Back to announcement
20250203_MANG_Laporan Informasi dan Fakta Material_31848992_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review MANGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 99
Page 1
LAPORAN
0101/2.0171-00/BS-FS/I/2025
STUDI KELAYAKAN ATAS
RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
DISUSUN UNTUK
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK
(“MANG”)
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
RINGKASAN EKSEKUTIF
Latar Belakang
PT Manggung Polahraya Tbk (“MANG”/ “Perusahaan”) telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Tobing
Panuturi dan Rekan (“TOPAZ”), sebagai Penilai Independen berdasarkan surat izin usaha dari menteri
keuangan No. 387/KM.1.2020 untuk memberikan pendapat atas kelayakan rencana penambahan
kegiatan usaha sesuai dengan surat penawaran nomor 0902/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2024 tanggal 24
September 2024 berupa penambahan bidang usaha sesuai dengan KBLI No. 41018, KBLI 41011, KBLI
41012, KBLI 41014, KBLI 42201, KBLI 43120 yang mana Perusahaan akan menambah kegiatan
usahanya yaitu aktivitas konstruksi gedung tempat hunian hiburan dan olahraga, konstruksi gedung
hunian, konstruksi gedung perkantoran, konstruksi gedung perbelanjaan, konstruks jaringan irigasi dan
drainase dan konstruksi khusus penyiapan lahan.
Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh MANG, ditinjau dari berbagai aspek yang
meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek
keuangan. Selain itu, Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan usaha utama mengacu pada
kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
Status Penilai
Penilai adalah Rekan dari Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi Dan Rekan Dengan Kualifikasi
Sebagai Berikut :
Nama Penilai/Konsultan : Prasetyo Djoko Sasongko.M.B.A.,M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai : B.1-14.00395
No. STTD Pasar Modal : STTD.PB-24/PJ-1/PM.2/2023
No. MAPPI : 07-S-02115
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan (TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi Kelayakan, ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Kelayakan. TOPAZ juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Studi
Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan
jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
vi
Page 7
Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah :
Nama Perusahaan : PT Manggung Polahraya Tbk
Jenis Usaha : Konstruksi
Alamat : Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
DKI Jakarta.
Nomor telepon : +62 21 765 1344
Faksimili : +62 21 765 0531
Email : info@manggungpolahraya.co.id
Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah :
Nama Perusahaan : PT Manggung Polahraya Tbk
Jenis Usaha : Konstruksi
Alamat : Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
DKI Jakarta.
Nomor telepon : +62 21 765 1344
Faksimili : +62 21 765 0531
Email : info@manggungpolahraya.co.id
Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru
TOPAZ telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI baru dengan :
Nomor Laporan : 0101/2.0171-00/BS-FS/I/2025/I/2025
Tanggal : 15 Januari 2025
Objek Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru
Bahwa Objek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas adalah Jasa
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan bidang usaha sebagai
berikut :
1. KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
2. KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
3. KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
4. KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
5. KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
6. KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan
vii
Page 8
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru
Maksud studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah memberikan pendapat atas kelayakan
penambahan kegiatan usaha Perusahaan sehubungan Rencana Penambahan KBLI 41018 : Konstruksi
Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga, KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian, KBLI 41012 :
Konstruksi Gedung Perkantoran, KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan, KBLI 42201 :
Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase, KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan, tidak untuk
bentuk rencana transaksi lainnya, serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli,
perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).
Studi kelayakan ini mengacu kepada kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik
Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330
Edisi Revisi Tahun 2020.
Tujuan laporan ini adalah melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI untuk keperluan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tanggal Studi Kelayakan dan Masa Berlaku
Tanggal pisah batas (cut off date) adalah per 30 September 2024, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua) POJK No.
17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada Maret 2025.
Jenis Mata Uang yang Digunakan
Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
Metodologi Penyusunan
Penyusunan studi kelayakan ini dilakukan melalui 2 pendekatan. Setiap pendekatan dihubungkan dan
dikonfirmasikan satu dengan yang lainnya, sehingga menghasilkan studi yang komprehensif. Adapun
pendekatan penyusunan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut :
a. Pengumpulan Data dan Informasi
b. Analisa Data
c. Penyusunan Laporan Penilaian
Ruang Lingkup Penugasan Studi dan Independensi Kosultan
Sebagai KJPP yang telah ditunjuk oleh pemberi tugas untuk menyusun laporan studi kelayakan ini, kami
berkomitmen untuk mematuhi ketentuan yang diatur dalam POJK 17 tahun 2020 dan SEOJK 17 tahun
2020. Studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan analisis menyeluruh yang mencakup Analisa
Kelayakan Pasar, Analisa Kelayakan Teknis, Analisa Pola Bisnis, Analisa Kelayakan Model Manajemen,
dan Analisa Kelayakan Keuangan. Kami memahami bahwa penugasan ini tidak hanya menutut
viii
Page 9
pemahaman mendalam mengenai objek studi, tetapi juga penerapan metodologi yang sesuai untuk
menghasilkan laporan yang kredibel dan akurat.
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perusahaan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran Nomor 0902/MK.B/KJPP-
TOPAZ/IX/2024 tanggal 24 September 2024 yang sudah ditandatangani oleh perusahaan pada 24
September 2024.
Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi
khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan di mana studi kelayakan diperlukan.
Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal studi kelayakan
atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada tanggal
studi kelayakan. Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang
akan mempengaruhi nilai.
Dalam pelaksanaan penugasan, Studi akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima sebagai
fakta dalam konteks penugasan.
Kondisi Pembatas
Pembatasan pada studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
1. Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis TOPAZ atas rencana penambahan Kegiatan
Usaha MANG yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan ketentuan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Materal dan Perubahan
Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
2. Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan
manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
3. Penyusunan laporan studi ini merupakan intepretasi kami atas data dan informasi yang diperoleh
dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi
yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuai atau kondisi tertentu yang
mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan
pemerintah yang baru maupun perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial,
dan ekonomi.
4. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau kesimpulan
yang terjadi karena adanya data atau informasi MANG yang relevan dan signifikan pengaruhnya
terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau belum kami terima dari MANG.
ix
Page 10
5. Kami berasumsi bahwa MANG mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah, khususnya
yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
6. Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh MANG. Kami
berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset MANG, baik saat ini
maupun di masa yang akan datang.
7. Kami berasumsi bahwa MANG telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan,
retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
8. Kami telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi
Kelayakan.
9. Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan limited
reviu per cut off date, kami peroleh dari manajemen.
10. Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
11. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
12. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan.
13. Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup dan karenanya tidak
bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait dengan
permasalahan lingkungan.
14. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
15. Konsultan bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari laporan
ini.
Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan studi kelayakan ini
sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat
informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan
Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan Laporan ini harus
mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP Tobing Panuturi dan Rekan serta Pemberi Tugas.
Tanda tangan Penilai Publik dan cap basah TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi
Kelayakan yang dihasilkan.
Konfirmasi Bahwa Objek Studi Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu 2 (dua) Bulan
Dengan ini, Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi yang
sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila Pemberi Tugas terbukti
memberikan informasi yang tidak benar, maka Laporan Studi Kelayakan dinyatakan tidak berlaku.
Tidak ada KJPP berizin selain KJPP TOPAZ yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang
bersamaan untuk melakukan studi kelauakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi
Kelayakan diterbitkan.
x
Page 11
Hasil Analisis Kelayakan Penambahan KBLI Baru
Berikut adalah hasil analisis kelayakan penambahan KBLI baru :
1. Kelayakan Pasar :
Mengacu pada perkembangan pasar industri konstruksi di Indonesia secara umum, pangsa pasar,
serta adanya perencanaan dan strategi pemasaran yang baik, dapat disimpulkan bahwa kegiatan
usaha baru mempunyai prospek yang cukup cerah dimasa yang akan datang.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Penambahan KBLI baru, maka
disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak.
2. Kelayakan Teknis :
Kelayakan teknis ditinjau dari sisi pengalaman, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia,
MANG memiliki keahlian khusus dalam bidang pondasi, jasa pembongkaran gedung (demolition),
serta pembangunan infrastruktur dan gedung. Dengan komitmen yang kuat selama lebih dari dua
dekade, MANG telah berkontribusi secara signifikan dalam proses pembangunan bangsa.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dimana MANG memiliki kapasitas dan pengalaman
yang mencukupi dan MANG berencana untuk menambah KBLI dengan tujuan memperluas jenis
pekerjaan, maka disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.
3. Kelayakan Pola Bisnis :
Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi keunggulan kompetitif perusahaan dalam kegiatan konstruksi
gedung, kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah, dan kemampuan perusahaan
untuk memitigasi risiko persaingan, sehingga perusahaan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan
berkelanjutan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen perusahaan dalam rencana
penambahan KBLI baru, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh
perusahaan adalah layak.
4. Kelayakan Model Manajemen :
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen perusahaan, dimana untuk memulai
kegiatan usaha ini. Perusahaan telah mempersiapkan tenaga kerja, struktur organisasi, tenaga ahli,
rencana mitigasi risiko, serta mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan manajemen, maka
disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru dari aspek model manajemen adalah layak.
5. Kelayakan Keuangan :
Berdasarkan kajian dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat semua
asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru
berupa (KBLI) baru yaitu KBLI 41018 Kontruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga;
KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI 41012 konstruksi Gedung perkantoran, KBLI 41014
konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI 42201 konstruksi jaringan irigasi dan drainase, KBLI 43120
konstruksi khusus penyiapan lahan yang dilakukan oleh Perusahaan adalah layak untuk
dilaksanakan, dengan hasil Analisa kelayakan sebagai berikut :
xi
Page 12
Net Present Value Rp 3.155.944.481 ➢ 0 ---- > Project Layak
Internal Rate of Return 22,50% ➢ 1 ----- > Project Layak
Profitability Index 1,08
Payback Period 2,23
• Net Present Value (NPV)
NPV merupakan selisih antara nilai sekarang dari serangkaian penerimaan dimasa yang akan
datang dengan pengeluaran (investasi) yang dilakukan dengan menggunakan tingkat diskonto
yang telah ditentukan. Investasi dikatakan layak apabila selisih penerimaan dan pengeluaran
tersebut menunjukkan angka yang positif.
NPV untuk investasi dan pelaksanaan operasional atas penambahan KBLI baru adalah positif
sebesar Rp 3.155.944.481,- atau lebih besar dari Rp0,-, artinya penambahan KBLI baru layak
dilaksanakan. Dalam perhitungan NPV ini Nilai Sisa termasuk dalam perhitungan.
• Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net
Present Value adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk
dijalankan apabil nilai IRR lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate
of Return (IRR) pada proyek ini menghasilkan nilai perhitungan 22,50%. Dari hasil tersebut
menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan tingkat diskonto
(discount rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 10,79% sehingga proyek tersebut LAYAK untuk
direalisasikan. Dalam perhitungan IRR ini Nilai Sisa tidak termasuk dalam perhitungan.
• Profitability Indeks (P/I)
P/I merupakan angka yang menunjukkan perbandingan antara nilai sekarang dari serangkaian
penerimaan dimasa yang akan datang dengan pengeluaran (investasi) yang dilakukan. Suatu
proyek dikatakan layak dan menguntungkan apabila P/I lebih besar dari 1.
Analisis P/I yang dilakukan terhadap penambahan KBLI baru ini adalah sebesar 1,08 atau lebih
besar dari 1, artinya kegiatan penambahan KBLI baru layak dilaksanakan.
• Payback Period (PP)
PP merupakan metode yang menunjukkan jangka waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian
investasi yang telah dikeluarkan Perusahaan. Metode ini dilakukan dengan menghitung waktu
yang dibutuhkan mulai dari investasi dilakukan sampai dengan jumlah arus kas yang masuk
sama dengan jumlah arus kas yang keluar.
PP dengan adanya penambahan KBLI baru adalah 2,23 tahun merupakan jangka waktu yang
cepat mengingat investasi yang diperlukan atas penambahan KBLI tidak terlalu besar
sedangkan pendapatan yang diperoleh atas penambahan KBLI ini cukup tinggi, sehingga waktu
2,23 tahun MANG bisa memperoleh pengembalian investasi.
6. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI Baru
Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitivitas proyeksi kinerja proyek atas
setiap perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek. Hasil
analisis sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:
xii
Page 13
Analisis Sensitivitas terhadap penambahan atau Incremental Capex (Capex setelah proyek
dikurangi Capex sebelum proyek)
Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental Capex
VARIABLE
0% 10% 75% 72% -20%
Perubahan
(4.500.000.000) (4.950.000.000) (7.875.000.000) (7.737.820.085) (3.600.000.000)
Penambahan
NPV 3.155.944.481 2.717.323.749 (133.711.011) 0 4.033.185.946
Kelayakan Layak Layak Tidak Layak Breakeven Point Layak
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan atau incremental
Capex yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat
Penambahan atau Incremental Capex mencapai Rp. 7.737.820,085,-- atau ada kenaikan
penambahan atau incremental capex sebesar 72%, namun proyek menjadi tidak layak saat
kenaikan penambahan atau incremental capex diatas 72%, dengan catatan variable lain tetap
(ceteris paribus).
Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek
dikurangi Laba Bersih sebelum proyek)
Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental Laba Bersih
VARIABLE
0% -10% -20% -23% -25%
2024 98.737.241 8.863.517 78.989.793 75.850.067 74.052.931
2025 2.617.428.977 2.355.686.079 2.093.943.182 2.010.712.087 1.963.071.733
2026 3.940.106.531 3.546.095.878 3.152.085.225 3.026.794.574 2.955.079.898
2027 5.496.138.502 4.946.524.652 4.396.910.802 4.222.140.204 4.122.103.877
2028 6.410.229.464 5.769.206.517 5.128.183.571 4.924.345.980 4.807.672.098
NPV 3.155.944.481 1.794.442.821 432.941.161 0 (247.809.669)
Kelayakan Layak Layak Layak Breakeven Point Tidak Layak
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Laba Bersih yang
memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penambahan atau
Incremental Laba Bersih mengalami penurunan maksimal sebesar 23%, dan proyek menjadi tidak
layak saat penurunan perubahan laba bersih melampaui 23%, dengan catatan variable lain tetap
(ceteris paribus).
Analisis Sensitivitas terhadap Pendapatan setelah Penambahan Usaha
Scenario Perubahan Pendapatan setelah penambahan usaha
0% -0,5% -5% -0,4064% 1%
2024 80.799.142.474 80.395.146.762 76.759.185.350 80.470.764.083 81.607.133.899
2025 202.500.000.000 201.487.500.000 192.375.000.000 201.677.013.243 204.525.000.000
2026 212.031.125.000 210.970.969.375 201.429.568.750 211.169.402.492 214.151.436.250
2027 238.770.700.000 237.576.846.500 226.832.165.000 237.800.304.326 241.158.407.000
2028 278.348.625.000 276.956.881.875 264.431.193.750 277.217.379.409 281.132.111.250
NPV 3.155.944.481 (726.734.991) (35.670.850.239) (0) 10.921.303.425
Kelayakan Layak Tidak Layak Tidak Layak Breakeven Point Layak
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Pendapatan setelah
Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven
saat Pendapatan setelah Penambahan Usaha mengalami penurunan maksimal sebesar 0,4064%,
xiii
Page 14
dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan Pendapatan setelah Penambahan
Usaha melampaui 0,4064%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus). Variable ini harus
sangat mendapat perhatian karena sangat sensitif, kondisi berubah turun sedikit saja menjadi tidak
layak dan berubah sedikit kenaikan memberikan NPV yang meningkat jauh dari sebelumnya. Saat
1% saja ada kenaikan Pendapatan maka NPV menjadi berubah banyak dari sekitar Rp. 3 Milyar
menjadi Rp. 10,9 Milyar.
Kesimpulan Studi Kelayakan
Berdasarkan kajian analisis kelayakan terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen, dan aspek keuangan, dengan syarat semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan
dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru ini adalah layak untuk
dilaksanakan.
xiv
Page 15
DAFTAR ISI
Halaman
SERTIFIKAT
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI ........................................................................................ ii
PERNYATAAN PENILAI...................................................................................................................... iv
RINGKASAN EKSEKUTIF .................................................................................................................. vi
DAFTAR ISI ........................................................................................................................................ xv
DAFTAR FIGUR ................................................................................................................................. xvii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penugasan ........................................................................................................... 1
1.2. Identitas Konsultan ....................................................................................................................... 2
1.3. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................... 2
1.4. Identitas Pengguna Laporan ......................................................................................................... 2
1.5. Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan setelah Penambahan KBLI Baru .......................... 3
1.6. Objek Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru ............................................................ 3
1.7. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru ...................................... 3
1.8. Tanggal Efektif Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan ................................................................ 4
1.9. Jenis Mata Uang yang DIgunakan ................................................................................................ 4
1.10. Metodologi Penyusunan Studi Kelayakan ................................................................................... 4
1.11. Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah DInilai Dalam Jangka Waktu 1
(satu) Bulan ................................................................................................................................. 5
1.12. Tingkat Kedalam Investasi .......................................................................................................... 5
1.13. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ................................................................... 5
1.14. Ruang Lingkup Penugasan Studi dan Independensi Konsultan .................................................. 6
1.15. Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................................................... 7
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Gambaran Umum Perusahaan .................................................................................................... 10
2.2. Aktivitas Usaha ............................................................................................................................ 10
2.3. Struktur Permodalan .................................................................................................................... 12
2.4. Susunan Kepengurusan .............................................................................................................. 12
2.5. Legalitas dan Perizinan ............................................................................................................... 13
2.6. Tinjauan Kinerja Keuangan .......................................................................................................... 14
2.7. Informasi Invetigasi Lapangan ..................................................................................................... 25
BAB III TINJAUAN EKONOMI
3.1. Kondisi Perekonomian Global ...................................................................................................... 26
3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................................ 26
3.3. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) .......................................................................................... 28
3.4. Nilai Tukar Rupiah ....................................................................................................................... 29
3.5. Perkembangan Inflasi ................................................................................................................... 29
3.6. Perkembangan Suku Bunga ......................................................................................................... 31
BAB IV ANALISA KELAYAKAN PASAR
4.1. Industri Konstruksi ....................................................................................................................... 34
4.2. Prospek Industri Konstruksi ......................................................................................................... 35
4.3. Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga ............................................. 36
4.4. Prospek Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga ............................... 36
xv
Page 16
4.5. Industri Konstruksi Gedung Hunian ............................................................................................. 37
4.6. Prospek Konstruksi Gedung Hunian ............................................................................................ 37
4.7. Industri Konstruksi Gedung Perkantoran ..................................................................................... 38
4.8. Prospek Industri Konstruksi Gedung Perkantoran ........................................................................ 38
4.9. Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan .................................................................................... 38
4.10. Prosepk Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan .................................................................... 39
4.11. Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase ...................................................................... 39
4.12. Prospek Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase ......................................................... 39
4.13. Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan ............................................................................ 40
4.14. Prospek Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan .............................................................. 40
4.15. Persaingan Usaha ..................................................................................................................... 40
4.16. Strategi Pemasaran ................................................................................................................... 42
BAB V ANALISA ASPEK TEKNIS
5.1. Bisnis MANG ............................................................................................................................... 43
5.2. Rencana Kegiatan Baru ............................................................................................................... 46
5.3. Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan ..................................................................... 47
BAB VI ANALISA ASPEK POLA BISNIS
6.1. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ......................................................................................... 48
6.2. Keunggulan Kompetitif ................................................................................................................. 48
6.3. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ................................................................................. 48
6.4. Analisa SWOT ............................................................................................................................. 49
BAB VII ANALISA ASPEK MODEL MANAJEMEN
7.1. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Sebelum Adanya Penambahan KBLI ....... 50
7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI .............................. 51
7.3. Manajemen Risiko ....................................................................................................................... 52
BAB VIII ANALISA ASPEK KEUANGAN
8.1. Rencana Perusahaan (“MANG”) .................................................................................................. 54
8.2. Proyeksi Laba Rugi....................................................................................................................... 54
8.3. Proyeksi Posisi Keuangan ........................................................................................................... 58
8.4. Incremental Laporan Laba Rugi ................................................................................................... 61
8.5. Cut Off Date dalam Analisis ......................................................................................................... 64
8.6. Penetapan Tingkat Diskonto ........................................................................................................ 64
8.7. Analisis Kelayakan Proyek ........................................................................................................... 67
8.8. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru ............................................................. 69
8.9. Kesimpulan .................................................................................................................................. 70
xvi
Page 17
DAFTAR FIGUR
Halaman
Figur 1. Susunan Pemegang Saham MANG .................................................................................... 12
Figur 2. Laba (Rugi) .......................................................................................................................... 14
Figur 3. Posisi Keuangan .................................................................................................................. 16
Figur 4. Arus Kas .............................................................................................................................. 18
Figur 5. Rasio Keuangan ................................................................................................................... 19
Figur 6. Analisis Vertikal Laba Rugi ................................................................................................... 20
Figur 7. Analisis Vertikal Laporan Posisi Keuangan ........................................................................... 21
Figur 8. Analisis Horizontal Laba Rugi ............................................................................................... 23
Figur 9. Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan ...................................................................... 23
Figur 10. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............................. 27
Figur 11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ...................... 28
Figur 12. Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................................ 29
Figur 13. Grafik Inflasi IHK dan Komponen Tahun 2024 ...................................................................... 30
Figur 14. Grafik Ekspektasi Inflasi Tahun 2024 ................................................................................... 30
Figur 15. Peta Inflasi Daerah Tahun 2024 ........................................................................................... 31
Figur 16. Kontribusi Konstruksi pada PDB Indonesia .......................................................................... 34
Figur 17. Banyaknya Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau, 2023 .................................................... 41
Figur 18. Struktur Organisasi............................................................................................................... 51
Figur 19. Proyeksi Laba Rugi dengan penambahan kegiatan usaha ................................................... 54
Figur 20. Proyeksi Laba Rugi tanpa penambahan kegiatan usaha ...................................................... 56
Figur 21. Proyeksi Posisi Keuangan dengan penambahan kegiatan usaha ......................................... 58
Figur 22. Proyeksi Posisi Keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha ............................................ 59
Figur 23. Proyeksi Laba Rugi .............................................................................................................. 61
Figur 24. Proyeksi Posisi Keuangan .................................................................................................... 62
Figur 25. Beta ..................................................................................................................................... 65
Figur 26. Cost of Equity ....................................................................................................................... 66
Figur 27. Perhitungan WACC .............................................................................................................. 66
Figur 28. Analisis Sensitivitas terhadap penambahan atau Increamental Capex (Capex setelah proyek
dikurangi Capex sebelum proyek) ........................................................................................ 69
Figur 29. Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan Laba Bersih (Laba Bersih setelah
proyek dikurangi Laba Bersih sebelum proyek) .................................................................... 69
Figur 30. Analisis Sensitivitas terhadap Pendapatan setelah Penambahan Usaha .............................. 69
xvii
Page 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penugasan
PT Manggung Polahraya Tbk (“MANG”/”Perusahaan”) adalah perusahaan multi bisnis yang
berdiri lebih dari 30 tahun dan aktif dalam pembangunan tanah air sampai saat ini. MANG
didirikan berdasarkan Akta Notaris Ny. Esther Sulaiman, S.H., No. 3 tanggal 5 Februari 1992,
Notaris di Cianjur. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. C2-857.HT.01.01.TH.94 tanggal 21 Januari 1994.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan ialah
berusaha dalam bidang industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan besar dan eceran,
dengan lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan meliputi konstruksi bangunan sipil jalan,
konstruksi gedung pendidikan, konstruksi gedung lainnya, serta kegiatan usaha penunjang yang
meliputi industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri mortar atau beton siap pakai.
Melihat potensi pertumbuhan kontruksi yang cukup menjanjikan, Perusahaan berencana
menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yaitu KBLI 41018 Kontruksi
Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga; KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI
41012 konstruksi Gedung perkantoran, KBLI 41014 konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI
42201 konstruksi jaringan irigasi dan drainase, KBLI 43120 konstruksi khusus penyiapan lahan.
Melihat potensi konstruksi dibidang Gedung tempat hunian hiburan dan olahraga, Gedung
hunian, Gedung perkantoran, Gedung perbelanjaan dan lain lain. Menjadi pertimbangan dan
alasan Perusahaan dalam melakukan penambahan kegiatan usaha ini untuk mengembangkan
usaha agar cakupan yang lebih luas.
Tujuan studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah sebagai acuan bagi manajemen
Perusahaan dalam mengambil keputusan, sehubungan dengan rencana pengembangan usaha
melalui adanya “Rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)”.
Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
TOPAZ memiliki ijin usaha dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia Nomor 2.20.0171
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 387/KM/1/2020
tanggal 11 Agustus 2020 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) -d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal Nomor s-815/PM.223/2021.
Pekerjaan studi kelayakan ini dilakukan menurut prosedur berikut ini :
1. Perumusan persoalan dan penyediaan data
2. Pemeriksaan dan penelitian dokumen terkait
3. Reviu laporan keuangan
4. Verifikasi dan analisis business plan
5. Analisis dan perhitungan kelayakan penambahan KBLI baru
6. Laporan pendahuluan
7. Laporan draf studi kelaykan penambahan KBLI baru
8. Laporan lengkap studi kelayakan penambahan KBLI baru
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 1
Page 19
Berikut kami sampaikan opini kami mengenai studi kelayakan penambahan KBLI baru pada
perusahaan per tanggal 30 September 2024.
1.2. Identitas Konsultan
KJPP Tobing Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan juga terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas
Jasa Keuangan serta memiliki kompetensi untuk melakukan pekerjaan studi kelayakan
penambahan kegiatan usaha ini.
Konsultan adalah partner dari KJPP Tobing Panuturi & Rekan dengan kualifikasi sebagai
berikut :
Nama Penilai/Konsultan : Prasetyo Djoko Sasongko.M.B.A.,M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai : B.1-14.00395
No. STTD Pasar Modal : STTD.PB-24/PJ-1/PM.2/2023
No. MAPPI : 07-S-02115
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
Konsultan yang bertandatangan dalam laporan ini bertidak dalam kapasitasnya sebagai Rekan
dalam Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan. Dalam mempersiapkan Laporan
Sudi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan
tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
Pemberi Tugas dan Objek Studi. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan
pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan Studi ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
1.3. Identitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan : PT Manggung Polahraya Tbk
Jenis Usaha : Konstruksi
Alamat : Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
DKI Jakarta.
Nomor telepon : +62 21 765 1344
Faksimili : +62 21 765 0531
Email : info@manggungpolahraya.co.id
1.4. Identitas Pengguna Laporan
Nama Perusahaan : PT Manggung Polahraya Tbk
Jenis Usaha : Konstruksi
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 2
Page 20
Alamat : Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
DKI Jakarta.
Nomor telepon : +62 21 765 1344
Faksimili : +62 21 765 0531
Email : info@manggungpolahraya.co.id
1.5. Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan setelah Penambahan KBLI Baru
TOPAZ telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI baru dengan :
Nomor Laporan : 0101/2.0171-00/BS-FS/I/2025
Tanggal : 15 Januari 2025
1.6. Objek Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru
Bahwa Objek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas
adalah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan
bidang usaha sebagai berikut :
1. KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
2. KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
3. KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
4. KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
5. KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
6. KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan
1.7. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru
Maksud studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah memberikan pendapat atas kelayakan
penambahan kegiatan usaha Perusahaan sehubungan Rencana Penambahan KBLI 41018 :
Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga, KBLI 41011 : Konstruksi Gedung
Hunian, KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran, KBLI 41014 : Konstruksi Gedung
Perbelanjaan, KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase, KBLI 43120 : Konstruksi
Khusus Penyiapan Lahan, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya, serta tidak
dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli, perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan
studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Studi kelayakan ini mengacu kepada kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 3
Page 21
Tujuan laporan ini adalah melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI untuk
keperluan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
1.8. Tanggal Efektif Studi Kelayakan dan Masa Berlaku
Tanggal pisah batas (cut off date) studi adalah per 30 September 2024, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2
(dua) POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan, adalah selama 6
(enam) bulan sejak tanggal penilaian dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan
berakhir pada Maret 2025.
1.9. Jenis Mata Uang yang DIgunakan
Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
1.10. Metodologi Penyusunan Studi Kelayakan
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
1. Melakukan zoom meeting, untuk mendapatkan gambaran tentang rencana ekspansi dan
penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
2. Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan rencana ekspansi atas
penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas Perusahaan, perijinan,
spesifikasi proyek, aspek keuangan dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait.
3. Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
dipertanggungjawabkan.
4. Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek yang
berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perusahaan.
5. Analisa legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perijinan.
6. Analisa pasar yang mengkaji kondisi pasar properti di Indonesia, potensi pasar, sasaran,
dan; pesaing usaha; dan strategi pemasaran;
7. Analisa teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perusahaan dari rencana
panambahan kegiatan usaha.
8. Analisa pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko
yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.
9. Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana
penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
10. Analisa keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi. Dalam
melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net Present Valuve
(NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period.
11. Pelaporan terhadap analisis semua aspek yang di teliti.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 4
Page 22
1.11. Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah DInilai Dalam Jangka
Waktu 1 (satu) Bulan
Perusahaan telah mengkonfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah dinilai
oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi kelayakan
yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari satu bulan). Bahwa Penilai
dibebaskan dari segala bentuk tuntutan/klaim, gugatan ganti rugi yang mungkin timbul dari pihak
ketiga atau pihak lainnya atas konfirmasi objek studi kelayakan yang tidak benar dari
Perusahaan. Selain itu juga Perusahaan akan mengidentifikasi dari segala kerugian dan/atau
kewajiban yang dialami oleh Penilai dan TOPAZ.
1.12. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan wawancara terhadap perwakilan Manajemen
Perusahaan. Pihak-pihak berkepentingan yang telah diwawancarai sebagai berikut:
1. Ibu Ni Ketut Mariani sebagai Direktur Utama
2. Bapak Lie Kurniawan sebagai Direktur
Dari hasil wawancara dan data/ informasi yang diterima, yaitu :
• Adanya rencana penambahan KBLI 41018 Kontruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan
Olahraga; KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI 41012 konstruksi Gedung
perkantoran, KBLI 41014 konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI 42201 konstruksi
jaringan irigasi dan drainase, KBLI 43120 konstruksi khusus penyiapan lahan.
• Cut off date yang digunakan adalah per 30 September 2024.
• Kegiatan yang telah dilakukan oleh pemberi tugas sebelum adanya penambahan KBLI
dan setelah adanya penambahan KBLI
1.13. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut sejarah
singkatnya, struktur modal, susunan pengurus dan deskripsi bidang usaha serta memperhatikan
kondisi makro yang ada. Data – data sebagai informasi pendukung adalah sebagai berikut:
Adapun data dan informasi yang diperoleh dari internal perusahaan yang menjadi dasar
penyusunan laporan studi kelayakan ini antara lain:
• Profil perusahaan, akta pendirian dan akta perubahan terakhir milik perusahaan, dan
perizinan terkait.
• Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019-31
Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara,
Sugeng Pamudji dan Rekan dengan nomor laporan 00045/0946/AU.1/03/0152-6/1/VI/2023
tanggal 16 Juni 2023, ditandatangani oleh M.Kuncara Budi Santoso,
SE,Ak,MM,CA,CPA,BKP,CLI,CRA, Izin Akuntan Publik Nomor AP.1052, dengan opini wajar
dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-31
Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara,
Sugeng Pamudji dan Rekan dengan nomor laporan 00044/0946/AU.1/03/1052-5/1/VI/2023
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 5
Page 23
tanggal 16 Juni 2023, ditandatangani oleh M.Kuncara Budi Santoso,
SE,Ak,MM,CA,CPA,BKP,CLI,CRA, Izin Akuntan Publik Nomor AP.1052, dengan opini wajar
dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana dan Rekan dengan nomor
laporan 000015/2.1352/AU.1/03/1520-1/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024, ditandatangani
oleh Dr.Heru Satria Rukmana,SE.,Ak,M.M.,CA.,CPA.,CPI, Izin Akuntan Publik Nomor
AP.1052, dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
• Data proyeksi keuangan KBLI baru tahun 2024-2028 yang disiapkan oleh manajemen
berupa softcopy “Draft proyeksi keuangan PT Manggung Polahraya dan beberapa data
pendukung lain berbentuk softcopy yang berhubungan dengan proyeksi keuangan tersebut.
• TOPAZ telah melakukan reviu atas proyeksi keuangan yang telah disetujui oleh manajemen
Perusahaan, sehingga lebih mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan. Dalam
menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, TOPAZ telah menggunakan Proyeksi Keuangan
yang disesuaikan.
• Data-data yang berhubungan dengan pangsa pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, dan
aspek modal manajemen yang disampaikan oleh manajemen Perusahaan.
• Struktur organisasi Perusahaan dan struktur organisasi untuk KBLI baru.
• Representation Letter tanggal 14 Januari 2025 yang disiapkan oleh manajemen
Perusahaan dan ditujukan kepada TOPAZ sehubungan dengan penugasan penilaian.
• Data-data lain sebagai informasi pendukung.
• Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik, seperti website,
Damodaran, website S&P, asosiasi industri terkait, dan Bank Indonesia, serta hasil analisis
lain yang kami anggap relevan dengan penugasan ini.
1.14. Ruang Lingkup Penugasan Studi dan Independensi Konsultan
Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perusahaan serta data lain yang
relevan. Dalam penyusunan laporan ini kami juga mempertimbangkan proyeksi- proyeksi yang
mendukung dari Perusahaan dan hasil wawancara dengan Manajemen Perusahaan.
Analisis yang dilaksanakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:
a. Analisis Kelayakan Pasar
Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability),
potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Disamping itu juga melakukan analisis atas
pesaing usaha serta strategi pemasaran.
b. Analisis Kelayakan Teknis
Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan ketersediaan
dan kualitas sumber daya, pekerja, dan ahli profesional. Kajian teknis juga meliputi proses
produksi secara umum.
c. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Pada aspek ini, analisis mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan pola bisnis yang
diajukan Perusahaan, kemampuan para pesaing untuk meniru produk yang dihasilkan,
serta kemampuan untuk menciptakan nilai.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 6
Page 24
d. Analisis Kelayakan Model Manajemen.
Kajian yang dilakukan pada aspek ini meliputi ketersediaan tenaga kerja, manajemen
kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan
manajemen, serta kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
e. Analisis Kelayakan Keuangan
Sebagai muara dari seluruh aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan mengkaji paling
kurang meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya operasional, proyeksi
laporan keuangan, analisis titik impas (break even analysis), analisis profitabilitas
(profitability analysis) serta analisis tingkat imbal balik investasi (overall return on
investment).
Sebagai KJPP yang telah ditunjuk oleh pemberi tugas untuk menyusun laporan studi kelayakan
ini, kami berkomitmen untuk mematuhi ketentuang yang diatur dalam POJK 17 tahun 2020 dan
SEOJK 17 tahun 2020. Studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan analisis menyeluruh yang
mencakup Analisa Kelayakan Pasar, Analisa Kelayakan Teknis, Analisa Pola Bisnis, Analisa
Kelayakan Model Manajemen, dan Analisa Kelayakan Keuangan. Kami memahami bahwa
penugasan ini tidak hanya menutut pemahaman mendalam mengenai objek penilaian, tetapi juga
penerapan metodologi yang sesuai untuk menghasilkan laporan yang kredibel dan akurat.
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perusahaan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi
berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah
sama sekali tidak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini
dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran Nomor
0902/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2024 tanggal 24 September 2024 yang sudah ditandatangani oleh
perusahaan pada 24 September 2024.
1.15. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penalaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan, data dan informasi yang
diperoleh berasal dari manajemen Perusahaan maupun dari sumber yang dapat dipercaya.
Studi kelayakan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disediakan oleh
manajemen perusahaan yang telah kami sesuaikan asumsinya, sehingga lebih mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan menurut pendapat kami
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan tersebut adalah wajar, namun kami tidak bertanggung
jawab terhadap pencapaiannya.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 7
Page 25
Laporan studi kelayakan ini untuk kepentingan Pasar Modal. Kami bertanggung jawab atas opini
yang dihasilkan dalam rangka penugasan Studi Kelayakan. Kami telah memperoleh informasi
atas status hukum Objek dari Pemberi Tugas.
Kondisi Pembatas
Pembatasan pada studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis TOPAZ atas rencana penambahan
Kegiatan Usaha MANG yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan
ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Materal dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal.
• Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan
pertimbangan manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
• Penyusunan laporan studi ini merupakan intepretasi kami atas data dan informasi yang
diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini
dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuai
atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti
diberlakukannya peraturan-peraturan pemerintah yang baru maupun perubahan-
perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial, dan ekonomi.
• Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi MANG yang relevan dan
signifikan pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau belum
kami terima dari MANG.
• Kami berasumsi bahwa MANG mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah,
khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di masa
mendatang.
• Kami tidak melaksanakan pemeriksanaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh MANG.
Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset MANG,
baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
• Kami berasumsi bahwa MANG telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan
perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
• Kami telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penyusunan Studi Kelayakan.
• Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen.
• Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
• Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaian (fiduciary duty).
• Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 8
Page 26
• Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup dan karenanya tidak
bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait dengan
permasalahan lingkungan.
• Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
• Penilai bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
laporan ini.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 9
Page 27
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Gambaran Umum Perusahaan
PT Manggung Polahraya Tbk (“MANG”/ “Perusahaan”) merupakan perusahaan swasta berskala
nasional yang memiliki sejarah dan pengalaman panjang. Perusahaan telah melakukan kegiatan
bisnisnya sejak didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 3 tanggal 05 Februari 1992 dibuat
oleh Notaris Ny. Esther Mercia Sulaiman,SH., serta telah memperoleh persetujuan dari Menteri
Kehakiman dan persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor C2-857.HT.01.01.TH.94 tanggal 21 Januari 1994 berdasarkan keputusan tersebut,
perusahaan ditetapkan sebagai Perusahaan MANG.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, berdasarkan keputusan sirkuler para
pemegang saham sebagai pengganti rapat umum pemegang saham luar biasa yang dituangkan
dalam Akta Notaris No. 33 tanggal 14 Desember 2023 oleh Rini Yulianti,S.H.,Notaris di Jakarta,
mengenai perubahan ketentuan anggaran dasar Perusahaan dalam rangka menjadi Perusahaan
terbuka. Akta perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU-0078173.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 14
Desember 2023.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan
keputusan sirkuler para pemegang saham sebagai pengganti rapat umum pemegang saham luar
biasa yang dituangkan dalam Akta Notaris Nomor 7 tanggal 15 Januari 202 oleh Rini
Yulianti,S.H.,Notaris di Jakarta, Akta Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat Nomor AHU-AH.01.03-0011619 tanggal 15
Januari 2024.
Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat berlokasi di Jalan Pondok Pinang Raya
Nomor 01, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310.
Pabrik produksi aspal hotmix dan beton ready mix berloaksi di Jalan Lintas Sumatera KM 23, Desa
Suka Banjar, Tarahan, Katibung, Lampung
2.2 Aktivitas Usaha
Maksud dan tujuan dari Perusahaan ini ialah
a. Berusaha dalam bidang industri pada umumnya, peternakan, perikanan, pertanian dan
pertambangan;
b. Berdagang pada umumnya, termasuk import, eksport, lokal dan interinsulair serta menjadi
grossier, leveransier, distributor, agen dan pengecer dari segala macam barang yang dapat
dilakukannya, baik untuk perhitungan sendiri maupun atas perhitungan pihak lain, dengan
cara amanat atau komisi;
c. Berusaha dalam bidang pemberian jasa pada umumnya (kecuali jasa dalam bidang hukum
dan pariwisata);
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 10
Page 28
d. Berusaha dalam bidang pengangkutan didarat pada umumnya, ekspedisi, pergudangan dan
perbengkelan;
e. Berusaha dalam bidang perencanaan, pelaksanaan dan pemborongan pada umumnya
(general contractor) diantaranya tetapi tidak terbatas pada bangunan-bangunan, jalanan-
jalanan, jembatan-jembatan, taman-taman dan instalasi-instalasi listrik, telekomunikasi dan
air/ irigasi serta penggalian, pengurugan dan pemerataan tanah;
f. Satu dan lain dalam arti kata seluas-seluasnya;
Perusahaan berhak menjalankan segala kegiatan dan usaha untuk mencapai maksud dan tujuan
tersebut dalam ayat diatas, baik atas tanggungan sendiri maupun bersama-sama dengan pihak
lain, dengan cara dan bentuk yang sesuai dengan keperluan Perusahaan serta dengan
mengindahkan peraturan perundanganan yang berlaku, untuk itu Perusahaan berhak bekerja
sama termasuk tetapi tidak terbatas secara usaha patungan dan juga berhak untuk mendirikan
atau turut menjadi pemegang saham dari badan hukum lain, baik dari dalam maupun luar negeri,
yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama atau hampir sama dengan maksud dan tujuan
Perusahaan ini.
Berdasarkan Akta Nomor 33 tanggal 14 Desember 2023 adanya perubahan pada maksud dan
tujuan menjadi seperti dibawah ini :
Maksud dan tujuan Perusahaan ialah berusaha dalam bidang :
a. Industri pengolahan;
b. Konstruksi; dan
c. Perdagangan besar dan eceran.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan-
kegiatan usaha, sebagai berikut :
Kegiatan usaha utama :
a. Konstruksi bangunan sipil jalan (KBLI 42101);
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/ atau pembangunan kembali bangunan
jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan/ jalan tol, dan jalan landasan terbang
(pacu, taksi, dan parkir), dan lapangan penyimpanan peti kemas (containers yard). Terasuk
kegiatan penunjang pembangunan, peningkatan, pemeliharaan konsturksi pagar/ tembok
penahan jalan.
b. Konstruksi gedung pendidikan (KBLI 41016);
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan
yang dipakai untuk sarana pendidikan, seperti gedung sekolah, tempat kursus, laboratorium
dan bangunan penunjang pendidikan lainnya. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi
gedung pendidikan.
c. Konstruksi gedung lainnya (KBLI 41019);
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan
yang dipakai penggunaan selain dalam kelompok 41011 s.d 41018 seperti tempat ibadah
(masjid, gereja katolik, gereja kristen, pura, wihara, kelenteng), gedung terminal/ stasiun,
balai yasa (kereta api), bangunan monumental, gedung negara dan pemerintah pusat/
daerah, bangunan bandara gedung hangar pesawat, gedung PLPPL (Pemadaman
Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, gedung genset, rumah pompa, depo,
gedung power house, gedung gardu listrik, gedung gardu sinyal, gedung tower, gedung
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 11
Page 29
penyimpanan termasuk penyimpanan bahan peledan dan lainnya. Termasuk kegiatan
perubahan dan renovasi gedung lainnya.
Kegiatan usaha penunjang :
a. Industri produk dari hasil kilang minyak bumi (KBLI 19291);
Mencakup usaha industri pengolahan aspal/ terbitumen dan lilin (dapat digunakan untuk
lapisan halan, atap, kayu, kertas dan sebagainya) serta petroleum coke. Termasuk industri
produk untuk industri petrokimia, industri bermacam-macam produk, seperti white spirit,
vaseline, lilin, parafin, jeli minyak bumi (petroleum jelly), industri briket minyak bumi dan
pencampuran biofuel, seperti pencampuran alkohol dengan minyak bumi (misalnya
gasohol).
b. Industri mortar atau beton siap pakai (KBLI 23957);
Mencakup usaha pembuatan mortar atau beton siap pakai (ready mixed and dry mixed
concrete and mortar).
2.3 Struktur Permodalan
Berdasarkan akta perubahan nomor 33 tanggal 14 Desember 2023, modal Perusahaan
mengalami perubahan. Modal dasar Perusahaan berjumlah Rp244.000.000.000,- (dua ratus
empat puluh empat miliar Rupiah) terbagi atas 12.200.000.000 saham masing-masing saham
bernilai nominal Rp20,- (dua puluh Rupiah).
Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 25% (dua puluh lima persen atau
sejumlah 3.050.000.000 (tiga miliar lima puluh juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya
sebesar Rp61.000.000.000,- (enam puluh satu miliar Rupiah) oleh para pemegang saham yang
mengambil bagian saham dan rincian serta nilai nominal saham yang disebutkan pada bagian
sebelum akhir akta ini.
Figur 1. Susunan Pemegang Saham MANG
Jumlah Saham Ditempatkan Persentase
Pemegang Saham Jumlah
dan Disetor Penuh Kepemilikan
Mohamad Reza Pahlevi 2.080.000.000 54,56% 41.600.000.000
Wiwik Robiatul Adawiyah 365.000.000 9,57% 7.300.000.000
Ni Ketut Mariani 345.000.000 9,05% 6.900.000.000
Ir. Niazie Gani,M.Sc 260.000.000 6,82% 5.200.000.000
Publik/ Public 762.500.000 20,00% 15.250.000.000
Total 3.812.500.000 100,00% 76.250.000.000
Sumber : Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2023
2.4 Susunan Kepengurusan
Berdasarkan surat keputusan Nomor 13/SDM-SK.KA/MPR/IV/2023 tanggal 23 Juni 2023,
perusahaan menetapkan komite audit dengan susunan sebagai berikut :
Komite Audit
Ketua komite audit : Dedy Handoko
Anggota : Tri Nugrohowati Prasetyarini
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 12
Page 30
Anggota : Yudith Wahyuni
Berdasarkan surat keputusan Nomor 14/SDM-SK.KA/MPR/VI/2023 tanggal 23 Juni 2023,
perusahaan menetapkan komite nominasi dan remunerasi dengan susunan sebagai berikut :
Komite Nominasi dan Remunerasi
Ketua : Dedy Handoko
Anggota : Abdul Kodir
Anggota : Eka Endah Jayanti
Berdasarkan surat keputusan Nomor 15/SDM-SK.KA/MPR/VI/2023 tanggal 23 Juni 2023,
perusahaan menetapkan komite audit internal dengan susunan sebagai berikut :
Audit Internal
Ketua audit internal : Siti maemunah
Anggota : Achiano Fansuri
Anggota : Selvi Virgina Sari
Manajemen kunci perusahaan meliputi seluruh anggota komisaris dan direksi. Manajemen kunci
tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
mengendalikan aktivitas Perusahaan.
2.5 Legalitas dan Perizinan
Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki MANG adalah sebagai berikut:
1. Akta Pendirian nomor 3 tanggal 5 Februari 1992 oleh Ny Esther Mercia Sulaiman,S.H., oleh
notaris di Cianjur. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan nomor C2-857.HT.01.01.TH.94 tanggal 21 Januari 1994.
2. Akta Perubahan nomor 33 tanggal 14 Desember 2023 oleh Rini Yulianti, S.H., oleh notaris di
Jakarta mengenai Perubahan ketentuan anggaran dasar Perusahaan dalam rangka menjadi
Perusahaan Terbuka. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor AHU-0078173.AH.01.02.Tahun 2023
tanggal 14 Desember 2023.
3. Akta Perubahan nomor 7 tanggal 15 Januari 2024 oleh notaris di Jakarta, mengenai
perubahan anggaran dasar. Akta ini Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor AHU-AH.01.03-0011619
tanggal 15 Januari 2024
4. Kartu Tanda Anggota Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional nomor 00000396 tanggal 16
April 2022.
5. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0209000942284.
6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) nomor 01.565.911.3-019.000
7. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU)
Konstruksi PB-UMKU : 020900094228400050002. Dengan KBLI 41016 – Konstruksi Gedung
Pendidikan.
8. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU)
Konstruksi PB-UMKU : 020900094228400050003. Dengan KBLI 41019 – Konstruksi Gedung
Lainnya.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 13
Page 31
9. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU)
Konstruksi PB-UMKU : 020900094228400050005. Dengan KBLI 42101 – Konstruksi
Bangunan Sipil Jalan.
2.6 Tinjauan Kinerja Keuangan
Analisa terhadap kinerja keuangan Perusahaan dilakukan berdasarkan kepada laporan keuangan
untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2020 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara, Sugeng Pamudji & Rekan nomor
00045/0946/AU.1/03.1052-6/1/VI/2023 tanggal 16 Juni 2023, Laporan keuangan Perusahaan
untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara, Sugeng Pamudji dan Rekan dengan nomor laporan
00044/0946/AU.1/03/1052-5/1/VI/2023 tanggal 16 Juni 2023, Laporan keuangan Perusahaan
untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 yang telah di state kembali dalam laporan
audit tahun 2023, laporan keuangan perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember
2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana & Rekan nomor
00015/2.1352/AU.1/03/1520-1/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dan laporan keuangan
perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 30 September 2024 yang telah di reviu oleh Kantor
Akuntan Publik Johannes Juara & Rekan tanggal 22 November 2024.
Berikut ringkasan laporan keuangan beserta rasio laporan keuangan :
Tinjauan Laba (Rugi)
Figur 2. Laba (Rugi)
(Ribuan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan – Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Pendapatan 72.520.662 51.486.484 32.725.357 13.985.008 59.597.519 44.916.842
Beban Pokok
(59.927.100) (41.506.532) (20.993.381) (13.361.409) (45.064.840) (31.828.883)
Pendapatan
Laba Bruto 12.593.562 9.979.952 11.731.975 623.599 14.532.679 13.087.959
Beban
(412.122) (487.773) - (23.114) (16.073) (242.284)
Penjualan
Beban umum
dan (8.904.292) (9.760.629) (7.078.924) (9.647.161) (8.963.324)
(10.389.775)
administrasi
Beban lain-lain - - - (218.487) (211.854) (67.140)
Pendapatan
(911.500) 44.057 2.043.455 87.349 25.124 -
lain-lain
Laba (Rugi)
sebelum
beban 2.365.647 (224.392) 6.696.506 (9.177.814) 5.366.552 2.388.760
keuangan dan
Pajak
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 14
Page 32
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan – Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Beban
(2.057.450) (624.605) (3.063.690) (2.109.189) (2.983.646) (1.962.352)
keuangan
Laba (Rugi)
Bersih
308.197 (848.997) 3.632.816 (11.287.003) 2.382.906 426.408
Sebelum
Pajak
Pajak
Penghasilan - - - (135.537) (1.082.123) (158.548)
Final
Pajak
(1.400.126) (1.202.369) (694.461) 796.380 (128.069) (154.723)
tangguhan
Laba (Rugi)
Bersih
(1.091.929) (2.051.366) 2.938.355 (10.626.160) 1.172.713 113.136
Periode
Berjalan
Sumber : Laporan Keuangan MANG
Pendapatan
Perusahaan bergerak dibidang industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan besar dan
eceran, dengan lingkup kegiatan usaha utama perusahaan meliputi konstruksi bangunan sipil jalan,
konstruksi gedung pendidikan, konstruksi gedung lainnya. Berdasarkan bidang tersebut,
Perusahaan memperoleh pendapatan dari kontruksi gedung dan bangunan, pembangunan
infrastruktur jalan, produksi aspal hotmix dan produksi beton ready mix.
Jika dilihat dari perjalanan laporan keuangan perusahaan dalam kurun waktu 5 tahun yaitu sejak
tahun 2019 sampai dengan 2023, pendapatan cenderung mengalami fluktuasi. Tahun 2019
Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp72.520.662 ribu sedangkan di tahun berikutnya
sampai dengan tahun 2022 cenderung mengalami penurunan, di tahun 2022 Perusahaan
membukukan pendapatan sebesar 13 miliar hal ini dikarenakan adanya pandemi covid 19 yang
diakibatkan oleh lambatnya pertumbuhan konstruksi di Indonesia yang berimbas kepada
Perusahaan. Akan tetapi tahun 2023 kondisi mulai menunjukkan perbaikan sehingga Perusahaan
berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp59.597.519 ribu. Dampak pandemi covid 19 selain
berdampak pada pendapatan, hal ini pun berdampak pada biaya-biaya, sehingga efisiensipun
diupayakan oleh Perusahaan agar usaha tetap berjalan. Hal tersebut dapat dilihat dari fluktuasinya
laba bruto yang dicatatkan oleh Perusahaan.
Beban pokok terhadap pendapatan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 2023 rata-
rata sebesar 79,71%, dimana beban tertinggi terhadap pendapatan yaitu pada tahun 2022 sebesar
95,54%, dimana terdapat beban yang harus dibayarkan melampaui pendapatan yang diperoleh.
Seperti pada produksi aspal hotmix dimana pendapatan yang diperoleh sebesar Rp4.418.362 ribu
akan tetapi beban yang harus dikeluarkan sebesar Rp4.840.702 ribu dan produksi beton ready mix
sebesar Rp1.979.621 ribu sedangkan beban yang harus dikeluarkan mencapai Rp2.168.848 ribu.
Laba bruto terhadap pendapatan rata-rata sebesar 20,29%, dimana selama periode historis rasio
terendah yaitu pada tahun 2022 hanya mencapai 4,46%.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 15
Page 33
Laba Sebelum Pajak
Selama periode historis yaitu 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, rata-rata laba
sebelum pajak terhadap pendapatan sebesar 6%, dimana porsi terbesar pada beban umum dan
administrasi. Dimana beban umum dan administrasi cenderung mengalami kenaikan, adapun di
tahun 2021 terdapat penurunan yang disebabkan adanya efisiensi terhadap biaya gaji dan
tunjangan, biaya keperluan kantor, biaya representasi, biaya perawatan aset kantor, sumbangan
sosial dan beban kerugian piutang.
Laba Bersih Tahun Berjalan
Selama periode historis yaitu 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, Perusahaan
mengalami fluktuatif, tahun 2019 perusahaan membukukan rugi sebesar Rp1.091.929 ribu, tahun
2020 sebesar Rp2.051.366 ribu, hal ini dikarenakan kondisi pandemi covid 19 serta kebijakan
Pemerintah pada saat itu yang berdampak pada melambatnya industri konstruksi pembangunan.
Tahun 2021 Perusahaan mulai membukukan pendapatan sebesar Rp2.938.355 ribu, tahun 2022
Perusahaan kembali membukukan kerugian mencapai Rp10.626.160 ribu dimana menurunnya
pendapatan yang diperoleh serta biaya yang cukup tinggi, oleh karenanya Perusahaan di tahun
2022 banyak melakukan efisiensi. Tahun 2023 Perusahaan membukukan pendapatan sebesar
Rp1.172.713 ribu.
Tinjauan Posisi Keuangan
Figur 3. Posisi Keuangan
(Ribuan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 9.614.487 1.820.231 978.024 1.838.978 3.258.088 2.765.022
Piutang usaha 9.027.831 8.798.533 15.977.161 6.719.648 17.570.218 44.836.746
Piutang lain-lain 19.045.493 17.817.677 11.651.962 13.731.084 8.832.025 7.760.511
Persediaan 2.788.764 2.276.457 8.434.184 198.106 221.673 380.954
Proyek dalam
10.178.804 19.665.028 17.839.074 40.797.508 34.926.933 20.120.640
pelaksanaan
Pajak dibayar dimuka 2.016.939 3.106.040 220.470 - - -
Dana titipan proyek 509.764 1.078.321 1.233.897 518.721 - 75.298.027
Beban yang
- - - 1.101.779 2.579.475 -
ditangguhkan
Jumlah Aset Lancar 53.182.082 54.562.287 56.334.772 64.905.824 67.388.411 151.161.899
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - bersih 28.388.763 25.025.915 22.282.055 37.539.020 33.621.975 31.908.931
Aset Tidak Lancar
- - - 435.037 435.337 435.337
Lainnya
Aset pajak tangguhan - - 1.242.264 - - -
Jumlah Aset Tidak
28.388.763 25.025.915 23.524.319 37.974.057 34.057.312 32.344.269
Lancar
Jumlah Aset 81.570.846 79.588.202 79.859.091 102.879.880 101.445.724 183.506.168
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 16
Page 34
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka
Pendek
Utang bank 21.916.705 24.147.650 16.563.213 26.577.573 22.445.160 22.586.536
Utang Usaha 3.293.607 1.914.285 1.112.319 - - 2.177.194
Utang sewa
- - 214.299 580.900 - -
pembiayaan
Bagian Lancar atas
Liabilitas Jangka - - - - - 1.391.747
Panjang
Utang pajak - 232.173 1.118 2.236.430 3.384.916 5.405.097
Biaya yang masih
1.180.570 4.700 1.949.257 325.549 880.765 789.065
harus dibayar
Jumlah Liabilitas
26.390.882 26.298.808 19.840.207 29.720.452 26.710.841 32.349.639
Jangka Pendek
Liabilitas Jangka
Panjang Panjang
Liabilitas Imbalan
- - 1.189.420 1.503.503 1.683.116 1.869.975
pasca-kerja
Liabilitas Pajak
- - - 1.589.434 1.766.975 1.951.507
Tangguhan
Kewajiban Imbalan
990.635 - - - 2.441.054
Pasca-Kerja 1.021.620
Jumlah Liabilitas
990.635 1.021.620 1.189.420 3.092.938 3.450.092 6.262.535
Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas 27.381.518 27.320.427 21.029.627 32.813.389 30.160.932 38.612.175
Ekuitas
Modal saham 1.500.000 1.500.000 1.500.000 61.000.000 61.000.000 76.250.000
Agio saham - - - - - 58.140.382
Penghasilan
- - 3.621.118 16.484.306 16.529.893 16.635.577
komprehensif lain
Laba ditahan 52.689.328 50.767.774 53.708.345 -7.417.815 -6.245.101 -6.131.965
Jumlah ekuitas 54.189.328 52.267.774 58.829.464 70.066.491 71.284.792 144.893.993
Jumlah kewajiban
81.570.846 79.588.202 79.859.091 102.879.880 101.445.724 183.506.168
dan ekuitas
Sumber : Laporan keuangan Audit MANG
Aset
Jumlah aset dari tahun ke tahun atau sejak periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 cenderung mengalami kenaikan. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada
tahun 2022 yaitu sebesar 28,83% dari tahun 2021, kenaikan disebabkan adanya proyek baru yang
baru dimulai tahun 2022 dimana proyek dalam pelaksanaan mencapai Rp40.797.508 ribu, jika
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 17
Page 35
dibandingkan tahun 2021 yang hanya sebesar Rp17.839.074 ribu serta adanya penambahan pada
aset tetap berupa tanah sebesar Rp119.125 ribu, bangunan sebesar Rp1.700.000 ribu, peralatan
proyek sebesar Rp18.000 ribu dan inventaris kantor sebesar Rp18.507 ribu serta adanya aset
tidak lancar lainnya berupa fasilitas lapangan tenis meja untuk warga sekitar kantor sebesar
Rp435.037 ribu.
Liabilitas dan Ekuitas
Jika dilihat dari sisi liabilitas selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember
2023 total liabilitas cenderung mengalami kenaikan, dimana kenaikan tertinggi pada tahun 2022
yaitu mencapai 56,03% dari tahun 2021. Kenaikan ini disebabkan meningkatnya utang bank, utang
sewa pembiayaan, utang pajak, liabilitas imbalan paska kerja dan liabilitas pajak tangguhan. Untuk
ekuitas, cenderung mengalami kenaikan yang disebabkan adanya penambahan modal saham
yang sebelumnya sebesar Rp1.500.000 ribu menjadi Rp61.000.000 ribu di tahun 2022 serta
Perusahaan masih membukukan kerugian.
Tinjauan Arus Kas
Figur 4. Arus Kas
(Ribuan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Sept
Audit Audit Audit Audit Audit Limited Reviu
Kas Bersih yang
Diperoleh dari
(2.922.085) (9.849.178) 6.750.427 (13.483.473) 3.125.711 (76.767.088)
(Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi
Kas Bersih yang
Diperoleh dari
(12.827.817) (176.023) (8.197) (2.234.754) 4.484.408 672.840
(Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi
Kas Bersih yang
Diperoleh dari
15.900.000 2.230.945 (7.584.437) 16.579.181 (6.191.009) 75.601.182
(Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan Bersih Kas
150.098 (7.794.255) (842.207) 860.954 1.419.110 (493.066)
dan Setara Kas
Kas dan Setara Kas
9.464.389 9.614.487 1.820.231 978.024 1.838.978 3.258.088
Awal Periode
Kas dan Setara Kas
9.614.487 1.820.231 978.024 1.838.978 3.258.088 2.765.022
Akhir Periode
Sumber : Laporan Keuangan MANG
Arus kas dari aktivitas operasi
Kegiatan aktivitas ini diperoleh dari penerimaan pelanggan serta pembayaran-pembayaran.
Adapun tahun 2024 kas dari aktivitas operasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan cukup tinggi yaitu
sebesar Rp76.767.088 ribu yang disebabkan meningkatnya beban operasional.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 18
Page 36
Arus kas dari aktivitas investasi
Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas masuk dari aktivitas investasi sebesar
Rp672.840 ribu yang diperoleh dari adanya penerimaan piutang lain-lain sebesar
Rp1.210.368.890 ribu.
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas masuk dari aktivitas pendanaan sebesar
Rp75.601.182 ribu dimana adanya uang masuk dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp
7.404.267.895 ribu, modal disetor Rp 15.250.000 ribu, dan penambahan beban yang
ditangguhkan Rp 58.140.381 ribu.
Rasio Keuangan
Figur 5. Rasio Keuangan
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 2,02 2,07 2,84 2,18 2,52 4,67
Rasio Cepat 1,91 1,99 2,41 2,18 2,51 4,66
Rasio Kas 0,36 0,07 0,05 0,06 0,12 0,09
Rasio Aktivitas
Rasio Perputaran Piutang Usaha (x) 8 6 2 2 3 1
Rasio Perputaran Utang Usaha (x) 18 22 19 0 0 15
Rasio Perputaran Persediaan (hari) 17 20 147 5 2 4
Rasio Perputaran Piutang Usaha
45 62 178 175 108 364
(hari)
Rasio Perputaran Utang Usaha (hari) 20 17 19 0 0 25
Rasio leverage
Rasio Margin Laba Kotor 17,37% 19,38% 35,85% 4,46% 24,38% 29,14%
Rasio Margin Laba Operasi 3,26% -0,44% 20,46% -65,63% 9,00% 5,32%
Rasio Margin Laba (Rugi) Setelah
-1,51% -3,98% 8,98% -75,98% 1,97% 0,25%
Pajak
Return on Assets -1,34% -2,58% 3,68% -10,33% 1,16% 0,06%
Return On Equity -2,02% -3,92% 4,99% -15,17% 1,65% 0,08%
Sumber : Laporan keuangan MANG, Diolah oleh TOPAZ
Rasio Likuiditas
Likuiditas perusahaan secara keseluruhan menunjukkan tren yang positif selama periode 2019–
2024. Rasio lancar dan rasio cepat terus meningkat dari 2019 hingga 2021, mencerminkan
pengelolaan likuiditas yang semakin baik. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2022 akibat
kemungkinan peningkatan kewajiban jangka pendek, keduanya kembali naik di tahun 2023 dan
melonjak signifikan pada tahun 2024 (rasio lancar mencapai 4,67 dan rasio cepat mencapai 4,66).
Hal ini menunjukkan penguatan posisi likuiditas perusahaan secara keseluruhan. Di sisi lain, rasio
kas tetap rendah sepanjang periode, dengan angka tertinggi hanya 0,36 pada tahun 2019 dan
0,12 pada tahun 2023. Rendahnya rasio kas ini mengindikasikan bahwa perusahaan lebih banyak
mengandalkan aset lancar non-kas untuk melunasi kewajiban jangka pendek. Secara umum,
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 19
Page 37
meskipun posisi likuiditas membaik, rendahnya rasio kas dapat menjadi perhatian jika perusahaan
menghadapi kebutuhan likuiditas mendesak.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas perusahaan menunjukkan adanya perubahan signifikan selama periode 2019–
2024. Rasio perputaran piutang usaha menurun drastis dari 8 kali (2019) menjadi hanya 1 kali
(2024), mengindikasikan waktu penagihan piutang yang semakin lambat, tercermin dari
meningkatnya rata-rata hari piutang dari 45 hari (2019) menjadi 364 hari (2024). Rasio perputaran
utang usaha juga mengalami penurunan, terutama pada 2022 dan 2023 di mana tidak ada
perputaran utang yang tercatat, namun kembali meningkat menjadi 15 kali dengan rata-rata hari
utang 25 hari di 2024. Rasio perputaran persediaan sempat menunjukkan ketidakseimbangan
signifikan pada 2021 (147 hari) namun kembali membaik di 2023 dan 2024 (2–4 hari). Secara
keseluruhan, efisiensi aktivitas perusahaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan
piutang usaha untuk mengurangi waktu penagihan
Rasio Leverage
Rasio aktivitas perusahaan menunjukkan adanya perubahan signifikan selama periode 2019–
2024. Rasio perputaran piutang usaha menurun drastis dari 8 kali (2019) menjadi hanya 1 kali
(2024), mengindikasikan waktu penagihan piutang yang semakin lambat, tercermin dari
meningkatnya rata-rata hari piutang dari 45 hari (2019) menjadi 364 hari (2024). Rasio perputaran
utang usaha juga mengalami penurunan, terutama pada 2022 dan 2023 di mana tidak ada
perputaran utang yang tercatat, namun kembali meningkat menjadi 15 kali dengan rata-rata hari
utang 25 hari di 2024. Rasio perputaran persediaan sempat menunjukkan ketidakseimbangan
signifikan pada 2021 (147 hari) namun kembali membaik di 2023 dan 2024 (2–4 hari). Secara
keseluruhan, efisiensi aktivitas perusahaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan
piutang usaha untuk mengurangi waktu penagihan.
Common Size Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2019 sampai dengan 30 September
2024
Berikut common size / analisis vertikal dan horizontal laporan keuangan periode 31 Desember
2019 sampai dengan 30 September 2024.
Analisis Vertikal
Analisis vertikal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara
menyajikan kembali laporan keuangan dalam bentuk persentase, dimana laporan laba rugi
dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap pendapatan, sedangkan laporan posisi keuangan
dinyatakan dalam persentase terhadap total aset maupun liabilitas dan ekuitas.
Figur 6. Analisis Vertikal Laba Rugi
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban Pokok Pendapatan -82,63% -80,62% -64,15% -95,54% -75,62% -70,86%
Laba Bruto 17,37% 19,38% 35,85% 4,46% 24,38% 29,14%
Beban Penjualan -0,57% -0,95% 0,00% -0,17% -0,03% -0,54%
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 20
Page 38
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Beban umum dan
-12,28% -18,96% -21,63% -68,98% -15,04% -23,13%
administrasi
Beban lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% -1,56% -0,36% -0,15%
Pendapatan lain-lain -1,26% 0,09% 6,24% 0,62% 0,04% 0,00%
Laba (Rugi) sebelum beban
3,26% -0,44% 20,46% -65,63% 9,00% 5,32%
keuangan dan Pajak
Beban keuangan -2,84% -1,21% -9,36% -15,08% -5,01% -4,37%
Laba (Rugi) Bersih
0,42% -1,65% 11,10% -80,71% 4,00% 0,95%
Sebelum Pajak
0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pajak Penghasilan Final 0,00% 0,00% 0,00% -0,97% -1,82% -0,35%
Pajak tangguhan -1,93% -2,34% -2,12% 5,69% -0,21% -0,34%
Laba (Rugi) Bersih Periode
-1,51% -3,98% 8,98% -75,98% 1,97% 0,25%
Berjalan
Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ
Figur 7. Analisis Vertikal Laporan Posisi Keuangan
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 11,79% 2,29% 1,22% 1,79% 3,21% 1,51%
Piutang usaha 11,07% 11,06% 20,01% 6,53% 17,32% 24,43%
Piutang lain-lain 23,35% 22,39% 14,59% 13,35% 8,71% 4,23%
Persediaan 3,42% 2,86% 10,56% 0,19% 0,22% 0,21%
Proyek dalam
12,48% 24,71% 22,34% 39,66% 34,43% 10,96%
pelaksanaan
Pajak dibayar dimuka 2,47% 3,90% 0,28% 0,00% 0,00% 0,00%
Dana titipan proyek 0,62% 1,35% 1,55% 0,50% 0,00% 41,03%
Beban yang
0,00% 0,00% 0,00% 1,07% 2,54% 0,00%
ditangguhkan
Jumlah Aset Lancar 65,20% 68,56% 70,54% 63,09% 66,43% 82,37%
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - bersih 34,80% 31,44% 27,90% 36,49% 33,14% 17,39%
Aset Tidak Lancar
0,00% 0,00% 0,00% 0,42% 0,43% 0,24%
Lainnya
Aset pajak tangguhan 0,00% 0,00% 1,56% 0,00% 0,00% 0,00%
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 21
Page 39
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Jumlah Aset Tidak
34,80% 31,44% 29,46% 36,91% 33,57% 17,63%
Lancar
Jumlah Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka
Pendek
Utang bank 26,87% 30,34% 20,74% 25,83% 22,13% 12,31%
Utang Usaha 4,04% 2,41% 1,39% 0,00% 0,00% 1,19%
Utang sewa
0,00% 0,00% 0,27% 0,56% 0,00% 0,00%
pembiayaan
Bagian Lancar atas
Liabilitas Jangka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,76%
Panjang
Utang pajak 0,00% 0,29% 0,00% 2,17% 3,34% 2,95%
Biaya yang masih
1,45% 0,01% 2,44% 0,32% 0,87% 0,43%
harus dibayar
Jumlah Liabilitas
32,35% 33,04% 24,84% 28,89% 26,33% 17,63%
Jangka Pendek
Liabilitas Jangka
Panjang Panjang
Liabilitas Imbalan
0,00% 0,00% 1,49% 1,46% 1,66% 1,02%
pasca-kerja
Liabilitas Pajak
0,00% 0,00% 0,00% 1,54% 1,74% 1,06%
Tangguhan
Kewajiban Imbalan
1,21% 1,28% 0,00% 0,00% 0,00% 1,33%
Pasca-Kerja
Jumlah Liabilitas
1,21% 1,28% 1,49% 3,01% 3,40% 3,41%
Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas 33,57% 34,33% 26,33% 31,89% 29,73% 21,04%
Ekuitas
Modal saham 1,84% 1,88% 1,88% 59,29% 60,13% 41,55%
Agio saham 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 31,68%
Penghasilan
0,00% 0,00% 4,53% 16,02% 16,29% 9,07%
komprehensif lain
Laba ditahan 64,59% 63,79% 67,25% -7,21% -6,16% -3,34%
Jumlah ekuitas 66,43% 65,67% 73,67% 68,11% 70,27% 78,96%
Jumlah kewajiban
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
dan ekuitas
Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 22
Page 40
Figur 8. Analisis Horizontal Laba Rugi
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Pendapatan -29,00% -36,44% -57,27% 326,15% -24,63%
Beban Pokok Pendapatan -30,74% -49,42% -36,35% 237,28% -29,37%
Laba Bruto -20,75% 17,56% -94,68% 2230,45% -9,94%
Pendapatan -29,00% -36,44% -57,27% 326,15% -24,63%
Beban Pokok Pendapatan -30,74% -49,42% -36,35% 237,28% -29,37%
Laba Bruto -20,75% 17,56% -94,68% 2230,45% -9,94%
Beban Penjualan 18,36% -100,00% 0,00% -30,46% 1407,42%
Beban umum dan
9,62% -27,47% 36,28% -7,09% 15,91%
administrasi
Beban lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% -3,04% -68,31%
Pendapatan lain-lain -104,83% 4538,16% -95,73% -71,24% -100,00%
Laba (Rugi) sebelum beban
-109,49% -3084,29% -237,05% -158,47% -55,49%
keuangan dan Pajak
Beban keuangan -69,64% 390,50% -31,16% 41,46% -34,23%
Laba (Rugi) Bersih
-375,47% -527,89% -410,70% -121,11% -82,11%
Sebelum Pajak
Pajak Penghasilan Final 0,00% 0,00% 0,00% 698,39% -85,35%
Pajak tangguhan -14,12% -42,24% -214,68% -116,08% 20,81%
Laba (Rugi) Bersih Periode
87,87% -243,24% -461,64% -111,04% -90,35%
Berjalan
Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ
Figur 9. Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas -81,07% -46,27% 88,03% 77,17% -15,13%
Piutang usaha -2,54% 81,59% -57,94% 161,48% 155,19%
Piutang lain-lain -6,45% -34,60% 17,84% -35,68% -12,13%
Persediaan -18,37% 270,50% -97,65% 11,90% 71,85%
Proyek dalam pelaksanaan 93,20% -9,29% 128,70% -14,39% -42,39%
Pajak dibayar dimuka 54,00% -92,90% -100,00% 0,00% 0,00%
Dana titipan proyek 111,53% 14,43% -57,96% -100,00% 0,00%
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 23
Page 41
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Uraian Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan-Sept
Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Reviu
Beban yang ditangguhkan 0,00% 0,00% 0,00% 134,12% -100,00%
Jumlah Aset Lancar 2,60% 3,25% 15,21% 3,82% 124,31%
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - bersih -11,85% -10,96% 68,47% -10,43% -5,10%
Aset Tidak Lancar Lainnya 0,00% 0,00% 0,00% 0,07% 0,00%
Aset pajak tangguhan 0,00% 0,00% -100,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Tidak Lancar -11,85% -6,00% 61,42% -10,31% -5,03%
Jumlah Aset -2,43% 0,34% 28,83% -1,39% 80,89%
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank 10,18% -31,41% 60,46% -15,55% 0,63%
Utang Usaha -41,88% -41,89% -100,00% 0,00% 0,00%
Utang sewa pembiayaan 0,00% 0,00% 171,07% -100,00% 0,00%
Bagian Lancar atas Liabilitas
0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jangka Panjang
Utang pajak 0,00% -99,52% 199952,55% 51,35% 59,68%
Biaya yang masih harus
-99,60% 41373,56% -83,30% 170,55% -10,41%
dibayar
Jumlah Liabilitas Jangka
-0,35% -24,56% 49,80% -10,13% 21,11%
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Panjang
Liabilitas Imbalan pasca-
0,00% 0,00% 26,41% 11,95% 11,10%
kerja
Liabilitas Pajak Tangguhan 0,00% 0,00% 0,00% 11,17% 10,44%
Kewajiban Imbalan Pasca-
3,13% -100,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Kerja
Jumlah Liabilitas Jangka
3,13% 16,42% 160,04% 11,55% 81,52%
Panjang
Jumlah Liabilitas -0,22% -23,03% 56,03% -8,08% 28,02%
Ekuitas
Modal saham 0,00% 0,00% 3966,67% 0,00% 25,00%
Agio saham 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Penghasilan komprehensif
0,00% 0,00% 355,23% 0,28% 0,64%
lain
Laba ditahan -3,65% 5,79% -113,81% -15,81% -1,81%
Jumlah ekuitas -3,55% 12,55% 19,10% 1,74% 103,26%
Jumlah kewajiban dan
-2,43% 0,34% 28,83% -1,39% 80,89%
ekuitas
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 24
Page 42
Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ
2.7 Informasi Investigasi Lapangan
Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang relevan
dalam penugasan Penamabahan Kegiatan Usaha MANG. Berikut informasi terkait pelaksanaan
investigasi lapangan:
Surat tugas : 1283/ST/KJPP-TOPAZ/XII/2024
Lokasi : Jakarta
Tanggal : 13 Desember 2024
Pelaksana : Mery Ganis
Hasil diskusi saat dilapangan :
• Adanya rencana penambahan KBLI 41018 Kontruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan
Olahraga; KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI 41012 konstruksi Gedung
perkantoran, KBLI 41014 konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI 42201 konstruksi jaringan
irigasi dan drainase, KBLI 43120 konstruksi khusus penyiapan lahan.
• Cut off date yang digunakan adalah per 30 September 2024.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 25
Page 43
BAB III
TINJAUAN EKONOMI
Perusahaan menjalankan usaha dibidang konstruksi. Projek yang dikerjakan oleh Perusahaan cukup
bervarian mulai dari perencanaan Pembangunan & land clearing padel court kemang, Pembangunan
padel court kemang tahap I, Pembangunan aera parker Kawasan Bakauheni Harbour City, renovasi
Menara siger tahap 1, dan masih banyak lagi. Perusahaan berencana menambah KBLI (Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia) untuk mengakomodasi proyek-proyek baru yang berpotensi
menguntungkan, seperti Konstruksi Gedung tempat hunian hiburan dan olahraga, perkantoran,
perbelanjaan, jaringan irigasi dan drainase, dan penyiapan lahan dengan pertumbuhan industri
konstruksi yang terus meningkat, baik ditingkat makro maupun mikro Langkah ini diharapkan dapat
memperluat posisi Perusahaan di pasar.
3.1. Kondisi Perekonomian Global
Ketidakpastian kebijakan moneter negara maju semakin mereda sejalan dengan terus melambatnya
tekanan inflasi global. Di Amerika Serikat (AS), inflasi diperkirakan akan semakin mendekati sasaran
inflasi jangka menengah sebesar 2% di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dan
meningkatnya angka pengangguran. Perkembangan ini mendorong prospek penurunan Fed Funds
Rate (FFR) yang lebih cepat dan lebih besar dari perkiraan semula. Sejalan dengan itu, yield US
Treasury tenor 2 tahun menurun lebih besar sehingga menjadi lebih rendah dari yield US Treasury
10 tahun. Indeks mata uang AS terhadap mata uang negara utama (DXY) juga melemah. Di
kawasan Eropa, European Central Bank (ECB) telah menurunkan suku bunga kebijakan
moneternya sejalan dengan inflasi yang menurun ke arah sasaran jangka menengah sebesar 2%.
Di Asia, People Bank of China (PBoC) juga telah menurunkan suku bunga sejalan dengan inflasi
yang rendah dan permintaan domestik yang masih lemah. Berbagai perkembangan ini mendorong
semakin meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan meningkatkan aliran masuk modal
asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Ke depan, kejelasan arah penurunan suku
bunga negara maju khususnya AS diprakirakan akan semakin mendorong aliran masuk modal asing
dan memperkuat stabilitas eksternal negara berkembang. Perkembangan ini akan mendukung
kebijakan ekonomi negara berkembang untuk tujuan ekonomi domestiknya dalam menjaga
stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu didorong agar lebih tinggi. Investasi terus
tumbuh, khususnya investasi bangunan sejalan dengan tahapan finalisasi operasional Ibu Kota
Nusantara (IKN) dan penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Pertumbuhan
konsumsi rumah tangga tetap terjaga, khususnya untuk kelas menengah ke atas. Ekspor nonmigas
tetap baik sehingga turut menopang pertumbuhan ekonomi. Belanja Pemerintah yang diprakirakan
meningkat pada akhir tahun diharapkan dapat juga menopang permintaan domestik. Berbagai
indikator terkini, termasuk hasil survei Bank Indonesia, menunjukkan kegiatan ekonomi pada
triwulan III 2024 yang baik, sebagaimana tecermin pada keyakinan konsumen yang tinggi, penjualan
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 26
Page 44
eceran yang positif, serta impor barang modal dan penjualan semen yang meningkat. Bank
Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-
5,5%. Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan, baik dari sisi
permintaan maupun dari sisi penawaran. Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat bauran
kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi, bersinergi erat dengan
kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Dari sisi penawaran, kebijakan reformasi struktural perlu terus
diperkuat untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi,
termasuk sektor ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja dan memiliki nilai tambah yang tinggi..
Figur 10. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024
Pada triwulan III 2024, pertumbuhan ekonomi didukung oleh kinerja positif Lapangan Usaha (LU)
Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Pertambangan, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah
Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Kalimantan, dan Sumatera. Berdasarkan data yang ada,
sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,42%, sektor perdagangan sebesar 4,86%, dan sektor
pertambangan sebesar 9,17%. Peningkatan ini didorong oleh ekspor yang tetap kuat, belanja fiskal
Pemerintah yang meningkat, serta konsumsi dan investasi yang terus bertambah. Indikator seperti
peningkatan mobilitas masyarakat, penjualan ritel, PMI Manufaktur, dan realisasi ekspor-impor juga
mencerminkan aktivitas ekonomi yang solid. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2024
diproyeksikan tetap kuat dengan PDB tumbuh sebesar 5,05%, lebih baik dari beberapa triwulan
sebelumnya.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 27
Page 45
Figur 11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024
3.3. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Defisit NPI
triwulan II 2024 menurun ditopang oleh neraca transaksi modal dan finansial yang surplus serta
defisit transaksi berjalan yang sehat. NPI triwulan III 2024 terus membaik ditopang oleh berlanjutnya
surplus neraca perdagangan, yang pada Agustus 2024 tercatat sebesar 2,9 miliar dolar AS.
Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio terus berlanjut dan tercatat tinggi, dimana pada
triwulan III 2024 (hingga 13 September 2024) mencatat net inflows sebesar 10,1 miliar dolar AS
(qtd), yang terjadi pada seluruh instrumen keuangan domestik. Posisi cadangan devisa Indonesia
akhir Agustus 2024 tercatat meningkat, sebesar 150,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada
di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI 2024 diprakirakan
tetap sehat, dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan
0,9% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan meningkat didukung oleh
berlanjutnya peningkatan aliran masuk modal asing, sejalan dengan meredanya ketidakpastian
pasar keuangan global, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional, dan
imbal hasil investasi di aset keuangan domestik yang tetap menarik.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 28
Page 46
Figur 12. Neraca Pembayaran Indonesia
Keterangan: *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024.
3.4. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah menguat didukung oleh konsistensi bauran kebijakan moneter Bank Indonesia
serta meningkatnya aliran masuk modal asing. Nilai tukar Rupiah pada September 2024 (hingga 17
September 2024) menguat menjadi Rp15.330/USD atau menguat 0,78% dibandingkan dengan
posisi akhir Agustus 2024. Penguatan Rupiah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan apresiasi mata
uang regional seperti Won Korea dan Rupee India yang menguat sebesar 0,32% dan 0,13%.
Dengan perkembangan tersebut, apabila dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, nilai
tukar Rupiah juga terapresiasi sebesar 0,40%, lebih baik dibandingkan dengan dinamika mata uang
regional seperti Rupee India dan Won Korea yang masing-masing masih mengalami depresiasi
sebesar 0,66% dan 3,41%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan terus menguat sejalan dengan
menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi
Indonesia, serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian. Ke depan,
seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter
pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas
kebijakan dalam menarik aliran masuk modal asing dan mendukung penguatan nilai tukar Rupiah.
3.5. Perkembangan Inflasi
Inflasi tetap rendah dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen
(IHK) tercatat rendah di seluruh komponen sehingga mencapai 2,12% (yoy) pada Agustus 2024.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 29
Page 47
Inflasi inti tercatat sebesar 2,02% (yoy), sementara inflasi volatile food (VF) terus menurun menjadi
3,04% (yoy), dari level bulan sebelumnya 3,63% (yoy).
Figur 13. Grafik Inflasi IHK dan Komponen Tahun 2024
Sumber : Bank Indonesia
Figur 14. Grafik Ekspektasi Inflasi Tahun 2024
Sumber : Bank Indonesia
Penurunan inflasi VF tercatat di sebagian besar wilayah Indonesia, didukung oleh peningkatan
pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi
TPIP/TPID melalui GNPIP. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam
sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia,
serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Ke depan, Bank
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 30
Page 48
Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun
2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya penguatan
pertumbuhan ekonomi.
Figur 15. Peta Inflasi Daerah Tahun 2024
Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024
3.6. Perkembangan Suku Bunga
Optimalisasi instrumen moneter pro-market, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI, terus dilakukan dalam
rangka penguatan stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi. Kebijakan ini juga
dimaksudkan untuk mempercepat upaya pendalaman pasar uang dan pasar valas serta mendorong
aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hingga 17 September 2024, posisi instrumen SRBI,
SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp918,42 triliun, 2,95 miliar dolar AS, dan 280
juta dolar AS. Penerbitan SRBI telah mendukung upaya peningkatan aliran masuk portofolio asing
ke dalam negeri dan penguatan nilai tukar Rupiah. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI mencapai
Rp246,08 triliun (26,79% dari total outstanding). Implementasi Primary Dealer (PD) sejak Mei 2024
juga semakin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo)
antarpelaku pasar, sehingga memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar
Rupiah dan pengendalian inflasi. Ke depan, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai inovasi
instrumen pro-market, baik dari sisi volume maupun sisi daya tarik imbal hasil, dan didukung kondisi
fundamental ekonomi domestik yang kuat, untuk mendorong berlanjutnya aliran masuk portofolio
asing ke pasar keuangan domestik.
Transmisi kebijakan moneter terus berjalan baik. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di
sekitar BI-Rate, yaitu 6,44% pada 17 September 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12
bulan tanggal 13 September 2024 tercatat masing-masing pada level 6,99%, 7,09%, dan 7,11%
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 31
Page 49
sehingga tetap menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 dan
10 tahun menurun, per 17 September 2024 masing-masing sebesar 6,47% dan 6,55%, didorong
meningkatnya permintaan nonresiden sejalan dengan menguatnya aliran masuk modal asing ke
pasar SBN. Sementara itu, likuiditas perbankan memadai sejalan dengan implementasi bauran
kebijakan Bank Indonesia, termasuk Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Likuiditas
yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang semakin baik, yang antara
lain didorong oleh publikasi asesmen transparansi SBDK, berdampak positif pada suku bunga
perbankan yang tetap terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Agustus
2024 tercatat masing-masing sebesar 4,73% dan 9,21%, stabil dibandingkan dengan level bulan
sebelumnya.
Pertumbuhan kredit pada Agustus 2024 tetap kuat mencapai 11,40% (yoy). Perkembangan ini
ditopang oleh sisi penawaran sejalan dengan minat penyaluran kredit yang terjaga, pendanaan yang
memadai, realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan, dan dukungan KLM Bank Indonesia. Hingga
minggu kedua September 2024, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp256,1
triliun kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp118,6 triliun, BUSN sebesar Rp110,5 triliun, BPD
sebesar Rp24,4 triliun, dan KCBA sebesar Rp2,6 triliun. Insentif KLM tersebut disalurkan kepada
sektor-sektor prioritas, yaitu hilirisasi minerba dan pangan, UMKM, sektor otomotif, perdagangan
dan Listrik, Gas dan Air (LGA), serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pertumbuhan kredit juga
didukung oleh sisi permintaan yang tetap baik dari korporasi, terutama korporasi di sektor padat
modal, sedangkan permintaan kredit korporasi di sektor padat karya perlu terus ditingkatkan.
Sementara itu, permintaan kredit rumah tangga terjaga, terutama pada sektor Properti. Secara
sektoral, pertumbuhan kredit pada mayoritas sektor ekonomi tetap kuat, terutama pada sektor
Industri, LGA, dan Pengangkutan. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit
ditopang oleh kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi, yang masing-masing tumbuh
sebesar 10,75% (yoy), 13,08% (yoy), dan 10,83% (yoy) pada Agustus 2024. Pembiayaan syariah
dan kredit UMKM tumbuh masing-masing sebesar 11,61% (yoy) dan 4,42% (yoy). Dengan
perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit 2024 diprakirakan berada pada batas atas kisaran 10-
12%. Bank Indonesia akan terus memperkuat implementasi KLM, termasuk kepada sektor yang
mendukung penciptaan lapangan kerja, sektor yang menjadi sumber pertumbuhan baru (sektor
tersier), dan sektor yang dapat meningkatkan inklusivitas, termasuk kelas menengah bawah,
dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan pada Agustus 2024 tetap memadai,
tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi sebesar 25,37%.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Juli 2024 tergolong kuat
yang tercatat tinggi sebesar 26,56%, sehingga mampu menyerap risiko dan mendukung
pertumbuhan kredit. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan
pada Juli 2024 terjaga rendah, sebesar 2,27% (bruto) dan 0,79% (neto). Ketahanan permodalan
dan likuiditas perbankan juga ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang
terjaga, sebagaimana hasil stress test perbankan terkini. Ke depan, Bank Indonesia terus
memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko yang berpotensi
mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2024 tetap kuat didukung oleh sistem
pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi nilai besar, transaksi BI-RTGS meningkat
11,73% (yoy) sehingga mencapai Rp14.731 triliun. Dari sisi ritel, volume transaksi BI-FAST tumbuh
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 32
Page 50
59,12% (yoy) mencapai 312,67 juta transaksi. Transaksi digital banking tercatat 1.871,19 juta
transaksi atau tumbuh sebesar 31,11% (yoy), sementara transaksi Uang Elektronik (UE) tumbuh
21,53% (yoy) mencapai 1.246,58 juta transaksi. Transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/D
turun 6,82% (yoy) menjadi 591,92 juta transaksi. Transaksi kartu kredit tumbuh 22,79% (yoy)
mencapai 41,59 juta transaksi. Transaksi QRIS kembali tumbuh pesat sebesar 217,33% (yoy),
dengan jumlah pengguna mencapai 52,55 juta dan jumlah merchant 33,77 juta. Sementara dari
pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 11,43% (yoy) menjadi
Rp1.052,70 triliun.
Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh struktur yang membaik serta infrastruktur
yang berdaya tahan. Dari sisi infrastruktur, kelancaran dan keandalan Sistem Pembayaran Bank
Indonesia (SPBI) tetap terjaga dengan baik. Dari sisi struktur industri, interkoneksi sistem
pembayaran dan perluasan ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) terus meningkat. Transaksi
pembayaran berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) yang memfasilitasi
interkoneksi di sistem pembayaran tumbuh positif didorong perluasan adopsi SNAP untuk berbagai
jenis penggunaan. Sebagai salah satu inisiatif dari BSPI 2030, pada tanggal 11 September 2024,
Bank Indonesia telah memberikan pengakuan kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Sistem
Pembayaran Indonesia (LSP SPI) sebagai LSP yang berwenang menyelenggarakan sertifikasi di
bidang sistem pembayaran. LSP SPI didirikan oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)
yang merupakan representasi dari industri sistem pembayaran, dan diharapkan dapat berperan aktif
dalam menciptakan SDM sistem pembayaran yang memiliki knowledge, skill, dan attitude yang
mumpuni dalam menghadapi tantangan sistem pembayaran di era digital. Bank Indonesia terus
menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di
seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah 3T (Terdepan,
Terluar, Terpencil).
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 33
Page 51
BAB IV
ANALISA KELAYAKAN PASAR
4.1. Industri Konstruksi
Industri konstruksi di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang baik hingga September 2024,
dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang diperkirakan tetap
kuat. PDB dari Konstruksi di Indonesia meningkat menjadi Rp320.200 Miliar pada kuartal ketiga
tahun 2024 dari Rp301.900 Miliar pada kuartal kedua tahun 2024. PDB dari Konstruksi di
Indonesia rata-rata Rp237.209,21 miliar dari 2010 hingga 2024, mencapai rekor tertinggi
sepanjang masa sebesar Rp320.200,00 miliar pada kuartal ketiga tahun 2024 dan rekor
terendah sebesar Rp149.919,00 miliar pada kuartal pertama tahun 2010.
Figur 16. Kontribusi Konstruksi pada PDB Indonesia
Sumber : Trading Economics
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),
terus berfokus pada penyelesaian proyek infrastruktur utama yang direncanakan dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Proyek-proyek penting yang
mendukung pertumbuhan sektor konstruksi mencakup pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN),
pembangunan bendungan, irigasi, jalan tol, serta perumahan dan fasilitas publik lainnya. Hingga
September 2024, sebagian besar proyek ini masih dalam tahap pembangunan dengan anggaran
yang signifikan. Untuk tahun anggaran 2024, Kementerian PUPR mengalokasikan Rp146,98
triliun, rinciannya, alokasi untuk Ditjen Sumber Daya Air sebesar Rp 47,64 triliun antara lain untuk
pembangunan 23 unit bendungan, revitalisasi danau, pembangunan irigasi 4.000 hektar,
rehabilitasi dan peningkatan irigasi 38.000 hektar, pembangunan pengendali banjir dan
pengaman pantai 57,5 km, pembangunan prasarana air baku kapasitas 2,5 m3/detik, dan
pembangunan 7 unit embung. Berikutnya, alokasi untuk proyek-proyek prioritas Ditjen Bina
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 34
Page 52
Marga untuk jalan dan jembatan sebesar Rp 55,40 antara lain peningkatan konektivitas jalan
bebas hambatan 546,13 km, preservasi rutin jalan 47.603 km, serta peningkatan kapasitas dan
preservasi peningkatan struktur jalan m 2.117,75 km. Preverensi dan penggantian jembatan 7,12
km, pembangunan jalan 318,41 km, pembangunan dan duplikasi jembatan 3,89 km, peningkatan
aksesibilitas flyover/ underpass/ terowongan 918,75 m, serta dukungan inpres Jalan Daerah
26,25 km.
Lalu alokasi pada bidang permukiman sebesar Rp32,70 triliun, antara lain pembangunan dan
peningkatan SPAM kapasitas 2.985 liter/ detik, perluasan SPAM sebanyak 20.638 SR,
Pasmsimas di 1..183 desa, sistem pengelolaan air limbah domestik dengan layanan 11.370 kk,
sistem pengelolaan persampahan dengan layanan 231.012 KK, Sanimas di 1.546 lokasi, TPS3R
di 173 lokasi, sanitasi di 1,279 lembaga pendidikan keagamaan, penataan KSPN dan kegiatan
strategis lainnya seluas 352 hektar, PISEW di 738 kecamatan.
Kemudian pengembangan penyelenggaraan bangunan gedung seluas 27.720 m2,
pengembangan penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan di 5 kawasan,
pembangunan bangunan gedung dan penataan kawasan IKN sebanyak 13 unit, rehabilitasi dan
renovasi sarana prasarana sekolah/madrasah sebanyak 328 unit, pembangunan dan rehabilitasi
PTN/PTKIN sebanyak 17 unit, rehabilitasi dan renovasi 25 pasar, pembangunan sarana
prasarana olahraga sebanyak 25 unit, dan renovasi 21 stadion.
Selanjutnya alokasi untuk Ditjen Perumahan sebesar Rp 9,25 triliun antara lain pembangunan
rumah susun (lanjutan pembangunan rusun ASN dan Hankam di IKN 2.585 unit, rusun MYC
2023-2024 2.316 unit, dan pembangunan rusun baru direktif 578 unit), pembangunan rumah
khusus (rusus terdampak bencana 553 unit, lanjutan pembangunan huntap di Sulawesi Tengah,
dan pembangunan rumah tapak jabatan menteri di IKN 36 unit), pembangunan PSU 26.686 unit
untuk perumahan bagi MBR dan dukungan Penanganan Kemiskinan Ekstrim (PKE) melalui
program Padat Karya skema BSPS sebanyak 45.872 unit.
Sedangkan dukungan manajemen di Setjen, Itjen, Ditjen Bina Kontruksi, Ditjen Pembiayaan
Infrastruktur PU & Perumahan, BPSDM, dan BPIW sebesar Rp 1,99 triliun terdiri dari
perencanaan, pembinaan konstruksi, pengawasan, pembiayaan infrastruktur, penguatan SDM,
dan layanan manajemen. Program Padat Karya dilanjutkan yang ditargetkan akan menyerap
264 ribu tenaga kerja dengan anggaran Rp 6,67 triliun, termasuk dukungan untuk kemiskinan
ekstrem. Sedangkan dukungan infrastruktur IKN tahun 2024 sebesar Rp 35,37 triliun.
4.2. Prospek Industri Konstruksi
Prospek industri konstruksi di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif dan
menjanjikan, terutama menjelang akhir tahun 2024 dan seterusnya. Pembangunan infrastruktur
yang masif menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor ini, termasuk
proyek-proyek strategis nasional seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta
pengembangan jalan tol, bendungan, dan fasilitas publik lainnya. Dukungan anggaran dan
kebijakan dari pemerintah, khususnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR), sangat signifikan dengan alokasi dana besar dan komitmen untuk meningkatkan
penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN).
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 35
Page 53
Selain itu, pengadopsian teknologi baru, seperti Building Information Modeling (BIM) dan
penggunaan material ramah lingkungan, semakin umum diterapkan dalam industri konstruksi,
yang tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga mempercepat pembangunan dan
meningkatkan kualitas hasil proyek. Permintaan dari sektor swasta untuk properti, kawasan
industri, dan fasilitas komersial juga terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan populasi dan
urbanisasi.
Meskipun prospeknya cerah, industri ini tetap menghadapi tantangan seperti persaingan yang
ketat, keterbatasan tenaga kerja terampil, dan pasokan material. Kepedulian terhadap
keberlanjutan juga semakin penting, mendorong industri untuk fokus pada praktik konstruksi
yang ramah lingkungan. Secara keseluruhan, dengan dukungan kebijakan pemerintah, inovasi
teknologi, dan permintaan yang meningkat, industri konstruksi di Indonesia diperkirakan akan
terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
4.3. Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga
Industri konstruksi gedung tempat hunian, hiburan, dan olahraga di Indonesia menunjukkan
kinerja yang signifikan, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang
mencapai sekitar 4,5% pada tahun 2024. Hingga triwulan III 2024, sektor ini mencatat
pertumbuhan sekitar 7,4%, didorong oleh kebutuhan akan perumahan yang layak dan fasilitas
rekreasi yang semakin meningkat. Proyek pembangunan seperti apartemen, pusat
perbelanjaan, dan stadion olahraga menjadi pendorong utama pertumbuhan industri ini.
Permintaan untuk gedung tempat hunian terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi
dan urbanisasi yang pesat di Indonesia. Sementara itu, industri hiburan dan olahraga juga
mengalami peningkatan permintaan, terutama di kota-kota besar. Penawaran dari pihak
pengembang dan kontraktor semakin bervariasi dengan adanya inovasi dalam desain dan
teknologi bangunan. Namun, terdapat tantangan dalam memenuhi permintaan ini, terutama
terkait ketersediaan tenaga kerja terampil dan bahan bangunan.
Industri ini menghadapi persaingan yang ketat, baik dari pengembang lokal maupun
internasional. Banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk memenangkan proyek besar,
baik yang dibiayai pemerintah maupun swasta. Hal ini mendorong perusahaan untuk terus
berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasional agar tetap kompetitif. Kebijakan pemerintah
dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur dan perumahan menjadi faktor eksternal yang
berpengaruh pada industri ini. Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN)
memberikan arahan jelas untuk pembangunan gedung dan fasilitas publik. Selain itu, faktor
ekonomi global juga memengaruhi ketersediaan investasi dan arus modal asing ke sektor ini.
4.4. Prospek Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian, Hiburan, dan Olahraga
Prospek industri konstruksi gedung tempat hunian, hiburan, dan olahraga sangat cerah,
terutama menjelang akhir tahun 2024 dan seterusnya. Pembangunan infrastruktur yang masif,
termasuk berbagai proyek strategis nasional, akan terus memacu pertumbuhan sektor ini.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 36
Page 54
Diperkirakan investasi swasta dalam pembangunan gedung tempat tinggal dan fasilitas hiburan
akan meningkat. Dengan adanya insentif dari pemerintah dan kebijakan yang mendukung bisnis,
banyak pengembang yang tertarik untuk berinvestasi dalam proyek-proyek baru. Penggunaan
teknologi baru dalam konstruksi, seperti Building Information Modeling (BIM) dan material yang
ramah lingkungan, dapat meningkatkan efisiensi serta menurunkan biaya. Ini akan menjadi
faktor kunci dalam mempertahankan daya saing industri di pasar yang semakin kompetitif.
Dukungan dari pemerintah, terutama dalam kebijakan pembangunan perumahan yang
terjangkau dan pengembangan fasilitas olahraga, akan tetap menjadi pendorong utama bagi
pertumbuhan sektor ini. Selain itu, program-program yang mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri.
4.5. Industri Konstruksi Gedung Hunian
Industri konstruksi gedung hunian di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang solid, dengan
kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar 4,5% pada tahun 2024.
Hingga triwulan III 2024, sektor ini mencatat pertumbuhan sekitar 7,2%, didorong oleh
meningkatnya permintaan akan perumahan yang layak, seiring dengan pertumbuhan populasi
dan urbanisasi yang cepat. Proyek-proyek pembangunan rumah subsidi dan apartemen menjadi
pendorong utama pertumbuhan industri ini, terutama di kota-kota besar yang menghadapi
tantangan krisis perumahan.
Permintaan untuk gedung hunian terus meningkat, dipicu oleh tingginya angka pertumbuhan
penduduk dan urbanisasi yang cepat. Di sisi penawaran, banyak pengembang yang berlomba-
lomba untuk memenuhi kebutuhan ini, meskipun terdapat tantangan dalam hal ketersediaan
lahan dan biaya bahan bangunan. Persaingan yang ketat di antara pengembang juga
mendorong inovasi dalam desain dan konstruksi, termasuk penggunaan teknologi modern untuk
efisiensi dan keberlanjutan.
Industri ini menghadapi persaingan yang ketat, baik dari pengembang lokal maupun asing.
Banyak perusahaan yang bersaing untuk memenangkan proyek besar, terutama yang terkait
dengan pembangunan perumahan murah. Tantangan seperti keterbatasan tenaga kerja terampil
dan masalah regulasi juga menjadi perhatian. Namun, pemerintah Indonesia telah memberikan
dukungan melalui kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan akses perumahan bagi
masyarakat berpenghasilan rendah.
4.6. Prospek Industri Konstruksi Gedung Hunian
Prospek industri konstruksi gedung hunian di Indonesia menunjukkan tren positif, terutama
menjelang akhir tahun 2024 dan seterusnya. Permintaan akan perumahan terus meningkat
seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi, sehingga mendorong pengembang untuk
meluncurkan lebih banyak proyek hunian, termasuk rumah subsidi dan apartemen. Dukungan
dari pemerintah melalui program perumahan terjangkau dan insentif untuk pengembang
diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ini. Selain itu, adopsi teknologi konstruksi
baru, seperti Building Information Modeling (BIM) dan penggunaan material ramah lingkungan,
akan semakin memperkuat efisiensi dan keberlanjutan dalam pembangunan. Meskipun terdapat
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 37
Page 55
tantangan, seperti keterbatasan tenaga kerja dan fluktuasi harga material, industri konstruksi
gedung hunian diperkirakan akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
4.7. Industri Konstruksi Gedung Perkantoran
Industri konstruksi gedung perkantoran di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan,
terutama dengan semakin pulihnya perekonomian pasca-pandemi. Hingga September 2024,
sektor ini mencatat pertumbuhan sekitar 6,5%. Kenaikan ini didorong oleh permintaan yang terus
meningkat untuk ruang kerja modern dan fleksibel, yang menjadi kebutuhan utama bagi banyak
perusahaan yang menerapkan model kerja hybrid. Banyak perusahaan kini mencari ruang kantor
yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang
menyenangkan dan produktif bagi karyawan mereka.
Pengembang gedung perkantoran semakin berfokus pada inovasi desain, dengan menerapkan
konsep bangunan hijau dan penggunaan teknologi ramah lingkungan, seperti sistem pemanas
dan pendingin yang efisien, serta penggunaan material daur ulang. Di samping itu, banyak
proyek baru juga mengintegrasikan fasilitas tambahan, seperti ruang kolaborasi, area hijau, dan
teknologi smart building, yang meningkatkan nilai dan daya tarik gedung tersebut. Persaingan
yang ketat di pasar gedung perkantoran mendorong para pengembang untuk berinovasi, baik
dalam aspek desain maupun dalam layanan yang ditawarkan.
Ketersediaan tenaga kerja terampil dalam bidang konstruksi juga berperan penting dalam
perkembangan sektor ini. Dengan meningkatnya permintaan untuk gedung perkantoran, penting
bagi para pelaku industri untuk memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya manusia yang
cukup dan terlatih untuk mengelola proyek dengan efisien. Selain itu, adanya tantangan dalam
hal perizinan dan regulasi di tingkat daerah dapat mempengaruhi laju pembangunan.
4.8. Prospek Industri Konstruksi Gedung Perkantoran
Prospek industri konstruksi gedung perkantoran diperkirakan tetap cerah, terutama menjelang
akhir tahun 2024. Investasi dalam sektor ini diharapkan meningkat seiring dengan pertumbuhan
ekonomi dan peningkatan kepercayaan investor. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong
pengembangan kawasan bisnis baru dan revitalisasi area komersial yang ada. Adopsi teknologi
dalam desain dan konstruksi akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing gedung
perkantoran di pasar yang semakin ketat.
4.9. Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan
Industri konstruksi gedung perbelanjaan menunjukkan kinerja yang positif, dengan pertumbuhan
sekitar 7,1% pada tahun 2024. Peningkatan daya beli masyarakat, terutama di kalangan kelas
menengah, mendorong permintaan untuk pusat perbelanjaan yang lebih modern dan multifungsi.
Pengembang kini menghadapi tantangan untuk menciptakan ruang perbelanjaan yang tidak
hanya memenuhi kebutuhan berbelanja, tetapi juga menyediakan pengalaman sosial dan
hiburan bagi konsumen.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 38
Page 56
Tren pergeseran perilaku konsumen, di mana masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di
tempat yang menawarkan pengalaman interaktif, telah memengaruhi desain dan fungsi gedung
perbelanjaan. Banyak pusat perbelanjaan yang kini mengadopsi konsep mixed-use,
menggabungkan area retail dengan restoran, bioskop, dan ruang hiburan lainnya. Inovasi dalam
teknologi, seperti sistem pembayaran digital dan aplikasi mobile untuk promosi dan informasi,
semakin memperkaya pengalaman berbelanja.
Persaingan di sektor ini juga meningkat, dengan banyaknya pemain baru yang masuk ke pasar.
Pengembang dituntut untuk lebih kreatif dalam menawarkan nilai tambah kepada konsumen,
seperti penawaran program loyalitas, penyelenggaraan acara, dan peningkatan kenyamanan
bagi pengunjung. Dukungan dari pemerintah dalam pengembangan infrastruktur pendukung,
seperti akses transportasi yang lebih baik, juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan proyek-
proyek gedung perbelanjaan.
4.10. Prospek Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan
Prospek sektor ini sangat baik, terutama dengan kembalinya kegiatan ekonomi dan peningkatan
mobilitas masyarakat. Investasi dalam pusat perbelanjaan diperkirakan akan meningkat,
didorong oleh kebutuhan akan ruang yang mampu menyatukan berbagai layanan dan
pengalaman. Penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengalaman berbelanja, seperti
aplikasi mobile dan sistem pembayaran digital, akan menjadi fokus utama dalam pembangunan
gedung perbelanjaan.
4.11. Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
Industri konstruksi jaringan irigasi dan drainase memainkan peran yang sangat krusial dalam
mendukung sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Hingga triwulan III
2024, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,8%. Pembangunan infrastruktur irigasi yang
efisien tidak hanya penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga untuk
mengatasi masalah banjir dan pengelolaan air secara berkelanjutan.
Dengan meningkatnya fokus pemerintah pada ketahanan pangan, investasi dalam proyek irigasi
diharapkan terus meningkat. Ketersediaan infrastruktur irigasi yang baik akan membantu petani
dalam mengelola air secara lebih efektif, yang sangat penting di negara yang sering menghadapi
masalah kekeringan dan banjir. Selain itu, integrasi teknologi modern, seperti sistem irigasi
otomatis dan pemantauan berbasis sensor, juga mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi
penggunaan air.
Sektor ini tidak terlepas dari tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan kebutuhan untuk
koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait. Kerjasama antara pemerintah, sektor swasta,
dan komunitas lokal sangat penting untuk memastikan bahwa proyek-proyek irigasi dapat
dilaksanakan dengan sukses dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
4.12. Prospek Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
Prospek industri konstruksi jaringan irigasi dan drainase sangat positif, terutama dengan adanya
fokus pemerintah pada ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air. Proyek-proyek
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 39
Page 57
pengembangan infrastruktur irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan diharapkan akan
mendapatkan alokasi anggaran yang signifikan, mendorong pertumbuhan sektor ini ke depan.
4.13. Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan
Industri konstruksi khusus penyiapan lahan merupakan elemen penting dalam pengembangan
properti dan infrastruktur. Hingga September 2024, sektor ini mengalami pertumbuhan sekitar
6,0%. Aktivitas penyiapan lahan mencakup berbagai kegiatan, seperti pemadatan tanah,
penggalian, dan penyediaan fasilitas dasar, yang sangat penting untuk kelancaran proyek
konstruksi selanjutnya. Permintaan untuk layanan ini meningkat seiring dengan banyaknya
proyek pembangunan baru yang sedang berlangsung, baik di sektor perumahan, komersial,
maupun infrastruktur.
Ketersediaan lahan yang siap bangun menjadi sangat penting, terutama di daerah perkotaan
yang semakin padat. Pengembang membutuhkan layanan penyiapan lahan yang efisien dan
tepat waktu agar dapat memulai proyek mereka sesuai dengan jadwal yang direncanakan.
Dengan adanya regulasi yang ketat terkait penggunaan lahan dan lingkungan, penyedia layanan
penyiapan lahan dituntut untuk mematuhi berbagai standar yang ada, sehingga mengharuskan
mereka untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi proses kerja.
Meskipun prospeknya cerah, industri ini menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga material
dan ketidakpastian dalam kebijakan perizinan. Adaptasi terhadap perubahan regulasi dan
penerapan teknologi dalam proses penyiapan lahan akan menjadi faktor kunci dalam menjaga
daya saing di pasar.
4.14. Prospek Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan
Prospek industri konstruksi penyiapan lahan sangat cerah, sejalan dengan peningkatan investasi
dalam sektor properti dan infrastruktur. Dengan pertumbuhan kota-kota baru dan proyek
infrastruktur besar, kebutuhan akan layanan penyiapan lahan yang efisien dan tepat waktu akan
terus meningkat. Pemerintah juga diperkirakan akan memberikan dukungan lebih lanjut untuk
memfasilitasi proses perizinan dan pengembangan lahan.
4.15. Persaingan Usaha
Keberadaan perusahaan konstruksi di Indonesia merupakan hal yang penting terkait proyek
pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang masih terus ditingkatkan. Pada tahun 2023,
terdapat 190.677 perusahaan konstruksi yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 40
Page 58
Figur 17. Banyaknya Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau, 2023
Sumber : Statistik Konstruksi 2023, BPS
Jika diamati lokasinya, perusahaanperusahaan konstruksi tersebut masih terpusat di Pulau Jawa
sebesar 39,30 persen atau 74.927 perusahaan dengan 23.624 perusahaan berlokasi tepat di
Provinsi Jawa Timur. Proyek-proyek konstruksi di Indonesia masih dominan dikerjakan oleh
perusahaan berskala kecil yang berjumlah 157.322 perusahaan atau 82,51 persen maupun
perusahaan berskala menengah sejumlah 31.413 perusahaan atau 16,47 persen. Dengan kata
lain, perusahaan konstruksi berskala besar masih jarang dijumpai di Indonesia. Pada tahun
2023, hanya terdapat 1,02 persen atau sebesar 1.942 perusahaan berskala besar di Indonesia
dan dominan berlokasi di DKI Jakarta.
Selain itu, berdasarkan bidang pekerjaan utama, perusahaan konstruksi di Indonesia masih
didominasi oleh perusahaan konstruksi gedung yang berjumlah 105.001 perusahaan atau 55,07
persen, diikuti oleh perusahaan konstruksi sipil sebanyak 69.111 perusahaan atau 36,25 persen,
dan perusahaan konstruksi khusus sebanyak 16.565 perusahaan atau 8,69 persen.
Berikut adalah beberapa perusahaan konstruksi besar di Indonesia yang dapat menjadi pesaing
utama bagi MANG dalam industri konstruksi:
1. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
2. PT Adhi Karya (Persero) Tbk
3. PT PP (Persero) Tbk
4. PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk
5. PT Hutama Karya (Persero)
6. PT Total Bangun Persada Tbk
7. PT Nusa Raya Cipta Tbk
8. PT Waskita Karya (Persero) Tbk
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 41
Page 59
4.16. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang dilakukan oleh MANG adalah dengan mulai menawarkan jasa ke
perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dalam satu grup dan
pelanggan/rekanan. Selain itu MANG dapat mulai mengikuti tender-tender terkait dengan
kegitatan usaha yang baru ini.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 42
Page 60
BAB V
ANALISA ASPEK TEKNIS
5.1. Bisnis MANG
PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) adalah kontraktor terkemuka yang diakui karena keahlian
khususnya dalam bidang pondasi, jasa pembongkaran gedung (demolition), serta pembangunan
infrastruktur dan gedung. Dengan komitmen yang kuat selama lebih dari dua dekade, MANG telah
berkontribusi secara signifikan dalam proses pembangunan bangsa. Selama periode ini, MANG
secara konsisten melakukan inovasi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku
kepentingan, yang tercermin dalam jangkauan bisnisnya yang semakin luas dan beragam di sektor
konstruksi.
MANG selalu fokus pada proyek-proyek kompleks dan prestisius, dengan banyak gedung yang
telah berhasil dibangun. Prestasi ini merupakan hasil dari komitmen MANG terhadap kualitas,
keamanan, dan ketepatan waktu dalam penyelesaian proyek. Dalam setiap proyek yang
dikerjakan, MANG berupaya memberikan pelayanan terbaik dan terintegrasi, mulai dari tahap
pembongkaran, proses desain, hingga finishing. Dengan layanan terpadu ini, MANG terus
mengembangkan kapabilitasnya untuk tetap menjadi pemimpin di bidang konstruksi. Berikut
merupakan beberapa proyek yang telah dikerjakan oleh MANG:
Pembangunan Area Parkir Kawasan Bakauheni Harbour City
Renovasi Ruang Tunggu Boarding Lounge Eksekutif 2 Di Pelabuhan Merak Serta
Renovasi Gangway Eksekutif 2 Di Pelabuhan Merak Dan Bakauheni
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 43
Page 61
Renovasi Menara Siger Tahap 1 Area Siger Cultural Park Kawasan Bakauheni Harbour
City
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bangunan Gedung BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi
Tengah
Pekerjaan Pembangunan Rumdis Disjasad di Cimahi Bandung
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 44
Page 62
Pekerjaan Rehab Rumdis, Cat Dinding Rusun 6 Lt & Carport Yonzikon 11/DW
Pekerjaan Pembangunan/Renovasi Sarpras Pendidikan AAU Yogyakarta
Pembangunan Saluran Terbuka Ka/Ki Jalan, Turap Pengaman dan Pos Jaga Kantor
Satrad di Satrad Jayapura Construction of Open Roads for R/L Road, Safeguards and
Guard Posts for Satrad Offices at Satrad Jayapura
Pembangunan Rumah Dinas (10 Unit T-45) Di Lanud Jayapura
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 45
Page 63
Pekerjaan Pengadaan MEO - LUT MCC Badan SAR Nasional (Konstruksi)
Rehab Berat Gedung SDN Sudin Jakarta
Pembangunan Saluran Penghubung dan Kelengkapannya Jakarta Timur
5.2. Rencana Kegiatan Baru
MANG berencana melakukan Penambahan Kegiatan Usaha Utama berupa penambahan KBLI
yaitu :
a. KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
b. KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
c. KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
d. KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
e. KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
f. KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 46
Page 64
5.3. Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan
Seiring dengan berjalannya tahun 2023, pemerintah Indonesia semakin berkomitmen untuk
melanjutkan program hilirisasi di sektor konstruksi. Hal ini menciptakan peluang bisnis yang
signifikan bagi kontraktor, khususnya dalam pembangunan gedung dan infrastruktur yang
mendukung berbagai kegiatan industri. Dalam konteks ini, perusahaan berencana untuk
menambah kode KBLI yang relevan guna meningkatkan layanan dan daya saing di sektor
konstruksi.
a. KBLI 41018: Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga
Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi gedung tempat hunian
yang juga berfungsi sebagai fasilitas hiburan dan olahraga. Dengan berkembangnya
kebutuhan akan fasilitas rekreasi dan olahraga, perusahaan akan dapat menawarkan solusi
konstruksi yang inovatif dan menarik bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya.
b. KBLI 41011: Konstruksi Gedung Hunian
Penambahan KBLI untuk konstruksi gedung hunian menunjukkan komitmen perusahaan
untuk berkontribusi dalam penyediaan tempat tinggal yang layak dan terjangkau. Dalam
konteks urbanisasi yang terus meningkat, permintaan akan pembangunan perumahan
menjadi prioritas, sehingga perusahaan siap menjawab tantangan tersebut dengan
menawarkan proyek yang berkualitas.
c. KBLI 41012: Konstruksi Gedung Perkantoran
Melalui penambahan KBLI ini, perusahaan berupaya merambah ke sektor konstruksi gedung
perkantoran. Dengan pertumbuhan sektor bisnis dan industri, kebutuhan akan ruang
perkantoran yang modern dan fungsional semakin meningkat, menjadikan ini sebagai
peluang bisnis yang menjanjikan.
d. KBLI 41014: Konstruksi Gedung Perbelanjaan
Penambahan KBLI untuk konstruksi gedung perbelanjaan memberikan kesempatan bagi
perusahaan untuk berinvestasi dalam pembangunan pusat perbelanjaan yang inovatif.
Permintaan yang tinggi terhadap fasilitas ritel menjadikan sektor ini sangat kompetitif, dan
perusahaan yakin dapat bersaing melalui pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki.
e. KBLI 42201: Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
Dengan penambahan KBLI ini, perusahaan berkomitmen untuk mendukung pembangunan
infrastruktur vital yang berfokus pada pengelolaan air. Konstruksi jaringan irigasi dan drainase
sangat penting untuk mendukung sektor pertanian dan mencegah banjir di daerah perkotaan.
f. KBLI 43120: Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan
Penambahan KBLI untuk konstruksi khusus penyiapan lahan memungkinkan perusahaan
untuk terlibat dalam tahap awal pengembangan proyek, termasuk pembersihan lahan,
penggalian, dan penyediaan fondasi yang diperlukan sebelum pembangunan dimulai.
Dengan menawarkan layanan ini, perusahaan dapat memberikan solusi yang lebih
terintegrasi dan komprehensif kepada klien.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 47
Page 65
BAB VI
ANALISA ASPEK POLA BISNIS
6.1 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, PT
Manggung Polahraya Tbk (MANG) berkomitmen untuk memperluas kegiatan usahanya dalam
sektor konstruksi. MANG memiliki kemampuan yang kuat untuk mengelola proyek konstruksi
gedung tempat hunian, hiburan, olahraga, gedung perkantoran, gedung perbelanjaan, serta
infrastruktur jaringan irigasi dan drainase. Selain itu, MANG juga akan fokus pada konstruksi
khusus penyiapan lahan, yang sangat penting dalam mempersiapkan area untuk proyek-proyek
pembangunan yang akan datang.
Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, MANG bertekad untuk mengambil bagian aktif
dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek-proyek ini, MANG akan
menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang hunian yang layak, fasilitas hiburan, serta
infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
MANG akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi MANG untuk memasuki
segmen-segmen pasar baru yang selama ini belum terjamah, sehingga memperkuat posisinya
sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia
6.2 Keunggulan Kompetitif
Pada dasarnya MANG merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi yang di mana
penambahan kegiatan usaha utama ini masih sejalan dengan bisnis MANG yang sedang
berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri eksiting selama ini dapat memberikan
keunggulan kompetitif bagi MANG dalam menjalankan kegiatan bisnis dalam penambahan
kegiatan usaha utama ini.
6.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Industri konstruksi adalah sektor yang sangat kompetitif, dengan banyak perusahaan yang
menawarkan berbagai layanan dan proyek di seluruh Indonesia. Mengingat banyaknya pesaing
yang sudah mapan dalam industri ini, PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) harus berinovasi dan
menciptakan keunikan dalam setiap proyek yang dikerjakan. Untuk itu, MANG berkomitmen untuk
menghadirkan desain yang kreatif, penggunaan material ramah lingkungan, serta penerapan
teknologi terbaru dalam setiap tahap konstruksi.
Dengan fokus pada kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu, MANG berusaha untuk
memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para pemangku kepentingan. Inovasi dalam proses
konstruksi, seperti penerapan metode Building Information Modeling (BIM), akan membantu
MANG untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, sekaligus menghasilkan bangunan
yang berkualitas tinggi. Selain itu, MANG akan memperhatikan kebutuhan pasar dengan
menyesuaikan penawaran produk dan layanan sesuai dengan tren terkini di industri, sehingga
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 48
Page 66
mampu bersaing dengan pesaing yang ada dan menarik minat pelanggan baru. Dengan strategi
ini, MANG bertujuan untuk menjadi pemimpin dalam industri konstruksi di Indonesia dan
menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
6.4 Analisa SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa
dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis
supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.
Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness)
sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).
Berikut adalah analisa SWOT MANG setelah penambahan Kegiatan Usaha :
• Strengths
1. Nama yang kuat dan pengalaman yang kaya sebagai perusahan konstruksi.
2. Reputasi yang kuat sebagai spesialis dalam pondasi dan rekayasa tanah.
3. Margin tinggi dari kotrak pondasi
4. Basis klien dan sumber daya yang kuat.
• Weakness
1. Bisnis kurang terdiversifikasi.
2. Tidak ada pendapatan berkelanjutan.
3. Kurangnya paparan atas rencana proyek pemerintah.
• Opportunities
1. Proyek pemerintah dapat menambah nilai perolehan kontrak MANG di masa depan.
2. Pemerintah memiliki proyek pembangunan smelter nikel yang juga menjadi peluang
bagi MANG.
3. Pemerintah melakukan investasi lebih ke proyek pembangkit listrik, oleh karena itu
MANG memiliki peluang untuk pengembangan proyek di sektor energi..
4. MANG memiliki kesempatan menggunakan jaringan klien dari grup.
• Threats
1. Munculnya kompetitor yang bergerak di bidang sejenis.
2. Pemerintah dapat mengurangi alokasi untuk infrastruktur tahun depan.
3. Bank Indonesia meningkatkan suku bunga acuan dan meningkatkan biaya dana ke
depan.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 49
Page 67
BAB VII
ANALISA ASPEK MODEL MANAJEMEN
7.1. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Sebelum Adanya Penambahan KBLI
Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan dibutuhkan sumber daya
manusia dengan kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan
dalam struktur organisasi perusahaan. MANG telah memiliki sumber daya manusia berkualitas
untuk manajemen Perusahaan dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan
pengalaman di bidang masing-masing yang ditempatkan dalam posisi strategis Perusahaan. Latar
pendidikan dan pengalaman personil tersebut telah membantuk profesionalisme mereka dalam
kemampuan atau skill individu yang berperan penting dalam mengatuh dan menjaga harmonisasi
Perusahaan.
Berikut adalah jajaran manajemen MANG saat ini :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Wiwik Robiatul Adawiyah
Komisaris : Ir Niazie Gani, Msc
Komisaris Independen : Deddy Handoko, SE,MM
Direksi
Direktur Utama : Ni Ketut Mariani
Direktur : Mohamad Raviali
Direktur : Satrijo Heru Broho
Direktur : Lie Kurniawan
Dengan jumlah karyawan sebanyak 21 (dua puluh satu) orang. Berikut adalah struktur organisasi
Perusahaan sebelum adanya penambahan KBLI baru.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 50
Page 68
Figur 18. Struktur Organisasi
Sumber : Manajemen
7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI
Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten
dibidangnya dalam kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Saat ini Perusahaan telah memiliki
tenaga ahli yang dapat mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, dimana tenaga ahli tersebut
berkompeten dibidangnya.
Dimana sebelum adanya penambahan jumlah karyawan perusahaan sebanyak 21 orang dan
setelah adanya penambahan KBLI, MANG berencana menambah karyawan yang memiliki
kompetensi dibidangnya sesuai dengan Penambahan KBLI.
Berikut adalah CV karyawan yang memiliki kompetensi dibidangnya :
1. Ni Ketut Mariani
• Lulusan SMEA, jurusan Akuntansi, SMEA Tridaya, Tahun 1996
• Pengalaman kerja :
a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur Utama, Bidang Kontraktor, Tahun
2022 – sekarang,
b) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur, Bidang Kontraktor tahun 2017 –
2021,
c) PT Manggung Polahraya, Jabatan General Manajer, Bidang Kontraktor tahun
2012 – 2016,
d) PT Manggung Polahraya, Jabatan Manager Marketing, Bidang Kontraktor tahun
1998 – 2011,
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 51
Page 69
2. Mohammad Raviali
• Sarjana S1, jurusan Teknik industri, Universitas Trisakti, Tahun 2019
• Pengalaman kerja :
a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur, Bidang Kontraktor Sipil, Tahun 2022
– sekarang,
b) PT Manggung Polahraya, Jabatan Marketing, tahun 2019 – 2021.
3. Satrijo Heru
• Sarjana S1, jurusan Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Tahun 1993
• Pengalaman kerja :
a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur Keuangan, Bidang Kontraktor Sipil,
Tahun 2022 – sekarang,
b) PT Manggung Polahraya, Jabatan Man Keuangan, Bidang Kontraktor Sipil,
tahun 2017 – 2021,
c) PT Mitra Bangun, Jabatan Man Keuangan, Bidang Alat Berat tahun 2010 –
2017,
d) PT Arta Glory Buana, Jabatan Man Keuangan, Bidang Garmenttahun 2001 –
2008.
4. Lie Kurniawan
• Sarjana S1, jurusan banking & finance, GS FAME Institute of Business, Tahun 2004
• Pengalaman kerja :
a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur Pengembangan Usaha, Bidang
Kontraktor Sipil, Tahun 2022 – sekarang,
b) PT Dharma Bersaudara Tbk, Jabatan Direktur Pengembangan Usaha, Januari
tahun 2021 – Agustus tahun2021,
c) PT Dharmi Bersaudara Tbk, Jabatan Direktur Independen, tahun 2018-2020,
d) PT Cygnus Travel, Jabatan Manajer Pengembangan Usaha, tahun 2014-2018,
e) PT Versailes Indomitrra Utama, Head of Investment, tahun 2017-2018,
f) Usaha pribadi, jabatan Financial Market Professional, tahun 2002-2016.
7.3. Manajemen Risiko
Risiko adalah suatu peristiwa yang mungkin terjadi dan memiliki dampak terhadap aktivitas
operasional maupun target dari perusahaan. Untuk mengatasi ataupun meminimalkan risiko yang
akan muncul, maka perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen terhadap risiko yang
dilaksanakan oleh semua pihak dalam perusahaan, dimulai dengan proses identifikasi kejadian
potensial yang mungkin muncul selama operasional perusahaan hingga diperoleh berbagai
strategi sebagai mitigasi risiko-risiko dari kejadian potensial tersebut.
Kemungkinan risiko-risiko yang dapat terjadi selama operasional MANG beserta rencana mitigasi
oleh perusahaan adalah sebagai beirkut :
Risiko Modal
Pada dasarnya hampir semua bidang bisnis memerlukan adanya modal penunjang bisnis, bisnis
ini dapat dikatakan sebagai bisnis yang membutuhkan modal yang cukup mengingat hasil dari
bisnis ini pun juga sangat menguntungkan. Estimasi modal yang salah seperti perhitungan volume
pekerjaan atau kebutuhan material yang tidak akurat. Keterlambatan pembayaran dari pemberi
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 52
Page 70
kerja (owner) juga menjadi tantangan besar, terutama jika kontraktor bergantung pada skema
pembayaran bertahap. Selain itu, fluktuasi harga material konstruksi atau bahan bakar dapat
meningkatkan biaya operasional secara signifikan, sehingga memengaruhi margin keuntungan.
Risiko Persaingan
salah satu tantangan utama dalam usaha kontraktor, yang dapat mempengaruhi peluang
memenangkan proyek dan keberlangsungan bisnis. Risiko terhadap persaingan harga,
persaingan kualitas, persaingan teknologi dan inovasi, persaingan relasi dan jejaring, persaingan
kapasitas, persaingan lokasi dan persaingan branding dan reputasi.
Risiko Aset
Kontraktor sering kali menggunakan alat berat dan peralatan lainnya yang rentan terhadap
kerusakan, pencurian, atau kehilangan. Ketidaksesuaian spesifikasi material yang diterima dari
pemasok juga dapat berdampak pada kualitas pekerjaan dan menyebabkan kerugian tambahan
karena harus mengganti material yang tidak memenuhi standar.
Risiko Tenaga Ahli
Kurangnya tenaga kerja berpengalaman, terutama untuk posisi penting seperti insinyur atau
supervisor, dapat memperlambat proyek dan menurunkan kualitas hasil pekerjaan. Selain itu,
rotasi tenaga kerja yang tinggi atau kekurangan tenaga kerja di lokasi tertentu dapat mengganggu
jadwal proyek. Kesalahan teknis akibat kurangnya pelatihan atau pengawasan juga menjadi
ancaman yang signifikan.
Risiko Lingkungan
Usaha kontraktor sering dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, panas
berlebihan, atau angin kencang, yang dapat menghentikan aktivitas di lapangan. Selain itu, proyek
yang tidak memperhatikan dampak lingkungan, seperti pengelolaan limbah atau kebisingan, dapat
menimbulkan konflik dengan masyarakat sekitar atau dikenakan sanksi oleh pihak berwenang.
Risiko terkait Peraturan Pemerintah
Kontraktor harus beradaptasi dengan perubahan regulasi pemerintah, seperti kebijakan baru
tentang pajak, persyaratan keselamatan kerja, atau aturan lingkungan. Kompleksitas birokrasi
dalam pengurusan izin proyek juga sering kali menyebabkan penundaan. Di sisi lain,
ketidakstabilan ekonomi, seperti inflasi atau kenaikan suku bunga, dapat memengaruhi biaya
material dan pembiayaan proyek.
Risiko Operasional
Kesalahan dalam manajemen proyek, seperti jadwal yang tidak realistis atau alokasi sumber daya
yang tidak efisien, dapat menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan biaya. Gangguan
rantai pasok, seperti keterlambatan pengiriman material atau ketidaksesuaian stok dengan
kebutuhan proyek, juga menjadi kendala operasional yang sering dihadapi. Risiko keselamatan
kerja, seperti kecelakaan di lokasi proyek, dapat menimbulkan biaya tambahan serta masalah
hukum.
Risiko Keuangan
Kontraktor menghadapi risiko arus kas yang tidak stabil akibat pembayaran yang terlambat dari
pemberi kerja. Kesalahan dalam pengelolaan anggaran atau ketergantungan pada pinjaman bank
untuk pendanaan operasional dapat meningkatkan risiko keuangan. Selain itu, proyek yang
berjalan lebih lama dari jadwal dapat mengurangi profitabilitas karena biaya tetap yang terus
berjalan.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 53
Page 71
BAB VIII
ANALISA ASPEK KEUANGAN
8.1 Rencana Perusahaan (“MANG”)
MANG adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa industri pengolahan, konstruksi
dan perdagangan besar dan eceran. Saat ini, MANG berencana untuk memperluas lingkup
usahanya dengan menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mencakup
bidang :
1) KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
2) KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
3) KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
4) KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
5) KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
6) KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan
Dalam rangka mendukung penambahan KBLI tersebut, MANG membutuhkan tambahan investasi
agar rencana pengembangan usaha ini dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
8.2 Proyeksi Laba Rugi
Adapun proyeksi yang digunakan dalam analisis ini adalah:
Figur 19. Proyeksi Laba Rugi dengan penambahan kegiatan usaha
(Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan Usaha :
Pendapatan Proyek Konstruksi Jalan 14.055.427 75.000.000 91.020.750 104.478.100 122.166.500
Pendapatan Proyek Konstruksi
56.743.716 117.500.000 101.010.375 109.292.600 126.182.125
Gedung
Penjualan Aspal Hotmix Dan Beton
10.000.000 10.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000
Ready Mix
Jumlah Pendapatan Usaha 80.799.142 202.500.000 212.031.125 238.770.700 278.348.625
Beban Pokok Pendapatan :
Beban Pokok Pendapatan Proyek
11.244.341 60.000.000 72.816.600 83.582.480 97.733.200
Konstruksi Jalan
Beban Pokok Pendapatan Proyek
45.394.973 94.000.000 80.808.300 87.434.080 100.945.700
Konstruksi Gedung
Beban Pokok Pendapatan Aspal
8.000.000 8.000.000 16.000.000 20.000.000 24.000.000
Hotmix Dan Beton Ready Mix
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 64.639.314 162.000.000 169.624.900 191.016.560 222.678.900
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 54
Page 72
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
LABA BRUTO 16.159.828 40.500.000 42.406.225 47.754.140 55.669.725
Beban Operasional :
Biaya Promosi 260.000 269.100 278.519 288.267 298.356
Jumlah Beban Promosi 260.000 269.100 278.519 288.267 298.356
Biaya Administrasi Dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap 5.350.000 7.054.395 7.643.516 8.114.813 8.491.850
Biaya Imbalan Pasca Kerja 350.000 362.250 374.929 388.051 401.633
Gaji Dan Tunjangan 4.200.000 4.347.000 4.499.145 4.656.615 4.819.597
Biaya Keperluan Kantor 460.000 476.100 492.764 510.010 527.861
Biaya Pengembangan 1.300.000 1.345.500 1.392.593 1.441.333 1.491.780
Biaya Representasi 50.000 51.750 53.561 55.436 57.376
Biaya Konsultan 525.000 543.375 562.393 582.077 602.450
Biaya Perjalanan Dinas 200.000 207.000 214.245 221.744 229.505
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi 180.000 186.300 192.821 199.569 206.554
Biaya Perawatan aset kantor 110.000 113.850 117.835 121.959 126.228
Biaya Asuransi - 178.000 362.230 552.908 750.260
Lainnya 240.000 248.400 257.094 266.092 275.406
Jumlah Beban Administrasi dan
12.965.000 15.113.920 16.163.124 17.110.608 17.980.498
Umum
Jumlah Beban Operasional 13.225.000 15.383.020 16.441.643 17.398.874 18.278.854
Pendapatan Bunga Jasa Giro &
12.652 13.284 13.949 14.646 15.378
Tabungan
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya 13.729 14.415 15.136 15.893 16.687
Jumlah Pendapatan Lain-lain 26.381 27.700 29.085 30.539 32.066
Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan 2.530 2.657 2.790 2.929 3.076
Biaya Diluar Usaha Lainnya 67.140 - - - -
Jumlah Beban Lain-lain 69.670 2.657 2.790 2.929 3.076
LABA SEBELUM BEBAN
KEUANGAN DAN PAJAK 2.891.539 25.142.023 25.990.877 30.382.875 37.419.861
PENGHASILAN
Beban Keuangan 2.468.968 2.545.968 2.105.968 1.148.968 708.968
LABA SEBELUM PAJAK
422.571 22.596.055 23.884.909 29.233.908 36.710.894
PENGHASILAN
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 55
Page 73
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Pajak Penghasilan Final Atas Jasa
180.000 5.101.250 5.088.825 5.664.924 6.581.239
Konstruksi
Pajak Penghasilan Kini 79.910 272.876 538.808 699.223 886.585
Pajak Tangguhan 77.000 79.695 82.484 85.371 88.359
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 239.662 17.301.624 18.339.760 22.955.133 29.331.429
Figur 20. Proyeksi Laba Rugi tanpa penambahan kegiatan usaha
(Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan Usaha :
Pendapatan Proyek Konstruksi Jalan 14.055.427 85.000.000 61.020.750 70.478.100 84.766.500
Pendapatan Proyek Konstruksi
55.243.716 83.000.000 101.010.375 109.292.600 126.182.125
Gedung
Penjualan Aspal Hotmix Dan Beton
10.000.000 10.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000
Ready Mix
Jumlah Pendapatan Usaha 79.299.142 178.000.000 182.031.125 204.770.700 240.948.625
Beban Pokok Pendapatan :
Beban Pokok Pendapatan Proyek
11.244.341 68.000.000 48.816.600 56.382.480 67.813.200
Konstruksi Jalan
Beban Pokok Pendapatan Proyek
44.194.973 66.400.000 80.808.300 87.434.080 100.945.700
Konstruksi Gedung
Beban Pokok Pendapatan Aspal
8.000.000 8.000.000 16.000.000 20.000.000 24.000.000
Hotmix Dan Beton Ready Mix
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 63.439.314 142.400.000 145.624.900 163.816.560 192.758.900
LABA BRUTO 15.859.828 35.600.000 36.406.225 40.954.140 48.189.725
Beban Operasional :
Biaya Promosi 260.000 269.100 278.519 288.267 298.356
Jumlah Beban Promosi 260.000 269.100 278.519 288.267 298.356
Biaya Administrasi Dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap 5.350.000 6.154.395 6.923.516 7.538.813 8.031.050
Biaya Imbalan Pasca Kerja 350.000 362.250 374.929 388.051 401.633
Gaji Dan Tunjangan 4.200.000 4.347.000 4.499.145 4.656.615 4.819.597
Biaya Keperluan Kantor 460.000 476.100 492.764 510.010 527.861
Biaya Pengembangan 1.100.000 1.138.500 1.178.348 1.219.590 1.262.275
Biaya Representasi 50.000 51.750 53.561 55.436 57.376
Biaya Konsultan 525.000 543.375 562.393 582.077 602.450
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 56
Page 74
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Biaya Perjalanan Dinas 200.000 207.000 214.245 221.744 229.505
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi 180.000 186.300 192.821 199.569 206.554
Biaya Perawatan aset kantor 110.000 113.850 117.835 121.959 126.228
Biaya Asuransi - 178.000 362.230 552.908 750.260
Lainnya 240.000 248.400 257.094 266.092 275.406
Jumlah Beban Administrasi dan
12.765.000 14.006.920 15.228.879 16.312.864 17.290.193
Umum
Jumlah Beban Operasional 13.025.000 14.276.020 15.507.398 16.601.131 17.588.549
Pendapatan Bunga Jasa Giro &
12.652 13.284 13.949 14.646 15.378
Tabungan
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya 13.729 14.415 15.136 15.893 16.687
Jumlah Pendapatan Lain-lain 26.381 27.700 29.085 30.539 32.066
Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan 2.530 2.657 2.790 2.929 3.076
Biaya Diluar Usaha Lainnya 67.140 - - - -
Jumlah Beban Lain-lain 69.670 2.657 2.790 2.929 3.076
LABA SEBELUM BEBAN
KEUANGAN DAN PAJAK 2.791.539 21.349.023 20.925.122 24.380.619 30.630.166
PENGHASILAN
Beban Keuangan 2.468.968 2.028.968 1.808.968 1.588.968 1.368.968
LABA SEBELUM PAJAK
322.571 19.320.055 19.116.154 22.791.651 29.261.198
PENGHASILAN
Pajak Penghasilan Final Atas Jasa
180.000 4.452.000 4.293.825 4.763.924 5.590.139
Konstruksi
Pajak Penghasilan Kini 78.647 263.555 505.160 654.105 838.219
Pajak Tangguhan 77.000 79.695 82.484 85.371 88.359
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 140.924 14.684.195 14.399.654 17.458.994 22.921.200
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 57
Page 75
8.3 Proyeksi Posisi Keuangan
Figur 21. Proyeksi Posisi Keuangan dengan penambahan kegiatan usaha
(Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 10.565.293 21.533.458 18.786.389 19.790.624 18.201.581
Piutang Usaha 19.570.218 22.570.218 25.570.218 28.570.218 29.570.218
Piutang Lain-lain 6.832.025 - - - -
Persediaan 271.673 321.673 371.673 421.673 471.673
Proyek dalam Pelaksanaan 36.926.933 41.926.933 46.926.933 51.926.933 61.926.933
Pajak Dibayar Dimuka - - - - -
Uang Muka Pembelian 75.298.027 97.298.027 102.298.027 107.298.027
117.298.027
Beban yang Ditangguhkan - - - - -
Jumlah Aset Lancar 149.464.169 183.650.308 93.953.240 208.007.474 227.468.432
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih 35.271.975 38.217.580 40.574.064 42.459.251 43.967.401
Aset Tidak Lancar Lainnya 440.337 450.337 460.337 475.337 490.337
Aset Pajak Tangguhan - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 35.712.312 38.667.917 41.034.401 42.934.588 44.457.738
Jumlah Aset 185.176.481 222.318.226 234.987.641 250.942.063 271.926.170
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank 22.445.160 18.445.160 14.445.160 10.445.160 6.445.160
Utang Usaha 2.000.000 4.000.000 6.000.000 8.000.000 10.000.000
Utang Lainnya 25.000 50.000 75.000 100.000 125.000
Bagian Lancar atas Liabilitas
1.391.747 695.874 - - -
Jangka Panjang
Utang Pajak 3.079.910 272.876 538.808 699.223 886.585
Biaya yang Masih Harus Dibayar 350.000 362.250 374.929 388.051 401.633
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 29.291.817 23.826.159 21.433.897 19.632.434 17.858.378
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 2.033.116 2.395.366 2.770.295 3.158.346 3.559.979
Liabilitas Pajak Tangguhan 1.689.975 1.610.280 1.527.796 1.442.425 1.354.065
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 58
Page 76
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah
7.141.054 3.570.527 - - -
Dikurangi Bagian Lancar
Jumlah Liabilitas Jangka
10.864.145 7.576.173 4.298.091 4.600.771 4.914.045
Panjang
Jumlah Liabilitas 40.155.962 31.402.333 25.731.988 24.233.205 22.772.423
Ekuitas
Modal Saham 76.250.000 80.825.000 80.825.000 80.825.000 80.825.000
Agio Saham 58.140.382 58.140.382 58.140.382 58.140.382 58.140.382
Agio Saham - Exercise Waran - 24.018.750 24.018.750 24.018.750 24.018.750
Penghasilan Komprehensif Lain 16.635.577 16.635.577 16.635.577 16.635.577 16.635.577
Laba Ditahan (Defisit) (6.245.101) (6.005.440) 11.296.185 29.635.945 47.089.149
Telah ditentukan penggunaannya - - - 5.501.928 6.886.540
Belum ditentukan penggunaannya - (6.005.440) 11.296.185 24.134.017 40.202.610
Deviden - - - (5.501.928) (6.886.540)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 239.662 17.301.624 18.339.760 22.955.133 29.331.429
Jumlah Ekuitas 145.020.519 190.915.893 209.255.653 226.708.858 249.153.747
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 185.176.481 222.318.226 234.987.641 250.942.063 271.926.170
Figur 22. Proyeksi Posisi Keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha
(Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 10.265.293 20.057.971 17.976.468 17.079.127 13.264.648
Piutang Usaha 19.570.218 22.570.218 25.570.218 28.570.218 29.570.218
Piutang Lain-lain 6.832.025 - - - -
Persediaan 271.673 321.673 371.673 421.673 471.673
Proyek dalam Pelaksanaan 36.926.933 41.926.933 46.926.933 51.926.933 61.926.933
Pajak Dibayar Dimuka - - - - -
Uang Muka Pembelian 75.298.027 97.298.027 102.298.027 107.298.027
117.298.027
Beban yang Ditangguhkan - - - - -
Jumlah Aset Lancar 149.164.169 182.174.821 193.143.319 205.295.977 222.531.499
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih 30.771.975 34.617.580 37.694.064 40.155.251 42.124.201
Aset Tidak Lancar Lainnya 440.337 450.337 460.337 475.337 490.337
Aset Pajak Tangguhan - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 31.212.312 35.067.917 38.154.401 40.630.588 42.614.538
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 59
Page 77
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Jumlah Aset 180.376.481 217.242.739 231.297.720 245.926.566 265.146.037
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank 22.445.160 18.445.160 16.445.160 14.445.160 12.445.160
Utang Usaha 2.000.000 4.000.000 7.000.000 10.000.000 13.000.000
Utang Lainnya 25.000 50.000 75.000 100.000 125.000
Bagian Lancar atas Liabilitas
1.391.747 695.874 - - -
Jangka Panjang
Utang Pajak 3.078.647 263.555 505.160 654.105 838.219
Biaya yang Masih Harus Dibayar 350.000 362.250 374.929 388.051 401.633
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 29.290.554 23.816.838 24.400.249 25.587.316 26.810.012
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 2.033.116 2.395.366 2.770.295 3.158.346 3.559.979
Liabilitas Pajak Tangguhan 1.689.975 1.610.280 1.527.796 1.442.425 1.354.065
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah
2.441.054 1.220.527 - - -
Dikurangi Bagian Lancar
Jumlah Liabilitas Jangka
6.164.145 5.226.173 4.298.091 4.600.771 4.914.045
Panjang
Jumlah Liabilitas 35.454.700 29.043.012 28.698.340 30.188.087 31.724.057
Ekuitas
Modal Saham 76.250.000 80.825.000 80.825.000 80.825.000 80.825.000
Agio Saham 58.140.382 58.140.382 58.140.382 58.140.382 58.140.382
Agio Saham - Exercise Waran - 24.018.750 24.018.750 24.018.750 24.018.750
Penghasilan Komprehensif Lain 16.635.577 16.635.577 16.635.577 16.635.577 16.635.577
Laba Ditahan (Defisit) (6.245.101) (6.104.177) 8.580.018 22.979.672 36.118.770
Telah ditentukan penggunaannya - - - 4.319.896 5.237.698
Belum ditentukan penggunaannya - (6.104.177) 8.580.018 18.659.776 30.881.072
Deviden - - - (4.319.896) (5.237.698)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 140.924 14.684.195 14.399.654 17.458.994 22.921.200
Jumlah Ekuitas 144.921.781 188.199.727 202.599.380 215.738.478 233.421.980
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 180.376.481 217.242.739 231.297.720 245.926.566 265.146.037
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 60
Page 78
8.4 Incremental Laporan Laba Rugi
Figur 23. Proyeksi Laba Rugi
(Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan Usaha :
Pendapatan Proyek Konstruksi Jalan - (10.000.000) 30.000.000 34.000.000 37.400.000
Pendapatan Proyek Konstruksi
1.500.000 34.500.000 - - -
Gedung
Penjualan Aspal Hotmix Dan Beton
- - - - -
Ready Mix
Jumlah Pendapatan Usaha 1.500.000 24.500.000 30.000.000 34.000.000 37.400.000
Beban Pokok Pendapatan :
Beban Pokok Pendapatan Proyek
- (8.000.000) 24.000.000 27.200.000 29.920.000
Konstruksi Jalan
Beban Pokok Pendapatan Proyek
1.200.000 27.600.000 - - -
Konstruksi Gedung
Beban Pokok Pendapatan Aspal
- - - - -
Hotmix Dan Beton Ready Mix
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 1.200.000 19.600.000 24.000.000 27.200.000 29.920.000
LABA KOTOR 300.000 4.900.000 6.000.000 6.800.000 7.480.000
Beban Operasional :
Biaya Promosi - - - - 298.356
Jumlah Beban Promosi - - - - 298.356
Biaya Administrasi Dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap - 900.000 720.000 576.000 460.800
Biaya Imbalan Pasca Kerja - - - - -
Gaji Dan Tunjangan - - - - -
Biaya Keperluan Kantor - - - - -
Biaya Pengembangan 200.000 207.000 214.245 221.744 229.505
Biaya Representasi - - - - -
Biaya Konsultan - - - - -
Biaya Perjalanan Dinas - - - - -
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi - - - - -
Biaya Perawatan aset kantor - - - - -
Biaya Asuransi - - - - -
Lainnya - - - - -
Jumlah Beban Administrasi dan
200.000 1.107.000 934.245 797.744 690.305
Umum
Jumlah beban Operasional 200.000 1.107.000 934.245 797.744 988.661
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 61
Page 79
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan Bunga Jasa Giro &
- - - - -
Tabungan
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya - - - - -
Jumlah Pendapatan Lain-lain - - - - -
Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan - - - - -
Biaya Diluar Usaha Lainnya - - - - -
Jumlah Beban Lain-lain - - - - -
- - - - -
LABA SEBELUM BEBAN
KEUANGAN DAN PAJAK 100.000 3.793.000 5.065.755 6.002.256 6.491.339
PENGHASILAN
Beban Keuangan - 517.000 297.000 (440.000) (660.000)
LABA SEBELUM PAJAK
100.000 3.276.000 4.768.755 6.442.256 7.151.339
PENGHASILAN
Pajak Penghasilan Final Atas Jasa
- 649.250 795.000 901.000 991.100
Konstruksi
Pajak Penghasilan Kini 1.263 9.321 33.648 45.118 48.366
Pajak Tangguhan - - - - -
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 98.737 2.617.429 3.940.107 5.496.139 6.111.873
Figur 24. Proyeksi Posisi Keuangan
(Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 300.000 1.475.487 809.921 2.711.497 4.936.933
Piutang Usaha - - - - -
Piutang Lain-lain - - - - -
Persediaan - - - - -
Proyek dalam Pelaksanaan - - - - -
Pajak Dibayar Dimuka - - - - -
Uang Muka Pembelian - - - - -
Beban yang Ditangguhkan - - - - -
Jumlah Aset Lancar 300.000 1.475.487 809.921 2.711.497 4.936.933
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 62
Page 80
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2024 2025 2026 2027 2028
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih 4.500.000 3.600.000 2.880.000 2.304.000 1.843.200
Aset Tidak Lancar Lainnya - - - - -
Aset Pajak Tangguhan - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 4.500.000 3.600.000 2.880.000 2.304.000 1.843.200
Jumlah Aset 4.800.000 5.075.487 3.689.921 5.015.497 6.780.133
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank - - (2.000.000) (4.000.000) (6.000.000)
Utang Usaha - - (1.000.000) (2.000.000) (3.000.000)
Utang Lainnya - - - - -
Bagian Lancar atas Liabilitas - - - - -
Jangka Panjang
Utang Pajak 1.263 9.321 33.648 45.118 48.366
Biaya yang Masih Harus Dibayar - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.263 9.321 (2.966.352) (5.954.882) (8.951.634)
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja - - - - -
Liabilitas Pajak Tangguhan - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah - - -
4.700.000 2.350.000
Dikurangi Bagian Lancar
Jumlah Liabilitas Jangka - - -
4.700.000 2.350.000
Panjang
Jumlah Liabilitas 4.701.263 2.359.321 (2.966.352) (5.954.882) (8.951.634)
Ekuitas
Modal Saham
Agio Saham
Agio Saham - Exercise Waran
Penghasilan Komprehensif Lain
Laba Ditahan (Defisit) - 98.737 2.716.166 6.656.273 10.970.379
Telah ditentukan penggunaannya - - - 1.182.032 1.648.842
Belum ditentukan penggunaannya - 98.737 2.716.166 5.474.241 9.321.538
Deviden - - - (1.182.032) (1.648.842)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 98.737 2.617.429 3.940.107 5.496.139 6.410.229
Jumlah Ekuitas 98.737 2.716.166 6.656.273 10.970.379 15.731.767
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 4.800.000 5.075.487 3.689.921 5.015.497 6.780.133
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 63
Page 81
8.5 Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan
Dalam melakukan Analisis Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami menggunakan
cut off date 30 September 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan Usaha.
8.6 Penetapan Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing
Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah
premium unutk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
Ke = R f + ß Rp
Di mana :
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß = risiko sistimatis
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = selisih antara Rm dengan Rf
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal studi kelayakan yang jatuh pada tanggal 30 September 2024, maka
instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang
dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor
30 tahun, yield tertimbang sebesar 6,87%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat
kembalian bebas risiko (Rf).
Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti
volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging
market).
Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per
tanggal 1 Juli 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia
adalah sekitar 6,45%. Dengan Country Default Spread sebesar 1,79%.
ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
atau IHSG). Untuk MANG kami menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang
terdapat di Bursa Efek Indonesia.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 64
Page 82
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of equity MANG, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta.
Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of
equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu
dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
βL
βu =
1 + (1-T) x DER
dimana:
T = Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER = Debt to equity ratio
βL = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar
dengan pengaruh hutang
βu = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh hutang
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian
di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh beta yang sesuai
untuk mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut :
Figur 25. Beta
Data Pembanding Ticker Beta Unleverage
PT Nusa Raya Cipta Tbk IDX:NRCA 0,78
PT Paramita Bangun Sarana Tbk IDX:PBSA 0,99
PT Total Bangun Persada Tbk IDX:TOTL 1,10
PT Indonesia Pondasi Raya Tbk IDX:IDPR 0,36
CAZ (Thailand) Public Company Limited SET:CAZ 0,78
Teka Construction Public Company Limited SET:TEKA 0,38
China Haisum Engineering Co., Ltd. SZSE:002116 1,06
Hongrun Construction Group Co., Ltd. SZSE:002062 0,47
Average 0,74
Sumber: S&P Global
Dari figur di atas, tampak bahwa rata-rata dari unlevered beta dari perusahaan yang digunakan
sebagai dasar perhitungan adalah sebesar 0,74.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 65
Page 83
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian
di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 60,10% untuk
memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
βL = 0,74 x (1 + (1-0%) x 29,15%)
βL = 0,95
Dengan demikian nilai dari beta re-levered adalah sebesar 0,95. Berdasarkan uraian di atas, maka
biaya modal ekuitas adalah :
Figur 26. Cost of Equity
Keterangan Persentase
Tingkat Bunga Bebas Risiko (Risk Free Rate) 6,87%
Risk Premium Market 6,45%
Levered Beta 0,95
CDS (Country Default Spread) 1,79%
Biaya Modal untuk Ekuitas (Cost Of Equity) 11,22%
Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow to
firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata
tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari
(investor) penyertaan.
Dalam studi kelayakan ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Persero
berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per September 2024, yaitu 9,29%.
Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak adalah
sebesar 9,41% (dengan tarif pajak 0%) dengan perhitungan sebagai berikut:
Wd = i x ((1-T))
Wd = 9,29% x (1-0%) = 9,29%
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan DER market sebesar 29,15%. Berikut adalah
perhitungan WACC.
Figur 27. Perhitungan WACC
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Source
2024 F 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F
BETA
Unleverage Beta 0,74 0,74 0,74 0,74 0,74 s&p 500
Leverage Beta Valuation
0,95 0,95 0,95 0,95 0,95
Object
COST OF EQUITY
CALCULATION
Risk Free Rate (Rf) 6,87% 6,87% 6,87% 6,87% 6,87% s&p 500
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 66
Page 84
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Source
2024 F 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F
Risk Premium Market
6,45% 6,45% 6,45% 6,45% 6,45% Damodaran
(Rpm)
β (Beta) 0,95 0,95 0,95 0,95 0,95 s&p 500
CDS 1,79% 1,79% 1,79% 1,79% 1,79% Damodaran
Cost of Equity 11,22% 11,22% 11,22% 11,22% 11,22%
COST OF DEBT
CALCULATION
Bank Interest Rate 9,29% 9,29% 9,29% 9,29% 9,29% Bank Indonesia
Tax 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Final
Cost Of Debt 9,29% 9,29% 9,29% 9,29% 9,29%
WACC
Cost Of Debt (Kd = I X (1-
9,29% 9,29% 9,29% 9,29% 9,29%
T))
Cost Of Equity (Ke = Rf +
11,22% 11,22% 11,22% 11,22% 11,22%
(Rpm) * Beta
Komposisi DER
Debt 22,57% 22,57% 22,57% 22,57% 22,57% s&p 500
Equity 77,43% 77,43% 77,43% 77,43% 77,43% s&p 500
Rata-Rata
Debt 2,10% 2,10% 2,10% 2,10% 2,10%
Equity 8,69% 8,69% 8,69% 8,69% 8,69%
WACC 10,79% 10,79% 10,79% 10,79% 10,79%
Berdasarkan perhitungan di atas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam studi kelayakan
adalah 10,79% selama masa periode proyeksi menurut kami merupakan tingkat diskonto yang
wajar.
8.7 Analisis Kelayakan Proyek
Analsia kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis
yang dilakukan MANG dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha berupa :
a. KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
b. KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
c. KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
d. KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
e. KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
f. KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 67
Page 85
Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi
dimasa mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari selisih dari Free Cash
Flow To Firm MANG sebelum penambahan, dengan Free Cash Flow To Firm setelah
penambahan. Selanjutnya dibandingkan dengan Initial investment.
Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan
asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :
▪ Net Present Value (NPV) : Rp 3.155.944.481,-
▪ Internal Rate of Return (IRR) : 22,50% (lebih tinggi dari tingkat diskonto 10,79%)
▪ Profitability Index (PI) : 1,08
▪ Payback Period (PP) : 2 Tahun 2 Bulan
Net Present Value (NPV) adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan
nilai sekarang dari arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan untuk
alokasi modal untuk menganalisis keuntungan dalam sebuah proyek yang akan dilaksanakan.
NPV positif menandakan bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah proyek atau
investasi melebihi dari proyek biaya yang dikeluarkan.
Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa NPV sebesar
Rp 3.155.944.481,-. Nilai NPV yang dihasilkan > 0 yang mana menunjukkan bahwa proyek
tersebut layak untuk direalisasikan. Dalam perhitungan NPV ini Nilai Sisa termasuk dalam
perhitungan.
Internal Rate Of Return (IRR) adalah tingkat suatu investasi di mana pada saat itu NPV adalah
nol. Suatu investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai IRR
lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan.
Analisis IRR pada studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini menunjukkan bahwa nilai
perhitungan adalah 22,50%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih
besar dibandingkan dnegan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan, yaitu sebesar
10,79% sehingga proyek tersebut Layak untuk direalisasikan. Dalam Perhitungan IRR ini Nilai Sisa
tidak masuk dalam perhitungan.
Profitability Index (PI) adalah metode penghitungan kelayakan proyek dengan membandingkan
antara jumlah present value nilai arus kas dengan nilai investasi dari proyek. Dalam Perhitungan
PI ini Nilai Sisa tidak masuk dalam perhitungan.
Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa PI > 1 yang mana
investasi dapat diterima.
Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup initial
investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan dari proyek
tersebut.
Berdasarkan perhitungan dan analisa yang diperoleh, perusahaan akan mampu mengembalikan
seluruh investasi sesudah berjalan selama 2 tahun 2 bulan.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 68
Page 86
8.8 Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru
Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitivif proyeksi kinerja proyek atas
setiap perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek.
Hasil analisis sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:
Figur 28. Analisis Sensitivitas terhadap penambahan atau Increamental Capex (Capex setelah proyek
dikurangi Capex sebelum proyek)
Scenario Perubahan Penambahan atau Increamental Capex
VARIABLE
0% 10% 75% 72% -20%
Perubahan
PenambahanC
(4.500.000.000) (4.950.000.000) (7.875.000.000) (7.737.820.085) (3.600.000.000)
apex 2024 (Okt
s/d Des)
NPV 3.155.944.481 2.717.323.749 (133.711.011) 0 4.033.185.946
Breakeven
Layak Layak Tidak Layak Layak
Kelayakan Point
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan atau increamental
Capex yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat
Penambahan atau Increamental Capex mencapai Rp. 7.737.820,085,-- atau ada kenaikan
penambahan atau increamental capex sebesar 72%, namun proyek menjadi tidak layak saat
kenaikan penambahan atau increamental capex diatas 72% , dengan catatan variable lain tetap
(ceteris paribus).
Figur 29. Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan Laba Bersih (Laba Bersih setelah
proyek dikurangi Laba Bersih sebelum proyek)
Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental Laba Bersih
VARIABLE
0% -10% -20% -23% -25%
2024 98.737.241 88.863.517 78.989.793 75.850.067 74.052.931
2025 2.617.428.977 2.355.686.079 2.093.943.182 2.010.712.087 1.963.071.733
2026 3.940.106.531 3.546.095.878 3.152.085.225 3.026.794.574 2.955.079.898
2027 5.496.138.502 4.946.524.652 4.396.910.802 4.222.140.204 4.122.103.877
2028 6.410.229.464 5.769.206.517 5.128.183.571 4.924.345.980 4.807.672.098
NPV 3.155.944.481 1.794.442.821 432.941.161 0 (247.809.669)
Breakeven
Kelayakan Layak Layak Layak Tidak Layak
Point
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Laba Bersih yang
memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penambahan atau
Incremental Laba Bersih mengalami penurunan maksimal sebesar 23%, dan proyek menjadi tidak
layak saat penurunan perubahan laba bersih melampaui 23%, dengan catatan variable lain tetap
(ceteris paribus).
Figur 30. Analisis Sensitivitas terhadap Pendapatan setelah Penambahan Usaha
Scenario Perubahan Pendapatan setelah penambahan usaha
0% -0,5% -5% -0,4064% 1%
2024 80.799.142.474 80.395.146.762 76.759.185.350 80.470.764.083 81.607.133.899
2025 202.500.000.000 201.487.500.000 192.375.000.000 201.677.013.243 204.525.000.000
2026 212.031.125.000 210.970.969.375 201.429.568.750 211.169.402.492 214.151.436.250
2027 238.770.700.000 237.576.846.500 226.832.165.000 237.800.304.326 241.158.407.000
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 69
Page 87
Scenario Perubahan Pendapatan setelah penambahan usaha
2028 278.348.625.000 276.956.881.875 264.431.193.750 277.217.379.409 281.132.111.250
NPV 3.155.944.481 (726.734.991) (35.670.850.239) (0) 10.921.303.425
Kelayakan Layak Tidak Layak Tidak Layak Breakeven Point Layak
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Pendapatan setelah
Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven
saat Pendapatan setelah Penambahan Usaha mengalami penurunan maksimal sebesar 0,4064%,
dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan Pendapatan setelah Penambahan
Usaha melampaui 0,4064%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus). Variable ini harus
sangat mendapat perhatian karena sangat sensitif, kondisi berubah turun sedikit saja menjadi tidak
layak dan berubah sedikit kenaikan memberikan NPV yang meningkat jauh dari sebelumnya. Saat
1% saja ada kenaikan Pendapatan maka NPV menjadi berubah banyak dari sekitar Rp. 3 Milyar
menjadi Rp. 10,9 Milyar.
8.9 Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan oleh MANG layak untuk dilaksanakan.
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK 70
Page 88
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN TANPA PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 10.265.293 20.057.971 17.976.468 17.079.127 13.264.648
Piutang Usaha 19.570.218 22.570.218 25.570.218 28.570.218 29.570.218
Piutang Lain-lain 6.832.025 - - - -
Persediaan 271.673 321.673 371.673 421.673 471.673
Proyek dalam Pelaksanaan 36.926.933 41.926.933 46.926.933 51.926.933 61.926.933
Pajak Dibayar Dimuka - - - - -
Uang Muka Pembelian 75.298.027 97.298.027 102.298.027 107.298.027 117.298.027
Beban yang Ditangguhkan - - - - -
Jumlah Aset Lancar 149.164.169 182.174.821 193.143.319 205.295.977 222.531.499
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih 30.771.975 34.617.580 37.694.064 40.155.251 42.124.201
Aset Tidak Lancar Lainnya 440.337 450.337 460.337 475.337 490.337
Aset Pajak Tangguhan - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 31.212.312 35.067.917 38.154.401 40.630.588 42.614.538
Jumlah Aset 180.376.481 217.242.739 231.297.720 245.926.566 265.146.037
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank 22.445.160 18.445.160 16.445.160 14.445.160 12.445.160
Utang Usaha 2.000.000 4.000.000 7.000.000 10.000.000 13.000.000
Utang Lainnya 25.000 50.000 75.000 100.000 125.000
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang 1.391.747 695.874 - - -
Utang Pajak 3.078.647 263.555 505.160 654.105 838.219
Biaya yang Masih Harus Dibayar 350.000 362.250 374.929 388.051 401.633
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 29.290.554 23.816.838 24.400.249 25.587.316 26.810.012
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 2.033.116 2.395.366 2.770.295 3.158.346 3.559.979
Liabilitas Pajak Tangguhan 1.689.975 1.610.280 1.527.796 1.442.425 1.354.065
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi Bagian Lancar 2.441.054 1.220.527 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6.164.145 5.226.173 4.298.091 4.600.771 4.914.045
Jumlah Liabilitas 35.454.700 29.043.012 28.698.340 30.188.087 31.724.057
Ekuitas
Modal Saham 76.250.000 80.825.000 80.825.000 80.825.000 80.825.000
Agio Saham 58.140.382 58.140.382 58.140.382 58.140.382 58.140.382
Agio Saham - Exercise Waran - 24.018.750 24.018.750 24.018.750 24.018.750
Penghasilan Komprehensif Lain 16.635.577 16.635.577 16.635.577 16.635.577 16.635.577
Laba Ditahan (Defisit) (6.245.101) (6.104.177) 8.580.018 22.979.672 36.118.770
Telah ditentukan penggunaannya - - - 4.319.896 5.237.698
Belum ditentukan penggunaannya - (6.104.177) 8.580.018 18.659.776 30.881.072
Deviden - - - (4.319.896) (5.237.698)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 140.924 14.684.195 14.399.654 17.458.994 22.921.200
Jumlah Ekuitas 144.921.781 188.199.727 202.599.380 215.738.478 233.421.980
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 180.376.481 217.242.739 231.297.720 245.926.566 265.146.037
Page 89
PT. MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI PROFIT AND LOSS TANPA PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
DESKRIPSI
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Pendapatan Usaha :
Proyek Konstruksi Jalan 14.055.427 85.000.000 61.020.750 70.478.100 84.766.500
Proyek Konstruksi Gedung 55.243.716 83.000.000 101.010.375 109.292.600 126.182.125
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix 10.000.000 10.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000
Jumlah pendapatan Usaha 79.299.142 178.000.000 182.031.125 204.770.700 240.948.625
Beban Pokok Pendapatan :
Proyek Konstruksi Jalan 11.244.341 68.000.000 48.816.600 56.382.480 67.813.200
Proyek Konstruksi Gedung 44.194.973 66.400.000 80.808.300 87.434.080 100.945.700
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix 8.000.000 8.000.000 16.000.000 20.000.000 24.000.000
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 63.439.314 142.400.000 145.624.900 163.816.560 192.758.900
Laba Bruto 15.859.828 35.600.000 36.406.225 40.954.140 48.189.725
Beban Operasional :
Beban Penjualan
Biaya Promosi 260.000 269.100 278.519 288.267 298.356
Jumlah Beban Penjualan 260.000 269.100 278.519 288.267 298.356
Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap 5.350.000 6.154.395 6.923.516 7.538.813 8.031.050
Biaya Imbalan Pasca Kerja 350.000 362.250 374.929 388.051 401.633
Gaji dan Tunjangan 4.200.000 4.347.000 4.499.145 4.656.615 4.819.597
Biaya Keperluan Kantor 460.000 476.100 492.764 510.010 527.861
Biaya Pengembangan 1.100.000 1.138.500 1.178.348 1.219.590 1.262.275
Biaya Representasi 50.000 51.750 53.561 55.436 57.376
Biaya Konsultan 525.000 543.375 562.393 582.077 602.450
Biaya Perjalanan Dinas 200.000 207.000 214.245 221.744 229.505
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi 180.000 186.300 192.821 199.569 206.554
Biaya Perawatan aset kantor 110.000 113.850 117.835 121.959 126.228
Biaya Asuransi - 178.000 362.230 552.908 750.260
Lainnya 240.000 248.400 257.094 266.092 275.406
Jumlah Biaya Administrasi dan Umum 12.765.000 14.006.920 15.228.879 16.312.864 17.290.193
Jumlah Beban Operasional 13.025.000 14.276.020 15.507.398 16.601.131 17.588.549
Pendapatan Lain-lain
Pendapatan Bunga Jasa Giro & Tabungan 12.652 13.284 13.949 14.646 15.378
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya 13.729 14.415 15.136 15.893 16.687
Jumlah Pendapatan lain-lain 26.381 27.700 29.085 30.539 32.066
Beban Lain-lain
Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan 2.530 2.657 2.790 2.929 3.076
Biaya Diluar Usaha Lainnya 67.140 - - - -
Jumlah Beban Lain-Lain 69.670 2.657 2.790 2.929 3.076
Laba Usaha 2.791.539 21.349.023 20.925.122 24.380.619 30.630.166
Beban Keuangan 2.468.968 2.028.968 1.808.968 1.588.968 1.368.968
Laba Sebelum Pajak 322.571 19.320.055 19.116.154 22.791.651 29.261.198
Pajak penghasilan final atas jasa konstruksi 180.000 4.452.000 4.293.825 4.763.924 5.590.139
Pajak Penghasilan Kini 78.647 263.555 505.160 654.105 838.219
Pajak Tangguhan 77.000 79.695 82.484 85.371 88.359
Laba Bersih 140.924 14.684.195 14.399.654 17.458.994 22.921.200
Page 90
PT. MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS TANPA PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
DESKRIPSI
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan dari Pelanggan 79.325.523 178.027.700 182.060.210 204.801.239 240.980.691
Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga (142.792.341) (175.460.000) (158.684.900) (176.881.560) (213.823.900)
Pembayaran kepada Karyawan dan Direksi (4.730.765) (4.334.750) (4.486.466) (4.643.493) (4.806.015)
Pembayaran Beban Operasional Lainnya (3.194.670) (3.415.032) (3.712.598) (4.020.581) (4.339.345)
Pembayaran Lainnya - - - - -
Penerimaan Lainnya - - - - -
Pembayaran Beban Pinjaman (2.468.968) (2.028.968) (1.808.968) (1.588.968) (1.368.968)
Pembayaran Pajak (487.916) (4.530.647) (4.557.380) (5.269.084) (6.244.244)
Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)
(74.349.136) (11.741.697) 8.809.898 12.397.554 10.398.220
Aktivitas Operasi
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Piutang Lain-Lain 2.000.000 6.832.025 - - -
Perolehan Aset Tetap (2.500.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000)
Aset Tidak Lancar Lainnya 28.684 - - - -
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (471.316) (3.167.975) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Pinjaman - (5.916.401) (3.916.401) (2.000.000) (2.000.000)
Penerimaan Pinjaman 5.857.801 2.025.000 3.025.000 3.025.000 3.025.000
Pembayaran Sewa Pembiayaan - - - - -
Penerimaan Sewa Pembiayaan - - - - -
Modal Disetor 15.250.000 4.575.000 - - -
Tambahan Modal Disetor 58.140.382 - - - -
Tambahan Modal Disetor - Exercise Waran - 24.018.750 - - -
Deviden - - - (4.319.896) (5.237.698)
Penambahan Beban yang Ditangguhkan 2.579.475 - - - -
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
81.827.658 24.702.349 (891.401) (3.294.896) (4.212.698)
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 7.007.205 9.792.677 (2.081.502) (897.342) (3.814.478)
Kas dan Setara Kas Awal Periode 3.258.088 10.265.293 20.057.971 17.976.468 17.079.127
Kas dan Setara Kas Akhir Periode 10.265.293 20.057.971 17.976.468 17.079.127 13.264.648
Page 91
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
DESKRIPSI
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 10.565.293 21.533.458 18.786.389 19.790.624 18.201.581
Piutang Usaha 19.570.218 22.570.218 25.570.218 28.570.218 29.570.218
Piutang Lain-lain 6.832.025 - - - -
Persediaan 271.673 321.673 371.673 421.673 471.673
Proyek dalam Pelaksanaan 36.926.933 41.926.933 46.926.933 51.926.933 61.926.933
Pajak Dibayar Dimuka - - - - -
Uang Muka Pembelian 75.298.027 97.298.027 102.298.027 107.298.027 117.298.027
Beban yang Ditangguhkan - - - - -
Jumlah Aset Lancar 149.464.169 183.650.308 193.953.240 208.007.474 227.468.432
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih 35.271.975 38.217.580 40.574.064 42.459.251 43.967.401
Aset Tidak Lancar Lainnya 440.337 450.337 460.337 475.337 490.337
Aset Pajak Tangguhan - - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 35.712.312 38.667.917 41.034.401 42.934.588 44.457.738
Jumlah Aset 185.176.481 222.318.226 234.987.641 250.942.063 271.926.170
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank 22.445.160 18.445.160 14.445.160 10.445.160 6.445.160
Utang Usaha 2.000.000 4.000.000 6.000.000 8.000.000 10.000.000
Utang Lainnya 25.000 50.000 75.000 100.000 125.000
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang 1.391.747 695.874 - - -
Utang Pajak 3.079.910 272.876 538.808 699.223 886.585
Biaya yang Masih Harus Dibayar 350.000 362.250 374.929 388.051 401.633
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 29.291.817 23.826.159 21.433.897 19.632.434 17.858.378
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 2.033.116 2.395.366 2.770.295 3.158.346 3.559.979
Liabilitas Pajak Tangguhan 1.689.975 1.610.280 1.527.796 1.442.425 1.354.065
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian Lancar 7.141.054 3.570.527 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 10.864.145 7.576.173 4.298.091 4.600.771 4.914.045
Jumlah Liabilitas 40.155.962 31.402.333 25.731.988 24.233.205 22.772.423
Ekuitas
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 20 Per Saham
Per 31 Desember 2023 hingga 31 Desember 2028
dan Nilai Nominal Rp1.000.000 Per Saham Per 31
Desember 2022 dan 31 Desember 2021 76.250.000 80.825.000 80.825.000 80.825.000 80.825.000
Modal Dasar - 12.200.000.000 Lembar Saham Per
31 Desember 2023 hingga 31 Desember 2028,
244.000 Lembar Saham Per 31 Desember 2022
dan 2.000 Lembar Saham Per 31 Desember 2021 - - - - -
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh -
4.041.250.000 Lembar Saham Per 31 Desember
2025 hingga 31 Desember 2028, 3.812.500.000
Lembar Saham Per 31 Desember 2023 hingga 31
Desember 2024, 61.000 Lembar Saham Per 31
Desember 2022 dan 1.500 Lembar Saham Tanggal
31 Desember 2021 - - - - -
Agio Saham 58.140.382 58.140.382 58.140.382 58.140.382 58.140.382
Agio Saham - Exercise Waran - 24.018.750 24.018.750 24.018.750 24.018.750
Penghasilan Komprehensif Lain 16.635.577 16.635.577 16.635.577 16.635.577 16.635.577
Laba Ditahan (Defisit) (6.245.101) (6.005.440) 11.296.185 29.635.945 47.089.149
Telah ditentukan penggunaannya - - - 5.501.928 6.886.540
Belum ditentukan penggunaannya - (6.005.440) 11.296.185 24.134.017 40.202.610
Deviden - - - (5.501.928) (6.886.540)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 239.662 17.301.624 18.339.760 22.955.133 29.331.429
Jumlah Ekuitas 145.020.519 190.915.893 209.255.653 226.708.858 249.153.747
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 185.176.481 222.318.226 234.987.641 250.942.063 271.926.170
Page 92
PT. MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI PROFIT AND LOSS PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
DESKRIPSI
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Pendapatan Usaha :
Proyek Konstruksi Jalan 14.055.427 75.000.000 91.020.750 104.478.100 122.166.500
Proyek Konstruksi Gedung 56.743.716 117.500.000 101.010.375 109.292.600 126.182.125
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix 10.000.000 10.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000
Jumlah pendapatan Usaha 80.799.142 202.500.000 212.031.125 238.770.700 278.348.625
Beban Pokok Pendapatan :
Proyek Konstruksi Jalan 11.244.341 60.000.000 72.816.600 83.582.480 97.733.200
Proyek Konstruksi Gedung 45.394.973 94.000.000 80.808.300 87.434.080 100.945.700
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix 8.000.000 8.000.000 16.000.000 20.000.000 24.000.000
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 64.639.314 162.000.000 169.624.900 191.016.560 222.678.900
LABA BRUTO 16.159.828 40.500.000 42.406.225 47.754.140 55.669.725
Beban Operasional :
Beban Penjualan
Biaya Promosi 260.000 269.100 278.519 288.267 298.356
Jumlah Beban Penjualan 260.000 269.100 278.519 288.267 298.356
Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap 5.350.000 7.054.395 7.643.516 8.114.813 8.491.850
Biaya Imbalan Pasca Kerja 350.000 362.250 374.929 388.051 401.633
Gaji dan Tunjangan 4.200.000 4.347.000 4.499.145 4.656.615 4.819.597
Biaya Keperluan Kantor 460.000 476.100 492.764 510.010 527.861
Biaya Pengembangan 1.300.000 1.345.500 1.392.593 1.441.333 1.491.780
Biaya Representasi 50.000 51.750 53.561 55.436 57.376
Biaya Konsultan 525.000 543.375 562.393 582.077 602.450
Biaya Perjalanan Dinas 200.000 207.000 214.245 221.744 229.505
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi 180.000 186.300 192.821 199.569 206.554
Biaya Perawatan aset kantor 110.000 113.850 117.835 121.959 126.228
Biaya Asuransi - 178.000 362.230 552.908 750.260
Lainnya 240.000 248.400 257.094 266.092 275.406
Jumlah Biaya Administrasi dan Umum 12.965.000 15.113.920 16.163.124 17.110.608 17.980.498
Jumlah Beban Operasional 13.225.000 15.383.020 16.441.643 17.398.874 18.278.854
Pendapatan Lain-lain
Pendapatan Bunga Jasa Giro & Tabungan 12.652 13.284 13.949 14.646 15.378
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya 13.729 14.415 15.136 15.893 16.687
Jumlah Pendapatan lain-lain 26.381 27.700 29.085 30.539 32.066
Beban Lain-lain
Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan 2.530 2.657 2.790 2.929 3.076
Biaya Diluar Usaha Lainnya 67.140 - - - -
Jumlah Beban Lain-Lain 69.670 2.657 2.790 2.929 3.076
Laba Usaha 2.891.539 25.142.023 25.990.877 30.382.875 37.419.861
Beban Keuangan 2.468.968 2.545.968 2.105.968 1.148.968 708.968
Laba Sebelum Pajak 422.571 22.596.055 23.884.909 29.233.908 36.710.894
Pajak penghasilan final atas jasa konstruksi 180.000 5.101.250 5.088.825 5.664.924 6.581.239
Pajak Penghasilan Kini 79.910 272.876 538.808 699.223 886.585
Pajak Tangguhan 77.000 79.695 82.484 85.371 88.359
Laba Bersih 239.662 17.301.624 18.339.760 22.955.133 29.331.429
Page 93
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
DESKRIPSI
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan dari Pelanggan 80.825.523 202.527.700 212.060.210 238.801.239 278.380.691
Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga (143.992.341) (195.060.000) (182.684.900) (204.081.560) (243.743.900)
Pembayaran kepada Karyawan dan Direksi (4.730.765) (4.334.750) (4.486.466) (4.643.493) (4.806.015)
Pembayaran Beban Operasional Lainnya (3.394.670) (3.622.032) (3.926.843) (4.242.324) (4.568.849)
Pembayaran Lainnya - - - - -
Penerimaan Lainnya - - - - -
Pembayaran Beban Pinjaman (2.468.968) (2.545.968) (2.105.968) (1.148.968) (708.968)
Pembayaran Pajak (487.916) (5.181.160) (5.361.701) (6.203.732) (7.280.462)
Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)
(74.249.136) (8.216.209) 13.494.332 18.481.162 17.272.497
Aktivitas Operasi
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Piutang Lain-Lain 2.000.000 6.832.025 - - -
Perolehan Aset Tetap (7.000.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000)
Aset Tidak Lancar Lainnya 28.684 - - - -
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (4.971.316) (3.167.975) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan - - - - -
Pembayaran Pinjaman - (8.266.401) (8.266.401) (4.000.000) (4.000.000)
Penerimaan Pinjaman 10.557.801 2.025.000 2.025.000 2.025.000 2.025.000
Pembayaran Sewa Pembiayaan - - - - -
Penerimaan Sewa Pembiayaan - - - - -
Modal Disetor 15.250.000 4.575.000 - - -
Tambahan Modal Disetor 58.140.382 - - - -
Tambahan Modal Disetor - Exercise Waran - 24.018.750 - - -
Deviden - - - (5.501.928) (6.886.540)
Penambahan Beban yang Ditangguhkan 2.579.475 - - - -
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
86.527.658 22.352.349 (6.241.401) (7.476.928) (8.861.540)
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 7.307.205 10.968.165 (2.747.068) 1.004.234 (1.589.042)
Kas dan Setara Kas Awal Periode 3.258.088 10.565.293 21.533.458 18.786.389 19.790.624
Kas dan Setara Kas Akhir Periode 10.565.293 21.533.458 18.786.389 19.790.624 18.201.581
Page 94
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
INCREMENTAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
DESKRIPSI
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 300.000 1.475.487 809.921 2.711.497 4.936.933
Piutang Usaha 0 0 0 0 0
Piutang Lain-lain 0 0 0 0 0
Persediaan 0 0 0 0 0
Proyek dalam Pelaksanaan 0 0 0 0 0
Pajak Dibayar Dimuka 0 0 0 0 0
Uang Muka Pembelian 0 0 0 0 0
Beban yang Ditangguhkan 0 0 0 0 0
Jumlah Aset Lancar 300.000 1.475.487 809.921 2.711.497 4.936.933
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih 4.500.000 3.600.000 2.880.000 2.304.000 1.843.200
Aset Tidak Lancar Lainnya 0 0 0 0 0
Aset Pajak Tangguhan 0 0 0 0 0
Jumlah Aset Tidak Lancar 4.500.000 3.600.000 2.880.000 2.304.000 1.843.200
Jumlah Aset 4.800.000 5.075.487 3.689.921 5.015.497 6.780.133
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank 0 0 (2.000.000) (4.000.000) (6.000.000)
Utang Usaha 0 0 (1.000.000) (2.000.000) (3.000.000)
Utang Lainnya 0 0 0 0 0
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang 0 0 0 0 0
Utang Pajak 1.263 9.321 33.648 45.118 48.366
Biaya yang Masih Harus Dibayar 0 0 0 0 0
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.263 9.321 (2.966.352) (5.954.882) (8.951.634)
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 0 0 0 0 0
Liabilitas Pajak Tangguhan 0 0 0 0 0
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi Bagian
Lancar 4.700.000 2.350.000 0 0 0
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.700.000 2.350.000 0 0 0
Jumlah Liabilitas 4.701.263 2.359.321 (2.966.352) (5.954.882) (8.951.634)
Ekuitas
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 20 Per Saham Per 31
Desember 2023 hingga 31 Desember 2028 dan Nilai
Nominal Rp1.000.000 Per Saham Per 31 Desember
2022 dan 31 Desember 2021 0 0 0 0 0
Modal Dasar - 12.200.000.000 Lembar Saham Per 31
Desember 2023 hingga 31 Desember 2028, 244.000
Lembar Saham Per 31 Desember 2022 dan 2.000
Lembar Saham Per 31 Desember 2021 0 0 0 0 0
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - 4.041.250.000
Lembar Saham Per 31 Desember 2025 hingga 31
Desember 2028, 3.812.500.000 Lembar Saham Per 31
Desember 2023 hingga 31 Desember 2024, 61.000
Lembar Saham Per 31 Desember 2022 dan 1.500
Lembar Saham Tanggal 31 Desember 2021 0 0 0 0 0
Agio Saham 0 0 0 0 0
Agio Saham - Exercise Waran 0 0 0 0 0
Penghasilan Komprehensif Lain 0 0 0 0 0
Laba Ditahan (Defisit) 0 98.737 2.716.166 6.656.273 10.970.379
Telah ditentukan penggunaannya 0 0 0 1.182.032 1.648.842
Belum ditentukan penggunaannya 0 98.737 2.716.166 5.474.241 9.321.538
Deviden 0 0 0 (1.182.032) (1.648.842)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 98.737 2.617.429 3.940.107 5.496.139 6.410.229
Jumlah Ekuitas 98.737 2.716.166 6.656.273 10.970.379 15.731.767
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 4.800.000 5.075.487 3.689.921 5.015.497 6.780.133
Page 95
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
INCREMENTAL LAPORAN LABA RUGI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
DESKRIPSI
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Pendapatan Usaha :
Proyek Konstruksi Jalan - (10.000.000) 30.000.000 34.000.000 37.400.000
Proyek Konstruksi Gedung 1.500.000 34.500.000 - - -
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix - - - - -
Jumlah pendapatan Usaha 1.500.000 24.500.000 30.000.000 34.000.000 37.400.000
Beban Pokok Pendapatan :
Proyek Konstruksi Jalan - (8.000.000) 24.000.000 27.200.000 29.920.000
Proyek Konstruksi Gedung 1.200.000 27.600.000 - - -
Aspal Hotmix dan Beton Ready Mix - - - - -
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 1.200.000 19.600.000 24.000.000 27.200.000 29.920.000
Laba Bruto 300.000 4.900.000 6.000.000 6.800.000 7.480.000
Beban Operasional :
Beban Penjualan
Biaya Promosi - - - - 298.356
Jumlah Beban Penjualan - - - - 298.356
Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap - 900.000 720.000 576.000 460.800
Biaya Imbalan Pasca Kerja - - - - -
Gaji dan Tunjangan - - - - -
Biaya Keperluan Kantor - - - - -
Biaya Pengembangan 200.000 207.000 214.245 221.744 229.505
Biaya Representasi - - - - -
Biaya Konsultan - - - - -
Biaya Perjalanan Dinas - - - - -
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi - - - - -
Biaya Perawatan aset kantor - - - - -
Biaya Asuransi - - - - -
Lainnya - - - - -
Jumlah Biaya Administrasi dan Umum 200.000 1.107.000 934.245 797.744 690.305
Jumlah Beban Operasional 200.000 1.107.000 934.245 797.744 988.661
Pendapatan Lain-lain
Pendapatan Bunga Jasa Giro & Tabungan - - - - -
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya - - - - -
Jumlah Pendapatan lain-lain - - - - -
Beban Lain-lain
Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan - - - - -
Biaya Diluar Usaha Lainnya - - - - -
Jumlah Beban Lain-Lain - - - - -
Laba Sebelum Beban Keuangan dan Pajak Penghasilan 100.000 3.793.000 5.065.755 6.002.256 6.491.339
Beban Keuangan - 517.000 297.000 (440.000) (660.000)
Laba Sebelum Pajak 100.000 3.276.000 4.768.755 6.442.256 7.151.339
Pajak penghasilan final atas jasa konstruksi - 649.250 795.000 901.000 991.100
Pajak Penghasilan Kini 1.263 9.321 33.648 45.118 48.366
Pajak Tangguhan - - - - -
Laba Bersih 98.737 2.617.429 3.940.107 5.496.139 6.111.873
Page 96
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
INCREMENTAL PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
DESKRIPSI
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan dari Pelanggan 1.500.000 24.500.000 30.000.000 34.000.000 37.400.000
Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga (1.200.000) (19.600.000) (24.000.000) (27.200.000) (29.920.000)
Pembayaran kepada Karyawan dan Direksi - - - - -
Pembayaran Beban Operasional Lainnya (200.000) (207.000) (214.245) (221.744) (229.505)
Pembayaran Lainnya - - - - -
Penerimaan Lainnya - - - - -
Pembayaran Beban Pinjaman - (517.000) (297.000) 440.000 660.000
Pembayaran Pajak - (650.513) (804.321) (934.648) (1.036.218)
Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)
100.000 3.525.487 4.684.434 6.083.608 6.874.277
Aktivitas Operasi
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Piutang Lain-Lain - - - - -
Perolehan Aset Tetap (4.500.000) - - - -
Aset Tidak Lancar Lainnya - - - - -
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (4.500.000) - - - -
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Pinjaman - (2.350.000) (4.350.000) (2.000.000) (2.000.000)
Penerimaan Pinjaman 4.700.000 - (1.000.000) (1.000.000) (1.000.000)
Pembayaran Sewa Pembiayaan - - - - -
Penerimaan Sewa Pembiayaan - - - - -
Modal Disetor - - - - -
Tambahan Modal Disetor - - - - -
Tambahan Modal Disetor - Exercise Waran - - - - -
Deviden - - - (1.182.032) (1.648.842)
Penambahan Beban yang Ditangguhkan - - - - -
Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
4.700.000 (2.350.000) (5.350.000) (4.182.032) (4.648.842)
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 300.000 1.175.487 (665.566) 1.901.576 2.225.436
Kas dan Setara Kas Awal Periode - 300.000 1.475.487 809.921 2.711.497
Kas dan Setara Kas Akhir Periode 300.000 1.475.487 809.921 2.711.497 4.936.933
Page 97
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
FREE CASH FLOW TO FIRM TANPA PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Analisa Discounted Cash Flow
30 September 2024
31 Januari 2025 - 31 Januari 2026 - 31 Januari 2027 - 31 Januari 2028 -
Deskripsi - 31 Desember
31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
2024
Kas Masuk :
(+) Laba Bersih 140.924 14.684.195 14.399.654 17.458.994 22.921.200
(+) Depresiasi 5.350.000 6.154.395 6.923.516 7.538.813 8.031.050
(+) Bunga setelah pajak 2.468.968 2.028.968 1.808.968 1.588.968 1.368.968
Total Kas Masuk 7.959.892 22.867.558 23.132.137 26.586.774 32.321.218
Kas Keluar
(-) Capex (2.500.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000)
(+/-) Perputaran Modal kerja (1.061.354) (38.484.368) (10.385.087) (10.965.591) (16.012.826)
Total kas Keluar (3.561.354) (48.484.368) (20.385.087) (20.965.591) (26.012.826)
Free Cash Flow to Firm 4.398.538 (25.616.810) 2.747.050 5.621.184 6.308.392
Page 98
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
FREE CASH FLOW TO FIRM PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Analisa Discounted Cash Flow
30 September 2024 - 31 Januari 2025 - 31 Januari 2026 - 31 Januari 2027 - 31 Januari 2028 -
Deskripsi
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Kas Masuk :
(+) Laba Bersih 239.662 17.301.624 18.339.760 22.955.133 29.331.429
(+) Depresiasi 5.350.000 7.054.395 7.643.516 8.114.813 8.491.850
(+) Bunga setelah pajak 2.468.968 2.545.968 2.105.968 1.148.968 708.968
Total Kas Masuk 8.058.629 26.901.987 28.089.244 32.218.913 38.532.247
Kas Keluar
(-) Capex (7.000.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000) (10.000.000)
(+/-) Perputaran Modal kerja (1.360.092) (39.651.797) (12.695.194) (15.855.697) (21.235.014)
Total kas Keluar (8.360.092) (49.651.797) (22.695.194) (25.855.697) (31.235.014)
Free Cash Flow to Firm (301.462) (22.749.810) 5.394.050 6.363.216 7.297.234
Page 99
PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK.
ANALISA INCREMENTAL KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI
(Disajikan dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2024 - 31 Januari 2025 - 31 Januari 2026 - 31 Januari 2027 - 31 Januari 2028 -
Deskripsi
31 Desember 2024 31 Desember 2025 31 Desember 2026 31 Desember 2027 31 Desember 2028
Kas Masuk :
(+) Laba Bersih 98.737 2.617.429 3.940.107 5.496.139 6.410.229
(+) Depresiasi - 900.000 720.000 576.000 460.800
(+) Bunga setelah pajak - 517.000 297.000 (440.000) (660.000)
Total Kas Masuk 98.737 4.034.429 4.957.107 5.632.139 6.211.029
Kas Keluar
(-) Capex (4.500.000) - - - -
(+/-) Perputaran Modal kerja (298.737) (1.167.429) (2.310.107) (4.890.107) (5.222.188)
Total kas Keluar (4.798.737) (1.167.429) (2.310.107) (4.890.107) (5.222.188)
Free Cash Flow to Firm (4.700.000) 2.867.000 2.647.000 742.032 988.842
30/09/2024 31/12/2025 31/12/2026 31/12/2027 31/12/2028
Tahun Proyeksi 0,25 1,25 2,25 3,25 4,25
WACC 10,79% 10,79% 10,79% 10,79% 10,79%
0,9747 0,8798 0,7941 0,7168 0,6470
Nilai Sisa 3.000.000
0,00% 0,25 1,25 2,25 3,25 4,25
Present Value Free Cash Flow to Firm Rp.000,- (4.581.150) 2.522.382 2.102.053 531.886 2.580.772
(4.581.150) (2.058.768) 43.286 575.172 3.155.944
Net Present Value Rp.000,- 3.155.944
Internal Rate of Return 22,50%
Profitability Index 1,08
Payback Period 2,23
Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan
p.6 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi
p.6 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.6 ×5
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi Dan Rekan Dengan Kualifikasi Sebagai
p.6
unresolved
org
KJPP Tobing Panuturi dan Rekan
p.6 ×2
unresolved
org
KJPP Tobing Panuturi
p.6 ×4
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.6
unresolved
org
KJPP TOPAZ
p.10
unresolved
person
Akta Notaris Ny. Esther Sulaiman
p.18 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.18 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.18
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.18
unresolved
org
Bapepam-LK
p.18 ×2
unresolved
org
Identitas Konsultan KJPP Tobing Panuturi & Rekan
p.19
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.19
unresolved
org
KJPP Tobing Panuturi & Rekan
p.19
unresolved
person
Lie Kurniawan
· Direktur
p.22
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Kumalahadi
p.22 ×4
unresolved
org
Sugeng Pamudji dan Rekan
p.22 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana dan Rekan
p.23
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana
p.23 ×2
unresolved
person
Satria Rukmana
p.23
unresolved
org
Bank Indonesia
p.23 ×27
unresolved
person
Esther Mercia Sulaiman
p.27 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.27
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor C
p.27
unresolved
person
Rini Yulianti
p.27 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.27 ×4
unresolved
org
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK
p.29
unresolved
org
Sugeng Pamudji & Rekan
p.31
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana & Rekan
p.31
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Johannes Juara & Rekan
p.31
unresolved
org
Jan-Sept Limited
p.31 ×11
unresolved
org
Kota Nusantara
p.43 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia Figur
p.47
unresolved
org
Bank STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI
p.47
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.51 ×2
unresolved
org
Kementerian PUPR
p.51
unresolved
org
SAR Nasional
p.63
unresolved
person
Deddy Handoko
p.67
unresolved
org
PT Mitra Bangun
p.69
unresolved
org
PT Arta Glory Buana
p.69
unresolved
org
Dharma Bersaudara Tbk
p.69 ×2
unresolved
org
Dharmi Bersaudara Tbk
p.69 ×2
unresolved
org
PT Cygnus Travel
p.69
unresolved
org
PT Versailes Indomitrra Utama
p.69
unresolved
org
DER
p.82
unresolved
org
Teka Construction Public Company Limited
p.82
unresolved
org
China Haisum Engineering Co., Ltd.
p.82
unresolved
org
Hongrun Construction Group Co., Ltd.
p.82
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
10463 ms
12 Sep 2026 22:54
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}