serta target NZE      Taksonomi untuk Keuangan           Taksonomi Hijau OJK.
                                 pemerintah                     Berkelanjutan Indonesia         2. Akses Pendanaan Hijau:
                                                                sebagai pedoman bagi               Memungkinkan penerbitan
                                                                LJK untuk memetakan dan            green bond atau
                                                                meningkatkan pembiayaan            sustainability bond.
                                                                pada sektor Hijau. Selain itu   3. Dukungan NZE 2060:
                                                                OJK juga mengklasifikasikan        Sertifikasi Green Building
                                                                Kategori Kegiatan Usaha            dan inisiatif lingkungan
                                                                Berkelanjutan sebagai              meningkatkan reputasi bank.
                                                                pedoman LJK untuk
                                                                mendukung pembiayaan
                                                                pada sektor berkelanjutan
                                                                dan berkontribusi pada NZE
                                                                2060




264           PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 162
                                                                                 Integritas Tata Kelola
                Pengembangan dan                   Pelayanan Prima untuk             Keberlanjutan
             Pemberdayaan Masyarakat                Kepuasan Nasabah




      Jangka Pendek                  Jangka Menengah                    Jangka Panjang                    Langkah Mitigasi


Kerugian finansial seperti       Reputasi bank akan rusak          -                               Bank telah berkomitmen
untuk menebus data yang          sehingga publik melakukan                                         terhadap Perlindungan Data
dibekukan akibat malware,        bank rush dan bank akan                                           Pribadi, salah satunya dengan
tuntutan dari nasabah            collaps                                                           penguatan IT dan pembentukan
apabila data mereka bocor                                                                          departemen khusus PDP
                                                                                                   dibawah satker Compliance &
                                                                                                   Governance




BTN akan dapat menambah          1. Seiring bertambahnya           1. Dengan jumlah                1. BTN telah melakukan
income dari perdagangan             rumah rendah emisi                rumah rendah emisi              feasibility study dengan
karbon melalui Bursa Karbon         hingga 150.000 unit, BTN          mencapai 150.000                konsultan sebagai landasan
Indonesia (IDX Carbon) serta        memiliki lebih banyak             unit, BTN dapat secara          dasar penjualan karbon kredit
pasar karbon internasional          carbon credit yang dapat          signifikan meningkatkan         dari rumah rendah emisi.
yang telah beroperasi.              dijual, meningkatkan              pendapatan dari              2. Sebagai tahap selanjutnya,
                                    volume perdagangan                perdagangan karbon              BTN akan melakukan
                                    karbon dan pendapatan             sebagai sumber income           pendataan terhadap aset
                                    bank.                             yang stabil.                    yang berpeluang untuk
                                 2. Ekspansi pasar karbon          2. Harga carbon                    menyimpan karbon ddan
                                    domestik semakin                  credit cenderung                melakukan drafting Dokumen
                                    matang, memungkinkan              meningkat karena                Rencana Aksi Mitigasi (DRAM).
                                    harga carbon credit               regulasi emisi semakin          Draft tersebut kemudian akan
                                    lebih kompetitif dan              ketat, meningkatkan             didaftarkan dan dievaluasi
                                    menguntungkan bagi BTN.           permintaan dari                 oleh Sistem Registrasi
                                                                      perusahaan yang                 Nasional (SRN) dan lembaga
                                                                      harus mengurangi jejak          verifikasi internasional.
                                                                      karbonnya.                   3. BTN telah memiliki sekitar
                                                                   3. Carbon credit menjadi           1.300 rumah rendah emisi
                                                                      instrumen keuangan              sebagai pilot project.
                                                                      yang lebih mapan,               Kedepannya, BTN akan
                                                                      membuka peluang untuk           membangun total 150.000
                                                                      integrasi dalam strategi        rumah rendah emisi pada
                                                                      jangka panjang BTN              2029.
                                                                      dan memperkuat posisi
                                                                      sebagai ESG Champion
                                                                      dalam perbankan hijau.

1. Peningkatan Pembiayaan        Dari aktivitas penyaluran         Dengan terus berkomitmen        1. Bank telah menyalurkan kredit
   Berkelanjutan: Fokus pada     kredit ke sektor berkelanjutan,   pada keberlanjutan bank            pada sektor berkelanjutan
   KKUB dan Taksonomi            bank akan mendapatkan             akan memiliki reputasi yang        (KKUB OJK) seperti proyek
   Hijau OJK meningkatkan        akses pendanaan seperti           baik di mata investor dan          SPAM, energi terbarukan,
   reputasi bank dan             dengan penerbitan green           ESG rating bisa meningkat,         transportasi ramah
   kepercayaan investor.         bond atau sustainability          serta stabilitas keuangan          lingkungan, dll.
2. Sertifikasi Green Building:   bond                              perusahaan bisa lebih           2. Bank akan berencana
   Pengelolaan lingkungan                                          terjaga                            menerbitkan tematik green /
   dan limbah yang baik                                                                               social / sustainability bonds
   mendukung sertifikasi                                                                           3. Bank telah mendukung
   hijau dan reputasi bank.                                                                           berbagai program pelestarian
                                                                                                      lingkungan dan manajemen
                                                                                                      limbah gedung yang baik
                                                                                                      hingga mendapatkan
                                                                                                      sertifikasi Green Building pada
                                                                                                      menara 2 BTN




                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk              265
Page 163
                                                                        Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                  Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                            Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




                                                                                                Dampak yang Diperkirakan
                              Risiko dan Peluang terkait       Deskripsi Risiko / Peluang
      Topik Material                                                                               pada Berbagai Aspek
                                    Keberlanjutan                   Keberlanjutan
                                                                                                  Keuangan Perusahaan

Produk dan Jasa               Peluang dari dukungan           Peluang dari implementasi        1. Peningkatan Income –
Berkelanjutan                 dan target NZE pemerintah       Rumah Rendah Emisi,                 BTN dapat memperoleh
                              sehingga perbankan              instrumen pembiayaan                pendapatan tambahan dari
                              perlu membuat produk            dan pendanaan yang                  fee based Bale by BTN dan
                              berkelanjutan                   mendukung aspek ESG                 efisiensi biaya operasional
                                                              seperti sustainability-linked       kertas yang sudah
                                                              loan dan green bonds serta          terdigitalisasi di Bale by BTN
                                                              launching super app BALE         2. Penguatan Peringkat ESG
                                                              by BTN                              dan Daya Saing
                                                                                               3. Akses ke Pendanaan Hijau
                                                                                                  – BTN dapat lebih mudah
                                                                                                  mengakses pendanaan
                                                                                                  dari investor ESG, GCF,
                                                                                                  dan lembaga keuangan
                                                                                                  internasional yang
                                                                                                  mendukung proyek rendah
                                                                                                  karbon.
                                                                                               4. Diversifikasi Produk dan
                                                                                                  Layanan Keuangan Hijau
                                                                                                  – BTN dapat memperluas
                                                                                                  portofolio pembiayaan hijau
                                                                                                  seperti sektor berkelanjutan
                                                                                                  KKUB OJK

Keamanan Informasi            Peluang dari penerapan          UU PDP No. 27/2022 berlaku       Dengan tata kelola PDP dan
                              Perlindungan Data Pribadi       sejak 17 Oktober 2024 untuk      sistem keamanan informasi
                                                              melindungi data pribadi,         yang baik, bank akan terhindar
                                                              mencegah penyalahgunaan,         dari kerugian finansial seperti
                                                              dan meningkatkan                 kebocoran data dan tuntutan
                                                              kepercayaan publik. LJK,         data nasabah.
                                                              termasuk perbankan, wajib
                                                              mematuhinya.


Pengadaan Berkelanjutan       Peluang dari penggunaan         Pengadaan berkelanjutan          1. Dengan aplikasi ini bank
                              End to End Sustainable          merupakan hal yang masih            dapat melakukan efisiensi
                              Procurement                     sangat banyak untuk                 biaya kertas dalam proses
                                                              dikembangkan, salah                 pengadaan bank
                                                              satunya adalah melalui           2. Reputasi bank menjadi
                                                              digitalisasi                        lebih baik dimana sistem
                                                                                                  pengadaan bank lebih
                                                                                                  terintegrasi, transparan dan
                                                                                                  paperless, serta proses bisnis
                                                                                                  lebih efisien




266          PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 164
                                                                                 Integritas Tata Kelola
                 Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk              Keberlanjutan
              Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah




      Jangka Pendek                  Jangka Menengah                   Jangka Panjang                     Langkah Mitigasi


Peningkatan Income –             Bank akan dikenal                1. Dengan jumlah                 Bank telah melakukan
BTN dapat memperoleh             sebagai pelopor produk              rumah rendah emisi            implementasi Rumah Rendah
pendapatan tambahan dari         & jasa perbankan hijau              mencapai 150.000              Emisi, instrumen pembiayaan
fee based Bale by BTN dan        dan berkelanjutan yang              unit, BTN dapat secara        dan pendanaan yang
efisiensi biaya operasional      menyediakan banyak opsi             signifikan meningkatkan       mendukung aspek ESG seperti
kertas yang sudah                untuk kepuasan nasabah              pendapatan dari               sustainability-linked loan dan
terdigitalisasi di Bale by BTN                                       perdagangan karbon            green bonds serta launching
                                                                     sebagai sumber fee-           super app BALE by BTN
                                                                     based income yang stabil.
                                                                  2. Bank akan mendapatkan
                                                                     pendanaan melalui
                                                                     penerbitan green/social/
                                                                     sustainability bonds
                                                                  3. ESG Rating akan
                                                                     meningkat begitu juga
                                                                     reputasi dan kepercayaan
                                                                     terhadap bank




Pengelolaan data pribadi         Bank menjadi taat terhadap       Bank menjadi taat terhadap       Bank telah berkomitmen
nasabah lebih baik dan lebih     peraturan UU PDP, keamanan       peraturan UU PDP, keamanan       terhadap Perlindungan Data
aman                             informasi PDP nasabah            informasi PDP nasabah            Pribadi, salah satunya dengan
                                 terjaga, reputasi dan            terjaga, reputasi dan            penguatan IT dan pembentukan
                                 kepercayaan terhadap bank        kepercayaan terhadap bank        departemen khusus PDP
                                 dapat meningkat                  dapat meningkat                  dibawah satker Compliance &
                                                                                                   Governance



Dengan aplikasi ini bank         Reputasi bank menjadi            Reputasi bank menjadi            Bank telah mengembangkan
dapat melakukan efisiensi        lebih baik dimana sistem         lebih baik dimana sistem         aplikasi End to End Procurement
biaya kertas dalam proses        pengadaan bank lebih             pengadaan bank lebih             untuk mendukung proses
pengadaan bank                   terintegrasi, transparan dan     terintegrasi, transparan dan     pengadaan yang berkelanjutan
                                 paperless, serta proses bisnis   paperless, serta proses bisnis   dan paperless
                                 lebih efisien                    lebih efisien




                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                267
Page 165
                                                                                                       Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                                        Tentang Laporan                 Profil BTN
                                                                                                           Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




Climate Risk Stress Testing (CRST)                                                           kajian secara sistematis mengenai potensi dampak
Sebagai bagian dari tujuan global, sejak tahun 2023                                          perubahan iklim. BTN berkomitmen mendukung transisi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan                                          menuju ekonomi rendah karbon dengan mengadopsi
mengenai Climate Risk Stress Testing (CRST) yang                                             pendekatan berbasis sains dalam analisis risiko iklim.
ditujukan untuk lembaga keuangan. Kebijakan ini                                              Pengujian risiko iklim dilakukan melalui pemodelan
bertujuan    untuk                mengidentifikasi             dan   mengelola               skenario dan analisis sensitivitas untuk mengidentifikasi
risiko terkait perubahan iklim, baik yang bersifat fisik                                     potensi dampak dan memitigasi risiko yang mungkin
maupun transisi menuju ekonomi rendah karbon.                                                timbul.
Menanggapi kebijakan ini, BTN memberikan respons
positif dengan mengintegrasikan Panduan CRST OJK                                             BTN menggunakan skenario iklim yang dirancang oleh
2023 dalam strategi manajemen risikonya. Panduan                                             NGFS (Network for Greening the Financial System) dan
tersebut digunakan sebagai acuan untuk melakukan                                             disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

Matriks Climate Risk Stress Testing (CRST)
                     High




                                               Disorderly                                                  Too little, too late




                                                                     Delayed
                                                                       2ºC
                     Transition risks




                                                    Net Zero
                                                      2050
                                                     (1,5ºC)




                                                                                                                  Current
                                                                                                                  Policies
                     Low




                                               Orderly                                                      Hot house world




                                              Low                           Physical risks                                   High




Tiga skenario utama yang digunakan meliputi: Current                                         berfungsi untuk mengevaluasi dampak risiko transisi
Policies (CP), yang merefleksikan kebijakan saat ini                                         dan fisik terhadap portofolio bank. Tahap pemodelan
tanpa perubahan tambahan; Delayed Transition (DT),                                           makroekonomi memanfaatkan variabel seperti inflasi
yang menggambarkan transisi terlambat dengan                                                 dan nilai tukar untuk menghitung dampaknya terhadap
tindakan drastis di masa depan; serta Net Zero 2050                                          risiko kredit dan surat berharga.
(NZ),    yang   merupakan                       skenario       ambisius    untuk
mencapai nol emisi karbon pada tahun 2050. Skenario                                          Berikut ini merupakan ilustrasi metodologi CRST dari
ini     mencakup           proyeksi                 variabel    makroekonomi                 proses pengumpulan informasi hingga assessment
seperti PDB, inflasi, nilai tukar, dan suku bunga, yang                                      dampak kecukupan modal.




268             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 166
                                                                                                Integritas Tata Kelola
                Pengembangan dan                          Pelayanan Prima untuk                     Keberlanjutan
             Pemberdayaan Masyarakat                       Kepuasan Nasabah




CRST Framework Overview


 1. Pengumpulan Informasi       2. Transmisi Risiko Iklim           3. Impact Assessment


  NGFS                       Penilaian Risiko Transisi                 Indikator Risiko                        Risiko Kredit

    Transisi:                                                                                                     Expected Credit
                                     Level Portfolio:                     Probability of
    • Makro                                                                                                          Loss (ECL)
                                          Loan                            Default (PD)
    • Mikro
                                                                                                                                      Stressed Test Impact




                                                                                                 Kuantitatif
                                                                                                                    RWA Kredit
    Fisik
                                                                                                                                              Capital
                                                                              Non-
                                                                                                                Pendapatan Bunga           Adequacy Ratio
                                                                           Performing
                                                                                                                                               (CAR)
                                                                              Loan
  IPCC
                               Perubahan pada matriks                     Loss Given                           Risiko Pasar
    Fisik                               PD                               Default (LGD)
                                                                                                                    RWA Pasar
                                                                                                                                            Ekuitas (B/S)
                                                                         Loan To Value
                                    Surat Berharga                        Ratio (LTV)                          Risiko Operasional
  Data Internal:
  • Debitur                                                                                                      RWA Operasional
  • Bank                        Perubahan Suku Bunga                      Mark-to-
                                                                         Market (MtM)




                                                                                                 Kualitatif
                                                                                                               Risiko Likuiditas
                                                                         Repricing Gap
  Data External:             Asesmen Risiko Fisik                                                                                    Inflow
                                                                                                                   High Quality
  • Publik
                                                                                                                   Liquid Asset                        LCR
  • Private                       Jaminan: Kolateral                       Loss Event                                 (HQLA)         Outlaw




Proses analisis skenario dimulai dengan pengumpulan                               risiko iklim; Pengadaan listrik, gas, uap/air panas;
data dari sumber internal seperti kinerja keuangan                                Pengangkutan dan pergudangan; Pertambangan dan
debitur dan portofolio kredit, serta data eksternal dari                          penggalian; Industri pengolahan; Pertanian, kehutanan
NGFS dan IPCC. Analisis ini bertujuan mengidentifikasi                            dan perikanan. Sektor-sektor ini mencakup 89,6% dari
sektor prioritas yang terdampak. Sektor tersebut                                  total portofolio kredit.
terdiri dari KPR; Konstruksi; Sektor lain di luar cakupan

Proporsi Dampak Risiko terhadap Setiap Sektor


      Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

                            Industri Pengolahan

                Pertambangan dan enggalian

            Pengangkutan dan Pergudangan

    Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas

  Sektor Lain di Luar Cakupan Risiko Iklim*

                                         Konstruksi

                                                  KPR


                                                         0%      10%        20%           30%     40%               50%        60%   70%        80%          90%




                                                          Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                                  269
Page 167
                                                                                                            Manajemen Lingkungan                    Dukungan Pengembangan
                                           Tentang Laporan                         Profil BTN
                                                                                                                Berkelanjutan                       dan Kesejahteraan Pegawai




a. Analisis Skenario Risiko Transisi                                                                 PDB. Simulasi ini mengevaluasi dampak pada
                   Dalam analisis skenario risiko transisi, BTN melibatkan                           indikator risiko kredit, seperti Probability of Default
                   variabel makroekonomi yang relevan, seperti tingkat                               (PD), Loss Given Default (LGD), dan Non-Performing
                   pengangguran, harga energi (batu bara, gas,                                       Loan (NPL).
                   minyak), jumlah penumpang, dan pertumbuhan


Grafik Proyeksi Makroekonomi

                                                                                                                              Jumlah Penumpang (billion plan/
                             Harga Batubara                         Harga Minyak                     Harga Gas
                                                                                                                                  year) vs Yearly Change
 INDIKATOR UTAMA




                                                                                                                                                                Legenda Grafik:

                                                                                                                                                                  Net Zero 2060

                                                                                                                                                                  Delayed Transition (3%)

                                                                                                                                                                  Current Policies




                        Suku Bunga Acuan          Jumlah Penduduk              Nilai Tukar USD/IDR     Tingkat Inflasi            Tingkat Pengangguran      Tingkat Pertumbuhan PDB
 INDIKATOR PENDUKUNG




                   Hasil sensitivity analysis menunjukkan bahwa risiko                               Dari sisi dampak keuangan, kerugian langsung
                   transisi menyebabkan peningkatan PD dan NPL                                       akibat risiko fisik diproyeksikan mencapai Rp76,02
                   di sektor prioritas seperti energi dan transportasi,                              miliar pada tahun 2024. Risiko transisi menambah
                   sementara LGD meningkat di sektor properti karena                                 biaya implementasi kebijakan NZE, termasuk CAPEX
                   penurunan nilai properti di wilayah berisiko tinggi.                              sebesar Rp59,67 miliar dan OPEX Rp16,36 miliar.
                   Namun, simulasi skenario NZ 2050 menunjukkan                                      Dalam jangka panjang hingga 2050, sektor energi
                   bahwa CAR BTN tetap berada di atas batas                                          dan infrastruktur diproyeksikan mengalami dampak
                   minimum (10,8% dibandingkan minimum 9,18%),                                       signifikan akibat perubahan kebijakan karbon dan
                   yang mengindikasikan kemampuan bank dalam                                         harga energi fosil.
                   mengelola risiko tersebut.
                                                                                                     Distribusi          risiko      terhadap            operasional              bank
b. Analisis Skenario Risiko Fisik                                                                    menunjukkan bahwa risiko fisik berdampak besar
                   Sementara itu, risiko fisik melibatkan kerusakan                                  pada wilayah seperti Bekasi, Bogor, dan Makassar,
                   akibat bencana alam, seperti banjir dan kebakaran,                                terutama di sektor properti dan KPR. Di sisi lain, risiko
                   yang memengaruhi nilai aset jaminan (collateral                                   transisi terutama memengaruhi sektor energi akibat
                   value) dan peningkatan LGD. Wilayah yang menjadi                                  kenaikan harga karbon, dengan dampak yang
                   fokus adalah area seperti Bekasi, Bogor, dan                                      cukup terasa pada debitur seperti PLN.
                   Makassar, yang menunjukkan kerentanan lebih
                   tinggi terhadap risiko fisik. Berikut merupakan Area
                   Terdampak Risiko Fisik untuk Sektor Kredit Konsumtif
                   Kepemilikan Properti (Konvensional dan Syariah).




270                               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 168
                                                                                   Integritas Tata Kelola
              Pengembangan dan                    Pelayanan Prima untuk                Keberlanjutan
           Pemberdayaan Masyarakat                 Kepuasan Nasabah




Area Terdampak Risiko Fisik - Kabupaten/Kota

25%
            Medan

20%                 Makassar


15%

                                                             Bogor
10%

                                                    Kab. Tangerang
5%
                                                                                                            Bekasi
                                   Kab. Karawang

0%

      0               20.000.000           40.000.000                60.000.000          80.000.000         100.000.000             120.000.000




c. Rencana Mitigasi Perubahan Iklim
   Untuk     mitigasi    perubahan       iklim,     BTN      telah           Secara keseluruhan, hasil Climate            Risk    Stress
   merancang         langkah-langkah           strategis     yang            Test (CRST) menunjukkan bahwa BTN memiliki
   mencakup pengembangan data GHG, otomasi                                   ketahanan finansial yang baik dalam menghadapi
   pengukuran risiko iklim, serta kebijakan portofolio                       risiko iklim. CAR bank tetap stabil meski ada tekanan
   hijau. Dalam jangka pendek, BTN fokus pada                                risiko fisik dan transisi. Selain itu, rencana transisi
   penyesuaian       perhitungan      risiko     iklim     dengan            menuju Net Zero Emission memberikan peluang
   standar    PSAK.     Jangka     menengah         melibatkan               pengembangan portofolio hijau. Namun, tantangan
   monitoring implementasi dekarbonisasi, sementara                          tetap ada, seperti kebutuhan peningkatan kualitas
   langkah jangka panjang mencakup integrasi risiko                          data debitur, khususnya untuk UMKM, dan penguatan
   karbon dalam strategi pricing dan underwriting.                           kapasitas SDM serta teknologi bank. Dengan
   Total anggaran untuk program mitigasi ini mencapai                        langkah mitigasi yang dirancang, BTN menunjukkan
   Rp76,02 miliar pada tahun 2024, dengan fokus pada                         komitmen yang kuat dalam mengelola risiko iklim
   digitalisasi layanan, efisiensi energi, dan tanggung                      untuk memastikan keberlanjutan operasionalnya.
   jawab sosial perusahaan.


Pengukuran dan Penilaian Risiko [GRI 2-16]

BTN menggunakan sistem pengukuran risiko untuk                           karakteristik dan kompleksitas kegiatan usaha. Sistem
mengukur eksposur risiko yang melekat pada aktivitas                     pengukuran risiko dievaluasi dan disempurnakan
bisnis, yang kemudian dibandingkan dengan risk                           secara berkala atau sewaktu-waktu jika diperlukan,
appetite Bank. Hal ini memungkinkan Bank untuk                           untuk    memastikan        kesesuaian       asumsi,     akurasi,
mengambil tindakan mitigasi risiko yang tepat dan                        kewajaran, dan integritas data, serta prosedur yang
memastikan kecukupan modal untuk menanggung                              digunakan.
risiko residual. Pengukuran risiko dilakukan secara
berkala untuk produk, portofolio, serta seluruh aktivitas                Stress test juga dilakukan untuk melengkapi sistem
bisnis.                                                                  pengukuran      risiko,   dengan   tujuan      mengestimasi
                                                                         potensi kerugian pada kondisi pasar yang tidak
Metode pengukuran risiko yang digunakan terdiri dari                     normal. Melalui skenario tertentu, stress test mengukur
metode standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia                       sensitivitas kinerja Bank terhadap perubahan faktor
dan OJK, serta metode internal yang dikembangkan                         risiko dan mengidentifikasi dampak signifikan pada
oleh BTN. Pemilihan metode ini disesuaikan dengan




                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                 271
Page 169
                                                                               Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
                       Tentang Laporan                   Profil BTN
                                                                                   Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




portofolio.   Hasil    stress    test     tersebut    digunakan       Penilaian profil risiko mencakup berbagai jenis risiko,
untuk meninjau kebijakan dan limit yang ada, serta                    termasuk risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas,
mengambil langkah-langkah yang tepat jika kondisi                     risiko operasional, risiko hukum, risiko strategis, risiko
yang diperkirakan melebihi tingkat toleransi risiko yang              kepatuhan, risiko reputasi, dan risiko ESG. Untuk Unit
dapat diterima.                                                       Usaha Syariah, terdapat dua jenis risiko tambahan
                                                                      yang dinilai, yaitu risiko imbal hasil dan risiko investasi.
Untuk memberikan gambaran yang komprehensif dan                       Penilaian ini melibatkan evaluasi terhadap Risiko
berkelanjutan terkait risiko, BTN secara rutin melakukan              Inheren dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko
penilaian diri (self-assessment) terhadap tingkat                     dalam aktivitas operasional Bank.
kesehatan bank (TKB) dan menyusun Laporan Profil
Risiko. Penilaian terhadap TKB, yang mengacu pada                     Secara umum, berdasarkan penilaian self-assessment
peraturan POJK No. 4/POJK.03/2016 dan SE OJK No. 14/                  Profil Risiko Triwulan IV 2024, diupayakan untuk
SEOJK.03/2017 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan                     mencapai tingkat Low to Moderate, yang menunjukkan
Bank Umum, dilakukan setiap semester. Sementara itu,                  bahwa kemungkinan kerugian yang dihadapi Bank
Laporan Profil Risiko disusun setiap triwulan. Penilaian              dari risiko inheren komposit tergolong rendah, dengan
TKB mencakup beberapa aspek, seperti profil risiko                    kualitas penerapan manajemen risiko yang memadai
(terdiri dari risiko inheren dan kualitas penerapan                   (Satisfactory). Berikut adalah detail hasil penilaian
manajemen        risiko),   rentabilitas,    tata    kelola,   dan    tersebut:
permodalan.

Penilaian Self-assessment Profil Risiko Tahun 2024


         Jenis Risiko                   Peringkat Risiko Inheren            Peringkat KPMR             Peringkat Tingkat Risiko

 Risiko Kredit                      Moderate                          Statisfactory                   Low to Moderate

 Risiko Pasar                       Moderate                          Statisfactory                   Low to Moderate

 Risiko Likuiditas                  Low to Moderate                   Statisfactory                   Low to Moderate

 Risiko Operasional                 Moderate                          Statisfactory                   Low to Moderate

 Risiko Hukum                       Low to Moderate                   Statisfactory                   Low to Moderate

 Risiko Strategis                   Low to Moderate                   Statisfactory                   Low to Moderate

 Risiko Kepatuhan                   Low to Moderate                   Statisfactory                   Low to Moderate

 Risiko Reputasi                    Low to Moderate                   Statisfactory                   Low to Moderate



BTN juga memiliki Risk Appetite Statement (RAS) Risiko                dampak sosial, dan kesejahteraan bersama serta
ESG dimana Bank berkomitmen melakukan bisnis                          mendukung transisi net zero emission.
berkelanjutan yang mengelola risiko perubahan iklim,




272              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 170
                                                                             Integritas Tata Kelola
             Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk             Keberlanjutan
          Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah




Pemantauan Risiko

BTN menerapkan sistem dan prosedur pemantauan                      Untuk memastikan kelancaran proses pemantauan,
yang mencakup pemantauan terhadap besarnya                         Bank menyiapkan sistem back-up yang efektif guna
eksposur risiko, toleransi risiko, kepatuhan terhadap              mencegah terjadinya gangguan dalam pemantauan
limit internal, hasil stress testing, serta konsistensi            risiko. Selain itu, dilakukan pengecekan dan penilaian
pelaksanaan kebijakan dan prosedur yang telah                      kembali    secara     berkala      terhadap      sistem    back-
ditetapkan. Hasil dari pemantauan risiko ini disajikan             up tersebut untuk memastikan keberlanjutan dan
dalam laporan berkala yang disampaikan kepada                      efektivitas proses pemantauan risiko yang diterapkan.
manajemen. Laporan ini digunakan sebagai dasar
untuk mitigasi risiko dan untuk menentukan tindakan
yang diperlukan.


Sistem Informasi Manajemen Risiko

Sistem informasi manajemen risiko dikelola secara                  2.    Teknologi/Aplikasi BTN
bersama-sama oleh beberapa divisi di Bank. Pada                          Bank juga menilai potensi risiko yang berkaitan
tahap awal, fokus utama adalah pengumpulan dan                           dengan penggunaan teknologi, terutama dalam
perbaikan kualitas data dan risiko. Hal ini diharapkan                   hal data privacy dan cyber security. Mengingat
dapat   dikembangkan        dan     diaplikasikan      secara            pentingnya perlindungan data pribadi nasabah
bertahap dalam sistem informasi manajemen risiko.                        dan keamanan sistem informasi bank, aspek ini
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proses                           menjadi perhatian utama untuk menghindari
pengukuran dan pemantauan risiko dapat dilakukan                         kebocoran data atau serangan siber yang dapat
secara terintegrasi, tepat waktu, dan sesuai dengan                      merugikan bank dan nasabah.
ketentuan regulasi yang berlaku.
                                                                   3.    Investasi yang Bertanggung Jawab
Impact and Risk Assessment                                               Penilaian    juga    dilakukan    untuk     memastikan
                                                                         bahwa investasi yang dilakukan oleh bank
Impact and risk assessment yang dilakukan oleh                           memenuhi        prinsip      keberlanjutan,         dengan
bank adalah proses evaluasi yang mendalam untuk                          mempertimbangkan             dampak         sosial    dan
mengidentifikasi dan menganalisis risiko serta dampak                    lingkungan yang dapat ditimbulkan. Hal ini untuk
yang mungkin timbul dari kegiatan atau kebijakan                         memastikan bahwa investasi bank tidak hanya
tertentu. Tujuan utama dari penilaian ini adalah untuk                   menguntungkan secara finansial, tetapi juga
meminimalkan potensi risiko, sekaligus memahami                          bertanggung jawab secara sosial dan etis.
bagaimana keputusan yang diambil oleh bank dapat
mempengaruhi operasional dan keberlanjutan bisnis                  4.    Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
dalam jangka panjang. Proses ini mencakup berbagai                       Evaluasi    terhadap      kebijakan     pengembangan
elemen penting, seperti:                                                 SDM juga penting untuk memastikan bahwa
1.   Pengembangan Produk Baru                                            bank dapat mengelola dan mengembangkan
     Bank mengevaluasi risiko yang terkait dengan                        karyawannya secara efektif tanpa menambah
     produk     baru,   baik     produk   dana      maupun               risiko bagi operasional. Ini termasuk pelatihan dan
     kredit.   Penilaian   ini    mencakup      dampaknya                pengembangan yang sesuai, untuk meningkatkan
     terhadap      nasabah,      operasional   bank,    serta            kompetensi karyawan dan mendukung tujuan
     aspek bisnis, teknologi informasi, kepatuhan,                       strategis bank.
     hukum, dan finansial untuk memastikan bahwa
     produk tersebut dapat berjalan lancar tanpa
     menimbulkan risiko yang merugikan.




                                               Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               273
Page 171
                                                                                                              Manajemen Lingkungan                  Dukungan Pengembangan
                              Tentang Laporan                       Profil BTN
                                                                                                                  Berkelanjutan                     dan Kesejahteraan Pegawai




Sistem Pengendalian Internal yang Menyeluruh
Sistem Pengendalian Risiko

Dalam          rangka         menerapkan            manajemen            risiko         toleransi risiko yang telah ditetapkan. Pengendalian
secara efektif, BTN melengkapi diri dengan sistem                                       risiko dilakukan melalui berbagai mekanisme, seperti
pengendalian internal yang komprehensif. Sistem ini                                     lindung nilai (hedging), penerbitan garansi, sekuritisasi
dirancang untuk melindungi aset Bank, memastikan                                        aset, credit derivatives, dan penambahan modal untuk
ketersediaan laporan keuangan dan manajerial yang                                       menyerap potensi kerugian yang mungkin timbul.
andal, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan
peraturan perundang-undangan, serta meminimalkan                                        Pelaksanaan sistem pengendalian internal yang andal
risiko kerugian, penyimpangan, dan pelanggaran                                          dan efektif menjadi tanggung jawab bersama seluruh
prinsip kehati-hatian.                                                                  satuan kerja operasional, satuan kerja pendukung, dan
                                                                                        Satuan Kerja Audit Internal. Perseroan telah melakukan
Sistem        pengendalian           risiko     BTN       mengacu        pada           pelaksanaan audit pada seluruh operasional Bank
kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Proses                                    minimal 3 (tiga) tahun sekali. Proses pengendalian ini
pengendalian risiko disesuaikan dengan eksposur                                         dirancang secara terintegrasi dan dapat dijelaskan
risiko dan tingkat risiko yang akan diambil berdasarkan                                 melalui langkah-langkah berikut:

Kerangka Kerja Pengendalian Risiko

                                       3 Lines of Defense                                                                                 BTN Lines of Defense

                                                                                                                              Konsep 3 Lines Defense, yang terdiri dari:
                                                  BoC – Audit Committee
                                                                                                                                      1st Fungsi Bisnis, Fungsi Operasional,
                                BoD                                                                                                              dan Fungsi Risiko

                                                                                                                              • Melakukan aktivitas bisnis unit sesuai tujuan
                                                                                                                                strategis Bank
                                                                                                                              • Melaksanakan aktivitas bisnis unit sesuai
     1st Line of Defense            2nd Line of Defense           3rd Line of Defense                                           dengan kebijakan yang berlaku
                                                                                                                              • Bertanggung jawab atas risiko yang timbul
                                                                                            Audit Eksternal




                                •   Mengembangkan                                                                               dari kegiatan bisnis
                                                                                                              Audit Reguler




                                    dan memantau risiko                                                                       • Melakukan kontrol dan prosedur yang efektif
                                    Bank                      •   Melakukan tinjauan                                            sesuai dengan kebijakan dan arahan
                                •   Pengawasan                    dan evaluasi atas
 •    Lingkungan
                                    agar fungsi bisnis            rancang bangun
      pengendalian yang                                                                                                            2nd Fungsi Pemantauan Risiko, Kepatuhan,
                                    melaksanakan                  dan implementasi
      kondusif                                                                                                                            dan Pengelolaan Kebijakan
                                    kebijakan dan                 manajemen risiko
 •    Konsistensi
                                    standar prosedur              secara keseluruhan
      pelaksanaan                                                                                                             • Unit Kepatuhan Pengelolaan Risiko Kepatuhan
                                    manajemen risiko          •   Memastikan bahwa
      kebijakan dan                                                                                                           • Unit Policy Pengelola Kebijakan dan Prosedur
                                    dan kepatuhan                 pertahanan lapis
      prosedur
                                •   Memantau dan                  pertama dan lapis                                           • Unit Risiko Pengelola Risiko Bank
 •    Pengendalian
                                    melaporkan risiko             kedua berjalan
      internal yang efektif
                                    Bank secara                   sesuai dengan yang
                                    keseluruhan                   diharapkan.
                                •   Manajemen Risiko                                                                                        3rd Fungsi Audit Internal
                                    dan Kepatuhan
                                                                                                                              Bertanggung jawab memastikan hal-hal berikut:
                                                                                                                              • Unit Compliance 2nd Line Defense bekerja
                               Manajemen Risiko dan                                                                             secara efektif.
       Fungsi Bisnis                                               Audit Internal                                             • 1st Line Defense sebagai pemilik risiko telah
                                   Kepatuhan
                                                                                                                                mengelola semua risiko secara memadai.



Penilaian Profil Risiko [GRI 2-16]

Untuk memberikan gambaran yang komprehensif                                             Kesehatan Bank Umum, dilakukan setiap semester.
dan berkelanjutan terkait risiko, BTN secara rutin                                      Sementara itu, Laporan Profil Risiko disusun setiap
melakukan penilaian diri (self-assessment) terhadap                                     triwulan. Penilaian TKB mencakup beberapa aspek,
tingkat kesehatan bank (TKB) dan menyusun Laporan                                       seperti profil risiko (terdiri dari risiko inheren dan kualitas
Profil Risiko. Penilaian terhadap TKB, yang mengacu                                     penerapan manajemen risiko), rentabilitas, tata kelola,
pada peraturan POJK Nomor 4/POJK.03/2016 dan SE                                         dan permodalan.
OJK Nomor 14/SEOJK.03/2017 tentang Penilaian Tingkat


274                     PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 172
                                                                                  Integritas Tata Kelola
             Pengembangan dan                      Pelayanan Prima untuk              Keberlanjutan
          Pemberdayaan Masyarakat                   Kepuasan Nasabah




Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR)

Sebagai    bagian     dari      upaya       peningkatan      tata     (KBUMN) berdasarkan Surat KBUMN Nomor S-4/DKU.
kelola perusahaan yang berkelanjutan, BTN telah                       MBU/02/2024. Sebagai bagian dari upaya memperkuat
menyelesaikan      Diagnostic         Review     atas     Internal    tata kelola perusahaan, proyek Diagnostic Review
Control Over Financial Reporting (ICOFR). Proses ini                  ICOFR BTN dilaksanakan dengan pendekatan sistematis
merupakan langkah strategis yang selaras dengan                       melalui empat tahap utama:
arahan    Kementerian         Badan     Usaha     Milik   Negara

Tahapan Diagnostic Review ICOFR BTN


            1                                    2                                   3                                 4
                                                                          Melakukan prosedur
    Pemetaan struktur                 Identifikasi terhadap             diagnostik untuk menilai
                                                                                                            Rekomendasi perbaikan
     korporasi BTN dan                akun-akun signifikan              efektivitas pengendalian
                                                                                                                 disusun secara
penilaian risiko salah saji        dalam laporan keuangan              internal di berbagai area.
                                                                                                            komprehensif. Roadmap
yang berpotensi muncul             BTN. Setiap akun dianalisis            Proses ini mencakup
                                                                                                               implementasi juga
   akibat kompleksitas              untuk menilai risiko yang             wawancara dengan
                                                                                                               dirancang sebagai
      struktur. Hasilnya              melekat, memastikan               pemilik proses (Process
                                                                                                               panduan strategis
   menjadi dasar untuk                semua elemen yang                   Owner), peninjauan
                                                                                                              untuk melaksanakan
   memahami potensi                berpotensi memengaruhi                 dokumen kebijakan
                                                                                                                perbaikan secara
 risiko dalam pelaporan              pengendalian internal                 dan prosedur, serta
                                                                                                             bertahap dan terukur.
          keuangan.                 terpetakan dengan baik.                analisis mendalam
                                                                           atas implementasi
                                                                             pengendalian.




Selama    keseluruhan         proses,    prosedur    diagnostik       Dalam pelaksanaan Diagnostic Review atas Internal
mencakup wawancara mendalam, tinjauan dokumen                         Control      Over    Financial       Reporting   (ICOFR),   BTN
ketentuan dan dokumen pendukung. serta identifikasi                   mengidentifikasi 13 area kunci sebagai fokus utama,
area pengendalian yang perlu ditingkatkan. Pendekatan                 yang mencakup Entity Level Control, IT General
ini memastikan bahwa setiap langkah berkontribusi                     Control, serta proses di bidang keuangan, kredit,
signifikan dalam memperkuat pengendalian internal                     treasury, dan fungsi SDM. Proses ini dirancang untuk
BTN untuk mendukung tata kelola perusahaan yang                       memberikan penilaian menyeluruh terhadap efektivitas
transparan dan akuntabel.                                             pengendalian internal di berbagai lini operasional bank.

Prosedur Diagnostic Review ICOFR BTN

                                                                                                             Melakukan identifikasi
 Memahami proses dan                                                                                          area pengendalian
                                         Pengendalian yang                 Peninjauan terhadap
 pengendalian melalui                                                                                        yang membutuhkan
                                          telah diidentifikasi               sampel dokumen
   proses wawancara                                                                                             perbaikan dan
                                             dikonfirmasi                     transaksi untuk
 dengan Process Owner                                                                                         konfirmasi kepada
                                         melalui permintaan                 menilai kecukupan
 dan tinjauan dokumen                                                                                           Process Owner
                                        dokumen pendukung                  pengendalian dalam
     kebijakan serta                                                                                         untuk mendapatkan
                                          implementasinya.                  satu siklus transaksi
        prosedur                                                                                                 persetujuan.


                                                                                                            Identifikasi Area yang
     Walkthrough                             Konfirmasi                    Peninjauan Dokumen
                                                                                                              Perlu Ditingkatkan




                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk              275
Page 173
                                                                                Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
                           Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                                    Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




Melalui      hasil    diagnostik    tersebut,   kemudian      BTN      Selain itu, melalui pelaksanaan Diagnostic Review
melakukan penyusunan roadmap untuk memastikan                          ICOFR dan implementasi hasilnya, BTN menegaskan
implementasi rekomendasi secara tepat waktu dan                        komitmennya terhadap prinsip tata kelola yang baik
efisien. Penyusunan roadmap ini melibatkan diskusi                     (Good Corporate Governance). Upaya ini dirancang
intensif dengan manajemen BTN agar seluruh langkah                     untuk memperkuat pengendalian internal, sekaligus
perbaikan selaras dengan kebutuhan operasional                         meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam
perusahaan. Fokus utama roadmap mencakup:                              pelaporan keuangan. Langkah-langkah ini tidak hanya
1.       Penyusunan prioritas implementasi, berdasarkan                bertujuan mendukung operasional yang lebih efisien,
         tingkat risiko dan urgensi setiap rekomendasi.                tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan
2.       Monitoring dan evaluasi berkelanjutan, untuk                  bisnis BTN dalam menghadapi tantangan industri
         memastikan        bahwa      implementasi       berjalan      perbankan di masa depan.
         sesuai rencana dan berdampak positif pada
         pengendalian internal.



Implementasi Basel
Basel merupakan kerangka regulasi internasional                        bisnis bank dengan menjaga kepercayaan nasabah
yang dirancang untuk memperkuat stabilitas sistem                      dan     stabilitas   sektor   keuangan.    Dalam    rangka
perbankan melalui pengelolaan risiko yang lebih baik.                  melaksanakan          manajemen       risiko,    khususnya
Dalam perbankan di Indonesia, penerapan Basel,                         penerapan Basel II dan Basel III, yang berlaku untuk
dilakukan sesuai ketentuan OJK untuk memastikan                        seluruh bank umum, Bank telah memenuhi ketentuan-
kecukupan modal, likuiditas, dan pengelolaan risiko                    ketentuan berikut ini:
operasional. Kerangka ini mendukung keberlanjutan


                                                         Persyaratan                                                      Status

     Penerapan Basel II Pilar 1

     Bank telah mengimplementasikan pengukuran risiko pasar dengan menggunakan standardized model sesuai
     dengan SE OJK Nomor 38/SEOJK.03/2016 tanggal 15 September 2016 tentang Pedoman Penggunaan Metode
     Standar dalam Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dengan Memperhitungkan
     Risiko Pasar. Portofolio yang diperhitungkan dalam penentuan KPMM risiko pasar terdiri dari portofolio trading
     book untuk risiko suku bunga serta portofolio trading book dan banking book untuk risiko nilai tukar. Bank telah
     melakukan persiapan SEOJK Nomor 23/SEOJK.03/2022 tanggal 7 Desember 2022 tentang Perhitungan Aset
     Tertimbang Menurut Risiko untuk Risiko Pasar Bagi Bank Umum yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2024
     dengan melakukan uji coba perhitungan dan melaporkan kepada OJK untuk ATMR Pasar posisi bulan Juni
     2023, September 2023 dan Desember 2023.

     Penerapan Basel II Pilar 2

     Bank telah menyampaikan hasil laporan penerapan manajemen risiko untuk Interest Rate in the Banking Book
     (IRRBB) dan laporan perhitungan IRRBB kepada regulator secara triwulan sesuai SE OJK Nomor 12/SEOJK.03/2018
     Tanggal 21 Agustus 2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko Pendekatan Standar
     untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in The Banking Book) bagi bank.

     Penerapan Basel III

     Berkenaan dengan rencana regulator untuk menerapkan Basel-III sebagaimana diatur dalam peraturan OJK
     Nomor 11/POJK.03/2016, Bank secara spesifik telah menjaga Rasio Permodalan Bank atau capital adequacy
     ratio (CAR) sebesar 20,17% di atas ketentuan minimum kerangka Basel-III, yaitu sebesar 10,5%.




 276                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 174
                                                                                   Integritas Tata Kelola
              Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk                   Keberlanjutan
           Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah




Kode Etik dan Etika Bisnis                                              [GRI 2-23, 2-24]




Kode Etik merupakan cerminan dari komitmen BTN untuk               nilai-nilai yang dipegang, serta menjaga integritas
mengimplementasikan Good Corporate Governance                      dan profesionalisme dalam setiap aspek operasional.
(GCG) dengan standar yang sangat tinggi, yang                      Perilaku yang konsisten dengan kode etik ini memiliki
didasarkan pada praktik terbaik yang diterapkan oleh               dampak yang sangat besar terhadap reputasi Bank.
lembaga perbankan yang telah terbukti kredibilitas                 Ketidakpatuhan atau penyimpangan dari kode etik
dan kepercayaannya. Dalam konteks ini, kredibilitas                dapat menimbulkan kerugian reputasi, yang akan
dan kepercayaan yang dimiliki oleh publik, pemegang                berpotensi mempengaruhi risiko operasional, seperti
saham, dan nasabah dianggap sebagai faktor yang                    efisiensi dan efektivitas proses bisnis, serta risiko
sangat penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan                   kredit, yaitu kemampuan Bank untuk mengelola dan
usaha Bank. Oleh karena itu, setiap kegiatan usaha                 memberikan pinjaman dengan aman. Oleh karena itu,
yang dilakukan oleh Bank tidak hanya wajib mengikuti               penerapan etika bisnis yang kuat sangat penting untuk
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,                     menjaga keberlanjutan dan stabilitas Bank.
tetapi juga harus mencerminkan kepatuhan terhadap
norma dan etika yang berlaku di masyarakat dan dunia               Penerapan Pedoman Etika bertujuan untuk membentuk
bisnis.                                                            perilaku yang sesuai dengan standar ideal dan
                                                                   menciptakan budaya kerja yang berlandaskan pada
Kesadaran terhadap penerapan etika yang baik                       nilai-nilai luhur yang diyakini oleh seluruh jajaran BTN.
memainkan peran penting dalam membangun reputasi                   Pedoman Etika ini terdiri dari empat bab yang dijelaskan
positif bagi BTN, yang pada akhirnya memperkuat citra              secara singkat sebagai berikut.
Bank sebagai entitas yang bertanggung jawab secara                 1.        Pendahuluan
sosial dan berkontribusi positif kepada masyarakat                           Pedoman             Etika   merupakan    kodifikasi   atau
(good corporate citizen). Untuk mendukung tujuan                             kompilasi kebijakan, peraturan pegawai, dan
tersebut, BTN berkomitmen untuk menjaga integritas                           kesepakatan yang telah dibuat bersama antara
dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.                            bank          dan    pegawai,   yang    dirancang     untuk
Bank melakukannya dengan menerapkan pedoman                                  memengaruhi dan membentuk standar perilaku
etika dan perilaku yang jelas sebagai dasar bagi                             yang diharapkan dari setiap individu dalam
seluruh    anggota     organisasi    dalam     menjalankan                   organisasi, baik pengurus maupun pegawai.
tugasnya. Pedoman ini berfungsi untuk memastikan                             Tujuan utamanya adalah untuk memastikan
bahwa setiap individu di dalam Bank bekerja dengan                           bahwa seluruh aktivitas bisnis yang dilakukan oleh
sikap yang profesional dan sesuai dengan standar                             Bank sesuai dengan prinsip-prinsip etika yang
etika yang tinggi, serta mengacu pada prinsip dasar                          tinggi. Penerapan Pedoman Etika, baik dalam
BTN, visi, misi, dan nilai-nilai yang telah ditetapkan, serta                hal kepatuhan maupun ketidakpatuhan, akan
mematuhi regulasi internal dan eksternal yang berlaku.                       menjadi salah satu indikator dalam penilaian
                                                                             kinerja pegawai. Artinya, sejauh mana pegawai
Untuk     memastikan    bahwa       setiap   aktivitas   yang                mematuhi Pedoman Etika akan mempengaruhi
dilakukan mencerminkan komitmen terhadap prinsip-                            penilaian mereka dalam bekerja. Oleh karena itu,
prinsip yang baik, BTN menetapkan standar etika dan                          Pedoman Etika ini bukan hanya menjadi acuan
perilaku yang selaras dengan visi, misi, dan nilai-nilai                     dalam setiap pembuatan kebijakan dan prosedur
budaya Bank. Penerapan standar ini diwujudkan melalui                        di BTN, tetapi juga menjadi landasan dalam setiap
Surat Keputusan Bersama Dewan Komisaris Nomor 01/                            praktik manajerial yang diterapkan. Konsistensi
SKPB/KOM/BTN/2024 dan Direksi Nomor SKPB-01/DIR/                             dalam penerapan Pedoman Etika menunjukkan
BTN/2024 tentang Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku                           komitmen Bank untuk selalu menjalankan bisnis
(Code of Conduct) PT Bank Tabungan Negara (Persero)                          dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan
Tbk. Pedoman ini memberikan panduan yang jelas bagi                          etika yang baik. Hal ini sekaligus mendukung
seluruh anggota Bank untuk bertindak sesuai dengan                           terciptanya tata kelola perusahaan yang baik
                                                                             (Good Corporate Governance).




                                               Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                   277
Page 175
                                                                                   Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                        Tentang Laporan                     Profil BTN
                                                                                       Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




2.    Standar Etika Bisnis                                                       dengan kerahasiaan penuh, guna menghindari
      Standar etika bisnis berfungsi sebagai panduan                             potensi    pembalasan       atau     dampak      negatif
      yang mengatur perilaku dan interaksi bank dalam                            bagi pelapor. Setelah laporan diterima, Human
      berbagai aspek kegiatan bisnis. Pedoman etika                              Capital Management Division akan melakukan
      ini mencakup hubungan antara bank dengan                                   tindak    lanjut   dengan    menganalisis       laporan
      berbagai pihak terkait, seperti pegawai, nasabah,                          tersebut secara mendalam dan menyampaikan
      penyedia barang dan jasa, serta pesaing. Selain                            hasil    evaluasinya    kepada       Direksi   dan/atau
      itu, standar ini juga mencakup etika dalam                                 Komisaris, sesuai dengan tanggung jawab dan
      berhubungan dengan mitra kerja, pemerintah,                                kewenangannya. Berdasarkan hasil kajian ini,
      masyarakat, media massa, dan organisasi profesi.                           Direksi dan Komisaris akan memutuskan langkah-
      Setiap interaksi ini harus dilakukan dengan prinsip                        langkah yang perlu diambil, seperti pembinaan,
      kejujuran, transparansi, dan saling menghormati,                           pemberian      sanksi    disiplin,     atau    tindakan
      guna menjaga reputasi dan integritas bank.                                 perbaikan lainnya. Di samping itu, Bank juga akan
                                                                                 mengembangkan dan menetapkan prosedur
3.    Kebijakan tentang Standar Perilaku Pegawai                                 atau kebijakan pencegahan yang harus diikuti
      •    Pegawai      senantiasa       menghindari         kondisi,            oleh setiap atasan langsung di lingkungan kerja,
           situasi, ataupun kesan adanya benturan                                untuk memastikan bahwa pelanggaran serupa
           kepentingan dan penyalahgunaan jabatan;                               tidak terulang di masa depan. [GRI 2-16]
      •    Setiap anggota Komisaris dan Direksi serta
           pegawai Bank dilarang memberikan dan                          Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku (Code of Conduct)
           menerima sesuatu untuk kepentingannya, baik                   BTN tersedia untuk diakses oleh semua pihak melalui
           langsung maupun tidak langsung, dari mitra                    situs resmi BTN, sehingga transparansi dan keterbukaan
           bisnis yang dapat mempengaruhi keputusan;                     informasi dapat terjaga dengan baik. Pedoman ini tidak
      •    Bank      berkomitmen         untuk       menjalankan         hanya mengatur standar perilaku yang diharapkan
           persaingan usaha yang sehat dan beretika                      dalam konteks bisnis, tetapi juga sejalan dengan
           sesuai      dengan         peraturan         perundang-       penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, sesuai
           undangan. Bank menghindari praktik monopoli,                  dengan Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis
           memberikan kesempatan yang sama kepada                        dan Hak Asasi Manusia (UNGP BHR). Ini menegaskan
           semua pelaku usaha, dan mendorong inovasi                     komitmen Bank untuk beroperasi dengan cara yang
           bisnis yang berkelanjutan sambil mematuhi                     etis dan mematuhi hak-hak dasar individu dalam
           semua undang-undang dan peraturan yang                        setiap aspek kegiatan bisnisnya. Selain itu, setiap
           berlaku; dan                                                  tindakan yang diambil oleh Bank harus dilaksanakan
      •    Organ      Bank      dan    pegawai       Bank      harus     dengan prinsip kehati-hatian, yang berarti bahwa
           melaksanakan          peraturan         perundangan-          semua keputusan dan aktivitas harus dilakukan dengan
           undangan dan peraturan Bank.                                  pertimbangan yang cermat dan penuh tanggung
                                                                         jawab. Penerapan Kode Etik BTN juga mengharuskan
4.    Penerapan dan Penegakan                                            seluruh pihak yang terlibat untuk melakukan uji tuntas
      Setiap       pegawai       BTN      memiliki       kewajiban       (due diligence), yaitu proses pemeriksaan yang teliti
      untuk melaporkan setiap pelanggaran atau                           terhadap calon nasabah, mitra bisnis, atau pihak terkait
      penyimpangan           terhadap           Corporate       Code     lainnya, untuk memastikan bahwa mereka memenuhi
      of    Conduct      kepada        Divisi    Human       Capital     standar etika dan hukum yang ditetapkan oleh BTN. [GRI
      Management & Culture Specialist. BTN menjamin                      2-23]

      bahwa         identitas    pelapor         akan     dilindungi


Kepatuhan terhadap Pedoman Etika
Pedoman etika berlaku untuk semua anggota tata                           ini di seluruh level organisasi diatur dalam Surat
kelola tertinggi dan pegawai dalam setiap aktivitas                      Keputusan Bersama Dewan Komisaris Nomor 01/
bisnis     Bank,   termasuk      saat     berinteraksi      dengan       SKPB/ KOM/BTN/2024 dan Direksi Nomor SKPB-01/DIR/
pemangku kepentingan. Penerapan pedoman etika                            BTN/2024 tentang Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku




278                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 176
                                                                                     Integritas Tata Kelola
               Pengembangan dan                     Pelayanan Prima untuk                Keberlanjutan
            Pemberdayaan Masyarakat                  Kepuasan Nasabah




(Code of Conduct) PT Bank Tabungan Negara (Persero)                         bahwa semua pegawai memahami dan melaksanakan
Tbk. Bank mewajibkan setiap individu dalam organisasi                       pedoman etika dengan baik di lingkungan kerjanya.
untuk menandatangani Pakta Integritas, yang bertujuan
memastikan bahwa pedoman etika dijalankan dengan                            BTN mengimplementasikan pedoman etika secara
penuh tanggung jawab. Keberhasilan penerapan                                menyeluruh dan mencakup pengenalan, kampanye,
pedoman etika ini menjadi tanggung jawab para                               penerapan, pelaporan, dan tindak lanjut pelanggaran
pimpinan di setiap unit kerja, yang harus memastikan                        pedoman etika. [GRI 2-23]

Proses Internalisasi Pedoman Etika


                 Sosialisasi                                    Penerapan                            Pelaporan dan Tindak Lanjut

 •    Pedoman etika disosialisasikan dan        •    Pengisian dan penandatanganan              •    Melaksanakan Sistem Manajemen
      dapat diakses oleh seluruh insan               Pakta Integritas oleh seluruh pegawai           Antipenyuapan (SMAP) ISO
      Bank melalui media Digital Room                sesuai nilai-nilai pedoman etika;               37001:2016 sebagai salah satu bentuk
      for E-learning Modules (DREAM).                                                                pelaksanaan dari etika bisnis dan
      Selain itu, terdapat penyelenggaraan      •    Internalisasi pedoman etika,                    perilaku yang tercantum dalam
      kuis tentang pedoman etika untuk               pengendalian gratifikasi dan Sistem             pedoman etika;
      mengetahui tingkat pemahaman                   Manajemen Antipenyuapan (SMAP)
      pegawai; dan                                   kepada seluruh pegawai melalui Digital     •    Melaksanakan program
                                                     Room for E-learning Modules (DREAM);            Whistleblowing System (WBS); dan
 •    Komitmen terhadap pelaksanaan
      pedoman etika juga dituangkan             •    Bekerja sama dengan KPK melalui            •    Hukuman bagi pegawai yang
      dalam Pakta Integritas yang wajib              program Profesional Berintegritas               melanggar pedoman etika.
      ditandatangani oleh seluruh Direksi,           (PROFIT) yang didalamnya mencakup
      Dewan Komisaris, dan Pegawai Bank.             dukungan Sumber Daya Manusia
      Di samping itu, pedoman etika juga             (SDM) yang kompeten membangun
      dapat diakses oleh seluruh pemangku            integritas dalam mengawal
      kepentingan Bank melalui situs web.            pencegahan korupsi di lingkungan
                                                     Bank melalui keikutsertaan sertifikasi
                                                     Ahli Pembangun Integritas dan
                                                     sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi
                                                     (PAKSI) serta keikutsertaan kolaborasi
                                                     kampanye dengan KPK tentang
                                                     pencegahan korupsi melalui berbagai
                                                     saluran media komunikasi;

                                                •    Melaksanakan program pengendalian
                                                     gratifikasi sesuai rencana yang
                                                     ditetapkan serta melaporkan
                                                     implementasinya kepada KPK secara
                                                     periodik per semester; dan

                                                •    Mengelola laporan penerimaan
                                                     gratifikasi dari seluruh unit kerja
                                                     dan melaporkan kepada KPK sesuai
                                                     ketentuan.


Sanksi Pelanggaran Pedoman Etika


                                                                                         Jumlah Pegawai
 No     Kategori Sanksi         Jenis Sanksi
                                                       2024        2023           2022        2021        2020        2019         2018

 1      Sanksi Ringan          Ringan Huruf A              4           11            9          14            27        23           22

                               Ringan Huruf B             15          15             5          28            19         15          31

                               Ringan Huruf C              -           11            6          35            47        25           24




                                                    Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                  279
Page 177
                                                                                  Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                        Tentang Laporan             Profil BTN
                                                                                      Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




                                                                                       Jumlah Pegawai
 No      Kategori Sanksi       Jenis Sanksi
                                                  Tahun          Tahun       Tahun         Tahun     Tahun       Tahun           Tahun
                                                   2024           2023        2022          2021      2020        2019            2018

 2       Sanksi Sedang       Sedang Huruf A           8            15              8         54          62            69            18

                             Sedang Huruf B          20            12             10          21         32            53             13

                             Sedang Huruf C           -            10              9          16         31            45             9

 3       Sanksi Berat        Berat Huruf A            3             1              3          5          10             5             2

                             Berat Huruf B           27            43             42          19         24            40            22

                             Berat Huruf C            4             1              3          3          6              0             0

 Total                                               81           119             95         195        258        275               141



Pengawasan Terhadap Isu Etika
Dalam upaya memperkuat tata kelola yang baik                            Rapat Sub Komite Anti Fraud diadakan secara berkala
dan memastikan kepatuhan terhadap prinsip etika,                        minimal sekali dalam tiga bulan atau lebih sering jika
BTN mengimplementasikan pengawasan yang ketat                           diperlukan, dengan keputusan yang diambil melalui
terhadap isu fraud dan pelanggaran etika melalui                        musyawarah atau pemungutan suara jika tidak
Sub Komite Anti Fraud yang berada di bawah Komite                       tercapai mufakat. Seluruh keputusan terdokumentasi
Manajemen Risiko. Sub Komite ini memiliki peran                         dalam      risalah   rapat   yang     ditandatangani           oleh
strategis dalam menetapkan kebijakan, strategi, serta                   ketua dan seluruh anggota komite sebagai bentuk
framework manajemen risiko fraud guna mencegah,                         transparansi dan akuntabilitas.
mendeteksi, dan menangani potensi pelanggaran.
Struktur Sub Komite Anti Fraud terdiri dari anggota tetap               Untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan
dan tidak tetap yang berasal dari berbagai direktorat,                  anti-fraud, Sub Komite Anti Fraud didukung oleh
termasuk Manajemen Risiko, Operasional, Teknologi                       Supporting Group yang bertanggung jawab dalam
Informasi, serta Hukum, dengan dukungan Kepala                          penyusunan        rekomendasi     strategi,     pengumpulan
Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional dan Digital                   data, serta evaluasi implementasi kebijakan. Selain
sebagai sekretaris.                                                     itu, Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional dan
                                                                        Digital juga memiliki peran penting dalam melakukan
Sebagai bagian dari komitmen dalam mengelola                            monitoring dan menindaklanjuti hasil keputusan yang
risiko fraud, Sub Komite Anti Fraud bertanggung jawab                   telah diambil dalam rapat komite. Melalui mekanisme
untuk menetapkan langkah-langkah perbaikan yang                         pengawasan yang terstruktur ini, BTN berkomitmen
diperlukan serta melaporkan keputusan signifikan                        untuk menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas
kepada Direksi. Dalam menjalankan tugasnya, komite                      tinggi,    memitigasi      potensi    risiko        fraud,    serta
ini menyusun kebijakan dan batas toleransi risiko fraud,                memastikan bahwa prinsip-prinsip tata kelola yang
mengevaluasi efektivitas strategi pencegahan yang                       baik dapat diterapkan secara konsisten dalam seluruh
telah diterapkan, serta memastikan bahwa risiko yang                    lini operasional perusahaan.
terjadi tetap berada dalam batas yang dapat diterima.


Pelatihan Pegawai tentang Standar Etika
Sebagai bagian dari komitmennya untuk menjaga                           kontraktor dan mitra pengembang. Pelatihan ini
standar etika yang tinggi, Bank menyelenggarakan                        bertujuan memastikan semua pihak yang terlibat
pelatihan kode etik pada tahun 2024 bagi seluruh                        memahami, menghayati, dan mematuhi prinsip etika
pegawai, termasuk pegawai tetap, kontrak, serta                         yang berlaku di bank serta dapat menerapkannya




280              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 178
                                                                              Integritas Tata Kelola
             Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk              Keberlanjutan
          Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah




dalam kegiatan sehari-hari. Selain itu, setiap pegawai            sesuai dengan nilai integritas, transparansi, dan
baru wajib mengikuti pelatihan terkait etika bisnis               akuntabilitas. Dengan melibatkan seluruh pegawai dan
sebagai bagian dari orientasi untuk memastikan                    mitra kerja, BTN berkomitmen menciptakan lingkungan
mereka     memahami        dan     mengimplementasikan            kerja yang etis dan menjaga reputasi serta kredibilitas
standar etika yang ditetapkan.                                    bank. Pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan
                                                                  kesadaran akan pentingnya etika dalam interaksi bisnis
Pelatihan ini menjadi bagian penting untuk memperkuat             serta memberi keterampilan untuk mengatasi potensi
budaya etika di BTN dan memastikan setiap tindakan                konflik kepentingan.

Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Standar Etika


                                                                                         Jumlah Pegawai
                                                                                                               Jumlah Jam
                        Nama Pelatihan                                 Pelaksanaan       yang Mengikuti
                                                                                                                Pelatihan
                                                                                            Pelatihan

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi ODP Angkatan 62                     Januari                  98               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 1                         Januari                  30               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi ODP Angkatan 63                     Februari                 42               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 2                         Februari                 43               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Customer Service B1                 Februari                 27               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Teller Services B1                  Februari                 72               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 3                          Maret                  168               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 4                          Maret                   37               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Customer Service B2                  Maret                   20               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Sekretaris batch 1                   Maret                   10               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 5                          April                   33               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Teller Services B2                   April                   30               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Sekretaris batch 2                   April                   3                2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi ODP Angkatan 64                       Mei                    97               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 6                           Mei                   189               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 7                           Mei                    65               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi GBS Batch 8                           Juni                   56               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Customer Service B3                   Juni                  103               2

 Pelatihan Standar Etika Bisnis Bagi Teller Services B3                    Juni                   63               2

 Pelatihan Tata Kelola & Risiko Operasional                                Juli                  199               2

 Pelatihan Tata Kelola & Risiko Operasional                            September                  91               2

 Pelatihan Tata Kelola & Risiko Operasional                              Oktober                 873               2




                                              Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk        281
Page 179
                                                                            Manajemen Lingkungan      Dukungan Pengembangan
                    Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                Berkelanjutan         dan Kesejahteraan Pegawai




Anti-Fraud dan Benturan Kepentingan                                                                       [GRI 2-15]




BTN telah menerapkan kebijakan formal yang terperinci            Dengan adanya kebijakan dan pedoman ini, BTN
mengenai penyuapan dan antikorupsi, yang dituangkan              memastikan bahwa seluruh pihak, baik karyawan
dalam bentuk kebijakan khusus dan peraturan teknis.              maupun        mitra,   mematuhi     standar           tinggi    terkait
Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya                integritas dan anti korupsi. Kebijakan ini mencakup
praktik penyuapan dalam seluruh operasional Bank.                pedoman, prosedur, dan kontrol internal yang jelas
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pada tahun                untuk      mencegah         penyuapan.     BTN        tidak     hanya
2023, Direktur Utama dan Komisaris Utama BTN                     berkomitmen untuk memenuhi kewajiban hukum, tetapi
menandatangani Kebijakan Anti Penyuapan BTN, yang                juga menciptakan budaya organisasi yang berorientasi
menjadi bagian dari Pedoman Sistem Manajemen Anti                pada akuntabilitas dan etika. Kebijakan Anti Penyuapan
Penyuapan (SMAP). Penandatanganan kebijakan ini                  ini mendukung BTN dalam menjaga reputasi serta
menegaskan keseriusan BTN dalam menjaga integritas               menciptakan lingkungan bisnis yang lebih bersih dan
dan transparansi di setiap aspek operasionalnya.                 dapat dipercaya.


Anti-Fraud
Sebagai salah satu fondasi dalam membangun                       Dewan Komisaris dan Direksi yang bertindak atas
hubungan yang berkelanjutan dengan pemangku                      nama BTN. Langkah ini menunjukkan bahwa Bank
kepentingan, BTN sangat mengutamakan kepercayaan                 berkomitmen memastikan semua tindakan yang
publik terhadap integritas yang dimilikinya. Dengan              diambil, baik oleh pegawai maupun pimpinan, selalu
komitmen yang kuat, Bank bertekad untuk menjalankan              mencerminkan integritas yang tinggi. Tujuannya adalah
setiap aspek bisnis dengan penuh kejujuran, keadilan,            untuk menciptakan fondasi yang kuat, yang tidak
dan tanpa memberikan ruang bagi tindakan korupsi                 hanya mendukung kelangsungan bisnis, tetapi juga
atau penyuapan. Penting bagi BTN untuk menyadari                 membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan
bahwa setiap tindakan yang melanggar nilai-nilai                 dengan semua pemangku kepentingan, yang meliputi
ini akan membawa dampak negatif pada reputasi,                   pelanggan, mitra bisnis, serta pihak terkait lainnya. [GRI
nama, dan keberlanjutan bisnis. Oleh karena itu, Bank            3-3]

memandang penting untuk tidak hanya menilai
dampak finansial dari setiap keputusan yang diambil,             BTN     telah      mengimplementasikan           program          Zero
tetapi juga untuk mempertimbangkan dampak yang                   Tolerance to Fraud dan Zero-Defect, yang sejalan
lebih luas dari menjaga dan memperkuat kepercayaan               dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
publik, yang memiliki nilai yang tak dapat diukur secara         39/POJK.03/2019         tentang      Penerapan                 Strategi
langsung namun sangat berharga bagi keberlanjutan                Anti-Fraud bagi Bank Umum. Untuk mendukung
dan perkembangan bisnis.                                         pelaksanaan kebijakan ini, berbagai langkah strategis
                                                                 telah diterapkan guna memperkuat pencegahan,
BTN   dengan     tegas   menekankan        bahwa     setiap      deteksi,     investigasi,    dan   pemantauan             terhadap
pelanggaran terhadap kebijakan antikorupsi dan                   potensi fraud dalam operasional perbankan. BTN
antikecurangan    (anti-fraud)    merupakan       masalah        secara konsisten mengadakan sosialisasi tentang
yang sangat serius dan harus ditindaklanjuti dengan              program anti-fraud kepada seluruh (100%) pegawai
tindakan yang tegas sesuai dengan peraturan dan                  serta mengomunikasikan kebijakan dan prosedur
kebijakan yang berlaku. Kebijakan Umum Nomor 6,                  antikorupsi kepada seluruh (100%) vendor aktif melalui
mengatur hal-hal terkait Hukum, Kepatuhan, APU, PPT,             penandatanganan klausul SMAP dalam kontrak. Selain
PPPSPM, serta Tata Kelola Perusahaan. Kebijakan ini              itu, Bank juga terus meningkatkan upaya-upaya
diterapkan secara menyeluruh dan mencakup seluruh                tersebut dengan mengadakan pelatihan berkala terkait
jajaran pegawai, baik yang berstatus permanen                    antikorupsi dan anti-fraud, yaitu: [GRI 205-2]
maupun kontrak, serta manajemen puncak seperti




282            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 180
                                                                           Integritas Tata Kelola
             Pengembangan dan                Pelayanan Prima untuk             Keberlanjutan
          Pemberdayaan Masyarakat             Kepuasan Nasabah




Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Anti-Fraud


                          Nama Pelatihan                                  Jumlah Peserta             Tanggal Pelatihan

 Anti fraud awareness untuk ODP batch 63                                         42                     21 Maret 2024

 Anti fraud awareness untuk Customer Service batch 1                             27                    23 Februari 2024

 Anti fraud awareness untuk Teller Staff                                         77                    23 Februari 2024

 Anti fraud awareness untuk ODP batch 64                                         110                     28 Juni 2024

 Anti fraud awareness untuk (Branch Manager, Deputy Branch                       28                      3 April 2024
 Manager, Consumer lending unit)

 Anti fraud awareness untuk Pegawai Frontliners alih status jalur               229                       7 Juni 2024
 high performance

 Anti fraud awareness untuk Teller Staff & Customer Service                      161                 12, 13 & 14 Juni 2024

 Anti fraud awareness untuk General Banking Staff batch 4                        38                     28 Maret 2024

 Anti fraud awareness untuk General Banking Staff batch 7                        70                      4 Juni 2024

 Anti fraud awareness untuk General Banking Staff batch 5                        33                      29 April 2024

 Anti fraud awareness untuk Assistant Manager Development                         6                    24 Agustus 2024
 Program

 Anti fraud awareness untuk General Banking Staff batch 6                       200                     3 & 6 Mei 2024

 Anti fraud awareness untuk General Banking Staff batch 8                        63                       17 Juli 2024

 Anti fraud awareness untuk Superstaff Digital Branch                             11                  14 November 2024

 Anti fraud awareness untuk Operation Unit                                       171                   16 & 19 Juli 2024
                                                                                                     6 & 9 Agustus 2024

 Anti fraud awareness untuk Branch Manager                                       113                      13 Juli 2024

 Anti fraud awareness untuk Regional HC & Service Head dan                       90                 4 & 10 September 2024
 Operational Unit Head

 Anti fraud awareness untuk Operations & Services Supervisor                    680                 1, 2, 8, 9 Oktober 2024
 (OSS), Transaction Processing Staff & IT Support Staff

 Anti fraud awareness untuk Deputy Regional Manager Service &                    90                    5 Oktober 2024
 Collection dan Deputy Branch Manager Service & Collection

 Anti fraud awareness untuk RBC, BBC, RLPC BC, CBC BC                           195                    24 Oktober 2024



Fraud Risk Assessment
Bank harus selalu waspada terhadap eksposur yang                 FRA adalah metode yang digunakan oleh BTN untuk
timbul dari keterlibatannya dalam bisnis atau operasi di         mengidentifikasi      dan    menganalisis        potensi    risiko
wilayah dengan insiden korupsi yang lebih tinggi. Risiko         kecurangan yang dapat terjadi, baik dari dalam BTN
ini meliputi potensi keterlibatan dalam kontroversi yang         (risiko internal) maupun dari luar (risiko eksternal).
terkait dengan praktik korupsi, yang dapat merusak               FRA ini mencakup berbagai aktivitas bisnis atau
reputasi Bank, mempengaruhi hubungan dengan                      layanan yang dijalankan oleh unit kerja yang berbeda,
pemangku kepentingan, dan menimbulkan sanksi                     seperti funding, lending, human capital, operasional,
hukum yang merugikan stabilitas operasional BTN.                 IT, dan unit lainnya. Tujuan utama dari pelaksanaan
                                                                 FRA adalah untuk memastikan bahwa manajemen
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Bank telah                   risiko berjalan dengan baik, melalui prosedur yang
mengimplementasikan Fraud Risk Assessment (FRA).                 proaktif dan terstruktur. Proses ini melibatkan penilaian




                                             Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               283
Page 181
                                                                               Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
                       Tentang Laporan                   Profil BTN
                                                                                   Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




terhadap kesadaran pegawai mengenai potensi risiko                    transparan dan bebas dari praktik korupsi. Proses FRA
kecurangan dan memastikan pengawasan yang                             dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang telah
ketat di setiap unit kerja untuk mencegah potensi                     ditetapkan yaitu Petunjuk Teknis Nomor PT.8-D.2.
penyimpangan.                                                         Pedoman      ini   berfungsi    sebagai   prosedur   untuk
                                                                      mendeteksi dini risiko kecurangan, memungkinkan
Dalam hal ini, BTN menegaskan bahwa Bank tidak                        Bank untuk mengambil tindakan preventif sebelum
memiliki eksposur terhadap skandal korupsi, dan Bank                  kerugian lebih besar terjadi. Hasil dari pelaksanaan FRA
tidak terlibat dalam situasi yang berkaitan dengan                    ini digunakan oleh BTN untuk mengevaluasi dampak
ketidakstabilan     politik   atau   sosial.     BTN     menjaga      yang mungkin ditimbulkan oleh risiko kecurangan
prinsip tata kelola yang kuat dan mematuhi regulasi                   yang teridentifikasi, serta untuk merumuskan langkah-
yang berlaku, guna memastikan operasional yang                        langkah perbaikan yang diperlukan.


Benturan Kepentingan [GRI 2-15]
BTN menyadari bahwa adanya interaksi antar individu                   dapat menciptakan situasi benturan kepentingan,
dalam organisasi, maupun dengan pihak eksternal,                      yang bisa mempengaruhi objektivitas dan integritas
berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang                       keputusan yang diambil. Jika dalam suatu kondisi
dapat mempengaruhi jalannya proses pengambilan                        keputusan tetap perlu diambil meskipun terdapat
keputusan dan implementasinya. Konflik kepentingan                    benturan kepentingan, maka individu yang terlibat
ini bisa merusak objektivitas dan integritas keputusan                wajib mengungkapkan adanya benturan tersebut. BTN
yang diambil, sehingga berpotensi merugikan Bank                      telah menetapkan kebijakan terkait transaksi yang
dan para pemangku kepentingan. Oleh karena itu,                       mengandung benturan kepentingan, yang diatur
BTN berkomitmen untuk secara tegas dan transparan                     dengan jelas dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja
mengidentifikasi, mengendalikan, serta menyelesaikan                  bagi Direksi dan Dewan Komisaris. Jika terjadi benturan
setiap benturan kepentingan yang muncul. Langkah                      kepentingan antara Bank dengan pemegang saham,
ini penting untuk memastikan pengelolaan bisnis                       anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, pejabat
yang efektif dan mencapai tujuan yang bebas dari                      eksekutif, atau pihak lain yang berhubungan dengan
praktik-praktik     yang      merugikan        seperti    korupsi,    BTN, maka anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan
kolusi, dan nepotisme (KKN). Selain itu, Bank juga                    pejabat eksekutif dilarang untuk mengambil keputusan
berupaya membangun dan menjaga hubungan yang                          atau tindakan yang dapat merugikan atau mengurangi
harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan,                         keuntungan Bank. Selain itu, diwajibkan juga untuk
demi menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan                     secara     transparan      mengungkapkan         benturan
berkelanjutan.                                                        kepentingan tersebut dalam setiap pengambilan
                                                                      keputusan, untuk menjaga prinsip transparansi dan
Pada dasarnya, setiap individu yang terlibat dalam                    akuntabilitas dalam setiap langkah yang diambil.
Bank harus menghindari pengambilan keputusan yang



Kebijakan Pencegahan Benturan Kepentingan

Kebijakan Khusus Nomor KK.6-H tentang Prosedur                        dari proses bisnis internal, KK.6-H berfungsi sebagai
Penanganan        Benturan     Kepentingan        (Conflict      of   landasan untuk memastikan setiap potensi benturan
Interest) merupakan kebijakan payung yang mengatur                    kepentingan dapat ditangani dengan mekanisme
mekanisme penanganan benturan kepentingan di                          yang seragam dan selaras dengan prinsip tata kelola
lingkungan Bank BTN, mencakup Direksi, pegawai,                       perusahaan yang baik (GCG).
dan pihak terkait lainnya. Kebijakan ini secara khusus
merinci pengelolaan benturan kepentingan dalam tiga                   Untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan
area utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), proses                   efektif, BTN menetapkan ketentuan yang menegaskan
pengadaan (procurement), dan kredit. Sebagai bagian                   integritas dan independensi Direksi dalam menjalankan




284               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 182
                                                                            Integritas Tata Kelola
                Pengembangan dan               Pelayanan Prima untuk            Keberlanjutan
             Pemberdayaan Masyarakat            Kepuasan Nasabah




tugasnya. Setiap anggota Direksi dituntut untuk tidak             menjalankan kepengurusan Bank. Selain itu, Dewan
mengambil atau menerima keuntungan pribadi, baik                  Komisaris juga dilarang terlibat dalam keputusan
langsung maupun tidak langsung, selain remunerasi                 yang dapat menimbulkan benturan kepentingan
dan fasilitas sah yang ditetapkan melalui keputusan               atau bertentangan dengan peraturan perundang-
RUPS. Mereka juga tidak boleh memanfaatkan Bank                   undangan serta etika jabatan. Oleh karena itu, Dewan
untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau pihak lain              Komisaris       wajib     menghindari        potensi     benturan
yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan                   kepentingan dengan senantiasa menjalankan prinsip-
Bank. Selain itu, anggota Direksi dilarang memberikan,            prinsip berikut:
menawarkan, atau menerima sesuatu yang berharga                   1.    Mengutamakan kepentingan Bank dan tidak
dari    pelanggan      atau   pejabat    pemerintah    untuk            mengurangi keuntungan Bank dalam hal terjadi
mempengaruhi atau sebagai imbalan atas tindakan                         benturan kepentingan.
tertentu, sesuai ketentuan perundang-undangan.                    2.    Melakukan              pengungkapan           kepemilikan
                                                                        sahamnya dan/atau keluarganya yang mencapai
Apabila seorang anggota Direksi memiliki kepentingan                    5% (lima persen) atau lebih pada Bank maupun
dalam suatu transaksi atau kontrak yang melibatkan                      Perusahaan lain yang berkedudukan di dalam
Bank,     maka      diwajibkan   untuk     mengungkapkan                dan luar negeri.
kepentingan tersebut dalam Rapat Direksi dan tidak                3.    Melakukan              pengungkapan              hubungan
diperkenankan memberikan suara dalam pengambilan                        kekeluargaan,          hubungan keuangan, hubungan
keputusan terkait. Jika dihadapkan dengan situasi                       kepengurusan, hubungan kepemilikan dengan
yang berpotensi terjadinya benturan kepentingan,                        anggota Dewan Komisaris lain, anggota Direksi,
yaitu ketika kepentingan ekonomi Bank tidak sejalan                     pemegang saham pengendali Bank, dan/atau
dengan kepentingan ekonomi pribadi, anggota Direksi                     pihak lainnya dalam rangka bisnis Bank.
diharuskan untuk:                                                 4.    Melakukan         pengungkapan         adanya       jabatan
1.      Mengutamakan kepentingan Bank dan tidak                         rangkap.
        mengurangi keuntungan Bank dalam hal terjadi              5.    Melakukan           pengungkapan            dalam       hal
        benturan kepentingan.                                           pengambilan keputusan tetap harus diambil
2.      Menghindarkan diri dari pengambilan keputusan                   pada kondisi adanya benturan kepentingan dan
        dalam situasi dan kondisi adanya benturan                       anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan
        kepentingan.                                                    tidak     boleh     melibatkan     diri    dalam     proses
3.      Melakukan        pengungkapan         dalam      hal            pengambilan keputusan Bank yang berkaitan
        pengambilan keputusan tetap harus diambil                       dengan hal tersebut.
        pada kondisi adanya benturan kepentingan.                 6.    Tidak meminta, menerima, mengizinkan, dan/
4.      Dalam hal pemberian kredit kepada anggota                       atau      menyetujui      untuk    menerima        imbalan,
        Direksi, harus berdasarkan batas kewajaran                      komisi,      uang      tambahan,       pelayanan,     uang,
        sesuai dengan peraturan Bank yang berlaku                       barang berharga, dan/atau segala sesuatu yang
        tanpa membedakan dengan nasabah lainnya                         mempunyai nilai ekonomis atau manfaat lain,
        (arm’s length basis).                                           untuk keuntungan pribadi, keluarga, dan pihak
5.      Melaporkan transaksi saham Bank dalam waktu 3                   lain, dalam pelaksanaan kegiatan usaha Bank
        (tiga) hari kerja.                                              dan kegiatan lain terkait dengan Bank.


Dalam        rangka      menjaga        independensi    dan       BTN     secara      teliti     mendokumentasikan           setiap
akuntabilitas pengelolaan, Dewan Komisaris tidak                  pengungkapan            yang    dilakukan,      sesuai    dengan
diperkenankan terlibat dalam pengambilan keputusan                peraturan yang berlaku, guna memastikan transparansi
terkait operasional perbankan, kecuali dalam hal                  dan kepatuhan terhadap ketentuan yang ada. Setiap
penyediaan dana kepada pihak terkait atau aspek                   pengungkapan terkait benturan kepentingan dicatat
lain yang diatur dalam Anggaran Dasar Bank dan                    dalam risalah rapat yang secara rinci memuat
peraturan perundang-undangan. Keterlibatan atau                   informasi penting, seperti identitas pihak yang terlibat
persetujuan Dewan Komisaris dalam hal tersebut                    dalam benturan kepentingan, masalah utama yang
tidak menghilangkan tanggung jawab Direksi dalam                  menjadi sumber benturan tersebut, serta alasan




                                              Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk               285
Page 183
                                                                             Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                       Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                 Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




dan pertimbangan yang mendasari pengambilan                         Selain itu, Bank berpedoman yang tertuang dalam
keputusan terkait hal tersebut. Secara prinsip, setiap              Kebijakan Khusus Nomor KK.1-A tentang Prosedur
individu dalam Bank diupayakan untuk menghindari                    Commercial Loan sebagai penyaluran kredit bebas dari
situasi di mana keputusan yang diambil dapat                        benturan kepentingan. Berdasarkan kebijakan tersebut,
dipengaruhi oleh benturan kepentingan, agar setiap                  Bank dilarang memberikan kredit, baik dalam bentuk
langkah yang diambil tetap objektif dan berfokus pada               rupiah maupun valuta asing, kepada:
kepentingan terbaik perusahaan. [GRI 2-15]                          •    Klub malam;
                                                                    •    Pacuan kuda;
Pelanggaran yang terkait dengan benturan kepentingan                •    Kasino;
dapat dilaporkan melalui sistem pelaporan WBS                       •    Turkish bath;
(Whistleblowing System) yang disediakan oleh Bank,                  •    Massage room; dan
yang memungkinkan individu untuk menyampaikan                       •    Usaha lain yang dilarang oleh pemerintah dan
informasi atau dugaan pelanggaran secara aman dan                        regulator.
anonim. Sebagai upaya untuk mengurangi potensi
benturan kepentingan, setiap anggota Bank diwajibkan                BTN juga dapat memberikan project financing kepada
untuk menandatangani Pakta Integritas, yang berisi                  sejumlah kategori proyek, yaitu:
komitmen untuk mematuhi nilai-nilai yang tertuang                   •    Jalan tol;
dalam Kode Etik BTN. Pengungkapan terkait benturan                  •    Power plant;
kepentingan, seperti keanggotaan ganda di berbagai                  •    Bandara;
dewan, kepemilikan silang dengan pemasok atau                       •    Monorail; dan
pemangku kepentingan lain, eksistensi pemegang                      •    Telekomunikasi.
saham pengendali, serta hubungan, transaksi, dan
saldo dengan pihak yang memiliki hubungan afiliasi,
disajikan secara terperinci dalam Laporan Tahunan
BTN. [GRI 2-15]



Kebijakan Perlakukan Adil terhadap Pemegang Saham

Sebagai bagian dari pengelolaan potensi benturan                           dengan Bank memungkinkan orang tersebut
kepentingan, BTN telah menetapkan kebijakan terkait                        memperoleh informasi orang dalam; atau
tindakan transaksi orang dalam (insider trading)                    4.     Pihak yang dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir
yang diatur dalam Kebijakan Khusus Nomor KK.9-EE                           tidak lagi menjadi pihak sebagaimana dimaksud
tentang Aktivitas Hubungan Investor serta Pedoman                          pada butir 1, 2, dan 3 di atas.
Tata Tertib Kerja Direksi maupun Pedoman Tata Tertib
Kerja Dewan Komisaris. Dalam ketentuan tersebut,                    Larangan bagi Orang Dalam Bank untuk melakukan
diatur bahwa Orang Dalam Bank dilarang melakukan                    transaksi efek BTN didasarkan pada prinsip keterbukaan
kegiatan transaksi orang dalam (insider trading)                    di pasar modal guna memastikan kesetaraan informasi
melalui kegiatan pembelian atau penjualan atas efek                 dalam      pengambilan      keputusan    investasi.   Orang
Bank atau Perusahaan lain yang melakukan transaksi                  Dalam dilarang memperdagangkan efek BTN jika
dengan BTN. Orang Dalam yang dimaksud adalah                        memiliki informasi material yang belum dipublikasikan
sebagai berikut:                                                    (informasi orang dalam atau fakta material). Transaksi
1.     Komisaris, Direktur, atau Pegawai Bank;                      hanya dapat dilakukan setelah fakta material tersebut
2.     Pemegang saham utama Bank;                                   diumumkan secara resmi kepada publik.
3.     Orang perseorangan yang karena kedudukan
       atau profesinya atau karena hubungan usahanya




286               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 184
                                                                                Integritas Tata Kelola
              Pengembangan dan                     Pelayanan Prima untuk            Keberlanjutan
           Pemberdayaan Masyarakat                  Kepuasan Nasabah




Implementasi Prinsip Kehati-hatian                                                                       [GRI 2-23]




Know Your Customer (KYC) dan Know Your Employee (KYE)
Untuk memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian                      yang sudah terdaftar, sesuai dengan ketentuan yang
dalam operasionalnya, BTN telah menerapkan dua                        diatur dalam POJK Nomor 23/POJK.01/2019 tentang
pendekatan utama, yaitu know your customer (KYC)                      Perubahan atas POJK Nomor 12/POJK.01/2017, yang
dan know your employee (KYE), yang berfokus pada                      memperbarui beberapa ketentuan terkait penerapan
pengelolaan risiko operasional di berbagai aktivitas                  program APU dan PPT di sektor jasa keuangan. Untuk
bisnis    Bank.    KYC,     yang    sebelumnya       digunakan        mendukung penerapan prinsip kehati-hatian secara
untuk memverifikasi identitas nasabah, kini telah                     lebih efektif, Bank juga memberikan pelatihan daring
berkembang menjadi customer due diligence (CDD),                      kepada pegawainya, yang difokuskan pada materi
sebuah proses yang lebih mendalam yang melibatkan                     CDD yang berisi contoh-contoh kasus yang relevan
kegiatan    identifikasi,    verifikasi,    dan   pemantauan          dengan penerapan prinsip kehati-hatian, dengan
terhadap nasabah atau calon nasabah. Proses ini                       tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran
bertujuan untuk memastikan bahwa transaksi yang                       pegawai tentang pentingnya kewaspadaan dalam
dilakukan sesuai dengan profil nasabah, baik itu calon                setiap transaksi yang dilakukan.
nasabah, walk-in customer (WIC), atau nasabah


Anti Pencucian Uang uang (APU), Pencegahan Pendanaan
Terorisme (PPT), dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata
Pemusnah Massal (PPPSPM)

BTN      mengimplementasikan          program       APU     (Anti     Selain itu, pelaksanaan program-program tersebut di
Pencucian     Uang),      PPT      (Pencegahan      Pendanaan         tingkat Kantor Wilayah dan Kantor Cabang menjadi
Terorisme), dan PPPSPM (Pencegahan Pendanaan                          tanggung      jawab     masing-masing             Kepala     Kantor
Proliferasi Senjata Pemusnah Massal) dalam proses                     Regional dan Manajer Cabang.
pengenalan nasabah dengan mengikuti peraturan
dan perundang-undangan yang berlaku di sektor                         Selain diterapkan di kantor pusat, BTN juga memastikan
perbankan.        Sebagai    bagian        dari   upaya    untuk      bahwa program UKK APU, PPT, dan PPPSPM dilaksanakan
meningkatkan efektivitas penerapan ketiga program                     dengan baik di Kantor Wilayah dan Kantor Cabang.
tersebut    dan      memastikan        kesesuaian         dengan      Dengan pelaksanaan yang menyeluruh, Bank berupaya
ketentuan yang ditetapkan oleh regulator, Bank telah                  mendorong       efektivitas   program           ini   agar   dapat
membentuk Unit Kerja Khusus (UKK) yang fokus pada                     berjalan dengan optimal, serta memastikan bahwa
APU, PPT, dan PPPSPM di Kantor Pusat. UKK ini bertugas                semua kegiatan bisnis yang dilakukan sesuai dengan
untuk mengawasi dan memastikan bahwa program                          ketentuan yang ditetapkan oleh regulator, guna
tersebut diterapkan dengan tepat di seluruh Unit Bisnis.              menjaga kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.


Kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan
Terorisme (APU dan PPT)

BTN memiliki kebijakan dan strategi yang komprehensif                 setiap transaksi dan kegiatan yang dilakukan oleh
dalam mengimplementasikan anti pencucian uang                         BTN bebas dari kaitannya dengan tindak pidana
(APU), pencegahan pendanaan terorisme (PPT), dan                      pencucian uang, pendanaan terorisme, atau proliferasi
pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah                     senjata pemusnah massal. BTN berkomitmen untuk
massal (PPPSPM), yang telah ditetapkan oleh Direksi dan               menjalankan praktik perbankan yang bersih, transparan,
mengacu pada standar nasional serta internasional.                    dan akuntabel dengan melibatkan seluruh pegawai
Kebijakan ini dirancang untuk memastikan bahwa                        dan mitra kerja dalam pelatihan yang memastikan




                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                 287
Page 185
                                                                           Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                     Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                               Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




pemahaman dan implementasi yang efektif terhadap                         d. Pertukaran Data Elektronik (PEDAL) kepada KPK
kebijakan ini, demi menciptakan sistem keuangan yang                     e. Pemenuhan Permintaan data Oleh LPP dan
aman dan terhindar dari penyalahgunaan.                                     APGAKUM lainnya yakni Kepolisian, Badan
                                                                            Narkotika Nasional, Kejaksaan.
Untuk mendukung implementasi kebijakan ini, Bank                  3.     Menyampaikan           Laporan       terkait   dengan
melakukan penyampaian laporan dan data kepada                            Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada kepada PPATK
regulator dan/atau aparat penegak hukum (APH) yang                       sebagai berikut:
mencakup berbagai komponen, di antaranya adalah:                         a. Ikut serta dalam Collaborative Analysis Team
1.    Menyampaikan       Laporan     Transaksi    Keuangan                  (CAT) yang merupakan kolaborasi pertukaran
      kepada PPATK sebagai berikut:                                         informasi antara Sektor Publik yaitu PPATK,
      a. Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT)                            pihak    pelapor,    Lembaga       Pengawas       dan
      b. Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan                            Pengatur (LPP), Aparat Penegak Hukum.
         (LTKM)                                                          b. Melakukan pemantauan terhadap Rekening
      c. Laporan Transaksi Keuangan Transfer Dana                           Dana Khusus Kampanye (RKDK).
         dari dan ke Luar Negeri (LTKL) d. Sistem                        c. Melakukan screening terhadap Bendahara
         Informasi Pengguna Jasa Terpadu (SIPESAT)                          Parpol, Dewan Pengurus Pusat dan Wilayah.
2.    Menyampaikan       Pemenuhan       Data/     Informasi             d. Melakukan screening terhadap Daftar Calon
      kepada Aparat Penegak Hukum & Regulator                               Tetap (DCT) peserta Pemilu dan Pilkada yang
      sebagai berikut:                                                      disampaikan oleh PPATK.
      a. Sistem Informasi Program APU PPT (SIGAP)                        e. Menyampaikan            seluruh     laporan       dan
         kepada OJK                                                         permintaan informasi yang terkait dengan
      b. Laporan APU PPT melalui Aplikasi APOLO OJK                         pelaksanaan Pemilu dan Pilkada tahun 2024.
      c. Sistem     Informasi      Terduga       Pendanaan
         Terorisme (SIPENDAR) kepada PPATK


Program Awareness Strategic Initiative

1.    Refreshment APU, PPT, dan PPPSPM tematik kepada                       untuk meningkatkan pemahaman tentang
      pegawai baik menggunakan media cetak atau                             penerapan APU, PPT, dan PPPSPM khususnya
      digital melalui media internal Bank;                                  dalam pelaksanaan proses Customer Due
                                                                            Diligence      (CDD) Calon Nasabah, Nasabah
2.    Internalisasi Awareness APU, PPT, dan PPPSPM                          dan WIC yang memiliki Beneficial Owner
      2024.                                                                 (BO).
      a. Training of Trainer.                                            c. Pelatihan       tentang       Pemahaman           dan
         Bank mengadakan kegiatan Training of Trainers                      Pelaksanaan Program APU, PPT, dan PPPSPM
         (TOT) yang bertujuan untuk meningkatkan                            terhadap Nasabah Berisiko Tinggi.
         pemahaman         tentang       penerapan      APU,                Bank mengadakan kegiatan yang bertujuan
         PPT, dan PPPSPM kepada pegawai yang                                untuk meningkatkan pemahaman pegawai
         berhubungan dengan nasabah dan/atau                                dalam melakukan Customer Due Diligence
         WIC seperti petugas perwakilan pelayanan                           (CDD) dan Enhanced Due Diligence (EDD)
         nasabah. Adapun Output yang diharapkan                             terhadap       nasabah     berisiko    tinggi    guna
         atas kegiatan tersebut adalah efektifitas                          meningkatkan kewaspadaan terhadap APU,
         kegiatan internalisasi dapat dilakukan secara                      PPT, dan PPPSPM.
         berkesinambungan         oleh   peserta    kepada
         pegawai sehingga pemahaman terkait APU,                  3.     AMOLA Office Battle BTN 2024
         PPT, dan PPPSPM dapat disampaikan secara                        AMOLA Office Battle BTN 2024 merupakan ajang
         merata, continue, dan interaktif.                               kompetisi cerdas cermat tentang APU, PPT,
      b. Pelatihan tentang Beneficial Owner (BO).                        dan PPPSPM antar seluruh KC (Konvensional
         Bank     mengadakan         kegiatan      Pelatihan             dan    Syariah)     dari    masing-masing          Kantor
         tentang Beneficial Owner (BO) yang bertujuan                    Wilayah. Peserta AM0LA Office Battle BTN 2024




288             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 186
                                                                           Integritas Tata Kelola
             Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk            Keberlanjutan
          Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah




     merupakan satu tim yang terdiri dari tiga orang             4.    Branch Visit dan Surprise Review
     dan wajib diikuti oleh perwakilan Customer                        Branch     visit    dilakukan    untuk     meningkatkan
     Service     Supervisor    dan   Customer       Service            awareness          dari    Kantor      Cabang   dengan
     Staff pada setiap Kantor Cabang. Kegiatan ini                     melakukan internalisasi ke Kantor-kantor Cabang
     bertujuan     untuk      meningkatkan     kompetensi              dengan mempertimbangkan sebaran Laporan
     dan pemahaman tentang APU, PPT, dan PPSPM,                        Transaksi keuangan (LTKM), pendokumentasian
     serta meningkatkan self-awareness terhadap                        data Beneficial Owner, jumlah CIF tidak lengkap,
     pentingnya     mewujudkan       budaya     kepatuhan              dan Nasabah berisiko tinggi serta auditee dari
     dalam penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM.                     Audit Tematik APU dan PPT 2023. Disamping itu
                                                                       dilakukan surprise review kepada Kantor Cabang
                                                                       secara berkala untuk memastikan pemahaman
                                                                       pegawai dan evaluasi efektifitas atas penerapan
                                                                       program APU, PPT, dan PPPSPM.



Enhanced Due Diligence and High Risk Jurisdiction
BTN menerapkan prinsip Enhanced Due Diligence                    PPPSPM.    Langkah        ini   diterapkan    terhadap   calon
(EDD)     serta      langkah-langkah          pencegahan         nasabah, nasabah, pemilik manfaat (beneficial owner),
(countermeasures) yang sesuai dan proporsional                   conductor, dan/atau walk-in customer (WIC) yang
untuk mengelola dan mengurangi risiko yang dapat                 berasal dari negara atau yurisdiksi yang masuk dalam
timbul dari hubungan usaha, transaksi, calon nasabah,            kategori High-Risk Jurisdictions subject to a Call for
walk-in customer (WIC), dan/atau nasabah yang                    Action, sesuai dengan tingkat risikonya yang ditetapkan
berasal dari negara yang termasuk dalam kategori                 oleh FATF. Dengan demikian, setiap hubungan bisnis dan
risiko tinggi, sebagaimana yang diidentifikasi dan               transaksi dengan pihak-pihak tersebut akan melalui
dipublikasikan oleh Financial Action Task Force (FATF).          pemeriksaan yang lebih ketat. Selain itu, BTN juga
Dalam rangka melakukan pemantauan terhadap High                  menerapkan EDD terhadap calon nasabah, nasabah,
Risk Jurisdiction, Bank memanfaatkan sistem APU, PPT,            pemilik manfaat (beneficial owner), conductor, dan/
dan PPPSPM yang dapat diakses oleh seluruh petugas               atau WIC yang berasal dari negara atau yurisdiksi
yang terlibat dalam pengawasan ini, termasuk petugas             yang memiliki strategic deficiencies atau kekurangan
di lini depan seperti customer service.                          signifikan dalam sistem pencegahan pencucian uang
                                                                 dan pendanaan terorisme, seperti yang diidentifikasi
Berdasarkan daftar negara yang dianggap berisiko                 oleh FATF. Ini menunjukkan upaya proaktif BTN dalam
tinggi menurut ketentuan FATF, BTN berkomitmen                   mengidentifikasi dan mengurangi potensi risiko yang
untuk melaksanakan langkah-langkah pencegahan                    timbul dari hubungan dengan pihak-pihak tersebut,
yang tepat, seperti countermeasures dan Enhanced                 guna memenuhi standar kehati-hatian yang tinggi dan
Due Diligence (EDD), serta melaporkan setiap aktivitas           kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
yang mencurigakan melalui aplikasi APU, PPT, dan




                                             Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk            289
Page 187
                                                                                    Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
                        Tentang Laporan                    Profil BTN
                                                                                        Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan
dan Sosial                     [GRI 2-25] [SASB FN-CB-410A.2]




Bank memiliki tanggung jawab secara tidak langsung                      BTN       mulai      menerapkan     penilaian    risiko    kredit
terhadap pengelolaan dampak lingkungan dan sosial                       dengan mempertimbangkan hasil AMDAL sebelum
yang berpotensi timbul akibat aktivitas debitur. Apabila                memberikan keputusan kredit kepada suatu proyek. Hal
terjadi ketidaksesuaian dalam pengelolaan dampak                        ini dikarenakan AMDAL merupakan bagian penting dari
lingkungan dan sosial, hal ini dapat mempengaruhi                       persyaratan perizinan yang diperlukan dalam proses
risiko kredit dan reputasi Bank. Tanggung jawab                         pengambilan keputusan terkait pelaksanaan rencana
ini sejalan dengan peran bank sebagai lembaga                           usaha dan/atau kegiatan. Dokumen AMDAL juga dapat
intermediasi.                                                           memberikan evaluasi potensi dampak yang mungkin
                                                                        timbul dari suatu usaha dan/atau kegiatan terhadap
Dalam proses pendanaan dan penyaluran kredit,                           lingkungan sekitar. Penyusunan AMDAL dilakukan pada
BTN secara konsisten menerapkan manajemen risiko                        tahap perencanaan proyek yang diperkirakan akan
lingkungan. Pendekatan ini mendukung penerapan                          mempengaruhi lingkungan hidup, seperti aspek abiotik,
prinsip keuangan berkelanjutan dan sesuai dengan                        biotik, dan kultural. Peraturan hukum untuk AMDAL di
POJK Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas                   Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor
Aset Bank Umum yang ditetapkan oleh OJK pada tahun                      27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Hidup.
2019, yang menyatakan bahwa penilaian terhadap
prospek usaha, sebagai bagian dari evaluasi kualitas                    Selain mempertimbangkan dokumen AMDAL, Bank
kredit, mencakup penilaian terhadap upaya yang                          juga melakukan pemantauan atau verifikasi langsung
dilakukan oleh debitur untuk menjaga keberlanjutan                      ke lapangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan
lingkungan hidup. [FS1]                                                 bahwa calon debitur telah mematuhi semua peraturan
                                                                        lingkungan yang berlaku. Pendekatan ini merupakan
Portofolio kredit komersial menjadi prioritas utama                     prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko kredit.
dalam mendorong pertumbuhan BTN. Oleh karena                            [FS1, FS2, FS5]

itu, Bank telah menyusun kebijakan dan prosedur
khusus dalam penyaluran kredit komersial yang                           BTN juga memiliki inisiatif “satu rumah satu pohon”
mempertimbangkan dimensi lingkungan dan sosial.                         sebagai dukungan untuk melestarikan lingkungan
Langkah ini diambil guna memastikan penyaluran kredit                   dan sosial. Dalam hal ini, setiap rumah yang dibangun
komersial dilakukan dengan tetap mengedepankan                          diwajibkan untuk memiliki area hijau dan menanam
prinsip kehati-hatian perbankan dan tata kelola                         pohon. Selain itu, area perumahan harus dilengkapi
perusahaan yang baik.                                                   dengan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial
                                                                        (fasos). [FS3]
Dalam KU.1 - Kebijakan Umum Tentang Perkreditan
atau Pembiayaan Bank juga telahdiatur terkait dengan                    Untuk memastikan efektivitas inisiatif tersebut, Bank
legalitas proyek, yang terdiri dari: [FS1, FS2] [SASB FN-CB-240a.3]     secara berkala melaksanakan audit, termasuk dengan
1.    Izin peruntukan lahan/tanah;                                      mengidentifikasi langkah-langkah tindak lanjut jika
2.    Site plan disahkan pihak yang sah dan berwenang;                  terjadi pelanggaran. Audit ini dilakukan setiap tahun
3.    Izin mendirikan bangunan;                                         oleh Satuan Kerja Audit Internal. Saat melakukan general
4.    Bukti penguasaan;                                                 audit di Kantor Cabang, auditor akan menggunakan
5.    Salinan SPPT;                                                     teknik sampling untuk melakukan pemeriksaan dan
6.    Bukti penguasaan jalan masuk;                                     evaluasi kepatuhan terhadap kebijakan yang ada.
7.    Surat keterangan piel banjir;                                     Apabila           ditemukan   ketidaksesuaian,   tim      auditor
8.    Keterangan PDAM; dan                                              akan menyelidiki penyebabnya dan memberikan
9.    Surat keterangan kelayakan lingkungan atau                        rekomendasi untuk perbaikan. Selain itu, Kantor Cabang
      upaya pengelolaan lingkungan hidup dan/atau                       yang diaudit (auditee) juga diminta untuk berkomitmen
      Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).                      terhadap perbaikan yang diperlukan, yang kemudian
                                                                        akan diawasi secara berkala. [OJK F.10] [FS9]


290               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 188
                                                                               Integritas Tata Kelola
              Pengembangan dan                   Pelayanan Prima untuk             Keberlanjutan
           Pemberdayaan Masyarakat                Kepuasan Nasabah




Pengendalian Internal
Penerapan sistem pengendalian internal bertujuan                     peraturan yang berlaku. Dengan demikian, Bank dapat
untuk mendukung pencapaian kinerja yang optimal                      meminimalkan potensi risiko yang dapat muncul
bagi Bank, sekaligus memberikan nilai tambah bagi                    dalam proses operasional dan keuangan.
pemangku kepentingan. Sistem ini juga berfungsi
untuk meminimalkan risiko kerugian serta memastikan                  Manajemen BTN juga telah menetapkan mekanisme
kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan yang                      pengawasan yang berjalan secara berkesinambungan
berlaku. Selain menjadi komponen penting dalam                       (on-going      basis).   Tujuan    dari    pengawasan        ini
mekanisme pengawasan Bank, sistem pengendalian                       adalah untuk menjaga dan melindungi aset Bank,
internal ini juga berperan sebagai pedoman untuk                     memastikan laporan yang dihasilkan akurat dan dapat
memastikan operasional Bank tetap berjalan dengan                    dipercaya, serta meningkatkan kepatuhan terhadap
cara yang sehat, efisien, dan terkontrol dengan baik.                peraturan yang ada. Selain itu, sistem ini bertujuan
                                                                     untuk    meningkatkan       efisiensi   biaya,   mengurangi
Dalam      merancang     kerangka       kerja   pengendalian         dampak kerugian finansial, serta mencegah terjadinya
internal, BTN mengacu pada Committee                   of   the      penyimpangan atau pelanggaran, seperti kecurangan
Sponsoring Organizations of the Treadway Commission                  (fraud) dan pelanggaran prinsip kehati-hatian dalam
(COSO)-Internal       Control    Integrated        Framework.        pengelolaan Bank. Dengan penerapan pengendalian
Pendekatan      ini    bertujuan        untuk     memastikan         internal yang kuat, BTN dapat menjalankan operasional
pengendalian yang memadai dalam berbagai aspek,                      secara lebih baik dan lebih aman, serta menjaga
seperti operasional, pelaporan keuangan, efektivitas                 kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.
dan efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap




Pengendalian Gratifikasi
Bank menyadari bahwa setiap pegawai, di berbagai                     Sepanjang tahun pelaporan ini, BTN menerima 96
divisi, dapat menghadapi potensi risiko yang berkaitan               laporan terkait gratifikasi dari Kantor Pusat dan Kantor
dengan gratifikasi. Untuk itu, BTN mendorong seluruh                 Cabang. Laporan-laporan ini mencakup berbagai jenis
pegawai untuk berperan aktif dalam mendukung                         gratifikasi, seperti suap, gratifikasi terkait kedinasan,
program anti-gratifikasi dengan melaporkan setiap                    pemberian makanan menjelang hari raya keagamaan,
kasus gratifikasi kepada Satuan Kerja Compliance &                   hingga     penolakan      terhadap      gratifikasi   tersebut.  
Governance. Ini merupakan langkah konkret dalam                      Sebagai wujud komitmen dalam pencegahan gratifikasi
memperkuat       komitmen       terhadap        pengendalian         dan korupsi, BTN terus memperkuat pengawasan dan
gratifikasi dan menjaga integritas Bank. Selain itu,                 pengelolaan risiko di lingkungan operasionalnya. Dalam
untuk mendukung penerapan nilai-nilai anti-fraud,                    rangka mempertahankan Sertifikat ISO 37001 - SMAP,
Bank secara rutin mengadakan program internalisasi                   pada tahun 2024 telah dilaksanakan Audit Surveillance
strategi     anti-kecurangan        dan         Whistleblowing       dengan ruang lingkup 15 unit kerja dan Extend Scope di
System (WBS) melalui berbagai kegiatan sosialisasi.                  1 unit kerja yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan
Penerapan program ini dilakukan oleh pihak ketiga                    core business dengan risiko korupsi tinggi. Langkah ini
yang independen, guna memastikan pelaksanaannya                      memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional Bank
berjalan dengan objektif dan transparan, sehingga                    tetap selaras dengan prinsip transparansi, integritas,
menciptakan     lingkungan      kerja    yang     bebas     dari     dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. [GRI
penyimpangan dan kecurangan.                                         205-1]




                                                 Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk              291
Page 189
                                                                             Manajemen Lingkungan      Dukungan Pengembangan
                     Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                                 Berkelanjutan         dan Kesejahteraan Pegawai




Jumlah Laporan Terkait Gratifikasi yang Diterima


                   2024                                        2023                                       2022

                   96                                           78                                        83




Whistleblowing System
Komitmen BTN dalam mencegah kecurangan terlihat                       b.   Deteksi
melalui penerapan strategi anti-kecurangan untuk                           Pilar deteksi dirancang untuk mengidentifikasi
mengendalikan setiap potensi kecurangan yang ada.                          dan mengungkap kecurangan yang mungkin
Strategi ini mencakup pelaksanaan empat pilar, yaitu:                      terjadi   melalui   berbagai    mekanisme     yang
a.    Pencegahan                                                           telah disusun, seperti kebijakan Whistleblowing
      Pilar pencegahan mencakup berbagai perangkat                         System (WBS), audit mendadak (surprise audit),
      yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan                          sistem pengawasan (surveillance system), dan
      terjadinya kecurangan, di antaranya adalah                           pengawasan langsung oleh penanggung jawab
      upaya untuk meningkatkan kesadaran mengenai                          operasional (PJO). Berdasarkan data laporan
      pentingnya          anti-kecurangan,      melakukan                  WBS Bank tahun 2024, sebanyak 3 pengaduan
      identifikasi terhadap potensi kerawanan yang                         yang diterima melalui surel atau situs web. Dari
      dapat memicu kecurangan, serta menerapkan                            total pengaduan yang diterima, semuanya telah
      kebijakan untuk lebih mengenal pegawai.                              diproses dengan baik dan diselesaikan, serta
                                                                           diberikan sanksi yang sesuai, termasuk sanksi
                                                                           administratif. Informasi ini tercantum secara rinci
                                                                           dalam tabel yang disediakan di bawah ini.

Jumlah Laporan dan Pengaduan Berdasarkan Metode Penyampaian


                                                                            Metode Penyampaian
                   Tahun
                                                  Surat/PO Box                 SMS/Telepon/WA              Surel/Situs Web

                   2024                                 0                              0                         3

                   2023                                 0                               1                        4

                   2022                                 0                               1                         1

c.    Investigasi, Pelaporan, dan Sanksi                                   mengumpulkan bukti, mengelola pelaporan, dan
      Pada pilar investigasi, pelaporan, dan sanksi                        merekomendasikan sanksi atas kecurangan yang
      memuat sistem, mekanisme, dan perangkat                              terjadi. Berikut adalah jumlah pengaduan dan
      yang   bertujuan       untuk   menggali    informasi,                tindak lanjutnya:




292            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 190
                                                                                             Integritas Tata Kelola
               Pengembangan dan                         Pelayanan Prima untuk                    Keberlanjutan
            Pemberdayaan Masyarakat                      Kepuasan Nasabah




Tindak Lanjut Laporan dan Pengaduan


                                                                              Tindak Lanjut

                                                                                          Laporan telah selesai
                                                      Laporan masih dalam                                                    Laporan diteruskan
     Tahun                                                                                 diproses dan/atau
                        Laporan ditutup               proses (proses audit/                                                    kepada penyidik
                                                                                         telah diberikan sanksi
                        (tidak terbukti)                proses pelaporan /                                                  (terkait tindak pidana
                                                                                            (termasuk sanksi
                                                       proses lintas divisi)                                                 umum atau korupsi)
                                                                                              administratif)

     2024                        0                                 1                                   2                                  0

     2023                        0                                 0                                   5                                  0

     2022                        0                                 2                                   0                                  0


d.    Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut                                          melakukan langkah-langkah yang diperlukan
      Pilar ini mencakup berbagai langkah yang diambil                                 untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu,
      oleh BTN guna memantau dan mengevaluasi                                          sebanyak 19 kasus yang teridentifikasi telah
      potensi kecurangan serta memastikan adanya                                       ditindaklanjuti melalui jalur hukum yang sesuai.
      mekanisme tindak lanjut yang tepat. Pada tahun                                   Hal ini mencerminkan komitmen kuat BTN untuk
      pelaporan, BTN mencatat adanya 19 kasus                                          menangani setiap pelanggaran dengan cara
      kecurangan internal, dengan 7 kasus di antaranya                                 yang sesuai dengan ketentuan hukum yang
      telah berhasil diselesaikan, sementara sisanya                                   berlaku, guna menjaga integritas dan kepatuhan
      masih dalam proses penyelesaian. Proses ini                                      dalam seluruh aktivitas perusahaan. [SASB FN-CB-
      menunjukkan upaya BTN dalam menanggapi                                           510a.1]

      setiap potensi pelanggaran dengan serius dan

Tabel Kecurangan Internal (Internal Fraud) Sepanjang Tahun 2024 [GRI 205-3]


                                                                  Jumlah Kecurangan yang Dilakukan (Internal)

                                        Anggota Dewan Komisaris
                                                                                       Pegawai Tetap                      Pegawai Tidak Tetap
     Kecurangan Internal                  dan Anggota Direksi
       Sepanjang 2024
                                            Tahun               Tahun              Tahun               Tahun              Tahun                Tahun
                                         Sebelumnya            Berjalan         Sebelumnya            Berjalan         Sebelumnya             Berjalan
                                            (2023)              (2024)             (2023)              (2024)             (2023)               (2024)

 Total laporan                                    0                    0                19                 23                  0                   1

 Telah diselesaikan                               0                    0                17                 19                  0                   1

 Dalam proses penyelesaian
                                                  0                    0                 2                 4                   0                  0
 di internal Bank

 Belum diupayakan
                                                  0                    0                 0                 0                   0                  0
 penyelesaian

 Telah ditindaklanjuti melalui
                                                  0                    0                 2                 0                   0                  0
 proses hukum

 Keterangan:
 1.   Jumlah kasus pada tahun berjalan adalah berdasarkan Laporan Hasil Audit Khusus dan Laporan Hasil Telah Awal periode Januari s.d. Desember 2024;
 2.   Jumlah kasus yang “Telah diselesaikan” adalah kasus yang telah mendapatkan putusan sanksi dari Direksi s.d Desember 2024;
 3.   Jumlah kasus yang “Dalam proses penyelesaian di internal bank” adalah kasus yang belum mendapatkan putusan sanksi dari Direksi s.d Desember 2024;
      dan
 4.   Jumlah kasus yang “Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum” adalah kasus yang “telah diselesaikan” dan mendapatkan putusan sanksi pidana. Proses
      hukum ditindaklanjuti oleh LGD




                                                        Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                             293
Page 191
                                                                                            Manajemen Lingkungan               Dukungan Pengembangan
                          Tentang Laporan                      Profil BTN
                                                                                                Berkelanjutan                  dan Kesejahteraan Pegawai




Bank     secara       aktif    menyelenggarakan               pelatihan          secara       efektif.    Berikut      merupakan           jumlah        dan
untuk menginternalisasi sistem WBS BTN di kalangan                               persentase total pegawai yang turut serta mengikuti
pegawainya. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan                             pelatihan internalisasi WBS BTN, termasuk pembagian
bahwa      setiap      pegawai        memahami            dan     dapat          pegawai per Wilayah Kerja: [GRI 205-2]
mengimplementasikan sistem pelaporan pelanggaran

Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai tentang Internalisasi WBS BTN


                                                              Lulus                           Tidak Lulus                      Tidak Mengakses
                                 Total
       Regional
                                Peserta          Jumlah                               Jumlah                               Jumlah
                                                                        %                                    %                                     %
                                                 Pegawai                              Pegawai                              Pegawai

 Kantor Pusat                     3.647             3.309             90,73%                  3           0,08%                  335             9,19%

 Kantor Wilayah
                                  1.345               1.201           89,29%                  5            0,37%                 139            10,33%
 Jakarta I

 Kantor Wilayah
                                  1.007               875             86,89%                  3           0,30%                   129           12,81%
 Jakarta II

 Kantor Wilayah
                                  1.378              1.270            92,16%                  2            0,15%                 106            7,69%
 Jawa Barat

 Kantor Wilayah
                                    973               934             95,99%                  -           0,00%                   39             4,01%
 Jawa Tengah DIY

 Kantor Wilayah
 Jawa Timur, Bali &               1.556              1.464            94,09%                  2            0,13%                  90             5,78%
 Nusa Tenggara

 Kantor Wilayah
                                   608                 541            88,98%                   1           0,16%                  66           10,86%
 Kalimantan

 Kantor Wilayah
 Sulawesi Maluku                   805                739             91,80%                   1           0,12%                  65             8,07%
 Papua

 Kantor Wilayah
                                  1.528              1.355            88,68%                  3           0,20%                   170            11,13%
 Sumatera

 Total                          12.847             11.688           90,98%                  20            0,16%                 1.139           8,87%

 Keterangan:
 a, Dari 12,847 pegawai yang mengikuti program internalisasi, 11,688 di antaranya dinyatakan lulus dan sebanyak 20 pegawai dinyatakan tidak lulus; dan
 b, Sebanyak 1,139 (8,87%) pegawai belum mengikuti program internalisasi,



Pelaporan Pelanggaran [GRI 2-26]
BTN      menerapkan           Kebijakan        Sistem         Pelaporan          penyimpangan atau pelanggaran dalam operasional.
Pelanggaran         atau      Whistleblowing         System       (WBS)          Dengan adanya WBS, BTN berupaya mendeteksi secara
berdasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan                                dini setiap pelanggaran atau penyimpangan yang
(POJK) Nomor 39/POJK.03/2019 yang diterbitkan pada                               dapat merugikan Bank, baik dari segi reputasi maupun
19 Desember 2019 tentang Penerapan Strategi Anti-                                legalitas. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan
Fraud bagi Bank Umum. Sistem WBS ini merupakan                                   untuk menciptakan budaya kerja yang terbuka dan
bagian integral dari upaya pengendalian internal                                 transparan, di mana setiap pegawai dapat melaporkan
Bank yang bertujuan untuk mencegah terjadinya                                    potensi pelanggaran dengan rasa aman dan tanpa




294                PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 192
                                                                                Integritas Tata Kelola
               Pengembangan dan                   Pelayanan Prima untuk             Keberlanjutan
            Pemberdayaan Masyarakat                Kepuasan Nasabah




rasa takut. Tujuan jangka panjangnya adalah untuk                     pada     kecurangan       atau     penyalahgunaan   yang
menciptakan lingkungan kerja yang jujur, tulus, dan                   merugikan perusahaan. Tujuan dari WBS BTN adalah
bertanggung jawab, sehingga semua pihak dapat                         memperkuat mekanisme pengendalian internal dalam
menjalankan tugasnya dengan integritas yang tinggi.                   mendukung pertumbuhan bisnis melalui beberapa
[SASB FN-CB-510a.2]                                                   langkah berikut:
                                                                      1.    Melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap
Bank     mengimplementasikan          WBS       dengan     tujuan           terjadinya penyimpangan maupun pelanggaran;
memastikan bahwa setiap laporan yang diterima dari                          dan
para pelapor akan ditindaklanjuti dengan serius sesuai                2.    Secara bertahap menciptakan iklim kerja yang
prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini melibatkan                          terbuka, tulus, jujur, dan bertanggung jawab di
proses verifikasi dan investigasi terhadap setiap laporan                   BTN.
untuk memastikan keabsahannya. Berdasarkan hasil
laporan yang diterima, Bank bertanggung jawab                         Tim WBS BTN yang bertanggung jawab dalam
untuk merumuskan dan menerapkan sanksi yang                           pengelolaan pengaduan laporan WBS terdiri dari:
tepat kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan                      1.    Kepala Internal Audit Division;
pelanggaran. Tujuan dari penerapan sanksi tersebut                    2.    Wakil Kepala Internal Audit Division; dan
adalah untuk memberikan efek jera, sehingga dapat                     3.    Unit WBS pada Departemen Fraud Investigation
mencegah pelaku lain untuk melakukan pelanggaran                            & Whistleblowing System (WBS) di Internal Audit
serupa, termasuk tindakan yang berpotensi mengarah                          Division.



Saluran Pelaporan Pelanggaran
BTN telah mengembangkan fasilitas pendukung
dalam penerapan kebijakan whistleblowing system
(WBS). Setiap laporan pengaduan dapat disalurkan
melalui media berikut:
Surat		               : PO Box 2828 JKP 10028
Situs Web             : idn.deloitte-halo.com/btnsiips
Surel		               : btnsiips@tipoffs.info
SMS		                 :+62 813 8870 1117
WhatsApp              : +62 813 8870 1117
Telepon		             :+62 21-50928882 / +62 21-5092888



Mekanisme Penyampaian Laporan Pelanggaran [GRI 2-16]
BTN    menyediakan         saluran    khusus     melalui    WBS             bukan merupakan Tim WBS BTN, maka Pengelola
untuk memfasilitasi pemangku kepentingan dalam                              WBS Independen akan menyampaikan laporan
menyampaikan laporan terkait pelanggaran yang terjadi                       kepada Tim WBS BTN;
di lingkungan Bank. Mekanisme ini memungkinkan para                   2.    Apabila pihak terlapor adalah pegawai BTN 1 (satu)
pihak yang memiliki informasi mengenai pelanggaran                          level di bawah Direksi dan bukan merupakan Tim
untuk mengirimkan laporan pengaduan secara aman                             WBS, maka Pengelola WBS Independen akan
dan terjamin kerahasiaannya. Laporan tersebut dapat                         menyampaikan laporan kepada Direktur Utama;
dikirimkan berdasarkan indikasi pelanggaran yang                      3.    Apabila pihak terlapor adalah Tim WBS BTN, maka
telah teridentifikasi, sebagai berikut:                                     Pengelola WBS Independen akan menyampaikan
1.     Apabila pihak terlapor adalah pegawai BTN                            laporan kepada Direktur Utama;
       sampai dengan 2 (dua) level di bawah Direksi dan




                                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk       295
Page 193
                                                                            Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan                   Profil BTN
                                                                                Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




4.    Apabila pihak terlapor adalah Direksi, maka                    6.   Apabila pihak terlapor adalah Komisaris secara
      Pengelola WBS Independen akan menyampaikan                          bersama-sama, maka Pengelola WBS Independen
      laporan kepada Dewan Komisaris dan Pengelola                        akan menyampaikan laporan kepada Pengelola
      WBS Kementerian BUMN;                                               WBS Kementerian BUMN; dan
5.    Apabila pihak terlapor adalah Komisaris dan/                   7.   Apabila pihak terlapor adalah Direksi dan/atau
      atau Komite di bawah Dewan Komisaris, maka                          Komisaris Perusahaan Anak maka Pengelola
      Pengelola WBS Independen akan menyampaikan                          WBS Independen akan menyampaikan laporan
      laporan      kepada      Anggota          Komisaris     dan         kepada Direktur Utama Bank.
      Anggota Komite di bawah Dewan Komisaris
      yang tidak terkait pengaduan dan Pengelola
      WBS Kementerian BUMN (khusus terlapor adalah
      Komisaris);


Jaminan Pelindungan Bagi Pelapor

BTN    berkomitmen         untuk      memberikan        jaminan      3.   Perlindungan dari tindakan balasan dari Terlapor.
perlindungan kepada Pelapor yang melaporkan                               Perlindungan ini dapat berupa:
pelanggaran       dengan       niat    baik,     terutama     jika   4.   Perlindungan fisik dan/atau psikis, baik terhadap
pelanggaran tersebut berpotensi merugikan Bank.                           diri sendiri maupun keluarganya;
Pemberi jaminan dilaksanakan melalui beberapa                        5.   Perlindungan terhadap harta benda miliknya dan
kebijakan berikut:                                                        milik keluarga atas teror ataupun pembalasan
1.    Penyediaan Media Pelaporan WBS yang bebas                           yang harus dialaminya;
      dan      rahasia.    Pelapor       akan     mendapatkan        6.   Perlindungan      administratif   berupa   ancaman
      informasi status laporan WBS yang disampaikan                       penundaan        kenaikan   pangkat,    pemecatan,
      oleh Pengelola WBS Independen melalui media                         mutasi yang tidak layak, termasuk kepastian kerja,
      yang ditetapkan.                                                    dan lain-lain; serta
2.    Jaminan kerahasiaan identitas Pelapor, kecuali                 7.   Perlindungan hukum, dalam hal melalui proses
      bila terdapat tuntutan hukum yang mengharuskan                      litigasi    disesuaikan   dengan   ketentuan    yang
      identitas Pelapor dibuka di hadapan hakim; dan                      berlaku.




Sistem Penanganan Pengaduan
BTN   telah     menjalin    kemitraan      strategis    dengan       langkah yang diambil dalam kerangka kerja sama ini
Komisi   Pemberantasan           Korupsi        (KPK)   Republik     mengutamakan prinsip kerahasiaan dan memastikan
Indonesia untuk menangani Whistleblowing System                      bahwa laporan yang diterima ditangani dengan aman
(WBS) sebagai bagian dari upaya bersama dalam                        dan tanpa rasa takut akan pembalasan. Dengan
memberantas praktik korupsi. Kerja sama ini bertujuan                demikian, BTN berkomitmen untuk mengoptimalkan
untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam                   kebijakan dan strategi internal dalam mencegah dan
penanganan pengaduan yang dilakukan baik secara                      memerangi tindak pidana korupsi secara menyeluruh,
internal oleh pegawai maupun eksternal oleh pihak luar,              melalui sistem yang dapat dipercaya dan mendukung
dengan mengadopsi pendekatan yang terintegrasi,                      terciptanya budaya anti-korupsi yang kuat.
profesional,     transparan,       dan    akuntabel.        Setiap




296              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 194
                                                                                                                                     Integritas Tata Kelola
                                 Pengembangan dan                                Pelayanan Prima untuk                                   Keberlanjutan
                              Pemberdayaan Masyarakat                             Kepuasan Nasabah




Tim WBS menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dengan mekanisme sebagai berikut:



Bagian Alur (1) Jika Terlapor adalah pegawai BTN (sampai dengan 2 level di bawah Direksi)
dan bukan Tim WBS


                                                     Pengelola WBS
                                   Pelapor                                                                 Tim WBS                             Tim Audit Khusus                 Unit Kerja Terkait
                                                      Independen
                                   Mulai
                                                                                                                                                                                    7b

                                                                                                                                                                                    Laporan WBS
                          1                              2                                                                                                                            out scope
                                                                                                 4
                                                                                                                                             Tidak
                                                              Input aplikasi
                              Laporan WBS                                                                 Analisa
                                                                  WBS
                                                                                                                   Laporan WBS in                             7a
                                                                                                                    scope / out of
                                                                                                                                                                  Laporan WBS
                                                                                                                       scope
                                                         3                                                                                                          in scope
Alur Kerja Proses




                                                              Mengklasifikasikan
                                                                laporan WBS                      5
                                                                                                  Informasi                                                                         8b
                                                                                                                          Ya
                                                                       Laporan WBS in               cukup
                                                                                                                                                                                         Tindak lanjut
                    12a                                                 scope / out of                                    6                           8a
                                                                           scope
                    Memberikan                                                                                            Layak Audit                      Tindak lanjut
                     feedback                                                                                               Khusus
                                                        11
                                                              Meminta Pelapor
                                                              untuk melengkapi                Tidak                                   Ya
                                                                  informasi
                                       Informasi                                                           9
                                      Tambahan                                                                   Memo/dokumen
                                                                                                                  lainnya tindak
                                                                                                                lanjut laporan WBS
                                                              Menginformasikan
                                                               pelaporan tidak
                                                       13       memberikan                                 10
                    12b                                           feedback
                                                                                                                 Closing status
                       Tidak                                                                                        laporan
                    memberikan
                     Feedback                                                                  Selesai




Bagian Alur (2) Jika Terlapor Pegawai BTN (Satu Level di Bawah Direksi) dan Bukan Tim WBS


                                                     Pengelola WBS
                                  Pelapor                                                                 Direktur Utama                         Tim Audit Khusus               Unit Kerja Terkait
                                                      Independen

                                     Mulai
                                                                                                                                                                                    7b

                                                                                                                                                                                    Laporan WBS
                                                                                                                                                                                      out scope
                              1                        2                                              4
                                                                                                                                              Tidak
                                  Laporan WBS                Input aplikasi                                Analisa
                                                                 WBS
                                                                                                                      Laporan WBS in                         7a
                                                                                                                       scope / out of
                                                                                                                                                                Laporan WBS
Alur Kerja Proses




                                                       3                                                                  scope
                                                                                                                                                                  in scope
                                                             Mengklasifikasikan
                                                               laporan WBS                            5
                                                                                                      Informasi                                                                     8b
                                                                                                                              Ya
                                                                   Laporan WBS in                       cukup
                                                                                                                                                                                         Tindak lanjut
                     13a                                            scope / out of
                                                                                                                              6                       8a
                                                                       scope
                     Memberikan                                                                                               Layak Audit
                                                                                                                                                           Tindak lanjut
                      feedback                                                                                                  Khusus
                                                             12
                                                                   Meminta Pelapor
                                                                   untuk melengkapi            Tidak                                    Ya
                                                                       informasi
                                      Informasi                                                                  9
                                     Tambahan           Menginformasikan                                              Memo/dokumen
                                                                                         15
                                                         pelaporan tidak                     Menerima                  lainnya tindak
                                                          memberikan                      informasi tidak            lanjut laporan WBS
                                                     14     feedback                       ada feedback

                     13b                                          11                                                 10
                                                                       Closing status
                        Tidak                                             laporan                                      Arahan untuk
                     memberikan                                                                                          dilakukan
                      Feedback                                                                                        closing laporan
                                                   Selesai




                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                                                      297
Page 195
                                                                                                                                                          Manajemen Lingkungan                          Dukungan Pengembangan
                                                 Tentang Laporan                                            Profil BTN
                                                                                                                                                              Berkelanjutan                             dan Kesejahteraan Pegawai




Bagian Alur (3) Jika Terlapor adalah Tim WBS


                                                                         Pengelola WBS                                                                                        Tim Auditor
                                  Pelapor                                                                                              Tim WBS                                                                    Unit Kerja Terkait
                                                                          Independen                                                                                           Eksternal

                                   Mulai
                                                                                                                                                                                                                        7b

                                                                                                                                                                                                                        Laporan WBS
                            1                                               2                                                                                                                                             out scope
                                                                                                                           4
                                                                                Input aplikasi                                                                        Tidak
                                Laporan WBS                                         WBS                                             Analisa

                                                                                                                                          Laporan WBS in                                 7a
                                                                                                                                           scope / out of
                                                                                                                                                                                            Laporan WBS
 Alur Kerja Proses




                                                                                                                                              scope
                                                                            3                                                                                                                 in scope
                                                                                Mengklasifikasikan
                                                                                  laporan WBS                              5
                                                                                                                            Informasi                                                                                   8b
                                                                                                                                                    Ya
                                                                                      Laporan WBS in                          cukup
                                                                                                                                                                                                                             Tindak lanjut
                       13a                                                             scope / out of                                               6                             8a
                                                                                          scope
                       Memberikan                                                                                                                   Layak Audit                        Tindak lanjut
                        feedback                                                                                                                      Khusus
                                                                           12
                                                                                Meminta Pelapor
                                                                                untuk melengkapi                 Tidak                                          Ya
                                                                                    informasi
                                          Informasi                                                                                       9
                                         Tambahan                                                                                              Memo/dokumen
                                                                                                                 15
                                                                            Menginformasikan                                                    lainnya tindak
                                                                                                                      Menerima
                                                                             pelaporan tidak                                                  lanjut laporan WBS
                                                                                                                      informasi
                                                                              memberikan
                                                                                                                      tidak ada
                                                                         14     feedback
                                                                                                                      feedback
                                                                                                                                              10
                      13b                                                        11
                                                                                       Closing status                                           Arahan untuk
                         Tidak                                                            laporan                                                 dilakukan
                      memberikan                                                                                                               closing laporan
                       Feedback                                      Selesai




Bagian Alur (4) Jika Terlapor adalah Direksi


                                                                                                                                                                               Pengelola
                                                             Pengelola WBS                                                                                 Tim Auditor            WBS                       Direktur                Unit Kerja
                                Pelapor                                                                      Dewan Komisaris
                                                              Independen                                                                                    Eksternal         Kementerian                   Utama                    Terkait
                                                                                                                                                                                 BUMN


                                 Mulai
                                                                                                                                                                                                                                15
                                                                                                                                                            Tidak
                                                      2                                                                                                                                                                              Laporan WBS
                      1                                                                                 5                                                                                                                              out scope
                            Laporan                       Input aplikasi                                                                                                                               13
                                                              WBS                                             Analisa                                                         4
                              WBS                                                                                                                                                 Laporan WBS               Laporan WBS
                                                                                                                                                             8                       in scope                 out scope
Alur Kerja Proses




                                                                                                                       Laporan WBS in
                                                                                                                        scope / out of                                            terkait Direksi
                                                                                                                                                             Laporan WBS
                                                                                                                           scope                               in scope
                                                      3
                                                          Mengklasifikasikan
                                                            laporan WBS                                 6                                                                                              14
                                                                                                                                                                                                         Arahan tindak
                                                                                                        Informasi                Ya                                                                      lanjut laporan
                                                                    Laporan WBS in                        cukup                                                                                               WBS
                      19a                                            scope / out of                                                                                                    Selesai
                                                                                                                                7                                                                                              16
                                                                        scope                                                                               9
                      Memberikan                                                                                                Layak Audit
                                                                                                                                                                                                                                    Tindak lanjut
                       feedback                                                                                                   Khusus                     Tindak lanjut
                                                               18
                                                                     Meminta Pelapor
                                                                     untuk melengkapi             Tidak                                        Ya
                                                                         informasi
                                    Informasi                                                                         10                                                                               17
                                   Tambahan                                                                                 Memo/dokumen                                                                  Dokumen
                                                                                                    21
                                                                Menginformasikan                                             lainnya tindak                                                             tindak lanjut
                                                                 pelaporan tidak                     Menerima                                                                                              laporan
                                                                                                     informasi             lanjut laporan WBS
                                                                  memberikan                                                                                                                             WBS
                                                                    feedback                         tidak ada
                                                             20
                                                                                                     feedback
                                                                                                                           11
                     19b                                            12
                                                                         Closing status                                         Arahan untuk
                         Tidak                                              laporan                                               dilakukan
                      memberikan                                                                                               closing laporan
                       Feedback                           Selesai




 298                                      PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 196
                                                                                                                                             Integritas Tata Kelola
                                  Pengembangan dan                                            Pelayanan Prima untuk                              Keberlanjutan
                               Pemberdayaan Masyarakat                                         Kepuasan Nasabah




Bagian Alur (5) Jika Terlapor adalah Komisaris dan/atau Komite di bawah Dewan Komisaris


                                                                                                   Anggota Komisaris                         Tim Audit
                                                                                                                                                               Pengelola
                                                                                                    yang Tidak Terkait                        Khusus
                                                                 Pengelola WBS                                                                                    WBS                        Direktur           Unit Kerja
                               Pelapor                                                            Pengaduan dan Bukan                        SKAI / Tim
                                                                  Independen                                                                                  Kementerian                    Utama               Terkait
                                                                                                  Anggota Komite yang                         Auditor
                                                                                                                                                                 BUMN
                                                                                                      Bersangkutan                           Eksternal



                                Mulai
                                                                                                                                                                                                           15
                                                                                                                                             Tidak
                                                          2                                                                                                                                                     Laporan WBS
                         1                                                                        5                                                                                                               out scope
                              Laporan                         Input aplikasi                                                                                                            13
                                                                  WBS                                      Analisa                                            4
                                WBS                                                                                                                               Laporan WBS                Laporan WBS
                                                                                                                    Laporan WBS in           8                       in scope                  out scope
Alur Kerja Proses




                                                                                                                     scope / out of                               terkait Direksi
                                                                                                                                              Laporan WBS
                                                                                                                        scope                   in scope
                                                          3
                                                              Mengklasifikasikan
                                                                laporan WBS                       6                                                                                     14
                                                                                                                                                                                          Arahan tindak
                                                                                                   Informasi                 Ya                                                           lanjut laporan
                                                                        Laporan WBS in               cukup                                                                                     WBS
                        19a                                              scope / out of                                                                              Selesai
                                                                                                                             7                                                                             16
                                                                            scope                                                            9
                        Memberikan                                                                                           Layak Audit
                                                                                                                                                                                                                Tindak lanjut
                         feedback                                                                                              Khusus         Tindak lanjut
                                                                   18
                                                                         Meminta Pelapor
                                                                         untuk melengkapi      Tidak                                   Ya
                                                                             informasi
                                    Informasi                                                                      10                                                                  17
                                   Tambahan                                                                                                                                                Dokumen
                                                                                                21                       Memo/dokumen                                                    tindak lanjut
                                                                    Menginformasikan                                      lainnya tindak
                                                                                                 Menerima                                                                                   laporan
                                                                     pelaporan tidak                                    lanjut laporan WBS
                                                                                                 informasi                                                                                WBS
                                                                      memberikan
                                                                                                 tidak ada
                                                                 20     feedback
                                                                                                 feedback
                                                                                                                        11
                       19b                                              12
                                                                             Closing status                               Arahan untuk
                           Tidak                                                laporan                                     dilakukan
                        memberikan                                                                                       closing laporan
                         Feedback                             Selesai




Bagian Alur (6) Jika Terlapor adalah Komisaris secara bersama-sama


                                                                                                           Pengelola WBS                                                          Kementerian
                                              Pelapor
                                                                                                            Independen                                                               BUMN


                                               Mulai                                                                                                                     4

                                                                                                                                                                             Menerima hasil analisis
                                                                                                                                                                                 Laporan WBS

                                        1                                                                   2

                                            Laporan WBS                                                          Input aplikasi
                                                                                                                     WBS
   Alur Kerja Proses




                                                                                                                                                                              5
                                                                                                                                                                                  Laporan WBS in
                                                                                                                                                                                      scope

                                                                                                       3
                                                                                                           Mengklasifikasikan
                                                                                                             laporan WBS

                                                                                                                                                                         6
                                                                                                            Laporan WBS in scope                                                Menindaklanjuti /
                                                                                                               / out of scope                                                 menentukan langkah
                                                                                                                                                                              penanganan laporan
                                                                                                                                                                             WBS sesuai kewenangan
                                                                                                                                                                                  yang dimiliki
                                                                                                             8
                                                                                                                  Closing status
                                                                                                                     laporan

                                                                                                                                                                         7

                                                                                                Selesai                                                                      Arahan closing laporan
                                                                                                                                                                                      WBS




                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                                                        299
Page 197
                                                                                                                                    Manajemen Lingkungan                   Dukungan Pengembangan
                                                 Tentang Laporan                              Profil BTN
                                                                                                                                        Berkelanjutan                      dan Kesejahteraan Pegawai




Bagan Alur (7) Jika Terlapor adalah Direksi dan/atau Komisaris Perusahaan
Anak

                                                                                                                                                Tim Audit Khusus
                                                            Pengelola WBS                                                                                                           Unit Kerja
                                   Pelapor                                                                     Direktur Utama                      / Tim Audit
                                                             Independen                                                                                                              Terkait
                                                                                                                                                Perusahaan Anak

                                      Mulai
                                                                                                                                                                                    7b

                                                                                                                                                                                    Laporan WBS
                                                                                                                                                                                      out scope
                               1                              2                                            4
                                                                                                                                              Tidak
                                   Laporan WBS                      Input aplikasi                              Analisa
                                                                        WBS
                                                                                                                          Laporan WBS in                     7a
Alur Kerja Proses




                                                                                                                           scope / out of
                                                                                                                                                                Laporan WBS
                                                              3                                                               scope
                                                                                                                                                                  in scope
                                                                  Mengklasifikasikan
                                                                    laporan WBS                            5
                                                                                                           Informasi                                                                8b
                                                                                                                               Ya
                                                                        Laporan WBS in                       cukup
                                                                                                                                                                                         Tindak lanjut
                         13a                                             scope / out of
                                                                                                                              6                       8a
                                                                            scope
                         Memberikan                                                                                            Layak Audit
                                                                                                                                                           Tindak lanjut
                          feedback                                                                                               Khusus
                                                                  12
                                                                        Meminta Pelapor
                                                                        untuk melengkapi               Tidak                            Ya
                                                                            informasi
                                       Informasi                                                                     9
                                      Tambahan                 Menginformasikan                                           Memo/dokumen
                                                                                                  15
                                                                pelaporan tidak                       Menerima             lainnya tindak
                                                                 memberikan                        informasi tidak       lanjut laporan WBS
                                                            14     feedback                         ada feedback

                         13b                                           11                                                10
                                                                            Closing status
                            Tidak                                              laporan                                     Arahan untuk
                         memberikan                                                                                          dilakukan
                          Feedback                                                                                        closing laporan
                                                          Selesai




Bagan Alur Proses Sanksi – Jalur Hukum



                          Komite Anti-Fraud                                                Human Capital                                                           Legal Division
                                                                                        Management & Culture
                                                                                          Specialist Division

                    1b                                                                 1a

                         Menerima Tembusan                                                    Inisiasi Eksekusi Sanksi
                           Putusan Sanksi                                                       Lewat Jalur Hukum



                                                                                        2                                                             3

                                                                                             Koordinasi dengan Legal                                         Menyiapkan Tim dan
                                                                                               Div. untuk Persiapan                                          Langkah Hukum serta
                                                                                                  Proses Hukum                                             Mengawal Jalannya Proses
                                                                                                                                                                   Hukum




300                                    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 198
                                                                                            Integritas Tata Kelola
                Pengembangan dan                            Pelayanan Prima untuk               Keberlanjutan
             Pemberdayaan Masyarakat                         Kepuasan Nasabah




Bagan Alur Proses Sanksi pada BTN



                                                         Komite Disiplin &
      Mulai                        IAD                                                  Direksi                 HCMD             Selesai
                                                         Sanksi Pegawai




   Permasalahan                Telaah
                                                                                                                                 Selesai
  KC, Kanwil, Divisi            Awal



                               Ada
                       Pelanggaran


                                                  Tidak Butuh
                                                  Pendalaman
                              Tingkat                            Pembahasan                                Pelaksanaan
                           Permasalahan                                             Keputusan Direksi        Putusan
                                                                Permasalahan
                                                        N


                                     Butuh
                               Y     Pendalaman                                            Melampaui
                                                                                       N   Kewenangan

                                                                 Keputusan
                             Audit Khusus                       Rekomendasi



                                                                                                            Y

                                                                                                         Sesuai
                                                                                                         Kewenangan




                                                            Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk             301
Page 199
                                                                 Manajemen Lingkungan     Dukungan Pengembangan
             Tentang Laporan             Profil BTN
                                                                     Berkelanjutan        dan Kesejahteraan Pegawai




Pernyataan Jaminan Independen
      




      
                                INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT

                                   PT. Bank Tabungan Negara Tbk.
                                      Sustainability Report 2024
                                  Statement No: 016/IAS/CBC/II/2025
                                       Type 2, Moderate Level


          Scope of Engagement in Assurance
          CBC Global Indonesia (“CBC Global Indonesia”, “us” or “we”) were commissioned by
          PT. Bank Tabungan Negara Tbk. (“bank BTN”) with the objective to provide assurance
          of bank BTN’s 2024 Sustainability Report (the “Report”) in relation with accordance to
          GRI Sustainability Reporting Standards (GRI Universal Standards and GRI-G4 FS),
          POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, SUSBA, TCFD,
          and the adherence to AA1000 Accountability Principles (2018) with assurance over
          the Subject Matter presented in the Report, for the reporting year ended 31st
          December 2024. This statement is intended to be used by stakeholders &
          management of bank BTN.

          The scope and limitation of our work is restricted to the following areas:
          1. Subject Matters
             - Climate Change and Ecosystems (Including GHG Emission)
             - Natural Resource Use & Environmental Management
             - Employment (Education and HSE)
             - Human Rights (Diversity, Equity, dan Inclusion)
             - Community Development
             - Information Security
             - Governance
             - Sustainable Products and Services
             - Business Ethics and Code of Conduct
             - Sustainable Procurement

          2. AA1000 Principles (2018)
             Our assurance engagement was planned and performed to meet the
             requirements of a Type 2 “moderate level” of assurance as defined by AA1000
             Assurance Standard (AA1000AS) v3 to evaluate the nature and extent of bank
             BTN’s adherence to all four AA1000 AccountAbility Principles (2018): Inclusivity,
             Materiality, Responsiveness and Impact, where sufficient evidence has been
             obtained to support our statement such that the risk of our conclusion being in
             error is reduced, but not reduced to very low, but not zero.




      




302   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 200
                                                                  Integritas Tata Kelola
   Pengembangan dan                  Pelayanan Prima untuk            Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat               Kepuasan Nasabah




    




        We have not performed any work, and do not express any conclusions, on any
        other information outside of the Subject Matter that may be published in the Report
        or on bank BTN’s website for the current reporting period or for previous periods and
        assumed that the financial data and figures provided by bank BTN has been audited
        by independent parties therefore, presentation of financial data and figures in the
        report NOT within the scope of assurance.

        Responsibilities of the Management of bank BTN
        The Management of bank BTN is responsible for the preparation of the Subject Matter
        in accordance with the Reporting Criteria. The responsibility includes designing,
        implementing and maintaining internal control relevant to the preparation of Subject
        Matter information that is free from material misstatement, whether due to fraud or
        error.

        Responsibilities, Competencies and Independency of CBC Global Indonesia
        Our responsibility is to plan and perform our work to obtain assurance over whether
        the Subject Matter information has been prepared in accordance with the GRI
        Universal Standard, GRI-G4 FS, POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK
        No.16/SEOJK.04/2021, SASB, SUSBA, TCFD and to report to bank BTN in the form
        of an independent assurance conclusion, based on the work performed and the review
        progress. We must also express a conclusion over whether the Report adheres to the
        AA1000 Principles (2018) and comment on the nature and extent of each Principle
        individually. All this engagement was carried out by an independent team of
        sustainability assurance professionals whose already obtained the Certified
        Sustainability Report Assurer (CSRA) and any relevant certifications.

        CBC Global Indonesia is bounded by rules of conduct and professional practice
        relating to independence and quality overseen by AccountAbility (www.
        accountability.org/standards/licensing/ AA1000 as licensed-providers) and has
        established policies and procedures that are designed to ensure that our team maintain
        independence and integrity. We had no financial interest in the operation of bank BTN
        other than for the assessment and assurance of this report. We don’t accept or assume
        responsibility (legal or otherwise) or accept liability for or in connection with any other
        purpose for which it may be used, or to any person by whom the independent
        assurance opinion statement may be read.




    




                                    Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk   303
Page 201
                                                                 Manajemen Lingkungan      Dukungan Pengembangan
             Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                     Berkelanjutan         dan Kesejahteraan Pegawai




      




          Methodology
          We conduct the following assurance procedures and activities:

             •   Pre-engagement to ensure the independence and impartiality of the assurance
                 team.
             •   Kick-off meeting and initial analysis of the report draft.
             •   Review, assess and evidence the reliability and quality of sustainability
                 performance and disclosed information as specified in the Report content for the
                 reporting period of 1st of January up to 31st of December 2024.
             •   Evaluate the adherence of report content, disclosure and presentation against
                 the criteria of standard, principles, and indicators using references from
                 AA1000AS v3, AA1000AP (2018) (AccountAbility Principles), GRI Universal
                 Standards and GRI G4 Financial Services Sector Disclosure (GRI-G4 FS),
                 POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, and
                 TCFD. Adopt IPCC Guidelines for calculation methodology of energy used and
                 emission.
             •   Conduct in-depth interview on compliance, governance, risk management,
                 business continuity management topics with the representatives of the relevant
                 functions/divisions of the bank BTN concerning sustainability strategy and
                 policies for material issues and the implementation of these across the bank
                 BTN’s business.
             •   Obtain an understanding of internal control relevant to the engagement in order
                 to design procedures that are appropriate in the sustainability program and
                 strategy.
             •   Obtained an understanding of how the identified sustainability information is
                 gathered, collated and aggregated internally and enquiries of management of
                 bank BTN to gain an understanding of the processes for determining material
                 issues for key stakeholder groups, internally and externally.
             •   Performed limited substantive testing, on a sample basis, of the sustainability
                 information identified, to verify the assumptions, estimations and computations
                 bank BTN made and to check that data had been appropriately measured,
                 recorded, collated and reported.
             •   Compare the subject matter presented in the report to corresponding information
                 in the relevant underlying sources on a sample basis.
             •   Evaluate the subject matter presented in the report to determine whether they
                 are in line with our overall knowledge of, and experience with, the sustainability
                 performance of the group.
             •   Discuss and analysis data and reports with management of bank BTN and data
                 contributor to determine whether there are any material misstatement of fact or
                 material inconsistencies based on our understanding obtained as part of our
                 assurance engagement.




      




304   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 202
                                                                  Integritas Tata Kelola
   Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk             Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah




     




         Finding and Conclusions
         From the assurance program and the evidence, we have obtained, a detailed review
         against the AA1000 AccountAbility Principles of Inclusivity, Materiality,
         Responsiveness and Impact, the GRI Universal Standards, GRI-G4 FS, POJK
         No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, and TCFD is set out
         below:

         INCLUSIVITY
         An assessment was made to investigate the engagement of all key stakeholders
         within the bank BTN. The presentation of stakeholder’s inclusivity in the report is fairly
         identified and covers all bank BTN’s inclusivity material issues. The stakeholder’s
         engagement has been held through communication based on various methods and
         approaches with the contributions of all key stakeholders includes their internal and
         external stakeholders to develop an accountable and strategic sustainability topic.

         MATERIALITY
         An assessment was made to investigate the material information disclosed by the bank
         BTN. The report fairly covers the bank BTN’s material issues by using materiality matrix
         and boundary mapping through the stakeholder’s inclusivity process. The materiality
         topics shows in the report provide a fair and sufficient information and aligned with risk
         management within the company which enables its stakeholders to make a
         professional judgment about bank BTN’s performance and management.

         RESPONSIVENESS
         An assessment was made to investigate the transparency act of the bank BTN on
         material sustainability topics and their related impacts. The report covers bank BTN’s
         responsiveness issues. All the information related to the responses from management
         to its stakeholder’s inputs and complaints have been included in the report and any
         others company’s mechanisms transparently and appropriateness the responses to a
         strategic stakeholder engagement management. Besides, the engagement with the
         Indonesia Sustainable Finance (IKBI) indicated the bank BTN’s commitment towards
         sustainability issues.

         IMPACT
         The Report content discloses data and information indicating the impacts of the bank
         BTN’s decisions, activities, and services on the economy, environment, and society.
         An assessment was made to investigate the practice of the bank BTN to monitor,
         measure and be accountable for how their actions affect their broader ecosystems. In
         overall, disclosures of impacts in the Report content are rather balance and adequate
         with both metric and qualitative information. However, the Company still needs to
         integrate comprehensively the identified impacts into key management processes to
         conduct an impact assessment on the other stakeholders, including its organizational
         strategy, governance, goals, objectives, and operations.




     




                                    Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk   305
Page 203
                                                                 Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
             Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                     Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




      




          GRI STANDARDS PRINCIPLES
          The Report has prepared in accordance with GRI Universal Standards and GRI-G4 FS,
          where all disclosure of each material topic is presented in the Report. The disclosures
          of management approach for each material topic in general is fairly disclosed. The
          Management of bank BTN has applied the principles for defining the report’s quality
          (balance, comparability, accuracy, timeliness, clarity, and reliability) and the principles
          for defining the report’s content (stakeholder inclusiveness, sustainability context,
          materiality, and completeness) and supporting documents were adequately presented
          during the assurance program.

          Adherence to POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB,
          SUSBA and TCFD
          The report has followed or complied to all POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK
          No.16/SEOJK.04/2021, SASB, SUSBA, and TCFD reporting guidelines. In terms of the
          adherence against the regulations, bank BTN has developed and simplified more
          policies and initiatives on social and environment concerns. The bank BTN is advised
          to improve their risk and impact analysis on sustainability and also improve the
          assessment on high-risk lending sectors with negative impacts towards social and
          environment issues. In addition, the bank BTN should also update its sustainability
          reporting data collection system more comprehensively, integrated, and reliable.

          Opinion Statement
          Our professional and certified team of sustainability report assurer has assured this
          report in accordance with the AA1000AP (2018), AA1000AS v3 and GRI Standards.
          From the review progress, we conclude that the bank BTN’s Sustainability Report 2024
          provides a fair view of the all the bank BTN’s programs and performances during 2024.
          The extent to which the GRI Standards has been applied in the Report and conclude
          this report has been prepared in accordance with GRI Universal Standards.

          We believe that the evidence we have obtained is sufficient and appropriate to provide
          a basis for our conclusion. We conclude that the data in 2024 for all material topics
          performance indicators are fairly represented and there is nothing has come to our
          attention that would lead us to believe that the subject matter in the Report for the year
          ended 31 December 2024, in all material respects, is not prepared in accordance with
          the applicable criteria.




      




306   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 204
                                                                Integritas Tata Kelola
   Pengembangan dan               Pelayanan Prima untuk             Keberlanjutan
Pemberdayaan Masyarakat            Kepuasan Nasabah




    




        Conclusion & Recommendations
        Bank BTN needs to evaluate and ensure that credit disbursements made through third
        parties align with BTN's sustainability commitments and sustainable finance
        regulations.


        For and on behalf of:
        Jakarta, February 20th, 2025




        Dr. Ari Purwanti, Ak. CA. CSRA CPMA., CRMP., CERA., CIBA
        Operational Manager




        PT. CBC Global Indonesia
        PT CBC Global Indonesia
        The Icon Horizon Broadway Blok M.5 No.3 BSD City, Tangerang, Indonesia 15345
        Tel: (62)(21) 87780058
        Email: services@cbcglobalindonesia.com



    




                                  Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk   307
Page 205
                                                                                    Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                   Profil BTN
                                                                                        Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




Indeks Standar Laporan
Indeks Isi Standar GRI

Pernyataan Penggunaan                                     PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah melaporkan sesuai
                                                          dengan GRI Standar untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2024


GRI 1 yang Digunakan                                      GRI 1: Landasan 2021


Standar Sektor GRI yang Berlaku                           GRI G4 Jasa Keuangan



                                                                                          Tidak Mencantumkan
                                                                                                                               No. Ref.
      Standar GRI                  Pengungkapan                   Halaman         Persyaratan                                  Standar
                                                                                     Tidak       Alasan    Penjelasan         Sektor GRI
                                                                                 Mencantumkan

 Pengungkapan Umum

 GRI 2:                    2-1     Nama Perusahaan                  56, 68
 Pengungkapan
 Umum 2021                 2-2     Entitas yang termasuk                48
                                   dalam laporan
                                   keuangan dikonsolidasi

                           2-3     Periode pelaporan, siklus        48, 327
                                   laporan, titik kontak
                                   untuk pertanyaan
                                   mengenai laporan

                           2-4     Penyajian kembali                    48
                                   informasi

                           2-5     Assurance oleh pihak                 51
                                   eksternal

                           2-6     Aktivitas, rantai nilai, dan   56, 57, 66,
                                   hubungan bisnis lainnya        68, 70, 73

                           2-7     Informasi pekerja                110-114

                           2-8     Pekerja yang bukan               110-114
                                   karyawan

                           2-9     Struktur tata kelola            20, 108,
                                                                   226, 231

                           2-10    Menominasikan dan               226, 242
                                   memilih badan tata
                                   kelola tertinggi

                           2-11    Pejabat badan tata              226-227
                                   kelola tertinggi

                           2-12    Peran badan tata               17, 226, 231
                                   kelola tertinggi dalam
                                   mengawasi pengelolaan
                                   dampak




308                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 206
           Pengembangan dan               Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
        Pemberdayaan Masyarakat            Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




                                                                           Tidak Mencantumkan
                                                                                                                No. Ref.
Standar GRI             Pengungkapan               Halaman          Persyaratan                                 Standar
                                                                       Tidak         Alasan       Penjelasan   Sektor GRI
                                                                   Mencantumkan

                 2-13   Pendelegasian              17, 226, 231
                        tanggung jawab untuk
                        mengelola dampak

                 2-14   Peran badan tata            14, 15, 51
                        kelola tertinggi dalam
                        pelaporan keberlanjutan

                 2-15   Konflik kepentingan         282, 284,
                                                      286

                 2-16   Mengkomunikasikan           271, 274,
                        hal-hal kritis              278, 295

                 2-17   Pengetahuan kolektif           125
                        badan tata kelola
                        tertinggi

                 2-18   Evaluasi kinerja badan      226, 230,
                        tata kelola tertinggi         247

                 2-19   Kebijakan remunerasi        243, 244

                 2-20   Proses untuk                   243
                        menentukan remunerasi

                 2-21   Rasio kompensasi total         245
                        tahunan

                 2-22   Pernyataan tentang             11, 12
                        strategi pembangunan
                        berkelanjutan

                 2-23   Komitmen kebijakan           11, 12, 48,
                                                   58, 59, 108,
                                                    248, 277-
                                                    279, 287

                 2-24   Menanamkan komitmen         11, 12, 277
                        kebijakan

                 2-25   Proses untuk                   290
                        memulihkan dampak
                        negatif

                 2-26   Mekanisme untuk                294
                        mendapatkan saran dan
                        meningkatkan isu

                 2-27   Kepatuhan terhadap           102, 149
                        hukum dan peraturan

                 2-28   Keanggotaan asosiasi            73

                 2-29   Pendekatan keterlibatan         20
                        pemangku kepentingan

                 2-30   Perjanjian perundingan         137
                        kolektif




                                          Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk          309
Page 207
                                                                                  Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                   Profil BTN
                                                                                      Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




                                                                                         Tidak Mencantumkan
                                                                                                                              No. Ref.
      Standar GRI                  Pengungkapan                   Halaman       Persyaratan                                   Standar
                                                                                   Tidak        Alasan    Penjelasan         Sektor GRI
                                                                               Mencantumkan

Topik Material

GRI 3: Topik Material      3-1     Proses untuk                     22, 24
2021                               menentukan topik
                                   material

                           3-2     Daftar topik material            22, 24

Kinerja Ekonomi

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap                 76
2021                               topik material

GRI 201: Kinerja          201-1    Nilai ekonomi langsung           76, 77
Ekonomi 2016                       yang dihasilkan dan
                                   didistribusikan

                          201-2    Implikasi finansial serta        77, 261
                                   risiko dan peluang lain
                                   akibat dari perubahan
                                   iklim

                          201-3    Kewajiban program                    144
                                   pensiun manfaat pasti
                                   dan program pensiun
                                   lainnya

                          201-4    Bantuan finansial yang               77
                                   diterima dari pemerintah

Keberadaan Pasar

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap             117, 137
2021                               topik material

GRI 202:                  202-1    Rasio standar upah                   138
Keberadaan Pasar                   karyawan entry-level
2016                               berdasarkan jenis
                                   kelamin terhadap upah
                                   minimum regional

                          202-2    Proporsi manajemen                   117
                                   senior yang berasal dari
                                   masyarakat lokal

Dampak Ekonomi Tidak Langsung

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap                 153
2021                               topik material

GRI 203: Dampak           203-1    Investasi infrastruktur              153
Ekonomi Tidak                      dan dukungan layanan
Langsung 2016
                          203-2    Dampak ekonomi tidak                 153
                                   langsung yang signifikan

Praktik Pengadaan

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap                 70
2021                               topik material

GRI 204: Praktik          204-1    Proporsi pengeluaran                 70
Pengadaan 2016                     untuk pemasok lokal




310                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 208
                      Pengembangan dan                   Pelayanan Prima untuk        Integritas Tata Kelola
                   Pemberdayaan Masyarakat                Kepuasan Nasabah                Keberlanjutan




                                                                                      Tidak Mencantumkan
                                                                                                                             No. Ref.
    Standar GRI                  Pengungkapan                  Halaman       Persyaratan                                     Standar
                                                                                Tidak          Alasan          Penjelasan   Sektor GRI
                                                                            Mencantumkan

Antikorupsi

GRI 3: Topik Material     3-3    Pengelolaan terhadap             282
2021                             topik material

GRI 205: Antikorupsi     205-1   Operasi-operasi yang             291
2016                             dinilai memiliki risiko
                                 terkait korupsi

                         205-2   Komunikasi dan                 282, 294
                                 pelatihan tentang
                                 kebijakan dan prosedur
                                 antikorupsi

                         205-3   Insiden korupsi yang             293
                                 terbukti dan tindakan
                                 yang diambil

Material

GRI 3: Topik Material     3-3    Pengelolaan terhadap             99
2021                             topik material

GRI 301: Material        301-1   Material yang digunakan          99
2016                             berdasarkan berat atau
                                 volume

                         301-2   Material input dari daur         99
                                 ulang yang digunakan

                         301-3   Produk reclaimed dan             99
                                 material kemasannya

Energi

GRI 3: Topik Material     3-3    Pengelolaan terhadap            85, 86
2021                             topik material

GRI 302: Energi 2016     302-1   Konsumsi energi dalam            86
                                 organisasi

                         302-2   Konsumsi energi di luar          86
                                 organisasi

                         302-3   Intensitas energi                86

                         302-4   Pengurangan konsumsi             87
                                 energi

                         302-5   Pengurangan pada                 87
                                 energi yang dibutuhkan
                                 untuk produk dan jasa

Air dan Efluen

GRI 3: Topik Material     3-3    Pengelolaan terhadap             95
2021                             topik material

GRI 303: Air dan         303-1   Interaksi dengan air             95
Efluen 2018                      sebagai sumber daya
                                 bersama




                                                       Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                311
Page 209
                                                                                    Manajemen Lingkungan       Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                     Profil BTN
                                                                                        Berkelanjutan          dan Kesejahteraan Pegawai




                                                                                          Tidak Mencantumkan
                                                                                                                               No. Ref.
      Standar GRI                  Pengungkapan                     Halaman       Persyaratan                                  Standar
                                                                                     Tidak       Alasan    Penjelasan         Sektor GRI
                                                                                 Mencantumkan

                          303-2    Manajemen dampak                       99
                                   yang berkaitan dengan
                                   pembuangan air

                          303-3    Pengambilan air                        95

                          303-4    Pembuangan air                         99

                          303-5    Konsumsi air                           95

Emisi

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap               88, 89
2021                               topik material

GRI 305: Emisi 2016       305-1    Emisi GRK (Cakupan 1)              89, 94
                                   langsung

                          305-2    Emisi energi GRK                   89, 94
                                   (Cakupan 2) tidak
                                   langsung

                          305-3    Emisi GRK (Cakupan 3)            89, 90, 94
                                   tidak langsung lainnya

                          305-4    Intensitas emisi GRK                   90

                          305-5    Pengurangan emisi GRK                  94

                          305-6    Emisi zat perusak ozon                 94
                                   (ODS)

                          305-7    Nitrogen oksida (NOX),                 94
                                   sulfur oksida (SOX), dan
                                   emisi udara signifikan
                                   lainnya

Limbah

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap             96, 98, 99
2021                               topik material

GRI 306: Limbah           306-1    Timbulan limbah dan                96, 98
2020                               dampak signifikan
                                   terkait limbah

                          306-2    Pengelolaan dampak               96, 98, 99
                                   yang signifikan terkait
                                   limbah

                          306-3    Timbulan limbah                        96

                          306-4    Limbah yang dialihkan                  96
                                   dari pembuangan akhir

                          306-5    Limbah yang dikirimkan                 96
                                   ke pembuangan akhir




312                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 210
                Pengembangan dan                    Pelayanan Prima untuk         Integritas Tata Kelola
             Pemberdayaan Masyarakat                 Kepuasan Nasabah                 Keberlanjutan




                                                                                    Tidak Mencantumkan
                                                                                                                         No. Ref.
    Standar GRI                 Pengungkapan                Halaman          Persyaratan                                 Standar
                                                                                Tidak         Alasan       Penjelasan   Sektor GRI
                                                                            Mencantumkan

Kepatuhan Lingkungan

GRI 3: Topik Material    3-3    Pengelolaan terhadap           102
2021                            topik material

GRI 307: Kepatuhan      307-1   Ketidakpatuhan                 102
Lingkungan 2016                 terhadap undang-
                                undang dan peraturan
                                tentang lingkungan
                                hidup

Kepegawaian

GRI 3: Topik Material    3-3    Pengelolaan terhadap            117
2021                            topik material

GRI 401:                401-1   Perekrutan karyawan           117-119
Kepegawaian 2016                baru dan pergantian
                                karyawan

                        401-2   Tunjangan yang                 139
                                diberikan kepada
                                karyawan purnawaktu
                                yang tidak diberikan
                                kepada karyawan
                                sementara atau paruh
                                waktu

                        401-3   Cuti melahirkan                143

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

GRI 3: Topik Material    3-3    Pengelolaan terhadap           146
2021                            topik material

GRI 403:                403-1   Sistem manajemen               146
Keselamatan dan                 keselamatan dan
Kesehatan Kerja                 kesehatan kerja
2018
                        403-2   Identifikasi bahaya,         147-148
                                penilaian risiko, dan
                                investigasi insiden

                        403-3   Layanan kesehatan kerja        146

                        403-4   Partisipasi, konsultasi,       147
                                dan komunikasi pekerja
                                tentang kesehatan dan
                                keselamatan kerja

                        403-5   Pelatihan bagi pekerja       146-147
                                mengenai keselamatan
                                dan kesehatan kerja

                        403-6   Peningkatan kualitas           146
                                kesehatan pekerja




                                                   Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk          313
Page 211
                                                                                  Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                   Profil BTN
                                                                                      Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




                                                                                         Tidak Mencantumkan
                                                                                                                              No. Ref.
      Standar GRI                  Pengungkapan                   Halaman       Persyaratan                                   Standar
                                                                                   Tidak        Alasan    Penjelasan         Sektor GRI
                                                                               Mencantumkan

                          403-7    Pencegahan dan                       147
                                   mitigasi dampak dari
                                   keselamatan dan
                                   kesehatan kerja yang
                                   secara langsung terkait
                                   hubungan bisnis

                          403-8    Pekerja yang tercakup                147
                                   dalam sistem
                                   manajemen kesehatan
                                   dan keselamatan kerja

                          403-9    Kecelakaan kerja                     148

                          403-     Penyakit akibat kerja                148
                           10

Pendidikan dan Pelatihan

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap                 122
2021                               topik material

GRI 404: Pendidikan       404-1    Rata-rata jam pelatihan              131
dan Pelatihan 2016                 per tahun per pegawai

                          404-2    Program untuk                   125, 132,
                                   meningkatkan                      143
                                   keterampilan karyawan
                                   dan program bantuan
                                   peralihan

                          404-3    Persentase karyawan                  136
                                   yang menerima tinjauan
                                   rutin terhadap kinerja
                                   dan pengembangan
                                   karier

Keanekaragaman dan Kesempatan Kerja

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap            108, 114,
2021                               topik material                  116, 137

GRI: 405:                 405-1    Keanekaragaman                  108-110,
Keanekaragaman                     badan tata kelola dan            114, 116
dan Kesempatan                     karyawan
Kerja
                          405-2    Rasio gaji pokok dan                 137
                                   remunerasi perempuan
                                   dibandingkan laki-laki

Non Diskriminasi

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap             114, 116
2021                               topik material

GRI 406: Non              406-1    Insiden diskriminasi dan         114, 116
Diskriminasi 2016                  tindakan perbaikan yang
                                   dilakukan




314                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 212
                  Pengembangan dan                    Pelayanan Prima untuk         Integritas Tata Kelola
               Pemberdayaan Masyarakat                 Kepuasan Nasabah                 Keberlanjutan




                                                                                    Tidak Mencantumkan
                                                                                                                           No. Ref.
    Standar GRI                 Pengungkapan                Halaman          Persyaratan                                   Standar
                                                                                Tidak         Alasan         Penjelasan   Sektor GRI
                                                                            Mencantumkan

Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif

GRI 3: Topik Material   3-3     Pengelolaan terhadap            148
2021                            topik material

GRI 407: Kebebasan      407-1   Operasi dan pemasok             148
Berserikat dan                  di mana hak atas
Perundingan                     kebebasan berserikat
Kolektif                        dan perundingan kolektif
                                mungkin berisiko

Pekerja Anak

GRI 3: Topik Material   3-3     Pengelolaan terhadap          114, 116
2021                            topik material

GRI 408: Pekerja        408-1   Operasi dan pemasok           114, 116
Anak 2016                       yang berisiko signifikan
                                terhadap insiden pekerja
                                anak

Kerja Paksa atau Wajib Kerja

GRI 3: Topik Material   3-3     Pengelolaan terhadap          114, 116
2021                            topik material

GRI 409: Kerja          409-1   Operasi dan pemasok         114, 116, 137
Paksa atau Wajib                yang berisiko signifikan
Kerja                           terhadap insiden kerja
                                paksa atau wajib kerja

Masyarakat Lokal

GRI 3: Topik Material   3-3     Pengelolaan terhadap            153
2021                            topik material

GRI 413: Masyarakat     413-1   Operasi dengan                153, 159
Lokal                           keterlibatan masyarakat
                                lokal, penilaian
                                dampak, dan program
                                pengembangan

                        413-2   Operasi yang secara             218
                                aktual dan yang
                                berpotensi memiliki
                                dampak negatif
                                signifikan terhadap
                                masyarakat lokal

Pemasaran dan Pelabelan

GRI 3: Topik Material   3-3     Pengelolaan terhadap            222
2021                            topik material

GRI 417: Pemasaran      417-1   Persyaratan untuk               222
dan Pelabelan                   pelabelan dan informasi
                                produk dan jasa

                        417-2   Insiden ketidakpatuhan          222
                                terkait informasi dan
                                pelabelan produk dan
                                jasa




                                                     Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk            315
Page 213
                                                                                 Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                         Tentang Laporan                Profil BTN
                                                                                     Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




                                                                                         Tidak Mencantumkan
                                                                                                                              No. Ref.
      Standar GRI                  Pengungkapan                Halaman         Persyaratan                                    Standar
                                                                                  Tidak         Alasan    Penjelasan         Sektor GRI
                                                                              Mencantumkan

                          417-3    Insiden ketidakpatuhan            222
                                   terkait komunikasi
                                   pemasaran

Privasi Pelanggan

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap              205
2021                               topik material

GRI 418: Privasi          418-1    Pengaduan yang               209-210,
Pelanggan 2016                     berdasar mengenai              216
                                   pelanggaran terhadap
                                   privasi pelanggan
                                   dan hilangnya data
                                   pelanggan

Kepatuhan Sosial Ekonomi

GRI 3: Topik Material      3-3     Pengelolaan terhadap              149
2021                               topik material

GRI 419: Kepatuhan        419-1    Ketidakpatuhan                    149
Sosial Ekonomi 2016                terhadap undang-
                                   undang dan peraturan
                                   di bidang sosial dan
                                   ekonomi

Pengungkapan Sektor

GRI G4 Jasa                FS1     Kebijakan dengan                  290
Keuangan                           komponen lingkungan
                                   dan sosial tertentu

                           FS2     Prosedur untuk menilai       230, 290
                                   dan menyaring
                                   lingkungan dan risiko
                                   sosial di lini bisnis

                           FS3     Proses untuk memantau             290
                                   implementasi dan
                                   kepatuhan klien
                                   terhadap persyaratan
                                   lingkungan dan sosial

                           FS4     Proses untuk                 125, 202
                                   meningkatkan
                                   kompetensi staf untuk
                                   menerapkan kebijakan
                                   dan prosedur lingkungan
                                   dan sosial sebagaimana
                                   diterapkan pada lini
                                   bisnis

                           FS5     Interaksi dengan klien/     71, 181, 290
                                   investasi/mitra bisnis
                                   mengenai risiko dan
                                   peluang lingkungan dan
                                   sosial




316                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 214
             Pengembangan dan                   Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
          Pemberdayaan Masyarakat                Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




                                                                               Tidak Mencantumkan
                                                                                                                      No. Ref.
Standar GRI             Pengungkapan                   Halaman       Persyaratan                                      Standar
                                                                        Tidak           Alasan          Penjelasan   Sektor GRI
                                                                    Mencantumkan

                 FS6    Persentase portofolio           160, 163,
                        untuk bidang usaha              165, 166
                        berdasarkan daerah,
                        ukuran dan sektor

                 FS7    Nilai moneter produk            163, 165,
                        dan layanan yang                  166
                        dirancang untuk
                        memberikan manfaat
                        sosial tertentu untuk
                        setiap lini bisnis yang
                        dipecah berdasarkan
                        tujuan

                 FS8    Nilai moneter produk              165
                        dan layanan yang
                        dirancang untuk
                        memberikan manfaat
                        lingkungan tertentu
                        untuk setiap lini
                        bisnis yang dipecah
                        berdasarkan tujuan

                 FS9    Cakupan dan frekuensi             290
                        audit untuk menilai
                        implementasi kebijakan
                        lingkungan dan sosial
                        serta prosedur penilaian
                        risiko

                 FS10   Persentase dan jumlah           181, 261
                        perusahaan yang
                        dipegang dalam
                        portofolio institusi
                        tempat organisasi
                        pelaporan berinteraksi
                        dalam isu lingkungan
                        atau sosial

                 FS11   Persentase aset yang              261
                        tunduk pada lingkungan
                        positif dan negatif dari
                        masalah sosial

                 FS14   Inisiatif untuk                   202
                        meningkatkan akses
                        ke layanan keuangan
                        bagi orang orang yang
                        kurang beruntung

                 FS15   Kebijakan untuk desain            222
                        dan penjualan produk
                        dan layanan keuangan
                        yang adil

                 FS16   Inisiatif untuk                 168-173
                        meningkatkan literasi
                        keuangan berdasarkan
                        jenis atau penerima
                        manfaat




                                                Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk            317
Page 215
                                                                        Manajemen Lingkungan    Dukungan Pengembangan
                   Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                            Berkelanjutan       dan Kesejahteraan Pegawai




Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) [OJK G.4]
 Referensi SEOJK                                      Pengungkapan                                       Halaman

Surat Edaran        A.1       Penjelasan Strategi Keberlanjutan                                               16
No.16/ SEOJK.04/
                    B.1       Aspek Ekonomi                                                            6, 7, 70, 76, 77,
2021
                                                                                                           99, 187

                    B.2       Aspek Lingkungan Hidup                                                          7

                    B.3       Aspek Sosial                                                                  8, 17

                    C.1       Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                                            58

                    C.2       Alamat Perusahaan                                                              56

                    C.3       Skala Usaha                                                              56, 57, 68, 108,
                                                                                                           110-114

                    C.4       Produk, Layanan, dan Kegisatan Usaha yang dijalankan                         56, 66

                    C.5       Keanggotaan pada Asosiasi                                                       73

                    C.6       Perubahan emiten dan perusahaan publik yang bersifat signifikan                 73

                    D.1       Penjelasan Direksi                                                              31

                    E.1       Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan                             17, 31

                    E.2       Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan                         125

                    E.3       Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan                         248

                    E.4       Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan                                           20

                    E.5       Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan                          17

                    F.1       Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan                                  16, 98, 100, 102

                    F.2       Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target                   75
                              Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi

                    F.3       Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan,                 153
                              atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan
                              dengan Keuangan Berkelanjutan

                    F.4       Biaya Lingkungan Hidup                                                         99

                    F.5       Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                      99

                    F.6       Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan                                    86

                    F.7       Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi                    85
                              Terbarukan

                    F.8       Penggunaan Air                                                                 95

                    F.9       Dampak dari wilayah operasional yang dekat atau berada di daerah               102
                              konservasi atau memiliki keanekaragaman hayati

                    F.10      Usaha konservasi keanekaragaman hayati                                      102, 290

                    F.11      Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya               89

                    F.12      Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan                          94

                    F.13      Jumlah limbah dan efluen yang dihasilkan berdasarkan jenis                     96

                    F.14      Mekanisme pengelolaan limbah dan efluen                                        96

                    F.15      Tumpahan yang terjadi                                                          100




318          PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 216
           Pengembangan dan                 Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
        Pemberdayaan Masyarakat              Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




 Referensi SEOJK                                     Pengungkapan                                               Halaman

                     F.16      Jumlah dan materi pengaduan lingkungan hidup yang diterima dan                       102
                               diselesaikan

                     F.17      Komitmen untuk memberikan layanan atas produk dan/ atau jasa                         222
                               yang setara kepada konsumen

                     F.18      Kesetaraan Kesempatan Bekerja                                                        108

                     F.19      Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa                                         114, 116, 137

                     F.20      Upah Minimum Regional                                                                138

                     F.21      Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman                                               146

                     F.22      Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pekerja                                         125

                     F.23      Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar                                           153

                     F.24      Pengaduan Masyarakat                                                                 218

                     F.25      Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)                                     153

                     F.26      Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan                          194

                     F.27      Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan                      209, 222

                     F.28      Dampak Produk/Jasa                                                                   222

                     F.29      Jumlah Produk yang Ditarik Kembali                                                   222

                     F.30      Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa                              222
                               Keuangan Berkelanjutan

                     G.1       Verifikasi tertulis dari pihak independen                                             51

                     G.2       Lembar Umpan Balik                                                          14, 15, 51, 52, 326

                     G.3       Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun                          51, 52
                               Sebelumnya

                     G.4       Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan                          318
                               Nomor 51/POJK.03/2017




Referensi Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
     Kode                                                Keterangan                                                Halaman

Keamanan Data

FN-CB-230a.1       (1) Jumlah pelanggaran data                                                                         210

                   (2) Persentase informasi identifikasi pribadi

                   (3) Jumlah rekening yang terpengaruh

FN-CB-230a.2       Pendekatan untuk menangani risiko keamanan data                                                  209, 210

Keuangan

FN-CB-240a.1       Jumlah pinjaman yang memenuhi syarat untuk program promosi usaha kecil dan                          161
                   pengembangan masyarakat

FN-CB-240a.2       Jumlah pinjaman jatuh tempo dan non-akrual yang memenuhi syarat untuk                               160
                   mempromosikan usaha kecil dan pengembangan masyarakat




                                           Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                   319
Page 217
                                                                              Manajemen Lingkungan   Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                                  Berkelanjutan      dan Kesejahteraan Pegawai




          Kode                                                   Keterangan                                     Halaman

FN-CB-240a.3          Jumlah rekening yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau yang                       290
                      menghadapi keterbatasan akses

FN-CB-240a.4          Jumlah peserta literasi keuangan                                                             169

Inkorporasi

FN-CB-410a.1          Komersial dan pembukaan kredit berdasarkan industri                                      160, 161, 163,
                                                                                                                    165

FN-CB-410a.2          Pendekatan untuk memasukkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) dalam           290
                      analisis kredit

Bisnis

FN-CB-510a.1          Jumlah kerugian akibat proses hukum terkait penipuan, perdagangan orang dalam,             149, 293
                      anti-trust, perilaku anti-persaingan, manipulasi pasar, malpraktek, atau undang
                      undang industri keuangan terkait lainnya

FN-CB-510a.2          Kebijakan dan prosedur whistleblowing                                                        295




Referensi Task Force on Climate Related Financial Disclosure (TCFD)
  Kode                                                Pengungkapan                                              Halaman

Governance

      a      Menggambarkan pengawasan dewan dari risiko terkait iklim dan peluang                                   17

      b      Menggambarkan peran manajemen dalam menilai dan mengelola risiko dan peluang terkait                  261
             iklim

Strategi

      a      Menjelaskan risiko terkait iklim dan peluang organisasi telah mengidentifikasi lebih pendek,          261
             menengah, dan jangka panjang

      b      Menjelaskan dampak risiko dan peluang terkait iklim pada bisnis, strategi, dan perencanaan            261
             keuangan organisasi

Risk Management

      a      Menggambarkan proses organisasi untuk mengidentifikasi dan menilai risiko yang berkaitan              261
             dengan iklim

      b      Menggambarkan proses organisasi untuk mengelola risiko yang terkait dengan iklim                    73, 261

      c      Menggambarkan proses untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko terkait iklim              261
             diintegrasikan ke manajemen risiko organisasi secara keseluruhan

Metrics and Targets

      a      Mengungkapkan metrik yang digunakan oleh organisasi untuk menilai risiko terkait iklim dan           90, 94
             peluang sejalan dengan proses manajemen strategi dan risiko

      b      Mengungkapkan Lingkup 1, Ruang Lingkup 2, dan, jika sesuai, Ruang Lingkup 3 gas rumah kaca             89
             (GRK), dan risiko terkait.

      c      Menggambarkan target yang digunakan oleh organisasi untuk mengelola risiko terkait iklim               94
             dan peluang dan kinerja terhadap target.




320              PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 218
            Pengembangan dan          Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
         Pemberdayaan Masyarakat       Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




Tabel Indeks Rating MSCI				
No         Pilar          Indikator       Sub Indikator                      Keterangan                     Halaman

 1    Environment     Financing       ESG Risk                 Scope of management system                     180-181
      Pillar          Environmental   Management               to assess ESG risks in financing
                      Impact          Policies                 activities

 2    Environment     Financing       Environmental credit     Credit policy related to agriculture            182
      Pillar          Environmental   policy
                      Impact

 3    Environment     Financing       Environmental credit     Credit policy related to biodiversity         182, 186
      Pillar          Environmental   policy
                      Impact

 4    Environment     Financing       Environmental credit     Credit policy related to power                  183
      Pillar          Environmental   policy                   utilities
                      Impact

 5    Environment     Financing       Environmental credit     Credit policy related to mining               183, 184
      Pillar          Environmental   policy
                      Impact

 6    Environment     Financing       Environmental credit     Credit policy related to oil and gas            185
      Pillar          Environmental   policy
                      Impact

 7    Environment     Financing       ESG Risk                 Involvement of group credit risk in           180-186
      Pillar          Environmental   Management (ESRM)        ESG due diligence                             251-252
                      Impact          Integration

 8    Environment     Financing       ESG Risk                 ESG due diligence triggers and risk           180-186
      Pillar          Environmental   Management (ESRM)        escalation process clearly defined            251-252
                      Impact          Integration

 9    Environment     Financing       ESG Risk                 Conducts climate-related risk                 260-271
      Pillar          Environmental   Management (ESRM)        analysis
                      Impact          Oversight

10    Environment     Financing       ESG Risk                 Oversight of ESG risk management              249-250
      Pillar          Environmental   Management (ESRM)        in financing activities
                      Impact          Oversight

 11   Environment     Financing       ESG Risk                 Evidence of board-level                          88
      Pillar          Environmental   Management (ESRM)        engagement on climate-related
                      Impact          Oversight                risks

 12   Environment     Financing       ESG Risk                 Formal management systems                   180-186, 253-
      Pillar          Environmental   Management (ESRM)        to assess ESG risks in financing                 255
                      Impact          Systems                  activities

 13   Environment     Financing       Environmental            Sustainability-related financial                190
      Pillar          Environmental   Finance                  product development
                      Impact          Opportunities

14    Environment     Financing       Environmental            Involvement in green financing and            188-190
      Pillar          Environmental   Finance                  securities
                      Impact          Opportunities

15    Social Pillar   Consumer        Practices                Employee training on consumer                  210-211
                      Financial                                financial protection
                      Protection




                                      Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                321
Page 219
                                                                          Manajemen Lingkungan         Dukungan Pengembangan
                      Tentang Laporan             Profil BTN
                                                                              Berkelanjutan            dan Kesejahteraan Pegawai




 No        Pilar             Indikator           Sub Indikator                      Keterangan                   Halaman

 16   Social Pillar     Consumer             Practices                Debt collection policy                         217
                        Financial
                        Protection

 17   Social Pillar     Consumer             Practices                Oversight of financial product or              204
                        Financial                                     service reviews
                        Protection

 18   Social Pillar     Consumer             Practices                Fair advertising policy                        203
                        Financial
                        Protection

 19   Social Pillar     Consumer             Practices                Financial product complaint                 220-221
                        Financial                                     handling process
                        Protection

 20   Social Pillar     Consumer             Practices                Company offers loan modification               217
                        Financial                                     options
                        Protection

 21   Social Pillar     Consumer             Practices                Financial education initiatives and          168-173
                        Financial                                     stakeholder outreach
                        Protection

 22   Social Pillar     Consumer             Practices                Oversight of complaint resolution              220
                        Financial                                     process
                        Protection

 23   Social Pillar     Human Capital        Practices                Scope of support for degree                  128-129
                        Development                                   programs and certifications

 24   Social Pillar     Human Capital        Strategy                 Extent of human resource-related               145
                        Development                                   grievance reporting or escalation
                                                                      procedures

 25   Social Pillar     Human Capital        Strategy                 Employee satisfaction survey                   145
                        Development                                   frequency

 26   Social Pillar     Human Capital        Talent pipeline          Formal talent pipeline development         117-118, 122-
                        Development          development              strategy                                        124
                                             strategy

 27   Social Pillar     Human Capital        Talent pipeline          Graduate traineeship/                        133-136
                        Development          development              apprenticeship
                                             strategy                 program

 28   Social Pillar     Human Capital        Talent pipeline          Partners with educational institutions       122-124
                        Development          development              to develop or deliver joint training
                                             strategy                 programs for staff

 29   Social Pillar     Human Capital        Programs &               Employee equity programs                     139-140
                        Development          Initiatives

 30   Social Pillar     Human Capital        Programs &               Workforce eligible for non-pay               137-139
                        Development          Initiatives              benefits

 31   Social Pillar     Human Capital        Programs &               Variable performance-based                     139
                        Development          Initiatives              component to pay

 32   Social Pillar     Human Capital        Programs &               Regular performance appraisals                 136
                        Development          Initiatives              and feedback processes




322            PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 220
           Pengembangan dan              Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
        Pemberdayaan Masyarakat           Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




No        Pilar          Indikator           Sub Indikator                      Keterangan                    Halaman

33   Social Pillar   Human Capital       Programs &               Job-specific development training             129-130
                     Development         Initiatives              programs

34   Social Pillar   Human Capital       Programs &               Skills and knowledge development              133-136
                     Development         Initiatives              training

35   Social Pillar   Access to Finance   Products and             Extent of involvement in                      160-167
                                         Strategy                 microfinance/ microinsurance

36   Social Pillar   Access to Finance   Distribution and         Innovation in mobile/online                  194-202
                                         Outreach                 distribution channels for financial
                                                                  services

37   Social Pillar   Access to Finance   Distribution and         Points of reach of financial services        195-196
                                         Outreach

38   Social Pillar   Access to Finance   Distribution and         Innovation in other alternative                 194
                                         Outreach                 branchless distribution channels for
                                                                  financial services

39   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Scope of data protection policy                205
                     Security            Operations

40   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Rights provided to consumers                212-213, 215
                     Security            Operations               regarding the control of their data

41   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Measures to address data breaches            206-209
                     Security            Operations

42   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Frequency of audits of information           207, 216
                     Security            Operations               security system

43   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Responsibility for privacy and data             210
                     Security            Operations               security

44   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Evidence of access control and               207-208
                     Security            Operations               protection of personal or sensitive
                                                                  data

45   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Consent policy for use of consumer              221
                     Security            Operations               data for secondary purposes

46   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Collection, usage and retention of              216
                     Security            Operations               customer information

47   Social Pillar   Privacy & Data      Practices - Supply       Data protection programs covering               213
                     Security            Chain                    suppliers and business partners

48   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Scope of employee training on                 206, 211
                     Security            Employees                privacy and data security

49   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Scope of information security                   207
                     Security            Certification            management system certifications

50   Social Pillar   Privacy & Data      Practices -              Type of information security                 207, 215
                     Security            Certification            management system certification

51   Governance      Corporate           Board - Audit            Audit Board/ Committee                      Diungkap
     Pillar          Governance          Oversight                Independence                                  pada
                                                                                                              Laporan
                                                                                                              Tahunan




                                         Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                323
Page 221
                                                                       Manajemen Lingkungan        Dukungan Pengembangan
                   Tentang Laporan             Profil BTN
                                                                           Berkelanjutan           dan Kesejahteraan Pegawai




 No      Pilar            Indikator           Sub Indikator                      Keterangan                  Halaman

 52   Governance     Corporate            Board - Board            Executives on Board                       Diungkap
      Pillar         Governance           Independence                                                         pada
                                                                                                             Laporan
                                                                                                             Tahunan

 53   Governance     Corporate            Board - Board            Related Party Transactions                Diungkap
      Pillar         Governance           Independence                                                         pada
                                                                                                             Laporan
                                                                                                             Tahunan

 54   Governance     Corporate            Board - Board Skills     Bank has 30% female directors                 110
      Pillar         Governance           & Diversity

 55   Governance     Corporate            Board Attendance         Attendance at Board meetings               228, 230
      Pillar         Governance

 56   Governance     Corporate            Board - Pay              Pay Committee Independence                Diungkap
      Pillar         Governance           Oversight                                                            pada
                                                                                                             Laporan
                                                                                                             Tahunan

 57   Governance     Corporate            Pay -Non-executive       Director Equity Policy                       246
      Pillar         Governance           Director Pay

 58   Governance     Corporate            Pay - Pay Figures        Executive Pay Disclosure                   243-245
      Pillar         Governance

 59   Governance     Corporate            Pay - Pay                CEO Equity Policy                            246
      Pillar         Governance           Performance
                                          Alignment

 60   Governance     Corporate            Pay - Pay                Pay Linked to Sustainability                 244
      Pillar         Governance           Performance
                                          Alignment

 61   Governance     Corporate            Ownership & Control      Annual Director Elections                  242-243
      Pillar         Governance           -Director Elections

 62   Governance     Corporate            Ownership & Control      Proxy Access                              Diungkap
      Pillar         Governance           - Director Elections                                                 pada
                                                                                                             Laporan
                                                                                                             Tahunan

 63   Governance     Corporate            Ownership & Control      Government Intervention Concerns          Diungkap
      Pillar         Governance           - One Share One                                                      pada
                                          Vote                                                               Laporan
                                                                                                             Tahunan

 64   Governance     Corporate            Ownership &              Controlling Shareholder                   Diungkap
      Pillar         Governance           Control - Ownership                                                  pada
                                          Structure                                                          Laporan
                                                                                                             Tahunan

 65   Governance     Corporate            Ownership &              Controlling Shareholder Concerns          Diungkap
      Pillar         Governance           Control - Ownership                                                  pada
                                          Structure                                                          Laporan
                                                                                                             Tahunan

 66   Governance     Corporate            Ownership & Control      Fair Bid Treatment Provisions                 72
      Pillar         Governance           - Takeover Provisions




324         PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 222
          Pengembangan dan         Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
       Pemberdayaan Masyarakat      Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




No      Pilar          Indikator       Sub Indikator                      Keterangan                    Halaman

67   Governance    Corporate       Business Ethics          Responsibility for ethics issues            278-279
     Pillar        Behavior        Policies & Practices

68   Governance    Corporate       Business Ethics          Bribery and Anti-corruption Policy            282
     Pillar        Behavior        Policies & Practices

69   Governance    Corporate       Business Ethics          Regular Audits of Ethical Standards         278-279,
     Pillar        Behavior        Policies & Practices                                                 280-282

70   Governance    Corporate       Business Ethics          Whistleblower Protection                      296
     Pillar        Behavior        Policies & Practices

71   Governance    Corporate       Business Ethics          Employee training on ethical                280-281
     Pillar        Behavior        Policies & Practices     standards

72   Governance    Corporate       Business Ethics          Anti-Corruption Policy for Suppliers          282
     Pillar        Behavior        Policies & Practices

73   Governance    Corporate       Business Ethics          Anti-money Laundering Policy                287-289
     Pillar        Behavior        Policies & Practices

74   Governance    Corporate       Tax Transparency         Tax Transparency                               78
     Pillar        Behavior

75   Governance    Corporate       Business ethics          Corruption Risk Exposure &                  Diungkap
     Pillar        Behavior        controversies            Controversies                                 pada
                                                                                                        Laporan
                                                                                                        Tahunan

76   Governance    Corporate       Accounting               Auditor Tenure                              Diungkap
     Pillar        Governance      - Auditor                                                              pada
                                   Independence                                                         Laporan
                                                                                                        Tahunan




                                   Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk             325
Page 223
                                                                            Manajemen Lingkungan     Dukungan Pengembangan
                       Tentang Laporan              Profil BTN
                                                                                Berkelanjutan        dan Kesejahteraan Pegawai




Lembar Umpan Balik                                        [OJK G.2]




Terima kasih telah membaca Laporan Keberlanjutan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 2024. Untuk
meningkatkan kualitas pelaporan yang lebih baik pada tahun mendatang, Bank mengharapkan usulan, kritik
dan saran dari pembaca dan pengguna laporan ini. BTN berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kinerja
keberlanjutan dan memberikan yang terbaik untuk pemangku kepentingan.




                                                             Profil


Nama		             :


Institusi		        :


Telp/Hp		          :


Kategori Pemangku Kepentingan :


        Nasabah                           Pemegang Saham                              Pemerintah dan pembuat kebijakan



        Pegawai                           Mitra kerja, supplier                       Lain-lain, sebutkan



        Media massa                       Masyarakat, komunitas lokal




              Mohon pilih jawaban yang sesuai dengan memberikan tanda √ pada lingkaran jawaban:




1.     Apakah laporan ini sudah menggambarkan kinerja
       Bank dalam berkontribusi pada pembangunan                           Setuju         Tidak Setuju          Tidak Tahu
       berkelanjutan?


2.     Apakah laporan ini bermanfaat bagi Anda?                            Setuju         Tidak Setuju          Tidak Tahu



3.     Apakah laporan ini mudah dimengerti?                                Setuju         Tidak Setuju          Tidak Tahu



4.     Apakah laporan ini menarik?                                         Setuju         Tidak Setuju          Tidak Tahu




 326             PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 224
            Pengembangan dan             Pelayanan Prima untuk          Integritas Tata Kelola
         Pemberdayaan Masyarakat          Kepuasan Nasabah                  Keberlanjutan




                         Mohon menuliskan jawaban sesuai dengan pendapat Anda




1.   Bagian informasi mana yang paling berguna dan menarik?




2.   Bagian informasi mana yang kurang berguna sehingga perlu dilakukan perbaikan?




3.   Apakah data yang disajikan telah transparan, dapat dipercaya, dan berimbang?




4.   Saran/usul/komentar untuk perbaikan laporan ke depan




Bank sangat menghargai umpan balik
                                               PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk [GRI 2-3]
yang Anda berikan. Untuk itu, mohon
mengirimkan lembar umpan balik ini ke:
                                                Corporate Secretary Division



                                                Menara 2 BTN Lantai 21
                                                Jl. H. R. Rasuna Said No.1,
                                                Jakarta Selatan 12980


                                                Email : csd@btn.co.id




                                         Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk   327
Page 225
                                                                 Manajemen Lingkungan   Dukungan Pengembangan
           Tentang Laporan               Profil BTN
                                                                     Berkelanjutan      dan Kesejahteraan Pegawai




                                 Halaman ini sengaja dikosongkan




328   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 226

          
Page 227
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk


Menara BTN
Jl. Gajah Mada No. 1
Jakarta Pusat 10130


Tel.   : (+62) 6336789, 6332666
E-mail : csd@btn.co.id


www.btn.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.89 MB
Published4 Mar 2025
Pages227
Characters1,024,327
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 88 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk p.3 ×332
linked person Andi Nirwoto · Direktur p.6 ×5
linked person Eko Waluyo · Direktur p.7 ×5
linked person Iqbal Latanro · Wakil Komisaris p.22 ×2
linked org Dana Pensiun p.25 ×2
linked org Pantai Indah Kapuk p.55
linked person Armand B. Arief · Komisaris p.125 ×3
linked person Sentot A. Sentausa · Komisaris p.125 ×3
linked person Andin Hadiyanto · Komisaris p.125
linked person Herry Trisaputra · Komisaris p.125
linked person Adi Sulistyowati · Komisaris p.125
linked person Hirwandi Gafar · Direktur p.126
linked person Setiyo Wibowo · Direktur p.126
possible person Chandra M. · Komisaris p.5 ×3
possible person Herry · Komisaris p.6 ×2
possible person Adi · Komisaris p.6 ×2
possible person Bambang · Komisaris p.6 ×3
possible person Jasmin · Direktur p.6 ×3
possible person Muhammad · Direktur p.7 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.34 ×8
possible — Morgan Stanley p.78
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.143
unresolved person Keberagaman Komposisi · Komisaris p.5 ×2
unresolved person Latanro · Komisaris p.5
unresolved person Andin · Komisaris p.6 ×2
unresolved person Himawan · Komisaris p.6 ×2
unresolved org Nixon L.P. · Direktur Utama p.6 ×3
unresolved person Elisabeth · Direktur p.6 ×2
unresolved person Hirwandi · Direktur p.6 ×2
unresolved person Setiyo · Direktur p.6 ×2
unresolved person Nofry Rony · Direktur p.7 ×3
unresolved person Hakim · Direktur p.7 ×3
unresolved org Kementerian BUMN p.7 ×3
unresolved org Menteri Badan Usaha Milik Negara p.7 ×2
unresolved org Milik Negara. Pemilihan Direksi p.7
unresolved org Pembekalan Sertifikasi Manajemen · Komisaris p.22 ×8
unresolved — Hamzah · Utama/ p.22
unresolved person Penyelarasan Sertifikasi · Komisaris p.22 ×2
unresolved org Sertifikasi Manajemen Risiko p.23 ×2
unresolved org PT Garda Multi Talenta Sulistyowati p.23
unresolved — Napitupulu · Utama p.24
unresolved org Refreshment Sertifikasi Manajemen · Direktur p.24 ×8
unresolved org PT Garda Multi Rahardjo p.24
unresolved org PT Garda Multi Information p.24
unresolved org PT Garda Multi Novie p.24
unresolved org PT Garda Multi Distribution p.24
unresolved — Funding · Penyelarasan Sertifikasi p.24
unresolved org PT Garda Multi Gafar p.24
unresolved org PT Garda Multi Wibowo p.24
unresolved org PT Garda Multi Poetra p.25
unresolved person Assessment Sertifikasi HC Skema · Direktur p.25
unresolved org PT Garda Multi Putratama p.25
unresolved org Menteri Ketenagakerjaan p.34
unresolved org PT Bank Tabungan p.41
unresolved org Negara (Persero) Tbk p.41
unresolved org Menteri Kesehatan RI p.43 ×2
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan p.44
unresolved org Departemen Tenaga Kerja DKI p.45
unresolved org Menteri Ketenagakerjaan RI Republik Indonesia Tahun p.45
unresolved org Milik Negara. Melalui p.49
unresolved org Bank Mini BTN p.53
unresolved org Internasional p.63
unresolved org Bank Indonesia p.65 ×5
unresolved org Kementerian ATR p.68
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup p.79
unresolved org Lingkungan Hidup p.80 ×3
unresolved org Kementerian ESDM p.81
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. A. Memiliki p.83
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. p.83
unresolved org Pengelolaan Tabungan p.89
unresolved org Bank Kementerian p.89
unresolved — perumahan p.89
unresolved — susun p.89
unresolved person Himawan Arief · Komisaris p.125
unresolved — Oni Febriarto · Wakil Direktur Utama p.126
unresolved person Elisabeth Novie · Direktur p.126
unresolved org Bank Umun Syariah p.129
unresolved org Tata Kelola Tertinggi p.139 ×2
unresolved org Tabungan Negara (Persero) Tbk p.139
unresolved org Menteri p.140
unresolved org Milik Negara No. PER- p.140
unresolved person KRN Menyusun · Komisaris p.140
unresolved — HCMD · Komisaris p.140
unresolved person MBU · Komisaris p.141
unresolved org PT RSM Indonesia. p.144
unresolved person Organ · Komisaris p.146
unresolved org Syariah · Komisaris p.146

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result