Skip to content
Back to announcement

20260624_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_32104031_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 123

Page 1

          
Page 2
                  Kantor Jasa Penilai Publik
                                                                                                                 The Manhattan Square
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                 Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                  Property, Business Valuation & Advisory                                            Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                  Licence No. 2.22.0176                                                              E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                  KMK 460/KM.1/2022                                                                     Website: www.fdipartners.co.id
                  Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia                                                            Phone (62 21) 27875911



                                                                                                Jakarta, 10 Juni 2026

Kepada Yth.:
PT United Tractors Tbk
Jl. Raya Bekasi Km 22,
Cakung, Jakarta Timur 13910

No. Laporan     : 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Hal             : Laporan Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT UNITED TRACTORS TBK

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.001/FDI/PB-FO/IV/2026 tanggal 1 April 2026, Kami
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi antara Perseroan melalui PT Danusa Tambang Nusantara
(selanjutnya disebut “DTN”) pada PT Agincourt Resources (selanjutnya disebut “PTAR”) berupa transaksi
pinjam-meminjam pemegang saham atau shareholder loan, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).

Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi
antara Perseroan melalui DTN pada PTAR berupa transaksi pinjam-meminjam pemegang saham atau
shareholder loan, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan POJK 42/2020. Tujuan Pendapat
Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020.

Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.

Berdasarkan hasil analisis, Rencana Transaksi tersebut mengandung transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai transaksi di bawah 20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan per 31
Desember 2025 hal tersebut tercermin dari nilai materialitas transaksi sebesar1,14%, serta Rencana
Transaksi tersebut tidak terdapat benturan kepentingan sesuai dengan surat pernyataan
No.LUT/099/9960/VI/2026 tanggal 08 Juni 2026 perihal informasi tidak adanya benturan kepentingan
atas Rencana Transaksi.

Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31
Desember 2025, berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
(POJK 35/2020), Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020
(SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




                                 Kantor
                                  KantorPusat
                                         Pusat(Properti
                                               (Propertidan
                                                         danBisnis);
                                                             Bisnis);Kantor
                                                                      KantorCabang
                                                                            CabangSemarang
                                                                                   Semarang(Properti)
                                                                                            (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis Rencana
Transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas
Rencana Transaksi, dan (5) Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi.

Kesimpulan hasil pendapat kewajaran

Analisis Rencana Transaksi

Berdasarkan hasil analisis atas Rencana Transaksi, diketahui bahwa transaksi berupa fasilitas pinjaman
antara DTN dan PTAR memiliki nilai sebesar USD70.000.000 atau setara dengan Rp1.174.740.000.000
dengan asumsi nilai tukar mata uang menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank Indonesia per 31
Desember 2025, yaitu Rp16.782 per USD. Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung kebutuhan
modal kerja dan kegiatan operasional PTAR serta dinilai memiliki dasar pertimbangan bisnis yang
memadai. Selain itu, transaksi tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan
Perseroan, tidak mengandung benturan kepentingan, serta tidak termasuk dalam kategori transaksi
material sebagaimana diatur dalam ketentuan pasar modal yang berlaku.

Selanjutnya berdasarkan analisis atas laporan keuangan proforma sebelum dan setelah Rencana
Transaksi, diketahui bahwa transaksi pinjam-meminjam antara DTN dan PTAR tidak memberikan
dampak signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Dari sisi likuiditas, rasio Current Ratio, Quick
Ratio, dan Cash Ratio relatif tidak mengalami perubahan material setelah transaksi. Sementara itu, dari
sisi solvabilitas, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Times Interest Earned juga tidak
menunjukkan perubahan yang signifikan. Dampak yang timbul terutama berasal dari pencatatan pajak
dibayar dimuka dan utang pajak penghasilan badan akibat pendapatan dan beban bunga atas
transaksi. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai tidak mempengaruhi fundamental keuangan
Perseroan secara material dan masih berada dalam kondisi keuangan yang sehat setelah pelaksanaan
transaksi.

Selanjutnya berdasarkan hasil identifikasi hubungan kepengurusan dan kepemilikan para pihak,
diketahui bahwa DTN dan PTAR memiliki hubungan afiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung
melalui Perseroan. Hubungan afiliasi tersebut tercermin dari adanya kesamaan pengurus pada
Perseroan, DTN, dan PTAR, serta hubungan kepemilikan dimana Perseroan merupakan pemegang
saham mayoritas pada DTN dan DTN merupakan pemegang saham mayoritas pada PTAR. Dengan
demikian, Rencana Transaksi pinjam-meminjam dana antara DTN dan PTAR merupakan transaksi
afiliasi sebagaimana dimaksud dalam ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020.

Selanjutnya berdasarkan hasil penelaahan atas draf Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan
(Intercompany Loan Agreement) antara DTN dan PTAR, diketahui bahwa perjanjian telah memuat
ketentuan pokok terkait fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok sebesar USD70.000.000, dengan
tingkat suku bunga berupa SOFR + 1,15% (Margin) per tahun. Selain itu, perjanjian juga mengatur
mengenai jangka waktu pinjaman, mekanisme pembayaran kembali, hak dan kewajiban para pihak,
serta ketentuan hukum lainnya yang lazim dalam transaksi pinjam-meminjam. Secara umum, ketentuan
dalam perjanjian telah memberikan kejelasan mengenai pelaksanaan Rencana Transaksi dan dapat
menjadi dasar hukum yang memadai bagi para pihak dalam melaksanakan transaksi tersebut.

Selanjutnya berdasarkan analisis yang dilakukan, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak
signifikan terhadap likuiditas Perseroan, yang tercermin dari rasio Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash
Ratio sebelum dan setelah transaksi yang relatif tidak mengalami perubahan material. Kondisi tersebut
disebabkan nilai Rencana Transaksi relatif kecil dibandingkan total kas dan setara kas Perseroan per
tanggal pendapat kewajaran. Selain itu, kemampuan PTAR dalam melunasi pinjaman saat jatuh tempo
dinilai memadai, yang tercermin dari tingkat likuiditas PTAR yang berada di atas 1 kali selama periode

Halaman 2                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 4
historis, tingkat solvabilitas yang relatif rendah, serta posisi kas dan setara kas PTAR yang mampu
menyerap seluruh nilai pokok pinjaman. Dengan demikian, PTAR dinilai memiliki kemampuan yang
cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman sampai dengan jatuh
tempo.

Serta berdasarkan informasi yang diperoleh dari Perseroan, Rencana Transaksi memberikan manfaat
bagi para pihak, antara lain berupa optimalisasi pengelolaan kas dalam kelompok usaha, peningkatan
pendapatan bunga bagi DTN selaku pemberi pinjaman, serta dukungan pendanaan modal kerja bagi
PTAR selaku penerima pinjaman guna menjaga kelancaran operasional usaha. Di sisi lain, Rencana
Transaksi juga memiliki risiko, terutama risiko gagal bayar atas pokok dan bunga pinjaman yang dapat
berdampak terhadap arus kas dan kinerja keuangan para pihak. Namun demikian, dengan
mempertimbangkan hubungan afiliasi, tujuan penggunaan dana, serta mekanisme pengaturan dalam
perjanjian pinjaman, risiko tersebut dinilai masih dapat dikelola dan berada dalam batas yang wajar.

Analisis Kualitatif

Berdasarkan analisis kualitatif yang telah dilakukan, Rencana Transaksi memiliki rasionalitas bisnis yang
memadai dan sejalan dengan strategi pengelolaan pendanaan dalam kelompok usaha. Rencana
Transaksi memberikan manfaat berupa optimalisasi pengelolaan kas, tambahan pendapatan bunga
bagi DTN, serta dukungan pendanaan operasional bagi PTAR. Risiko utama berupa risiko gagal bayar
dan tekanan likuiditas dinilai masih dapat dikelola melalui mekanisme pengaturan dalam perjanjian
pinjaman, kondisi keuangan PTAR, serta pengawasan manajemen. Dengan demikian, secara kualitatif
Rencana Transaksi tidak menimbulkan risiko material bagi Perseroan maupun kelompok usaha.

Analisis Kuantitatif

Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup rasio keuangan, proforma laporan keuangan,
kemampuan bayar, analisis likuiditas, financial covenant, serta incremental analysis, Rencana Transaksi
tidak memberikan perubahan signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Rasio likuiditas dan
solvabilitas Perseroan tetap berada pada tingkat yang sehat setelah transaksi dilakukan. Selain itu, PTAR
dinilai memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga
pinjaman sampai dengan jatuh tempo. Rencana Transaksi juga memberikan nilai tambah berupa
tambahan pendapatan bunga dan peningkatan laba setelah pajak selama masa pinjaman.

Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi

Berdasarkan analisis kelayakan penggunaan dana, Rencana Transaksi dinilai layak dari perspektif
pinjam-meminjam dana karena memberikan manfaat ekonomi bagi DTN melalui pendapatan bunga
dengan tingkat pengembalian yang memadai. Dari sisi PTAR, kemampuan pelunasan utang dinilai
memadai berdasarkan historis kinerja keuangan, tingkat likuiditas dan solvabilitas, serta posisi kas dan
setara kas perusahaan. Selain itu, tidak terdapat faktor lain yang relevan dan bersifat material yang
dapat memengaruhi pelaksanaan maupun kewajaran Rencana Transaksi.

Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi

Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-faktor
yang relevan, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi afiliasi antara Perseroan melalui DTN pada
PTAR berupa transaksi pinjam-meminjam pemegang saham atau shareholder loan adalah wajar.




Halaman 3                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 5

          
Page 6
                                                              DAFTAR ISI



SURAT PENGANTAR ................................................................................................................1
DAFTAR ISI .............................................................................................................................5
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................7
DAFTAR GRAFIK......................................................................................................................9
BAB I    ............................................................................................................................. 10
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 10
  1.1    Uraian Mengenai Penugasan ....................................................................................... 10
  1.2    Identitas Status Penilai ................................................................................................. 10
  1.3    Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................... 10
  1.4    Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................ 10
  1.5    Objek Pendapat Kewajaran ......................................................................................... 11
  1.6    Jenis Mata Uang Yang Digunakan ............................................................................... 11
  1.7    Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ..................................................................... 11
  1.8    Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ........................ 11
  1.9    Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................................ 11
  1.10 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 12
  1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 16
  1.12 Asumsi Dan Kondisi Pembatas ..................................................................................... 17
  1.13 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 17
  1.14 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 17
  1.15 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 17
  1.16 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 18
  1.17 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 18
  1.18 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ...................................... 18
BAB II   ............................................................................................................................. 20
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................................... 20
  2.1. Analisis Objek Rencana Transaksi ................................................................................ 20
  2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi ................................................................ 20
  2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi .................................................................. 20
  2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi .............................................. 24
  2.2. Analisis Rencana Transaksi .......................................................................................... 24
  2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ...................................... 24
  2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 25
  2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi.............................................................. 33
  2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi ............................................................................ 35
  2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi................................................................. 36
BAB III  ............................................................................................................................. 37
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI ........................................ 37
  3.1    Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 37
  3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan ........................................................................................... 37
  3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 39
  3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 48
  3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................. 51
  3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 51
  3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 52
  3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 54
  3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 55
  3.2    Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................... 56
  3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 56
  3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ................................................................................ 81
  3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 85
  3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .............................. 92
  3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 96
  3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 97
  3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 98

Halaman 5                                                                      00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 7
  3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ............................................................................. 99
  3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana ........................................................................ 101
  3.3.1 Analisis Kelayakan Pinjaman Dana............................................................................. 101
  3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang .......................................................................... 101
  3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ....................................................................... 102
BAB IV ........................................................................................................................... 103
KESIMPULAN ...................................................................................................................... 103
  4.1   Analisis Objek Rencana Transaksi .............................................................................. 103
  4.2   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi .................................................................. 103
  4.3   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ..................................... 104
  4.4   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati ................................................... 104
  4.5   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi .......................................................................... 105
  4.6   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi ................................................... 105
  4.7   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi.................................................................... 105
  4.8   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................................. 106
  4.9   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi ....................... 106
  4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi ................................................................... 106
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ......................................................................... 107
PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................................... 108
LAMPIRAN-LAMPIRAN .......................................................................................................... 110




Halaman 6                                                                    00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 8
                                                          DAFTAR TABEL



Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................ 11
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan ....................................................................... 12
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan DTN ............................................................................... 14
Tabel 4. Keterangan Laporan Keuangan PTAR .............................................................................. 15
Tabel 5. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai ........................................................... 17
Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 20
Tabel 7. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan ....... 23
Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas ..................... 24
Tabel 9. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas .................. 25
Tabel 10. Struktur Pemegang Saham Perseroan ............................................................................ 26
Tabel 11. Struktur Pemegang Saham DTN .................................................................................... 28
Tabel 12. Struktur Pemegang Saham PTAR .................................................................................... 30
Tabel 13. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi (Struktur Kepengurusan) ... 31
Tabel 14. Materialitas Rencana Nilai Transaksi .............................................................................. 33
Tabel 15. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi .................................................. 35
Tabel 16. Struktur Pemegang Saham Perseroan ............................................................................ 38
Tabel 17. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................... 42
Tabel 18. Mesin Konstruksi .......................................................................................................... 49
Tabel 19. Kontraktor Penambangan ............................................................................................. 49
Tabel 20. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi ................................................................. 50
Tabel 21. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya ................................................................................. 50
Tabel 22. Leverage Perseroan – Historis ........................................................................................ 52
Tabel 23. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ........................................ 52
Tabel 24. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ........................................................................... 53
Tabel 25. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding ................................................................ 53
Tabel 26. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding ................................................................ 53
Tabel 27. Rasio Likuiditas Perseroan ............................................................................................. 54
Tabel 28. Rasio Likuiditas PTAR .................................................................................................... 55
Tabel 29. Rasio Solvabilitas PTAR ................................................................................................. 55
Tabel 30. Analisis Cash Management Perseroan ............................................................................ 56
Tabel 31. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025....... 56
Tabel 32. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 .............. 61
Tabel 33. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ................ 62
Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 66
Tabel 35. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 67
Tabel 36. Laporan Posisi Keuangan DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ............ 68
Tabel 37. Laporan Laba Rugi DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ...................... 71
Tabel 39. Laporan Arus Kas DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025........................ 73
Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 74
Tabel 40. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 74
Tabel 41. Laporan Posisi Keuangan PTAR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ............ 75
Tabel 42. Laporan Laba Rugi PTAR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ..................... 78
Tabel 43. Laporan Arus Kas PTAR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025 ....................... 80
Tabel 44. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%) ...................................... 80
Tabel 45. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%) ............................................... 81
Tabel 46. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ................... 82
Tabel 47. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi ............................ 83
Tabel 48. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi ..................... 83
Tabel 49. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi .............................. 84
Tabel 50. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 85
Tabel 51. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 87
Tabel 52. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) .......................................................... 90
Tabel 53. Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi ....... 92
Tabel 54.Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi .................. 95
Tabel 55. Analisis Kemampuan Bayar Sampai Jatuh Tempo – Rasio Keuangan PTAR ....................... 96

Halaman 7                                                                    00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 9
Tabel 56. Analisis Cash Management Perseroan ............................................................................ 97
Tabel 58.Analisis Financial Covenant Perseroan............................................................................. 97
Tabel 58. Analisis Cash Management PTAR ................................................................................... 98
Tabel 59. Yield Intercompany Loan DTN & PTAR ............................................................................ 98
Tabel 60. Obligasi Pemerintah ..................................................................................................... 98
Tabel 61. Tingkat Suku Bunga Simpanan ...................................................................................... 99
Tabel 62. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan .................................... 100
Tabel 63. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi ............................................. 101




Halaman 8                                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 10
                                                  DAFTAR GRAFIK



Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan ...................................... 32
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)......................................... 39
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025 ........... 40
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ................................................................. 40
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ....................................................... 41
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025 ............................................................. 41
Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ...................................................... 42
Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton) ................................................... 43
Grafik 9. Produksi Mineral dan Batu Bara tahun 2023 – 2024....................................................... 43
Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024 ................................................. 44
Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia ................................................. 44
Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batu Bara Acuan Indonesia ..................................... 45
Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025 ..................................................... 45
Grafik 14. Nilai Ekspor Batu Bara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025 ...................................... 46
Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan .......................................................... 46
Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batu Bara Global .................. 47
Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batu Bara Tahun 2020 - 2024 ............................ 48




Halaman 9                                                           00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 11
                                               BAB I
                                           PENDAHULUAN



1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.001/FDI/PB-FO/IV/2026 tanggal 1 April
      2026, Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
      “Kami”) mendapat penugasan dari PT United Tractors Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk
      memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi afiliasi antara Perseroan melalui PT
      Danusa Tambang Nusantara (selanjutnya disebut “DTN”) pada PT Agincourt Resources
      (selanjutnya disebut “PTAR”) berupa transaksi pinjam-meminjam pemegang saham atau
      shareholder loan, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK
      42/2020”).

1.2   Identitas Status Penilai


      Penilaian ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R), selaku Penilai
      Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang objektif dan tidak memihak, sesuai
      KEPI; memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek penilaian yang dimaksud. KJPP
      Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI&R) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang
      Izin Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
      mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:

      •    Rekan, Danar Wihandoyo, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi penilaian bisnis
           dengan Izin No. B-1.09.00213 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Beliau adalah
           anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      •    Penugasan pendapat kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material
           atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
           pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
      •    Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
           tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
           pendapat kewajaran ini.

1.3   Identitas Pemberi Tugas

      Nama Pemberi Tugas                 : PT United Tractors Tbk
      Alamat                             : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur 13910
      Bidang Usaha                       : Perdagangan Umum
      No. Telepon/Fax                    : +62 21 2457 9999
      Alamat Email                       : Yudistira@unitedtractors.com
      Penanggung Jawab                   : Bapak Yudistira
      Jabatan                            : Corporate Finance & Accounting Division Head

1.4   Identitas Pengguna Laporan

      Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.




Halaman 10                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 12
1.5   Objek Pendapat Kewajaran

      Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah pendapat kewajaran atas Transaksi afiliasi
      antara Perseroan melalui DTN pada PTAR berupa transaksi pinjam-meminjam pemegang saham
      atau shareholder loan.

1.6   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Rencana Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Dolar Amerika Serikat
      (”USD”)

1.7   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

      Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Transaksi afiliasi
      antara Perseroan melalui DTN pada PTAR berupa transaksi pinjam-meminjam pemegang saham
      atau shareholder loan, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan POJK 42/2020. Tujuan
      Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi POJK 42/2020.

      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.8   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran

      Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil
      atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
      adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
      laporan pendapat kewajaran.

      Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
      kewajaran ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
      dalam laporan pendapat kewajaran.

1.9   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK Nomor
      35/POJK.04/2020 dan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020. Dengan demikian, ruang lingkup
      Pendapat Kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, yang meliputi:

      Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
                 Aspek                                         Ketentuan Utama
                                    - Besaran dana dari objek Rencana Transaksi
       Analisis Objek Rencana
                                    - Dampak keuangan Rencana Transaksi
       Transaksi
                                    - Pertimbangan bisnis manajemen atas Rencana Transaksi
                                    - Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
       Analisis Rencana Transaksi
                                    - Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi



Halaman 11                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 13
                  Aspek                                              Ketentuan Utama
                                     - Analisis perjanjian & syarat Rencana Transaksi
                                     - Analisis likuiditas Rencana Transaksi
                                     - Analisis manfaat & risiko Rencana Transaksi
                                     - Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
                                     - Analisis industri & bisnis
                                     - Analisis operasional & prospek perusahaan
                                     - Alasan dan latar belakang Rencana Transaksi
      Analisis Kualitatif
                                     - Keuntungan & kerugian kualitatif
                                     - Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
                                     - Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
                                     - Dampak jika proyek dibiayai gagal
                                     - Kinerja historis & proyeksi keuangan
                                     - Analisis rasio keuangan
                                     - Proforma Laporan Keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi
                                     - Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
      Analisis Kuantitatif
                                     - Analisis cash management dan financial covenant
                                     - Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
                                     - Incremental analysis (nilai tambah)
                                     - Sensitivity analysis (jika perlu)
                                     - Analisis kelayakan investasi;
      Analisis Kelayakan
                                     - Analisis kelayakan pelunasan utang
      Penggunaan Dana
                                     - Analisis atas faktor lain yang relevan
      Kesimpulan                     - Opini Kewajaran Rencana Transaksi
     Sumber: SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 Bab IV


1.10 Sumber Data dan Informasi

     Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Perseroan
     adalah sebagai berikut:

     a. Perseroan

        Laporan Keuangan

        Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan Perseroan
                                                                                               Tanggal
          No      Periode    Ket          KAP & AP                    Nomor Laporan                        Opini
                                                                                               Laporan
                                         KAP: Rintis,
                   31                 Jumadi, Rianto &                                           26
                                                             00190/2.1457/AU.1/05/0241-
           1    Desember     Audit          Rekan                                              Februari    Wajar
                                                                     3/1/II/2026
                  2025                 AP: Yanto, S.E.,                                         2026
                                      AK., M.Ak., CPA
                                         KAP: Rintis,
                   31                 Jumadi, Rianto &                                           26
                                                             00180/2.1457/AU.1/05/0241-
           2    Desember     Audit          Rekan                                              Februari    Wajar
                                                                     2/1/II/2025
                  2024                 AP: Yanto, S.E.,                                         2025
                                      AK., M.Ak., CPA




Halaman 12                                                          00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 14
                                                                                     Tanggal
         No     Periode     Ket       KAP & AP              Nomor Laporan                       Opini
                                                                                     Laporan
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  23
                                                        00190/2.1025/AU.1/05/0241-
          3    Desember    Audit         Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  2/1/II/2024
                 2023               AP: Yanto, S.E.,                                  2024
                                      M.Ak., CPA
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  23
                                                        00177/2.1025/AU.1/05/0239-
          4    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  3/1/II/2023
                 2022              AP: Lok Budianto,                                  2023
                                     S.E., Ak., CPA
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  21
                                                        00121/2.1025/AU.1/05/0239-
          5    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  2/1/II/2022
                 2021              AP: Lok Budianto,                                  2022
                                     S.E., Ak., CPA
                                   KAP: Tanudiredja,
                  31               Wibisana, Rintis &                                  19
                                                        00157/2.1025/AU.1/05/0239-
          6    Desember Audit            Rekan                                       Februari   Wajar
                                                                  1/1/II/2021
                 2020              AP: Lok Budianto,                                  2021
                                     S.E., Ak., CPA
        Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)



        Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan

        1.    Proyeksi Keuangan Perseroan Periode 31 Januari 2026 – 31 Mei 2029 (sebelum dan
              setelah) adanya Rencana Transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh
              manajemen Perseroan.
        2.    Proforma Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 (sebelum dan setelah) adanya
              transaksi yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.

        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - Perseroan

        1.    Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan
              oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
              tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
              Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
        2.    Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H.,
              M.Kn., notaris di Jakarta, tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
              yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari
              Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.
              AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.
        3.    Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
              notaris di Jakarta, tentang perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, yang telah
              mendapat penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai
              dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

        Legalitas Perusahaan - Perseroan

        1.    Surat Izin Lokasi, tanggal 07 September 2018.
        2.    Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.308.524.6-091.000.

Halaman 13                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 15
        3.    Tanda Daftar Perusahaan Perseroan Terbatas No. 09.04.1.46.00794, tanggal 31 Mei
              2011.
        4.    Nomor Induk Berusaha No. 8120009960872, tanggal 07 September 2018.

        Informasi Lainnya - Perseroan

        1.    Draf Perjanjian Pinjaman (Loan Agreement) PT Danusa Tambang Nusantara dan PT
              Agincourt Resources.
        2.    Surat Pernyataan No.LUT/099/9960/VI/2026 tanggal 08 Juni 2026 perihal informasi
              tidak adanya benturan kepentingan atas Rencana Transaksi.
        3.    Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 08 Juni 2026.
        4.    Daftar Permintaan Data (Information Request List).
        5.    Daftar Pertanyaan (List of Question).

     b. DTN

        Laporan Keuangan - DTN

        Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan DTN
                                                                                     Tanggal
         No     Periode    Ket          KAP & AP            Nomor Laporan                       Opini
                                                                                     Laporan
                                       KAP: Rintis,
                  31
                                    Jumadi, Rianto & 00611/2.1457/AU.1/02/0241-      10 April
          1    Desember    Audit                                                                Wajar
                                          Rekan                  2/1/IV/2026          2026
                 2025
                                        AP: Yanto
                                       KAP: Rintis,
                  31                Jumadi, Rianto &
                                                        00557/2.1457/AU.1/02/1782-   14 April
          2    Desember    Audit          Rekan                                                 Wajar
                                                                 1/1/IV/2025          2025
                 2024                   AP: Dedy
                                        Lesmana
                                       KAP: Rintis,
                  31
                                    Jumadi, Rianto & 00225/2.1457/AU.1/02/0241-      28 Juni
          3    Desember    Audit                                                                Wajar
                                          Rekan                  2/1/VI/2024          2024
                 2023
                                        AP: Yanto
                                           KAP:
                  31                  Tanudiredja,                                     21
                                                        00327/2.1025/AU.1/02/0239-
          4    Desember    Audit     Wibisana, Rintis                                 Maret     Wajar
                                                                 3/1/III/2023
                 2022                    & Rekan                                      2023
                                    AP: Lok Budianto
                                           KAP:
                                      Tanudiredja,
                  31                                                                   31
                                     Wibisana, Rintis   00475/2.1025/AU.1/02/0239-
          5    Desember    Audit                                                      Maret     Wajar
                                         & Rekan                 2/1/III/2022
                 2021                                                                 2022
                                        KAP: Lok
                                        Budianto
                                           KAP:
                  31                  Tanudiredja,                                     31
                                                        00444/2.1025/AU.1/02/0239-
          6    Desember    Audit     Wibisana, Rintis                                 Maret     Wajar
                                                                 1/1/III/2021
                 2020                    & Rekan                                      2021
                                    AP: Lok Budianto
        Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)




Halaman 14                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 16
        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - DTN

        1.       Akta Nota Fenny Juni Aruan No. 032 tanggal 22 Mei 2015 dengan nama PT Danusa
                 Tambang Nusantara Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
                 Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-2443737.AH.01.01.Tahun
                 2015 pada tanggal 16 Juni 2015.
        2.       Akta No. 21 tanggal 21 November 2019 yang dibuat di hadapan Marianne Vincentia
                 Hamdani notaris di Jakarta, tentang Perubahan anggaran dasar perusahaan, yang telah
                 mendapat persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik
                 Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 04 Desember 2019 No. AHU-
                 0101375.AH.01.02.Tahun 2019.
        3.       Akta No. 5 tanggal 10 April 2023 yang dibuat dihadapan Notaris Marianne Vincentia
                 Hamdani, S.H., berkedudukan di Jakarta Utara dan telah mendapatkan penrsetujuan dari
                 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.09.0109151 tanggal 12 April 2023.
        4.       Akta No. 2 tanggal 02 Agustus 2024 yang dibuat dihadapan Notaris Marianne Vincentia
                 Hamdani, S.H., berkedudukan di Jakarta Utara dan telah mendapatkan penrsetujuan dari
                 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0237175 tanggal 08 Agustus
                 2024.
        5.       Akta No. 30 tanggal 20 Mei 2025 yang dibuat dihadapan Notaris Marianne Vincentia
                 Hamdani, S.H., berkedudukan di Jakarta Utara dan telah mendapatkan penrsetujuan dari
                 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0296377 tanggal 11 Juni
                 2025.

        Legalitas Perusahaan - DTN

        1.       Surat Pernyataan Domisili, tanggal 16 Januari 2024.
        2.       Nomor Pokok Wajib Pajak No. 74.053.596.8-004.000
        3.       Surat          Izin          Usaha          Perdagangan       (SIUP)    No.
                 34799/24.1.0/31/75.00.000/1.824.271/2015 tanggal 22 Oktober 2015
        4.       Keterangan Terdaftar No. S-7538KT/WPJ.20/KP.0403/2015, tanggal 28 September
                 2015
        5.       Nomor Induk Berusaha No. 0268010040784 tanggal 8 Oktober 2020
        6.       Tanda Daftar Perseroan No. 09.03.1.46.41818 tanggal 5 November 2015

     c. PTAR

        Laporan Keuangan - PTAR

        Tabel 4. Keterangan Laporan Keuangan PTAR
                                                                                   Tanggal
         No        Periode     Ket         KAP & AP           Nomor Laporan                   Opini
                                                                                   Laporan
                                              KAP:
                     31                                                              20
                                        Rintis, Jumadi,   00108/2.1457/AU.1/02/
             1    Desember   Audited                                               Februari   Wajar
                                        Rianto & Rekan       0241-1/1/II/2026
                    2025                                                            2026
                                           AP: Yanto
                                              KAP:
                     31                                                              20
                                        Rintis, Jumadi,   00119/2.1457/AU.1/02/
             2    Desember    Audit                                                Februari   Wajar
                                        Rianto & Rekan       178-2/1/II/2025
                    2024                                                            2025
                                       AP:Dedy Lesmana




Halaman 15                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 17
                                                                                     Tanggal
          No    Periode      Ket         KAP & AP             Nomor Laporan                      Opini
                                                                                     Laporan
                                              KAP:
                  31                                                                   15
                                        Rintis, Jumadi,     00051/2.1025/AU.1/02/
           3   Desember      Audit                                                   Februari    Wajar
                                        Rianto & Rekan          1130-3/1/II/2024
                 2023                                                                 2024
                                       AP: Daniel Kohar
                                              KAP:
                   31
                                        Rintis, Jumadi,     00327/2.1025/AU.1/02/   21 Maret
           4    Desember     Audit                                                               Wajar
                                        Rianto & Rekan          0239-3/1/III/2023    2023
                  2022
                                       AP: Daniel Kohar
                                              KAP:
                   31                                                                   14
                                        Rintis, Jumadi,     00070/2.1025/AU.1/02/
           5    Desember     Audit                                                  Februari20   Wajar
                                        Rianto & Rekan          1130-1/1/II/2022
                  2021                                                                  22
                                       AP: Daniel Kohar
                                              KAP:
                   31
                                        Rintis, Jumadi,     00444/2.1025/AU.1/02/   31 Maret
           6    Desember     Audit                                                               Wajar
                                        Rianto & Rekan          0239-1/1/III/2021    2021
                  2020
                                       AP: Toto Harsono
         Keterangan: KAP (Kantor Akuntan Publik); AP (Akuntan Publik)


         Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - PTAR

         1. Akta PT Danau Toba Mining yang dibuat oleh Notaris Haji Muhammad Afdal Gazali, S.H.,
            tanggal 15 April 1997 yang berkedudukan di Jakarta dan telah mendapatkan
            pengesahan dari Kementerian Kehakiman Republik Indonesia No. 02-
            3010.HT.01.01.TH.’97 tanggal 24 April 1997
         2. Akta No 64 tanggal 25 Januari 2001 dibuat oleh Notaris Haji Muhammad Afdal Gazali,
            S.H., Notaris di Jakarta tentang perubahan Nama Perseroan dari PT Danau Toba Mining
            menjadi PT Horas Nauli dan telah mendapatkan pengesahan dari Departemen
            Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No. C-1699HT.01.04-TH.2001 tanggal 7 Maret
            2001.
         3. Akta No. 14 tanggal 28 Februari 2003 oleh Notaris Siti Safarijah., S.H., berkedudukan di
            Jakarta perihal perubahan nama dari PT Horas Nauli menjadi PT Newmont Horas Nauli
            dan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
            Indonesia No.C-05570HT.01.04.TH.2003 tanggal 17 Maret 2003.
         4. Akta No. 40 tanggal 29 September 2006 oleh Notaris Mala Mukti, S.H., berkedudukan di
            Jakarta perihal perubahan nama perusahaan dari PT Newmont Horas Nauli menjadi PT
            Agincourt Resources dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
            Republik Indonesia No. W7.01496HT.01.04-TH.2006 tanggal 10 Oktober 2006.
         5. Akta No. 12 tanggal 25 Maret 2024 oleh Notaris Moeliana Santoso, S.H., M.Kn.,
            berkedudukan di Kabupaten Tangerang dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan
            Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0121171 tanggal 26 Maret 2024

1.11 Hasil Pelaksanaan Inspeksi

      Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.007A/FDI/ST-PB/UT/IV/2026 tanggal 07 April 2026 serta
      berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi, verifikasi dan
      wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan MoM (Minutes
      of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.




Halaman 16                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 18
     Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak Yang Telah Diwawancarai

     Tabel 5. Indentitas dan Jabatan Pihak yang di Wawancarai
                  Nama                                Jabatan                          Perusahaan
      Rendih                                        Section Head                  PT United Tractors Tbk
      Sofi Christiana                                 Associate                   PT United Tractors Tbk
      Kevin Rosby                                   Section Head                  PT United Tractors Tbk
      Muhamad Ilham Gunawan                           Associate                   PT United Tractors Tbk
      Devista Yoga                                    Associate                   PT United Tractors Tbk
      Derick                                          Associate                   PT United Tractors Tbk
     Sumber: Surat Tugas Inspeksi, Berita Acara Inspeksi dan Minutes of Meeting

1.12 Asumsi Dan Kondisi Pembatas

     a.   Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion;
     b.   Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
          penilaian;
     c.   Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke
          akuratannya;
     d.   Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
          proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
          (fiduciary duty);
     e.   Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
          keuangan yang telah disesuaikan;
     f.   Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
          yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
     g.   Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
     h.   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.

1.13 Asumsi dan Asumsi Khusus

     Asumsi:
     • Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
        karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
        dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
     • Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
        dalam penilaian.

1.14 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar

     Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
     Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
     Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) serta Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
     Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian dan
     Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

1.15 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran

     Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
     melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–
     hal sebagai berikut:


Halaman 17                                                      00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 19
      a. Analisis Rencana Transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan,
         identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat Rencana
         Transaksi, analisis likuiditas Rencana Transaksi, serta analisis manfaat & risiko Rencana
         Transaksi.
      b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
         industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
         Rencana Transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan
         (dibanding industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh
         tempo, serta dampak jika proyek dibiayai gagal.
      c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
         analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & setelah Rencana Transaksi,
         analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
         covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank), incremental
         analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
      d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi berupa Analisis kelayakan
         investasi, Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
      e. Kesimpulan Analisis atas Rencana Transaksi berupa Opini Kewajaran Rencana Transaksi.

1.16 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

      Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP FDI&R tidak
      menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli dari luar.

1.17 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan PTAR
      ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan dengan Perseroan dan PTAR. KJPP FDI&R
      juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
      Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
      pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai
      yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.18 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (cut-off date) per 31 Desember 2025
      hingga Laporan Pendapat Kewajaran ini diterbitkan terdapat kejadian penting setelah tanggal
      penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi (Subsequent Event) yang tidak mempengaruhi hasil
      penilaian yaitu:

      1. Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 Perseroan tertanggal
         20 April 2026, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi,
         sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sebagai berikut::

         Dewan Komisaris:

         Presiden Komisaris   : Frans Kesuma
         Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
         Komisaris Independen : Ignasius Jonan
         Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox

Halaman 18                                              00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 20
        Komisaris                : Rudy
        Komisaris                : Gita Tiffani Boer
        Komisaris                : Djoko Pranoto Santoso
        Komisaris                : Lincoln Pan

        Direksi:

        Presiden Direktur        : Iwan Hadiantoro
        Direktur                 : Idot Supriadi
        Direktur                 : Ari Sutrisno
        Direktur                 : Widjaja Kartika
        Direktur                 : Vilihati Surya
        Direktur                 : Hendra Hutahean
        Direktur                 : Andreas

     2. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek Perseroan sebagaimana telah
        disampaikan Perseroan kepada masyarakat per tanggal 30 April 2026, struktur kepemilikan
        saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                  Jumlah Lembar      Jumlah Nominal
                    Pemegang saham                                                       (%)
                                                      Saham             (Rp. Juta)
         PT Astra International Tbk                2.219.317.358              554.829    59,50%
         Masyarakat (< 5%)                           1.307.565.678           326.891    35,06 %
         Saham treasuri                               203.252.100             50.813      5,44%
         Jumlah                                      3.730.135.136           932.534    100,00%




Halaman 19                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 21
                                                 BAB II
                                   ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI



2.1.   Analisis Objek Rencana Transaksi

2.1.1 Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen Perseroan serta mengacu pada ketentuan
       dalam Perjanjian Pinjaman (Loan Agreement) antara DTN dan PTAR, besaran dana yang menjadi
       objek dalam Rencana Transaksi adalah berupa fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok sebesar
       USD70.000.000 (Tujuh Puluh juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan
       Rp1.174.740.000.000 (Satu Triliun Seratus Tujuh Puluh Empat Miliar Tujuh Ratus Empat Puluh juta
       Rupiah) dengan asumsi nilai tukar mata uang menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank
       Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782 per USD.

       Nilai tersebut merupakan batas maksimum fasilitas pinjaman yang dapat dimanfaatkan oleh
       Penerima Pinjaman sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian.

2.1.2 Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

       Dampak keuangan atas Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan keuangan pada pos-
       pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas Rencana Transaksi
       disajikan pada tabel berikut:

       Tabel 6. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                                             (dalam juta Rupiah)
                                                    Audited                             Proforma
                 Laporan Posisi Keuangan          31 Desember       Penyesuaian       31 Desember
                                                     2025                                 2025
        Aset
        Aset Lancar
        Kas dan Setara Kas                           26.570.772                          26.570.772
        Piutang Usaha
        Pihak Ketiga                                 18.559.795                          18.559.795
        Pihak Berelasi                                1.357.868                           1.357.868
        Piutang Non Usaha
        Pihak Ketiga                                    492.811                            492.811
        Pihak Berelasi                                1.203.084                           1.203.084
        Persediaan                                   16.729.809                          16.729.809
        Proyek dalam Pelaksanaan                         28.698                              28.698
        Pihak Ketiga
        Pihak Berelasi
        Pajak Dibayar Dimuka
        Pajak Penghasilan Badan                       1.653.543             8.461         1.662.004
        Pajak Lain-lain                               3.643.857                           3.643.857
        Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka            1.543.309                           1.543.309
        Aset Lancar Lain-lain                           357.480                            357.480
        Total Aset Lancar                            72.141.026             8.461        72.149.487




Halaman 20                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 22
                                                      Audited                          Proforma
                   Laporan Posisi Keuangan          31 Desember    Penyesuaian       31 Desember
                                                       2025                              2025
      Aset Tidak Lancar
      Kas dan deposito berjangka yang dibatasi
                                                         787.806                          787.806
      penggunaannya
      Piutang usaha
      Pihak Ketiga                                       453.411                          453.411
      Pihak Berelasi                                      18.957                           18.957
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                        88.336                           88.336
      Pihak Berelasi                                   3.103.936                        3.103.936
      Persediaan                                         105.530                          105.530
      Pajak dibayar dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                          1.446.559                        1.446.559
      Pajak Lain-lain                                  1.650.429                        1.650.429
      Uang muka dan biaya dibayar dimuka                 793.619                          793.619
      Investasi pada entitas asosiasi Investments
                                                      17.223.562                       17.223.562
      in associates dan ventura bersama
      Investasi jangka panjang                         3.175.766                        3.175.766
      Aset tetap                                      45.296.550                       45.296.550
      Properti pertambangan                           14.809.384                       14.809.384
      Properti investasi                                 244.469                          244.469
      Beban eksplorasi dan pengembangan
                                                       2.768.518                        2.768.518
      tangguhan
      Aset tambang berproduksi                         3.958.340                        3.958.340
      Beban tangguhan                                  1.169.123                        1.169.123
      Aset pajak tangguhan                             4.891.419                        4.891.419
      Goodwill                                         3.510.559                        3.510.559
      Total Aset Tidak Lancar                        105.496.273                 0    105.496.273
      Total Aset                                     177.637.299          8.461       177.645.760


      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
      Pihak Ketiga                                    29.095.249                       29.095.249
      Pihak Berelasi                                     213.679                          213.679
      Utang non-usaha
      Pihak Ketiga                                     1.132.969                        1.132.969
      Pihak Berelasi                                      87.548                           87.548
      Utang pajak
      Pajak Penghasilan Badan                            825.803          8.461           834.264
      Pajak Lain-lain                                    584.846                          584.846
      Akrual                                           6.692.531                        6.692.531
      Uang muka pelanggan
      Pihak Ketiga                                       857.034                          857.034
      Pihak Berelasi                                      44.175                           44.175
      Pendapatan tangguhan                             1.021.152                        1.021.152
      Liabilitas imbalan kerja                         1.053.575                        1.053.575



Halaman 21                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 23
                                                    Audited                               Proforma
                Laporan Posisi Keuangan           31 Desember         Penyesuaian       31 Desember
                                                     2025                                   2025
      Pinjaman bank jangka pendek                       560.000                               560.000
      Bagian jangka pendek dari utang jangka
      panjang
      Pinjaman Bank                                    9.682.666                            9.682.666
      Liabilitas Sewa                                    801.430                              801.430
      Pinjaman Lain-lain                                 560.318                              560.318
      Pinjaman bank jangka pendek dari
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Lain-
      lain
      Total Liabilitas Jangka Pendek                 53.212.975               8.461        53.221.436


      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas pajak tangguhan                       3.768.016                            3.768.016
      Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
                                                       1.154.627                            1.154.627
      penutupan tambang
      Liabilitas imbalan kerja                         5.497.626                            5.497.626
      Utang jangka panjang, setelah dikurangi
      bagian jangka pendek
      Pinjaman Bank                                    6.054.620                            6.054.620
      Liabilitas Sewa                                    976.309                              976.309
      Pinjaman Lain-lain                                 281.698                              281.698
      Liabilitas keuangan jangka panjang lain-
                                                       3.555.105                            3.555.105
      lain
      Total Liabilitas Jangka Panjang                21.288.001                     0      21.288.001
      Total Liabilitas                               74.500.976               8.461        74.509.437


      Ekuitas
      Ekuitas yang diatribusikan kepada entitas
      induk
      Modal Disetor                                      932.534                              932.534
      Tambahan Modal Disetor                           9.703.937                            9.703.937
      Saham Tresuri                                   -4.902.237                           -4.902.237
      Saldo Laba
      Dicadangkan                                        186.507                              186.507
      Belum Dicadangkan                              85.547.627               2.200        85.549.827
      Selisih kurs dari penjabaran Laporan
                                                       9.227.066                            9.227.066
      keuangan
      Cadangan lindung nilai                          -2.065.280                           -2.065.280
      Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                          19.386                               19.386
      tetap
      Transaksi dengan Kepentingan
                                                        -875.920                             -875.920
      Nonpengendali
      Total Ekuitas yang diatribusikan kepada
                                                     97.773.620                            97.775.820
      entitas induk
      Kepentingan Nonpengandali                        5.362.703             -2.200         5.360.503
      Total Ekuitas                                 103.136.323                           103.136.323
      Total Liabilitas dan Ekuitas                  177.637.299                            177.645.760
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025




Halaman 22                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 24
     Tabel 7. Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi – Proforma Laporan Keuangan Perseroan
                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                                    Audited                               Proforma
                   Laporan Laba Rugi              31 Desember         Penyesuaian       31 Desember
                                                     2025                                   2025
      Pendapatan bersih                            131.300.810                           131.300.810
      Beban pokok pendapatan                       (101.597.306)                         -101.597.306
      Laba bruto                                     29.703.504                            29.703.504
      Beban penjualan                                (1.597.792)                           -1.597.792
      Beban umum dan administrasi                    (6.040.414)                           -6.040.414
      Beban lain-lain, bersih                          (256.226)                             -256.226
      Penghasilan keuangan                             1.244.489                            1.244.489
      Biaya keuangan                                 (2.625.818)                           -2.625.818
      Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
                                                       (245.576)                             -245.576
      dan ventura bersama
      Laba sebelum pajak penghasilan                 20.182.167                            20.182.167
      Beban pajak penghasilan                        (5.005.403)                           -5.005.403
      Laba tahun berjalan                            15.176.764                            15.176.764


      Laba Setelah Pajak Yang Didistribusilan
      Kepada
      Pemilik Entitas Induk                          14.810.434               2.200        14.812.634
                                                                                  -
      Kepentingan Non-Pengendali                         366.330                              364.130
                                                                              2.200
      Total Laba Setelah Pajak                       15.176.764                              15.176.764
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


     Dampak dari Rencana Transaksi terhadap keuangan Perseroan diantaranya:
     • Terdapat penerimaan kas sebesar Rp1,17 triliun dari sisi PTAR yang merupakan perusahaan
       terafiliasi dengan Perseroan dan kas keluar sebesar Rp1,17 triliun dari sisi DTN yang
       merupakan anak perusahaan Perseroan lewat penyertaan langsung dan tidak langsung, pada
       tingkat Perseroan, masing masing penerimaan kas dan kas keluar tersebut dieliminasi akibat
       konsolidasi grup entitas sehingga penerimaan kas dan kas keluar atas pinjaman tidak
       mengubah posisi kas dan setara kas Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal
       pendapat kewajaran.
     • Terdapat beban bunga sebesar Rp56,4 miliar dan utang pajak pph 23 sebesar Rp8,46 miliar
       dari sisi PTAR yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Perseroan dan pendapatan
       bunga sebesar Rp56,4 miliar serta pajak pph 23 dibayar dimuka sebesar Rp8,46 miliar akibat
       beban bunga yang timbul dari Rencana Transaksi. Pada tingkat Perseroan, masing masing
       beban bunga, dan pendapatan bunga tersebut dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas
       sehingga beban bunga dan pendapatan bunga atas pinjaman tidak mengubah posisi
       penghasilan keuangan dan beban keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal
       pendapat kewajaran.
     • Terdapat manfaat pajak sebesar Rp12,41 miliar dari sisi PTAR akibat adanya beban bunga
       sehingga mengurangi laba kena pajak PTAR, dari sisi DTN terdapat beban pajak sebesar
       Rp12,41 miliar akibat pendapatan bunga sehingga meningkatkan laba kena pajak
       perusahaan. Pada tingkat Perseroan, masing masing manfaat pajak, dan beban pajak tersebut
       dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga manfaat pajak dan beban pajak atas
       beban dan pendapatan bunga tidak mengubah posisi beban pajak dan manfaat pajak
       Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat kewajaran.


Halaman 23                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 25
       • Terdapat kenaikan laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,2 miliar
         akibat distribusi 5% kepemilikan PTAR pada pemegang saham lain terhadap beban bunga dan
         manfaat pajak setelah Rencana Transaksi.

       Secara garis besar, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap laporan
       posisi keuangan dan laba rugi Perseroan per tanggal pendapat kewajaran sebelum dan setelah
       Rencana Transaksi. Perbedaan timbul pada pos manfaat pajak penghasilan dan utang pajak
       penghasilan akibat pph 23 pendapatan dan beban bunga. Selain itu perbedaan timbul akibat
       distribusi 5% kepemilikan PTAR pada pemegang saham lain terhadap beban bunga dan manfaat
       pajak setelah Rencana Transaksi.

2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

       Berdasarkan keterangan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi pinjam-meminjam dana yang
       akan dilakukan antara para pihak bertujuan untuk mendukung kegiatan operasional PTAR,
       khususnya dalam memenuhi kebutuhan modal kerja dan memastikan kelancaran aktivitas usaha.
       Manajemen menilai bahwa penyediaan pendanaan melalui skema ini merupakan langkah
       strategis untuk menjaga kesinambungan operasional serta meningkatkan efisiensi pengelolaan
       keuangan, mengingat fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan sumber pendanaan eksternal,
       sehingga Rencana Transaksi dipandang memiliki dasar pertimbangan bisnis yang memadai dan
       sejalan dengan kepentingan Perseroan.

2.2.   Analisis Rencana Transaksi

2.2.1 Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan

       Berdasarkan informasi Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi akan memberikan dampak
       terhadap kinerja keuangan para pihak, dimana pada level DTN akan terjadi peningkatan
       pendapatan bunga (interest income) sebagai hasil dari pemberian pinjaman. Sementara itu, pada
       level PTAR, transaksi ini akan menimbulkan beban bunga (interest expense) yang harus
       ditanggung selama periode pinjaman. Secara keseluruhan, transaksi ini mencerminkan adanya
       pergeseran komponen pendapatan dan beban dalam kelompok usaha, dengan potensi
       peningkatan imbal hasil bagi pemberi pinjaman serta peningkatan beban keuangan bagi
       penerima pinjaman.

       Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
       proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
       menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
       melihat bagaimana Rencana Transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.

       Tabel 8. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Likuiditas
                      Rasio Likuiditas       Sebelum Transaksi   Setelah Transaksi   Selisih Perubahan
        Current Ratio                             1,356X             1,356X               0,000X
        Quick Ratio                               1,041X             1,041X               0,000X
        Cash Ratio                                0,499X             0,499X               0,000X
       Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 24                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 26
      Tabel 9. Pengaruh Rencana Transaksi Terhadap Laporan Keuangan – Rasio Solvabilitas
                  Rasio Solvabilitas          Sebelum Transaksi     Setelah Transaksi   Selisih Perubahan
       Debt to Assets Ratio                         0,106X              0,106X               0,000X
       Debt to Equity Ratio                         0,183X              0,183X               0,000X
       Times Interest Earned                        8,403X              8,403X               0,000X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Dilihat dari rasio likuiditas sebelum dan setelah Rencana Transaksi, terdapat selisih tidak signifikan
      pada current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Hal tersebut
      karena timbulnya pajak dibayar dimuka atas pajak penghasilan badan dan utang pajak atas
      pajak penghasilan badan.

      Pada analisis solvabilitas, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan pada Debt to
      Assets Ratio dan tidak memberikan dampak pada Debt to Equity Ratio Perseroan serta Times
      Interest Earned Perseroan. Adanya sedikit dampak tersebut karena pinjaman yang diberikan
      Perseroan bersumber dari dana internal dan dari dana yang dipinjamkan, timbul kenaikan pada
      pos pajak dibayar dimuka berupa pajak penghasilan badan sehingga meningkatkan total aset
      perseroan dan menurunkan rasio Debt to Asset perseroan.

2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi

      Identifikasi Pihak yang Bertransaksi

      A. Perseroan

         Riwayat Singkat

         Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
         Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H. Akta
         Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
         Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita
         Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

         Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
         Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
         Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
         dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
         perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
         tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

         Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
         sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan
         Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan
         pemberitahuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14
         Mei 2025 No.AHU-AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

         Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
         Jakarta, Indonesia.




Halaman 25                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 27
        Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan
        yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah
        Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle &
        Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang
        didirikan di Bermuda.

        Kegiatan Usaha

        Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
        meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna
        jual; penambangan dan kontraktor penambangan; pengolahan mineral; rekayasa,
        perencanaan, perakitan, dan pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat;
        pembuatan kapal serta jasa perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran;
        industri konstruksi; dan energi.

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

        No. Telp / Fax          : +62 21 2457 9999
        Website                 : www.unitedtractors.com
        Email                   :-

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
        Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 10. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                                   Jumlah Lembar
         No            Pemegang Saham                                Proporsi (%)     Jumlah
                                                      Saham
             1   PT Astra International Tbk        2.219.317.358          59,50%    554.829.339.500
                 Franciscus Xaverius Laksana
             2                                             700.000          0,02%      175.000.000
                 Kesuma (Presiden Direktur)
             3   Iwan Hadiantoro (Direktur)                168.100          0,00%        42.025.000
             4   Loudy Irwanto Ellias (Direktur)            65.515          0,00%        16.378.750
             5   Vilihati Surya (Direktur)                  13.000          0,00%         3.250.000
             6   Widjaja Kartika (Direktur)                  2.000          0,00%          500.000
                 Masyarakat selain Direksi
             7   (masing-masing kepemilikan        1.356.530.263          36,37%    339.132.565.750
                 dibawah 5%)
                 Jumlah Saham Beredar              3.576.796.236          95,89%    894.199.059.000
                 Saham Treasury                      153.338.900            4,11%    38.334.725.000
               Jumlah Saham Ditempatkan
                                                 3.730.135.136           100,00%    932.533.784.000
               dan Disetor Penuh
        Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
        Sumber: Informasi Manajemen Perseroan




Halaman 26                                                    00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 28
        Susunan Pengurus

        Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
        dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
        pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
        Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris            : Djony Bunarto Tjondro
        Wakil Presiden Komisaris      : Rudy
        Komisaris                     : Djoko Pranoto Santoso
        Komisaris                     : Gita Tiffani Boer
        Komisaris                     : Benjamin Herrenden Birks
        Komisaris Independen          : Paulus Bambang Widjanarko
        Komisaris Independen          : Bruce Malcolm Cox
        Komisaris Independen          : Ignasius Jonan

        Direksi
        Presiden Direktur             : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
        Direktur                      : Loudy Irwanto Ellias
        Direktur                      : Iwan Hadiantoro
        Direktur                      : Idot Supriadi
        Direktur                      : Widjaja Kartika
        Direktur                      : Vilihati Surya
        Direktur                      : Ari Sutrisno
        Direktur                      : Hendra Hutahean

        Komite Audit
        Ketua                         : Ignasius Jonan
        Anggota                       : Wanny Wijaya
        Anggota                       : Mario C. Surung Gultom

     B. DTN

        Riwayat Singkat

        DTN didirikan berdasarkan Akta No. 32 yang dibuat dihadapan Marianne Vincentia Hamdani,
        SH, notaris di Jakarta, tanggal 22 Mei 2015. Akta Pendirian tersebut telah disetujui oleh
        Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Suratnya No. AHU-
        2443737.AH.01.01 tanggal 16 Juni 2015. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
        perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 30
        tanggal 20 Mei 2025 dari Notaris Marianne Vincentia Hamdani, SH, Notaris di Jakarta,
        tentang perubahan Direksi dan Dewan Komisaris. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
        Republik Indonesia telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat
        Pengakuan No. AHU-AH.01.09-0296377 tanggal 11 Juni 2025. Perusahaan dan anak
        perusahaannya (bersama-sama disebut “Grup”) menjalankan usaha di bidang perdagangan
        besar logam dan Bijih logam. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Rawa Gelam 1/9
        Nomor 9, Kawasan Industri Pulo Gadung, Desa/Kelurahan Jatinegara, Kec. Cakung, Kota
        Adm. Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Kode Pos: 13930. Perusahaan merupakan anak
        perusahaan dari PT United Tractors Tbk, suatu perusahaan yang didirikan di Republik

Halaman 27                                             00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 29
        Indonesia, sedangkan entitas induk utama (“UPE”) Perusahaan adalah Jardine Matheson
        Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda.

        Kegiatan Usaha

        Kegiatan Usaha Perusahaan berdasarkan Nomor Induk Berusaha adalah di bidang
        Perdagangan Besar Logam dan Bijih Logam (KBLI 44620). Sedangkan berdasarkan Akta No.
        32 tanggal 22 Mei 2015, kegiatan usaha DTN meliputi:
        a. Menjalankan usaha dalam bidang pertambangan antara lain: nikel; batu bara; timah dan
            logam; emas; perak; bijih uranium dan thorium; pasir besi bijih besi; penggalian batuan
            tambang; tanah liat, granit, gamping dan pasir; tambang non migas; peledak area
            pertambangan; eksplorasi dan eksploitasi air mineral; pengeboran; teknologi perforasi;
            eksplorasi dan eksploitasi mineral dan metal
        b. Menjalankan usaha dalam bidang jasa
        c. Melakukan kegiatan di bidang perdagangan pada umumnya termasuk ekspor, impor,
            lokal, antar pulau (interinsulair) baik atas perhitungan sendiri maupun atas perhitungan
            dengan pihak lain secara komisi menjadi distributor, leveransier, grosier, supplier dan
            agen dari perusahaan lain baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain
            meliputi perdagangan hasil pertambangan mineral, emas, tembaga, perak, bijih besi,
            pasir besi, nikel, timah dan logam, penggalian batuan tambang, tanah liat, granit,
            gamping dan pasir, aluminium, grafit, molybdenum, cobalt, serta tambang non-migas.

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan : Jalan Rawa Gelam 1/9 Nomor 9, Kawasan Industri Pulo Gadung,
                         Desa/Kelurahan Jatinegara, Kec. Cakung, Kota Adm. Jakarta Timur,
                         Provinsi DKI Jakarta, Kode Pos: 13930.
        No. Telp / Fax   :-
        Website          :-
        Email            :-

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen DTN dan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2025,
        susunan kepemilikan saham DTN per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 11. Struktur Pemegang Saham DTN
                                               Jumlah Lembar
         No            Pemegang Saham                             Proporsi (%)       Jumlah
                                                  Saham
             1   PT United Tractors Tbk              1.740.777             60%          17.407.770
             2   PT Pamapersada Nusantara            1.160.518             40%          11.605180
                 Jumlah                              2.901.295        100,00%          29.012.950
        Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000.000 per lembar saham
        Sumber: Laporan Keuangan DTN 31 Desember 2025


        Susunan Pengurus

        Berdasarkan Akta No. 30 tanggal 20 Mei 2025, Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan
        Komite Audit DTN per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:




Halaman 28                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 30
        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris            : Frans Kesuma
        Komisaris                     : Hendra Hutahean
        Komisaris                     : Vilihati Surya

        Direksi
        Presiden Direktur             : Iwan Hadiantoro
        Direktur                      : Muliady Sutio
        Direktur                      : Matius
        Direktur                      : Ruli Tanio
        Direktur                      : Arga Firmansyah

     C. PTAR

        Riwayat Singkat

        PTAR sebelumnya bernama PT Danau Toba Mining, didirikan berdasarkan Undang-Undang
        Republik Indonesia, sesuai dengan Akta Notaris No. 281 tanggal 14 April 1997, dibuat di
        hadapan Notaris Haji Muhammad Afdal Gazali, S.H. Jakarta. Akta tersebut disetujui oleh
        Menteri Hukum      dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan           Surat Keputusan No.C2-
        3010.HT.01.01.TH.1997 tanggal 24 April 1997 dan diumumkan dalam Tambahan No. 3232,
        Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 8 Agustus 1997. Anggaran Dasar
        Perusahaan telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Akta Notaris No. 12 tanggal 25 Maret
        2024 dibuat dihadapan Notaris Moeliana Santoso, S.H., M.Kn., Tangerang. Perubahan ini
        telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        dalam Surat Penerimaan No. AHU-AH.01.09-0121171 Tahun 2024 tanggal 26 Maret 2024.

        Selain itu, Perusahaan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
        sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 4 tanggal 14 April 2025 dibuat di hadapan
        Moeliana Santoso, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat pemberitahuan
        penerimaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 April
        2025 No. AHU-AH.01.09-0186924. Entitas induk langsung Perusahaan adalah DTN, suatu
        perusahaan yang didirikan di Republik Indonesia, sedangkan entitas induk tertinggi
        Perusahaan adalah Jardine Matheson Holdings Ltd, suatu perusahaan yang didirikan di
        Bermuda.

        Kegiatan Usaha

        Kegiatan Usaha Perusahaan sesuai dengan Nomor Induk Berusaha No.9120301181453
        adalah di bidang pertambangan emas dan perak (KBLI 07301).

        Informasi Umum

        Alamat Perseroan : Lv.12, Suite 1201, Pondok Indah Office Tower 2, Jl. Sultan Iskandar Muda
                         Kav-V-TA, Pondok Indah, Jakarta Selatan, 12310.
        No. Telp / Fax   : +62-21 8067 2000
        Website          : agincourtresources.com
        Email            :-




Halaman 29                                             00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 31
        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen dan Laporan Kuangan Audit 31 Desember 2025, susunan
        kepemilikan saham PTAR per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 12. Struktur Pemegang Saham PTAR
                                                 Jumlah Lembar
          No          Pemegang Saham                                 Proporsi (%)      Total
                                                    Saham
                 PT Danusa Tambang
             1                                       80.750.000               95%       80.750.000
                 Nusantara
             2   PT Artha Nugraha Agung               4.250.000                5%        4.250.000
                 Jumlah                                     10.000       100,00%        85.000.000
        Keterangan: Nilai nominal 1 USD per lembar saham
        Sumber: Informasi Manajemen PTAR


        Susunan Pengurus

        Berdasarkan informasi manajemen PTAR dan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2025,
        Susunan Dewan Komisaris, Direksi PTAR per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                   : Iwan Hadiantoro
        Komisaris                         : Bambang Susigit
        Komisaris                         : Hendra Hutahean
        Komisaris                         : Linda Helena Darmalina
        Komisaris                         : Vilihati Surya

        Direksi
        Presiden Direktur                 : Muliady Sutio
        Wakil Presiden Direktur           : Ruli Tanio
        Direktur                          : Noviandri
        Direktur                          : Sanny Tjan

     Hubungan Pihak yang Bertransaksi

     A. Transaksi Afiliasi

        Sesuai dengan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi
        yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau pengendali.

        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
        kepengurusan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:




Halaman 30                                                    00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 32
        Tabel 13. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi (Struktur
                  Kepengurusan)
         No                Nama             Perseroan         DTN            PTAR      Keterangan
                                             Presiden                                     Tidak
          1   Djony Bunarto Tjondro                            (-)               (-)
                                            Komisaris                                    Afiliasi
                                              Wakil
                                                                                         Tidak
          2   Rudy                           Presiden          (-)               (-)
                                                                                         Afiliasi
                                            Komisaris
                                                                                         Tidak
          3   Djoko Pranoto Santoso         Komisaris          (-)               (-)
                                                                                         Afiliasi
                                                                                         Tidak
          4   Gita Tiffani Boer             Komisaris          (-)               (-)
                                                                                         Afiliasi
                                                                                         Tidak
          5   Benjamin Herrenden Birks      Komisaris          (-)               (-)
                                                                                         Afiliasi
              Paulus Bambang                Komisaris                                    Tidak
          6                                                    (-)               (-)
              Widjanarko                   Independen                                    Afiliasi
                                            Komisaris                                    Tidak
          7   Bruce Malcolm Cox                                (-)               (-)
                                           Independen                                    Afiliasi
                                            Komisaris                                    Tidak
          8   Ignasius Jonan                                   (-)               (-)
                                           Independen                                    Afiliasi
              Franciscus Xaverius            Presiden                                    Tidak
          9                                                    (-)               (-)
              Laksana Kesuma                 Direktur                                    Afiliasi
                                                                                         Tidak
         10   Loudy Irwanto Ellias           Direktur          (-)               (-)
                                                                                         Afiliasi
                                                            Presiden       Komisaris
         11   Iwan Hadiantoro                Direktur                                   Terafiliasi
                                                            Direktur        Utama
                                                                                          Tidak
         12   Idot Supriadi                  Direktur          (-)               (-)
                                                                                         Afiliasi
                                                                                          Tidak
         13   Widjaja Kartika                Direktur          (-)               (-)
                                                                                         Afiliasi
         14   Vilihati Surya                 Direktur      Komisaris       Komisaris    Terafiliasi
                                                                                          Tidak
         15   Ari Sutrisno                   Direktur          (-)               (-)
                                                                                         Afiliasi
         16   Hendra Hutahean                Direktur      Komisaris       Komisaris    Terafiliasi
                                                           Presiden                       Tidak
         17   Frans Kesuma                     (-)                               (-)
                                                           Komisaris                     Afiliasi
                                                                           Presiden
         18   Muliady Sutio                    (-)          Direktur                    Terafiliasi
                                                                           Direktur
                                                                                         Tidak
         19   Matius                           (-)          Direktur             (-)
                                                                                         Afiliasi
                                                                            Wakil
         20   Ruli Tanio                       (-)          Direktur       Presiden     Terafiliasi
                                                                           Direktur
                                                                                         Tidak
         21   Arga Firmansyah                  (-)          Direktur             (-)
                                                                                         Afiliasi
                                                                                         Tidak
         22   Bambang Susigit                  (-)             (-)         Komisaris
                                                                                         Afiliasi
                                                                                         Tidak
         23   Linda Helena Darmalina           (-)             (-)         Komisaris
                                                                                         Afiliasi
                                                                                         Tidak
         24   Noviandri                        (-)             (-)          Direktur
                                                                                         Afiliasi
                                                                                         Tidak
         25   Sanny Tjan                       (-)             (-)          Direktur
                                                                                         Afiliasi
        Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
        Sumber: Informasi Manajemen Perseroan, DTN & PTAR Per 31 Desember 2025


        Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan


Halaman 31                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 33
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana
        Transaksi, dapat dilihat bahwa antara Perseroan selaku pemegang saham mayoritas dari DTN
        (selaku pemberi pinjaman) dan PTAR (selaku penerima pinjaman) memiliki hubungan afiliasi
        dari sisi pengurus yaitu:
        1. Iwan Hadiantoro selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Presiden Direktur DTN
            sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama PTAR
        2. Vilihati Surya selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN dan PTAR
        3. Hendra Hutahean selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN dan
            PTAR.
        4. Mauliady Sutio selaku Direktur DTN juga menjabat sebagai Presiden Direktur PTAR.
        5. Ruli Tanio selaku Direktur DTN juga menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PTAR.

        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan.

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, berdasarkan struktur
        kepemilikan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:




                  Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
                                    Sumber: Informasi Manajemen Perseroan


        Keterangan:
        UNTR          : PT United Tractors Tbk atau Perseroan
        DTN           : PT Danusa Tambang Nusantara
        PTAR          : PT Agincourt Resources

        Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara
        Perseroan sebagai pemegang saham mayoritas DTN selaku Pemberi Pinjaman dan PTAR
        sebagai   pihak   Penerima       Pinjaman,   terdapat     hubungan      afiliasi, dari    sisi
        pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun pemegang sahamnya, dimana:




Halaman 32                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 34
         • Perseroan memiliki 100% saham pada 60% DTN, sehingga DTN merupakan entitas anak
           yang dikendalikan sepenuhnya oleh Perseroan.
         • DTN memiliki 95% saham pada PTAR, sedangkan sisanya 5% dimiliki oleh PT Artha
           Nugraha Agung.
         • Mengingat DTN merupakan entitas anak yang saham mayoritas dimiliki oleh Perseroan
           dan DTN merupakan pemegang saham mayoritas PTAR, maka Perseroan melalui DTN ke
           PTAR tergolong sebagai pihak afiliasi secara tidak langsung melalui kepemilikan DTN pada
           PTAR.

         Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
         42/2020.

      B. Transaksi Benturan Kepentingan

         Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan Perseroan
         No.LUT/099/9960/VI/2026 tanggal 08 Juni 2026 perihal Informasi terkait benturan atas
         transaksi afiliasi antara Perseroan melalui DTN pada PTAR berupa transaksi pinjam-meminjam
         pemegang saham atau shareholder loan bahwa Rencana Transaksi tidak mengandung
         transaksi benturan kepentingan.

      C. Materialitas Nilai Rencana Transaksi

         Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana Transaksi dengan
         ekuitas Perseroan periode 31 Desember 2025.

         Tabel 14. Materialitas Rencana Nilai Transaksi
                               Nilai Transaksi                      Ekuitas                Materia
             Ket
                         USD              Rupiah            USD               Rupiah       litas (%)
          Rencana
                      70.000.000 1.174.740.000.000 6.145.651.472     103.136.323.000.000    1,14%
          Transaksi
         Sumber: Analisis KJPP FDI&R (Kurs: Rp16.782/USD).


         Asumsi nilai tukar mata uang dalam analisis ini menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank
         Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782 per USD. Kemudian berdasarkan laporan
         keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat sebesar
         Rp103.136.323.000.000         atau    setara    dengan    USD6.145.651.472.        Dengan
         mempertimbangkan nilai transaksi sebesar USD70.000.000 atau setara dengan
         Rp1.174.740.000.000, maka transaksi tersebut setara dengan 1,14% dari ekuitas Perseroan.
         Oleh karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana
         yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
         17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
         17/2020”).

2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Rencana Transaksi

      Berdasarkan draf Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan atau Intercompany Loan Agreement
      antara PT Danusa Tambang Nusantara dan PT Agincourt Resources bahwa dalam perjanjian
      Rencana Transaksi berisi ketentuan mengenai:




Halaman 33                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 35
     1.   Tujuan

          Tujuan pinjaman oleh debitur dimana digunakan untuk Mendukung kebutuhan modal kerja
          PTAR sehingga dapat menjaga kelancaran operasional perusahaan serta memastikan
          keberlangsungan kegiatan perusahaan secara optimal.

     2.   Pinjaman

          a. Jumlah fasilitas pokok senilai USD70.000.000.
          b. Marjin 1,15% per tahun.
          c. Tingkat suku bunga per tahun yaitu SOFR + 1,15% (Margin).
          d. Bunga pinjaman wajib dibayar sesuai suku bunga yang ditetapkan dan dihitung serta
             dibayarkan berdasarkan ketentuan.
          e. Pinjaman dapat digunakan selama periode pinjaman yang berlaku dan dapat
             diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
          f. Pinjaman bersifat revolving, sehingga debitur dapat meminjam kembali atas pinjaman
             yang telah dilunasi selama periode pinjaman masih berlangsung.
          g. Periode Pinjaman berarti periode yang dimulai sejak tanggal Perjanjian ini dan akan tetap
             berlaku sampai dengan 31 Mei 2029.

     3.   Ketentuan Pembayaran Kembali

          a. Pinjaman wajib dilunasi paling lambat pada tanggal pembayaran yang ditentukan,
             namun kreditur berhak sewaktu-waktu meminta pelunasan dipercepat dengan kewajiban
             debitur membayar dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak pemberitahuan.
          b. Kreditur berhak menuntut pelunasan segera atas pinjaman dan bunga terutang apabila
             terjadi Peristiwa Ketidakmampuan (insolvency event) pada debitur.
          c. Debitur dapat melakukan pembayaran dipercepat sebagian atau seluruh pinjaman
             dengan pemberitahuan tertulis minimal 5 (lima) hari kerja sebelumnya, dan pembayaran
             tersebut bersifat final serta tidak dapat ditarik kembali.
          d. Seluruh pembayaran kepada kreditur dilakukan tanpa set-off, klaim balik, atau
             pengurangan, dengan tetap memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku.

     4.   Penghitungan dan Bukti Utang

          a. Pemberi Pinjaman melakukan pencatatan atas seluruh kewajiban pinjaman debitur sesuai
             praktik yang berlaku sebagai dasar penentuan jumlah utang.
          b. Pencatatan tersebut memiliki kekuatan pembuktian dalam proses hukum dan menjadi
             bukti yang sah atas keberadaan serta besaran kewajiban debitur.

     5.   Ketidakberlakuan

          Apabila pada setiap waktu suatu ketentuan Perjanjian ini adalah atau menjadi tidak sah,
          tidak berlaku atau tidak dapat dilaksanakan berdasarkan suatu ketentuan hukum yang
          diberlakukan oleh suatu pengadilan dari jurisdiksi yang berwenang, ketentuan tersebut akan,
          sepanjang dipersyaratkan oleh hukum tersebut, dipisahkan dari Perjanjian ini dan dinyatakan
          tidak berlaku efektif selama dimungkinkan dan ketentuan lainnya dalam Perjanjian ini akan
          tidak terpengaruh.




Halaman 34                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 36
      6.   Pemberitahuan

           Setiap pemberitahuan (termasuk permintaan pembayaran) berdasarkan Perjanjian ini harus
           dibuat dalam bentuk tertulis. Setiap pemberitahuan yang diberikan olah suatu Pihak akan
           dianggap cukup apabila disampaikan atau dikirimkan ke Pihak lainnya melalui surat tercatat
           ke alamatnya yang terdaftar atau melalui faksimili ke nomor yang tertera di Lampiran
           (sebagaimana diubah dari waktu ke waktu). Setiap pemberitahuan kepada Pemberi
           Pinjaman akan dianggap telah diteirma apabila disampaikan atau dikirimkan kepada
           Pemberi Pinjaman dengan surat tercatat ke alamatnya yang terdaftar.

      7.   Pengalihan

           Pemberi Pinjaman dapat mengalihkan sebagian atau seluruh haknya berdasarkan Perjanjian
           ini.

      8.   Pelaksanaan Hak

           Salah satu Pihak dapat melaksanakan suatu hak, kuasa atau upaya berdasarkan
           keputusannya, dan terpisah atau bersamaan dengan hak, kuasa atau upaya lainnya. Suatu
           pelaksanaan hak, kuasa atau upaya oleh salah satu Pihak tidak menghalangi pelaksanaan
           hak, kuasa atau upaya lainnya oleh Pihak tersebut. Kegagalan oleh salah satu Pihak untuk
           melaksanakan atau menunda pelaksanaan suatu hak, kuasa atau upaya tidak menghalangi
           pelaksanaannya.

      9.   Hukum Yang Berlaku dan Jurisdiksi

           Perjanjian ini diatur dan ditafsirkan berdasarkan hukum dari jurisdiksi sebagaimana
           diuraikan dalam lampiran dan Para Pihak menyatakan tunduk secara tidak ekslusif terhadap
           jurisdiksi tersebut.

      10. Perubahan

           Tidak ada perubahan atas Perjanjian ini (atau dokumen apapun yang merujuk pada
           Perjanjian ini) akan berlaku kecuali dituangkan secara tertulis (yang mana, untuk tujuan ini,
           tidak termasuk pada surat elektronik) dan ditandatangani oleh atau atas nama masing-
           masing dari Para Pihak.

2.2.4 Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

      Analisis likuiditas atas Rencana Transaksi melihat dampak dan sumber pembiayaan Rencana
      Transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan. Pada hal ini analisis likuidasi Rencana Transaksi
      dapat dilihat dari rasio likuiditas yang dianalisis yang terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan
      Cash Ratio sebelum dan setelah Rencana Transaksi.

      Tabel 15. Rasio Likuiditas Sebelum dan Setelah adanya Transaksi
             Rasio Likuiditas         Sebelum Transaksi        Setelah Transaksi      Selisih Perubahan
       Current Ratio                            1,35570X                1,35565X               0,00006X
       Quick Ratio                              1,04131X                1,04130X               0,00001X
       Cash Ratio                               0,49933X                0,49925X               0,00008X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R



Halaman 35                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 37
      Pada analisis current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau rasio cepat, dan cash ratio atau rasio
      kas terdapat perubahan akibat Rencana Transaksi memberikan dampak selisih penurunan
      masing-masing sebesar 0,00006 kali 0,00001 kali, dan 0,00008 kali yang diakibatkan dari
      perubahan pajak dibayar dimuka berupa pajak penghasilan badan pada asset lancar dan adanya
      kenaikan utang pajak berupa pajak penghasilan badan pada liabilitas jangka pendek.

2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Rencana Transaksi

      Berdasarkan informasi manajemen perseroan terdapat manfaat dan risko atas transaksi sebagai
      berikut:

      Analisis Manfaat

      • Manfaat bagi Perseroan: Rencana Transaksi memberikan manfaat berupa optimalisasi
        pengelolaan kas dalam kelompok usaha serta potensi peningkatan pendapatan melalui bunga
        pinjaman, sekaligus mendukung kelangsungan operasional entitas afiliasi.
      • Manfaat bagi DTN: DTN sebagai Pemberi Pinjaman memperoleh pendapatan bunga dari
        fasilitas pinjaman yang diberikan, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil atas dana yang
        dimiliki.
      • Manfaat bagi PTAR: PTAR sebagai Penerima Pinjaman memperoleh akses pendanaan untuk
        kebutuhan modal kerja, sehingga dapat menjaga kelancaran operasional dan mendukung
        aktivitas usaha.

      Analisis Risiko

      • Risiko bagi Perseroan: Terdapat risiko kredit yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan
        secara konsolidasi apabila debitur tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman.
      • Risiko bagi DTN: Risiko utama berupa potensi gagal bayar atas pokok dan bunga pinjaman
        oleh PTAR yang dapat berdampak pada arus kas dan kualitas aset keuangan DTN.
      • Risiko bagi PTAR: PTAR memiliki kewajiban pembayaran pokok dan bunga yang dapat
        meningkatkan beban keuangan serta tekanan terhadap likuiditas, khususnya apabila kondisi
        operasional tidak berjalan sesuai rencana.




Halaman 36                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 38
                                           BAB III
                ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI



3.1   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

3.1.1 Riwayat Singkat Perseroan

      Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra
      Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan Djojo Muljadi, S.H.. Akta Pendirian
      tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
      Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
      Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

      Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
      Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
      Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 135 tanggal 25 April 2025 yang dibuat
      dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan
      perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya
      tanggal 14 Mei 2025 No. AHU-0031112.AH.01.02.TAHUN 2025.

      Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris
      sebagaimana dituangkan dalam Akta No.133 tanggal 25 April 2025 yang dibuat dihadapan Jose
      Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pemberitahuan
      dari Menteri Hukum Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-
      AH.01.09-0238092 Tahun 2025.

      Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan berkedudukan di
      Jakarta, Indonesia.

      Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang
      didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle
      & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah
      anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda.

      Kegiatan Usaha

      Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
      meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna jual;
      penambangan dan kontraktor penambangan; pengolahan mineral; rekayasa, perencanaan,
      perakitan, dan pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal
      serta jasa perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi; dan
      energi.

      Informasi Umum

      Alamat Perseroan     : Jl. Raya Bekasi Km 22, Cakung, Jakarta Timur, Indonesia, 13910

      No. Telp / Fax       : +62 21 2457 9999
      Website              : www.unitedtractors.com
      Email                :-


Halaman 37                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 39
     Susunan Kepemilikan Saham

     Berdasarkan Informasi Manajemen Perseroan, susunan kepemilikan saham Perseroan per 31
     Desember 2025 adalah sebagai berikut:

     Tabel 16. Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                               Jumlah Lembar
      No           Pemegang Saham                                Proporsi (%)     Jumlah
                                                  Saham
       1     PT Astra International Tbk         2.219.317.358         59,50%    554.829.339.500
             Franciscus Xaverius Laksana
       2                                              700.000           0,02%      175.000.000
             Kesuma (Presiden Direktur)
       3     Iwan Hadiantoro (Direktur)               168.100           0,00%        42.025.000
       4     Loudy Irwanto Ellias (Direktur)           65.515           0,00%        16.378.750
       5     Vilihati Surya (Direktur)                 13.000           0,00%         3.250.000
       6     Widjaja Kartika (Direktur)                 2.000           0,00%          500.000
             Masyarakat selain Direksi
       7     (masing-masing kepemilikan         1.356.530.263         36,37%    339.132.565.750
             dibawah 5%)
             Jumlah Saham Beredar               3.576.796.236         95,89%    894.199.059.000
             Saham Treasury                       153.338.900           4,11%    38.334.725.000
            Jumlah Saham Ditempatkan
                                               3.730.135.136         100,00%    932.533.784.000
            dan Disetor Penuh
     Keterangan: Nilai nominal Rp.250 per lembar saham
     Sumber: Informasi Manajemen Perseroan


     Susunan Pengurus

     Berdasarkan informasi manajemen Perseroan dan akta No. 133 tanggal 25 April 2025 yang
     dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
     pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
     sesuai dengan suratnya tanggal 14 Mei 2025 No.AHU-AH.01.09- 0238092, Susunan Dewan
     Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Presiden Komisaris       : Djony Bunarto Tjondro
     Wakil Presiden Komisaris : Rudy
     Komisaris                : Djoko Pranoto Santoso
     Komisaris                : Gita Tiffani Boer
     Komisaris                : Benjamin Herrenden Birks
     Komisaris Independen     : Paulus Bambang Widjanarko
     Komisaris Independen     : Bruce Malcolm Cox
     Komisaris Independen     : Ignasius Jonan

     Direksi
     Presiden Direktur              : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
     Direktur                       : Loudy Irwanto Ellias
     Direktur                       : Iwan Hadiantoro
     Direktur                       : Idot Supriadi
     Direktur                       : Widjaja Kartika
     Direktur                       : Vilihati Surya


Halaman 38                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 40
      Direktur                       : Ari Sutrisno
      Direktur                       : Hendra Hutahean

      Komite Audit
      Ketua                          : Ignasius Jonan
      Anggota                        : Wanny Wijaya
      Anggota                        : Mario C. Surung Gultom

3.1.2 Analisis Industri & Bisnis

      Pertumbuhan Ekonomi

      Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas
      dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau
      USD 5.083,4. Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi
      dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
      Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93
      persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami
      pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen. Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap
      triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
      Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98
      persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
      mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.


                       8

                       6                     5,31          5,05         5,03         5,11

                               3,7
                       4

                       2

                       0
                              2021           2022         2023          2024         2025

                                           Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)

                   Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021 – 2025 (% yoy)
                                       Sumber: Badan Pusat Statistik 2026, diolah.


      Pertambangan merupakan salah satu sektor unggulan perekonomian Indonesia. Pada tahun
      2024, kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7,39%
      atau sebesar Rp955 triliun, meningkat 4,9% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Namun
      demikian, pada tahun 2025 sektor ini mengalami sedikit penurunan sebesar -0,66% (yoy) menjadi
      Rp949 triliun, dengan pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 3,72% selama periode
      2021–2025. Berdasarkan subsektornya, pada tahun 2025 pertambangan batu bara dan lignit
      berkontribusi sebesar Rp328 triliun, diikuti pertambangan minyak dan gas bumi sebesar Rp251
      triliun, pertambangan bijih logam sebesar Rp166 triliun, serta pertambangan dan penggalian
      lainnya sebesar Rp204 triliun. Penurunan kinerja sektor pertambangan dan penggalian terjadi di
      hampir seluruh subsektor, dengan penurunan terbesar pada pertambangan bijih logam yang
      turun -7,92% (yoy). Penurunan ini dipicu oleh gangguan produksi tembaga dan emas serta
      pelemahan harga nikel global.


Halaman 39                                                        00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 41
                                                      1200,0                                                                                                                                07%
                                                                                                                                   06%

                                                                                                                                                                                            06%

             PDB Sektor Pertambangan dan Penggalian
                                                      1000,0
                                                                                                                                                        05%
                                                                                                           04%                                                                              05%
                                                                                        04%
                                                       800,0
                                                                                                                                                                                            04%
                          (Triliun Rupiah)




                                                       600,0                                                                                                                                03%

                                                                                                                                                                                            02%
                                                       400,0
                                                                                                                                                                                            01%
                                                       200,0
                                                                                                                                                                           -0,66%           00%

                                                                              -                                                                                                             -01%
                                                                                        2021               2022                    2023                2024                2025


                                                       Pertambangan Minyak dan Gas Bumi                                                     Pertambangan Batubara dan Lignit
                                                       Pertambangan Biji Logam,                                                             Pertambangan dan Penggalian Lainnya
                                                       Pertumbuhan Sektor Pertambangan dan Penggalian


       Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan dan Penggalian Tahun 2021 –2025
                                                                                                   Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.


     Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

     Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
     Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan GDP Indonesia berdasarkan lapangan
     usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 5,01% dengan proyeksi pertumbuhan
     di tahun 2030 mencapai 5,14%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp23.694 Triliun, sedangkan
     perkiraan GDP tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp34.386 Triliun.


                                                                              40.000                                                                                           8,00

                                                                                                                                                                  34.386
                                                                                                                                                        31.903
                                                                                                                                              29.607                           7,00
                                                                              30.000                                               27.517
                                                                                                                          25.573
                                                       GDP (Triliun Rupiah)




                                                                                                           23.694
                                                                                                 22.139                                                                        6,00
                                                                                        20.892
                                                                              20.000
                                                                                                                                                                                      (%)




                                                                                                                                                                               5,00
                                                                                         5,05    5,03                                                    5,11      5,14
                                                                                                            4,86          4,94      4,96       4,96
                                                                              10.000
                                                                                                                                                                               4,00



                                                                                   -                                                                                           3,00
                                                                                         2023    2024      2025 F         2026 F   2027 F     2028 F    2029 F    2030 F

                                                                                                          GDP (Triliun)            Pertumbuhan Ekonomi (%)


                                                                                       Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
                                                                                        Sumber: International Monetary Fund (IMF), Oktober 2025


     Perkembangan inflasi

     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi
     IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),
     sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas. Inflasi y-on-y terjadi karena
     adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok


Halaman 40                                                                                                                           00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 42
     pengeluaran. Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64%
     sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92%. Tingkat
     inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38%; dengan inflasi m-to-m sebesar
     0,20%; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38%. Realisasi Inflasi 2025 menunjukkan angka yang lebih
     tinggi dibandingkan dengan prediksi IMF bulan April 2025 sebesar 1,68% serta masih berada
     dalam target inflasi Bank Indonesia yang menandakan bahwa kondisi perekonomian masih
     bergerak stabil.



                          3,50%
                                               2,92%
                          3,00%                          2,51%      2,50%    2,52%               2,52%
                          2,50%                                                        2,19%

                          2,00%
                Inflasi




                                     1,57%
                          1,50%
                          1,00%
                          0,50%
                          0,00%
                                     2024E     2025E     2026F      2027F    2028F     2029F     2030F

                                                          Proyeksi Inflasi

                            Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
                                  Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah


     Perkembangan Nilai Tukar Rupiah

     Perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan
     melemah terhadap dolar AS, seiring dengan penguatan dolar secara global. Namun, terhadap
     mata uang negara berkembang pelemahan rupiah relatif lebih moderat, sementara terhadap
     mata uang negara maju selain AS rupiah cenderung lebih stabil bahkan mengalami apresiasi.
     Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan
     dolar AS dibandingkan pelemahan terhadap sebagian besar mata uang lainnya. Kurs jual
     USD/IDR pada 31 Desember tercatat Rp16.865,91/USD; sedangkan China Yuan sebesar
     Rp2.412,86/CNY dan terhadap Dollar Singapura sebesar Rp13.134,42/SGD.




                              Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Tahun 2025
                                                 Sumber: Bank Indonesia, 2025




Halaman 41                                                           00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 43
     Suku Bunga

     Pada Bulan Desember 2025, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate
     sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility
     sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pada
     stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dari dampak
     meningkatnya ketidakpastian global, dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran
     kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Hal ini juga akan
     berpengaruh terhadap tingkat suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada
     periode Desember 2025, tingkat suku bunga pinjaman Perseroan untuk modal kerja dan investasi
     tercatat turun (mtm) di level 8,12%; 8,44% sedangkan suku bunga konsumsi sedikit mengalami
     kenaikan menjadi 8,97%

     Tabel 17. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
                               Bank Persero                                     2020       2021           2022           2023       2024        2025
      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                        8,77        8,34           8,29         8,93        8,67            8,12
      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                          8,87        8,49           8,72         9,41        9,21            8,44
      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                          10,56      10,14            9,65         9,27        9,09            8,97
     Sumber: Bank Indonesia Desember 2025, diolah


     Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan

     Cadangan Mineral dan Batu Bara di Indonesia

     Saat ini setidaknya terdapat 29 jenis komoditas sumber daya dan cadangan mineral logam yang
     tersebar di 2.809 lokasi di Indonesia. Komoditas dengan cadangan tersebar berupa timah yaitu
     dengan total cadangan sebesar 6.431 juta ton bijih dan 1,44 juta ton logam. Komoditas dengan
     cadangan terbesar selanjutnya adalah nikel yaitu sebesar 5.914 juta ton bijih dan 62 juta ton
     logam. Emas primer menjadi komoditas dengan cadangan ketiga terbesar ketiga yaitu mencapai
     3.461 juta ton bijih & 3,44 ribu ton logam.


        7.000                                                                                                                                6.431
                                                                                         5.914
        6.000

        5.000

        4.000              3.461
                                                                                                                3.215
                                     2.865                                                                                         2.858
        3.000
                                               1.967
        2.000
                                                          1.209        1.049
        1.000     61                   552,3                                                        648
                                                  437,1
                                                             208,2              136         62,0       224,1              114         21,3
                 0,0002     0,0034                                        0,8                                      0,0                          1,4
                                                                                  58,8                                       2,8
             -
                 Emas       Emas     Bauksit Besi LateritBesi Primer    Kobal   Mangan    Nikel    Pasir Besi    Perak    Seng     Tembaga    Timah
                 Aluvial   Primer


                                      Cadangan Bijih (Juta Ton)                   Cadangan Logam (Juta Ton)

                           Grafik 7. Cadangan Mineral Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Indonesia, sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia pada tahun 2024, mampu
     memproduksi sebanyak 836 juta ton batu bara. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang
     sekitar 4.714 TWh energi, atau setara dengan 9,31% dari total energi global yang berasal dari


Halaman 42                                                                         00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 44
     batu bara, yaitu sekitar 58.618 TWh. Cadangan batu bara Indonesia saat ini mencapa 97.960
     juta ton yang terdiri dari 69% atau 67.333 juta ton batu bara kalori rendah; 16% atau 15.526
     juta ton kalori sedang dan 15% atau 15.101 juta ton kalori tinggi. Total cadangan tersebut tesebar
     di 23 provinsi dan 1.660 titik.

                     Cadangan Batu bara Tahun 2025   30.000

                                                     25.000

                                                     20.000
                                                                         12.915
                                                     15.000

                                                     10.000

                                                      5.000              11.144
                                                                                                          2.902                1.720
                                                         -                                                1.638                1.636
                                                                     Kalori Rendah                  Kalori Sedang           Kalori Tinggi

                                                                              Terkira (Juta Ton)      Terbukti (Juta Ton)

                                                      Grafik 8. Cadangan Batu Bara Indonesia Tahun 2024 (juta Ton)
                                                                         Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Produksi batu bara Indonesia tahun 2024 naik 7,9% (yoy) dari 775 juta ton pada 2023 menjadi
     836,12 juta ton pada tahun 2024. Produksi emas dan perak dalam negeri juga mengalami
     kenaikan yaitu sebesar 80,9% (yoy) dari 14,24 juta ton pada 2023 menjadi 25,75 juta ton pada
     tahun 2024. Produksi nikel naik 39% (yoy) dari 126,72 ribu ton pada 2023 menjadi 176,08 ribu
     ton padatahun 2024. Timah menjadi komoditas yang mengalami trend berbeda yaitu penurunan
     sebesar 61% (yoy) dari 50,67 ribu ton menjadi 19,44 ribu ton pada tahun 2024. Kebutuhan
     sumber bahan bakar PLN saat ini didominasi batu bara yaitu sekitar 71,72 juta ton pada tahun
     2024. Batu bara mampu menghasilkan sekitar 66% dari total listrik yang dihasilkan oleh PLN
     pada tahun 2024, sedangkan sisanya sebesar 44% terpenuhi dari bahan bakar BBM, gas alam,
     panas bumi, air dan sumber energi lainnya.



                                                                                                                                      836,13
                   Batubara (juta ton)
                                                                                                                                 775,00


                                                                                   176,08
                                           Nikel (ribu ton)
                                                                               126,72


                                                                     19,44
                                  Timah (ribu ton)
                                                                       50,67


                                                                      25,75
             Emas dan Perak (juta ton)
                                                                     14,24

                                                              0,00    100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 700,00 800,00 900,00

                                                                                        2024       2023


                                                       Grafik 9. Produksi Mineral dan Batu Bara tahun 2023 – 2024
                                                                              Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Pada tahun 2024 produksi batu bara di Indonesia mencapai 836,13 juta ton dimana 232,64 juta
     ton diantaranya digunakan untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Capaian produksi batu
     bara tersebut terpenuhi darti sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR batu bara. Sedangkan produksi emas

Halaman 43                                                                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 45
     sebesar 25,745 juta ton, perak 26,024 juta ton dan hasil tambang mineral lainnya dipenuhi dari
     sekitar 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tambang mineral. Dari 934 IUP/IUPPK/KK/IPR tersebut hanya
     sekitar 635 yang melengkapi dengan data cadangan kandungan mineral.


                                        1200
                                                      938                      934




                          Jumlah Izin
                                         800                                           635


                                         400


                                           0
                                                       Batubara                  Mineral

                                          IUP/IUPPK/KK/IPR        IUP/IUPK/KK/IPR dengan Data

                   Grafik 10. Perkembangan Jumlah IUP/IUPPK/KK/IPR Tahun 2024
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Kewajiban reklamasi pascatambang merujuk pada tanggung jawab perusahaan pertambangan
     usai melakukan kegiatan pertambangan. Pada tahun 2023, kegiatan reklamasi mencapai
     7.920,77 hektar melebihi target yang sudah ditetapkan seluas 7.075 Hektar. Sedangkan capaian
     reklamasi pada tahun 2024 mencapai 26.538 hektare atau naik 2,35 kali lipat dibandingkan
     dengan capaian reklamasi tahun sebelumnya.

                                                                                                26.538
                 27.000

                 22.000

                 17.000
                                                                    11.084
                 12.000                 9.694         9.344
                                                                                     7.921
                  7.000
                                        7.000         7.025          7.050           7.075      7.100
                  2.000
                                        2020          2021           2022            2023       2024

                                                     Capaian reklamasi           Target

                    Grafik 11. Perkembangan Reklamasi Pertambangan di Indonesia
                                                Sumber: Kementerian ESDM, 2024



     Perkembangan Harga Acuan Mineral dan Batu Bara

     Emas menjadi mineral dengan pertumbuhan harga acuan tertinggi, meningkat dari USD
     2.522/troy ons pada Desember 2024 menjadi USD 4.080/troy ons pada Desember 2025 atau
     naik sekitar 61,8% (yoy). Perak sebagai mineral ikutan juga mengalami kenaikan signifikan dari
     USD 29/troy ons menjadi USD 51/troy ons pada periode yang sama, atau meningkat sekitar
     75,9% (yoy). Di sisi lain, nikel menunjukkan tren pelemahan dari USD 16.175/dmt pada
     Desember 2024 menjadi USD 14.667/dmt pada Desember 2025, atau turun sekitar 9,3% (yoy).
     Tembaga justru mengalami peningkatan dari USD 9.280/dmt menjadi USD 10.775/dmt, atau
     naik sekitar 16,1% (yoy). Sementara itu, batu bara mengalami koreksi harga yang cukup dalam
     dari USD 123/ton menjadi USD 98/ton, atau turun sekitar 20,3% (yoy) pada Desember 2025.



Halaman 44                                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 46
                  Grafik 12. Perkembangan Harga Mineral dan Batu Bara Acuan Indonesia
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Perkembangan Ekspor Hasil Tambang Mineral

     Ekspor hasil tambang emas dan nikel menjadi komoditas dengan nilai ekspor paling berfluksuasi
     jika dibandingkan dengantembaga dan perak. Nilai ekspor nikel pada tahun 2024 mencapai
     USD 3.177 juta. Pada periode Januari – Agustus 2025 terjadi pelemahan nilai ekspor timah
     sebesar 24,3% (yoy) dari USD 2.048 juta menjadi USD1.551 juta. Ekspor emas pada tahun 2024
     mencapai USD 1.062, sedangkan produksi pada periode Januari – Agustus 2025 mengalami
     kenaikan 1108% (yoy) dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu dari USD 655 juta menjadi
     USD 1.365 juta. Ekspor komoditas Tembaga pada tahun 2024 mencapai USD 250 juta. Periode
     Januari - Agustus 2025 mengalami kenaikan 30% (yoy) dari USD 163,5 juta menjadi USD 212
     juta. Ekspor komoditas perak pada tahun 2024 mencapai USD 104 juta dengan periode Januari
     – Agustus 2025 mengalami kenaikan 37,9% (yoy) dari USD 64,2 juta menjadi USD 89 juta.


                          6.000   5.542

                          5.000
                                                             4.096
                          4.000
               juta USD




                                                                        3.177
                          3.000
                                                                                         2.048
                          2.000
                                                                       1.062                            1.551
                                                             848                                        1.365
                                   764                                                   655
                          1.000
                                                                        250
                                  198                                                     163,5          212
                              -    …                                     104            64,2              89
                                   2020   2021     2022      2023      2024             Jan-gus   Jan - Agus
                                                                                         2024       2025

                                           Nikel      Emas           Tembaga    Perak


                             Grafik 13. Perkembangan Ekspor Mineral Tahun 2020 – 2025
                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025


     Batu bara sebagai komoditas unggulan Indonesia pada tahun 2024 mampu mencatatkan nilai
     ekspor sebesar USD 30.490 juta atau turun 11,85% (yoy). Penurunan ini diakibatkan karena
     penurunan harga acuan batu bara dari 305,21 USD/ton pada januari 2023 menjadi 122,51
     USD/ton pada Desember 2024. Tren Penurunan nilai ekspor batu bara juga berlanjut sampai


Halaman 45                                                           00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 47
     dengan periode Januari – Agustus 2025 dimana ekspor turun 21% (yoy) dari USD 20.132 juta
     menjadi USD 15.906 juta. Penurunan ini masih dipengaruhi oleh tren penuruhan harga acuan
     batu bara dari USD 131,17/ton pada Oktober 2024 menjadi 100,69/ton pada Agustus 2025.


                        100000,0
                          90000,0
                          80000,0
                          70000,0                                46.765
                          60000,0
             juta USD




                          50000,0                                           34.592
                                                                                      30.490
                          40000,0                     26.533
                          30000,0                                                                        20.132
                                             14.534                                                                15.906
                          20000,0
                          10000,0
                                     -
                                             2020        2021     2022      2023      2024                Jan -    Jan -
                                                                                                       Agus 2024Agus 2025

                         Batubara            Batubara Kadar Menegah        Batubara Kadar Tinggi    Total Ekspor Batubara

                          Grafik 14. Nilai Ekspor Batu Bara Indonesia Tahun 2020 – Agustus 2025
                                                                 Sumber: BPS, 2025


     Nilai Impor Mesin dan Alat Berat

     Perkembangan impor mesin dan alat berat di Indonesia setelah sempat mengalami kenaikan
     yang cukup signifikan pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan sampai dengan Juli
     2025. Nilai impor mesin dan alat berat pertambangan turun 6% (yoy) pada tahun 2024 dari USD
     2.039 juta menjadi USD 1.923 juta. Tren ini berlanjut sampai dengan Juli 2024 dengan total nilai
     impor mencapai USD 1.459 juta. Pada tahun 2023, pertambangan menjadi sektor dengan
     market size impor terbesar mencapai 47% dari total mesin dan alat berat yang diimpor di
     Indonesia, diikuti sengan sektor konstruksi sebesar 26%; sektor perkebunan sebesar 14% dan
     kehutanan sebesar 13%. Penurunan ini menujukkan adanya perlambatan jumlah permintaan
     mesin dan peralatan pertambangan yang digunakan untuk ekspansi sektor pertambangan baik
     dalam proses penambangan maupun reklamasi lokasi tambang.


                                   3.000                        2.660                                                1
                                   2.500                                                                             1
                                                                              2.039         1.923                    1
                                   2.000         1.635          63%                                                  1
                        juta USD




                                                                                                         1.459
                                   1.500                                                                             0
                                   1.000                                                                             0
                                                                                             -6%                     -
                                    500                                                                              (0)
                                                                              -23%
                                         -                                                                           (0)
                                                 2021           2022         2023           2024       Juli 2025

                                                                   Impor           Growth

                                         Grafik 15. Nilai Impor Mesin dan Alat Berat Pertambangan
                                                             Sumber: BPS, 2025




Halaman 46                                                                      00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 48
     Perkembangan Pasar Global

     Perkembangan harga acuan komoditas global berfluktuasi untuk masing-masing jenis komoditas.
     Tiga dari empat komoditas mengalami kenaikan harga acuan dalam kurun waktu satu tahun
     terakhir, komoditas tersebut adalah tembaga, emas, dan perak. Sedangkan untuk batu bara
     mengalami penurunan. Harga acuan Emas (LBMA) berada pada harga USD 4.026/onz atau naik
     51,71% (yoy) pada 10 Oktober 2025. Harga acuan perak juga mengalami kenaikan sebesar
     59,22% (yoy) dari USD 31,88/onz menjadi USD 50,76/onz pada 10 Oktober 2025. Tembaga
     mengalami kenaikan 7,25% (yoy) dari USD 9.778/ton menjadi USD 10.487/ton pada 10 Oktober
     2025. Harga acuan batu bara tidak sejalan dengan harga komoditas lain yang mengalami
     penurunan cukup tajam yaitu sebesar 29,63% (yoy) dari USD 148,50/ton menjadi USD
     104,50/ton pada 10 Oktober 2025.




         Grafik 16. Perkembangan Harga Acuan Emas, Perak, Tembaga dan Batu Bara Global
                               Sumber: S&P Capital IQ, 2025

     Permintaan emas global dalam lima tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan dengan
     CAGR 2020 – 2024 mencapai 5,87%. Pada tahun 2024 permintaan emas global mengalami
     kenaikan sebesar 2,2% yaitu dari 4.524 ton di tahun 2023 menjadi 4.624 ton pada tahun 2024.
     Kebutuhan emas didominasi untuk kebutuhan perhiasan sebesar 43,8% atau 2.026,8 ton; 7,1%
     atau 326,2 ton untuk kebutuhan teknologi; 25,6% atau 1.181,9 ton untuk kebutuhan investasi;
     dan 23,6% atau 1.089 ton untuk kebutuhan bank sentral. Kebutuhan batu bara negara maju
     diseluruh dunia cenderung mengalami fluktuasi. Setelah sempat mengalami kenaikan kebutuhan
     yang tinggi mencapai 1.036,4 juta ton pada tahun 2021, pada tahun 2024 permintaan batu bara
     negara maju mengalami penurunan -5,5% (yoy) menjadi 832,7 juta ton. Batu bara masih menjadi
     sumber energi listrik utama global dimana pada tahun 2025, produksi energi listrik yang
     dihasilkan dari batu barameencapai 50.618 Twh.




Halaman 47                                            00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 49
                 5.000                                 4.729         4.524        4.624
                                        4.046
                 4.000      3.681

                 3.000

                 2.000
                               946,3       1.036,4        1.000,4         880,9      832,7
                 1.000

                     -
                              2020        2021           2022            2023       2024
                                          Emas (ton)    Batubara (juta ton)
              Grafik 17. Perkembangan Permintaan Emas dan Batu Bara Tahun 2020 - 2024
                                    Sumber: KJPP FDI, diolah

      Kesimpulan Industri Pertambangan dan Industri Alat Berat

      Industri pertambangan global masih ditopang oleh batu bara sebagai sumber energi utama,
      meskipun tekanan transisi menuju energi terbarukan terus meningkat. Dalam jangka menengah,
      permintaan batu bara diperkirakan tetap tinggi namun menunjukkan tren pelemahan secara
      bertahap, sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi strategi. Di sisi lain,
      komoditas mineral seperti emas, perak, tembaga, dan nikel mengalami peningkatan permintaan
      yang signifikan, seiring dengan kebutuhan industri teknologi dan energi bersih.

      Bagi perusahaan seperti PT United Tractors Tbk, PT Danusa Tambang Nusantara, dan PT
      Agincourt Resources, kondisi ini menciptakan peluang sekaligus tantangan. Ketergantungan pada
      batu bara mulai dikurangi melalui diversifikasi ke mineral bernilai tinggi, khususnya emas dan
      logam strategis lainnya yang memiliki prospek harga dan permintaan yang lebih kuat. PT
      Agincourt Resources, dengan fokus pada tambang emas, berada pada posisi yang diuntungkan
      oleh tren kenaikan harga logam mulia, sementara United Tractors memperkuat portofolionya
      melalui ekspansi ke sektor mineral dan tetap didukung oleh bisnis alat berat yang berkaitan erat
      dengan proyek infrastruktur domestik, pertambangan, konstruksi, kehutanan dan perkebunan,
      serta segmen bisnis lainnya yaitu berupa jasa kontraktor pertambanga, pertambangan (batu bara
      dan mineral lainnya). Secara keseluruhan, prospek industri bagi ketiga perusahaan ini tetap solid
      dalam jangka panjang. Strategi diversifikasi, peningkatan eksposur pada komoditas bernilai
      tinggi, serta kemampuan beradaptasi terhadap transisi energi menjadi faktor kunci dalam
      menjaga pertumbuhan dan ketahanan bisnis di tengah dinamika pasar global.

3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan

      Analisa Operasional

      Segmen operasi perusahaan terbagi menjadi empat segmen usaha utama yaitu: Mesin Konstruksi,
      Kontraktor Penambangan, Pertambangan, dan Segmen Lainnya. Analisis dan kinerja operasional
      dari masing-masing segmen usaha disajikan sebagai berikut:

      Mesin Konstruksi

      Segmen usaha mesin konstruksi dijalankan oleh perusahaan induk yaitu Perseroan serta anak
      usahanya yaitu PT Bina Pertiwi dan UT Heavy Industry (S) Pte Ltd. PT United Tractors Pandu
      Engineering (UTPE), dan PT Triatra Sinergia Pratama (TRIATRA). Segmen usaha ini berfokus pada


Halaman 48                                                     00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 50
     penjualan alat berat dan kendaraan transportasi untuk berbagai sektor, seperti pertambangan,
     perkebunan, konstruksi, kehutanan, material handling, dan transportasi.

     Tabel 18. Mesin Konstruksi
                      Mesin Konstruksi                 2020      2021    2022    2023    2024    2025
      Penjualan Alat Berat Komatsu (Unit)              1.564     3.088   5.753   5270    4420    4515
      Penjualan UD Trucks (Unit)                         224      375     429     272     234     155
      Penjualan Scania (Unit)                            217      545     233     715     436     466
      Penjualan Suku Cadang dan Jasa Pemeliharaan
                                                            6       8      10      12      12      11
      (triliun Rupiah)
      Pendapatan Bersih Mesin Konstruksi
                                                           13      23      36      37      37      36
      (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Segmen usaha Mesin Konstruksi pada tahun 2025 mencatat peningkatan pada penjualan alat
     berat Komatsu sebesar 2% menjadi 4.515 unit dibanding pada tahun sebelumnya pada tahun
     2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor kehutanan dan
     perkebunan yang mana membuat Komatsu memiliki pangsa pasar sebesar 20% dan tetap
     mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan.

     Di sisi lain, penjualan Scania mengalami peningkatan dari 436 unit menjadi 466 unit, sementara
     penjualan UD Trucks menurun cukup signifikan dari 234 unit menjadi 155 unit. Penurunan juga
     tercatat pada pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat yang
     turun sebesar 3% menjadi Rp11 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan bersih dari segmen
     Mesin Konstruksi mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp36 triliun, yang menunjukkan
     bahwa peningkatan penjualan unit alat berat belum sepenuhnya mampu mengimbangi
     penurunan pada pendapatan layanan dan komponen pendukung lainnya.

     Kontraktor Penambangan

     Layanan yang tercakup pada segmen usaha kontraktor penambangan adalah diantaranya:
     desain dan implementasi pertambangan, penilaian dan studi kelayakan, pembangunan
     infrastruktur dan fasilitas tambang, pemindahan tanah, pengelolaan limbah, eksplorasi,
     pengangkutan, serta jasa terkait kontraktor penambangan lain.

     Tabel 19. Kontraktor Penambangan
                  Kontraktor Penambangan                2020     2021    2022    2023    2024    2025
      Produksi Batu Bara (juta ton)                       115      116     116    129     148     148
      Volume Pemindahan Tanah (juta bcm)                  825      852     954   1.158   1.217   1.100
      Pendapatan Bersih Kontraktor Penambangan
                                                            29      33      47      54     58      54
      (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Segmen usaha Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
     beserta anak perusahaannya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). Kedua entitas yang
     tergabung dalam PAMA Grup ini menyediakan layanan jasa pertambangan bagi pemegang
     konsesi tambang, terutama dalam kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden
     removal) serta produksi batu bara dan mineral lainnya.

     Pada tahun 2024, segmen kontraktor penambangan mencatatkan kinerja yang positif. PAMA
     Grup membukukan peningkatan produksi batu bara sebesar 15% atau sekitar 19 juta ton


Halaman 49                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 51
     dibandingkan tahun 2023. Selain itu, volume pekerjaan pemindahan tanah juga meningkat
     sebesar 5% atau sekitar 59 juta bcm dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan
     peningkatan aktivitas operasional tersebut, pendapatan bersih dari segmen kontraktor
     penambangan pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan sebesar 8% atau sekitar Rp4 triliun
     dibandingkan tahun 2023.

     Namun demikian, hingga triwulan IV tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan penurunan volume
     pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm. Sementara itu, volume
     produksi batu bara untuk para klien tercatat relatif stabil pada level 148 juta ton dengan rata-rata
     stripping ratio sebesar 7,4 kali. Penurunan volume pemindahan tanah ini terutama dipengaruhi
     oleh tingginya curah hujan serta penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien. Sejalan
     dengan perkembangan tersebut, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor Penambangan
     tercatat menurun sebesar 7% menjadi Rp54 triliun.

     Pertambangan

     Grup perusahaan menjalankan usaha pertambangan pada dua lini bisnis, yaitu: batu bara termal
     dan metalurgi serta emas dan mineral Lainnya. Grup perusahaan menjalankan lini bisnis
     pertambangan batu bara lewat perusahaan induk lini bisnis batu bara yaitu PT Tuah Turangga
     Agung. Pada segmen usaha pertambangan emas dan mineral lainnya, PT Agincourt Resources,
     PT Sumbawa jutaraya, dan PT Stargate Pacific Resources menjadi entitas yang menjalankan lini
     bisnis ini.

     Tabel 20. Kinerja Operasional Batu Bara dan Metalurgi
             Batu Bara Termal dan Metalurgi            2020     2021       2022       2023       2024        2025
      Volume Penjualan Batu Bara (juta ton)                9       9         10         12         13          14
      Jumlah Pendapatan Bersih Pertambangan Batu
                                                            9     14         31         30         26          24
      Bara (triliun Rupiah)
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah


     Pada lini bisnis pertambangan batu bara, grup perusahaan pada 2024 mencatat volume
     penjualan yang meningkat sebesar 11% atau sebesar 13 juta ton dibandingkan tahun 2023.
     Meski begitu, jumlah pendapatan bersih pertambangan batu bara grup perusahaan pada 2024
     tercatat sebesar 26 triliun Rupiah atau turun sebesar 15% dari pendapatan bersih tahun 2023
     sebesar 31 triliun Rupiah. Penurunan pendapatan bersih tersebut didorong oleh penurunan harga
     batu bara global sejak awal tahun 2024 sehingga meskipun volume penjualan dicatatkan
     meningkat, Nilai penjualan bersih grup perusahaan mengalami penurunan.

     Memasuki tahun 2025, perseroan mencatatkan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi
     14 juta ton. Meskipun demikian, pendapatan dari segmen usaha pertambangan batu bara
     tercatat turun sebesar 7% menjadi Rp24 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya rata-rata
     harga jual batu bara di pasar, yang terus menekan nilai pendapatan meskipun volume penjualan
     mengalami peningkatan.

     Tabel 21. Kinerja Emas dan Mineral Lainnya
                Emas dan Mineral Lainnya               2020     2021       2022        2023       2024        2025
      Penjualan Setara Emas (ribu ons)                   320      330        286        175         232         277
      Jumlah Pendapatan (triliun Rupiah) Bersih
                                                            7          8          8          5          10          14
      Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
     Sumber: Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk, diolah



Halaman 50                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 52
      Pada lini bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya, grup perusahaan pada 2024
      mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 32% atau sebesar 57 ribu ons dibanding tahun
      2023. Dari sisi pendapatan bersih, grup perusahaan pada 2024 mencatatkan total pendapatan
      bersih pertambangan emas dan mineral lainnya sebesar 10 triliun Rupiah atau kenaikan sebesar
      90% dibanding tahun 2023. Pada tahun 2025 tercatatat peningkatan pendapatan sebesar 41%
      menjadi Rp14 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga emas.

      Prospek Perusahaan

      Prospek industri pertambangan dan alat berat Indonesia saat ini ditopang oleh fundamental yang
      kuat dari sisi cadangan sumber daya alam dan tren produksi nasional yang terus meningkat.
      Indonesia memiliki 29 jenis komoditas mineral logam yang tersebar di 2.809 lokasi, dengan
      cadangan terbesar berasal dari timah 6.431 juta ton bijih, nikel 5.914 juta ton bijih, dan emas
      3.461 juta ton bijih. Produksi nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif, di mana pada
      tahun 2024 produksi batu bara naik 7,9% menjadi 836 juta ton, nikel meningkat 39%, serta emas
      dan perak melonjak hingga 80,9% (yoy). Meskipun harga batu bara terkoreksi hingga 29,6%
      (yoy), harga emas, perak, dan tembaga justru meningkat tajam masing-masing sebesar 51,7%,
      59,2%, dan 7,2%. Pergeseran tren ini menandakan potensi pertumbuhan yang lebih besar pada
      sektor logam bernilai tinggi dan mineral strategis, sejalan dengan kebijakan hilirisasi dan
      peningkatan nilai tambah industri nasional. Peningkatan ekspor mineral seperti emas, perak, dan
      tembaga juga menunjukkan kuatnya permintaan global yang membuka peluang bagi ekspansi
      industri pertambangan nasional menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan.

      Prospek usaha Perseroan ke depan berada dalam fase transisi strategis. Pada tahun 2026 terjadi
      penguatan harga dan permintaan batu bara (akibat geopolitik), pendapatan turun untuk
      kontraktor akibat penurunan volume produksi (RKAB), ekspor turun karena produksi domestik
      seperti di China meningkat.

      Di sisi lain, diversifikasi bisnis menjadi kunci utama pertumbuhan Perseroan. PAMA mulai
      memperluas portofolio ke proyek tambang nikel seperti blok Pomalaa, sementara lini
      pertambangan milik sendiri melalui Martabe, Doup (ASA), dan Stargate memperkuat eksposur
      Perseroan terhadap komoditas emas dan nikel yang harganya tengah naik tajam. Segmen alat
      berat menghadapi perlambatan dari sektor tambang, namun tetap ditopang oleh aktivitas
      konstruksi dan hilirisasi mineral nasional, dengan potensi pendapatan stabil dari layanan purna
      jual dan digitalisasi sistem (UT Connect). Sementara itu, segmen konstruksi ACSET dan energi
      baru EPN mendukung integrasi antarunit bisnis serta peluang investasi di sektor energi terbarukan.
      Dengan kombinasi diversifikasi portofolio, fokus pada efisiensi operasional, dan kesiapan
      memasuki era energi bersih, Perseroan berpotensi tetap tumbuh solid dan relevan di tengah
      perubahan arah pasar global.

3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Rencana Transaksi

      Berdasarkan keterangan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi dilakukan dengan tujuan
      untuk mendukung kebutuhan modal kerja PTAR, sehingga dapat menjaga kelancaran operasional
      perusahaan serta memastikan keberlangsungan kegiatan usaha secara optimal.

3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif

      Keuntungan dan kerugian dari adanya Rencana Transaksi bagi Perseroan dapat ditinjau dari
      beberapa aspek.



Halaman 51                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 53
     Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
     berikut:
     1. Memperoleh pendapatan bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan kepada PTAR, yang
        berpotensi memberikan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan penempatan dana pada
        instrumen keuangan lainnya.
     2. Mendukung kelangsungan operasional dan kinerja PTAR sebagai entitas dalam kelompok
        usaha, yang pada akhirnya dapat memberikan dampak positif secara tidak langsung terhadap
        kinerja dan nilai Perseroan secara konsolidasi.
     3. Optimalisasi pemanfaatan dana Perseroan melalui penempatan pada aset keuangan produktif
        berupa piutang pinjaman, sehingga meningkatkan efisiensi pengelolaan kas.

     Kerugian yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya Rencana Transaksi adalah sebagai
     berikut:
     1. Timbulnya opportunity cost atas penggunaan dana Perseroan yang dialokasikan untuk
        pemberian pinjaman, sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk alternatif investasi lain yang
        mungkin memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi.
     2. Adanya eksposur risiko kredit berupa potensi gagal bayar atas pokok pinjaman dan/atau
        bunga oleh PTAR sesuai dengan ketentuan yang disepakati.
     3. Potensi risiko likuiditas apabila dana yang disalurkan dalam bentuk pinjaman tidak dapat
        segera ditarik kembali pada saat Perseroan membutuhkan dana untuk keperluan operasional
        atau investasi lainnya.

3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)

     Leverage perusahaan diukur melalui rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
     Equity dan rasio Debt to Assets pada Perseroan secara historis sejak 2021 sampai 31 Desember
     2025 disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 22. Leverage Perseroan – Historis
                                           2021       2022          2023         2024          2025
                   Leverage
                                           Audited    Audited      Audited       Audited      Audited
       Debt to Equity Ratio                   0,13X      0,03X         0,22X        0,21X        0,18X
       Long Term Debt to Equity Ratio         0,04X      0,01X         0,21X        0,16X        0,07X
       Debt to Assets Ratio                   0,08X      0,02X         0,12X        0,12X        0,11X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Adanya Rencana Transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan secara signifikan karena
     pinjaman yang diberikan dari DTN kepada PTAR bersumber dari dana internal kas perusahaan.
     dengan begitu Rencana Transaksi tidak merubah struktur leverage perusahaan secara signifikan
     dilihat dari rasio Debt to Equity, Long-Term Debt to Equity, dan rasio Debt to Assets. Leverage
     perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 23. Leverage Perseroan – Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
                         Dampak Leverage                     Sebelum Transaksi      Setelah Transaksi
       Debt to Equity Ratio                                          0,183418X              0,183418X
       Long Term Debt to Equity Ratio                                0,070903X              0,070903X
       Debt to Assets Ratio                                          0,106493X              0,106487X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 52                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 54
     Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
     klasifikasi industri dengan Perseroan. Perusahaan sejenis yang disebandingkan dipilih
     menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
     pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
     Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 4
     kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.

     Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 24. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
                                                 Pertumbuhan    Pertumbuhan     Margin      Total    Pangsa
             Perusahaan               Industri
                                                  Pendapatan        Laba      Laba Bersih   Aset      Pasar
      PT Alamtri Resources
                                         √           √                                        √        √
      Indonesia Tbk (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk.
                                         √           √                                        √        √
      (IDX:BYAN)
      PT Bukit Asam (Persero)
                                         √                                         √          √        √
      Tbk (IDX:PTBA)
      PT Dian Swastatika
                                         √                                         √          √        √
      Sentosa Tbk (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines
                                         √           √              √                                  √
      Tbk (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya
                                         √                                         √          √        √
      Megah Tbk (IDX:ITMG)
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
     Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 25. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
                Debt to Equity Ratio               Dec 2021     Dec 2022    Dec 2023   Dec 2024     Sep 2025
      PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                         0,36       0,24        0,19        0,11        0,16
      (IDX:ADRO)
      PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN)                    -           -       0,20        0,15           -
      PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA)             0,04       0,05        0,06        0,10        0,17
      PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
                                                         0,36       0,54        0,47        0,63        0,66
      (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines Tbk
                                                         0,36       0,24        0,38        0,43        0,19
      (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                         0,04       0,03        0,03        0,04        0,05
      (IDX:ITMG)
      Average                                            0,20       0,18        0,22        0,24        0,20
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,18
     sampai 0,24. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan perusahaan
     lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.

     Tabel 26. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
                Debt to Asset Ratio                Dec 2021     Dec 2022    Dec 2023   Dec 2024     Sep 2025
      PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
                                                         0,21       0,15        0,14        0,09        0,12
      (IDX:ADRO)



Halaman 53                                                       00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 55
                Debt to Asset Ratio            Dec 2021    Dec 2022   Dec 2023    Dec 2024   Sep 2025
      PT Bayan Resources Tbk. (IDX:BYAN)              -           -        0,12       0,10              -
      PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX:PTBA)       0,03        0,03        0,03       0,05        0,09
      PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
                                                   0,21        0,25        0,26       0,33        0,34
      (IDX:DSSA)
      PT Golden Energy Mines Tbk
                                                   0,14        0,12        0,19       0,23        0,11
      (IDX:GEMS)
      PT Indo Tambangraya Megah Tbk
                                                   0,03        0,02        0,02       0,03        0,04
      (IDX:ITMG)
      Average                                      0,10        0,09        0,13       0,14        0,12
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,09
     sampai 0,14.

     Debt to Equity Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,18 masih berada
     pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,18 sampai 0,24. Hal ini menunjukan
     bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak yang dapat membuat Perseroan memiliki
     leverage diluar rentan perusahaan pada industri sejenis.

     Debt to Assets Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi sebesar 0,10 masih berada
     pada rentan perusahaan pada industri sejenis sebesar 0,09 sampai 0,14. Hal ini menunjukan
     Rencana Transaksi pemberian pinjaman tidak berdampak pada leverage perusahaan yang dilihat
     dari proksi debt to assets.

3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo

     Dampak likuiditas dan kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dilihat dari perubahan
     rasio likuiditas perusahaan sebelum dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Proksi yang dapat
     digunakan pada analisis dampak likuiditas adalah current ratio atau rasio lancar, quick ratio atau
     rasio cepat, dan cash ratio atau rasio kas. Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman
     saat jatuh tempo dapat dilihat dari kinerja dan kondisi keuangan PTAR serta hal-hal lain yang
     dapat mendukung debitur dalam pelunasan saat jatuh tempo.

     Rasio likuiditas Perseroan dengan proksi current ratio, quick ratio, dan cash ratio sebelum dan
     setelah Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 27. Rasio Likuiditas Perseroan
             Rasio Likuiditas          Sebelum Transaksi     Setelah Transaksi     Selisih Perubahan
      Current Ratio                             1,35570X              1,35565X               0,00006X
      Quick Ratio                               1,04131X              1,04130X               0,00001X
      Cash Ratio                                0,49933X              0,49925X               0,00008X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rencana transaksi terhadap rasio likuiditas perusahaan memberikan dampak yang tidak
     signifikan. Hal tersebut diakibatkan dari besaran nilai Rencana Transaksi yang jumlahnya sebesar
     4,42% dari total kas dan setara kas perusahaan per tanggal pendapat kewajaran. Dengan begitu
     dampak yang ditimbulkan Rencana Transaksi terhadap likuiditas perusahaan tidak signifikan.




Halaman 54                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 56
     Pada analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, kemampuan melunasi pinjaman
     saat jatuh tempo dapat dilihat dari coverage rasio PTAR. Coverage Ratio sebagai proksi
     kemampuan melunasi pinjaman yang digunakan adalah Times Interest Earned dan Debt Service
     Coverage Ratio. Dari analisis yang dilakukan, PTAR secara historis tidak memiliki utang berbunga
     dan beban keuangan terkait utang berbunga, sehingga rasio coverage yang digunakan sebagai
     proksi tidak memberikan nilai rasio yang memadai untuk dilakukan analisis. Tidak terdapatnya
     utang berbunga dan beban bunga menggambarkan kondisi perusahaan yang baik dengan
     pendapatan operasional perusahaan tidak memerlukan adanya alokasi untuk pelunasan pokok
     utang maupun pembayaran beban bunga.

     Selanjutnya analisis kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo dapat dilihat dari historis
     rasio solvabilitas dan rasio likuiditas PTAR.

     Tabel 28. Rasio Likuiditas PTAR
          Rasio Likuiditas         2021      2022         2023         2024         2025       Rata-rata
       Current Ratio                4,24X      4,96X        4,27X        4,91X        4,86X        4,65X
       Quick Ratio                  3,55X      4,02X        2,21X        3,68X        3,84X        3,46X
      Cash Ratio                    3,32X      3,67X        2,10X        3,25X        3,55X        3,18X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R

     Tabel 29. Rasio Solvabilitas PTAR
           Rasio Solvabilitas        2021       2022         2023         2024         2025     Rata-rata
       Debt to Assets Ratio         0,00X      0,00X        0,00X        0,00X        0,00X        0,00X
      Debt to Equity Ratio          0,00X      0,00X        0,00X        0,00X        0,00X        0,00X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Dari rasio likuiditas yang di analisis, rasio likuiditas PTAR dengan proksi current ratio, quick ratio,
     dan cash ratio, kemudian dari rasio solvabilitas yang dianalisis, yaitu DAR dan DER, diperoleh
     bahwa PTAR tidak memiliki utang berbunga selama periode 2021–2025 sehingga kedua rasio
     tersebut tercatat sebesar 0,00 kali. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak bergantung
     pada pendanaan berbasis utang berbunga dan memiliki struktur permodalan yang didominasi
     oleh ekuitas, sehingga risiko keuangan dan risiko gagal bayar relatif rendah.

     Dari rasio solvabilitas yang di analisis, rasio solvabilitas PTAR dengan proksi debt to assets ratio
     dan debt to equity ratio diperoleh bahwa PTAR memiliki nilai rasio solvabilitas rendah yang dapat
     menggambarkan rendahnya tingkat risiko gagal bayar dan tingginya kemampuan solvabilitas
     perusahaan akibat kepemilikan porsi utang yang rendah.

     Dilihat dari perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan nilai kas dan setara kas PTAR per
     tanggal pendapat kewajaran, diperoleh bahwa nilai Rencana Transaksi sebesar USD70.000.000
     dibandingkan dengan posisi kas dan setara kas sebesar USD325.637.148 adalah sebesar
     21,50% sehingga posisi kas dan setara kas PTAR per tanggal pendapat kewajaran mampu
     menyerap seluruh nilai pokok Rencana Transaksi pinjaman.

3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal

     Terdapat dampak pada Perseroan jika pinjaman yang diberikan kepada PTAR tidak dapat dilunasi
     atau mengalami kegagalan. Tidak dilunasinya pinjaman oleh PTAR akan menghilangkan potensi
     pendapatan bunga yang akan diterima dan menghilangkan hak penerimaan pokok atas




Halaman 55                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 57
      pinjaman. Hal tersebut dapat berdampak pada penurunan proyeksi laba rugi dan penurunan
      proyeksi perolehan kas perusahaan.

      Tabel 30. Analisis Cash Management Perseroan
                                                                                       (dalam juta Rupiah)
                            Analisis Cash Management                               31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas Perseroan                                                             26.570.772
       Nilai Rencana Transaksi                                                                   1.174.740
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                           4,42%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Merujuk pada analisis cash management, rasio nilai Rencana Transaksi terhadap kas dan setara
      kas Perseroan per tanggal Pendapat Kewajaran adalah sebesar 4,42% sehingga dampak yang
      timbul jika terjadi gagal bayar dinilai tidak akan mengganggu aktivitas operasional perusahaan
      secara keseluruhan.

3.2   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

3.2.1 Kinerja Historis

      Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
      perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya Rencana Transaksi. Analisis
      ini memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta
      kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.

      Kinerja Historis Perseroan

      • Laporan Keuangan

         Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
         Perseroan periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

         Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
         keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
         Arus Kas pada masing-masing periode.

         Laporan Posisi Keuangan

         Tabel 31. Laporan Posisi Keuangan Perseroan Periode 31 Desember 2021–31 Desember 2025
                                                                            (dalam miliar Rupiah)
                                                Audited      Audited    Audited       Audited     Audited
           Laporan Posisi Keuangan
                                               Des 2021      Des 2022   Des 2023     Des 2024    Des 2025
           Aset
           Aset Lancar
           Kas dan Setara Kas                    33.322        38.282     18.597       25.093      26.571
           Piutang Usaha
           Pihak Ketiga                          11.640        17.118     18.953       18.918      18.560
           Pihak Berelasi                              512       515       1.321        1.071         1.358
           Piutang Non Usaha
           Pihak Ketiga                                904      1.042       833           780          493


Halaman 56                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 58
                                           Audited    Audited    Audited    Audited    Audited
         Laporan Posisi Keuangan
                                           Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
         Pihak Berelasi                        964        973       1.208      1.383      1.203
         Persediaan                           9.454     15.390     17.184     16.994     16.730
         Proyek dalam Pelaksanaan                 0          0          0       159         29
         Pihak Ketiga                           59         37        111           0          0
         Pihak Berelasi                           0          0                     0          0
         Pajak Dibayar Dimuka
         Pajak Penghasilan Badan              1.145       806        910        782       1.654
         Pajak Lain-lain                      1.753      3.412      2.197      2.939      3.644
         Uang Muka dan Biaya Dibayar
                                               775       1.256      1.103      1.470      1.543
         Dimuka
         Aset Lancar Lain-lain                  77         99        249        391        357
         Total Aset Lancar                   60.604     78.930     62.667     69.979     72.141


         Aset Tidak Lancar
         Kas dan Deposito Berjangka Yang
                                               776        519        561        629        788
         Dibatasi Penggunaannya
         Piutang Usaha
         Pihak Ketiga                           56           0       108        477        453
         Pihak Berelasi                           0                   17         18         19
         Piutang Non Usaha
         Pihak Ketiga                          385        458        312        180         88
         Pihak Berelasi                       2.087      2.811      2.868      3.407      3.104
         Persediaan                            206        255         82         99        106
         Pajak Dibayar Dimuka
         Pajak Penghasilan Badan                19           9        76        792       1.447
         Pajak Lain-Lain                       222        266       1.732      1.913      1.650
         Uang Muka Dan Biaya Dibayar
                                               109        569       1.299       428        794
         Dimuka
         Investasi Pada Entitas Asosiasi
         Investments In Associates Dan        2.517      5.146     14.853     17.822     17.224
         Ventura Bersama
         Investasi Jangka Panjang              764       1.114      1.243      1.376      3.176
         Aset Tetap                          20.457     23.678     36.002     40.952     45.297
         Properti Pertambangan               11.925     11.905     17.846     15.712     14.809
         Properti Investasi                    222        222        228        216        244
         Beban Eksplorasi dan
                                              2.162      2.389      2.374      2.494      2.769
         Pengembangan Tangguhan
         Aset Tambang Berproduksi             4.456      4.836      4.489      4.216      3.958
         Beban Tangguhan                       917       1.715      1.449      1.301      1.169
         Aset Pajak Tangguhan                 2.250      2.981      3.537      4.021      4.891
         Goodwill                             2.428      2.676      2.287      3.448      3.511
         Total Aset Tidak Lancar             51.957     61.548     91.361     99.501    105.496
         Total Aset                         112.561    140.478    154.028    169.481    177.637


         Liabilitas
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Usaha



Halaman 57                                            00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 59
                                                Audited    Audited     Audited     Audited     Audited
         Laporan Posisi Keuangan
                                                Des 2021   Des 2022    Des 2023    Des 2024    Des 2025
         Pihak Ketiga                             14.299     24.591      28.883      28.749      29.095
         Pihak Berelasi                             219         258         228         236         214
         Utang Non-Usaha
         Pihak Ketiga                               389         508         604         863       1.133
         Pihak Berelasi                              51          76          52          70          88
         Utang Pajak
         Pajak Penghasilan Badan                   1.868      2.940       2.390       1.042         826
         Pajak Lain-Lain                            378         642         779         478         585
         Akrual                                    5.188      8.856       6.569       6.787       6.693
         Uang Muka Pelanggan
         Pihak Ketiga                               774         784         691       1.004         857
         Pihak Berelasi                              11         111          53          46          44
         Pendapatan Tangguhan                       440         600         705         972       1.021
         Liabilitas Imbalan Kerja                   633         658         791         852       1.054
         Pinjaman Bank Jangka Pendek                175       1.029         294         402         560
         Bagian Jangka Pendek Dari Utang
         Jangka Panjang
         Pinjaman Bank                             5.351                      8       2.294       9.683
         Liabilitas Sewa                            651         940         989         907         801
         Pinjaman Lain-Lain                          29          19           3         600         560
         Pinjaman Bank Jangka Pendek Dari
         Liabilitas Keuangan Jangka                  32          29                       0           0
         Panjang Lain-Lain
         Total Liabilitas Jangka Pendek           30.489     42.037      43.038      45.303      53.213


         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas Pajak Tangguhan                3.165      3.241       4.462       4.022       3.768
         Provisi Rehabilitasi, Reklamasi, dan
                                                    634         794         865       1.029       1.155
         Penutupan Tambang
         Liabilitas Imbalan Kerja                  3.316      3.708       4.047       4.989       5.498
         Utang Jangka Panjang, Setelah
         Dikurangi Bagian Jangka Pendek
         Pinjaman Bank                             2.497          0      16.573      14.862       6.055
         Liabilitas Sewa                            462         897         842         758         976
         Pinjaman Lain-Lain                          22         117         165         343         282
         Liabilitas Keuangan Jangka
                                                    154         169           0           0       3.555
         Panjang Lain-Lain
         Total Liabilitas Jangka Panjang          10.249      8.927      26.954      26.003      21.288
         Total Liabilitas                         40.739     50.964      69.993      71.305      74.501


         Ekuitas
         Ekuitas Yang Diatribusikan Kepada
         Entitas Induk
         Modal Disetor                              933         933         933         933         933
         Tambahan Modal Disetor                    9.704      9.704       9.704       9.704       9.704
         Saham Tresuri                                 0     (3.191)     (3.191)     (3.191)     (4.902)
         Saldo Laba



Halaman 58                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 60
                                             Audited     Audited    Audited     Audited        Audited
         Laporan Posisi Keuangan
                                            Des 2021    Des 2022    Des 2023   Des 2024    Des 2025
         Dicadangkan                             187         187         187        187            187
         Belum Dicadangkan                    56.487      71.137      66.685     77.976         85.548
         Selisih Kurs Dari Penjabaran
                                               2.712       5.962       5.188       7.399         9.227
         Laporan Keuangan
         Cadangan Lindung Nilai                 (818)        612         549        745         (2.065)
         Cadangan Penyesuaian Nilai Wajar
                                                   20         20          20          19            19
         Aset Tetap
         Transaksi Dengan Kepentingan
                                                (664)       (664)      (824)       (824)          (876)
         Nonpengendali
         Total Ekuitas Yang Diatribusikan
                                              68.560      84.698      79.251     92.947         97.774
         Kepada Entitas Induk
         Kepentingan Nonpengandali             3.263       4.816       4.785       5.228         5.363


         Total Ekuitas                        71.823      89.514      84.036     98.175        103.136
         Total Liabilitas Dan Ekuitas        112.561     140.478     154.028    169.481        177.637
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        4,45% . Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp60.604 miliar. Pada tahun 2022 aset
        lancar mengalami peningkatan sebesar 30,24% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp78.930 miliar. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 20,60% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp62.667 miliar. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
        peningkatan sebesar 11,67% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.979 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 3,09% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp72.141miliar.

        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR
        sebesar 19,37% . Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp51.957 miliar. Pada
        tahun 2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 18,46% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp61.548 miliar. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 48,44% secara year on year atau tercatat sebesar Rp91.361 miliar. Pada
        tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,91% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp99.501 miliar. Serta Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 6,02% secara year on year atau tercatat sebesar Rp105.496 miliar.

        Total Aset

        Pertumbuhan total aset Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya dengan rata-
        rata CAGR sebesar 12,08%. Pada tahun 2021 total aset tercatat sebesar Rp112.561 miliar.
        Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 24,80% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp140.478 miliar. Pada Tahun 2023 total aset mengalami peningkatan
        sebesar 9,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp154.028 miliar. Pada tahun 2024


Halaman 59                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 61
        total aset mengalami peningkatan sebesar 10,03% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp169.481 miliar. Serta Pada tahun 2025 total aset mengalami peningkatan sebesar 4,81%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp177.637 miliar.

        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 14,94%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp30.489
        miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 37,88%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.037 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
        pendek mengalami peningkatan sebesar 2,38% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp43.038 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
        5,26% secara year on year atau tercatat sebesar Rp45.303 miliar. Serta Pada tahun 2025
        liabiitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 17,46% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp53.213 miliar.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 20,05%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp10.249
        miliar. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 12,90%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.927 miliar. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka
        panjang mengalami peningkatan sebesar 201,94% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp26.954 miliar. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar
        3,53% secara year on year atau tercatat sebesar Rp26.003 miliar. Serta Pada tahun 2025
        liabiitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 18,13% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp21.288 miliar.

        Total Liabilitas

        Pertumbuhan total liabilitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata
        CAGR sebesar 16,29%. Pada tahun 2021 total liabilitas tercatat sebesar Rp40.739 miliar. Pada
        tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 25,10% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp50.964 miliar. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami peningkatan
        sebesar 37,34% secara year on year atau tercatat sebesar Rp69.993 miliar. Pada tahun 2024
        total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 1,88% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp71.305 miliar. Serta Pada tahun 2025 total liabiitas mengalami peningkatan sebesar 4,48%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp74.501 miliar.

        Total Ekuitas

        Pertumbuhan total ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        9,47%. Pada tahun 2021 total ekuitas tercatat sebesar Rp71.823 miliar. Pada tahun 2022 total
        ekuitas mengalami peningkatan sebesar 24,63% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp89.514 miliar. Pada Tahun 2023 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 6,12% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp84.036 miliar. Pada tahun 2024 total ekuitas mengalami
        peningkatan sebesar 16,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp98.175 miliar. Serta

Halaman 60                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 62
        Pada tahun 2025 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,05% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp103.136 miliar.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 32. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                        Audited     Audited      Audited      Audited      Audited
              Laporan Laba Rugi
                                        Des 2021    Des 2022    Des 2023     Des 2024     Des 2025
         Pendapatan bersih                79.461     123.607      128.583      134.427         131.301
         Beban pokok pendapatan          (59.796)    (88.849)     (92.797)    (100.595)    (101.597)
         Laba bruto                       19.665      34.759       35.786       33.832          29.704
         Beban penjualan                  (1.126)     (1.065)      (1.321)      (1.056)         (1.598)
         Beban umum dan
                                          (3.664)     (4.561)      (4.742)      (5.594)         (6.040)
         administrasi
         Beban lain-lain, bersih            (980)       (561)        (885)        (421)          (256)
         Penghasilan keuangan                872         998        1.127        1.150           1.244
         Biaya keuangan                     (754)       (760)      (1.879)      (2.651)         (2.626)
         Bagian atas laba bersih
         entitas asosiasi dan ventura        449         636          635          637           (246)
         bersama
         Laba sebelum pajak
                                          14.462      29.446       28.720       25.897          20.182
         penghasilan
         Beban pajak penghasilan          (3.854)     (6.452)      (6.590)      (5.779)         (5.005)
         Laba tahun berjalan              10.608      22.994       22.130       20.119          15.177
         Laba bersih                      10.280      21.005       20.612       19.531          14.810
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Pendapatan Bersih

        Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 13,38%. Pada tahun 2021 pendapatan bersih tercatat sebesar Rp79.461 miliar. Pada
        tahun 2022 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar 55,56% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp123.607 miliar. Pada tahun 2023 pendapatan bersih mengalami
        peningkatan sebesar 4,03% secara year on year atau tercatat sebesar Rp128.583 miliar. Pada
        tahun 2024 pendapatan bersih mengalami peningkatan sebesar negatif 4,54% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp134.427 miliar. Serta Pada tahun 2025 pendapatan bersih
        mengalami penurunan sebesar 2,33% secara year on year atau tercatat sebesar Rp131.301
        miliar.

        Laba Bruto

        Pertumbuhan laba bruto Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        10,86%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp19.665 miliar. Pada tahun 2022 laba
        bruto mengalami peningkatan sebesar 76,75% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp34.759 miliar. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 2,96% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp35.786 miliar. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
        penurunan sebesar 5,46% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.832 miliar. Serta



Halaman 61                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 63
        Pada tahun 2025 laba bruto mengalami penurunan sebesar 12,20% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp29.704 miliar.

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan Perseroan selama periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 8,69%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
        Rp14.462 miliar. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan
        sebesar 103,61% secara year on year atau tercatat sebesar Rp29.446 miliar. Pada tahun 2023
        laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 2,46% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp28.720 miliar. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan
        mengalami penurunan sebesar 9,83% secara year on year atau tercatat sebesar Rp25.897
        miliar. Serta Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar
        22,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp20.182 miliar.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata
        CAGR sebesar 9,37%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp10.608 miliar.
        Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 116,75% secara year
        on year atau tercatat sebesar Rp22.994 miliar. Pada tahun 2023 laba tahun berjalan
        mengalami penurunan sebesar 3,76% secara year on year atau tercatat sebesar Rp22.130
        miliar. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 9,09% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp20.119 miliar. Serta Pada tahun 2025 laba tahun berjalan
        mengalami penurunan sebesar 24,56% secara year on year atau tercatat sebesar Rp15.177
        miliar.

        Laba Bersih

        Pertumbuhan laba bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi dengan rata-rata CAGR sebesar
        9,56%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp10.280 miliar. Pada tahun 2022 laba
        bersih mengalami peningkatan sebesar 104,34% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp21.005 miliar. Pada tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar 1,87% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp20.612 miliar. Pada tahun 2024 laba bersih mengalami
        penurunan sebesar 5,24% secara year on year atau tercatat sebesar Rp19.531 miliar. Serta
        Pada tahun 2025 laba bersih mengalami penurunan sebesar 24,17% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp14.810 miliar.

        Laporan Arus Kas

        Tabel 33. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam miliar Rupiah)
                                       Audited      Audited      Audited     Audited      Audited
              Laporan Arus Kas
                                      Des 2021     Des 2022     Des 2023    Des 2024     Des 2025
         Arus kas dari aktivitas
         operasi
         Penerimaan dari pelanggan       77.191     118.488      125.717      134.591      130.663



Halaman 62                                              00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 64
                                        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
              Laporan Arus Kas
                                        Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
         Pembayaran kepada
                                         (43.653)       (70.639)       (79.769)       (83.213)       (84.052)
         pemasok dan lain-lain
         Pembayaran kepada
                                          (8.375)        (9.307)       (10.881)       (12.232)       (12.574)
         karyawan
         Kas yang dihasilkan dari
                                          25.163         38.542         35.068         39.146         34.037
         operasi
         Pembayaran biaya
                                            (753)          (724)        (2.098)        (2.758)        (2.558)
         keuangan
         Penerimaan bunga                    747            822            952            978          1.112
         Pembayaran pajak
                                          (2.826)        (6.560)        (8.886)        (8.791)        (7.502)
         penghasilan badan
         Penerimaan dari kelebihan
                                             749            288          1.126          1.088          1.833
         pembayaran pajak lain-lain
         Penerimaan dari kelebihan
         pembayaran pajak                    205            523            186            381            222
         penghasilan badan
         Arus kas bersih yang
         diperoleh dari aktivitas         23.285         32.892         26.347         30.045         27.143
         operasi


         Arus kas dari aktivitas
         investasi
         Perolehan aset tetap             (2.654)        (7.768)       (18.012)       (12.212)       (12.975)
         Perolehan properti investasi              -              -              -              -              -
         Pembayaran beban
         eksplorasi dan                     (407)          (397)          (331)          (313)          (350)
         pengembangan tangguhan
         Pembayaran aset tambang
                                            (315)          (435)          (327)          (442)          (223)
         berproduksi
         Pembayaran beban
                                             (50)        (1.151)           (85)           (64)           (90)
         tangguhan
         Uang muka perolehan aset
                                             (79)          (686)          (476)          (719)          (552)
         tetap
         Uang Muka Perolehan
                                                   -              -       (804)                 -              -
         Saham
         Penambahan investasi pada
         entitas asosiasi dan ventura         (0)          (264)        (9.377)        (1.464)          (207)
         bersama
         Penambahan investasi
                                            (114)                 -              -              -     (1.500)
         jangka panjang
         Akuisisi entitas anak                                          (4.331)           (83)          (500)
         Penerimaan dari penjualan
                                             280            341            143            420            456
         aset tetap
         Penerimaan dari penjualan
                                                   -              -              -              -        564
         Entitas Anak
         Penambahan pinjaman
                                          (1.179)        (1.336)        (1.533)        (1.662)          (726)
         kepada pihak berelasi
         Penambahan pinjaman
                                            (492)          (503)          (430)          (338)          (111)
         kepada pihak ketiga
         Penerimaan dari pinjaman
                                           1.055            932          1.415          1.321          2.001
         kepada pihak berelasi




Halaman 63                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 65
                                       Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
              Laporan Arus Kas
                                       Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Des 2025
         Penerimaan dari pinjaman
                                            486            427            434            410            466
         kepada pihak ketiga
         Penarikan kas dan deposito
         yang dibatasi                      272            317                  -              -              -
         penggunaannya
         Penerimaan dividen                  39            124            273            943            302
         Arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas       (3.159)       (10.401)       (33.440)       (14.203)       (13.446)
         investasi


         Arus kas dari aktivitas
         pendanaan
         Penerimaan pinjaman bank
                                            481            888            162          1.078          1.269
         jangka pendek
         Penerimaan pinjaman bank
                                                  -              -     19.630          5.656          8.220
         jangka Panjang
         Pembayaran pinjaman bank
                                         (1.007)           (90)          (260)          (977)        (1.115)
         jangka pendek
         Pembayaran pinjaman bank
                                         (2.508)        (8.216)        (3.650)        (5.529)       (10.005)
         jangka panjang
         Pembayaran pokok liabilitas
                                         (1.060)          (962)        (1.106)        (1.149)        (1.168)
         sewa
         Penerimaan Pinjaman Lain-
                                                  -        114             51          3.037          1.639
         lain
         Pembayaran pinjaman lain-
                                            (53)           (29)           (19)        (3.164)        (1.742)
         lain
         Penambahan modal dari
                                                  -         18             37                 2              9
         kepentingan nonpengendali
         Penerimaan dari Pelepasan
         Kepentingan pada Entitas                 -              -         15                  -              -
         Anak
         Pembayaran untuk akuisisi
         kepentingan nonpengendali          (20)                 -        (51)                 -              -
         pada entitas anak
         Pembayaran untuk
                                                  -     (3.191)                 -              -     (1.590)
         pembelian saham tresuri
         Pembayaran dividen
         kepada:
         Pemilik Entitas Induk           (3.013)        (6.365)       (25.001)        (8.118)        (7.446)
         Kepentingan Nonpengendali         (239)          (819)        (2.038)          (304)          (542)
         Arus kas bersih yang
         digunakan untuk aktivitas       (7.420)       (18.653)       (12.230)        (9.468)       (12.470)
         pendanaan


         Kenaikan bersih kas dan
                                         12.706          3.837        (19.323)         6.374          1.228
         setara kas
         Kas dan setara kas pada
                                         20.499         33.322         38.282         18.597         25.093
         awal tahun
         Dampak perubahan selisih
         kurs terhadap kas dan              117          1.123           (362)           122            251
         setara kas




Halaman 64                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 66
                                          Audited   Audited      Audited      Audited      Audited
              Laporan Arus Kas
                                       Des 2021     Des 2022    Des 2023     Des 2024     Des 2025
         Kas dan setara kas pada
                                          33.322        38.282       18.597      25.093      26.571
         akhir tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Arus Kas dari Aktivitas Operasi

        Arus kas dari aktivitas operasi mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas
        dari kegiatan usaha utamanya. Sepanjang periode 2021 hingga 2022, arus kas dari aktivitas
        operasi menunjukkan tren peningkatan.

        Pada tahun 2021 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp23.285 miliar. Pada tahun
        2022 arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp32.892 miliar. Pada tahun 2023 arus
        kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp26.347 miliar. Pada tahun 2024 arus kas dari
        aktivitas operasi tercatat sebesar Rp30.045 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025 arus
        kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp27.143 miliar.

        Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

        Sepanjang periode 2021 hingga 2023, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan menunjukkan
        tren peningkatan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan perolehan aset tetap, penambahan
        investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama serta penambahan pinjaman kepada
        pihak berelasi.

        Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp3.159 miliar. Pada tahun
        2022 arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp10.401 miliar. Pada tahun 2023 arus
        kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp33.440 miliar. Pada tahun 2024 arus kas untuk
        aktivitas investasi tercatat sebesar Rp14.203 miliar. Serta pada periode 31 Desember 2025
        arus kas untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp13.446 miliar.

        Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

        Arus kas untuk aktivitas pendanaan Perseroan mengalami penurunan dan peningkatan yang
        fluktuatif setiap tahunnya, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama antara lain,
        pembayaran pinjaman bank jangka pendek, pembayaran pinjaman bank jangka panjang,
        pembayaran pokok liabilitas sewa serta pembayaran dividen.

        Pada tahun 2021 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp7.420 miliar. Pada
        tahun 2022 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp18.653 miliar. Pada tahun
        2023 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.230 miliar. Pada tahun 2024
        arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp9.468 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 arus kas untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp12.470 miliar.

        Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas

        Kenaikan bersih kas dan setara kas Perseroan mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi
        setiap tahunnya sejalan dengan perubahan pada arus kas operasional, investasi, dan
        pendanaan.




Halaman 65                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 67
        Pada tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp12.706 miliar. Pada
        tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp3.837 miliar. Pada tahun
        2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif Rp 19.323 miliar. Pada tahun
        2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.374 miliar. Serta pada periode
        31 Desember 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1.228 miliar.



        Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun

        Berdasarkan laporan arus kas Perseroan periode 31 Desember 2021 hingga 30 Juni 2025,
        kas dan setara kas pada akhir tahun menunjukkan fluktuasi seiring perubahan aktivitas
        operasi, investasi, dan pendanaan.

        PaPada tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami peningkatan sebesar
        sebesar Rp33.322 miliar. Pada tahun 2022 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami
        peningkatan sebesar Rp38.282 miliar. Pada tahun 2023 kas dan setara kas pada akhir tahun
        mengalami penurunan sebesar Rp18.597 miliar. Pada tahun 2024 kas dan setara kas pada
        akhir tahun mengalami peningkatan sebesar Rp25.093 miliar. Serta pada periode 31
        Desember 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 26.571
        miliar.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 34. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan        Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Des 2025
              Total Aset Lancar                  53,84%     56,19%     40,69%     41,29%     40,61%
              Total Aset Tidak Lancar            46,16%     43,81%     59,31%     58,71%     59,39%
              Total Aset                        100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
              Total Liabilitas Jangka Pendek     27,09%     29,92%     27,94%     26,73%     29,96%
              Total Liabilitas Jangka Panjang     9,11%      6,35%     17,50%     15,34%     11,98%
              Total Liabilitas                   36,19%     36,28%     45,44%     42,07%     41,94%
              Total Ekuitas                      63,81%     63,72%     54,56%     57,93%     58,06%
              Total Liabilitas dan Ekuitas      100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025,
             rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset sebesar 46,52% lebih kecil
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset
             sebesar 53,48%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset
             sebesar 40,61%, dan proporsi aset tidak lancar terhadap total aset sebesar 59,39%.



Halaman 66                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 68
             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset sebesar 40,39% lebih kecil
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             59,61%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset
             sebesar 41,94%, dan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar 58,06%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 35. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                Laporan Laba Rugi          Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024     Des 2025
              Pendapatan bersih             100,00%    100,00%    100,00%     100,00%     100,00%
              Laba bruto                     24,75%     28,12%     27,83%       25,17%     22,62%
              Laba sebelum pajak
                                             18,20%     23,82%     22,34%       19,26%     15,37%
              penghasilan
              Laba tahun berjalan            13,35%     18,60%     17,21%       14,97%     11,56%
              Laba bersih                    12,94%     16,99%     16,03%       14,53%     11,28%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
             2025 adalah sebesar 25,70%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 22,62%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             19,80%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,37%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 15,14%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 11,56%.

             Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
             Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan proporsi
             laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
             11,28%.

     Kinerja Historis DTN

     • Laporan Keuangan

        Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
        Perseroan periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

        Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
        keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
        Arus Kas pada masing-masing periode.



Halaman 67                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 69
        Laporan Posisi Keuangan

        Tabel 36. Laporan Posisi Keuangan DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam juta Rupiah)

                                       Audit         Audit          Audit         Audit        Audit
                Keterangan
                                       2021          2022           2023          2024         2025
         Aset Lancar
         Kas Dan Setara Kas           3.880.822     4.249.101      2.897.830     5.047.683    6.132.438
         Piutang Usaha                         -              -      64.085       105.498       93.183
         Piutang Lain-Lain             435.415        38.346         32.024        49.939       73.726
         Persediaan                    881.551      1.098.964      2.116.596     2.142.268    2.263.808
         Klaim Pengembalian Pph
                                               -      40.576         39.764       146.522       31.379
         Badan
         Klaim Pengembalian Ppn        185.393       223.271                -     313.348      330.852
         Uang Muka Dan Biaya
                                        54.936        69.878         69.778        95.102       85.905
         Dibayar Dimuka
         Jumlah Aset Lancar           5.438.117     5.720.136      5.220.077     7.900.360    9.011.291
         Aset Tidak Lancar
         Deposito Berjangka Yang
                                       342.472       376.871        385.870       409.945      541.069
         Dibatasi
         Persediaan (Tidak Lancar)     206.054       254.602         82.497        98.831      105.530
         Uang Muka Dan Biaya
                                        33.803       250.752         11.735       184.859      400.269
         Dibayar Dimuka (Tl)
         Aset Tetap - Bersih          2.787.071     3.372.142      5.247.763     6.261.658    8.024.743
         Beban Eksplorasi Dan
         Pengembangan                 1.486.454     1.887.206      1.917.081     1.888.024    1.999.524
         Tangguhan
         Aset Tambang
                                      4.163.540     4.345.968      3.934.684     3.703.548    3.487.518
         Berproduksi
         Properti Pertambangan        6.755.788     6.553.007     11.684.453    11.057.007   10.419.229
         Klaim Pengembalian
                                       224.876       295.345        502.134       513.706      615.983
         Pajak (Tl)
         Aset Pajak Tangguhan              549           653         19.824        18.760      424.272
         Goodwill                     2.427.501     2.676.223      3.292.040     3.402.129    3.303.345
         Investasi Pada Entitas
                                               -              -    9.389.563     9.074.167    9.135.161
         Asosiasi
         Biaya Pengupasan / Aset
                                       361.859       417.786        447.120       461.909      499.007
         Tl Lainnya
         Jumlah Aset Tidak Lancar    18.789.967    20.430.555     36.914.764    37.074.543   38.955.650
         Jumlah Aset                 24.228.084    26.150.691     42.134.841    44.974.903   47.966.941
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Usaha                    71.254       104.802         85.309       304.127      285.624
         Utang Lain-Lain               103.351       125.900        338.046       345.489      571.395
         Utang Pph Badan               326.979               47     582.124       259.989      394.472
         Utang Pajak Lain-Lain          19.651        23.354         86.104        17.754       26.208
         Beban Akrual                  660.645       869.253        872.374      1.070.874    2.239.761
         Pinjaman Dari Pemegang
                                       463.743       983.188       2.774.880     4.028.946    4.094.619
         Saham
         Liabilitas Imbalan Kerja
                                        50.657        50.096         65.087       101.632       87.668
         (Jp)
         Provisi Rehabilitasi &
                                               -              -             -      12.165       74.195
         Penutupan Tambang (Jp)




Halaman 68                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 70
                                       Audit         Audit          Audit         Audit         Audit
                   Keterangan
                                       2021          2022           2023          2024          2025
         Liabilitas Jangka Pendek
                                               -              -        1.633         6.846              -
         Lain-Lain
         Jumlah Liabilitas Jangka
                                      1.696.280     2.156.640      4.805.557     6.147.822     7.773.942
         Pendek
         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas Pajak
                                      1.984.057     2.107.666      3.092.419     2.935.880     2.353.002
         Tangguhan
         Instrumen Keuangan
                                               -              -             -             -    3.555.105
         Derivatif
         Liabilitas Imbalan Kerja
                                       180.306       175.255        214.435       233.804       260.629
         (Pj)
         Provisi Rehabilitasi &
                                       416.361       493.839        525.465       581.312       441.538
         Penutupan Tambang (Pj)
         Liabilitas Jangka Panjang
                                               -              -        5.081         9.912              -
         Lain-Lain
         Jumlah Liabilitas Jangka
                                      2.580.724     2.776.760      3.837.400     3.760.908     6.610.274
         Panjang
         Jumlah Liabilitas            4.277.004     4.933.400      8.642.957     9.908.730    14.384.216
         Ekuitas
         Modal Saham                 15.482.650    15.482.650     29.012.950    29.012.950    29.012.950
         Tambahan Modal Disetor        (82.022)      (82.022)       (82.022)      (82.022)      (82.022)
         Cadangan Lainnya               14.558    1.846.707     1.432.773    2.716.911         1.186.096
         Saldo Laba -
                                             -             -             -     257.196          257.196
         Dicadangkan
         Saldo Laba - Belum
                                    3.585.139     2.905.581     1.648.590    1.703.895         1.976.598
         Dicadangkan
         Kepentingan
                                       950.755    1.064.375     1.479.593    1.457.243         1.231.907
         Nonpengendali
         Jumlah Ekuitas            19.951.080 21.217.291 33.491.884 35.066.173                33.582.725
         Jumlah Liabilitas Dan
                                   24.228.084 26.150.691 42.134.841 44.974.903                47.966.941
         Ekuitas
        Sumber: Laporan Keuangan Audit DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        13,46%. Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar Rp5.438.117 juta. Pada tahun 2022
        aset lancar mengalami peningkatan sebesar 5,19% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp5.720.136 juta. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 8,74% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp5.220.077 juta. Pada tahun 2024 aset lancar mengalami
        peningkatan sebesar 51,35% secara year on year atau tercatat sebesar Rp7.900.360 juta. Pada
        tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 14,06% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp9.011.291 juta.

        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        19,99%. Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar Rp18.789.967 juta. Pada tahun
        2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 8,73% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp20.430.555 juta. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 80,68% secara year on year atau tercatat sebesar Rp36.914.764 juta.


Halaman 69                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 71
        Pada tahun 2024 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 0,43% secara year on year
        atau tercatat sebesar Rp37.074.543 juta. Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 5,07% secara year on year atau tercatat sebesar Rp38.955.650 juta.

        Jumlah Aset

        Pertumbuhan jumlah aset DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        18,62%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar Rp24.228.084 juta. Pada tahun 2022
        jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 7,94% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp26.150.691 juta. Pada tahun 2023 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 61,12%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp42.134.841 juta. Pada tahun 2024 jumlah aset
        mengalami peningkatan sebesar 6,74% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp44.974.903 juta. Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 6,65%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp47.966.941 juta.

        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 46,31%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
        Rp1.696.280 juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
        27,14% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.156.640 juta. Pada tahun 2023 liabilitas
        jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 122,83% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp4.805.557 juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan
        sebesar 27,93% secara year on year atau tercatat sebesar Rp6.147.822 juta. Pada tahun 2025
        liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 26,45% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp7.773.942 juta.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 26,51%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
        Rp2.580.724 juta. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar
        7,60% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.776.760 juta. Pada tahun 2023 liabilitas
        jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 38,20% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp3.837.400 juta. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan
        sebesar 1,99%secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.760.908 juta. Pada tahun 2025
        liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 75,76% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp6.610.274 juta.

        Jumlah Liabilitas

        Pertumbuhan jumlah liabilitas DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        35,42%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp4.277.004 juta. Pada tahun
        2022 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 15,35% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp4.933.400 juta. Pada tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar
        75,19% secara year on year atau tercatat sebesar Rp8.642.957 juta. Pada tahun 2024 jumlah
        liabilitas mengalami sebesar 14,65% secara year on year atau tercatat sebesar Rp9.908.730

Halaman 70                                              00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 72
        juta. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 45,17% secara year on
        year atau tercatat sebesar Rp14.384.216 juta.

        Jumlah Ekuitas

        Pertumbuhan jumlah ekuitas DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        13,90%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp19.951.080 juta. Pada tahun
        2022 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 6,35% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp21.217.291 juta. Pada tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar
        57,85% secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.491.884 juta. Pada tahun 2024 jumlah
        ekuitas mengalami peningkatan sebesar 4,70% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp35.066.173 juta. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami penurunan sebesar 4,23%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp33.582.725 juta.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 37. Laporan Laba Rugi DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam juta Rupiah)
                                      Audit          Audit           Audit          Audit         Audit
                Keterangan
                                      2021           2022            2023           2024          2025
         Total Penjualan
         Penjualan                  8.306.882      7.653.930       5.233.644      9.908.218    14.020.030
         Total Beban Pokok
         Penjualan
         Beban Pokok Penjualan     (4.128.479)    (4.320.583)     (3.377.537)    (6.518.320)   (8.160.296)
         Laba Bruto                 4.178.403      3.333.347       1.856.107      3.389.898     5.859.734
         Beban Operasional Dan
         Lain-Lain
         Beban Umum Dan
                                     (432.990)     (488.745)       (364.716)      (619.673)     (885.192)
         Administrasi
         Biaya Keuangan               (19.358)       (41.905)        (67.407)     (142.492)     (126.256)
         Pendapatan Bunga              37.574         36.126         137.458         74.576       128.861
         Beban Lain-Lain, Bersih     (169.717)     (202.429)       (454.653)      (651.497)    (1.393.262)
         Bagian Atas Rugi Bersih
                                              -               -              -    (315.741)     (283.996)
         Entitas Asosiasi
         Jumlah Beban
         Operasional Dan Lain-       (584.491)     (696.953)       (749.318)     (1.654.827)   (2.559.845)
         Lain
         Laba Sebelum Pajak
                                    3.593.912      2.636.394       1.106.789      1.735.071     3.299.889
         Penghasilan
         Pajak Penghasilan
         Beban Pajak Penghasilan     (964.867)     (696.365)       (310.487)      (617.113)    (1.146.047)
         Laba Tahun Berjalan        2.629.045      1.940.029         796.302      1.117.958     2.153.842
         Laba bersih                2.506.426      1.857.721     776.922     1.114.436          2.097.979
        Sumber: Laporan Keuangan Audit DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Penjualan

        Pertumbuhan penjualan DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        13,98%. Pada tahun 2021 penjualan tercatat sebesar Rp8.306.882 juta. Pada tahun 2022



Halaman 71                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 73
        penjualan mengalami penurunan sebesar 7,86% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp7.653.930 juta. Pada tahun 2023 penjualan mengalami penurunan sebesar -31,62%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp5.233.644 juta. Pada tahun 2024 penjualan
        mengalami peningkatan sebesar 89,32% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp9.908.218 juta. Pada tahun 2025 penjualan mengalami peningkatan sebesar 41,50%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp14.020.030 juta.

        Laba Bruto

        Pertumbuhan laba bruto DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        8,82%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar Rp4.178.403 juta. Pada tahun 2022
        penjualan mengalami penurunan sebesar 20,22% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp3.333.347 juta. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami penurunan sebesar 44,32% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp1.856.107 juta. Pada tahun 2024 laba bruto mengalami
        peningkatan sebesar 82,63% secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.389.898 juta. Pada
        tahun 2025 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 72,86% secara year on year atau
        tercatat sebesar Rp5.859.734 juta.

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan DTN selama periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
        rata CAGR sebesar negatif 2,11%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
        sebesar Rp3.593.912 juta. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
        penurunan sebesar 26,64% secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.636.394 juta. Pada
        tahun 2023 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 58,02% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp1.106.789 juta. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak
        penghasilan mengalami peningkatan sebesar 56,77% secara year on year atau tercatat
        sebesar Rp1.735.071 juta. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
        peningkatan sebesar 90,19% secara year on year atau tercatat sebesar Rp3.299.889 juta.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar negatif 4,86%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp2.629.045
        juta. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 26,21% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp1.940.029 juta. Pada tahun 2023 laba tahun berjalan
        mengalami penurunan sebesar 58,95% secara year on year atau tercatat sebesar Rp796.302
        juta. Pada tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 40,39% secara
        year on year atau tercatat sebesar Rp1.117.958 juta. Pada tahun 2025 laba tahun berjalan
        mengalami peningkatan sebesar 92,66% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp2.153.842 juta.

        Laba Bersih

        Pertumbuhan laba bersih DTN selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        negatif 4,35%. Pada tahun 2021 laba bersih tercatat sebesar Rp2.506.426 juta. Pada tahun
        2022 laba bersih mengalami penurunan sebesar 25,88% secara year on year atau tercatat

Halaman 72                                             00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 74
        sebesar Rp1.857.721 juta. Pada Tahun 2023 laba bersih mengalami penurunan sebesar
        58,18% secara year on year atau tercatat sebesar Rp776.922 juta. Pada tahun 2024 laba
        bersih mengalami peningkatan sebesar 43,44% secara year on year atau tercatat sebesar
        Rp1.114.436 juta. Pada tahun 2025 laba bersih mengalami peningkatan sebesar 88,25%
        secara year on year atau tercatat sebesar Rp2.097.979 juta.

        Laporan Arus Kas

        Tabel 38. Laporan Arus Kas DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                          (dalam juta Rupiah)
                                      Audit        Audit         Audit         Audit        Audit
                 Keterangan
                                     2021           2022          2023         2024         2025
         Arus Kas Bersih -
                                   4.716.073      3.284.589      1.563.792   3.224.743    6.256.546
         Aktivitas Operasi
         Arus Kas Bersih -
                                  (1.307.734) (1.076.772) (16.093.453) (1.380.497)       (3.187.329)
         Aktivitas Investasi
         Arus Kas Bersih -
                                  (1.177.077) (2.159.740)      13.206.981      126.795   (2.155.501)
         Aktivitas Pendanaan
         Kenaikan (Penurunan)
         Bersih Kas Dan Setara     2.231.262         48.077    (1.322.680)   1.971.041      913.716
         Kas
         Kas Dan Setara Kas Awal
                                   1.611.974      3.880.822      4.249.101   2.897.830    5.047.683
         Tahun
         Dampak Perubahan
         Selisih Kurs Terhadap         37.586       320.202        (28.591)    178.812      171.039
         Kas
         Kas Dan Setara Kas
                                   3.880.822      4.249.101      2.897.830   5.047.683    6.132.438
         Akhir Tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit DTN Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Berikut adalah macam-macam arus kas DTN berdasarkan data historis laporan keuangan
        DTN per 31 Desember 2025:

        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional DTN per 31 Desember 2025
          adalah sebesar Rp6.256.546 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional
          DTN menghasilkan arus kas positif.
        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DTN per 31 Desember 2025
          adalah sebesar negatif Rp3.187.329 juta. Arus kas investasi bernilai negatif karena
          perusahaan melakukan investasi penambahan aset tetap.
        ▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DTN per 31 Desember 2025
          adalah sebesar Rp2.155.501 juta. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena terdapat
          pembayaran pinjaman dari pemegang saham, pembayaran dividen kepada pemilik entitas
          induk serta pembayaran dividen kepada kepentingan nonpengendali.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:




Halaman 73                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 75
             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 39. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan       2021       2022       2023        2024       2025
              Jumlah Aset Lancar               22,45%     21,87%     12,39%      17,57%     18,79%
              Jumlah Aset Tidak Lancar         77,55%     78,13%     87,61%      82,43%     81,21%
              Jumlah Aset                     100,00%    100,00%    100,00%     100,00%    100,00%
              Jumlah Liabilitas Jangka
                                                7,00%      8,25%     11,41%      13,67%     16,21%
              Pendek
              Jumlah Liabilitas Jangka
                                               10,65%     10,62%       9,11%      8,36%     13,78%
              Panjang
              Jumlah Liabilitas                17,65%     18,87%     20,51%      22,03%     29,99%
              Jumlah Ekuitas                   82,35%     81,13%     79,49%      77,97%     70,01%
              Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas   100,00%    100,00%    100,00%     100,00%    100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025,
             rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset lebih kecil sebesar 18,61%
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset
             sebesar 81,39%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset
             lebih kecil sebesar 18,79% dibandingkan dengan proporsi aset tidak lancar terhadap total
             aset sebesar 81,21%.

             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih kecil sebesar 21,81%
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             78,19%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset lebih
             kecil sebesar 29,99% dibandingkan dengan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar
             70,01%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 40. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                    Laporan Laba Rugi         Des 2021   Des 2022   Des 2023    Des 2024   Des 2025
              Pendapatan bersih               100,00%    100,00%    100,00%     100,00%    100,00%
              Laba bruto                       50,30%     43,55%     35,46%      34,21%     41,80%
              Laba sebelum pajak
                                               43,26%     34,44%     21,15%      17,51%     23,54%
              penghasilan
              Laba tahun berjalan              31,65%     25,35%     15,22%      11,28%     15,36%
              Laba bersih                      30,17%     24,27%     14,84%      11,25%     14,96%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
             2025 adalah sebesar 41,06%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 41,80%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar



Halaman 74                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 76
             27,98%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 23,54%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,77%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 15,36%.

             Rata-rata proporsi laba bersih terhadap rata-rata pendapatan bersih selama periode 31
             Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,10%, dan proporsi
             laba bersih terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
             14,96%.

     Kinerja Historis PTAR

     • Laporan Keuangan

        Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
        Perseroan periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025.

        Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
        keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
        Arus Kas pada masing-masing periode.

        Laporan Posisi Keuangan

        Tabel 41. Laporan Posisi Keuangan PTAR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam USD Penuh)
                                      Audit          Audit           Audit         Audit         Audit
                Keterangan
                                      2021           2022            2023          2024          2025
         Aset Lancar
         Kas dan Setara Kas        262.191.604    234.879.584     121.635.951    264.854.761   325.637.148
         Persediaan                 54.890.284     60.166.162     119.420.377    100.557.361    94.289.722
         Piutang Lain-lain           2.472.278      2.548.644       1.860.083      2.200.506     2.672.578
         Pembayaran di Muka          2.972.529      3.028.438       1.928.162      4.241.832     4.063.548
         Pajak Dibayar di Muka -
                                              -     2.579.382       2.579.382      8.826.393             -
         PPh
         Pajak Dibayar di Muka -
                                    12.992.708     14.193.071                -    19.217.517    19.714.536
         Pajak Lain
         Jumlah Aset Lancar        335.519.403    317.395.281     247.423.955    399.898.370   446.377.532
         Aset Tidak Lancar
         Deposito Berjangka yang
                                    24.001.139     23.957.229      23.935.052     24.266.502    26.261.964
         Dibatasi
         Persediaan - Bagian
                                    14.440.696     16.184.704       5.351.394      6.115.004     6.288.291
         Tidak Lancar
         Aset Tetap                187.838.870    194.073.045     214.552.901    223.645.006   227.732.848
         Properti Pertambangan     316.430.530    302.285.558     283.836.248    257.718.348   232.994.990
         Properti Pengembangan      59.674.357     59.674.357      49.652.932     47.817.548    47.817.548
         Aset Eksplorasi dan
                                    29.757.127     46.790.599      60.573.933     54.149.694    54.706.854
         Evaluasi
         Pajak Dibayar di Muka -
                                    15.579.797     16.909.998      24.800.362     19.298.304    19.372.119
         Pajak Lain (TL)
         Aset Pajak Tangguhan                 -              -               -             -    23.731.361



Halaman 75                                                       00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 77
                                        Audit          Audit           Audit           Audit           Audit
                Keterangan
                                        2021           2022            2023            2024            2025
         Aset Lain-lain                  630.438        568.966         584.232         557.667         533.910
         Jumlah Aset Tidak
                                     648.352.954    660.444.456     663.287.054     633.568.073     639.439.885
         Lancar
         Jumlah Aset                 983.872.357    977.839.737     910.711.009    1.033.466.443   1.085.817.417
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Usaha                   4.741.205      3.354.796       1.986.232       2.873.264       3.079.860
         Utang Lain-lain                  64.322         71.281          35.767          35.979          35.850
         Beban yang Masih Harus
                                      47.457.919     55.741.929      50.381.312      55.908.033      59.325.791
         Dibayar
         Liabilitas Imbalan Kerja
                                       3.198.881      3.505.819       3.995.017       5.177.298       5.425.617
         Jangka Pendek
         Liabilitas Imbalan
         Pascakerja - Bagian                    -       712.201         929.594       1.184.173       1.799.721
         Lancar
         Utang Pajak - PPh            23.039.569               -               -     15.567.384      21.971.127
         Utang Pajak - Pajak Lain        549.891        574.569         579.512         624.511         137.748
         Jumlah Liabilitas Jangka
                                      79.051.787     63.960.595      57.907.434      81.370.642      91.775.714
         Pendek
         Liabilitas Jangka
         Panjang
         Liabilitas Imbalan
                                      12.520.608     10.319.298      11.968.489      13.629.236      14.216.634
         Pascakerja - Bagian TL
         Penyisihan Rehabilitasi &
                                      29.179.424     31.392.712      32.962.347      34.757.475      22.702.507
         Penutupan Tambang
         Liabilitas Pajak
                                      36.852.518     36.134.523      29.476.467      26.767.891                -
         Tangguhan
         Instrumen Keuangan
                                                -              -               -               -    211.840.368
         Derivatif
         Jumlah Liabilitas Jangka
                                      78.552.550     77.846.533      74.407.303      75.154.602     248.759.509
         Panjang
         Jumlah Liabilitas           157.604.337    141.807.128     132.314.737     156.525.244     340.535.223
         Ekuitas
         Modal Saham                  85.000.000     85.000.000      85.000.000      85.000.000      85.000.000
         Cadangan Lindung Nilai                 -              -               -               -   (165.235.488)
         Cadangan Lain-lain          (28.255.120)   (27.684.578)    (27.541.696)    (27.759.597)    (27.142.313)
         Saldo Laba -
                                                -              -               -     17.000.000      17.000.000
         Dicadangkan
         Saldo Laba - Belum
                                     769.523.140    778.717.187     720.937.968     802.700.796     835.659.995
         Dicadangkan
         Jumlah Ekuitas              826.268.020    836.032.609     778.396.272     876.941.199     745.282.194
         Jumlah Liabilitas Dan
                                     983.872.357    977.839.737     910.711.009    1.033.466.443   1.085.817.417
         Ekuitas
        Sumber: Laporan Keuangan Audit PTAR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar PTAR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        7,40%. Pada tahun 2021 aset lancar tercatat sebesar USD335.519.403. Pada tahun 2022
        aset lancar mengalami penurunan sebesar 5,40% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD317.395.281. Pada tahun 2023 aset lancar mengalami penurunan sebesar 22,05%
        secara year on year atau tercatat sebesar USD247.423.955. Pada tahun 2024 aset lancar
        mengalami peningkatan sebesar 61,62% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD399.898.370. Pada tahun 2025 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 11,62%
        secara year on year atau tercatat sebesar USD446.377.532.



Halaman 76                                                         00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 78
        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar PTAR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        negatif 0,35%. Pada tahun 2021 aset tidak lancar tercatat sebesar USD648.352.954. Pada
        tahun 2022 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 1,86% secara year on year atau
        tercatat sebesar USD660.444.456. Pada tahun 2023 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 0,43% secara year on year atau tercatat sebesar USD663.287.054. Pada
        tahun 2024 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 4,48% secara year on year atau
        tercatat sebesar USD633.568.073. Pada tahun 2025 aset tidak lancar mengalami
        peningkatan sebesar 0,93% secara year on year atau tercatat sebesar USD639.439.885.

        Jumlah Aset

        Pertumbuhan jumlah aset PTAR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        2,50%. Pada tahun 2021 jumlah aset tercatat sebesar USD983.872.357. Pada tahun 2022
        jumlah aset mengalami penurunan sebesar 0,61% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD977.839.737. Pada tahun 2023 jumlah aset mengalami penurunan sebesar 6,87% secara
        year on year atau tercatat sebesar USD910.711.009. Pada tahun 2024 jumlah aset mengalami
        peningkatan sebesar 13,48% secara year on year atau tercatat sebesar USD1.033.466.443.
        Pada tahun 2025 jumlah aset mengalami peningkatan sebesar 5,07% secara year on year
        atau tercatat sebesar USD1.085.817.417.

        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek PTAR selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 3,80%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
        USD79.051.787. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar
        19,09% secara year on year atau tercatat sebesar USD63.960.595. Pada tahun 2023 liabilitas
        jangka pendek mengalami penurunan sebesar 9,46% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD57.907.434. Pada tahun 2024 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
        40,52% secara year on year atau tercatat sebesar USD81.370.642. Pada tahun 2025 liabilitas
        jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 12,79% secara year on year atau tercatat
        sebesar USD91.775.714.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang PTAR selama periode 31 Desember 2021 sampai
        dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 33,40%. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
        USD78.552.550. Pada tahun 2022 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar
        0,90% secara year on year atau tercatat sebesar USD77.846.533. Pada tahun 2023 liabilitas
        jangka panjang mengalami penurunan sebesar 4,42% secara year on year atau tercatat
        sebesar USD74.407.303. Pada tahun 2024 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
        sebesar 1,00% secara year on year atau tercatat sebesar USD75.154.602. Pada tahun 2025
        liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 231,00% secara year on year atau
        tercatat sebesar USD248.759.509.




Halaman 77                                             00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 79
        Jumlah Liabilitas

        Pertumbuhan jumlah liabilitas PTAR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        21,24%. Pada tahun 2021 jumlah liabilitas tercatat sebesar USD157.604.337. Pada tahun
        2022 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar 10,02% secara year on year atau tercatat
        sebesar USD141.807.128. Pada tahun 2023 jumlah liabilitas mengalami penurunan sebesar
        6,69% secara year on year atau tercatat sebesar USD132.314.737. Pada tahun 2024 jumlah
        liabilitas mengalami peningkatan sebesar 18,30% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD156.525.244. Pada tahun 2025 jumlah liabilitas mengalami peningkatan sebesar
        117,56% secara year on year atau tercatat sebesar USD340.535.223.

        Jumlah Ekuitas

        Pertumbuhan jumlah ekuitas PTAR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        negatif 2,55%. Pada tahun 2021 jumlah ekuitas tercatat sebesar USD826.268.020. Pada
        tahun 2022 jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 1,18% secara year on year atau
        tercatat sebesar USD836.032.609. Pada tahun 2023 jumlah ekuitas mengalami penurunan
        sebesar 6,89% secara year on year atau tercatat sebesar USD778.396.272. Pada tahun 2024
        jumlah ekuitas mengalami peningkatan sebesar 12,66% secara year on year atau tercatat
        sebesar USD876.941.199. Pada tahun 2025 jumlah ekuitas mengalami penurunan sebesar
        15,01% secara year on year atau tercatat sebesar USD745.282.194.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 42. Laporan Laba Rugi PTAR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam USD Penuh)
                                      Audit           Audit           Audit           Audit           Audit
             KETERANGAN               2021            2022            2023            2024            2025
         Total Penjualan
         Penjualan                 580.602.793     516.171.400     340.049.477     557.925.494     721.329.175
         Total Beban Pokok
         Penjualan
         Beban Pokok Penjualan    (224.404.484)   (234.968.545)   (188.607.820)   (293.702.691)   (344.720.160)
         Laba Kotor                356.198.309     281.202.855     151.441.657     264.222.803     376.609.015
         Beban Operasional Dan
         Lain-Lain
         Beban Umum Dan
                                   (30.147.558)    (30.434.231)    (21.373.677)    (28.020.263)    (37.935.963)
         Administrasi
         Biaya Keuangan               (748.253)     (1.555.263)     (1.749.635)     (2.223.646)     (2.731.476)
         Penghasilan Keuangan        1.151.950       1.480.114       3.547.834       4.078.848       8.538.394
         Beban Lain-Lain - Neto     (9.154.204)     (8.478.113)    (10.356.698)    (30.954.213)     (9.754.926)
         Jumlah Beban
         Operasional Dan Lain-     (38.898.065)    (38.987.493)    (29.932.176)    (57.119.274)    (41.883.971)
         Lain
         Laba Sebelum Pajak
                                   317.300.244     242.215.362     121.509.481     207.103.529     334.725.044
         Penghasilan
         Pajak Penghasilan
         Beban Pajak
                                   (74.651.922)    (55.333.408)    (27.624.753)    (49.305.744)    (76.940.845)
         Penghasilan
         Laba Tahun Berjalan       242.648.322     186.881.954      93.884.728     157.797.785     257.784.199
        Sumber: Laporan Keuangan Audit PTAR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025



Halaman 78                                                    00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 80
        Penjualan

        Pertumbuhan penjualan PTAR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        5,58%. Pada tahun 2021 penjualan tercatat sebesar USD580.602.793. Pada tahun 2022
        penjualan mengalami penurunan sebesar 11,10% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD516.171.400. Pada tahun 2023 penjualan mengalami penurunan sebesar 34,12% secara
        year on year atau tercatat sebesar USD340.049.477. Pada tahun 2024 penjualan mengalami
        peningkatan sebesar 64,07% secara year on year atau tercatat sebesar USD557.925.494.
        Pada tahun 2025 penjualan mengalami peningkatan sebesar 29,29% secara year on year atau
        tercatat sebesar USD721.329.175.

        Laba Bruto

        Pertumbuhan laba bruto PTAR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        1,40%. Pada tahun 2021 laba bruto tercatat sebesar USD356.198.309. Pada tahun 2022
        penjualan mengalami penurunan sebesar 21,05% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD281.202.855. Pada tahun 2023 laba bruto mengalami penurunan sebesar 46,15%
        secara year on year atau tercatat sebesar USD151.441.657. Pada tahun 2024 laba bruto
        mengalami peningkatan sebesar 74,47% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD264.222.803. Pada tahun 2025 laba bruto mengalami peningkatan sebesar 42,53%
        secara year on year atau tercatat sebesar USD376.609.015.

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan PTAR selama periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
        rata CAGR sebesar 1,35%. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
        USD317.300.244. Pada tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
        sebesar 23,66% secara year on year atau tercatat sebesar USD242.215.362. Pada tahun 2023
        laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan sebesar 49,83% secara year on year
        atau tercatat sebesar USD121.509.481. Pada tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan
        mengalami peningkatan sebesar 70,44% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD207.103.529. Pada tahun 2025 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
        peningkatan sebesar 61,62% secara year on year atau tercatat sebesar USD334.725.044.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan PTAR selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan
        31 Desember 2025 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 1,52%. Pada tahun 2021 laba tahun berjalan tercatat sebesar USD242.648.322. Pada
        tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami penurunan sebesar 22,98% secara year on year
        atau tercatat sebesar USD186.881.954. Pada tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami
        penurunan sebesar 49,76% secara year on year atau tercatat sebesar USD93.884.728. Pada
        tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 68,08% secara year on year
        atau tercatat sebesar USD157.797.785. Pada tahun 2025 laba tahun berjalan mengalami
        peningkatan sebesar 63,36% secara year on year atau tercatat sebesar USD257.784.199.




Halaman 79                                            00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 81
        Laporan Arus Kas

        Tabel 43. Laporan Arus Kas PTAR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
                                                                           (dalam USD Penuh)
             Laporan Arus Kas         2021           2022              2023              2024              2025
         Arus Kas Bersih -
                                   327.836.679     233.021.379       118.737.548    279.530.260          373.027.915
         Aktivitas Operasi
         Arus Kas Bersih -
                                   (86.413.253)    (82.645.492)      (80.317.234)   (77.276.493)         (87.420.528)
         Aktivitas Investasi
         Arus Kas Bersih -
                                   (85.453.582)   (177.687.907)     (151.663.947)   (59.034.957)        (224.825.000)
         Aktivitas Pendanaan
         Kenaikan Bersih Kas
                                   155.969.844     (27.312.020)     (113.243.633)   143.218.810           60.782.387
         Dan Setara Kas
         Kas Dan Setara Kas
                                   106.221.760     262.191.604       234.879.584    121.635.951          264.854.761
         Awal Tahun
         Kas Dan Setara Kas
                                   262.191.604     234.879.584       121.635.951    264.854.761          325.637.148
         Akhir Tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit PTAR Periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025

        Berikut adalah macam-macam arus kas PTAR berdasarkan data historis laporan keuangan
        PTAR per 31 Desember 2025:

        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional PTAR per 31 Desember 2025
          adalah sebesar USD373.027.915. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasional
          PTAR menghasilkan arus kas positif.
        ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi PTAR per 31 Desember 2025
          adalah sebesar negatif USD87.420.528. Arus kas investasi bernilai negatif karena
          perusahaan melakukan investasi penambahan aset tetap, penambahan properti
          pertambangan dan penambahan aset eksplorasi dan evaluasi.
        ▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan PTAR per 31 Desember 2025
          adalah sebesar negatif USD224.825.000. Aktivitas pendanaan dicatatkan negatif karena
          terdapat pembayaran dividen.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perusahaan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 44. Analisis Common Size Statement – Laporan Posisi Keuangan (%)
                 Laporan Posisi Keuangan          Des 2021    Des 2022        Des 2023    Des 2024        Des 2025
              Total Aset Lancar                    34,10%          32,46%      27,17%       38,69%          41,11%
              Total Aset Tidak Lancar              65,90%          67,54%      72,83%       61,31%          58,89%
              Total Aset                          100,00%         100,00%     100,00%      100,00%         100,00%
              Total Liabilitas Jangka Pendek         8,03%          6,54%       6,36%           7,87%         8,45%
              Total Liabilitas Jangka Panjang        7,98%          7,96%       8,17%           7,27%       22,91%
              Total Liabilitas                     16,02%          14,50%      14,53%       15,15%          31,36%
              Total Ekuitas                        83,98%          85,50%      85,47%       84,85%          68,64%
              Total Liabilitas dan Ekuitas        100,00%         100,00%     100,00%      100,00%         100,00%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


Halaman 80                                                        00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 82
             Mengacu pada laporan posisi keuangan Perseroan, berdasarkan analisis common size
             statement, selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025,
             rata-rata proporsi aset lancar terhadap rata-rata total aset lebih kecil sebesar 37,71%
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi aset tidak lancar terhadap rata-rata total aset
             sebesar 65,29%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi aset lancar terhadap total aset
             lebih kecil sebesar 41,11% dibandingkan dengan proporsi aset tidak lancar terhadap total
             aset sebesar 58,89%.

             Kemudian selama 31 Desember 2021 sampai dengan periode 31 Desember 2025, rata-
             rata proporsi liabilitas terhadap rata-rata total aset lebih kecil sebesar 18,31%
             dibandingkan dengan rata-rata proporsi ekuitas terhadap rata-rata total aset sebesar
             81,69%. Pada periode 31 Desember 2025 proporsi total liabilitas terhadap total aset lebih
             kecil sebesar 31,36% dibandingkan dengan proporsi ekuitas terhadap total aset sebesar
             68,64%.

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba Rugi

             Tabel 45. Analisis Common Size Statement – Laporan Laba Rugi (%)
                    Laporan Laba Rugi       Des 2021    Des 2022   Des 2023     Des 2024   Des 2025
              Pendapatan bersih              100,00%     100,00%    100,00%     100,00%    100,00%
              Laba bruto                      61,35%      54,48%     44,54%      47,36%     52,21%
              Laba sebelum pajak
                                              54,65%      46,93%     35,73%      37,12%     46,40%
              penghasilan
              Laba tahun berjalan             41,79%      36,21%     27,61%      28,28%     35,74%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap rata-
             rata pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember
             2025 adalah sebesar 51,99%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 52,21%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap rata-rata pendapatan bersih
             selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar
             44,17%, dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada
             periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 46,40%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap rata-rata pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 33,93%,
             dan proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 31 Desember
             2025 adalah sebesar 35,74%.

3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan

      Proyeksi keuangan perusahaan disusun dengan masa proyeksi mengikuti masa jatuh tempo pada
      perjanjian pinjaman sampai dengan 2029 mengikuti periode pinjaman. Proyeksi sebelum
      Rencana Transaksi memberikan gambaran proyeksi kinerja perusahaan dengan asumsi business
      as it is. Selanjutnya proyeksi setelah Rencana Transaksi memberikan gambaran dampak adanya
      Rencana Transaksi terhadap kinerja keuangan perusahaan ke depan.




Halaman 81                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 83
     Tabel 46. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
                                                                             (dalam juta Rupiah)
             Laporan Posisi Keuangan            2026          2027          2028          2029
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas                      23.421.532    29.077.203    33.523.982    43.238.386
      Piutang Usaha                           20.817.787    22.764.654    23.852.174    25.721.396
      Persediaan                              16.408.299    19.134.767    21.435.870    22.122.128
      Uang Muka                                2.370.864     2.400.453     2.469.807     2.541.431
      Beban Dibayar Dimuka                             -             -             -             -
      Aset Lancar Lainnya                      9.290.406     9.161.112    10.009.272    10.285.950


      Aset Tidak Lancar
      Piutang Kepada Pemegang Saham            2.266.648     2.403.189     2.567.594     2.644.622
      Investasi Pada Saham                    20.798.797    21.235.799    21.850.481    22.484.145
      Aset Tetap                              74.657.702    77.460.773    79.503.318    79.475.348
      Aset tambang                                     -             -             -             -
      Aset pajak tangguhan                     4.753.482     4.824.552     4.888.534     5.030.302
      Biaya eksplorasi dan pengembangan        8.427.091     7.900.505     7.491.352     6.894.812
      Goodwill                                 3.295.131     3.295.131     3.295.131     3.295.131
      Aset tidak lancar lainnya                3.096.534     2.467.823     3.939.428     4.149.159
      Total Aset                             189.604.274   202.125.960   214.826.943   227.882.809


      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                             23.357.631    25.879.379    27.258.299    30.918.475
      Beban Akrual                            10.145.589    11.592.760    13.076.974    10.679.908
      Utang Pajak                              3.271.857     3.432.588     3.358.151     3.644.387
      Liabilitas Jangka Pendek Lainnya        20.843.667    21.239.192    19.502.556    17.964.767


      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas pajak tangguhan               3.590.368     3.232.004     2.859.476     2.859.476
      Bagian Jangka Panjang Utang Bank        16.217.476    12.383.146     7.769.675     5.514.077
      Liabilitas Imbalan Kerja                 6.006.140     5.974.959     6.097.958     6.133.167
      Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                -             -             -             -


      Total Liabilitas                        83.432.729    83.734.029    79.923.088    77.714.257


      Ekuitas Diatribusikan Kepada Pemilik   100.482.796   112.174.997   128.246.649   143.350.903
      Kepentingan Non Pengendali               5.688.750     6.216.935     6.657.207     6.817.649
      Total Ekuitas                          106.171.546   118.391.931   134.903.855   150.168.552
      Total Liabilitas dan Ekuitas           189.604.274   202.125.960   214.826.943   227.882.809
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


     Proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi disusun berdasarkan
     asumsi business as it is atau dengan mempertimbangkan kondisi operasional normal perusahaan
     tanpa adanya pengaruh transaksi pinjam-meminjam. Berdasarkan proyeksi tersebut, total aset
     Perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp189,60 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp227,89
     triliun pada tahun 2029, yang terutama didorong oleh peningkatan kas dan setara kas, piutang
     usaha, serta aset tetap. Di sisi lain, total liabilitas diproyeksikan mengalami penurunan dari


Halaman 82                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 84
     Rp83,43 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp77,71 triliun pada tahun 2029, sedangkan total
     ekuitas meningkat dari Rp106,17 triliun menjadi Rp150,17 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan
     bahwa secara proyeksi Perseroan tetap memiliki struktur keuangan yang baik dengan
     pertumbuhan aset dan penguatan ekuitas selama masa proyeksi.

     Tabel 47. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Sebelum Rencana Transaksi
                                                                            (dalam juta Rupiah)
             Laporan Laba (Rugi)           2026               2027                2028            2029
      Pendapatan                        129.622.671         150.709.176         166.771.116     174.577.236
      Harga Pokok Penjualan            (103.211.328)    (117.057.615)          (126.623.950)   (134.310.458)
      Laba Kotor                          26.411.342         33.651.561          40.147.166      40.266.778
      Beban Operasi                       (6.844.745)        (7.539.894)         (7.850.173)     (8.093.740)
      Laba Operasi                        19.566.598         26.111.666          32.296.993      32.173.038
      Laba/(Rugi) Kurs                        (1.498)         (213.449)            (374.078)               -
      Bunga                               (1.242.132)         (939.515)            (717.188)       (156.988)
      Pendapatan/(Beban) Lain                710.364            195.704             145.353         174.196
      Laba Sebelum Pajak                  19.033.332         25.154.406          31.351.080      32.190.246
      Pajak Penghasilan                   (4.140.741)        (5.629.776)         (6.986.522)     (7.331.745)
      Laba Setelah Pajak                 14.892.591          19.524.630          24.364.557      24.858.502
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


     Berdasarkan proyeksi laba rugi sebelum Rencana Transaksi, Perseroan diproyeksikan mencatat
     pertumbuhan pendapatan secara bertahap dari Rp129,62 triliun pada tahun 2026 menjadi
     Rp174,58 triliun pada tahun 2029. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, laba
     operasi dan laba setelah pajak juga menunjukkan tren peningkatan selama periode proyeksi.
     Laba setelah pajak diproyeksikan meningkat dari Rp14,89 triliun pada tahun 2026 menjadi
     Rp24,86 triliun pada tahun 2029. Hal tersebut mencerminkan bahwa operasional Perseroan
     masih mampu menghasilkan profitabilitas yang baik serta mempertahankan kinerja usaha yang
     positif selama periode proyeksi.

     Tabel 48. Proyeksi Keuangan (Posisi Keuangan) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
                                                                              (dalam juta Rupiah)
             Laporan Posisi Keuangan           2026              2027               2028          2029
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas                     23.421.532       29.077.203          33.523.982    43.238.386
      Piutang Usaha                          20.817.787       22.764.654          23.852.174    25.721.396
      Persediaan                             16.408.299       19.134.767          21.435.870    22.122.128
      Uang Muka                               2.370.864         2.400.453          2.469.807     2.541.431
      Beban Dibayar Dimuka                              -                  -               -              -
      Aset Lancar Lainnya                     9.295.105         9.168.851         10.016.745    10.293.423


      Non Current Asset
      Piutang Kepada Pemegang Saham           2.266.648         2.403.189          2.567.594     2.644.622
      Investasi Pada Saham                   20.798.797       21.235.799          21.850.481    22.484.145
      Aset Tetap                             74.657.702       77.460.773          79.503.318    79.475.348
      Aset tambang                                      -                  -               -              -
      Aset pajak tangguhan                    4.753.482         4.824.552          4.888.534     5.030.302
      Biaya eksplorasi dan pengembangan       8.427.091         7.900.505          7.491.352     6.894.812
      Goodwill                                3.295.131         3.295.131          3.295.131     3.295.131


Halaman 83                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 85
             Laporan Posisi Keuangan               2026              2027               2028          2029
      Aset tidak lancar lainnya                   3.096.534         2.467.823          3.939.428     4.149.159
      Total Aset                               189.608.974       202.133.698        214.834.416    227.890.282


      Liabilitas Lancar
      Utang usaha                                23.357.631       25.879.379         27.258.299     30.918.475
      Beban Akrual                               10.145.589       11.592.760         13.076.974     10.679.908
      Utang Pajak                                 3.276.557         3.440.327          3.365.624     3.651.860
      Liabilitas Jangka Pendek Lainnya           20.843.667       21.239.192         19.502.556     17.964.767


      Liabilitas Tidak Lancar
      Liabilitas pajak tangguhan                  3.590.368         3.232.004          2.859.476     2.859.476
      Bagian Jangka Panjang Utang Bank           16.217.476       12.383.146           7.769.675     5.514.077
      Liabilitas Imbalan Kerja                    6.006.140         5.974.959          6.097.958     6.133.167
      Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                     -                  -               -              -


      Total Liabilitas                           83.437.428       83.741.767         79.930.561     77.721.730


      Ekuitas Diatribusikan Kepada Pemilik      100.484.018      112.177.009        128.248.592    143.352.846
      Kepentingan Non Pengendali                  5.687.528         6.214.922          6.655.264     6.815.706
      Total Ekuitas                            106.171.546       118.391.931        134.903.855    150.168.552
      Total Liabilitas dan Ekuitas             189.608.974       202.133.698        214.834.416    227.890.282
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan

     Proyeksi laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi disusun dengan mempertimbangkan
     dampak transaksi pinjam-meminjam terhadap posisi keuangan Perseroan. Berdasarkan proyeksi
     tersebut, total aset Perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp189,61 triliun pada tahun 2026
     menjadi Rp227,89 triliun pada tahun 2029. Sementara itu, total liabilitas diproyeksikan menurun
     dari Rp83,44 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp77,72 triliun pada tahun 2029, dan total ekuitas
     meningkat dari Rp106,17 triliun menjadi Rp150,17 triliun. Secara umum, Rencana Transaksi tidak
     memberikan perubahan material terhadap struktur posisi keuangan Perseroan dan kondisi
     keuangan perusahaan diproyeksikan tetap berada pada tingkat yang sehat selama masa
     proyeksi.

     Tabel 49. Proyeksi Keuangan (Laba/Rugi) Perseroan Setelah Rencana Transaksi
                                                                              (dalam juta Rupiah)
             Laporan Laba (Rugi)               2026               2027                2028            2029
      Pendapatan                             129.622.671        150.709.176         166.771.116     174.577.236
      Harga Pokok Penjualan               (103.211.328)     (117.057.615)          (126.623.950)   (134.310.458)
      Laba Kotor                              26.411.342         33.651.561          40.147.166      40.266.778
      Beban Operasi                           (6.844.745)        (7.539.894)         (7.850.173)     (8.093.740)
      Laba Operasi                            19.566.598         26.111.666          32.296.993      32.173.038
      Laba/(Rugi) Kurs                            (1.498)         (213.449)            (374.078)               -
      Bunga                                   (1.242.132)         (939.515)            (717.188)       (156.988)
      Pendapatan/(Beban) Lain                    711.586            197.716             147.296         176.139
      Laba Sebelum Pajak                      19.034.554         25.156.418          31.353.023      32.192.189
      Pajak Penghasilan                       (4.140.741)        (5.629.776)         (6.986.522)     (7.331.745)
      Laba Setelah Pajak                 14.893.813              19.526.642          24.366.500      24.860.445
     Sumber: Proyeksi Keuangan Perseroan


Halaman 84                                                       00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 86
      Berdasarkan proyeksi laba rugi setelah Rencana Transaksi, pendapatan Perseroan diproyeksikan
      meningkat dari Rp129,62 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp174,58 triliun pada tahun 2029.
      Selain itu, laba setelah pajak juga diproyeksikan meningkat dari Rp14,89 triliun pada tahun 2026
      menjadi Rp24,86 triliun pada tahun 2029. Adanya Rencana Transaksi memberikan tambahan
      pendapatan lain yang berasal dari pendapatan bunga pinjaman, sehingga memberikan
      kontribusi positif terhadap laba Perseroan. Dengan demikian, Rencana Transaksi diproyeksikan
      tidak mengganggu kinerja operasional maupun profitabilitas Perseroan, dan Perseroan tetap
      mampu mempertahankan kinerja keuangan yang baik selama periode proyeksi.

3.2.3 Analisis Rasio Keuangan

      Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - Perseroan

      Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
      laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
      laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
      Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
      keuangan Perseroan.

      Tabel 50. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
               Rasio Keuangan          Des 2021     Des 2022     Des 2023       Des 2024   Des 2025
       Rasio Profitabilitas (%)
       Gross Profit Margin                24,75%       28,12%          27,83%     25,17%      22,62%
       Operating Profit Margin            18,72%       23,57%          23,12%     20,22%      16,81%
       Net Profit Margin                  12,94%       16,99%          16,03%     14,53%      11,28%
       Return On Assets                    9,13%       14,95%          13,38%     11,52%       8,34%
       Return On Equity                   14,31%       23,47%          24,53%     19,89%      14,36%


       Rasio Likuiditas (X)
       Current Ratio                        1,99X        1,88X          1,46X      1,54X        1,36X
       Quick Ratio                          1,68X        1,51X          1,06X      1,17X        1,04X
       Cash Ratio                           1,09X        0,91X          0,43X      0,55X        0,50X


       Rasio Solvabilitas (X)
       Debt to Equity Ratio                 0,13X        0,03X          0,22X      0,21X        0,18X
       Debt to Assets Ratio                 0,08X        0,02X          0,12X      0,12X        0,11X
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Rasio Profitabilitas

      Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
      operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
      perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

      1. Gross Profit Margin (GPM)

         Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
         bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
         perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021



Halaman 85                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 87
        hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 25,70%, dan pada periode 31 Desember 2025
        tercatat sebesar 22,62%.

     2. Operating Profit Margin (OPM)

        Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
        menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
        rata rasio Operating Profit Margin Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
        Desember 2025 adalah sebesar 20,49%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
        sebesar 16,81%.

     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 14,35%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 11,28%.

     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 11,47%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 8,34%.

     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity Perseroan selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,31%, dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 14,36%.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar Perseroan
        selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,64 kali dan
        pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,36 kali.

     2. Quick Ratio

        Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
        lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
        kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
        adalah sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,04 kali.


Halaman 86                                             00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 88
     3. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025
        adalah sebesar 0,70 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,50 kali.

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:

     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
        oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset Perseroan selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,15 kali dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 0,18 kali.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
        ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas Perseroan selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,09 kali dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,11 kali.

     Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - DTN

     Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
     laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
     laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
     Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
     keuangan perusahaan.

     Tabel 51. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
              Rasio Keuangan          Des 2021     Des 2022     Des 2023     Des 2024     Des 2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Gross Profit Margin                50,30%       43,55%        35,46%      34,21%       41,80%
      Operating Profit Margin            45,09%       37,17%        28,50%      27,96%       35,48%
      Net Profit Margin                  30,17%       24,27%        14,84%      11,25%       14,96%
      Return On Assets                   10,35%        7,10%         1,84%       2,48%        4,37%
      Return On Equity                   12,56%        8,76%         2,32%       3,18%        6,25%


      Rasio Likuiditas (X)
      Current Ratio                       3,21X        2,65X         1,09X        1,29X        1,16X
      Quick Ratio                         2,69X        2,14X         0,65X        0,94X        0,87X
      Cash Ratio                          2,29X        1,97X         0,60X        0,82X        0,79X




Halaman 87                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 89
              Rasio Keuangan        Des 2021    Des 2022     Des 2023    Des 2024     Des 2025
      Rasio Solvabilitas (X)
      Debt to Equity Ratio              0,02X        0,05X       0,08X        0,11X       0,12X
      Debt to Assets Ratio              0,02X        0,04X       0,07X        0,09X       0,09X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
     operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
     perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Gross Profit Margin (GPM)

        Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
        bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
        perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin DTN selama periode 31 Desember 2021
        hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 41,06%, dan pada periode 31 Desember 2025
        tercatat sebesar 41,80%.

     2. Operating Profit Margin (OPM)

        Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
        menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
        rata rasio Operating Profit Margin DTN selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
        Desember 2025 adalah sebesar 34,84%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
        sebesar 35,48%.

     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin DTN selama periode 31 Desember
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 19,10%, dan pada periode 31 Desember
        2025 tercatat sebesar 14,96%.

     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets DTN selama periode 31 Desember
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 5,23%, dan pada periode 31 Desember
        2025 tercatat sebesar 4,37%.

     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity DTN selama periode
        31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 6,61%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 6,25%.




Halaman 88                                            00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 90
     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar DTN selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 1,88 kali dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 1,16 kali.

     2. Quick Ratio

        Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
        lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
        kewajiban lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
        sebesar 1,46 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,87 kali.

     3. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar DTN selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
        sebesar 1,29 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 0,79 kali.

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:

     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
        oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset DTN selama periode 31 Desember
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,08 kali dan pada periode 31 Desember
        2025 tercatat sebesar 0,12 kali.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
        ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas DTN selama periode 31
        Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 0,06 kali dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 0,09 kali.

     Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - PTAR

     Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
     laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari

Halaman 89                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 91
     laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
     Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
     keuangan perusahaan.

     Tabel 52. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis)
              Rasio Keuangan          Des 2021     Des 2022     Des 2023     Des 2024   Des 2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Gross Profit Margin               61,35%       54,48%         44,54%     47,36%     52,21%
      Operating Profit Margin           56,16%       48,58%         38,25%     42,34%     46,95%
      Net Profit Margin                 41,79%       36,21%         27,61%     28,28%     35,74%
      Return On Assets                  24,66%       19,11%         10,31%     15,27%     23,74%
      Return On Equity                  29,37%       22,35%         12,06%     17,99%     34,59%


      Rasio Likuiditas (X)
      Current Ratio                       4,24X        4,96X         4,27X      4,91X      4,86X
      Quick Ratio                         3,55X        4,02X         2,21X      3,68X      3,84X
      Cash Ratio                          3,32X        3,67X         2,10X      3,25X      3,55X


      Rasio Solvabilitas (X)
      Debt to Equity Ratio                0,00X        0,00X         0,00X      0,00X      0,00X
      Debt to Assets Ratio                0,00X        0,00X         0,00X      0,00X      0,00X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
     operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
     perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Gross Profit Margin (GPM)

        Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap penjualan
        bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan atau rasi laba kotor atas penjualan
        perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin PTAR selama periode 31 Desember 2021
        hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 51,99%, dan pada periode 31 Desember 2025
        tercatat sebesar 52,21%.

     2. Operating Profit Margin (OPM)

        Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
        menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
        rata rasio Operating Profit Margin PTAR selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
        Desember 2025 adalah sebesar 46,46%, dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat
        sebesar 46,95%.

     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan penjualan. Rata-rata rasio Net Profit Margin PTAR selama periode 31 Desember



Halaman 90                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 92
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 33,93%, dan pada periode 31 Desember
        2025 tercatat sebesar 35,74%.

     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets PTAR selama periode 31 Desember
        2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 18,62%, dan pada periode 31 Desember
        2025 tercatat sebesar 23,74%.

     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity PTAR selama periode
        31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 23,27%, dan pada periode 31
        Desember 2025 tercatat sebesar 34,59%.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar PTAR selama
        periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah sebesar 4,65 kali dan pada
        periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 4,86 kali.

     2. Quick Ratio

        Quick Ratio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
        lancar tanpa mengandalkan persediaan. Rata-rata rasio aset lancar tanpa persedian terhadap
        kewajiban lancar PTAR selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
        sebesar 3,46 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 3,84 kali.

     3. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar PTAR selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025 adalah
        sebesar 3,18 kali dan pada periode 31 Desember 2025 tercatat sebesar 3,55 kali.

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:




Halaman 91                                             00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 93
     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang menunjukkan perbandingan antara total utang
        berbunga terhadap total ekuitas perusahaan. Selama periode 31 Desember 2021 hingga 31
        Desember 2025, PTAR tidak memiliki utang berbunga yang tercatat dalam laporan
        keuangannya, sehingga rata-rata DER maupun DER per 31 Desember 2025 tercatat sebesar
        0,00 kali. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan operasional dan investasi
        perusahaan selama periode analisis tidak bergantung pada pendanaan yang berasal dari
        pinjaman berbunga, melainkan didukung oleh modal sendiri dan arus kas operasional
        perusahaan. Dengan demikian, PTAR memiliki tingkat leverage yang sangat rendah serta risiko
        keuangan yang relatif minimal.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio merupakan rasio yang menunjukkan proporsi aset perusahaan yang
        dibiayai oleh utang berbunga. Selama periode 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025,
        PTAR tidak memiliki utang berbunga sehingga rata-rata DAR maupun DAR per 31 Desember
        2025 tercatat sebesar 0,00 kali. Hal ini menunjukkan bahwa aset perusahaan tidak dibiayai
        oleh pinjaman berbunga dan seluruh kebutuhan pendanaan perusahaan secara umum
        didukung oleh modal pemegang saham serta kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
        arus kas dari kegiatan operasional. Kondisi tersebut mencerminkan struktur permodalan yang
        konservatif dan tingkat solvabilitas yang sangat baik.

3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi

     Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi dapat dilihat dari perubahan
     keuangan pada pos-pos yang terdampak. Pada Rencana Transaksi ini, dampak keuangan atas
     Rencana Transaksi disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 53. Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                                                                             (dalam juta Rupiah)
                                                 Audited                             Proforma
               Laporan Posisi Keuangan         31 Desember        Penyesuaian      31 Desember
                                                  2025                                 2025
      Aset
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas                          26.570.772                          26.570.772
      Piutang Usaha
      Pihak Ketiga                                18.559.795                          18.559.795
      Pihak Berelasi                                1.357.868                          1.357.868
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                   492.811                             492.811
      Pihak Berelasi                                1.203.084                          1.203.084
      Persediaan                                  16.729.809                          16.729.809
      Proyek dalam Pelaksanaan                         28.698                             28.698
      Pihak Ketiga
      Pihak Berelasi
      Pajak Dibayar Dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                       1.653.543            8.461         1.662.004
      Pajak Lain-lain                               3.643.857                          3.643.857


Halaman 92                                             00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 94
                                                      Audited                           Proforma
                   Laporan Posisi Keuangan          31 Desember     Penyesuaian       31 Desember
                                                       2025                               2025
      Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka                1.543.309                         1.543.309
      Aset Lancar Lain-lain                              357.480                           357.480
      Total Aset Lancar                               72.141.026           8.461        72.149.487


      Aset Tidak Lancar
      Kas dan deposito berjangka yang dibatasi
                                                         787.806                           787.806
      penggunaannya
      Piutang usaha
      Pihak Ketiga                                       453.411                           453.411
      Pihak Berelasi                                      18.957                            18.957
      Piutang Non Usaha
      Pihak Ketiga                                        88.336                            88.336
      Pihak Berelasi                                   3.103.936                         3.103.936
      Persediaan                                         105.530                           105.530
      Pajak dibayar dimuka
      Pajak Penghasilan Badan                          1.446.559                         1.446.559
      Pajak Lain-lain                                  1.650.429                         1.650.429
      Uang muka dan biaya dibayar dimuka                 793.619                           793.619
      Investasi pada entitas asosiasi Investments
                                                      17.223.562                        17.223.562
      in associates dan ventura bersama
      Investasi jangka panjang                         3.175.766                         3.175.766
      Aset tetap                                      45.296.550                        45.296.550
      Properti pertambangan                           14.809.384                        14.809.384
      Properti investasi                                 244.469                           244.469
      Beban eksplorasi dan pengembangan
                                                       2.768.518                         2.768.518
      tangguhan
      Aset tambang berproduksi                         3.958.340                         3.958.340
      Beban tangguhan                                  1.169.123                         1.169.123
      Aset pajak tangguhan                             4.891.419                         4.891.419
      Goodwill                                         3.510.559                         3.510.559
      Total Aset Tidak Lancar                        105.496.273                  0    105.496.273
      Total Aset                                     177.637.299           8.461       177.645.760


      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
      Pihak Ketiga                                    29.095.249                        29.095.249
      Pihak Berelasi                                     213.679                           213.679
      Utang non-usaha
      Pihak Ketiga                                     1.132.969                         1.132.969
      Pihak Berelasi                                      87.548                            87.548
      Utang pajak
      Pajak Penghasilan Badan                            825.803           8.461           834.264
      Pajak Lain-lain                                    584.846                           584.846
      Akrual                                           6.692.531                         6.692.531
      Uang muka pelanggan



Halaman 93                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 95
                                                    Audited                           Proforma
                Laporan Posisi Keuangan           31 Desember     Penyesuaian       31 Desember
                                                     2025                               2025
      Pihak Ketiga                                      857.034                           857.034
      Pihak Berelasi                                    44.175                            44.175
      Pendapatan tangguhan                           1.021.152                         1.021.152
      Liabilitas imbalan kerja                       1.053.575                         1.053.575
      Pinjaman bank jangka pendek                      560.000                           560.000
      Bagian jangka pendek dari utang jangka
      panjang
      Pinjaman Bank                                  9.682.666                         9.682.666
      Liabilitas Sewa                                  801.430                           801.430
      Pinjaman Lain-lain                               560.318                           560.318
      Pinjaman bank jangka pendek dari
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Lain-
      lain
      Total Liabilitas Jangka Pendek                53.212.975           8.461        53.221.436


      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas pajak tangguhan                     3.768.016                         3.768.016
      Provisi rehabilitasi, reklamasi, dan
                                                     1.154.627                         1.154.627
      penutupan tambang
      Liabilitas imbalan kerja                       5.497.626                         5.497.626
      Utang jangka panjang, setelah dikurangi
      bagian jangka pendek
      Pinjaman Bank                                  6.054.620                         6.054.620
      Liabilitas Sewa                                  976.309                           976.309
      Pinjaman Lain-lain                               281.698                           281.698
      Liabilitas keuangan jangka panjang lain-
                                                     3.555.105                         3.555.105
      lain
      Total Liabilitas Jangka Panjang               21.288.001                  0     21.288.001
      Total Liabilitas                              74.500.976           8.461        74.509.437


      Ekuitas
      Ekuitas yang diatribusikan kepada entitas
      induk
      Modal Disetor                                    932.534                           932.534
      Tambahan Modal Disetor                         9.703.937                         9.703.937
      Saham Tresuri                                  -4.902.237                        -4.902.237
      Saldo Laba
      Dicadangkan                                      186.507                           186.507
      Belum Dicadangkan                             85.547.627           2.200        85.549.827
      Selisih kurs dari penjabaran Laporan
                                                     9.227.066                         9.227.066
      keuangan
      Cadangan lindung nilai                         -2.065.280                        -2.065.280
      Cadangan penyesuaian nilai wajar aset
                                                        19.386                            19.386
      tetap
      Transaksi dengan Kepentingan
                                                      -875.920                          -875.920
      Nonpengendali
      Total Ekuitas yang diatribusikan kepada
                                                    97.773.620                        97.775.820
      entitas induk
      Kepentingan Nonpengandali                      5.362.703           -2.200        5.360.503
      Total Ekuitas                                103.136.323                       103.136.323



Halaman 94                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 96
                                                     Audited                                Proforma
               Laporan Posisi Keuangan            31 Desember         Penyesuaian         31 Desember
                                                      2025                                    2025
      Total Liabilitas dan Ekuitas                  177.637.299                            177.645.760
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


     Tabel 54.Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi
                                                                            (dalam juta Rupiah)
                                                    Audited                               Proforma
                   Laporan Laba Rugi              31 Desember         Penyesuaian       31 Desember
                                                     2025                                   2025
      Pendapatan bersih                            131.300.810                           131.300.810
      Beban pokok pendapatan                       (101.597.306)                         -101.597.306
      Laba bruto                                     29.703.504                            29.703.504
      Beban penjualan                                (1.597.792)                           -1.597.792
      Beban umum dan administrasi                    (6.040.414)                           -6.040.414
      Beban lain-lain, bersih                          (256.226)                             -256.226
      Penghasilan keuangan                             1.244.489                            1.244.489
      Biaya keuangan                                 (2.625.818)                           -2.625.818
      Bagian atas laba bersih entitas asosiasi
                                                       (245.576)                             -245.576
      dan ventura bersama
      Laba sebelum pajak penghasilan                 20.182.167                            20.182.167
      Beban pajak penghasilan                        (5.005.403)                           -5.005.403
      Laba tahun berjalan                            15.176.764                            15.176.764


      Laba Setelah Pajak Yang Didistribusilan
      Kepada
      Pemilik Entitas Induk                          14.810.434               2.200        14.812.634
                                                                                  -
      Kepentingan Non-Pengendali                         366.330                              364.130
                                                                              2.200
      Total Laba Setelah Pajak                       15.176.764                              15.176.764
     Sumber: Proforma Laporan Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi - 31 Desember 2025


     Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Setelah Rencana Transaksi terhadap keuangan
     Perseroan diantaranya:
     • Terdapat penerimaan kas sebesar Rp1,17 triliun dari sisi PTAR yang merupakan perusahaan
        terafiliasi dengan Perseroan dan kas keluar sebesar Rp1,17 triliun dari sisi DTN yang
        merupakan anak perusahaan Perseroan lewat penyertaan langsung dan tidak langsung, pada
        tingkat Perseroan, masing masing penerimaan kas dan kas keluar tersebut dieliminasi akibat
        konsolidasi grup entitas sehingga penerimaan kas dan kas keluar atas pinjaman tidak
        mengubah posisi kas dan setara kas Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal
        pendapat kewajaran.
     • Terdapat beban bunga sebesar Rp56,4 miliar dan utang pajak pph 23 sebesar Rp8,46 miliar
        dari sisi PTAR yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Perseroan dan pendapatan
        bunga sebesar Rp56,4 serta pajak pph 23 dibayar dimuka sebesar Rp8,46 miliar akibat beban
        bunga yang timbul dari Rencana Transaksi. Pada tingkat Perseroan, masing masing beban
        bunga, dan pendapatan bunga tersebut dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga
        beban bunga dan pendapatan bunga atas pinjaman tidak mengubah posisi penghasilan
        keuangan dan beban keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat
        kewajaran.
     • Terdapat manfaat pajak sebesar Rp12,41 miliar dari sisi PTAR akibat adanya beban bunga
        sehingga mengurangi laba kena pajak PTAR, dari sisi DTN terdapat beban pajak sebesar

Halaman 95                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 97
       Rp12,41 miliar akibat pendapatan bunga sehingga meningkatkan laba kena pajak
       perusahaan. Pada tingkat Perseroan, masing masing manfaat pajak, dan beban pajak tersebut
       dieliminasi akibat konsolidasi grup entitas sehingga manfaat pajak dan beban pajak atas
       beban dan pendapatan bunga tidak mengubah posisi beban pajak dan manfaat pajak
       Perseroan setelah Rencana Transaksi per tanggal pendapat kewajaran.
     • Terdapat kenaikan laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,2 miliar
       akibat distribusi 5% kepemilikan PTAR pada pemegang saham lain terhadap beban bunga dan
       manfaat pajak setelah Rencana Transaksi.

     Secara garis besar, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap laporan
     posisi keuangan dan laba rugi Perseroan per tanggal pendapat kewajaran sebelum dan setelah
     Rencana Transaksi. Perbedaan timbul pada pos manfaat pajak penghasilan dan utang pajak
     penghasilan akibat pph 23 pendapatan dan beban bunga. Selain itu perbedaan timbul akibat
     distribusi 5% kepemilikan PTAR pada pemegang saham lain terhadap beban bunga dan manfaat
     pajak setelah Rencana Transaksi.

3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo

     Analisis kemampuan bayar dapat dianalisis dari Kinerja Keuangan PTAR. Historis laporan posisi
     keuangan dan laporan laba rugi ditampilkan sebagai berikut:

     Tabel 55. Analisis Kemampuan Bayar Sampai Jatuh Tempo – Rasio Keuangan PTAR
                                                                          (dalam juta Rupiah)
              Rasio Keuangan           2021         2022        2023         2024         2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Gross Profit Margin               61,35%      54,48%       44,54%       47,36%      52,21%
      Operating Profit Margin           56,16%      48,58%       38,25%       42,34%      46,95%
      Net Profit Margin                 41,79%      36,21%       27,61%       28,28%      35,74%
      Return on Assets                  24,66%      19,11%       10,31%       15,27%      23,74%
      Return on Equity                  29,37%      22,35%       12,06%       17,99%      34,59%


      Rasio Likuiditas (X)
      Current Ratio                      4,24X        4,96X        4,27X       4,91X        4,86X
      Quick Ratio                        3,55X        4,02X        2,21X       3,68X        3,84X
      Cash Ratio                         3,32X        3,67X        2,10X       3,25X        3,55X


      Rasio Solvabilitas (X)
      Debt to Assets Ratio               0,00X        0,00X        0,00X       0,00X        0,00X
      Debt to Equity Ratio               0,00X        0,00X        0,00X       0,00X        0,00X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Berdasarkan historis kinerja keuangan sebagai dasar analisis kemampuan bayar sampai saat
     jatuh tempo perusahaan, perusahaan menunjukkan kinerja keuangan yang relatif baik dan stabil.
     Dari sisi profitabilitas, PTAR mencatat rata-rata Gross Profit Margin sebesar 51,99%, Operating
     Profit Margin sebesar 46,46%, dan Net Profit Margin sebesar 33,93%, yang menunjukkan
     kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya masih berada
     pada tingkat yang baik meskipun sempat mengalami penurunan pada tahun 2023 akibat kondisi
     industri dan operasional. Selanjutnya, rata-rata Return on Assets sebesar 18,62% dan Return on




Halaman 96                                              00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 98
     Equity sebesar 23,27% juga mencerminkan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan
     pengembalian atas aset dan modal yang dimiliki.

     Dari sisi likuiditas, PTAR memiliki rata-rata Current Ratio sebesar 4,65 kali, Quick Ratio sebesar
     3,46 kali, dan Cash Ratio sebesar 3,18 kali, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
     memenuhi kewajiban jangka pendeknya berada pada tingkat yang sangat memadai. Sementara
     itu, dari rasio solvabilitas Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio, diperoleh bahwa PTAR
     tidak memiliki utang berbunga selama periode 2021–2025 sehingga kedua rasio tersebut tercatat
     sebesar 0,00 kali. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak bergantung pada pendanaan
     berbasis utang berbunga dan memiliki struktur permodalan yang didominasi oleh ekuitas,
     sehingga risiko keuangan dan risiko gagal bayar relatif rendah. Dengan mempertimbangkan
     kondisi profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas tersebut, PTAR dinilai memiliki kemampuan
     keuangan yang memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman
     sampai dengan jatuh tempo.

3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant

     Analisis cash management dilakukan untuk melihat kemampuan pengelolaan pendanaan atas
     Rencana Transaksi berdasarkan posisi kas dan setara kas para pihak yang terlibat dalam
     transaksi. Dalam Rencana Transaksi ini, Perseroan tidak bertindak secara langsung sebagai pihak
     yang melakukan transaksi pinjam-meminjam dana, melainkan sebagai pihak afiliasi melalui
     kepemilikan pada DTN. Adapun transaksi shareholder loan dilakukan antara DTN selaku pemberi
     pinjaman dan PTAR selaku penerima pinjaman, dimana DTN memiliki kepemilikan sebesar 95%
     pada PTAR dan sisanya dimiliki oleh entitas lain.

     Tabel 56. Analisis Cash Management Perseroan
                                                                                   (dalam juta Rupiah)
                          Analisis Cash Management                                 31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas Perseroan                                                       26.570.772
       Nilai Rencana Transaksi                                                             1.174.740
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                    4,42%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Berdasarkan analisis yang dilakukan, nilai Rencana Transaksi sebesar Rp1.174.740 juta
     dibandingkan dengan posisi kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar
     Rp26.570.772 juta, sehingga nilai transaksi setara dengan 4,42% dari total kas dan setara kas
     Perseroan. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara konsolidasian, nilai transaksi relatif tidak
     signifikan dibandingkan kapasitas kas dan setara kas kelompok usaha Perseroan.

     Tabel 57.Analisis Financial Covenant Perseroan
       Analisis Kas                Sebelum Transaksi    Setelah Transaksi            Selisih Perubahan
       Cash Ratio                             0,4993X           0,4992X                      0,0001X
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Selanjutnya, berdasarkan analisis financial covenant menggunakan proksi cash ratio, diperoleh
     bahwa cash ratio Perseroan sebelum Rencana Transaksi sebesar 0,4993 kali dan setelah Rencana
     Transaksi sebesar 0,4992 kali, atau hanya mengalami perubahan sebesar 0,0001 kali.
     Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tidak memberikan dampak material
     terhadap kemampuan likuiditas Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.




Halaman 97                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 99
      Tabel 58. Analisis Cash Management PTAR
                                                                                      (dalam juta Rupiah)
                           Analisis Cash Management                                   31 Desember 2025
       Kas dan Setara Kas PTAR                                                                5.464.843
       Nilai Rencana Transaksi                                                                1.174.740
       Nilai Rencana Transaksi terhadap Kas                                                      21,50%
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Dari sisi PTAR, nilai Rencana Transaksi sebesar Rp1.174.740 juta dibandingkan dengan posisi kas
      dan setara kas PTAR per 31 Desember 2025 sebesar Rp5.464.843 juta, sehingga nilai transaksi
      setara dengan 21,50% dari total kas dan setara kas PTAR. Dengan mempertimbangkan posisi kas
      dan setara kas tersebut, PTAR dinilai masih memiliki kemampuan likuiditas yang memadai untuk
      mendukung penggunaan fasilitas pinjaman dalam kegiatan operasional perusahaan. Dengan
      demikian, berdasarkan analisis cash management dan financial covenant, Rencana Transaksi
      dinilai masih dapat dikelola dengan baik dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap
      kondisi likuiditas para pihak maupun Perseroan secara konsolidasian.

3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)

      Analisis yield dibanding instrument sejenis dilakukan dengan membandingkan yield dari Rencana
      Transaksi pinjam-meminjam antara DTN dan PTAR dengan instrumen surat utang sejenis.

      Tabel 59. Yield Intercompany Loan DTN & PTAR
                    Yield Intercompany Loan DTN & PTAR                          Keterangan
       SOFR per 31 Desember 2025                                                                  3,65%
       Margin per tahun                                                                           1,15%
       Yield                                                                                      4,80%
      Sumber: Draf Perjanjian intercompany loan DTN & PTAR


      Berdasarkan draf perjanjian pinjam-meminjam antara DTN dan PTAR, Tingkat suku bunga yang
      dikenakan atas pinjaman yang diberikan adalah sebesar SOFR + 1,15% Margin per tahun.
      Merujuk pada besaran Term SOFR 3 Mo per tanggal pendapat kewajaran sebesar 3,65%
      kemudian ditambah margin 1,15% maka suku bunga dari Rencana Transaksi berupa pinjaman
      yang diberikan Perseroan kepada PTAR Adalah sebesar 4,80%.

      Tabel 60. Obligasi Pemerintah
                                                      Maturity    Tenor per   Ask                 Mid
       No             Nama             Issue Date                                      Bid YTM
                                                       Date         Cutoff    YTM                 YTM
               INDON 5.950%
        1                              08-Dec-15      08-Jan-46          20   5,36%     5,41%     5,39%
               08Jan2046 Govt (USD)
               INDON 3.700%
        2                              30-Oct-19      30-Oct-49          24   5,44%     5,49%     5,46%
               30Oct2049 Govt (USD)
               INDON 4.350%
        3                              11-Dec-17      11-Jan-48          22   5,35%     5,41%     5,38%
               11Jan2048 Govt (USD)
               INDON 4.750%
        4                               18-Jul-17     18-Jul-47          22   5,21%     5,26%     5,23%
               18Jul2047 Govt (USD)
               INDON 5.650%
        5                              11-Jan-23      11-Jan-53          27   5,50%     5,55%     5,53%
               11Jan2053 Govt (USD)
               INDON 4.850%
        6                              11-Jan-23      11-Jan-33           7   4,63%     4,69%     4,66%
               11Jan2033 Govt (USD)




Halaman 98                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 100
                                                      Maturity     Tenor per    Ask                Mid
       No            Nama             Issue Date                                        Bid YTM
                                                       Date          Cutoff     YTM                YTM
             INDON 5.250%
        7                             08-Dec-16       08-Jan-47           21    5,23%    5,28%     5,26%
             08Jan2047 Govt (USD)
             INDON 3.500%
        8                             14-Jan-20    14-Feb-50              24    5,46%    5,52%     5,49%
             14Feb2050 Govt (USD)
                                                                     Average    5,27%    5,33%     5,30%
      Sumber: Bondsupermart, diolah


      Obligasi pemerintah digunakan sebagai acuan tingkat suku bunga bebas risiko dan digunakan
      sebagai salah satu pembanding yield dari Rencana Transaksi. Diperoleh bahwa rata-rata yield
      dari obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD Adalah sebesar 5,30% untuk tenor yang
      beragam mulai dari 7 tahun hingga 27 tahun sejak tanggal pendapat kewajaran. Dalam rentan,
      yield obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD terdiri dari 4,66% untuk tenor 7 tahun pada
      obligasi keluaran 2023 hingga sebesar 5,53% untuk obligasi dengan tenor 27 tahun keluaran
      2023.

      Dengan begitu yield pinjaman dari Rencana Transaksi antara DTN dan PTAR sebesar 4,80% per
      tanggal pendapat kewajaran berada pada rentan yield obligasi pemerintah Indonesia denominasi
      USD. Dibandingkan dengan yield obligasi Indonesia denominasi USD dengan tenor 7 tahun, yield
      pinjaman DTN dan PTAR berada di atas yield obligasi pemerintah yang merepresentasikan yield
      rencana pinjaman lebih tinggi dibanding proksi instrument bebas risiko dalam dolar dengan tenor
      yang lebih lama.

      Tabel 61. Tingkat Suku Bunga Simpanan
       Tingkat Bunga Simpanan (USD)                               Bank Pemerintah       Bank Swasta
                                          Bank Persero
             Per Desember 2025                                        Daerah             Nasional
       1 Bulan                                3,91%                   3,69%               3,38%
       3 Bulan                                3,99%                   4,47%                3,89%
       6 Bulan                                3,70%                   5,23%                3,99%
       12 Bulan                               3,06%                   2,11%                3,94%
       24 Bulan                               1,30%                   2,30%                3,27%
       Rata-rata                             3,19%                    3,56%               3,69%
      Sumber: SEKI Bank Indonesia


      Selain obligasi pemerintah, digunakan tingkat suku bunga simpanan dalam USD sebagai proksi
      tingkat imbal hasil bebas risiko jangka pendek. Pada analisis, yang digunakan adalah tingkat
      suku bunga deposito dalam USD pada Bank Persero, Bank Pemerintah Daerah, dan Bank Swasta
      Nasional. Rata-rata tingkat suku bunga pinjaman dengan rentan tenor 1 bulan hingga 12 bulan
      untuk masing-masing bank berkisar antara 3,19% sampai 3,69%. Tingkat bunga yang dikenakan
      pada Rencana Transaksi antara DTN dan PTAR sebesar 4,80% berada di atas rentan rata-rata
      tingkat suku bunga simpanan dalam USD sebagai representasi tingkat suku bunga bebas risiko
      dengan tenor jangka pendek.

3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)

      Analisis nilai tambah dilakukan dengan membandingkan proyeksi keuangan sebelum Rencana
      Transaksi dan setelah Rencana Transaksi dilakukan. Nilai tambah timbul dari selisih positif bagi
      perusahaan setelah Rencana Transaksi dilakukan disbanding sebelum adanya Rencana Transaksi.




Halaman 99                                                   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 101
     Tabel 62. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Posisi Keuangan
                                                                                     (dalam juta Rupiah)
            Laporan Posisi Keuangan            2026           2027            2028           2029
      Aset Lancar
      Kas dan Setara Kas                               -               -              -              -
      Piutang Usaha                                    -               -              -              -
      Persediaan                                       -               -              -              -
      Uang Muka                                        -               -              -              -
      Beban Dibayar Dimuka                             -               -              -              -
      Aset Lancar Lainnya                         4.699           7.739          7.473           7.473
      Aset Tidak Lancar
      Piutang Kepada Pemegang Saham                    -               -              -              -
      Investasi Pada Saham                             -               -              -              -
      Aset Tetap                                       -               -              -              -
      Aset tambang                                     -               -              -              -
      Aset pajak tangguhan                             -               -              -              -
      Biaya eksplorasi dan pengembangan                -               -              -              -
      Goodwill                                         -               -              -              -
      Aset tidak lancar lainnya                        -               -              -              -
      Total Aset                                  4.699           7.739          7.473           7.473
      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha                                      -               -              -              -
      Beban Akrual                                     -               -              -              -
      Utang Pajak                                 4.699           7.739          7.473           7.473
      Liabilitas Jangka Pendek Lainnya                 -               -              -              -
      Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas pajak tangguhan                       -               -              -              -
      Bagian Jangka Panjang Utang Bank                 -               -              -              -
      Liabilitas Imbalan Kerja                         -               -              -              -
      Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                -               -              -              -
      Total Liabilitas                            4.699           7.739          7.473           7.473
      Ekuitas Diatribusikan Kepada Pemilik        1.222           2.012          1.943           1.943
      Kepentingan Non Pengendali                 (1.222)         (2.012)        (1.943)        (1.943)
      Total Ekuitas                                    -               -              -              -
      Total Liabilitas dan Ekuitas                4.699           7.739          7.473           7.473
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Berdasarkan analisis incremental atas laporan posisi keuangan Perseroan selama periode
     proyeksi 2026–2029, Rencana Transaksi menghasilkan selisih positif nilai tambah terutama pada
     pos aset lancar lainnya yang meningkat masing-masing sebesar Rp4.699 juta pada tahun 2026,
     Rp7.739 juta pada tahun 2027, serta Rp7.473 juta pada tahun 2028 dan 2029. Peningkatan
     tersebut terutama berasal dari pengaruh pencatatan pajak dibayar dimuka terkait transaksi
     pinjaman. Di sisi liabilitas, terdapat peningkatan pada pos utang pajak dalam jumlah yang sama
     sebagai konsekuensi atas timbulnya kewajiban perpajakan dari pendapatan bunga. Sementara
     itu, pada pos ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terdapat selisih positif nilai
     tambah masing-masing sebesar Rp1.222 juta, Rp2.012 juta, Rp1.943 juta, dan Rp1.943 juta
     selama periode proyeksi, yang mencerminkan akumulasi laba setelah pajak yang dihasilkan dari
     Rencana Transaksi.

Halaman 100                                                00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 102
      Dari analisis nilai tambah yang dilakukan, disimpulkan bahwa Rencana Transaksi memiliki selisih
      positif nilai tambah berupa perolehan laba setelah pajak pada Perseroan. Perolehan nilai tambah
      laba setelah pajak juga secara langsung memberikan selisih positif nilai tambah pada akuitas
      perusahaan akibat diakumulasikannya perolehan laba setelah pajak dari Rencana Transaksi pada
      saldo laba perusahaan.

      Tabel 63. Incremental Analysis (Nilai Tambah) – Laporan Laba Rugi
                                                                                  (dalam juta Rupiah)
               Laporan Laba (Rugi)            2026           2027          2028           2029
       Pendapatan                                     -             -              -              -
       Harga Pokok Penjualan                          -             -              -              -
       Laba Kotor                                     -             -              -              -
       Beban Operasi                                  -             -              -              -
       Laba Operasi                                   -             -              -              -
       Laba/(Rugi) Kurs                               -             -              -              -
       Bunga                                          -             -              -              -
       Pendapatan/(Beban) Lain                   1.222          2.012         1.943          1.943
       Laba Sebelum Pajak                        1.222          2.012         1.943          1.943
       Pajak Penghasilan                              -             -              -              -
       Laba Setelah Pajak                        1.222          2.012         1.943          1.943
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Selanjutnya, berdasarkan analisis incremental laporan laba rugi, Rencana Transaksi memberikan
      tambahan pendapatan lain yang berasal dari pendapatan bunga pinjaman, sehingga
      menghasilkan laba sebelum pajak dan laba setelah pajak masing-masing sebesar Rp1.222 juta
      pada tahun 2026, Rp2.012 juta pada tahun 2027, serta Rp1.943 juta pada tahun 2028 dan
      2029. Dengan demikian, secara keseluruhan Rencana Transaksi memberikan selisih positif nilai
      tambah bagi Perseroan berupa peningkatan laba setelah pajak selama masa pinjaman, yang
      selanjutnya turut meningkatkan ekuitas Perseroan melalui akumulasi saldo laba.

3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana

3.3.1 Analisis Kelayakan Pinjaman Dana

      Berdasarkan ketentuan dalam Rencana Transaksi, fasilitas pinjaman yang diberikan oleh DTN
      kepada PTAR dikenakan tingkat suku bunga sebesar SOFR + 3% dengan tambahan marjin
      sebesar 1,15% per tahun. Tingkat pengembalian tersebut dinilai dapat memberikan manfaat
      ekonomi bagi DTN dalam bentuk pendapatan bunga atas penempatan dana internal
      perusahaan. Selain itu, transaksi dilakukan kepada pihak afiliasi yang memiliki kondisi
      operasional dan historis kinerja keuangan yang baik, sehingga risiko investasi dinilai relatif
      terukur. Dengan mempertimbangkan tingkat pengembalian, tujuan penggunaan dana, serta
      kondisi keuangan PTAR, maka Rencana Transaksi dinilai layak dari perspektif pinjam-meminjam
      dana bagi DTN selaku pemberi pinjaman.

3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      Berdasarkan informasi Manajemen Perseroan, fasilitas pinjaman akan digunakan oleh PTAR untuk
      mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional perusahaan. Kemampuan pelunasan
      pinjaman PTAR dinilai memadai dengan mempertimbangkan historis kinerja keuangan PTAR yang


Halaman 101                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 103
      menunjukkan tingkat profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas yang baik selama periode historis
      2021–2025. Rasio likuiditas PTAR tercatat berada di atas 1 kali, yang menunjukkan kemampuan
      perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sementara tingkat solvabilitas yang
      relatif rendah mencerminkan struktur permodalan yang sehat dan tingkat risiko gagal bayar yang
      rendah. Selain itu, posisi kas dan setara kas PTAR per tanggal pendapat kewajaran juga dinilai
      memadai dibandingkan nilai pokok pinjaman yang diberikan. Dengan demikian, PTAR dinilai
      memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga
      pinjaman sampai dengan jatuh tempo.

3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
      kewajaran atas Rencana Transaksi selain faktor-faktor yang telah dianalisis sebelumnya. Dengan
      demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material berpotensi
      memengaruhi hasil analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dimaksud.




Halaman 102                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 104
                                                 BAB IV
                                              KESIMPULAN



4.1   Analisis Objek Rencana Transaksi

      Besaran Dana dari Objek Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil analisis atas objek Rencana Transaksi dan Rencana Transaksi antara DTN dan
      PTAR, besaran dana yang menjadi objek dalam Rencana Transaksi adalah berupa fasilitas
      pinjaman dengan jumlah pokok sebesar USD70.000.000 (Tujuh Puluh juta Dolar Amerika Serikat)
      atau setara dengan Rp1.174.740.000.000 (Satu Triliun Seratus Tujuh Puluh Empat Miliar Tujuh
      Ratus Empat Puluh juta Rupiah) dengan asumsi nilai tukar mata uang menggunakan rata-rata
      kurs transaksi Bank Indonesia per 31 Desember 2025, yaitu Rp16.782 per USD.

      Dampak Keuangan atas Rencana Transaksi

      Secara umum, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap laporan posisi
      keuangan maupun laporan laba rugi konsolidasian Perseroan, mengingat transaksi pinjaman,
      pendapatan bunga, dan beban bunga antar entitas dalam kelompok usaha dieliminasi dalam
      proses konsolidasi. Dampak yang timbul terutama berasal dari perbedaan pada pos perpajakan,
      yaitu manfaat pajak dan utang pajak penghasilan terkait PPh 23 atas pendapatan dan beban
      bunga, serta adanya kenaikan laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk akibat
      distribusi 5% kepemilikan PTAR kepada pemegang saham nonpengendali setelah pelaksanaan
      Rencana Transaksi.

      Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan keterangan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi pinjam-meminjam dana yang
      akan dilakukan antara para pihak bertujuan untuk mendukung kegiatan operasional PTAR,
      khususnya dalam memenuhi kebutuhan modal kerja dan memastikan kelancaran aktivitas usaha.
      Manajemen menilai bahwa penyediaan pendanaan melalui skema ini merupakan langkah
      strategis untuk menjaga kesinambungan operasional serta meningkatkan efisiensi pengelolaan
      keuangan, mengingat fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan sumber pendanaan eksternal,
      sehingga Rencana Transaksi dipandang memiliki dasar pertimbangan bisnis yang memadai dan
      sejalan dengan kepentingan Perseroan.

4.2   Analisis Pengaruh atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis atas laporan keuangan proforma sebelum dan setelah Rencana Transaksi,
      diketahui bahwa transaksi pinjam-meminjam antara DTN dan PTAR tidak memberikan dampak
      signifikan terhadap kondisi keuangan Perseroan. Dari sisi likuiditas, rasio Current Ratio, Quick
      Ratio, dan Cash Ratio relatif tidak mengalami perubahan material setelah transaksi. Sementara
      itu, dari sisi solvabilitas, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Times Interest Earned juga
      tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Dampak yang timbul terutama berasal dari
      pencatatan pajak dibayar dimuka dan utang pajak penghasilan badan akibat pendapatan dan
      beban bunga atas transaksi. Dengan demikian, Rencana Transaksi dinilai tidak mempengaruhi
      fundamental keuangan Perseroan secara material dan masih berada dalam kondisi keuangan
      yang sehat setelah pelaksanaan transaksi.




Halaman 103                                                  00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 105
4.3   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi

      Berdasarkan hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan dan kepemilikan,
      pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah Perseroan selaku pemegang saham mayoritas
      dari DTN (selaku pemberi pinjaman) dan PTAR (selaku penerima pinjaman).

      Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepengurusan memiliki hubungan afiliasi
      yaitu:
      • Iwan Hadiantoro selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Presiden Direktur DTN
          sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama PTAR
      • Vilihati Surya selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN dan PTAR
      • Hendra Hutahean selaku Direktur Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris di DTN dan
          PTAR.
      • Mauliady Sutio selaku Direktur DTN juga menjabat sebagai Presiden Direktur PTAR.
      • Ruli Tanio selaku Direktur DTN juga menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PTAR.

      Hasil identifikasi hubungan para pihak dari struktur kepemilikan memiliki hubungan afiliasi yaitu:
      • Perseroan memiliki 100% saham sebesar 60% pada DTN, sehingga DTN merupakan entitas
        anak yang dikendalikan sepenuhnya oleh Perseroan.
      • DTN memiliki 95% saham pada PTAR, sedangkan sisanya 5% dimiliki oleh PT Artha Nugraha
        Agung.
      • Mengingat DTN merupakan entitas anak yang saham mayoritas dimiliki oleh Perseroan dan
        DTN merupakan pemegang saham mayoritas PTAR, maka Perseroan melalui DTN ke PTAR
        tergolong sebagai pihak afiliasi secara tidak langsung melalui kepemilikan DTN pada PTAR.

      Oleh karena itu, Rencana Transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
      42/2020.

      Selain itu, berdasarkan informasi Manajemen Perseroan yang mengacu pada Surat Pernyataan
      Perseroan No.LUT/099/9960/VI/2026 tanggal 08 Juni 2026 perihal informasi terkait benturan
      kepentingan atas transaksi afiliasi antara Perseroan melalui DTN pada PTAR berupa transaksi
      pinjam-meminjam pemegang saham (shareholder loan), diketahui bahwa Rencana Transaksi
      tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasar modal
      yang berlaku. Dengan demikian, pelaksanaan transaksi dilakukan berdasarkan pertimbangan
      bisnis yang wajar dan tidak mengutamakan kepentingan pihak tertentu di luar kepentingan
      Perseroan.

      Selanjutnya, berdasarkan asumsi nilai tukar rata-rata kurs transaksi Bank Indonesia per 31
      Desember 2025 sebesar Rp16.782 per USD, nilai Rencana Transaksi sebesar USD70.000.000
      setara dengan Rp1.174.740.000.000 atau sekitar 1,14% dari total ekuitas Perseroan per 31
      Desember 2025 sebesar Rp103.136.323.000.000. Dengan demikian, Rencana Transaksi tidak
      memenuhi kriteria sebagai transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK No.
      17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

4.4   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Rencana Transaksi

      Berdasarkan hasil penelaahan atas draf Perjanjian Pinjaman Antar Perusahaan (Intercompany
      Loan Agreement) antara DTN dan PTAR, diketahui bahwa perjanjian telah memuat ketentuan
      pokok terkait fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok sebesar USD70.000.000, dengan tingkat
      suku bunga berupa SOFR + 1,15% (Margin) per tahun. Selain itu, perjanjian juga mengatur


Halaman 104                                               00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 106
      mengenai jangka waktu pinjaman, mekanisme pembayaran kembali, hak dan kewajiban para
      pihak, serta ketentuan hukum lainnya yang lazim dalam transaksi pinjam-meminjam. Secara
      umum, ketentuan dalam perjanjian telah memberikan kejelasan mengenai pelaksanaan Rencana
      Transaksi dan dapat menjadi dasar hukum yang memadai bagi para pihak dalam melaksanakan
      transaksi tersebut.

4.5   Analisis Likuiditas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis yang dilakukan, Rencana Transaksi tidak memberikan dampak signifikan
      terhadap likuiditas Perseroan, yang tercermin dari rasio Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash
      Ratio sebelum dan setelah transaksi yang relatif tidak mengalami perubahan material. Kondisi
      tersebut disebabkan nilai Rencana Transaksi relatif kecil dibandingkan total kas dan setara kas
      Perseroan per tanggal pendapat kewajaran. Selain itu, kemampuan PTAR dalam melunasi
      pinjaman saat jatuh tempo dinilai memadai, yang tercermin dari tingkat likuiditas PTAR yang
      berada di atas 1 kali selama periode historis, tingkat solvabilitas yang relatif rendah, serta posisi
      kas dan setara kas PTAR yang mampu menyerap seluruh nilai pokok pinjaman. Dengan demikian,
      PTAR dinilai memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok
      dan bunga pinjaman sampai dengan jatuh tempo.

4.6   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Rencana Transaksi

      Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Perseroan, Rencana Transaksi memberikan manfaat
      bagi para pihak, antara lain berupa optimalisasi pengelolaan kas dalam kelompok usaha,
      peningkatan pendapatan bunga bagi DTN selaku pemberi pinjaman, serta dukungan pendanaan
      modal kerja bagi PTAR selaku penerima pinjaman guna menjaga kelancaran operasional usaha.
      Di sisi lain, Rencana Transaksi juga memiliki risiko, terutama risiko gagal bayar atas pokok dan
      bunga pinjaman yang dapat berdampak terhadap arus kas dan kinerja keuangan para pihak.
      Namun demikian, dengan mempertimbangkan hubungan afiliasi, tujuan penggunaan dana, serta
      mekanisme pengaturan dalam perjanjian pinjaman, risiko tersebut dinilai masih dapat dikelola
      dan berada dalam batas yang wajar.

4.7   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis kualitatif yang mencakup riwayat perusahaan, kondisi industri dan bisnis,
      profil operasional dan prospek usaha, serta alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
      rencana pemberian pinjaman oleh DTN kepada PTAR memiliki dasar bisnis yang memadai dan
      sejalan dengan kebutuhan pendanaan operasional dalam kelompok usaha. Dari sisi kualitatif,
      transaksi berpotensi memberikan manfaat berupa optimalisasi pengelolaan kas kelompok usaha
      serta tambahan pendapatan bunga bagi DTN, dengan risiko utama berupa risiko gagal bayar
      dan tekanan likuiditas yang dinilai masih dapat dikelola melalui pengaturan dalam perjanjian
      pinjaman dan pengawasan manajemen.

      Selain itu, dampak terhadap leverage dan likuiditas Perseroan relatif terbatas, kemampuan PTAR
      dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sampai jatuh tempo dinilai memadai
      berdasarkan kondisi keuangan historis dan posisi kas perusahaan, serta risiko yang mungkin
      timbul dari penggunaan dana pinjaman masih berada pada tingkat yang dapat dikelola. Secara
      keseluruhan, dari perspektif kualitatif, Rencana Transaksi dinilai memiliki rasionalitas bisnis yang
      memadai dan tidak menimbulkan risiko material bagi Perseroan maupun kelompok usaha.




Halaman 105                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 107
4.8   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis kuantitatif yang mencakup kinerja historis dan proyeksi keuangan, rasio
      keuangan, proforma sebelum dan sesudah transaksi, kemampuan bayar hingga jatuh tempo,
      pengelolaan kas dan financial covenant, perbandingan tingkat imbal hasil dengan instrumen
      sejenis, serta incremental analysis, Rencana Transaksi menunjukkan kondisi keuangan yang tetap
      sehat dan stabil. Perubahan rasio keuangan sebelum dan setelah transaksi relatif tidak signifikan,
      kemampuan PTAR dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman dinilai memadai, serta
      tingkat pengembalian pinjaman memberikan manfaat ekonomi berupa tambahan pendapatan
      bunga bagi DTN. Selain itu, analisis nilai tambah menunjukkan adanya peningkatan laba setelah
      pajak selama masa pinjaman. Dengan demikian, secara kuantitatif Rencana Transaksi dinilai
      masih berada dalam kapasitas keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi
      kelompok usaha.

4.9   Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Rencana Transaksi

      Analisis Kelayakan Investasi

      Berdasarkan analisis yang dilakukan, Rencana Transaksi dinilai layak dari perspektif pinjam-
      meminjam dana karena memberikan manfaat ekonomi bagi DTN melalui pendapatan bunga
      dengan tingkat pengembalian yang memadai. Selain itu, transaksi dilakukan kepada pihak afiliasi
      yang memiliki kondisi keuangan dan operasional yang baik, sehingga risiko atas pemberian
      pinjaman dinilai masih dapat dikelola dalam batas yang wajar.

      Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      Berdasarkan historis kinerja keuangan, tingkat likuiditas, solvabilitas, serta posisi kas dan setara
      kas PTAR, perusahaan dinilai memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban
      pembayaran pokok dan bunga pinjaman sampai dengan jatuh tempo. Dengan demikian,
      Rencana Transaksi dinilai layak dari sisi kemampuan pelunasan utang oleh PTAR selaku penerima
      pinjaman.

      Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan atas dokumen dan informasi yang diperoleh dari Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan dan bersifat material yang dapat memengaruhi
      pelaksanaan maupun kewajaran Rencana Transaksi. Dengan demikian, analisis kewajaran telah
      mencakup seluruh faktor utama yang diperlukan dalam penilaian atas Rencana Transaksi.

4.10 Opini Kewajaran atas Rencana Transaksi

      Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
      disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
      faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa Transaksi afiliasi antara Perseroan melalui DTN
      pada PTAR berupa transaksi pinjam-meminjam pemegang saham atau shareholder loan adalah
      wajar.




Halaman 106                                                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 108
                           ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



  1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
  2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
      proses analisis pendapat kewajaran.
  3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
  4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi yang dibuat oleh
      manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
  5. Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik.
  6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
      disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
      Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
      35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
      Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
  7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan opini akhir.
  8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari pemberi
      tugas.
  9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
      pengadilan) yang berkaitan dengan objek pendapat kewajaran tidak menjadi tanggung jawab
      kami.
  10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
      hanya terbatas pada aspek opini kewajaran atas objek pendapat kewajaran, diluar dari aspek
      perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
  11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
      dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
      tanggung jawab kami.
  12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
      dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
      bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
  13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
      dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
      penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
      mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
  14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
      penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
      Danar, Ichsan & Rekan.
  15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
      dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 107                                             00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 109
                                      PERNYATAAN PENILAI



 Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
 tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
 1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
 2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
 3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
     memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek pendapat kewajaran.
 4. Imbalan Jasa pendapat kewajaran tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang
     dilaporkan.
 5. Pendapat kewajaran dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
     Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
     dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
 6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
 7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
     kewajaran.
 8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak manajemen perseroan.
 9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
     dalam laporan pendapat kewajaran ini.
 10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan pendapat
     kewajaran.
 11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
     data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
     lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
     informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
     lengkap atau menyesatkan.
 12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada
     tanggal pendapat kewajaran (cut off date)
 13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
     pendapat kewajaran.
 14. Opini kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pendapat kewajaran profesional telah
     disajikan sebagai kesimpulan nilai.
 15. Penilai melakukan sesuai dengan lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
 16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
 17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
     telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 108                                             00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 110

          
Page 111
              LAMPIRAN-LAMPIRAN




Halaman 110                 00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 112
Halaman 111   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 113
Halaman 112   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 114
Halaman 113   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 115
Halaman 114   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 116
Halaman 115   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 117
Halaman 116   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 118
Halaman 117   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 119
Halaman 118   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 120
Halaman 119   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 121
Halaman 120   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 122
Halaman 121   00111/2.0176-00/BS/05/0213/1/VI/2026
Page 123

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.8 MB
Published24 Jun 2026
Pages123
Characters387,119
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 106 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org United Tractors Tbk p.2 ×57
linked org PT Danusa Tambang Nusantara p.2 ×11
linked org PT Agincourt Resources p.2 ×17
linked person Danar Wihandoyo p.11
linked person Frans Kesuma p.19 ×3
linked person Paulus Bambang Widjanarko · Komisaris Independen p.19 ×4
linked person Ignasius Jonan · Komisaris Independen p.19 ×6
linked person Bruce Malcolm Cox · Komisaris Independen p.19 ×4
linked person Gita Tiffani Boer · Komisaris p.20 ×4
linked person Djoko Pranoto Santoso · Komisaris p.20 ×4
linked person Lincoln Pan p.20
linked person Iwan Hadiantoro · Direktur p.20 ×12
linked person Idot Supriadi · Direktur p.20 ×4
linked person Ari Sutrisno · Direktur p.20 ×4
linked person Widjaja Kartika · Direktur p.20 ×6
linked person Vilihati Surya · Direktur p.20 ×12
linked person Hendra Hutahean · Direktur p.20 ×10
linked org Astra International Tbk p.20 ×20
linked person Loudy Irwanto Ellias · Direktur p.27 ×5
linked person Djony Bunarto Tjondro p.28 ×3
linked person Wanny Wijaya p.28 ×2
linked person Mario C. Surung Gultom p.28 ×2
linked org PT Pamapersada Nusantara p.29 ×3
linked org PT Bina Pertiwi p.49
linked org PT Triatra Sinergia Pratama p.49
linked org PT Tuah Turangga Agung. p.51
linked org PT Alamtri Resources p.54
linked org Bayan Resources Tbk. p.54 ×8
linked org PT Dian Swastatika p.54
linked org PT Indo Tambangraya p.54
linked org Bukit Asam (Persero) Tbk p.54 ×7
linked org Dian Swastatika Sentosa Tbk p.54 ×6
linked org Golden Energy Mines Tbk p.54 ×7
linked org Indo Tambangraya Megah Tbk p.54 ×6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×6
possible org Bank Persero p.8 ×4
possible person Yanto p.13 ×3
possible — Jardine Cycle & Carriage p.27 ×4
possible person Franciscus Xaverius p.27 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.30
possible person Rudy · Presiden Komisaris p.39 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.54
possible org Alamtri Resources Indonesia Tbk p.54 ×6
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×5
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×4
unresolved org KJPP FDI p.2 ×32
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×11
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.11 ×2
unresolved person Yudistira p.11
unresolved person Djojo Muljadi p.14 ×3
unresolved person H. Akta Pendirian p.14 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.14 ×3
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.14 ×9
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.14 ×8
unresolved org Wajar & Rekan p.15
unresolved org PT Danusa Tambang Nusantara Akta p.16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16 ×5
unresolved person Marianne Vincentia Hamdani p.16 ×5
unresolved org Wajar Rianto & Rekan p.16 ×6
unresolved org PT Danau Toba Mining p.17 ×3
unresolved person Haji Muhammad Afdal Gazali · Notaris p.17 ×3
unresolved org Kementerian Kehakiman Republik Indonesia p.17
unresolved org PT Horas Nauli p.17 ×2
unresolved org Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No. C- p.17
unresolved person Siti Safarijah. p.17
unresolved org PT Newmont Horas Nauli p.17 ×2
unresolved org Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17
unresolved person Mala Mukti p.17
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W p.17
unresolved person Moeliana Santoso p.17 ×3
unresolved org Kementerian p.17
unresolved — Rendih · Section Head p.18
unresolved — Sofi Christiana · Associate p.18
unresolved — Kevin Rosby · Section Head p.18
unresolved person Muhamad Ilham Gunawan · Associate p.18
unresolved — Devista Yoga · Associate p.18
unresolved — Derick · Associate p.18
unresolved org PT Inter Astra Motor Works p.26 ×2
unresolved org Carriage Ltd. p.27 ×4
unresolved org Jardine Matheson Holdings Ltd. p.27 ×4
unresolved — Loudy Irwanto Elli · Direktur p.28 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.28
unresolved org Menteri p.30
unresolved org PT Danusa Tambang p.31
unresolved org PT Artha Nugraha Agung p.31 ×3
unresolved person Benjamin Herrenden Birks · Komisaris p.32 ×4
unresolved person Laksana Kesuma · Direktur p.32
unresolved — Ruli Tanio · Direktur p.32 ×2
unresolved — Mauliady Sutio · Direktur p.33 ×2
unresolved org PT Danusa Tambang Nusantara PTAR p.33
unresolved org Pusat Statistik p.40
unresolved org Kementerian ESDM p.43 ×7
unresolved org Pte Ltd. p.49
unresolved org PT Kalimantan Prima Persada p.50
unresolved org PT Sumbawa p.51
unresolved org PT Stargate Pacific Resources p.51
unresolved org Indonesia Tbk p.54
unresolved org Sentosa Tbk p.54
unresolved org Megah Tbk p.54
unresolved org Klaim Pengembalian Ppn p.69
unresolved — Cutoff p.99 ×2
unresolved org Bank Swasta Bank Persero Per p.100
unresolved org Bank Swasta Nasional. Rata-rata p.100
unresolved org Ichsan & Rekan p.108

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 11855 ms 12 Sep 2026 22:04
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result