Skip to content
Back to announcement

20241001_GMFI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31730928_lamp6.pdf

Other Text extracted GMFI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 24

Page 1
                                          Lampiran
                              Jawaban atas Permintaan Penjelasan
                            PT Garuda Maintenance Facility Aero Tbk
                                        (“Perseroan”)

   1. Dalam Keterbukaan Informasi yang disampaikan, Perseroan menyatakan akan
      menggunakan PMHMETD untuk perolehan Aset PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
      (GIAA) secara non-tunai (inbreng) dengan Aset GIAA berupa bangunan hanggar dan
      annex 1, 2 dan 3 serta fasilitas pendukung berupa bangunan-bangunan penunjang
      lainnya. Aset tersebut telah dilakukan penilaian oleh KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan
      dengan hasil penilaian sebesar Rp418.289.300.000 per 30 Juni 2024. Atas dasar hal
      tersebut, agar dapat dijelaskan:

       a. Status operasional hanggar dan annex saat ini dan hubungannya dengan kegiatan
          usaha Perseroan.

            Jawaban Perseroan:

            Kepemilikan fasilitas yang saat ini digunakan untuk operasional Perseroan terbagi
            sebagai berikut:

                                 Fasilitas                   Kepemilikan
                                 Hangar I                       GIAA
                                Hangar II                       GIAA
                                Hangar III                      GIAA
                                Hangar IV                       GMF
                          Fasilitas Pendukung                   GIAA

            Perseroan saat ini mengelola sejumlah bangunan dan fasilitas dimana diantaranya
            merupakan kepemilikan GIAA, termasuk Hangar, Engine Shop, Workshop, dan
            fasilitas lainnya. Dari 4 (empat) hangar yang berada di bawah pengelolaan Perseroan,
            Hangar I, II, dan III merupakan kepemilikan GIAA, sementara Hangar IV adalah milik
            Perseroan.

            Saat ini, bangunan dan fasilitas tersebut berkontribusi terhadap pelaksanaan
            operasional Perseroan sebagai berikut:

                1. Segmen bisnis Line Maintenance: Didukung oleh Hangar II dan fasilitas
                   pendukung lainnya.
                2. Segmen bisnis Repair & Overhaul: Didukung oleh Hangar I, Hangar III, dan
                   fasilitas pendukung lainnya.

            Sedangkan status operasional masing-masing aset adalah sebagai berikut:
               • Hangar I & Annex: digunakan untuk heavy maintenance pesawat berbadan
                  lebar (wide-body). Hangar ini memiliki kapasitas untuk menangani 2 pesawat
                  berbadan lebar sekaligus.
               • Hangar II & Annex: Dikhususkan untuk inspeksi pemeliharaan minor hingga
                  perawatan "A-Check". Hangar ini mampu menampung hingga 3 pesawat
                  berbadan lebar (wide-body) dan 6 pesawat berbadan sempit (narrow-body).
               • Hangar III & Annex: Digunakan untuk heavy maintenance pesawat berbadan
                  lebar (wide-body), khususnya seri Airbus A330. Hangar ini memiliki kapasitas
                  untuk 3 pesawat berbadan lebar.




www.idx.co.id
Page 2
                •   Fasilitas pendukung lainnya: Selain hangar, terdapat fasilitas-fasilitas
                    penunjang seperti Engine Shop, Workshop, dan fasilitas lainnya yang saat ini
                    dioptimalkan oleh Perseroan untuk mendukung operasional pemeliharaan
                    secara keseluruhan.

       b. Segmen apa saja yang mendorong peningkatan pendapatan pada kegiatan usaha
          yang akan dilakukan Perseroan dengan diperolehnya aset inbreng tersebut secara
          detil?

            Jawaban Perseroan:

            Dengan diperolehnya aset inbreng, Perseroan akan memiliki fleksibilitas yang lebih
            baik dalam penggunaan, perbaikan, dan pengelolaan aset terkait kegiatan usaha dan
            pendukungnya. Fleksibilitas ini mencakup berbagai aspek yang dapat memberikan
            dampak positif bagi Perseroan, berdasarkan penggunaan, perbaikan, dan
            pengelolaan aset yang berujung pada peningkatan efisiensi operasional dan kualitas
            layanan. Hal ini dapat mendukung kualitas layanan kepada pelanggan serta
            memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan MRO yang lengkap dan
            handal.

            Selain itu Perseroan akan terus menjajaki program lainnya yang berpotensi untuk
            mendukung pengembangan usaha atau pun memberikan dampak positif bagi
            Perseroan. Dengan beralihnya kepemilikan aset kepada Perseroan, Perseroan dapat
            melakukan optimalisasi aset yang mendukung pengembangan kegiatan usaha salah
            satunya untuk mengembangkan layanan sewa warehousing. Dengan ruang
            penyimpanan dan fasilitas yang terintegrasi, Perseroan dapat menawarkan layanan
            warehousing untuk menyimpan suku cadang, peralatan, dan material pesawat milik
            pihak ketiga. Selain itu, model consignment akan memungkinkan pelanggan
            menitipkan suku cadang mereka di fasilitas Perseroan, yang kemudian dapat
            digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan operasional. Perseroan akan lebih
            fleksibel dalam penggunaan, perbaikan, dan pengelolaan aset yang terkait dengan
            kegiatan usaha dan pendukungnya. Fleksibilitas ini tidak hanya memberikan sumber
            pendapatan baru, tetapi juga berpotensi mengurangi biaya logistik bagi pelanggan
            dengan mengurangi waktu pengiriman suku cadang yang mendesak. Dengan
            pengembangan bisnis warehousing ini diproyeksikan dapat menghasilkan
            pendapatan tambahan bagi Perseroan sekitar 150 ribu USD sampai 250 ribu USD per
            tahunnya.

       c. Utilisasi penggunaan bangunan hanggar dan annex pada akhir tahun 2024 (secara
          persentase) dan kapan Perseroan akan memaksimalkan penuh bangunan hanggar
          dan annex tersebut?

            Jawaban Perseroan:

            Untuk bangunan hangar, hingga akhir tahun 2024, diproyeksikan utilisasi slot untuk
            Hangar I, Hangar II, dan Hangar III melebihi 100%. Hal ini melanjutkan tren selama 1
            tahun terakhir dimana utilisasinya sudah melebihi kapasitas yang ada, sejalan dengan
            demand perawatan pesawat yang meningkat signifikan pasca pandemi.

       d. Objek Penilaian berdiri di atas tanah sewa dengan PT Angkasa Pura II, mohon
          penjelasan mengenai:




www.idx.co.id
Page 3
            i.   Bagaimana perubahan pihak        yang   membayarkan     tanah   sewa   setelah
                 dilakukannya inbreng tersebut.

                 Jawaban Perseroan:

                 Saat ini, biaya sewa lahan untuk aset yang akan diinbrengkan kepada Perseroan
                 sudah dibayarkan langsung oleh Perseroan kepada PT Angkasa Pura II. Adapun
                 lahan yang disewa Perseroan dari PT Angkasa Pura II memiliki luas total sebesar
                 97ha, dimana sebagian mencakup fasilitas bangunan milik PT Garuda Indonesia
                 (Persero) Tbk yang akan di-inbrengkan dalam aksi korporasi ini.

                 Setelah proses inbreng dilakukan, Perseroan tetap akan bertanggung jawab atas
                 pembayaran sewa lahan tersebut kepada PT Angkasa Pura II, tanpa ada
                 perubahan pada pihak yang membayarkan sewa. Kesepakatan ini mencakup
                 seluruh lahan yang digunakan oleh Perseroan, termasuk fasilitas yang
                 sebelumnya dimiliki oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan akan dialihkan
                 kepada Perseroan sebagai bagian dari inbreng. Dengan demikian, inbreng tidak
                 mempengaruhi pengaturan mengenai kewajiban pembayaran sewa lahan, dan
                 Perseroan akan terus melaksanakan kewajiban ini sesuai dengan perjanjian yang
                 berlaku dengan PT Angkasa Pura II.

            ii. Apakah terdapat klausula pada perjanjian sewa tersebut yang bertentangan
                dengan aksi korporasi perolehan aset inbreng yang akan dilakukan.

                 Jawaban Perseroan:

                 Perjanjian sewa lahan dan tanah dengan PT Angkasa Pura II hanya mengatur
                 penyewaan dan pemanfaatan atas lahan dan tanah yang disewa Perseroan dan
                 tidak mengatur mengenai kepemilikan bangunan yang berdiri diatasnya. Dengan
                 demikian, tidak ada klausula dalam perjanjian yang dilanggar dan/atau
                 bertentangan dengan aksi korporasi ini.

            iii. Dalam hal terdapat tunggakan pembayaran pada sewa-menyewa aset bangunan
                 hangar dan annex di periode sebelumnya. Siapa yang akan menanggung
                 tunggakan tersebut setelah dilakukannya inbreng? Agar dielaborasi.

                 Jawaban Perseroan:

                 Sesuai perjanjian sewa dengan PT Angkasa Pura II, hubungan hukum yang terjadi
                 adalah sewa menyewa lahan dan tanah dimana aset yang menjadi objek inbreng
                 berdiri dan Perseroan merupakan pihak yang melakukan pembayaran biaya atas
                 sewa lahan dan tanah tersebut. Sehingga seluruh kewajiban pembayaran biaya
                 sewa, termasuk yang tertunggak, akan tetap menjadi kewajiban Perseroan setelah
                 selesainya inbreng.

            iv. Perubahan-perubahan klausula perjanjian sewa setelah dilakukannya inbreng.

                 Jawaban Perseroan:

                 Sampai dengan tanggal surat ini dan dalam rencana PMHMETD, Perseroan tidak
                 merencanakan adanya perubahan klausula dalam perjanjian sewa lahan dan
                 tanah dengan PT Angkasa Pura II setelah proses inbreng selesai dilakukan.




www.idx.co.id
Page 4
   2. Sisa dari penggunaan dana di atas, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan. Atas
      hal tersebut, agar dijelaskan:

       a. Perincian modal kerja yang akan dibiayai menggunakan dana hasil PMHMETD,
          dengan melengkapi tabel sebagai berikut:

            Jawaban Perseroan:

            Penentuan harga harga pelaksanaan per lembar saham dalam PMHMETD belum
            dilakukan oleh Perseroan, serta Perseroan belum mengetahui jumlah lembar saham
            hasil pelaksanaan hak oleh para pemegang saham yang memiliki hak, sehingga
            Perseroan belum dapat memberikan informasi terperinci mengenai rencana
            penggunaan dana hasil PMHMETD.

            Namun, secara garis besar, berikut disampaikan rencana penggunaan dana hasil
            PMHMETD:

            1. Pembayaran biaya – biaya emisi terkait pelaksanaan PMHMETD, yang antara lain
               berupa biaya profesi penunjang dan biaya pajak; dan
            2. Dalam hal terdapat sisa setelah dilakukan pembayaran poin 1 diatas, maka akan
               digunakan sepenuhnya untuk modal kerja dan operasional Perseroan.

       b. Bagaimana urgensi kebutuhan modal kerja Perseroan? Apakah saat ini Perseroan
          mengalami kekurangan modal kerja?

            Jawaban Perseroan:

            Terkait kebutuhan modal kerja, Perseroan selalu memberikan upaya terbaik untuk
            menjaga perputaran modal kerja sehingga dapat memenuhi kebutuhan jangka
            pendeknya

       c. Bagaimana kontrol Perseroan terkait dengan penggunaan dana untuk modal kerja ini?
          Bagaimana Perseroan dapat meyakinkan bahwa dana hasil PMHMETD akan
          digunakan untuk hal yang telah diungkapkan di Keterbukaan Informasi, dan bukan hal
          lainnya? Apakah terdapat penyimpanan dana secara terpisah? Agar dapat dijelaskan.

            Jawaban Perseroan:

            Untuk memastikan kesesuaian penggunaan dana hasil PMHMETD, sesuai dengan
            Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi
            Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum (“POJK 30/2015”) maka Perseroan akan
            melakukan pelaporan penggunaan dana hasil PMHMTED secara berkala dan
            menempatkan dana hasil PMHMETD yang belum terealisasikan dalam instrument-
            instrumen yang diatur dalam POJK 30/2015.

   3. Sehubungan dengan rencana penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih
      Dahulu (HMETD), mohon informasi berikut:

       a. Rasio Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).




www.idx.co.id
Page 5
            Jawaban Perseroan:

            Rasio HMETD akan disampaikan pada saat penyampaian Prospektus Ringkas dalam
            rangka Pernyataan Pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah
            mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan.

       b. Harga pelaksanaan HMETD.

            Jawaban Perseroan:

            Harga Pelaksanaan HMETD akan disampaikan pada saat penyampaian Prospektus
            Ringkas dalam rangka Pernyataan Pendaftaran ke OJK setelah mendapatkan
            persetujuan RUPS Perseroan.

       c. Persentase besaran penambahan modal dari jumlah saham yang ditempatkan dan
          disetor penuh.

            Jawaban Perseroan:

            Persentase besaran penambahan modal dari jumlah saham yang ditempatkan dan
            disetor penuh sebanyak-banyaknya adalah sebesar 41,57% (empat puluh satu koma
            lima tujuh persen).

       d. Perkiraan dana yang dihasilkan dari pelaksanaan PMHMETD.

            Jawaban Perseroan:

            Perkiraan dana yang dihasilkan dari pelaksanaan PMHMETD akan disampaikan pada
            saat penyampaian Prospektus Ringkas dalam rangka Pernyataan Pendaftaran ke
            OJK setelah mendapatkan persetujuan RUPS Perseroan.

       e. Komitmen atas pemegang saham pengendali dalam melaksanakan HMETD.

            Jawaban Perseroan:

            PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (“Garuda”), sebagai pemegang saham
            pengendali Perseroan, akan melaksanakan seluruh HMETD miliknya dengan
            melakukan penyetoran dalam bentuk non-tunai (inbreng) dalam bentuk sebagai
            berikut:
            a. Bangunan hanggar I dan annex I
            b. Bangunan hanggar II dan annex II
            c. Bangunan hanggar III dan annex III
            d. Fasilitas pendukung berupa bangunan-bangunan penunjang lainnya, sarana
                pelengkap seperti perkerasan driveway, pagar dan mesin pelengkap bangunan.

       f.   Informasi atas pihak yang akan menjadi standby buyer selain PT Garuda Indonesia
            (Persero) Tbk (jika ada).

            Jawaban Perseroan:

            Tidak terdapat standby buyer dalam PMHMETD ini.

       g. Pemenuhan free float sesuai Peraturan BEI Nomor I-A.




www.idx.co.id
Page 6
            Jawaban Perseroan:

            Pemenuhan free float setelah PMHMETD akan tetap dipenuhi Perseroan sesuai
            dengan Peraturan BEI Nomor I-A.

       h. Pertimbangan Perseroan lebih memilih melakukan PMHMETD dibandingkan
          skema PMTHMETD atau aksi korporasi penambahan modal lainnya.

            Jawaban Perseroan:

            Pertimbangan Perseroan melaksanakan PMHMETD diantaranya untuk dapat
            mendapatkan partisipasi publik sehingga publik dapat tetap mempertahankan
            persentase kepemilikannya.

   4. Apakah PMHMETD akan disertai dengan penerbitan Waran? Jika iya, mohon informasi
      terkait jumlah Waran yang akan diterbitkan.

       Jawaban Perseroan:

       Tidak terdapat penerbitan waran dalam PMHMETD ini.

   5. Apakah rencana pelaksanaan PMHMETD dengan rencana penggunaan dana untuk modal
      kerja telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015
      dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2019.

       Jawaban Perseroan:

       Rencana pelaksanaan PMHMETD dengan rencana penggunaan dana untuk modal kerja
       telah sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 32/POJK.04/2015 dan Peraturan OJK Nomor
       14/POJK.04/2019.

   6. Mengenai dampak pelaksanaan PMHMETD, agar dapat dijelaskan:

       a. Bagaimana dampak terhadap kinerja operasional dan keuangan? Mohon dilampirkan
          juga penyajian dalam proforma akun keuangan dengan mengisi tabel berikut:


                Keterangan       Laporan Keuangan per 30   Penyesuaian   Proforma Laporan Keuangan
                                     Juni 2024 (Rp)            (Rp)         per 30 Juni 2024 (Rp)
            Aset Lancar              222.435.312            1.500.000            223.935.312
            Aset         Tidak       200.481.856            22.764.964           223.246.820
            Lancar
            Total Aset               422.917.168            24.264.964           447.182.132
            Liabilitas Jangka        258.611.627             (348.758)           258.262.869
            Pendek

            Liabilitas Jangka        462.435.248           (2.887.163)         459.548.085
            Panjang

            Total Liabilitas         721.046.875           (3.235.921)         717.810.954




www.idx.co.id
Page 7
            Ekuitas               (298.129.707)         27.500.885          (270.628.822)


            Total  Liabilitas      422.917.168          24.264.965          447.182.133
            dan Ekuitas


            Dampak terhadap kinerja operasional dan keuangan dalam pelaksanaan PMHMETD:
            • Perbaikan kinerja operasional akan lebih optimal untuk pengembangan capability.
            • Perbaikan kinerja keuangan yang disebabkan oleh:
              a. Penambahan kas dan setara atas pelaksanaan PMHMETD, dengan estimasi
                 sebesar AS$ 1,500,000.
              b. Penambahan aset tetap atas penyertaan non-tunai (inbreng), berdasarkan
                 perhitungan jasa penilaian adalah sebesar Rp 418,289,300,000 atau setara
                 AS$ 25,472,827.
              c. Penurunan aset ROU atas sewa hanggar GA sebesar AS$ 2,707,863.
              d. Penurunan utang sewa hangar sebesar AS$ 3,235,921.

       b. Bagaimana dampak pelaksanaan PMHMETD terhadap struktur permodalan
          Perseroan? Agar disampaikan struktur permodalan Perseroan sebelum dan sesudah
          pelaksanaan PMHMETD.

            Jawaban Perseroan:

            Struktur permodalan Perseroan sebagai dampak pelaksanaan PMHMETD
            disampaikan pada saat penyampaian Prospektus Ringkas dalam rangka Pernyataan
            Pendaftaran ke OJK setelah mendapatkan persetujuan RUPS Perseroan.

   Terkait Laporan Keuangan Perseroan 30 Juni 2024

   7. Terdapat Ketidakpastiaan Material yang terkait dengan kelangsungan usaha Perseroan
      dari Laporan Auditor Independen liabilitas lancar melampaui aset lancarnya sebesar
      USD$36,18 juta dan ekuitas negatif sebesar USD$ 298,13 juta pada 30 Juni 2024. Agar
      dapat dijelaskan:

       a. Perseroan menyatakan strategi peningkatan profitabilitas yaitu pengembangan
          bisnis di area Power Services dan Government untuk meningtkatkan target
          pendapatan segmen bisnis utama, mohon penjelasan mengenai:

            i.   Informasi detil mengenai Power Services dan Goverment sehingga dapat
                 meningkatkan pendapatan Perseroan.

                 Jawaban Perseroan:

                 Perseroan saat ini memiliki beberapa segmen bisnis yang diantaranya Commercial
                 Aviation, Government Aviation serta Industrial Solutions yang dimana termasuk
                 Power Services dan Manufacturing.
                 Segmen Government & Industrial Solutions telah dikembangkan sebagai bagian
                 dari strategi diversifikasi bisnis Perseroan, dengan tujuan memperluas sumber
                 pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada sektor penerbangan. Namun,
                 pada masa pandemi, dilakukan percepatan pengembangan segmen ini. Langkah
                 ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis Perseroan yang bertujuan
                 untuk memperluas basis pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu
                 segmen usaha utama, yaitu sektor penerbangan. Dengan adanya pembatasan




www.idx.co.id
Page 8
                perjalanan udara selama pandemi, pendapatan dari sektor penerbangan
                mengalami penurunan signifikan, sehingga menjadi momentum bagi Perseroan
                untuk mempercepat inisiatif diversifikasi bisnis untuk meningkatkan pendapatan
                Perseroan.
                Pasar MRO di sektor government saat ini masih memiliki peluang untuk
                dioptimalkan mengingat, Perseroan adalah bagian dari BUMN dan telah
                berpengalaman merawat Commercial Aviation (sipil) hingga manca negara.
                Indonesia mencatat pertumbuhan pasar MRO di sektor government sebesar 2,7%
                per tahun. Angka ini mencerminkan tren peningkatan kebutuhan akan perawatan
                pesawat government domestik, yang didorong oleh upaya modernisasi armada dan
                peningkatan kesiapan operasional. Potensi pertumbuhan ini menempatkan
                Perseroan dalam posisi yang menguntungkan untuk memperkuat kehadirannya di
                pasar nasional dan memanfaatkan keunggulannya sebagai penyedia MRO
                government yang unggul di kawasan.
                Saat ini, Perseroan memiliki berbagai kapabilitas layanan yang mencakup
                pemeliharaan dan perbaikan untuk sejumlah jenis perawatan, di antaranya adalah
                perawatan B737 series, Bell-412, C-130H, dan T56 Engine, C-212 Aviocar, dan
                lainnya. Keberagaman ini tidak hanya menunjukkan fleksibilitas Perseroan dalam
                memberikan layanan yang beragam, tetapi juga kemampuan untuk memenuhi
                berbagai permintaan dan spesifikasi teknis dari armada government yang ada.
                Dengan demikian, Perseroan tidak hanya mampu mendukung operasi pesawat
                government, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat kesiapan dan efektivitas
                operasional pesawat government Indonesia.
                Sementara untuk segmen Industrial Solutions, Perseroan menawarkan layanan
                pemeliharaan dan perbaikan yang komprehensif untuk berbagai jenis peralatan
                industri dan pembangkit untuk berbagai customer seperti Pertamina EP, Indonesia
                Power, PLN, PJB, dan lainnya.
                Dengan membawa keahlian dalam pemeliharaan Aviation Powerplant yang telah
                teruji serta standar tinggi yang diterapkan dalam industri penerbangan, Perseroan
                kini memperluas layanannya untuk mencakup Industrial Gas Turbine Engine
                powerplant dan generator. Ini menunjukkan komitmen Perseroan untuk
                memanfaatkan pengalaman dan standar dari sektor penerbangan pada sektor
                industri.

            ii. Implementasi Perseroan sepanjang tahun 2024 pada pengembangan bisnis
                tersebut.

                Jawaban Perseroan:

                Peningkatan revenue Industrial Solutions dan Government pada Juni 2023 hingga
                Juni 2024 ditunjukkan pada tabel berikut:

                               Segment                     YTD Juni 2023         YTD Juni 2024
                             Government                       5.1 MUSD             12.3 MUSD
                          Industrial Solutions                1.2 MUSD              1.7 MUSD
                                TOTAL                         6.3 MUSD              14 MUSD




www.idx.co.id
Page 9
                Peningkatan pendapatan dari segmen Government dan Industrial Solutions antara
                kuartal kedua tahun 2023 dan kuartal kedua tahun 2024 menunjukkan
                pertumbuhan yang signifikan. Pada segmen Government, pendapatan mengalami
                kenaikan signifikan, dari 5,1 juta USD pada kuartal kedua tahun 2023 menjadi 12,3
                juta USD pada kuartal kedua tahun 2024, menunjukkan peningkatan lebih dari dua
                kali lipat. Sementara itu, segmen Industrial Solutions juga mencatatkan
                pertumbuhan yang positif. Pendapatan pada kuartal kedua tahun 2023 tercatat
                sebesar 1,2 juta USD, yang meningkat menjadi 1,7 juta USD di kuartal kedua
                tahun 2024. Secara keseluruhan, pertumbuhan di kedua segmen ini menunjukkan
                efektivitas strategi diversifikasi Perseroan, yang sukses mengurangi
                ketergantungan pada satu sektor dan menghasilkan aliran pendapatan yang lebih
                beragam serta stabil.

            iii. Apakah produk baru tersebut telah dilakukan market due diligence demi mencapai
                 kebutuhan pelanggan Perseroan? Agar dielaborasi mengingat penjualan
                 Perseroan cenderung Business to Business.

                Jawaban Perseroan:

                Market due diligence adalah proses yang tidak terpisah untuk mengetahui
                kebutuhan dari market dan produk yang dapat disediakanoleh Perseroan. Aspek
                yang menjadi pertimbangan dalam proses diligence antara lain analisa pasar,
                competitor, serta regulasi dan ketentuan yang mengikat.

                Perseroan telah memiliki pengalaman baik dari segi penjualan maupun
                operasional dalam melayani segmen Government maupun Industrial Solutions,
                terbukti dari terdapat proyek perawatan yang telah dan sedang dikerjakan oleh
                Perseroan. Selain itu industri MRO adalah industri yang syarat akan regulasi,
                dimana aspek QCDS menjadi aspek penting yang harus dipenuhi. Ketatnya
                regulasi di MRO menjadi modal Perseroan untuk memenuhi kebutuhan di segmen
                Government maupun Industrial Solutions.

                Perseroan juga melakukan pembentukan departemen/SBU yang terpisah dari
                Commercial Aviation serta dedicated sales untuk Government maupun Industrial
                Solutions, sehingga dapat lebih fokus untuk melakukan berbagai upaya sales dan
                marketing untuk mendapatkan semakin banyak pekerjaan dari kedua segment ini.
                Kedepannya, akan dilakukan penguatan kapabilitas, memperbesar share of wallet
                existing customer, serta penetrasi market.

       b. Agar dapat dijelaskan pelanggan captive jangka panjang yang sampai saat ini telah
          diperoleh dan potensi pelanggan di masa depan.

            Jawaban Perseroan:

            Untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan, Perseroan melakukan kontrak jangka
            panjang (captive) dan juga kontrak multi years dengan beberapa customer. Pelanggan
            dengan skema captive akan melakukan perawatan di Perseroan baik untuk pekerjaan
            repair & overhaul dan line maintenance, sehingga Perseroan bertindak sebagai total
            solution provider.

            Kontrak tersebut tidak terbatas pada Garuda Group, melainkan juga untuk pelanggan
            di luar Garuda Group. Ini memungkinkan Perseroan untuk menjangkau berbagai
            segmen pasar dan memperluas jaringan kerja sama. Dengan demikian, Perseroan




www.idx.co.id
Page 10
            diharapakan dapat memperkuat posisi di industri MRO dalam negeri dan
            meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan dan pemegang saham. Selain itu, melalui
            kontrak jangka panjang ini, Perseroan berupaya membangun kepercayaan dan
            loyalitas pelanggan, yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan yang
            berkelanjutan bagi Perseroan di masa depan.

            Commercial Aviation
            Untuk pelanggan Commercial Aviation, telah didapatkan captive customer sebagai
            berikut:
            1. Garuda Indonesia
            2. Citilink

            Kontrak multi years:
            1. Fiji Airways (Fiji)
            2. Vietnam Airlines (Vietnam)
            3. Thai VietJet (Thailand)
            4. National Airlines (USA)
            5. IndiGo (India)

            Government
            Captive customers:
            1. Kementerian Sekretariat Negara

            Kontrak multi years:
            1. Kementerian Pertahanan


            Industrial Solutions
            Kontrak multi years:
             1. PT Pertamina Power Indonesia
             2. PT PLN Nusantara Power
             3. PT Pupuk Kalimantan Timur


            Perseroan terus berusaha untuk menjajaki pelanggan yang memiliki potensi untuk
            menjalin long term contract / multi years contract di masa depan. Beberapa customers
            yang sedang berusaha dijajaki antara lain:
            1. Pelita Air
            2. JAL
            3. Fly Dubai
            4. Korean Air

       c. Perseroan menyatakan strategi restrukturisasi dan cash flow optimization, mohon
          penjelasan mengenai:

            i.   Perkembangan Restrukturisasi utang bank kepada Bank BRI pada 29 Desember
                 2023 dan telah disetujui pada RUPS 28 Juni 2024.




www.idx.co.id
Page 11
                 Jawaban Perseroan:

                 Untuk restrukturisasi bank kepada Bank BRI, Perseroan diwajibkan memberikan
                 agunan sebagai jaminan dan telah disetujui pengikatan jaminan dalam RUPS 28
                 Juni 2024.

            ii. Perkembangan restrukturisasi utang vendor dengan total nilai haircut sebesar USD$
                715 ribu.

                 Jawaban Perseroan:

                 Restrukturisasi utang vendor telah mencapai progress 70% dari total target yang
                 ditetapkan.

            iii. Bagaimana upaya Perseroan untuk melakukan restrukturisasi utang kepada Bank
                 BNI? Mengingat utang kepada Bank BNI terbesar saat ini pada pinjaman
                 Perseroan.

                 Jawaban Perseroan:

                 Saat ini seluruh kreditur termasuk BNI, kecuali BRI telah dilakukan restrukturisasi
                 pembayaran hingga tahun 2035.

            iv. Kendala yang Perseroan hadapi dalam restrukturisasi utang/liabilitas Perseroan.

                 Jawaban Perseroan:

                 Beberapa kreditur Perseroan meminta jaminan sebagai agunan dalam proses
                 restrukturisasi. Namun, saat ini terdapat klausul negative pledge, dimana Perseroan
                 tidak diperkenankan memberikan jaminan atas asset yang ada, kecuali diperlakukan
                 sama (equal treatment) terhadap seluruh kreditur.

       d. Perseroan menyatakan akan melakukan perbaikan ekuitas yaitu program inbreng
          lahan Angkasa Pura Indonesia, mohon penjelasan mengenai:

            i.   Agar disampaikan rencana/timeline inbreng lahan Angkasa Pura Indonesia.

                 Jawaban Perseroan:

                 Terkait dengan inisiatif inbreng lahan, hingga saat ini telah disusun Tim
                 Percepatan Perbaikan Ekuitas PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. oleh
                 Kementerian BUMN, dimana dalam tim tersebut, terdapat Subtim Transformasi PT
                 Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk yang terdiri dari perwakilan Perseroan,
                 konsultan transaksi, dan pengelola lahan. Untuk mendukung inisiatif inbreng
                 lahan, Perseroan telah menunjuk sejumlah profesi penunjang, termasuk
                 Konsultan Transaksi, Konsultan Bisnis, Konsultan Hukum, dan Kantor Jasa Penilai
                 Publik. Saat ini, Perseroan bersama dengan Konsultan Bisnis dan Konsultan
                 Transaksi tengah menyusun kajian bisnis terkait inbreng lahan untuk memastikan
                 efektivitas dan keberlanjutan dari langkah tersebut. Adapun terkait timeline, akan
                 dilakukan segera setelah aksi korporasi Angkasa Pura selesai dilaksanakan.




www.idx.co.id
Page 12
            ii. Skema yang akan Perseroan gunakan dalam inbreng lahan Angkasa Pura
                Indonesia, apakah akan sama seperti inbreng aset Garuda Indonesia? Agar
                dielaborasi.

                Jawaban Perseroan:

                Terkait skema yang akan digunakan dalam proses inbreng lahan Angkasa Pura
                Indonesia, saat ini Perseroan masih dalam tahap merancang skema yang sesuai
                serta mengakomodir regulasi yang berlaku. Skema inbreng yang akan digunakan
                masih dalam tahap pembahasan internal. Meskipun terdapat kemiripan dengan
                skema inbreng aset yang dilakukan dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk,
                setiap aset memiliki dinamika dan kompleksitas tersendiri, sehingga skema inbreng
                lahan Angkasa Pura Indonesia akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi.

                Perseroan memastikan bahwa skema ini akan mengikuti standar yang telah
                ditetapkan dan mempertimbangkan dampak terbaik bagi struktur ekuitas
                perusahaan. Tim perbaikan ekuitas yang telah dibentuk akan terus mengevaluasi
                dan mengkaji skema terbaik agar proses inbreng dapat berjalan lancar dan
                memberikan hasil optimal dalam mendukung program perbaikan ekuitas
                Perseroan.

       e. Efisiensi lain yang belum disebutkan pada kegiatan operasional sepanjang tahun
          2024.

            Jawaban Perseroan:

            Selain yang telah disebutkan pada laporan keuangan audited Juni 2024, program
            efisiensi lain yang dilakukan Perseroan yaitu melalui digitalisasi, seperti
            pengembangan aplikasi XPREAM dan XOps. Adapun aplikasi ini digunakan untuk
            monitoring berjalannya project (project management) dan koordinasi antar pihak yang
            terlibat dalam pengerjaan suatu project.

       f.   Target Perseroan untuk mencatatkan ekuitas positif dengan strategi-strategi tersebut.

            Jawaban Perseroan:

            Dengan berbagai strategi yang disusun Perseroan, baik dengan meningkatkan
            profitability, maupun dengan aksi korporasi, diharapkan Perseroan dapat kembali
            membukukan ekuitas positif dalam 3 tahun depan.

   8. Pada CALK 5 tentang Piutang Usaha, Perseroan hanya memiliki piutang lancar sebesar
      USD$ 24,6 juta atau hanya 15,17% dari total piutang. Mohon penjelasan mengenai:
      a. Sebesar USD$ 137,69 juta atau 84,8% dari total piutang usaha Perseroan telah
         jatuh tempo, mohon penjelasan mengenai penyebab tingginya piutang usaha telah
         jatuh tempo tersebut.

            Jawaban Perseroan:

            Provisi piutang didominasi atas tagihan ke customer Sriwijaya Air dan Garuda
            Indonesia, dengan melakukan perhitungan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan
            PSAK 109 “Instrumen Keuangan”. Terkait piutang atas customer Sriwijaya dan
            Garuda Indonesia, Perseroan menghitung kerugian kredit ekspektasian secara




www.idx.co.id
Page 13
            individual dengan mengestimasi arus kas ekspektasian yang sejalan dengan Putusan
            Perdamaian/ Homologasi dalam Perkara PKPU.

       b. Target waktu dapat ditagihnya piutang yang jatuh tempo terutama kepada ketiga
          pelanggan terbesar yaitu Garuda, Citilink dan Sriwijaya.

            Jawaban Perseroan:

            Sesuai Putusan Perdamaian/Homologasi dalam proses PKPU Garuda dan Sriwijaya
            serta Kesepakatan Penyelesaian Utang Citilink, skema penyelesaian piutang adalah
            sebagai berikut:

            • Tagihan terhadap Garuda: Dibayarkan seluruhnya pada tahun ke-22 sejak putusan
              PKPU pada tahun 2022.
            • Tagihan terhadap Sriwijaya: Dibayarkan seluruhnya paling lambat pada tahun ke
              20 sejak putusan PKPU pada tahun 2023.
            • Tagihan terhadap Citilink: Dibayarkan secara bertahap sesuai Jadwal pembayaran
              dalam jangka waktu 5 tahun sejak tahun 2022 sampai dengan tahun 2026.

       c. Perseroan melakukan provisi atas penurunan nilai piutang usaha sebesar USD$
          100,01 juta atau 61,6%. Agar dapat disampaikan penyebab membengkaknya provisi
          atas penurunan nilai piutang usaha tersebut.

            Jawaban Perseroan:

            Provisi atas penurunan nilai piutang tersebut merupakan hasil dari perhitungan
            berdasarkan kerugian kredit ekspektasian dengan melakukan reviu atas kolektibilitas
            saldo secara individual atau kolektif sepanjang umur piutang usaha dengan
            pendekatan forward-looking yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan. Piutang
            yang diketahui tidak tertagih, dihapuskan secara langsung dengan mengurangi nilai
            tercatatnya.

       d. Bagaimana upaya Perseroan pada provisi atas penurunan nilai piutang usaha
          sehingga kolektibilitas masih dapat dilakukan?

            Jawaban Perseroan:

            Dalam usaha peningkatan kolektabilitas piutang, Perseroan melakukan upaya
            penguatan proses penagihan serta menerapkan kebijakan kredit yang ketat. Khusus
            untuk piutang yang telah memiliki jadwal pembayaran atas putusan PKPU, dimana
            skema penyelesaiannya bersifat multi years, Perseroan berkepentingan memastikan
            bahwa Garuda dan Sriwijaya tetap sustain hingga jadwal pembayaran, salah satunya
            dengan tetap memberikan layanan perbaikan pesawat namun dengan menerapkan
            term of payment yang ketat sehingga tidak muncul piutang baru.

       e. Strategi yang dilakukan Perseroan agar piutang Perseroan memiliki kolektibilitas
          yang lebih lancar di masa depan.

            Jawaban Perseroan:

            Untuk menjaga kolektibilitas, saat ini Perseroan menjalankan kebijakan yang lebih
            ketat diantaranya dengan:




www.idx.co.id
Page 14
            •   Mensyaratkan term of payment berupa pembayaran diawal pekerjaan dari
                sebegian atau seluruh nilai project kepada customer.
            •   Pemberlakuan credit limit.
            •   Sebelum dilakukan penyerahan kembali kepada customer atas pekerjaan project
                maintenance (Aircraft, Engine, Component), customer terlebih dahulu harus
                melakukan pelunasan atas outstanding-nya yang telah jatuh tempo sesuai dengan
                term of payment.

       f.   Kebijakan Perseroan dalam menentukan cadangan penurunan nilai piutang beserta
            pemenuhan PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan mengenai cadangan atas
            kerugian penurunan nilai.

            Jawaban Perseroan:

            Perhitungan Penurunan nilai aset keuangan terkait PSAK71 dilakukan menggunakan
            Metode KKE (Klasifikasi Kredit Berdasarkan Eksposur) dengan pendekatan
            ekspektasian melalui tahap Klasifikasi piutang, penentuan parameter, perhitungan
            cadangan, penggabungan hasil serta monitoring dan revisi.

   9. Pada CALK 6 tentang Aset Kontrak, Perseroan memiliki provisi atas penurunan nilai aset
      kontrak pada periode 30 Juni 2024 sebesar USD$ 65,4 juta, agar dapat dijelaskan:

       a. Latar belakang peningkatan provisi atas penurunan nilai dibandingkan periode
          sebelumnya.

            Jawaban Perseroan:

            Tidak ada peningkatan signifikan atas provisi aset kontrak, peningkatan provisi
            sebesar USD$ 0,62 juta merupakan provisi berbasis prinsip kehati-hatian atas kontrak
            asset sesuai dengan metode perhitungan KKE.

       b. Strategi Perseroan untuk memulihkan kerugian penurunan nilai aset kontrak.

            Jawaban Perseroan:

            Atas kontrak aset yang masih berpotensi ditagih, Perseroan akan melakukan usaha
            terbaik untuk mendapatkan persetujuan customer terkait penerbitan dokumen
            penagihan.

       c. Strategi Perseroan untuk mengurangi provisi atas penurunan nilai di masa depan.

            Jawaban Perseroan:

            Dalam upaya penurunan nilai dimasa depan, upaya-upaya yang akan dilakukan
            adalah:
            • Memperketat proses penerimaan customer.
            • Mempercepat proses penyelesaian pekerjaan dan persetujuan cost approval oleh
               customer untuk kebutuhan penerbitan tagihan.

   10. Perseroan mencatatkan piutang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar USD$ 279 ribu pada
       periode 30 Juni 2024, agar dapat dijelaskan:

       a. Nature dari piutang lain-lain tersebut.




www.idx.co.id
Page 15
            Jawaban Perseroan:

            Nature transaksi merupakan bea masuk yang dibayarkan oleh Perseroan atas
            penggunaan material pada aktivitas perawatan pesawat domestik pihak ketiga. Nilai
            tersebut akan ditagihkan kepada masing – masing customer terkait.

       b. Pihak yang berhubungan atas piutang lain-lain tersebut.

            Jawaban Perseroan:

            Customer pihak ketiga Perseroan seperti PT Pelita Air Service, PT Indonesia Air Asia,
            PT Airfast Indonesia, PT Lion Mentari Airlines, dan lain – lain.

       c. Status collection atas piutang lain-lain tersebut.

            Jawaban Perseroan:

            Masih terdapat outstanding atas hal ini dan masih terus dilakukan koordinasi dengan
            customer untuk proses pembayarannya.

       d. Dalam hal collection belum sepenuhnya didapatkan oleh Perseroan, agar disampaikan
          strategi collection piutang lain-lain tersebut.

            Jawaban Perseroan:

            Untuk menjaga kolektibilitas, saat ini Perseroan menjalankan kebijakan yang lebih
            ketat diantaranya adalah:
            • Mensyaratkan term of payment berupa pembayaran segera setelah cost approval
                diterima dan invoice diterbitkan.
            • Pemberlakuan credit limit.

   11. Pada CALK 7 tentang Persediaan, Perseroan memiliki nilai persediaan yang lebih
       rendah pada 30 Juni 2024 disebabkan provisi atas penurunan nilai persediaan meningkat
       dari periode sebelumnya menjadi USD$ 60,98 juta. Agar dapat dijelaskan:

       a. Latar belakang peningkatan provisi atas penurunan nilai persediaan.

            Jawaban Perseroan:

            Peningkatan provisi persediaan Perseroan didasari oleh penilaian lebih lanjut atas
            persediaan yang bergerak lambat, Perseroan mengambil upaya penjualan atas
            beberapa persediaan yang bergerak lambat, dimana kemungkinan persediaan dapat
            terjual kepada pihak ketiga adalah kecil. Atas persediaan tersebut, Perseroan belum
            melakukan pencadangan yang cukup dan membukukan provisi tambahan pada
            periode terkait.

       b. Rasio Inventory Turnover Perseroan periode 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.

            Jawaban Perseroan:

            Rasio Inventory Turnover Perseroan pada periode 30 Juni 2024 dan 31 Desember
            2023 masing – masing adalah 247 hari dan 240 hari




www.idx.co.id
Page 16
       c. Bagaimana pengelolaan suku cadang yang memiliki karakteristik kadaluarsa
          berdasarkan waktu sesuai dengan kebijakan safety Perseroan sehingga tidak
          menimbulkan penyisihan persediaan.

            Jawaban Perseroan:

            Perseroan tidak melakukan penyisihan terkait dengan suku cadang yang memiliki
            tanggal kadaluarsa. Atas suku cadang terkait, Perseroan langsung melakukan
            pembebanan ketika telah mencapai tanggal kadaluarsa.

       d. Agar dielaborasi sistem persediaan Perseroan apakah berdasarkan pesanan pre-
          order atau melakukan safety stock sesuai dengan historis penjualan.

            Jawaban Perseroan:

            Perseroan menggunakan kedua metode tersebut dalam pengelolaan persediaan,
            dibedakan berdasarkan jenis dan kebutuhan atas persediaan tersebut.

   12. Pada CALK 9 tentang Aset Tetap, Perseroan memiliki aset dalam konstruksi sebesar USD$
       826 ribu pada periode 30 Juni 2024 yang terdiri dari peralatan, perlengkapan bengkel,
       bangunan dan prasarana, agar dapat dijelaskan:

       a. Kendala utama Perseroan saat ini untuk menyelesaikan aset dalam konstruksi.

            Jawaban Perseroan:

            Atas aset dalam konstruksi yang sudah mencapai tahap evaluasi kelayakan, masih
            terdapat kekurangan terkait aspek safety sehingga masih perlu adanya perbaikan dari
            vendor.

       b. Kontribusi yang diharapkan Perseroan atas aset dalam konstruksi tersebut.

            Jawaban Perseroan:

            Sebagai penunjang pekerjaan perawatan pesawat kepada pelanggan yang dilakukan
            oleh Perseroan.

       c. Metode depresiasi pada setiap aset tetap Perseroan, agar dielaborasi dengan safety
          policy yang diterapkan saat ini.

            Jawaban Perseroan:

            Metode depresiasi yang digunakan sebagaimana yang sudah dicantumkan pada
            Laporan Keuangan. Apabila aset Perseroan dinilai sudah tidak layak secara safety
            policy meskipun masih memiliki umur manfaat berdasarkan akuntansi, maka atas aset
            tersebut akan didepresiasi penuh.

       d. Apakah pembelian aset dalam konstruksi tersebut dilakukan secara tunai atau melalui
          skema pembiayaan (utang)? Agar dapat dijelaskan. Jika dilakukan secara tunai, agar
          dijelaskan sumber kas atas pembelian tersebut.




www.idx.co.id
Page 17
            Jawaban Perseroan:

            Pembelian dilakukan dengan tunai bertahap sesuai kesepakatan dengan vendor.
            Adapun sumber kas yang dipakai berasal dari operasional Perseroan.

       e. Latar belakang tidak ada perubahan pada akun perbaikan aset sewa sebesar USD$
          226 ribu.

            Jawaban Perseroan:

            Item tersebut merupakan penambahan fasilitas pada aset sewa. Selama fasilitas pada
            aset sewa masih dimanfaatkan oleh Perseroan, nilai terkait tidak akan ada perubahan
            kecuali adanya penambahan fasilitas lain atau adanya penghentian sewa pada aset
            sewa terkait.

   13. Pada CALK 10 tentang Utang usaha, Perseroan memiliki utang usaha kepada pihak
       berelasi sebesar USD$ 14,19 juta dan pihak ketiga sebesar USD$ 75,26 juta, agar dapat
       dijelaskan:

       a. Status realisasi pembayaran utang usaha Perseroan dengan melengkapi tabel berikut
          ini:

                    Keterangan         Jumlah          Jumlah        Outstanding     Outstanding
                                                     pembayaran          (Rp)            (%)
                Lancar               15.938.992,53   10.761.674,86   5.177.317,67       32,48%
                Jatuh tempo
                1-30 hari            4.195.635,64    3.270.666,17     924.969,47        22,05%
                31-60 hari            760.609,26      695.461,90       65.147,36        8,57%
                61-90 hari           3.402.182,31    1.512.279,83    1.889.902,48       55,55%
                    Keterangan                         Jumlah        Outstanding     Outstanding
                                       Jumlah
                                                     pembayaran         (Rp)             (%)
                Lebih dari 90 hari   65.161.197,26   15.070.004,43   50.091.192,83      76,87%
                Total                89.458.617,00   31.310.087,19   58.148.529,81      65,00%

       b. Agar Perseroan sampaikan jenis-jenis utang usaha berdasarkan nature-nya.

            Jawaban Perseroan:

            Utang usaha merupakan utang yang muncul kepada pemasok atas transaksi:
            1. Pembelian barang – barang persediaan;
            2. Subkontrak Repair Component;
            3. Subkontrak tenaga kerja sementara/pihak ketiga; dan
            4. Jasa lainnya yang diperlukan oleh Perseroan.

       c. Perseroan telah melakukan restrukturisasi kepada para pemasok dan melakukan
          negosiasi, mohon penjelasan mengenai:

            i.     Perkembangan negosiasi atas utang usaha Perseroan sampai dengan saat ini dari
                   nilai yang terbesar.




www.idx.co.id
Page 18
                Jawaban Perseroan:

                No             Nama Pemasok               Nilai Utang            Status
                1    PT Arisma Data Setia                 22.295,39              Lunas
                2    PT Siemens Indonesia                  1.583,08              Lunas
                3    PT Wira Mitra Tama                    1.446,90              Lunas
                4    PT Repex Perdana International         749,27               Lunas
                                                                          Proses      Pelunasan
                5    CV Sinergi Aero Raya                 20.000,00       sampai         dengan
                                                                          Desember 2024
                                                                          Proses      Pelunasan
                6    PT Koneksi Kapital Indonesia         17.089,00       sampai         dengan
                                                                          Desember 2024
                                                                          Proses       Pelunasan
                7    PT Dinamik Flow Teknologi             24.636,89      sampai          dengan
                                                                          Desember 2024

            ii. Dalam hal Perseroan mengalami kesulitan untuk membayarkan sesuai dengan
                restrukturisasi pada tahun 2023, strategi apa yang dilakukan untuk melakukan
                pelunasan kewajiban Perseroan pada tahun 2024.

                Jawaban Perseroan:

                Perseroan dengan upaya terbaiknya menjaga perputaran modal kerja, sehingga
                dapat memenuhi kebutuhan jangka pendeknya. Dalam hal diperlukan, Perseroan
                akan melakukan negosiasi untuk melakukan restrukturisasi tenor kewajiban
                pembayarannya.

            iii. Rencana /timeline pelunasan setiap utang Perseroan dikemudian hari.

                Jawaban Perseroan:

                Perseroan akan memberikan upaya terbaik untuk selalu memenuhi jadwal
                pembayaran sesuai dengan kesepakatan hasil negoasiasi.

   14. Pada CALK 11 tentang Akrual, Perseroan mencatatkan akrual meningkat sebesar
       10,98% pada periode 30 Juni 2024 dibandingkan periode 30 Desember 2023, agar dapat
       dijelaskan:

       a. Latar belakang Perseroan memiliki beban Bonus dan Tantiem pada tahun 2024
          lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya mengingat sejak tahun 2022
          Perseroan telah melakukan efisiensi tenaga kerjanya.

            Jawaban Perseroan:

            Biaya tersebut merupakan pencatatan akrual atas beban bonus dan tantiem yang di
            anggarkan berdasarkan Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi & Dewan
            Komisaris Perusahaan yang mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) BUMN No.
            PER-04/MBU/2014 yang terakhir diubah dengan Permen No. PER-3/MBU/03/2023,
            dan telah ditetapkan dalam RKAP 2024 yang telah disahkan.

       b. Efek yang Perseroan dapatkan dengan memberikan bonus dan tantiem lebih tinggi
          dibandingkan periode sebelumnya pada kegiatan usaha.




www.idx.co.id
Page 19
            Jawaban Perseroan:

            Peningkatan kinerja dan engagement karyawan.

       c. Perseroan mencatatkan penalti dari kontrak sebesar USD$ 5,75 juta, mohon
          penjelasan mengenai:

            i.        Peruntukan kontrak tersebut bagi kegiatan operasional Perseroan.

                      Jawaban Perseroan:

                      Merupakan kontrak pekerjaan perawatan pesawat milik Garuda dan Citilink.

            ii. Latar belakang Perseroan memiliki Akrual penalti dari kontrak dibandingkan
                periode Desember 2022.

                      Jawaban Perseroan:

                      Pada periode Desember 2022, Perseroan mencatatkan penalti dari kontrak
                      berdasarkan aktual tagihan dari customer saja.

            iii. Strategi yang telah dilakukan Perseroan untuk mengurangi penalti dari kontrak
                 sehingga dapat menekan beban Perseroan.

                      Jawaban Perseroan:

                      Perseroan memastikan standar kualitas dari aktivitas perawatan pesawat
                      memenuhi standar minimum dari customer.

   15. Sehubungan dengan adanya kreditur Perseroan, mohon penjelasan:

       a. Perseroan dan Entitas Anak memiliki pinjaman dari berbagai kreditur. Mohon
          penjelasan Perseroan mengenai pemenuhan financial covenant dari masing-
          masing kreditur per 30 Juni 2024 dengan mengisi tabel berikut:


                             Nama Kreditur                    Financial Covenant    Pemenuhan Per 23 Juni
                                                                                             2024
                 1.    PT Bank Negara Indonesia           DSCR>1kali                DSCR: 1,47 kali
                       (Persero) Tbk
                 2.    PT Bank Rakyat Indonesia           -                         -
                       (Persero) Tbk
                 3.    PT Bank Maybank Indonesia          DER<3kali                 DER: -2,42 kali
                       Tbk
                 4.    Indonesia Infrastructure Finance   DSCR>1 kali;              DSCR: 1,47 kali;
                                                          Debt to EBITDA<3,5 kali   Debt to EBITDA:
                                                                                    11,37 kali
                 5.    PT Bank CTBC Indonesia             EBITDA positif            EBIDTA: positif


       b. Apakah saat ini terdapat covenant yang telah dilanggar oleh Perseroan? Jika ada
          mohon penjelasan atas hal tersebut.




www.idx.co.id
Page 20
            Jawaban Perseroan:

            Tidak terdapat covenant yang telah dilanggar oleh Perseroan.

   16. Pada CALK 14 tentang Perpajakan, terdapat utang pajak penghasilan badan sebesar
       sejak tahun 2021 dengan total sebesar USD$4,99 juta, agar dapat dijelaskan:

       a. Latar belakang Perseroan masih memiliki utang pajak penghasilan badan sejak tahun
          2021.

            Jawaban Perseroan:

            CALK 14 tentang perpajakan merupakan pajak penghasilan badan dibayarkan dimuka
            (prepaid taxes) sejumlah USD$4,99 juta yang berasal dari pemotongan/pemungutan
            PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23 oleh pihak lain maupun pembayaran PPh Pasal 22
            impor sejak tahun 2021 sampai dengan periode Juni 2024. Perseroan belum menerima
            pengembalian seluruhnya dari kas negara dikarenakan belum dilakukan pemeriksaan
            pajak tahun 2021, 2022 dan 2023.

       b. Status pembayaran utang pajak penghasilan badan tersebut.

            Jawaban Perseroan:

            Pertanyaan terkait tidak relevan merujuk pada poin a diatas.

       c. Dalam hal belum dilakukan pembayaran atas utang pajak tersebut, mohon penjelasan:

            i.   Rencana pelunasan outstanding utang pajak.

                 Jawaban Perseroan:

                 Pertanyaan terkait tidak relevan merujuk pada poin a diatas.

            ii. Sumber dana pelunasan utang pajak.

                 Jawaban Perseroan:

                 Pertanyaan terkait tidak relevan merujuk pada poin a diatas.

            iii. Apakah secara historis Perseroan pernah dikenakan denda atau sanksi oleh otoritas
                 pajak? Agar dapat dijelaskan dan mitigasi Perseroan pada saat itu.

                 Jawaban Perseroan:

                 Pertanyaan terkait tidak relevan merujuk pada poin a diatas.

       d. Penjelasan perihal kebijakan dan SOP Perseroan agar Perseroan dapat selalu
          mematuhi kewajiban perpajakan Perseroan.

            Jawaban Perseroan:

            Pertanyaan terkait tidak relevan merujuk pada poin a diatas.




www.idx.co.id
Page 21
   17. Pada CALK 15 tentang liabilitas imbalan kerja, Perseroan membukukan kenaikan liabilitas
       imbalan kerja sebesar 34,63% atau menjadi USD$ 3,64 juta per 30 Juni 2024 dibandingkan
       periode 30 Desember 2022 dimana Perseroan memiliki karyawan yang lebih banyak.
       Atas hal tersebut agar dijelaskan:

       a. Latar belakang peningkatan liabilitas imbalan kerja Perseroan.

            Jawaban Perseroan:

            Bahwa terdapat perbedaan Kebijakan Sumber Daya Manusia yang diterapkan oleh
            Perseroan pada tahun 2022 dengan tahun 2024 sebagai dampak dari aturan pemerintah
            dan juga menyesuaikan dengan kondisi Perseroan. Antara lain tidak adanya kenaikan
            gaji (salary increment) pada tahun 2022, namun pada tahun 2024 dilakukan kenaikan
            gaji dikarenakan terjadinya kenaikan Upah Minimum Regional. Selain itu, pada tahun
            2024, Perseroan memberikan tunjangan kehadiran dan tunjangan transportasi sebagai
            bagian dari upaya meningkatkan produktivitas karyawan. Pada tahun 2024 juga,
            Perseroan kembali memberikan benefit karyawan antara lain Medical Check-up dan
            pemberian Penghargaan Masa Bakti, yang sebelumnya ditunda sejak tahun 2020.

       b. Berdasarkan CALK Nomor 1, Perseroan mengalami penurunan karyawan adapun
          jumlah pegawai pada tanggal 30 Juni 2024, 31 Desember 2023 dan 2022 masing-
          masing sebanyak 4.268, 4.348 dan 4.520. Atas hal tersebut agar disampaikan:

            i.   Latar belakang penurunan jumlah karyawan.

                                         31 Desember 2022     31 Desember 2023      30 Juni 2024
                     Jumlah Pegawai            4520                 4348                4268
                     Terminasi Pegawai
                                               376                  255                 143

                     Penambahan
                                                92                  100                 101
                     Pegawai
                 Jawaban Perseroan:

                 Jumlah karyawan Perseroan mengalami penurunan pada tahun 2022 sampai dengan
                 tahun 2024 dikarenakan meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja,
                 khususnya karena pensiun dan mengundurkan diri, dengan rincian sebagai berikut:

            ii. Apakah kedepannya Perseroan berencana untuk efisiensi jumlah karyawan
                Perseroan?

                 Jawaban Perseroan:

                 Seiring dengan meningkatnya target pendapatan (revenue), Perseroan berencana
                 untuk melakukan penambahan jumlah karyawan yang disesuaikan dengan
                 kebutuhan Perseroan.

            iii. Penyebab beban gaji dan tunjangan juga mengalami peningkatan pada periode 30 Juni
                 2024.

                 Jawaban Perseroan:

                 1. Adanya kenaikan gaji (salary increment) pada tahun 2023 dan 2024;




www.idx.co.id
Page 22
                2. Dilakukan pemberian tunjangan kehadiran dan tunjangan transportasi;
                3. Peningkatan jumlah promosi pegawai non-struktural pada tahun 2023 dan 2024;
                   dan
                4. Pembayaran insentif kinerja tahun 2023.

   18. Pada CALK 16 tentang Sewa, Perseroan mencatatkan sewa pada periode 30 Juni 2024
       sebesar USD$ 33,54 juta. Perseroan juga menambahkan sewa kendaraan sebesar USD$
       1,01 juta dimana pada periode sebelumnya Perseroan tidak menyewa kendaraan, agar
       dapat dijelaskan:

       a. Informasi mengenai kendaraan yang Perseroan sewa.

            Jawaban Perseroan:

            Pengadaan sewa kendaraan untuk kendaraan operasional dan material di area
            outstation dan di area CGK.

       b. Kontribusi yang diharapkan Perseroan dengan melakukan penyewaan terhadap
          efisiensi operasional.

            Jawaban Perseroan:

            Perseroan tidak perlu menyediakan dana di muka untuk CAPEX dan lebih efisien dalam
            segi pemeliharaan aset yang dimaksud.

       c. Bagaimana strategi mengenai kontrak restrukturisasi sewa Perseroan.

            Jawaban Perseroan:

            Sampai dengan saat ini Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan
            restrukturisasi sewa.

       d. Pertimbangan tidak adanya pengurangan sewa sejak tahun 2022 dan kaitannya dengan
          efisiensi kinerja operasional.

            Jawaban Perseroan:

            Sesuai dengan Laporan keuangan biaya sewa mengalami penurunan dari USD$ 5.5
            juta pada Desember 2022 menjadi USD$ 1.8 juta pada Juni 2024.

   19. Pada CALK 22 tentang Beban Pegawai, Perseroan mencatatkan insentif sebesar USD$ 2,6
       juta dibandingkan periode 31 Desember 2022 yang tidak dicatatkan biaya insentif, agar
       dapat dijelaskan pertimbangan Perseroan membayarkan insentif tersebut dan kontribusi
       yang diharapkan dengan mengeluarkan insentif tersebut.

       Jawaban Perseroan:

       Berdasarkan laporan keuangan audited, Perseroan membukukan pencapaian positif pada
       tahun 2023 dan kinerja tahun 2023 mencapai sebesar 100.7%. Insentif diberikan sebagai
       bentuk apresiasi terhadap karyawan atas kontribusi terhadap pencapaian kinerja di tahun
       2023. Insentif juga diberikan untuk memotivasi karyawan dalam meningkatkan
       produktifitasnya dalam mencapai target Perseroan di tahun 2024.




www.idx.co.id
Page 23
   20. Perseroan memiliki rasio solvabilitas terutama Debt to Equity Ratio negatif -2,42x pada 30
       Juni 2024. Selain itu, untuk rasio likuiditas Perseroan hanya memiliki cash ratio sebesar
       0,06x dengan current ratio 0,86x. Atas dasar hal tersebut, agar dijelaskan strategi
       peningkatan likuiditas keuangan Perseroan selain melakukan PMHMETD.

       Jawaban Perseroan:

       Perseroan sedang dalam tahap finalisasi restrukturisasi kepada PT Bank Rakyat Indonesia
       (Persero) Tbk atas hutang pinjaman yang ada, sehingga akan menurunkan jumlah current
       maturities atau pembayaran pokok yang jatuh tempo dalam satu tahun. Program perbaikan
       arus kas dan likuiditas telah dijabarkan dalam catatan no. 38 pada Laporan Keuangan Juni
       2024 mengenai Kelangsungan Usaha.

   21. Apakah Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan,
       PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon
       disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum
       tersebut.

       Jawaban Perseroan:

       Saat ini, Perseroan tidak memiliki perkara hukum(termasuk terkait perpajakan, somasi,
       gugatan, PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan.

   22. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga
       efekPerseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada
       publik.

       Jawaban Perseroan:

       Tidak terdapat informasi/ fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
       mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum
       diungkapkan kepada publik.


   PermintaanDokumenTambahan

   Selain itu, mohon Perseroan dapat menyampaikan dokumen yang tidak dipublikasikan sebagai
   berikut:

   1. Laporan Penilaian dari KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan terkait inbreng perolehan Aset GIAA.

       Jawaban Perseroan:

       Laporan Penilaian dari KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan terkait inbreng perolehan Aset GIAA
       telah disampaikan bersamaan dengan jawaban ini.

   2. Laporan Pendapatan Kewajaran dari KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan terkait inbreng
      perolehan Aset GIAA.




www.idx.co.id
Page 24
       Jawaban Perseroan:

       Laporan Pendapatan Kewajaran dari KJPP Fuadah, Rudi dan Rekan terkait inbreng
       perolehan Aset GIAA telah disampaikan bersamaan dengan jawaban ini.

   3. Perjanjian Sewa dengan PT Angkasa Pura II pada bangunan hanggar dan annex mengenai
      transaksi inbreng dengan GIAA.

       Jawaban Perseroan:

       Perjanjian Sewa dengan PT Angkasa Pura II pada bangunan hanggar dan annex mengenai
       transaksi inbreng dengan GIAA telah disampaikan bersamaan dengan jawaban ini.

   4. Proforma Laporan Keuangan sebelum dan setelah dilakukannya PMHMETD beserta
      keterangan perubahannya.

       Jawaban Perseroan:

       Proforma Laporan Keuangan sebelum dan setelah dilakukannya PMHMETD beserta
       keterangan perubahannya telah disampaikan bersamaan dengan jawaban ini.

   5. Management Letter dari Kantor Akuntan Publik atas Laporan Keuangan Auditan per 30 Juni
      2024.

       Jawaban Perseroan:

       Management Letter dari Kantor Akuntan Publik atas Laporan Keuangan Auditan per 30 Juni
       2024 sedang dalam proses persiapan oleh Kantor Akuntan Publik dan akan disampaikan
       kemudian.




www.idx.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.38 MB
Published1 Oct 2024
Pages24
Characters64,455
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 29 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Garuda Indonesia (Persero) Tbk p.1 ×24
linked org PT Angkasa Pura II p.2 ×18
linked org Angkasa Pura p.11 ×6
linked org Bank CTBC p.19
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×4
possible org PT Pertamina Power Indonesia p.10
possible org PT Bank Rakyat Indonesia p.19 ×4
unresolved org Garuda Maintenance Facility Aero Tbk p.1 ×2
unresolved org KJPP Fuadah p.1 ×5
unresolved org Rudi dan Rekan p.1 ×5
unresolved org PT Angkasa Pura II. Adapun p.3
unresolved org Kementerian Sekretariat Negara Kontrak p.10
unresolved org Kementerian Pertahanan Industrial Solutions Kontrak p.10
unresolved org PT PLN Nusantara Power p.10
unresolved org PT Pupuk Kalimantan Timur p.10
unresolved org Bank BRI p.10 ×2
unresolved org Kementerian BUMN p.11
unresolved org PT Pelita Air Service p.15
unresolved org PT Indonesia Air Asia p.15
unresolved org PT Airfast Indonesia p.15
unresolved org PT Lion Mentari Airlines p.15
unresolved org PT Arisma Data Setia p.18
unresolved org PT Siemens Indonesia p.18
unresolved org PT Wira Mitra Tama p.18
unresolved org PT Repex Perdana International p.18
unresolved org PT Koneksi Kapital Indonesia p.18
unresolved org PT Dinamik Flow Teknologi p.18
unresolved org PT Bank CTBC Indonesia p.19

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result