Skip to content
Back to announcement

20241120_JATI_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31780119_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review JATI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 78

Page 1
       LAPORAN STUDI KELAYAKAN
       FEASIBILITY STUDY REPORT

PERUBAHAN KEGIATAN USAHA (KBLI No. 61994)

PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
   Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Jakarta Selatan 12790
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5

          
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9

          
Page 10
                                         DAFTAR ISI



SURAT PENGANTAR
DAFTAR ISI                                                                         ix
PERNYATAAN PENILAI                                                                 xi

BAB I      PENDAHULUAN

           1.1     Latar Belakang                                                  I-1
           1.2     Maksud dan Tujuan                                               I-1
           1.3     Metodologi                                                      I-2
           1.4     Kondisi, Syarat dan Pembatasan                                  I-2


BAB II     GAMBARAN UMUM PERSEROAN

           2.1   Profil PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                      II-1
           2.2   Legalitas dan Perizinan                                          II-2
           2.3   Tenaga Kerja                                                     II-3
           2.4   Tinjauan Kinerja Keuangan                                        II-3
           2.5   Informasi Investigasi Lapangan                                   II-9


BAB III ASPEK MAKRO INDONESIA

           3.1   Makroekonomi Indonesia                                           III-1
           3.2   Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Makro Indonesia               III-6


BAB IV ASPEK PASAR

           4.1   Industri Teknologi Informasi di Indonesia                        IV-1
           4.2   Kondisi Pasar Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                  IV-1
           4.3   Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar                               IV-5


BAB V ASPEK TEKNIS

           5.1   Bisnis Perseroan                                                 V-1
           5.2   Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                V-2
           5.3   Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis                              V-5

BAB VI ASPEK POLA BISNIS

           6.1   Pola Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan                  VI-1
           6.2   Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis                         VI-2


BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN

           7.1   Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen                      VII-1
           7.2   Ketersediaan Tenaga Kerja                                        VII-2


Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk          ix
Page 11
           7.3   Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)            VII-3
           7.4   Manajemen Risiko                                                  VII-4
           7.5   Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen                      VII-5


BAB VIII ASPEK KEUANGAN

           8.1   Rencana Perseroan                                                 VIII-1
           8.2   Metodologi Analisa                                                VIII-1
           8.3   Cut Off Date dalam Analisa                                        VIII-1
           8.4   Arus Kas Bersih yang Digunakan                                    VIII-1
           8.5   Penetapan Tingkat Diskonto                                        VIII-2
           8.6   Proyeksi Keuangan                                                 VIII-5
           8.7   Analisis Kelayakan Investasi                                      VIII-10
           8.8   Analisis Sensitivitas                                             VIII-11
           8.9   Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Keuangan                       VIII-12

                                          IX-1
           9.1 Kesimpulan                                                         IX-1
           9.2 Saran-saran                                                        IX-5




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk          x
Page 12
                                   PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini
pada tanggal penilaian menyatakan bahwa:

1.    Pernyataan dalam laporan penugasan ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan
      kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2.    Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
      perusahaan dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan
      hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait.
3.    Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan.
4.    Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penugasan pada tanggal penilaian
      (Cut Off Date).
5.    Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan studi
      kelayakan.
6.    Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
7.    Kesimpulan Pendapat telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
8.    Data ekonomi dan industri dalam laporan studi kelayakan diperoleh dari berbagai sumber yang
      diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
9.    Biaya profesional tidak berhubungan dengan pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
10.   Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
      Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
11.   Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri
      yang dinilai.
12.   Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan
      analisa untuk menghasilkan nilai yang subjektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau
      peristiwa yang terjadi di kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan
      laporan ini.
13.   Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
      •    Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian, dan tanggal
           penilaian)
      •    Pengumpulan data dan wawancara
      •    Analisis data
      •    Penulisan laporan

14.   Penilai telah melakukan analisis terhadap objek penugasan pada tanggal penilaian.
15.   Penugasan ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
16.   Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
      pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
      dalam laporan studi kelayakan ini.
17.   Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat
      dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan SPI Edisi VII Tahun 2018
      tentang Kode Etik Penilai Indonesia dan Stadar Penilaian Indonesia dan Revisi SPI 330 Tahun 2020,
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, No. 17/POJK.04/2020, dan Surat Edaran
      Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") No. 17/SEOJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi
      profesional dan tanda tangan penilai berikut tim pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:

      a.   Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
           diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
      b.   Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
      c.   Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan telah menyediakan bantuan
           profesional dalam menyiapkan laporan.


Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                       xi
Page 13

          
Page 14
                                                BAB I
                                        PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang


        PT Informasi Teknologi Indonesia (JATI) (“Perseroan”), dikenal sebagai Jatis Mobile,
        merupakan sebuah Perseroan Terbatas berstatus perusahaan terbuka di Indonesia yang
        didirikan pada tahun 2002 dan mulai beroperasi di tahun 2003. Saat ini, kegiatan Perseroan
        adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan teknologi informasi yang selama 20
        tahun telah mendapatkan kepercayaan lebih dari 500 Perusahaan, baik multinasional
        maupun nasional di Indonesia meliputi berbagai sektor industri seperti Telekomunikasi,
        Layanan Finansial (Perbankan, Asuransi, Multi Finance, Fin-Tech), Distribusi Ritel, Barang
        Konsumsi, Perdagangan Elektronik, Travel Services, Perhotelan, Pemerintahan, Logistik,
        serta Otomotif.

        Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen, pada awalnya izin usaha terkait
        bisnis A2P SMS (Application-to-Person SMS) masuk ke dalam KBLI 61922 (Jasa Komunikasi
        Data). Sesuai dengan arahan dari Menkominfo terkait proses izin lanjutan, KBLI tersebut
        diganti dengan KBLI No. 61994 (Jasa Jual Kembali Jasa Telekomunikasi), oleh karena itu
        perubahan KBLI perlu dilakukan.

        Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, rencana Perseroan berupa perubahan
        kegiatan usaha ini memerlukan studi kelayakan dengan mengacu Peraturan Otoritas Jasa
        Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
        Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK)
        Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat
        Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
        Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai
        Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 dan Revisi SPI
        330 Tahun 2020, maka Perseroan menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi
        kelayakan atas rencana perubahan kegiatan usaha (“studi kelayakan”) tersebut.

1.2     Maksud dan Tujuan


        Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
        rencana perubahan kegiatan usaha Perseroan yang selanjutnya akan digunakan Perseroan
        untuk memenuhi ketentuan dari Peraturan No. 35/POJK.04/2020 dan 17/POJK.04/2020.
        Studi kelayakan ini ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek makro Indonesia, aspek
        pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.


        Hasil studi kelayakan ini dapat dijadikan sebagai pegangan bagi para pengelola perusahaan
        dan bahan pertimbangan untuk kebijaksanaan maupun pengambilan keputusan, baik yang
        bersifat administratif maupun operasional di kemudian hari, sehingga diharapkan target
        pelaksanaan proyek dapat direalisasikan sesuai dengan rencana. Penugasan ini dilakukan

Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk              I-1
Page 15
        dengan mengacu kepada ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
        Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.

1.3     Metodologi

        Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:
          • Pengumpulan data-data primer dari Perseroan terkait dengan rencana perubahan
              kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta
              data-data lainnya yang terkait dengan rencana perubahan kegiatan usaha.
          • Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan perubahan
              kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator
              Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR),
              Payback Period, Break Even Point (BEP), dan Return on Investment (ROI).
          • Dalam studi kelayakan ini kami melakukan analisis pada aspek makro Indonesia,
              aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek
              keuangan.

1.4     Kondisi, Syarat dan Pembatasan


        Kondisi, syarat dan pembatasan dibuat sebagai kode etik profesional dan batasan
        kewenangan konsultan antara lain:

        1.   Laporan studi kelayakan merupakan hasil analisis KJPP SPR atas rencana Perseroan
             yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan Kode Etik Penilai
             Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan
             Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
             Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
        2.   Nilai investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan
             manajemen dan data pasar.
        3.   Penyusunan laporan studi kelayakan ini merupakan interpretasi kami atas data dan
             informasi yang diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan
             laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila
             terjadi sesuai atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi
             tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan Pemerintah yang baru maupun
             perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial dan ekonomi.
        4.   Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
             kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi Perseroan yang relevan dan
             berpengaruh signifikan terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau
             belum kami terima dari Perseroan.
        5.   Kami berasumsi bahwa Perseroan menaati semua peraturan yang ditetapkan
             Pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu
             maupun di masa mendatang.
        6.   Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh
             Perseroan. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-
             aset Perseroan, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
        7.   Kami berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan
             dengan perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk              I-2
Page 16
              dengan peraturan yang berlaku.
        8.    Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
              penyusunan studi kelayakan.
        9.    Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan
              audit per cut off date, kami peroleh dari manajemen.
        10.   Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
        11.   Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
              kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
              pencapaian (fiduciary duty).
        12.   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan studi kelayakan dan kewajaran
              proyeksi.
        13.   Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
              dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
        14.   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
        15.   Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup, dan karenanya
              tidak bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait
              dengan permasalahan lingkungan.
        16.   Laporan studi kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
        17.   Penilai bertanggung jawab pada laporan studi kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
              laporan ini.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                 I-3
Page 17
                                               BAB II
                          GAMBARAN UMUM PERSEROAN


2.1     Profil PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk

        2.1.1   Pendirian

        PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta No. 127
        tanggal 11 April 2002 dari Iman Immanuel Sinaga S.H., C.N., notaris pengganti Dr. Irawan
        Soerodjo, S.H., M.S.i., Akta pendirian ini disetujui oleh Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi
        Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-10834 HT.01.01.TH.2002
        tanggal 18 Juni 2002 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 23
        Tambahan No. 2247 tanggal 21 Maret 2003.

        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dalam akta No.
        22 tanggal 24 Juli 2023 dari Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara, mengenai
        perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Perubahan ini telah diterima dan dicatat
        dalam Database Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0153148 Tahun 2023 tanggal 24 Juli
        2023.

        Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2002. Perseroan berkedudukan di
        Jakarta Selatan dan kantor operasional terletak di Gedung Graha Orange, Jl. Mampang
        Prapatan Raya No. 3, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

        Entitas induk langsung langsung dan entitas induk terakhir Perseroan adalah PT Jati Piranti
        Solusindo dan PT Indivara Sejahtera Mandiri. Pihak pengendali Perseroan adalah Jusuf
        Sjariffudin.

        2.1.2   Kegiatan Usaha

        Sesuai dengan Pasal 3 dari Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan yaitu
        aktivitas jasa informasi, aktivitas pemrograman, konsultasi Komputer dan yang berhubungan
        dengan itu, bidang telekomunikasi, perdagangan eceran komputer dan perlengkapannya, dan
        perdagangan eceran piranti lunak.

        2.1.3   Struktur Permodalan

        Berdasarkan catatan pada Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2024, struktur
        permodalan Perseroan dan komposisi kepemilikan saham Perseroan adalah sebagai berikut:




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                 II - 1
Page 18
                                       Figur 2.1 Struktur Permodalan
                                                      Lembar
                   Pemegang Saham                                        Nominal (Rp)     Persentase
                                                      Saham
          PT Jati Piranti Solusindo                2.088.000.000         41.760.000.000         64%
          PT Amanah Ayah Anak                         522.000.000        10.440.000.000         16%
          Masyarakat (masing-masing <5%)              652.520.106        13.050.402.120         20%
                         Jumlah                  3.262.520.106         65.250.402.120         100%
        Sumber: Catatan Laporan Keuangan per 30 Juni 2024


        2.1.4     Susunan Pengurus

        Berdasarkan Akta Permyataan Keputusan Rapat PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk No. 06
        tanggal 5 April 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Rudy Siswanto, S.H., susunan Dewan
        Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                   : Jusuf Sjariffudin
        Komisaris Independen              : Hendri Mulya Syam

        Direksi
        Direktur Utama                    : Erik Rivai Ridzal
        Wakil Direktur Utama              : Asrul Abdillah Ali
        Direktur                          : Adrianus Yose Hartono
        Direktur                          : Yuliana Theodora

2.2     Legalitas dan Perizinan

        Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang diperlukan
        dari instansi yang berwenang berkaitan dengan kegiatan usahanya sebagai berikut:

        1.   Nomor Pokok Wajib Pajak 02.139.745.0-058.000 atas nama PT Informasi Teknologi
             Indonesia Tbk.
        2.   Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Nomor 908 Tahun
             2014 tentang Izin Penyelenggaraan Jasa Penyediaan Konten PT Informasi Teknologi
             Indonesia.
        3.   Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha: 9120406801697 yang
             diterbitkan tanggal 19 Agustus 2019 dengan perubahan ke-39 tanggal: 9 Januari 2023.
        4.   Perizinan    Berusaha    Berbasis    Risiko dengan     Nomor     Sertifikat Standar:
             91204068016970005 yang diterbitkan tanggal 9 Oktober 2023.
        5.   Perizinan    Berusaha    Berbasis    Risiko dengan     Nomor     Sertifikat Standar:
             91204068016970010 yang diterbitkan tanggal 6 Oktober 2023 dengan perubahan ke-4,
             Tanggal: 27 September 2022.
        6.   Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Izin: 91204068016970008 yang
             diterbitkan tanggal: 19 Desember 2022 dengan Perubahan ke-3 tanggal: 26 Oktober
             2022.
        7.   Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TD PSE) Domestik dengan Nomor PB-
             UMKU: 912040680169700120001 yang diterbitkan tanggal 17 Oktober 2022.

Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                II - 2
Page 19
        8.  Salinan Akta Pendirian Perseroan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk No. 127 tanggal
            11 April 2002 oleh Iman Immanuel Sinaga S.H., C.N., notaris pengganti Dr. Irawan
            Soerodjo, S.H., M.S.i. yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak
            Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: C-10834 HT.01.01.TH.2002 yang ditetapkan
            tanggal 18 Juni 2022.
        9. Salinan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 21 tanggal 24 Juli
            2023 oleh Rudy Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara.
        10. Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 22 tanggal 24 Juli 2023 oleh Rudy
            Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara yang telah diterima oleh Kementerian Hukum Dan
            Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat nomor AHU-AH.01.09-0153148
            tanggal 18 Agustus 2023.
        11. Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 06 tanggal 5 April 2024 oleh Rudy
            Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara.
        12. Salinan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 07 tanggal 5 April 2024 oleh Rudy
            Siswanto, S.H., notaris di Jakarta Utara, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris
            dan Direksi yang telah diterima oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
            Indonesia dengan surat nomor AHU-AH.01.09-0157855 tanggal 24 April 2024.

2.3     Tenaga Kerja

        Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk memiliki
        ketersediaan tenaga kerja sebagai berikut:

                                      Figur 2.2 Jumlah Tenaga Kerja
                                      Kategori                     Jumlah orang
                             Karyawan Tetap                            189
                             Karyawan Kontrak                           76
                             Total Tenaga Kerja                        265
                           Sumber: Manajemen


2.4     Tinjauan Kinerja Keuangan

        Berikut merupakan dasar analisis kinerja keuangan historis:
        a. Laporan Keuangan Interim PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tanggal 30 Juni
            2024 dan untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal tersebut yang telah
            diaudit oleh KAP Anwar & Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
            menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
        b. Laporan Keuangan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2023
            dan 2022 yang telah diaudit oleh KAP Anwar & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
            keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
        c. Laporan Keuangan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2022
            dan 2021 yang telah diaudit oleh KAP Anwar & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
            keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
        d. Laporan Keuangan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2021
            dan 2020 yang telah diaudit oleh KAP Anwar & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
            keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
        e. Laporan Keuangan PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2020

Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk               II - 3
Page 20
                      dan 2019 yang telah diaudit oleh KAP Mirawati Sensi Idris dengan pendapat bahwa
                      laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.

              Tinjauan Laba (Rugi)

                                                       Figur 2.3 Laporan Laba (Rugi) Perseroan
                                                                                                                                                               (dalam rupiah)
                                                          HIST                 HIST                 HIST                 HIST                 HIST                   HIST
                    KETERANGAN                          Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des              Jan - Jun
                                                          2019                 2020                 2021                 2022                 2023                   2024
PENDAPATAN USAHA                                      303.296.695.500      268.858.185.593      346.897.198.520      507.347.976.514      468.953.507.777        254.574.728.702
 Jasa pengiriman pesan singkat                        256.696.029.440      224.927.162.074      261.796.089.287      360.558.589.363      326.338.658.219        187.135.033.018
 Jasa pengiriman WhatsApp                                         -         21.485.114.008       64.639.492.194      117.337.339.567      131.621.351.634         64.437.007.024
 Penjualan Voucher                                      2.671.372.458                  -                    -                    -                    -                      -
 Jasa lainnya                                          43.929.293.602       22.445.909.511       20.461.617.039       29.452.047.584       10.993.497.924          3.002.688.660

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                (256.736.634.493)    (226.081.435.949)    (284.741.806.392)    (420.409.811.266)    (406.384.845.121)      (222.619.740.520)
 Jasa pengiriman pesan singkat                        (221.497.909.105)    (195.411.613.206)    (233.959.636.686)    (316.483.988.709)    (290.727.263.720)      (167.807.248.192)
 Jasa pengiriman WhatsApp                                           -        (12.648.535.917)     (36.823.598.798)     (86.567.023.437)   (107.282.103.222)        (52.964.755.503)
 Penjualan Voucher                                       (2.620.958.558)                 -                    -                    -                    -                      -
 Jasa lainnya                                           (32.617.766.830)     (18.021.286.826)     (13.958.570.908)     (17.358.799.120)      (8.375.478.179)        (1.847.736.825)
LABA KOTOR                                             46.560.061.007       42.776.749.644       62.155.392.128       86.938.165.248       62.568.662.656         31.954.988.182
Beban Usaha
 Beban umum dan administrasi                           (39.287.632.060)     (36.926.560.553)     (44.903.294.764)     (54.055.057.441)     (57.740.116.403)       (30.035.280.092)
   Gaji dan tunjangan karyawan                          24.796.419.421       22.424.484.584       32.071.750.884       41.497.521.589       43.579.224.747         21.017.626.777
   Telekomunikasi                                        1.562.870.544        3.417.146.469        4.750.387.518        5.625.214.888        4.875.811.489          2.339.943.778
   Penyusutan dan Amortisasi                             3.416.582.355        3.450.275.905        2.516.694.980        2.467.255.480        2.856.113.519          2.722.579.995
   Imbalan kerja                                          (739.422.758)       1.341.808.717        1.336.342.289         (705.375.000)       1.323.605.000            900.000.000
   Jasa profesional                                        350.401.240          605.458.522          770.117.625        1.461.905.011        1.036.149.675          1.287.833.301
   Jasa manajemen                                        1.123.950.986        1.073.242.115          916.000.000          912.000.000          916.000.000            418.500.000
   Tenaga kerja lepas                                    2.496.011.011        1.765.878.710          847.871.765          883.751.880          822.940.285            399.829.926
   Jamuan                                                  502.740.500          558.155.281          557.786.440          579.427.614          521.303.010            312.122.726
   Pemulihan nilai piutang - bersih                       (941.068.138)                 -                    -                    -                    -                      -
   Lain-lain                                             6.719.146.899        2.290.110.250        1.136.343.263        1.333.355.979        1.808.968.678            636.843.589
 Beban usaha lainnya-neto                                                       (41.575.284)        (577.442.826)        (668.654.056)        (681.583.814)          (545.351.266)
LABA USAHA                                               7.272.428.947        5.808.613.807       16.674.654.538       32.214.453.751        4.146.962.439          1.374.356.824

Penghasilan keuangan                                        64.437.859          766.402.086        1.004.661.783          641.344.584        1.128.772.537            470.895.408
Biaya keuangan                                          (1.428.230.358)        (400.302.648)        (127.326.814)        (774.466.172)      (1.580.792.533)          (855.974.592)
Keuntungan penjualan aset tetap                            721.920.395                  -                    -                    -                    -                      -
Keuntungan selisih kurs mata uang asing - bersih              (360.126)                 -                    -                    -                    -                      -
Lain-lain - bersih                                        (513.515.778)                 -                    -                    -                    -                      -

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                           6.116.680.939        6.174.713.245      17.551.989.507       32.081.332.163         3.694.942.443            989.277.640

Beban Pajak Penghasilan – Neto                          (2.187.217.945)      (2.183.871.279)      (4.062.713.315)      (7.514.861.791)      (1.013.668.062)          (350.828.596)

LABA NETO TAHUN BERJALAN                                 3.929.462.994        3.990.841.966      13.489.276.192       24.566.470.372         2.681.274.381            638.449.044

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi       (427.031.157)         117.854.526         316.454.255       32.594.724.106          (175.578.000)                   -
Saldo surplus revaluasi aset tetap                                                                           -        31.163.417.866                   -                      -
Pengukuran kembali atas imbalan kerja pasti               (569.374.876)         268.694.156         405.710.583        1.835.008.000          (225.100.000)                   -
Pajak penghasilan terkait                                  142.343.719         (150.839.630)         (89.256.328)       (403.701.760)           49.522.000                    -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                   3.502.431.837        4.108.696.492      13.805.730.447       57.161.194.478         2.505.696.381            638.449.044

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


                Pendapatan usaha Perseroan secara historis diperoleh dari jasa pengiriman pesan singkat, jasa
                pengiriman whatsapp, penjualan voucher, dan jasa lainnya. Rata-rata laba kotor terhadap
                pendapatan usaha selama periode 31 Desember 2019 hingga 30 Juni 2024 adalah sebesar
                15,37% dengan persentase terendah pada periode 30 Juni 2024 sebesar 12,55% dan tertinggi
                pada tahun 2021 sebesar 17,92%, sementara rata-rata laba usaha terhadap pendapatan
                usaha selama periode 31 Desember 2019 hingga 30 Juni 2024 adalah sebesar 2,86%.

                Selama tahun 2020 hingga 2022, Perseroan terus mengalami peningkatan laba neto tahun
                berjalan, sementara terjadi penurunan yang sangat signifikan pada tahun 2023 sebesar
                89,09%. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh adanya peningkatan beban umum


Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                                                                                           II - 4
Page 21
           dan administrasi yang tidak iringi dengan peningkatan pendapatan usaha. Pada 30 Juni 2024,
           Perseroan mencatatkan laba neto tahun berjalan sebesar Rp638,45 juta.

           Tinjauan Posisi Keuangan

                                    Figur 2.4 Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                                                                                                         (dalam rupiah)
                                   HIST              HIST              HIST              HIST              HIST               HIST
          KETERANGAN             Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des          Jan - Jun
                                   2019              2020              2021              2022              2023               2024
ASET
  ASET LANCAR                   91.031.256.553   115.168.915.543   126.113.251.727   212.104.062.956   220.392.221.174   190.735.599.489
  ASET TIDAK LANCAR             13.331.965.779    17.922.013.038    17.350.582.808    46.099.545.297    95.265.118.025   101.967.415.478
TOTAL ASET                     104.363.222.332   133.090.928.581   143.463.834.535   258.203.608.253   315.657.339.199   292.703.014.967

LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS JANGKA PENDEK     75.895.698.901   102.702.734.868    99.176.251.451   148.915.165.352   138.028.150.791   119.157.420.296
   LIABILITAS JANGKA PANJANG     8.787.015.367     9.859.129.928    10.750.957.245    12.637.405.441    16.587.577.499    12.668.151.369
TOTAL LIABILITAS                84.682.714.268   112.561.864.796   109.927.208.696   161.552.570.793   154.615.728.290   131.825.571.665

EKUITAS                         19.680.508.064    20.529.063.785    33.536.625.839    96.651.037.460   161.041.610.909   160.877.443.302

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS   104.363.222.332   133.090.928.581   143.463.834.535   258.203.608.253   315.657.339.199   292.703.014.967
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

           Berdasarkan tabel di atas, total aset dan ekuitas Perseroan selama periode historis kian
           meningkat hingga tahun 2023, sementara liabilitas mengalami fluktuasi. Berikut ini adalah
           penjelasan dari masing-masing akun:

           a. Aset

               Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp315,66 miliar,
               naik sebesar 22,25% secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan tahun
               sebelumnya yang tercatat sebesar Rp258,20 miliar. Pada 30 Juni 2024, Perseroan
               membukukan total aset sebesar Rp292,70 miliar.

               Aset Lancar

               Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, yang masuk ke dalam klasifikasi aset lancar
               adalah jika dapat diselesaikan dalam waktu kurang atau sama dengan dua belas bulan.
               Pada tahun 2023, total aset lancar Perseroan mengalami peningkatan sebesar 3,91% atau
               sejumlah Rp8,29 miliar dibandingkan tahun 2022 terutama disebabkan oleh peningkatan
               piutang usaha, pajak dibayar di muka, serta uang muka. Pada 30 Juni 2024, Perseroan
               membukukan aset lancar sebesar Rp190,74 miliar.

               Aset Tidak Lancar

               Berbanding lurus dengan aset lancar, aset tidak lancar perseroan pada tahun 2023
               mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022. Perseroan membukukan
               aset tidak lancar sebesar Rp95,27 miliar pada tahun 2023 atau meningkat sebesar
               106,65% dibandingkan tahun sebelumnya yang utama disebabkan oleh penambahan aset
               takberwujud. Pada 30 Juni 2024, Perseroan membukukan aset tidak lancar sebesar
               Rp101,97 miliar.

Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                                                    II - 5
Page 22
         b. Liabilitas

            Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Hingga tahun
            2023, jumlah liabilitas mencapai Rp154,62 miliar, mengalami sedikit penurunan sebesar
            4,29% dibandingkan tahun 2022 yang tercatat Rp161,55 miliar. Pada 30 Juni 2024,
            Perseroan membukukan total liabilitas sebesar Rp131,83 miliar.

            Liabilitas Jangka Pendek

            Liabilitas jangka pendek terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, utang sewa,
            pendapatan diterima di muka, serta utang pembiayaan konsumen dan utang bank yang
            jatuh tempo dalam 1 tahun.

            Pada tahun 2023, liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami penurunan sebesar
            7,31% dari Rp148,91 miliar menjadi Rp138,03 miliar. Hal ini terutama disebabkan adanya
            penurunan utang usaha, utang lain-lain, dan penurunan pendapatan diterima di muka.
            Pada 30 Juni 2024, Perseroan membukukan liabilitas jangka pendek sebesar Rp119,16
            miliar.

            Liabilitas Jangka Panjang

            Akun liabilitas jangka panjang terdiri dari liabilitas imbalan pascakerja serta utang
            pembiayaan konsumen dan utang bank setelah dikurangi bagian jatuh tempo 1 tahun.

            Liabilitas jangka panjang pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 31,26%. Pada
            30 Juni 2024, Perseroan membukukan liabilitas jangka panjang sebesar Rp12,67 miliar.

         c. Ekuitas

            Total ekuitas Perseroan pada tahun 2023 mencapai Rp161,04 miliar di mana mengalami
            peningkatan sebesar 66,62% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp96,65 miliar.
            Pada 30 Juni 2024, Perseroan membukukan ekuitas sebesar Rp160,88 miliar.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                   II - 6
Page 23
Tinjauan Arus Kas
                                                           Figur 2.5 Laporan Arus Kas Perseoan
                                                                                                                                                          (dalam rupiah)
                                                                        HIST               HIST               HIST              HIST              HIST              HIST
                         KETERANGAN                                   Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Jun
                                                                        2019               2020               2021              2022              2023              2024
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI                             (1.224.597.743)    60.069.194.307    (23.357.548.219)   50.023.182.273   (30.862.925.558) (23.140.328.198)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari (pembayaran kepada) pihak-pihak berelasi - bersih   (4.439.242.924)               -                  -                 -                -                  -
Perolehan aset tetap                                                (1.491.716.070)    (1.818.602.340)    (3.042.846.834)   (3.874.836.158) (1.641.443.273)       (459.602.220)
Perolehan aset takberwujud                                              (53.700.000)     (532.468.820)      (312.728.521)     (322.506.472) (44.664.467.234)    (2.500.000.000)
Hasil penjualan aset tetap                                           1.187.195.000        432.087.500        190.377.651       495.495.495      441.441.441                -
Penurunan (kenaikan) dana yang dibatasi penggunaannya                 (536.560.179)      (387.971.096)       924.531.275               -                -                  -
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                        (5.334.024.173)    (2.306.954.756)    (2.240.666.429)   (3.701.847.135) (45.864.469.066)    (2.959.602.220)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang pihak berelasi - neto                            -        448.378.521        (448.378.521)                -                -                 -
Penerimaan (pembayaran) dari penawaran saham perdana                           -                -                   -                   -     65.250.000.000               -
Tambahan modal disetor                                                         -                -                   -       10.000.000.000               -                 -
Pembayaran beban bunga dan keuangan                                 (1.428.230.358)             -                   -                   -                -                 -
Penerimaan dari utang bank                                           7.022.840.343              -         6.000.000.000     10.000.000.000 37.403.612.453                  -
Pembayaran utang bank                                               (1.000.000.000) (15.795.911.028)                -        (8.302.889.861) (27.413.087.044)   (5.319.974.956)
Pembayaran dividen                                                  (1.000.000.000)    (400.000.000)       (798.168.393)                -                -                 -
Penerimaan hasil pelaksanaan waran                                             -                -                   -                   -          2.139.000         2.701.500
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                          3.594.609.985 (15.747.532.507)       4.753.453.086     11.697.110.139 75.242.664.409       (5.317.273.456)

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS                        (2.964.011.931)    42.014.707.044    (20.844.761.562)   58.018.445.277    (1.484.730.215) (31.417.203.874)

PENURUNAN NETO PINJAMAN CERUKAN BANK                                                              -                  -                 -      (7.510.650.654)              -

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                       5.318.580.055       2.354.568.124    44.369.275.168     23.524.513.606   81.542.958.883     72.547.578.014

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                      2.354.568.124      44.369.275.168    23.524.513.606     81.542.958.883   72.547.578.014     41.130.374.140
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

             Dari laporan keuangan yang diperoleh, aktivitas cash flow pada periode yang berakhir pada
             30 Juni 2024 diantaranya sebagai berikut:

             •      Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi Perseroan menunjukan arus kas keluar
                    sebesar Rp23,14 miliar pada periode 30 Juni 2024 yang berasal dari penerimaan dari
                    pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga, pembayaran untuk biaya keuangan.
                    pembayaran kepada pemasok, pembayaran kas untuk karyawan, pembayaran kas untuk
                    pajak penghasilan, dan pembayaran untuk beban operasional lainnya.
             •      Arus kas bersih untuk aktivitas investasi Perseroan pada periode 30 Juni 2024
                    menunjukkan arus kas keluar sebesar Rp2,96 miliar yang berasal dari perolehan aset
                    tetap dan aset takberwujud.
             •      Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan Perseroan menunjukkan arus kas keluar
                    sebesar Rp5,32 miliar pada 30 Juni 2024. Arus kas bersih tersebut berasal dari
                    pembayaran utang bank dan penerimaan hasil pelaksanaan waran.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                                                                                        II - 7
Page 24
        Rasio Keuangan

                                                       Figur 2.6 Rasio Keuangan
                                                             HIST          HIST          HIST          HIST          HIST          HIST
                           KETERANGAN                      Jan - Des     Jan - Des     Jan - Des     Jan - Des     Jan - Des     Jan - Jun
                                                             2019          2020          2021          2022          2023          2024
      LIKUIDITAS
      Current Ratio                              x                1,20          1,12          1,27          1,42          1,60         1,60
      Quick Ratio                                x                1,07          1,09          1,21          1,39          1,57         1,60
      Cash Ratio                                 x                0,03          0,43          0,24          0,55          0,53         0,35

      AKTIVITAS
      Rata-rata umur piutang                    days            67,75         79,43         87,46         85,30        105,13         97,80
      Rata-rata umur utang usaha                days            32,89         57,87         35,94         59,32         36,66         37,90
      Rata-rata umur persediaan                 days            13,43          4,50          8,37          4,54          3,64          0,26
      Rata-rata umur aset tetap                 days            11,23         11,28          9,86         30,15         31,55         29,55

      SOLVABILITAS
      Total Liabilitas terhadap Total Aset       %            81,14%        84,58%        76,62%        62,57%         48,98%       45,04%
      Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas    %           430,29%       548,30%       327,78%       167,15%         96,01%       81,94%

      PROFITABILITAS
      Gross Margin                               %             15,35%        15,91%        17,92%        17,14%        13,34%       12,55%
      Operating Profit Margin                    %              2,40%         2,16%         4,81%         6,35%         0,88%        0,54%
      Profit Margin                              %              1,30%         1,48%         3,89%         4,84%         0,57%        0,25%
      Return On Asset                            %              3,77%         3,00%         9,40%         9,51%         0,85%        0,22%
      Return On Equity                           %             19,97%        19,44%        40,22%        25,42%         1,66%        0,40%

      Sumber: Laporan keuangan Perseroan, diolah


         Rasio Likuiditas
         Tingkat Likuiditas Perseroan secara rata-rata dalam periode 31 Desember 2019 sampai 30
         Juni 2024 yang dilihat dari rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio)
         menunjukkan keadaan yang baik dimana nilai keduanya lebih dari 1 yang artinya aset lancar
         maupun aset lancar dikurangi oleh persediaan, nilainya masih sangat cukup untuk menutupi
         kewajiban lancar. Sementara untuk cash ratio, menunjukkan nilai rasio rata-rata di bawah 1,
         di mana kas yang dimiliki masih lebih rendah dari jumlah utang lancar.

         Rasio Aktivitas
         Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perusahaan dalam menggunakan sumber-
         sumber dana yang tersedia atau melihat efisensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya
         yang tersedia atau melihat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk
         menghasilkan kas dan pendapatan. Jika dilihat dari rata-rata selama periode historis, secara
         berturut-turut rata-rata umur piutang usaha, umur utang usaha, umur persediaan, dan umur
         aset tetap yaitu sebesar 87 hari; 43 hari kali; 6 hari dan 21 hari.

         Rasio Solvabilitas
         Rasio ini menilai kemampuan dalam melunasi semua kewajibannya, baik jangka pendek
         maupun jangka panjang dengan jaminan aset yang dimiliki perusahaan hingga perusahaan
         tutup atau likuidiasi. Rasio utang terhadap total aset rata-rata selama periode historis adalah
         sebesar 66,49%, sedangkan rasio utang terhadap total ekuitas yaitu sebesar 275,25%.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                                                       II - 8
Page 25
         Rasio Profitabilitas
         Rasio ini diperlukan untuk pencatatan transaksi keuangan. Biasanya dinilai oleh investor dan
         kreditur untuk menilai jumlah laba investasi yang akan diperoleh investor dan besaran laba
         perusahaan untuk menilai kemampuan perusagaan membayar utang kepada kreditur
         berdasarkan tingkat pemakaian aset dan sumber daya lainnya sehingga terlihat tingkat
         efisiensi perusahaan. Rata-rata marjin laba kotor selama periode historis mencapai 15,37%,
         margin laba usaha sebesar 2,86%, margin laba bersih sebesar 2,06%, rasio pengembalian
         aset sebesar 4,46% dan untuk rata-rata rasio pengembalian ekuitas adalah sebesar 17,85%.

2.5      Informasi Investigasi Lapangan

         Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang
         relevan dalam penugasan perubahan kegiatan usaha Perseroan.

         Berikut informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan:

          No. Surat Tugas               : 01154A/KJPPSPR-ST/IX/2024
          Tanggal Inspeksi              : 13 September 2024
          Lokasi                        : Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3,
                                          Jakarta Selatan 12790.
          Pelaksana                     : Ruli Citrarini, SE; Fitya Shabrina, SE; Echa Tania Mulyani,
                                          SM; dan Septhiana Husoseini, SE.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                  II - 9
Page 26
                                              BAB III
                              ASPEK MAKRO INDONESIA

3.1     Makroekonomi Indonesia


        3.1.1 Kondisi Perekonomian Indonesia


        Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekonomi Indonesia tetap baik pada
        triwulan II 2024, di tengah ketidakpastian perekonomian global. Perkembangan tersebut
        tercermin pada pertumbuhan ekonomi triwulan II 2024 yang mencapai 5,05% (yoy),
        melanjutkan kinerja positif pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya sebesar 5,11%
        (yoy). Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5%
        (yoy) didukung oleh permintaan domestik.

        Figur 3.1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran
                                                                                  dalam persen (%)




               Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

      Dari sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen menunjukkan pertumbuhan yang positif.
      Konsumsi rumah tangga tumbuh lebih tinggi sebesar 4,93% (yoy) sejalan dengan mobilitas
      masyarakat yang meningkat dan terjaga daya beli. Pertumbuhan investasi secara keseluruhan
      meningkat menjadi 4,43% (yoy) seiring dengan peningkatan kinerja ekspor dan belanja modal
      Pemerintah. Ekspor tumbuh sebesar 8,28% (yoy) ditopang oleh Permintaan mitra dagang
      utama dan kunjungan wisatawan mancanegara yang meningkat. Sementara itu, konsumsi
      Lembaga Nonprofit yang Melayanin Rumah Tanggga (LNPRT) dan konsusmsi Pemerintah
      tumbuh melambat masing-masing menjadi 9,98% (yoy) dan 1,42% (yoy) seiring dengan
      berakhirnya penyelenggaraan Pemilu 2024.


Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                      III - 1
Page 27
                Figur 3.2 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut
                                        Lapangan Usaha
                                                                              dalam persen (%)




                   Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

        Dari sisi Lapangan Usaha (LU), hampir seluruh LU pada triwulan II 2024 tumbuh positif. LU
        Akomodasi dan Makan Minum serta LU Transportasi dan pergudangan tumbuh tinggi seiring
        dengan peningkatan mobilitas masyarakat sejalan dengan aktivitas selama libur hari besar
        keagamaan dan libur sekolah. LU Industri Pengolahan sebagai kontributor utama
        pertumbuhan juga tumbuh baik seiring permintaan domestic dan global yang terjaga. Secara
        spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2024 secara tahunan di sebagian wilayah.
        Pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti
        Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Kalimantan, Jawa dan Sumatera.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                  III - 2
Page 28
            Figur 3.3 Pertumbuhan & Kontribusi PDRB Menurut Pulau Triwulan II-2024




                 Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


        Secara spasial, struktur perekonomian Indonesia pada triwulan II-2024 masih disumbangkan
        oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dengan peranan terhadap PDB sebesar 57,04 persen;
        diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,08 persen; Pulau Kalimantan sebesar 8,18 persen; Pulau
        Sulawesi sebesar 7,16 persen; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,84 persen; serta
        Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,70 persen. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 dibanding
        triwulan II-2023 (y-on-y) tercatat mengalami pertumbuhan pada semua provinsi, dimana
        kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,45
        persen; disusul Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6,84 persen; Pulau Sulawesi sebesar
        6,07 persen; serta Pulau Kalimantan sebesar 5,22 persen. Kelompok provinsi di Pulau Jawa
        serta Pulau Sumatra mengalami perlambatan pertumbuhan (y-on-y) masing-masing sebesar
        4,92 persen dan 4,48 persen.

        3.1.2    Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

        Neraca pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal.
        Difisit transaksi berjalan triwulan II 2024 diprakirakan rendah ditopang oleh berlanjutnya
        surplus neraca perdagangan yang sampai dengan Mei 2024 tercatat sebesar 5,6 miliar dolar
        AS. Aliran masuk modal asing dalam bentuk protofolio pada triwulan II 2024 (hingga 14 juni
        2024) mencatat net inflows sebesar 4,0 miliar dolar AS, di tengah masih tingginya
        ketidakpastian pasar keuangan pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa Indonesia
        akhir Mei 2024 meningkat sebesar 139,0 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,3
        bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta
        berada diatas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Secara keseluruhan,
        NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran deficit rendah
        sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk             III - 3
Page 29
                        Figur 3.4 Perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia
                                                                                  Dalam miliar USD




        Sumber: Bank Indonesia.

        3.1.3    Nilai Tukar Rupiah


        Nilai tukar dolar AS pada Juni 2024 (hingga 19 Juni 2024) terjaga, meski sempat tertekan
        0,70% (ptp), setelah pada Mei 2024 menguat 0,06% (ptp) dibandingkan dengan nilai tukas
        akhir bulan sebelumnya. Nilai tukar Rupiah melemah dipengaruhi oleh dampak tingginya
        ketidakpastian pasar global, terutama berkaitan dengan ketidakpastian arah penurunan FFR,
        penguatan mata uang Dolar AS secara luas dan masinh tingginya ketegangan geopolitik.
        Perkembangan nilai tukar Rupiah melemah 5,92% dari level akhir desember 2023, lebih
        rendah dibandingkan dengan pelemahan Won Korea, Bath Thailand, Peso Meksiko, Real
        Brazil, dan Yen Jepang masing-masing sebesar 6,78%, 6,92%, 7,89%, 10,63%, dan
        10,78%.

                                    Figur 3.5 Nilai Tukar 2024 VS 2023




                     Sumber: Reuters dan Bloomberg. Data s.d 19 Juni 2024

Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk             III - 4
Page 30
        Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan akan bergerak stabil sesuai dengan komitmen
        Bank Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah, serta didukung oleh aliran
        masuk modal asing, menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi
        Indonesia yang tetap baik. Bank Indonesia terus mengoptimalkan seluruh instrumen
        moneter termasuk peningkatan intervensi di pasar valas serta penguatan strategi operasi
        moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI.

        3.1.4    Inflasi

        Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2024 tercatat sebesar 2,84% (yoy), lebih rendah
        dari inflasi pada April 2024 sebesar 3,00% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi
        inti dan inflasi administered prices (AP) yang rendah masing-masing sebesar 1,93% (yoy)
        dab 1,52% (yoy). Sementara itu, inflasi volatile food (VF) menurun dari 9,63% (yoy)
        menjadi sebesar 8,14% (yoy) sejalan dengan meningkatnya produksi komoditas pangan
        dipengaruhi masih berlangsungnya musim panen, serta erat sinergi pengendalian inflasi oleh
        Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini
        inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring
        ekspetasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang besar dan
        dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan kebijakan
        stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia.

                                   Figur 3.7 Inflasi IHK dan Komponen




           Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), diolah BI (Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024)


      Inflasi VF diprakirakan menurun didukung oleh sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID
      melalui GNPIP di berbagai daerah. Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan moneter
      pro-stability dan meningkatnya sinergi kebijakan dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah)
      sehingga inflasi terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada tahun 2024-2025




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                    III - 5
Page 31
                                          Figur 3.8 Inflasi Daerah
                                                                                  %, Avg yoy




             Sumber: BI, Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024


        3.1.5    Suku Bunga

        Suku bunga perbankan tetap terjaga dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai
        sejalan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia serta dampak kebijakan transparansi SBDK
        yang meningkatkan efisiensi suku bunga perbankan. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku
        bunga kredit pada Mei 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,61% dan 9,26%, relatif stabil
        dibandingkan dengan perkembangan sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil SBN tenor 2
        dan 10 tahun per 19 Juni 2024 tercatat sebesar 6,70% dan 7,13% relatif meningkat,
        khususnya pada tenor 10 tahun, sebesar 22 bps dibandingkan dengan akhir Mei 2024
        sejalan dengan yield US Treasury dan premi risiko pasar keuangan global yang masih tinggi

                                     Figur 3.9 Suku Bunga Perbankan




              Sumber: BI, Tinjauan Kebijakan Moneter Triwulan I 2024


3.2     Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Makro Indonesia

        Dengan memperhatikan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh, maka
        rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek makro layak untuk dilaksanakan.



Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk            III - 6
Page 32
                                               BAB IV
                                         ASPEK PASAR

4.1     Industri Teknologi Informasi di Indonesia

        Industri teknologi informasi menjadi salah satu industri yang berkembang pesat mengingat
        derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang meningkat dari hari ke hari.
        Industri teknologi informasi dan komunikasi juga mempunyai peluang untuk
        memperkenalkan produk industri teknologi informasi dan komunikasi Indonesia ke dunia.
        Taiwan, terutama Taipei secara khusus telah memiliki ekosistem industri TIK yang sangat
        kuat dan terdepan dalam inovasi teknologi melalui keikutsertaan di ajang InnoVEX 2024.
        Pameran ini fokus menampilkan perusahaan rintisan ( startup), khususnya di bidang
        kecerdasan buatan (artificial interlligence), teknologi ramah lingkungan (green technology),
        mobilitas pintar, dan aplikasi semikonduktor.

        Ke depan, Kemenperin mendorong industri teknologi informasi dalam negeri agar dapat
        menghasilkan produk/jasa. Guna mencapai sasaran tersebut, beberapa langkah yang perlu
        dijalankan, antara lain pemberian insentif kepada pelaku usaha padat karya berupa
        infrasturktur industri, melakukan kolaborasi dengan kementerian komunikasi dan informatika
        dalam optimalisasi bandwidth.


4.2     Kondisi Pasar Rencana Perubahan Kegiatan Usaha

        4.2.1    Pangsa Pasar, Potensi Pasar, Sasaran, dan Potensi Nilai Pasar

                Perseroan didirikan pada tahun 2002, bergerak dalam penyediaan solusi pengiriman
                pesan kelas dunia dan distribusi digital untuk semua industri. Perseroan
                berpengalaman selama 20 tahun fokus pada messaging solution dan application
                development. Setiap bulan nya Perseroan mengelola lebih dari 90 juta volume
                messaging service. Lengkap dengan beragam solusi seperti Omni Channel, teknologi
                AI, Chatbot, Message Re-route, Chat Commerce, Sales Interactive Messaging,
                integrase aplikasi pihak ketiga – Interoperability, dan First-class Customer Service
                24x7, sebagai bagian world est standard bagi klien-klien perseroan.

                Seiring semakin berkembangnya industri teknologi dalam negeri, kebutuhan atas
                penggunaan internet dan transaksi online dan meningkatkan kepuasan pelanggan ke
                depannya. Saat ini, layanan telekomunikasi khususnya bisnis short message
                service/SMS A2P - Application to Person Messaging di Indonesia masih relatif sedikit
                dibandingkan negara-negara lain. Hal ini menjadikan sebuah potensi dan pangsa
                pasar yang menjanjikan bagi Perseroan sehingga Perseroan dapat membuka pangsa
                pasar, potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar yang lebih besar untuk
                pelanggan layanan telekomunikasi.

                Salah satu pangsa pasar Perseroan adalah mitra corporate dan perbankan, sebagai


Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk               IV - 1
Page 33
                instansi yang diwajibkan untuk menggunakan produk dalam negeri sesuai dengan
                peraturan tersebut di atas. Pengalaman dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh
                Perseroan, tergambar dengan jumlah klien yang lebih daari 500 perusahaan, meliputi
                bidang-bidang seperti Telekomunikasi, Layanan Finansial (Perbankan, Asuransi, Multi
                Finance, Fin-Tech), Distribusi Ritel, Barang Konsumsi, Perdaganan Elektronik, Travel
                Service, Perhotelan, Pemerintahan, Logistik, serta Otomotif.

                Perseroan membuktikan komitmennya sebagai perusahaan berstandar internasional
                dengan didukung dua sertifikasi ISO yaitu ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu
                dan ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

                Selain itu, dengan adanya perubahan kegiatan usaha ini membuat Perseroan bisa
                memberikan nilai tambah dalam layanan yang dijual, sehingga potensi nilai pasar
                dari layanan menjadi lebih tinggi dan pada akhirnya akan memberikan keuntungan
                lebih bagi Perseroan. Kemudian, jangkauan konsumen akan menjadi luas karena
                layanan yang ditawarkan semakin efisien. Perseroan juga menyasar eksisting
                customer yang nantinya diharapkan dapat menambah jumlah customer Perseroan

        4.2.2    Kesinambungan (Sustainability)

                 Perseroan menyadari bahwa mengintegrasikan aspek-aspek keberlanjutan ke dalam
                 seluruh proses bisnis yang akan dijalankan perseroan dari adanya perubahan
                 kegiatan usaha ini merupakan proses yang panjang dan memerlukan partisipasi
                 semua pihak. Perseroan memaknai arti keberlanjutan dengan terus memaksimalkan
                 dan memenuhi kebutuhan akan layanan telekomunikasi, khususnya di Indonesia.
                 dengan strategi keberlanjutan (sustainability strategy) Perseroan berupaya untuk
                 menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang dengan menerapkan strategi
                 keberlanjutan yang berfokus pada inisiatif strategis di bidang operasional maupun
                 pengelolaan organisasi sehingga Perseroan mampu memberi manfaat terbaik bagi
                 kesejahteraan sosial masyarakat serta berpatisipasi pada upaya menjaga kelestarian
                 beberapa aspek yaitu aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek lingkungan.

                 Pelaksanaan program Perseroan tersebut berpedoman pada:
                 1. Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;
                 2. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
                 3. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
                 4. Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan
                     Lingkungan Perseroan Terbatas;
                 5. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
                     Keuangan Bekelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan
                     Publik;
                 6. Pedoman CSR Bidang Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup; dan
                 7. ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001 untuk Sistem
                     Manajemen Keamanan Informasi.

                Perseroan berkomitmen untuk menerapkan strategi keberlanjutan ( sustainability
                strategy) yang sesuai dengan Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan, serta senantiasa

Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk               IV - 2
Page 34
                melakukan proses adaptasi dan komunikasi yang aktif dalam meningkatkan dan
                mengembangkan aspek keberlanjutan, terutama dalam proses produksi yang baik
                dan bertanggung jawab, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pemenuhan
                peraturan dan perundang-undangan, serta pelaksanaan praktik tanggung jawab
                sosial dan lingkungan yang konsisten melalui kesadaran penuh dari seluruh insan
                perusahaan.

                Dengan adanya perubahan kegiatan usaha serta adanya penerapan keberlanjutan
                yang merupakan sebuah proses yang baru bagi Perseroan, Perseroan harus terus
                melakukan penelaahaan, perumusan yang tepat, serta melaksanakan peningkatan
                dan pengembangan terkait keberlanjutan secara konsisten. Adapun strategi yang
                Perseroan lakukan untuk mengelola tantangan tersebut adalah melakukan
                pengkajian terkait keberlanjutan secara intensif, menelaah dan mematuhi peraturan
                terkait keberlanjutan dengan baik, serta melakukan adaptasi dan pengkajian terkait
                penerapan keberlanjutan pada industri sejenis.


        4.2.3    Tantangan dan Peluang Perubahan Kegiatan Usaha

                 Dalam perubahan kegiatan usaha, Perseroan menghadapi tantangan yang mencakup
                 permasalahan operasional serta kondisi eksternal. Pada kegiatan operasional,
                 Perseroan perlu terus menerus berinovasi menciptakan produk atau layanan yang
                 baru. Upaya yang telah dilakukan Perseroan dalam menghadapi permasalahan
                 tersebut, yakni dengan beradaptasi pada perubahan melalui peningkatan kualitas
                 Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggul baik secara soft skill maupun hard
                 skill, serta melakukan riset dan inovasi.

                 Perseroan juga menghadapi tantangan dari sisi eksternal, seperti jika terdapat
                 gejolak perekonomian global, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak
                 pada sektor usaha, ditambah dengan adanya perubahan peraturan ataupun
                 kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal tersebut akan
                 berdampak pada penerapan keberlanjutan. Untuk mengelola tantangan ini,
                 manajemen Perseroan ataupun pihak yang terkait senantiasa mengikuti
                 perkembangan peraturan dan menyesuaikannya dengan kondisi bisnis perusahaan,
                 serta terus-menerus memperbarui informasi terkait perubahan peraturan yang dapat
                 terjadi sewaktu-waktu.

                Meski demikian, dibalik sejumlah tantangan tersebut Perseroan juga memiliki
                peluang, terutama dengan dilakukannya perubahan kegiatan usaha ini karena
                adanya sinergi dengan bisnis yang eksisting yang mana dengan memperluas layanan
                yang ditawarkan Perseroan menjadi nilai tambah. Perseroan memiliki kesempatan
                untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar.


        4.2.4    Jalur Distribusi Perseroan dan Rencana Area Penjualan

                Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana melayani kegiatan
                usaha jasa jual kembali jasa telekomunikasi pada seluruh area di Indonesia. Adapun


Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk              IV - 3
Page 35
                klien Perseroan yang sudah bekerja sama dengan Perseroan, sebagai berikut:

                1. PT Bank Syariah Indonesia Tbk
                2. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
                3. PT Bank Rakyat Indonesia
                4. PT Bank UOB Indonesia
                5. Pt Bank CIMB Niaga Tbk
                6. PT Matahari Department Store Tbk
                7. PT Infinitium Solutions
                8. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
                9. PT Indodax Nasional Indonesia
                10. PT Pertamina (Persero)
                11. PT Bank Mega Tbk

        4.2.5    Strategi Pemasaran

                Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, dalam rangka
                pengembangan kegiatan usaha ini, Perseroan berencana melakukan berinovasi
                mengambangkan solusi digital dan messaging sesuai dengan tren permintaan pasar,
                membangun jaringan kemitraan yang kuat di seluruh Indonesia, Perseroan terus
                menggarap pasar korporasi yang masih sangat luas dalam hal layanan solusi digital
                dan messaging yang masih belum tergarap oleh Perseroan saat ini, sehingga perlu
                melakukan sharing product knowledge baik secara online maupun offline. Jaringan
                kemitraan ini dilakukan sebagai strategi untuk mengembangkan bisnisnya dengan
                cepat dan besar lagi. Selain itu, strategi ini juga nantinya akan membantu Perseroan
                untuk memasarkan solusi-solusi yang Perseroan miliki dan juga membantu proses
                akuisisi target market dari Perseroan.

        4.2.6    Rencana Harga Jual

                Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen, rencana harga jual atau tarif
                yang diberikan Perseroan adalah sebagai berikut:

                                  Figur 4.1 Rencana Harga Jual Kegiatan Usaha
                                                             Tarif (Rates)        Tanggal Berlaku
                   No       Layanan SMS Broadcast
                                                              (Rp/SMS)            (Effective Date)
                    1    Tarif Flat Operator Telkomsel           500,-             1 Februari 2023

                    2    Tarif Flat Operator Indosat             500,-             1 Januari 2023

                    3    Tarif Flat Operator XL                  480,-             16 Januari 2023

                    4    Tarif Flat Operator XL                  530,-             25 Maret 2023

                    5    Tarif Flat Operator Hutch               550,-                Existing
                    6    Tarif Flat Operator Smartfren           510,-                Existing
                  Sumber: Manajemen




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                      IV - 4
Page 36
        4.2.7    Pesaing Usaha

                Persaingan dalam usaha tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Berdasarkan
                informasi yang diperoleh dari Manajemen, berikut adalah kompetitor Perseroan pada
                Industri teknologi informasi yang tumbuh dan berkembang di beberapa wilayah:

                                         Figur 4.2 Daftar Pesaing Perseroan

                  No       Perusahaan Pesaing                Lokasi                     Produk
                  1    PT Digital Teknologi Terbaik          Bekasi               Messaging Service SMS
                  2    PT Nadyne Media Tama                  Jakarta              Messaging Service SMS
                  3    PT Sprint Asia Technology             Jakarta              Messaging Service SMS
                  4    PT Integra Mitra Sejati               Jakarta              Messaging Service SMS

                                                                             Messaging Service WhatsApp
                  5    PT YesBoss Group Indonesia            Jakarta
                                                                                    Business API

                       PT Solusi Pembayaran                                  Messaging Service WhatsApp
                  6                                        Tangerang
                       Elektronik                                                   Business API
                                                        Jakarta, Surabaya,
                                                                             Messaging Service WhatsApp
                  7    PT Mid Solusi Nusantara            Bandung, dan
                                                                                    Business API
                                                              Medan
                                                                             Messaging Service WhatsApp
                  8    PT Kokatto Teknologi Global           Jakarta
                                                                                    Business API

                                                                             Messaging Service WhatsApp
                  9    PT infomedia Nusantara                Jakarta
                                                                                    Business API

                                                                             Messaging Service WhatsApp
                  10   PT Invonesia Solusi Data              Jakarta
                                                                                    Business API
                 Sumber: Manajemen


                Adapun upaya Perseroan dalam menghadapi persaingan yaitu melakukan penetrasi
                ke pasar dengan menawarkan harga jual/tarif yang bersaing dengan kompetitor.


4.3     Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar

        Dengan memperhatikan perkembangan usaha dan potensi pasar, maka rencana perubahan
        kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                       IV - 5
Page 37
                                                BAB V
                                        ASPEK TEKNIS


5.1     Bisnis Perseroan

        PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (“Perseroan”) dikenal sebagai Jatis Mobile adalah
        perusahaan teknologi di bawah Indivara Group, salah satu perusahaan IT tersebar di
        kawasan Asia Tenggara yang berfokus pada bisnis konsultasi, pengembangan perangkat
        lunak, dan platform. Sampai saat ini kegiatan utama Perseroan yaitu menjual jasa pada
        segmen bisnis Enterprise Business, AI (Artificial Intelligence), dan Small Medium Business.

        Adapun produk dari segmen usaha Perseroan antara lain:
        • Produk Enterprise Business Solution yaitu Whatsapp business playform, SMS Broadcast,
          Email Marketing, AI and Omnichannel, Apps Development, CPRO, Jessie, dan Mobile
          Advertising.
        • Produk AI (Artificial Intelligence) yaitu ngobrol.ai dan Coster Omnichannel
        • Produk Small Medium Business yaitu BerandaToko

                                     Figur 5.1 Jenis Produk Perseroan




               Sumber: Manajemen


Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk               V-1
Page 38
5.2     Rencana Perubahan Kegiatan Usaha

        Sejak tahun 2003, Perseroan mengawali kegiatan bisnisnya sebagai perusahaan teknologi.
        Perseroan resmi mencatatkan saham perdana pada Mei 2023 dengan kode emiten JATI.
        Perseroan mengembangkan bisnisnya secara fokus kepada segmen bisnis yaitu Enterprise
        Business, AI (Artificial Intelligence), dan Small Medium Business.

        Seiring berkembangnya usaha dan semakin meningkatnya kebutuhan teknologi, Perseroan
        terus berinovasi dengan melakukan perubahan kegiatan usaha baru dalam bidang aktivitas
        jasa jual kembali jasa telekomunikasi guna meningkatkan kinerja Perseroan dalam
        menjalankan usahanya dengan cakupan bisnis yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan
        optimalisasi pendapatan Perseroan.

        Melalui perubahan KBLI ini, Perseroan berharap dapat mengoptimalkan potensi dan
        kesempatan yang ada, serta meningkatkan kinerja dan profitabilitas Perseroan di masa
        mendatang. Keuntungan yang diperoleh Perseroan dari perubahan KBLI diharapkan dapat
        mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan, serta memberikan nilai tambah bagi
        Perseroan dan pemegang saham.

        Rencana pengembangan kegiatan usaha ini mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
        Indonesia (KBLI) 2020. Adapun produk baru yang akan dikembangkan tersebut yaitu:

                              Figur 5.2 Rencana Perubahan Kegiatan Usaha

          No         Keterangan                                        KBLI


                                          KBLI      61994,     Kelompok     ini    mencakup     usaha
                                          penyelenggaraan jasa jual kembali jasa telekomunikasi,
                 Aktivitas Jasa Jual
                                          seperti warung telepon (wartel) yang menyediakan jasa
          1        Kembali Jasa
                                          telepon, faksimili, teleks, dan telegraf, jasa jual kembali
                  Telekomunikasi
                                          akses internet seperti Warung Internet/Internet Café, dan
                                          jasa jual kembali jasa telekomunikasi lainnya.

        Sumber: Manajemen




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                  V-2
Page 39
                               Figur 5.3 Rincian Perubahan Kegiatan Usaha

   No       Keterangan                                                                    Uraian




           Logo & Merek
    1

                                  “Jatis Mobile” merupakan sebuah merek dagang dari Perseroan yang
                                 sudah terdaftar dan memiliki sertifikat merek. Pemakaian merek ini
                                 bertujuan untuk mengingatkan konsumen dengan produk atau layanan
                                 eksisting Perseroan.



           Pihak yang akan
    2         melakukan                                          PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk
          kegiatan produksi



    3        Biaya yang                  Biaya Investasi dengan Perubahan Kegiatan Usaha:
             dibutuhkan
                                                                                                                      Total Investment
                                           No.                                  Item
                                                                                                                             (Rp)


                                             1 SOFTWARE                                                                     5.810.456.603

                                                            TOTAL BIAYA INVESTASI                                           5.810.456.603




    4     Pendapatan yang                           Proyeksi Penjualan Perubahan Kegiatan Usaha
           akan diperoleh
                                                                                                           PROJECTION
                                        KETERANGAN                 Jul - Des       Jan - Des       Jan - Des        Jan - Des      Jan - Des       Jan - Des
                                                                     2024            2025            2026             2027           2028            2029
                               PENDAPATAN USAHA                  ############# ############# ############# ############# ############# #############
                                Jasa pengiriman pesan singkat   219.834.663.952 464.308.473.591 529.725.825.421 604.359.959.118 689.509.445.561 786.655.813.883




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                                                                      V-3
Page 40
    5     Alur Proses Bisnis                               Alur Proses Bisnis




 Sumber: Manajemen


        5.2.1    Kapasitas

                Dalam menjalankan bisnisnya, Perseroan bergerak dalam bidang jasa teknologi,
                kemudian perubahan kegiatan usaha ini adalah jasa jual kembali jasa
                telekomunikasi, di mana bukan termasuk dalam industri manufaktur sehingga tidak
                relevan.

        5.2.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

                Bahan Baku Mentah, Pekerja, dan Tenaga Ahli Profesional

                 Sehubungan dengan perubahan kegiatan usaha Perseroan yaitu jasa jual kembali
                 jasa telekomunikasi, maka tidak memerlukan adanya bahan baku mentah agar bisa
                 berjalan.

                 Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perseroan
                 selalu memilih tenaga kerja dengan kualitas yang baik. Perseroan memandang
                 sumber daya manusia yang kompeten dan profesional merupakan aset utama dalam
                 mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara berkesinambungan.
                 Oleh karena itu, Perseroan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
                 dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja
                 yang unggul, berkompetensi tinggi, dan berkualitas. Dalam merekrut sumber daya
                 manusia, Perseroan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan operasional Perseroan
                 dari tahun ke tahun. Perseroan juga senantiasa menyediakan program pelatihan dan
                 pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perseroan termasuk
                 sertifikasi yang sesuai bagi masing-masing unit kerja.

                 Berdasarkan informasi dari Manajemen, sehubungan dengan perubahan kegiatan
                 usaha, Perseroan telah memiliki tenaga kerja yang kompeten di bidangnya terkait
                 dengan kegiatan usaha tersebut, sehingga Perseroan belum berencana untuk


Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk              V-4
Page 41
                 menambah tenaga kerja. Perseroan juga telah memiliki tenaga ahli yang kompeten
                 di bidangnya, yaitu sebagai berikut:

                                Figur 5.3 Tenaga Ahli Perubahan Kegiatan Usaha




        5.2.3    Alur Proses Bisnis

                 Perseroan memasarkan produk/layanan lainnya kepada klien melalui direct sales,
                 kemitraan usaha, sosial media marketing dan event marketing. Melalui aktivitas-
                 aktivitas ini, diharapkan kepercayaan pelaku bisnis terhadap produk/layanan yang
                 ditawarkan Perseroan dapat menigkat. Adapun alur proses bisnis Perseroan adalah
                 sebagai berikut:


                                             Figur 5.4 Alur Proses Bisnis




                     Sumber: Manajemen


5.3     Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis

        Dengan memperhatikan alur proses bisnis dan ketersediaan sumber daya, maka rencana
        perubahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak untuk dilaksanakan.



Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk             V-5
Page 42
                                               BAB VI
                                    ASPEK POLA BISNIS

6.1     Pola Bisnis Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan

        6.1.1    Kemampuan Menciptakan Nilai

                 Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai dari kegiatan usahanya dapat
                 diukur melalui pelayanan yang diberikan kepada konsumen, yaitu dengan
                 menghadirkan produk-produk berkualitas yang aman dan nyaman digunakan sehari-
                 hari. Perseroan sudah mendapatkan sertifikat ISO 27001 - Information Security
                 Management System for The Provision of Messaging Solution, Mobile Applicatiion, IT
                 Solution and Omnichannel dan ISO 9001 - Provision of Digital Communication,
                 Mobile Application and IT Solution yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi Bureau
                 Veritas dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk dan layanan yang diberikan.

                 Dengan keunggulan kompetitif yang telah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
                 nilai yang diantaranya:
                 - Pengembangan kegiatan usaha baru
                 - Menambah sumber pendapatan baru

                 Kedua hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
                 Perseroan.

        6.1.2    Keunggulan Kompetitif

                 Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan merupakan perusahaan publik
                 yang telah berdiri cukup lama dan berpengalaman dibidang industri jasa teknologi
                 informasi. Langkah yang diambil oleh Perseroan sebagai strategi yang dapat
                 membuat produk menjadi unggul yakni dengan positioning merek dagang
                 “Jatis Mobile” dipasar industri sejenis. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang
                 telah dirintis lebih dari satu dekade, Perseroan berkeyakinan bahwa dengan merek
                 dagang yang telah terbentuk dapat dijadikan keunggulan Perseroan dalam bersaing
                 di industri sejenis. “Jatis Mobile” sudah memiliki sertifikat HAKI dengan nomor
                 pendaftaran IDM000429626 yang berlaku selama 10 (sepuluh) tahun sampai dengan
                 tanggal 12 Mei 2031

                 Selain itu, Perseroan telah memiliki sertifikasi ISO 27001 dan ISO 9001 dengan
                 tujuan untuk menjaga kualitas produk dan layanan yang diberikan. Hal tersebut
                 merupakan suatu keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan dalam menjalankan
                 kegiatan usahanya. Perseroan juga memiliki jaringan pemasaran yang cukup besar
                 di seluruh Indonesia, hal ini merupakan suatu peluang dan keunggulan kompetitif
                 yang dimiliki oleh Perseroan dalam menjalankan perubahan kegiatan usaha baru.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                VI - 1
Page 43
        6.1.3    Kemampuan Pesaing Dalam Meniru Produk

                 Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, Perseroan menyadari adanya
                 persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang teknologi informasi
                 ini. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha
                 serupa dengan Perseroan. Seiring dengan persaingan usaha tersebut yang mungkin
                 terjadi, Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai pengembangan strategi
                 pada setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya saing dengan
                 perusahaan lain yang sejenis. Selain itu, Perseroan akan senantiasa memberikan
                 pelayanan yang terbaik untuk mencapai kepuasan para pelanggannya.

        6.1.4    Analisis SWOT

                Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor
                internal yang     bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang
                mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat disusun suatu
                strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor
                internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan ( strength and weakness)
                sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman ( opportunity and
                threat). Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah melakukan perubahan
                kegiatan usaha baru:

                Strength
                • Perseroan memiliki keahlian di bidang mobile solutions, sehingga menyediakan
                  layanan yang beragam
                • Perseroan telah memiliki berbagai sertifikasi dalam menjalankan kegiatan
                  usahanya

                Weakness
                Perseroan masih kurang melakukan ekspansi ke pasar internasional, sehingga bisa
                menghambat pertumbuhan jangka panjang

                Opportunity
                • pertumbuhan teknologi mobile yang semakin meningkat
                • peningkatan digitalisasi di berbagai sektor


                Threat
                • Persaingan yang ketat di industri sejenis
                • Serangan siber yang semakin tinggi
                • Regulasi pemerintah terakit teknologi dan keaman dapat berubah


6.2     Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis

        Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan, maka rencana
        perubahan kegiatan usaha Perseroan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.



Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk            VI - 2
Page 44
                                             BAB VII
                             ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1     Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen

        Sumber daya manusia merupakan hal yang vital bagi Perseroan untuk mencapai
        keberhasilan pada setiap kegiatan usahanya. Perseroan menempatkan pengembangan
        sumber daya manusia sebagai bagian yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan
        perseroan. Khususnya di industri yang digital, kualitas sumber daya manusia krusial untuk
        memenangkan persaingan, sehingga manajemen menaruh perhatian besar terhadap sumber
        daya manusia dengan memberikan perlatihan dasar mencakup keahlian individu hingga kerja
        sama tim.

        Perseroan juga menunjang sumber daya manusia dengan memenuhi peraturan-peraturan
        terkait yang berlaku seperti pemberian gaji yang sesuai Upah Minimum Regional, Biaya
        Pengobatan serta Jaminan Sosial Tenaga Kerja hingga mengembangkan kemampuan
        sumber daya manusia dengan pelatihan

        Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan
        dilakukan, maka PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk harus mampu menyediakan sumber
        daya manusia yang berkompeten dan berkualitas.

        Berikut susunan pengurus PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk:

                                Figur 7.1 Susunan Manajemen Perseroan




        Sumber: Manajemen




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk           VII - 1
Page 45
        Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
        dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
        terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
        keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
        perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya
        atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.


7.2     Ketersediaan Tenaga Kerja

        Berdasarkan informasi dari manajemen, tidak ada penambahan tenaga kerja untuk
        penambahan kegiatan usaha baru, saat ini Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja
        sebagai berikut:

                                          Figur 7.2 Jumlah Tenaga Kerja

                                      Kategori                             Jumlah Orang Karyawan
                                  Delivery Team                                    149
          1     Core Enterprise 1                                                   23
          2     Data Werahouse Engineering                                          14
          3     Core Enterprise 2                                                   11
          4     Artificial Intellegence                                             10
          5     Commerce                                                            13
          6     Omni Chanel                                                         13
          7     Data Center                                                         14
          8     System                                                              13
          9     Software Quality Assurance                                          23
          10    PMO (Project Management Office)                                      8
          11    Telco-Online Operation                                               7
                Produk Dev. & Intergrated Marketing Team                            11
                           Business Development Team                                18
                                  Presales Team                                     5
          1     Presales                                                             5
                     Functional Support Operation Team                              38
          1     Finance & Accounting                                                14
          2     Contact Center & Customer Solution                                  10
          3     HR & GA                                                              6
          4     Legal                                                                3
          5     Internal Audit                                                       1
          6     Corporate Secretary                                                  1
          7     Support - Courier                                                    3
                         Small Medium Business - Sales                              1
                     Small Medium Business - Operation                              1
                           Leadership Team/ManComm                                  46


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk            VII - 2
Page 46
          1     Committee Audit                                                     2
          2     Commissioner                                                        1
          3     President Director & CEO                                            1
          4     Vice President Director & Deputy CEO                                1
          5     Information & Technology Director (CIO)                             1
          6     Chief Finance & Functional Support Director (CFO)                   1
          7     Chief Commercial Officer (CCO)                                      1
          8     Vice President/General Manager                                      8
          9     Leadership Team (Dept. Head & Group Head)                          30

                                     Total                                         269
        Sumber: Manajemen


        Adapun tanggung jawab pada setiap posisi/jabatan tenaga kerja dalam Perseroan adalah
        sebagai berikut:

        1. Telco Online, Melakukan fungsi operasional perusahaan khususnya berkaitan dengan
            Telco Product Operation, agar berjalan efektif dan efisien.
        2. System, Bertanggung jawab sebagai System Admin dan Automate Engineer
        3. GM IT Operation, Memimpin dan mengelola aktivitas operasional IT sehari-hari di
            lingkungan perusahaan dan memastikan semua standar dijalankan dengan baik.
        4. Accounting, Bertanggung jawab dalam merencanakan, mengarahkan, memonitor dan
            mengevaluasi sistem kerja akunting untuk pengelolaan data keuangan dan neraca Rugi -
            Laba perusahaan
        5. HR Admin, Bertanggung jawab terhadap proses administrasi karyawan.
        6. Legal Officer, Membuat dan menyiapkan dokumen legal untuk kepentingan
            administrasi dan project.
        7. Staff GA, Mendukung seluruh aktivitas operasional kantor dan melakukan pemeliharaan
            asset fisik kantor.
        8. Staff Presales, Sebagai technical consultant suatu project, Menentukan basic price
            suatu project
        9. PMO Admin, Mengatur perencanaan dan pelaksanaan project.
        10. Staff Quality, Bertanggung jawab secara penuh atas semua pekerjaan QA
        11. Finance, Bertanggung jawab dalam merencanakan, mengarahkan, memonitor dan
            mengevaluasi sistem kerja akunting untuk pengelolaan data keuangan dan neraca Rugi -
            Laba perusahaan
        12. Customer Service, Melayani kebutuhan (permintaan, complain/permasalahan) Klien
            yang diterima melalui Phone dan Email dan menanganinya dengan memberikan
            pelayanan yang baik dan memuaskan Klien.

7.3     Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)

        Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan
        gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki
        untuk jangka waktu tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki



Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk            VII - 3
Page 47
        sumber daya manusia diharapkan akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya
        bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pekerjaan.

        Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
        kompetensi teknis yang diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perseroan
        sudah memiliki sertifikat merek PT Informasi Teknologi Indonesia “Jatis Mobile” yang
        beralamat di Gedung Graha Orange, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Kel. Mampang
        Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
        Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut,
        perlindungan atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak
        tanggal penerimaan dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.

7.4     Manajemen Risiko

        Manajemen risiko dalam Perseroan sangat penting untuk memastikan perusahaan dapat
        mengatasi risiko-risiko yang berkaitan dengan kegiatan bisnis mereka Perseroan menerapkan
        sistem manajemen risiko yang memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi, mengantisiasi,
        serta merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk setiap risiko yang dihadapi
        oleh Perseroan dalam menjalankan usahanya. Beberapa riisko yang mungkin dihadapi oleh
        perusahaan teknologi termasuk riisko keamanan informasi, risiko kegagalan teknologi, risiko
        komplikasi regulasi, dan riisko pasar.

        Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan Perseroan dalam mengelola risiko-risiko yang
        timbul dalam kegiatan usaha Perseroan:

        1. Risiko Teknologi Informasi
           Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko Teknologi Informasi adalah dengan
           memperkuat dan memperbaharui secara berkala infrastruktur teknologi perseroan,
           merupakan komitmen Perseroan dalam memaksimalkan kinerja infrastruktur teknologi.
           Perseroan juga memandang bahwa perlunya melakukan riset dan development untuk
           mengantisipasi kebutuhan klien Perseroan dan trend pasar serta kebutuhan di berbagai
           industri.

        2. Risiko Persaingan Usaha
           Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko persaingan usaha adalah dengan
           meningkatkan kualitas produk dan layanan dari perseroan serta dengan selalu konsisten
           mengeluarkan produk yang dapat mengikuti trend perkembangan teknologi di pasar dan
           kebutuhan klien perseroan.

        3. Risiko Sumber Daya Manusia
           Dalam meminimalisir Risiko Sumber Daya Manusia, Perseroan menciptakan suasana
           kerja yang nyaman bagi seluruh karyawan di setiap level dengan membangun budaya
           kerja sesuai dengan filosofi Peseroan yaitu SPORTIF. Pengertian dari filosofi tersebut
           adalah S : Smart, P : Professional, O : Organization of Learning, R : Result Oriented, T :
            Team Work, I : Integrity, F : Fun & Openness.

        4. Risiko Keamanan Informasi
           Seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi perseroan telah melakukan mitigasi
           dengan terus meningkatkan keamanan pada sistem informasi, meningkatkan

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk               VII - 4
Page 48
            perlindungan data, meningkatkan edukasi keamanan siber sumber daya manusia (SDM),
            dan adopsi teknologi terkini. Perseroan mengambil sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001.

        5. Risiko Reputasi
           Perseroan melakukan survei kepuasan pelanggan dan melakukan peningkatan layanan
           sesuai hasil survei. Perseroan juga membangun komunikasi-komunikasi yang positif
           secara terus menerus untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi terhadap layanan
           yang diberikan.

        6. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro atau Global
           Apabila terjadi penurunan permintaan akibat kondisi perekonomian makro atau global,
           Perseroan akan senantiasa berupaya melakukan pengelolaan keuangan yang efisien dan
           efektif serta secara disiplin menjalankan operasi sesuai dengan Standar Opersaional
           Prosedur. Perseroan juga melakukan pemberdayaan yang optimal terhadap masing-
           masing sumber daya sesuai kemampuan serta kapasitasnya.

        7. Risiko atas Kebijakan atau Peraturan Pemerintah Terkait Bidang Usaha
           Perseroan
           Dalam hal Kebijakan terhadap Peraturan Pemerintah Perseroan tunduk pada Kebijakan
           pemerintah dan senantiasa melakukan komunikasi kepada seluruh stake holder
           Perseroan sehubungan dengan terjadinya perubahan terhadap Kebijakan pemerintah
           tersebut. Perseroan juga melakukan komunikasi sejak awal kepada Pengguna Layanan,
           terkait Kebijakan pemerintah agar Pengguna Layanan mengikuti dan mematuhi
           Kebijakan tersebut.

        8. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
           Perseroan mencantumkan ketentuan-ketentuan mengenai hak dan kewajiban secara
           detail serta ketentuan tentang cara penyelesaian jika terjadi perselisihan dalam
           perjanjian dengan mengutamakan memilih arbitrase dan alternatif penyelesaian
           sengketa lainnya sebagai tempat penyelesaian sengketa.

        9. Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing
           Dalam mengantisipasi Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing, Perseroan di dalam setiap
           Kontrak Kerjasama mengatur agar setiap pembayaran dilakukan dengan mata uang
           Rupiah.

        10. Risiko Peraturan Internasional
            Perseroan mengatasi risiko ini dengan cara mengikutsertakan pihak konsultan hukum
            independen yang mempunyai afiliasi dan memiliki pengetahuan hukum terkait sistem
            dan substansi hukum negara dimana Perseroan menjalankan kegiatan usahanya.


7.5     Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen

        Berdasarkan struktur organisasi, jumlah karyawan, dan manajemen risiko Perseroan, maka
        secara umum hal tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam
        rencana penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan secara pola bisnis layak
        untuk dilaksanakan.



Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk           VII - 5
Page 49
                                             BAB VIII
                                     ASPEK KEUANGAN


8.1     Rencana Perseroan

        PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan yang menawarkan jasa
        konsultasi teknologi informasi serta pengembangan sistem telekomunikasi, perbankan,
        asuransi, e-commerce, fintech, reseller, consumer goods, retail dan transportasi. Perseroan
        juga memiliki produk aplikasi innovative platform yang diperkaya dengan fungsi PPOB
        (Payment Point Online Banking) yang merupakan suatu mekanisme tagihan pembayaran
        yang bekerja sama dengan perbankan yang terkoneksi secara online real time sehingga
        rekonsiliasi data terjadi sangat cepat dengan akurasi data yang sangat akurat. Saat ini,
        Perseroan berencana untuk mengganti izin usaha terkait bisnis A2P SMS (Application-to-
        Person SMS) dari KBLI 61922 (Jasa Komunikasi Data) menjadi KBLI 61994 (Jasa Jual Kembali
        Jasa Telekomunikasi). Hal tersebut dilakukan berdasarkan arahan dari Menkominfo terkait
        proses izin lanjutan.

8.2     Metodologi Analisa

        Metodologi dilakukan dengan membandingkan keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh
        dari rencana perubahan kegiatan usaha berupa penghematan biaya, peningkatan pendapatan
        dari adanya sumber pendapatan yang baru melalui perbandingan dengan pengorbanan
        ekonomis atas rencana perubahan kegiatan usaha berupa nominal investasi yang
        dikeluarkan.

8.3     Cut Off Date dalam Analisa

        Dalam melakukan analisa studi kelayakan perubahan kegiatan usaha Perseroan, kami
        menggunakan cut off date 30 Juni 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar
        pertimbangan kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan.

8.4     Arus Kas Bersih yang Digunakan

        Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode
        diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk didiskonto yaitu
        dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas ( free cash flow to equity), dan AKB untuk kapital
        (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk perusahaan (free cash flow to firm).

        Dalam studi kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis kelayakan
        adalah AKB untuk kapital. Pemilihan arus kas bersih untuk kapital yang digunakan sebagai
        basis perhitungan kelayakan didasarkan pada kondisi proyeksi perusahaan yang
        mencerminkan kondisi struktur kapital yang cukup volatile (yang terlihat dari pergerakan debt
        yang berubah selama periode proyeksi).




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk              VIII - 1
Page 50
        Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
        penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan
        operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk penggantian ( reserve for
        replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan
        pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut:

                 Laba (rugi) setelah pajak
        +        Bunga setelah pajak
        +        Penyusutan
        –        Capex
        –        Kenaikan (atau + penurunan) modal kerja bersih
        =        Arus kas bersih untuk kapital


8.5     Penetapan Tingkat Diskonto

        Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

        Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
        Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko
        ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan
        menggunakan persamaan sebagai berikut:


                                     k e = R f + (   RPm ) - RBDS
         di mana:
         Ke     :     Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
                      ekuitas/saham biasa
         Rf      :    Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
         β       :    Beta
         RPm     :    Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
         RBDS    :    Rating Based Default Spread

        Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Rf)

        Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
        kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah
        tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). Sesuai dengan cut off date
        studi kelayakan per 30 Juni 2024, tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan yaitu per
        28 Juni 2024 yang merupakan obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor
        30 tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) maka
        yield SUN yang digunakan adalah 7,07%.

        Equity Risk Premium (RPm)

        Adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi
        dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity risk premium adalah dengan memasukkan
        premi untuk risiko spesifik Negara (country-specific risk premiums) seperti votalitas harga

Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk               VIII - 2
Page 51
        saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
        risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
        sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang ( emerging market).

        Equity Risk Premium (Rpm) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per 1
        Juli 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
        sekitar 6,44%. Dengan Rating Based Default Spread sebesar 1,79%.

        Beta (β)

        Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
        dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

        Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 0,61
        yang diperoleh dari rata-rata perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam
        bidang usaha Telecommunication Services untuk negara-negara berkembang yang kami
        peroleh dari hasil riset Aswath Damodaran Januari 2024.

        Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
        menghitung cost of equity Perseroan, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered
        beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing
        perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
        memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di
        tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

        Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
        kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk
        memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut dengan formula
        sebagai berikut:


                                L= U  (1 + (1 − T )  DER )
                               βL = 0,61 X (1+(1-22%) X 43,55%)
                                  = 0,82


            Di mana:
            βL    :      Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                         secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                         pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                         portofolio pasar dengan pengaruh utang.
            ΒU     :     Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                         secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                         pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                         portofolio pasar tanpa pengaruh utang.
            DER    :     Debt to Equity Ratio
            T      :     Tax, Tingkat Pajak




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk              VIII - 3
Page 52
        Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata
        perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha
        Telecommunication Services untuk negara-negara berkembang yang kami peroleh dari hasil
        riset Aswath Damodaran yang dikeluarkan Januari 2024. Dari data tersebut nilai DER adalah
        43,55%. Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 0,82.

        Cost of Equity (Ke)

        Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, di mana data
        yang digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan
        risiko, maka diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based
        Default Spread dari Damodaran di mana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based
        Default Spread sebesar 1,79%, sehingga biaya modal ekuitas Perseroan adalah sebagai
        berikut:

                              Figur 8.1 Cost of Equity/Biaya Modal Ekuitas

                                           URAIAN                   PERSENTASE
                               Tingkat Bunga Bebas Risiko                  7,07%
                               Risk Premium                                  6,44%
                               Beta                                            0,82
                               RBDS                                          1,79%
                               Biaya Modal untuk Ekuitas                    10,53%


        Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC - Weighted Average Cost of Capital)

        Dalam menghitung analisa studi kelayakan Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat
        kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
        tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
        pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari penyertaan.

        Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan
        penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya
        bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan
        utang.

        Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga
        pinjaman investasi yang diberikan dari Bank Persero dalam mata uang Rupiah periode Juni
        2024, yaitu 9,45%. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya modal pada
        Juni 2024 sampai akhir proyeksi sebesar 7,39%, dengan tarif pajak (T) 22%, dengan
        perhitungan sebagai berikut:

                                       Kd         :    i*(1-T)
                                       Kd         :    9,47% x (1-22%)
                                       Kd         :    7,37%



Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk          VIII - 4
Page 53
        Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
        kinerja perbandingan interest bearing debt dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur
        permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur permodalan pasar dari hasil riset
        Aswath Damodaran. Dengan demikian struktur utang sebesar 30%, sedangkan sisanya yaitu
        sebesar 70% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor
        di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat
        diskonto sebesar 9,57% untuk Perseroan adalah wajar untuk mendiskonto arus kas bersih
        dengan perhitungan sebagai berikut:

                           Figur 8.2 Weighted Average Cost of Capital (WACC)

                             Keterangan               Komposisi       Biaya Modal Rata-rata
                   Utang                                30,34%           7,37%      2,24%
                   Ekuitas                              69,66%          10,53%      7,34%
                                                WACC                                9,57%


8.6     Proyeksi Keuangan

        Perhitungan analisis keuangan dalam studi kelayakan dilakukan dengan metode diskonto arus
        kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Kami
        telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
        operasi dan kinerja Perseroan dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian
        yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

        Analisa proyeksi disusun sampai 2029 dengan pertimbangan untuk melihat apakah rasio IRR,
        NPV dan Payback Period masih dalam jangka waktu yang bankable (dibawah 6 tahun). Selain
        itu, mengacu pada POJK 35 Pasal 87 dan SPI 330 Poin 5.28 disebutkan bahwa proyeksi
        keuangan wajib disajikan minimal 5 tahun ke depan untuk perusahaan dengan asumsi going
        concern.

        Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
        Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan akuntansi.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk               VIII - 5
Page 54
8.6.1    Biaya Pendirian (Start up Costs)/Biaya Investasi

         Berikut adalah rincian biaya investasi yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha Jasa Jual
         Kembali Jasa Telekomunikasi (KBLI 61994):

          Figur 8.3 Biaya Investasi Kegiatan Usaha Jasa Jual Kembali Jasa Telekomunikasi

                                                                                 Total Investment
                        No.                        Item
                                                                                        (Rp)


                         1 SOFTWARE                                                  5.810.456.603

                                      TOTAL BIAYA INVESTASI                          5.810.456.603
                        Sumber: Manajemen


8.6.2    Modal kerja

         Modal kerja adalah ukuran likuiditas suatu perusahaan, termasuk efisiensi operasional dan
         kesehatan keuangan dalam jangka pendek yang merujuk pada perbedaan aset lancar
         perusahaan dan kewajiban yang ditanggung dalam periode berjalan. Modal Kerja Bersih/Net
         Working Capital (NWC) adalah selisih jumlah aset lancar/current assets (CA) dikurangi
         liabilitas lancar/current liabilities (CL).

         Modal Kerja Rencana Perubahan Kegiatan Usaha

         Figur berikut menunjukkan proyeksi modal kerja perubahan kegiatan usaha Perseroan mulai
         tahun 2024 sampai dengan tahun 2029:

                         Figur 8.4 Modal Kerja Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan
                                                                                                     Dalam Rupiah
       Keterangan             2024           2025           2026           2027           2028           2029
Aset Lancar              52.943.514.902 55.144.581.727 62.914.012.416 71.778.093.775 81.891.053.329 93.428.848.032
Utang Lancar             48.913.212.729 50.946.724.294 58.124.710.433 66.314.017.432 75.657.132.314 86.316.617.386
Modal Kerja Bersih        4.030.302.172 4.197.857.432 4.789.301.983 5.464.076.343 6.233.921.015 7.112.230.646
Perubahan Modal Kerja     4.030.302.172    167.555.260    591.444.551    674.774.359    769.844.672    878.309.631



8.6.3    Sumber Pembiayaan

         Total biaya investasi jasa jual kembali jasa telekomunikasi Perseroan yaitu sebesar
         Rp5.810.456.603 berupa investasi software yang sudah dikeluarkan pada investasi awal
         oleh Perseroan.

         Berdasarkan laporan audit Perseroan per 30 Juni 2024, kas dan setara kas Perseroan
         dibukukan sebesar Rp41.130.374.152, sehingga masih mencukupi untuk mendanai investasi
         tersebut.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                          VIII - 6
Page 55
8.6.4   Biaya Operasional (Beban Usaha)

        Beban usaha/beban perubahan kegiatan usaha terdiri dari beban umum dan administasi dan
        beban usaha lainnya yang meliputi gaji dan tunjangan karyawan, telekomunikasi,
        penyusutan dan amortisasi, imbalan kerja, jasa profesional, jasa manajemen, tenaga kerja
        lepas, dan jamuan. Adapun rincian proyeksi beban usaha mulai tahun 2024 sampai dengan
        tahun 2029 sebagai berikut:

           Figur 8.5 Beban Operasional (Beban Usaha) Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan
                                                                                                                               Dalam Rupiah
                                                                                        PROJECTION
                  KETERANGAN                  Jul - Des        Jan - Des        Jan - Des        Jan - Des         Jan - Des       Jan - Des
                                                2024             2025             2026             2027              2028            2029
        Beban Usaha
         Beban umum dan administrasi       (17.511.321.304) (39.556.654.346) (42.079.463.045) (44.855.268.466) (47.189.720.664) (49.845.453.575)
             Gaji dan tunjangan karyawan    11.589.286.724   27.130.246.238   28.106.935.102   29.118.784.766   30.167.061.018   31.253.075.214
             Telekomunikasi                  2.280.162.125    4.815.885.616    5.494.405.396    6.268.523.189    7.151.707.991    8.159.326.469
             Penyusutan dan Amortisasi         726.307.075    1.452.614.151    1.452.614.151    1.452.614.151      726.307.075              -
             Imbalan kerja                     620.475.709    1.310.494.552    1.495.132.757    1.705.785.009    1.946.116.480    2.220.308.733
             Jasa profesional                  578.055.563    1.220.899.795    1.392.914.815    1.589.165.376    1.813.066.073    2.068.512.587
             Jasa manajemen                    576.442.050    1.217.491.925    1.389.026.804    1.584.729.575    1.808.005.302    2.062.738.795
             Tenaga kerja lepas                817.387.654    1.726.388.400    1.969.622.723    2.247.126.818    2.563.729.021    2.924.937.943
             Jamuan                            323.204.404      682.633.670      778.811.296      888.539.581    1.013.727.704    1.156.553.833
         Beban usaha lainnya-neto             (246.683.410)    (521.015.182)    (594.422.056)    (678.171.371)    (773.720.295)    (882.731.299)



8.6.5   Tarif Layanan

        Berikut rincian tarif layanan jasa jual kembali jasa telekomunikasi:

                                                      Figur 8.6 Rincian Harga Jual

                                                                           Tarif (Rates)                Tanggal Berlaku
                No           Layanan SMS Broadcast
                                                                            (Rp/SMS)                    (Effective Date)
                  1     Tarif Flat Operator Telkomsel                            500,-                       1 Februari 2023

                  2     Tarif Flat Operator Indosat                              500,-                       1 Januari 2023

                  3     Tarif Flat Operator XL                                   480,-                       16 Januari 2023

                  4     Tarif Flat Operator XL                                   530,-                       25 Maret 2023

                  5     Tarif Flat Operator Hutch                                550,-                          Existing
                  6     Tarif Flat Operator Smartfren                            510,-                          Existing
              Sumber: Manajemen




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                                                    VIII - 7
Page 56
8.6.6       Proyeksi Keuangan
           Figur berikut menunjukkan proyeksi laba rugi kegiatan usaha jasa jual kembali jasa
           telekomunikasi (KBLI No. 61994) mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2029.

                                   Figur 8.7 Proyeksi Laba Rugi Perubahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                                      Dalam Rupiah
                                                                                        PROJECTION
            KETERANGAN                   Jul - Des           Jan - Des          Jan - Des        Jan - Des            Jan - Des          Jan - Des
                                           2024                2025               2026             2027                 2028               2029
PENDAPATAN USAHA                      219.834.663.952     464.308.473.591    529.725.825.421 604.359.959.118       689.509.445.561    786.655.813.883
 Jasa pengiriman pesan singkat        219.834.663.952     464.308.473.591    529.725.825.421 604.359.959.118       689.509.445.561    786.655.813.883

BEBAN POKOK PENDAPATAN                (195.652.850.917) (413.234.541.496) (471.455.984.625) (537.880.363.615) (613.663.406.550) (700.123.674.356)
 Jasa pengiriman pesan singkat        (195.652.850.917) (413.234.541.496) (471.455.984.625) (537.880.363.615) (613.663.406.550) (700.123.674.356)
LABA KOTOR                             24.181.813.035      51.073.932.095     58.269.840.796    66.479.595.503      75.846.039.012     86.532.139.527
Beban Usaha
 Beban umum dan administrasi           (17.511.321.304)   (39.556.654.346)   (42.079.463.045)   (44.855.268.466)   (47.189.720.664)   (49.845.453.575)
     Gaji dan tunjangan karyawan        11.589.286.724     27.130.246.238     28.106.935.102     29.118.784.766     30.167.061.018     31.253.075.214
     Telekomunikasi                      2.280.162.125      4.815.885.616      5.494.405.396      6.268.523.189      7.151.707.991      8.159.326.469
     Penyusutan dan Amortisasi             726.307.075      1.452.614.151      1.452.614.151      1.452.614.151        726.307.075                -
     Imbalan kerja                         620.475.709      1.310.494.552      1.495.132.757      1.705.785.009      1.946.116.480      2.220.308.733
     Jasa profesional                      578.055.563      1.220.899.795      1.392.914.815      1.589.165.376      1.813.066.073      2.068.512.587
     Jasa manajemen                        576.442.050      1.217.491.925      1.389.026.804      1.584.729.575      1.808.005.302      2.062.738.795
     Tenaga kerja lepas                    817.387.654      1.726.388.400      1.969.622.723      2.247.126.818      2.563.729.021      2.924.937.943
     Jamuan                                323.204.404        682.633.670        778.811.296        888.539.581      1.013.727.704      1.156.553.833
 Beban usaha lainnya-neto                 (246.683.410)      (521.015.182)      (594.422.056)      (678.171.371)      (773.720.295)      (882.731.299)
LABA USAHA                               6.423.808.321     10.996.262.567     15.595.955.696     20.946.155.666     27.882.598.053     35.803.954.653

 Pendapatan/Beban Lainnya               (1.920.192.542)    (4.698.256.089)    (9.161.599.374)   (10.452.395.480)   (11.925.054.437)               -

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN          4.503.615.779       6.298.006.478      6.434.356.322    10.493.760.186      15.957.543.616     35.803.954.653

 Beban Pajak Penghasilan – Neto           (990.795.471)    (1.385.561.425)    (1.415.558.391)    (2.308.627.241)    (3.510.659.595)    (7.876.870.024)

LABA NETO TAHUN BERJALAN                3.512.820.307       4.912.445.053      5.018.797.931     8.185.132.945      12.446.884.020     27.927.084.630



           Proyeksi penjualan selama tahun proyeksi terus mengalami peningkatan dengan rata-rata
           peningkatan sebesar 14,09% mulai tahun 2025 hingga 2029, kemudian persentase rata-rata
           beban pokok penjualan terhadap penjualan diproyeksikan sebesar 89,00% selama tahun
           proyeksi (2024-2029).

           Laba kotor perubahan kegiatan usaha mengalami peningkatan rata-rata sebesar 14,09%
           selama tahun 2025-2029. Kemudian, beban usaha mengalami peningkatan secara perlahan
           pada setiap tahun proyeksi mengikuti dengan adanya kenaikan penjualan. Rata-rata
           persentase beban usaha terhadap penjualan selama tahun proyeksi (2024-2029) adalah
           sebesar 7,62%.

           Laba sebelum pajak mengalami peningkatan rata-rata sebesar 60,42% selama tahun 2026-
           2029 (full year), linear dengan peningkatan laba tahun berjalan yang juga terus mengalami
           peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 60,42%.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                                                          VIII - 8
Page 57
8.6.7     Analisis Titik Impas

          Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
          laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
          pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat
          digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai
          berikut:

            BEP =                      Total Biaya Tetap
                                1 - Total Biaya Variabel
                                        Pendapatan

          Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk masing-masing
          periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan minimal
          yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk Rupiah pada proyeksi rencana
          perubahan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

                       Figur 8.8 Analisis BEP Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan
                                                                                                                                   Dalam Rupiah
                                             PROJ              PROJ                PROJ            PROJ              PROJ                PROJ
          Analisa BEP Proyek
                                             2024              2025                2026            2027              2028                2029
 Pendapatan Usaha                       219.834.663.952   464.308.473.591   529.725.825.421    604.359.959.118   689.509.445.561    786.655.813.883
 Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost)    195.652.850.917   413.234.541.496   471.455.984.625    537.880.363.615   613.663.406.550    700.123.674.356
 Beban Usaha (Variable Cost)             18.484.311.789    41.530.283.679    44.126.499.251     46.986.053.988    48.689.748.034     50.728.184.874
 Break Even Point                       213.614.122.203   453.827.334.936   514.297.275.853   583.223.131.856    660.289.808.263    748.383.858.900




 8.6.8      Analisis Profitabilitas

            Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
            usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait pendapatan. Jenis-
            jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan
            yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai gambaran bagaimana Perseroan
            dalam usahanya mendapatkan laba terdapat pada figur berikut ini:

            Analisis Profitabilitas Perubahan Kegiatan Usaha

                                          Figur 8.9 Analisis Profitabilitas Kegiatan Usaha

                                                           PROJ             PROJ          PROJ            PROJ           PROJ            PROJ
               Analisa Profitabilitas Proyek
                                                           2024             2025          2026            2027           2028            2029
             Gross Profit                                   11,00%          11,00%        11,00%           11,00%           11,00%         11,00%
             Operating Profit                                2,92%           2,37%            2,94%         3,47%            4,04%          4,55%
             Net Profit                                      1,60%           1,06%            0,95%         1,35%            1,81%          3,55%
             Return on Equity                               37,68%          34,51%        26,07%           29,83%           31,21%         41,18%
             Return on Investment                           60,46%          84,54%        86,38%          140,87%        214,22%         480,63%




 Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                                                       VIII - 9
Page 58
        Dalam figur di atas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang digambarkan dalam
        persentase laba kotor terhadap pendapatan ( gross profit margin), persentase laba operasi
        terhadap pendapatan (operating profit margin), persentase laba bersih terhadap pendapatan
        (net profit margin), ROE dan ROI menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan
        dalam menghasilkan laba.

8.7     Analisis Kelayakan Investasi

        Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020
        digunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),
        Profitability Index (PI) dan Payback Period, yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih
        yang diproyeksikan hingga tahun 2029. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari
        pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.

        Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
        investasi. Dengan membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
        proyek dan total arus kas yang akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV
        yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak
        dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak
        dilaksanakan.

        Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto
        seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah
        investasi. IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
        sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat
        ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek
        lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak dilaksanakan dan apabila IRR
        proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak dilaksanakan.

        Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
        dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai
        sekarang dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal
        yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama
        dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar
        dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek menghasilkan nilai tambah bagi
        Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
        proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu proyek
        maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka
        investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan.

        Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk
        mencapai break even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu
        yang diperlukan untuk menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek
        pengembalian maka investasi semakin diinginkan.

        Kelayakan dari perubahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
        diantisipasi di masa mendatang dengan Free Cash Flow to Firm yang selanjutnya
        dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Setelah dilakukan perhitungan untuk KBLI


Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk            VIII - 10
Page 59
        baru didapatkan IRR yang sangat besar karena investasi untuk KBLI baru sangat rendah dan
        Perseroan tidak melakukan investasi tambahan pada aset tetap seperti tanah, bangunan,
        kendaraan, komputer dan perlengkapan, peralatan kantor, dan perabotan.

        Kelayakan investasi perubahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat
        indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitability Index (PI) dan Payback
        Period dengan ringkasan sebagai berikut:
          •   Net Present Value (NPV)                : Rp35.556.797.157
          •   Internal Rate of Return (IRR)          : 75,71%
          •   Profitability Index (PI)               : 7,12
          •   Payback Period                         : 2 tahun 11 bulan
          •   WACC                                   : 9,57%

        Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi
        daripada WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.

8.8     Analisis Sensitivitas

        Analisis Sensitivitas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha

        Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
        maka berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:

              •     Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan 5,00%; 10,00%; dan 15,00%.
              •     Penjualan turun dengan perubahan kondisi penurunan 1,00%; 2,00%; dan 3,00%.
              •     Harga Pokok Penjualan naik dengan perubahan kondisi kenaikan 1,00%; 2,00%; dan
                    3,00%.

        Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat seperti
        figur di bawah ini:

           Figur 8.10 Analisis Sensitivitas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan

                                                    IRR           NPV            Profitability Index
                      Variable            Posisi                                                        Kesimpulan
                                                     %           Rupiah                 (PI)

        Normal                                       75,71%   35.556.797.157                   7,12       Layak
                                            5,00%    73,29%   35.266.274.327                   6,78       Layak
        Investasi                          10,00%    71,03%   34.975.751.496                   6,47       Layak
                                           15,00%    68,92%   34.685.228.666                   6,19       Layak
                                           -1,00%    44,07%   18.010.104.593                   4,10       Layak
        Pendapatan Usaha                   -2,00%     7,31%     (871.187.682)                  0,85     Tidak Layak
                                           -3,00%     0,00%   (22.046.068.785)                 (2,79)   Tidak Layak
                                            1,00%    46,48%   19.327.110.047                   4,33       Layak
        Beban Pokok Pendapatan              2,00%    13,29%    2.153.841.109                   1,37       Layak
                                            3,00%   -24,41%   (17.197.568.356)                 (1,96)   Tidak Layak




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk                           VIII - 11
Page 60
         Dari ketiga variabel yang diukur, rencana perubahan kegiatan usaha yang akan dilakukan
         oleh Perseroan tidak sensitif terhadap kenaikan investasi, namun sensitif terhadap
         penurunan pendapatan usaha serta kenaikan beban pokok pendapatan.


8.9     Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Keuangan

        Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
        syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
        perubahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Informasi Teknologi Indonesia
        Tbk adalah layak.




Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha - PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk        VIII - 12
Page 61
           LAMPIRAN KEUANGAN
               STUDI KELAYAKAN
         PERUBAHAN KEGIATAN USAHA
KBLI No. 61994 (Jasa Jual Kembali Jasa Telekomunikasi)

  PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk

                        Lokasi:
 Jl. Mampang Prapatan Raya No. 3, Jakarta Selatan 12790
Page 62
LAMPIRAN - 1
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(Dalam Rupiah)

                                                          HIST              HIST               HIST              HIST              HIST               HIST
              KETERANGAN                                Jan - Des         Jan - Des          Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des          Jan - Jun
                                                          2019              2020               2021              2022              2023               2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                      2.354.568.124     44.369.275.168     23.524.513.606    81.542.958.883    72.547.578.014    41.130.374.152
Dana yang dibatasi penggunaannya                          536.560.179        924.531.275                -                 -                 -                 -
Piutang usaha - neto                                   56.300.410.509     58.511.417.658     83.123.041.529   118.572.083.774   135.067.770.168   138.322.870.013
Piutang lain-lain                                      14.540.344.838      7.946.116.666     10.672.834.124     2.057.289.610       587.199.774       271.754.487
Persediaan                                              9.443.826.014      2.790.394.523      6.529.479.108     5.229.791.823     4.051.150.644       326.432.485
Uang muka                                                 146.059.535        260.646.051        176.892.820       171.430.184     2.656.045.640     1.663.120.060
Pajak dibayar di muka                                   7.592.761.319        279.528.532      1.995.985.310     1.917.130.330     5.398.111.044     8.898.250.317
Beban dibayar di muka                                     116.726.035         87.005.670         90.505.230     2.613.378.352        84.365.890       122.797.975
Total Aset Lancar                                      91.031.256.553    115.168.915.543    126.113.251.727   212.104.062.956   220.392.221.174   190.735.599.489

ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak penghasilan                                         5.832.619.388      4.190.732.426       940.096.442     6.652.775.427    10.358.051.044
Aset pajak tangguhan - neto                             2.893.004.149      2.902.747.596      3.134.323.953     2.536.250.743     3.004.191.248     3.213.190.858
Aset tetap - neto                                       9.330.057.606      8.307.043.189      9.368.405.920    41.905.579.993    40.530.249.449    41.789.305.915
Aset takberwujud - neto                                 1.108.904.024        879.602.865        657.120.509       717.618.119    45.077.901.901    46.006.867.661
Aset tidak lancar lainnya                                         -                  -                  -                 -                 -         600.000.000
Total Aset Tidak Lancar                                13.331.965.779     17.922.013.038     17.350.582.808    46.099.545.297    95.265.118.025   101.967.415.478
TOTAL ASET                                            104.363.222.332    133.090.928.581    143.463.834.535   258.203.608.253   315.657.339.199   292.703.014.967

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                               15.795.911.028                -        6.000.000.000               -       7.510.650.654               -
Utang usaha                                            23.133.313.027     35.843.728.897     28.038.443.226    68.329.985.733    40.812.882.226    46.872.265.765
Utang lain-lain - pihak ketiga                          2.542.960.678      4.053.388.014      3.878.256.350     3.863.345.156     1.692.567.129     5.574.382.473
Utang pajak                                               163.451.518        463.025.348      1.771.483.197     1.721.377.622     2.127.630.384     1.988.158.163
Beban akrual                                           24.613.587.460     52.683.870.566     46.210.809.667    62.290.825.091    73.624.872.452    52.963.614.775
Pendapatan diterima di muka                              9.646.475.190      9.210.343.522    13.277.259.011     9.439.352.807     1.389.352.807     1.389.352.807
Utang kepada pihak berelasi                                       -          448.378.521                -                 -                 -                 -
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
       Utang bank                                                 -                  -                  -       3.270.278.943    10.870.195.139    10.369.646.313
Total Liabilitas Jangka Pendek                         75.895.698.901    102.702.734.868     99.176.251.451   148.915.165.352   138.028.150.791   119.157.420.296

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam 1 tahun
        Utang bank                                                -                  -                  -       4.426.831.196     6.828.298.254     2.008.872.124
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                 8.787.015.367      9.859.129.928     10.750.957.245     8.210.574.245     9.759.279.245    10.659.279.245
Total Liabilitas Jangka Panjang                         8.787.015.367      9.859.129.928     10.750.957.245    12.637.405.441    16.587.577.499    12.668.151.369
TOTAL LIABILITAS                                       84.682.714.268    112.561.864.796    109.927.208.696   161.552.570.793   154.615.728.290   131.825.571.665

EKUITAS
Modal Saham                                            12.200.000.000     12.200.000.000     12.200.000.000    52.200.000.000    65.250.186.000    65.250.402.120
Tambahan modal disetor                                            -                  -                  -                 -      48.834.691.068    48.837.176.448
Saldo surplus revaluasi aset tetap                                -                  -                  -      31.163.417.866    31.163.417.866    31.163.417.866
Penghasilan komprehensif lain - neto                              -                  -        1.729.604.265     3.160.910.505     2.985.332.505     2.985.332.505
Saldo laba                                              7.480.508.064      8.329.063.785     19.607.021.574    10.126.709.089    12.807.983.470    12.641.114.363
TOTAL EKUITAS                                          19.680.508.064     20.529.063.785     33.536.625.839    96.651.037.460   161.041.610.909   160.877.443.302
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                          104.363.222.332    133.090.928.581    143.463.834.535   258.203.608.253   315.657.339.199   292.703.014.967
Page 63
LAMPIRAN - 2
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN LABA (RUGI)
(Dalam Rupiah)

                                                          HIST                 HIST                 HIST                 HIST                 HIST                 HIST
               KETERANGAN                               Jan - Des            Jan - Des           Jan - Des             Jan - Des            Jan - Des            Jan - Jun
                                                          2019                 2020                 2021                 2022                 2023                 2024
PENDAPATAN USAHA                                      303.296.695.500      268.858.185.593      346.897.198.520      507.347.976.514      468.953.507.777      254.574.728.702
  Jasa pengiriman pesan singkat                       256.696.029.440      224.927.162.074      261.796.089.287      360.558.589.363      326.338.658.219      187.135.033.018
  Jasa pengiriman WhatsApp                                        -         21.485.114.008       64.639.492.194      117.337.339.567      131.621.351.634       64.437.007.024
  Penjualan Voucher                                     2.671.372.458                  -                    -                    -                    -                    -
  Jasa lainnya                                         43.929.293.602       22.445.909.511       20.461.617.039       29.452.047.584       10.993.497.924        3.002.688.660

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                (256.736.634.493)    (226.081.435.949)    (284.741.806.392)    (420.409.811.266)    (406.384.845.121)    (222.619.740.520)
  Jasa pengiriman pesan singkat                       (221.497.909.105)    (195.411.613.206)    (233.959.636.686)    (316.483.988.709)    (290.727.263.720)    (167.807.248.192)
  Jasa pengiriman WhatsApp                                          -        (12.648.535.917)     (36.823.598.798)     (86.567.023.437)   (107.282.103.222)      (52.964.755.503)
  Penjualan Voucher                                      (2.620.958.558)                 -                    -                    -                    -                    -
  Jasa lainnya                                          (32.617.766.830)     (18.021.286.826)     (13.958.570.908)     (17.358.799.120)      (8.375.478.179)      (1.847.736.825)
LABA KOTOR                                             46.560.061.007       42.776.749.644       62.155.392.128       86.938.165.248       62.568.662.656       31.954.988.182
Beban Usaha
   Beban umum dan administrasi                         (39.287.632.060)     (36.926.560.553)     (44.903.294.764)     (54.055.057.441)     (57.740.116.403)     (30.035.280.092)
      Gaji dan tunjangan karyawan                       24.796.419.421       22.424.484.584       32.071.750.884       41.497.521.589       43.579.224.747       21.017.626.777
      Telekomunikasi                                     1.562.870.544        3.417.146.469        4.750.387.518        5.625.214.888        4.875.811.489        2.339.943.778
      Penyusutan dan Amortisasi                          3.416.582.355        3.450.275.905        2.516.694.980        2.467.255.480        2.856.113.519        2.722.579.995
      Imbalan kerja                                       (739.422.758)       1.341.808.717        1.336.342.289         (705.375.000)       1.323.605.000          900.000.000
      Jasa profesional                                     350.401.240          605.458.522          770.117.625        1.461.905.011        1.036.149.675        1.287.833.301
      Jasa manajemen                                     1.123.950.986        1.073.242.115          916.000.000          912.000.000          916.000.000          418.500.000
      Tenaga kerja lepas                                 2.496.011.011        1.765.878.710          847.871.765          883.751.880          822.940.285          399.829.926
      Jamuan                                               502.740.500          558.155.281          557.786.440          579.427.614          521.303.010          312.122.726
      Pemulihan nilai piutang - bersih                    (941.068.138)                 -                    -                    -                    -                    -
      Lain-lain                                          6.719.146.899        2.290.110.250        1.136.343.263        1.333.355.979        1.808.968.678          636.843.589
   Beban usaha lainnya-neto                                                     (41.575.284)        (577.442.826)        (668.654.056)        (681.583.814)        (545.351.266)
LABA USAHA                                               7.272.428.947        5.808.613.807       16.674.654.538       32.214.453.751        4.146.962.439        1.374.356.824

Penghasilan keuangan                                        64.437.859          766.402.086        1.004.661.783          641.344.584        1.128.772.537          470.895.408
Biaya keuangan                                          (1.428.230.358)        (400.302.648)        (127.326.814)        (774.466.172)      (1.580.792.533)        (855.974.592)
Keuntungan penjualan aset tetap                            721.920.395                  -                    -                    -                    -                    -
Keuntungan selisih kurs mata uang asing - bersih              (360.126)                 -                    -                    -                    -                    -
Lain-lain - bersih                                        (513.515.778)                 -                    -                    -                    -                    -

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                           6.116.680.939        6.174.713.245      17.551.989.507       32.081.332.163         3.694.942.443          989.277.640

Beban Pajak Penghasilan – Neto                          (2.187.217.945)      (2.183.871.279)      (4.062.713.315)      (7.514.861.791)      (1.013.668.062)        (350.828.596)

LABA NETO TAHUN BERJALAN                                 3.929.462.994        3.990.841.966      13.489.276.192       24.566.470.372         2.681.274.381          638.449.044

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi       (427.031.157)         117.854.526         316.454.255       32.594.724.106          (175.578.000)                 -
Saldo surplus revaluasi aset tetap                                                                          -         31.163.417.866                   -                    -
Pengukuran kembali atas imbalan kerja pasti               (569.374.876)         268.694.156         405.710.583        1.835.008.000          (225.100.000)                 -
Pajak penghasilan terkait                                  142.343.719         (150.839.630)        (89.256.328)        (403.701.760)           49.522.000                  -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                   3.502.431.837        4.108.696.492      13.805.730.447       57.161.194.478         2.505.696.381          638.449.044
Page 64
LAMPIRAN - 3
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN ARUS KAS
(Dalam Rupiah)

                                                                    HIST               HIST                HIST              HIST                HIST                HIST
              KETERANGAN                                          Jan - Des         Jan - Des            Jan - Des         Jan - Des           Jan - Des           Jan - Jun
                                                                    2019               2020                2021              2022                2023                2024
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI                          (1.224.597.743)    60.069.194.307     (23.357.548.219)   50.023.182.273     (30.862.925.558)    (23.140.328.198)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari (pembayaran kepada) pihak-pihak berelasi - bersih (4.439.242.924)               -                  -                 -                    -                  -
Perolehan aset tetap                                              (1.491.716.070)    (1.818.602.340)    (3.042.846.834)   (3.874.836.158)      (1.641.443.273)      (459.602.220)
Perolehan aset takberwujud                                           (53.700.000)      (532.468.820)      (312.728.521)     (322.506.472)    (44.664.467.234)     (2.500.000.000)
Hasil penjualan aset tetap                                         1.187.195.000        432.087.500        190.377.651       495.495.495          441.441.441                -
Penurunan (kenaikan) dana yang dibatasi penggunaannya               (536.560.179)      (387.971.096)       924.531.275               -                    -                  -
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                      (5.334.024.173)    (2.306.954.756)    (2.240.666.429)   (3.701.847.135)    (45.864.469.066)     (2.959.602.220)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang pihak berelasi - neto                          -          448.378.521      (448.378.521)                -                  -                   -
Penerimaan (pembayaran) dari penawaran saham perdana                         -                  -                 -                   -       65.250.000.000                 -
Tambahan modal disetor                                                       -                  -                 -       10.000.000.000                 -                   -
Pembayaran beban bunga dan keuangan                               (1.428.230.358)               -                 -                   -                  -                   -
Penerimaan dari utang bank                                         7.022.840.343                -       6.000.000.000     10.000.000.000      37.403.612.453                 -
Pembayaran utang bank                                             (1.000.000.000)   (15.795.911.028)              -        (8.302.889.861)   (27.413.087.044)     (5.319.974.956)
Pembayaran dividen                                                (1.000.000.000)      (400.000.000)     (798.168.393)                -                  -                   -
Penerimaan hasil pelaksanaan waran                                           -                  -                 -                   -            2.139.000           2.701.500
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                        3.594.609.985    (15.747.532.507)    4.753.453.086     11.697.110.139      75.242.664.409      (5.317.273.456)

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS                     (2.964.011.931)    42.014.707.044     (20.844.761.562)   58.018.445.277      (1.484.730.215)    (31.417.203.874)

PENURUNAN NETO PINJAMAN CERUKAN BANK                                                            -                  -                  -       (7.510.650.654)                -

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                     5.318.580.055       2.354.568.124    44.369.275.168     23.524.513.606     81.542.958.883      72.547.578.014

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                    2.354.568.124     44.369.275.168     23.524.513.606     81.542.958.883     72.547.578.014      41.130.374.140
Page 65
LAMPIRAN - 4
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS RASIO
(Dalam Rupiah)

                                                     HIST                HIST                HIST                HIST                HIST               HIST
                KETERANGAN                         Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des          Jan - Jun
                                                     2019                2020                2021                2022                2023               2024
LIKUIDITAS
Current Ratio                                x                  1,20                1,12                1,27                1,42               1,60                1,60
Quick Ratio                                  x                  1,07                1,09                1,21                1,39               1,57                1,60
Cash Ratio                                   x                  0,03                0,43                0,24                0,55               0,53                0,35

AKTIVITAS
Rata-rata umur piutang                      days               67,75               79,43               87,46               85,30           105,13                 97,80
Rata-rata umur utang usaha                  days               32,89               57,87               35,94               59,32            36,66                 37,90
Rata-rata umur persediaan                   days               13,43                4,50                8,37                4,54             3,64                  0,26
Rata-rata umur aset tetap                   days               11,23               11,28                9,86               30,15            31,55                 29,55

SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset         %            81,14%               84,58%              76,62%              62,57%              48,98%             45,04%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas      %           430,29%              548,30%             327,78%             167,15%              96,01%             81,94%

PROFITABILITAS
Gross Margin                                 %            15,35%               15,91%              17,92%              17,14%              13,34%             12,55%
Operating Profit Margin                      %             2,40%                2,16%               4,81%               6,35%               0,88%              0,54%
Profit Margin                                %             1,30%                1,48%               3,89%               4,84%               0,57%              0,25%
Return On Asset                              %             3,77%                3,00%               9,40%               9,51%               0,85%              0,22%
Return On Equity                             %            19,97%               19,44%              40,22%              25,42%               1,66%              0,40%
Page 66
LAMPIRAN - 5
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
BIAYA INVESTASI - NEW PROJECT (CALL CENTER)
(Dalam Rupiah)


                                              Total Investment
No.                     Item
                                                     (Rp)


 1 SOFTWARE                                      5.810.456.603

             TOTAL BIAYA INVESTASI               5.810.456.603
Page 67
LAMPIRAN - 6
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
DEPRESIASI
(Dalam Rupiah)

                                            Umur Ekonomis      Penyusutan      PROJ                 PROJ                PROJ                PROJ                PROJ                PROJ
                   Keterangan
                                               (Tahun)            (%)       2024 Jul-Des            2025                2026                2027                2028                2029
                  KONSOLIDASI
Nilai Perolehan
    Aset Tetap                                                              34.633.933.354      34.633.933.354      34.633.933.354      34.633.933.354      34.633.933.354      34.633.933.354
         Tanah                                                               3.494.359.250       3.494.359.250       3.494.359.250       3.494.359.250       3.494.359.250       3.494.359.250
         Bangunan                                                            3.922.963.561       3.922.963.561       3.922.963.561       3.922.963.561       3.922.963.561       3.922.963.561
         Kendaraan                                                           3.939.406.501       3.939.406.501       3.939.406.501       3.939.406.501       3.939.406.501       3.939.406.501
         Komputer dan perlengkapan                                          21.382.409.504      21.382.409.504      21.382.409.504      21.382.409.504      21.382.409.504      21.382.409.504
         Peralatan kantor                                                    1.726.015.461       1.726.015.461       1.726.015.461       1.726.015.461       1.726.015.461       1.726.015.461
         Perabot dan perlengkapan                                              168.779.077         168.779.077         168.779.077         168.779.077         168.779.077         168.779.077
    Aset Takberwujud                                                        51.588.719.722      51.588.719.722      51.588.719.722      51.588.719.722      51.588.719.722      51.588.719.722
         Mobile application                                                 20.426.073.644      20.426.073.644      20.426.073.644      20.426.073.644      20.426.073.644      20.426.073.644
         Jatis top pulsa                                                       233.435.897         233.435.897         233.435.897         233.435.897         233.435.897         233.435.897
         Ticketing system                                                       65.663.264          65.663.264          65.663.264          65.663.264          65.663.264          65.663.264
         JNS 6 SMS Broadcast                                                 6.148.796.917       6.148.796.917       6.148.796.917       6.148.796.917       6.148.796.917       6.148.796.917
         Lisensi microsoft                                                      66.100.000          66.100.000          66.100.000          66.100.000          66.100.000          66.100.000
         Aset dalam pengembangan                                            24.648.650.000      24.648.650.000      24.648.650.000      24.648.650.000      24.648.650.000      24.648.650.000
Total Nilai Perolehan                                                       86.222.653.076      86.222.653.076      86.222.653.076      86.222.653.076      86.222.653.076      86.222.653.076

Penyusutan dan Amortisasi
    Aset Tetap                                                               (3.229.091.777)     (1.693.136.725)       (984.029.478)       (984.029.478)       (567.202.132)       (196.148.178)
        Tanah                                            -          0,00%                -                  -                   -                   -                   -                   -
        Bangunan                                          20        5,00%        (98.074.089)      (196.148.178)       (196.148.178)       (196.148.178)       (196.148.178)       (196.148.178)
        Kendaraan                                          5       20,00%      (393.940.650)       (787.881.300)       (787.881.300)       (787.881.300)       (371.053.954)                -
        Komputer dan perlengkapan                          4       25,00%    (2.672.801.188)       (709.107.247)                -                   -                   -                   -
        Peralatan kantor                                   4       25,00%        (61.688.351)               -                   -                   -                   -                   -
        Perabot dan perlengkapan                           4       25,00%         (2.587.499)               -                   -                   -                   -                   -
    Aset Takberwujud                                                         (3.321.858.820)     (6.643.717.640)     (5.544.769.591)     (5.106.518.411)       (741.353.199)                -
        Mobile application                                4        25,00%    (2.553.259.206)     (5.106.518.411)     (5.106.518.411)     (5.106.518.411)       (741.353.199)                -
        Jatis top pulsa                                   4        25,00%                -                  -                   -                   -                   -                   -
        Ticketing system                                  4        25,00%                -                  -                   -                   -                   -                   -
        JNS 6 SMS Broadcast                               4        25,00%      (768.599.615)     (1.537.199.229)       (438.251.180)                -                   -                   -
        Lisensi microsoft                                 4        25,00%                -                  -                   -                   -                   -                   -
Total Depresiasi dan Amortisasi                                              (6.550.950.597)     (8.336.854.366)     (6.528.799.069)     (6.090.547.889)     (1.308.555.331)       (196.148.178)

Akumulasi Penyusutan & Amortisasi
   Aset Tetap                                                               (24.236.896.405)    (25.930.033.130)    (26.914.062.609)    (27.898.092.087)    (28.465.294.219)    (28.661.442.397)
        Tanah                                                                            -                   -                   -                   -                   -                   -
        Bangunan                                                                (464.090.964)       (660.239.142)       (856.387.320)     (1.052.535.498)     (1.248.683.676)     (1.444.831.854)
        Kendaraan                                                             (1.204.708.646)     (1.992.589.946)     (2.780.471.247)     (3.568.352.547)     (3.939.406.501)     (3.939.406.501)
        Komputer dan perlengkapan                                           (20.673.302.257)    (21.382.409.504)    (21.382.409.504)    (21.382.409.504)    (21.382.409.504)    (21.382.409.504)
        Peralatan kantor                                                      (1.726.015.461)     (1.726.015.461)     (1.726.015.461)     (1.726.015.461)     (1.726.015.461)     (1.726.015.461)
        Perabot dan perlengkapan                                                (168.779.077)       (168.779.077)       (168.779.077)       (168.779.077)       (168.779.077)       (168.779.077)
   Aset Takberwujud                                                          (8.903.710.881)    (15.547.428.521)    (21.092.198.113)    (26.198.716.524)    (26.940.069.722)    (26.940.069.722)
        Mobile application                                                    (4.365.165.213)     (9.471.683.624)   (14.578.202.035)    (19.684.720.446)    (20.426.073.644)    (20.426.073.644)
        Jatis top pulsa                                                         (233.435.897)       (233.435.897)       (233.435.897)       (233.435.897)       (233.435.897)       (233.435.897)
        Ticketing system                                                         (65.663.264)        (65.663.264)        (65.663.264)        (65.663.264)        (65.663.264)        (65.663.264)
        JNS 6 SMS Broadcast                                                   (4.173.346.508)     (5.710.545.737)     (6.148.796.917)     (6.148.796.917)     (6.148.796.917)     (6.148.796.917)
        Lisensi microsoft                                                        (66.100.000)        (66.100.000)        (66.100.000)        (66.100.000)        (66.100.000)        (66.100.000)
        Aset dalam pengembangan                                                          -                   -                   -                   -                   -                   -
Total Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi                                   (33.140.607.286)    (41.477.461.652)    (48.006.260.721)    (54.096.808.610)    (55.405.363.941)    (55.601.512.119)

Nilai Buku
    Aset Tetap                                                              10.397.036.949       8.703.900.224       7.719.870.745       6.735.841.267       6.168.639.135       5.972.490.957
         Tanah                                                               3.494.359.250       3.494.359.250       3.494.359.250       3.494.359.250       3.494.359.250       3.494.359.250
         Bangunan                                                            3.458.872.597       3.262.724.419       3.066.576.241       2.870.428.063       2.674.279.885       2.478.131.707
         Kendaraan                                                           2.734.697.855       1.946.816.555       1.158.935.255         371.053.954                 -                   -
         Komputer dan perlengkapan                                             709.107.247                 -                   -                   -                   -                   -
         Peralatan kantor                                                              -                   -                   -                   -                   -                   -
         Perabot dan perlengkapan                                                      -                   -                   -                   -                   -                   -
    Aset Takberwujud                                                        42.685.008.841      36.041.291.201      30.496.521.610      25.390.003.199      24.648.650.000      24.648.650.000
         Mobile application                                                 16.060.908.432      10.954.390.021       5.847.871.610         741.353.199                 -                   -
         Jatis top pulsa                                                               -                   -                   -                   -                   -                   -
         Ticketing system                                                              -                   -                   -                   -                   -                   -
         JNS 6 SMS Broadcast                                                 1.975.450.409         438.251.180                 -                   -                   -                   -
         Lisensi microsoft                                                             -                   -                   -                   -                   -                   -
         Aset dalam pengembangan                                            24.648.650.000      24.648.650.000      24.648.650.000      24.648.650.000      24.648.650.000      24.648.650.000
Total Nilai Buku                                                            53.082.045.790      44.745.191.424      38.216.392.355      32.125.844.466      30.817.289.135      30.621.140.957



                                            Umur Ekonomis      Penyusutan       PROJ                PROJ                PROJ                PROJ                PROJ                PROJ
                   Keterangan
                                               (Tahun)            (%)           2024                2025                2026                2027                2028                2029
NEW PROJECT - KBLI
Nilai Perolehan
    Aset Tetap                                                                          -                   -                   -                   -                   -                   -
         Tanah                                                                          -                   -                   -                   -                   -                   -
         Bangunan                                                                       -                   -                   -                   -                   -                   -
         Kendaraan                                                                      -                   -                   -                   -                   -                   -
         Komputer dan perlengkapan                                                      -                   -                   -                   -                   -                   -
         Peralatan kantor                                                               -                   -                   -                   -                   -                   -
         Perabot dan perlengkapan                                                       -                   -                   -                   -                   -                   -
    Aset Takberwujud                                                          5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603
         Software                                                             5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603
Total Nilai Perolehan                                                         5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603       5.810.456.603

Penyusutan dan Amortisasi
    Aset Tetap                                                                          -                   -                   -                   -                   -                    -
        Tanah                                            -          0,00%               -                   -                   -                   -                   -                    -
        Bangunan                                          20        5,00%               -                   -                   -                   -                   -                    -
        Kendaraan                                          5       20,00%               -                   -                   -                   -                   -                    -
        Komputer dan perlengkapan                          4       25,00%               -                   -                   -                   -                   -                    -
        Peralatan kantor                                   4       25,00%               -                   -                   -                   -                   -                    -
        Perabot dan perlengkapan                           4       25,00%               -                   -                   -                   -                   -                    -
    Aset Takberwujud                                                           (726.307.075)     (1.452.614.151)     (1.452.614.151)     (1.452.614.151)       (726.307.075)                 -
        Software                                          4        25,00%      (726.307.075)     (1.452.614.151)     (1.452.614.151)     (1.452.614.151)       (726.307.075)                 -
Total Depresiasi dan Amortisasi                                                (726.307.075)     (1.452.614.151)     (1.452.614.151)     (1.452.614.151)       (726.307.075)                 -

Akumulasi Penyusutan & Amortisasi
   Aset Tetap                                                                           -                   -                   -                   -                   -                   -
        Tanah                                                                           -                   -                   -                   -                   -                   -
        Bangunan                                                                        -                   -                   -                   -                   -                   -
        Kendaraan                                                                       -                   -                   -                   -                   -                   -
        Komputer dan perlengkapan                                                       -                   -                   -                   -                   -                   -
        Peralatan kantor                                                                -                   -                   -                   -                   -                   -
        Perabot dan perlengkapan                                                        -                   -                   -                   -                   -                   -
   Aset Takberwujud                                                            (726.307.075)     (2.178.921.226)     (3.631.535.377)     (5.084.149.528)     (5.810.456.603)     (5.810.456.603)
        Software                                                               (726.307.075)     (2.178.921.226)     (3.631.535.377)     (5.084.149.528)     (5.810.456.603)     (5.810.456.603)
Total Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi                                      (726.307.075)     (2.178.921.226)     (3.631.535.377)     (5.084.149.528)     (5.810.456.603)     (5.810.456.603)

Nilai Buku
    Aset Tetap                                                                          -                   -                   -                  -                     -                   -
         Tanah                                                                          -                   -                   -                  -                     -                   -
         Bangunan                                                                       -                   -                   -                  -                     -                   -
         Kendaraan                                                                      -                   -                   -                  -                     -                   -
         Komputer dan perlengkapan                                                      -                   -                   -                  -                     -                   -
         Peralatan kantor                                                               -                   -                   -                  -                     -                   -
         Perabot dan perlengkapan                                                       -                   -                   -                  -                     -                   -
    Aset Takberwujud                                                          5.084.149.528       3.631.535.377       2.178.921.226        726.307.075                   -                   -
         Software                                                             5.084.149.528       3.631.535.377       2.178.921.226        726.307.075                   -                   -
Total Nilai Buku                                                              5.084.149.528       3.631.535.377       2.178.921.226        726.307.075                   -                   -
Page 68
LAMPIRAN - 7
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024 - 2029             24,71%              14,09%              14,09%               14,09%               14,09%                14,09%
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Konsolidasi)             15,02%              14,09%              14,09%               14,09%               14,09%                14,09%
(Dalam Rupiah)                                            763,13%              14,09%              14,09%               14,09%               14,09%                14,09%

                                                                                                       PROJECTION
                   KETERANGAN                      Jul - Des           Jan - Des          Jan - Des             Jan - Des            Jan - Des            Jan - Des
                                                     2024                2025               2026                  2027                 2028                 2029
PENDAPATAN USAHA                                 398.678.799.627     745.291.727.775     850.297.373.686       970.097.475.597    1.106.776.454.078    1.262.712.407.892
  Jasa pengiriman pesan singkat                  219.834.663.952     464.308.473.591     529.725.825.421       604.359.959.118      689.509.445.561      786.655.813.883
  Jasa pengiriman WhatsApp                        86.958.729.097     172.726.184.947     197.061.923.478       224.826.373.006      256.502.611.498      292.641.778.746
  Jasa lainnya                                    91.885.406.578     108.257.069.236     123.509.624.788       140.911.143.473      160.764.397.018      183.414.815.263

BEBAN POKOK PENDAPATAN                           (336.577.463.640)   (637.291.908.903)   (727.081.243.783)    (829.521.178.091)    (946.394.080.146)   (1.079.733.439.714)
  Jasa pengiriman pesan singkat                  (195.652.850.917)   (413.234.541.496)   (471.455.984.625)    (537.880.363.615)    (613.663.406.550)     (700.123.674.356)
  Jasa pengiriman WhatsApp                        (71.800.124.922)   (142.616.638.781)   (162.710.182.980)    (185.634.746.910)    (211.789.198.619)     (241.628.603.471)
  Jasa lainnya                                    (69.124.487.801)    (81.440.728.626)    (92.915.076.179)    (106.006.067.566)    (120.941.474.978)     (137.981.161.887)
LABA KOTOR                                        62.101.335.987     107.999.818.872     123.216.129.903       140.576.297.506     160.382.373.932       182.978.968.178
Beban Usaha
  Beban umum dan administrasi                     (38.413.159.812)    (72.158.282.428)    (74.774.264.237)     (79.218.917.513)     (79.837.427.515)     (84.709.913.355)
       Gaji dan tunjangan karyawan                 21.017.626.777      43.548.522.682      45.116.269.498       46.740.455.200       48.423.111.588       50.166.343.605
       Telekomunikasi                               4.135.163.594       7.730.291.208       8.819.427.436       10.062.014.252       11.479.671.615       13.097.065.567
       Penyusutan dan Amortisasi                    6.550.950.597       8.336.854.366       6.528.799.069        6.090.547.889        1.308.555.331          196.148.178
       Imbalan kerja                                1.125.257.075       2.103.560.035       2.399.934.826        2.738.066.456        3.123.838.129        3.563.961.947
       Jasa profesional                             1.048.326.473       1.959.745.663       2.235.858.159        2.550.872.699        2.910.270.268        3.320.304.081
       Jasa manajemen                               1.045.400.304       1.954.275.470       2.229.617.259        2.543.752.506        2.902.146.897        3.311.036.192
       Tenaga kerja lepas                           1.482.364.622       2.771.138.298       3.161.569.530        3.607.009.400        4.115.208.187        4.695.008.119
       Jamuan                                         586.143.884       1.095.739.699       1.250.120.662        1.426.252.669        1.627.200.267        1.856.459.776
       Lain-lain                                    1.421.926.486       2.658.155.007       3.032.667.796        3.459.946.442        3.947.425.234        4.503.585.890
  Beban usaha lainnya-neto                           (447.370.055)       (836.315.353)       (954.145.500)      (1.088.576.973)      (1.241.948.765)      (1.416.929.417)
LABA USAHA                                         23.240.806.120      35.005.221.090      47.487.720.166       60.268.803.020       79.302.997.651       96.852.125.405

  Jumlah Pendapatan/Beban Lainnya                  (3.482.344.613)     (7.541.476.405)    (14.705.878.990)     (28.676.464.030)     (55.919.104.859)                  -

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                    19.758.461.507      27.463.744.685      32.781.841.176        31.592.338.990      23.383.892.791        96.852.125.405

  Beban Pajak Penghasilan – Neto                   (4.346.861.531)     (6.042.023.831)     (7.212.005.059)      (6.950.314.578)      (5.144.456.414)      (21.307.467.589)

LABA NETO TAHUN BERJALAN                          15.411.599.975      21.421.720.855      25.569.836.117        24.642.024.412      18.239.436.377        75.544.657.816
Page 69
LAMPIRAN - 8
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN Tahun 2024-2029
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Konsolidasi)
(Dalam Rupiah)

                                                                                                                       PROJECTION
                            KETERANGAN
                                                                            2024              2025              2026                2027            2028              2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                      36.294.088.797    76.176.326.123    92.994.911.907   106.294.598.007   105.953.549.223   159.003.107.930
Piutang usaha - neto                                                   191.326.850.928   176.383.811.466   201.234.880.331   229.587.266.117   261.934.276.386   298.838.721.791
Piutang lain-lain                                                          271.754.487       271.754.487       271.754.487       271.754.487       271.754.487       271.754.487
Persediaan                                                               8.456.971.648     7.896.740.863     9.009.328.517    10.278.670.877    11.726.853.426    13.379.073.319
Uang muka                                                                1.663.120.060     1.663.120.060     1.663.120.060     1.663.120.060     1.663.120.060     1.663.120.060
Pajak dibayar di muka                                                    8.898.250.317     8.898.250.317     8.898.250.317     8.898.250.317     8.898.250.317     8.898.250.317
Beban dibayar di muka                                                      122.797.975       122.797.975       122.797.975       122.797.975       122.797.975       122.797.975
Total Aset Lancar                                                      247.033.834.211   271.412.801.291   314.195.043.594   357.116.457.840   390.570.601.874   482.176.825.878

ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak penghasilan                                      10.358.051.044    10.358.051.044    10.358.051.044    10.358.051.044    10.358.051.044    10.358.051.044
Aset pajak tangguhan - neto                                              3.213.190.858     3.213.190.858     3.213.190.858     3.213.190.858     3.213.190.858     3.213.190.858
Aset tetap - neto                                                       38.560.214.138    36.867.077.413    35.883.047.934    34.899.018.456    34.331.816.324    34.135.668.146
Aset takberwujud - neto                                                 42.685.008.841    36.041.291.201    30.496.521.610    25.390.003.199    24.648.650.000    24.648.650.000
Aset tidak lancar lainnya                                                  600.000.000       600.000.000       600.000.000       600.000.000       600.000.000       600.000.000
Total Aset Tidak Lancar                                                 95.416.464.880    87.079.610.515    80.550.811.446    74.460.263.556    73.151.708.225    72.955.560.047
TOTAL ASET                                                             342.450.299.092   358.492.411.806   394.745.855.040   431.576.721.396   463.722.310.099   555.132.385.926

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                                           -                 -                 -                 -                 -                 -
Utang usaha                                                             81.207.949.915    75.828.341.775    86.511.948.891    98.700.790.835   112.606.943.161   128.472.361.172
Utang lain-lain - pihak ketiga                                           5.574.382.473     5.574.382.473     5.574.382.473     5.574.382.473     5.574.382.473     5.574.382.473
Utang pajak                                                              1.988.158.163     1.988.158.163     1.988.158.163     1.988.158.163     1.988.158.163     1.988.158.163
Beban akrual                                                            52.963.614.775    52.963.614.775    52.963.614.775    52.963.614.775    52.963.614.775    52.963.614.775
Pendapatan diterima di muka                                              1.389.352.807     1.389.352.807     1.389.352.807     1.389.352.807     1.389.352.807     1.389.352.807
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
      Utang bank                                                        10.369.646.313    10.369.646.313    10.369.646.313    10.369.646.313    10.369.646.313    10.369.646.313
Total Liabilitas Jangka Pendek                                         153.493.104.446   148.113.496.306   158.797.103.422   170.985.945.366   184.892.097.692   200.757.515.703

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
1 tahun
       Utang bank                                                        2.008.872.124     2.008.872.124     2.008.872.124     2.008.872.124     2.008.872.124     2.008.872.124
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                 10.659.279.245    10.659.279.245    10.659.279.245    10.659.279.245    10.659.279.245    10.659.279.245
Total Liabilitas Jangka Panjang                                         12.668.151.369    12.668.151.369    12.668.151.369    12.668.151.369    12.668.151.369    12.668.151.369
TOTAL LIABILITAS                                                       166.161.255.815   160.781.647.675   171.465.254.791   183.654.096.735   197.560.249.061   213.425.667.072

EKUITAS
Modal Saham                                                             65.250.402.120    65.250.402.120    65.250.402.120    65.250.402.120    65.250.402.120    65.250.402.120
Tambahan modal disetor                                                  48.837.176.448    48.837.176.448    48.837.176.448    48.837.176.448    48.837.176.448    48.837.176.448
Saldo surplus revaluasi aset tetap                                      31.163.417.866    31.163.417.866    31.163.417.866    31.163.417.866    31.163.417.866    31.163.417.866
Penghasilan komprehensif lain - neto                                     2.985.332.505     2.985.332.505     2.985.332.505     2.985.332.505     2.985.332.505     2.985.332.505
Saldo laba                                                              28.052.714.338    49.474.435.193    75.044.271.310    99.686.295.722   117.925.732.099   193.470.389.915
TOTAL EKUITAS                                                          176.289.043.277   197.710.764.132   223.280.600.249   247.922.624.661   266.162.061.038   341.706.718.854
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                           342.450.299.092   358.492.411.807   394.745.855.040   431.576.721.397   463.722.310.100   555.132.385.926
Page 70
LAMPIRAN - 9
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Arus Kas 2024-2029
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Konsolidasi)
(Dalam Rupiah)

                                                                    PROJ               PROJ                PROJ                PROJ                PROJ               PROJ
                            KETERANGAN
                                                                    2024               2025                2026                2027                2028               2029
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Laba/Rugi Bersih                                                15.411.599.975     21.421.720.855     25.569.836.117       24.642.024.412      18.239.436.377     75.544.657.816
Depresiasi & Amortisasi                                          6.550.950.597      8.336.854.366      6.528.799.069        6.090.547.889       1.308.555.331        196.148.178
Total Laba/Rugi Usaha                                           21.962.550.572     29.758.575.220     32.098.635.187       30.732.572.301      19.547.991.708     75.740.805.994

PENURUNAN/KENAIKAN OPERASI
Piutang usaha - neto                                            (53.003.980.915)   14.943.039.462     (24.851.068.865)    (28.352.385.786)    (32.347.010.269)   (36.904.445.405)
Persediaan                                                       (8.130.539.163)       560.230.785      (1.112.587.654)     (1.269.342.359)    (1.448.182.550)     (1.652.219.893)
Utang usaha                                                      34.335.684.150     (5.379.608.140)    10.683.607.116      12.188.841.944      13.906.152.326     15.865.418.010
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi    (4.836.285.355)   39.882.237.326      16.818.585.784      13.299.686.100        (341.048.784)    53.049.558.707

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan / Kenaikan Aset Tetap                                             -                  -                   -                   -                  -                   -
Penurunan / Kenaikan Aset takberwujud                                       -                  -                   -                   -                  -                   -
Utang Bank Jangka Panjang                                                   -                  -                   -                   -                  -                   -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                              -                  -                   -                   -                  -                   -

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN

Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan                  -                  -                   -                   -                  -                   -

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS                   (4.836.285.355)   39.882.237.326     16.818.585.784       13.299.686.100        (341.048.784)    53.049.558.707

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                   41.130.374.152     36.294.088.797     76.176.326.123       92.994.911.907     106.294.598.007    105.953.549.223

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                  36.294.088.797     76.176.326.123     92.994.911.907      106.294.598.007     105.953.549.223    159.003.107.930
Page 71
LAMPIRAN - 10
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Analisa Kelayakan - KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)
                                               30/06/2024         31/12/2024        31/12/2025         31/12/2026         31/12/2027         31/12/2028         31/12/2029
                 KETERANGAN                                        2024              2025               2026               2027               2028               2029


Net Income                                                     15.411.599.975     21.421.720.855     25.569.836.117     24.642.024.412     18.239.436.377     75.544.657.816
Depresiasi dan Amortisasi                                       6.550.950.597      8.336.854.366      6.528.799.069      6.090.547.889      1.308.555.331        196.148.178
Bunga * (1-T)                                                                                -                  -                  -                  -                  -
Investasi                                   (61.574.003.076)               -                 -                  -                  -                  -                  -
Perubahan Modal Kerja                                   -      (26.798.835.928)   10.123.662.106    (15.280.049.403)   (17.432.886.201)   (19.889.040.493)   (22.691.247.287)
Arus Kas Bersih                             (61.574.003.076)    (4.836.285.355)   39.882.237.326     16.818.585.784     13.299.686.100       (341.048.784)    53.049.558.707
WACC/Discount Rate                                    9,57%              9,57%             9,57%              9,57%              9,57%              9,57%              9,57%
Year Calculation                                        -                 0,50              1,50               2,50               3,50               4,50               5,50
Discount Factor                                         1,00               0,96              0,87               0,80               0,73               0,66               0,60

Present Value                               (61.574.003.076)    (4.620.157.492)   34.770.753.397    13.381.776.959      9.657.293.446       (226.006.156)    32.083.021.522
IRR                                                  17,78%
NPV                                          23.472.678.600
Profitability Index                                    1,38
Payback Period                              4 Tahun 9 Bulan
Page 72
LAMPIRAN - 11
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)

Break Even Point
                                                 PROJ                   PROJ                PROJ                  PROJ                 PROJ                  PROJ
             Analisa BEP Proyek
                                                 2024                   2025                2026                  2027                 2028                  2029
Pendapatan Usaha                            398.678.799.627         745.291.727.775     850.297.373.686       970.097.475.597     1.106.776.454.078     1.262.712.407.892
Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost)         336.577.463.640         637.291.908.903     727.081.243.783       829.521.178.091      946.394.080.146      1.079.733.439.714
Beban Usaha (Variable Cost)                   45.411.480.464         81.331.452.147      82.257.208.807        86.398.042.375       82.387.931.612        86.322.990.951
Break Even Point                            379.843.512.000         715.356.634.000     804.951.746.426       910.622.289.172     1.022.509.195.693     1.158.963.853.217

Profitabilitas
                                                 PROJ                   PROJ                PROJ                  PROJ                 PROJ                  PROJ
      Analisa Profitabilitas Proyek
                                                 2024                   2025                2026                  2027                 2028                  2029
Gross Profit                                              15,58%               14,49%              14,49%                14,49%                14,49%               14,49%
Operating Profit                                           5,83%                4,70%               5,58%                 6,21%                 7,17%                7,67%
Net Profit                                                 3,87%                2,87%               3,01%                 2,54%                 1,65%                5,98%
Return on Equity                                           8,74%               10,83%              11,45%                 9,94%                 6,85%               22,11%
Return on Investment                                      25,03%               34,79%              41,53%                40,02%                29,62%            122,69%


Analisis Sensitivitas
                                                                        IRR                 NPV             Profitability Index
                 Variable                        Posisi                                                                             Kesimpulan
                                                                         %                 Rupiah                  (PI)

Normal                                                                         17,78%    23.472.678.600                    1,38        Layak
                                                           3,00%               15,94%    19.722.821.813                    1,30        Layak
Investasi                                                  5,00%               14,77%    17.161.343.285                    1,25        Layak
                                                          10,00%               12,03%    10.542.137.954                    1,14        Layak
                                                          -1,00%                6,69%    (3.612.930.840)                   0,94     Tidak Layak
Pendapatan Usaha                                          -2,00%               -7,73%   (30.698.540.280)                   0,50     Tidak Layak
                                                          -3,00%              -31,00%   (59.078.610.837)                   0,04     Tidak Layak
                                                           1,00%                7,63%    (1.587.926.377)                   0,97     Tidak Layak
Beban Pokok Pendapatan                                     2,00%               -4,94%   (26.648.531.354)                   0,57     Tidak Layak
                                                           3,00%              -23,01%   (52.439.240.216)                   0,15     Tidak Layak
Page 73
LAMPIRAN - 12
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024 - 2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (NEW PROJECT)
(Dalam Rupiah)

                                                                                                     PROJECTION
                   KETERANGAN                      Jul - Des           Jan - Des           Jan - Des          Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des
                                                     2024                2025                2026               2027                2028                2029
PENDAPATAN USAHA                                 219.834.663.952     464.308.473.591     529.725.825.421     604.359.959.118     689.509.445.561     786.655.813.883
  Jasa pengiriman pesan singkat                  219.834.663.952     464.308.473.591     529.725.825.421     604.359.959.118     689.509.445.561     786.655.813.883

BEBAN POKOK PENDAPATAN                           (195.652.850.917)   (413.234.541.496)   (471.455.984.625)   (537.880.363.615)   (613.663.406.550)   (700.123.674.356)
  Jasa pengiriman pesan singkat                  (195.652.850.917)   (413.234.541.496)   (471.455.984.625)   (537.880.363.615)   (613.663.406.550)   (700.123.674.356)
LABA KOTOR                                        24.181.813.035      51.073.932.095      58.269.840.796      66.479.595.503      75.846.039.012      86.532.139.527
Beban Usaha
  Beban umum dan administrasi                     (17.511.321.304)    (39.556.654.346)    (42.079.463.045)    (44.855.268.466)    (47.189.720.664)    (49.845.453.575)
        Gaji dan tunjangan karyawan                11.589.286.724      27.130.246.238      28.106.935.102      29.118.784.766      30.167.061.018      31.253.075.214
        Telekomunikasi                              2.280.162.125       4.815.885.616       5.494.405.396       6.268.523.189       7.151.707.991       8.159.326.469
        Penyusutan dan Amortisasi                     726.307.075       1.452.614.151       1.452.614.151       1.452.614.151         726.307.075                 -
        Imbalan kerja                                 620.475.709       1.310.494.552       1.495.132.757       1.705.785.009       1.946.116.480       2.220.308.733
        Jasa profesional                              578.055.563       1.220.899.795       1.392.914.815       1.589.165.376       1.813.066.073       2.068.512.587
        Jasa manajemen                                576.442.050       1.217.491.925       1.389.026.804       1.584.729.575       1.808.005.302       2.062.738.795
        Tenaga kerja lepas                            817.387.654       1.726.388.400       1.969.622.723       2.247.126.818       2.563.729.021       2.924.937.943
        Jamuan                                        323.204.404         682.633.670         778.811.296         888.539.581       1.013.727.704       1.156.553.833
  Beban usaha lainnya-neto                           (246.683.410)       (521.015.182)       (594.422.056)       (678.171.371)       (773.720.295)       (882.731.299)
LABA USAHA                                          6.423.808.321      10.996.262.567      15.595.955.696      20.946.155.666      27.882.598.053      35.803.954.653

  Pendapatan/Beban Lainnya                         (1.920.192.542)     (4.698.256.089)     (9.161.599.374)    (10.452.395.480)    (11.925.054.437)                -

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                      4.503.615.779       6.298.006.478       6.434.356.322     10.493.760.186      15.957.543.616      35.803.954.653

  Beban Pajak Penghasilan – Neto                     (990.795.471)     (1.385.561.425)     (1.415.558.391)     (2.308.627.241)     (3.510.659.595)     (7.876.870.024)

LABA NETO TAHUN BERJALAN                            3.512.820.307       4.912.445.053       5.018.797.931       8.185.132.945     12.446.884.020      27.927.084.630
Page 74
LAMPIRAN - 13
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN Tahun 2024-2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (NEW PROJECT)
(Dalam Rupiah)

                                                                                                                     PROJECTION
                            KETERANGAN
                                                                          2024              2025              2026                2027             2028               2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        208.825.210     6.406.329.154    12.286.296.685    21.249.269.421     33.652.615.845     60.701.390.843
Piutang usaha - neto                                                   36.639.110.659    38.162.340.295    43.539.108.939    49.673.421.297     56.672.009.224     64.656.642.237
Piutang lain-lain                                                                 -                 -                 -                 -                  -                  -
Persediaan                                                             16.304.404.243    16.982.241.431    19.374.903.478    22.104.672.477     25.219.044.105     28.772.205.795
Uang muka                                                                         -                 -                 -                 -                  -                  -
Pajak dibayar di muka                                                             -                 -                 -                 -                  -                  -
Beban dibayar di muka                                                             -                 -                 -                 -                  -                  -
Total Aset Lancar                                                      53.152.340.112    61.550.910.880    75.200.309.101    93.027.363.196    115.543.669.174    154.130.238.875

ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak penghasilan                                                -                 -                 -                 -                  -                  -
Aset pajak tangguhan - neto                                                       -                 -                 -                 -                  -                  -
Aset tetap - neto                                                                 -                 -                 -                 -                  -                  -
Aset takberwujud - neto                                                 5.084.149.528     3.631.535.377     2.178.921.226       726.307.075                -                  -
      Biaya perolehan Software                                          5.810.456.603     5.810.456.603     5.810.456.603     5.810.456.603      5.810.456.603      5.810.456.603
      Akumulasi Amortisasi Software                                      (726.307.075)   (2.178.921.226)   (3.631.535.377)   (5.084.149.528)    (5.810.456.603)    (5.810.456.603)
Total Aset Tidak Lancar                                                 5.084.149.528     3.631.535.377     2.178.921.226       726.307.075                -                  -
TOTAL ASET                                                             58.236.489.640    65.182.446.257    77.379.230.327    93.753.670.271    115.543.669.174    154.130.238.875

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                                          -                 -                 -                 -                  -                  -
Utang usaha                                                            48.913.212.729    50.946.724.294    58.124.710.433    66.314.017.432     75.657.132.314     86.316.617.386
Utang lain-lain - pihak ketiga                                                    -                 -                 -                 -                  -                  -
Utang pajak                                                                       -                 -                 -                 -                  -                  -
Beban akrual                                                                      -                 -                 -                 -                  -                  -
Pendapatan diterima di muka                                                       -                 -                 -                 -                  -                  -
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
      Utang bank                                                                  -                 -                 -                 -                  -                  -
Total Liabilitas Jangka Pendek                                         48.913.212.729    50.946.724.294    58.124.710.433    66.314.017.432     75.657.132.314     86.316.617.386

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
1 tahun
       Utang bank                                                                 -                 -                 -                 -                  -                  -
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                           -                 -                 -                 -                  -                  -
Total Liabilitas Jangka Panjang                                                   -                 -                 -                 -                  -                  -
TOTAL LIABILITAS                                                       48.913.212.729    50.946.724.294    58.124.710.433    66.314.017.432     75.657.132.314     86.316.617.386

EKUITAS
Modal Saham                                                             5.810.456.603     5.810.456.603     5.810.456.603     5.810.456.603      5.810.456.603      5.810.456.603
Tambahan modal disetor                                                            -                 -                 -                 -                  -                  -
Saldo surplus revaluasi aset tetap                                                -                 -                 -                 -                  -                  -
Penghasilan komprehensif lain - neto                                              -                 -                 -                 -                  -                  -
Saldo laba                                                              3.512.820.307     8.425.265.360    13.444.063.291    21.629.196.236     34.076.080.256     62.003.164.886
TOTAL EKUITAS                                                           9.323.276.910    14.235.721.963    19.254.519.894    27.439.652.839     39.886.536.859     67.813.621.489
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                           58.236.489.640    65.182.446.257    77.379.230.327    93.753.670.271    115.543.669.174    154.130.238.875
Page 75
LAMPIRAN - 14
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Arus Kas 2024-2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (NEW PROJECT)
(Dalam Rupiah)

                                                                    PROJ              PROJ              PROJ              PROJ              PROJ              PROJ
                            KETERANGAN
                                                                    2024              2025              2026              2027              2028              2029
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Laba/Rugi Bersih                                                 3.512.820.307     4.912.445.053      5.018.797.931     8.185.132.945    12.446.884.020    27.927.084.630
Depresiasi & Amortisasi                                            726.307.075     1.452.614.151      1.452.614.151     1.452.614.151       726.307.075               -
Total Laba/Rugi Usaha                                            4.239.127.383     6.365.059.203      6.471.412.082     9.637.747.096    13.173.191.096    27.927.084.630

PENURUNAN/KENAIKAN OPERASI
Piutang usaha - neto                                            (36.639.110.659)   (1.523.229.637)   (5.376.768.644)   (6.134.312.359)   (6.998.587.927)   (7.984.633.013)
Persediaan                                                      (16.304.404.243)     (677.837.188)   (2.392.662.046)   (2.729.769.000)   (3.114.371.627)   (3.553.161.691)
Utang usaha                                                      48.913.212.729     2.033.511.565     7.177.986.139     8.189.306.999     9.343.114.882    10.659.485.072
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi       208.825.210     6.197.503.943     5.879.967.531     8.962.972.736    12.403.346.424    27.048.774.998

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan / Kenaikan Aset Tetap                                             -                 -                 -                 -                 -                 -
Penurunan / Kenaikan Aset takberwujud                            (5.810.456.603)              -                 -                 -                 -                 -
Utang Bank Jangka Panjang                                                   -                 -                 -                 -                 -                 -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                   (5.810.456.603)              -                 -                 -                 -                 -

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Modal Sendiri                                                    5.810.456.603
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan       5.810.456.603                -                 -                 -                 -                 -

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS                     208.825.210     6.197.503.943      5.879.967.531     8.962.972.736    12.403.346.424    27.048.774.998

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                               -        208.825.210      6.406.329.154    12.286.296.685    21.249.269.421    33.652.615.845

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                     208.825.210     6.406.329.154     12.286.296.685    21.249.269.421    33.652.615.845    60.701.390.843
Page 76
LAMPIRAN - 15
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Analisa Kelayakan - NEW PROJECT
(Dalam Rupiah)
                                                 30/06/2024         31/12/2024      31/12/2025       31/12/2026       31/12/2027        31/12/2028        31/12/2029
                                                                   2024             2025             2026             2027              2028              2029
                            Uraian
                                                                  Jul-Des         Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des           Jan-Des           Jan-Des
Laba tahun berjalan                                             3.512.820.307    4.912.445.053    5.018.797.931    8.185.132.945    12.446.884.020    27.927.084.630
Depresiasi dan amortisasi                                         726.307.075    1.452.614.151    1.452.614.151    1.452.614.151       726.307.075               -
Bunga (1 - Tax)                                                            -               -                -                -                 -                 -
Investasi                                    (5.810.456.603)               -               -                -                -                 -                 -
Perubahan Modal Kerja                                   -      (4.030.302.172)    (167.555.260)    (591.444.551)    (674.774.359)     (769.844.672)     (878.309.631)

Arus Kas Bebas                               (5.810.456.603)     208.825.210     6.197.503.943    5.879.967.531    8.962.972.736    12.403.346.424    27.048.774.998

Tingkat diskonto                                      9,57%             9,57%            9,57%            9,57%            9,57%             9,57%             9,57%
Faktor diskonto                                        1,00              0,96             0,87             0,80             0,73              0,66              0,60

Nilai Kini Arus Kas Bebas                    (5.810.456.603)     199.493.059     5.403.204.427    4.678.420.352    6.508.278.257     8.219.447.688    16.358.409.977

Internal Rate of Return                              75,71%
Net Present Value                            35.556.797.157
Profitability Index                                     7,12
Payback Period                              2 Tahun 11 Bulan
Page 77
LAMPIRAN - 16
PT INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - NEW PROJECT
(Dalam Rupiah)

Break Even Point
                                                PROJ                   PROJ                PROJ                   PROJ                PROJ                PROJ
             Analisa BEP Proyek
                                                2024                   2025                2026                   2027                2028                2029
Pendapatan Usaha                            219.834.663.952         464.308.473.591     529.725.825.421       604.359.959.118      689.509.445.561     786.655.813.883
Beban Pokok Pendapatan (Fixed Cost)         195.652.850.917         413.234.541.496     471.455.984.625       537.880.363.615      613.663.406.550     700.123.674.356
Beban Usaha (Variable Cost)                  18.484.311.789          41.530.283.679      44.126.499.251         46.986.053.988      48.689.748.034      50.728.184.874
Break Even Point                            213.614.122.203         453.827.334.936     514.297.275.853       583.223.131.856      660.289.808.263     748.383.858.900

Profitabilitas
                                                PROJ                   PROJ                PROJ                   PROJ                PROJ                PROJ
     Analisa Profitabilitas Proyek
                                                2024                   2025                2026                   2027                2028                2029
Gross Profit                                             11,00%               11,00%               11,00%                11,00%               11,00%             11,00%
Operating Profit                                          2,92%                2,37%                2,94%                 3,47%                4,04%              4,55%
Net Profit                                                1,60%                1,06%                0,95%                 1,35%                1,81%              3,55%
Return on Equity                                         37,68%               34,51%               26,07%                29,83%               31,21%             41,18%
Return on Investment                                     60,46%               84,54%               86,38%               140,87%            214,22%             480,63%


Analisis Sensitivitas
                                                                        IRR                 NPV             Profitability Index
                  Variable                      Posisi                                                                             Kesimpulan
                                                                         %                Rupiah                   (PI)

Normal                                                                        75,71%     35.556.797.157                    7,12       Layak
                                                          5,00%               73,29%     35.266.274.327                    6,78       Layak
Investasi                                                10,00%               71,03%     34.975.751.496                    6,47       Layak
                                                         15,00%               68,92%     34.685.228.666                    6,19       Layak
                                                         -1,00%               44,07%     18.010.104.593                    4,10       Layak
Pendapatan Usaha                                         -2,00%                7,31%       (871.187.682)                   0,85    Tidak Layak
                                                         -3,00%                0,00%    (22.046.068.785)                  (2,79)   Tidak Layak
                                                          1,00%               46,48%     19.327.110.047                    4,33       Layak
Beban Pokok Pendapatan                                    2,00%               13,29%      2.153.841.109                    1,37       Layak
                                                          3,00%               -24,41%   (17.197.568.356)                  (1,96)   Tidak Layak



ROI (Return On Investment )
                 Keterangan                      Rp                     ROI
Total Investasi                                  Rp                   5.810.456.603
Rata-rata Laba Bersih                            Rp                  10.333.860.814
ROI (Return On Investment )                                                     1,78
Page 78
WACC (Weighted Average Cost of Capital)
                                                                                                                   Cost of Equity                                               Cost of Debt
                                                                                                                              URAIAN               PERSENTASE                   Kd          :   i*(1-T)
                               URAIAN            PARAMETER                   FORMULA                   VALUE
                                                                                                                   Tingkat Bunga Bebas Risiko             7,07%                 Kd          :   9,47% x (1-22%)
                                                                                                                   Risk Premium                            6,44%                Kd          :   7,37%
  Effective Tax Rate                                   t                                                   22%     Beta                                      0,82
  Total Long-Term Debt                                Wd                                                   30%     RBDS                                    1,79%
  Total Equity                                        We                                                    70%    Biaya Modal untuk Ekuitas              10,53%
  Interest                                             I                                                  9,45%
  Equity Beta (Proxy)                                 B                                                     0,82
  Risk Free Rate (SUN)                                Rf                                                  7,07%
  Market Risk Premium                               (Rm-Rf)                                               6,44%              Keterangan             Komposisi       Biaya Modal Rata-rata
  RBDS (Rating Based Default Spread)                 RBDS                                                 1,79%    Utang                               30,34%         7,37%       2,24%
  Cost of Debt (After Tax)                            Kd        i*(1-t)                                   7,37%    Ekuitas                             69,66%         10,53%      7,34%
  Cost of Equity                                      Ke        Rf + (B*(Rm-Rf))-RBDS                    10,53%                                 WACC                              9,57%

  Weighted Average Cost of Capital                  WACC        (D/(D+E)*Kd) + (E/(D+E)*Ke)               9,57%



Update June 2024                                Telecom. Services
Bunga Kredit Korporasi                           Beta Unlevered       Formula        Beta Relevered
                                                      0,61        Bun*(1+(1-T)*D/E)             0,82
Kd Bank Persero                         9,45%   DER                            43,55%
Source: SEKI 1.26 ( MATA UANG RUPIAH)

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.06 MB
Published20 Nov 2024
Pages78
Characters233,023
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 49 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INFORMASI TEKNOLOGI INDONESIA Tbk p.1 ×172
linked org PT Jati Piranti Solusindo p.17 ×3
linked person Jusuf Sjariffudin. p.17 ×2
linked org PT Amanah Ayah Anak p.18
linked person Hendri Mulya Syam p.18
linked person Erik Rivai Ridzal p.18
linked person Asrul Abdillah Ali p.18
linked person Adrianus Yose Hartono p.18
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk p.35 ×2
linked org PT Bank UOB Indonesia p.35
linked org Pt Bank CIMB Niaga Tbk p.35 ×2
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.35 ×2
linked org Bank Mega Tbk p.35 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×6
possible person Dr. Irawan Soerodjo p.17 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.17
possible person Ruli Citrarini p.25
possible org PT Bank Rakyat Indonesia p.35
possible org PT Pertamina (Persero) p.35
possible org Bank Persero p.52 ×2
unresolved org KJPP SPR p.15
unresolved org Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17
unresolved person Rudy Siswanto p.17 ×6
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17 ×3
unresolved org PT Indivara Sejahtera Mandiri. Pihak p.17
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19
unresolved org Anwar & Rekan p.19 ×4
unresolved org Anwar p.19 ×4
unresolved org Mirawati Sensi Idris p.20
unresolved person Fitya Shabrina p.25
unresolved person Septhiana Husoseini p.25
unresolved org Pusat Statistik p.26 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.29 ×8
unresolved org Bank Indonesia. Figur p.30
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup p.33
unresolved org Matahari Department Store Tbk p.35 ×2
unresolved org PT Infinitium Solutions p.35
unresolved org PT Indodax Nasional Indonesia p.35
unresolved org PT Nadyne Media Tama p.36
unresolved org PT Sprint Asia Technology p.36
unresolved org PT Integra Mitra Sejati p.36
unresolved org PT YesBoss Group Indonesia p.36
unresolved org PT Mid Solusi Nusantara p.36
unresolved org PT Kokatto Teknologi Global p.36
unresolved org PT Invonesia Solusi Data p.36
unresolved — CIO · Director p.46
unresolved — CFO · Director p.46
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana p.47

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 3423 ms 12 Sep 2026 22:56
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': 'JATI.',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result