Skip to content
Back to announcement

20250203_MANG_Laporan Informasi dan Fakta Material_31848992_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review MANG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 99

Page 1
               LAPORAN
      0101/2.0171-00/BS-FS/I/2025


      STUDI KELAYAKAN ATAS
RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA


         DISUSUN UNTUK
   PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK
            (“MANG”)
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5

          
Page 6
                            RINGKASAN EKSEKUTIF
Latar Belakang

PT Manggung Polahraya Tbk (“MANG”/ “Perusahaan”) telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Tobing
Panuturi dan Rekan (“TOPAZ”), sebagai Penilai Independen berdasarkan surat izin usaha dari menteri
keuangan No. 387/KM.1.2020 untuk memberikan pendapat atas kelayakan rencana penambahan
kegiatan usaha sesuai dengan surat penawaran nomor 0902/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2024 tanggal 24
September 2024 berupa penambahan bidang usaha sesuai dengan KBLI No. 41018, KBLI 41011, KBLI
41012, KBLI 41014, KBLI 42201, KBLI 43120 yang mana Perusahaan akan menambah kegiatan
usahanya yaitu aktivitas konstruksi gedung tempat hunian hiburan dan olahraga, konstruksi gedung
hunian, konstruksi gedung perkantoran, konstruksi gedung perbelanjaan, konstruks jaringan irigasi dan
drainase dan konstruksi khusus penyiapan lahan.

Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh MANG, ditinjau dari berbagai aspek yang
meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek
keuangan. Selain itu, Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan usaha utama mengacu pada
kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

Status Penilai

Penilai adalah Rekan dari Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi Dan Rekan Dengan Kualifikasi
Sebagai Berikut :
Nama Penilai/Konsultan          : Prasetyo Djoko Sasongko.M.B.A.,M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai                : B.1-14.00395
No. STTD Pasar Modal            : STTD.PB-24/PJ-1/PM.2/2023
No. MAPPI                       : 07-S-02115
Klasifikasi Izin                : Penilai Bisnis (B)

KJPP Tobing Panuturi dan Rekan (TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi Kelayakan, ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Kelayakan. TOPAZ juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Studi
Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan
jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.




                                                 vi
Page 7
Identitas Pemberi Tugas

Pemberi tugas sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah :

 Nama Perusahaan                     :   PT Manggung Polahraya Tbk
 Jenis Usaha                         :   Konstruksi
 Alamat                              :   Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
                                         Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
                                         Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
                                         DKI Jakarta.
 Nomor telepon                       :   +62 21 765 1344
 Faksimili                           :   +62 21 765 0531
 Email                               :   info@manggungpolahraya.co.id

Identitas Pengguna Laporan

Pengguna laporan sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah :

 Nama Perusahaan                     :   PT Manggung Polahraya Tbk
 Jenis Usaha                         :   Konstruksi
 Alamat                              :   Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
                                         Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
                                         Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
                                         DKI Jakarta.
 Nomor telepon                       :   +62 21 765 1344
 Faksimili                           :   +62 21 765 0531
 Email                               :   info@manggungpolahraya.co.id

Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

TOPAZ telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI baru dengan :

Nomor Laporan          : 0101/2.0171-00/BS-FS/I/2025/I/2025
Tanggal                : 15 Januari 2025

Objek Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

Bahwa Objek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas adalah Jasa
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan bidang usaha sebagai
berikut :

   1.   KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
   2.   KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
   3.   KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
   4.   KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
   5.   KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
   6.   KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan




                                               vii
Page 8
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

Maksud studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah memberikan pendapat atas kelayakan
penambahan kegiatan usaha Perusahaan sehubungan Rencana Penambahan KBLI 41018 : Konstruksi
Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga, KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian, KBLI 41012 :
Konstruksi Gedung Perkantoran, KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan, KBLI 42201 :
Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase, KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan, tidak untuk
bentuk rencana transaksi lainnya, serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli,
perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).

Studi kelayakan ini mengacu kepada kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik
Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330
Edisi Revisi Tahun 2020.

Tujuan laporan ini adalah melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI untuk keperluan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tanggal Studi Kelayakan dan Masa Berlaku

Tanggal pisah batas (cut off date) adalah per 30 September 2024, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua) POJK No.
17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada Maret 2025.

Jenis Mata Uang yang Digunakan

Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

Metodologi Penyusunan

Penyusunan studi kelayakan ini dilakukan melalui 2 pendekatan. Setiap pendekatan dihubungkan dan
dikonfirmasikan satu dengan yang lainnya, sehingga menghasilkan studi yang komprehensif. Adapun
pendekatan penyusunan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut :
 a. Pengumpulan Data dan Informasi
 b. Analisa Data
 c. Penyusunan Laporan Penilaian

Ruang Lingkup Penugasan Studi dan Independensi Kosultan

Sebagai KJPP yang telah ditunjuk oleh pemberi tugas untuk menyusun laporan studi kelayakan ini, kami
berkomitmen untuk mematuhi ketentuan yang diatur dalam POJK 17 tahun 2020 dan SEOJK 17 tahun
2020. Studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan analisis menyeluruh yang mencakup Analisa
Kelayakan Pasar, Analisa Kelayakan Teknis, Analisa Pola Bisnis, Analisa Kelayakan Model Manajemen,
dan Analisa Kelayakan Keuangan. Kami memahami bahwa penugasan ini tidak hanya menutut


                                                 viii
Page 9
pemahaman mendalam mengenai objek studi, tetapi juga penerapan metodologi yang sesuai untuk
menghasilkan laporan yang kredibel dan akurat.

Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perusahaan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran Nomor 0902/MK.B/KJPP-
TOPAZ/IX/2024 tanggal 24 September 2024 yang sudah ditandatangani oleh perusahaan pada 24
September 2024.

Asumsi dan Asumsi Khusus

Asumsi
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi
khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan di mana studi kelayakan diperlukan.

Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal studi kelayakan
atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada tanggal
studi kelayakan. Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang
akan mempengaruhi nilai.

Dalam pelaksanaan penugasan, Studi akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima sebagai
fakta dalam konteks penugasan.

Kondisi Pembatas

Pembatasan pada studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:

1.   Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis TOPAZ atas rencana penambahan Kegiatan
     Usaha MANG yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan ketentuan Peraturan
     Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Materal dan Perubahan
     Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
     dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
     Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
     Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
2.   Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan
     manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
3.   Penyusunan laporan studi ini merupakan intepretasi kami atas data dan informasi yang diperoleh
     dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi
     yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuai atau kondisi tertentu yang
     mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan
     pemerintah yang baru maupun perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial,
     dan ekonomi.
4.   Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau kesimpulan
     yang terjadi karena adanya data atau informasi MANG yang relevan dan signifikan pengaruhnya
     terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau belum kami terima dari MANG.




                                                 ix
Page 10
5.  Kami berasumsi bahwa MANG mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah, khususnya
    yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
6. Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh MANG. Kami
    berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset MANG, baik saat ini
    maupun di masa yang akan datang.
7. Kami berasumsi bahwa MANG telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan,
    retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
8. Kami telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi
    Kelayakan.
9. Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan limited
    reviu per cut off date, kami peroleh dari manajemen.
10. Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
11. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
    proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
12. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi
    keuangan.
13. Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup dan karenanya tidak
    bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait dengan
    permasalahan lingkungan.
14. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
15. Konsultan bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari laporan
    ini.

Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan studi kelayakan ini
sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat
informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan
Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan Laporan ini harus
mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP Tobing Panuturi dan Rekan serta Pemberi Tugas.

Tanda tangan Penilai Publik dan cap basah TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi
Kelayakan yang dihasilkan.

Konfirmasi Bahwa Objek Studi Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu 2 (dua) Bulan

Dengan ini, Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi yang
sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila Pemberi Tugas terbukti
memberikan informasi yang tidak benar, maka Laporan Studi Kelayakan dinyatakan tidak berlaku.

Tidak ada KJPP berizin selain KJPP TOPAZ yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang
bersamaan untuk melakukan studi kelauakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi
Kelayakan diterbitkan.




                                                   x
Page 11
Hasil Analisis Kelayakan Penambahan KBLI Baru

Berikut adalah hasil analisis kelayakan penambahan KBLI baru :

1. Kelayakan Pasar :
   Mengacu pada perkembangan pasar industri konstruksi di Indonesia secara umum, pangsa pasar,
   serta adanya perencanaan dan strategi pemasaran yang baik, dapat disimpulkan bahwa kegiatan
   usaha baru mempunyai prospek yang cukup cerah dimasa yang akan datang.

    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Penambahan KBLI baru, maka
    disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak.

2. Kelayakan Teknis :
   Kelayakan teknis ditinjau dari sisi pengalaman, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia,
   MANG memiliki keahlian khusus dalam bidang pondasi, jasa pembongkaran gedung (demolition),
   serta pembangunan infrastruktur dan gedung. Dengan komitmen yang kuat selama lebih dari dua
   dekade, MANG telah berkontribusi secara signifikan dalam proses pembangunan bangsa.

    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dimana MANG memiliki kapasitas dan pengalaman
    yang mencukupi dan MANG berencana untuk menambah KBLI dengan tujuan memperluas jenis
    pekerjaan, maka disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.

3. Kelayakan Pola Bisnis :
   Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi keunggulan kompetitif perusahaan dalam kegiatan konstruksi
   gedung, kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah, dan kemampuan perusahaan
   untuk memitigasi risiko persaingan, sehingga perusahaan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan
   berkelanjutan.

    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen perusahaan dalam rencana
    penambahan KBLI baru, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh
    perusahaan adalah layak.

4. Kelayakan Model Manajemen :
   Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen perusahaan, dimana untuk memulai
   kegiatan usaha ini. Perusahaan telah mempersiapkan tenaga kerja, struktur organisasi, tenaga ahli,
   rencana mitigasi risiko, serta mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan manajemen, maka
   disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru dari aspek model manajemen adalah layak.

5. Kelayakan Keuangan :
   Berdasarkan kajian dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat semua
   asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru
   berupa (KBLI) baru yaitu KBLI 41018 Kontruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga;
   KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI 41012 konstruksi Gedung perkantoran, KBLI 41014
   konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI 42201 konstruksi jaringan irigasi dan drainase, KBLI 43120
   konstruksi khusus penyiapan lahan yang dilakukan oleh Perusahaan adalah layak untuk
   dilaksanakan, dengan hasil Analisa kelayakan sebagai berikut :




                                                 xi
Page 12
      Net Present Value                           Rp 3.155.944.481 ➢ 0 ---- > Project Layak
      Internal Rate of Return                              22,50% ➢ 1 ----- > Project Layak
      Profitability Index                                     1,08
      Payback Period                                          2,23

  •     Net Present Value (NPV)
        NPV merupakan selisih antara nilai sekarang dari serangkaian penerimaan dimasa yang akan
        datang dengan pengeluaran (investasi) yang dilakukan dengan menggunakan tingkat diskonto
        yang telah ditentukan. Investasi dikatakan layak apabila selisih penerimaan dan pengeluaran
        tersebut menunjukkan angka yang positif.

        NPV untuk investasi dan pelaksanaan operasional atas penambahan KBLI baru adalah positif
        sebesar Rp 3.155.944.481,- atau lebih besar dari Rp0,-, artinya penambahan KBLI baru layak
        dilaksanakan. Dalam perhitungan NPV ini Nilai Sisa termasuk dalam perhitungan.

  •     Internal Rate of Return (IRR)
        Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net
        Present Value adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk
        dijalankan apabil nilai IRR lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate
        of Return (IRR) pada proyek ini menghasilkan nilai perhitungan 22,50%. Dari hasil tersebut
        menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan tingkat diskonto
        (discount rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 10,79% sehingga proyek tersebut LAYAK untuk
        direalisasikan. Dalam perhitungan IRR ini Nilai Sisa tidak termasuk dalam perhitungan.

  •     Profitability Indeks (P/I)
        P/I merupakan angka yang menunjukkan perbandingan antara nilai sekarang dari serangkaian
        penerimaan dimasa yang akan datang dengan pengeluaran (investasi) yang dilakukan. Suatu
        proyek dikatakan layak dan menguntungkan apabila P/I lebih besar dari 1.

        Analisis P/I yang dilakukan terhadap penambahan KBLI baru ini adalah sebesar 1,08 atau lebih
        besar dari 1, artinya kegiatan penambahan KBLI baru layak dilaksanakan.

  •     Payback Period (PP)
        PP merupakan metode yang menunjukkan jangka waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian
        investasi yang telah dikeluarkan Perusahaan. Metode ini dilakukan dengan menghitung waktu
        yang dibutuhkan mulai dari investasi dilakukan sampai dengan jumlah arus kas yang masuk
        sama dengan jumlah arus kas yang keluar.

        PP dengan adanya penambahan KBLI baru adalah 2,23 tahun merupakan jangka waktu yang
        cepat mengingat investasi yang diperlukan atas penambahan KBLI tidak terlalu besar
        sedangkan pendapatan yang diperoleh atas penambahan KBLI ini cukup tinggi, sehingga waktu
        2,23 tahun MANG bisa memperoleh pengembalian investasi.

6. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI Baru

   Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitivitas proyeksi kinerja proyek atas
   setiap perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek. Hasil
   analisis sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:



                                                    xii
Page 13
Analisis Sensitivitas terhadap penambahan atau Incremental Capex (Capex setelah proyek
dikurangi Capex sebelum proyek)

                                   Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental Capex
   VARIABLE
                             0%                 10%           75%          72%                      -20%
 Perubahan
                 (4.500.000.000)     (4.950.000.000)    (7.875.000.000)    (7.737.820.085)      (3.600.000.000)
 Penambahan
 NPV              3.155.944.481       2.717.323.749      (133.711.011)                  0        4.033.185.946
 Kelayakan               Layak               Layak        Tidak Layak     Breakeven Point               Layak

Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan atau incremental
Capex yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat
Penambahan atau Incremental Capex mencapai Rp. 7.737.820,085,-- atau ada kenaikan
penambahan atau incremental capex sebesar 72%, namun proyek menjadi tidak layak saat
kenaikan penambahan atau incremental capex diatas 72%, dengan catatan variable lain tetap
(ceteris paribus).

Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek
dikurangi Laba Bersih sebelum proyek)

                               Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental Laba Bersih
   VARIABLE
                             0%                -10%               -20%                   -23%               -25%
 2024                98.737.241           8.863.517         78.989.793             75.850.067         74.052.931
 2025             2.617.428.977       2.355.686.079      2.093.943.182          2.010.712.087      1.963.071.733
 2026             3.940.106.531       3.546.095.878      3.152.085.225          3.026.794.574      2.955.079.898
 2027             5.496.138.502       4.946.524.652      4.396.910.802          4.222.140.204      4.122.103.877
 2028             6.410.229.464       5.769.206.517      5.128.183.571          4.924.345.980      4.807.672.098
 NPV              3.155.944.481       1.794.442.821        432.941.161                      0      (247.809.669)
 Kelayakan               Layak               Layak              Layak        Breakeven Point        Tidak Layak

Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Laba Bersih yang
memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penambahan atau
Incremental Laba Bersih mengalami penurunan maksimal sebesar 23%, dan proyek menjadi tidak
layak saat penurunan perubahan laba bersih melampaui 23%, dengan catatan variable lain tetap
(ceteris paribus).

Analisis Sensitivitas terhadap Pendapatan setelah Penambahan Usaha

                               Scenario Perubahan Pendapatan setelah penambahan usaha
                           0%               -0,5%               -5%         -0,4064%                        1%
 2024           80.799.142.474    80.395.146.762     76.759.185.350    80.470.764.083            81.607.133.899
 2025          202.500.000.000   201.487.500.000    192.375.000.000   201.677.013.243           204.525.000.000
 2026          212.031.125.000   210.970.969.375    201.429.568.750   211.169.402.492           214.151.436.250
 2027          238.770.700.000   237.576.846.500    226.832.165.000   237.800.304.326           241.158.407.000
 2028          278.348.625.000   276.956.881.875    264.431.193.750   277.217.379.409           281.132.111.250
 NPV             3.155.944.481      (726.734.991)  (35.670.850.239)                (0)           10.921.303.425
 Kelayakan               Layak        Tidak Layak       Tidak Layak Breakeven Point                       Layak

Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Pendapatan setelah
Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven
saat Pendapatan setelah Penambahan Usaha mengalami penurunan maksimal sebesar 0,4064%,


                                                 xiii
Page 14
    dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan Pendapatan setelah Penambahan
    Usaha melampaui 0,4064%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus). Variable ini harus
    sangat mendapat perhatian karena sangat sensitif, kondisi berubah turun sedikit saja menjadi tidak
    layak dan berubah sedikit kenaikan memberikan NPV yang meningkat jauh dari sebelumnya. Saat
    1% saja ada kenaikan Pendapatan maka NPV menjadi berubah banyak dari sekitar Rp. 3 Milyar
    menjadi Rp. 10,9 Milyar.

Kesimpulan Studi Kelayakan

Berdasarkan kajian analisis kelayakan terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen, dan aspek keuangan, dengan syarat semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan
dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru ini adalah layak untuk
dilaksanakan.




                                                 xiv
Page 15
                                                           DAFTAR ISI
                                                                                                                                         Halaman

SERTIFIKAT
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI ........................................................................................ ii
PERNYATAAN PENILAI...................................................................................................................... iv
RINGKASAN EKSEKUTIF .................................................................................................................. vi
DAFTAR ISI ........................................................................................................................................ xv
DAFTAR FIGUR ................................................................................................................................. xvii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penugasan ........................................................................................................... 1
1.2. Identitas Konsultan ....................................................................................................................... 2
1.3. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................... 2
1.4. Identitas Pengguna Laporan ......................................................................................................... 2
1.5. Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan setelah Penambahan KBLI Baru .......................... 3
1.6. Objek Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru ............................................................ 3
1.7. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru ...................................... 3
1.8. Tanggal Efektif Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan ................................................................ 4
1.9. Jenis Mata Uang yang DIgunakan ................................................................................................ 4
1.10. Metodologi Penyusunan Studi Kelayakan ................................................................................... 4
1.11. Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah DInilai Dalam Jangka Waktu 1
      (satu) Bulan ................................................................................................................................. 5
1.12. Tingkat Kedalam Investasi .......................................................................................................... 5
1.13. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ................................................................... 5
1.14. Ruang Lingkup Penugasan Studi dan Independensi Konsultan .................................................. 6
1.15. Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................................................... 7

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Gambaran Umum Perusahaan .................................................................................................... 10
2.2. Aktivitas Usaha ............................................................................................................................ 10
2.3. Struktur Permodalan .................................................................................................................... 12
2.4. Susunan Kepengurusan .............................................................................................................. 12
2.5. Legalitas dan Perizinan ............................................................................................................... 13
2.6. Tinjauan Kinerja Keuangan .......................................................................................................... 14
2.7. Informasi Invetigasi Lapangan ..................................................................................................... 25

BAB III TINJAUAN EKONOMI
3.1. Kondisi Perekonomian Global ...................................................................................................... 26
3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................................ 26
3.3. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) .......................................................................................... 28
3.4. Nilai Tukar Rupiah ....................................................................................................................... 29
3.5. Perkembangan Inflasi ................................................................................................................... 29
3.6. Perkembangan Suku Bunga ......................................................................................................... 31

BAB IV ANALISA KELAYAKAN PASAR
4.1. Industri Konstruksi ....................................................................................................................... 34
4.2. Prospek Industri Konstruksi ......................................................................................................... 35
4.3. Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga ............................................. 36
4.4. Prospek Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga ............................... 36

                                                                         xv
Page 16
4.5. Industri Konstruksi Gedung Hunian ............................................................................................. 37
4.6. Prospek Konstruksi Gedung Hunian ............................................................................................ 37
4.7. Industri Konstruksi Gedung Perkantoran ..................................................................................... 38
4.8. Prospek Industri Konstruksi Gedung Perkantoran ........................................................................ 38
4.9. Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan .................................................................................... 38
4.10. Prosepk Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan .................................................................... 39
4.11. Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase ...................................................................... 39
4.12. Prospek Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase ......................................................... 39
4.13. Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan ............................................................................ 40
4.14. Prospek Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan .............................................................. 40
4.15. Persaingan Usaha ..................................................................................................................... 40
4.16. Strategi Pemasaran ................................................................................................................... 42

BAB V ANALISA ASPEK TEKNIS
5.1. Bisnis MANG ............................................................................................................................... 43
5.2. Rencana Kegiatan Baru ............................................................................................................... 46
5.3. Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan ..................................................................... 47

BAB VI ANALISA ASPEK POLA BISNIS
6.1. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ......................................................................................... 48
6.2. Keunggulan Kompetitif ................................................................................................................. 48
6.3. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ................................................................................. 48
6.4. Analisa SWOT ............................................................................................................................. 49

BAB VII ANALISA ASPEK MODEL MANAJEMEN
7.1. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Sebelum Adanya Penambahan KBLI ....... 50
7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI .............................. 51
7.3. Manajemen Risiko ....................................................................................................................... 52

BAB VIII ANALISA ASPEK KEUANGAN
8.1. Rencana Perusahaan (“MANG”) .................................................................................................. 54
8.2. Proyeksi Laba Rugi....................................................................................................................... 54
8.3. Proyeksi Posisi Keuangan ........................................................................................................... 58
8.4. Incremental Laporan Laba Rugi ................................................................................................... 61
8.5. Cut Off Date dalam Analisis ......................................................................................................... 64
8.6. Penetapan Tingkat Diskonto ........................................................................................................ 64
8.7. Analisis Kelayakan Proyek ........................................................................................................... 67
8.8. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru ............................................................. 69
8.9. Kesimpulan .................................................................................................................................. 70




                                                                        xvi
Page 17
                                                       DAFTAR FIGUR
                                                                                                                                         Halaman

Figur 1. Susunan Pemegang Saham MANG .................................................................................... 12
Figur 2. Laba (Rugi) .......................................................................................................................... 14
Figur 3. Posisi Keuangan .................................................................................................................. 16
Figur 4. Arus Kas .............................................................................................................................. 18
Figur 5. Rasio Keuangan ................................................................................................................... 19
Figur 6. Analisis Vertikal Laba Rugi ................................................................................................... 20
Figur 7. Analisis Vertikal Laporan Posisi Keuangan ........................................................................... 21
Figur 8. Analisis Horizontal Laba Rugi ............................................................................................... 23
Figur 9. Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan ...................................................................... 23
Figur 10. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............................. 27
Figur 11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ...................... 28
Figur 12. Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................................ 29
Figur 13. Grafik Inflasi IHK dan Komponen Tahun 2024 ...................................................................... 30
Figur 14. Grafik Ekspektasi Inflasi Tahun 2024 ................................................................................... 30
Figur 15. Peta Inflasi Daerah Tahun 2024 ........................................................................................... 31
Figur 16. Kontribusi Konstruksi pada PDB Indonesia .......................................................................... 34
Figur 17. Banyaknya Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau, 2023 .................................................... 41
Figur 18. Struktur Organisasi............................................................................................................... 51
Figur 19. Proyeksi Laba Rugi dengan penambahan kegiatan usaha ................................................... 54
Figur 20. Proyeksi Laba Rugi tanpa penambahan kegiatan usaha ...................................................... 56
Figur 21. Proyeksi Posisi Keuangan dengan penambahan kegiatan usaha ......................................... 58
Figur 22. Proyeksi Posisi Keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha ............................................ 59
Figur 23. Proyeksi Laba Rugi .............................................................................................................. 61
Figur 24. Proyeksi Posisi Keuangan .................................................................................................... 62
Figur 25. Beta ..................................................................................................................................... 65
Figur 26. Cost of Equity ....................................................................................................................... 66
Figur 27. Perhitungan WACC .............................................................................................................. 66
Figur 28. Analisis Sensitivitas terhadap penambahan atau Increamental Capex (Capex setelah proyek
          dikurangi Capex sebelum proyek) ........................................................................................ 69
Figur 29. Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan Laba Bersih (Laba Bersih setelah
          proyek dikurangi Laba Bersih sebelum proyek) .................................................................... 69
Figur 30. Analisis Sensitivitas terhadap Pendapatan setelah Penambahan Usaha .............................. 69




                                                                        xvii
Page 18
                                        BAB I
                                    PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang Penugasan

       PT Manggung Polahraya Tbk (“MANG”/”Perusahaan”) adalah perusahaan multi bisnis yang
       berdiri lebih dari 30 tahun dan aktif dalam pembangunan tanah air sampai saat ini. MANG
       didirikan berdasarkan Akta Notaris Ny. Esther Sulaiman, S.H., No. 3 tanggal 5 Februari 1992,
       Notaris di Cianjur. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
       dengan Surat Keputusan No. C2-857.HT.01.01.TH.94 tanggal 21 Januari 1994.

       Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan ialah
       berusaha dalam bidang industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan besar dan eceran,
       dengan lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan meliputi konstruksi bangunan sipil jalan,
       konstruksi gedung pendidikan, konstruksi gedung lainnya, serta kegiatan usaha penunjang yang
       meliputi industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri mortar atau beton siap pakai.

       Melihat potensi pertumbuhan kontruksi yang cukup menjanjikan, Perusahaan berencana
       menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yaitu KBLI 41018 Kontruksi
       Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga; KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI
       41012 konstruksi Gedung perkantoran, KBLI 41014 konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI
       42201 konstruksi jaringan irigasi dan drainase, KBLI 43120 konstruksi khusus penyiapan lahan.
       Melihat potensi konstruksi dibidang Gedung tempat hunian hiburan dan olahraga, Gedung
       hunian, Gedung perkantoran, Gedung perbelanjaan dan lain lain. Menjadi pertimbangan dan
       alasan Perusahaan dalam melakukan penambahan kegiatan usaha ini untuk mengembangkan
       usaha agar cakupan yang lebih luas.

       Tujuan studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah sebagai acuan bagi manajemen
       Perusahaan dalam mengambil keputusan, sehubungan dengan rencana pengembangan usaha
       melalui adanya “Rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)”.
       Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

       TOPAZ memiliki ijin usaha dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia Nomor 2.20.0171
       berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 387/KM/1/2020
       tanggal 11 Agustus 2020 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
       Keuangan (“OJK”) -d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
       dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal Nomor s-815/PM.223/2021.

       Pekerjaan studi kelayakan ini dilakukan menurut prosedur berikut ini :
       1. Perumusan persoalan dan penyediaan data
       2. Pemeriksaan dan penelitian dokumen terkait
       3. Reviu laporan keuangan
       4. Verifikasi dan analisis business plan
       5. Analisis dan perhitungan kelayakan penambahan KBLI baru
       6. Laporan pendahuluan
       7. Laporan draf studi kelaykan penambahan KBLI baru
       8. Laporan lengkap studi kelayakan penambahan KBLI baru


                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK         1
Page 19
       Berikut kami sampaikan opini kami mengenai studi kelayakan penambahan KBLI baru pada
       perusahaan per tanggal 30 September 2024.


1.2.   Identitas Konsultan

       KJPP Tobing Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
       Kementerian Keuangan dan juga terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas
       Jasa Keuangan serta memiliki kompetensi untuk melakukan pekerjaan studi kelayakan
       penambahan kegiatan usaha ini.

       Konsultan adalah partner dari KJPP Tobing Panuturi & Rekan dengan kualifikasi sebagai
       berikut :

       Nama Penilai/Konsultan           : Prasetyo Djoko Sasongko.M.B.A.,M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert.)
       No. Izin Penilai                 : B.1-14.00395
       No. STTD Pasar Modal             : STTD.PB-24/PJ-1/PM.2/2023
       No. MAPPI                        : 07-S-02115
       Klasifikasi Izin                 : Penilai Bisnis (B)

       Konsultan yang bertandatangan dalam laporan ini bertidak dalam kapasitasnya sebagai Rekan
       dalam Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan. Dalam mempersiapkan Laporan
       Sudi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan
       tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
       Pemberi Tugas dan Objek Studi. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan
       pribadi terkait dengan penugasan ini.

       Laporan Studi ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
       Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.


1.3.   Identitas Pemberi Tugas

        Nama Perusahaan                   :   PT Manggung Polahraya Tbk
        Jenis Usaha                       :   Konstruksi
        Alamat                            :   Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
                                              Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
                                              Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
                                              DKI Jakarta.
        Nomor telepon                     :   +62 21 765 1344
        Faksimili                         :   +62 21 765 0531
        Email                             :   info@manggungpolahraya.co.id


1.4.   Identitas Pengguna Laporan

        Nama Perusahaan                   :   PT Manggung Polahraya Tbk
        Jenis Usaha                       :   Konstruksi



                                      STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        2
Page 20
            Alamat                        :   Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
                                              Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
                                              Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
                                              DKI Jakarta.
            Nomor telepon                 :   +62 21 765 1344
            Faksimili                     :   +62 21 765 0531
            Email                         :   info@manggungpolahraya.co.id


1.5.   Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan setelah Penambahan KBLI Baru

       TOPAZ telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI baru dengan :

       Nomor Laporan            : 0101/2.0171-00/BS-FS/I/2025
       Tanggal                  : 15 Januari 2025


1.6.   Objek Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru

       Bahwa Objek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas
       adalah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan
       bidang usaha sebagai berikut :

       1.    KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
       2.    KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
       3.    KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
       4.    KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
       5.    KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
       6.    KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan


1.7.   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru

       Maksud studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah memberikan pendapat atas kelayakan
       penambahan kegiatan usaha Perusahaan sehubungan Rencana Penambahan KBLI 41018 :
       Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga, KBLI 41011 : Konstruksi Gedung
       Hunian, KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran, KBLI 41014 : Konstruksi Gedung
       Perbelanjaan, KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase, KBLI 43120 : Konstruksi
       Khusus Penyiapan Lahan, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya, serta tidak
       dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli, perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan
       studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

       Studi kelayakan ini mengacu kepada kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
       17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
       Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
       Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
       Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
       Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.



                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK    3
Page 21
       Tujuan laporan ini adalah melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI untuk
       keperluan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


1.8.   Tanggal Efektif Studi Kelayakan dan Masa Berlaku

       Tanggal pisah batas (cut off date) studi adalah per 30 September 2024, dimana batas tersebut
       diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2
       (dua) POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan, adalah selama 6
       (enam) bulan sejak tanggal penilaian dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan
       berakhir pada Maret 2025.


1.9.   Jenis Mata Uang yang DIgunakan

       Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.


1.10. Metodologi Penyusunan Studi Kelayakan

       Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:

       1. Melakukan zoom meeting, untuk mendapatkan gambaran tentang rencana ekspansi dan
           penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
       2. Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan rencana ekspansi atas
           penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas Perusahaan, perijinan,
           spesifikasi proyek, aspek keuangan dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait.
       3. Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
           dipertanggungjawabkan.
       4. Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek yang
           berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perusahaan.
       5. Analisa legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perijinan.
       6. Analisa pasar yang mengkaji kondisi pasar properti di Indonesia, potensi pasar, sasaran,
           dan; pesaing usaha; dan strategi pemasaran;
       7. Analisa teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perusahaan dari rencana
           panambahan kegiatan usaha.
       8. Analisa pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko
           yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.
       9. Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana
           penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
       10. Analisa keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi. Dalam
           melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas penambahan
           kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net Present Valuve
           (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period.
       11. Pelaporan terhadap analisis semua aspek yang di teliti.




                                      STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK       4
Page 22
 1.11. Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah DInilai Dalam Jangka
       Waktu 1 (satu) Bulan

        Perusahaan telah mengkonfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah dinilai
        oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi kelayakan
        yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari satu bulan). Bahwa Penilai
        dibebaskan dari segala bentuk tuntutan/klaim, gugatan ganti rugi yang mungkin timbul dari pihak
        ketiga atau pihak lainnya atas konfirmasi objek studi kelayakan yang tidak benar dari
        Perusahaan. Selain itu juga Perusahaan akan mengidentifikasi dari segala kerugian dan/atau
        kewajiban yang dialami oleh Penilai dan TOPAZ.


 1.12. Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
        memadai diantaranya dengan melakukan wawancara terhadap perwakilan Manajemen
        Perusahaan. Pihak-pihak berkepentingan yang telah diwawancarai sebagai berikut:

        1. Ibu Ni Ketut Mariani sebagai Direktur Utama
        2. Bapak Lie Kurniawan sebagai Direktur

        Dari hasil wawancara dan data/ informasi yang diterima, yaitu :
          • Adanya rencana penambahan KBLI 41018 Kontruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan
              Olahraga; KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI 41012 konstruksi Gedung
              perkantoran, KBLI 41014 konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI 42201 konstruksi
              jaringan irigasi dan drainase, KBLI 43120 konstruksi khusus penyiapan lahan.
          • Cut off date yang digunakan adalah per 30 September 2024.
          • Kegiatan yang telah dilakukan oleh pemberi tugas sebelum adanya penambahan KBLI
              dan setelah adanya penambahan KBLI


1.13.   Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

        Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut sejarah
        singkatnya, struktur modal, susunan pengurus dan deskripsi bidang usaha serta memperhatikan
        kondisi makro yang ada. Data – data sebagai informasi pendukung adalah sebagai berikut:

        Adapun data dan informasi yang diperoleh dari internal perusahaan yang menjadi dasar
        penyusunan laporan studi kelayakan ini antara lain:
         • Profil perusahaan, akta pendirian dan akta perubahan terakhir milik perusahaan, dan
            perizinan terkait.
         • Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019-31
            Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara,
            Sugeng Pamudji dan Rekan dengan nomor laporan 00045/0946/AU.1/03/0152-6/1/VI/2023
            tanggal 16 Juni 2023, ditandatangani oleh M.Kuncara Budi Santoso,
            SE,Ak,MM,CA,CPA,BKP,CLI,CRA, Izin Akuntan Publik Nomor AP.1052, dengan opini wajar
            dalam semua hal yang material.
         • Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-31
            Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara,
            Sugeng Pamudji dan Rekan dengan nomor laporan 00044/0946/AU.1/03/1052-5/1/VI/2023


                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        5
Page 23
            tanggal 16 Juni 2023, ditandatangani oleh M.Kuncara Budi Santoso,
            SE,Ak,MM,CA,CPA,BKP,CLI,CRA, Izin Akuntan Publik Nomor AP.1052, dengan opini wajar
            dalam semua hal yang material.
        •   Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 yang
            telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana dan Rekan dengan nomor
            laporan 000015/2.1352/AU.1/03/1520-1/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024, ditandatangani
            oleh Dr.Heru Satria Rukmana,SE.,Ak,M.M.,CA.,CPA.,CPI, Izin Akuntan Publik Nomor
            AP.1052, dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
        •   Data proyeksi keuangan KBLI baru tahun 2024-2028 yang disiapkan oleh manajemen
            berupa softcopy “Draft proyeksi keuangan PT Manggung Polahraya dan beberapa data
            pendukung lain berbentuk softcopy yang berhubungan dengan proyeksi keuangan tersebut.
        •   TOPAZ telah melakukan reviu atas proyeksi keuangan yang telah disetujui oleh manajemen
            Perusahaan, sehingga lebih mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan. Dalam
            menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, TOPAZ telah menggunakan Proyeksi Keuangan
            yang disesuaikan.
        •   Data-data yang berhubungan dengan pangsa pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, dan
            aspek modal manajemen yang disampaikan oleh manajemen Perusahaan.
        •   Struktur organisasi Perusahaan dan struktur organisasi untuk KBLI baru.
        •   Representation Letter tanggal 14 Januari 2025 yang disiapkan oleh manajemen
            Perusahaan dan ditujukan kepada TOPAZ sehubungan dengan penugasan penilaian.
        •   Data-data lain sebagai informasi pendukung.
        •   Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik, seperti website,
            Damodaran, website S&P, asosiasi industri terkait, dan Bank Indonesia, serta hasil analisis
            lain yang kami anggap relevan dengan penugasan ini.


1.14.   Ruang Lingkup Penugasan Studi dan Independensi Konsultan

        Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perusahaan serta data lain yang
        relevan. Dalam penyusunan laporan ini kami juga mempertimbangkan proyeksi- proyeksi yang
        mendukung dari Perusahaan dan hasil wawancara dengan Manajemen Perusahaan.

        Analisis yang dilaksanakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:

        a. Analisis Kelayakan Pasar
           Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability),
           potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Disamping itu juga melakukan analisis atas
           pesaing usaha serta strategi pemasaran.

        b. Analisis Kelayakan Teknis
           Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan ketersediaan
           dan kualitas sumber daya, pekerja, dan ahli profesional. Kajian teknis juga meliputi proses
           produksi secara umum.

        c. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
           Pada aspek ini, analisis mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan pola bisnis yang
           diajukan Perusahaan, kemampuan para pesaing untuk meniru produk yang dihasilkan,
           serta kemampuan untuk menciptakan nilai.




                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        6
Page 24
          d. Analisis Kelayakan Model Manajemen.
             Kajian yang dilakukan pada aspek ini meliputi ketersediaan tenaga kerja, manajemen
             kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan
             manajemen, serta kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.

          e. Analisis Kelayakan Keuangan
             Sebagai muara dari seluruh aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan mengkaji paling
             kurang meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya operasional, proyeksi
             laporan keuangan, analisis titik impas (break even analysis), analisis profitabilitas
             (profitability analysis) serta analisis tingkat imbal balik investasi (overall return on
             investment).

        Sebagai KJPP yang telah ditunjuk oleh pemberi tugas untuk menyusun laporan studi kelayakan
        ini, kami berkomitmen untuk mematuhi ketentuang yang diatur dalam POJK 17 tahun 2020 dan
        SEOJK 17 tahun 2020. Studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan analisis menyeluruh yang
        mencakup Analisa Kelayakan Pasar, Analisa Kelayakan Teknis, Analisa Pola Bisnis, Analisa
        Kelayakan Model Manajemen, dan Analisa Kelayakan Keuangan. Kami memahami bahwa
        penugasan ini tidak hanya menutut pemahaman mendalam mengenai objek penilaian, tetapi juga
        penerapan metodologi yang sesuai untuk menghasilkan laporan yang kredibel dan akurat.

        Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
        tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perusahaan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
        dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi
        berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk
        memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah
        sama sekali tidak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini
        dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran Nomor
        0902/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2024 tanggal 24 September 2024 yang sudah ditandatangani oleh
        perusahaan pada 24 September 2024.


1.15.    Asumsi dan Kondisi Pembatas

         Asumsi

         Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penalaahan
         atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan, data dan informasi yang
         diperoleh berasal dari manajemen Perusahaan maupun dari sumber yang dapat dipercaya.

         Studi kelayakan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disediakan oleh
         manajemen perusahaan yang telah kami sesuaikan asumsinya, sehingga lebih mencerminkan
         kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya.

         Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan menurut pendapat kami
         proyeksi keuangan yang telah disesuaikan tersebut adalah wajar, namun kami tidak bertanggung
         jawab terhadap pencapaiannya.




                                          STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK          7
Page 25
Laporan studi kelayakan ini untuk kepentingan Pasar Modal. Kami bertanggung jawab atas opini
yang dihasilkan dalam rangka penugasan Studi Kelayakan. Kami telah memperoleh informasi
atas status hukum Objek dari Pemberi Tugas.


Kondisi Pembatas

Pembatasan pada studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:

•   Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis TOPAZ atas rencana penambahan
    Kegiatan Usaha MANG yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan
    ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
    Materal dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
    35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
    dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
    No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
    di Pasar Modal.
•   Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan
    pertimbangan manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
•   Penyusunan laporan studi ini merupakan intepretasi kami atas data dan informasi yang
    diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini
    dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuai
    atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti
    diberlakukannya peraturan-peraturan pemerintah yang baru maupun perubahan-
    perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial, dan ekonomi.
•   Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
    kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi MANG yang relevan dan
    signifikan pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau belum
    kami terima dari MANG.
•   Kami berasumsi bahwa MANG mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah,
    khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di masa
    mendatang.
•   Kami tidak melaksanakan pemeriksanaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh MANG.
    Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset MANG,
    baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
•   Kami berasumsi bahwa MANG telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan
    perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan
    peraturan yang berlaku.
•   Kami telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
    penyusunan Studi Kelayakan.
•   Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen.
•   Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
•   Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
    kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
    pencapaian (fiduciary duty).
•   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran
    proyeksi keuangan.




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK       8
Page 26
•   Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup dan karenanya tidak
    bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait dengan
    permasalahan lingkungan.
•   Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
•   Penilai bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
    laporan ini.




                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK    9
Page 27
                             BAB II
                   GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1   Gambaran Umum Perusahaan

      PT Manggung Polahraya Tbk (“MANG”/ “Perusahaan”) merupakan perusahaan swasta berskala
      nasional yang memiliki sejarah dan pengalaman panjang. Perusahaan telah melakukan kegiatan
      bisnisnya sejak didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 3 tanggal 05 Februari 1992 dibuat
      oleh Notaris Ny. Esther Mercia Sulaiman,SH., serta telah memperoleh persetujuan dari Menteri
      Kehakiman dan persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
      Nomor C2-857.HT.01.01.TH.94 tanggal 21 Januari 1994 berdasarkan keputusan tersebut,
      perusahaan ditetapkan sebagai Perusahaan MANG.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, berdasarkan keputusan sirkuler para
      pemegang saham sebagai pengganti rapat umum pemegang saham luar biasa yang dituangkan
      dalam Akta Notaris No. 33 tanggal 14 Desember 2023 oleh Rini Yulianti,S.H.,Notaris di Jakarta,
      mengenai perubahan ketentuan anggaran dasar Perusahaan dalam rangka menjadi Perusahaan
      terbuka. Akta perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
      Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU-0078173.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 14
      Desember 2023.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan
      keputusan sirkuler para pemegang saham sebagai pengganti rapat umum pemegang saham luar
      biasa yang dituangkan dalam Akta Notaris Nomor 7 tanggal 15 Januari 202 oleh Rini
      Yulianti,S.H.,Notaris di Jakarta, Akta Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
      Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat Nomor AHU-AH.01.03-0011619 tanggal 15
      Januari 2024.

      Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat berlokasi di Jalan Pondok Pinang Raya
      Nomor 01, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310.

      Pabrik produksi aspal hotmix dan beton ready mix berloaksi di Jalan Lintas Sumatera KM 23, Desa
      Suka Banjar, Tarahan, Katibung, Lampung


2.2   Aktivitas Usaha

      Maksud dan tujuan dari Perusahaan ini ialah
       a. Berusaha dalam bidang industri pada umumnya, peternakan, perikanan, pertanian dan
          pertambangan;
       b. Berdagang pada umumnya, termasuk import, eksport, lokal dan interinsulair serta menjadi
          grossier, leveransier, distributor, agen dan pengecer dari segala macam barang yang dapat
          dilakukannya, baik untuk perhitungan sendiri maupun atas perhitungan pihak lain, dengan
          cara amanat atau komisi;
       c. Berusaha dalam bidang pemberian jasa pada umumnya (kecuali jasa dalam bidang hukum
          dan pariwisata);


                                      STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK       10
Page 28
 d. Berusaha dalam bidang pengangkutan didarat pada umumnya, ekspedisi, pergudangan dan
    perbengkelan;
 e. Berusaha dalam bidang perencanaan, pelaksanaan dan pemborongan pada umumnya
    (general contractor) diantaranya tetapi tidak terbatas pada bangunan-bangunan, jalanan-
    jalanan, jembatan-jembatan, taman-taman dan instalasi-instalasi listrik, telekomunikasi dan
    air/ irigasi serta penggalian, pengurugan dan pemerataan tanah;
 f. Satu dan lain dalam arti kata seluas-seluasnya;

Perusahaan berhak menjalankan segala kegiatan dan usaha untuk mencapai maksud dan tujuan
tersebut dalam ayat diatas, baik atas tanggungan sendiri maupun bersama-sama dengan pihak
lain, dengan cara dan bentuk yang sesuai dengan keperluan Perusahaan serta dengan
mengindahkan peraturan perundanganan yang berlaku, untuk itu Perusahaan berhak bekerja
sama termasuk tetapi tidak terbatas secara usaha patungan dan juga berhak untuk mendirikan
atau turut menjadi pemegang saham dari badan hukum lain, baik dari dalam maupun luar negeri,
yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama atau hampir sama dengan maksud dan tujuan
Perusahaan ini.

Berdasarkan Akta Nomor 33 tanggal 14 Desember 2023 adanya perubahan pada maksud dan
tujuan menjadi seperti dibawah ini :

 Maksud dan tujuan Perusahaan ialah berusaha dalam bidang :
 a. Industri pengolahan;
 b. Konstruksi; dan
 c. Perdagangan besar dan eceran.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan-
kegiatan usaha, sebagai berikut :

Kegiatan usaha utama :

 a. Konstruksi bangunan sipil jalan (KBLI 42101);
    Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/ atau pembangunan kembali bangunan
    jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan/ jalan tol, dan jalan landasan terbang
    (pacu, taksi, dan parkir), dan lapangan penyimpanan peti kemas (containers yard). Terasuk
    kegiatan penunjang pembangunan, peningkatan, pemeliharaan konsturksi pagar/ tembok
    penahan jalan.
 b. Konstruksi gedung pendidikan (KBLI 41016);
    Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan
    yang dipakai untuk sarana pendidikan, seperti gedung sekolah, tempat kursus, laboratorium
    dan bangunan penunjang pendidikan lainnya. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi
    gedung pendidikan.
 c. Konstruksi gedung lainnya (KBLI 41019);
    Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan
    yang dipakai penggunaan selain dalam kelompok 41011 s.d 41018 seperti tempat ibadah
    (masjid, gereja katolik, gereja kristen, pura, wihara, kelenteng), gedung terminal/ stasiun,
    balai yasa (kereta api), bangunan monumental, gedung negara dan pemerintah pusat/
    daerah, bangunan bandara gedung hangar pesawat, gedung PLPPL (Pemadaman
    Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, gedung genset, rumah pompa, depo,
    gedung power house, gedung gardu listrik, gedung gardu sinyal, gedung tower, gedung



                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        11
Page 29
            penyimpanan termasuk penyimpanan bahan peledan dan lainnya. Termasuk kegiatan
            perubahan dan renovasi gedung lainnya.

      Kegiatan usaha penunjang :

       a. Industri produk dari hasil kilang minyak bumi (KBLI 19291);
          Mencakup usaha industri pengolahan aspal/ terbitumen dan lilin (dapat digunakan untuk
          lapisan halan, atap, kayu, kertas dan sebagainya) serta petroleum coke. Termasuk industri
          produk untuk industri petrokimia, industri bermacam-macam produk, seperti white spirit,
          vaseline, lilin, parafin, jeli minyak bumi (petroleum jelly), industri briket minyak bumi dan
          pencampuran biofuel, seperti pencampuran alkohol dengan minyak bumi (misalnya
          gasohol).
       b. Industri mortar atau beton siap pakai (KBLI 23957);
          Mencakup usaha pembuatan mortar atau beton siap pakai (ready mixed and dry mixed
          concrete and mortar).


2.3   Struktur Permodalan

      Berdasarkan akta perubahan nomor 33 tanggal 14 Desember 2023, modal Perusahaan
      mengalami perubahan. Modal dasar Perusahaan berjumlah Rp244.000.000.000,- (dua ratus
      empat puluh empat miliar Rupiah) terbagi atas 12.200.000.000 saham masing-masing saham
      bernilai nominal Rp20,- (dua puluh Rupiah).

      Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 25% (dua puluh lima persen atau
      sejumlah 3.050.000.000 (tiga miliar lima puluh juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya
      sebesar Rp61.000.000.000,- (enam puluh satu miliar Rupiah) oleh para pemegang saham yang
      mengambil bagian saham dan rincian serta nilai nominal saham yang disebutkan pada bagian
      sebelum akhir akta ini.

      Figur 1. Susunan Pemegang Saham MANG
                                        Jumlah Saham Ditempatkan     Persentase
               Pemegang Saham                                                            Jumlah
                                            dan Disetor Penuh        Kepemilikan
       Mohamad Reza Pahlevi                          2.080.000.000        54,56%         41.600.000.000
       Wiwik Robiatul Adawiyah                         365.000.000         9,57%          7.300.000.000
       Ni Ketut Mariani                                345.000.000         9,05%          6.900.000.000
       Ir. Niazie Gani,M.Sc                            260.000.000         6,82%          5.200.000.000
       Publik/ Public                                  762.500.000        20,00%         15.250.000.000
       Total                                         3.812.500.000       100,00%         76.250.000.000
      Sumber : Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2023


2.4   Susunan Kepengurusan

      Berdasarkan surat keputusan Nomor 13/SDM-SK.KA/MPR/IV/2023 tanggal 23 Juni 2023,
      perusahaan menetapkan komite audit dengan susunan sebagai berikut :

      Komite Audit
      Ketua komite audit         : Dedy Handoko
      Anggota                    : Tri Nugrohowati Prasetyarini


                                        STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK       12
Page 30
      Anggota                   : Yudith Wahyuni

      Berdasarkan surat keputusan Nomor 14/SDM-SK.KA/MPR/VI/2023 tanggal 23 Juni 2023,
      perusahaan menetapkan komite nominasi dan remunerasi dengan susunan sebagai berikut :

      Komite Nominasi dan Remunerasi
      Ketua                 : Dedy Handoko
      Anggota               : Abdul Kodir
      Anggota               : Eka Endah Jayanti

      Berdasarkan surat keputusan Nomor 15/SDM-SK.KA/MPR/VI/2023 tanggal 23 Juni 2023,
      perusahaan menetapkan komite audit internal dengan susunan sebagai berikut :

      Audit Internal
      Ketua audit internal              : Siti maemunah
      Anggota                           : Achiano Fansuri
      Anggota                           : Selvi Virgina Sari

      Manajemen kunci perusahaan meliputi seluruh anggota komisaris dan direksi. Manajemen kunci
      tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
      mengendalikan aktivitas Perusahaan.


2.5   Legalitas dan Perizinan

      Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki MANG adalah sebagai berikut:

      1. Akta Pendirian nomor 3 tanggal 5 Februari 1992 oleh Ny Esther Mercia Sulaiman,S.H., oleh
         notaris di Cianjur. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
         Indonesia dengan Surat Keputusan nomor C2-857.HT.01.01.TH.94 tanggal 21 Januari 1994.
      2. Akta Perubahan nomor 33 tanggal 14 Desember 2023 oleh Rini Yulianti, S.H., oleh notaris di
         Jakarta mengenai Perubahan ketentuan anggaran dasar Perusahaan dalam rangka menjadi
         Perusahaan Terbuka. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor AHU-0078173.AH.01.02.Tahun 2023
         tanggal 14 Desember 2023.
      3. Akta Perubahan nomor 7 tanggal 15 Januari 2024 oleh notaris di Jakarta, mengenai
         perubahan anggaran dasar. Akta ini Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
         Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor AHU-AH.01.03-0011619
         tanggal 15 Januari 2024
      4. Kartu Tanda Anggota Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional nomor 00000396 tanggal 16
         April 2022.
      5. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0209000942284.
      6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) nomor 01.565.911.3-019.000
      7. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU)
         Konstruksi PB-UMKU : 020900094228400050002. Dengan KBLI 41016 – Konstruksi Gedung
         Pendidikan.
      8. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU)
         Konstruksi PB-UMKU : 020900094228400050003. Dengan KBLI 41019 – Konstruksi Gedung
         Lainnya.



                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK    13
Page 31
      9. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU)
         Konstruksi PB-UMKU : 020900094228400050005. Dengan KBLI 42101 – Konstruksi
         Bangunan Sipil Jalan.


2.6   Tinjauan Kinerja Keuangan

      Analisa terhadap kinerja keuangan Perusahaan dilakukan berdasarkan kepada laporan keuangan
      untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2020 yang telah diaudit
      oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara, Sugeng Pamudji & Rekan nomor
      00045/0946/AU.1/03.1052-6/1/VI/2023 tanggal 16 Juni 2023, Laporan keuangan Perusahaan
      untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh
      Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara, Sugeng Pamudji dan Rekan dengan nomor laporan
      00044/0946/AU.1/03/1052-5/1/VI/2023 tanggal 16 Juni 2023, Laporan keuangan Perusahaan
      untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 yang telah di state kembali dalam laporan
      audit tahun 2023, laporan keuangan perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember
      2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana & Rekan nomor
      00015/2.1352/AU.1/03/1520-1/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dan laporan keuangan
      perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 30 September 2024 yang telah di reviu oleh Kantor
      Akuntan Publik Johannes Juara & Rekan tanggal 22 November 2024.

      Berikut ringkasan laporan keuangan beserta rasio laporan keuangan :

      Tinjauan Laba (Rugi)

      Figur 2. Laba (Rugi)
                                                                                                  (Ribuan Rupiah)
                           2019            2020            2021            2022           2023            2024

           Uraian        Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des       Jan – Des      Jan - Des       Jan-Sept
                                                                                                         Limited
                           Audit           Audit          Audit            Audit          Audit
                                                                                                          Reviu
       Pendapatan         72.520.662      51.486.484      32.725.357      13.985.008     59.597.519     44.916.842
       Beban Pokok
                         (59.927.100)    (41.506.532)    (20.993.381)    (13.361.409)   (45.064.840)   (31.828.883)
       Pendapatan
       Laba Bruto         12.593.562       9.979.952      11.731.975         623.599     14.532.679     13.087.959


       Beban
                             (412.122)      (487.773)                -       (23.114)       (16.073)     (242.284)
       Penjualan
       Beban umum
       dan                (8.904.292)     (9.760.629)     (7.078.924)     (9.647.161)    (8.963.324)
                                                                                                       (10.389.775)
       administrasi
       Beban lain-lain               -               -               -     (218.487)      (211.854)        (67.140)
       Pendapatan
                             (911.500)        44.057        2.043.455         87.349         25.124               -
       lain-lain
       Laba (Rugi)
       sebelum
       beban               2.365.647        (224.392)       6.696.506     (9.177.814)     5.366.552      2.388.760
       keuangan dan
       Pajak




                                         STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        14
Page 32
                     2019            2020            2021            2022           2023             2024
    Uraian         Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des       Jan – Des      Jan - Des      Jan-Sept
                                                                                                  Limited
                    Audit            Audit          Audit            Audit          Audit
                                                                                                   Reviu
 Beban
                    (2.057.450)       (624.605)     (3.063.690)     (2.109.189)    (2.983.646)   (1.962.352)
 keuangan
 Laba (Rugi)
 Bersih
                       308.197        (848.997)       3.632.816    (11.287.003)     2.382.906         426.408
 Sebelum
 Pajak

 Pajak
 Penghasilan                   -               -               -     (135.537)     (1.082.123)       (158.548)
 Final
 Pajak
                    (1.400.126)     (1.202.369)       (694.461)        796.380      (128.069)        (154.723)
 tangguhan
 Laba (Rugi)
 Bersih
                    (1.091.929)     (2.051.366)       2.938.355    (10.626.160)     1.172.713         113.136
 Periode
 Berjalan
Sumber : Laporan Keuangan MANG

Pendapatan
Perusahaan bergerak dibidang industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan besar dan
eceran, dengan lingkup kegiatan usaha utama perusahaan meliputi konstruksi bangunan sipil jalan,
konstruksi gedung pendidikan, konstruksi gedung lainnya. Berdasarkan bidang tersebut,
Perusahaan memperoleh pendapatan dari kontruksi gedung dan bangunan, pembangunan
infrastruktur jalan, produksi aspal hotmix dan produksi beton ready mix.

Jika dilihat dari perjalanan laporan keuangan perusahaan dalam kurun waktu 5 tahun yaitu sejak
tahun 2019 sampai dengan 2023, pendapatan cenderung mengalami fluktuasi. Tahun 2019
Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp72.520.662 ribu sedangkan di tahun berikutnya
sampai dengan tahun 2022 cenderung mengalami penurunan, di tahun 2022 Perusahaan
membukukan pendapatan sebesar 13 miliar hal ini dikarenakan adanya pandemi covid 19 yang
diakibatkan oleh lambatnya pertumbuhan konstruksi di Indonesia yang berimbas kepada
Perusahaan. Akan tetapi tahun 2023 kondisi mulai menunjukkan perbaikan sehingga Perusahaan
berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp59.597.519 ribu. Dampak pandemi covid 19 selain
berdampak pada pendapatan, hal ini pun berdampak pada biaya-biaya, sehingga efisiensipun
diupayakan oleh Perusahaan agar usaha tetap berjalan. Hal tersebut dapat dilihat dari fluktuasinya
laba bruto yang dicatatkan oleh Perusahaan.

Beban pokok terhadap pendapatan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 2023 rata-
rata sebesar 79,71%, dimana beban tertinggi terhadap pendapatan yaitu pada tahun 2022 sebesar
95,54%, dimana terdapat beban yang harus dibayarkan melampaui pendapatan yang diperoleh.
Seperti pada produksi aspal hotmix dimana pendapatan yang diperoleh sebesar Rp4.418.362 ribu
akan tetapi beban yang harus dikeluarkan sebesar Rp4.840.702 ribu dan produksi beton ready mix
sebesar Rp1.979.621 ribu sedangkan beban yang harus dikeluarkan mencapai Rp2.168.848 ribu.

Laba bruto terhadap pendapatan rata-rata sebesar 20,29%, dimana selama periode historis rasio
terendah yaitu pada tahun 2022 hanya mencapai 4,46%.




                                   STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK         15
Page 33
Laba Sebelum Pajak
Selama periode historis yaitu 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, rata-rata laba
sebelum pajak terhadap pendapatan sebesar 6%, dimana porsi terbesar pada beban umum dan
administrasi. Dimana beban umum dan administrasi cenderung mengalami kenaikan, adapun di
tahun 2021 terdapat penurunan yang disebabkan adanya efisiensi terhadap biaya gaji dan
tunjangan, biaya keperluan kantor, biaya representasi, biaya perawatan aset kantor, sumbangan
sosial dan beban kerugian piutang.

Laba Bersih Tahun Berjalan
Selama periode historis yaitu 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, Perusahaan
mengalami fluktuatif, tahun 2019 perusahaan membukukan rugi sebesar Rp1.091.929 ribu, tahun
2020 sebesar Rp2.051.366 ribu, hal ini dikarenakan kondisi pandemi covid 19 serta kebijakan
Pemerintah pada saat itu yang berdampak pada melambatnya industri konstruksi pembangunan.
Tahun 2021 Perusahaan mulai membukukan pendapatan sebesar Rp2.938.355 ribu, tahun 2022
Perusahaan kembali membukukan kerugian mencapai Rp10.626.160 ribu dimana menurunnya
pendapatan yang diperoleh serta biaya yang cukup tinggi, oleh karenanya Perusahaan di tahun
2022 banyak melakukan efisiensi. Tahun 2023 Perusahaan membukukan pendapatan sebesar
Rp1.172.713 ribu.

Tinjauan Posisi Keuangan

Figur 3. Posisi Keuangan
                                                                                                      (Ribuan Rupiah)
                          2019            2020            2021          2022            2023             2024

        Uraian          Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des     Jan - Des       Jan - Des        Jan-Sept
                                                                                                        Limited
                         Audit           Audit            Audit         Audit           Audit
                                                                                                         Reviu
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas      9.614.487       1.820.231        978.024       1.838.978       3.258.088       2.765.022
 Piutang usaha           9.027.831       8.798.533      15.977.161      6.719.648      17.570.218      44.836.746
 Piutang lain-lain      19.045.493      17.817.677      11.651.962     13.731.084       8.832.025       7.760.511
 Persediaan              2.788.764       2.276.457       8.434.184       198.106         221.673         380.954
 Proyek dalam
                        10.178.804      19.665.028      17.839.074     40.797.508      34.926.933      20.120.640
 pelaksanaan
 Pajak dibayar dimuka    2.016.939       3.106.040        220.470                 -               -               -
 Dana titipan proyek       509.764       1.078.321       1.233.897       518.721                  -    75.298.027
 Beban yang
                                    -               -             -     1.101.779       2.579.475                 -
 ditangguhkan
 Jumlah Aset Lancar     53.182.082      54.562.287      56.334.772     64.905.824      67.388.411     151.161.899


 Aset Tidak Lancar
 Aset tetap - bersih    28.388.763      25.025.915      22.282.055     37.539.020      33.621.975      31.908.931
 Aset Tidak Lancar
                                    -               -             -      435.037         435.337         435.337
 Lainnya
 Aset pajak tangguhan               -               -    1.242.264                -               -               -
 Jumlah Aset Tidak
                        28.388.763      25.025.915      23.524.319     37.974.057      34.057.312      32.344.269
 Lancar
 Jumlah Aset            81.570.846      79.588.202      79.859.091    102.879.880     101.445.724     183.506.168


                                    STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 16
Page 34
                        2019            2020            2021          2022            2023             2024
        Uraian        Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des     Jan - Des       Jan - Des        Jan-Sept
                                                                                                      Limited
                        Audit          Audit            Audit         Audit           Audit
                                                                                                       Reviu

 Liabilitas dan
 Ekuitas
 Liabilitas
 Liabilitas Jangka
 Pendek
 Utang bank            21.916.705     24.147.650      16.563.213     26.577.573      22.445.160      22.586.536
 Utang Usaha            3.293.607      1.914.285       1.112.319                -               -     2.177.194
 Utang sewa
                                  -               -     214.299        580.900                  -               -
 pembiayaan
 Bagian Lancar atas
 Liabilitas Jangka                -               -             -               -               -     1.391.747
 Panjang
 Utang pajak                      -     232.173           1.118       2.236.430       3.384.916       5.405.097
 Biaya yang masih
                        1.180.570          4.700       1.949.257       325.549         880.765         789.065
 harus dibayar
 Jumlah Liabilitas
                       26.390.882     26.298.808      19.840.207     29.720.452      26.710.841      32.349.639
 Jangka Pendek

 Liabilitas Jangka
 Panjang Panjang
 Liabilitas Imbalan
                                  -               -    1.189.420      1.503.503       1.683.116       1.869.975
 pasca-kerja
 Liabilitas Pajak
                                  -               -             -     1.589.434       1.766.975       1.951.507
 Tangguhan
 Kewajiban Imbalan
                         990.635                                -               -               -     2.441.054
 Pasca-Kerja                           1.021.620
 Jumlah Liabilitas
                         990.635       1.021.620       1.189.420      3.092.938       3.450.092       6.262.535
 Jangka Panjang
 Jumlah Liabilitas     27.381.518     27.320.427      21.029.627     32.813.389      30.160.932      38.612.175


 Ekuitas
 Modal saham            1.500.000      1.500.000       1.500.000     61.000.000      61.000.000      76.250.000
 Agio saham                       -               -             -               -               -    58.140.382
 Penghasilan
                                  -               -    3.621.118     16.484.306      16.529.893      16.635.577
 komprehensif lain
 Laba ditahan          52.689.328     50.767.774      53.708.345     -7.417.815      -6.245.101      -6.131.965
 Jumlah ekuitas        54.189.328     52.267.774      58.829.464     70.066.491      71.284.792     144.893.993
 Jumlah kewajiban
                       81.570.846     79.588.202      79.859.091    102.879.880     101.445.724     183.506.168
 dan ekuitas
Sumber : Laporan keuangan Audit MANG

Aset
Jumlah aset dari tahun ke tahun atau sejak periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 cenderung mengalami kenaikan. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada
tahun 2022 yaitu sebesar 28,83% dari tahun 2021, kenaikan disebabkan adanya proyek baru yang
baru dimulai tahun 2022 dimana proyek dalam pelaksanaan mencapai Rp40.797.508 ribu, jika


                                  STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 17
Page 35
dibandingkan tahun 2021 yang hanya sebesar Rp17.839.074 ribu serta adanya penambahan pada
aset tetap berupa tanah sebesar Rp119.125 ribu, bangunan sebesar Rp1.700.000 ribu, peralatan
proyek sebesar Rp18.000 ribu dan inventaris kantor sebesar Rp18.507 ribu serta adanya aset
tidak lancar lainnya berupa fasilitas lapangan tenis meja untuk warga sekitar kantor sebesar
Rp435.037 ribu.

Liabilitas dan Ekuitas
Jika dilihat dari sisi liabilitas selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember
2023 total liabilitas cenderung mengalami kenaikan, dimana kenaikan tertinggi pada tahun 2022
yaitu mencapai 56,03% dari tahun 2021. Kenaikan ini disebabkan meningkatnya utang bank, utang
sewa pembiayaan, utang pajak, liabilitas imbalan paska kerja dan liabilitas pajak tangguhan. Untuk
ekuitas, cenderung mengalami kenaikan yang disebabkan adanya penambahan modal saham
yang sebelumnya sebesar Rp1.500.000 ribu menjadi Rp61.000.000 ribu di tahun 2022 serta
Perusahaan masih membukukan kerugian.

Tinjauan Arus Kas

Figur 4. Arus Kas
                                                                                                 (Ribuan Rupiah)
                           2019            2020          2021          2022           2023             2024
        Uraian           Jan - Des       Jan - Des    Jan - Des      Jan - Des     Jan - Des        Jan - Sept
                           Audit          Audit         Audit          Audit         Audit         Limited Reviu


 Kas Bersih yang
 Diperoleh dari
                         (2.922.085)    (9.849.178)    6.750.427    (13.483.473)    3.125.711        (76.767.088)
 (Digunakan untuk)
 Aktivitas Operasi
 Kas Bersih yang
 Diperoleh dari
                        (12.827.817)     (176.023)        (8.197)    (2.234.754)    4.484.408            672.840
 (Digunakan untuk)
 Aktivitas Investasi
 Kas Bersih yang
 Diperoleh dari
                         15.900.000      2.230.945    (7.584.437)    16.579.181    (6.191.009)        75.601.182
 (Digunakan untuk)
 Aktivitas Pendanaan

 Kenaikan Bersih Kas
                            150.098     (7.794.255)    (842.207)        860.954     1.419.110          (493.066)
 dan Setara Kas
 Kas dan Setara Kas
                          9.464.389      9.614.487     1.820.231        978.024     1.838.978          3.258.088
 Awal Periode
 Kas dan Setara Kas
                          9.614.487      1.820.231       978.024      1.838.978     3.258.088          2.765.022
 Akhir Periode
Sumber : Laporan Keuangan MANG

Arus kas dari aktivitas operasi
Kegiatan aktivitas ini diperoleh dari penerimaan pelanggan serta pembayaran-pembayaran.
Adapun tahun 2024 kas dari aktivitas operasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan cukup tinggi yaitu
sebesar Rp76.767.088 ribu yang disebabkan meningkatnya beban operasional.




                                     STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 18
Page 36
Arus kas dari aktivitas investasi
Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas masuk dari aktivitas investasi sebesar
Rp672.840 ribu yang diperoleh dari adanya penerimaan piutang lain-lain sebesar
Rp1.210.368.890 ribu.

Arus kas dari aktivitas pendanaan
Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas masuk dari aktivitas pendanaan sebesar
Rp75.601.182 ribu dimana adanya uang masuk dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp
7.404.267.895 ribu, modal disetor Rp 15.250.000 ribu, dan penambahan beban yang
ditangguhkan Rp 58.140.381 ribu.

Rasio Keuangan

Figur 5. Rasio Keuangan
                                          2019     2020      2021      2022       2023         2024
               Uraian                                                                         Limited
                                         Audit     Audit    Audit     Audit       Audit
                                                                                               Reviu
 Rasio Likuiditas
 Rasio Lancar                               2,02     2,07      2,84      2,18       2,52         4,67
 Rasio Cepat                                1,91     1,99      2,41      2,18       2,51         4,66
 Rasio Kas                                  0,36     0,07      0,05      0,06       0,12         0,09

 Rasio Aktivitas
 Rasio Perputaran Piutang Usaha (x)           8         6        2            2           3         1
 Rasio Perputaran Utang Usaha (x)            18        22       19            0           0        15
 Rasio Perputaran Persediaan (hari)          17        20      147            5           2         4
 Rasio Perputaran Piutang Usaha
                                             45        62      178       175         108          364
 (hari)
 Rasio Perputaran Utang Usaha (hari)         20        17       19            0           0        25

 Rasio leverage
 Rasio Margin Laba Kotor                 17,37%    19,38%   35,85%      4,46%     24,38%      29,14%
 Rasio Margin Laba Operasi                3,26%    -0,44%   20,46%    -65,63%      9,00%       5,32%
 Rasio Margin Laba (Rugi) Setelah
                                          -1,51%   -3,98%    8,98%    -75,98%     1,97%        0,25%
 Pajak
 Return on Assets                         -1,34%   -2,58%    3,68%    -10,33%     1,16%        0,06%
 Return On Equity                         -2,02%   -3,92%    4,99%    -15,17%     1,65%        0,08%
Sumber : Laporan keuangan MANG, Diolah oleh TOPAZ

Rasio Likuiditas
Likuiditas perusahaan secara keseluruhan menunjukkan tren yang positif selama periode 2019–
2024. Rasio lancar dan rasio cepat terus meningkat dari 2019 hingga 2021, mencerminkan
pengelolaan likuiditas yang semakin baik. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2022 akibat
kemungkinan peningkatan kewajiban jangka pendek, keduanya kembali naik di tahun 2023 dan
melonjak signifikan pada tahun 2024 (rasio lancar mencapai 4,67 dan rasio cepat mencapai 4,66).
Hal ini menunjukkan penguatan posisi likuiditas perusahaan secara keseluruhan. Di sisi lain, rasio
kas tetap rendah sepanjang periode, dengan angka tertinggi hanya 0,36 pada tahun 2019 dan
0,12 pada tahun 2023. Rendahnya rasio kas ini mengindikasikan bahwa perusahaan lebih banyak
mengandalkan aset lancar non-kas untuk melunasi kewajiban jangka pendek. Secara umum,



                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK      19
Page 37
meskipun posisi likuiditas membaik, rendahnya rasio kas dapat menjadi perhatian jika perusahaan
menghadapi kebutuhan likuiditas mendesak.

Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas perusahaan menunjukkan adanya perubahan signifikan selama periode 2019–
2024. Rasio perputaran piutang usaha menurun drastis dari 8 kali (2019) menjadi hanya 1 kali
(2024), mengindikasikan waktu penagihan piutang yang semakin lambat, tercermin dari
meningkatnya rata-rata hari piutang dari 45 hari (2019) menjadi 364 hari (2024). Rasio perputaran
utang usaha juga mengalami penurunan, terutama pada 2022 dan 2023 di mana tidak ada
perputaran utang yang tercatat, namun kembali meningkat menjadi 15 kali dengan rata-rata hari
utang 25 hari di 2024. Rasio perputaran persediaan sempat menunjukkan ketidakseimbangan
signifikan pada 2021 (147 hari) namun kembali membaik di 2023 dan 2024 (2–4 hari). Secara
keseluruhan, efisiensi aktivitas perusahaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan
piutang usaha untuk mengurangi waktu penagihan

Rasio Leverage
Rasio aktivitas perusahaan menunjukkan adanya perubahan signifikan selama periode 2019–
2024. Rasio perputaran piutang usaha menurun drastis dari 8 kali (2019) menjadi hanya 1 kali
(2024), mengindikasikan waktu penagihan piutang yang semakin lambat, tercermin dari
meningkatnya rata-rata hari piutang dari 45 hari (2019) menjadi 364 hari (2024). Rasio perputaran
utang usaha juga mengalami penurunan, terutama pada 2022 dan 2023 di mana tidak ada
perputaran utang yang tercatat, namun kembali meningkat menjadi 15 kali dengan rata-rata hari
utang 25 hari di 2024. Rasio perputaran persediaan sempat menunjukkan ketidakseimbangan
signifikan pada 2021 (147 hari) namun kembali membaik di 2023 dan 2024 (2–4 hari). Secara
keseluruhan, efisiensi aktivitas perusahaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan
piutang usaha untuk mengurangi waktu penagihan.

Common Size Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2019 sampai dengan 30 September
2024

Berikut common size / analisis vertikal dan horizontal laporan keuangan periode 31 Desember
2019 sampai dengan 30 September 2024.

Analisis Vertikal
Analisis vertikal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara
menyajikan kembali laporan keuangan dalam bentuk persentase, dimana laporan laba rugi
dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap pendapatan, sedangkan laporan posisi keuangan
dinyatakan dalam persentase terhadap total aset maupun liabilitas dan ekuitas.

Figur 6. Analisis Vertikal Laba Rugi
                              2019        2020        2021        2022        2023       2024

          Uraian            Jan - Des   Jan - Des   Jan - Des   Jan - Des   Jan - Des   Jan-Sept
                                                                                         Limited
                              Audit      Audit       Audit       Audit       Audit
                                                                                          Reviu
 Pendapatan                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%
 Beban Pokok Pendapatan       -82,63%    -80,62%     -64,15%     -95,54%     -75,62%     -70,86%
 Laba Bruto                   17,37%      19,38%      35,85%       4,46%      24,38%     29,14%


 Beban Penjualan               -0,57%     -0,95%       0,00%      -0,17%      -0,03%      -0,54%



                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        20
Page 38
                                    2019              2020          2021         2022       2023        2024
            Uraian              Jan - Des        Jan - Des        Jan - Des   Jan - Des   Jan - Des    Jan-Sept
                                                                                                        Limited
                                    Audit          Audit            Audit       Audit      Audit
                                                                                                         Reviu
 Beban umum dan
                                    -12,28%        -18,96%          -21,63%     -68,98%    -15,04%      -23,13%
 administrasi
 Beban lain-lain                       0,00%           0,00%          0,00%      -1,56%     -0,36%       -0,15%
 Pendapatan lain-lain                -1,26%            0,09%          6,24%       0,62%      0,04%       0,00%

 Laba (Rugi) sebelum beban
                                       3,26%           -0,44%        20,46%     -65,63%      9,00%       5,32%
 keuangan dan Pajak


 Beban keuangan                      -2,84%            -1,21%        -9,36%     -15,08%     -5,01%       -4,37%
 Laba (Rugi) Bersih
                                       0,42%           -1,65%        11,10%     -80,71%      4,00%       0,95%
 Sebelum Pajak
                                       0,00%           0,00%          0,00%       0,00%      0,00%       0,00%
 Pajak Penghasilan Final               0,00%           0,00%          0,00%      -0,97%     -1,82%       -0,35%
 Pajak tangguhan                     -1,93%            -2,34%        -2,12%       5,69%     -0,21%       -0,34%
 Laba (Rugi) Bersih Periode
                                     -1,51%            -3,98%         8,98%     -75,98%      1,97%       0,25%
 Berjalan
Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ

Figur 7. Analisis Vertikal Laporan Posisi Keuangan
                             2019              2020               2021          2022         2023          2024
         Uraian            Jan - Des        Jan - Des           Jan - Des     Jan - Des    Jan - Des     Jan-Sept
                                                                                                          Limited
                            Audit              Audit             Audit         Audit         Audit
                                                                                                           Reviu
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas           11,79%             2,29%              1,22%         1,79%        3,21%        1,51%
 Piutang usaha                11,07%            11,06%             20,01%         6,53%       17,32%       24,43%
 Piutang lain-lain            23,35%            22,39%             14,59%        13,35%        8,71%        4,23%
 Persediaan                   3,42%              2,86%             10,56%         0,19%        0,22%        0,21%
 Proyek dalam
                              12,48%            24,71%             22,34%        39,66%       34,43%       10,96%
 pelaksanaan
 Pajak dibayar dimuka         2,47%              3,90%              0,28%         0,00%        0,00%        0,00%
 Dana titipan proyek          0,62%              1,35%              1,55%         0,50%        0,00%       41,03%
 Beban yang
                              0,00%              0,00%              0,00%         1,07%        2,54%        0,00%
 ditangguhkan
 Jumlah Aset Lancar           65,20%            68,56%             70,54%        63,09%       66,43%       82,37%


 Aset Tidak Lancar
 Aset tetap - bersih          34,80%            31,44%             27,90%        36,49%       33,14%       17,39%
 Aset Tidak Lancar
                              0,00%              0,00%              0,00%         0,42%        0,43%        0,24%
 Lainnya
 Aset pajak tangguhan         0,00%              0,00%              1,56%         0,00%        0,00%        0,00%




                                        STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 21
Page 39
                        2019          2020        2021         2022         2023        2024
        Uraian        Jan - Des     Jan - Des   Jan - Des    Jan - Des   Jan - Des    Jan-Sept
                                                                                       Limited
                       Audit         Audit        Audit        Audit       Audit
                                                                                        Reviu
 Jumlah Aset Tidak
                        34,80%         31,44%      29,46%       36,91%       33,57%     17,63%
 Lancar
 Jumlah Aset           100,00%        100,00%     100,00%      100,00%      100,00%    100,00%


 Liabilitas dan
 Ekuitas
 Liabilitas
 Liabilitas Jangka
 Pendek
 Utang bank             26,87%         30,34%      20,74%       25,83%       22,13%     12,31%
 Utang Usaha             4,04%          2,41%       1,39%        0,00%        0,00%      1,19%
 Utang sewa
                         0,00%          0,00%       0,27%        0,56%        0,00%      0,00%
 pembiayaan
 Bagian Lancar atas
 Liabilitas Jangka       0,00%          0,00%       0,00%        0,00%        0,00%      0,76%
 Panjang
 Utang pajak             0,00%          0,29%       0,00%        2,17%        3,34%      2,95%
 Biaya yang masih
                         1,45%          0,01%       2,44%        0,32%        0,87%      0,43%
 harus dibayar
 Jumlah Liabilitas
                        32,35%         33,04%      24,84%       28,89%       26,33%     17,63%
 Jangka Pendek

 Liabilitas Jangka
 Panjang Panjang
 Liabilitas Imbalan
                         0,00%          0,00%       1,49%        1,46%        1,66%      1,02%
 pasca-kerja
 Liabilitas Pajak
                         0,00%          0,00%       0,00%        1,54%        1,74%      1,06%
 Tangguhan
 Kewajiban Imbalan
                         1,21%          1,28%       0,00%        0,00%        0,00%      1,33%
 Pasca-Kerja
 Jumlah Liabilitas
                         1,21%          1,28%       1,49%        3,01%        3,40%      3,41%
 Jangka Panjang
 Jumlah Liabilitas      33,57%         34,33%      26,33%       31,89%       29,73%     21,04%


 Ekuitas
 Modal saham             1,84%          1,88%       1,88%       59,29%       60,13%     41,55%
 Agio saham              0,00%          0,00%       0,00%        0,00%        0,00%     31,68%
 Penghasilan
                         0,00%          0,00%       4,53%       16,02%       16,29%      9,07%
 komprehensif lain
 Laba ditahan           64,59%         63,79%      67,25%       -7,21%       -6,16%     -3,34%
 Jumlah ekuitas         66,43%         65,67%      73,67%       68,11%       70,27%     78,96%
 Jumlah kewajiban
                       100,00%        100,00%     100,00%      100,00%      100,00%    100,00%
 dan ekuitas
Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ




                                  STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK    22
Page 40
Figur 8. Analisis Horizontal Laba Rugi
                                2019        2020        2021         2022         2023         2024

            Uraian            Jan - Des   Jan - Des   Jan - Des    Jan - Des    Jan - Des     Jan-Sept
                                                                                               Limited
                               Audit       Audit        Audit       Audit        Audit
                                                                                                Reviu
 Pendapatan                                -29,00%       -36,44%    -57,27%       326,15%      -24,63%
 Beban Pokok Pendapatan                    -30,74%       -49,42%    -36,35%       237,28%      -29,37%
 Laba Bruto                                -20,75%       17,56%     -94,68%      2230,45%       -9,94%


 Pendapatan                                -29,00%       -36,44%    -57,27%       326,15%      -24,63%
 Beban Pokok Pendapatan                    -30,74%       -49,42%    -36,35%       237,28%      -29,37%
 Laba Bruto                                -20,75%        17,56%    -94,68%      2230,45%       -9,94%


 Beban Penjualan                            18,36%     -100,00%       0,00%       -30,46%     1407,42%
 Beban umum dan
                                             9,62%       -27,47%     36,28%        -7,09%       15,91%
 administrasi
 Beban lain-lain                             0,00%        0,00%       0,00%        -3,04%      -68,31%
 Pendapatan lain-lain                     -104,83%     4538,16%     -95,73%       -71,24%     -100,00%
 Laba (Rugi) sebelum beban
                                          -109,49%    -3084,29%    -237,05%      -158,47%      -55,49%
 keuangan dan Pajak


 Beban keuangan                            -69,64%      390,50%     -31,16%        41,46%      -34,23%
 Laba (Rugi) Bersih
                                          -375,47%     -527,89%    -410,70%      -121,11%      -82,11%
 Sebelum Pajak


 Pajak Penghasilan Final                     0,00%         0,00%      0,00%       698,39%      -85,35%
 Pajak tangguhan                           -14,12%       -42,24%   -214,68%      -116,08%       20,81%
 Laba (Rugi) Bersih Periode
                                            87,87%     -243,24%    -461,64%      -111,04%      -90,35%
 Berjalan
Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ

Figur 9. Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan
                                2019        2020        2021         2022          2023          2024
            Uraian            Jan - Des   Jan - Des   Jan - Des    Jan - Des     Jan - Des     Jan-Sept
                                                                                                Limited
                               Audit        Audit      Audit         Audit         Audit
                                                                                                 Reviu
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas                        -81,07%      -46,27%       88,03%         77,17%      -15,13%
 Piutang usaha                               -2,54%      81,59%       -57,94%       161,48%      155,19%
 Piutang lain-lain                           -6,45%     -34,60%       17,84%        -35,68%      -12,13%
 Persediaan                                -18,37%      270,50%       -97,65%        11,90%       71,85%
 Proyek dalam pelaksanaan                   93,20%       -9,29%      128,70%        -14,39%      -42,39%
 Pajak dibayar dimuka                       54,00%      -92,90%     -100,00%          0,00%        0,00%
 Dana titipan proyek                       111,53%       14,43%       -57,96%      -100,00%        0,00%



                                   STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK           23
Page 41
                                  2019        2020        2021        2022         2023        2024
             Uraian             Jan - Des   Jan - Des   Jan - Des   Jan - Des    Jan - Des    Jan-Sept
                                                                                               Limited
                                 Audit       Audit       Audit        Audit       Audit
                                                                                                Reviu
Beban yang ditangguhkan                        0,00%        0,00%       0,00%      134,12%     -100,00%
Jumlah Aset Lancar                             2,60%        3,25%      15,21%        3,82%     124,31%


Aset Tidak Lancar
Aset tetap - bersih                          -11,85%      -10,96%      68,47%       -10,43%     -5,10%
Aset Tidak Lancar Lainnya                      0,00%        0,00%       0,00%        0,07%         0,00%
Aset pajak tangguhan                           0,00%        0,00%     -100,00%       0,00%         0,00%
Jumlah Aset Tidak Lancar                     -11,85%       -6,00%      61,42%       -10,31%     -5,03%
Jumlah Aset                                   -2,43%        0,34%      28,83%        -1,39%     80,89%


Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank                                    10,18%      -31,41%      60,46%       -15,55%        0,63%
Utang Usaha                                  -41,88%      -41,89%     -100,00%       0,00%         0,00%
Utang sewa pembiayaan                          0,00%        0,00%     171,07%     -100,00%         0,00%
Bagian Lancar atas Liabilitas
                                               0,00%        0,00%       0,00%        0,00%         0,00%
Jangka Panjang
Utang pajak                                    0,00%      -99,52%   199952,55%      51,35%      59,68%
Biaya yang masih harus
                                             -99,60%    41373,56%      -83,30%     170,55%     -10,41%
dibayar
Jumlah Liabilitas Jangka
                                              -0,35%      -24,56%      49,80%       -10,13%     21,11%
Pendek

Liabilitas Jangka Panjang
Panjang
Liabilitas Imbalan pasca-
                                               0,00%        0,00%      26,41%       11,95%      11,10%
kerja
Liabilitas Pajak Tangguhan                     0,00%        0,00%       0,00%       11,17%      10,44%
Kewajiban Imbalan Pasca-
                                               3,13%     -100,00%       0,00%        0,00%         0,00%
Kerja
Jumlah Liabilitas Jangka
                                               3,13%       16,42%     160,04%       11,55%      81,52%
Panjang
Jumlah Liabilitas                             -0,22%      -23,03%      56,03%        -8,08%     28,02%


Ekuitas
Modal saham                                    0,00%        0,00%    3966,67%        0,00%      25,00%
Agio saham                                     0,00%        0,00%       0,00%        0,00%         0,00%
Penghasilan komprehensif
                                               0,00%        0,00%     355,23%        0,28%         0,64%
lain
Laba ditahan                                  -3,65%        5,79%     -113,81%      -15,81%     -1,81%
Jumlah ekuitas                                -3,55%       12,55%      19,10%        1,74%     103,26%
Jumlah kewajiban dan
                                              -2,43%        0,34%      28,83%        -1,39%     80,89%
ekuitas


                                     STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK      24
Page 42
      Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ


2.7   Informasi Investigasi Lapangan

      Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang relevan
      dalam penugasan Penamabahan Kegiatan Usaha MANG. Berikut informasi terkait pelaksanaan
      investigasi lapangan:

      Surat tugas       : 1283/ST/KJPP-TOPAZ/XII/2024
      Lokasi            : Jakarta
      Tanggal           : 13 Desember 2024
      Pelaksana         : Mery Ganis

      Hasil diskusi saat dilapangan :

      •   Adanya rencana penambahan KBLI 41018 Kontruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan
          Olahraga; KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI 41012 konstruksi Gedung
          perkantoran, KBLI 41014 konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI 42201 konstruksi jaringan
          irigasi dan drainase, KBLI 43120 konstruksi khusus penyiapan lahan.
      •   Cut off date yang digunakan adalah per 30 September 2024.




                                        STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK   25
Page 43
                                      BAB III
                                TINJAUAN EKONOMI

Perusahaan menjalankan usaha dibidang konstruksi. Projek yang dikerjakan oleh Perusahaan cukup
bervarian mulai dari perencanaan Pembangunan & land clearing padel court kemang, Pembangunan
padel court kemang tahap I, Pembangunan aera parker Kawasan Bakauheni Harbour City, renovasi
Menara siger tahap 1, dan masih banyak lagi. Perusahaan berencana menambah KBLI (Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia) untuk mengakomodasi proyek-proyek baru yang berpotensi
menguntungkan, seperti Konstruksi Gedung tempat hunian hiburan dan olahraga, perkantoran,
perbelanjaan, jaringan irigasi dan drainase, dan penyiapan lahan dengan pertumbuhan industri
konstruksi yang terus meningkat, baik ditingkat makro maupun mikro Langkah ini diharapkan dapat
memperluat posisi Perusahaan di pasar.

3.1. Kondisi Perekonomian Global

    Ketidakpastian kebijakan moneter negara maju semakin mereda sejalan dengan terus melambatnya
    tekanan inflasi global. Di Amerika Serikat (AS), inflasi diperkirakan akan semakin mendekati sasaran
    inflasi jangka menengah sebesar 2% di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dan
    meningkatnya angka pengangguran. Perkembangan ini mendorong prospek penurunan Fed Funds
    Rate (FFR) yang lebih cepat dan lebih besar dari perkiraan semula. Sejalan dengan itu, yield US
    Treasury tenor 2 tahun menurun lebih besar sehingga menjadi lebih rendah dari yield US Treasury
    10 tahun. Indeks mata uang AS terhadap mata uang negara utama (DXY) juga melemah. Di
    kawasan Eropa, European Central Bank (ECB) telah menurunkan suku bunga kebijakan
    moneternya sejalan dengan inflasi yang menurun ke arah sasaran jangka menengah sebesar 2%.
    Di Asia, People Bank of China (PBoC) juga telah menurunkan suku bunga sejalan dengan inflasi
    yang rendah dan permintaan domestik yang masih lemah. Berbagai perkembangan ini mendorong
    semakin meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan meningkatkan aliran masuk modal
    asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Ke depan, kejelasan arah penurunan suku
    bunga negara maju khususnya AS diprakirakan akan semakin mendorong aliran masuk modal asing
    dan memperkuat stabilitas eksternal negara berkembang. Perkembangan ini akan mendukung
    kebijakan ekonomi negara berkembang untuk tujuan ekonomi domestiknya dalam menjaga
    stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.


3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu didorong agar lebih tinggi. Investasi terus
    tumbuh, khususnya investasi bangunan sejalan dengan tahapan finalisasi operasional Ibu Kota
    Nusantara (IKN) dan penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Pertumbuhan
    konsumsi rumah tangga tetap terjaga, khususnya untuk kelas menengah ke atas. Ekspor nonmigas
    tetap baik sehingga turut menopang pertumbuhan ekonomi. Belanja Pemerintah yang diprakirakan
    meningkat pada akhir tahun diharapkan dapat juga menopang permintaan domestik. Berbagai
    indikator terkini, termasuk hasil survei Bank Indonesia, menunjukkan kegiatan ekonomi pada
    triwulan III 2024 yang baik, sebagaimana tecermin pada keyakinan konsumen yang tinggi, penjualan


                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                26
Page 44
eceran yang positif, serta impor barang modal dan penjualan semen yang meningkat. Bank
Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-
5,5%. Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan, baik dari sisi
permintaan maupun dari sisi penawaran. Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat bauran
kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi, bersinergi erat dengan
kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Dari sisi penawaran, kebijakan reformasi struktural perlu terus
diperkuat untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi,
termasuk sektor ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja dan memiliki nilai tambah yang tinggi..

Figur 10. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024

Pada triwulan III 2024, pertumbuhan ekonomi didukung oleh kinerja positif Lapangan Usaha (LU)
Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Pertambangan, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah
Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Kalimantan, dan Sumatera. Berdasarkan data yang ada,
sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,42%, sektor perdagangan sebesar 4,86%, dan sektor
pertambangan sebesar 9,17%. Peningkatan ini didorong oleh ekspor yang tetap kuat, belanja fiskal
Pemerintah yang meningkat, serta konsumsi dan investasi yang terus bertambah. Indikator seperti
peningkatan mobilitas masyarakat, penjualan ritel, PMI Manufaktur, dan realisasi ekspor-impor juga
mencerminkan aktivitas ekonomi yang solid. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2024
diproyeksikan tetap kuat dengan PDB tumbuh sebesar 5,05%, lebih baik dari beberapa triwulan
sebelumnya.




                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                27
Page 45
    Figur 11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




     Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024


3.3. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

    Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Defisit NPI
    triwulan II 2024 menurun ditopang oleh neraca transaksi modal dan finansial yang surplus serta
    defisit transaksi berjalan yang sehat. NPI triwulan III 2024 terus membaik ditopang oleh berlanjutnya
    surplus neraca perdagangan, yang pada Agustus 2024 tercatat sebesar 2,9 miliar dolar AS.
    Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio terus berlanjut dan tercatat tinggi, dimana pada
    triwulan III 2024 (hingga 13 September 2024) mencatat net inflows sebesar 10,1 miliar dolar AS
    (qtd), yang terjadi pada seluruh instrumen keuangan domestik. Posisi cadangan devisa Indonesia
    akhir Agustus 2024 tercatat meningkat, sebesar 150,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
    6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada
    di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI 2024 diprakirakan
    tetap sehat, dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan
    0,9% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan meningkat didukung oleh
    berlanjutnya peningkatan aliran masuk modal asing, sejalan dengan meredanya ketidakpastian
    pasar keuangan global, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional, dan
    imbal hasil investasi di aset keuangan domestik yang tetap menarik.




                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                28
Page 46
    Figur 12. Neraca Pembayaran Indonesia




    Keterangan: *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
    Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024.


3.4. Nilai Tukar Rupiah

    Nilai tukar Rupiah menguat didukung oleh konsistensi bauran kebijakan moneter Bank Indonesia
    serta meningkatnya aliran masuk modal asing. Nilai tukar Rupiah pada September 2024 (hingga 17
    September 2024) menguat menjadi Rp15.330/USD atau menguat 0,78% dibandingkan dengan
    posisi akhir Agustus 2024. Penguatan Rupiah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan apresiasi mata
    uang regional seperti Won Korea dan Rupee India yang menguat sebesar 0,32% dan 0,13%.
    Dengan perkembangan tersebut, apabila dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, nilai
    tukar Rupiah juga terapresiasi sebesar 0,40%, lebih baik dibandingkan dengan dinamika mata uang
    regional seperti Rupee India dan Won Korea yang masing-masing masih mengalami depresiasi
    sebesar 0,66% dan 3,41%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan terus menguat sejalan dengan
    menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi
    Indonesia, serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian. Ke depan,
    seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter
    pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas
    kebijakan dalam menarik aliran masuk modal asing dan mendukung penguatan nilai tukar Rupiah.


3.5. Perkembangan Inflasi

    Inflasi tetap rendah dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen
    (IHK) tercatat rendah di seluruh komponen sehingga mencapai 2,12% (yoy) pada Agustus 2024.


                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              29
Page 47
Inflasi inti tercatat sebesar 2,02% (yoy), sementara inflasi volatile food (VF) terus menurun menjadi
3,04% (yoy), dari level bulan sebelumnya 3,63% (yoy).

Figur 13. Grafik Inflasi IHK dan Komponen Tahun 2024




Sumber : Bank Indonesia

Figur 14. Grafik Ekspektasi Inflasi Tahun 2024




Sumber : Bank Indonesia

Penurunan inflasi VF tercatat di sebagian besar wilayah Indonesia, didukung oleh peningkatan
pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi
TPIP/TPID melalui GNPIP. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam
sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia,
serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Ke depan, Bank


                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                  30
Page 48
   Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun
   2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya penguatan
   pertumbuhan ekonomi.

   Figur 15. Peta Inflasi Daerah Tahun 2024




  Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024


3.6. Perkembangan Suku Bunga

   Optimalisasi instrumen moneter pro-market, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI, terus dilakukan dalam
   rangka penguatan stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi. Kebijakan ini juga
   dimaksudkan untuk mempercepat upaya pendalaman pasar uang dan pasar valas serta mendorong
   aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hingga 17 September 2024, posisi instrumen SRBI,
   SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp918,42 triliun, 2,95 miliar dolar AS, dan 280
   juta dolar AS. Penerbitan SRBI telah mendukung upaya peningkatan aliran masuk portofolio asing
   ke dalam negeri dan penguatan nilai tukar Rupiah. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI mencapai
   Rp246,08 triliun (26,79% dari total outstanding). Implementasi Primary Dealer (PD) sejak Mei 2024
   juga semakin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo)
   antarpelaku pasar, sehingga memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar
   Rupiah dan pengendalian inflasi. Ke depan, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai inovasi
   instrumen pro-market, baik dari sisi volume maupun sisi daya tarik imbal hasil, dan didukung kondisi
   fundamental ekonomi domestik yang kuat, untuk mendorong berlanjutnya aliran masuk portofolio
   asing ke pasar keuangan domestik.

   Transmisi kebijakan moneter terus berjalan baik. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di
   sekitar BI-Rate, yaitu 6,44% pada 17 September 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12
   bulan tanggal 13 September 2024 tercatat masing-masing pada level 6,99%, 7,09%, dan 7,11%


                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                31
Page 49
sehingga tetap menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 dan
10 tahun menurun, per 17 September 2024 masing-masing sebesar 6,47% dan 6,55%, didorong
meningkatnya permintaan nonresiden sejalan dengan menguatnya aliran masuk modal asing ke
pasar SBN. Sementara itu, likuiditas perbankan memadai sejalan dengan implementasi bauran
kebijakan Bank Indonesia, termasuk Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Likuiditas
yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang semakin baik, yang antara
lain didorong oleh publikasi asesmen transparansi SBDK, berdampak positif pada suku bunga
perbankan yang tetap terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Agustus
2024 tercatat masing-masing sebesar 4,73% dan 9,21%, stabil dibandingkan dengan level bulan
sebelumnya.

Pertumbuhan kredit pada Agustus 2024 tetap kuat mencapai 11,40% (yoy). Perkembangan ini
ditopang oleh sisi penawaran sejalan dengan minat penyaluran kredit yang terjaga, pendanaan yang
memadai, realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan, dan dukungan KLM Bank Indonesia. Hingga
minggu kedua September 2024, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp256,1
triliun kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp118,6 triliun, BUSN sebesar Rp110,5 triliun, BPD
sebesar Rp24,4 triliun, dan KCBA sebesar Rp2,6 triliun. Insentif KLM tersebut disalurkan kepada
sektor-sektor prioritas, yaitu hilirisasi minerba dan pangan, UMKM, sektor otomotif, perdagangan
dan Listrik, Gas dan Air (LGA), serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pertumbuhan kredit juga
didukung oleh sisi permintaan yang tetap baik dari korporasi, terutama korporasi di sektor padat
modal, sedangkan permintaan kredit korporasi di sektor padat karya perlu terus ditingkatkan.
Sementara itu, permintaan kredit rumah tangga terjaga, terutama pada sektor Properti. Secara
sektoral, pertumbuhan kredit pada mayoritas sektor ekonomi tetap kuat, terutama pada sektor
Industri, LGA, dan Pengangkutan. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit
ditopang oleh kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi, yang masing-masing tumbuh
sebesar 10,75% (yoy), 13,08% (yoy), dan 10,83% (yoy) pada Agustus 2024. Pembiayaan syariah
dan kredit UMKM tumbuh masing-masing sebesar 11,61% (yoy) dan 4,42% (yoy). Dengan
perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit 2024 diprakirakan berada pada batas atas kisaran 10-
12%. Bank Indonesia akan terus memperkuat implementasi KLM, termasuk kepada sektor yang
mendukung penciptaan lapangan kerja, sektor yang menjadi sumber pertumbuhan baru (sektor
tersier), dan sektor yang dapat meningkatkan inklusivitas, termasuk kelas menengah bawah,
dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan pada Agustus 2024 tetap memadai,
tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi sebesar 25,37%.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Juli 2024 tergolong kuat
yang tercatat tinggi sebesar 26,56%, sehingga mampu menyerap risiko dan mendukung
pertumbuhan kredit. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan
pada Juli 2024 terjaga rendah, sebesar 2,27% (bruto) dan 0,79% (neto). Ketahanan permodalan
dan likuiditas perbankan juga ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang
terjaga, sebagaimana hasil stress test perbankan terkini. Ke depan, Bank Indonesia terus
memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko yang berpotensi
mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2024 tetap kuat didukung oleh sistem
pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi nilai besar, transaksi BI-RTGS meningkat
11,73% (yoy) sehingga mencapai Rp14.731 triliun. Dari sisi ritel, volume transaksi BI-FAST tumbuh


                            STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                32
Page 50
59,12% (yoy) mencapai 312,67 juta transaksi. Transaksi digital banking tercatat 1.871,19 juta
transaksi atau tumbuh sebesar 31,11% (yoy), sementara transaksi Uang Elektronik (UE) tumbuh
21,53% (yoy) mencapai 1.246,58 juta transaksi. Transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/D
turun 6,82% (yoy) menjadi 591,92 juta transaksi. Transaksi kartu kredit tumbuh 22,79% (yoy)
mencapai 41,59 juta transaksi. Transaksi QRIS kembali tumbuh pesat sebesar 217,33% (yoy),
dengan jumlah pengguna mencapai 52,55 juta dan jumlah merchant 33,77 juta. Sementara dari
pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 11,43% (yoy) menjadi
Rp1.052,70 triliun.

Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh struktur yang membaik serta infrastruktur
yang berdaya tahan. Dari sisi infrastruktur, kelancaran dan keandalan Sistem Pembayaran Bank
Indonesia (SPBI) tetap terjaga dengan baik. Dari sisi struktur industri, interkoneksi sistem
pembayaran dan perluasan ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) terus meningkat. Transaksi
pembayaran berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) yang memfasilitasi
interkoneksi di sistem pembayaran tumbuh positif didorong perluasan adopsi SNAP untuk berbagai
jenis penggunaan. Sebagai salah satu inisiatif dari BSPI 2030, pada tanggal 11 September 2024,
Bank Indonesia telah memberikan pengakuan kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Sistem
Pembayaran Indonesia (LSP SPI) sebagai LSP yang berwenang menyelenggarakan sertifikasi di
bidang sistem pembayaran. LSP SPI didirikan oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)
yang merupakan representasi dari industri sistem pembayaran, dan diharapkan dapat berperan aktif
dalam menciptakan SDM sistem pembayaran yang memiliki knowledge, skill, dan attitude yang
mumpuni dalam menghadapi tantangan sistem pembayaran di era digital. Bank Indonesia terus
menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di
seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah 3T (Terdepan,
Terluar, Terpencil).




                            STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               33
Page 51
                                BAB IV
                       ANALISA KELAYAKAN PASAR

4.1.   Industri Konstruksi

       Industri konstruksi di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang baik hingga September 2024,
       dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang diperkirakan tetap
       kuat. PDB dari Konstruksi di Indonesia meningkat menjadi Rp320.200 Miliar pada kuartal ketiga
       tahun 2024 dari Rp301.900 Miliar pada kuartal kedua tahun 2024. PDB dari Konstruksi di
       Indonesia rata-rata Rp237.209,21 miliar dari 2010 hingga 2024, mencapai rekor tertinggi
       sepanjang masa sebesar Rp320.200,00 miliar pada kuartal ketiga tahun 2024 dan rekor
       terendah sebesar Rp149.919,00 miliar pada kuartal pertama tahun 2010.

       Figur 16. Kontribusi Konstruksi pada PDB Indonesia




       Sumber : Trading Economics

       Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),
       terus berfokus pada penyelesaian proyek infrastruktur utama yang direncanakan dalam Rencana
       Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Proyek-proyek penting yang
       mendukung pertumbuhan sektor konstruksi mencakup pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN),
       pembangunan bendungan, irigasi, jalan tol, serta perumahan dan fasilitas publik lainnya. Hingga
       September 2024, sebagian besar proyek ini masih dalam tahap pembangunan dengan anggaran
       yang signifikan. Untuk tahun anggaran 2024, Kementerian PUPR mengalokasikan Rp146,98
       triliun, rinciannya, alokasi untuk Ditjen Sumber Daya Air sebesar Rp 47,64 triliun antara lain untuk
       pembangunan 23 unit bendungan, revitalisasi danau, pembangunan irigasi 4.000 hektar,
       rehabilitasi dan peningkatan irigasi 38.000 hektar, pembangunan pengendali banjir dan
       pengaman pantai 57,5 km, pembangunan prasarana air baku kapasitas 2,5 m3/detik, dan
       pembangunan 7 unit embung. Berikutnya, alokasi untuk proyek-proyek prioritas Ditjen Bina



                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                  34
Page 52
       Marga untuk jalan dan jembatan sebesar Rp 55,40 antara lain peningkatan konektivitas jalan
       bebas hambatan 546,13 km, preservasi rutin jalan 47.603 km, serta peningkatan kapasitas dan
       preservasi peningkatan struktur jalan m 2.117,75 km. Preverensi dan penggantian jembatan 7,12
       km, pembangunan jalan 318,41 km, pembangunan dan duplikasi jembatan 3,89 km, peningkatan
       aksesibilitas flyover/ underpass/ terowongan 918,75 m, serta dukungan inpres Jalan Daerah
       26,25 km.

       Lalu alokasi pada bidang permukiman sebesar Rp32,70 triliun, antara lain pembangunan dan
       peningkatan SPAM kapasitas 2.985 liter/ detik, perluasan SPAM sebanyak 20.638 SR,
       Pasmsimas di 1..183 desa, sistem pengelolaan air limbah domestik dengan layanan 11.370 kk,
       sistem pengelolaan persampahan dengan layanan 231.012 KK, Sanimas di 1.546 lokasi, TPS3R
       di 173 lokasi, sanitasi di 1,279 lembaga pendidikan keagamaan, penataan KSPN dan kegiatan
       strategis lainnya seluas 352 hektar, PISEW di 738 kecamatan.

       Kemudian pengembangan penyelenggaraan bangunan gedung seluas 27.720 m2,
       pengembangan penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan di 5 kawasan,
       pembangunan bangunan gedung dan penataan kawasan IKN sebanyak 13 unit, rehabilitasi dan
       renovasi sarana prasarana sekolah/madrasah sebanyak 328 unit, pembangunan dan rehabilitasi
       PTN/PTKIN sebanyak 17 unit, rehabilitasi dan renovasi 25 pasar, pembangunan sarana
       prasarana olahraga sebanyak 25 unit, dan renovasi 21 stadion.

       Selanjutnya alokasi untuk Ditjen Perumahan sebesar Rp 9,25 triliun antara lain pembangunan
       rumah susun (lanjutan pembangunan rusun ASN dan Hankam di IKN 2.585 unit, rusun MYC
       2023-2024 2.316 unit, dan pembangunan rusun baru direktif 578 unit), pembangunan rumah
       khusus (rusus terdampak bencana 553 unit, lanjutan pembangunan huntap di Sulawesi Tengah,
       dan pembangunan rumah tapak jabatan menteri di IKN 36 unit), pembangunan PSU 26.686 unit
       untuk perumahan bagi MBR dan dukungan Penanganan Kemiskinan Ekstrim (PKE) melalui
       program Padat Karya skema BSPS sebanyak 45.872 unit.

       Sedangkan dukungan manajemen di Setjen, Itjen, Ditjen Bina Kontruksi, Ditjen Pembiayaan
       Infrastruktur PU & Perumahan, BPSDM, dan BPIW sebesar Rp 1,99 triliun terdiri dari
       perencanaan, pembinaan konstruksi, pengawasan, pembiayaan infrastruktur, penguatan SDM,
       dan layanan manajemen. Program Padat Karya dilanjutkan yang ditargetkan akan menyerap
       264 ribu tenaga kerja dengan anggaran Rp 6,67 triliun, termasuk dukungan untuk kemiskinan
       ekstrem. Sedangkan dukungan infrastruktur IKN tahun 2024 sebesar Rp 35,37 triliun.


4.2.   Prospek Industri Konstruksi

       Prospek industri konstruksi di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif dan
       menjanjikan, terutama menjelang akhir tahun 2024 dan seterusnya. Pembangunan infrastruktur
       yang masif menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor ini, termasuk
       proyek-proyek strategis nasional seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta
       pengembangan jalan tol, bendungan, dan fasilitas publik lainnya. Dukungan anggaran dan
       kebijakan dari pemerintah, khususnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
       Rakyat (PUPR), sangat signifikan dengan alokasi dana besar dan komitmen untuk meningkatkan
       penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN).


                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             35
Page 53
       Selain itu, pengadopsian teknologi baru, seperti Building Information Modeling (BIM) dan
       penggunaan material ramah lingkungan, semakin umum diterapkan dalam industri konstruksi,
       yang tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga mempercepat pembangunan dan
       meningkatkan kualitas hasil proyek. Permintaan dari sektor swasta untuk properti, kawasan
       industri, dan fasilitas komersial juga terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan populasi dan
       urbanisasi.

       Meskipun prospeknya cerah, industri ini tetap menghadapi tantangan seperti persaingan yang
       ketat, keterbatasan tenaga kerja terampil, dan pasokan material. Kepedulian terhadap
       keberlanjutan juga semakin penting, mendorong industri untuk fokus pada praktik konstruksi
       yang ramah lingkungan. Secara keseluruhan, dengan dukungan kebijakan pemerintah, inovasi
       teknologi, dan permintaan yang meningkat, industri konstruksi di Indonesia diperkirakan akan
       terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.


4.3.   Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga

       Industri konstruksi gedung tempat hunian, hiburan, dan olahraga di Indonesia menunjukkan
       kinerja yang signifikan, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang
       mencapai sekitar 4,5% pada tahun 2024. Hingga triwulan III 2024, sektor ini mencatat
       pertumbuhan sekitar 7,4%, didorong oleh kebutuhan akan perumahan yang layak dan fasilitas
       rekreasi yang semakin meningkat. Proyek pembangunan seperti apartemen, pusat
       perbelanjaan, dan stadion olahraga menjadi pendorong utama pertumbuhan industri ini.

       Permintaan untuk gedung tempat hunian terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi
       dan urbanisasi yang pesat di Indonesia. Sementara itu, industri hiburan dan olahraga juga
       mengalami peningkatan permintaan, terutama di kota-kota besar. Penawaran dari pihak
       pengembang dan kontraktor semakin bervariasi dengan adanya inovasi dalam desain dan
       teknologi bangunan. Namun, terdapat tantangan dalam memenuhi permintaan ini, terutama
       terkait ketersediaan tenaga kerja terampil dan bahan bangunan.

       Industri ini menghadapi persaingan yang ketat, baik dari pengembang lokal maupun
       internasional. Banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk memenangkan proyek besar,
       baik yang dibiayai pemerintah maupun swasta. Hal ini mendorong perusahaan untuk terus
       berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasional agar tetap kompetitif. Kebijakan pemerintah
       dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur dan perumahan menjadi faktor eksternal yang
       berpengaruh pada industri ini. Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN)
       memberikan arahan jelas untuk pembangunan gedung dan fasilitas publik. Selain itu, faktor
       ekonomi global juga memengaruhi ketersediaan investasi dan arus modal asing ke sektor ini.


4.4.   Prospek Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian, Hiburan, dan Olahraga

       Prospek industri konstruksi gedung tempat hunian, hiburan, dan olahraga sangat cerah,
       terutama menjelang akhir tahun 2024 dan seterusnya. Pembangunan infrastruktur yang masif,
       termasuk berbagai proyek strategis nasional, akan terus memacu pertumbuhan sektor ini.


                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             36
Page 54
       Diperkirakan investasi swasta dalam pembangunan gedung tempat tinggal dan fasilitas hiburan
       akan meningkat. Dengan adanya insentif dari pemerintah dan kebijakan yang mendukung bisnis,
       banyak pengembang yang tertarik untuk berinvestasi dalam proyek-proyek baru. Penggunaan
       teknologi baru dalam konstruksi, seperti Building Information Modeling (BIM) dan material yang
       ramah lingkungan, dapat meningkatkan efisiensi serta menurunkan biaya. Ini akan menjadi
       faktor kunci dalam mempertahankan daya saing industri di pasar yang semakin kompetitif.
       Dukungan dari pemerintah, terutama dalam kebijakan pembangunan perumahan yang
       terjangkau dan pengembangan fasilitas olahraga, akan tetap menjadi pendorong utama bagi
       pertumbuhan sektor ini. Selain itu, program-program yang mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan
       Menengah (UMKM) diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri.


4.5.   Industri Konstruksi Gedung Hunian

       Industri konstruksi gedung hunian di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang solid, dengan
       kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar 4,5% pada tahun 2024.
       Hingga triwulan III 2024, sektor ini mencatat pertumbuhan sekitar 7,2%, didorong oleh
       meningkatnya permintaan akan perumahan yang layak, seiring dengan pertumbuhan populasi
       dan urbanisasi yang cepat. Proyek-proyek pembangunan rumah subsidi dan apartemen menjadi
       pendorong utama pertumbuhan industri ini, terutama di kota-kota besar yang menghadapi
       tantangan krisis perumahan.

       Permintaan untuk gedung hunian terus meningkat, dipicu oleh tingginya angka pertumbuhan
       penduduk dan urbanisasi yang cepat. Di sisi penawaran, banyak pengembang yang berlomba-
       lomba untuk memenuhi kebutuhan ini, meskipun terdapat tantangan dalam hal ketersediaan
       lahan dan biaya bahan bangunan. Persaingan yang ketat di antara pengembang juga
       mendorong inovasi dalam desain dan konstruksi, termasuk penggunaan teknologi modern untuk
       efisiensi dan keberlanjutan.

       Industri ini menghadapi persaingan yang ketat, baik dari pengembang lokal maupun asing.
       Banyak perusahaan yang bersaing untuk memenangkan proyek besar, terutama yang terkait
       dengan pembangunan perumahan murah. Tantangan seperti keterbatasan tenaga kerja terampil
       dan masalah regulasi juga menjadi perhatian. Namun, pemerintah Indonesia telah memberikan
       dukungan melalui kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan akses perumahan bagi
       masyarakat berpenghasilan rendah.


4.6.   Prospek Industri Konstruksi Gedung Hunian

       Prospek industri konstruksi gedung hunian di Indonesia menunjukkan tren positif, terutama
       menjelang akhir tahun 2024 dan seterusnya. Permintaan akan perumahan terus meningkat
       seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi, sehingga mendorong pengembang untuk
       meluncurkan lebih banyak proyek hunian, termasuk rumah subsidi dan apartemen. Dukungan
       dari pemerintah melalui program perumahan terjangkau dan insentif untuk pengembang
       diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ini. Selain itu, adopsi teknologi konstruksi
       baru, seperti Building Information Modeling (BIM) dan penggunaan material ramah lingkungan,
       akan semakin memperkuat efisiensi dan keberlanjutan dalam pembangunan. Meskipun terdapat


                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              37
Page 55
       tantangan, seperti keterbatasan tenaga kerja dan fluktuasi harga material, industri konstruksi
       gedung hunian diperkirakan akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan
       terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.


4.7.   Industri Konstruksi Gedung Perkantoran

       Industri konstruksi gedung perkantoran di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan,
       terutama dengan semakin pulihnya perekonomian pasca-pandemi. Hingga September 2024,
       sektor ini mencatat pertumbuhan sekitar 6,5%. Kenaikan ini didorong oleh permintaan yang terus
       meningkat untuk ruang kerja modern dan fleksibel, yang menjadi kebutuhan utama bagi banyak
       perusahaan yang menerapkan model kerja hybrid. Banyak perusahaan kini mencari ruang kantor
       yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang
       menyenangkan dan produktif bagi karyawan mereka.

       Pengembang gedung perkantoran semakin berfokus pada inovasi desain, dengan menerapkan
       konsep bangunan hijau dan penggunaan teknologi ramah lingkungan, seperti sistem pemanas
       dan pendingin yang efisien, serta penggunaan material daur ulang. Di samping itu, banyak
       proyek baru juga mengintegrasikan fasilitas tambahan, seperti ruang kolaborasi, area hijau, dan
       teknologi smart building, yang meningkatkan nilai dan daya tarik gedung tersebut. Persaingan
       yang ketat di pasar gedung perkantoran mendorong para pengembang untuk berinovasi, baik
       dalam aspek desain maupun dalam layanan yang ditawarkan.

       Ketersediaan tenaga kerja terampil dalam bidang konstruksi juga berperan penting dalam
       perkembangan sektor ini. Dengan meningkatnya permintaan untuk gedung perkantoran, penting
       bagi para pelaku industri untuk memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya manusia yang
       cukup dan terlatih untuk mengelola proyek dengan efisien. Selain itu, adanya tantangan dalam
       hal perizinan dan regulasi di tingkat daerah dapat mempengaruhi laju pembangunan.

4.8.   Prospek Industri Konstruksi Gedung Perkantoran

       Prospek industri konstruksi gedung perkantoran diperkirakan tetap cerah, terutama menjelang
       akhir tahun 2024. Investasi dalam sektor ini diharapkan meningkat seiring dengan pertumbuhan
       ekonomi dan peningkatan kepercayaan investor. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong
       pengembangan kawasan bisnis baru dan revitalisasi area komersial yang ada. Adopsi teknologi
       dalam desain dan konstruksi akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing gedung
       perkantoran di pasar yang semakin ketat.


4.9.   Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan

       Industri konstruksi gedung perbelanjaan menunjukkan kinerja yang positif, dengan pertumbuhan
       sekitar 7,1% pada tahun 2024. Peningkatan daya beli masyarakat, terutama di kalangan kelas
       menengah, mendorong permintaan untuk pusat perbelanjaan yang lebih modern dan multifungsi.
       Pengembang kini menghadapi tantangan untuk menciptakan ruang perbelanjaan yang tidak
       hanya memenuhi kebutuhan berbelanja, tetapi juga menyediakan pengalaman sosial dan
       hiburan bagi konsumen.


                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              38
Page 56
        Tren pergeseran perilaku konsumen, di mana masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di
        tempat yang menawarkan pengalaman interaktif, telah memengaruhi desain dan fungsi gedung
        perbelanjaan. Banyak pusat perbelanjaan yang kini mengadopsi konsep mixed-use,
        menggabungkan area retail dengan restoran, bioskop, dan ruang hiburan lainnya. Inovasi dalam
        teknologi, seperti sistem pembayaran digital dan aplikasi mobile untuk promosi dan informasi,
        semakin memperkaya pengalaman berbelanja.

        Persaingan di sektor ini juga meningkat, dengan banyaknya pemain baru yang masuk ke pasar.
        Pengembang dituntut untuk lebih kreatif dalam menawarkan nilai tambah kepada konsumen,
        seperti penawaran program loyalitas, penyelenggaraan acara, dan peningkatan kenyamanan
        bagi pengunjung. Dukungan dari pemerintah dalam pengembangan infrastruktur pendukung,
        seperti akses transportasi yang lebih baik, juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan proyek-
        proyek gedung perbelanjaan.

4.10.   Prospek Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan
        Prospek sektor ini sangat baik, terutama dengan kembalinya kegiatan ekonomi dan peningkatan
        mobilitas masyarakat. Investasi dalam pusat perbelanjaan diperkirakan akan meningkat,
        didorong oleh kebutuhan akan ruang yang mampu menyatukan berbagai layanan dan
        pengalaman. Penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengalaman berbelanja, seperti
        aplikasi mobile dan sistem pembayaran digital, akan menjadi fokus utama dalam pembangunan
        gedung perbelanjaan.


4.11.   Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
        Industri konstruksi jaringan irigasi dan drainase memainkan peran yang sangat krusial dalam
        mendukung sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Hingga triwulan III
        2024, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,8%. Pembangunan infrastruktur irigasi yang
        efisien tidak hanya penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga untuk
        mengatasi masalah banjir dan pengelolaan air secara berkelanjutan.

        Dengan meningkatnya fokus pemerintah pada ketahanan pangan, investasi dalam proyek irigasi
        diharapkan terus meningkat. Ketersediaan infrastruktur irigasi yang baik akan membantu petani
        dalam mengelola air secara lebih efektif, yang sangat penting di negara yang sering menghadapi
        masalah kekeringan dan banjir. Selain itu, integrasi teknologi modern, seperti sistem irigasi
        otomatis dan pemantauan berbasis sensor, juga mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi
        penggunaan air.

        Sektor ini tidak terlepas dari tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan kebutuhan untuk
        koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait. Kerjasama antara pemerintah, sektor swasta,
        dan komunitas lokal sangat penting untuk memastikan bahwa proyek-proyek irigasi dapat
        dilaksanakan dengan sukses dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.


4.12.   Prospek Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
        Prospek industri konstruksi jaringan irigasi dan drainase sangat positif, terutama dengan adanya
        fokus pemerintah pada ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air. Proyek-proyek


                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               39
Page 57
        pengembangan infrastruktur irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan diharapkan akan
        mendapatkan alokasi anggaran yang signifikan, mendorong pertumbuhan sektor ini ke depan.

4.13.   Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan

        Industri konstruksi khusus penyiapan lahan merupakan elemen penting dalam pengembangan
        properti dan infrastruktur. Hingga September 2024, sektor ini mengalami pertumbuhan sekitar
        6,0%. Aktivitas penyiapan lahan mencakup berbagai kegiatan, seperti pemadatan tanah,
        penggalian, dan penyediaan fasilitas dasar, yang sangat penting untuk kelancaran proyek
        konstruksi selanjutnya. Permintaan untuk layanan ini meningkat seiring dengan banyaknya
        proyek pembangunan baru yang sedang berlangsung, baik di sektor perumahan, komersial,
        maupun infrastruktur.

        Ketersediaan lahan yang siap bangun menjadi sangat penting, terutama di daerah perkotaan
        yang semakin padat. Pengembang membutuhkan layanan penyiapan lahan yang efisien dan
        tepat waktu agar dapat memulai proyek mereka sesuai dengan jadwal yang direncanakan.
        Dengan adanya regulasi yang ketat terkait penggunaan lahan dan lingkungan, penyedia layanan
        penyiapan lahan dituntut untuk mematuhi berbagai standar yang ada, sehingga mengharuskan
        mereka untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi proses kerja.

        Meskipun prospeknya cerah, industri ini menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga material
        dan ketidakpastian dalam kebijakan perizinan. Adaptasi terhadap perubahan regulasi dan
        penerapan teknologi dalam proses penyiapan lahan akan menjadi faktor kunci dalam menjaga
        daya saing di pasar.


4.14.   Prospek Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan

        Prospek industri konstruksi penyiapan lahan sangat cerah, sejalan dengan peningkatan investasi
        dalam sektor properti dan infrastruktur. Dengan pertumbuhan kota-kota baru dan proyek
        infrastruktur besar, kebutuhan akan layanan penyiapan lahan yang efisien dan tepat waktu akan
        terus meningkat. Pemerintah juga diperkirakan akan memberikan dukungan lebih lanjut untuk
        memfasilitasi proses perizinan dan pengembangan lahan.


4.15.   Persaingan Usaha

        Keberadaan perusahaan konstruksi di Indonesia merupakan hal yang penting terkait proyek
        pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang masih terus ditingkatkan. Pada tahun 2023,
        terdapat 190.677 perusahaan konstruksi yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.




                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              40
Page 58
Figur 17. Banyaknya Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau, 2023




Sumber : Statistik Konstruksi 2023, BPS

Jika diamati lokasinya, perusahaanperusahaan konstruksi tersebut masih terpusat di Pulau Jawa
sebesar 39,30 persen atau 74.927 perusahaan dengan 23.624 perusahaan berlokasi tepat di
Provinsi Jawa Timur. Proyek-proyek konstruksi di Indonesia masih dominan dikerjakan oleh
perusahaan berskala kecil yang berjumlah 157.322 perusahaan atau 82,51 persen maupun
perusahaan berskala menengah sejumlah 31.413 perusahaan atau 16,47 persen. Dengan kata
lain, perusahaan konstruksi berskala besar masih jarang dijumpai di Indonesia. Pada tahun
2023, hanya terdapat 1,02 persen atau sebesar 1.942 perusahaan berskala besar di Indonesia
dan dominan berlokasi di DKI Jakarta.

Selain itu, berdasarkan bidang pekerjaan utama, perusahaan konstruksi di Indonesia masih
didominasi oleh perusahaan konstruksi gedung yang berjumlah 105.001 perusahaan atau 55,07
persen, diikuti oleh perusahaan konstruksi sipil sebanyak 69.111 perusahaan atau 36,25 persen,
dan perusahaan konstruksi khusus sebanyak 16.565 perusahaan atau 8,69 persen.

Berikut adalah beberapa perusahaan konstruksi besar di Indonesia yang dapat menjadi pesaing
utama bagi MANG dalam industri konstruksi:

1.   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
2.   PT Adhi Karya (Persero) Tbk
3.   PT PP (Persero) Tbk
4.   PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk
5.   PT Hutama Karya (Persero)
6.   PT Total Bangun Persada Tbk
7.   PT Nusa Raya Cipta Tbk
8.   PT Waskita Karya (Persero) Tbk




                        STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              41
Page 59
4.16.   Strategi Pemasaran

        Strategi pemasaran yang dilakukan oleh MANG adalah dengan mulai menawarkan jasa ke
        perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dalam satu grup dan
        pelanggan/rekanan. Selain itu MANG dapat mulai mengikuti tender-tender terkait dengan
        kegitatan usaha yang baru ini.




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK       42
Page 60
                                BAB V
                         ANALISA ASPEK TEKNIS

5.1. Bisnis MANG

    PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) adalah kontraktor terkemuka yang diakui karena keahlian
    khususnya dalam bidang pondasi, jasa pembongkaran gedung (demolition), serta pembangunan
    infrastruktur dan gedung. Dengan komitmen yang kuat selama lebih dari dua dekade, MANG telah
    berkontribusi secara signifikan dalam proses pembangunan bangsa. Selama periode ini, MANG
    secara konsisten melakukan inovasi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku
    kepentingan, yang tercermin dalam jangkauan bisnisnya yang semakin luas dan beragam di sektor
    konstruksi.
    MANG selalu fokus pada proyek-proyek kompleks dan prestisius, dengan banyak gedung yang
    telah berhasil dibangun. Prestasi ini merupakan hasil dari komitmen MANG terhadap kualitas,
    keamanan, dan ketepatan waktu dalam penyelesaian proyek. Dalam setiap proyek yang
    dikerjakan, MANG berupaya memberikan pelayanan terbaik dan terintegrasi, mulai dari tahap
    pembongkaran, proses desain, hingga finishing. Dengan layanan terpadu ini, MANG terus
    mengembangkan kapabilitasnya untuk tetap menjadi pemimpin di bidang konstruksi. Berikut
    merupakan beberapa proyek yang telah dikerjakan oleh MANG:
      Pembangunan Area Parkir Kawasan Bakauheni Harbour City




     Renovasi Ruang Tunggu Boarding Lounge Eksekutif 2 Di Pelabuhan Merak Serta
     Renovasi Gangway Eksekutif 2 Di Pelabuhan Merak Dan Bakauheni




                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK            43
Page 61
Renovasi Menara Siger Tahap 1 Area Siger Cultural Park Kawasan Bakauheni Harbour
City




Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bangunan Gedung BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi
Tengah




Pekerjaan Pembangunan Rumdis Disjasad di Cimahi Bandung




                     STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK   44
Page 62
Pekerjaan Rehab Rumdis, Cat Dinding Rusun 6 Lt & Carport Yonzikon 11/DW




Pekerjaan Pembangunan/Renovasi Sarpras Pendidikan AAU Yogyakarta




Pembangunan Saluran Terbuka Ka/Ki Jalan, Turap Pengaman dan Pos Jaga Kantor
Satrad di Satrad Jayapura Construction of Open Roads for R/L Road, Safeguards and
Guard Posts for Satrad Offices at Satrad Jayapura




Pembangunan Rumah Dinas (10 Unit T-45) Di Lanud Jayapura




                      STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK   45
Page 63
     Pekerjaan Pengadaan MEO - LUT MCC Badan SAR Nasional (Konstruksi)




     Rehab Berat Gedung SDN Sudin Jakarta




     Pembangunan Saluran Penghubung dan Kelengkapannya Jakarta Timur




5.2. Rencana Kegiatan Baru

    MANG berencana melakukan Penambahan Kegiatan Usaha Utama berupa penambahan KBLI
    yaitu :

    a.   KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
    b.   KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
    c.   KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
    d.   KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
    e.   KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
    f.   KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan



                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK   46
Page 64
5.3. Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan

    Seiring dengan berjalannya tahun 2023, pemerintah Indonesia semakin berkomitmen untuk
    melanjutkan program hilirisasi di sektor konstruksi. Hal ini menciptakan peluang bisnis yang
    signifikan bagi kontraktor, khususnya dalam pembangunan gedung dan infrastruktur yang
    mendukung berbagai kegiatan industri. Dalam konteks ini, perusahaan berencana untuk
    menambah kode KBLI yang relevan guna meningkatkan layanan dan daya saing di sektor
    konstruksi.

    a. KBLI 41018: Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga
       Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi gedung tempat hunian
       yang juga berfungsi sebagai fasilitas hiburan dan olahraga. Dengan berkembangnya
       kebutuhan akan fasilitas rekreasi dan olahraga, perusahaan akan dapat menawarkan solusi
       konstruksi yang inovatif dan menarik bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya.

    b. KBLI 41011: Konstruksi Gedung Hunian
       Penambahan KBLI untuk konstruksi gedung hunian menunjukkan komitmen perusahaan
       untuk berkontribusi dalam penyediaan tempat tinggal yang layak dan terjangkau. Dalam
       konteks urbanisasi yang terus meningkat, permintaan akan pembangunan perumahan
       menjadi prioritas, sehingga perusahaan siap menjawab tantangan tersebut dengan
       menawarkan proyek yang berkualitas.

    c. KBLI 41012: Konstruksi Gedung Perkantoran
       Melalui penambahan KBLI ini, perusahaan berupaya merambah ke sektor konstruksi gedung
       perkantoran. Dengan pertumbuhan sektor bisnis dan industri, kebutuhan akan ruang
       perkantoran yang modern dan fungsional semakin meningkat, menjadikan ini sebagai
       peluang bisnis yang menjanjikan.

    d. KBLI 41014: Konstruksi Gedung Perbelanjaan
       Penambahan KBLI untuk konstruksi gedung perbelanjaan memberikan kesempatan bagi
       perusahaan untuk berinvestasi dalam pembangunan pusat perbelanjaan yang inovatif.
       Permintaan yang tinggi terhadap fasilitas ritel menjadikan sektor ini sangat kompetitif, dan
       perusahaan yakin dapat bersaing melalui pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki.

    e. KBLI 42201: Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
       Dengan penambahan KBLI ini, perusahaan berkomitmen untuk mendukung pembangunan
       infrastruktur vital yang berfokus pada pengelolaan air. Konstruksi jaringan irigasi dan drainase
       sangat penting untuk mendukung sektor pertanian dan mencegah banjir di daerah perkotaan.

    f.   KBLI 43120: Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan
         Penambahan KBLI untuk konstruksi khusus penyiapan lahan memungkinkan perusahaan
         untuk terlibat dalam tahap awal pengembangan proyek, termasuk pembersihan lahan,
         penggalian, dan penyediaan fondasi yang diperlukan sebelum pembangunan dimulai.
         Dengan menawarkan layanan ini, perusahaan dapat memberikan solusi yang lebih
         terintegrasi dan komprehensif kepada klien.



                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 47
Page 65
                                  BAB VI
                         ANALISA ASPEK POLA BISNIS

6.1   Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

      Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, PT
      Manggung Polahraya Tbk (MANG) berkomitmen untuk memperluas kegiatan usahanya dalam
      sektor konstruksi. MANG memiliki kemampuan yang kuat untuk mengelola proyek konstruksi
      gedung tempat hunian, hiburan, olahraga, gedung perkantoran, gedung perbelanjaan, serta
      infrastruktur jaringan irigasi dan drainase. Selain itu, MANG juga akan fokus pada konstruksi
      khusus penyiapan lahan, yang sangat penting dalam mempersiapkan area untuk proyek-proyek
      pembangunan yang akan datang.

      Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, MANG bertekad untuk mengambil bagian aktif
      dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek-proyek ini, MANG akan
      menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang hunian yang layak, fasilitas hiburan, serta
      infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
      MANG akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
      proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi MANG untuk memasuki
      segmen-segmen pasar baru yang selama ini belum terjamah, sehingga memperkuat posisinya
      sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia

6.2   Keunggulan Kompetitif

      Pada dasarnya MANG merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi yang di mana
      penambahan kegiatan usaha utama ini masih sejalan dengan bisnis MANG yang sedang
      berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri eksiting selama ini dapat memberikan
      keunggulan kompetitif bagi MANG dalam menjalankan kegiatan bisnis dalam penambahan
      kegiatan usaha utama ini.

6.3   Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

      Industri konstruksi adalah sektor yang sangat kompetitif, dengan banyak perusahaan yang
      menawarkan berbagai layanan dan proyek di seluruh Indonesia. Mengingat banyaknya pesaing
      yang sudah mapan dalam industri ini, PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) harus berinovasi dan
      menciptakan keunikan dalam setiap proyek yang dikerjakan. Untuk itu, MANG berkomitmen untuk
      menghadirkan desain yang kreatif, penggunaan material ramah lingkungan, serta penerapan
      teknologi terbaru dalam setiap tahap konstruksi.

      Dengan fokus pada kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu, MANG berusaha untuk
      memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para pemangku kepentingan. Inovasi dalam proses
      konstruksi, seperti penerapan metode Building Information Modeling (BIM), akan membantu
      MANG untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, sekaligus menghasilkan bangunan
      yang berkualitas tinggi. Selain itu, MANG akan memperhatikan kebutuhan pasar dengan
      menyesuaikan penawaran produk dan layanan sesuai dengan tren terkini di industri, sehingga


                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              48
Page 66
      mampu bersaing dengan pesaing yang ada dan menarik minat pelanggan baru. Dengan strategi
      ini, MANG bertujuan untuk menjadi pemimpin dalam industri konstruksi di Indonesia dan
      menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

6.4   Analisa SWOT

      Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa
      dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis
      supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.
      Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness)
      sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).

      Berikut adalah analisa SWOT MANG setelah penambahan Kegiatan Usaha :

      •    Strengths
            1. Nama yang kuat dan pengalaman yang kaya sebagai perusahan konstruksi.
            2. Reputasi yang kuat sebagai spesialis dalam pondasi dan rekayasa tanah.
            3. Margin tinggi dari kotrak pondasi
            4. Basis klien dan sumber daya yang kuat.

       •   Weakness
           1. Bisnis kurang terdiversifikasi.
           2. Tidak ada pendapatan berkelanjutan.
           3. Kurangnya paparan atas rencana proyek pemerintah.

      •    Opportunities
           1. Proyek pemerintah dapat menambah nilai perolehan kontrak MANG di masa depan.
           2. Pemerintah memiliki proyek pembangunan smelter nikel yang juga menjadi peluang
              bagi MANG.
           3. Pemerintah melakukan investasi lebih ke proyek pembangkit listrik, oleh karena itu
              MANG memiliki peluang untuk pengembangan proyek di sektor energi..
           4. MANG memiliki kesempatan menggunakan jaringan klien dari grup.

      •    Threats
            1. Munculnya kompetitor yang bergerak di bidang sejenis.
            2. Pemerintah dapat mengurangi alokasi untuk infrastruktur tahun depan.
            3. Bank Indonesia meningkatkan suku bunga acuan dan meningkatkan biaya dana ke
               depan.




                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               49
Page 67
                        BAB VII
            ANALISA ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Sebelum Adanya Penambahan KBLI

   Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan dibutuhkan sumber daya
   manusia dengan kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan
   dalam struktur organisasi perusahaan. MANG telah memiliki sumber daya manusia berkualitas
   untuk manajemen Perusahaan dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan
   pengalaman di bidang masing-masing yang ditempatkan dalam posisi strategis Perusahaan. Latar
   pendidikan dan pengalaman personil tersebut telah membantuk profesionalisme mereka dalam
   kemampuan atau skill individu yang berperan penting dalam mengatuh dan menjaga harmonisasi
   Perusahaan.

   Berikut adalah jajaran manajemen MANG saat ini :

   Dewan Komisaris
   Komisaris Utama          : Wiwik Robiatul Adawiyah
   Komisaris                : Ir Niazie Gani, Msc
   Komisaris Independen     : Deddy Handoko, SE,MM

   Direksi
   Direktur Utama           : Ni Ketut Mariani
   Direktur                 : Mohamad Raviali
   Direktur                 : Satrijo Heru Broho
   Direktur                 : Lie Kurniawan

   Dengan jumlah karyawan sebanyak 21 (dua puluh satu) orang. Berikut adalah struktur organisasi
   Perusahaan sebelum adanya penambahan KBLI baru.




                            STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK            50
Page 68
  Figur 18.   Struktur Organisasi




  Sumber : Manajemen


7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI

    Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten
    dibidangnya dalam kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Saat ini Perusahaan telah memiliki
    tenaga ahli yang dapat mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, dimana tenaga ahli tersebut
    berkompeten dibidangnya.

    Dimana sebelum adanya penambahan jumlah karyawan perusahaan sebanyak 21 orang dan
    setelah adanya penambahan KBLI, MANG berencana menambah karyawan yang memiliki
    kompetensi dibidangnya sesuai dengan Penambahan KBLI.

    Berikut adalah CV karyawan yang memiliki kompetensi dibidangnya :

     1. Ni Ketut Mariani
        • Lulusan SMEA, jurusan Akuntansi, SMEA Tridaya, Tahun 1996
        • Pengalaman kerja :
                 a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur Utama, Bidang Kontraktor, Tahun
                     2022 – sekarang,
                 b) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur, Bidang Kontraktor tahun 2017 –
                     2021,
                 c) PT Manggung Polahraya, Jabatan General Manajer, Bidang Kontraktor tahun
                     2012 – 2016,
                 d) PT Manggung Polahraya, Jabatan Manager Marketing, Bidang Kontraktor tahun
                     1998 – 2011,




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK         51
Page 69
    2. Mohammad Raviali
       • Sarjana S1, jurusan Teknik industri, Universitas Trisakti, Tahun 2019
       • Pengalaman kerja :
             a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur, Bidang Kontraktor Sipil, Tahun 2022
                 – sekarang,
             b) PT Manggung Polahraya, Jabatan Marketing, tahun 2019 – 2021.

    3. Satrijo Heru
       • Sarjana S1, jurusan Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Tahun 1993
       • Pengalaman kerja :
                a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur Keuangan, Bidang Kontraktor Sipil,
                    Tahun 2022 – sekarang,
                b) PT Manggung Polahraya, Jabatan Man Keuangan, Bidang Kontraktor Sipil,
                    tahun 2017 – 2021,
                c) PT Mitra Bangun, Jabatan Man Keuangan, Bidang Alat Berat tahun 2010 –
                    2017,
                d) PT Arta Glory Buana, Jabatan Man Keuangan, Bidang Garmenttahun 2001 –
                    2008.

    4. Lie Kurniawan
        • Sarjana S1, jurusan banking & finance, GS FAME Institute of Business, Tahun 2004
        • Pengalaman kerja :
                a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur Pengembangan Usaha, Bidang
                   Kontraktor Sipil, Tahun 2022 – sekarang,
                b) PT Dharma Bersaudara Tbk, Jabatan Direktur Pengembangan Usaha, Januari
                   tahun 2021 – Agustus tahun2021,
                c) PT Dharmi Bersaudara Tbk, Jabatan Direktur Independen, tahun 2018-2020,
                d) PT Cygnus Travel, Jabatan Manajer Pengembangan Usaha, tahun 2014-2018,
                e) PT Versailes Indomitrra Utama, Head of Investment, tahun 2017-2018,
                f) Usaha pribadi, jabatan Financial Market Professional, tahun 2002-2016.


7.3. Manajemen Risiko

    Risiko adalah suatu peristiwa yang mungkin terjadi dan memiliki dampak terhadap aktivitas
    operasional maupun target dari perusahaan. Untuk mengatasi ataupun meminimalkan risiko yang
    akan muncul, maka perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen terhadap risiko yang
    dilaksanakan oleh semua pihak dalam perusahaan, dimulai dengan proses identifikasi kejadian
    potensial yang mungkin muncul selama operasional perusahaan hingga diperoleh berbagai
    strategi sebagai mitigasi risiko-risiko dari kejadian potensial tersebut.

    Kemungkinan risiko-risiko yang dapat terjadi selama operasional MANG beserta rencana mitigasi
    oleh perusahaan adalah sebagai beirkut :

    Risiko Modal
    Pada dasarnya hampir semua bidang bisnis memerlukan adanya modal penunjang bisnis, bisnis
    ini dapat dikatakan sebagai bisnis yang membutuhkan modal yang cukup mengingat hasil dari
    bisnis ini pun juga sangat menguntungkan. Estimasi modal yang salah seperti perhitungan volume
    pekerjaan atau kebutuhan material yang tidak akurat. Keterlambatan pembayaran dari pemberi


                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK            52
Page 70
kerja (owner) juga menjadi tantangan besar, terutama jika kontraktor bergantung pada skema
pembayaran bertahap. Selain itu, fluktuasi harga material konstruksi atau bahan bakar dapat
meningkatkan biaya operasional secara signifikan, sehingga memengaruhi margin keuntungan.

Risiko Persaingan
salah satu tantangan utama dalam usaha kontraktor, yang dapat mempengaruhi peluang
memenangkan proyek dan keberlangsungan bisnis. Risiko terhadap persaingan harga,
persaingan kualitas, persaingan teknologi dan inovasi, persaingan relasi dan jejaring, persaingan
kapasitas, persaingan lokasi dan persaingan branding dan reputasi.

Risiko Aset
Kontraktor sering kali menggunakan alat berat dan peralatan lainnya yang rentan terhadap
kerusakan, pencurian, atau kehilangan. Ketidaksesuaian spesifikasi material yang diterima dari
pemasok juga dapat berdampak pada kualitas pekerjaan dan menyebabkan kerugian tambahan
karena harus mengganti material yang tidak memenuhi standar.

Risiko Tenaga Ahli
Kurangnya tenaga kerja berpengalaman, terutama untuk posisi penting seperti insinyur atau
supervisor, dapat memperlambat proyek dan menurunkan kualitas hasil pekerjaan. Selain itu,
rotasi tenaga kerja yang tinggi atau kekurangan tenaga kerja di lokasi tertentu dapat mengganggu
jadwal proyek. Kesalahan teknis akibat kurangnya pelatihan atau pengawasan juga menjadi
ancaman yang signifikan.

Risiko Lingkungan
Usaha kontraktor sering dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, panas
berlebihan, atau angin kencang, yang dapat menghentikan aktivitas di lapangan. Selain itu, proyek
yang tidak memperhatikan dampak lingkungan, seperti pengelolaan limbah atau kebisingan, dapat
menimbulkan konflik dengan masyarakat sekitar atau dikenakan sanksi oleh pihak berwenang.

Risiko terkait Peraturan Pemerintah
Kontraktor harus beradaptasi dengan perubahan regulasi pemerintah, seperti kebijakan baru
tentang pajak, persyaratan keselamatan kerja, atau aturan lingkungan. Kompleksitas birokrasi
dalam pengurusan izin proyek juga sering kali menyebabkan penundaan. Di sisi lain,
ketidakstabilan ekonomi, seperti inflasi atau kenaikan suku bunga, dapat memengaruhi biaya
material dan pembiayaan proyek.

Risiko Operasional
Kesalahan dalam manajemen proyek, seperti jadwal yang tidak realistis atau alokasi sumber daya
yang tidak efisien, dapat menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan biaya. Gangguan
rantai pasok, seperti keterlambatan pengiriman material atau ketidaksesuaian stok dengan
kebutuhan proyek, juga menjadi kendala operasional yang sering dihadapi. Risiko keselamatan
kerja, seperti kecelakaan di lokasi proyek, dapat menimbulkan biaya tambahan serta masalah
hukum.

Risiko Keuangan
Kontraktor menghadapi risiko arus kas yang tidak stabil akibat pembayaran yang terlambat dari
pemberi kerja. Kesalahan dalam pengelolaan anggaran atau ketergantungan pada pinjaman bank
untuk pendanaan operasional dapat meningkatkan risiko keuangan. Selain itu, proyek yang
berjalan lebih lama dari jadwal dapat mengurangi profitabilitas karena biaya tetap yang terus
berjalan.


                          STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               53
Page 71
                                  BAB VIII
                         ANALISA ASPEK KEUANGAN

8.1   Rencana Perusahaan (“MANG”)

      MANG adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa industri pengolahan, konstruksi
      dan perdagangan besar dan eceran. Saat ini, MANG berencana untuk memperluas lingkup
      usahanya dengan menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mencakup
      bidang :

      1)   KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
      2)   KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
      3)   KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
      4)   KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
      5)   KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
      6)   KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan

      Dalam rangka mendukung penambahan KBLI tersebut, MANG membutuhkan tambahan investasi
      agar rencana pengembangan usaha ini dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

8.2   Proyeksi Laba Rugi

      Adapun proyeksi yang digunakan dalam analisis ini adalah:

      Figur 19. Proyeksi Laba Rugi dengan penambahan kegiatan usaha
                                                                                           (Ribuan Rupiah)
                                            Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
                   Deskripsi
                                             2024            2025          2026          2027          2028


       Pendapatan Usaha :
       Pendapatan Proyek Konstruksi Jalan    14.055.427    75.000.000    91.020.750   104.478.100   122.166.500
       Pendapatan Proyek Konstruksi
                                             56.743.716   117.500.000   101.010.375   109.292.600   126.182.125
       Gedung
       Penjualan Aspal Hotmix Dan Beton
                                             10.000.000    10.000.000    20.000.000    25.000.000    30.000.000
       Ready Mix
       Jumlah Pendapatan Usaha               80.799.142   202.500.000   212.031.125   238.770.700   278.348.625


       Beban Pokok Pendapatan :
       Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                             11.244.341    60.000.000    72.816.600    83.582.480    97.733.200
       Konstruksi Jalan
       Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                             45.394.973    94.000.000    80.808.300    87.434.080   100.945.700
       Konstruksi Gedung
       Beban Pokok Pendapatan Aspal
                                              8.000.000     8.000.000    16.000.000    20.000.000    24.000.000
       Hotmix Dan Beton Ready Mix
       Jumlah Beban Pokok Pendapatan         64.639.314   162.000.000   169.624.900   191.016.560   222.678.900




                                  STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 54
Page 72
                                       Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
             Deskripsi
                                         2024             2025           2026           2027           2028
LABA BRUTO                               16.159.828     40.500.000     42.406.225     47.754.140     55.669.725


Beban Operasional :


Biaya Promosi                              260.000        269.100        278.519        288.267        298.356
Jumlah Beban Promosi                       260.000        269.100        278.519        288.267        298.356


Biaya Administrasi Dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap             5.350.000      7.054.395      7.643.516      8.114.813      8.491.850
Biaya Imbalan Pasca Kerja                  350.000        362.250        374.929        388.051        401.633
Gaji Dan Tunjangan                        4.200.000      4.347.000      4.499.145      4.656.615      4.819.597
Biaya Keperluan Kantor                     460.000        476.100        492.764        510.010        527.861
Biaya Pengembangan                        1.300.000      1.345.500      1.392.593      1.441.333      1.491.780
Biaya Representasi                          50.000         51.750         53.561         55.436         57.376
Biaya Konsultan                            525.000        543.375        562.393        582.077        602.450
Biaya Perjalanan Dinas                     200.000        207.000        214.245        221.744        229.505
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi             180.000        186.300        192.821        199.569        206.554
Biaya Perawatan aset kantor                110.000        113.850        117.835        121.959        126.228
Biaya Asuransi                                      -     178.000        362.230        552.908        750.260
Lainnya                                    240.000        248.400        257.094        266.092        275.406
Jumlah Beban Administrasi dan
                                         12.965.000     15.113.920     16.163.124     17.110.608     17.980.498
Umum

Jumlah Beban Operasional                 13.225.000     15.383.020     16.441.643     17.398.874     18.278.854

Pendapatan Bunga Jasa Giro &
                                            12.652         13.284         13.949         14.646         15.378
Tabungan
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya             13.729         14.415         15.136         15.893         16.687


Jumlah Pendapatan Lain-lain                 26.381         27.700         29.085         30.539         32.066


Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan                  2.530        2.657          2.790          2.929          3.076
Biaya Diluar Usaha Lainnya                  67.140                 -              -              -              -


Jumlah Beban Lain-lain                      69.670           2.657          2.790          2.929          3.076

LABA SEBELUM BEBAN
KEUANGAN DAN PAJAK                        2.891.539     25.142.023     25.990.877     30.382.875     37.419.861
PENGHASILAN

Beban Keuangan                            2.468.968      2.545.968      2.105.968      1.148.968       708.968

LABA SEBELUM PAJAK
                                           422.571      22.596.055     23.884.909     29.233.908     36.710.894
PENGHASILAN




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                     55
Page 73
                                       Proyeksi        Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
              Deskripsi
                                         2024            2025          2026          2027          2028
 Pajak Penghasilan Final Atas Jasa
                                           180.000      5.101.250     5.088.825     5.664.924     6.581.239
 Konstruksi
 Pajak Penghasilan Kini                     79.910       272.876       538.808       699.223       886.585
 Pajak Tangguhan                            77.000        79.695        82.484         85.371        88.359


 LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                239.662     17.301.624    18.339.760    22.955.133    29.331.429



Figur 20. Proyeksi Laba Rugi tanpa penambahan kegiatan usaha
                                                                                         (Ribuan Rupiah)
                                       Proyeksi        Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
              Deskripsi
                                         2024            2025          2026          2027          2028


 Pendapatan Usaha :
 Pendapatan Proyek Konstruksi Jalan      14.055.427    85.000.000    61.020.750    70.478.100    84.766.500
 Pendapatan Proyek Konstruksi
                                         55.243.716    83.000.000   101.010.375   109.292.600   126.182.125
 Gedung
 Penjualan Aspal Hotmix Dan Beton
                                         10.000.000    10.000.000    20.000.000    25.000.000    30.000.000
 Ready Mix
 Jumlah Pendapatan Usaha                 79.299.142   178.000.000   182.031.125   204.770.700   240.948.625


 Beban Pokok Pendapatan :
 Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                         11.244.341    68.000.000    48.816.600    56.382.480    67.813.200
 Konstruksi Jalan
 Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                         44.194.973    66.400.000    80.808.300    87.434.080   100.945.700
 Konstruksi Gedung
 Beban Pokok Pendapatan Aspal
                                          8.000.000     8.000.000    16.000.000    20.000.000    24.000.000
 Hotmix Dan Beton Ready Mix
 Jumlah Beban Pokok Pendapatan           63.439.314   142.400.000   145.624.900   163.816.560   192.758.900


 LABA BRUTO                              15.859.828    35.600.000    36.406.225    40.954.140    48.189.725


 Beban Operasional :


 Biaya Promosi                             260.000       269.100       278.519       288.267       298.356
 Jumlah Beban Promosi                      260.000       269.100       278.519       288.267       298.356


 Biaya Administrasi Dan Umum
 Biaya Penyusutan Aktiva Tetap            5.350.000     6.154.395     6.923.516     7.538.813     8.031.050
 Biaya Imbalan Pasca Kerja                 350.000       362.250       374.929       388.051       401.633
 Gaji Dan Tunjangan                       4.200.000     4.347.000     4.499.145     4.656.615     4.819.597
 Biaya Keperluan Kantor                    460.000       476.100       492.764       510.010       527.861
 Biaya Pengembangan                       1.100.000     1.138.500     1.178.348     1.219.590     1.262.275
 Biaya Representasi                         50.000        51.750        53.561        55.436        57.376
 Biaya Konsultan                           525.000       543.375       562.393       582.077       602.450




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 56
Page 74
                                       Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
             Deskripsi
                                         2024             2025           2026           2027           2028
Biaya Perjalanan Dinas                     200.000        207.000        214.245        221.744        229.505
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi             180.000        186.300        192.821        199.569        206.554
Biaya Perawatan aset kantor                110.000        113.850        117.835        121.959        126.228
Biaya Asuransi                                      -     178.000        362.230        552.908        750.260
Lainnya                                    240.000        248.400        257.094        266.092        275.406
Jumlah Beban Administrasi dan
                                         12.765.000     14.006.920     15.228.879     16.312.864     17.290.193
Umum

Jumlah Beban Operasional                 13.025.000     14.276.020     15.507.398     16.601.131     17.588.549

Pendapatan Bunga Jasa Giro &
                                            12.652         13.284         13.949         14.646         15.378
Tabungan
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya             13.729         14.415         15.136         15.893         16.687


Jumlah Pendapatan Lain-lain                 26.381         27.700         29.085         30.539         32.066


Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan                  2.530        2.657          2.790          2.929          3.076
Biaya Diluar Usaha Lainnya                  67.140                 -              -              -              -


Jumlah Beban Lain-lain                      69.670           2.657          2.790          2.929          3.076



LABA SEBELUM BEBAN
KEUANGAN DAN PAJAK                        2.791.539     21.349.023     20.925.122     24.380.619     30.630.166
PENGHASILAN

Beban Keuangan                            2.468.968      2.028.968      1.808.968      1.588.968      1.368.968

LABA SEBELUM PAJAK
                                           322.571      19.320.055     19.116.154     22.791.651     29.261.198
PENGHASILAN

Pajak Penghasilan Final Atas Jasa
                                           180.000       4.452.000      4.293.825      4.763.924      5.590.139
Konstruksi
Pajak Penghasilan Kini                      78.647        263.555        505.160        654.105        838.219
Pajak Tangguhan                             77.000         79.695         82.484         85.371         88.359


LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                 140.924      14.684.195     14.399.654     17.458.994     22.921.200




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                     57
Page 75
8.3     Proyeksi Posisi Keuangan


      Figur 21.        Proyeksi Posisi Keuangan dengan penambahan kegiatan usaha
                                                                                                        (Ribuan Rupiah)
                                                 Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                        Deskripsi
                                                   2024            2025            2026            2027            2028


          Aset
          Aset Lancar
          Kas dan Setara Kas                     10.565.293      21.533.458      18.786.389      19.790.624      18.201.581
          Piutang Usaha                          19.570.218      22.570.218      25.570.218      28.570.218      29.570.218
          Piutang Lain-lain                       6.832.025                 -               -               -               -
          Persediaan                               271.673         321.673         371.673         421.673         471.673
          Proyek dalam Pelaksanaan               36.926.933      41.926.933      46.926.933      51.926.933      61.926.933
          Pajak Dibayar Dimuka                              -               -               -               -               -
          Uang Muka Pembelian                    75.298.027      97.298.027     102.298.027     107.298.027
                                                                                                                117.298.027
          Beban yang Ditangguhkan                           -               -               -               -             -
          Jumlah Aset Lancar                    149.464.169     183.650.308      93.953.240     208.007.474     227.468.432


          Aset Tidak Lancar
          Aset Tetap - Bersih                    35.271.975      38.217.580      40.574.064      42.459.251      43.967.401
          Aset Tidak Lancar Lainnya                440.337         450.337         460.337         475.337         490.337
          Aset Pajak Tangguhan                              -               -               -               -               -
          Jumlah Aset Tidak Lancar               35.712.312      38.667.917      41.034.401      42.934.588      44.457.738
          Jumlah Aset                           185.176.481     222.318.226     234.987.641     250.942.063     271.926.170


          Liabilitas dan Ekuitas
          Liabilitas
          Liabilitas Jangka Pendek
          Utang Bank                             22.445.160      18.445.160      14.445.160      10.445.160       6.445.160
          Utang Usaha                             2.000.000       4.000.000       6.000.000       8.000.000      10.000.000
          Utang Lainnya                             25.000          50.000          75.000         100.000         125.000
          Bagian Lancar atas Liabilitas
                                                  1.391.747        695.874                  -               -               -
         Jangka Panjang
          Utang Pajak                             3.079.910        272.876         538.808         699.223         886.585
          Biaya yang Masih Harus Dibayar           350.000         362.250         374.929         388.051         401.633
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek        29.291.817      23.826.159      21.433.897      19.632.434      17.858.378


          Liabilitas Jangka Panjang
          Liabilitas Imbalan Pasca Kerja          2.033.116       2.395.366       2.770.295       3.158.346       3.559.979
          Liabilitas Pajak Tangguhan              1.689.975       1.610.280       1.527.796       1.442.425       1.354.065




                                          STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                           58
Page 76
                                        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
              Deskripsi
                                          2024            2025            2026            2027            2028

 Liabilitas Jangka Panjang - Setelah
                                         7.141.054       3.570.527                 -               -               -
 Dikurangi Bagian Lancar
 Jumlah Liabilitas Jangka
                                        10.864.145       7.576.173       4.298.091       4.600.771       4.914.045
 Panjang
 Jumlah Liabilitas                      40.155.962      31.402.333      25.731.988      24.233.205      22.772.423


 Ekuitas
 Modal Saham                            76.250.000      80.825.000      80.825.000      80.825.000      80.825.000
 Agio Saham                             58.140.382      58.140.382      58.140.382      58.140.382      58.140.382
 Agio Saham - Exercise Waran                     -      24.018.750      24.018.750      24.018.750      24.018.750
 Penghasilan Komprehensif Lain          16.635.577      16.635.577      16.635.577      16.635.577      16.635.577
 Laba Ditahan (Defisit)                (6.245.101)     (6.005.440)      11.296.185      29.635.945      47.089.149
 Telah ditentukan penggunaannya                    -               -               -     5.501.928       6.886.540
 Belum ditentukan penggunaannya                    -   (6.005.440)      11.296.185      24.134.017      40.202.610
 Deviden                                           -               -               -   (5.501.928)     (6.886.540)
 Laba (Rugi) Tahun Berjalan               239.662       17.301.624      18.339.760      22.955.133      29.331.429
 Jumlah Ekuitas                        145.020.519     190.915.893     209.255.653     226.708.858     249.153.747
 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas          185.176.481     222.318.226     234.987.641     250.942.063     271.926.170


Figur 22. Proyeksi Posisi Keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha
                                                                                               (Ribuan Rupiah)
                                        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
              Deskripsi
                                          2024            2025            2026            2027            2028


 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan Setara Kas                     10.265.293      20.057.971      17.976.468      17.079.127      13.264.648
 Piutang Usaha                          19.570.218      22.570.218      25.570.218      28.570.218      29.570.218
 Piutang Lain-lain                       6.832.025                 -               -               -               -
 Persediaan                               271.673         321.673         371.673         421.673         471.673
 Proyek dalam Pelaksanaan               36.926.933      41.926.933      46.926.933      51.926.933      61.926.933
 Pajak Dibayar Dimuka                              -               -               -               -               -

 Uang Muka Pembelian                    75.298.027      97.298.027     102.298.027     107.298.027
                                                                                                       117.298.027
 Beban yang Ditangguhkan                           -               -               -               -             -
 Jumlah Aset Lancar                    149.164.169     182.174.821     193.143.319     205.295.977     222.531.499


 Aset Tidak Lancar
 Aset Tetap - Bersih                    30.771.975      34.617.580      37.694.064      40.155.251      42.124.201
 Aset Tidak Lancar Lainnya                440.337         450.337         460.337         475.337         490.337
 Aset Pajak Tangguhan                              -               -               -               -               -
 Jumlah Aset Tidak Lancar               31.212.312      35.067.917      38.154.401      40.630.588      42.614.538


                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                              59
Page 77
                                        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
             Deskripsi
                                          2024            2025            2026            2027            2028
Jumlah Aset                            180.376.481     217.242.739     231.297.720     245.926.566     265.146.037


Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank                              22.445.160      18.445.160      16.445.160      14.445.160      12.445.160
Utang Usaha                              2.000.000       4.000.000       7.000.000      10.000.000      13.000.000
 Utang Lainnya                             25.000          50.000          75.000         100.000         125.000
 Bagian Lancar atas Liabilitas
                                         1.391.747        695.874                  -               -               -
Jangka Panjang
 Utang Pajak                             3.078.647        263.555         505.160         654.105         838.219
Biaya yang Masih Harus Dibayar            350.000         362.250         374.929         388.051         401.633
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek         29.290.554      23.816.838      24.400.249      25.587.316      26.810.012


Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja           2.033.116       2.395.366       2.770.295       3.158.346       3.559.979
Liabilitas Pajak Tangguhan               1.689.975       1.610.280       1.527.796       1.442.425       1.354.065
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah
                                         2.441.054       1.220.527                 -               -               -
Dikurangi Bagian Lancar
Jumlah Liabilitas Jangka
                                         6.164.145       5.226.173       4.298.091       4.600.771       4.914.045
Panjang
Jumlah Liabilitas                       35.454.700      29.043.012      28.698.340      30.188.087      31.724.057


Ekuitas
Modal Saham                             76.250.000      80.825.000      80.825.000      80.825.000      80.825.000
Agio Saham                              58.140.382      58.140.382      58.140.382      58.140.382      58.140.382
Agio Saham - Exercise Waran                      -      24.018.750      24.018.750      24.018.750      24.018.750
Penghasilan Komprehensif Lain           16.635.577      16.635.577      16.635.577      16.635.577      16.635.577
Laba Ditahan (Defisit)                 (6.245.101)     (6.104.177)       8.580.018      22.979.672      36.118.770
Telah ditentukan penggunaannya                     -               -               -     4.319.896       5.237.698
Belum ditentukan penggunaannya                     -   (6.104.177)       8.580.018      18.659.776      30.881.072
Deviden                                            -               -               -   (4.319.896)     (5.237.698)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan                140.924       14.684.195      14.399.654      17.458.994      22.921.200
Jumlah Ekuitas                         144.921.781     188.199.727     202.599.380     215.738.478     233.421.980
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas           180.376.481     217.242.739     231.297.720     245.926.566     265.146.037




                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                           60
Page 78
8.4   Incremental Laporan Laba Rugi

      Figur 23. Proyeksi Laba Rugi
                                                                                                    (Ribuan Rupiah)
                                              Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
                    Deskripsi
                                                2024           2025           2026           2027           2028


       Pendapatan Usaha :
       Pendapatan Proyek Konstruksi Jalan                -   (10.000.000)   30.000.000     34.000.000     37.400.000
       Pendapatan Proyek Konstruksi
                                                 1.500.000    34.500.000               -              -              -
       Gedung
       Penjualan Aspal Hotmix Dan Beton
                                                         -              -              -              -              -
       Ready Mix
       Jumlah Pendapatan Usaha                   1.500.000    24.500.000    30.000.000     34.000.000     37.400.000


       Beban Pokok Pendapatan :
       Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                                         -    (8.000.000)   24.000.000     27.200.000     29.920.000
       Konstruksi Jalan
       Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                                 1.200.000    27.600.000               -              -              -
       Konstruksi Gedung
       Beban Pokok Pendapatan Aspal
                                                         -              -              -              -              -
       Hotmix Dan Beton Ready Mix
       Jumlah Beban Pokok Pendapatan             1.200.000    19.600.000    24.000.000     27.200.000     29.920.000


       LABA KOTOR                                 300.000      4.900.000     6.000.000      6.800.000      7.480.000


       Beban Operasional :


       Biaya Promosi                                     -              -              -              -     298.356
       Jumlah Beban Promosi                              -              -              -              -     298.356
       Biaya Administrasi Dan Umum
       Biaya Penyusutan Aktiva Tetap                     -       900.000      720.000        576.000        460.800
       Biaya Imbalan Pasca Kerja                         -              -              -              -              -
       Gaji Dan Tunjangan                                -              -              -              -              -
       Biaya Keperluan Kantor                            -              -              -              -              -
       Biaya Pengembangan                         200.000        207.000      214.245        221.744        229.505
       Biaya Representasi                                -              -              -              -              -
       Biaya Konsultan                                   -              -              -              -              -
       Biaya Perjalanan Dinas                            -              -              -              -              -
       Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi                    -              -              -              -              -
       Biaya Perawatan aset kantor                       -              -              -              -              -
       Biaya Asuransi                                    -              -              -              -              -
       Lainnya                                           -              -              -              -              -
       Jumlah Beban Administrasi dan
                                                  200.000      1.107.000      934.245        797.744        690.305
       Umum

       Jumlah beban Operasional                   200.000      1.107.000      934.245        797.744        988.661




                                     STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                61
Page 79
                                        Proyeksi             Proyeksi            Proyeksi        Proyeksi          Proyeksi
               Deskripsi
                                          2024                 2025                2026            2027              2028
 Pendapatan Bunga Jasa Giro &
                                                        -                 -                  -                 -                  -
 Tabungan
 Pendapatan Diluar Usaha Lainnya                        -                 -                  -                 -                  -
 Jumlah Pendapatan Lain-lain                            -                 -                  -                 -                  -


 Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan                         -                 -                  -                 -                  -
 Biaya Diluar Usaha Lainnya                             -                 -                  -                 -                  -


 Jumlah Beban Lain-lain                                 -                 -                  -                 -                  -


                                                        -                 -                  -                 -                  -
 LABA SEBELUM BEBAN
 KEUANGAN DAN PAJAK                         100.000           3.793.000           5.065.755       6.002.256         6.491.339
 PENGHASILAN

 Beban Keuangan                                         -         517.000           297.000       (440.000)         (660.000)

 LABA SEBELUM PAJAK
                                            100.000           3.276.000           4.768.755       6.442.256         7.151.339
 PENGHASILAN

 Pajak Penghasilan Final Atas Jasa
                                                        -         649.250           795.000           901.000            991.100
 Konstruksi
 Pajak Penghasilan Kini                             1.263             9.321             33.648            45.118          48.366
 Pajak Tangguhan                                        -                 -                  -                 -                  -


 LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                     98.737        2.617.429           3.940.107       5.496.139         6.111.873



Figur 24. Proyeksi Posisi Keuangan
                                                                                                  (Ribuan Rupiah)
                                     Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi
              Deskripsi
                                       2024              2025             2026               2027               2028


 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan Setara Kas                    300.000          1.475.487             809.921       2.711.497         4.936.933
 Piutang Usaha                                  -                 -                 -                 -                  -
 Piutang Lain-lain                              -                 -                 -                 -                  -
 Persediaan                                     -                 -                 -                 -                  -
 Proyek dalam Pelaksanaan                       -                 -                 -                 -                  -
 Pajak Dibayar Dimuka                           -                 -                 -                 -                  -
 Uang Muka Pembelian                            -                 -                 -                 -                  -
 Beban yang Ditangguhkan                        -                 -                 -                 -                  -
 Jumlah Aset Lancar                    300.000          1.475.487             809.921       2.711.497         4.936.933




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                                    62
Page 80
                                        Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
             Deskripsi
                                          2024           2025           2026           2027           2028
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih                     4.500.000      3.600.000       2.880.000      2.304.000      1.843.200
Aset Tidak Lancar Lainnya                          -              -              -              -              -
Aset Pajak Tangguhan                               -              -              -              -              -
Jumlah Aset Tidak Lancar                4.500.000      3.600.000       2.880.000      2.304.000      1.843.200
Jumlah Aset                             4.800.000      5.075.487       3.689.921      5.015.497      6.780.133


Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank                                         -              -   (2.000.000)    (4.000.000)    (6.000.000)
Utang Usaha                                        -              -   (1.000.000)    (2.000.000)    (3.000.000)
 Utang Lainnya                                     -              -             -              -              -
 Bagian Lancar atas Liabilitas                     -              -              -              -              -
Jangka Panjang
 Utang Pajak                                1.263          9.321          33.648         45.118         48.366
Biaya yang Masih Harus Dibayar                  -              -               -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             1.263          9.321      (2.966.352)    (5.954.882)    (8.951.634)


Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                     -              -              -              -              -
Liabilitas Pajak Tangguhan                         -              -              -              -              -

Liabilitas Jangka Panjang - Setelah                                              -              -              -
                                        4.700.000      2.350.000
Dikurangi Bagian Lancar
Jumlah Liabilitas Jangka                                                         -              -              -
                                        4.700.000      2.350.000
Panjang
Jumlah Liabilitas                       4.701.263      2.359.321      (2.966.352)    (5.954.882)    (8.951.634)


Ekuitas
Modal Saham
Agio Saham
Agio Saham - Exercise Waran
Penghasilan Komprehensif Lain
Laba Ditahan (Defisit)                             -      98.737       2.716.166      6.656.273     10.970.379
Telah ditentukan penggunaannya                     -           -               -      1.182.032      1.648.842
Belum ditentukan penggunaannya                     -      98.737       2.716.166      5.474.241      9.321.538
Deviden                                            -           -               -     (1.182.032)    (1.648.842)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan                 98.737      2.617.429       3.940.107      5.496.139      6.410.229
Jumlah Ekuitas                             98.737      2.716.166       6.656.273     10.970.379     15.731.767
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas            4.800.000      5.075.487       3.689.921      5.015.497      6.780.133




                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                       63
Page 81
8.5   Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan

      Dalam melakukan Analisis Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami menggunakan
      cut off date 30 September 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
      kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan Usaha.


8.6   Penetapan Tingkat Diskonto

      Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

      Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing
      Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah
      premium unutk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:

                                         Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
                                         Ke = R f + ß Rp
      Di mana :
      Rf        = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
      ß         = risiko sistimatis
      Rm        = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
      Rp        = selisih antara Rm dengan Rf

      Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
      memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
      dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

      Terkait dengan tanggal studi kelayakan yang jatuh pada tanggal 30 September 2024, maka
      instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang
      dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor
      30 tahun, yield tertimbang sebesar 6,87%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat
      kembalian bebas risiko (Rf).

      Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
      dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
      premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti
      volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
      mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
      perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging
      market).

      Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per
      tanggal 1 Juli 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia
      adalah sekitar 6,45%. Dengan Country Default Spread sebesar 1,79%.

      ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
      pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
      atau IHSG). Untuk MANG kami menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang
      terdapat di Bursa Efek Indonesia.



                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             64
Page 82
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of equity MANG, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta.
Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of
equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu
dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
                   βL
 βu =
             1 + (1-T) x DER
 dimana:

 T            = Tarif Pajak Penghasilan Badan
 DER          = Debt to equity ratio
 βL           = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
                obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
                pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar
                dengan pengaruh hutang
 βu           = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                portofolio pasar tanpa pengaruh hutang

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian
di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh beta yang sesuai
untuk mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut :

Figur 25. Beta
                     Data Pembanding                        Ticker         Beta Unleverage
 PT Nusa Raya Cipta Tbk                                    IDX:NRCA             0,78
 PT Paramita Bangun Sarana Tbk                             IDX:PBSA             0,99
 PT Total Bangun Persada Tbk                               IDX:TOTL             1,10
 PT Indonesia Pondasi Raya Tbk                             IDX:IDPR             0,36
 CAZ (Thailand) Public Company Limited                     SET:CAZ              0,78
 Teka Construction Public Company Limited                  SET:TEKA             0,38
 China Haisum Engineering Co., Ltd.                     SZSE:002116             1,06
 Hongrun Construction Group Co., Ltd.                   SZSE:002062             0,47
                                      Average                                   0,74
Sumber: S&P Global

Dari figur di atas, tampak bahwa rata-rata dari unlevered beta dari perusahaan yang digunakan
sebagai dasar perhitungan adalah sebesar 0,74.




                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK         65
Page 83
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian
di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 60,10% untuk
memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB tersebut dengan formula sebagai berikut:
   βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
   βL = 0,74 x (1 + (1-0%) x 29,15%)
   βL = 0,95

Dengan demikian nilai dari beta re-levered adalah sebesar 0,95. Berdasarkan uraian di atas, maka
biaya modal ekuitas adalah :

Figur 26. Cost of Equity
                       Keterangan                                Persentase
    Tingkat Bunga Bebas Risiko (Risk Free Rate)                      6,87%
    Risk Premium Market                                              6,45%
    Levered Beta                                                       0,95
    CDS (Country Default Spread)                                     1,79%
    Biaya Modal untuk Ekuitas (Cost Of Equity)                      11,22%


Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow to
firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata
tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari
(investor) penyertaan.

Dalam studi kelayakan ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Persero
berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per September 2024, yaitu 9,29%.
Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak adalah
sebesar 9,41% (dengan tarif pajak 0%) dengan perhitungan sebagai berikut:
   Wd        = i x ((1-T))
   Wd        = 9,29% x (1-0%) = 9,29%
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan DER market sebesar 29,15%. Berikut adalah
perhitungan WACC.

Figur 27. Perhitungan WACC
                             Proyeksi      Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi     Proyeksi
                                                                                             Source
                              2024 F        2025 F    2026 F      2027 F      2028 F
 BETA
 Unleverage Beta                    0,74       0,74       0,74       0,74          0,74   s&p 500
 Leverage Beta Valuation
                                    0,95       0,95       0,95       0,95          0,95
 Object

 COST OF EQUITY
 CALCULATION
 Risk Free Rate (Rf)            6,87%         6,87%     6,87%      6,87%         6,87%    s&p 500




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             66
Page 84
                                    Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi
                                                                                                Source
                                     2024 F     2025 F    2026 F     2027 F     2028 F
       Risk Premium Market
                                       6,45%      6,45%     6,45%      6,45%       6,45%    Damodaran
       (Rpm)
       β (Beta)                         0,95       0,95       0,95       0,95        0,95   s&p 500
       CDS                             1,79%      1,79%     1,79%      1,79%       1,79%    Damodaran
       Cost of Equity                 11,22%     11,22%    11,22%     11,22%      11,22%


       COST OF DEBT
       CALCULATION
       Bank Interest Rate              9,29%      9,29%     9,29%      9,29%       9,29%    Bank Indonesia
       Tax                             0,00%      0,00%     0,00%      0,00%       0,00%    Final
       Cost Of Debt                    9,29%      9,29%     9,29%      9,29%       9,29%


       WACC
       Cost Of Debt (Kd = I X (1-
                                       9,29%      9,29%     9,29%      9,29%       9,29%
       T))
       Cost Of Equity (Ke = Rf +
                                      11,22%     11,22%    11,22%     11,22%      11,22%
       (Rpm) * Beta


       Komposisi DER
       Debt                           22,57%     22,57%    22,57%     22,57%      22,57%    s&p 500
       Equity                         77,43%     77,43%    77,43%     77,43%      77,43%    s&p 500


       Rata-Rata
       Debt                            2,10%      2,10%     2,10%      2,10%       2,10%
       Equity                          8,69%      8,69%     8,69%      8,69%       8,69%
       WACC                           10,79%     10,79%    10,79%     10,79%      10,79%


      Berdasarkan perhitungan di atas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam studi kelayakan
      adalah 10,79% selama masa periode proyeksi menurut kami merupakan tingkat diskonto yang
      wajar.

8.7   Analisis Kelayakan Proyek

      Analsia kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis
      yang dilakukan MANG dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha berupa :

      a.     KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
      b.     KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
      c.     KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
      d.     KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
      e.     KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
      f.     KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan




                                    STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              67
Page 85
Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi
dimasa mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari selisih dari Free Cash
Flow To Firm MANG sebelum penambahan, dengan Free Cash Flow To Firm setelah
penambahan. Selanjutnya dibandingkan dengan Initial investment.

Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan
asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :

    ▪ Net Present Value (NPV)         :   Rp 3.155.944.481,-
    ▪ Internal Rate of Return (IRR)   :   22,50% (lebih tinggi dari tingkat diskonto 10,79%)
    ▪ Profitability Index (PI)        :   1,08
    ▪ Payback Period (PP)             :   2 Tahun 2 Bulan

Net Present Value (NPV) adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan
nilai sekarang dari arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan untuk
alokasi modal untuk menganalisis keuntungan dalam sebuah proyek yang akan dilaksanakan.
NPV positif menandakan bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah proyek atau
investasi melebihi dari proyek biaya yang dikeluarkan.

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa NPV sebesar
Rp 3.155.944.481,-. Nilai NPV yang dihasilkan > 0 yang mana menunjukkan bahwa proyek
tersebut layak untuk direalisasikan. Dalam perhitungan NPV ini Nilai Sisa termasuk dalam
perhitungan.

Internal Rate Of Return (IRR) adalah tingkat suatu investasi di mana pada saat itu NPV adalah
nol. Suatu investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai IRR
lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan.

Analisis IRR pada studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini menunjukkan bahwa nilai
perhitungan adalah 22,50%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih
besar dibandingkan dnegan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan, yaitu sebesar
10,79% sehingga proyek tersebut Layak untuk direalisasikan. Dalam Perhitungan IRR ini Nilai Sisa
tidak masuk dalam perhitungan.

Profitability Index (PI) adalah metode penghitungan kelayakan proyek dengan membandingkan
antara jumlah present value nilai arus kas dengan nilai investasi dari proyek. Dalam Perhitungan
PI ini Nilai Sisa tidak masuk dalam perhitungan.

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa PI > 1 yang mana
investasi dapat diterima.

Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup initial
investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan dari proyek
tersebut.

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang diperoleh, perusahaan akan mampu mengembalikan
seluruh investasi sesudah berjalan selama 2 tahun 2 bulan.




                          STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              68
Page 86
8.8   Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru

      Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitivif proyeksi kinerja proyek atas
      setiap perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek.
      Hasil analisis sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:

      Figur 28. Analisis Sensitivitas terhadap penambahan atau Increamental Capex (Capex setelah proyek
                dikurangi Capex sebelum proyek)
                                              Scenario Perubahan Penambahan atau Increamental Capex
        VARIABLE
                                         0%                10%              75%                72%                -20%
      Perubahan
      PenambahanC
                          (4.500.000.000)       (4.950.000.000)   (7.875.000.000)   (7.737.820.085)    (3.600.000.000)
      apex 2024 (Okt
      s/d Des)
      NPV                  3.155.944.481         2.717.323.749     (133.711.011)                 0      4.033.185.946
                                                                                        Breakeven
                                   Layak                 Layak      Tidak Layak                                 Layak
      Kelayakan                                                                              Point

      Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan atau increamental
      Capex yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat
      Penambahan atau Increamental Capex mencapai Rp. 7.737.820,085,-- atau ada kenaikan
      penambahan atau increamental capex sebesar 72%, namun proyek menjadi tidak layak saat
      kenaikan penambahan atau increamental capex diatas 72% , dengan catatan variable lain tetap
      (ceteris paribus).

      Figur 29. Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan Laba Bersih (Laba Bersih setelah
                proyek dikurangi Laba Bersih sebelum proyek)
                               Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental Laba Bersih
        VARIABLE
                                 0%           -10%          -20%           -23%             -25%
       2024               98.737.241     88.863.517    78.989.793     75.850.067       74.052.931
       2025            2.617.428.977 2.355.686.079 2.093.943.182 2.010.712.087      1.963.071.733
       2026            3.940.106.531 3.546.095.878 3.152.085.225 3.026.794.574      2.955.079.898
       2027            5.496.138.502 4.946.524.652 4.396.910.802 4.222.140.204      4.122.103.877
       2028            6.410.229.464 5.769.206.517 5.128.183.571 4.924.345.980      4.807.672.098
       NPV             3.155.944.481 1.794.442.821    432.941.161              0    (247.809.669)
                                                                     Breakeven
        Kelayakan          Layak          Layak         Layak                       Tidak Layak
                                                                        Point

      Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Laba Bersih yang
      memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penambahan atau
      Incremental Laba Bersih mengalami penurunan maksimal sebesar 23%, dan proyek menjadi tidak
      layak saat penurunan perubahan laba bersih melampaui 23%, dengan catatan variable lain tetap
      (ceteris paribus).

      Figur 30. Analisis Sensitivitas terhadap Pendapatan setelah Penambahan Usaha
                                         Scenario Perubahan Pendapatan setelah penambahan usaha
                                   0%                -0,5%                -5%          -0,4064%                   1%
       2024             80.799.142.474      80.395.146.762     76.759.185.350     80.470.764.083       81.607.133.899
       2025            202.500.000.000     201.487.500.000    192.375.000.000    201.677.013.243      204.525.000.000
       2026            212.031.125.000     210.970.969.375    201.429.568.750    211.169.402.492      214.151.436.250
       2027            238.770.700.000     237.576.846.500    226.832.165.000    237.800.304.326      241.158.407.000



                                   STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                   69
Page 87
                                     Scenario Perubahan Pendapatan setelah penambahan usaha
       2028          278.348.625.000   276.956.881.875    264.431.193.750    277.217.379.409    281.132.111.250
       NPV             3.155.944.481     (726.734.991)    (35.670.850.239)                (0)    10.921.303.425
       Kelayakan               Layak       Tidak Layak         Tidak Layak Breakeven Point                Layak

      Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Pendapatan setelah
      Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven
      saat Pendapatan setelah Penambahan Usaha mengalami penurunan maksimal sebesar 0,4064%,
      dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan Pendapatan setelah Penambahan
      Usaha melampaui 0,4064%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus). Variable ini harus
      sangat mendapat perhatian karena sangat sensitif, kondisi berubah turun sedikit saja menjadi tidak
      layak dan berubah sedikit kenaikan memberikan NPV yang meningkat jauh dari sebelumnya. Saat
      1% saja ada kenaikan Pendapatan maka NPV menjadi berubah banyak dari sekitar Rp. 3 Milyar
      menjadi Rp. 10,9 Milyar.



8.9   Kesimpulan

      Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
      asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
      penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan oleh MANG layak untuk dilaksanakan.




                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               70
Page 88
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN TANPA PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                  Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi
                                                              31 Desember 2024      31 Desember 2025      31 Desember 2026      31 Desember 2027      31 Desember 2028
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas                                                    10.265.293            20.057.971            17.976.468            17.079.127            13.264.648
Piutang Usaha                                                         19.570.218            22.570.218            25.570.218            28.570.218            29.570.218
Piutang Lain-lain                                                      6.832.025                     -                     -                     -                     -
Persediaan                                                               271.673               321.673               371.673               421.673               471.673
Proyek dalam Pelaksanaan                                              36.926.933            41.926.933            46.926.933            51.926.933            61.926.933
Pajak Dibayar Dimuka                                                           -                     -                     -                     -                     -
Uang Muka Pembelian                                                   75.298.027            97.298.027           102.298.027           107.298.027           117.298.027
Beban yang Ditangguhkan                                                        -                     -                     -                     -                     -
Jumlah Aset Lancar                                                   149.164.169           182.174.821           193.143.319           205.295.977           222.531.499

Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih                                                   30.771.975            34.617.580            37.694.064            40.155.251            42.124.201
Aset Tidak Lancar Lainnya                                                440.337               450.337               460.337               475.337               490.337
Aset Pajak Tangguhan                                                           -                     -                     -                     -                     -
Jumlah Aset Tidak Lancar                                              31.212.312            35.067.917            38.154.401            40.630.588            42.614.538
Jumlah Aset                                                          180.376.481           217.242.739           231.297.720           245.926.566           265.146.037

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank                                                            22.445.160            18.445.160            16.445.160            14.445.160            12.445.160
Utang Usaha                                                            2.000.000             4.000.000             7.000.000            10.000.000            13.000.000
Utang Lainnya                                                             25.000                50.000                75.000               100.000               125.000
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang                           1.391.747               695.874                     -                     -                     -
Utang Pajak                                                            3.078.647               263.555               505.160               654.105               838.219
Biaya yang Masih Harus Dibayar                                           350.000               362.250               374.929               388.051               401.633
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                       29.290.554            23.816.838            24.400.249            25.587.316            26.810.012

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                                         2.033.116             2.395.366             2.770.295             3.158.346             3.559.979
Liabilitas Pajak Tangguhan                                             1.689.975             1.610.280             1.527.796             1.442.425             1.354.065
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi Bagian Lancar            2.441.054             1.220.527                     -                     -                     -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                       6.164.145             5.226.173             4.298.091             4.600.771             4.914.045
Jumlah Liabilitas                                                     35.454.700            29.043.012            28.698.340            30.188.087            31.724.057

Ekuitas
Modal Saham                                                           76.250.000            80.825.000            80.825.000            80.825.000            80.825.000
Agio Saham                                                            58.140.382            58.140.382            58.140.382            58.140.382            58.140.382
Agio Saham - Exercise Waran                                                    -            24.018.750            24.018.750            24.018.750            24.018.750
Penghasilan Komprehensif Lain                                         16.635.577            16.635.577            16.635.577            16.635.577            16.635.577
Laba Ditahan (Defisit)                                                (6.245.101)           (6.104.177)            8.580.018            22.979.672            36.118.770
  Telah ditentukan penggunaannya                                               -                     -                     -             4.319.896             5.237.698
  Belum ditentukan penggunaannya                                               -            (6.104.177)            8.580.018            18.659.776            30.881.072
Deviden                                                                        -                     -                     -            (4.319.896)           (5.237.698)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan                                               140.924            14.684.195            14.399.654            17.458.994            22.921.200
Jumlah Ekuitas                                                       144.921.781            188.199.727           202.599.380           215.738.478           233.421.980
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas                                         180.376.481           217.242.739           231.297.720           245.926.566           265.146.037
Page 89
PT. MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI PROFIT AND LOSS TANPA PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                   Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi
                DESKRIPSI
                                               31 Desember 2024    31 Desember 2025    31 Desember 2026    31 Desember 2027    31 Desember 2028
Pendapatan Usaha :
Proyek Konstruksi Jalan                               14.055.427          85.000.000          61.020.750          70.478.100          84.766.500
Proyek Konstruksi Gedung                              55.243.716          83.000.000         101.010.375         109.292.600         126.182.125
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix                      10.000.000          10.000.000          20.000.000          25.000.000          30.000.000
Jumlah pendapatan Usaha                               79.299.142         178.000.000         182.031.125         204.770.700         240.948.625

Beban Pokok Pendapatan :
Proyek Konstruksi Jalan                               11.244.341          68.000.000          48.816.600          56.382.480          67.813.200
Proyek Konstruksi Gedung                              44.194.973          66.400.000          80.808.300          87.434.080         100.945.700
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix                       8.000.000           8.000.000          16.000.000          20.000.000          24.000.000
Jumlah Beban Pokok Pendapatan                         63.439.314         142.400.000         145.624.900         163.816.560         192.758.900

Laba Bruto                                            15.859.828          35.600.000          36.406.225          40.954.140          48.189.725

Beban Operasional :
Beban Penjualan
Biaya Promosi                                           260.000             269.100             278.519             288.267             298.356
Jumlah Beban Penjualan                                  260.000             269.100             278.519             288.267             298.356

Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap                          5.350.000           6.154.395           6.923.516           7.538.813           8.031.050
Biaya Imbalan Pasca Kerja                                350.000             362.250             374.929             388.051             401.633
Gaji dan Tunjangan                                     4.200.000           4.347.000           4.499.145           4.656.615           4.819.597
Biaya Keperluan Kantor                                   460.000             476.100             492.764             510.010             527.861
Biaya Pengembangan                                     1.100.000           1.138.500           1.178.348           1.219.590           1.262.275
Biaya Representasi                                        50.000              51.750              53.561              55.436              57.376
Biaya Konsultan                                          525.000             543.375             562.393             582.077             602.450
Biaya Perjalanan Dinas                                   200.000             207.000             214.245             221.744             229.505
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi                           180.000             186.300             192.821             199.569             206.554
Biaya Perawatan aset kantor                              110.000             113.850             117.835             121.959             126.228
Biaya Asuransi                                                 -             178.000             362.230             552.908             750.260
Lainnya                                                  240.000             248.400             257.094             266.092             275.406
Jumlah Biaya Administrasi dan Umum                    12.765.000          14.006.920          15.228.879          16.312.864          17.290.193
Jumlah Beban Operasional                              13.025.000          14.276.020          15.507.398          16.601.131          17.588.549

Pendapatan Lain-lain
Pendapatan Bunga Jasa Giro & Tabungan                    12.652              13.284              13.949              14.646              15.378
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya                          13.729              14.415              15.136              15.893              16.687
Jumlah Pendapatan lain-lain                              26.381              27.700              29.085              30.539              32.066

Beban Lain-lain
Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan                            2.530                2.657               2.790               2.929               3.076
Biaya Diluar Usaha Lainnya                               67.140                    -                   -                   -                   -
Jumlah Beban Lain-Lain                                   69.670                2.657               2.790               2.929               3.076

Laba Usaha                                             2.791.539          21.349.023          20.925.122          24.380.619          30.630.166

Beban Keuangan                                         2.468.968           2.028.968           1.808.968           1.588.968           1.368.968

Laba Sebelum Pajak                                      322.571           19.320.055          19.116.154          22.791.651          29.261.198

Pajak penghasilan final atas jasa konstruksi            180.000            4.452.000           4.293.825           4.763.924           5.590.139
Pajak Penghasilan Kini                                   78.647              263.555             505.160             654.105             838.219
Pajak Tangguhan                                          77.000               79.695              82.484              85.371              88.359

Laba Bersih                                             140.924           14.684.195          14.399.654          17.458.994          22.921.200
Page 90
PT. MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS TANPA PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                               Proyeksi               Proyeksi               Proyeksi               Proyeksi               Proyeksi
                       DESKRIPSI
                                                           31 Desember 2024       31 Desember 2025       31 Desember 2026       31 Desember 2027       31 Desember 2028

Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan dari Pelanggan                                           79.325.523            178.027.700            182.060.210            204.801.239            240.980.691
Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga                        (142.792.341)          (175.460.000)          (158.684.900)          (176.881.560)          (213.823.900)
Pembayaran kepada Karyawan dan Direksi                              (4.730.765)            (4.334.750)            (4.486.466)            (4.643.493)            (4.806.015)
Pembayaran Beban Operasional Lainnya                                (3.194.670)            (3.415.032)            (3.712.598)            (4.020.581)            (4.339.345)
Pembayaran Lainnya                                                         -                      -                      -                      -                      -
Penerimaan Lainnya                                                         -                      -                      -                      -                      -
Pembayaran Beban Pinjaman                                           (2.468.968)            (2.028.968)            (1.808.968)            (1.588.968)            (1.368.968)
Pembayaran Pajak                                                      (487.916)            (4.530.647)            (4.557.380)            (5.269.084)            (6.244.244)
Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)
                                                                   (74.349.136)           (11.741.697)             8.809.898             12.397.554             10.398.220
Aktivitas Operasi


Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Piutang Lain-Lain                                                    2.000.000              6.832.025                    -                      -                      -
Perolehan Aset Tetap                                                (2.500.000)           (10.000.000)           (10.000.000)           (10.000.000)           (10.000.000)
Aset Tidak Lancar Lainnya                                               28.684                    -                      -                      -                      -
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                   (471.316)            (3.167.975)           (10.000.000)           (10.000.000)           (10.000.000)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Pinjaman                                                        -               (5.916.401)            (3.916.401)            (2.000.000)            (2.000.000)
Penerimaan Pinjaman                                                  5.857.801              2.025.000              3.025.000              3.025.000              3.025.000
Pembayaran Sewa Pembiayaan                                                 -                      -                      -                      -                      -
Penerimaan Sewa Pembiayaan                                                 -                      -                      -                      -                      -
Modal Disetor                                                       15.250.000              4.575.000                    -                      -                      -
Tambahan Modal Disetor                                              58.140.382                    -                      -                      -                      -
Tambahan Modal Disetor - Exercise Waran                                    -               24.018.750                    -                      -                      -
Deviden                                                                    -                      -                      -               (4.319.896)            (5.237.698)
Penambahan Beban yang Ditangguhkan                                   2.579.475                    -                      -                      -                      -
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
                                                                    81.827.658             24.702.349               (891.401)            (3.294.896)            (4.212.698)
Aktivitas Pendanaan


Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas                       7.007.205              9.792.677             (2.081.502)              (897.342)            (3.814.478)
Kas dan Setara Kas Awal Periode                                      3.258.088             10.265.293             20.057.971             17.976.468             17.079.127
Kas dan Setara Kas Akhir Periode                                    10.265.293             20.057.971             17.976.468             17.079.127             13.264.648
Page 91
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                     Proyeksi               Proyeksi               Proyeksi               Proyeksi               Proyeksi
                   DESKRIPSI
                                                 31 Desember 2024       31 Desember 2025       31 Desember 2026       31 Desember 2027       31 Desember 2028
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas                                       10.565.293             21.533.458             18.786.389             19.790.624             18.201.581
Piutang Usaha                                            19.570.218             22.570.218             25.570.218             28.570.218             29.570.218
Piutang Lain-lain                                         6.832.025                      -                      -                      -                      -
Persediaan                                                  271.673                321.673                371.673                421.673                471.673
Proyek dalam Pelaksanaan                                 36.926.933             41.926.933             46.926.933             51.926.933             61.926.933
Pajak Dibayar Dimuka                                              -                      -                      -                      -                      -
Uang Muka Pembelian                                      75.298.027             97.298.027            102.298.027            107.298.027            117.298.027
Beban yang Ditangguhkan                                           -                      -                      -                      -                      -
Jumlah Aset Lancar                                      149.464.169            183.650.308            193.953.240            208.007.474            227.468.432

Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih                                      35.271.975             38.217.580             40.574.064             42.459.251             43.967.401
Aset Tidak Lancar Lainnya                                   440.337                450.337                460.337                475.337                490.337
Aset Pajak Tangguhan                                              -                      -                      -                      -                      -
Jumlah Aset Tidak Lancar                                 35.712.312             38.667.917             41.034.401             42.934.588             44.457.738
Jumlah Aset                                             185.176.481            222.318.226            234.987.641            250.942.063            271.926.170

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank                                               22.445.160             18.445.160             14.445.160             10.445.160              6.445.160
Utang Usaha                                               2.000.000              4.000.000              6.000.000              8.000.000             10.000.000
Utang Lainnya                                                25.000                 50.000                 75.000                100.000                125.000
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang              1.391.747                695.874                      -                      -                      -
Utang Pajak                                               3.079.910                272.876                538.808                699.223                886.585
Biaya yang Masih Harus Dibayar                              350.000                362.250                374.929                388.051                401.633
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          29.291.817             23.826.159             21.433.897             19.632.434             17.858.378

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                            2.033.116              2.395.366              2.770.295              3.158.346              3.559.979
Liabilitas Pajak Tangguhan                                1.689.975              1.610.280              1.527.796              1.442.425              1.354.065
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian Lancar                                             7.141.054              3.570.527                      -                      -                      -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                         10.864.145              7.576.173              4.298.091              4.600.771              4.914.045
Jumlah Liabilitas                                        40.155.962             31.402.333             25.731.988             24.233.205             22.772.423

 Ekuitas
 Modal Saham - Nilai Nominal Rp 20 Per Saham
Per 31 Desember 2023 hingga 31 Desember 2028
dan Nilai Nominal Rp1.000.000 Per Saham Per 31
Desember 2022 dan 31 Desember 2021                       76.250.000             80.825.000             80.825.000             80.825.000             80.825.000

 Modal Dasar - 12.200.000.000 Lembar Saham Per
31 Desember 2023 hingga 31 Desember 2028,
244.000 Lembar Saham Per 31 Desember 2022
dan 2.000 Lembar Saham Per 31 Desember 2021                         -                      -                      -                      -                      -
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh -
4.041.250.000 Lembar Saham Per 31 Desember
2025 hingga 31 Desember 2028, 3.812.500.000
Lembar Saham Per 31 Desember 2023 hingga 31
Desember 2024, 61.000 Lembar Saham Per 31
Desember 2022 dan 1.500 Lembar Saham Tanggal
31 Desember 2021                                                  -                      -                      -                      -                      -
 Agio Saham                                              58.140.382             58.140.382             58.140.382             58.140.382             58.140.382
 Agio Saham - Exercise Waran                                      -             24.018.750             24.018.750             24.018.750             24.018.750
 Penghasilan Komprehensif Lain                           16.635.577             16.635.577             16.635.577             16.635.577             16.635.577
 Laba Ditahan (Defisit)                                  (6.245.101)            (6.005.440)            11.296.185             29.635.945             47.089.149
  Telah ditentukan penggunaannya                                  -                      -                      -              5.501.928              6.886.540
  Belum ditentukan penggunaannya                                  -             (6.005.440)            11.296.185             24.134.017             40.202.610
 Deviden                                                          -                      -                      -             (5.501.928)            (6.886.540)
 Laba (Rugi) Tahun Berjalan                                 239.662             17.301.624             18.339.760             22.955.133             29.331.429
 Jumlah Ekuitas                                         145.020.519             190.915.893           209.255.653            226.708.858            249.153.747
 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas                           185.176.481            222.318.226            234.987.641            250.942.063            271.926.170
Page 92
PT. MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI PROFIT AND LOSS PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                                         Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi
                     DESKRIPSI
                                                     31 Desember 2024    31 Desember 2025    31 Desember 2026    31 Desember 2027    31 Desember 2028
Pendapatan Usaha :
Proyek Konstruksi Jalan                                     14.055.427          75.000.000          91.020.750         104.478.100         122.166.500
Proyek Konstruksi Gedung                                    56.743.716         117.500.000         101.010.375         109.292.600         126.182.125
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix                            10.000.000          10.000.000          20.000.000          25.000.000          30.000.000
Jumlah pendapatan Usaha                                     80.799.142         202.500.000         212.031.125         238.770.700         278.348.625

Beban Pokok Pendapatan :
Proyek Konstruksi Jalan                                     11.244.341          60.000.000          72.816.600          83.582.480          97.733.200
Proyek Konstruksi Gedung                                    45.394.973          94.000.000          80.808.300          87.434.080         100.945.700
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix                             8.000.000           8.000.000          16.000.000          20.000.000          24.000.000
Jumlah Beban Pokok Pendapatan                               64.639.314         162.000.000         169.624.900         191.016.560         222.678.900

LABA BRUTO                                                  16.159.828          40.500.000          42.406.225          47.754.140          55.669.725

Beban Operasional :
Beban Penjualan
Biaya Promosi                                                 260.000             269.100             278.519             288.267             298.356
Jumlah Beban Penjualan                                        260.000             269.100             278.519             288.267             298.356

Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap                                5.350.000           7.054.395           7.643.516           8.114.813           8.491.850
Biaya Imbalan Pasca Kerja                                      350.000             362.250             374.929             388.051             401.633
Gaji dan Tunjangan                                           4.200.000           4.347.000           4.499.145           4.656.615           4.819.597
Biaya Keperluan Kantor                                         460.000             476.100             492.764             510.010             527.861
Biaya Pengembangan                                           1.300.000           1.345.500           1.392.593           1.441.333           1.491.780
Biaya Representasi                                              50.000              51.750              53.561              55.436              57.376
Biaya Konsultan                                                525.000             543.375             562.393             582.077             602.450
Biaya Perjalanan Dinas                                         200.000             207.000             214.245             221.744             229.505
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi                                 180.000             186.300             192.821             199.569             206.554
Biaya Perawatan aset kantor                                    110.000             113.850             117.835             121.959             126.228
Biaya Asuransi                                                     -               178.000             362.230             552.908             750.260
Lainnya                                                        240.000             248.400             257.094             266.092             275.406
Jumlah Biaya Administrasi dan Umum                          12.965.000          15.113.920          16.163.124          17.110.608          17.980.498
Jumlah Beban Operasional                                    13.225.000          15.383.020          16.441.643          17.398.874          18.278.854

Pendapatan Lain-lain
Pendapatan Bunga Jasa Giro & Tabungan                           12.652              13.284              13.949              14.646              15.378
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya                                 13.729              14.415              15.136              15.893              16.687
Jumlah Pendapatan lain-lain                                     26.381              27.700              29.085              30.539              32.066

Beban Lain-lain
Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan                                   2.530               2.657               2.790               2.929               3.076
Biaya Diluar Usaha Lainnya                                      67.140                 -                   -                   -                   -
Jumlah Beban Lain-Lain                                          69.670               2.657               2.790               2.929               3.076


Laba Usaha                                                   2.891.539          25.142.023          25.990.877          30.382.875          37.419.861

Beban Keuangan                                               2.468.968           2.545.968           2.105.968           1.148.968            708.968

Laba Sebelum Pajak                                            422.571           22.596.055          23.884.909          29.233.908          36.710.894

Pajak penghasilan final atas jasa konstruksi                  180.000            5.101.250           5.088.825           5.664.924           6.581.239
Pajak Penghasilan Kini                                         79.910              272.876             538.808             699.223             886.585
Pajak Tangguhan                                                77.000               79.695              82.484              85.371              88.359

Laba Bersih                                                   239.662           17.301.624          18.339.760          22.955.133          29.331.429
Page 93
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                               Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi
                      DESKRIPSI
                                                           31 Desember 2024      31 Desember 2025      31 Desember 2026      31 Desember 2027      31 Desember 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan dari Pelanggan                                          80.825.523           202.527.700           212.060.210           238.801.239           278.380.691
Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga                       (143.992.341)         (195.060.000)         (182.684.900)         (204.081.560)         (243.743.900)
Pembayaran kepada Karyawan dan Direksi                             (4.730.765)           (4.334.750)           (4.486.466)           (4.643.493)           (4.806.015)
Pembayaran Beban Operasional Lainnya                               (3.394.670)           (3.622.032)           (3.926.843)           (4.242.324)           (4.568.849)
Pembayaran Lainnya                                                        -                     -                     -                     -                     -
Penerimaan Lainnya                                                        -                     -                     -                     -                     -
Pembayaran Beban Pinjaman                                          (2.468.968)           (2.545.968)           (2.105.968)           (1.148.968)             (708.968)
Pembayaran Pajak                                                     (487.916)           (5.181.160)           (5.361.701)           (6.203.732)           (7.280.462)
Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)
                                                                  (74.249.136)           (8.216.209)           13.494.332            18.481.162            17.272.497
Aktivitas Operasi

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Piutang Lain-Lain                                                   2.000.000             6.832.025                   -                     -                     -
Perolehan Aset Tetap                                               (7.000.000)          (10.000.000)          (10.000.000)          (10.000.000)          (10.000.000)
Aset Tidak Lancar Lainnya                                              28.684                   -                     -                     -                     -
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                (4.971.316)           (3.167.975)          (10.000.000)          (10.000.000)          (10.000.000)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                                         -                     -                     -                     -                     -
Pembayaran Pinjaman                                                       -              (8.266.401)           (8.266.401)           (4.000.000)           (4.000.000)
Penerimaan Pinjaman                                                10.557.801             2.025.000             2.025.000             2.025.000             2.025.000
Pembayaran Sewa Pembiayaan                                                -                     -                     -                     -                     -
Penerimaan Sewa Pembiayaan                                                -                     -                     -                     -                     -
Modal Disetor                                                      15.250.000             4.575.000                   -                     -                     -
Tambahan Modal Disetor                                             58.140.382                   -                     -                     -                     -
Tambahan Modal Disetor - Exercise Waran                                   -              24.018.750                   -                     -                     -
Deviden                                                                   -                     -                     -              (5.501.928)           (6.886.540)
Penambahan Beban yang Ditangguhkan                                  2.579.475                   -                     -                     -                     -
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
                                                                   86.527.658            22.352.349            (6.241.401)           (7.476.928)           (8.861.540)
Aktivitas Pendanaan

Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas                      7.307.205            10.968.165            (2.747.068)            1.004.234            (1.589.042)
Kas dan Setara Kas Awal Periode                                     3.258.088            10.565.293            21.533.458            18.786.389            19.790.624
Kas dan Setara Kas Akhir Periode                                   10.565.293            21.533.458            18.786.389            19.790.624            18.201.581
Page 94
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
INCREMENTAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                            Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
                      DESKRIPSI
                                                        31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas                                              300.000         1.475.487          809.921         2.711.497        4.936.933
Piutang Usaha                                                         0                 0                0                 0                0
Piutang Lain-lain                                                     0                 0                0                 0                0
Persediaan                                                            0                 0                0                 0                0
Proyek dalam Pelaksanaan                                              0                 0                0                 0                0
Pajak Dibayar Dimuka                                                  0                 0                0                 0                0
Uang Muka Pembelian                                                   0                 0                0                 0                0
Beban yang Ditangguhkan                                               0                 0                0                 0                0
Jumlah Aset Lancar                                              300.000         1.475.487          809.921         2.711.497        4.936.933

Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih                                            4.500.000        3.600.000        2.880.000         2.304.000        1.843.200
Aset Tidak Lancar Lainnya                                              0                0                0                 0                0
Aset Pajak Tangguhan                                                   0                0                0                 0                0
Jumlah Aset Tidak Lancar                                       4.500.000        3.600.000        2.880.000         2.304.000        1.843.200
Jumlah Aset                                                    4.800.000        5.075.487        3.689.921         5.015.497        6.780.133

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank                                                            0                0         (2.000.000)      (4.000.000)      (6.000.000)
Utang Usaha                                                           0                0         (1.000.000)      (2.000.000)      (3.000.000)
Utang Lainnya                                                         0                0                  0                0                0

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang                          0                 0                 0                0                0
Utang Pajak                                                       1.263             9.321            33.648           45.118           48.366
Biaya yang Masih Harus Dibayar                                        0                 0                 0                0                0
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   1.263             9.321        (2.966.352)      (5.954.882)      (8.951.634)

 Liabilitas Jangka Panjang
 Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                                       0                0                  0                0                0
 Liabilitas Pajak Tangguhan                                           0                0                  0                0                0
 Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi Bagian
Lancar                                                         4.700.000        2.350.000                 0                0                0
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              4.700.000        2.350.000                 0                0                0
 Jumlah Liabilitas                                             4.701.263        2.359.321        (2.966.352)      (5.954.882)      (8.951.634)

 Ekuitas
 Modal Saham - Nilai Nominal Rp 20 Per Saham Per 31
Desember 2023 hingga 31 Desember 2028 dan Nilai
Nominal Rp1.000.000 Per Saham Per 31 Desember
2022 dan 31 Desember 2021                                             0                0                  0                0                0
 Modal Dasar - 12.200.000.000 Lembar Saham Per 31
Desember 2023 hingga 31 Desember 2028, 244.000
Lembar Saham Per 31 Desember 2022 dan 2.000
Lembar Saham Per 31 Desember 2021                                     0                0                  0                0                0

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - 4.041.250.000
  Lembar Saham Per 31 Desember 2025 hingga 31
Desember 2028, 3.812.500.000 Lembar Saham Per 31
 Desember 2023 hingga 31 Desember 2024, 61.000
  Lembar Saham Per 31 Desember 2022 dan 1.500
     Lembar Saham Tanggal 31 Desember 2021                             0                0                0                 0                0
Agio Saham                                                             0                0                0                 0                0
Agio Saham - Exercise Waran                                            0                0                0                 0                0
Penghasilan Komprehensif Lain                                          0                0                0                 0                0
Laba Ditahan (Defisit)                                                 0           98.737        2.716.166         6.656.273       10.970.379
 Telah ditentukan penggunaannya                                        0                0                0         1.182.032        1.648.842
 Belum ditentukan penggunaannya                                        0           98.737        2.716.166         5.474.241        9.321.538
Deviden                                                                0                0                0        (1.182.032)      (1.648.842)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan                                        98.737        2.617.429        3.940.107         5.496.139        6.410.229
Jumlah Ekuitas                                                    98.737        2.716.166        6.656.273        10.970.379       15.731.767
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas                                   4.800.000        5.075.487        3.689.921         5.015.497        6.780.133
Page 95
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
INCREMENTAL LAPORAN LABA RUGI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                          Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
                       DESKRIPSI
                                                      31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Pendapatan Usaha :
Proyek Konstruksi Jalan                                              -      (10.000.000)      30.000.000       34.000.000       37.400.000
Proyek Konstruksi Gedung                                     1.500.000       34.500.000                -                -                -
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix                                     -                -                -                -                -
Jumlah pendapatan Usaha                                      1.500.000       24.500.000       30.000.000       34.000.000       37.400.000

Beban Pokok Pendapatan :
Proyek Konstruksi Jalan                                              -       (8.000.000)      24.000.000       27.200.000       29.920.000
Proyek Konstruksi Gedung                                     1.200.000       27.600.000                -                -                -
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix                                     -                -                -                -                -
Jumlah Beban Pokok Pendapatan                                1.200.000       19.600.000       24.000.000       27.200.000       29.920.000

Laba Bruto                                                    300.000         4.900.000        6.000.000        6.800.000        7.480.000

Beban Operasional :
Beban Penjualan
Biaya Promosi                                                        -                -                -                -         298.356
Jumlah Beban Penjualan                                               -                -                -                -         298.356

Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap                                       -           900.000         720.000          576.000          460.800
Biaya Imbalan Pasca Kerja                                           -                 -               -                -                -
Gaji dan Tunjangan                                                  -                 -               -                -                -
Biaya Keperluan Kantor                                              -                 -               -                -                -
Biaya Pengembangan                                            200.000           207.000         214.245          221.744          229.505
Biaya Representasi                                                  -                 -               -                -                -
Biaya Konsultan                                                     -                 -               -                -                -
Biaya Perjalanan Dinas                                              -                 -               -                -                -
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi                                      -                 -               -                -                -
Biaya Perawatan aset kantor                                         -                 -               -                -                -
Biaya Asuransi                                                      -                 -               -                -                -
Lainnya                                                             -                 -               -                -                -
Jumlah Biaya Administrasi dan Umum                            200.000         1.107.000         934.245          797.744          690.305
Jumlah Beban Operasional                                      200.000         1.107.000         934.245          797.744          988.661

Pendapatan Lain-lain
Pendapatan Bunga Jasa Giro & Tabungan                                -                -                -                -                -
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya                                      -                -                -                -                -
Jumlah Pendapatan lain-lain                                          -                -                -                -                -

Beban Lain-lain
Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan                                       -                -                -                -                -
Biaya Diluar Usaha Lainnya                                           -                -                -                -                -
Jumlah Beban Lain-Lain                                               -                -                -                -                -

Laba Sebelum Beban Keuangan dan Pajak Penghasilan             100.000         3.793.000        5.065.755        6.002.256        6.491.339

Beban Keuangan                                                       -         517.000          297.000          (440.000)        (660.000)

Laba Sebelum Pajak                                            100.000         3.276.000        4.768.755        6.442.256        7.151.339

Pajak penghasilan final atas jasa konstruksi                        -          649.250          795.000          901.000          991.100
Pajak Penghasilan Kini                                          1.263            9.321           33.648           45.118           48.366
Pajak Tangguhan                                                     -                -                -                -                -

Laba Bersih                                                    98.737         2.617.429        3.940.107        5.496.139        6.111.873
Page 96
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
INCREMENTAL PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                               Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi
                       DESKRIPSI
                                                           31 Desember 2024      31 Desember 2025      31 Desember 2026      31 Desember 2027      31 Desember 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan dari Pelanggan                                           1.500.000            24.500.000            30.000.000            34.000.000            37.400.000
Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga                         (1.200.000)          (19.600.000)          (24.000.000)          (27.200.000)          (29.920.000)
Pembayaran kepada Karyawan dan Direksi                                    -                     -                     -                     -                     -
Pembayaran Beban Operasional Lainnya                                 (200.000)             (207.000)             (214.245)             (221.744)             (229.505)
Pembayaran Lainnya                                                        -                     -                     -                     -                     -
Penerimaan Lainnya                                                        -                     -                     -                     -                     -
Pembayaran Beban Pinjaman                                                 -                (517.000)             (297.000)              440.000               660.000
Pembayaran Pajak                                                          -                (650.513)             (804.321)             (934.648)           (1.036.218)
Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)
                                                                     100.000              3.525.487             4.684.434             6.083.608             6.874.277
Aktivitas Operasi

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Piutang Lain-Lain                                                         -                     -                     -                     -                     -
Perolehan Aset Tetap                                               (4.500.000)                  -                     -                     -                     -
Aset Tidak Lancar Lainnya                                                 -                     -                     -                     -                     -
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                (4.500.000)                  -                     -                     -                     -

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Pinjaman                                                       -              (2.350.000)           (4.350.000)           (2.000.000)           (2.000.000)
Penerimaan Pinjaman                                                 4.700.000                   -              (1.000.000)           (1.000.000)           (1.000.000)
Pembayaran Sewa Pembiayaan                                                -                     -                     -                     -                     -
Penerimaan Sewa Pembiayaan                                                -                     -                     -                     -                     -
Modal Disetor                                                             -                     -                     -                     -                     -
Tambahan Modal Disetor                                                    -                     -                     -                     -                     -
Tambahan Modal Disetor - Exercise Waran                                   -                     -                     -                     -                     -
Deviden                                                                   -                     -                     -              (1.182.032)           (1.648.842)
Penambahan Beban yang Ditangguhkan                                        -                     -                     -                     -                     -
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
                                                                    4.700.000            (2.350.000)           (5.350.000)           (4.182.032)           (4.648.842)
Aktivitas Pendanaan

Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas                       300.000              1.175.487              (665.566)            1.901.576             2.225.436
Kas dan Setara Kas Awal Periode                                          -                  300.000             1.475.487               809.921             2.711.497
Kas dan Setara Kas Akhir Periode                                     300.000              1.475.487               809.921             2.711.497             4.936.933
Page 97
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
FREE CASH FLOW TO FIRM TANPA PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Analisa Discounted Cash Flow

                                                           30 September 2024
                                                                              31 Januari 2025 - 31 Januari 2026 - 31 Januari 2027 - 31 Januari 2028 -
                               Deskripsi                     - 31 Desember
                                                                             31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
                                                                  2024


Kas Masuk :
(+) Laba Bersih                                                      140.924        14.684.195        14.399.654        17.458.994        22.921.200
(+) Depresiasi                                                     5.350.000         6.154.395         6.923.516         7.538.813         8.031.050
(+) Bunga setelah pajak                                            2.468.968         2.028.968         1.808.968         1.588.968         1.368.968
Total Kas Masuk                                                    7.959.892        22.867.558        23.132.137        26.586.774        32.321.218

Kas Keluar
(-) Capex                                                         (2.500.000)      (10.000.000)      (10.000.000)       (10.000.000)      (10.000.000)
(+/-) Perputaran Modal kerja                                      (1.061.354)      (38.484.368)      (10.385.087)       (10.965.591)      (16.012.826)
Total kas Keluar                                                  (3.561.354)      (48.484.368)      (20.385.087)       (20.965.591)      (26.012.826)

Free Cash Flow to Firm                                             4.398.538       (25.616.810)        2.747.050         5.621.184         6.308.392
Page 98
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
FREE CASH FLOW TO FIRM PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Analisa Discounted Cash Flow


                                                           30 September 2024 - 31 Januari 2025 - 31 Januari 2026 - 31 Januari 2027 - 31 Januari 2028 -
                                Deskripsi
                                                            31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028


Kas Masuk :
(+) Laba Bersih                                                      239.662         17.301.624        18.339.760         22.955.133        29.331.429
(+) Depresiasi                                                     5.350.000          7.054.395         7.643.516          8.114.813         8.491.850
(+) Bunga setelah pajak                                            2.468.968          2.545.968         2.105.968          1.148.968           708.968
Total Kas Masuk                                                    8.058.629         26.901.987        28.089.244         32.218.913        38.532.247

Kas Keluar
(-) Capex                                                         (7.000.000)       (10.000.000)      (10.000.000)       (10.000.000)       (10.000.000)
(+/-) Perputaran Modal kerja                                      (1.360.092)       (39.651.797)      (12.695.194)       (15.855.697)       (21.235.014)
Total kas Keluar                                                  (8.360.092)       (49.651.797)      (22.695.194)       (25.855.697)       (31.235.014)

Free Cash Flow to Firm                                              (301.462)       (22.749.810)        5.394.050          6.363.216         7.297.234
Page 99
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
ANALISA INCREMENTAL KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                        30 September 2024 - 31 Januari 2025 - 31 Januari 2026 - 31 Januari 2027 - 31 Januari 2028 -
                               Deskripsi
                                                                         31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028

Kas Masuk :
(+) Laba Bersih                                                                    98.737          2.617.429         3.940.107          5.496.139         6.410.229
(+) Depresiasi                                                                        -              900.000           720.000            576.000           460.800
(+) Bunga setelah pajak                                                               -              517.000           297.000           (440.000)         (660.000)
Total Kas Masuk                                                                    98.737          4.034.429         4.957.107          5.632.139         6.211.029

Kas Keluar
(-) Capex                                                                      (4.500.000)               -                  -                 -                  -
(+/-) Perputaran Modal kerja                                                     (298.737)        (1.167.429)        (2.310.107)       (4.890.107)        (5.222.188)
Total kas Keluar                                                               (4.798.737)        (1.167.429)        (2.310.107)       (4.890.107)        (5.222.188)

Free Cash Flow to Firm                                                         (4.700.000)         2.867.000         2.647.000           742.032            988.842

                                                                                30/09/2024        31/12/2025         31/12/2026    31/12/2027         31/12/2028
Tahun Proyeksi                                                                         0,25              1,25               2,25             3,25               4,25
WACC                                                                                10,79%            10,79%             10,79%           10,79%             10,79%
                                                                                   0,9747            0,8798             0,7941            0,7168             0,6470

Nilai Sisa                                                                                                                                                3.000.000
                                           0,00%                                      0,25               1,25              2,25              3,25               4,25
Present Value Free Cash Flow to Firm       Rp.000,-                            (4.581.150)         2.522.382         2.102.053           531.886          2.580.772
                                                                               (4.581.150)        (2.058.768)           43.286           575.172          3.155.944
Net Present Value                          Rp.000,-        3.155.944
Internal Rate of Return                                       22,50%
Profitability Index                                              1,08
Payback Period                                                   2,23

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.85 MB
Published3 Feb 2025
Pages99
Characters297,499
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MANGGUNG POLAHRAYA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×301
linked person Ni Ketut Mariani · Direktur Utama p.22 ×4
linked person Mohamad Reza Pahlevi p.29
linked person Wiwik Robiatul Adawiyah p.29 ×2
linked person Ir. Niazie Gani p.29 ×3
linked org PT Hutama Karya (Persero) p.58
linked org Total Bangun Persada Tbk p.58 ×5
linked org Nusa Raya Cipta Tbk p.58 ×5
linked org Paramita Bangun Sarana Tbk p.82 ×2
linked org Indonesia Pondasi Raya Tbk p.82 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.6 ×17
possible person Budi Santoso p.22 ×3
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk p.58 ×2
possible org Adhi Karya (Persero) Tbk p.58 ×2
possible org PP (Persero) Tbk p.58 ×2
possible org PT Pembangunan Perumahan p.58
possible org Waskita Karya (Persero) Tbk p.58 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.81
possible org Bank Persero p.83
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan p.6 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi p.6 ×2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.6 ×5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi Dan Rekan Dengan Kualifikasi Sebagai p.6
unresolved org KJPP Tobing Panuturi dan Rekan p.6 ×2
unresolved org KJPP Tobing Panuturi p.6 ×4
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.6
unresolved org KJPP TOPAZ p.10
unresolved person Akta Notaris Ny. Esther Sulaiman p.18 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.18 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.18
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.18
unresolved org Bapepam-LK p.18 ×2
unresolved org Identitas Konsultan KJPP Tobing Panuturi & Rekan p.19
unresolved org Kementerian Keuangan p.19
unresolved org KJPP Tobing Panuturi & Rekan p.19
unresolved person Lie Kurniawan · Direktur p.22
unresolved org Kantor Akuntan Publik Kumalahadi p.22 ×4
unresolved org Sugeng Pamudji dan Rekan p.22 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana dan Rekan p.23
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana p.23 ×2
unresolved person Satria Rukmana p.23
unresolved org Bank Indonesia p.23 ×27
unresolved person Esther Mercia Sulaiman p.27 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman p.27
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor C p.27
unresolved person Rini Yulianti p.27 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.27 ×4
unresolved org STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK p.29
unresolved org Sugeng Pamudji & Rekan p.31
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana & Rekan p.31
unresolved org Kantor Akuntan Publik Johannes Juara & Rekan p.31
unresolved org Jan-Sept Limited p.31 ×11
unresolved org Kota Nusantara p.43 ×3
unresolved org Bank Indonesia Figur p.47
unresolved org Bank STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI p.47
unresolved org Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat p.51 ×2
unresolved org Kementerian PUPR p.51
unresolved org SAR Nasional p.63
unresolved person Deddy Handoko p.67
unresolved org PT Mitra Bangun p.69
unresolved org PT Arta Glory Buana p.69
unresolved org Dharma Bersaudara Tbk p.69 ×2
unresolved org Dharmi Bersaudara Tbk p.69 ×2
unresolved org PT Cygnus Travel p.69
unresolved org PT Versailes Indomitrra Utama p.69
unresolved org DER p.82
unresolved org Teka Construction Public Company Limited p.82
unresolved org China Haisum Engineering Co., Ltd. p.82
unresolved org Hongrun Construction Group Co., Ltd. p.82

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 10463 ms 12 Sep 2026 22:54
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result