Skip to content
Back to announcement

20241104_MDLN_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31752812_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review MDLN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 75

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00157/2.0162-00/BS/03/0382/1/X/2024                              31 Oktober 2024



Kepada Yth.

PT MODERNLAND REALTY Tbk
Green Central City, Commercial Area Lt. 5
Jl. Gajah Mada No. 188
Jakarta Barat 11120

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 31 Oktober 2024, PT Modernland Realty Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”), PT Mitra Sindo Sukses (selanjutnya disebut “MSS”), PT Mitra Sindo Makmur
(selanjutnya disebut “MSM”), PT Bumi Perkasa Permai (selanjutnya disebut “BPP”), PT
Bank Jtrust Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “BCIC”), dan Eight Rubies Limited
(selanjutnya disebut “ERL”) telah menandatangani Facility Agrement (selanjutnya disebut
“FA”), dimana Perseroan merencanakan untuk melakukan pinjaman dari BCIC dan ERL
dengan jumlah keseluruhan sebesar USD 60,00 juta, dengan bunga sebesar 11,00% dan
redemption premium rate sebesar 6,00%, yang akan jatuh tempo pada tanggal
31 Januari 2027 (selanjutnya disebut “Rencana Pinjaman”), dimana dalam rangka
mendukung Rencana Pinjaman tersebut, Perseroan merencanakan memberikan jaminan
antara lain aset Perseroan, MSS, MSM, dan BPP, termasuk jaminan gadai saham MSS,
MSM, dan BPP yang dimiliki Perseroan serta jaminan perusahaan dari MSS, MSM, dan
BPP (selanjutnya disebut “Rencana Pemberian Jaminan”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Pinjaman
dan Rencana Pemberian Jaminan merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.

Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/240911-001 tanggal
11 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami
sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas
Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat
Kewajaran”) atas Rencana Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan meliputi antara lain, pembangunan perumahan, investasi yang
berkaitan dengan properti, sarana dan prasarana, pembangunan kawasan industri dan
pergudangan, apartemen, perhotelan, perkantoran, pusat perbelanjaan serta jasa dan
pengelolaan lapangan golf, kontraktor umum, pemasangan komponen bangunan berat,
konstruksi besi dan baja, pembangunan konstruksi gedung, jembatan jalan, bandara-
dermaga, pemasangan instalasi-instalasi dan pengembangan wilayah pemukiman. Kegiatan
usaha penunjang Perseroan antara lain perdagangan yang meliputi impor dan ekspor,
perdagangan besar lokal, distributor, agen dan sebagai perwakilan dari badan-badan
perusahaan-perusahaan dan perdagangan yang berhubungan dengan usaha real estat dan
properti serta jasa penyewaan, pengelolaan properti dan sarana penunjang konstruksi
Perseroan. Pada saat ini, kegiatan yang sudah dijalankan oleh Perseroan berupa
pengembangan kawasan industri dan penjualan real estat dan apartemen serta pengelolaan
lapangan golf dan restoran club house, perhotelan dan jasa penyewaan properti. Perseroan
memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan November 1989. Perseroan berdomisili di
Green Central City, Commercial Area Lantai 5, Jalan Gajah Mada Nomor 188, Jakarta Barat
11120, dengan nomor telepon: (021) 2936 5888, nomor faksimile: (021) 2936 9999, dan
email: corporate@modernland.co.id.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Agustus 2024, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MSS dan MSM masing-
masing dengan kepemilikan efektif sebesar 100,00%.

MSS merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan                       tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MSS bergerak di bidang pengembangan real estat, konstruksi dan
kegiatan lain yang berhubungan dengan real estat.

MSM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MSM bergerak di bidang pengembangan real estat, konstruksi dan
kegiatan lain yang berhubungan dengan real estat.

Berdasarkan Offering Memorandum tanggal 6 April 2017, ModernLand Overseas Pte. Ltd.
(selanjutnya disebut “MLO”), entitas anak yang dimiliki sepenuhnya oleh Perseroan pada
tanggal 31 Agustus 2024, telah menerbitkan 6,95% Guaranteed Senior Notes due 2024
dengan jumlah pokok sebesar USD 240,00 juta yang jatuh tempo pada tanggal
13 April 2024 (selanjutnya disebut “Notes 2024”). Pada April 2017, MLO telah memperoleh
persetujuan dasar telah diterima dari Singapore Exchange Securities Trading Limited
(selanjutnya disebut “SGX-ST”) untuk pendaftaran dan kuotasi atas Notes 2024 pada SGX-
ST. Pada tanggal 15 Desember 2021, MLO telah menerbitkan notes sebesar
USD 268,48 juta yang mewakili seluruh jumlah yang jatuh tempo dan terutang berdasarkan
Notes 2024 yang akan jatuh tempo pada tanggal 30 April 2027 (selanjutnya disebut “Notes
2027”). Dengan diterbitkannya Notes 2027, maka Notes 2024 dibatalkan atau batal
seluruhnya.




                                            2
Page 4
Pada tanggal 30 April 2022 dan 30 Oktober 2022, MLO telah melakukan pembayaran PIK
Toggle Interest melalui penerbitan 2024 PIK Interest Notes masing-masing sebesar
USD 2,37 juta dan USD 3,24 juta (selanjutnya disebut “PIK Notes 2024”). PIK Notes 2024
akan jatuh tempo pada tanggal 30 April 2027 dan dikenakan tingkat bunga yang sama
dengan Notes 2027. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
pada tanggal 30 April 2024, saldo Notes 2027 dan PIK Notes 2024 masing-masing adalah
sebesar USD 213,94 juta dan USD 15,64 juta.

Selanjutnya, berdasarkan Offering Memorandum tanggal 21 Agustus 2018, JGC Ventures
Pte. Ltd. (selanjutnya disebut “JGCV”), entitas anak yang dimiliki sepenuhnya oleh
Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2024, telah menerbitkan 10,75% Guaranteed Senior
Notes due 2021 dengan jumlah pokok sebesar USD 150,00 juta yang jatuh tempo pada
tanggal 30 Agustus 2021 (selanjutnya disebut “Notes 2021”). Pada Agustus 2018, JGCV
telah memperoleh persetujuan dasar dari SGX-ST untuk pendaftaran dan kuotasi atas Notes
2021 pada SGX-ST. Pada tanggal 15 Desember 2021, JGCV telah menerbitkan notes
sebesar USD 179,16 juta yang mewakili seluruh jumlah yang jatuh tempo dan terutang
berdasarkan Notes 2021 yang akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2025 (selanjutnya
disebut “Notes 2025”). Dengan diterbitkannya Notes 2025, maka Notes 2021 dibatalkan
atau batal seluruhnya.

Pada tanggal 30 Desember 2021, 30 Juni 2022, dan 30 Desember 2022, JGCV telah
melakukan pembayaran PIK Toggle Interest melalui penerbitan PIK Interest Notes masing-
masing sebesar USD 0,19 juta, USD 1,96 juta, dan USD 1,99 juta (selanjutnya disebut “PIK
Notes 2021”). PIK Notes 2021 akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2025 dan dikenakan
tingkat bunga yang sama dengan Notes 2025. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, pada tanggal 30 Juni 2024, saldo Notes 2025 dan PIK Notes 2021
masing-masing adalah sebesar USD 130,73 juta dan USD 10,31 juta.

Pertumbuhan perekonomian global yang melambat serta ketidakpastian akibat berbagai
konflik geopolitik di Eropa dan Timur Tengah, telah memengaruhi ketidakpastian prospek
sektor properti global yang berdampak pada seluruh perekonomian, sehingga menurunkan
investasi di berbagai sektor. Korporasi properti swasta diperkirakan masih akan menghadapi
tekanan akibat keterbatasan sumber keuangan dan akses pendanaan sehingga penjualan
properti diperkirakan masih akan mengalami kontraksi.

Di tengah ketidakpastian industri properti, dalam rangka penyelesaian Notes 2025, PIK
Notes 2021, Notes 2027, PIK Notes 2024 Perseroan diwajibkan untuk melakukan penjualan
aset pada atau sebelum tanggal 31 Desember 2024. Perseroan juga telah mengupayakan
alternatif pendanaan lainnya melalui pinjaman, namun masih belum menunjukkan hasil,
antara lain dengan pertimbangan ketidakpastian prospek industri properti di Indonesia.
Kegagalan Perseroan dalam menjual aset tersebut merupakan event of default yang dapat
memberikan dampak bagi kredibilitas dan kelangsungan usaha Perseroan dan entitas anak
Perseroan serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan
aset Perseroan dan entitas anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memengaruhi
kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan. Dengan demikian, Perseroan melakukan
Rencana Transaksi.




                                            3
Page 5
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat melakukan
pembayaran sebagian Notes 2024 dan Notes 2027 sehingga Perseroan dapat menghindari
potensi gagal bayar (event of default) dan menghindari dampak bagi kredibilitas dan
kelangsungan usaha Perseroan dan entitas anak Perseroan serta dampak lainnya yang
dapat memengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
    30 April 2024, saldo Notes 2027 dan PIK Notes 2024 masing-masing adalah sebesar
    USD 213,94 juta dan USD 15,64 juta. Sedangkan, pada tanggal 30 Juni 2024, saldo
    Notes 2025 dan PIK Notes 2021 masing-masing adalah sebesar USD 130,73 juta dan
    USD 10,31 juta.

•   Pertumbuhan perekonomian global yang melambat serta ketidakpastian akibat berbagai
    konflik geopolitik di Eropa dan Timur Tengah, telah memengaruhi ketidakpastian
    prospek sektor properti global yang berdampak pada seluruh perekonomian, sehingga
    menurunkan investasi di berbagai sektor. Korporasi properti swasta diperkirakan masih
    akan menghadapi tekanan akibat keterbatasan sumber keuangan dan akses pendanaan
    sehingga penjualan properti diperkirakan masih akan mengalami kontraksi.

•   Di tengah ketidakpastian industri properti, dalam rangka penyelesaian Notes 2025, PIK
    Notes 2021, Notes 2027, PIK Notes 2024 Perseroan diwajibkan untuk melakukan
    penjualan aset pada atau sebelum tanggal 31 Desember 2024. Perseroan juga telah
    mengupayakan alternatif pendanaan lainnya melalui pinjaman, namun masih belum
    menunjukkan hasil, antara lain dengan pertimbangan ketidakpastian prospek industri
    properti di Indonesia. Kegagalan Perseroan dalam menjual aset tersebut merupakan
    event of default yang dapat memberikan dampak bagi kredibilitas dan kelangsungan
    usaha Perseroan dan entitas anak Perseroan serta proses hukum lainnya yang mungkin
    dapat berdampak pada penguasaan aset Perseroan dan entitas anak Perseroan yang
    pada akhirnya dapat memengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.
    Dengan demikian, Perseroan melakukan Rencana Transaksi.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat melakukan
    pembayaran sebagian Notes 2024 dan Notes 2027 sehingga Perseroan dapat
    menghindari potensi gagal bayar (event of default) dan menghindari dampak bagi
    kredibilitas dan kelangsungan usaha Perseroan dan entitas anak Perseroan serta
    dampak lainnya yang dapat memengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham
    Perseroan.




                                            4
Page 6
•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, sehubungan
    dengan Notes 2024 dan Notes 2027, terdapat kewajiban pemberian jaminan, antara lain
    jaminan perusahaan (corporate guarantee) dan jaminan aset yang dimiliki dari
    Perseroan dan entitas anak Perseroan, serta terdapat pembatasan, termasuk
    pembatasan penjualan aset. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, setelah
    melakukan pembayaran sebagian Notes 2024 dan Notes 2027, Perseroan dapat
    memperoleh pembebasan atas sebagian pembatasan sehingga Perseroan dapat
    mengimplementasikan strategi dan rencana Perseroan yang diharapkan dapat
    meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Perseroan juga memiliki risiko untuk dipailitkan oleh pemegang Notes 2025 melalui
    lembaga keuangan, bilamana tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran Notes 2025
    dan PIK Notes 2021. Kepailitan dapat memiliki dampak bagi kelangsungan usaha (going
    concern) Perseroan termasuk memberikan dampak bagi seluruh pemegang saham
    Perseroan. Namun demikian, penyelesaian restukturisasi Notes 2025 dan PIK Notes
    2021 dengan dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi diharapkan dapat memitigasi
    risiko kepailitan tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (selanjutnya
disebut “TSFBR”), jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 4,12 triliun. Selanjutnya,
berdasarkan FA, nilai transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar
USD 60,00 juta dengan nilai penjaminan seluruh jaminan aset sampai dengan
USD 110,00 juta atau masing-masing setara dengan Rp 0,92 triliun dan Rp 1,69 triliun
dengan menggunakan asumsi kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 31 Agustus 2024,
yaitu sebesar Rp 15.409 per USD.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan
20,00% - 50,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2023 sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan
transaksi  material,    sehingga    Perseroan   harus   memenuhi     Peraturan  OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.




                                            5
Page 7
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:

•   Rencana Perseroan untuk melakukan pinjaman dari BCIC dan ERL dengan jumlah
    keseluruhan sebesar USD 60,00 juta, dengan bunga sebesar 11,00% dan redemption
    premium rate sebesar 6,00%, yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2027
    sehubungan dengan Rencana Pinjaman.

•   Dalam rangka mendukung Rencana Pinjaman, Perseroan merencanakan untuk
    memberikan jaminan antara lain aset Perseroan, MSS, MSM, dan BPP, termasuk
    jaminan gadai saham MSS, MSM, dan BPP yang dimiliki Perseroan serta jaminan
    perusahaan dari MSS, MSM, dan BPP sehubungan dengan Rencana Pemberian
    Jaminan.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Agustus 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.




                                           6
Page 8
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode delapan bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Agustus 2024 yang telah direviu oleh KAP TSFBR sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 155/9.M075/EWB.1/08.24 tanggal 28 Oktober 2024;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00206/2.1068/AU.1/03/1241-2/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00210/2.1068/AU.1/03/1241-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00341/2.1068/AU.1/03/1044-2/1/IV/2022 tanggal 22 April 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00408/2.1068/AU.1/03/1044-1/1/V/2021 tanggal 28 Mei 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal;

7. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP TSFBR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00380/2.1068/AU.1/03/1241-3/1/IV/2020 tanggal 8 April 2020 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal;

8. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode delapan bulan yang
   berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang
   disusun oleh manajemen Perseroan;

9. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan setelah Rencana Transaksi untuk
   periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun
   yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;




                                           7
Page 9
10. FA;

11. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris
    No. 4 tanggal 5 November 2021, yang dibuat oleh Audrey Tedja, S.H., M.Kn. Notaris di
    Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan
    Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
    Umum      Pemegang    Saham     Perusahaan      Terbuka   dan     Peraturan    OJK
    No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan
    Publik;

12. Anggaran dasar MSS yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 8 tanggal
    24 Juli 2023, dibuat di hadapan Notaris R.M. Indiarto Budioso, S.H., Notaris di Jakarta
    mengenai perubahan susunan Direksi dan Komisaris MSS;

13. Anggaran dasar MSM yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 7 tanggal
    24 Juli 2023, dibuat di hadapan Notaris R.M. Indiarto Budioso, S.H., Notaris di Jakarta
    mengenai perubahan susunan Direksi dan Komisaris MSM;

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Herman dengan posisi
    sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
    Rencana Transaksi;

15. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

16. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

20. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            8
Page 10
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil
akhir pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan setelah Rencana Transaksi disusun
oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan
keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan, MSS, MSM, dan BPP berdasarkan
anggaran dasar Perseroan, MSS, MSM, dan BPP.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.




                                             9
Page 11
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.




                                            10
Page 12
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240911-001 tanggal
11 September 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Agustus 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.




                                             11
Page 13
I.         ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
           Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi adalah
           sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Modernland Realty Tbk

           Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang merencanakan
           untuk melakukan pinjaman dari BCIC dan ERL dengan jumlah keseluruhan
           sebesar USD 60,00 juta, dengan bunga sebesar 11,00% dan redemption
           premium rate sebesar 6,00%, yang akan jatuh tempo pada tanggal
           31 Januari 2027 sehubungan dengan Rencana Pinjaman.

           Dalam rangka mendukung Rencana Pinjaman, Perseroan merencanakan untuk
           memberikan jaminan antara lain aset Perseroan, MSS, MSM, dan BPP
           termasuk jaminan gadai saham MSS, MSM, dan BPP yang dimiliki Perseroan
           serta jaminan perusahaan dari MSS, MSM, dan BPP sehubungan dengan
           Rencana Pemberian Jaminan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
           manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Agustus 2024, Perseroan merupakan
           entitas induk MSS dan MSM masing-masing dengan kepemilikan efektif
           sebesar 100,00%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan
           kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris Hendra Karyadi, S.H., No. 15
           tanggal 8 Agustus 1983. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman
           Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-7390.HT.01.01.Th.83
           tanggal 12 November 1983 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
           Indonesia No. 100 tanggal 16 Desember 1983, Tambahan No. 1073.

           Pada tahun 2008, anggaran dasar Perseroan diubah berdasarkan Akta Notaris
           Wahyu Nurani, S.H., No. 32 tanggal 27 Juni 2008 untuk menyesuaikan seluruh
           anggaran dasar sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang
           Perusahaan Terbatas. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU-69149.AH.01.02.Th.08 tanggal 24 September 2008 dan diumumkan
           dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 10917 tanggal 16 Agustus 2010,
           Tambahan No. 65.




                                          12
Page 14
           Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan.
           Perubahan anggaran dasar Perseroan yang terakhir dimuat dalam Akta Notaris
           No. 4 tanggal 5 November 2021, yang dibuat oleh Audrey Tedja, S.H., M.Kn.
           Notaris di Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar Perseroan untuk
           disesuaikan dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana
           dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka
           dan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
           Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Perubahan tersebut telah diterima
           oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0473204 tanggal 15 November 2021.

           Perseroan berdomisili di Green Central City, Commercial Area Lantai 5, Jalan
           Gajah Mada Nomor 188, Jakarta Barat 11120. Perseroan memulai kegiatan
           usaha komersialnya pada bulan November 1989.

I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                            Perseroan        pada     tanggal
           31 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                    :        Luntungan Honoris
           Komisaris                          :        Dwi Priyatno
           Komisaris                          :        Edwyn Lim
           Komisaris Independen               :        Nita Tanawidjaja
           Komisaris Independen               :        Iwan Suryawijaya

           Direksi
           Direktur Utama                     :        William Honoris
           Direktur                           :        Dharma Mitra Sigamani
           Direktur                           :        Herman
           Direktur                           :        Fetrizal Bobby Heryunda
           Direktur                           :        Pascall Wilson

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                               (Dalam Rupiah)
                                                                          Persentase
                       Pemegang Saham                  Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                          Kepemilikan
           PT Panin Sekuritas Tbk                         2.316.517.868           18,48%     430.815.822.999
           Haiyanto                                       1.216.996.800            9,71%     226.331.721.944
           AA Land Pte Ltd., Singapura                      932.515.721            7,44%     173.425.179.815
           PT Honoris Corporindo Pratama                    883.298.926            7,05%     164.272.056.355
           Woodside Global Venture Inc                      825.600.100            6,59%     153.541.482.007
           Masyarakat (masing-masing dengan
            kepemilikan kurang dari 5%)                   6.358.137.907           50,73%    1.182.458.573.974
           Jumlah                                        12.533.067.322          100,00%    2.330.844.837.094




                                                  13
Page 15
I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi antara lain, pembangunan
           perumahan, investasi yang berkaitan dengan properti, sarana dan prasarana,
           pembangunan kawasan industri dan pergudangan, apartemen, perhotelan,
           perkantoran, pusat perbelanjaan serta jasa dan pengelolaan lapangan golf,
           kontraktor umum, pemasangan komponen bangunan berat, konstruksi besi dan
           baja, pembangunan konstruksi gedung, jembatan jalan, bandara-dermaga,
           pemasangan instalasi-instalasi dan pengembangan wilayah pemukiman.

           Kegiatan usaha penunjang Perseroan antara lain perdagangan yang meliputi
           impor dan ekspor, perdagangan besar lokal, distributor, agen dan sebagai
           perwakilan dari badan-badan perusahaan-perusahaan dan perdagangan yang
           berhubungan dengan usaha real estat dan properti serta jasa penyewaan,
           pengelolaan properti dan sarana penunjang konstruksi Perseroan. Pada saat
           ini, kegiatan yang sudah dijalankan oleh Perseroan berupa pengembangan
           kawasan industri dan penjualan real estat dan apartemen serta pengelolaan
           lapangan golf dan restoran club house, perhotelan dan jasa penyewaan
           properti.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi antara lain, pembangunan
           perumahan, investasi yang berkaitan dengan properti, sarana dan prasarana,
           pembangunan kawasan industri dan pergudangan, apartemen, perhotelan,
           perkantoran, pusat perbelanjaan serta jasa dan pengelolaan lapangan golf,
           kontraktor umum, pemasangan komponen bangunan berat, konstruksi besi dan
           baja, pembangunan konstruksi gedung, jembatan jalan, bandara-dermaga,
           pemasangan instalasi-instalasi dan pengembangan wilayah pemukiman.

           Kegiatan usaha penunjang Perseroan antara lain perdagangan yang meliputi
           impor dan ekspor, perdagangan besar lokal, distributor, agen dan sebagai
           perwakilan dari badan-badan perusahaan-perusahaan dan perdagangan yang
           berhubungan dengan usaha real estat dan properti serta jasa penyewaan,
           pengelolaan properti dan sarana penunjang konstruksi Perseroan. Pada saat
           ini, kegiatan yang sudah dijalankan oleh Perseroan berupa pengembangan
           kawasan industri dan penjualan real estat dan apartemen serta pengelolaan
           lapangan golf dan restoran club house, perhotelan dan jasa penyewaan
           properti.

           Pengelolaan bisnis Perseroan berdasarkan produk dan jasa yang dihasilkan
           dikelompokkan dalam tiga segmen usaha, yakni residensial, industrial, dan
           hospitaliti. Pada tahun 2023, segmen residensial, industrial dan hospitaliti
           memperoleh pendapatan masing-masing sebesar Rp 724,98 miliar,
           Rp 292,00 miliar, dan Rp 136,24 miliar serta memberikan kontribusi terhadap
           jumlah pendapatan Perseroan di tahun 2023 masing-masing sebesar 62,92%,
           25,34%, dan 11,82%.




                                         14
Page 16
Manajemen Perseroan telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
dengan baik dan berkesinambungan sepanjang tahun 2023 dan manajemen
Perseroan telah merumuskan dan melaksanakan strategi dan rencana-rencana
usaha Perseroan dengan baik, antara lain dengan meluncurkan berbagai
produk residensial dan komersial baru secara berkesinambungan, serta
mengintensifkan pengembangan kawasan industri milik Perseroan. Pada tahun
2023, Perseroan membukukan rugi bersih, namun demikian, Perseroan
berhasil meningkatkan marketing sales sebesar 69,51% dan pendapatan
sebesar 4,86% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga meyakini
bahwa Perseroan akan mampu membukukan kinerja yang lebih baik di tahun
2024 sesuai pandangan atas prospek usaha Perseroan.

Setelah mengalami perlambatan di tahun 2023, perekonomian global
diperkirakan masih terus dibayangi berbagai risiko dan ketidakpastian.
Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya tumbuh 2,80% pada tahun
2024. Berbeda dengan ekonomi global, perekonomian Indonesia diprediksi
tumbuh pada kisaran 4,70% – 5,50% pada tahun 2024. Perbaikan ekonomi
Indonesia akan terus berlanjut yang ditopang oleh konsumsi swasta yang
meningkat sejalan dengan terjaganya daya beli, dukungan kebijakan fiskal dan
moneter, serta makin besarnya peran generasi muda milenial.

Perseroan telah bergerak di bidang industri properti selama lebih dari empat
dekade. Berkat pengalaman yang dimiliki, Perseroan memiliki beberapa
keunggulan dibandingkan dengan kompetitor sejenis dalam hal keberagaman
properti dan proyek yang dibangun. Terlebih Perseroan tidak hanya berfokus di
segmen perumahan, tapi juga memiliki berbagai proyek lainnya, seperti
apartemen, hotel, padang golf, dan kawasan industri. Hal tersebut telah
mengantarkan Perseroan sebagai salah satu pemain utama di industri properti
di Indonesia. Keunggulan tersebut menjadi modal utama bagi Perseroan untuk
meningkatkan pertumbuhan kinerja dan keberlanjutan usaha di masa
mendatang, sehingga Perseroan dapat membidik target pasar dengan cakupan
yang lebih luas, dengan segmen utama berada pada segmen residential.
Selain itu, untuk menarik pelanggan, Perseroan juga memperhatikan lokasi-
lokasi yang tepat, potensial, dan strategis, sehingga sesuai dengan kebutuhan
pelanggan.

Manajemen Perseroan meyakini penjualan properti akan tetap prospektif,
mengingat hunian merupakan kebutuhan primer yang akan terus meningkat
permintaannya di masa depan. Untuk menjaring potensi pasar, Perseroan telah
menyiapkan sejumlah strategi bisnis, diantaranya berencana merilis produk-
produk baru. Perseroan juga akan mempercepat groundbreaking dan
pembangunan proyek, serta mempercepat proses serah terima unit untuk
menjaga kepercayaan pelanggan terhadap proyek Perseroan.




                               15
Page 17
           Dari sisi pemasaran, Perseroan memandang bahwa semakin ketatnya
           persaingan yang terjadi di industri properti mengharuskan Perseroan untuk
           memiliki strategi khusus dalam menghadapi tantangan persaingan industri.
           Oleh karena itu, Perseroan telah menetapkan berbagai strategi pemasaran
           dalam rangka mempertahankan pangsa pasar, meraih peluang usaha, serta
           menghadapi persaingan yang dilakukan dengan mempertimbangkan strategi-
           strategi terhadap cakupan segmen yang luas, penggunaan tanah serba guna,
           akuisisi tanah yang berkesinambungan, dan pengembangan aliran pendapatan
           berulang. Perseroan berkeyakinan bahwa posisi Perseroan di pangsa pasar
           akan tetap bertahan meskipun berada di tengah persaingan industri properti
           yang semakin kompleks serta ketidakpastian perekonomian global dan
           nasional. Optimisme ini sejalan dengan kinerja Perseroan yang cukup baik dan
           mampu bertahan di Indonesia.

I.A.2.     PT Mitra Sindo Sukses

           Dalam Rencana Transaksi, MSS merupakan pihak yang bersama-sama
           dengan Perseroan, MSM, dan BPP merencanakan untuk memberikan jaminan
           antara lain aset Perseroan, MSS, MSM, dan BPP termasuk jaminan gadai
           saham MSS, MSM, dan BPP yang dimiliki Perseroan serta jaminan perusahaan
           dari MSS, MSM, dan BPP sehubungan dengan Rencana Pemberian Jaminan.
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 31 Agustus 2024, MSS merupakan entitas anak Perseroan dengan
           kepemilikan efektif sebesar 100,00%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan
           saham, dan kegiatan usaha MSS adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           MSS didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 4 tanggal 12 April 2005 oleh
           Mala Mukti S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapatkan
           pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dalam Surat Keputusan No. C-15966 HT.01.01.TH.2005 tanggal 9 Juni 2005.

           Anggaran dasar MSS telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan
           terakhir berdasarkan Akta No. 8 tanggal 24 Juli 2023, dibuat di hadapan
           Notaris R.M. Indiarto Budioso, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan
           susunan Direksi dan Komisaris MSS. Perubahan tersebut telah diterima oleh
           Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-AH.01.09-0145652
           tanggal 28 Juli 2023.

           MSS berdomisili di Jalan Cakung Cilincing, Kelurahan Cakung Timur,
           Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.




                                         16
Page 18
I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi MSS pada tanggal 31 Agustus 2024 adalah
           sebagai berikut:

           Komisaris                     :        William Honoris

           Direksi
           Direktur Utama                :        FX. Kelvin Octavianus Lesmana
           Direktur                      :        Fetrizal Bobby Heryunda

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham MSS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                       Pemegang Saham             Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           Perseroan                                    7.008.210           99,00%    700.821.000.000
           PT Modern Mitrakarya Serasi                     70.790            1,00%      7.079.000.000
           Jumlah                                       7.079.000          100,00%    707.900.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha MSS bergerak di bidang pengembangan real
           estat, konstruksi dan kegiatan lain yang berhubungan dengan real estat.

I.A.3.     PT Mitra Sindo Makmur

           Dalam Rencana Transaksi, MSM merupakan pihak yang bersama-sama
           dengan Perseroan, MSS, dan BPP merencanakan untuk memberikan jaminan
           antara lain aset Perseroan, MSS, MSM, dan BPP, termasuk jaminan gadai
           saham MSS, MSM, dan BPP yang dimiliki Perseroan serta jaminan perusahaan
           dari MSS, MSM, dan BPP sehubungan dengan Rencana Pemberian Jaminan.
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 31 Agustus 2024, MSM merupakan entitas anak Perseroan dengan
           kepemilikan efektif sebesar 100,00%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan
           saham dan kegiatan usaha MSM adalah sebagai berikut:

I.A.3.a    Latar Belakang

           MSM didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 3 tanggal 12 April 2005 oleh
           Mala Mukti S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapatkan
           pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dalam Surat Keputusan No. C-28539 HT.01.01.TH.2005 tanggal
           17 Oktober 2005.




                                             17
Page 19
           Anggaran dasar MSM telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan
           terakhir berdasarkan Akta No. 7 tanggal 24 Juli 2023, dibuat di hadapan
           Notaris R.M. Indiarto Budioso, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan
           susunan Direksi dan Komisaris MSM. Perubahan tersebut telah diterima oleh
           Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-AH.01.09-0145650
           tanggal 28 Juli 2023.

           MSM berdomisili di Jalan Cakung Cilincing, Kelurahan Cakung Timur,
           Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

I.A.3.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi MSM pada tanggal 31 Agustus 2024 adalah
           sebagai berikut:

           Komisaris                     :        William Honoris

           Direksi
           Direktur Utama                :        FX. Kelvin Octavianus Lesmana
           Direktur                      :        Herman

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham MSM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                       Pemegang Saham             Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           Perseroan                                    2.376.000           99,00%    237.600.000.000
           PT Modern Mitrakarya Serasi                     24.000            1,00%      2.400.000.000
           Jumlah                                       2.400.000          100,00%    240.000.000.000



I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha MSM bergerak di bidang pengembangan real
           estat, konstruksi dan kegiatan lain yang berhubungan dengan real estat.




                                             18
Page 20
I.A.4.     PT Bumi Perkasa Permai

           Dalam Rencana Transaksi, BPP merupakan pihak yang bersama-sama dengan
           Perseroan, MSS, dan MSM merencanakan untuk memberikan jaminan antara
           lain aset Perseroan, MSS, MSM dan BPP, termasuk jaminan gadai saham
           MSS, MSM, dan BPP yang dimiliki Perseroan serta jaminan perusahaan dari
           MSS, MSM, BPP sehubungan dengan Rencana Pemberian Jaminan.
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 31 Agustus 2024, BPP merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi
           dengan Perseroan. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan
           kegiatan usaha BPP adalah sebagai berikut:

I.A.4.a    Latar Belakang

           BPP didirikan berdasarkan dan tunduk pada hukum Republik Indonesia yang
           didirikan berdasarkan Akta Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., No. 289 tanggal
           27 Agustus 1983. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
           Indonesia      dalam      Daftar       Keputusan     Menteri       Kehakiman
           No. C2-7668 HT01.01 TH’83 tanggal 29 November 1983 dan diumumkan
           dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 1138 tanggal 17 September 1985,
           Tambahan Berita Negara No. 75.

           Anggaran dasar BPP telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
           anggaran dasar BPP yang terakhir dimuat dalam Akta Notaris No. 31 tanggal
           19 Juni 2008, yang dibuat oleh Notaris Linaswati, S.H., Notaris di Tangerang.
           Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik         Indonesia           dalam          Surat           Keputusan
           No. AHU-46638.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 31 Juli 2008.

           BPP beralamat di Jalan Gajah Mada No. 188, Kelurahan Glodok, Kecamatan
           Taman Sari, Jakarta Barat.

I.A.4.b.   Manajemen

           Komisaris dan Direktur BPP pada tanggal 31 Agustus 2024 masing-masing
           adalah Johnson Pontoh dan Lie Ronny Sebastian Liebertus.

I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham BPP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Agustus 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                       Pemegang Saham          Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
           PT Bintang Sukes Pratama                    17.499           99,99%     17.499.000.000
           Tonny Hadhiwalujo                                1            0,01%          1.000.000
           Jumlah                                      17.500          100,00%     17.500.000.000




                                          19
Page 21
I.A.5.    PT Bank JTrust Indonesia Tbk

          Dalam Rencana Transaksi, BCIC merupakan pihak yang bersama-sama
          dengan ERL merencanakan untuk memberikan pinjaman kepada Perseroan
          dengan jumlah keseluruhan sebesar USD 60,00 juta, dengan bunga sebesar
          11,00% dan redemption premium rate sebesar 6,00%, yang akan jatuh tempo
          pada tanggal 31 Januari 2027 sehubungan dengan Rencana Pinjaman dan
          menerima jaminan antara lain aset Perseroan, MSS, MSM, dan BPP, termasuk
          jaminan gadai saham MSS, MSM, dan BPP yang dimiliki Perseroan serta
          jaminan perusahaan dari MSS, MSM, dan BPP sehubungan dengan Rencana
          Pemberian Jaminan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
          Perseroan, BCIC merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan
          Perseroan, MSS, MSM, dan BPP. Latar belakang, manajemen, kepemilikan
          saham dan kegiatan usaha BCIC adalah sebagai berikut:

I.A.5.a   Latar Belakang

          BCIC semula didirikan dengan nama PT Bank Century Intervest Corporation
          berdasarkan Akta No. 136 tanggal 30 Mei 1989 yang dibuat di hadapan Lina
          Laksmiwardhani, S.H., sebagai pengganti dari Lukman Kirana, S.H., Notaris di
          Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
          Republik        Indonesia       berdasarkan         Surat        Keputusan
          No. C2-6196.HT.01.01.TH 89 tanggal 12 Juli 1989 dan telah diumumkan dalam
          Berita Negara Republik Indonesia No. 36 Tambahan No. 1959 tanggal
          4 Mei 1993. BCIC melakukan penggabungan atau merger dengan bank-bank
          lainnya pada tahun 2004.

          Anggaran dasar BCIC telah mengalami perubahan, melalui akta No. 34 tanggal
          7 September 2022 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
          Notaris di Jakarta mengenai perubahan peningkatan modal ditempatkan dan
          disetor penuh dari Rp 12,64 triliun menjadi Rp 13,03 triliun. Perubahan ini telah
          diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
          Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
          No. AHU-AH.01.03-0290442 tanggal 12 September 2022.




                                          20
Page 22
I.A.5.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BCIC pada tanggal 31 Agustus 2024
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                           :    Nobiru Adachi
           Komisaris                                 :    Nobuiku Chiba
           Komisaris Independen                      :    Iwan Nataliputra
           Komisaris Independen                      :    Benny Siswanto

           Direksi
           Direktur Utama                            :    Ritsuo Fukadai
           Wakil Direktur Utama                      :    Masayoshi Kobayashi
           Direktur                                  :    Felix Istyono Hartadi Tiono
           Direktur                                  :    Helmi Arief Hidayat
           Direktur                                  :    Cho Won June
           Direktur                                  :    R. Djoko Prayitno
           Direktur                                  :    Widjaja Hendra

I.A.5.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham BCIC berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                               (Dalam Rupiah)
                                                                          Persentase
                        Pemegang Saham               Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                          Kepemilikan
           Saham seri A
            JTrust Co., Ltd., Jepang                      8.679.019.445         47,9241%    8.679.019.445.000
            JTrust Asia Pte., Ltd., Singapura               467.700.928          2,5826%      467.700.928.000
            PT JTrust Investments Indonesia                 100.121.245          0,5529%      100.121.245.000
            Masyarakat                                      764.999.382          4,2242%      764.999.382.000
           Sub-jumlah                                    10.011.841.000         55,2837%   10.011.841.000.000
           Saham seri B
            JTrust Co., Ltd., Jepang                            27.033           0,0001%      210.857.400.000
            Masyarakat                                         256.468           0,0014%    2.000.450.400.000
           Sub-jumlah                                          283.501           0,0016%    2.211.307.800.000
           Saham seri C
            JTrust Co., Ltd., Jepang                      4.751.515.153         26,2371%     475.151.515.300
            JTrust Asia Pte., Ltd., Singapura             3.030.681.061         16,7349%     303.068.106.100
            PT JTrust Investments Indonesia                 312.121.213          1,7235%      31.212.121.300
            Masyarakat                                        3.480.081          0,0192%         348.008.100
           Sub-jumlah                                     8.097.797.508         44,7147%     809.779.750.800
           Jumlah                                        18.109.922.009          100,00%   13.032.928.550.800



I.A.5.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha BCIC adalah bergerak dalam bidang perbankan.




                                                21
Page 23
I.A.6.   Eight Rubies Limited

         Dalam Rencana Transaksi, ERL merupakan pihak yang bersama-sama dengan
         BCIC merencanakan untuk memberikan pinjaman kepada Perseroan dengan
         jumlah keseluruhan sebesar USD 60,00 juta, dengan bunga sebesar 11,00%
         dan redemption premium rate sebesar 6,00%, yang akan jatuh tempo pada
         tanggal 31 Januari 2027 sehubungan dengan Rencana Pinjaman dan
         menerima jaminan antara lain aset Perseroan, MSS, MSM, dan BPP termasuk
         jaminan gadai saham MSS, MSM, dan BPP yang dimiliki Perseroan serta
         jaminan perusahaan dari MSS, MSM, dan BPP sehubungan dengan Rencana
         Pemberian Jaminan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
         Perseroan, ERL merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan
         Perseroan, MSS, MSM, dan BPP.

I.B.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

         Pada tanggal 31 Oktober 2024, Perseroan, MSS, MSM, BPP, BCIC, dan ERL
         telah menandatangani FA sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-
         pokok kesepakatan penting dalam FA adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan FA adalah Perseroan, MSS,
             MSM, BPP, BCIC, ERL, Madison Trust Pacific Limited.

         •   Objek dan Nilai Rencana Transaksi

             Objek transaksi berdasarkan FA adalah sebagai berikut:

             •   Rencana Perseroan untuk melakukan pinjaman dari BCIC dan ERL
                 dengan jumlah keseluruhan sebesar USD 60,00 juta, dengan bunga
                 sebesar 11,00% dan redemption premium rate sebesar 6,00%, yang
                 akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2027 sehubungan dengan
                 Rencana Pinjaman. Pinjaman ini dapat dicairkan setelah persyaratan
                 pendahuluan untuk pencairan telah terpenuhi.

             •   Dalam     rangka     mendukung     Rencana    Pinjaman,    Perseroan
                 merencanakan untuk memberikan jaminan antara lain aset Perseroan,
                 MSS, MSM, dan BPP termasuk jaminan gadai saham MSS, MSM, BPP
                 yang dimiliki Perseroan serta jaminan perusahaan dari MSS, MSM, dan
                 BPP sehubungan dengan Rencana Pemberian Jaminan.




                                        22
Page 24
       •   Jatuh Tempo Pembayaran

           Berdasarkan FA, Perseroan wajib melakukan pembayaran pinjaman
           dengan rincian sebagai berikut:

           -   10,00% atas pinjaman wajib dibayarkan 12 bulan setelah penarikan
               fasilitas pinjaman.

           -   15,00% atas pinjaman wajib dibayarkan 24 bulan setelah penarikan
               fasilitas pinjaman.

           -   75,00% atas pinjaman wajib dibayarkan pada tanggal 31 Januari 2027
               atau perpanjangannya paling lama 24 bulan setelah 31 Januari 2027.

       •   Jaminan

           Berdasarkan FA, fasilitas pinjaman dijamin dengan jaminan fidusia, gadai
           saham, gadai rekening dan Hak Tanggung atas sejumlah tanah dan/atau
           bangunan milik Perseroan, MSS, MSM dan/atau BPP. Selain itu, Fasilitas
           juga dijamin dengan beberapa jaminan perorangan dan jaminan
           perusahaan dari pihak pemberi jaminan aset.

           Berdasarkan FA, nilai penjaminan seluruh jaminan aset sampai dengan
           USD 110,00 juta.

       •   Hal yang Dilarang

           Berdasarkan FA, hal yang dilarang yang dapat menyebabkan wanprestasi,
           antara lain:

           -   Pembayaran kembali tidak tepat waktu;
           -   Terdapat pernyataan dan jaminan yang tidak akurat dan tidak sesuai
               dengan keadaan sebenarnya;
           -   Terjadinya wanprestasi atas perjanjian dengan pihak ketiga lainnya;
           -   Terjadinya keadaan pailit atau insolvensi;
           -   Terdapatnya sengketa yang bersifat material; dan
           -   Pelanggaran ketentuan lain di dalam FA.

I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

       Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 30 April 2024, saldo Notes 2027 dan PIK Notes 2024 masing-
           masing adalah sebesar USD 213,94 juta dan USD 15,64 juta. Sedangkan,
           pada tanggal 30 Juni 2024, saldo Notes 2025 dan PIK Notes 2021 masing-
           masing adalah sebesar USD 130,73 juta dan USD 10,31 juta.




                                     23
Page 25
•   Pertumbuhan perekonomian global yang melambat serta ketidakpastian
    akibat berbagai konflik geopolitik di Eropa dan Timur Tengah, telah
    memengaruhi ketidakpastian prospek sektor properti global yang
    berdampak pada seluruh perekonomian, sehingga menurunkan investasi di
    berbagai sektor. Korporasi properti swasta diperkirakan masih akan
    menghadapi tekanan akibat keterbatasan sumber keuangan dan akses
    pendanaan sehingga penjualan properti diperkirakan masih akan
    mengalami kontraksi.




                             24
Page 26
•   Di tengah ketidakpastian industri properti, dalam rangka penyelesaian
    Notes 2025, PIK Notes 2021, Notes 2027, PIK Notes 2024 Perseroan
    diwajibkan untuk melakukan penjualan aset pada atau sebelum tanggal
    31 Desember 2024. Perseroan juga telah mengupayakan alternatif
    pendanaan lainnya melalui pinjaman, namun masih belum menunjukkan
    hasil, antara lain dengan pertimbangan ketidakpastian prospek industri
    properti di Indonesia. Kegagalan Perseroan dalam menjual aset tersebut
    merupakan event of default yang dapat memberikan dampak bagi
    kredibilitas dan kelangsungan usaha Perseroan dan entitas anak Perseroan
    serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada
    penguasaan aset Perseroan dan entitas anak Perseroan yang pada
    akhirnya dapat memengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham
    Perseroan. Dengan demikian, Perseroan melakukan Rencana Transaksi.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
    dapat melakukan pembayaran sebagian Notes 2024 dan Notes 2027
    sehingga Perseroan dapat menghindari potensi gagal bayar (event of
    default) dan menghindari dampak bagi kredibilitas dan kelangsungan usaha
    Perseroan dan entitas anak Perseroan serta dampak lainnya yang dapat
    memengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
    sehubungan dengan Notes 2024 dan Notes 2027, terdapat kewajiban
    pemberian jaminan, antara lain jaminan perusahaan (corporate guarantee)
    dan jaminan aset yang dimiliki dari Perseroan dan entitas anak Perseroan,
    serta terdapat pembatasan, termasuk pembatasan penjualan aset. Setelah
    Rencana Transaksi menjadi efektif, setelah melakukan pembayaran
    sebagian Notes 2024 dan Notes 2027, Perseroan dapat memperoleh
    pembebasan atas sebagian pembatasan sehingga Perseroan dapat
    mengimplementasikan strategi dan rencana Perseroan yang diharapkan
    dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    yang akan datang.

•   Perseroan juga memiliki risiko untuk dipailitkan oleh pemegang Notes 2025
    melalui lembaga keuangan, bilamana tidak dapat memenuhi kewajiban
    pembayaran Notes 2025 dan PIK Notes 2021. Kepailitan dapat memiliki
    dampak bagi kelangsungan usaha (going concern) Perseroan termasuk
    memberikan dampak bagi seluruh pemegang saham Perseroan. Namun
    demikian, penyelesaian restukturisasi Notes 2025 dan PIK Notes 2021
    dengan dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi diharapkan dapat
    memitigasi risiko kepailitan tersebut.




                               25
Page 27
Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Apabila pada saat jatuh tempo, Perseroan tidak memiliki kecukupan dana
    untuk melunasi pinjaman tersebut, maka hal tersebut berpotensi
    memberikan dampak bagi kredibilitas Perseroan.

•   Berdasarkan FA, terdapat pembatasan terkait dengan Rencana Transaksi
    yang dapat membatasi hak Perseroan. Hal ini memiliki potensi yang
    berdampak bagi implementasi strategi Perseroan yang terkait dengan
    pembatasan tersebut.

•   Adanya risiko Perseroan untuk dipailitkan oleh BCIC dan ERL bilamana
    Perseroan tidak dapat melaksanakan kewajibannya untuk melakukan
    pembayaran pinjaman pada saat jatuh tempo.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pengembangan
    kawasan industri dan penjualan real estat dan apartemen serta pengelolaan
    lapangan golf dan restoran club house, perhotelan dan jasa penyewaan
    properti, Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi,
    antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan
    dampak bagi kelangsungan usaha Perseroan.




                                26
Page 28
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

II.A.     PT Modernland Realty Tbk

II.A.1.   Latar Belakang

          Perseroan didirikan berdasarkan akta Notaris Hendra Karyadi, S.H., No. 15
          tanggal 8 Agustus 1983. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman
          Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-7390.HT.01.01.Th.83
          tanggal 12 November 1983 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
          Indonesia No. 100 tanggal 16 Desember 1983, Tambahan No. 1073.

          Pada tahun 2008, anggaran dasar Perseroan diubah berdasarkan akta Notaris
          Wahyu Nurani, S.H., No. 32 tanggal 27 Juni 2008 untuk menyesuaikan seluruh
          anggaran dasar sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang
          Perusahaan Terbatas. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
          69149.AH.01.02.Th.08 tanggal 24 September 2008 dan diumumkan dalam
          Berita Negara Republik Indonesia No. 10917 tanggal 16 Agustus 2010,
          Tambahan No. 65.

          Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan.
          Perubahan anggaran dasar Perseroan yang terakhir dimuat dalam akta Notaris
          No. 4 tanggal 5 November 2021, yang dibuat oleh Audrey Tedja, S.H., M.Kn.
          Notaris di Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar Perseroan untuk
          disesuaikan dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana
          dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka
          dan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
          Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Perubahan tersebut telah diterima
          oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
          Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0473204 tanggal 15 November 2021.

          Perseroan berdomisili di Green Central City, Commercial Area Lantai 5, Jalan
          Gajah Mada Nomor 188, Jakarta Barat 11120. Perseroan memulai kegiatan
          usaha komersialnya pada bulan November 1989.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi antara lain, pembangunan
          perumahan, investasi yang berkaitan dengan properti, sarana dan prasarana,
          pembangunan kawasan industri dan pergudangan, apartemen, perhotelan,
          perkantoran, pusat perbelanjaan serta jasa dan pengelolaan lapangan golf,
          kontraktor umum, pemasangan komponen bangunan berat, konstruksi besi dan
          baja, pembangunan konstruksi gedung, jembatan jalan, bandara-dermaga,
          pemasangan instalasi-instalasi dan pengembangan wilayah pemukiman.




                                        27
Page 29
          Kegiatan usaha penunjang Perseroan antara lain perdagangan yang meliputi
          impor dan ekspor, perdagangan besar lokal, distributor, agen dan sebagai
          perwakilan dari badan-badan perusahaan-perusahaan dan perdagangan yang
          berhubungan dengan usaha real estat dan properti serta jasa penyewaan,
          pengelolaan properti dan sarana penunjang konstruksi Perseroan. Pada saat
          ini, kegiatan yang sudah dijalankan oleh Perseroan berupa pengembangan
          kawasan industri dan penjualan real estat dan apartemen serta pengelolaan
          lapangan golf dan restoran club house, perhotelan dan jasa penyewaan
          properti.

II.B.     Tinjauan Industri Properti

II.B.1.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

          Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
          dari harga properti yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
          Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
          perumahan/real estate, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan,
          perhotelan, serta kawasan industri.

          Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya yang
          berjudul Global House Price Index 2024 Q1 Edition, pasar harga rumah dunia
          melanjutkan pertumbuhan pada Q1/2024 dengan kenaikan rata-rata sebesar
          3,20% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pada Q1/2024, Turki
          menempati posisi pertama dengan kenaikan harga rumah sebesar 52,00%
          dibandingkan dengan Q1/2023. Secara keseluruhan, harga rumah dunia yang
          semakin tinggi didorong oleh keterbatasan pasokan rumah yang tersedia dan
          dibangun oleh pengembang perumahan. Sementara itu, biaya kredit rumah
          yang terjangkau dapat menopang pertumbuhan harga rumah dalam jangka
          panjang. Selain itu, pada Q1/2024 Amerika Serikat (AS) berada di posisi ke-15
          dengan kenaikan harga rumah sebesar 6,50% selama setahun terakhir,
          sedangkan selama enam bulan dan tiga bulan terakhir mengalami kenaikan
          masing-masing sebesar 1,40% dan 1,90%.




                                           28
Page 30
Volume Penjualan Rumah Baru di AS
Periode September 2023 – Mei 2024
(Dalam Ribuan Unit)

                740
                720
                700
                680
                660
                640
                620
                600
                580
                560
                          Jan-24           Feb-24            Mar-24   Apr-24   Mei-24
          Penjualan        664              643               683      730      621

Sumber: Trading Economics


Berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan rumah
baru di AS pada bulan Maret dan April 2024 mengalami kenaikan
masing-masing sebesar 40,00 ribu unit dan 47,00 ribu unit atau masing-masing
setara dengan 6,22% dan 6,88% dibandingkan dengan penjualan rumah baru
AS pada bulan sebelumnya. Volume penjualan rumah pada bulan Mei 2024
merupakan jumlah volume yang terendah selama lima bulan terakhir dengan
volume penjualan tertinggi adalah pada bulan April 2024 dengan jumlah
sebesar 730,00 ribu unit. Sementara itu, penjualan rumah baru di AS pada
bulan Februari dan Mei 2024 mengalami penurunan masing-masing sebesar
21,00 ribu unit dan 109,00 ribu atau masing-masing setara dengan 3,16% dan
14,93% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Harga Sewa Pusat Perbelanjaan di AS
Periode Q1/2024 - Q2/2024

                                (Dalam USD per kaki kubik)
                                    Harga
     Kawasan
                         Q1/2024            Q2/2024

Timur Laut                       24,20              24,22
Barat Tengah                     18,25              18,36
Selatan                          23,72              24,00
Barat                            29,10              29,25

Sumber: Cushman & Wakefield




                                            29
Page 31
Selanjutnya, dalam laporan yang berjudul Marketbeat U.S. National Shopping
Center Q2/2024 yang dirilis oleh Cushman & Wakefield, harga sewa pusat
perbelanjaan di AS pada Q2/2024 secara keseluruhan mengalami peningkatan
sebesar 0,95% dibandingkan dengan Q1/2024, di mana wilayah Selatan AS
merupakan wilayah dengan peningkatan harga sewa tertinggi yaitu sebesar
1,18% lebih tinggi dibandingkan dengan periode Q1/2024. Selanjutnya,
permintaan sewa properti pusat perbelanjaan AS pada Q2/2024 memiliki
kinerja baik dengan tingkat kekosongan pusat perbelanjaan sebesar 5,30%
pada Q2/2024, menurun 0,10% dibandingkan Q1/2024 sebesar 5,40%.
Peningkatan permintaan sewa pusat perbelanjaan tersebut dipicu oleh
peningkatan belanja konsumen, meningkatnya pendapatan bersih, serta
kecenderungan penduduk AS untuk melakukan pembelian secara kredit.

Harga Rata-Rata Penjualan Rumah di AS
Februari 2024 - Mei 2024

                                        (Dalam ribuan USD)
                         Pasokan             Pasokan
         Bulan
                       Rumah Baru        Rumah Lama
Mar-24                         436,40              392,90
Apr-24                         413,60              406,60
Mei-24                         407,10              417,20
Jun-24                         417,30              426,90

Sumber: U.S. Census Bureau and U.S. Department of Housing


Berdasarkan data yang diperoleh dari U.S. Census Bureau and U.S.
Department of Housing, harga rata-rata pasokan rumah baru di AS mengalami
fluktuatif dan kecenderungan menurun sejak Maret 2024 hingga Juni 2024,
dengan harga rata-rata pasokan rumah baru bulan Juni 2024 yang lebih rendah
2,25% dibandingkan dengan harga rata-rata pasokan rumah lama bulan Juni
2024. Penurunan harga tersebut dikarenakan pasokan rumah bulan Juni 2024
yang mengalami kenaikan sebesar 3,10% dibandingkan bulan sebelumnya
serta sejumlah 1,32 juta unit rumah yang belum terjual di Juni 2024. Di sisi lain,
menurunnya harga rata-rata pasokan rumah baru menjadi pilihan yang menarik
bagi calon pembeli selain pengembang perumahan yang turut memberikan
berbagai insentif.




                                            30
Page 32
Proyeksi Nilai Pasar Real Estat Dunia
Tahun 2024 – 2029
(Dalam triliun USD)

                   700,00
                   600,00
                   500,00
                   400,00
                   300,00
                   200,00
                   100,00
                     0,00
                               2024      2025     2026     2027     2028     2029
     Real Estat Komersial     118,10    120,00   121,80   123,50   125,00   126,60
     Real Estat Residensial   520,00    530,00   550,00   570,00   580,00   600,00

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, nilai pasar real estat komersial
pada tahun 2029 mencapai USD 126,60 triliun. Kenaikan terus terjadi pada
proyeksi real estat komersial tahun 2025 – 2029 masing-masing mengalami
kenaikan sebesar 1,61%, 1,50%, 1,40%, 1,21% dan 1,28%, dibandingkan
dengan tahun-tahun sebelumnya. Selanjutnya, nilai pasar real estat untuk
residensial pada tahun 2029 mencapai sebesar USD 600,00 triliun. Kenaikan
juga terjadi pada real estat residensial tahun 2025 – 2029 diproyeksikan
masing-masing mengalami kenaikan sebesar 1,92%, 3,77%, 3,64%, 1,75% dan
3,45% dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut data yang diperoleh dari Statista, tingkat pertumbuhan majemuk
tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 2,77% dihitung sejak
2024 hingga 2029. Pertumbuhan pasar real estat pada 2029 di proyeksikan
mencapai USD 727,80 triliun. Pasar properti global sedang tumbuh pesat
dengan kriteria konsumen terhadap properti seperti kemudahan akses ke
berbagai fasilitas umum, harga yang terjangkau, ramah lingkungan, dan
teknologi rumah pintar. Kebijakan Pemerintah yang mendukung investasi
properti, pertumbuhan populasi, dan perkembangan infrastruktur juga berperan
bagi pertumbuhan industri properti dunia. Selain itu, kondisi ekonomi seperti
pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan inflasi juga mempengaruhi permintaan
dan penawaran di pasar properti. Secara keseluruhan, pasar properti global
diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.




                                       31
Page 33
            Pasar konvensi terutama terdiri dari acara korporasi, pameran, dan pertemuan,
            sementara itu, pertemuan yang melibatkan sejumlah besar peserta sering
            diadakan di pusat konvensi. Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh
            dari Business Research Insights dalam laporannya dengan judul Exhibition,
            Convention, And Meeting Market Size, Share, Growth and Industry Analysis by
            Type, By Application, Regional Insights, and Forecast To 2031, pangsa pasar
            pameran, konvensi, dan meeting diproyeksikan akan menjadi sebesar
            USD 41,76 miliar pada tahun 2031 dengan tingkat CAGR sebesar 3,40%
            dihitung sejak tahun 2023 hingga tahun 2031. Tren digitalisasi pembayaran
            perjalanan telah menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan pasar,
            selain itu, peningkatan aktivitas bisnis turut meningkatkan pertemuan
            pelanggan, pelatihan karyawan, serta promosi produk.

II.B.2.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

            Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
            memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini
            disebabkan karena industri properti saling terkait dengan industri-industri
            lainnya, sebagai contoh yaitu industri bahan baku bangunan, konstruksi,
            logistik, bidang jasa, maupun industri keuangan, serta perbankan dalam kredit
            pemilikan rumah. Pertumbuhan industri properti yang tinggi berdampak
            terhadap pendapatan domestik bruto nasional serta ketersediaan lapangan
            pekerjaan.

II.B.2.a.   Perumahan

            Berdasarkan data yang diperoleh dari BI atas laporannya yang berjudul Survei
            Harga Properti Residensial pada triwulan I 2024, Indeks Harga Properti
            Residensial (IHPR) sebesar 1,89% year over year (yoy) lebih tinggi
            dibandingkan pada triwulan IV/2023 yaitu sebesar 1,74% yoy. Peningkatan
            IHPR tersebut terutama didorong oleh kenaikan harga properti tipe kecil yang
            mengalami kenaikan sebesar 2,41% (yoy), melanjutkan kenaikan harga pada
            triwulan IV 2023 yang sebesar 2,15% (yoy). Harga rumah tipe menengah dan
            besar pada triwulan I 2024 turut mengalami peningkatan meskipun tidak
            setinggi triwulan sebelumnya. Harga rumah tipe menengah dan besar
            mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,60% (yoy) dan 1,53% (yoy),
            mengalami penurunan dari 1,87% (yoy) dan 1,58% (yoy) pada triwulan
            sebelumnya.




                                            32
Page 34
            Proyeksi Nilai Pasar Real Estat Indonesia
            Tahun 2024 – 2029
            (Dalam triliun USD)

                                 9,00
                                 8,00
                                 7,00
                                 6,00
                                 5,00
                                 4,00
                                 3,00
                                 2,00
                                 1,00
                                 0,00
                                          2024    2025   2026   2027     2028     2029
                 Real Estat Komersial     1,20    1,21   1,23   1,24     1,25     1,26
                 Real Estat Residensial   7,85    7,95   8,05   8,15     8,25     8,35

            Sumber: Statista


            Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, nilai pasar real estat komersial
            pada tahun 2029 diproyeksikan sebesar USD 9,61 triliun, mengalami
            pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 1,21% dihitung sejak tahun 2024
            sampai tahun 2029. Pasar properti di Indonesia sedang mengalami
            peningkatan kebutuhan akan properti mewah dan modern di tengah
            peningkatan pendapatan bersih masyarakat menengah, sementara itu, fasilitas
            seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan keamanan 24 jam turut diminati
            oleh calon pembeli.

II.B.2.b.   Apartemen

            Berdasarkan data yang diperoleh dari Jones Lang LaSalle (JLL) dalam
            laporannya yang berjudul Jakarta Property Market Review 4Q 2023 yang
            dipublikasikan pada bulan Februari 2024, pada Q4/2023 penjualan apartemen
            mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya. Belum terdapat
            tambahan proyek apartemen yang baru serta konsumen yang menunda
            transaksi selama periode liburan menjadi faktor utama dalam menurunnya
            penjualan pada ini. Penjualan apartemen selama 2023 hanya terjual sebanyak
            591 unit di mana pada Q4/2022 penjualan apartemen mencapai lebih dari 850
            unit.

            Menurut Colliers Indonesia dalam laporannya yang berjudul Residential
            Services Forecast Report Quarterly Jakarta July 2024, pada Q2/2024,
            permintaan unit apartemen di Jakarta mengalami kenaikan sebesar 0,09%
            dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Permintaan apartemen dari proyek
            yang sudah ada mendominasi dan mencapai 69,00% dari total penjualan, hal
            ini didorong oleh preferensi pembeli terhadap unit apartemen dengan pasokan
            yang sudah tersedia dan kebijakan PPNDTP yang hanya akan berlaku 50,00%
            setelah bulan Juni 2024. Pada Q2/2024, harga rata-rata apartemen meningkat
            sebesar 0,07% dibandingkan dengan Q1/2024 dan 0,50% dibandingkan
            dengan Q1/2023, dengan kenaikan harga yang signifikan di Jakarta Selatan
            didorong oleh banyak proyek yang akan diselesaikan.


                                                 33
Page 35
            Pasokan apartemen dengan furnitur lengkap tetap stabil pada 7.074 unit, tanpa
            proyek baru pada Q2/2024. Tingkat hunian apartemen dengan furnitur lengkap
            meningkat menjadi 62,40% pada Q2/2024, sementara tarif sewa rata-rata
            apartemen di kawasan pusat bisnis (Central Business District/CBD)
            menyesuaikan menjadi Rp 464.453/m²/bulan, dengan perkiraan kenaikan
            1,00% hingga 2,00% pada akhir 2024. Dengan adanya empat proyek baru
            yang akan datang diharapkan akan menambah pasokan apartemen menjadi
            7.793 unit pada akhir 2025. Meskipun program PPNDTP akan berakhir yang
            tentunya akan mempengaruhi permintaan di masa mendatang, pasar properti
            di Jakarta tetap menunjukkan tanda-tanda perkembangan positif.

II.B.2.c.   Perkantoran

            Berdasarkan data yang diperoleh dari JLL dalam laporannya yang berjudul
            Jakarta Property Market Dynamics Q1 2024, permintaan ruang kantor strata 1
            pada Q1/2024 sebesar 21,00 ribu m2, mengalami kenaikan dibandingkan
            dengan permintaan negatif pada Q2/2022. Meskipun pasar sewa perkantoran
            sedang mengalami pemulihan bertahap di tahun 2024, penerapan strategi
            ruang kerja baru seperti penurunan ukuran ruang kerja bahkan pada banyak
            perusahaan multinasional cukup memberikan dampak bagi pasar sewa
            perkantoran. Sementara itu, tarif sewa pada Q1/2024 mengalami penurunan
            sebesar 1,60%, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, di mana hal ini
            disebabkan oleh sedikitnya permintaan dan tingkat kekosongan yang tinggi
            seiring dengan bertambahnya pasokan ruang kantor baru. Sementara itu,
            beberapa gedung perkantoran strata 1 dan gedung perkantoran premium
            dengan tingkat okupansi di atas rata-rata mendapat keuntungan untuk tidak
            menurunkan harga sewanya.

            Menurut Colliers Indonesia dalam laporannya dengan judul Office Services
            Forecast Report Quarterly Jakarta July 2024, tingkat kekosongan ruang kantor
            di Jakarta pada Q2/2024 adalah sebesar 24,50% mengalami penurunan
            sebesar 2,38% dibandingkan dengan Q1/2024, di tengah-tengah kondisi
            ketersediaan ruang kantor yang tinggi di Jakarta sebagai lokasi pusat bisnis
            tersedia kesempatan tinggi untuk peningkatan penggunaan ruang kantor dan
            penyewa yang turut mencari harga sewa yang murah. Pada Q2/2024 pasokan
            ruang kantor di kawasan CBD Jakarta adalah sebesar 7,38 juta m2
            sebagaimana tidak terdapat tambahan pasokan ruang kantor pada Q2/2024.




                                           34
Page 36
            Selanjutnya, menurut data Colliers Indonesia, secara tahunan pada 2024,
            harga sewa ruang kantor akan mengalami kenaikan sebesar 2,21% menjadi
            sebesar Rp 204.118 per m2 dibandingkan dengan tahun lalu, adanya
            pembangunan transportasi publik untuk mempermudah akses pekerja di sekitar
            area perkantoran akan mendorong pemilik gedung perkantoran untuk
            menyesuaikan harga pada masa depan. Sementara itu, harga jual perkantoran
            di kawasan CBD dan non-CBD tetap sama yaitu masing-masing sebesar Rp
            58,00 juta per m2 dan Rp 46,00 juta per m2. Harga jual rata-rata ruang kantor
            pada tahun 2024 hingga tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp 51,60 juta per
            m2 dengan rata-rata kenaikan sebesar 1,60% mengingat penjualan properti
            perkantoran didorong oleh stabilitas ekonomi dan ekspansi bisnis di masa yang
            akan datang.

II.B.2.d.   Perhotelan

            Berdasarkan data yang diperoleh dari JLL dalam laporannya yang berjudul
            Jakarta Property Market Review 4Q 2023 yang dipublikasikan pada bulan
            Februari 2024, pada tahun 2023 Jakarta mengalami peningkatan signifikan
            dalam kedatangan wisatawan internasional dengan jumlah lebih dari 1,78 juta
            wisatawan hingga November, mengalami kenaikan sebesar 120,00%
            dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Q4/2023,
            tidak ada hotel baru yang dibuka, sehingga total pasokan kamar hotel tetap di
            58.105 kamar. Selain itu, hotel mewah mengalami kenaikan tingkat okupansi
            menjadi sebesar 61.50% pada Desember 2023.

                                        (dalam %)

                Keterangan         Rata-Rata

            Januari                         46,72
            Februari                        49,45
            Maret                           43,41
            April                           47,14
            Mei                             54,03
            Juni                            54,69

            Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


            Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, pada Q2/2024 tingkat okupansi
            kamar hotel berbintang di Indonesia pada bulan April, Mei, dan Juni 2024
            mengalami peningkatan masing-masing sebesar 3,73%, 6,89%, dan 0,66%
            dibandingkan dengan tingkat okupansi bulan sebelumnya. Pada bulan Juni
            2024, Kalimantan manjadi provinsi dengan tingkat okupansi kamar hotel
            tertinggi yaitu sebesar 70,20% diikuti oleh Bali dan Kepulauan Riau dengan
            tingkat okupansi kamar hotel berbintang masing-masing sebesar 65,78% dan
            64,78%.




                                                    35
Page 37
Menurut Colliers Indonesia dalam laporannya dengan judul Hospitality Services
Forecast Report Quarterly Jakarta July 2024, pada Q2/2024 Jakarta mengalami
peningkatan signifikan dalam pasokan hotel dengan penambahan beberapa
hotel baru, termasuk satu hotel bintang 3, dua hotel bintang 4, dan dua hotel
bintang 5, sehingga total kamar hotel di Jakarta pada Q2/2024 mencapai
43.250. Ekspansi ini terutama terjadi di Jakarta Pusat dan CBD yang
merupakan pusat bisnis dan pusat pemerintahan. Kinerja hotel Jakarta pada
Q2/2024 mengalami peningkatan sebesar 18,00% setelah Idul Fitri, didorong
oleh aktivitas bisnis dan acara besar yang terjadi secara tatap muka seperti
festival musik dan kompetisi olahraga. Di samping itu harga kamar pada
Q2/2024 mengalami kenaikan sebesar USD 67,60 atau setara dengan 2,40%
dibandingkan dengan Q1/2024 karena peningkatan okupansi kamar hotel.

Proyeksi Pendapatan Hotel
Tahun 2024 – 2029
(Dalam miliar USD)

         7,00

         6,00

         5,00

         4,00

         3,00

         2,00

         1,00

         0,00
                   2024   2025        2026     2027       2028      2029
     Revenue       4,63   5,04        5,33     5,67       6,04      6,45

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, nilai proyeksi pendapatan hotel
pada 2029 diproyeksikan sebesar USD 6,45 miliar, mengalami pertumbuhan
pada tingkat CAGR sebesar 6,86% dihitung sejak tahun 2024 hingga tahun
2029. Pasar hotel di Indonesia terutama didorong oleh pertumbuhan industri
pariwisata dan keberagaman budaya yang dimiliki, menjadikan Indonesia
sebagai salah satu destinasi populer di kalangan wisatawan mancanegara.
Jaringan hotel berekspansi dengan pesat di kota-kota besar dan destinasi
wisata Indonesia, selain itu, kemudahan dalam pemesanan kamar hotel melalui
platform daring turut memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan operasional
hotel.




                                 36
Page 38
II.B.2.e.   Pusat Konvensi

            Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
            Kreatif Republik Indonesia, Sektor pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran
            (MICE) memberikan kontribusi lebih dari 30,00% terhadap industri pariwisata
            nasional. Meskipun jumlahnya lebih sedikit, turis MICE menghabiskan lebih
            banyak uang daripada wisatawan. Indonesia memiliki peluang besar untuk
            berkembang dalam industri MICE dan menghasilkan keuntungan ekonomi dan
            budaya yang signifikan dengan dukungan fasilitas bisnis yang canggih. Selama
            kegiatan MICE, pameran seni, pertunjukan tradisional, atau diskusi budaya
            dapat mempromosikan warisan budaya dan mendukung industri kreatif.

            Indonesia merupakan salah satu destinasi MICE terkemuka bagi perusahaan
            domestik maupun internasional didukung oleh keunikan bangunan pusat
            konvensi serta pengalaman budaya yang dihadirkan. Langkah Pemerintah
            untuk menyederhanakan regulasi, baik dalam proses visa, maupun investasi
            pada infrastruktur telah membuat sektor MICE Indonesia memiliki permintaan
            yang tinggi. Kesuksesan Indonesia dalam menjadi tuan rumah berbagai acara
            penting MICE ASEAN maupun internasional dengan adopsi teknologi baru
            seperti konferensi virtual, pengalaman mendalam saat menggunakan
            augmented reality, serta komitmen Indonesia dalam menjalankan praktik
            berkelanjutan termasuk lokasi konvensi yang ramah lingkungan dengan
            manajemen limbah yang baik turut membawa sentimen positif bagi masa
            depan industri MICE Indonesia.

            Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Astute Analytica dalam
            laporannya dengan judul Indonesia MICE Market: By Type, Event Type,
            Destination, Channel, Market Size, Industry Dynamics, Opportunity Analysis
            and Forecast for 2024 – 2032, pangsa pasar industri MICE Indonesia
            diproyeksikan akan menjadi senilai USD 7,41 miliar pada tahun 2032,
            mengalami pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 13,78% sejak tahun
            2024 hingga tahun 2032. Pertumbuhan pasar tersebut didorong oleh
            pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, peningkatan kelas menengah,
            berkembangnya pasar MICE, dan peningkatan pendapatan bersih yang
            mendorong aktivitas bisnis produk nasional maupun internasional dan turut
            meningkatkan permintaan MICE di Indoneisa.




                                           37
Page 39
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi antara lain, pembangunan
        perumahan, investasi yang berkaitan dengan properti, sarana dan prasarana,
        pembangunan kawasan industri dan pergudangan, apartemen, perhotelan,
        perkantoran, pusat perbelanjaan serta jasa dan pengelolaan lapangan golf,
        kontraktor umum, pemasangan komponen bangunan berat, konstruksi besi dan
        baja, pembangunan konstruksi gedung, jembatan jalan, bandara-dermaga,
        pemasangan instalasi-instalasi dan pengembangan wilayah pemukiman.

        Kegiatan usaha penunjang Perseroan antara lain perdagangan yang meliputi
        impor dan ekspor, perdagangan besar lokal, distributor, agen dan sebagai
        perwakilan dari badan-badan perusahaan-perusahaan dan perdagangan yang
        berhubungan dengan usaha real estat dan properti serta jasa penyewaan,
        pengelolaan properti dan sarana penunjang konstruksi Perseroan. Pada saat
        ini, kegiatan yang sudah dijalankan oleh Perseroan berupa pengembangan
        kawasan industri dan penjualan real estat dan apartemen serta pengelolaan
        lapangan golf dan restoran club house, perhotelan dan jasa penyewaan
        properti.

        Pengelolaan bisnis Perseroan berdasarkan produk dan jasa yang dihasilkan
        dikelompokkan dalam tiga segmen usaha, yakni residensial, industrial, dan
        hospitaliti. Pada tahun 2023, segmen residensial, industrial dan hospitaliti
        memperoleh pendapatan masing-masing sebesar Rp 724,98 miliar,
        Rp 292,00 miliar, dan Rp 136,24 miliar serta memberikan kontribusi terhadap
        jumlah pendapatan Perseroan di tahun 2023 masing-masing sebesar 62,92%,
        25,34%, dan 11,82%.

        Manajemen Perseroan telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
        dengan baik dan berkesinambungan sepanjang tahun 2023 dan manajemen
        Perseroan telah merumuskan dan melaksanakan strategi dan rencana-rencana
        usaha Perseroan dengan baik, antara lain dengan meluncurkan berbagai
        produk residensial dan komersial baru secara berkesinambungan, serta
        mengintensifkan pengembangan kawasan industri milik Perseroan. Pada tahun
        2023, Perseroan membukukan rugi bersih, namun demikian, Perseroan
        berhasil meningkatkan marketing sales sebesar 69,51% dan pendapatan
        sebesar 4,86% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga meyakini
        bahwa Perseroan akan mampu membukukan kinerja yang lebih baik di tahun
        2024 sesuai pandangan atas prospek usaha Perseroan.

        Setelah mengalami perlambatan di tahun 2023, perekonomian global
        diperkirakan masih terus dibayangi berbagai risiko dan ketidakpastian.
        Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya tumbuh 2,80% pada tahun
        2024. Berbeda dengan ekonomi global, perekonomian Indonesia diprediksi
        tumbuh pada kisaran 4,70% – 5,50% pada tahun 2024. Perbaikan ekonomi
        Indonesia akan terus berlanjut yang ditopang oleh konsumsi swasta yang
        meningkat sejalan dengan terjaganya daya beli, dukungan kebijakan fiskal dan
        moneter, serta makin besarnya peran generasi muda milenial.




                                      38
Page 40
Perseroan telah bergerak di bidang industri properti selama lebih dari empat
dekade. Berkat pengalaman yang dimiliki, Perseroan memiliki beberapa
keunggulan dibandingkan dengan kompetitor sejenis dalam hal keberagaman
properti dan proyek yang dibangun. Terlebih Perseroan tidak hanya berfokus di
segmen perumahan, tapi juga memiliki berbagai proyek lainnya, seperti
apartemen, hotel, padang golf, dan kawasan industri. Hal tersebut telah
mengantarkan Perseroan sebagai salah satu pemain utama di industri properti
di Indonesia. Keunggulan tersebut menjadi modal utama bagi Perseroan untuk
meningkatkan pertumbuhan kinerja dan keberlanjutan usaha di masa
mendatang, sehingga Perseroan dapat membidik target pasar dengan cakupan
yang lebih luas, dengan segmen utama berada pada segmen residential.
Selain itu, untuk menarik pelanggan, Perseroan juga memperhatikan lokasi-
lokasi yang tepat, potensial, dan strategis, sehingga sesuai dengan kebutuhan
pelanggan.

Manajemen Perseroan meyakini penjualan properti akan tetap prospektif,
mengingat hunian merupakan kebutuhan primer yang akan terus meningkat
permintaannya di masa depan. Untuk menjaring potensi pasar, Perseroan telah
menyiapkan sejumlah strategi bisnis, diantaranya berencana merilis produk-
produk baru. Perseroan juga akan mempercepat groundbreaking dan
pembangunan proyek, serta mempercepat proses serah terima unit untuk
menjaga kepercayaan pelanggan terhadap proyek Perseroan.

Dari sisi pemasaran, Perseroan memandang bahwa semakin ketatnya
persaingan yang terjadi di industri properti mengharuskan Perseroan untuk
memiliki strategi khusus dalam menghadapi tantangan persaingan industri.
Oleh karena itu, Perseroan telah menetapkan berbagai strategi pemasaran
dalam rangka mempertahankan pangsa pasar, meraih peluang usaha, serta
menghadapi persaingan yang dilakukan dengan mempertimbangkan strategi-
strategi terhadap cakupan segmen yang luas, penggunaan tanah serba guna,
akuisisi tanah yang berkesinambungan, dan pengembangan aliran pendapatan
berulang. Perseroan berkeyakinan bahwa posisi Perseroan di pangsa pasar
akan tetap bertahan meskipun berada di tengah persaingan industri properti
yang semakin kompleks serta ketidakpastian perekonomian global dan
nasional. Optimisme ini sejalan dengan kinerja Perseroan yang cukup baik dan
mampu bertahan di Indonesia.




                               39
Page 41
II.D.   Alasan Dilakukan Rencana Transaksi

        Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
            tanggal 30 April 2024, saldo Notes 2027 dan PIK Notes 2024 masing-
            masing adalah sebesar USD 213,94 juta dan USD 15,64 juta. Sedangkan,
            pada tanggal 30 Juni 2024, saldo Notes 2025 dan PIK Notes 2021 masing-
            masing adalah sebesar USD 130,73 juta dan USD 10,31 juta.

        •   Pertumbuhan perekonomian global yang melambat serta ketidakpastian
            akibat berbagai konflik geopolitik di Eropa dan Timur Tengah, telah
            memengaruhi ketidakpastian prospek sektor properti global yang
            berdampak pada seluruh perekonomian, sehingga menurunkan investasi di
            berbagai sektor. Korporasi properti swasta diperkirakan masih akan
            menghadapi tekanan akibat keterbatasan sumber keuangan dan akses
            pendanaan sehingga penjualan properti diperkirakan masih akan
            mengalami kontraksi.

        •   Di tengah ketidakpastian industri properti, dalam rangka penyelesaian
            Notes 2025, PIK Notes 2021, Notes 2027, PIK Notes 2024 Perseroan
            diwajibkan untuk melakukan penjualan aset pada atau sebelum tanggal
            31 Desember 2024. Perseroan juga telah mengupayakan alternatif
            pendanaan lainnya melalui pinjaman, namun masih belum menunjukkan
            hasil, antara lain dengan pertimbangan ketidakpastian prospek industri
            properti di Indonesia. Kegagalan Perseroan dalam menjual aset tersebut
            merupakan event of default yang dapat memberikan dampak bagi
            kredibilitas dan kelangsungan usaha Perseroan dan entitas anak Perseroan
            serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada
            penguasaan aset Perseroan dan entitas anak Perseroan yang pada
            akhirnya dapat memengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham
            Perseroan. Dengan demikian, Perseroan melakukan Rencana Transaksi.

        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
            dapat melakukan pembayaran sebagian Notes 2024 dan Notes 2027
            sehingga Perseroan dapat menghindari potensi gagal bayar (event of
            default) dan menghindari dampak bagi kredibilitas dan kelangsungan usaha
            Perseroan dan entitas anak Perseroan serta dampak lainnya yang dapat
            memengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.




                                      40
Page 42
        •   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
            sehubungan dengan Notes 2024 dan Notes 2027, terdapat kewajiban
            pemberian jaminan, antara lain jaminan perusahaan (corporate guarantee)
            dan jaminan aset yang dimiliki dari Perseroan dan entitas anak Perseroan,
            serta terdapat pembatasan, termasuk pembatasan penjualan aset. Setelah
            Rencana Transaksi menjadi efektif, setelah melakukan pembayaran
            sebagian Notes 2024 dan Notes 2027, Perseroan dapat memperoleh
            pembebasan atas sebagian pembatasan sehingga Perseroan dapat
            mengimplementasikan strategi dan rencana Perseroan yang diharapkan
            dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
            yang akan datang.

        •   Perseroan juga memiliki risiko untuk dipailitkan oleh pemegang Notes 2025
            melalui lembaga keuangan, bilamana tidak dapat memenuhi kewajiban
            pembayaran Notes 2025 dan PIK Notes 2021. Kepailitan dapat memiliki
            dampak bagi kelangsungan usaha (going concern) Perseroan termasuk
            memberikan dampak bagi seluruh pemegang saham Perseroan. Namun
            demikian, penyelesaian restukturisasi Notes 2025 dan PIK Notes 2021
            dengan dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi diharapkan dapat
            memitigasi risiko kepailitan tersebut.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi

        Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
            tanggal 30 April 2024, saldo Notes 2027 dan PIK Notes 2024 masing-
            masing adalah sebesar USD 213,94 juta dan USD 15,64 juta. Sedangkan,
            pada tanggal 30 Juni 2024, saldo Notes 2025 dan PIK Notes 2021 masing-
            masing adalah sebesar USD 130,73 juta dan USD 10,31 juta.

        •   Pertumbuhan perekonomian global yang melambat serta ketidakpastian
            akibat berbagai konflik geopolitik di Eropa dan Timur Tengah, telah
            memengaruhi ketidakpastian prospek sektor properti global yang
            berdampak pada seluruh perekonomian, sehingga menurunkan investasi di
            berbagai sektor. Korporasi properti swasta diperkirakan masih akan
            menghadapi tekanan akibat keterbatasan sumber keuangan dan akses
            pendanaan sehingga penjualan properti diperkirakan masih akan
            mengalami kontraksi.




                                       41
Page 43
•   Di tengah ketidakpastian industri properti, dalam rangka penyelesaian
    Notes 2025, PIK Notes 2021, Notes 2027, PIK Notes 2024 Perseroan
    diwajibkan untuk melakukan penjualan aset pada atau sebelum tanggal
    31 Desember 2024. Perseroan juga telah mengupayakan alternatif
    pendanaan lainnya melalui pinjaman, namun masih belum menunjukkan
    hasil, antara lain dengan pertimbangan ketidakpastian prospek industri
    properti di Indonesia. Kegagalan Perseroan dalam menjual aset tersebut
    merupakan event of default yang dapat memberikan dampak bagi
    kredibilitas dan kelangsungan usaha Perseroan dan entitas anak Perseroan
    serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada
    penguasaan aset Perseroan dan entitas anak Perseroan yang pada
    akhirnya dapat memengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham
    Perseroan. Dengan demikian, Perseroan melakukan Rencana Transaksi.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
    dapat melakukan pembayaran sebagian Notes 2024 dan Notes 2027
    sehingga Perseroan dapat menghindari potensi gagal bayar (event of
    default) dan menghindari dampak bagi kredibilitas dan kelangsungan usaha
    Perseroan dan entitas anak Perseroan serta dampak lainnya yang dapat
    memengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
    sehubungan dengan Notes 2024 dan Notes 2027, terdapat kewajiban
    pemberian jaminan, antara lain jaminan perusahaan (corporate guarantee)
    dan jaminan aset yang dimiliki dari Perseroan dan entitas anak Perseroan,
    serta terdapat pembatasan, termasuk pembatasan penjualan aset. Setelah
    Rencana Transaksi menjadi efektif, setelah melakukan pembayaran
    sebagian Notes 2024 dan Notes 2027, Perseroan dapat memperoleh
    pembebasan atas sebagian pembatasan sehingga Perseroan dapat
    mengimplementasikan strategi dan rencana Perseroan yang diharapkan
    dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    yang akan datang.

•   Perseroan juga memiliki risiko untuk dipailitkan oleh pemegang Notes 2025
    melalui lembaga keuangan, bilamana tidak dapat memenuhi kewajiban
    pembayaran Notes 2025 dan PIK Notes 2021. Kepailitan dapat memiliki
    dampak bagi kelangsungan usaha (going concern) Perseroan termasuk
    memberikan dampak bagi seluruh pemegang saham Perseroan. Namun
    demikian, penyelesaian restukturisasi Notes 2025 dan PIK Notes 2021
    dengan dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi diharapkan dapat
    memitigasi risiko kepailitan tersebut.




                               42
Page 44
Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Apabila pada saat jatuh tempo, Perseroan tidak memiliki kecukupan dana
    untuk melunasi pinjaman tersebut, maka hal tersebut berpotensi
    memberikan dampak bagi kredibilitas Perseroan.

•   Berdasarkan FA, terdapat pembatasan terkait dengan Rencana Transaksi
    yang dapat membatasi hak Perseroan. Hal ini memiliki potensi yang
    berdampak bagi implementasi strategi Perseroan yang terkait dengan
    pembatasan tersebut.

•   Adanya risiko Perseroan untuk dipailitkan oleh BCIC dan ERL bilamana
    Perseroan tidak dapat melaksanakan kewajibannya untuk melakukan
    pembayaran pinjaman pada saat jatuh tempo.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pengembangan
    kawasan industri dan penjualan real estat dan apartemen serta pengelolaan
    lapangan golf dan restoran club house, perhotelan dan jasa penyewaan
    properti, Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi,
    antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan
    dampak bagi kelangsungan usaha Perseroan.




                                43
Page 45
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode delapan bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024 telah direviu oleh KAP TSFBR.
           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 telah diaudit oleh KAP TSFBR
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019 telah diaudit oleh KAP TSFBR
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
           penekanan suatu hal.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan       31/08/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                         79.759      185.364      131.727    1.111.920      214.675       553.863
           Piutang usaha - pihak ketiga              100.143       97.093      119.926      122.768      130.436       131.808
           Piutang lain-lain                           7.517        6.888        3.457        3.019        2.871         4.734
           Persediaan                              2.339.270    2.445.637    2.048.248    2.028.923    1.911.181     2.016.651
           Pajak dibayar di muka                      68.402       85.948       87.899       80.039       82.064        75.753
           Beban dibayar di muka dan uang muka        98.494       81.243       64.388       48.778       46.965        55.945
           Jumlah Aset Lancar                      2.693.584    2.902.172    2.455.646    3.395.447    2.388.191     2.838.756
           ASET TIDAK LANCAR
           Dana yang dibatasi penggunanya            476.056      441.369      387.963      447.172      415.224       296.398
           Investasi dan uang muka saham             541.399      542.198      547.362      550.098    1.809.728     1.791.830
           Tanah untuk pengembangan                6.274.251    6.287.170    6.634.017    6.564.617    6.468.738     5.953.159
           Uang muka pembelian tanah               1.642.813    1.596.972    1.625.194    1.656.192    1.772.874     1.898.289
           Aset tetap - bersih                     1.271.395    1.299.387    1.268.973    1.318.242    1.380.376     1.409.327
           Aset hak guna - bersih                     14.136       13.812       10.634        9.337       16.374             -
           Goodwill                                  570.692      570.692      570.692      570.692      570.692     1.141.037
           Aset pajak tangguhan - bersih               8.089        8.510          520          531          720         1.042
           Aset tidak lancar lainnya                  28.957       26.656       27.168       27.211       27.123        28.434
           Aset keuangan derivatif                         -            -            -            -            -       456.390
           Jumlah Aset Tidak Lancar               10.827.788   10.786.766   11.072.523   11.144.092   12.461.848    12.975.907
           JUMLAH ASET                            13.521.372   13.688.938   13.528.169   14.539.539   14.850.039    15.814.663




                                                 44
Page 46
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                           31/08/24       31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20       31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                         380.000     380.000       230.000        30.000                -              -
           Utang usaha
             Pihak ketiga                                                  181.954       135.462       102.654       115.934        94.044         85.262
             Pihak berelasi                                                109.738       109.738       109.738       109.738       109.738        109.738
           Liabilitas keuangan lancar lainnya - utang lain-lain             47.243        54.734        47.900        51.073        86.694         56.423
           Liabilitas kontrak                                            1.508.620     1.533.036     1.593.340     2.153.808     2.104.866      1.631.994
           Beban masih harus dibayar                                       904.107       878.392       829.518       883.472     1.171.338        950.140
           Utang pajak                                                      19.258        53.500        20.587        31.920        26.765         24.578
           Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
             waktu satu tahun:
             Liabilitas sewa                                                 4.694        5.397         4.405         4.665          7.483         3.069
             Uang jaminan keanggotaan yang dapat dikembalikan               13.753       13.785        13.812        13.812         13.858        13.858
             Utang obligasi                                              2.197.554            -             -             -      5.583.447       149.712
             Utang bank                                                    136.349      132.540       102.983        74.791         96.888       104.580
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               5.503.271     3.296.584     3.054.936     3.469.212     9.295.121      3.129.355
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Pendapatan ditangguhkan                                          295.665     295.665       295.665       260.198      1.090.457      1.121.565
           Liabilitas pajak tangguhan - bersih                               81.692      81.782        83.443        76.125         75.099         74.043
           Liabilitas imbalan kerja karyawan                                 57.783      52.520        50.652        50.137         58.761         61.362
           Liabilitas jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang
             jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
             Liabilitas sewa                                                 6.043         5.758         5.032         3.237        6.684             656
             Utang obligasi                                              3.632.109     5.758.794     5.672.009     6.390.109            -       5.318.695
             Utang bank                                                     72.205        81.007       140.897       106.424      103.709         127.037
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              4.145.496     6.275.527     6.247.699     6.886.229     1.334.710      6.703.359
           JUMLAH LIABILITAS                                             9.648.768     9.572.111     9.302.635    10.355.441    10.629.831      9.832.714
           EKUITAS
           Modal saham                                                   2.330.845     2.330.845     2.330.845     2.330.845     2.330.845      2.330.845
           Saham treasuri                                                 (136.189)     (136.189)     (136.189)     (136.189)     (136.189)      (136.189)
           Tambahan modal disetor                                           28.757        28.757        28.757        28.757        28.757         28.757
           Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                  11.690        10.445        17.929         1.305         1.727         (2.513)
           Selisih nilai transaksi dengan non-pengendali                      (174)         (174)         (174)         (174)         (174)          (174)
           Rugi komprehensif lainnya dari asosiasi                               -             -             -             -          (111)            27
           Saldo laba                                                    1.638.428     1.883.509     1.984.365     1.959.552     1.995.353      3.761.194
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                       3.873.357     4.117.192     4.225.532     4.184.097     4.220.207      5.981.948
           Kepentingan non-pengendali                                         (753)         (366)            1             1             1              1
           JUMLAH EKUITAS                                                3.872.604     4.116.827     4.225.533     4.184.098     4.220.208      5.981.949
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                13.521.372    13.688.938    13.528.169    14.539.539    14.850.039     15.814.663




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 13.521,37 miliar, Rp 13.688,94 miliar, Rp 13.528,17 miliar,
           Rp 14.539,54 miliar, Rp 14.850,04 miliar, dan Rp 15.814,66 miliar.

           Pada tanggal 31 Agustus 2024, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 167,57 miliar atau setara dengan 1,22% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas serta persediaan masing-
           masing sebesar Rp 105,61 miliar dan Rp 106,37 miliar yang disertai dengan
           kenaikan uang muka pembelian tanah sebesar Rp 45,84 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 160,77 miliar atau setara dengan 1,19% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta persediaan masing-masing
           sebesar Rp 53,64 miliar dan Rp 397,39 miliar yang disertai penurunan tanah
           untuk pengembangan sebesar Rp 346,85 miliar.



                                                                       45
Page 47
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 1.011,37 miliar atau setara dengan 6,96% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas sebesar Rp 980,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 310,50 miliar atau setara dengan 2,09% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan investasi dan uang muka saham sebesar
           Rp 1.259,63 miliar yang disertai dengan kenaikan kas dan setara kas serta
           persediaan masing-masing sebesar Rp 897,25 miliar dan Rp 117,74 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 964,62 miliar atau setara dengan 6,10% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas serta goodwill masing-masing
           sebesar Rp 339,19 miliar dan Rp 570,35 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 9.648,77 miliar, Rp 9.572,11 miliar, Rp 9.302,64 miliar,
           Rp 10.355,44 miliar, Rp 10.629,83 miliar, dan Rp 9.832,71 miliar.

           Pada tanggal 31 Agustus 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 76,66 miliar atau setara dengan 0,80% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang obligasi sebesar Rp 70,87 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 269,48 miliar atau setara dengan 2,90% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan utang
           obligasi masing-masing sebesar Rp 150,00 miliar dan Rp 86,79 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 1.052,81 miliar atau setara dengan 10,17%
           dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021.
           Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan liabilitas kontrak dan utang
           obligasi masing-masing sebesar Rp 560,47 miliar dan Rp 718,10 miliar yang
           disertai dengan kenaikan utang bank jangka pendek sebesar Rp 200,00 miliar.




                                          46
Page 48
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 274,39 miliar atau setara dengan 2,58% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan beban masih harus dibayar dan
           pendapatan ditangguhkan masing-masing sebesar Rp 287,87 miliar dan
           Rp 830,26 miliar yang disertai dengan kenaikan utang obligasi sebesar
           Rp 806,66 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 797,12 miliar atau setara dengan 8,11% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas kontrak, beban masih harus
           dibayar, dan utang obligasi masing-masing sebesar Rp 472,87 miliar,
           Rp 221,20 miliar, dan Rp 115,04 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 3.872,60 miliar, Rp 4.116,83 miliar, Rp 4.225,53 miliar,
           Rp 4.184,10 miliar, Rp 4.220,21 miliar, dan Rp 5.981,95 miliar.

           Pada tanggal 31 Agustus 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 244,22 miliar atau setara dengan 5,93% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi bersih periode berjalan yang dibukukan oleh
           Perseroan sebesar Rp 245,47 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 108,71 miliar atau setara dengan 2,57% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh
           Perseroan sebesar Rp 104,84 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 41,44 miliar atau setara dengan 0,99% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
           dan laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan masing-masing
           sebesar Rp 16,62 miliar dan Rp 20,17 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 36,11 miliar atau setara dengan 0,86% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh
           Perseroan sebesar Rp 41,99 miliar.




                                        47
Page 49
           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 1.761,74 miliar atau setara dengan 29,45%
           dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019.
           Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang
           dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 1.763,88 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     31/08/24         31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                  Keterangan
                                                                    (8 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                                                    649.555      1.152.308     1.098.860     2.008.646       731.508      1.547.573
           Beban pokok pendapatan                                        381.852        614.509       535.870       656.038       370.328        634.533
           Laba bruto                                                     267.703       537.799       562.990     1.352.608        361.180       913.040
           Beban penjualan                                                (74.567)     (107.041)      (70.378)      (64.824)       (52.586)      (80.833)
           Beban umum dan administrasi                                   (263.465)     (431.101)     (446.164)     (396.530)      (424.448)     (510.746)
           Pendapatan operasi lainnya                                      64.815       254.853       871.517        87.412         73.709       490.811
           Beban operasi lainnya                                           (7.781)      (31.391)     (593.909)     (495.530)      (585.297)     (285.239)
           Penurunan nilai goodwill                                             -             -             -             -       (570.345)            -
           Beban pajak final                                              (14.401)      (25.933)      (26.681)      (24.776)       (15.279)      (41.642)
           Laba (rugi) usaha                                              (27.695)      197.186       297.374       458.359     (1.213.065)      485.391
           Bagian laba (rugi) usaha dari investasi pada saham                (799)       (5.164)       (2.735)       18.299         17.996       (15.107)
           Pendapatan keuangan                                             10.042        12.609        11.604        11.941         16.869        15.068
           Beban keuangan                                                (225.477)     (306.920)     (278.842)     (522.169)      (551.940)     (530.412)
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                         (243.930)     (102.289)       27.401       (33.570)    (1.730.140)      (45.061)
           Beban pajak penghasilan                                         (1.539)       (2.552)       (7.230)       (8.424)       (33.740)      (58.589)
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                     (245.468)     (104.841)       20.171       (41.994)    (1.763.880)     (103.649)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                             1.246        (6.366)       21.265         5.884          2.139        11.069
           Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan        (244.223)     (111.207)       41.436       (36.110)    (1.761.741)      (92.580)
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan yang dapat
             diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                       (245.081)     (101.974)       20.171       (41.994)    (1.763.880)     (103.649)
             Kepentingan non-pengendali                                      (388)       (2.867)            -             -              -             -




III.A.6    Pendapatan

           Pendapatan Perseroan untuk periode delapan bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Agustus 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 649,56 miliar, Rp 1.152,31 miliar, Rp 1.098,86 miliar,
           Rp 2.008,65 miliar, Rp 731,51 miliar, dan Rp 1.547,57 miliar.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 53,45 miliar atau setara
           dengan 4,86% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 909,79 miliar atau
           setara dengan 45,29% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.277,14 miliar atau
           setara dengan 174,59% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                                                    48
Page 50
           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 816,07 miliar atau
           setara dengan 52,73% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

III.A.7.   Laba (Rugi) Bersih Periode/Tahun Berjalan

           Rugi bersih Perseroan untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Agustus 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 245,47 miliar, Rp 104,84 miliar, Rp 41,99 miliar, Rp 1.763,88 miliar, dan
           Rp 103,65 miliar. Laba bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 20,17 miliar.

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 125,01 miliar atau setara
           dengan 619,77% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 62,17 miliar atau setara
           dengan 148,03% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 1.721,89 miliar atau
           setara dengan 97,62% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.660,23 miliar
           dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2019.




                                         49
Page 51
III.A.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                          31/08/24         31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                  Keterangan
                                                                         (8 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                      622.639      1.116.002       683.152     1.056.385      1.171.631     2.369.845
           Pembayaran untuk/kepada:
            Kontraktor, pemasok, pemilik tanah dan lainnya                    (249.107)     (490.295)     (675.273)     (450.994)      (591.801)    (1.079.795)
            Gaji dan tunjangan                                                (129.208)     (202.044)     (180.768)     (165.563)      (172.950)      (201.054)
            Beban usaha (di luar beban gaji dan tunjangan)                    (171.769)     (198.458)     (301.963)     (299.922)      (210.051)      (135.093)
           Arus kas diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi          72.554       225.207      (474.853)      139.907        196.829       953.903
           Pembayaran untuk beban keuangan                                    (108.744)     (119.429)      (45.808)      (31.564)      (284.397)     (501.147)
           Pembayaran untuk pajak final                                        (15.573)      (20.380)      (15.724)      (22.324)       (21.045)      (55.003)
           Penerimaan dari pendapatan keuangan                                   7.994         9.357         8.426         8.912         13.988        15.068
           Pembayaran pajak penghasilan badan                                   (3.873)      (10.563)       (7.212)       (8.463)       (32.452)      (62.511)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                                  (47.641)       84.193      (535.172)       86.468       (127.077)      350.309
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                                (13.369)      (93.607)      (14.604)       (9.048)       (30.516)      (90.513)
           (Kenaikan) penurunan dana yang dibatasi penggunaannya               (34.687)      (53.405)       59.209       (31.948)      (118.826)       25.844
           Penerimaan dari penjualan aset tetap                                     31         3.052           391         3.116          1.503           501
           Pemberian pinjaman kepada pihak berelasi                               (550)       (2.000)            -             -              -             -
           Perolehan aset-hak-guna usaha                                             -          (394)            -             -         (2.910)            -
           Penjualan investasi pada saham                                            -             -             -     1.000.000              -             -
           Penambahan investasi pada saham                                           -             -             -        (4.840)           (40)     (388.360)
           Kas Bersih (Digunakan untuk) Diperoleh dari
            Aktivitas Investasi                                                (48.575)     (146.354)       44.996       957.279       (150.789)     (452.528)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan utang bank                                                80.000       234.245       355.170       110.452         96.500       208.500
           Pembayaran utang bank                                               (85.087)     (114.997)      (92.570)      (99.560)      (128.045)      (94.637)
           Pembayaran liabilitas sewa                                           (3.347)       (5.061)       (6.215)       (7.505)        (7.412)       (4.946)
           Penambahan investasi dari kepentingan non-pengendali                      -         2.500             -             -              -             -
           Pembayaran utang obligasi                                                 -             -      (748.781)     (150.000)             -             -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                                 (8.434)      116.687      (492.395)     (146.613)       (38.957)      108.916
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                        (104.651)       54.526      (982.571)      897.134       (316.822)        6.698
           Dampak dari perubahan kurs mata uang asing                             (955)         (888)        2.378          112         (22.366)        (8.299)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                 185.364        131.727     1.111.920       214.675       553.863        555.465
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                 79.759        185.364       131.727     1.111.920       214.675        553.863




           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
           periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024 dan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2020
           masing-masing adalah sebesar Rp 47,64 miliar, Rp 535,17 miliar, dan
           Rp 127,08 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
           Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023,
           2021, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 84,19 miliar,
           Rp 86,47 miliar, dan Rp 350,31 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
           periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024 sebesar
           Rp 47,64 miliar terutama berasal dari pembayaran kepada kontraktor,
           pemasok, pemilik tanah dan lainnya, pembayaran untuk gaji dan tunjangan,
           pembayaran untuk beban usaha (di luar beban gaji dan tunjangan), serta
           pembayaran untuk beban keuangan masing-masing sebesar Rp 249,11 miliar,
           Rp 129,21 miliar, Rp 171,77 miliar, dan Rp 108,74 yang disertai dengan
           penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 622,64 miliar.




                                                                         50
Page 52
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 84,19 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 1.116,00 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada kontraktor,
pemasok, pemilik tanah dan lainnya, pembayaran untuk gaji dan tunjangan,
pembayaran untuk beban usaha (di luar beban gaji dan tunjangan), serta
pembayaran untuk beban keuangan masing-masing sebesar Rp 490,30 miliar,
Rp 202,04 miliar, Rp 198,46 miliar, dan Rp 119,43 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 535,17 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada kontraktor, pemasok, pemilik tanah
dan lainnya, pembayaran untuk gaji dan tunjangan, serta pembayaran untuk
beban usaha (di luar beban gaji dan tunjangan), masing-masing sebesar
Rp 675,27 miliar, Rp 180,77 miliar, dan Rp 301,96 yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 683,15 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 86,47 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 1.056,39 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada kontraktor,
pemasok, pemilik tanah dan lainnya, pembayaran untuk gaji dan tunjangan,
pembayaran untuk beban usaha (di luar beban gaji dan tunjangan), serta
pembayaran untuk beban keuangan masing-masing sebesar Rp 450,99 miliar,
Rp 165,56 miliar, Rp 299,92 miliar, dan Rp 31,56 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 127,08 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada kontraktor, pemasok, pemilik tanah
dan lainnya, pembayaran untuk gaji dan tunjangan, pembayaran untuk beban
usaha (di luar beban gaji dan tunjangan), serta pembayaran untuk beban
keuangan masing-masing sebesar Rp 591,80 miliar, Rp 172,95 miliar,
Rp 210,05 miliar, dan Rp 284,40 yang disertai dengan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp 1.171,63 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 350,31 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 2.369,85 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada kontraktor,
pemasok, pemilik tanah dan lainnya, pembayaran untuk gaji dan tunjangan,
pembayaran untuk beban usaha (di luar beban gaji dan tunjangan), serta
pembayaran       untuk    beban       keuangan      masing-masing      sebesar
Rp 1.079,80 miliar, Rp 201,05 miliar, Rp 135,09 miliar, dan Rp 501,15 miliar.




                               51
Page 53
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 48,58 miliar, Rp 146,35 miliar,
Rp 150,79 miliar, dan Rp 452,53 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 45,00 miliar
dan Rp 957,28 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024 sebesar
Rp 48,58 miliar terutama berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan dana
yang dibatasi penggunaannya masing-masing sebesar Rp 13,37 miliar dan
Rp 34,69 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 146,35 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan dana yang dibatasi
penggunaannya masing-masing sebesar Rp 93,61 miliar dan Rp 53,41 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 45,00 miliar
terutama berasal dari penurunan dana yang dibatasi penggunaannya sebesar
Rp 59,21 miliar yang disertai perolehan aset tetap sebesar Rp 14,60 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 957,28 miliar
terutama berasal dari penjualan investasi pada saham sebesar
Rp 1.000,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 150,79 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan dana yang dibatasi
penggunaannya masing-masing sebesar Rp 30,52 miliar dan Rp 118,83 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 452,53 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan investasi pada
saham masing-masing sebesar Rp 90,51 miliar dan Rp 388,36 miliar.




                               52
Page 54
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 8,43 miliar, Rp 492,40 miliar,
Rp 146,61 miliar, dan Rp 38,96 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2023 dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 116,69 miliar dan Rp 108,92 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024 sebesar
Rp 8,43 miliar terutama berasal dari pembayaran utang bank sebesar
Rp 85,09 miliar yang disertai dengan penerimaan utang bank sebesar
Rp 80,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 116,69 miliar
terutama berasal dari penerimaan utang bank sebesar Rp 234,25 miliar yang
disertai dengan pembayaran utang bank sebesar Rp 115,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 492,40 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang obligasi sebesar Rp 748,78 miliar
yang disertai dengan penerimaan utang bank sebesar Rp 355,17 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 146,61 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran utang obligasi
masing-masing sebesar Rp 99,56 miliar dan Rp 150,00 miliar yang disertai
dengan penerimaan utang bank sebesar Rp 110,45 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 38,96 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank sebesar Rp 128,05 miliar yang
disertai dengan penerimaan utang bank sebesar Rp 96,50 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 108,92 miliar
terutama berasal dari penerimaan utang bank sebesar Rp 208,50 miliar yang
disertai dengan pembayaran utang bank sebesar Rp 94,64 miliar.




                               53
Page 55
III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       31/08/24       31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20     31/12/19

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                          0,49         0,88        0,80        0,98        0,26         0,91
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                          0,07         0,08        0,08        0,14        0,05         0,10
            Ekuitas terhadap jumlah aset                    0,29         0,30        0,31        0,29        0,28         0,38
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset          0,71         0,70        0,69        0,71        0,72         0,62
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas              2,49         2,33        2,20        2,47        2,52         1,64
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba bruto                              41,21%      46,67%      51,23%      67,34%       49,37%      59,00%
            Marjin laba (rugi) usaha                       -4,26%      17,11%      27,06%      22,82%     -165,83%      31,36%
            Marjin laba (rugi) bersih                     -37,79%      -9,10%       1,84%      -2,09%     -241,13%      -6,70%
            Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset         -0,31%       1,44%       2,20%       3,15%       -8,17%       3,07%
            Imbal hasil aset                               -2,72%      -0,77%       0,15%      -0,29%      -11,88%      -0,66%
            Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas             -1,07%       4,79%       7,04%      10,95%      -28,74%       8,11%
            Imbal hasil ekuitas                            -9,51%      -2,55%       0,48%      -1,00%      -41,80%      -1,73%




III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada tanggal-
            tanggal 31 Agustus 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019,
            rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,07; 0,08; 0,08; 0,14;
            0,05; dan 0,10.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Agustus 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio
            ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,29; 0,30; 0,31; 0,29;
            0,28; dan 0,38.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
            dan 2019, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
            0,71; 0,70; 0,69; 0,71; 0,72; dan 0,62, sedangkan rasio jumlah liabilitas
            terhadap ekuitas masing-masing adalah 2,49; 2,33; 2,20; 2,47; 2,52; dan 1,64.




                                                     54
Page 56
III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar 0,15%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar
            0,48%.

III.B.      Analisis atas Laporan Proforma

            Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
            dan Setelah Rencana Transaksi.

            Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
            keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
            yang disusun oleh manajemen Perseroan.

            Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Agustus 2024:

                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                       Setelah
                                 Keterangan            31/08/24      Penyesuaian     Rencana
                                                                                     Transaksi
            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan setara kas                              79.759             -            79.759
            Piutang usaha - pihak ketiga                   100.143             -           100.143
            Piutang lain-lain
              Pihak ketiga                                   4.733             -             4.733
              Pihak berelasi                                 2.784             -             2.784
            Persediaan                                   2.339.270             -         2.339.270
            Pajak dibayar di muka                           68.402             -            68.402
            Beban dibayar di muka dan uang muka             98.494             -            98.494
            Jumlah Aset Lancar                           2.693.584             -         2.693.584
            ASET TIDAK LANCAR
            Dana yang dibatasi penggunaannya               476.056             -           476.056
            Investasi dan uang muka saham                  541.399             -           541.399
            Tanah untuk pengembangan                     6.274.251             -         6.274.251
            Uang muka pembelian tanah                    1.642.813             -         1.642.813
            Aset tetap - bersih                          1.271.395             -         1.271.395
            Aset hak guna – bersih                          14.136             -            14.136
            Goodwill                                       570.692             -           570.692
            Aset pajak tangguhan – bersih                    8.089             -             8.089
            Aset tidak lancar lainnya                       28.957             -            28.957
            Jumlah Aset Tidak Lancar                    10.827.788             -        10.827.788
            JUMLAH ASET                                 13.521.372             -        13.521.372




                                                  55
Page 57
                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                 Setelah
                       Keterangan                             31/08/24       Penyesuaian       Rencana
                                                                                               Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          380.000          (30.000)          350.000
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                    181.954                  -         181.954
  Pihak berelasi                                                  109.738                  -         109.738
Liabilitas keuangan lancar lainnya -
  Utang lain-lain - Pihak ketiga                                   47.243                  -          47.243
Liabilitas kontrak - Pihak ketiga                               1.508.620                  -       1.508.620
Beban masih harus dibayar                                         904.107                  -         904.107
Utang pajak                                                        19.258                  -          19.258
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                   4.694                -             4.694
  Uang jaminan keanggotaan yang dapat dikembalikan                 13.753                -            13.753
  Utang obligasi                                                2.197.554       (1.912.454)          285.100
  Utang bank                                                      136.349          915.010         1.051.360
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 5.503.271       (1.027.444)        4.475.827
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pendapatan ditangguhkan                                           295.665                  -         295.665
Liabilitas pajak tangguhan – bersih                                81.692                  -          81.692
Liabilitas imbalan kerja karyawan                                  57.783                  -          57.783
Liabilitas jangka panjang – setelah
  dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                   6.043                  -           6.043
  Utang obligasi                                                3.632.109                  -       3.632.109
  Utang bank                                                       72.205                  -          72.205
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                4.145.496                  -       4.145.496
JUMLAH LIABILITAS                                               9.648.768       (1.027.444)        8.621.323
EKUITAS
Modal saham                                                     2.330.845                -         2.330.845
Saham tresuri                                                    (136.189)               -          (136.189)
Tambahan modal disetor                                             28.757                -            28.757
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                    11.690                -            11.690
Selisih nilai transaksi dengan non-pengendali                        (174)               -              (174)
Saldo laba                                                      1.638.428        1.027.444         2.665.872
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                         3.873.357        1.027.444         4.900.801
Kepentingan non-pengendali                                           (753)               -              (753)
JUMLAH EKUITAS                                                  3.872.604        1.027.444         4.900.048
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  13.521.372                  -      13.521.372




                                                56
Page 58
                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                            Setelah
                                Keterangan                               31/08/24       Penyesuaian       Rencana
                                                                                                          Transaksi
         Pendapatan                                                          649.555                  -         649.555
         Beban pokok pendapatan                                              381.852                  -         381.852
         Laba bruto                                                          267.703                -           267.703
         Beban penjualan                                                     (74.567)               -           (74.567)
         Beban umum dan administrasi                                        (263.465)               -          (263.465)
         Pendapatan operasi lainnya                                           64.815        1.173.552         1.238.366
         Beban operasi lainnya                                                (7.781)        (144.104)         (151.885)
         Beban pajak final                                                   (14.401)               -           (14.401)
         Rugi usaha                                                          (27.695)       1.029.447         1.001.752
         Bagian laba usaha dari investasi pada saham                            (799)               -              (799)
         Pendapatan keuangan                                                  10.042                -            10.042
         Beban keuangan                                                     (225.477)          (2.003)         (227.480)
         Rugi sebelum pajak penghasilan                                     (243.930)       1.027.444           783.514
         Beban pajak penghasilan - bersih                                     (1.539)               -            (1.539)
         Rugi bersih periode berjalan                                       (245.468)       1.027.444           781.976
         Pendapatan komprehensif lainnya                                       1.246                -             1.246
         Jumlah (rugi) laba komprehensif periode berjalan                   (244.223)       1.027.444           783.222
         Rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
          Pemilik entitas induk                                             (245.081)       1.027.444           782.363
          Kepentingan non-pengendali                                            (388)                              (388)



III.C.   Analisis Inkremental

         Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
         melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
         sebagai berikut:

         •   Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
             yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
             Perseroan;
         •   Biaya atau pendapatan yang relevan;
         •   Informasi non-keuangan yang relevan; dan
         •   Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                                         57
Page 59
III.C.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, bilamana
           Perseroan tidak melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mengalami potensi
           gagal bayar (event of default) yang berpotensi memberikan dampak pada
           kelangsungan usaha Perseroan dan entitas anak Perseroan serta berpotensi
           dipailitkan oleh pemegang Notes 2021 dan Notes 2024 melalui lembaga
           keuangan yang mungkin dapat berdampak pada penguasaan aset Perseroan
           dan entitas anak Perseroan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi
           kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.

           Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
           melakukan pembayaran sebagian Notes 2024 dan Notes 2027 sehingga
           Perseroan dapat menghindari potensi gagal bayar (event of default) dan
           menghindari dampak bagi kredibilitas dan kelangsungan usaha Perseroan dan
           entitas anak Perseroan serta dampak lainnya yang dapat mempengaruhi
           kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah
           Rencana Transaksi untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025 – 2029:
                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
                                  Keterangan
                                                (4 bulan)      (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)
           Pendapatan                                904.997    2.341.124     1.756.120     1.984.830     2.020.067     1.326.365
           Beban pokok pendapatan                    304.307    1.096.262       616.809       642.789     1.001.745       551.614
           Laba bruto                                600.689    1.244.861     1.139.311     1.342.040     1.018.322       774.751
           Beban usaha                               225.714      715.956       631.789       798.842       708.059       714.927
           Laba usaha                                374.976      528.905       507.522       543.198       310.263        59.824
           Pendapatan (beban) lain-lain              895.966      678.863      (286.383)    1.087.474       489.096       686.893
           Laba sebelum pajak penghasilan        1.270.942      1.207.768       221.139     1.630.672       799.358       746.717
           Beban pajak penghasilan - bersih        (21.930)       (94.947)      (37.003)     (119.696)      (41.765)      (22.472)
           Laba bersih periode/tahun berjalan    1.249.012      1.112.821       184.136     1.510.976       757.594       724.245




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
           periode/tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
           adalah sebesar Rp 10,33 triliun dan Rp 5,54 triliun.

III.C.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
           Kewajaran.




                                                58
Page 60
III.C.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.C.3.a.   Produk yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan meliputi antara lain, pembangunan
             perumahan, investasi yang berkaitan dengan properti, sarana dan prasarana,
             pembangunan kawasan industri dan pergudangan, apartemen, perhotelan,
             perkantoran, pusat perbelanjaan serta jasa dan pengelolaan lapangan golf,
             kontraktor umum, pemasangan komponen bangunan berat, konstruksi besi dan
             baja, pembangunan konstruksi gedung, jembatan jalan, bandara-dermaga,
             pemasangan instalasi-instalasi dan pengembangan wilayah pemukiman.

             Kegiatan usaha penunjang Perseroan antara lain perdagangan yang meliputi
             impor dan ekspor, perdagangan besar lokal, distributor, agen dan sebagai
             perwakilan dari badan-badan perusahaan-perusahaan dan perdagangan yang
             berhubungan dengan usaha real estat dan properti serta jasa penyewaan,
             pengelolaan properti dan sarana penunjang konstruksi Perseroan. Pada saat
             ini, kegiatan yang sudah dijalankan oleh Perseroan berupa pengembangan
             kawasan industri dan penjualan real estat dan apartemen serta pengelolaan
             lapangan golf dan restoran club house, perhotelan dan jasa penyewaan
             properti. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan
             November 1989.

             Perseroan menawarkan produk-produk yang secara garis besar dikelompokkan
             dalam 4 lini usaha yaitu township development, residential development,
             industrial estate development, serta hospitality and commercial, dengan rincian
             proyek yang dijalankan Perseroan dan entitas anak Perseroan sebagai berikut:

             Township Development

             •   Jakarta Garden City, yang terletak di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

             •   Kota Modern, di kawasan di kota Tangerang.

             •   Modernland Cilejit, di daerah Tangerang.

             •   Modern Bekasi Residential dan Industrial Park yang mengembangkan
                 kawasan industri dan pembangunan perumahan di wilayah Bekasi Utara.

             Residential Development

             •   PT Lotte Land Modern Realty yang mengembangkan proyek mixed-use di
                 Jakarta Garden City.

             •   Modernhill, yang terletak di Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang,
                 Tangerang Selatan.




                                            59
Page 61
             •   Modernpark, yang terletak di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur.

             •   Affordable Housing, yang merupakan proyek dalam pengembangan yang
                 terletak di daerah Cikande dan Sukabumi.

             •   Vasaka City, kawasan perumahan di Bekasi.

             Industrial Estate Development

             •   ModernCikande Industrial Estate, yang terletak di kawasan Cikande,
                 Serang, Banten.

             •   Modern Halal Valley, yang terletak di kawasan Cikande, Serang, Banten.

             Hospitality and Commercial

             •   Novotel Gajah Mada, yang berlokasi di Green Central City.

             •   Modern Golf dan Country Club, yang berlokasi di Kota Modern.

             •   Hotel Swiss-Belinn ModernCikande, yang berlokasi di kawasan Cikande,
                 Serang, Banten.

             •   PT Modern Panel Indonesia, melalui produksi material lansiran bangunan
                 untuk panel dinding, plat lantai, tangga, precast concrete, dan panel EPS
                 dengan merek dagang Mpanel.

III.C.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki beberapa proyek
             di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Serang, dengan pasar geografis Perseroan
             adalah seluruh wilayah Jakarta, Tangerang, dan Serang.

III.C.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha Perseroan adalah
             sebagai berikut:

             •   PT Agung Sedayu Group;
             •   PT Nusa Kirana Real Estate;
             •   PT Hasana Damai Putra; dan
             •   PT Summarecon Agung Tbk.




                                            60
Page 62
III.C.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             Perseroan adalah sebagai berikut:

             •   Pada segmen residential, Perseroan akan melanjutkan peluncuran cluster-
                 cluster yang telah diperkenalkan di tahun 2024, mengedepankan desain
                 dan konsep yang menarik dan berbeda dari pesaing disekitar proyek
                 Perseroan. Selain itu, Perseroan juga akan mempercepat groundbreaking
                 dan pembangunan proyek yang diluncurkan, serta mempercepat proses
                 serah terima unit untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

             •   Pada segmen industrial estate development, Perseroan aktif berkomunikasi
                 dengan potensial investor untuk melihat peluang-peluang lahan industri
                 yang dapat dikembangkan bersama.

             •   Pada segmen hospitality and commercial, Perseroan senantiasa
                 memaksimalkan recurring income dari Novotel Hotel Gajah Mada, Swiss-
                 Belinn Cikande Serang, dan Modern Golf & Country Club Kota Modern
                 Tangerang.

III.C.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
             proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
             atas Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur
             Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana
             atas Rencana Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis
             internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan
             demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh
             perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
             memperhatikan alternatif lain.




                                           61
Page 63
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan FA, tingkat bunga atas Rencana Pinjaman adalah sebesar
         11,00% dan redemption premium rate sebesar 6,00%. Kami melakukan
         analisis perbandingan terhadap fasilitas pinjaman beberapa perusahaan
         lainnya. Berikut adalah keterangan mengenai tingkat bunga atas fasilitas
         pinjaman:
                                                                                 Jumlah Pinjaman                          Tanggal Jatuh
          No.                           Nama Perusahaan                                                Bunga/ Yield
                                                                                (Dalam ribuan USD)                           Tempo
              1   PT Buana Lintas Lautan Tbk
                   PT Bank Sinarmas Tbk                                                     49.932              12,00%      13-Feb-25
              2   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
                   Obligasi                                                                508.310              14,40%      28-Des-31
              3   Lions Gate Capital Holdings LLC
                    Obligasi                                                              1.000.000             15,77%      15-Apr-29
              4   Staples Inc
                    Obligasi                                                               826.091              19,82%      15-Jan-30
              5   PT Visi Media Asia Tbk
                   Senior Syndicated Facility                                              230.000     10%-11% + LIBOR       3 tahun
              6   Perseroan
                   Financial institutions to be arranged by PT UOB Kay Hian *              150.000        6,00%+10,00%       3 tahun
              7   Perseroan
                   Jefferies International Limited *                                       250.000    8,00-12,00%+8,00%      1 tahun

              8   Perseroan
                   Standard Chartered Bank *                                               100.000              18,00%       3 tahun
              9   Confidential Entities                                                    150.000        12,00%+6,50%       3 tahun
             10   Urban One Inc.
                    Obligasi                                                               825.000              18,47%      01-Feb-28

          *) Penawaran kepada Perseroan



         Berdasarkan data sebagaimana diuraikan di atas, tingkat bunga atas
         pinjaman yang dikenakan berkisar antara 12,00% per tahun sampai dengan
         20,00% per tahun. Dengan demikian, tingkat bunga atas Rencana
         Pinjaman adalah sebesar 11,00% dan redemption premium rate sebesar
         6,00% masih berada di kisaran tingkat suku bunga pinjaman sejenis yang
         ada di perusahaan perusahaan publik di atas.

      2. Dalam rangka mendukung Rencana Pinjaman tersebut, Perseroan
         merencanakan memberikan jaminan antara lain aset Perseroan, MSS, dan
         MSM, termasuk jaminan gadai saham MSS dan MSM yang dimiliki
         Perseroan serta jaminan perusahaan dari MSS dan MSM, yang merupakan
         salah satu persyaratan dan kondisi Rencana Restukturisasi Notes.

      3. Berdasarkan FA, nilai penjaminan seluruh jaminan aset sampai dengan
         USD 110,00 juta atau setara dengan 183,33% dari fasilitas pinjaman. Kami
         melakukan analisis perbandingan jaminan terhadap fasilitas pinjaman
         sejenis dari kreditur lainnya, dimana jaminan aset yang diberikan berkisar
         antara 120,00% - 250,00%. Dengan demikian, nilai jaminan atas Rencana
         Pemberian Pinjaman masih berada di kisaran nilai jaminan atas pinjaman
         sejenis.




                                                               62
Page 64
4. Berdasarkan proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang
   disusun oleh manajemen Perseroan, saldo kas dan setara kas Perseroan
   per tanggal 31 Desember 2024 – 2029 adalah sebagai berikut:
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                          Keterangan
                                                               (4 bulan)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)     (1 tahun)
   Kas dan setara kas pada awal periode/tahun                      79.759        66.233       141.126      1.394.533       323.095       855.397
   Kenaikan (penurunan) bersih dalam kas dan setara kas          (878.380)    1.120.436     1.253.407     (2.227.113)      532.302       528.838
   Penerimaan pinjaman                                            924.540             -             -      1.155.675             -             -
   Pembayaran pinjaman                                            (35.046)     (889.494)            -              -             -             -
   Pembayaran bunga pinjaman                                      (24.640)     (156.050)            -              -             -             -
   Kas dan setara kas pada akhir periode/tahun                     66.233       141.126     1.394.533       323.095        855.397     1.384.235




   Berdasarkan FA, pinjaman akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2027.
   Berdasarkan proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan
   tersebut di atas, Perseroan diperkirakan memiliki kemampuan untuk
   melakukan pelunasan fasilitas pinjaman tersebut lebih awal kepada BCIC
   dan ERL.

5. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
   bilamana Perseroan tidak melakukan Rencana Transaksi, Perseroan
   mengalami potensi gagal bayar (event of default) yang berpotensi
   memberikan dampak pada kelangsungan usaha Perseroan dan entitas
   anak Perseroan serta berpotensi dipailitkan oleh pemegang Notes 2021
   dan Notes 2024 melalui lembaga keuangan yang mungkin dapat
   berdampak pada penguasaan aset Perseroan dan entitas anak Perseroan
   yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang
   saham Perseroan.

   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
   dapat melakukan pembayaran sebagian Notes 2024 dan Notes 2027
   sehingga Perseroan dapat menghindari potensi gagal bayar (event of
   default) dan menghindari dampak bagi kredibilitas dan kelangsungan usaha
   Perseroan dan entitas anak Perseroan serta dampak lainnya yang dapat
   mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.

   Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan setelah
   Rencana Transaksi untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2029:
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                          Keterangan
                                                               (4 bulan)     (1 tahun)     (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)     (1 tahun)
   Pendapatan                                                     904.997     2.341.124     1.756.120     1.984.830      2.020.067     1.326.365
   Beban pokok pendapatan                                         304.307     1.096.262       616.809       642.789      1.001.745       551.614
   Laba bruto                                                     600.689     1.244.861     1.139.311     1.342.040      1.018.322       774.751
   Beban usaha                                                    225.714       715.956       631.789       798.842        708.059       714.927
   Laba usaha                                                     374.976       528.905       507.522       543.198        310.263        59.824
   Pendapatan (beban) lain-lain                                   895.966       678.863      (286.383)    1.087.474        489.096       686.893
   Laba sebelum pajak penghasilan                               1.270.942     1.207.768       221.139     1.630.672        799.358       746.717
   Beban pajak penghasilan - bersih                               (21.930)      (94.947)      (37.003)     (119.696)       (41.765)      (22.472)
   Laba bersih periode/tahun berjalan                           1.249.012     1.112.821       184.136     1.510.976        757.594       724.245




                                                          63
Page 65
   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
   periode/tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-
   masing adalah sebesar Rp 10,33 triliun dan Rp 5,54 triliun.

6. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan setelah Rencana Transaksi untuk periode empat
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 adalah sebesar
   Rp 4,28 triliun. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto
   sebesar 10,30%, yang merupakan biaya modal kapital Perseroan, yang
   ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:

   WACC           =       (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

   Dimana:

   ke    =       Biaya modal ekuitas/saham biasa
   kd    =       Biaya modal utang
   We    =       Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
   Wd    =       Bobot utang dalam struktur kapital
   t     =       Pajak penghasilan perusahaan

   Biaya Modal untuk Ekuitas

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   dimana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Agustus 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
   Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
   waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,68%, yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                  64
Page 66
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,45%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang diterbitkan pada
bulan Juli 2024.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2023 sebesar 0,34 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL   =   βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 248,91% untuk
memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan
sesuai dengan tarif pajak final yang berlaku umum di Indonesia. Dengan
demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 1,20 untuk tahun
2024 – 2029 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

βL   =   0,34 x (1 + (1 – 0,00%) x 248,91%) = 1,20

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,79% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke   =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
     =      6,68% + ( 1,20 x 6,45% ) – 1,79%
     =      12,63%

Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flows to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan
adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal,
baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang)
maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).




                            65
Page 67
   Dalam perhitungan ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah
   suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku
   bunga kredit investasi bank persero untuk bulan Agustus 2024 yang
   dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 9,36%.

   Weighted Average Cost of Capital

   Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
   ekuitas sebesar 28,66% dan bobot utang sebesar 71,34%, yang diolah dari
   data DER Perseroan serta menggunakan tarif pajak penghasilan final,
   maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai berikut:

   WACC                      =           (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                             =           (12,63% x 28,66%) + (9,36% x [1 – 0,00%] x 71,34%)
                             =           10,30%

   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode berjalan Perseroan
   untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
   dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 –
   2029 adalah sebagai berikut:
                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                           Keterangan                 31/12/24     31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28      31/12/29
                                                      (4 bulan)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
    Laba bersih periode/tahun berjalan                 1.249.012    1.112.821      184.136    1.510.976      757.594        724.245
    Faktor diskonto                                       0,9522       0,8633       0,7827       0,7096       0,6434         0,5833
    Nilai kini                                         1.189.309      960.699      144.123    1.072.188      487.436        422.452
    Jumlah nilai kini                                  4.276.207




7. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Rencana Transaksi untuk periode delapan bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Agustus 2024 yang disusun oleh manajemen Perseroan,
   setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   meningkatkan rasio likuiditas Perseroan dari 0,49 menjadi 0,60 yang
   diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
   dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

8. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Rencana Transaksi untuk periode delapan bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Agustus 2024 yang disusun oleh manajemen Perseroan,
   setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   menurunkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas (debt to equity ratio)
   Perseroan dari 249,15% menjadi 175,94% yang diharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
   nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                                 66
Page 68
9. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Rencana Transaksi untuk periode delapan bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Agustus 2024 yang disusun oleh manajemen Perseroan,,
   setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   meningkatkan laba periode berjalan Perseroan untuk periode delapan bulan
   yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024 dari rugi bersih periode
   berjalan sebesar Rp 245,47 miliar menjadi laba bersih periode berjalan
   sebesar Rp 781,98 miliar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
   keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang dan
   memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

10. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
    tanggal 30 April 2024, saldo Notes 2027 dan PIK Notes 2024 masing-
    masing adalah sebesar USD 213,94 juta dan USD 15,64 juta. Sedangkan,
    pada tanggal 30 Juni 2024, saldo Notes 2025 dan PIK Notes 2021 masing-
    masing adalah sebesar USD 130,73 juta dan USD 10,31 juta.

   Pertumbuhan perekonomian global yang melambat serta ketidakpastian
   akibat berbagai konflik geopolitik di Eropa dan Timur Tengah, telah
   mempengaruhi ketidakpastian prospek sektor properti global yang
   berdampak pada seluruh perekonomian, sehingga menurunkan investasi di
   berbagai sektor. Korporasi properti swasta diperkirakan masih akan
   menghadapi tekanan akibat keterbatasan sumber keuangan dan akses
   pendanaan sehingga penjualan properti diperkirakan masih akan
   mengalami kontraksi.

11. Di tengah ketidakpastian industri properti, dalam rangka penyelesaian
    Notes 2025, PIK Notes 2021, Notes 2027, PIK Notes 2024 Perseroan
    diwajibkan untuk melakukan penjualan aset pada atau sebelum tanggal
    31 Desember 2024. Perseroan juga telah mengupayakan alternatif
    pendanaan lainnya melalui pinjaman, namun masih belum menunjukkan
    hasil, antara lain dengan pertimbangan ketidakpastian prospek industri
    properti di Indonesia. Kegagalan Perseroan dalam menjual aset tersebut
    merupakan event of default yang dapat memberikan dampak bagi
    kredibilitas dan kelangsungan usaha Perseroan dan entitas anak Perseroan
    serta proses hukum lainnya yang mungkin dapat berdampak pada
    penguasaan aset Perseroan dan entitas anak Perseroan yang pada
    akhirnya dapat mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham
    Perseroan. Dengan demikian, Perseroan melakukan Rencana Transaksi.

12. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
    dapat melakukan pembayaran sebagian Notes 2024 dan Notes 2027
    sehingga Perseroan dapat menghindari potensi gagal bayar (event of
    default) dan menghindari dampak bagi kredibilitas dan kelangsungan usaha
    Perseroan dan entitas anak Perseroan serta dampak lainnya yang dapat
    mempengaruhi kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.




                              67
Page 69
             13. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
                 sehubungan dengan Notes 2024 dan Notes 2027, terdapat kewajiban
                 pemberian jaminan, antara lain jaminan perusahaan (corporate guarantee)
                 dan jaminan aset yang dimiliki dari Perseroan dan entitas anak Perseroan,
                 serta terdapat pembatasan, termasuk pembatasan penjualan aset. Setelah
                 Rencana Transaksi menjadi efektif, setelah melakukan pembayaran
                 sebagian Notes 2024 dan Notes 2027, Perseroan dapat memperoleh
                 pembebasan atas sebagian pembatasan sehingga Perseroan dapat
                 mengimplementasikan strategi dan rencana Perseroan yang diharapkan
                 dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
                 yang akan datang.

             14. Perseroan juga memiliki risiko untuk dipailitkan oleh pemegang Notes 2025
                 melalui lembaga keuangan, bilamana tidak dapat memenuhi kewajiban
                 pembayaran Notes 2025 dan PIK Notes 2021. Kepailitan dapat memiliki
                 dampak bagi kelangsungan usaha (going concern) Perseroan termasuk
                 memberikan dampak bagi seluruh pemegang saham Perseroan. Namun
                 demikian, penyelesaian restukturisasi Notes 2025 dan PIK Notes 2021
                 dengan dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi diharapkan dapat
                 memitigasi risiko kepailitan tersebut.

             15. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan juga berpotensi
                 mengurangi utang obligasi dan menerbitkan notes baru (exchange offer)
                 dengan jangka waktu pinjaman yang lebih panjang sekaligus memperoleh
                 fleksibilitas dari perubahan beberapa klausul dalam indenture.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.


DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.




                                            68
Page 70
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Andi Wijaya
Rekan

Izin Penilai     : B-1.13.00382
STTD             : STTD.PB-02/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 08-S-02223




                                            69
Page 71
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           70
Page 72
                                                                                                                          Lampiran B
PT Modernland Realty Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                       31/12/24          31/12/25     31/12/26        31/12/27      31/12/28       31/12/29
                       Keterangan
                                                       (4 bulan)        (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)     (1 tahun)      (1 tahun)
Pendapatan                                                 904.997       2.341.124     1.756.120      1.984.830     2.020.067      1.326.365
Beban pokok pendapatan                                     304.307       1.096.262       616.809        642.789     1.001.745        551.614
Laba bruto                                                 600.689       1.244.861     1.139.311      1.342.040     1.018.322        774.751
Beban usaha                                                225.714         715.956       631.789        798.842       708.059        714.927
Laba usaha                                                 374.976         528.905        507.522       543.198       310.263         59.824
Pendapatan (beban) lain-lain                               895.966         678.863       (286.383)    1.087.474       489.096        686.893
Laba sebelum pajak penghasilan                           1.270.942       1.207.768       221.139      1.630.672       799.358        746.717
Beban pajak penghasilan - bersih                           (21.930)        (94.947)      (37.003)      (119.696)      (41.765)       (22.472)
Laba bersih periode/tahun berjalan                       1.249.012       1.112.821       184.136      1.510.976       757.594        724.245




                                                                   71
Page 73
                                                                                                                       Lampiran C
PT Modernland Realty Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
  dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Proyeksi
                       Keterangan                        31/12/24         31/12/25     31/12/26    31/12/27      31/12/28      31/12/29
                                                         (4 bulan)        (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)    (1 tahun)     (1 tahun)
Laba bersih periode/tahun berjalan                         1.249.012       1.112.821      184.136    1.510.976      757.594        724.245
Faktor diskonto                                               0,9522          0,8633       0,7827       0,7096       0,6434         0,5833
Nilai kini                                                 1.189.309         960.699      144.123    1.072.188      487.436        422.452
Jumlah nilai kini                                          4.276.207




                                                                     72
Page 74
                                                                              Lampiran D

                                    Analisis Perjanjian

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

Pada tanggal 31 Oktober 2024, Perseroan, MSS, MSM, BPP, BCIC, dan ERL telah
menandatangani FA sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan
penting dalam FA adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan FA adalah Perseroan, MSS, MSM, BPP,
    BCIC, ERL, Madison Trust Pacific Limited.

•   Objek dan Nilai Rencana Transaksi

    Objek transaksi berdasarkan FA adalah sebagai berikut:

    •   Rencana Perseroan rencana Perseroan untuk melakukan pinjaman dari BCIC dan
        ERL dengan jumlah keseluruhan sebesar USD 60,00 juta, dengan bunga sebesar
        11,00% dan redemption premium rate sebesar 6,00%, yang akan jatuh tempo pada
        tanggal 31 Januari 2027 sehubungan dengan Rencana Pinjaman. Pinjaman ini dapat
        dicairkan setelah persyaratan pendahuluan untuk pencairan telah terpenuhi.

    •   Dalam rangka mendukung Rencana Pinjaman, Perseroan merencanakan untuk
        memberikan jaminan antara lain aset Perseroan, MSS, MSM, dan BPP termasuk
        jaminan gadai saham MSS, MSM, BPP yang dimiliki Perseroan serta jaminan
        perusahaan dari MSS, MSM, dan BPP sehubungan dengan Rencana Pemberian
        Jaminan.

•   Jatuh Tempo Pembayaran

    Berdasarkan FA, Perseroan wajib melakukan pembayaran pinjaman dengan rincian
    sebagai berikut:

    -   10,00% atas pinjaman wajib dibayarkan 12 bulan setelah penarikan fasilitas
        pinjaman.

    -   15,00% atas pinjaman wajib dibayarkan 24 bulan setelah penarikan fasilitas
        pinjaman.

    -   75,00% atas pinjaman wajib dibayarkan pada tanggal 31 Januari 2027 atau
        perpanjangannya paling lama 24 bulan setelah 31 Januari 2027.




                                            73
Page 75
•   Jaminan

    Berdasarkan FA, fasilitas pinjaman dijamin dengan jaminan fidusia, gadai saham, gadai
    rekening dan Hak Tanggung atas sejumlah tanah dan/atau bangunan milik Perseroan,
    MSS, MSM dan/atau BPP. Selain itu, Fasilitas juga dijamin dengan beberapa jaminan
    perorangan dan jaminan perusahaan dari pihak pemberi jaminan aset.

    Berdasarkan FA,      nilai   penjaminan    seluruh   jaminan   aset   sampai   dengan
    USD 110,00 juta.

•   Hal yang Dilarang

    Berdasarkan FA, hal yang dilarang yang dapat menyebabkan wanprestasi, antara lain:

    -   Pembayaran kembali tidak tepat waktu;
    -   Terdapat pernyataan dan jaminan yang tidak akurat dan tidak sesuai dengan
        keadaan sebenarnya;
    -   Terjadinya wanprestasi atas perjanjian dengan pihak ketiga lainnya;
    -   Terjadinya keadaan pailit atau insolvensi;
    -   Terdapatnya sengketa yang bersifat material; dan
    -   Pelanggaran ketentuan lain di dalam FA.




                                              74

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.95 MB
Published4 Nov 2024
Pages75
Characters201,388
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 82 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MODERNLAND REALTY Tbk p.2 ×17
linked org Bank Jtrust Indonesia Tbk p.2 ×5
linked person Luntungan Honoris p.14
linked person Edwyn Lim p.14
linked person Nita Tanawidjaja p.14
linked person William Honoris p.14 ×3
linked person Dharma Mitra p.14
linked person Fetrizal Bobby p.14 ×2
linked person Pascall Wilson p.14
linked person Ritsuo Fukadai p.22
linked person Felix Istyono Hartadi Tiono p.22
linked person Helmi Arief Hidayat p.22
linked org Global House p.29
linked org Summarecon Agung Tbk. p.61 ×2
linked org Buana Lintas Lautan Tbk p.63 ×2
linked org Garuda Indonesia (Persero) Tbk p.63 ×2
linked org Visi Media Asia Tbk p.63 ×2
linked — Standard Chartered p.63
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.13 ×6
possible org Panin Sekuritas Tbk p.14 ×2
possible person Iwan Nataliputra p.22
possible person R. Djoko Prayitno p.22
possible — Central Business p.35
possible person Agung Sedayu p.61
possible org Bank Sinarmas Tbk p.63 ×2
possible org PT UOB Kay Hian p.63
possible person Andi Wijaya · Rekan p.70
unresolved org PT Mitra Sindo Sukses p.2
unresolved org PT Mitra Sindo Makmur p.2
unresolved org PT Bumi Perkasa Permai p.2
unresolved org Eight Rubies Limited p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org ModernLand Overseas Pte. Ltd. p.3
unresolved org Singapore Exchange Securities Trading Limited p.3
unresolved org JGC Ventures Pte. Ltd. p.4
unresolved org Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.6
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×5
unresolved org TSFBR p.8 ×9
unresolved person Audrey Tedja · Notaris p.9 ×5
unresolved person R.M. Indiarto Budioso · Notaris p.9 ×7
unresolved person Akta Notaris Hendra Karyadi p.13 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.13 ×3
unresolved person Akta Notaris Wahyu Nurani p.13 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×6
unresolved org AA Land Pte Ltd. p.14
unresolved org PT Honoris Corporindo Pratama p.14
unresolved org Woodside Global Venture Inc p.14
unresolved org PT Mitra Sindo Sukses Dalam Rencana Transaksi p.17
unresolved person Mala Mukti S.H. · Notaris p.17 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17 ×3
unresolved org PT Modern Mitrakarya Serasi p.18 ×2
unresolved org PT Mitra Sindo Makmur Dalam Rencana Transaksi p.18
unresolved org PT Bumi Perkasa Permai Dalam Rencana Transaksi p.20
unresolved person Akta Notaris Misahardi Wilamarta p.20
unresolved person Linaswati · Notaris p.20
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik p.20
unresolved org PT Bintang Sukes Pratama p.20
unresolved org PT Bank Century Intervest Corporation p.21
unresolved person Lina Laksmiwardhani p.21
unresolved person Lukman Kirana p.21
unresolved org Menteri Kehakiman Republik p.21
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.21
unresolved org A JTrust Co., Ltd. p.22
unresolved org PT JTrust Investments Indonesia p.22 ×2
unresolved org B JTrust Co., Ltd. p.22
unresolved org C JTrust Co., Ltd. p.22
unresolved org Madison Trust Pacific Limited p.23 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.36
unresolved org Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia p.38
unresolved org PT Lotte Land Modern Realty p.60
unresolved org PT Modern Panel Indonesia p.61
unresolved org PT Agung Sedayu Group p.61
unresolved org PT Nusa Kirana Real Estate p.61
unresolved org PT Hasana Damai Putra p.61
unresolved org Lions Gate Capital Holdings LLC p.63
unresolved org Staples Inc p.63
unresolved org Jefferies International Limited p.63
unresolved org Urban One Inc. p.63
unresolved org KJPP Kusnanto p.70 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.70

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 6016 ms 12 Sep 2026 22:56
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
                            'adalah sebagai'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
                'sebagai',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result