Back to announcement
20241220_MBSS_Informasi Transaksi Afiliasi_31830574_lamp7.pdf
Asset transaction Needs review MBSSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 92
Page 1
d
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
TRANSAKSI PEMBERIAN PINJAMAN
PT MITRA GALLEY SEGARA SEJATI
(entitas anak PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK)
kepada
PT GALLEY ADHIKA ARNAWAMA
(pihak pengendali PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK)
No. 00068/2.0113-03/BS/06/0340/1/XII/2024
Tanggal : 16 Desember 2024
1
Page 2
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
TRANSAKSI PEMBERIAN PINJAMAN
PT MITRA GALLEY SEGARA SEJATI
(entitas anak PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK)
kepada
PT GALLEY ADHIKA ARNAWAMA
(pihak pengendali PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK)
No. 00068/2.0113-03/BS/06/0340/1/XII/2024
Tanggal : 16 Desember 2024
Page 3
No. 00068/2.0113-03/BS/06/0340/1/XII/2024 Bekasi, 16 Desember 2024
Kepada:
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gedung Autograph Tower
Kompleks Thamrin Nine
Jl. MH. Thamrin No. 10
Jakarta Pusat, 10230
Perihal: Laporan Pendapat Kewajaran Transaksi Pemberian Pinjaman dari PT Mitra Galley
Segara Sejati yang merupakan entitas anak PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk kepada
PT Galley Adhika Arnawama selaku entitas induk dan pengendali PT Mitrabahtera
Segara Sejati Tbk
Dengan hormat,
KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah memiliki
perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik No. 2.12.0113 dan Surat
lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik
lndonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023.
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja No. 0068/SPK/MSE-01/ES/XI/2024, tanggal 20 November
2024, Kami telah melaksanakan Penilaian untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas
Pemberian Pinjaman dari PT Mitra Galley Segara Sejati (selanjutnya disebut ‘’MGSS’’) yang
merupakan entitas anak dari PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (selanjutnya disebut ‘’MBSS’’)
kepada PT Galley Adhika Arnawama (selanjutnya disebut ‘’GAA’’) selaku entitas induk dan
pengendali MBSS.
Latar Belakang
MGSS yang merupakan entitas anak MBSS berencana memberikan pinjaman kepada GAA yang
merupakan pihak entitas induk dan pengendali MBSS. Berdasarkan perjanjian pinjaman,
jumlah pemberian pinjaman yang akan diberikan MGSS kepada GAA sebesar
Rp300.000.000.000,- (Tiga Ratus Miliar Rupiah).
MBSS didirikan berdasarkan Akta Notaris Darbi, S.H., No. 107, tanggal 24 Maret 1996. Akta
tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusan
No. C2-10.152.HT.01.01.Th.96, tanggal 6 November 1996. Anggaran Dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 5, tanggal 10 Juni
2024, dibuat di hadapan Engawati Gazali, S.H., Notaris di Jakarta, terkait perubahan susunan
i
Page 4
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Dewan Komisaris dan Direksi. Akta tersebut telah diterima dan dicatat kepada Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0214456 Tahun 2024, tanggal 14 Juni
2024.
GAA merupakan entitas induk dan pengendali MBSS dengan penyertaan kepemilikan saham
sebesar 82,50% pada MBSS. Di sisi lain, MGSS merupakan entitas anak MBSS. Penyertaan
kepemilikan MBSS pada MGSS sebesar 99,00%.
Atas informasi ini maka terlihat adanya hubungan afiliasi antara MBSS, MGSS, dan GAA.
Dengan terdapatnya hubungan afiliasi dengan MBSS, MGSS, dan GAA, maka transaksi tersebut
memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April
2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut
“Peraturan No. 42/POJK.04/2020”) karena transaksi dilakukan oleh Pihak-Pihak yang memiliki
afiliasi dengan MBSS.
Berdasarkan Laporan keuangan Audit MBSS per 31 Desember 2023, total ekuitas MBSS adalah
sebesar US$210.814.786 atau setara dengan Rp3.249.920.740.976,- merujuk pada kurs
Bank Indonesia per 29 Desember 2023. Menurut Peraturan No. 17/POJK.04/2020, suatu
transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 20,00%
atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
MGSS berencana memberikan pinjaman sebesar Rp300.000.000.000,- (Tiga Ratus Miliar
Rupiah), nilai ini setara dengan 9,23% dari total nilai ekuitas MBSS. Dengan demikian,
Transaksi tersebut tidak memenuhi ketentuan terkait transaksi material sebagaimana
didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut “Peraturan No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai transaksi
di bawah 20,00% dari ekuitas MBSS per 31 Desember 2023.
Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi dengan Laporan
No. 00068/2.0113-03/BS/06/0340/1/XII/2024, tanggal 16 Desember 2024.
Tanggal Penilaian
Tanggal Penilaian dalam laporan Pendapat Kewajaran ini adalah per 30 September 2024.
Objek Penilaian
Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Transaksi Pemberian Pinjaman MGSS
kepada GAA sebesar Rp300.000.000.000,- (Tiga Ratus Miliar Rupiah).
ii
Page 5
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan dari laporan penilaian ini adalah pemberian Pendapat Kewajaran atas
Pemberian Pinjaman MGSS kepada GAA.
Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020,
Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia 2018 ("SPI 2018") yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI").
Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020, pendekatan dan metode yang digunakan adalah
sebagai berikut:
1) Besaran dana objek transaksi;
2) Dampak keuangan dari transaksi;
3) Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen;
4) Analisis pengaruh transaksi keuangan perusahaan;
5) Identifikasi dan hubungan antara pihak;
6) Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
7) Analisis likuiditas;
8) Analisis manfaat dan risiko;
9) Analisis kualitatif:
a) Riwayat perusahaan yaitu riwayat transaksi dan sifat kegiatan usaha;
b) Analisis industri dan bisnis;
c) Analisis operasional dan prospek perusahaan;
d) Analisis alasan dan latar belakang manajemen;
e) Keuntungan dan kerugian;
f) Analisis dampak leverage;
g) Analisis dampak likuiditas; dan
h) Analisis dampak keuangan perusahaan jika proyek yang dibiayai oleh dana hasil
transaksi tersebut mengalami kegagalan.
10) Analisis kuantitatif;
➢ Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan perusahaan,
termasuk:
a) Penilaian kinerja historis;
b) Penilaian atas proyeksi keuangan;
c) Analisis rasio keuangan;
d) Analisis keuangan baik sebelum maupun setelah transaksi;
e) Analisis atas kemampuan perusahaan sampai saat jatuh tempo; dan
f) Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi.
➢ Analisis Yield
iii
Page 6
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
➢ Melakukan analisis inkremental (incremental analysis):
a) Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi,
termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan;
b) Biaya atau pendapatan yang relevan; dan
c) Informasi non keuangan yang relevan.
➢ Melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur keuntungan dan
kerugian dari transaksi, jika diperlukan.
➢ Analisis kelayakan rencana penggunaan dana dan jaminan atas transaksi antara lain:
a) Analisis kelayakan investasi;
b) Analisis kelayakan pelunasan utang; dan
c) Analisis atas faktor lain yang relevan.
11) Analisis atas jaminan.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini
adalah:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
Pendapat Kewajaran.
• Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh MBSS atau data yang diperoleh dari informasi yang
tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk
periode proyeksi tahun 2024 sampai dengan tahun 2029 yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh MBSS dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional MBSS.
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari
pemberi tugas.
iv
Page 7
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Kesimpulan
A. Analisis Transaksi
1. Para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:
➢ Pemberi Pinjaman
1. Nama : PT Mitra Galley Segara Sejati
2. Alamat, No. Telp, Faks, dan : Autograph Tower, Thamrin Nine
Email. Complex, Jalan M.H. Thamrin No. 10,
Desa/Kelurahan Kebon Melati, Kec.
Tanah Abang, Kota Adm.
Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta
021-50603688
3. Kegiatan usaha : Jasa pengangkutan laut
4. Pengurus : Komisaris : Armand Setiawan Tanudjaja
Direktur : Susan Faustine
5. Pengawasan : -
6. Susunan Pemegang Saham : MBSS 99%, GAA 1%
MGSS sebuah Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan
beralamat kantor di Autograph Tower, Thamrin Nine Complex, Jl. M.H. Thamrin
No. 10, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia.
➢ Penerima Pinjaman
1. Nama : PT Galley Adhika Arnawama
2. Alamat, No. Telp, Faks, dan : Autograph Tower, Thamrin Nine
Email. Complex, Lantai 76, Jalan M.H. Thamrin
No. 10, Desa/Kelurahan Kebon Melati,
Kec. Tanah Abang, Kota Adm.
Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta
021-50603688
3. Kegiatan usaha : Jasa pengangkutan laut
4. Pengurus : Komisaris : Grace Tjugiarto
Direktur Utama: Widy
Direktur: Syawaluddin Zen
5. Pengawasan : -
6. Susunan Pemegang Saham : PT Merlot Group Indonesia 60% dan
PT Graman Infiniti Arta 40%
GAA sebuah Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan
beralamat kantor di Autograph Tower, Thamrin Nine Complex, Jl. M.H. Thamrin
No. 10, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Indonesia.
v
Page 8
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2. Hubungan Pihak-pihak yang Akan Melakukan Transaksi
Terdapat hubungan afiliasi dari sisi penyertaan yaitu pemberi pinjaman adalah entitas
anak MBSS dan penerima pinjaman adalah entitas induk dan pengendali MBSS, atas
informasi ini maka terlihat adanya hubungan afiliasi antara MGSS dengan GAA. Dengan
terdapatnya hubungan afiliasi dengan MBSS, maka transaksi tersebut memenuhi
ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020, tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
(selanjutnya disebut “Peraturan No. 42/POJK.04/2020”) karena transaksi dilakukan
oleh Pihak-Pihak yang memiliki afiliasi dengan MBSS.
3. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Laporan keuangan Audit MBSS per 31 Desember 2023, total ekuitas MBSS
adalah sebesar US$210.814.786 atau setara dengan Rp3.249.920.740.976,- merujuk
pada kurs Bank Indonesia per 29 Desember 2023. Menurut Peraturan
No. 17/POJK.04/2020, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material
apabila nilai transaksi sama dengan 20,00% atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Terbuka.
Berdasarkan perjanjian, jumlah pinjaman yang akan diberikan MGSS kepada GAA
sebesar Rp300.000.000.000,- (Tiga Ratus Miliar Rupiah), nilai ini setara dengan 9,23%
dari total nilai ekuitas MBSS. Dengan demikian, Transaksi tersebut tidak memenuhi
ketentuan terkait transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April
2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut
“Peraturan No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai transaksi di bawah 20,00% dari ekuitas
MBSS per 31 Desember 2023.
4. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Pemberian Pinjaman dari MGSS ke GAA
Pemberi Pinjaman : MGSS
Penerima Pinjaman : GAA
Tujuan : Pembiayaan Modal Kerja
Nilai : Rp300.000.000.000,-
Tenor : 5 tahun sampai dengan tahun 2029
Bunga : 8,5%, dibayarkan sekali setahun
Jaminan : Tanpa Jaminan
Penarikan : Desember 2024
Pelunasan : Pelunasan pembayaran atas utang pokok beserta
bunga selambat-lambatnya pada Desember 2029.
vi
Page 9
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
B. Analisis Kualitatif
1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
MBSS didirikan berdasarkan Akta Notaris Darbi, S.H., No. 107, tanggal 24 Maret 1996.
Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat
keputusan No. C2-10.152.HT.01.01.Th.96, tanggal 6 November 1996. Anggaran
Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta Notaris No. 5, tanggal 10 Juni 2024, dibuat di hadapan Engawati Gazali, S.H.,
Notaris di Jakarta, terkait perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Akta
tersebut telah diterima dan dicatat kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
No. AHU-AH.01.09-0214456 Tahun 2024, tanggal 14 Juni 2024.
Pada tanggal 25 Maret 2011, MBSS telah memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan surat
No. S-3102/BL/2011 untuk melakukan penawaran umum atas 175.000.000 saham
Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 6 April 2011 saham tersebut telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada 30 September 2024, seluruh saham MBSS sebanyak 1.750.026.639 saham,
tercatat di BEI.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
MBSS adalah angkutan laut dalam negeri untuk barang umum, angkutan laut dalam
negeri untuk barang khusus dan aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
lainnya. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1994.
2. Analisis Industri dan Lingkungan
Sebagian besar kegiatan Pelabuhan dilakukan di 25 pelabuhan strategis yang terletak
di 21 provinsi. Kegiatan Pelabuhan tersebut mencakup kegiatan angkutan barang dan
penumpang untuk pelayaran dalam negeri maupun pelayaran luar negeri. Pelabuhan
strategis terdiri dari Pelabuhan Lhokseumawe, Belawan, Teluk Bayur, Dhumai,
Pekanbaru, Palembang, Panjang, Tanjung Pinang, Batam, Tanjung Priok, Tanjung
Emas, Tanjung Perak, Banten, Benoa, Tenau, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan,
Samarinda, Bitung, Makassar, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Biak.
Total volume barang dimuat pada pelayaran dalam negeri di 25 pelabuhan strategis
pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 4,48% dibanding tahun 2022.
Peningkatan volume muat barang terjadi di tiga pelubahan utama. Pelabuhan Tanjung
Priok, Tanjung Perak, dan Makassar, mengalami peningkatan volume muat barang
masing-masing sebesar 4,70%, 3,68%, dan 4,31%.
vii
Page 10
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Volume bongkar barang dalam negeri di 25 pelabuhan strategis pada tahun 2023
mengalami penurunan sebesar 6,52% dibanding tahun 2022. Jika dirinci menurut
empat Pelabuhan utama, penurunan terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 0,39%.
Pelabuhan lain yang mengalami penurunan volume bongkar barang yaitu Pelabuhan
Teluk Bayur (36,94%), Palembang (10,84%), Panjang (14,28%), Tanjung Emas (0,56%),
Banten (18,98%), Ambon (0,84%), Sorong (27,10%), Jayapura (48,77%), dan Biak
(83,76%).
3. Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
MBSS merupakan sebuah Perseroan Terbatas (PT) berstatus perusahaan terbuka
(public company) sejak tahun 2011. Kinerja operasional MBSS dari 2019 hingga
September 2024 menunjukkan tren fluktuatif, meningkat pada 2021-2022 seiring
lonjakan permintaan batu bara, tetapi menurun pada 2020, 2023, dan hingga
September 2024 akibat penurunan volume pengangkutan dan armada.
4. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan MBSS melakukan Transaksi yaitu dalam rangka memberikan dukungan dana
untuk modal kerja.
5. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Keuntungan yang bersifat kualitatif adalah adanya pendapatan bunga MBSS sebagai
imbalan pemberian pinjaman.
Tidak terdapat kerugian yang bersifat kualitatif atas adanya transaksi.
C. Analisis Kuantitatif
1. Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas dan kondisi keuangan
a.) Penilaian atas Kinerja Historis
Selama periode 2019 hingga 30 September 2024, pendapatan MBSS mengalami
fluktuasi yang mencerminkan dinamika pasar batubara. Hingga 30 September
2024, MBSS mencatat pendapatan sebesar Rp605,05 miliar (US$39,97 juta), yang
baru mencapai 63,26% dari total pendapatan 2023 sebesar US$63,19 juta, setelah
mengalami penurunan 28,50% dari 2022 (US$88,37 juta). Penurunan ini
disebabkan oleh berkurangnya volume pengangkutan dan armada. Sebelumnya,
pendapatan pada 2022 meningkat 20,39% dari 2021 (US$73,41 juta) seiring
lonjakan permintaan batubara. Tren ini melanjutkan kenaikan 33,80% dari 2020
viii
Page 11
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
(US$54,86 juta), yang sebelumnya turun 29,52% dibandingkan 2019 (US$77,84
juta) akibat berkurangnya volume pengangkutan dan jumlah armada.
Laba komprehensif MBSS juga menunjukkan variasi signifikan selama periode
tersebut. Hingga 30 September 2024, MBSS mencatat laba komprehensif sebesar
Rp197,39 miliar (US$13,04 juta). Pada 2023, laba komprehensif tercatat sebesar
US$24,71 juta, sedikit lebih rendah dari 2022 sebesar US$25,87 juta, yang
sebelumnya naik signifikan dari 2021 (US$12,30 juta) setelah pulih dari rugi
komprehensif US$14,86 juta pada 2020. Pada 2019, MBSS mencatat laba
komprehensif sebesar US$1,69 juta sebelum mengalami kerugian pada 2020.
b.) Penilaian atas proyeksi keuangan
Selama periode proyeksi 2024–-2029, jumlah aset MBSS diperkirakan meningkat
dari Rp3,96 triliun menjadi Rp5,72 triliun, terutama karena kenaikan kas dan
setara kas. Di sisi lain, liabilitas diproyeksikan menurun dari Rp449,61 miliar pada
2024 menjadi Rp104,17 miliar pada 2029, didominasi oleh pelunasan utang bank.
Ekuitas juga diperkirakan meningkat dari Rp3,51 triliun pada akhir 2024 menjadi
Rp5,62 triliun pada akhir 2029.
Pendapatan MBSS pada 2024 diperkirakan mencapai Rp806,74 miliar dan terus
naik hingga Rp1,30 triliun pada 2029. Seiring pertumbuhan tersebut, laba tahun
berjalan diproyeksikan meningkat dari Rp257,22 miliar pada 2024 menjadi
Rp565,01 miliar pada 2029.
c.) Analisis rasio keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan, rata-rata current ratio dan quick ratio di atas
100,00%, ini menunjukkan likuiditas perusahaan yang baik, di mana aset lancar
mampu melunasi liabilitas lancar. Adapun rasio likuiditas tanpa dilakukannya
transaksi lebih besar karena Rencana Transaksi menggunakan kas Perusahaan
Entitas Anak.
d.) Analisis atas proforma keuangan
Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah rencana
transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi mempengaruhi current
ratio, quick ratio dan Working Capital To Total Assets Ratio pada rasio likuiditas.
Hal ini dikarenakan dengan adanya transaksi terdapat pinjaman kepada pihak
berelasi yang sumbernya berasal dari akun kas dan setara kas Entitas Anak.
ix
Page 12
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
e.) Analisis atas pelunasan transaksi
Dari hasil analisis kemampuan penerima pinjaman untuk melunasi utang, sesuai
dengan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen MBSS, GAA diharapkan
dapat melunasi pokok pinjaman dan bunga kepada MGSS pada akhir masa
pinjaman. Dalam proyeksi keuangan MBSS, diharapkan dapat melunasi
pinjamannya pada tahun 2029.
f.) Analisis atas cash management dan financial covenant
Berdasarkan analisis Cash Management, sumber dana transaksi pemberian
pinjaman MGSS kepada GAA sebesar Rp300.000.000.000,-, berasal dari kas
setara kas MGSS.
Perlu kami jelaskan bahwa tidak ada financial covenant sehubungan dengan
transaksi ini.
2. Analisis Yield
Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga Rencana Transaksi dengan
tingkat suku bunga pasar dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga dalam
Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan tingkat suku bunga pasar. Dalam hal
ini MGSS akan mendapatkan pendapatan bunga yang lebih besar jika dibandingkan
dengan MGSS melakukan investasi dengan mengandalkan bunga simpanan atau
dengan MGSS melakukan investasi pada Surat Utang Negara.
3. Analisis Inkremental
Diperkirakan nilai tambah atas aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp15,21
miliar pada tahun 2025 dan terus meningkat hingga mencapai Rp94,03 miliar pada
tahun 2029. Dari sisi laba (rugi) diperkirakan nilai tambah atas laba tahun berjalan
sebesar Rp15,15 miliar pada tahun 2025, dan Rp33,78 miliar pada tahun 2029. Dari
sisi arus kas, terlihat bahwa dengan adanya rencana transaksi bahwa akumulasi arus
kas akhir pada proyeksi tahun 2029 sebesar Rp94,03 miliar.
4. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa NPV MBSS dalam kondisi normal adalah
Rp671,16 miliar. Jika pendapatan turun 10%, NPV turun menjadi Rp204,01 miliar,
sedangkan kenaikan biaya investasi 10% menghasilkan NPV Rp518,31 miliar. Kenaikan
struktur biaya 10% menurunkan NPV menjadi Rp318,08 miliar, dan kenaikan discount
rate 10% menghasilkan NPV Rp616,27 miliar. Hasil ini menunjukkan kelayakan MBSS
dengan transaksi paling sensitif terhadap penurunan pendapatan.
x
Page 13
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
D. Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana
1. Analisis kelayakan menunjukkan bahwa transaksi pemberian pinjaman dari MGSS
kepada GAA tersebut layak dilakukan dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar
27,45% yang berarti di atas tingkat discount rate yang sebesar 9,84%, dan Net Present
Value (NPV) sebesar Rp671.161.000.000,- sehingga rencana pemberian pinjaman ini
dinilai layak untuk dilaksanakan.
2. Sesuai dengan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen MBSS, GAA
diharapkan dapat melunasi pokok pinjaman dan bunga kepada MGSS. Dalam proyeksi
keuangan MBSS, diharapkan GAA dapat melunasi pinjamannya pada tahun 2029.
3. Tidak terdapat informasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi transaksi Pemberian
Pinjaman MGSS kepada GAA.
E. Analisis Atas Jaminan
Perlu kami jelaskan bahwa pada transaksi ini tidak terdapat jaminan atas Pemberian
Pinjaman MGSS kepada GAA.
xi
Page 14
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Pendapat Mengenai Kewajaran Transaksi
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi (analisis atas besaran dana dari objek transaksi,
dampak dari transaksi, dan pertimbangan bisnis), analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan
analisis atas jaminan, maka kami berpendapat bahwa Transaksi Pemberian Pinjaman MGSS
kepada GAA adalah Wajar.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Pemberian Pinjaman MGSS kepada GAA. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada perubahan kondisi, baik secara internal maupun secara eksternal
yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan
serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan
mengenai kewajaran Transaksi Pemberian Pinjaman MGSS kepada GAA ini mungkin berbeda.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Digitally signed by Endang Sunardi
DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif,
Rekan Endang dan Rekan,
email=syarifendangdanrekan@gmail.com
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
xii
Page 15
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan MBSS, dan pihak-pihak
yang terkait dengan transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada
pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
pendapat yang dihasilkan dari proses analisis pendapat kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK)
No. 0068/SPK/MSE-01/ES/XI/2024, tanggal 20 November 2024;
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah
dilakukan dengan benar;
3. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan
Pendapat kewajaran;
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada
tanggal Pendapat Kewajaran;
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran;
6. Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas;
7. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari
berbagai sumber yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
8. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, POJK
No. 42/POJK.04/2020, POJK No. 17/POJK.04/2020, dan memenuhi Kode Etik Penilai
Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan
oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
9. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah;
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
xiii
Page 16
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert) Penanggung Jawab (....................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
2. Meilindra Indriani, S.Si Reviewer (....................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev Staf Penilai (....................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Kamaludin, S.Pd Tenaga Inspeksi (....................)
MAPPI : No. 17-A-07843
xiv
Page 17
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR .......................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................... xiii
DAFTAR ISI .....................................................................................................................xv
DAFTAR TABEL ............................................................................................................. xvii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ xviii
DEFINISI DAN ISTILAH ................................................................................................... xix
1 PENDAHULUAN .................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 1
1.2 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................ 2
1.3 Tanggal Penilaian ................................................................................................ 2
1.4 Identifikasi Status Penilai ..................................................................................... 2
1.5 Identitas Pemberi Tugas ...................................................................................... 2
1.6 Identitas Pengguna Laporan ................................................................................ 3
1.7 Objek Penilaian .................................................................................................... 3
1.8 Jenis Mata Uang yang digunakan ......................................................................... 3
1.9 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran............................................ 3
1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi ............................................................................ 4
1.11 Benturan Kepentingan Atas Transaksi .................................................................. 4
1.12 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan .................................................... 4
1.13 Ruang Lingkup Penilaian ...................................................................................... 6
1.14 Pendekatan dan Metode ...................................................................................... 6
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas ............................................................................. 7
1.16 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi ...................................................... 8
1.17 Konfirmasi bahwa Penilaian telah Dilakukan berdasarkan SPI, Ketentuan
Peraturan OJK, dan Surat Edaran OJK ................................................................... 8
1.18 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian ...................................................................... 8
2 ANALISIS TRANSAKSI ............................................................................................ 9
2.1 Besaran Dana Dari Objek Transaksi ..................................................................... 9
2.2 Dampak Keuangan Dari Transaksi Terhadap Kepentingan Perusahaan ................ 9
2.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen ......................................................................... 9
2.4 Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan ............................. 9
2.5 Hubungan Pihak yang Melakukan Transaksi ........................................................ 9
2.6 Materialitas Nilai Transaksi ................................................................................ 11
2.7 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ............................ 11
2.8 Transaksi Analisis Likuiditas dari Transaksi yang Akan Dilakukan ..................... 12
2.9 Risiko dan Manfaat Transaksi atas Transaksi ..................................................... 12
3 ANALISIS KUALITATIF ......................................................................................... 13
3.1 Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana ........................................................ 14
3.2 Analisis Industri dan Bisnis ................................................................................ 15
3.2.1 Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia ................................................................... 15
3.2.2 Kondisi Industri ................................................................................................. 20
xv
Page 18
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan ................................................... 30
3.4 Alasan dan Latar Belakang Transaksi ................................................................. 30
3.5 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif ............................................. 30
3.6 Analisis Dampak leverage pada Keuangan ......................................................... 30
3.7 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan .................................... 32
3.8 Dampak Keuangan Atas Transaksi yang Dibiayai Jika Mengalami Kegagalan ..... 33
4 ANALISIS KUANTITATIF ...................................................................................... 34
4.1 Penilaian atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
Perusahaan ........................................................................................................ 34
4.1.1 Penilaian Kinerja Historis ................................................................................... 34
4.1.2 Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 39
4.1.3 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ...................................................................... 47
4.1.4 Analisis Rasio Keuangan .................................................................................... 51
4.1.5 Analisis Keuangan Sebelum Transaksi dan Setelah Transaksi Dilakukan ............ 54
4.1.6 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Transaksi .................. 58
4.1.7 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Transaksi .................... 59
4.2 Analisis Yield dari Transaksi yang Sejenis dan Sebanding .................................. 59
4.3 Analisis Inkremental .......................................................................................... 60
4.3.1 Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ................. 60
4.3.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan.................................................................. 64
4.3.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan .............................................................. 64
4.4 Analisis Sensitivitas ........................................................................................... 64
5 ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS TRANSAKSI PINJAM
MEMINJAM DANA ............................................................................................... 67
5.1 Analisis Kelayakan ............................................................................................. 67
5.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang .................................................................. 67
5.3 Analisis Faktor-Faktor Lain yang Relevan .......................................................... 67
6 ANALISIS ATAS JAMINAN .................................................................................... 68
7 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI .................................................. 69
8 KUALIFIKASI PENILAI USAHA ............................................................................... 70
9 KESIMPULAN ...................................................................................................... 71
xvi
Page 19
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham MBSS ........................................................................ 13
Tabel 2 Rincian Pembayaran Utang Bank MBSS ............................................................... 14
Tabel 3 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran .............. 15
Tabel 4 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 15
Tabel 5 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................ 17
Tabel 6 Kunjungan Kapal dari Dalam Negeri dan Luar Negeri di 25 Pelabuhan Strategis,
2022-2023........................................................................................................ 21
Tabel 7 Muat Barang Dalam Negeri di 25 Pelabuhan Strategis (000 ton), 2022-2023 ..... 22
Tabel 8 Bongkar Barang Dalam Negeri di 25 Pelabuhan Strategis (000 ton), 2022-2023 23
Tabel 9 Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri, September 2024 .............. 25
Tabel 10 Impor Menurut Moda Transportasi (berat: 000 ton; nilai: juta US$), 2022 dan
2023.................................................................................................................. 28
Tabel 11 Impor Menurut Jenis dan Moda Transportasi (berat: 000 ton; nilai: juta US$),
2022 dan 2023.................................................................................................. 28
Tabel 12 Proyeksi DAR dan DER ...................................................................................... 31
Tabel 13 Perbandingan DER dan DAR dengan Perusahaan Publik pada Industri Sejenis .. 31
Tabel 14 Working Capital To Total Assets Ratio .............................................................. 32
Tabel 15 Proyeksi Working Capital To Total Assets Ratio ................................................ 33
Tabel 16 Kinerja Posisi Keuangan MBSS .......................................................................... 34
Tabel 17 Kinerja Laba (Rugi) MBSS .................................................................................. 40
Tabel 18 Analisis Rasio Keuangan MBSS .......................................................................... 45
Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Adanya Transaksi (Rp.000) .......................... 47
Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi dengan Adanya Transaksi (Rp.000) .................................... 49
Tabel 21 Proyeksi Arus Kas dengan Adanya Transaksi (Rp.000) ...................................... 50
Tabel 22 Proyeksi Rasio Keuangan .................................................................................. 51
Tabel 23 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma 30 September 2024
(Rp.000) ............................................................................................................ 55
Tabel 24 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Proforma
(Rp.000) ............................................................................................................ 57
Tabel 25 Analisis Rasio Keuangan Proforma .................................................................... 58
Tabel 26 Arus Kas Dari Aktivitas Dengan Adanya Transaksi (Rp.000) .............................. 58
Tabel 27 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Utang (Rp.000) ........ 59
Tabel 28 Tingkat Bunga Surat Utang Negara ................................................................... 59
Tabel 29 Suku Bunga Simpanan Berjangka Rupiah Menurut Kelompok Bank Jangka Waktu
12 Bulan ............................................................................................................ 60
Tabel 30 Inkremental Posisi Keuangan (Rp.Juta) .............................................................. 60
Tabel 31 Inkremental Laba Rugi (Rp.Juta) ........................................................................ 62
Tabel 32 Inkremental Arus Kas (Rp.Juta) ......................................................................... 63
Tabel 33 Analisis Sensitivitas .......................................................................................... 64
xvii
Page 20
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2024 ............................................ 16
Gambar 2 Grafik Aliran Modal Asing ............................................................................... 17
Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 18
Gambar 4 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................. 18
Gambar 5 Grafik Rupiah vs Negara Kawasan ................................................................... 19
Gambar 6 Grafik Inflasi IHK dan Komponen .................................................................... 20
Gambar 7 Inflasi IHK di Provinsi ...................................................................................... 20
Gambar 8 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Dalam Negeri di Pelabuhan
Indonesia (000 ton), 2009—2023.................................................................... 24
Gambar 9 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Luar Negeri di Pelabuhan
Indonesia (000 ton), 2009—2023.................................................................... 25
Gambar 10 Kontribusi Nilai Ekspor menurut Moda Transportasi, 2022 dan 2023 ........... 26
Gambar 11 Komposisi Ekpor Komoditas Migas menurut Moda Transportasi, 2022 dan
2023 ............................................................................................................... 27
Gambar 12 Kontribusi Nilai Ekspor Nonmigas menurut Moda Transportasi, 2022 dan
2023 ............................................................................................................... 27
Gambar 13 Impor Indonesia Menurut Pelabuhan Bongkar Utama (juta US$), 2022 dan
2023 ............................................................................................................... 29
Gambar 14 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 65
xviii
Page 21
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
DEFINISI DAN ISTILAH
MBSS : PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.
MGSS : PT Mitra Galley Segara Sejati atau salah satu entitas
anak dari MBSS .
GAA : PT Galley Adhika Arnawama selaku entitas induk dan
pengendali MBSS.
Marine Shipping : Bidang usaha yang berkaitan dengan pengiriman
barang melalui kapal laut. Bidang usaha ini juga
dikenal sebagai industri perkapalan atau shipping
industry.
Financial Covenant : Persyaratan keuangan yang harus dipenuhi oleh
debitur dalam kontrak hutang. Dalam perjanjian
pinjaman, terdapat klausula atau covenant yang
membebankan kewajiban-kewajiban kepada debitur.
Tujuannya adalah untuk melindungi kepentingan
pemberi pinjaman. Salah satu jenis klausula covenant
adalah affirmative covenant, yaitu janji debitur untuk
melakukan hal-hal tertentu selama perjanjian kredit
masih berlaku.
xix
Page 22
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
MGSS yang merupakan entitas anak MBSS berencana memberikan pinjaman kepada
GAA yang merupakan pihak entitas induk dan pengendali MBSS. Berdasarkan
perjanjian pinjaman, jumlah pemberian pinjaman yang akan diberikan MGSS kepada
GAA sebesar Rp300.000.000.000,- (Tiga Ratus Miliar Rupiah).
MBSS didirikan berdasarkan Akta Notaris Darbi, S.H., No. 107, tanggal 24 Maret
1996. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam surat keputusan No. C2-10.152.HT.01.01.Th.96, tanggal 6 November 1996.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 5, tanggal 10 Juni 2024, dibuat di hadapan Engawati
Gazali, S.H., Notaris di Jakarta, terkait perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi. Akta tersebut telah diterima dan dicatat kepada Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0214456 Tahun 2024, tanggal 14 Juni 2024.
GAA merupakan entitas induk dan pengendali MBSS dengan penyertaan kepemilikan
saham sebesar 82,50% pada MBSS. Di sisi lain, MGSS merupakan entitas anak MBSS.
penyertaan kepemilikan MBSS pada MGSS sebesar 99,00%.
Atas informasi ini maka terlihat adanya hubungan afiliasi antara MBSS, MGSS, dan
GAA. Dengan terdapatnya hubungan afiliasi dengan MBSS, MGSS, dan GAA, maka
transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi
sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut “Peraturan
No. 42/POJK.04/2020”) karena transaksi dilakukan oleh Pihak-Pihak yang memiliki
afiliasi dengan MBSS.
Berdasarkan Laporan keuangan Audit MBSS per 31 Desember 2023, total ekuitas
MBSS adalah sebesar US$210.814.786 atau setara dengan Rp3.249.920.740.976,-
merujuk pada kurs Bank Indonesia per 29 Desember 2023. Menurut Peraturan
No. 17/POJK.04/2020, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material
apabila nilai transaksi sama dengan 20,00% atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Terbuka.
MGSS berencana memberikan pinjaman sebesar Rp300.000.000.000,- (Tiga Ratus
Miliar Rupiah), nilai ini setara dengan 9,23% dari total nilai ekuitas MBSS. Dengan
demikian, Transaksi tersebut tidak memenuhi ketentuan terkait transaksi material
sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No. 17/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material
1
Page 23
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
dan Perubahan Kegiatan Usaha (selanjutnya disebut “Peraturan
No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai transaksi di bawah 20,00% dari ekuitas MBSS
per 31 Desember 2023.
1.2 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kami telah menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi dengan Laporan
No. 00068/2.0113-03/BS/06/0340/1/XII/2024, tanggal 16 Desember 2024.
1.3 Tanggal Penilaian
Tanggal Penilaian dalam laporan Pendapat Kewajaran ini adalah per 30 September
2024.
1.4 Identifikasi Status Penilai
KJPP Syarif, Endang & Rekan merupakan Kantor Jasa Penilai Publik yang telah
memiliki perizinan dan terdaftar berdasarkan lzin Usaha Kantor Penilai Publik
No. 2.12.0113 dan Surat lzin Penilai Publik No. B-1.12.00340 yang dikeluarkan oleh
Menteri Keuangan Republik lndonesia dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang
Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD)
No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023.
Kami adalah Penilai Independen/Penilai Eksternal yang memberikan penilaian
objektif dan tidak memihak. Penilai dalam posisi bebas ikatan, yang pada saat ini
atau di kemudian hari tidak memiliki kepentingan finansial yang berhubungan
dengan subjek dan atau objek Penilaian selain dari jasa penilaian serta Penilai
memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian.
1.5 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Bidang Usaha : Angkutan laut dalam negeri untuk barang umum,
angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan
aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
lainnya.
Alamat : Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin Nine,
Jl. MH. Thamrin No. 10,
Jakarta Pusat, 10230
Telepon/Fax. : (+62 21) 50603688/-
Website : https://www.mbss.co.id
2
Page 24
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Email : corporate.secretary@mbss.co.id
1.6 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna tugas dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Bidang Usaha : Angkutan laut dalam negeri untuk barang umum,
angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan
aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
lainnya.
Alamat : Gedung Autograph Tower, Kompleks Thamrin Nine,
Jl. MH. Thamrin No. 10,
Jakarta Pusat, 10230
Telepon/Fax. : (+62 21) 50603688/-
Website : https://www.mbss.co.id
Email : corporate.secretary@mbss.co.id
1.7 Objek Penilaian
Objek Pendapat Kewajaran dalam penugasan ini adalah Transaksi Pemberian
Pinjaman MGSS kepada GAA sebesar Rp300.000.000.000,- (Tiga Ratus Miliar
Rupiah).
1.8 Jenis Mata Uang yang digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam Rencana Transaksi adalah mata uang rupiah.
1.9 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan dari laporan penilaian ini adalah pemberian Pendapat Kewajaran
atas Pemberian Pinjaman MGSS kepada GAA.
Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini kami berpedoman pada
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal,
POJK No. 17/POJK.04/2020, Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI"), serta Standar
Penilaian Indonesia 2018 ("SPI 2018") yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia ("MAPPI").
3
Page 25
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan pekerjaan pendapat kewajaran, kami telah melakukan:
1. Inspeksi lapangan untuk mengetahui kondisi kegiatan usaha.
2. Pengumpulan data yang diperlukan dalam proses penilaian baik data internal
perusahaan maupun data eksternal perusahaan.
3. Diskusi dengan pihak manajemen dalam rangka memperoleh informasi terkait
rencana transaksi.
4. Klarifikasi atas semua data yang telah diterima.
5. Meminta tambahan data dan informasi.
6. Mengadakan pertemuan dengan pihak manajemen untuk menyamakan
persepsi terkait dengan asumsi-asumsi yang digunakan.
1.11 Benturan Kepentingan Atas Transaksi
Transaksi melibatkan pihak yang secara kepentingan ekonomis dari masing-masing
pihak diketahui tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi.
1.12 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan
Untuk dapat memberikan pendapat atas Kewajaran Transaksi, sebagai Penilai
Independen kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu atau
melaksanakan akan prosedur atas hal-hal sebagai berikut:
1. Proyeksi Keuangan untuk tahun 2024 sampai dengan 2029 yang disediakan
oleh manajemen MBSS;
2. Laporan Keuangan Konsolidasian MBSS per 31 Desember 2019,
No. 00097/2.1265/AU.1/05/0560-1/1/III/2020, tanggal 23 Maret 2020 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Fenny Widjaja, dari Kantor Akuntan Publik
Imelda & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
3. Laporan Keuangan Konsolidasian MBSS per 31 Desember 2020,
No. 00100/2.1265/AU.1/05/0565-1/1/III/2021, tanggal 31 Maret 2021 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Muhammad Irfan, dari Kantor Akuntan Publik
Imelda & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
4. Laporan Keuangan Konsolidasian MBSS per 31 Desember 2021,
No. 00135/2.1265/AU.1/10/0565-2/1/IV/2022, tanggal 4 April 2022 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Muhammad Irfan, dari Kantor Akuntan Publik
Imelda & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
5. Laporan Keuangan Konsolidasian MBSS per 31 Desember 2022,
No. 00085/2.0959/AU.1/06/0786-1/1/III/2023, tanggal 29 Maret 2023 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Tagor Sidik Sigiro, dari Kantor Akuntan Publik
Gani Sigiro & Handayani dengan opini wajar tanpa modifikasian;
6. Laporan Keuangan Konsolidasian MBSS per 31 Desember 2023,
No. 00094/2.0959/AU.1/06/0786-2/1/III/2024, tanggal 25 Maret 2024 yang
4
Page 26
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
telah diaudit oleh Akuntan Publik Tagor Sidik Sigiro, dari Kantor Akuntan Publik
Gani Sigiro & Handayani dengan opini wajar tanpa modifikasian;
7. Laporan Keuangan Unaudited Konsolidasian MBSS Per 30 September 2024;
8. Legalitas MBSS;
9. Informasi Keuangan Proforma per 30 September 2024;
10. Draft Perjanjian Pinjaman MGSS kepada GAA;
11. Surat Pernyataan Manajemen atas Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
No. 016/MBSS-JKT/ACC/XII/2024, tanggal 13 Desember 2024, dinyatakan
bahwa Rencana Transaksi mengandung unsur transaksi afiliasi dan tidak
terdapat benturan kepentingan;
12. Surat Pernyataan Manajemen atas Transaksi Material No. 017/MBSS-
JKT/ACC/XII/2024, tanggal 13 Desember 2024, dinyatakan bahwa Rencana
Transaksi termasuk pada transaksi material.
13. Wawancara dan diskusi dengan manajemen MBSS sehubungan dengan
penugasan pendapat Kewajaran, diantaranya adalah Bapak Martinus sebagai
Accounting Manager MBSS dan Ibu Susan Faustine sebagai Direktur MBSS; dan
14. Surat Pernyataan Manajemen atas kebenaran data dan informasi yang diberikan
No. 018/MBSS-JKT/ACC/XII/2024, tanggal 13 Desember 2024.
Prosedur yang Digunakan
Laporan dan fakta yang terkandung dalam Laporan adalah berdasarkan informasi
dan representasi yang disediakan oleh manajemen dan dikompilasi oleh Penilai.
Informasi yang terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua
hal yang material, tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana
jika dihilangkan dapat membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di
dalamnya menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari domain publik. Dalam penyusunan laporan ini, telah
dilakukan prosedur sebagai berikut: (i) MBSS telah diberikan kesempatan untuk
meminta dan me-review, dan telah menerima semua informasi yang diperlukan
untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi
di dalamnya (ii) MBSS tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang memiliki
hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai
sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan
Laporan ini, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi
yang terkandung adalah benar setelah tanggal Laporan ini. Prosedur lain yang
dilakukan Penilai adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen Transaksi,
Laporan Keuangan, dan tiap bagian dari Transaksi dalam hal kewajarannya.
5
Page 27
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
1.13 Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan
oleh Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang dilakukan adalah
wajar atau tidak wajar. Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal, dengan ketentuan sebagai berikut:
➢ Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pinjam-Meminjam Dana dan/atau
Penjaminan wajib didasarkan pada hasil evaluasi atas objek transaksi.
➢ Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pinjam-Meminjam Dana dan/atau
Penjaminan wajib diberikan atas keseluruhan rencana transaksi pinjam-
meminjam dana dan/atau penjaminan serta unsur analisis rencana transaksi.
Nilai materialitas Transaksi diatur sesuai dengan No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Sehubungan dengan peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukkan Penilai
untuk memberikan pendapat kewajaran atas Transaksi, maka ruang lingkup
pendapat kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Transaksi
tersebut.
1.14 Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020, pendekatan dan metode yang
digunakan adalah sebagai berikut:
1) Besaran dana objek transaksi;
2) Dampak keuangan dari transaksi;
3) Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen;
4) Analisis pengaruh transaksi keuangan perusahaan;
5) Identifikasi dan hubungan antara pihak;
6) Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
7) Analisis likuiditas;
8) Analisis manfaat dan risiko;
9) Analisis kualitatif:
a) Riwayat perusahaan yaitu riwayat transaksi dan sifat kegiatan usaha;
b) Analisis industri dan bisnis;
c) Analisis operasional dan prospek perusahaan;
d) Analisis alasan dan latar belakang manajemen;
e) Keuntungan dan kerugian;
f) Analisis dampak leverage;
g) Analisis dampak likuiditas; dan
h) Analisis dampak keuangan perusahaan jika proyek yang dibiayai oleh
dana hasil transaksi tersebut mengalami kegagalan.
6
Page 28
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
10) Analisis kuantitatif;
➢ Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan
perusahaan, termasuk:
a) Penilaian kinerja historis;
b) Penilaian atas proyeksi keuangan;
c) Analisis rasio keuangan;
d) Analisis keuangan baik sebelum maupun setelah transaksi;
e) Analisis atas kemampuan perusahaan sampai saat jatuh tempo; dan
f) Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi.
➢ Analisis Yield;
➢ Melakukan analisis inkremental (incremental analysis):
a) Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari
transaksi, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
perusahaan;
b) Biaya atau pendapatan yang relevan; dan
c) Informasi non keuangan yang relevan.
➢ Melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur
keuntungan dan kerugian dari transaksi, jika diperlukan.
➢ Analisis kelayakan rencana penggunaan dana dan jaminan atas transaksi
antara lain:
a) Analisis kelayakan investasi;
b) Analisis kelayakan pelunasan utang; dan
c) Analisis atas faktor lain yang relevan.
11) Analisis atas jaminan.
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini adalah:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam Pendapat Kewajaran.
• Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh MBSS atau data yang diperoleh dari
informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian
yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi untuk periode proyeksi tahun 2024 sampai dengan tahun 2029 yang
telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang
dibuat oleh MBSS dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
7
Page 29
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional MBSS.
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan
yang dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat
Kewajaran dari pemberi tugas.
1.16 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini tidak bertujuan untuk disirkulasikan atau didistribusikan secara umum
dan tidak untuk direproduksi serta digunakan untuk tujuan lain, kecuali atas
persetujuan kami secara tertulis. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau
kehilangan yang diderita akibat penggunaan laporan ini oleh pihak lain tanpa
persetujuan kami secara tertulis.
Namun bila laporan ini ditujukan untuk kepentingan pasar modal, maka laporan
kami dapat disirkulasikan secara utuh untuk mengakomodir kepentingan
stakeholder agar dapat melindungi kepentingan masyarakat luas.
1.17 Konfirmasi bahwa Penilaian telah Dilakukan berdasarkan SPI, Ketentuan Peraturan
OJK, dan Surat Edaran OJK
Penilaian dilakukan dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), ketentuan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020,
serta Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.004/2020.
1.18 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting yang
diketahui maupun yang patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan
tanggal laporan penilaian.
8
Page 30
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2 ANALISIS TRANSAKSI
2.1 Besaran Dana Dari Objek Transaksi
Besaran dana dari objek transaksi adalah jumlah pemberian pinjaman MGSS kepada
GAA sebesar Rp300.000.000.000,- (Tiga Ratus Miliar Rupiah).
2.2 Dampak Keuangan Dari Transaksi Terhadap Kepentingan Perusahaan
Sejalan dengan Perjanjian Pinjaman terhadap kepentingan Perusahaan adalah
dengan tersedianya dana kegiatan investasi MBSS. Maka dampaknya terjadi pada
tahun proyeksi 2024, yang dimana nilai ini dicatatkan sebagai pinjaman pihak
berelasi pada liabilitas jangka panjang sebesar Rp525,00 miliar yang berasal dari
pinjaman MGSS sebesar Rp300,00 miliar dan pinjaman PT Mitra Alam Segara Sejati
(selanjutnya disebut ‘’MASS’’) sebesar Rp225,00 miliar.
2.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen
Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan
rencana transaksi adalah dana yang dipinjamkan dapat memberikan tingkat
pengembalian yang lebih tinggi melalui pendapatan bunga, dibandingkan tingkat
suku bunga pasar berdasarkan Surat Utang Negara dan Suku Bunga Simpanan
Berjangka.
2.4 Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan
Transaksi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keuangan perusahaan.
Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah rencana transaksi
dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi mempengaruhi Current Ratio, Quick
Ratio, dan Working Capital to Total Assets Ratio pada rasio likuiditas. Pada Current
Ratio, Quick Ratio, dan Working Capital To Total Assets Ratio sesudah rencana
transaksi lebih rendah dibandingkan sebelum rencana transaksi atas adanya
transaksi terdapat pinjaman kepada pihak berelasi yang sumbernya berasal dari
akun kas dan setara kas Entitas Anak.
2.5 Hubungan Pihak yang Melakukan Transaksi
Adapun para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:
9
Page 31
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
➢ Pemberi Pinjaman
1. Nama : PT Mitra Galley Segara Sejati
2. Alamat, No. Telp, Faks, dan : Autograph Tower, Thamrin Nine
Email Complex, Jalan M.H. Thamrin No. 10,
Desa/Kelurahan Kebon Melati, Kec.
Tanah Abang, Kota Adm.
Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta
021-50603688
3. Kegiatan usaha : Jasa pengangkutan laut
4. Pengurus : Komisaris : Armand Setiawan Tanudjaja
Direktur : Susan Faustine
5. Pengawasan : -
6. Susunan Pemegang Saham : MBSS 99%, GAA 1%
MGSS sebuah Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia
dan beralamat kantor di Autograph Tower, Thamrin Nine Complex, Jl. M.H.
Thamrin No. 10, Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia.
➢ Penerima Pinjaman
1. Nama : PT Galley Adhika Arnawama
2. Alamat, No. Telp, Faks, dan : Autograph Tower, Thamrin Nine
Email Complex, Lantai 76, Jalan M.H. Thamrin
No. 10, Desa/Kelurahan Kebon Melati,
Kec. Tanah Abang, Kota Adm.
Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta
021-50603688
3. Kegiatan usaha : Jasa pengangkutan laut
4. Pengurus : Komisaris : Grace Tjugiarto
Direktur Utama: Widy
Direktur: Syawaluddin Zen
5. Pengawasan : -
6. Susunan Pemegang Saham : PT Merlot Group Indonesia 60% dan
PT Graman Infiniti Arta 40%
GAA sebuah Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia
dan beralamat kantor di Autograph Tower, Thamrin Nine Complex, Jl. M.H.
Thamrin No. 10, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Indonesia.
Terdapat hubungan afiliasi dari sisi kepemilikan saham yaitu pemberi pinjaman
adalah entitas anak MBSS dan penerima pinjaman adalah entitas induk dan
pengendali MBSS, atas informasi ini maka terlihat adanya hubungan afiliasi antara
MBSS dengan MGSS dan GAA. Dengan terdapatnya hubungan afiliasi dengan MBSS,
10
Page 32
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
maka transaksi tersebut memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi
sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No. 42/POJK.04/2020, tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan (selanjutnya disebut “Peraturan
No. 42/POJK.04/2020”) karena transaksi dilakukan oleh Pihak-Pihak yang memiliki
afiliasi dengan MBSS.
2.6 Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Laporan keuangan Audit MBSS per 31 Desember 2023, total ekuitas
MBSS adalah sebesar US$210.814.786 atau setara dengan Rp3.249.920.740.976,-
merujuk pada kurs Bank Indonesia per 29 Desember 2023. Menurut Peraturan
No. 17/POJK.04/2020, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material
apabila nilai transaksi sama dengan 20,00% atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Terbuka.
Berdasarkan perjanjian, jumlah pinjaman yang akan diberikan MGSS kepada GAA
sebesar Rp300.000.000.000,- (Tiga Ratus Miliar Rupiah), nilai ini setara dengan
9,23% dari total nilai ekuitas MBSS. Dengan demikian, Transaksi tersebut tidak
memenuhi ketentuan terkait transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020,
tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
(selanjutnya disebut “Peraturan No. 17/POJK.04/2020”) karena nilai transaksi di
bawah 20,00% dari ekuitas MBSS per 31 Desember 2023.
2.7 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Secara garis besar, berikut adalah informasi mengenai Transaksi Pemberian
Pinjaman berdasarkan keterangan manajemen MBSS:
Pemberian Pinjaman dari MGSS ke GAA
Pemberi Pinjaman : MGSS
Penerima Pinjaman : GAA
Tujuan : Pembiayaan Modal Kerja
Nilai : Rp300.000.000.000,-
Tenor : 5 tahun sampai dengan tahun 2029
Bunga : 8,5%, dibayarkan sekali setahun
Jaminan : Tanpa Jaminan
Penarikan : Desember 2024
Pelunasan : Pelunasan pembayaran atas utang pokok beserta
bunga selambat-lambatnya pada Desember 2029.
11
Page 33
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2.8 Transaksi Analisis Likuiditas dari Transaksi yang Akan Dilakukan
Rasio ini untuk mengetahui seberapa jauh perusahaan dapat melunasi liabilitas
jangka pendeknya, semakin besar rasio yang diperoleh semakin lancar pembayaran
liabilitas jangka pendeknya.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, Current Ratio dan Quick Ratio sebesar 3108,53% dan 3066,19% sedangkan
rata-rata historis sebesar 810,16% dan 767,23%.
Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, Current Ratio dan Quick
Ratio lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi historisnya, sehingga pada
kondisi historis kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek
lebih baik dibandingkan dengan rata-rata proyeksi.
2.9 Risiko dan Manfaat Transaksi atas Transaksi
Risiko terkait dengan adanya Transaksi adalah risiko gagal bayar (default) yang
disebabkan kegagalan untuk melakukan pembayaran sisa pokok utang dan bunga
pada waktu yang telah ditetapkan.
Manfaat dari adanya Transaksi adalah MBSS akan mendapatkan manfaat berupa
pendapatan bunga dari pinjaman jangka panjang.
12
Page 34
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
3 ANALISIS KUALITATIF
MBSS didirikan berdasarkan Akta Notaris Darbi, S.H., No. 107, tanggal 24 Maret
1996. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam surat keputusan No. C2-10.152.HT.01.01.Th.96, tanggal 6 November 1996.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 5, tanggal 10 Juni 2024, dibuat di hadapan Engawati
Gazali, S.H., Notaris di Jakarta, terkait perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi. Akta tersebut telah diterima dan dicatat kepada Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0214456 Tahun 2024, tanggal 14 Juni 2024.
Pada tanggal 25 Maret 2011, MBSS telah memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan surat
No. S-3102/BL/2011 untuk melakukan penawaran umum atas 175.000.000 saham
Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 6 April 2011 saham tersebut telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada 30 September 2024, seluruh saham MBSS sebanyak 1.750.026.639 saham,
tercatat di BEI.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
MBSS adalah angkutan laut dalam negeri untuk barang umum, angkutan laut dalam
negeri untuk barang khusus dan aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian
lainnya. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1994.
Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang Saham MBSS per 30 September 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham MBSS
Lembar Komposisi Jumlah
No. Nama Pemegang Saham
Saham Kepemilikan (Rp.000)
1 PT Galley Adhika Arnawama 1.443.766.800 82,50% 144.376.680
2 Suwantara Gotama 97.824.900 5,59% 9.782.490
3 Masyarakat 208.434.939 11,91% 20.843.494
Jumlah 1.750.026.639 100,00% 175.002.664
Sumber: Laporan Keuangan per 30 September 2024
Susunan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Komite Audit MBSS per 30 September
2024 adalah sebagai berikut:
13
Page 35
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Wisma Bharuna
Komisaris : Andre
Komisaris Independen : Kristine Sheilla Avinta Putri
Dewan Direksi
Direktur Utama : Armand Setiawan Tanudjaja
Direktur : Zhang Hao
Direktur : Susan Faustine
Kepala Internal Audit : Reza Adiasa
Sekretaris Perusahaan : Emy Oktavia
3.1 Riwayat Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Pada tanggal 30 September 2024, MBSS telah memperoleh fasilitas perjanjian
pinjaman jangka panjang sebesar Rp200.000.000.000,- dari PT Bank Central Asia
Tbk. Pinjaman ini bertujuan untuk membiayai investasi pembelian kapal
Perusahaan. Jangka waktu pinjaman tersebut adalah 5 (lima) tahun dengan suku
bunga sebesar 8,50% per tahun. Pinjaman tersebut telah penuh dicairkan pada
tanggal 4 April 2022.
Pada tanggal 5 Juli 2022, MBSS telah melakukan perubahan perjanjian fasilitas
perbankan dengan PT Bank Central Asia Tbk, perubahan tersebut adalah
penambahan Fasilitas Kredit Investasi 2 senilai Rp500.000.000.000,- untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun sejak penarikan pertama dengan suku bunga sebesar 7,75%
per tahun.
Pada tanggal 20 September 2023, MBSS telah melakukan perubahan perjanjian
fasilitas perbankan dengan PT Bank Central Asia Tbk, perubahan tersebut adalah
penambahan Fasilitas Kredit Investasi 3 senilai Rp360.000.000.000,- untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun sejak penarikan pertama dengan suku bunga sebesar 7,75%
per tahun. Selama tahun 2023, Perusahaan telah menarik sebagian fasilitas kredit
yang diberikan oleh bank.
Tabel 2 Rincian Pembayaran Utang Bank MBSS
Uraian Rp
Pihak Ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 367.233.299.547
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
PT Bank Central Asia Tbk (107.401.254.660)
Utang Bank Jangka Panjang-Bersih 259.832.044.887
14
Page 36
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
3.2 Analisis Industri dan Bisnis
3.2.1 Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu didorong agar lebih tinggi.
Investasi terus tumbuh, khususnya investasi bangunan sejalan dengan tahapan
finalisasi operasional Ibu Kota Nusantara (IKN) dan penyelesaian berbagai Proyek
Strategis Nasional (PSN). Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tetap terjaga,
khususnya untuk kelas menengah ke atas. Ekspor nonmigas tetap baik sehingga
turut menopang pertumbuhan ekonomi. Belanja Pemerintah yang diprakirakan
meningkat pada akhir tahun diharapkan dapat juga menopang permintaan
domestik.
Tabel 3 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia
Tabel 4 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Bank Indonesia
15
Page 37
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Berbagai indikator terkini, termasuk hasil survei Bank Indonesia, menunjukkan
kegiatan ekonomi pada triwulan III 2024 yang baik, sebagaimana tercermin pada
keyakinan konsumen yang tinggi, penjualan eceran yang positif, serta impor barang
modal dan penjualan semen yang meningkat. Bank Indonesia memprakirakan
pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5%. Ke
depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan, baik
dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran.
Gambar 1 Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2024
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
Defisit NPI triwulan II 2024 menurun ditopang oleh neraca transaksi modal dan
finansial yang surplus serta defisit transaksi berjalan yang sehat. NPI triwulan III
2024 terus membaik ditopang oleh berlanjutnya surplus neraca perdagangan, yang
pada Agustus 2024 tercatat sebesar 2,9 miliar dolar AS. Sementara itu, aliran masuk
investasi portofolio terus berlanjut dan tercatat tinggi, dimana pada triwulan III
2024 (hingga 13 September 2024) mencatat net inflows sebesar 10,1 miliar dolar
AS (qtd), yang terjadi pada seluruh instrumen keuangan domestik.
16
Page 38
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 5 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat sementara
Gambar 2 Grafik Aliran Modal Asing
Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat sementara
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2024 tercatat meningkat, sebesar
150,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan
impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI 2024 diprakirakan
tetap sehat, dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1%
sampai dengan 0,9% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial
diprakirakan meningkat didukung oleh berlanjutnya peningkatan aliran masuk
modal asing, sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global,
persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional, dan imbal hasil
investasi di aset keuangan domestik yang tetap menarik.
17
Page 39
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 4 Grafik Cadangan Devisa
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah pada September 2024 (hingga 17 September 2024) menguat
menjadi Rp15.330/USD atau menguat 0,78% dibandingkan dengan posisi akhir
Agustus 2024. Penguatan Rupiah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan apresiasi
mata uang regional seperti Won Korea dan Rupee India yang menguat sebesar 0,32%
dan 0,13%. Dengan perkembangan tersebut, apabila dibandingkan dengan level
akhir Desember 2023, nilai tukar Rupiah juga terapresiasi sebesar 0,40%, lebih baik
dibandingkan dengan dinamika mata uang regional seperti Rupee India dan Won
Korea yang masing-masing masih mengalami depresiasi sebesar 0,66% dan 3,41%.
18
Page 40
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gambar 5 Grafik Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi
Inflasi tetap rendah dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga
Konsumen (IHK) tercatat rendah di seluruh komponen sehingga mencapai 2,12%
(yoy) pada Agustus 2024. Inflasi inti tercatat sebesar 2,02% (yoy), sementara inflasi
volatile food (VF) terus menurun menjadi 3,04% (yoy), dari level bulan sebelumnya
3,63% (yoy). Penurunan inflasi VF tercatat di sebagian besar wilayah Indonesia,
didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen,
serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Ke depan, Bank
Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi
nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.
Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank
Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Ke depan, Bank Indonesia terus
berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi
tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%.
19
Page 41
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gambar 6 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 7 Inflasi IHK di Provinsi
Sumber: Bank Indonesia
3.2.2 Kondisi Industri
Secara umum, kegiatan pelabuhan terdiri dari bongkar muat barang, kunjungan
kapal, dan keberangkatan serta kedatangan penumpang, untuk pelayaran dalam
negeri maupun luar negeri.
Dibandingkan tahun 2022, volume bongkar muat barang untuk pelayaran dalam
negeri pada 2023 mengalami penurunan sebesar 0,47% untuk bongkar dan
meningkat 3,27% untuk muat barang. Sementara itu pada pelayaran luar negeri,
volume bongkar muat barang masing-masing mengalami peningkatan sebesar
17,94% dan 10,00%.
20
Page 42
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Kunjungan kapal di pelabuhan Indonesia pada tahun 2023 mencapai 984,57 ribu
unit atau naik 10,07% dibanding tahun 2022. Dengan volume total 1.968,89 juta
gros tonase (GT), maka rata-rata GT kapal yang berkunjung ke pelabuhan di
Indonesia mencapai 2,00 ribu GT atau turun 3,38% dibanding tahun 2022.
Tabel 6 Kunjungan Kapal dari Dalam Negeri dan Luar Negeri di 25 Pelabuhan
Strategis, 2022-2023
Unit (000) GT
Provinsi Pelabuhan
2022 2023 2022 2023
1. Aceh 1. Lhokseumawe 465 397 1.947 1.898
2. Sumatera Utara 2. Belawan 3.638 3.900 39.119 39.103
3. Sumatera Barat 3. Teluk Bayur 1.854 1.886 11.609 12.101
4. Riau 4. Dumai 3.618 3.722 34.012 37.137
5. Pekanbaru 1.569 1.708 618 673
5. Sumatera Selatan 6. Palembang 6.131 7.067 19.606 22.746
6. Lampung 7. Panjang 5.598 3.233 33.443 32.991
7. Kepulauan Riau 8. Tanjung Pinang 17.612 20.009 4.064 4.690
9. Batam 72.541 99.624 45.183 47.270
8. DKI Jakarta 10. Tanjung Priok 13.454 13.679 138.279 146.384
9. Jawa Tengah 11. Tanjung Emas 3.720 3.983 26.791 27.773
10. Jawa Timur 12. Tanjung Perak 12.832 13.692 100.425 118.126
11. Banten 13. Banten 18.571 18.265 120.614 132.637
12. Bali 14. Benoa 1.011 2.285 2.819 5.789
13. Nusa Tenggara Timur 15. Tenau 1.018 361 2.305 537
14. Kalimantan Barat 16. Pontianak 2.454 2.719 6.880 13.706
15. Kalimantan Selatan 17. Banjarmasin 40.559 32.962 143.875 139.248
16. Kalimantan Timur 18. Balikpapan 11.761 12.662 76.955 89.263
19. Samarinda 26.204 23.273 53.766 71.489
17. Selawesi Utara 20. Bitung 2.973 2.926 11.440 12.819
18. Sulawesi Selatan 21. Makasar 4.263 4.803 33.488 36.865
19. Maluku 22. Ambon 3.335 3.247 17.183 16.370
20. Papua Barat 23. Sorong 1.982 953 14.066 7.900
21. Papua 24. Jayarura 609 638 3.959 4.322
25. Biak 930 1.062 3.415 4.053
Total 25 Pelabuhan Strategis 258.703 279.057 945.861 1.025.890
Total Seluruh Pelabuhan 894.480 984.569 1.851.225 1.968.888
Pelabuhan Strategis
Sebagian besar kegiatan Pelabuhan dilakukan di 25 pelabuhan strategis yang
terletak di 21 provinsi. Kegiatan Pelabuhan tersebut mencakup kegiatan angkutan
barang dan penumpang untuk pelayaran dalam negeri maupun pelayaran luar
negeri. Pelabuhan strategis terdiri dari Pelabuhan Lhokseumawe, Belawan, Teluk
Bayur, Dhumai, Pekanbaru, Palembang, Panjang, Tanjung Pinang, Batam, Tanjung
Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Banten, Benoa, Tenau, Pontianak, Banjarmasin,
Balikpapan, Samarinda, Bitung, Makassar, Ambon, Sorong, Jayapura dan Biak.
21
Page 43
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Pada tahun 2023, Komposisi bongkar dan muat barang dalam negeri di 25
pelabuhan strategi terhadap total masing-masing mencapai 40,34% dan 17,91%.
Sedangkan komposisi bongkar dan muat barang luar negeri di Pelabuhan strategis
barang luar negeri di Pelabuhan strategis masing-masing mencapai 74,12% dan
28,41%.
Dalam tabel, ditunjukkan perkembangan volume muat dan bongkar barang
pelayaran dalam negeri di 25 pelabuhan strategis tahun 2022 dan 2023. Di antara
25 pelabuhan tersebut, terdapat empat Pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Belawan,
Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Makassar yang perlu dicermati.
Total volume barang dimuat pada pelayaran dalam negeri di 25 pelabuhan strategis
pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 4,48% dibanding tahun 2022.
Peningkatan volume muat barang terjadi di tiga pelubahan utama. Pelabuhan
Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar, mengalami peningkatan volume muat
barang masing-masing sebesar 4,70%, 3,68% dan 4,31%.
Peningkatan volume barang dimuat juga terjadi di Dumai (7,73%), Panjang (59,50%),
Tanjung Pinang (50,85%), Batam (87,12%), Benoa (1.833,33%), Tenau Kupang
(25,60%), Pontianak (15,37%), Banjarmasing (6,44%), Balikpapan (7,16%), Samarinda
(93,26%), Bitung (16,16%), Ambon (2,50%), dan Jayapura (71,69%).
Tabel 7 Muat Barang Dalam Negeri di 25 Pelabuhan Strategis (000 ton), 2022-
2023
Muat
Provinsi Pelabuhan
2022 2023
1. Aceh 1. Lhokseumawe 83 54
2. Sumatera Utara 2. Belawan 3.314 3.167
3. Sumatera Barat 3. Teluk Bayur 3.629 2.215
4. Riau 4. Dumai 660 711
5. Pekanbaru - -
5. Sumatera Selatan 6. Palembang 1.251 1.170
6. Lampung 7. Panjang 1.349 2.153
7. Kepulauan Riau 8. Tanjung Pinang 118 178
9. Batam 1.731 3.239
8. DKI Jakarta 10. Tanjung Priok 14.093 14.755
9. Jawa Tengah 11. Tanjung Emas 232 165
10. Jawa Timur 12. Tanjung Perak 13.142 13.625
11. Banten 13. Banten 11.104 10.450
12. Bali 14. Benoa 3 58
13. Nusa Tenggara Timur 15. Tenau 125 157
14. Kalimantan Barat 16. Pontianak 1.321 1.524
15. Kalimantan Selatan 17. Banjarmasin 3.416 3.636
16. Kalimantan Timur 18. Balikpapan 1.146 1.228
19. Samarinda 1.143 2.209
22
Page 44
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Muat
Provinsi Pelabuhan
2022 2023
17. Sulawesi Utara 20. Bitung 959 1.114
18. Sulawesi Selatan 21. Makassar 3.894 4.062
19. Maluku 22. Ambon 280 287
20. Papua Barat 23. Sorong 200 128
21. Papua 24. Jayapura 332 570
25. Biak 537 76
Total 25 Pelabuhan Strategis 64.062 66.931
Total Seluruh Pelabuhan 361.969 373.808
Sumber: BPS
Volume bongkar barang dalam negeri di 25 pelabuhan strategis pada tahun 2023
mengalami penurunan sebesar 6,52% dibanding tahun 2022. Jika dirinci menurut
empat Pelabuhan utama, penurunan terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar
0,39%. Pelabuhan lain yang mengalami penurunan volume bongkar barang yaitu
Pelabuhan Teluk Bayur (36,94%), Palembang (10,84%), Panjang (14,28%), Tanjung
Emas (0,56%), Banten (18,98%), Ambon (0,84%), Sorong (27,10%), Jayapura (48,77%),
dan Biak (83,76%).
Sementara itu terdapat beberapa Pelabuhan yang mengalami peningkatan volume
bongkar barang yaitu Pelabuhan Lhokseumawe (19,75%), Dumai (3,41%), Tanjung
Pinang (27,51%), Batam (5,46%), Benoa (62,85%), Tenau Kupang (6,06%), Pontianak
(11,79%), Banjarmasin (6,97%), Balikpapan (8,75%), Samarinda (8,01%), dan Bitung
(8,52%).
Tabel 8 Bongkar Barang Dalam Negeri di 25 Pelabuhan Strategis (000 ton), 2022-
2023
Bongkar
Provinsi Pelabuhan
2022 2023
1. Aceh 26. Lhokseumawe 319 382
2. Sumatera Utara 27. Belawan 7.892 8.878
3. Sumatera Barat 28. Teluk Bayur 3.801 2.397
4. Riau 29. Dumai 1.877 1.941
30. Pekanbaru - -
5. Sumatera Selatan 31. Palembang 1.208 1.077
6. Lampung 32. Panjang 2.010 1.723
7. Kepulauan Riau 33. Tanjung Pinang 567 723
34. Batam 8.521 8.986
8. DKI Jakarta 35. Tanjung Priok 13.881 16.029
9. Jawa Tengah 36. Tanjung Emas 4.086 4.063
10. Jawa Timur 37. Tanjung Perak 17.758 17.688
11. Banten 38. Banten 60.163 48.744
12. Bali 39. Benoa 716 1.166
13. Nusa Tenggara Timur 40. Tenau 297 315
23
Page 45
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Bongkar
Provinsi Pelabuhan
2022 2023
14. Kalimantan Barat 41. Pontianak 1.807 2.020
15. Kalimantan Selatan 42. Banjarmasin 3.358 3.592
16. Kalimantan Timur 43. Balikpapan 1.658 1.803
44. Samarinda 4.194 4.530
17. Sulawesi Utara 45. Bitung 2.442 2.650
18. Sulawesi Selatan 46. Makassar 4.707 4.923
19. Maluku 47. Ambon 829 822
20. Papua Barat 48. Sorong 668 487
21. Papua 49. Jayapura 1.999 1.024
50. Biak 825 134
Total 25 Pelabuhan Strategis 145.583* 136.097
Total Seluruh Pelabuhan 338.900* 337.314
Sumber: BPS
Secara umum, Perkembangan kegiatan bongkar muat barang dalam negeri pada
periode 2009—2023 sejalan dengan perkembangan kegiatan bongkar muat barang
luar negeri. Pada Periode 2009—2023, kegiatan bongkar muat barang dalam negeri
maupun luar negeri menunjukkan perkembangan yang cukup fluktuatif. Volume
bongkar barang dalam negeri berkisar antara 221,68 juta ton hingga 410,06 juta
ton, sementara itu volume bongkar muat barang luar negeri berada pada kisaran
44,92 juta ton hingga 144,64 juta ton untuk bongkar barang dan pada kisaran
145,12 juta ton hingga 510,70 juta ton untuk muat barang.
Gambar 8 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Dalam Negeri di
Pelabuhan Indonesia (000 ton), 2009—2023
Sumber: BPS
24
Page 46
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gambar 9 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Luar Negeri di Pelabuhan
Indonesia (000 ton), 2009—2023
Sumber: BPS
Selama Januari–September 2024, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri
mencapai 19,4 juta orang atau naik 27,17% dibanding periode yang sama tahun
2023. Peningkatan jumlah penumpang terjadi di seluruh pelabuhan utama yang
diamati, yaitu Pelabuhan Belawan sebesar 21,06%, Balikpapan sebesar 11,52%,
Makassar sebesar 11,09%, Tanjung Perak sebesar 9,74%, dan Tanjung Priok sebesar
8,60%. Sementara itu, jumlah barang yang diangkut pada September 2024 mencapai
33,1 juta ton atau naik 1,12% dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah
barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar 12,41% dan Tanjung
Priok sebesar 0,29%. Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di
Pelabuhan Panjang sebesar 20,71%, Makassar sebesar 8,07%, dan Tanjung Perak
sebesar 6,78%. Jumlah barang yang diangkut selama Januari–September 2024
mencapai 276,7 juta ton atau naik 0,04% dibanding periode yang sama tahun 2023.
Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar
32,76%, Tanjung Priok sebesar 10,86%, Tanjung Perak sebesar 5,54%, dan Makassar
sebesar 3,44%. Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di
Pelabuhan Panjang sebesar 3,59%
Tabel 9 Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri, September 2024
Sumber: BPS
25
Page 47
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Ekspor dan Impor Moda Transportasi Laut
Ekspor Indonesia pada tahun 2023 mencapai US$258,77 miliar atau turun 11,28%
dibanding tahun 2022. Sebanyak 94,86% dari total nilai ekspor Indonesia tahun
2023 dimuat dengan menggunakan moda transportasi laut. Jika dibandingkan
tahun 2022 nilai turun 11,91%, namun berat ekspornya naik sebesar 8,73%
mencapai 697.623,7 ribu ton.
Gambar 10 Kontribusi Nilai Ekspor menurut Moda Transportasi, 2022 dan 2023
Sumber: BPS
Secara garis besar, ekspor Indonesia terbagi menjadi dua jenis komoditas, yaitu
migas dan nonmigas. Komoditas nonmigas memiliki peranan sebesar 94,52% dan
mencapai nilai US$275,69 miliar terhadap total nilai ekspor tahun 2022, sedangkan
komoditas migas memiliki peranan sebesar 5,48% dan nilainya mencapai US$16,00
miliar. Dilihat dari pertumbuhannya nilai ekspor migas dan nonmigas tahun 2023
masing-masing mengalami penurunan yaitu sebesar 0,48% atau dari US$15.998,2
juta menjadi US$15.921,9 juta dan 11,91% atau dari US$275.691,4 juta menjadi
US$242.852,5 juta jika dibandingakan tahun sebelumnya. Moda transportasi dari
komoditas nonmigas yang mengalami penurunan yaitu moda transportasi laut
sebesar 12,79% atau dari nilai US$265.702,2 juta menjadi US$231.718,7 juta.
Komoditas ekspor migas Indonesia sebagian besar diangkut menggunakan moda
transportasi laut. Nilai ekspor migas yang diangkut dengan moda transportasi laut
pada tahun 2023 tercatat sebesar US$13,75 miliar (86,37%) atau mengalami
kenaikan sebesar 6,17% dibandingkan tahun 2022. Sedangkan berat ekspor migas
yang melalui moda transportasi laut naik 19,50% dari 19.446,2 ribu ton tahun 2022
menjadi 23.238,4 ribu ton tahun 2023. Negara tujuan utama ekspor migas yang
menggunakan moda transportasi laut pada tahun 2023 adalah Tiongkok sebesar
US$2,61 miliar dengan berat 4,5 juta ton, Malaysia sebesar US$2,16 miliar dengan
berat 3,5 juta ton dan Singapura sebesar US$2,09 miliar dengan berat 3,8 juta ton.
26
Page 48
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Gambar 11 Komposisi Ekpor Komoditas Migas menurut Moda Transportasi, 2022
dan 2023
Sumber: BPS
Ekspor komoditas nonmigas melalui moda transportasi laut tercatat US$231,72
miliar pada tahun 2023, mengalami penurunan sebesar 12,79% dibandingkan tahun
sebelumnya. Berbeda dengan nilainya, berat ekspor komoditas nonmigas melalui
moda transportasi laut mengalami kenaikan 8,39% dari 622.185,4 ribu ton pada
tahun 2022 menjadi 674.385,3 ribu ton pada tahun 2023. Negara tujuan utama
ekspor nonmigas dengan moda transportasi laut pada tahun 2023 antara lain
Tiongkok sebesar US$61,56 miliar dengan berat 259,9 juta ton, Amerika Serikat
sebesar US$22,34 miliar dengan berat 6,1 juta ton, dan India sebesar US$19,62
miliar dengan berat 121,6 juta ton.
Gambar 12 Kontribusi Nilai Ekspor Nonmigas menurut Moda Transportasi, 2022
dan 2023
Sumber: BPS
Selama tahun 2023 total impor Indonesia mengalami penurunan 6,55%, dari
US$237.447,1 juta menjadi US$221.886,2 juta. Transportasi laut masih menjadi
moda utama dalam kegiatan pengangkutan barang impor. Sebanyak 90,66% barang
impor Indonesia masuk menggunakan moda transportasi laut atau senilai
US$201.151,5 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan 6,82% dibandingkan tahun
27
Page 49
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2022. Meskipun nilai impornya mengalami penurunan namun berat barang impor
melalui laut justru meningkat 8,28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tabel 10 Impor Menurut Moda Transportasi (berat: 000 ton; nilai: juta US$), 2022
dan 2023
Sumber: BPS
Impor minyak dan gas bumi (migas) selama tahun 2023 senilai US$35.830,5 juta,
mengalami penurunan 11,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara
beratnya justru mengalami peningkatan sebesar 9,22%. Hal ini mencerminkan
adanya penurunan harga migas di pasar internasional. Sebagian besar komoditas
migas diangkut menggunakan moda transportasi laut dengan peranan 99,97% dari
total impor migas 2023 atau senilai US$35.819,3 juta.
Tabel 11 Impor Menurut Jenis dan Moda Transportasi (berat: 000 ton; nilai: juta
US$), 2022 dan 2023
Sumber: BPS
28
Page 50
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Senada dengan komoditas migas, perkembangan impor nonmigas memiliki arah
yang serupa. Impor nonmigas tahun 2023 mengalami penurunan 5,57%
dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai US$186.055,7 juta atau berperan
83,85%. Jika nilainya mengalami penurunan, berat impornya justru mengalami
peningkatan sebesar 7,63%. Peningkatan berat ini dipicu oleh peningkatan berat
impor menggunakan moda transportasi laut. Impor menggunakan moda
transportasi laut selama tahun 2023 senilai US$165.332,2 juta atau sebesar 88,86%
dari total impor nonmigas. Nilai tersebut menurun 5,85% dibandingkan tahun
sebelumnya.
Aktivitas impor Indonesia tahun 2023 sebagaimana tahun sebelumnya masih
bergantung pada beberapa pelabuhan utama di Pulau Jawa. Kegiatan impor barang
di kawasan Indonesia Timur umumnya masuk melalui pelabuhan di Jakarta,
Surabaya, ataupun Batam. Pelabuhan laut masih menjadi sarana utama penunjang
perdagangan internasional di Indonesia. Hal ini merupakan hal yang wajar karena
Indonesia merupakan negara maritim sehingga memiliki banyak pelabuhan laut
yang menjadi pintu keluar-masuk barang ekspor maupun impor. Pada 2023
pelabuhan Tanjung Priok masih menjadi pelabuhan laut utama masuknya barang
impor dibandingkan pelabuhan lainnya.
Seiring dengan penurunan impor pada tahun 2023, masing-masing pelabuhan
bongkar utama juga mengalami penurunan nilai impor, kecuali Tanjung Perak dan
Batu Ampar. Kegiatan bongkar barang impor Indonesia sebagian besar masih
bertumpu pada pelabuhan utama Tanjung Priok. Tahun 2023 nilai impor Indonesia
yang dibongkar di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 37,36% atau senilai
US$82.894,1 juta. Nilai tersebut menurun 7,32% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelabuhan bongkar utama selanjutnya adalah Pelabuhan Tanjung Perak dengan nilai
US$18.998,4 juta atau 8,56%, meningkat 2,83% dari tahun sebelumnya.
Gambar 13 Impor Indonesia Menurut Pelabuhan Bongkar Utama (juta US$), 2022
dan 2023
Sumber: BPS
29
Page 51
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
MBSS didirikan berdasarkan Akta Notaris Darbi, S.H., No. 107, tanggal 24 Maret
1996. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam surat keputusan No. C2-10.152.HT.01.01.Th.96 pada tanggal 6 November
1996. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 5, tanggal 10 Juni 2024, dibuat di hadapan
Engawati Gazali, S.H., Notaris di Jakarta, terkait perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi. Akta tersebut telah diterima dan dicatat kepada Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0214456 Tahun 2024, tanggal
14 Juni 2024.
Kegiatan usaha utama Perseroan yang telah dijalankan saat ini adalah angkutan laut
dalam negeri untuk barang umum, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus
dan aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. Perusahaan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 1994.
MBSS merupakan sebuah Perseroan Terbatas (PT) berstatus perusahaan terbuka
(public company) sejak tahun 2011. Kinerja operasional MBSS dari 2019 hingga
September 2024 menunjukkan tren fluktuatif, meningkat pada 2021-2022 seiring
lonjakan permintaan batu bara, tetapi menurun pada 2020, 2023, dan hingga
September 2024 akibat penurunan volume pengangkutan dan armada.
3.4 Alasan dan Latar Belakang Transaksi
➢ Alasan MBSS melakukan Transaksi yaitu dalam rangka memberikan dukungan
dana untuk modal kerja.
➢ Latar belakang atas transaksi ini yaitu MBSS melihat perkembangan industri
marine shipping yang baik untuk mendukung perputaran dan pergerakan
ekonomi nasional. Khususnya kebijakan yang berkaitan dengan sektor logistik
nasional demi terwujudnya keadilan logistik bagi seluruh rakyat Indonesia.
3.5 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Keuntungan yang bersifat kualitatif adalah adanya pendapatan bunga MBSS sebagai
imbalan pemberian pinjaman.
Tidak terdapat kerugian yang bersifat kualitatif atas adanya transaksi.
3.6 Analisis Dampak leverage pada Keuangan
Analisis dampak leverage pada keuangan MBSS dilakukan dengan menggunakan
rasio solvabilitas yaitu Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER).
30
Page 52
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Selama tahun 2019 sampai dengan 30 September 2024, rata-rata DAR MBSS adalah
sebesar 14,01%, dengan DAR pada 30 September 2024 sebesar 14,67%, yang artinya
bahwa utang MBSS dapat dipenuhi oleh aset MBSS. Sementara itu, rata-rata DER
adalah sebesar 16,75%, dengan DER pada 30 September 2024 sebesar 17,20%, yang
artinya bahwa utang MBSS dapat dipenuhi oleh ekuitas.
Analisis Dampak leverage MBSS di masa yang akan datang terkait dengan Transaksi
pemberian pinjaman MGSS kepada GAA dari hasil proyeksi DAR dan DER adalah
sebagai berikut:
Tabel 12 Proyeksi DAR dan DER
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 Rata-rata
DER 12,82% 8,88% 5,56% 2,67% 2,02% 1,85% 5,63%
DAR 11,36% 8,16% 5,26% 2,60% 1,98% 1,82% 5,20%
Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, DAR dan DER lebih
rendah dibandingkan dengan rata-rata historisnya.
Analisis dampak leverage juga dapat dilakukan dengan membandingkan DAR dan
DER dengan perusahaan pada bidang aktivitas marine shipping.
Tabel 13 Perbandingan DER dan DAR dengan Perusahaan Publik pada Industri
Sejenis
DER 30/09/2024 2023 2022 2021 2020 2019 Rata-rata
PT Dana Brata Luhur Tbk 6,8% 5,9% 23,5% 21,5% 27,3% 36,3% 20,21%
PT Batulicin Nusantara
12,8% 20,5% 56,9% 54,8% 95,8% 185,4% 71,04%
Maritim Tbk
PT Pelayaran Nelly Dwi Putri
20,4% 13,6% 11,9% 12,4% 13,9% 14,2% 14,38%
Tbk
PT Jasa Armada Indonesia Tbk 21,8% 22,7% 24,4% 23,5% 29,0% 18,5% 23,31%
PT Buana Lintas Lautan Tbk 138,0% 154,4% 216,5% 441,4% 136,6% 94,6% 196,93%
PT Trans Power Marine Tbk 63,6% 26,9% 20,9% 28,8% 34,7% 9,8% 30,79%
PT IMC Pelita Logistik Tbk 29,0% 20,9% 23,0% 40,6% 55,3% 61,7% 38,42%
PT Pelayaran Nasional Ekalya
40,0% 26,4% 14,4% 22,3% 23,1% 22,4% 24,77%
Purnamasari Tbk
DAR 30/09/2024 2023 2022 2021 2020 2019 Rata-rata
PT Dana Brata Luhur Tbk 6,34% 5,54% 19,06% 17,71% 21,42% 26,62% 16,12%
PT Batulicin Nusantara
11,38% 17,00% 36,28% 35,39% 48,92% 64,96% 35,66%
Maritim Tbk
PT Pelayaran Nelly Dwi Putri
16,93% 11,94% 10,66% 11,01% 12,19% 12,41% 12,52%
Tbk
PT Jasa Armada Indonesia Tbk 17,88% 18,50% 19,60% 19,01% 22,48% 15,63% 18,85%
PT Buana Lintas Lautan Tbk 57,99% 60,69% 68,40% 81,53% 57,73% 48,63% 62,49%
PT Trans Power Marine Tbk 38,86% 21,19% 17,28% 22,36% 25,79% 8,96% 22,41%
31
Page 53
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
DAR 30/09/2024 2023 2022 2021 2020 2019 Rata-rata
PT IMC Pelita Logistik Tbk 22,48% 17,29% 18,67% 28,89% 35,62% 38,15% 26,85%
PT Pelayaran Nasional Ekalya
24,17% 20,89% 12,58% 18,23% 18,80% 18,32% 18,83%
Purnamasari Tbk
Dari tabel di atas, rata-rata proyeksi DER MBSS adalah sebesar 5,63% dan DAR
sebesar 5,20%. Sedangkan untuk perusahaan terbuka pada bidang aktivitas
marine shipping, dengan rata-rata DER dan DAR adalah sebagai berikut:
- PT Dana Brata Luhur Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 20,21% dan DAR
sebesar 16,12%;
- PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar
71,04% dan DAR sebesar 35,66%;
- PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 14,38%
dan DAR sebesar 12,52%;
- PT Jasa Armada Indonesia Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 23,31% dan
DAR sebesar 18,85%;
- PT Buana Lintas Lautan Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 196,93% dan
DAR sebesar 62,49%;
- PT Trans Power Marine Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 30,79% dan
DAR sebesar 22,41%;
- PT IMC Pelita Logistik Tbk, diperoleh rata-rata DER sebesar 38,42% dan
DAR sebesar 26,85%; dan
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk, diperoleh rata-rata DER
sebesar 24,77% dan DAR sebesar 18,83%.
Berdasarkan rasio di atas, posisi DER dan DAR MBSS cenderung berada dibawah
kisaran DER perusahaan pembanding yang bergerak pada bidang aktivitas
marine shipping.
3.7 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan
Berikut adalah kinerja likuiditas Keuangan MBSS secara historis yang tercermin pada
Current Ratio dan Quick Ratio
Tabel 14 Working Capital To Total Assets Ratio
Rata-
Keterangan 30/09/2024 2023 2022 2021 2020 2019
rata
Current Ratio 1533,12% 1298,29% 705,52% 741,95% 210,86% 371,20% 810,16%
Quick Ratio 1502,97% 1265,58% 677,37% 635,13% 185,39% 336,91% 767,23%
Analisis Dampak Likuiditas Keuangan MBSS di masa yang akan datang terkait
dengan Transaksi atas pemberian pinjaman dari hasil proyeksi Current Ratio dan
Quick Ratio adalah sebagai berikut:
32
Page 54
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 15 Proyeksi Working Capital To Total Assets Ratio
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 Rata-rata
Current Ratio 1276,87% 1407,94% 1521,81% 3230,09% 4837,21% 6377,26% 3108,53%
Quick Ratio 1251,70% 1382,74% 1496,43% 3180,92% 4772,91% 6312,42% 3066,19%
Berdasarkan hasil proyeksi dengan dilakukannya transaksi, Current Ratio dan Quick
Ratio lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi historisnya, sehingga pada
kondisi historis kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek
lebih baik dibandingkan dengan rata-rata proyeksi.
3.8 Dampak Keuangan Atas Transaksi yang Dibiayai Jika Mengalami Kegagalan
Dampak keuangan atas transaksi yang dibiayai mengalami kegagalan adalah MBSS
tidak memperoleh pengembalian pinjaman dan pendapatan bunga dari GAA ke
MGSS.
33
Page 55
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
4 ANALISIS KUANTITATIF
4.1 Penilaian atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan
Perusahaan
4.1.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan yang kami peroleh, kondisi keuangan MBSS
adalah sebagai berikut:
Kinerja Posisi Keuangan
Kinerja Posisi Keuangan MBSS selama per 31 Desember 2019 sampai dengan 30
September 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 16 Kinerja Posisi Keuangan MBSS
2024
2023 2022 2021 2020 2019
Keterangan September
Rp. Juta* US$ US$ US$ US$ US$
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 2.651.149 148.314.940 100.692.087 27.240.958 35.190.214 40.245.311
Piutang usaha
Pihak berelasi 8.890 1.875.701 736.461 - 3.728.721 2.012.919
Pihak ketiga 123.879 7.736.435 6.025.940 10.810.308 8.364.242 10.375.019
Piutang lain-lain 318 59.148 58.013
Persediaan
Bahan bakar 16.911 1.588.776 1.818.657 1.386.410 723.548 1.513.982
Suku cadang 10.922 708.473 708.473 1.860.688 1.899.624 956.504
Peralatan keselamatan 1.148 44.813 - - - -
Penyisihan penurunan
nilai persediaan (1.719) (111.535) - - - -
Aset kontrak 9.494 658.399 926.311 566.104 550.226 -
Pajak dibayar di muka 435 28.648 1.361 1.129.405 1.085.285 1.159.172
Uang muka dan biaya
dibayar di muka lainnya 8.707 1.164.041 1.011.658 1.457.162 1.244.891 1.669.011
Aset tidak lancar yang
dimiliki untuk dijual 9.638 - - - 932.718 -
Total Aset Lancar 2.839.773 162.008.691 111.920.948 44.451.035 53.778.617 57.989.931
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian
aset tetap 100 4.409.301 13.058.450 - - 1.047.608
Aset Tetap
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah 2.547 165.187 165.187 165.187 165.187 165.187
Bangunan dan
prasarana 6.439 417.683 5.618.734 5.618.734 5.716.838 5.716.838
Alat-alat pengangkutan 7.710 500.105 500.105 500.105 500.105 247.650
34
Page 56
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2024
2023 2022 2021 2020 2019
Keterangan September
Rp. Juta* US$ US$ US$ US$ US$
Kapal 2.243.755 166.191.316 232.737.356 326.885.394 324.886.455 335.989.432
Kendaraan 7.967 516.779 532.971 630.371 921.598 968.394
Peralatan kantor 21.751 1.392.429 1.343.472 1.342.886 1.333.871 1.260.434
Aset dalam
penyelesaian:
Kapal 6.763 232.984 404.760 745.537 388 1.641.864
Jumlah 2.296.932 169.416.483 241.302.585 335.888.214 333.524.442 345.989.799
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan dan
prasarana (3.201) (192.136) (3.444.699) (3.196.856) (2.984.517) (2.698.600)
Alat-alat pengangkutan (7.497) (448.648) (397.778) (346.614) (280.670) (207.533)
Kapal (1.202.407) (88.413.808) (150.473.308) (197.804.867) (180.903.184) (179.864.631)
Kendaraan (6.162) (364.132) (459.620) (613.913) (866.470) (860.793)
Peralatan kantor (20.997) (1.342.159) (1.306.034) (1.277.888) (1.250.767) (1.220.090)
Jumlah (1.240.264) (90.760.883) (156.081.439) (203.240.138) (186.285.608) (184.851.647)
Akumulasi penurunan
nilai:
Kapal - - - - (6.521.906) (2.092.746)
Nilai Buku 1.056.668 78.655.600 85.221.146 132.648.076 140.716.928 159.045.406
Aset hak guna
Biaya perolehan
Bangunan dan
prasarana 18.039 1.170.116 - - - -
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan
prasarana (6.150) (226.920) - - - -
Nilai Buku 11.888 943.196 - - - -
Aset tidak lancar lainnya 12.415 1.051.323 793.328 539.974 363.515 52.485
Total Aset Tidak Lancar 1.081.072 85.059.420 99.072.924 133.188.050 141.080.443 160.145.499
TOTAL ASET 3.920.844 247.068.111 210.993.872 177.639.085 194.859.060 218.135.430
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank - - - - 7.500.000 -
Utang usaha
Pihak berelasi 2.896 73.907 66.362 - 305.098 49.772
Pihak ketiga 40.689 2.790.281 4.974.992 3.797.990 7.307.427 4.795.104
Utang lain-lain
Pihak berelasi 2.315
Pihak ketiga 37 1.831 5.488 29.749 2.742 83.515
Utang pajak 6.087 486.424 5.658.854 227.223 346.914 417.810
35
Page 57
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2024
2023 2022 2021 2020 2019
Keterangan September
Rp. Juta* US$ US$ US$ US$ US$
Biaya yang masih harus
dibayar 21.152 1.563.124 2.522.526 1.936.113 1.957.538 1.840.231
Uang muka dari pihak
ketiga 3.567 370.845 - - - -
Liabilitas jangka panjang
yang jatuh tempo dalam
satu tahun:
Liabilitas sewa 3.399 208.348 - - - -
Utang bank 107.401 6.983.840 2.635.286 - 8.084.466 8.128.303
Utang pihak berelasi - - - - - 305.127
Total Liabilitas Jangka
Pendek 185.228 12.478.600 15.863.508 5.991.075 25.504.185 15.622.177
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang -
setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam
satu tahun:
Liabilitas sewa 8.869 742.300 - - - -
Utang bank 259.832 21.949.491 8.109.363 - 9.441.272 17.441.272
Utang pihak berelasi 9.813.296
Liabilitas imbalan kerja 19.604 1.082.934 912.372 2.541.025 3.108.338 3.377.866
Total Liabilitas Jangka
Panjang 288.305 23.774.725 9.021.735 2.541.025 12.549.610 30.632.434
TOTAL LIABILITAS 473.533 36.253.325 24.885.243 8.532.100 38.053.795 46.254.611
EKUITAS
Modal saham 175.003 26.684.752 26.684.752 26.684.752 26.684.752 26.684.752
PT Galley Adhika
Arnawama 144.377 22.014.841 22.014.841 22.014.841 - -
Suwantara Gotama 9.782 1.479.987 1.398.845 - - -
PT Indika Energy
Infrastructure - - - - 12.881.608 12.881.608
The China Navigation
Co. Pte. Ltd - - - - 7.932.949 7.932.949
Lo Kheng Hong - - - - 1.458.651 1.400.936
Masyarakat 20.843 3.189.924 3.271.066 4.669.911 4.411.544 4.469.259
Tambahan modal disetor 361.670 33.628.706 33.628.706 33.628.706 33.628.706 33.628.706
Komponen ekuitas lainnya (812) (103.661) (170.987) (3.546.417) (3.700.361) (3.815.530)
Selisih kurs penjabaran
laporan keuangan 1.357.367 - - - - -
Saldo laba
Ditentukan
penggunaannya 2.637 249.032 249.032 249.032 249.032 249.032
Tidak ditentukan
penggunaannya 1.533.534 149.203.742 124.581.256 99.477.263 87.977.903 103.183.658
36
Page 58
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2024
2023 2022 2021 2020 2019
Keterangan September
Rp. Juta* US$ US$ US$ US$ US$
Ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 3.429.399 209.662.571 184.972.759 156.493.336 144.840.032 159.930.618
Kepentingan non-
pengendali 17.913 1.152.215 1.135.870 12.613.649 11.965.233 11.950.201
TOTAL EKUITAS 3.447.311 210.814.786 186.108.629 169.106.985 156.805.265 171.880.819
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 3.920.844 247.068.111 210.993.872 177.639.085 194.859.060 218.135.430
*) Pada tahun 2024, MBSS merubah pencatatan mata uang dalam Laporan keuangan menjadi Rupiah
Sumber: Laporan Keuangan MBSS
Pada per 31 Desember 2019 sampai dengan 30 September 2024, aset MBSS tercatat
mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Mulai tahun 2024 MBSS merubah pencatatan mata uang dalam Laporan keuangan
menjadi Rupiah. Total aset MBSS per 30 September 2024 adalah sebesar Rp3,92
triliun atau setara dengan US$259,01 juta (Kurs tengah Bank Indonesia tanggal
30 September 2024), yang mana nilai tersebut 4,83% lebih tinggi dari total aset
per 31 Desember 2023 yang sebesar US$247,07 juta.
- Total aset MBSS per 31 Desember 2023 adalah sebesar US$247,07 juta,
mengalami peningkatan sebesar 17,10% atau setara dengan US$36,07 juta dari
total aset per 31 Desember 2022 yang sebesar US$210,99 juta. Peningkatan ini
terutama disebabkan oleh peningkatan aset lancar seiring peningkatan kas dan
setara kas sebesar 47,30% dari US$100,69 juta menjadi US$148,31 juta.
- Total aset MBSS per 31 Desember 2022 adalah sebesar US$210,99 juta,
mengalami peningkatan sebesar 18,78% atau setara dengan US$33,35 juta dari
total aset per 31 Desember 2021 yang sebesar US$177,64 juta. Peningkatan ini
terutama disebabkan oleh peningkatan aset lancar seiring peningkatan kas dan
setara kas sebesar 269,63% dari US$27,24 juta menjadi US$100,69 juta.
- Total aset MBSS per 31 Desember 2021 adalah sebesar US$177,64 juta,
mengalami penurunan sebesar 8,84% atau setara dengan US$17,22 juta dari total
aset per 31 Desember 2020 yang sebesar US$194,86 juta. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas sebesar 22,59% dari
US$35,19 juta menjadi US$27,24 juta karena MBSS melunasi seluruh utang
banknya. Serta adanya penurunan atas piutang usaha sebesar 10,61% menjadi
US$10,81 juta. Dari sisi aset tidak lancar, aset tetap menurun 5,73% dari
US$140,72 juta di tahun 2020 menjadi US$132,65 juta pada 2021 terutama
karena penjualan kapal yang sudah tua dan depresiasi.
37
Page 59
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
- Total aset MBSS per 31 Desember 2020 adalah sebesar US$194,86 juta,
mengalami penurunan sebesar 10,67% atau setara dengan US$23,28 juta dari
total aset per 31 Desember 2019 yang sebesar US$218,14 juta. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas sebesar 12,56% menjadi
US$35,19 juta pada tahun 2020 karena MBSS melunasi pinjaman kepada pihak
berelasi di akhir tahun 2020. Piutang usaha kepada pihak ketiga juga mengalami
penurunan sebesar 19,38% dari US$10,38 juta pada 2019 menjadi US$8,36 juta
pada 2020. Dari sisi aset tidak lancar, aset tetap menurun 11,52% dari US$159,05
juta pada tahun 2019 menjadi US$140,72 juta pada tahun 2020 terutama karena
penjualan kapal yang sudah tua dan depresiasi.
Pada per 31 Desember 2019 sampai dengan 30 September 2024, liabilitas MBSS
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Total liabilitas MBSS per 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp473,53 miliar, atau
setara dengan US$31,28 juta (Kurs tengah Bank Indonesia tanggal 30 September
2024), yang mana nilai tersebut 13,72% lebih rendah dari total liabilitas per
31 Desember 2023 yang sebesar US$36,25 juta.
- Total liabilitas MBSS per 31 Desember 2023 adalah sebesar US$36,25 juta,
mengalami kenaikan sebesar 45,68% atau setara dengan US$11,37 juta dari total
liabilitas per 31 Desember 2022 yang sebesar US$24,89 juta. Hal tersebut
disebabkan oleh peningkatan liabilitas jangka panjang sebesar 163,53% dari
US$9,02 juta pada tahun 2022 menjadi US$23,77 juta pada tahun 2023.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan fasilitas pinjaman baru dari PT Bank
Central Asia Tbk.
- Total liabilitas MBSS per 31 Desember 2022 adalah sebesar US$24,89 juta,
mengalami kenaikan sebesar 191,67% atau setara dengan US$16,35 juta dari
total liabilitas per 31 Desember 2021 yang sebesar US$8,53 juta. Hal tersebut
disebabkan oleh peningkatan liabilitas jangka pendek sebesar 164,79% dari
US$5,99 juta pada tahun 2021 menjadi US$15,86 juta pada tahun 2022, dan
peningkatan liabilitas jangka panjang sebesar 255,04% dari US$2,54 juta pada
tahun 2021 menjadi US$9,02 juta pada tahun 2022. Peningkatan tersebut
terutama disebabkan fasilitas pinjaman baru dari PT Bank Central Asia Tbk.
- Total liabilitas MBSS per 31 Desember 2021 adalah sebesar US$8,53 juta,
mengalami penurunan sebesar 77,58% atau setara dengan US$29,52 juta dari
total liabilitas per 31 Desember 2020 yang sebesar US$38,05 juta. Hal tersebut
terutama disebabkan oleh penurunan liabilitas jangka panjang sebesar 79,75%
dari US$12,55 juta pada 2020 menjadi US$2,54 juta pada 2021 karena adanya
pelunasan dipercepat atas seluruh utang bank. Liabilitas Jangka Pendek juga
mengalami penurunan sebesar 76,51% dari US$25,50 juta pada 2020 menjadi
US$5,99 juta pada 2021.
- Total liabilitas MBSS per 31 Desember 2020 adalah sebesar US$38,05 juta,
mengalami penurunan sebesar 17,73% atau setara dengan US$8,20 juta dari total
38
Page 60
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
liabilitas per 31 Desember 2019 yang sebesar US$46,25 juta. Hal tersebut
terutama disebabkan oleh penurunan liabilitas jangka Panjang sebesar 59,03%
dari US$30,63 juta pada 2019 menjadi US$12,55 juta pada 2020 karena adanya
pelunasan utang pihak berelasi dan sebagian utang bank.
Pada per 31 Desember 2019 sampai dengan 30 September 2024, ekuitas MBSS
tercatat mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Ekuitas MBSS per 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp3,45 triliun, atau setara
dengan US$227,73 juta (Kurs tengah Bank Indonesia tanggal 30 September
2024), yang mana nilai tersebut 8,02% lebih tinggi dari total ekuitas per
31 Desember 2023 yang sebesar US$210,81 juta.
- Ekuitas MBSS per 31 Desember 2023 adalah sebesar US$210,81 juta, mengalami
peningkatan sebesar 13,28% atau setara dengan US$24,71 juta dari ekuitas per
31 Desember 2022 yang sebesar US$186,11 juta. Peningkatan ekuitas terutama
disebabkan oleh adanya peningkatan laba ditahan sebesar 19,76% dari
US$124,58 juta pada tahun 2022 menjadi US$149,20 juta pada tahun 2023 yang
diperoleh dari laba tahun berjalan.
- Ekuitas MBSS per 31 Desember 2022 adalah sebesar US$186,11 juta, mengalami
peningkatan sebesar 10,05% atau setara dengan US$17,00 juta dari ekuitas per
31 Desember 2021 yang sebesar US$169,11 juta. Peningkatan ekuitas terutama
karena peningkatan laba ditahan sebesar 25,24% dari US$99,48 juta pada tahun
2021 menjadi US$124,58 juta pada tahun 2022 yang diperoleh dari laba tahun
berjalan.
- Ekuitas MBSS per 31 Desember 2021 adalah sebesar US$169,11 juta, mengalami
peningkatan sebesar 7,85% atau setara dengan US$12,30 juta dari ekuitas per
31 Desember 2020 yang sebesar US$156,81 juta. Peningkatan ekuitas terutama
karena peningkatan laba ditahan sebesar 13,07% dari US$87,98 juta menjadi
US$99,48 juta pada tahun 2021 yang diperoleh dari laba tahun berjalan.
- Ekuitas MBSS per 31 Desember 2020 adalah sebesar US$156,81 juta, mengalami
penurunan sebesar 8,77% atau setara dengan US$15,08 juta dari ekuitas per
31 Desember 2019 yang sebesar US$171,88 juta. Penurunan ekuitas terutama
karena laba ditahan menurun sebesar 14,74% dari US$103,18 juta pada tahun
2019 menjadi US$87,98 juta pada tahun 2020.
4.1.2 Kinerja Laba (Rugi)
Kinerja Laba (Rugi) MBSS selama tahun 2019 sampai dengan 30 September 2024
adalah sebagai berikut:
39
Page 61
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 17 Kinerja Laba (Rugi) MBSS
2024
2023 2022 2021 2020 2019
Keterangan Jan-Sep
Rp. Juta* US$ US$ US$ US$ US$
PENDAPATAN USAHA 605.053 63.186.783 88.374.026 73.405.133 54.862.833 77.840.848
Jasa angkutan laut:
Berdasarkan muatan 555.274 60.805.245 80.637.874 66.849.171 45.563.100 60.862.414
Berdasarkan waktu 49.779 2.381.538 7.736.152 6.555.962 9.299.733 16.957.979
Konsultasi - - - - - 20.455
BEBAN LANGSUNG (425.361) (44.156.730) (61.928.330) (58.217.669) (50.981.440) (59.391.562)
Penyusutan aset tetap (112.506) (12.519.467) (20.190.120) (20.400.132) (21.068.400) (20.156.118)
Bahan bakar (105.554) (11.266.150) (21.118.238) (13.012.205) (6.996.445) (11.071.301)
Operasional kapal (63.830) (5.899.878) (5.613.953) - - -
Upah, tunjangan dan lain-
lain kru (55.014) (5.881.157) (8.140.664) (7.189.308) (6.229.858) (8.224.892)
Suku cadang dan pelumas (21.278) (3.282.763) (3.604.731) (4.781.013) (6.776.906) (4.998.570)
Sewa kapal (51.839) (2.532.009) (887.198) (2.433.167) - (1.817.763)
Asuransi kapal (12.427) (1.128.385) (1.486.226) (1.398.668) (1.523.833) (1.240.828)
Tambat dan pelabuhan - - - (3.863.630) (3.210.010) (4.639.762)
Perlengkapan kapal - - - (1.061.776) (854.662) (891.415)
Perbekalan - - - (981.252) (930.643) (1.132.901)
Pemeliharaan dan
perlengkapan - - - (735.336) (639.647) (996.554)
Bongkar muat suku cadang - - - (549.315) (648.206) (540.003)
Sertifikat dan dokumen
kapal - - - (360.516) (690.503) (930.085)
Keagenan, lumpsum dan
disbursement - - - - - (931.986)
Sewa alat berat - - - - - (637.196)
Telekomunikasi - - - - - (442.135)
Transportasi - - - - - (360.620)
Survei kapal - - - - - (315.196)
Lain-lain (2.913) (1.646.921) (887.200) (1.451.351) (1.412.327) (64.237)
LABA (RUGI) BRUTO 179.692 19.030.053 26.445.696 15.187.464 3.881.393 18.449.286
Beban Administrasi dan
Umum (59.341) (5.170.494) (4.946.234) (7.359.152) (10.541.192) (11.467.954)
Gaji dan tunjangan (40.726) (3.507.291) (3.019.074) (4.547.190) (7.746.842) (6.575.532)
Beban kantor (5.221) (748.511) (673.210) (870.172) (1.070.001) (698.717)
Jasa profesional (2.139) (245.294) (48.365) (523.507) (367.891) (1.631.785)
Penyusutan aset hak guna (2.652) (226.920)
Penyusutan aset tetap (1.093) (214.376) (288.707) (333.628) (367.767) (350.519)
Transportasi dan
perjalanan dinas (1.432) (137.066) (303.813) (139.230) (191.196) (270.758)
Sewa (784) (81.340) (198.972) (303.337) (305.562) (455.934)
Retribusi dan sumbangan - - - (283.289) (218.252) (687.901)
Konsumsi dan koordinasi - - - (92.255) (172.402) (290.173)
Pemeliharaan - - - - - (325.004)
Amortisasi - - - - - (33.472)
Informasi dan teknologi (4.523) - - - -
Lain-lain (770) (9.696) (414.093) (266.544) (101.279) (148.159)
40
Page 62
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
2024
2023 2022 2021 2020 2019
Keterangan Jan-Sep
Rp. Juta* US$ US$ US$ US$ US$
Beban penjualan (6.098) (12.930) (143.254)
LABA (RUGI) USAHA 120.351 13.859.559 21.499.462 7.822.214 (6.672.729) 6.838.078
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-
LAIN 77.040 10.779.254 6.365.245 4.319.796 (8.303.225) (5.029.910)
Keuntungan penjualan aset
tetap 37.445 8.712.258 10.970.234 - - -
Pendapatan bunga 76.135 3.522.800 499.795 348.016 693.441 947.999
Keuntungan (kerugian)
selisih kurs (3.777) 695.576 (3.187.842) - - -
Beban keuangan (28.418) (1.076.445) (813.959) (684.360) (2.298.424) (4.795.867)
Beban pajak final (7.506) (776.911) (1.083.775) (904.194) (683.183) (957.334)
Pembalikan (penambahan)
penurunan nilai aset -
bersih - - - 5.688.856 (5.991.508) -
Keuntungan dan kerugian
lain-lain - bersih 3.161 (298.024) (19.208) (128.522) (23.551) (224.708)
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN 197.391 24.638.813 27.864.707 12.142.010 (14.975.954) 1.808.168
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - - (2.279.168) - - -
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 197.391 24.638.813 25.585.539 12.142.010 (14.975.954) 1.808.168
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba
rugi:
Pengukuran kembali
atas kewajiban
imbalan pasti - 67.344 235.223 162.132 131.221 (123.417)
Pos-pos yang akan
direklasifikasi ke laba
rugi:
Selisih kurs karena
penjabaran laporan
keuangan - - 44.775 (2.422) (14.292) 8.712
Jumlah penghasilan
komprehensif lain - 67.344 279.998 159.710 116.929 (114.705)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 197.391 24.706.157 25.865.537 12.301.720 (14.859.025) 1.693.463
*) Pada tahun 2024, MBSS merubah pencatatan mata uang dalam Laporan keuangan menjadi Rupiah
Sumber: Laporan Keuangan MBSS
41
Page 63
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Selama tahun 2019 sampai dengan periode 9 (sembilan) bulan sampai dengan
30 September 2024, pendapatan MBSS tercatat mengalami perkembangan sebagai
berikut:
- Pada tahun 2024, hingga 30 September 2024, MBSS mencatatkan pendapatan
sebesar Rp605,05 miliar atau setara dengan US$39,97 juta (Kurs tengah Bank
Indonesia tanggal 30 September 2024). Nilai tersebut baru mencapai 63,26% dari
perolehan tahun 2023 sebesar US$63,19 juta.
- Pada tahun 2023, MBSS mencatatkan pendapatan sebesar US$63,19 juta. Nilai ini
menurun sebesar 28,50% atau setara dengan US$25,19 juta dibandingkan
perolehan tahun 2022 sebesar US$88,37 juta. Penurunan seiring dengan
penurunan volume pengangkutan sebesar 17,7 juta metrik ton dan jumlah kapal
tug dan barge serta floating crane yang lebih sedikit merupakan penyebab utama
penurunan yang terjadi di tahun berjalan.
- Pada tahun 2022, MBSS mencatatkan pendapatan sebesar US$88,37 juta. Nilai ini
meningkat sebesar 20,39% atau setara dengan US$14,97 juta dibandingkan
perolehan tahun 2021 sebesar US$73,41 juta. Peningkatan terjadi seiring dengan
meningkatnya permintaan batu bara yang berkontribusi pada lonjakan harga
batu bara.
- Pada tahun 2021, MBSS mencatatkan pendapatan sebesar US$73,41 juta. Nilai ini
meningkat sebesar 33,80% atau setara dengan US$18,54 juta dibandingkan
perolehan tahun 2020 sebesar US$54,86 juta. Peningkatan terjadi seiring dengan
membaiknya kondisi pasar batubara yang mengakibatkan peningkatan
permintaan batubara, ditambah dengan strategi komersial terkait pemanfaatan
kombinasi pengiriman untuk beberapa armada sehingga meningkatkan utilisasi.
- Pada tahun 2020, MBSS mencatatkan pendapatan sebesar US$54,86 juta. Nilai ini
menurun sebesar 29,52% atau setara dengan US$22,98 juta dibandingkan
perolehan tahun 2019 sebesar US$77,84 juta. Penurunan terjadi seiring dengan
penurunan volume pengangkutan batubara sebesar 2,5 juta metrik ton dan
jumlah kapal tug dan barge yang lebih sedikit merupakan penyebab utama
penurunan pendapatan yang terjadi di tahun berjalan.
Selama tahun 2019 sampai dengan periode 9 (sembilan) bulan sampai dengan
30 September 2024, laba kotor MBSS tercatat mengalami perkembangan sebagai
berikut:
- Pada tahun 2024, hingga 30 September 2024, MBSS mencatatkan beban
langsung sebesar Rp425,36 miliar atau mencapai 70,30% dari pendapatan
hingga 30 September 2024. Dengan beban langsung tersebut, MBSS
mencatatkan laba kotor sebesar Rp179,69 miliar.
- Pada tahun 2023, MBSS mencatatkan beban langsung sebesar US$44,16 juta.
Nilai ini menurun sebesar 28,70% atau setara dengan US$17,77 juta
dibandingkan perolehan tahun 2022 sebesar US$61,93 juta. Penurunan tersebut
42
Page 64
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
terutama dipengaruhi oleh penurunan bahan bakar yang merupakan komponen
utama dari beban langsung mengalami penurunan sebesar 46,65% dari US$21,12
juta pada tahun 2022 menjadi US$11,27 juta pada tahun 2023. Dengan beban
langsung tersebut, MBSS mencatatkan laba kotor sebesar US$19,03 juta. Nilai ini
menurun sebesar 28,04% atau setara dengan US$7,42 juta dibandingkan
perolehan tahun 2022 sebesar US$26,45 juta.
- Pada tahun 2022, MBSS mencatatkan beban langsung sebesar US$61,93 juta.
Nilai ini naik sebesar 6,37% atau setara dengan US$3,71 juta dibandingkan
perolehan tahun 2021 sebesar US$58,22 juta. Kenaikan tersebut terutama
dipengaruhi oleh kenaikan bahan bakar yang merupakan komponen utama dari
beban langsung mengalami kenaikan sebesar 62,30% dari US$13,01 juta pada
tahun 2021 menjadi US$21,12 juta pada tahun 2022. Dengan beban langsung
tersebut, MBSS mencatatkan laba kotor sebesar US$26,45 juta. Nilai ini naik
sebesar 74,13% atau setara dengan US$11,26 juta dibandingkan perolehan tahun
2021 sebesar US$15,19 juta.
- Pada tahun 2021, MBSS mencatatkan beban langsung sebesar US$58,22 juta.
Nilai ini naik sebesar 14,19% atau setara dengan US$7,24 juta dibandingkan
perolehan tahun 2020 sebesar US$50,98 juta. Kenaikan tersebut terutama
dipengaruhi oleh kenaikan bahan bakar yang merupakan komponen utama dari
beban langsung mengalami kenaikan sebesar 85,98% dari US$7,00 juta pada
tahun 2020 menjadi US$13,01 juta pada tahun 2021. Dengan beban langsung
tersebut, MBSS mencatatkan laba kotor sebesar US$15,19 juta. Nilai ini naik
sebesar 291,29% atau setara dengan US$11,31 juta dibandingkan perolehan
tahun 2020 sebesar US$3,88 juta.
- Pada tahun 2020, MBSS mencatatkan beban langsung sebesar US$50,98 juta.
Nilai ini turun sebesar 14,16% atau setara dengan US$8,41 juta dibandingkan
perolehan tahun 2019 sebesar US$59,39 juta. Penurunan tersebut terutama
dipengaruhi oleh turunnya bahan bakar yang merupakan komponen utama dari
beban langsung mengalami penurunan sebesar 36,81% dari US$11,07 juta pada
tahun 2019 menjadi US$7,00 juta pada tahun 2020. Dengan beban langsung
tersebut, MBSS mencatatkan laba kotor sebesar US$3,88 juta. Nilai ini turun
sebesar 78,96% atau setara dengan US$14,57 juta dibandingkan perolehan tahun
2019 sebesar US$18,45 juta.
Selama tahun 2019 sampai dengan periode 9 (sembilan) bulan sampai dengan
30 September 2024, laba sebelum pajak MBSS tercatat mengalami perkembangan
sebagai berikut:
- Pada tahun 2024, hingga 30 September 2024, MBSS mencatatkan nilai beban
umum dan administrasi sebesar Rp59,34 miliar. Setelah diakumulasi dengan
pendapatan (beban) lain-lain, MBSS mencatatkan laba sebelum pajak sebesar
Rp197,39 miliar.
43
Page 65
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
- Pada tahun 2023, MBSS mencatatkan nilai beban umum dan administrasi sebesar
US$5,17 juta. Nilai ini meningkat sebesar 4,53% atau setara dengan US$224,26
ribu dibandingkan perolehan tahun 2022 sebesar US$4,95 juta. Setelah
diakumulasi dengan pendapatan (beban) lain-lain, MBSS mencatatkan laba
sebelum pajak sebesar US$24,64 juta. Nilai ini turun sebesar 11,58% atau setara
dengan US$3,23 juta dibandingkan perolehan tahun 2022 sebesar US$27,86
juta.
- Pada tahun 2022, MBSS mencatatkan nilai beban umum dan administrasi sebesar
US$4,95 juta. Nilai ini turun sebesar 32,79% atau setara dengan US$2,41 juta
dibandingkan perolehan tahun 2021 sebesar US$7,36 juta. Setelah diakumulasi
dengan pendapatan (beban) lain-lain, MBSS mencatatkan laba sebelum pajak
sebesar US$27,86 juta. Nilai ini naik sebesar 129,49% atau setara dengan
US$15,72 juta dibandingkan perolehan tahun 2021 sebesar US$12,14 juta.
- Pada tahun 2021, MBSS mencatatkan nilai beban umum dan administrasi sebesar
US$7,36 juta. Nilai ini turun sebesar 30,19% atau setara dengan US$3,18 juta
dibandingkan perolehan tahun 2020 sebesar US$10,54 juta. Setelah diakumulasi
dengan pendapatan (beban) lain-lain, MBSS mencatatkan laba sebelum pajak
sebesar US$12,14 juta. Nilai ini naik dibandingkan perolehan tahun 2020 yang
mencatatkan rugi sebesar US$14,98 juta.
- Pada tahun 2020, MBSS mencatatkan nilai beban umum dan administrasi sebesar
US$10,54 juta. Nilai ini turun sebesar 8,08% atau setara dengan US$926,76 ribu
dibandingkan perolehan tahun 2019 sebesar US$11,47 juta. Setelah diakumulasi
dengan pendapatan (beban) lain-lain, MBSS mencatatkan rugi sebelum pajak
sebesar US$14,98 juta. Nilai ini turun dibandingkan perolehan tahun 2019 yang
mencatatkan laba sebesar US$1,81 juta.
Selama tahun 2019 sampai dengan periode 9 (sembilan) bulan sampai dengan
30 September 2024, laba komprehensif tahun berjalan MBSS tercatat mengalami
perkembangan sebagai berikut:
- Pada tahun 2024 hingga 30 September 2024, MBSS mencatat laba komprehensif
tahun berjalan sebesar Rp197,39 miliar atau setara dengan US$13,04 juta (Kurs
tengah Bank Indonesia tanggal 30 September 2024).
- Selama tahun 2023, penghasilan komprehensif dihasilkan dari pengukuran
kembali kewajiban imbalan pasti sebesar US$67,34 ribu. Pada tahun 2023, MBSS
mencatat laba komprehensif tahun berjalan sebesar US$24,71 juta, lebih rendah
dibandingkan dengan US$25,87 juta pada tahun 2022.
- Selama tahun 2022, penghasilan komprehensif dihasilkan dari pengukuran
kembali kewajiban imbalan pasti sebesar US$235,22 ribu dan ditambah selisih
kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar US$44,78 ribu. Pada tahun
2022, MBSS mencatat laba komprehensif tahun berjalan sebesar US$25,87 juta,
lebih tinggi dibandingkan dengan US$12,30 juta pada tahun 2021.
44
Page 66
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
- Selama tahun 2021, penghasilan komprehensif dihasilkan dari pengukuran
kembali kewajiban imbalan pasti sebesar US$162,13 ribu dan dikurangi selisih
kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar US$2,42 ribu. Pada tahun
2021, MBSS mencatat laba komprehensif tahun berjalan sebesar US$12,30 juta,
lebih tinggi dibandingkan dengan rugi US$14,86 juta pada tahun 2020.
- Selama tahun 2020, penghasilan komprehensif dihasilkan dari pengukuran
kembali kewajiban imbalan pasti sebesar US$131,22 ribu dan dikurangi selisih
kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar US$14,29 ribu. Pada tahun
2020, MBSS mencatat rugi komprehensif tahun berjalan sebesar US$14,86 juta,
lebih rendah dibandingkan dengan laba US$1,69 juta pada tahun 2019.
Tabel 18 Analisis Rasio Keuangan MBSS
Uraian Sept 2024 2023 2022 2021 2020 2019 Rata-rata
A. LIQUIDITY (%)
Current Ratio 1533,12% 1298,29% 705,52% 741,95% 210,86% 371,20% 810,16%
Quick Ratio 1502,97% 1265,58% 677,37% 635,13% 185,39% 336,91% 767,23%
Working Capital to Total
Assets Ratio 67,70% 60,52% 45,53% 21,65% 14,51% 19,42% 38,22%
B. ACTIVITY
Total Assets Turnover (X) 0,21 0,26 0,42 0,41 0,28 0,36 0,32
Inventory Turnover (X) 15,60 19,80 24,51 17,93 19,44 24,04 20,22
Average Day's Inventory (Day) 23,39 18 15 20 19 15 19
Account Receivable Turnover
(X) 6,08 6,57 13,07 6,79 4,54 6,28 7,22
Average Collection Period
(Day) 60,07 56 28 54 80 58 56
Working Capital Turnover (X) 0,30 0,42 0,92 1,91 1,94 1,84 1,22
C. SOLVABILITY (%)
Total Debt to Equity Ratio 13,74% 17,20% 13,37% 5,05% 24,27% 26,91% 16,75%
Total Debt to Asset Ratio 12,08% 14,67% 11,79% 4,80% 19,53% 21,20% 14,01%
Long Term Debt to Equity
Ratio 8,36% 11,28% 4,85% 1,50% 8,00% 17,82% 8,64%
D. RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 29,70% 30,12% 29,92% 20,69% 7,07% 23,70% 23,53%
Operating Profit Margin 19,89% 21,93% 24,33% 10,66% -12,16% 8,78% 12,24%
Net Profit Margin 32,62% 38,99% 28,95% 16,54% -27,30% 2,32% 15,36%
Rate of Return on Investment 6,71% 9,97% 12,13% 6,84% -7,69% 0,83% 4,80%
Rate of Return on Equity 7,63% 11,69% 13,75% 7,18% -9,55% 1,05% 5,29%
Sumber: Laporan Keuangan MBSS (data diolah)
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban jangka pendek yang harus dibayar dengan aset lancarnya. Semakin besar
perbandingan aset lancar dengan kewajiban jangka pendek maka artinya semakin
tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban jangka pendek.
Rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio sebesar 810,16%, artinya
45
Page 67
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
perusahaan memiliki Rp8,10 aset lancar yang dapat digunakan untuk memenuhi
setiap Rp1,- liabilitas jangka pendek. Sedangkan untuk quick ratio hanya memiliki
rata-rata sebesar 767,23%, artinya Perseroan memiliki Rp7,67 aset lancar (kas dan
piutang usaha) yang dapat digunakan untuk memenuhi setiap Rp1,- liabilitas jangka
pendek.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan
aset-aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
perputaran aset adalah sebanyak 0,32 kali per tahunnya. Rasio ini mengukur
aktivitas aset dan kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan melalui asetnya.
Dengan demikian, kemampuan Perseroan untuk menghasilkan pendapatan dari
total aset yang dimiliki cukup rendah karena total aset yang dimiliki lebih besar dari
jumlah pendapatan yang dihasilkan. Hal tersebut bisa dilihat dari rata-rata rasio
perputaran aset yang dihasilkan yang tidak melebihi 1 kali perputaran dalam satu
tahun.
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah Debt to Equity Ratio (DER)
menunjukkan besarnya porsi utang terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan
sedangkan Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas terhadap aset
dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-rata DER
sebesar 16,75%, menunjukkan bahwa perusahaan memiliki tingkat utang yang
relatif rendah dibandingkan dengan ekuitasnya. Sementara itu rata-rata DAR adalah
sebesar 14,01%, menunjukkan bahwa struktur pendanaan yang lebih dominan
menggunakan ekuitas, sehingga perusahaan memiliki risiko finansial yang relatif
rendah terhadap beban utang.
Rasio Rentabilitas
Rasio Rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
menghasilkan sebuah laba. Rata-rata Gross Profit Margin sebesar 23,53%. Gross
Profit Margin merupakan perbandingan laba kotor dengan besarnya tingkat
pendapatan. Sementara itu rata-rata Net Profit Margin sebesar 15,36%. Net profit
margin merupakan rasio yang membandingkan antara laba bersih yang dihasilkan
perusahaan dari pendapatan bersih.
Selama periode 2019—September 2024, rata-rata tingkat balikan terhadap total
investasi (ROI) adalah sebesar 4,80%, menunjukkan bahwa MBSS menghasilkan laba
46
Page 68
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
dari total investasi yang dilakukan. Selain itu, rata-rata tingkat balikan terhadap
ekuitas (ROE) tercatat sebesar 5,29%, yang juga menunjukkan bahwa MBSS mampu
menghasilkan laba, yang mencerminkan efektivitas perusahaan dalam
memanfaatkan modal pemegang saham untuk menghasilkan keuntungan.
4.1.3 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
Asumsi-Asumsi dalam Proyeksi Keuangan
Kami telah menerima proyeksi keuangan dengan dan tanpa Rencana Transaksi dari
manajemen MBSS. Penilai melakukan penyesuaian pada proyeksi yang disusun oleh
manajemen berdasarkan tanggal penilaian. Proyeksi yang disusun oleh manajemen
telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan.
Asumsi-asumsi dasar utama dalam penyusunan proyeksi adalah sebagai berikut:
• Proyeksi keuangan disajikan mulai Oktober tahun 2024 sampai dengan tahun
2029.
• Pendapatan diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 10,00% per tahun.
• Beban langsung diproyeksikan dari pendapatan tahun 2024 sebesar 70,30%,
tahun 2025 sebesar 68,77%, tahun 2026 sebesar 67,30%, tahun 2027 sebesar
65,91%, tahun 2028 sebesar 64,57%, dan tahun 2029 sebesar 63,30%.
• Beban usaha diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 5,00% per tahun.
• Perputaran persediaan diasumsikan 12—18 hari, piutang usaha 45—62 hari, dan
utang usaha 19—28 hari.
Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi posisi keuangan MBSS selama tahun 2024 sampai dengan 2029 adalah
sebagai berikut:
Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan dengan Adanya Transaksi (Rp.000)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 2.184.488 2.429.606 2.644.879 2.943.945 3.433.837 4.596.419
Piutang usaha 136.752 140.855 145.081 149.433 153.916 158.534
Aset kontrak 9.779 10.072 10.374 10.685 11.006 11.336
Piutang lain-lain 318 - - - - -
Persediaan - bersih 27.398 27.535 27.673 27.811 27.950 28.090
Pajak dibayar di muka 437 439 441 444 446 448
Uang muka dan biaya dibayar di
muka 8.751 8.795 8.839 8.883 8.927 8.972
Total Aset Lancar 2.367.923 2.617.302 2.837.286 3.141.202 3.636.083 4.803.799
Aset Tidak Lancar
Pinjaman kepada pihak berelasi 525.000 525.000 525.000 525.000 525.000 -
47
Page 69
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai 1.041.946 1.022.247 1.039.321 1.031.425 987.274 912.185
Aset hak guna 10.716 7.180 3.643 107 - -
Aset tidak lancar lainnya 11.174 9.989 8.805 7.620 7.620 7.620
Total Aset Tidak Lancar 1.588.835 1.564.416 1.576.770 1.564.153 1.519.894 919.805
TOTAL ASET 3.956.759 4.181.718 4.414.056 4.705.354 5.155.977 5.723.604
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek - - - - - -
Utang usaha 43.585 43.585 43.585 43.585 43.585 43.585
Utang lain-lain 37 - - - - -
Biaya yang masih harus dibayar 21.258 21.364 21.471 21.578 21.686 21.795
Utang pajak 6.117 6.148 6.179 6.210 6.241 6.272
Liabilitas jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 3.463 3.795 4.185 - - -
Utang bank 107.401 107.401 107.401 22.236 - -
Uang muka dari pihak ketiga
Penjualan asset - - - - - -
Pelanggan 3.585 3.603 3.621 3.639 3.657 3.675
Total Liabilitas Jangka Pendek 185.447 185.897 186.441 97.248 75.169 75.327
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 7.980 4.185 - - - -
Utang bank 236.088 129.380 22.672 - - -
Liabilitas imbalan kerja 20.094 21.601 23.221 24.963 26.835 28.848
Total Liabilitas Jangka Panjang 264.162 155.165 45.893 24.963 26.835 28.848
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100
per saham 175.003 175.003 175.003 175.003 175.003 175.003
Tambahan modal disetor 361.670 361.670 361.670 361.670 361.670 361.670
Komponen equitas lainnya (812) (812) (812) (812) (812) (812)
Selisih kurs penjabaran laporan
keuangan 1.357.367 1.357.367 1.357.367 1.357.367 1.357.367 1.357.367
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 2.637 2.637 2.637 2.637 2.637 2.637
Tidak ditentukan
penggunaannya 1.593.364 1.926.424 2.267.044 2.668.019 3.138.402 3.703.413
Jumlah ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik
Entitas Induk 3.489.228 3.822.289 4.162.908 4.563.883 5.034.267 5.599.277
Kepentingan nonpengendali 17.922 18.368 18.814 19.260 19.707 20.153
TOTAL EKUITAS 3.507.150 3.840.657 4.181.722 4.583.144 5.053.973 5.619.430
48
Page 70
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.956.759 4.181.718 4.414.056 4.705.354 5.155.977 5.723.604
Selama periode proyeksi tahun 2024 sampai dengan tahun 2029, jumlah aset
diperkirakan mengalami kenaikan yaitu dari sebesar Rp3,96 triliun pada tahun 2024
menjadi sebesar Rp5,72 triliun pada tahun 2029. Kenaikan tersebut terutama
dipengaruhi oleh kenaikan pada kas dan setara kas dari sisi aset lancar.
Pada sisi liabilitas, selama periode proyeksi tahun 2024 sampai dengan tahun 2029,
jumlah liabilitas diperkirakan akan mengalami penurunan yaitu dari sebesar
Rp449,61 miliar pada tahun 2024 menjadi sebesar Rp104,17 miliar pada tahun
2029. Penurunan liabilitas tersebut didominasi oleh pembayaran utang bank.
Pada sisi ekuitas, selama periode proyeksi tahun 2024 sampai dengan tahun 2029,
jumlah ekuitas diperkirakan akan mengalami kenaikan. Pada akhir tahun 2024,
ekuitas diperkirakan adalah sebesar Rp3,51 triliun. Jumlah ekuitas diperkirakan
mengalami kenaikan pada tahun berikutnya, hingga diperkirakan menjadi sebesar
Rp5,62 triliun pada akhir tahun 2029.
Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi MBSS selama tahun 2024 sampai dengan tahun 2029 adalah
sebagai berikut:
Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi dengan Adanya Transaksi (Rp.000)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan 806.737 887.411 976.152 1.073.768 1.181.144 1.299.259
TOTAL 806.737 887.411 976.152 1.073.768 1.181.144 1.299.259
Growth Per Year 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
BEBAN LANGSUNG (567.148) (610.254) (656.989) (707.684) (762.698) (822.426)
To Sales 70,30% 68,77% 67,30% 65,91% 64,57% 63,30%
LABA (RUGI) BRUTO 239.590 277.158 319.163 366.084 418.446 476.833
Gross Profit Margin 29,70% 31,23% 32,70% 34,09% 35,43% 36,70%
BEBAN USAHA
General and administrative expenses (79.121) (83.077) (87.231) (91.593) (96.172) (100.981)
TOTAL (79.121) (83.077) (87.231) (91.593) (96.172) (100.981)
LABA (RUGI) USAHA 160.468 194.080 231.932 274.491 322.274 375.852
Operating Profit Margin 19,89% 21,87% 23,76% 25,56% 27,28% 28,93%
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan penjualan aset tetap 42.445 45.922 - - - -
Beban bunga - Bank 101.514 85.035 92.570 103.037 120.183 160.873
Pendapatan bunga – pihak berelasi
(GAA) - 44.625 44.625 44.625 44.625 44.625
Beban keuangan (36.581) (25.337) (16.177) (7.676) (1.908) (133)
49
Page 71
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Beban pajak final (10.009) (10.649) (11.714) (12.885) (14.174) (15.591)
Keuntungan selisih kurs (3.777) (3.777) (3.777) (3.777) (3.777) (3.777)
Kerugian lain-lain - bersih 3.161 3.161 3.161 3.161 3.161 3.161
TOTAL 96.752 138.980 108.687 126.485 148.110 189.158
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 257.220 333.060 340.619 400.975 470.383 565.010
PAJAK PENGHASILAN - - - - - -
LABA TAHUN BERJALAN 257.220 333.060 340.619 400.975 470.383 565.010
Selama tahun 2024, MBSS diperkirakan mencatatkan pendapatan sebesar Rp806,74
miliar, dan diperkirakan terus meningkat hingga sebesar Rp1,30 triliun di tahun
2029. Dengan perkiraan pendapatan tersebut, MBSS memproyeksikan
perkembangan laba tahun berjalan sebesar Rp257,22 miliar pada tahun 2024
menjadi sebesar Rp565,01 miliar pada tahun 2029.
Proyeksi Arus Kas
Proyeksi arus kas MBSS selama tahun 2024 sampai dengan tahun 2029 adalah
sebagai berikut:
Tabel 21 Proyeksi Arus Kas dengan Adanya Transaksi (Rp.000)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari:
Pelanggan 822.631 904.894 995.384 1.094.922 1.204.414 1.324.856
Lain-lain 7.223 - - - - -
Pembayaran kas kepada:
Pemasok (340.185) (466.925) (499.260) (577.885) (582.259) (670.634)
Direksi dan karyawan (103.030) (108.182) (113.591) (119.271) (125.234) (131.496)
Kas dihasilkan dari operasi 386.638 329.788 382.532 397.766 496.922 522.726
Pembayaran pajak penghasilan (10.009) (10.649) (11.714) (12.885) (14.174) (15.591)
Arus kas bersih (untuk) dari aktivitas
operasi 376.629 319.139 370.819 384.881 482.748 507.135
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap 170.500 69.750 - - - -
Penerimaan uang muka penjualan aset - - - - - -
Penerimaan bunga 101.514 129.660 137.195 147.662 164.808 205.498
Perolehan aset tetap (79.406) (139.415) (167.082) (142.112) (105.857) (74.919)
Kenaikan uang muka pembelian aset - - - - - -
Pemberian pinjaman kepada pihak
berelasi (525.000) - - - - -
Pembayaran kembali pinjaman dari
pihak berelasi - - - - - 525.000
50
Page 72
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Arus kas bersih (untuk) dari aktivitas
Investasi (332.392) 59.995 (29.888) 5.550 58.951 655.579
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank (106.708) (106.708) (106.708) (80.042) (50.031) -
Pembayaran beban keuangan (36.252) (23.844) (15.155) (7.138) (1.776) (133)
Pembayaran pokok liabilitas sewa (3.212) (3.463) (3.795) (4.185) - -
Penerimaan utang bank - - - - - -
Arus kas bersih (untuk) dari aktivitas
Pendanaan (146.173) (134.016) (125.658) (91.364) (51.807) (133)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (101.935) 245.118 215.272 299.067 489.892 1.162.582
Kas dan setara kas pada awal tahun 2.286.423 2.184.488 2.429.606 2.644.879 2.943.945 3.433.837
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 2.184.488 2.429.606 2.644.879 2.943.945 3.433.837 4.596.419
Selama periode proyeksi tahun 2024 sampai dengan tahun 2029, kas dan setara kas
diperkirakan mengalami tren yang terus naik. Pada akhir periode proyeksi tahun
2029, kas dan setara kas diperkirakan mencapai Rp4,60 triliun.
4.1.4 Analisis Rasio Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh pihak manajemen MBSS,
diperoleh hasil analisis rasio atas proyeksi tersebut sebagai berikut:
Tabel 22 Proyeksi Rasio Keuangan
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 Rata-rata
I. RASIO LIKUIDITAS
Dengan
Current Ratio 1276,87% 1407,94% 1521,81% 3230,09% 4837,21% 6377,26% 3108,53%
Quick (Acid Test) Ratio 1251,70% 1382,74% 1496,43% 3180,92% 4772,91% 6312,42% 3066,19%
Working Capital to Total Assets
Ratio 55,16% 58,14% 60,05% 64,69% 69,06% 82,61% 64,95%
Tanpa
Current Ratio 1559,97% 1682,17% 1787,12% 3723,29% 5455,45% 6252,44% 3410,07%
Quick (Acid Test) Ratio 1534,80% 1656,97% 1761,74% 3674,11% 5391,16% 6187,60% 3367,73%
Working Capital to Total Assets
Ratio 68,43% 70,59% 71,75% 75,61% 79,00% 82,32% 74,62%
Dengan-Tanpa
Current Ratio -283,10% -274,23% -265,31% -493,19% -618,24% 124,82% -301,54%
Quick (Acid Test) Ratio -283,10% -274,23% -265,31% -493,19% -618,24% 124,82% -301,54%
Working Capital to Total Assets
Ratio -13,27% -12,45% -11,70% -10,92% -9,94% 0,29% -9,66%
II. RASIO LEVERAGE
Dengan
51
Page 73
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 Rata-rata
Total Debt to Equity Ratio 12,82% 8,88% 5,56% 2,67% 2,02% 1,85% 5,63%
Total Debt to Total Assets Ratio 11,36% 8,16% 5,26% 2,60% 1,98% 1,82% 5,20%
Time Interest Earned Ratio 4,39 7,66 14,34 35,76 168,89 2.836,03 511,18
Tanpa
Total Debt to Equity Ratio 12,82% 8,92% 5,60% 2,69% 2,04% 1,89% 5,66%
Total Debt to Total Assets Ratio 11,36% 8,19% 5,30% 2,62% 2,00% 1,85% 5,22%
Time Interest Earned Ratio (kali) 4,39 7,66 14,34 35,76 168,89 2.836,03 511,18
Dengan-Tanpa
Total Debt to Equity Ratio 0,00% -0,04% -0,04% -0,03% -0,02% -0,03% -0,03%
Total Debt to Total Assets Ratio 0,00% -0,03% -0,04% -0,03% -0,02% -0,03% -0,02%
Time Interest Earned Ratio (kali) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 -
III. RASIO AKTIVITAS
Dengan
Total Assets Turnover (kali) 0,20 0,21 0,22 0,23 0,23 0,23 0,22
Receivables Turnover (kali) 5,90 6,30 6,73 7,19 7,67 8,20 7,00
Collection Period (Hari) 62 58 54 51 48 45 53
Inventory Turnover (Total) (kali) 20,70 22,16 23,74 25,45 27,29 29,28 24,77
Average Day'a Inventory (Hari) 18 16 15 14 13 12 15
Working Capital Turnover (kali) 0,37 0,36 0,37 0,35 0,33 0,27 0,34
Tanpa
Total Assets Turnover (kali) 0,20 0,21 0,22 0,23 0,23 0,23 0,22
Receivables Turnover (kali) 5,90 6,30 6,73 7,19 7,67 8,20 7,00
Collection Period (Hari) 62 58 54 51 48 45 53
Inventory Turnover (Total) (kali) 20,70 22,16 23,74 25,45 27,29 29,28 24,77
Average Day'a Inventory (Hari) 18 16 15 14 13 12 15
Working Capital Turnover (kali) 0,30 0,30 0,31 0,30 0,29 0,28 0,30
Dengan-Tanpa
Total Assets Turnover (kali) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00)
Receivables Turnover (kali) - - - - - - -
Collection Period (Hari) - - - - - - -
Inventory Turnover (Total) (kali) - - - - - - -
Average Day'a Inventory (Hari) - - - - - - -
Working Capital Turnover (kali) 0,07 0,06 0,06 0,05 0,04 (0,01) 0,05
IV. RASIO KEUANGAN
Dengan
Gross Profit Margin 29,70% 31,23% 32,70% 34,09% 35,43% 36,70% 33,31%
Operating Profit Margin 19,89% 21,87% 23,76% 25,56% 27,28% 28,93% 24,55%
Net Profit Margin 31,88% 37,53% 34,89% 37,34% 39,82% 43,49% 37,49%
Return On Investment, ROI 6,50% 7,96% 7,72% 8,52% 9,12% 9,87% 8,28%
Return On Equity, ROE 7,33% 8,67% 8,15% 8,75% 9,31% 10,05% 8,71%
Tanpa
Gross Profit Margin 29,70% 31,23% 32,70% 34,09% 35,43% 36,70% 33,31%
Operating Profit Margin 19,89% 21,87% 23,76% 25,56% 27,28% 28,93% 24,55%
Net Profit Margin 31,88% 35,82% 33,35% 35,94% 38,56% 40,89% 36,07%
Return On Investment, ROI 6,50% 7,63% 7,43% 8,28% 8,94% 9,44% 8,04%
Return On Equity, ROE 7,33% 8,31% 7,84% 8,51% 9,12% 9,61% 8,45%
Dengan-Tanpa
Gross Profit Margin 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Operating Profit Margin 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Net Profit Margin 0,00% 1,71% 1,55% 1,40% 1,26% 2,60% 1,42%
52
Page 74
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029 Rata-rata
Return On Investment, ROI 0,00% 0,33% 0,29% 0,24% 0,18% 0,44% 0,25%
Return On Equity, ROE 0,00% 0,36% 0,30% 0,24% 0,19% 0,44% 0,26%
Rasio Likuiditas
Rasio ini untuk mengetahui seberapa jauh perusahaan dapat melunasi liabilitas
jangka pendeknya, semakin besar rasio yang diperoleh semakin lancar pembayaran
liabilitas jangka pendeknya.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, current ratio menunjukkan rata-rata sebesar 3108,53% dan quick ratio
menunjukkan rata-rata sebesar 3066,19%.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, current ratio menunjukkan rata-rata sebesar 3410,07% dan quick ratio
menunjukkan rata-rata sebesar 3367,73%.
Dengan demikian, diperoleh rata-rata current ratio dan quick ratio lebih dari
100,00%. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang likuid,
dimana perusahaan mampu melunasi liabilitas lancar dengan menggunakan aset
lancar yang dimilikinya. Adapun rasio likuiditas tanpa dilakukannya transaksi lebih
besar karena Rencana Transaksi menggunakan kas Perusahaan Entitas Anak.
Rasio Leverage
Rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kegiatan operasi dibiayai oleh
modal pinjaman, semakin kecil rasio ini semakin bagus atau lancar.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi total debt to equity ratio (DER) menunjukkan tren menurun dengan rata-
rata sebesar 5,63%, hal ini berarti setiap Rp1,- modal sendiri digunakan untuk
menjamin Rp0,06 hutang. Total debt to assets ratio (DAR) menunjukkan tren
menurun dengan rata-rata sebesar 5,20%, hal ini berarti setiap Rp1,- aset
digunakan untuk menjaminkan Rp0,05 hutang.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi Total Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan tren menurun dengan rata-
rata sebesar 5,66%, hal ini berarti setiap Rp1,- modal sendiri digunakan untuk
menjamin Rp0,06 hutang. Total Debt to Total Assets Ratio (DAR) menunjukkan tren
menurun dengan rata-rata sebesar 5,22%, hal ini berarti setiap Rp1,- aset
digunakan untuk menjaminkan Rp0,05 hutang.
53
Page 75
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tren yang menurun mengindikasikan risiko yang dihadapi perusahaan berkurang
karena penggunaan utang yang berkurang.
Rasio Aktivitas
Rasio ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktivitas perusahaan
dalam menggunakan dana-dananya secara efektif dan efisien.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi rata-rata perputaran aset adalah sebanyak 0,22 kali per tahunnya.
Sementara itu, Rata-rata perputaran piutang adalah sebanyak 7,00 kali per tahun
atau setiap 53 hari.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi rata-rata perputaran aset juga sebanyak 0,22 kali per tahunnya, dan rata-
rata perputaran piutang juga sebanyak 7,00 kali per tahun atau setiap 53 hari.
Perputaran aset mengukur aktivitas aset dan kemampuan perusahaan menghasilkan
penjualan melalui asetnya. Sementara itu, perputaran piutang untuk mengukur
berapa kali piutang dapat diubah oleh perusahaan menjadi kas.
Rasio Keuangan
Rasio ini bertujuan untuk melihat kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam
menghasilkan sebuah laba.
Berdasarkan proyeksi keuangan dengan dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, rata-rata Gross Profit Margin adalah sebesar 33,31%. Sementara itu rata-
rata Net Profit Margin adalah sebesar 37,49%.
Berdasarkan proyeksi keuangan tanpa dilakukannya transaksi, selama periode
proyeksi, rata-rata Gross Profit Margin adalah sebesar 33,31%. Sementara itu rata-
rata Net Profit Margin adalah sebesar 36,07%.
Net profit margin merupakan rasio yang membandingkan antara laba bersih yang
dihasilkan perusahaan dari pendapatan bersih.
4.1.5 Analisis Keuangan Sebelum Transaksi dan Setelah Transaksi Dilakukan
Laporan Posisi Keuangan Proforma
Berikut ini adalah posisi keuangan sebelum transaksi dan proforma posisi keuangan
setelah transaksi dilakukan:
54
Page 76
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 23 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma 30 September 2024
(Rp.000)
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian Penyesuaian
Transaksi Rencana Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2.651.148.959 (525.000.000) 2.126.148.959
Kas dan deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya
Piutang usaha - bersih
Pihak berelasi 8.890.152 - 8.890.152
Pihak ketiga 123.879.177 - 123.879.177
Aset kontrak 9.493.887 - 9.493.887
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 318.141 - 318.141
Pihak ketiga - - -
Persediaan 27.261.758 - 27.261.758
Uang muka jangka pendek dan
biaya dibayar di muka 8.707.452 - 8.707.452
Pajak dibayar di muka 434.943 - 434.943
Aset tidak lancar yang dimiliki
untuk dijual 9.638.202 - 9.638.202
Aset lancar lainnya - - -
Jumlah Aset Lancar 2.839.772.672 (525.000.000) 2.314.772.672
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian aset tetap 100.000 - 100.000
Pinjaman kepada pihak berelasi - 525.000.000 525.000.000
Kas dan deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya - - -
Investasi pada entitas asosiasi - - -
Aset pajak tangguhan - - -
Aset tetap - bersih 1.056.667.943 - 1.056.667.943
Aset hak-guna - bersih 11.888.228 - 11.888.228
Aset tidak lancar lainnya 12.415.409 - 12.415.409
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.081.071.580 525.000.000 1.606.071.580
JUMLAH ASET 3.920.844.251 - 3.920.844.251
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian Penyesuaian
Transaksi Rencana Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek - - -
Utang usaha
Pihak berelasi 2.896.438 - 2.896.438
Pihak ketiga 40.688.625 - 40.688.625
55
Page 77
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian Penyesuaian
Transaksi Rencana Transaksi
Utang lain-lain
Pihak berelasi - - -
Pihak ketiga 37.008 - 37.008
Utang pajak 6.087.050 - 6.087.050
Beban yang masih harus dibayar 21.152.076 - 21.152.076
Pendapatan diterima di muka 3.566.945 - 3.566.945
Liabilitas jangka panjang JTDST
Utang bank 107.401.255 - 107.401.255
Utang pembiayaan konsumen - - -
Liabilitas sewa 3.398.900 - 3.398.900
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 185.228.297 - 185.228.297
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi rehabilitasi tambang,
penutupan tambang dan
pembongkaran
Liabilitas jangka panjang-stlh
dikurangi bag. JTDST
Utang bank 259.832.045 - 259.832.045
Utang pembiayaan konsumen - - -
Liabilitas sewa 8.868.628 - 8.868.628
Liabilitas imbalan kerja 19.603.885 - 19.603.885
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 288.304.558 - 288.304.558
Jumlah Liabilitas 473.532.855 - 473.532.855
EKUITAS
Modal Disetor 175.002.664 - 175.002.664
Tambahan modal disetor 361.669.862 - 361.669.862
Komponen ekuitas lainnya (812.453) - (812.453)
Selisih kurs penjabaran laporan
keuangan 1.357.366.805 - 1.357.366.805
Selisih nilai transaksi mata uang
asing - - -
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 2.637.336 - 2.637.336
Belum ditentukan
penggunaannya 1.533.534.405 - 1.533.534.405
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 3.429.398.619 - 3.429.398.619
Kepentingan non-pengendali 17.912.777 - 17.912.777
Jumlah Ekuitas 3.447.311.396 - 3.447.311.396
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.920.844.251 - 3.920.844.251
Berikut ini adalah laba rugi sebelum transaksi dan proforma laba rugi setelah
transaksi dilakukan:
56
Page 78
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 24 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Proforma (Rp.000)
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian Penyesuaian
Transaksi Rencana Transaksi
PENDAPATAN 605.053.100 - 605.053.100
BEBAN POKOK PENDAPATAN (425.360.939) - (425.360.939)
LABA BRUTO 179.692.161 179.692.161
Beban umum dan administrasi (59.341.014) - (59.341.014)
Keuntungan penjualan aset tetap 37.445.050 - 37.445.050
Beban keuangan (28.417.555) - (28.417.555)
Penghasilan keuangan 76.135.154 - 76.135.154
Beban pajak final (7.506.497) - (7.506.497)
Keuntungan selisih kurs (3.777.190) - (3.777.190)
Pendapatan (beban) lain-lain -
bersih 3.160.570 - 3.160.570
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN 197.390.679 197.390.679
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - - -
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 197.390.679 - 197.390.679
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAINNYA
Pengukuran kembali atas
kewajiban program
imbalan pasti - - -
Pajak penghasilan terkait - - -
Selisih kurs atas penjabaran
akun-akun kegiatan
usaha luar negeri - - -
Jumlah laba komprehensif -
setelah pajak
KOMPREHENSIF LAINNYA TAHUN
BERJALAN 197.390.679 - 197.390.679
Penyesuaian manajemen
Penyesuaian berasal dari pengurangan sebesar Rp525.000.000.000,- pada akun
kas dan bank atas adanya Pinjaman kepada pihak berelasi dengan rincian sebagai
berikut:
Kas dan Bank
Pinjaman dari MGSS kepada GAA Rp300.000.000.000
Pinjaman dari MASS kepada GAA Rp225.000.000.000
Penyesuaian Rp525.000.000.000
57
Page 79
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Penambahan sebesar Rp525.000.000.000,- terjadi pada akun Pinjaman kepada
pihak berelasi dengan rincian sebagai berikut:
Pinjaman Kepada Pihak Berelasi
Pinjaman dari MGSS kepada GAA Rp300.000.000.000
Pinjaman dari MASS kepada GAA Rp225.000.000.000
Penyesuaian Rp525.000.000.000
Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah rencana transaksi
dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi mempengaruhi current ratio, quick
ratio dan Working Capital to Total Assets Ratio pada rasio likuiditas. Hal ini
dikarenakan dengan adanya transaksi terdapat pinjaman kepada pihak berelasi yang
sumbernya berasal dari akun kas dan setara kas Entitas Anak.
Tabel 25 Analisis Rasio Keuangan Proforma
Sebelum Rencana Proforma setelah
Uraian
Transaksi Rencana Transaksi
LIQUIDITY (%)
Current Ratio 1533,12% 1249,69%
Quick Ratio 1502,97% 1219,53%
Working Capital To Total Assets
Ratio 67,70% 54,31%
4.1.6 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Transaksi
Berikut adalah proyeksi arus kas MBSS dengan adanya Transaksi:
Tabel 26 Arus Kas Dari Aktivitas Dengan Adanya Transaksi (Rp.000)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pemberian pinjaman kepada
pihak berelasi (525.000.000) - - - - -
Pembayaran kembali pinjaman
dari pihak berelasi - - - - - 525.000.000
Berdasarkan analisis terhadap proyeksi arus kas dengan adanya transaksi, terdapat
proyeksi kas yang diperoleh dari pelunasan pinjaman pada tahun 2029 sebesar
Rp525,00 miliar yang berasal dari pembayaran pinjaman GAA kepada MGSS dan
MASS. Sedangkan rincian pelunasan pinjaman MGSS dirinci sebagai berilut.
58
Page 80
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Tabel 27 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Utang (Rp.000)
Total
Year Bunga Principal Draw down Interest Principal + Outstanding
Interest
2024 8,50% - 300.000.000 - - 300.000.000
2025 8,50% - - 25.500.000 25.500.000 300.000.000
2026 8,50% - - 25.500.000 25.500.000 300.000.000
2027 8,50% - - 25.500.000 25.500.000 300.000.000
2028 8,50% - - 25.500.000 25.500.000 300.000.000
2029 8,50% 300.000.000 - 25.500.000 325.500.000 -
4.1.7 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Transaksi
Berdasarkan analisis Cash Management, sumber dana transaksi pemberian
pinjaman MGSS kepada GAA sebesar Rp300.000.000.000,-, berasal dari kas setara
kas MGSS.
Perlu kami jelaskan bahwa tidak ada financial covenant sehubungan dengan
transaksi ini.
4.2 Analisis Yield dari Transaksi yang Sejenis dan Sebanding
Sesuai Perjanjian Utang Piutang maka suku bunga Rencana Transaksi yang
disepakati sebesar 8,50% per tahun. Kami melakukan analisis dengan
membandingkan tingkat suku bunga Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga
pasar berdasarkan Surat Utang Negara dan Suku Bunga Simpanan Berjangka.
Merujuk pada Ringkasan Hasil Penerbitan Surat Berharga Negara Tahun 2024,
besarnya tingkat bunga surat utang negara pada September 2024 adalah sebesar
6,70% dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 28 Tingkat Bunga Surat Utang Negara
Bond Maturity Yield
FR0103 15-Jul-35 6,5294%
FR0098 15-Jun-38 6,6699%
FR0097 15-Jun-43 6,7691%
FR0102 15-Jul-54 6,8396%
Average 6,7020%
Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian
Keuangan
Merujuk pada Statistik Keuangan Ekonomi Indonesia per September 2024 yang
dirilis oleh Bank Indonesia, besarnya Suku Bunga Simpanan Berjangka Rupiah
59
Page 81
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Menurut Kelompok Bank untuk jangka waktu 12 bulan sebesar 5,80% dengan rincian
sebagai berikut:
Tabel 29 Suku Bunga Simpanan Berjangka Rupiah Menurut Kelompok Bank Jangka
Waktu 12 Bulan
Kelompok Bank Bunga (per tahun)
Bank Persero 5,73%
Bank Pemerintah Daerah 6,82%
Bank Swasta Nasional 5,16%
Bank Asing dan Bank Campuran 5,40%
Bank Umum 5,89%
Average 5,80%
Sumber: Statistik Keuangan Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia
Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga Rencana Transaksi dengan
tingkat suku bunga pasar dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga dalam
Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan tingkat suku bunga pasar. Dalam hal
ini MGSS akan mendapatkan pendapatan bunga yang lebih besar jika dibandingkan
dengan MGSS melakukan investasi dengan mengandalkan bunga simpanan atau
dengan MGSS melakukan investasi pada Surat Utang Negara.
4.3 Analisis Inkremental
4.3.1 Kontribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan
Asumsi-asumsi pembentuk peningkatan masing-masing akun selama periode
proyeksi telah dirincikan sebagai berikut telah dijelaskan pada sub bab 4.1.1.
Analisis inkremental dilakukan dengan membandingkan proyeksi tanpa
dilakukannya transaksi dan proyeksi dengan dilakukannya transaksi.
Inkremental Posisi Keuangan
Inkremental posisi keuangan adalah sebagai berikut:
Tabel 30 Inkremental Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas (525.000) (509.791) (494.653) (479.620) (464.728) 94.025
Piutang usaha - - - - - -
Aset kontrak - - - - - -
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan - bersih - - - - - -
Pajak dibayar di muka - - - - - -
60
Page 82
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Uang muka dan biaya dibayar
di muka - - - - - -
Total Aset Lancar (525.000) (509.791) (494.653) (479.620) (464.728) 94.025
Aset Tidak Lancar
Pinjaman kepada pihak berelasi 525.000 525.000 525.000 525.000 525.000 -
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai - - - - - -
Aset hak guna - - - - - -
Aset tidak lancar lainnya - - - - - -
Total Aset Tidak Lancar 525.000 525.000 525.000 525.000 525.000 -
TOTAL ASET 0 15.209 30.347 45.380 60.272 94.025
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek - - - - - -
Utang usaha - - - - - -
Utang lain-lain - - - - - -
Biaya yang masih harus dibayar - - - - - -
Utang pajak - - - - - -
Liabilitas jangka panjang yang
JTDST - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - -
Utang bank - - - - - -
Uang muka dari pihak ketiga - - - - - -
Penjualan asset - - - - - -
Pelanggan - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek - - - - - -
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang
setelah dikruangi JTDST - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - -
Utang bank - - - - - -
Liabilitas imbalan kerja - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Panjang - - - - - -
EKUITAS
Modal saham - - - - - -
Tambahan modal disetor - - - - - -
Komponen equitas lainnya - - - - - -
Selisih kurs penjabaran laporan
keuangan - - - - - -
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya - - - - - -
Tidak ditentukan
penggunaannya 0 15.153 30.254 45.270 60.167 93.947
61
Page 83
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Jumlah ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik
Entitas Induk 0 15.153 30.254 45.270 60.167 93.947
Kepentingan non pengendali - 56 93 110 105 78
Total Ekuitas 0 15.209 30.347 45.380 60.272 94.025
TOTAL LIABLITAS DAN EKUITAS 0 15.209 30.347 45.380 60.272 94.025
Dari tabel di atas diperkirakan nilai tambah atas aset sebesar Rp15,21 miliar pada
tahun 2025 dan terus meningkat hingga mencapai Rp94,03 miliar pada tahun 2029.
Dari sisi ekuitas, diperkirakan nilai tambah atas ekuitas sebesar Rp15,21 miliar pada
tahun 2025 dan terus meningkat hingga mencapai Rp94,03 pada tahun 2029.
Inkremental Laba Rugi
Inkremental laba rugi MBSS adalah sebagai berikut:
Tabel 31 Inkremental Laba Rugi (Rp.Juta)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN
Pendapatan - - - - - -
TOTAL - - - - - -
BEBAN LANGSUNG - - - - - -
LABA KOTOR - - - - - -
BEBAN USAHA
Beban usua - - - - - -
TOTAL - - - - - -
LABA USAHA - - - - - -
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan penjualan aset
tetap - - - - - -
Beban bunga - Bank 0 (29.472) (29.524) (29.608) (29.728) (10.845)
Pendapatan bunga – pihak
berelasi (GAA) - 44.625 44.625 44.625 44.625 44.625
Beban keuangan - - - - - -
Beban pajak final - - - - - -
Keuntungan selisih kurs - - - - - -
Kerugian lain-lain - bersih - - - - - -
TOTAL 0 15.153 15.101 15.017 14.897 33.780
62
Page 84
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
LABA SEBELUM PAJAK 0 15.153 15.101 15.017 14.897 33.780
Beban Pajak Penghasilan - - - - - -
LABA BERSIH PERIODE BERJALAN 0 15.153 15.101 15.017 14.897 33.780
Dari tabel di atas diperkirakan nilai tambah atas laba tahun berjalan sebesar
Rp15,15 miliar pada tahun 2025, dan Rp33,78 miliar pada tahun 2029.
Inkremental Arus Kas
Inkremental Arus Kas MBSS adalah sebagai berikut:
Tabel 32 Inkremental Arus Kas (Rp.Juta)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari:
Pelanggan - - - - - -
Lain-lain - - - - - -
Pembayaran kas kepada
Pemasok - 56 37 17 (5) (27)
Direksi dan karyawan - - - - - -
Pembayaran pajak penghasilan - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi - 56 37 17 (5) (27)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap - - - - - -
Penerimaan uang muka penjualan aset - - - - - -
Penerimaan bunga 0 15.153 15.101 15.017 14.897 33.780
Perolehan aset tetap - - - - - -
Kenaikan uang muka pembelian aset - - - - - -
Pemberian pinjaman kepada pihak berelasi (525.000) - - - - -
Pembayaran kembali pinjaman dari pihak berelasi - - - - - 525.000
Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (525.000) 15.153 15.101 15.017 14.897 558.780
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank - - - - - -
Pembayaran beban keuangan - - - - - -
Pembayaran pokok liabilitas sewa - - - - - -
Penerimaan utang bank - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan - - - - - -
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (525.000) 15.209 15.138 15.033 14.892 558.753
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE - (525.000) (509.791) (494.653) (479.620) (464.728)
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE (525.000) (509.791) (494.653) (479.620) (464.728) 94.025
Dari tabel di atas terlihat bahwa dengan adanya rencana transaksi bahwa akumulasi
arus kas akhir pada proyeksi tahun 2029 sebesar Rp94,03 miliar.
63
Page 85
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
4.3.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Rencana Transaksi yang akan dilakukan menimbulkan pendapatan yang relevan
sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi yaitu penerimaan bunga.
4.3.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Tidak terdapat Informasi non keuangan yang relevan pada rencana Transaksi
Pemberian Pinjaman MGSS kepada GAA.
4.4 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan pendapatan, biaya
investasi naik, struktur biaya naik, dan kenaikan discount rate dengan masing-
masing perubahan kondisi sebesar 2,50%, 5,00%, 7,50%, hingga 10,00% yang
berpengaruh terhadap kelayakan MBSS dengan dilakukannya transaksi yang
digambarkan dengan grafik sensitivitas sebagai berikut:
Tabel 33 Analisis Sensitivitas
Kondisi Perubahan Kondisi
Keterangan
Normal 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
Pendapatan Turun
Net Present Value (NPV) - Dalam
Rp.000 671.161 553.574 436.341 319.677 204.012
Internal Rate of Return (IRR) 27,45% 24,21% 21,05% 17,97% 14,99%
Return On Investment (ROI) 8,28% 7,73% 7,18% 6,63% 6,08%
Profitability Index (PI) 1,41904 1,34585 1,27285 1,20015 1,12797
Payback Period (PP) 4 Th 0 Bln 4 Th 3 Bln 4 Th 5 Bln 4 Th 6 Bln 4 Th 7 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 269.079 283.754 301.064 321.793 347.081
b. Dalam % Terhadap
Pendapatan 26,59% 28,78% 31,38% 34,49% 38,30%
Biaya Investasi Naik
Net Present Value (NPV) - Dalam
Rp.000 671.161 632.948 594.736 556.524 518.312
Internal Rate of Return (IRR) 27,45% 26,12% 24,84% 23,61% 22,43%
Return On Investment (ROI) 8,28% 8,28% 8,28% 8,28% 8,28%
Profitability Index (PI) 1,41904 1,38597 1,35441 1,32426 1,29542
Payback Period (PP) 4 Th 0 Bln 4 Th 2 Bln 4 Th 3 Bln 4 Th 3 Bln 4 Th 4 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 269.079 269.079 269.079 269.079 269.079
b. Dalam % Terhadap
Pendapatan 26,59% 26,59% 26,59% 26,59% 26,59%
Struktur Biaya Naik
Net Present Value (NPV) - Dalam
Rp.000 671.161 582.476 493.998 405.817 318.083
64
Page 86
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Kondisi Perubahan Kondisi
Keterangan
Normal 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
Internal Rate of Return (IRR) 27,45% 24,98% 22,56% 20,19% 17,89%
Return On Investment (ROI) 8,28% 8,24% 8,19% 8,14% 8,09%
Profitability Index (PI) 1,41904 1,36386 1,30878 1,25388 1,19921
Payback Period (PP) 4 Th 0 Bln 4 Th 3 Bln 4 Th 4 Bln 4 Th 5 Bln 4 Th 6 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 269.079 275.806 282.533 289.260 295.987
b. Dalam % Terhadap
Pendapatan 26,59% 27,25% 27,91% 28,58% 29,24%
Discount Rate Naik
Net Present Value (NPV) - Dalam
Rp.000 671.161 657.172 643.362 629.728 616.267
Internal Rate of Return (IRR) 27,45% 27,45% 27,45% 27,45% 27,45%
Return On Investment (ROI) 8,28% 8,28% 8,28% 8,28% 8,28%
Profitability Index (PI) 1,41904 1,41135 1,40373 1,39617 1,38868
Payback Period (PP) 4 Th 0 Bln 4 Th 0 Bln 4 Th 0 Bln 4 Th 0 Bln 4 Th 0 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 269.079 269.079 269.079 269.079 269.079
b. Dalam % Terhadap
Pendapatan 26,59% 26,59% 26,59% 26,59% 26,59%
Gambar 14 Analisis Sensitivitas
800.000
600.000
NPV (Rp.Juta)
400.000
200.000
0
NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
PENDAPATAN TURUN STRUKTUR BIAYA NAIK
BIAYA INVESTASI NAIK DISCOUNT RATE NAIK
Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp671,16 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
Rp204,01 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap biaya investasi naik, dimana
biaya investasi naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp518,31 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana
struktur biaya naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp318,08 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount
rate, dimana discount rate naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan
adalah sebesar Rp616,27 miliar.
65
Page 87
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Berdasarkan grafik sensitivitas terlihat bahwa kelayakan MBSS dengan dilakukannya
transaksi lebih sensitif terhadap penurunan pendapatan.
66
Page 88
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
5 ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS TRANSAKSI PINJAM
MEMINJAM DANA
5.1 Analisis Kelayakan
Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa dengan dilakukannya
transaksi didapat kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate --> Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 27,45% yang berarti di atas tingkat discount
rate yang sebesar 9,84%.
• Net Present Value ( NPV ) > 0 --> Layak
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar
Rp671.161.000.000,-.
• Profitability Index ( PI ) > 1 --> Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,41904 yang berarti lebih besar dari 1.
• Payback Period ( PP )
PP akan diperoleh dalam waktu 4 tahun.
5.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
1Sesuai dengan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen MBSS, GAA
diharapkan dapat melunasi pokok pinjaman dan bunga kepada MGSS. Dalam
proyeksi keuangan MBSS, diharapkan GAA dapat melunasi pinjamannya pada tahun
2029.
5.3 Analisis Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Tidak terdapat informasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi transaksi
Pemberian Pinjaman MGSS kepada GAA.
67
Page 89
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
6 ANALISIS ATAS JAMINAN
Perlu kami jelaskan bahwa pada transaksi ini tidak terdapat jaminan atas Pemberian
Pinjaman MGSS kepada GAA.
68
Page 90
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
7 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN TRANSAKSI
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi (analisis atas besaran dana dari objek
transaksi, dampak dari transaksi, dan pertimbangan bisnis), analisis kualitatif,
analisis kuantitatif, dan analisis atas jaminan, maka kami berpendapat bahwa
Transaksi Pemberian Pinjaman MGSS kepada GAA adalah Wajar.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi Pemberian Pinjaman MGSS kepada GAA.
Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada perubahan kondisi, baik
secara internal maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-peraturan
pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan
Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka
kesimpulan mengenai kewajaran Transaksi Pemberian Pinjaman MGSS kepada GAA
ini mungkin berbeda.
69
Page 91
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
8 KUALIFIKASI PENILAI USAHA
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan
Rekan dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
70
Page 92
Pendapat Kewajaran
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
9 KESIMPULAN
Atas dasar analisis yang kami lakukan terhadap Kewajaran Transaksi yang meliputi
analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif atas transaksi, analisis atas
kewajaran nilai transaksi dan analisis faktor lain yang relevan, maka kami berpendapat
bahwa Transaksi Pemberian Pinjaman MGSS kepada GAA adalah Wajar.
71
Names mentioned 70 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×4
unresolved
org
Endang & Rekan
p.3 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik
p.3 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Darbi
p.3 ×5
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.3 ×5
unresolved
person
Engawati Gazali
· Notaris
p.3 ×9
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.
p.4 ×3
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×8
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×26
unresolved
person
H. Thamrin
p.7 ×8
unresolved
—
Kebon
p.7 ×2
unresolved
person
Grace Tjugiarto
· Komisaris
p.7 ×2
unresolved
person
Syawaluddin Zen
· Direktur
p.7 ×2
unresolved
org
PT Merlot Group Indonesia
p.7 ×2
unresolved
org
PT Graman Infiniti Arta
p.7 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.9 ×4
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.14
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.14 ×2
unresolved
person
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
p.16 ×2
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.16
unresolved
person
Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev
p.16 ×2
unresolved
person
Kamaludin, S.Pd
p.16
unresolved
org
Bank MBSS
p.19 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.22 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
p.25 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda
p.25 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Gani Sigiro
p.25 ×2
unresolved
person
Martinus
p.26
unresolved
org
Bank Jangka Panjang-Bersih
p.35
unresolved
org
Kota Nusantara
p.36
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Defisit NPI
p.37
unresolved
org
Bank Indonesia Gambar
p.39 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai
p.39
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Inflasi
p.40
unresolved
org
PT Batulicin Nusantara
p.52 ×2
unresolved
org
Maritim Tbk
p.52 ×2
unresolved
org
Purnamasari Tbk
p.52 ×2
unresolved
org
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
p.53 ×2
unresolved
org
PT Indika Energy Infrastructure
p.57
unresolved
org
China Navigation Co. Pte. Ltd
p.57
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Merujuk
p.80
unresolved
org
Bank Campuran
p.81
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.91
unresolved
org
KJPP
p.91
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
10112 ms
12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '..................................................................... '
'9'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '..................................................................... '
'9',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20.00'}