Back to announcement
20250131_BMHS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31848647_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review BMHSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 109
Page 1
No. : 00004/2.0162-00/BS/10/0382/1/I/2025 17 Januari 2025 Kepada Yth. PT BUNDAMEDIK Tbk Jl. Teuku Cik Ditro No. 28, Menteng Jakarta Pusat 10350 U.p. : Direksi Hal : Ringkasan Penilaian 99,99% Saham PT Medika Sejahtera Bersama Dengan hormat, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Bundamedik Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,99% saham PT Medika Sejahtera Bersama (selanjutnya disebut “MSB”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/240912-001 tanggal 12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 99,99% saham MSB (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Juli 2024. ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang pengelolaan rumah sakit. Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1978. Perseroan berdomisili di Jalan Teuku Cik Ditro Nomor 28, Menteng, Jakarta Pusat 10350, dengan nomor telepon: (021) 3192 3344, nomor faksimile: (021) 3190 5915, dan email: corsec@bmhs.co.id.
Page 2
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Juli 2024, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MSB dengan struktur kepemilikan
sebagai berikut:
Perseroan
47,25%
MI
99,99%
MSB
MI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, MI dapat melaksanakan kegiatan usaha
aktivitas kehumasan dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
MSB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas rumah sakit swasta. MSB
mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura Tegalsari.
Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak
sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pencapaian tujuan
pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan angka kematian dan peningkatan
keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti
memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak tersebut,
Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya Jinxin Life Asia Healthcare
Investment Group Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “JLAH”) sebagai investor MI. Perseroan
mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang strategis dengan JLAH dengan
memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama
menggali potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek
pasar dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi
Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
ii
Page 3
Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk melakukan
akuisisi atas 99,99% saham MSB dari MI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”). Setelah
Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
pada masa yang akan datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja
keuangannya sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi
pasar MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
akan datang.
Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan memiliki
pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang
lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan mengharapkan
dapat menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan
rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
Perseroan di masa yang akan datang.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak
sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pencapaian tujuan
pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan angka kematian dan
peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu
dan anak, seperti memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak tersebut,
Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya JLAH sebagai investor MI.
Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang strategis dengan JLAH dengan
memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama
menggali potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki
prospek pasar dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya
populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
• Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk melakukan
Rencana Transaksi. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan prospek usaha
industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan datang, Perseroan mengharapkan
MSB dapat meningkatkan kinerja keuangannya sehingga Perseroan dapat
memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar MSB untuk meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
iii
Page 4
• Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan
memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang
lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan
mengharapkan dapat menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu
bersaing dengan rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah
bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.
Mengingat MSB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham MSB bersifat tidak likuid.
PREMIS PENILAIAN
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa MSB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Juli 2024.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.
iv
Page 5
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (selanjutnya disebut “SPI”).
DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MSB ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan MSB. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/240912-001 tanggal 12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Juli 2024.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan MSB yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan MSB
untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 yang menjadi dasar
penilaian ini.
JENIS LAPORAN
Jenis laporan penilaian 99,99% saham PT Medika Sejahtera Bersama ini merupakan laporan
terinci.
v
Page 6
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Juli 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian 99,99%
saham PT Medika Sejahtera Bersama tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:
1. Laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo (selanjutnya disebut “HHES”) sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00390/2.1127/AU.1/10/1651-3/1/XII/2024 tanggal
16 Desember 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;
2. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00128/2.1127/AU.1/10/1651-2/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian;
3. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00271/2.1127/AU.1/10/1651-1/1/VII/2023 tanggal 10 Juli 2023 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;
4. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP Drs. Gunardi Noerwono (selanjutnya disebut “DGN”) sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00001/00612/AU.2/05/0812/1/III/2022 tanggal
1 Maret 2022 dengan pendapat wajar dengan modifikasian dengan hal lain;
5. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
telah diaudit oleh KAP DGN sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00001/00612/AU.2/05/0812/1/X/2021 tanggal 18 Oktober 2021 dengan pendapat
wajar dengan modifikasian dengan hal lain;
6. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
telah diaudit oleh KAP Drs. Basri Hardjosumarto, M.Si, Ak & Rekan sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00192/2.0664/AU.2/05/0291-4/1/VI/2020 tanggal 25 Juni 2020
dengan pendapat wajar dengan modifikasian;
vi
Page 7
7. Proyeksi laporan keuangan MSB untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034 yang disusun oleh manajemen MSB;
8. Laporan penilaian properti MSB per 31 Juli 2024 yang disusun oleh
KJPP Iwan Bachron & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00248/2.0047-05/PI/10/0500/1/X/2024 tanggal 29 Oktober 2024;
9. Anggaran dasar MSB yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan
Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham No. 7 tanggal
2 Juni 2023 yang dibuat oleh Notaris Isadora, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai
perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris MSB;
10. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Cuncun M. Wijaya Wibowo
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
terkait dengan Rencana Transaksi;
11. Tarif pajak yang diberlakukan atas MSB adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2034;
12. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan MSB serta pihak-pihak lain yang
relevan untuk penugasan;
13. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
14. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
15. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
16. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan
17. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan MSB atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
vii
Page 8
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari MSB. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan MSB yang disusun oleh manajemen MSB. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja MSB pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MSB yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja MSB yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis MSB dan informasi
manajemen MSB terhadap proyeksi laporan keuangan MSB tersebut. Kami juga bertanggung
jawab atas laporan penilaian MSB dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MSB atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan MSB bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
viii
Page 9
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan MSB.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum MSB berdasarkan anggaran dasar MSB.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MSB, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki MSB. Prospek MSB di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang
diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis
eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.
ix
Page 10
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
(capitalized excess earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
MSB di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha MSB. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi MSB diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha MSB. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MSB merupakan
metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank).
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga
harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian
terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah
disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian
dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi nilai pasar saham
dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.
x
Page 11
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
MSB. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
RINGKASAN HASIL PENILAIAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:
I. Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 70,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 49,18 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
99,99% saham MSB berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
Rp 49,17 miliar.
II. Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
Pendapatan
Berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa
indikasi nilai pasar 100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah
sebesar Rp 31,24 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
pasar 100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 21,87 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 99,99% saham MSB berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
adalah sebesar Rp 21,87 miliar.
xi
Page 12
III. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan 30,00% untuk metode
kapitalisasi kelebihan pendapatan.
Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan 30,00%
untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan informasi yang
digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan untuk menentukan nilai
pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat
kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang
digunakan pada metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar Rp 40,98 miliar.
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen MSB melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen MSB
mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami
melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian
asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi
perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
KESIMPULAN PENILAIAN
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Juli 2024 adalah sebesar
Rp 40,98 miliar.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan MSB serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.
xii
Page 13
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas MSB. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian MSB tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Andi Wijaya
Rekan
Izin Penilai : B-1.13.00382
STTD : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 08-S-02223
xiii
Page 14
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap MSB untuk
sekarang dan masa yang akan datang.
2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
tercantum dalam laporan.
3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
pemberi tugas.
4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.
5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.
6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
xiv
Page 15
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
dinilai.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
perusahaan yang dinilai.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.
4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
Tim Penilai:
Andi Wijaya .....................................
Izin Penilai : B-1.13.00382
STTD : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 08-S-02223
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Kurnia Nugraha Chahyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10335
Mochammad Salman Alfarisi .....................................
No. MAPPI : 23-A-12179
xv
Page 16
SURAT PERNYATAAN
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (SPI) serta
telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.
3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Juli 2024.
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.
7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.
8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.
12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
proses analisis Objek Penilaian.
13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
xvi
Page 17
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.
15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.
16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
dengan operasional, kinerja, dan prospek dari MSB.
Tim Penilai:
Andi Wijaya .....................................
Izin Penilai : B-1.13.00382
STTD : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 08-S-02223
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Kurnia Nugraha Chahyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10335
Mochammad Salman Alfarisi .....................................
No. MAPPI : 23-A-12179
xvii
Page 18
DAFTAR ISI
HALAMAN
OPINI i
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS xiv
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI xv
SURAT PERNYATAAN xvi
DAFTAR ISI xviii
DAFTAR TABEL xxi
DAFTAR GRAFIK xxiv
LAMPIRAN xxv
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
A. Alasan dan Latar Belakang 1
B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian 4
C. Premis Penilaian 4
D. Independensi Penilai 5
E. Tanggal Efektif Penilaian 5
F. Profil PT Medika Sejahtera Bersama 5
G. Definisi Nilai yang Digunakan 6
H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan 7
I. Metode Penilaian yang Digunakan 7
J. Ringkasan Hasil Penilaian 8
K. Kesimpulan Penilaian 10
II. DESKRIPSI PENUGASAN
A. Alasan dan Latar Belakang 11
B. Tujuan dan Maksud Penilaian 14
C. Definisi Nilai yang Digunakan 14
D. Tanggal Efektif Penilaian 14
E. Data dan Informasi yang Digunakan 15
F. Informasi Non-Keuangan 17
G. Jenis Ekuitas 18
H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok 19
I. Tingkat Kedalaman Investasi 20
J. Distribusi Laporan Penilaian 20
K. Jenis Laporan 21
L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events) 21
xviii
Page 19
HALAMAN
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
A. Latar Belakang PT Medika Sejahtera Bersama 22
B. Kegiatan Usaha 22
C. Manajemen 22
D. Kepemilikan Saham 23
E. Data Keuangan Historis 23
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
A. Tinjauan Ekonomi Dunia 25
B. Tinjauan Ekonomi Indonesia 27
C. Proyeksi Ekonomi Indonesia 28
D. Tingkat Suku Bunga 28
E. Inflasi 29
F. Nilai Tukar Rupiah 30
V. TINJAUAN INDUSTRI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK
A. Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak di Dunia 32
B. Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak di Indonesia 34
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
A. PT Medika Sejahtera Bersama 38
B. Analisis atas Common Size PT Medika Sejahtera Bersama 48
C. Analisis atas Common Size Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak 50
VII. ANALISIS RISIKO
A. Risiko Permintaan Tenaga Medis 55
B. Risiko Tindakan Medis 55
C. Risiko Perubahan Teknologi 56
D. Risiko Persaingan Usaha 56
E. Risiko Bencana Alam dan Wabah Penyakit 56
F. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah 57
VIII. METODE PENILAIAN
A. Metode-Metode Penilaian 58
B. Metode Penilaian yang Digunakan 59
C. Premis Penilaian 60
D. Aplikasi Diskon dan Premi 61
E. Prosedur Penilaian 61
F. Independensi Penilai 61
xix
Page 20
HALAMAN
IX. PENILAIAN
A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities) 62
B. Metode Diskonto Arus Kas 63
C. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan 69
D. Penentuan Arus Kas Bersih 70
E. Tingkat Diskonto 71
F. Perhitungan Indikasi Nilai Pasar MSB 74
G. Nilai Pasar 99,99% Saham MSB
Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas 76
H. Nilai Pasar 99,99% Saham MSB
Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan 76
I. Rekonsiliasi Nilai 81
J. Kesimpulan Penilaian 81
xx
Page 21
DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Medika Sejahtera Bersama 6
Tabel 2 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Medika Sejahtera Bersama 23
Tabel 3 Laporan Posisi Keuangan
PT Medika Sejahtera Bersama
Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 23
Tabel 4 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Medika Sejahtera Bersama
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 24
Tabel 5 Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia 25
Tabel 6 Pertumbuhan Inflasi 26
Tabel 7 Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral 27
Tabel 8 Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi 29
Tabel 9 Laporan Posisi Keuangan
PT Medika Sejahtera Bersama
Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 38
Tabel 10 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Medika Sejahtera Bersama
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 42
Tabel 11 Laporan Arus Kas
PT Medika Sejahtera Bersama
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 44
Tabel 12 Rasio-rasio Keuangan
PT Medika Sejahtera Bersama
Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 47
xxi
Page 22
HALAMAN
Tabel 13 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
PT Medika Sejahtera Bersama
Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 48
Tabel 14 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Medika Sejahtera Bersama
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 49
Tabel 15 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Medikaloka Hermina Tbk
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 50
Tabel 16 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Medikaloka Hermina Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 51
Tabel 17 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Metro Healthcare Indonesia Tbk
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 52
Tabel 18 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Metro Healthcare Indonesia Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 53
Tabel 19 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 – 2023 53
Tabel 20 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2019 – 2023 54
xxii
Page 23
HALAMAN
Tabel 21 Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
PT Medika Sejahtera Bersama
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 67
Tabel 22 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
PT Medika Sejahtera Bersama
Per 31 Desember 2024 – 2034 68
Tabel 23 Proyeksi Arus Kas Bersih
PT Medika Sejahtera Bersama
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 70
Tabel 24 Indikasi Nilai Kini Operasi
PT Medika Sejahtera Bersama
Per 31 Juli 2024 74
Tabel 25 Nilai Pasar 99,99% Saham
PT Medika Sejahtera Bersama
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Juli 2024 75
Tabel 26 Nilai Pasar 99,99% Saham
PT Medika Sejahtera Bersama
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Juli 2024 77
Tabel 27 Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
PT Medika Sejahtera Bersama
Per 31 Juli 2024 78
Tabel 28 Perhitungan Kontribusi Aset
PT Medika Sejahtera Bersama
Per 31 Juli 2024 78
Tabel 29 Nilai Pasar 99,99% Saham
PT Medika Sejahtera Bersama
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Juli 2024 80
Tabel 30 Rekonsiliasi Nilai
PT Medika Sejahtera Bersama
Per 31 Juli 2024 81
xxiii
Page 24
DAFTAR GRAFIK
HALAMAN
Grafik 1 Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia 28
Grafik 2 Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
di Indonesia 30
Grafik 3 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing 31
Grafik 4 Jumlah Pendapatan Rumah Sakit di Dunia
Tahun 2023 – 2029 32
Grafik 5 Jumlah Pendapatan Rumah Sakit di Indonesia
Tahun 2023 – 2029 35
Grafik 6 Proyeksi Pendapatan
PT Medika Sejahtera Bersama
Tahun 2024 – 2034 65
Grafik 7 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
PT Medika Sejahtera Bersama
Tahun 2024 – 2034 66
xxiv
Page 25
LAMPIRAN
HALAMAN
Lampiran A Nilai Pasar 99,99% Saham
PT Medika Sejahtera Bersama
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Juli 2024 82
Lampiran B Nilai Pasar 99,99% Saham
PT Medika Sejahtera Bersama
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Juli 2024 83
Lampiran C Rekonsiliasi Nilai
PT Medika Sejahtera Bersama
Per 31 Juli 2024 84
xxv
Page 26
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
I.A. Alasan dan Latar Belakang
PT Bundamedik Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang pengelolaan rumah
sakit. Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1978.
Perseroan berdomisili di Jalan Teuku Cik Ditro Nomor 28, Menteng, Jakarta Pusat
10350, dengan nomor telepon: (021) 3192 3344, nomor faksimile:
(021) 3190 5915, dan email: corsec@bmhs.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Juli 2024, Perseroan memiliki penyertaan saham pada PT Medika Sejahtera
Bersama (selanjutnya disebut “MSB”) dengan struktur kepemilikan sebagai
berikut:
Perseroan
47,25%
PT Morula
Indonesia (MI)
99,99%
MSB
MI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas
kantor pusat dan konsultasi manajemen. Untuk mencapai maksud dan tujuan
tersebut, MI dapat melaksanakan kegiatan usaha aktivitas kehumasan dan
aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
MSB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang
aktivitas rumah sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak
Pusura Tegalsari.
1
Page 27
Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu
dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan
pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan
angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong
pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti memperluas akses layanan
kesehatan yang berkualitas.
Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya Jinxin Life
Asia Healthcare Investment Group Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “JLAH”) sebagai
investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang strategis
dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH dalam bidang
layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar yang belum dimanfaatkan
di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar dengan potensi tingginya
pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi Indonesia, yang pada
akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa yang akan datang.
Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk
melakukan akuisisi atas 99,99% saham MSB dari MI (selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”). Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, dengan
prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan datang,
Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja keuangannya
sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar
MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
yang akan datang.
Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
dengan memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan
rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar
MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi perusahaan
yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan rumah sakit ibu dan anak
lainnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
Perseroan di masa yang akan datang.
2
Page 28
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu
dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi,
dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan
penurunan angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu
mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti memperluas
akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya JLAH
sebagai investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi
yang strategis dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan
JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar
yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar
dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya
populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
• Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana Transaksi. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
dengan prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan
datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja
keuangannya sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan
kapitalisasi pasar MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa yang akan datang.
• Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
dengan memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk
menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta
memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing
dengan rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan
datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).
3
Page 29
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK
17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas 99,99% saham MSB.
Mengingat MSB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham MSB bersifat tidak likuid.
I.B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian
Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 99,99% saham MSB
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Juli 2024.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310,
SPI 320, SPI 330 (selanjutnya disebut “SPI”).
I.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa MSB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
4
Page 30
I.D. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MSB
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan MSB. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240912-001
tanggal 12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
I.E. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Juli 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
penilaian serta dari data keuangan MSB yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Juli 2024 yang menjadi dasar penilaian ini.
I.F. Profil PT Medika Sejahtera Bersama
MSB didirikan pada tanggal 28 April 2004 berdasarkan Akta pendirian MSB No. 1
oleh Notaris Wina Ustriani, S.H., Notaris di Surabaya. Akta pendirian telah
mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik lndonesia tanggal
9 Juli 2004 dengan nomor: C-17167 HT.01.01.TH.2004.
Anggaran dasar MSB telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang
Saham No. 7, tanggal 2 Juni 2023 oleh Notaris Isadora, S.H., M.Kn., Notaris di
Jakarta, mengenai perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris MSB dan
telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik lndonesia, tanggal 22 Juni 2023, dengan
No. AHU-0116547.AH.01.11.Tahun 2023 Tanggal 22 Juni 2023.
MSB berdomisili di Kota Surabaya dan beralamat di Jalan Tegalsari 59,
Desa/Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa
Timur.
5
Page 31
I.F.1. Struktur Permodalan
Susunan pemegang saham MSB berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Juli 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 1
PT Medika Sejahtera Bersama
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Morula Indonesia 8.778 99,99% 8.778.000.000
PT Bunda Investama Indonesia 1 0,01% 1.000.000
Jumlah 8.779 100,00% 8.779.000.000
I.F.2. Struktur Pengurus
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MSB pada tanggal 31 Juli 2024 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Dr. dr. Ivan Rizal Sini, SpOG
Komisaris : Ir. Mesha Rizal Sini
Komisaris : Nurhadi Yudiyantho
Direksi
Direktur Utama : Sonny Adi Nugroho
Direktur : Ir. Rinaldi Buchari
I.F.3. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas rumah
sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura Tegalsari.
I.G. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK
35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
6
Page 32
I.H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MSB,
pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
MSB. Prospek MSB di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
I.I. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh MSB di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha MSB. Dalam melaksanakan penilaian
dengan metode ini, operasi MSB diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha MSB. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MSB
merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
7
Page 33
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan MSB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
I.J. Ringkasan Hasil Penilaian
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
sebagai berikut:
I.J.1. Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 70,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 49,18 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 99,99% saham MSB berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
Rp 49,17 miliar.
8
Page 34
I.J.2. Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
Pendapatan
Berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, diperoleh hasil bahwa
indikasi nilai pasar 100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah
sebesar Rp 31,24 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka
nilai pasar 100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 21,87 miliar. Dengan
demikian, nilai pasar 99,99% saham MSB berdasarkan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan adalah sebesar Rp 21,87 miliar.
I.J.3. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
masing-masing dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.
Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan
untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
informasi yang digunakan pada metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar Rp 40,98 miliar.
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
yang dikembangkan pihak manajemen MSB melalui analisis atas kinerja historis
dan pernyataan manajemen MSB mengenai rencana-rencana untuk masa yang
akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan
bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
9
Page 35
I.K. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Juli 2024 adalah sebesar Rp 40,98 miliar.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan MSB serta pihak-pihak
lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas MSB. Kami tegaskan pula
bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
MSB tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.
10
Page 36
II. DESKRIPSI PENUGASAN
II.A. Alasan dan Latar Belakang
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
bidang pengelolaan rumah sakit. Perseroan memulai kegiatan operasi
komersialnya pada tahun 1978. Perseroan berdomisili di Jalan Teuku Cik Ditro
Nomor 28, Menteng, Jakarta Pusat 10350, dengan nomor telepon:
(021) 3192 3344, nomor faksimile: (021) 3190 5915, dan email:
corsec@bmhs.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Juli 2024, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MSB dengan struktur
kepemilikan sebagai berikut:
Perseroan
47,25%
MI
99,99%
MSB
MI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-
held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas kantor pusat dan
konsultasi manajemen. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, MI dapat
melaksanakan kegiatan usaha aktivitas kehumasan dan aktivitas konsultasi
manajemen lainnya.
MSB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang
aktivitas rumah sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak
Pusura Tegalsari.
11
Page 37
Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu
dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan
pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan
angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong
pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti memperluas akses layanan
kesehatan yang berkualitas.
Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya JLAH
sebagai investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang
strategis dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH dalam
bidang layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar yang belum
dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar dengan potensi
tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi Indonesia, yang
pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa yang akan datang.
Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana Transaksi. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
dengan prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan
datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja keuangannya
sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar
MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
yang akan datang.
Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
dengan memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan
rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar
MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi perusahaan
yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan rumah sakit ibu dan anak
lainnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
Perseroan di masa yang akan datang.
12
Page 38
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu
dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi,
dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan
penurunan angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu
mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti memperluas
akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya JLAH
sebagai investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi
yang strategis dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan
JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar
yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar
dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya
populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
• Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan merencanakan untuk
melakukan Rencana Transaksi. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
dengan prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan
datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja
keuangannya sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan
kapitalisasi pasar MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa yang akan datang.
• Perseroan juga mengharapkan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
dengan memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk
menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta
memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing
dengan rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan
datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 42/2020.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/2020.
13
Page 39
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.
Mengingat MSB adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham MSB bersifat tidak likuid.
II.B. Tujuan dan Maksud Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Juli 2024.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
POJK 35/2020 serta SPI.
II.C. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK
35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
II.D. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Juli 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
penilaian serta dari data keuangan MSB yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Juli 2024 yang menjadi dasar penilaian ini.
14
Page 40
II.E. Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1. Laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
“KAP”) Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo (selanjutnya disebut “HHES”)
sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00390/2.1127/AU.1/10/1651-3/1/XII/2024 tanggal 16 Desember 2024
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;
2. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00128/2.1127/AU.1/10/1651-2/1/III/2024 tanggal
28 Maret 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
3. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00271/2.1127/AU.1/10/1651-1/1/VII/2023 tanggal
10 Juli 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan
suatu hal;
4. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Gunardi Noerwono
(selanjutnya disebut “DGN”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00001/00612/AU.2/05/0812/1/III/2022 tanggal 1 Maret 2022 dengan
pendapat wajar dengan modifikasian dengan hal lain;
5. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP DGN sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00001/00612/AU.2/05/0812/1/X/2021 tanggal
18 Oktober 2021 dengan pendapat wajar dengan modifikasian dengan hal lain;
6. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Basri Hardjosumarto,
M.Si, Ak & Rekan (selanjutnya disebut “DBHR”) sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00192/2.0664/AU.2/05/0291-4/1/VI/2020 tanggal 25 Juni 2020
dengan pendapat wajar dengan modifikasian;
7. Proyeksi laporan keuangan MSB untuk periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 yang disusun oleh manajemen
MSB;
15
Page 41
8. Laporan penilaian properti MSB per 31 Juli 2024 yang disusun oleh
KJPP Iwan Bachron & Rekan (selanjutnya disebut “IBR”) sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00248/2.0047-05/PI/10/0500/1/X/2024 tanggal
29 Oktober 2024;
9. Anggaran dasar MSB yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang
Saham No. 7, tanggal 2 Juni 2023 yang dibuat oleh Notaris Isadora, S.H.,
MKn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Direksi dan Dewan
Komisaris MSB;
10. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Cuncun M.
Wijaya Wibowo dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;
11. Tarif pajak yang diberlakukan atas MSB adalah berdasarkan laba kena pajak
dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2034;
12. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan MSB serta pihak-pihak lain
yang relevan untuk penugasan;
13. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;
14. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
Indonesia, dan Bloomberg;
15. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;
16. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan
17. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MSB atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.
16
Page 42
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari MSB Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.
II.F. Informasi Non-Keuangan
II.F.1. Jasa yang Dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas rumah
sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura Tegalsari.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, MSB
memberikan pelayanan rumah sakit ibu dan anak serta program bayi tabung.
Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh MSB adalah sebagai berikut:
• Pelayanan IGD
• Rawat Inap
• Rawat Jalan
• Klinik Teknologi Reproduksi Berbantu (Klinik Bayi Tabung)
• Penunjang (Kamar Operasi, Radiologi).
II.F.2. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis MSB meliputi Surabaya
dan sekitarnya.
II.F.3. Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama MSB adalah PT Diagnos
Laboraturium Utama Tbk dan Perseroan.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
dalam menjalankan kegiatan usahanya, MSB tidak memiliki pelanggan kunci.
17
Page 43
II.F.4. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha MSB adalah sebagai
berikut:
• PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk;
• Rumah Sakit Ibu dan Anak Ferina;
• Tiara IVF; dan
• Asha IVF.
II.F.5. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan MSB
adalah sebagai berikut:
• Menerapkan diferensiasi sebagai salah satu strategi MSB dalam meningkatkan
daya saing untuk menyerap lebih banyak pasien yang membutuhkan program
bayi tabung;
• Memperluas kerja sama dengan para dokter ahli dalam bidang bayi tabung
untuk meningkatkan kapasitas cycle bayi tabung; dan
• Meningkatkan utlitasi pelayanan dan fasilitas kesehatan yang memadai bagi
para pasien MSB yang membutuhkan pelayanan IGD, rawat inap, rawat jalan,
dan tindakan lainnya.
II.G. Jenis Ekuitas
Saham yang dimiliki MSB merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
saham MSB memiliki 1 hak suara per lembar saham.
18
Page 44
II.H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan MSB yang disusun oleh manajemen
MSB. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
dikembangkan berdasarkan kinerja MSB pada tahun-tahun sebelumnya dan
berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MSB yang dinilai pada saat penilaian
ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang kami lakukan terhadap target kinerja MSB yang dinilai dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
berdasarkan kinerja historis MSB dan informasi manajemen MSB terhadap
proyeksi laporan keuangan MSB tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
laporan penilaian MSB dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MSB atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan MSB bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
19
Page 45
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan MSB.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum MSB berdasarkan anggaran dasar MSB.
II.I. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
Objek Penilaian.
II.J. Distribusi Laporan Penilaian
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
20
Page 46
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
II.K. Jenis Laporan
Jenis laporan penilaian 99,99% saham PT Medika Sejahtera Bersama ini
merupakan laporan terinci.
II.L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
penilaian, yaitu tanggal 31 Juli 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan penilaian 99,99% saham PT Medika Sejahtera Bersama tidak terdapat
kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.
21
Page 47
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
III.A. Latar Belakang PT Medika Sejahtera Bersama
MSB didirikan pada tanggal 28 April 2004 berdasarkan Akta Pendirian MSB No. 1
oleh Notaris Wina Ustriani, S.H., Notaris di Surabaya. Akta Pendirian telah
mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik lndonesia tanggal
9 Juli 2004 dengan nomor: C-17167 HT.01.01.TH.2004.
Anggaran dasar MSB telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang
Saham No. 7, tanggal 2 Juni 2023 oleh Notaris Isadora, S.H., M.Kn., Notaris di
Jakarta, mengenai perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris MSB dan
telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik lndonesia, tanggal 22 Juni 2023, dengan
No. AHU-0116547.AH.01.11.Tahun 2023 Tanggal 22 Juni 2023.
MSB berdomisili di Kota Surabaya dan beralamat di Jalan Tegalsari 59,
Desa/Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa
Timur.
III.B. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas rumah
sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura Tegalsari.
III.C. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MSB pada tanggal 31 Juli 2024 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Dr. dr. Ivan Rizal Sini, SpOG
Komisaris : Ir. Mesha Rizal Sini
Komisaris : Nurhadi Yudiyantho
Direksi
Direktur Utama : Sonny Adi Nugroho
Direktur : Ir. Rinaldi Buchari
22
Page 48
III.D. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham MSB berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Juli 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 2
PT Medika Sejahtera Bersama
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Morula Indonesia 8.778 99,99% 8.778.000.000
PT Bunda Investama Indonesia 1 0,01% 1.000.000
Jumlah 8.779 100,00% 8.779.000.000
III.E. Data Keuangan Historis
Laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2024 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan MSB untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 telah
diaudit oleh KAP DGN masing-masing dengan pendapat wajar dengan
modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP DBHR dengan pendapat
wajar dengan modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting MSB adalah sebagai berikut:
Tabel 3
PT Medika Sejahtera Bersama
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 334 995 139 377 292 266
Piutang usaha
Pihak berelasi - 68 - - - -
Pihak ketiga 813 181 11 174 202 217
Piutang lain-lain 22 1 - - 7 5
Deposit penunjang medis 500 371 54 22 36 51
Uang muka pembelian - 331 - - - -
Biaya dibayar di muka 264 19 - - 21 21
Jumlah Aset Lancar 1.933 1.965 204 573 557 561
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud 97 122 166 - - -
Aset tetap 79.002 78.066 36.059 35.029 5.517 5.950
Aset pajak tangguhan 5.268 3.123 - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 84.367 81.310 36.224 35.029 5.517 5.950
JUMLAH ASET 86.300 83.276 36.429 35.602 6.074 6.511
23
Page 49
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 141 12 8 - - -
Pihak ketiga 89 152 108 117 164 158
Utang lain-lain 42.494 35.453 6.413 - 23 76
Uang muka pasien 80 164 - - - -
Utang pajak 44 14 5 6 - 36
Beban akrual 161 332 41 246 - -
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun 83 37 - 1.188 1.298 1.271
Biaya yang masih harus dibayar - - - - 202 262
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 43.092 36.164 6.575 1.556 1.686 1.803
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
diatas satu tahun 33.735 29.679 - - - -
Imbalan pascakerja 305 202 94 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 34.040 29.881 94 - - -
JUMLAH LIABILITAS 77.133 66.045 6.670 1.556 1.686 1.803
EKUITAS
Modal saham 8.779 8.779 8.779 8.779 8.779 8.779
Surplus revaluasi 29.967 29.967 29.967 29.967 - -
Saldo laba (29.579) (21.516) (8.987) (4.701) (4.391) (4.071)
JUMLAH EKUITAS 9.168 17.230 29.759 34.046 4.388 4.708
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 86.300 83.276 36.429 35.602 6.074 6.511
Tabel 4
PT Medika Sejahtera Bersama
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 6.057 2.409 1.283 4.714 4.093 6.277
Beban pokok pendapatan 5.726 1.690 892 3.283 2.667 3.843
Laba bruto 331 719 392 1.430 1.426 2.434
Beban usaha (8.864) (15.685) (1.656) (1.663) (1.829) (2.853)
Rugi usaha (8.533) (14.966) (1.265) (233) (402) (419)
Penghasilan (beban) lain-lain (1.674) (686) (3.001) (55) 82 (35)
Rugi sebelum pajak (10.207) (15.652) (4.265) (288) (320) (454)
Manfaat (beban) pajak 2.145 3.123 (22) (21) - -
Rugi bersih periode/tahun berjalan (8.062) (12.529) (4.287) (310) (320) (454)
Pendapatan komprehensif lainnya (0) - - 29.967 - -
Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan (8.063) (12.529) (4.287) 29.658 (320) (454)
24
Page 50
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
IV.A. Tinjauan Ekonomi Dunia
Meskipun prospek perekonomian menjadi lebih kuat, ketidakpastian pasar
keuangan di dunia tetap tinggi. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh
Bank Indonesia (BI) yang berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024,
pertumbuhan ekonomi di dunia pada tahun 2024 diperkirakan mengalami kenaikan
dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yaitu mencapai 3,20% dimana India,
Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS) memberikan kontribusi terbesar terhadap
kenaikan tersebut disebabkan adanya peningkatan permintaan domestik maupun
ekspor.
IV.A.1. Produk Domestik Bruto
Tabel 5
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Dunia (2,70) 6,50 3,50 3,30 3,10 3,10 3,10
Negara Maju
Amerika Serikat (2,20) 5,80 1,90 2,50 2,30 1,80 2,00
Hong Kong (6,50) 6,40 (3,70) 3,30 2,70 2,80 2,60
Inggris (10,40) 9,60 4,50 0,10 0,80 1,30 1,50
Jepang (4,20) 2,70 1,20 1,80 0,20 1,20 0,80
Kanada (5,00) 5,50 3,80 1,30 1,00 1,80 1,90
Kawasan Eropa (6,10) 5,90 3,50 0,40 0,70 1,40 1,30
Singapura (3,90) 9,90 3,90 1,10 2,50 2,60 2,50
Taiwan 3,40 6,60 2,60 1,30 3,80 2,60 2,60
Australia (2,10) 5,60 3,90 2,00 1,30 2,20 2,40
Korea Selatan (0,70) 4,60 2,80 1,40 2,50 2,20 2,20
Negara Berkembang
Argentina (9,90) 10,40 5,30 (1,60) (3,3) 3,00 2,50
India 3,90 (5,80) 9,70 7,00 N/A 7,00 6,70
Indonesia (2,00) 3,70 5,30 5,10 5,00 5,10 5,10
Kolombia (6,80) 11,00 7,50 0,60 1,50 2,60 3,00
Malaysia (5,60) 3,10 8,70 3,70 4,40 4,60 4,60
Meksiko (8,00) 4,70 3,90 3,20 2,00 1,80 2,00
Mesir 3,60 3,30 6,70 3,80 3,00 4,20 4,50
Tiongkok 2,20 8,40 3,00 5,20 4,90 4,50 4,20
Sumber: Bloomberg
Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
dimana PDB mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa dalam periode
tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 PDB
di dunia mengalami kenaikan sebesar 3,30% yang menunjukkan bahwa ekonomi
di dunia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Negara-negara maju yang
memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB yaitu AS, Hong Kong,
dan Australia masing-masing sebesar 2,50%, 3,30%, dan 2,00%. Sedangkan
untuk negara-negara berkembang yaitu India, Indonesia, dan Tiongkok
masing-masing sebesar 7,00%, 5,10%, dan 5,20%.
25
Page 51
Selanjutnya, pada tahun 2024 PDB di dunia diperkirakan mengalami pertumbuhan
sebesar 3,10% dimana negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar
yaitu AS, Hong Kong, Taiwan, dan Australia masing-masing sebesar 2,30%,
2,70%, 3,80%, dan 2,50%. Sedangkan untuk negara berkembang yaitu Indonesia,
Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,40%, dan 4,90%.
IV.A.2. Inflasi
Inflasi merupakan indikator penting kondisi ekonomi secara keseluruhan dimana
inflasi mengukur laju kenaikan harga barang dan jasa dalam periode tertentu.
Dalam rangka memastikan stabilitas ekonomi serta mendukung perekonomian
yang berkelanjutan, maka diperlukan adanya pemahaman maupun pengelolaan
inflasi yang baik di suatu negara.
Tabel 6
Pertumbuhan Inflasi
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Dunia 3,20 4,70 8,70 6,70 4,60 3,50 3,20
Negara Maju
Amerika Serikat 1,20 4,70 8,00 4,10 3,00 2,40 2,30
Hong Kong 0,30 1,60 1,90 2,10 1,80 2,20 2,20
Inggris 0,90 2,60 9,10 7,40 2,60 2,20 2,00
Jepang 0,00 (0,30) 2,50 3,30 2,40 1,90 1,80
Kanada 0,70 3,40 6,80 3,90 2,50 2,20 2,00
Kawasan Eropa 0,30 2,60 8,40 5,50 2,40 2,10 2,00
Singapura (0,20) 2,30 6,10 4,80 2,70 2,00 1,90
Taiwan (0,20) 2,00 3,00 2,50 2,10 1,80 1,70
Australia 0,90 2,90 6,60 5,60 3,40 2,80 2,60
Korea Selatan 0,50 2,50 5,10 3,60 2,50 2,00 2,00
Negara Berkembang
Argentina 42,70 48,10 70,70 127,90 230,00 66,40 41,80
India 6,60 5,10 6,70 5,70 N/A 4,50 4,50
Indonesia 2,00 1,60 4,20 3,70 2,90 3,00 2,90
Kolombia 2,50 3,50 10,20 11,80 6,60 4,10 3,60
Malaysia (1,10) 2,50 3,40 2,50 2,50 2,50 2,30
Meksiko 3,40 5,70 7,90 5,60 4,50 3,80 3,80
Mesir 5,70 4,50 8,50 24,40 30,70 16,00 9,80
Tiongkok 2,50 0,90 2,00 0,20 0,60 1,50 2,00
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 inflasi di dunia
mengalami pertumbuhan sebesar 6,70%. Negara-negara maju yang memberikan
kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Singapura, dan
Australia masing-masing sebesar 4,10%, 4,80%, dan 5,60%. Sedangkan
negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar yaitu Argentina,
Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 127,90%, 11,80%, dan 24,40%.
Selanjutnya, pada tahun 2024, inflasi di dunia mengalami pertumbuhan sebesar
4,60% dibandingkan dengan tahun 2023 dimana negara maju yang memberikan
kontribusi terbesar yaitu Australia sebesar 3,40% sedangkan untuk negara
berkembang yaitu Argentina sebesar 230,00%.
26
Page 52
IV.A.3. Suku Bunga
Suku bunga merupakan tingkat biaya atas keuntungan dari penggunaan uang
yang biasanya dinyatakan sebagai persentase dari jumlah uang yang dipinjam
maupun diinvestasikan. Melalui pengelolaan suku bunga yang baik maka dapat
tercapai berbagai tujuan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil,
Tingkat inflasi yang terkendali, dan pasar keuangan yang sehat.
Tabel 7
Suku Bunga Bank Sentral
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026
Negara Maju
Amerika Serikat 0,25 0,25 4,50 5,50 5,00 3,95 3,45
Hong Kong 0,50 0,50 4,75 5,75 N/A N/A N/A
Inggris 0,10 0,25 3,50 5,25 4,65 3,55 3,15
Jepang 0,00 0,00 0,00 0,00 0,30 0,50 0,80
Kawasan Eropa 0,00 0,00 2,50 4,50 3,40 2,55 2,50
Taiwan 1,13 1,13 1,75 1,88 2,00 1,80 1,75
Australia 0,10 0,10 3,10 4,35 4,30 N/A N/A
Korea Selatan 0,50 1,00 3,25 3,50 3,20 2,55 2,40
Negara Berkembang
Argentina N/A N/A N/A N/A 40,00 28,15 27,65
India 4,00 4,00 6,25 6,50 6,20 N/A 5,75
Indonesia 3,75 3,50 5,50 6,00 6,05 5,25 N/A
Kolombia 1,75 3,00 12,00 13,00 8,75 5,95 5,45
Malaysia 1,75 1,75 2,75 3,00 3,00 2,90 3,00
Meksiko 4,25 5,50 10,50 11,25 10,00 8,00 7,00
Mesir 8,25 8,25 16,25 19,25 N/A N/A N/A
Tiongkok 3,85 3,80 3,65 3,45 N/A N/A N/A
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2023 negara-negara
maju yang mengalami pertumbuhan suku bunga tertinggi yaitu Inggris dan
Kawasan Eropa masing-masing sebesar 1,75% dan 2,00%. Sedangkan untuk
negara-negara berkembang yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar
1,00% dan 3,00%.
Selanjutnya, pada tahun 2024 diperkirakan negara maju yang mengalami
pertumbuhan suku bunga tertinggi yaitu Jepang sebesar 0,30% dan yang
mengalami penurunan tertinggi yaitu AS dan Inggris masing-masing sebesar
0,50% dan 0,60%. Sedangkan untuk negara berkembang yang mengalami
kenaikan tertinggi yaitu Indonesia sebesar 0,05%.
IV.B. Tinjauan Ekonomi Indonesia
Adanya kombinasi kebijakan dari Pemerintah dan BI memicu pertumbuhan
ekonomi di Indonesia menguat yang dipicu oleh pengeluaran rumah tangga dan
individu untuk barang serta jasa didorong oleh daya beli yang terjaga maupun
keyakinan konsumen yang menguat serta investasi yang meningkat yang
mencakup pada sektor bangunan dan non-bangunan sejalan dengan kelanjutan
proyek infrastruktur Pemerintah dalam investasi swasta.
27
Page 53
IV.C. Proyeksi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan berada dalam
kisaran 4,70% - 5,50%. Selanjutnya, secara keseluruhan Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) diperkirakan akan tetap stabil, dengan defisit transaksi berjalan
berada dalam kisaran 0,10% - 0,90% dari PDB. Sementara itu, NPI diperkirakan
akan mencatat surplus dipicu oleh peningkatan aliran masuk modal asing, baik
melalui Penanaman Modal Asing maupun investari portofolio. Hal ini sejalan
dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan
imbal hasil investasi yang menjanjikan.
IV.D. Tingkat Suku Bunga
Kenaikan dan penurunan suku bunga perbankan dapat memiliki dampak signifikan
terhadap perekonomian termasuk konsumsi, investasi, inflasi, dan stabilitas mata
uang.
Grafik 1
Perkembangan Suku Bunga BI
7,00%
6,05%
6,00% 5,50% 5,25%
6,00%
5,00%
4,00%
3,00% 3,75% 3,50%
2,00%
1,00%
0,00%
2020 2021 2022 2023 2024* 2025*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pergerakan suku bunga
perbankan tahun 2023 sebesar 6,00% dan diperkirakan tahun 2024 dan 2025
dalam kisaran angka yang cukup stabil masing-masing sebesar 6,05% dan 5,25%.
Menurut laporan yang diperoleh dari BI, stabilnya suku bunga perbankan di
Indonesia dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai sejalan dengan
kebijakan yang sudah diterapkan serta kebijakan transparansi suku bunga dasar
kredit.
28
Page 54
IV.E. Inflasi
Menurut laporan yang diperoleh dari BI, inflasi indeks harga konsumen pada bulan
Mei 2024 tercatat sebesar 2,84% year over year (yoy) dimana presentasi tersebut
mencerminkan lebih rendah dibanding April 2024 yaitu sebear 3,00% yoy.
Penurunan tersebut disebabkan oleh inflasi inti dan inflasi administered prices
yang masing-masing tercatat 1,93% yoy dan 1,52% yoy. Sementara itu, inflasi
volatile food menurun dari 9,63% yoy menjadi 8,14% yoy seiring dengan
meningkatnya produksi pangan akibat musim panen yang masih berlangsung
serta adanya sinergi pengendalian inflasi yang efektif antara BI serta Pemerintah
Pusat dan Daerah.
Tabel 8
Kontributor Inflasi Terbesar
Berdasarkan Provinsi
(Dalam %)
No. Keterangan Inflasi
1 Papua Tengah 5,40
2 Gorontalo 4,90
3 Papua Barat 4,60
4 Riau 4,40
5 Sumatera Utara 4,30
6 Sumatera Barat 4,20
7 Sulawesi Utara 4,20
8 Papua Selatan 4,20
9 Kepulauan Riau 3,70
10 Bengkulu 3,70
11 Jambi 3,60
12 Papua Pegunungan 3,60
Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia
Selanjutnya, untuk Provinsi di Indonesia dengan kontributor inflasi terbesar yaitu
Papua Tengah, Gorontalo, Papua Barat, dan Riau masing-masing sebesar 5,40%,
4,90%, 4,60%, dan 4,40%.
29
Page 55
Grafik 2
Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen di Indonesia
4,20%
4,50%
3,70%
4,00%
3,50% 2,90%
3,00%
3,00%
2,50% 2,00%
2,00%
1,50%
1,00% 1,60%
0,50%
0,00%
2020 2021 2022 2023 2024* 2025*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, diperkirakan pertumbuhan
inflasi pada tahun 2024 dan 2025 masing-masing adalah sebesar 2,90 dan 3,00%
dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
IV.F. Nilai Tukar Rupiah
Menurut laporan yang diperoleh dari BI, nilai tukar rupiah Juni 2024 tetap terjaga
meskipun mengalami penurunan sebesar 0,70% point to point. Melemahnya nilai
tukar Rupiah disebabkan oleh tingginya ketidakpastian pasar global diantaranya
menguatnya dolar AS dan ketegangan geopolitik. Pada masa mendatang
diperkirakan nilai tukar Rupiah mengalami kestabilan sejaln dengan kebijakan BI
dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar, didukung oleh aliran masuk modal
asing, imbal hasil investasi yang menjajikan bagi investor, dan pertumbuhan
ekonomi yang semakin membaik.
30
Page 56
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing
18.000
17.000
16.000
15.000
14.000
13.000
12.000
11.000
10.000
9.000
8.000 Q3/2024 Q4/2024 2025 2026
EUR 17.496 17.388 17.304 17.402
USD 16.200 16.100 15.450 15.400
SGD 12.000 12.015 11.839 11.756
Sumber: Bloomberg
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 17.496, Rp 17.388, Rp 17.304, dan
Rp 17.402.
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.200, Rp 16.100, Rp 15.450, dan
Rp 15.400.
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q3/2024 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 12.000, Rp 12.015, Rp 11.839, dan
Rp 11.756.
31
Page 57
V. TINJAUAN INDUSTRI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK
V.A. Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak di Dunia
Rumah sakit merupakan salah satu bagian dari layanan kesehatan yang bertujuan
untuk perawatan medis. Selain itu, rumah sakit juga memiliki berbagai macam
fasilitas kesehatan lainnya, seperti apotek, laboratorium, radiologi dan angiografi,
departemen terapi fisik, ruang operasi, ruang pemulihan, ruang rawat jalan, dan
ruang gawat darurat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat yang
beragam, rumah sakit modern sudah mengembangkan berbagai fasilitas rawat
jalan serta layanan darurat, psikiatrik maupun rehabilitasi. Di negara-negara maju,
rumah sakit sudah menggunakan teknologi yang dapat meningkatkan jangkauan
kemampuan diagnostik serta memperluas perawatan pasien. Selain berperan
sebagai institusi perawatan kesehatan profesional, rumah sakit modern juga
berfungsi sebagai pusat penelitian dan pengajaran bagi para calon dokter dan
tenaga medis lainnya.
Di antara berbagai jenis rumah sakit, rumah sakit ibu dan anak menjadi salah satu
yang sangat penting dalam sistem kesehatan global. Fokus utama dari rumah sakit
ini adalah menyediakan perawatan khusus bagi ibu hamil, melahirkan, dan
anak-anak, yang merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian ekstra
dalam hal kesehatan. Saat ini, rumah sakit ibu dan anak telah dilengkapi dengan
teknologi canggih dan tenaga medis yang terlatih untuk menangani berbagai
kondisi yang mungkin dihadapi selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, rumah sakit ibu dan anak berkontribusi
besar dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta memastikan
kesehatan yang lebih baik untuk generasi mendatang.
Grafik 4
Jumlah Pendapatan Rumah Sakit Di Dunia
Tahun 2023 – 2029
(Dalam Triliun USD)
6
5
4
3
2
1
0
2023 2024* 2025* 2026* 2027* 2028* 2029*
Pendapatan 4,07 4,23 4,41 4,60 4,79 4,99 5,18
Sumber: Statista
*) Proyeksi
32
Page 58
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pendapatan rumah sakit di
dunia pada tahun 2024 diproyeksikan sebesar USD 4,23 triliun atau setara dengan
kenaikan sebesar 3,39% dibandingkan dengan jumlah pendapatan rumah sakit di
dunia pada tahun 2023 yaitu sebesar USD 4,07 triliun. Tren kenaikan tersebut
diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun 2029 dengan tingkat kenaikan
masing-masing sebesar 4,26%, 4,31%, 4,13%, 4,18%, dan 3,81% dengan jumlah
pendapatan masing-masing sebesar USD 4,41 triliun, USD 4,60 triliun,
USD 4,79 triliun, USD 4,99 triliun, dan USD 5,18 triliun. Dalam skala global,
Amerika Serikat diproyeksikan menjadi negara dengan jumlah pendapatan rumah
sakit tertinggi di dunia pada tahun 2024 yaitu dengan jumlah pendapatan sebesar
USD 1,50 triliun. Berbagai rumah sakit di Amerika Serikat telah berinvestasi dalam
teknologi telemedicine untuk menyediakan layanan kesehatan jarak jauh bagi
pasien di daerah pedesaan.
Selain berinvestasi dalam teknologi telemedicine, banyak rumah sakit di dunia juga
berfokus pada pengembangan layanan bayi tabung atau fertilitas
(in-vitro fertilization/IVF). Prosedur ini menjadi semakin populer sebagai solusi bagi
pasangan yang menghadapi kesulitan untuk memiliki anak. Selain itu, layanan IVF
juga memberikan dukungan emosional dan konseling kepada pasangan yang
menjalani proses ini. Dengan meningkatnya kesadaran akan masalah kesuburan,
layanan bayi tabung di rumah sakit di seluruh dunia terus berkembang,
memberikan harapan bagi banyak keluarga untuk mewujudkan impian mereka
memiliki keturunan.
Menurut data dari Future Market Insights, pangsa pasar IVF pada tahun 2024
adalah sebesar USD 0,82 miliar dan diproyeksikan akan mengalami tingkat
pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 9% dari tahun 2024 hingga 2034.
Pangsa pasar Industri IVF diperkirakan akan mencapai USD 1,94 miliar pada
tahun 2034 karena tingginya tingkat infertilitas. Pertumbuhan diperkirakan akan
didorong oleh pengembangan teknologi baru termasuk embrioskop,
kriopreservasi, penetasan dengan bantuan laser, dan skrining genetik
praimplantasi.
Berdasarkan data dari Globe Newswire, pangsa pasar IVF di Amerika Serikat
diproyeksikan akan mencapai USD 7,24 miliar pada tahun 2030, mengalami
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 4,4% dari 2024 hingga
2030. Meningkatnya prevalensi infertilitas di antara pasangan, kemajuan
berkelanjutan dalam teknologi dan teknik IVF, dan pergeseran norma serta sikap
masyarakat terhadap keluarga berkontribusi terhadap meningkatnya permintaan
untuk layanan IVF di Amerika Serikat.
Lebih lanjut, pangsa pasar IVF di kawasan Asia Pasifik juga menunjukkan tren
pertumbuhan yang serupa. Menurut Grand View Research, pertumbuhan angka
infertilitas didorong oleh gaya hidup modern, konsumsi zat berbahaya dan bahan
kimia melalui produk makanan, efek samping konsumsi obat-obatan dan faktor
lainnya.
33
Page 59
Meningkatnya kasus infertilitas secara signifikan mendorong pertumbuhan pasar
IVF di dunia. Mengutip dari laporan Globe Newswire, kemajuan teknologi telah
secara nyata meningkatkan tingkat keberhasilan IVF. Teknologi pencitraan
time-lapse memberdayakan embriolog untuk memantau perkembangan embrio
secara ketat, meningkatkan tingkat keberhasilan seleksi dan implantasi, sehingga
meningkatkan tingkat keberhasilan IVF secara keseluruhan.
Tingkat keberhasilan IVF memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan
rumah sakit ibu dan anak di dunia. Ketika tingkat keberhasilan IVF meningkat, lebih
banyak pasangan yang terdorong untuk mempertimbangkan prosedur ini sebagai
solusi untuk masalah kesuburan, yang pada akhirnya meningkatkan permintaan
untuk layanan kesuburan di rumah sakit. Peningkatan kepercayaan masyarakat
terhadap prosedur ini juga berkontribusi pada permintaan yang lebih tinggi untuk
perawatan prenatal dan layanan kesehatan lainnya, menciptakan kebutuhan akan
rumah sakit yang dapat menawarkan layanan terpadu. Selain itu, kemajuan
teknologi dalam IVF tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga memperluas
penawaran layanan di rumah sakit ibu dan anak. Dengan dukungan kebijakan
yang lebih kuat dari pemerintah untuk layanan kesehatan reproduksi, hubungan
antara tingkat keberhasilan IVF dan pertumbuhan rumah sakit ibu dan anak dapat
bersinergi, mendorong pengembangan sektor kesehatan secara keseluruhan.
V.B. Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak di Indonesia
Kebutuhan terhadap sektor kesehatan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir
terus mengalami peningkatan, dimana hal tersebut terlihat dengan adanya
peningkatan terhadap kebutuhan terhadap rumah sakit, peralatan kesehatan,
obat-obatan, dan asuransi kesehatan. Rumah sakit sebagai salah satu sarana
pelayanan kesehatan terus mengalami pertumbuhan, baik dari segi jumlah rumah
sakit, jumlah kamar, maupun tingkat pelayanan kesehatan. Keberadaan rumah
sakit merupakan faktor yang sangat penting dalam memberikan pelayanan bagi
kesehatan masyarakat. Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang
berkualitas, industri rumah sakit tidak terlepas dari penggunaan teknologi agar
mampu merespon tuntutan konsumen ke depan.
Pentingnya desentralisasi dan otonomi dalam penyediaan layanan kesehatan di
Indonesia membuat pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari 5,00% untuk
kesehatan. Pemerintah Indonesia memandang diperlukan investasi lebih tinggi
pada bidang kesehatan, termasuk untuk pembangunan rumah sakit dan
penyediaan layanan kesehatan yang mampu meningkatkan deteksi dini terhadap
penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat
salah satunya untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
34
Page 60
Menurut data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, pada tahun 2023, jumlah
rumah sakit di seluruh Indonesia mencapai 3.155 unit baik yang dimiliki
Pemerintah ataupun swasta. Jumlah rumah sakit ini terbagi menjadi dua jenis yaitu
sebesar 2.636 unit rumah sakit umum dan 519 unit rumah sakit khusus. Untuk
diketahui, rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan
kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Sedangkan rumah sakit khusus
adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau
satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis
penyakit, atau kekhususan lainnya.
Grafik 5
Jumlah Pendapatan Rumah Sakit Di Indonesia
Tahun 2023 – 2029
(Dalam Miliar USD)
35
30
25
20
15
10
5
0
2023 2024* 2025* 2026* 2027* 2028* 2029*
Pendapatan 19,54 20,95 22,42 24,00 25,69 27,41 29,12
Sumber: Statista
*) Proyeksi
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pendapatan rumah sakit di
Indonesia pada tahun 2024 diproyeksikan sebesar USD 20,95 miliar atau setara
dengan kenaikan sebesar 7,22% dibandingkan dengan jumlah pendapatan rumah
sakit di Indonesia pada tahun 2023 yaitu sebesar USD 19,54 miliar. Tren kenaikan
tersebut diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun 2029 dengan tingkat
kenaikan masing-masing sebesar 7,02%, 7,05%, 7,04%, 6,70%, dan 6,24%
dengan jumlah pendapatan masing-masing sebesar USD 22,42 miliar,
USD 24,00 miliar, USD 25,69 miliar, USD 27,41 miliar, dan USD 29,12 miliar.
Pasar perawatan rawat inap di Indonesia diproyeksikan akan mengalami
pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Pada tahun
2024, pendapatan pasar perawatan rawat inap di Indonesia diproyeksikan
mencapai USD 15,02 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki
potensi pasar yang kuat dan berpotensi mencapai pertumbuhan yang optimal pada
masa yang akan datang. Pendapatan pada pasar perawatan rawat inap
diproyeksikan dapat tumbuh dengan CAGR sebesar 6,22% terhitung sejak tahun
2024 – 2029.
35
Page 61
Salah satu jenis rumah sakit khusus yang memiliki peranan penting dalam sistem
kesehatan adalah rumah sakit ibu dan anak. Rumah sakit ini fokus pada pelayanan
kesehatan yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan perawatan pasca
melahirkan, serta perawatan kesehatan anak. Dengan spesialisasi tersebut,
rumah sakit ibu dan anak berperan dalam mengurangi angka kematian ibu dan
bayi, serta menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan ibu
dan anak. Keberadaan rumah sakit ini sangat penting untuk mendukung kesehatan
reproduksi dan tumbuh kembang anak, menjadikannya sebagai bagian integral
dari sistem pelayanan kesehatan nasional.
Rumah sakit ibu dan anak perlu menjadi keberadaan rumah sakit khusus karena
sejumlah alasan yang berkaitan dengan kesehatan, kesejahteraan, dan akses
terhadap layanan medis yang berkualitas untuk kesejahteraan ibu dan anak di
Indonesia. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan pada rumah sakit ibu dan anak
adalah bayi tabung. Bayi tabung belakangan ini populer untuk membantu orang
yang berjuang melawan infertilitas atau menghadapi masalah reproduksi yang
kompleks. Dalam hal ini, bayi tabung melibatkan stimulasi ovulasi, pengambilan
sel telur, pengambilan sperma, pembuahan, kultur embrio, transfer embrio, dan tes
kehamilan. Saat ini, meningkatnya insiden masalah infertilitas di antara pasangan
terjadi karena perubahan gaya hidup, keterlambatan kehamilan, dan faktor
lingkungan.
Merujuk pada laporan dari Stellar, pangsa pasar layanan IVF di Indonesia pada
tahun 2023 bernilai sebesar USD 57,00 juta dan diproyeksikan akan tumbuh pada
CAGR sebesar 3,3% dari 2024 hingga 2030 dengan jumlah mencapai
USD 72,52 juta pada tahun 2030. Pertumbuhan industri IVF didorong oleh
berbagai faktor seperti meningkatnya insiden infertilitas karena perubahan gaya
hidup. Selain itu, keterjangkauan dan tingkat keberhasilan perawatan IVF yang
lebih baik ditambah dengan integrasi analitik data untuk prosedur yang tepat juga
turut meningkatkan prospek pasar.
Pada awal tahun 2024, sejumlah klinik dan rumah sakit menawarkan program bayi
tabung dimana masyarakat dapat memiliki anak sesuai dengan kemauan dan
prediksi masing-masing untuk dilahirkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari
Varta, pada Desember 2023 tingkat keberhasilan program bayi tabung mencapai
51,00% pada pasangan suami istri dibawah umur 35 tahun, 43,00% pada
pasangan suami istri antara 35 – 39 tahun, dan sebesar 26,00% pada pasangan
suami istri lebih dari 39 tahun.
36
Page 62
Pertumbuhan industri bayi tabung tidak hanya memberikan solusi bagi pasangan
yang mengalami masalah reproduksi, tetapi juga berkontribusi terhadap
pertumbuhan rumah sakit ibu dan anak di Indonesia. Dengan meningkatnya
permintaan akan layanan IVF, rumah sakit dapat memperluas layanan dan fasilitas
mereka serta meningkatkan jumlah tenaga medis yang terlatih dalam bidang ini.
Hal ini akan mendorong peningkatan kualitas perawatan kesehatan ibu dan anak
secara keseluruhan. Selain itu, keberadaan program bayi tabung yang sukses di
rumah sakit ibu dan anak akan menarik lebih banyak pasien, meningkatkan
kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang ada, dan pada
gilirannya, memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan
terintegrasi. Dengan demikian, sinergi antara pertumbuhan industri bayi tabung
dan rumah sakit ibu dan anak dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih
baik, yang berfokus pada kesejahteraan ibu dan anak di seluruh Indonesia.
37
Page 63
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
VI.A. PT Medika Sejahtera Bersama
Laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2024 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir
pada tanggal31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan MSB untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 telah
diaudit oleh KAP DGN masing-masing dengan pendapat wajar dengan
modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP DBHR dengan pendapat
wajar dengan modifikasian.
VI.A.1. Laporan Posisi Keuangan
Tabel 9
PT Medika Sejahtera Bersama
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 334 995 139 377 292 266
Piutang usaha
Pihak berelasi - 68 - - - -
Pihak ketiga 813 181 11 174 202 217
Piutang lain-lain 22 1 - - 7 5
Deposit penunjang medis 500 371 54 22 36 51
Uang muka pembelian - 331 - - - -
Biaya dibayar di muka 264 19 - - 21 21
Jumlah Aset Lancar 1.933 1.965 204 573 557 561
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud 97 122 166 - - -
Aset tetap 79.002 78.066 36.059 35.029 5.517 5.950
Aset pajak tangguhan 5.268 3.123 - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 84.367 81.310 36.224 35.029 5.517 5.950
JUMLAH ASET 86.300 83.276 36.429 35.602 6.074 6.511
38
Page 64
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 141 12 8 - - -
Pihak ketiga 89 152 108 117 164 158
Utang lain-lain 42.494 35.453 6.413 - 23 76
Uang muka pasien 80 164 - - - -
Utang pajak 44 14 5 6 - 36
Beban akrual 161 332 41 246 - -
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun 83 37 - 1.188 1.298 1.271
Biaya yang masih harus dibayar - - - - 202 262
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 43.092 36.164 6.575 1.556 1.686 1.803
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
diatas satu tahun 33.735 29.679 - - - -
Imbalan pascakerja 305 202 94 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 34.040 29.881 94 - - -
JUMLAH LIABILITAS 77.133 66.045 6.670 1.556 1.686 1.803
EKUITAS
Modal saham 8.779 8.779 8.779 8.779 8.779 8.779
Surplus revaluasi 29.967 29.967 29.967 29.967 - -
Saldo laba (29.579) (21.516) (8.987) (4.701) (4.391) (4.071)
JUMLAH EKUITAS 9.168 17.230 29.759 34.046 4.388 4.708
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 86.300 83.276 36.429 35.602 6.074 6.511
VI.A.2. Aset
Jumlah aset MSB pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022,
2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 86,30 miliar,
Rp 83,28 miliar, Rp 36,43 miliar, Rp 35,60 miliar, Rp 6,07 miliar, dan Rp 6,51 miliar.
Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah aset MSB mengalami kenaikan sebesar
Rp 3,02 miliar atau setara dengan 3,63% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan aset
pajak tangguhan sebesar Rp 2,15 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset MSB mengalami kenaikan sebesar
Rp 46,85 miliar atau setara dengan 128,60% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
kas dan setara kas, aset tetap, serta aset pajak tangguhan masing-masing sebesar
Rp 0,86 miliar, Rp 42,01 miliar, dan Rp 3,12 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset MSB mengalami kenaikan sebesar
Rp 0,83 miliar atau setara dengan 2,32% dibandingkan dengan jumlah aset pada
tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan nilai
aset tetap sebesar Rp 1,03 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan setara
kas sebesar Rp 0,24 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset MSB mengalami kenaikan sebesar
Rp 29,53 miliar atau setara dengan 486,11% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
aset tetap sebesar Rp 29,51 miliar.
39
Page 65
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,44 miliar atau setara dengan 6,71% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan aset tetap sebesar 0,43 miliar.
VI.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas MSB pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 77,13 miliar,
Rp 66,05 miliar, Rp 6,67 miliar, Rp 1,56 miliar, Rp 1,69 miliar, dan Rp 1,80 miliar.
Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah liabilitas MSB mengalami kenaikan sebesar
Rp 11,09 miliar atau setara dengan 16,79% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
utang lain-lain sebesar Rp 7,04 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas MSB mengalami kenaikan
sebesar Rp 59,38 miliar atau setara dengan 890,23% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan utang lain-lain, beban akrual, dan utang bank jangka panjang
masing-masing sebesar Rp 29,04 miliar, Rp 0,29 miliar, dan Rp 29,72 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas MSB mengalami kenaikan
sebesar Rp 5,11 miliar atau setara dengan 328,60% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 6,41 miliar yang disertai dengan pembayaran
utang bank sebesar Rp 1,19 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,13 miliar atau setara dengan 7,72% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan utang bank jangka panjang dan biaya yang masih harus dibayar
masing-masing sebesar Rp 0,11 miliar dan Rp 0,20 miliar yang disertai dengan
kenaikan beban akrual sebesar Rp 0,25 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,12 miliar atau setara dengan 6,47% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan utang lain-lain dan biaya yang masih harus dibayar
masing-masing sebesarRp 0,05 miliar dan Rp 0,06 miliar.
40
Page 66
VI.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas MSB pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022,
2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 9,17 miliar,
Rp 17,23 miliar, Rp 29,76 miliar, Rp 34,05 miliar, Rp 4,39 miliar dan Rp 4,71 miliar.
Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan sebesar
Rp 8,06 miliar atau setara dengan 46,79% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh
rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 12,53 miliar atau setara dengan 42,10% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 4,29 miliar atau setara dengan 12,59% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas MSB mengalami kenaikan
sebesar Rp 29,66 miliar atau setara dengan 675,90% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020 Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
pendapatan komprehensif dari revaluasi nilai aset tetap yang dibukukan oleh MSB
sebesar Rp 29,97 miliar, yang disertai dengan rugi bersih tahun berjalan yang
dibukukan oleh MSB sebesar Rp 0,31 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,32 miliar atau setara dengan 6,80% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.
41
Page 67
VI.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
Tabel 10
PT Medika Sejahtera Bersama
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 6.057 2.409 1.283 4.714 4.093 6.277
Beban pokok pendapatan 5.726 1.690 892 3.283 2.667 3.843
Laba bruto 331 719 392 1.430 1.426 2.434
Beban usaha (8.864) (15.685) (1.656) (1.663) (1.829) (2.853)
Rugi usaha (8.533) (14.966) (1.265) (233) (402) (419)
Penghasilan (beban) lain-lain (1.674) (686) (3.001) (55) 82 (35)
Rugi sebelum pajak (10.207) (15.652) (4.265) (288) (320) (454)
Manfaat (beban) pajak 2.145 3.123 (22) (21) - -
Rugi bersih periode/tahun berjalan (8.062) (12.529) (4.287) (310) (320) (454)
Pendapatan komprehensif lainnya (0) - - 29.967 - -
Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan (8.063) (12.529) (4.287) 29.658 (320) (454)
VI.A.6. Pendapatan
Pendapatan MSB untuk periode tujuh bulan terakhir yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 6,06 miliar, Rp 2,41 miliar, Rp 1,28 miliar, Rp 4,71 miliar, Rp 4,09 miliar dan
Rp 6,28 miliar.
Pendapatan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,13 miliar atau setara
dengan 87,67% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 3,43 miliar atau setara
dengan 72,77% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,62 miliar atau setara
dengan 15,16% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020.
Pendapatan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 2,18 miliar atau setara
dengan 34,80% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019.
42
Page 68
VI.A.7. Rugi Bersih Periode/Tahun Berjalan
Rugi bersih MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020 dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 8,06 miliar, Rp 12,53 miliar, Rp 4,29 miliar, Rp 0,31 miliar, Rp 0,32 miliar, dan
Rp 0,45 miliar.
Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 8,24 miliar atau setara
dengan 192,27% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,98 miliar dibandingkan
dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021.
Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 0,01 miliar atau setara
dengan 3,24% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 0,13 miliar atau setara
dengan 29,51% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
43
Page 69
VI.A.8. Laporan Arus Kas
Tabel 11
PT Medika Sejahtera Bersama
Laporan Arus Kas
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
(Dalam jutaan Rupiah)
31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan (10.207) (15.652) (4.265) (288) 274 271
Penyesuaian untuk:
Penyusutan 3.838 1.598 530 784 - -
Beban bunga utang bank 1.385 - - - - -
Amortisasi aset tidak berwujud 25 44 6 - - -
Imbalan pascakerja 102 107 94 - - -
Rugi penghapusan aset tetap - - - 197 - -
Perubahan pada aset dan liabilitas:
Piutang usaha (565) (238) 163 34 - -
Piutang lain-lain (21) (1) - - - -
Uang muka pembelian 331 (331) - - - -
Deposit penunjang medis (129) (317) (32) 14 14 28
Pajak dibayar dimuka - - - 21 - -
Biaya dibayar dimuka (245) (19) - - - -
Utang usaha 66 48 (0) (47) 5 27
Utang lain-lain 2.267 9.066 5.117 (23) (53) (42)
Uang muka pasien (84) 164 - - - -
Utang pajak 30 11 (0) 5 - -
Beban akrual (178) 291 (205) 44 (60) 3
Pembayaran pajak penghasilan - (2) (22) (21) - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (3.384) (5.229) 1.385 721 181 286
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pengurangan (penambahan) aset tetap - (23.632) (98) (526) (30) (31)
Pengurangan (penambahan) aset takberwujud - - (172) - - -
Pembayaran aset hak guna - - (165) - - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi - (23.632) (435) (526) (30) (31)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang bank 4.102 29.716 (1.188) (110) 27 (166)
Penerimaan (pembayaran) beban bunga (1.378) - - - (153) (158)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 2.724 29.716 (1.188) (110) (126) (324)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (660) 855 (238) 85 25 (69)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 995 139 377 292 266 336
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 334 995 139 377 292 266
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MSB untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar Rp 3,39 miliar dan
Rp 5,23 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, dan
2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1,39 miliar, Rp 0,72 miliar, Rp 0,18 miliar,
dan Rp 0,29 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MSB untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 3,39 miliar terutama
berasal dari rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 10,21 miliar, yang disertai
dengan penyesuaian untuk penyusutan dan beban bunga utang bank
masing-masing sebesar Rp 3,84 miliar dan Rp 1,39 miliar.
44
Page 70
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 5,23 miliar terutama berasal
dari rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 15,65 miliar yang disertai dengan
penyesuaian untuk penyusutan serta perubahan pada aset dan
liabilitas – penerimaan utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 1,60 miliar dan
Rp 9,07 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,39 miliar terutama berasal
dari penyesuaian untuk penyusutan serta perubahan pada aset dan
liabilitas – penerimaan utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 0,53 juta dan
Rp 5,12 miliar yang disertai dengan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp
4,27 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,72 miliar terutama berasal
dari penyesuaian untuk penyusutan serta penyesuaian untuk rugi penghasilan
aset tetap masing-masing sebesar Rp 0,78 miliar dan Rp 0,20 miliar yang disertai
dengan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 0,29 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,18 miliar terutama berasal
dari laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 0,27 miliar yang disertai dengan
perubahan pada aset dan liabilitas – pembayaran utang lain-lain dan perubahan
pada aset dan liabilitas – pembayaran beban akrual masing-masing sebesar
Rp 0,05 miliar dan Rp 0,06 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,29 miliar terutama berasal
dari laba sebelum pajak penghasilan serta perubahan pada aset dan
liabilitas – deposit penunjang medis masing-masing sebesar Rp 0,27 miliar dan Rp
0,03 miliar yang disertai dengan perubahan aset dan liabilitas – pembayaran utang
lain-lain sebesar Rp 0,04 miliar.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024, MSB tidak
memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019 masing-masing adalah sebesar Rp 0,09 miliar, Rp 23,63 miliar,
Rp 0,44 miliar, Rp 0,53 miliar, Rp 0,03 miliar, dan Rp 0,03 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 23,63 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan aset tetap.
45
Page 71
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,44 miliar terutama berasal
dari penambahan aset tetap, perolehan aset takberwujud, dan pembayaran aset
hak guna masing-masing sebesar Rp 0,10 miliar, Rp 0,17 miliar, dan
Rp 0,17 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,53 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,03 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,03 miliar terutama berasal
dari penambahan aset tetap.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MSB untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar Rp 2,72 miliar dan
Rp 29,72 miliar. Arus kas bersih yang dipergunakan untuk aktivitas pendanaan
MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1,19 miliar, Rp 0,11 miliar,
Rp 0,13 miliar, dan Rp 0,32 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MSB untuk periode tujuh
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 2,72 miliar terutama
berasal dari penerimaan utang bank sebesar Rp 4,10 miliar yang disertai dengan
pembayaran beban bunga sebesar Rp 1,38 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 29,72 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang bank.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,19 miliar seluruhnya
berasal dari pembayaran utang bank.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,11 miliar seluruhnya
berasal dari pembayaran utang bank.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,13 miliar terutama berasal
dari pembayaran beban bunga sebesar Rp 0,15 miliar.
46
Page 72
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,32 miliar terutama berasal
dari pembayaran utang bank dan pembayaran beban bunga masing-masing
sebesar Rp 0,17 miliar dan Rp 0,16 miliar.
VI.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Tabel 12
PT Medika Sejahtera Bersama
Rasio-rasio Keuangan
Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Rasio Likuiditas
Lancar 0,04 0,05 0,03 0,37 0,33 0,31
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,12 0,03 0,04 0,13 0,67 0,96
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,11 0,21 0,82 0,96 0,72 0,72
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,89 0,79 0,18 0,04 0,28 0,28
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 8,41 3,83 0,22 0,05 0,38 0,38
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 5,47% 29,85% 30,51% 30,34% 34,85% 38,77%
Marjin rugi usaha -140,88% -621,32% -98,52% -4,94% -9,83% -6,67%
Laba rugi usaha terhadap jumlah aset -16,95% -17,97% -3,47% -0,65% -6,62% -6,43%
Marjin laba bersih -133,10% -520,15% -333,99% -6,57% -7,82% -7,23%
Imbal hasil aset -16,01% -15,04% -11,77% -0,87% -5,27% -6,97%
Laba rugi usaha terhadap ekuitas -159,56% -86,86% -4,25% -0,68% -9,17% -8,89%
Imbal hasil ekuitas -150,76% -72,71% -14,40% -0,91% -7,29% -9,64%
VI.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MSB dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MSB. Pada tanggal-tanggal
31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio perputaran
jumlah aset masing-masing adalah 0,12; 0,03; 0,04; 0,13; 0,67; dan 0,96.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas MSB
terhadap jumlah aset MSB. Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
2012, 2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
adalah 0,11; 0,21; 0,82; 0,96; 0,72; dan 0,72.
VI.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan MSB untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
0,89; 0,79; 0,18; 0,04; 0,28; dan 0,28, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
ekuitas masing-masing adalah 8,41; 3,83; 0,22; 0,05; 0,38; dan 0,38.
47
Page 73
VI.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MSB dalam menghasilkan laba
bersih dari aset yang dimilikinya.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan MSB dalam menghasilkan
laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
VI.B. Analisis atas Common Size PT Medika Sejahtera Bersama
Berikut adalah analisis common size MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019.
Ikhtisar common size MSB adalah sebagai berikut:
Tabel 13
PT Medika Sejahtera Bersama
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Juli 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 0,39% 1,19% 0,38% 1,06% 4,80% 4,09%
Piutang usaha
Pihak berelasi 0,00% 0,08% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pihak ketiga 0,94% 0,22% 0,03% 0,49% 3,32% 3,34%
Piutang lain-lain 0,03% 0,00% 0,00% 0,00% 0,11% 0,08%
Deposit penunjang medis 0,58% 0,45% 0,15% 0,06% 0,60% 0,78%
Uang muka pembelian 0,00% 0,40% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Biaya dibayar di muka 0,31% 0,02% 0,00% 0,00% 0,34% 0,32%
Jumlah Aset Lancar 2,24% 2,36% 0,56% 1,61% 9,17% 8,61%
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud 0,11% 0,15% 0,45% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset tetap 91,54% 93,74% 98,98% 98,39% 90,83% 91,39%
Aset pajak tangguhan 6,10% 3,75% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Tidak Lancar 97,76% 97,64% 99,44% 98,39% 90,83% 91,39%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
48
Page 74
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 0,16% 0,01% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00%
Pihak ketiga 0,10% 0,18% 0,30% 0,33% 2,70% 2,43%
Utang lain-lain 49,24% 42,57% 17,60% 0,00% 0,38% 1,16%
Uang muka pasien 0,09% 0,20% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang pajak 0,05% 0,02% 0,01% 0,02% 0,00% 0,55%
Beban akrual 0,19% 0,40% 0,11% 0,69% 0,00% 0,00%
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun 0,10% 0,04% 0,00% 3,34% 21,37% 19,51%
Biaya yang masih harus dibayar 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 3,32% 4,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 49,93% 43,43% 18,05% 4,37% 27,76% 27,69%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
diatas satu tahun 39,09% 35,64% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Imbalan pascakerja 0,35% 0,24% 0,26% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 39,44% 35,88% 0,26% 0,00% 0,00% 0,00%
JUMLAH LIABILITAS 89,38% 79,31% 18,31% 4,37% 27,76% 27,69%
EKUITAS
Modal saham 10,17% 10,54% 24,10% 24,66% 144,53% 134,84%
Surplus revaluasi 34,72% 35,99% 82,26% 84,17% 0,00% 0,00%
Saldo laba -34,27% -25,84% -24,67% -13,20% -72,29% -62,53%
JUMLAH EKUITAS 10,62% 20,69% 81,69% 95,63% 72,24% 72,31%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Tabel 14
PT Medika Sejahtera Bersama
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 94,53% 70,15% 69,49% 69,66% 65,15% 61,23%
Laba bruto 5,47% 29,85% 30,51% 30,34% 34,85% 38,77%
Beban usaha -146,34% -651,16% -129,04% -35,29% -44,68% -45,44%
Rugi usaha -140,88% -621,32% -98,52% -4,94% -9,83% -6,67%
Penghasilan (beban) lain-lain -27,64% -28,48% -233,79% -1,17% 2,01% -0,56%
Rugi sebelum pajak -168,52% -649,80% -332,32% -6,11% -7,82% -7,23%
Manfaat (beban) pajak 35,42% 129,65% -1,68% -0,45% 0,00% 0,00%
Rugi bersih periode/tahun berjalan -133,10% -520,15% -333,99% -6,57% -7,82% -7,23%
Pendapatan komprehensif lainnya -0,01% 0,00% 0,00% 635,77% 0,00% 0,00%
Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan -133,11% -520,15% -333,99% 629,20% -7,82% -7,23%
49
Page 75
VI.C. Analisis atas Common Size Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak
Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan MSB, yaitu
PT Medikaloka Hermina Tbk, PT Metro Healtchare Indonesia Tbk, dan
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019.
Ikhtisar common size untuk PT Medikaloka Hermina Tbk, PT Metro Healtchare
Indonesia Tbk, dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk masing-masing adalah
sebagai berikut:
VI.C.1. PT Medikaloka Hermina Tbk
Tabel 15
PT Medikaloka Hermina Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 30/06/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 9,61% 9,72% 10,21% 16,99% 13,60% 11,75%
Piutang usaha
Pihak berelasi 0,02% 0,02% 0,03% 0,04% 0,06% 0,12%
Pihak ketiga - neto 10,29% 9,71% 10,49% 12,94% 16,55% 17,82%
Piutang aset kontrak 0,56% 0,33% 0,47% 0,42% 0,91% 0,41%
Piutang lain-lain 0,51% 0,88% 0,85% 0,74% 0,96% 1,64%
Investasi aset keuangan 0,00% 0,00% 0,01% 0,00% 1,91% 0,00%
Persediaan 1,10% 1,33% 1,32% 1,25% 1,29% 1,01%
Beban dibayar dimuka - neto 0,08% 0,05% 0,11% 0,02% 0,07% 0,06%
Uang muka 0,11% 0,07% 0,09% 0,09% 0,09% 0,14%
Aset lancar lainnya 0,04% 0,04% 0,02% 0,06% 0,00% 0,01%
Jumlah Aset Lancar 22,32% 22,15% 23,59% 32,56% 35,44% 32,97%
ASET TIDAK LANCAR
Estimasi tagihan restitusi pajak 0,32% 0,34% 0,27% 0,04% 0,04% 0,50%
Uang muka pembelian aset tetap 7,94% 7,46% 5,20% 4,61% 3,08% 2,90%
Aset pajak tangguhan 0,88% 0,88% 0,89% 0,52% 1,08% 1,40%
Aset tetap - neto 66,44% 66,73% 67,31% 59,92% 59,17% 61,32%
Aset lain-lain - neto 2,10% 2,43% 2,74% 2,36% 1,18% 0,90%
Jumlah Aset Tidak Lancar 77,68% 77,85% 76,41% 67,44% 64,56% 67,03%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*)Tidak Diaudit
50
Page 76
Keterangan 30/06/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 0,69% 0,55% 0,00% 0,39% 0,14% 0,92%
Utang usaha
Pihak berelasi 0,02% 0,03% 0,05% 0,12% 0,10% 0,02%
Pihak ketiga 3,53% 4,01% 3,66% 4,16% 4,55% 4,09%
Utang lain-lain 6,12% 6,45% 7,02% 7,19% 6,77% 7,14%
Utang pajak 1,59% 2,20% 2,01% 4,74% 4,65% 2,14%
Akrual 0,41% 0,48% 0,57% 0,66% 0,89% 0,92%
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek 0,90% 1,40% 1,49% 1,44% 1,51% 1,62%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun:
Utang bank 2,12% 2,35% 1,95% 2,11% 4,00% 3,63%
Liabilitas kontrak 0,14% 0,13% 0,15% 0,50% 0,59% 0,19%
Liabilitas sewa 0,03% 0,03% 0,03% 0,04% 0,07% 0,00%
Pembiayaan konsumen 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang obligasi - neto 0,00% 0,00% 5,60% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 15,54% 17,64% 22,53% 21,35% 23,28% 20,69%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo diatas satu tahun:
Utang bank 25,45% 21,36% 13,70% 13,57% 13,35% 21,09%
Liabilitas kontrak 0,00% 0,00% 0,01% 0,03% 0,04% 0,07%
Liabilitas sewa 0,00% 0,02% 0,02% 0,01% 0,06% 0,00%
Pembiayaan konsumen 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang obligasi - neto 1,22% 1,37% 1,59% 5,88% 7,01% 0,00%
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang 0,56% 0,55% 0,44% 0,62% 3,04% 3,39%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 27,24% 23,31% 15,75% 20,12% 23,50% 24,55%
JUMLAH LIABILITAS 42,78% 40,95% 38,28% 41,47% 46,78% 45,23%
EKUITAS
Modal saham 3,11% 3,42% 3,94% 3,93% 4,69% 5,89%
Tambahan modal disetor 22,72% 23,05% 25,34% 24,44% 29,12% 36,28%
Program opsi kepemilikan saham 0,00% 0,59% 0,88% 0,97% 1,16% 1,06%
Saham treasuri -4,58% -5,15% -5,97% -3,82% -0,95% 0,00%
Selisih nilai transaksi dengan pihak nonpengendali -5,21% -5,81% -6,65% -6,76% -8,08% -10,29%
Saldo laba 27,05% 27,85% 27,78% 24,91% 14,22% 9,60%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 43,08% 43,95% 45,32% 43,68% 40,16% 42,54%
Kepentingan nonpengendali 14,14% 15,10% 16,40% 14,85% 13,06% 12,23%
JUMLAH EKUITAS 57,22% 59,05% 61,72% 58,53% 53,22% 54,77%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*)Tidak Diaudit
Tabel 16
PT Medikaloka Hermina Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
30/06/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 61,57% 64,13% 65,15% 49,50% 51,66% 55,95%
Laba bruto 38,43% 35,87% 34,85% 50,50% 48,34% 44,05%
Beban usaha -20,14% -22,38% -24,32% -20,92% -26,37% -28,85%
Penghasilan lain-lain - neto 0,13% 0,64% 1,45% 0,52% 1,62% 0,86%
Laba usaha 18,42% 14,14% 11,98% 30,10% 23,59% 16,07%
Biaya keuangan dan administrasi bank -2,25% -2,41% -2,85% -2,44% -2,92% -3,00%
Penghasilan keuangan 0,47% 0,55% 0,66% 0,40% 0,74% 0,85%
Laba sebelum pajak 16,63% 12,28% 9,79% 28,05% 21,42% 13,92%
Beban pajak -3,42% -2,61% -2,07% -6,06% -6,80% -4,45%
Laba bersih periode/tahun berjalan 13,21% 9,67% 7,73% 21,99% 14,62% 9,47%
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya 0,15% 0,16% 0,24% 0,08% -0,49% -0,34%
Laba komprehensif periode/tahun berjalan 13,36% 9,82% 7,96% 22,07% 14,13% 9,13%
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 10,26% 7,56% 6,09% 16,97% 10,72% 7,03%
Kepentingan non-pengendali 2,95% 2,11% 1,64% 5,02% 3,90% 2,44%
*)Tidak Diaudit
51
Page 77
VI.C.2. PT Metro Healtchare Indonesia Tbk
Tabel 17
PT Metro Healthcare Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 10,97% 12,71% 12,59% 12,88% 15,25% 0,28%
Investasi jangka pendek 5,65% 5,54% 7,56% 15,43% 5,80% 8,99%
Piutang usaha dari pihak ketiga - neto 0,87% 0,72% 0,46% 1,03% 1,34% 2,23%
Piutang lain-lain dari pihak ketiga 0,01% 0,01% 0,01% 0,18% 0,00% 0,01%
Persediaan 0,10% 0,12% 0,09% 0,15% 0,20% 0,26%
Pajak dibayar dimuka 0,08% 0,07% 0,05% 0,04% 0,03% 0,01%
Biaya dibayar dimuka 0,02% 0,02% 0,03% 0,03% 0,00% 0,00%
Kas yang dibatasi penggunaannya 0,06% 0,02% 0,03% 0,04% 0,00% 0,00%
Aset lancar lainnya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,06% 0,16%
Jumlah Aset Lancar 17,76% 19,21% 20,82% 29,78% 22,69% 11,93%
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 81,96% 80,50% 78,81% 69,24% 63,13% 87,58%
Goodwill 0,17% 0,17% 0,16% 0,17% 0,20% 0,29%
Aset pajak tangguhan - neto 0,04% 0,03% 0,05% 0,14% 0,06% 0,04%
Aset tidak lancar lainnya 0,07% 0,09% 0,15% 0,67% 13,92% 0,16%
Jumlah Aset Tidak Lancar 82,24% 80,79% 79,18% 70,22% 77,31% 88,07%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Keterangan 30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek 3,57% 3,42% 3,06% 0,07% 0,38% 0,93%
Utang usaha kepada pihak ketiga 0,43% 1,03% 0,63% 0,35% 0,31% 0,33%
Utang lain-lain kepada pihak ketiga 0,00% 0,00% 0,00% 0,33% 0,03% 0,75%
Utang pajak 0,15% 0,18% 0,09% 0,20% 0,16% 0,13%
Biaya masih harus dibayar 0,62% 0,61% 0,72% 0,50% 0,30% 0,25%
Pendapatan diterima dimuka 0,02% 0,02% 0,02% 0,01% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan kerja - bagian jangka pendek 0,06% 0,06% 0,03% 0,03% 0,00% 0,00%
Utang jangka panjang - bagian jangka pendek
Pinjaman bank 0,17% 0,16% 0,10% 0,20% 0,22% 0,28%
Pinjaman kepada lembaga keuangan 0,67% 0,65% 0,36% 0,17% 0,00% 0,00%
Wesel bayar 16,01% 15,70% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 21,70% 21,84% 5,03% 1,84% 1,41% 2,68%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian jangka pendek
Pinjaman bank 1,97% 1,99% 1,99% 2,08% 2,78% 4,21%
Pinjaman kepada lembaga keuangan 0,89% 1,15% 1,76% 2,14% 0,00% 0,00%
Wesel bayar 0,00% 0,00% 15,32% 15,39% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan kerja - bagian jangka panjang 0,17% 0,13% 0,16% 0,23% 0,31% 0,25%
Liabilitas pajak tangguhan - neto 0,01% 0,01% 0,01% 0,00% 0,00% 0,02%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3,04% 3,28% 19,24% 19,83% 3,09% 4,49%
JUMLAH LIABILITAS 24,73% 25,12% 24,27% 21,68% 4,50% 7,16%
EKUITAS
Modal saham 81,98% 80,37% 78,52% 78,96% 96,50% 94,96%
Tambahan modal disetor 0,08% 0,08% 0,08% 0,08% 0,10% 0,00%
Defisit -6,83% -5,60% -2,89% -0,74% -1,12% -2,16%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 75,23% 74,85% 75,71% 78,30% 95,48% 92,80%
Kepentingan nonpengendali 0,03% 0,03% 0,02% 0,02% 0,03% 0,04%
JUMLAH EKUITAS 75,27% 74,88% 75,73% 78,32% 95,50% 92,84%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
52
Page 78
Tabel 18
PT Metro Healthcare Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
30/06/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 68,37% 63,06% 63,05% 49,84% 52,43% 50,89%
Laba bruto 31,63% 36,94% 36,95% 50,16% 47,57% 49,11%
Beban usaha -38,35% -51,83% -60,22% -45,31% -54,74% -43,48%
Laba (rugi) usaha -6,73% -14,89% -23,27% 4,85% -7,17% 5,63%
Pendapatan keuangan 1,55% 2,73% 12,20% 5,42% 18,69% 3,03%
Beban keuangan -22,14% -31,67% -34,61% -8,88% -5,39% -12,49%
Pendapatan lain-lain - neto 0,93% 0,10% 9,84% 0,85% 0,25% 0,00%
Kerugian pelepasan entitas anak 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -8,74%
Kerugian lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -1,39%
Laba (rugi) sebelum pajak -26,39% -43,73% -35,83% 2,24% 6,38% -13,97%
Manfaat (beban) pajak -0,96% -1,88% -0,11% -0,11% 0,17% -1,79%
Laba (rugi) neto periode/tahun berjalan -27,35% -45,61% -35,94% 2,12% 6,55% -15,76%
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya 0,00% 0,63% 0,86% 0,46% 0,08% -0,16%
Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan -27,35% -44,98% -35,09% 2,58% 6,63% -15,92%
Laba (rugi) neto periode/tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk -27,42% -45,71% -35,92% 2,10% 6,62% -15,71%
Kepentingan non-pengendali 0,07% 0,10% -0,02% 0,03% -0,07% -0,05%
VI.C.3. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
Tabel 19
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2019 - 2023
Keterangan 30/06/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 21,29% 11,48% 10,06% 18,70% 11,06% 10,20%
Investasi jangka pendek 7,69% 13,43% 16,79% 17,90% 21,91% 10,26%
Piutang usaha
Pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pihak ketiga 9,28% 9,40% 6,21% 3,78% 10,13% 8,51%
Piutang lain-lain 0,58% 0,47% 0,54% 0,61% 0,99% 0,70%
Aset keuangan lancar lainnya 0,30% 1,44% 1,40% 4,46% 3,27% 13,00%
Persediaan 0,64% 1,11% 0,90% 0,98% 0,86% 0,87%
Pajak dibayar dimuka 0,05% 0,07% 0,02% 0,09% 0,13% 0,25%
Biaya dibayar dimuka 0,65% 0,18% 0,12% 0,09% 0,35% 0,60%
Aser lancar lainnya 0,03% 0,04% 0,02% 0,01% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 40,51% 37,63% 36,06% 46,60% 48,70% 44,39%
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 0,63% 0,65% 0,67% 0,43% 0,40% 0,39%
Uang muka perolehan aset tetap 2,19% 2,85% 4,86% 6,73% 3,60% 3,89%
Aset tetap 50,22% 51,90% 49,58% 39,30% 39,77% 42,86%
Aset tak berwujud 5,25% 5,87% 6,45% 6,34% 2,93% 3,33%
Aset hak guna 0,08% 0,10% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset pajak tangguhan 0,48% 0,45% 0,38% 0,57% 1,00% 1,63%
Taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan 0,56% 0,48% 1,94% 0,00% 0,01% 0,06%
Aset tidak lancar lainnya 0,08% 0,08% 0,08% 0,01% 3,59% 3,45%
Jumlah Aset Tidak Lancar 59,49% 62,37% 63,94% 53,40% 51,30% 55,61%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*)Tidak Diaudit
53
Page 79
Keterangan 30/06/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 0,39% 0,52% 0,52% 0,50% 0,65% 0,68%
Pihak ketiga 1,93% 2,15% 1,97% 2,50% 2,51% 2,22%
Utang lain-lain - pihak ketiga 1,09% 1,09% 1,76% 1,76% 0,97% 0,60%
Utang dividen 5,87% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Uang muka pasien 0,25% 0,22% 0,21% 0,35% 0,47% 0,24%
Beban akrual 2,85% 2,90% 2,70% 2,51% 2,20% 2,92%
Utang pajak 0,84% 0,68% 2,27% 3,49% 2,13% 1,00%
Bagian jangka pendek atas liabilitas jangka panjang
Utang bank 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,05%
Liabilitas sewa 0,01% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 13,23% 7,58% 9,43% 11,11% 8,92% 7,73%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian jangka pendek
Utang bank 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,04%
Liabilitas sewa 0,02% 0,03% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan pascakerja 2,62% 2,48% 1,91% 2,52% 4,50% 6,29%
Liabilitas pajak tangguhan 0,01% 0,01% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2,65% 2,52% 1,93% 2,53% 4,50% 6,32%
JUMLAH LIABILITAS 15,88% 10,10% 11,36% 13,64% 13,42% 14,05%
EKUITAS
Modal saham 1,77% 1,94% 2,06% 2,08% 2,24% 2,55%
Tambahan modal disetor 16,91% 18,56% 19,70% 19,86% 21,39% 24,44%
Saham treasuri -9,43% -10,35% -10,99% -5,92% -0,15% -0,02%
Komponen ekuitas lainnya -0,01% 0,00% 0,04% 0,07% 0,00% 0,00%
Keuntungan yang belum direalisasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,19% 0,30% 0,26%
Saldo laba 64,58% 69,17% 67,59% 60,57% 53,43% 49,80%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 73,82% 79,32% 78,40% 76,85% 77,21% 77,04%
Kepentingan nonpengendali 10,30% 10,58% 10,24% 9,51% 9,37% 8,91%
JUMLAH EKUITAS 84,12% 89,90% 88,64% 86,36% 86,58% 85,95%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
*)Tidak Diaudit
Tabel 20
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 - 2023
30/06/24* 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan bersih 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 46,25% 50,09% 48,70% 48,05% 50,52% 52,13%
Laba bruto 53,75% 49,91% 51,30% 51,95% 49,48% 47,87%
Beban usaha -22,96% -22,33% -19,58% -15,28% -18,97% -20,26%
Pendapatan Lain-lain 0,95% 0,86% 1,48% 1,79% 2,40% 1,96%
Beban lain-lain -0,02% -0,13% -0,08% -0,14% -0,34% -0,16%
Laba usaha 31,72% 28,31% 33,12% 38,32% 32,58% 29,41%
Pendapatan Keuangan 1,84% 1,69% 1,44% 1,46% 1,96% 2,35%
Beban Keuangan -0,35% -0,36% -0,32% -0,28% -0,34% -0,42%
Laba sebelum pajak 33,20% 29,63% 34,24% 39,50% 34,21% 31,34%
Beban pajak -6,90% -6,27% -7,22% -8,22% -7,20% -6,64%
Laba bersih periode/tahun berjalan 26,30% 23,36% 27,02% 31,28% 27,01% 24,69%
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya 0,00% -0,02% -0,16% 0,71% 2,98% -0,94%
Laba komprehensif periode/tahun berjalan 26,30% 23,34% 26,86% 31,99% 29,99% 23,75%
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 24,49% 21,48% 24,90% 28,23% 24,62% 22,78%
Kepentingan non-pengendali 1,81% 1,88% 2,12% 3,05% 2,39% 1,91%
*)Tidak Diaudit
54
Page 80
VII. ANALISIS RISIKO
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, MSB tidak terlepas dari berbagai risiko
usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap MSB adalah sebagai berikut:
VII.A. Risiko Permintaan Tenaga Medis
Tenaga medis seperti dokter dan spesialis, termasuk perawat, fisioterapi, analis
laboratorium dan sebagainya merupakan sumber daya utama dari pelayanan
rumah sakit. Selain fasilitas yang diberikan, kepercayaan terhadap rumah sakit
juga dipengaruhi oleh layanan tenaga medisnya yang andal dengan keahlian dan
pengalaman di bidang jasa layanan medis. Permintaan tenaga medis khususnya
dokter dan spesialis sangat kompetitif dan ketersediaannya terbatas karena
periode pelatihannya yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk spesialis
tertentu. Dalam hal ini MSB harus mampu mempertahankan tenaga medisnya baik
dari segi kualitas maupun kuantitas. Kesulitan dalam mempertahankan dan/atau
merekrut tenaga medis yang andal dapat berdampak pada kegiatan operasional
MSB.
VII.B. Risiko Tindakan Medis
Para tenaga medis dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya tidak
terlepas dari risiko yang terjadi atas tindakan medis, baik risiko yang telah
disampaikan kepada pasien maupun yang belum tersampaikan kepada pasien.
Risiko tindakan medis dapat terjadi dalam setiap rangkaian proses pengobatan,
seperti penegakan diagnosis, operasi, penentuan obat dan dosisnya, pasca
operasi, dan lain sebagainya. Contoh dari risiko tindakan medis, yaitu terjadinya
komplikasi yang tidak dapat dicegah atau dikontrol oleh tenaga medis, reaksi alergi
yang berlebihan dan sebagainya. Meskipun tenaga medis telah melakukan
tindakan bedasarkan prosedur yang ada, hal ini belum tentu dapat diterima oleh
pasien dan muncul gugatan dari pasien tersebut. Apabila gugatan hukum dari
penggugat diterima, maka tidak menutup kemungkinan bahwa MSB juga dapat
kehilangan tenaga medis yang bersangkutan. MSB tidak dapat menjamin setiap
tindakan medis yang terjadi dapat berjalan dengan baik dan apabila terdapat
kegagalan dalam tindakan medis yang berakibat pada gugatan hukum, maka hal
ini dapat memengaruhi reputasi serta kinerja MSB.
55
Page 81
VII.C. Risiko Perubahan Teknologi
Semakin berkembangnya penyakit dan ilmu kedokteran serta perkembangan
teknologi menuntut rumah sakit untuk memiliki dan memperbaharui peralatan,
fasilitas medis, dan layanan yang diberikan agar dapat memenuhi tuntutan
tersebut. Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi yang cepat dapat
menyebabkan risiko keusangan pada peralatan dan fasilitas medis yang ada,
karena standar peralatan yang lama dapat tertinggal jauh dari peralatan baru yang
lebih canggih sehingga MSB harus mampu mengikuti perkembangan dan
memperbaharui peralatan dan fasilitas yang dimiliki. Untuk memperbaharui
peralatan dan fasilitas medis diperlukan modal kerja yang signifikan dan para
tenaga medis perlu dilatih untuk mengoperasikan peralatan baru tersebut,
sehingga MSB harus memiliki modal kerja yang cukup. Demikian juga dari segi
perawatan, apabila tidak dirawat dengan baik atau jika peralatan yang dimiliki
mengalami kerusakan, maka hal ini dapat berdampak pada terganggunya
operasional MSB.
VII.D. Risiko Persaingan Usaha
Tingkat persaingan di bidang kesehatan di Indonesia saat ini, khususnya wilayah
Jakarta dan sekitarnya cukup ketat, baik persaingan dari rumah sakit swasta
maupun Pemerintah yang masing-masing memberikan fasilitas dan layanan
beragam, serta dukungan tenaga medis yang andal. Selain itu, adanya
Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang
menyederhanakan dan memberikan kemudahan dalam izin mendirikan rumah
sakit juga turut meningkatkan persaingan di industri ini. Adanya persaingan yang
ketat dalam industri sejenis berpotensi dapat memengaruhi profitabilitas MSB.
VII.E. Risiko Bencana Alam dan Wabah Penyakit
Bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan lainnya dapat memengaruhi
kegiatan usaha MSB secara langsung maupun tidak langsung. Terjadinya
bencana alam dapat berdampak pada kerusakan bangunan dan peralatan medis
yang dimiliki sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional dan kondisi
finansial MSB. Selain bencana alam, wabah penyakit juga dapat memengaruhi
kinerja operasional MSB. Wabah seperti Covid-19 membuat Pemerintah
mengambil beberapa kebijakan, salah satunya yaitu pemberlakuan pembatasan
kegiatan masyarakat dan karantina untuk meminimalisir penularan wabah tersebut
dimana hal ini berdampak langsung bagi perekonomian, bisnis, dan alur investasi.
Selain itu, banyaknya masyarakat yang menunda untuk berobat maupun medical
check-up ke rumah sakit karena adanya himbauan Pemerintah untuk mengurangi
dan membatasi praktik umum di luar Covid-19 atas tindakan yang tidak mendesak
juga dapat memengaruhi jumlah kunjungan pasien sehingga berdampak pada
profitabilitas MSB.
56
Page 82
VII.F. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah
Industri pelayanan kesehatan tunduk kepada peraturan Pemerintah yang ekstensif
serta perubahan-perubahannya. Pemerintah atau instansi lainnya mungkin
melaksanakan pemeriksaan berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan tersebut. MSB diwajibkan untuk mendapatkan
akreditasi nasional dan memiliki berbagai izin atau persetujuan dari regulator guna
menjalankan kegiatan operasionalnya. Beberapa peraturan yang mengatur
tentang rumah sakit di antaranya Permenkes No. 34 Tahun 2017 tentang
Akreditasi Rumah Sakit dan Permenkes No. 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan
Perizinan Rumah Sakit. Apabila terdapat kesulitan, ketidakpastian, atau
keterlambatan dalam memproses akreditasi maupun perizinan yang diperlukan,
maka hal tersebut dapat mengganggu kinerja operasional MSB.
57
Page 83
VIII. METODE PENILAIAN
VIII.A. Metode-Metode Penilaian
VIII.A.1. Metode Penyesuaian Aset Bersih
Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
(asset-based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
yang berlaku umum.
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.
VIII.A.2. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market-based approach).
Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
58
Page 84
VIII.A.3. Metode Diskonto Arus Kas
Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan pendapatan (income-based approach).
Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
(discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
diskonto (discount rate) yang tepat.
Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
(corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
mendapatkan nilai ekuitas.
VIII.B. Metode Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif MSB,
pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
MSB. Prospek MSB di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
59
Page 85
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh MSB di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha MSB. Dalam melaksanakan penilaian
dengan metode ini, operasi MSB diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha MSB. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MSB
merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan MSB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
VIII.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa MSB adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
60
Page 86
VIII.D. Aplikasi Diskon dan Premi
Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
disebut dengan Discount for Lack of Marketability – DLOM (Diskon Likuiditas
Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).
VIII.E. Prosedur Penilaian
Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
operasi MSB.
2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari MSB.
3. Melakukan penelaahan atas data operasional MSB.
4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan MSB yang telah disiapkan
oleh pihak manajemen MSB.
5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
tersebut.
6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan dan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan dengan pendekatan aset.
VIII.F. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan MSB
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan MSB. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240912-001
tanggal 12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
61
Page 87
IX. PENILAIAN
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas dan metode
metode kapitalisasi kelebihan pendapatan. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan
dibahas penentuan nilai pasar dengan metode diskonto arus kas, baru kemudian
dilanjutkan dengan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.
IX.A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities)
Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.
Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
“suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
penilaian”.
Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
dibatasi pengendaliannya.
Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
dengan:
• Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
• Memilih pengurus inti perusahaan.
• Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
• Menentukan kebijakan investasi.
• Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
• Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
• Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.
62
Page 88
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.
Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
tersebut untuk diperdagangkan.
Untuk penilaian atas MSB, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 31 Juli 2024 yang didasarkan pada proyeksi laporan
keuangan MSB yang disusun oleh manajemen MSB, maka diperkirakan telah
dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh karena itu
atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian
terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon
likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 30,00%, dengan pertimbangan
sebagai berikut:
• Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% – 40,00%.
• MSB merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia.
IX.B. Metode Diskonto Arus Kas
IX.B.1. Proyeksi Laporan Keuangan
Penilaian MSB yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen MSB. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
berdasarkan kinerja MSB pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi
dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen MSB sehubungan dengan
perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MSB yang dinilai pada saat penilaian
ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang kami lakukan terhadap target kinerja MSB yang dinilai.
63
Page 89
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
keuangan yang digunakan dalam penilaian atas MSB.
IX.B.1.a. Umum
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas MSB, industri,
atau negara di mana MSB beroperasi.
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
keuangan yang dapat memengaruhi kinerja MSB selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
MSB atau pada sumber utama penghasilan MSB selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen MSB.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
memengaruhi kegiatan usaha MSB.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada MSB.
• Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
yang diproyeksikan.
• Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
• Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh MSB atas
kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
• Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
ketentuan-ketentuan yang ada.
• Sesuai dengan sifat industri, manajemen MSB mempersiapkan proyeksi
laporan keuangan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034.
64
Page 90
IX.B.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
Keuangan
1. Proyeksi Pendapatan
Pendapatan dalam penilaian ini terutama terdiri dari pendapatan rumah sakit
dan klinik bayi tabung.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan MSB untuk tahun
2024 – 2034.
Grafik 6
PT Medika Sejahtera Bersama
Proyeksi Pendapatan Tahun 2024 – 2034
(Dalam miliar Rupiah)
Pendapatan
120
100
80
60
40
20
-
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
65
Page 91
2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan MSB terutama terdiri dari beban farmasi &
laboratorium, beban rumah sakit, dan beban penyusutan. Beban pokok
pendapatan untuk tahun 2024 – 2034 diproyeksikan sebesar 52% – 95% dari
pendapatan.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan MSB untuk
tahun 2024 – 2034.
Grafik 7
PT Medika Sejahtera Bersama
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan Tahun 2024 – 2034
(Dalam miliar Rupiah)
Beban Pokok Pendapatan
60
50
40
30
20
10
-
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
3. Beban Usaha
Beban usaha MSB terutama terdiri dari beban gaji dan tunjangan,
beban utilitas, dan beban penyusutan. Beban usaha untuk tahun
2024 – 2034 diproyeksikan berkisar antara 22% – 146% dari pendapatan.
4. Pajak
Mengingat MSB adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
pajak yang diberlakukan atas MSB adalah tarif pajak yang berlaku umum di
Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2034.
66
Page 92
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif MSB
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
adalah sebagai berikut:
Tabel 21
PT Medika Sejahtera Bersama
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 4.973 17.502 24.658 32.957 42.695 51.255
Beban pokok pendapatan 4.189 12.468 16.048 19.676 22.398 26.723
Laba kotor 784 5.034 8.610 13.281 20.297 24.532
Beban usaha 5.919 15.464 16.176 16.533 15.794 16.691
Laba (rugi) usaha (5.134) (10.430) (7.566) (3.252) 4.504 7.841
Beban lain-lain (1.021) (2.447) (2.435) (2.412) (2.358) (2.245)
Laba (rugi) sebelum pajak (6.156) (12.877) (10.001) (5.664) 2.146 5.595
Beban pajak - - - - - -
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan (6.156) (12.877) (10.001) (5.664) 2.146 5.595
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 60.352 70.071 81.198 89.573 99.575
Beban pokok pendapatan 31.320 36.238 41.860 46.159 51.237
Laba kotor 29.032 33.833 39.338 43.413 48.338
Beban usaha 17.652 18.675 19.764 20.923 22.137
Laba (rugi) usaha 11.380 15.159 19.574 22.490 26.202
Beban lain-lain (2.026) (1.684) (1.224) (728) (158)
Laba (rugi) sebelum pajak 9.355 13.475 18.350 21.763 26.044
Beban pajak - - (3.555) (4.788) (5.730)
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan 9.355 13.475 14.795 16.975 20.314
6. Kas dan Bank
Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
setara kas.
7. Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 18 hari selama periode
proyeksi.
8. Utang Usaha
Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 26 hari selama periode proyeksi.
67
Page 93
9. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan MSB pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2034 adalah sebagai berikut:
Tabel 22
PT Medika Sejahtera Bersama
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2024 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 359 360 462 501 308 375
Piutang usaha 602 882 1.243 1.662 2.152 2.584
Piutang lain-lain 22 22 22 22 22 22
Deposit penunjang medis 500 500 500 500 500 500
Biaya dibayar dimuka 264 264 264 264 264 264
Jumlah Aset Lancar 1.746 2.028 2.490 2.948 3.246 3.745
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud 79 36 - - - -
Aset tetap 76.313 70.440 64.733 60.103 59.386 58.762
Aset pajak tangguhan 5.268 5.268 5.268 5.268 5.268 5.268
Jumlah Aset Tidak Lancar 81.660 75.745 70.002 65.371 64.654 64.031
JUMLAH ASET 83.407 77.773 72.492 68.319 67.900 67.775
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 441 871 398 561 634
Piutang usaha 3.043 3.533 4.094 4.516 5.020
Piutang lain-lain 22 22 22 22 22
Deposit penunjang medis 500 500 500 500 500
Biaya dibayar dimuka 264 264 264 264 264
Jumlah Aset Lancar 4.269 5.189 5.277 5.862 6.440
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud - - - - -
Aset tetap 58.215 57.739 57.355 56.926 56.526
Aset pajak tangguhan 5.268 5.268 5.268 5.268 5.268
Jumlah Aset Tidak Lancar 63.483 63.007 62.624 62.194 61.794
JUMLAH ASET 67.752 68.197 67.901 68.056 68.234
68
Page 94
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 457 635 892 1.189 1.538 1.844
Utang lain-lain
Pihak berelasi 45.178 52.178 56.678 58.178 56.178 52.178
Pihak ketiga 316 316 316 316 316 316
Uang muka pasien 80 80 80 80 80 80
Utang pajak 44 44 44 44 44 44
Beban akrual 161 161 161 161 161 161
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 46.236 53.414 58.171 59.969 58.317 54.624
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang 33.790 33.677 33.452 32.944 31.817 29.563
Imbalan pascakerja 369 546 735 936 1.151 1.379
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 34.159 34.223 34.187 33.881 32.968 30.941
JUMLAH LIABILITAS 80.395 87.638 92.358 93.849 91.285 85.565
EKUITAS
Modal saham 8.779 8.779 8.779 8.779 8.779 8.779
Surplus revaluasi 29.967 29.967 29.967 29.967 29.967 29.967
Saldo laba (defisit) (35.735) (48.611) (58.613) (64.277) (62.131) (56.536)
JUMLAH EKUITAS 3.012 (9.865) (19.866) (25.530) (23.385) (17.790)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 83.407 77.773 72.492 68.319 67.900 67.775
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 2.169 2.516 2.913 3.212 3.568
Utang lain-lain
Pihak berelasi 46.178 38.178 29.178 19.178 4.178
Pihak ketiga 316 316 316 316 316
Uang muka pasien 80 80 80 80 80
Utang pajak 44 44 44 44 44
Beban akrual 161 161 161 161 161
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 48.948 41.295 32.692 22.991 8.347
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang 25.617 19.981 13.217 5.805 -
Imbalan pascakerja 1.622 1.881 2.156 2.450 2.762
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 27.239 21.861 15.373 8.255 2.762
JUMLAH LIABILITAS 76.187 63.157 48.066 31.246 11.110
EKUITAS
Modal saham 8.779 8.779 8.779 8.779 8.779
Surplus revaluasi 29.967 29.967 29.967 29.967 29.967
Saldo laba (defisit) (47.181) (33.706) (18.911) (1.936) 18.378
JUMLAH EKUITAS (8.435) 5.040 19.835 36.810 57.124
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 67.752 68.197 67.901 68.056 68.234
IX.C. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan
Sebagai dasar dalam menentukan terminal value atau nilai pada periode kekal
(perpetuity period), kami menggunakan proyeksi tahun 2024 sampai tahun 2034
sebagai periode tetap (fixed period), sedangkan tahun 2035 dianggap sebagai
awal periode kekal. Dalam penilaian ini, pertumbuhan AKB pada tahun 2035 atau
periode kekal diasumsikan sebesar 3,00%.
Untuk mendapatkan terminal value, kami mengkapitalisasikan AKB tahun 2035
dengan menggunakan tingkat diskonto yang digunakan pada tahun 2034.
69
Page 95
IX.D. Penentuan Arus Kas Bersih
Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
bisnis adalah AKB untuk kapital.
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
dengan cara langsung.
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital MSB untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:
Tabel 23
PT Medika Sejahtera Bersama
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan 5.184 17.221 24.297 32.539 42.204 50.823
Pembayaran kas kepada pemasok (2.375) (8.504) (11.941) (15.966) (20.682) (24.912)
Pembayaran beban usaha (4.694) (12.481) (13.142) (13.842) (14.582) (15.366)
Pembayaran beban pajak penghasilan - - - - - -
Penambahan aset tetap (42) (675) (951) (1.272) (1.647) (1.978)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak (1.926) (4.439) (1.738) 1.459 5.292 8.567
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - - - - -
Arus kas bersih (1.926) (4.439) (1.738) 1.459 5.292 8.567
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan 59.894 69.581 80.637 89.150 99.071
Pembayaran kas kepada pemasok (29.333) (34.053) (39.430) (43.614) (48.428)
Pembayaran beban usaha (16.196) (17.074) (18.005) (18.991) (20.035)
Pembayaran beban pajak penghasilan - - (3.555) (4.788) (5.730)
Penambahan aset tetap (2.329) (2.704) (3.133) (3.456) (3.842)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak 12.037 15.750 16.514 18.302 21.036
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - (237) (160) (35)
Arus kas bersih 12.037 15.750 16.277 18.142 21.002
70
Page 96
IX.E. Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Dimana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
IX.E.1. Biaya Modal untuk Ekuitas
Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + (β x RPm) – RBDS
Dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Juli 2024, maka
instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang
dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 30 tahun dengan tingkat yield
rata-rata sebesar 7,06% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
(IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
71
Page 97
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,45%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang dikeluarkan pada bulan
Juli 2024.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
sebesar 1,79% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, yaitu sebagai berikut:
• Perseroan;
• PT Charlie Hospital Semarang Tbk;
• PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk;
• PT Murni Sadar Tbk;
• PT Siloam International Hospitals Tbk;
• Cengild Medical Berhad;
• Focus Point Holdings Berhad; dan
• IHH Healthcare Berhad.
sebesar 0,73 untuk mendiskonto AKB MSB yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB MSB tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
72
Page 98
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 10,80% untuk memperoleh beta
MSB. Tarif pajak yang digunakan untuk MSB sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2024 – 2031, sebesar 19,37%
untuk tahun 2032, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2033 – 2034. Dengan
demikian, maka diperoleh beta MSB sebesar 0,81 untuk tahun 2024 – 2031,
sebesar 0,80 untuk tahun 2032 dan sebesar 0,79 untuk tahun 2033 – 2034 dengan
rincian perhitungan sebagai berikut:
βL2024-2031 = 0,73 x (1 + (1 – 0,00%) x 10,80%) = 0,81
βL2032 = 0,73 x (1 + (1 – 19,37%) x 10,80%) = 0,80
βL2033-2034 = 0,73x (1 + (1 – 22,00%) x 10,80%) = 0,79
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,79%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas MSB sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:
Ke2024-2031 = 7,06% + 0,81 x 6,45% – 1,79% = 10,50%
Ke2032 = 7,06% + 0,80 x 6,45% – 1,79% = 10,40%
Ke2033-2034 = 7,06% + 0,79 x 6,45% – 1,79% = 10,39%
IX.E.2. Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas MSB dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
bank Persero untuk bulan Juli 2024 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
sebesar 9,40%.
73
Page 99
IX.E.3. Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 90,25%, dan bobot utang sebesar 9,75%, yang diolah dari data rata-rata
DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
berlaku untuk MSB sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
0,00% untuk tahun 2024 – 2031, sebesar 19,37% untuk tahun 2032, dan 22,00%
untuk tahun 2033 – 2034, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah
sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
WACC2024-2031 = (10,50% x 90,25%) + (9,40% x [1 – 0,00%] x 9,75%) = 10,39%
WACC2032 = (10,40% x 90,25%) + (9,40% x [1 – 19,37%] x 9,75%) = 10,13%
WACC2033-2034 = (10,39% x 90,25%) + (9,40% x [1 – 22,00%] x 9,75%) = 10,09%
IX.F. Perhitungan Indikasi Nilai Pasar MSB
Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi MSB
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah
sebagai berikut:
Tabel 24
PT Medika Sejahtera Bersama
Indikasi Nilai Kini Operasi
Per 31 Juli 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Arus kas bersih (1.926) (4.439) (1.738) 1.459 5.292 8.567
Faktor diskonto 0,9596 0,8693 0,7875 0,7134 0,6462 0,5854
Nilai kini arus kas bersih (1.848) (3.859) (1.368) 1.041 3.420 5.015
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Arus kas bersih 12.037 15.750 16.277 18.142 21.002
Faktor diskonto 0,5303 0,4804 0,4362 0,3962 0,3599
Nilai kini arus kas bersih 6.383 7.566 7.100 7.188 7.559
Jumlah nilai kini arus kas bersih 38.196
Nilai kekal 107.716
Indikasi nilai kini operasi 145.913
Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 145,91 miliar untuk tingkat
diskonto sebesar 10,39% untuk tahun 2024 – 2031, sebesar 10,13% untuk tahun
2032, sebesar 10,09% untuk tahun 2033 – 2034. Nilai tersebut merupakan indikasi
nilai MSB dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.
Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar MSB.
74
Page 100
Pada tanggal 31 Juli 2024, MSB memiliki aset non-operasi berupa kas dan setara
kas sebesar Rp 0,33 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar
Rp 0,33 miliar.
Selanjutnya, pada tanggal 31 Juli 2024, MSB memiliki liabilitas jangka panjang,
yaitu utang lain-lain – pihak berelasi dan utang bank jangka panjang
masing-masing sebesar Rp 42,18 miliar dan Rp 33,82 miliar. Dengan demikian,
jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham
dari hasil operasi adalah sebesar Rp 76,00 miliar.
Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi MSB dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 70,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 49,18 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 99,99% saham MSB berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
Rp 49,17 miliar.
Perincian perhitungan nilai pasar 99,99% saham MSB dengan menggunakan
metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
Tabel 25
PT Medika Sejahtera Bersama
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Juli 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan Jumlah
Indikasi nilai kini operasi 145.913
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan setara kas 334
Utang lain-lain - pihak berelasi (42.178)
Utang bank jangka panjang (33.818)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 70.251
Diskon likuiditas pasar (30,00%) (21.075)
Nilai pasar 100,00% saham 49.176
Nilai pasar 99,99% saham 49.170
75
Page 101
IX.G. Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham MSB sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 70,25 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham MSB adalah sebesar Rp 49,18 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 99,99% saham MSB berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
Rp 49,17 miliar.
IX.H. Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
Pendapatan
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan nilai pasar 99,99% saham MSB adalah metode kapitalisasi kelebihan
pendapatan. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar aset tetap
yang telah dinilai oleh KJPP IBR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00248/2.0047-05/PI/10/0500/1/X/2024 tanggal 29 Oktober 2024, dimana nilai
pasar atas aset tetap pada tanggal 31 Juli 2024 adalah sebesar Rp 76,64 miliar.
76
Page 102
Apabila nilai pasar atas aset tetap tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
keuangan, maka jumlah aset MSB adalah sebesar Rp 83,96 miliar, sedangkan
jumlah liabilitas MSB adalah tetap, yaitu sebesar Rp 77,13 miliar dengan
perhitungan sebagai berikut:
Tabel 26
PT Medika Sejahtera Bersama
Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Juli 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 334 - 334
Piutang usaha 813 - 813
Piutang lain-lain 22 - 22
Deposit penunjang medis 500 - 500
Biaya dibayar dimuka 264 - 264
Jumlah Aset Lancar 1.933 - 1.933
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud 97 - 97
Aset tetap 78.981 (2.339) 76.642
Aset hak guna 21 - 21
Aset pajak tangguhan 5.268 - 5.268
Jumlah Aset Tidak Lancar 84.367 (2.339) 82.028
JUMLAH ASET 86.300 (2.339) 83.961
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 230 - 230
Utang lain-lain
Pihak berelasi 42.178 - 42.178
Pihak ketiga 316 - 316
Uang muka pasien 80 - 80
Utang pajak 44 - 44
Beban akrual 161 - 161
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 43.010 - 43.010
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang 33.818 - 33.818
Imbalan pascakerja 305 - 305
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 34.123 - 34.123
JUMLAH LIABILITAS 77.133 - 77.133
EKUITAS 9.168 (2.339) 6.829
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 86.300 (2.339) 83.961
77
Page 103
IX.H.1. Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
Tingkat pengembalian aset berwujud bersih yang digunakan dalam penilaian ini
adalah sebesar 8,26%.
Tabel 27
PT Medika Sejahtera Bersama
Perhitungan Kontribusi Aset
Per 31 Juli 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Bobot Bobot
Keterangan 31/07/24 Utang Ekuitas
Utang Ekuitas
Aset lancar 1.599 800 800 50,00% 50,00%
Aset tidak lancar 76.739 53.717 23.022 70,00% 30,00%
Jumlah Aset 78.338 54.517 23.821 69,59% 30,41%
Tabel 28
PT Medika Sejahtera Bersama
Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
Per 31 Juli 2024
Keseluruhan
Keterangan Biaya Modal Bobot
Biaya Modal
Aset lancar 10,39% 30,41% 3,16%
Aset tidak lancar 9,40% 69,59% 5,10%
Jumlah 8,26%
Dalam perhitungan biaya modal aset lancar, biaya modal untuk utang yang
digunakan adalah suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil
dari suku bunga kredit investasi bank Persero yang dipublikasikan oleh Bank
Indonesia sebesar 9,40%.
IX.H.2. Pengembalian yang Diharapkan dari Aset Berwujud Bersih
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih diperoleh dengan
mengalikan tingkat pengembalian aset berwujud bersih dengan nilai aset berwujud
bersih. Berdasarkan laporan posisi keuangan yang telah direfleksikan menjadi nilai
pasarnya, diperoleh nilai aset berwujud bersih MSB adalah sebesar
Rp 82,49 miliar. Dengan tingkat pengembalian aset berwujud bersih sebesar
8,26%, maka diperoleh pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih,
yaitu sebesar Rp 6,82 miliar.
IX.H.3. Penyesuaian Arus Kas Bersih
Langkah berikutnya adalah menyesuaikan proyeksi AKB untuk kapital (free cash
flow to invested capital) MSB untuk merefleksikan kemampuannya menghasilkan
kas dari operasi yang wajar. Berdasarkan proyeksi AKB MSB, diperoleh rata-rata
AKB adalah sebesar Rp 9,28 miliar. Nilai ini merupakan AKB MSB yang diperoleh
berdasarkan proyeksi laporan keuangan MSB yang disusun oleh manajemen
MSB. Dengan mempertimbangkan pengembalian yang diharapkan dari aset
berwujud bersih, yaitu sebesar Rp 6,82 miliar atas proyeksi AKB MSB selama
periode proyeksi, maka jumlah nilai kelebihan pendapatan atas proyeksi AKB MSB
selama periode proyeksi adalah sebesar Rp 2,46 miliar.
78
Page 104
IX.H.4. Perhitungan Nilai Aset Takberwujud
Aset takberwujud diperoleh dengan mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan
dengan menggunakan tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan yang telah
ditentukan berdasarkan tingkat diskonto sebesar 10,09%. Berdasarkan hasil
perhitungan kami, diperoleh nilai aset takberwujud adalah sebesar Rp 24,42 miliar.
IX.H.5 Nilai Pasar 99,99% Saham MSB Berdasarkan Metode Kapitalisasi Kelebihan
Pendapatan
Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar 99,99% saham MSB, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud,
kemudian menambahkannya dengan aset non-operasional dan
mengurangkannya dengan liabilitas jangka panjang.
Pada tanggal 31 Juli 2024, MSB memiliki aset non-operasi berupa kas dan bank
sebesar Rp 0,33 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar
Rp 0,33 miliar.
Selanjutnya, pada tanggal 31 Juli 2024, MSB memiliki liabilitas jangka panjang,
yaitu utang lain-lain – pihak berelasi dan utang bank jangka panjang
masing-masing sebesar Rp 42,18 miliar dan Rp 33,82 miliar. Dengan demikian,
jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham
dari hasil operasi adalah sebesar Rp 76,00 miliar.
Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai pasar MSB dari jumlah nilai aset berwujud
bersih dan aset takberwujud, maka berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan
pendapatan, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham MSB
sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 31,24 miliar. Dengan diskon
likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,00% saham MSB adalah
sebesar Rp 21,87 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 99,99% saham MSB
berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebesar
Rp 21,87 miliar.
79
Page 105
Perincian perhitungan nilai pasar 99,99% saham MSB dengan menggunakan
metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebagai berikut:
Tabel 29
PT Medika Sejahtera Bersama
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Juli 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 334 - 334
Piutang usaha 813 - 813
Piutang lain-lain 22 - 22
Deposit penunjang medis 500 - 500
Jumlah Aset Lancar 1.669 - 1.669
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud 97 - 97
Aset tetap 78.981 (2.339) 76.642
Aset hak guna 21 - 21
Aset pajak tangguhan 5.268 - 5.268
Jumlah Aset Tidak Lancar 84.367 (2.339) 82.028
JUMLAH ASET 86.036 (2.339) 83.697
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 230 - 230
Utang lain-lain
Pihak berelasi 42.178 - 42.178
Pihak ketiga 316 - 316
Uang muka pasien 80 - 80
Utang pajak 44 - 44
Beban akrual 161 - 161
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 43.010 - 43.010
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang 33.818 - 33.818
Imbalan pascakerja 305 - 305
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 34.123 - 34.123
JUMLAH LIABILITAS 77.133 - 77.133
EKUITAS 9.168 (2.339) 6.829
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 86.300 (2.339) 83.961
Aset berwujud bersih 82.490
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih 8,26%
Rata-rata arus kas bersih 9.278
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih 6.815
Kelebihan pendapatan 2.463
Tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan 10,09%
Aset takberwujud 24.415
Kas dan bank 334
Utang lain-lain - pihak berelasi (42.178)
Utang bank jangka panjang (33.818)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 31.243
Diskon likuiditas pasar (30,00%) (9.373)
Nilai pasar 100,00% saham 21.870
Nilai pasar 99,99% saham 21.868
80
Page 106
IX.I. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
masing-masing dengan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.
Alasan kami memberikan bobot 70,00% untuk metode diskonto arus kas dan
30,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan
untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
informasi yang digunakan pada metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
Penilaian adalah sebesar Rp 40,98 miliar.
Tabel 30
PT Medika Sejahtera Bersama
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Juli 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Metode Penilaian Nilai Pasar Bobot Nilai
Metode Diskonto Arus Kas 49.170 70,00% 34.419
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan 21.868 30,00% 6.560
Nilai Pasar 100,00% 40.979
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
yang dikembangkan pihak manajemen MSB melalui analisis atas kinerja historis
dan pernyataan manajemen MSB mengenai rencana-rencana untuk masa yang
akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan
bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
IX.J. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Juli 2024 adalah sebesar Rp 40,98 miliar.
81
Page 107
PT Medika Sejahtera Bersama Lampiran A
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Juli 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Faktor Nilai Kini
Tahun Arus Kas Bersih
Diskonto Arus Kas Bersih
2024 (1.926) 0,9596 (1.848)
2025 (4.439) 0,8693 (3.859)
2026 (1.738) 0,7875 (1.368)
2027 1.459 0,7134 1.041
2028 5.292 0,6462 3.420
2029 8.567 0,5854 5.015
2030 12.037 0,5303 6.383
2031 15.750 0,4804 7.566
2032 16.277 0,4362 7.100
2033 18.142 0,3962 7.188
2034 21.002 0,3599 7.559
Nilai kini arus kas bersih 38.196
Normalisasi arus kas bersih 21.220
Nilai kekal 299.295
Faktor diskonto 0,3599
Indikasi nilai kini dari nilai kekal 107.716
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan setara kas 334
Utang lain-lain - pihak berelasi (42.178)
Utang bank jangka panjang (33.818)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 70.251
Diskon likuiditas pasar (30,00%) (21.075)
Nilai pasar 100,00% saham 49.176
Nilai pasar 99,99% saham 49.170
82
Page 108
PT Medika Sejahtera Bersama Lampiran B
Nilai Pasar 99,99% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Juli 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 334 - 334
Piutang usaha 813 - 813
Piutang lain-lain 22 - 22
Deposit penunjang medis 500 - 500
Jumlah Aset Lancar 1.669 - 1.669
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud 97 - 97
Aset tetap 78.981 (2.339) 76.642
Aset hak guna 21 - 21
Aset pajak tangguhan 5.268 - 5.268
Jumlah Aset Tidak Lancar 84.367 (2.339) 82.028
JUMLAH ASET 86.036 (2.339) 83.697
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 230 - 230
Utang lain-lain
Pihak berelasi 42.178 - 42.178
Pihak ketiga 316 - 316
Uang muka pasien 80 - 80
Utang pajak 44 - 44
Beban akrual 161 - 161
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 43.010 - 43.010
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang 33.818 - 33.818
Imbalan pascakerja 305 - 305
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 34.123 - 34.123
JUMLAH LIABILITAS 77.133 - 77.133
EKUITAS 9.168 (2.339) 6.829
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 86.300 (2.339) 83.961
Aset berwujud bersih 82.490
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih 8,26%
Rata-rata arus kas bersih 9.278
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih 6.815
Kelebihan pendapatan 2.463
Tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan 10,09%
Aset takberwujud 24.415
Kas dan bank 334
Utang lain-lain - pihak berelasi (42.178)
Utang bank jangka panjang (33.818)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 31.243
Diskon likuiditas pasar (30,00%) (9.373)
Nilai pasar 100,00% saham 21.870
Nilai pasar 99,99% saham 21.868
83
Page 109
PT Medika Sejahtera Bersama Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Juli 2024
(Dalam jutaan Rupiah)
Metode Penilaian Nilai Pasar Bobot Nilai
Metode Diskonto Arus Kas 49.170 70,00% 34.419
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan 21.868 30,00% 6.560
Nilai Pasar 100,00% 40.979
84
Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama
p.1 ×28
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.1
unresolved
org
Jinxin Life Asia Healthcare Investment Group Pte. Ltd.
p.2 ×2
unresolved
org
HHES
p.6 ×10
unresolved
person
Drs. Gunardi Noerwono
p.6 ×3
unresolved
org
DGN
p.6 ×4
unresolved
person
Drs. Basri Hardjosumarto
p.6 ×5
unresolved
org
Ak & Rekan
p.6 ×2
unresolved
org
KJPP Iwan Bachron & Rekan
p.7 ×2
unresolved
org
KJPP Iwan Bachron
p.7 ×2
unresolved
person
Isadora
· Notaris
p.7 ×7
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7 ×11
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.13 ×4
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.13
unresolved
person
H. Kondisi Pembatas
p.18
unresolved
org
ANAK A. Tinjauan Industri Rumah Sakit
p.19
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Per
p.21 ×10
unresolved
org
Bank Sentral
p.21 ×2
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Metode Diskonto Arus Kas
p.23 ×2
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
p.23 ×3
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Tahun
p.24 ×2
unresolved
org
PT Morula Indonesia
p.26 ×3
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama MSB
p.30 ×2
unresolved
person
Wina Ustriani
· Notaris
p.30 ×3
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik
p.30 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
p.30 ×2
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Daftar Kepemilikan
p.31 ×2
unresolved
person
Ir. Rinaldi Buchari I.F.
p.31 ×2
unresolved
org
Diagnos Laboraturium Utama Tbk
p.42 ×2
unresolved
org
DBHR
p.48 ×2
unresolved
person
ANAK V.A.
p.57
unresolved
org
Pusat Statistik
p.60
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Rasio-rasio Keuangan Per
p.72
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Berikut
p.73
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Analisis Common Size
p.73 ×2
unresolved
org
Metro Healtchare Indonesia Tbk
p.75 ×6
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Proyeksi Pendapatan Tahun
p.90
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
p.91
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Proyeksi
p.92 ×2
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Proyeksi Arus Kas Bersih
p.95
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Indikasi Nilai Kini Operasi
p.99
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Nilai Pasar
p.100 ×2
unresolved
org
KJPP IBR
p.101
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Penyesuaian
p.102
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Perhitungan Kontribusi Aset Per
p.103
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset
p.103
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama Rekonsiliasi Nilai Per
p.106
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
16782 ms
12 Sep 2026 22:54
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '-5.21'}