Skip to content
Back to announcement

20260618_PDPP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32102110_lamp4.pdf

Other Text extracted PDPP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 89

Page 1
        LAPORAN STUDI KELAYAKAN
      PT PRIMADAYA PLASTISINDO TBK
 No. 00028/2.0120-04/BS/04/0627/1/VI/2026
            Tanggal: 19 Juni 2026

Tanggal Studi Kelayakan per 31 Desember 2025
Page 2
                                                                                                  Kantor Cabang Jakarta Selatan
                                                                                            The AKKAS Commercial Building, Lt.2
                                                             Jl. T.B. Simatupang No.23 Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
                                                                       Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia

No. Laporan : 00028/2.0120-04/BS/04/0627/1/VI/2026                                     Jakarta, 19 Juni 2026

Kepada Yth.
PT Primadaya Plastisindo Tbk
JL. Raya Pasar Kemis No. 84 Desa Suka Harja, Kecamatan Sindang Jaya
Tangerang, Banten 15560

U.p.   : Direksi

Dengan hormat,

Sesuai penugasan dari PT Primadaya Plastisindo Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
dan Rekan (”HMR” atau “kami” atau “Penilai”) untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
rencana penambahan kegiatan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) yaitu KBLI 38302 -
Pemulihan Material Barang Plastik oleh PT Primadaya Plastisindo Tbk (“Perseroan” atau “PDPP”)
sebagaimana tertuang dalam Surat Penawaran No. 108/SP/HMR-JKSL/B/XI/2025 tanggal 12 November
2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan pada 1 April 2026, maka dengan ini kami telah
melakukan studi kelayakan (feasibilty study) secara independen dengan tanggal studi kelayakan per 31
Desember 2025. Laporan studi kelayakan ini diterbitkan sebagai revisi atas Laporan Studi Kelayakan
dengan Nomor 00022/2.0120-04/BS/04/0627/1/V/2026 tanggal 11 Juni 2026 dengan tanggal studi
kelayakan 31 Desember 2025. Revisi yang dilakukan mencakup penambahan informasi pada Analisis
Kelayakan Teknis dan Analisis Kelayakan Model Manajemen. Dengan diterbitkannya laporan studi
kelayakan revisi ini, maka membatalkan laporan studi kelayakan sebelumnya.

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama                 : PT Primadaya Plastisindo Tbk
Bidang Usaha         : Industri Barang Dari Plastik Untuk Pengemasan
Alamat               : Jl. Raya Pasar Kemis No. 84, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya,
                       Kabupaten Tangerang, Banten
Telepon dan Faks     : (021) 5904086
E-mail               : primadaya@pt-pdp.com
Website              : https://www.pt-pdp.com

Latar Belakang Studi Kelayakan
Dalam rangka mendukung pengembangan kegiatan usaha yang berkelanjutan serta memperkuat posisi
Perseroan di industri plastik nasional, Perseroan berencana untuk menambahkan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 kode 38302, yaitu Pemulihan Material Barang Plastik, ke dalam
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan.

Rencana penambahan KBLI tersebut dilatarbelakangi oleh arah pengembangan kegiatan usaha
Perseroan yang mencakup aktivitas pengolahan dan pemulihan material plastik, khususnya untuk
material jenis Polycarbonate (PC) dan Polyethylene Terephthalate (PET) (dan tidak menutup
kemungkinan jenis material lainnya). Dalam praktiknya, pengolahan material PET dilakukan melalui
proses pencacahan menjadi serpihan (flakes) yang selanjutnya dipasarkan, sedangkan pengolahan



                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |i
Page 3
material PC dilakukan melalui proses pencacahan yang dilanjutkan dengan proses pelletizing untuk
menghasilkan bijih plastik (plastic pellets) yang kemudian dipasarkan. PET flakes dan PC pellets
merupakan salah satu bahan baku yang digunakan untuk produksi galon air minum. Untuk dapat
memasarkan PET flakes dan PC pellets secara langsung tanpa digunakan dalam produksi galon air
minum, maka Perseroan membutuhkan penambahan KBLI 38302 tersebut.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan rantai nilai usaha Perseroan, dengan
mempertimbangkan optimalisasi pemanfaatan material plastik serta peningkatan efisiensi dalam proses
produksi dan pengelolaan bahan baku. Secara strategis, penambahan KBLI 38302 merupakan bagian
dari upaya Perseroan untuk memperluas ruang lingkup kegiatan usaha serta memperkuat posisi
Perseroan dalam industri plastik yang semakin mengarah pada praktik berkelanjutan. Langkah ini
memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengembangkan lini usaha berbasis pemulihan material
plastik, sekaligus membuka peluang diversifikasi sumber pendapatan dan penciptaan nilai tambah
dalam jangka panjang.

Selain itu, pengembangan aktivitas pemulihan material plastik sejalan dengan tren industri yang
mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, di mana pemanfaatan kembali material menjadi faktor penting
dalam menciptakan efisiensi dan keberlanjutan usaha. Material PC dan PET merupakan jenis plastik yang
memiliki karakteristik dapat didaur ulang serta nilai ekonomis yang memadai, sehingga memberikan
potensi optimalisasi nilai bagi Perseroan.

Dari perspektif operasional dan finansial, aktivitas pemulihan material plastik berpotensi memberikan
manfaat berupa peningkatan efisiensi dalam pengelolaan material, optimalisasi nilai ekonomis dari
material plastik yang diolah, serta penguatan ketahanan rantai pasok bahan baku. Selain itu, kegiatan ini
juga membuka peluang bagi Perseroan untuk mengembangkan pemanfaatan material hasil pemulihan
sebagai bagian dari strategi pengelolaan bahan baku di masa mendatang, dengan tetap
mempertimbangkan kebutuhan usaha dan perkembangan pasar.

Dengan mempertimbangkan keseluruhan aspek tersebut, rencana penambahan KBLI 38302 – Pemulihan
Material Barang Plastik merupakan langkah strategis Perseroan dalam mengantisipasi perkembangan
industri, memperluas ruang lingkup kegiatan usaha, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan
bagi Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat
fundamental usaha Perseroan serta mendukung peningkatan kinerja keuangan dan nilai bagi pemegang
saham dalam jangka panjang.

Sehubungan dengan rencana tersebut diatas, untuk mengetahui kelayakan atas penambahan kegiatan
usaha tersebut, maka Perseroan membutuhkan studi kelayakan untuk memenuhi Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha. Untuk mengetahui kelayakan atas usaha Perseroan tersebut, maka
Perseroan memerlukan Kajian dari Pihak Independen untuk melakukan analisa dan kajian serta
menyusun Laporan Studi Kelayakan. Selanjutnya manajemen Perseroan menunjuk KJPP HMR sebagai
pihak independen dalam penyusunan laporan studi kelayakan tersebut.




                                                         Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |ii
Page 4
Status Penilai
Penilai Publik yang bertandatangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 dan Nomor MAPPI 13-S-04028 sebagai Rekan di KJPP
Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan
wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah
mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai Kantor Jasa
Profesi Penunjang Sektor Jasa Keuangan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Penilai Publik
telah memperoleh Tanda Terdaftar sebagai Profesi Penunjang Penilai Publik Sektor Jasa Keuangan
berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-66/KS.13/2026 pada
sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon dengan ruang lingkup kegiatan Penilai Bisnis
dan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, POJK
35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan POJK 17/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020.

Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI 38302 -
Pemulihan Material Barang Plastik oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI”).

Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas Rencana
Penambahan KBLI. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan
usaha yang disusun oleh Penilai.

Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2025.

Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).

Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan. Kami telah melakukan wawancara
dengan Bapak Dio selaku Corporate Secretary Perseroan, serta melakukan kunjungan lapangan (site
visit) ke fasilitas pabrik Perseroan di Sukabumi yang akan digunakan dalam mendukung Rencana
Penambahan KBLI.

Hasil Inspeksi
Beberapa informasi yang didapatkan pada saat Inspeksi terkait Rencana Penambahan KBLI adalah
sebagai berikut.
• Perseroan memproduksi berbagai jenis produk, antara lain galon, jeriken, botol, sedotan, tutup botol,



                                                          Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |iii
Page 5
    tisu pembersih, dan beragam jenis housewares lainnya;
•   Perseroan memiliki 3 (tiga) fasilitas pabrik untuk rencana kegiatan usaha tersebut, yaitu berlokasi di
    Binjai, Lampung, dan Sukabumi;
•   Site visit hanya dilakukan pada fasilitas Sukabumi karena merupakan fasilitas produksi Perseroan
    terbesar dan terdapat proses produksi PET flakes dan PC pellets yang dapat dilihat;
•   Proses produksi dilakukan dengan mengacu pada standar operasional yang berlaku, mulai dari
    pengolahan bahan baku hingga produk akhir;
•   Jumlah kapasitas produksi PC dan PET jug/gallon ± 1.200.000 unit per bulan;
•   Dalam tahap awal operasional, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat dipenuhi melalui
    optimalisasi sumber daya yang telah dimiliki. Namun demikian, Perseroan tetap akan memastikan
    ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi teknis yang memadai, termasuk operator mesin,
    teknisi, serta tenaga pendukung produksi.

Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
4. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi
    keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
5. HMR bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
6. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
7. HMR bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
    dokumen legalitas Perseroan;
9. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
    peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan
    ini;
10. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
    perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
    bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
    asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
11. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
12. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
    dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
    mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan
    tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi
    yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan
    data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi
    kelayakan;
13. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
    ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
    prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk




                                                          Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |iv
Page 6
    mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
    laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.

Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.

Subsequent Event
Dari tanggal studi kelayakan yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
analisis studi kelayakan secara signifikan.

Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
   identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan wawancara dengan pihak Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI;
• Melakukan Analisis Kelayakan Pasar, Analisis Kelayakan Teknis, Analisis Kelayakan Pola Bisnis,
   Analisis Kelayakan Model Manajemen, dan Analisis Kelayakan Keuangan;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan dengan menggunakan indikator Net Present
   Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Return on Investment (ROI);
• Memberikan Kesimpulan Hasil Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.

Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
    lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;

Sumber Data
Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
1. Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00060/2.0961/AU.1/04/0628-2/1/III/2026
    oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 26 Maret 2026 dengan opini wajar tanpa
    modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;




                                                         Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |v
Page 7
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00043/2.0961/AU.1/04/0628-1/1/III/2025
   oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 25 Maret 2025 dengan opini wajar tanpa
   modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00070/2.0961/AU.1/04/1023-2/1/III/2024
   oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa
   modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00056/2.0961/AU.1/04/1023-1/1/III/2023
   oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 28 Maret 2023 dengan opini wajar tanpa
   modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00015/2.0550/AU.2/04/0257-1/1VI/2022
   oleh Kantor Akuntan Publik Handoko & Suparmun tanggal 14 Juni 2022 dengan opini wajar tanpa
   modifikasian, yang ditandatangani oleh Haryo Suparmun, MM., MBA., CPA., BKP selaku penanggung
   jawab audit;
7. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2026-2030 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
   Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8. Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
9. Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website Bank
   Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber informasi
   lainnya yang kami anggap relevan.

Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.

Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.

Analisis Studi Kelayakan
Berdasarkan analisis dan metodologi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memiliki perizinan dasar yang
   memadai serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Rencana
   Penambahan KBLI dapat dilakukan melalui penyesuaian administratif pada sistem OSS tanpa
   memerlukan perizinan tambahan yang material. Selain itu, Perseroan telah didukung oleh sertifikasi



                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |vi
Page 8
   Global Recycled Standard (GRS) yang memperkuat kepatuhan terhadap standar internasional.
   Dengan demikian, aspek legalitas dan hukum dinilai telah terpenuhi dan tidak menjadi kendala dalam
   pelaksanaan rencana usaha Perseroan;
2. Berdasarkan analisis kelayakan pasar, Rencana Penambahan KBLI memiliki prospek yang baik dan
   berkelanjutan, didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap material plastik daur ulang serta
   cakupan pasar yang luas. Strategi pemasaran yang diterapkan dinilai memadai untuk mendukung
   penetrasi pasar dan menjaga stabilitas permintaan, sehingga rencana tersebut layak untuk
   dilaksanakan dari aspek pasar;
3. Berdasarkan analisis kelayakan teknis, Perseroan memiliki kapasitas operasional, ketersediaan
   bahan baku, serta sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
   pemulihan material plastik. Didukung oleh fasilitas produksi yang terintegrasi, pengalaman di industri
   plastik, serta pendekatan pengembangan kapasitas secara bertahap, aspek teknis dinilai layak dan
   tidak terdapat kendala material yang dapat menghambat implementasi rencana usaha;
4. Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis, Perseroan memiliki dasar keunggulan kompetitif yang
   memadai, didukung oleh pengalaman di industri, kemampuan menjaga kualitas dan kontinuitas
   pasokan, serta potensi integrasi dalam rantai nilai usaha. Selain itu, kegiatan usaha ini memberikan
   kemampuan bagi Perseroan untuk menciptakan nilai tambah secara ekonomi dan keberlanjutan.
   Dengan demikian, pola bisnis Perseroan dinilai layak dan memiliki prospek untuk berkembang secara
   berkelanjutan;
5. Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, Perseroan memiliki perencanaan sumber daya
   manusia yang memadai dan adaptif dalam mendukung pengembangan kegiatan usaha. Kebutuhan
   tenaga kerja dapat dipenuhi melalui optimalisasi sumber daya yang ada serta penambahan secara
   bertahap sesuai dengan perkembangan operasional. Didukung oleh rencana peningkatan kompetensi
   melalui pelatihan, aspek manajemen dinilai layak dan tidak terdapat kendala material dalam
   mendukung implementasi rencana usaha Perseroan. Perseroan juga telah melakukan mitigasi atas
   risiko-risiko yang dapat mempengaruhi kinerja operasional;
6. Berdasarkan analisis kelayakan keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV
   positif, analisis IRR lebih besar dari WACC, analisis DPP menunjukkan bahwa periode pengembalian
   investasi yang telah didiskontokan tercapai dalam waktu 1 tahun 4 bulan, analisis PI menunjukkan
   bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih tinggi dibandingkan arus kas keluar, dan analisis ROI
   menunjukkan adanya return bagi Perseroan.




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |vii
Page 9

          
Page 10
                                                                                   hm•f Herman Meirizki & Rekan
                                                                                            KANTORJASA PENILAI PUBLIK- NO!ZlN: 2.14.0120


                                                                                   - Business & Property Appraisers




                              PERNVATAAN PROFESIONAL PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertandatangan di bawah ini
menyatakan bahwa:
1. Dalam penugasan ini, HMR tidak memiliki benturan kepentingan;
2. Penugasan studi kelayakan telah dilakukan terhadap Rencana Penambahan KBLI yang akan
    dijalankan oleh Perseroan dengan tanggal studi kelayakan per 31 Desember 2025;
3. AnaUsis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkandalam laporan studi kelayakan;
4. Penugasan telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
5. Pernyataan yang menjadi dasar dari analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
    lapo ran ini adalah benar;
6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
7. Kesimpulan opini telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas;
-8. Data ekonomi dan industri dalam laporan studi kelayakan d-iperoleh dari berbagai sumber yang
    diyakini HMR dapat dipertanggungjawabkan.

Penilai Berizin

Nama              : Willyams, S.E., MAPPI (Cert.).
lzin Penilai      : 8-1.22.00627
No.MAPP•          : 13-S-O4O28
No. Register      : RMK-2017.01124

Reviewer

Nama              : Reza Maulana Rizaldi, S.E., M.Ec.Dev.
No.MAPP!          :21-T-11005
No. Register      : RMK-2021.04125




                                                                                              it;
Penilai




                                                                             ····················£···················
Nama              : Melanie Suhanda, S.E.
No. MAPPI         : 12-P-03871
No. Register      : RMK-2017.01884




                                                            Laporan Stu di Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk I ix
Page 11
DAFTAR ISI
  PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ........................................................................................ ix
  DAFTAR ISI ................................................................................................................................. x
  DAFTAR TABEL .......................................................................................................................... xii
  DAFTAR GRAFIK ....................................................................................................................... xiii
  DAFTAR GAMBAR ......................................................................................................................xiv
  1. LINGKUP PENUGASAN ...........................................................................................................1
  1.1.   Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...........................................................1
  1.2.   Latar Belakang Studi Kelayakan .......................................................................................1
  1.3.   Status Penilai .................................................................................................................2
  1.4.   Objek Studi Kelayakan ....................................................................................................2
  1.5.   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ................................................................................3
  1.6.   Tanggal Studi Kelayakan ..................................................................................................3
  1.7.   Mata Uang yang Digunakan .............................................................................................3
  1.8.   Tingkat Kedalaman Investigasi .........................................................................................3
  1.9.   Hasil Inspeksi .................................................................................................................3
  1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas .........................................................................................3
  1.11. Asumsi Khusus ...............................................................................................................4
  1.12. Subsequent Event ...........................................................................................................4
  1.13. Metodologi Studi Kelayakan ............................................................................................4
  1.14. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan .....................................................................5
  1.15. Sumber Data ..................................................................................................................5
  1.16. Independensi Penilai.......................................................................................................5
  1.17. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi............................................................................6
  2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN.............................................................................................7
  2.1.   Gambaran Umum Perseroan ...........................................................................................7
  2.2.   Pemegang Saham ...........................................................................................................7
  2.3.   Susunan Pengurus ..........................................................................................................7
  2.4.   Gambaran Usaha ............................................................................................................8
  2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional ......................................................................8
  2.4.2. Analisis SWOT ................................................................................................................9
  2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional ............................................................. 10
  2.5.   Kinerja Keuangan .......................................................................................................... 12
  2.5.1. Laba Rugi Historis ......................................................................................................... 12
  2.5.2. Posisi Keuangan Historis ............................................................................................... 13
  2.5.3. Arus Kas Historis........................................................................................................... 15
  2.5.4. Rasio Keuangan Historis................................................................................................ 16
  3. ANALISIS KELAYAKAN PASAR ............................................................................................... 18
  3.1.   Analisa Makro Ekonomi dan Pasar ................................................................................. 18
  3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan ..................................................................................... 18
  3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ......................................................................................................... 18
  3.1.3. Suku Bunga .................................................................................................................. 19
  3.1.4. Inflasi ........................................................................................................................... 20
  3.3.   Tinjauan Industri Polyethylene Terephthalate (PET) ......................................................... 21



                                                                             Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |x
Page 12
3.4.   Tinjauan Industri Polycarbonate .................................................................................... 22
3.5.   Potensi dan Sasaran Pasar ............................................................................................ 25
3.6.   Pesaing Usaha .............................................................................................................. 25
3.7.   Strategi Pemasaran....................................................................................................... 26
3.8.   Kesinambungan (Sustainability) Pasar ........................................................................... 27
3.9.   Target Pasar ................................................................................................................. 28
3.10. Pemasok dan Pelanggan Utama .................................................................................... 28
3.11. Kesimpulan Analisis Kelayakan Pasar ............................................................................ 29
4. ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS .............................................................................................. 30
4.1.   Kapasitas Segmen Usaha .............................................................................................. 30
4.2.   Ketersediaan Bahan Baku.............................................................................................. 32
4.3.   Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli ..................................................... 32
4.4.   Proses Produksi ............................................................................................................ 33
4.5.   Kesimpulan Analisis Kelayakan Teknis ........................................................................... 38
5. ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ..................................................................................... 39
5.1.   Keunggulan Kompetitif .................................................................................................. 39
5.2.   Kemampuan Pesaing Meniru Produk .............................................................................. 39
5.3.   Kemampuan Menciptakan Nilai ..................................................................................... 39
5.4.   Mekanisme Pengadaan Bahan Baku dan Penjualan Produk ............................................. 40
5.5.   Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis .................................................................... 40
6. ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ......................................................................... 41
6.1.   Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................ 41
6.2.   Manajemen Kekayaan Intelektual .................................................................................. 43
6.3.   Manajemen Risiko ........................................................................................................ 43
6.4.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ........................................................................ 46
6.5.   Struktur Kepemilikan Saham ......................................................................................... 47
6.6.   Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................................... 48
6.7.   Kesimpulan Analisis Kelayakan Model Manajemen ......................................................... 49
7. ANALISIS ASPEK KEUANGAN ................................................................................................ 50
7.1.   Rencana Manajemen .................................................................................................... 50
7.2.   Asumsi Pada Proyeksi Keuangan ................................................................................... 50
7.3.   Biaya Pendirian dan Investasi ........................................................................................ 51
7.4.   Biaya Operasional ......................................................................................................... 51
7.5.   Biaya Bahan Baku ......................................................................................................... 52
7.6.   Analisis Titik Impas (Break Even Point) ........................................................................... 52
7.7.   Sumber Pendanaan ...................................................................................................... 52
7.8.   Analisis Tingkat Diskonto............................................................................................... 52
7.9.   Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment .................................................. 54
8. KESIMPULAN ....................................................................................................................... 58
9. LAMPIRAN ........................................................................................................................... 59
10. REFERENSI ......................................................................................................................... 60




                                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |xi
Page 13
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham ................................................................................................... 7
Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan dan Sertifikat ......................................................... 11
Tabel 3. Laporan Laba Rugi .............................................................................................................. 12
Tabel 4. Posisi Keuangan Historis ..................................................................................................... 13
Tabel 5. Arus Kas Historis ................................................................................................................. 15
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis ......................................................................................... 17
Tabel 7. Informasi Konsumen Perseroan ........................................................................................... 29
Tabel 8. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jabatan ...................................................................... 41
Tabel 9. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan ...................................................... 41
Tabel 10. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Usia ......................................................................... 41
Tabel 11. Asumsi Proyeksi Pendapatan Material ................................................................................ 50
Tabel 12. Asumsi Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Rencana Penambahan KBLI ...................... 50
Tabel 13. Analisis Biaya Pendirian dan Investasi ................................................................................ 51
Tabel 14. Biaya Operasional ........................................................................................................ 51
Tabel 15. Analisis Titik Impas ........................................................................................................... 52
Tabel 16. WACC .............................................................................................................................. 54
Tabel 17. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI .................................................. 54
Tabel 18. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI .................................................... 54
Tabel 19. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI ..................... 55
Tabel 20. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ....................... 55
Tabel 21. Analisis Kelayakan Investasi .............................................................................................. 56
Tabel 22. Analisis Sensitivity............................................................................................................. 57




                                                                             Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |xii
Page 14
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2025 .......................................................................... 18
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2025 ...................................... 19
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020- 2025 ................................................................................. 20
Grafik 4. Pangsa Pasar Global Polyethylene Terephlate ..................................................................... 21
Grafik 5.Pangsa Pasar Asia-Pasifik Polyethylene Terephthalate .......................................................... 21
Grafik 6. Pangsa Pasar Polyethylene Terephthalate Berdasarkan Wilayah ........................................... 22
Grafik 7. Pangsa Pasar Polyethylene Terephthalate Berdasarkan Aplikasi ........................................... 22
Grafik 8. Pangsa Pasar Global Polycarbonate .................................................................................... 23
Grafik 9. Pangsa Pasar Asia-Pasifik Polycarbonate ............................................................................ 24
Grafik 10.Pangsa Pasar Polycarbonate Berdasarkan Wilayah ............................................................. 24




                                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |xiii
Page 15
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Diagram Alir Proses Recycling PC Flakes dan Peletizing .................................................... 34
Gambar 2. Alur Kepemilikan Saham ................................................................................................. 47
Gambar 3. Struktur Organisasi Perseroan ......................................................................................... 48




                                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |xiv
Page 16
1.    LINGKUP PENUGASAN

1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:

Nama                  : PT Primadaya Plastisindo Tbk
Bidang Usaha          : Industri Barang Dari Plastik Untuk Pengemasan
Alamat                : Jl. Raya Pasar Kemis No. 84, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya,
                        Kabuapten Tangerang, Banten
Telepon dan Faks      : (021) 5904086
E-mail                : primadaya@pt-pdp.com
Website               : https://www.pt-pdp.com

1.2. Latar Belakang Studi Kelayakan
Dalam rangka mendukung pengembangan kegiatan usaha yang berkelanjutan serta memperkuat posisi
Perseroan di industri plastik nasional, Perseroan berencana untuk menambahkan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 kode 38302, yaitu Pemulihan Material Barang Plastik, ke dalam
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan.

Rencana penambahan KBLI tersebut dilatarbelakangi oleh arah pengembangan kegiatan usaha
Perseroan yang mencakup aktivitas pengolahan dan pemulihan material plastik, khususnya untuk
material jenis Polycarbonate (PC) dan Polyethylene Terephthalate (PET) (dan tidak menutup
kemungkinan jenis material lainnya). Dalam praktiknya, pengolahan material PET dilakukan melalui
proses pencacahan menjadi serpihan (flakes) yang selanjutnya dipasarkan, sedangkan pengolahan
material PC dilakukan melalui proses pencacahan yang dilanjutkan dengan proses pelletizing untuk
menghasilkan bijih plastik (plastic pellets) yang kemudian dipasarkan. PET flakes dan PC pellets
merupakan salah satu bahan baku yang digunakan untuk produksi galon air minum. Untuk dapat
memasarkan PET flakes dan PC pellets secara langsung tanpa digunakan dalam produksi galon air
minum, maka Perseroan membutuhkan penambahan KBLI 38302 tersebut.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan rantai nilai usaha Perseroan, dengan
mempertimbangkan optimalisasi pemanfaatan material plastik serta peningkatan efisiensi dalam proses
produksi dan pengelolaan bahan baku. Secara strategis, penambahan KBLI 38302 merupakan bagian
dari upaya Perseroan untuk memperluas ruang lingkup kegiatan usaha serta memperkuat posisi
Perseroan dalam industri plastik yang semakin mengarah pada praktik berkelanjutan. Langkah ini
memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengembangkan lini usaha berbasis pemulihan material
plastik, sekaligus membuka peluang diversifikasi sumber pendapatan dan penciptaan nilai tambah
dalam jangka panjang.

Selain itu, pengembangan aktivitas pemulihan material plastik sejalan dengan tren industri yang
mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, di mana pemanfaatan kembali material menjadi faktor penting
dalam menciptakan efisiensi dan keberlanjutan usaha. Material PC dan PET merupakan jenis plastik yang
memiliki karakteristik dapat didaur ulang serta nilai ekonomis yang memadai, sehingga memberikan
potensi optimalisasi nilai bagi Perseroan.




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |1
Page 17
Dari perspektif operasional dan finansial, aktivitas pemulihan material plastik berpotensi memberikan
manfaat berupa peningkatan efisiensi dalam pengelolaan material, optimalisasi nilai ekonomis dari
material plastik yang diolah, serta penguatan ketahanan rantai pasok bahan baku. Selain itu, kegiatan ini
juga membuka peluang bagi Perseroan untuk mengembangkan pemanfaatan material hasil pemulihan
sebagai bagian dari strategi pengelolaan bahan baku di masa mendatang, dengan tetap
mempertimbangkan kebutuhan usaha dan perkembangan pasar.

Dengan mempertimbangkan keseluruhan aspek tersebut, rencana penambahan KBLI 38302 – Pemulihan
Material Barang Plastik merupakan langkah strategis Perseroan dalam mengantisipasi perkembangan
industri, memperluas ruang lingkup kegiatan usaha, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan
bagi Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat
fundamental usaha Perseroan serta mendukung peningkatan kinerja keuangan dan nilai bagi pemegang
saham dalam jangka panjang.

Sehubungan dengan rencana tersebut diatas, untuk mengetahui kelayakan atas penambahan kegiatan
usaha tersebut, maka Perseroan membutuhkan studi kelayakan untuk memenuhi Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha. Untuk mengetahui kelayakan atas usaha Perseroan tersebut, maka
Perseroan memerlukan Kajian dari Pihak Independen untuk melakukan analisa dan kajian serta
menyusun Laporan Studi Kelayakan. Selanjutnya manajemen Perseroan menunjuk KJPP HMR sebagai
pihak independen dalam penyusunan laporan studi kelayakan tersebut.

1.3. Status Penilai
Penilai Publik yang bertandatangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 dan Nomor MAPPI 13-S-04028 sebagai Rekan di KJPP
Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan
wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah
mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai Kantor Jasa
Profesi Penunjang Sektor Jasa Keuangan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Penilai Publik
telah memperoleh Tanda Terdaftar sebagai Profesi Penunjang Penilai Publik Sektor Jasa Keuangan
berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-66/KS.13/2026 pada
sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon dengan ruang lingkup kegiatan Penilai Bisnis
dan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 321, SPI 330, POJK
35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan POJK 17/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020.

1.4. Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai KBLI 38302 -
Pemulihan Material Barang Plastik oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI”).




                                                          Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |2
Page 18
1.5. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas Rencana
Penambahan KBLI. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan
usaha yang disusun oleh Penilai.

1.6. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2025.

1.7. Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).

1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan. Kami telah melakukan wawancara
dengan Bapak Dio selaku Corporate Secretary Perseroan, serta melakukan kunjungan lapangan (site
visit) ke fasilitas pabrik Perseroan di Sukabumi yang akan digunakan dalam mendukung Rencana
Penambahan KBLI.

1.9. Hasil Inspeksi
Beberapa informasi yang didapatkan pada saat Inspeksi terkait Rencana Penambahan KBLI adalah
sebagai berikut.
• Perseroan memproduksi berbagai jenis produk, antara lain galon, jeriken, botol, sedotan, tutup botol,
    tisu pembersih, dan beragam jenis housewares lainnya;
• Perseroan memiliki 3 (tiga) fasilitas pabrik untuk rencana kegiatan usaha tersebut, yaitu berlokasi di
    Binjai, Lampung, dan Sukabumi;
• Site visit hanya dilakukan pada fasilitas Sukabumi karena merupakan fasilitas produksi Perseroan
    terbesar dan terdapat proses produksi PET flakes dan PC pellets yang dapat dilihat;
• Proses produksi dilakukan dengan mengacu pada standar operasional yang berlaku, mulai dari
    pengolahan bahan baku hingga produk akhir;
• Jumlah kapasitas produksi PC dan PET jug/gallon ± 1.200.000 unit per bulan;
• Dalam tahap awal operasional, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat dipenuhi melalui
    optimalisasi sumber daya yang telah dimiliki. Namun demikian, Perseroan tetap akan memastikan
    ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi teknis yang memadai, termasuk operator mesin,
    teknisi, serta tenaga pendukung produksi.

1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
4. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi
    keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
5. HMR bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;



                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |3
Page 19
6. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
7. HMR bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
    dokumen legalitas Perseroan;
9. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
    peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan ini;
10. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
    perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
    bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
    asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
11. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
12. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data dan
    informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami mengasumsikan
    bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan tidak
    menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi yang
    tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan data atau
    asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi kelayakan;
13. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
    ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
    prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
    mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
    laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.

1.11. Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.

1.12. Subsequent Event
Dari tanggal studi kelayakan yaitu tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil
analisis studi kelayakan secara signifikan.

1.13. Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
    identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan wawancara dengan pihak Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI;
• Melakukan Analisis Kelayakan Pasar, Analisis Kelayakan Teknis, Analisis Kelayakan Pola Bisnis,
    Analisis Kelayakan Model Manajemen, dan Analisis Kelayakan Keuangan;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan dengan menggunakan indikator Net Present
    Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Return on Investment (ROI);
• Memberikan Kesimpulan Hasil Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.



                                                         Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |4
Page 20
1.14. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
    lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
• Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.

1.15. Sumber Data
Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
1. Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00060/2.0961/AU.1/04/0628-2/1/III/2026
   oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 26 Maret 2026 dengan opini wajar tanpa
   modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00043/2.0961/AU.1/04/0628-1/1/III/2025
   oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 25 Maret 2025 dengan opini wajar tanpa
   modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00070/2.0961/AU.1/04/1023-2/1/III/2024
   oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa
   modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00056/2.0961/AU.1/04/1023-1/1/III/2023
   oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 28 Maret 2023 dengan opini wajar tanpa
   modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00015/2.0550/AU.2/04/0257-1/1VI/2022 oleh
   Kantor Akuntan Publik Handoko & Suparmun tanggal 14 Juni 2022 dengan opini wajar tanpa
   modifikasian, yang ditandatangani oleh Haryo Suparmun, MM., MBA., CPA., BKP selaku penanggung
   jawab audit;
7. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2026-2030 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
   Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8. Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
9. Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website Bank
   Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber informasi
   lainnya yang kami anggap relevan.

1.16. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |5
Page 21
1.17. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |6
Page 22
2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN

2.1. Gambaran Umum Perseroan
PT Primadaya Plastisindo Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 36 tanggal 16
September 2005 oleh Raden Johanes Sarwono, S.H., notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-
31640 HT.01.01.TH.2005 tanggal 29 November 2005. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 18 Juni 2025 oleh Bastian
Harijanto, S.H., M.Kn., mengenai perubahan alamat, maksud dan tujuan, serta kegiatan usaha
Perseroan. Perubahan ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0041980.AH.01.02. Tahun 2025 tanggal 26 Juni
2025, dan telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-
AH.01.09-0303914 tanggal 26 Juni 2025.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah bergerak di
bidang industri plastik untuk pengemasan, kertas, tisu, dan barang plastik lainnya, perdagangan,
aktivitas perusahaan holding dan aktivitas konsultasi manajemen. Saat ini, Perseroan menjalankan
usahanya di bidang industri manufaktur, terutama memproduksi pengemasan yang terbuat dari plastik.

Perseroan berdomisili di Jl. Pasar Kemis No. 84, Desa Sukaharja, Tangerang, Banten 15560, Indonesia.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2005.

2.2. Pemegang Saham
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025, pemegang saham Perseroan adalah
sebagai berikut:

                                  Tabel 1. Susunan Pemegang Saham
                                           Persentase
          Pemegang Saham                                         Jumlah Saham            Jumlah Nominal (Rp)
                                         Kepemilikan (%)
 Tirto Angesty                                        40%             1.224.536.826            122.453.682.600
 Lim Kim Guan                                          11%              336.747.730             33.674.773.000
 Tsai Meng Chun                                         8%              244.907.430             24.490.743.000
 Chan Yu Lin                                            8%              244.907.365             24.490.736.500
 Tsai Liu Su Mei                                        8%              244.907.300             24.490.730.000
 Sugianto Kusuma                                        5%              153.067.129             15.306.712.900
 Lee Bee Teng                                           5%              153.067.120             15.306.712.000
 Masyarakat dibawah 5%                                 15%              459.200.538             45.920.053.800
 Jumlah                                            100,00%           3.061.341.438             306.134.143.800
                          Sumber: Laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2025


2.3. Susunan Pengurus
Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan per 31 Desember 2025 berdasarkan Akta Notaris No. 85
tanggal 21 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Yulia, S.H, Notaris di Jakarta Selatan adalah sebagai berikut:



                                                          Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |7
Page 23
Direksi
Direktur Utama           : Kennie Angesty
Direktur                 : Chan Yu Lin
Direktur                 : Lim Kim Guan

Dewan Komisaris
Komisaris Utama      : Tirto Angesty
Komisaris Independen : Musa Chandra

2.4. Gambaran Usaha
2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3, maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam
bidang industri, perdagangan, aktivitas perusahaan holding, dan aktivitas konsultasi manajemen. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai
berikut:
a. Industri Barang dari Plastik untuk Pengemasan (KBLI 22220)
   Kelompok ini mencakup usaha pembuatan kemasan dari plastik, seperti tas atau kantong plastik, sak
   atau karung plastik, kemasan kosmetik, kemasan film, kemasan obat, kemasan makanan dan
   kemasan lainnya dari plastik (wadah, botol, boks, kotak, rak dan lain-lain);
b. Industri Barang Plastik Lainnya yang Tidak Dapat Diklasifikasikan di Tempat Lain (YTDL) (KBLI
   22299)
   Kelompok ini mencakup usaha pembuatan barang-barang yang belum diklasifikasikan di manapun,
   seperti peralatan kantor/pendidikan, peralatan kesehatan/ laboratorium dari plastik, film atau
   lembaran kertas kaca (cellophane), batu buatan dari plastik, tanda dari plastik (bukan listrik),
   berbagai barang plastik, seperti tutup kepala, peralatan penyekat, bagian dari peralatan penerangan,
   barang-barang kantor atau sekolah, barang-barang pakaian (jika hanya disegel atau disatukan, tidak
   dijahit), perlengkapan untuk furnitur, patung, tape perekat dari plastik, kertas dinding plastik, alas
   sepatu dari plastik, pegangan cerutu dan rokok dari plastik, sisir, pengeriting rambut dari plastik,
   barang kesenangan dari plastik dan sebagainya. Termasuk juga pembuatan barang dari busa plastik.
   Pembuatan barang-barang peralatan olahraga dimasukkan dalam kelompok 32300. Pembuatan
   mainan anak- anak dari plastik dimaksukkan dalam kelompok 32402. Pembuatan tas, buku saku dan
   sejenisnya dari kulit dan kulit buatan diklasifikasikan dalam kelompok 15121;
c. Perdagangan Besar Karet dan Plastik Dalam Bentuk Dasar (KBLI 46693)
   Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar karet dan bahan plastik dalam bentuk dasar.
d. Industri Sabun dan Bahan Pembersih Keperluan Rumah Tangga (KBLI 20231)
   Kelompok ini mencakup usaha pembuatan sabun (selain sabun yang tercakup dalam kelompok
   20232) dalam berbagai bentuk, baik padat, bubuk, cream atau cair, industri pembuatan deterjen dan
   bahan pembersih rumah tangga lainnya, seperti pembersih lantai organik; kertas, gumpalan kapas,
   laken dan sebagainya yang dilapisi dengan sabun atau deterjen seperti tisue basah; gliserol mentah,
   pembersih permukaan, seperti bubuk pencuci baik padat maupun cair dan deterjen, preparat pencuci
   piring dan pelembut bahan pakaian; produk pembersih dan pengkilap, seperti pengharum dan
   deodorant ruangan, lilin buatan dan lilin olahan (wax), pengilap dan krim untuk barang dari kulit,
   pengilap dan krim untuk kayu, pengilap kaca dan logam, pasta dan bubuk gosok, termasuk kertas,
   gumpalan dan lain-lain yang dilapisi dengan pasta dan bubuk penggosok;




                                                         Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |8
Page 24
Adapun kegiatan usaha penunjang Perseroan, yaitu:
a. Industri Minyak Mentah Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) (KBLI 10431)
   Kelompok ini mencakup usaha pengolahan kelapa sawit menjadi minyak mentah (crude palm
   oil/CPO) yang masih perlu diolah lebih lanjut dan biasanya produk ini dipakai oleh industri lain;
b. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209)
   Kelompok ini mencakup ketentuan bantuan nasihat, bimbingan dan operasional usaha dan
   permasalahan organisasi dan manajemen lainnya, seperti perencanaan strategi dan organisasi;
   keputusan berkaitan dengan keuangan; tujuan dan kebijakan pemasaran; perencanaan; praktik dan
   kebijakan sumber daya manusia; perencanaan penjadwalan dan pengontrolan produksi. Penyediaan
   jasa usaha ini dapat mencakup bantuan nasihat, bimbingan dan operasional berbagai fungsi
   manajemen, konsultasi manajemen olah agronomist dan agricultural economis pada bidang
   pertanian dan sejenisnya, rancangan dari metode dan prosedur akuntansi, program akuntansi biaya,
   prosedur pengawasan anggaran belanja, pemberian nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan
   masyarakat dalam perencanaan, pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi manajemen
   dan lain-lain. Termasuk jasa pelayanan studi investasi infrastruktur;
c. Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200)
   Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies), yaitu perusahaan
   yang menguasai aset dari sekelompok perusahaan subsidiari dan kegiatan utamanya adalah
   kepemilikan kelompok tersebut. “Holding Companies” tidak terlibat dalam kegiatan usaha
   perusahaan subsidiarinya. Kegiatannya mencakup jasa yang diberikan penasihat (counsellors) dan
   perunding (negotaitors) dalam merancang merger dan akuisisi perusahaan. Perseroan memiliki
   fleksibilitas dalam pengolahan berbagai jenis material plastik dalam bentuk Jug PC, Preform PET,
   Botol PET, Straw PP, Tutup Jug HDPE, Jeriken HDPE, Tutup Botol PP, Tisu Sanitasi Jug, dan beragam
   jenis housewares lainnya sehingga tidak bergantung pada satu lini produk saja;

2.4.2. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:

Kekuatan (Strength):
a. Perseroan memiliki fleksibilitas dalam pengolahan berbagai jenis material plastik dalam bentuk Jug
   PC, Preform PET, Botol PET, Straw PP, Tutup Jug HDPE, Jeriken HDPE, Tutup Botol PP, Tisu Sanitasi
   Juga, dan beragam jenis housewares lainnya sehingga tidak bergantung pada satu lini produk saja;
b. Perseroan merupakan pemasok bagi sejumlah merek nasional, yang mencerminkan reputasi dan
   standar kualitas produk Perseroan;
c. Perseroan memiliki ISO 9001 dan FSSC 22000 yang penting untuk industri kemasan makanan dan
   minuman;
d. Memiliki pengalaman di industri plastik sehingga memahami karakteristik material dan proses
   produksi;
e. Potensi integrasi kegiatan daur ulang ke dalam rantai nilai usaha eksisting (meningkatkan efisiensi);
f. Fokus pada konsistensi kualitas produk sebagai dasar daya saing.

Kelemahan (Weakness);
a. Kegiatan usaha masih dalam tahap pengembangan (belum fully established);
b. Memerlukan penyesuaian fasilitas produksi dan kesiapan operasional;
c. Ketergantungan pada pemasok eksternal untuk bahan baku limbah plastik.



                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |9
Page 25
Peluang (Opportunity):
a. Konsumsi air minum kemasan dan produk siap saji di Indonesia masih tumbuh yang akan
    meningkatkan demand kemasan plastik;
b. Perseroan mulai fokus pada produk PET dan recycling yang menjadi peluang besar di tengah tren
    ESG;
c. Inovasi produk bernilai tambah (desain, lightweight, custom branding);
d. Diversifikasi ke sektor lain (farmasi, kosmetik, kimia) dan penambahan lini produk;
e. Peningkatan kebutuhan produk higienis dan sekali pakai;
f. Tren peningkatan permintaan material plastik daur ulang (ekonomi sirkular);
g. Kebutuhan industri terhadap bahan baku yang lebih efisien dan berkelanjutan;
h. Potensi pengembangan ke produk bernilai tambah lebih tinggi (value-added products).

Ancaman (Threats):
a. Kebijakan pemerintah dan tekanan global terhadap pengurangan plastik menyebabkan risiko
   penurunan demand jangka panjang;
b. Peralihan ke kemasan biodegradable/paper-based dan perubahan regulasi terkait lingkungan dan
   pengelolaan limbah;
c. Tekanan ESG dan tuntutan sustainability dari konsumen/global brand;
d. Persaingan dengan pelaku usaha daur ulang plastik skala lokal hingga besar;
e. Fluktuasi harga plastik (virgin dan recycled) yang mempengaruhi margin;
f. Ketidakstabilan pasokan bahan baku limbah plastik.

Mitigasi atas kelemahan dan ancaman yang dapat dijalankan Perseroan diantaranya yaitu:
• Melakukan implementasi secara bertahap (phased development) untuk mengurangi risiko
   operasional;
• Memulai dengan kapasitas terbatas sambil melakukan evaluasi kinerja dan efisiensi proses;
• Melakukan investasi peralatan secara selektif sesuai kebutuhan produksi awal;
• Mengadopsi teknologi yang telah teruji (proven technology) untuk meminimalkan risiko kegagalan
   proses;
• Membangun kemitraan jangka panjang dengan pemasok utama (offtake & supply agreement);
• Diversifikasi sumber pemasok untuk mengurangi risiko ketergantungan;
• Membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan untuk menjaga stabilitas permintaan;
• Menerapkan strategi harga yang fleksibel mengikuti kondisi pasar;
• Mengoptimalkan efisiensi biaya produksi untuk menjaga margin;
• Memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku sejak awal operasional;
• Melakukan monitoring terhadap perkembangan regulasi secara berkala.

2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional
Berikut adalah dokumen perizinan dan sertifikat terkait operasional Perseroan:




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |10
Page 26
                    Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan dan Sertifikat
 No.                                  Dokumen Perizinan dan Sertifikat
 1.    Peirizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha: 8120107941947 oleh Menteri
       Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal tanggal 14 September 2018
 2.    Sertifikat Global Recycled Standard (GRS) Nomor: IDF-25-908827oleh IDFL Laboratory and
       Institute tanggal 18 Februari 2026-17 Februari 2027
 3.    Sertifikat FSSC 22000 oleh British Standards Institution tanggal 4 Februari 2025 untuk cabang
       Sukabumi
 4.    Sertifikat ISO 9001 oleh Bureau Veritas tanggal 8 Agustus 2024 untuk cabang Tangerang
 5.    Sertifikat Halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal tanggal 16 November 2022
       untuk Sema Cabang
 6.    Sertifikat FSSC 22000 oleh British Standards Institution tanggal 22 Agustus 2024 untuk cabang
       Binjai
 7.    Sertifikat ISO 9001:2015 oleh Bureau Veritas tanggal 9 Juni 2023 untuk cabang Cileungsi
 8.    Sertifikat ISO 9001:2015 oleh PT TüV SüD Indonesia tanggal 24 Juli 2023 untuk cabang Lampung
 9.    Sertifikat FSSC 22000 oleh British Standards Institution tanggal 27 November 2023 untuk
       cabang Solo
 10.   Sertifikat UN Marking oleh Kementrian Perhubungan RI tanggal 12 Desember 2024 untuk
       cabang Tangerang
                                      Sumber: manajamen Perseroan


Dalam rangka mendukung Rencana Penambahan KBLI 38302, Perseroan telah melakukan identifikasi
dan pemenuhan terhadap aspek perizinan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Perizinan Dasar
Perseroan telah memiliki perizinan dasar yang dinilai memadai untuk mendukung kegiatan operasional,
meliputi aspek pertanahan, lokasi, dan lingkungan. Perizinan tersebut mencakup kepemilikan hak atas
tanah berupa HGB, dokumen bangunan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau IMB, Site Plan,
serta Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Selain itu, dari sisi lingkungan, Perseroan telah memiliki dokumen
pengelolaan lingkungan berupa UKL-UPL, yang menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan usaha yang
memperhatikan aspek lingkungan hidup.

Perizinan Berusaha
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan akan melakukan penyesuaian perizinan
berusaha melalui sistem OSS, yang akan diawali dengan perubahan atau penambahan KBLI dalam akta
Perseroan. Setelah proses tersebut dilakukan, penyesuaian data perizinan dalam sistem OSS akan
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU)
Berdasarkan hasil identifikasi, kegiatan usaha dengan KBLI 38302 tidak memerlukan perizinan berusaha
untuk menunjang kegiatan usaha (PB UMKU) secara khusus. Dengan demikian, aspek perizinan
tambahan di luar perizinan dasar dan perizinan berusaha dinilai tidak menjadi persyaratan yang material
dalam pengembangan kegiatan usaha ini.




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |11
Page 27
Sertifikasi
Dalam mendukung pengembangan kegiatan usaha di bidang pemulihan material plastik, Perseroan telah
memperoleh sertifikasi Global Recycled Standard yang diterbitkan oleh IDFL Laboratory and Institute.
Sertifikasi ini menunjukkan bahwa kegiatan operasional Perseroan dalam pengolahan material daur
ulang telah memenuhi standar internasional yang mencakup aspek ketertelusuran bahan baku (chain of
custody), pengendalian proses produksi, serta kepatuhan terhadap prinsip lingkungan dan sosial. Ruang
lingkup sertifikasi mencakup aktivitas perdagangan, pengolahan, dan mechanical recycling atas material
plastik pasca-konsumsi. Kepemilikan sertifikasi tersebut mencerminkan komitmen Perseroan dalam
menerapkan praktik usaha yang berkelanjutan serta meningkatkan kredibilitas produk di pasar,
khususnya bagi pelanggan yang mensyaratkan penggunaan material daur ulang yang telah tersertifikasi.

2.5. Kinerja Keuangan
Analisa kinerja keuangan Perseroan merujuk pada laporan keuangan audit sebagai berikut:
1. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 Nomor 00060/2.0961/AU.1 /04/0628-2/1/III/2026
    oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 26 Maret 2026 dengan opini wajar tanpa
    modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00043/2.0961/AU.1/04/0628-1/1/III/2025
    oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 25 Maret 2025 dengan opini wajar tanpa
    modifikasian, yang ditandatangani oleh Morhan Tirtonadi, CPA selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00070/2.0961/AU.1/04/1023-2/1/III/2024
    oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa
    modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00056/2.0961/AU.1/04/1023-1/1/III/2023
    oleh Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan tanggal 28 Maret 2023 dengan opini wajar tanpa
    modifikasian, yang ditandatangani oleh David Kurniawan, CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00015/2.0550/AU.2/04/0257-1/1VI/2022
    oleh Kantor Akuntan Publik Handoko & Suparmun tanggal 14 Juni 2022 dengan opini wajar tanpa
    modifikasian, yang ditandatangani oleh Haryo Suparmun, MM., MBA., CPA., BKP selaku penanggung
    jawab audit.

2.5.1. Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                          Tabel 3. Laporan Laba Rugi
                                         Audited           Audited           Audited           Audited           Audited
                                         FY 2021           FY 2022           FY 2023           FY 2024           FY 2025
PENDAPATAN BERSIH                     318.999.156.922 339.197.903.920 439.902.625.251 420.551.076.256 546.459.899.632
BEBAN POKOK PENDAPATAN              (273.546.025.620) (280.404.327.248) (363.198.151.283) (350.677.401.873) (450.337.280.014)
LABA KOTOR                             45.453.131.302    58.793.576.672    76.704.473.968    69.873.674.383    96.122.619.618
LABA USAHA                             18.845.868.069    30.054.945.212    46.578.825.924    35.397.227.921    59.671.825.879
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN         16.428.615.778    26.601.721.492    43.525.706.867    30.426.742.852    45.399.165.014
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
-Kini                                 (4.799.433.100)   (6.258.703.000)   (9.326.927.940)   (7.239.599.620)   (10.478.460.080)
-Tangguhan                                455.837.439       251.925.313     (210.655.411)       649.834.816      (358.420.201)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - BERSIH      (4.343.595.661)   (6.006.777.687)   (9.537.583.351)   (6.589.764.804)   (10.836.880.281)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN             12.085.020.117   20.594.943.805     33.988.123.516    23.836.978.048     34.562.284.733


                     Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025




                                                                Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |12
Page 28
Pendapatan Bersih
Perseroan membukukan pendapatan bersih pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar Rp319
miliar, Rp339,20 miliar, Rp439,90 miliar, Rp420,55 miliar, dan Rp546,46 miliar. Pendapatan Perseroan
berasal dari pendapatan galon, material, botol, jerigen, sedotan, gelas plastik, pellet plastik, tutup botol,
gelas thermo, tisu, houseware, preform, dan embos.

Beban Pokok Pendapatan
Perseroan membukukan beban pokok pendapatan pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp273,55 miliar, Rp280,40 miliar, Rp363,20 miliar, Rp350,68 miliar, dan Rp450,34 miliar dengan
persentase beban pokok pendapatan terhadap pendapatan pada tahun 2020-2025 masing-masing
sebesar 85,75%, 82,67%, 82,56%, 83,39%, dan 82,41%.

Laba Kotor
Perseroan membukukan laba kotor pada tahun 2021-2025 masing-masing sebesar Rp45,45 miliar
Rp58,79 miliar, Rp76,70 miliar, Rp69,87 miliar, dan Rp96,12 miliar. Rasio gross profit margin pada tahun
2021-2025 masing-masing sebesar 14,25%, 17,33%, 17,44%, 16,61%, dan 17,59%.

Laba Bersih Tahun Berjalan
Pada tahun 2021-2025 Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan masing-masing sebesar
Rp12,09 miliar, Rp20,59 miliar, Rp33,99 miliar, Rp23,84 miliar, dan 34,56 miliar, dengan rasio net profit
margin masing-masing sebesar 3,79%, 6,07%, 7,73%, 5,67%, dan 6,32%.

2.5.2. Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit Perseroan per 31 Desember 2021-2025 (dalam
Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                        Tabel 4. Posisi Keuangan Historis
                                            Audited           Audited           Audited           Audited           Audited
                                           31-Des-21         31-Des-22         31-Des-23         31-Des-24         31-Des-25
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                           2.433.958.123    73.479.274.032     9.358.976.918     6.399.781.685     6.521.993.886
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih       26.202.461.390    42.101.349.669    37.542.989.485    57.705.419.525    67.124.124.902
Investasi jangka pendek                                  -                 -    50.000.000.000                 -                 -
Piutang lain-lain
-Pihak berelasi                                400.000.000                 -                 -                 -                 -
-Pihak ketiga                                  326.732.000       547.364.658       743.423.170        75.279.600         7.877.191
Persediaan                                  94.217.176.867   107.123.247.999    94.254.237.704    76.324.961.901    90.635.775.888
Uang muka dan biaya dibayar di muka          6.403.539.485     3.174.579.219     4.179.906.250     5.494.434.638     6.942.350.935
Pajak dibayar di muka                                    -                 -                 -    13.827.535.675     4.486.180.230
Jumlah Aset Lancar                         129.983.867.865   226.425.815.577   196.079.533.527   159.827.413.024   175.718.303.032

ASET TIDAK LANCAR
Uang muka dan biaya dibayar di muka          1.146.371.940     5.224.509.912     6.376.479.761    12.730.612.117     6.352.519.342
Aset pajak tangguhan                         1.458.459.969     1.635.039.456     1.226.022.223     1.892.765.322       907.399.124
Aset tetap - bersih                        164.115.618.138   218.675.292.715   259.148.672.663   420.078.808.135   415.364.480.682
Aset hak-guna - bersih                       3.477.311.844     1.096.716.742     2.173.776.817     2.273.738.701     4.303.782.370
Dana yang dibatasi penggunaannya               650.000.000       650.000.000       650.000.000       650.000.000                 -
Uang jaminan                                             -                 -         5.800.000         2.500.000       121.500.000
Jumlah Aset Tidak Lancar                   170.847.761.891   227.281.558.825   269.580.751.464   437.628.424.275   427.049.681.518
JUMLAH ASET                                300.831.629.756   453.707.374.402   465.660.284.991   597.455.837.299   602.767.984.550




                                                                  Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |13
Page 29
                                                                  Audited           Audited           Audited           Audited           Audited
                                                                 31-Des-21         31-Des-22         31-Des-23         31-Des-24         31-Des-25
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                                       -        11.850.385           390.298    43.698.304.915    53.841.474.796
Utang usaha - pihak ketiga                                        20.745.275.533    21.066.526.603    18.267.143.862    33.466.127.358    18.177.673.239
Utang lain-lain - pihak ketga                                                  -                 -       568.032.450         3.719.520                 -
Beban masih harus dibayar                                          1.951.853.862     1.953.201.820     2.384.518.061     2.923.959.201     3.542.150.188
Uang muka penjualan                                                            -                 -       170.107.271       137.155.430        55.955.464
Utang pajak                                                        2.089.285.318     5.649.231.645     5.249.138.420        51.618.298     4.401.802.136
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun
-Utang bank                                                       13.088.312.013    27.113.040.618    15.415.777.028    27.749.433.559    27.111.707.364
-Utang pembiayaan konsumen                                           539.191.817       285.464.783       254.943.360       227.172.496       350.756.615
-Liabiltas sewa                                                      323.709.392       465.493.143       426.168.224                 -     1.286.882.986
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   38.737.627.935    56.544.808.997    42.736.218.974   108.257.490.777   108.768.402.788

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun:
-Utang bank                                                       14.480.902.056    31.337.366.595    30.130.229.674    82.164.122.613    55.032.376.807
-Utang pembiayaan konsumen                                           144.752.889       390.265.396       243.802.581        16.630.085       734.895.464
-Liabilitas sewa                                                   1.222.800.000       684.895.588                 -                 -                 -
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan                  6.384.640.184     7.029.552.122     6.863.141.720     7.750.108.337     5.761.500.216
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  22.233.095.129    39.442.079.701    37.237.173.975    89.930.861.035    61.528.772.487
JUMLAH LIABILITAS                                                 60.970.723.064    95.986.888.698    79.973.392.949   198.188.351.812   170.297.175.275

EKUITAS
Modal saham                                                      200.000.000.000   250.000.000.000   306.134.143.800   306.134.143.800   306.134.143.800
Tambahan modal disetor                                                         -    46.997.500.000    18.979.709.605    18.979.709.605    18.979.709.605
Saldo laba
-Ditentukan penggunaannya                                         20.000.000.000    20.000.000.000    20.000.000.000    25.000.000.000    30.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya                                   19.246.409.600    39.841.353.405    38.988.123.516    47.628.664.510    73.609.179.761
Penghasilan komprehensif lain                                        614.497.092       881.632.299     1.584.915.121     1.524.967.572     3.747.776.109
JUMLAH EKUITAS                                                   239.860.906.692   357.720.485.704   385.686.892.042   399.267.485.487   432.470.809.275
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    300.831.629.756   453.707.374.402   465.660.284.991   597.455.837.299   602.767.984.550


                                  Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025


Kas dan Setara Kas
Perseroan mencatatkan kas dan setara kas per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp2,43
miliar, Rp73,48 miliar, Rp9,34 miliar, Rp6,40 miliar, dan Rp6,52 miliar dengan rasio kas masing-masing
sebesar 0,06 kali, 1,30 kali, 0,22 kali, 0,06 kali, dan 0,06 kali.

Piutang Usaha
Perseroan mencatatkan piutang usaha per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp26,20
miliar, Rp42,10 miliar, Rp37,54 miliar, Rp57,71 miliar, dan Rp67,12 miliar. Hari perputaran piutang usaha
per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 30 hari, 45 hari, 31 hari, 49
hari, dan 44 hari.

Persediaan
Perseroan mencatat persediaan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp94,22 miliar,
Rp107,12 miliar, Rp94,25 miliar, Rp76,32 miliar, dan Rp90,64 miliar dengan perputaran hari persediaan
masing-masing sebesar 124 hari, 138 hari, 93 hari, 78 hari, dan 72 hari.

Aset Tetap
Perseroan mencatatkan aset tetap bersih per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp,
Rp164,12 miliar, Rp218,68 miliar, Rp259,15 miliar, Rp420,08 miliar, dan Rp415,36 miliar atau berkisar
54,55%, 48,20%, 55,65%, 70,31%, dan 68,91% dari total aset per 31 Desember 2021-2025. Aset tetap
Perseroan berupa tanah, bangunan, renovasi bangunan, mesin dan peralatan pabrik, peralatan kantor,
kendaraan, dan aset dalam penyelesaian.



                                                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |14
Page 30
Utang Usaha
Perseroan memiliki utang usaha per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp20,75 milliar,
Rp21,07 miliar, Rp18,27 miliar, Rp33,47 miliar, dan Rp18,18 miliar dengan hari perputaran utang usaha
masing-masing 27 hari, 27 hari, 18 hari, 34 hari, dan 15 hari.

Total Liabilitas Jangka Pendek
Perseroan memiliki total liabilitas jangka pendek per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp38,74, Rp56,54 miliar, Rp42,74 miliar, Rp108,26 miliar, dan Rp108,77 miliar. Total liabilitas jangka
pendek Perseroan terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha pihak ketiga, beban nasih harus
dibayar, uang muka penjualan, utang pajak, utang bank, utang pembiayaan konsumen, dan liabilitas
sewa.

Total Liabilitas Jangka Panjang
Perseroan memiliki total liabilitas jangka panjang per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar
Rp22,23 miliar, Rp39,44 miliar, Rp37,24 miliar, Rp89,93 miliar, dan Rp61,53 miliar. Total liabilitas jangka
panjang Perseroan terdiri dari utang bank, utang pembiayaan konsumen, liabilitas sewa, dan liabilitas
diestimasi atas imbalan kerja karyawan.

Total Ekuitas
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar Rp239,86 miliar, Rp357,72
miliar, Rp385,69 miliar, Rp399,27 miliar, dan Rp432,47 miliar. Modal saham ditempatkan dan disetor
penuh Perseroan per 31 Desember 2021-2022 masing-masing sebesar Rp200 miliar dan Rp250 miliar,
sedangkan per 31 Desember 2023-2025 masing-masing sebesar Rp306,13 miliar.

2.5.3. Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan arus kas Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                                       Tabel 5. Arus Kas Historis
                                                        Audited              Audited               Audited              Audited             Audited
                                                        FY 2021              FY 2022               FY 2023              FY 2024             FY 2025
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                           319.331.931.427      323.279.551.775      444.568.623.487      399.959.619.133      536.433.424.053
Pembayaran kas kepada pemasok                         (308.686.203.591)    (276.980.625.133)    (335.240.550.897)    (257.923.738.755)    (395.938.100.410)
Pembayaran kepada karyawan, beban usaha dan lainnya      (6.490.514.700)    (20.264.270.718)     (26.067.432.174)     (88.178.810.548)     (76.557.179.013)
Penerimaan bunga                                              46.608.288          380.154.453          707.768.505          467.924.897           94.810.849
Pembayaran bunga                                         (3.714.076.227)      (3.825.804.807)    (10.446.620.369)       (4.564.937.296)    (13.085.947.001)
Pembayaran pajak penghasilan                             (3.574.197.422)      (5.296.105.142)      (5.390.384.760)    (12.573.305.905)       (6.501.843.017)
Pembayaran bunga atas liabilitas sewa                      (294.240.630)        (100.679.339)         (29.311.172)         (29.831.776)                    -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi              (3.380.692.855)      17.192.221.089       68.102.092.620       37.156.919.750       44.445.165.461

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penarikan dana yang dibatasi penggunaannya                           -                     -                     -                    -         650.000.000
Penerimaan dari penjualan aset tetap                                 -                     -           181.081.082          350.000.000         251.351.351
Perolehan aset tetap                                  (29.607.308.726)     (69.392.496.935)       (53.915.435.971)   (173.645.765.720)    (14.990.527.790)
Penempatan atas uang muka pembelian aset tetap                       -       (4.078.137.974)       (5.876.801.181)     (12.708.264.712)     (6.063.193.170)
Penerimaan dari investasi jangka pendek                              -                     -      (50.000.000.000)       50.000.000.000                   -
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi        (29.607.308.726)     (73.470.634.909)     (109.611.156.070)    (136.004.030.432)    (20.152.369.609)




                                                                                 Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |15
Page 31
                                                          Audited            Audited             Audited             Audited             Audited
                                                          FY 2021            FY 2022             FY 2023             FY 2024             FY 2025
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
Utang bank jangka pendek
-Penerimaan                                               166.908.382.995     73.672.185.800     28.421.165.143      280.939.642.627     566.951.059.898
-Pembayaran                                             (169.516.999.259)   (42.790.992.656)   (28.432.625.230)    (237.241.728.010)   (556.807.890.017)
Utang bank jangka pendek
-Penerimaan                                                             -     16.000.000.000     35.000.000.000     102.473.620.321                    -
-Pembayaran                                                             -   (15.988.149.615)   (47.904.400.511)     (38.106.070.851)   (27.769.472.001)
Pembayaran dividen                                                      -                  -     (6.725.000.000)    (10.196.437.054)     (3.581.769.482)
Pembayaran pokok liabilitas sewa                          (2.728.559.370)      (396.120.661)     (2.616.988.828)     (1.726.168.224)     (2.675.777.778)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen                        (938.119.439)      (570.693.139)       (353.384.238)       (254.943.360)       (286.734.271)
Kenaikan modal saham                                                    -     50.000.000.000                   -                   -                   -
Tambahan modal disetor dari penawaran umum perdana                      -     50.000.000.000                   -                   -                   -
Pembayaran biaya emisi saham                                            -    (3.002.500.000)                   -                   -                   -
Penurunan piutang lain-lain - pihak berelasi                            -        400.000.000                   -                   -                   -
Penambahan setoran pemegang saham                         38.200.000.000                   -                   -                   -                   -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas     31.924.704.927    127.323.729.729    (22.611.233.664)       95.887.915.449   (24.170.583.651)
Pendanaan

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS            (1.063.296.654)    71.045.315.909    (64.120.297.114)      (2.959.195.233)        122.212.201
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                               3.497.254.777     2.433.958.123      73.479.274.032        9.358.976.918      6.399.781.685
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                              2.433.958.123    73.479.274.032       9.358.976.918        6.399.781.685      6.521.993.886


                                        Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2021-2025


Arus Kas Aktivitas Operasi
Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi untuk periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 31 dari 2021 - 2025. Arus kas dari aktivitas operasi yang digunakan untuk periode 31 Desember
2021 sebesar Rp3,38 miliar, sedangan arus kas yang dihasilkan oleh Perseroan untuk periode 31
Desember 2022 - 2025 masing-masing sebesar Rp17,19 miliar, Rp68,10 miliar, Rp37,16 miliar, dan
Rp44,45 miliar.

Arus Kas Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021 – 2025 perseroan mencatat arus kas yang
digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar Rp29,61 miliar, Rp73,47 miliar, Rp109,61
miliar, Rp136 miliar, dan Rp20,15 miliar.

Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021, 2022, dan 2024 Perseroan mencatat arus kas
yang dihasilkan dalam aktivitas pendanaan sebesar Rp31,92 miliar, Rp127,32 miliar, dan Rp95,89 miliar.
Untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2023 dan 2025 Perseroan mencatat arus kas yang
digunakan masing-masing sebesar Rp22,61 miliar dan Rp24,17 miliar.

2.5.4. Rasio Keuangan Historis
Likuiditas
Rasio likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas
lancar, yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Rasio
lancar Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 3,36
kali, 4,00 kali, 4,59 kali, 1,48 kali, dan 1,62 kali. Rasio kas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 0,06 kali, 1,30 kali, 0,22 kali, 0,06 kali, dan 0,06 kali. Rasio
cepat Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 masing-masing sebesar 0,92
kali, 2,11 kali, 2,38 kali, 0,77 kali, dan 0,78, kali.




                                                                                 Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |16
Page 32
Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba (rugi) kotor Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 adalah
sebesar 16,64%%. Sementara itu, rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan
periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 adalah sebesar 5,92%.

Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-
2025 rata-rata hari perputaran piutang usaha di 40 hari, hari perputaran utang usaha di 24 hari, dan hari
perputaran persediaan di 101 hari.

Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
debt to asset ratio periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2025 di 16,38% dan rata-rata debt
to equity ratio sebesar 22,37%.

                                   Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis
                              Audited         Audited         Audited        Audited         Audited          Average
                              FY2021          FY2022          FY2023         FY2024          FY2025           Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                        3,36            4,00            4,59           1,48               1,62         3,01
Quick ratio                          0,92            2,11            2,38           0,77               0,78         1,39
Cash ratio                           0,06            1,30            0,22           0,06               0,06         0,34

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin               14,25%          17,33%          17,44%         16,61%          17,59%          16,64%
Net profit margin                  3,79%           6,07%           7,73%          5,67%           6,32%           5,92%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                 12               8             12              7                8            9
Inventory turnover                        3               3              4              5                5            4
Acc. Payable turnover                    13              13             20             10               25           16
Days of Acc. Receivable                  30              45             31             49               44           40
Days of Inventory                       124             138             93             78               72          101
Days of Acc. Payable                     27              27             18             34               15           24

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                       0,12           0,17            0,12           0,39            0,32          22,37%
Debt to Assets                       0,10           0,13            0,10           0,26            0,23          16,38%
                   Sumber: laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember tahun 2021-2025 (diolah)




                                                               Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |17
Page 33
3.      ANALISIS KELAYAKAN PASAR
3.1.     Analisa Makro Ekonomi dan Pasar
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir Desember ditutup di level 8.646,94.
Berdasarkan data RTI Business, pergerakan saham menunjukkan 346 saham mengalami penguatan, 317
saham melemah, dan 146 saham bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan mencatatkan volume sebesar
39,54 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,60 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp
20,61 triliun. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tercatat sebanyak tujuh sektor mengalami penguatan,
dengan kinerja terbaik ditunjukkan oleh sektor infrastruktur yang meningkat sebesar 2,30%. Penguatan
tersebut diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer yang naik 2,12% serta sektor industri yang
mencatatkan kenaikan sebesar 0,71%. Sementara itu, empat sektor lainnya mengalami pelemahan,
dengan sektor kesehatan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,81%. Pelemahan juga terjadi
pada sektor barang baku dan sektor teknologi yang masing-masing terkoreksi sebesar 0,84% dan 0,47%.

Sepanjang tahun 2025 hingga 29 Desember 2025, IHSG mencatatkan kinerja positif dengan
pertumbuhan sebesar 22,10% secara year-to-date dan ditutup di level 8.644,26, serta beberapa kali
mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high). Sejalan dengan penguatan indeks tersebut,
kapitalisasi pasar juga tercatat telah melampaui target yang ditetapkan dalam roadmap pengembangan
pasar modal. Berikut pergerakan IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2025:

                         Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2025

                                                 IHSG
         9.000,00
                                                                                        8.646,94
         8.700,00
         8.400,00
         8.100,00
         7.800,00
         7.500,00                                               7.323,59
         7.200,00
         6.900,00
                                                    6.850,62               7.079,90
         6.600,00
         6.300,00                    6.581,48
         6.000,00
         5.700,00      5.979,07
         5.400,00
                       2020        2021         2022            2023         2024         2025

                                                  Close Price

                                          Sumber: Yahoo Finance


3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 31 Desember 2025 berada pada level
Rp16.782,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari Desember 2020-2025:




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |18
Page 34
             Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2025

                                            Kurs Tengah BI
        17.000,00
        16.500,00                                                            16.162,00       16.782,00
        16.000,00                                  15.731,00
        15.500,00
        15.000,00                                                15.439,00

        14.500,00      14.105,00
        14.000,00                      14.269,00
        13.500,00
        13.000,00
        12.500,00
                        2020         2021          2022           2023          2024           2025

                                            Kurs Tengah BI/ BI Middle Rate

                                            Sumber: Bank Indonesia


3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 16–17 Desember 2025
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar
3,75%, serta suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya Bank
Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global,
sekaligus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang
telah diterapkan guna menopang stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengevaluasi peluang penurunan lanjutan suku bunga BI-Rate
dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi tahun 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
serta kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pelonggaran kebijakan
makroprudensial juga diperkuat melalui peningkatan efektivitas penyaluran likuiditas kepada perbankan
guna mempercepat penurunan suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan ke
sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas Pemerintah. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran
tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan penggunaan
pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan ketahanan
infrastruktur sistem pembayaran.

Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem
Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi kebijakan antara Bank
Indonesia dan Pemerintah juga semakin ditingkatkan guna menjaga stabilitas serta mendorong
pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan agenda Asta Cita Pemerintah.

Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran 3,2%, didorong oleh
penguatan ekonomi Jepang dan India yang didukung oleh konsumsi rumah tangga serta kebijakan
stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa dipandang tetap solid seiring dukungan konsumsi,
investasi, dan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif baik. Di sisi lain, perekonomian Amerika Serikat (AS)



                                                            Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |19
Page 35
pada 2025 diperkirakan mengalami perlambatan akibat dampak sementara penghentian operasional
pemerintah serta melemahnya pasar tenaga kerja, sementara pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga
diprakirakan terus melambat seiring masih lemahnya permintaan domestik.

Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan menurun menjadi sekitar 3,0%,
dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat serta meningkatnya
kerentanan rantai pasok global. Di pasar keuangan global, suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed
Funds Rate) diturunkan sebesar 25 basis poin pada Desember 2025, dengan ruang penurunan yang
semakin terbatas ke depan. Imbal hasil US Treasury tenor 2 tahun cenderung meningkat, sementara yield
tenor 10 tahun tetap berada pada level tinggi sejalan dengan tingginya beban utang Pemerintah AS.
Kondisi tersebut menyebabkan indeks dolar AS (DXY) bertahan tinggi dan membatasi aliran modal asing
ke negara berkembang.

Ke depan, tingkat ketidakpastian perekonomian global diperkirakan tetap tinggi di tengah prospek
pertumbuhan ekonomi dunia yang masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan serta
penguatan respons kebijakan guna meningkatkan ketahanan ekonomi domestik terhadap dampak
pengaruh global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2025 berada pada angka 2,92%. Berdasarkan
Grafik 3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2020 hingga ke 2022,
tetapi pada tahun 2023 mengalami penurunan yang disebabkan penurunan pada komponen inti
penyumbang inflasi. Pada tahun 2024, inflasi kembali turun dibandingkan dengan tahun 2023 karena
melandainya harga pokok pangan. Inflasi pada 31 Desember 2025 meningkat 2,92% akibat kenaikan
harga pangan serta kenaikan harga emas, BBM, dan tarif transportasi udara. Berikut merupakan Grafik
inflasi bulan Desember tahun 2020-2025:

                              Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020- 2025

                                                  Inflasi
           6,00%                                 5,51%

           5,00%


           4,00%


           3,00%                                                                                2,92%
                                                                     2,61%

           2,00%
                                       1,87%
                     1,68%                                                    1,57%
           1,00%


           0,00%
                     Des-20        Des-21       Des-22        Des-23         Des-24       Des-25

                                            Sumber: Bank Indonesia




                                                            Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |20
Page 36
3.3. Tinjauan Industri Polyethylene Terephthalate (PET)
Polyethylene Terephthalate (PET) merupakan polimer termoplastik dari keluarga poliester yang memiliki
peran krusial dalam ekonomi global. PET digunakan sebagai bahan baku industri kemasan, terutama
untuk botol minuman, kemasan makanan, dan serat tekstil. PET bukan sekadar bahan plastik, melainkan
komoditas strategis yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah dan tren
keberlanjutan.

                                      Grafik 4. Pangsa Pasar Global Polyethylene Terephlate
                              60,00                                                                 5,00%
                                                                                                    4,50%
                              50,00
                                                                                                    4,00%
                                                                                                    3,50%
                              40,00
                USD Billion




                                                                                                    3,00%
                              30,00                                                                 2,50%
                                                                                                    2,00%
                              20,00
                                                                                                    1,50%
                                                                                                    1,00%
                              10,00
                                                                                                    0,50%
                                    0,00                                                            0,00%



                                                    Pangsa Pasar        Pertumbuhan

                                                    Sumber: Precedence Research


Permintaan global terhadap Polyethylene Terephthalate pada tahun 2025 diperkirakan bernilai 33,90
miliar USD dan diperkirakan akan diproyeksikan sekitar 51,03 miliar USD pada tahun 2035 dengan tingkat
pertumbuhan (CAGR) sebesar 4,42% selama periode 2026 sampai dengan 2035. Pertumbuhan ini
menandakan adanya permintaan yang stabil di pasar global, kemungkinan besar didorong oleh industri
pengemasan (seperti botol minuman) dan tekstil.

                              Grafik 5.Pangsa Pasar Asia-Pasifik Polyethylene Terephthalate
                                    25,00                                                           6,00%

                                    20,00                                                           5,00%

                                                                                                    4,00%
                      USD Billion




                                    15,00
                                                                                                    3,00%
                                    10,00
                                                                                                    2,00%
                                     5,00                                                           1,00%

                                     0,00                                                           0,00%



                                                     Pangsa Pasar       Pertumbuhan

                                                    Sumber: Precedence Research




                                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |21
Page 37
Sedangkan permintaan pasar asia-pasifik terhadap Polyethylene Terephthalate pada tahun 2025
diperkirakan bernilai 13,57 miliar USD dan diperkirakan diproyeksikan mencapai 21,25 miliar USD pada
tahun 2035 dengan tingkat perumbuhan (CAGR) sebesar 4,60% selama periode 2026 sampai 2035.
Pasar PET di Asia Pasifik tidak hanya stabil, tetapi juga tumbuh lebih cepat daripada pasar global.

              Grafik 6. Pangsa Pasar Polyethylene Terephthalate Berdasarkan Wilayah


                                       3%
                                 5%
                                                                     Asia Pacific

                                                                     North America
                              23%              41%
                                                                     Europe

                                                                     Latin America
                                    28%
                                                                     Middle East & Africa




                                       Sumber: Precedence Research


Asia-Pasifik sendiri memiliki sekitar 41% pangsa pasar, menjadi pangsa pasar terbesar diikuti dengan
Amerika Utara yang menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 28%, Eropa yang mimiliki 23% pangsa
pasar, Amerika Latin memiliki 5% pangsa pasar, dan yag terakhir Timur Tengah dan Afrika yang memiliki
3% pangsa pasar.

              Grafik 7. Pangsa Pasar Polyethylene Terephthalate Berdasarkan Aplikasi




                                          4%                          Packaging
                                 20%
                                                                      Film & Sheets


                                               76%                    Others




                                       Sumber: Precedence Research


Pangsa Pasar Polyethylene Terephthalate berdasarkan penggunaannya di tempati oleh Kemasan sebagai
posisi pertama dengan persensatase 76%, diikuti oleh Film & Lembaran Plastik dengan pangsa pasar
20% dan pada posisi terakhir yaitu penggunaan lainnya dengan pangsa pasar 4%.

3.4. Tinjauan Industri Polycarbonate
Polikarbonat merupakan salah satu jenis plastik termoplastik yang memiliki karakteristik utama berupa
kekuatan mekanik tinggi, transparansi optik yang baik, serta ketahanan terhadap suhu dan benturan.



                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |22
Page 38
Material ini termasuk dalam kelompok plastik teknik yang banyak digunakan pada berbagai sektor
industri.

Dari sisi sifat fisik, polikarbonat memiliki kejernihan menyerupai kaca namun dengan bobot yang lebih
ringan dan daya tahan yang jauh lebih tinggi terhadap benturan. Selain itu, material ini memiliki stabilitas
dimensi yang baik serta mampu mempertahankan performanya pada rentang suhu yang relatif tinggi,
sehingga sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan terhadap panas.

Dalam konteks industri, polikarbonat banyak dimanfaatkan pada produk-produk seperti kemasan
tertentu, komponen elektronik, otomotif, alat kesehatan, serta material konstruksi (misalnya lembaran
transparan untuk atap atau pelindung). Keunggulan tersebut menjadikan polikarbonat sebagai salah satu
bahan baku strategis dalam industri manufaktur plastik bernilai tambah.

Namun demikian, penggunaan polikarbonat juga perlu mempertimbangkan aspek regulasi dan
kesehatan, khususnya terkait kandungan Bisphenol A (BPA) pada beberapa jenis produk, sehingga
penerapannya harus memenuhi standar keamanan yang berlaku. Secara keseluruhan, polikarbonat
merupakan material dengan nilai ekonomi tinggi yang mendukung efisiensi produksi dan inovasi produk,
serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan daya saing industri plastik.

                                       Grafik 8. Pangsa Pasar Global Polycarbonate
                                   45,00                                                             9,00%
                                   40,00                                                             8,00%
                                   35,00                                                             7,00%
                                   30,00                                                             6,00%
                     USD Billion




                                   25,00                                                             5,00%
                                   20,00                                                             4,00%
                                   15,00                                                             3,00%
                                   10,00                                                             2,00%
                                    5,00                                                             1,00%
                                    0,00                                                             0,00%



                                                    Pangsa Pasar          Pertumbuhan

                                                Sumber: Precedence Research


Permintaan global terhadap Polycarbonate pada tahun 2025 diperkirakan bernilai 24,01 miliar USD dan
diperkirakan akan diproyeksikan sekitar 40,04 miliar USD pada tahun 2035 dengan tingkat pertumbuhan
(CAGR) sebesar 5,09% selama periode 2026 sampai dengan 2035.




                                                                   Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |23
Page 39
                                       Grafik 9. Pangsa Pasar Asia-Pasifik Polycarbonate
                               25,00                                                                 8,00%
                                                                                                     7,00%
                               20,00
                                                                                                     6,00%

                 USD Billion   15,00                                                                 5,00%
                                                                                                     4,00%
                               10,00                                                                 3,00%
                                                                                                     2,00%
                                5,00
                                                                                                     1,00%
                                0,00                                                                 0,00%



                                                     Pangsa Pasar        Pertumbuhan

                                                     Sumber: Precedence Research


Sedangkan permintaan pasar Asia-Pasifik terhadap Polycarbonate pada tahun 2025 diperkirakan bernilai
12,73 miliar USD dan diperkirakan diproyeksikan mencapai 21,48 miliar USD pada tahun 2035 dengan
tingkat perumbuhan (CAGR) sebesar 5,23% selama periode 2026 sampai 2035.

                               Grafik 10.Pangsa Pasar Polycarbonate Berdasarkan Wilayah


                                                 3%

                                                4%                                  Asia Pacific

                                         18%                                        North America

                                                                                    Europe
                                                             53%
                                                                                    Latin America
                                          22%
                                                                                    Middle East & Africa




                                                     Sumber: Precedence Research


Asia-Pasifik sendiri memiliki sekitar 53% pangsa pasar, menjadi pangsa pasar terbesar diikuti dengan
Amerika Utara yang menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 22%, Eropa yang mimiliki 18% pangsa
pasar, Amerika Latin memiliki 4% pangsa pasar, dan yang terakhir Timur Tengah dan Afrika yang memiliki
3 % pangsa pasar.




                                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |24
Page 40
3.5. Potensi dan Sasaran Pasar
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan memandang bahwa potensi pasar untuk
produk hasil pemulihan material plastik, khususnya Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polycarbonate
(PC), menunjukkan prospek yang cukup baik dan berkelanjutan. Permintaan terhadap material plastik
daur ulang didorong oleh kebutuhan industri akan alternatif bahan baku yang lebih efisien dari sisi biaya
serta meningkatnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan lingkungan. Produk hasil pemulihan berupa
PET flakes dan PC pellets merupakan bahan antara (intermediate materials) yang digunakan oleh
berbagai sektor industri, sehingga memiliki basis permintaan yang relatif luas dan tidak terfokus pada
satu segmen tertentu. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Perseroan menilai bahwa peluang
pasar masih terbuka, khususnya bagi pelaku usaha yang mampu menyediakan produk dengan kualitas
yang konsisten dan pasokan yang andal. Pengembangan pasar direncanakan dilakukan secara bertahap
dengan mempertimbangkan kondisi permintaan domestik serta potensi pasar ekspor.

Dari sisi sasaran pasar, Perseroan menargetkan pelaku industri pengolahan plastik lanjutan sebagai
konsumen utama, baik di pasar domestik maupun dengan mempertimbangkan peluang ekspor. Target
pasar mencakup perusahaan manufaktur yang memanfaatkan material daur ulang sebagai bagian dari
proses produksi, baik untuk efisiensi biaya maupun untuk memenuhi tuntutan penggunaan material
ramah lingkungan.

3.6. Pesaing Usaha
Perseroan akan menghadapi persaingan dari pelaku usaha yang bergerak di bidang pengolahan dan
pemulihan material plastik, baik pada skala lokal, nasional, maupun internasional. Persaingan usaha
pada sektor ini umumnya ditentukan oleh beberapa faktor utama, antara lain harga, kualitas produk,
kapasitas produksi, serta kontinuitas pasokan. Selain itu, pelaku usaha dengan teknologi pengolahan
yang lebih maju cenderung memiliki keunggulan dalam menghasilkan produk dengan spesifikasi yang
lebih tinggi. Meskipun demikian, Perseroan menilai bahwa peluang untuk bersaing tetap terbuka,
terutama dengan mengedepankan efisiensi operasional, pengendalian kualitas, serta pengembangan
hubungan usaha dengan pelanggan. Perseroan bergerak pada aktivitas pemulihan material plastik akan
bersaing dengan beberapa perusahaan sejenis, yaitu:

1. PT Namasindo Plas
   Merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi kemasan plastik, khususnya botol PET untuk
   industri makanan dan minuman. Perusahaan ini memiliki posisi yang kuat di industri kemasan dan
   berpotensi mengembangkan integrasi ke arah penggunaan material daur ulang (PET), sehingga dapat
   menjadi pesaing dalam hal pemanfaatan maupun pengolahan material PET.

2. PT Veolia Services Indonesia
   Bagian dari grup global Veolia yang bergerak di bidang pengelolaan limbah dan solusi lingkungan.
   Perusahaan ini memiliki kapabilitas dalam pengolahan limbah, termasuk limbah plastik, dengan
   pendekatan teknologi dan skala operasional yang relatif besar. Keunggulan Veolia terletak pada
   pengalaman internasional dan sistem pengelolaan limbah terintegrasi.

3. PT Tridi Oasis Group
   Merupakan salah satu pelaku utama di industri daur ulang plastik di Indonesia, khususnya dalam
   pengolahan botol PET menjadi flakes berkualitas ekspor. Perusahaan ini telah memiliki fasilitas



                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |25
Page 41
   produksi yang terintegrasi dan jaringan pasar internasional, sehingga menjadi pesaing langsung
   dalam segmen PET recycling.

4. PT Kahatex
   Kahatex Group merupakan perusahaan tekstil terintegrasi yang juga mengembangkan kegiatan daur
   ulang plastik, khususnya PET, untuk diolah menjadi serat polyester. Dengan integrasi hulu-hilir,
   perusahaan ini memiliki keunggulan dalam captive market dan efisiensi penggunaan bahan baku daur
   ulang.

5. PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk
   Perusahaan ini pada dasarnya bergerak di industri panel kayu, namun memiliki potensi atau
   pengembangan pada segmen berbasis material daur ulang. Dalam konteks tertentu, keterlibatan
   pada pengolahan material dapat menjadikannya sebagai pesaing tidak langsung, terutama dalam
   pemanfaatan material berbasis limbah.

3.7. Strategi Pemasaran
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan menerapkan strategi pemasaran berbasis business-
to-business (B2B) yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan pelanggan korporasi serta optimalisasi
penetrasi pasar. Strategi ini tidak hanya menitikberatkan pada transaksi penjualan, tetapi juga pada
pengembangan hubungan usaha jangka panjang, konsistensi kualitas produk, serta fleksibilitas dalam
memenuhi kebutuhan pelanggan. Adapun strategi yang akan diterapkan antara lain:
1. Penjualan kepada Brand Owner
   Perseroan menjalin kerja sama langsung dengan pemilik merek (brand owner) melalui skema
   produksi berbasis pesanan (made-to-order). Dalam pendekatan ini, desain, spesifikasi, dan standar
   kualitas produk disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan. Strategi ini memberikan
   nilai tambah berupa:
   • Peningkatan kepuasan pelanggan melalui produk yang customized;
   • Terbentuknya hubungan usaha jangka panjang (long-term business relationship);
   • Stabilitas permintaan melalui kontrak atau pesanan berulang.
   Pendekatan ini juga sejalan dengan fokus Perseroan dalam membangun kemitraan strategis yang
   berkelanjutan dengan pelanggan utama.

2. Penjualan melalui Pasar Bebas
   Selain melayani brand owner, Perseroan juga memasarkan produk ke pasar bebas dengan
   karakteristik produk yang bersifat umum (standardized) dan tanpa merek (unbranded). Dalam skema
   ini, Perseroan memiliki fleksibilitas dalam menentukan desain dan spesifikasi produk. Manfaat dari
   pendekatan ini antara lain:
   • Memperluas jangkauan pasar ke berbagai segmen pelanggan;
   • Meningkatkan fleksibilitas produksi dan pengelolaan kapasitas;
   • Mengurangi ketergantungan pada pelanggan tertentu melalui diversifikasi pasar.


3. Penguatan Hubungan Usaha dan Kualitas Produk
   Dalam mengembangkan pasar, Perseroan berfokus pada pembangunan hubungan usaha jangka
   panjang dengan pelanggan melalui pendekatan B2B yang berkelanjutan. Hal ini didukung oleh
   komitmen Perseroan dalam menjaga kualitas produk yang konsisten sesuai standar yang ditetapkan.



                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |26
Page 42
   Konsistensi kualitas menjadi faktor kunci dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan, sekaligus
   meningkatkan peluang repeat order dan loyalitas pelanggan.

4. Fleksibilitas dan Pemanfaatan Jaringan Industri
   Perseroan juga mengedepankan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, baik dari sisi
   desain, volume, maupun spesifikasi teknis. Fleksibilitas ini menjadi keunggulan kompetitif dalam
   menghadapi dinamika permintaan pasar. Selain itu, Perseroan berupaya mengoptimalkan
   pemanfaatan jaringan industri yang telah dimiliki, baik melalui relasi bisnis, mitra usaha, maupun
   ekosistem industri terkait, sebagai sarana untuk:
   • Meningkatkan penetrasi pasar;
   • Memperluas basis pelanggan;
   • Mengidentifikasi peluang pasar baru.

5. Sinergi Strategi Pemasaran
   Kombinasi antara pendekatan customized untuk brand owner, penjualan pasar bebas, serta
   penguatan hubungan usaha dan jaringan industri memungkinkan Perseroan untuk mencapai
   keseimbangan antara stabilitas permintaan dan fleksibilitas operasional. Secara keseluruhan,
   strategi pemasaran tersebut mendukung Perseroan dalam:
   • Memenuhi kebutuhan pelanggan secara spesifik dan adaptif;
   • Memperluas jangkauan pasar;
   • Mengoptimalkan utilisasi kapasitas produksi;
   • Mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.


3.8. Kesinambungan (Sustainability) Pasar
Dari perspektif kesinambungan (sustainability), Perseroan memandang bahwa kegiatan pemulihan
material plastik memiliki prospek yang relatif berkelanjutan baik dari sisi pasokan bahan baku,
permintaan pasar, maupun perkembangan industri secara keseluruhan. Dari sisi pasokan bahan baku,
kegiatan pemulihan material plastik yang direncanakan Perseroan didukung oleh ketersediaan material
berbahan Polycarbonate (PC) dan Polyethylene Terephthalate (PET), termasuk yang berasal dari galon air
minum yang telah mencapai akhir masa pakai (end-of-life products) maupun material plastik lainnya
yang memenuhi spesifikasi pengolahan Perseroan. Siklus penggunaan produk berbahan PC dan PET yang
berlangsung secara berkelanjutan menciptakan potensi ketersediaan material yang dapat dipulihkan dan
diolah kembali. Dengan demikian, Perseroan memandang bahwa pasokan bahan baku memiliki prospek
kesinambungan yang memadai untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha dalam jangka panjang.

Dari sisi permintaan pasar, semakin banyak pelaku industri yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan
ke dalam kegiatan operasional dan rantai pasok mereka. Kebutuhan terhadap material hasil daur ulang
tidak hanya didorong oleh pertimbangan efisiensi biaya, tetapi juga oleh upaya perusahaan untuk
meningkatkan penggunaan material yang dapat didaur ulang dan mendukung pencapaian target
keberlanjutan yang ditetapkan masing-masing perusahaan. Kondisi tersebut diperkirakan akan
mendorong pertumbuhan permintaan yang lebih berkesinambungan terhadap produk hasil pemulihan
material plastik. Selain itu, perkembangan praktik industri yang semakin mengedepankan prinsip
ekonomi sirkular (circular economy) turut memberikan dukungan terhadap keberlangsungan pasar
material daur ulang. Dalam konsep ekonomi sirkular, material yang telah digunakan tidak berakhir




                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |27
Page 43
sebagai limbah, melainkan diproses kembali menjadi material yang dapat dimanfaatkan dalam siklus
produksi berikutnya.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, material hasil pemulihan memiliki potensi untuk menjadi
bagian penting dalam rantai pasok industri plastik di masa mendatang. Dari perspektif lingkungan,
kegiatan pemulihan material plastik berkontribusi terhadap peningkatan pemanfaatan kembali material
yang masih memiliki nilai guna serta mendukung upaya pengurangan limbah plastik. Pemanfaatan
kembali material PC dan PET melalui proses pemulihan material diharapkan dapat memberikan nilai
tambah ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Bagi Perseroan, pengembangan kegiatan usaha di bidang pemulihan material barang plastik tidak hanya
membuka peluang diversifikasi usaha, tetapi juga berpotensi memperkuat keberlanjutan usaha dalam
jangka panjang melalui pengembangan lini bisnis yang selaras dengan tren industri, kebutuhan pasar,
dan perkembangan praktik bisnis yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan. Oleh karena itu,
Perseroan memandang bahwa kegiatan usaha yang akan dijalankan berdasarkan KBLI 38302 memiliki
prospek kesinambungan yang memadai untuk dikembangkan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan
usaha Perseroan ke depan.

3.9. Target Pasar
Target pasar Perseroan adalah pelaku industri yang menggunakan material plastik sebagai bahan baku
dalam proses produksinya, antara lain:
• Industri kemasan;
• Industri manufaktur produk plastik;
• Industri pengolahan lanjutan lainnya.


Target pasar tersebut mencakup perusahaan yang memanfaatkan material daur ulang baik sebagai
substitusi bahan baku primer maupun sebagai bagian dari kebijakan penggunaan material yang lebih
ramah lingkungan. Perseroan juga mempertimbangkan peluang untuk menjangkau pasar ekspor,
khususnya untuk produk yang memenuhi standar kualitas tertentu.

3.10. Pemasok dan Pelanggan Utama
Pasokan bahan baku berupa limbah plastik PET dan PC direncanakan diperoleh dari:
• Pelaku usaha pengumpulan limbah plastik;
• Distributor atau agregator limbah;
• Jaringan pemasok lainnya.


Ketersediaan bahan baku dinilai cukup memadai seiring dengan tingginya tingkat konsumsi plastik,
sehingga secara umum dapat mendukung keberlanjutan kegiatan operasional.

Pelanggan Perseroan merupakan pelaku industri pengolahan plastik lanjutan yang membutuhkan
material PET flakes dan PC pellets sebagai bahan baku. Pemasaran produk direncanakan mencakup
pasar domestik dan, dalam jangka menengah, berpotensi dikembangkan ke pasar ekspor.

Sehubungan dengan rencana penambahan KBLI, Perseroan telah menjalin kemitraan usaha kerja sama
dengan pelanggan potensial, yaitu:
• PT Tirta Investama;



                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |28
Page 44
• PT Super Wahana Tehno;
• PT Tirta Sibayakindo;
• PT Indofood Sukses Makmur Tbk;
• PT Repsol Oil Indonesia;
• PT ExxonMobil Lubricants Indonesia;
• PT Salim Ivomas Pratama Tbk
• PT Orang Tua Group.

                              Tabel 7. Informasi Konsumen Perseroan
  No                             Nama Perusahaan                                              Negara

   1     Super-Dragon Engineering Plastics Co., Ltd                                            China

   2     Guangdong Charter Yuke Plastics Technology Co., Ltd.                                  China

   3     Ego Plastics Supply Chain Company Limited                                            Vietnam

   4     San Yi New Material Co., Ltd.                                                        Thailand

   5     Mj Material Technology Sdn. Bhd.                                                    Malaysia
                                         Sumber: manajemen Perseroan



3.11. Kesimpulan Analisis Kelayakan Pasar
Berdasarkan analisis kelayakan pasar, Rencana Penambahan KBLI memiliki prospek yang baik dan
berkelanjutan, didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap material plastik daur ulang serta
cakupan pasar yang luas. Strategi pemasaran yang diterapkan dinilai memadai untuk mendukung
penetrasi pasar dan menjaga stabilitas permintaan, sehingga rencana tersebut layak untuk dilaksanakan
dari aspek pasar.




                                                          Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |29
Page 45
4.    ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS
4.1. Kapasitas Segmen Usaha
Perseroan beroperasi di bidang industri produk berbahan plastik yang digunakan untuk keperluan
pengemasan. Produk yang dihasilkan mencakup berbagai jenis, antara lain galon, jeriken, botol, sedotan,
tutup botol, gelas thermo, tisu, material plastik, pellet plastik, houseware, preform, serta produk embos.
Hingga tahun 2025, Perseroan telah mengoperasikan 6 (enam) fasilitas produksi, yang terdiri atas dua (2)
pabrik di Pulau Sumatera, yaitu di Binjai dan Lampung, serta 4 (empat) pabrik di Pulau Jawa yang
berlokasi di Cileungsi, Tangerang, Sukabumi, dan Solo. Seluruh fasilitas tersebut dikelola secara
terintegrasi guna mendukung optimalisasi kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi operasional, serta
memastikan pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan.

Kapasitas kegiatan usaha pada segmen pemulihan material barang plastik direncanakan untuk
dikembangkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas produksi, ketersediaan
bahan baku, serta efisiensi operasional. Penentuan kapasitas produksi tidak dilakukan secara langsung
pada skala maksimum, melainkan disesuaikan dengan tingkat utilisasi yang optimal pada tahap awal
operasional.

Pendekatan bertahap ini bertujuan untuk meminimalkan risiko operasional serta memberikan ruang bagi
Perseroan dalam melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap kinerja produksi. Seiring dengan
peningkatan stabilitas pasokan bahan baku dan permintaan pasar, kapasitas produksi dapat
ditingkatkan secara progresif sesuai kebutuhan.

1. Kapasitas Produksi Perseroan
Berikut adalah kapasitas produksi Perseroan:
a. PC dan PET Jug/Galon (± 1.200.000 unit per bulan)
   Perseroan memproduksi galon berbahan PC dan PET dengan berbagai variasi desain, ukuran, dan
   berat yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, termasuk opsi desain khusus sesuai
   permintaan.
b. PET Preform (± 12.600.000 unit per bulan)
   Perseroan menghasilkan PET preform dengan variasi tipe leher, berat, serta spesifikasi teknis yang
   disesuaikan dengan peruntukan penggunaan pelanggan.
c. PET Bottle (± 12.000.000 unit per bulan)
   Perseroan memproduksi botol PET dalam berbagai ukuran dan fungsi, yang digunakan untuk
   minuman ringan berkarbonasi (CSD), minuman beroksigen, bumbu, minyak goreng, produk farmasi,
   bahan kimia, sabun dan pembersih, jus, yogurt, serta produk lainnya.
d. PP Straw (± 510.000.000 unit per bulan)
   Perseroan memproduksi sedotan berbahan PP dengan variasi diameter, panjang, dan fungsi yang
   disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
e. HDPE Jerrycan (± 1.200.000 unit per bulan)
   Perseroan memproduksi jeriken HDPE dengan berbagai pilihan berat, volume, dan aplikasi yang
   memenuhi standar pasar domestik maupun ekspor.
f. Tutup Galon dan Tutup Botol (± 2.500.000 tutup galon per bulan dan ± 15.000.000 tutup botol per
   bulan)
   Perseroan memproduksi tutup galon dan tutup botol dengan opsi penambahan logo kustom sebagai
   bagian dari upaya menjaga keaslian dan identitas produk pelanggan.



                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |30
Page 46
g. Tissue Pembersih Galon (± 18.800.000 lembar per bulan)
   Perseroan memproduksi tissue pembersih galon dan tissue sanitasi dengan merek kustom, yang
   telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Kesehatan.

2. Kapasitas Teknis Perseroan
Dalam menjalankan kegiatan usaha berdasarkan KBLI 38302 – Pemulihan Material Barang Plastik,
Perseroan akan memanfaatkan fasilitas produksi yang dirancang untuk mengolah limbah plastik menjadi
material daur ulang yang memiliki nilai tambah ekonomis. Proses produksi meliputi kegiatan pemilahan
(sorting), pencucian (washing), penghancuran (crushing), pengeringan (drying), dan pembentukan pelet
plastik (pelletizing) (catatan: proses daur ulang material PC sampai dengan tahap pelletizing, sedangkan
proses daur ulang material PET sampai dengan tahap pengeringan).

Seluruh tahapan proses produksi, mulai dari sorting, washing, crushing, drying hingga pelletizing,
terintegrasi dalam satu lini produksi dengan kapasitas efektif sekitar 950 kg hingga 1.100 kg per jam.
Dengan tingkat operasi selama 24 (dua puluh empat) jam per hari, fasilitas tersebut mampu
menghasilkan kapasitas produksi sekitar 23 ton hingga 26 ton per hari. Dengan asumsi kegiatan
operasional berlangsung selama 230 (dua ratus tiga puluh) hari per tahun, kapasitas pengolahan tahunan
diproyeksikan mencapai sekitar 5.290 ton hingga 5.980 ton per tahun.

Kapasitas tersebut telah mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, kebutuhan pasar, spesifikasi
teknis peralatan produksi, serta kemampuan operasional Perseroan dalam menjalankan proses
pemulihan material plastik secara berkesinambungan. Seluruh tahapan proses produksi dirancang untuk
menghasilkan material plastik daur ulang yang memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan oleh
pelanggan dan dapat digunakan kembali sebagai bahan baku industri.

Berdasarkan perhitungan teknis dan karakteristik bahan baku yang diproses, Perseroan memperkirakan
tingkat perolehan hasil produksi (yield) sebesar sekitar 95% dari total material yang diolah. Adapun
tingkat kehilangan proses (waste rate) diperkirakan berada pada kisaran 4% hingga 5%, yang terutama
berasal dari kontaminan, kadar air, dan material yang tidak memenuhi spesifikasi untuk diproses lebih
lanjut menjadi produk daur ulang.

Pada tahap operasional, tingkat utilisasi fasilitas produksi diproyeksikan berada pada kisaran 80% hingga
90% dari kapasitas terpasang, dengan mempertimbangkan kebutuhan pemeliharaan mesin,
ketersediaan bahan baku, serta kondisi permintaan pasar. Dalam mendukung kegiatan operasional
tersebut, Perseroan memperkirakan kebutuhan air proses berada pada kisaran 275 m³ hingga 300 m³ per
bulan, yang terutama digunakan untuk mendukung proses pencucian (washing) material plastik dan
kegiatan operasional penunjang lainnya. Kebutuhan energi listrik diperkirakan berada pada kisaran
100.000 kWh hingga 150.000 kWh per bulan, yang digunakan untuk mengoperasikan seluruh lini produksi
dan fasilitas pendukung. Seluruh peralatan utama dalam proses pemulihan material plastik, termasuk
mesin pemilahan (sorting), pencucian (washing), penghancuran (crushing), pengeringan (drying), dan
pembentukan pelet (pelletizing), menggunakan tenaga penggerak berupa motor listrik (electric
motor/dinamo) yang terintegrasi dalam sistem produksi. Oleh karena itu, ketersediaan pasokan energi
listrik yang memadai merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan operasional
Perseroan.




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |31
Page 47
Perseroan juga didukung oleh fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas
pengolahan sebesar 13,63 m³ per hari, yang dinilai memadai untuk mengelola air limbah yang dihasilkan
dari kegiatan operasional. Air limbah hasil proses produksi akan diolah sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, sedangkan residu padat yang tidak dapat dimanfaatkan
kembali akan ditangani melalui mekanisme pengelolaan limbah yang sesuai dengan standar lingkungan.

Dengan kapasitas teknis, tingkat utilisasi, kebutuhan utilitas, kapasitas pengolahan limbah, dan tingkat
efisiensi proses tersebut, Perseroan meyakini bahwa kegiatan usaha KBLI 38302 dapat dijalankan secara
efektif, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan usaha Perseroan serta
meningkatkan nilai tambah atas material plastik yang dipulihkan melalui proses daur ulang.

4.2. Ketersediaan Bahan Baku
Ketersediaan bahan baku merupakan salah satu faktor kunci dalam kegiatan pemulihan material plastik.
Bahan baku utama berupa limbah plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polycarbonate (PC)
yang secara umum tersedia dari berbagai sumber, seperti pelaku usaha pengumpulan limbah,
distributor, serta jaringan pemasok lainnya.

Saat ini, sumber bahan baku difokuskan pada limbah galon air minum dan produk plastik sejenis yang
memiliki karakteristik material relatif seragam. Dengan tingkat konsumsi plastik yang tinggi, ketersediaan
bahan baku dinilai cukup memadai untuk mendukung kegiatan operasional, meskipun tetap diperlukan
pengelolaan rantai pasok yang baik untuk menjaga kontinuitas dan kualitas bahan baku. Pengelolaan
rantai pasok dilakukan melalui kerjasama dengan produsen air minum galon.

4.3. Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli
Perseroan memiliki 1.345 orang tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, 125 orang (9,29%) berstatus sebagai
pegawai tetap, sedangkan 1.220 orang (90,71%) merupakan pegawai tidak tetap. Perseroan memiliki
dasar pengalaman di industri plastik yang menjadi modal awal dalam mendukung pelaksanaan kegiatan
pemulihan material barang plastik.

Dalam pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 38302, Perseroan akan mengoptimalkan tenaga ahli dan tenaga
kerja internal yang telah dimiliki saat ini, sehingga pada tahap awal pelaksanaan kegiatan usaha tidak
diperlukan penambahan tenaga kerja baru. Kegiatan operasional akan dipimpin oleh seorang tenaga ahli
yang menjabat sebagai Production Manager di bawah koordinasi dan pengawasan Factory Manager.
Selain itu, Perseroan juga didukung oleh personel yang memiliki kompetensi di bidang keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) guna memastikan kegiatan operasional dilaksanakan sesuai dengan standar
keselamatan kerja yang berlaku. Perseroan menunjuk Bapak Johari sebagai tenaga ahli internal yang akan
mendukung pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 38302. Beliau saat ini menjabat sebagai Production
Manager Perseroan sejak tahun 2022 dan bertanggung jawab atas pengelolaan proses produksi,
pengoperasian mesin dan peralatan produksi, pengendalian kualitas, pemeliharaan fasilitas produksi,
serta peningkatan efisiensi operasional. Sebelum bergabung dengan Perseroan, beliau menjabat sebagai
Engineering Manager pada PT Tang Mas selama periode 2003–2022 dan sebagai Engineering &
Production Supervisor pada PT Sarva Jaya Manggala selama periode 1999–2003. Dengan pengalaman
lebih dari 25 tahun di bidang manufaktur plastik, engineering, dan pengelolaan proses produksi, beliau
memiliki pemahaman yang memadai terkait karakteristik material plastik, pengoperasian dan
pemeliharaan mesin produksi, pengendalian mutu, serta pengembangan proses manufaktur.



                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |32
Page 48
Berdasarkan pengalaman dan kompetensi tersebut, Perseroan menilai Bapak Johari memiliki kapasitas
yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha pemulihan material barang plastik
sebagaimana tercakup dalam KBLI 38302.

Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 38302, Perseroan tidak memerlukan tenaga ahli
dengan sertifikasi profesi khusus maupun sertifikasi teknis tertentu yang bersifat wajib berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan usaha yang dijalankan lebih
menitikberatkan pada pengalaman operasional, kompetensi teknis di bidang manufaktur dan
pengolahan plastik, penguasaan proses produksi, serta penerapan standar keselamatan dan
pengendalian mutu yang telah diterapkan Perseroan. Oleh karena itu, pengalaman dan kompetensi yang
dimiliki oleh tenaga ahli internal Perseroan dinilai telah memadai untuk mendukung pelaksanaan
kegiatan usaha tersebut. Pada tahap awal operasional, kegiatan usaha KBLI 38302 akan didukung oleh 1
(satu) orang tenaga ahli, yaitu Bapak Johari selaku Production Manager, serta sekitar 42 hingga 52 orang
tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari tenaga kerja eksisting Perseroan. Komposisi tenaga kerja
tersebut terdiri atas sekitar 2 (dua) orang supervisor produksi, 2 (dua) orang personel logistics & supply
chain, 2 (dua) orang leader, 30 hingga 40 orang operator, 2 (dua) orang personel quality control (QC), dan
4 (empat) orang personel maintenance. Komposisi tersebut dipandang memadai untuk mendukung
kegiatan pemulihan material plastik sesuai dengan kapasitas produksi yang direncanakan.

Dari sisi kompetensi, tenaga kerja yang akan terlibat dalam kegiatan usaha ini memiliki latar belakang
pendidikan, keterampilan, dan pengalaman yang relevan dengan kegiatan manufaktur dan pengolahan
plastik. Perseroan juga memiliki pengalaman dalam penggunaan material daur ulang Polycarbonate (PC)
untuk produksi galon, pengolahan scrap internal, pelaksanaan uji coba (trial) proses daur ulang, serta
produksi dan pemasaran produk yang mengandung material daur ulang (recycled content). Pengalaman
tersebut memberikan dasar pengetahuan dan kemampuan operasional yang mendukung
pengembangan kegiatan usaha pemulihan material barang plastik. Selain mengoptimalkan sumber daya
manusia yang telah dimiliki, Perseroan akan terus melakukan peningkatan kompetensi melalui program
pelatihan dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan operasional. Seiring dengan
perkembangan kegiatan usaha di masa mendatang, Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkala
terhadap kebutuhan tenaga kerja dan dapat melakukan penambahan secara bertahap apabila
diperlukan. Dengan pengalaman, kompetensi, dan kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki saat ini,
Perseroan meyakini bahwa kebutuhan tenaga ahli dan tenaga kerja untuk mendukung pelaksanaan
kegiatan usaha KBLI 38302 dapat terpenuhi secara memadai.

4.4. Proses Produksi
Proses pemulihan material plastik dirancang melalui beberapa tahapan utama yang disesuaikan dengan
karakteristik bahan baku dan produk yang dihasilkan. Tahapan tersebut meliputi:
• Pemilahan (sorting) bahan baku untuk memastikan kesesuaian jenis material;
• Pencucian (washing) untuk menghilangkan kontaminan dan meningkatkan kualitas bahan;
• Pencacahan (shredding/crushing) untuk menghasilkan ukuran material yang lebih kecil;
• Pengolahan lanjutan, yaitu:
   o Produksi serpihan plastik (flakes) untuk material PET;
   o Proses pelelehan dan pencetakan ulang (pelletizing) untuk material PC menjadi bijih plastik
      (plastic pellets).




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |33
Page 49
Setiap tahapan proses dirancang untuk menjaga konsistensi kualitas produk, baik dari sisi kebersihan,
ukuran, maupun spesifikasi teknis lainnya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri pengguna.
Berikut adalah proses recycling PC flakes dan peletizing:

                 Gambar 1. Diagram Alir Proses Recycling PC Flakes dan Peletizing

                                                      Mulai

                                                                                     1.1. Galon Split /
                                 1. Penerimaan, Pemeriksaan Bahan Baku,                  Gallon Reject
                                         Pengemas, dan Pendukung
                                                                                    1.2. Karung/ Jumbo
                                                                                             Bag

                                                                            N
                                                        Ok?                            Claim Supplier



                                                              Y

                                                                            Y         2. Proses Belah
                                                    Gallon Utuh?


                                                              N

                                   N
                                                   Gallon Label?


                                                              Y

                                                 3. Proses Kerok




                                           4. Proses Pencucian Manual




                                            5. Distribusi Gallon Split ke
                                                    Proses Sortir


                                                                                N
                                                 Sesuai Standard?               N


                                                                  Y
                                            6. Distribusi Galon Split ke
                                                 Proses Crushing


                                                7. Proses Crushing




                                          8. Proses Pembilasan dengan
                                                      Mesin


                          OPRP               9. Penangkapan Logam
                           1                  dengan Magnet Trap


                                             10. Proses Pengeringan




                                                 11. Proses Ayak




                          OPRP               12. Penangkapan Logam
                           2                  dengan Magnet Trap


                                              13. Pengemasan Hasil
                                                    Crushing


                                                         A




                                                                                Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |34
Page 50
              A



  14. Penimbangan + Jahit
          Karung


  15. Penyusunan di Pallet +
       Proses Wrapping


  16. Penyimpanan di Area
           Transit




          PC Flakes?
                                  N



                  Y

  17. Distribusi ke WH-RM




18. Penyimpanan ke Area WH-
            RM


             C
                                         19. Penuangan Material ke
                                              Hopper Extruder


                                OPRP     20. Penangkapan Magnet
                                 3        pada Hopper Extruder


                                             21. Proses Melting




                                            22. Proses Extrussion



                           23.1 Air     23. Proses Pendinginan di Bak
                          Pendingin                Extruder


                                             24. Proses Cutting




                                              25. Proses Ayak



                                 OPRP     26. Proses Penangkapan
                                  4       Magnet Trap di Mesin Ayak


                                         27. Pemilahan Hasil Pelletan
                                                  (Chips) 1


                                                                          27.1
                                                                         Reject
                                                      Ok?

                                                                         27.2
                                                                         Waste


                                                      B




                                                             Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |35
Page 51
                                                 B



                                   28. Distribusi Pelletan (Chips)




                                      29. Proses Penarikan ke
                                              Hopper


                                   30. Pemilahan Hasil Pelletan
                                            (Chips) 2




                                                Ok?                  N
                                                                              30.1 Waste


                                                        Y

                                        31. Pengemasan +
                                          Penimbangan


                                     32. Penjahitan Kemasan




                                            Paper Bag?                    N




                                   33. Penyusunan di Pallet +                   Y
                                        Proses Wrapping


                                   34. Distribusi ke Area WH-RM




                                   35. Penyimpanan di Area WH-
                                               RM


                                   36. Pemuatan ke Transporter                  C



                                   37. Pengiriman ke Customer




                                              Selesai




                                      Sumber: manajemen Perseroan


Secara umum, alur proses recycling PC flakes dan peletizing dijelaskan sebagai berikut:
 1. Awal mula Proses Recycling PC Flakes & Peletizing dimulai dengan penerimaan bahan baku berupa
     galon split/reject serta karung/jumbo bag. Dilakukan pemeriksaan awal untuk memastikan
     kesesuaian dengan standar kualitas yang ditetapkan. Apabila tidak sesuai, dilakukan klaim kepada
     supplier.




                                                                     Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |36
Page 52
2.  Pada tahap ini dilakukan pemilahan material berdasarkan kondisinya. Galon yang utuh akan
    melalui proses pemotongan, jika tidak utuh maka akan langsung lanjut ke pemeriksaan label. Jika
    label masih ada, maka akan lanjut ke proses No.3. Jika tidak ada label, maka proses langsung
    lanjut ke No.4
3. Material yang telah disortir selanjutnya menjalani proses pembersihan dimana akan dilakukan
    penghilangan label dan residu. Pertama akan dilakukan pengerokan label untuk menghilangkan
    label.
4. Selanjutnya melakukan proses pencucian, material diperiksa kembali untuk memastikan
    kesesuaian dengan standar kebersihan.
5. Setelah dilakukan pencucian dan pembersihan, selanjutnya galon akan didistribusikan ke proses
    pensortiran dalam conveyor. Jika tidak sesuai standar maka galon kembali ke proses pencucian,
    jika sudah sesuai galon akan lanjut ke proses selanjutnya.
6. Setelah dilakukan pencucian dan pengecekan proses selanjunya adalah proses Crushing.
7. Plastik dimasukkan ke dalam Mesin Crushing atau mesin giling dimana plastik akan dihancurkan
    menjadi ukuran lebih kecil atau Flakes.
8. Selanjutnya proses pembilasan flakes dalam Mesin Washing untuk meningkatkan kebersihan
    material.
9. Setelah dibilas, dilakukan OPRP 1 yaitu tahap atau titik pengendalian untuk mencegah,
    mengurangi, dan mengendalikan potensi bahaya. Disini pencegahan untuk menangkap logam
    menggunakan Magnet Trap dengan daya tarik minimal 2.500 Gauss.
10. Tahap selanjutnya adalah tahap pengeringan flakes menggunakan Mesin Pengering untuk
    mengurangi kadar air dalam flakes.
11. Selanjutnya Proses Ayak, dimana flakes disaring berdasarkan ukuran untuk memastikan
    keseragaman.
12. Pada tahap ini sama dengan tahap No. 9, dimana flakes dipisahkan dengan bahan-bahan logam
    untuk memastikan keamanan material.
13. Selanjutya tahap pengemasan dimana flakes yang sudah di proses dan memenuhi standar
    masukkan ke dalam karung untuk proses selanjutnya.
14. Flakes ditimbang sesuai standar berat dan dilakukan penjahitan karung untuk pengemasan.
15. Karung disusun di atas pallet dan dibungkus menggunakan plastic wrapping untuk menjaga
    kestabilan dan kebersihan.
16. Produk akan disimpan sementara di area transit sebelum didistribusikan ke gudang bahan baku.
    Jika bahan bukan termasuk Polikarbonat (PC) flakes, maka lanjut ke No.19. Jika bahan adalah PC
    flakes maka lanjut ke No.17.
17. Material yang dipastikan sebagai PC flakes, langsung didistribusikan ke dalam Warehouse Raw
    Material (WH-RM).
18. PC flakes disimpan sebagai bahan baku untuk proses peletizing. Untuk penyimpanan terdapat
    forklift dalam gudang untuk mengangkut bahan baku yang akan disimpan. Jika sudah disimpan,
    maka lanjut ke proses selanjutnya ke No.36.
19. Jika flakes bukan Polikarbonat, maka flakes dimasukkan ke dalam hopper extruder sebagai tahap
    awal peletizing.
20. Pada tahap ini dilakukan pemisahan logam kembali menggunakan magnet untuk menjaga kualitas
    produk.
21. Selanjutnya material dilelehkan menggunakan heater pada suhu tertinggi hingga menjadi cair.
22. Material yang sudah cair, didorong oleh screw untuk membentuk strand (benang plastik).



                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |37
Page 53
 23. Strand didinginkan menggunakan air pendingin untuk mengeraskan material dengan suhu 300C -
     400C.
 24. Setelah itu strand dipotong menjadi bentuk pellet/chips menggunakan pisau cutting.
 25. Pellet disaring untuk memastikan ukuran sesuai spesifikasi.
 26. Pemeriksaan akhir terhadap kontaminasi logam dilakukan sebelum pengemasan.
 27. Pellet dipisahkan antara produk baik, reject, dan waste.
 28. Pellet didistribusikan melalui sistem pipa menggunakan kompresor menuju tahap berikutnya.
 29. Material dialirkan kembali ke hopper untuk proses lanjutan.
 30. Dilakukan pemilahan ulang untuk memastikan hanya produk sesuai standar yang dilanjutkan. Jika
     tidak layak, maka menjadi waste. Jika layak maka lanjut ke proses selanjutnya.
 31. Pellet dikemas menggunakan paper bag atau jumbo bag dan ditimbang sesuai standar.
 32. Kemasan dijahit untuk memastikan keamanan produk selama distribusi. Produk yang dikemas
     menggunakan paper bag perlu disusun kembali. Jika tidak maka lanjut ke No.34.
 33. Produk disusun di pallet dan dibungkus dalam wrapping untuk menjaga kualitas selama
     penyimpanan.
 34. Produk jadi dipindahkan ke gudang penyimpanan WH-RM.
 35. Produk disimpan hingga siap dikirim ke pelanggan.
 36. Produk dimuat ke kendaraan transportasi menggunakan truk atau kontainer.
 37. Produk dikirim kepada pelanggan sesuai dengan pesanan.


4.5. Kesimpulan Analisis Kelayakan Teknis
Berdasarkan analisis kelayakan teknis, Perseroan memiliki kapasitas operasional, ketersediaan bahan
baku, serta sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pemulihan
material plastik. Didukung oleh fasilitas produksi yang terintegrasi, pengalaman di industri plastik, serta
pendekatan pengembangan kapasitas secara bertahap, aspek teknis dinilai layak dan tidak terdapat
kendala material yang dapat menghambat implementasi rencana usaha.




                                                         Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |38
Page 54
5.    ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS

5.1. Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki potensi keunggulan kompetitif yang bersumber dari pengalaman di industri plastik,
yang memberikan pemahaman terhadap karakteristik material serta kebutuhan teknis pelanggan. Hal ini
menjadi dasar dalam menghasilkan produk dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri
pengguna.

Selain itu, Perseroan memiliki peluang untuk mengintegrasikan kegiatan pemulihan material ke dalam
rantai nilai usaha yang telah ada, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, khususnya
dalam pengelolaan material dan optimalisasi proses produksi. Fleksibilitas dalam mengolah berbagai
jenis material, khususnya Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polycarbonate (PC), juga memberikan
kemampuan bagi Perseroan untuk menyesuaikan produk dengan permintaan pasar.

Keunggulan lainnya terletak pada fokus terhadap konsistensi kualitas produk serta kemampuan dalam
menjaga kontinuitas pasokan, yang merupakan faktor penting dalam industri pengolahan plastik. Dengan
demikian, Perseroan memiliki dasar untuk membangun posisi kompetitif di pasar, meskipun tetap
menghadapi dinamika persaingan usaha.

5.2. Kemampuan Pesaing Meniru Produk
Produk yang dihasilkan dalam kegiatan pemulihan material plastik, seperti serpihan plastik (flakes) dan
bijih plastik (plastic pellets), pada dasarnya merupakan produk yang relatif bersifat komoditas, sehingga
secara umum dapat diproduksi oleh pelaku usaha lain yang memiliki fasilitas dan teknologi sejenis.
Dengan demikian, tingkat hambatan masuk (barrier to entry) dalam industri ini dapat dikategorikan
berada pada tingkat menengah, terutama bagi pelaku usaha yang telah memiliki akses terhadap bahan
baku dan teknologi pengolahan. Pesaing berpotensi meniru produk dari sisi bentuk dan fungsi. Namun
demikian, kemampuan untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten, tingkat kemurnian
yang tinggi, serta menjaga kontinuitas pasokan dalam skala komersial merupakan faktor pembeda yang
tidak mudah direplikasi dalam jangka pendek. Selain itu, hubungan usaha jangka panjang dengan
pelanggan serta pengelolaan rantai pasok yang efektif juga menjadi aspek yang dapat memperkuat posisi
Perseroan di tengah persaingan.

5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai
Melalui kegiatan pemulihan material plastik, Perseroan memiliki potensi untuk menciptakan nilai
tambah (added value) baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan. Dari sisi ekonomi, nilai tambah
dihasilkan melalui proses pengolahan limbah plastik yang pada awalnya memiliki nilai terbatas menjadi
produk antara (intermediate products) berupa serpihan plastik (flakes) dan bijih plastik (plastic pellets)
yang memiliki nilai jual lebih tinggi serta dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri.
Peningkatan added value tersebut juga tercermin dari kemampuan Perseroan dalam meningkatkan
kualitas material melalui proses pemilahan dan pengolahan yang terstruktur, sehingga menghasilkan
produk dengan spesifikasi yang lebih konsisten dan sesuai dengan kebutuhan industri pengguna.

Dari perspektif strategis, kegiatan ini memungkinkan Perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha
serta memperluas portofolio produk, sehingga tidak bergantung pada satu lini bisnis tertentu. Selain itu,
integrasi dalam rantai nilai industri plastik memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi dalam



                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |39
Page 55
pengelolaan material serta memperkuat posisi Perseroan sebagai bagian dari ekosistem industri. Dari
sisi keberlanjutan, kegiatan ini mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular, di mana material yang
telah digunakan dapat diproses kembali untuk dimanfaatkan secara berulang. Hal ini tidak hanya
memberikan added value secara ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai lingkungan melalui
pengurangan limbah plastik dan peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Dengan demikian,
kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tidak hanya terbatas pada peningkatan pendapatan,
tetapi juga mencakup peningkatan added value produk, penguatan daya saing usaha, serta kontribusi
terhadap keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

5.4. Mekanisme Pengadaan Bahan Baku dan Penjualan Produk
Dalam kegiatan usaha KBLI 38302 – Pemulihan Material Barang Plastik, bahan baku utama berupa galon
air minum berbahan Polycarbonate (PC) dan kemasan berbahan Polyethylene Terephthalate (PET) yang
sudah tidak layak digunakan diperoleh dari pelanggan Perseroan dan/atau pemasok lainnya berdasarkan
kontrak atau perjanjian kerja sama yang memuat ketentuan mengenai volume, kualitas, harga, dan
mekanisme penyerahan barang.

Selanjutnya, material tersebut diproses melalui kegiatan pemulihan material plastik untuk menghasilkan
produk berupa serpihan plastik (flakes) PET dan/atau bijih plastik (plastic pellets) PC yang dipasarkan
kepada pelanggan industri sebagai bahan baku produksi. Pada tahap awal, target pasar produk hasil daur
ulang Perseroan difokuskan pada pasar internasional mengingat permintaan terhadap produk tersebut
dinilai lebih berkembang dibandingkan pasar domestik.

Pihak pemasok bahan baku maupun pembeli produk hasil daur ulang merupakan pihak ketiga yang tidak
memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan. Harga pembelian bahan baku dan harga penjualan produk
ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar dengan mempertimbangkan kualitas material, volume
transaksi, spesifikasi produk, logistik, serta harga pasar yang berlaku. Margin usaha diperoleh dari selisih
antara harga perolehan bahan baku dan biaya pengolahan dengan harga jual produk hasil daur ulang,
yang diproyeksikan memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas Perseroan.

5.5. Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis, Perseroan memiliki dasar keunggulan kompetitif yang
memadai, didukung oleh pengalaman di industri, kemampuan menjaga kualitas dan kontinuitas
pasokan, serta potensi integrasi dalam rantai nilai usaha. Selain itu, kegiatan usaha ini memberikan
kemampuan bagi Perseroan untuk menciptakan nilai tambah secara ekonomi dan keberlanjutan. Dengan
demikian, pola bisnis Perseroan dinilai layak dan memiliki prospek untuk berkembang secara
berkelanjutan.




                                                          Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |40
Page 56
6.   ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Ketersediaan tenaga kerja menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas tim pelaksana. Perseroan
senantiasa mengutamakan kebijaksanaan dalam penempatan tenaga kerja, khususnya bagi karyawan
yang memiliki pengalaman dan kompetensi sesuai bidangnya. Dalam menjalankan kegiatan usaha,
Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan bepengalaman untuk menjalankan
kegiatan usahanya. Saat ini, Perseroan memiliki 1.345 orang tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, 125
orang (9,29%) berstatus sebagai pegawai tetap, sedangkan 1.220 orang (90,71%) merupakan pegawai
tidak tetap. Berikut komposisi tenaga kerja berdasarkan jabatan, pendidikan, dan usia:

                        Tabel 8. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jabatan
                                 Uraian                                Jumlah               %
        Dewan Komisaris                                                   2                0,15
        Direksi                                                           3                0,22
        Manajer Umum                                                      1                0,07
        Manajer                                                           16               1,19
        Asisten Manajer                                                   1                0,07
        Superintendent                                                    8                0,59
        Supervisor                                                        37               2,75
        Staff                                                             84               6,25
        Non Staff                                                       1.193             88,70
        Jumlah                                                          1.345             100,00
                                      Sumber: manajemen Perseroan


                 Tabel 9. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan
                                 Uraian                                Jumlah               %
        Pasca Sarjana                                                     2                0,15
        Sarjana                                                           77               5,72
        Diploma                                                           23               1,71
        SLTA                                                            1.180             87,73
        SMP                                                               52               3,87
        SD                                                                11               0,82
        Jumlah                                                          1.345             100,00
                                      Sumber: manajemen Perseroan


                          Tabel 10. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Usia
                                 Uraian                                Jumlah               %
        18-25                                                            571              42,45
        25-35                                                            489              36,36
        35-35                                                            201              14,94
        45-55                                                            77                5,72
        >55                                                               7                0,52
        Jumlah                                                          1.345             100,00
                                      Sumber: manajemen Perseroan




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |41
Page 57
Dalam rangka mendukung Rencana Penambahan KBLI 38302, Perseroan melakukan perencanaan
kebutuhan tenaga kerja yang disesuaikan dengan karakteristik proses produksi serta skala operasional
yang akan dikembangkan. Pada tahap awal, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan masih dapat dipenuhi
melalui optimalisasi sumber daya manusia yang telah dimiliki Perseroan, khususnya pada fungsi-fungsi
yang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan produksi dan pengelolaan material. Namun
demikian, mengingat adanya penambahan proses operasional yang lebih spesifik, Perseroan
mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja pada beberapa fungsi utama, antara lain:
• Operator produksi, yang bertanggung jawab atas proses pemilahan, pencucian, pencacahan, dan
    pengolahan material;
• Teknisi dan maintenance, untuk memastikan kelancaran operasional mesin dan peralatan produksi;
• Quality control (QC), untuk menjaga konsistensi kualitas produk sesuai dengan spesifikasi yang
    ditetapkan;
• Tenaga pengadaan (procurement/logistik), khususnya dalam pengelolaan pasokan bahan baku
    limbah plastik;
• Tenaga pendukung operasional lainnya, sesuai kebutuhan kegiatan produksi.


Dalam pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 38302, Perseroan akan mengoptimalkan tenaga ahli dan tenaga
kerja internal yang telah dimiliki saat ini, sehingga pada tahap awal pelaksanaan kegiatan usaha tidak
diperlukan penambahan tenaga kerja baru. Kegiatan operasional akan dipimpin oleh seorang tenaga ahli
yang menjabat sebagai Production Manager di bawah koordinasi dan pengawasan Factory Manager.
Selain itu, Perseroan juga didukung oleh personel yang memiliki kompetensi di bidang keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) guna memastikan kegiatan operasional dilaksanakan sesuai dengan standar
keselamatan kerja yang berlaku.

Perseroan menunjuk Bapak Johari sebagai tenaga ahli internal yang akan mendukung pelaksanaan
kegiatan usaha KBLI 38302. Beliau saat ini menjabat sebagai Production Manager Perseroan sejak tahun
2022 dan bertanggung jawab atas pengelolaan proses produksi, pengoperasian mesin dan peralatan
produksi, pengendalian kualitas, pemeliharaan fasilitas produksi, serta peningkatan efisiensi
operasional. Sebelum bergabung dengan Perseroan, beliau menjabat sebagai Engineering Manager pada
PT Tang Mas selama periode 2003–2022 dan sebagai Engineering & Production Supervisor pada PT Sarva
Jaya Manggala selama periode 1999–2003. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang manufaktur
plastik, engineering, dan pengelolaan proses produksi, beliau memiliki pemahaman yang memadai
terkait karakteristik material plastik, pengoperasian dan pemeliharaan mesin produksi, pengendalian
mutu, serta pengembangan proses manufaktur. Berdasarkan pengalaman dan kompetensi tersebut,
Perseroan menilai Bapak Johari memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pelaksanaan
kegiatan usaha pemulihan material barang plastik sebagaimana tercakup dalam KBLI 38302.

Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 38302, Perseroan tidak memerlukan tenaga ahli
dengan sertifikasi profesi khusus maupun sertifikasi teknis tertentu yang bersifat wajib berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan usaha yang dijalankan lebih
menitikberatkan pada pengalaman operasional, kompetensi teknis di bidang manufaktur dan
pengolahan plastik, penguasaan proses produksi, serta penerapan standar keselamatan dan
pengendalian mutu yang telah diterapkan Perseroan. Oleh karena itu, pengalaman dan kompetensi yang
dimiliki oleh tenaga ahli internal Perseroan dinilai telah memadai untuk mendukung pelaksanaan
kegiatan usaha tersebut.



                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |42
Page 58
Pada tahap awal operasional, kegiatan usaha KBLI 38302 akan didukung oleh 1 (satu) orang tenaga ahli,
yaitu Bapak Johari selaku Production Manager, serta sekitar 42 hingga 52 orang tenaga kerja yang
seluruhnya berasal dari tenaga kerja eksisting Perseroan. Komposisi tenaga kerja tersebut terdiri atas
sekitar 2 (dua) orang supervisor produksi, 2 (dua) orang personel logistics & supply chain, 2 (dua) orang
leader, 30 hingga 40 orang operator, 2 (dua) orang personel quality control (QC), dan 4 (empat) orang
personel maintenance. Komposisi tersebut dipandang memadai untuk mendukung kegiatan pemulihan
material plastik sesuai dengan kapasitas produksi yang direncanakan.

Dari sisi kompetensi, tenaga kerja yang akan terlibat dalam kegiatan usaha ini memiliki latar belakang
pendidikan, keterampilan, dan pengalaman yang relevan dengan kegiatan manufaktur dan pengolahan
plastik. Perseroan juga memiliki pengalaman dalam penggunaan material daur ulang Polycarbonate (PC)
untuk produksi galon, pengolahan scrap internal, pelaksanaan uji coba (trial) proses daur ulang, serta
produksi dan pemasaran produk yang mengandung material daur ulang (recycled content). Pengalaman
tersebut memberikan dasar pengetahuan dan kemampuan operasional yang mendukung
pengembangan kegiatan usaha pemulihan material barang plastik.

Selain mengoptimalkan sumber daya manusia yang telah dimiliki, Perseroan akan terus melakukan
peningkatan kompetensi melalui program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang relevan
dengan kebutuhan operasional. Seiring dengan perkembangan kegiatan usaha di masa mendatang,
Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kebutuhan tenaga kerja dan dapat
melakukan penambahan secara bertahap apabila diperlukan. Dengan pengalaman, kompetensi, dan
kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki saat ini, Perseroan meyakini bahwa kebutuhan tenaga ahli
dan tenaga kerja untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha KBLI 38302 dapat terpenuhi secara
memadai.

6.2. Manajemen Kekayaan Intelektual
Berdasarkan informasi manajemen, tidak terdapat Hak Kekayaan Intelektual yang secara khusus
berkaitan dengan Rencana Penambahan KBLI. Dalam pengembangan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak
mengantisipasi adanya kebutuhan signifikan terkait pembayaran atau penerimaan royalti maupun
pemanfaatan aset tak berwujud lainnya. Namun demikian, Perseroan tetap membuka kemungkinan
untuk memanfaatkan teknologi, lisensi, atau kerja sama tertentu apabila diperlukan untuk mendukung
peningkatan kualitas proses produksi dan efisiensi operasional di masa mendatang.

6.3. Manajemen Risiko
Kegiatan usaha Perseroan memiliki risiko-risiko sebagai berikut adalah:

Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen
keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Risiko tingkat suku bunga Perseroan
terutama timbul dari pinjaman untuk tujuan modal kerja. Pinjaman pada berbagai tingkat suku bunga
variabel menyebabkan Perseroan memiliki risiko terhadap nilai wajar risiko tingkat suku bunga. Untuk
meminimalkan risiko suku bunga, manajemen menelaah berbagai suku bunga yang ditawarkan kreditur
untuk mendapatkan suku bunga yang paling menguntungkan sebelum melakukan perikatan utang.




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |43
Page 59
Mitigasi risiko:
Pemantauan suku bunga secara berkala dilakukan dan Perseroan melakukan perencanaan keuangan
untuk mengantisipasi perubahan bunga agar dampak terhadap pendapatan dapat diminimalisasi.

Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak lain tidak dapat memenuhi kewajiban atas suatu instrumen
keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Tujuan Perseroan adalah
untuk mencapai pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan seraya meminimalkan kerugian yang
timbul atas eksposur peningkatan risiko kredit. Perseroan melakukan transaksi penjualan hanya dengan
pihak ketiga yang memiliki nama baik dan terpercaya. Kebijakan Perseroan mengatur bahwa seluruh
pelanggan yang akan melakukan transaksi penjualan secara kredit harus melalui proses verifikasi kredit.
Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan untuk memastikan bahwa
eksposur Perseroan terhadap risiko kredit macet tidak signifikan.

Mitigasi Risiko:
Perseroan melakukan evaluasi kredit pelanggan, memantau piutang secara berkala, dan menerapkan
prosedur penagihan untuk mengurangi risiko kredit macet.

Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Perseroan akan kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangannya
akibat kekurangan dana. Eksposur Perseroan atas risiko likuiditas pada umumnya timbul dari
ketidaksesuaian profil jatuh tempo antara aset dan liabilitas keuangan.

Mitigasi Risiko:
Perseroan mengelola arus kas secara hati-hati, melakukan perencanaan likuiditas, dan menjaga
cadangan kas untuk menutupi kebutuhan operasional yang mendesak.

Risiko Perubahan Peraturan Pemerintah
Perubahan regulasi dapat berdampak signifikan terhadap operasional Perseroan, misalnya terkait
perpajakan, lingkungan, dan perdagangan.

Mitigasi Risiko:
Perseroan rutin memonitor seluruh peraturan yang relevan dan segera menyesuaikan kebijakan internal
serta prosedur operasional agar tetap mematuhi peraturan yang berlaku.

Risiko Kepatuhan Hukum
Perseroan menghadapi risiko kepatuhan hukum terkait ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia, termasuk peraturan pajak, ketenagakerjaan, lingkungan, dan regulasi industri
kemasan plastik. Risiko ini dapat muncul apabila terjadi ketidaksesuaian pelaksanaan operasional
dengan peraturan yang berlaku, yang dapat berpotensi menimbulkan sanksi administrasi, denda, litigasi,
atau kerugian.

Mitigasi Risiko:
Perseroan menerapkan sistem kepatuhan yang terstruktur, meliputi pemantauan regulasi secara rutin,
sosialisasi dan pelatihan kepatuhan bagi seluruh karyawan, konsultasi berkala dengan penasihat hukum,



                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |44
Page 60
serta internal audit kepatuhan. Selain itu, Perseroan memastikan setiap aktivitas bisnis dilakukan sesuai
dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan prosedur evaluasi risiko hukum sebelum pengambilan
keputusan penting.

Risiko Lingkungan
Kegiatan operasional Perseroan memiliki potensi dampak terhadap lingkungan, seperti limbah produksi,
penggunaan energi, dan emisi yang dapat menimbulkan pencemaran. Risiko lingkungan mencakup
kemungkinan sanksi regulator, denda, atau kerugian reputasi apabila Perseroan tidak memenuhi standar
lingkungan yang berlaku.

Mitigasi Risiko:
Perseroan menerapkan praktik operasional ramah lingkungan, termasuk pengelolaan limbah, efisiensi
energi, dan penggunaan bahan baku yang berkelanjutan. Selain itu, Perseroan secara rutin melakukan
audit internal lingkungan, memonitor kepatuhan terhadap peraturan lingkungan, dan melaporkan
kegiatan lingkungan kepada pihak berwenang. Program sosialisasi dan pelatihan terkait lingkungan juga
dilakukan untuk meningkatkan kesadaran seluruh karyawan terhadap perlindungan lingkungan.

Risiko Teknologi dan Sistem Informasi
Perseroan cukup bergantung pada teknologi informasi untuk operasional, manajemen data, produksi,
serta transaksi bisnis. Risiko ini muncul dari potensi gangguan sistem TI, kebocoran data, serangan siber,
atau kegagalan sistem yang dapat mengganggu kelancaran operasional dan integritas informasi.

Mitigasi Risiko:
Perseroan mengelola risiko teknologi melalui penerapan sistem keamanan TI yang ketat, backup data
secara berkala, pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak, audit keamanan sistem, serta
pelatihan karyawan terkait keamanan informasi. Selain itu, adanya prosedur darurat dan rencana
pemulihan bencana (disaster recovery plan) memastikan bahwa gangguan TI dapat ditangani dengan
cepat dan dampaknya terhadap operasional minimal.

Adapun risiko terhadap kegiatan pemulihan material plastik antara lain:

Risiko Ketersediaan Bahan Baku
Perseroan bergantung pada pemasok bahan baku utama berupa biji plastik yang merupakan turunan
minyak bumi. Risiko ini dapat menimbulkan gangguan produksi jika terjadi kekurangan pasokan.

Mitigasi Risiko:
Perseroan secara rutin memantau jumlah pemasok dan variasi jenis bahan baku melalui program riset
dan pengembangan. Ketergantungan pada satu pemasok dikurangi dengan adanya alternatif pemasok
dan tipe bahan baku. Pemeriksaan inventaris dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan
bahan baku selalu mencukupi.

Risiko Perubahan Harga Bahan Baku
Harga bahan baku, terutama biji plastik, dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak bumi. Kenaikan harga
bahan baku dapat menekan margin keuntungan Perseroan.




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |45
Page 61
Mitigasi Risiko:
Perseroan memantau harga bahan baku secara mingguan dan menerapkan pembelian bertahap. Strategi
ini memungkinkan kontrol lebih baik atas biaya bahan baku, sehingga dampak fluktuasi harga dapat
diminimalisasi.

Risiko Harga
Fluktuasi harga bahan baku dan tarif pengiriman dapat menekan margin Perseroan.

Mitigasi Risiko:
Perseroan memantau harga bahan baku dan biaya logistik, melakukan negosiasi kontrak dengan
pemasok, serta menyesuaikan strategi harga agar dampak terhadap margin dapat dikendalikan.

Risiko Kerusakan dan Gangguan Fasilitas Produksi
Kerusakan mesin atau gangguan fasilitas produksi dapat menunda operasional dan mempengaruhi
output produksi.

Mitigasi Risiko:
Perseroan memiliki workshop internal yang mampu menangani perbaikan mesin secara cepat. Selain itu,
ada protokol pemanggilan teknisi dari pemasok mesin untuk menangani gangguan yang lebih kompleks,
sehingga risiko dapat diminimalisasi.

Risiko-risiko terhadap kegiatan pemulihan material plastik tersebut merupakan tanggungjawab
Departemen Purchasing dan Departemen Supply Chain (dibawah arahan direksi langsung).

6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Identitas dan pengalaman dari manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
Nama                      : Tirto Angesty
Posisi                    : Komisaris Utama
Pengalaman kerja          : • Presiden Direktur PT Primadaya Plastisindo Tbk (2017 – April 2022);
                              • Direktur PT Multi Sarana Plasindo (2002-sekarang);
                              • Pengusaha yang telah berkecimpung pada industri recycling plastic
                                (1986-2001)

Nama                      :   Musa Chandra
Posisi                    :   Komisaris Independen
Pengalaman kerja          :   • Chief Financial Officer PT Cakrawala Persada Biomas (2017-April
                                2022);
                              • Assistant Vice President of Accounting & Finance – Palm Oil Plantation
                                & Mill Division PT SMART Tbk (2014-2017);
                              • Assistant Vice President of Finance & Accounting – Research & Plant
                                Production Division di PT SMART Tbk (2009-2014);
                              • Executive Assistant for Senior Managing Director PT SMART Tbk (2008-
                                2009);
                              • Financial Controller Rimba Group (2003-2008);




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |46
Page 62
                               • GM Finance & Accounting Manunggal Pratama Group (1998-2002);
                               • Finance & Accounting Manager PT Indofood Sukses Makmur Tbk
                                 (1992-1998);
                               • Accounting Manager Sasana Kwarta Putra Group (1990-1992);
                               • Branch Administration Head Konimex Group (1989-1990)

 Nama                      :   Kennie Angesty
 Posisi                    :   Direktur Utama
 Pengalaman kerja          :   • Direktur PT Blasfolie Internasional Indonesia (2015-sekarang)

 Nama                      :   Yu Lin Chan
 Posisi                    :   Direktur
 Pengalaman kerja          :   • General Manager Andone International Co. Ltd, Taiwan (2010-2014);
                               • Vice President Marketing Accorda Plasctic Co., Ltd., Taiwan (2003-
                                 2010);
                               • Sales Marketing Zencatek Corporation, Taiwan (2001-2003)

 Nama                      :   Lim Kim Guan
 Posisi                    :   Direktur
 Pengalaman kerja          :   • Direktur Utama PT Aneka Investama (sekarang);
                               • Strategic Advisor sekaligus pemegang saham PT Primadaya
                                 Plastisindo Tbk (2005);
                               • Technical Manager PT Panca Sakti Prakasa Mulya (2002-2005);
                               • General Manager Team Matrix Sdn Bhd, Malaysia (1999-2002);
                               • Marketing Executive General Label & Labelling Berhad, Malaysia
                                 (1985-1997);
                               • Quality Control Singapore Polymer Corporation, Singapore (1991)

6.5.    Struktur Kepemilikan Saham
Berikut merupakan struktur kepemilikan saham Perseroan:

                                 Gambar 2. Alur Kepemilikan Saham




                                      Sumber: manajemen Perseroan




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |47
Page 63
6.6.     Struktur Organisasi Perseroan
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2025:

                                                                               Gambar 3. Struktur Organisasi Perseroan

                                                                                                    President Director
                                                                                                     TIRTO ANGESTY


                                                                                               Independent Commisioner
                                                                                                     MUSA CHANDRA



                                                                                                                              Audit Comittee Chief
                                                                                                                                MUSA CHANDRA


                                                                                                                                        Member:
                                                                                                                                        -WATINI
                                                                                                                                        -MELATI




                                                                                                                                        Director of
                                                                        Director of Finance         Presiden Director
                                                                                                                                        Operational
                                                                          YU LIN CHAN               KENNIE ANGESTY
                                                                                                                                   LIM KIM GUAN



                                                              Internal Audit                                                                             Corporate Secretary


                                                Quality                                                                                                                    Process &
     Tax Accounting &                                                   Key Account                      Quality                           New Project                                                          Factory
                        HR, GA,HSE   IT/MIS   Management   Purchasing                   Marketing                        Supply Chain                       Engineering     Product     Workshop   Production
          Finance
                                                System                  Management                       Control                           Development                    Development                           Manager


                          SUPPORTING DEPARTMENT                                MARKETING                                                                        OPERATIONS




                                                                                       Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                                                                                 Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |48
Page 64
Tidak terdapat kebutuhan untuk melakukan perubahan atau penambahan struktur organisasi Perseroan
sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI. Hal ini dikarenakan kegiatan pemulihan material plastik
(recycle) akan dilaksanakan dalam lingkup fungsi operasional yang telah ada dan berada di bawah
koordinasi Departemen Produksi.

6.7. Kesimpulan Analisis Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, Perseroan memiliki perencanaan sumber daya
manusia yang memadai dan adaptif dalam mendukung pengembangan kegiatan usaha. Kebutuhan tenaga
kerja dapat dipenuhi melalui optimalisasi sumber daya yang ada. Didukung oleh rencana peningkatan
kompetensi melalui pelatihan, aspek manajemen dinilai layak dan tidak terdapat kendala material dalam
mendukung implementasi rencana usaha Perseroan. Perseroan juga telah melakukan mitigasi atas risiko-
risiko yang dapat mempengaruhi kinerja operasional.




                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |49
Page 65
7. ANALISIS ASPEK KEUANGAN

7.1. Rencana Manajemen
Perseroan berencana menambahkan KBLI 38302-Pemulihan Material Barang Plastik guna mendukung
pengembangan usaha berkelanjutan dan memperkuat posisi di industri plastik. Kegiatan ini mencakup
pengolahan material plastik, khususnya Polycarbonate (PC) dan Polyethylene Terephthalate (PET),
melalui proses pencacahan (flakes) serta pelletizing untuk menghasilkan bijih plastik yang dipasarkan.

Langkah ini merupakan bagian dari penguatan rantai nilai usaha melalui optimalisasi pemanfaatan
material dan peningkatan efisiensi produksi. Secara strategis, penambahan KBLI tersebut memberikan
fleksibilitas pengembangan usaha, membuka peluang diversifikasi pendapatan, serta menciptakan nilai
tambah jangka panjang. Selain itu, aktivitas ini sejalan dengan tren ekonomi sirkular dan berpotensi
meningkatkan efisiensi pengelolaan material, memperkuat ketahanan pasok bahan baku, serta
mendukung kinerja keuangan dan nilai bagi pemegang saham secara berkelanjutan.

7.2. Asumsi Pada Proyeksi Keuangan
Asumsi yang digunakan dalam analisis proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:
• Analisis aspek keuangan didasarkan pada proyeksi yang telah disusun manajemen Perseroan dan
   telah disesuaikan;
• Dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan mengestimasi pertumbuhan pendapatan pada
   periode 2026-2030 yang didukung oleh pendapatan PET dan PC dengan asumsi kenaikan pendapatan
   masing-masing sebesar 8% per tahun. Adapun harga jual rata-rata PET dan PC diasumsikan sebesar
   USD1,4/kg dan relatif stabil selama periode proyeksi 2026-2030, sehingga diperoleh asumsi proyeksi
   pendapatan material sebagai berikut (dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain):

                            Tabel 11. Asumsi Proyeksi Pendapatan Material
Kurs 31 Des 2025                          16.782
                                            2026            2027            2028            2029            2030
Rata-rata Harga (USD/Kg)                    1,41            1,41            1,41            1,41            1,41
Quantity (Kg)                          7.224.795       7.802.779       8.427.001       9.101.161       9.829.254
Revenue Material                 171.544.793.169 185.268.376.623 200.089.846.753 216.097.034.493 233.384.797.252
                                           Sumber: manajemen Perseroan


• Berdasarkan asumsi dan proyeksi pendapatan material, maka Perseroan diproyeksikan akan
  memperoleh pendapatan secara konsolidasi sebagai berikut (dalam Rupiah penuh, kecuali
  dinyatakan lain):

    Tabel 12. Asumsi Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Rencana Penambahan KBLI
                                    Projection       Projection          Projection        Projection        Projection
                                     FY2026           FY2027              FY2028            FY2029            FY2030
PENDAPATAN
Dengan Rencana Penambahan KBLI    576.606.369.955   608.583.124.711     642.510.427.482   675.153.587.499   709.710.935.897
Tanpa Rencana Penambahan KBLI     571.841.236.811   598.433.391.115     626.295.155.908   653.185.707.896   681.243.819.251
Selisih                             4.765.133.144    10.149.733.596      16.215.271.574    21.967.879.603    28.467.116.646

                                           Sumber: manajemen Perseroan




                                                                  Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |50
Page 66
• Rata-rata persentase Harga Pokok Pendapatan terhadap Pendapatan bersih Dengan Rencana
  Penambahan KBLI adalah sebesar 82,22% sedangkan Tanpa Rencana Penambahan KBLI adalah
  sebesar 83,11%;
• Hari perputaran piutang usaha selama masa proyeksi adalah 44-45 hari;
• Hari perputaran utang usaha selama masa proyeksi adalah 37-47 hari;
• Hari perputaran persediaan selama masa proyeksi adalah 128-135 hari.

7.3. Biaya Pendirian dan Investasi
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan terdapat
penambahan aset tetap berupa mesin dan peralatan yang terdiri dari mesin kerok, mesin belah, mesin
washing, mesin mixing dryer, mesin mixing, dan mesin cyclon. Perseroan menganggarkan investasi
sebesar Rp500 juta per jenis mesin pada tahun 2026 dan Rp750 juta per jenis mesin pada tahun 2028,
sehingga total capex yang direncanakan masing-masing sebesar Rp3,0 miliar dan Rp4,5 miliar sebagai
berikut (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                 Tabel 13. Analisis Biaya Pendirian dan Investasi
                                     Projection          Projection          Projection        Projection         Projection
             CAPEX
                                       FY2026              FY2027              FY2028            FY2029             FY2030
Dengan Rencana Penambahan KBLI      15.774.075.128      21.774.075.128      19.274.075.128    10.774.075.128     15.774.075.128
Tanpa Rencana Penambahan KBLI       12.774.075.128      21.774.075.128      14.774.075.128    10.774.075.128     15.774.075.128
Selisih                              3.000.000.000                  -        4.500.000.000                -                  -
                                             Sumber: manajemen Perseroan


Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, sebagian besar peralatan produksi tidak diperoleh dalam
bentuk mesin jadi dari vendor tertentu, melainkan dirakit secara internal sesuai kebutuhan operasional
Perseroan. Oleh karena itu, dasar estimasi biaya CAPEX berasal dari kebutuhan komponen utama yang
akan dibeli dari pihak ketiga, antara lain besi konstruksi, dinamo motor, push button saklar, pillow block
bearing, skun kabel ring, as stainless, serta komponen pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam proses
fabrikasi dan perakitan peralatan. Biaya investasi yang dibutuhkan relatif minim karena Perseroan hanya
melakukan pembelian bahan dan komponen yang diperlukan untuk pembuatan peralatan produksi,
sedangkan proses fabrikasi dan perakitan dilakukan secara internal oleh Perseroan. Pembelian peralatan
tersebut seluruhnya terakomodasi dalam besaran capex yang dianggarkan.

7.4. Biaya Operasional
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan biaya
operasional selama masa proyeksi baik sebelum dan sesudah Rencana Penambahan KBLI sebagai
berikut (dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain):

                                          Tabel 14. Biaya Operasional
                                      Projection         Projection          Projection         Projection         Projection
                                       FY2026             FY2027              FY2028             FY2029             FY2030
BEBAN OPERASIONAL
Dengan Rencana Penambahan KBLI      (35.506.851.499)   (38.928.965.677)    (41.560.688.391)   (44.315.335.645)   (47.221.862.750)
Tanpa Rencana Penambahan KBLI       (35.476.142.778)   (38.867.476.861)    (41.462.453.511)   (44.182.250.485)   (47.049.404.104)
Selisih                                 (30.708.721)       (61.488.817)        (98.234.880)      (133.085.160)      (172.458.646)

                                                     Sumber: data olahan




                                                                      Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |51
Page 67
Biaya operasional terdiri dari beban penjualan serta beban administrasi dan umum seperti beban gaji dan
tunjangan, beban asuransi, beban imbalan kerja karyawan, dan beban administrasi umum lainnya.

7.5. Biaya Bahan Baku
Dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan menjalankan skema bisnis berbasis jasa pengolahan, di
mana kegiatan operasional dijalankan menggunakan material berupa galon yang sudah kadaluarsa yang
diperoleh melalui kerja sama dengan mitra. Struktur biaya yang timbul dalam proses tersebut telah
diperhitungkan dalam penetapan nilai transaksi penjualan kembali produk kepada mitra terkait.

7.6. Analisis Titik Impas (Break Even Point)
Titik impas atau break even point (BEP) adalah kondisi suatu perusahaan yang tidak menerima laba dan
tidak mengalami rugi atau dikatakan suatu perusahaan impas. Dengan kata lain, antara pendapatan dan
biaya pada kondisi yang sama. Analisis titik impas adalah teknik analisa untuk mempelajari hubungan
antara volume penjualan dan profitabilitas dan analisis ini menunjukkan besarnya keuntungan atau
kerugian perusahaan jika penjualan melampaui atau berada di bawah titik impas. Formula BEP dalam
Rupiah adalah sebagai berikut:

                                                         𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐶𝑜𝑠𝑡
                                       𝐵𝐸𝑃 (𝑅𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ) = 𝐶𝑜𝑛𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛
                                                                      𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒


Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka analisis titik impas selama masa proyeksi adalah
sebagai berikut (dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain):

                                            Tabel 15. Analisis Titik Impas
                             PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION
                                FY2026              FY2027              FY2028              FY2029              FY2030
Revenue                      576.606.369.955     608.583.124.711     642.510.427.482     675.153.587.499     709.710.935.897
COGS                        (480.655.533.595)   (504.141.623.285)   (528.328.309.370)   (552.508.972.213)   (573.797.633.979)
Depreciation                  47.154.130.875      48.637.937.363      49.660.294.529      51.078.706.266      50.906.399.840
Contribution Margin          143.104.967.235     153.079.438.789     163.842.412.642     173.723.321.552     186.819.701.759
Fixed Cost                    82.660.982.374      87.566.903.040      91.220.982.920      95.394.041.911      98.128.262.590
Contribution Margin Ratio               0,25                0,25                0,26                0,26                0,26
BEP (Rupiah)                 333.062.156.434     348.131.270.241     357.724.424.258     370.736.807.509     372.780.281.873
%BEP                                  57,76%              57,20%              55,68%              54,91%              52,53%
                                                   Sumber: data olahan


Berdasarkan perhitungan tabel di atas, titik impas berada pada rentang 52,53% - 57,76% atau rata-rata
titik impas tercapai pada angka 55,62%.

7.7. Sumber Pendanaan
Berdasarkan informasi manajemen, terdapat rencana pendanaan belanja modal (capex) berupa mesin
dan peralatan terkait rencana penambahan KBLI yang bersumber dari internal Perseroan.

7.8. Analisis Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto dalam analisis kelayakan keuangan akan menggunakan biaya modal tertimbang atau
weighted average cost of capital (WACC).




                                                                    Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |52
Page 68
Risk Free Rate (Rf)
Risk free rate merupakan tingkat imbal hasil atas instrumen-instrumen keuangan yang dianggap tidak
memiliki risiko gagal bayar. Pada studi kelayakan ini, instrumen keuangan yang digunakan sebagai acuan
risk free rate adalah obligasi pemerintah Republik Indonesia dengan yield per tanggal studi kelayakan
menggunakan tenor 5 (lima) tahun dalam mata uang Rupiah.

Market Premium Risk (RPm)
Market premium risk merupakan selisih antara tingkat imbal hasil antara instrumen keuangan yang
memiliki risiko dengan instrumen keuangan yang relatif tidak memiliki risiko. Dengan demikian dapat
diartikan juga sebagai tingkat imbal hasil tambahan yang diinginkan investor untuk berinvestasi pada
suatu instrumen keuangan yang lebih berisiko. Kami menggunakan data market premium risk hasil
penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari 2026.

Beta (β)
Beta merupakan tolak ukur volatilitas atas suatu saham terhadap pasar secara keseluruhan. Kami
menggunakan data unlevered beta hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari
2026 untuk emerging market sektor Packaging & Container sebesar 0,56 yang kemudian akan dilakukan
penyesuaian terhadap tarif pajak di Indonesia (beta relevered). Relevered beta setelah disesuaikan
adalah sebesar 0,75.

Rating Based Default Spread (CDS)
Rating based default spread menggunakan hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5
Januari 2026 yang digunakan untuk melakukan penyesuaian atas biaya modal ekuitas.

Cost of Debt (Kd)
Biaya hutang atau tingkat imbal hasil dari sumber pendanaan yang berasal dari hutang yang dikorelasikan
dengan tingkat suku bunga pinjaman Bank Persero dalam mata uang Rupiah untuk pinjaman baik modal
kerja ataupun investasi. Data menggunakan hasil statistik Bank Indonesia sesuai bulan tanggal studi
kelayakan.

Tarif Pajak (t)
Tarif pajak penghasilan badan yang digunakan adalah 22% sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7
Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Cost of Equity (Ke)
Biaya ekuitas merupakan tingkat imbal hasil yang diharapkan dari sumber pendanaan ekuitas. Formula
perhitungan biaya ekuitas adalah sebagai berikut:

                                      Ke = Rf + (β x RPm) – CDS

Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto digunakan untuk mendiskonto arus kas bersih yang dihasilkan di masa mendatang ke
nilai kini atau per tanggal studi kelayakan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk mendiskonto arus kas
untuk kapital (free cash flow to firm atau FCFF) adalah WACC (Weighted Average Cost of Capital).
Perhitungan WACC adalah sebagai berikut:



                                                       Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |53
Page 69
                                                  Tabel 16. WACC
Variables                                       Factor                               Informations
COST OF EQUITY
Indonesia risk free rate (Rf)                    5,68%    Yield rate on 5 year IDR Government Bonds in Indonesia per Des 31,
                                                          2025
Indonesia risk equity premium                    6,69%    Based on Damodaran
Comparable Company leverage beta                  0,75    Based on unlevered Damodaran
Country Default Spread                           1,62%    Based on Damodaran
Required rate of return on equity (CAPM)         9,06%
COST OF DEBT
Return on debt                                   8,44%    Based on state owned bank lending interest rate for investment
                                                          (IDR) Des, 2025 (source: Bank Indonesia)
    Tax                                         22,00%    Corporate Income Tax
After tax cost of debt                           6,58%
DEBT TO EQUITY RATIO
    Debt                                        29,60%    Based on Damodaran Industry DER
    Equity                                      70,40%
WACC                                             8,32%
                                           Sumber: diolah dari berbagai sumber


7.9. Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment
Analisa profitabilitas sebagai parameter Perseroan dalam menghasilkan laba adalah sebagai berikut:

                  Tabel 17. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI
                             Projection Projection Projection Projection Projection
                                                                                        Average
                              FY2026        FY2027       FY2028     FY2029     FY2030
Gross profit margin              16,64%        17,16%      17,77%     18,17%     19,15% 17,78%
Operating profit margin          10,48%        10,76%      11,30%     11,60%     12,50% 11,33%
Net profit margin                 7,22%          7,54%      8,13%      8,48%      9,28%   8,13%
Return on investment              6,04%          6,41%      6,83%      6,98%      7,43%   6,74%
Return on equity                  8,78%          8,83%      9,13%      9,10%      9,47%   9,06%
                                                  Sumber: Data olahan


Dengan adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa
proyeksi adalah sebesar 17,78%, net profit margin sebesar 8,13%, return on investment sebesar 6,74%,
dan return on equity sebesar 9,06%.

                  Tabel 18. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI
                            Projection Projection Projection Projection Projection
                                                                                        Average
                             FY2026         FY2027      FY2028      FY2029    FY2030
Gross profit margin             16,34%        16,53%       16,87%     17,04%    17,70% 16,89%
Operating profit margin         10,13%        10,03%       10,25%     10,27%    10,80% 10,30%
Net profit margin                6,94%          6,96%       7,29%      7,43%      7,94%   7,31%
Return on investment             5,78%          5,88%       6,09%      6,10%      6,37%   6,04%
Return on equity                 8,41%          8,11%       8,16%      7,98%      8,17%   8,16%
                                                  Sumber: Data olahan


Tanpa adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa proyeksi
adalah sebesar 16,89%, net profit margin sebesar 7,31%, return on investment sebesar 6,04%, dan return
on equity sebesar 8,16%.




                                                                 Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |54
Page 70
7.10. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih
Analisis perubahan modal kerja bersih periode periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2026-2030
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) adalah sebagai berikut:

            Tabel 19. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI
                                          AUDIT           PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION
                                         DEC 2025           DEC 2026            DEC 2027            DEC 2028            DEC 2029            DEC 2030
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih    67.124.124.902     71.636.830.526      75.405.706.199      79.405.677.635      83.232.890.042      87.286.416.991
Piutang lain-lain                             7.877.191          7.877.191           7.877.191           7.877.191           7.877.191           7.877.191
Persediaan                               90.635.775.888    180.523.797.975     180.100.729.231     188.728.746.196     196.623.773.483     203.547.383.082
Uang muka dan biaya dibayar di muka      13.294.870.277     13.294.870.277      13.294.870.277      13.294.870.277      13.294.870.277      13.294.870.277
Pajak dibayar di muka                     4.486.180.230      4.486.180.230       4.486.180.230       4.486.180.230       4.486.180.230       4.486.180.230
Aset pajak tangguhan                        907.399.124      1.534.681.919       2.193.328.855       2.884.908.137       3.611.066.383       4.373.532.541
Uang jaminan                                121.500.000                -                   -                   -                   -                   -
Total Current Assets                    176.577.727.612    271.484.238.119     275.488.691.983     288.808.259.666     301.256.657.606     312.996.260.312

Utang usaha - pihak ketiga               18.177.673.239    62.846.783.444      51.174.191.858      55.009.340.988      57.357.610.378      59.376.046.812
Utang lain-lain - pihak ketga                       -                 -                   -                   -                   -                   -
Beban masih harus dibayar                 3.542.150.188     3.542.150.188       3.542.150.188       3.542.150.188       3.542.150.188       3.542.150.188
Uang muka penjualan                          55.955.464               -                   -                   -                   -                   -
Utang pajak                               4.401.802.136    13.903.792.093      15.122.375.613      16.941.963.053      18.629.523.213      21.041.307.313
Liabilitas imbalan kerja karyawan         5.761.500.216     8.612.785.650      11.606.635.355      14.750.177.546      18.050.896.847      21.516.652.112
Total Current Liabilities                31.939.081.243    88.905.511.375      81.445.353.014      90.243.631.776      97.580.180.626     105.476.156.425

Perubahan aset lancar                                      (94.906.510.507)     (4.004.453.864)    (13.319.567.683)    (12.448.397.940)    (11.739.602.706)
Perubahan liabilitas jangka pendek                          56.966.430.132      (7.460.158.361)      8.798.278.762       7.336.548.850       7.895.975.799
Perubahan modal kerja bersih                               (37.940.080.375)    (11.464.612.225)     (4.521.288.922)     (5.111.849.090)     (3.843.626.907)


                                                                 Sumber: Data Olahan


             Tabel 20. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
                                          AUDIT           PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION          PROJECTION
                                         DEC 2025           DEC 2026            DEC 2027            DEC 2028            DEC 2029            DEC 2030
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih    67.124.124.902     71.044.816.540      74.144.423.306      77.392.283.222      80.508.657.580      83.760.455.067
Piutang lain-lain                             7.877.191          7.877.191           7.877.191           7.877.191           7.877.191           7.877.191
Persediaan                               90.635.775.888    179.715.204.167     178.517.042.124     186.123.064.927     193.052.824.937     199.153.961.643
Uang muka dan biaya dibayar di muka      13.294.870.277     13.294.870.277      13.294.870.277      13.294.870.277      13.294.870.277      13.294.870.277
Pajak dibayar di muka                     4.486.180.230      4.486.180.230       4.486.180.230       4.486.180.230       4.486.180.230       4.486.180.230
Aset pajak tangguhan                        907.399.124      1.534.681.919       2.193.328.855       2.884.908.137       3.611.066.383       4.373.532.541
Uang jaminan                                121.500.000                -                   -                   -                   -                   -
Total Current Assets                    176.577.727.612    270.083.630.325     272.643.721.983     284.189.183.983     294.961.476.598     305.076.876.950

Utang usaha - pihak ketiga               18.177.673.239    62.495.578.602      50.588.590.171      54.077.016.533      56.134.086.822      57.916.157.864
Utang lain-lain - pihak ketga                       -                 -                   -                   -                   -                   -
Beban masih harus dibayar                 3.542.150.188     3.542.150.188       3.542.150.188       3.542.150.188       3.542.150.188       3.542.150.188
Uang muka penjualan                          55.955.464               -                   -                   -                   -                   -
Utang pajak                               4.401.802.136    13.354.006.373      13.917.573.553      15.080.185.773      16.157.938.493      17.705.908.213
Laibilitas imbalan kerja karyawan         5.761.500.216     8.612.785.650      11.606.635.355      14.750.177.546      18.050.896.847      21.516.652.112
Total Current Liabilities                31.939.081.243    88.004.520.813      79.654.949.267      87.449.530.040      93.885.072.350     100.680.868.377

Perubahan aset lancar                                      (93.505.902.713)     (2.560.091.659)    (11.545.462.000)    (10.772.292.615)    (10.115.400.351)
Perubahan liabilitas jangka pendek                          56.065.439.570      (8.349.571.546)      7.794.580.773       6.435.542.309       6.795.796.027
Perubahan modal kerja bersih                               (37.440.463.142)    (10.909.663.205)     (3.750.881.227)     (4.336.750.305)     (3.319.604.324)


                                                                 Sumber: Data Olahan


7.11. Analisis Kelayakan Investasi
Analisa kelayakan keuangan dilakukan dengan menggunakan indikator yaitu Net Present Value (NPV) dan
Profitability Index (PI) (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) sebagai berikut:




                                                                                   Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |55
Page 71
                                               Tabel 21. Analisis Kelayakan Investasi
FCFF (WITH PROJECT)
                                                         Projection         Projection         Projection         Projection         Projection
                                   31-Dec-25
                                                           FY 2026            FY 2027            FY 2028            FY 2029            FY 2030
Earning after tax                                         41.644.856.575     45.914.793.206     52.224.867.629     57.264.445.490     65.885.880.620
(+) Depreciation                                          53.127.771.298     56.331.441.215     57.926.919.539     59.918.452.433     60.319.267.164
(+) Interest (1-t)                                         5.443.656.905      5.179.759.483      4.419.309.226      3.832.392.630      3.293.441.931
(+/-) Changes in working capital                         (37.940.080.375)   (11.464.612.225)    (4.521.288.922)    (5.111.849.090)    (3.843.626.907)
(-) Capex                                                (15.774.075.128)   (21.774.075.128)   (19.274.075.128)   (10.774.075.128)   (15.774.075.128)
FCFF                                                      46.502.129.274     74.187.306.551     90.775.732.344    105.129.366.335    109.880.887.680
Year-n                                                               1,00               2,00               3,00               4,00               5,00
Discount factor                                                    0,9232             0,8522             0,7867             0,7263             0,6705
PV FCFF                                                   42.929.029.130     63.224.595.428     71.417.467.207     76.354.907.791     73.673.838.394
NPV                                327.599.837.951

FCFF (WITHOUT PROJECT)
                                                         Projection         Projection         Projection         Projection         Projection
                                   31-Dec-25
                                                           FY 2026            FY 2027            FY 2028            FY 2029            FY 2030
Earning after tax                                         39.698.446.022     41.646.190.645     45.628.763.785     48.507.979.505     54.068.701.448
(+) Depreciation                                          52.940.271.298     55.956.441.215     57.270.669.539     58.980.952.433     59.381.767.164
(+) Interest (1-t)                                         5.443.656.905      5.179.759.483      4.419.309.226      3.832.392.630      3.293.441.931
(+/-) Changes in working capital                         (37.440.463.142)   (10.909.663.205)    (3.750.881.227)    (4.336.750.305)    (3.319.604.324)
(-) Capex                                                (12.774.075.128)   (21.774.075.128)   (14.774.075.128)   (10.774.075.128)   (15.774.075.128)
FCFF                                                      47.867.835.954     70.098.653.010     88.793.786.195     96.210.499.134     97.650.231.091
Year-n                                                               1,00               2,00               3,00               4,00               5,00
Discount factor                                                    0,9232             0,8522             0,7867             0,7263             0,6705
PV FCFF                                                   44.189.798.535     59.740.125.133     69.858.178.503     69.877.181.286     65.473.327.495
NPV                                309.138.610.951

INCREMENTAL FCFF
                                                         Projection         Projection         Projection         Projection         Projection
                                   31-Dec-25
                                                          FY 2026            FY 2027            FY 2028            FY 2029             FY 2030
Earning after tax                                          1.946.410.553      4.268.602.561      6.596.103.844      8.756.465.985     11.817.179.172
(+) Depreciation                                             187.500.000        375.000.000        656.250.000        937.500.000        937.500.000
(+) Interest (1-t)                                                   -                  -                  -                  -                   -
(+/-) Changes in working capital                            (499.617.233)      (554.949.020)      (770.407.694)      (775.098.785)      (524.022.583)
(-) Capex                                                 (3.000.000.000)               -       (4.500.000.000)               -                   -
FCFF                                                      (1.365.706.680)     4.088.653.541      1.981.946.149      8.918.867.201     12.230.656.590
Year-n                                                              1,00               2,00               3,00               4,00                5,00
Discount factor                                                   0,9232             0,8522             0,7867             0,7263              0,6705
PV FCFF                                                   (1.260.769.404)     3.484.470.296      1.559.288.705      6.477.726.505      8.200.510.899
NPV                                 18.461.227.000

DISCOUNTED PAYBACK PERIOD
                                                         Projection         Projection         Projection         Projection         Projection
                                   31-Dec-25
                                                          FY 2026            FY 2027            FY 2028             FY 2029            FY 2030
PV FCFF                                                   (1.260.769.404)     3.484.470.296      1.559.288.705      6.477.726.505      8.200.510.899
Accumulated PV FCFF                                       (1.260.769.404)     2.223.700.891      3.782.989.596     10.260.716.100     18.461.227.000
Period                                                              1,00               1,36
Discounted Payback Period                      1,36

PROFITABILITY INDEX
                                                         Projection         Projection         Projection         Projection         Projection
                                   31-Dec-25
                                                          FY 2026            FY 2027            FY 2028            FY 2029             FY 2030
Cash Inflow                                                2.133.910.553      4.643.602.561      7.252.353.844      9.693.965.985     12.754.679.172
Cash Outflow                                               3.499.617.233        554.949.020      5.270.407.694        775.098.785        524.022.583
PV Cash Inflow                                             1.969.946.532      3.957.414.104      5.705.762.206      7.040.676.690      8.551.861.857
PV Cash Outflow                                            3.230.715.936        472.943.808      4.146.473.501        562.950.185        351.350.957
Sum Cash Inflow                     27.225.661.387
Sum Cash Outflow                     8.764.434.387
Profitability Index                           3,11

REKAP
                Deskripsi             Nilai           Kriteria Kelayakan    Keterangan
Incremental NPV (Rp)                18.461.227.000           NPV>0            LAYAK
Discounted Payback Period (DPP)                1,36      DPP<5 Tahun          LAYAK
Profitability Index (x)                        3,11           PI>0            LAYAK
Internal Rate of Return (IRR)               293,24%       IRR>WACC            LAYAK


                                                                 Sumber: Data Olahan


Net Present Value (NPV)
Net Present Value merupakan selisih antara cash inflow dengan cash outflow dari suatu proyek dengan
memperhitungkan nilai waktu uang. Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif Rp18,46
miliar dengan demikian Rencana Penambahan KBLI tersebut layak untuk dilaksanakan.




                                                                                 Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |56
Page 72
Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan tingkat diskonto yang akan menghasilkan NPV Rp0. IRR sebesar 293,24% lebih tinggi
dibandingkan WACC mengindikasikan bahwa Rencana Penambahan KBLI layak dilaksanakan.

Profitability Index (PI)
Indeks profitabilitas sebesar 3,11 kali yang menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih
tinggi dibandingkan arus kas keluar, sehingga Rencana Penambahan KBLI memberikan kontribusi positif.
Umumnya suatu rencana proyek dikategorikan layak untuk dilaksanakan jika profitability index
menghasilkan nilai lebih dari 1.

Discounted Payback Period (DPP)
Discounted Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup
initial investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan dari proyek tersebut.
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang diperoleh, Perseroan diproyeksikan dapat
mengembalikan seluruh dana investasi setelah Rencana Penambahan KBLI berjalan selama 1 tahun 4
bulan.

7.12. Analisis Sensitivity
Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan variabel utama berupa pertumbuhan pendapatan
segmen material dan pellet plastik, dengan skenario penurunan -3%, kenaikan sebesar 3% dan 5%
terhadap proyeksi dasar. Analisis ini bertujuan untuk mengukur dampak perubahan pertumbuhan
pendapatan terhadap indikator kelayakan investasi, yaitu NPV, DPP, dan PI. Berikut adalah hasil analisis
sensitivitas (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                     Tabel 22. Analisis Sensitivity
                                             Penurunan -3%   Kenaikan 3%                Kenaikan 5%
     Incremental NPV (Rp)                       42.929.840 36.879.524.159             49.158.388.932
     Discounted Payback Period (Tahun)               4,99           1,00                       1,00
     Profitability Index (x)                         1,00           5,21                       6,61
                                           Sumber: Data Olahan


7.13. Kesimpulan Analisis Kelayakan Keuangan
Berdasarkan analisis kelayakan keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV positif,
analisis IRR lebih besar dari WACC, analisis DPP menunjukkan bahwa periode pengembalian investasi
yang telah didiskontokan tercapai dalam waktu 1 tahun 4 bulan, analisis PI menunjukkan bahwa nilai
sekarang dari arus kas masuk lebih tinggi dibandingkan arus kas keluar, dan analisis ROI menunjukkan
adanya return bagi Perseroan.




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |57
Page 73
8. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan metodologi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memiliki perizinan dasar yang
   memadai serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Rencana
   Penambahan KBLI dapat dilakukan melalui penyesuaian administratif pada sistem OSS tanpa
   memerlukan perizinan tambahan yang material. Selain itu, Perseroan telah didukung oleh sertifikasi
   Global Recycled Standard (GRS) yang memperkuat kepatuhan terhadap standar internasional.
   Dengan demikian, aspek legalitas dan hukum dinilai telah terpenuhi dan tidak menjadi kendala dalam
   pelaksanaan rencana usaha Perseroan;
2. Berdasarkan analisis kelayakan pasar, Rencana Penambahan KBLI memiliki prospek yang baik dan
   berkelanjutan, didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap material plastik daur ulang serta
   cakupan pasar yang luas. Strategi pemasaran yang diterapkan dinilai memadai untuk mendukung
   penetrasi pasar dan menjaga stabilitas permintaan, sehingga rencana tersebut layak untuk
   dilaksanakan dari aspek pasar;
3. Berdasarkan analisis kelayakan teknis, Perseroan memiliki kapasitas operasional, ketersediaan
   bahan baku, serta sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
   pemulihan material plastik. Didukung oleh fasilitas produksi yang terintegrasi, pengalaman di industri
   plastik, serta pendekatan pengembangan kapasitas secara bertahap, aspek teknis dinilai layak dan
   tidak terdapat kendala material yang dapat menghambat implementasi rencana usaha;
4. Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis, Perseroan memiliki dasar keunggulan kompetitif yang
   memadai, didukung oleh pengalaman di industri, kemampuan menjaga kualitas dan kontinuitas
   pasokan, serta potensi integrasi dalam rantai nilai usaha. Selain itu, kegiatan usaha ini memberikan
   kemampuan bagi Perseroan untuk menciptakan nilai tambah secara ekonomi dan keberlanjutan.
   Dengan demikian, pola bisnis Perseroan dinilai layak dan memiliki prospek untuk berkembang secara
   berkelanjutan;
5. Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, Perseroan memiliki perencanaan sumber daya
   manusia yang memadai dan adaptif dalam mendukung pengembangan kegiatan usaha. Kebutuhan
   tenaga kerja dapat dipenuhi melalui optimalisasi sumber daya yang ada. Didukung oleh rencana
   peningkatan kompetensi melalui pelatihan, aspek manajemen dinilai layak dan tidak terdapat
   kendala material dalam mendukung implementasi rencana usaha Perseroan. Perseroan juga telah
   melakukan mitigasi atas risiko-risiko yang dapat mempengaruhi kinerja operasional;
6. Berdasarkan analisis kelayakan keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV
   positif, analisis IRR lebih besar dari WACC, analisis DPP menunjukkan bahwa periode pengembalian
   investasi yang telah didiskontokan tercapai dalam waktu 1 tahun 4 bulan, analisis PI menunjukkan
   bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih tinggi dibandingkan arus kas keluar, dan analisis ROI
   menunjukkan adanya return bagi Perseroan;
7. Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis kelayakan
   pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-
   proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat
   disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan
   adalah layak.




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |58
Page 74
9. LAMPIRAN

1. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
3. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
5. Proyeksi Arus Kas Dengan Rencana Penambahan KBLI;
6. Proyeksi Arus Kas Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
7. Proyeksi Analisis Rasio dengan Rencana Penambahan KBLI;
8. Proyeksi Analisis Rasio tanpa Rencana Penambahan KBLI;
9. Analisis Kelayakan;
10. Beta (Damodaran);
11. Country Risk Premium (Damodaran);
12. Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2025;
13. Indonesia Government Securities Yield Curve per 31 Desember 2025




                                                 Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |59
Page 75
10. REFERENSI

1.   Damodaran (beta dan country risk premium);
2.   Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi
     VII-2018) dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 330, dan Petunjuk Teknis Khusus SPI Penilaian Dalam
     Kondisi Bencana Covid-19 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
3.   PER-08/PJ/2020 tanggal 21 April 2020 tentang Penghitungan Angsuran Pajak Penghasilan Untuk
     Tahun Pajak Berjalan Sehubungan Dengan Penyesuaian Tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan;
4.   www.phei.co.id (Indonesia Bonds Pricing Agency);
5.   www.bi.go.id (data suku bunga dan inflasi);
6.   Media lainnya.




                                                        Laporan Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk |60
Page 76
LAMPIRAN
Page 77
                                                                                                                                          Lampiran 1

                         Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI
                                                               Projection         Projection         Projection         Projection         Projection
                                                               31-Dec-26          31-Dec-27          31-Dec-28          31-Dec-29          31-Dec-30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                             35.798.304.930     92.698.864.016    166.402.755.986    259.767.290.456    358.627.878.929
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih                          71.636.830.526     75.405.706.199     79.405.677.635     83.232.890.042     87.286.416.991
Piutang lain-lain                                                   7.877.191          7.877.191          7.877.191          7.877.191          7.877.191
Persediaan                                                    180.523.797.975    180.100.729.231    188.728.746.196    196.623.773.483    203.547.383.082
Uang muka dan biaya dibayar di muka                             6.942.350.935      6.942.350.935      6.942.350.935      6.942.350.935      6.942.350.935
Pajak dibayar di muka                                           4.486.180.230      4.486.180.230      4.486.180.230      4.486.180.230      4.486.180.230
Jumlah Aset Lancar                                             299.395.341.787    359.641.707.802    445.973.588.173    551.060.362.337    660.898.087.358

ASET TIDAK LANCAR
Uang muka dan biaya dibayar di muka                             6.352.519.342      6.352.519.342      6.352.519.342      6.352.519.342      6.352.519.342
Aset pajak tangguhan                                            1.534.681.919      2.193.328.855      2.884.908.137      3.611.066.383      4.373.532.541
Aset tetap - bersih                                           376.583.256.362    341.858.960.846    300.044.586.405    252.765.133.040    204.801.850.751
Aset hak-guna - bersih                                          5.731.310.520      5.898.239.949      9.059.769.979      7.194.846.040     10.612.936.293
Jumlah Aset Tidak Lancar                                       390.201.768.144    356.303.048.992    318.341.783.863    269.923.564.804    226.140.838.927
JUMLAH ASET                                                    689.597.109.930    715.944.756.794    764.315.372.036    820.983.927.141    887.038.926.284

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                       53.841.474.796     53.841.474.796     53.841.474.796     53.841.474.796     53.841.474.796
Utang usaha - pihak ketiga                                     62.846.783.444     51.174.191.858     55.009.340.988     57.357.610.378     59.376.046.812
Beban masih harus dibayar                                       3.542.150.188      3.542.150.188      3.542.150.188      3.542.150.188      3.542.150.188
Utang pajak                                                    13.903.792.093     15.122.375.613     16.941.963.053     18.629.523.213     21.041.307.313
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun
-Utang bank                                                   11.990.829.951     12.023.890.598      7.932.439.234      7.726.857.276       2.001.386.432
-Utang pembiayaan konsumen                                       116.158.031        628.640.551                 -                  -                   -
-Liabiltas sewa                                                           -                  -                  -                  -                   -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               146.241.188.502    136.332.723.604    137.267.368.260    141.097.615.851     139.802.365.541

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
-Utang bank                                                   59.998.829.377     47.974.938.780     40.042.499.545     32.315.642.270      30.314.255.838
-Utang pembiayaan konsumen                                       628.640.551                 -                  -                  -                   -
-Liabilitas sewa                                                          -                  -                  -                  -                   -
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan              8.612.785.650     11.606.635.355     14.750.177.546     18.050.896.847      21.516.652.112
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               69.240.255.578     59.581.574.135     54.792.677.091     50.366.539.116      51.830.907.950
JUMLAH LIABILITAS                                             215.481.444.081    195.914.297.738    192.060.045.351    191.464.154.967     191.633.273.490

EKUITAS
Modal saham                                                   306.134.143.800    306.134.143.800    306.134.143.800    306.134.143.800    306.134.143.800
Tambahan modal disetor                                         18.979.709.605     18.979.709.605     18.979.709.605     18.979.709.605     18.979.709.605
Saldo laba
-Ditentukan penggunaannya                                      30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya                               115.254.036.336    161.168.829.541    213.393.697.170    270.658.142.660    336.544.023.280
Penghasilan komprehensif lain                                    3.747.776.109      3.747.776.109      3.747.776.109      3.747.776.109      3.747.776.109
JUMLAH EKUITAS                                                 474.115.665.850    520.030.459.055    572.255.326.684    629.519.772.174    695.405.652.794
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  689.597.109.930    715.944.756.794    764.315.372.036    820.983.927.141    887.038.926.284
Page 78
                                                                                                                                          Lampiran 2

                          Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
                                                               Projection         Projection         Projection         Projection         Projection
                                                               31-Dec-26          31-Dec-27          31-Dec-28          31-Dec-29          31-Dec-30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                             37.164.011.609     89.975.917.155    161.697.862.975    246.143.530.244    332.773.462.128
Piutang usaha - pihak ketiga - bersih                          71.044.816.540     74.144.423.306     77.392.283.222     80.508.657.580     83.760.455.067
Piutang lain-lain                                                   7.877.191          7.877.191          7.877.191          7.877.191          7.877.191
Persediaan                                                    179.715.204.167    178.517.042.124    186.123.064.927    193.052.824.937    199.153.961.643
Uang muka dan biaya dibayar di muka                             6.942.350.935      6.942.350.935      6.942.350.935      6.942.350.935      6.942.350.935
Pajak dibayar di muka                                           4.486.180.230      4.486.180.230      4.486.180.230      4.486.180.230      4.486.180.230
Jumlah Aset Lancar                                             299.360.440.672    354.073.790.942    436.649.619.480    531.141.421.118    627.124.287.195

ASET TIDAK LANCAR
Uang muka dan biaya dibayar di muka                             6.352.519.342      6.352.519.342      6.352.519.342      6.352.519.342      6.352.519.342
Aset pajak tangguhan                                            1.534.681.919      2.193.328.855      2.884.908.137      3.611.066.383      4.373.532.541
Aset tetap - bersih                                           373.770.756.362    339.421.460.846    293.763.336.405    247.421.383.040    200.395.600.751
Aset hak-guna - bersih                                          5.731.310.520      5.898.239.949      9.059.769.979      7.194.846.040     10.612.936.293
Jumlah Aset Tidak Lancar                                       387.389.268.144    353.865.548.992    312.060.533.863    264.579.814.804    221.734.588.927
JUMLAH ASET                                                    686.749.708.816    707.939.339.933    748.710.153.343    795.721.235.922    848.858.876.121

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                       53.841.474.796     53.841.474.796     53.841.474.796     53.841.474.796     53.841.474.796
Utang usaha - pihak ketiga                                     62.495.578.602     50.588.590.171     54.077.016.533     56.134.086.822     57.916.157.864
Beban masih harus dibayar                                       3.542.150.188      3.542.150.188      3.542.150.188      3.542.150.188      3.542.150.188
Utang pajak                                                    13.354.006.373     13.917.573.553     15.080.185.773     16.157.938.493     17.705.908.213
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun
-Utang bank                                                   11.990.829.951     12.023.890.598      7.932.439.234      7.726.857.276       2.001.386.432
-Utang pembiayaan konsumen                                       116.158.031        628.640.551                 -                  -                   -
-Liabiltas sewa                                                           -                  -                  -                  -                   -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               145.340.197.941    134.542.319.857    134.473.266.524    137.402.507.575     135.007.077.493

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
-Utang bank                                                   59.998.829.377     47.974.938.780     40.042.499.545     32.315.642.270      30.314.255.838
-Utang pembiayaan konsumen                                       628.640.551                 -                  -                  -                   -
-Liabilitas sewa                                                          -                  -                  -                  -                   -
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan              8.612.785.650     11.606.635.355     14.750.177.546     18.050.896.847      21.516.652.112
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               69.240.255.578     59.581.574.135     54.792.677.091     50.366.539.116      51.830.907.950
JUMLAH LIABILITAS                                             214.580.453.519    194.123.893.992    189.265.943.616    187.769.046.691     186.837.985.442

EKUITAS
Modal saham                                                   306.134.143.800    306.134.143.800    306.134.143.800    306.134.143.800    306.134.143.800
Tambahan modal disetor                                         18.979.709.605     18.979.709.605     18.979.709.605     18.979.709.605     18.979.709.605
Saldo laba
-Ditentukan penggunaannya                                      30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000
-Belum ditentukan penggunaannya                               113.307.625.783    154.953.816.428    200.582.580.213    249.090.559.718    303.159.261.165
Penghasilan komprehensif lain                                    3.747.776.109      3.747.776.109      3.747.776.109      3.747.776.109      3.747.776.109
JUMLAH EKUITAS                                                 472.169.255.297    513.815.445.942    559.444.209.727    607.952.189.232    662.020.890.679
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  686.749.708.816    707.939.339.933    748.710.153.343    795.721.235.922    848.858.876.121
Page 79
                                                                                                                        Lampiran 3

                        Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI
                                      Projection           Projection           Projection           Projection           Projection
                                        FY 2026              FY 2027              FY 2028              FY 2029              FY 2030
PENDAPATAN BERSIH                     576.606.369.955      608.583.124.711      642.510.427.482      675.153.587.499      709.710.935.897
BEBAN POKOK PENDAPATAN              (480.655.533.595)    (504.141.623.285)    (528.328.309.370)    (552.508.972.213)    (573.797.633.979)
LABA KOTOR                             95.950.836.360      104.441.501.426      114.182.118.112      122.644.615.286      135.913.301.918
-Beban Pemasaran                       (3.276.952.304)      (3.458.681.652)      (3.651.496.298)      (3.837.012.942)      (4.033.408.244)
-Beban umum dan administrasi         (32.229.899.195)     (35.470.284.025)     (37.909.192.092)     (40.478.322.703)     (43.188.454.506)
LABA USAHA                             60.443.984.861       65.512.535.749       72.621.429.722       78.329.279.641       88.691.439.168
-Pendapatan keuangan                              -                    -                    -                    -                    -
-Beban keuangan                        (7.053.143.098)      (6.647.416.255)      (5.666.471.223)      (4.913.323.885)      (4.222.361.450)
-Pendapatan (Beban) lain-lain                        -                    -                    -                    -                    -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN         53.390.841.763       58.865.119.494       66.954.958.499       73.415.955.756       84.469.077.718
Beban pajak penghasilan - bersih     (11.745.985.188)     (12.950.326.289)     (14.730.090.870)     (16.151.510.266)     (18.583.197.098)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN             41.644.856.575       45.914.793.206       52.224.867.629       57.264.445.490       65.885.880.620
Page 80
                                                                                                                         Lampiran 4

                        Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
                                       Projection           Projection           Projection           Projection           Projection
                                         FY 2026              FY 2027              FY 2028              FY 2029              FY 2030
PENDAPATAN BERSIH                      571.841.236.811      598.433.391.115      626.295.155.908      653.185.707.896      681.243.819.251
BEBAN POKOK PENDAPATAN               (478.416.507.317)    (499.525.945.891)    (520.667.816.065)    (541.900.416.213)    (560.653.205.687)
LABA KOTOR                              93.424.729.494       98.907.445.224      105.627.339.843      111.285.291.683      120.590.613.564
-Beban Pemasaran                        (3.249.871.240)      (3.400.998.986)      (3.559.342.145)      (3.712.165.737)      (3.871.624.767)
-Beban umum dan administrasi          (32.226.271.538)     (35.466.477.875)     (37.903.111.366)     (40.470.084.748)     (43.177.779.337)
LABA USAHA                              57.948.586.716       60.039.968.363       64.164.886.333       67.103.041.198       73.541.209.460
-Pendapatan keuangan                               -                    -                    -                    -                    -
-Beban keuangan                         (7.053.143.098)      (6.647.416.255)      (5.666.471.223)      (4.913.323.885)      (4.222.361.450)
-Pendapatan (Beban) lain-lain                      -                    -                    -                    -                    -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN          50.895.443.618       53.392.552.109       58.498.415.109       62.189.717.314       69.318.848.010
Beban pajak penghasilan               (11.196.997.596)     (11.746.361.464)     (12.869.651.324)     (13.681.737.809)     (15.250.146.562)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN              39.698.446.022       41.646.190.645       45.628.763.785       48.507.979.505       54.068.701.448
Page 81
                                                                                                                              Lampiran 5

                                              Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan KBLI
                                                  Projection         Projection          Projection         Projection         Projection
                                                   FY 2026            FY 2027             FY 2028            FY 2029            FY 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih                                       41.644.856.575     45.914.793.206      52.224.867.629     57.264.445.490     65.885.880.620
Depresiasi                                        53.127.771.298     56.331.441.215      57.926.919.539     59.918.452.433     60.319.267.164

Perubahan modal kerja bersih:
 Piutang usaha - pihak ketiga - bersih             (4.512.705.624)    (3.768.875.673)    (3.999.971.436)    (3.827.212.407)    (4.053.526.949)
 Piutang lain-lain                                            -                  -                  -                  -                  -
 Persediaan                                       (89.888.022.087)       423.068.744     (8.628.016.965)    (7.895.027.287)    (6.923.609.599)
 Uang muka dan biaya dibayar di muka                          -                  -                  -                  -                  -
 Pajak dibayar di muka                                        -                  -                  -                  -                  -
 Uang muka dan biaya dibayar di muka                          -                  -                  -                  -                  -
 Aset pajak tangguhan                                (627.282.795)      (658.646.935)      (691.579.282)      (726.158.246)      (762.466.158)
 Uang jaminan                                         121.500.000                -                  -                  -                  -
 Utang usaha - pihak ketiga                        44.669.110.205    (11.672.591.586)     3.835.149.131      2.348.269.390      2.018.436.434
 Utang lain-lain - pihak ketga                                -                  -                  -                  -                  -
 Beban masih harus dibayar                                    -                  -                  -                  -                  -
 Uang muka penjualan                                  (55.955.464)               -                  -                  -                  -
 Utang pajak                                        9.501.989.957      1.218.583.520      1.819.587.440      1.687.560.160      2.411.784.100
 Liabiltas immbalan kerja karyawan                  2.851.285.434      2.993.849.706      3.143.542.191      3.300.719.300      3.465.755.265
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi        56.832.547.498     90.781.622.196    105.630.498.246    112.071.048.833    122.361.520.877

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                              (11.009.482.780)   (18.009.482.780)   (12.509.482.780)    (8.009.482.780)    (8.009.482.780)
Perolehan aset hak guna                            (4.764.592.348)    (3.764.592.348)    (6.764.592.348)    (2.764.592.348)    (7.764.592.348)
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi    (15.774.075.128)   (21.774.075.128)   (19.274.075.128)   (10.774.075.128)   (15.774.075.128)

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
 -Utang bank                                      (10.154.424.843)   (11.990.829.951)   (12.023.890.598)    (7.932.439.234)    (7.726.857.276)
 -Utang pembiayaan konsumen                          (340.853.497)      (116.158.031)      (628.640.551)               -                  -
 -Liabiltas sewa                                   (1.286.882.986)               -                  -                  -                  -
 Utang bank jangka pendek                                     -                  -                  -                  -                  -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan                               (11.782.161.326)   (12.106.987.981)   (12.652.531.149)    (7.932.439.234)    (7.726.857.276)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS
                                            29.276.311.044           56.900.559.087     73.703.891.969      93.364.534.470     98.860.588.474
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                6.521.993.886           35.798.304.930     92.698.864.016     166.402.755.986    259.767.290.456
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN               35.798.304.930           92.698.864.016    166.402.755.986     259.767.290.456    358.627.878.929
Page 82
                                                                                                                              Lampiran 6

                                              Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan KBLI
                                                   Projection        Projection         Projection          Projection         Projection
                                                    FY 2026           FY 2027            FY 2028             FY 2029            FY 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih                                        39.698.446.022    41.646.190.645     45.628.763.785      48.507.979.505     54.068.701.448
Depresiasi                                         52.940.271.298    55.956.441.215     57.270.669.539      58.980.952.433     59.381.767.164

Perubahan modal kerja bersih:
 Piutang usaha - pihak ketiga - bersih             (3.920.691.638)    (3.099.606.766)   (3.247.859.916)     (3.116.374.358)    (3.251.797.487)
 Piutang lain-lain                                            -                  -                 -                   -                  -
 Persediaan                                       (89.079.428.279)     1.198.162.043    (7.606.022.802)     (6.929.760.011)    (6.101.136.706)
 Uang muka dan biaya dibayar di muka                          -                  -                 -                   -                  -
 Pajak dibayar di muka                                        -                  -                 -                   -                  -
 Uang muka dan biaya dibayar di muka                          -                  -                 -                   -                  -
 Aset pajak tangguhan                                (627.282.795)      (658.646.935)     (691.579.282)       (726.158.246)      (762.466.158)
 Uang jaminan                                         121.500.000                -                 -                   -                  -
 Utang usaha - pihak ketiga                        44.317.905.363    (11.906.988.431)    3.488.426.362       2.057.070.289      1.782.071.042
 Utang lain-lain - pihak ketga                                -                  -                 -                   -                  -
 Beban masih harus dibayar                                    -                  -                 -                   -                  -
 Uang muka penjualan                                  (55.955.464)               -                 -                   -                  -
 Utang pajak                                        8.952.204.237        563.567.180     1.162.612.220       1.077.752.720      1.547.969.720
 Liabiltas immbalan kerja karyawan                  2.851.285.434      2.993.849.706     3.143.542.191       3.300.719.300      3.465.755.265
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi        55.198.254.177     86.692.968.655    99.148.552.097     103.152.181.632    110.130.864.287

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                               (8.009.482.780)   (18.009.482.780)    (8.009.482.780)    (8.009.482.780)    (8.009.482.780)
Perolehan aset hak guna                            (4.764.592.348)    (3.764.592.348)    (6.764.592.348)    (2.764.592.348)    (7.764.592.348)
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi    (12.774.075.128)   (21.774.075.128)   (14.774.075.128)   (10.774.075.128)   (15.774.075.128)

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
 -Utang bank                                      (10.154.424.843)   (11.990.829.951)   (12.023.890.598)    (7.932.439.234)    (7.726.857.276)
 -Utang pembiayaan konsumen                          (340.853.497)      (116.158.031)      (628.640.551)               -                  -
 -Liabiltas sewa                                   (1.286.882.986)               -                  -                  -                  -
 Utang bank jangka pendek                                     -                  -                  -                  -                  -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan                               (11.782.161.326)   (12.106.987.981)   (12.652.531.149)    (7.932.439.234)    (7.726.857.276)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 30.642.017.723        52.811.905.546     71.721.945.820      84.445.667.269     86.629.931.884
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                   6.521.993.886        37.164.011.609     89.975.917.155     161.697.862.975    246.143.530.244
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                  37.164.011.609        89.975.917.155    161.697.862.975     246.143.530.244    332.773.462.128
Page 83
                                                                                               Lampiran 7

                           Proyeksi Analisis Rasio Dengan Rencana Penambahan KBLI
                              Projection   Projection   Projection   Projection   Projection    Average
                               FY 2027      FY 2027      FY 2028      FY 2029      FY 2030     Projection
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                    2,05         2,64         3,25         3,91         4,73              3,31
Quick ratio                      0,81         1,32         1,87         2,51         3,27              1,96
Cash ratio                       0,24         0,68         1,21         1,84         2,57              1,31

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin            16,64%       17,16%       17,77%       18,17%       19,15%           17,78%
Net profit margin              7,22%        7,54%        8,13%        8,48%        9,28%             8,13%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover         8,05         8,07         8,09         8,11         8,13              8,09
Inventory turnover               2,66         2,80         2,80         2,81         2,82              2,78
Acc. Payable turnover            7,65         9,85         9,60         9,63         9,66              9,28
Days of Acc. Receivable           45           45           44           44           44                 44
Days of Inventory                135          129          129          128          128               130
Days of Acc. Payable              47           37           37           37           37                 39

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                 26,70%       22,01%       17,79%       14,91%       12,39%           16,78%
Debt to Assets                 18,36%       15,99%       13,32%       11,44%       9,71%            12,61%
Page 84
                                                                                              Lampiran 8

                           Proyeksi Analisis Rasio Tanpa Rencana Penambahan KBLI
                             Projection   Projection   Projection   Projection   Projection    Average
                              FY 2026      FY 2027      FY 2028      FY 2029      FY 2030     Projection
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                   2,06         2,63         3,25         3,87         4,65              3,29
Quick ratio                     0,82         1,30         1,86         2,46         3,17              1,92
Cash ratio                      0,26         0,67         1,20         1,79         2,46              1,28

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin           16,34%       16,53%       16,87%       17,04%       17,70%           16,89%
Net profit margin             6,94%        6,96%        7,29%        7,43%        7,94%             7,31%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover        8,05         8,07         8,09         8,11         8,13              8,09
Inventory turnover              2,66         2,80         2,80         2,81         2,82              2,78
Acc. Payable turnover           7,66         9,87         9,63         9,65         9,68              9,30
Days of Acc. Receivable          45           45           44           44           44              44,49
Days of Inventory               135          129          129          128          128             129,74
Days of Acc. Payable             47           36           37           37           37              39,07

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                26,81%       22,28%       18,20%       15,44%       13,01%           19,15%
Debt to Assets                18,43%       16,17%       13,60%       11,80%       10,15%           14,03%
Page 85
                     Lampiran 9

Analisis Kelayakan
Page 86
                                                                                                                                                                                                           Lampiran 10
                                                                                                                  Beta (Damodaran)
                         05-Jan-26                                                                                     YouTube Video explaining                                              Effective
                         Aswath Damodaran, adamodar@stern.nyu.edu                                                      estimation choices and process.                                       Marginal
                         Beta, Unlevered beta and other risk measures             Emerging Markets
                         http://www.damodaran.com
                         https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/data.html
                         https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/pc/datasets/indname.xls
                         https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/variable.htm
se marginal or effective tax rates in unlevering betas?                                Marginal
te, enter the marginal tax rate to use                                                 24,71%
                                                                                                                                                                                                 Standard deviation in
                                                                     Effective                                           Unlevered beta corrected for                Standard deviation of
                                            Beta       D/E Ratio                 Unlevered beta      Cash/Firm value                                     HiLo Risk                              operating income (last 10
                                                                     Tax rate                                                       cash                                    equity
                      Number of firms                                                                                                                                                                    years)
                             341             0,74        42,05%        16,08%           0,56              8,26%                        0,61               0,3298            36,69%                       15,64%
Page 87
                                                                                                                                                                                                                                                   Lampiran 11
                                                                                                                      Country Risk Premium (Damodaran)
Country and Equity Risk Premiums
Date of update:                                           1-Jan-26
Enter the current risk premium for a mature equity market                                                                                         4,23%         Implied ERP for S&P 500 with adjusted dollar riskfree rate (for US Aa1 rating
Enter the current risk premium for the US =                                                                                                       4,46%         US equity risk premium computed using implied ERP approach
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium?                   Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets)                     1,52         See "Relative Equity Volatilty" worksheet

                                                                                                                     Rating-based Default   Total Equity Risk       Country Risk            Sovereign CDS, net of              Total Equity Risk   Country Risk
Country                                        Africa                                  Moody's rating
                                                                                                                            Spread              Premium              Premium                     Swiss CDS                        Premium2          Premium3
Indonesia                                      Asia                                           Baa2                          1,62%                 6,69%                2,46%                        1,05%                            5,83%            1,60%
Page 88
                                                                                                                                                                                                                            Lampiran 12
                                                                                    Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2025
              I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG DIBERIKAN                                                                                     I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
                 MENURUT KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN                                                                                      BY GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
                             (Persen Per Tahun)                                                                                                            (Percent Per Annum)

                                                                                                                                                                          2025
        KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN                                                                                                                                            GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
                                                                     Jan      Feb      Mar       Apr      May       Jun       Jul     Aug      Sep       Oct      Nov       Dec

   1    Bank Persero                                                                                                                                                                State Banks                                                 1

   2      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                       8,69     8,80      8,82     8,83      8,83     8,81     8,78      8,72     8,60     8,39      8,30     8,12       Working Capital Loans                                     2

   3      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                         9,22     9,11      9,09     9,02      9,02     8,96     8,92      8,89     8,67     8,84      8,69     8,44       Investment Loans                                          3

   4      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                          9,08     9,06      9,04     9,04      9,01     8,98     8,96      8,94     8,92     8,90      8,87     8,97       Consumer Loans                                            4

   5    Bank Pemerintah Daerah                                                                                                                                                      Regional Government Banks                                   5

   6      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                       8,81     8,81      8,81     8,85      8,86     8,84     8,78      8,82     8,84     8,66      8,66     8,32       Working Capital Loans                                     6

   7      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                         8,91     8,93      8,93     8,88      8,89     8,88     8,86      8,84     8,83     8,78      8,79     8,75       Investment Loans                                          7

   8      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                         10,37    10,37    10,36     10,37    10,38    10,38     10,38    10,38     10,37    10,37    10,36     10,35       Consumer Loans                                            8

   9    Bank Swasta Nasional                                                                                                                                                        Private National Banks                                      9

  10      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                       8,65     8,62      8,60     8,58      8,55     8,52     8,53      8,48     8,40     8,31      8,29     8,16       Working Capital Loans                                    10

  11      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                         8,10     8,10      8,06     8,06      8,02     7,97     7,93      7,88     7,74     7,67      7,62     7,52       Investment Loans                                         11

  12      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                         11,83    11,86    11,84     11,93    11,99    12,04     12,11    12,20     12,26    12,29    12,34     11,99       Consumer Loans                                           12
        Kantor Cabang dari Bank yang Berkedudukan di
  13                                                                                                                                                                                Branch Offices of Foreign Banks                            13
        Luar Negeri
  14      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                       6,65     6,74      6,67     6,58      6,41     6,74     6,85      6,45     6,07     5,84      5,69     5,58       Working Capital Loans                                    14

  15      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                         8,47     8,40      8,38     8,38      8,38     8,08     8,07      7,89     7,44     7,35      7,35     7,11       Investment Loans                                         15

  16      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                         43,82    41,78    41,23     41,17    41,30    41,98     41,51    41,19     41,05    40,59    39,80     38,69       Consumer Loans                                           16

  17    Bank Umum                                                                                                                                                                   Commercial Banks                                           17

  18      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                       8,62     8,67      8,66     8,66      8,64     8,62     8,61      8,55     8,46     8,30      8,24     8,08       Working Capital Loans                                    18

  19      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                         8,66     8,62      8,58     8,56      8,54     8,49     8,46      8,42     8,25     8,32      8,22     8,06       Investment Loans                                         19

  20      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                         10,41    10,40    10,39     10,42    10,44    10,45     10,47    10,49     10,51    10,51    10,52     10,50       Consumer Loans                                           20
Sejak Januari 2025 terdapat perubahan klasifikasi pengelompokan bank dari Bank Asing dan Bank Campuran menjadi Kantor Since January 2025, there is a change in the classification of Group of Bank from Branch Offices of Foreign Banks and
Cabang Dari Bank Yang Berkedudukan Di Luar Negeri sehubungan dengan implementasi Laporan Bank Umum Terintegrasi       Joint Banks to Branch Offices of Foreign Banks inline with the implementation of the Integrated Commercial Bank Report
(LBUT).                                                                                                               (LBUT).
Page 89
                                                                   Lampiran 13

Indonesia Government Securities Yield Curve per 31 Desember 2025

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.58 MB
Published22 Jun 2026
Pages89
Characters276,293
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 85 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PRIMADAYA PLASTISINDO TBK p.1 ×244
linked org Dana Pensiun. p.4 ×2
linked person Tirto Angesty p.22 ×4
linked person Kim Guan p.22 ×4
linked person Chan Yu Lin p.22 ×2
linked — Sugianto Kusuma p.22
linked — Lee Bee Teng p.22
linked person Kennie Angesty p.23 ×3
linked person Musa Chandra · Komisaris Independen p.23 ×4
linked org Indonesia Fibreboard Industry Tbk p.41 ×2
linked org Indofood Sukses Makmur Tbk p.44 ×5
linked org Salim Ivomas Pratama Tbk p.44 ×2
linked org Multi Sarana p.61
linked person Yu Lin Chan p.62 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×10
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.6 ×3
possible person Haryo Suparmun p.7 ×5
possible org Bank Persero p.68 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki p.2
unresolved — Faks p.2 ×2
unresolved org Studi Kelayakan PT Primadaya Plastisindo Tbk p.2 ×2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org KJPP HMR p.3 ×2
unresolved person Willyams p.4 ×3
unresolved org KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.4 ×2
unresolved org KJPP Herman Meirizki p.4 ×4
unresolved org Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.4 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.4 ×2
unresolved person Dio · Corporate Secretary p.4 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×15
unresolved org Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan p.6 ×12
unresolved org Kantor Akuntan Publik Morhan p.6 ×12
unresolved person Morhan Tirtonadi p.6 ×6
unresolved person David Kurniawan p.7 ×6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Handoko p.7 ×3
unresolved person MBA. p.7 ×3
unresolved org Herman Meirizki & Rekan p.10
unresolved — lzin Penilai p.10
unresolved — No.MAPP• p.10 ×2
unresolved person Reza Maulana Rizaldi p.10
unresolved person Melanie Suhanda p.10
unresolved — MAPPI p.10
unresolved person Raden Johanes Sarwono p.22
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.22 ×2
unresolved person Bastian Harijanto p.22
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.22
unresolved person Yulia · Notaris p.22
unresolved org Menteri Investasi p.26
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.26
unresolved org Penyelenggara Jaminan Produk Halal p.26
unresolved org PT Namasindo Plas Merupakan p.40
unresolved org PT Veolia Services Indonesia Bagian p.40
unresolved org PT Tridi Oasis Group Merupakan p.40
unresolved org PT Kahatex Kahatex Group p.41
unresolved org PT Tirta Investama p.43
unresolved org PT Super Wahana Tehno p.44
unresolved org PT Tirta Sibayakindo p.44
unresolved org PT Repsol Oil Indonesia p.44
unresolved org PT ExxonMobil Lubricants Indonesia p.44
unresolved org Super-Dragon Engineering Plastics Co., Ltd p.44
unresolved org Guangdong Charter Yuke Plastics Technology Co., Ltd. p.44
unresolved org Ego Plastics Supply Chain Company Limited p.44
unresolved org San Yi New Material Co., Ltd. p.44
unresolved org Mj Material Technology Sdn. Bhd. p.44
unresolved org Kementerian Kesehatan. p.46
unresolved person Johari p.47 ×6
unresolved org PT Tang Mas p.47 ×2
unresolved org PT Sarva Jaya Manggala p.47 ×2
unresolved org Departemen Purchasing dan Departemen Supply Chain p.61
unresolved org PT Multi Sarana Plasindo p.61
unresolved org PT Cakrawala Persada Biomas p.61
unresolved org SMART Tbk p.61 ×6
unresolved org PT Blasfolie Internasional Indonesia p.62
unresolved org General Manager Andone International Co. Ltd p.62
unresolved org Vice President Marketing Accorda Plasctic Co., Ltd. p.62
unresolved org Sales Marketing Zencatek Corporation p.62
unresolved org PT Aneka Investama p.62
unresolved org PT Panca Sakti Prakasa Mulya p.62
unresolved org General Manager Team Matrix Sdn Bhd p.62
unresolved org Quality Control Singapore Polymer Corporation p.62
unresolved org Departemen Produksi. p.64
unresolved org Bank Campuran p.88
unresolved org Bank Yang Berkedudukan Di Luar Negeri p.88

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result