Back to announcement
20241120_JATI_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31780119_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review JATISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 78
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
FEASIBILITY STUDY REPORT
PERUBAHAN KEGIATAN USAHA (KBLI No. 61994)
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Jakarta Selatan 12790
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR
DAFTAR ISI ix
PERNYATAAN PENILAI xi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang I-1
1.2 Maksud dan Tujuan I-1
1.3 Metodologi I-2
1.4 Kondisi, Syarat dan Pembatasan I-2
BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN
2.1 Profil PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II-1
2.2 Legalitas dan Perizinan II-2
2.3 Tenaga Kerja II-3
2.4 Tinjauan Kinerja Keuangan II-3
2.5 Informasi Investigasi Lapangan II-9
BAB III ASPEK MAKRO INDONESIA
3.1 Makroekonomi Indonesia III-1
3.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Makro Indonesia III-6
BAB IV ASPEK PASAR
4.1 Industri Teknologi Informasi di Indonesia IV-1
4.2 Kondisi Pasar Rencana Penambahan Kegiatan Usaha IV-1
4.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar IV-5
BAB V ASPEK TEKNIS
5.1 Bisnis Perseroan V-1
5.2 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha V-2
5.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis V-5
BAB VI ASPEK POLA BISNIS
6.1 Pola Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan VI-1
6.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis VI-2
BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN
7.1 Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen VII-1
7.2 Ketersediaan Tenaga Kerja VII-2
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk ix
Page 11
7.3 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) VII-3
7.4 Manajemen Risiko VII-4
7.5 Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen VII-5
BAB VIII ASPEK KEUANGAN
8.1 Rencana Perseroan VIII-1
8.2 Metodologi Analisa VIII-1
8.3 Cut Off Date dalam Analisa VIII-1
8.4 Arus Kas Bersih yang Digunakan VIII-1
8.5 Penetapan Tingkat Diskonto VIII-2
8.6 Proyeksi Keuangan VIII-5
8.7 Analisis Kelayakan Investasi VIII-10
8.8 Analisis Sensitivitas VIII-11
8.9 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Keuangan VIII-12
IX-1
9.1 Kesimpulan IX-1
9.2 Saran-saran IX-5
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk x
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini
pada tanggal penilaian menyatakan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan penugasan ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan
kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
perusahaan dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan
hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait.
3. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan.
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penugasan pada tanggal penilaian
(Cut Off Date).
5. Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan studi
kelayakan.
6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
7. Kesimpulan Pendapat telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
8. Data ekonomi dan industri dalam laporan studi kelayakan diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
9. Biaya profesional tidak berhubungan dengan pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
10. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
11. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri
yang dinilai.
12. Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan
analisa untuk menghasilkan nilai yang subjektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau
peristiwa yang terjadi di kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan
laporan ini.
13. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
• Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian, dan tanggal
penilaian)
• Pengumpulan data dan wawancara
• Analisis data
• Penulisan laporan
14. Penilai telah melakukan analisis terhadap objek penugasan pada tanggal penilaian.
15. Penugasan ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
16. Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan studi kelayakan ini.
17. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat
dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI Edisi VII Tahun 2018
tentang Kode Etik Penilai Indonesia dan Stadar Penilaian Indonesia dan Revisi SPI 330 Tahun 2020,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, No. 17/POJK.04/2020, dan Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi
profesional dan tanda tangan penilai berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:
a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan laporan.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk xi
Page 13
Page 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Informasi Teknologi Indonesia (JATI) (“Perseroan”), dikenal sebagai Jatis Mobile,
merupakan sebuah Perseroan Terbatas berstatus perusahaan terbuka di Indonesia yang
didirikan pada tahun 2002 dan mulai beroperasi di tahun 2003. Saat ini, kegiatan Perseroan
adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan teknologi informasi yang selama 20
tahun telah mendapatkan kepercayaan lebih dari 500 Perusahaan, baik multinasional
maupun nasional di Indonesia meliputi berbagai sektor industri seperti Telekomunikasi,
Layanan Finansial (Perbankan, Asuransi, Multi Finance, Fin-Tech), Distribusi Ritel, Barang
Konsumsi, Perdagangan Elektronik, Travel Services, Perhotelan, Pemerintahan, Logistik,
serta Otomotif.
Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen, pada awalnya izin usaha terkait
bisnis A2P SMS (Application-to-Person SMS) masuk ke dalam KBLI 61922 (Jasa Komunikasi
Data). Sesuai dengan arahan dari Menkominfo terkait proses izin lanjutan, KBLI tersebut
diganti dengan KBLI No. 61994 (Jasa Jual Kembali Jasa Telekomunikasi), oleh karena itu
perubahan KBLI perlu dilakukan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, rencana Perseroan berupa perubahan
kegiatan usaha ini memerlukan studi kelayakan dengan mengacu Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK)
Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 dan Revisi SPI
330 Tahun 2020, maka Perseroan menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi
kelayakan atas rencana perubahan kegiatan usaha (“studi kelayakan”) tersebut.
1.2 Maksud dan Tujuan
Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
rencana perubahan kegiatan usaha Perseroan yang selanjutnya akan digunakan Perseroan
untuk memenuhi ketentuan dari Peraturan No. 35/POJK.04/2020 dan 17/POJK.04/2020.
Studi kelayakan ini ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek makro Indonesia, aspek
pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.
Hasil studi kelayakan ini dapat dijadikan sebagai pegangan bagi para pengelola perusahaan
dan bahan pertimbangan untuk kebijaksanaan maupun pengambilan keputusan, baik yang
bersifat administratif maupun operasional di kemudian hari, sehingga diharapkan target
pelaksanaan proyek dapat direalisasikan sesuai dengan rencana. Penugasan ini dilakukan
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk I-1
Page 15
dengan mengacu kepada ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.
1.3 Metodologi
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:
• Pengumpulan data-data primer dari Perseroan terkait dengan rencana perubahan
kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta
data-data lainnya yang terkait dengan rencana perubahan kegiatan usaha.
• Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan perubahan
kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator
Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR),
Payback Period, Break Even Point (BEP), dan Return on Investment (ROI).
• Dalam studi kelayakan ini kami melakukan analisis pada aspek makro Indonesia,
aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek
keuangan.
1.4 Kondisi, Syarat dan Pembatasan
Kondisi, syarat dan pembatasan dibuat sebagai kode etik profesional dan batasan
kewenangan konsultan antara lain:
1. Laporan studi kelayakan merupakan hasil analisis KJPP SPR atas rencana Perseroan
yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan
Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
2. Nilai investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan
manajemen dan data pasar.
3. Penyusunan laporan studi kelayakan ini merupakan interpretasi kami atas data dan
informasi yang diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan
laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila
terjadi sesuai atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi
tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan Pemerintah yang baru maupun
perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial dan ekonomi.
4. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi Perseroan yang relevan dan
berpengaruh signifikan terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau
belum kami terima dari Perseroan.
5. Kami berasumsi bahwa Perseroan menaati semua peraturan yang ditetapkan
Pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu
maupun di masa mendatang.
6. Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh
Perseroan. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-
aset Perseroan, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
7. Kami berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan
dengan perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk I-2
Page 16
dengan peraturan yang berlaku.
8. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penyusunan studi kelayakan.
9. Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan
audit per cut off date, kami peroleh dari manajemen.
10. Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
11. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaian (fiduciary duty).
12. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan studi kelayakan dan kewajaran
proyeksi.
13. Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
14. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
15. Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup, dan karenanya
tidak bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait
dengan permasalahan lingkungan.
16. Laporan studi kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
17. Penilai bertanggung jawab pada laporan studi kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
laporan ini.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk I-3
Page 17
BAB II
GAMBARAN UMUM PERSEROAN
2.1 Profil PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
2.1.1 Pendirian
PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta No. 127
tanggal 11 April 2002 dari Iman Immanuel Sinaga S.H., C.N., notaris pengganti Dr. Irawan
Soerodjo, S.H., M.S.i., Akta pendirian ini disetujui oleh Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-10834 HT.01.01.TH.2002
tanggal 18 Juni 2002 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 23
Tambahan No. 2247 tanggal 21 Maret 2003.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dalam akta No.
22 tanggal 24 Juli 2023 dari Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara, mengenai
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Perubahan ini telah diterima dan dicatat
dalam Database Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0153148 Tahun 2023 tanggal 24 Juli
2023.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2002. Perseroan berkedudukan di
Jakarta Selatan dan kantor operasional terletak di Gedung Graha Orange, Jl. Mampang
Prapatan Raya No. 3, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Entitas induk langsung langsung dan entitas induk terakhir Perseroan adalah PT Jati Piranti
Solusindo dan PT Indivara Sejahtera Mandiri. Pihak pengendali Perseroan adalah Jusuf
Sjariffudin.
2.1.2 Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 dari Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan yaitu
aktivitas jasa informasi, aktivitas pemrograman, konsultasi Komputer dan yang berhubungan
dengan itu, bidang telekomunikasi, perdagangan eceran komputer dan perlengkapannya, dan
perdagangan eceran piranti lunak.
2.1.3 Struktur Permodalan
Berdasarkan catatan pada Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2024, struktur
permodalan Perseroan dan komposisi kepemilikan saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 1
Page 18
Figur 2.1 Struktur Permodalan
Lembar
Pemegang Saham Nominal (Rp) Persentase
Saham
PT Jati Piranti Solusindo 2.088.000.000 41.760.000.000 64%
PT Amanah Ayah Anak 522.000.000 10.440.000.000 16%
Masyarakat (masing-masing <5%) 652.520.106 13.050.402.120 20%
Jumlah 3.262.520.106 65.250.402.120 100%
Sumber: Catatan Laporan Keuangan per 30 Juni 2024
2.1.4 Susunan Pengurus
Berdasarkan Akta Permyataan Keputusan Rapat PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk No. 06
tanggal 5 April 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Rudy Siswanto, S.H., susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jusuf Sjariffudin
Komisaris Independen : Hendri Mulya Syam
Direksi
Direktur Utama : Erik Rivai Ridzal
Wakil Direktur Utama : Asrul Abdillah Ali
Direktur : Adrianus Yose Hartono
Direktur : Yuliana Theodora
2.2 Legalitas dan Perizinan
Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang diperlukan
dari instansi yang berwenang berkaitan dengan kegiatan usahanya sebagai berikut:
1. Nomor Pokok Wajib Pajak 02.139.745.0-058.000 atas nama PT Informasi Teknologi
Indonesia Tbk.
2. Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Nomor 908 Tahun
2014 tentang Izin Penyelenggaraan Jasa Penyediaan Konten PT Informasi Teknologi
Indonesia.
3. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha: 9120406801697 yang
diterbitkan tanggal 19 Agustus 2019 dengan perubahan ke-39 tanggal: 9 Januari 2023.
4. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Sertifikat Standar:
91204068016970005 yang diterbitkan tanggal 9 Oktober 2023.
5. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Sertifikat Standar:
91204068016970010 yang diterbitkan tanggal 6 Oktober 2023 dengan perubahan ke-4,
Tanggal: 27 September 2022.
6. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Izin: 91204068016970008 yang
diterbitkan tanggal: 19 Desember 2022 dengan Perubahan ke-3 tanggal: 26 Oktober
2022.
7. Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Domestik dengan Nomor PB-
UMKU: 912040680169700120001 yang diterbitkan tanggal 17 Oktober 2022.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 2
Page 19
8. Salinan Akta Pendirian Perseroan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk No. 127 tanggal
11 April 2002 oleh Iman Immanuel Sinaga S.H., C.N., notaris pengganti Dr. Irawan
Soerodjo, S.H., M.S.i. yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: C-10834 HT.01.01.TH.2002 yang ditetapkan
tanggal 18 Juni 2022.
9. Salinan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 21 tanggal 24 Juli
2023 oleh Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara.
10. Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 22 tanggal 24 Juli 2023 oleh Rudy
Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara yang telah diterima oleh Kementerian Hukum Dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat nomor AHU-AH.01.09-0153148
tanggal 18 Agustus 2023.
11. Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 06 tanggal 5 April 2024 oleh Rudy
Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara.
12. Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 07 tanggal 5 April 2024 oleh Rudy
Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris
dan Direksi yang telah diterima oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan surat nomor AHU-AH.01.09-0157855 tanggal 24 April 2024.
2.3 Tenaga Kerja
Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk memiliki
ketersediaan tenaga kerja sebagai berikut:
Figur 2.2 Jumlah Tenaga Kerja
Kategori Jumlah orang
Karyawan Tetap 189
Karyawan Kontrak 76
Total Tenaga Kerja 265
Sumber: Manajemen
2.4 Tinjauan Kinerja Keuangan
Berikut merupakan dasar analisis kinerja keuangan historis:
a. Laporan Keuangan Interim PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tanggal 30 Juni
2024 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal tersebut yang telah
diaudit oleh KAP Anwar & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
b. Laporan Keuangan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2023
dan 2022 yang telah diaudit oleh KAP Anwar & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
c. Laporan Keuangan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2022
dan 2021 yang telah diaudit oleh KAP Anwar & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
d. Laporan Keuangan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2021
dan 2020 yang telah diaudit oleh KAP Anwar & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
e. Laporan Keuangan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2020
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 3
Page 20
dan 2019 yang telah diaudit oleh KAP Mirawati Sensi Idris dengan pendapat bahwa
laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
Tinjauan Laba (Rugi)
Figur 2.3 Laporan Laba (Rugi) Perseroan
(dalam rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Jun
2019 2020 2021 2022 2023 2024
PENDAPATAN USAHA 303.296.695.500 268.858.185.593 346.897.198.520 507.347.976.514 468.953.507.777 254.574.728.702
Jasa pengiriman pesan singkat 256.696.029.440 224.927.162.074 261.796.089.287 360.558.589.363 326.338.658.219 187.135.033.018
Jasa pengiriman WhatsApp - 21.485.114.008 64.639.492.194 117.337.339.567 131.621.351.634 64.437.007.024
Penjualan Voucher 2.671.372.458 - - - - -
Jasa lainnya 43.929.293.602 22.445.909.511 20.461.617.039 29.452.047.584 10.993.497.924 3.002.688.660
BEBAN POKOK PENDAPATAN (256.736.634.493) (226.081.435.949) (284.741.806.392) (420.409.811.266) (406.384.845.121) (222.619.740.520)
Jasa pengiriman pesan singkat (221.497.909.105) (195.411.613.206) (233.959.636.686) (316.483.988.709) (290.727.263.720) (167.807.248.192)
Jasa pengiriman WhatsApp - (12.648.535.917) (36.823.598.798) (86.567.023.437) (107.282.103.222) (52.964.755.503)
Penjualan Voucher (2.620.958.558) - - - - -
Jasa lainnya (32.617.766.830) (18.021.286.826) (13.958.570.908) (17.358.799.120) (8.375.478.179) (1.847.736.825)
LABA KOTOR 46.560.061.007 42.776.749.644 62.155.392.128 86.938.165.248 62.568.662.656 31.954.988.182
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (39.287.632.060) (36.926.560.553) (44.903.294.764) (54.055.057.441) (57.740.116.403) (30.035.280.092)
Gaji dan tunjangan karyawan 24.796.419.421 22.424.484.584 32.071.750.884 41.497.521.589 43.579.224.747 21.017.626.777
Telekomunikasi 1.562.870.544 3.417.146.469 4.750.387.518 5.625.214.888 4.875.811.489 2.339.943.778
Penyusutan dan Amortisasi 3.416.582.355 3.450.275.905 2.516.694.980 2.467.255.480 2.856.113.519 2.722.579.995
Imbalan kerja (739.422.758) 1.341.808.717 1.336.342.289 (705.375.000) 1.323.605.000 900.000.000
Jasa profesional 350.401.240 605.458.522 770.117.625 1.461.905.011 1.036.149.675 1.287.833.301
Jasa manajemen 1.123.950.986 1.073.242.115 916.000.000 912.000.000 916.000.000 418.500.000
Tenaga kerja lepas 2.496.011.011 1.765.878.710 847.871.765 883.751.880 822.940.285 399.829.926
Jamuan 502.740.500 558.155.281 557.786.440 579.427.614 521.303.010 312.122.726
Pemulihan nilai piutang - bersih (941.068.138) - - - - -
Lain-lain 6.719.146.899 2.290.110.250 1.136.343.263 1.333.355.979 1.808.968.678 636.843.589
Beban usaha lainnya-neto (41.575.284) (577.442.826) (668.654.056) (681.583.814) (545.351.266)
LABA USAHA 7.272.428.947 5.808.613.807 16.674.654.538 32.214.453.751 4.146.962.439 1.374.356.824
Penghasilan keuangan 64.437.859 766.402.086 1.004.661.783 641.344.584 1.128.772.537 470.895.408
Biaya keuangan (1.428.230.358) (400.302.648) (127.326.814) (774.466.172) (1.580.792.533) (855.974.592)
Keuntungan penjualan aset tetap 721.920.395 - - - - -
Keuntungan selisih kurs mata uang asing - bersih (360.126) - - - - -
Lain-lain - bersih (513.515.778) - - - - -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 6.116.680.939 6.174.713.245 17.551.989.507 32.081.332.163 3.694.942.443 989.277.640
Beban Pajak Penghasilan – Neto (2.187.217.945) (2.183.871.279) (4.062.713.315) (7.514.861.791) (1.013.668.062) (350.828.596)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 3.929.462.994 3.990.841.966 13.489.276.192 24.566.470.372 2.681.274.381 638.449.044
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi (427.031.157) 117.854.526 316.454.255 32.594.724.106 (175.578.000) -
Saldo surplus revaluasi aset tetap - 31.163.417.866 - -
Pengukuran kembali atas imbalan kerja pasti (569.374.876) 268.694.156 405.710.583 1.835.008.000 (225.100.000) -
Pajak penghasilan terkait 142.343.719 (150.839.630) (89.256.328) (403.701.760) 49.522.000 -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 3.502.431.837 4.108.696.492 13.805.730.447 57.161.194.478 2.505.696.381 638.449.044
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Pendapatan usaha Perseroan secara historis diperoleh dari jasa pengiriman pesan singkat, jasa
pengiriman whatsapp, penjualan voucher, dan jasa lainnya. Rata-rata laba kotor terhadap
pendapatan usaha selama periode 31 Desember 2019 hingga 30 Juni 2024 adalah sebesar
15,37% dengan persentase terendah pada periode 30 Juni 2024 sebesar 12,55% dan tertinggi
pada tahun 2021 sebesar 17,92%, sementara rata-rata laba usaha terhadap pendapatan
usaha selama periode 31 Desember 2019 hingga 30 Juni 2024 adalah sebesar 2,86%.
Selama tahun 2020 hingga 2022, Perseroan terus mengalami peningkatan laba neto tahun
berjalan, sementara terjadi penurunan yang sangat signifikan pada tahun 2023 sebesar
89,09%. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan beban umum
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 4
Page 21
dan administrasi yang tidak iringi dengan peningkatan pendapatan usaha. Pada 30 Juni 2024,
Perseroan mencatatkan laba neto tahun berjalan sebesar Rp638,45 juta.
Tinjauan Posisi Keuangan
Figur 2.4 Laporan Posisi Keuangan Perseroan
(dalam rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Jun
2019 2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR 91.031.256.553 115.168.915.543 126.113.251.727 212.104.062.956 220.392.221.174 190.735.599.489
ASET TIDAK LANCAR 13.331.965.779 17.922.013.038 17.350.582.808 46.099.545.297 95.265.118.025 101.967.415.478
TOTAL ASET 104.363.222.332 133.090.928.581 143.463.834.535 258.203.608.253 315.657.339.199 292.703.014.967
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK 75.895.698.901 102.702.734.868 99.176.251.451 148.915.165.352 138.028.150.791 119.157.420.296
LIABILITAS JANGKA PANJANG 8.787.015.367 9.859.129.928 10.750.957.245 12.637.405.441 16.587.577.499 12.668.151.369
TOTAL LIABILITAS 84.682.714.268 112.561.864.796 109.927.208.696 161.552.570.793 154.615.728.290 131.825.571.665
EKUITAS 19.680.508.064 20.529.063.785 33.536.625.839 96.651.037.460 161.041.610.909 160.877.443.302
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 104.363.222.332 133.090.928.581 143.463.834.535 258.203.608.253 315.657.339.199 292.703.014.967
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Berdasarkan tabel di atas, total aset dan ekuitas Perseroan selama periode historis kian
meningkat hingga tahun 2023, sementara liabilitas mengalami fluktuasi. Berikut ini adalah
penjelasan dari masing-masing akun:
a. Aset
Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp315,66 miliar,
naik sebesar 22,25% secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya yang tercatat sebesar Rp258,20 miliar. Pada 30 Juni 2024, Perseroan
membukukan total aset sebesar Rp292,70 miliar.
Aset Lancar
Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, yang masuk ke dalam klasifikasi aset lancar
adalah jika dapat diselesaikan dalam waktu kurang atau sama dengan dua belas bulan.
Pada tahun 2023, total aset lancar Perseroan mengalami peningkatan sebesar 3,91% atau
sejumlah Rp8,29 miliar dibandingkan tahun 2022 terutama disebabkan oleh peningkatan
piutang usaha, pajak dibayar di muka, serta uang muka. Pada 30 Juni 2024, Perseroan
membukukan aset lancar sebesar Rp190,74 miliar.
Aset Tidak Lancar
Berbanding lurus dengan aset lancar, aset tidak lancar perseroan pada tahun 2023
mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022. Perseroan membukukan
aset tidak lancar sebesar Rp95,27 miliar pada tahun 2023 atau meningkat sebesar
106,65% dibandingkan tahun sebelumnya yang utama disebabkan oleh penambahan aset
takberwujud. Pada 30 Juni 2024, Perseroan membukukan aset tidak lancar sebesar
Rp101,97 miliar.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 5
Page 22
b. Liabilitas
Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Hingga tahun
2023, jumlah liabilitas mencapai Rp154,62 miliar, mengalami sedikit penurunan sebesar
4,29% dibandingkan tahun 2022 yang tercatat Rp161,55 miliar. Pada 30 Juni 2024,
Perseroan membukukan total liabilitas sebesar Rp131,83 miliar.
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas jangka pendek terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, utang sewa,
pendapatan diterima di muka, serta utang pembiayaan konsumen dan utang bank yang
jatuh tempo dalam 1 tahun.
Pada tahun 2023, liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami penurunan sebesar
7,31% dari Rp148,91 miliar menjadi Rp138,03 miliar. Hal ini terutama disebabkan adanya
penurunan utang usaha, utang lain-lain, dan penurunan pendapatan diterima di muka.
Pada 30 Juni 2024, Perseroan membukukan liabilitas jangka pendek sebesar Rp119,16
miliar.
Liabilitas Jangka Panjang
Akun liabilitas jangka panjang terdiri dari liabilitas imbalan pascakerja serta utang
pembiayaan konsumen dan utang bank setelah dikurangi bagian jatuh tempo 1 tahun.
Liabilitas jangka panjang pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 31,26%. Pada
30 Juni 2024, Perseroan membukukan liabilitas jangka panjang sebesar Rp12,67 miliar.
c. Ekuitas
Total ekuitas Perseroan pada tahun 2023 mencapai Rp161,04 miliar di mana mengalami
peningkatan sebesar 66,62% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp96,65 miliar.
Pada 30 Juni 2024, Perseroan membukukan ekuitas sebesar Rp160,88 miliar.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 6
Page 23
Tinjauan Arus Kas
Figur 2.5 Laporan Arus Kas Perseoan
(dalam rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Jun
2019 2020 2021 2022 2023 2024
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI (1.224.597.743) 60.069.194.307 (23.357.548.219) 50.023.182.273 (30.862.925.558) (23.140.328.198)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari (pembayaran kepada) pihak-pihak berelasi - bersih (4.439.242.924) - - - - -
Perolehan aset tetap (1.491.716.070) (1.818.602.340) (3.042.846.834) (3.874.836.158) (1.641.443.273) (459.602.220)
Perolehan aset takberwujud (53.700.000) (532.468.820) (312.728.521) (322.506.472) (44.664.467.234) (2.500.000.000)
Hasil penjualan aset tetap 1.187.195.000 432.087.500 190.377.651 495.495.495 441.441.441 -
Penurunan (kenaikan) dana yang dibatasi penggunaannya (536.560.179) (387.971.096) 924.531.275 - - -
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (5.334.024.173) (2.306.954.756) (2.240.666.429) (3.701.847.135) (45.864.469.066) (2.959.602.220)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang pihak berelasi - neto - 448.378.521 (448.378.521) - - -
Penerimaan (pembayaran) dari penawaran saham perdana - - - - 65.250.000.000 -
Tambahan modal disetor - - - 10.000.000.000 - -
Pembayaran beban bunga dan keuangan (1.428.230.358) - - - - -
Penerimaan dari utang bank 7.022.840.343 - 6.000.000.000 10.000.000.000 37.403.612.453 -
Pembayaran utang bank (1.000.000.000) (15.795.911.028) - (8.302.889.861) (27.413.087.044) (5.319.974.956)
Pembayaran dividen (1.000.000.000) (400.000.000) (798.168.393) - - -
Penerimaan hasil pelaksanaan waran - - - - 2.139.000 2.701.500
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 3.594.609.985 (15.747.532.507) 4.753.453.086 11.697.110.139 75.242.664.409 (5.317.273.456)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS (2.964.011.931) 42.014.707.044 (20.844.761.562) 58.018.445.277 (1.484.730.215) (31.417.203.874)
PENURUNAN NETO PINJAMAN CERUKAN BANK - - - (7.510.650.654) -
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 5.318.580.055 2.354.568.124 44.369.275.168 23.524.513.606 81.542.958.883 72.547.578.014
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2.354.568.124 44.369.275.168 23.524.513.606 81.542.958.883 72.547.578.014 41.130.374.140
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Dari laporan keuangan yang diperoleh, aktivitas cash flow pada periode yang berakhir pada
30 Juni 2024 diantaranya sebagai berikut:
• Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi Perseroan menunjukan arus kas keluar
sebesar Rp23,14 miliar pada periode 30 Juni 2024 yang berasal dari penerimaan dari
pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga, pembayaran untuk biaya keuangan.
pembayaran kepada pemasok, pembayaran kas untuk karyawan, pembayaran kas untuk
pajak penghasilan, dan pembayaran untuk beban operasional lainnya.
• Arus kas bersih untuk aktivitas investasi Perseroan pada periode 30 Juni 2024
menunjukkan arus kas keluar sebesar Rp2,96 miliar yang berasal dari perolehan aset
tetap dan aset takberwujud.
• Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan Perseroan menunjukkan arus kas keluar
sebesar Rp5,32 miliar pada 30 Juni 2024. Arus kas bersih tersebut berasal dari
pembayaran utang bank dan penerimaan hasil pelaksanaan waran.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 7
Page 24
Rasio Keuangan
Figur 2.6 Rasio Keuangan
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Jun
2019 2020 2021 2022 2023 2024
LIKUIDITAS
Current Ratio x 1,20 1,12 1,27 1,42 1,60 1,60
Quick Ratio x 1,07 1,09 1,21 1,39 1,57 1,60
Cash Ratio x 0,03 0,43 0,24 0,55 0,53 0,35
AKTIVITAS
Rata-rata umur piutang days 67,75 79,43 87,46 85,30 105,13 97,80
Rata-rata umur utang usaha days 32,89 57,87 35,94 59,32 36,66 37,90
Rata-rata umur persediaan days 13,43 4,50 8,37 4,54 3,64 0,26
Rata-rata umur aset tetap days 11,23 11,28 9,86 30,15 31,55 29,55
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset % 81,14% 84,58% 76,62% 62,57% 48,98% 45,04%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas % 430,29% 548,30% 327,78% 167,15% 96,01% 81,94%
PROFITABILITAS
Gross Margin % 15,35% 15,91% 17,92% 17,14% 13,34% 12,55%
Operating Profit Margin % 2,40% 2,16% 4,81% 6,35% 0,88% 0,54%
Profit Margin % 1,30% 1,48% 3,89% 4,84% 0,57% 0,25%
Return On Asset % 3,77% 3,00% 9,40% 9,51% 0,85% 0,22%
Return On Equity % 19,97% 19,44% 40,22% 25,42% 1,66% 0,40%
Sumber: Laporan keuangan Perseroan, diolah
Rasio Likuiditas
Tingkat Likuiditas Perseroan secara rata-rata dalam periode 31 Desember 2019 sampai 30
Juni 2024 yang dilihat dari rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio)
menunjukkan keadaan yang baik dimana nilai keduanya lebih dari 1 yang artinya aset lancar
maupun aset lancar dikurangi oleh persediaan, nilainya masih sangat cukup untuk menutupi
kewajiban lancar. Sementara untuk cash ratio, menunjukkan nilai rasio rata-rata di bawah 1,
di mana kas yang dimiliki masih lebih rendah dari jumlah utang lancar.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perusahaan dalam menggunakan sumber-
sumber dana yang tersedia atau melihat efisensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya
yang tersedia atau melihat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk
menghasilkan kas dan pendapatan. Jika dilihat dari rata-rata selama periode historis, secara
berturut-turut rata-rata umur piutang usaha, umur utang usaha, umur persediaan, dan umur
aset tetap yaitu sebesar 87 hari; 43 hari kali; 6 hari dan 21 hari.
Rasio Solvabilitas
Rasio ini menilai kemampuan dalam melunasi semua kewajibannya, baik jangka pendek
maupun jangka panjang dengan jaminan aset yang dimiliki perusahaan hingga perusahaan
tutup atau likuidiasi. Rasio utang terhadap total aset rata-rata selama periode historis adalah
sebesar 66,49%, sedangkan rasio utang terhadap total ekuitas yaitu sebesar 275,25%.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 8
Page 25
Rasio Profitabilitas
Rasio ini diperlukan untuk pencatatan transaksi keuangan. Biasanya dinilai oleh investor dan
kreditur untuk menilai jumlah laba investasi yang akan diperoleh investor dan besaran laba
perusahaan untuk menilai kemampuan perusagaan membayar utang kepada kreditur
berdasarkan tingkat pemakaian aset dan sumber daya lainnya sehingga terlihat tingkat
efisiensi perusahaan. Rata-rata marjin laba kotor selama periode historis mencapai 15,37%,
margin laba usaha sebesar 2,86%, margin laba bersih sebesar 2,06%, rasio pengembalian
aset sebesar 4,46% dan untuk rata-rata rasio pengembalian ekuitas adalah sebesar 17,85%.
2.5 Informasi Investigasi Lapangan
Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang
relevan dalam penugasan perubahan kegiatan usaha Perseroan.
Berikut informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan:
No. Surat Tugas : 01154A/KJPPSPR-ST/IX/2024
Tanggal Inspeksi : 13 September 2024
Lokasi : Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3,
Jakarta Selatan 12790.
Pelaksana : Ruli Citrarini, SE; Fitya Shabrina, SE; Echa Tania Mulyani,
SM; dan Septhiana Husoseini, SE.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk II - 9
Page 26
BAB III
ASPEK MAKRO INDONESIA
3.1 Makroekonomi Indonesia
3.1.1 Kondisi Perekonomian Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekonomi Indonesia tetap baik pada
triwulan II 2024, di tengah ketidakpastian perekonomian global. Perkembangan tersebut
tercermin pada pertumbuhan ekonomi triwulan II 2024 yang mencapai 5,05% (yoy),
melanjutkan kinerja positif pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya sebesar 5,11%
(yoy). Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5%
(yoy) didukung oleh permintaan domestik.
Figur 3.1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran
dalam persen (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Dari sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Konsumsi rumah tangga tumbuh lebih tinggi sebesar 4,93% (yoy) sejalan dengan mobilitas
masyarakat yang meningkat dan terjaga daya beli. Pertumbuhan investasi secara keseluruhan
meningkat menjadi 4,43% (yoy) seiring dengan peningkatan kinerja ekspor dan belanja modal
Pemerintah. Ekspor tumbuh sebesar 8,28% (yoy) ditopang oleh Permintaan mitra dagang
utama dan kunjungan wisatawan mancanegara yang meningkat. Sementara itu, konsumsi
Lembaga Nonprofit yang Melayanin Rumah Tanggga (LNPRT) dan konsusmsi Pemerintah
tumbuh melambat masing-masing menjadi 9,98% (yoy) dan 1,42% (yoy) seiring dengan
berakhirnya penyelenggaraan Pemilu 2024.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk III - 1
Page 27
Figur 3.2 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut
Lapangan Usaha
dalam persen (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Dari sisi Lapangan Usaha (LU), hampir seluruh LU pada triwulan II 2024 tumbuh positif. LU
Akomodasi dan Makan Minum serta LU Transportasi dan pergudangan tumbuh tinggi seiring
dengan peningkatan mobilitas masyarakat sejalan dengan aktivitas selama libur hari besar
keagamaan dan libur sekolah. LU Industri Pengolahan sebagai kontributor utama
pertumbuhan juga tumbuh baik seiring permintaan domestic dan global yang terjaga. Secara
spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2024 secara tahunan di sebagian wilayah.
Pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti
Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Kalimantan, Jawa dan Sumatera.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk III - 2
Page 28
Figur 3.3 Pertumbuhan & Kontribusi PDRB Menurut Pulau Triwulan II-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Secara spasial, struktur perekonomian Indonesia pada triwulan II-2024 masih disumbangkan
oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dengan peranan terhadap PDB sebesar 57,04 persen;
diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,08 persen; Pulau Kalimantan sebesar 8,18 persen; Pulau
Sulawesi sebesar 7,16 persen; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,84 persen; serta
Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,70 persen. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 dibanding
triwulan II-2023 (y-on-y) tercatat mengalami pertumbuhan pada semua provinsi, dimana
kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,45
persen; disusul Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6,84 persen; Pulau Sulawesi sebesar
6,07 persen; serta Pulau Kalimantan sebesar 5,22 persen. Kelompok provinsi di Pulau Jawa
serta Pulau Sumatra mengalami perlambatan pertumbuhan (y-on-y) masing-masing sebesar
4,92 persen dan 4,48 persen.
3.1.2 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Neraca pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal.
Difisit transaksi berjalan triwulan II 2024 diprakirakan rendah ditopang oleh berlanjutnya
surplus neraca perdagangan yang sampai dengan Mei 2024 tercatat sebesar 5,6 miliar dolar
AS. Aliran masuk modal asing dalam bentuk protofolio pada triwulan II 2024 (hingga 14 juni
2024) mencatat net inflows sebesar 4,0 miliar dolar AS, di tengah masih tingginya
ketidakpastian pasar keuangan pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa Indonesia
akhir Mei 2024 meningkat sebesar 139,0 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,3
bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta
berada diatas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Secara keseluruhan,
NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran deficit rendah
sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk III - 3
Page 29
Figur 3.4 Perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia
Dalam miliar USD
Sumber: Bank Indonesia.
3.1.3 Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar dolar AS pada Juni 2024 (hingga 19 Juni 2024) terjaga, meski sempat tertekan
0,70% (ptp), setelah pada Mei 2024 menguat 0,06% (ptp) dibandingkan dengan nilai tukas
akhir bulan sebelumnya. Nilai tukar Rupiah melemah dipengaruhi oleh dampak tingginya
ketidakpastian pasar global, terutama berkaitan dengan ketidakpastian arah penurunan FFR,
penguatan mata uang Dolar AS secara luas dan masinh tingginya ketegangan geopolitik.
Perkembangan nilai tukar Rupiah melemah 5,92% dari level akhir desember 2023, lebih
rendah dibandingkan dengan pelemahan Won Korea, Bath Thailand, Peso Meksiko, Real
Brazil, dan Yen Jepang masing-masing sebesar 6,78%, 6,92%, 7,89%, 10,63%, dan
10,78%.
Figur 3.5 Nilai Tukar 2024 VS 2023
Sumber: Reuters dan Bloomberg. Data s.d 19 Juni 2024
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk III - 4
Page 30
Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan akan bergerak stabil sesuai dengan komitmen
Bank Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah, serta didukung oleh aliran
masuk modal asing, menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang tetap baik. Bank Indonesia terus mengoptimalkan seluruh instrumen
moneter termasuk peningkatan intervensi di pasar valas serta penguatan strategi operasi
moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI.
3.1.4 Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2024 tercatat sebesar 2,84% (yoy), lebih rendah
dari inflasi pada April 2024 sebesar 3,00% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi
inti dan inflasi administered prices (AP) yang rendah masing-masing sebesar 1,93% (yoy)
dab 1,52% (yoy). Sementara itu, inflasi volatile food (VF) menurun dari 9,63% (yoy)
menjadi sebesar 8,14% (yoy) sejalan dengan meningkatnya produksi komoditas pangan
dipengaruhi masih berlangsungnya musim panen, serta erat sinergi pengendalian inflasi oleh
Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini
inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring
ekspetasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang besar dan
dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan kebijakan
stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia.
Figur 3.7 Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), diolah BI (Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024)
Inflasi VF diprakirakan menurun didukung oleh sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID
melalui GNPIP di berbagai daerah. Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan moneter
pro-stability dan meningkatnya sinergi kebijakan dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah)
sehingga inflasi terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada tahun 2024-2025
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk III - 5
Page 31
Figur 3.8 Inflasi Daerah
%, Avg yoy
Sumber: BI, Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024
3.1.5 Suku Bunga
Suku bunga perbankan tetap terjaga dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai
sejalan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia serta dampak kebijakan transparansi SBDK
yang meningkatkan efisiensi suku bunga perbankan. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku
bunga kredit pada Mei 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,61% dan 9,26%, relatif stabil
dibandingkan dengan perkembangan sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil SBN tenor 2
dan 10 tahun per 19 Juni 2024 tercatat sebesar 6,70% dan 7,13% relatif meningkat,
khususnya pada tenor 10 tahun, sebesar 22 bps dibandingkan dengan akhir Mei 2024
sejalan dengan yield US Treasury dan premi risiko pasar keuangan global yang masih tinggi
Figur 3.9 Suku Bunga Perbankan
Sumber: BI, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan I 2024
3.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Makro Indonesia
Dengan memperhatikan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh, maka
rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek makro layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk III - 6
Page 32
BAB IV
ASPEK PASAR
4.1 Industri Teknologi Informasi di Indonesia
Industri teknologi informasi menjadi salah satu industri yang berkembang pesat mengingat
derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang meningkat dari hari ke hari.
Industri teknologi informasi dan komunikasi juga mempunyai peluang untuk
memperkenalkan produk industri teknologi informasi dan komunikasi Indonesia ke dunia.
Taiwan, terutama Taipei secara khusus telah memiliki ekosistem industri TIK yang sangat
kuat dan terdepan dalam inovasi teknologi melalui keikutsertaan di ajang InnoVEX 2024.
Pameran ini fokus menampilkan perusahaan rintisan ( startup), khususnya di bidang
kecerdasan buatan (artificial interlligence), teknologi ramah lingkungan (green technology),
mobilitas pintar, dan aplikasi semikonduktor.
Ke depan, Kemenperin mendorong industri teknologi informasi dalam negeri agar dapat
menghasilkan produk/jasa. Guna mencapai sasaran tersebut, beberapa langkah yang perlu
dijalankan, antara lain pemberian insentif kepada pelaku usaha padat karya berupa
infrasturktur industri, melakukan kolaborasi dengan kementerian komunikasi dan informatika
dalam optimalisasi bandwidth.
4.2 Kondisi Pasar Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
4.2.1 Pangsa Pasar, Potensi Pasar, Sasaran, dan Potensi Nilai Pasar
Perseroan didirikan pada tahun 2002, bergerak dalam penyediaan solusi pengiriman
pesan kelas dunia dan distribusi digital untuk semua industri. Perseroan
berpengalaman selama 20 tahun fokus pada messaging solution dan application
development. Setiap bulan nya Perseroan mengelola lebih dari 90 juta volume
messaging service. Lengkap dengan beragam solusi seperti Omni Channel, teknologi
AI, Chatbot, Message Re-route, Chat Commerce, Sales Interactive Messaging,
integrase aplikasi pihak ketiga – Interoperability, dan First-class Customer Service
24x7, sebagai bagian world est standard bagi klien-klien perseroan.
Seiring semakin berkembangnya industri teknologi dalam negeri, kebutuhan atas
penggunaan internet dan transaksi online dan meningkatkan kepuasan pelanggan ke
depannya. Saat ini, layanan telekomunikasi khususnya bisnis short message
service/SMS A2P - Application to Person Messaging di Indonesia masih relatif sedikit
dibandingkan negara-negara lain. Hal ini menjadikan sebuah potensi dan pangsa
pasar yang menjanjikan bagi Perseroan sehingga Perseroan dapat membuka pangsa
pasar, potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar yang lebih besar untuk
pelanggan layanan telekomunikasi.
Salah satu pangsa pasar Perseroan adalah mitra corporate dan perbankan, sebagai
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV - 1
Page 33
instansi yang diwajibkan untuk menggunakan produk dalam negeri sesuai dengan
peraturan tersebut di atas. Pengalaman dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh
Perseroan, tergambar dengan jumlah klien yang lebih daari 500 perusahaan, meliputi
bidang-bidang seperti Telekomunikasi, Layanan Finansial (Perbankan, Asuransi, Multi
Finance, Fin-Tech), Distribusi Ritel, Barang Konsumsi, Perdaganan Elektronik, Travel
Service, Perhotelan, Pemerintahan, Logistik, serta Otomotif.
Perseroan membuktikan komitmennya sebagai perusahaan berstandar internasional
dengan didukung dua sertifikasi ISO yaitu ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu
dan ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Selain itu, dengan adanya perubahan kegiatan usaha ini membuat Perseroan bisa
memberikan nilai tambah dalam layanan yang dijual, sehingga potensi nilai pasar
dari layanan menjadi lebih tinggi dan pada akhirnya akan memberikan keuntungan
lebih bagi Perseroan. Kemudian, jangkauan konsumen akan menjadi luas karena
layanan yang ditawarkan semakin efisien. Perseroan juga menyasar eksisting
customer yang nantinya diharapkan dapat menambah jumlah customer Perseroan
4.2.2 Kesinambungan (Sustainability)
Perseroan menyadari bahwa mengintegrasikan aspek-aspek keberlanjutan ke dalam
seluruh proses bisnis yang akan dijalankan perseroan dari adanya perubahan
kegiatan usaha ini merupakan proses yang panjang dan memerlukan partisipasi
semua pihak. Perseroan memaknai arti keberlanjutan dengan terus memaksimalkan
dan memenuhi kebutuhan akan layanan telekomunikasi, khususnya di Indonesia.
dengan strategi keberlanjutan (sustainability strategy) Perseroan berupaya untuk
menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang dengan menerapkan strategi
keberlanjutan yang berfokus pada inisiatif strategis di bidang operasional maupun
pengelolaan organisasi sehingga Perseroan mampu memberi manfaat terbaik bagi
kesejahteraan sosial masyarakat serta berpatisipasi pada upaya menjaga kelestarian
beberapa aspek yaitu aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek lingkungan.
Pelaksanaan program Perseroan tersebut berpedoman pada:
1. Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
2. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
3. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
4. Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan Perseroan Terbatas;
5. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
Keuangan Bekelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan
Publik;
6. Pedoman CSR Bidang Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup; dan
7. ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001 untuk Sistem
Manajemen Keamanan Informasi.
Perseroan berkomitmen untuk menerapkan strategi keberlanjutan ( sustainability
strategy) yang sesuai dengan Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan, serta senantiasa
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV - 2
Page 34
melakukan proses adaptasi dan komunikasi yang aktif dalam meningkatkan dan
mengembangkan aspek keberlanjutan, terutama dalam proses produksi yang baik
dan bertanggung jawab, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pemenuhan
peraturan dan perundang-undangan, serta pelaksanaan praktik tanggung jawab
sosial dan lingkungan yang konsisten melalui kesadaran penuh dari seluruh insan
perusahaan.
Dengan adanya perubahan kegiatan usaha serta adanya penerapan keberlanjutan
yang merupakan sebuah proses yang baru bagi Perseroan, Perseroan harus terus
melakukan penelaahaan, perumusan yang tepat, serta melaksanakan peningkatan
dan pengembangan terkait keberlanjutan secara konsisten. Adapun strategi yang
Perseroan lakukan untuk mengelola tantangan tersebut adalah melakukan
pengkajian terkait keberlanjutan secara intensif, menelaah dan mematuhi peraturan
terkait keberlanjutan dengan baik, serta melakukan adaptasi dan pengkajian terkait
penerapan keberlanjutan pada industri sejenis.
4.2.3 Tantangan dan Peluang Perubahan Kegiatan Usaha
Dalam perubahan kegiatan usaha, Perseroan menghadapi tantangan yang mencakup
permasalahan operasional serta kondisi eksternal. Pada kegiatan operasional,
Perseroan perlu terus menerus berinovasi menciptakan produk atau layanan yang
baru. Upaya yang telah dilakukan Perseroan dalam menghadapi permasalahan
tersebut, yakni dengan beradaptasi pada perubahan melalui peningkatan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggul baik secara soft skill maupun hard
skill, serta melakukan riset dan inovasi.
Perseroan juga menghadapi tantangan dari sisi eksternal, seperti jika terdapat
gejolak perekonomian global, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak
pada sektor usaha, ditambah dengan adanya perubahan peraturan ataupun
kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal tersebut akan
berdampak pada penerapan keberlanjutan. Untuk mengelola tantangan ini,
manajemen Perseroan ataupun pihak yang terkait senantiasa mengikuti
perkembangan peraturan dan menyesuaikannya dengan kondisi bisnis perusahaan,
serta terus-menerus memperbarui informasi terkait perubahan peraturan yang dapat
terjadi sewaktu-waktu.
Meski demikian, dibalik sejumlah tantangan tersebut Perseroan juga memiliki
peluang, terutama dengan dilakukannya perubahan kegiatan usaha ini karena
adanya sinergi dengan bisnis yang eksisting yang mana dengan memperluas layanan
yang ditawarkan Perseroan menjadi nilai tambah. Perseroan memiliki kesempatan
untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar.
4.2.4 Jalur Distribusi Perseroan dan Rencana Area Penjualan
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana melayani kegiatan
usaha jasa jual kembali jasa telekomunikasi pada seluruh area di Indonesia. Adapun
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV - 3
Page 35
klien Perseroan yang sudah bekerja sama dengan Perseroan, sebagai berikut:
1. PT Bank Syariah Indonesia Tbk
2. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
3. PT Bank Rakyat Indonesia
4. PT Bank UOB Indonesia
5. Pt Bank CIMB Niaga Tbk
6. PT Matahari Department Store Tbk
7. PT Infinitium Solutions
8. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
9. PT Indodax Nasional Indonesia
10. PT Pertamina (Persero)
11. PT Bank Mega Tbk
4.2.5 Strategi Pemasaran
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, dalam rangka
pengembangan kegiatan usaha ini, Perseroan berencana melakukan berinovasi
mengambangkan solusi digital dan messaging sesuai dengan tren permintaan pasar,
membangun jaringan kemitraan yang kuat di seluruh Indonesia, Perseroan terus
menggarap pasar korporasi yang masih sangat luas dalam hal layanan solusi digital
dan messaging yang masih belum tergarap oleh Perseroan saat ini, sehingga perlu
melakukan sharing product knowledge baik secara online maupun offline. Jaringan
kemitraan ini dilakukan sebagai strategi untuk mengembangkan bisnisnya dengan
cepat dan besar lagi. Selain itu, strategi ini juga nantinya akan membantu Perseroan
untuk memasarkan solusi-solusi yang Perseroan miliki dan juga membantu proses
akuisisi target market dari Perseroan.
4.2.6 Rencana Harga Jual
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen, rencana harga jual atau tarif
yang diberikan Perseroan adalah sebagai berikut:
Figur 4.1 Rencana Harga Jual Kegiatan Usaha
Tarif (Rates) Tanggal Berlaku
No Layanan SMS Broadcast
(Rp/SMS) (Effective Date)
1 Tarif Flat Operator Telkomsel 500,- 1 Februari 2023
2 Tarif Flat Operator Indosat 500,- 1 Januari 2023
3 Tarif Flat Operator XL 480,- 16 Januari 2023
4 Tarif Flat Operator XL 530,- 25 Maret 2023
5 Tarif Flat Operator Hutch 550,- Existing
6 Tarif Flat Operator Smartfren 510,- Existing
Sumber: Manajemen
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV - 4
Page 36
4.2.7 Pesaing Usaha
Persaingan dalam usaha tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Berdasarkan
informasi yang diperoleh dari Manajemen, berikut adalah kompetitor Perseroan pada
Industri teknologi informasi yang tumbuh dan berkembang di beberapa wilayah:
Figur 4.2 Daftar Pesaing Perseroan
No Perusahaan Pesaing Lokasi Produk
1 PT Digital Teknologi Terbaik Bekasi Messaging Service SMS
2 PT Nadyne Media Tama Jakarta Messaging Service SMS
3 PT Sprint Asia Technology Jakarta Messaging Service SMS
4 PT Integra Mitra Sejati Jakarta Messaging Service SMS
Messaging Service WhatsApp
5 PT YesBoss Group Indonesia Jakarta
Business API
PT Solusi Pembayaran Messaging Service WhatsApp
6 Tangerang
Elektronik Business API
Jakarta, Surabaya,
Messaging Service WhatsApp
7 PT Mid Solusi Nusantara Bandung, dan
Business API
Medan
Messaging Service WhatsApp
8 PT Kokatto Teknologi Global Jakarta
Business API
Messaging Service WhatsApp
9 PT infomedia Nusantara Jakarta
Business API
Messaging Service WhatsApp
10 PT Invonesia Solusi Data Jakarta
Business API
Sumber: Manajemen
Adapun upaya Perseroan dalam menghadapi persaingan yaitu melakukan penetrasi
ke pasar dengan menawarkan harga jual/tarif yang bersaing dengan kompetitor.
4.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar
Dengan memperhatikan perkembangan usaha dan potensi pasar, maka rencana perubahan
kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk IV - 5
Page 37
BAB V
ASPEK TEKNIS
5.1 Bisnis Perseroan
PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (“Perseroan”) dikenal sebagai Jatis Mobile adalah
perusahaan teknologi di bawah Indivara Group, salah satu perusahaan IT tersebar di
kawasan Asia Tenggara yang berfokus pada bisnis konsultasi, pengembangan perangkat
lunak, dan platform. Sampai saat ini kegiatan utama Perseroan yaitu menjual jasa pada
segmen bisnis Enterprise Business, AI (Artificial Intelligence), dan Small Medium Business.
Adapun produk dari segmen usaha Perseroan antara lain:
• Produk Enterprise Business Solution yaitu Whatsapp business playform, SMS Broadcast,
Email Marketing, AI and Omnichannel, Apps Development, CPRO, Jessie, dan Mobile
Advertising.
• Produk AI (Artificial Intelligence) yaitu ngobrol.ai dan Coster Omnichannel
• Produk Small Medium Business yaitu BerandaToko
Figur 5.1 Jenis Produk Perseroan
Sumber: Manajemen
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-1
Page 38
5.2 Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
Sejak tahun 2003, Perseroan mengawali kegiatan bisnisnya sebagai perusahaan teknologi.
Perseroan resmi mencatatkan saham perdana pada Mei 2023 dengan kode emiten JATI.
Perseroan mengembangkan bisnisnya secara fokus kepada segmen bisnis yaitu Enterprise
Business, AI (Artificial Intelligence), dan Small Medium Business.
Seiring berkembangnya usaha dan semakin meningkatnya kebutuhan teknologi, Perseroan
terus berinovasi dengan melakukan perubahan kegiatan usaha baru dalam bidang aktivitas
jasa jual kembali jasa telekomunikasi guna meningkatkan kinerja Perseroan dalam
menjalankan usahanya dengan cakupan bisnis yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan
optimalisasi pendapatan Perseroan.
Melalui perubahan KBLI ini, Perseroan berharap dapat mengoptimalkan potensi dan
kesempatan yang ada, serta meningkatkan kinerja dan profitabilitas Perseroan di masa
mendatang. Keuntungan yang diperoleh Perseroan dari perubahan KBLI diharapkan dapat
mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan, serta memberikan nilai tambah bagi
Perseroan dan pemegang saham.
Rencana pengembangan kegiatan usaha ini mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI) 2020. Adapun produk baru yang akan dikembangkan tersebut yaitu:
Figur 5.2 Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
No Keterangan KBLI
KBLI 61994, Kelompok ini mencakup usaha
penyelenggaraan jasa jual kembali jasa telekomunikasi,
Aktivitas Jasa Jual
seperti warung telepon (wartel) yang menyediakan jasa
1 Kembali Jasa
telepon, faksimili, teleks, dan telegraf, jasa jual kembali
Telekomunikasi
akses internet seperti Warung Internet/Internet Café, dan
jasa jual kembali jasa telekomunikasi lainnya.
Sumber: Manajemen
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-2
Page 39
Figur 5.3 Rincian Perubahan Kegiatan Usaha
No Keterangan Uraian
Logo & Merek
1
“Jatis Mobile” merupakan sebuah merek dagang dari Perseroan yang
sudah terdaftar dan memiliki sertifikat merek. Pemakaian merek ini
bertujuan untuk mengingatkan konsumen dengan produk atau layanan
eksisting Perseroan.
Pihak yang akan
2 melakukan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
kegiatan produksi
3 Biaya yang Biaya Investasi dengan Perubahan Kegiatan Usaha:
dibutuhkan
Total Investment
No. Item
(Rp)
1 SOFTWARE 5.810.456.603
TOTAL BIAYA INVESTASI 5.810.456.603
4 Pendapatan yang Proyeksi Penjualan Perubahan Kegiatan Usaha
akan diperoleh
PROJECTION
KETERANGAN Jul - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN USAHA ############# ############# ############# ############# ############# #############
Jasa pengiriman pesan singkat 219.834.663.952 464.308.473.591 529.725.825.421 604.359.959.118 689.509.445.561 786.655.813.883
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-3
Page 40
5 Alur Proses Bisnis Alur Proses Bisnis
Sumber: Manajemen
5.2.1 Kapasitas
Dalam menjalankan bisnisnya, Perseroan bergerak dalam bidang jasa teknologi,
kemudian perubahan kegiatan usaha ini adalah jasa jual kembali jasa
telekomunikasi, di mana bukan termasuk dalam industri manufaktur sehingga tidak
relevan.
5.2.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Bahan Baku Mentah, Pekerja, dan Tenaga Ahli Profesional
Sehubungan dengan perubahan kegiatan usaha Perseroan yaitu jasa jual kembali
jasa telekomunikasi, maka tidak memerlukan adanya bahan baku mentah agar bisa
berjalan.
Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perseroan
selalu memilih tenaga kerja dengan kualitas yang baik. Perseroan memandang
sumber daya manusia yang kompeten dan profesional merupakan aset utama dalam
mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara berkesinambungan.
Oleh karena itu, Perseroan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja
yang unggul, berkompetensi tinggi, dan berkualitas. Dalam merekrut sumber daya
manusia, Perseroan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan operasional Perseroan
dari tahun ke tahun. Perseroan juga senantiasa menyediakan program pelatihan dan
pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perseroan termasuk
sertifikasi yang sesuai bagi masing-masing unit kerja.
Berdasarkan informasi dari Manajemen, sehubungan dengan perubahan kegiatan
usaha, Perseroan telah memiliki tenaga kerja yang kompeten di bidangnya terkait
dengan kegiatan usaha tersebut, sehingga Perseroan belum berencana untuk
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-4
Page 41
menambah tenaga kerja. Perseroan juga telah memiliki tenaga ahli yang kompeten
di bidangnya, yaitu sebagai berikut:
Figur 5.3 Tenaga Ahli Perubahan Kegiatan Usaha
5.2.3 Alur Proses Bisnis
Perseroan memasarkan produk/layanan lainnya kepada klien melalui direct sales,
kemitraan usaha, sosial media marketing dan event marketing. Melalui aktivitas-
aktivitas ini, diharapkan kepercayaan pelaku bisnis terhadap produk/layanan yang
ditawarkan Perseroan dapat menigkat. Adapun alur proses bisnis Perseroan adalah
sebagai berikut:
Figur 5.4 Alur Proses Bisnis
Sumber: Manajemen
5.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis
Dengan memperhatikan alur proses bisnis dan ketersediaan sumber daya, maka rencana
perubahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk V-5
Page 42
BAB VI
ASPEK POLA BISNIS
6.1 Pola Bisnis Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan
6.1.1 Kemampuan Menciptakan Nilai
Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai dari kegiatan usahanya dapat
diukur melalui pelayanan yang diberikan kepada konsumen, yaitu dengan
menghadirkan produk-produk berkualitas yang aman dan nyaman digunakan sehari-
hari. Perseroan sudah mendapatkan sertifikat ISO 27001 - Information Security
Management System for The Provision of Messaging Solution, Mobile Applicatiion, IT
Solution and Omnichannel dan ISO 9001 - Provision of Digital Communication,
Mobile Application and IT Solution yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi Bureau
Veritas dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk dan layanan yang diberikan.
Dengan keunggulan kompetitif yang telah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
nilai yang diantaranya:
- Pengembangan kegiatan usaha baru
- Menambah sumber pendapatan baru
Kedua hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
Perseroan.
6.1.2 Keunggulan Kompetitif
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan merupakan perusahaan publik
yang telah berdiri cukup lama dan berpengalaman dibidang industri jasa teknologi
informasi. Langkah yang diambil oleh Perseroan sebagai strategi yang dapat
membuat produk menjadi unggul yakni dengan positioning merek dagang
“Jatis Mobile” dipasar industri sejenis. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang
telah dirintis lebih dari satu dekade, Perseroan berkeyakinan bahwa dengan merek
dagang yang telah terbentuk dapat dijadikan keunggulan Perseroan dalam bersaing
di industri sejenis. “Jatis Mobile” sudah memiliki sertifikat HAKI dengan nomor
pendaftaran IDM000429626 yang berlaku selama 10 (sepuluh) tahun sampai dengan
tanggal 12 Mei 2031
Selain itu, Perseroan telah memiliki sertifikasi ISO 27001 dan ISO 9001 dengan
tujuan untuk menjaga kualitas produk dan layanan yang diberikan. Hal tersebut
merupakan suatu keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan dalam menjalankan
kegiatan usahanya. Perseroan juga memiliki jaringan pemasaran yang cukup besar
di seluruh Indonesia, hal ini merupakan suatu peluang dan keunggulan kompetitif
yang dimiliki oleh Perseroan dalam menjalankan perubahan kegiatan usaha baru.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VI - 1
Page 43
6.1.3 Kemampuan Pesaing Dalam Meniru Produk
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, Perseroan menyadari adanya
persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang teknologi informasi
ini. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha
serupa dengan Perseroan. Seiring dengan persaingan usaha tersebut yang mungkin
terjadi, Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai pengembangan strategi
pada setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya saing dengan
perusahaan lain yang sejenis. Selain itu, Perseroan akan senantiasa memberikan
pelayanan yang terbaik untuk mencapai kepuasan para pelanggannya.
6.1.4 Analisis SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor
internal yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang
mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat disusun suatu
strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor
internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan ( strength and weakness)
sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman ( opportunity and
threat). Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah melakukan perubahan
kegiatan usaha baru:
Strength
• Perseroan memiliki keahlian di bidang mobile solutions, sehingga menyediakan
layanan yang beragam
• Perseroan telah memiliki berbagai sertifikasi dalam menjalankan kegiatan
usahanya
Weakness
Perseroan masih kurang melakukan ekspansi ke pasar internasional, sehingga bisa
menghambat pertumbuhan jangka panjang
Opportunity
• pertumbuhan teknologi mobile yang semakin meningkat
• peningkatan digitalisasi di berbagai sektor
Threat
• Persaingan yang ketat di industri sejenis
• Serangan siber yang semakin tinggi
• Regulasi pemerintah terakit teknologi dan keaman dapat berubah
6.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis
Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan, maka rencana
perubahan kegiatan usaha Perseroan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VI - 2
Page 44
BAB VII
ASPEK MODEL MANAJEMEN
7.1 Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen
Sumber daya manusia merupakan hal yang vital bagi Perseroan untuk mencapai
keberhasilan pada setiap kegiatan usahanya. Perseroan menempatkan pengembangan
sumber daya manusia sebagai bagian yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan
perseroan. Khususnya di industri yang digital, kualitas sumber daya manusia krusial untuk
memenangkan persaingan, sehingga manajemen menaruh perhatian besar terhadap sumber
daya manusia dengan memberikan perlatihan dasar mencakup keahlian individu hingga kerja
sama tim.
Perseroan juga menunjang sumber daya manusia dengan memenuhi peraturan-peraturan
terkait yang berlaku seperti pemberian gaji yang sesuai Upah Minimum Regional, Biaya
Pengobatan serta Jaminan Sosial Tenaga Kerja hingga mengembangkan kemampuan
sumber daya manusia dengan pelatihan
Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan
dilakukan, maka PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk harus mampu menyediakan sumber
daya manusia yang berkompeten dan berkualitas.
Berikut susunan pengurus PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk:
Figur 7.1 Susunan Manajemen Perseroan
Sumber: Manajemen
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII - 1
Page 45
Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya
atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
7.2 Ketersediaan Tenaga Kerja
Berdasarkan informasi dari manajemen, tidak ada penambahan tenaga kerja untuk
penambahan kegiatan usaha baru, saat ini Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja
sebagai berikut:
Figur 7.2 Jumlah Tenaga Kerja
Kategori Jumlah Orang Karyawan
Delivery Team 149
1 Core Enterprise 1 23
2 Data Werahouse Engineering 14
3 Core Enterprise 2 11
4 Artificial Intellegence 10
5 Commerce 13
6 Omni Chanel 13
7 Data Center 14
8 System 13
9 Software Quality Assurance 23
10 PMO (Project Management Office) 8
11 Telco-Online Operation 7
Produk Dev. & Intergrated Marketing Team 11
Business Development Team 18
Presales Team 5
1 Presales 5
Functional Support Operation Team 38
1 Finance & Accounting 14
2 Contact Center & Customer Solution 10
3 HR & GA 6
4 Legal 3
5 Internal Audit 1
6 Corporate Secretary 1
7 Support - Courier 3
Small Medium Business - Sales 1
Small Medium Business - Operation 1
Leadership Team/ManComm 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII - 2
Page 46
1 Committee Audit 2
2 Commissioner 1
3 President Director & CEO 1
4 Vice President Director & Deputy CEO 1
5 Information & Technology Director (CIO) 1
6 Chief Finance & Functional Support Director (CFO) 1
7 Chief Commercial Officer (CCO) 1
8 Vice President/General Manager 8
9 Leadership Team (Dept. Head & Group Head) 30
Total 269
Sumber: Manajemen
Adapun tanggung jawab pada setiap posisi/jabatan tenaga kerja dalam Perseroan adalah
sebagai berikut:
1. Telco Online, Melakukan fungsi operasional perusahaan khususnya berkaitan dengan
Telco Product Operation, agar berjalan efektif dan efisien.
2. System, Bertanggung jawab sebagai System Admin dan Automate Engineer
3. GM IT Operation, Memimpin dan mengelola aktivitas operasional IT sehari-hari di
lingkungan perusahaan dan memastikan semua standar dijalankan dengan baik.
4. Accounting, Bertanggung jawab dalam merencanakan, mengarahkan, memonitor dan
mengevaluasi sistem kerja akunting untuk pengelolaan data keuangan dan neraca Rugi -
Laba perusahaan
5. HR Admin, Bertanggung jawab terhadap proses administrasi karyawan.
6. Legal Officer, Membuat dan menyiapkan dokumen legal untuk kepentingan
administrasi dan project.
7. Staff GA, Mendukung seluruh aktivitas operasional kantor dan melakukan pemeliharaan
asset fisik kantor.
8. Staff Presales, Sebagai technical consultant suatu project, Menentukan basic price
suatu project
9. PMO Admin, Mengatur perencanaan dan pelaksanaan project.
10. Staff Quality, Bertanggung jawab secara penuh atas semua pekerjaan QA
11. Finance, Bertanggung jawab dalam merencanakan, mengarahkan, memonitor dan
mengevaluasi sistem kerja akunting untuk pengelolaan data keuangan dan neraca Rugi -
Laba perusahaan
12. Customer Service, Melayani kebutuhan (permintaan, complain/permasalahan) Klien
yang diterima melalui Phone dan Email dan menanganinya dengan memberikan
pelayanan yang baik dan memuaskan Klien.
7.3 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan
gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki
untuk jangka waktu tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII - 3
Page 47
sumber daya manusia diharapkan akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya
bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pekerjaan.
Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
kompetensi teknis yang diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perseroan
sudah memiliki sertifikat merek PT Informasi Teknologi Indonesia “Jatis Mobile” yang
beralamat di Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Kel. Mampang
Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut,
perlindungan atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak
tanggal penerimaan dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.
7.4 Manajemen Risiko
Manajemen risiko dalam Perseroan sangat penting untuk memastikan perusahaan dapat
mengatasi risiko-risiko yang berkaitan dengan kegiatan bisnis mereka Perseroan menerapkan
sistem manajemen risiko yang memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi, mengantisiasi,
serta merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk setiap risiko yang dihadapi
oleh Perseroan dalam menjalankan usahanya. Beberapa riisko yang mungkin dihadapi oleh
perusahaan teknologi termasuk riisko keamanan informasi, risiko kegagalan teknologi, risiko
komplikasi regulasi, dan riisko pasar.
Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan Perseroan dalam mengelola risiko-risiko yang
timbul dalam kegiatan usaha Perseroan:
1. Risiko Teknologi Informasi
Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko Teknologi Informasi adalah dengan
memperkuat dan memperbaharui secara berkala infrastruktur teknologi perseroan,
merupakan komitmen Perseroan dalam memaksimalkan kinerja infrastruktur teknologi.
Perseroan juga memandang bahwa perlunya melakukan riset dan development untuk
mengantisipasi kebutuhan klien Perseroan dan trend pasar serta kebutuhan di berbagai
industri.
2. Risiko Persaingan Usaha
Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko persaingan usaha adalah dengan
meningkatkan kualitas produk dan layanan dari perseroan serta dengan selalu konsisten
mengeluarkan produk yang dapat mengikuti trend perkembangan teknologi di pasar dan
kebutuhan klien perseroan.
3. Risiko Sumber Daya Manusia
Dalam meminimalisir Risiko Sumber Daya Manusia, Perseroan menciptakan suasana
kerja yang nyaman bagi seluruh karyawan di setiap level dengan membangun budaya
kerja sesuai dengan filosofi Peseroan yaitu SPORTIF. Pengertian dari filosofi tersebut
adalah S : Smart, P : Professional, O : Organization of Learning, R : Result Oriented, T :
Team Work, I : Integrity, F : Fun & Openness.
4. Risiko Keamanan Informasi
Seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi perseroan telah melakukan mitigasi
dengan terus meningkatkan keamanan pada sistem informasi, meningkatkan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII - 4
Page 48
perlindungan data, meningkatkan edukasi keamanan siber sumber daya manusia (SDM),
dan adopsi teknologi terkini. Perseroan mengambil sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001.
5. Risiko Reputasi
Perseroan melakukan survei kepuasan pelanggan dan melakukan peningkatan layanan
sesuai hasil survei. Perseroan juga membangun komunikasi-komunikasi yang positif
secara terus menerus untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi terhadap layanan
yang diberikan.
6. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro atau Global
Apabila terjadi penurunan permintaan akibat kondisi perekonomian makro atau global,
Perseroan akan senantiasa berupaya melakukan pengelolaan keuangan yang efisien dan
efektif serta secara disiplin menjalankan operasi sesuai dengan Standar Opersaional
Prosedur. Perseroan juga melakukan pemberdayaan yang optimal terhadap masing-
masing sumber daya sesuai kemampuan serta kapasitasnya.
7. Risiko atas Kebijakan atau Peraturan Pemerintah Terkait Bidang Usaha
Perseroan
Dalam hal Kebijakan terhadap Peraturan Pemerintah Perseroan tunduk pada Kebijakan
pemerintah dan senantiasa melakukan komunikasi kepada seluruh stake holder
Perseroan sehubungan dengan terjadinya perubahan terhadap Kebijakan pemerintah
tersebut. Perseroan juga melakukan komunikasi sejak awal kepada Pengguna Layanan,
terkait Kebijakan pemerintah agar Pengguna Layanan mengikuti dan mematuhi
Kebijakan tersebut.
8. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
Perseroan mencantumkan ketentuan-ketentuan mengenai hak dan kewajiban secara
detail serta ketentuan tentang cara penyelesaian jika terjadi perselisihan dalam
perjanjian dengan mengutamakan memilih arbitrase dan alternatif penyelesaian
sengketa lainnya sebagai tempat penyelesaian sengketa.
9. Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing
Dalam mengantisipasi Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing, Perseroan di dalam setiap
Kontrak Kerjasama mengatur agar setiap pembayaran dilakukan dengan mata uang
Rupiah.
10. Risiko Peraturan Internasional
Perseroan mengatasi risiko ini dengan cara mengikutsertakan pihak konsultan hukum
independen yang mempunyai afiliasi dan memiliki pengetahuan hukum terkait sistem
dan substansi hukum negara dimana Perseroan menjalankan kegiatan usahanya.
7.5 Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan struktur organisasi, jumlah karyawan, dan manajemen risiko Perseroan, maka
secara umum hal tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam
rencana penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan secara pola bisnis layak
untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VII - 5
Page 49
BAB VIII
ASPEK KEUANGAN
8.1 Rencana Perseroan
PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan yang menawarkan jasa
konsultasi teknologi informasi serta pengembangan sistem telekomunikasi, perbankan,
asuransi, e-commerce, fintech, reseller, consumer goods, retail dan transportasi. Perseroan
juga memiliki produk aplikasi innovative platform yang diperkaya dengan fungsi PPOB
(Payment Point Online Banking) yang merupakan suatu mekanisme tagihan pembayaran
yang bekerja sama dengan perbankan yang terkoneksi secara online real time sehingga
rekonsiliasi data terjadi sangat cepat dengan akurasi data yang sangat akurat. Saat ini,
Perseroan berencana untuk mengganti izin usaha terkait bisnis A2P SMS (Application-to-
Person SMS) dari KBLI 61922 (Jasa Komunikasi Data) menjadi KBLI 61994 (Jasa Jual Kembali
Jasa Telekomunikasi). Hal tersebut dilakukan berdasarkan arahan dari Menkominfo terkait
proses izin lanjutan.
8.2 Metodologi Analisa
Metodologi dilakukan dengan membandingkan keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh
dari rencana perubahan kegiatan usaha berupa penghematan biaya, peningkatan pendapatan
dari adanya sumber pendapatan yang baru melalui perbandingan dengan pengorbanan
ekonomis atas rencana perubahan kegiatan usaha berupa nominal investasi yang
dikeluarkan.
8.3 Cut Off Date dalam Analisa
Dalam melakukan analisa studi kelayakan perubahan kegiatan usaha Perseroan, kami
menggunakan cut off date 30 Juni 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan.
8.4 Arus Kas Bersih yang Digunakan
Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode
diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk didiskonto yaitu
dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas ( free cash flow to equity), dan AKB untuk kapital
(free cash flow to invested capital) atau AKB untuk perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam studi kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis kelayakan
adalah AKB untuk kapital. Pemilihan arus kas bersih untuk kapital yang digunakan sebagai
basis perhitungan kelayakan didasarkan pada kondisi proyeksi perusahaan yang
mencerminkan kondisi struktur kapital yang cukup volatile (yang terlihat dari pergerakan debt
yang berubah selama periode proyeksi).
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 1
Page 50
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan
operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk penggantian ( reserve for
replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan
pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut:
Laba (rugi) setelah pajak
+ Bunga setelah pajak
+ Penyusutan
– Capex
– Kenaikan (atau + penurunan) modal kerja bersih
= Arus kas bersih untuk kapital
8.5 Penetapan Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko
ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
k e = R f + ( RPm ) - RBDS
di mana:
Ke : Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
ekuitas/saham biasa
Rf : Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
β : Beta
RPm : Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
RBDS : Rating Based Default Spread
Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Rf)
Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah
tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). Sesuai dengan cut off date
studi kelayakan per 30 Juni 2024, tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan yaitu per
28 Juni 2024 yang merupakan obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor
30 tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) maka
yield SUN yang digunakan adalah 7,07%.
Equity Risk Premium (RPm)
Adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi
dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity risk premium adalah dengan memasukkan
premi untuk risiko spesifik Negara (country-specific risk premiums) seperti votalitas harga
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 2
Page 51
saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang ( emerging market).
Equity Risk Premium (Rpm) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per 1
Juli 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
sekitar 6,44%. Dengan Rating Based Default Spread sebesar 1,79%.
Beta (β)
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 0,61
yang diperoleh dari rata-rata perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam
bidang usaha Telecommunication Services untuk negara-negara berkembang yang kami
peroleh dari hasil riset Aswath Damodaran Januari 2024.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of equity Perseroan, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered
beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing
perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di
tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk
memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut dengan formula
sebagai berikut:
L= U (1 + (1 − T ) DER )
βL = 0,61 X (1+(1-22%) X 43,55%)
= 0,82
Di mana:
βL : Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh utang.
ΒU : Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh utang.
DER : Debt to Equity Ratio
T : Tax, Tingkat Pajak
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 3
Page 52
Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata
perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha
Telecommunication Services untuk negara-negara berkembang yang kami peroleh dari hasil
riset Aswath Damodaran yang dikeluarkan Januari 2024. Dari data tersebut nilai DER adalah
43,55%. Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 0,82.
Cost of Equity (Ke)
Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, di mana data
yang digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan
risiko, maka diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based
Default Spread dari Damodaran di mana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based
Default Spread sebesar 1,79%, sehingga biaya modal ekuitas Perseroan adalah sebagai
berikut:
Figur 8.1 Cost of Equity/Biaya Modal Ekuitas
URAIAN PERSENTASE
Tingkat Bunga Bebas Risiko 7,07%
Risk Premium 6,44%
Beta 0,82
RBDS 1,79%
Biaya Modal untuk Ekuitas 10,53%
Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC - Weighted Average Cost of Capital)
Dalam menghitung analisa studi kelayakan Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat
kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari penyertaan.
Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan
penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya
bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan
utang.
Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga
pinjaman investasi yang diberikan dari Bank Persero dalam mata uang Rupiah periode Juni
2024, yaitu 9,45%. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya modal pada
Juni 2024 sampai akhir proyeksi sebesar 7,39%, dengan tarif pajak (T) 22%, dengan
perhitungan sebagai berikut:
Kd : i*(1-T)
Kd : 9,47% x (1-22%)
Kd : 7,37%
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 4
Page 53
Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
kinerja perbandingan interest bearing debt dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur
permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur permodalan pasar dari hasil riset
Aswath Damodaran. Dengan demikian struktur utang sebesar 30%, sedangkan sisanya yaitu
sebesar 70% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor
di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat
diskonto sebesar 9,57% untuk Perseroan adalah wajar untuk mendiskonto arus kas bersih
dengan perhitungan sebagai berikut:
Figur 8.2 Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Keterangan Komposisi Biaya Modal Rata-rata
Utang 30,34% 7,37% 2,24%
Ekuitas 69,66% 10,53% 7,34%
WACC 9,57%
8.6 Proyeksi Keuangan
Perhitungan analisis keuangan dalam studi kelayakan dilakukan dengan metode diskonto arus
kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Kami
telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian
yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Analisa proyeksi disusun sampai 2029 dengan pertimbangan untuk melihat apakah rasio IRR,
NPV dan Payback Period masih dalam jangka waktu yang bankable (dibawah 6 tahun). Selain
itu, mengacu pada POJK 35 Pasal 87 dan SPI 330 Poin 5.28 disebutkan bahwa proyeksi
keuangan wajib disajikan minimal 5 tahun ke depan untuk perusahaan dengan asumsi going
concern.
Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan akuntansi.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 5
Page 54
8.6.1 Biaya Pendirian (Start up Costs)/Biaya Investasi
Berikut adalah rincian biaya investasi yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha Jasa Jual
Kembali Jasa Telekomunikasi (KBLI 61994):
Figur 8.3 Biaya Investasi Kegiatan Usaha Jasa Jual Kembali Jasa Telekomunikasi
Total Investment
No. Item
(Rp)
1 SOFTWARE 5.810.456.603
TOTAL BIAYA INVESTASI 5.810.456.603
Sumber: Manajemen
8.6.2 Modal kerja
Modal kerja adalah ukuran likuiditas suatu perusahaan, termasuk efisiensi operasional dan
kesehatan keuangan dalam jangka pendek yang merujuk pada perbedaan aset lancar
perusahaan dan kewajiban yang ditanggung dalam periode berjalan. Modal Kerja Bersih/Net
Working Capital (NWC) adalah selisih jumlah aset lancar/current assets (CA) dikurangi
liabilitas lancar/current liabilities (CL).
Modal Kerja Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
Figur berikut menunjukkan proyeksi modal kerja perubahan kegiatan usaha Perseroan mulai
tahun 2024 sampai dengan tahun 2029:
Figur 8.4 Modal Kerja Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan
Dalam Rupiah
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Aset Lancar 52.943.514.902 55.144.581.727 62.914.012.416 71.778.093.775 81.891.053.329 93.428.848.032
Utang Lancar 48.913.212.729 50.946.724.294 58.124.710.433 66.314.017.432 75.657.132.314 86.316.617.386
Modal Kerja Bersih 4.030.302.172 4.197.857.432 4.789.301.983 5.464.076.343 6.233.921.015 7.112.230.646
Perubahan Modal Kerja 4.030.302.172 167.555.260 591.444.551 674.774.359 769.844.672 878.309.631
8.6.3 Sumber Pembiayaan
Total biaya investasi jasa jual kembali jasa telekomunikasi Perseroan yaitu sebesar
Rp5.810.456.603 berupa investasi software yang sudah dikeluarkan pada investasi awal
oleh Perseroan.
Berdasarkan laporan audit Perseroan per 30 Juni 2024, kas dan setara kas Perseroan
dibukukan sebesar Rp41.130.374.152, sehingga masih mencukupi untuk mendanai investasi
tersebut.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 6
Page 55
8.6.4 Biaya Operasional (Beban Usaha)
Beban usaha/beban perubahan kegiatan usaha terdiri dari beban umum dan administasi dan
beban usaha lainnya yang meliputi gaji dan tunjangan karyawan, telekomunikasi,
penyusutan dan amortisasi, imbalan kerja, jasa profesional, jasa manajemen, tenaga kerja
lepas, dan jamuan. Adapun rincian proyeksi beban usaha mulai tahun 2024 sampai dengan
tahun 2029 sebagai berikut:
Figur 8.5 Beban Operasional (Beban Usaha) Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan
Dalam Rupiah
PROJECTION
KETERANGAN Jul - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (17.511.321.304) (39.556.654.346) (42.079.463.045) (44.855.268.466) (47.189.720.664) (49.845.453.575)
Gaji dan tunjangan karyawan 11.589.286.724 27.130.246.238 28.106.935.102 29.118.784.766 30.167.061.018 31.253.075.214
Telekomunikasi 2.280.162.125 4.815.885.616 5.494.405.396 6.268.523.189 7.151.707.991 8.159.326.469
Penyusutan dan Amortisasi 726.307.075 1.452.614.151 1.452.614.151 1.452.614.151 726.307.075 -
Imbalan kerja 620.475.709 1.310.494.552 1.495.132.757 1.705.785.009 1.946.116.480 2.220.308.733
Jasa profesional 578.055.563 1.220.899.795 1.392.914.815 1.589.165.376 1.813.066.073 2.068.512.587
Jasa manajemen 576.442.050 1.217.491.925 1.389.026.804 1.584.729.575 1.808.005.302 2.062.738.795
Tenaga kerja lepas 817.387.654 1.726.388.400 1.969.622.723 2.247.126.818 2.563.729.021 2.924.937.943
Jamuan 323.204.404 682.633.670 778.811.296 888.539.581 1.013.727.704 1.156.553.833
Beban usaha lainnya-neto (246.683.410) (521.015.182) (594.422.056) (678.171.371) (773.720.295) (882.731.299)
8.6.5 Tarif Layanan
Berikut rincian tarif layanan jasa jual kembali jasa telekomunikasi:
Figur 8.6 Rincian Harga Jual
Tarif (Rates) Tanggal Berlaku
No Layanan SMS Broadcast
(Rp/SMS) (Effective Date)
1 Tarif Flat Operator Telkomsel 500,- 1 Februari 2023
2 Tarif Flat Operator Indosat 500,- 1 Januari 2023
3 Tarif Flat Operator XL 480,- 16 Januari 2023
4 Tarif Flat Operator XL 530,- 25 Maret 2023
5 Tarif Flat Operator Hutch 550,- Existing
6 Tarif Flat Operator Smartfren 510,- Existing
Sumber: Manajemen
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 7
Page 56
8.6.6 Proyeksi Keuangan
Figur berikut menunjukkan proyeksi laba rugi kegiatan usaha jasa jual kembali jasa
telekomunikasi (KBLI No. 61994) mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2029.
Figur 8.7 Proyeksi Laba Rugi Perubahan Kegiatan Usaha
Dalam Rupiah
PROJECTION
KETERANGAN Jul - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN USAHA 219.834.663.952 464.308.473.591 529.725.825.421 604.359.959.118 689.509.445.561 786.655.813.883
Jasa pengiriman pesan singkat 219.834.663.952 464.308.473.591 529.725.825.421 604.359.959.118 689.509.445.561 786.655.813.883
BEBAN POKOK PENDAPATAN (195.652.850.917) (413.234.541.496) (471.455.984.625) (537.880.363.615) (613.663.406.550) (700.123.674.356)
Jasa pengiriman pesan singkat (195.652.850.917) (413.234.541.496) (471.455.984.625) (537.880.363.615) (613.663.406.550) (700.123.674.356)
LABA KOTOR 24.181.813.035 51.073.932.095 58.269.840.796 66.479.595.503 75.846.039.012 86.532.139.527
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (17.511.321.304) (39.556.654.346) (42.079.463.045) (44.855.268.466) (47.189.720.664) (49.845.453.575)
Gaji dan tunjangan karyawan 11.589.286.724 27.130.246.238 28.106.935.102 29.118.784.766 30.167.061.018 31.253.075.214
Telekomunikasi 2.280.162.125 4.815.885.616 5.494.405.396 6.268.523.189 7.151.707.991 8.159.326.469
Penyusutan dan Amortisasi 726.307.075 1.452.614.151 1.452.614.151 1.452.614.151 726.307.075 -
Imbalan kerja 620.475.709 1.310.494.552 1.495.132.757 1.705.785.009 1.946.116.480 2.220.308.733
Jasa profesional 578.055.563 1.220.899.795 1.392.914.815 1.589.165.376 1.813.066.073 2.068.512.587
Jasa manajemen 576.442.050 1.217.491.925 1.389.026.804 1.584.729.575 1.808.005.302 2.062.738.795
Tenaga kerja lepas 817.387.654 1.726.388.400 1.969.622.723 2.247.126.818 2.563.729.021 2.924.937.943
Jamuan 323.204.404 682.633.670 778.811.296 888.539.581 1.013.727.704 1.156.553.833
Beban usaha lainnya-neto (246.683.410) (521.015.182) (594.422.056) (678.171.371) (773.720.295) (882.731.299)
LABA USAHA 6.423.808.321 10.996.262.567 15.595.955.696 20.946.155.666 27.882.598.053 35.803.954.653
Pendapatan/Beban Lainnya (1.920.192.542) (4.698.256.089) (9.161.599.374) (10.452.395.480) (11.925.054.437) -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 4.503.615.779 6.298.006.478 6.434.356.322 10.493.760.186 15.957.543.616 35.803.954.653
Beban Pajak Penghasilan – Neto (990.795.471) (1.385.561.425) (1.415.558.391) (2.308.627.241) (3.510.659.595) (7.876.870.024)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 3.512.820.307 4.912.445.053 5.018.797.931 8.185.132.945 12.446.884.020 27.927.084.630
Proyeksi penjualan selama tahun proyeksi terus mengalami peningkatan dengan rata-rata
peningkatan sebesar 14,09% mulai tahun 2025 hingga 2029, kemudian persentase rata-rata
beban pokok penjualan terhadap penjualan diproyeksikan sebesar 89,00% selama tahun
proyeksi (2024-2029).
Laba kotor perubahan kegiatan usaha mengalami peningkatan rata-rata sebesar 14,09%
selama tahun 2025-2029. Kemudian, beban usaha mengalami peningkatan secara perlahan
pada setiap tahun proyeksi mengikuti dengan adanya kenaikan penjualan. Rata-rata
persentase beban usaha terhadap penjualan selama tahun proyeksi (2024-2029) adalah
sebesar 7,62%.
Laba sebelum pajak mengalami peningkatan rata-rata sebesar 60,42% selama tahun 2026-
2029 (full year), linear dengan peningkatan laba tahun berjalan yang juga terus mengalami
peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 60,42%.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 8
Page 57
8.6.7 Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat
digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai
berikut:
BEP = Total Biaya Tetap
1 - Total Biaya Variabel
Pendapatan
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk masing-masing
periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan minimal
yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk Rupiah pada proyeksi rencana
perubahan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
Figur 8.8 Analisis BEP Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan
Dalam Rupiah
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa BEP Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan Usaha 219.834.663.952 464.308.473.591 529.725.825.421 604.359.959.118 689.509.445.561 786.655.813.883
Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost) 195.652.850.917 413.234.541.496 471.455.984.625 537.880.363.615 613.663.406.550 700.123.674.356
Beban Usaha (Variable Cost) 18.484.311.789 41.530.283.679 44.126.499.251 46.986.053.988 48.689.748.034 50.728.184.874
Break Even Point 213.614.122.203 453.827.334.936 514.297.275.853 583.223.131.856 660.289.808.263 748.383.858.900
8.6.8 Analisis Profitabilitas
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait pendapatan. Jenis-
jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan
yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai gambaran bagaimana Perseroan
dalam usahanya mendapatkan laba terdapat pada figur berikut ini:
Analisis Profitabilitas Perubahan Kegiatan Usaha
Figur 8.9 Analisis Profitabilitas Kegiatan Usaha
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa Profitabilitas Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit 11,00% 11,00% 11,00% 11,00% 11,00% 11,00%
Operating Profit 2,92% 2,37% 2,94% 3,47% 4,04% 4,55%
Net Profit 1,60% 1,06% 0,95% 1,35% 1,81% 3,55%
Return on Equity 37,68% 34,51% 26,07% 29,83% 31,21% 41,18%
Return on Investment 60,46% 84,54% 86,38% 140,87% 214,22% 480,63%
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 9
Page 58
Dalam figur di atas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang digambarkan dalam
persentase laba kotor terhadap pendapatan ( gross profit margin), persentase laba operasi
terhadap pendapatan (operating profit margin), persentase laba bersih terhadap pendapatan
(net profit margin), ROE dan ROI menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan
dalam menghasilkan laba.
8.7 Analisis Kelayakan Investasi
Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020
digunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),
Profitability Index (PI) dan Payback Period, yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih
yang diproyeksikan hingga tahun 2029. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari
pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
investasi. Dengan membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
proyek dan total arus kas yang akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV
yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak
dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak
dilaksanakan.
Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto
seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah
investasi. IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat
ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek
lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak dilaksanakan dan apabila IRR
proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak dilaksanakan.
Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai
sekarang dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal
yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama
dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar
dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek menghasilkan nilai tambah bagi
Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu proyek
maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka
investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan.
Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai break even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu
yang diperlukan untuk menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek
pengembalian maka investasi semakin diinginkan.
Kelayakan dari perubahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi di masa mendatang dengan Free Cash Flow to Firm yang selanjutnya
dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Setelah dilakukan perhitungan untuk KBLI
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 10
Page 59
baru didapatkan IRR yang sangat besar karena investasi untuk KBLI baru sangat rendah dan
Perseroan tidak melakukan investasi tambahan pada aset tetap seperti tanah, bangunan,
kendaraan, komputer dan perlengkapan, peralatan kantor, dan perabotan.
Kelayakan investasi perubahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat
indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitability Index (PI) dan Payback
Period dengan ringkasan sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) : Rp35.556.797.157
• Internal Rate of Return (IRR) : 75,71%
• Profitability Index (PI) : 7,12
• Payback Period : 2 tahun 11 bulan
• WACC : 9,57%
Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi
daripada WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.
8.8 Analisis Sensitivitas
Analisis Sensitivitas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:
• Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan 5,00%; 10,00%; dan 15,00%.
• Penjualan turun dengan perubahan kondisi penurunan 1,00%; 2,00%; dan 3,00%.
• Harga Pokok Penjualan naik dengan perubahan kondisi kenaikan 1,00%; 2,00%; dan
3,00%.
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat seperti
figur di bawah ini:
Figur 8.10 Analisis Sensitivitas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan
IRR NPV Profitability Index
Variable Posisi Kesimpulan
% Rupiah (PI)
Normal 75,71% 35.556.797.157 7,12 Layak
5,00% 73,29% 35.266.274.327 6,78 Layak
Investasi 10,00% 71,03% 34.975.751.496 6,47 Layak
15,00% 68,92% 34.685.228.666 6,19 Layak
-1,00% 44,07% 18.010.104.593 4,10 Layak
Pendapatan Usaha -2,00% 7,31% (871.187.682) 0,85 Tidak Layak
-3,00% 0,00% (22.046.068.785) (2,79) Tidak Layak
1,00% 46,48% 19.327.110.047 4,33 Layak
Beban Pokok Pendapatan 2,00% 13,29% 2.153.841.109 1,37 Layak
3,00% -24,41% (17.197.568.356) (1,96) Tidak Layak
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 11
Page 60
Dari ketiga variabel yang diukur, rencana perubahan kegiatan usaha yang akan dilakukan
oleh Perseroan tidak sensitif terhadap kenaikan investasi, namun sensitif terhadap
penurunan pendapatan usaha serta kenaikan beban pokok pendapatan.
8.9 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Keuangan
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
perubahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Informasi Teknologi Indonesia
Tbk adalah layak.
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk VIII - 12
Page 61
LAMPIRAN KEUANGAN
STUDI KELAYAKAN
PERUBAHAN KEGIATAN USAHA
KBLI No. 61994 (Jasa Jual Kembali Jasa Telekomunikasi)
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Lokasi:
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Jakarta Selatan 12790
Page 62
LAMPIRAN - 1
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(Dalam Rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Jun
2019 2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2.354.568.124 44.369.275.168 23.524.513.606 81.542.958.883 72.547.578.014 41.130.374.152
Dana yang dibatasi penggunaannya 536.560.179 924.531.275 - - - -
Piutang usaha - neto 56.300.410.509 58.511.417.658 83.123.041.529 118.572.083.774 135.067.770.168 138.322.870.013
Piutang lain-lain 14.540.344.838 7.946.116.666 10.672.834.124 2.057.289.610 587.199.774 271.754.487
Persediaan 9.443.826.014 2.790.394.523 6.529.479.108 5.229.791.823 4.051.150.644 326.432.485
Uang muka 146.059.535 260.646.051 176.892.820 171.430.184 2.656.045.640 1.663.120.060
Pajak dibayar di muka 7.592.761.319 279.528.532 1.995.985.310 1.917.130.330 5.398.111.044 8.898.250.317
Beban dibayar di muka 116.726.035 87.005.670 90.505.230 2.613.378.352 84.365.890 122.797.975
Total Aset Lancar 91.031.256.553 115.168.915.543 126.113.251.727 212.104.062.956 220.392.221.174 190.735.599.489
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak penghasilan 5.832.619.388 4.190.732.426 940.096.442 6.652.775.427 10.358.051.044
Aset pajak tangguhan - neto 2.893.004.149 2.902.747.596 3.134.323.953 2.536.250.743 3.004.191.248 3.213.190.858
Aset tetap - neto 9.330.057.606 8.307.043.189 9.368.405.920 41.905.579.993 40.530.249.449 41.789.305.915
Aset takberwujud - neto 1.108.904.024 879.602.865 657.120.509 717.618.119 45.077.901.901 46.006.867.661
Aset tidak lancar lainnya - - - - - 600.000.000
Total Aset Tidak Lancar 13.331.965.779 17.922.013.038 17.350.582.808 46.099.545.297 95.265.118.025 101.967.415.478
TOTAL ASET 104.363.222.332 133.090.928.581 143.463.834.535 258.203.608.253 315.657.339.199 292.703.014.967
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 15.795.911.028 - 6.000.000.000 - 7.510.650.654 -
Utang usaha 23.133.313.027 35.843.728.897 28.038.443.226 68.329.985.733 40.812.882.226 46.872.265.765
Utang lain-lain - pihak ketiga 2.542.960.678 4.053.388.014 3.878.256.350 3.863.345.156 1.692.567.129 5.574.382.473
Utang pajak 163.451.518 463.025.348 1.771.483.197 1.721.377.622 2.127.630.384 1.988.158.163
Beban akrual 24.613.587.460 52.683.870.566 46.210.809.667 62.290.825.091 73.624.872.452 52.963.614.775
Pendapatan diterima di muka 9.646.475.190 9.210.343.522 13.277.259.011 9.439.352.807 1.389.352.807 1.389.352.807
Utang kepada pihak berelasi - 448.378.521 - - - -
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
Utang bank - - - 3.270.278.943 10.870.195.139 10.369.646.313
Total Liabilitas Jangka Pendek 75.895.698.901 102.702.734.868 99.176.251.451 148.915.165.352 138.028.150.791 119.157.420.296
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam 1 tahun
Utang bank - - - 4.426.831.196 6.828.298.254 2.008.872.124
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 8.787.015.367 9.859.129.928 10.750.957.245 8.210.574.245 9.759.279.245 10.659.279.245
Total Liabilitas Jangka Panjang 8.787.015.367 9.859.129.928 10.750.957.245 12.637.405.441 16.587.577.499 12.668.151.369
TOTAL LIABILITAS 84.682.714.268 112.561.864.796 109.927.208.696 161.552.570.793 154.615.728.290 131.825.571.665
EKUITAS
Modal Saham 12.200.000.000 12.200.000.000 12.200.000.000 52.200.000.000 65.250.186.000 65.250.402.120
Tambahan modal disetor - - - - 48.834.691.068 48.837.176.448
Saldo surplus revaluasi aset tetap - - - 31.163.417.866 31.163.417.866 31.163.417.866
Penghasilan komprehensif lain - neto - - 1.729.604.265 3.160.910.505 2.985.332.505 2.985.332.505
Saldo laba 7.480.508.064 8.329.063.785 19.607.021.574 10.126.709.089 12.807.983.470 12.641.114.363
TOTAL EKUITAS 19.680.508.064 20.529.063.785 33.536.625.839 96.651.037.460 161.041.610.909 160.877.443.302
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 104.363.222.332 133.090.928.581 143.463.834.535 258.203.608.253 315.657.339.199 292.703.014.967
Page 63
LAMPIRAN - 2
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN LABA (RUGI)
(Dalam Rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Jun
2019 2020 2021 2022 2023 2024
PENDAPATAN USAHA 303.296.695.500 268.858.185.593 346.897.198.520 507.347.976.514 468.953.507.777 254.574.728.702
Jasa pengiriman pesan singkat 256.696.029.440 224.927.162.074 261.796.089.287 360.558.589.363 326.338.658.219 187.135.033.018
Jasa pengiriman WhatsApp - 21.485.114.008 64.639.492.194 117.337.339.567 131.621.351.634 64.437.007.024
Penjualan Voucher 2.671.372.458 - - - - -
Jasa lainnya 43.929.293.602 22.445.909.511 20.461.617.039 29.452.047.584 10.993.497.924 3.002.688.660
BEBAN POKOK PENDAPATAN (256.736.634.493) (226.081.435.949) (284.741.806.392) (420.409.811.266) (406.384.845.121) (222.619.740.520)
Jasa pengiriman pesan singkat (221.497.909.105) (195.411.613.206) (233.959.636.686) (316.483.988.709) (290.727.263.720) (167.807.248.192)
Jasa pengiriman WhatsApp - (12.648.535.917) (36.823.598.798) (86.567.023.437) (107.282.103.222) (52.964.755.503)
Penjualan Voucher (2.620.958.558) - - - - -
Jasa lainnya (32.617.766.830) (18.021.286.826) (13.958.570.908) (17.358.799.120) (8.375.478.179) (1.847.736.825)
LABA KOTOR 46.560.061.007 42.776.749.644 62.155.392.128 86.938.165.248 62.568.662.656 31.954.988.182
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (39.287.632.060) (36.926.560.553) (44.903.294.764) (54.055.057.441) (57.740.116.403) (30.035.280.092)
Gaji dan tunjangan karyawan 24.796.419.421 22.424.484.584 32.071.750.884 41.497.521.589 43.579.224.747 21.017.626.777
Telekomunikasi 1.562.870.544 3.417.146.469 4.750.387.518 5.625.214.888 4.875.811.489 2.339.943.778
Penyusutan dan Amortisasi 3.416.582.355 3.450.275.905 2.516.694.980 2.467.255.480 2.856.113.519 2.722.579.995
Imbalan kerja (739.422.758) 1.341.808.717 1.336.342.289 (705.375.000) 1.323.605.000 900.000.000
Jasa profesional 350.401.240 605.458.522 770.117.625 1.461.905.011 1.036.149.675 1.287.833.301
Jasa manajemen 1.123.950.986 1.073.242.115 916.000.000 912.000.000 916.000.000 418.500.000
Tenaga kerja lepas 2.496.011.011 1.765.878.710 847.871.765 883.751.880 822.940.285 399.829.926
Jamuan 502.740.500 558.155.281 557.786.440 579.427.614 521.303.010 312.122.726
Pemulihan nilai piutang - bersih (941.068.138) - - - - -
Lain-lain 6.719.146.899 2.290.110.250 1.136.343.263 1.333.355.979 1.808.968.678 636.843.589
Beban usaha lainnya-neto (41.575.284) (577.442.826) (668.654.056) (681.583.814) (545.351.266)
LABA USAHA 7.272.428.947 5.808.613.807 16.674.654.538 32.214.453.751 4.146.962.439 1.374.356.824
Penghasilan keuangan 64.437.859 766.402.086 1.004.661.783 641.344.584 1.128.772.537 470.895.408
Biaya keuangan (1.428.230.358) (400.302.648) (127.326.814) (774.466.172) (1.580.792.533) (855.974.592)
Keuntungan penjualan aset tetap 721.920.395 - - - - -
Keuntungan selisih kurs mata uang asing - bersih (360.126) - - - - -
Lain-lain - bersih (513.515.778) - - - - -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 6.116.680.939 6.174.713.245 17.551.989.507 32.081.332.163 3.694.942.443 989.277.640
Beban Pajak Penghasilan – Neto (2.187.217.945) (2.183.871.279) (4.062.713.315) (7.514.861.791) (1.013.668.062) (350.828.596)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 3.929.462.994 3.990.841.966 13.489.276.192 24.566.470.372 2.681.274.381 638.449.044
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi (427.031.157) 117.854.526 316.454.255 32.594.724.106 (175.578.000) -
Saldo surplus revaluasi aset tetap - 31.163.417.866 - -
Pengukuran kembali atas imbalan kerja pasti (569.374.876) 268.694.156 405.710.583 1.835.008.000 (225.100.000) -
Pajak penghasilan terkait 142.343.719 (150.839.630) (89.256.328) (403.701.760) 49.522.000 -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 3.502.431.837 4.108.696.492 13.805.730.447 57.161.194.478 2.505.696.381 638.449.044
Page 64
LAMPIRAN - 3
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN ARUS KAS
(Dalam Rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Jun
2019 2020 2021 2022 2023 2024
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI (1.224.597.743) 60.069.194.307 (23.357.548.219) 50.023.182.273 (30.862.925.558) (23.140.328.198)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari (pembayaran kepada) pihak-pihak berelasi - bersih (4.439.242.924) - - - - -
Perolehan aset tetap (1.491.716.070) (1.818.602.340) (3.042.846.834) (3.874.836.158) (1.641.443.273) (459.602.220)
Perolehan aset takberwujud (53.700.000) (532.468.820) (312.728.521) (322.506.472) (44.664.467.234) (2.500.000.000)
Hasil penjualan aset tetap 1.187.195.000 432.087.500 190.377.651 495.495.495 441.441.441 -
Penurunan (kenaikan) dana yang dibatasi penggunaannya (536.560.179) (387.971.096) 924.531.275 - - -
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (5.334.024.173) (2.306.954.756) (2.240.666.429) (3.701.847.135) (45.864.469.066) (2.959.602.220)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang pihak berelasi - neto - 448.378.521 (448.378.521) - - -
Penerimaan (pembayaran) dari penawaran saham perdana - - - - 65.250.000.000 -
Tambahan modal disetor - - - 10.000.000.000 - -
Pembayaran beban bunga dan keuangan (1.428.230.358) - - - - -
Penerimaan dari utang bank 7.022.840.343 - 6.000.000.000 10.000.000.000 37.403.612.453 -
Pembayaran utang bank (1.000.000.000) (15.795.911.028) - (8.302.889.861) (27.413.087.044) (5.319.974.956)
Pembayaran dividen (1.000.000.000) (400.000.000) (798.168.393) - - -
Penerimaan hasil pelaksanaan waran - - - - 2.139.000 2.701.500
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 3.594.609.985 (15.747.532.507) 4.753.453.086 11.697.110.139 75.242.664.409 (5.317.273.456)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS (2.964.011.931) 42.014.707.044 (20.844.761.562) 58.018.445.277 (1.484.730.215) (31.417.203.874)
PENURUNAN NETO PINJAMAN CERUKAN BANK - - - (7.510.650.654) -
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 5.318.580.055 2.354.568.124 44.369.275.168 23.524.513.606 81.542.958.883 72.547.578.014
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2.354.568.124 44.369.275.168 23.524.513.606 81.542.958.883 72.547.578.014 41.130.374.140
Page 65
LAMPIRAN - 4
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS RASIO
(Dalam Rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Jun
2019 2020 2021 2022 2023 2024
LIKUIDITAS
Current Ratio x 1,20 1,12 1,27 1,42 1,60 1,60
Quick Ratio x 1,07 1,09 1,21 1,39 1,57 1,60
Cash Ratio x 0,03 0,43 0,24 0,55 0,53 0,35
AKTIVITAS
Rata-rata umur piutang days 67,75 79,43 87,46 85,30 105,13 97,80
Rata-rata umur utang usaha days 32,89 57,87 35,94 59,32 36,66 37,90
Rata-rata umur persediaan days 13,43 4,50 8,37 4,54 3,64 0,26
Rata-rata umur aset tetap days 11,23 11,28 9,86 30,15 31,55 29,55
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset % 81,14% 84,58% 76,62% 62,57% 48,98% 45,04%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas % 430,29% 548,30% 327,78% 167,15% 96,01% 81,94%
PROFITABILITAS
Gross Margin % 15,35% 15,91% 17,92% 17,14% 13,34% 12,55%
Operating Profit Margin % 2,40% 2,16% 4,81% 6,35% 0,88% 0,54%
Profit Margin % 1,30% 1,48% 3,89% 4,84% 0,57% 0,25%
Return On Asset % 3,77% 3,00% 9,40% 9,51% 0,85% 0,22%
Return On Equity % 19,97% 19,44% 40,22% 25,42% 1,66% 0,40%
Page 66
LAMPIRAN - 5
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
BIAYA INVESTASI - NEW PROJECT (CALL CENTER)
(Dalam Rupiah)
Total Investment
No. Item
(Rp)
1 SOFTWARE 5.810.456.603
TOTAL BIAYA INVESTASI 5.810.456.603
Page 67
LAMPIRAN - 6
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
DEPRESIASI
(Dalam Rupiah)
Umur Ekonomis Penyusutan PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Keterangan
(Tahun) (%) 2024 Jul-Des 2025 2026 2027 2028 2029
KONSOLIDASI
Nilai Perolehan
Aset Tetap 34.633.933.354 34.633.933.354 34.633.933.354 34.633.933.354 34.633.933.354 34.633.933.354
Tanah 3.494.359.250 3.494.359.250 3.494.359.250 3.494.359.250 3.494.359.250 3.494.359.250
Bangunan 3.922.963.561 3.922.963.561 3.922.963.561 3.922.963.561 3.922.963.561 3.922.963.561
Kendaraan 3.939.406.501 3.939.406.501 3.939.406.501 3.939.406.501 3.939.406.501 3.939.406.501
Komputer dan perlengkapan 21.382.409.504 21.382.409.504 21.382.409.504 21.382.409.504 21.382.409.504 21.382.409.504
Peralatan kantor 1.726.015.461 1.726.015.461 1.726.015.461 1.726.015.461 1.726.015.461 1.726.015.461
Perabot dan perlengkapan 168.779.077 168.779.077 168.779.077 168.779.077 168.779.077 168.779.077
Aset Takberwujud 51.588.719.722 51.588.719.722 51.588.719.722 51.588.719.722 51.588.719.722 51.588.719.722
Mobile application 20.426.073.644 20.426.073.644 20.426.073.644 20.426.073.644 20.426.073.644 20.426.073.644
Jatis top pulsa 233.435.897 233.435.897 233.435.897 233.435.897 233.435.897 233.435.897
Ticketing system 65.663.264 65.663.264 65.663.264 65.663.264 65.663.264 65.663.264
JNS 6 SMS Broadcast 6.148.796.917 6.148.796.917 6.148.796.917 6.148.796.917 6.148.796.917 6.148.796.917
Lisensi microsoft 66.100.000 66.100.000 66.100.000 66.100.000 66.100.000 66.100.000
Aset dalam pengembangan 24.648.650.000 24.648.650.000 24.648.650.000 24.648.650.000 24.648.650.000 24.648.650.000
Total Nilai Perolehan 86.222.653.076 86.222.653.076 86.222.653.076 86.222.653.076 86.222.653.076 86.222.653.076
Penyusutan dan Amortisasi
Aset Tetap (3.229.091.777) (1.693.136.725) (984.029.478) (984.029.478) (567.202.132) (196.148.178)
Tanah - 0,00% - - - - - -
Bangunan 20 5,00% (98.074.089) (196.148.178) (196.148.178) (196.148.178) (196.148.178) (196.148.178)
Kendaraan 5 20,00% (393.940.650) (787.881.300) (787.881.300) (787.881.300) (371.053.954) -
Komputer dan perlengkapan 4 25,00% (2.672.801.188) (709.107.247) - - - -
Peralatan kantor 4 25,00% (61.688.351) - - - - -
Perabot dan perlengkapan 4 25,00% (2.587.499) - - - - -
Aset Takberwujud (3.321.858.820) (6.643.717.640) (5.544.769.591) (5.106.518.411) (741.353.199) -
Mobile application 4 25,00% (2.553.259.206) (5.106.518.411) (5.106.518.411) (5.106.518.411) (741.353.199) -
Jatis top pulsa 4 25,00% - - - - - -
Ticketing system 4 25,00% - - - - - -
JNS 6 SMS Broadcast 4 25,00% (768.599.615) (1.537.199.229) (438.251.180) - - -
Lisensi microsoft 4 25,00% - - - - - -
Total Depresiasi dan Amortisasi (6.550.950.597) (8.336.854.366) (6.528.799.069) (6.090.547.889) (1.308.555.331) (196.148.178)
Akumulasi Penyusutan & Amortisasi
Aset Tetap (24.236.896.405) (25.930.033.130) (26.914.062.609) (27.898.092.087) (28.465.294.219) (28.661.442.397)
Tanah - - - - - -
Bangunan (464.090.964) (660.239.142) (856.387.320) (1.052.535.498) (1.248.683.676) (1.444.831.854)
Kendaraan (1.204.708.646) (1.992.589.946) (2.780.471.247) (3.568.352.547) (3.939.406.501) (3.939.406.501)
Komputer dan perlengkapan (20.673.302.257) (21.382.409.504) (21.382.409.504) (21.382.409.504) (21.382.409.504) (21.382.409.504)
Peralatan kantor (1.726.015.461) (1.726.015.461) (1.726.015.461) (1.726.015.461) (1.726.015.461) (1.726.015.461)
Perabot dan perlengkapan (168.779.077) (168.779.077) (168.779.077) (168.779.077) (168.779.077) (168.779.077)
Aset Takberwujud (8.903.710.881) (15.547.428.521) (21.092.198.113) (26.198.716.524) (26.940.069.722) (26.940.069.722)
Mobile application (4.365.165.213) (9.471.683.624) (14.578.202.035) (19.684.720.446) (20.426.073.644) (20.426.073.644)
Jatis top pulsa (233.435.897) (233.435.897) (233.435.897) (233.435.897) (233.435.897) (233.435.897)
Ticketing system (65.663.264) (65.663.264) (65.663.264) (65.663.264) (65.663.264) (65.663.264)
JNS 6 SMS Broadcast (4.173.346.508) (5.710.545.737) (6.148.796.917) (6.148.796.917) (6.148.796.917) (6.148.796.917)
Lisensi microsoft (66.100.000) (66.100.000) (66.100.000) (66.100.000) (66.100.000) (66.100.000)
Aset dalam pengembangan - - - - - -
Total Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi (33.140.607.286) (41.477.461.652) (48.006.260.721) (54.096.808.610) (55.405.363.941) (55.601.512.119)
Nilai Buku
Aset Tetap 10.397.036.949 8.703.900.224 7.719.870.745 6.735.841.267 6.168.639.135 5.972.490.957
Tanah 3.494.359.250 3.494.359.250 3.494.359.250 3.494.359.250 3.494.359.250 3.494.359.250
Bangunan 3.458.872.597 3.262.724.419 3.066.576.241 2.870.428.063 2.674.279.885 2.478.131.707
Kendaraan 2.734.697.855 1.946.816.555 1.158.935.255 371.053.954 - -
Komputer dan perlengkapan 709.107.247 - - - - -
Peralatan kantor - - - - - -
Perabot dan perlengkapan - - - - - -
Aset Takberwujud 42.685.008.841 36.041.291.201 30.496.521.610 25.390.003.199 24.648.650.000 24.648.650.000
Mobile application 16.060.908.432 10.954.390.021 5.847.871.610 741.353.199 - -
Jatis top pulsa - - - - - -
Ticketing system - - - - - -
JNS 6 SMS Broadcast 1.975.450.409 438.251.180 - - - -
Lisensi microsoft - - - - - -
Aset dalam pengembangan 24.648.650.000 24.648.650.000 24.648.650.000 24.648.650.000 24.648.650.000 24.648.650.000
Total Nilai Buku 53.082.045.790 44.745.191.424 38.216.392.355 32.125.844.466 30.817.289.135 30.621.140.957
Umur Ekonomis Penyusutan PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Keterangan
(Tahun) (%) 2024 2025 2026 2027 2028 2029
NEW PROJECT - KBLI
Nilai Perolehan
Aset Tetap - - - - - -
Tanah - - - - - -
Bangunan - - - - - -
Kendaraan - - - - - -
Komputer dan perlengkapan - - - - - -
Peralatan kantor - - - - - -
Perabot dan perlengkapan - - - - - -
Aset Takberwujud 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603
Software 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603
Total Nilai Perolehan 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603
Penyusutan dan Amortisasi
Aset Tetap - - - - - -
Tanah - 0,00% - - - - - -
Bangunan 20 5,00% - - - - - -
Kendaraan 5 20,00% - - - - - -
Komputer dan perlengkapan 4 25,00% - - - - - -
Peralatan kantor 4 25,00% - - - - - -
Perabot dan perlengkapan 4 25,00% - - - - - -
Aset Takberwujud (726.307.075) (1.452.614.151) (1.452.614.151) (1.452.614.151) (726.307.075) -
Software 4 25,00% (726.307.075) (1.452.614.151) (1.452.614.151) (1.452.614.151) (726.307.075) -
Total Depresiasi dan Amortisasi (726.307.075) (1.452.614.151) (1.452.614.151) (1.452.614.151) (726.307.075) -
Akumulasi Penyusutan & Amortisasi
Aset Tetap - - - - - -
Tanah - - - - - -
Bangunan - - - - - -
Kendaraan - - - - - -
Komputer dan perlengkapan - - - - - -
Peralatan kantor - - - - - -
Perabot dan perlengkapan - - - - - -
Aset Takberwujud (726.307.075) (2.178.921.226) (3.631.535.377) (5.084.149.528) (5.810.456.603) (5.810.456.603)
Software (726.307.075) (2.178.921.226) (3.631.535.377) (5.084.149.528) (5.810.456.603) (5.810.456.603)
Total Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi (726.307.075) (2.178.921.226) (3.631.535.377) (5.084.149.528) (5.810.456.603) (5.810.456.603)
Nilai Buku
Aset Tetap - - - - - -
Tanah - - - - - -
Bangunan - - - - - -
Kendaraan - - - - - -
Komputer dan perlengkapan - - - - - -
Peralatan kantor - - - - - -
Perabot dan perlengkapan - - - - - -
Aset Takberwujud 5.084.149.528 3.631.535.377 2.178.921.226 726.307.075 - -
Software 5.084.149.528 3.631.535.377 2.178.921.226 726.307.075 - -
Total Nilai Buku 5.084.149.528 3.631.535.377 2.178.921.226 726.307.075 - -
Page 68
LAMPIRAN - 7
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024 - 2029 24,71% 14,09% 14,09% 14,09% 14,09% 14,09%
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Konsolidasi) 15,02% 14,09% 14,09% 14,09% 14,09% 14,09%
(Dalam Rupiah) 763,13% 14,09% 14,09% 14,09% 14,09% 14,09%
PROJECTION
KETERANGAN Jul - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN USAHA 398.678.799.627 745.291.727.775 850.297.373.686 970.097.475.597 1.106.776.454.078 1.262.712.407.892
Jasa pengiriman pesan singkat 219.834.663.952 464.308.473.591 529.725.825.421 604.359.959.118 689.509.445.561 786.655.813.883
Jasa pengiriman WhatsApp 86.958.729.097 172.726.184.947 197.061.923.478 224.826.373.006 256.502.611.498 292.641.778.746
Jasa lainnya 91.885.406.578 108.257.069.236 123.509.624.788 140.911.143.473 160.764.397.018 183.414.815.263
BEBAN POKOK PENDAPATAN (336.577.463.640) (637.291.908.903) (727.081.243.783) (829.521.178.091) (946.394.080.146) (1.079.733.439.714)
Jasa pengiriman pesan singkat (195.652.850.917) (413.234.541.496) (471.455.984.625) (537.880.363.615) (613.663.406.550) (700.123.674.356)
Jasa pengiriman WhatsApp (71.800.124.922) (142.616.638.781) (162.710.182.980) (185.634.746.910) (211.789.198.619) (241.628.603.471)
Jasa lainnya (69.124.487.801) (81.440.728.626) (92.915.076.179) (106.006.067.566) (120.941.474.978) (137.981.161.887)
LABA KOTOR 62.101.335.987 107.999.818.872 123.216.129.903 140.576.297.506 160.382.373.932 182.978.968.178
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (38.413.159.812) (72.158.282.428) (74.774.264.237) (79.218.917.513) (79.837.427.515) (84.709.913.355)
Gaji dan tunjangan karyawan 21.017.626.777 43.548.522.682 45.116.269.498 46.740.455.200 48.423.111.588 50.166.343.605
Telekomunikasi 4.135.163.594 7.730.291.208 8.819.427.436 10.062.014.252 11.479.671.615 13.097.065.567
Penyusutan dan Amortisasi 6.550.950.597 8.336.854.366 6.528.799.069 6.090.547.889 1.308.555.331 196.148.178
Imbalan kerja 1.125.257.075 2.103.560.035 2.399.934.826 2.738.066.456 3.123.838.129 3.563.961.947
Jasa profesional 1.048.326.473 1.959.745.663 2.235.858.159 2.550.872.699 2.910.270.268 3.320.304.081
Jasa manajemen 1.045.400.304 1.954.275.470 2.229.617.259 2.543.752.506 2.902.146.897 3.311.036.192
Tenaga kerja lepas 1.482.364.622 2.771.138.298 3.161.569.530 3.607.009.400 4.115.208.187 4.695.008.119
Jamuan 586.143.884 1.095.739.699 1.250.120.662 1.426.252.669 1.627.200.267 1.856.459.776
Lain-lain 1.421.926.486 2.658.155.007 3.032.667.796 3.459.946.442 3.947.425.234 4.503.585.890
Beban usaha lainnya-neto (447.370.055) (836.315.353) (954.145.500) (1.088.576.973) (1.241.948.765) (1.416.929.417)
LABA USAHA 23.240.806.120 35.005.221.090 47.487.720.166 60.268.803.020 79.302.997.651 96.852.125.405
Jumlah Pendapatan/Beban Lainnya (3.482.344.613) (7.541.476.405) (14.705.878.990) (28.676.464.030) (55.919.104.859) -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 19.758.461.507 27.463.744.685 32.781.841.176 31.592.338.990 23.383.892.791 96.852.125.405
Beban Pajak Penghasilan – Neto (4.346.861.531) (6.042.023.831) (7.212.005.059) (6.950.314.578) (5.144.456.414) (21.307.467.589)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 15.411.599.975 21.421.720.855 25.569.836.117 24.642.024.412 18.239.436.377 75.544.657.816
Page 69
LAMPIRAN - 8
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN Tahun 2024-2029
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Konsolidasi)
(Dalam Rupiah)
PROJECTION
KETERANGAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 36.294.088.797 76.176.326.123 92.994.911.907 106.294.598.007 105.953.549.223 159.003.107.930
Piutang usaha - neto 191.326.850.928 176.383.811.466 201.234.880.331 229.587.266.117 261.934.276.386 298.838.721.791
Piutang lain-lain 271.754.487 271.754.487 271.754.487 271.754.487 271.754.487 271.754.487
Persediaan 8.456.971.648 7.896.740.863 9.009.328.517 10.278.670.877 11.726.853.426 13.379.073.319
Uang muka 1.663.120.060 1.663.120.060 1.663.120.060 1.663.120.060 1.663.120.060 1.663.120.060
Pajak dibayar di muka 8.898.250.317 8.898.250.317 8.898.250.317 8.898.250.317 8.898.250.317 8.898.250.317
Beban dibayar di muka 122.797.975 122.797.975 122.797.975 122.797.975 122.797.975 122.797.975
Total Aset Lancar 247.033.834.211 271.412.801.291 314.195.043.594 357.116.457.840 390.570.601.874 482.176.825.878
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak penghasilan 10.358.051.044 10.358.051.044 10.358.051.044 10.358.051.044 10.358.051.044 10.358.051.044
Aset pajak tangguhan - neto 3.213.190.858 3.213.190.858 3.213.190.858 3.213.190.858 3.213.190.858 3.213.190.858
Aset tetap - neto 38.560.214.138 36.867.077.413 35.883.047.934 34.899.018.456 34.331.816.324 34.135.668.146
Aset takberwujud - neto 42.685.008.841 36.041.291.201 30.496.521.610 25.390.003.199 24.648.650.000 24.648.650.000
Aset tidak lancar lainnya 600.000.000 600.000.000 600.000.000 600.000.000 600.000.000 600.000.000
Total Aset Tidak Lancar 95.416.464.880 87.079.610.515 80.550.811.446 74.460.263.556 73.151.708.225 72.955.560.047
TOTAL ASET 342.450.299.092 358.492.411.806 394.745.855.040 431.576.721.396 463.722.310.099 555.132.385.926
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek - - - - - -
Utang usaha 81.207.949.915 75.828.341.775 86.511.948.891 98.700.790.835 112.606.943.161 128.472.361.172
Utang lain-lain - pihak ketiga 5.574.382.473 5.574.382.473 5.574.382.473 5.574.382.473 5.574.382.473 5.574.382.473
Utang pajak 1.988.158.163 1.988.158.163 1.988.158.163 1.988.158.163 1.988.158.163 1.988.158.163
Beban akrual 52.963.614.775 52.963.614.775 52.963.614.775 52.963.614.775 52.963.614.775 52.963.614.775
Pendapatan diterima di muka 1.389.352.807 1.389.352.807 1.389.352.807 1.389.352.807 1.389.352.807 1.389.352.807
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
Utang bank 10.369.646.313 10.369.646.313 10.369.646.313 10.369.646.313 10.369.646.313 10.369.646.313
Total Liabilitas Jangka Pendek 153.493.104.446 148.113.496.306 158.797.103.422 170.985.945.366 184.892.097.692 200.757.515.703
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
1 tahun
Utang bank 2.008.872.124 2.008.872.124 2.008.872.124 2.008.872.124 2.008.872.124 2.008.872.124
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 10.659.279.245 10.659.279.245 10.659.279.245 10.659.279.245 10.659.279.245 10.659.279.245
Total Liabilitas Jangka Panjang 12.668.151.369 12.668.151.369 12.668.151.369 12.668.151.369 12.668.151.369 12.668.151.369
TOTAL LIABILITAS 166.161.255.815 160.781.647.675 171.465.254.791 183.654.096.735 197.560.249.061 213.425.667.072
EKUITAS
Modal Saham 65.250.402.120 65.250.402.120 65.250.402.120 65.250.402.120 65.250.402.120 65.250.402.120
Tambahan modal disetor 48.837.176.448 48.837.176.448 48.837.176.448 48.837.176.448 48.837.176.448 48.837.176.448
Saldo surplus revaluasi aset tetap 31.163.417.866 31.163.417.866 31.163.417.866 31.163.417.866 31.163.417.866 31.163.417.866
Penghasilan komprehensif lain - neto 2.985.332.505 2.985.332.505 2.985.332.505 2.985.332.505 2.985.332.505 2.985.332.505
Saldo laba 28.052.714.338 49.474.435.193 75.044.271.310 99.686.295.722 117.925.732.099 193.470.389.915
TOTAL EKUITAS 176.289.043.277 197.710.764.132 223.280.600.249 247.922.624.661 266.162.061.038 341.706.718.854
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 342.450.299.092 358.492.411.807 394.745.855.040 431.576.721.397 463.722.310.100 555.132.385.926
Page 70
LAMPIRAN - 9
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Arus Kas 2024-2029
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Konsolidasi)
(Dalam Rupiah)
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Laba/Rugi Bersih 15.411.599.975 21.421.720.855 25.569.836.117 24.642.024.412 18.239.436.377 75.544.657.816
Depresiasi & Amortisasi 6.550.950.597 8.336.854.366 6.528.799.069 6.090.547.889 1.308.555.331 196.148.178
Total Laba/Rugi Usaha 21.962.550.572 29.758.575.220 32.098.635.187 30.732.572.301 19.547.991.708 75.740.805.994
PENURUNAN/KENAIKAN OPERASI
Piutang usaha - neto (53.003.980.915) 14.943.039.462 (24.851.068.865) (28.352.385.786) (32.347.010.269) (36.904.445.405)
Persediaan (8.130.539.163) 560.230.785 (1.112.587.654) (1.269.342.359) (1.448.182.550) (1.652.219.893)
Utang usaha 34.335.684.150 (5.379.608.140) 10.683.607.116 12.188.841.944 13.906.152.326 15.865.418.010
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (4.836.285.355) 39.882.237.326 16.818.585.784 13.299.686.100 (341.048.784) 53.049.558.707
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan / Kenaikan Aset Tetap - - - - - -
Penurunan / Kenaikan Aset takberwujud - - - - - -
Utang Bank Jangka Panjang - - - - - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi - - - - - -
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan - - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS (4.836.285.355) 39.882.237.326 16.818.585.784 13.299.686.100 (341.048.784) 53.049.558.707
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 41.130.374.152 36.294.088.797 76.176.326.123 92.994.911.907 106.294.598.007 105.953.549.223
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 36.294.088.797 76.176.326.123 92.994.911.907 106.294.598.007 105.953.549.223 159.003.107.930
Page 71
LAMPIRAN - 10
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Analisa Kelayakan - KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)
30/06/2024 31/12/2024 31/12/2025 31/12/2026 31/12/2027 31/12/2028 31/12/2029
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Net Income 15.411.599.975 21.421.720.855 25.569.836.117 24.642.024.412 18.239.436.377 75.544.657.816
Depresiasi dan Amortisasi 6.550.950.597 8.336.854.366 6.528.799.069 6.090.547.889 1.308.555.331 196.148.178
Bunga * (1-T) - - - - -
Investasi (61.574.003.076) - - - - - -
Perubahan Modal Kerja - (26.798.835.928) 10.123.662.106 (15.280.049.403) (17.432.886.201) (19.889.040.493) (22.691.247.287)
Arus Kas Bersih (61.574.003.076) (4.836.285.355) 39.882.237.326 16.818.585.784 13.299.686.100 (341.048.784) 53.049.558.707
WACC/Discount Rate 9,57% 9,57% 9,57% 9,57% 9,57% 9,57% 9,57%
Year Calculation - 0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 5,50
Discount Factor 1,00 0,96 0,87 0,80 0,73 0,66 0,60
Present Value (61.574.003.076) (4.620.157.492) 34.770.753.397 13.381.776.959 9.657.293.446 (226.006.156) 32.083.021.522
IRR 17,78%
NPV 23.472.678.600
Profitability Index 1,38
Payback Period 4 Tahun 9 Bulan
Page 72
LAMPIRAN - 11
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)
Break Even Point
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa BEP Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan Usaha 398.678.799.627 745.291.727.775 850.297.373.686 970.097.475.597 1.106.776.454.078 1.262.712.407.892
Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost) 336.577.463.640 637.291.908.903 727.081.243.783 829.521.178.091 946.394.080.146 1.079.733.439.714
Beban Usaha (Variable Cost) 45.411.480.464 81.331.452.147 82.257.208.807 86.398.042.375 82.387.931.612 86.322.990.951
Break Even Point 379.843.512.000 715.356.634.000 804.951.746.426 910.622.289.172 1.022.509.195.693 1.158.963.853.217
Profitabilitas
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa Profitabilitas Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit 15,58% 14,49% 14,49% 14,49% 14,49% 14,49%
Operating Profit 5,83% 4,70% 5,58% 6,21% 7,17% 7,67%
Net Profit 3,87% 2,87% 3,01% 2,54% 1,65% 5,98%
Return on Equity 8,74% 10,83% 11,45% 9,94% 6,85% 22,11%
Return on Investment 25,03% 34,79% 41,53% 40,02% 29,62% 122,69%
Analisis Sensitivitas
IRR NPV Profitability Index
Variable Posisi Kesimpulan
% Rupiah (PI)
Normal 17,78% 23.472.678.600 1,38 Layak
3,00% 15,94% 19.722.821.813 1,30 Layak
Investasi 5,00% 14,77% 17.161.343.285 1,25 Layak
10,00% 12,03% 10.542.137.954 1,14 Layak
-1,00% 6,69% (3.612.930.840) 0,94 Tidak Layak
Pendapatan Usaha -2,00% -7,73% (30.698.540.280) 0,50 Tidak Layak
-3,00% -31,00% (59.078.610.837) 0,04 Tidak Layak
1,00% 7,63% (1.587.926.377) 0,97 Tidak Layak
Beban Pokok Pendapatan 2,00% -4,94% (26.648.531.354) 0,57 Tidak Layak
3,00% -23,01% (52.439.240.216) 0,15 Tidak Layak
Page 73
LAMPIRAN - 12
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024 - 2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (NEW PROJECT)
(Dalam Rupiah)
PROJECTION
KETERANGAN Jul - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN USAHA 219.834.663.952 464.308.473.591 529.725.825.421 604.359.959.118 689.509.445.561 786.655.813.883
Jasa pengiriman pesan singkat 219.834.663.952 464.308.473.591 529.725.825.421 604.359.959.118 689.509.445.561 786.655.813.883
BEBAN POKOK PENDAPATAN (195.652.850.917) (413.234.541.496) (471.455.984.625) (537.880.363.615) (613.663.406.550) (700.123.674.356)
Jasa pengiriman pesan singkat (195.652.850.917) (413.234.541.496) (471.455.984.625) (537.880.363.615) (613.663.406.550) (700.123.674.356)
LABA KOTOR 24.181.813.035 51.073.932.095 58.269.840.796 66.479.595.503 75.846.039.012 86.532.139.527
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (17.511.321.304) (39.556.654.346) (42.079.463.045) (44.855.268.466) (47.189.720.664) (49.845.453.575)
Gaji dan tunjangan karyawan 11.589.286.724 27.130.246.238 28.106.935.102 29.118.784.766 30.167.061.018 31.253.075.214
Telekomunikasi 2.280.162.125 4.815.885.616 5.494.405.396 6.268.523.189 7.151.707.991 8.159.326.469
Penyusutan dan Amortisasi 726.307.075 1.452.614.151 1.452.614.151 1.452.614.151 726.307.075 -
Imbalan kerja 620.475.709 1.310.494.552 1.495.132.757 1.705.785.009 1.946.116.480 2.220.308.733
Jasa profesional 578.055.563 1.220.899.795 1.392.914.815 1.589.165.376 1.813.066.073 2.068.512.587
Jasa manajemen 576.442.050 1.217.491.925 1.389.026.804 1.584.729.575 1.808.005.302 2.062.738.795
Tenaga kerja lepas 817.387.654 1.726.388.400 1.969.622.723 2.247.126.818 2.563.729.021 2.924.937.943
Jamuan 323.204.404 682.633.670 778.811.296 888.539.581 1.013.727.704 1.156.553.833
Beban usaha lainnya-neto (246.683.410) (521.015.182) (594.422.056) (678.171.371) (773.720.295) (882.731.299)
LABA USAHA 6.423.808.321 10.996.262.567 15.595.955.696 20.946.155.666 27.882.598.053 35.803.954.653
Pendapatan/Beban Lainnya (1.920.192.542) (4.698.256.089) (9.161.599.374) (10.452.395.480) (11.925.054.437) -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 4.503.615.779 6.298.006.478 6.434.356.322 10.493.760.186 15.957.543.616 35.803.954.653
Beban Pajak Penghasilan – Neto (990.795.471) (1.385.561.425) (1.415.558.391) (2.308.627.241) (3.510.659.595) (7.876.870.024)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 3.512.820.307 4.912.445.053 5.018.797.931 8.185.132.945 12.446.884.020 27.927.084.630
Page 74
LAMPIRAN - 13
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN Tahun 2024-2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (NEW PROJECT)
(Dalam Rupiah)
PROJECTION
KETERANGAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 208.825.210 6.406.329.154 12.286.296.685 21.249.269.421 33.652.615.845 60.701.390.843
Piutang usaha - neto 36.639.110.659 38.162.340.295 43.539.108.939 49.673.421.297 56.672.009.224 64.656.642.237
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan 16.304.404.243 16.982.241.431 19.374.903.478 22.104.672.477 25.219.044.105 28.772.205.795
Uang muka - - - - - -
Pajak dibayar di muka - - - - - -
Beban dibayar di muka - - - - - -
Total Aset Lancar 53.152.340.112 61.550.910.880 75.200.309.101 93.027.363.196 115.543.669.174 154.130.238.875
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak penghasilan - - - - - -
Aset pajak tangguhan - neto - - - - - -
Aset tetap - neto - - - - - -
Aset takberwujud - neto 5.084.149.528 3.631.535.377 2.178.921.226 726.307.075 - -
Biaya perolehan Software 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603
Akumulasi Amortisasi Software (726.307.075) (2.178.921.226) (3.631.535.377) (5.084.149.528) (5.810.456.603) (5.810.456.603)
Total Aset Tidak Lancar 5.084.149.528 3.631.535.377 2.178.921.226 726.307.075 - -
TOTAL ASET 58.236.489.640 65.182.446.257 77.379.230.327 93.753.670.271 115.543.669.174 154.130.238.875
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek - - - - - -
Utang usaha 48.913.212.729 50.946.724.294 58.124.710.433 66.314.017.432 75.657.132.314 86.316.617.386
Utang lain-lain - pihak ketiga - - - - - -
Utang pajak - - - - - -
Beban akrual - - - - - -
Pendapatan diterima di muka - - - - - -
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
Utang bank - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 48.913.212.729 50.946.724.294 58.124.710.433 66.314.017.432 75.657.132.314 86.316.617.386
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
1 tahun
Utang bank - - - - - -
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Panjang - - - - - -
TOTAL LIABILITAS 48.913.212.729 50.946.724.294 58.124.710.433 66.314.017.432 75.657.132.314 86.316.617.386
EKUITAS
Modal Saham 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603 5.810.456.603
Tambahan modal disetor - - - - - -
Saldo surplus revaluasi aset tetap - - - - - -
Penghasilan komprehensif lain - neto - - - - - -
Saldo laba 3.512.820.307 8.425.265.360 13.444.063.291 21.629.196.236 34.076.080.256 62.003.164.886
TOTAL EKUITAS 9.323.276.910 14.235.721.963 19.254.519.894 27.439.652.839 39.886.536.859 67.813.621.489
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 58.236.489.640 65.182.446.257 77.379.230.327 93.753.670.271 115.543.669.174 154.130.238.875
Page 75
LAMPIRAN - 14
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Arus Kas 2024-2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (NEW PROJECT)
(Dalam Rupiah)
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Laba/Rugi Bersih 3.512.820.307 4.912.445.053 5.018.797.931 8.185.132.945 12.446.884.020 27.927.084.630
Depresiasi & Amortisasi 726.307.075 1.452.614.151 1.452.614.151 1.452.614.151 726.307.075 -
Total Laba/Rugi Usaha 4.239.127.383 6.365.059.203 6.471.412.082 9.637.747.096 13.173.191.096 27.927.084.630
PENURUNAN/KENAIKAN OPERASI
Piutang usaha - neto (36.639.110.659) (1.523.229.637) (5.376.768.644) (6.134.312.359) (6.998.587.927) (7.984.633.013)
Persediaan (16.304.404.243) (677.837.188) (2.392.662.046) (2.729.769.000) (3.114.371.627) (3.553.161.691)
Utang usaha 48.913.212.729 2.033.511.565 7.177.986.139 8.189.306.999 9.343.114.882 10.659.485.072
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 208.825.210 6.197.503.943 5.879.967.531 8.962.972.736 12.403.346.424 27.048.774.998
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan / Kenaikan Aset Tetap - - - - - -
Penurunan / Kenaikan Aset takberwujud (5.810.456.603) - - - - -
Utang Bank Jangka Panjang - - - - - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (5.810.456.603) - - - - -
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Modal Sendiri 5.810.456.603
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 5.810.456.603 - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS 208.825.210 6.197.503.943 5.879.967.531 8.962.972.736 12.403.346.424 27.048.774.998
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN - 208.825.210 6.406.329.154 12.286.296.685 21.249.269.421 33.652.615.845
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 208.825.210 6.406.329.154 12.286.296.685 21.249.269.421 33.652.615.845 60.701.390.843
Page 76
LAMPIRAN - 15
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Analisa Kelayakan - NEW PROJECT
(Dalam Rupiah)
30/06/2024 31/12/2024 31/12/2025 31/12/2026 31/12/2027 31/12/2028 31/12/2029
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Uraian
Jul-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Laba tahun berjalan 3.512.820.307 4.912.445.053 5.018.797.931 8.185.132.945 12.446.884.020 27.927.084.630
Depresiasi dan amortisasi 726.307.075 1.452.614.151 1.452.614.151 1.452.614.151 726.307.075 -
Bunga (1 - Tax) - - - - - -
Investasi (5.810.456.603) - - - - - -
Perubahan Modal Kerja - (4.030.302.172) (167.555.260) (591.444.551) (674.774.359) (769.844.672) (878.309.631)
Arus Kas Bebas (5.810.456.603) 208.825.210 6.197.503.943 5.879.967.531 8.962.972.736 12.403.346.424 27.048.774.998
Tingkat diskonto 9,57% 9,57% 9,57% 9,57% 9,57% 9,57% 9,57%
Faktor diskonto 1,00 0,96 0,87 0,80 0,73 0,66 0,60
Nilai Kini Arus Kas Bebas (5.810.456.603) 199.493.059 5.403.204.427 4.678.420.352 6.508.278.257 8.219.447.688 16.358.409.977
Internal Rate of Return 75,71%
Net Present Value 35.556.797.157
Profitability Index 7,12
Payback Period 2 Tahun 11 Bulan
Page 77
LAMPIRAN - 16
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - NEW PROJECT
(Dalam Rupiah)
Break Even Point
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa BEP Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan Usaha 219.834.663.952 464.308.473.591 529.725.825.421 604.359.959.118 689.509.445.561 786.655.813.883
Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost) 195.652.850.917 413.234.541.496 471.455.984.625 537.880.363.615 613.663.406.550 700.123.674.356
Beban Usaha (Variable Cost) 18.484.311.789 41.530.283.679 44.126.499.251 46.986.053.988 48.689.748.034 50.728.184.874
Break Even Point 213.614.122.203 453.827.334.936 514.297.275.853 583.223.131.856 660.289.808.263 748.383.858.900
Profitabilitas
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa Profitabilitas Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit 11,00% 11,00% 11,00% 11,00% 11,00% 11,00%
Operating Profit 2,92% 2,37% 2,94% 3,47% 4,04% 4,55%
Net Profit 1,60% 1,06% 0,95% 1,35% 1,81% 3,55%
Return on Equity 37,68% 34,51% 26,07% 29,83% 31,21% 41,18%
Return on Investment 60,46% 84,54% 86,38% 140,87% 214,22% 480,63%
Analisis Sensitivitas
IRR NPV Profitability Index
Variable Posisi Kesimpulan
% Rupiah (PI)
Normal 75,71% 35.556.797.157 7,12 Layak
5,00% 73,29% 35.266.274.327 6,78 Layak
Investasi 10,00% 71,03% 34.975.751.496 6,47 Layak
15,00% 68,92% 34.685.228.666 6,19 Layak
-1,00% 44,07% 18.010.104.593 4,10 Layak
Pendapatan Usaha -2,00% 7,31% (871.187.682) 0,85 Tidak Layak
-3,00% 0,00% (22.046.068.785) (2,79) Tidak Layak
1,00% 46,48% 19.327.110.047 4,33 Layak
Beban Pokok Pendapatan 2,00% 13,29% 2.153.841.109 1,37 Layak
3,00% -24,41% (17.197.568.356) (1,96) Tidak Layak
ROI (Return On Investment )
Keterangan Rp ROI
Total Investasi Rp 5.810.456.603
Rata-rata Laba Bersih Rp 10.333.860.814
ROI (Return On Investment ) 1,78
Page 78
WACC (Weighted Average Cost of Capital)
Cost of Equity Cost of Debt
URAIAN PERSENTASE Kd : i*(1-T)
URAIAN PARAMETER FORMULA VALUE
Tingkat Bunga Bebas Risiko 7,07% Kd : 9,47% x (1-22%)
Risk Premium 6,44% Kd : 7,37%
Effective Tax Rate t 22% Beta 0,82
Total Long-Term Debt Wd 30% RBDS 1,79%
Total Equity We 70% Biaya Modal untuk Ekuitas 10,53%
Interest I 9,45%
Equity Beta (Proxy) B 0,82
Risk Free Rate (SUN) Rf 7,07%
Market Risk Premium (Rm-Rf) 6,44% Keterangan Komposisi Biaya Modal Rata-rata
RBDS (Rating Based Default Spread) RBDS 1,79% Utang 30,34% 7,37% 2,24%
Cost of Debt (After Tax) Kd i*(1-t) 7,37% Ekuitas 69,66% 10,53% 7,34%
Cost of Equity Ke Rf + (B*(Rm-Rf))-RBDS 10,53% WACC 9,57%
Weighted Average Cost of Capital WACC (D/(D+E)*Kd) + (E/(D+E)*Ke) 9,57%
Update June 2024 Telecom. Services
Bunga Kredit Korporasi Beta Unlevered Formula Beta Relevered
0,61 Bun*(1+(1-T)*D/E) 0,82
Kd Bank Persero 9,45% DER 43,55%
Source: SEKI 1.26 ( MATA UANG RUPIAH)
Names mentioned 49 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP SPR
p.15
unresolved
org
Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17
unresolved
person
Rudy Siswanto
p.17 ×6
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17 ×3
unresolved
org
PT Indivara Sejahtera Mandiri. Pihak
p.17
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19
unresolved
org
Anwar & Rekan
p.19 ×4
unresolved
org
Anwar
p.19 ×4
unresolved
org
Mirawati Sensi Idris
p.20
unresolved
person
Fitya Shabrina
p.25
unresolved
person
Septhiana Husoseini
p.25
unresolved
org
Pusat Statistik
p.26 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.29 ×8
unresolved
org
Bank Indonesia. Figur
p.30
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup
p.33
unresolved
org
Matahari Department Store Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
PT Infinitium Solutions
p.35
unresolved
org
PT Indodax Nasional Indonesia
p.35
unresolved
org
PT Nadyne Media Tama
p.36
unresolved
org
PT Sprint Asia Technology
p.36
unresolved
org
PT Integra Mitra Sejati
p.36
unresolved
org
PT YesBoss Group Indonesia
p.36
unresolved
org
PT Mid Solusi Nusantara
p.36
unresolved
org
PT Kokatto Teknologi Global
p.36
unresolved
org
PT Invonesia Solusi Data
p.36
unresolved
—
CIO
· Director
p.46
unresolved
—
CFO
· Director
p.46
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
p.47
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
3423 ms
12 Sep 2026 22:56
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': 'JATI.',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}