Back to announcement
20241001_GMFI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31730928_lamp6.pdf
Other Text extracted GMFISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 24
Page 1
Lampiran
Jawaban atas Permintaan Penjelasan
PT Garuda Maintenance Facility Aero Tbk
(“Perseroan”)
1. Dalam Keterbukaan Informasi yang disampaikan, Perseroan menyatakan akan
menggunakan PMHMETD untuk perolehan Aset PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
(GIAA) secara non-tunai (inbreng) dengan Aset GIAA berupa bangunan hanggar dan
annex 1, 2 dan 3 serta fasilitas pendukung berupa bangunan-bangunan penunjang
lainnya. Aset tersebut telah dilakukan penilaian oleh KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan
dengan hasil penilaian sebesar Rp418.289.300.000 per 30 Juni 2024. Atas dasar hal
tersebut, agar dapat dijelaskan:
a. Status operasional hanggar dan annex saat ini dan hubungannya dengan kegiatan
usaha Perseroan.
Jawaban Perseroan:
Kepemilikan fasilitas yang saat ini digunakan untuk operasional Perseroan terbagi
sebagai berikut:
Fasilitas Kepemilikan
Hangar I GIAA
Hangar II GIAA
Hangar III GIAA
Hangar IV GMF
Fasilitas Pendukung GIAA
Perseroan saat ini mengelola sejumlah bangunan dan fasilitas dimana diantaranya
merupakan kepemilikan GIAA, termasuk Hangar, Engine Shop, Workshop, dan
fasilitas lainnya. Dari 4 (empat) hangar yang berada di bawah pengelolaan Perseroan,
Hangar I, II, dan III merupakan kepemilikan GIAA, sementara Hangar IV adalah milik
Perseroan.
Saat ini, bangunan dan fasilitas tersebut berkontribusi terhadap pelaksanaan
operasional Perseroan sebagai berikut:
1. Segmen bisnis Line Maintenance: Didukung oleh Hangar II dan fasilitas
pendukung lainnya.
2. Segmen bisnis Repair & Overhaul: Didukung oleh Hangar I, Hangar III, dan
fasilitas pendukung lainnya.
Sedangkan status operasional masing-masing aset adalah sebagai berikut:
• Hangar I & Annex: digunakan untuk heavy maintenance pesawat berbadan
lebar (wide-body). Hangar ini memiliki kapasitas untuk menangani 2 pesawat
berbadan lebar sekaligus.
• Hangar II & Annex: Dikhususkan untuk inspeksi pemeliharaan minor hingga
perawatan "A-Check". Hangar ini mampu menampung hingga 3 pesawat
berbadan lebar (wide-body) dan 6 pesawat berbadan sempit (narrow-body).
• Hangar III & Annex: Digunakan untuk heavy maintenance pesawat berbadan
lebar (wide-body), khususnya seri Airbus A330. Hangar ini memiliki kapasitas
untuk 3 pesawat berbadan lebar.
www.idx.co.id
Page 2
• Fasilitas pendukung lainnya: Selain hangar, terdapat fasilitas-fasilitas
penunjang seperti Engine Shop, Workshop, dan fasilitas lainnya yang saat ini
dioptimalkan oleh Perseroan untuk mendukung operasional pemeliharaan
secara keseluruhan.
b. Segmen apa saja yang mendorong peningkatan pendapatan pada kegiatan usaha
yang akan dilakukan Perseroan dengan diperolehnya aset inbreng tersebut secara
detil?
Jawaban Perseroan:
Dengan diperolehnya aset inbreng, Perseroan akan memiliki fleksibilitas yang lebih
baik dalam penggunaan, perbaikan, dan pengelolaan aset terkait kegiatan usaha dan
pendukungnya. Fleksibilitas ini mencakup berbagai aspek yang dapat memberikan
dampak positif bagi Perseroan, berdasarkan penggunaan, perbaikan, dan
pengelolaan aset yang berujung pada peningkatan efisiensi operasional dan kualitas
layanan. Hal ini dapat mendukung kualitas layanan kepada pelanggan serta
memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan MRO yang lengkap dan
handal.
Selain itu Perseroan akan terus menjajaki program lainnya yang berpotensi untuk
mendukung pengembangan usaha atau pun memberikan dampak positif bagi
Perseroan. Dengan beralihnya kepemilikan aset kepada Perseroan, Perseroan dapat
melakukan optimalisasi aset yang mendukung pengembangan kegiatan usaha salah
satunya untuk mengembangkan layanan sewa warehousing. Dengan ruang
penyimpanan dan fasilitas yang terintegrasi, Perseroan dapat menawarkan layanan
warehousing untuk menyimpan suku cadang, peralatan, dan material pesawat milik
pihak ketiga. Selain itu, model consignment akan memungkinkan pelanggan
menitipkan suku cadang mereka di fasilitas Perseroan, yang kemudian dapat
digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan operasional. Perseroan akan lebih
fleksibel dalam penggunaan, perbaikan, dan pengelolaan aset yang terkait dengan
kegiatan usaha dan pendukungnya. Fleksibilitas ini tidak hanya memberikan sumber
pendapatan baru, tetapi juga berpotensi mengurangi biaya logistik bagi pelanggan
dengan mengurangi waktu pengiriman suku cadang yang mendesak. Dengan
pengembangan bisnis warehousing ini diproyeksikan dapat menghasilkan
pendapatan tambahan bagi Perseroan sekitar 150 ribu USD sampai 250 ribu USD per
tahunnya.
c. Utilisasi penggunaan bangunan hanggar dan annex pada akhir tahun 2024 (secara
persentase) dan kapan Perseroan akan memaksimalkan penuh bangunan hanggar
dan annex tersebut?
Jawaban Perseroan:
Untuk bangunan hangar, hingga akhir tahun 2024, diproyeksikan utilisasi slot untuk
Hangar I, Hangar II, dan Hangar III melebihi 100%. Hal ini melanjutkan tren selama 1
tahun terakhir dimana utilisasinya sudah melebihi kapasitas yang ada, sejalan dengan
demand perawatan pesawat yang meningkat signifikan pasca pandemi.
d. Objek Penilaian berdiri di atas tanah sewa dengan PT Angkasa Pura II, mohon
penjelasan mengenai:
www.idx.co.id
Page 3
i. Bagaimana perubahan pihak yang membayarkan tanah sewa setelah
dilakukannya inbreng tersebut.
Jawaban Perseroan:
Saat ini, biaya sewa lahan untuk aset yang akan diinbrengkan kepada Perseroan
sudah dibayarkan langsung oleh Perseroan kepada PT Angkasa Pura II. Adapun
lahan yang disewa Perseroan dari PT Angkasa Pura II memiliki luas total sebesar
97ha, dimana sebagian mencakup fasilitas bangunan milik PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk yang akan di-inbrengkan dalam aksi korporasi ini.
Setelah proses inbreng dilakukan, Perseroan tetap akan bertanggung jawab atas
pembayaran sewa lahan tersebut kepada PT Angkasa Pura II, tanpa ada
perubahan pada pihak yang membayarkan sewa. Kesepakatan ini mencakup
seluruh lahan yang digunakan oleh Perseroan, termasuk fasilitas yang
sebelumnya dimiliki oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan akan dialihkan
kepada Perseroan sebagai bagian dari inbreng. Dengan demikian, inbreng tidak
mempengaruhi pengaturan mengenai kewajiban pembayaran sewa lahan, dan
Perseroan akan terus melaksanakan kewajiban ini sesuai dengan perjanjian yang
berlaku dengan PT Angkasa Pura II.
ii. Apakah terdapat klausula pada perjanjian sewa tersebut yang bertentangan
dengan aksi korporasi perolehan aset inbreng yang akan dilakukan.
Jawaban Perseroan:
Perjanjian sewa lahan dan tanah dengan PT Angkasa Pura II hanya mengatur
penyewaan dan pemanfaatan atas lahan dan tanah yang disewa Perseroan dan
tidak mengatur mengenai kepemilikan bangunan yang berdiri diatasnya. Dengan
demikian, tidak ada klausula dalam perjanjian yang dilanggar dan/atau
bertentangan dengan aksi korporasi ini.
iii. Dalam hal terdapat tunggakan pembayaran pada sewa-menyewa aset bangunan
hangar dan annex di periode sebelumnya. Siapa yang akan menanggung
tunggakan tersebut setelah dilakukannya inbreng? Agar dielaborasi.
Jawaban Perseroan:
Sesuai perjanjian sewa dengan PT Angkasa Pura II, hubungan hukum yang terjadi
adalah sewa menyewa lahan dan tanah dimana aset yang menjadi objek inbreng
berdiri dan Perseroan merupakan pihak yang melakukan pembayaran biaya atas
sewa lahan dan tanah tersebut. Sehingga seluruh kewajiban pembayaran biaya
sewa, termasuk yang tertunggak, akan tetap menjadi kewajiban Perseroan setelah
selesainya inbreng.
iv. Perubahan-perubahan klausula perjanjian sewa setelah dilakukannya inbreng.
Jawaban Perseroan:
Sampai dengan tanggal surat ini dan dalam rencana PMHMETD, Perseroan tidak
merencanakan adanya perubahan klausula dalam perjanjian sewa lahan dan
tanah dengan PT Angkasa Pura II setelah proses inbreng selesai dilakukan.
www.idx.co.id
Page 4
2. Sisa dari penggunaan dana di atas, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Atas
hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Perincian modal kerja yang akan dibiayai menggunakan dana hasil PMHMETD,
dengan melengkapi tabel sebagai berikut:
Jawaban Perseroan:
Penentuan harga harga pelaksanaan per lembar saham dalam PMHMETD belum
dilakukan oleh Perseroan, serta Perseroan belum mengetahui jumlah lembar saham
hasil pelaksanaan hak oleh para pemegang saham yang memiliki hak, sehingga
Perseroan belum dapat memberikan informasi terperinci mengenai rencana
penggunaan dana hasil PMHMETD.
Namun, secara garis besar, berikut disampaikan rencana penggunaan dana hasil
PMHMETD:
1. Pembayaran biaya – biaya emisi terkait pelaksanaan PMHMETD, yang antara lain
berupa biaya profesi penunjang dan biaya pajak; dan
2. Dalam hal terdapat sisa setelah dilakukan pembayaran poin 1 diatas, maka akan
digunakan sepenuhnya untuk modal kerja dan operasional Perseroan.
b. Bagaimana urgensi kebutuhan modal kerja Perseroan? Apakah saat ini Perseroan
mengalami kekurangan modal kerja?
Jawaban Perseroan:
Terkait kebutuhan modal kerja, Perseroan selalu memberikan upaya terbaik untuk
menjaga perputaran modal kerja sehingga dapat memenuhi kebutuhan jangka
pendeknya
c. Bagaimana kontrol Perseroan terkait dengan penggunaan dana untuk modal kerja ini?
Bagaimana Perseroan dapat meyakinkan bahwa dana hasil PMHMETD akan
digunakan untuk hal yang telah diungkapkan di Keterbukaan Informasi, dan bukan hal
lainnya? Apakah terdapat penyimpanan dana secara terpisah? Agar dapat dijelaskan.
Jawaban Perseroan:
Untuk memastikan kesesuaian penggunaan dana hasil PMHMETD, sesuai dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum (“POJK 30/2015”) maka Perseroan akan
melakukan pelaporan penggunaan dana hasil PMHMTED secara berkala dan
menempatkan dana hasil PMHMETD yang belum terealisasikan dalam instrument-
instrumen yang diatur dalam POJK 30/2015.
3. Sehubungan dengan rencana penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (HMETD), mohon informasi berikut:
a. Rasio Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
www.idx.co.id
Page 5
Jawaban Perseroan:
Rasio HMETD akan disampaikan pada saat penyampaian Prospektus Ringkas dalam
rangka Pernyataan Pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah
mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan.
b. Harga pelaksanaan HMETD.
Jawaban Perseroan:
Harga Pelaksanaan HMETD akan disampaikan pada saat penyampaian Prospektus
Ringkas dalam rangka Pernyataan Pendaftaran ke OJK setelah mendapatkan
persetujuan RUPS Perseroan.
c. Persentase besaran penambahan modal dari jumlah saham yang ditempatkan dan
disetor penuh.
Jawaban Perseroan:
Persentase besaran penambahan modal dari jumlah saham yang ditempatkan dan
disetor penuh sebanyak-banyaknya adalah sebesar 41,57% (empat puluh satu koma
lima tujuh persen).
d. Perkiraan dana yang dihasilkan dari pelaksanaan PMHMETD.
Jawaban Perseroan:
Perkiraan dana yang dihasilkan dari pelaksanaan PMHMETD akan disampaikan pada
saat penyampaian Prospektus Ringkas dalam rangka Pernyataan Pendaftaran ke
OJK setelah mendapatkan persetujuan RUPS Perseroan.
e. Komitmen atas pemegang saham pengendali dalam melaksanakan HMETD.
Jawaban Perseroan:
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (“Garuda”), sebagai pemegang saham
pengendali Perseroan, akan melaksanakan seluruh HMETD miliknya dengan
melakukan penyetoran dalam bentuk non-tunai (inbreng) dalam bentuk sebagai
berikut:
a. Bangunan hanggar I dan annex I
b. Bangunan hanggar II dan annex II
c. Bangunan hanggar III dan annex III
d. Fasilitas pendukung berupa bangunan-bangunan penunjang lainnya, sarana
pelengkap seperti perkerasan driveway, pagar dan mesin pelengkap bangunan.
f. Informasi atas pihak yang akan menjadi standby buyer selain PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk (jika ada).
Jawaban Perseroan:
Tidak terdapat standby buyer dalam PMHMETD ini.
g. Pemenuhan free float sesuai Peraturan BEI Nomor I-A.
www.idx.co.id
Page 6
Jawaban Perseroan:
Pemenuhan free float setelah PMHMETD akan tetap dipenuhi Perseroan sesuai
dengan Peraturan BEI Nomor I-A.
h. Pertimbangan Perseroan lebih memilih melakukan PMHMETD dibandingkan
skema PMTHMETD atau aksi korporasi penambahan modal lainnya.
Jawaban Perseroan:
Pertimbangan Perseroan melaksanakan PMHMETD diantaranya untuk dapat
mendapatkan partisipasi publik sehingga publik dapat tetap mempertahankan
persentase kepemilikannya.
4. Apakah PMHMETD akan disertai dengan penerbitan Waran? Jika iya, mohon informasi
terkait jumlah Waran yang akan diterbitkan.
Jawaban Perseroan:
Tidak terdapat penerbitan waran dalam PMHMETD ini.
5. Apakah rencana pelaksanaan PMHMETD dengan rencana penggunaan dana untuk modal
kerja telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2019.
Jawaban Perseroan:
Rencana pelaksanaan PMHMETD dengan rencana penggunaan dana untuk modal kerja
telah sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 32/POJK.04/2015 dan Peraturan OJK Nomor
14/POJK.04/2019.
6. Mengenai dampak pelaksanaan PMHMETD, agar dapat dijelaskan:
a. Bagaimana dampak terhadap kinerja operasional dan keuangan? Mohon dilampirkan
juga penyajian dalam proforma akun keuangan dengan mengisi tabel berikut:
Keterangan Laporan Keuangan per 30 Penyesuaian Proforma Laporan Keuangan
Juni 2024 (Rp) (Rp) per 30 Juni 2024 (Rp)
Aset Lancar 222.435.312 1.500.000 223.935.312
Aset Tidak 200.481.856 22.764.964 223.246.820
Lancar
Total Aset 422.917.168 24.264.964 447.182.132
Liabilitas Jangka 258.611.627 (348.758) 258.262.869
Pendek
Liabilitas Jangka 462.435.248 (2.887.163) 459.548.085
Panjang
Total Liabilitas 721.046.875 (3.235.921) 717.810.954
www.idx.co.id
Page 7
Ekuitas (298.129.707) 27.500.885 (270.628.822)
Total Liabilitas 422.917.168 24.264.965 447.182.133
dan Ekuitas
Dampak terhadap kinerja operasional dan keuangan dalam pelaksanaan PMHMETD:
• Perbaikan kinerja operasional akan lebih optimal untuk pengembangan capability.
• Perbaikan kinerja keuangan yang disebabkan oleh:
a. Penambahan kas dan setara atas pelaksanaan PMHMETD, dengan estimasi
sebesar AS$ 1,500,000.
b. Penambahan aset tetap atas penyertaan non-tunai (inbreng), berdasarkan
perhitungan jasa penilaian adalah sebesar Rp 418,289,300,000 atau setara
AS$ 25,472,827.
c. Penurunan aset ROU atas sewa hanggar GA sebesar AS$ 2,707,863.
d. Penurunan utang sewa hangar sebesar AS$ 3,235,921.
b. Bagaimana dampak pelaksanaan PMHMETD terhadap struktur permodalan
Perseroan? Agar disampaikan struktur permodalan Perseroan sebelum dan sesudah
pelaksanaan PMHMETD.
Jawaban Perseroan:
Struktur permodalan Perseroan sebagai dampak pelaksanaan PMHMETD
disampaikan pada saat penyampaian Prospektus Ringkas dalam rangka Pernyataan
Pendaftaran ke OJK setelah mendapatkan persetujuan RUPS Perseroan.
Terkait Laporan Keuangan Perseroan 30 Juni 2024
7. Terdapat Ketidakpastiaan Material yang terkait dengan kelangsungan usaha Perseroan
dari Laporan Auditor Independen liabilitas lancar melampaui aset lancarnya sebesar
USD$36,18 juta dan ekuitas negatif sebesar USD$ 298,13 juta pada 30 Juni 2024. Agar
dapat dijelaskan:
a. Perseroan menyatakan strategi peningkatan profitabilitas yaitu pengembangan
bisnis di area Power Services dan Government untuk meningtkatkan target
pendapatan segmen bisnis utama, mohon penjelasan mengenai:
i. Informasi detil mengenai Power Services dan Goverment sehingga dapat
meningkatkan pendapatan Perseroan.
Jawaban Perseroan:
Perseroan saat ini memiliki beberapa segmen bisnis yang diantaranya Commercial
Aviation, Government Aviation serta Industrial Solutions yang dimana termasuk
Power Services dan Manufacturing.
Segmen Government & Industrial Solutions telah dikembangkan sebagai bagian
dari strategi diversifikasi bisnis Perseroan, dengan tujuan memperluas sumber
pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada sektor penerbangan. Namun,
pada masa pandemi, dilakukan percepatan pengembangan segmen ini. Langkah
ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis Perseroan yang bertujuan
untuk memperluas basis pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu
segmen usaha utama, yaitu sektor penerbangan. Dengan adanya pembatasan
www.idx.co.id
Page 8
perjalanan udara selama pandemi, pendapatan dari sektor penerbangan
mengalami penurunan signifikan, sehingga menjadi momentum bagi Perseroan
untuk mempercepat inisiatif diversifikasi bisnis untuk meningkatkan pendapatan
Perseroan.
Pasar MRO di sektor government saat ini masih memiliki peluang untuk
dioptimalkan mengingat, Perseroan adalah bagian dari BUMN dan telah
berpengalaman merawat Commercial Aviation (sipil) hingga manca negara.
Indonesia mencatat pertumbuhan pasar MRO di sektor government sebesar 2,7%
per tahun. Angka ini mencerminkan tren peningkatan kebutuhan akan perawatan
pesawat government domestik, yang didorong oleh upaya modernisasi armada dan
peningkatan kesiapan operasional. Potensi pertumbuhan ini menempatkan
Perseroan dalam posisi yang menguntungkan untuk memperkuat kehadirannya di
pasar nasional dan memanfaatkan keunggulannya sebagai penyedia MRO
government yang unggul di kawasan.
Saat ini, Perseroan memiliki berbagai kapabilitas layanan yang mencakup
pemeliharaan dan perbaikan untuk sejumlah jenis perawatan, di antaranya adalah
perawatan B737 series, Bell-412, C-130H, dan T56 Engine, C-212 Aviocar, dan
lainnya. Keberagaman ini tidak hanya menunjukkan fleksibilitas Perseroan dalam
memberikan layanan yang beragam, tetapi juga kemampuan untuk memenuhi
berbagai permintaan dan spesifikasi teknis dari armada government yang ada.
Dengan demikian, Perseroan tidak hanya mampu mendukung operasi pesawat
government, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat kesiapan dan efektivitas
operasional pesawat government Indonesia.
Sementara untuk segmen Industrial Solutions, Perseroan menawarkan layanan
pemeliharaan dan perbaikan yang komprehensif untuk berbagai jenis peralatan
industri dan pembangkit untuk berbagai customer seperti Pertamina EP, Indonesia
Power, PLN, PJB, dan lainnya.
Dengan membawa keahlian dalam pemeliharaan Aviation Powerplant yang telah
teruji serta standar tinggi yang diterapkan dalam industri penerbangan, Perseroan
kini memperluas layanannya untuk mencakup Industrial Gas Turbine Engine
powerplant dan generator. Ini menunjukkan komitmen Perseroan untuk
memanfaatkan pengalaman dan standar dari sektor penerbangan pada sektor
industri.
ii. Implementasi Perseroan sepanjang tahun 2024 pada pengembangan bisnis
tersebut.
Jawaban Perseroan:
Peningkatan revenue Industrial Solutions dan Government pada Juni 2023 hingga
Juni 2024 ditunjukkan pada tabel berikut:
Segment YTD Juni 2023 YTD Juni 2024
Government 5.1 MUSD 12.3 MUSD
Industrial Solutions 1.2 MUSD 1.7 MUSD
TOTAL 6.3 MUSD 14 MUSD
www.idx.co.id
Page 9
Peningkatan pendapatan dari segmen Government dan Industrial Solutions antara
kuartal kedua tahun 2023 dan kuartal kedua tahun 2024 menunjukkan
pertumbuhan yang signifikan. Pada segmen Government, pendapatan mengalami
kenaikan signifikan, dari 5,1 juta USD pada kuartal kedua tahun 2023 menjadi 12,3
juta USD pada kuartal kedua tahun 2024, menunjukkan peningkatan lebih dari dua
kali lipat. Sementara itu, segmen Industrial Solutions juga mencatatkan
pertumbuhan yang positif. Pendapatan pada kuartal kedua tahun 2023 tercatat
sebesar 1,2 juta USD, yang meningkat menjadi 1,7 juta USD di kuartal kedua
tahun 2024. Secara keseluruhan, pertumbuhan di kedua segmen ini menunjukkan
efektivitas strategi diversifikasi Perseroan, yang sukses mengurangi
ketergantungan pada satu sektor dan menghasilkan aliran pendapatan yang lebih
beragam serta stabil.
iii. Apakah produk baru tersebut telah dilakukan market due diligence demi mencapai
kebutuhan pelanggan Perseroan? Agar dielaborasi mengingat penjualan
Perseroan cenderung Business to Business.
Jawaban Perseroan:
Market due diligence adalah proses yang tidak terpisah untuk mengetahui
kebutuhan dari market dan produk yang dapat disediakanoleh Perseroan. Aspek
yang menjadi pertimbangan dalam proses diligence antara lain analisa pasar,
competitor, serta regulasi dan ketentuan yang mengikat.
Perseroan telah memiliki pengalaman baik dari segi penjualan maupun
operasional dalam melayani segmen Government maupun Industrial Solutions,
terbukti dari terdapat proyek perawatan yang telah dan sedang dikerjakan oleh
Perseroan. Selain itu industri MRO adalah industri yang syarat akan regulasi,
dimana aspek QCDS menjadi aspek penting yang harus dipenuhi. Ketatnya
regulasi di MRO menjadi modal Perseroan untuk memenuhi kebutuhan di segmen
Government maupun Industrial Solutions.
Perseroan juga melakukan pembentukan departemen/SBU yang terpisah dari
Commercial Aviation serta dedicated sales untuk Government maupun Industrial
Solutions, sehingga dapat lebih fokus untuk melakukan berbagai upaya sales dan
marketing untuk mendapatkan semakin banyak pekerjaan dari kedua segment ini.
Kedepannya, akan dilakukan penguatan kapabilitas, memperbesar share of wallet
existing customer, serta penetrasi market.
b. Agar dapat dijelaskan pelanggan captive jangka panjang yang sampai saat ini telah
diperoleh dan potensi pelanggan di masa depan.
Jawaban Perseroan:
Untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan, Perseroan melakukan kontrak jangka
panjang (captive) dan juga kontrak multi years dengan beberapa customer. Pelanggan
dengan skema captive akan melakukan perawatan di Perseroan baik untuk pekerjaan
repair & overhaul dan line maintenance, sehingga Perseroan bertindak sebagai total
solution provider.
Kontrak tersebut tidak terbatas pada Garuda Group, melainkan juga untuk pelanggan
di luar Garuda Group. Ini memungkinkan Perseroan untuk menjangkau berbagai
segmen pasar dan memperluas jaringan kerja sama. Dengan demikian, Perseroan
www.idx.co.id
Page 10
diharapakan dapat memperkuat posisi di industri MRO dalam negeri dan
meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan dan pemegang saham. Selain itu, melalui
kontrak jangka panjang ini, Perseroan berupaya membangun kepercayaan dan
loyalitas pelanggan, yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan yang
berkelanjutan bagi Perseroan di masa depan.
Commercial Aviation
Untuk pelanggan Commercial Aviation, telah didapatkan captive customer sebagai
berikut:
1. Garuda Indonesia
2. Citilink
Kontrak multi years:
1. Fiji Airways (Fiji)
2. Vietnam Airlines (Vietnam)
3. Thai VietJet (Thailand)
4. National Airlines (USA)
5. IndiGo (India)
Government
Captive customers:
1. Kementerian Sekretariat Negara
Kontrak multi years:
1. Kementerian Pertahanan
Industrial Solutions
Kontrak multi years:
1. PT Pertamina Power Indonesia
2. PT PLN Nusantara Power
3. PT Pupuk Kalimantan Timur
Perseroan terus berusaha untuk menjajaki pelanggan yang memiliki potensi untuk
menjalin long term contract / multi years contract di masa depan. Beberapa customers
yang sedang berusaha dijajaki antara lain:
1. Pelita Air
2. JAL
3. Fly Dubai
4. Korean Air
c. Perseroan menyatakan strategi restrukturisasi dan cash flow optimization, mohon
penjelasan mengenai:
i. Perkembangan Restrukturisasi utang bank kepada Bank BRI pada 29 Desember
2023 dan telah disetujui pada RUPS 28 Juni 2024.
www.idx.co.id
Page 11
Jawaban Perseroan:
Untuk restrukturisasi bank kepada Bank BRI, Perseroan diwajibkan memberikan
agunan sebagai jaminan dan telah disetujui pengikatan jaminan dalam RUPS 28
Juni 2024.
ii. Perkembangan restrukturisasi utang vendor dengan total nilai haircut sebesar USD$
715 ribu.
Jawaban Perseroan:
Restrukturisasi utang vendor telah mencapai progress 70% dari total target yang
ditetapkan.
iii. Bagaimana upaya Perseroan untuk melakukan restrukturisasi utang kepada Bank
BNI? Mengingat utang kepada Bank BNI terbesar saat ini pada pinjaman
Perseroan.
Jawaban Perseroan:
Saat ini seluruh kreditur termasuk BNI, kecuali BRI telah dilakukan restrukturisasi
pembayaran hingga tahun 2035.
iv. Kendala yang Perseroan hadapi dalam restrukturisasi utang/liabilitas Perseroan.
Jawaban Perseroan:
Beberapa kreditur Perseroan meminta jaminan sebagai agunan dalam proses
restrukturisasi. Namun, saat ini terdapat klausul negative pledge, dimana Perseroan
tidak diperkenankan memberikan jaminan atas asset yang ada, kecuali diperlakukan
sama (equal treatment) terhadap seluruh kreditur.
d. Perseroan menyatakan akan melakukan perbaikan ekuitas yaitu program inbreng
lahan Angkasa Pura Indonesia, mohon penjelasan mengenai:
i. Agar disampaikan rencana/timeline inbreng lahan Angkasa Pura Indonesia.
Jawaban Perseroan:
Terkait dengan inisiatif inbreng lahan, hingga saat ini telah disusun Tim
Percepatan Perbaikan Ekuitas PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. oleh
Kementerian BUMN, dimana dalam tim tersebut, terdapat Subtim Transformasi PT
Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk yang terdiri dari perwakilan Perseroan,
konsultan transaksi, dan pengelola lahan. Untuk mendukung inisiatif inbreng
lahan, Perseroan telah menunjuk sejumlah profesi penunjang, termasuk
Konsultan Transaksi, Konsultan Bisnis, Konsultan Hukum, dan Kantor Jasa Penilai
Publik. Saat ini, Perseroan bersama dengan Konsultan Bisnis dan Konsultan
Transaksi tengah menyusun kajian bisnis terkait inbreng lahan untuk memastikan
efektivitas dan keberlanjutan dari langkah tersebut. Adapun terkait timeline, akan
dilakukan segera setelah aksi korporasi Angkasa Pura selesai dilaksanakan.
www.idx.co.id
Page 12
ii. Skema yang akan Perseroan gunakan dalam inbreng lahan Angkasa Pura
Indonesia, apakah akan sama seperti inbreng aset Garuda Indonesia? Agar
dielaborasi.
Jawaban Perseroan:
Terkait skema yang akan digunakan dalam proses inbreng lahan Angkasa Pura
Indonesia, saat ini Perseroan masih dalam tahap merancang skema yang sesuai
serta mengakomodir regulasi yang berlaku. Skema inbreng yang akan digunakan
masih dalam tahap pembahasan internal. Meskipun terdapat kemiripan dengan
skema inbreng aset yang dilakukan dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk,
setiap aset memiliki dinamika dan kompleksitas tersendiri, sehingga skema inbreng
lahan Angkasa Pura Indonesia akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi.
Perseroan memastikan bahwa skema ini akan mengikuti standar yang telah
ditetapkan dan mempertimbangkan dampak terbaik bagi struktur ekuitas
perusahaan. Tim perbaikan ekuitas yang telah dibentuk akan terus mengevaluasi
dan mengkaji skema terbaik agar proses inbreng dapat berjalan lancar dan
memberikan hasil optimal dalam mendukung program perbaikan ekuitas
Perseroan.
e. Efisiensi lain yang belum disebutkan pada kegiatan operasional sepanjang tahun
2024.
Jawaban Perseroan:
Selain yang telah disebutkan pada laporan keuangan audited Juni 2024, program
efisiensi lain yang dilakukan Perseroan yaitu melalui digitalisasi, seperti
pengembangan aplikasi XPREAM dan XOps. Adapun aplikasi ini digunakan untuk
monitoring berjalannya project (project management) dan koordinasi antar pihak yang
terlibat dalam pengerjaan suatu project.
f. Target Perseroan untuk mencatatkan ekuitas positif dengan strategi-strategi tersebut.
Jawaban Perseroan:
Dengan berbagai strategi yang disusun Perseroan, baik dengan meningkatkan
profitability, maupun dengan aksi korporasi, diharapkan Perseroan dapat kembali
membukukan ekuitas positif dalam 3 tahun depan.
8. Pada CALK 5 tentang Piutang Usaha, Perseroan hanya memiliki piutang lancar sebesar
USD$ 24,6 juta atau hanya 15,17% dari total piutang. Mohon penjelasan mengenai:
a. Sebesar USD$ 137,69 juta atau 84,8% dari total piutang usaha Perseroan telah
jatuh tempo, mohon penjelasan mengenai penyebab tingginya piutang usaha telah
jatuh tempo tersebut.
Jawaban Perseroan:
Provisi piutang didominasi atas tagihan ke customer Sriwijaya Air dan Garuda
Indonesia, dengan melakukan perhitungan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan
PSAK 109 “Instrumen Keuangan”. Terkait piutang atas customer Sriwijaya dan
Garuda Indonesia, Perseroan menghitung kerugian kredit ekspektasian secara
www.idx.co.id
Page 13
individual dengan mengestimasi arus kas ekspektasian yang sejalan dengan Putusan
Perdamaian/ Homologasi dalam Perkara PKPU.
b. Target waktu dapat ditagihnya piutang yang jatuh tempo terutama kepada ketiga
pelanggan terbesar yaitu Garuda, Citilink dan Sriwijaya.
Jawaban Perseroan:
Sesuai Putusan Perdamaian/Homologasi dalam proses PKPU Garuda dan Sriwijaya
serta Kesepakatan Penyelesaian Utang Citilink, skema penyelesaian piutang adalah
sebagai berikut:
• Tagihan terhadap Garuda: Dibayarkan seluruhnya pada tahun ke-22 sejak putusan
PKPU pada tahun 2022.
• Tagihan terhadap Sriwijaya: Dibayarkan seluruhnya paling lambat pada tahun ke
20 sejak putusan PKPU pada tahun 2023.
• Tagihan terhadap Citilink: Dibayarkan secara bertahap sesuai Jadwal pembayaran
dalam jangka waktu 5 tahun sejak tahun 2022 sampai dengan tahun 2026.
c. Perseroan melakukan provisi atas penurunan nilai piutang usaha sebesar USD$
100,01 juta atau 61,6%. Agar dapat disampaikan penyebab membengkaknya provisi
atas penurunan nilai piutang usaha tersebut.
Jawaban Perseroan:
Provisi atas penurunan nilai piutang tersebut merupakan hasil dari perhitungan
berdasarkan kerugian kredit ekspektasian dengan melakukan reviu atas kolektibilitas
saldo secara individual atau kolektif sepanjang umur piutang usaha dengan
pendekatan forward-looking yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan. Piutang
yang diketahui tidak tertagih, dihapuskan secara langsung dengan mengurangi nilai
tercatatnya.
d. Bagaimana upaya Perseroan pada provisi atas penurunan nilai piutang usaha
sehingga kolektibilitas masih dapat dilakukan?
Jawaban Perseroan:
Dalam usaha peningkatan kolektabilitas piutang, Perseroan melakukan upaya
penguatan proses penagihan serta menerapkan kebijakan kredit yang ketat. Khusus
untuk piutang yang telah memiliki jadwal pembayaran atas putusan PKPU, dimana
skema penyelesaiannya bersifat multi years, Perseroan berkepentingan memastikan
bahwa Garuda dan Sriwijaya tetap sustain hingga jadwal pembayaran, salah satunya
dengan tetap memberikan layanan perbaikan pesawat namun dengan menerapkan
term of payment yang ketat sehingga tidak muncul piutang baru.
e. Strategi yang dilakukan Perseroan agar piutang Perseroan memiliki kolektibilitas
yang lebih lancar di masa depan.
Jawaban Perseroan:
Untuk menjaga kolektibilitas, saat ini Perseroan menjalankan kebijakan yang lebih
ketat diantaranya dengan:
www.idx.co.id
Page 14
• Mensyaratkan term of payment berupa pembayaran diawal pekerjaan dari
sebegian atau seluruh nilai project kepada customer.
• Pemberlakuan credit limit.
• Sebelum dilakukan penyerahan kembali kepada customer atas pekerjaan project
maintenance (Aircraft, Engine, Component), customer terlebih dahulu harus
melakukan pelunasan atas outstanding-nya yang telah jatuh tempo sesuai dengan
term of payment.
f. Kebijakan Perseroan dalam menentukan cadangan penurunan nilai piutang beserta
pemenuhan PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan mengenai cadangan atas
kerugian penurunan nilai.
Jawaban Perseroan:
Perhitungan Penurunan nilai aset keuangan terkait PSAK71 dilakukan menggunakan
Metode KKE (Klasifikasi Kredit Berdasarkan Eksposur) dengan pendekatan
ekspektasian melalui tahap Klasifikasi piutang, penentuan parameter, perhitungan
cadangan, penggabungan hasil serta monitoring dan revisi.
9. Pada CALK 6 tentang Aset Kontrak, Perseroan memiliki provisi atas penurunan nilai aset
kontrak pada periode 30 Juni 2024 sebesar USD$ 65,4 juta, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan provisi atas penurunan nilai dibandingkan periode
sebelumnya.
Jawaban Perseroan:
Tidak ada peningkatan signifikan atas provisi aset kontrak, peningkatan provisi
sebesar USD$ 0,62 juta merupakan provisi berbasis prinsip kehati-hatian atas kontrak
asset sesuai dengan metode perhitungan KKE.
b. Strategi Perseroan untuk memulihkan kerugian penurunan nilai aset kontrak.
Jawaban Perseroan:
Atas kontrak aset yang masih berpotensi ditagih, Perseroan akan melakukan usaha
terbaik untuk mendapatkan persetujuan customer terkait penerbitan dokumen
penagihan.
c. Strategi Perseroan untuk mengurangi provisi atas penurunan nilai di masa depan.
Jawaban Perseroan:
Dalam upaya penurunan nilai dimasa depan, upaya-upaya yang akan dilakukan
adalah:
• Memperketat proses penerimaan customer.
• Mempercepat proses penyelesaian pekerjaan dan persetujuan cost approval oleh
customer untuk kebutuhan penerbitan tagihan.
10. Perseroan mencatatkan piutang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar USD$ 279 ribu pada
periode 30 Juni 2024, agar dapat dijelaskan:
a. Nature dari piutang lain-lain tersebut.
www.idx.co.id
Page 15
Jawaban Perseroan:
Nature transaksi merupakan bea masuk yang dibayarkan oleh Perseroan atas
penggunaan material pada aktivitas perawatan pesawat domestik pihak ketiga. Nilai
tersebut akan ditagihkan kepada masing – masing customer terkait.
b. Pihak yang berhubungan atas piutang lain-lain tersebut.
Jawaban Perseroan:
Customer pihak ketiga Perseroan seperti PT Pelita Air Service, PT Indonesia Air Asia,
PT Airfast Indonesia, PT Lion Mentari Airlines, dan lain – lain.
c. Status collection atas piutang lain-lain tersebut.
Jawaban Perseroan:
Masih terdapat outstanding atas hal ini dan masih terus dilakukan koordinasi dengan
customer untuk proses pembayarannya.
d. Dalam hal collection belum sepenuhnya didapatkan oleh Perseroan, agar disampaikan
strategi collection piutang lain-lain tersebut.
Jawaban Perseroan:
Untuk menjaga kolektibilitas, saat ini Perseroan menjalankan kebijakan yang lebih
ketat diantaranya adalah:
• Mensyaratkan term of payment berupa pembayaran segera setelah cost approval
diterima dan invoice diterbitkan.
• Pemberlakuan credit limit.
11. Pada CALK 7 tentang Persediaan, Perseroan memiliki nilai persediaan yang lebih
rendah pada 30 Juni 2024 disebabkan provisi atas penurunan nilai persediaan meningkat
dari periode sebelumnya menjadi USD$ 60,98 juta. Agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan provisi atas penurunan nilai persediaan.
Jawaban Perseroan:
Peningkatan provisi persediaan Perseroan didasari oleh penilaian lebih lanjut atas
persediaan yang bergerak lambat, Perseroan mengambil upaya penjualan atas
beberapa persediaan yang bergerak lambat, dimana kemungkinan persediaan dapat
terjual kepada pihak ketiga adalah kecil. Atas persediaan tersebut, Perseroan belum
melakukan pencadangan yang cukup dan membukukan provisi tambahan pada
periode terkait.
b. Rasio Inventory Turnover Perseroan periode 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
Jawaban Perseroan:
Rasio Inventory Turnover Perseroan pada periode 30 Juni 2024 dan 31 Desember
2023 masing – masing adalah 247 hari dan 240 hari
www.idx.co.id
Page 16
c. Bagaimana pengelolaan suku cadang yang memiliki karakteristik kadaluarsa
berdasarkan waktu sesuai dengan kebijakan safety Perseroan sehingga tidak
menimbulkan penyisihan persediaan.
Jawaban Perseroan:
Perseroan tidak melakukan penyisihan terkait dengan suku cadang yang memiliki
tanggal kadaluarsa. Atas suku cadang terkait, Perseroan langsung melakukan
pembebanan ketika telah mencapai tanggal kadaluarsa.
d. Agar dielaborasi sistem persediaan Perseroan apakah berdasarkan pesanan pre-
order atau melakukan safety stock sesuai dengan historis penjualan.
Jawaban Perseroan:
Perseroan menggunakan kedua metode tersebut dalam pengelolaan persediaan,
dibedakan berdasarkan jenis dan kebutuhan atas persediaan tersebut.
12. Pada CALK 9 tentang Aset Tetap, Perseroan memiliki aset dalam konstruksi sebesar USD$
826 ribu pada periode 30 Juni 2024 yang terdiri dari peralatan, perlengkapan bengkel,
bangunan dan prasarana, agar dapat dijelaskan:
a. Kendala utama Perseroan saat ini untuk menyelesaikan aset dalam konstruksi.
Jawaban Perseroan:
Atas aset dalam konstruksi yang sudah mencapai tahap evaluasi kelayakan, masih
terdapat kekurangan terkait aspek safety sehingga masih perlu adanya perbaikan dari
vendor.
b. Kontribusi yang diharapkan Perseroan atas aset dalam konstruksi tersebut.
Jawaban Perseroan:
Sebagai penunjang pekerjaan perawatan pesawat kepada pelanggan yang dilakukan
oleh Perseroan.
c. Metode depresiasi pada setiap aset tetap Perseroan, agar dielaborasi dengan safety
policy yang diterapkan saat ini.
Jawaban Perseroan:
Metode depresiasi yang digunakan sebagaimana yang sudah dicantumkan pada
Laporan Keuangan. Apabila aset Perseroan dinilai sudah tidak layak secara safety
policy meskipun masih memiliki umur manfaat berdasarkan akuntansi, maka atas aset
tersebut akan didepresiasi penuh.
d. Apakah pembelian aset dalam konstruksi tersebut dilakukan secara tunai atau melalui
skema pembiayaan (utang)? Agar dapat dijelaskan. Jika dilakukan secara tunai, agar
dijelaskan sumber kas atas pembelian tersebut.
www.idx.co.id
Page 17
Jawaban Perseroan:
Pembelian dilakukan dengan tunai bertahap sesuai kesepakatan dengan vendor.
Adapun sumber kas yang dipakai berasal dari operasional Perseroan.
e. Latar belakang tidak ada perubahan pada akun perbaikan aset sewa sebesar USD$
226 ribu.
Jawaban Perseroan:
Item tersebut merupakan penambahan fasilitas pada aset sewa. Selama fasilitas pada
aset sewa masih dimanfaatkan oleh Perseroan, nilai terkait tidak akan ada perubahan
kecuali adanya penambahan fasilitas lain atau adanya penghentian sewa pada aset
sewa terkait.
13. Pada CALK 10 tentang Utang usaha, Perseroan memiliki utang usaha kepada pihak
berelasi sebesar USD$ 14,19 juta dan pihak ketiga sebesar USD$ 75,26 juta, agar dapat
dijelaskan:
a. Status realisasi pembayaran utang usaha Perseroan dengan melengkapi tabel berikut
ini:
Keterangan Jumlah Jumlah Outstanding Outstanding
pembayaran (Rp) (%)
Lancar 15.938.992,53 10.761.674,86 5.177.317,67 32,48%
Jatuh tempo
1-30 hari 4.195.635,64 3.270.666,17 924.969,47 22,05%
31-60 hari 760.609,26 695.461,90 65.147,36 8,57%
61-90 hari 3.402.182,31 1.512.279,83 1.889.902,48 55,55%
Keterangan Jumlah Outstanding Outstanding
Jumlah
pembayaran (Rp) (%)
Lebih dari 90 hari 65.161.197,26 15.070.004,43 50.091.192,83 76,87%
Total 89.458.617,00 31.310.087,19 58.148.529,81 65,00%
b. Agar Perseroan sampaikan jenis-jenis utang usaha berdasarkan nature-nya.
Jawaban Perseroan:
Utang usaha merupakan utang yang muncul kepada pemasok atas transaksi:
1. Pembelian barang – barang persediaan;
2. Subkontrak Repair Component;
3. Subkontrak tenaga kerja sementara/pihak ketiga; dan
4. Jasa lainnya yang diperlukan oleh Perseroan.
c. Perseroan telah melakukan restrukturisasi kepada para pemasok dan melakukan
negosiasi, mohon penjelasan mengenai:
i. Perkembangan negosiasi atas utang usaha Perseroan sampai dengan saat ini dari
nilai yang terbesar.
www.idx.co.id
Page 18
Jawaban Perseroan:
No Nama Pemasok Nilai Utang Status
1 PT Arisma Data Setia 22.295,39 Lunas
2 PT Siemens Indonesia 1.583,08 Lunas
3 PT Wira Mitra Tama 1.446,90 Lunas
4 PT Repex Perdana International 749,27 Lunas
Proses Pelunasan
5 CV Sinergi Aero Raya 20.000,00 sampai dengan
Desember 2024
Proses Pelunasan
6 PT Koneksi Kapital Indonesia 17.089,00 sampai dengan
Desember 2024
Proses Pelunasan
7 PT Dinamik Flow Teknologi 24.636,89 sampai dengan
Desember 2024
ii. Dalam hal Perseroan mengalami kesulitan untuk membayarkan sesuai dengan
restrukturisasi pada tahun 2023, strategi apa yang dilakukan untuk melakukan
pelunasan kewajiban Perseroan pada tahun 2024.
Jawaban Perseroan:
Perseroan dengan upaya terbaiknya menjaga perputaran modal kerja, sehingga
dapat memenuhi kebutuhan jangka pendeknya. Dalam hal diperlukan, Perseroan
akan melakukan negosiasi untuk melakukan restrukturisasi tenor kewajiban
pembayarannya.
iii. Rencana /timeline pelunasan setiap utang Perseroan dikemudian hari.
Jawaban Perseroan:
Perseroan akan memberikan upaya terbaik untuk selalu memenuhi jadwal
pembayaran sesuai dengan kesepakatan hasil negoasiasi.
14. Pada CALK 11 tentang Akrual, Perseroan mencatatkan akrual meningkat sebesar
10,98% pada periode 30 Juni 2024 dibandingkan periode 30 Desember 2023, agar dapat
dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan memiliki beban Bonus dan Tantiem pada tahun 2024
lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya mengingat sejak tahun 2022
Perseroan telah melakukan efisiensi tenaga kerjanya.
Jawaban Perseroan:
Biaya tersebut merupakan pencatatan akrual atas beban bonus dan tantiem yang di
anggarkan berdasarkan Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi & Dewan
Komisaris Perusahaan yang mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) BUMN No.
PER-04/MBU/2014 yang terakhir diubah dengan Permen No. PER-3/MBU/03/2023,
dan telah ditetapkan dalam RKAP 2024 yang telah disahkan.
b. Efek yang Perseroan dapatkan dengan memberikan bonus dan tantiem lebih tinggi
dibandingkan periode sebelumnya pada kegiatan usaha.
www.idx.co.id
Page 19
Jawaban Perseroan:
Peningkatan kinerja dan engagement karyawan.
c. Perseroan mencatatkan penalti dari kontrak sebesar USD$ 5,75 juta, mohon
penjelasan mengenai:
i. Peruntukan kontrak tersebut bagi kegiatan operasional Perseroan.
Jawaban Perseroan:
Merupakan kontrak pekerjaan perawatan pesawat milik Garuda dan Citilink.
ii. Latar belakang Perseroan memiliki Akrual penalti dari kontrak dibandingkan
periode Desember 2022.
Jawaban Perseroan:
Pada periode Desember 2022, Perseroan mencatatkan penalti dari kontrak
berdasarkan aktual tagihan dari customer saja.
iii. Strategi yang telah dilakukan Perseroan untuk mengurangi penalti dari kontrak
sehingga dapat menekan beban Perseroan.
Jawaban Perseroan:
Perseroan memastikan standar kualitas dari aktivitas perawatan pesawat
memenuhi standar minimum dari customer.
15. Sehubungan dengan adanya kreditur Perseroan, mohon penjelasan:
a. Perseroan dan Entitas Anak memiliki pinjaman dari berbagai kreditur. Mohon
penjelasan Perseroan mengenai pemenuhan financial covenant dari masing-
masing kreditur per 30 Juni 2024 dengan mengisi tabel berikut:
Nama Kreditur Financial Covenant Pemenuhan Per 23 Juni
2024
1. PT Bank Negara Indonesia DSCR>1kali DSCR: 1,47 kali
(Persero) Tbk
2. PT Bank Rakyat Indonesia - -
(Persero) Tbk
3. PT Bank Maybank Indonesia DER<3kali DER: -2,42 kali
Tbk
4. Indonesia Infrastructure Finance DSCR>1 kali; DSCR: 1,47 kali;
Debt to EBITDA<3,5 kali Debt to EBITDA:
11,37 kali
5. PT Bank CTBC Indonesia EBITDA positif EBIDTA: positif
b. Apakah saat ini terdapat covenant yang telah dilanggar oleh Perseroan? Jika ada
mohon penjelasan atas hal tersebut.
www.idx.co.id
Page 20
Jawaban Perseroan:
Tidak terdapat covenant yang telah dilanggar oleh Perseroan.
16. Pada CALK 14 tentang Perpajakan, terdapat utang pajak penghasilan badan sebesar
sejak tahun 2021 dengan total sebesar USD$4,99 juta, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan masih memiliki utang pajak penghasilan badan sejak tahun
2021.
Jawaban Perseroan:
CALK 14 tentang perpajakan merupakan pajak penghasilan badan dibayarkan dimuka
(prepaid taxes) sejumlah USD$4,99 juta yang berasal dari pemotongan/pemungutan
PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23 oleh pihak lain maupun pembayaran PPh Pasal 22
impor sejak tahun 2021 sampai dengan periode Juni 2024. Perseroan belum menerima
pengembalian seluruhnya dari kas negara dikarenakan belum dilakukan pemeriksaan
pajak tahun 2021, 2022 dan 2023.
b. Status pembayaran utang pajak penghasilan badan tersebut.
Jawaban Perseroan:
Pertanyaan terkait tidak relevan merujuk pada poin a diatas.
c. Dalam hal belum dilakukan pembayaran atas utang pajak tersebut, mohon penjelasan:
i. Rencana pelunasan outstanding utang pajak.
Jawaban Perseroan:
Pertanyaan terkait tidak relevan merujuk pada poin a diatas.
ii. Sumber dana pelunasan utang pajak.
Jawaban Perseroan:
Pertanyaan terkait tidak relevan merujuk pada poin a diatas.
iii. Apakah secara historis Perseroan pernah dikenakan denda atau sanksi oleh otoritas
pajak? Agar dapat dijelaskan dan mitigasi Perseroan pada saat itu.
Jawaban Perseroan:
Pertanyaan terkait tidak relevan merujuk pada poin a diatas.
d. Penjelasan perihal kebijakan dan SOP Perseroan agar Perseroan dapat selalu
mematuhi kewajiban perpajakan Perseroan.
Jawaban Perseroan:
Pertanyaan terkait tidak relevan merujuk pada poin a diatas.
www.idx.co.id
Page 21
17. Pada CALK 15 tentang liabilitas imbalan kerja, Perseroan membukukan kenaikan liabilitas
imbalan kerja sebesar 34,63% atau menjadi USD$ 3,64 juta per 30 Juni 2024 dibandingkan
periode 30 Desember 2022 dimana Perseroan memiliki karyawan yang lebih banyak.
Atas hal tersebut agar dijelaskan:
a. Latar belakang peningkatan liabilitas imbalan kerja Perseroan.
Jawaban Perseroan:
Bahwa terdapat perbedaan Kebijakan Sumber Daya Manusia yang diterapkan oleh
Perseroan pada tahun 2022 dengan tahun 2024 sebagai dampak dari aturan pemerintah
dan juga menyesuaikan dengan kondisi Perseroan. Antara lain tidak adanya kenaikan
gaji (salary increment) pada tahun 2022, namun pada tahun 2024 dilakukan kenaikan
gaji dikarenakan terjadinya kenaikan Upah Minimum Regional. Selain itu, pada tahun
2024, Perseroan memberikan tunjangan kehadiran dan tunjangan transportasi sebagai
bagian dari upaya meningkatkan produktivitas karyawan. Pada tahun 2024 juga,
Perseroan kembali memberikan benefit karyawan antara lain Medical Check-up dan
pemberian Penghargaan Masa Bakti, yang sebelumnya ditunda sejak tahun 2020.
b. Berdasarkan CALK Nomor 1, Perseroan mengalami penurunan karyawan adapun
jumlah pegawai pada tanggal 30 Juni 2024, 31 Desember 2023 dan 2022 masing-
masing sebanyak 4.268, 4.348 dan 4.520. Atas hal tersebut agar disampaikan:
i. Latar belakang penurunan jumlah karyawan.
31 Desember 2022 31 Desember 2023 30 Juni 2024
Jumlah Pegawai 4520 4348 4268
Terminasi Pegawai
376 255 143
Penambahan
92 100 101
Pegawai
Jawaban Perseroan:
Jumlah karyawan Perseroan mengalami penurunan pada tahun 2022 sampai dengan
tahun 2024 dikarenakan meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja,
khususnya karena pensiun dan mengundurkan diri, dengan rincian sebagai berikut:
ii. Apakah kedepannya Perseroan berencana untuk efisiensi jumlah karyawan
Perseroan?
Jawaban Perseroan:
Seiring dengan meningkatnya target pendapatan (revenue), Perseroan berencana
untuk melakukan penambahan jumlah karyawan yang disesuaikan dengan
kebutuhan Perseroan.
iii. Penyebab beban gaji dan tunjangan juga mengalami peningkatan pada periode 30 Juni
2024.
Jawaban Perseroan:
1. Adanya kenaikan gaji (salary increment) pada tahun 2023 dan 2024;
www.idx.co.id
Page 22
2. Dilakukan pemberian tunjangan kehadiran dan tunjangan transportasi;
3. Peningkatan jumlah promosi pegawai non-struktural pada tahun 2023 dan 2024;
dan
4. Pembayaran insentif kinerja tahun 2023.
18. Pada CALK 16 tentang Sewa, Perseroan mencatatkan sewa pada periode 30 Juni 2024
sebesar USD$ 33,54 juta. Perseroan juga menambahkan sewa kendaraan sebesar USD$
1,01 juta dimana pada periode sebelumnya Perseroan tidak menyewa kendaraan, agar
dapat dijelaskan:
a. Informasi mengenai kendaraan yang Perseroan sewa.
Jawaban Perseroan:
Pengadaan sewa kendaraan untuk kendaraan operasional dan material di area
outstation dan di area CGK.
b. Kontribusi yang diharapkan Perseroan dengan melakukan penyewaan terhadap
efisiensi operasional.
Jawaban Perseroan:
Perseroan tidak perlu menyediakan dana di muka untuk CAPEX dan lebih efisien dalam
segi pemeliharaan aset yang dimaksud.
c. Bagaimana strategi mengenai kontrak restrukturisasi sewa Perseroan.
Jawaban Perseroan:
Sampai dengan saat ini Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan
restrukturisasi sewa.
d. Pertimbangan tidak adanya pengurangan sewa sejak tahun 2022 dan kaitannya dengan
efisiensi kinerja operasional.
Jawaban Perseroan:
Sesuai dengan Laporan keuangan biaya sewa mengalami penurunan dari USD$ 5.5
juta pada Desember 2022 menjadi USD$ 1.8 juta pada Juni 2024.
19. Pada CALK 22 tentang Beban Pegawai, Perseroan mencatatkan insentif sebesar USD$ 2,6
juta dibandingkan periode 31 Desember 2022 yang tidak dicatatkan biaya insentif, agar
dapat dijelaskan pertimbangan Perseroan membayarkan insentif tersebut dan kontribusi
yang diharapkan dengan mengeluarkan insentif tersebut.
Jawaban Perseroan:
Berdasarkan laporan keuangan audited, Perseroan membukukan pencapaian positif pada
tahun 2023 dan kinerja tahun 2023 mencapai sebesar 100.7%. Insentif diberikan sebagai
bentuk apresiasi terhadap karyawan atas kontribusi terhadap pencapaian kinerja di tahun
2023. Insentif juga diberikan untuk memotivasi karyawan dalam meningkatkan
produktifitasnya dalam mencapai target Perseroan di tahun 2024.
www.idx.co.id
Page 23
20. Perseroan memiliki rasio solvabilitas terutama Debt to Equity Ratio negatif -2,42x pada 30
Juni 2024. Selain itu, untuk rasio likuiditas Perseroan hanya memiliki cash ratio sebesar
0,06x dengan current ratio 0,86x. Atas dasar hal tersebut, agar dijelaskan strategi
peningkatan likuiditas keuangan Perseroan selain melakukan PMHMETD.
Jawaban Perseroan:
Perseroan sedang dalam tahap finalisasi restrukturisasi kepada PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk atas hutang pinjaman yang ada, sehingga akan menurunkan jumlah current
maturities atau pembayaran pokok yang jatuh tempo dalam satu tahun. Program perbaikan
arus kas dan likuiditas telah dijabarkan dalam catatan no. 38 pada Laporan Keuangan Juni
2024 mengenai Kelangsungan Usaha.
21. Apakah Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan,
PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon
disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum
tersebut.
Jawaban Perseroan:
Saat ini, Perseroan tidak memiliki perkara hukum(termasuk terkait perpajakan, somasi,
gugatan, PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan.
22. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga
efekPerseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada
publik.
Jawaban Perseroan:
Tidak terdapat informasi/ fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum
diungkapkan kepada publik.
PermintaanDokumenTambahan
Selain itu, mohon Perseroan dapat menyampaikan dokumen yang tidak dipublikasikan sebagai
berikut:
1. Laporan Penilaian dari KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan terkait inbreng perolehan Aset GIAA.
Jawaban Perseroan:
Laporan Penilaian dari KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan terkait inbreng perolehan Aset GIAA
telah disampaikan bersamaan dengan jawaban ini.
2. Laporan Pendapatan Kewajaran dari KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan terkait inbreng
perolehan Aset GIAA.
www.idx.co.id
Page 24
Jawaban Perseroan:
Laporan Pendapatan Kewajaran dari KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan terkait inbreng
perolehan Aset GIAA telah disampaikan bersamaan dengan jawaban ini.
3. Perjanjian Sewa dengan PT Angkasa Pura II pada bangunan hanggar dan annex mengenai
transaksi inbreng dengan GIAA.
Jawaban Perseroan:
Perjanjian Sewa dengan PT Angkasa Pura II pada bangunan hanggar dan annex mengenai
transaksi inbreng dengan GIAA telah disampaikan bersamaan dengan jawaban ini.
4. Proforma Laporan Keuangan sebelum dan setelah dilakukannya PMHMETD beserta
keterangan perubahannya.
Jawaban Perseroan:
Proforma Laporan Keuangan sebelum dan setelah dilakukannya PMHMETD beserta
keterangan perubahannya telah disampaikan bersamaan dengan jawaban ini.
5. Management Letter dari Kantor Akuntan Publik atas Laporan Keuangan Auditan per 30 Juni
2024.
Jawaban Perseroan:
Management Letter dari Kantor Akuntan Publik atas Laporan Keuangan Auditan per 30 Juni
2024 sedang dalam proses persiapan oleh Kantor Akuntan Publik dan akan disampaikan
kemudian.
www.idx.co.id
Names mentioned 29 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Garuda Maintenance Facility Aero Tbk
p.1 ×2
unresolved
org
KJPP Fuadah
p.1 ×5
unresolved
org
Rudi dan Rekan
p.1 ×5
unresolved
org
PT Angkasa Pura II. Adapun
p.3
unresolved
org
Kementerian Sekretariat Negara Kontrak
p.10
unresolved
org
Kementerian Pertahanan Industrial Solutions Kontrak
p.10
unresolved
org
PT PLN Nusantara Power
p.10
unresolved
org
PT Pupuk Kalimantan Timur
p.10
unresolved
org
Bank BRI
p.10 ×2
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.11
unresolved
org
PT Pelita Air Service
p.15
unresolved
org
PT Indonesia Air Asia
p.15
unresolved
org
PT Airfast Indonesia
p.15
unresolved
org
PT Lion Mentari Airlines
p.15
unresolved
org
PT Arisma Data Setia
p.18
unresolved
org
PT Siemens Indonesia
p.18
unresolved
org
PT Wira Mitra Tama
p.18
unresolved
org
PT Repex Perdana International
p.18
unresolved
org
PT Koneksi Kapital Indonesia
p.18
unresolved
org
PT Dinamik Flow Teknologi
p.18
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia
p.19
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.