Skip to content
Back to announcement

20241001_GMFI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31730928_lamp4.pdf

Other Text extracted GMFI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 91

Page 1
         Laporan Pendapat Kewajaran



Atas Rencana Transaksi Afiliasi PT Garuda
Maintenance Facility Aero Asia Tbk dengan
   PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk


No. File: 00294/2.0100-00/BS/05/0066/1/IX/2024
Page 2
File No. 00294/2.0100-00/BS/05/0066/1/IX/2024
Jakarta, 05 September 2024


Kepada Yth
Direksi
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Hanggar 4, Lobby Selatan, Lantai 2
PT Garuda Maintenance FacilityAero Asia Tbk
Area Perkantoran Bandar Udara International Soekarno-Hatta
Kota Tangerang, Provinsi Banten,
Kode Pos 15125

Perihal: Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi PT Garuda
         Maintenance Facility Aero Asia Tbk antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Dengan hormat,

Sesuai dengan Penugasan dalam Perjanjian Kerjasama Nomor FR/PB.24.07.0017
tanggal 09 Agustus 2024, kami KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan, dengan Ir. Fuadah,
M.Ec.Dev, kualifikasi bidang jasa Penilai Properti dan Bisnis serta terdaftar sebagai
profesi penunjang di Otoritas Jasa Keuangan Pasar Modal (“OJK”) selaku penanggung
jawab dalam penugasan ini telah melaksanakan analisis terhadap beberapa faktor
untuk menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas rencana transaksi antara
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (untuk selanjutnya disebut
“Perseroan”) dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (untuk selanjutnya
disebut “GIAA”).

Sebagai anak perusahaan GIAA yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan
pesawat udara, sebagian besar aktivitas pekerjaan yang dilakukan Perseroan
menggunakan Aset GIAA, khususnya dalam aktivitas perawatan dan perbaikan armada
pesawat GIAA termasuk juga maskapai atau pelanggan lainnya dalam kegiatan
operasional Perseroan.

Dalam upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, Perseroan senantiasa
melakukan perbaikan posisi ekuitas, yang salah satu inisiatifnya adalah melalui
perolehan aktiva tetap berupa bangunan hanggar dan fasilitas pendukungnya yang
akan dialihkan oleh GIAA kepada Perseroan.

Pengalihan kepemilikan hanggar dan fasilitas pendukungnya tersebut dilakukan
dengan mekanisme penerbitan saham oleh Perseroan kepada GIAA, yang dapat
dikategorikan sebagai penyertaan modal secara non-tunai (inbreng). Dengan
demikian, kepemilikan saham GIAA pada Perseroan akan bertambah.

Sehubungan dengan latar belakang tersebut, Perseroan berencana untuk melakukan
Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(PMHMETD) dan di dalam Rencana PMHMETD tersebut GIAA akan mengambil bagian
dalam Rencana PMHMETD tersebut dengan melakukan penyetoran dalam bentuk non-
tunai (inbreng) berupa Aset GIAA.




                                          i
                                              PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 3
1.   Status Penilai

     Kantor Jasa Penilai Publik (yang selanjutnya disebut “KJPP”) Fuadah, Rudi dan Rekan
     (yang selanjutnya disebut “FRR”) adalah KJPP resmi berdasarkan Surat Izin Usaha
     Kantor Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.12.00100
     sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan No.102/KM.1/2012 tertanggal 08 Februari
     2012, dengan Ir. Fuadah, M.Ec.Dev. MAPPI (Cert.) selaku penanggung jawab dengan
     Izin Penilai Publik No. PB-1.08.00066 dan terdaftar sebagai profesi penunjang di
     Pasar Modal dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
     No. STTD.PPB-35/PM.2/2018.

     Penilai mempunyai kompetensi untuk melakukan pendapat kewajaran ini dan
     penugasan ini bersifat independen, tidak ada benturan kepentingan dengan objek
     dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, objek pendapat kewajaran ataupun
     pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Pendapat Kewajaran
     serta imbalan jasa yang kami terima tidak terkait ataupun dipengaruhi oleh hasil
     pendapat kewajaran yang dilaporkan.


2.   Pemberi Tugas

     Berikut adalah identitas pemberi tugas:

     Nama         :       PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
     Bidang Usaha :       Perawatan,      Perbaikan,     Overhaul   Pesawat     dan     Jasa
                          Industri (Maintenance, Repair, dan Operation)
     Alamat           :   Hanggar 4, Lobby Selatan, Lantai 2, PT Garuda Maintenance
                          Facility Aero Asia Tbk Area Perkantoran Bandar Udara International
                          Soekarno – Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kode Pos
                          15125
     Website          :   www.gmf-aeroasia.co.id
     PIC              :   Bapak R. Rendy Purwadiya Putra / VP Corporate Strategy &
                          Business Development


3.   Pengguna Laporan

     Berikut adalah identitas pengguna laporan:

     Nama         :       PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
     Bidang Usaha :       Perawatan,      Perbaikan,     Overhaul   Pesawat     dan     Jasa
                          Industri (Maintenance, Repair, dan Operation)
     Alamat           :   Hanggar 4, Lobby Selatan, Lantai 2, PT Garuda Maintenance
                          Facility Aero Asia Tbk Area Perkantoran Bandar Udara International
                          Soekarno – Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kode Pos
                          15125
     Website          :   www.gmf-aeroasia.co.id
     PIC              :   Bapak R. Rendy Purwadiya Putra / VP Corporate Strategy &
                          Business Development




                                              ii
                                                   PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 4
4.   Objek Analisis Pendapat Kewajaran

     Objek Analisis adalah Rencana Perseroan menerima pengalihan aset dari GIAA
     dalam rangka penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng) kepada
     Perseroan sehubungan dengan Rencana Penambahan Modal dengan memberikan
     Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

     Objek dari Rencana Inbreng adalah aset GIAA berupa bangunan, sarana pelengkap
     serta mesin pelengkap bangunan berupa hanggar dan bangunan penunjang lainnya,
     antara lain:

     a.   Bangunan hanggar I dan annex I;
     b.   Bangunan hanggar II dan annex II;
     c.   Bangunan hanggar III dan annex III; dan
     d.   Fasilitas pendukung berupa bangunan-bangunan penunjang lainnya, sarana
          pelengkap seperti perkerasan driveway, pagar dan mesin pelengkap bangunan
          (fasilitas pendukung).

     Seluruhnya berlokasi di Area PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk, Bandar
     Udara Internasional Soekarno-Hatta, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota
     Tangerang, Provinsi Banten.


5.   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

     Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat atas
     kewajaran rencana Transaksi Perseroan berupa Pengalihan kepemilikan hanggar
     dan fasilitas pendukungnya dengan mekanisme penerbitan saham oleh Perseroan
     kepada GIAA dalam rangka penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng)
     kepada Perseroan sehubungan dengan Rencana Penambahan Modal dengan
     memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), serta dalam rangka
     pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
     No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
     (untuk selanjutnya disebut “POJK 42 tahun 2020”).


6.   Pihak-Pihak yang Melakukan Transaksi

     Berdasarkan Rencana PMHMETD dan Rencana Inbreng, pihak-pihak yang melakukan
     Transaksi adalah sebagai berikut:

     1. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (Perseroan)
        Bidang Usaha      : Perawatan pesawat terbang
        Alamat            : Hanggar 4. Lobby Selatan, Lantai 2, Area Perkantoran
                            Bandar Udara International Soekarno- Hatta, Kota
                            Tangerang, Provinsi Banten, Kode Pos 15125.

     2. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)
        Bidang Usaha     : Penerbangan
        Alamat Kantor    : Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Garuda City Area
                             Perkantoran Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta
                             Cengkareng 19120


                                          iii
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 5
      GIAA selaku pengendali Perseroan, dengan kepemilikan saat ini sebesar 89,1%
      (delapan puluh sembilan koma satu persen) sehingga terdapat hubungan afiliasi.


7.    Wawancara (Interview)

      Wawancara (Interview) kepada majemen dilakukan pada tanggal 14 Agustus dan
      22 Agustus 2024 secara offline & online.


8.    Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut-Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

      Tanggal Pendapat Kewajaran adalah 30 Juni 2024, dimana tanggal tersebut diambil
      atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan pendapat kewajaran. Masa berlaku
      laporan ini adalah sampai dengan 31 Desember 2024.


9.    Konfirmasi Bahwa Objek Penilaian Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka
      Waktu 2 (Dua) Bulan

      Perseroan telah mengonfirmasi bahwa objek Penilaian tidak sedang atau telah dinilai
      oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal
      Penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua
      bulan).


10.   Keterkaitan dengan Peraturan OJK

      1.   Transaksi Material

           Mengacu pada POJK No. 17/POJK.04/2020 Pasal 3 ayat (1) dan ayat (3)
           tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, disampaikan
           bahwa suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila
           nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
           ekuitas. Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2024,
           Perseroan mempunyai ekuitas negatif, pada kondisi tersebut transaksi
           dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
           dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset. Laporan Penilaian
           Aset PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk per 30 Juni 2024, yang
           disusun oleh KJPP Fuadah Rudi dan Rekan dengan nomor laporan
           00277/2.0100-00/PI/05/0066/1/VII/2024 tanggal 23 Agustus 2024. Nilai
           Rencana Transaksi adalah sebesar Rp418.289.300.000 (empat ratus
           delapan belas miliar dua ratus delapan puluh sembilan juta tiga ratus ribu
           Rupiah) atau setara dengan 6,02% dari total aset Perseroan per 30 Juni
           2024, dengan demikian nilai transaksi tidak melebihi 10% (sepuluh
           persen) dari total aset Perseroan, sehingga Transaksi dikategorikan bukan
           transaksi material sebagaimana yang tertuang pada Pasal 3, ayat (3) POJK
           No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
           Usaha.




                                           iv
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 6
      2.    Transaksi Afiliasi

            GIAA selaku pengendali Perseroan, dengan kepemilikan saat ini sebesar
            89,1% (delapan puluh sembilan koma satu persen). Dengan demikian
            Perseroan dan GIAA merupakan Perusahaan terafiliasi sehingga
            Transaksi yang dilakukan dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi
            sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020. Berdasarkan keterangan
            manajemen Transaksi afiliasi tersebut tidak memiliki benturan
            kepentingan karena tidak terdapat perbedaan antara kepentingan
            ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota
            Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan pemegang saham utama
            Perseroan yang dapat merugikan Perseroan.


11.   Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

      Berdasarkan POJK No.35/POJK.04/2020, tentang Pedoman Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35/2020”), analisis
      kewajaran Transaksi dilakukan melalui analisis yang mencakup hal–hal
      sebagai berikut:

       a.    Analisis atas transaksi
       b.    Analisis kualitatif dan kuantitatif atas rencana transaksi
       c.    Analisis atas kewajaran nilai transaksi
       d.    Analisis atas faktor lain yang relevan


12.   Analisis Transaksi

      Objek transaksi adalah Penambahan Modal dengan memberikan Hak
      Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dan Inbreng oleh GIAA dengan
      Perseroan.

      Pihak-pihak yang terlibat dalam rencana transaksi adalah Perseroan dan GIAA
      selaku pengendali Perseroan, dengan kepemilikan saat ini sebesar 89,1%
      dan Objek yang akan ditransaksikan adalah inbreng aset GIAA dalam
      rangka penyetoran modal dalam bentuk selain uang kepada Perseroan.

      Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi namun tidak dikategorikan sebagai
      transaksi material. Transaksi ini tidak memiliki benturan kepentingan karena
      tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan
      kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris,
      dan pemegang saham utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan.


13.   Analisis Kualitatif dan Kuantitatif

      Pertimbangan bisnis dan manfaat Transaksi bagi Perseroan adalah:

       a.    Perseroan akan lebih fleksibel dalam penggunaan, perbaikan, dan
             pengelolaan aset yang      terkait dengan kegiatan usaha dan
             pendukungnya;


                                             v
                                                 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 7
       b.   Perseroan dapat melakukan optimalisasi aset yang mendukung
            pengembangan kegiatan usaha;
       c.   Adanya potensi penambahan dana dari penerbitan saham yang dapat
            digunakan untuk penambahan modal kerja (working capital).
       d.   Selain itu adanya penghematan yang muncul dari pembayaran biaya
            kontribusi penggunaan aset GIAA yang sebelumnya disewa oleh
            Perseroan.

      Seiring dengan terus meningkatnya industri penerbangan, pasar perawatan
      pesawat diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan berkelanjutan,
      didorong oleh keharusan untuk memastikan keselamatan dalam menghadapi
      peningkatan penggunaan pesawat. Perseroan berupaya untuk memanfaatkan
      pertumbuhan industri penerbangan dengan terus memperluas cakupan
      wilayah penjualan, mempertahankan dan memperbaiki kualitas layanan, dan
      mencari peluang potensial lainnya untuk bertumbuh.

      Mengacu pada Laporan Posisi Keuangan Proforma Konsolidasian
      Perseroan untuk periode 30 Juni 2024 yang diberikan oleh Manajemen
      Perseroan, dampak keuangan atas Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       a.   Pada posisi aset lancar Perseroan, terdapat penambahan kas dan setara
            kas ini diakibatkan adanya penerimaan kas atas transaksi right issue
            sebesar USD1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Dolar Amerika Serikat).
       b.   Aset tetap Perseroan mengalami peningkatan sebesar USD25.472.827
            (Dua Puluh Lima Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Delapan Ratus
            Dua Puluh Tujuh Dolar Amerika Serikat). Peningkatan ini dikarenakan
            penerimaan atas aset inbreng oleh Perseroan.
       c.   Aset tidak lancar Perseroan berupa Right-of-use assets, mengalami
            penurunan sebesar USD2.707.863 (Dua Juta Tujuh Ratus Tujuh Ribu
            Delapan Ratus Enam Puluh Tiga Dolar Amerika Serikat) yang disebabkan
            oleh adanya penurunan nilai atas aset hak sewa pada hanggar GIAA yang
            merupakan bagian dari aset yang diinbrengkan.
       d.   Pada sisi kewajiban atau liabilitas Perseroan, terdapat penurunan nilai
            atas liabilitas sewa pada hangar GIAA sebesar USD3.235.921 (Tiga Juta
            Dua Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Sembilan Ratus Dua Puluh Satu Dolar
            Amerika Serikat).
       e.   Ekuitas Perseroan terdapat kenaikan sebesar USD27.500.885 (Dua
            Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Delapan Ratus Delapan Puluh Lima
            Dolar Amerika Serikat) yang merupakan dampak keuangan dari
            transaksi yang dilakukan.


14.   Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

       a. Analisa kewajaran Nilai Pasar Aset dengan Nilai transaksi dalam Transaksi
          dilakukan dengan cara membandingkan nilai pasar aset yang akan diibrengkan
          dengan nilai rencana transaksi. Berdasarkan perhitungan analisis kewajaran
          nilai transaksi, dimana nilai pasar aset inbreng adalah sama dengan nilai
          rencana transaksi, sehingga masih berada pada batas kewajaran +/- 7,5% dari
          nilai pasar.




                                          vi
                                               PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 8
        b. Dalam rangka PMHMTED ini Perseroan bermaksud untuk menerbitkan
           sebanyak-banyaknya 11.736.512.323 (sebelas miliar tujuh ratus tiga puluh
           enam juta lima ratus dua belas ribu tiga ratus dua puluh tiga) lembar saham.

        c. Analisa kewajaran Transaksi juga dilakukan dengan cara menghitung
           kewajaran perbedaan nilai teoritis transakasi dengan penilaian aset inbreng.
           Berdasarkan laporan penilaian ekuitas dari KJPP Fuadah Rudi dan Rekan
           No. 00293/2.0100-00/BS/05/0066/1/IX/2024, tanggal 5 September 2024
           diperoleh nilai pasar ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp1.022.264.000.000,-
           (Satu Triliun Dua Puluh Dua Miliar Dua Ratus Enam Puluh Empat Juta Rupiah),
           didapat perhitungan nilai teoritis transaksi sebesar Rp424.949.400.000,-
           (Empat Ratus Dua Puluh Empat Miliar Sembilan Ratus Empat Puluh Sembilan
           Juta Empat Ratus Ribu Rupiah). Sedangakan nilai Rencana Transaksi Inbreng
           sebesar Rp418.289.300.000 (Empat Ratus Delapan Belas Miliar Dua Ratus
           Delapan Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah). Perhitungan kewajaran
           perbedaan nilai teoritis transaksi dengan penilaian aset inbreng masih berada
           pada batas kewajaran +/- 7,5% dari nilai pasar.


15.   Analisis atas Faktor Lain yang Relevan

      Analisis atas faktor lain yang relevan dilakukan melalui analisis inkremental,
      analisis inkremental dilakukan dengan melihat kontribusi nilai tambah
      terhadap Perseroan dari transaksi yang dilakukan. Inkremental atas Rencana
      Transaksi tercermin pada peningkatan aset Perseroan, yang bersumber dari
      penerimaan aset inbreng. Sejalan dengan peningkatan aset, ekuitas
      Perseroan meningkat akibat penambahan modal dalam bentuk inbreng.
      Perseroan diproyeksikan mengalamai peningkatan penjualan dan laba,
      peningkatan penjualan akibat atas warehousing aset inbreng, serta
      penurunan biaya dikarenakan pengurangan expense atas aset hak guna (Right
      of use “ROU”) aset inbreng sebelumnya dan gain atas net off Lease Liabilities
      dan ROU.




                                           vii
                                                 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 9
16.   Kesimpulan Pendapat Kewajaran

      Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan
      meliputi analisis Transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis
      kewajaran nilai transaksi, analisis inkremental maka kami berpendapat,
      Rencana Transaksi berupa Pengalihan kepemilikan hanggar dan fasilitas
      pendukungnya dengan mekanisme penerbitan saham oleh Perseroan kepada
      GIAA dalam rangka penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng)
      kepada Perseroan sehubungan dengan Rencana Penambahan Modal dengan
      memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) adalah Wajar.

      Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan
      penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak independen yang tidak terikat
      dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa datang terkait dengan
      usaha Perseroan maupun atas transaksi yang dilakukan.

      Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama
      dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami
      ucapkan terima kasih.



Hormat kami,

KJPP FUADAH, RUDI DAN REKAN




Ir. Fuadah, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
Penilai Properti dan Bisnis

No. MAPPI       : 96-S-00736
No Ijin Penilai : PB-1.08.00066
No.Ijin OJK     : STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023




                                         viii
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 10
                     ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS


1. Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam
    proses penilaian, namun Penilai tidak meneliti semua hal yang menyangkut
    keabsahan atas dokumen-dokumen legalitas, kami asumsikan semua dokumen legal
    tersebut adalah sah dari aspek hukum.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
    keakuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang disiapkan oleh manajemen Perseroan
    dengan melakukan penyesuaian untuk mencerminkan kewajaran proyeksi dengan
    kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan isi laporan penilaian ini.
6. Penilai ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
    secara khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, di luar dari aspek
    perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
7. Penyusunan Laporan Penilaian ini berdasarkan kondisi pasar dan kondisi
    perekonomian, kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan
    Pemerintah pada tanggal efektif penilaian.
8. Terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat
    dalam Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan sesuai dengan prosedur-prosedur
    dan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen-dokumen yang terkait
    dengan rencana transaksi.
9. Tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
    asumsi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Penilaian dari tanggal penerbitan
    Laporan ini sampai dengan tanggal terlaksananya transaksi.
10. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik.
11. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian/Transaksi dari
    Pemberi Tugas.




                                           ix
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 11
                             KUALlFIKASI PENILAI BISNIS


Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
surat keputusan No. 102/KM.1/2012, tanggal 08 Februari 2012 dengan nama Kantor Jasa
Penilai Publik Fuadah, Rudi dan Rekan. Tim penyusun Laporan Penilaian ini terdiri dari:

1.   Nama Lengkap            :
                            Ir. Fuadah, M. Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     Pendidikan              :
                            Strata 2 (S-2)
     Lembaga Pendidikan      :
                            Manajemen Aset dan Penilaian Properti, Universitas
                            Gadjah Mada
     Ijin Penilai         : PB-1.08.00066
     Nomor STTD OJK                  :
                          : STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023
     Pengalaman Penilaian : - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 20 tahun
                                dibidang penilaian Properti dan Bisnis
                            - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
                                Bersertifikat Bidang Properti dan Bisnis serta
                                memperoleh Ijin Penilai Publik dari Departemen
                                Kuangan.

2.   Nama Lengkap            :   Sumarno. SE. MM. Ak., M.Ec.Dev, CPA, MAPPI (Cert.)
     Pendidikan              :   Strata 2 (S-2)
     Lembaga Pendidikan      :   FEB - Manajemen Aset dan Penilaian Bisnis Universitas
                                 Gadja Mada
     MAPPI Nomor          :      15-S-06147
     Pengalaman Penilaian :      - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 5 tahun
                                    dibidang penilaian Bisnis
                                 - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
                                    Bersertifikat Bidang Properti serta memperoleh Ijin
                                    Penilai Publik dari Departemen Keuangan.
                                 - Telah lulus dalam Ujian Sertifikasi Penilai (USP) Tulis
                                    Bisnis

3.   Nama Lengkap            :   Ivan Togatorop, ST, MAPPI (Cert.)
     Pendidikan              :   Strata 1 (S-1)
     Lembaga Pendidikan      :   Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung
     MAPPI Nomor                 02-S-01530
     Pengalaman Penilaian    :   - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 5 tahun
                                    dibidang penilaian Bisnis
                                 - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
                                    Bersertifikat Bidang Properti serta memperoleh Ijin
                                    Penilai Publik dari Departemen Keuangan.
                                 - Telah lulus dalam Ujian Pada Pendidikan Dasar Penilai
                                    Bisnis (PDP 2 dan PDS)
                                 - Telah mengikuti Pendidikan Penilai Bisnis Lanjutan
                                    (PLP1)




                                            x
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 12
4.   Nama Lengkap            :   Synthia Ayu Disha, S.P., RSA.
     Pendidikan              :   Strata 1 (S-1)
     Lembaga Pendidikan      :   Agribisnis, Universitas Lampung
     MAPPI Nomor             :   20-P-10310
     Pengalaman Penilaian    :   - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 4 tahun
                                     dibidang penilaian Bisnis
                                 - Telah lulus dalam Ujian Pada Pendidikan Dasar Penilai
                                     Bisnis (PDP 2 dan PDS)

Penyusunan Laporan Penilaian ini dilakukan melalui proses analisis yang didasarkan pada
data dan informasi yang diterima. Oleh karena itu hasil penilaian ini harus dipandang
sebagai suatu kesatuan dan penggunaan sebagian dari hasil analisis atas data dan
informasi tanpa mempertimbangkan analisis yang mendasarinya secara utuh dapat
menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang kurang tepat.

Kami juga mengasumsikan bahwa sejak tanggaI penilaian yaitu tanggal 30 Juni 2024 dan
tanggal penerbitan Laporan ini tidak terdapat kejadian penting dan atau terjadi perubahan
apapun yang material yang dapat berpengaruh terhadap asumsi yang digunakan dalam
Penyusunan Laporan Penilaian ini.




                                            xi
                                                 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 13
                                  PERYATAAN PENILAI


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang
bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa:

1.    Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar
      sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2.    Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3.    Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang,
      maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek
      Penilaian.
4.    Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5.    Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI),
      Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK No.35/POJK.04/2020, tentang
      Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6.    Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
      dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7.    Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek
      penilaian.
8.    Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9.    Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat
      dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini
      sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan Penilaian ini.
10.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
      Penilaian.
11.   Kami bertanggung jawab atas laporan Penilaian yang telah kami susun berdasarkan
      data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat
      serta lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data,
      dokumen dan informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak
      sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
12.   Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal
      penilaian (cut-off date)
13.   Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan
      dalam laporan penilaian.
14.   Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
      disajikan sebagai kesimpulan nilai.
15.   Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
      diungkapkan.
16.   Kesimpulan Penilaian ini telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17.   Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari
      sumber yang telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.

Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.




                                            xii
                                                  PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 14
Penilaian ini telah melibatkan personil sebagai berikut:

1.   Penanggungjawab:

     Ir. Fuadah, M. Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     Nomor MAPPI        : S-00736
     Nomor Izin Penilai : PB-1.08.00066
     Nomor Izin OJK     : STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023                 .................................


2.   Reviewer:

     Sumarno. SE. MM. Ak., M.Ec.Dev, CPA, MAPPI (Cert.)
     Nomor MAPPI      : 15-S-06147
     Nomor Register   : RMK-2017.01554                               ..................................


3.   Penilai:
     Ivan Togatorop, ST., MAPPI (Cert.)
     Nomor MAPPI         : 02-S-01530
     Nomor Register      : RMK-2017.00166                            ..................................


4.   Penilai:
     Synthia Ayu Disha, S.P., RSA.
     Nomor MAPPI        : 20-P-10310
     Nomor Register     : RMK-2022.04332                             ..................................




                                            xiii
                                                   PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 15
                                                      DAFTAR ISI

                                                                                                                 Halaman

DAFTAR ISI .............................................................................................................. 1
DAFTAR TABEL ........................................................................................................ 3
DEFINISI DAN ISTILAH .............................................................................................. 4
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 7
  1.1    Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................ 7
  1.2    Status Penilai ................................................................................................... 7
  1.3    Pemberi Tugas ................................................................................................. 7
  1.4    Pengguna Laporan ........................................................................................... 8
  1.5    Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut-Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ............. 8
  1.6    Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ......................................... 8
  1.7    Objek Analisis Pendapat Kewajaran .................................................................. 8
  1.8    Pihak-Pihak yang Melakukan Transaksi ............................................................. 9
  1.9    Dampak Keuangan dari Transaksi yang Dilakukan ............................................. 9
  1.10 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Perseroan terkait dengan
         Transaksi ....................................................................................................... 10
  1.11 Keterkaitan Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Transaksi
         Material ......................................................................................................... 10
         1.11.1 Transaksi Material ............................................................................... 10
         1.11.2 Transaksi Afiliasi ................................................................................. 11
  1.12 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................... 11
  1.13 Wawancara (Interview) ................................................................................... 11
  1.14 Sumber Data dan Informasi ............................................................................ 11
  1.15 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi ........................................................ 13
  1.16 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................... 13
  1.17 Tanggung Jawab Penilai .................................................................................. 13
  1.18 Persyaratan atas Persetujuan Publikasi .......................................................... 13
  1.19 Konfirmasi Bahwa Objek Pendapat Kewajaran Tidak Sedang atau Telah Dinilai
         Dalam Jangka Waktu 2 (Dua) Bulan ................................................................. 14
  1.20 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event) ..... 14
BAB II ANALISIS ATAS TRANSAKSI ............................................................................ 15
  2.1    Latar Belakang Transaksi ................................................................................ 15
  2.2    Objek Transaksi ............................................................................................. 15
  2.3    Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi ...................................................... 16
  2.4    Nilai Transaksi ............................................................................................... 19
  2.5    Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ....................................................... 19
  2.6    Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi. ........... 20
BAB III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI .............................................. 22
  3.1    Latar Belakang dan Alasan Transaksi .............................................................. 22
  3.2    Analisis Manfaat dan Risiko Transaksi ............................................................. 22
  3.3    Tinjauan Ekonomi Makro Dunia dan Indonesia ................................................ 23
         3.3.1 Pertumbuhan Ekonomi Domestik ........................................................ 24
         3.3.2 Inflasi ................................................................................................. 24
         3.3.3 Nilai Tukar Rupiah ............................................................................... 25
         3.3.4 Suku Bunga ........................................................................................ 25
         3.3.5 Prospek Perekonomian Indonesia 2024 ............................................... 27
         3.3.6 Gambaran Umum Industri Maskapai Penerbangan .............................. 28
         3.3.7 Tinjauan Industri Perawatan Pesawat di Indonesia ............................... 33


                                                              1
                                                                   PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 16
                                                                                                           Halaman

  3.4  Analisis Operasional dan Prospek Perseroan .................................................. 34
  3.5  Alasan dilakukannya Transaksi ....................................................................... 35
  3.6  Keuntungan dan Kerugian atas Transaksi ........................................................ 35
  3.7  Analisis Kuantitatif atas Transaksi ................................................................... 35
  3.8  Analisis Dampak Keuangan Perseroan atas Transaksi ..................................... 42
  3.9  Analisis Kewajaran atas Transaksi .................................................................. 44
  3.10 Analisis Atas Faktor Lain yang Relevan ............................................................ 45
  3.11 Kesimpulan.................................................................................................... 46
LAMPIRAN ............................................................................................................ 47




                                                           2
                                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 17
                                                    DAFTAR TABEL

                                                                                                                 Halaman

Tabel 1. Perbandingan Nilai Transaksi dengan Total Aset Perseroan ........................... 10
Tabel 2. Perbandingan Nilai Transaksi dengan Total Aset Perseroan ........................... 10
Tabel 3. Susunan Pemegang Saham Perseroan.......................................................... 16
Tabel 4. Susunan Pemegang Saham GIAA.................................................................. 18
Tabel 5. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ..................................................... 19
Tabel 6. Analisis Hubungan Afiliasi Pengurusan dan Pengawasan .............................. 20
Tabel 7. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ................................................ 23
Tabel 8. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2024) ................................................. 25
Tabel 9. Perkembangan Transportasi Udara Nasional Mei 2024 .................................. 30
Tabel 10. Tren Jumlah Penumpang Udara Internasional dan Domestik (Agustus 2022 –
          April 2024) ................................................................................................... 30
Tabel 11. Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia (April 2020- April
          2024) ........................................................................................................... 32
Tabel 12. Pendapatan (dalam USD Miliar) .................................................................... 32
Tabel 13. Volume Lalu Lintas ...................................................................................... 33
Tabel 14. Ukuran dan Pertumbuhan Pasar Perawatan Pesawat Asia Pasifik 2024 hingga
          2033 ............................................................................................................ 34
Tabel 15. Laporan Posisi Keuangan Historis Perseroan secara Konsolidasian ............... 36
Tabel 16. Common Size Laporan Posisi Keuangan Historis Perseroan secara
          Konsolidasian .............................................................................................. 36
Tabel 17. Pertumbuhan Laporan Posisi Keuangan Historis Perseroan secara
          Konsolidasian .............................................................................................. 37
Tabel 18. Laporan Laba (Rugi) Historis Perseroan secara Konsolidasian ....................... 37
Tabel 19. Common Size Laporan Laba (Rugi) Historis Perseroan secara Konsolidasian . 38
Tabel 20. Pertumbuhan Laporan Laba (Rugi) Historis Perseroan secara Konsolidasian . 39
Tabel 21. Laporan Arus Kas Historis Perseroan secara Konsolidasian .......................... 39
Tabel 22. Pertumbuhan Laporan Arus Kas Historis Perseroan secara Konsolidasian ..... 40
Tabel 23. Rasio Keuangan Perseroan Secara Konsolidasian ......................................... 40
Tabel 24. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan ........................ 42
Tabel 25. Analisa Pasar Aset atas Nilai Rencana Transaksi (Nilai Inbreng) ..................... 44
Tabel 26. Analisis Kewajaran atas Nilai Transaksi ........................................................ 45
Tabel 27. Analisis Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum dan Setelah
          Rencana Transaksi ....................................................................................... 45




                                                              3
                                                                   PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 18
                                  DEFINISI DAN ISTILAH


Berikut adalah istilah dan definisi yang digunakan dalam laporan pendapat kewajaran ini:

  NO.               ISTILAH                                   DEFINISI
   1      Asumsi                        Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk
                                        fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin dapat
                                        mempengaruhi objek pendapat kewajaran atau
                                        pendekatan penilaian dan kewajarannya telah
                                        dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari
                                        proses Penilaian.
   2      Going Concern                 Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang
                                        sedang beroperasi atau dalam konstruksi, atau
                                        suatu premis dalam penilaian, dimana penilai
                                        bisnis menganggap suatu perusahaan akan terus
                                        melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.
   3      Holding Company               Suatu perusahaan yang sebagian besar
                                        pendapatannya atau seluruhnya berasal dari
                                        penyertaan pada perusahaan lain.
   4      FRR                           KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan.
   5      Holding Company               Suatu perusahaan yang sebagian besar
                                        pendapatannya atau seluruhnya berasal dari
                                        penyertaan pada perusahaan lain.
   6      Kelangsungan Usaha            Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang
          (Going Concern)               sedang beroperasi atau dalam konstruksi, atau
                                        suatu premis dalam Penilaian, dimana Penilai
                                        Bisnis menganggap suatu perusahaan akan terus
                                        melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.
   7      KEPI & SPI Edisi VII – 2018   Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar
                                        Penilaian Indonesia (“SPI”) 2018 Edisi VII – 2018.
   8      Laporan Keuangan Audit        Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir
          Perseroan per 31              pada tanggal 31 Desember 2019, yang diaudit
          Desember 2019                 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
                                        Wibisana,      Rintis   dan     Rekan    (“PWC”)
                                        No.     00501/2.1025/AU.1/10/1130-1/1/IV/2020
                                        pada tanggal 3 April 2020 dengan opini wajar
                                        tanpa modifikasian ditandatangani oleh Daniel
                                        Kohar, S.E., CPA dengan No. AP.1130 dan
                                        No. STTD.AP-85/PM.22/2018.
   9      Laporan Keuangan Audit        Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir
          Perseroan per 31              pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit
          Desember 2020                 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
                                        Wibisana,      Rintis   dan     Rekan    (“PWC”)
                                        No. 01336/2.1025/AU.1/10/1130-2/1/VII/2021
                                        pada tanggal 26 Juli 2021 dengan opini wajar
                                        tanpa modifikasian, ditandatangani oleh Daniel
                                        Kohar, S.E., CPA dengan No. AP.1130 dan
                                        No. STTD.AP-85/PM.22/2018.




                                            4
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 19
NO.            ISTILAH                                 DEFINISI
10    Laporan Keuangan Audit       Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir
      Perseroan per 31             pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit
      Desember 2021                oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
                                   Wibisana,    Rintis    dan     Rekan   (“PWC”)
                                   No. 01403/2.1025/AU.1/10/1130-3/1/VII/2022
                                   pada tanggal 19 Juli 2022 dengan opini wajar
                                   tanpa modifikasian, ditandatangani oleh Daniel
                                   Kohar, S.E., CPA dengan No. AP.1130 dan
                                   No. STTD.AP-85/PM.22/2018.
11    Laporan Keuangan Audit       Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir
      Perseroan per 31             pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit
      Desember 2022                oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
                                   Wibisana,    Rintis    dan     Rekan   (“PWC”)
                                   No.     00626/2.1025/AU.1/10/0225-1/1/IV/2023
                                   pada tanggal 12 April 2023 dengan opini wajar
                                   tanpa modifikasian, ditandatangani oleh Ade
                                   Setiawan Elimin, CPA dengan No. AP.0225 dan
                                   No. STTD.AP-80/PM.22/2018.
12    Laporan Keuangan Audit       Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir
      Perseroan per 31             pada tanggal 31 Desember 2023, yang diaudit
      Desember 2023                oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
                                   Wibisana,    Rintis    dan     Rekan   (“PWC”)
                                   No.     00508/2.1025/AU.1/10/0225-2/1/III/2024
                                   pada tanggal 28 Maret 2024 dengan opini wajar
                                   tanpa modifikasian, ditandatangani oleh Ade
                                   Setiawan Elimin, S.E., CPA dengan No. AP.0225
                                   dan No. STTD.AP-80/PM.22/2018.
13    Laporan Keuangan Audit       Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir
      Perseroan per 30 Juni 2024   pada tanggal 30 Juni 2024, yang diaudit oleh
                                   Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana,
                                   Rintis       dan          Rekan        (“PWC”)
                                   No.     00479/2.1457/AU.1/10/0225-3/1/IX/2024
                                   tanggal 4 September 2024 dengan opini wajar
                                   tanpa modifikasian, ditandatangani oleh Ade
                                   Setiawan Elimin, S.E., CPA dengan No. AP.0225
                                   dan No. STTD.AP-80/PM.22/2018.
14    Laporan Pendapat             Laporan tertulis berisi suatu pernyataan yang
      Kewajaran                    diberikan oleh Penilai Bisnis untuk menyatakan
                                   bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan
                                   adalah wajar atau tidak wajar.
15    MAPPI                        Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
16    Metode Pendapat              Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam
      Kewajaran                    memberikan pendapat kewajaran.
17    Metode Pendapat              Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam
      Kewajaran                    melakukan pendapat kewajaran.
18    MRO                          Maintenance, repair and overhaul.
19    Nilai Pasar                  Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh
                                   dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas
                                   pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang
                                   berminat membeli dengan penjual yang berminat



                                       5
                                           PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 20
NO.               ISTILAH                         DEFINISI
                            menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
                            yang pemasarannya dilakukan secara layak, di
                            mana kedua Pihak masing– masing bertindak
                            atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-
                            hatian, dan tanpa paksaan.
20    OJK                   Otoritas Jasa Keuangan.
21    Penilai               Orang perseorangan yang dengan keahliannya
                            menjalankan kegiatan Penilaian di pasar modal.
22    Penilaian             Proses pekerjaan untuk memberikan opini
                            tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian.
23    Penilai Bisnis        Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis
                            sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
                            Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang
                            melakukan kegiatan di pasar modal.
24    Penilai Publik        Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri
                            Keuangan untuk memberikan jasa penilaian.
25    Perseroan             PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
                            dan Entitas Anak.
26    Pihak                 Orang perseorangan, perusahaan, usaha
                            bersama, asosiasi, atau kelompok yang
                            terorganisasi.
27    POJK 35 Tahun 2020    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
                            Indonesia        No.35/POJK.04/2020       tentang
                            Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
                            di Pasar Modal.
28    POJK 17 Tahun 2020    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
                            Indonesia        No.17/POJK.04/2020       tentang
                            Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
                            Usaha.
29    POJK 42 Tahun 2020    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
                            Indonesia No. 42/POJK.04/2020 tentang
                            Transaksi Afiliasi Atau Benturan Kepentingan.
30    Rencana Transaksi     Rencana transaksi pembebanan atas biaya Jasa
                            Terpusat dari DMESI kepada WICO.
31    SEOJK 17 Tahun 2020   Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
                            Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
                            Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
                            Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
32    Subsquent Event       Kejadian penting setelah Tanggal Pendapat
                            Kewajaran, baik yang diketahui maupun yang
                            patut diketahui sampai dengan Tanggal Laporan,
                            wajib diungkapkan dalam laporan.
33    Tanggal Laporan       Tanggal ditandatanganinya laporan oleh Penilai
                            Bisnis.
34    Tanggal Pendapat      Tanggal pada saat pendapat kewajaran
      Kewajaran             dinyatakan.
35    Tanggal Penilaian     Tanggal pada saat nilai, hasil penilaian, atau
                            perhitungan manfaat ekonomi dinyatakan.




                                6
                                    PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 21
                                           BAB I
                                       PENDAHULUAN


1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Sesuai dengan Penugasan dalam Perjanjian Kerjasama Nomor FR/PB.24.07.0017
      tanggal 09 Agustus 2024, kami KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan, dengan Ir. Fuadah,
      M.Ec.Dev, kualifikasi bidang jasa Penilai Properti dan Bisnis serta terdaftar sebagai
      profesi penunjang di Otoritas Jasa Keuangan Pasar Modal (“OJK”) selaku
      penanggung jawab dalam penugasan ini telah melaksanakan analisis terhadap
      beberapa faktor untuk menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas rencana
      transaksi antara PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (untuk selanjutnya
      disebut “Perseroan”) dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (untuk
      selanjutnya disebut “GIAA”).


1.2   Status Penilai

      Kantor Jasa Penilai Publik (yang selanjutnya disebut “KJPP”) Fuadah, Rudi dan Rekan
      (yang selanjutnya disebut “FRR”) adalah KJPP resmi berdasarkan Surat Izin Usaha
      Kantor Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.12.00100
      sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan No.102/KM.1/2012 tertanggal 08 Februari
      2012, dengan Ir. Fuadah, M.Ec.Dev. MAPPI (Cert.) selaku penanggung jawab dengan
      Izin Penilai Publik No. PB-1.08.00066 dan terdaftar sebagai profesi penunjang di
      Pasar Modal dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
      No. STTD.PPB-35/PM.2/2018.

      Penilai mempunyai kompetensi untuk melakukan pendapat kewajaran ini dan
      penugasan ini bersifat independen, tidak ada benturan kepentingan dengan objek
      dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, objek pendapat kewajaran ataupun
      pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Pendapat Kewajaran
      serta imbalan jasa yang kami terima tidak terkait ataupun dipengaruhi oleh hasil
      pendapat kewajaran yang dilaporkan.


1.3   Pemberi Tugas

      Berikut adalah identitas pemberi tugas:

      Nama         :       PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
      Bidang Usaha :       Perawatan,      Perbaikan,     Overhaul   Pesawat     dan     Jasa
                           Industri (Maintenance, Repair, dan Operation)
      Alamat           :   Hanggar 4, Lobby Selatan, Lantai 2, PT Garuda Maintenance
                           Facility Aero Asia Tbk Area Perkantoran Bandar Udara International
                           Soekarno – Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kode Pos
                           15125
      Website          :   www.gmf-aeroasia.co.id
      PIC              :   Bapak R. Rendy Purwadiya Putra / VP Corporate Strategy &
                           Business Development




                                               7
                                                   PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 22
1.4   Pengguna Laporan

      Berikut adalah identitas pengguna laporan:

      Nama         :    PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
      Bidang Usaha :    Perawatan,      Perbaikan,     Overhaul   Pesawat     dan     Jasa
                        Industri (Maintenance, Repair, dan Operation)
      Alamat        :   Hanggar 4, Lobby Selatan, Lantai 2, PT Garuda Maintenance
                        Facility Aero Asia Tbk Area Perkantoran Bandar Udara International
                        Soekarno – Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kode Pos
                        15125
      Website       :   www.gmf-aeroasia.co.id
      PIC           :   Bapak R. Rendy Purwadiya Putra / VP Corporate Strategy &
                        Business Development


1.5   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut-Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

      Tanggal Pendapat Kewajaran adalah 30 Juni 2024, dimana tanggal tersebut diambil
      atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan pendapat kewajaran. Masa berlaku
      laporan ini adalah sampai dengan 31 Desember 2024.


1.6   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

      Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat atas
      kewajaran rencana Transaksi Perseroan berupa Pengalihan kepemilikan hanggar
      dan fasilitas pendukungnya dengan mekanisme penerbitan saham oleh Perseroan
      kepada GIAA dalam rangka penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng)
      kepada Perseroan sehubungan dengan Rencana Penambahan Modal dengan
      memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), serta dalam rangka
      pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan
      (untuk selanjutnya disebut “POJK 42 tahun 2020”).


1.7   Objek Analisis Pendapat Kewajaran

      Objek Analisis adalah Rencana Perseroan menerima pengalihan aset dari GIAA
      dalam rangka penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng) kepada
      Perseroan sehubungan dengan Rencana Penambahan Modal dengan memberikan
      Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

      Objek dari Rencana Inbreng adalah aset GIAA berupa bangunan, sarana pelengkap
      serta mesin pelengkap bangunan berupa hanggar dan bangunan penunjang lainnya,
      antara lain:

      a. Bangunan hanggar I dan annex I;
      b. Bangunan hanggar II dan annex II;
      c. Bangunan hanggar III dan annex III; dan




                                            8
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 23
      d. Fasilitas pendukung berupa bangunan-bangunan penunjang lainnya, sarana
         pelengkap seperti perkerasan driveway, pagar dan mesin pelengkap bangunan
         (fasilitas pendukung).

      Seluruhnya berlokasi di Area PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk, Bandar
      Udara Internasional Soekarno-Hatta, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota
      Tangerang, Provinsi Banten.


1.8   Pihak-Pihak yang Melakukan Transaksi

      Berdasarkan Rencana PMHMETD dan Rencana Inbreng, pihak-pihak yang melakukan
      Transaksi adalah sebagai berikut:

      1. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (Perseroan)
         Bidang Usaha      : Perawatan pesawat terbang
         Alamat            : Hanggar 4. Lobby Selatan, Lantai 2, Area Perkantoran
                             Bandar Udara International Soekarno- Hatta, Kota
                             Tangerang, Provinsi Banten, Kode Pos 15125.

      2. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)
         Bidang Usaha     : Penerbangan
         Alamat Kantor    : Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Garuda City Area
                              Perkantoran Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta
                              Cengkareng 19120

      GIAA selaku pengendali Perseroan, dengan kepemilikan saat ini sebesar 89,1%
      (delapan puluh sembilan koma satu persen) sehingga terdapat hubungan afiliasi.


1.9   Dampak Keuangan dari Transaksi yang Dilakukan

      Mengacu pada Laporan Posisi Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan untuk
      periode 30 Juni 2024 yang diberikan oleh Manajemen Perseroan, dampak keuangan
      atas Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

      a. Pada posisi aset lancar Perseroan, terdapat penambahan kas dan setara kas ini
         diakibatkan adanya penerimaan kas atas transaksi right issue sebesar
         USD1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Dolar Amerika Serikat).
      b. Aset tetap Perseroan mengalami peningkatan sebesar USD25.472.827 (Dua
         Puluh Lima Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Dua Puluh
         Tujuh Dolar Amerika Serikat). Peningkatan ini dikarenakan penerimaan atas aset
         inbreng oleh Perseroan.
      c. Aset tidak lancar Perseroan berupa Right-of-use assets, mengalami penurunan
         sebesar USD2.707.863 (Dua Juta Tujuh Ratus Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam
         Puluh Tiga Dolar Amerika Serikat) yang disebabkan oleh adanya penurunan nilai
         atas aset hak sewa pada hanggar GIAA yang merupakan bagian dari aset yang
         diinbrengkan.
      d. Pada sisi kewajiban atau liabilitas Perseroan, terdapat penurunan nilai atas
         liabilitas sewa pada hanggar GIAA sebesar USD3.235.921 (Tiga Juta Dua Ratus
         Tiga Puluh Lima Ribu Sembilan Ratus Dua Puluh Satu Dolar Amerika Serikat).



                                          9
                                              PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 24
         e. Ekuitas Perseroan terdapat kenaikan sebesar USD27.500.885 (Dua Puluh Tujuh
            Juta Lima Ratus Ribu Delapan Ratus Delapan Puluh Lima Dolar Amerika Serikat)
            dampak keuangan dari transaksi yang dilakukan.


1.10 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Perseroan terkait dengan
     Transaksi

     Dalam upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, Perseroan
     senantiasa melakukan perbaikan posisi ekuitas, yang salah satu inisiatifnya adalah
     melalui perolehan aktiva tetap berupa bangunan hanggar dan fasilitas
     pendukungnya yang akan dialihkan oleh GIAA kepada Perseroan. Pengalihan
     kepemilikan hanggar dan fasilitas pendukungnya tersebut dilakukan dengan
     mekanisme penerbitan saham oleh Perseroan kepada GIAA, yang dapat
     dikategorikan sebagai penyertaan modal secara non-tunai (inbreng).


1.11 Keterkaitan Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Transaksi
     Material

1.11.1      Transaksi Material

            Mengacu pada POJK 17 Tahun 2020 Pasal 3 ayat (1) dan ayat (3) tentang
            Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, disampaikan bahwa suatu
            transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
            dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas. Berdasarkan laporan
            keuangan Perseroan per 30 Juni 2024, Perseroan mempunyai ekuitas negatif,
            pada kondisi tersebut transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material
            apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total
            aset.

            Laporan Penilaian Aset PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk per 30 Juni
            2024, yang disusun oleh KJPP Fuadah Rudi dan Rekan dengan Nomor Laporan
            00277/2.0100-00/PI/05/0066/1/VII/2024 tanggal 23 Agustus 2024. Nilai
            Rencana Transaksi adalah sebesar Rp418.289.300.000 (empat ratus delapan
            belas miliar dua ratus delapan puluh sembilan juta tiga ratus ribu Rupiah) atau
            setara dengan 6,02% dari total aset Perseroan per 30 Juni 2024, dengan
            demikian nilai transaksi tidak melebihi 10% (sepuluh persen) dari total aset
            Perseroan, sehingga Transaksi dikategorikan bukan transaksi material
            sebagaimana yang tertuang pada Pasal 3, ayat (3) POJK 17 Tahun 2020 tentang
            Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

                  Tabel 1. Perbandingan Nilai Transaksi dengan Total Aset Perseroan
                                                 (Dinyatakan dalam Dolar Amerika Serikat)
                                          Nilai Transaksi         Total Aset          Rasio
                       Uraian
                                               (USD)                (USD)              (%)

             Penerimaan Aset Inbreng              25.472.827         422.917.168         6,02%
            Sumber: Laporan Keuangan Perseroan & Draft Perjanjian Rencana Transaksi




                                             10
                                                    PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 25
              Tabel 2. Perbandingan Nilai Transaksi dengan Total Aset Perseroan
                                                               (Dinyatakan dalam Rupiah)
                                     Nilai Transaksi          Total Aset          Rasio
                   Uraian
                                           (Rp)                 (Rp)*              (%)
           Penerimaan Aset Inbreng     418.289.300.000      6.944.722.821.492        6,02%
          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan & Draft Perjanjian Rencana Transaksi
          *Nilai kurs Rupiah-Dolar Amerika Serikat menggunakan nilai tengah per 30 Juni
          2024 sebesar Rp 16.421


1.11.2    Transaksi Afiliasi

          GIAA selaku pengendali Perseroan, dengan kepemilikan saat ini sebesar 89,1%
          (delapan puluh sembilan koma satu persen). Dengan demikian Perseroan dan
          GIAA merupakan Perusahaan terafiliasi sehingga Transaksi yang dilakukan
          dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK 42
          Tahun 2020. Berdasarkan keterangan manajemen Transaksi afiliasi tersebut
          tidak memiliki benturan kepentingan karena tidak terdapat perbedaan antara
          kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi
          anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan pemegang saham utama
          Perseroan yang dapat merugikan Perseroan.


1.12 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

     Mengacu pada penunjukan kepada kami untuk memberikan pendapat kewajaran
     atas rencana transaksi Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek
     Terlebih Dahulu (PMHMETD) dan Inbreng yang dilakukan oleh GIAA dengan
     Perseroan, maka ruang lingkup pendapat kewajaran akan didasarkan pada analisis
     kewajaran pada transaksi tersebut.


1.13 Wawancara (Interview)

     Wawancara (Interview) kepada majemen dilakukan pada tanggal 14 Agustus dan
     22 Agustus 2024 secara offline & online.


1.14 Sumber Data dan Informasi

     a.   Akta Pendirian Nomor 93 tanggal 26 April 2002 dari Arry Supratno, S.H., Notaris
          di Jakarta yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya Nomor C-11688
          HT.01.01.TH.2002 tanggal 25 September 2002.
     b.   Akta Perubahan terakhir, Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan
          Anggaran Dasar Perseroan Nomor 13 tanggal 28 Juni 2024 dibuat dihadapan
          Shanti lndah Lestari, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, yang
          mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Nomor AHU-0044842.AH.01.02
          tahun 2024 tanggal 23 Juli 2024.
     c.   Nomor Induk Berusaha Perseroan Nomor 1235000211076.
     d.   Nomor Pokok Wajib Pajak Perseroan Nomor 01.455.220.2-093.000.




                                           11
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 26
e. Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
   Wibisana, Rintis dan Rekan (“PWC”) Nomor 00501/2.1025/AU.1/10/1130-
   1/1/IV/2020 pada tanggal 3 April 2020 dengan opini wajar tanpa modifikasian
   ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA dengan Nomor AP.1130 dan Nomor
   STTD.AP-85/PM.22/2018.
f. Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
   Wibisana, Rintis dan Rekan (“PWC”) Nomor 01336/2.1025/AU.1/10/1130-
   2/1/VII/2021 pada tanggal 26 Juli 2021 dengan opini wajar tanpa modifikasian,
   ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA dengan Nomor AP.1130 dan Nomor
   STTD.AP-85/PM.22/2018.
g. Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
   Wibisana, Rintis dan Rekan (“PWC”) Nomor 01403/2.1025/AU.1/10/1130-
   3/1/VII/2022 pada tanggal 19 Juli 2022 dengan opini wajar tanpa modifikasian,
   ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA dengan Nomor AP.1130 dan Nomor
   STTD.AP-85/PM.22/2018.
h. Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
   Wibisana, Rintis dan Rekan (“PWC”) Nomor 00626/2.1025/AU.1/10/0225-
   1/1/IV/2023 pada tanggal 12 April 2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian,
   ditandatangani oleh Ade Setiawan Elimin, CPA dengan Nomor AP.0225 dan
   Nomor STTD.AP-80/PM.22/2018.
i. Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023, yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
   Wibisana, Rintis dan Rekan (“PWC”) Nomor 00508/2.1025/AU.1/10/0225-
   2/1/III/2024 pada tanggal 28 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa modifikasian,
   ditandatangani oleh Ade Setiawan Elimin, S.E., CPA dengan Nomor AP.0225 dan
   Nomor STTD.AP-80/PM.22/2018.
j. Laporan keuangan audit Perseroan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024,
   yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan
   (“PWC”) Nomor 00479/2.1457/AU.1/10/0225-3/1/IX/2024 tanggal 4 September
   2024 dengan opini wajar tanpa modifikasian, ditandatangani oleh Ade Setiawan
   Elimin, S.E., CPA dengan Nomor AP.0225 dan Nomor STTD.AP-80/PM.22/2018.
k. Laporan Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
   per 30 Juni 2024.
l. Laporan Penilaian Aset PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk per 30 Juni
   2024, yang disusun oleh KJPP Fuadah Rudi dan Rekan dengan nomor laporan
   00277/2.0100-00/PI/05/0066/1/VII/2024 tanggal 23 Agustus 2024.
m. Laporan Penilaian Ekuitas PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk per 30
   Juni 2024, yang disusun oleh KJPP Fuadah Rudi dan Rekan dengan nomor
   laporan 00293/2.0100-00/BS/05/0066/1/IX/2024 tanggal 5 September 2024.
n. Draf akhir Keterbukaan Informasi (KI).
o. Draf akhir Perjanjian Rencana Transaksi.
p. Proyeksi keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi.
q. Proyeksi keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi.




                                    12
                                         PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 27
1.15 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

     Berdasarkan POJK 35 Tahun 2020, analisis kewajaran transaksi dilakukan melalui
     analisis yang mencakup hal–hal sebagai berikut:

     a. Melakukan analisis atas Transaksi, meliputi analisis identifikasi dan hubungan
        antara pihak yang akan bertransaksi, dan penilaian atas manfaat dan risiko dari
        Rencana Transaksi yang akan dilakukan.
     b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi, meliputi analisis riwayat
        Perseroan dan tinjauan terhadap bidang usaha yang dijalankan Perseroan,
        analisis operasional prospek Perseroan, alasan dilakukannya Rencana
        Transaksi, analisis keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas Rencana
        Transaksi yang akan dilakukan.
     c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi, meliputi analisis kinerja
        keuangan historis Perseroan yang meliputi laporan posisi keuangan, laporan laba
        rugi, laporan arus kas, analisis rasio keuangan serta analisis dampak keuangan
        Perseroan atas Rencana Transaksi.
     d. Melakukan analisis atas kewajaran nilai Transaksi, yaitu membandingkan nilai
        pasar dengan nilai Transaksi.
     e. Melakukan analisis atas faktor yang relevan, dengan melihat kontribusi nilai
        tambah terhadap Perseroan dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan.


1.16 Pernyataan Independensi Penilai

     Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, FRR bertindak secara
     independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan
     Perseroan, Perusahaan, ataupun pihak-pihak lainnya yang terafiliasi dengan
     Perusahaan. FRR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
     terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
     memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima
     sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses
     analisis kewajaran ini.


1.17 Tanggung Jawab Penilai

     Dalam batas kemampuan dan keyakinan FRR sebagai penilai, FRR menyatakan
     bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan pendapat
     kewajaran telah dilakukan dengan benar dan FRR bertanggung jawab atas Laporan
     Pendapat Kewajaran yang diterbitkan.


1.18 Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

     Laporan pendapat kewajaran yang dihasilkan dapat digunakan untuk konsumsi
     publik, tanpa persetujuan penilai.




                                          13
                                               PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 28
1.19 Konfirmasi Bahwa Objek Pendapat Kewajaran Tidak Sedang atau Telah Dinilai
     Dalam Jangka Waktu 2 (Dua) Bulan

     Perseroan telah mengonfirmasi bahwa objek pendapat kewajaran tidak sedang atau
     telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan
     tanggal pendapat kewajaran yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak
     lebih dari dua bulan).


1.20 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event)

     Dari tanggal pendapat kewajaran (cut-off date) per 30 Juni 2024 hingga laporan
     pendapat kewajaran ini diterbitkan tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
     pendapat kewajaran (Subsequent Event).




                                          14
                                               PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 29
                                      BAB II
                            ANALISIS ATAS TRANSAKSI


2.1 Latar Belakang Transaksi

    Sebagai anak perusahaan GIAA yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan
    pesawat udara, sebagian besar aktivitas pekerjaan yang dilakukan Perseroan
    menggunakan Aset GIAA, khususnya dalam aktivitas perawatan dan perbaikan
    armada pesawat GIAA termasuk juga maskapai atau pelanggan lainnya dalam
    kegiatan operasional Perseroan.

    Dalam upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, Perseroan senantiasa
    melakukan perbaikan posisi ekuitas, yang salah satu inisiatifnya adalah melalui
    perolehan aktiva tetap berupa bangunan hanggar dan fasilitas pendukungnya yang
    akan dialihkan oleh GIAA kepada Perseroan. Pengalihan kepemilikan hanggar dan
    fasilitas pendukungnya tersebut dilakukan dengan mekanisme penerbitan saham oleh
    Perseroan kepada GIAA, yang dapat dikategorikan sebagai penyertaan modal secara
    non-tunai (inbreng). Dengan demikian, kepemilikan saham GIAA pada Perseroan akan
    bertambah.

    Sehubungan dengan latar belakang tersebut, Perseroan berencana untuk melakukan
    Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
    (PMHMETD) dan di dalam Rencana PMHMETD tersebut GIAA akan mengambil bagian
    dalam Rencana PMHMETD tersebut dengan melakukan penyetoran dalam bentuk
    non-tunai (inbreng) berupa Aset GIAA.


2.2 Objek Transaksi

    Objek Analisis adalah Rencana Perseroan menerima pengalihan aset dari GIAA dalam
    rangka penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng) kepada Perseroan
    sehubungan dengan Rencana Penambahan Modal dengan memberikan Hak
    Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

    Objek dari Rencana Inbreng adalah aset GIAA berupa bangunan, sarana pelengkap
    serta mesin pelengkap bangunan berupa hanggar dan bangunan penunjang lainnya,
    antara lain:

    a.   Bangunan hanggar I dan annex I;
    b.   Bangunan hanggar II dan annex II;
    c.   Bangunan hanggar III dan annex III; dan
    d.   Fasilitas pendukung berupa bangunan-bangunan penunjang lainnya, sarana
         pelengkap seperti perkerasan driveway, pagar dan mesin pelengkap bangunan
         (fasilitas pendukung).




                                        15
                                             PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 30
2.3 Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi

    A. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“Perseroan”)

       •   Riwayat Singkat

           PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“Perseroan”) didirikan
           berdasarkan akta No. 93 tanggal 26 April 2002 dari Arry Supratno, SH, Notaris
           di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C-11688
           HT.01.01.TH.2002 tanggal 25 September 2002, serta diumumkan dalam Berita
           Negara Republik Indonesia No. 78 tanggal 27 September 2002, Tambahan No.
           11677. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
           perubahan, terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat
           Perubahan Anggaran Dasar Nomor 2 tanggal 2 September 2022 dibuat
           dihadapan Shanti lndah Lestari, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang,
           yang mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Nomor AHU-
           0067839.AH.01.02 tahun 2022 tanggal 20 September 2022 terkait Klasifikasi
           Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2020”) untuk diselaraskan dengan
           Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 2 tahun 2020. Pada tanggal 30 Maret
           2012, Perusahaan memperoleh persetujuan Menteri Keuangan Republik
           Indonesia dalam Surat Keputusan No. KEP-355/WPJ.19/2012, mengenai
           penyelenggaraan pembukuan dalam Bahasa Inggris dan mata uang Dolar
           Amerika Serikat (“USD” atau “Dolar Amerika Serikat”) mulai tanggal 1 Januari
           2012.

           Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan
           Perseroan adalah berusaha dalam bidang (i) industri pengolahan, (ii)
           perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda
           motor, (iii) pengangkutan dan pergudangan, (iv) aktivitas profesional, ilmiah
           dan teknis, (v) aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
           ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, dan (vi)
           pendidikan. Kantor pusat Perusahaan berkedudukan di Hanggar 4 Garuda
           Maintenance Facility Aero Asia, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng,
           Tangerang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik
           Indonesia No. 387/KMK.04/2002 tanggal 30 Agustus 2002, lokasi Perusahaan
           ditetapkan sebagai kawasan berikat dan berdasarkan Keputusan Menteri
           Keuangan No. KEP-355/WPJ.19/2012 tanggal 30 Maret 2012 lokasi perusahaan
           ditetapkan sebagai Pusat Logistik Berikat.

       •   Susunan Pemegang Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan per 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:

                             Tabel 3.   Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                                    Jumlah Nominal
                                                 Jumlah            Persentase
                  Pemegang Saham                                                     (Dolar Amerika
                                              Saham (lembar)       Kepemilikan
                                                                                        Serikat)
            PT Garuda Indonesia Tbk               25.156.058.796           89,1%          195.806.416
            PT Aero Wisata                          254.101.604            0,90%           1.977.843
            Pudjo Sarwoko                                89.200            0,00%                  671



                                             16
                                                   PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 31
                                                                              Jumlah Nominal
                                           Jumlah            Persentase
               Pemegang Saham                                                  (Dolar Amerika
                                        Saham (lembar)       Kepemilikan
                                                                                  Serikat)
        Andi Fahrurrozi                           144.400            0,00%                 1.086
        Irvan Pribadi                              62.800            0,00%                  472
        Kepemilikan masyarakat di
                                             2.823.054.700             10%          21.229.167
        bawah 5%
                      Total                 28.233.511.500            100%         219.015.655
       Sumber: Laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2024

   •   Susunan Pengurus dan Pengawas Perseroan

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 30 Juni 2024 adalah
       sebagai berikut:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                   : Dharmadi
       Komisaris                         : Rahmat Hanafi
       Komisaris Independen              : Abhan
                                         : Ali Gunawan
                                         : Agit Atriantio

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                    : Andi Fahrurrozi
       Direktur                          : Salusra Satria
                                           Irvan Pribadi
                                           Mukhtaris
                                           Pudjo Sarwoko

   •   Kegiatan Usaha

       Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan
       adalah berusaha dalam bidang (i) industri pengolahan, (ii) perdagangan besar
       dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, (iii)
       pengangkutan dan pergudangan, (iv) aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, (v)
       aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
       agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, dan (vi) pendidikan. Perseroan
       juga memperoleh surat Izin Operasi Kegiatan Jasa Terkait Bandar Udara dari
       Kementerian Perhubungan dengan nomor SK.353.Tahun 2017. Serta
       memperoleh Nomor Induk Berusaha dengan nomor 8120210071807.


B. PT Garuda Indonesia Tbk (“GIAA”)

   •   Riwayat Singkat

       PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (“GIAA”) didirikan berdasarkan Akta No.
       137 tanggal 31 Maret 1950 dari Notaris Raden Kadiman. Akta pendirian
       tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
       Keputusannya No. J.A.5/12/10 tanggal 31 Maret 1950 serta diumumkan dalam
       Berita Negara Republik Indonesia Serikat No. 30 Tambahan No. 136 tanggal 12
       Mei 1950. Perusahaan yang awalnya berbentuk Perusahaan Negara, berubah



                                       17
                                             PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 32
    menjadi Persero berdasarkan Akta No. 8 tanggal 4 Maret 1975 dari Notaris
    Soeleman Ardjasasmita, S.H., sebagai realisasi Peraturan Pemerintah No. 67
    tahun 1971. Perubahan ini diumumkan dalam Berita Negara Republik
    Indonesia No. 68, Tambahan No. 434 tertanggal 26 Agustus 1975.

    Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
    terakhir diubah dengan Akta Notaris No. 83 tertanggal 20 Juni 2023 dari Aulia
    Taufani, S.H., di Jakarta Selatan, tentang perubahan ruang lingkup kegiatan
    Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
    Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
    0036516.AH.01.02. tertanggal 27 Juni 2023. Perusahaan berkedudukan hukum
    di Jl. Kebon Sirih No. 46A, Jakarta.

•   Susunan Pemegang Saham GIAA

    Komposisi Susunan pemegang saham GIAA adalah sebagai berikut:

                      Tabel 4.      Susunan Pemegang Saham GIAA
                                Keterangan                             Persentase (%)
       1.    Pemerintah Negara Republik Indonesia (Dwiwarna)                     64,54%
       2.    PT Trans Airways                                                     8,00%
       3.    Masyarakat (dibawah 5%)                                             27,45%
     Total                                                                      100,00%
    Sumber: Laporan Tahunan GIAA Tahun 2023

•   Susunan Pengurus GIAA

    Susunan Dewan Komisaris dan Direksi GIAA adalah sebagai berikut:

    Dewan Komisaris
    Komisaris Utama                               : Timur Sukirno
    Komisaris Independen                          : Thomas Oentoro
    Komisaris                                     : Chairal Tanjung

    Direksi
    Direktur Utama                         : Irfan Setiaputra
    Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Prasetio
    Direktur Human Capital                 : Salman El Farisiy
    Direktur Teknik                        : Rahmat Hanafi
    Direktur Layanan dan Niaga             : Ade R.Susardi
    Direktur Operasi                       : Tumpal Manumpak Hutapea

•   Kegiatan Usaha GIAA

    Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan
    Perseroan adalah berusaha dalam bidang (i) industri pengolahan, (ii)
    perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda
    motor, (iii) pengangkutan dan pergudangan, (iv) aktivitas profesional, ilmiah
    dan teknis, (v) aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
    ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, dan (vi)
    pendidikan.



                                        18
                                             PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 33
2.4 Nilai Transaksi

    Mengacu pada POJK No. 17/POJK.04/2020 Pasal 3 ayat (1) dan ayat (3) tentang
    Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, disampaikan bahwa suatu
    transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
    dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas. Berdasarkan laporan keuangan
    Perseroan per 30 Juni 2024, Perseroan mempunyai ekuitas negatif, pada kondisi
    tersebut transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi
    sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset.

    Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp418.289.300.000 (empat ratus delapan
    belas miliar dua ratus delapan puluh sembilan juta tiga ratus ribu Rupiah) atau setara
    dengan 6,02% dari total aset Perseroan per 30 Juni 2024, dengan demikian nilai
    transaksi tidak melebihi 10% (sepuluh persen) dari total aset Perseroan, sehingga
    Transaksi dikategorikan bukan transaksi material sebagaimana yang tertuang pada
    Pasal 3, ayat (3) POJK No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
    Kegiatan Usaha.


2.5 Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi

    A. Hubungan Afiliasi dari Segi Kepemilikan Saham

       GIAA selaku pengendali Perseroan, dengan kepemilikan saat ini sebesar 89,1%
       (delapan puluh sembilan koma satu persen). Berikut adalah gambar hubungan
       pihak-pihak yang bertransaksi:

                      Tabel 5.     Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi




        *Di bulan Juni 2020, GELK menghentikan kegiatan operasional sebagai persiapan
         likuidasi dan pembubarannya.
         Sumber: Draf akhir Keterbukaan Informasi dan Laporan Keuangan Perseroan




                                           19
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 34
    B. Hubungan Afiliasi dari Segi Kepengurusan dan Pengawasan

                Tabel 6. Analisis Hubungan Afiliasi Pengurusan dan Pengawasan
         No          Nama                 Perseroan                      GIAA
          1        Dharmadi            Komisaris Utama
          2      Rahmat Hanafi            Komisaris                  Direktur Utama
          3          Abhan           Komisaris Independen
          4       Ali Gunawan        Komisaris Independen
          5       Agit Altrianto     Komisaris Independen
          6      Andi Fahrurrozi        Direktur Utama
          7       Salusra Satria           Direktur
          8       Irvan Pribadi            Direktur
          9        Mukhtaris               Direktur
          10     Pudjo Sarwoko             Direktur
          11      Timur Sukirno                                   Komisaris Independen
          12    Thomas Oentoro                                    Komisaris Independen
          13     Chairal Tanjung                                       Komisaris
          14     Irfan Setiaputra                                    Direktur Utama
                                                                 Direktur Keuangan dan
          15        Prasetio
                                                                    Manajemen Risiko
          16    Salman El Farisiy                                Direktur Human Capital
          17   Ade Ruchyat Susardi                             Direktur Layanan dan Niaga
                Tumpal Manumpak
          18                                                        Direktur Operasi
                    Hutapea


        Dengan demikian Perseroan dan GIAA merupakan Perusahaan terafiliasi sehingga
        Transaksi yang dilakukan dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi sebagaimana
        diatur dalam POJK 42/2020. Berdasarkan keterangan manajemen transaksi
        afiliasi tersebut tidak memiliki benturan kepentingan karena tidak terdapat
        perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan
        ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan pemegang
        saham utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan.


2.6 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi.

    Berdasarkan Draf Perjanjian Penambahan Penyertaan Modal antara GIAA dengan
    Perseroan, hal-hal yang disepakati dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

    a. GIAA sepakat untuk melakukan penyertaan atas aset yang disertakan, termasuk
       semua hak, kepemilikan, dan kepentingan GIAA atas aset yang disertakan yang
       bebas dari segala pembebanan kepada Perseroan sehubungan dengan proses
       PMHMETD, dan Perseroan sepakat untuk menerbitkan sejumlah Saham Baru
       pada PMHMETD kepada GIAA atas penyertaan Aset yang disertakan oleh GIIA
       kepada Perseroan.
    b. Nilai atas aset yang disertakan adalah Rp418.289.300.000 (empat ratus delapan
       belas miliar dua ratus delapan puluh sembilan juta tiga ratus ribu Rupiah) dimana
       para pihak sepakat bahwa Perseroan akan menerbitkan sejumlah Saham Baru
       pada PMHMETD pada tanggal distribusi HMETD sebagaimana disebutkan dalam



                                          20
                                               PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 35
   Prospektus kepada GIAA pada Tanggal Penyelesaian (apabila dapat diterapkan)
   atau segera setelah Tanggal Penyelesaian dengan tetap memperhatikan proses
   PMHMETD yang dilakukan oleh Perseroan dengan jumlah yang senilai dengan
   harga aset yang disertakan.
c. Kondisi prasyarat masing-masing Pihak untuk melakukan transaksi yang diatur
   oleh Perjanjian ini pada saat Tanggal Penyelesaian harus tunduk pada
   pemenuhan atau pengesampingan, seluruhnya atau sebagian, sejauh diizinkan
   oleh Hukum, oleh Para Pihak, atas tidak berlakunya statuta, peraturan, perintah,
   dekrit atau keputusan dari Badan Pemerintah mana pun, yang menjadikan ilegal
   atau memerintahkan atau mencegah penyelesaian transaksi yang dimaksud oleh
   Perjanjian ini pada saat Tanggal Penyelesaian.
d. Kondisi prasyarat GIAA untuk melaksanakan transaksi yang dimaksud dalam
   Perjanjian ini pada atau sebelum Tanggal Penyelesaian kecuali apabila terdapat
   pengesampingan, seluruhnya atau sebagian oleh Perseroan, atas ketentuan
   berikut:
    • GIAA telah mendapatkan persetujuan korporasi yang ditentukan dalam
        anggaran dasar GIAA dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
        berkaitan dengan pemindahtanganan dan penghapusbukuan atas Aset Yang
        Disertakan, yakni berupa persetujuan Dewan Komisaris GIAA dan RUPS GIAA;
        dan
    • Pernyataan dan jaminan GIAA sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Perjanjian
        ini adalah tepat dan benar dalam semua hal yang material pada Tanggal
        Penyelesaian (kecuali sejauh yang secara tegas dibuat pada tanggal yang
        lebih awal, dalam hal mana pada tanggal yang lebih awal tersebut).
e. Kondisi prasyarat Perseroan untuk melaksanakan transaksi yang dimaksud dalam
   Perjanjian ini pada atau sebelum Tanggal Penyelesaian kecuali apabila terdapat
   pengesampingan, seluruhnya atau sebagian oleh GIAA (kecuali untuk Pasal 3.3(b)
   yang mana tidak dapat dikesampingkan), atas ketentuan berikut:
    • Perseroan telah menerima persetujuan korporasi yang ditentukan dalam
        anggaran dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
        berkaitan dengan pelaksanaan PMHMETD, yakni berupa persetujuan RUPS
        Perseroan;
    • Perseroan telah menerima penilaian Aset Yang Disertakan yang dilakukan
        oleh Kantor Jasa Penilai Publik yang ditunjuk oleh Perseroan;
    • Perseroan telah menerima pendapat atas kewajaran transaksi berdasarkan
        Perjanjian ini yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik yang ditunjuk
        oleh Perseroan;
    • Perseroan telah menerima pernyataan efektif dari OJK sehubungan dengan
        PMHMETD yang akan dilaksanakan oleh Perseroan; dan
    • Pernyataan dan jaminan Perseroan sebagaimana diatur dalam Pasal 5
        Perjanjian ini adalah benar dan tepat pada Tanggal Penyelesaian seolah-olah
        dibuat pada dan sejak waktu tersebut (kecuali sejauh yang secara tegas
        dibuat pada tanggal lain yang ditentukan, dalam hal mana pada tanggal yang
        ditentukan tersebut).




                                     21
                                          PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 36
                                     BAB III
                     ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI


3.1   Latar Belakang dan Alasan Transaksi

      Sebagai anak perusahaan GIAA yang bergerak di bidang perawatan dan perbaikan
      pesawat udara, sebagian besar aktivitas pekerjaan yang dilakukan Perseroan
      menggunakan Aset GIAA, khususnya dalam aktivitas perawatan dan perbaikan
      armada pesawat GIAA termasuk juga maskapai atau pelanggan lainnya dalam
      kegiatan operasional Perseroan.

      Dalam upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, Perseroan
      senantiasa melakukan perbaikan posisi ekuitas, yang salah satu inisiatifnya adalah
      melalui perolehan aktiva tetap berupa bangunan hanggar dan fasilitas
      pendukungnya yang akan dialihkan oleh GIAA kepada Perseroan. Pengalihan
      kepemilikan hanggar dan fasilitas pendukungnya tersebut dilakukan dengan
      mekanisme penerbitan saham oleh Perseroan kepada GIAA, yang dapat
      dikategorikan sebagai penyertaan modal secara non-tunai (inbreng). Dengan
      demikian, kepemilikan saham GIAA pada Perseroan akan bertambah.

      Sehubungan dengan latar belakang tersebut, Perseroan berencana untuk melakukan
      Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
      (PMHMETD) dan di dalam Rencana PMHMETD tersebut GIAA akan mengambil bagian
      dalam Rencana PMHMETD tersebut dengan melakukan penyetoran dalam bentuk
      non-tunai (inbreng) berupa Aset GIAA.


3.2   Analisis Manfaat dan Risiko Transaksi

      1.   Analisis Manfaat Transaksi
           • Perseroan akan lebih fleksibel dalam penggunaan, perbaikan, dan
               pengelolaan aset yang terkait dengan kegiatan usaha dan pendukungnya;
           • Perseroan dapat melakukan optimalisasi aset yang mendukung
               pengembangan kegiatan usaha;
           • Adanya potensi penambahan dana dari penerbitan saham yang dapat
               digunakan untuk penambahan modal kerja (working capital).
           • Selain itu adanya penghematan yang muncul dari pembayaran biaya
               kontribusi penggunaan aset GIAA yang sebelumnya disewa oleh Perseroan.

      2.   Analisis Risiko Transaksi
           • Risiko keuangan Perseroan, beban dalam pemeliharaan dan perawatan
               aset menjadi tanggung jawab Perseroan;
           • Tidak optimalisasi aset menjadikan tantangan baru Perseroan dalam
               pengembangan kegiatan usaha; dan
           • Gagalnya rencana transaksi, Perseroan mengalami kesulitan dalam
               memperbaiki posisi ekuitasnya.




                                          22
                                               PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 37
      3.   Analisis Kualitatif

           Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi
           perekonomian dan tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang
           dijalankan Perseroan serta melihat potensi atau prospek usaha Perseroan.


3.3   Tinjauan Ekonomi Makro Dunia dan Indonesia

      Berikut adalah ringkasan kondisi perekonomian makro di Dunia dan
      Indonesia:

                       Tabel 7. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                                                       TW I     TW II    TW III     TW IV      TW I
            Deskripsi         2021       2022
                                                       2023     2023     2023       2023       2024
       PDB Dunia (%)             6,00      3,50         2,60      2,70       3,00      3,00      3,20
       PDB Indonesia (%)         3,70      5,31         5,03      5,17       4,94      4,90      5,11
       Nilai Tukar Rupiah
                              14.320     15.592    15.062       14.881    15.515     15.415    16.180
       (Rp/USD)
       Cadangan Devisa
       Negara (Rp            144,900    137,200   145,200      137,500   134,900    146,400   140,200
       miliar/USD)
       Inflasi                   1,87      5,51         4,97      3,52       2,28      2,61      2,51
       BI Rate (Reverse
                                 3,50      5,75         5,75      5,75       6,00      6,00      6,20
       Repo Rate) (%)
      Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia

      •    Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan
           domestik. PDB triwulan II 2024 didukung oleh konsumsi rumah tangga
           dan investasi. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III dan triwulan IV
           2024 diprakirakan akan tetap baik, dengan rencana peningkatan stimulus
           fiskal dari 2,3% menjadi 2,7% dari PDB. Dengan berbagai perkembangan
           tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran
           4,7-5,5%.
      •    Nilai tukar Rupiah menguat dipengaruhi bauran kebijakan moneter yang
           ditempuh Bank Indonesia dalam memitigasi dampak rambatan global.
           Nilai tukar Rupiah pada Juli 2024 (hingga 16 Juli 2024) menguat 1,21%
           dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2024. Penguatan nilai tukar Rupiah
           tersebut dipengaruhi oleh komitmen Bank Indonesia untuk menjaga
           stabilitas nilai tukar Rupiah dan fundamental perekonomian Indonesia
           yang kuat. Dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah melemah
           4,84% (ytd) dari level akhir Desember 2023, lebih rendah dibandingkan
           dengan pelemahan Peso Filipina, Baht Thailand, dan Won Korea masing-
           masing sebesar 5,14%, 5,44%, dan 7,03%.
      •    Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2024 meningkat menjadi
           sebesar 140,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor
           atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta
           berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
      •    Inflasi menurun dan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi
           Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni 2024 tercatat 2,51% (yoy), lebih rendah


                                                  23
                                                         PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 38
          dari inflasi pada Mei 2024 sebesar 2,84% (yoy). Bank Indonesia terus
          memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan sinergi
          kebijakan dengan Pemerintah sehingga inflasi tahun 2024 dan 2025
          terkendali dalam sasaran 2,5±1%.
          (Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2024 dan
          diolah)

3.3.1 Pertumbuhan Ekonomi Domestik

      Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan domestik.
      PDB triwulan II 2024 didukung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Ekspor
      barang meningkat didorong kenaikan ekspor produk manufaktur dan pertambangan,
      terutama logam dan bijih logam, serta besi baja, ke negara mitra dagang utama,
      seperti India dan Tiongkok.

      Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh
      LU Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran.
      Sementara itu, secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang kuat diprakirakan terjadi
      di mayoritas wilayah, dengan pertumbuhan tertinggi di Sulawesi-Maluku-Papua
      (Sulampua), Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), dan Kalimantan. Pertumbuhan ekonomi
      pada triwulan III dan triwulan IV 2024 diprakirakan akan tetap baik, dengan rencana
      peningkatan stimulus fiskal dari 2,3% menjadi 2,7% dari PDB serta kinerja ekspor
      yang meningkat dengan kenaikan permintaan dari mitra dagang utama. Dengan
      berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada
      dalam kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergitas antara
      stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk
      mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya dari sisi permintaan.


3.3.2 Inflasi

      Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni 2024 tercatat 2,51% (yoy), lebih rendah dari
      inflasi pada Mei 2024 sebesar 2,84% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh
      rendahnya inflasi inti dan inflasi administered prices (AP) yang masing-masing
      sebesar 1,90% (yoy) dan 1,68% (yoy). Inflasi volatile food (VF) turun cukup dalam di
      sebagian besar wilayah Indonesia sehingga tercatat sebesar 5,96% (yoy) dari bulan
      sebelumnya 8,14% (yoy). Perkembangan positif ini dipengaruhi oleh peningkatan
      pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta dampak positif dari eratnya
      sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP di berbagai daerah. Ke depan,
      Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali di dalam sasarannya.
      Inflasi inti diperkirakan terjaga seiring ekspetasi inflasi yang terjangkar dalam
      sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
      permintaan domestic, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan
      satbilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya
      digitalisasi. Inflasi VF diperkirakan tetap terkendali didukung oleh sinergi
      pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintahan Pusat dan Daerah. Bank
      Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan
      sinergi kebijakan dengan Pemerintah sehingga inflasi pada tahun 2024 dan 2025
      terkendali dalam sasaran 2,5±1%.




                                            24
                                                 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 39
                    Tabel 8. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2018 - 2024)
         Bulan     2018       2019       2020         2021        2022       2023      2024
      Januari        3,40        3,25       2,82         1,55       2,18       5,28       2,57
      Februari       3,83        3,18       2,57         1,38       2,06       5,47       2,75
      Maret          3,61        3,40       2,48         1,37       2,64       4,97       3,05
      April          4,17        3,41       2,83         1,42       3,47       4,33       3,00
      Mei            4,33        3,23       3,32         1,68       3,55       4,00       2,84
      Juni           4,37        3,12       3,28         1,33       4,35       3,52       2,51
      Juli           3,88        3,18       3,32         1,52       4,94       3,08
      Agustus        3,82        3,20       3,49         1,59       4,69       3,27
      September      3,72        2,88       3,39         1,60       5,95       2,28
      Oktober        3,56        3,16       3,13         1,66       5,71       2,56
      Nopember       3,30        3,23       3,00         1,75       5,42       2,86
      Desember       3,61        3,13       2,72         1,87       5,51       2,61
     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)


3.3.3 Nilai Tukar Rupiah

     Nilai tukar Rupiah pada Juli 2024 (hingga 16 Juli 2024) menguat 1,21% dibandingkan
     dengan posisi akhir Juni 2024. Penguatan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi
     oleh komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan
     fundamental perekonomian Indonesia yang kuat. Dengan perkembangan tersebut,
     nilai tukar Rupiah melemah 4,84% (ytd) dari level akhir Desember 2023, lebih rendah
     dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina, Baht Thailand, dan Won Korea
     masing-masing sebesar 5,14%, 5,44%, dan 7,03%. Ke depan, nilai tukar Rupiah
     diprakirakan bergerak stabil dalam kecenderungan menguat sejalan dengan
     menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi, dan tetap baiknya pertumbuhan ekonomi
     Indonesia, serta komitmen Bank Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar
     Rupiah yang kemudian mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing. Bank
     Indonesia terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk penguatan
     strategi operasi moneter promarket melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan
     SUVBI. Bank Indonesia memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan
     dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa
     Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.


3.3.4 Suku Bunga

     Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BIRate, yaitu 6,15% pada 16 Juli
     2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 12 Juli 2024 tercatat
     masing-masing pada level 7,30%, 7,39%, dan 7,43% sejalan dengan lebih tingginya
     yield US Treasury jangka pendek dibandingkan dengan tenor jangka panjang. Dalam
     pada itu, imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun relatif stabil, per 16 Juli 2024 masing-
     masing sebesar 6,68% dan 6,95%, di tengah yield US Treasury dan premi risiko pasar
     keuangan global yang masih tinggi. Sementara itu, likuiditas perbankan tetap terjaga
     sejalan dengan tambahan insentif likuiditas kebijakan makroprudensial (KLM),
     ekspansi operasi moneter, dan aliran masuk portofolio asing, di samping tingginya
     kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK), sehingga berdampak pada suku bunga perbankan
     yang tetap terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Juni



                                            25
                                                   PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 40
2024 tercatat masing-masing sebesar 4,63% dan 9,25%, relatif stabil dibandingkan
dengan perkembangan bulan sebelumnya.

Pertumbuhan kredit pada triwulan II 2024 tetap tinggi sebesar 12,36% (yoy) didorong
oleh kuatnya sisi penawaran dan permintaan. Dari sisi penawaran, minat penyaluran
kredit terjaga didukung oleh pertumbuhan DPK triwulan II 2024 yang kuat sebesar
8,45% (yoy), berlanjutnya strategi realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan, serta
dukungan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Bank Indonesia. Dari
sisi permintaan, pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh permintaan dari korporasi
sejalan dengan kinerja penjualan yang tetap tinggi dan kemampuan bayar yang tetap
kuat. Sementara itu, permintaan kredit dari rumah tangga juga terjaga stabil,
terutama dari kelas menengah-atas, seiring dengan ekspektasi penghasilan yang
terjaga. Pertumbuhan kredit yang tinggi tersebut terjadi di sebagian besar sektor
ekonomi, terutama pada industri, perdagangan, dan pengangkutan. Berdasarkan
kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit investasi, kredit
modal kerja, dan kredit konsumsi, yang masing-masing tumbuh sebesar 15,09%
(yoy), 11,68% (yoy), dan 10,80% (yoy) pada triwulan II 2024. Pembiayaan syariah
tumbuh tinggi sebesar 13,61% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 5,68%
(yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit 2024 diprakirakan
berada pada batas atas kisaran 10- 12%.

Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan triwulan II 2024 tetap
memadai tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masih
tercatat tinggi sebesar 25,36%. Risiko kredit bermasalah perbankan (Non-Performing
Loan/NPL) pada Mei 2024 juga rendah, sebesar 2,34% (bruto) dan 0,79% (neto).
Ketahanan sistem keuangan yang kuat ditopang oleh perbankan yang tetap pruden
dalam penyaluran kredit/pembiayaan dan memitigasi risiko kredit, termasuk risiko
dari berakhirnya stimulus restrukturisasi kredit untuk penanganan pandemi Covid-
19. Ketahanan tersebut didukung oleh tingginya rasio kecukupan modal (Capital
Adequacy Ratio/CAR) perbankan sebesar 26,14% dan tingginya rasio Cadangan
Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) kredit terhadap total kredit bermasalah bank.
Ketahanan perbankan juga ditopang oleh kemampuan membayar korporasi dan
rumah tangga yang tetap kuat, sebagaimana hasil stress test perbankan terkini. Ke
depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam
memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Ketahanan sistem keuangan terjaga baik.

Likuiditas perbankan triwulan II 2024 tetap memadai tecermin dari rasio Alat Likuid
terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masih tercatat tinggi sebesar 25,36%. Risiko
kredit bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) pada Mei 2024 juga
rendah, sebesar 2,34% (bruto) dan 0,79% (neto). Ketahanan sistem keuangan yang
kuat ditopang oleh perbankan yang tetap pruden dalam penyaluran
kredit/pembiayaan dan memitigasi risiko kredit, termasuk risiko dari berakhirnya
stimulus restrukturisasi kredit untuk penanganan pandemi Covid-19. Ketahanan
tersebut didukung oleh tingginya rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
Ratio/CAR) perbankan sebesar 26,14% dan tingginya rasio Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (CKPN) kredit terhadap total kredit bermasalah bank. Ketahanan
perbankan juga ditopang oleh kemampuan membayar korporasi dan rumah tangga
yang tetap kuat, sebagaimana hasil stress test perbankan terkini. Ke depan, Bank
Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi
berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.



                                       26
                                            PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 41
     Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II 2024 tetap kuat
     didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi nilai besar,
     transaksi BI-RTGS meningkat 13,42% (yoy) sehingga mencapai Rp42.008,08 triliun.
     Dari sisi ritel, volume transaksi BI-FAST tumbuh positif 67,79% (yoy) mencapai
     785,95 juta transaksi. Transaksi digital banking tercatat 5.363,00 juta transaksi atau
     tumbuh sebesar 34,49% (yoy), sementara transaksi Uang Elektronik (UE) tumbuh
     39,24% (yoy) mencapai 3.958,53 juta transaksi. Transaksi QRIS tumbuh 226,54%
     (yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 50,50 juta dan jumlah merchant 32,71 juta.
     Sementara itu, transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/D turun 8,42% (yoy)
     menjadi 1.759,92 juta transaksi. Transaksi kartu kredit tumbuh 20,92% (yoy)
     mencapai 114,31 juta transaksi. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang
     Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 6,61% (yoy) menjadi Rp1.057,8 triliun.

     Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Juli 2024 memutuskan
     untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar
     5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00%. Keputusan ini konsisten
     dengan kebijakan moneter yang prostability sebagai langkah pre-emptive dan
     forward looking untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1%
     pada 2024 dan 2025. Fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek diarahkan untuk
     memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menarik aliran masuk
     modal asing. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran
     tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
     Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong
     kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga. Kebijakan
     system pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan
     struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem
     pembayaran.


3.3.5 Prospek Perekonomian Indonesia 2024

     Pertumbuhan ekonomi dinilai melambat sepanjang paruh pertama 2024, terutama
     pada triwulan kedua saat arus investasi di pasar modal tertekan. Ekonomi di paruh
     kedua 2024 diprediksi lebih baik. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan
     II 2024 sedikit lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I 2024.

     Hal ini terjadi karena pada triwulan I 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia terbantu
     oleh pelaksanaan pemilu, baik pemilihan presiden (pilpres) maupun pemilihan
     anggota legislatif. Pada triwulan II 2024 efek pemilu sudah hilang sehingga aktivitas
     perekonomian sudah kembali seperti semula dengan berbagai tantangan dan
     hambatan yang dihadapi. Tantangan yang dihadapi pada triwulan II 2024 antara lain
     adalah inflasi inti yang masih rendah, menunjukkan bahwa daya beli masyarakat
     mengalami penurunan. Di sisi lain, inflasi yang berasal dari volatile food atau harga
     pangan bergejolak masih tinggi sehingga masyarakat harus menerima dua beban
     sekaligus.

     Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi inti pada Mei 2024 tercatat 0,17%
     secara bulanan, lebih rendah daripada inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,29%.
     Inflasi harga pangan bergejolak pada Mei 2024 memang menurun dibandingkan
     dengan level pada April 2024, yakni menjadi 8,14% dari 9,63% tetapi relative masih
     cukup tinggi.



                                           27
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 42
     Kinerja pasar modal juga sepertinya tidak akan mengalami perubahan signifikan.
     Stagnannya daya beli masyarakat menyebabkan pemain pasar modal tidak berubah
     dan saat ini masih hati hati dalam menanamkan modalnya. Kondisi ini terlihat dari
     pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 6 persen lebih
     dari awal tahun ke level dibawah 6.000 selama kurang lebih sepekandi minggu ketiga
     Juni. Koreksi ini berkaitan dengan keluarnya investor asing dari pasar saham di pasar
     regular dan negosiasi sebesar Rp 10 Triliun.

     Meski demikian, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto
     (PDB) Indonesia diperkirakan mencapai rata-rata 5,1% per tahun dari 2024 hingga
     2026. Ini dimungkinkan meskipun masih adanya hambatan berupa turunnya harga
     komoditas dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.


3.3.6 Gambaran Umum Industri Maskapai Penerbangan

     Industri Maskapai Penerbangan Global

     Industri penerbangan global akan semakin tumbuh pesat tahun ini, meski masih ada
     tantangan yang dihadapi. Keuntungan maskapai global diprediksi akan meningkat di
     tengah peningkatan permintaan perjalanan. Asosiasi maskapai global, International
     Air Transport Association (IATA), memprediksi laba industri penerbangan global
     tahun 2024 mencapai USD30,5 miliar, setara Rp 494 triliun. Proyeksi tersebut
     meningkat 11,3% dari realisasi laba di 2023, yang sebesar USD27,4 miliar.

     IATA memperkirakan industri di seluruh dunia akan menghasilkan laba sebesar
     USD30,5 miliar tahun ini, lebih tinggi dari revisi ke atas sebesar USD27,4 miliar pada
     tahun 2023. Maskapai-maskapai penerbangan akan tetap berusaha menekan biaya
     tenaga kerja meskipun terjadi pemogokan baru-baru ini. Hal ini terjadi dalam empat
     tahun setelah industri penerbangan dunia mengalami kerugian sebesar USD140
     miliar pada tahun 2020, sebagai akibat dari pandemi. Nilai tersebut jauh melebihi
     perkiraan laba sebesar USD25,7 miliar untuk tahun 2024 yang dirilis pada Desember
     lalu.

     Selama dekade berikutnya, pasar asuransi global diperkirakan akan tumbuh dengan
     tingkat tahunan sebesar 5,5%, yaitu dengan tingkat yang sama persis dengan GDP
     global. Pada dekade sebelumnya, pertumbuhan asuransi tertinggal di belakang
     pertumbuhan ekonomi. Bobot dari tiga segmen akan bergeser. Segmen asuransi
     umum akan tumbuh sebesar 4,7% per tahun, setelah 5,0% per tahun dalam sepuluh
     tahun sebelumnya, karena kenaikan harga yang terkait dengan inflasi akan mereda.
     Segmen kesehatan juga diperkirakan akan tumbuh sedikit lebih lambat – tetapi
     dengan 7,3% per tahun, peningkatannya tetap tinggi. Sebaliknya, segmen asuransi
     jiwa mungkin tumbuh sebesar 5,1% per tahun (naik dari 3,5% per tahun), mendapat
     manfaat dari suku bunga yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, kumpulan premi
     global akan meningkat hampir EUR5 triliun.

     Namun IATA memperingatkan bahwa kemampuan industri penerbangan global
     untuk melayani permintaan perjalanan yang meningkat pesat masih terhambat oleh
     gangguan pada rantai pasokan global, terutama pada pengiriman armada.

     Propspek ekonomi dua tahunan AIATA menyebutkan tingkat keterisian penumpang
     atau jumlah rata-rata yang dibayarkan oleh penumpang untuk terbang sejauh satu


                                           28
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 43
mil diperkirakan akan meningkat sebesar 3,2% dibandingkan dengan tahun 2023.
Sebagian karena pertumbuhan kapasitas dibatasi, sehingga menaikkan tarif rata-
rata. Sebaliknya, angka yang sesuai untuk pengangkutan kargo diperkirakan akan
turun 17,5% pada tahun 2024 karena pasar kargo kembali ke pola normal setelah
booming selama pandemi.

Di Asia, IATA meningkatkan proyeksi laba industri lebih dari tiga kali lipat untuk tahun
2024 menjadi USD2,2 miliar meskipun terjadi pemulihan yang lambat dalam
perjalanan internasional di China. Dengan angka USD14,9 miliar, tidak berubah dari
perkiraan sebelumnya, Amerika Utara tetap menjadi wilayah yang paling
menguntungkan dengan tingkat belanja konsumen yang kuat meskipun ada tekanan
biaya hidup.

IATA mengatakan bahwa maskapai-maskapai penerbangan menghadapi masalah
pemeliharaan yang tak terduga. Hal tersebut tampaknya akan menjadi alasan untuk
memperbaiki mesin-mesin yang dibangun oleh Pratt dan Whitney, sehingga
diperkirakan akan menyebabkan ratusan jet Airbus harus dikandangkan pada musim
panas ini. Sumber-sumber di kalangan industri mengatakan penerbangan
menyebutkan bahwa Airbus, pembuat pesawat terbesar di dunia, menghadapi
lonjakan baru dalam masalah pasokan, sehingga menimbulkan keraguan pada
rencana produksi untuk paruh kedua. Kendati demikian Airbus menyatakan akan
tetap berpegang pada target pengiriman setahun penuh. Saingannya, Boeing
memproduksi jauh lebih sedikit jet 737 MAX terlarisnya daripada yang direncanakan
semula setelah ledakan panel kabin di udara pada bulan Januari, sehingga
mendorong regulator AS untuk membatasi produksinya.

Industri Maskapai Penerbangan di Indonesia

Transportasi Indonesia mengalami perkembangan yang membaik selama setahun
terakhir, baik transportasi udara, laut maupun darat (kereta api). Khusus industri
penerbangan yang mengalami dampak signifikan akibat pandemi Covid-19
diperkirakan kembali bangkit pada tahun ini. Asosiasi Transportasi Udara
Internasional (IATA) memperkirakan bahwa jumlah penumpang pesawat pada 2024
akan menyentuh hampir lima miliar penumpang dalam setahun berdasarkan
proyeksi mereka edisi Juni 2024.

Menurut Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk transportasi udara, terjadi
peningkatan jumlah penumpang terjadi di empat bandara internasional Indonesia.
Bandara Kualanamu-Medan sebesar 29,90%; Ngurah Rai-Denpasar 12,81%; Juanda-
Surabaya sebesar 12,11%, dan Soekarno Hatta-Tangerang sebesar 7,21%. Secara
angka jumlah penumpang internasional, maka angka kenaikan terjadi di Bandara
Soekarno Hatta-Tangerang, yaitu mencapai 653,9 ribu orang, lalu Bandara Ngurah
Rai-Denpasar sebanyak 548,7 ribu orang. Secara total untuk periode Januari–April
2024, jumlah penumpang pesawat ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan
nasional maupun asing, sebanyak 5,7 juta orang atau naik 29,74% secara tahunan
(year-on-year/yoy).

Jika dilihat dari tabel di bawah ini selama satu tahun terakhir dari bulan Mei 2023
sampai dengan Mei 2024, penerbangan internasional termasuk stabil mengalami
peningkatan paska pandemi Covid-19.




                                       29
                                            PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 44
        Tabel 9.    Perkembangan Transportasi Udara Nasional Mei 2024




Sumber : Badan Pusat Statistik

Sedangkan untuk transportasi udara, menurut Laporan Badan Pusat Statistik (BPS)
menunjukkan, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada April 2024
menyentuh 5,86 juta orang atau naik 30,63% dibanding Maret 2024 yang sebesar 4,48
juta penumpang. Peningkatan jumlah penumpang domestik lebih merata terjadi di
seluruh bandara, antara lain Bandara Kualanamu-Medan sebesar 45,48%; Juanda-
Surabaya 40,02%, Hasanuddin-Makassar sebesar 36,07%, Ngurah Rai-Denpasar
sebesar 28,02% dan Soekarno Hatta-tangerang sebesar 19,71%.

Total penumpang internasional sebanyak 7,4 juta orang, naik sebesar 1,11%
dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang
yang diangkut naik 9,71% menjadi 261,1 ribu ton.

  Tabel 10. Tren Jumlah Penumpang Udara Internasional dan Domestik (Agustus
                                  2022 – April 2024)




Sumber: databox




                                    30
                                         PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 45
Faktor Umum yang Mempengaruhi Peningkatan Jumlah Penumpang Angkutan
Udara

Inilah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan jumlah penumpang
angkutan udara internasional di Indonesia pada tahun 2024:

1. Pemulihan dari Pandemi COVID-19:
   Usai masa pembatasan perjalanan internasional yang ketat selama pandemi
   COVID-19, banyak negara mulai melonggarkan pembatasan perjalanan dan
   melakukan perjalanan internasional lagi. Kondisi ini dapat meningkatkan jumlah
   penumpang pesawat di Indonesia, mengingat popularitas destinasi wisata
   Indonesia di antara wisatawan asing.

2. Peningkatan Koneksi Penerbangan:
   Maskapai penerbangan internasional memulai kembali atau meningkatkan
   frekuensi penerbangan ke dan dari Indonesia. Ini bisa disebabkan oleh
   peningkatan permintaan dari penumpang yang ingin melakukan perjalanan
   bisnis, liburan, atau kunjungan keluarga.

3. Kebijakan Perjalanan yang Diperlonggar:
   Pemerintah Indonesia atau negara-negara lain mungkin telah melonggarkan
   kebijakan perjalanan internasional, termasuk visa dan persyaratan karantina,
   yang membuat lebih mudah bagi wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.

4. Pemulihan Ekonomi:
   Peningkatan jumlah penumpang angkutan udara internasional terkait dengan
   pertumbuhan ekonomi global dan regional. Jika ekonomi dunia dan regional
   mengalami pemulihan dan pertumbuhan yang stabil, maka permintaan untuk
   perjalanan internasional juga cenderung meningkat.

5. Acara Khusus atau Event Wisata:
   Adanya acara besar atau event wisata tertentu di Indonesia pada tahun 2024
   dapat menarik lebih banyak wisatawan internasional untuk mengunjungi negara
   ini.

   Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan
   mancanegara (wisman) ke Indonesia meningkat pada Mei 2024. Jumlahnya
   mencapai 1.145.499 kunjungan, naik 7,36% secara bulanan dan naik 20,11%
   secara tahunan. Kombinasi dari faktor-faktor di atas dapat berkontribusi pada
   peningkatan jumlah penumpang angkutan udara internasional di Indonesia pada
   tahun 2024.




                                    31
                                         PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 46
 Tabel 11.   Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia (April 2020-
                                      April 2024)




Sumber: databox

Event-event Khusus yang Berkontribusi Meningkatkan Volume Penerbangan

Ada beberapa hal yang memang nampak memberikan kontribusi peningkatan
volume penumpang pengguna pesawat udara khususnya penerbangan
internasional. Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas terkait perjalanan
bisnis dan wisata, ada beberapa event atau momen yang berkontribusi secara
khusus. Jumlah wisman ke Indonesia yang meningkat pada Mei 2024 secara umum
karena adanya momen liburan internasional, antara lain Hari Raya Waisak. Demikian
juga terpilihnya indonesia menjadi tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10
Tahun 2024. Kegiatan puncak 10th WWF di Bali pada 18-24 Mei 2024, sebuah
pertemuan internasional berskala global, membuat volume penerbangan
internasional meningkat.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan bahwa jumlah
penumpang pesawat pada 2024 akan menyentuh hampir lima miliar penumpang
dalam setahun. Jumlah tersebut sudah melampaui jumlah penumpang pesawat
pada 2019 (angka tahun terakhir sebelum pandemi Covid-19).

                     Tabel 12. Pendapatan (dalam USD Miliar)




Sumber: International Air Transport Association (IATA)



                                      32
                                           PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 47
                                Tabel 13. Volume Lalu Lintas




     Sumber: International Air Transport Association (IATA)

     Lonjakan jumlah penumpang ini diharapkan turut mendongkrak pendapatan industri
     penerbangan dan mendorong pemulihan industry penerbangan di Indonesia.
     Kombinasi dari faktor-faktor di atas dapat berkontribusi pada peningkatan jumlah
     penumpang angkutan udara internasional di Indonesia pada tahun 2024. Dengan
     demikian jika jumlah event-event berskala internasional bertambah, maka dapat
     dipastikan akan berdampak signifikan pada industri penerbangan Indonesia.


3.3.7 Tinjauan Industri Perawatan Pesawat di Indonesia

     Pasar perawatan pesawat menyediakan layanan untuk memastikan fungsi,
     keselamatan, dan kelaikan udara pesawat yang tepat. Pasar ini mencakup berbagai
     kegiatan yang dirancang untuk memperbaiki, memeriksa, dan merawat pesawat agar
     memenuhi standar peraturan dan memastikan pengoperasiannya yang aman. Ini
     adalah komponen penting dari industri penerbangan yang lebih luas dan memainkan
     peran penting dalam mempertahankan integritas operasional pesawat. Pasar
     perawatan pesawat didorong oleh faktor-faktor seperti persyaratan peraturan,
     kemajuan teknologi, pertimbangan keselamatan, dan kesehatan industri
     penerbangan secara keseluruhan. Ini adalah sektor yang dinamis dan berkembang
     yang membutuhkan adaptasi berkelanjutan terhadap teknologi, material, dan
     standar industri baru.

     Pertumbuhan perjalanan udara global yang terus berlanjut menyebabkan
     permintaan yang lebih tinggi untuk layanan perawatan pesawat. Seiring dengan
     meningkatnya jumlah penerbangan dan penumpang, maskapai penerbangan dan
     operator memerlukan perawatan yang lebih sering dan menyeluruh untuk
     memastikan keselamatan dan keandalan armada mereka.

     Penyedia jasa Perawatan, Perbaikan, dan Perombakan (MRO) berada di garis depan
     dalam menangani lonjakan ini, dengan menawarkan layanan khusus yang tidak
     hanya memenuhi persyaratan regulasi tetapi juga berkontribusi pada umur
     operasional dan keselamatan armada udara global yang terus berkembang. Seiring



                                           33
                                                PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 48
      dengan terus meningkatnya industri penerbangan, pasar perawatan pesawat
      diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan berkelanjutan, didorong oleh
      keharusan untuk memastikan keselamatan dalam menghadapi peningkatan
      penggunaan pesawat.

      Ukuran pasar perawatan pesawat di Asia Pasifik diperkirakan mencapai USD26,78
      Miliar pada tahun 2023 dan diprediksi bernilai sekitar USD46,35 Miliar pada tahun
      2033, dengan CAGR sebesar 5,6% dari tahun 2024 hingga 2033.

       Tabel 14. Ukuran dan Pertumbuhan Pasar Perawatan Pesawat Asia Pasifik 2024
                                          hingga 2033




      Sumber: Precedenceresearch, 2024


3.4   Analisis Operasional dan Prospek Perseroan

      • Analisis Operasional

        Di tahun 2023, perseroan membukukan laba usaha sebesar USD27.701.400, naik
        dari tahun sebelumnya sebesar 11,40%. Pada 30 Juni 2024, Perseroan
        mencatatkan pendapatan sebesar USD216.478.455 dengan laba bersih sebesar
        USD13.256.416. Perseroan terus berusaha untuk menjaga kinerja dari lini
        keuangan dengan upaya untuk meningkatkan penjualan, efisiensi beban usaha,
        dan pengelolaan modal kerja.

      • Prospek Perseroan

        Salah satu kegiatan usaha yang dilakukan Perseroan saat ini adalah pada
        perawatan pesawat terbang. Dengan proyeksi perjalanan udara global yang terus
        berlanjut menyebabkan permintaan yang lebih tinggi untuk layanan perawatan
        pesawat. Seiring dengan meningkatnya jumlah penerbangan dan penumpang,
        maskapai penerbangan dan operator memerlukan perawatan.

        Seiring dengan terus meningkatnya industri penerbangan, pasar perawatan
        pesawat diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan berkelanjutan, didorong
        oleh keharusan untuk memastikan keselamatan dalam menghadapi peningkatan



                                          34
                                               PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 49
          penggunaan pesawat. Perseroan berupaya untuk memanfaatkan pertumbuhan
          industri penerbangan dengan terus memperluas cakupan wilayah penjualan,
          mempertahankan kualitas layanan, dan mencari peluang potensial lainnya untuk
          bertumbuh.

3.5   Alasan dilakukannya Transaksi

      Dalam upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha, Perseroan
      senantiasa melakukan perbaikan posisi ekuitas, yang salah satu inisiatifnya adalah
      melalui perolehan aktiva tetap berupa bangunan hanggar dan fasilitas
      pendukungnya yang akan dialihkan oleh GIAA kepada Perseroan. Pengalihan
      kepemilikan hanggar dan fasilitas pendukungnya tersebut dilakukan dengan
      mekanisme penerbitan saham oleh Perseroan kepada GIAA, yang dapat
      dikategorikan sebagai penyertaan modal secara non-tunai (inbreng). Dengan
      demikian, kepemilikan saham GIAA pada Perseroan akan bertambah.


3.6   Keuntungan dan Kerugian atas Transaksi

      ●    Keuntungan Transaksi
           a. Perseroan akan lebih fleksibel dalam penggunaan, perbaikan, dan
              pengelolaan aset yang terkait dengan kegiatan usaha dan pendukungnya;
           b. Perseroan dapat melakukan optimalisasi aset yang mendukung
              pengembangan kegiatan usaha; dan
           c. Perseroan mendapatkan penambahan aset tetap berupa aset yang
              diinbrengkan.
           d. Perseroan mendapatkan penambahan dana dari penerbitan saham yang
              dapat digunakan untuk penambahan modal kerja (working capital).
           e. Perbaikan posisi ekuitas Perseroan, dengan adanya penambahan ekuitas.
           f. Selain itu adanya penghematan yang muncul dari pembayaran biaya
              kontribusi penggunaan aset GIAA yang sebelumnya disewa oleh Perseroan.

      ●    Kerugian Transaksi
           a. Risiko keuangan Perseroan, beban dalam pemeliharaan dan perawatan
               aset menjadi tanggung jawab Perseroan;
           b. Tidak optimalisasi aset menjadikan tantangan baru Perseroan dalam
               pengembangan kegiatan usaha; dan
           c. Gagalnya rencana transaksi, Perseroan mengalami kesulitan dalam
               memperbaiki posisi ekuitasnya.


3.7   Analisis Kuantitatif atas Transaksi

      Analisis kuantitatif dilakukan terhadap kinerja historis keuangan dan dampak
      keuangan Perseroan atas Rencana Transaksi sebagai berikut:




                                            35
                                                 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 50
3.7.1 Kinerja Keuangan Historis Perseroan

     Analisis Posisi Keuangan

     Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data posisi keuangan Perseroan untuk
     periode 31 Desember 2019 sampai dengan 30 Juni 2024.

     Tabel 15. Laporan Posisi Keuangan Historis Perseroan secara Konsolidasian
                                             (Dinyatakan dalam Dolar Amerika Serikat)
        Keterangan          2019*             2020*              2021*           2022*            2023         30 Juni 2024
      Aset Lancar         560.155.584        294.271.426        209.985.094    200.965.297     246.615.548      222.435.312
      Aset Tidak
                          196.234.874        226.583.662        187.430.879    189.693.413     203.405.555      200.481.856
      Lancar
      Jumlah Aset         756.390.458        520.855.088        397.415.973    390.658.710     450.021.103      422.917.168
      Liabilitas Jangka
                          455.417.871        465.274.117        321.064.848    248.830.982     279.717.345      258.611.627
      Pendek
      Liabilitas Jangka
                           35.697.256        269.611.255        414.710.336    472.849.048     481.465.660      462.435.248
      Panjang
      Jumlah
                          491.115.127        734.885.372        735.775.184    721.680.030     761.183.005      721.046.875
      Liabilitas
      Jumlah Ekuitas      265.275.331    (214.030.284)      (338.359.211)     (331.021.320)   (311.161.902)    (298.129.707)
      Jumlah
      Liabilitas Dan      756.390.458        520.855.088        397.415.973    390.658.710     450.021.103      422.917.168
      Ekuitas
     Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
     *) Berdasarkan Angka Re-State Laporan Keuangan Audit Periode Berikutnya

         Tabel 16. Common Size Laporan Posisi Keuangan Historis Perseroan secara
                                         Konsolidasian
         Keterangan           2019*             2020*            2021*        2022*            2023           30 Juni 2024
      Aset Lancar                   74,06%        56,50%           52,84%       51,44%            54,80%            52,60%
      Aset Tidak Lancar             25,94%        43,50%           47,16%       48,56%            45,20%            47,40%
      Jumlah Aset               100,00%         100,00%          100,00%       100,00%          100,00%           100,00%
      Liabilitas Jangka
                                    60,21%        89,33%           80,79%       63,70%            62,16%            61,15%
      Pendek
      Liabilitas Jangka
                                     4,72%        51,76%         104,35%       121,04%          106,99%           109,34%
      Panjang
      Jumlah Liabilitas             64,93%      141,09%          185,14%       184,73%          169,14%           170,49%
      Jumlah Ekuitas                35,07%       -41,09%          -85,14%      -84,73%           -69,14%           -70,49%
      Jumlah Liabilitas
                                100,00%         100,00%          100,00%       100,00%          100,00%           100,00%
      Dan Ekuitas
     Sumber: Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
     *) Berdasarkan Angka Re-State Laporan Keuangan Audit Periode Berikutnya

     Berdasarkan tabel di atas, perkembangan aset Perseroan pada tahun 2019 sampai
     dengan tahun 2023 mengalami peningkatan yang berfluktuatif dengan rata-rata per
     tahun mengalami penurunan sebesar 10,34%, dan peningkatan tertinggi terjadi pada
     tahun 2023 sebesar 15,20% dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar
     USD390.658.710 pada tahun 2022 dan sebesar USD450.021.103 pada tahun 2023.
     Sementara itu, jumlah aset terbesar tercatat pada tahun 2019 yang tercatat sebesar
     USD756.390.458 dan jumlah aset terkecil tercatat pada tahun 2022 sebesar
     USD390.658.710. Pada periode 30 Juni 2024 Perseroan memiliki total aset sebesar
     USD422.917.168.




                                                           36
                                                                  PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 51
Total liabilitas untuk tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami pergerakan
yang cenderung meningkat, peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2020 yang
tercatat sebesar 49,64% dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar
USD491.115.127 pada tahun 2019 dan sebesar USD734.885.372 pada tahun 2020.
Rata-rata perubahan total liabilitas setiap tahunnya untuk tahun 2019 sampai
dengan tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 13,33%. Pada periode 30 juni
2024 total liabilitas Perseroan sebesar USD720.016.780.

Secara historis, pada tahun 2020 sampai dengan periode 30 Juni 2024 Perseroan
mengalami defisiensi modal. Pada tahun 2019, total ekuitas Perseroan menujukkan
angka yang positif yaitu tercatat sebesar USD265.275.331, sedangkan pada periode
30 Juni 2024 Perseroan mencatat defisiensi modal sebesar USD297.099.612.

Tabel 17. Pertumbuhan Laporan Posisi Keuangan Historis Perseroan secara
          Konsolidasian
                                    (Dinyatakan dalam Dolar Amerika Serikat)
 1.000.000.000


   800.000.000


   600.000.000


   400.000.000


   200.000.000


               0
                       2019*         2020*            2021*           2022*             2023        30 Juni 2024
  -200.000.000


  -400.000.000

                               Jumlah Aset     Jumlah Liabilitas      Jumlah Ekuitas

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
*) Berdasarkan Angka Re-State Laporan Keuangan Audit Periode Berikutnya

Analisis Laba (Rugi)

Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data laba (rugi) Perseroan untuk periode
31 Desember 2019 sampai dengan 30 Juni 2024.

     Tabel 18. Laporan Laba (Rugi) Historis Perseroan secara Konsolidasian
                                                          (Dinyatakan dalam Dolar Amerika Serikat)
    Keterangan              2019*            2020*            2021*             2022*              2023        30 Juni 2024
 Pendapatan               519.484.485     253.841.435       210.593.315       238.703.893       373.206.984     216.478.455
 Beban Usaha             (554.228.422)   (565.181.957)     (305.088.805)   (274.365.110)       (349.628.204)   (194.269.268)
 Laba (Rugi) Usaha        (34.743.937)   (311.340.522)      (94.495.490)      (35.661.217)       23.578.780        22.209.187
 Laba (Rugi) Sebelum
                          (51.941.401)   (342.761.372)     (111.643.859)      (55.025.131)       15.607.404        13.283.220
 Pajak
 Laba (Rugi) Bersih
                          (52.774.636)   (328.760.804)     (127.352.363)      (56.900.105)       16.046.069        13.256.416
 Tahun Berjalan




                                                     37
                                                           PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 52
     Keterangan        2019*            2020*           2021*            2022*               2023          30 Juni 2024
 Jumlah Penghasilan
 Komprehensif Tahun    (1.668.109)   (325.907.369)   (124.328.927)       7.346.953          19.933.523      13.041.029
 Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
*) Berdasarkan Angka Re-State Laporan Keuangan Audit Periode Berikutnya

       Tabel 19. Common Size Laporan Laba (Rugi) Historis Perseroan secara
                                     Konsolidasian
     Keterangan         2019*          2020*         2021*           2022*           2023        30 Juni 2024
 Pendapatan              100,00%       100,00%        100,00%        100,00%     100,00%             100,00%
 Beban Usaha             106,69%       222,65%        144,87%        114,94%         93,68%              89,74%
 Laba (Rugi) Usaha         -6,69%      -122,65%       -44,87%        -14,94%          6,32%              10,26%
 Laba (Rugi) Sebelum
                         -10,00%       -135,03%       -53,01%        -23,05%          4,18%              6,14%
 Pajak
 Laba (Rugi) Bersih
                         -10,16%       -129,51%       -60,47%        -23,84%          4,30%              6,12%
 Tahun Berjalan
 Jumlah Penghasilan
 Komprehensif Tahun      100,00%       100,00%        100,00%        100,00%     100,00%             100,00%
 Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
*) Berdasarkan Angka Re-State Laporan Keuangan Audit Periode Berikutnya

Pendapatan Perseroan berasal dari pendapatan repair and overhaul, perawatan,
serta pendapatan operasional lainnya. Selama tahun 2019 sampai dengan tahun
2023, total pendapatan operasional Perseroan mengalami penurunan secara rata-
rata sebesar 8,09%, peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2023 yang tercatat
sebesar 56,35% dari periode sebelumnya, penurunan terendah terjadi pada tahun
2020 yang tercatat sebesar 51,14%. Pada periode 30 Juni 2024 total pendapatan
Perseroan tercatat sebesar USD216.478.455.

Beban usaha Perseroan pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 rata-rata
mengalami penurunan sebesar 9,22%. Peningkatan beban operasional tertinggi juga
terjadi pada tahun 2023 yang tercatat sebesar 61,57% dan penurunan beban usaha
terendah terjadi pada tahun 2021 yang tercatat sebesar 46,02%. Pada periode 30 Juni
2024 total beban usaha Perseroan tercatat sebesar USD194.269.268.

Laba tahun berjalan pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
fluktuatif, dimana pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 Perseroan
mengalami kerugian. Pada tahun 2022 sampai dengan periode 30 Juni 2024
Perseroan mencatat laba, dimana pada periode 30 Juni 2024 Perseroan mencatat
laba sebesar USD13.256.416.




                                                38
                                                     PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 53
          Tabel 20. Pertumbuhan Laporan Laba (Rugi) Historis Perseroan secara
                                        Konsolidasian
                                          (Dinyatakan dalam Dolar Amerika Serikat)
    600.000.000
    400.000.000
    200.000.000
              0
                      2019*               2020*         2021*           2022*               2023       30 Juni 2024
    -200.000.000
    -400.000.000

              Pendapatan                                           Laba (Rugi) Usaha

              Laba (Rugi) Sebelum Pajak                            Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan

              Jumlah Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
*) Berdasarkan Angka Re-State Laporan Keuangan Audit Periode Berikutnya
Analisis Arus Kas

Arus kas Perseroan untuk periode 31 Desember 2019 sampai dengan 30 Juni 2024
dapat dilihat pada tabel berikut.

           Tabel 21. Laporan Arus Kas Historis Perseroan secara Konsolidasian
                                            (Dinyatakan dalam Dolar Amerika Serikat)
         Keterangan               2019*             2020*            2021*               2022*           2023         30 Juni 2024
Arus Kas Bersih yang
diperoleh (digunakan)            26.519.743       (115.911.108)     13.593.221           7.603.145      30.681.202      2.515.310
untuk Aktivitas Operasi
Arus Kas Bersih yang
diperoleh (digunakan)           (51.915.252)       (8.816.100)      (1.159.308)         (3.100.981)      (639.036)     (1.178.855)
untuk Aktivitas Investasi
Arus Kas Bersih yang
diperoleh (digunakan)
                                 12.270.289       106.978.629       (7.537.396)        (12.215.911)    (14.218.123)    (6.992.445)
untuk Aktivitas
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
Bersih Kas dan Setara           (13.125.220)      (17.748.579)       4.896.517          (7.713.747)     15.824.043     (5.655.990)
Kas
Kas dan Setara Kas
                                 39.127.169        26.985.127        8.981.759          13.767.313       5.103.013     21.051.033
Pada Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
                                 26.985.127         8.981.759       13.767.313           5.103.013      21.051.033     14.647.634
Pada Akhir Tahun
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
*) Berdasarkan Angka Re-State Laporan Keuangan Audit Periode Berikutnya

Dari Laporan Keuangan yang diperoleh, aktivitas cash flow Perseroan secara
konsolidasian pada periode yang berakhir 30 Juni 2024 adalah:

•      Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat sebesar
       USD2.515.310 yang dikarenakan net off perubahan modal kerja.
•      Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat sebesar negatif
       USD1.178.855, arus kas investasi bernilai negatif karena Perseroan
       mengeluarkan dana untuk pembelian aset tetap.
•      Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar
       negatif USD6.992.445, arus kas pendanaan bernilai negatif karena Perseroan
       melakukan pembayaran utang.




                                                      39
                                                               PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 54
Tabel 22. Pertumbuhan Laporan Arus Kas Historis Perseroan secara Konsolidasian
                                      (Dinyatakan dalam Dolar Amerika Serikat)
  150.000.000
  100.000.000
   50.000.000
            0
  -50.000.000          2019*          2020*           2021*              2022*         2023            30 Juni 2024
 -100.000.000
 -150.000.000

                           Arus Kas Bersih yang diperoleh (digunakan) untuk Aktivitas Operasi
                           Arus Kas Bersih yang diperoleh (digunakan) untuk Aktivitas Investasi
                           Arus Kas Bersih yang diperoleh (digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
*) Berdasarkan Angka Re-State Laporan Keuangan Audit Periode Berikutnya

Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat analisis
yang digunakan oleh Perseroan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data
perbandingan masing-masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti laporan
neraca, laba (rugi) dan arus kas dalam periode tertentu.

Berdasarkan rasio keuangan di atas, kondisi Perseroan secara konsolidasian per
30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:

                Tabel 23. Rasio Keuangan Perseroan Secara Konsolidasian
          Keterangan                  2019*       2020*          2021*       2022*       2023            30 Juni 2024
LIQUIDITY RATIO
Current Ratio                         123,00%      63,25%        65,40%      80,76%       88,17%              86,01%
Quick Ratio                            48,10%      23,57%        19,96%      17,50%       28,05%              24,24%
ACTIVITY RATIO
Day of Sales Outstanding                  134          145           87           58              56                  40
Day of inventory turnover                   99           60          78           82              82                  63
Day of payable turnover                     76         103          189          144              86                  63
SOLVABILITY RATIO
Total Liabilities to Assets Ratio      64,93%     141,09%       185,14%     184,73%      169,14%             170,49%
Total Liabilities to Equity Ratio    185,13%     -343,36%       -217,45%    -218,02%    -244,63%            -241,86%
PROFITABILITY RATIO
Operating Profit Margin                -6,69%    -122,65%        -44,87%     -14,94%          6,32%           10,26%
Net Profit Margin                     -10,16%    -129,51%        -60,47%     -23,84%          4,30%             6,12%
Return on Assets (ROA)                 -6,98%     -63,12%        -32,05%     -14,57%          3,57%             3,13%
Return on Equity (ROE)                -19,89%     153,60%        37,64%      17,19%        -5,16%              -4,45%

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
*) Berdasarkan Angka Re-State Laporan Keuangan Audit Periode Berikutnya

Rasio Likuiditas

Tabel diatas menunjukkan Perseroan memiliki rasio likuiditas yang cenderung
menurun sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023. Pada tahun 2023 Perseroan



                                                    40
                                                              PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 55
memiliki rasio likuiditas yang rendah, dimana current ratio dan quick ratio tercatat
sebesar 88,17% dan 28,05%. Pada periode 30 Juni 2024, Perseroan memiliki current
ratio sebesar 86,01% dan quick ratio sebesar 24,24%.

Rasio Aktivitas

Hari perputaran piutang selama tahun historis menunjukkan tren yang menurun
signifikan, sebesar 134 hari pada tahun 2019 menjadi 56 hari pada tahun 2023. Untuk
periode 30 Juni 2024, hari perputaran piutang Perseroan adalah selama 40 hari.

Selama 5 (lima) tahun terakhir hari perputaran persediaan Perseroan menunjukkan
tren yang menurun, sebesar 99 hari pada tahun 2019 menjadi 82 hari pada tahun
2023. Pada periode 30 Juni 2024, hari perputaran persediaan Perseroan adalah
selama 63 hari.

Hari perputaran utang usaha Perseroan selama 4 (empat) tahun terakhir mengalami
tren yang menurun, semula sebesar 103 hari pada tahun 2020 menjadi 86 hari pada
tahun 2023. Pada periode 30 Juni 2024, hari perputaran utang usaha Perseroan
adalah selama 63 hari.

Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi
kewajiban jangka panjangnya. Rasio ini juga dimaksudkan untuk mengukur sampai
seberapa jauh aset Perseroan dibiayai oleh utang. Total Liabilities to Assets Ratio dan
Total Liabilities to Equity Ratio Perseroan terus mengalami peningkatan seiring
dengan perusahaan yang mengalami defisiensi modal sejak tahun 2020. Pada 30 Juni
2024 besaran Total Liabilities to Assets Ratio dan Total Liabilities to Equity Ratio
Perseroan tercatat sebesar 170,49% dan -241,86%.

Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh
laba dalam operasinya. Pada periode 30 Juni 2024, Perseroan mencatatkan Net Profit
Margin sebesar 6,12%, Return on Assets sebesar 3,13% dan Return on Equity sebesar
-4,45%.

Informasi Perpajakan

Pada laporan keuangan per 30 Juni 2024 tercatat utang pajak Perseroan sebesar
USD7.211.237.

Kompensasi Bagi Pemegang Saham

Selama periode historis, sejak tahun 2020 Perseroan belum mencatatkan laba,
sehingga sejak tahun 2020 Perseroan belum membagikan dividen atas usahanya.




                                       41
                                            PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 56
3.8   Analisis Dampak Keuangan Perseroan atas Transaksi

      Berdasarkan Informasi Konsolidasian Proforma Perseroan sebelum dan sesudah
      Transaksi periode 30 Juni 2024, dampak keuangan atas Transaksi dalam proforma
      keuangan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut:

             Tabel 24. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan
                                                                        30 Juni 2024
                                                                                              Dampak
                       Deskripsi                   Sebelum Rencana      Setelah Rencana
                                                                                             Rencana
                                                      Transaksi            Transaksi
                                                                                             Transaksi
       ASSETS
       CURRENT ASSETS
         Cash and cash equivalents                         14.647.634           16.147.634     1.500.000
         Restricted cash and cash equivalents                 154.312              154.312             0
         Short term investment                                 58.840               58.840             0
         Trade receivables                                          0                    0             0
         - Related parties                                 37.559.520           37.559.520             0
         - Third parties                                   10.265.131           10.265.131             0
         Other receivables                                    279.292              279.292             0
         Contract assets                                            0                    0             0
         - Related parties                                 33.423.193           33.423.193             0
         - Third parties                                   21.710.338           21.710.338             0
         Inventories                                       63.495.315           63.495.315             0
         Advances and prepaid expenses, current
                                                           38.119.733           38.119.733               0
         portion
         Prepaid taxes                                             0                     0             0
         - Corporate income taxes                                  0                     0             0
         - Other taxes                                     2.722.004             2.722.004             0
       Total current assets                              222.435.312           223.935.312     1.500.000

       NON-CURRENT ASSETS
         Trade receivables, non-current portion                                                          0
         - Related parties                                 14.495.083           14.495.083               0
         - Third parties                                            0                    0               0
         Other receivables                                          0                    0               0
         - Relpar – GMF                                     2.979.994            2.979.994               0
         Advances and prepaid expenses, non-
                                                             933.967               933.967               0
         current portion
         Investment in subsidiaries                                0                     0              0
         Fixed assets                                    126.343.701           151.816.528    25.472.827
         Right-of-use assets                              33.548.322            30.840.459    (2.707.863)
         Deferred tax assets                               7.386.554             7.386.554              0
         Other non-current assets                             14.108                14.108              0
         Prepaid taxes                                             0                     0              0
         - Corporate income taxes                          5.867.819             5.867.819              0
         - Other taxes                                     8.912.308             8.912.308              0
       Total non-current assets                          200.481.856           223.246.820    22.764.964
       TOTAL ASSETS                                      422.917.168           447.182.133    24.264.964

       LIABILITIES AND EQUITY
       CURRENT LIABILITIES
         Trade payables
         - Related parties                                  6.182.611            6.182.611               0
         - Third parties                                   64.230.875           64.230.875               0
         Accruals                                          61.493.708           61.493.708               0
         Other payables                                     4.462.626            4.462.626               0
         Taxes payable                                              0                    0               0
         - Other taxes                                      7.211.237            7.211.237               0




                                                  42
                                                       PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 57
                                                                    30 Juni 2024
                                                                                           Dampak
                 Deskripsi                     Sebelum Rencana      Setelah Rencana
                                                                                          Rencana
                                                  Transaksi            Transaksi
                                                                                          Transaksi
   Short-term loans                                       958.449              958.449                0
   Current maturities of long-term loans               14.624.271           14.624.271                0
   Post-employment benefit liabilities –
                                                        3.641.223            3.641.223                0
   current
   Lease liabilities – current                        12.360.797            12.012.039      (348.758)
   Contract liabilities                                        0                     0              0
   - Related parties                                  64.391.900            64.391.900              0
   - Third parties                                    19.053.930            19.053.930              0
 Total current liabilities                           258.611.627           258.262.869      (348.758)
 NON-CURRENT LIABILITIES
   Trade payables - Related parties                     8.015.841            8.015.841                0
   Trade payables - Third parties                      11.029.290           11.029.290                0
   Long-term loans - net of current
                                                     381.514.747           381.514.747                0
   maturities
   Post-employment benefits liabilities               23.298.190            23.298.190              0
   Lease liabilities-Non current                      38.577.180            35.690.017    (2.887.163)
   Lease liabilities                                           0                     0              0
 Total non-current liabilities                       462.435.248           459.548.085    (2.887.163)
 TOTAL LIABILITIES                                   721.046.875           717.810.954    (3.235.921)

 EQUITY
   Equity attributable to owners of the
   parent entity
   Share capital - authorised
                                                     219.015.655           219.015.655                0
   100,000,000,000 shares
   Additional paid-in capital                          62.417.236            62.417.236            0
   Other comprehensive loss                          (16.569.080)          (16.569.080)            0
   Appropriated                                         7.492.540             7.492.540            0
   Unappropriated                                   (570.591.642)         (543.090.757)   27.500.885
 Total equity attributable to owners of the
                                                    (298.235.291)         (270.734.406)   27.500.885
 parent entity
   Non-controlling interest                               105.584               105.584            0
 TOTAL EQUITY                                       (298.129.707)         (270.628.822)   27.500.885
 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY                         422.917.168           447.182.133   24.264.965
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Proforma

Mengacu pada Laporan Posisi Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan untuk
periode 30 Juni 2024 yang diberikan oleh Manajemen Perseroan, dampak keuangan
atas Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

●    Pada posisi aset lancar Perseroan, terdapat penambahan kas dan setara kas ini
     diakibatkan adanya penerimaan las atas transaksi right issue sebesar
     USD1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Dolar Amerika Serikat).
●    Aset tetap Perseroan mengalami peningkatan sebesar USD25.472.827 (Dua
     Puluh Lima Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Delapan Ratus Dua Puluh
     Tujuh Dolar Amerika Serikat). Peningkatan ini dikarenakan penerimaan atas aset
     inbreng oleh Perseroan.
●    Aset tidak lancar Perseroan berupa Right-of-use assets, mengalami penurunan
     sebesar USD2.707.863 (dua juta tujuh ratus tujuh ribu delapan ratus enam puluh
     tiga Dolar AS) yang disebabkan oleh adanya penurunan nilai atas aset hak sewa
     pada hanggar GIAA yang merupakan bagian dari aset yang diinbrengkan.




                                              43
                                                   PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 58
      ●   Pada sisi kewajiban atau liabilitas Perseroan, terdapat penurunan nilai atas
          liabilitas sewa pada hanggar GIAA sebesar USD3.235.921 (Tiga Juta Dua Ratus
          Tiga Puluh Lima Ribu Sembilan Ratus Dua Puluh Satu Dolar Amerika Serikat).
      ●   Ekuitas Perseroan terdapat kenaikan sebesar USD27.500.885 (Dua Puluh Tujuh
          Juta Lima Ratus Ribu Delapan Ratus Delapan Puluh Lima Dolar Amerika Serikat)
          dampak keuangan dari transaksi yang dilakukan.


3.9   Analisis Kewajaran atas Transaksi

      Analisa kewajaran Transaksi dilakukan dengan cara membandingkan nilai pasar aset
      yang akan diibreng dengan nilai rencana transaksi. Sesuai dengan draf perjanjian
      Pemasukan Modal Perseroan (inbreng), pemasukan aset (Inbreng) dinilai seluruhnya
      sebesar Rp418.289.300.000 (empat ratus delapan belas miliar dua ratus delapan
      puluh Sembilan juta tiga ratus ribu Rupiah).

      Berdasarkan Laporan Penilaian Aset PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
      per 30 Juni 2024, yang disusun oleh KJPP Fuadah Rudi dan Rekan dengan Nomor
      Laporan 00277/2.0100-00/PI/05/0066/1/VII/2024 tanggal 23 Agustus 2024
      diperoleh nilai pasar aset adalah sebesar Rp418.289.300.000 (Empat Ratus Delapan
      Belas Miliar Dua Ratus Delapan Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah).

          Tabel 25.    Analisa Pasar Aset atas Nilai Rencana Transaksi (Nilai Inbreng)
           Nilai Pasar Inbreng        Nilai Rencana Transaksi        Selisih
                                                                                    Kewajaran
                   (Rp)                         (Rp)                  (%)
                    418.289.300.000             418.289.300.000                0%       Wajar

      Berdasarkan hasil perhitungan analisis kewajaran nilai transaksi, dimana nilai pasar
      aset inbreng dengan nilai rencana transaksi masih berada pada batas kewajaran +/-
      7,5% dari nilai pasar.

      Analisa kewajaran Transaksi juga dilakukan dengan cara menghitung kewajaran
      perbedaan nilai teoritis transakasi dengan penilaian aset inbreng. Berdasarkan
      laporan     penilaian     ekuitas    dari  KJPP    Fuadah    Rudi     dan     Rekan
      No. 00293/2.0100-00/BS/05/0066/1/IX/2024, tanggal 5 September 2024 diperoleh
      nilai pasar ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp1.022.264.000.000,- (Satu Triliun
      Dua Puluh Dua Miliar Dua Ratus Enam Puluh Empat Juta Rupiah), didapat
      perhitungan nilai teoritis transaksi sebesar Rp424.949.400.000,- (Empat Ratus Dua
      Puluh Empat Miliar Sembilan Ratus Empat Puluh Sembilan Juta Empat Ratus Ribu
      Rupiah). Sedangakan nilai Rencana Transaksi Inbreng sebesar Rp418.289.300.000
      (Empat Ratus Delapan Belas Miliar Dua Ratus Delapan Puluh Sembilan Juta Tiga
      Ratus Ribu Rupiah). Perhitungan kewajaran perbedaan nilai teoritis transaksi dengan
      penilaian aset inbreng masih berada pada batas kewajaran +/- 7,5% dari nilai pasar.

      Maka diperhitungakan kewajaran perbedaan nilai teoritis transakasi dengan
      penilaian aset inbreng, dengan perhitungan sebagai berikut:




                                              44
                                                   PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 59
                              Tabel 26. Analisis Kewajaran atas Nilai Transaksi
                         Deskripsi                               Satuan                   Jumlah                    Rasio
      Nilai aset inbreng                                          Rp                      418.289.300.000
      Nilai transaksi (CSPA)                                      Rp                      418.289.300.000            29,04%
      Nilai saham Perseroan                                       Rp                   1.022.264.000.000             70,96%
      Indikasi nilai teoritis Baru Perseroan                      Rp                   1.440.553.300.000               100%
      Jumlah saham sebelum PMHMETD                               Lembar                    28.233.511.500            70,64%
      Jumlah saham diterbitkan atas inbreng                      Lembar                    11.736.512.323            29,36%
      Jumlah saham setelah PMHMETD                           Lembar                        39.970.023.823              100%
      Nilai saham Perseroan                                       Rp                   1.022.264.000.000             70,64%
      Nilai transaksi teoritis                                    Rp                      424.949.409.264            29,36%
      Nilai saham setelah PMHMETD                                 Rp                   1.447.213.409.264            100,00%
      Nilai transaksi (CSPA)                                      Rp                      418.289.300.000
      Nilai transaksi teoritis (pembulatan)                       Rp                      424.949.400.000
      Perbedaan Nilai                                              %                                1,59%


     Berdasarkan hasil perhitungan analisis kewajaran nilai transaksi, dengan cara
     menghitung kewajaran perbedaan nilai teoritis transakasi dengan penilaian aset
     inbreng masih berada pada batas kewajaran +/- 7,5% dari nilai pasar.



3.10 Analisis Atas Faktor Lain yang Relevan

     Analisis atas faktor lain yang relevan dilakukan melalui analisis incremental, analisis
     inkremental dilakukan dengan melihat kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan
     dari transaksi yang dilakukan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan sebelum
     dan setelah transaksi, inkremental dari transaksi yang dilakukan adalah sebagai
     berikut:

        Tabel 27.        Analisis Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum dan
                                             Setelah Rencana Transaksi
              Uraian                2024            2025                2026           2027            2028            2029
      Total aset sebelum
                                  418.914.795     412.529.165       417.599.753      415.085.286     417.975.754     428.789.354
      Rencana Transaksi
      Total aset setelah
                                  445.157.422     440.744.438       448.481.755      449.621.460     453.454.920     465.095.964
      Rencana Transaksi
      Inkremental                  26.242.627      28.215.273          30.882.002     34.536.174      35.479.166      36.306.610

      Total liabilitas
      sebelum Rencana             711.190.859     683.097.932       664.148.719      635.991.848     609.237.154     586.807.495
      Transaksi
      Total liabilitas
      setelah Rencana             706.950.187     680.774.762       664.432.467      639.865.173     613.983.709     592.306.150
      Transaksi
      Inkremental                  (4.240.672)     (2.323.170)            283.748      3.873.325       4.746.554       5.498.655

      Total ekuitas
      sebelum Rencana            (292.276.065)   (270.568.768)     (246.548.966)    (220.906.563)   (191.261.400)   (158.018.141)
      Transaksi
      Total ekuitas setelah
                                 (261.792.765)   (240.030.324)     (215.950.712)    (190.243.713)   (160.528.787)   (127.210.185)
      Rencana Transaksi
      Inkremental                  30.483.300      30.538.444          30.598.254     30.662.850      30.732.612      30.807.956




                                                        45
                                                                 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 60
             Uraian         2024          2025             2026          2027         2028           2029
     Total penjualan
     sebelum Rencana      421.220.078   400.759.446      418.026.838   445.934.007   480.995.204   499.524.445
     Transaksi
     Total penjualan
     setelah Rencana      421.220.078   400.936.946      418.218.538   446.141.043   481.218.803   499.765.931
     Transaksi
     Inkremental                    -      177.500          191.700       207.036       223.599       241.487

     Total laba / rugi
     bersih sebelum        19.661.353    20.244.918       22.719.913    24.486.764    28.617.765    32.329.872
     Rencana Transaksi
     Total laba / rugi
     bersih setelah        19.661.353    20.300.298       22.779.724    24.551.359    28.687.528    32.405.216
     Rencana Transaksi
     Inkremental                    -       55.380           59.810        64.595        69.763        75.344
    Sumber : Proyeksi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi Perseroan

    Berdasarkan tabel diatas, inkremental atas Rencana Transaksi tercermin pada
    peningkatan aset Perseroan, yang bersumber dari penerimaan aset inbreng. Sejalan
    dengan peningkatan aset, ekuitas Perseroan meningkat akibat penambahan modal
    dalam bentuk inbreng. Perseroan diproyeksikan mengalamai peningkatan penjualan
    dan laba, peningkatan penjulan akibat atas warehousing aset inbreng, serta
    penurunan biaya dikarenakan pengurangan expense atas Right of Use (“ROU”) aset
    inbreng sebelumnya dan gain atas net off Lease Leabilitiies dan ROU.


3.11 Kesimpulan

    Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan
    meliputi analisis Transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis kewajaran nilai
    transaksi, analisis inkremental maka kami berpendapat, Rencana Transaksi berupa
    Pengalihan kepemilikan hanggar dan fasilitas pendukungnya dengan mekanisme
    penerbitan saham oleh Perseroan kepada GIAA dalam rangka penyetoran modal
    dalam bentuk selain uang (inbreng) kepada Perseroan sehubungan dengan Rencana
    Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
    (PMHMETD) adalah Wajar.




                                             46
                                                      PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 61
LAMPIRAN




  47
       PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Page 62
PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA Tbk
Pendapat Kewajaran
Analisis Inkremental



                    Keterangan                       Juni 2024         2025            2026            2027            2028            2029
Total aset sebelum Rencana Transaksi                 418.914.795     412.529.165     417.599.753     415.085.286     417.975.754     428.789.354
Total aset setelah Rencana Transaksi                 445.157.422     440.744.438     448.481.755     449.621.460     453.454.920     465.095.964
Inkremental                                           26.242.627      28.215.273      30.882.002      34.536.174      35.479.166      36.306.610

Total liabilitas sebelum Rencana Transaksi           711.190.859     683.097.932     664.148.719     635.991.848     609.237.154     586.807.495
Total liabilitas setelah Rencana Transaksi           706.950.187     680.774.762     664.432.467     639.865.173     613.983.709     592.306.150

Inkremental                                            (4.240.672)     (2.323.170)       283.748       3.873.325       4.746.554       5.498.655

Total ekuitas sebelum Rencana Transaksi              (292.276.065)   (270.568.768)   (246.548.966)   (220.906.563)   (191.261.400)   (158.018.141)
Total ekuitas setelah Rencana Transaksi              (261.792.765)   (240.030.324)   (215.950.712)   (190.243.713)   (160.528.787)   (127.210.185)
Inkremental                                            30.483.300      30.538.444      30.598.254      30.662.850      30.732.612      30.807.956

Total penjualan sebelum Rencana Transaksi            421.220.078     400.759.446     418.026.838     445.934.007     480.995.204     499.524.445
Total penjualan setelah Rencana Transaksi            421.220.078     400.936.946     418.218.538     446.141.043     481.218.803     499.765.931
Inkremental                                                  -           177.500         191.700         207.036         223.599         241.487

Total laba / rugi bersih sebelum Rencana Transaksi    19.661.353      20.244.918      22.719.913      24.486.764      28.617.765      32.329.872
Total laba / rugi bersih setelah Rencana Transaksi    19.661.353      20.300.298      22.779.724      24.551.359      28.687.528      32.405.216
Inkremental                                                  -            55.380          59.810          64.595          69.763          75.344

                    Keterangan                       Juni 2024         2025            2026            2027            2028            2029
Aset lancar sebelum rencan transaksi                 251.237.032     257.220.732     272.144.224     279.861.613     293.176.081     314.499.356
Aset lancar setelah rencan transaksi                 243.877.078     252.331.146     270.391.048     282.212.663     296.906.436     319.483.849
Inkremental                                            (7.359.954)    (4.889.586)     (1.753.176)      2.351.050       3.730.355       4.984.493

Aset tidak lancar sebelum rencan transaksi           167.677.763     155.308.432     145.455.529     135.223.673     124.799.673     114.289.998
Aset tidak lancar sebelum rencan transaksi           201.280.344     188.413.292     178.090.707     167.408.797     156.548.484     145.612.115
Inkremental                                           33.602.581      33.104.860      32.635.178      32.185.124      31.748.811      31.322.117

Laba Rugi Operasi sebelum Rencana Transaksi           39.809.640      47.096.339      49.012.265      49.707.737      53.967.871      60.017.375
Laba Rugi Operasi setelah Rencana Transaksi           39.809.640      46.763.049      48.684.655      49.386.261      53.653.020      59.709.680
Inkremental                                                  -          (333.290)       (327.610)       (321.476)       (314.850)       (307.695)

Pendapatan (biaya) lainnya sebelum Rencana Transaksi (16.358.144)     (21.141.316)    (19.884.171)    (18.314.449)    (17.278.428)    (18.568.821)
Pendapatan (biaya) lainnya sebelum Rencana Transaksi (16.358.144)     (20.737.026)    (19.479.881)    (17.910.160)    (16.874.138)    (18.164.531)
Inkremental                                                  -            404.290         404.290         404.290         404.290         404.290

Laba Rugi sebelum Pajak sebelum Rencana Transaksi     23.451.497      25.955.023      29.128.094      31.393.287      36.689.443      41.448.554
Laba Rugi sebelum Pajak setelah Rencana Transaksi     23.451.497      26.026.023      29.204.774      31.476.102      36.778.882      41.545.149
Inkremental                                                  -            71.000          76.680          82.814          89.440          96.595

Beban Pajak sebelum Rencana Transaksi                  (3.790.144)     (5.710.105)     (6.408.181)     (6.906.523)     (8.071.677)     (9.118.682)
Beban Pajak setelah Rencana Transaksi                  (3.790.144)     (5.725.725)     (6.425.050)     (6.924.742)     (8.091.354)     (9.139.933)
Inkremental                                                   -           (15.620)        (16.870)        (18.219)        (19.677)        (21.251)

Laba Rugi Bersih sebelum Rencana Transaksi            19.661.353      20.244.918      22.719.913      24.486.764      28.617.765      32.329.872
Laba Rugi Bersih setelah Rencana Transaksi            19.661.353      20.300.298      22.779.724      24.551.359      28.687.528      32.405.216
Inkremental                                                  -            55.380          59.810          64.595          69.763          75.344
Page 63
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia
Proforma Laporan Posisi Keuangan
30 June 2024

                                                                30 Juni 2024
                                                     Sebelum Rencana     Setelah Rencana   Dampak Rencana
                           Deskripsi
                                                        Transaksi            Transaksi        Transaksi
ASSETS
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents                                   14.647.634        16.147.634          1.500.000
Restricted cash and cash equivalents                           154.312           154.312                -
Short term investment                                           58.840            58.840                -
Trade receivables                                                  -                 -                  -
- Related parties                                           37.559.520        37.559.520                -
- Third parties                                             10.265.131        10.265.131                -
Other receivables                                              279.292           279.292                -
Contract assets                                                    -                 -                  -
- Related parties                                           33.423.193        33.423.193                -
- Third parties                                             21.710.338        21.710.338                -
Inventories                                                 63.495.315        63.495.315                -
Advances and prepaid expenses, current portion              38.119.733        38.119.733                -
Prepaid taxes                                                      -                 -                  -
- Corporate income taxes                                           -                 -                  -
- Other taxes                                                2.722.004         2.722.004                -
Total current assets                                       222.435.312       223.935.312          1.500.000

NON-CURRENT ASSETS
Trade receivables, non-current portion                                                                   -
- Related parties                                           14.495.083        14.495.083                 -
- Third parties                                                    -                 -                   -
Other receivables                                                  -                 -                   -
- Relpar - GMF                                               2.979.994         2.979.994                 -
Advances and prepaid expenses, non-current portion             933.967           933.967                 -
Investment in subsidiaries                                         -                 -                   -
Fixed assets                                               126.343.701       151.816.528         25.472.827
Right-of-use assets                                         33.548.322        30.840.459          (2.707.863)
Deferred tax assets                                          7.386.554         7.386.554                 -
Other non-current assets                                        14.108            14.108                 -
Prepaid taxes                                                      -                 -                   -
- Corporate income taxes                                     5.867.819         5.867.819                 -
- Other taxes                                                8.912.308         8.912.308                 -
Total non-current assets                                   200.481.856       223.246.820         22.764.964
TOTAL ASSETS                                               422.917.168       447.182.133         24.264.964

LIABILITIES AND EQUITY
CURRENT LIABILITIES
Trade payables
- Related parties                                            6.182.611         6.182.611                -
- Third parties                                             64.230.875        64.230.875                -
Accruals                                                    61.493.708        61.493.708                -
Other payables                                               4.462.626         4.462.626                -
Taxes payable                                                      -                 -                  -
- Other taxes                                                7.211.237         7.211.237                -
Short-term loans                                               958.449           958.449                -
Current maturities of long-term loans                       14.624.271        14.624.271                -
Post-employment benefit liabilities - current                3.641.223         3.641.223                -
Lease liabilities - current                                 12.360.797        12.012.039           (348.758)
Contract liabilities                                               -                 -                  -
- Related parties                                           64.391.900        64.391.900                -
- Third parties                                             19.053.930        19.053.930                -
Total current liabilities                                  258.611.627       258.262.869           (348.758)
Page 64
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia
Proforma Laporan Posisi Keuangan
30 June 2024 (Lanjutan)

                                                                      30 Juni 2024
                                                           Sebelum Rencana     Setelah Rencana     Dampak Rencana
                           Deskripsi
                                                              Transaksi            Transaksi          Transaksi
NON-CURRENT LIABILITIES
Trade payables - Related parties                                   8.015.841         8.015.841                   -
Trade payables - Third parties                                    11.029.290        11.029.290                   -
Long-term loans - net of current maturities                      381.514.747       381.514.747                   -
Post-employment benefits liabilities                              23.298.190        23.298.190                   -
Lease liabilities-Non current                                     38.577.180        35.690.017            (2.887.163)
Lease liabilities                                                        -                 -                     -
Total non-current liabilities                                    462.435.248       459.548.085            (2.887.163)
TOTAL LIABILITIES                                                721.046.875       717.810.954            (3.235.921)

EQUITY
Equity attributable to owners of the parent entity
Share capital - authorised 100,000,000,000 shares                219.015.655       219.015.655                  -
Additional paid-in capital                                         62.417.236        62.417.236                 -
Other comprehensive loss                                          (16.569.080)      (16.569.080)                -
Appropriated                                                        7.492.540         7.492.540                 -
Unappropriated                                                  (570.591.642)     (543.090.757)          27.500.885
Total equity attributable to owners of the parent entity        (298.235.291)     (270.734.406)          27.500.885
Non-controlling interest                                              105.584           105.584                 -
TOTAL EQUITY                                                    (298.129.707)     (270.628.822)          27.500.885
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY                                     422.917.168       447.182.133           24.264.965
Page 65
                                                         #




            Laporan Ringkas Penilaian Aset

       Hanggar & Bangunan Penunjang Lainnya

                   Untuk Keperluan
                PT GMF AeroAsia Tbk

                      Terletak di
Garuda Maintenance Facility (GMF), Kompleks Bandara
Soekarno - Hatta, Jalan Raya Bandara, Kelurahan Benda,
  Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Provinsi Banten

   No. File: 00277/2.0100-00/PI/05/0394/1/VIII/2024
Page 66
No. File : 00277/2.0100-00/PI/05/0394/1/VIII/2024
Jakarta, 20 Agustus 2024

Kepada Yth
Direksi
PT GMF AeroAsia, Tbk
Hanggar 4. Lobby Selatan, Lantai 2
Area Perkantoran Bandar Udara International Soekarno- Hatta
Kota Tangerang, Provinsi Banten,
Kode Pos 15125

Hal           : Laporan Penilaian Aset yang Milik PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk


               (GIAA)
Dengan hormat,

Sesuai dengan Perjanjian Kerjasama Nomor FR/PP.24.07.0430 tanggal 9 Agustus 2024, kami selaku
Kantor Jasa Penilai Publik berdasarkan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dari Menteri
Keuangan Republik Indonesia No. 2.12.00100 sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor.
102/KM.1/2012 tertanggal 08 Februari 2012, dengan Herie Darmawan, S.T, M.M, MAPPI (Cert)
dengan Nomor Ijin Penilai Publik No. P-1.14.00394 dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
dengan Ijin Nomor: STTD.PP-108/PJ-1/PM.02/2023, telah melaksanakan penilaian terhadap aset
milik PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk (GIAA) untuk keperluan PT GMF AeroAsia Tbk, dan
melaporkan sebagai berikut .

LATAR BELAKANG
PT GMF AeroAsia, Tbk, untuk selanjutnya disebut GMF merupakan Perusahaan Terbuka yang
bergerak dibidang Perawatan, Perbaikan, dan Overhaul Pesawat (Maintenance, Repair, dan Overhaul
- MRO

GMF berencana melakukan aksi korporasi terkait perbaikan ekuitas Perusahaan. Dimana akan
dilakukan inisiatif melalui Inbreng aset GIAA kepada GMF dan Penerbitan Saham baru. Dalam
rangka mendukung aksi korporasi tersebut diatas dibutuhkan Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”)
sebagai Penilai Independen untuk menilai aset yang akan di inbrengkan kepada GMF .

Perseroan telah menunjuk KJPP Fuadah Rudi & Rekan (”FRR”) sesuai dengan Perjanjian
Kerjasama Nomor FR/PP.24.07.0430 tanggal 9 Agustus 2024.




                                              -i-
                                                                         PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 67
STATUS PENILAI

KJPP Fuadah, Rudi, dan Rekan sesuai dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dari
Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.12.00100 sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan
Nomor 102/KM.1/2012 tertanggal 08 Februari 2012, dengan Herie Darmawan, S.T, M.M, MAPPI
(Cert) dengan Nomor Ijin Penilai Publik No. P-1.14.00394 dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dengan Ijin Nomor: STTD.PP-108/PJ-1/PM.02/2023 sebagai Penanggung Jawab dalam
penugasan ini.
Penugasan penilaian ini bersifat independen dan dilakukan oleh penilai eksternal, dimana tidak ada
benturan kepentingan serta tidak terafiliasi dengan objek dan/atau subjek penilaian baik sekarang
dan/atau dimasa yang akan datang, dan/atau dipengaruhi oleh pihak lain, menjunjung tinggi
objektivitas, professionalisme serta tidak memihak. Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan
penilaian dan tidak memerlukan bantuan tenaga ahli atau tenaga penilai lainnya dari luar. Imbalan jasa
yang kami terima tidak terkait ataupun dipengaruhi oleh hasil penilaian yang dilaporkan dan kami
hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum didalam surat penunjukan penugasan ataupun
kontrak kerja yang telah disepakati.
PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :
Nama             : PT GMF AeroAsia, Tbk
Bidang Usaha : Perawatan, Perbaikan, Overhaul Pesawat dan Jasa Industri (Maintenance, Repair,
                   dan Operation)
Alamat           : Hanggar 4, Lobby Selatan, Lantai 2 PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
                   Area Perkantoran Bandar Udara International Soekarno – Hatta, Kota Tangerang,
                   Provinsi Banten, Kode Pos 15125
Website          : www.gmf-aeroasia.co.id
PIC              : Bapak R. Rendy Purwadiya Putra / VP Corporate Strategy & Business Development

OBJEK PENILAIAN DAN KEPEMILIKAN

Objek penilaian terdiri dari 3 (Tiga) Unit bangunan Hanggar dan Annex, Bangunan Penunjang Lainnya,
sarana pelengkap serta mesin pelengkap bangunan yang dimiliki oleh PT Garuda Indonesia (Persero),
Tbk (GIAA). Objek penilaian tersebut terletak di area Garuda Maintenance Facility (GMF), Kompleks
Bandara Soekarno - Hatta, Jalan Raya Bandara, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang,
Provinsi Banten.




                                                 - ii -
                                                                             PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 68
Aset yang dinilai berdiri di atas tanah milik PT Angkasa Pura II. Dalam penilaian ini kami dilengkapi
dengan Berita Acara Kesepakatan Perpanjangan Kerjasama Pemanfaatan Fasilitas Komersial
PT Angkasa Pura II Nomor : BAC.15.04/00/11/2022/A.5469 antara PT Angkas Pura II (pihak yang
menyewakan tanah) dengan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (pihak penyewa tanah)
tentang penggunaan tanah seluas 972.123 meter persegi dengan masa sewa sampai dengan 31
Desember 2026.
JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
Opini atas nilai aset yang menjadi obyek penilaian didalam laporan ini dinyatakan dalam satuan mata
uang Rupiah.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari penilaian ini adalah untuk memberikan opini Nilai Pasar (Market Value) atas obyek
penilaian, untuk tujuan transaksi pengalihan aset milik PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk (GIAA)
dalam rangka penyetoran modal dalam bentuk selain uang (lnbreng) kepada Perseroan sehubungan
dengan rencana Penyetoran Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ("PMHMETD").
Kami tidak bertanggung jawab jika laporan penilaian ini untuk digunakan di luar konteks atau tujuan
dimaksudkan. Penggunaan laporan penilaian ini selain untuk tujuan penilaian dan pengguna laporan
sesuai yang disebutkan diatas dapat mengakibatkan kekeliruan dalam penafsiran atas opini nilai yang
dihasilkan.

DASAR NILAI
Sesuai dengan maksud dan tujuan sebagaimana tersebut di atas, maka dasar nilai yang digunakan
dalam penilaian ini adalah Nilai Pasar (Market Value).
    Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil
    penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
    membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
    pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing - masing bertindak atas dasar
    pemahaman yang dimilikinya, kehati- hatian, dan tanpa paksaan. (POJK Nomor
    28/POJK.04/2021).
    Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran
    suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
    penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
    dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman
    yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan. (SPI 101 - 3.1, Edisi VII-2018).
Pedoman yang digunakan adalah Peraturan OJK No.28/POJK.04/2021 dan Surat Edaran
No.33?SEOJK.04.2021 Perihal Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal
dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (KEPI & SPI Edisi VII -
2018) dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
                                                - iii -
                                                                             PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 69
TANGGAL PENILAIAN

Inspeksi fisik atas kondisi aset tersebut kami lakukan pada tanggal 13 Agustus 2024, dan tanggal
penilaian ditentukan per tanggal 30 Juni 2024.

TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Tingkat kedalaman investigasi dalam penugasan penilaian aset ini dapat dijelaskan sebagai :

    Inspeksi atas obyek penilaian didampingi oleh Ibu Dini (selaku karyawan PT GMF Aero Asia
    Tbk);
    Data, dokumen dan informasi menyangkut fisik dan legal atas obyek penilaian diperoleh dari
    pemberi tugas dan/atau pihak pemilik aset dan/atau pihak debitur sesuai objek penilaian
    yang dinyatakan dalam Lingkup Penugasan;
    Terdapat data dan informasi yang relevan yang diambil dari sumber yang layak;
    Penilai tidak melakukan penelitian dan/atau penyelidikan yang ada hubungannya dengan
    kebenaran legalitas, serta hutang piutang yang mengakibatkan kerugian atas aset yang dinilai,
    karena bukan merupakan ruang lingkup pekerjaan penilai. Kami menggunakan asumsi bahwa
    aset yang dinilai tersebut telah bebas dari segala tuntutan hukum;
    Batas-batas tanah berdasarkan batas yang ditunjukkan oleh pendamping dan dicocokan dengan
    gambar situasi tanah yang kami terima dari pihak pemberi tugas dan penilai mengasumsikan
    bahwa batas-batas tanah tersebut adalah benar dan sesuai;
    Informasi atas penamaan bangunan, tahun dibangun serta spesifikasi bangunan yang tidak terlihat
    didasarkan kepada informasi yang tercantum didalam laporan penilaian sebelumnya yang
    diberikan pemberi tugas dan informasi lisan pihak pendamping. Verifikasi atas luas bangunan
    kami lakukan dengan pengukuran dari luar pada saat inspeksi dilaksanakan.
    Investigasi dilakukan melalui proses pengumpulan data dengan cara inspeksi, penelaahan,
    penghitungan dan analisis.
    Kami telah melakukan penelahaan, perhitungan dan analisis, dan diasumsikan tidak ada informasi
    yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan

SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN

Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk
digunakan sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional.
Sumber data tersebut antara lain :
    Bank Indonesia
    Badan Pertanahan Nasional (BPN)
    Bursa Efek Indonesia dan Negara Lain
    Data Pemerintah Kota
    Badan Pusat Statistik (BPS)
                                                 - iv -
                                                                            PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 70
    Data Riset dan Lembaga Independen
    Informasi dari media masa elektronik
ASUMSI UMUM DAN ASUMSI KHUSUS
ASUMSI :
    Objek penilaian dilengkapi dengan dokumen kepemilikan yang berlaku dan sah secara hukum,
    dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau halangan apapun juga;
    Pemberi Tugas memberikan informasi dan data terkait objek penilaian secara menyeluruh, akurat
    dan benar;
    Penilaian dilakukan dengan adanya akses untuk pelaksanaan investigasi yang memadai;
    Objek penilaian diasumsikan bebas dari adanya sengketa dan permasalahan hukum (free &
    clear);
    Penilaian tidak memperhitungkan biaya dan pajak yang terkait dengan penjualan dan
    pengalihan kepada pihak lain;
    Objek penilaian diasumsikan bebas dari adanya pencemaran lingkungan;
    Perjanjian sewa menyewa tanah antara PT Angkasa Pura II (Yang menyewakan tanah) dengan
    PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (pihak penyewa tanah) yang akan berakhir
    tanggal 31 Desember 2026 dapat diperpanjang secara terus menerus sampai berakhirnya umur
    ekonomis bangunan yang dinilai;
    Analisis, opini dan kesimpulan nilai yang dinyatakan di dalam laporan penilaian ini dibatasi
    oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam laporan penilaian, yang merupakan
    hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang independen. Laporan Penilaian ini telah sesuai
    dengan Peraturan OJK No. 28/POJK.04/2021 dan Surat Edaran No. 33/SEOJK.04/2021 perihal
    Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian        Properti di Pasar Modal, Kode Etik Penilai
    Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI 2018 Edisi VII);
    Setiap informasi yang berasal dari Data Pribadi yang diperoleh dan/atau digunakan Penilai dalam
    penugasan ini hanya digunakan untuk kepentingan sesuai tujuan penilaian, dan selanjutnya
    data dan informasi yang dimaksud dikecualikan sebagai Data Pribadi sebagaimana yang diatur
    dalam ketentuan dan perundang-undangan yang terkait Perlindungan Data Pribadi.

PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

Laporan penilaian dan/atau referensi yang melampirinya hanya ditujukan untuk pemberi tugas dan
pengguna laporan sebagaimana dimaksud pada Lingkup Penugasan ini




                                               -v-
                                                                            PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 71
KONFIRMASI BAHWA PENILAIAN DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN OJK
DAN STANDAR PENILAI INDONESIA (SPI)
Penilaian ini dilakukan sesuai :
    Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI);
    Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018;
    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 28/POJK.04/2021 tentang Penilaian dan Penyajian
    Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal;
    SE OJK Nomor 33 /SEOJK.04/2021 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilain
    Properti di Pasar Modal;

PENDEKATAN PENILAIAN

Aset yang dinilai berupa bangunan hanggar dan bangunan penunjang lainnya mempunyai karakteristik
tertentu dan dibangun di atas tanah sewa, menurut pendapat kami dapat dikategorikan sebagai Properti
Khusus, yang didefinsikan sebagai Properti yang memiliki karakteristik tertentu, memiliki manfaat
yang terbatas pada penggunaan atau pengguna tertentu dan jarang diperjualbelikan di pasar terbuka,
kecuali sebagai bagian dari suatu penjualan properti secara keseluruhan. Berdasarkan SE OJK Nomor
33/SEOJK.04/2021 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilain Properti di Pasar
Modal, diperbolehkan menggunakan satu pendekatan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini kami menggunakan Pendekatan Biaya (Cost Approach).
Pendekatan Biaya menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan prinsip ekonomi, dimana
pembeli tidak akan membayar suatu aset lebih dari pada biaya untuk memperoleh aset dengan
kegunaan yang sama atau setara, pada saat pembelian atau konstruksi. (SPI - KPUP 17.0, Edisi VII-
2018).

Pendekatan ini memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

    Pendekatan biaya harus mencakup seluruh biaya yang akan dikeluarkan oleh pelaku pasar tipikal;
    Unsur biaya dapat berbeda tergantung kepada jenis aset dan seharusnya termasuk biaya langsung
    (seperti material dan tenaga kerja) dan tidak langsung (seperti biaya transportasi, instalasi, biaya
    profesional, pajak, profit dan sebagainya) yang akan diperlukan untuk mengganti/membuat
    kembali aset pada tanggal penilaian;
    Penyusutan yang dihitung berdasarkan umur efektif dari aset yang ditentukan sesudah diadakan
    pemeriksaan atas kondisi dan kapasitas saat ini, meliputi kerusakan fisik, keusangan fungsional
    dan ekonomis, jikalau ada :
    •    Penyusutan Fisik
         Yaitu kehilangan utilitas yang disebabkan oleh kerusakan fisik aset atau komponennya yang
         berasal dari umur dan penggunaan;


                                                 - vi -
                                                                               PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 72
    •      Keusangan Fungsional
           Yaitu kehilangan utilitas yang berasal dari inefisiensi dari aset yang dinilai dibandingkan
           dengan penggantinya seperti desain, spesifikasi dan teknologi yang sudah ketinggalan
           jaman;
    •      Keusangan Eksternal atau Ekonomis
           Yaitu kehilangan utilitas yang disebabkan oleh faktor ekonomi, lokasi, atau faktor eksternal
           lainnya. Keusangan jenis ini dapat berupa temporer atau permanen.

Di dalam Pendekatan Biaya, Penilai mengestimasi biaya reproduksi/ pengganti baru (ternasuk
didalamnya adalah biaya langsung, tidak langsung dan profit /insentif pengembangan yang biasa
disebut dengan entrepreneural profit/incentives) dengan menggunakan metode komparasi
(comparative-unit method) , unit-in place dan quantity survey . Penilai kemudian dapat mengurangkan
dengan depresiasi (fisik, fungsi dan ekonomi) yang dapat diestimasikan dengan menggunakan metode
ekstraksi pasar (market extraction), umur ekonomi (economic age-life) dan terinci (breakdown
method).
Pendekatan Biaya ini digunakan dengan alasan sebagai berikut :
    Tidak tersedianya data pasar yang dapat digunakan sebagai pembanding yang cukup identik
    dengan obyek penilaian, sehingga Pendekatan Pasar tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan
    opini atas nilai pasar aset;
    Obyek penilaian bukan merupakan satu kesatuan properti yang menghasilan pendapatan (non-
    income producing property), sehingga Pendekatan Pendapatan tidak dapat digunakan untuk
    menyimpulkan opini atas nilai pasar aset.
Pendekatan ini umumnya digunakan untuk melakukan penilaian terhadap aset yang dapat
dikreasikan/dibuat, misalnya rumah tinggal, gudang, pabrik, gedung kantor, hotel, mesin dan lain
sebagainya.
PENERAPAN PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN
A. PENILAIAN BANGUNAN
Sesuai dengan penggunaan Pendekatan Biaya di atas, maka Penilai menggunakan metode yang
diuraikan sebagai berikut :
    Metode Biaya Pengganti
    Secara umum, biaya pengganti baru adalah biaya yang relevan dalam menentuka harga dimana
    pelaku pasar akan membayar, yang didasarkan pada penggantian aset dengan utilitas yang setara,
    dan bukan membuat aset yang sama secara fisik. (SPI 106 - 6.6 butir b, Edisi VII-2018).
    Biaya pengganti baru kemudian disesuaikan untuk kerusakan fisik dan seluruh bentuk keusangan
    yang relevan. Setelah penyesuaian tersebut, biaya ini disebut sebagai Biaya Pengganti
    Terdepresiasi (Depreciated Replacement Cost) . (SPI 106 - 6.6 butir c, Edisi VII-2018).


                                                 - vii -
                                                                               PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 73
    Langkah-langkah utama dalam penggunaan metode ini adalah sebagai berikut :
    • Menghitung seluruh biaya yang akan dikeluarkan oleh pelaku pasar tipikal yang akan
        membuat atau mendapatkan set yang memberi utilitas setara;
    • Menentukan apakah terdapat depresiasi yang terkait fisik, fungsi dan keusangan eksternal
        yang berhubungan dengan aset yang dinilai;
    • Mengurangkan total depresiasi dari total Biaya Pengganti Baru untuk mendapatkan nilai dari
        aset.
    Perhitungan Indikasi Nilai Bangunan dan Sarana Pelengkap
    Perhitungan indikasi nilai bangunan dan sarana pelengkap diperoleh dengan mengurangkan
    Biaya Pengganti Baru/Biaya Reproduksi Baru dengan besarnya penyusutan. Adapun Biaya
    Pengganti Baru/Biaya Reproduksi Baru diperoleh dengan menggunakan teknik unit-in place.
    Dengan metode ini, biaya bangunan didapatkan dari hasil perkalian luas bangunan objek
    penilaian dengan biaya pengganti baru bangunan yang sesuai dengan spesifikasi dan kualitas dari
    objek penilaian yang telah dikonversi dalam satuan per meter persegi.
PENILAIAN MESIN PELENGKAP BANGUNAN
Sesuai dengan penggunaan Pendekatan Biaya di atas, maka Penilai menggunakan metode Biaya
Pengganti Baru / Reproduksi Baru. Adapun yang digunakan dalam menghitung Biaya
Pengganti Baru / Reproduksi Baru adalah Metode Trending (Trending Method) yaitu suatu metode
untuk menentukan nilai baru dari suatu mesin dengan menerapkan index atau trend factor terhadap
biaya historis (historical cost) untuk merubah biaya pada masa lalu menjadi Biaya Penganti Baru per
tanggal penilaian.
Sehingga nilai aset yang dihasilkan merupakan penjumlahan dari indikasi nilai bangunan, sarana
pelengkap dan mesin pelengkap bangunan.

TAHAPAN PROSES PENILAIAN
Sesuai dengan tujuan dari penilaian ini, maka tahapan proses pada penilaian ini adalah sebagai berikut:
    Identifikasi lingkup pekerjaan;
    Pengumpulan data, dokumen dan informasi yang menunjang proses inspeksi;
    Inspeksi fisik atas obyek penilaian;
    Pengumpulan dan analisa data, dokumen dan informasi yang menunjang proses penilaian;
    Proses perhitungan dan penerapan pendekatan penilaian;
    Opini nilai akhir;
    Penyusunan dan penyampaian laporan penilaian.




                                                - viii -
                                                                              PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 74
DATA, DOKUMEN DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Didalam proses penilaian ini, kami menggunakan serta mengandalkan informasi dari pihak pemberi
tugas dan/atau pihak pemilik aset serta sumber lainnya sebagai berikut :
    Daftar Aset milik GIAA yang akan dinilai
    Salinan dokumen berupa Berita Acara Kesepakatan Perpanjangan Kerjasama Pemanfaatan
    Fasilitas Komersial PT Angkasa Pura II, Daftar Aset dan Layout Bangunan;
    Informasi lisan dari pendamping inspeksi mengenai batas-batas area dan penamaan bangunan,
    tahun bangunan serta spesifikasi bangunan;
    Informasi online mengenai Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) atas zona tanah dimana
    obyek penilaian tersebut berada;
    Berbagai sumber informasi baik media cetak ataupun elektronik serta hasil analisis lainnya yang
    kami anggap relevan.

KEJADIAN PENTING YANG DAPAT MEMPERNGARUHI NILAI (SUBSEQUENT EVENT)

Dalam penilaian ini tidak terdapat kejadian – kejadian penting (subsequent event) yang dapat
mempengaruhi nilai setelah tanggal penilaian pada 30 Juni 2024 sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan penilaian.

KESIMPULAN

Setelah mempertimbangkan seluruh informasi yang relevan dan kondisi pasar yang berlaku,
membandingkan serta melakukan penyesuaian atas semua faktor yang relevan dengan penilaian,
dengan mengikuti prosedur penilaian yang lazim; dengan tidak terlepas dari asumsi syarat pembatas
dan pernyataan yang dimuat dalam laporan penilaian ini, maka dengan ini kami berpendapat bahwa
Nilai Pasar (Market Value) dari aset tersebut diatas per tanggal 30 Juni 2024, adalah sebesar :

                                       Rp. 418.289.300.000,-
 (Empat Ratus Delapan Belas Miliar Dua Ratus Delapan Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Ribu
                                              Rupiah)
Laporan penilaian ringkas ini merupakan satu kesatuan dari laporan penilaian akhir yang akan kami
sampaikan kemudian.
Hormat kami,
KJPP FUADAH, RUDI & REKAN




Herie Darmawan, ST, M.M, MAPPI (Cert)
Penilai Properti
No. MAPPI                : 06 -S- 02009
No Ijin Penilai Properti : P-1.14.00394
STTD OJK                 : STTD.PP-108/PJ-1/PM.02/2023
Register Penilai         : RMK-2017.0353
                                                 - ix -

                                                                            PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 75
                        ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

1.   Penilaian dan Laporan Penilaian bersifat rahasia dan hanya ditujukan terbatas untuk Pemberi
     Tugas yang dimaksud serta penasehat profesionalnya. Laporan ini disajikan hanya untuk maksud
     dan tujuan sesuai dengan yang tercantum pada bagian lain dari laporan penilaian ini. Penilai tidak
     bertanggung jawab kepada pihak lain selain Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang
     menggunakan laporan ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul;
2.   Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada Penilai seperti yang disebutkan dalam
     laporan penilaian dianggap layak dan dapat dipercaya. Informasi yang dinyatakan tanpa
     menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data yang ada, pemeriksaan
     atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang;
3.   Penilai telah memperoleh pernyataan tertulis atas kebenaran informasi, data serta dokumen yang
     diberikan oleh Pemberi Tugas. Penilai mengandalkan kepada penegasan dari pemilik, manajemen
     dan pihak ketiga lainnya berkenaan dengan nilai dan kondisi kemanfaatan dari aset perseorangan
     dan/atau persekutuan dan/atau perusahaan yang menjadi obyek penilaian, kecuali jika disebutkan
     berbeda dalam laporan ini. Penilai tidak mencoba untuk memperoleh penegasan apakah aset yang
     menjadi obyek penilaian bebas dan bersih dari gadai atau penjaminan atau bahwa perseorangan
     dan/atau persekutuan dan/atau perusahaan memiliki hak yang sah atas semua asetnya;
4.   Laporan ini disusun berdasarkan pada kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
     keuangan serta peraturan pemerintah terkait penilaian aset yang yang berlaku pada tanggal
     penilaian;
5.   Informasi publik dan industri serta informasi statistik telah kami peroleh dari sumber yang dapat
     diandalkan, namun demikian kami tidak melakukan penegasan mengenai keakuratan ataupun
     kelengkapan dari informasi-informasi tersebut, dan kami tidak melakukan prosedur untuk
     menegaskan informasi tersebut;
6.   Aset dimaksud dilengkapi dengan dokumen atas hak kepemilikan/penguasaan aset yang sah
     secara hukum, dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan atau halangan apapun juga selain
     yang dikemukanan dalam laporan ini;
7.   Aset yang dinilai merupakan satu kesatuan usaha yang dikelola dan dirawat secara wajar oleh
     manajemen yang kompeten selama penggunaan;
8.   Nilai yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan yang merupakan
     bagian dari aset yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan Penilaian. Nilai
     yang digunakan dalam laporan Penilaian ini tidak boleh digunakan untuk tujuan Penilaian lain
     yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan;
9.   Penilai tidak melakukan verifikasi terhadap kebenaran legalitas, kami berasumsi bahwa aset yang
     dinilai tersebut telah bebas dari segala tuntutan hukum



                                                 -x-
                                                                              PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 76
Lanjutan ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



10. Inspeksi fisik yang kami lakukan dan kemukakan didalam laporan ini hanyalah terhadap kondisi
    aset yang terlihat, sehingga tidak dimaksudkan untuk memeriksa kondisi bagian aset yang
    tertutup, tidak terlihat atau tidak dapat dijangkau. Kami tidak dapat memberikan pendapat
    ataupun saran atas kondisi bagian aset yang tidak diinspeksi dan laporan ini tidak dimaksudkan
    untuk memberikan gambaran ataupun pernyataan atas bagian aset tersebut. Selain itu, kami juga
    tidak menyelidiki kelayakan konstruksi (building audit) serta tidak menyelidiki kondisi teknis
    secara detail dari aset yang menjadi obyek penilaian;
11. Kami tidak melakukan penyelidikan atas masalah lingkungan yang berkaitan dengan pencemaran
    yang ditimbulkan oleh obyek penilaian ataupun yang berdampak terhadap obyek penilaian.
    Apabila tidak diinformasikan lain, penilaian kami didasarkan pada asumsi mengenai tidak adanya
    pencemaran yang dapat berpengaruh terhadap nilai dari obyek penilaian;
12. Nilai yang dimaksud dalam laporan ini mencerminkan nilai yang sesungguhnya tanpa
    memperhitungkan adanya kewajiban atas pajak atau biaya-biaya yang terkait dengan transaksi
    tersebut;
13. Jumlah keseluruhan dari nilai aset yang dicapai dalam laporan ini hakekatnya mencerminkan
    kesatuan nilai atas seluruh aset yang masuk dalam lingkup penilaian. Upaya untuk memisahkan
    satu atau beberapa nilai aset dengan maksud dan kepentingan tertentu akan menjadikan laporan
    penilaian ini tidak berlaku, kecuali apabila telah dipertimbangkan sebelumnya dan dijabarkan
    dalam laporan penilaian;
14. Dalam penilaian ini kami menganggap bahwa data dan informasi yang diberikan oleh pihak
    pemberi tugas adalah benar dan tidak diragukan;
15. Layanan lanjutan yang diperlukan di masa mendatang berkaitan dengan penilaian yang dilakukan
    sesuai laporan ini, yang tidak terbatas kepada memberikan kesaksian atau kehadiran di
    pengadilan tidak dipersyaratkan kepada Penilai, kecuali jika sudah ada kesepakatan tertulis
    sebelumnya;
16. Jika dikemudian hari Penilai diminta untuk memberikan penjelasan dan pemaparan yang
    dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami, maupun kepada pihak selain pemberi tugas dan
    pengguna jasa, maka segala bentuk biaya yang timbul menjadi beban pemberi tugas;
17. Tidak ada perubahan apapun terhadap laporan penilaian ini yang dapat dilakukan kecuali oleh
    Penilai, dan Penilai tidak bertanggungjawab terhadap setiap perubahan yang dilakukan tanpa
    otorisasi dari Penilai;
18. Penilaian berlaku terbatas pada tanggal penilaian dan pendapat mengenai kondisi, penggunaan
    dan lainnya didasarkan atas hasil pengamatan pada tanggal yang tertulis dalam laporan;
19. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP
    Fuadah, Rudi dan Rekan (Pemimpin Rekan atau Rekan yang memiliki ijin penilai publik);
20. Penggunaan seluruh dan/atau sebagian dari isi laporan ini (terutama kesimpulan nilai, identitas
    dari penilai, atau perusahaan atau setiap referensi kepada gelar profesinya) tidak dapat
    disebarluaskan kepada publik melalui media pengiklanan, hubungan masyarakat, berita media,
    media penjualan, surat, atau cara komunikasi lainnya tanpa sepengetahuan dan persetujuan
    tertulis terlebih dahulu dari Penilai.




                                               - xi -
                                                                           PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 77
Lanjutan ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

21. Nilai Aset yang dilaporkan dalam mata uang rupiah sesuai dengan nilai yang berlaku di
    Indonesia, dimana untuk mesin dan peralatan yang diimpor digunakan kurs tengah Bank
    Indonesia (BI) per tanggal 30 Juni 2024 yaitu, USD 1$ = 16.421,- (Enam Belas Ribu Empat Ratus
    Dua Puluh Satu Rupiah).
22. Setiap informasi yang berasal dari Data Pribadi yang diperoleh dan/atau digunakan Penilai dalam
    penugasan ini hanya digunakan untuk kepentingan sesuai tujuan penilaian, dan selanjutnya data
    dan informasi yang dimaksud dikecualikan sebagai Data Pribadi sebagaimana yang diatur dalam
    ketentuan dan perundang-undangan yang terkait Perlindungan Data Pribadi.




                                               - xii -
                                                                           PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 78
                            KUALlFIKASI PENILAI PROPERTI


Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan                berdasarkan
surat keputusan No. 102/KM.1/2012, tanggal 08 Februari 2012 dengan nama Kantor Jasa Penilai
Publik Fuadah, Rudi & Rekan. Tim penyusun Penilaian ini terdiri dari :

1.   Nama Lengkap             : Herie, ST, M.M, MAPPI (Cert.)
     Pendidikan               : Strata 2 (S-2)
     Lembaga Pendidikan       : Manajemen Keuangan , Universitas Tarumanegara
     MAPPI Nomor              : 06-S-02009
     Pengalaman Penilaian :    - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 15 tahun dibidang
                                     penilaian Properti
                                  - Mendapatkan          akreditasi   dari   MAPPI   sebagai   Penilai
                                     Bersertifikat Bidang Properti serta memperoleh Ijin Penilai
                                     Publik dari Departemen Keuangan.
                                  - Mempunyai ijin dan terdaftar sebagai profesi penilai di Pasar
                                     Modal (STTD)

1.   Nama Lengkap             : Ivan Togatorop, ST., MAPPI (Cert.)
     Pendidikan               : Strata 1 (S-1)
     Lembaga Pendidikan       : Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung
     MAPPI Nomor              : 02-S-01530
     Pengalaman Penilaian      : -   Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 15 tahun dibidang
                                     penilaian Properti
                                 -   Mendapatkan         akreditasi   dari   MAPPI   sebagai   Penilai
                                     Bersertifikat Bidang Properti serta memperoleh Ijin Penilai
                                     Publik dari Departemen Kuangan.
                                 -   Mempunyai ijin dan terdaftar sebagai profesi penilai di Pasar
                                     Modal (STTD)

2.   Nama Lengkap             : Ridwan Bondan Gunawan
     Pendidikan               : Diploma 3
     Lembaga Pendidikan       : Universitas Trisakti
     MAPPI Nomor              : 16-P-06324
     Pengalaman Penilaian :    - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 5 tahun dibidang
                                     penilaian Properti
                                  - Telah mengikuti dan Lulus Pendidikan Lanjutan Penilai
                                     (PLP1) dari MAPPI sebagai Penilai Bidang Properti.


                                              - xiii -
                                                                               PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 79
3.    Nama Lengkap              : Septian Ahmad Cahyadi
      Pendidikan                : Diploma 4
      Lembaga Pendidikan        : Manajemen Aset - Politeknik Bandung
      MAPPI Nomor               : 18-P-08897
      Pengalaman Penilaian :    - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 2 tahun dibidang
                                    penilaian Properti
                                   - Telah mengikuti dan Lulus Pendidikan Lanjutan Penilai (PLP1)
                                    dari MAPPI sebagai Penilai Bidang Properti.
4.    Nama Lengkap              : Ahmad Muhamad, ST
      Pendidikan                : Sarjana
      Lembaga Pendidikan        : Teknik Industri – Universitas Muslim Indonesia
      MAPPI Nomor               : 22-P-11408
      Pengalaman Penilaian      : - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 2 tahun dibidang
                                    penilaian Properti
                                   - Telah mengikuti dan Lulus Pendidikan Dasar Penilai dari
                                    MAPPI sebagai Penilai Bidang Properti.


Penyusunan Laporan Penilaian Aset ini dilakukan melalui proses analisis yang didasarkan pada data
dan informasi yang diterima. Oleh karena itu hasil penilaian ini harus dipandang sebagai suatu
kesatuan dan penggunaan         sebagian dari    hasil analisis atas data dan informasi tanpa
mempertimbangkan analisis yang mendasarinya secara utuh dapat menyebabkan pandangan dan
kesimpulan yang kurang tepat.

Kami juga mengasumsikan bahwa sejak tanggaI penilaian yaitu tanggal 30 Juni 2024 dan
tanggal penerbitan Laporan ini tidak terdapat kejadian penting dan atau terjadi perubahan apapun
yang material yang dapat berpengaruh terhadap asumsi yang digunakan dalam Penyusunan Laporan
Penilaian Aset ini.




                                                - xiv -
                                                                          PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 80
                                     PERYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa :
1.   Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar sesuai dengan
     pemahaman terbaik dari Penilai.
2.   Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas.
3.   Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
     memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan terhadap obyek Studi Kelayakan.
4.   Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil laporan yang diterbitkan.
5.   Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik
     Penilai Indonesia (KEPI), serta Peraturan OJK No. 28/POJK.04/2021 dan Surat Edaran No.
     33/SEOJK.04/2021 perihal Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal
6.   Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7.   Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek penilaian
8.   Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
     dalam laporan Penilaian ini.
9.   Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan yang telah kami susun berdasarkan data yang telah
     diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap. Kami tidak
     bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi dari Pemberi
     Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap atau
     menyesatkan.
11. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
12. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang telah
    terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




                                                - xv -
                                                                             PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 81
Lanjutan PERNYATAAN PENILAI

  Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
  analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.


  Penilaian ini telah melibatkan personil sebagai berikut :

  1.   Penanggungjawab :
       Herie Darmawan, ST, MM., MAPPI (Cert.)
       No. MAPPI : S-02009
       No Ijin Penilai Properti : P-1.14.00394
       No. STTD OJK : STTD.PP-108/PJ-1/PM.2/2023
                                                                     .................................
  2.   Reviewer :
       Ivan Togatorop, ST., MAPPI (Cert.)
       No. MAPPI : 02-S-01530
       Register Penilai : RMK-2017.00166                             .................................

  3.   Penilai 1 :
       Ridwan Bondan Gunawan, A.Md
       No. MAPPI : 16-P-06324
       Register Penilai : RMK-2021.04090                             .................................

  4.   Penilai 2 :
       Septian Ahmad Cahyadi, S.Tr.M
       No. MAPPI : 18-P-08897
       Register Penilai : RMK-2019.02935                             .................................

  5.   Penilai 3 :
       Ahmad Muhammad, ST
       No. MAPPI : 22-P-11408
       Register Penilai : RMK-2023.04724
       No. Register : RMK-2017.00166                                 .................................




                                                  - xvi -
                                                                                      PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 82
                                                 #




              Laporan Ringkas



         Penilaian 100,00% Ekuitas
           PT GMF AeroAsia Tbk



No. File: 00293/2.0100-00/BS/05/0066/1/IX/2024
Page 83
              KJPP FUADAH, RUDI & REKAN
              PenilaiProperti&Bisnis
              Wilayah Kerja :Seluruh Indonesia
              No. Izin: 2.12.0100, KMK No. 102/KM.1/2012
              Jalan Cempaka Putih Tengah II Blok C-17, Jakarta Pusat 10510

File No. 00293/2.0100-00/BS/05/0066/1/IX/2024
Jakarta, 5 September 2024


Kepada Yth
Direksi
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Hanggar 4, Lobby Selatan, Lantai 2
Area Perkantoran Bandar Udara International Soekarno- Hatta
Kota Tangerang, Provinsi Banten,
Kode Pos 15125

Perihal   :   Laporan Ringkas Penilaian 100,00% Ekuitas PT Garuda Maintenance Facility
              Aero Asia Tbk dan Entitas Anak

Dengan hormat,

Sesuai dengan Penugasan dalam Perjanjian Kerjasama Nomor FR/PB.24.07.0017 tanggal 09
Agustus 2024, kami KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan telah melaksanakan penilaian atas ekuitas
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk dan Entitas anak (yang selanjutnya disebut
“Perseroan”).

Penilai mempunyai kompetensi untuk melakukan Penilaian ini dan penugasan ini bersifat
independen, tidak ada benturan kepentingan dengan objek dan atau subjek penilaian,
menjunjung tinggi objektivitas dan professional. Imbalan jasa yang kami terima tidak terkait
ataupun dipengaruhi oleh hasil penilaian yang dilaporkan.

Objek penilaian berupa 100,00% Ekuitas Perseroan. Perseroan mempunyai entitas anak yaitu
PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (yang selanjutnya disebut “GDPS”) yang bergerak dalam
bidang ketenagakerjaan.

Maksud dari penilaian ini adalah memberikan Opini Nilai Pasar atas saham dimaksud dalam
rangka Penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas rencana Transaksi
Inbreng Aset PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (yang selanjutnya disebut “GIAA”) ke Perseroan
sehubungan dengan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
                 : STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023
1.1 Status Penilai

     Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Fuadah, Rudi & Rekan (FRR) adalah KJPP resmi
     berdasarkan Surat Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan Republik
     Indonesia No. 2.12.00100 sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan No.102/KM.1/2012
     tertanggal 08 Februari 2012, dengan Ir. Fuadah, M.Ec.Dev. MAPPI (Cert.) selaku
     penanggung jawab dengan Izin Penilai Publik No. PB-1.08.00066 dan terdaftar sebagai
     profesi penunjang di Pasar Modal dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
     Modal dari OJK No. STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023.

     Penilai mempunyai kompetensi untuk melakukan penilaian ini dan penugasan ini bersifat
     independen, tidak ada benturan kepentingan dengan objek dan tidak terafiliasi dengan




                                              i
                                                                         PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 84
      Pemberi Tugas, objek penilaian ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas
      dan Objek Penilaian serta imbalan jasa yang kami terima tidak terkait ataupun dipengaruhi
      oleh hasil penilaian yang dilaporkan.


1.2   Pemberi Tugas

      Berikut adalah identitas pemberi tugas:

      Nama         : PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
      Bidang Usaha : Perawatan, Perbaikan, Overhaul Pesawat dan Jasa Industri (Maintenance,
                     Repair, dan Overhaul)
      Alamat       : Hanggar 4, Lobby Selatan, Lantai 2, PT Garuda Maintenance Facility Aero
                     Asia Tbk Area Perkantoran Bandar Udara International Soekarno – Hatta,
                     Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kode Pos 15125
      Website      : www.gmf-aeroasia.co.id
      PIC          : Bapak R. Rendy Purwadiyaputra / VP Corporate Strategy & Business
                     Development


1.3   Pengguna Laporan

      Berikut adalah identitas pengguna laporan:

      Nama         : PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
      Bidang Usaha : Perawatan, Perbaikan, Overhaul Pesawat dan Jasa Industri (Maintenance,
                     Repair, dan Overhaul)
      Alamat       : Hanggar 4, Lobby Selatan, Lantai 2, PT Garuda Maintenance Facility
      Aero           Asia Tbk Area Perkantoran Bandar Udara International Soekarno – Hatta,
                     Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kode Pos 15125
      Website      : www.gmf-aeroasia.co.id
      PIC          : Bapak R. Rendy Purwadiyaputra / VP Corporate Strategy & Business
                     Development


1.4   Objek Penilaian dan Kepemilikan

      Objek penilaian dalam penilaian ini adalah 100,00% Ekuitas Perseroan.

      Berdasarkan struktur investasinya, saat ini Perseroan memiliki penyertaan saham sebesar
      91,00% pada entitas anak, yaitu GDPS. Oleh karena itu, dalam penilaian 100,00% Ekuitas
      Perseroan juga mencakup penyertaan pada Entitas Anak, yaitu GDPS.


1.5   Maksud dan Tujuan Penilaian

      Maksud penilaian ini adalah untuk memberikan opini Nilai Pasar dari Objek Penilaian
      dimaksud untuk tujuan digunakan dalam Penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran
      (Fairness Opinion) atas Transaksi Inbreng Aset PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (“GIAA”)
      ke Perseroan dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih
      Dahulu (HMETD).


                                                ii
                                                                           PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 85
1.6   Dasar Nilai yang Digunakan

      Sesuai maksud dan tujuan penilaian, berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35 Tahun 2020”)
      dan KEPI & SPI Edisi VII – 2018, maka nilai yang akan digunakan adalah Nilai Pasar.

      Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau
      dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli
      yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi
      bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-
      masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
      paksaan.


1.7   Tanggal Penilaian

      Tanggal penilaian ditentukan per 30 Juni 2024, analisis perhitungan Nilai Pasar Ekuitas
      Perseroan dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan audited per
      tanggal 30 Juni 2024.


1.8   Wawancara (Interview)

      Wawancara (Interview) kepada manajemen dilakukan pada tanggal 14 Agustus dan 22
      Agustus 2024 secara offline & online.


1.9   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Hasil penilaian dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan kami konversikan ke dalam mata
      uang Dolar Amerika Serikat.


1.10 Pendekatan dan Metode Penilaian dan Pemilihan Metode Penilaian

      Dalam melakukan penilaian ekuitas Perseroan, untuk memperoleh hasil penilaian yang
      akurat dan objektif, maka pendekatan yang dapat diterapkan untuk memperkirakan Nilai
      Pasar Saham Perseroan adalah dengan Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
      dengan metode Discounted Cash Flow (DCF) dan Pendekatan Pasar (Market Based
      Approach) dengan metode Guideline Publicly Traded Company (GPTC).


1.11 Kesimpulan Nilai

      Hasil analisis dari kedua Pendekatan Penilaian yang diterapkan dilakukan rekonsiliasi
      dengan pembobotan yang sesuai. Setelah mempertimbangkan seluruh informasi yang
      relevan dan kondisi pasar yang berlaku, dengan mengikuti prosedur penilaian yang lazim;
      dengan tidak terlepas dari asumsi syarat pembatas dan pernyataan yang dimuat dalam
      laporan ini, maka dengan ini kami sampaikan hasil penilaian kami sebagai berikut:




                                              iii
                                                                           PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 86
                        Metode                         Indikasi Nilai   Tertimbang           Nilai
      Pendekatan Pasar, Metode GPTC                     197.794.619         10,00%           19.779.462
      Pendekatan Pendapatan, Metode DCF                   47.193.369        90,00%           42.474.032
      Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Perseroan (Dalam Dolar Amerika Serikat)                    62.253.494
      Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Perseroan (Dalam Rupiah)                             1.022.264.627.402
      Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Perseroan (Pembulatan Dalam Rupiah)                  1.022.264.000.000


     Menurut pendapat kami Nilai Pasar 100,00% Ekuitas Perseroan per tanggal 30 Juni 2024
     adalah sebesar USD62.253.494,- (Enam Puluh Dua Juta Dua Ratus Lima Puluh Tiga Ribu
     Empat Ratus Sembilan Puluh Empat Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan
     Rp1.022.264.000.000,- (Satu Triliun Dua Puluh Dua Miliar Dua Ratus Enam Puluh
     Empat Juta Rupiah) dengan kurs Tengah BI pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar Rp16.421.


Hormat kami,

KJPP FUADAH, RUDI DAN REKAN




Ir. Fuadah, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
Penilai Properti dan Bisnis
No. MAPPI       : 96-S-00736
No Ijin Penilai : PB-1.08.00066
No.Ijin OJK     : STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023




                                                  iv
                                                                                     PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 87
                       ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS


1. Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
    penilaian, namun Penilai tidak meneliti semua hal yang menyangkut keabsahan atas
    dokumen-dokumen legalitas, kami asumsikan semua dokumen legal tersebut adalah sah
    dari aspek hukum.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
    keakuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang disiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
    melakukan penyesuaian untuk mencerminkan kewajaran proyeksi dengan kemampuan
    pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan isi laporan penilaian ini.
6. Penilai ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara
    khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, di luar dari aspek perpajakan
    dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
7. Penyusunan Laporan Penilaian ini berdasarkan kondisi pasar dan kondisi perekonomian,
    kondisi umum bisnis dan kondisi keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada
    tanggal efektif penilaian.
8. Terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam
    Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan sesuai dengan prosedur-prosedur dan dengan
    jangka waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen-dokumen yang terkait dengan rencana
    transaksi.
9. Tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
    yang digunakan dalam penyusunan Laporan Penilaian dari tanggal penerbitan Laporan ini
    sampai dengan tanggal terlaksananya transaksi.
10. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik.
11. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian/Transaksi dari
    Pemberi Tugas.




                                              v
                                                                          PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 88
                              KUALlFIKASI PENILAI BISNIS


Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan surat
keputusan No. 102/KM.1/2012, tanggal 08 Februari 2012 dengan nama Kantor Jasa Penilai
Publik Fuadah, Rudi & Rekan. Tim penyusun Laporan Penilaian ini terdiri dari:

1.   Nama Lengkap         : Ir. Fuadah, M. Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     Pendidikan           : Strata 2 (S-2)
     Lembaga Pendidikan   : Manajemen Aset dan Penilaian Properti, Universitas Gadjah
                            Mada
     Ijin Penilai         : PB-1.08.00066
     Nomor STTD OJK       : STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023
     Pengalaman Penilaian : - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 20 tahun dibidang
                                 penilaian Properti dan Bisnis
                            - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
                                 Bersertifikat Bidang Properti dan Bisnis serta memperoleh
                                 Ijin Penilai Publik dari Departemen Kuangan.

2.   Nama Lengkap         : Sumarno. SE. MM. Ak., M.Ec.Dev, CPA, MAPPI (Cert.)
     Pendidikan           : Strata 2 (S-2)
     Lembaga Pendidikan   : FEB - Manajemen Aset dan Penilaian Bisnis
                            Universitas Gadja Mada
     MAPPI Nomor          : 15-S-06147
     Pengalaman Penilaian : - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 5 tahun dibidang
                                penilaian Bisnis
                            - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
                                Bersertifikat Bidang Properti serta memperoleh Ijin Penilai
                                Publik dari Departemen Keuangan.
                            - Telah lulus dalam Ujian Sertifikasi Penilai (USP) Tulis Bisnis

3.   Nama Lengkap          : Ivan Togatorop, ST, MAPPI (Cert.)
     Pendidikan            : Strata 1 (S-1)
     Lembaga Pendidikan : Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung
     MAPPI Nomor           : 02-S-01530
     Pengalaman Penilaian. : - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 5 tahun dibidang
                                 penilaian Bisnis
                              - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
                                 Bersertifikat Bidang Properti serta memperoleh Ijin Penilai
                                 Publik dari Departemen Keuangan.
                              - Telah lulus dalam Ujian Pada Pendidikan Dasar Penilai
                                 Bisnis (PDP 2 dan PDS)
                              - Telah mengikuti Pendidikan Penilai Bisnis Lanjutan (PLP1)




                                             vi
                                                                        PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 89
4.   Nama Lengkap            : Synthia Ayu Disha, S.P., RSA.
     Pendidikan              : Strata 1 (S-1)
     Lembaga Pendidikan      : Agribisnis, Universitas Lampung
     MAPPI Nomor             : 20-P-10310
     Pengalaman Penilaian     :-   Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 4 tahun dibidang
                                   penilaian Bisnis
                                 - Telah lulus dalam Ujian Pada Pendidikan Dasar Penilai
                                   Bisnis (PDP 2 dan PDS)

Penyusunan Laporan Penilaian ini dilakukan melalui proses analisis yang didasarkan pada data
dan informasi yang diterima. Oleh karena itu hasil penilaian ini harus dipandang sebagai suatu
kesatuan dan penggunaan sebagian dari hasil analisis atas data dan informasi tanpa
mempertimbangkan analisis yang mendasarinya secara utuh dapat menyebabkan pandangan
dan kesimpulan yang kurang tepat.

Kami juga mengasumsikan bahwa sejak tanggaI penilaian yaitu tanggal 30 Juni 2024 dan
tanggal penerbitan Laporan ini tidak terdapat kejadian penting dan atau terjadi perubahan
apapun yang material yang dapat berpengaruh terhadap asumsi yang digunakan dalam
Penyusunan Laporan Penilaian ini.




                                              vii
                                                                          PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 90
                                    PERYATAAN PENILAI


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menerangkan bahwa:

1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode
    Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK No.35/POJK.04/2020, tentang Pedoman Penilaian
    dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek
    penilaian.
8. Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
    dinyatakan dalam laporan Penilaian ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan Penilaian yang telah kami susun berdasarkan data
    yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
    Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
    informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi
    tidak lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal penilaian (cut-
    off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
    laporan penilaian.
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
    sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
    diungkapkan.
16. Kesimpulan Penilaian ini telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
    telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.

Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.




                                              viii
                                                                           PT GMF AeroAsia, Tbk
Page 91
Penilaian ini telah melibatkan personil sebagai berikut:

1.   Penanggungjawab :
     Ir. Fuadah, M. Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     No. MAPPI : S-00736
     No. Ijin Penilai : PB-1.08.00066
     No.Ijin OJK      : STTD.PPB-35/PJ-1/PM.02/2023        .................................


2.   Reviewer:
     Sumarno. SE. MM. Ak., M.Ec.Dev, CPA, MAPPI (Cert.)
     No. Mappi. : 15-S-06147
     No. Register : RMK-2017.01554                         ..................................


3.   Penilai :
     Ivan Togatorop, ST., MAPPI (Cert.)
     No. MAPPI : 02-S-01530
     No. Register : RMK-2017.00166                         ..................................


4.   Penilai :
     Synthia Ayu Disha, S.P., RSA.
     No. MAPPI : 20-P-10310
     No. Register : RMK-2022.04332                         ..................................




                                                ix
                                                               PT GMF AeroAsia, Tbk

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.08 MB
Published1 Oct 2024
Pages91
Characters243,850
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 76 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Garuda Indonesia (Persero) Tbk p.1 ×42
linked org PT Aero Wisata p.30
linked person Pudjo Sarwoko · Direktur p.30 ×3
linked person Andi Fahrurrozi · Direktur Utama p.31 ×3
linked person Irvan Pribadi · Direktur p.31 ×3
linked person Ali Gunawan · Komisaris Independen p.31 ×2
linked org PT Trans Airways p.32
linked person Salman El Farisiy · Direktur p.32 ×2
linked person Tumpal Manumpak p.32 ×2
linked org PT Angkasa Pura II. p.68 ×7
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×9
possible person Sumarno. SE. MM. Ak. p.11 ×4
possible org Negara Republik Indonesia p.30 ×4
possible person Rahmat Hanafi · Komisaris p.31 ×3
possible person Timur Sukirno · Komisaris Independen p.32 ×2
possible person Thomas Oentoro · Komisaris Independen p.32 ×2
possible person Chairal Tanjung · Komisaris p.32 ×2
possible person Irfan Setiaputra · Direktur Utama p.32 ×2
possible person Mukhtaris · Direktur p.34
possible org Bursa Efek Indonesia p.69
unresolved org Garuda Maintenance FacilityAero Asia Tbk p.2 ×2
unresolved org Rudi dan Rekan p.2 ×8
unresolved person Ir. Fuadah p.2 ×29
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.3 ×7
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×7
unresolved — PIC p.3 ×7
unresolved person R. Rendy Purwadiya Putra p.3 ×5
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×6
unresolved org KJPP Fuadah Rudi dan Rekan p.5 ×6
unresolved org KJPP Fuadah Rudi p.5 ×7
unresolved org RUDI DAN REKAN Ir. Fuadah p.9 ×2
unresolved — MAPPI · Penilai p.11 ×9
unresolved org Departemen Kuangan. p.11 ×3
unresolved person CPA p.11 ×4
unresolved org Departemen Keuangan. p.11 ×5
unresolved — USP · Penilai p.11 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.18 ×12
unresolved person Daniel Kohar p.18 ×6
unresolved person Ade Setiawan Elimin p.19 ×12
unresolved person Arry Supratno p.25 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.25 ×2
unresolved person Lestari p.25 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.25 ×3
unresolved org Rintis dan Rekan p.26 ×6
unresolved org Pusat Statistik p.30 ×5
unresolved org Kementerian Perhubungan p.31
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.31
unresolved person Soeleman Ardjasasmita p.32
unresolved person Aulia Taufani p.32
unresolved person Ade R.Susardi p.32
unresolved person Dharmadi · Komisaris Utama p.34
unresolved person Abhan · Komisaris Independen p.34
unresolved person Agit Altrianto · Komisaris Independen p.34
unresolved person Salusra Satria · Direktur p.34
unresolved person Ade Ruchyat Susardi · Direktur p.34
unresolved org Pemerintah p.35
unresolved org Bank Indonesia p.37 ×22
unresolved org Bank Indonesia Triwulan II p.38
unresolved org Pusat Statistik Sedangkan p.44
unresolved — Ringk · Penilai p.65 ×3
unresolved org GMF AeroAsia Tbk p.65 ×34
unresolved person Herie Darmawan p.66 ×2
unresolved org KJPP Fuadah Rudi & Rekan p.66
unresolved org PT Angkas Pura II p.68
unresolved person Dini p.69
unresolved org GMF Aero Asia Tbk p.69 ×2
unresolved org Bank Indonesia Badan Pertanahan Nasional p.69
unresolved org Pertanahan Nasional p.69
unresolved org Pemerintah Kota Badan Pusat Statistik p.69
unresolved org RUDI & REKAN p.74 ×5
unresolved org PT Garuda Daya Pratama Sejahtera p.83
unresolved person R. Rendy Purwadiyaputra p.84 ×2
unresolved org PT Garuda Maintenance Facility Aero p.84
unresolved — Aero p.84
unresolved org Asia Tbk p.84

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result