Back to announcement
20250131_BMHS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31848647_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review BMHSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 71
Page 1
No. : 00006/2.0162-00/BS/10/0382/1/I/2025 31 Januari 2025 Kepada Yth. PT BUNDAMEDIK Tbk Jl. Teuku Cik Ditro No. 28, Menteng Jakarta Pusat 10350 U.p. : Direksi Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi Dengan hormat, Berdasarkan Akta Pengambilalihan Saham No. 188 tanggal 31 Januari 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut “APS”), Perseroan telah melakukan akuisisi atas 8.778 saham atau setara dengan 99,99% saham PT Medika Sejahtera Bersama (selanjutnya disebut “MSB”) dari PT Morula Indonesia (selanjutnya disebut “MI”), dengan nilai transaksi sebesar Rp 39,00 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi”). Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Juli 2024, MI merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 47,25%. Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/240912-001 tanggal 12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 2
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang pengelolaan rumah sakit.
Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1978. Perseroan berdomisili
di Jalan Teuku Cik Ditiro No. 28, Menteng, Jakarta Pusat 10350, dengan nomor telepon:
(021) 3192 3344, nomor faksimile: (021) 3190 5915, dan email: corsec@bmhs.co.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Juli 2024, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
struktur kepemilikan sebagai berikut:
Perseroan
47,25%
MI
99,99%
MSB
MI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas kantor pusat dan konsultasi
manajemen. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, MI dapat melaksanakan kegiatan
usaha aktivitas kehumasan dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
MSB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas rumah sakit swasta. MSB
mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura Tegalsari.
Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak
sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pencapaian tujuan
pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan angka kematian dan
peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu
dan anak, seperti memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
2
Page 3
Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak tersebut,
Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya Jinxin Life Asia Healthcare
Investment Group Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “JLAH”) sebagai investor MI. Perseroan
mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang strategis dengan JLAH dengan
memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama
menggali potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek
pasar dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi
Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan telah melakukan Transaksi. Setelah
Transaksi menjadi efektif, dengan prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak pada
masa yang akan datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja
keuangannya sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi
pasar MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
akan datang.
Perseroan juga mengharapkan setelah Transaksi menjadi efektif, dengan memiliki
pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang
lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan mengharapkan
dapat menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan
rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang
saham Perseroan di masa yang akan datang.
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak
sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pencapaian
tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan angka kematian dan
peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong pertumbuhan industri kesehatan
ibu dan anak, seperti memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
• Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak tersebut,
Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya JLAH sebagai investor MI.
Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang strategis dengan JLAH
dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH dalam bidang layanan untuk
bersama-sama menggali potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia,
yang memiliki prospek pasar dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring
berkembangnya populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
3
Page 4
• Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan telah melakukan Transaksi.
Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan prospek usaha industri kesehatan ibu dan
anak pada masa yang akan datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat
meningkatkan kinerja keuangannya sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi
peningkatan kapitalisasi pasar MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa yang akan datang.
• Perseroan juga mengharapkan setelah Transaksi menjadi efektif, dengan memiliki
pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan rumah sakit ibu dan anak
yang lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan
mengharapkan dapat menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu
bersaing dengan rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah
bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat pada
tanggal 31 Juli 2024, Perseroan merupakan entitas induk MI dengan kepemilikan sebesar
47,25% dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan dan MI, maka Transaksi merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan (selanjutnya
disebut “TSFBR”), jumlah ekuitas, jumlah aset, pendapatan neto, dan laba bersih tahun
berjalan Perseroan masing-masing adalah sebesar Rp 1.800,04 miliar, Rp 3.083,16 miliar,
Rp 1.488,20 miliar, dan Rp 16,23 miliar. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian MSB
untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 yang telah diaudit oleh
KAP Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo (selanjutnya disebut “HHES”), jumlah aset,
pendapatan, dan rugi bersih periode berjalan MSB masing-masing adalah sebesar
Rp 86,30 miliar, Rp 6,06 miliar, dan Rp 8,06 miliar. Selanjutnya, berdasarkan APS, nilai
transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 39,00 miliar.
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan lebih dari
20,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2023 serta jumlah aset dan
pendapatan MSB tersebut mencerminkan lebih dari 20,00% jumlah aset dan pendapatan
neto Perseroan, sehingga berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan, Transaksi bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.
4
Page 5
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi dimana
Perseroan telah melakukan akuisisi atas 8.778 saham atau setara dengan 99,99% saham
MSB dari MI, dengan nilai transaksi sebesar Rp 39,00 miliar.
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (selanjutnya
disebut “SPI”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Juli 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.
5
Page 6
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Juli 2024 yang telah direviu oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 001/3.B1285/SB.4/07.24 tanggal 22 Januari 2025;
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00047/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00034/3.0423/AU.1/10/1836-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00037/3.0423/AU.1/10/1042-2/1/IV/2022 tanggal 1 April 2022 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00054/3.0423/AU.1/10/1042-1/1/IV/2021
tanggal 6 April 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;
7. Laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2024 yang telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00390/2.1127/AU.1/10/1651-3/1/XII/2024 tanggal 16 Desember 2024
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;
8. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00128/2.1127/AU.1/10/1651-2/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian;
9. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh KAP HHES sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00271/2.1127/AU.1/10/1651-1/1/VII/2023 tanggal 10 Juli 2023 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;
6
Page 7
10. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh KAP Drs. Gunardi Noerwono (selanjutnya disebut “DGN”)
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00001/00612/AU.2/05/0812/1/III/2022
tanggal 1 Maret 2022 dengan pendapat wajar dengan modifikasian dengan hal lain;
11. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
yang telah diaudit oleh KAP DGN sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00001/00612/AU.2/05/0812/1/X/2021 tanggal 18 Oktober 2021 dengan pendapat
wajar dengan modifikasian dengan hal lain;
12. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
yang telah diaudit oleh KAP Drs. Basri Hardjosumarto, M.Si, Ak & Rekan (selanjutnya
disebut “DBHR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00192/2.0664/AU.2/05/0291-4/1/VI/2020 tanggal 25 Juni 2020 dengan pendapat
wajar dengan modifikasian;
13. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode tujuh bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sehubungan dengan Transaksi;
14. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
15. Laporan penilaian saham 99,99% MSB per 31 Juli 2024 yang disusun oleh KJPP KR
sebagaimana tertuang dalam laporannya No 00004/2.0162-00/BS/10/0382/1/I/2025
tanggal 17 Januari 2025;
16. APS;
17. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 159
tanggal 30 Mei 2024 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan;
18. Anggaran dasar MSB yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan
Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham No. 7 tanggal
2 Juni 2023 yang dibuat oleh Notaris Isadora, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai
perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris MSB;
19. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Cuncun Wijaya dengan
posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
dengan Transaksi;
20. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan dan
MSB di masa mendatang;
7
Page 8
21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;
22. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
23. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
24. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
25. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
untuk penugasan; dan
26. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum
dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
8
Page 9
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan MSB berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan MSB.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
9
Page 10
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240912-001 tanggal
12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Juli 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat Kewajaran.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:
I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.
10
Page 11
I. ANALISIS KEWAJARAN TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas
Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis kewajaran Transaksi adalah
sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT Bundamedik Tbk
Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah melakukan akuisisi
atas 8.778 saham atau setara dengan 99,99% saham MSB dari MI, dengan
nilai transaksi sebesar Rp 39,00 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh
dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Juli 2024, Perseroan merupakan
entitas induk MI dengan kepemilikan sebesar 47,25%. Latar belakang,
manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan adalah
sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan didirikan pada tanggal 13 April 1978 berdasarkan Akta No. 21 dari
Notaris Adlan Yulizar, S.H.. Akta pendirian tersebut telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. Y.A.5/160/18 tanggal 28 September 1978.
Anggaran dasar Perseroan mengalami perubahan terakhir dengan Akta
No. 159 tanggal 30 Mei 2024 dari Jose Dima Satria, S.H. M.Kn., Notaris di
Jakarta, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan. Perubahan Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan
No. AHU-AH.01.09-0213527 tanggal 12 Juni 2024.
Perseroan berdomisili di Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 28, Menteng, Jakarta
Pusat 10350. Perseroan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun
1978.
11
Page 12
I.A.1.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Juli 2024
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ivan Rizal Sini
Wakil Komisaris Utama : Wishnutama Kusubandio
Komisaris : Mesha Rizal Sini
Komisaris : Sunata Tjiterosampurno
Komisaris Independen : Chairul Radjab Nasution
Komisaris Independen : Wishnutama Kusubandio
Direksi
Direktur Utama : Agus Heru Darjono
Direktur : Emilia Rouli
Direktur : Cuncun Wijaya
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 31 Juli 2024 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bunda Investama Indonesia 4.935.430.900 57,37% 98.708.618.000
Akasya Investment 421.416.176 4,90% 8.428.323.520
dr. Ivan Rizal Sini, SpOG 278.600.000 3,24% 5.572.000.000
Ir. Mesha Rizal Sini, M. Eng. Sc. 278.600.000 3,24% 5.572.000.000
Rito Alam Rizal Sini, S.E. 278.600.000 3,24% 5.572.000.000
Renobulan Rizal Sini Suheimi, S.Psi. 207.786.000 2,42% 4.155.720.000
Ietje Ika S. Rizal Sini 157.865.000 1,83% 3.157.300.000
Masyarakat (masing-masing di bawah 1%) 2.045.118.100 23,77% 40.902.362.000
Jumlah 8.603.416.176 100,00% 172.068.323.520
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
pengelolaan rumah sakit.
12
Page 13
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
pengelolaan rumah sakit.
Sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan dalam
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024.
Pemerintah telah menganggarkan Rp 186,40 triliun untuk akselerasi penurunan
stunting dan melanjutkan transformasi sistem kesehatan. Adapun terkait
transformasi sistem kesehatan, Pemerintah Indonesia akan melakukan
peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan primer dan rujukan,
peningkatan kualitas dan distribusi tenaga kesehatan, penguatan teknologi
kesehatan dan kemandirian farmasi dalam negeri, serta penguatan program
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Perseroan melalui entitas anaknya, memfokuskan pemeriksaan laboratorium
pada pengujian genom, yang berkontribusi signifikan pada pendapatannya di
tahun 2023, dan diproyeksikan akan terus meningkat di tahun mendatang.
Potensi ini sejalan dengan pilar transformasi primer Kementerian Kesehatan.
Pengujian genom dapat mengidentifikasi kondisi janin sejak dini, sehingga
dapat dilakukan tindakan preventif untuk mengoptimalkan masa tumbuh
kembang anak dan meminimalkan gangguan kesehatan masa pediatri.
Sementara, pada sektor wisata medis, Perseroan melihat prospek
pertumbuhan wisata medis, yang ditandai dengan peningkatan kesadaran
masyarakat akan pentingnya upaya preventif untuk menjaga kondisi
kesehatan. Melalui Indonesia Medical Tourism Board (IMTB), Perseroan
menawarkan wisata medis, yakni layanan kesehatan yang sekaligus
melakukan perjalanan wisata.
Kemudian, melalui MI, Perseroan menyediakan layanan bayi tabung yang
merupakan bagian dari obstetrik. Berbagai layanan fertilitas yang disediakan
meliputi invitro fertilization, egg banking, insemination, PGT-A, Microsurgical
Epididymal Sperm Aspiration, Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration,
Testicular Sperm Aspiration, dan Testicular Sperm Extraction. Tingkat
keberhasilan layanan bayi tabung di MI terus meningkat dan mampu bersaing
dengan tingkat keberhasilan layanan sejenis di luar Indonesia.
13
Page 14
Perseroan memandang positif prospek usaha pelayanan jasa kesehatan di
tahun 2024 dengan terus meningkatkan fondasi bisnis utamanya, salah
satunya dengan meningkatkan layanan center of excellence. Perseroan terus
mengembangkan teknologi enterprise data management, di samping teknologi
bedah robotik dan advanced laparoscopy yang telah menjadi keunggulan
Perseroan. Laboratorium Diagnos telah mengadopsi teknologi Biomedical and
Genome Science Initiative, yakni teknologi yang mampu mendeteksi dan
memprediksi penyakit yang lebih presisi. Teknologi ini mengandalkan
pengumpulan informasi genetik (genom) dari manusia maupun patogen seperti
virus dan bakteri atau bisa disebut dengan whole genome sequencing. Adapun
Diagnos telah memfokuskan pemeriksaan laboratorium pada pengujian genom,
yang berkontribusi signifikan pada pendapatannya di tahun 2023, yang
diproyeksikan akan terus meningkat di tahun mendatang.
Perseroan juga terus melakukan kemitraan dengan beberapa platform digital
sektor kesehatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk menangkap
peluang pasar digital yang lebih luas, sekaligus memberikan kenyamanan dan
kemudahan pada pasar utamanya, Perseroan meluncurkan OneBunda di tahun
2023. Sementara pada sektor wisata medis, Perseroan melihat prospek
pertumbuhan wisata medis, yang ditandai dengan peningkatan kesadaran
masyarakat akan pentingnya upaya preventif untuk menjaga kondisi
kesehatan. Melalui Indonesian Medical Tourism Board (IMTB), Perseroan
menawarkan wisata medis, layanan kesehatan yang sekaligus memfasilitasi
penggunanya untuk melakukan perjalanan wisata.
Penguatan fondasi bisnis utama juga dilakukan dengan memperkuat pusat
keunggulan (Strengthening Our Center of Excellences) dan memastikan proses
kualitas standar (Ensuring Standardised Quality Process). Perseroan telah
mengalokasikan capital expenditure senilai Rp 209,40 miliar, untuk menunjang
kemutakhiran peralatan medis dan membangun infrastruktur sistem teknologi
informasi. Sementara proses kualitas standar terus dilaksanakan melalui
akreditasi dan sertifikasi.
Memasuki tahun 2024, Perseroan memandang optimis seiring dengan kondisi
pertumbuhan perekonomian. Melalui strategi yang direncanakan dan
asumsi-asumsi yang mendasarinya, Perseroan menargetkan pendapatan
meningkat 20%, EBITDA dan laba meningkat double digit growth, dan rasio
pembayaran dividen hingga 30% dari laba tahun 2023. Pada tahun 2024,
Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan perubahan terhadap
struktur modal, termasuk kebijakannya.
14
Page 15
I.A.2. PT Morula Indonesia
Dalam Transaksi, MI merupakan pihak yang telah melakukan divestasi atas
8.778 lembar saham atau setara dengan 99,99% saham MSB kepada
Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 39,00 miliar. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Juli 2024, MI merupakan entitas anak dari Perseroan dengan kepemilikan
sebesar 47,25%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan
kegiatan usaha MI adalah sebagai berikut:
I.A.2.a. Latar Belakang
MI yang berkedudukan di Jakarta, didirikan berdasarkan Akta No. 102 tanggal
30 Oktober 2012 oleh Notaris Martinef, S.H., M.Si.. Akta pendirian tersebut
telah mendapat pengesahan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-13981.AH.01.01 tanggal
19 Maret 2013.
Anggaran dasar MI telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 106
tanggal 19 Juli 2024 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi MI, peralihan
saham MI, perubahan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh MI
dan perubahan anggaran dasar MI. Perubahan tersebut telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0229360 tanggal 22 Juli 2024 dan
Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0174462 tanggal 22 Juli 2024.
MI berdomisili di Indonesia, kantor pusatnya beralamat di Jalan Teuku Cik
Ditiro No. 10, 12, dan 14, Gondangdia, Menteng, Jakarta 10350.
I.A.2.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MI pada tanggal 31 Juli 2024 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Mesha Rizal Sini
Komisaris : Yang Dong
Komisaris : Niki Rasta Joenoes
Direksi
Direktur Utama : Ivan Rizal Sini
Wakil Direktur Utama : Agus Heru Darjono
Direktur : Yang Zhang
Direktur : Arief Boediono
Direktur : Sonny Adi Nugroho
15
Page 16
I.A.2.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham MI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Juli 2024 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Perseroan 91.350 47,25% 91.350.000.000
JLAH 58.000 30,00% 58.000.000.000
BII 43.983 22,75% 43.983.000.000
Jumlah 193.333 100,00% 193.333.000.000
I.A.2.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MI terutama bergerak dalam aktivitas kantor
pusat dan konsultasi manajemen. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
MI dapat melaksanakan kegiatan usaha aktivitas kehumasan dan aktivitas
konsultasi manajemen lainnya.
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Berdasarkan APS, Perseroan telah melakukan Transaksi. Pokok-pokok
kesepakatan penting dalam APS adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan APS adalah Perseroan dan MI.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek transaksi berdasarkan APS adalah transaksi dimana Perseroan telah
melakukan akuisisi atas 8.778 saham atau setara dengan 99,99% saham
MSB dari MI, dengan nilai transaksi sebesar Rp 39,00 miliar.
• Hukum yang Mengatur
Berdasarkan APS, APS akan diatur berdasarkan dan ditafsirkan sesuai
dengan hukum Republik Indonesia.
16
Page 17
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi
Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:
• Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan
ibu dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan
ekonomi, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain
dengan penurunan angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini
tentu mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti
memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
• Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan
anak tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya
JLAH sebagai investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan
sinergi yang strategis dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan
kekuatan JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama menggali
potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki
prospek pasar dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring
berkembangnya populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
akan datang.
• Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan telah melakukan
Transaksi. Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan prospek usaha
industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan datang, Perseroan
mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja keuangannya sehingga
Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar
MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa yang akan datang.
• Perseroan juga mengharapkan setelah Transaksi menjadi efektif, dengan
memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk
menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta
memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing
dengan rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan
datang.
17
Page 18
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
dana tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan
yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan menjalankan Transaksi.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pengelolaan rumah
sakit, MSB tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara
lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak
bagi kelangsungan usaha MSB.
18
Page 19
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI
II.A. PT Medika Sejahtera Bersama
II.A.1. Latar Belakang
MSB didirikan pada tanggal 28 April 2004 berdasarkan Akta pendirian MSB
No. 1 oleh Notaris Wina Ustriani, S.H., Notaris di Surabaya. Akta pendirian
telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik lndonesia
tanggal 9 Juli 2004 dengan Nomor: C-17167 HT.01.01.TH.2004.
Anggaran dasar MSB telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum
Pemegang Saham No. 7, tanggal 2 Juni 2023 oleh Notaris Isadora, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Direksi dan Dewan
Komisaris MSB dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik lndonesia, tanggal 22 Juni 2023, dengan
No. AHU-0116547.AH.01.11.Tahun 2023 Tanggal 22 Juni 2023.
MSB berdomisili di Kota Surabaya dan beralamat di Jalan Tegalsari 59,
Desa/Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Provinsi
Jawa Timur.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas
rumah sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura
Tegalsari.
II.B. Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak
II.B.1. Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak di Dunia
Rumah sakit merupakan salah satu bagian dari layanan kesehatan yang
bertujuan untuk perawatan medis. Selain itu, rumah sakit juga memiliki
berbagai macam fasilitas kesehatan lainnya, seperti apotek, laboratorium,
radiologi dan angiografi, departemen terapi fisik, ruang operasi, ruang
pemulihan, ruang rawat jalan, dan ruang gawat darurat. Dalam rangka
memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam, rumah sakit modern sudah
mengembangkan berbagai fasilitas rawat jalan serta layanan darurat, psikiatrik
maupun rehabilitasi. Di negara-negara maju, rumah sakit sudah menggunakan
teknologi yang dapat meningkatkan jangkauan kemampuan diagnostik serta
memperluas perawatan pasien. Selain berperan sebagai institusi perawatan
kesehatan profesional, rumah sakit modern juga berfungsi sebagai pusat
penelitian dan pengajaran bagi para calon dokter dan tenaga medis lainnya.
19
Page 20
Di antara berbagai jenis rumah sakit, rumah sakit ibu dan anak menjadi salah
satu yang sangat penting dalam sistem kesehatan global. Fokus utama dari
rumah sakit ini adalah menyediakan perawatan khusus bagi ibu hamil,
melahirkan, dan anak-anak, yang merupakan kelompok yang membutuhkan
perhatian ekstra dalam hal kesehatan. Saat ini, rumah sakit ibu dan anak telah
dilengkapi dengan teknologi canggih dan tenaga medis yang terlatih untuk
menangani berbagai kondisi yang mungkin dihadapi selama kehamilan dan
masa pertumbuhan anak. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, rumah
sakit ibu dan anak berkontribusi besar dalam menurunkan angka kematian ibu
dan anak, serta memastikan kesehatan yang lebih baik untuk generasi
mendatang.
Jumlah Pendapatan Rumah Sakit Di Dunia
Tahun 2023 – 2029
(Dalam Triliun USD)
6
5
4
3
2
1
0
2023 2024* 2025* 2026* 2027* 2028* 2029*
Pendapatan 4,07 4,23 4,41 4,60 4,79 4,99 5,18
Sumber: Statista
*) Proyeksi
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pendapatan rumah sakit
di dunia pada tahun 2024 diproyeksikan sebesar USD 4,23 triliun atau setara
dengan kenaikan sebesar 3,39% dibandingkan dengan jumlah pendapatan
rumah sakit di dunia pada tahun 2023 yaitu sebesar USD 4,07 triliun. Tren
kenaikan tersebut diproyeksikan akan terus berlanjut hingga tahun 2029
dengan tingkat kenaikan masing-masing sebesar 4,26%, 4,31%, 4,13%, 4,18%,
dan 3,81% dengan jumlah pendapatan masing-masing sebesar USD 4,41
triliun, USD 4,60 triliun, USD 4,79 triliun, USD 4,99 triliun, dan USD 5,18 triliun.
Dalam skala global, Amerika Serikat diproyeksikan menjadi negara dengan
jumlah pendapatan rumah sakit tertinggi di dunia pada tahun 2024 yaitu
dengan jumlah pendapatan sebesar USD 1,50 triliun. Berbagai rumah sakit di
Amerika Serikat telah berinvestasi dalam teknologi telemedicine untuk
menyediakan layanan kesehatan jarak jauh bagi pasien di daerah pedesaan.
20
Page 21
Selain berinvestasi dalam teknologi telemedicine, banyak rumah sakit di dunia
juga berfokus pada pengembangan layanan bayi tabung atau fertilitas (in-vitro
fertilization/IVF). Prosedur ini menjadi semakin populer sebagai solusi bagi
pasangan yang menghadapi kesulitan untuk memiliki anak. Selain itu, layanan
IVF juga memberikan dukungan emosional dan konseling kepada pasangan
yang menjalani proses ini. Dengan meningkatnya kesadaran akan masalah
kesuburan, layanan bayi tabung di rumah sakit di seluruh dunia terus
berkembang, memberikan harapan bagi banyak keluarga untuk mewujudkan
impian mereka memiliki keturunan.
Menurut data dari Future Market Insights, pangsa pasar IVF pada tahun 2024
adalah sebesar USD 0,82 miliar dan diproyeksikan akan mengalami tingkat
pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 9% dari tahun 2024 hingga
2034. Pangsa pasar Industri IVF diperkirakan akan mencapai USD 1,94 miliar
pada tahun 2034 karena tingginya tingkat infertilitas. Pertumbuhan diperkirakan
akan didorong oleh pengembangan teknologi baru termasuk embrioskop,
kriopreservasi, penetasan dengan bantuan laser, dan skrining genetik
praimplantasi.
Berdasarkan data dari Globe Newswire, pangsa pasar IVF di Amerika Serikat
diproyeksikan akan mencapai USD 7,24 miliar pada tahun 2030, mengalami
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 4,4% dari 2024 hingga
2030. Meningkatnya prevalensi infertilitas di antara pasangan, kemajuan
berkelanjutan dalam teknologi dan teknik IVF, dan pergeseran norma serta
sikap masyarakat terhadap keluarga berkontribusi terhadap meningkatnya
permintaan untuk layanan IVF di Amerika Serikat.
Lebih lanjut, pangsa pasar IVF di kawasan Asia Pasifik juga menunjukkan tren
pertumbuhan yang serupa. Menurut Grand View Research, pertumbuhan
angka infertilitas didorong oleh gaya hidup modern, konsumsi zat berbahaya
dan bahan kimia melalui produk makanan, efek samping konsumsi obat-obatan
dan faktor lainnya.
Meningkatnya kasus infertilitas secara signifikan mendorong pertumbuhan
pasar IVF di dunia. Mengutip dari laporan Globe Newswire, kemajuan teknologi
telah secara nyata meningkatkan tingkat keberhasilan IVF. Teknologi
pencitraan time-lapse memberdayakan embriolog untuk memantau
perkembangan embrio secara ketat, meningkatkan tingkat keberhasilan seleksi
dan implantasi, sehingga meningkatkan tingkat keberhasilan IVF secara
keseluruhan.
21
Page 22
Tingkat keberhasilan IVF memiliki dampak yang signifikan terhadap
pertumbuhan rumah sakit ibu dan anak di dunia. Ketika tingkat keberhasilan
IVF meningkat, lebih banyak pasangan yang terdorong untuk
mempertimbangkan prosedur ini sebagai solusi untuk masalah kesuburan,
yang pada akhirnya meningkatkan permintaan untuk layanan kesuburan di
rumah sakit. Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap prosedur ini juga
berkontribusi pada permintaan yang lebih tinggi untuk perawatan prenatal dan
layanan kesehatan lainnya, menciptakan kebutuhan akan rumah sakit yang
dapat menawarkan layanan terpadu. Selain itu, kemajuan teknologi dalam IVF
tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga memperluas penawaran layanan di
rumah sakit ibu dan anak. Dengan dukungan kebijakan yang lebih kuat dari
pemerintah untuk layanan kesehatan reproduksi, hubungan antara tingkat
keberhasilan IVF dan pertumbuhan rumah sakit ibu dan anak dapat bersinergi,
mendorong pengembangan sektor kesehatan secara keseluruhan.
II.B.2. Tinjauan Industri Rumah Sakit Ibu dan Anak di Indonesia
Kebutuhan terhadap sektor kesehatan di Indonesia dalam beberapa tahun
terakhir terus mengalami peningkatan, dimana hal tersebut terlihat dengan
adanya peningkatan terhadap kebutuhan terhadap rumah sakit, peralatan
kesehatan, obat-obatan, dan asuransi kesehatan. Rumah sakit sebagai salah
satu sarana pelayanan kesehatan terus mengalami pertumbuhan, baik dari segi
jumlah rumah sakit, jumlah kamar, maupun tingkat pelayanan kesehatan.
Keberadaan rumah sakit merupakan faktor yang sangat penting dalam
memberikan pelayanan bagi kesehatan masyarakat. Dalam rangka
memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, industri rumah sakit tidak
terlepas dari penggunaan teknologi agar mampu merespon tuntutan konsumen
ke depan.
Pentingnya desentralisasi dan otonomi dalam penyediaan layanan kesehatan
di Indonesia membuat pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari 5,00%
untuk kesehatan. Pemerintah Indonesia memandang diperlukan investasi lebih
tinggi pada bidang kesehatan, termasuk untuk pembangunan rumah sakit dan
penyediaan layanan kesehatan yang mampu meningkatkan deteksi dini
terhadap penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya
hidup sehat salah satunya untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
Menurut data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, pada tahun 2023,
jumlah rumah sakit di seluruh Indonesia mencapai 3.155 unit baik yang dimiliki
Pemerintah ataupun swasta. Jumlah rumah sakit ini terbagi menjadi dua jenis
yaitu sebesar 2.636 unit rumah sakit umum dan 519 unit rumah sakit khusus.
Untuk diketahui, rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan
pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Sedangkan
rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama
pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu,
golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya.
22
Page 23
Jumlah Pendapatan Rumah Sakit Di Indonesia
Tahun 2023 – 2029
(Dalam Miliar USD)
35
30
25
20
15
10
5
0
2023 2024* 2025* 2026* 2027* 2028* 2029*
Pendapatan 19,54 20,95 22,42 24,00 25,69 27,41 29,12
Sumber: Statista
*) Proyeksi
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pendapatan rumah sakit
di Indonesia pada tahun 2024 diproyeksikan sebesar USD 20,95 miliar atau
setara dengan kenaikan sebesar 7,22% dibandingkan dengan jumlah
pendapatan rumah sakit di Indonesia pada tahun 2023 yaitu sebesar
USD 19,54 miliar. Tren kenaikan tersebut diproyeksikan akan terus berlanjut
hingga tahun 2029 dengan tingkat kenaikan masing-masing sebesar 7,02%,
7,05%, 7,04%, 6,70%, dan 6,24% dengan jumlah pendapatan masing-masing
sebesar USD 22,42 miliar, USD 24,00 miliar, USD 25,69 miliar,
USD 27,41 miliar, dan USD 29,12 miliar.
Pasar perawatan rawat inap di Indonesia diproyeksikan akan mengalami
pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Pada tahun
2024, pendapatan pasar perawatan rawat inap di Indonesia diproyeksikan
mencapai USD 15,02 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki
potensi pasar yang kuat dan berpotensi mencapai pertumbuhan yang optimal
pada masa yang akan datang. Pendapatan pada pasar perawatan rawat inap
diproyeksikan dapat tumbuh dengan CAGR sebesar 6,22% terhitung sejak
tahun 2024 – 2029.
Salah satu jenis rumah sakit khusus yang memiliki peranan penting dalam
sistem kesehatan adalah rumah sakit ibu dan anak. Rumah sakit ini fokus pada
pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan
perawatan pasca melahirkan, serta perawatan kesehatan anak. Dengan
spesialisasi tersebut, rumah sakit ibu dan anak berperan dalam mengurangi
angka kematian ibu dan bayi, serta menyediakan layanan yang sesuai dengan
kebutuhan kesehatan ibu dan anak. Keberadaan rumah sakit ini sangat penting
untuk mendukung kesehatan reproduksi dan tumbuh kembang anak,
menjadikannya sebagai bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan
nasional.
23
Page 24
Rumah sakit ibu dan anak perlu menjadi keberadaan rumah sakit khusus
karena sejumlah alasan yang berkaitan dengan kesehatan, kesejahteraan, dan
akses terhadap layanan medis yang berkualitas untuk kesejahteraan ibu dan
anak di Indonesia. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan pada rumah sakit
ibu dan anak adalah bayi tabung. Bayi tabung belakangan ini populer untuk
membantu orang yang berjuang melawan infertilitas atau menghadapi masalah
reproduksi yang kompleks. Dalam hal ini, bayi tabung melibatkan stimulasi
ovulasi, pengambilan sel telur, pengambilan sperma, pembuahan, kultur
embrio, transfer embrio, dan tes kehamilan. Saat ini, meningkatnya insiden
masalah infertilitas di antara pasangan terjadi karena perubahan gaya hidup,
keterlambatan kehamilan, dan faktor lingkungan.
Merujuk pada laporan dari Stellar, pangsa pasar layanan IVF di Indonesia pada
tahun 2023 bernilai sebesar USD 57,00 juta dan diproyeksikan akan tumbuh
pada CAGR sebesar 3,3% dari 2024 hingga 2030 dengan jumlah mencapai
USD 72,52 juta pada tahun 2030. Pertumbuhan industri IVF didorong oleh
berbagai faktor seperti meningkatnya insiden infertilitas karena perubahan gaya
hidup. Selain itu, keterjangkauan dan tingkat keberhasilan perawatan IVF yang
lebih baik ditambah dengan integrasi analitik data untuk prosedur yang tepat
juga turut meningkatkan prospek pasar.
Pada awal tahun 2024, sejumlah klinik dan rumah sakit menawarkan program
bayi tabung dimana masyarakat dapat memiliki anak sesuai dengan kemauan
dan prediksi masing-masing untuk dilahirkan. Berdasarkan data yang diperoleh
dari Varta, pada Desember 2023 tingkat keberhasilan program bayi tabung
mencapai 51,00% pada pasangan suami istri dibawah umur 35 tahun, 43,00%
pada pasangan suami istri antara 35 – 39 tahun, dan sebesar 26,00% pada
pasangan suami istri lebih dari 39 tahun.
Pertumbuhan industri bayi tabung tidak hanya memberikan solusi bagi
pasangan yang mengalami masalah reproduksi, tetapi juga berkontribusi
terhadap pertumbuhan rumah sakit ibu dan anak di Indonesia. Dengan
meningkatnya permintaan akan layanan IVF, rumah sakit dapat memperluas
layanan dan fasilitas mereka serta meningkatkan jumlah tenaga medis yang
terlatih dalam bidang ini. Hal ini akan mendorong peningkatan kualitas
perawatan kesehatan ibu dan anak secara keseluruhan. Selain itu, keberadaan
program bayi tabung yang sukses di rumah sakit ibu dan anak akan menarik
lebih banyak pasien, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan
kesehatan yang ada, dan pada gilirannya, memperkuat posisi rumah sakit
sebagai pusat pelayanan kesehatan terintegrasi. Dengan demikian, sinergi
antara pertumbuhan industri bayi tabung dan rumah sakit ibu dan anak dapat
menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih baik, yang berfokus pada
kesejahteraan ibu dan anak di seluruh Indonesia.
24
Page 25
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
pengelolaan rumah sakit.
Sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan dalam
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024.
Pemerintah telah menganggarkan Rp 186,40 triliun untuk akselerasi penurunan
stunting dan melanjutkan transformasi sistem kesehatan. Adapun terkait
transformasi sistem kesehatan, Pemerintah Indonesia akan melakukan
peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan primer dan rujukan,
peningkatan kualitas dan distribusi tenaga kesehatan, penguatan teknologi
kesehatan dan kemandirian farmasi dalam negeri, serta penguatan program
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Perseroan melalui entitas anaknya, memfokuskan pemeriksaan laboratorium
pada pengujian genom, yang berkontribusi signifikan pada pendapatannya di
tahun 2023, dan diproyeksikan akan terus meningkat di tahun mendatang.
Potensi ini sejalan dengan pilar transformasi primer Kementerian Kesehatan.
Pengujian genom dapat mengidentifikasi kondisi janin sejak dini, sehingga
dapat dilakukan tindakan preventif untuk mengoptimalkan masa tumbuh
kembang anak dan meminimalkan gangguan kesehatan masa pediatri.
Sementara, pada sektor wisata medis, Perseroan melihat prospek
pertumbuhan wisata medis, yang ditandai dengan peningkatan kesadaran
masyarakat akan pentingnya upaya preventif untuk menjaga kondisi
kesehatan. Melalui Indonesia Medical Tourism Board (IMTB), Perseroan
menawarkan wisata medis, yakni layanan kesehatan yang sekaligus
melakukan perjalanan wisata.
Kemudian, melalui MI, Perseroan menyediakan layanan bayi tabung yang
merupakan bagian dari obstetrik. Berbagai layanan fertilitas yang disediakan
meliputi invitro fertilization, egg banking, insemination, PGT-A, Microsurgical
Epididymal Sperm Aspiration, Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration,
Testicular Sperm Aspiration, dan Testicular Sperm Extraction. Tingkat
keberhasilan layanan bayi tabung di MI terus meningkat dan mampu bersaing
dengan tingkat keberhasilan layanan sejenis di luar Indonesia.
25
Page 26
Perseroan memandang positif prospek usaha pelayanan jasa kesehatan di
tahun 2024 dengan terus meningkatkan fondasi bisnis utamanya, salah
satunya dengan meningkatkan layanan center of excellence. Perseroan terus
mengembangkan teknologi enterprise data management, di samping teknologi
bedah robotik dan advanced laparoscopy yang telah menjadi keunggulan
Perseroan. Laboratorium Diagnos telah mengadopsi teknologi Biomedical and
Genome Science Initiative, yakni teknologi yang mampu mendeteksi dan
memprediksi penyakit yang lebih presisi. Teknologi ini mengandalkan
pengumpulan informasi genetik (genom) dari manusia maupun patogen seperti
virus dan bakteri atau bisa disebut dengan whole genome sequencing. Adapun
Diagnos telah memfokuskan pemeriksaan laboratorium pada pengujian genom,
yang berkontribusi signifikan pada pendapatannya di tahun 2023, yang
diproyeksikan akan terus meningkat di tahun mendatang.
Perseroan juga terus melakukan kemitraan dengan beberapa platform digital
sektor kesehatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk menangkap
peluang pasar digital yang lebih luas, sekaligus memberikan kenyamanan dan
kemudahan pada pasar utamanya, Perseroan meluncurkan OneBunda di tahun
2023. Sementara pada sektor wisata medis, Perseroan melihat prospek
pertumbuhan wisata medis, yang ditandai dengan peningkatan kesadaran
masyarakat akan pentingnya upaya preventif untuk menjaga kondisi
kesehatan. Melalui Indonesian Medical Tourism Board (IMTB), Perseroan
menawarkan wisata medis, layanan kesehatan yang sekaligus memfasilitasi
penggunanya untuk melakukan perjalanan wisata.
Penguatan fondasi bisnis utama juga dilakukan dengan memperkuat pusat
keunggulan (Strengthening Our Center of Excellences) dan memastikan proses
kualitas standar (Ensuring Standardised Quality Process). Perseroan telah
mengalokasikan capital expenditure senilai Rp 209,40 miliar, untuk menunjang
kemutakhiran peralatan medis dan membangun infrastruktur sistem teknologi
informasi. Sementara proses kualitas standar terus dilaksanakan melalui
akreditasi dan sertifikasi.
Memasuki tahun 2024, Perseroan memandang optimis seiring dengan kondisi
pertumbuhan perekonomian. Melalui strategi yang direncanakan dan asumsi-
asumsi yang mendasarinya, Perseroan menargetkan pendapatan meningkat
20%, EBITDA dan laba meningkat double digit growth, dan rasio pembayaran
dividen hingga 30% dari laba tahun 2023. Pada tahun 2024, Perseroan tidak
memiliki rencana untuk melakukan perubahan terhadap struktur modal,
termasuk kebijakannya.
26
Page 27
II.D. Alasan Dilakukan Transaksi
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan
ibu dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan
ekonomi, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain
dengan penurunan angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini
tentu mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti
memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
• Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan
anak tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya
JLAH sebagai investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan
sinergi yang strategis dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan
kekuatan JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama menggali
potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki
prospek pasar dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring
berkembangnya populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
akan datang.
• Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan telah melakukan
Transaksi. Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan prospek usaha
industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan datang, Perseroan
mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja keuangannya sehingga
Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar
MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa yang akan datang.
• Perseroan juga mengharapkan setelah Transaksi menjadi efektif, dengan
memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk
menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta
memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing
dengan rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan
datang.
27
Page 28
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi
Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:
• Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan ibu
dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan
pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain dengan penurunan
angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini tentu mendorong
pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti memperluas akses
layanan kesehatan yang berkualitas.
• Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan anak
tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya JLAH
sebagai investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi yang
strategis dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan kekuatan JLAH
dalam bidang layanan untuk bersama-sama menggali potensi besar yang belum
dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki prospek pasar dengan potensi
tingginya pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya populasi Indonesia,
yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
• Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan telah melakukan Transaksi.
Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan prospek usaha industri kesehatan ibu
dan anak pada masa yang akan datang, Perseroan mengharapkan MSB dapat
meningkatkan kinerja keuangannya sehingga Perseroan dapat memaksimalkan
potensi peningkatan kapitalisasi pasar MSB untuk meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
• Perseroan juga mengharapkan setelah Transaksi menjadi efektif, dengan
memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk menciptakan
rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta memperluas pangsa pasar
MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat menciptakan sinergi perusahaan
yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan rumah sakit ibu dan anak
lainnya sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang
saham Perseroan di masa yang akan datang.
Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan dana
tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan yang lebih
menguntungkan dibandingkan dengan menjalankan Transaksi.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang pelayanan penunjang
kesehatan, MSB tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara
lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
kelangsungan MSB.
28
Page 29
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tujuh bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 telah direviu oleh KAP TSFBR. Laporan
keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, dan 2021 telah diaudit oleh KAP
TSFBR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan
keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 telah diaudit oleh KAP TSFBR
masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lainnya.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 935.172 622.058 629.278 829.761 624.987 100.255
Aset keuangan lancar lainnya 4.764 5.766 8.645 22.125 - -
Piutang usaha
Pihak berelasi - - - - 53 54
Pihak ketiga 137.749 110.469 114.644 156.760 123.077 61.795
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 19.652 15.240 16.045 46.889 29.780 28.936
Pihak ketiga 8.400 11.452 19.859 5.023 7.160 8.263
Persediaan 39.886 42.198 39.449 38.895 18.986 16.229
Biaya dibayar di muka dan uang muka 106.642 60.886 58.382 29.086 9.576 8.303
Pajak dibayar di muka 9.021 977 1.530 2.567 2.116 7.262
Jumlah Aset Lancar 1.261.286 869.046 887.830 1.131.106 815.734 231.097
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 28.400 22.631 15.498 15.237 11.811 8.920
Investasi saham 83.196 83.196 78.690 21.495 48.543 22.765
Aset tetap - neto 1.935.812 1.863.254 1.757.540 1.499.198 1.248.770 1.124.340
Aset hak guna - neto 78.076 102.986 86.574 60.480 24.249 -
Properti investasi - neto 5.619 - - - - -
Goodwill 94.794 94.794 94.794 50.812 - -
Biaya dibayar di muka dan uang muka 4.746 13.100 8.241 - - -
Aset tidak lancar lainnya 51.281 34.156 9.444 35.368 13.430 13.636
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.281.922 2.214.116 2.050.780 1.682.591 1.346.802 1.169.661
JUMLAH ASET 3.543.208 3.083.162 2.938.610 2.813.697 2.162.537 1.400.758
29
Page 30
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 454.936 411.753 391.718 391.718 391.718 -
Utang usaha
Pihak berelasi - - - - 26.709 15.963
Pihak ketiga 51.855 55.771 91.788 119.160 93.416 58.716
Utang lain-lain
Pihak berelasi - 460 - 3.243 5.105 32.342
Pihak ketiga 22.820 16.450 6.772 4.731 12.651 10.969
Pendapatan diterima di muka 34.002 16.129 23.573 32.837 61.107 40.687
Beban akrual 25.193 30.345 27.025 43.396 28.134 9.362
Utang pajak 11.823 18.954 21.247 90.493 29.949 15.656
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang bank 1.516 4.428 60.502 28.275 21.295 74.633
Sewa 12.567 15.342 21.237 22.644 13.131 253
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 614.712 569.632 643.862 736.497 683.216 258.582
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan 184 - 18 136 115 -
Utang obligasi konversi - - - - 301.000 -
Liabilitas imbalan pasca-kerja 25.268 25.064 28.535 51.410 43.498 33.368
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun: - - - - - -
Utang bank 709.151 610.997 402.936 193.498 76.775 442.987
Sewa 43.782 77.433 55.027 35.938 8.234 227
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 778.385 713.495 486.516 280.983 429.622 476.582
JUMLAH LIABILITAS 1.393.097 1.283.126 1.130.378 1.017.481 1.112.837 735.164
EKUITAS
Modal saham 172.068 172.068 172.068 172.068 150.000 1.000
Tambahan modal disetor 561.639 437.383 437.383 449.168 74.441 74.441
Komponen ekuitas lainnya (2.384) (2.384) - - - -
Penghasilan komprehensif lain 684.017 684.895 683.405 687.436 687.055 560.191
Saldo laba 299.331 297.851 303.295 242.067 83.742 (17.049)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 1.714.671 1.589.813 1.596.151 1.550.740 995.237 618.582
Kepentingan non-pengendali 435.440 210.223 212.082 245.476 54.462 47.012
JUMLAH EKUITAS 2.150.111 1.800.036 1.808.232 1.796.216 1.049.699 665.594
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.543.208 3.083.162 2.938.610 2.813.697 2.162.537 1.400.758
III.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 3.543,21 miliar, Rp 3.083,16 miliar, Rp 2.938,61 miliar, Rp 2.813,70 miliar,
Rp 2.162,54 miliar, dan Rp 1.400,76 miliar.
Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 460,05 miliar atau setara dengan 14,92% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, biaya dibayar di muka dan uang
muka, serta aset tetap – neto masing-masing sebesar Rp 313,11 miliar,
Rp 45,76 miliar, dan Rp 72,56 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 144,55 miliar atau setara dengan 4,92% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan aset tetap – neto, aset hak guna – neto, dan aset
tidak lancar lainnya masing-masing sebesar Rp 105,71 miliar, Rp 16,41 miliar,
dan Rp 24,71 miliar.
30
Page 31
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 124,91 miliar atau setara dengan 4,44% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan investasi saham, aset tetap – neto, dan goodwill
masing-masing sebesar Rp 57,20 miliar, Rp 258,34 miliar, dan Rp 43,98 miliar
yang disertai dengan penurunan kas dan setara kas serta piutang usaha –
pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 200,48 miliar dan Rp 42,12 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 651,16 miliar atau setara dengan 30,11% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta aset tetap – neto
masing-masing sebesar Rp 204,77 miliar dan Rp 250,43 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 761,78 miliar atau setara dengan 54,38% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta aset tetap – neto
masing-masing sebesar Rp 524,73 miliar dan Rp 124,43 miliar.
III.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024,
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 1.393,10 miliar, Rp 1.283,13 miliar, Rp 1.130,38 miliar,
Rp 1.017,48 miliar, Rp 1.112,84 miliar, dan Rp 735,16 miliar.
Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 109,97 miliar atau setara dengan 8,57% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan utang bank
masing-masing sebesar Rp 43,18 miliar dan Rp 95,24 miliar yang disertai
dengan penurunan sewa sebesar Rp 36,43 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 152,75 miliar atau setara dengan 13,51% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank sebesar Rp 151,99 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 112,90 miliar atau setara dengan 11,10% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank sebesar Rp 241,66 miliar yang
disertai dengan penurunan utang usaha – pihak ketiga, utang pajak, dan
liabilitas imbalan pasca-kerja masing-masing sebesar Rp 27,37 miliar,
Rp 69,25 miliar, dan Rp 22,88 miliar.
31
Page 32
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 95,36 miliar atau setara dengan 8,57% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan utang obligasi konversi sebesar
Rp 301,00 miliar yang disertai dengan kenaikan utang pajak, utang bank, dan
sewa masing-masing sebesar Rp 60,54 miliar, Rp 123,70 miliar, dan
Rp 37,22 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 377,67 miliar atau setara dengan 51,37% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan utang
obligasi konversi masing-masing sebesar Rp 391,72 miliar dan
Rp 301,00 miliar yang disertai dengan penurunan utang bank sebesar Rp
419,55 miliar.
III.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024,
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 2.150,11 miliar, Rp 1.800,04 miliar, Rp 1.808,23 miliar,
Rp 1.796,22 miliar, Rp 1,049,70 miliar, dan Rp 665,59 miliar.
Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 350,08 miliar atau setara dengan 19,45% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan tambahan modal disetor, setoran modal dari pihak
non-pengendali, dan laba periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
masing-masing sebesar Rp 124,26 miliar, Rp 99,95 miliar, dan Rp 11,32 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 8,20 miliar atau setara dengan 0,45% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh pembagian dividen kas sebesar Rp 12,91 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 12,02 miliar atau setara dengan 0,67% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
Rp 128,93 miliar yang disertai dengan pembagian dividen kas pada entitas
anak sebesar Rp 118,28 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 746,52 miliar atau setara dengan 71,12% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan tambahan modal disetor dan laba tahun berjalan
yang dibukukan oleh Perseroan masing-masing sebesar Rp 374,73 miliar dan
Rp 354,65 miliar.
32
Page 33
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 384,11 miliar atau setara dengan 57,71% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan modal saham, penghasilan komprehensif lain, dan
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan masing-masing sebesar
Rp 149,00 miliar, Rp 126,86 miliar, dan Rp 118,46 miliar.
III.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 914.862 1.488.197 1.658.688 1.890.800 1.148.144 964.893
Beban pokok pendapatan 503.767 792.385 894.135 916.779 654.994 507.768
Laba bruto 411.094 695.813 764.553 974.021 493.151 457.124
Beban usaha (361.781) (605.261) (549.454) (510.648) (336.875) (326.262)
Penghasilan keuangan 7.186 8.424 8.363 10.178 4.734 2.041
Beban keuangan (37.987) (57.764) (47.120) (28.016) (53.120) (58.393)
Bagian atas laba neto entitas asosiasi - - - - 25.816 4.545
Penghasilan (beban) operasi lain - neto (3.342) (889) 448 11.603 11.286 (33.614)
Laba sebelum pajak 15.171 40.323 176.790 457.139 144.992 45.441
Beban pajak penghasilan (3.850) (24.094) (47.858) (102.490) (26.532) (14.124)
Laba periode/tahun berjalan 11.321 16.229 128.932 354.649 118.460 31.317
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (1.204) 1.081 (5.808) (124) 127.307 116.631
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan 10.117 17.311 123.124 354.525 245.767 147.948
Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 6.298 7.461 83.228 214.489 88.791 19.895
Kepentingan non-pengendali 5.022 8.768 45.704 140.160 29.669 11.422
III.A.6 Pendapatan Neto
Pendapatan neto Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 914,86 miliar, Rp 1.488,20 miliar, Rp 1.658,69 miliar,
Rp 1.890,80 miliar, Rp 1.148,14 miliar, dan Rp 964,89 miliar.
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 170,49 miliar atau
setara dengan 10,28% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 232,11 miliar atau
setara dengan 12,28% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 742,66 miliar atau setara
dengan 64,68% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
33
Page 34
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 183,25 miliar atau setara
dengan 18,99% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
III.A.7. Laba Periode/Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 11,32 miliar, Rp 16,23 miliar, Rp 128,93 miliar, Rp 354,65 miliar,
Rp 118,46 miliar, dan Rp 31,32 miliar.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 112,70 miliar atau
setara dengan 87,41% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 225,72 miliar atau
setara dengan 63,65% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 236,19 miliar atau setara
dengan 199,38% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 87,14 miliar atau setara
dengan 278,26% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
34
Page 35
III.A.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 905.455 1.284.422 1.777.236 1.673.630 1.108.387 968.070
Pembayaran kepada pemasok dan beban usaha (654.084) (777.550) (1.152.050) (1.027.849) (488.995) (505.844)
Pembayaran kepada pegawai (203.591) (377.149) (353.478) (255.619) (377.416) (149.705)
Penerimaan dari penghasilan keuangan 7.186 8.424 8.363 10.178 4.734 2.041
Pembayaran beban keuangan (37.987) (57.764) (47.120) (28.016) (52.762) (58.393)
Pembayaran pajak penghasilan (10.504) (28.055) (102.316) (34.489) (14.875) (17.214)
Penerimaan (pembayaran) dari operasi lain - neto (3.793) (889) 448 11.603 11.286 (33.614)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 2.683 51.439 131.084 349.438 190.359 205.341
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (137.358) (209.353) (301.730) (298.175) (49.607) (188.379)
Hasil penjualan aset tetap 1.226 1.638 25 - 228 54
Peningkatan investasi saham - (4.506) (136.329) (21.495) - (11.508)
Penurunan aset tidak lancar lainnya - - - - 206 7.917
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (136.132) (212.222) (438.034) (319.670) (49.172) (191.915)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa (31.820) - - - - -
Penerimaan pinjaman bank 144.117 1.152.656 297.955 143.796 - 15.664
Pembayaran pinjaman bank (5.692) (976.306) (56.291) (20.093) (27.832) (31.168)
Pembayaran sewa - - - - - (54)
Pembayaran dividen kas (63.347) (22.787) (140.280) (40.855) (10.541) (14.642)
Setoran modal dari pihak non-pengendali - - 5.082 3 - 60
Penerbitan (pelunasan) utang obligasi konversi - - - (157.719) 301.000 -
Penerimaan dari (pembayaran kepada) pihak berelasi - - - 7.246 (28.082) 14.335
Setoran modal 403.305 - - 226.089 149.000 -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 446.563 153.563 106.466 158.468 383.546 (15.805)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS 313.114 (7.220) (200.483) 188.236 524.732 (2.379)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 622.058 629.278 829.761 641.525 100.255 102.634
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 935.172 622.058 629.278 829.761 624.987 100.255
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 2,68 miliar, Rp 51,44 miliar,
Rp 131,08 miliar, Rp 349,44 miliar, Rp 190,36 miliar, dan Rp 205,34 miliar
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 2,68 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 905,46 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha,
pembayaran kepada pegawai, serta pembayaran beban keuangan
masing-masing sebesar Rp 654,08 miliar, Rp 203,59 miliar, dan
Rp 37,99 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 51,44 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.284,42 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha,
pembayaran kepada pegawai, serta pembayaran beban keuangan masing-
masing sebesar Rp 777,55 miliar, Rp 377,15 miliar, dan Rp 57,76 miliar.
35
Page 36
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 131,08 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.777,24 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha,
pembayaran kepada pegawai, serta pembayaran pajak penghasilan masing-
masing sebesar Rp 1.152,05 miliar, Rp 353,48 miliar, dan Rp 102,32 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 349,44 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.673,63 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha serta
pembayaran kepada pegawai masing-masing sebesar Rp 1.027,85 miliar dan
Rp 255,62 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 190,36 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.108,39 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha serta
pembayaran kepada pegawai masing-masing sebesar Rp 489,00 miliar dan
Rp 377,42 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 205,34 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 968,07 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan beban usaha serta
pembayaran kepada pegawai masing-masing sebesar Rp 505,84 miliar dan
Rp 149,71 miliar.
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019 masing-masing adalah sebesar Rp 136,13 miliar, Rp 212,22 miliar,
Rp 438,03 miliar, Rp 319,67 miliar, Rp 49,17 miliar, dan Rp 191,92 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar
Rp 136,13 miliar terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar
Rp 137,36 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 212,22 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 209,35 miliar.
36
Page 37
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 438,03 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan peningkatan investasi saham
masing-masing sebesar Rp 301,73 miliar dan Rp 136,33 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 319,67 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 298,18 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 49,17 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 49,61 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 191,92 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 188,38 miliar.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 446,56 miliar, Rp 153,56 miliar,
Rp 106,47 miliar, Rp 158,47 miliar, dan Rp 383,55 miliar. Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 15,81 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar
Rp 446,56 miliar terutama berasal dari setoran modal sebesar Rp 403,31 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 153,56 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 1.152,66 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 976,31 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 106,47 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp 297,96 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman bank dan pembayaran dividen kas
masing-masing sebesar Rp 56,29 miliar dan Rp 140,28 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 158,47 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank dan setoran modal
masing-masing sebesar Rp 143,80 miliar dan Rp 226,09 miliar yang disertai
dengan pelunasan utang obligasi konversi sebesar Rp 157,72 miliar.
37
Page 38
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 383,55 miliar
terutama berasal dari penerbitan utang obligasi konversi dan setoran modal
masing-masing sebesar Rp 301,00 miliar dan Rp 149,00 miliar yang disertai
dengan pembayaran pinjaman bank dan pembayaran kepada pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 27,83 miliar dan Rp 28,08 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 15,81 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank dan pembayaran dividen kas
masing-masing sebesar Rp 31,17 miliar dan Rp 14,64 miliar yang disertai
dengan penerimaan pinjaman bank dan penerimaan dari pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 15,66 miliar dan Rp 14,34 miliar.
III.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Rasio Likuiditas
Lancar 2,05 1,53 1,38 1,54 1,19 0,89
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,44 0,48 0,56 0,67 0,53 0,69
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,61 0,58 0,62 0,64 0,49 0,48
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,39 0,42 0,38 0,36 0,51 0,52
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,65 0,71 0,63 0,57 1,06 1,10
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 44,94% 46,76% 46,09% 51,51% 42,95% 47,38%
Marjin laba bersih 1,24% 1,09% 7,77% 18,76% 10,32% 3,25%
Imbal hasil aset 0,55% 0,53% 4,39% 12,60% 5,48% 2,24%
Imbal hasil ekuitas 0,90% 0,90% 7,13% 19,74% 11,29% 4,71%
III.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019,
rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,44; 0,48; 0,56; 0,67;
0,53; dan 0,69.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024,
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah
aset masing-masing adalah 0,61; 0,58; 0,62; 0,64; 0,49; dan 0,48.
38
Page 39
III.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,39;
0,42; 0,38; 0,36; 0,51; dan 0,52, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
ekuitas masing-masing adalah 0,65; 0,71; 0,63; 0,57; 1,06; dan 1,10.
III.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019 masing-masing adalah sebesar 0,55%, 0,53%, 4,39%, 12,60%, 5,48%,
dan 2,24%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar 0,90%, 0,90%, 7,13%, 19,74%,
11,29%, dan 4,71%.
III.B. Analisis atas Kinerja Historis MSB
Laporan keuangan MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2024 telah diaudit oleh KAP HHES dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP HHES dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP HHES dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan
keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021 dan 2020 telah diaudit oleh KAP DGN masing-masing
dengan pendapat wajar dengan modifikasian dengan hal lain. Laporan
keuangan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
telah diaudit oleh KAP DBHR dengan pendapat wajar dengan modifikasian.
39
Page 40
Ikhtisar data keuangan penting MSB adalah sebagai berikut:
III.B.1. Laporan Posisi Keuangan
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 334 995 139 377 292 266
Piutang usaha
Pihak berelasi - 68 - - - -
Pihak ketiga 813 181 11 174 202 217
Piutang lain-lain 22 1 - - 7 5
Deposit penunjang medis 500 371 54 22 36 51
Uang muka pembelian - 331 - - - -
Biaya dibayar di muka 264 19 - - 21 21
Jumlah Aset Lancar 1.933 1.965 204 573 557 561
ASET TIDAK LANCAR
Aset tidak berwujud 97 122 166 - - -
Aset tetap 79.002 78.066 36.059 35.029 5.517 5.950
Aset pajak tangguhan 5.268 3.123 - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 84.367 81.310 36.224 35.029 5.517 5.950
JUMLAH ASET 86.300 83.276 36.429 35.602 6.074 6.511
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 141 12 8 - - -
Pihak ketiga 89 152 108 117 164 158
Utang lain-lain 42.494 35.453 6.413 - 23 76
Uang muka pasien 80 164 - - - -
Utang pajak 44 14 5 6 - 36
Beban akrual 161 332 41 246 - -
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo satu tahun 83 37 - 1.188 1.298 1.271
Biaya yang masih harus dibayar - - - - 202 262
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 43.092 36.164 6.575 1.556 1.686 1.803
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
diatas satu tahun 33.735 29.679 - - - -
Imbalan pascakerja 305 202 94 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 34.040 29.881 94 - - -
JUMLAH LIABILITAS 77.133 66.045 6.670 1.556 1.686 1.803
EKUITAS
Modal saham 8.779 8.779 8.779 8.779 8.779 8.779
Surplus revaluasi 29.967 29.967 29.967 29.967 - -
Saldo laba (29.579) (21.516) (8.987) (4.701) (4.391) (4.071)
JUMLAH EKUITAS 9.168 17.230 29.759 34.046 4.388 4.708
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 86.300 83.276 36.429 35.602 6.074 6.511
III.B.2. Aset
Jumlah aset MSB pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 86,30 miliar,
Rp 83,28 miliar, Rp 36,43 miliar, Rp 35,60 miliar, Rp 6,07 miliar, dan
Rp 6,51 miliar.
Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah aset MSB mengalami kenaikan sebesar
Rp 3,02 miliar atau setara dengan 3,63% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan aset pajak tangguhan sebesar Rp 2,15 miliar.
40
Page 41
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset MSB mengalami kenaikan
sebesar Rp 46,85 miliar atau setara dengan 128,60% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, aset tetap, serta aset pajak
tangguhan masing-masing sebesar Rp 0,86 miliar, Rp 42,01 miliar, dan
Rp 3,12 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset MSB mengalami kenaikan
sebesar Rp 0,83 miliar atau setara dengan 2,32% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan nilai aset tetap sebesar Rp 1,03 miliar yang disertai dengan
penurunan kas dan setara kas sebesar Rp 0,24 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset MSB mengalami kenaikan
sebesar Rp 29,53 miliar atau setara dengan 486,11% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan aset tetap sebesar Rp 29,51 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,44 miliar atau setara dengan 6,71% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan aset tetap sebesar 0,43 miliar.
III.B.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas MSB pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 77,13 miliar,
Rp 66,05 miliar, Rp 6,67 miliar, Rp 1,56 miliar, Rp 1,69 miliar, dan
Rp 1,80 miliar.
Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah liabilitas MSB mengalami kenaikan sebesar
Rp 11,09 miliar atau setara dengan 16,79% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 7,04 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas MSB mengalami kenaikan
sebesar Rp 59,38 miliar atau setara dengan 890,23% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, beban akrual, dan utang bank jangka
panjang masing-masing sebesar Rp 29,04 miliar, Rp 0,29 miliar, dan
Rp 29,72 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas MSB mengalami kenaikan
sebesar Rp 5,11 miliar atau setara dengan 328,60% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain sebesar Rp 6,41 miliar yang disertai
dengan pembayaran utang bank sebesar Rp 1,19 miliar.
41
Page 42
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,13 miliar atau setara dengan 7,72% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan utang bank jangka panjang dan biaya yang masih harus
dibayar masing-masing sebesar Rp 0,11 miliar dan Rp 0,20 miliar yang disertai
dengan kenaikan beban akrual sebesar Rp 0,25 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,12 miliar atau setara dengan 6,47% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan utang lain-lain dan biaya yang masih harus dibayar
masing-masing sebesarRp 0,05 miliar dan Rp 0,06 miliar.
III.B.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas MSB pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 9,17 miliar,
Rp 17,23 miliar, Rp 29,76 miliar, Rp 34,05 miliar, Rp 4,39 miliar dan
Rp 4,71 miliar.
Pada tanggal 31 Juli 2024, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan sebesar
Rp 8,06 miliar atau setara dengan 46,79% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini seluruhnya disebabkan oleh
rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 12,53 miliar atau setara dengan 42,10% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 4,29 miliar atau setara dengan 12,59% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas MSB mengalami kenaikan
sebesar Rp 29,66 miliar atau setara dengan 675,90% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020 Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh pendapatan komprehensif dari revaluasi nilai aset tetap yang
dibukukan oleh MSB sebesar Rp 29,97 miliar, yang disertai dengan rugi bersih
tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB sebesar Rp 0,31 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas MSB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,32 miliar atau setara dengan 6,80% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh MSB.
42
Page 43
III.B.5. Laporan Laba Rugi Komprehensif
(Dalam jutaan Rupiah)
31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 6.057 2.409 1.283 4.714 4.093 6.277
Beban pokok pendapatan 5.726 1.690 892 3.283 2.667 3.843
Laba bruto 331 719 392 1.430 1.426 2.434
Beban usaha (8.864) (15.685) (1.656) (1.663) (1.829) (2.853)
Rugi usaha (8.533) (14.966) (1.265) (233) (402) (419)
Penghasilan (beban) lain-lain (1.674) (686) (3.001) (55) 82 (35)
Rugi sebelum pajak (10.207) (15.652) (4.265) (288) (320) (454)
Manfaat (beban) pajak 2.145 3.123 (22) (21) - -
Rugi bersih periode/tahun berjalan (8.062) (12.529) (4.287) (310) (320) (454)
Pendapatan komprehensif lainnya (0) - - 29.967 - -
Laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan (8.063) (12.529) (4.287) 29.658 (320) (454)
III.B.6 Pendapatan
Pendapatan MSB untuk periode tujuh bulan terakhir yang berakhir pada
tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 6,06 miliar, Rp 2,41 miliar, Rp 1,28 miliar, Rp 4,71 miliar,
Rp 4,09 miliar dan Rp 6,28 miliar.
Pendapatan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,13 miliar atau setara
dengan 87,67% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 3,43 miliar atau setara
dengan 72,77% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,62 miliar atau setara
dengan 15,16% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020.
Pendapatan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 2,18 miliar atau setara
dengan 34,80% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019.
43
Page 44
III.B.7. Rugi Bersih Periode/Tahun Berjalan
Rugi bersih MSB untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Juli 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020 dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 8,06 miliar, Rp 12,53 miliar, Rp 4,29 miliar, Rp 0,31 miliar,
Rp 0,32 miliar, dan Rp 0,45 miliar.
Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 8,24 miliar atau setara
dengan 192,27% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,98 miliar dibandingkan
dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021.
Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 0,01 miliar atau setara
dengan 3,24% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Rugi bersih tahun berjalan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 0,13 miliar atau setara
dengan 29,51% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
44
Page 45
III.B.8. Laporan Arus Kas
(Dalam jutaan Rupiah)
31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(7 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan (10.207) (15.652) (4.265) (288) 274 271
Penyesuaian untuk:
Penyusutan 3.838 1.598 530 784 - -
Beban bunga utang bank 1.385 - - - - -
Amortisasi aset tidak berwujud 25 44 6 - - -
Imbalan pascakerja 102 107 94 - - -
Rugi penghapusan aset tetap - - - 197 - -
Perubahan pada aset dan liabilitas:
Piutang usaha (565) (238) 163 34 - -
Piutang lain-lain (21) (1) - - - -
Uang muka pembelian 331 (331) - - - -
Deposit penunjang medis (129) (317) (32) 14 14 28
Pajak dibayar dimuka - - - 21 - -
Biaya dibayar dimuka (245) (19) - - - -
Utang usaha 66 48 (0) (47) 5 27
Utang lain-lain 2.267 9.066 5.117 (23) (53) (42)
Uang muka pasien (84) 164 - - - -
Utang pajak 30 11 (0) 5 - -
Beban akrual (178) 291 (205) 44 (60) 3
Pembayaran pajak penghasilan - (2) (22) (21) - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (3.384) (5.229) 1.385 721 181 286
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pengurangan (penambahan) aset tetap - (23.632) (98) (526) (30) (31)
Pengurangan (penambahan) aset takberwujud - - (172) - - -
Pembayaran aset hak guna - - (165) - - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi - (23.632) (435) (526) (30) (31)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang bank 4.102 29.716 (1.188) (110) 27 (166)
Penerimaan (pembayaran) beban bunga (1.378) - - - (153) (158)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 2.724 29.716 (1.188) (110) (126) (324)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (660) 855 (238) 85 25 (69)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 995 139 377 292 266 336
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 334 995 139 377 292 266
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MSB untuk periode
tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp 3,39 miliar danRp 5,23 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
operasi MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 1,39 miliar, Rp 0,72 miliar, Rp 0,18 miliar, dan Rp 0,29 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MSB untuk periode
tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 3,39 miliar
terutama berasal dari rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 10,21 miliar,
yang disertai dengan penyesuaian untuk penyusutan dan beban bunga utang
bank masing-masing sebesar Rp 3,84 miliar dan Rp 1,39 miliar.
45
Page 46
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 5,23 miliar terutama
berasal dari rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 15,65 miliar yang
disertai dengan penyesuaian untuk penyusutan serta perubahan pada aset dan
liabilitas – penerimaan utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 1,60 miliar
dan Rp 9,07 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,39 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan serta perubahan pada aset dan
liabilitas – penerimaan utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 0,53 juta dan
Rp 5,12 miliar yang disertai dengan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar
Rp 4,27 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,72 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan serta penyesuaian untuk rugi
penghasilan aset tetap masing-masing sebesar Rp 0,78 miliar dan
Rp 0,20 miliar yang disertai dengan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar
Rp 0,29 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,18 miliar terutama
berasal dari laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 0,27 miliar yang
disertai dengan perubahan pada aset dan liabilitas – pembayaran utang lain-
lain dan perubahan pada aset dan liabilitas – pembayaran beban akrual
masing-masing sebesar Rp 0,05 miliar dan Rp 0,06 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,29 miliar terutama
berasal dari laba sebelum pajak penghasilan serta perubahan pada aset dan
liabilitas – deposit penunjang medis masing-masing sebesar Rp 0,27 miliar dan
Rp 0,03 miliar yang disertai dengan perubahan aset dan
liabilitas – pembayaran utang lain-lain sebesar Rp 0,04 miliar.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi
Untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024, MSB tidak
memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas
investasi. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 0,09 miliar,
Rp 23,63 miliar Rp 0,44 miliar, Rp 0,53 miliar, Rp 0,03 miliar, dan
Rp 0,03 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 23,63 miliar
seluruhnya berasal dari penambahan aset tetap.
46
Page 47
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,44 miliar
terutama berasal dari penambahan aset tetap, perolehan aset takberwujud,
dan pembayaran aset hak guna masing-masing sebesar Rp 0,10 miliar,
Rp 0,17 miliar, dan Rp 0,17 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,53 miliar
seluruhnya berasal dari penambahan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,03 miliar
seluruhnya berasal dari penambahan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MSB untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,03 miliar
terutama berasal dari penambahan aset tetap.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MSB untuk periode
tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp 2,72 miliar dan Rp 29,72 miliar. Arus kas bersih yang dipergunakan untuk
aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 1,19 miliar, Rp 0,11 miliar, Rp 0,13 miliar, dan Rp 0,32 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MSB untuk periode
tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2024 sebesar Rp 2,72 miliar
terutama berasal dari penerimaan utang bank sebesar Rp 4,10 miliar yang
disertai dengan pembayaran beban bunga sebesar Rp 1,38 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MSB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 29,72 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang bank.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,19 miliar
seluruhnya berasal dari pembayaran utang bank.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,11 miliar
seluruhnya berasal dari pembayaran utang bank.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,13 miliar
terutama berasal dari pembayaran beban bunga sebesar Rp 0,15 miliar.
47
Page 48
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MSB untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 0,32 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran beban bunga
masing-masing sebesar Rp 0,17 miliar dan Rp 0,16 miliar.
III.B.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/07/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Rasio Likuiditas
Lancar 0,04 0,05 0,03 0,37 0,33 0,31
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,12 0,03 0,04 0,13 0,67 0,96
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,11 0,21 0,82 0,96 0,72 0,72
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,89 0,79 0,18 0,04 0,28 0,28
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 8,41 3,83 0,22 0,05 0,38 0,38
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 5,47% 29,85% 30,51% 30,34% 34,85% 38,77%
Marjin rugi usaha -140,88% -621,32% -98,52% -4,94% -9,83% -6,67%
Laba rugi usaha terhadap jumlah aset -16,95% -17,97% -3,47% -0,65% -6,62% -6,43%
Marjin laba bersih -133,10% -520,15% -333,99% -6,57% -7,82% -7,23%
Imbal hasil aset -16,01% -15,04% -11,77% -0,87% -5,27% -6,97%
Laba rugi usaha terhadap ekuitas -159,56% -86,86% -4,25% -0,68% -9,17% -8,89%
Imbal hasil ekuitas -150,76% -72,71% -14,40% -0,91% -7,29% -9,64%
III.B.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MSB dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MSB. Pada tanggal-tanggal
31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio
perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,12; 0,03; 0,04; 0,13; 0,67; dan
0,96.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas MSB
terhadap jumlah aset MSB. Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember
2023, 2012, 2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-
masing adalah 0,11; 0,21; 0,82; 0,96; 0,72; dan 0,72.
III.B.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan MSB untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Juli 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
0,89; 0,79; 0,18; 0,04; 0,28; dan 0,28, sedangkan rasio jumlah liabilitas
terhadap ekuitas masing-masing adalah 8,41; 3,83; 0,22; 0,05; 0,38; dan 0,38.
48
Page 49
III.B.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MSB dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan MSB dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
III.C. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Juli 2024:
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/07/24 Penyesuaian
Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 935.172 - 935.172
Aset keuangan lancar lainnya 4.764 - 4.764
Piutang usaha pihak ketiga - neto 137.749 - 137.749
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 19.652 (22) 19.630
Pihak ketiga 8.400 22 8.422
Persediaan 39.886 - 39.886
Biaya dibayar di muka dan uang muka 106.642 - 106.642
Pajak dibayar di muka 9.021 - 9.021
Jumlah Aset Lancar 1.261.286 0 1.261.286
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 28.400 - 28.400
Investasi saham 83.196 - 83.196
Aset tetap - neto 1.935.812 - 1.935.812
Aset hak guna - neto 78.076 - 78.076
Properti investasi - neto 5.619 - 5.619
Goodwill 94.794 (1) 94.792
Biaya dibayar di muka dan uang muka 4.746 - 4.746
Aset tidak lancar lainnya 51.281 - 51.281
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.281.922 (1) 2.281.921
JUMLAH ASET 3.543.208 (1) 3.543.207
49
Page 50
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/07/24 Penyesuaian
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 454.936 - 454.936
Utang usaha pihak ketiga 51.855 - 51.855
Utang lain-lain 22.820 - 22.820
Pendapatan diterima di muka 34.002 - 34.002
Beban akrual 25.193 - 25.193
Utang pajak 11.823 - 11.823
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang bank 1.516 - 1.516
Sewa 12.567 - 12.567
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 614.712 - 614.712
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan 184 - 184
Liabilitas imbalan pasca-kerja 25.268 - 25.268
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang bank 709.151 - 709.151
Sewa 43.782 - 43.782
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 778.385 - 778.385
JUMLAH LIABILITAS 1.393.097 - 1.393.097
EKUITAS
Modal saham 172.068 - 172.068
Tambahan modal disetor 561.639 - 561.639
Komponen ekuitas lainnya (2.384) - (2.384)
Penghasilan komprehensif lain 684.017 0 684.017
Saldo laba 299.331 (0) 299.331
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk 1.714.671 0 1.714.671
Kepentingan non-pengendali 435.440 (1) 435.439
JUMLAH EKUITAS 2.150.111 (1) 2.150.110
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.543.208 (1) 3.543.207
(Dalam jutaan Rupiah)
31/07/24 Setelah
Keterangan Penyesuaian
(7 bulan) Transaksi
Pendapatan neto 914.862 - 914.862
Beban pokok pendapatan 503.767 - 503.767
Laba kotor 411.094 - 411.094
Beban usaha (361.781) - (361.781)
Penghasilan keuangan 7.186 - 7.186
Beban keuangan (37.987) - (37.987)
Penghasilan (beban) operasi lain - neto (3.342) - (3.342)
Laba sebelum pajak 15.171 - 15.171
Beban pajak penghasilan (3.850) - (3.850)
Laba bersih tahun berjalan 11.321 - 11.321
Penghasilan komprehensif lain (1.204) - (1.204)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 10.117 - 10.117
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 6.298 - 6.298
Kepentingan non-pengendali 5.022 - 5.022
50
Page 51
III.D. Analisis atas Laporan Penilaian 99,99% Saham MSB dan Utang
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
penugasan No. KR/240912-001 tanggal 12 September 2024 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
penilai independen atas nilai pasar 99,99% saham MSB. Hasil penilaian atas
99,99% saham MSB tersebut tertuang dalam laporan penilaian 99,99% saham
MSB dengan No. 00004/2.0162-00/BS/10/0382/1/I/2025 tanggal
17 Januari 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan MI.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,99% saham MSB.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Juli 2024.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan MSB yang disusun oleh
manajemen MSB. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai
asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja MSB pada tahun-tahun
sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan
datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
MSB yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis
besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap
target kinerja MSB yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan
penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja
historis MSB dan informasi manajemen MSB terhadap proyeksi laporan
keuangan MSB tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
penilaian MSB dan kesimpulan nilai akhir.
51
Page 52
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan MSB atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan MSB bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan MSB.
52
Page 53
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MSB
berdasarkan anggaran dasar MSB.
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
metode kapitalisasi kelebihan pendapatan (capitalized excess earning
method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh MSB di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
dengan perkiraan atas perkembangan usaha MSB. Dalam melaksanakan
penilaian dengan metode ini, operasi MSB diproyeksikan sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha MSB. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto
yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari
arus kas tersebut.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian
MSB merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan
aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-
komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau
utang bank).
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten,
lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
siap bekerja dan daftar langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak
berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap
aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas
yang telah disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan
yang dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang
diharapkan merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset
berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara
mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan
nilai aset takberwujud.
53
Page 54
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
pihak manajemen Perseroan dan MSB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 31 Juli 2024 adalah sebesar Rp 40,98 miliar.
III.E. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan; dan
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
III.E.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 575.858 1.578.562 1.656.945 1.749.942 1.849.212 1.965.710
Beban pokok pendapatan 327.663 846.913 884.766 930.278 979.552 1.037.053
Laba kotor 248.196 731.649 772.179 819.664 869.660 928.657
Beban usaha 206.297 654.076 686.560 733.865 764.229 798.244
Laba usaha 41.899 77.572 85.619 85.799 105.431 130.413
Beban lain-lain (32.741) (51.978) (47.360) (44.290) (43.709) (42.174)
Laba sebelum pajak 9.158 25.595 38.258 41.509 61.722 88.239
Pajak penghasilan (1.502) (5.631) (8.417) (9.132) (13.579) (19.413)
Laba bersih periode/tahun berjalan 7.655 19.964 29.842 32.377 48.143 68.826
54
Page 55
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 575.858 1.579.757 1.661.501 1.758.490 1.862.569 1.983.960
Beban pokok pendapatan 327.663 845.662 880.962 932.037 980.662 1.037.802
Laba kotor 248.196 734.094 780.539 826.453 881.907 946.159
Beban usaha 206.297 654.076 686.560 733.865 764.229 798.244
Laba usaha 41.899 80.018 93.979 92.588 117.678 147.915
Beban lain-lain (32.741) (51.978) (47.360) (44.290) (43.709) (42.174)
Laba sebelum pajak 9.158 28.041 46.619 48.298 73.969 105.741
Pajak penghasilan (1.502) (6.169) (10.256) (10.626) (16.273) (23.263)
Laba bersih periode/tahun berjalan 7.655 21.872 36.362 37.672 57.696 82.478
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan neto dan
laba bersih periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp 9,38 triliun dan Rp 0,21 triliun.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan neto dan laba bersih periode/tahun
berjalan Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 9,42 triliun dan Rp 0,24 triliun.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba bersih periode/tahun berjalan untuk periode lima
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan
datang.
III.E.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
55
Page 56
III.E.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.E.3.a. Jasa yang dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha MSB meliputi usaha dalam bidang aktivitas
rumah sakit swasta. MSB mengoperasikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pusura
Tegalsari. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
MSB memberikan pelayanan rumah sakit ibu dan anak serta program bayi
tabung. Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh MSB adalah sebagai
berikut:
• Pelayanan IGD
• Rawat Inap
• Rawat Jalan
• Klinik Teknologi Reproduksi Berbantu (Klinik Bayi Tabung)
• Penunjang (Kamar Operasi, Radiologi).
III.E.3.b. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis MSB meliputi
Surabaya dan sekitarnya.
III.E.3.c. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha MSB adalah sebagai
berikut:
• PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk;
• Rumah Sakit Ibu dan Anak Ferina;
• Tiara IVF; dan
• Asha IVF.
III.E.3.d. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
MSB adalah sebagai berikut:
• Menerapkan diferensiasi sebagai salah satu strategi MSB dalam
meningkatkan daya saing untuk menyerap lebih banyak pasien yang
membutuhkan program bayi tabung;
• Memperluas kerja sama dengan para dokter ahli dalam bidang bayi tabung
untuk meningkatkan kapasitas cycle bayi tabung; dan
• Meningkatkan utlitasi pelayanan dan fasilitas kesehatan yang memadai
bagi para pasien MSB yang membutuhkan pelayanan IGD, rawat inap,
rawat jalan, dan tindakan lainnya.
56
Page 57
III.E.3.e. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
57
Page 58
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan APS, Perseroan telah melakukan akuisisi atas 8.778 saham
atau setara dengan 99,99% saham MSB dari MI, dengan nilai transaksi
sebesar Rp 39,00 miliar. Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang
dilakukan oleh KJPP KR terhadap 99,99% saham MSB sebagaimana
termuat dalam laporannya No. 00004/2.0162-00/BS/10/0382/1/I/2025
tanggal 17 Januari 2025, nilai pasar 99,99% saham MSB adalah sebesar
Rp 40,98 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 39,00 miliar adalah lebih
rendah dari nilai pasar 99,99% saham MSB sebesar
Rp 40,98 miliar, sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan.
Selisih nilai transaksi sebesar 4,84% tersebut telah sesuai dengan
POJK 35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar
99,99% saham MSB sebesar Rp 40,98 miliar.
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 575.858 1.578.562 1.656.945 1.749.942 1.849.212 1.965.710
Beban pokok pendapatan 327.663 846.913 884.766 930.278 979.552 1.037.053
Laba kotor 248.196 731.649 772.179 819.664 869.660 928.657
Beban usaha 206.297 654.076 686.560 733.865 764.229 798.244
Laba usaha 41.899 77.572 85.619 85.799 105.431 130.413
Beban lain-lain (32.741) (51.978) (47.360) (44.290) (43.709) (42.174)
Laba sebelum pajak 9.158 25.595 38.258 41.509 61.722 88.239
Pajak penghasilan (1.502) (5.631) (8.417) (9.132) (13.579) (19.413)
Laba bersih periode/tahun berjalan 7.655 19.964 29.842 32.377 48.143 68.826
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 575.858 1.579.757 1.661.501 1.758.490 1.862.569 1.983.960
Beban pokok pendapatan 327.663 845.662 880.962 932.037 980.662 1.037.802
Laba kotor 248.196 734.094 780.539 826.453 881.907 946.159
Beban usaha 206.297 654.076 686.560 733.865 764.229 798.244
Laba usaha 41.899 80.018 93.979 92.588 117.678 147.915
Beban lain-lain (32.741) (51.978) (47.360) (44.290) (43.709) (42.174)
Laba sebelum pajak 9.158 28.041 46.619 48.298 73.969 105.741
Pajak penghasilan (1.502) (6.169) (10.256) (10.626) (16.273) (23.263)
Laba bersih periode/tahun berjalan 7.655 21.872 36.362 37.672 57.696 82.478
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan neto dan
laba bersih periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp 9,38 triliun dan Rp 0,21 triliun.
58
Page 59
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan neto dan laba bersih
periode/tahun berjalan Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 9,42 triliun dan Rp 0,24 triliun.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba bersih periode/tahun berjalan untuk periode
lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
yang akan datang.
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih periode/tahun
berjalan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk
periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029
masing-masing adalah sebesar Rp 0,15 triliun dan Rp 0,17 triliun. Dengan
demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
Perseroan setelah Transaksi untuk periode lima bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2025 – 2029 lebih besar dari pada jumlah nilai kini
dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum
Transaksi untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2029. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
diskonto sebesar 9,87%, yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan,
yang ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
59
Page 60
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Juli 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,94%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,45%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang diterbitkan pada
bulan Juli 2024.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding sebesar 0,73 diperoleh
dari perusahaan publik sejenis, yaitu sebagai berikut:
• Perseroan;
• PT Charlie Hospital Semarang Tbk;
• PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk;
• PT Murni Sadar Tbk;
• PT Siloam International Hospitals Tbk;
• Cengild Medical Berhad;
• Focus Point Holdings Berhad; dan
• IHH Healthcare Berhad.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,79% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 6,94% + ( 0,73 x 6,45% ) – 1,79%
= 9,87%
60
Page 61
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih periode/tahun
berjalan Perseroan untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2029 adalah sebagai berikut:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Laba bersih 7.655 19.964 29.842 32.377 48.143 68.826
Faktor diskonto 0,9615 0,8751 0,7965 0,7250 0,6599 0,6006
Nilai kini 7.361 17.470 23.769 23.473 31.770 41.337
Jumlah nilai kini 145.180
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Laba bersih 7.655 21.872 36.362 37.672 57.696 82.478
Faktor diskonto 0,9615 0,8751 0,7965 0,7250 0,6599 0,6006
Nilai kini 7.361 19.140 28.963 27.312 38.074 49.536
Jumlah nilai kini 170.385
4. Berdasarkan perhitungan nilai kini (present value) atas Transaksi diperoleh
hasil bahwa net present value (NPV) Transaksi adalah sebesar
Rp 108,48 miliar dengan tingkat diskonto 10,09% - 10,39%. Selanjutnya,
hasil perhitungan internal rate of return (IRR) Transaksi adalah sebesar
24,92% atau lebih besar dari biaya modalnya. Dengan demikian, Transaksi
adalah layak. Perhitungan NPV dan IRR atas Transaksi adalah sebagai
berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(4 bulan) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun)
Arus kas bersih (1.926) (4.439) (1.737) 1.459 5.292 8.566
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - - - - -
Investasi awal (38.996) - - - - -
Nilai kekal - - - - - -
Arus kas bersih (40.921) (4.439) (1.737) 1.459 5.292 8.566
Faktor diskonto 0,9596 0,8693 0,7875 0,7134 0,6462 0,5854
Nilai kini arus kas bersih (39.268) (3.859) (1.368) 1.041 3.419 5.015
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 Nilai kekal
Keterangan
(1 tahun) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun)
Arus kas bersih 12.035 15.749 16.512 18.300 21.034 -
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - (237) (160) (35) -
Investasi awal - - - - - -
Nilai kekal - - - - - 299.261
Arus kas bersih 12.035 15.749 16.275 18.140 20.999 299.261
Faktor diskonto 0,5303 0,4804 0,4362 0,3962 0,3599 0,3599
Nilai kini arus kas bersih 6.382 7.566 7.099 7.187 7.558 107.704
Kriteria kelayakan:
Net Present Value 108.476
Internal Rate of Return 24,92%
61
Page 62
5. Negara di dunia telah merasakan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan
ibu dan anak sebagai dasar bagi kemajuan masyarakat, pertumbuhan
ekonomi, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain
dengan penurunan angka kematian dan peningkatan keadilan sosial. Hal ini
tentu mendorong pertumbuhan industri kesehatan ibu dan anak, seperti
memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
6. Sebagai tanggapan terhadap prospek usaha industri kesehatan ibu dan
anak tersebut, Perseroan telah melakukan restukturisasi dengan masuknya
JLAH sebagai investor MI. Perseroan mengharapkan dapat menciptakan
sinergi yang strategis dengan JLAH dengan memanfaatkan keahlian dan
kekuatan JLAH dalam bidang layanan untuk bersama-sama menggali
potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar Indonesia, yang memiliki
prospek pasar dengan potensi tingginya pertumbuhan ekonomi seiring
berkembangnya populasi Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
akan datang.
7. Sebagai kelanjutan dari restrukturisasi MI, Perseroan telah melakukan
Transaksi. Setelah Transaksi menjadi efektif, dengan prospek usaha
industri kesehatan ibu dan anak pada masa yang akan datang, Perseroan
mengharapkan MSB dapat meningkatkan kinerja keuangannya sehingga
Perseroan dapat memaksimalkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar
MSB untuk meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa yang akan datang.
8. Perseroan juga mengharapkan setelah Transaksi menjadi efektif, dengan
memiliki pengendalian penuh dan langsung pada MSB, Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasi strategi perusahaan untuk
menciptakan rumah sakit ibu dan anak yang lebih terintegrasi serta
memperluas pangsa pasar MSB, dimana Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan sinergi perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing
dengan rumah sakit ibu dan anak lainnya sehingga hal tersebut dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan
datang.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.
62
Page 63
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat
Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Andi Wijaya
Rekan
Izin Penilai : B-1.13.00382
STTD : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 08-S-02223
63
Page 64
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
64
Page 65
Lampiran B
PT Bundamedik Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 575.858 1.578.562 1.656.945 1.749.942 1.849.212 1.965.710
Beban pokok pendapatan 327.663 846.913 884.766 930.278 979.552 1.037.053
Laba kotor 248.196 731.649 772.179 819.664 869.660 928.657
Beban usaha 206.297 654.076 686.560 733.865 764.229 798.244
Laba usaha 41.899 77.572 85.619 85.799 105.431 130.413
Beban lain-lain (32.741) (51.978) (47.360) (44.290) (43.709) (42.174)
Laba sebelum pajak 9.158 25.595 38.258 41.509 61.722 88.239
Pajak penghasilan (1.502) (5.631) (8.417) (9.132) (13.579) (19.413)
Laba bersih periode/tahun berjalan 7.655 19.964 29.842 32.377 48.143 68.826
PT Bundamedik Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan neto 575.858 1.579.757 1.661.501 1.758.490 1.862.569 1.983.960
Beban pokok pendapatan 327.663 845.662 880.962 932.037 980.662 1.037.802
Laba kotor 248.196 734.094 780.539 826.453 881.907 946.159
Beban usaha 206.297 654.076 686.560 733.865 764.229 798.244
Laba usaha 41.899 80.018 93.979 92.588 117.678 147.915
Beban lain-lain (32.741) (51.978) (47.360) (44.290) (43.709) (42.174)
Laba sebelum pajak 9.158 28.041 46.619 48.298 73.969 105.741
Pajak penghasilan (1.502) (6.169) (10.256) (10.626) (16.273) (23.263)
Laba bersih periode/tahun berjalan 7.655 21.872 36.362 37.672 57.696 82.478
65
Page 66
Lampiran C
PT Bundamedik Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Laba bersih 7.655 19.964 29.842 32.377 48.143 68.826
Faktor diskonto 0,9615 0,8751 0,7965 0,7250 0,6599 0,6006
Nilai kini 7.361 17.470 23.769 23.473 31.770 41.337
Jumlah nilai kini 145.180
PT Bundamedik Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
(5 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Laba bersih 7.655 21.872 36.362 37.672 57.696 82.478
Faktor diskonto 0,9615 0,8751 0,7965 0,7250 0,6599 0,6006
Nilai kini 7.361 19.140 28.963 27.312 38.074 49.536
Jumlah nilai kini 170.385
66
Page 67
Lampiran D
PT Bundamedik Tbk
Perhitungan Studi Kelayakan atas Transaksi
Untuk periode lima bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(4 bulan) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun)
Arus kas bersih (1.926) (4.439) (1.737) 1.459 5.292 8.566
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - - - - -
Investasi awal (38.996) - - - - -
Nilai kekal - - - - - -
Arus kas bersih (40.921) (4.439) (1.737) 1.459 5.292 8.566
Faktor diskonto 0,9596 0,8693 0,7875 0,7134 0,6462 0,5854
Nilai kini arus kas bersih (39.268) (3.859) (1.368) 1.041 3.419 5.015
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 Nilai kekal
Keterangan
(1 tahun) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun) (1 tahun)
Arus kas bersih 12.035 15.749 16.512 18.300 21.034 -
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - (237) (160) (35) -
Investasi awal - - - - - -
Nilai kekal - - - - - 299.261
Arus kas bersih 12.035 15.749 16.275 18.140 20.999 299.261
Faktor diskonto 0,5303 0,4804 0,4362 0,3962 0,3599 0,3599
Nilai kini arus kas bersih 6.382 7.566 7.099 7.187 7.558 107.704
Kriteria kelayakan:
Net Present Value 108.476
Internal Rate of Return 24,92%
67
Page 68
Lampiran E
Berdasarkan APS, Perseroan telah melakukan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan
penting dalam APS adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan APS adalah Perseroan dan MI
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek transaksi berdasarkan APS adalah transaksi dimana Perseroan telah melakukan
akuisisi atas 8.778 saham atau setara dengan 99,99% saham MSB dari MI, dengan nilai
transaksi sebesar Rp 39,00 miliar.
• Hukum yang Mengatur
Berdasarkan APS, akta ini akan diatur berdasarkan dan ditafsirkan sesuai dengan
hukum Republik Indonesia.
68
Page 69
Lampiran F
Analisis atas Laporan Penilaian 99,99% Saham MSB
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen
Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/240912-001
tanggal 12 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,99% saham MSB.
Hasil penilaian atas 99,99% saham MSB tersebut tertuang dalam laporan penilaian 99,99%
saham MSB dengan No. 00004/2.0162-00/BS/10/0382/1/I/2025 tanggal 17 Januari 2025
dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan MI.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,99% saham MSB.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 31 Juli 2024.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
pada proyeksi laporan keuangan MSB yang disusun oleh manajemen MSB. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
kinerja MSB pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MSB yang
dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja MSB yang dinilai
dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
berdasarkan kinerja historis MSB dan informasi manajemen MSB terhadap proyeksi
laporan keuangan MSB tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian
MSB dan kesimpulan nilai akhir.
69
Page 70
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MSB atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan MSB bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan MSB.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MSB
berdasarkan anggaran dasar MSB.
70
Page 71
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
oleh MSB di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha MSB. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
MSB diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha MSB. Arus kas
yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat
diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai kini dari arus
kas tersebut.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian MSB
merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode
ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya
(seperti kas/bank atau utang bank).
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset
dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas
(net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas yang telah disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan
kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud
kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut
dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset
takberwujud.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
Perseroan dan MSB. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Juli 2024
adalah sebesar Rp 40,98 miliar.
71
Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Jose Dima Satria
· Notaris
p.1 ×4
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama
p.1
unresolved
org
PT Morula Indonesia
p.1
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.1 ×3
unresolved
org
Jinxin Life Asia Healthcare Investment Group Pte. Ltd.
p.3
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan
p.4
unresolved
org
Hendrawinata Hanny Erwin
p.4
unresolved
org
TSFBR
p.6 ×8
unresolved
org
HHES
p.6 ×6
unresolved
person
Drs. Gunardi Noerwono
p.7
unresolved
org
DGN
p.7 ×2
unresolved
person
Drs. Basri Hardjosumarto
p.7 ×2
unresolved
org
Ak & Rekan
p.7
unresolved
org
KJPP KR
p.7 ×2
unresolved
person
Isadora
· Notaris
p.7 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×3
unresolved
person
Adlan Yulizar
p.11
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.11
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
p.11
unresolved
org
Kementerian Kesehatan. Pengujian
p.13 ×2
unresolved
org
PT Morula Indonesia Dalam Transaksi
p.15
unresolved
person
Martinef
p.15
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
org
PT Medika Sejahtera Bersama II.
p.19
unresolved
person
Wina Ustriani
· Notaris
p.19
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik
p.19
unresolved
org
Menteri
p.19
unresolved
org
Pusat Statistik
p.22
unresolved
org
DBHR
p.39
unresolved
—
Pembat
· Penilai
p.51 ×2
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.63 ×2
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.63
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
15272 ms
12 Sep 2026 22:54
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
'transaksi dimana'}],
'currency': 'IDR',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi '
'dimana',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '39.00'}