Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 103
Page 1
Menyelaraskan Keuangan
dan Keberlanjutan
Demi Kesejahteraan Bersama
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 2
Page 3
Penjelasan Tema
Menyelaraskan Keuangan dan Keberlanjutan
Demi Kesejahteraan Bersama
BTN memiliki komitmen yang kuat dalam Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable
mengintegrasikan aspek keuangan dan keberlanjutan Development Goals (SDGs)yang sejalan dengan prinsip
secara strategis, guna mendorong kesejahteraan yang Environmental, Social, dan Governance (ESG).
inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku
kepentingan. Bank memastikan bahwa setiap BTN terus mengoptimalkan sumber daya keuangan
kebijakan, produk, dan layanan tidak hanya mendorong untuk memperkuat inklusi keuangan dan akses
pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan terhadap perumahan yang berkelanjutan.
dampak positif terhadap kesejahteraan sosial dan Implementasi keuangan berkelanjutan BTN mencakup
pelestarian lingkungan. pengembangan portofolio hijau, penerapan teknologi
ramah lingkungan dalam sektor perumahan, serta
Komitmen terhadap keuangan berkelanjutan diperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna menciptakan
dengan penerapan prinsip 5P (Planet, People, Peace, dampak positif pada aspek ekonomi, sosial, dan
Partnership, dan Prosperity) sebagai landasan dalam lingkungan yang lebih luas. Dengan demikian, BTN tidak
mengembangkan produk dan layanan keuangan hanya berkontribusi pada pembangunan ekonomi
berkelanjutan. Salah satu inisiatif yang laksanakan nasional, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam
oleh BTN adalah program pembiayaan rumah rendah mewujudkan ekosistem perumahan yang lebih inklusif,
emisi yang mendukung pengembangan inklusi inovatif, dan berkelanjutan.
keuangan, circular economy, serta memitigasi dampak
perubahan iklim. Inisiatif-inisiatif yang dilaksanakan
BTN menjadi bagian strategi dalam mencapai Tujuan
Page 4
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Daftar Isi Manajemen
Lingkungan
3 Penjelasan Tema
Berkelanjutan
6 Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
10 Sambutan Direktur Utama
16 Ekosistem Berkelanjutan BTN
85 Pengelolaan Energi
38 Penghargaan Selama Tahun 88 Pengelolaan Emisi
2024 94 Pengelolaan Air
40 BTN dan Tujuan Pembangunan 96 Manajemen Limbah
Berkelanjutan (TPB/SDGs) 100 Green Office Kantor Pusat
56 Sekilas Tentang BTN
58 Visi, Misi, dan Budaya
Perusahaan
60 Struktur Organisasi
62 Perjalanan Sejarah dan
Transformasi BTN
66 Kegiatan Usaha BTN
68 Area Operasional dan
Pasar yang Dilayani
70 Rantai Pasokan
73 Perubahan Signifikan
75 Kinerja Ekonomi Tahun
2024
79 Penyaluran Kredit
Profil BTN
Dukungan
Pengembangan
dan Kesejahteraan
Pegawai
Tentang
Laporan 106 Manajemen Sumber Daya
Manusia
108 Keberagaman, Kesetaraan,
dan Inklusi
48 Standar Penyusunan Laporan
122 Pembelajaran dan
49 Proses Penentuan Konten Laporan
Pengembangan Kompetensi
51 Penjaminan Eksternal
137 Pelindungan dan
51 Umpan Balik
Pemenuhan Hak Pegawai
52 Kontak Terkait Laporan
146 Kesehatan dan
Keselamatan Pegawai
148 Hubungan Industrial yang
Harmonis
149 Kepatuhan Sosial dan
Ekonomi
4 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 5
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
153 Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan (TJSL)
160 Inklusi dan Literasi Keuangan
Pengembangan
dan Pemberdayaan
Masyarakat
Integritas Tata Kelola
Keberlanjutan
226 Struktur Tata Kelola Keberlanjutan BTN
232 Komitmen Penerapan Tata Kelola
235 Strategi Tata Kelola
236 Governance, Risk, and Compliance
Roadmap
242 Proses Nominasi Badan Tata Kelola
Pelayanan Prima Tertinggi
untuk Kepuasan 247 Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola
Tertinggi
Nasabah 248 Manajemen Risiko
277 Kode Etik dan Etika Bisnis
282 Anti-Fraud dan Benturan Kepentingan
177 Roadmap Layanan BTN 2023 - 2025 287 Implementasi Prinsip Kehati-hatian
180 BTN Portfolio Guideline 290 Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan dan
187 Produk Berbasis ESG Sosial
194 Inovasi Digital untuk Layanan Modern 291 Pengendalian Internal
203 Kebijakan Periklanan yang Adil 291 Pengendalian Gratifikasi
204 Pengawasan Produk Keuangan 292 Whistleblowing System
205 Privasi dan Keamanan Data Nasabah 296 Sistem Penanganan Pengaduan
217 Kebijakan Penagihan Utang yang
Bertanggung Jawab
218 Penanganan Keluhan Produk Keuangan
302 Laporan Assurance Independen
222 Kepuasan Nasabah
308 Indeks Standar Laporan
326 Lembar Umpan Balik
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 5
Page 6
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi [OJK B.1]
Total Aset (Miliar Rupiah) Laba Tahun Berjalan (Miliar Rupiah)
2022 2022 3.045
402.148
2023 438.750 2023 3.501
2024 2024 3.007
469.615
Total Pendapatan
2024 2023 2022
(Miliar Rupiah)
34.118 32.172 28.182
4
Kuantitas
Produk/Jasa
yang Dijual
Kategori Perbankan Perbankan Jasa dan Unit usaha
Produk Konsumer Komersial Layanan Syariah
Perbankan
6 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 7
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Kinerja Lingkungan [OJK
B.2]
Produk Ramah Lingkungan [OJK B.1] Penajaman analisis risiko
Pembiayaan Rumah Rendah Emisi iklim melalui Climate Risk
dengan melakukan Pilot Project di Stress Test (CRST) sesuai
bulan November 2024 sebanyak 1.300 panduan OJK, dengan
unit dengan menggunakan material penerbitan analisis
ramah lingkungan sebesar 15%. pertama pada Juli 2024.
Penggunaan
2024* 2023 2022
Energi (GJ)
380.252 116.597 162.232
*Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan data untuk kantor cabang
Emisi Cakupan 1 (Ton CO2 eq) Emisi Cakupan 2 (Ton CO2 eq)
2022 5.637 2022 16.985
2023 7.282 2023 8.964
2024* 12.054 2024* 56.074
*Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan data untuk kantor *Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan data untuk kantor
cabang cabang
Emisi Cakupan 3
Financed Emissions (Ton CO2 eq) Purchased Goods (Ton CO2 eq) Business Travel (Ton CO2 eq)
2023 691.256,65 2022 4.614 2022 276
2024 2023 6.447 2023 285
573.032
2024 4.739 2024* 3.294,32
*Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan
data untuk kantor cabang
Limbah (ton) Penanaman Pohon (pohon)
2024 2023* 2022* 2024 2023
137,77 124,52 124,52 29.615 5.323
*Data disajikan kembali
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 7
Page 8
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Kinerja Sosial [OJK B.3]
Jumlah Pegawai
(Orang) 2022 11.859
2023 12.045
2024 12.847
Persentase Persentase Tenaga Kerja
Pegawai Penyandang Disabilitas
Berdasarkan
Jenis Kelamin
51,06% (TKPD) tahun 2024
Tahun 2024
(Orang)
48,94% 0,17% 0,19%
Jumlah Pemasok Lokal (Pemasok) Jumlah Penyaluran Dana TJSL (Miliar Rupiah)
100%
2022 314 2022 61,98
pemasok
BTN
merupakan 2023 452 2023 79,99
pemasok
lokal
2024 939 2024 88,96
Kinerja Tata Kelola
Pembentukan Komite Pengembangan Kerangka
ESG, Enterprise & ESG Risk Kerja, Strategi, dan
Management Division, dan Roadmap ESG
ESG Department
Bank BUMN pertama yang Penyusunan Peta Jalan
menandatangani Principles for Governance, Risk, and
Responsible Banking (PRB) Compliance (GRC)
8 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 9
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Peringkat ESG dan Keberlanjutan
BTN terdaftar dalam Indeks BTN terdaftar dalam indeks
KEHATI Groups, yang peduli perubahan iklim,
mencakup: yaitu
SRI KEHATI IDX LQ45 Low Carbon MSCI Indonesia Small
Leaders Cap
ESGQ 45 IDX KEHATI ESG SL IDX KEHATI
IDX Growth 30 IDX Value 30
IDX Economic 30 Kompas 100
IDX 80 IDX BUMN 20
IDX Finance
ESG Risk Rating:
23,9
Medium Risk
ESG Ranking
84%
Dibandingkan 39.854
perusahaan
ESG Risk Rating:
BBB
Average
64
Grade: B+
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 9
Page 10
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Sambutan Direktur Utama
Kami percaya telah
berada di jalur yang
tepat untuk mencapai
visi baru sebagai
“Mitra Utama dalam
Pemberdayaan
Finansial Keluarga
Indonesia.”
Kami berkomitmen
untuk beradaptasi
dengan perubahan
di sektor perbankan
dan properti, serta
memberikan
layanan terbaik bagi
masyarakat.
Nixon L.P. Napitupulu
Direktur Utama
10 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 11
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pemegang saham dan para pemangku Merespons Tantangan Keberlanjutan [GRI 2-22,
kepentingan yang terhormat, 2-23, 2-24]
Dalam merespons tantangan keberlanjutan, penerapan
Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (Sustainable
Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan bimbingan- Finance Action Plans) menjadi salah satu kunci utama
Nya yang memungkinkan PT Bank Tabungan Negara bagi kesuksesan pembangunan di sektor perbankan.
(Persero) Tbk, yang selanjutnya disebut “BTN” BTN menyadari bahwa implementasi keuangan
atau “Bank” berhasil melewati tahun 2024 dengan berkelanjutan memegang peran yang penting untuk
pencapaian kinerja yang baik. Di tengah tantangan menghadapi tantangan global baik dari sisi makro
perekonomian global, Bank terus menunjukkan ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Oleh sebab itu,
ketangguhan dan komitmen untuk memberikan nilai pengintegrasian peta jalan Environmental, Social,
tambah bagi pemangku kepentingan. Sebagai wujud and Governance (ESG) ke dalam struktur perusahaan
keterbukaan dan transparansi, kami bersyukur dapat menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa
merilis Laporan Keberlanjutan 2024, yang merupakan seluruh aktivitas dan kebijakan yang diambil tidak
edisi keenam belas sejak pertama kali terbit pada hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga
tahun 2009. memberikan dampak positif bagi masyarakat dan
lingkungan secara berkelanjutan.
Laporan ini menegaskan langkah nyata kami dalam
memperkuat bisnis berkelanjutan berbasis ekosistem BTN percaya telah berada di jalur yang tepat untuk
perumahan, sekaligus memperkuat kontribusi BTN mencapai visi baru sebagai “Mitra Utama dalam
dalam pembiayaan perumahan bagi rakyat. Melalui Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia”. BTN
inisiatif seperti Rumah Rendah Emisi, Bank mendukung berkomitmen untuk beradaptasi dengan perubahan
transformasi sektor perumahan di Indonesia menuju di sektor perbankan dan properti, serta memberikan
keberlanjutan yang lebih baik. Program ini juga sejalan layanan terbaik bagi masyarakat. Selain fokus pada
dengan kebijakan pemerintah untuk menyediakan pembiayaan KPR, BTN juga mendukung pertumbuhan
hunian yang layak, sehat, dan ramah lingkungan, ekonomi inklusif dan berkelanjutan dengan
sebagai respons terhadap tantangan global perubahan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di setiap
iklim. langkah strategis. Kami berupaya memperluas akses
kepada masyarakat, tidak hanya dalam perumahan,
Sebagai bagian dari komitmen BTN untuk memastikan tetapi juga sektor-sektor lain yang berkontribusi pada
keberlanjutan bisnis, Bank telah mengambil langkah- ekonomi Indonesia, sembari memastikan dampak
langkah strategis, termasuk penerapan topik material positif bagi generasi mendatang.
berdasarkan Double Materiality Assessment, yang
memastikan relevansi isu keberlanjutan dalam Mewujudkan Bisnis Berkelanjutan [GRI 2-22, 2-23,
pengambilan keputusan strategis. Selain itu, kami 2-24]
juga berupaya untuk memperkuat transparansi dan BTN berkomitmen mendukung pertumbuhan
akuntabilitas. berkelanjutan untuk Indonesia, dengan mengusung
konsep “Become The ESG Champion” sebagai
Sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi, landasan. BTN percaya bahwa penerapan prinsip-
laporan ini memberikan gambaran komprehensif terkait prinsip keberlanjutan dan inovasi di semua lini bisnis
kinerja ekonomi, lingkungan, sosial, serta tata kelola BTN. akan memberikan dampak positif dalam aspek
Selain itu, laporan ini menguraikan capaian, strategi, dan ekonomi, lingkungan, dan sosial. BTN tidak hanya
komitmen keberlanjutan Bank sepanjang tahun. Tidak beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga berupaya
hanya menjadi sarana pertanggungjawaban, laporan menjadi pelopor dalam menciptakan masa depan
ini juga mencerminkan dukungan Bank terhadap yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) keseimbangan aspek 5P (Planet, People, Peace,
atau Sustainable Development Goals (SDGs) sesuai Partnership, Prosperity), kami yakin dapat menciptakan
Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017. nilai keberlanjutan jangka panjang bagi negara ini.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 11
Page 12
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BTN dalam sektor perumahan tetapi juga di sektor-sektor
memperluas cakupan pembiayaan dengan fokus lain yang turut berkontribusi pada pertumbuhan
pada proyek-proyek perumahan berkelanjutan dan ekonomi yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan
ramah lingkungan. Bank menyadari bahwa peran dengan tujuan BTN untuk memperluas peranannya
BTN sangat penting dalam mendukung keberhasilan dalam menciptakan dampak positif bagi perekonomian
pengembangan perumahan nasional. Oleh sebab itu, Indonesia secara keseluruhan.
BTN berfokus dalam mendukung program pemerintah
untuk mewujudkan target pembangunan 3 (tiga) juta BTN juga telah menyusun Governance, Risk, and
rumah serta menyediakan pembiayaan perumahan Compliance (GRC) Roadmap untuk periode 2025-
yang berkualitas dan ramah lingkungan. Salah satu 2029 sebagai panduan strategis dalam menghadapi
inisiatif utama kami adalah Rumah Rendah Emisi, di tantangan regulasi, risiko, dan tata kelola secara
mana BTN menargetkan pembangunan 150.000 rumah menyeluruh. Roadmap ini dirancang dengan
rendah emisi hingga tahun 2029 sebagai bagian dari pendekatan proaktif untuk membantu organisasi
upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global. mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi
risiko lebih awal, sehingga stabilitas operasional
BTN mengawali program Rumah Rendah Emisi dan keuangan dapat terjaga. Selain itu, roadmap
dengan inisiatif berupa penggunaan material ramah ini memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang
lingkungan sebanyak 10% dan berencana untuk terus berkembang, memungkinkan Bank tidak
meningkatkan persentase ini menjadi 30% pada tahun hanya memenuhi kewajiban hukum tetapi juga
2029. Penggunaan bahan-bahan inovatif seperti floor memanfaatkan perubahan kebijakan sebagai peluang
decking dan paving block yang mengandung bahan untuk meningkatkan daya saing. Dengan memperkuat
daur ulang dari sampah plastik yang membantu struktur tata kelola yang baik, roadmap ini mendorong
mengurangi limbah plastik. Insiatif ini merupakan pilot terciptanya transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi
project dalam upaya Bank dalam mencapai target yang menjadi dasar penting bagi pertumbuhan bisnis
pengurangan 1,7 juta kilogram sampah plastik dan yang berkelanjutan.
penurunan emisi karbon sebesar 2,42 ton CO2 pada
tahun 2029, sehingga dapat memberikan dampak Upaya untuk Mencapai Tujuan Pembangunan
positif terhadap lingkungan serta kualitas ekosistem di yang Berkelanjutan [GRI 2-22, 2-23, 2-24]
sekitar kawasan perumahan. BTN memperkuat langkah-langkah untuk mencapai
tujuan keuangan berkelanjutan sebagai bagian dari
Keberadaan BTN juga sangat berperan dalam dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan.
meningkatkan kesejahteraan bangsa, terutama Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia
dengan menyediakan kredit perumahan yang untuk memenuhi target pembangunan berkelanjutan
terjangkau bagi lapisan masyarakat berpenghasilan global melalui Sustainable Development Goals (SDGs).
rendah. Sejak 1976, selama lebih dari 48 tahun, BTN Kami sepenuhnya berkomitmen mendukung inisiatif
telah melaksanakan berbagai inisiatif dan terobosan tersebut, dengan memastikan bahwa kebijakan yang
dalam menyediakan akses pembiayaan perumahan, diterapkan tidak hanya mendukung pertumbuhan
khususnya bagi mereka yang low income. Program ekonomi, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan
rumah subsidi yang tersebar di seluruh pelosok sosial dan lingkungan.
Indonesia menjadi bentuk nyata dari komitmen BTN
untuk mendukung masyarakat dalam mewujudkan BTN telah menerbitkan Rencana Aksi Keuangan
impian memiliki rumah sendiri. Berkelanjutan (RAKB), sebagai bagian dari upaya untuk
menginternalisasikan prinsip-prinsip keberlanjutan
Seiring dengan perluasan cakupan bisnisnya, BTN dalam seluruh aspek operasional perusahaan. RAKB
kini tidak hanya fokus pada pembiayaan KPR, tetapi ini sejalan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
juga berusaha untuk mendukung pertumbuhan Keuangan (OJK) No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap Emiten dan Perusahaan Publik. Penerbitan RAKB
langkah strategis, BTN berkomitmen untuk memberikan juga bertujuan untuk mengkomunikasikan nilai-nilai
akses yang lebih luas kepada masyarakat, tidak hanya keberlanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan,
12 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 13
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
sekaligus mendukung pencapaian kinerja Bank yang Selain itu, keberhasilan BTN dalam pengembangan
selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. sumber daya manusia juga tercermin dari penghargaan
LinkedIn Talent Awards, di mana BTN menempati
Di samping itu, BTN melaksanakan program Tanggung peringkat ketiga dalam LinkedIn Top Companies 2024.
Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang menjadi Penghargaan ini menjadi bukti bahwa BTN merupakan
bagian integral dari komitmen terhadap keberlanjutan. tempat terbaik bagi pengembangan karier di
Program ini mendukung pencapaian Tujuan Indonesia, serta mencerminkan komitmen kami untuk
Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan berbagai membangun ekosistem pengembangan yang adaptif
kegiatan yang diimplementasikan sesuai dengan dan berkelanjutan.
Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas, dan diikuti dengan pemetaan penerapannya Prestasi yang kami capai sepanjang tahun 2024
dalam setiap lini. mencerminkan kemampuan BTN dalam mengatasi
tantangan, sekaligus menegaskan komitmen Bank
Komitmen kami terhadap tata kelola perusahaan yang terhadap prinsip keberlanjutan. Penghargaan yang
baik (Good Corporate Governance/GCG) tercermin kami terima menjadi dorongan bagi Bank untuk terus
dalam upaya yang terus-menerus untuk memastikan berinovasi. BTN sangat menghargai dukungan dari
transparansi dan akuntabilitas dalam semua kegiatan seluruh pemangku kepentingan dan pihak-pihak yang
Bank. BTN secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan telah berkontribusi dalam perjalanan kami. Dengan
sosialisasi untuk mencegah korupsi, yang menunjukkan dukungan ini, BTN akan terus mengintegrasikan
tekad kami untuk menjaga integritas dan menghindari keberlanjutan dalam setiap langkah bisnis kami ke
praktik-praktik negatif seperti korupsi, kolusi, dan depan.
nepotisme. Selain itu, kami sangat menghargai
hak asasi manusia (HAM) dan berkomitmen untuk Penutup
mematuhi prinsip-prinsip HAM dalam seluruh aktivitas Sebagai perwakilan dari BTN, kami menyampaikan
operasional Bank, terutama dalam berinteraksi dengan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah
pemangku kepentingan baik di dalam maupun di luar memberikan kontribusi dan dukungan dalam penerapan
perusahaan. nilai-nilai keberlanjutan. Dukungan yang diberikan oleh
seluruh pemangku kepentingan telah memainkan
Penghargaan dan apresiasi peran penting yang memungkinkan BTN untuk terus
Pencapaian BTN dalam keberlanjutan telah memperoleh berkembang, sekaligus menjaga keseimbangan yang
pengakuan global, tercermin dari dua penghargaan harmonis antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
internasional yang kami raih. Penghargaan Mortgage BTN juga memberikan penghargaan yang tinggi
Product of the Year-ESG atas inovasi program Rumah kepada dedikasi, kerja keras, dan inovasi yang telah
Rendah Emisi dan Highly Acclaimed for Best ESG ditunjukkan oleh seluruh insan Bank, yang senantiasa
Initiative atas upaya mengintegrasikan prinsip-prinsip berusaha memberikan kontribusi maksimal untuk
lingkungan, tata kelola yang baik, serta pertimbangan mencapai kinerja terbaik. Semoga prestasi yang telah
dampak sosial dalam kerangka kerja ESG Bank. Prestasi diraih dapat menjadi sumber inspirasi bagi semua
ini menegaskan komitmen BTN untuk memperkuat pihak untuk terus mengoptimalkan potensi mereka,
keberlanjutan dengan mengintegrasikan aspek ESG serta menjadi landasan yang kokoh bagi pertumbuhan
dalam operasional bisnis, serta peran Bank dalam dan keberlanjutan BTN di masa depan.
mendukung pembangunan ekonomi sirkular dan
berkelanjutan di Indonesia.
Jakarta, Maret 2025
Nixon L.P. Napitupulu
Direktur Utama
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 13
Page 14
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Pernyataan Dewan Komisaris Tentang
Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk [GRI 2-14] [OJK G.2]
Kami selaku Dewan Komisaris PT Bank Tabungan Negara yang material bagi Bank dan pemangku kepentingan
(Persero) Tbk telah melakukan evaluasi atas konten Bank. Kami bertanggung jawab atas kebenaran isi
Laporan Keberlanjutan ini serta menyatakan bahwa Laporan Keberlanjutan ini.
laporan telah mencakup seluruh topik keberlanjutan
Jakarta, Maret 2025
Chandra M. Hamzah Iqbal Latanro
Komisaris Utama/Independen Wakil Komisaris Utama/Independen
Armand B. Arief Bambang Widjanarko
Komisaris Independen Komisaris Independen
Adi Sulistyowati Sentot A. Sentausa
Komisaris Independen Komisaris Independen
Andin Hadiyanto Herry Trisaputra Zuna Himawan Arief Sugoto
Komisaris Komisaris Komisaris
14 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 15
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pernyataan Direksi Tentang
Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk [GRI 2-14] [OJK G.2]
Kami selaku Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) material bagi Bank dan pemangku kepentingan Bank.
Tbk telah melakukan evaluasi atas konten Laporan Kami bertanggung jawab atas kebenaran isi Laporan
Keberlanjutan ini serta menyatakan bahwa laporan Keberlanjutan ini.
telah mencakup seluruh topik keberlanjutan yang
Jakarta, Maret 2025
Nixon L.P. Napitupulu Oni Febriarto Rahardjo
Direktur Utama Wakil Direktur Utama
Hirwandi Gafar Nofry Rony Poetra Eko Waluyo
Direktur Consumer Direktur Finance Direktur Human Capital,
Compliance & Legal
Elisabeth Novie Riswanti Andi Nirwoto Jasmin
Direktur Assets Management Direktur Information Technology Direktur Distribution &
Institutional Funding
Setiyo Wibowo Hakim Putratama Muhammad Iqbal
Direktur Risk Management Direktur Operations & Direktur SME & Retail Funding
Customer Experience
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 15
Page 16
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Ekosistem Berkelanjutan BTN
[OJK A.1, F.1]
Upaya membangun perekonomian nasional yang BTN meyakini bahwa keberlanjutan bukan merupakan
mengedepankan keselarasan aspek ekonomi, sosial, sebuah tujuan, melainkan merupakan perjalanan yang
dan lingkungan hidup membutuhkan pengelolaan melibatkan berbagai pihak dan aspek yang saling
sumber daya yang tepat dan memadai. Sebagai terkait. BTN berkomitmen untuk membangun dan
aktor perbankan, BTN menyadari fungsi dan peran mengelola ekosistem keberlanjutan yang terintegrasi,
strategisnya dalam memastikan bahwa arus investasi di mana faktor sosial, lingkungan, dan ekonomi
yang dikelolanya mampu berkontribusi bagi masa berjalan seiring untuk menciptakan dampak positif
depan dan memiliki dampak luas pada perkembangan yang berkelanjutan. Bank yakin bahwa penciptaan nilai
ekonomi, kondisi lingkungan, dan aspek sosial. jangka panjang bagi pemangku kepentingan hanya
dapat tercapai melalui kolaborasi yang harmonis
BTN terus berkomitmen mendorong Keuangan antara inovasi, tanggung jawab sosial, dan pengelolaan
Berkelanjutan melalui integrasi aspek Environmental, sumber daya yang bijaksana.
Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan bisnis
dan operasional. Perjalanan BTN dalam ranah ESG Untuk mendorong Keuangan Berkelanjutan dan
melibatkan perencanaan tentang bagaimana BTN mendukung kinerja ESG, BTN telah melakukan
mengelola dampak lingkungan, menangani isu-isu pemetaan menyeluruh terkait ekosistem keberlanjutan.
sosial, dan mempertahankan standar tata kelola yang Pemetaan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari
etis dalam setiap operasinya. Pendekatan Keuangan prinsip dan kerangka kerja, hingga tata kelola, proses,
Berkelanjutan telah menjadi bagian integral dari BTN dan hasil yang dicapai. BTN menekankan fokusnya
sejak tahun 2019 melalui penerbitan Rencana Aksi untuk mengatasi isu-isu terkait ESG di sektor mortgage,
Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang mengacu pada dengan tujuan untuk mencapai keberlanjutan jangka
POJK No. 51 Tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan panjang dan praktik perbankan yang bertanggung
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, jawab. Berikut ini merupakan ekosistem berkelanjutan
dan Perusahaan Publik. BTN secara menyeluruh.
Ekosistem Berkelanjutan BTN
Sustainable Impact, Double
Sustainable Triple Bottom Stakeholder Three Lines
Prinsip ESG Development Materiality, dan
Finance Line Theory Model
Goals Value Chain
The Future of Finance
Framework
Climate Integrated
ESG Sustainable People and Stakeholder ESG in the Value
Change and Governance, Risk,
Finance Community Inclusiveness Chain
Ecosystems Compliance
Tata Kelola
dan Struktur
Komite ESG Enterprise & ESG Risk Management Division
Organisasi
ESG
ESG Framework & ESG Data &
Process Data Reporting & Communication
Strategy Development Implementation
Outcome Implementasi inisiatif dan roadmap ESG, pertumbuhan kinerja keberlanjutan, dan peningkatan ESG Rating Bank
16 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 17
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Prinsip ESG
Keuangan Berkelanjutan [GRI 2-12, 2-13] [OJK B.3, E.1]
BTN menerapkan prinsip Keuangan Berkelanjutan sesuai 2. Prinsip Strategi dan Praktik Bisnis Berkelanjutan
dengan POJK Nomor 51/POJK.03/2017 yang mulai berlaku Meminimalkan dampak negatif melalui kebijakan
pada 1 Januari 2019 dan mengatur penerapan keuangan dan strategi bisnis yang terintegrasi dengan
berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, aspek keberlanjutan.
dan Perusahaan Publik. POJK tersebut menekankan
pentingnya ketersediaan pegawai, pejabat, dan/atau 3. Prinsip Pengelolaan Risiko Sosial dan Lingkungan
unit kerja sebagai satuan kerja yang berwenang untuk Mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan
mengelola dan mengkoordinasikan kegiatan terkait perlindungan lingkungan dalam manajemen
Keuangan Berkelanjutan. BTN kemudian mengubah risiko untuk mencegah dampak negatif.
struktur organisasi agar mampu menyesuaikan diri
dengan berbagai ketentuan tersebut. 4. Prinsip Tata Kelola
Menerapkan tata kelola yang transparan,
BTN menunjuk Satuan Kerja Enterprise & ESG Risk akuntabel, bertanggung jawab, independen, dan
Management sebagai Satuan Kerja yang berwenang setara.
dalam mengelola dan mengkoordinasikan kegiatan
Keuangan Berkelanjutan. Implementasi program- 5. Prinsip Komunikasi Informatif
program Keuangan Berkelanjutan melibatkan Menggunakan komunikasi yang efektif terkait
berbagai Satuan Kerja, termasuk Corporate strategi, kinerja, dan prospek usaha kepada
Secretary, Compliance and Governance, Commercial pemangku kepentingan.
Banking, Corporate Banking, Digital Banking Product
Development, Financial Institution & Capital Market, 6. Prinsip Inklusif
Human Capital Management, Human Capital Strategy, Memperluas akses produk dan jasa perbankan
Investor Relations & Research, IT Strategic Planning untuk seluruh masyarakat, khususnya yang belum
& Development, Large Institutional Funding, Learning terjangkau.
Management, Mortgage and Secure Loan, Procurement
& Fixed Assest Management, Retail Funding, Sharia 7. Prinsip Pengembangan Sektor Unggulan
Banking, Small Medium Enterprise Banking, Subsidized Prioritas
Mortgage, Personal Banking, Marketing Communication, Mendukung sektor prioritas untuk mencapai
dan Data Management. [TCFD Gov.a] tujuan pembangunan berkelanjutan dan mitigasi
perubahan iklim.
Dalam pelaksanaannya, BTN menerapkan delapan
prinsip keuangan berkelanjutan yang menjadi 8. Prinsip Koordinasi dan Kolaborasi
pedoman sesuai regulasi. Prinsip tersebut meliputi: Memperkuat sinergi dengan pemangku
1. Prinsip Investasi Bertanggung Jawab kepentingan untuk mempercepat peningkatan
Mengutamakan investasi pada proyek kesejahteraan ekonomi, sosial, dan kualitas
berkelanjutan untuk keuntungan jangka panjang lingkungan.
dengan mempertimbangkan aspek ekonomi,
sosial, lingkungan, dan tata kelola.
Permasalahan dan Tantangan Dalam Penerapan Keuangan Berkelanjutan [OJK E.5]
Selama tahun 2024, BTN berhasil menjaga konsistensi proaktif, BTN telah mengidentifikasi risiko terkait dan
dalam penerapan keuangan berkelanjutan tanpa mengimplementasikan langkah mitigasi strategis
menghadapi hambatan signifikan. Meski demikian, untuk memastikan tercapainya tujuan keberlanjutan
BTN tetap menghadapi sejumlah tantangan yang secara optimal.
membutuhkan perhatian khusus. Sebagai langkah
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 17
Page 18
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN menghadapi sejumlah tantangan eksternal Sebagai respons, BTN telah mengimplementasikan
yang dapat memengaruhi strategi dan kegiatan berbagai langkah mitigasi, termasuk hedging untuk
operasionalnya, termasuk perubahan kebijakan melindungi proyek strategis dari fluktuasi pasar dan
pemerintah terkait insentif pembiayaan perumahan, meningkatkan komunikasi dengan pemerintah melalui
risiko bencana alam di wilayah operasional utama, asosiasi industri untuk mendukung kebijakan yang
ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang, sejalan dengan tujuan Bank. BTN juga memprioritaskan
dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang berpotensi diversifikasi produk, perluasan jejaring kerja sama,
meningkatkan biaya operasional. Di sisi internal, BTN dan investasi teknologi seperti pengembangan
menghadapi dinamika seperti perubahan struktur platform digital yang efisien serta keamanan siber.
kepemilikan dan penurunan kinerja keuangan. Kedua Langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan
dinamika ini menuntut BTN untuk segera beradaptasi efisiensi operasional, memperluas pangsa pasar, dan
agar tetap kompetitif di tengah persaingan industri meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
yang semakin ketat.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Perjalanan BTN dalam menerapkan keuangan demi mewujudkan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan
berkelanjutan selaras dengan komitmen Bank untuk lingkungan yang berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut,
mendukung pencapaian target pembangunan pemerintah Indonesia mengadopsi SDGs melalui Tujuan
berkelanjutan. BTN berkomitmen mendukung inisiatif Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang diatur dalam
pemerintah Indonesia dalam meratifikasi Sustainable Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017. TPB mencakup 17
Development Goals (SDGs), sebuah agenda global yang tujuan yang dirancang untuk mencapai keseimbangan
diinisiasi PBB untuk mengatasi tantangan dunia, seperti antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial,
kemiskinan, perubahan iklim, dan kesenjangan sosial, dan kelestarian lingkungan, di antaranya adalah:
17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
18 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 19
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pendekatan dalam Pembangunan Berkelanjutan
Dalam upaya mendukung pencapaian pembangunan Namun, dalam menghadapi tantangan global
berkelanjutan, BTN menerapkan Triple Bottom Line 3P dan sejalan dengan komitmen terhadap SDGs, BTN
(Profit, People, dan Planet) sebagai pendekatan dasar mengadopsi pendekatan yang lebih luas melalui 5P
dalam mengevaluasi kinerja keberlanjutan. Pendekatan (People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership).
ini memastikan Bank mengintegrasikan aspek ekonomi, Pendekatan ini mencerminkan evolusi keberlanjutan
sosial, dan lingkungan dalam dalam menjalankan yang lebih inklusif dan menekankan pentingnya
operasional. kolaborasi serta stabilitas sosial dalam mencapai
pembangunan berkelanjutan.
Implementasi Pendekatan 5P
Manusia
(People)
Meningkatkan kesejahteraan
masyarakat melalui berbagai produk
dan layanan keuangan yang inklusif
dengan mendukung program
pemberdayaan manusia, komunitas,
dan pendidikan.
Kemitraan Planet
(Partnership)
(Planet)
Berkolaborasi dengan
Berkomitmen
berbagai pemangku
pada prinsip green
kepentingan,
banking dengan
termasuk pemerintah,
memprioritaskan
sektor swasta,
inisiatif ramah
dan organisasi
lingkungan dengan
masyarakat,
pembiayaan
untuk mendukung
berkelanjutan.
pencapaian TPB.
Perdamaian Kemakmuran
(Peace) (Prosperity)
Menerapkan dan mendukung Berperan aktif dalam
tata kelola perusahaan yang baik meningkatkan pertumbuhan
(GCG) dan transparansi dalam ekonomi yang inklusif dan
setiap aspek operasional untuk berkelanjutan melalui
menciptakan lingkungan bisnis pembiayaan perumahan
yang adil dan harmonis. yang terjangkau.
Stakeholder Theory
Stakeholder Theory adalah teori manajemen dan Sebagai entitas bisnis, BTN melibatkan pemangku
etika bisnis yang mengharuskan perusahaan untuk kepentingan dalam berbagai aspek operasional
mempertimbangkan berbagai kelompok yang dan kebijakan mereka. Pelibatan pemangku
terpengaruh oleh aktivitasnya, seperti pegawai, kepentingan ini sangat penting untuk menciptakan
pemasok, pelanggan, masyarakat, dan pemerintah. keputusan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan
Teori ini menekankan bahwa perusahaan tidak hanya memperhatikan masukan dari semua pihak, bank
bertanggung jawab kepada pemegang saham, tetapi dapat mengimplementasikan prinsip ESG, yang tidak
juga harus memperhatikan kesejahteraan semua hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga
pemangku kepentingan yang terkait. memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari
kegiatan usaha mereka.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 19
Page 20
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Pelibatan Pemangku Kepentingan [GRI 2-29] [OJK E.4]
BTN memaknai pemangku kepentingan sebagai 2. Ketergantungan
entitas atau individu yang terpengaruh oleh kegiatan, BTN memiliki ketergantungan terhadap pemangku
produk, dan layanan Bank. Di sisi lain, keberadaan kepentingan tersebut, baik secara langsung
pemangku kepentingan juga mempengaruhi Bank maupun tidak langsung.
dalam mewujudkan keberhasilan penerapan strategi
dan pencapaian tujuan. Oleh karena itu, BTN secara 3. Kebutuhan
aktif melibatkan pemangku kepentingan dalam Pemangku kepentingan tersebut memiliki
proses penyusunan agenda keberlanjutan, dengan pemahaman mengenai kebutuhan, harapan, dan
mempertimbangkan pemenuhan tanggung jawab aspirasi setiap kelompok pemangku kepentingan
sosial Bank, kepedulian terhadap masalah-masalah yang terkait dengan aktivitas, produk, atau
lingkungan, dan memperhatikan skala prioritas dalam layanan perusahaan.
membangun komunikasi dengan berbagai mitra
strategis. 4. Keberagaman
Pemangku kepentingan tersebut memiliki
BTN meyakini kolaborasi yang erat dengan pemangku perbedaan dalam karakteristik, latar belakang,
kepentingan sangat penting untuk menciptakan dan kepentingan antara kelompok pemangku
dampak positif yang berkelanjutan. Proses pelibatan kepentingan yang harus dipahami dan dihargai
pemangku kepentingan menjadi bagian integral dari untuk memastikan kebijakan dan keputusan yang
upaya Bank untuk memenuhi kebutuhan setiap kelompok inklusif serta memenuhi kebutuhan berbagai
pemangku kepentingan, dengan menggunakan segala pihak secara adil.
sumber daya yang dimiliki, melalui cara yang tepat,
dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan 5. Kemauan untuk berpartisipasi
ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang- Pemangku kepentingan tersebut memiliki
undangan. kemauan untuk berpartisipasi dalam proses
pengambilan keputusan dan inisiatif perusahaan
Dalam mengidentifikasi kelompok pemangku untuk mencapai tujuan bersama yang saling
kepentingan, Bank menetapkan beberapa kriteria menguntungkan
untuk memastikan bahwa setiap kelompok pemangku
kepentingan terlibat secara konstruktif dan saling Berdasarkan aspek pertimbangan tersebut, BTN telah
mendukung dalam proses pencapaian tujuan mengidentifikasi pihak-pihak yang termasuk dalam
keberlanjutan. Beberapa kriteria tersebut meliputi: kelompok pemangku kepentingan dan menjelaskan
1. Pengaruh respons Bank dalam memenuhi kebutuhan setiap
Pemangku kepentingan tersebut memberikan kelompok tersebut. Hasil identifikasi ini disajikan sebagai
pengaruh terhadap keputusan yang diambil oleh berikut: [GRI 2-9]
BTN terkait keberlanjutan bisnis.
Pemangku Kepentingan Internal
Pemangku
Metode Pelibatan Frekuensi Topik Prioritas Respons BTN
Kepentingan
Pegawai Employee Engagement Sekali dalam setahun Tingkat kepuasan pegawai • Penyelenggaraan
Survey pelatihan dan
pengembangan.
Buletin Internal Sekali dalam setahun Kebijakan dan strategi terkait • Penilaian kinerja dan
kepegawaian promosi jabatan.
• Penyusunan
SmartShare Dapat diakses setiap • Forum diskusi, berbagi Perjanjian kerja
waktu tentang pekerjaan, kuis, bersama.
pertukaran informasi • Lingkungan kerja
• Keberagaman dan yang kondusif dan
Kesetaraan Peluang produktif.
• Pelatihan dan Pendidikan
20 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 21
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pemangku
Metode Pelibatan Frekuensi Topik Prioritas Respons BTN
Kepentingan
Innovation Award Sekali dalam setahun Mempercepat proses bisnis
dan peningkatan produktivitas
Serikat Pekerja Pembahasan Sekali setahun • Hubungan kerja yang Penyelenggaraan
Perjanjian Kerja harmonis Lembaga Kerjasama
Bersama • Pemenuhan hak dan Bipartit (LKS Bipartit)
kewajiban pegawai
Pemangku Kepentingan Eksternal
Pemangku
Metode Pelibatan Frekuensi Topik Prioritas Respons BTN
Kepentingan
Pemegang Saham RUPS Tahunan Satu kali dalam • Pencapaian target • Penyusunan strategi
setahun Bank, Kinerja Ekonomi peningkatan kinerja
• Keberadaan Pasar ekonomi dan
Paparan Kinerja Triwulan • Antikorupsi keberlanjutan bisnis.
• Penyusunan peta jalan • Penetapan kebijakan
RUPS Luar Biasa Dapat diadakan setiap ESG dan dekarbonisasi pembayaran dividen.
waktu berdasarkan • Penyediaan informasi
kebutuhan untuk berkala kinerja BTN.
kepentingan Bank • Penyelenggaraan RUPS.
Nasabah Survei Kepuasan Dua kali dalam • Layanan dan mutu • Inovasi produk, jasa, serta
Nasabah setahun layanan kepada layanan sesuai kebutuhan
nasabah dan perkembangan
Media Komunikasi Sebulan sekali • Portofolio Produk teknologi.
untuk Nasabah • Privasi Nasabah • Penyediaan serta
penyampaian informasi
Layanan Call Center Setiap saat apabila produk, jasa, dan layanan.
Nasabah diperlukan • Penyimpanan dan
perlindungan data
Situs web BTN dan Dapat diakses setiap nasabah sesuai
Frontline Information waktu peraturan.
• Penyediaan layanan
Kunjungan Langsung Setiap saat apabila pengaduan nasabah baik
diperlukan manual maupun berbasis
digital, serta mekanisme
penyelesaiannya.
• Sosialisasi penerapan
keuangan berkelanjutan.
Mitra Pengembang Penghargaan Property Setiap tahun Peluang penjualan rumah • Memberikan skema
Awards pembiayaan
yang kompetitif
Gathering Setiap saat apabila Kesuksesan program untuk mendukung
diperlukan sejuta rumah pembangunan
perumahan
Pengembangan Setiap saat apabila Transparansi berkelanjutan..
Kapasitas diperlukan • Mendorong penerapan
konsep green building
dan efisiensi energi dalam
proyek pembangunan.
• Menyelenggarakan
pelatihan dan lokakarya
terkait manajemen risiko
ESG untuk meningkatkan
kapasitas mitra
pengembang.
Mitra Kerja / Pemasok Kontrak Kerja Saat diperlukan Proses pengadaan • Sosialisasi terkait
kebijakan perusahaan.
Mitra Investasi Saat diperlukan Kerja sama bisnis • Focus group discussion
untuk mengetahui
Seminar dan Saat diperlukan Pengembangan masukan dan concern
Lokakarya merchant Bank dari pemasok.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 21
Page 22
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Pemangku
Metode Pelibatan Frekuensi Topik Prioritas Respons BTN
Kepentingan
Pemerintah dan Pelaporan Sekali setahun Pemenuhan • Penyesuaian kebijakan
Otoritas Jasa Pelaksanaan GCG Unit penyampaian informasi dan peraturan internal,
Keuangan Usaha Syariah BTN dan laporan terkait sesuai peraturan yang
pelaksanaan GCG UUS diterbitkan pemerintah
Bank dan otoritas jasa
keuangan.
Self-Assessment GCG Dua kali dalam Pemenuhan • Penerapan prinsip-prinsip
setahun penyampaian dan GCG di seluruh unit kerja.
penilaian pelaksanaan • Penyampaian laporan
GCG di Bank kinerja dan pelaksanaan
kegiatan lain.
Laporan Kepatuhan Sekali setahun Pemenuhan • Laporan Rencana Aksi
GCG penyampaian Keuangan Berkelanjutan,
pelaksanaan GCG di Bank Laporan Tahunan, Laporan
Keberlanjutan, Laporan
Pelaporan Kegiatan Empat kali dalam Sarana dalam TJSL, serta laporan lain.
TJSL kepada setahun penyampaian informasi
Kementerian BUMN laporan terkait
pelaksanaan kegiatan
TJSL di Bank
Pelaporan Hasil Dua kali dalam Penyampaian informasi
Pengawasan Dewan setahun terkait kepatuhan
Pengawas Syariah Unit terhadap prinsip-
Usaha Syariah BTN prinsip syariah dalam
operasional BTN Syariah
Organisasi Bisnis Pertemuan dan Saat diperlukan Peningkatan tata kelola Penyelenggaraan
kegiatan, baik skala Bank pertemuan dan kegiatan.
nasional, regional,
maupun internasional
Organisasi Kerja sama strategis Saat diperlukan Pengoptimalan program • Pemberian kesempatan
Masyarakat/ Sosial/ untuk menjalankan TJSL Bank, Masyarakat kerja bagi masyarakat
Lembaga Swadaya program-program Lokal, Dampak Ekonomi lokal.
Masyarakat tanggung jawab Tidak Langsung • Pengoptimalan program
perusahaan, baik di TJSL.
bidang sosial maupun
lingkungan
Media Press release dan Saat diperlukan Pemberian informasi Memberikan informasi
konferensi pers terkait bisnis Bank yang kepada masyarakat
perlu diketahui publik umum terkait kegiatan dan
program terbaru dari BTN.
Dampak, Double Materiality, dan Rantai Nilai [GRI 3-1, 3-2, 3-3]
BTN telah menerapkan prinsip impact, double masyarakat, serta berkomitmen untuk memastikan
materiality, dan value chain sebagai pendekatan holistik bahwa keputusan dan kebijakan yang diambil
untuk memahami, mengukur, dan mengelola dampak memperhatikan berbagai aspek tersebut. Dalam
lingkungan, sosial, dan ekonomi yang dihasilkan oleh konteks ini, BTN mendefinisikan topik material sebagai
aktivitasnya. Bank fokus pada pelaporan dampak yang isu-isu yang memiliki dampak signifikan terhadap
paling signifikan terhadap ekonomi, lingkungan, dan keputusan pemangku kepentingan.
22 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 23
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Proses Penentuan Topik Materialitas
Identifikasi Topik Tinjauan dan Persetujuan Topik
Penilaian Topik Materialitas
Materialitas Materialitas
• Mengidentifikasi topik materialitas • Penentuan topik materialitas Setelah penilaian menyeluruh, Komite
yang sejalan dengan Roadmap ESG menggunakan prinsip Penilaian ESG dan Direksi melakukan peninjauan
BTN dengan cara membandingkannya Materialitas Ganda atau Double hasil penilaian tersebut. Topik
dengan industri serupa, standar Materiality Assessment (DMA) materialitas yang menciptakan nilai
global (GRI, SASB, OJK, IFRS, ESRS), serta dengan melibatkan pemangku kemudian diselaraskan dengan strategi
lembaga pemeringkatan ESG (MSCI, kepentingan untuk menilai dampak dan relevansi terhadap risiko dan
Sustainalytics, S&P Global, CDP), dengan dan risiko dari topik materialitas peluang Bank.
mengacu pada laporan sebelumnya yang mempengaruhi lingkungan
dan masukan dari pemangku dan masyarakat, serta mengevaluasi
kepentingan. sejauh mana topik tersebut
• Topik-topik ini kemudian akan dikaji berdampak pada kinerja finansial.
lebih lanjut untuk menghasilkan 10 • Materialitas lingkungan dan
topik utama. Hasil pengkajian tersebut masyarakat (impact materiality):
akan digunakan sebagai dasar Penilaian berfokus pada dampak topik
dalam penyusunan kuesioner yang terhadap pemangku kepentingan
akan disebarkan kepada pemangku eksternal, termasuk lingkungan dan
kepentingan eksternal dan internal, guna masyarakat.
mengetahui pandangan mereka terkait • Materialitas finansial: Penilaian
signifikansi dan prioritas dari topik-topik berfokus pada dampak potensial
tersebut. terhadap kinerja finansial perusahaan
dan keberlangsungan bisnis.
Matriks Materialitas 2024
Higher
Hak Asasi Manusia
Keamanan Informasi
Produk dan Jasa
Berkelanjutan
Pengembangan
Masyarakat
Materialitas Dampak
Penggunaan Sumber
Daya Alam & Pengelolaan
Lingkungan
Etika dan Pedoman Perilkau
Tata Kelola
Perubahan Iklim dan
Ekosistem
Ketenagakerjaan
Pengadaan Berkelanjutan
Materialitas Finansial Higher
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 23
Page 24
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN menjadikan topik-topik material yang telah Langkah ini juga dipastikan sejalan dengan fokus
ditetapkan sebagai landasan pertimbangan, acuan, utama para pemangku kepentingan yang merupakan
dan motivasi untuk mendorong peningkatan peran dan prioritas bagi Bank dalam menjalankan bisnisnya. Hal
kontribusi dalam pencapaian kinerja keberlanjutan, tersebut diuraikan pada daftar batasan topik berikut:
termasuk aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. [GRI 3-1, 3-2, 3-3]
Batasan Topik
Topik Material Pertimbangan Materialitas Pemangku
Pemangku Kepentingan
Kepentingan
Eksternal
Internal
Aspek Lingkungan
Perubahan Iklim Menggambarkan komitmen Bank dalam Pegawai Investor, Pemerintah dan
dan Ekosistem menghadapi tantangan perubahan iklim Otoritas Jasa Keuangan, Mitra
dengan meminimalkan dampak operasional Kerja/Pemasok, dan Media
terhadap lingkungan melalui pengelolaan
emisi GRK dan efisiensi energi.
Penggunaan Menggambarkan upaya Bank dalam Pegawai dan Investor, Pemerintah dan
Sumber Daya Alam memastikan penggunaan sumber daya air Pemegang Saham Otoritas Jasa Keuangan, Mitra
& Pengelolaan dan material secara efisien, manajemen Kerja/Pemasok, dan Media
Lingkungan limbah yang bertanggung jawab, dan
kepatuhan terhadap regulasi terkait
lingkungan hidup.
Aspek Sosial
Ketenagakerjaan Menggambarkan pengelolaan sumber daya Pegawai dan Serikat Nasabah, Pemerintah dan
manusia dengan fokus pada pelatihan, Pekerja Otoritas Jasa Keuangan, Mitra
pengembangan karier, keselamatan dan Pengembang, Mitra Kerja/
kesehatan kerja (K3), serta penciptaan Pemasok, Organisasi Bisnis, dan
lingkungan kerja yang produktif. Organisasi Masyarakat/Sosial/
Lembaga Swadaya Masyarakat
Hak Asasi Manusia Menggambarkan komitmen Bank dalam Pegawai, Nasabah, Investor, Pemerintah
Menjunjung tinggi hak asasi manusia, Pemegang Saham, dan Otoritas Jasa Keuangan,
keberagaman, kesetaraan, dan inklusi dalam dan Serikat Pekerja Mitra Pengembang, Mitra Kerja/
seluruh aktivitas operasional, hubungan Pemasok, Media, dan Organisasi
kerja, serta layanan. Bisnis
Pengembangan Menggambarkan komitmen Bank untuk Pegawai Nasabah, Investor, dan
Masyarakat terlibat aktif dalam mendukung masyarakat Pemerintah dan Otoritas Jasa
melalui berbagai program literasi keuangan Keuangan, dan Organisasi
dan pemberdayaan untuk meningkatkan Masyarakat/Sosial/ Lembaga
kesejahteraan masyarakat. Swadaya Masyarakat
Keamanan Menggambarkan upaya Bank dalam Pegawai, Nasabah, Investor, Pemerintah
Informasi melindungi data Bank, data nasabah dan Pemegang Saham, dan Otoritas Jasa Keuangan,
transaksi keuangan dari ancaman siber, dan Serikat Pekerja dan Media
seperti peretasan, pencurian data, atau
serangan malware.
Aspek Tata Kelola
Tata Kelola Menggambarkan komitmen Bank dalam Pegawai, Nasabah, Investor, Pemerintah
penerapan tata kelola keberlanjutan, Pemegang Saham, dan Otoritas Jasa Keuangan,
meliputi pengawasan strategis risiko dan dan Serikat Pekerja Mitra Pengembang, Mitra
peluang terkait lingkungan dan sosial, dan Kerja/Pemasok, Organisasi
pemantauan kinerja keberlanjutan. Masyarakat/Sosial/ Lembaga
Swadaya Masyarakat, Media,
dan Organisasi Bisnis
24 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 25
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Batasan Topik
Topik Material Pertimbangan Materialitas Pemangku
Pemangku Kepentingan
Kepentingan
Eksternal
Internal
Produk dan Jasa Menggambarkan upaya Bank dalam Pegawai, Nasabah, Investor, Pemerintah
Berkelanjutan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, Pemegang Saham, dan Otoritas Jasa Keuangan,
dan tata kelola (ESG) ke dalam siklus hidup dan Serikat Pekerja Mitra Pengembang, Mitra
produk dan layanan perbankan yang Kerja/Pemasok, Organisasi
mencakup penilaian awal, pengembangan Masyarakat/Sosial/ Lembaga
produk dan layanan, pemantauan, evaluasi, Swadaya Masyarakat, Media,
dan penilaian dampak dari produk dan dan Organisasi Bisnis
layanan.
Etika Bisnis dan Menggambarkan komitmen Bank dalam Pegawai, Nasabah, Investor, Pemerintah
Pedoman Perilaku menegakkan etika bisnis dan pedoman Pemegang Saham, dan Otoritas Jasa Keuangan,
perilaku untuk menjaga integritas perbankan dan Serikat Pekerja Mitra Pengembang, Mitra Kerja/
dan kepercayaan nasabah. Pemasok, Media, dan Organisasi
Bisnis
Pengadaan Menggambarkan komitmen Bank dalam Pegawai dan Nasabah, Investor, Pemerintah
Berkelanjutan mengelola rantai pasok yang bertanggung Pemegang Saham dan Otoritas Jasa Keuangan,
jawab, memastikan pemasok mematuhi Mitra Pengembang, Mitra Kerja/
standar etika, sosial, dan lingkungan yang Pemasok, dan Organisasi Bisnis
ketat.
Three Lines Model
Prinsip Three Lines Model adalah kerangka kerja yang Manajemen lini pertama bertugas untuk
sangat penting dalam memastikan manajemen risiko memastikan bahwa strategi yang ditetapkan
yang efektif dan mendukung tata kelola Bank yang dapat diimplementasikan dengan baik dan
transparan serta berintegritas. Model ini menguraikan bahwa seluruh keputusan bisnis diambil
peran dan tanggung jawab yang jelas dari berbagai berdasarkan analisis risiko yang mendalam
lini dalam organisasi, yang semuanya berperan dalam serta optimalisasi sumber daya. Fokus utama
mendukung keberlanjutan perusahaan, termasuk adalah untuk mencapai tujuan organisasi dan
dalam aspek-aspek Environmental, Social, and memastikan bahwa risiko yang terkait dengan
Governance (ESG). setiap aktivitas dan operasional dapat dikelola
1. Peran Organ Pengurus (Governing Body) secara efektif. Lini pertama juga harus menjaga
Organ pengurus memiliki tanggung jawab kepatuhan terhadap kebijakan internal dan
utama kepada para pemangku kepentingan menjaga keberlanjutan operasional yang sesuai
(stakeholders) untuk memastikan bahwa seluruh dengan nilai-nilai ESG, dengan mengintegrasikan
aktivitas organisasi berjalan dengan transparansi, pertimbangan keberlanjutan dalam setiap
integritas, dan kepemimpinan yang baik. Sebagai keputusan dan proses yang dijalankan.
pengawas tertinggi dalam organisasi, mereka
bertanggung jawab untuk merumuskan kebijakan 3. Peran Lini Kedua (Second Line)
serta memastikan bahwa manajemen risiko Lini kedua berperan dalam memberikan dukungan
dilaksanakan dengan baik dalam mendukung khusus terhadap manajemen risiko dengan fokus
pencapaian tujuan jangka panjang, termasuk pada berbagai area kritikal seperti kepatuhan
mempertimbangkan prinsip-prinsip ESG yang terhadap hukum dan regulasi, pengendalian
mencakup keberlanjutan lingkungan dan sosial. internal, serta keberlanjutan. Selain itu, lini kedua
memiliki peran penting dalam memastikan
2. Peran Lini Pertama (First Line) bahwa standar etika, standar proses bisnis, dan
Lini pertama berfungsi sebagai pengelola dan perilaku organisasi dipatuhi, serta mengelola
risiko yang lebih operasional dalam organisasi. isu-isu terkait dengan teknologi, informasi, dan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 25
Page 26
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
kualitas yang berkelanjutan. Fungsi lini kedua tata kelola perusahaan serta manajemen risiko
ini juga mencakup tanggung jawab yang lebih yang ada. Fungsi ini memastikan bahwa sistem
luas dalam Enterprise Risk Management, yaitu yang diterapkan untuk mengelola risiko berjalan
manajemen risiko secara keseluruhan yang dengan baik dan sesuai dengan standar yang
melibatkan pengawasan terhadap potensi risiko telah ditetapkan oleh organisasi, termasuk dalam
yang bisa mengancam kelangsungan bisnis. konteks ESG. Audit Internal juga berperan dalam
menilai apakah seluruh kebijakan dan praktik
4. Peran Lini Ketiga (Third Line) yang diterapkan oleh organisasi sudah cukup
Lini ketiga, yang dalam konteks ini adalah memenuhi tuntutan keberlanjutan dan tanggung
fungsi Audit Internal, berperan memberikan jawab sosial, serta memberikan rekomendasi
assurance dan rekomendasi yang independen untuk perbaikan yang berkelanjutan.
serta objektif tentang kecukupan dan efektivitas
Kerangka Kerja ESG
The Future of Finance
ESG in the value chain
Sustainable Climate Change & People &
Finance Ecosystems Community
Stakeholder Inclusiveness
Integrated GRC
Governance Risk Compliance
Integrated GRC
BTN telah mengembangkan kerangka kerja ESG, Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). Kerangka
yaitu The Future of Finance. Kerangka kerja tersebut kerja ini menjadi landasan untuk mengelola aktivitas
memberikan panduan bagi BTN dalam mengelola dan dan operasi bisnis serta proses pengambilan keputusan
menjalankan praktik bisnis yang berorientasi pada yang lebih komprehensif. Kerangka kerja ESG BTN terdiri
dampak kinerja dan mendukung pencapaian Tujuan dari 6 (enam) komponen, yaitu:
26 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 27
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Komponen Kerangka Kerja ESG BTN
Keuangan Berkelanjutan Perubahan Iklim dan Ekosistem Manusia dan Masyarakat
(Sustainable Finance) (Climate Change and Ecosystems) (People and Community)
Pengelolaan produk Pengelolaan risiko Pengelolaan dampak
dan jasa yang perubahan iklim dan pada individu,
mendukung proses dampaknya pada komunitas, dan
transisi menuju kapasitas ekosistem. masyarakat luas pada
ekonomi rendah umumnya.
karbon serta menjaga
keseimbangan sosial
dalam membuka akses
yang setara terhadap
modal.
Memastikan bahwa
keberlanjutan bukan
hanya menjadi pijakan
bisnis, tetapi juga
terintegrasi secara
Mengedepankan menyeluruh dalam Menciptakan sistem yang
inklusivitas setiap aspek tata kelola, saling bergantung untuk
pemangku kepentingan manajemen risiko, dan mengelola risiko dan
sebagai fokus utama kepatuhan. peluang keberlanjutan
untuk mencapai tujuan secara efektif dari hulu ke
keberlanjutan. hilir (rantai nilai).
Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan
Kepatuhan yang Terintegrasi
Inklusivitas Pemangku Kepentingan (Integrated Governance, Risk, and ESG dalam Rantai Nilai
(Stakeholder Inclusiveness) Compliance [IGRC]) (ESG in the Value Chain)
Tata Kelola ESG
BTN menyadari pentingnya tata kelola yang baik sebagai Penjelasan lengkap mengenai kebijakan, struktur, dan
bagian integral dari keberlanjutan Bank. Meskipun topik praktik tata kelola keberlanjutan dapat ditemukan
ini tidak dibahas secara mendalam dalam bab ini, BTN dalam Bab Integrasi Tata Kelola Keberlanjutan. Di
ingin menegaskan bahwa tata kelola perusahaan yang bagian tersebut, Bank telah menguraikan secara rinci
transparan dan akuntabel merupakan landasan yang mengenai pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap
kokoh bagi upaya keberlanjutan Bank. regulasi yang berlaku, serta komitmen Bank terhadap
standar etika dan transparansi dalam setiap aspek
operasional perusahaan.
Proses ESG
Pengembangan Strategi
Dalam implementasi kerangka kerja ESG, BTN 3. Mengintegrasikan komponen ESG ke dalam
memformulasikan 9 (sembilan) langkah strategis yang kerangka dan program pengelolaan risiko bisnis
diterapkan secara inklusif, sebagai berikut: (enterprise risk management).
4. Mengembangkan program budaya ESG dan
1. Menjalankan kegiatan operasional dan bisnis pemimpin yang bertanggung jawab (responsible
perbankan yang berkelanjutan. leaders).
2. Mengembangkan produk Bank dan pengelolaan 5. Membangun lingkungan pengendalian (control
portofolio yang berkelanjutan dan inklusif. environment) yang terintegrasi dengan komponen
ESG.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 27
Page 28
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
6. Mengembangkan program pemantauan, 8. Menavigasi tren ketentuan dan peraturan ESG.
komunikasi, dan pelaporan ESG. 9. Membangun kemitraan dan kerja sama.
7. Membangun pengelolaan data ESG.
Kebijakan
BTN terus berupaya mengimplementasikan keuangan Kebijakan Khusus Nomor KK.10-A tentang Prosedur
berkelanjutan untuk mewujudkan visi sebagai “Menjadi Pelaksanaan Environmental, Social, and Governance
Best Mortgage Bank in Southeast Asia pada Tahun (ESG) yang menjadi dasar penerapan prinsip ESG di
2025”. Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Bank BTN, serta ditunjang dengan Petunjuk Teknis terkait
telah menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai CRST, Emisi GRK, dan Laporan Keberlanjutan. BTN
dasar utama dalam setiap kegiatan operasional dan memastikan seluruh komponen Arsitektur Kebijakan
pengambilan keputusan. Sebagai langkah konkret, dan Prosedur atas seluruh operasional dan bisnis Bank
BTN memiliki Kebijakan Umum Nomor KU. 10 tentang telah diselaraskan dengan prinsip-prinsip ESG dan
Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).
Pelaporan dan Komunikasi
Untuk mendukung implementasi prinsip keberlanjutan, Pada tahun pelaporan, Bank telah mengembangkan
BTN secara sistematis mengumpulkan data dan BTN Integrated ESG Dashboard System sebagai
informasi yang relevan terkait dengan kinerja ESG bagian dari langkah strategis untuk mewujudkan “BTN
dalam setiap aspek operasional perusahaan. Proses Become The ESG Champion.” Inisiatif ini sejalan dengan
pengumpulan data ini mencakup berbagai indikator roadmap dan strategi BTN, yaitu “Establishing ESG
yang mencerminkan dampak lingkungan, sosial, dan Monitoring, Communication, and Reporting Program.”
tata kelola yang dihasilkan oleh kegiatan perusahaan, ESG Dashboard dirancang untuk memberikan informasi
serta memastikan akurasi informasi yang disajikan. Bank secara berkala kepada para pemangku kepentingan
mengadopsi berbagai metode untuk mengumpulkan terkait kinerja ESG BTN, khususnya dalam hal emisi GRK,
data yang mendukung kemajuan implementasi portofolio keberlanjutan, dan pengelolaan sumber daya
roadmap ESG. Salah satu metode yang digunakan manusia (human capital). Dashboard ini bertujuan
adalah aplikasi Digital Action Log & Monitoring System untuk mendukung kontrol yang terintegrasi, berbasis
(DAMS), yang memungkinkan satuan kerja terkait digital (paperless), tersentralisasi, dan memungkinkan
untuk secara rutin memperbarui progres implementasi pengambilan data secara cepat dan mudah sesuai
inisiatif ESG. Sistem ini mempermudah proses kebutuhan.
pemantauan dan pengelolaan data ESG secara efisien
dan transparan, yang nantinya akan disampaikan Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk
kepada manajemen. mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan,
serta untuk mengukur pencapaian tujuan keberlanjutan
Selain itu, Bank juga mengelola data rinci terkait aspek- yang telah ditetapkan. Selain itu, BTN juga memastikan
aspek tertentu, seperti penggunaan listrik, kertas, bahwa seluruh data yang diperoleh memenuhi standar
dan lainnya. Langkah ini memastikan akurasi dan transparansi dan kepatuhan yang berlaku, sehingga
kelengkapan data yang diperlukan untuk mendukung laporan kinerja ESG yang disusun mencerminkan
evaluasi dan pelaporan inisiatif ESG yang sedang komitmen perusahaan terhadap akuntabilitas dan
berjalan. Dengan pendekatan ini, Bank dapat terus tanggung jawab sosial. Dengan pendekatan ini,
memonitor kemajuan dan melakukan perbaikan BTN berusaha untuk terus meningkatkan kualitas
berkelanjutan dalam upaya mencapai tujuan pengumpulan dan pelaporan data ESG, guna
keberlanjutan yang telah ditetapkan. memperkuat strategi keberlanjutan yang lebih efektif
dan berdampak positif bagi seluruh pemangku
kepentingan.
28 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 29
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap internal untuk menilai efektivitas strategi dan kebijakan
keberlanjutan, BTN secara rutin melakukan pelaporan ESG yang telah diterapkan, serta mengidentifikasi area
dan evaluasi kinerja ESG untuk memastikan bahwa yang memerlukan perbaikan atau penguatan.
upaya-upaya yang telah dilakukan sejalan dengan
tujuan jangka panjang BTN dan berdampak positif bagi Dalam sesi ini, dibahas pemecahan masalah serta
seluruh pemangku kepentingan. Pelaporan kinerja ESG solusi yang diperlukan untuk memastikan implementasi
dilakukan secara transparan dan terstruktur, dengan inisiatif ESG dapat terus berjalan sesuai rencana dan
mengacu pada standar pelaporan yang berlaku, mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendekatan
seperti GRI (Global Reporting Initiative) dan pedoman ini memastikan bahwa setiap tantangan dapat segera
regulasi lainnya yang relevan. ditangani, dan progres keberlanjutan dapat tercapai
secara maksimal. Hasil evaluasi ini akan menjadi
Setiap tahun, BTN menyusun laporan keberlanjutan dasar bagi penyempurnaan kebijakan dan inisiatif
yang mencakup pencapaian, tantangan, dan inisiatif keberlanjutan Bank di masa depan. Evaluasi kinerja
terkait dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata dilakukan secara mendalam melalui sesi one on one
kelola. Laporan ini disusun berdasarkan data dan dengan satuan kerja terkait. Dengan pendekatan ini,
informasi yang telah dikumpulkan secara akurat dan BTN berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja
valid, serta melalui analisis mendalam untuk menilai ESG, memastikan akuntabilitas, dan memaksimalkan
dampak dari berbagai kegiatan perusahaan terhadap kontribusi perusahaan dalam mendukung
keberlanjutan. Selain itu, BTN juga melakukan evaluasi pembangunan berkelanjutan yang lebih luas.
Capaian dan Hasil ESG
Peta Jalan ESG BTN
Mewujudkan the Future of Finance melalui implementasi sasaran dengan membaginya berdasarkan tiga fase,
peta jalan yang dilakukan secara bertahap dan tepat yaitu Action, Advance, dan Accelerate.
Pada fase ini, BTN melaksanakan langkah-
langkah untuk mengintegrasikan
prinsip-prinsip ESG ke dalam kegiatan
operasional dan bisnis. Sasaran dalam
fase ini adalah memperkuat landasan
bagi implementasi prinsip-prinsip ESG
ke dalam setiap aspek operasional dan
bisnis, serta menjadi bagian integral BTN.
2028-2029
Fase Accelerate
2023–2025 Fase ini menunjukkan komitmen BTN
Fase Action untuk mempercepat dampak positif
2026-2027 dari penerapan prinsip ESG terhadap
lingkungan, masyarakat, dan tata kelola
Fase Advance
Bank. Komitmen tersebut diwujudkan
BTN meningkatkan komitmennya terhadap ESG melalui berbagai langkah konkret dan
dengan memperluas cakupan dan dampak dari inisiatif yang efektif dan efisien serta
inisiatif yang diambil. BTN fokus pada upaya untuk selaras dengan visi BTN. Pada fase ini, BTN
memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan, mengimplementasikan tekad dan ambisi
sejalan dengan perkembangan global. Langkah ini yang kuat untuk mewujudkan keuangan
diarahkan untuk meningkatkan kontribusi positif berkelanjutan dalam mencapai Tujuan
terhadap masyarakat dan lingkungan. Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).
Ketika mengusulkan kerangka kerja (framework), BTN melakukan pembandingan (benchmarking)
strategi, dan peta jalan (roadmap) ESG ini, BTN dengan perusahaan yang telah menjalankan ESG,
memperhatikan keterlibatan pemangku kepentingan. baik dalam negeri maupun luar negeri. Di samping itu,
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 29
Page 30
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN juga menyelenggarakan lokakarya ESG dengan BTN memiliki 24 (dua puluh empat) inisiatif strategis
peserta internal yang terdiri dari 20 (dua puluh) dalam peta jalan ESG untuk 5 (lima) tahun ke depan
satuan kerja. Agenda ini bertujuan sebagai supporting dengan sepuluh inisiatif prioritas sebagai berikut:
validator terhadap draf usulan kerangka kerja, strategi,
dan inisiatif ESG BTN sehingga mampu membentuk
kerangka kerja ESG yang sesuai dengan kesiapan dan
ambisi BTN.
1 Menjalankan Transisi Energi Bersih 6 Penawaran Produk Berkelanjutan
Menjadi pionir green mortgage carbon trading.
Secara konsisten meluncurkan produk berkelanjutan, di
• Target : Melantai pada bursa perdagangan
antaranya: obligasi berwawasan lingkungan/sosial dan
karbon dengan menjadi seller dalam
produk hijau.
green mortgage carbon trading.
• Target : Obligasi berwawasan lingkungan/sosial:
• Lini masa : 2024–2025
Rp3 triliun dan 5 produk hijau.
• Lini masa : 2024–2028
2 Program Operasional Bank Yang
Berkelanjutan 7 Menyalurkan Kredit Berkelanjutan
Implementasi kegiatan operasional Bank yang
Meningkatkan peran BTN dalam mendukung penyaluran
berkelanjutan dengan efisiensi penggunaan kertas
kredit berkelanjutan (sesuai sektor yang ditetapkan OJK),
dan listrik, kendaraan listrik (electronic vehicle/EV), dan
UMKM, dan KPR hijau.
penggunaan panel surya.
• Target : Sektor berkelanjutan: minimal 20% dari
• Target : Penurunan penggunaan kertas dan listrik:
portofolio kredit; KPR hijau: 20%
50% dalam 5 tahun, kendaraan EV: 50 unit;
• Lini masa : 2024–2028
panel surya: 20 KC.
• Lini masa : 2024–2028
8 Program Keberagaman, Kesetaraan, dan
3 Program Pengadaan yang Berkelanjutan Inklusi
Meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan dan Mengedepankan aspek sosial dalam lingkup sumber daya
mitra BTN serta membangun kebijakan pengadaan yang manusia.
berkelanjutan. • Target : Mempekerjakan disabilitas: 2% dari total
• Target : Praktik berkelanjutan kepada pegawai dan meningkatkan posisi talenta
50 vendor inti. perempuan dalam jajaran manajemen: 30%
• Lini masa : 2024–2026 • Lini masa : 2024–2028
4 Climate Risk Stress Test
9 Mengembangkan Kebijakan ESG
Secara berkala menyesuaikan peraturan dan kebijakan
Melakukan pengukuran risiko iklim yang memengaruhi
internal dengan kebijakan ESG yang relevan sesuai praktik
kondisi keuangan BTN.
terbaik dan regulasi.
• Target : Climate Risk Stress Testing sesuai OJK
• Target : Meninjau kebijakan ESG
dan praktik terbaik.
• Lini masa : 2024–2028
• Lini masa : 2024
5 Mengembangkan ESG University 10 Menjadi Signatories untuk Komitmen
Keuangan Berkelanjutan
Meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas
Terlibat aktif dalam jaringan dan komunitas ESG yang bertaraf
pegawai terkait ESG dengan membangun Kurikulum ESG
internasional.
dan program pelatihan ESG.
• Target : Anggota 4 lembaga keberlanjutan
• Target : 75% pegawai pada posisi strategis.
(domestik dan internasional)
• Lini masa : 2024–2026
• Lini masa : 2024–2028
30 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 31
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) [OJK E.1, D.1.b]
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan salah Selain itu, BTN juga aktif mendukung program
satu Bank terbesar di Indonesia, BTN berkomitmen pemerintah untuk mewujudkan target pembangunan
untuk terus menjalankan prinsip Keuangan tiga juta rumah, sebagai bagian dari upaya memperkuat
Berkelanjutan melalui penyusunan Rencana Aksi ekosistem perumahan di Indonesia. Dukungan ini
Keuangan Berkelanjutan (RAKB). RAKB BTN menjadi diwujudkan melalui pembiayaan perumahan yang
panduan strategis dalam mengembangkan portofolio inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat
pembiayaan untuk kegiatan usaha yang berkelanjutan berpenghasilan rendah (MBR) sehingga sejalan dengan
serta langkah-langkah dalam proses bisnis dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/
manajemen risiko. SDGs).
Implementasi RAKB 2024
RAKB 2024 BTN berfokus pada 5 (Lima) Pilar Utama terhadap ketentuan kehati-hatian serta penerapan
Keuangan Berkelanjutan BTN, dengan program manajemen risiko yang efektif, sejalan dengan
dan aktivitas yang dirancang untuk mendukung komitmen membangun ekosistem perumahan yang
pencapaian target. Sebagai bagian dari upaya mendukung kesejahteraan masyarakat.
memperkuat ekosistem perumahan nasional, BTN
turut memprioritaskan pembiayaan yang inklusif dan Capaian program dan aktivitas BTN dalam mendukung
berkelanjutan untuk sektor perumahan, khususnya keuangan berkelanjutan pada tahun 2024 disampaikan
bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam berdasarkan 5 (lima) Pilar Utama Keuangan
pelaksanaannya, BTN memastikan kepatuhan Berkelanjutan BTN, sebagai berikut:
Pilar Utama Keuangan Berkelanjutan BTN
Keuangan Berkelanjutan
5 Pilar BTN
Tanggung
Prosedur dan Sumber Daya Jawab
Produk Teknologi
Kebijakan Manusia Sosial dan
Lingkungan
Memastikan Melaksanakan
Meningkatkan Memperluas
Mendorong prosedur, serangkaian
kapasitas aplikasi secara
pengembangan kebijakan, dan program yang
Deskripsi
SDM dalam digital untuk
produk dan/ atau mitigasi risiko berkenaan
mendukung mendukung
jasa sesuai aspek dilaksanakan dengan
implementasi pengembangan
ekonomi, sosial, dengan standar lingkungan
keuangan produk dan/atau
dan lingkungan produk dan/atau dan sosial
berkelanjutan jasa Bank
jasa Bank kemasyarakatan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 31
Page 32
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
RAKB memberikan arahan strategis bagi BTN dalam mengintegrasikan pengelolaan risiko ESG dalam
mengembangkan portofolio pembiayaan untuk kegiatan usaha Bank.
kegiatan usaha berkelanjutan serta perubahan-
perubahan yang akan dilakukan Bank dalam proses BTN telah melaksanakan sejumlah program RAKB 2024,
bisnis dan manajemen risiko. Perubahan yang dicapai sebagai berikut:
merupakan perubahan yang relevan dalam rangka
Program RAKB BTN 2024
Nama Program Satuan Kerja Pelaksana Program
Pilar Produk
Pembiayaan Pembangunan Rumah Rendah Emisi Commercial Banking, Subsidized Mortgage,
dan Mortgage & Secure Loan
Pembiayaan Pembangunan Perumahan dengan Panel Surya untuk Corporate Banking
Energi Berkelanjutan
Pembiayaan Pembangunan Perumahan dengan Akses Layanan Corporate Banking
Esensial
Penyaluran Kredit untuk Proyek Sistem Penyediaan Air Minum Corporate Banking
Penyaluran Kredit untuk Pengelolaan Sumber Daya Hayati dan Corporate Banking
Penggunaan Lahan Berkelanjutan
Penyaluran Kredit untuk Proyek Efisiensi Energi Corporate Banking
Konstruksi Museum Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Corporate Banking
Pelaksanaan Program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Corporate Banking
Penyaluran Kredit untuk Pengembangan Energi Terbarukan Corporate Banking
Penyaluran Sustainability Linked Syndicated Loan untuk Proyek Financial Institution & Capital Market
Berkelanjutan
Pilar Prosedur dan Kebijakan
Pemantauan dan Implementasi Peta Jalan ESG Enterprise & ESG Risk Management
Program Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Compliance & Governance
Pelaksanaan Pemeringkatan ESG Enterprise & ESG Risk Management dan
Compliance & Governance
Pemenuhan Sertifikasi Internal Audit Internal Audit
Pemenuhan Kebijakan Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI) Human Capital Strategy
Sosialisasi Pemenuhan Persyaratan Mitra terkait ESG Procurement & Fixed Asset Management
Pembangunan Green Building Menara 2 BTN Procurement & Fixed Asset Management
Pengurangan Beban Listrik Kantor BTN Procurement & Fixed Asset Management
Pengurangan BBM dengan Kendaraan Dinas Listrik Procurement & Fixed Asset Management
Peningkatan Privasi Data dan Keamanan Siber Compliance & Governance
32 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 33
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Nama Program Satuan Kerja Pelaksana Program
Pilar Sumber Daya Manusia
Pelaksanaan Mini MBA in Property dan School Property of Developer Investor Relations & Research
Program BTN Santri Developer Kebangsaan Investor Relations & Research
Seminar di Bidang Properti kepada Universitas, Asosiasi, dan Lembaga Investor Relations & Research
Keterlibatan Karyawan dalam Program ESG Recycle Uniform (Re-Uni) Human Capital Strategy
Pelatihan Perhitungan Emisi Karbon dari Sektor Keuangan Enterprise & ESG Risk Management
Pelatihan Pemahaman ESG kepada Pegawai Learning Management
Pelatihan Karyawan terkait Climate Risk Stress Test (CRST) Learning Management
Literasi Properti dan Lokakarya Investor Relations & Research
Pilar Teknologi
Layanan Pembayaran Digital Berbasis QR Code untuk Transaksi Lintas Digital Banking Product Development
Negara
Layanan Digital untuk UKM melalui Fitur Transaksi Perbankan Digital Banking Product Development
Layanan Pengajuan Kredit melalui BTN Properti Digital Banking Product Development
Digitalisasi End-to-End Procurement Procurement & Fixed Asset Management
Pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Pembangunan Taman Hijau dan Area Bermain di Wilayah Sekitar Corporate Secretary
Menara BTN
Sosialisasi dan Pilah Sampah di Lingkungan Perumahan BTN Corporate Secretary
Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dan Rumah Sehat Corporate Secretary
Pembangunan Sarana Air Bersih, MCK, dan Sanitasi Sehat Corporate Secretary
Penanaman Pohon di Ruang Terbuka Hijau dan Fasilitas Umum Corporate Secretary
Dukungan Pelatihan UMKM untuk Go Digital Corporate Secretary
Pelatihan Milenial Menjadi Developer Muda BTN Corporate Secretary
Pembangunan Taman Bacaan untuk Pemberantasan Buta Huruf Corporate Secretary
Pemberian Beasiswa bagi Pelajar dan Mahasiswa dari Keluarga Tidak Corporate Secretary
Mampu
Dukungan dan Kerja Sama dengan Mitra untuk Pembangunan Bank Corporate Secretary
Mini
Pelatihan dan Penyediaan Sarana Prasarana untuk Pemberdayaan Corporate Secretary
UMKM
Running for Purpose pada BTN Jakarta International Marathon Corporate Secretary
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 33
Page 34
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Komitmen BTN pada Prinsip Perbankan Bertanggung Jawab
BTN telah menjadi penandatangan resmi Prinsip Perbankan Bertanggung
Jawab PBB (UN Principles for Responsible Banking), sebuah kerangka kerja
tunggal untuk industri perbankan berkelanjutan yang dikembangkan
melalui kemitraan antara bank-bank di seluruh dunia dan United Nations
Environment Programme Finance Initiative (UNEP FI). Prinsip-Prinsip ini
merupakan kerangka kerja utama untuk memastikan bahwa strategi dan
praktik bank sejalan dengan visi masyarakat yang ditetapkan untuk masa
depan melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) dan Paris
Agreement.
Sebagai Bank BUMN pertama di Indonesia yang menerapkan Prinsip PRB,
BTN berkomitmen untuk terus memperkuat strategi keberlanjutannya
dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam inti bisnis Bank.
Hal ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung inovasi dan
inisiatif dalam mewujudkan perkembangan keuangan berkelanjutan. BTN
mengadopsi 6 (enam) prinsip utama PRB yang menjadi pedoman dalam
operasional dan pengambilan keputusan, sebagai berikut:
Prinsip Utama PRB
Prinsip 1: Prinsip 4:
Penyelarasan Pemangku Kepentingan
BTN akan menyelaraskan strategi bisnisnya BTN akan secara proaktif dan bertanggung
untuk memastikan konsistensi dan jawab melakukan konsultasi, keterlibatan,
kontribusi terhadap kebutuhan individu serta bermitra dengan pemangku
serta tujuan masyarakat, sesuai dengan kepentingan yang relevan untuk mencapai
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/ tujuan masyarakat.
SDGs), Paris Agreement, dan kerangka
kerja nasional serta regional yang relevan.
Prinsip 2: Prinsip 5:
Dampak dan Penetapan Target Tata Kelola dan Budaya
BTN akan terus meningkatkan dampak BTN akan mengimplementasikan
positif sekaligus mengurangi dampak komitmennya terhadap prinsip-prinsip ini
negatif serta mengelola risiko terhadap melalui tata kelola yang efektif dan budaya
masyarakat dan lingkungan yang timbul perbankan yang bertanggung jawab.
akibat kegiatan, produk, dan layanan Bank.
Oleh karena itu, BTN akan menetapkan
dan mempublikasikan target-target yang
memungkinkan memberikan dampak
paling signifikan.
Prinsip 3: Prinsip 6:
Klien dan Pelanggan Transparansi dan Akuntabilitas
BTN akan bekerja secara bertanggung BTN akan secara berkala meninjau
jawab dengan klien dan nasabah BTN untuk pelaksanaan prinsip-prinsip ini, baik
mendorong praktik-praktik berkelanjutan secara individu maupun kolektif, serta
serta mendukung kegiatan ekonomi yang tetap transparan dan bertanggung jawab
menciptakan kemakmuran bersama bagi atas dampak positif dan negatif, serta
generasi sekarang dan yang akan datang. kontribusi BTN terhadap tujuan-tujuan
masyarakat.
34 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 35
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Untuk memastikan penerapan Prinsip Perbankan 3 (pilar) pilar utama pembangunan berkelanjutan, yaitu
Bertanggung Jawab (PRB) berjalan efektif, BTN telah ekonomi, lingkungan, dan sosial, serta memberikan
melakukan analisis dampak awal pada portofolio dasar yang kuat untuk mengintegrasikan keberlanjutan
konsumer dan berkomitmen menyusun laporan ke dalam strategi bisnis bank.
PRB pertama dalam 18 (depalan belas) bulan sejak
penandatanganan. Selain itu, BTN menetapkan Pendekatan ini diperkuat dengan penggunaan UNEP FI
target spesifik untuk area dampak utama yang telah Portfolio Impact Analysis Tools, yang memungkinkan
diidentifikasi sebagai prioritas keberlanjutan. BTN menetapkan prioritas secara kontekstual dengan
memanfaatkan keterkaitan dengan berbagai topik
BTN Impact Radar keberlanjutan. Alat ini membantu BTN mengintegrasikan
langkah strategis yang terukur untuk mengelola
BTN memahami pentingnya mengevaluasi dampak dampak positif dan memitigasi dampak negatif.
sosial, ekonomi, dan lingkungan dari aktivitas Selain itu, Impact Radar dan alat analisis portofolio ini
keuangannya dalam penerapan Prinsip Perbankan menjadi pijakan utama bagi pengembangan panduan
Bertanggung jawab. Dengan mengadopsi kerangka manajemen dampak yang komprehensif, memastikan
kerja Impact Radar yang dikembangkan UNEP FI, BTN setiap langkah sejalan dengan upaya global dalam
dapat mengidentifikasi dan mengelola dampak positif mendukung pencapaian SDGs.
maupun negatif secara holistik. Kerangka ini mencakup
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 35
Page 36
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN Impact Radar
y
it ke
Cred ive
t
nega rea
ct a
impa
y
key edit ke
imp ve
act
ati
a
are
neg
Cr
Credit
positiv
impac
e
t
positiv
impac
Credit
key
e
t
C
re
po di
t key
im sit ke dit
pa ive y Cre tive &
i
ct pos ative
neg t Area
ac y
imp ing ke
Sav sitive
o a
p are
act
imp
BTN Impact Radar menggambarkan hasil analisis Bank. Analisis ini mengidentifikasi 2 (dua) area utama
yang didukung oleh UNEP FI Portfolio Impact Analysis dengan dampak signifikan, yaitu keuangan dan
Tools, terutama terhadap area dan topik dampak perumahan, yang menjadi prioritas strategis bagi BTN
yang relevan dengan portofolio BTN, seperti sektor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
perumahan dan keuangan. BTN menggunakan
pendekatan ini untuk mengevaluasi dampak dari Pada area Keuangan, analisis menunjukkan bahwa
kegiatan keuangannya, dengan fokus pada portofolio BTN telah berhasil mendorong inklusi keuangan
konsumer yang mencakup 70% dari total portofolio dengan mendukung pembiayaan bagi masyarakat
36 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 37
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
berpenghasilan rendah. Komitmen ini tercermin mendukung stabilitas kehidupan keluarga dan ekonomi
dari alokasi 59% portofolio Kredit Pemilikan Rumah masyarakat produktif. Selain itu, BTN juga menunjukkan
(KPR) untuk KPR bersubsidi. Melalui langkah ini, BTN komitmen terhadap inklusi gender, dengan 31%
memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada pembiayaan KPR dialokasikan kepada perempuan,
seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok sebagai upaya mendorong kesetaraan gender dalam
rentan, sehingga turut memperkuat stabilitas sosial akses perumahan.
dan ekonomi di berbagai wilayah.
BTN menganalisis kontribusi aktivitasnya terhadap
Di sisi lain, pada area Perumahan, BTN memiliki pencapaian SDGs melalui pendekatan impact
peran penting dalam meningkatkan akses terhadap analysis. Proses ini tidak hanya membantu BTN dalam
perumahan layak. Sebanyak 61% penerima KPR meningkatkan dampak positif dan memitigasi dampak
BTN berada di daerah pedesaan, wilayah yang negatif, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai
membutuhkan perhatian lebih dalam akses terhadap bank yang bertanggung jawab dan berkomitmen
perumahan. Kelompok penerima manfaat didominasi terhadap pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan
oleh usia produktif, yakni 68,12% berusia antara 30 hasil impact analysis, BTN mendukung beberapa SDGs
hingga 60 tahun, yang sejalan dengan misi BTN dalam utama, termasuk:
Impact Analysis BTN pada Tujuan SDGs
Tujuan ke-5:
Mendorong kesetaraan gender dengan memberikan akses keuangan yang
inklusif bagi perempuan melalui produk dan layanan yang dirancang khusus.
Tujuan ke-8:
Mendukung penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi dengan
menyediakan pembiayaan yang terjangkau.
Tujuan ke-9:
Berkontribusi pada pengembangan infrastruktur perumahan dan inovasi
yang mendukung keberlanjutan.
Tujuan ke-10:
Memprioritaskan pembiayaan kepada masyarakat berpenghasilan rendah,
khususnya di pedesaan.
Tujuan ke-11:
Memberikan akses perumahan layak dan terjangkau untuk pengembangan
komunitas yang aman dan berkelanjutan.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 37
Page 38
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Penghargaan Selama Tahun 2024
Sepanjang tahun 2024, BTN berhasil meraih berbagai antaranya terkait dengan kinerja dan upaya BTN dalam
penghargaan yang mencerminkan pencapaian bidang Environmental, Social, and Governance (ESG),
dan komitmennya dalam berbagai bidang. Rincian yang menunjukkan dedikasi BTN dalam mendukung
lengkap mengenai penghargaan tersebut dapat keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Beberapa
ditemukan dalam Laporan Tahunan BTN. Di antara penghargaan ESG yang diraih antara lain:
penghargaan yang berhasil diperoleh, beberapa di
29 Mei Penghargaan: 21 Juni Penghargaan:
2024 • Transparansi Penurunan Emisi 2024 • ●Best ESG Investing Innovation
Korporasi Kategori GREEN ELITE • Best ESG Reporting & Transparency
• Transparansi Perhitungan Emisi • Best Sustainable Finance
Korporasi Kategori PLATINUM PLUS Leadership
Acara: • Best Integrated ESG Champion in
Transparansi Penurunan Emisi Korporasi Risk Management (Wilson Arafat)
Terbaik 2024 Acara:
Penyelenggara: ESG Initiatives Awards (EIA) 2024
Bumi Global Karbon Foundation Penyelenggara:
Skala: ESG Initiatives Award
Nasional Skala:
Nasional
6 Juli 2024
Penghargaan:
ASEAN Risk Champion
Acara:
ASEAN Risk Award 2024
Penyelenggara:
ASEAN Risk Award
Skala:
Internasional
38 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 39
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
17 Oktober Penghargaan:
2024 Bank Pionir Pembiayaan
Rumah Rendah Emisi
Acara:
Detikcom Award 2024
Penyelenggara:
Detikcom
Skala: 24 Okto- Penghargaan:
Nasional ber 2024 Mortgage Product of The Year -
ESG Rumah Rendah Emisi - Best
ESG Initiatives
Acara:
Global Retail Banking Innovation
Award 2024
Penyelenggara:
Global Retail Awards 2024
Skala:
Internasional
06 November Penghargaan:
2024 Gold Rank
Acara:
ASRRAT 2023
Penyelenggara:
National Center for Corporate
Reporting (NCCR)
Skala:
27 September
Penghargaan: Nasional
2024
Penghargaan kreatif untuk
kategori keberlanjutan dan
kreativitas lingkungan
Acara:
IDEAward 29 November Penghargaan:
Penyelenggara: Leadership AA
2024
IDEAward Acara:
Skala: ESG Disclosure Transparency
Nasional Awards 2023
18 Juli 2024 Penyelenggara:
Investortrust
Penghargaan: Penyelenggara: Skala:
Best Bank for Diversity Euromoney Nasional
Equity and Inclusion Skala:
Acara: Internasional
Euromoney Award 2024
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 39
Page 40
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN dan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (TPB/SDGs)
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs)
yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
pada tahun 2015 mencakup 17 tujuan dan 169 target
yang bertujuan mendorong keberlanjutan secara
global melalui integrasi aspek ekonomi, sosial, dan
lingkungan.
Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pencapaian TPB/
SDGs melalui penerbitan Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017.
Dalam konteks ini, BTN berkontribusi terhadap tujuan ke-11 TPB/SDGs
dengan mendukung penyediaan pembiayaan perumahan (KPR) guna
membangun kota dan pemukiman yang layak, aman, dan terjangkau
sebelum tahun 2030.
Kontribusi BTN tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang
No. 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan
Kawasan Permukiman. Melalui produk pembiayaan tersebut, BTN
tidak hanya membantu mengatasi tantangan keberlanjutan, tetapi
juga memperkuat resiliensi bisnis terhadap risiko yang berkaitan
dengan keberlanjutan, sekaligus mendukung program pemerintah
membangun 3 (tiga) juta rumah dan program pembangunan nasional
lainnya yang inklusif dan berkelanjutan.
KPR BTN Sejahtera, Keluarga Bahagia Kehidupan Sejahtera
KPR BTN Sejahtera merupakan KPR bersubsidi dengan skema Fasilitas
Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diselenggarakan oleh
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik
Indonesia untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program
ini menawarkan suku bunga yang sangat rendah dan cicilan yang
terjangkau untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun sejahtera.
Sebagai salah satu mitra penyalur, BTN turut mendukung implementasi
program ini melalui produk KPR Sejahtera FLPP BTN, yang menawarkan
berbagai keunggulan, antara lain:
40 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 41
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Uang muka ringan,
mulai dari
1%
Jangka waktu
hingga
20
tahun
Bebas premi
asuransi dan PPN
Suku bunga
tetap sebesar
5%
Subsidi bantuan
uang muka sebesar
Rp10.000.000*
(khusus rumah tapak)
Jaringan kerjasama
yang luas dengan
developer di seluruh
Indonesia
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 41
Page 42
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Kontribusi KPR BTN Sejahtera pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Menjadikan kota dan permukiman Menjamin ketersediaan serta
inklusif, aman, tangguh, dan pengelolaan air bersih dan sanitasi
berkelanjutan yang berkelanjutan untuk semua
Menyediakan KPR bagi Masyarakat Berpenghasilan Penyediaan rumah yang layak huni dilengkapi
Rendah (MBR) tanpa membedakan latar belakang
dengan fasilitas sanitasi dasar seperti Mandi, Cuci,
suku, agama, ras, atau lainnya. Pengembangan
Kakus (MCK). Fasilitas ini bertujuan mendorong
perumahan mengedepankan prinsip inklusivitas,
perilaku hidup bersih di kalangan penghuni,
memastikan lingkungan permukiman terbuka bagi
semua golongan. Dengan pendekatan ini, diharapkan sehingga tercipta lingkungan yang mendukung
KPR BTN Sejahtera dapat mempertahankan rasa peningkatan kesehatan masyarakat secara
kebersamaan, keamanan, serta ketangguhan, keseluruhan.
sehingga mampu terus berkembang secara
berkelanjutan bersama para penghuninya.
KPR BTN
Sejahtera
Menjamin akses energi yang Mengurangi kesenjangan intra
terjangkau, andal, berkelanjutan, dan antarnegara
dan modern untuk semua
Program ini berkontribusi dalam mengurangi backlog
Penyediaan rumah dilengkapi dengan sumber perumahan dengan menggandeng pengembang
penerangan berbasis energi listrik dengan tarif di seluruh Indonesia. Persyaratan kepemilikan
langganan yang terjangkau. Penyesuaian tarif ini dirancang untuk memudahkan masyarakat,
dirancang sesuai dengan kemampuan masyarakat termasuk pembebasan premi asuransi dan PPN,
berpenghasilan rendah (MBR), sehingga mendukung subsidi bantuan uang muka sebesar Rp10.000.000
kebutuhan dasar energi tanpa membebani penghuni. khusus untuk rumah tapak, uang muka ringan mulai
dari 1%, suku bunga tetap sebesar 5%, serta tenor
pembiayaan hingga 20 tahun.
Selain pencapaian TPB melalui produk KPR, BTN kegiatan tahun 2024 ini terangkum lengkap dalam
turut mendukung pencapaian TPB secara langsung setiap topik material pada Laporan Keberlanjutan
maupun tidak langsung dengan pelaksanaan aktivitas Tahun 2024 yang dimana garis besarnya diilustrasikan
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Semua pada tabel di bawah ini:
Kontribusi Keberlanjutan BTN Tahun 2024 pada SDGs
TPB Kontribusi BTN
Tanpa • BTN memiliki Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), Kredit Usaha
Kemiskinan Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
• BTN melakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni dan rumah sehat.
Tanpa Kelaparan BTN telah menyalurkan kredit ke sektor-sektor ekonomi utama termasuk peternakan
dan perikanan.
42 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 43
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
TPB Kontribusi BTN
Kehidupan Sehat • Memfasilitasi medical check up secara berkala dan layanan pengobatan.
dan Sejahtera • Mempromosikan work life balance dengan peresmian BTNers Club, yang terdiri
dari 26 (dua puluh enam) komunitas pegawai dalam bidang olahraga, seni,
dan kerohanian.
Pendidikan • Program pembangunan taman bacaan untuk pemberantasan buta huruf.
Berkualitas • Program pendidikan beasiswa pegawai S1 S2 baik dalam negeri maupun luar
negeri.
• Pemberian beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
Kesetaraan BTN membuka kesempatan yang luas bagi perempuan untuk berkarya dan
Gender berkarier melalui program Women Talent.
Air bersih dan Melalui berbagai program pembiayaan perumahan, BTN turut menyediakan
Sanitasi Layak akses/ketersediaan air bersih dan sanitasi yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik
rumah. Penyediaan air bersih dan sanitasi juga menjadi salah satu Program TJSL
BTN, terutama pada saat musim kemarau.
Energi Bersih dan • BTN menerapkan Earth Hour untuk meningkatkan kesadaran terhadap energi.
Terjangkau • Penggunaan panel surya pada tujuh kantor BTN.
• Penggunaan 36 unit kendaraan listrik (EV) untuk operasional.
• Pembangunan 2 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Menara
BTN dan Menara 2 BTN.
Pekerjaan • Pelatihan dan Penyediaan Sarana dan Prasarana untuk Pemberdayaan UMKM.
Layak dan • Program Pelatihan Milenial Menjadi Developer Muda BTN.
Pertumbuhan • Program Pelatihan BTN Santri Developer Kebangsaan.
Ekonomi • Program Pelatihan Mini MBA in Property dari Housing Finance Center (HFC) BTN.
Industri, Inovasi, • Memberikan akses kepada pelaku usaha skala kecil terhadap jasa keuangan
dan Infrastruktur melalui Program Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah melalui
Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) BTN, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program
Pendanaan UMK, Kredit Linkage BTN.
• Penyediaan kredit kategori kegiatan usaha berkelanjutan (KKUB).
• Pembangunan Green Building Menara 2 BTN.
Berkurangnya • Menjunjung tinggi kesetaraan dan lingkungan kerja yang aman dengan
Kesenjangan penerapan Respectful Workplace Policy dan prinsip Diversity, Equity, and
Inclusion.
• Keberadaan BTN yang tersebar ke seluruh pelosok Indonesia membuka
lapangan kerja dan membantu warga setempat. Dengan demikian,
kesenjangan pendapatan antar-penduduk yang selama ini menjadi masalah
global bisa diperkecil.
Kota dan • Program literasi properti dan workshop.
Pemukiman yang • Implementasi program pembangunan Rumah Rendah Emisi BTN.
Berkelanjutan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 43
Page 44
Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
TPB Kontribusi BTN
Konsumsi dan • BTN memiliki aplikasi e-Procurement yang mendukung penghematan kertas.
Produksi yang • Penggunaan aplikasi E-MOM untuk manajemen risalah atau notula rapat
Bertanggung Direksi.
Jawab • Penggunaan aplikasi E-RKK untuk manajemen risalah atau notula rapat Komite
Kredit.
• Penggunaan fitur paperless pada aplikasi balé by BTN, BTN Properti, dan
aplikasi penunjang operasional dan layanan jasa keuangan lainnya yang turut
mengurangi penggunaan kertas.
Penanganan • BTN memberikan pembiayaan rumah rendah emisi dengan menggunakan
Perubahan Iklim material ramah lingkungan.
• BTN menerapkan Green Office di Gedung Kantor Pusat dan ikut serta dalam
Earth Hour untuk meningkatkan kesadaran terhadap energi.
• Program penanaman pohon (1 Rumah 1 Pohon).
• Penggunaan panel surya pada tujuh kantor BTN.
• Penggunaan 36 unit kendaraan listrik (EV) untuk operasional.
• Pembangunan 2 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Menara
BTN dan Menara 2 BTN.
Ekosistem Laut • Berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya melestarikan sumber daya
kelautan dan samudra untuk pembangunan berkelanjutan.
• Melepas 1.000 ekor tukik untuk dikembalikan ke habitat aslinya.
• Penanaman 3.200 pohon mangrove.
Ekosistem • Program penanaman pohon.
Daratan • BTN menetapkan pemenuhan AMDAL dalam pembangunan perumahan.
• BTN melakukan konservasi lingkungan melalui penanaman pohon di sekitar
perumahan yang dibiayai oleh Bank.
Perdamaian, • Pengisian Pakta Integritas oleh seluruh pegawai sesuai nilai-nilai Code of
Keadilan, dan Conduct.
Kelembagaan • Rekrutmen pegawai penyandang disabilitas dilakukan dengan tetap
yang Tangguh mengedepankan kesetaraan dan keadilan dalam pemenuhan hak-hak
pegawai.
Kemitraan untuk • BTN merupakan anggota dari Task Force on Climate-related Financial
Mencapai Tujuan Disclosure.
• BTN merupakan anggota dari United Nations Environment Programme Finance
Initiative (UNEP FI).
• BTN merupakan anggota dari Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI).
• BTN merupakan anggota Asian Venture Philanthropy Network (AVPN).
44 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 45
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 45
Page 46
Tentang Laporan 48 Standar Penyusunan Laporan 49 Proses Penentuan Konten Laporan 51 Penjaminan Eksternal 51 Umpan Balik 52 Kontak Terkait Laporan
Page 47
Page 48
Tentang Laporan Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Tentang Laporan
Sejak tahun 2009, BTN konsisten menerbitkan Laporan Pada regulasi yang sama, Laporan Keberlanjutan
Keberlanjutan setiap tahunnya. Laporan Keberlanjutan didefinisikan sebagai laporan yang diumumkan
Tahun 2024 menyajikan kinerja operasional Bank kepada masyarakat yang memuat kinerja ekonomi,
yang meliputi Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan keuangan, sosial, dan lingkungan hidup suatu LJK,
Kantor Cabang di Indonesia selama periode 1 Januari Emiten, dan Perusahaan Publik dalam menjalankan
hingga 31 Desember 2024, selaras dengan Laporan bisnis berkelanjutan. Selain berpedoman pada POJK
Keuangan Konsolidasi per 31 Desember 2024. Laporan No. 51/POJK.03.2017, penyusunan Laporan Keberlanjutan
ini merupakan edisi ke-16 yang melanjutkan edisi BTN berpedoman pada Surat Edaran Otoritas Jasa
sebelumnya yang diterbitkan pada Februari 2024, dan Keuangan (SEOJK) No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk
berhasil meraih penghargaan Gold Rank pada ASRRAT dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan
2023. [GRI 2-2, 2-3] Publik. Berdasarkan Surat Edaran OJK ini, perusahaan
publik diwajibkan untuk melaporkan Tanggung Jawab
Penyusunan Laporan Keberlanjutan yang rutin Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Laporan Tahunan
dilaksanakan oleh BTN mencerminkan komitmen dan atau dokumen terpisah seperti Laporan Keberlanjutan.
kepatuhan BTN terhadap regulasi, terutama Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017 BTN telah menjamin bahwa data dan informasi
tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi dalam laporan ini telah disajikan dengan akurat
Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip pelaporan yang baik.
Publik. Sesuai dengan yang tercantum pada Pasal Apabila terdapat perbedaan data atau informasi
10, Regulasi ini mewajibkan penyusunan Laporan dari laporan sebelumnya, seperti akibat perubahan
Keberlanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK), metode pengukuran, penanda *disajikan kembali akan
Emiten, dan Perusahaan Publik. Hal ini juga menjadi digunakan untuk memberikan kejelasan. [GRI 2-4]
bukti inisiatif BTN dalam memulai penerbitan Laporan
Keberlanjutan jauh sebelum penetapan regulasi.
Standar Penyusunan Laporan [GRI 2-23]
Standar Global Sustainability
Reporting Initiative Accounting Standard
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) (GRI) Board (SASB)
No. 51/ POJK.03/2017 tentang Penerapan
Keuangan berkelanjutan bagi Lembaga Jasa
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi
Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan International Financial Reporting Standards
Publik. (IFRS) S1 dan S2
48 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 49
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
BTN menggunakan sejumlah kebijakan, standar, Laporan Keberlanjutan ini diterbitkan dalam dua
dan inisiatif sebagai acuan dan kerangka pelaporan bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan yang Data keuangan yang termuat dalam laporan ini telah
menyampaikan kinerja ekonomi, keuangan, sosial, diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sebagai bagian
dan lingkungan hidup beserta dampaknya. Langkah dari proses Laporan Tahunan BTN. Seluruh informasi
ini mencerminkan komitmen Bank dalam mendukung keuangan disampaikan dalam mata uang rupiah,
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan kecuali dinyatakan sebaliknya. Data kuantitatif
(Sustainable Development Goals/SDGs) yang telah disajikan dengan prinsip daya banding (comparability)
diadopsi Indonesia menjadi SDGs Indonesia (http:// untuk minimal dua tahun terakhir, guna memberikan
sdgsindonesia.or.id/). Selain itu, BTN juga telah memulai kemudahan bagi para pemangku kepentingan dalam
adopsi awal terhadap IFRS S1 dan S2 pada tahun 2024, menganalisis tren kinerja Bank. Selain versi cetak,
yang meningkatkan transparansi dalam pelaporan laporan ini juga tersedia dalam format digital yang
faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta dapat diakses dan diunduh melalui situs resmi BTN di
mendukung upaya pencapaian SDGs. www.btn.co.id.
Proses Penentuan Konten Laporan
Penetapan konten laporan ini dilakukan dengan 3. Materialitas
mempertimbangkan kesesuaian prinsip-prinsip Mengungkapkan dampak ekonomi, sosial, dan
pelaporan keberlanjutan yang tertuang pada pedoman lingkungan yang relevan dengan dampak kegiatan
Standar GRI 2021, yang meliputi: bisnis Bank, serta signifikan dalam evaluasi
dan pengambilan keputusan para pemangku
1. Pelibatan Pemangku Kepentingan kepentingan.
Mengidentifikasi kelompok pemangku kepentingan
serta memfokuskan pada harapan dan kepentingan 4. Kelengkapan
masing-masing kelompok yang terkait dengan Mengungkapkan semua aspek keberlanjutan
kegiatan bisnis Bank. yang material beserta batasannya yang relevan
sehingga para pemangku kepentingan dapat
2. Konteks Keberlanjutan mengevaluasi kinerja keberlanjutan Bank dalam
Mengungkapkan kinerja dan dampak dari periode pelaporan.
operasional Bank dalam konteks keberlanjutan yang
meliputi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Proses penentuan konten Laporan Keberlanjutan Bank,
yang mencakup keempat langkah penetapan konten
laporan dan prinsip pelaporan keberlanjutan sesuai
Pedoman Standar GRI, tergambar dari bagan alur
berikut ini.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 49
Page 50
Tentang Laporan Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Proses Penentuan Konten Laporan Keberlanjutan BTN
Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3
Identifikasi Prioritas Validasi
Konteks
Meterialitas Kelengkapan
Keberlanjutan
Pelibatan Pemangku Kepentingan
Langkah 4
Ulasan
Konteks Keberlanjutan Review Pelibatan Pemangku Kepentingan
Pengulasan konten laporan merupakan langkah menyertakan data dan informasi untuk beberapa
selanjutnya yang bertujuan untuk memastikan tahun sebelum periode pelaporan yang digunakan.
pemenuhan 8 (delapan) prinsip Laporan Keberlanjutan
yang direkomendasikan oleh GRI, mencakup: 5. Kelengkapan
Laporan harus memberikan informasi yang
1. Akurasi cukup untuk memungkinkan penilaian dampak
Informasi yang disajikan harus akurat dan detail perusahaan selama periode pelaporan.
sehingga dapat digunakan oleh para pemangku
kepentingan untuk menilai kinerja perusahaan. 6. Konteks Keberlanjutan
Informasi yang disajikan harus melaporkan dampak
2. Keseimbangan dalam konteks pembangunan berkelanjutan yang
Kinerja perusahaan yang disajikan harus memuat lebih luas.
aspek positif maupun negatif sehingga dapat dinilai
secara rasional dan menyeluruh. 7. Ketepatan Waktu
Laporan harus diterbitkan secara rutin sehingga
3. Kejelasan pemangku kepentingan dapat mengambil
Informasi yang disajikan harus mudah dipahami keputusan secara tepat waktu berdasarkan
dan terbuka bagi para pemangku kepentingan informasi yang tersedia.
untuk diakses.
8. Keandalan
4. Daya Banding Laporan harus memuat dan menggunakan
Informasi yang disajikan harus konsisten dan informasi serta proses yang digunakan dalam
dapat digunakan oleh pemangku kepentingan menyiapkan laporan, yang dapat diperiksa dan
untuk menilai perubahan kinerja yang terjadi pada mencerminkan kualitas dan materialitas dari
Bank dalam jangka waktu tertentu, dapat dengan informasi yang disajikan.
50 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 51
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Penjamin Eksternal [GRI 2-5] [OJK G.1]
Sesuai dengan rekomendasi GRI, serangkaian proses penjaminan tingkat internasional, yaitu standar
penjaminan eksternal (external assurance) untuk AA1000AS v3 dengan nomor lisensi 000-310. Lembaga
Laporan Keberlanjutan ini telah dilaksanakan oleh BTN. Penjamin Eksternal tidak terlibat dalam proses
Proses ini dinilai penting karena karena melibatkan penyusunan Laporan Keberlanjutan Bank. Laporan hasil
pihak ketiga independen yang memiliki kredibilitas penjaminan dapat ditemukan pada halaman 302. [GRI
tinggi, sehingga meningkatkan keandalan dan kualitas 2-5] [OJK G.1]
laporan. Pemilihan penjamin eksternal dilakukan
dengan memastikan tidak ada benturan kepentingan Dewan Komisaris dan Direksi juga melakukan kajian
dengan pihak mana pun. terhadap laporan ini untuk memastikan seluruh topik
material telah tercakup pada laporan. Setelah proses
BTN mempercayakan CBC Global Indonesia sebagai tersebut, Dewan Komisaris dan Direksi menyetujui serta
lembaga penjamin eksternal yang melakukan menandatangani laporan ini yang tercantum pada
proses penjaminan Laporan Keberlanjutan Tahun halaman 14 dan 15. [GRI 2-14]
2024. Lembaga tersebut memiliki sertifikasi standar
Umpan Balik [OJK G.2, G.3]
Lembar Umpan Balik tersedia di bagian akhir laporan mendatang. Umpan balik yang diterima akan diproses
ini untuk memfasilitasi komunikasi dua arah dengan dan ditindaklanjuti oleh Corporate Secretary atau
pembaca dan pengguna Laporan Keberlanjutan BTN. melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi
Melalui lembar tersebut, diharapkan pembaca dan (PPID). Namun, sepanjang tahun 2024, BTN tidak
pengguna laporan dapat menyampaikan umpan balik menerima tanggapan dari pemangku kepentingan
berupa masukan, saran, dan opini yang bermanfaat terkait Laporan Keberlanjutan tahun sebelumnya.
untuk meningkatkan kualitas pelaporan di masa
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 51
Page 52
Tentang Laporan Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Profil BTN
Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Kontak Terkait Laporan [OJK G.2, G.3]
Laporan ini ditujukan kepada seluruh pemangku ekonomi, dan sosial selama menjalankan aktivitas
kepentingan sebagai dasar penilaian terhadap kinerja bisnis. BTN memberikan akses informasi yang seluas-
BTN. Melalui laporan ini, para pemangku kepentingan luasnya terkait Laporan Keberlanjutan kepada seluruh
dapat mengevaluasi bagaimana BTN memenuhi pemangku kepentingan, termasuk investor dan pihak
tanggung jawabnya dalam aspek lingkungan, lain yang berkepentingan, dengan menghubungi:
PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk
Corporate Secretary Division
Menara 2 BTN
Jalan H.R. Rasuna Said No. 1
Jakarta Selatan, 12980
Surel : csd@btn.co.id
Penggunaan Kertas Sebagai bagian dari komitmen BTN terhadap keberlanjutan
dan pelestarian lingkungan, Bank menginformasikan bahwa
Daur Ulang kertas yang digunakan untuk mencetak Laporan Keberlanjutan
ini sepenuhnya terbuat dari kertas daur ulang, yang
diproduksi melalui proses pengolahan kembali kertas bekas.
Keputusan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung
inisiatif pengurangan penggunaan sumber daya alam dan
meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
BTN menyadari bahwa industri percetakan dan penggunaan kertas
berkontribusi signifikan terhadap deforestasi dan pencemaran.
Oleh karena itu, Bank berkomitmen untuk mengurangi jejak
karbon dengan menggunakan kertas yang dihasilkan dari bahan
daur ulang. Dengan memilih kertas daur ulang, Bank tidak hanya
mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam baru,
tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi volume sampah
yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Proses pembuatan
kertas daur ulang juga mengurangi konsumsi energi dan air,
serta emisi karbon, menjadikannya pilihan yang lebih ramah
lingkungan dibandingkan dengan penggunaan kertas baru.
52 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 53
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 53
Page 54
Profil BTN 56 Sekilas Tentang BTN 58 Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan 60 Struktur Organisasi 62 Perjalanan Sejarah dan Transformasi BTN 66 Kegiatan Usaha BTN 68 Area Operasional dan Pasar yang Dilayani 70 Rantai Pasokan 73 Perubahan Signifikan 75 Kinerja Ekonomi Tahun 2024 79 Penyaluran Kredit
Page 55
Page 56
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Sekilas Tentang BTN
Nama Perusahaan [GRI 2-1] [OJK C.2]
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Alamat Kantor Pusat [GRI 2-1] Deskripsi Merek, Produk, dan Jasa [GRI 2-6] [OJK C.4]
[OJK C.2] Menara 2 BTN Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank, ruang
Menara BTN Jl. H.R. Rasuna Said No.1 lingkup kegiatan BTN adalah menjalankan kegiatan
Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta Selatan, 12980 umum perbankan sesuai dengan undang-undang
Jakarta 10130 Indonesia dan peraturan yang berlaku, termasuk melakukan
Indonesia kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah.
62-21 6336789
62-21 6346704
www.btn.co.id
Bentuk Hukum [GRI 2-1] Tanggal Pendirian
Perseroan Terbatas (PT)/ Perusahaan Terbuka 9 Februari 1950
/ Badan Usaha Milik Negara
Bidang Usaha Jumlah Pegawai
Bank Umum, termasuk melakukan kegiatan 12.847 orang
perbankan berdasarkan prinsip syariah
Pencatatan di Bursa Efek Indonesia Kode Saham Bursa Saham
17 Desember 2009 BBTN Bursa Efek Indonesia
Kepemilikan Saham [GRI 2-1] [OJK C.3]:
60,00% 29,27% 10,73%
Pemerintah Republik Publik Publik
Indonesia Domestik Asing
Perubahan Nama Bank didirikan dengan nama “Postspaarbank” pada 1897 dan kemudian diubah
dan Tanggal Efektif menjadi “Tyokin Kyoku” atau “Kantor Tabungan” pada 1942. Kembali berubah nama
Perubahan Nama menjadi “Kantor Taboengan Pos” pada 1945 saat masa kemerdekaan Republik
Perusahaan: Indonesia. Pada 9 Februari 1950, Pemerintah Republik Indonesia kembali mengubah
namanya menjadi “Bank Tabungan Pos“. Efektif pada tanggal 22 Juni 1963, Bank
berubah nama menjadi “Bank Tabungan Negara”. Selanjutnya, pada tahun 1992 resmi
menjadi Persero.
56 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 57
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Dasar Hukum Pendirian : • Undang-Undang Darurat No. 9 Tahun 1950 Tanggal 9 Februari 1950 tentang
Perubahan Undang-Undang Postspaarbank (Staatblad 1934 No. 653, 1937 No. 176
dan 197, dan 1941 No. 295) (Lembaran Negara Republik Indonesia No. 12 Tahun 1950).
• Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 4 Tahun 1963 Tanggal 22
Juni 1963 tentang Perubahan dan Tambahan Undang-Undang No. 36 Tahun 1953
tentang Bank Tabungan Negara (Lembaran Negara No. 86 Tahun 1953).
• Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1992 Tanggal 29 April 1992 tentang Penyesuaian
Bentuk Hukum Bank Tabungan Negara Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).
• Akta pendirian Bank sebagai Persero No. 136 Tanggal 31 Juli 1992 dibuat di hadapan
Notaris Muhani Salim, S.H., di Jakarta.
Modal Dasar : Rp10.239.216.000.000,- (sepuluh triliun dua ratus tiga puluh sembilan miliar dua ratus
enam belas juta rupiah) terbagi atas:
1. 1 (satu) saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal setiap saham sebesar Rp500
(lima ratus rupiah).
2. 20.478.431.999 (dua puluh miliar empat ratus tujuh puluh delapan juta empat ratus
tiga puluh satu ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah) saham Seri B
dengan nilai nominal setiap saham sebesar Rp500 (lima ratus rupiah).
Modal Ditempatkan dan Rp7.017.222.206.500 (tujuh triliun tujuh belas miliar dua ratus dua puluh dua juta
Disetor Penuh : dua ratus enam ribu lima ratus Rupiah). Merupakan data per 31 Desember 2022.
Sehubungan dengan pelaksanaan aksi korporasi Bank berupa Penambahan Modal
dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) dengan
periode akhir penjatahan penambahan saham pada tanggal 10 Januari 2023.
Skala BTN [GRI 2-6] [OJK C.3]
Uraian Satuan 2024 2023 2022
Total aset Jutaan Rupiah 469.614.502 441.749.737 402.148.312
Total ekuitas Jutaan Rupiah 32.571.889 30.479.153 25.909.354
Total liabilitas Jutaan Rupiah 407.794.597 381.164.489 351.376.683
Dana Syirkah Temporer Jutaan Rupiah 29.248.016 27.106.095 24.862.275
Jumlah karyawan Orang 12.847 12.045 11.859
Jumlah jaringan konvensional Unit Kantor 630 631 628
Jumlah jaringan syariah Unit Kantor 110 109 110
Jumlah produk/jasa yang Kategori 4 (empat): 4 (empat): 4 (empat):
disediakan Produk/Jasa 1. KPR dan Perbankan 1. KPR dan Perbankan 1. KPR dan Perbankan
Konsumer Konsumer Konsumer
2. Perumahan dan 2. Perumahan dan 2. Perumahan dan
Perbankan Komersial Perbankan Komersial Perbankan Komersial
3. Perbankan Syariah 3. Perbankan Syariah 3. Perbankan Syariah
4. Treasury & Asset 4. Treasury & Asset 4. Treasury & Asset
Management Management Management
Pemegang saham terbesar Persen Pemerintah RI-60% Pemerintah RI-60% Pemerintah RI-60%
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 57
Page 58
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan [GRI 2-23] [OJK C.1]
“Menjadi Best Mortgage Bank in
Visi Southeast Asia pada Tahun 2025”
• Secara aktif mendukung pemerintah
dalam memajukan kesejahteraan
masyarakat Indonesia melalui kepemilikan
rumah.
• Mewujudkan kehidupan yang diimpikan
jutaan rakyat Indonesia melalui
penyediaan rumah yang layak.
Misi • Menjadi One of Home of Indonesia's Best
Talent.
• Meningkatkan shareholder value dengan
berfokus pada pertumbuhan profitabilitas
yang berkelanjutan sebagai perusahaan
blue chip dengan prinsip manajemen
risiko yang kokoh.
• Menjadi mitra keuangan bagi para
pemangku kepentingan dalam ekosistem
perumahan dengan menyediakan solusi
menyeluruh dan layanan terbaik melalui
inovasi digital.
Peninjauan Visi dan Misi oleh Dewan Komisaris dan Direksi
Peninjauan visi dan misi secara berkala dilakukan Tahun 2025-2029 serta dimuat dalam Rencana Aksi
oleh Bank untuk memastikan kesesuaiannya dengan Keuangan Berkelanjutan (RAKB) 2025.
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan
dinamika perubahan yang terjadi. Peninjauan Perbedaan signifikan dari visi dan misi sebelumnya
terakhir dilaksanakan pada 27 September 2024 terletak pada fokus Bank, yang kini tidak hanya
oleh Dewan Komisaris dan Direksi. Hasil peninjauan berorientasi pada pembiayaan mortgage, tetapi
tersebut menegaskan bahwa perumusan visi dan juga mencakup pengembangan ekosistem
misi yang baru telah sejalan dengan perubahan perbankan secara menyeluruh. Dalam hal ini, BTN
kondisi internal maupun eksternal Bank. Perubahan menetapkan visi baru untuk tahun 2025, yaitu “Mitra
tersebut juga telah diintegrasikan dalam RJPP BTN Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga
Indonesia”.
58 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 59
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Budaya Perusahaan [GRI 2-23]
Memegang teguh kepercayaan yang diberikan.
• Memenuhi janji dan komitmen.
• Bertanggung jawab atas tugas, keputusan, dan Amanah
tindakan yang dilakukan.
• Berpegang teguh kepada nilai moral dan etika.
Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.
• Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab
Kompeten tantangan yang selalu berubah.
• Membantu orang lain belajar.
• Menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik.
Saling peduli dan menghargai perbedaan.
• Menghargai setiap orang apapun latar
belakangnya.
• Suka menolong orang lain.
Harmonis
• Membangun lingkungan kerja yang kondusif.
Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan
negara.
• Menjaga nama baik sesama pegawai, pimpinan, BUMN,
Loyal dan Negara.
• Rela berkorban untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
• Patuh kepada pimpinan sepanjang tidak bertentangan
dengan hukum dan etika.
Terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan
ataupun menghadapi perubahan.
• Cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih baik.
• Terus-menerus melakukan perbaikan mengikuti Adaptif
perkembangan teknologi.
• Bertindak proaktif.
Membangun kerja sama yang sinergis.
• Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk
berkontribusi.
Kolaboratif • Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai
tambah.
• Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya
untuk tujuan bersama.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 59
Page 60
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Struktur Organisasi
Sesuai dengan keputusan Dewan Komisaris dan Direksi pada Rapat Umum Pemegang Saham
bulan Maret 2024, Bank telah melakukan perubahan pada struktur
organisasinya. Adapun struktur organisasi BTN yang baru adalah
sebagai berikut:
Direktur Utama
Dewan
Pengawas
Syariah
Wakil Direktur Utama
Direktur
Direktur Direktur
Direktur Distribution &
SME & Retail Direktur Finance Information
Consumer Institutional
Funding Technology
Funding
SEVP
SEVP
Wholesale
Digital Business
Banking
Data
Subsidized Sales & SME Corporate Management
Digital Banking Treasury
Mortgage Distribution Banking Banking & Analytics
Product
Development
Large Financial IT Strategic
Mortgage & Retail Commercial
Institutional Institution Planning &
Secured Loan Funding Banking
Funding & Capital Development
Digital Banking
Market
Sales
Wealth Wholesale
Mid-size IT
Personal Management Transaction Corporate
Institutional Operations
Banking Strategy &
Funding
Planning
IT
Sharia Regional Finance & Security
Banking Officer Accounting
• Sharia Branch • Branch Office Investor
Office • Priority Banking Relations &
Research
Asset & Risk Human
IT Steering Credit Policy Credit Business
Liability Management Capital
Committee Committee Committee Committee
Committee Committee Committee
60 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 61
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Dewan Komisaris
Direktur Direktur Human
Direktur
Operations Direktur Risk Capital,
Assets
& Customer Management Compliance &
Management
Experience Legal
SEVP Operations Audit
Committee
Procurement Remuneration
& Fixed Asset Customer Credit Retail Credit Human Capital & Nomination
Internal Audit
Management Experience Operations Risk Strategy Committee
Consumer
Policy & Central Wholesale Human Capital Risk Monitoring
Collection, Corporate
Procedure Operations Credit Risk Management Committee
Recovery & Secretary
Asset Sales 1
Enterprise Human
Consumer Digital & ESG Risk Capital Marketing
Collection, Operations Management Business Communication
Recovery & Partner
Asset Sales 2
Digital &
Learning
Commercial Operations
Management
Asset Risk
Management Management
Compliance
Transformation & Governance
& Partnership
Management
Legal
Committee Board SEVP Division Distribution
Transformation
ESG
Steering
Committee Garis Komando Garis Koordinasi
Committee
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 61
Page 62
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Perjalanan Sejarah dan Transformasi BTN
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, selanjutnya BTN sebagai satu-satunya Institusi penyaluran Kredit
disebut “Bank” atau “BTN” adalah Badan Usaha Pemilikan Rumah (KPR). Penyaluran KPR pertama
Milik Negara (BUMN) berbentuk perseroan terbatas kali dilakukan pada tahun 1976 di Perumahan Tanah
dan bergerak di sektor jasa keuangan perbankan. Mas, Kota Semarang. Pada 29 April 1989, Bank mulai
BTN memiliki komitmen untuk menjadi bank yang beroperasi sebagai bank umum milik negara. Kemudian
menyediakan dan mendukung pembiayaan sektor melalui Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1992,
perumahan melalui tiga produk utama: perbankan pemerintah menetapkan bahwa BTN resmi berstatus
perseorangan, bisnis, dan syariah. BTN didirikan di era menjadi perseroan terbatas milik negara (Persero).
Pemerintahan Belanda pada tahun 1897 dengan nama Dokumen pendirian bank sebagai Persero dibuat di
Postpaarbank. Kemudian saat pendudukan Jepang, hadapan notaris Muhani Salim, S.H., dalam Akta No. 136
Postpaarbank diambil alih dan diganti namanya pada 31 Juli 1992, yang kemudian disahkan oleh Menteri
menjadi Tyokin Kyoku atau Kantor Tabungan. Setelah Kehakiman melalui Surat Keputusan No. C2-6587.
Indonesia merdeka, pada tahun 1945, Pemerintah HT.01.01.TH.92 tanggal 12 Agustus 1992 dan diumumkan
Indonesia mengambil alih Tyokin Kyoku dan mendirikan dalam Berita Negara No. 73 pada 11 September 1992
Kantor Taboengan Pos. Pada tahun 1950, Pemerintah Tambahan No. 6A.
Republik Indonesia mengubah nama Tyokin Kyoku
menjadi Bank Tabungan Pos berdasarkan Undang- Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia
Undang Darurat No. 9 Tahun 1950, yang berlaku sejak 9 No. 27/55/KEP/DIR tanggal 23 September 1994, BTN
Februari 1950. Kemudian, melalui Peraturan Pemerintah memperoleh izin untuk beroperasi sebagai bank devisa.
Pengganti Undang-Undang No. 4 Tahun 1963, Bank Kemudian, pada tahun 2002, Bank ditunjuk sebagai
mengganti namanya menjadi Bank Tabungan Negara, bank komersial yang berfokus pada pembiayaan
yang tetap digunakan hingga saat ini. perumahan. Bank juga mendapat persetujuan dari Bank
Indonesia untuk melaksanakan kegiatan perbankan
Pada tahun 1976, pemerintah mulai menggalakkan umum berdasarkan prinsip syariah melalui surat
program perumahan untuk rakyat dengan menetapkan No. 6/1350/DPbS tanggal 15 Desember 2004. Kemudian
62 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 63
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
pada tanggal 14 Februari 2005, BTN mulai menjalankan pada tahun 2022, BTN melaksanakan Rights Issue atau
kegiatan perbankan syariah melalui pembukaan penerbitan saham baru untuk kedua kalinya sejak 2012.
cabang syariah pertama di Jakarta-Harmoni. Penerbitan saham baru ini merupakan bagian dari
upaya BTN untuk memperluas ekspansi kredit sekaligus
Kemudian pada tahun 2009, Bank berhasil memperkuat modal guna mendukung visi BTN menjadi
melaksanakan sekuritisasi KPR pertama di Indonesia Best Mortgage Bank in South East Asia.
yaitu sekuritisasi aset melalui pencatatan transaksi
Kontrak Investasi Kolektif–Efek Beragun Aset (KIK- Pencapaian BTN pada tahun 2024 dalam menuju ESG
EBA). Selanjutnya, pada 17 Desember 2009, BTN Champion telah diakui global melalui dua penghargaan
melaksanakan Penawaran Umum Saham Perdana yang diraih di ajang internasional sebagai sebagai
(IPO) dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Di tahun 2015, pemenang Mortgage Product of the Year-ESG dan
BTN ditunjuk sebagai salah satu bank yang berperan Highly Acclaimed for Best ESG Initiative. Penghargaan
dalam program tersebut melalui pembiayaan KPR dan tersebut diraih BTN berkat inovasi dibidang ESG dan
berhasil memainkan peran penting dalam mendukung inisiatif keuangan berkelanjutan dalam mendorong
program pemerintah “Sejuta Rumah untuk Rakyat”. pertumbuhan ekonomi sirkular. Hal ini mencerminkan
bahwa BTN senantiasa memperkuat komitmennya
Pada tahun 2017, Bank terus melanjutkan transformasi terhadap keberlanjutan dengan mengintegrasikan
menuju perbankan digital. Proses akselerasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam
transformasi digital ini diterapkan pada seluruh layanan operasional bisnis, serta memperkuat peran Bank
perbankan, termasuk dengan membuka Smart Branch dalam mendukung pembangunan ekonomi sirkular
yang dilengkapi berbagai layanan untuk memenuhi dan berkelanjutan di Indonesia.
kebutuhan nasabah, seperti memperoleh informasi
perbankan, berkomunikasi, melakukan transaksi,
registrasi, dan membuka rekening. Pada tahun 2019,
BTN menguatkan posisinya sebagai bank terbesar
kelima dan menjadi Housing Market Maker. Kemudian,
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 63
Page 64
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN bekerja sama dengan Perum
Pos dan Giro untuk melaksanakan
program Tabungan Nasional
Jejak Langkah (Tabanas) dan Tabungan Asuransi
Berjangka (Taska).
1971
1897
Bank berdiri pada
1968
masa Pemerintahan 1974
Hindia Belanda Bank Tunggal kembali
dengan nama dipecah dan Bank
“Postspaaarbank“ Menteri Keuangan
Tabungan Negara,
memberikan tugas
disingkat BTN, dibuka
untuk membiayai
kembali.
perumahan rakyat.
1942
1965
Bank diambil alih
Pemerintahan Jepang Berdiri Bank Tunggal 1976
dengan nama “Tjokin dengan nama Bank
Kyoku“. Negara Indonesia Realisasi KPR BTN
yang terdiri dari bank pertama kali di
Tabungan Negara, Perumahan Tanah Mas,
Bank Indonesia, Bank
1945 Koperasi Tani dan
Kota Semarang.
Nelayan, Bank Umum
Pemerintahan Belanda Negara, BNI 1946, dan
mengambil alih semua Bank Dagang Negara. 1986
Kantor Taboengan Pos
dan karyawan berhenti
bekerja. Mendapatkan kredit
4 Juni 1965 dari IBRD/Bank
Dunia sebesar USD
266.550.000 yang
Pengintergrasian ditandatangani oleh
1946 Bank-Bank Umum Pemerintah Republik
Negara dan Bank Indonesia.
Pemerintah Republik Tabungan Negara ke
Indonesia mengambil dalam Bank Sentral
alih Tyokin Kyoku dan 1989
mendirikan Kantor
Taboengan Pos. 1963
Pertama kali
menerbitkan obligasi
Berganti nama dan awal melaksanakan
menjadi Bank
1949 Tabungan Negara
kegiatan bank umum.
dan dikelola di bawah
Pemerintah Republik Menteri Urusan Bank
Indonesia melakukan Sentral. 1992
pengubahan nama
menjadi Kantor
Tabungan Pos Secara efektif menjadi
PT Persero
1994
1950 1953
Memperoleh izin untuk
beroperasi sebagai
Pemerintah Republik Indonesia Bank Tabungan Pos Republik
bank devisa.
melakukan pembukaan Indonesia dikukuhkan di bawah
kembali Kantor Tabungan Pos Kementrian Perhubungan sebagai
dengan nama Bank Tabungan badan hukum dan diizinkan
Pos Republik Indonesia. membuka Kantor Cabang.
64 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 65
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Bank melakukan Bank bersama SMF
transformasi menuju menandatangani 2024
leading housing sekuritisasi terbesar.
bank dan world class
banking. • Transformasi BTN menuju
konsep Beyond Mortgage
2013 2014 melalui pembaruan logo,
visi, misi serta harmonisasi
inisiatif BTN dengan ESG
melalui rumah rendah emisi,
pemasangan panel surya,
penggunaan kendaraan
2012 2015 listrik, pembangunan stasiun
pengisian kendaraan
Bank melakukan right listrik umum (SPKLU), dan
Bank berpartisipasi meluncurkan super app balé
issue.
menyukseskan by BTN dan BTN Digital Store.
Program Sejuta • Tahun pertama dalam
Rumah untuk Rakyat.
2009 pelaporan Climate Risk
Stress Testing (CRST).
• Bank BUMN pertama yang
• Tahun pertama penyusunan
mendatangani PRB.
Laporan Keberlanjutan. 2016
• Sekuritisasi KPR melalui 2023
Kontrak Investasi Kolektif Bank melanjutkan
Efek Beragun Aset (KIK-EBA) agenda transformasi • Mengarahkan
pertama di Indonesia. Bank yaitu “Digital Banking implementasi ESG dengan
melakukan Penawaran Periods“. mengembangkan kerangka
Umum Saham Perdana kerja, strategi, dan roadmap
(IPO) dan listing di Bursa Efek ESG BTN serta membentuk
Indonesia (Go Public). Komite ESG, Satuan Kerja
2017 Manajemen Risiko & ESG, dan
ESG Departement.
2008 Pembukaan • Tahun pertama dalam
Smart Branch penghitungan financed
Tersertifikasi ISO 9001- Jakarta Harmoni emission.
2000 untuk layanan kredit
jangka menengah atas
sebagai bentuk 2022
pengembangan
dengan pola layanan produk dan layanan
1-5-1. Bank melakukan aksi korporasi
berbasis digital
berupa Penambahan Modal
2018 untuk Memberikan Hak
2005 Memesan Efek Terlebih Dahulu
Pengembangan II (PMHMETD) dalam rangka
ekosistem digital penerbitan Hak Memesan Efek
Pembentukan Usaha Unit
untuk mendukung Terlebih Dahulu (HMETD) atau
Syariah dan membuka
bisnis sebagai Right Issue.
kantor cabang syariah
pertama di Jakarta bank pembiayaan
Harmoni. perumahan 2021
terdepan di
Indonesia. Transformasi untuk mencapai
2002 pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Mengimplementasi
teknologi informasi ke
seluruh Kantor Cabang
dengan sistem daring/
real system berbasis IBM
AS400.
2019 2020
2001
Menjadi Housing Memperbarui
Pemerintah Republik Market Maker dan visi menjadi Best
Indonesia melakukan memperkuat posisi Mortgage Bank in
rekapitalisasi dengan nilai sebagai bank Southeast Asia pada
Rp.13,6 Triliun. terbesar ke-5. Tahun 2025.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 65
Page 66
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Kegiatan Usaha BTN [GRI 2-6] [OJK C.4]
Ruang lingkup kegiatan Bank diatur dalam Pasal 3 7. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat
Ayat 2 Anggaran Dasar BTN yang telah mengalami berharga dan melakukan perhitungan dengan
beberapa perubahan, terakhir berdasarkan Akta atau antarpihak ketiga;
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham 8. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang
Tahunan No. 08 tanggal 8 April 2021 yang dibuat di dan surat berharga;
hadapan notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., di Jakarta. 9. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan
Ruang lingkup tersebut mencakup pelaksanaan pihak lain berdasarkan suatu kontrak;
kegiatan perbankan umum sesuai dengan peraturan 10. Melakukan penempatan dana dari nasabah
perundang-undangan yang berlaku, termasuk kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat
menjalankan kegiatan perbankan yang berbasis pada berharga yang tidak tercatat di Bursa Efek;
prinsip syariah. 11. Melakukan pembiayaan dan/atau melakukan
kegiatan lain, termasuk melakukan kegiatan
Bank menjalankan kegiatan usaha yang mencakup berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan
hal-hal sebagai berikut: ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia;
1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam 12. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu
bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, kredit, dan kegiatan wali amanat;
sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk 13. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan
lainnya yang dipersamakan dengan itu; memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh yang
2. Memberikan kredit; berwenang;
3. Menerbitkan surat pengakuan hutang; 14. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank
4. Membeli, menjual, atau menjaminkan atas risiko atau perusahaan lain di bidang keuangan;
sendiri maupun untuk kepentingan dan atas 15. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara
perintah nasabahnya: untuk mengatasi akibat kegagalan kredit,
a. Surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi termasuk kegagalan pembiayaan berdasarkan
oleh BTN selaku bank yang masa berlakunya prinsip syariah dengan syarat harus menarik
tidak lebih lama dari pada kebiasaan dalam kembali penyertaannya sesuai dengan ketentuan
perdagangan surat dimaksud; yang ditetapkan Bank Indonesia;
b. Surat pengakuan hutang dan kertas dagang 16. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan
lainnya yang masa berlakunya tidak lebih pengurus dana pensiun sesuai ketentuan dalam
lama dari kebiasaan dalam perdagangan peraturan perundang-undangan;
surat-surat dimaksud; 17. Melakukan kegiatan jasa keuangan, perbankan
c. Kertas Perbendaharaan Negara dan Surat komersial, dan perbankan investasi lainnya;
Jaminan Pemerintah; 18. Melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip
d. Sertifikat Bank Indonesia (SBI); syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan
e. Obligasi; oleh otoritas yang berwenang dan peraturan
f. Surat dagang berjangka waktu sesuai dengan perundang-undangan; dan
peraturan perundang undangan; dan 19. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan
g. Instrumen surat berharga lain yang berjangka oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan
waktu sesuai dengan peraturan perundang peraturan perundang-undangan.
undangan.
Seluruh kegiatan usaha yang tercantum dalam
5. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan Anggaran Dasar telah dilaksanakan oleh Bank.
sendiri maupun untuk kepentingan nasabah; Selain menjalankan kegiatan usaha utama, Bank
6. Menempatkan dana pada, meminjam dana juga melakukan kegiatan usaha pendukung untuk
dari, atau meminjamkan dana kepada bank memperkuat kegiatan utama tersebut. Ini merupakan
lain, baik dengan menggunakan surat, sarana upaya untuk mengoptimalkan sumber daya yang
telekomunikasi, maupun dengan wesel tunjuk, cek, dimiliki, selama tidak bertentangan dengan peraturan
atau sarana lainnya; perundang-undangan yang berlaku.
66 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 67
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pengembangan Produk dan Jasa BTN
PRODUK
Perbankan Konsumer Perbankan Komersial
Produk Kredit Konsumer Produk Kredit Komersial
• Kredit Perumahan • Kredit Modal Kerja
• Kredit Non Perumahan • Kredit Investasi
Produk Simpanan Konsumer Produk Simpanan Komersial
• Tabungan Konsumer • Deposito Berjangka Lembaga
• Deposito BTN Ritel • Giro Komersial
Perbankan Konvensional
Perbankan Syariah
Unit Usaha Syariah
Produk Pembiayaan Syariah Produk Simpanan Syariah
• Pembiayaan Konsumer • Giro Syariah
• Pembiayaan Komersial • Tabungan Syariah
• Deposito Syariah
JASA
Perbankan Konvensional
• Kartu Konsumer • Portal BTN Properti • Merchant BTN
• Wealth Management • Jasa dan Layanan Perbankan • Agen BTN
• Electronic Channel: Lainnya: • Smart Residence
- ATM - Garansi BTN • Kiriman Uang
- Cash Recycle Machine (CRM) - SKBDN atau L/C Lokal • Money Changer
- ATM Non Tunai - Virtual Account BTN • Real Time Gross Settlement
• Mobile Banking - Transfer Management (RTGS)
• Internet Banking - Payment Management • Safe Deposit Box (SDB)
• Virtual Account - Payroll Service BTN • Kustodian
• Electronic Data Capture (EDC) • LinkAja • Wali Amanat
• Cash Management • Online Onboarding Open Account • Remittance
• Branchless Banking • SMS Notifikasi
Perbankan Syariah
• Kartu Debit Visa BTN Syariah • Payroll BTN iB • Program Pengembangan
• Kiriman Uang • Penerimaan Biaya Perjalanan Haji Operasional BTN iB
• BTN Cash Management • SPP Online BTN iB • Garansi BTN iB
• Payment Point BTN iB • Safe Deposit Box BTN iB
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 67
Page 68
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Area Operasional dan Pasar yang Dilayani [GRI 2-1, 2-6] [OJK C.3]
Hingga tahun pelaporan ini, BTN telah
beroperasi di Indonesia dengan Kantor
Pusat berada di Jakarta, dan telah
memiliki jaringan kantor yang tersebar
Sumatera
di 38 (tiga puluh delapan) provinsi di
Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 12/POJK.03/2021
tanggal 30 Juli 2021 tentang Bank
Umum, terdapat penyederhanaan
dalam pencatatan jaringan kepada
Regulator OJK. Kategorisasi kantor bank
yang sebelumnya berada di bawah
kantor cabang disederhanakan menjadi
kantor cabang pembantu dan kantor
Jawa
fungsional. Seiring dengan hal tersebut,
BTN menyamakan status Kantor Kas
menjadi Kantor Cabang Pembantu
dan Payment Point menjadi Kantor
Fungsional.
Perkembangan bisnis dan cakupan
wilayah usaha Bank semakin luas setiap
waktunya, apalagi setelah menjadi
perusahaan publik emiten dengan
Kode Saham BBTN. Hingga 31 Desember
2024, Bank berhasil menjangkau pasar
hingga 38 (tiga puluh delapan) provinsi Jaringan Kantor dan Layanan Perbankan BTN
di Indonesia. BTN juga telah memiliki 8
Kantor Wilayah, 82 Kantor Cabang & Keterangan 2024 2023 2022
35 Kantor Cabang Syariah, 536 Kantor Jaringan Konvensional
Cabang Pembantu & 75 Kantor Cabang
Kantor Wilayah 8 6 6
Pembantu Syariah, 4 Kantor Fungsional.
Kantor Cabang 82 81 80
Kantor Cabang Pembantu 536 541 537
Kantor Fungsional 4 3 3
Kantor Layanan Setara KCP - - 2
Jaringan Syariah
Kantor Cabang Syariah 35 34 30
Kantor Cabang Pembantu Syariah 75 75 69
Kantor Kas Syariah - - 5
Payment Point Syariah - - 6
Jaringan
ATM dan CRM 2.071 2.209 2.129
68 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 69
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Kalimantan
Sulawesi
Maluku dan Papua
Bali dan Nusa
Tenggara
Sebaran Jaringan Operasional BTN di Seluruh Wilayah Indonesia
Kantor
Kantor Kantor
Kantor Kantor Kantor Kantor Wilayah Kantor
Wilayah Wilayah
Wilayah Wilayah Wilayah Wilayah Sulawesi, Wilayah
Jatim Bali Jateng &
Jawa Barat Jakarta I Jakarta II Sumatera Maluku, Kalimantan
Nusra DIY
Papua
Kantor Wilayah 1 1 1 1 1 1 1 1
Kantor Cabang 10 11 8 16 11 11 8 7
Kantor Cabang
80 93 81 81 76 38 55 32
Pembantu
Kantor Fungsional - - 1 - 1 - 2 -
Kantor Cabang Syariah 5 3 3 4 10 3 4 3
Kantor Cabang
11 9 6 13 17 2 14 3
Pembantu Syariah
Kantor Kas Syariah - - - - - - - -
Payment Point Syariah - - - - - - - -
Outlet & Lounge BTN
6 11 9 8 8 5 5 5
Prioritas
ATM dan CRM 337 334 261 332 303 164 209 131
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 69
Page 70
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Rantai Pasokan [GRI 2-6] [OJK B.1]
Salah satu faktor kunci dalam meraih kesuksesan dan Persentase nilai transaksi pengadaan barang dan
keberlanjutan Bank adalah keterlibatan dan dukungan jasa pemasok Bank sebagai berikut: [GRI 204-1]
dari seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya
adalah dukungan dari pemasok yang menjamin
ketersediaan sumber daya, barang, dan layanan Pemasok Lokal
penunjang operasional. Hal ini termasuk dengan
penyediaan teknologi informasi, alat tulis kantor, furnitur, 2024 2023 2022
souvenir, jasa konsultasi, dan sebagainya. Dalam
pelaksanaan pengadaan barang dan/atau jasa, Bank
telah melaksanakan secara terintegrasi menggunakan
100% 100% 100%
sistem elektronik (e-Procurement) sebagai bagian
dari upaya perusahaan untuk mengurangi emisi GRK, Pemasok Luar Negeri
terutama dengan mengurangi penggunaan kertas
dalam kegiatan operasional sehari-hari. 2024 2023 2022
Melalui Kebijakan Khusus Pedoman
Barang dan/atau Jasa KK.9-H. Bank senantiasa selalu
Pengadaan
0% 0% 0%
mendukung penguatan ekonomi lokal dan nasional
dengan mengutamakan produk dalam negeri dan Jumlah
tetap mematuhi peraturan yang berlaku. Bank bekerja
sama dengan pemasok lokal, yang secara geografis 2024 2023 2022
berada di dalam negeri. Jika kebutuhan barang dan
jasa tidak dapat dipenuhi oleh pemasok lokal, atau
karena alasan/pertimbangan tertentu, Bank akan
100% 100% 100%
memilih pemasok asing/luar negeri. Komitmen Bank
untuk mendahulukan pemasok lokal berdasarkan Surat
Edaran Menteri BUMN No. SE-10/MBU/08/2020 pada
26 Agustus 2020 mengenai Peningkatan Peran Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah dalam Pengadaan Barang
dan Jasa di BUMN. Komitmen ini juga sejalan dengan
Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa di BUMN No. Jumlah pengeluaran yang ditujukan ke pemasok
PER-2/MBU/3/2023 tentang Tata Kelola dan Kegiatan lokal pada 3 tahun terakhir (Rp Miliar)
Korporasi Signifikan BUMN. [GRI 3-3]
1.635
Dalam penggunaan tenaga alih daya (outsourcing),
2024
Bank patuh pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) Nomor 9/POJK.03/2016 tentang Prinsip Kehati-
hatian Bagi Bank Umum yang Melakukan Penyerahan
2.313
Sebagian Pelaksanaan Kerja Kepada Pihak Lain, dengan
2023
memastikan bahwa kegiatan inti tidak diserahkan
kepada pihak lain. Pada tahun 2024, Bank melakukan
707 pengadaan barang dan/atau jasa dengan 939
1.042
pemasok yang tercatat. Jumlah pemasok ini meningkat
2022
dibandingkan dengan jumlah pemasok pada tahun
2023, yakni 452 pemasok. Dari 939 pemasok yang
terdaftar sebagai rekanan, 100% merupakan pemasok
lokal asal Indonesia. [GRI 204-1, 414-2]
70 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 71
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pengadaan Barang dan/atau Jasa Berkelanjutan
Pengadaan berkelanjutan adalah suatu proses 9. Memberikan asuransi kepada pekerja yang
pengadaan barang dan jasa yang tidak hanya mempunyai risiko tinggi.
mempertimbangkan aspek harga dan kualitas, tetapi 10. Kebijakan dan program anti-korupsi untuk
juga dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam melakukan verifikasi kepatuhan terhadap regulasi
jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mendukung yang berlaku.
keberlanjutan dengan mengurangi dampak negatif 11. Memiliki pakta integritas atau kebijakan
terhadap lingkungan, memastikan kondisi kerja yang antikorupsi (jika ada).
adil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang
inklusif. Melalui pengadaan berkelanjutan, perusahaan Guna meningkatkan aktivitas atau proses pemasok,
dapat memilih pemasok yang menerapkan praktik BTN juga melakukan serangkaian yang bertujuan untuk
etis, menggunakan produk ramah lingkungan, dan menjaga keberlanjutan proses pengadaan barang
mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk dan/atau jasa, di antaranya pemantauan dan evaluasi
mencapai tujuan keberlanjutan yang lebih luas. secara berkala yang meliputi sejumlah aspek, yaitu:
1. Kualitas dan kuantitas
Bank telah memiliki Kebijakan Khusus Nomor KK.9-H Pemantauan terhadap kualitas dan kuantitas
tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang barang atau jasa yang diterima untuk
dan/atau Jasa. Berdasarkan kebijakan tersebut, Bank memastikan bahwa produk atau layanan sesuai
menetapkan beberapa persyaratan guna mendukung dengan standar yang telah disepakati dan jumlah
penerapan pengadaan barang dan/atau jasa yang yang dibutuhkan sesuai dengan kontrak.
berkelanjutan, serta memperhatikan aspek-aspek ESG.
Adapun persyaratan yang harus dipenuhi antara lain 2. Jangka waktu pelaksanaan
sebagai berikut: [GRI 414-1] [FS5] Evaluasi terhadap kepatuhan pemasok dalam
1. Mengambil langkah-langkah yang maksimal memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan untuk
untuk melindungi lingkungan baik di dalam memastikan bahwa pengadaan dilakukan tepat
maupun di luar lokasi pekerjaan dan membatasi waktu dan tidak mengganggu operasional.
kerusakan dan pengaruh/gangguan kepada
masyarakat maupun miliknya sebagai akibat 3. Responsivitas
polusi, kebisingan, dan kerusakan lain. Penilaian terhadap kemampuan pemasok dalam
2. Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup merespons permintaan atau permasalahan yang
(UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup muncul selama pelaksanaan kontrak, termasuk
(UPL). kemauan dan kemampuan untuk memperbaiki
3. Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau menyesuaikan diri jika terjadi perubahan.
(AMDAL).
4. Kajian/dokumen mengenai mutu/kriteria baik 4. Fleksibilitas
kerusakan lingkungan. Mengukur sejauh mana pemasok mampu
5. Dokumen izin lingkungan. menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang
6. Dokumen kajian pembuangan air. berubah atau kondisi tak terduga selama periode
7. Dokumen pernyataan yang menyatakan pengadaan, tanpa mengurangi kualitas atau
bahwa Perusahaan akan bersungguh-sungguh efisiensi.
dan bertanggungjawab untuk memastikan
implementasi prinsip-prinsip pengadaan ramah 5. Harga
lingkungan yang mengedepankan kelestarian Evaluasi terhadap kecocokan harga yang
lingkungan, memenuhi tanggung jawab sosial ditawarkan dengan kualitas dan nilai barang atau
serta dengan tata kelola yang baik sesuai jasa yang diberikan, untuk memastikan harga
peraturan yang berlaku. yang dibayarkan sebanding dengan manfaat
8. Dokumen pernyataan telah melakukan yang diterima dan tetap kompetitif.
penerapan perlindungan terhadap pekerja anak
dan perempuan.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 71
Page 72
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Dalam upaya mendukung keberlanjutan, BTN juga bahwa seluruh tahapan pengadaan berjalan dengan
melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap adil dan efisien, bebas dari potensi penyalahgunaan,
pemasok untuk memastikan mereka memenuhi serta mendukung pengelolaan sumber daya yang
standar keberlanjutan dalam proses pengadaan. berkelanjutan dan sesuai dengan peraturan yang
Kegiatan ini dilaksanakan melalui penerbitan surat berlaku.
dan sosialisasi yang bertujuan untuk memastikan
pemasok memahami serta mematuhi prinsip- Sebagai bagian dari upaya tersebut, selama periode
prinsip keberlanjutan, seperti pengurangan dampak pelaporan ini, BTN juga telah membangun keterikatan
lingkungan, penerapan praktik sosial yang adil, dan dengan para pemasok melalui acara Vendor Gathering
standar etika yang tinggi dalam seluruh proses yang dikemas dalam konsep breakfast meeting
pengadaan. pada tanggal 4 September 2024, dengan tema
“Implementation Integrated End to End Procurement”.
Seiring dengan itu, dalam proses pengadaannya, Bank Dalam acara ini, dibahas topik-topik penting seperti
memastikan bahwa setiap pengadaan barang dan pengenalan aplikasi End to End Procurement,
jasa dilaksanakan melalui prosedur yang memenuhi penyampaian modul, serta tahapan implementasi.
prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif Bank untuk
yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, menyebarluaskan peningkatan kinerja di bidang ESG di
independensi, dan kewajaran. BTN secara rutin seluruh rantai pasoknya, dengan fokus pada digitalisasi,
melakukan audit dan evaluasi untuk memastikan paperless, transparansi, dan monitoring.
72 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 73
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Perubahan Signifikan [GRI 2-6] [OJK C.6]
Pada tahun pelaporan ini, BTN mengalami perubahan signifikan yang mencakup pembaruan visi, misi, dan logo
perusahaan. Perubahan ini mencerminkan komitmen BTN untuk terus beradaptasi dengan dinamika pasar dan
memenuhi tuntutan perkembangan sosial serta lingkungan yang semakin kompleks. Selain pembaruan identitas
perusahaan, BTN juga mengubah arah bisnisnya. Sebelumnya, fokus utama BTN adalah pada pembiayaan KPR
(beyond mortgage), kini perusahaan memperluas cakupan bisnisnya untuk mencakup sektor-sektor lain dalam
upaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Inisiatif Sebagai bagian dari penerapan Keuangan Berkelanjutan dan respons terhadap
perubahan iklim, Bank dengan aktif berpartisipasi dalam inisiatif eksternal. Bank
Eksternal mengikuti berbagai pedoman yang dikembangkan oleh pihak eksternal, baik secara
nasional maupun internasional. Selain itu, Bank juga telah menyusun Rencana Aksi
Keuangan Berkelanjutan (RAKB) sesuai dengan POJK No. 51/POJK.03/2017 mengenai
Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan
Perusahaan Publik. [TCFD Risk.b]
Keanggotaan Bank aktif terlibat dalam berbagai asosiasi/organisasi yang berkaitan dengan
Asosiasi [GRI 2-28] [OJK kegiatan usaha yang dijalankan maupun status sebagai BUMN. Organisasi menjadi
C.5]
hal penting bagi Bank untuk mengembangkan jejaring dan memperoleh informasi
terkini terkait dengan industri perbankan, termasuk dampak dan peluangnya bagi
perbankan pada jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Informasi mengenai keanggotaan Bank dalam asosiasi/organisasi diuraikan sebagai berikut:
Nama Asosiasi Kedudukan dalam
Asosiasi
Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Anggota
Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Sekretaris
Jenderal World Saving Bank Institution (WSBI) Anggota
Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Wakil Ketua Umum 1
Forum Humas BUMN Anggota
Asosiasi Emiten Indonesia Anggota
Konsorsium Data Kerugian Eksternal (KDKE) Anggota
Certified Wealth Manager’s Association (CWMA) Anggota
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Anggota
Associate Cambiste Internationale (ACI) Indonesia (Forexindo) Anggota
Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) Anggota
Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia (LAPSPI) Anggota
Ikatan Auditor Intern Bank Anggota
Perhimpunan Audit Internal Indonesia Anggota The Institute of Internal Auditor (IIA)-lndonesia Chapter Anggota
Task Force on Climate Related Financial Disclosures Anggota
United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP FI) Anggota
Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) Anggota
Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Anggota
Bankers Association for Risk Management (BARa) Wakil Ketua Umum
Forum Manajemen Risiko Bendahara Umum
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 73
Page 74
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN Raih Penghar- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meraih dua
gaan Tingkat Inter- penghargaan bergengsi dalam ajang Global Retail Banking
Innovation Awards 2024 yang diselenggarakan oleh The
nasional untuk Ino- Digital Banker, sebuah lembaga media dan riset untuk industri
vasi ESG keuangan global yang berbasis di Singapura. BTN mendapatkan
penghargaan kategori Mortgage Product of the Year-ESG
atas inovasinya melalui program Rumah Rendah Emisi yang
menargetkan pembangunan 150.000 unit hunian ramah
lingkungan hingga 2029. Program ini mendukung aktivitas
ekonomi sirkular dengan melibatkan produsen material
ramah lingkungan, pengembang perumahan, dan konsumen,
sekaligus membuktikan dedikasi BTN dalam memitigasi dampak
perubahan iklim dan mempromosikan keberlanjutan.
Selain itu, BTN juga mendapat penghargaan Highly Acclaimed for
Best ESG Initiative atas pencapaian mengintegrasikan prinsip-
prinsip lingkungan, tata kelola yang baik, serta pertimbangan
terhadap dampak sosial ke dalam sebuah kerangka kerja
ESG (ESG Framework). Prinsip ESG tertanam dalam strategi
jangka panjang BTN melalui ESG Roadmap 2024-2029 yang
mengedepankan produk dan kebijakan yang mendukung
keberagaman, inklusivitas, serta keberlanjutan, termasuk
menargetkan peningkatan proporsi perempuan di manajemen
senior dan keterlibatan penyandang disabilitas. Pengakuan
internasional ini menjadi dorongan kuat bagi BTN untuk terus
memperkuat perannya sebagai ESG Champion di industri
perbankan Indonesia.
74 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 75
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi Tahun 2024 [GRI 3-3]
Kinerja ekonomi Indonesia pada tahun 2024 untuk mempercepat pertumbuhan yang diselaraskan
mencerminkan upaya pemulihan yang stabil di tengah dengan prinsip ESG. Bank kembali mencatat kinerja
berbagai tantangan global. Berdasarkan data resmi yang signifikan, terutama di sektor properti dan
dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pembiayaan perumahan, dengan kontribusi besar
Indonesia pada triwulan III tahun 2024 tercatat sebesar dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
4,95% secara year-on-year (yoy). Selain itu, secara di Indonesia. Sepanjang tahun 2024, BTN berhasil
quarter-to-quarter (qtq), pertumbuhan mencapai menyalurkan pembiayaan KPR sebanyak 199.384 unit.
1,50% dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara
keseluruhan, capaian ini menunjukkan tren positif Sebagai bagian dari kontribusinya terhadap
dalam aktivitas ekonomi nasional. peningkatan dan penguatan ekonomi nasional, BTN
kosisten untuk memainkan peran strategis dalam
Kondisi pemulihan ekonomi yang stabil ini sektor pembiayaan perumahan. Pada tahun 2024, Bank
menggambarkan peran penting sektor perbankan menyalurkan sebanyak 118.665 unit KPR subsidi dengan
dalam mendukung pertumbuhan nasional. Bank- total nilai penyaluran sebesar Rp19,45 triliun, sehingga
bank di Indonesia kini dihadapkan pada tantangan menguasai pangsa pasar KPR subsidi sebesar 73,87%.
untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, seperti Melalui pencapaian ini, BTN berkomitmen untuk
faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), mendukung pemerintah dalam menyediakan hunian
dalam layanan dan produk mereka. Mengembangkan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),
produk keuangan berkelanjutan dan inovatif, tidak sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin
hanya mendorong pertumbuhan sektor riil tetapi juga pasar dalam pembiayaan perumahan di Indonesia.
berperan dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan
pengurangan ketimpangan sosial. Dengan strategi Upaya dan konsistensi BTN dalam mengelola kinerja
yang tepat, sektor perbankan dapat berkontribusi lebih ekonomi tahun ini menghasilkan laba bersih sebesar
besar dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi Rp3,01 triliun, yang mencerminkan pencapaian sebesar
yang inklusif dan berkelanjutan. 85,26% dari target yang telah ditetapkan. Meskipun
terdapat tantangan yang mempengaruhi kinerja, Bank
BTN memegang teguh komitmennya dalam tetap fokus pada strategi keberlanjutan yang diyakini
mendukung pemulihan ekonomi dengan dapat memperkuat posisi pasar dan memberikan nilai
mengoptimalkan tantangan yang ada sebagai peluang tambah bagi pemangku kepentingan. [OJK F.2]
Tabel Perbandingan Rencana Bisnis Bank dan Realisasi Keuangan 2024 [OJK F.2]
Realisasi 2024 Rencana 2024
Uraian Pencapaian
(Rp Miliar) (Rp Miliar)
Posisi Keuangan
Aset 469.615 471.792 98,69%
Kredit yang Diberikan* 357.973 367.134 97,50%
Liabilitas* 407.795 439.299 92,83%
Simpanan dari Nasabah 352.437 379.548 92,86%
Giro** 159.906 136.365 117,26%
Tabungan** 39.222 42.762 91,72%
Deposito** 153.309 154.353 99,32%
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 75
Page 76
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Realisasi 2024 Rencana 2024
Uraian Pencapaian
(Rp Miliar) (Rp Miliar)
Ekuitas 32.572 32.493 100,24%
Laba (Rugi)
Pendapatan Bunga 29.542 31.331 94,29%
Pendapatan Operasional Selain Bunga 4.576 3.924 116,62%
Laba Sebelum Pajak 3.773 4.405 85,65%
Laba Bersih 3.007 3.527 85,26%
Rasio Keuangan (%)
Capital Adequacy Ratio (CAR) 18,50 18,86 98,09%
Non-Performing Loan (NPL) Gross 3,16 2,95 107,12%
Return on Assets (ROA) 0,83 0,97 85,57%
Return on Equity (ROE) 10,76 13,09 82,20%
*) Termasuk pembiayaan syariah
**) Tidak termasuk syirkah
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
BTN berkomitmen untuk menciptakan nilai ekonomi remunerasi dan tunjangan kepada karyawan, pajak
yang signifikan dan memberikan dampak positif bagi kepada pemerintah, serta berbagai program Tanggung
pemangku kepentingan serta kontribusi terhadap Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bermanfaat
pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nilai ekonomi bagi masyarakat. Rincian nilai ekonomi yang dihasilkan
langsung yang dihasilkan berasal dari pendapatan dan didistribusikan dapat dilihat pada tabel di bawah
yang diperoleh melalui kegiatan bisnis BTN. Selanjutnya, ini. [GRI 3-3]
nilai ekonomi ini didistribusikan melalui pembayaran
Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan [GRI 201-1] [OJK-B.1]
2024 2023 2022
Deskripsi
(Rp Miliar) (Rp Miliar) (Rp Miliar)
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
Pendapatan Bunga 25.473 24.722 23.233
Pendapatan Bagi Hasil secara Syariah 4.069 3.559 2.674
Pendapatan Operasional Lainnya 4.576 3.891 2.275
Pendapatan Bukan Operasional (52) (160) 61
Jumlah Nilai Ekonomi yang Dihasilkan 34.066 32.012 28.243
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Beban Bunga dan Bonus (15.913) (13.203) (9.867)
Beban Bagi Hasil dan Bonus (2.135) (1.648) (1.043)
Beban Operasional Lainnya *) (5.817) (5.034) (5.249)
76 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 77
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
2024 2023 2022
Deskripsi
(Rp Miliar) (Rp Miliar) (Rp Miliar)
Gaji dan Tunjangan Pegawai (4.446) (3.983) (4.190)
Pengadaan Barang dan Jasa (1.635) (2.313) (1.042)
Pembayaran Dividen kepada Pemegang Saham (700) (609) (237)
Pengeluaran untuk Pemerintah (3.764) (3.143) (2.465)
Pengeluaran untuk Investasi Sosial Masyarakat **) (89) (79) (61)
Jumlah Nilai Ekonomi yang Didistribusikan (33.133) (29.938) (24.154)
Jumlah Nilai Ekonomi yang Ditahan 933 2.074 4.089
*) Beban Operasional lainnya di luar gaji dan tunjangan pegawai
**) Realisasi Penyaluran Dana Program TJSL
Selama tahun 2024, BTN mengelola keuangan secara diperoleh Bank akibat peluang atau implikasi finansial
mandiri tanpa bergantung pada bantuan finansial dari yang dipicu oleh perubahan iklim. [GRI 201-2, 201-4]
pemerintah. Selain itu, tidak ada pendapatan yang
Kinerja Keuangan
BTN menyajikan laporan keuangan yang transparan tersebut mencerminkan kinerja keuangan yang baik,
dan menyeluruh dalam Laporan Tahunan 2024. sebagaimana tertera pada tabel berikut.
Aktivitas dan program yang tercantum dalam laporan
Tabel Kinerja Keuangan BTN [GRI 201-1] [OJK-B.1]
2024 2023 2022
Uraian
(Rp Miliar) (Rp Miliar) (Rp Miliar)
Total Aset 469.615 438.750 402.148
Kredit/Pembiayaan Bank 357.973 318.106 298.282
Dana Pihak Ketiga *) 381.756 349.699 322.098
Total Liabilitas 407.795 381.164 351.377
Total Ekuitas 32.572 30.479 25.909
Laba Bersih 3.007 3.501 3.045
Rasio Keuangan (%)
Rasio Kecukupan Modal (CAR) 18,50 20,07 20,17
Non-Performing Loan (NPL) Gross 3,16 3,01 3,38
Return on Asset (ROA) 0,83 1,07 1,02
Return on Equity (ROE) 10,76 13,86 16,42
Net Interest Margin (NIM) 2,86 3,75 4,40
Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional 88,70 86,10 85,99
(BOPO)
Loan to Deposit Ratio (LDR) 93,79 95,36 92,65
*) termasuk simpanan pada bank lain dan dana syirkah temporer
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 77
Page 78
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
Kontribusi kepada Negara
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap
kepatuhan terhadap regulasi yang ada, BTN perekonomian nasional. Pada tahun 2024, Bank
berkomitmen untuk menjalankan praktik bisnis memberikan kontribusi sebesar Rp4,2 triliun melalui
yang transparan dan berintegritas. Komitmen ini berbagai jenis pajak yang dibayarkan, yang berperan
diwujudkan melalui pembayaran pajak dan dividen dalam mendukung pembangunan ekonomi negara.
Tabel Kontribusi BTN Kepada Pemerintah
2024 2023
Jenis Pajak
(Rp Juta) (Rp Juta)
Pajak
Pajak Penghasilan (PPh) 3.715.115 3.123.042
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah 25.904 24.307
(PPnBM)
Bea Masuk/Keluar, Bea dan Cukai, Bea Materai 9.353 1.897
PBB P3 (Perkebunan, Perhutanan, Pertambangan) 13.434 365
Pajak Pemerintah Pusat Lainnya (misalnya Pajak Karbon) - -
Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), termasuk PBB P2 (Perkotaan dan - -
Pedesaan)
Total Kontribusi Pajak (Total A) 3.763.806 3.419.611
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Dividen 420.119 365.409
PNBP Lainnya - -
Total Kontribusi PNBP (Total B) 420.119 365.409
Total Kontribusi kepada Negara (Total A dan B) 4.183.924 3.515.020
78 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 79
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Penyaluran Kredit
Selama tahun 2024, BTN telah menyalurkan kredit Volume penyaluran kredit konsumer Bank tercatat
sebesar Rp357,97 triliun. Jumlah tersebut mengalami sebanyak 179.539 unit rumah. Nilai mengalami
peningkatan sebesar Rp39,88 triliun, atau setara penurunan sebesar 19.447 unit, atau setara 9,77%
12,53%, dibanding tahun sebelumnya yang mencapai dibanding tahun 2023 yang mencapai 198.986 unit
Rp318,11 triliun. Pencapaian tersebut memenuhi 97,50% rumah. Penurunan tersebut berasal dari turunnya
dari RBB 2024 sebesar Rp367,13 triliun. Terwujudnya kredit KPR subsidi, kredit KPR non subsidi, dan kredit
pencapaian tersebut disumbang oleh penyerapan non perumahan dengan total 21.235 unit, atau setara
kredit perumahan, yaitu KPR Subsidi dan KPR Nonsubsidi. dengan 11,18% apabila dibandingkan dengan tahun
2023.
Tabel Volume Penyaluran Produk Kredit Konsumer
Kenaikan (Penurunan)
2024 2023
Jenis Kredit Konsumer
(Unit) (Unit)
(Unit) (%)
Kredit Perumahan
KPR Subsidi 118.665 130.787 (12.122) (9,27)
KPR Nonsubsidi 30.960 36.260 (5.300) (14,62)
Kredit Perumahan Lainnya 10.915 9.127 1.788 19,59
Jumlah Kredit Perumahan 160.540 176.174 (15.643) (8,87)
Kredit Nonperumahan 18.999 22.812 (3.813) (16,71)
Volume Penyaluran Kredit Konsumer 179.539 198.986 (19.447) (9,77)
BTN mencatat kenaikan nilai penyaluran produk kredit setara 0,54% dibanding tahun 2023 yang mencapai
perumahan lainnya per 31 Desember 2024 sebesar Rp2,38 triliun.
Rp2,39 triliun. Nilai ini bertambah Rp12,80 miliar, atau
Tabel Nilai Penyaluran Produk Kredit Konsumer
Kenaikan (Penurunan)
2024 2023
Jenis Kredit Konsumer
(Rp Juta) (Rp Juta)
(Rp Juta) (%)
Kredit Perumahan
KPR Subsidi 19.451.494 20.114.296 (662.802) (3,30)
KPR Nonsubsidi 15.790.588 16.191.348 (400.760) (2,48)
Kredit Perumahan Lainnya 2.387.348 2.374.553 12.795 0,54
Jumlah Kredit Perumahan 37.629.430 38.674.541 (1.045.111) (2,70)
Kredit Nonperumahan 3.031.148 3.775.958 (744.811) (19,73)
Nilai Penyaluran Kredit Konsumer 40.660.578 42.450.499 (1.789.923) (4,22)
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 79
Page 80
Profil BTN Manajemen Lingkungan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Pegawai
BTN juga menyelenggarakan penyaluran Pembiayaan tersebut berasal dari naiknya KPR Subsidi sebanyak
konsumer syariah yang tercatat sebanyak 311.252 29.059 unit, atau setara 13,10% dan pembiayaan non
unit rumah sampai dengan tahun 2024. Nilai ini naik perumahan sebanyak 425 unit atau setara 13,09%
sebesar 34.744 unit, atau setara 12,57% dibanding tahun apabila dibandingkan dengan tahun 2023.
2023 yang mencapai 276.508 unit rumah. Peningkatan
Tabel Volume Penyaluran Produk Pembiayaan Konsumer Syariah
Kenaikan (Penurunan)
2024 2023
Jenis Pembiayaan Konsumer Syariah
(Unit) (Unit)
(Unit) (%)
Pembiayaan Perumahan
KPR Subsidi 250.808 221.749 29.059 13,10
KPR Nonsubsidi 55.899 50.544 5.355 10,59
Pembiayaan NonKPR 873 968 (95) (9,81)
Jumlah Pembiayaan Perumahan 307.580 273.261 34.319 12,56
Pembiayaan Nonperumahan 3.672 3.247 425 13,09
Volume Penyaluran Pembiayaan Konsumer 311.252 276.508 34.744 12,57
BTN mencatat angka penyaluran produk pembiayaan Peningkatan tersebut berasal dari pertumbuhan
konsumer per 31 Desember 2024 sebesar Rp41,16 triliun. pembiayaan perumahan sebesar Rp6,26 triliun atau
Nilai ini bertambah Rp6,38 triliun, atau setara 18,36% setara 18,10%.
dibanding tahun 2023 yang mencapai Rp34,77 triliun.
Tabel Nilai Penyaluran Produk Pembiayaan Konsumer Syariah
Kenaikan (Penurunan)
2024 2023
Jenis Pembiayaan Konsumer Syariah
(Rp Juta) (Rp Juta)
(Rp Juta) (%)
Pembiayaan Perumahan
KPR Subsidi 26.521.953 22.961.992 3.559.961 15,50
KPR Nonsubsidi 14.303.159 11.604.082 2.699.077 23,26
Pembiayaan NonKPR 40.953 38.217 2.736 7,16
Jumlah Pembiayaan Perumahan 40.866.065 34.604.291 6.261.774 18,10
Pembiayaan Nonperumahan 290.105 168.816 121.289 71,85
Nilai Penyaluran Pembiayaan Konsumer 41.156.171 34.773.107 6.383.064 18,36
80 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 81
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi dengan
Gelar Akad Massal KUR dan KPR
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sukses BTN juga memperkuat dukungan terhadap
melaksanakan akad massal KPR untuk 4.824 sektor usaha mikro, kecil, dan menengah
unit rumah secara serentak di berbagai wilayah (UMKM) melalui penyaluran kredit modal usaha
Indonesia. Dari Januari hingga Juli 2024, BTN sebesar Rp2,84 triliun hingga Juni 2024, tumbuh
telah merealisasikan 112.000 unit KPR Bersubsidi, 33,3% dibandingkan periode yang sama tahun
termasuk melalui skema Fasilitas Likuiditas sebelumnya. Dari total kredit modal usaha,
Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Tabungan Rp797,8 miliar disalurkan untuk Kredit Usaha
Perumahan Rakyat (Tapera), dari target nasional Rakyat (KUR) dan Rp2,04 triliun untuk Kredit Usaha
166.000 unit. Program ini menunjukkan komitmen Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM). Penyaluran
BTN dalam memperluas akses kepemilikan rumah kredit ini ditargetkan pada sektor usaha yang
layak huni, terutama bagi kaum milenial yang terkait dengan ekosistem perumahan, dan
menyumbang 89% dari realisasi KPR Bersubsidi memanfaatkan digitalisasi untuk mempermudah
pada Juni 2024. akses kredit. Langkah strategis ini mencerminkan
peran BTN dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 81
Page 82
Manajemen Lingkungan Berkelanjutan 85 Pengelolaan Energi 88 Pengelolaan Emisi 94 Pengelolaan Air 96 Manajemen Limbah 100 Green Office Kantor Pusat
Page 83
Page 84
Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
dan Kesejahteraan Pegawai
Dampak dari kerusakan lingkungan
dan perubahan iklim makin terasa dan
telah menjadi tantangan besar. Dengan
kesadaran akan dampak tersebut, BTN
berkomitmen untuk mengurangi dampak
negatif yang diakibatkan oleh kegiatan
operasional terhadap lingkungan.
Pengelolaan atas risiko perubahan iklim dan dampak BTN juga telah memastikan kepatuhan Bank terkait
bagi ekosistem (climate change and ecosystem) juga upaya menjaga isu lingkungan dan sosial sekitar. Upaya
telah menjadi salah satu bagian dari kerangka kerja ini dilakukan melalui pelaporan rutin sebanyak dua kali
environmental, social, and governance (ESG) BTN. Oleh dalam setahun dan secara terpisah dari rencana dan
karena itu, BTN telah merancang berbagai program inisiatif Bank. Pelaporan rutin ini merupakan laporan
guna memitigasi risiko perubahan iklim. Upaya ini juga pelaksanaan Rencana Pengelolaan dan Pemantauan
merupakan bentuk kontribusi Bank dalam mendukung Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan
komitmen pemerintah untuk mencapai karbon netral (RPL) yang mengacu pada Keputusan Menteri Negara
pada tahun 2060, serta mendukung pencapaian Lingkungan Hidup No. 45 Tahun 2005 tentang Pedoman
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Penyusunan Pemantauan Lingkungan (RPL), serta
Development Goals/ SDGs) tujuan ke-13 yaitu peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penanganan Perubahan Iklim. [GRI 3-3]
84 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 85
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Pengelolaan Energi
Sebagai perusahaan perbankan, penggunaan energi minyak (BBM) untuk mendukung kegiatan operasional
sangat penting dalam mendukung aktivitas operasional seperti kendaraan dan genset yang digunakan sebagai
dan teknologi yang digunakan dalam layanan sumber listrik cadangan. Meskipun penggunaan energi
keuangan sehari-hari. Dalam berbagai aktivitas, BTN di sektor perbankan tidak sebesar penggunaan energi
menggunakan listrik untuk mendukung pencahayaan pada sektor bisnis lain, BTN menyadari bahwa risiko
dan penggerak sarana kantor seperti lift, AC, dan yang dihasilkan dari aktivitasnya tetap memberikan
mesin fotokopi. BTN juga menggunakan bahan bakar dampak negatif terhadap lingkungan. [GRI 3-3]
Inisiatif Pengelolaan Energi
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan, c. Menerapkan kebijakan pengurangan beban listrik
BTN dengan aktif melakukan berbagai inisiatif efisiensi di kantor setelah jam operasional;
energi sebagai bentuk strategi untuk menurunkan d. Penggunaan Building Automation System (BAS)
penggunaan energi. Penggunaan energi yang signifikan untuk pengaturan penggunaan peralatan listrik
berasal dari pengoperasian lift dan pendingin ruangan. pemadaman lampu, lift, dan unit pendingin
Keduanya dapat dikategorikan sebagai SEU (significant sehingga lebih efisien;
energy use). Oleh karena itu, BTN memfokuskan program e. Pemadaman ruang yang tidak digunakan melalui
efisiensi energi di Gedung Menara BTN dengan cakupan pengaturan lampu penerangan berbasis zona
efisiensi penggunaan peralatan listrik seperti pemanas atau divisi;
air, pendingin ruangan (chiller), dan lift. Adapun inisiatif f. Sosialisasi penghematan energi dengan
yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: [GRI 3-3] [OJK mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan,
F.7] seperti mematikan lampu saat tidak digunakan
a. Memiliki 36 kendaraan listrik, yang terdiri dari 24 dan mencabut peralatan listrik yang tidak
motor listrik dan 12 mobil listrik yang mendukung digunakan;
kegiatan operasional; g. Penggunaan pemanas air tenaga surya guna
b. Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan memasok air di toilet Direksi; dan
Listrik Umum (SPKLU) di Gedung Menara 1 BTN h. Pengaturan jadwal pengoperasian unit pendingin
dan Gedung Menara 2 BTN sebagai bagian ruangan dan lift sesuai kebutuhan operasional.
dari komitmen untuk mendukung penggunaan Jadwal pengoperasian pendingin ruangan dan
kendaraan listrik dan mengurangi jejak karbon; lift adalah sebagai berikut:
Tabel Jadwal Pengoperasioan Pendinginan Ruangan
Jadwal Pengoperasian Pendingin Ruangan Jumlah Pendingin Ruangan yang Beroperasi
Pukul 06.00 WIB pendingin beroperasi 2 unit
Pukul 06.30 WIB pendingin beroperasi 3 unit
Pukul 07.00 WIB pendingin beroperasi 4 unit
Pukul 07.30 WIB pendingin beroperasi 5 unit
Pukul 14.00 WIB pendingin beroperasi 1 unit
Pukul 16.00 WIB pendingin beroperasi 1 unit
Pukul 17.00 WIB pendingin beroperasi 2 unit
Pukul 19.00 WIB pendingin beroperasi 1 unit
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 85
Page 86
Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
dan Kesejahteraan Pegawai
Tabel Jadwal Pengoperasioan Lift
Jadwal Pengoperasian Lift Jumlah Lift yang Beroperasi
Pukul 06.00 WIB semua unit lift beroperasi Semua unit lift
Pukul 18.00 WIB lift mati 2 unit
Pukul 20.00 WIB lift mati 2 unit
Pukul 22.00 WIB lift mati 2 unit
Hari Sabtu/Minggu hanya lift di area low zone, high zone, dan parkir yang beroperasi 1 unit
i. Penggantian lampu TL (tubular lamp) (tubular k. Melakukan penggantian dan pengadaan unit AC
lamp) dan essential menjadi lampu LED; baru dengan tipe inverter; dan
j. Modernisasi 10 unit lift dengan sistem kontrol dan l. Penggunaan media iklan dengan videotron LED.
mekanik model terbaru yang lebih efisien;
Kinerja Pengelolaan Energi
BTN juga telah melakukan pengukuran dan pencatatan Pengukuran penggunaan energi diperoleh dengan
penggunaan energi secara menyeluruh, baik menggunakan metodologi dari dari Kementerian Energi
penggunaan energi listrik maupun bahan bakar minyak dan Sumber Daya Mineral yaitu dari penggunaan energi
(BBM) untuk kendaraan operasional Bank. Pencatatan (satuan fisik) dikalikan dengan nilai kalor. Berdasarkan
ini digunakan sebagai dasar untuk mengukur efisiensi metodologi tersebut, total penggunaan energi selama
dan efektifitas dalam melakukan penghematan energi. tahun pelaporan dapat diuraikan sebagai berikut:
Penggunaan Energi [GRI 3-3, 302-1, 302-2] [OJK F.6]
Sumber Energi Satuan 2024* 2023 2022
Listrik GJ 224.920 34.276 68.829
BBM GJ 155.332 82.321 93.403
Total Penggunaan Energi GJ 380.252 116.597 162.232
*)Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan data kantor cabang, sehingga Bank menetapkan 2024 sebagai tahun dasar perhitungan
Intensitas Energi
Intensitas energi menunjukkan penggunaan energi energi disampaikan dalam satuan per pegawai dan
per unit kegiatan, keluaran, atau metrik khusus lainnya. per kantor cabang sebagai berikut: [GRI 302-3]
Selanjutnya, terkait dengan intensitas penggunaan
Intensitas Penggunaan Energi
Denominator 2024 2023 2022
Pendapatan 0,000000011 GJ/Rp 0,000000004 GJ/Rp 0,000000006 GJ/IDR
Unit Kantor 513,85 GJ/unit kantor 157,56 GJ/unit kantor* 219,83 GJ/unit kantor*
*)Data disajikan kembali
Peningkatan intensitas pada tahun 2024 disebabkan operasional yang bertujuan untuk mendukung
oleh penambahan kantor pusat, yaitu Menara 2 BTN. kelancaran kegiatan bisnis Bank.
Selain itu, terdapat pula penambahan kendaraan
86 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 87
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Penggunaan Energi Terbarukan
BTN menyadari bahwa sebagian besar energi yang
digunakan merupakan energi fosil yang berdampak
negatif terhadap lingkungan seperti perubahan iklim.
Sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan praktik
bisnis yang berkelanjutan, BTN juga telah bertahap
meningkatkan penggunaan bauran energi baru
terbarukan. Hingga tahun 2024, terdapat 7 (tujuh)
kantor BTN yang telah terpasang panel surya dengan
kapasitas energi yang dihasilkan mencapai 231 kWp.
Adapun 7 (tujuh) kantor yang telah menggunakan
panel surya adalah KC Karawang, KC Medan, KC
Gorontalo, KC Balikpapan, KC Cilegon, KC Bandung, dan
Menara 1 BTN. Informasi mengenai penggunaan energi
terbarukan dapat diuraikan sebagai berikut:
Jumlah Penggunaan Energi Terbarukan
Panel Surya
19.129,54 kWh
Total Penggunaan
Energi Terbarukan
68,87 GJ
Melalui penggunaan energi baru terbarukan, BTN
berhasil menggantikan konsumsi energi listrik sebesar
68,87 GJ. Langkah ini tidak hanya mengurangi
ketergantungan pada sumber energi konvensional,
tetapi juga mendukung upaya pengurangan emisi
karbon dan penerapan prinsip keberlanjutan dalam
operasional Bank. [GRI 302-4, 302-5]
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 87
Page 88
Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
dan Kesejahteraan Pegawai
Pengelolaan Emisi
Emisi Gas Rumah Kaca
Sebagai perusahaan yang turut berperan dalam
menghasilkan emisi GRK, BTN berkomitmen untuk
mendukung upaya penurunan emisi GRK. BTN juga
telah menempatkan pengelolaan emisi GRK sebagai
salah satu Kerangka Kerja ESG yang masuk dalam Pilar
Climate Change and Ecosystems. Dalam konteks ini, BTN
telah menetapkan target pengurangan emisi sekurang-
kurangnya 30% dari kegiatan operasional untuk lima
tahun ke depan (2023-2029). Melalui penetapan ini,
BTN juga telah ikut andil mendukung upaya pemerintah
dalam mencapai karbon netral (Net Zero Emission/
NZE) pada tahun 2060 serta memenuhi target
Enhanced Nationally Determined Contributions (NDC)
sebesar 43,20%. Untuk memperkuat komitmen dalam
mengurangi dampak negatif risiko perubahan iklim,
BTN sedang dalam proses penyusunan target Net Zero
Emission. Selain itu, BTN juga telah menyusun Roadmap
ESG 2023-2029 yang mencakup target efisiensi energi,
digitalisasi untuk pengurangan penggunaan kertas, jajaran Direksi dan SEVP. Komite ini memiliki peran
serta efisiensi operasional perusahaan dalam jangka penting dalam mendukung pencapaian SDGs dan
pendek, menengah, dan panjang. [GRI 3-3] target climate perusahaan, serta memastikan kebijakan
keberlanjutan mencakup aspek ESG. Komite ini juga
BTN menganggap inventarisasi emisi GRK sebagai berfungsi untuk mengawasi risiko dan peluang terkait
langkah penting untuk mengukur dampak emisi yang ESG serta mengambil keputusan strategis dalam rapat
dihasilkan dari aktivitas yang berpotensi terhadap rutin yang diadakan setiap tahunnya. Sepanjang tahun
pemanasan global (Global Warming Potential/GWP), pelaporan, Komite ESG telah menyelenggarakan rapat
seperti CO2, N2O, CH4, dan CFC. Hasil kalkulasi emisi ini sebanyak lima (5) kali.. Selain itu, BTN juga memiliki
akan disajikan dalam satuan ton CO2 ekuivalen (CO2 Enterprise & ESG Risk Management Division yang
eq). Tahun ini BTN mewujudkan berbagai inisiatif seperti dipimpin oleh Kepala Divisi dan bertanggung jawab
peningkatan adopsi panel surya dan peningkatan langsung dalam implementasi serta monitoring inisiatif
penggunaan kendaraan listrik. Hingga tahun pelaporan ESG BTN, seperti penurunan emisi karbon, mendukung
ini, BTN telah memiliki melakukan pemasangan panel aspek sosial, dan pelaksanaan Climate Risk Stress
surya sebanyak tujuh dan telah menggunakan Test untuk menilai dampak perubahan iklim terhadap
kendaraan listrik. [GRI 3-3] keberlanjutan perusahaan. Melalui upaya-upaya ini,
BTN berkomitmen untuk terus mengintegrasikan prinsip
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan yang lebih keberlanjutan dalam operasionalnya dan memberikan
luas, BTN telah membentuk Komite ESG yang dipimpin dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan
oleh Direktur Utama, dengan anggota yang terdiri dari lingkungan.
Emisi GRK Cakupan 1 dan Cakupan 2
Sebagai bagian dari proses monitoring dan evaluasi, untuk memudahkan pengawasan dan pelaporan.
BTN secara rutin melakukan memantau kadar emisi Sepanjang tahun pelaporan ini, BTN telah melakukan
di seluruh area operasional. Pemantauan ini dilakukan pengukuran menyeluruh terhadap emisi GRK Cakupan 1
88 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 89
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
dan Cakupan 2. Emisi Cakupan 1 berasal dari pemakaian Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian
bahan bakar untuk transportasi dan pemakaian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK-ESDM) tahun 2020.
bahan bakar untuk genset. Sementara emisi Cakupan Sementara itu, untuk faktor emisi bahan bakar minyak
2 berasal dari sumber emisi tidak langsung atau dari (BBM) menggunakan faktor emisi yang diterbitkan
energi listrik yang disuplai oleh Perusahaan Listrik oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) ESDM
Negara (PLN) sebagai pemasok bisnis Bank. Tahun 2021. Perhitungan emisi mencakup gas CO2
yang dikalikan dengan faktor GWP sebesar 1 dan tidak
BTN menghitung emisi dengan pendekatan kontrol mencakup emisi CO2 biogenik. [GRI 305-1, 305-2, 305-3] [OJK F.11]
operasional yang menggunakan metodologi IPCC [TCFD Metrics.b]
Guidelines 2006 yang telah diperbarui pada tahun 2019
dan mengacu pada standar ISO 14064 Greenhouse Informasi mengenai emisi GRK yang dihasilkan dapat
Gases. Terkait dengan faktor emisi kelistrikan, BTN diuraikan sebagai berikut: [GRI 305-1, 305-2, 305-3] [OJK F.11] [TCFD
mengacu pada faktor emisi yang diterbitkan oleh Metrics.b]
Emisi GRK Cakupan 1 dan Cakupan 2 yang Dihasilkan
Sumber Emisi Keterangan Satuan 2024* 2023 2022
Emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 1
Bahan Bakar Minyak Emisi langsung dari pembakaran stasioner ton CO2 eq 210 124 143
(BBM)
Emisi langsung dari pembakaran bergerak ton CO2 eq 9.160 4.844 5.494
Penggunaan Refrigerant Emisi Fugitive ton CO2 eq 2.685 2.314 N/A
Total Emisi Cakupan 1 ton CO2 eq 12.054 7.282 5.637
Emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 2
Listrik Emisi tidak langsung dari konsumsi listrik ton CO2 eq 56.074 8.694 16.985
yang diimpor/dibeli
Total Emisi Cakupan 2 ton CO2 eq 56.074 8.694 16.985
Total Emisi Cakupan 1 dan 2 ton CO2 eq 68.128 16.246 22.622
*)Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan data kantor cabang, sehingga Bank menetapkan 2024 sebagai tahun dasar perhitungan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 89
Page 90
Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
dan Kesejahteraan Pegawai
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan Cakupan 2
Intensitas emisi GRK menunjukkan jumlah emisi GRK dalam satuan ton CO2 eq per pegawai. Selain itu, juga
per unit kegiatan, keluaran, atau metrik khusus lainnya. dilakukan perhitungan dalam satuan ton CO2 eq per
Intensitas emisi dihitung dengan membagi total emisi unit kantor. Informasi mengenai intensitas GRK dapat
GRK (Cakupan 1 dan Cakupan 2) yang dihasilkan diuraikan pada tabel sebagai berikut: [GRI 305-4]
oleh Bank dengan jumlah pegawai, yang dihitung
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan Cakupan 2
Denominator 2024 2023 2022
Unit Kantor 92,07 tons CO2 eq/ office unit 21,95 tons CO2 eq/ office unit* 30,65 tons CO2 eq/office unit*
Pendapatan 0.0000000020 ton CO2 eq/IDR 0.0000000005 ton CO2 eq/IDR 0.0000000008 ton CO2 eq/IDR
*)Data disajikan kembali
Peningkatan intensitas pada tahun 2024 disebabkan operasional yang bertujuan untuk mendukung
oleh penambahan kantor pusat, yaitu Menara 2 BTN. kelancaran kegiatan bisnis Bank.
Selain itu, terdapat pula penambahan kendaraan
Emisi GRK Cakupan 3
Sebagai bentuk kelengkapan dari pelaporan emisi, Financials (PCAF). Financed emissions merupakan emisi
sejak tahun 2023 BTN telah memetakan relevansi dan yang dihasilkan dari layanan jasa keuangan, investasi,
menghitung emisi GRK Cakupan 3. Perhitungan ini dan pinjaman oleh BTN yang menyediakan jasa
mencakup tiga kategori utama dalam kegiatan rantai keuangan. Bank telah melakukan perhitungan financed
pasok Bank, yaitu: emissions per sektor usaha seperti konstruksi, energi,
• Purchased goods and services transportasi, Industrial Process and Production Use
• Business travel (IPPU)/ Industri Pengolahan, dan sektor lain. Sementara
• Financed emissions itu, untuk kedua kategori lainnya yaitu business travel
dan purchased goods BTN berpedoman pada standar
Pada kategori financed emissions, BTN mengacu GHG Protocol. [GRI 305-3] [TCFD Metrics.a]
pada standar The Partnership for Carbon Accounting
Financed Emissions per Sektor Usaha
2024 2023*
Sektor Usaha Financed Financed
Outstanding Outstanding
Emissions (ton Emissions (ton
(Rp Miliar) (Rp Miliar)
CO2 eq) CO2 eq)
Industri Pengolahan 401 1,445.61 474 1.237,05
Konstruksi 25.650 191.281 30.777 88.723,20
Listrik, Gas, dan Air 4.668 342.047 4.931 519.353,23
Pertambangan dan Penggalian 55 12.054 1.840 63.349,18
Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan 229 26.024 30 752,52
Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi 4.016 180 4.317 15.841,47
Total 35.019 573.032 42.369 691.256,65
* Data disajikan kembali
90 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 91
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Penyajian kembali data dalam Laporan Keberlanjutan ulang sektor usaha dalam financed emissions. Pada
dilakukan untuk memastikan transparansi dan tahun sebelumnya, perhitungan hanya mencakup 20
akurasi informasi, dengan revisi pada laporan debitur top dengan outstanding terbesar (Rp24 triliun),
tahun sebelumnya akibat pembaruan metodologi sedangkan tahun ini diperluas menjadi 85% untuk 7
perhitungan serta penyesuaian terhadap identifikasi (tujuh) sektor sesuai OJK (Rp42 triliun).
Rekapitulasi Emisi Cakupan 3 BTN
Uraian Satuan 2024 2023 2022
Kategori 1: Purchased Goods and Services ton CO2 eq 4.739 6.447 4.614
Kategori 6: Business Travel ton CO2 eq 3.294,32 285 276
Financed Emissions ton CO2 eq 573.032 691.256,65 N/A
Total Emisi Cakupan 3 ton CO2 eq 581.065,32 698.018,65 4.890
* Data disajikan kembali
Dalam pengelolaan emisi Cakupan 3, BTN telah untuk mengurangi penggunaan kertas, implementasi
melakukan berbagai strategi, seperti meningkatkan sustainable procurement, pengelolaan limbah secara
keterlibatan mitra kerja untuk mengungkapkan nilai berkelanjutan, dan penerapan Portfolio Guideline yang
GRK atas emisi yang ditimbulkan dari produk-produk mempertimbangkan prinsip ESG. Langkah-langkah ini
yang ditransaksikan dari dan kepada Bank. Pada memastikan bahwa portofolio kredit BTN tetap menjaga
tahun 2024, BTN telah menyusun roadmap ESG 2024- agar tidak menyalurkan dana ke sektor-sektor dengan
2029, yang mencakup inisiatif pengurangan emisi risiko tinggi terhadap dampak lingkungan, serta
secara menyeluruh. Beberapa inisiatif yang telah membantu menjaga agar financed emission tetap
dijalankan antara lain digitalisasi aktivitas operasional terkendali.
Karbon Netral
Selain bentuk inisiatif yang telah dilakukan dalam berbagai jenis pohon di beberapa titik lokasi. BTN juga
efisiensi energi dan peningkatan bauran energi baru telah melakukan perhitungan serapan karbon akibat
terbarukan, BTN juga melakukan kegiatan penanaman penanaman pohon yang telah dilakukan.
pohon. Pada tahun 2024, BTN melakukan penanaman
Perhitungan Serapan Karbon
Uraian Satuan 2024 2023
Total Pohon Pohon 29.615 5.323
Nilai Serapan Karbon ton CO2 eq 18.290,73 3.449
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 91
Page 92
Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
dan Kesejahteraan Pegawai
Kolaborasi Fokus BTN terhadap pengelolaan lingkungan tidak hanya
Penanaman diwujudkan dalam program-program yang dilaksanakan di
internal Bank, tetapi juga didorong oleh upaya pelestarian
Mangrove lingkungan di sekitar Bank. Salah satu langkah proaktif yang
dilakukan oleh Bank adalah melakukan penanaman mangrove.
Pada tahun 2024, BTN berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan
dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melakukan
penanaman 3.000 mangrove di Pulau Bali. Bank mendukung
konservasi alam dengan melepaskan 1.000 ekor tukik untuk
dikembalikan ke habitat aslinya. Selain sebagai bentuk
kontribusi nyata bahwa BTN mendukung pengurangan dampak
perubahan iklim, inisiatif ini juga mencerminkan kontribusi Bank
dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Program
penanaman pohon dan pelepasan tukik juga mendukung Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan ke-13
tentang Penanganan Perubahan Iklim dan Tujuan ke-15 tentang
Ekosistem Daratan.
92 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 93
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
BTN Tanam 200 Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Internasional pada
26 Juli 2024, BTN, melalui program Tanggung Jawab Sosial
Pohon Mangrove dan Lingkungan (TJSL), berkolaborasi dengan Jejakin untuk
dalam Rangka melakukan penanaman 200 pohon mangrove di Taman Wisata
Memperingati Hari Angke, Pantai Indah Kapuk, DKI Jakarta. Kegiatan ini merupakan
bagian dari komitmen BTN untuk menjalankan operasional yang
Mangrove Sedunia berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,
sekaligus mewujudkan Clean Banking Operation.
Penanaman 200 pohon mangrove ini diperkirakan mampu
menyerap karbon setara dengan 10,99 ton CO2e, yang setara
dengan penghematan penggunaan kertas sebanyak 166.667
lembar, menurut dengan penelitian Xiang et al., 2023. Ini
menunjukkan kontribusi nyata BTN dalam mengurangi jejak
karbon dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap Sustainable
Development Goals (SDGs), khususnya SDGs No. 13: Climate Action,
BTN mendukung pelestarian hutan mangrove, yang terbukti lebih
efektif dalam menyerap emisi karbon dioksida dibandingkan
dengan hutan hujan atau lahan gambut. Selain itu, kegiatan ini
juga berkontribusi pada SDGs No. 14: Life Below Water, di mana
hutan mangrove berfungsi sebagai penahan abrasi, pelindung
pantai dari tsunami, serta ekosistem vital dalam konservasi
sumber daya alam.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 93
Page 94
Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
dan Kesejahteraan Pegawai
Emisi Zat Perusak Ozon, Polutan Organik yang Persisten, dan Emisi
Udara Signifikan Lainnya
Sebagai perusahaan yang berfokus pada penyediaan keberlanjutan. Salah satu inisiatif yang telah diambil
layanan keuangan dan investasi, kegiatan bisnis Bank oleh BTN adalah mengurangi penggunaan refrigerant
tidak relevan dengan dengan zat perusak ozon, polutan pada AC secara bertahap. BTN juga terus bekerja sama
organik yang persisten (POPs), senyawa organik volatil dengan mitra untuk mendukung program-program
(VOC), materi partikulat (PM), dan emisi udara signifikan yang memberikan manfaat positif bagi lingkungan
lainnya. Sehubungan dengan hal ini, BTN belum secara lebih luas. [GRI 305-1, 305-2, 305-3, 305-5, 305-6, 305-7] [F.12]
melakukan penghitungan terkait polutan tersebut. [TCFD Metrics.a, c]
Meskipun demikian, BTN tetap berkomitmen untuk
mengelola dampak lingkungan melalui pengurangan Informasi mengenai penggunaan refrigerant dapat
jejak karbon dan mendukung inisiatif yang mendorong diuraikan pada tabel sebagai berikut: [GRI 305-6]
Jumlah Penggunaan Refrigerant
Uraian Satuan 2024* 2023 2022
Penggunaan Refrigerant kg 2.065 1.780 2.144
*)Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan data kantor cabang
Pengelolaan Air
Air merupakan salah satu kebutuhan vital bagi Bank 1. Penggunaan air PDAM sebagai sumber utama
dalam menjalankan operasional sehari-hari. Air sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) terkait
digunakan untuk keperluan domestik kantor seperti penggunaan air tanah;
wudhu, membersihkan toilet, menyiram tanaman, 2. Pembuatan dua sumur resapan dengan kapasitas
mengisi kolam air mancur, dan lainnya. Sebagian masing-masing sebesar 48 m3, sehingga total
besar kebutuhan air dipenuhi oleh PDAM, sedangkan kapasitas penyerapan air hujan mencapai 96 m3;
sebagian lainnya diperoleh melalui sumur air dalam 3. Pemasangan poster anjuran pada toilet terkait
(deep well). penghematan air;
4. Penerapan sistem sewage treatment plan (STP)
BTN menyadari risiko lingkungan terkait dengan air, untuk memastikan bahwa air yang dibuang
termasuk efluen, kelangkaan, risiko air, dan risiko tidak membahayakan lingkungan, dan telah
banjir. Oleh karena itu, BTN memberikan perhatian mendapatkan izin pembuangan dari instansi
khusus terhadap pengelolaan air, dengan mengacu terkait. Instalasi pengolahan air limbah di Gedung
pada UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Menara BTN memiliki kapasitas 260 m3/hari,
BTN berkomitmen untuk menggunakan air secara dengan kebutuhan pengolahan saat ini sebesar
bijak, dengan tujuan untuk mendukung keberlanjutan 220 m3/hari. Perbandingan tersebut sesuai
dan tidak mengganggu ketersediaan air bersih di dengan Izin Pembuangan Air Limbah yang terbit
lingkungan sekitar. [GRI 3-3] pada 19 Juli 2018;
5. Pemanfaatan air olahan STP dan penampung air
Untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan hujan untuk kebutuhan penyiraman tanaman,
memastikan ketersediaan air bersih pada masa pengisian kolam air mancur, dan pencucian
mendatang, Bank telah melakukan pengelolaan air mobil;
yang efisien dan berkelanjutan, di antaranya: 6. Pengaturan debit air di Gedung Menara BTN
dengan neraca pemakaian air bersih sebagai
berikut:
94 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 95
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Neraca Pemakaian Air Bersih Gedung Menara BTN
Toilet Kantor
183 m3/hari
Toilet Tamu
10 m3/hari
Mushola STP Kapasitas Saluran Umum
20 m3/hari 260 m3/hari 220 m3/hari
Cleaning Gedung
Air PAM
24 m3/hari
274 m3/hari
GWT Kantin Grease
274,1 m3/hari 5 m3/hari Trap
Air Mancur
Menguap
Air Tanah 2,1 m3/hari
Cadangan
0,1 m3/hari
Chiller
Menguap
10 m3/hari
Siram Taman Meresap ke
10 m3/hari Tanah
Sebagai bentuk monitoring dan evaluasi, BTN melakukan pengukuran stres air pada area operasional
memantau penggunaan air merujuk pada pembayaran BTN. Informasi mengenai penggunaan air pada seluruh
pemakaian air PDAM dan pemantauan dari flow meter aktivitas operasional diuraikan sebagai berikut: [GRI 3-3,
yang terpasang. Hingga tahun pelaporan, Bank belum 303-1, 303-3, 303-5] [OJK F.8]
Tabel Penggunaan Air [GRI 303-1, 303-5] [OJK F.8]
Sumber Air Satuan 2024* 2023 2022
Air dari Pihak Ketiga
PDAM m3 1.681.793 284.419 606.967
Air Tanah
Deep Well m3 8.188.194 7.095 63.662
Total m3 9.799.987 291.514 670.629
*)Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan data kantor cabang
Sebagai wujud komitmen terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan, BTN menetapkan target untuk mengurangi
penggunaan air sebesar 30% pada tahun 2029.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 95
Page 96
Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
dan Kesejahteraan Pegawai
Manajemen Limbah
Pengelolaan Limbah
Dalam menjalankan bisnisnya, BTN menghasilkan dengan pihak ketiga yang memiliki izin dari Kementerian
berbagai jenis limbah yang terbagi menjadi limbah Lingkungan Hidup dan Kementerian Perhubungan
padat dan cair. Kemudian limbah ini juga dapat untuk mengelola limbah. Bank juga memastikan bahwa
diklasifikasikan menjadi limbah bahan berbahaya pengolahan dilakukan secara profesional dan sesuai
beracun (B3) dan limbah non-B3. Jenis limbah padat regulasi. [GRI 3-3, 306-2, 306-4]
yang dihasilkan Bank meliputi sampah kantor, peralatan
elektronik yang tidak terpakai, lampu bekas, aki bekas, Selain pengelolaan sampah, BTN juga menekankan
dan furnitur bekas. Sementara itu, limbah cair yang pada kegiatan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).
dihasilkan adalah oli bekas kendaraan operasional dan Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan adalah
genset, serta air limbah domestik dari toilet dan kafe. dengan mengeluarkan imbauan untuk mencegah
[GRI 3-3, 306-1] penggunaan peralatan makan dan minum sekali pakai,
serta melakukan daur ulang sampah organik dari
BTN secara konsisten melakukan upaya pengelolaan sampah daun menjadi pupuk kompos. BTN juga telah
seluruh limbah yang dihasilkan untuk meminimalkan menyediakan tempat sampah pada setiap lantai kantor
dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan guna mempermudah proses pengelolaan sampah.
manusia di sekitar. Pengelolaan limbah mengacu pada BTN juga telah menyediakan tempat penyimpanan
UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sementara limbah B3 (TPS B3).[GRI 3-3, 306-2]
Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Limbah B3, dan Peraturan Pemerintah Penjelasan lengkap mengenai jumlah dan pengelolaan
No.74 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan limbah diuraikan sebagai berikut:
Beracun. Khusus untuk limbah B3, BTN bekerja sama
Tabel Pengelolaan Limbah [GRI 3-3, 306-3, 306-4, 306-5] [OJK F.13, F.14]
Jenis Sampah Satuan 2024 2023* 2022*
Sampah gedung Ton 131,76 119,01 119,01
Limbah sisa makanan, minuman (organik) Ton 5,47 5,47 5,47
Kertas, kardus Ton 0,00 0,00 0,00
Gelas, kaleng, plastik Ton 0,00 0,00 0,00
Oli bekas Ton 0,00 0,01 0,01
Lampu TL, PLC, balas, dan kabel Ton 0,01 0,03 0,03
Limbah tabung freon Ton 0,00 0,00 0,00
Jenis sampah lainnya Ton 0,00 0,00 0,00
Total Ton 137,77 124,52 124,52
*)Data disajikan kembali
96 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 97
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Transformasi Pada Jumat, 25 Oktober 2024, Direktur Risk Management BTN, Bapak
Limbah Menjadi Setiyo Wibowo, bersama tim ESG BTN, melakukan kunjungan langsung ke
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Bogor. Dalam kesempatan
Solusi Berkelanjutan ini, mereka bertemu dengan @plustik.id, pemasok material ramah
untuk Masa Depan lingkungan yang mengolah plastik daur ulang menjadi floor decking
dan paving block. Kunjungan ini membuka peluang besar untuk
mengubah tumpukan sampah menjadi solusi berkelanjutan yang
bermanfaat untuk lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Sebagai bagian dari komitmen BTN terhadap pengelolaan limbah
yang berkelanjutan, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat upaya
pengurangan jejak karbon dan menciptakan masa depan yang lebih
hijau. BTN juga ingin mendorong pengembangan perumahan ramah
lingkungan yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap bumi,
sekaligus mendukung ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah
yang lebih optimal.
Lebih dari sekadar pengelolaan sampah, ini adalah langkah konkret
untuk menciptakan dampak positif yang luas bagi komunitas dan
planet kita. Dengan kolaborasi ini, BTN berkomitmen untuk terus
berinovasi, berani mengambil tindakan, dan membangun masa
depan yang lebih berkelanjutan demi generasi yang akan datang.
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 97
Page 98
Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
dan Kesejahteraan Pegawai
Penggunaan Kertas
Dalam aktivitas operasional Bank, kertas menjadi h. Rumah Murah BTN, memberikan kemudahan
salah satu komponen utama pendukung kegiatan, dan kenyamanan kepada masyarakat untuk
seperti surat menyurat, memo, mencetak laporan menemukan aset melalui dukungan teknologi
perusahaan, pendaftaran dan pencetakan buku digital terkini serta dalam penerapannya BTN
nasabah, pencatatan transaksi, dan sebagai bukti tidak membutuhkan banyak kertas.
transaksi melalui mesin ATM. BTN menyadari tingginya i. iLoan, aplikasi yang digunakan dalam proses
penggunaan kertas dalam kegiatan operasional pinjaman nasabah.
tersebut dan dampak negatifnya terhadap lingkungan j. iWealth, aplikasi yang digunakan untuk
seperti penerbangan pohon dan peningkatan limbah. mendukung pengembangan bisnis produk Bank
Maka dari itu, BTN senantiasa melakukan pengelolaan khususnya bancassurance, reksadana, dan ORI/
sampah kertas bekas. [GRI 3-3, 306-1] SUKRI.
k. Smart Collection, aplikasi mobile application yang
BTN juga turut menerapkan perbankan digital untuk digunakan petugas collection untuk survey dan
menjawab tantangan pengurangan penggunaan penagihan nasabah secara mobile.
kertas demi kelestarian lingkungan. Salah satu l. B-Gate, aplikasi yang digunakan untuk absensi
implementasi perbankan digital adalah dengan pegawai, termasuk management activity selama
menerapkan inisiatif-inisiatif digitalisasi dokumen yang pegawai melakukan work from home, izin non
dapat mengurangi penggunaan kertas sebagai berikut: dinas, dan lain sebagainnya.
[GRI 3-3, 306-2] [OJK F.1] m. Digital Room for E-Learning Modules (DREAM),
a. eProc (e-Procurement), digitalisasi end-to-end aplikasi yang digunakan pegawai untuk dapat
dalam proses procurement sebagai langkah untuk mengikuti modul pembelajaran secara online.
mengurangi penggunaan kertas (paperless). n. iRecruitment, aplikasi berbasis web yang
b. E-Statement rekening koran giro, dengan digunakan Bank dalam melaksanakan proses
mengusulkan dua pengembangan yaitu rekrutmen calon pegawai.
pengiriman rekening koran bulanan otomatis ke o. Operational Risk Tools (ORMIS), aplikasi ORMIS
e-mail nasabah dan pengiriman rekening koran merupakan sistem yang terintegrasi atas
berdasarkan permintaan. beberapa tools pengelolaan risiko operasional,
c. Fitur Virtual Debit Card di balé by BTN untuk antara lain RCSA, LED, dan KRI.
mengurangi produksi kartu ATM fisik dan p. PPDigital, aplikasi yang merupakan sistem yang
meminimalkan penggunaan kertas dalam proses terintegrasi atas kumpulan kebijakan-kebijakan
permohonan kartu di Kantor Cabang. internal BTN yang bisa diakses seluruh pegawai.
d. Fitur Surat Berharga Negara (SBN) di balé by BTN q. iWork, aplikasi rapat direksi (e-MoM) untuk
yang memungkinkan nasabah perorangan untuk manajemen risalah atau notula rapat direksi dan
mengakses, membeli, dan mengelola investasi membuat risalah atau notula rapat.
SBN secara daring. r. e-Bank Garansi, aplikasi untuk melakukan
e. Kegiatan surat-menyurat dilakukan pengajuan Bank Garansi secara online, dengan
menggunakan surat elektronik (surel), tidak lagi mengoptimalkan dan efisiensi proses pengajuan.
menggunakan faksimile. s. e-Deposito menyediakan opsi bukti kepemilikan
f. iFlow, aplikasi manajemen dokumen workflow Deposito dalam bentuk Bilyet Deposito dan Advis,
yang digunakan untuk memfasilitasi akses memberikan fleksibilitas bagi nasabah dan
informasi antara semua divisi dan kantor cabang mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik.
yang mencakup proses distribusi dan disposisi
surat atau dokumen lainnya. Inisiatif lain yang telah dilakukan oleh BTN adalah
g. Smart Branch, penerapan Smart Branch untuk dengan menggunakan kembali (reuse) kertas bekas
memaksimalkan digitalisasi dengan mengurangi untuk memo internal dan menghancurkan dokumen
penggunaan formulir kertas. penting yang sudah tidak lagi dipakai dengan mesin
98 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 99
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
penghancur kertas. BTN juga bekerja sama dengan daur ulang, tidak menerima masukan material dari
pihak ketiga dalam memanfaatkan kembali kertas daur ulang, serta tidak menggunakan produk hasil
yang tidak termasuk kategori dokumen penting. Pada reclaimed. [GRI 3-3, 301-1, 301-2, 301-3, 306-2] [OJK B.1, F.5]
saat ini, BTN belum menggunakan material ramah
lingkungan dalam operasionalnya, misalnya kertas Penggunaan kertas oleh Bank diraikan pada tabel
berikut: [GRI 301-1]
Tabel Penggunaan Kertas
Uraian Satuan 2024* 2023 2022
Penggunaan Kertas Lembar 78.987.938 25.592.000 30.445.843
*)Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan data kantor cabang
Efluen
BTN telah mengacu pada Peraturan Gubernur Provinsi limbah setiap tiga bulan sekali untuk memastikan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 122 Tahun 2005 limbah cair yang dibuang telah memenuhi standar
tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik dalam baku mutu yang ditetapkan. Berikut merupakan tabel
pengolahan air limbah di Kantor Pusat. Sesuai rekapitulasi volume pembuangan air yang dihasilkan
peraturan tersebut, BTN telah mengukur kualitas air selama periode pelaporan. [GRI 303-2, 303-4, 306-2]
Rekapitulasi Volume Pembuangan Air
Tujuan Pembuangan Air Satuan 2024* 2023 2022
Air Permukaan m3 25.778,00 826,77 651,84
Air Tanah m3 1.143,00 275,00 357,00
Air Pihak Ketiga m3 58.863,00 48.585,00 44.100,00
Total m3 85.863,00 49.686,77 45.108,84
*)Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan data kantor cabang
Deskripsi 2024* 2023 2022
Pembuangan Air tawar (≤1.000 mg/L total padatan terlarut) 60.085,00 48.860,00 44.457,00
air berdasarkan
klasifikasi efluen Air lainnya (>1.000 mg/L total padatan terlarut) 1.143,00 826,77 651,84
Total pembuangan air (m3) 61.228,00 49.686,77 45.108,84
*)Pada tahun 2024 terdapat penambahan cakupan data kantor cabang
BTN menyadari bahwa tumpahan bahan kimia, minyak, ini, BTN menetapkan bahwa tidak terdapat insiden
bahan bakar, atau zat kimia lainnya dapat berdampak tumpahan bahan kimia, minyak, bahan bakar, atau zat
negatif terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan kimia lainnya. Sepanjang 2024, BTN juga tidak menerima
manusia. Oleh karena itu, BTN berhati-hati dalam pengaduan ataupun pelaporan yang bersifat material
mengelola dan menggunakan bahan atau zat yang dan signifikan terkait insiden ketidakpatuhan terhadap
memiliki risiko untuk tumpah. Selama tahun pelaporan peraturan dan regulasi terkait pembuangan air limbah
dan efluen. [GRI 303-4] [OJK F.15]
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 99
Page 100
Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
dan Kesejahteraan Pegawai
Pada tahun 2024, BTN telah mengeluarkan biaya untuk pengelolaan sampah. Sementara untuk
pengelolaan lingkungan sebesar Rp507.126.232 yang penanaman pohon, BTN mengeluarkan biaya sebesar
meliputi biasa pelestarian lingkungan, pengelolaan Rp1.319.942.775. BTN berkomitmen untuk mengeluarkan
STP, pengelolaan sampah, dan penanaman pohon. biaya tersebut untuk menjamin pengelolaan lingkungan
Adapun rincian biaya pengelolaan lingkungan adalah hidup dapat terlaksana dengan optimal. [OJK F.4]
Rp395.372.032 untuk pengelolaan STP, Rp111.754.200
Green Office Kantor Pusat
Meskipun kegiatan operasional tidak memiliki dampak c. Mengimplementasikan pemanfaatan dua unit
langsung terhadap lingkungan, BTN senantiasa sumur resapan di Menara BTN dan 25 unit sumur
mendukung dan berkontribusi terhadap pelestarian resapan di Menara 2 BTN;
lingkungan dan kesejahteraan sosial. Komitmen d. Menyediakan fasilitas tempat penyimpanan
ini juga telah menjadi salah satu pilar dalam RAKB sementara (TPS) dengan kapasitas mencapai
BTN yaitu “Pilar Produk yang Mendukung Keuangan 14 m3 di Menara BTN dan 18 m3 di Menara 2 BTN,
Berkelanjutan“. sampah yang terkumpul selanjutnya diangkut ke
tempat pemrosesan akhir (TPA);
Langkah nyata dalam pelestarian lingkungan dan e. Memiliki 35 titik biopori yang tersebar di area
kesejahteraan sosial di kawasan Kantor Pusat telah Menara BTN;
direalisasikan oleh Bank melalui berbagai inisiatif, di f. Melakukan kampanye bebas sampah plastik di
antaranya: [OJK F.1] kantor dengan mengurangi penggunaan plastik
a. Melakukan pencegahan pencemaran lingkungan air mineral kemasan dan alat makan sekali pakai
secara berkala melalui beberapa usaha, seperti: dalam kegiatan dan rapat, baik internal maupun
• Menggunakan teknologi ramah lingkungan eksternal, serta mendorong kesadaran untuk
untuk freon pengatur suhu ruangan (air membawa botol minum pribadi;
conditioner) jenis R32, R134A, dan R410; g. Mendorong karyawan untuk menggunakan
• Memiliki tempat penyimpanan sementara transportasi umum ke kantor. Hal ini mengacu
limbah B3 (TPS LB3) dengan kapasitas dengan pada kebijakan pemerintah bahwa semua
ukuran penyimpanan 3,20 m x 3,50 m x 2,50 m; kendaraan operasional BUMN diwajibkan
• Memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) menggunakan BBM nonsubsidi dengan angka
gedung dengan debit 220 m3/hari dan telah oktan tinggi sehingga lebih ramah lingkungan.
memenuhi ambang batas yang diizinkan Hal ini juga didukung melalui Memo No. 1836/M/
dalam Izin Pembuangan Air Limbah pada 19 PGSD/GS/XI/2013 dari Divisi Pengadaan dan
Juli 2018 yaitu 260 m3/hari; Layanan Umum pada tanggal 6 November 2013
• Memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang berisikan imbauan kepada seluruh Kantor
pada Menara 2 BTN dengan luas 18m3 Wilayah, Kantor Cabang, dan Kantor Cabang
b. Melakukan upaya penghematan energi, melalui: Syariah terkait larangan penggunaan bensin jenis
• Menggunakan panel surya sebagai sumber RON 88 (premium) untuk kendaraan operasional;
energi pemanas air; h. Mendukung dan berpartisipasi dalam Earth Hour
• Melakukan pembatasan penggunaan air sejak tahun 2020.
melalui pengaturan debit air pengeluaran di
area toilet, tempat wudhu, dan lainnya;
• Melakukan pengaturan otomatis untuk
peralatan listrik teknologi BAS yang digunakan
pada lampu dan unit pendingin ruangan.
100 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 101
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Dalam penerapan konsep perkantoran hijau, BTN c. UU No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan
memiliki landasan peraturan dan regulasi yang diatur Sampah;
dalam: [GRI 3-3] d. Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2014 tentang
a. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Limbah B3; serta
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup e. Peraturan Pemerintah No. 74 tentang Pengelolaan
(UU No. 32 Tahun 2009); Bahan Berbahaya dan Beracun.
b. UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air;
Sertifikasi Green Building Menara 2 BTN
Pada Bulan November 2024, BTN meraih sertifikasi Menara 2 BTN memperoleh predikat tertinggi,
Green Building atau gedung ramah lingkungan. yaitu Platinum, setelah melewati penilaian ketat
Sertifikasi ini diberikan oleh Green Building Council terhadap berbagai aspek keberlanjutan, seperti
Indonesia (GBCI) yang merupakan anggota efisiensi energi, pengelolaan air, penggunaan
resmi dari World Building Council. Perolehan material ramah lingkungan, serta kualitas udara
ini menjadi bukti nyata komitmen Bank dalam dan kenyamanan ruangan. Upaya-upaya yang
menciptakan operasional yang ramah lingkungan telah dilakukan oleh BTN meliputi penambahan
dan mendukung penerapan prinsip-prinsip ESG di area hijau sebesar 32,1%, penghematan energi
seluruh lini bisnis BTN. 21,86% dengan nilai Intensitas Konsumsi Energi
Listrik (IKE) 234,41 kWh per meter persegi per
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 101
Page 102
Manajemen Lingkungan
Berkelanjutan Dukungan Pengembangan
Tentang Laporan Profil BTN
dan Kesejahteraan Pegawai
tahun, penghematan air sebesar 26,7% dengan akan menjadi simbol kontribusi BTN dalam
penggunaan air bersih 36,65 liter per orang per mendukung pusat pemerintahan baru yang
hari, penggunaan material ramah lingkungan, berwawasan lingkungan.
penerapan sistem Outdoor Air Introduction, serta • Kantor Cabang (KC) Kelapa Gading Square
berbagai inovasi lainnya terkait penerapan prinsip dan KC Kebon Jeruk, yang mencerminkan
keberlanjutan. inisiatif keberlanjutan pada operasional
cabang di kawasan urban.
Sertifikasi Platinum ini menempatkan Menara 2 • BTN Ecopark Gandul, sebagai inovasi ruang
BTN sebagai contoh gedung ramah lingkungan kerja yang memadukan konsep hijau dan
dengan kualitas udara, pencahayaan, dan efisiensi energi.
kenyamanan kerja yang optimal, yang turut • Learning Center BTN di Dago, yang akan
meningkatkan produktivitas pegawai. Pencapaian menjadi pusat pelatihan ramah lingkungan,
ini sejalan dengan komitmen BTN untuk menjadi dirancang untuk menciptakan ruang
ESG Champion di industri perbankan Indonesia, pembelajaran yang sehat dan produktif.
sesuai dengan Roadmap ESG 2023-2028 yang
telah dirancang oleh BTN. BTN percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya
tentang memenuhi standar, tetapi juga tentang
Setelah berhasil meraih sertifikat Green Building membangun masa depan yang lebih hijau
untuk Menara 2 BTN, Bank terus menunjukkan dan tangguh. Dengan visi ini, BTN berkomitmen
komitmen nyata terhadap keberlanjutan untuk terus berkontribusi dalam menciptakan
lingkungan. Melalui langkah strategis, BTN kini ruang kerja yang ramah lingkungan di seluruh
merencanakan sertifikasi Green Building untuk operasionalnya, mendukung target keberlanjutan
sejumlah gedung lainnya, termasuk: nasional, dan memberikan nilai tambah bagi
• Gedung BTN di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang seluruh pemangku kepentingan.
Selain penerapan konsep perkantoran hijau dan target terkait lingkungan di SDGs sebagai acuan upaya
pemenuhan tanggung jawab lingkungan, BTN pelestarian lingkungan, di antaranya tujuan ke-6 (Air
juga berusaha melestarikan lingkungan melalui Bersih dan Sanitasi Layak), tujuan ke-7 (Energi Bersih dan
berbagai program dan kegiatan konservasi. Inisiatif Terjangkau), tujuan ke-11 (Kota dan Pemukiman yang
ini diwujudkan melalui penentuan kantor operasional Berkelanjutan), tujuan ke-12 (Konsumsi dan Produksi
Bank tidak berada di daerah konservasi atau memiliki yang Bertanggung Jawab), tujuan ke-13 (Penanganan
keanekaragaman hayati yang dilindungi. [GRI 3-3] [OJK F.9, Perubahan Iklim), dan tujuan ke-15 (Ekosistem Darat).
F.10] [OJK F.1]
BTN secara aktif memberikan dukungan dan Komitmen BTN dalam menerapkan praktik terbaik dan
kontribusi kepada pemerintah Indonesia dengan mematuhi peraturan dan ketentuan lingkungan yang
turut menyepakati rencana aksi global berupa Tujuan berlaku terbukti dengan tidak adanya pelanggaran
Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable yang berakibat pada denda atau sanksi nonmoneter
Development Goals (SDGs) bersama pemimpin sepanjang tahun 2024. [GRI 2-27, 3-3, 307-1] [OJK F.16]
negara lainnya. BTN juga telah menjadikan beberapa
102 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk | Laporan Keberlanjutan 2024
Page 103
Pengembangan dan Pelayanan Prima untuk Integritas Tata Kelola
Pemberdayaan Masyarakat Kepuasan Nasabah Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan 2024 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 103
Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Sambutan
· Direktur Utama
p.4 ×2
unresolved
org
Tata Kelola Pelayanan Prima
p.5
unresolved
org
Tata Kelola Tertinggi Nasabah
p.5
unresolved
org
Bank BUMN
p.8 ×3
unresolved
person
Consumer
· Direktur
p.15
unresolved
—
Mitra Pengembang
p.21
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.22
unresolved
—
Pegawai dan Serikat
p.24
unresolved
org
Milik Negara
p.31
unresolved
org
Bank Pionir Pembiayaan Rumah Rendah Emisi
p.39
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.40
unresolved
org
Milik Negara Bidang
p.56
unresolved
org
Bank Tabungan
p.56 ×3
unresolved
org
Bank Tabungan Negara Menjadi Perusahaan
p.57
unresolved
person
Muhani Salim
p.57 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.62 ×7
unresolved
org
Bank Indonesia Undang Darurat
p.62
unresolved
org
Bank Tunggal
p.64 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Tabungan Negara
p.64
unresolved
org
Bank Kyoku
p.64
unresolved
org
Koperasi Tani
p.64
unresolved
org
Bank Umum Pemerintahan Belanda
p.64
unresolved
org
Bank Dagang Negara.
p.64
unresolved
org
Bank Sentral
p.64
unresolved
org
Bank
1949 | Tabungan Negara
p.64
unresolved
org
Menteri Urusan Bank Indonesia
p.64
unresolved
org
PT Persero
p.64
unresolved
org
Bank Tabungan Pos Republik
p.64
unresolved
person
Ashoya Ratam
p.66
unresolved
org
Menteri BUMN No. SE-
p.70
unresolved
org
Bank Eksternal
p.73
unresolved
org
Bank Institution
p.73
unresolved
person
Forum Komunikasi
· Direktur
p.73
unresolved
org
Pusat Statistik
p.75
unresolved
org
Menteri Negara
p.84
unresolved
org
Kementerian Energi
p.86
unresolved
org
Kementerian Perhubungan
p.96
unresolved
org
Bank Garansi
p.98
unresolved
org
Kota Nusantara
p.102
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.