Skip to content
Back to announcement

20250131_BMHS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31848647_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review BMHS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 109

Page 1
No. : 00004/2.0162-00/BS/10/0382/1/I/2025                                  17 Januari 2025



Kepada Yth.

PT BUNDAMEDIK Tbk
Jl. Teuku Cik Ditro No. 28, Menteng
Jakarta Pusat 10350

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 99,99% Saham PT Medika Sejahtera Bersama


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Bundamedik Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas nilai pasar 99,99% saham PT Medika Sejahtera Bersama (selanjutnya disebut “MSB”).
Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/240912-001 tanggal
12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 99,99% saham MSB
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Juli 2024.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang pengelolaan rumah sakit.
Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1978. Perseroan berdomisili
di Jalan Teuku Cik Ditro Nomor 28, Menteng, Jakarta Pusat 10350, dengan nomor telepon:
(021) 3192 3344, nomor faksimile: (021) 3190 5915, dan email: corsec@bmhs.co.id.
Page 2
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Juli 2024, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MSB dengan struktur kepemilikan
sebagai berikut:


                                         Perseroan


                                              47,25%


                                             MI


                                              99,99%


                                            MSB



MI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, MI dapat melaksanakan kegiatan usaha
aktivitas kehumasan dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

MSB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas rumah sakit swasta. MSB
mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura Tegalsari.

Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak
sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pencapaian tujuan
pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan angka kematian dan peningkatan
keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti
memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.

Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak tersebut,
Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya Jinxin Life Asia Healthcare
Investment Group Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “JLAH”) sebagai investor MI. Perseroan
mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang strategis dengan JLAH dengan
memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama
menggali potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek
pasar dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi
Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.




                                             ii
Page 3
Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk melakukan
akuisisi atas 99,99% saham MSB dari MI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”). Setelah
Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
pada masa yang akan datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja
keuangannya sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi
pasar MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
akan datang.

Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan memiliki
pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang
lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan mengharapkan
dapat menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan
rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
Perseroan di masa yang akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak
    sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pencapaian tujuan
    pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan angka kematian dan
    peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu
    dan anak, seperti memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.

    Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak tersebut,
    Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya JLAH sebagai investor MI.
    Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang strategis dengan JLAH dengan
    memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama
    menggali potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki
    prospek pasar dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya
    populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk melakukan
    Rencana Transaksi. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan prospek usaha
    industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan datang, Perseroan mengharapkan
    MSB dapat meningkatkan kinerja keuangannya sehingga Perseroan dapat
    memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar MSB untuk meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.




                                            iii
Page 4
•   Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan
    memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan mengharapkan dapat
    mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang
    lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan
    mengharapkan dapat menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu
    bersaing dengan rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat
    meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah
    bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat MSB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham MSB bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa MSB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Juli 2024.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.




                                            iv
Page 5
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MSB ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan MSB. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/240912-001 tanggal 12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.


TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Juli 2024.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan MSB yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan MSB
untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 yang menjadi dasar
penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 99,99% saham PT Medika Sejahtera Bersama ini merupakan laporan
terinci.




                                             v
Page 6
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Juli 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 99,99%
saham PT Medika Sejahtera Bersama tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Juli 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo (selanjutnya disebut “HHES”) sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00390/2.1127/AU.1/10/1651-3/1/XII/2024 tanggal
   16 Desember 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

2. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00128/2.1127/AU.1/10/1651-2/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

3. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00271/2.1127/AU.1/10/1651-1/1/VII/2023 tanggal 10 Juli 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;

4. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP Drs. Gunardi Noerwono (selanjutnya disebut “DGN”) sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00001/00612/AU.2/05/0812/1/III/2022 tanggal
   1 Maret 2022 dengan pendapat wajar dengan modifikasian dengan hal lain;

5. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
   telah diaudit oleh KAP DGN sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00001/00612/AU.2/05/0812/1/X/2021 tanggal 18 Oktober 2021 dengan pendapat
   wajar dengan modifikasian dengan hal lain;

6. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
   telah diaudit oleh KAP Drs. Basri Hardjosumarto, M.Si, Ak & Rekan sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00192/2.0664/AU.2/05/0291-4/1/VI/2020 tanggal 25 Juni 2020
   dengan pendapat wajar dengan modifikasian;




                                           vi
Page 7
7. Proyeksi laporan keuangan MSB untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034 yang disusun oleh manajemen MSB;

8. Laporan penilaian properti MSB per 31 Juli 2024 yang disusun oleh
   KJPP Iwan Bachron & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00248/2.0047-05/PI/10/0500/1/X/2024 tanggal 29 Oktober 2024;

9. Anggaran dasar MSB yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan
   Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham No. 7 tanggal
   2 Juni 2023 yang dibuat oleh Notaris Isadora, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai
   perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris MSB;

10. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Cuncun M. Wijaya Wibowo
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Rencana Transaksi;

11. Tarif pajak yang diberlakukan atas MSB adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
    periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
    yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2034;

12. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan MSB serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

13. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

14. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

15. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

16. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

17. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan MSB atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.




                                            vii
Page 8
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari MSB. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan MSB yang disusun oleh manajemen MSB. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja MSB pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MSB yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja MSB yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis MSB dan informasi
manajemen MSB terhadap proyeksi laporan keuangan MSB tersebut. Kami juga bertanggung
jawab atas laporan penilaian MSB dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MSB atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan MSB bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




                                            viii
Page 9
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan MSB.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum MSB berdasarkan anggaran dasar MSB.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MSB, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki MSB. Prospek MSB di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang
diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis
eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.




                                             ix
Page 10
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
(capitalized excess earning method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
MSB di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha MSB. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi MSB diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha MSB. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MSB merupakan
metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank).

Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga
harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian
terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah
disesuaikan.

Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian
dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi nilai pasar saham
dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.




                                              x
Page 11
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
MSB. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

       Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
       100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 70,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
       100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 49,18 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
       99,99% saham MSB berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
       Rp 49,17 miliar.

II.    Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
       Pendapatan

       Berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa
       indikasi nilai pasar 100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah
       sebesar Rp 31,24 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
       pasar 100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 21,87 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 99,99% saham MSB berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
       adalah sebesar Rp 21,87 miliar.




                                            xi
Page 12
III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan 30,00% untuk metode
       kapitalisasi kelebihan pendapatan.

       Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan 30,00%
       untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan informasi yang
       digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan untuk menentukan nilai
       pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat
       kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang
       digunakan pada metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 40,98 miliar.

Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen MSB melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen MSB
mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami
melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian
asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi
perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Juli 2024 adalah sebesar
Rp 40,98 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan MSB serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.




                                            xii
Page 13
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas MSB. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian MSB tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.


DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Andi Wijaya
Rekan

Izin Penilai     : B-1.13.00382
STTD             : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 08-S-02223




                                            xiii
Page 14
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap MSB untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xiv
Page 15
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Andi Wijaya                                                     .....................................
Izin Penilai     : B-1.13.00382
STTD             : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 08-S-02223



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                         .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Mochammad Salman Alfarisi                                       .....................................
No. MAPPI   : 23-A-12179


                                           xv
Page 16
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (SPI) serta
   telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Juli 2024.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xvi
Page 17
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari MSB.


Tim Penilai:



Andi Wijaya                                                    .....................................
Izin Penilai     : B-1.13.00382
STTD             : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 08-S-02223



Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                        .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Mochammad Salman Alfarisi                                      .....................................
No. MAPPI   : 23-A-12179




                                          xvii
Page 18
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                      xiv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                  xv

SURAT PERNYATAAN                                                                xvi

DAFTAR ISI                                                                     xviii

DAFTAR TABEL                                                                    xxi

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxiv

LAMPIRAN                                                                        xxv

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               4
        C. Premis Penilaian                                                      4
        D. Independensi Penilai                                                  5
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             5
        F. Profil PT Medika Sejahtera Bersama                                    5
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         6
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   7
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       7
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                             8
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          14
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        14
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            14
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    15
        F. Informasi Non-Keuangan                                               17
        G. Jenis Ekuitas                                                        18
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             19
        I. Tingkat Kedalaman Investasi                                          20
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         20
        K. Jenis Laporan                                                        21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       21




                                          xviii
Page 19
                                                                         HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Medika Sejahtera Bersama                        22
        B. Kegiatan Usaha                                                    22
        C. Manajemen                                                         22
        D. Kepemilikan Saham                                                 23
        E. Data Keuangan Historis                                            23

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                            25
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                        27
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                        28
        D. Tingkat Suku Bunga                                                28
        E. Inflasi                                                           29
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                30

V.      TINJAUAN INDUSTRI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK

        A. Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak di Dunia               32
        B. Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak di Indonesia           34

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Medika Sejahtera Bersama                                       38
        B. Analisis atas Common Size PT Medika Sejahtera Bersama             48
        C. Analisis atas Common Size Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak       50

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Permintaan Tenaga Medis                                    55
        B. Risiko Tindakan Medis                                             55
        C. Risiko Perubahan Teknologi                                        56
        D. Risiko Persaingan Usaha                                           56
        E. Risiko Bencana Alam dan Wabah Penyakit                            56
        F. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah                             57

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                           58
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                   59
        C. Premis Penilaian                                                  60
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                         61
        E. Prosedur Penilaian                                                61
        F. Independensi Penilai                                              61




                                           xix
Page 20
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   62
      B. Metode Diskonto Arus Kas                                                   63
      C. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan                                     69
      D. Penentuan Arus Kas Bersih                                                  70
      E. Tingkat Diskonto                                                           71
      F. Perhitungan Indikasi Nilai Pasar MSB                                       74
      G. Nilai Pasar 99,99% Saham MSB
         Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas                                       76
      H. Nilai Pasar 99,99% Saham MSB
         Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan                       76
      I. Rekonsiliasi Nilai                                                         81
      J. Kesimpulan Penilaian                                                       81




                                           xx
Page 21
                                   DAFTAR TABEL

                                                                     HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Medika Sejahtera Bersama                                    6

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Medika Sejahtera Bersama                                   23

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                  23

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                       24

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                       25

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                           26

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                           27

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi             29

Tabel 9    Laporan Posisi Keuangan
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                  38

Tabel 10   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                       42

Tabel 11   Laporan Arus Kas
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                       44

Tabel 12   Rasio-rasio Keuangan
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                  47




                                          xxi
Page 22
                                                                        HALAMAN

Tabel 13   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                     48

Tabel 14   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                          49

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Medikaloka Hermina Tbk
           Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                     50

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Medikaloka Hermina Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                          51

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Metro Healthcare Indonesia Tbk
           Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                     52

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Metro Healthcare Indonesia Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                          53

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
           Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023                     53

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023                          54




                                         xxii
Page 23
                                                                         HALAMAN

Tabel 21   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Untuk periode lima bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                           67

Tabel 22   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Per 31 Desember 2024 – 2034                                       68

Tabel 23   Proyeksi Arus Kas Bersih
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Untuk periode lima bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                           70

Tabel 24   Indikasi Nilai Kini Operasi
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Per 31 Juli 2024                                                  74

Tabel 25   Nilai Pasar 99,99% Saham
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Metode Diskonto Arus Kas
           Per 31 Juli 2024                                                  75

Tabel 26   Nilai Pasar 99,99% Saham
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
           Per 31 Juli 2024                                                  77

Tabel 27   Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Per 31 Juli 2024                                                  78

Tabel 28   Perhitungan Kontribusi Aset
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Per 31 Juli 2024                                                  78

Tabel 29   Nilai Pasar 99,99% Saham
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
           Per 31 Juli 2024                                                  80

Tabel 30   Rekonsiliasi Nilai
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Per 31 Juli 2024                                                  81




                                         xxiii
Page 24
                                DAFTAR GRAFIK

                                                                      HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                         28

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                   30

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing       31

Grafik 4   Jumlah Pendapatan Rumah Sakit di Dunia
           Tahun 2023 – 2029                                              32

Grafik 5   Jumlah Pendapatan Rumah Sakit di Indonesia
           Tahun 2023 – 2029                                              35

Grafik 6   Proyeksi Pendapatan
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Tahun 2024 – 2034                                              65

Grafik 7   Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Tahun 2024 – 2034                                              66




                                         xxiv
Page 25
                                    LAMPIRAN

                                                        HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 99,99% Saham
             PT Medika Sejahtera Bersama
             Metode Diskonto Arus Kas
             Per 31 Juli 2024                               82

Lampiran B   Nilai Pasar 99,99% Saham
             PT Medika Sejahtera Bersama
             Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
             Per 31 Juli 2024                               83

Lampiran C   Rekonsiliasi Nilai
             PT Medika Sejahtera Bersama
             Per 31 Juli 2024                               84




                                        xxv
Page 26
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Bundamedik Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang pengelolaan rumah
       sakit. Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1978.
       Perseroan berdomisili di Jalan Teuku Cik Ditro Nomor 28, Menteng, Jakarta Pusat
       10350, dengan nomor telepon: (021) 3192 3344, nomor faksimile:
       (021) 3190 5915, dan email: corsec@bmhs.co.id.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       31 Juli 2024, Perseroan memiliki penyertaan saham pada PT Medika Sejahtera
       Bersama (selanjutnya disebut “MSB”) dengan struktur kepemilikan sebagai
       berikut:


                                            Perseroan


                                                47,25%

                                            PT Morula
                                        Indonesia (MI)

                                                99,99%


                                              MSB




       MI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas
       kantor pusat dan konsultasi manajemen. Untuk mencapai maksud dan tujuan
       tersebut, MI dapat melaksanakan kegiatan usaha aktivitas kehumasan dan
       aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

       MSB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang
       aktivitas rumah sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak
       Pusura Tegalsari.




                                        1
Page 27
Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu
dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan
pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan
angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong
pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti memperluas akses layanan
kesehatan yang berkualitas.

Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya Jinxin Life
Asia Healthcare Investment Group Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “JLAH”) sebagai
investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang strategis
dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH dalam bidang
layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar yang belum dimanfaatkan
di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar dengan potensi tingginya
pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi Indonesia, yang pada
akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa yang akan datang.

Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk
melakukan akuisisi atas 99,99% saham MSB dari MI (selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”). Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan
prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan datang,
Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja keuangannya
sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar
MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
yang akan datang.

Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
dengan memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan
rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar
MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi perusahaan
yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan rumah sakit ibu dan anak
lainnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
Perseroan di masa yang akan datang.




                                 2
Page 28
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu
    dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi,
    dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan
    penurunan angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu
    mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti memperluas
    akses layanan kesehatan yang berkualitas.

    Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
    tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya JLAH
    sebagai investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi
    yang strategis dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan
    JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar
    yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar
    dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya
    populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk
    melakukan Rencana Transaksi. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
    dengan prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan
    datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja
    keuangannya sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan
    kapitalisasi pasar MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
    dengan memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk
    menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta
    memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat
    menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing
    dengan rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat
    meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
    nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan
    datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).




                                 3
Page 29
       Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
       diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
       “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK
       17/2020”).

       Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
       mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
       disiapkan oleh penilai independen.

       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
       Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
       disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
       melakukan penilaian atas 99,99% saham MSB.

       Mengingat MSB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
       diperjualbelikan di pasar modal, maka saham MSB bersifat tidak likuid.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 99,99% saham MSB
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Juli 2024.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310,
       SPI 320, SPI 330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa MSB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                        4
Page 30
I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MSB
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan MSB. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240912-001
       tanggal 12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       31 Juli 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan MSB yang kami terima. Data keuangan
       tersebut berupa laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir
       pada tanggal 31 Juli 2024 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.   Profil PT Medika Sejahtera Bersama

       MSB didirikan pada tanggal 28 April 2004 berdasarkan Akta pendirian MSB No. 1
       oleh Notaris Wina Ustriani, S.H., Notaris di Surabaya. Akta pendirian telah
       mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik lndonesia tanggal
       9 Juli 2004 dengan nomor: C-17167 HT.01.01.TH.2004.

       Anggaran dasar MSB telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
       Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang
       Saham No. 7, tanggal 2 Juni 2023 oleh Notaris Isadora, S.H., M.Kn., Notaris di
       Jakarta, mengenai perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris MSB dan
       telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
       Republik     lndonesia,     tanggal     22       Juni     2023,      dengan
       No. AHU-0116547.AH.01.11.Tahun 2023 Tanggal 22 Juni 2023.

       MSB berdomisili di Kota Surabaya dan beralamat di Jalan Tegalsari 59,
       Desa/Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa
       Timur.




                                          5
Page 31
I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham MSB berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Juli 2024 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Medika Sejahtera Bersama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                             (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                     Pemegang Saham                    Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Morula Indonesia                                    8.778            99,99%      8.778.000.000
         PT Bunda Investama Indonesia                               1             0,01%          1.000.000
         Jumlah                                                 8.779          100,00%       8.779.000.000


I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MSB pada tanggal 31 Juli 2024 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                               :   Dr. dr. Ivan Rizal Sini, SpOG
         Komisaris                                     :   Ir. Mesha Rizal Sini
         Komisaris                                     :   Nurhadi Yudiyantho

         Direksi
         Direktur Utama                                :   Sonny Adi Nugroho
         Direktur                                      :   Ir. Rinaldi Buchari

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas rumah
         sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura Tegalsari.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK
         35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
         diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
         antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
         dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
         di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
         dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                                   6
Page 32
I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MSB,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       MSB. Prospek MSB di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
       rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
       yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
       pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
       penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
       industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
       kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).

       Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
       dilaksanakan oleh MSB di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
       perkiraan atas perkembangan usaha MSB. Dalam melaksanakan penilaian
       dengan metode ini, operasi MSB diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
       perkembangan usaha MSB. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
       dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
       risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

       Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MSB
       merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
       metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
       menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
       menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).




                                          7
Page 33
         Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
         riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
         langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
         dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
         pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
         nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

         Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
         dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
         merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
         aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
         pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
         adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
         berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

         Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
         untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
         manajemen Perseroan dan MSB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
         diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
         hasil yang berbeda.

         Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
         dengan melakukan pembobotan.

I.J.     Ringkasan Hasil Penilaian

         Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
         sebagai berikut:

I.J.1.   Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

         Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
         100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 70,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
         100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 49,18 miliar. Dengan demikian, nilai
         pasar 99,99% saham MSB berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
         Rp 49,17 miliar.




                                             8
Page 34
I.J.2.   Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
         Pendapatan

         Berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa
         indikasi nilai pasar 100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah
         sebesar Rp 31,24 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka
         nilai pasar 100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 21,87 miliar. Dengan
         demikian, nilai pasar 99,99% saham MSB berdasarkan metode kapitalisasi
         kelebihan pendapatan adalah sebesar Rp 21,87 miliar.

I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

         Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
         informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan
         untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
         memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
         informasi yang digunakan pada metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
         Penilaian adalah sebesar Rp 40,98 miliar.

         Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
         dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
         mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
         yang dikembangkan pihak manajemen MSB melalui analisis atas kinerja historis
         dan pernyataan manajemen MSB mengenai rencana-rencana untuk masa yang
         akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
         asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
         wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
         tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
         nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
         asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan
         bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.




                                          9
Page 35
I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       31 Juli 2024 adalah sebesar Rp 40,98 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan MSB serta pihak-pihak
       lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas MSB. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       MSB tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                        10
Page 36
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang pengelolaan rumah sakit. Perseroan memulai kegiatan operasi
        komersialnya pada tahun 1978. Perseroan berdomisili di Jalan Teuku Cik Ditro
        Nomor 28, Menteng, Jakarta Pusat 10350, dengan nomor telepon:
        (021) 3192 3344, nomor faksimile: (021) 3190 5915, dan email:
        corsec@bmhs.co.id.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        31 Juli 2024, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MSB dengan struktur
        kepemilikan sebagai berikut:


                                             Perseroan


                                                 47,25%


                                                MI


                                                 99,99%


                                               MSB




        MI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
        held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
        lingkup kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas kantor pusat dan
        konsultasi manajemen. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, MI dapat
        melaksanakan kegiatan usaha aktivitas kehumasan dan aktivitas konsultasi
        manajemen lainnya.

        MSB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang
        aktivitas rumah sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak
        Pusura Tegalsari.




                                        11
Page 37
Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu
dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan
pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan
angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong
pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti memperluas akses layanan
kesehatan yang berkualitas.

Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya JLAH
sebagai investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang
strategis dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH dalam
bidang layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar yang belum
dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar dengan potensi
tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi Indonesia, yang
pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa yang akan datang.

Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana Transaksi. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
dengan prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan
datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja keuangannya
sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar
MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
yang akan datang.

Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
dengan memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan
rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar
MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi perusahaan
yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan rumah sakit ibu dan anak
lainnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
Perseroan di masa yang akan datang.




                                12
Page 38
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu
    dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi,
    dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan
    penurunan angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu
    mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti memperluas
    akses layanan kesehatan yang berkualitas.

    Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
    tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya JLAH
    sebagai investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi
    yang strategis dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan
    JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar
    yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar
    dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya
    populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk
    melakukan Rencana Transaksi. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
    dengan prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan
    datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja
    keuangannya sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan
    kapitalisasi pasar MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
    dengan memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk
    menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta
    memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat
    menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing
    dengan rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat
    meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
    nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan
    datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/2020.




                                13
Page 39
        Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
        mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
        disiapkan oleh penilai independen.

        Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
        Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
        Objek Penilaian.

        Mengingat MSB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
        diperjualbelikan di pasar modal, maka saham MSB bersifat tidak likuid.

II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Juli 2024.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK
        35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
        diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
        antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
        dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
        di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
        dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        31 Juli 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan MSB yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir
        pada tanggal 31 Juli 2024 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         14
Page 40
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Juli 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
           “KAP”) Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo (selanjutnya disebut “HHES”)
           sebagaimana                tertuang             dalam               laporannya
           No. 00390/2.1127/AU.1/10/1651-3/1/XII/2024 tanggal 16 Desember 2024
           dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

        2. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00128/2.1127/AU.1/10/1651-2/1/III/2024 tanggal
           28 Maret 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        3. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00271/2.1127/AU.1/10/1651-1/1/VII/2023 tanggal
           10 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan
           suatu hal;

        4. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Gunardi Noerwono
           (selanjutnya disebut “DGN”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
           No. 00001/00612/AU.2/05/0812/1/III/2022 tanggal 1 Maret 2022 dengan
           pendapat wajar dengan modifikasian dengan hal lain;

        5. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP DGN sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00001/00612/AU.2/05/0812/1/X/2021 tanggal
           18 Oktober 2021 dengan pendapat wajar dengan modifikasian dengan hal lain;

        6. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Basri Hardjosumarto,
           M.Si, Ak & Rekan (selanjutnya disebut “DBHR”) sebagaimana tertuang dalam
           laporannya No. 00192/2.0664/AU.2/05/0291-4/1/VI/2020 tanggal 25 Juni 2020
           dengan pendapat wajar dengan modifikasian;

        7. Proyeksi laporan keuangan MSB untuk periode lima bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 yang disusun oleh manajemen
           MSB;




                                          15
Page 41
8. Laporan penilaian properti MSB per 31 Juli 2024 yang disusun oleh
   KJPP Iwan Bachron & Rekan (selanjutnya disebut “IBR”) sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00248/2.0047-05/PI/10/0500/1/X/2024 tanggal
   29 Oktober 2024;

9. Anggaran dasar MSB yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
   Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang
   Saham No. 7, tanggal 2 Juni 2023 yang dibuat oleh Notaris Isadora, S.H.,
   MKn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Direksi dan Dewan
   Komisaris MSB;

10. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Cuncun M.
    Wijaya Wibowo dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
    belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

11. Tarif pajak yang diberlakukan atas MSB adalah berdasarkan laba kena pajak
    dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
    berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2034;

12. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan MSB serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

13. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

14. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

15. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

16. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

17. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MSB atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.




                                 16
Page 42
          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari MSB Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas rumah
          sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura Tegalsari.
          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, MSB
          memberikan pelayanan rumah sakit ibu dan anak serta program bayi tabung.
          Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh MSB adalah sebagai berikut:

          •   Pelayanan IGD
          •   Rawat Inap
          •   Rawat Jalan
          •   Klinik Teknologi Reproduksi Berbantu (Klinik Bayi Tabung)
          •   Penunjang (Kamar Operasi, Radiologi).

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis MSB meliputi Surabaya
          dan sekitarnya.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama MSB adalah PT Diagnos
          Laboraturium Utama Tbk dan Perseroan.

          Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
          dalam menjalankan kegiatan usahanya, MSB tidak memiliki pelanggan kunci.




                                           17
Page 43
II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha MSB adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk;
          •   Rumah Sakit Ibu dan Anak Ferina;
          •   Tiara IVF; dan
          •   Asha IVF.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan MSB
          adalah sebagai berikut:

          •   Menerapkan diferensiasi sebagai salah satu strategi MSB dalam meningkatkan
              daya saing untuk menyerap lebih banyak pasien yang membutuhkan program
              bayi tabung;

          •   Memperluas kerja sama dengan para dokter ahli dalam bidang bayi tabung
              untuk meningkatkan kapasitas cycle bayi tabung; dan

          •   Meningkatkan utlitasi pelayanan dan fasilitas kesehatan yang memadai bagi
              para pasien MSB yang membutuhkan pelayanan IGD, rawat inap, rawat jalan,
              dan tindakan lainnya.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki MSB merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
          saham MSB memiliki 1 hak suara per lembar saham.




                                          18
Page 44
II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
        didasarkan pada proyeksi laporan keuangan MSB yang disusun oleh manajemen
        MSB. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
        dikembangkan berdasarkan kinerja MSB pada tahun-tahun sebelumnya dan
        berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
        melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
        menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MSB yang dinilai pada saat penilaian
        ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
        yang kami lakukan terhadap target kinerja MSB yang dinilai dan telah
        mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
        jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
        berdasarkan kinerja historis MSB dan informasi manajemen MSB terhadap
        proyeksi laporan keuangan MSB tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
        laporan penilaian MSB dan kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MSB atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan MSB bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
        bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                         19
Page 45
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan MSB.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum MSB berdasarkan anggaran dasar MSB.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.




                                          20
Page 46
        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 99,99% saham PT Medika Sejahtera Bersama ini
        merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 31 Juli 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 99,99% saham PT Medika Sejahtera Bersama tidak terdapat
        kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
        signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                       21
Page 47
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Medika Sejahtera Bersama

         MSB didirikan pada tanggal 28 April 2004 berdasarkan Akta Pendirian MSB No. 1
         oleh Notaris Wina Ustriani, S.H., Notaris di Surabaya. Akta Pendirian telah
         mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik lndonesia tanggal
         9 Juli 2004 dengan nomor: C-17167 HT.01.01.TH.2004.

         Anggaran dasar MSB telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
         Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang
         Saham No. 7, tanggal 2 Juni 2023 oleh Notaris Isadora, S.H., M.Kn., Notaris di
         Jakarta, mengenai perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris MSB dan
         telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik     lndonesia,     tanggal     22       Juni     2023,      dengan
         No. AHU-0116547.AH.01.11.Tahun 2023 Tanggal 22 Juni 2023.

         MSB berdomisili di Kota Surabaya dan beralamat di Jalan Tegalsari 59,
         Desa/Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa
         Timur.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas rumah
         sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura Tegalsari.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MSB pada tanggal 31 Juli 2024 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                      :   Dr. dr. Ivan Rizal Sini, SpOG
         Komisaris                            :   Ir. Mesha Rizal Sini
         Komisaris                            :   Nurhadi Yudiyantho

         Direksi
         Direktur Utama                       :   Sonny Adi Nugroho
         Direktur                             :   Ir. Rinaldi Buchari




                                         22
Page 48
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham MSB berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Juli 2024 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Medika Sejahtera Bersama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                (Dalam Rupiah)
                                                                                      Persentase
                          Pemegang Saham                   Jumlah Saham                                    Jumlah Modal
                                                                                     Kepemilikan
         PT Morula Indonesia                                              8.778                 99,99%          8.778.000.000
         PT Bunda Investama Indonesia                                         1                  0,01%              1.000.000
         Jumlah                                                           8.779                100,00%          8.779.000.000


III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
         31 Juli 2024 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat wajar tanpa
         modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat
         wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat wajar
         tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan MSB untuk
         tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 telah
         diaudit oleh KAP DGN masing-masing dengan pendapat wajar dengan
         modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP DBHR dengan pendapat
         wajar dengan modifikasian.

         Ikhtisar data keuangan penting MSB adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Medika Sejahtera Bersama
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan              31/07/24      31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20      31/12/19

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                    334          995         139         377         292            266
         Piutang usaha
           Pihak berelasi                                        -           68           -           -           -              -
           Pihak ketiga                                        813          181          11         174         202            217
         Piutang lain-lain                                      22            1           -           -           7              5
         Deposit penunjang medis                               500          371          54          22          36             51
         Uang muka pembelian                                     -          331           -           -           -              -
         Biaya dibayar di muka                                 264           19           -           -          21             21
         Jumlah Aset Lancar                                   1.933       1.965         204         573         557            561
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset tidak berwujud                                     97         122         166           -           -              -
         Aset tetap                                          79.002      78.066      36.059      35.029       5.517          5.950
         Aset pajak tangguhan                                 5.268       3.123           -           -           -              -
         Jumlah Aset Tidak Lancar                            84.367      81.310      36.224      35.029       5.517          5.950
         JUMLAH ASET                                         86.300      83.276      36.429      35.602       6.074          6.511




                                                        23
Page 49
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                       31/07/24        31/12/23      31/12/22      31/12/21         31/12/20       31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                 141             12             8             -                -              -
  Pihak ketiga                                                    89            152           108           117              164            158
Utang lain-lain                                               42.494         35.453         6.413             -               23             76
Uang muka pasien                                                  80            164             -             -                -              -
Utang pajak                                                       44             14             5             6                -             36
Beban akrual                                                     161            332            41           246                -              -
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun             83             37             -         1.188            1.298          1.271
Biaya yang masih harus dibayar                                     -              -             -             -              202            262
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               43.092         36.164         6.575         1.556            1.686          1.803
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
  diatas satu tahun                                           33.735         29.679             -                -               -              -
Imbalan pascakerja                                               305            202            94                -               -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              34.040         29.881            94                -               -              -
JUMLAH LIABILITAS                                             77.133         66.045         6.670         1.556            1.686          1.803
EKUITAS
Modal saham                                                    8.779          8.779         8.779         8.779             8.779          8.779
Surplus revaluasi                                             29.967         29.967        29.967        29.967                 -              -
Saldo laba                                                   (29.579)       (21.516)       (8.987)       (4.701)           (4.391)        (4.071)
JUMLAH EKUITAS                                                 9.168         17.230        29.759        34.046            4.388          4.708
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 86.300         83.276        36.429        35.602            6.074          6.511



Tabel 4
PT Medika Sejahtera Bersama
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                          31/07/24        31/12/23      31/12/22      31/12/21        31/12/20      31/12/19
                        Keterangan
                                                         (7 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                     6.057          2.409         1.283         4.714            4.093          6.277
Beban pokok pendapatan                                         5.726          1.690           892         3.283            2.667          3.843
Laba bruto                                                       331            719           392         1.430            1.426          2.434
Beban usaha                                                   (8.864)       (15.685)       (1.656)       (1.663)          (1.829)        (2.853)
Rugi usaha                                                    (8.533)       (14.966)       (1.265)         (233)            (402)          (419)
Penghasilan (beban) lain-lain                                 (1.674)          (686)       (3.001)          (55)              82            (35)
Rugi sebelum pajak                                           (10.207)       (15.652)       (4.265)         (288)            (320)          (454)
Manfaat (beban) pajak                                          2.145          3.123           (22)          (21)               -              -
Rugi bersih periode/tahun berjalan                            (8.062)       (12.529)       (4.287)         (310)            (320)          (454)
Pendapatan komprehensif lainnya                                   (0)             -             -        29.967                -              -
Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan               (8.063)       (12.529)       (4.287)       29.658             (320)          (454)




                                                         24
Page 50
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Meskipun prospek perekonomian menjadi lebih kuat, ketidakpastian pasar
          keuangan di dunia tetap tinggi. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh
          Bank Indonesia (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024,
          pertumbuhan ekonomi di dunia pada tahun 2024 diperkirakan mengalami kenaikan
          dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yaitu mencapai 3,20% dimana India,
          Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS) memberikan kontribusi terbesar terhadap
          kenaikan tersebut disebabkan adanya peningkatan permintaan domestik maupun
          ekspor.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                   (Dalam %)
                                                                   Aktual                               Proyeksi
                         Keterangan
                                                    2020       2021      2022      2023       2024        2025      2026
          Dunia                                       (2,70)     6,50      3,50      3,30       3,10        3,10        3,10
          Negara Maju
           Amerika Serikat                            (2,20)     5,80      1,90      2,50       2,30        1,80        2,00
           Hong Kong                                  (6,50)     6,40     (3,70)     3,30       2,70        2,80        2,60
           Inggris                                   (10,40)     9,60      4,50      0,10       0,80        1,30        1,50
           Jepang                                     (4,20)     2,70      1,20      1,80       0,20        1,20        0,80
           Kanada                                     (5,00)     5,50      3,80      1,30       1,00        1,80        1,90
           Kawasan Eropa                              (6,10)     5,90      3,50      0,40       0,70        1,40        1,30
           Singapura                                  (3,90)     9,90      3,90      1,10       2,50        2,60        2,50
           Taiwan                                      3,40      6,60      2,60      1,30       3,80        2,60        2,60
           Australia                                  (2,10)     5,60      3,90      2,00       1,30        2,20        2,40
           Korea Selatan                              (0,70)     4,60      2,80      1,40       2,50        2,20        2,20
          Negara Berkembang
           Argentina                                  (9,90)    10,40      5,30      (1,60)     (3,3)       3,00        2,50
           India                                       3,90     (5,80)     9,70       7,00       N/A        7,00        6,70
           Indonesia                                  (2,00)     3,70      5,30       5,10      5,00        5,10        5,10
           Kolombia                                   (6,80)    11,00      7,50       0,60      1,50        2,60        3,00
           Malaysia                                   (5,60)     3,10      8,70       3,70      4,40        4,60        4,60
           Meksiko                                    (8,00)     4,70      3,90       3,20      2,00        1,80        2,00
           Mesir                                       3,60      3,30      6,70       3,80      3,00        4,20        4,50
           Tiongkok                                    2,20      8,40      3,00       5,20      4,90        4,50        4,20

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          dimana PDB mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa dalam periode
          tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 PDB
          di dunia mengalami kenaikan sebesar 3,30% yang menunjukkan bahwa ekonomi
          di dunia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Negara-negara maju yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB yaitu AS, Hong Kong,
          dan Australia masing-masing sebesar 2,50%, 3,30%, dan 2,00%. Sedangkan
          untuk negara-negara berkembang yaitu India, Indonesia, dan Tiongkok
          masing-masing sebesar 7,00%, 5,10%, dan 5,20%.




                                                        25
Page 51
          Selanjutnya, pada tahun 2024 PDB di dunia diperkirakan mengalami pertumbuhan
          sebesar 3,10% dimana negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar
          yaitu AS, Hong Kong, Taiwan, dan Australia masing-masing sebesar 2,30%,
          2,70%, 3,80%, dan 2,50%. Sedangkan untuk negara berkembang yaitu Indonesia,
          Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,40%, dan 4,90%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan indikator penting kondisi ekonomi secara keseluruhan dimana
          inflasi mengukur laju kenaikan harga barang dan jasa dalam periode tertentu.
          Dalam rangka memastikan stabilitas ekonomi serta mendukung perekonomian
          yang berkelanjutan, maka diperlukan adanya pemahaman maupun pengelolaan
          inflasi yang baik di suatu negara.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                   (Dalam %)
                                                       Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                        2020       2021      2022     2023     2024       2025      2026
          Dunia                           3,20       4,70      8,70     6,70     4,60       3,50       3,20
          Negara Maju
           Amerika Serikat                 1,20       4,70     8,00     4,10     3,00       2,40       2,30
           Hong Kong                       0,30       1,60     1,90     2,10     1,80       2,20       2,20
           Inggris                         0,90       2,60     9,10     7,40     2,60       2,20       2,00
           Jepang                          0,00      (0,30)    2,50     3,30     2,40       1,90       1,80
           Kanada                          0,70       3,40     6,80     3,90     2,50       2,20       2,00
           Kawasan Eropa                   0,30       2,60     8,40     5,50     2,40       2,10       2,00
           Singapura                      (0,20)      2,30     6,10     4,80     2,70       2,00       1,90
           Taiwan                         (0,20)      2,00     3,00     2,50     2,10       1,80       1,70
           Australia                       0,90       2,90     6,60     5,60     3,40       2,80       2,60
           Korea Selatan                   0,50       2,50     5,10     3,60     2,50       2,00       2,00
          Negara Berkembang
           Argentina                     42,70      48,10     70,70   127,90   230,00      66,40      41,80
           India                          6,60       5,10      6,70     5,70      N/A       4,50       4,50
           Indonesia                      2,00       1,60      4,20     3,70     2,90       3,00       2,90
           Kolombia                       2,50       3,50     10,20    11,80     6,60       4,10       3,60
           Malaysia                      (1,10)      2,50      3,40     2,50     2,50       2,50       2,30
           Meksiko                        3,40       5,70      7,90     5,60     4,50       3,80       3,80
           Mesir                          5,70       4,50      8,50    24,40    30,70      16,00       9,80
           Tiongkok                       2,50       0,90      2,00     0,20     0,60       1,50       2,00

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 6,70%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Singapura, dan
          Australia masing-masing sebesar 4,10%, 4,80%, dan 5,60%. Sedangkan
          negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar yaitu Argentina,
          Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 127,90%, 11,80%, dan 24,40%.

          Selanjutnya, pada tahun 2024, inflasi di dunia mengalami pertumbuhan sebesar
          4,60% dibandingkan dengan tahun 2023 dimana negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar yaitu Australia sebesar 3,40% sedangkan untuk negara
          berkembang yaitu Argentina sebesar 230,00%.




                                            26
Page 52
IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan tingkat biaya atas keuntungan dari penggunaan uang
          yang biasanya dinyatakan sebagai persentase dari jumlah uang yang dipinjam
          maupun diinvestasikan. Melalui pengelolaan suku bunga yang baik maka dapat
          tercapai berbagai tujuan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil,
          Tingkat inflasi yang terkendali, dan pasar keuangan yang sehat.
          Tabel 7
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                (Dalam %)
                                                    Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                       2020     2021      2022     2023     2024       2025      2026
          Negara Maju
           Amerika Serikat               0,25     0,25      4,50     5,50     5,00       3,95       3,45
           Hong Kong                     0,50     0,50      4,75     5,75      N/A        N/A        N/A
           Inggris                       0,10     0,25      3,50     5,25     4,65       3,55       3,15
           Jepang                        0,00     0,00      0,00     0,00     0,30       0,50       0,80
           Kawasan Eropa                 0,00     0,00      2,50     4,50     3,40       2,55       2,50
           Taiwan                        1,13     1,13      1,75     1,88     2,00       1,80       1,75
           Australia                     0,10     0,10      3,10     4,35     4,30        N/A        N/A
           Korea Selatan                 0,50     1,00      3,25     3,50     3,20       2,55       2,40
          Negara Berkembang
           Argentina                      N/A      N/A       N/A      N/A    40,00      28,15      27,65
           India                         4,00     4,00      6,25     6,50     6,20        N/A       5,75
           Indonesia                     3,75     3,50      5,50     6,00     6,05       5,25        N/A
           Kolombia                      1,75     3,00     12,00    13,00     8,75       5,95       5,45
           Malaysia                      1,75     1,75      2,75     3,00     3,00       2,90       3,00
           Meksiko                       4,25     5,50     10,50    11,25    10,00       8,00       7,00
           Mesir                         8,25     8,25     16,25    19,25      N/A        N/A        N/A
           Tiongkok                      3,85     3,80      3,65     3,45      N/A        N/A        N/A


          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 negara-negara
          maju yang mengalami pertumbuhan suku bunga tertinggi yaitu Inggris dan
          Kawasan Eropa masing-masing sebesar 1,75% dan 2,00%. Sedangkan untuk
          negara-negara berkembang yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar
          1,00% dan 3,00%.

          Selanjutnya, pada tahun 2024 diperkirakan negara maju yang mengalami
          pertumbuhan suku bunga tertinggi yaitu Jepang sebesar 0,30% dan yang
          mengalami penurunan tertinggi yaitu AS dan Inggris masing-masing sebesar
          0,50% dan 0,60%. Sedangkan untuk negara berkembang yang mengalami
          kenaikan tertinggi yaitu Indonesia sebesar 0,05%.

IV.B.     Tinjauan Ekonomi Indonesia

          Adanya kombinasi kebijakan dari Pemerintah dan BI memicu pertumbuhan
          ekonomi di Indonesia menguat yang dipicu oleh pengeluaran rumah tangga dan
          individu untuk barang serta jasa didorong oleh daya beli yang terjaga maupun
          keyakinan konsumen yang menguat serta investasi yang meningkat yang
          mencakup pada sektor bangunan dan non-bangunan sejalan dengan kelanjutan
          proyek infrastruktur Pemerintah dalam investasi swasta.




                                          27
Page 53
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan berada dalam
        kisaran 4,70% - 5,50%. Selanjutnya, secara keseluruhan Neraca Pembayaran
        Indonesia (NPI) diperkirakan akan tetap stabil, dengan defisit transaksi berjalan
        berada dalam kisaran 0,10% - 0,90% dari PDB. Sementara itu, NPI diperkirakan
        akan mencatat surplus dipicu oleh peningkatan aliran masuk modal asing, baik
        melalui Penanaman Modal Asing maupun investari portofolio. Hal ini sejalan
        dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan
        imbal hasil investasi yang menjanjikan.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Kenaikan dan penurunan suku bunga perbankan dapat memiliki dampak signifikan
        terhadap perekonomian termasuk konsumsi, investasi, inflasi, dan stabilitas mata
        uang.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                                                    6,05%
         6,00%                                 5,50%                            5,25%
                                                        6,00%
         5,00%

         4,00%

         3,00%        3,75%       3,50%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2020      2021        2022        2023       2024*       2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pergerakan suku bunga
        perbankan tahun 2023 sebesar 6,00% dan diperkirakan tahun 2024 dan 2025
        dalam kisaran angka yang cukup stabil masing-masing sebesar 6,05% dan 5,25%.

        Menurut laporan yang diperoleh dari BI, stabilnya suku bunga perbankan di
        Indonesia dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai sejalan dengan
        kebijakan yang sudah diterapkan serta kebijakan transparansi suku bunga dasar
        kredit.




                                          28
Page 54
IV.E.   Inflasi

        Menurut laporan yang diperoleh dari BI, inflasi indeks harga konsumen pada bulan
        Mei 2024 tercatat sebesar 2,84% year over year (yoy) dimana presentasi tersebut
        mencerminkan lebih rendah dibanding April 2024 yaitu sebear 3,00% yoy.
        Penurunan tersebut disebabkan oleh inflasi inti dan inflasi administered prices
        yang masing-masing tercatat 1,93% yoy dan 1,52% yoy. Sementara itu, inflasi
        volatile food menurun dari 9,63% yoy menjadi 8,14% yoy seiring dengan
        meningkatnya produksi pangan akibat musim panen yang masih berlangsung
        serta adanya sinergi pengendalian inflasi yang efektif antara BI serta Pemerintah
        Pusat dan Daerah.

        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                            (Dalam %)

         No.         Keterangan              Inflasi

          1    Papua Tengah                       5,40
          2    Gorontalo                          4,90
          3    Papua Barat                        4,60
          4    Riau                               4,40
          5    Sumatera Utara                     4,30
          6    Sumatera Barat                     4,20
          7    Sulawesi Utara                     4,20
          8    Papua Selatan                      4,20
          9    Kepulauan Riau                     3,70
         10    Bengkulu                           3,70
         11    Jambi                              3,60
         12    Papua Pegunungan                   3,60

         Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia


        Selanjutnya, untuk Provinsi di Indonesia dengan kontributor inflasi terbesar yaitu
        Papua Tengah, Gorontalo, Papua Barat, dan Riau masing-masing sebesar 5,40%,
        4,90%, 4,60%, dan 4,40%.




                                                   29
Page 55
        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia

                                               4,20%
         4,50%
                                                        3,70%
         4,00%
         3,50%                                                     2,90%
                                                                                 3,00%
         3,00%
         2,50%        2,00%
         2,00%
         1,50%
         1,00%                 1,60%
         0,50%
         0,00%
                     2020       2021       2022        2023        2024*       2025*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, diperkirakan pertumbuhan
        inflasi pada tahun 2024 dan 2025 masing-masing adalah sebesar 2,90 dan 3,00%
        dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang diperoleh dari BI, nilai tukar rupiah Juni 2024 tetap terjaga
        meskipun mengalami penurunan sebesar 0,70% point to point. Melemahnya nilai
        tukar Rupiah disebabkan oleh tingginya ketidakpastian pasar global diantaranya
        menguatnya dolar AS dan ketegangan geopolitik. Pada masa mendatang
        diperkirakan nilai tukar Rupiah mengalami kestabilan sejaln dengan kebijakan BI
        dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar, didukung oleh aliran masuk modal
        asing, imbal hasil investasi yang menjajikan bagi investor, dan pertumbuhan
        ekonomi yang semakin membaik.




                                          30
Page 56
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

   18.000
   17.000
   16.000
   15.000
   14.000
   13.000
   12.000
   11.000
   10.000
    9.000
    8.000           Q3/2024   Q4/2024        2025           2026
        EUR         17.496    17.388         17.304         17.402
        USD         16.200    16.100         15.450         15.400
        SGD         12.000    12.015         11.839         11.756



Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 17.496, Rp 17.388, Rp 17.304, dan
Rp 17.402.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.200, Rp 16.100, Rp 15.450, dan
Rp 15.400.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 12.000, Rp 12.015, Rp 11.839, dan
Rp 11.756.




                              31
Page 57
V.     TINJAUAN INDUSTRI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK

V.A.   Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak di Dunia

       Rumah sakit merupakan salah satu bagian dari layanan kesehatan yang bertujuan
       untuk perawatan medis. Selain itu, rumah sakit juga memiliki berbagai macam
       fasilitas kesehatan lainnya, seperti apotek, laboratorium, radiologi dan angiografi,
       departemen terapi fisik, ruang operasi, ruang pemulihan, ruang rawat jalan, dan
       ruang gawat darurat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat yang
       beragam, rumah sakit modern sudah mengembangkan berbagai fasilitas rawat
       jalan serta layanan darurat, psikiatrik maupun rehabilitasi. Di negara-negara maju,
       rumah sakit sudah menggunakan teknologi yang dapat meningkatkan jangkauan
       kemampuan diagnostik serta memperluas perawatan pasien. Selain berperan
       sebagai institusi perawatan kesehatan profesional, rumah sakit modern juga
       berfungsi sebagai pusat penelitian dan pengajaran bagi para calon dokter dan
       tenaga medis lainnya.

       Di antara berbagai jenis rumah sakit, rumah sakit ibu dan anak menjadi salah satu
       yang sangat penting dalam sistem kesehatan global. Fokus utama dari rumah sakit
       ini adalah menyediakan perawatan khusus bagi ibu hamil, melahirkan, dan
       anak-anak, yang merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian ekstra
       dalam hal kesehatan. Saat ini, rumah sakit ibu dan anak telah dilengkapi dengan
       teknologi canggih dan tenaga medis yang terlatih untuk menangani berbagai
       kondisi yang mungkin dihadapi selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak.
       Dengan pendekatan yang komprehensif ini, rumah sakit ibu dan anak berkontribusi
       besar dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta memastikan
       kesehatan yang lebih baik untuk generasi mendatang.

       Grafik 4
       Jumlah Pendapatan Rumah Sakit Di Dunia
       Tahun 2023 – 2029
       (Dalam Triliun USD)

                          6

                          5

                          4

                          3

                          2

                          1

                          0
                              2023   2024*    2025*   2026*   2027*    2028*     2029*
             Pendapatan       4,07    4,23     4,41    4,60    4,79     4,99      5,18

       Sumber: Statista
       *) Proyeksi




                                             32
Page 58
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pendapatan rumah sakit di
dunia pada tahun 2024 diproyeksikan sebesar USD 4,23 triliun atau setara dengan
kenaikan sebesar 3,39% dibandingkan dengan jumlah pendapatan rumah sakit di
dunia pada tahun 2023 yaitu sebesar USD 4,07 triliun. Tren kenaikan tersebut
diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun 2029 dengan tingkat kenaikan
masing-masing sebesar 4,26%, 4,31%, 4,13%, 4,18%, dan 3,81% dengan jumlah
pendapatan masing-masing sebesar USD 4,41 triliun, USD 4,60 triliun,
USD 4,79 triliun, USD 4,99 triliun, dan USD 5,18 triliun. Dalam skala global,
Amerika Serikat diproyeksikan menjadi negara dengan jumlah pendapatan rumah
sakit tertinggi di dunia pada tahun 2024 yaitu dengan jumlah pendapatan sebesar
USD 1,50 triliun. Berbagai rumah sakit di Amerika Serikat telah berinvestasi dalam
teknologi telemedicine untuk menyediakan layanan kesehatan jarak jauh bagi
pasien di daerah pedesaan.

Selain berinvestasi dalam teknologi telemedicine, banyak rumah sakit di dunia juga
berfokus pada pengembangan layanan bayi tabung atau fertilitas
(in-vitro fertilization/IVF). Prosedur ini menjadi semakin populer sebagai solusi bagi
pasangan yang menghadapi kesulitan untuk memiliki anak. Selain itu, layanan IVF
juga memberikan dukungan emosional dan konseling kepada pasangan yang
menjalani proses ini. Dengan meningkatnya kesadaran akan masalah kesuburan,
layanan bayi tabung di rumah sakit di seluruh dunia terus berkembang,
memberikan harapan bagi banyak keluarga untuk mewujudkan impian mereka
memiliki keturunan.

Menurut data dari Future Market Insights, pangsa pasar IVF pada tahun 2024
adalah sebesar USD 0,82 miliar dan diproyeksikan akan mengalami tingkat
pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 9% dari tahun 2024 hingga 2034.
Pangsa pasar Industri IVF diperkirakan akan mencapai USD 1,94 miliar pada
tahun 2034 karena tingginya tingkat infertilitas. Pertumbuhan diperkirakan akan
didorong oleh pengembangan teknologi baru termasuk embrioskop,
kriopreservasi, penetasan dengan bantuan laser, dan skrining genetik
praimplantasi.

Berdasarkan data dari Globe Newswire, pangsa pasar IVF di Amerika Serikat
diproyeksikan akan mencapai USD 7,24 miliar pada tahun 2030, mengalami
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 4,4% dari 2024 hingga
2030. Meningkatnya prevalensi infertilitas di antara pasangan, kemajuan
berkelanjutan dalam teknologi dan teknik IVF, dan pergeseran norma serta sikap
masyarakat terhadap keluarga berkontribusi terhadap meningkatnya permintaan
untuk layanan IVF di Amerika Serikat.

Lebih lanjut, pangsa pasar IVF di kawasan Asia Pasifik juga menunjukkan tren
pertumbuhan yang serupa. Menurut Grand View Research, pertumbuhan angka
infertilitas didorong oleh gaya hidup modern, konsumsi zat berbahaya dan bahan
kimia melalui produk makanan, efek samping konsumsi obat-obatan dan faktor
lainnya.




                                   33
Page 59
       Meningkatnya kasus infertilitas secara signifikan mendorong pertumbuhan pasar
       IVF di dunia. Mengutip dari laporan Globe Newswire, kemajuan teknologi telah
       secara nyata meningkatkan tingkat keberhasilan IVF. Teknologi pencitraan
       time-lapse memberdayakan embriolog untuk memantau perkembangan embrio
       secara ketat, meningkatkan tingkat keberhasilan seleksi dan implantasi, sehingga
       meningkatkan tingkat keberhasilan IVF secara keseluruhan.

       Tingkat keberhasilan IVF memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan
       rumah sakit ibu dan anak di dunia. Ketika tingkat keberhasilan IVF meningkat, lebih
       banyak pasangan yang terdorong untuk mempertimbangkan prosedur ini sebagai
       solusi untuk masalah kesuburan, yang pada akhirnya meningkatkan permintaan
       untuk layanan kesuburan di rumah sakit. Peningkatan kepercayaan masyarakat
       terhadap prosedur ini juga berkontribusi pada permintaan yang lebih tinggi untuk
       perawatan prenatal dan layanan kesehatan lainnya, menciptakan kebutuhan akan
       rumah sakit yang dapat menawarkan layanan terpadu. Selain itu, kemajuan
       teknologi dalam IVF tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga memperluas
       penawaran layanan di rumah sakit ibu dan anak. Dengan dukungan kebijakan
       yang lebih kuat dari pemerintah untuk layanan kesehatan reproduksi, hubungan
       antara tingkat keberhasilan IVF dan pertumbuhan rumah sakit ibu dan anak dapat
       bersinergi, mendorong pengembangan sektor kesehatan secara keseluruhan.

V.B.   Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak di Indonesia

       Kebutuhan terhadap sektor kesehatan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir
       terus mengalami peningkatan, dimana hal tersebut terlihat dengan adanya
       peningkatan terhadap kebutuhan terhadap rumah sakit, peralatan kesehatan,
       obat-obatan, dan asuransi kesehatan. Rumah sakit sebagai salah satu sarana
       pelayanan kesehatan terus mengalami pertumbuhan, baik dari segi jumlah rumah
       sakit, jumlah kamar, maupun tingkat pelayanan kesehatan. Keberadaan rumah
       sakit merupakan faktor yang sangat penting dalam memberikan pelayanan bagi
       kesehatan masyarakat. Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang
       berkualitas, industri rumah sakit tidak terlepas dari penggunaan teknologi agar
       mampu merespon tuntutan konsumen ke depan.

       Pentingnya desentralisasi dan otonomi dalam penyediaan layanan kesehatan di
       Indonesia membuat pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari 5,00% untuk
       kesehatan. Pemerintah Indonesia memandang diperlukan investasi lebih tinggi
       pada bidang kesehatan, termasuk untuk pembangunan rumah sakit dan
       penyediaan layanan kesehatan yang mampu meningkatkan deteksi dini terhadap
       penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat
       salah satunya untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.




                                         34
Page 60
Menurut data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, pada tahun 2023, jumlah
rumah sakit di seluruh Indonesia mencapai 3.155 unit baik yang dimiliki
Pemerintah ataupun swasta. Jumlah rumah sakit ini terbagi menjadi dua jenis yaitu
sebesar 2.636 unit rumah sakit umum dan 519 unit rumah sakit khusus. Untuk
diketahui, rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan
kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Sedangkan rumah sakit khusus
adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau
satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis
penyakit, atau kekhususan lainnya.

Grafik 5
Jumlah Pendapatan Rumah Sakit Di Indonesia
Tahun 2023 – 2029
(Dalam Miliar USD)

               35

               30

               25

               20

               15

               10

                   5

                   0
                       2023    2024*    2025*   2026*   2027*   2028*    2029*
      Pendapatan       19,54   20,95    22,42   24,00   25,69   27,41    29,12

Sumber: Statista
*) Proyeksi


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pendapatan rumah sakit di
Indonesia pada tahun 2024 diproyeksikan sebesar USD 20,95 miliar atau setara
dengan kenaikan sebesar 7,22% dibandingkan dengan jumlah pendapatan rumah
sakit di Indonesia pada tahun 2023 yaitu sebesar USD 19,54 miliar. Tren kenaikan
tersebut diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun 2029 dengan tingkat
kenaikan masing-masing sebesar 7,02%, 7,05%, 7,04%, 6,70%, dan 6,24%
dengan jumlah pendapatan masing-masing sebesar USD 22,42 miliar,
USD 24,00 miliar, USD 25,69 miliar, USD 27,41 miliar, dan USD 29,12 miliar.

Pasar perawatan rawat inap di Indonesia diproyeksikan akan mengalami
pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Pada tahun
2024, pendapatan pasar perawatan rawat inap di Indonesia diproyeksikan
mencapai USD 15,02 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki
potensi pasar yang kuat dan berpotensi mencapai pertumbuhan yang optimal pada
masa yang akan datang. Pendapatan pada pasar perawatan rawat inap
diproyeksikan dapat tumbuh dengan CAGR sebesar 6,22% terhitung sejak tahun
2024 – 2029.



                                       35
Page 61
Salah satu jenis rumah sakit khusus yang memiliki peranan penting dalam sistem
kesehatan adalah rumah sakit ibu dan anak. Rumah sakit ini fokus pada pelayanan
kesehatan yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan perawatan pasca
melahirkan, serta perawatan kesehatan anak. Dengan spesialisasi tersebut,
rumah sakit ibu dan anak berperan dalam mengurangi angka kematian ibu dan
bayi, serta menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan ibu
dan anak. Keberadaan rumah sakit ini sangat penting untuk mendukung kesehatan
reproduksi dan tumbuh kembang anak, menjadikannya sebagai bagian integral
dari sistem pelayanan kesehatan nasional.

Rumah sakit ibu dan anak perlu menjadi keberadaan rumah sakit khusus karena
sejumlah alasan yang berkaitan dengan kesehatan, kesejahteraan, dan akses
terhadap layanan medis yang berkualitas untuk kesejahteraan ibu dan anak di
Indonesia. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan pada rumah sakit ibu dan anak
adalah bayi tabung. Bayi tabung belakangan ini populer untuk membantu orang
yang berjuang melawan infertilitas atau menghadapi masalah reproduksi yang
kompleks. Dalam hal ini, bayi tabung melibatkan stimulasi ovulasi, pengambilan
sel telur, pengambilan sperma, pembuahan, kultur embrio, transfer embrio, dan tes
kehamilan. Saat ini, meningkatnya insiden masalah infertilitas di antara pasangan
terjadi karena perubahan gaya hidup, keterlambatan kehamilan, dan faktor
lingkungan.

Merujuk pada laporan dari Stellar, pangsa pasar layanan IVF di Indonesia pada
tahun 2023 bernilai sebesar USD 57,00 juta dan diproyeksikan akan tumbuh pada
CAGR sebesar 3,3% dari 2024 hingga 2030 dengan jumlah mencapai
USD 72,52 juta pada tahun 2030. Pertumbuhan industri IVF didorong oleh
berbagai faktor seperti meningkatnya insiden infertilitas karena perubahan gaya
hidup. Selain itu, keterjangkauan dan tingkat keberhasilan perawatan IVF yang
lebih baik ditambah dengan integrasi analitik data untuk prosedur yang tepat juga
turut meningkatkan prospek pasar.

Pada awal tahun 2024, sejumlah klinik dan rumah sakit menawarkan program bayi
tabung dimana masyarakat dapat memiliki anak sesuai dengan kemauan dan
prediksi masing-masing untuk dilahirkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari
Varta, pada Desember 2023 tingkat keberhasilan program bayi tabung mencapai
51,00% pada pasangan suami istri dibawah umur 35 tahun, 43,00% pada
pasangan suami istri antara 35 – 39 tahun, dan sebesar 26,00% pada pasangan
suami istri lebih dari 39 tahun.




                                 36
Page 62
Pertumbuhan industri bayi tabung tidak hanya memberikan solusi bagi pasangan
yang mengalami masalah reproduksi, tetapi juga berkontribusi terhadap
pertumbuhan rumah sakit ibu dan anak di Indonesia. Dengan meningkatnya
permintaan akan layanan IVF, rumah sakit dapat memperluas layanan dan fasilitas
mereka serta meningkatkan jumlah tenaga medis yang terlatih dalam bidang ini.
Hal ini akan mendorong peningkatan kualitas perawatan kesehatan ibu dan anak
secara keseluruhan. Selain itu, keberadaan program bayi tabung yang sukses di
rumah sakit ibu dan anak akan menarik lebih banyak pasien, meningkatkan
kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang ada, dan pada
gilirannya, memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan
terintegrasi. Dengan demikian, sinergi antara pertumbuhan industri bayi tabung
dan rumah sakit ibu dan anak dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih
baik, yang berfokus pada kesejahteraan ibu dan anak di seluruh Indonesia.




                                37
Page 63
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Medika Sejahtera Bersama

          Laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
          31 Juli 2024 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat wajar tanpa
          modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat
          wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat wajar
          tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan MSB untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 telah
          diaudit oleh KAP DGN masing-masing dengan pendapat wajar dengan
          modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP DBHR dengan pendapat
          wajar dengan modifikasian.

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 9
          PT Medika Sejahtera Bersama
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan              31/07/24      31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20      31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                    334          995         139         377         292            266
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                        -           68           -           -           -              -
            Pihak ketiga                                        813          181          11         174         202            217
          Piutang lain-lain                                      22            1           -           -           7              5
          Deposit penunjang medis                               500          371          54          22          36             51
          Uang muka pembelian                                     -          331           -           -           -              -
          Biaya dibayar di muka                                 264           19           -           -          21             21
          Jumlah Aset Lancar                                   1.933       1.965         204         573         557            561
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset tidak berwujud                                     97         122         166           -           -              -
          Aset tetap                                          79.002      78.066      36.059      35.029       5.517          5.950
          Aset pajak tangguhan                                 5.268       3.123           -           -           -              -
          Jumlah Aset Tidak Lancar                            84.367      81.310      36.224      35.029       5.517          5.950
          JUMLAH ASET                                         86.300      83.276      36.429      35.602       6.074          6.511




                                                         38
Page 64
                                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                        31/07/24      31/12/23      31/12/22     31/12/21       31/12/20       31/12/19

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha
            Pihak berelasi                                                141          12             8            -              -              -
            Pihak ketiga                                                   89         152           108          117            164            158
          Utang lain-lain                                              42.494      35.453         6.413            -             23             76
          Uang muka pasien                                                 80         164             -            -              -              -
          Utang pajak                                                      44          14             5            6              -             36
          Beban akrual                                                    161         332            41          246              -              -
          Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun            83          37             -        1.188          1.298          1.271
          Biaya yang masih harus dibayar                                    -           -             -            -            202            262
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              43.092      36.164         6.575        1.556          1.686          1.803
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
            diatas satu tahun                                          33.735      29.679             -               -              -              -
          Imbalan pascakerja                                              305         202            94               -              -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             34.040      29.881            94               -              -              -
          JUMLAH LIABILITAS                                            77.133      66.045         6.670        1.556          1.686          1.803
          EKUITAS
          Modal saham                                                  8.779         8.779        8.779        8.779           8.779          8.779
          Surplus revaluasi                                           29.967        29.967       29.967       29.967               -              -
          Saldo laba                                                 (29.579)      (21.516)      (8.987)      (4.701)         (4.391)        (4.071)
          JUMLAH EKUITAS                                                9.168      17.230        29.759       34.046          4.388          4.708
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                86.300      83.276        36.429       35.602          6.074          6.511




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset MSB pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022,
          2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 86,30 miliar,
          Rp 83,28 miliar, Rp 36,43 miliar, Rp 35,60 miliar, Rp 6,07 miliar, dan Rp 6,51 miliar.

          Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah aset MSB mengalami kenaikan sebesar
          Rp 3,02 miliar atau setara dengan 3,63% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan aset
          pajak tangguhan sebesar Rp 2,15 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset MSB mengalami kenaikan sebesar
          Rp 46,85 miliar atau setara dengan 128,60% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          kas dan setara kas, aset tetap, serta aset pajak tangguhan masing-masing sebesar
          Rp 0,86 miliar, Rp 42,01 miliar, dan Rp 3,12 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset MSB mengalami kenaikan sebesar
          Rp 0,83 miliar atau setara dengan 2,32% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan nilai
          aset tetap sebesar Rp 1,03 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan setara
          kas sebesar Rp 0,24 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset MSB mengalami kenaikan sebesar
          Rp 29,53 miliar atau setara dengan 486,11% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          aset tetap sebesar Rp 29,51 miliar.




                                                                  39
Page 65
          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset MSB mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,44 miliar atau setara dengan 6,71% dibandingkan dengan jumlah
          aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          penurunan aset tetap sebesar 0,43 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas MSB pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
          2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 77,13 miliar,
          Rp 66,05 miliar, Rp 6,67 miliar, Rp 1,56 miliar, Rp 1,69 miliar, dan Rp 1,80 miliar.

          Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah liabilitas MSB mengalami kenaikan sebesar
          Rp 11,09 miliar atau setara dengan 16,79% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          utang lain-lain sebesar Rp 7,04 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas MSB mengalami kenaikan
          sebesar Rp 59,38 miliar atau setara dengan 890,23% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain, beban akrual, dan utang bank jangka panjang
          masing-masing sebesar Rp 29,04 miliar, Rp 0,29 miliar, dan Rp 29,72 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas MSB mengalami kenaikan
          sebesar Rp 5,11 miliar atau setara dengan 328,60% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 6,41 miliar yang disertai dengan pembayaran
          utang bank sebesar Rp 1,19 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas MSB mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,13 miliar atau setara dengan 7,72% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang bank jangka panjang dan biaya yang masih harus dibayar
          masing-masing sebesar Rp 0,11 miliar dan Rp 0,20 miliar yang disertai dengan
          kenaikan beban akrual sebesar Rp 0,25 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas MSB mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,12 miliar atau setara dengan 6,47% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang lain-lain dan biaya yang masih harus dibayar
          masing-masing sebesarRp 0,05 miliar dan Rp 0,06 miliar.




                                            40
Page 66
VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas MSB pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022,
          2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 9,17 miliar,
          Rp 17,23 miliar, Rp 29,76 miliar, Rp 34,05 miliar, Rp 4,39 miliar dan Rp 4,71 miliar.

          Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan sebesar
          Rp 8,06 miliar atau setara dengan 46,79% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh
          rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan
          sebesar Rp 12,53 miliar atau setara dengan 42,10% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan
          sebesar Rp 4,29 miliar atau setara dengan 12,59% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas MSB mengalami kenaikan
          sebesar Rp 29,66 miliar atau setara dengan 675,90% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020 Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          pendapatan komprehensif dari revaluasi nilai aset tetap yang dibukukan oleh MSB
          sebesar Rp 29,97 miliar, yang disertai dengan rugi bersih tahun berjalan yang
          dibukukan oleh MSB sebesar Rp 0,31 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,32 miliar atau setara dengan 6,80% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
          oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.




                                             41
Page 67
VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
          Tabel 10
          PT Medika Sejahtera Bersama
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    31/07/24        31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                  Keterangan
                                                                   (7 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                     6.057          2.409         1.283         4.714          4.093          6.277
          Beban pokok pendapatan                                         5.726          1.690           892         3.283          2.667          3.843
          Laba bruto                                                       331            719           392         1.430          1.426          2.434
          Beban usaha                                                   (8.864)       (15.685)       (1.656)       (1.663)        (1.829)        (2.853)
          Rugi usaha                                                    (8.533)       (14.966)       (1.265)         (233)          (402)          (419)
          Penghasilan (beban) lain-lain                                 (1.674)          (686)       (3.001)          (55)            82            (35)
          Rugi sebelum pajak                                           (10.207)       (15.652)       (4.265)         (288)          (320)          (454)
          Manfaat (beban) pajak                                          2.145          3.123           (22)          (21)             -              -
          Rugi bersih periode/tahun berjalan                            (8.062)       (12.529)       (4.287)         (310)          (320)          (454)
          Pendapatan komprehensif lainnya                                   (0)             -             -        29.967              -              -
          Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan               (8.063)       (12.529)       (4.287)       29.658           (320)          (454)




VI.A.6.   Pendapatan

          Pendapatan MSB untuk periode tujuh bulan terakhir yang berakhir pada tanggal
          31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
          Rp 6,06 miliar, Rp 2,41 miliar, Rp 1,28 miliar, Rp 4,71 miliar, Rp 4,09 miliar dan
          Rp 6,28 miliar.

          Pendapatan     MSB    untuk    tahun yang   berakhir   pada    tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,13 miliar atau setara
          dengan 87,67% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2022.

          Pendapatan     MSB    untuk    tahun yang   berakhir   pada     tanggal
          31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 3,43 miliar atau setara
          dengan 72,77% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2021.

          Pendapatan     MSB    untuk    tahun yang   berakhir   pada    tanggal
          31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,62 miliar atau setara
          dengan 15,16% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2020.

          Pendapatan     MSB    untuk    tahun yang   berakhir   pada     tanggal
          31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 2,18 miliar atau setara
          dengan 34,80% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2019.




                                                                   42
Page 68
VI.A.7.   Rugi Bersih Periode/Tahun Berjalan

          Rugi bersih MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
          31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar
          Rp 8,06 miliar, Rp 12,53 miliar, Rp 4,29 miliar, Rp 0,31 miliar, Rp 0,32 miliar, dan
          Rp 0,45 miliar.

          Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 8,24 miliar atau setara
          dengan 192,27% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,98 miliar dibandingkan
          dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021.

          Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 0,01 miliar atau setara
          dengan 3,24% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

          Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 0,13 miliar atau setara
          dengan 29,51% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.




                                            43
Page 69
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 11
          PT Medika Sejahtera Bersama
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023

                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   31/07/24        31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                               Keterangan
                                                                   (7 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                        (10.207)       (15.652)       (4.265)         (288)          274            271
          Penyesuaian untuk:
            Penyusutan                                                   3.838          1.598          530           784                 -               -
            Beban bunga utang bank                                       1.385              -            -             -                 -               -
            Amortisasi aset tidak berwujud                                  25             44            6             -                 -               -
            Imbalan pascakerja                                             102            107           94             -                 -               -
            Rugi penghapusan aset tetap                                      -              -            -           197                 -               -
          Perubahan pada aset dan liabilitas:
            Piutang usaha                                                 (565)          (238)          163            34             -               -
            Piutang lain-lain                                              (21)            (1)            -             -             -               -
            Uang muka pembelian                                            331           (331)            -             -             -               -
            Deposit penunjang medis                                       (129)          (317)          (32)           14            14              28
            Pajak dibayar dimuka                                             -              -             -            21             -               -
            Biaya dibayar dimuka                                          (245)           (19)            -             -             -               -
            Utang usaha                                                     66             48            (0)          (47)            5              27
            Utang lain-lain                                              2.267          9.066         5.117           (23)          (53)            (42)
            Uang muka pasien                                               (84)           164             -             -             -               -
            Utang pajak                                                     30             11            (0)            5             -               -
            Beban akrual                                                  (178)           291          (205)           44           (60)              3
          Pembayaran pajak penghasilan                                       -             (2)          (22)          (21)            -               -
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Operasi                                            (3.384)        (5.229)        1.385          721            181            286
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Pengurangan (penambahan) aset tetap                                  -      (23.632)          (98)         (526)          (30)            (31)
          Pengurangan (penambahan) aset takberwujud                            -            -          (172)            -             -               -
          Pembayaran aset hak guna                                             -            -          (165)            -             -               -
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Investasi                                                 -      (23.632)         (435)         (526)          (30)            (31)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan (pembayaran) utang bank                             4.102         29.716        (1.188)         (110)           27            (166)
          Penerimaan (pembayaran) beban bunga                           (1.378)             -             -             -          (153)           (158)
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Pendanaan                                           2.724         29.716        (1.188)         (110)         (126)           (324)
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                     (660)          855           (238)          85             25             (69)
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                              995            139           377           292            266            336
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                             334            995           139           377            292            266




          Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MSB untuk periode tujuh
          bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar Rp 3,39 miliar dan
          Rp 5,23 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, dan
          2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1,39 miliar, Rp 0,72 miliar, Rp 0,18 miliar,
          dan Rp 0,29 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MSB untuk periode tujuh
          bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 3,39 miliar terutama
          berasal dari rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 10,21 miliar, yang disertai
          dengan penyesuaian untuk penyusutan dan beban bunga utang bank
          masing-masing sebesar Rp 3,84 miliar dan Rp 1,39 miliar.




                                                                   44
Page 70
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 5,23 miliar terutama berasal
dari rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 15,65 miliar yang disertai dengan
penyesuaian untuk penyusutan serta perubahan pada aset dan
liabilitas – penerimaan utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 1,60 miliar dan
Rp 9,07 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,39 miliar terutama berasal
dari penyesuaian untuk penyusutan serta perubahan pada aset dan
liabilitas – penerimaan utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 0,53 juta dan
Rp 5,12 miliar yang disertai dengan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp
4,27 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,72 miliar terutama berasal
dari penyesuaian untuk penyusutan serta penyesuaian untuk rugi penghasilan
aset tetap masing-masing sebesar Rp 0,78 miliar dan Rp 0,20 miliar yang disertai
dengan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 0,29 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,18 miliar terutama berasal
dari laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 0,27 miliar yang disertai dengan
perubahan pada aset dan liabilitas – pembayaran utang lain-lain dan perubahan
pada aset dan liabilitas – pembayaran beban akrual masing-masing sebesar
Rp 0,05 miliar dan Rp 0,06 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,29 miliar terutama berasal
dari laba sebelum pajak penghasilan serta perubahan pada aset dan
liabilitas – deposit penunjang medis masing-masing sebesar Rp 0,27 miliar dan Rp
0,03 miliar yang disertai dengan perubahan aset dan liabilitas – pembayaran utang
lain-lain sebesar Rp 0,04 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024, MSB tidak
memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019 masing-masing adalah sebesar Rp 0,09 miliar, Rp 23,63 miliar,
Rp 0,44 miliar, Rp 0,53 miliar, Rp 0,03 miliar, dan Rp 0,03 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 23,63 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan aset tetap.




                                 45
Page 71
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,44 miliar terutama berasal
dari penambahan aset tetap, perolehan aset takberwujud, dan pembayaran aset
hak guna masing-masing sebesar Rp 0,10 miliar, Rp 0,17 miliar, dan
Rp 0,17 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,53 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,03 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,03 miliar terutama berasal
dari penambahan aset tetap.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MSB untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar Rp 2,72 miliar dan
Rp 29,72 miliar. Arus kas bersih yang dipergunakan untuk aktivitas pendanaan
MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1,19 miliar, Rp 0,11 miliar,
Rp 0,13 miliar, dan Rp 0,32 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MSB untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 2,72 miliar terutama
berasal dari penerimaan utang bank sebesar Rp 4,10 miliar yang disertai dengan
pembayaran beban bunga sebesar Rp 1,38 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 29,72 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang bank.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,19 miliar seluruhnya
berasal dari pembayaran utang bank.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,11 miliar seluruhnya
berasal dari pembayaran utang bank.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,13 miliar terutama berasal
dari pembayaran beban bunga sebesar Rp 0,15 miliar.




                                 46
Page 72
           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,32 miliar terutama berasal
           dari pembayaran utang bank dan pembayaran beban bunga masing-masing
           sebesar Rp 0,17 miliar dan Rp 0,16 miliar.

VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 12
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023



                                   Keterangan             31/07/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21    31/12/20    31/12/19

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                              0,04         0,05         0,03         0,37        0,33        0,31
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                              0,12         0,03         0,04         0,13        0,67        0,96
           Ekuitas terhadap jumlah aset                        0,11         0,21         0,82         0,96        0,72        0,72
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset              0,89         0,79         0,18         0,04        0,28        0,28
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                  8,41         3,83         0,22         0,05        0,38        0,38
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                   5,47%       29,85%       30,51%      30,34%      34,85%      38,77%
           Marjin rugi usaha                                -140,88%     -621,32%      -98,52%      -4,94%      -9,83%      -6,67%
           Laba rugi usaha terhadap jumlah aset              -16,95%      -17,97%       -3,47%      -0,65%      -6,62%      -6,43%
           Marjin laba bersih                               -133,10%     -520,15%     -333,99%      -6,57%      -7,82%      -7,23%
           Imbal hasil aset                                  -16,01%      -15,04%      -11,77%      -0,87%      -5,27%      -6,97%
           Laba rugi usaha terhadap ekuitas                 -159,56%      -86,86%       -4,25%      -0,68%      -9,17%      -8,89%
           Imbal hasil ekuitas                              -150,76%      -72,71%      -14,40%      -0,91%      -7,29%      -9,64%




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MSB dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MSB. Pada tanggal-tanggal
           31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio perputaran
           jumlah aset masing-masing adalah 0,12; 0,03; 0,04; 0,13; 0,67; dan 0,96.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas MSB
           terhadap jumlah aset MSB. Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
           2012, 2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
           adalah 0,11; 0,21; 0,82; 0,96; 0,72; dan 0,72.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan MSB untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
           2019, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
           0,89; 0,79; 0,18; 0,04; 0,28; dan 0,28, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
           ekuitas masing-masing adalah 8,41; 3,83; 0,22; 0,05; 0,38; dan 0,38.




                                                          47
Page 73
VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MSB dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan MSB dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Medika Sejahtera Bersama

           Berikut adalah analisis common size MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir
           pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019.

           Ikhtisar common size MSB adalah sebagai berikut:
           Tabel 13
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023



                                  Keterangan              31/07/24      31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                  0,39%        1,19%       0,38%       1,06%       4,80%       4,09%
           Piutang usaha
             Pihak berelasi                                    0,00%        0,08%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
             Pihak ketiga                                      0,94%        0,22%       0,03%       0,49%       3,32%       3,34%
           Piutang lain-lain                                   0,03%        0,00%       0,00%       0,00%       0,11%       0,08%
           Deposit penunjang medis                             0,58%        0,45%       0,15%       0,06%       0,60%       0,78%
           Uang muka pembelian                                 0,00%        0,40%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Biaya dibayar di muka                               0,31%        0,02%       0,00%       0,00%       0,34%       0,32%
           Jumlah Aset Lancar                                  2,24%        2,36%       0,56%       1,61%       9,17%       8,61%
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset tidak berwujud                                  0,11%       0,15%       0,45%       0,00%       0,00%       0,00%
           Aset tetap                                          91,54%      93,74%      98,98%      98,39%      90,83%      91,39%
           Aset pajak tangguhan                                 6,10%       3,75%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                            97,76%      97,64%      99,44%      98,39%      90,83%      91,39%
           JUMLAH ASET                                      100,00%       100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                          48
Page 74
                        Keterangan                      31/07/24      31/12/23       31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                              0,16%          0,01%        0,02%        0,00%        0,00%        0,00%
  Pihak ketiga                                                0,10%          0,18%        0,30%        0,33%        2,70%        2,43%
Utang lain-lain                                              49,24%         42,57%       17,60%        0,00%        0,38%        1,16%
Uang muka pasien                                              0,09%          0,20%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Utang pajak                                                   0,05%          0,02%        0,01%        0,02%        0,00%        0,55%
Beban akrual                                                  0,19%          0,40%        0,11%        0,69%        0,00%        0,00%
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun         0,10%          0,04%        0,00%        3,34%       21,37%       19,51%
Biaya yang masih harus dibayar                                0,00%          0,00%        0,00%        0,00%        3,32%        4,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              49,93%         43,43%       18,05%        4,37%       27,76%       27,69%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
  diatas satu tahun                                          39,09%         35,64%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Imbalan pascakerja                                            0,35%          0,24%        0,26%        0,00%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             39,44%         35,88%        0,26%        0,00%        0,00%        0,00%
JUMLAH LIABILITAS                                            89,38%         79,31%       18,31%        4,37%       27,76%       27,69%
EKUITAS
Modal saham                                                 10,17%          10,54%       24,10%       24,66%      144,53%      134,84%
Surplus revaluasi                                           34,72%          35,99%       82,26%       84,17%        0,00%        0,00%
Saldo laba                                                 -34,27%         -25,84%      -24,67%      -13,20%      -72,29%      -62,53%
JUMLAH EKUITAS                                               10,62%         20,69%       81,69%       95,63%       72,24%       72,31%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              100,00%         100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 14
PT Medika Sejahtera Bersama
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023


                                                         31/07/24      31/12/23       31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19
                        Keterangan
                                                        (7 Bulan)     (1 Tahun)      (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan                                                 100,00%         100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                      94,53%          70,15%       69,49%       69,66%       65,15%       61,23%
Laba bruto                                                   5,47%        29,85%         30,51%       30,34%       34,85%       38,77%
Beban usaha                                               -146,34%      -651,16%       -129,04%      -35,29%      -44,68%      -45,44%
Rugi usaha                                                -140,88%      -621,32%        -98,52%       -4,94%       -9,83%       -6,67%
Penghasilan (beban) lain-lain                              -27,64%       -28,48%       -233,79%       -1,17%        2,01%       -0,56%
Rugi sebelum pajak                                        -168,52%      -649,80%       -332,32%       -6,11%       -7,82%       -7,23%
Manfaat (beban) pajak                                       35,42%       129,65%         -1,68%       -0,45%        0,00%        0,00%
Rugi bersih periode/tahun berjalan                        -133,10%      -520,15%       -333,99%       -6,57%       -7,82%       -7,23%
Pendapatan komprehensif lainnya                             -0,01%         0,00%          0,00%      635,77%        0,00%        0,00%
Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan           -133,11%      -520,15%       -333,99%      629,20%       -7,82%       -7,23%




                                                        49
Page 75
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan MSB, yaitu
          PT Medikaloka Hermina Tbk, PT Metro Healtchare Indonesia Tbk, dan
          PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang
          berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019.

          Ikhtisar common size untuk PT Medikaloka Hermina Tbk, PT Metro Healtchare
          Indonesia Tbk, dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk masing-masing adalah
          sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Medikaloka Hermina Tbk
          Tabel 15
          PT Medikaloka Hermina Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023



                                Keterangan                       30/06/24*       31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            9,61%        9,72%      10,21%      16,99%      13,60%      11,75%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,02%        0,02%       0,03%       0,04%       0,06%       0,12%
            Pihak ketiga - neto                                        10,29%        9,71%      10,49%      12,94%      16,55%      17,82%
          Piutang aset kontrak                                          0,56%        0,33%       0,47%       0,42%       0,91%       0,41%
          Piutang lain-lain                                             0,51%        0,88%       0,85%       0,74%       0,96%       1,64%
          Investasi aset keuangan                                       0,00%        0,00%       0,01%       0,00%       1,91%       0,00%
          Persediaan                                                    1,10%        1,33%       1,32%       1,25%       1,29%       1,01%
          Beban dibayar dimuka - neto                                   0,08%        0,05%       0,11%       0,02%       0,07%       0,06%
          Uang muka                                                     0,11%        0,07%       0,09%       0,09%       0,09%       0,14%
          Aset lancar lainnya                                           0,04%        0,04%       0,02%       0,06%       0,00%       0,01%
          Jumlah Aset Lancar                                           22,32%       22,15%      23,59%      32,56%      35,44%      32,97%
          ASET TIDAK LANCAR
          Estimasi tagihan restitusi pajak                              0,32%        0,34%       0,27%       0,04%       0,04%       0,50%
          Uang muka pembelian aset tetap                                7,94%        7,46%       5,20%       4,61%       3,08%       2,90%
          Aset pajak tangguhan                                          0,88%        0,88%       0,89%       0,52%       1,08%       1,40%
          Aset tetap - neto                                            66,44%       66,73%      67,31%      59,92%      59,17%      61,32%
          Aset lain-lain - neto                                         2,10%        2,43%       2,74%       2,36%       1,18%       0,90%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     77,68%       77,85%      76,41%      67,44%      64,56%      67,03%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          *)Tidak Diaudit




                                                                 50
Page 76
                        Keterangan                              30/06/24*     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                             0,69%         0,55%        0,00%        0,39%        0,14%        0,92%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                     0,02%         0,03%        0,05%        0,12%        0,10%        0,02%
  Pihak ketiga                                                       3,53%         4,01%        3,66%        4,16%        4,55%        4,09%
Utang lain-lain                                                      6,12%         6,45%        7,02%        7,19%        6,77%        7,14%
Utang pajak                                                          1,59%         2,20%        2,01%        4,74%        4,65%        2,14%
Akrual                                                               0,41%         0,48%        0,57%        0,66%        0,89%        0,92%
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek                      0,90%         1,40%        1,49%        1,44%        1,51%        1,62%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun:
  Utang bank                                                         2,12%         2,35%        1,95%        2,11%        4,00%        3,63%
  Liabilitas kontrak                                                 0,14%         0,13%        0,15%        0,50%        0,59%        0,19%
  Liabilitas sewa                                                    0,03%         0,03%        0,03%        0,04%        0,07%        0,00%
  Pembiayaan konsumen                                                0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Utang obligasi - neto                                                0,00%         0,00%        5,60%        0,00%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                      15,54%       17,64%       22,53%       21,35%       23,28%       20,69%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo diatas satu tahun:
  Utang bank                                                         25,45%       21,36%       13,70%       13,57%       13,35%       21,09%
  Liabilitas kontrak                                                  0,00%        0,00%        0,01%        0,03%        0,04%        0,07%
  Liabilitas sewa                                                     0,00%        0,02%        0,02%        0,01%        0,06%        0,00%
  Pembiayaan konsumen                                                 0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Utang obligasi - neto                                                 1,22%        1,37%        1,59%        5,88%        7,01%        0,00%
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang                      0,56%        0,55%        0,44%        0,62%        3,04%        3,39%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     27,24%       23,31%       15,75%       20,12%       23,50%       24,55%
JUMLAH LIABILITAS                                                    42,78%       40,95%       38,28%       41,47%       46,78%       45,23%
EKUITAS
Modal saham                                                           3,11%        3,42%        3,94%        3,93%        4,69%        5,89%
Tambahan modal disetor                                               22,72%       23,05%       25,34%       24,44%       29,12%       36,28%
Program opsi kepemilikan saham                                        0,00%        0,59%        0,88%        0,97%        1,16%        1,06%
Saham treasuri                                                       -4,58%       -5,15%       -5,97%       -3,82%       -0,95%        0,00%
Selisih nilai transaksi dengan pihak nonpengendali                   -5,21%       -5,81%       -6,65%       -6,76%       -8,08%      -10,29%
Saldo laba                                                           27,05%       27,85%       27,78%       24,91%       14,22%        9,60%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                               43,08%       43,95%       45,32%       43,68%       40,16%       42,54%
Kepentingan nonpengendali                                            14,14%       15,10%       16,40%       14,85%       13,06%       12,23%
JUMLAH EKUITAS                                                       57,22%       59,05%       61,72%       58,53%       53,22%       54,77%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

*)Tidak Diaudit


Tabel 16
PT Medikaloka Hermina Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023


                                                                30/06/24*      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19
                        Keterangan
                                                                (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan neto                                                    100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                              61,57%        64,13%       65,15%       49,50%       51,66%       55,95%
Laba bruto                                                          38,43%        35,87%       34,85%       50,50%       48,34%       44,05%
Beban usaha                                                        -20,14%       -22,38%      -24,32%      -20,92%      -26,37%      -28,85%
Penghasilan lain-lain - neto                                         0,13%         0,64%        1,45%        0,52%        1,62%        0,86%
Laba usaha                                                           18,42%       14,14%       11,98%       30,10%       23,59%       16,07%
Biaya keuangan dan administrasi bank                                 -2,25%       -2,41%       -2,85%       -2,44%       -2,92%       -3,00%
Penghasilan keuangan                                                  0,47%        0,55%        0,66%        0,40%        0,74%        0,85%
Laba sebelum pajak                                                   16,63%       12,28%        9,79%       28,05%       21,42%       13,92%
Beban pajak                                                          -3,42%       -2,61%       -2,07%       -6,06%       -6,80%       -4,45%
Laba bersih periode/tahun berjalan                                   13,21%        9,67%        7,73%       21,99%       14,62%        9,47%
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                                0,15%        0,16%        0,24%        0,08%       -0,49%       -0,34%
Laba komprehensif periode/tahun berjalan                             13,36%        9,82%        7,96%       22,07%       14,13%        9,13%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                              10,26%        7,56%        6,09%       16,97%       10,72%        7,03%
  Kepentingan non-pengendali                                          2,95%        2,11%        1,64%        5,02%        3,90%        2,44%

*)Tidak Diaudit




                                                                51
Page 77
VI.C.2.   PT Metro Healtchare Indonesia Tbk
          Tabel 17
          PT Metro Healthcare Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023



                                  Keterangan                        30/06/24      31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan bank                                                   10,97%      12,71%      12,59%      12,88%      15,25%       0,28%
          Investasi jangka pendek                                         5,65%       5,54%       7,56%      15,43%       5,80%       8,99%
          Piutang usaha dari pihak ketiga - neto                          0,87%       0,72%       0,46%       1,03%       1,34%       2,23%
          Piutang lain-lain dari pihak ketiga                             0,01%       0,01%       0,01%       0,18%       0,00%       0,01%
          Persediaan                                                      0,10%       0,12%       0,09%       0,15%       0,20%       0,26%
          Pajak dibayar dimuka                                            0,08%       0,07%       0,05%       0,04%       0,03%       0,01%
          Biaya dibayar dimuka                                            0,02%       0,02%       0,03%       0,03%       0,00%       0,00%
          Kas yang dibatasi penggunaannya                                 0,06%       0,02%       0,03%       0,04%       0,00%       0,00%
          Aset lancar lainnya                                             0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,06%       0,16%
          Jumlah Aset Lancar                                             17,76%      19,21%      20,82%      29,78%      22,69%      11,93%
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset tetap - neto                                              81,96%      80,50%      78,81%      69,24%      63,13%      87,58%
          Goodwill                                                        0,17%       0,17%       0,16%       0,17%       0,20%       0,29%
          Aset pajak tangguhan - neto                                     0,04%       0,03%       0,05%       0,14%       0,06%       0,04%
          Aset tidak lancar lainnya                                       0,07%       0,09%       0,15%       0,67%      13,92%       0,16%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                       82,24%      80,79%      79,18%      70,22%      77,31%      88,07%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                  Keterangan                        30/06/24      31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Pinjaman bank jangka pendek                                    3,57%        3,42%       3,06%       0,07%       0,38%       0,93%
          Utang usaha kepada pihak ketiga                                0,43%        1,03%       0,63%       0,35%       0,31%       0,33%
          Utang lain-lain kepada pihak ketiga                            0,00%        0,00%       0,00%       0,33%       0,03%       0,75%
          Utang pajak                                                    0,15%        0,18%       0,09%       0,20%       0,16%       0,13%
          Biaya masih harus dibayar                                      0,62%        0,61%       0,72%       0,50%       0,30%       0,25%
          Pendapatan diterima dimuka                                     0,02%        0,02%       0,02%       0,01%       0,00%       0,00%
          Liabilitas imbalan kerja - bagian jangka pendek                0,06%        0,06%       0,03%       0,03%       0,00%       0,00%
          Utang jangka panjang - bagian jangka pendek
            Pinjaman bank                                                 0,17%       0,16%       0,10%       0,20%       0,22%       0,28%
            Pinjaman kepada lembaga keuangan                              0,67%       0,65%       0,36%       0,17%       0,00%       0,00%
            Wesel bayar                                                  16,01%      15,70%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                21,70%      21,84%       5,03%       1,84%       1,41%       2,68%
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Utang jangka panjang setelah dikurangi
            bagian jangka pendek
            Pinjaman bank                                                1,97%        1,99%       1,99%       2,08%       2,78%       4,21%
            Pinjaman kepada lembaga keuangan                             0,89%        1,15%       1,76%       2,14%       0,00%       0,00%
            Wesel bayar                                                  0,00%        0,00%      15,32%      15,39%       0,00%       0,00%
          Liabilitas imbalan kerja - bagian jangka panjang               0,17%        0,13%       0,16%       0,23%       0,31%       0,25%
          Liabilitas pajak tangguhan - neto                              0,01%        0,01%       0,01%       0,00%       0,00%       0,02%
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               3,04%        3,28%      19,24%      19,83%       3,09%       4,49%
          JUMLAH LIABILITAS                                              24,73%      25,12%      24,27%      21,68%       4,50%       7,16%
          EKUITAS
          Modal saham                                                    81,98%      80,37%      78,52%      78,96%      96,50%      94,96%
          Tambahan modal disetor                                          0,08%       0,08%       0,08%       0,08%       0,10%       0,00%
          Defisit                                                        -6,83%      -5,60%      -2,89%      -0,74%      -1,12%      -2,16%
          Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
           induk                                                         75,23%      74,85%      75,71%      78,30%      95,48%      92,80%
          Kepentingan nonpengendali                                       0,03%       0,03%       0,02%       0,02%       0,03%       0,04%
          JUMLAH EKUITAS                                                 75,27%      74,88%      75,73%      78,32%      95,50%      92,84%
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                                    52
Page 78
          Tabel 18
          PT Metro Healthcare Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023


                                                                  30/06/24       31/12/23     31/12/22       31/12/21     31/12/20     31/12/19
                                 Keterangan
                                                                 (6 Bulan)       (1 Tahun)    (1 Tahun)      (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan                                                   100,00%      100,00%        100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok pendapatan                                        68,37%       63,06%         63,05%       49,84%       52,43%       50,89%
          Laba bruto                                                    31,63%       36,94%         36,95%       50,16%       47,57%       49,11%
          Beban usaha                                                  -38,35%      -51,83%        -60,22%      -45,31%      -54,74%      -43,48%
          Laba (rugi) usaha                                             -6,73%      -14,89%        -23,27%        4,85%       -7,17%        5,63%
          Pendapatan keuangan                                            1,55%        2,73%         12,20%        5,42%       18,69%        3,03%
          Beban keuangan                                               -22,14%      -31,67%        -34,61%       -8,88%       -5,39%      -12,49%
          Pendapatan lain-lain - neto                                    0,93%        0,10%          9,84%        0,85%        0,25%        0,00%
          Kerugian pelepasan entitas anak                                0,00%        0,00%          0,00%        0,00%        0,00%       -8,74%
          Kerugian lain-lain                                             0,00%        0,00%          0,00%        0,00%        0,00%       -1,39%
          Laba (rugi) sebelum pajak                                    -26,39%      -43,73%        -35,83%        2,24%        6,38%      -13,97%
          Manfaat (beban) pajak                                         -0,96%       -1,88%         -0,11%       -0,11%        0,17%       -1,79%
          Laba (rugi) neto periode/tahun berjalan                      -27,35%      -45,61%        -35,94%        2,12%        6,55%      -15,76%
          Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                         0,00%        0,63%          0,86%        0,46%        0,08%       -0,16%
          Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan              -27,35%      -44,98%        -35,09%        2,58%        6,63%      -15,92%
          Laba (rugi) neto periode/tahun berjalan yang dapat
            diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                      -27,42%      -45,71%        -35,92%        2,10%        6,62%      -15,71%
            Kepentingan non-pengendali                                   0,07%        0,10%         -0,02%        0,03%       -0,07%       -0,05%



VI.C.3.   PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
          Tabel 19
          PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023



                                 Keterangan                      30/06/24*       31/12/23     31/12/22       31/12/21     31/12/20     31/12/19

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           21,29%        11,48%        10,06%        18,70%       11,06%       10,20%
          Investasi jangka pendek                                       7,69%        13,43%        16,79%        17,90%       21,91%       10,26%
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                              0,00%         0,00%         0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
            Pihak ketiga                                                9,28%         9,40%         6,21%         3,78%       10,13%        8,51%
          Piutang lain-lain                                             0,58%         0,47%         0,54%         0,61%        0,99%        0,70%
          Aset keuangan lancar lainnya                                  0,30%         1,44%         1,40%         4,46%        3,27%       13,00%
          Persediaan                                                    0,64%         1,11%         0,90%         0,98%        0,86%        0,87%
          Pajak dibayar dimuka                                          0,05%         0,07%         0,02%         0,09%        0,13%        0,25%
          Biaya dibayar dimuka                                          0,65%         0,18%         0,12%         0,09%        0,35%        0,60%
          Aser lancar lainnya                                           0,03%         0,04%         0,02%         0,01%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           40,51%        37,63%        36,06%        46,60%       48,70%       44,39%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang lain-lain                                             0,63%         0,65%         0,67%         0,43%        0,40%        0,39%
          Uang muka perolehan aset tetap                                2,19%         2,85%         4,86%         6,73%        3,60%        3,89%
          Aset tetap                                                   50,22%        51,90%        49,58%        39,30%       39,77%       42,86%
          Aset tak berwujud                                             5,25%         5,87%         6,45%         6,34%        2,93%        3,33%
          Aset hak guna                                                 0,08%         0,10%         0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
          Aset pajak tangguhan                                          0,48%         0,45%         0,38%         0,57%        1,00%        1,63%
          Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan                  0,56%         0,48%         1,94%         0,00%        0,01%        0,06%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,08%         0,08%         0,08%         0,01%        3,59%        3,45%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     59,49%        62,37%        63,94%        53,40%       51,30%       55,61%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%      100,00%        100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          *)Tidak Diaudit




                                                                  53
Page 79
                        Keterangan                        30/06/24*     31/12/23     31/12/22      31/12/21     31/12/20     31/12/19

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                               0,39%         0,52%        0,52%         0,50%        0,65%        0,68%
  Pihak ketiga                                                 1,93%         2,15%        1,97%         2,50%        2,51%        2,22%
Utang lain-lain - pihak ketiga                                 1,09%         1,09%        1,76%         1,76%        0,97%        0,60%
Utang dividen                                                  5,87%         0,00%        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
Uang muka pasien                                               0,25%         0,22%        0,21%         0,35%        0,47%        0,24%
Beban akrual                                                   2,85%         2,90%        2,70%         2,51%        2,20%        2,92%
Utang pajak                                                    0,84%         0,68%        2,27%         3,49%        2,13%        1,00%
Bagian jangka pendek atas liabilitas jangka panjang
  Utang bank                                                   0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        0,00%        0,05%
  Liabilitas sewa                                              0,01%         0,02%        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                13,23%        7,58%        9,43%        11,11%        8,92%        7,73%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
  bagian jangka pendek
  Utang bank                                                   0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        0,00%        0,04%
  Liabilitas sewa                                              0,02%         0,03%        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
Liabilitas imbalan pascakerja                                  2,62%         2,48%        1,91%         2,52%        4,50%        6,29%
Liabilitas pajak tangguhan                                     0,01%         0,01%        0,02%         0,00%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               2,65%         2,52%        1,93%         2,53%        4,50%        6,32%
JUMLAH LIABILITAS                                              15,88%       10,10%       11,36%        13,64%       13,42%       14,05%
EKUITAS
Modal saham                                                     1,77%        1,94%         2,06%        2,08%        2,24%        2,55%
Tambahan modal disetor                                         16,91%       18,56%        19,70%       19,86%       21,39%       24,44%
Saham treasuri                                                 -9,43%      -10,35%       -10,99%       -5,92%       -0,15%       -0,02%
Komponen ekuitas lainnya                                       -0,01%        0,00%         0,04%        0,07%        0,00%        0,00%
Keuntungan yang belum direalisasi                               0,00%        0,00%         0,00%        0,19%        0,30%        0,26%
Saldo laba                                                     64,58%       69,17%        67,59%       60,57%       53,43%       49,80%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                         73,82%       79,32%       78,40%        76,85%       77,21%       77,04%
Kepentingan nonpengendali                                      10,30%       10,58%       10,24%         9,51%        9,37%        8,91%
JUMLAH EKUITAS                                                 84,12%       89,90%       88,64%        86,36%       86,58%       85,95%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

*)Tidak Diaudit


Tabel 20
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023


                                                          30/06/24*     31/12/23     31/12/22      31/12/21     31/12/20     31/12/19
                        Keterangan
                                                          (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan bersih                                            100,00%       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                        46,25%        50,09%        48,70%       48,05%       50,52%       52,13%
Laba bruto                                                    53,75%        49,91%        51,30%       51,95%       49,48%       47,87%
Beban usaha                                                  -22,96%       -22,33%       -19,58%      -15,28%      -18,97%      -20,26%
Pendapatan Lain-lain                                           0,95%         0,86%         1,48%        1,79%        2,40%        1,96%
Beban lain-lain                                               -0,02%        -0,13%        -0,08%       -0,14%       -0,34%       -0,16%
Laba usaha                                                     31,72%       28,31%       33,12%        38,32%       32,58%       29,41%
Pendapatan Keuangan                                             1,84%        1,69%        1,44%         1,46%        1,96%        2,35%
Beban Keuangan                                                 -0,35%       -0,36%       -0,32%        -0,28%       -0,34%       -0,42%
Laba sebelum pajak                                             33,20%       29,63%       34,24%        39,50%       34,21%       31,34%
Beban pajak                                                    -6,90%       -6,27%       -7,22%        -8,22%       -7,20%       -6,64%
Laba bersih periode/tahun berjalan                             26,30%       23,36%       27,02%        31,28%       27,01%       24,69%
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                          0,00%       -0,02%       -0,16%         0,71%        2,98%       -0,94%
Laba komprehensif periode/tahun berjalan                       26,30%       23,34%       26,86%        31,99%       29,99%       23,75%
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan yang dapat
  diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                        24,49%       21,48%       24,90%        28,23%       24,62%       22,78%
  Kepentingan non-pengendali                                    1,81%        1,88%        2,12%         3,05%        2,39%        1,91%

*)Tidak Diaudit




                                                          54
Page 80
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, MSB tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap MSB adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Permintaan Tenaga Medis

         Tenaga medis seperti dokter dan spesialis, termasuk perawat, fisioterapi, analis
         laboratorium dan sebagainya merupakan sumber daya utama dari pelayanan
         rumah sakit. Selain fasilitas yang diberikan, kepercayaan terhadap rumah sakit
         juga dipengaruhi oleh layanan tenaga medisnya yang andal dengan keahlian dan
         pengalaman di bidang jasa layanan medis. Permintaan tenaga medis khususnya
         dokter dan spesialis sangat kompetitif dan ketersediaannya terbatas karena
         periode pelatihannya yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk spesialis
         tertentu. Dalam hal ini MSB harus mampu mempertahankan tenaga medisnya baik
         dari segi kualitas maupun kuantitas. Kesulitan dalam mempertahankan dan/atau
         merekrut tenaga medis yang andal dapat berdampak pada kegiatan operasional
         MSB.

VII.B.   Risiko Tindakan Medis

         Para tenaga medis dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya tidak
         terlepas dari risiko yang terjadi atas tindakan medis, baik risiko yang telah
         disampaikan kepada pasien maupun yang belum tersampaikan kepada pasien.
         Risiko tindakan medis dapat terjadi dalam setiap rangkaian proses pengobatan,
         seperti penegakan diagnosis, operasi, penentuan obat dan dosisnya, pasca
         operasi, dan lain sebagainya. Contoh dari risiko tindakan medis, yaitu terjadinya
         komplikasi yang tidak dapat dicegah atau dikontrol oleh tenaga medis, reaksi alergi
         yang berlebihan dan sebagainya. Meskipun tenaga medis telah melakukan
         tindakan bedasarkan prosedur yang ada, hal ini belum tentu dapat diterima oleh
         pasien dan muncul gugatan dari pasien tersebut. Apabila gugatan hukum dari
         penggugat diterima, maka tidak menutup kemungkinan bahwa MSB juga dapat
         kehilangan tenaga medis yang bersangkutan. MSB tidak dapat menjamin setiap
         tindakan medis yang terjadi dapat berjalan dengan baik dan apabila terdapat
         kegagalan dalam tindakan medis yang berakibat pada gugatan hukum, maka hal
         ini dapat memengaruhi reputasi serta kinerja MSB.




                                           55
Page 81
VII.C.   Risiko Perubahan Teknologi

         Semakin berkembangnya penyakit dan ilmu kedokteran serta perkembangan
         teknologi menuntut rumah sakit untuk memiliki dan memperbaharui peralatan,
         fasilitas medis, dan layanan yang diberikan agar dapat memenuhi tuntutan
         tersebut. Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi yang cepat dapat
         menyebabkan risiko keusangan pada peralatan dan fasilitas medis yang ada,
         karena standar peralatan yang lama dapat tertinggal jauh dari peralatan baru yang
         lebih canggih sehingga MSB harus mampu mengikuti perkembangan dan
         memperbaharui peralatan dan fasilitas yang dimiliki. Untuk memperbaharui
         peralatan dan fasilitas medis diperlukan modal kerja yang signifikan dan para
         tenaga medis perlu dilatih untuk mengoperasikan peralatan baru tersebut,
         sehingga MSB harus memiliki modal kerja yang cukup. Demikian juga dari segi
         perawatan, apabila tidak dirawat dengan baik atau jika peralatan yang dimiliki
         mengalami kerusakan, maka hal ini dapat berdampak pada terganggunya
         operasional MSB.

VII.D.   Risiko Persaingan Usaha

         Tingkat persaingan di bidang kesehatan di Indonesia saat ini, khususnya wilayah
         Jakarta dan sekitarnya cukup ketat, baik persaingan dari rumah sakit swasta
         maupun Pemerintah yang masing-masing memberikan fasilitas dan layanan
         beragam, serta dukungan tenaga medis yang andal. Selain itu, adanya
         Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang
         menyederhanakan dan memberikan kemudahan dalam izin mendirikan rumah
         sakit juga turut meningkatkan persaingan di industri ini. Adanya persaingan yang
         ketat dalam industri sejenis berpotensi dapat memengaruhi profitabilitas MSB.

VII.E.   Risiko Bencana Alam dan Wabah Penyakit

         Bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan lainnya dapat memengaruhi
         kegiatan usaha MSB secara langsung maupun tidak langsung. Terjadinya
         bencana alam dapat berdampak pada kerusakan bangunan dan peralatan medis
         yang dimiliki sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional dan kondisi
         finansial MSB. Selain bencana alam, wabah penyakit juga dapat memengaruhi
         kinerja operasional MSB. Wabah seperti Covid-19 membuat Pemerintah
         mengambil beberapa kebijakan, salah satunya yaitu pemberlakuan pembatasan
         kegiatan masyarakat dan karantina untuk meminimalisir penularan wabah tersebut
         dimana hal ini berdampak langsung bagi perekonomian, bisnis, dan alur investasi.
         Selain itu, banyaknya masyarakat yang menunda untuk berobat maupun medical
         check-up ke rumah sakit karena adanya himbauan Pemerintah untuk mengurangi
         dan membatasi praktik umum di luar Covid-19 atas tindakan yang tidak mendesak
         juga dapat memengaruhi jumlah kunjungan pasien sehingga berdampak pada
         profitabilitas MSB.




                                          56
Page 82
VII.F.   Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah

         Industri pelayanan kesehatan tunduk kepada peraturan Pemerintah yang ekstensif
         serta perubahan-perubahannya. Pemerintah atau instansi lainnya mungkin
         melaksanakan pemeriksaan berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap
         peraturan perundang-undangan tersebut. MSB diwajibkan untuk mendapatkan
         akreditasi nasional dan memiliki berbagai izin atau persetujuan dari regulator guna
         menjalankan kegiatan operasionalnya. Beberapa peraturan yang mengatur
         tentang rumah sakit di antaranya Permenkes No. 34 Tahun 2017 tentang
         Akreditasi Rumah Sakit dan Permenkes No. 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan
         Perizinan Rumah Sakit. Apabila terdapat kesulitan, ketidakpastian, atau
         keterlambatan dalam memproses akreditasi maupun perizinan yang diperlukan,
         maka hal tersebut dapat mengganggu kinerja operasional MSB.




                                           57
Page 83
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset-based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market-based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              58
Page 84
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income-based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MSB,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            MSB. Prospek MSB di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
            rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
            yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
            pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
            penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
            industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              59
Page 85
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
          kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).

          Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
          dilaksanakan oleh MSB di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
          perkiraan atas perkembangan usaha MSB. Dalam melaksanakan penilaian
          dengan metode ini, operasi MSB diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
          perkembangan usaha MSB. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
          dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
          risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

          Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MSB
          merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
          metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
          menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
          menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
          riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
          langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
          dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
          pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
          nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

          Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
          dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
          merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
          aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
          pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
          adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
          berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan MSB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa MSB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             60
Page 86
VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketability – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).

VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi MSB.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari MSB.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional MSB.
          4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan MSB yang telah disiapkan
             oleh pihak manajemen MSB.
          5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
             tersebut.
          6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan dan metode kapitalisasi
             kelebihan pendapatan dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MSB
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan MSB. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240912-001
          tanggal 12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            61
Page 87
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas dan metode
        metode kapitalisasi kelebihan pendapatan. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan
        dibahas penentuan nilai pasar dengan metode diskonto arus kas, baru kemudian
        dilanjutkan dengan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.




                                         62
Page 88
          Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
          sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
          nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

          Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
          perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
          tersebut untuk diperdagangkan.

          Untuk penilaian atas MSB, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
          untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
          Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
          ekuivalensinya pada tanggal 31 Juli 2024 yang didasarkan pada proyeksi laporan
          keuangan MSB yang disusun oleh manajemen MSB, maka diperkirakan telah
          dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh karena itu
          atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian
          terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon
          likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 30,00%, dengan pertimbangan
          sebagai berikut:

          •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
              bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% – 40,00%.
          •   MSB merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
              (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
              Indonesia.

IX.B.     Metode Diskonto Arus Kas

IX.B.1.   Proyeksi Laporan Keuangan

          Penilaian MSB yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
          proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen MSB. Dalam
          penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
          berdasarkan kinerja MSB pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
          rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi
          dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen MSB sehubungan dengan
          perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
          ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
          penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
          menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MSB yang dinilai pada saat penilaian
          ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
          yang kami lakukan terhadap target kinerja MSB yang dinilai.




                                           63
Page 89
            Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
            keuangan yang digunakan dalam penilaian atas MSB.

IX.B.1.a.   Umum

            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
                hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas MSB, industri,
                atau negara di mana MSB beroperasi.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
                tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
                keuangan yang dapat memengaruhi kinerja MSB selain yang telah
                diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
                MSB atau pada sumber utama penghasilan MSB selain yang telah
                diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen MSB.
            •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
                perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
                memengaruhi kegiatan usaha MSB.
            •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
                bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada MSB.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
                bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
                beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
                yang diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
            •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh MSB atas
                kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
                tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
            •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
                ketentuan-ketentuan yang ada.
            •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen MSB mempersiapkan proyeksi
                laporan keuangan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
                31 Desember 2025 – 2034.




                                              64
Page 90
IX.B.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
          Keuangan

        1. Proyeksi Pendapatan

           Pendapatan dalam penilaian ini terutama terdiri dari pendapatan rumah sakit
           dan klinik bayi tabung.

           Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan MSB untuk tahun
           2024 – 2034.

           Grafik 6
           PT Medika Sejahtera Bersama
           Proyeksi Pendapatan Tahun 2024 – 2034
           (Dalam miliar Rupiah)

                                              Pendapatan
                120

                100

                 80

                 60

                 40

                 20

                  -
                      2024   2025   2026   2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033   2034




                                           65
Page 91
2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan

   Beban pokok pendapatan MSB terutama terdiri dari beban farmasi &
   laboratorium, beban rumah sakit, dan beban penyusutan. Beban pokok
   pendapatan untuk tahun 2024 – 2034 diproyeksikan sebesar 52% – 95% dari
   pendapatan.

   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan MSB untuk
   tahun 2024 – 2034.

   Grafik 7
   PT Medika Sejahtera Bersama
   Proyeksi Beban Pokok Pendapatan Tahun 2024 – 2034
   (Dalam miliar Rupiah)

                               Beban Pokok Pendapatan
           60

           50

           40

           30

           20

           10

            -
                2024   2025   2026   2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033   2034




3. Beban Usaha

   Beban usaha MSB terutama terdiri dari beban gaji dan tunjangan,
   beban utilitas, dan beban penyusutan. Beban usaha untuk tahun
   2024 – 2034 diproyeksikan berkisar antara 22% – 146% dari pendapatan.

4. Pajak

   Mengingat MSB adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
   pajak yang diberlakukan atas MSB adalah tarif pajak yang berlaku umum di
   Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2034.




                                     66
Page 92
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif MSB
   untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
   adalah sebagai berikut:
   Tabel 21
   PT Medika Sejahtera Bersama
   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
                          Keterangan
                                                            (5 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                                                    4.973         17.502        24.658        32.957         42.695        51.255
   Beban pokok pendapatan                                        4.189         12.468        16.048        19.676         22.398        26.723
   Laba kotor                                                      784          5.034         8.610        13.281         20.297        24.532
   Beban usaha                                                   5.919         15.464        16.176        16.533         15.794        16.691
   Laba (rugi) usaha                                             (5.134)      (10.430)       (7.566)       (3.252)         4.504          7.841
   Beban lain-lain                                               (1.021)       (2.447)       (2.435)       (2.412)        (2.358)        (2.245)
   Laba (rugi) sebelum pajak                                     (6.156)      (12.877)      (10.001)       (5.664)         2.146         5.595
   Beban pajak                                                        -             -             -             -              -             -
   Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                     (6.156)      (12.877)      (10.001)       (5.664)         2.146         5.595



                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                            31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                          Keterangan
                                                           (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                                                   60.352         70.071        81.198        89.573         99.575
   Beban pokok pendapatan                                       31.320         36.238        41.860        46.159         51.237
   Laba kotor                                                   29.032         33.833        39.338        43.413         48.338
   Beban usaha                                                  17.652         18.675        19.764        20.923         22.137
   Laba (rugi) usaha                                            11.380         15.159        19.574        22.490         26.202
   Beban lain-lain                                              (2.026)        (1.684)       (1.224)         (728)          (158)
   Laba (rugi) sebelum pajak                                     9.355         13.475        18.350        21.763         26.044
   Beban pajak                                                       -              -        (3.555)       (4.788)        (5.730)
   Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                     9.355         13.475        14.795        16.975         20.314




6. Kas dan Bank

   Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
   operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
   setara kas.

7. Piutang Usaha

   Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 18 hari selama periode
   proyeksi.

8. Utang Usaha

   Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 26 hari selama periode proyeksi.




                                                        67
Page 93
9. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan MSB pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2034 adalah sebagai berikut:
   Tabel 22
   PT Medika Sejahtera Bersama
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Per 31 Desember 2024 - 2034

                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan    31/12/24     31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28       31/12/29

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                         359          360         462         501            308            375
   Piutang usaha                              602          882       1.243       1.662          2.152          2.584
   Piutang lain-lain                           22           22          22          22             22             22
   Deposit penunjang medis                    500          500         500         500            500            500
   Biaya dibayar dimuka                       264          264         264         264            264            264
   Jumlah Aset Lancar                        1.746       2.028       2.490       2.948          3.246          3.745
   ASET TIDAK LANCAR
   Aset tidak berwujud                          79          36           -           -              -              -
   Aset tetap                               76.313      70.440      64.733      60.103         59.386         58.762
   Aset pajak tangguhan                      5.268       5.268       5.268       5.268          5.268          5.268
   Jumlah Aset Tidak Lancar                 81.660      75.745      70.002      65.371         64.654         64.031
   JUMLAH ASET                              83.407      77.773      72.492      68.319         67.900         67.775



                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan    31/12/30     31/12/31    31/12/32    31/12/33     31/12/34

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                          441         871         398         561            634
   Piutang usaha                             3.043       3.533       4.094       4.516          5.020
   Piutang lain-lain                            22          22          22          22             22
   Deposit penunjang medis                     500         500         500         500            500
   Biaya dibayar dimuka                        264         264         264         264            264
   Jumlah Aset Lancar                        4.269       5.189       5.277       5.862          6.440
   ASET TIDAK LANCAR
   Aset tidak berwujud                           -           -           -           -              -
   Aset tetap                               58.215      57.739      57.355      56.926         56.526
   Aset pajak tangguhan                      5.268       5.268       5.268       5.268          5.268
   Jumlah Aset Tidak Lancar                 63.483      63.007      62.624      62.194         61.794
   JUMLAH ASET                              67.752      68.197      67.901      68.056         68.234




                                       68
Page 94
                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan    31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
            Utang usaha                                 457           635           892         1.189          1.538          1.844
            Utang lain-lain
              Pihak berelasi                         45.178        52.178        56.678        58.178         56.178         52.178
              Pihak ketiga                              316           316           316           316            316            316
            Uang muka pasien                             80            80            80            80             80             80
            Utang pajak                                  44            44            44            44             44             44
            Beban akrual                                161           161           161           161            161            161
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          46.236        53.414        58.171        59.969         58.317         54.624
            LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Utang bank jangka panjang                33.790        33.677        33.452        32.944         31.817         29.563
            Imbalan pascakerja                          369           546           735           936          1.151          1.379
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang         34.159        34.223        34.187        33.881         32.968         30.941
            JUMLAH LIABILITAS                        80.395        87.638        92.358        93.849         91.285         85.565
            EKUITAS
            Modal saham                                8.779         8.779         8.779         8.779         8.779          8.779
            Surplus revaluasi                         29.967        29.967        29.967        29.967        29.967         29.967
            Saldo laba (defisit)                     (35.735)      (48.611)      (58.613)      (64.277)      (62.131)       (56.536)
            JUMLAH EKUITAS                             3.012        (9.865)      (19.866)      (25.530)      (23.385)       (17.790)
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            83.407        77.773        72.492        68.319         67.900         67.775



                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan    31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
            Utang usaha                               2.169         2.516         2.913         3.212          3.568
            Utang lain-lain
              Pihak berelasi                         46.178        38.178        29.178        19.178          4.178
              Pihak ketiga                              316           316           316           316            316
            Uang muka pasien                             80            80            80            80             80
            Utang pajak                                  44            44            44            44             44
            Beban akrual                                161           161           161           161            161
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          48.948        41.295        32.692        22.991          8.347
            LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Utang bank jangka panjang                25.617        19.981        13.217         5.805              -
            Imbalan pascakerja                        1.622         1.881         2.156         2.450          2.762
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang         27.239        21.861        15.373         8.255          2.762
            JUMLAH LIABILITAS                        76.187        63.157        48.066        31.246         11.110
            EKUITAS
            Modal saham                                8.779         8.779         8.779        8.779          8.779
            Surplus revaluasi                         29.967        29.967        29.967       29.967         29.967
            Saldo laba (defisit)                     (47.181)      (33.706)      (18.911)      (1.936)        18.378
            JUMLAH EKUITAS                            (8.435)       5.040        19.835        36.810         57.124
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            67.752        68.197        67.901        68.056         68.234




IX.C.   Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan

        Sebagai dasar dalam menentukan terminal value atau nilai pada periode kekal
        (perpetuity period), kami menggunakan proyeksi tahun 2024 sampai tahun 2034
        sebagai periode tetap (fixed period), sedangkan tahun 2035 dianggap sebagai
        awal periode kekal. Dalam penilaian ini, pertumbuhan AKB pada tahun 2035 atau
        periode kekal diasumsikan sebesar 3,00%.

        Untuk mendapatkan terminal value, kami mengkapitalisasikan AKB tahun 2035
        dengan menggunakan tingkat diskonto yang digunakan pada tahun 2034.




                                                69
Page 95
IX.D.   Penentuan Arus Kas Bersih

        Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
        pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
        to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
        perusahaan (free cash flow to firm).

        Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
        bisnis adalah AKB untuk kapital.

        Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
        kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
        mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
        untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
        melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
        dengan cara langsung.

        Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
        laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
        untuk kapital MSB untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:
        Tabel 23
        PT Medika Sejahtera Bersama
        Proyeksi Arus Kas Bersih
        Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
        untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                  31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
                              Keterangan
                                                                 (5 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
        Penerimaan kas dari pelanggan                                  5.184        17.221        24.297        32.539         42.204        50.823
        Pembayaran kas kepada pemasok                                 (2.375)       (8.504)      (11.941)      (15.966)       (20.682)      (24.912)
        Pembayaran beban usaha                                        (4.694)      (12.481)      (13.142)      (13.842)       (14.582)      (15.366)
        Pembayaran beban pajak penghasilan                                 -             -             -             -              -             -
        Penambahan aset tetap                                            (42)         (675)         (951)       (1.272)        (1.647)       (1.978)
        Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                     (1.926)       (4.439)       (1.738)        1.459          5.292         8.567
        Penyesuaian pajak atas beban bunga                                 -             -             -             -              -             -
        Arus kas bersih                                               (1.926)       (4.439)       (1.738)        1.459          5.292         8.567



                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                 31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33       31/12/34
                              Keterangan
                                                                (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
        Penerimaan kas dari pelanggan                                59.894         69.581        80.637        89.150         99.071
        Pembayaran kas kepada pemasok                               (29.333)       (34.053)      (39.430)      (43.614)       (48.428)
        Pembayaran beban usaha                                      (16.196)       (17.074)      (18.005)      (18.991)       (20.035)
        Pembayaran beban pajak penghasilan                                -              -        (3.555)       (4.788)        (5.730)
        Penambahan aset tetap                                        (2.329)        (2.704)       (3.133)       (3.456)        (3.842)
        Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                    12.037         15.750        16.514        18.302         21.036
        Penyesuaian pajak atas beban bunga                                -              -          (237)         (160)           (35)
        Arus kas bersih                                              12.037         15.750        16.277        18.142         21.002




                                                                 70
Page 96
IX.E.     Tingkat Diskonto

          Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
          biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
          ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

          WACC      =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

          Dimana:

          ke        =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
          kd        =   Biaya modal utang
          We        =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
          Wd        =   Bobot utang dalam struktur kapital
          t         =   Pajak penghasilan perusahaan

IX.E.1.   Biaya Modal untuk Ekuitas

          Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
          ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
          menggunakan persamaan sebagai berikut:

          ke        =   Rf + (β x RPm) – RBDS

          Dimana:

          ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                        biaya modal ekuitas/saham biasa
          Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                        free rate)
          β         =   Beta
          RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                        premium)
          RBDS      =   Rating-based default spread

          Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
          memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
          dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
          Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Juli 2024, maka
          instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang
          dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 30 tahun dengan tingkat yield
          rata-rata sebesar 7,06% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
          (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                               71
Page 97
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,45%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang dikeluarkan pada bulan
Juli 2024.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
sebesar 1,79% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, yaitu sebagai berikut:

•    Perseroan;
•    PT Charlie Hospital Semarang Tbk;
•    PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk;
•    PT Murni Sadar Tbk;
•    PT Siloam International Hospitals Tbk;
•    Cengild Medical Berhad;
•    Focus Point Holdings Berhad; dan
•    IHH Healthcare Berhad.

sebesar 0,73 untuk mendiskonto AKB MSB yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB MSB tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL          =   βU x (1 + (1-T) x DER)




                                   72
Page 98
          Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
          perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 10,80% untuk memperoleh beta
          MSB. Tarif pajak yang digunakan untuk MSB sesuai dengan tarif pajak yang
          berlaku umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2024 – 2031, sebesar 19,37%
          untuk tahun 2032, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2033 – 2034. Dengan
          demikian, maka diperoleh beta MSB sebesar 0,81 untuk tahun 2024 – 2031,
          sebesar 0,80 untuk tahun 2032 dan sebesar 0,79 untuk tahun 2033 – 2034 dengan
          rincian perhitungan sebagai berikut:

          βL2024-2031 =   0,73 x (1 + (1 – 0,00%) x 10,80%) = 0,81
          βL2032      =   0,73 x (1 + (1 – 19,37%) x 10,80%) = 0,80
          βL2033-2034 =   0,73x (1 + (1 – 22,00%) x 10,80%) = 0,79

          Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
          dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,79%, diperoleh
          biaya modal atas ekuitas MSB sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
          ini:

          Ke2024-2031 =   7,06% + 0,81 x 6,45% – 1,79% = 10,50%
          Ke2032      =   7,06% + 0,80 x 6,45% – 1,79% = 10,40%
          Ke2033-2034 =   7,06% + 0,79 x 6,45% – 1,79% = 10,39%

IX.E.2.   Biaya Modal untuk Utang

          Karena perhitungan nilai ekuitas MSB dilakukan dengan mendiskonto tingkat
          balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
          invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
          yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
          pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
          ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

          Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
          pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
          bank Persero untuk bulan Juli 2024 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
          sebesar 9,40%.




                                            73
Page 99
IX.E.3.   Weighted Average Cost of Capital

          Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
          sebesar 90,25%, dan bobot utang sebesar 9,75%, yang diolah dari data rata-rata
          DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
          berlaku untuk MSB sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
          0,00% untuk tahun 2024 – 2031, sebesar 19,37% untuk tahun 2032, dan 22,00%
          untuk tahun 2033 – 2034, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah
          sebagai berikut:

          WACC                            = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
          WACC2024-2031                   = (10,50% x 90,25%) + (9,40% x [1 – 0,00%] x 9,75%) = 10,39%
          WACC2032                        = (10,40% x 90,25%) + (9,40% x [1 – 19,37%] x 9,75%) = 10,13%
          WACC2033-2034                   = (10,39% x 90,25%) + (9,40% x [1 – 22,00%] x 9,75%) = 10,09%

IX.F.     Perhitungan Indikasi Nilai Pasar MSB

          Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi MSB
          untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah
          sebagai berikut:
          Tabel 24
          PT Medika Sejahtera Bersama
          Indikasi Nilai Kini Operasi
          Per 31 Juli 2024

                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27     31/12/28      31/12/29
                                    Keterangan
                                                          (5 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                                      (1.926)       (4.439)       (1.738)        1.459         5.292         8.567
          Faktor diskonto                                      0,9596        0,8693        0,7875        0,7134        0,6462        0,5854
          Nilai kini arus kas bersih                           (1.848)       (3.859)       (1.368)        1.041         3.420         5.015



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                          31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                                    Keterangan
                                                          (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Arus kas bersih                                      12.037        15.750        16.277        18.142        21.002
          Faktor diskonto                                      0,5303        0,4804        0,4362        0,3962        0,3599
          Nilai kini arus kas bersih                            6.383         7.566         7.100         7.188         7.559
          Jumlah nilai kini arus kas bersih                   38.196
          Nilai kekal                                        107.716
          Indikasi nilai kini operasi                        145.913




          Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 145,91 miliar untuk tingkat
          diskonto sebesar 10,39% untuk tahun 2024 – 2031, sebesar 10,13% untuk tahun
          2032, sebesar 10,09% untuk tahun 2033 – 2034. Nilai tersebut merupakan indikasi
          nilai MSB dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.

          Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
          adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
          panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
          tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar MSB.




                                                          74
Page 100
Pada tanggal 31 Juli 2024, MSB memiliki aset non-operasi berupa kas dan setara
kas sebesar Rp 0,33 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar
Rp 0,33 miliar.

Selanjutnya, pada tanggal 31 Juli 2024, MSB memiliki liabilitas jangka panjang,
yaitu utang lain-lain – pihak berelasi dan utang bank jangka panjang
masing-masing sebesar Rp 42,18 miliar dan Rp 33,82 miliar. Dengan demikian,
jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham
dari hasil operasi adalah sebesar Rp 76,00 miliar.

Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi MSB dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 70,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 49,18 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 99,99% saham MSB berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
Rp 49,17 miliar.

Perincian perhitungan nilai pasar 99,99% saham MSB dengan menggunakan
metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
Tabel 25
PT Medika Sejahtera Bersama
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Juli 2024

                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                                    Jumlah

Indikasi nilai kini operasi                                                       145.913
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan setara kas                                                                  334
  Utang lain-lain - pihak berelasi                                                (42.178)
  Utang bank jangka panjang                                                       (33.818)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                 70.251
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                  (21.075)
Nilai pasar 100,00% saham                                                          49.176
Nilai pasar 99,99% saham                                                           49.170




                                                    75
Page 101
IX.G.   Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

        Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
        100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 70,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
        100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 49,18 miliar. Dengan demikian, nilai
        pasar 99,99% saham MSB berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
        Rp 49,17 miliar.

IX.H.   Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
        Pendapatan

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 99,99% saham MSB adalah metode kapitalisasi kelebihan
        pendapatan. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
        harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
        yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar aset tetap
        yang telah dinilai oleh KJPP IBR sebagaimana tertuang dalam laporannya
        No. 00248/2.0047-05/PI/10/0500/1/X/2024 tanggal 29 Oktober 2024, dimana nilai
        pasar atas aset tetap pada tanggal 31 Juli 2024 adalah sebesar Rp 76,64 miliar.




                                         76
Page 102
Apabila nilai pasar atas aset tetap tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
keuangan, maka jumlah aset MSB adalah sebesar Rp 83,96 miliar, sedangkan
jumlah liabilitas MSB adalah tetap, yaitu sebesar Rp 77,13 miliar dengan
perhitungan sebagai berikut:

Tabel 26
PT Medika Sejahtera Bersama
Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Juli 2024

                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan               31/07/24      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                     334                  -            334
Piutang usaha                                          813                  -            813
Piutang lain-lain                                       22                  -             22
Deposit penunjang medis                                500                  -            500
Biaya dibayar dimuka                                   264                  -            264
Jumlah Aset Lancar                                    1.933                 -          1.933
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud                                      97               -               97
Aset tetap                                           78.981          (2.339)          76.642
Aset hak guna                                            21               -               21
Aset pajak tangguhan                                  5.268               -            5.268
Jumlah Aset Tidak Lancar                             84.367          (2.339)          82.028
JUMLAH ASET                                          86.300          (2.339)          83.961
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                            230                  -            230
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                     42.178                 -         42.178
  Pihak ketiga                                          316                 -            316
Uang muka pasien                                         80                 -             80
Utang pajak                                              44                 -             44
Beban akrual                                            161                 -            161
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                      43.010                 -         43.010
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang                            33.818                 -         33.818
Imbalan pascakerja                                      305                 -            305
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                     34.123                 -         34.123
JUMLAH LIABILITAS                                    77.133                 -         77.133
EKUITAS                                               9.168          (2.339)           6.829
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                        86.300          (2.339)          83.961




                                           77
Page 103
IX.H.1.   Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih

          Tingkat pengembalian aset berwujud bersih yang digunakan dalam penilaian ini
          adalah sebesar 8,26%.
          Tabel 27
          PT Medika Sejahtera Bersama
          Perhitungan Kontribusi Aset
          Per 31 Juli 2024

                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                            Bobot             Bobot
                              Keterangan                           31/07/24      Utang         Ekuitas
                                                                                                            Utang           Ekuitas
          Aset lancar                                                    1.599         800            800      50,00%             50,00%
          Aset tidak lancar                                             76.739      53.717         23.022      70,00%             30,00%
          Jumlah Aset                                                   78.338      54.517         23.821      69,59%             30,41%



          Tabel 28
          PT Medika Sejahtera Bersama
          Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
          Per 31 Juli 2024


                                                                                             Keseluruhan
                              Keterangan                          Biaya Modal    Bobot
                                                                                             Biaya Modal
          Aset lancar                                                   10,39%      30,41%          3,16%
          Aset tidak lancar                                              9,40%      69,59%          5,10%
          Jumlah                                                                                    8,26%




          Dalam perhitungan biaya modal aset lancar, biaya modal untuk utang yang
          digunakan adalah suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil
          dari suku bunga kredit investasi bank Persero yang dipublikasikan oleh Bank
          Indonesia sebesar 9,40%.

IX.H.2.   Pengembalian yang Diharapkan dari Aset Berwujud Bersih

          Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih diperoleh dengan
          mengalikan tingkat pengembalian aset berwujud bersih dengan nilai aset berwujud
          bersih. Berdasarkan laporan posisi keuangan yang telah direfleksikan menjadi nilai
          pasarnya, diperoleh nilai aset berwujud bersih MSB adalah sebesar
          Rp 82,49 miliar. Dengan tingkat pengembalian aset berwujud bersih sebesar
          8,26%, maka diperoleh pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih,
          yaitu sebesar Rp 6,82 miliar.

IX.H.3.   Penyesuaian Arus Kas Bersih

          Langkah berikutnya adalah menyesuaikan proyeksi AKB untuk kapital (free cash
          flow to invested capital) MSB untuk merefleksikan kemampuannya menghasilkan
          kas dari operasi yang wajar. Berdasarkan proyeksi AKB MSB, diperoleh rata-rata
          AKB adalah sebesar Rp 9,28 miliar. Nilai ini merupakan AKB MSB yang diperoleh
          berdasarkan proyeksi laporan keuangan MSB yang disusun oleh manajemen
          MSB. Dengan mempertimbangkan pengembalian yang diharapkan dari aset
          berwujud bersih, yaitu sebesar Rp 6,82 miliar atas proyeksi AKB MSB selama
          periode proyeksi, maka jumlah nilai kelebihan pendapatan atas proyeksi AKB MSB
          selama periode proyeksi adalah sebesar Rp 2,46 miliar.




                                                                   78
Page 104
IX.H.4.   Perhitungan Nilai Aset Takberwujud

          Aset takberwujud diperoleh dengan mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan
          dengan menggunakan tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan yang telah
          ditentukan berdasarkan tingkat diskonto sebesar 10,09%. Berdasarkan hasil
          perhitungan kami, diperoleh nilai aset takberwujud adalah sebesar Rp 24,42 miliar.

IX.H.5    Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
          Pendapatan

          Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar 99,99% saham MSB, langkah selanjutnya
          adalah menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud,
          kemudian    menambahkannya          dengan     aset  non-operasional     dan
          mengurangkannya dengan liabilitas jangka panjang.

          Pada tanggal 31 Juli 2024, MSB memiliki aset non-operasi berupa kas dan bank
          sebesar Rp 0,33 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
          ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar
          Rp 0,33 miliar.

          Selanjutnya, pada tanggal 31 Juli 2024, MSB memiliki liabilitas jangka panjang,
          yaitu utang lain-lain – pihak berelasi dan utang bank jangka panjang
          masing-masing sebesar Rp 42,18 miliar dan Rp 33,82 miliar. Dengan demikian,
          jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham
          dari hasil operasi adalah sebesar Rp 76,00 miliar.

          Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
          panjang tersebut pada indikasi nilai pasar MSB dari jumlah nilai aset berwujud
          bersih dan aset takberwujud, maka berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan
          pendapatan, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham MSB
          sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 31,24 miliar. Dengan diskon
          likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,00% saham MSB adalah
          sebesar Rp 21,87 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 99,99% saham MSB
          berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebesar
          Rp 21,87 miliar.




                                            79
Page 105
Perincian perhitungan nilai pasar 99,99% saham MSB dengan menggunakan
metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebagai berikut:
Tabel 29
PT Medika Sejahtera Bersama
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Juli 2024

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan                      31/07/24      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                              334                  -            334
Piutang usaha                                                   813                  -            813
Piutang lain-lain                                                22                  -             22
Deposit penunjang medis                                         500                  -            500
Jumlah Aset Lancar                                             1.669                 -          1.669
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud                                               97               -               97
Aset tetap                                                    78.981          (2.339)          76.642
Aset hak guna                                                     21               -               21
Aset pajak tangguhan                                           5.268               -            5.268
Jumlah Aset Tidak Lancar                                      84.367          (2.339)          82.028
JUMLAH ASET                                                   86.036          (2.339)          83.697
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                     230                  -            230
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                              42.178                 -         42.178
  Pihak ketiga                                                   316                 -            316
Uang muka pasien                                                  80                 -             80
Utang pajak                                                       44                 -             44
Beban akrual                                                     161                 -            161
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               43.010                 -         43.010
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang                                     33.818                 -         33.818
Imbalan pascakerja                                               305                 -            305
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              34.123                 -         34.123
JUMLAH LIABILITAS                                             77.133                 -         77.133
EKUITAS                                                        9.168          (2.339)           6.829
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 86.300          (2.339)          83.961

Aset berwujud bersih                                                                           82.490
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih                                                 8,26%
Rata-rata arus kas bersih                                                                       9.278
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih                                          6.815
Kelebihan pendapatan                                                                            2.463
Tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan                                                 10,09%
Aset takberwujud                                                                                24.415
Kas dan bank                                                                                       334
Utang lain-lain - pihak berelasi                                                               (42.178)
Utang bank jangka panjang                                                                      (33.818)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                             31.243
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                               (9.373)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                      21.870
Nilai pasar 99,99% saham                                                                       21.868




                                                  80
Page 106
IX.I.   Rekonsiliasi Nilai

        Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
        yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
        pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
        masing-masing dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

        Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
        informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan
        untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
        memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
        informasi yang digunakan pada metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

        Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
        Penilaian adalah sebesar Rp 40,98 miliar.

        Tabel 30
        PT Medika Sejahtera Bersama
        Rekonsiliasi Nilai
        Per 31 Juli 2024

                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                          Metode Penilaian              Nilai Pasar    Bobot             Nilai

        Metode Diskonto Arus Kas                              49.170      70,00%             34.419
        Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan              21.868      30,00%                 6.560
        Nilai Pasar                                                      100,00%             40.979



        Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
        dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
        mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
        yang dikembangkan pihak manajemen MSB melalui analisis atas kinerja historis
        dan pernyataan manajemen MSB mengenai rencana-rencana untuk masa yang
        akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
        asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
        wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
        tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
        nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
        asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan
        bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

IX.J.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        31 Juli 2024 adalah sebesar Rp 40,98 miliar.




                                                   81
Page 107
PT Medika Sejahtera Bersama                                                                     Lampiran A
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Juli 2024

                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      Faktor            Nilai Kini
             Tahun                       Arus Kas Bersih
                                                                     Diskonto        Arus Kas Bersih
              2024                                         (1.926)          0,9596                   (1.848)
              2025                                         (4.439)          0,8693                   (3.859)
              2026                                         (1.738)          0,7875                   (1.368)
              2027                                          1.459           0,7134                    1.041
              2028                                          5.292           0,6462                    3.420
              2029                                          8.567           0,5854                    5.015
              2030                                         12.037           0,5303                    6.383
              2031                                         15.750           0,4804                    7.566
              2032                                         16.277           0,4362                    7.100
              2033                                         18.142           0,3962                    7.188
              2034                                         21.002           0,3599                    7.559
Nilai kini arus kas bersih                                                                          38.196
Normalisasi arus kas bersih                                                 21.220
Nilai kekal                                                                299.295
Faktor diskonto                                                             0,3599
Indikasi nilai kini dari nilai kekal                                                               107.716
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan setara kas                                                                                    334
  Utang lain-lain - pihak berelasi                                                                  (42.178)
  Utang bank jangka panjang                                                                         (33.818)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                                   70.251
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                    (21.075)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                           49.176
Nilai pasar 99,99% saham                                                                            49.170




                                                           82
Page 108
PT Medika Sejahtera Bersama                                                                      Lampiran B
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Juli 2024

                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan                           31/07/24      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                   334                  -            334
Piutang usaha                                                        813                  -            813
Piutang lain-lain                                                     22                  -             22
Deposit penunjang medis                                              500                  -            500
Jumlah Aset Lancar                                                  1.669                 -          1.669
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud                                                    97               -               97
Aset tetap                                                         78.981          (2.339)          76.642
Aset hak guna                                                          21               -               21
Aset pajak tangguhan                                                5.268               -            5.268
Jumlah Aset Tidak Lancar                                           84.367          (2.339)          82.028
JUMLAH ASET                                                        86.036          (2.339)          83.697
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                          230                  -            230
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                   42.178                 -         42.178
  Pihak ketiga                                                        316                 -            316
Uang muka pasien                                                       80                 -             80
Utang pajak                                                            44                 -             44
Beban akrual                                                          161                 -            161
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    43.010                 -         43.010
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang                                          33.818                 -         33.818
Imbalan pascakerja                                                    305                 -            305
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   34.123                 -         34.123
JUMLAH LIABILITAS                                                  77.133                 -         77.133
EKUITAS                                                             9.168          (2.339)           6.829
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      86.300          (2.339)          83.961

Aset berwujud bersih                                                                                82.490
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih                                                      8,26%
Rata-rata arus kas bersih                                                                            9.278
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih                                               6.815
Kelebihan pendapatan                                                                                 2.463
Tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan                                                      10,09%
Aset takberwujud                                                                                     24.415
Kas dan bank                                                                                            334
Utang lain-lain - pihak berelasi                                                                    (42.178)
Utang bank jangka panjang                                                                           (33.818)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                                  31.243
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                    (9.373)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                           21.870
Nilai pasar 99,99% saham                                                                            21.868




                                                         83
Page 109
PT Medika Sejahtera Bersama                                                      Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Juli 2024

                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                  Metode Penilaian              Nilai Pasar    Bobot             Nilai

Metode Diskonto Arus Kas                              49.170      70,00%             34.419
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan              21.868      30,00%                 6.560
Nilai Pasar                                                      100,00%             40.979




                                           84

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.04 MB
Published3 Feb 2025
Pages109
Characters306,110
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Menteng Jakarta Pusat p.1 ×4
linked org Medikaloka Hermina Tbk p.22 ×20
linked org Metro Healthcare Indonesia Tbk p.22 ×11
linked org Mitra Keluarga Karyasehat Tbk p.22 ×26
linked person Dr. dr. Ivan Rizal Sini p.31 ×3
linked person Ir. Mesha Rizal Sini p.31 ×3
linked org Negara Maju p.50 ×3
linked org Charlie Hospital Semarang Tbk p.97 ×2
linked org Murni Sadar Tbk p.97 ×2
possible org BUNDAMEDIK Tbk p.1 ×6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.7 ×6
possible person Andi Wijaya · Rekan p.13 ×3
possible org PT Bunda Investama Indonesia p.31 ×3
possible person Nurhadi Yudiyantho p.31 ×2
possible person Adi Nugroho p.31 ×2
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama p.1 ×28
unresolved org Menteri Keuangan p.1
unresolved org Jinxin Life Asia Healthcare Investment Group Pte. Ltd. p.2 ×2
unresolved org HHES p.6 ×10
unresolved person Drs. Gunardi Noerwono p.6 ×3
unresolved org DGN p.6 ×4
unresolved person Drs. Basri Hardjosumarto p.6 ×5
unresolved org Ak & Rekan p.6 ×2
unresolved org KJPP Iwan Bachron & Rekan p.7 ×2
unresolved org KJPP Iwan Bachron p.7 ×2
unresolved person Isadora · Notaris p.7 ×7
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×11
unresolved org KJPP Kusnanto p.13 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.13
unresolved person H. Kondisi Pembatas p.18
unresolved org ANAK A. Tinjauan Industri Rumah Sakit p.19
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Per p.21 ×10
unresolved org Bank Sentral p.21 ×2
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Metode Diskonto Arus Kas p.23 ×2
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan p.23 ×3
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Tahun p.24 ×2
unresolved org PT Morula Indonesia p.26 ×3
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama MSB p.30 ×2
unresolved person Wina Ustriani · Notaris p.30 ×3
unresolved org Menteri Kehakiman Republik p.30 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik p.30 ×2
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Daftar Kepemilikan p.31 ×2
unresolved person Ir. Rinaldi Buchari I.F. p.31 ×2
unresolved org Diagnos Laboraturium Utama Tbk p.42 ×2
unresolved org DBHR p.48 ×2
unresolved person ANAK V.A. p.57
unresolved org Pusat Statistik p.60
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Rasio-rasio Keuangan Per p.72
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Berikut p.73
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Analisis Common Size p.73 ×2
unresolved org Metro Healtchare Indonesia Tbk p.75 ×6
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Proyeksi Pendapatan Tahun p.90
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Proyeksi Beban Pokok Pendapatan p.91
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Proyeksi p.92 ×2
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Proyeksi Arus Kas Bersih p.95
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Indikasi Nilai Kini Operasi p.99
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Nilai Pasar p.100 ×2
unresolved org KJPP IBR p.101
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Penyesuaian p.102
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Perhitungan Kontribusi Aset Per p.103
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset p.103
unresolved org PT Medika Sejahtera Bersama Rekonsiliasi Nilai Per p.106

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 16782 ms 12 Sep 2026 22:54
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '-5.21'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result