Back to announcement
20240827_BOLA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31719161_lamp2.pdf
Other Text extracted BOLASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 67
Page 1
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
30 JUNI 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
DAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN
31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
Page 2
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2024 DAN 2023
(TIDAK DIAUDIT)
DAN LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN
31 DESEMBER 2023(DIAUDIT)
DAFTAR ISI
Ekshibit
Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim A
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim B
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim C
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim D
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim E
Page 3
Page 4
Ekshibit A/1
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023(DIAUDIT)
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Notes
Rp Rp
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2e, 2g, 4 33,558,811,164 40,530,111,117
Investasi jangka pendek 2e, 5 318,850,771,874 353,684,815,742
Piutang usaha 2e, 6
Pihak berelasi 453,729,474 451,877,480
Pihak ketiga 46,733,368,979 97,037,847,991
Piutang lain-lain 2e, 7
Pihak berelasi 8,197,000,642 5,420,894,830
Pihak ketiga 22,461,296,199 22,268,435,442
Persediaan 2h, 8 6,235,761,283 6,875,575,840
Pajak dibayar dimuka 2u, 15 16,621,629,770 9,048,085,934
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 2i, 9 21,352,755,812 17,234,837,001
Total aset lancar 474,465,125,197 552,552,481,377
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 2j, 10 15,502,590,297 15,502,590,297
Aset hak guna 2k, 2r, 11 23,302,032,492 23,539,521,321
Aset tetap 2k, 2r, 12 90,868,771,695 101,258,206,783
Aset tidak berwujud 2l, 13 26,506,013,065 40,587,501,542
Aset pajak tangguhan 15,122,103,607 15,133,667,386
Aset tidak lancar lainnya 2e, 2m, 14 63,571,745,314 62,520,399,124
Total aset tidak lancar 234,873,256,470 258,541,886,453
TOTAL ASET 709,338,381,667 811,094,367,830
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian
secara keseluruhan.
Page 5
Ekshibit A/2
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023(DIAUDIT)
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Notes
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 2o, 15
Pihak berelasi 1,275,774,181 1,271,278,264
Pihak ketiga 15,271,895,012 31,651,255,222
Utang lain-lain 2o 2,200,935,664 1,744,080,137
Utang pajak 2u, 17 5,238,679,121 4,564,165,979
Beban akrual 2o, 18 3,330,005,770 5,724,889,605
Pendapatan ditangguhkan 2t, 16 2,810,736,963 11,726,766,079
Liabilitas sewa jatuh tempo dalam satu tahun 2o, 2r, 19 6,048,808,409 10,812,208,409
Total liabilitas jangka pendek 36,176,835,120 67,494,643,695
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa pembiayaan setelah dikurangi
bagian jatuh tempo dalam satu tahun 2o, 2r, 19 12,721,046,331 13,229,204,331
Liabilitas imbalan pascakerja 2p, 20 2,996,765,954 2,996,765,954
Liabilitas pajak tangguhan 165,675,144 177,238,924
Total liabilitas jangka panjang 15,883,487,429 16,403,209,209
Total liabilitas 52,060,322,549 83,897,852,904
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 10
Modal dasar - 16.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor - 6.000.000.000 2s, 21 60,000,000,000 60,000,000,000
Tambahan modal disetor 2s, 22 408,047,183,674 408,047,183,674
Akumulasi keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar aset keuangan FVTOCI 26,199,393 30,882,674
Profit 130,370,346,438 196,174,256,064
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 598,443,729,505 664,252,322,412
Kepentingan non-pengendali 2b 58,834,329,613 62,944,192,514
Total ekuitas 657,278,059,118 727,196,514,926
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 709,338,381,667 811,094,367,830
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian
secara keseluruhan.
Page 6
Ekshibit B
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(TIDAK DIAUDIT)
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Notes
Rp Rp
PENDAPATAN 2t, 23 105,427,576,074 140,914,972,945
BEBAN OPERASI 2t, 24 (149,130,997,890) (180,650,305,163)
LABA (RUGI) OPERASI (43,703,421,816) (39,735,332,218)
Pendapatan keuangan 2e, 25 2,430,023,295 53,489,751,261
Beban keuangan 2t, 25 - (12,868,680)
Keuntungan dan kerugian lain-lain 2t, 25 (28,546,353,787) 2,664,751,702
LABA SEBELUM PAJAK (69,819,752,308) 16,406,302,066
PENGHASILAN PAJAK - -
LABA TAHUN BERJALAN (69,819,752,308) 16,406,302,066
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan reklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan atas aset
keuangan tersedia untuk dijual - -
Total penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan - setelah pajak - -
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (69,819,752,308) 16,406,302,066
LABA YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (69,819,752,308) 13,619,163,991
Kepentingan non-pengendali 2b - 2,787,138,075
Total (69,819,752,308) 16,406,302,066
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (65,808,592,907) 13,619,163,991
Kepentingan non-pengendali 2b (4,109,862,901) 2,787,138,075
Total (69,918,455,808) 16,406,302,066
LABA PER SAHAM - 11.64 2.27
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara
keseluruhan.
Page 7
Ekshibit C
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan belum
Ekuitas (defisiensi modal)
direalisasi dari
Tambahan modal yang dapat diatribusikan Kepentingan non-
Modal disetor perubahan keuangan Saldo Laba Total ekuitas
disetor kepada pemilik entitas pengendali
tersedia dijual investasi
induk
jangka pendek
Saldo per 01/01/2023 60,000,000,000 408,047,183,674 83,418,903 200,204,978,443 668,335,581,020 45,989,205,359 714,324,786,379
Laba periode berjalan - - - 13,619,163,991 13,619,163,991 2,787,138,075 16,406,302,066
Kerugian komprehensif
lain tahun berjalan - - - - - - -
Saldo per 30/06/2023 60,000,000,000 408,047,183,674 83,418,903 213,824,142,434 681,954,745,011 48,776,343,434 730,731,088,445
Saldo per 01/01/2024 60,000,000,000 408,047,183,674 30,882,674 196,174,256,064 664,252,322,412 62,944,192,514 727,196,514,926
(Rugi) periode berjalan - - - (65,803,909,626) (65,803,909,626) - (65,803,909,626)
Kerugian komprehensif - - - - - - -
lain tahun berjalan - - (4,683,281) - (4,683,281) (4,109,862,901) (4,114,546,182)
Saldo per 30/06/2024 60,000,000,000 408,047,183,674 26,199,393 130,370,346,438 598,443,729,505 58,834,329,613 657,278,059,118
catatan/ notes 21 catatan/ notes 22
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan.
Page 8
Ekshibit D
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 dan 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Periode enam bulan)
2024 2023
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 203,432,586,757 173,135,583,451
Pembayaran pada pemasok (133,966,676,580) (123,143,596,054)
Pembayaran pada karyawan (55,290,856,489) (57,341,310,841)
Kas digunakan untuk operasi 14,175,053,688 (7,349,323,444)
Penerimaan Bunga 608,441,122 1,489,686,024
Pembayaran pajak penghasilan (3,700,783,095) (4,319,692,889)
Pembayaran Bunga Liabilitas Sewa (5,271,558,000) (403,540,000)
Kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi 5,811,153,715 (10,582,870,309)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penempatan piutang lain-lain - -
Perolehan Investasi Jangka Pendek - 65,113,754,578
Penempatan Investasi Jangka Pendek (7,255,266,700) (60,000,000,000)
Penempatan investasi pada entitas asosiasi - -
Penempatan investasi jangka panjang - -
Perolehan aset tak berwujud (371,249,568) (371,249,568)
Penempatan Deposito Berjangka - -
Perolehan aset tetap (2,836,687,114) (24,804,202,851)
Penjualan aset tetap - 5,000,000
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (10,463,203,382) (20,056,697,841)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan (Pembayaran) piutang lain-lain 456,855,526 (801,471,567)
Penerimaan piutang pihak berelasi (2,776,105,812) -
Pembayaran liabilitas sewa - -
Setoran modal entitas anak - -
Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan (2,319,250,286) (801,471,567)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS (6,971,299,953) (31,441,039,717)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 40,530,111,117 114,394,695,821
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 33,558,811,164 82,953,656,104
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara
keseluruhan.
Page 9
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan informasi umum
PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta notaris No. 3 tanggal 3 Desember
2014 oleh Yurisa Martanti, S.H., M.H., notaris di Jakarta. Akta ini telah mendapat pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusannya No. AHU-38135.40.10.2014
Tahun 2014 tanggal 5 Desember 2014. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir dengan akta No. 32 tanggal 31 Agustus 2020 dari Rusnaldy, SH., notaris di Jakarta
mengenai perubahan susunan pengurus Perusahaan. Akta perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-AH.01.03-0391820 tanggal
28 September 2020.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan meliputi
manajemen klub sepakbola, perdagangan eceran dan aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis, serta
kegiatan usaha penunjang sebagai perusahaan holding.
Perusahaan berlokasi di Jl. Mahendradata Utara, No. 75, Ubung, Denpasar Utara, Bali, Indonesia.
Pada akhir tahun 2014, Perusahaan mengakuisisi bisnis klub sepakbola Putra Samarinda (Pusam) (Catatan
12). Pada tahun 2015, Perusahaan telah memindahkan home base klub ke Stadion Kapten I Wayan Dipta,
Gianyar, Bali, Indonesia dan mendaftarkan klub di liga sepakbola Indonesia dengan nama Bali United Pusam.
Selanjutnya pada tahun 2016, Perusahaan mengubah pendaftaran nama tersebut dengan nama Bali United.
Saat ini, Perusahaan sedang mengurus pendaftaran hak merek dan pengelola klub sepakbola profesional dan
Official Store “Bali United”.
Pada akhir periode pelaporan, pemegang saham utama yang mempunyai kemampuan untuk menentukan,
baik langsung maupun tidak langsung, dengan cara apapun pengelolaan dan/atau kebijakan Perusahaan
adalah Pieter Tanuri.
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Komisaris Utama Jemi Wiyono Prihadi Jemi Wiyono Prihadi
Komisaris Edy Soehartono Edy Soehartono
Komisaris Independen Andy Flores Noya Andy Flores Noya
Direktur Utama Yabes Tanuri Yabes Tanuri
Direktur Y. Ade Bunian Moniaga Y. Ade Bunian Moniaga
Direktur Katharine Wianna Katharine Wianna
Direktur Putri Paramita Sudali Putri Paramita Sudali
Grup memiliki 52 karyawan tetap (31 Desember 2023: 52 karyawan).
1
Page 10
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Struktur Grup
Perusahaan mengendalikan entitas anak berikut, yang semuanya berdomisili di Indonesia:
Tahun Persentase pemilikan Total aset sebelum
operasi komersial/ efektif/Effective eliminasi/Total assets
Bidang usaha/ Start of commercial percentage of ownership before elimination
Entitas anak/Subsidiaries Type of business operations 31/12/2023 31/12/2022 30/06/2024 31/12/2023
Rp Rp
PT Kreasi Karya Bangsa Sport agency dan live video streaming / 2019 90% 90% 186,952,071,490 231,170,382,753
Sport agency and live video streaming
PT Rahasia Gadis Nusantara 1) Perdagangan dan jasa/ 2020 60% 60% 7,022,690,994 10,012,658,582
Trading and service
PT Ekonomi Baru Investasi Aktivitas holding/ 2021 90% 90% 135,804,436,251 135,508,240,631
Teknologi Holding activation
PT Pedagang Aset Kripto 2) Pengelolaan portal web dan platform digital/ - 70% 70% 100,412,952,463 109,032,242,210
Management of web portals and digital platforms
PT IOG Indonesia Sejahtera Aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya/ 2019 95% 95% 4,195,974,356 4,289,041,730
Sports activities and other recreation
PT Bali Boga Sejahtera Restoran dan kafe/ 2019 90% 90% 1,093,271,136 1,087,396,508
Restaurant and café
PT Radio Swara Bukit Bali Indah Penyiaran radio/ 2019 99% 99% 476,004,986 2,825,580,133
Radio broadcasting
PT Manusia Masa Depan Perdagangan dan jasa/ 2022 50% 50% 5,618,884,574 8,915,820,835
Trading and service
*) Kepemilikan tidak langsung melalui PT Kreasi Karya Bangsa
**) Kepemilikan tidak langsung melalui PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Dasar penyusunan dan pengukuran laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan
Indonesia serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada dibawah pengawasannya, antara
lain Peraturan No. VIII.G.7 tanggal 25 Juni 2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik.
Manajemen Grup telah menilai kemampuan kelangsungan usaha secara berkelanjutan dan berkeyakinan
bahwa Grup memiliki sumber daya untuk melanjutkan bisnis di masa datang. Selain itu, manajemen tidak
mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan
kelangsungan usaha Grup secara berkelanjutan. Oleh karena itu, laporan keuangan konsolidasian tetap
disusun berdasarkan kelangsungan usaha.
Selain itu, manajemen tidak mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan
signifikan atas kemampuan kelangsungan usaha Grup secara berkelanjutan. Oleh karena itu, laporan
keuangan konsolidasian tetap disusun berdasarkan kelangsungan usaha.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, telah disusun berdasarkan
akuntansi basis akrual.
2
Page 11
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
a. Dasar penyusunan dan pengukuran laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Laporan keuangan konsolidasian Grup disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp), yang merupakan mata uang
fungsional Perusahaan.
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun berdasarkan biaya historis, kecuali untuk akun tertentu yang
disusun berdasarkan pengukuran seperti diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Biaya historis pada umumnya berdasarkan nilai wajar yang digunakan pada saat pertukaran aset.
Nilai wajar merupakan harga yang akan diterima untuk menjual aset atau dibayar untuk mentransfer
liabilitas pada transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran, terlepas dari apakah harga
yang langsung dapat diobservasi atau diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian lain. Dalam
mengestimasi nilai wajar aset atau liabilitas, Grup memperhitungkan karakteristik dari aset atau liabilitas
jika pelaku pasar akan menggunakan karakteristik tersebut dalam perhitungan ketika menilai aset atau
liabilitas pada tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk keperluan pengukuran dan/atau pengungkapan dalam
laporan keuangan konsolidasian ditentukan secara seperti itu, kecuali untuk pengukuran yang memiliki
beberapa kesamaan dengan nilai wajar tetapi bukan merupakan nilai wajar, seperti nilai realisasi bersih
persediaan dalam PSAK 14 atau nilai pakai dalam PSAK 48.
Input yang digunakan dalam menentukan pengukuran nilai wajar dikategorikan dalam level berbeda
berdasarkan bagaimana diobservasi input yang digunakan dalam teknik penilaian yang digunakan (hirarki
nilai wajar):
• Level 1: Harga kuotasian di pasar aktif untuk pos yang identik (tanpa penyesuaian);
• Level 2: Input yang dapat diobservasi baik langsung maupun tidak selain input level 1; dan
• Level 3: Input yang tidak dapat diobservasi (seperti tidak berasal dari data pasar).
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan asumsi dan estimasi akuntansi kritikal tertentu. Manajemen juga diharuskan
membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area yang membutuhkan
pertimbangan lebih tinggi atau kompleks, atau area yang asumsi dan estimasinya signifikan terhadap laporan
keuangan konsolidasian dijelaskan pada Catatan 3.
Kebijakan akuntansi material yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian diatur di
bawah. Kebijakan ini diterapkan secara konsisten dengan semua periode penyajian, kecuali disebutkan lain.
Amendemen PSAK
Amendemen PSAK, yang telah diterbitkan dan berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2023 telah diterapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Penerapan tidak berdampak
secara subtansial terhadap kebijakan akuntansi Grup dan berpengaruh material terhadap laporan keuangan
konsolidasian adalah sebagai berikut:
Amendemen PSAK 1 “Penyajian laporan keuangan” tentang pengungkapan kebijakan akuntansi
Amendemen PSAK 1 mengharuskan entitas untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi yang material
dibandingkan signifikan. Amendemen ini mendefinisikan apa itu “informasi kebijakan akuntansi material”
dan menjelaskan bagaimana mengidentifikasi kapan kebijakan akuntansi itu material.
3
Page 12
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
a. Dasar penyusunan dan pengukuran laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Amandemen PSAK 25 “Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan kesalahan” tentang definisi
estimasi akuntansi
Amandemen PSAK 25 “Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan kesalahan” tentang definisi
estimasi akuntansi mengklarifikasi bagaimana entitas membedakan perubahan kebijakan akuntansi.
Perbedaan ini penting, karena perubahan estimasi akuntansi diterapkan secara prospektif untuk transaksi
masa depan dan peristiwa masa depan lainnya, sedangkan perubahan kebijakan akuntansi umumnya
diterapkan secara retrospektif terhadap transkasi masa lalu dan peristiwa masa lalu lainnya serta periode
berjalan.
Amendemen PSAK 16 “Aset tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan
Amendemen tersebut melarang entitas untuk mengurangi biaya perolehan biaya aset tetap dari penerimaan
penjualan yang dihasilkan oleh aset tetap sebelum penggunaan yang diintensikan. Amendemen ini
mengklarifikasi arti ‘pengujian’ bahwa ketika menguji apakah suatu aset berfungsi dengan baik, suatu
entitas menilai kinerja teknis dan kinerja fisik dari aset tersebut.
Entitas mengungkapkan secara terpisah jumlah hasil dan biaya perolehan terkait dengan item yang
dihasilkan yang bukan merupakan output dari aktivitas normal entitas.
Amendemen PSAK 46 “Pajak penghasilan” tentang pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang timbul
dari transaksi tunggal
Amandemen PSAK 46 “Pajak penghasilan” tentang pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang timbul
dari transaksi tunggal mensyaratkan entitas untuk mengakui pajak tangguhan atas transaksi dimana pada
pengakuan awalnya, menimbulkan perbedaan temporer kena pajak yang dapat dikurangkan dalam jumlah
yang sama. Amendemen ini akan berlaku untuk jenis transaksi seperti sewa bagi penyewa dan kewajiban
pembongkaran yang mensyaratkan pengakuan tambahan atas aset dan liabilitas pajak tangguhan.
Amendemen tersebut harus diterapkan pada transaksi yang terjadi pada atau setelah awal periode
komparatif paling awal yang disajikan. Selain itu, entitas harus mengakui aset pajak tangguhan (sepanjang
kemungkinan besar aset tersebut dapat digunakan) dan liabilitas pajak tangguhan termasuk seluruh
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan perbedaan temporer terkait lainnya, akan diakui pada
awal periode komparatif paling awal. Efek kumulatif atas pengakuan penyesuaian ini diakui dalam saldo
laba, atau komponen ekuitas lainnya, jika sesuai.
4
Page 13
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
a. Dasar penyusunan dan pengukuran laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Standar baru dan amandemen yang belum efektif
Pada tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang mengevaluasi dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar baru, amandemen dan penyesuaian PSAK berikut yang telah
diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2024 sebagai berikut:
Amandemen PSAK 1 “Penyajian laporan keuangan”
Amendemen PSAK 1 “Penyajian laporan keuangan” mengklarifikasi bahwa kewajiban diklasifikasikan
sebagai lancar atau tidak lancar, berdasarkan pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan. Klasifikasi
tidak terpengaruh oleh ekspektasi entitas atau peristiwa setelah tanggal pelaporan (misalnya penerimaan
waiver atau pelanggaran perjanjian). Amendemen tersebut juga mengklarifikasi apa yang dimaksud PSAK
1 perihal ‘penyelesaian’ liabilitas.
Amendemen tersebut memengaruhi klasifikasi liabilitas, terutama entitas yang sebelumnya
mempertimbangkan intensi manajemen untuk menentukan klasifikasi dan untuk beberapa liabilitas yang
dapat dikonversi menjadi ekuitas.
Standar ini harus diterapkan secara retrospektif sesuai dengan persyaratan dalam PSAK 25 Kebijakan
akuntansi, perubahan estimasi akuntansi dan kesalahan.
Amendemen PSAK 73 “Sewa” tentang liabilitas sewa dalam jual dan sewa-balik
Amendemen ini memberikan penegasan atas pengukuran selanjutnya untuk transaksi jual dan sewa-balik.
Amendemen ini mensyaratkan penjual-penyewa untuk menentukan 'pembayaran sewa' atau 'pembayaran
sewa revisian' sehingga penjual-penyewa tidak mengakui keuntungan atau kerugian terkait hak pakai yang
ditahan penjual-penyewa, setelah tanggal dimulainya. Transaksi jual dan sewa-balik dengan pembayaran
sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga kemungkinan besar akan terdampak.
PSAK 74 “Kontrak asuransi”
PSAK 74 diadopsi dari IFRS 17 diterbitkan oleh DSAK IAI pada tahun 2020 menggantikan PSAK 62 (IFRS 4)
untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025. PSAK 74
memperkenalkan pendekatan akuntansi kontrak asuransi yang konsisten secara internasional. Sebelum
PSAK 74, terdapat keragaman yang signifikan terkait dengan akuntansi dan pengungkapan kontrak asuransi,
dengan PSAK 62 mengizinkan banyak pendekatan akuntansi sebelumnya untuk diikuti.
Karena PSAK 74 berlaku untuk seluruh kontrak asuransi yang diterbitkan oleh suatu entitas (dengan
pengecualian ruang lingkup terbatas), penerapannya mungkin berdampak pada entitas non-perusahaan
asuransi. Grup melakukan penilaian terhadap kontrak dan operasinya dan menyimpulkan bahwa penerapan
PSAK 74 tidak mempunyai dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian tahunan Grup.
5
Page 14
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
a. Dasar penyusunan dan pengukuran laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Amendemen PSAK 74, “Kontrak asuransi” tentang penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71 – informasi
komparatif.
keuangan yang informasi komparatifnya disajikan pada penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71, tetapi jika
informasi ini belum disajikan kembali untuk PSAK 71. Entitas akan diizinkan untuk menyajikan informasi
komparatif tentang aset keuangan seolah-olah klasifikasi dan persyaratan pengukuran PSAK 71 telah
diterapkan pada aset keuangan tersebut sebelumnya. Tidak ada usulan perubahan pada persyaratan transisi
dalam PSAK 71.
b. Dasar Konsolidasian
Ketika Perusahaan mengendalikan investee, akan diklasifikasikan sebagai entitas anak. Perusahaan
mengendalikan investee jika ketiga unsur berikut ini dipenuhi: (a) kekuasaan atas investee, (b) eksposur
atau hak atas imbal hasil variabel dari investee, dan (c) kemampuan untuk menggunakan kekuasannya atas
investee untuk mempengaruhi imbal hasil. Pengendalian dinilai kembali jika fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap setiap unsur pengendalian.
Pengendalian de facto terdapat pada situasi ketika Perusahaan memiliki kemampuan praktis untuk
mengarahkan aktivitas yang relevan dari investee tanpa memegang hak suara mayoritas. Dalam penentuan
terdapatnya pengendalian de facto, Perusahaan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan
termasuk; ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif baik ukuran dan penyebaran pihak lain yang
memegang hak suara, hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan dan oleh pihak lain, pengaturan
kontraktual lain, dan pola kehadiran dalam pemilihan hak suara.
Laporan keuangan konsolidasian menyajikan kinerja dari Perusahaan dan entitas anaknya seolah-olah
Perusahaan dan entitas anaknya membentuk satu kesatuan usaha. Transaksi dan saldo antara entitas–entitas
dalam Grup dieliminasi secara penuh.
Jika diperlukan, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi
yang digunakan sesuai dengan Perusahaan.
Konsolidasian entitas anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
dihentikan pada saat Perusahaan kehilangan pengendalian entitas anak. Secara khusus, pendapatan dan
beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian sampai dengan
tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan dengan pemilik entitas induk
dan kepentingan non-pengendali. Total penghasilan komprehensif entitas anak tersebut diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali bahkan jika hasilnya mengakibatkan
kepentingan non-pengendali menjadi saldo defisit.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Grup dan kepentingan non-
pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak.
6
Page 15
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
b. Dasar Konsolidasian (lanjutan)
Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan non-pengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang
diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas induk.
Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka keuntungan atau kerugian pelepasan diakui
dalam laba rugi dan dihitung dari perbedaan antara (a) nilai wajar seluruh pembayaran yang diterima dan
nilai wajar dari kepentingan yang tersisa dan (b) nilai tercatat sebelumnya atas aset (termasuk goodwill)
dan liabilitas entitas anak serta setiap kepentingan non-pengendali.
Seluruh jumlah yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas
anak tersebut dicatat seolah olah Grup telah langsung melepas aset dan liabilitas terkait dari entitas anak
(misalnya reklasifikasi ke laba rugi atau transfer ke kategori lain ekuitas sesuai dengan standar yang berlaku).
Nilai wajar sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai
nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK 71, atau jika sesuai, biaya
perolehan saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
c. Kombinasi Bisnis
Akuisisi bisnis Grup dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan atau imbalan yang
dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang meliputi nilai wajar aset yang
diperoleh, liabilitas yang diambil alih dan instrumen ekuitas yang diterbitkan, ditambah jumlah kepentingan
non-pengendali yang diakuisisi ditambah, jika kombinasi bisnis secara bertahap, nilai wajar kepentingan
ekuitas yang ada pada pihak yang diakuisisi.
Imbalan kontijensi termasuk dalam biaya perolehan sebesar nilai wajar pada saat tanggal akuisisi dan,
dalam kasus pertimbangan kontingen diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan, diukur kemudian melalui
laba rugi. Biaya langsung akuisisi diakui segera sebagai beban.
Pada saat tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada
nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur berdasarkan standar akuntansi yang
relevan.
Goodwill dikapitalisasi sebagai aset tidak berwujud dengan setiap penurunan nilai tercatat dibebankan pada
laba rugi.
Jika nilai wajar aset teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontijensi melebihi nilai wajar imbalan yang
dibayarkan, selisih tersebut dikreditkan secara penuh ke laba atau rugi pada saat tanggal akuisisi.
Grup memiliki pilihan, atas suatu transaksi berdasarkan basis transaksi, untuk pengakuan awal kepentingan
non-pengendali pada pihak pengakuisisi yang merupakan kepentingan kepemilikan dan memberikan hak
kepada pemegangnya bagian secara proporsional aset bersih entitas baik dalam hal likuidasi maupun nilai
wajar pada saat tanggal akuisisi atau, pada proporsi instrumen kepemilikan dalam jumlah yang diakui dari
aset bersih teridentifikasi.
Komponen lain kepentingan non-pengendali seperti opsi saham yang beredar umumnya diukur pada nilai
wajar. Grup tidak memilih untuk mengambil opsi untuk menggunakan nilai wajar dalam akuisisi yang telah
selesai sampai dengan saat ini. Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk
7
Page 16
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Kombinasi Bisnis (lanjutan)
aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration
arrangement), imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk
sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis.
Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode
pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill.
Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh
selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan
kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat sebagai
penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut diklasifikasikan.
Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada tanggal sesudah tanggal
pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas.
Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai
dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam laba rugi.
Apabila akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi
terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam
laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas
tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang
ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal
tersebut.
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan (entitas pelapor).
(a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
(1) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
(2) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
(3) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
(b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
(1) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
(2) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
(3) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
8
Page 17
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan)
(4) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
dari entitas ketiga.
(5) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu
entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah
entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan
entitas pelapor.
(6) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf
(a).
(7) orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (1) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(8) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk
dari entitas pelapor.
Transaksi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak.
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan laporan keuangan
konsolidasian.
e. Aset Keuangan
Tanggal pengakuan
Aset keuangan awalnya diakui pada tanggal perdagangan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian,
jika dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen keuangan.
Termasuk perdagangan reguler, pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan pengiriman aset
dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau konvensi di pasar.
Pengakuan awal dan pengukuran kemudian
Semua aset keuangan awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung, kecuali untuk aset keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu kategori berikut (1) biaya perolehan diamortisasi;
(2) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVTOCI) dan; (3) nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
Pengklasifikasian ini tergantung pada model bisnis entitas untuk pengelolaan aset keuangan dan
karakteristik arus kas kontraktual.
Grup memiliki aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi, FVTOCI dan FVTPL pada akhir periode
pelaporan. Kebijakan akuntansi Grup untuk setiap kategori adalah sebagai berikut:
Biaya perolehan diamortisasi
Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model
bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
persyaratan kontraktual aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga (SPPI) dari jumlah pokok terutang.
9
Page 18
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Aset Keuangan (lanjutan)
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi Grup timbul terutama dari penyediaan barang dan jasa
kepada pelanggan (misalnya piutang usaha), tetapi juga termasuk jenis aset keuangan non-ekuitas. Aset
pada awalnya diakui pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang berkaitan langsung dengan akuisisi atau
penerbitan, dan kemudian dinyatakan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif, dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai.
Piutang usaha diukur pada jumlah imbalan yang diharapkan oleh Grup berhak dalam pertukaran transfer
barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak
ketiga, dan piutang usaha tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan pada saat pengakuan
awal aset.
Pendapatan bunga aset keuangan termasuk dalam pendapatan keuangan. Keuntungan atau kerugian yang
timbul dari penghentian pengakuan aset diakui di laba rugi dan disajikan pada keuntungan dan kerugian
lain-lain.
Aset keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi terdiri dari kas dan setara kas, piutang
usaha dan piutang lain-lain dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVTOCI)
Aset keuangan diklasifikasi dan diukur pada FVTOCI, jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang
tujuannya akan terpenuhi dengan maupun mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan
dan persyaratan kontraktual aset keuangan memenuhi tes SPPI.
• Investasi pada instrumen utang
Grup memiliki investasi pada instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI
(Catatan 5). Nilai wajar ditentukan dengan cara seperti dijelaskan dalam Catatan 5, 14, dan 28.
Investasi pada instrumen utang ini pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi.
Kemudian, perubahan nilai tercatat investasi pada instrumen utang akibat dari keuntungan atau
kerugian penurunan nilai, dan penghasilan bunga yang dihitung dengan menggunakan metode bunga
efektif diakui dalam laba rugi.
Jumlah yang diakui dalam laba rugi adalah sama dengan jumlah yang akan diakui dalam laba rugi jika
investasi pada instrumen utang ini telah diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Semua perubahan
lainnya dalam nilai tercatat investasi pada instrumen utang ini diakui dalam penghasilan komprehensif
lain dan diakumulasikan di dalam keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar aset
keuangan FVTOCI.
Ketika investasi pada instrumen utang ini dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau
kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi.
• Investasi pada insturmen ekuitas
Grup memiliki sejumlah investasi strategis dalam entitas yang listed dan tidak-listed yang tidak
diperhitungkan sebagai entitas anak, asosiasi atau entitas pengendalian bersama.
10
Page 19
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Aset Keuangan (lanjutan)
Untuk investasi tersebut, Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
mengklasifikasikan investasi pada FVTOCI daripada FVTPL karena Grup menganggap pengukuran ini paling
representatif untuk model bisnis aset ini.Penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak
agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan Perusahaan.
Investasi pada instrumen ekuitas pada FVTOCI pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya
transaksi. Kemudian, aset diukur pada nilai wajar dengan keuntungan dan kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar diakui pada penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam keuntungan
belum direalisasi dari perubahan nilai wajar aset keuangan FVTOCI.
Akumulasi keuntungan atau kerugian tidak direklasifikasi ke laba rugi pada saat penarikan investasi pada
instrumen ekuitas, sebaliknya, ditransfer ke saldo laba.
Dividen atas investasi pada instrumen ekuitas ini diakui dalam laba rugi, kecuali dividen jelas merupakan
pemulihan sebagian dari biaya perolehan investasi.
Aset keuangan FVTOCI Grup merupakan investasi pada instrumen ekuitas pada PT Vidio Dot Com, PT Rans
Entertainment Indonesia, PT Liga Indonesia Baru, PT Mitra Maha Meta, PT. Aspirasi Lintas Talenta, dan
Stargo Pte. Ltd dan investasi pada instrumen utang pada PT Indozone Media Indonesia dan Tjufoo Pte. Ltd
(31 Desember 2023: PT Vidio Dot Com, PT Rans Entertainment Indonesia, PT Liga Indonesia Baru, PT Mitra
Maha Meta, dan Stargo Pte. Ltd dan investasi pada instrumen utang pada PT Indozone Media Indonesia dan
Tjufoo Pte. Ltd) (Catatan 14) yang biaya perolehannya merupakan estimasi terbaik nilai wajarnya terkait
dengan informasi terbaik kini yang tersedia tidak cukup untuk mengukur nilai wajar.
Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL)
Aset keuangan yang tidak dimiliki dalam salah satu dari dua model bisnis yang disebutkan di atas atau yang
tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI diukur pada FVTPL.
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL, jika aset keuangan baik dimiliki untuk perdagangan atau
konsiderasi kontinjen yang timbul dari kombinasi bisnis pada pengakuan awal.
Aset keuangan dimiliki untuk diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk dijual dalam waktu dekat;
atau pada pengakuan awal merupakan bagian portofolio instrumen keuangan yang diidentifikasi bahwa
Grup mengelola bersama-sama dan memiliki bukti dari pola aktual ambil untung jangka pendek; atau
derivatif (kecuali derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau instrumen lindung nilai yang
ditentukan dan efektif).
Grup telah menetapkan investasi pada instrumen ekuitas melalui perusahaan sekuritas (Catatan 5) sebagai
aset keuangan pada FVTPL pada saat pengakuan awal. Grup tidak memiliki aset lainnya untuk
diperdagangkan dan secara sukarela mengklasifikasikan aset keuangan sebagai FVTPL.
Aset keuangan pada FVTPL diukur pada nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan, dengan
keuntungan atau kerugian nilai wajar diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian neto yang diakui
dalam laba rugi mencakup dividen dan termasuk dalam pos keuntungan dan kerugian lain-lain (Catatan
28). Nilai wajar ditentukan seperti dijelaskan pada Catatan 5 dan 28.
11
Page 20
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Aset Keuangan (lanjutan)
Penghentian pengakuan aset keuangan
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan hanya jika hak kontraktual arus kas aset berakhir, atau
ketika transfer aset keuangan dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset ke entitas
lain.
Jika Grup tidak mentransfer atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat
kepemilikan aset dan terus mengendalikan aset yang ditransfer, Grup mengakui kepentingan yang
dipertahankan dalam aset dan liabilitas terkait untuk jumlah yang harus dibayar. Jika Grup
mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer,
Grup terus mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin untuk hasil yang diterima.
Penurunan nilai aset keuangan
Grup menilai dasar forward-looking kerugian kredit ekspektasian (ECLs) terkait dengan instrumen utang
yang dinyatakan pada biaya perolehan diamortisasi. Metodologi penurunan nilai diterapkan tergantung
pada apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit secara signifikan.
ECLs didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual sesuai dengan kontrak dan semua arus kas
yang Grup harapkan untuk menerima, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas
diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan jaminan atau peningkatan kredit lainnya yang
merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual.
ECL diakui untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak
pengakuan awal aset, ECL dibentuk untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa default yang
mungkin terjadi dalam 12-bulan berikutnya (12-bulan ECL). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi
peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal aset, cadangan kerugian diakui untuk
kerugian kredit ekspektasian selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu default (ECL sepanjang
umurnya).
Untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung ECLs. Oleh
karena itu, Grup tidak melacak perubahan risiko kredit, tetapi memperbarui cadangan kerugian
berdasarkan ECLs sepanjang umur pada setiap tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan risiko
kredit sejak pengakuan awal instrumen keuangan seumur hidup. Grup telah menetapkan ketentuan matriks
berdasarkan pengalaman histori kerugian kredit, yang disesuaikan dengan faktor forward-looking yang
spesifik bagi debitur dan lingkungan ekonomi yang dapat mempengaruhi kemampuan bayar debitur.
Grup menganggap aset keuangan dalam default ketika pembayaran kontraktual jatuh tempo 120 hari.
Namun, dalam kasus tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan dalam default ketika
informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak akan menerima jumlah sesuai kontrak
secara penuh sebelum memperhitungkan peningkatan kredit yang dimiliki oleh Grup.
Cadangan tersebut dicatat di dalam akun beban operasi dengan kerugian yang diakui pada laporan laba
rugi konsolidasian. Aset keuangan dihapuskan ketika tidak terdapat ekspektasian yang pasti untuk
memulihkan arus kas kontraktual, nilai tercatat bruto aset dihapuskan terhadap cadangan terkait.
12
Page 21
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Aset Keuangan (lanjutan)
Reklasifikasi aset keuangan
Reklasifikasi aset keuangan diperbolehkan, jika dan hanya jika, ada perubahan model bisnis pengelolaan
aset keuangan. Setelah pengakuan awal, Grup tidak melakukan reklasifikasi aset keuangan selama periode-
periode penyajian.
f. Offsetting aset keuangan dan liabilitas keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan di offset dan dilaporkan dalam jumlah neto di laporan posisi
keuangan konsolidasian Grup, jika terdapat hak yang dapat dilakukan secara hukum untuk offset jumlah
yang diakui dan terdapat niat untuk menyelesaikan secara neto atau merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
g. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas meliputi kas, bank, dan deposito berjangka yang tidak dibatasi penggunaannya serta
tidak dijaminkan sebagai jaminan utang yang mudah dikonversi pada jumlah yang diketahui dalam kas dan
tunduk pada risiko yang tidak signifikan dari perubahan nilai.
h. Persediaan
Persediaan diakui pada awalnya sebesar biaya perolehan dan kemudian pada nilai yang lebih rendah antara
biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan persediaan Grup meliputi biaya pembelian dan
biaya lainnya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga
jual dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk menjual.
Penyisihan untuk persediaan yang usang, jika diperlukan, disajikan berdasarkan hasil penelaahan terhadap
harga pasar dan kondisi fisik dari persediaan pada akhir tahun.
i. Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing beban dengan menggunakan metode
garis lurus.
j. Investasi pada entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan. Pengaruh
signifikan adalah kekuasaan untuk berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional
investee tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
Penghasilan operasi dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan PSAK 58, Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual dan
operasi yang dihentikan.
13
Page 22
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
j. Investasi pada entitas asosiasi (lanjutan)
Investasi pada entitas asosiasi dicatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan
dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas aset bersih entitas
asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap
investasi secara individu.
Bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi (yang mencakup semua
kepentingan jangka panjang, secara substansi, merupakan bagian dari Grup dan nilai investasi bersih dalam
entitas asosiasi) diakui hanya sebatas bahwa Grup telah mempunyai kewajiban hukum atau kewajiban
konstruktif atau melakukan pembayaran atas kewajiban entitas asosiasi.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas dari tanggal pada saat investee menjadi
entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar neto dari aset
yang teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjen dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi,
diakui sebagai goodwill termasuk dalam jumlah tercatat investasi.
Setiap kelebihan dari kepemilikan Grup dari nilai wajar neto dari aset yang teridentifikasi, liabilitas dan
liabilitas kontinjen atas biaya perolehan investasi, sesudah pengujian kembali segera diakui pada laba rugi
pada periode di mana investasinya diperoleh.
Persyaratan dalam PSAK 71, instrumen keuangan, diterapkan untuk menentukan apakah perlu untuk
mengakui setiap penurunan nilai sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi Grup.
Jika perlu, jumlah tercatat investasi yang tersisa (termasuk goodwill) diuji penurunan nilai sesuai dengan
PSAK 48, Penurunan Nilai Aset, sebagai suatu aset tunggal dengan membandingkan antara jumlah
terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual)
dengan jumlah tercatatnya.
Rugi penurunan nilai yang diakui pada keadaan tersebut tidak dialokasikan pada setiap aset yang
membentuk bagian dari nilai tercatat investasi. Setiap pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai
dengan PSAK 48 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut kemudian meningkat.
Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas dari tanggal ketika investasinya berhenti menjadi
investasi pada entitas asosiasi atau ketika investasi diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual.
Ketika Grup mempertahankan kepentingan dalam entitas asosiasi terdahulu dan sisa kepentingan adalah
aset keuangan, Grup mengukur setiap sisa kepentingan pada nilai wajar pada tanggal tersebut dan nilai
wajar dianggap sebagai nilai wajarnya pada saat pengakuan awal sesuai dengan PSAK 71. Selisih antara
jumlah tercatat entitas asosiasi pada tanggal metode ekuitas dihentikan, dan nilai wajar setiap investasi
yang tersisa dan setiap hasil dari pelepasan bagian kepentingan dalam entitas asosiasi termasuk dalam
penentuan keuntungan atau kerugian pelepasan dari entitas asosiasi.
Selanjutnya, Grup mencatat seluruh jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif
lain yang terkait dengan entitas asosiasi tersebut dengan dasar perlakuan yang sama dengan yang
disyaratkan jika entitas asosiasi telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas yang terkait.
14
Page 23
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
j. Investasi pada entitas asosiasi (lanjutan)
Oleh karena itu, jika keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif
lain oleh entitas asosiasi akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat pelepasan dari aset atau liabilitas
terkait, Grup mereklasifikasi keuntungan atau kerugian dari ekuitas ke laba rugi (sebagai penyesuaian
reklasifikasi) ketika metode ekuitas dihentikan.
Ketika Grup mengurangi kepemilikannya di entitas asosiasi tetapi Grup masih menggunakan metode
ekuitas, Grup mereklasifikasi ke dalam laba rugi proporsi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya telah
diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang berkaitan dengan penurunan kepemilikan (jika
keuntungan atau kerugian tersebut akan direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas
terkait).
Ketika Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi keuntungan dan kerugian yang timbul dari
transaksi dengan entitas asosiasi diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sepanjang
kepemilikan dalam entitas asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
k. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
nilai, jika ada.
Biaya perolehan awal aset meliputi harga perolehan termasuk bea impor dan pajak dan biaya yang dapat
diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai tujuan
penggunaan.
Grup menerapkan model biaya setelah pengakuan awal untuk aset tetap. Penyusutan diakui sebagai
penghapusan biaya perolehan aset dikurangi nilai sisa selama masa manfaat aset menggunakan metode
garis lurus selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun Tarif
Pemilikan langsung
Bangunan 20 5%
Peralatan 5 20%
Kendaraan bermotor 5 20%
Instalasi 5 20%
Mesin dan perlengkapan 5 20%
Aset hak guna
Tanah 6-30 50%-3,33%
Bangunan 5 20%
Stadion 16 6,2%
15
Page 24
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
k. Aset Tetap (lanjutan)
Estimasi masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu minimum setiap akhir tahun buku,
dengan pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi diterapkan secara prospektif.
Tanah diklasifikasi aset tetap pemilikan langsung terkait hak atas tanah tersebut mengalihkan
pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan karena itu secara substansial menyerupai pembelian
tanah. Tanah dicatat pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Jika hak atas tanah tidak mengalihkan
pengendalian asset pendasar kepada Grup melainkan mengalihkan hak menggunakan asset pendasar, Grup
menerapkan sebagai transaksi sewa sesuai PSAK 73, “Sewa”.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada saat terjadinya. Biaya lain yang terjadi setelah
pengakuan awal untuk menambah, mengganti sebagian atau memperbaiki aset diakui aset tetap jika dan
hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomi di masa datang berkenaan dengan aset akan mengalir ke
Perusahaan dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Aset dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya
pinjaman (apabila ada) yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari utang yang digunakan
untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset
tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.
Jika aset tetap baik ditarik maupun dilepaskan, keuntungan atau kerugian yang timbul dari pelepasan atau
penarikan aset tetap ditentukan sebagai perbedaan antara hasil penjualan dan nilai tercatat aset tetap
dan diakui di dalam laba rugi.
l. Aset Tidak Berwujud
Koin kripto
Koin kripto Grup merupakan aset kripto berupa mata uang kripto yang terdiri dari Bitcoin (BTC) dan
Ethereum (ETH) yang tidak masuk dalam kriteria aset keuangan, namun memenuhi definisi aset tidak
berwujud berdasarkan PSAK 19 yang awalnya diukur berdasarkan harga perolehan dan kemudian dicatat
menggunakan model revaluasi karena koin kripto memiliki pasar aktif.
Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup untuk memastikan bahwa nilai tercatat tidak berbeda
secara material dari jumlah yang ditentukan menggunakan nilai wajar pada tanggal pelaporan. Koin kripto
tidak disusutkan karena masa manfaatnya yang tidak terbatas.
Setiap kenaikan yang berasal dari revaluasi koin kripto langsung dikreditkan ke penghasilan komprehensif
lain dan akumulasinya ke surplus revaluasi pada bagian ekuitas, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi
atas aset tidak berwujud yang sama pernah diakui dalam laba rugi, dalam hal ini, kenaikan revaluasi hingga
sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laba rugi.
Penurunan nilai tercatat yang berasal dari revaluasi koin kripto dibebankan dalam laba rugi apabila
penurunan tersebut melebihi saldo akun surplus revaluasi coin yang berasal dari revaluasi koin sebelumnya.
Jika koin kripto yang telah direvaluasi dijual, saldo surplus revaluasi tersisa dipindahkan langsung ke saldo
laba.
16
Page 25
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Aset Tidak Berwujud (lanjutan)
Goodwill
Aset tidak berwujud merupakan goodwill yang timbul dari akuisisi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal
diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi).
Biaya perolehan atau imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang
meliputi nilai wajar aset yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih dan instrumen ekuitas yang diterbitkan,
ditambah jumlah kepentingan non-pengendali yang diakuisisi ditambah, jika kombinasi bisnis secara
bertahap, nilai wajar kepentingan ekuitas yang ada pada pihak yang diakuisisi.
Imbalan kontijensi termasuk dalam biaya perolehan sebesar nilai wajar pada saat tanggal akuisisi dan,
dalam kasus pertimbangan kontingen diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan, diukur kemudian melalui
laba rugi. Biaya langsung akuisisi diakui segera sebagai beban. Pada saat tanggal akuisisi, aset teridentifikasi
yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas
tertentu yang diukur berdasarkan standar akuntansi yang relevan.
Goodwill akan diuji penurunan nilainya setiap tahun dan ketika terdapat indikasi penurunan nilai, goodwill
dialokasikan pada setiap unit penghasil kas atau kelompok unit penghasil kas untuk tujuan uji penurunan
nilai. Nilai tercatat goodwill dibandingkan dengan nilai yang dapat dipulihkan yakni nilai tertinggi antara
nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual.
Pendaftaran
Biaya yang terkait dengan akuisisi pendaftaran pemain dan manajemen staf kunci (ofisial) sepakbola
dikapitalisasi pada nilai wajar konsideran yang dibayarkan. Biaya ini meliputi biaya transfer, biaya agen
yang dikeluarkan oleh klub dan biaya langsung terkait lainnya, pertimbangan kontingen yang terutama
terutang untuk klub mantan pemain dan biaya pendaftaran pemain.
Biaya pendaftaran diamortisasi sepenuhnya dengan menggunakan metode garis lurus selama periode
kontrak yang dicakup oleh kontrak pemain dan ofisial. Ketika kontrak diperpanjang, biaya yang terkait
dengan usaha perpanjangan kontrak ditambahkan ke saldo yang belum diamortisasi pada tanggal
perpanjangan dan nilai tercatat yang direvisi diamortisasi selama masa sisa kontrak yang direvisi.
Registrasi merupakan pemain terdaftar diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual ketika nilai
tercatat diharapkan akan dipulihkan melalui transaksi penjualan dan penjualan tersebut dianggap sangat
mungkin akan terjadi.
Sangat mungkin didefinisikan sebagai dipasarkan secara aktif oleh klub, dengan penawaran tanpa syarat
telah diterima sebelum akhir periode pelaporan. Aset ini dinyatakan pada jumlah yang terendah antara nilai
tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Keuntungan dan kerugian pelepasan pemain dan ofisial sepak bola terdaftar ditentukan dengan
membandingkan antara nilai wajar konsideran piutang, dikurangi dengan biaya transaksi, dan nilai tercatat
dan diakui dalam laba rugi yang disajikan pada keuntungan dan kerugian lain-lain. Pendapatan dari
peminjaman pemain yang dipinjamkan sementara pada klub sepakbola lain juga diakui dalam laba rugi yang
disajikan dalam keuntungan dan kerugian lain-lain.
17
Page 26
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Aset Tidak Berwujud (lanjutan)
Akun media sosial
Grup memiliki akun media sosial Instagram yang diperoleh dengan membeli dari pihak ketiga, akun media
sosial pada awalnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dan kemudian akan diakui sebesar biaya perolehan
setelah dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, jika ada. Grup menetapkan akun media
sosial diamortisasi sejak tanggal perolehan dengan menggunakan metode garis lurus selama 8 tahun.
Virtual human
Grup memiliki virtual human pada awalnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dan kemudian akan diakui
sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, jika ada. Grup
menetapkan virtual human diamortisasi sejak tanggal perolehan dengan menggunakan metode garis lurus
selama 8 tahun.
Lisensi
Grup memiliki lisensi atas keanggotaan klub basket Bali United pada Indonesian Basketball League (IBL) dan
wajib menjadi peserta IBL selama minimal 5 tahun. Lisensi pada awalnya dinyatakan sebesar biaya
perolehan dan kemudian akan diakui sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi dan
rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya sepenuhnya diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
selama 5 tahun.
Aset tidak berwujud lain
Aset tidak berwujud lain meliputi biaya pengurusan hak hukum pendaftaran merek dagang pada awalnya
dinyatakan sebesar biaya perolehan dan kemudian akan diakui sebesar biaya perolehan setelah dikurangi
akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, jika ada.
m. Biaya perbaikan stadion yang ditangguhkan
Biaya perbaikan stadion, yang disajikan dalam aset tidak lancar lain, yang manfaat ekonomis di masa datang
akan mengalir ke Grup dan biaya perolehan dapat diukur secara andal, ditangguhkan dan diamortisasi
berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset yang diperbaiki antara 4 tahun.
Namun, apabila terdapat kepastian yang beralasan bahwa kontrak stadion yang disewa tidak akan dapat
diperpanjang pada akhir masa sewa, biaya perbaikan stadion dan mess yang disewa, diamortisasi selama
jangka waktu yang lebih pendek antara periode sewa dan masa manfaat ekonomisnya.
n. Penurunan nilai aset non-keuangan (tidak termasuk persediaan dan aset pajak tangguhan)
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup mereviu nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan
apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi
tersebut, jumlah yang dapat dipulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan
nilai (apabila ada). Apabila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah yang dapat dipulihkan atas
suatu aset individu, Grup mengestimasi jumlah yang dapat dipulihkan dari unit penghasil kas atas aset.
18
Page 27
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
n. Penurunan nilai aset non-keuangan (tidak termasuk persediaan dan aset pajak tangguhan) (lanjutan)
Jika rugi penurunan nilai kemudian dibalik, nilai tercatat aset (atau unit penghasil kas) ditambahkan
menjadi estimasi jumlah terpulihkan setelah revisi, tetapi kenaikan nilai tercatat tidak melebihi nilai
tercatat yang telah ditetapkan sebelum rugi penurunan nilai diakui atas aset (atau unit penghasil kas) pada
tahun-tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui langsung dalam laba rugi. Pihak berelasi
adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan (entitas pelapor).
o. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi
salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen keuangan. Grup menetapkan klasifikasi liabilitas
keuangan pada saat pengakuan awal. Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya pada nilai wajar
ditambah dalam hal liabilitas keuangan tidak dinyatakan pada FTVPL, biaya transaksi langsung yang dapat
diatribusikan. Grup tidak memiliki liabilitas yang diklasifikasikan pada FVTPL pada akhir periode pelaporan.
Liabilitas keuangan Grup diukur kemudian pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode bunga
efektif.
Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup telah dilepaskan,
dibatalkan atau kadaluarsa. Perbedaan antara nilai tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan
pengakuannya dan pembayaran dan jumlah terutang diakui pada laba rugi.
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi Grup meliputi, utang usaha, utang lain-lain, beban
akrual dan liabilitas sewa.
p. Imbalan pascakerja
Grup memberikan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang No. 11
Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No. 35 dan 36 Tahun 2021.
Pada saat ini, Grup sedang dalam proses perubahan Peraturan Perusahaan kepada Dinas Ketenagakerjaan
untuk disesuaikan dengan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Tidak terdapat pendanaan yang
disisihkan terkait imbalan pascakerja ini.
Perhitungan program imbalan pascakerja pasti ditentukan dengan menggunakan Metode Projected Unit
Credit yang perhitungan aktuarianya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan. Keuntungan dan
kerugian aktuaria dari kewajiban imbalan kerja pasti diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada
periode saat terjadi dan dicerminkan secara langsung pada saldo laba dan tidak akan direklasifikasi pada
laba rugi.
Biaya jasa diakui dalam laba rugi, dan termasuk juga biaya jasa kini dan biaya jasa lalu maupun keuntungan
dan kerugian atas kurtailmen dan penyelesaian. Biaya bunga diakui dalam laba rugi, dan dihitung dengan
menggunakan suku bunga diskonto yang digunakan untuk mengukur kewajiban imbalan pasti pada awal
periode tahunan atas saldo kewajiban imbalan pasti, dengan mempertimbangkan pengaruh dari pembayaran
imbalan kerja dalam periode berjalan.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan skema imbalan kerja atau skema kurtailmen diakui
langsung dalam laba rugi. Grup menyajikan biaya jasa, biaya bunga dalam beban operasi (Catatan 20).
19
Page 28
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Provisi dan kontinjensi
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal
mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dilakukan.
Jumlah diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik dan pertimbangan yang diperlukan untuk
penyelesaian kewajiban pada akhir periode pelaporan, dengan memperhatikan unsur risiko dan
ketidakpastian yang melekat pada kewajiban. Provisi diukur menggunakan estimasi arus kas penyelesaian
kewajiban kini dengan nilai tercatatnya sebesar nilai kini dari arus kas tersebut.
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomis untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat
dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian
akan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.
Liabilitas kontinjensi tidak diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi
diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian kecuali kemungkinan arus keluar sumber
daya ekonomi adalah kecil. Aset kontinjensi tidak diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian, namun
diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian jika terdapat kemungkinan suatu arus
masuk manfaat ekonomis mengalir ke dalam entitas.
r. Transaksi sewa
Grup sebagai penyewa
Grup menilai apakah kontrak merupakan atau mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Grup
mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan semua pengaturan sewa dalam hal
sebagai penyewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dengan durasi 12 bulan atau kurang dan sewa yang
aset pendasarnya bernilai rendah.
Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk penyewaan jangka pendek (yaitu
sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal permulaan dan tidak mengandung opsi
pembelian). Pembayaran sewa pada sewa jangka pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah
diakui sebagai biaya atas dasar garis lurus selama masa sewa.
Aset hak guna
Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu pada tanggal aset pendasarnya tersedia
untuk digunakan atas tanah, bangunan, stadion dan peralatan yang disewa untuk digunakan dalam operasi
Grup).
Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi setiap akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan
nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak guna
termasuk jumlah liabilitas sewa diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan pembayaran sewa
dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurang insentif sewa yang diterima serta jumlah provisi
diakui, jika Grup secara kontraktual diwajibkan untuk membongkar, memindahkan, merestorasi tempat
dimana aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan
sewa.
20
Page 29
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
r. Transaksi sewa (lanjutan)
Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara masa sewa dan masa manfaat dari
aset pendasar selama 5-30 tahun (Catatan 2k).
Jika sewa mentransfer kepemilikan aset pendasar atau biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan bahwa
Grup mengharapkan untuk melaksanakan opsi pembelian, aset hak guna terkait disusutkan selama masa
manfaat dari aset pendasar. Penyusutan dimulai sejak tanggal dimulainya sewa.
Aset hak guna juga dapat mengalami penurunan nilai. Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai
diungkapkan dalam Catatan 2n. Aset hak guna disajikan didalam pos aset tetap dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian (Catatan 11).
Liabilitas sewa
Pada awalnya liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
tersebut, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga tidak dapat
ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.
Pembayaran sewa termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran sewa tetap (termasuk
pembayaran tetap secara substansi), dikurangi dengan piutang insentif sewa; pembayaran sewa variabel
yang bergantung pada indeks atau suku bunga, yang awalnya diukur menggunakan indeks atau suku bunga
pada tanggal permulaan; jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai
residual; harga eksekusi opsi beli, jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi
untuk menghentikan sewa.
s. Instrumen Ekuitas
Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh Grup diklasifikasikan sebagai ekuitas hanya jika tidak memenuhi
definisi liabilitas keuangan atau aset keuangan. Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan
hak residual atas aset Grup setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.
Modal saham Grup diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil
penerimaan bersih setelah dikurangi biaya emisi saham. Biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang
tambahan modal disetor dalam ekuitas.
t. Pengakuan pendapatan dan beban
Kebijakan akuntansi pendapatan dan beban dibawah ini diterapkan berdasarkan PSAK 72.
21
Page 30
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
(1) identifikasi kontrak dengan pelanggan;
(2) identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
(3) penetapan harga transaksi;
(4) alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dalam kontrak; dan
(5) pengakuan pendapatan ketika (pada saat) entitas telah menyelesaikan kewajiban pelaksanaan.
Kewajiban pelaksanaan kontrak dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
(a) Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
(b) Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban
pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan
dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Liabilitas kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak
disajikan terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Kriteria spesifik berikut ini juga harus
dipenuhi sebelum pendapatan diakui.
Pendapatan manajemen klub
Grup memiliki pendapatan yang diperoleh dari aktivitas yang berkaitan dengan Bali United (klub sepak
bola dan basket) sebagai berikut:
• Pendapatan sponsorship dan komersial
Pendapatan sponsorship dan komersial (baik yang diterima dalam bentuk tunai atau barang)
merupakan pendapatan dari eksploitasi logo dan foto pemain Bali United melalui perjanjian sponsor
dan perjanjian komersial lain, pendapatan dari ritel barang bermerek dan lisensi Bali United dan
pendapatan tur dari tim utama Bali United.
Pendapatan diakui selama masa perjanjian sponsor sesuai dengan kewajiban pelaksanaan yang
termasuk dalam kontrak dan berdasarkan hak sponsor yang dinikmati oleh sponsor individu. Dalam
kasus di mana hak sponsor tetap sama selama durasi kontrak, pendapatan diakui saat kewajiban
pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu ke waktu (persentase penyelesaian).
Sehubungan dengan kontrak dengan banyak kewajiban pelaksanaan, Grup mengalokasikan total
piutang untuk setiap elemen yang dapat diidentifikasi secara terpisah berdasarkan nilai wajarnya,
dan kemudian mengakui pendapatan saat kewajiban pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu
ke waktu (persentase penyelesaian).
22
Page 31
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan ritel diakui ketika pengendalian atas produk telah dialihkan, pada waktu penjualan
kepada pelanggan. Pendapatan lisensi sehubungan dengan hak untuk mengakses lisensi diakui
sejalan dengan kewajiban pelaksanaan yang tercakup dalam kontrak, dalam hal ini tetap sama
selama durasi kontrak, pendapatan diakui secara merata pada waktu yang telah berlalu (persentase
penyelesaian).
• Pendapatan Kontribusi
Pendapatan kontribusi merupakan tagihan atas pembagian pendapatan dari aktivitas komersial
termasuk dalam kompetisi sponsorship dan kontrak penyiaran, hak untuk mendapatkan pendapatan
komersial dari pertandingan berdasarkan regulasi kompetisi serta aktivitas lain yang terkait dengan
keikutsertaan yang dinegosiasikan secara terpusat oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), Asian Football
Confederation (AFC) dan operator kompetisi domestik lain.
Pendapatan diakui saat kewajiban pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu ke waktu
(persentase penyelesaian) yaitu pada saat pertandingan dimainkan dan atau saat pendapatan diketahui
pada akhir setiap musim sepakbola.
Pendapatan kontribusi yang diterima sebelum akhir periode tetapi berkaitan dengan masa datang
diperlakukan sebagai liabilitas kontrak. Liabilitas kontrak kemudian diakui pendapatan sesuai dengan
kewajiban pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu ke waktu (persentase penyelesaian).
• Pendapatan Pertandingan
Pendapatan pertandingan diakui berdasarkan pertandingan yang dimainkan sepanjang tahun dengan
pendapatan dari setiap pertandingan diakui pada saat kewajiban pelaksanaan diselesaikan yaitu pada
saat pertandingan telah dimainkan.
Pendapatan pertandingan mencakup semua aktivitas pertandingan dalam dan luar negeri dari
pertandingan Bali United yang dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, dan bagian kuota
penerimaan tiket dari pertandingan domestik yang tidak dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta,
dan biaya untuk mengatur acara lainnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Bagian penerimaan tiket yang dibayarkan ke klub peserta lainnya dan biaya lainnya penyelenggaraan
kompetisi pertandingan domestik yang dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta diperlakukan sebagai
pengurang pendapatan pertandingan.
Pendapatan pertandingan yang diterima sebelum akhir periode tetapi berkaitan dengan masa datang
(terutama penjualan fasilitas musiman untuk pertandingan tim utama di Stadion Kapten I Wayan Dipta)
dicatat sebagai liabilitas kontrak. Liabilitas kontrak akan diakui pendapatan pada saat kewajiban
pelaksanaan diselesaikan yaitu pada saat pertandingan telah dimainkan.
Pendapatan agensi
Grup memiliki pendapatan dari entitas anak yang berkaitan dengan aktivitas kreatif, seni dan hiburan
sebagai berikut:
• Pendapatan live streaming
Pendapatan live streaming dari live video streaming dan rekaman video merupakan tagihan yang
diperoleh dari jasa pembuatan video berdasarkan kontrak dengan pelanggan yang diakui pada satu titik
waktu.
23
Page 32
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan live streaming diakui saat kewajiban pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu ke
waktu (persentase penyelesaian).
• Pendapatan event dan promosi
Pendapatan event dan promosi termasuk jasa virtual human diakui berdasarkan event dan promosi
yang diadakan sepanjang tahun melalui event/festival yang diadakan dan juga melalui sosial media.
Pendapatan dari setiap event dan promosi diakui pada saat kewajiban pelaksanaan event dan promosi
telah selesai (pada satu titik waktu).
• Pendapatan sport agency
Pendapatan sport agency dari kontrak sponsor merupakan tagihan kepada sponsor yang bekerja sama
untuk aktivitas sponsorship kepada klub-klub sepakbola di Indonesia.
Pendapatan sport agency diakui saat kewajiban pelaksanaan dipenuhi secara merata dari waktu ke
waktu (persentase penyelesaian).
Pendapatan lainnya
Pendapatan dari penjualan barang dagang Cafe dan boneka tumochi diakui ketika pengendalian atas produk
telah dialihkan, yaitu pada saat barang diserahkan kepada pelanggan.
Beban
Remunerasi pemain dan ofisial dan beban lainnya
Remunerasi dibebankan sebagai beban operasi secara metode garis lurus sepanjang masa kontrak
berdasarkan jumlah yang dibayarkan kepada pemain dan ofisial dalam periode tersebut. Setiap bonus
kinerja diakui ketika Grup menganggap bahwa kemungkinan kondisi terkait dengan pembayaran akan
tercapai.
Uang muka pada saat persetujuan kontrak biasanya dibayar ke pemain dan ofisial dalam jumlah tertentu
untuk jangka waktu kontrak yang disepakati.
Uang muka kontrak disepakati pada atau menjelang awal tahun keuangan dan diakui sebagai uang muka
kontak yang disajikan pada biaya dibayar dimuka dan uang muka dan aset tidak lancar lain-lain. Uang muka
kontrak kemudian dibebankan sebagai beban operasi secara metode garis lurus sepanjang masa kontrak.
Beban lainnya
Beban lainnya diakui pada periode saat terjadinya (basis akrual).
Biaya yang langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi kontrak
(biaya untuk memenuhi) atau penambahan untuk mendapatkan kontrak (biaya untuk memperoleh) dan
diharapkan dapat dipulihkan.
24
Page 33
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK 72 dan diakui sebagai aset
tidak lancar lainnya. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang
atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.
u. Perpajakan
Beban pajak meliputi pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laba rugi, kecuali pajak tersebut
terkait dengan pos yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau langsung di ekuitas. Dalam hal
ini, pajak juga diakui masing-masing dalam penghasilan komprehensif lain atau langsung di ekuitas.
Pajak kini
Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku
pada tanggal pelaporan. Aset dan/atau liabilitas pajak kini meliputi kewajiban, atau klaim dari, otoritas
pajak terkait dengan periode pelaporan saat ini atau sebelumnya, yang belum dibayar pada akhir setiap
tanggal periode pelaporan. Pajak dihitung sesuai dengan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku pada
periode fiskal terkait, berdasarkan laba kena pajak untuk periode tersebut. Semua perubahan aset atau
liabilitas pajak kini diakui sebagai komponen beban pajak dalam laba rugi.
Pajak tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui pada saat nilai tercatat suatu aset atau liabilitas dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian berbeda dengan dasar pengenaan pajaknya, kecuali untuk perbedaan yang
timbul dari; pengakuan awal goodwill, pengakuan awal suatu aset atau liabilitas dalam suatu transaksi yang
bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba kena pajak,
dan investasi pada entitas anak, asosiasi dan ventura bersama dimana Grup mampu mengendalikan
pembalikan perbedaan temporer dan kemungkinan besar perbedaan temporer tidak akan dibalik di masa
datang yang dapat diperkirakan.
Pengakuan aset pajak tangguhan dibatasi untuk hal-hal yang besar kemungkinan bahwa jumlah laba kena
pajak akan tersedia terhadap perbedaan yang dapat digunakan. Jumlah aset atau liabilitas ditentukan
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan
dan diharapkan berlaku pada saat liabilitas (aset) pajak tangguhan diselesaikan (terpulihkan).
Aset dan liabilitas pajak tangguhan di-offset apabila Grup memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
meng-offset aset pajak dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan yang terkait dengan
pajak yang dipungut otoritas pajak yang sama maupun; laba kena pajak yang sama entitas grup, atau entitas
grup yang berbeda yang bermaksud menyelesaikan aset dan libilitas pajak kini secara neto, atau
merealisasikan aset dan menyelesaikan libilitasnya secara simultan, dalam setiap periode masa datang di
mana aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.
v. Laba (rugi) per saham
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
berjalan.
25
Page 34
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
w. Informasi segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara
regular direviu oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan
menilai kinerja segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang
sama);
b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c) dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan
penilaian kinerja Grup terfokus pada kategori dari setiap produk, yang menyerupai informasi segmen usaha
yang dilaporkan di periode sebelumnya.
3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN, ESTIMASI DAN ASUMSI
Dalam menerapkan kebijakan akuntansi Grup, seperti dijelaskan dalam Catatan 2, manajemen diharuskan untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi mengenai nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari
sumber lain. Estimasi dan asumsi terkait berdasarkan pengalaman masa lalu dan faktor lain yang
dipertimbangkan menjadi relevan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Estimasi dan asumsi
yang mendasarinya direviu secara berkelanjutan. Perubahan atas estimasi akuntansi diakui pada periode
terjadinya perubahan estimasi, bila perubahan mempengaruhi hanya pada periode tersebut, atau pada periode
perubahan dan periode masa datang bila perubahan mempengaruhi masa kini dan periode masa datang.
a. Pertimbangan yang dibuat dalam penerapan kebijakan akuntansi
Tidak terdapat pertimbangan kritis, selain dari yang berkaitan dengan keterlibatan estimasi (lihat 3b
dibawah), yang dilakukan manajemen pada saat proses penerapan kebijakan akuntansi Grup yang
berpengaruh paling signifikan pada jumlah yang diakui di laporan keuangan konsolidasian.
Penilaian model bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan tergantung pada hasil dari SPPI dan test model bisnis. Penilaian
ini mencakup pertimbangan yang merefleksikan semua bukti yang relevan, termasuk bagaimana kinerja aset
dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang mempengaruhi kinerja aset dan bagaimana kinerja dikelola
dan bagaimana manajer aset dikompensasi.
26
Page 35
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan)
a. Pertimbangan yang dibuat dalam penerapan kebijakan akuntansi
Grup memonitor aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang telah mengalami
penghentian sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasan aset dan apakah alasan tersebut
konsisten dengan tujuan bisnis untuk aset yang dimiliki tersebut. Monitoring merupakan bagian dari
penilaian Grup yang terus menerus mengenai apakah model bisnis aset keuangan tersisa yang masih
dipegang tetap sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan sehingga
perubahan prosfektif pada klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak terdapat perubahan yang diperlukan
selama periode penyajian.
Sewa
Grup mempunyai beberapa perjanjian sewa di mana Grup bertindak sebagai penyewa untuk beberapa aset
tetap tertentu. Berdasarkan PSAK 73, Grup mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat kepemilikan
yang signifikan dari aset sewa yang di transfer kepada penyewa atau tetap berada pada Grup, jangka waktu
sewa dan suku bunga pinjaman inkremental antara lain, mensyaratkan Grup untuk membuat pertimbangan
dan estimasi.
Grup menyewa tanah, bangunan, stadion dan peralatan berdasarkan perjanjian sewa operasi. Berdasarkan
PSAK 73, aset hak guna dan liabilitas sewa harus diakui untuk sewa jangka panjang. Dalam menentukan
jangka waktu sewa, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang menciptakan insentif ekonomi
untuk melakukan opsi perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi penghentian.
Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian) hanya termasuk dalam jangka waktu sewa jika
sewa secara wajar dipastikan akan diperpanjang (atau tidak dihentikan). Potensi arus kas keluar masa depan
untuk sewa dimana Grup cukup yakin bahwa opsi perpanjangan akan dilaksanakan dan dengan asumsi bahwa
pembayaran sewa akan meningkat sebesar Rp 1.144.439.095 telah diakui dalam liabilitas sewa
Sejak Grup tidak dapat dengan mudah menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan suku
bunga pinjaman inkremental Grup sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, diantaranya memerlukan
pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan sampai pada tingkat
diskonto akhir.
Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Grup mempertimbangkan risiko kredit, jangka waktu
sewa, jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan ekonomi dan waktu di mana sewa dimasukkan.
27
Page 36
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan)
b. Estimasi dan asumsi
Informasi asumsi utama mengenai masa datang dan sumber utama dari estimasi lain pada akhir periode
pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai
tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini.
Pengukuran nilai wajar
Beberapa aset dan liabilitas yang termasuk dalam laporan keuangan Grup memerlukan pengukuran,
dan/atau pengungkapan pada nilai wajar.
• Level 1: Harga kuotasian di pasar aktif untuk pos yang identik (tanpa penyesuaian)
• Level 2: Input yang dapat diobservasi baik langsung maupun tidak selain input level 1
• Level 3: Input yang tidak dapat diobservasi (seperti tidak berasal dari data pasar)
Pengklasifikasi pos ke level 1, 2 dan 3 didasarkan pada level terendah dari input yang digunakan yang
memiliki pengaruh signifikan pada pengukuran nilai wajar pos. Transfer pos antara level diakui pada saat
periode tersebut terjadi. Grup telah menyusun prosedur untuk menentukan teknik penilaian dan input untuk
pengukuran nilai wajar. Dalam mengestimasi nilai wajar liabilitas, Grup menggunakan data pasar yang dapat
diobservasi sejauh itu tersedia. Jika input Level 1 tidak tersedia, Grup melibatkan penilai yang memenuhi
syarat untuk melakukan penilaian. Apabila Grup bekerja sama dengan penilai eksternal untuk menetapkan
teknik penilaian yang sesuai dan input untuk model, Grup melaporkan temuan penilaian kepada direksi Grup
untuk menjelaskan penyebab fluktuasi nilai wajar aset dan liabilitas. Informasi tentang teknik penilaian dan
input yang digunakan dalam penentuan nilai wajar liabilitas diungkapkan dalam Catatan 24.
Manajemen yakin bahwa teknik penilaian yang dipilih dan asumsi yang digunakan sudah tepat dalam
penentuan nilai wajar liabilitas tersebut.
Rugi penurunan nilai piutang
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL
untuk piutang usaha. Tingkat provisi didasarkan pada hari jatuh tempo untuk akun tertentu. Matriks provisi
awalnya didasarkan pada sejarah tingkat default Grup yang diobservasi.
Grup akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman historis kerugian kredit dengan informasi
forward looking. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat default historis diperbarui dan perubahan pada
estimasi forward looking dianalisis.
Penilaian korelasi antara tingkat historis default yang diobservasi, perkiraan kondisi ekonomi dan ECLs
merupakan estimasi yang signifikan. Jumlah dari ECLs sensitif terhadap perubahan dalam keadaan dan
perkiraan kondisi ekonomi. Pengalaman historis kerugian kredit Grup dan perkiraan kondisi ekonomi juga
tidak dapat merepresentasikan aktual default pelanggan di masa datang. Informasi mengenai ECls atas
piutang usaha Grup diungkapkan pada Catatan 6.
28
Page 37
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan)
b. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Estimasi masa manfaat dan nilai residu aset tetap dan biaya perbaikan stadion dan mess sewa yang
ditangguhkan
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut
diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan
bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis.
Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari
perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta
keterbatasan hak atau pembatasan terhadap penggunaan aset.
Dengan demikian, kinerja operasi di masa datang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh
perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor
yang disebutkan di atas.
Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan beban
penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap, sementara peningkatan nilai residu dari setiap item
aset tetap akan mengurangi penyusutan yang tercatat dan meningkatkan nilai tercatat aset ini.
Tidak terdapat perubahan dalam estimasi masa manfaat aset tetap selama periode berjalan. Nilai tercatat
aset tetap Grup pada akhir periode pelaporan diungkapkan pada Catatan 12.
Manajemen berkeyakinan estimasi masa manfaat biaya perbaikan stadion sewa yang ditangguhkan selama
16 tahun (2019: 16 tahun) telah tepat, walaupun masa kontrak sewa stadion lebih pendek dari masa manfaat
perbaikan stadium tersebut karena manajemen berkeyakinan masa kontrak sewa stadion dapat
diperpanjang.
Perubahan masa manfaat setiap item aset tetap dan biaya perbaikan stadion dan mess sewa yang
ditangguhkan dapat mempengaruhi jumlah biaya penyusutan dan amortisasi yang diakui serta nilai tercatat
aset tetap Catatan 12 dan biaya perbaikan stadion dan mess sewa yang ditangguhkan.
Estimasi masa manfaat aset tetap
Masa manfaat setiap item aset tetap Grup ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari
penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal. Masa manfaat setiap
aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila estimasi berbeda dengan estimasi sebelumnya karena
keausan fisik, keusangan teknis dan kadaluarsa komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian
aset tersebut.
Tidak terdapat perubahan dalam estimasi masa manfaat aset tetap selama periode berjalan. Nilai tercatat
aset tetap Grup pada akhir periode pelaporan diungkapkan pada Catatan 12.
Goodwill
Akuntansi akuisisi mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan
biaya perolehan kepada nilai pasar wajar yang dapat diandalkan atas aset dan liabilitas yang diakuisisi,
termasuk aset takberwujud.
Sesuai PSAK 22, “Kombinasi Bisnis”, goodwill tidak diamortisasi dan diuji untuk penurunan nilai setiap
tahun.
29
Page 38
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan)
b. Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Penentuan apakah goodwill diturunkan nilainya memerlukan estimasi nilai pakai dari unit penghasil kas dari
goodwill telah dialokasikan. Perhitungan nilai pakai memerlukan Grup mengestimasi arus kas masa datang
yang diharapkan yang timbul dari unit penghasil kas dan kesesuaian tingkat diskonto didalam menghitung
nilai kini. Informasi lebih lanjut mengenai goodwill diungkapkan pada Catatan 13.
Liabilitas imbalan pascakerja
Penentuan liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto
dan tingkat kenaikan gaji. Hasil realisasi yang berbeda dari asumsi akan berpengaruh terhadap jumlah biaya
serta liabilitas yang diakui di masa datang.
Walaupun asumsi dianggap telah sesuai dan memadai, namun perubahan signifikan pada hasil aktual atau
perubahan signifikan terhadap asumsi akan berpengaruh material terhadap liabilitas imbalan pascakerja.
Pajak penghasilan
Grup memiliki eksposur pajak penghasilan terkait dengan pertimbangan signifikan dalam menentukan
provisi pajak penghasilan. Grup melaporkan pajak berdasarkan sistem self-assessment dan mengakui
liabilitas bagi isu perpajakan yang diharapkan berdasarkan estimasi apakah pajak tambahan akan jatuh
tempo.
Fiskus dapat menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan
peraturan yang berlaku. Apabila hasil perpajakan final dari hal-hal tersebut berbeda dari jumlah yang
semula diakui, maka jumlah tersebut akan berdampak pada pajak kini dan pajak tangguhan pada periode
dimana penentuan tersebut dibuat. Nilai tercatat pajak dibayar dimuka dan liabilitas pajak kini Grup
diungkapkan dalam Catatan 15.
30
Page 39
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Kas 161,923,138 264,357,903
Bank
Pihak berelasi (Catatan 26)
PT Bank Ina Perdana Tbk 11,265,223,959 27,953,188,278
Pihak ketiga
PT Bank Central Asia Tbk 10,447,922,206 8,106,122,512
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2,292,536,204 1,709,104,084
PT Bank Mega Tbk 1,189,677,753 1,137,049,765
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 172,220,605 5,740,624
PT Bank Permata Tbk 56,402,394 56,596,046
PT Bank UOB 9,877,338 9,877,338
PT Bank QNB Indonesia Tbk 5,350,026 5,350,026
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,679,104,511 4,712,953
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 2,748,030 3,011,588
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 825,000 -
Sub-total 27,121,888,026 38,990,753,214
Setara kas - deposito berjangka
Pihak berelasi (Catatan 26)
PT Bank Ina Perdana Tbk
Pihak ketiga
PT Bank Central Asia Tbk 900,000,000 900,000,000
PT Bank Mega Tbk 375,000,000 375,000,000
PT Allo Bank Indonesia Tbk 5,000,000,000 -
Sub-total 6,275,000,000 1,275,000,000
Total 33,558,811,164 40,530,111,117
Suku bunga deposito berjangka
per tahun 2,25% - 5,75% 2,25% - 5,75%
Nilai wajar kas dan setara kas mendekati nilai tercatatnya karena jatuh temponya dalam jangka pendek atau
karena instrumen menggunakan suku bunga mengambang yang di-reprice ke bunga pasar pada atau menjelang
akhir periode pelaporan.
Seluruh kas dan setara kas didenominasi dalam mata uang Rupiah.
31
Page 40
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Jumlah/ Jumlah/
Efek-efek Total Total
Aset Keuangan Instrumen
Utang
PT Trimegah Asset Management 59,406,593,326 49,006,556,593
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk 15,037,465,807 15,002,007,121
PT Syailendra Capital 119,751,028 118,333,786
Sub-total 74,563,810,161 64,126,897,500
Aset Keuangan Instrumen
Ekuitas
PT Buana Capital Sekuritas 114,411,949,115 141,099,569,900
PT Juara Capital Indonesia 92,898,371,266 102,930,283,203
PT Nusadana Investama Indonesia 36,976,641,332 45,528,065,139
Sub-total 244,286,961,713 289,557,918,242
Total 318,850,771,874 353,684,815,742
Pada tanggal 19 September 2019, Perusahaan menandatangani Kontrak Pengelolaan Portofolio Efek untuk
Kepentingan Nasabah secara Individual dengan PT Nusadana Investama Indonesia (Nusadana). Nusadana ditunjuk
sebagai manajer investasi dan jangka waktu perjanjian selama 1 tahun dan secara otomatis akan diperpanjang
kecuali terjadi pengakhiran.
Tujuan investasi untuk memperoleh keuntungan (capital gain), dengan batasan alokasi aset pada efek bersifat
ekuitas, utang, KIK dan instrumen pasar uang yaitu: deposito, deposito on call, kas, SBI. Perusahaan akan
membayar imbal jasa sebesar persentase tertentu kepada Nusadana.
Pada tanggal September 2019, Perusahaan telah menyetorkan dana tunai sebesar Rp 10 miliar dan pada April
2020 sebesar Rp 20 miliar. Pada akhir periode pelaporan, seluruh aset pendasar Kontrak Pengelolaan Portofolio
Efek merupakan instrumen ekuitas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
PT Trimegah Asset Management
Entitas anak melakukan investasi pada Reksadana Dana Kas PT Trimegah Asset Management dengan mutasi
unit penyertaan sebagai berikut:
30 Juni 2024
Unit penyertaan Nilai aset neto Total
Rp Rp
Saldo awal 43,306,430.0238 1,131.6231 49,006,556,593
Penambahan 8,812,404.8836 1,133.3141 9,987,222,709
Keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - 412,814,023
Saldo akhir 52,118,834.9074 1,133.3141 59,406,593,326
32
Page 41
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan)
31 Desember 2023
Unit penyertaan Nilai aset neto Total
Rp Rp
Saldo awal - - -
Penambahan 43,306,430.0238 1,131.4717 49,000,000,000
Keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - 6,556,593
Saldo akhir 43,306,430.0238 1,131.6231 49,006,556,593
Pada Juni 2024 dan Desember 2023, Grup mengakui keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
aset keuangan pada FVTOCI sebesar Rp 412,814,023 dan Rp 6,556,593 pada penghasilan komprehensif lain.
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Pada tanggal 12 Oktober 2023, Perusahaan menempatkan dana pada Obligasi Berkelanjutan I Oki Pulp and Paper
Mills tahap I tahun 2023 seri B sebesar Rp 50 miliar. Jangka waktu obligasi selama 3 tahun dengan tingkat bunga
tetap sebesar 10,5%. Pada tanggal 26 Oktober 2023, Perusahaan menarik sebagian dana sebesar Rp 35 miliar
dan mengakui pendapatan bunga sebesar Rp 128,625 juta dan pada tanggal 28 Desember 2023 menarik sisa dana
sebesar Rp 15 miliar dan mencatat pendapatan bunga sebesar Rp 306 juta.
Pada tanggal 31 Oktober 2023, entitas anak menempatkan dana pada Obligasi Berkelanjutan I Oki Pulp and Paper
Mills tahap I tahun 2023 seri B sebesar Rp 35 miliar. Jangka waktu obligasi selama 3 tahun dengan tingkat bunga
tetap sebesar 10,5%. Pada 28 Desember 2023 entitas anak telah menarik seluruh dana pada obligasi ini dan
mengakui pendapatan bunga obligasi sebesar Rp 732,375 juta pada pendapatan keuangan.
Perusahaan juga melakukan investasi pada Reksadana Dana Kas PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dengan
mutasi unit penyertaan sebagai berikut:
30 Juni 2024
Unit penyertaan Nilai aset neto Total
Rp Rp
Saldo awal 13,257,070.4155 1,131.6231 15,002,007,121
Penambahan
Keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar - 1,134.2978 35,458,686
Saldo akhir 13,257,070.4155 1,134.2978 15,037,465,807
33
Page 42
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan)
31 Desember 2023
Unit penyertaan Nilai aset neto Total/
Rp Rp
Saldo awal - - -
Penambahan 13,257,070.4155 1,131.4717 15,000,000,000
Keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - 2,007,121
Saldo akhir 13,257,070.4155 1,131.6231 15,002,007,121
PT Syailendra Capital
Grup melakukan investasi pada Reksadana Dana Kas PT Syailendra Capital dengan mutasi unit penyertaan sebagai
berikut:
30 Juni 2024
Unit penyertaan Nilai aset neto Total
Rp Rp
Saldo awal 73,824.7118 1,602.9021 118,333,786
Keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - 1,417,242
Saldo akhir 73,824.7118 1,622.0995 119,751,028
31 Desember 2023
Unit penyertaan/ Nilai aset neto/ Total/
Rp Rp
Saldo awal 73,824.7118 1,538.6085 113,587,329
Keuntungan belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar - - 4,746,457
Saldo akhir 73,824.7118 1,602.9021 118,333,786
Perusahaan juga menempatkan dana investasi pada PT Buana Capital Sekuritas (Buana), PT Trimegah Sekuritas
Indonesia Tbk (Trimegah), PT Valbury Sekuritas Indonesia (Valbury), PT NH Korindo Sekuritas Indonesia (NH
Korindo), dan PT Juara Capital Indonesia (Juara) dengan tujuan investasi untuk memperoleh keuntungan (capital
gain) melalui perdagangan instrumen ekuitas di Bursa Efek Indonseia.
Sampai dengan tanggal 30 Juni 2024, Perusahaan telah merealisasikan seluruh investasi pada instrumen ekuitas
tersebut dan Grup mengakui keuntungan direalisasi dari perubahan nilai wajar sebesar Rp xx.xxx.xxx.xxx
(Desember 2023: Rp 62.740.906.687) pada akun keuntungan dan kerugian lain-lain (Catatan 25). Grup juga
mengakui keuntungan (kerugian) belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi jangka pendek sebesar
Rp 3.463.456.148 (Desember 2023: (Rp 3.463.456.148) dalam keuntungan dan kerugian lain-lain. Saldo akhir
merupakan investasi saham yang ditujukan untuk investasi jangka pendek.
34
Page 43
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan)
Pengaruh pajak tidak diperhitungkan terkait keuntungan yang timbul dari seluruh investasi jangka pendek Grup
dikenakan pajak penghasilan final. Grup berharap dapat menjual aset keuangan tersebut dalam 12 bulan ke
depan, oleh karena itu aset tersebut diklasifikasikan sebagai aset lancar.
Seluruh investasi jangka pendek pada FVTPL menggunakan nilai wajar surat berharga kuotasian didasarkan pada
publikasi harga pasar di Bursa Efek Indonesia yang merupakan hirarki nilai wajar pada level 1, dengan rincian
sebagai berikut:
31/12/2023
Nusadana/ Buana/ Juara/ Valbury/ Total/
Nusadana Buana Juara Valbury Total
Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo awal 36.527.665.740 133.088.889.900 85.544.509.225 - 255.161.064.865 Beginning balance
Penempatan - 77.237.071.003 - 28.635.030.522 105.872.101.525 Placement
Penarikan (1.110.999) (102.333.126.770) (3.793.713) (35.341.579.500) (137.679.610.982) Withdrawal
Keuntungan Realized gain
direalisasi dari from changes
perubahan nilai wajar 10.482.148.919 31.958.596.968 13.593.611.822 6.706.548.978 62.740.906.687 in fair value
Keuntungan (kerugian) Unrealized gain (loss)
belum direalisasi dari from changes
perubahan nilai wajar (1.480.638.521) 1.148.138.799 3.795.955.869 - 3.463.456.147 in fair value
Saldo akhir 45.528.065.139 141.099.569.900 102.930.283.203 - 289.557.918.242 Ending balance
35
Page 44
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Berdasarkan pelanggan
Pihak berelasi (Catatan 26) 453,729,474 451,877,480
Pihak ketiga
PT Liga Indonesia Baru 22,868,678,572 21,891,316,429
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 6,731,118,878 2,930,120,662
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 4,902,989,220 19,042,205,628
PT Smartfren Telecom Tbk 2,461,842,638 3,881,822,638
PT Vidio Dot Com 489,688,263 12,291,374,763
Lain-lain (masing-masing
dibawah 5% dari total) 13,769,732,062 41,491,688,525
Sub-total 51,224,049,633 101,528,528,645
Cadangan penurunan nilai (4,490,680,654) (4,490,680,654)
Sub-total 46,733,368,979 97,037,847,991
Total 47,187,098,453 97,489,725,471
Nilai tercatat piutang usaha yang diklasifikasi sebagai aset keuangan biaya perolehan diamortisasi mendekati
nilai wajarnya terkait dengan sifat jangka pendek piutang usaha
Seluruh piutang usaha di denominasi dalam mata uang Rupiah.
Berikut ini analisa umur piutang usaha dan ringkasan dasar penentuan cadangan kerugian penurunan nilai piutang
usaha:
30/06/2024 31/12/2023
Tingkat Nilai tercatat Tingkat Nilai tercatat
kerugian bruto piutang Cadangan kerugian kerugian bruto piutang Cadangan kerugian
ekspektasian/ usaha/Gross penurunan nilai/ ekspektasian/ usaha/Gross penurunan nilai/
Expected loss carrying amounts Allowance for Expected loss carrying amounts Allowance for
rate trade receivables impairment loss rate trade receivables impairment loss
% Rp Rp % Rp Rp
Belum jatuh tempo/
not past due 8.72% 6,481,947,547 565,532,529 0.73% 77,024,346,741 565,532,529
Sudah jatuh tempo/
past due
1- 60 8.63% 735,373,364 63,447,082 0.78% 8,106,059,023 63,447,082
61 - 120 44.21% 163,432,216 72,252,562 2.61% 2,771,830,413 72,252,562
> 120 8.55% 44,297,025,980 3,789,448,481 26.92% 14,078,169,948 3,789,448,481
Total/Total 51,677,779,107 4,490,680,654 101,980,406,125 4,490,680,654
36
Page 45
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Sebelum menerima suatu pelanggan baru, Grup menilai kualitas kredit pelanggan yang potensial tersebut.
Manajemen melakukan reviu secara berkala atas piutang tersebut untuk mengurangi risiko konsentransi kredit.
Jangka waktu rata-rata kredit pendapatan jasa adalah 30 hari.
Pada akhir periode pelaporan terdapat pelanggan yang piutang usahanya di atas 5% dari total piutang usaha
seperti disajikan di atas. Grup mereviu keadaan masing-masing individu piutang ini secara berkala untuk
meminimalisasi risiko konsentrasi kredit.
Grup menerapkan PSAK 71 dengan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur ECLs menggunakan
penyisihan ECLs sepanjang umurnya untuk piutang usaha. Untuk mengukur ECLs, piutang usaha dikelompokkan
berdasarkan risiko kredit dan umur yang sama.
Mutasi penyisihan kerugian untuk piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Saldo awal 4,490,680,654 5,943,201,692
Pemulihan - (444,249,967)
Penghapusan piutang - (1,008,271,071)
Saldo akhir 4,490,680,654 4,490,680,654
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha adalah memadai.
Grup tidak memiliki jaminan atas saldo-saldo piutang usaha ini.
37
Page 46
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PIUTANG LAIN-LAIN
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Pihak berelasi (Catatan 26) 8,197,000,642 5,420,894,830
Pihak ketiga
PT Gelora Trisula Semesta 20,526,266,953 19,501,266,954
Lain-lain 1,935,029,246 3,767,168,488
Sub-total 22,461,296,199 23,268,435,442
Total 30,658,296,841 28,689,330,272
Cadangan kerugian penurunan nilai - (1,000,000,000)
Neto 30,658,296,841 27,689,330,272
Grup mempertimbangkan kemungkinan gagal bayar pada saat pengakuan awal piutang lain-lain ini dan apakah
telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan secara berkelanjutan sepanjang periode pelaporan.
Peningkatan risiko kredit yang signifikan dianggap jika debitur telah lebih dari 90 hari jatuh tempo melakukan
pembayaran kontraktual. Grup mengkategori piutang akan dihapuskan ketika debitur gagal melakukan
pembayaran kontraktual lebih dari 120 hari lewat jatuh tempo. Aset keuangan dihapuskan jika ada bukti yang
menunjukkan bahwa debitur sangat kesulitan keuangan dan debitur tidak memiliki prospek pemulihan yang
realistis. Grup menilai kinerja dan posisi keuangan terkini kounterpart, disesuaikan dengan prospek masa datang
industri dimana kounterpart beroperasi, dan menyimpulkan bahwa tidak ada peningkatan risiko kredit yang
signifikan sejak pengakuan awal piutang lain-lain. Karena itu, Grup mengukur penyisihan kerugian penurunan
nilai menggunakan ECL 12-bulan dan ECL tersebut tidak signifikan.
Nilai tercatat piutang lain-lain yang diklasifikasi sebagai aset keuangan mendekati nilai wajarnya terkait dengan
sifat jangka pendek piutang tersebut.
38
Page 47
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERSEDIAAN
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Jersey and merchandise 5.754.151.433 5.637.682.225
Makanan dan Minuman 18.076.617 324.007.056
Lain lain 463.533.233 913.886.559
Jumlah persediaan 6.235.761.283 6,875,575,840
Persediaan belum diasuransikan pada akhir periode pelaporan. Manajemen sedang mengevaluasi nilai
pertanggungan asuransi untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan.
Berdasarkan hasil penelaahan atas nilai realisasi bersih dan keadaan fisik persediaan pada akhir tahun,
Perusahaan berkeyakinan bahwa semua persediaan dapat dijual atau digunakan, sehingga penyisihan untuk
persediaan usang dan penurunan nilai persediaan tidak diperlukan.
9. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN UANG MUKA
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Uang muka operasional 2,540,726,833 116,525,763
Uang muka renumerasi pemain
dan staf (catatan 14) 465,371,410 4,449,451,832
Uang Muka Pembelian 14,202,100,746 5,517,695,875
Uang muka pembelian aset tetap 425,000,000 425,000,000
Biaya sewa dibayar dimuka 500,267,502 300,000,000
Biaya Asuransi dibayar dimuka 663,257,906 663,257,906
Biaya dibayar dimuka lainnya 67,261,375 -
Lain-lain 2,488,770,040 5,762,905,625
Total 21,352,755,812 17,234,837,001
Uang muka operasional terutama merupakan uang muka operasional pertandingan, perlengkapan pemain dan
operasional live video streaming. Uang muka pembelian aset tetap merupakan uang muka untuk pembelian
kendaraan.
39
Page 48
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
Grup memiliki investasi pada entitas asosiasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas dengan
rincian kepemilikan investasi sebagai berikut:
Persentase Kepemilikan Nilai Tercatatat
30 Juni 31 Desember 30 Juni 31 Desember
Nama Perusahaan 2 0 2 4 2 0 2 3 2 0 2 4 2 0 2 3
% %
PT Hiperion Kapital Investama 40.00% 40.00% 5,168,051,907 5,168,051,907
PT Karya Digital Madani 47.00% 47.00% 5,309,830,680 5,309,830,680
PT Kelola Aset Digital 30.00% 30.00% (153,509,491) (153,509,491)
PT Digital Technology Mediatama Pte. Ltd 20.00% 20.00% 1,748,166,875 1,748,166,875
PT Samvile Koda Studio 35,06% 35,06% 3,430,050,326 3,430,050,326
Jumlah 15,502,590,297 15,502,590,297
40
Page 49
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET HAK GUNA
Rincian Aset hak guna adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024
Saldo Awal/ Penambahan/ Penghapusan/ Reklasifikasi/ Saldo Akhir/
Biaya Perolehan
Tanah 8,606,939,652 1,511,453,704 - - 10,118,393,356
Bangunan 26,160,845,963 - - - 26,160,845,963
Stadion 2,868,956,034 - - - 2,868,956,034
Peralatan - - - - -
Jumlah 37,636,741,649 1,511,453,704 - - 39,148,195,353
Akumulasi
Penyusutan
Tanah 1,619,583,969 114,957,562 - - 1,734,541,531
Bangunan 12,047,292,954 1,238,668,376 - - 13,285,961,330
Stadion 430,343,405 395,316,595 - - 825,660,000
Peralatan - - - -
Jumlah 14,097,220,328 1,748,942,533 - - 15,846,162,861
Jumlah Tercatat 23,539,521,321 23,302,032,492
31 Desember 2023
Saldo Awal/ Penambahan/ Penghapusan/ Reklasifikasi/ Saldo Akhir/
Biaya Perolehan
Tanah 5,032,390,834 2,359,044,163 - 1,215,504,655 8,606,939,652
Bangunan 15,922,383,995 10,741,633,290 (871,666,667) 368,495,345 26,160,845,963
Stadion 1,545,944,495 2,868,956,034 (1,545,944,495) - 2,868,956,034
Peralatan 1,584,000,000 - - (1,584,000,000) -
Jumlah 24,084,719,324 15,969,633,487 (2,417,611,162) - 37,636,741,649
Akumulasi
Penyusutan
Tanah 941,644,572 701,140,661 - (23,201,264) 1,619,583,969
Bangunan 6,634,336,851 5,043,850,213 (871,666,667) 1,240,772,557 12,047,292,954
Stadion 1,417,115,788 430,343,405 (1,545,944,495) 128,828,707 430,343,405
Peralatan 1,346,400,000 - - (1,346,400,000) -
Jumlah 10,339,497,211 6,175,334,279 (2,417,611,162) - 14,097,220,328
Jumlah Tercatat 13,745,222,113 23,539,521,321
41
Page 50
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2024
Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan
Pemilikan langsung:
Bangunan 37,188,704,157 326,000,000 - - 37,514,704,157
Peralatan 93,475,030,707 340,873,230 - - 93,815,903,937
Kendaraan bermotor 14,571,665,259 246,963,964 - - 14,818,629,223
Instalasi 10,065,386,553 - - - 10,065,386,553
Mesin dan perlengkapan 20,896,139,596 411,396,224 - - 21,307,535,820
Aset dalam pembangunan 280,850,000 - - - 280,850,000
Total 176,477,776,272 1,325,233,418 - - 177,803,009,690
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung:
Bangunan 6,894,740,064 940,781,682 - - 7,835,521,746
Peralatan 41,377,744,330 6,327,330,144 - - 47,705,074,474
Kendaraan bermotor 7,420,475,413 1,075,109,496 - - 8,495,584,909
Instalasi 6,776,303,064 555,324,104 - - 7,331,627,168
Mesin dan perlengkapan 12,750,306,618 2,816,123,080 - - 15,566,429,698
Total 75,219,569,489 11,714,668,506 - - 86,934,237,995
Nilai tercatat 101,258,206,783 90,868,771,695
1 Januari 2023 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2023
Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan
Pemilikan langsung:
Bangunan 35,782,000,447 1,406,703,710 - - 37,188,704,157
Peralatan 40,889,007,618 34,167,882,670 - 92,425,000 18,510,565,419 93,475,030,707
Kendaraan bermotor 9,014,701,027 5,556,964,232 - - 14,571,665,259
Instalasi 8,803,048,803 1,262,337,750 - - 10,065,386,553
Mesin dan perlengkapan 32,658,224,281 6,748,480,734 - - 18,510,565,419 20,896,139,596
Aset dalam pembangunan 254,000,000 26,850,000 - - 280,850,000
Total 127,400,982,176 49,169,219,096 - 92,425,000 - 176,477,776,272
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung:
Bangunan 5,080,290,158 1,814,449,906 - - 6,894,740,064
Peralatan 20,405,654,651 14,008,139,651 - 92,425,000 7,056,375,028 41,377,744,330
Kendaraan bermotor 5,591,431,813 1,829,043,600 - 7,420,475,413
Instalasi 5,712,484,528 1,141,337,037 - - 77,518,501 6,776,303,064
Mesin dan perlengkapan 18,462,981,204 1,266,181,941 - - 6,978,856,527 12,750,306,618
Total 55,252,842,354 20,059,152,135 - 92,425,000 - 75,219,569,489
Nilai tercatat 72,148,139,822 101,258,206,783
Penyusutan aset tetap sebesar Rp 11,714,668,506 (Desember 2023: Rp 20,059,152,135) dibebankan pada beban
operasi.
42
Page 51
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TIDAK BERWUJUD
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Koin kripto 180,706,876 13,239,385,603
Goodwill 16,700,000,000 16,700,000,000
Lisensi 851,021,279 2,000,000,000
Pendaftaran 220,592,382 3,578,733,041
Akun Media Sosial 6,360,744,660 11,360,794,500
Virtual Human 1,354,374,039 1,365,981,724
Lain-lain 7,689,917,800 385,849,398
Jumlah 33,357,357,036 48,630,744,266
Akumulasi Amortisasi (6,851,343,971) (8,043,242,724)
Jumlah 26,506,013,065 40,587,501,542
Koin Kripto
Koin kripto Grup dinyatakan sebesar nilai revaluasi, yang merupakan nilai wajar pada tanggal revaluasi yang
terdiri dari Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masing-masing sebesar 0,1776 units dan 366,7398 unit dengan
nilai Rp 180,706,876 dan Rp 0,- (per 31 Desember 2023 masing-masing sebesar 0,1776 units dan 366,7398
unit dengan nilai Rp 118.366.969 dan Rp 13.121.018.634).
Goodwill
Goodwill timbul dari proses akuisisi bisnis PT Putra Samarinda Indonesia (PSI) yang dialokasikan ke unit
penghasil kas yang manfaatnya diharapkan dari akuisisi bisnis yang dapat diatribusikan.
Pada tanggal 3 Desember 2014, Tuan Harbiansyah Hanafiah (“Penjual”) yang merupakan pemegang saham
pengendali dari PSI dan pemilik sah klub sepakbola Putra Samarinda dan Tuan Yabes Tanuri (“Pembeli”)
menandatangani nota kesepahaman yang antara lain sebagai berikut:
a. Penjual sepakat untuk menjual dan mengalihkan kepada pembeli klub sepakbola Putra Samarinda
termasuk klub pembinaan pemain mudanya, yang terdaftar dan telah diverifikasi oleh PT Liga Indonesia
sebagai peserta kompetisi ISL tahun 2014/2015 dengan izin kompetisi termasuk di dalamnya adalah
nama dan entitas serta keanggotaan PSSI berikut dengan segala legalitasnya dan hak komersial serta
hak kekayaan intelektual (termasuk namun tidak terbatas pada merk) yang terkait dengan klub setelah
persyaratan pendahuluan telah dipenuhi.
b. Penjual dan pembeli sepakat bahwa pembeli bermaksud menjalankan klub sepakbola Putra Samarinda
dengan homebase di Bali sehingga pembeli berhak memperpanjang dan mengakhiri kontrak para
pemain, ofisial, pelatih dan karyawan klub, sponsor atau mitra yang akan disepakati kemudian.
c. Penjual dan pembeli sepakat bahwa pembeli membeli klub sepak bola Putra Samarinda dan bukan
saham PSI, dengan harga pembelian sebesar Rp 16,7 miliar. Oleh karena itu, seluruh kewajiban,
kerugian dan tanggung jawab, pajak, bea, tunggakan, biaya, ongkos, pengeluran, gaji, bonus, biaya
kompetisi dan semua kewajiban lainnya yang ada pada saat kesepakatan dan yang akan datang menjadi
tanggung jawab PSI.
Nota kesepahaman akan efektif setelah perjanjian pendahuluan telah dipenuhi pada saat tanggal
penyelesaian. Pada tanggal 12 Desember 2014, Tuan Yabes Tanuri telah mengalihkan seluruh hak dan
kewajibannya berdasarkan nota kesepahaman kepada Perusahaan.
43
Page 52
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TIDAK BERWUJUD (lanjutan)
Goodwill (lanjutan)
Selanjutnya, pada tanggal 15 Desember 2015, nota kesepahaman ini telah efektif melalui penandatanganan
Perjanjian Jual Beli dimana ditegaskan bahwa yang dijual adalah klub sepak bola Putra Samarinda yang
homebasenya di Bali. Apabila biaya lebih lanjut terkait dengan perpindahan operasi di Bali diperlukan,
penjual akan menanggung biaya tersebut. Pembeli juga memiliki hak eksklusif untuk memilih dan
mengontrak ulang pemain, pelatih, ofisial dan karyawan yang telah habis masa kontrak kerjanya dan penjual
wajib dengan biaya sendiri mendaftarkan Perusahaan kepada badan yang berwenang termasuk namun tidak
terbatas pada PSSI, PT Liga Indonesia, AFC dan FIFA.
Perusahaan berkeyakinan bahwa akuisisi ini merupakan akuisisi bisnis karena Perusahaan memperoleh klub
sepakbola yang merupakan input sebagai sumber daya ekonomik dan memperoleh hak eksklusif untuk
memilih dan mengontrak ulang pemain, pelatih dan ofisial yang diperlukan dalam proses menghasilkan out-
put. Oleh karena itu, seluruh hak dan kewajiban klub sepakbola Putra Samarinda berada pada PSI, tidak
terdapat aset dan liabilitas teridentifikasi yang diakui oleh Perusahaan dan Perusahaan mengakui seluruh
harga pembelian klub sepakbola Putra Samarinda sebagai goodwill.
Grup melakukan pengukuran atas penurunan goodwill secara tahunan atau lebih sering, jika terdapat
indikasi penurunan nilai goodwill. Pada saat pengukuran penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada unit
penghasil kas yang terendah yang diharapkan dapat memberikan manfaat atas penggabungan usaha, yang
ditentukan oleh Grup.
Jumlah yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas ditentukan berdasarkan perhitungan nilai
pakainya. Asumsi utama terhadap perhitungan nilai pakai adalah tingkat diskonto dan tingkat pertumbuhan
pendapatan. Manajemen mengestimasi tingkat diskonto menggunakan tarif sebelum pajak yang
merefleksikan penilaian pasar saat ini atas nilai waktu daripada uang dan risiko-risiko spesifik atas unit
penghasil kas. Tingkat pertumbuhan berdasarkan pada perkiraan tingkat pertumbuhan industri.
Suku bunga untuk mendiskontokan perkiraan arus kas dari unit penghasil kas adalah rata-rata tingkat
bunga pinjaman pada tanggal laporan posisi keuangan yang telah disesuaikan, untuk mengestimasi tingkat
bunga dari pasar yang diharapkan dari investasi. Suku bunga ini tidak melampui tingkat pertumbuhan rata-
rata jangka panjang.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai goodwill pada akhir periode pelaporan.
Lisensi
Pada tanggal 3 September 2020, PT Kreasi Karya Bangsa, entitas anak telah membayar license fee sebesar
Rp 2 miliar untuk memperoleh lisensi keanggotaan dari Indonesian Basketball League (IBL), agar klub bola
basket “Bali United” yang dimiliki dan dikelola oleh Grup dapat mengikuti kompetisi IBL selama minimal 5
tahun.
Pendaftaran
Saldo yang belum diamortisasi dari pendaftaran pemain dan ofisial tim sebesar Rp 220,592,382 (31
Desember 2023: Rp3,578,733,041). Sisa saldo diharapkan akan diamortisasi selama masa kontrak pemain
atau ofisial tim. Hal ini tidak memperhitungkan penambahan pemain atau ofisial tim setelah 31 Desember
2023, yang berdampak pada peningkatan biaya amortisasi di masa datang, juga tidak mempertimbangkan
pelepasan setelah 31 Desember 2023, yang akan berdampak pada penurunan biaya amortisasi di masa
datang. Selain itu, setiap negosiasi ulang kontrak juga akan berdampak pada biaya di masa datang.
44
Page 53
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TIDAK BERWUJUD (lanjutan)
Akun media sosial
Pada tahun 2023 dan 2021, PT Kreasi Karya Bangsa, Entitas Anak telah membeli beberapa akun media sosial
Instagram dari pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 240.000.000 dan Rp 4.730.000.000, untuk tujuan
mengelola dan mengembangkan setiap akun tersebut.
Pada tanggal 15 Oktober 2020, PT Rahasia Gadis Nusantara, Entitas Anak telah membeli dan menerima
pengalihan hak atas akun media sosial Instagram Rahasia Gadis dari pihak ketiga dengan harga Rp
5.500.000.000 untuk tujuan mengelola dan mengembangkan akun Rahasia Gadis tersebut.
Virtual Human
Pada tahun 2023, PT Manusia Masa Depan, entitas anak, memiliki aset digital dalam bentuk virtual human
yang digunakan sebagai media promosi.
Lain- lain
Merupakan biaya yang dikeluarkan oleh Perusahaan untuk memperoleh hak merek “Bali United” dan
pendaftaran hak merek tersebut kepada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
14. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
Grup memiliki aset tidak lancar lainnya yang terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Aset keuangan pada FVTOCI-investasi
pada instrumen ekuitas 50,457,163,000 49,257,163,000
Aset keuangan pada FVTOCI-investasi
pada instrumen utang 8,723,379,125 8,723,379,125
Uang muka remunerasi
pemain dan staff (catatan 9) 3,156,037,274 3,304,691,915
Biaya perbaikan stadion
yang ditangguhkan 1,235,165,915 1,235,165,915
Total 63,571,745,314 62,520,399,955
45
Page 54
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan)
Aset keuangan pada FVTOCI - investasi pada instrumen ekuitas
30 Juni 31 Desember
Nama Perusahaan/ 2 0 2 4 2 0 2 3
Investasi dalam Saham
PT Vidio Dot Com 29,122,863,219 29,138,000,000
PT Rans Entertainmen Indonesia 16,000,000,000 16,000,000,000
PT Liga Indonesia Baru 2,002,805,000 2,002,805,000
PT Mitra Maha Meta 1,400,000,000 1,400,000,000
PT Aspirasi Lintas Talenta 1,200,000,000 -
Stargo Pte. Ltd 731,494,781 716,358,000
Jumlah 50,457,163,000 49,257,163,000
PT Vidio Dot Com
Berdasarkan akta No. 23 tanggal 14 Juni 2022 dari notaris Candra Lim, S.H., LL.M notaris di Jakarta Utara,
Perusahaan melakukan investasi saham pada PT Vidio Dot Com sebanyak 13.406 saham atau 0,21% hak
kepemilikan dengan harga perolehan sebesar Rp 29.138.000.000.
PT Rans Entertainment Indonesia
Berdasarkan akta No. 126 tanggal 29 Desember 2021 dari notaris Sugih Haryati S.H. M.Kn, notaris di Tangerang,
PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi (EBIT), entitas anak, telah mengambil bagian saham baru PT Rans
Entertainmen Indonesia (RANS) sebanyak 307 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 307 juta atau setara
dengan 0,77% dari total modal ditempatkan dan disetor RANS. EBIT telah menyetorkan modal sebesar Rp 16
miliar atas 307 saham tersebut kepada RANS.
PT Liga Indonesia Baru
Berdasarkan akta No 14 tanggal 20 September 2017 dari notaris Hartojo S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan
telah menerima pengalihan/hibah atas saham kelas B pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dari Persatuan
Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sebesar 2.805 saham dengan nominal Rp 1.000 atau setara dengan 5,5% dari
total modal ditempatkan dan disetor LIB. Saham kelas B memiliki hak seperti pemengang saham biasa dan
hanya boleh dimiliki oleh badan hukum yang memiliki klub sepak bola yang hanya berkompetisi di Liga 1
Indonesia.
Berdasarkan akta No 31 tanggal 20 Juni 2023 dari notaris Emmy Yatmini S.H, notaris di Jakarta Selatan,
Perusahaan telah menyetujui peningkatan atas saham pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dari Persatuan
Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadi sebesar 2.002.805 saham dengan nominal Rp 1.000 atau setara
dengan 5,26% melalui konversi piutang usaha milik Perusahaan.
46
Page 55
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan)
PT Mitra Maha Meta
Berdasarkan perjanjian surat utang tanggal 11 Juni 2022, Perusahaan melakukan investasi sebesar USD
100.000 atau setara Rp 1.400.000.000 pada surat utang PT Mitra Maha Meta. Jatuh tempo surat utang
tersebut tanggal 31 Desember 2022.
Berdasarkan dokumen Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) tanggal 3 November 2023,
Grup mengkonversi menjadi saham preference. Surat utang dapat dikonversi ke modal saham dengan
jumlah 583 saham seri C dengan hak kepemilikan 4,96%.
PT Aspirasi Lintas Talenta
Berdasarkan akta No 04 tanggal 20 Mei 2024 dari notaris Pradita Ayu Yustisia, SH, M.Kn notaris di Kota
Bogor, Perusahaan melakukan investasi saham pada PT Aspirasi Lintas Talenta sebanyak 12.000.000 saham
atau 20% hak kepemilikan dengan harga perolehan sebesar Rp 1.200.000.000 dari total keseluruhan
sejumlah Rp 600.000.000 (atau 60.000.000 lembar saham).
Stargo Pte. Ltd
Berdasarkan dokumen Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA) tanggal 21 Juli 2022,
Perusahaan melakukan investasi dalam saham Stargo Pte. Ltd sebanyak 10.417 saham atau 0,62 % hak
kepemilikan dengan biaya perolehan sebesar Rp 716.358.000.
Aset keuangan pada FVTOCI - investasi pada instrumen utang
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
PT Indozone Media Indonesia 5,131,770,000 5,131,770,000
Tjufoo Pte. Ltd 3,591,609,125 3,591,609,125
Total 8,723,379,125 8,723,379,125
PT Indozone Media Indonesia
Pada tanggal 10 September 2021, Grup memberikan pinjaman kepada PT Indozone Media Indonesia sebesar
USD 120.000 atau setara dengan Rp 1.887.720.000 dengan jangka waktu 3 tahun. Pinjaman ini tidak
dikenakan bunga dan dapat dikonversi sewaktu-waktu menjadi modal dengan harga konversi sebesar Rp
1.701.300.000.
Berdasarkan perjanjian surat sanggup tanggal 5 April 2022, Perusahaan melakukan investasi sebesar USD
225.000 atau setara Rp 3.244.050.000 pada surat utang PT Indozone Media Indonesia. Surat tersebut tidak
dikenakan bunga, tanpa jangka waktu pembayaran yang tetap dan dapat dikonversi sewaktu-waktu
menjadi modal.
Tjufoo Pte. Ltd
Berdasarkan perjanjian surat utang tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan melakukan investasi sebesar USD
250.000 atau setara Rp 3.591.609.125 pada surat utang Tjufoo Pte. Ltd. Surat utang ini tidak dikenakan
bunga dan dapat dikonversi sewaktu – waktu menjadi modal.
47
Page 56
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA (lanjutan)
Uang muka remunerasi pemain dan staff
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Saldo awal periode berjalan 7,754,143,747 12,096,268,146
Mutasi penambahan (pengurangan) (4,132,735,063) (4,342,124,399)
Saldo akhir periode berjalan 3,621,408,684 7,754,143,747
Bagian lancar (Catatan 9) (465,371,410) (4,449,451,832)
Bagian tidak lancar 3,156,037,274 3,304,691,915
Biaya perbaikan stadion yang ditangguhkan
Merupakan biaya renovasi stadion Kapten I Wayan Dipta dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Saldo awal periode berjalan 1,235,165,084 1,772,341,665
Amortisasi (Catatan xx) - (537,176,581)
Saldo akhir periode berjalan 1,235,165,084 1,235,165,084
15. UTANG USAHA
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Berdasarkan pemasok
Pihak berelasi (Catatan 26) 1,275,774,181 1,271,278,264
Pihak ketiga
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 3,168,625,778 3,122,606,987
PT Galva Technologies Tbk 121,905,750 7,156,477,459
Lain-lain (masing-masing
dibawah 5% dari total) 11,981,363,484 21,372,170,776
Sub-total 15,271,895,012 31,651,255,222
Total 16,547,669,193 32,922,533,486
Utang usaha timbul dari pembelian barang dagangan, streaming, renovasi stadion dan operasional
lainnya serta penggunaan jasa yang dibutuhkan untuk operasional Grup. Seluruh utang usaha tidak
dijamin dan didenominasi dalam mata uang Rupiah. Nilai tercatat utang usaha yang diklasifikasi sebagai
liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi mendekati nilai wajarnya karena sifat
jangka pendek utang tersebut.
48
Page 57
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PENDAPATAN DITANGGUHKAN
Kewajiban pelaksanaan belum dipenuhi yang tersisa akan dipenuhi dalam waktu 12 bulan disajikan sebagai
pendapatan ditangguhkan. Berikut ini rincian pendapatan ditangguhkan untuk periode yang berakhir tanggal
30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Pendapatan ditangguhkan
Pihak ketiga 2,810,736,963 11,091,151,106
Pihak berelasi - 635,614,973
Total 2,810,736,963 11,726,766,079
Pada tanggal 31 Desember 2023 terdapat pendapatan ditangguhkan kepada pihak berelasi senilai Rp
635,614,973.00 atas kewajiban yang belum dipenuhi berkenaan dengan kegiatan sponsor kepada PT. Bank
Ina Perdana, Tbk.
17. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Pajak Penghasilan Pasal 28 a
2023 6,342,076,549 6,342,076,549
2022 - 1,401,012,500
2021 - 908,128,699
Pajak Penghasilan
PPh Psl 4(2) 283,504,820 196,474,320
PPh Psl 21 20,674,384 17,572,543
PPh Psl 22 2,930,000 -
PPh Psl 23 5,096,870,430 -
PPh Psl 25 913,053,864 -
PPN Masukan 3,991,231,476 182,821,323
PPN (lebih/kurang) Bayar (28,711,753) -
Total 16,621,629,770 9,048,085,934
49
Page 58
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Utang pajak
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Pajak penghasilan
PPh pasal 4(2) 59,922,038 204,791,991
PPh pasal 21 1,310,199,146 1,316,852,796
PPh pasal 23 339,330,805 349,626,673
PPh pasal 25 228,263,466 228,263,466
PPh pasal 26 13,718,480 1,487,050
PPh pasal 29 243,847 2,982,031
Hutang Pajak penghasilan final 15,274,818 15,274,818
Pajak pertambahan nilai 3,210,801,675 2,309,102,175
Pajak Daerah (Restoran) 60,924,846 135,784,979
Total 5,238,679,121 4,564,165,979
18. BEBAN AKRUAL
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Beban keuangan 2,949,919,741 3,531,046,452
Karyawan - 151,981,885
Jasa profesional - 746,640,000
Sponsorship - 660,000,000
Lain-lain 380,086,029 635,221,268
Total 3,330,005,770 5,724,889,605
Nilai tercatat beban akrual yang diklasifikasi sebagai liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
mendekati nilai wajarnya karena sifat jangka pendek liabilitas tersebut.
50
Page 59
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS SEWA
Grup mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka panjang. Grup memiliki kontrak sewa
tanah, bangunan dan stadion. Kewajiban Grup dalam sewa ini dijamin dengan hak pesewa atas aset yang
disewakan. Grup dilarang mengalihkan dan menyewakan kembali aset yang disewakan. Beberapa kontrak
sewa terdapat opsi perpanjangan yang akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.
Perusahaan juga memiliki sewa apartemen tertentu dengan jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dan
sewa peralatan kantor dengan nilai yang rendah. Perusahaan menerapkan pengakuan pengecualian sewa
jangka pendek dan sewa aset pendasar nilai rendah untuk sewa tersebut.
Aset hak guna
Perusahaan menyajikan nilai tercatat aset hak guna yang diklasifikasikan dalam aset tetap seperti
diungkapkan pada Catatan 11.
Liabilitas sewa
Nilai tercatat liabilitas sewa dan analisis jatuh tempo liabilitas sewa diungkapkan di bawah ini:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Tanah 4,657,953,554 4,657,953,554
Bangunan 11,681,296,087 16,952,854,087
Stadion 2,430,605,099 2,430,605,099
Total 18,769,854,740 24,041,412,740
Pembayaran sewa
minimum/ Minimum Bunga/ Nilai kini/
lease payment Interest Present value
Rp Rp Rp
30/06/2024 30/06/2024
Tidak lebih dari satu tahun 8.686.860.000 2.638.051.591 6.048.808.409 Not later than one year
Antara satu dan lima tahun 17.168.022.000 4.446.975.669 12.721.046.331 Between one year and five years
Total 25.854.882.000 7.085.027.260 18.769.854.740 Total
Liabilitas jangka pendek 6.048.808.409 Current liabilities
Liabilitas jangka panjang 12.721.046.331 Non-current liabilities
Pembayaran sewa
minimum/ Minimum Bunga/ Nilai kini/
lease payment Interest Present value
Rp Rp Rp
31/12/2023 31/12/2023
Tidak lebih dari satu tahun 13.450.260.000 2.638.051.591 10.812.208.409 Not later than one year
Antara satu dan lima tahun 17.676.180.000 4.446.975.669 13.229.204.331 Between one year and five years
Total 31.126.440.000 7.085.027.260 24.041.412.740 Total
Liabilitas jangka pendek 10.812.208.409 Current liabilities
Liabilitas jangka panjang 13.229.204.331 Non-current liabilities
51
Page 60
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Grup tidak melakukan pencadangan atas imbalan pascakerja dari bulan Januari s/d bulan Juni 2024 dengan
pertimbangan fluktuatifnya turnover karyawan selama 6 bulan terakhir. Maka dari itu Perusahaan
menyajikan kembali perhitungan dan rincian Liabilitas Imbalan Pascakerja sesuai dengan hasil perhitungan
terakhir yang telah dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria Riana dan Rekan untuk pelaporan keuangan
yang berakhir pada bulan Desember 2023 dan telah diaudit sebagai berikut:
Juni Desember
2024 2023
Rp Rp
Saldo awal tahun 2.996.765.954 1.929.284.639
Biaya jasa kini - 711.378.920
Biaya jasa lalu - (203.686.907)
Biaya bunga - 134.328.140
Pengaruh perubahan atribusi
imbalan pada periode jasa - -
Termasuk dalam laba rugi - 642.020.153
Kerugian akturial
yang timbul dari:
Perubahan asumsi keuangan - 212.604.523
Penyesuaian atas pengalaman - 212.856.639
Termasuk dalam penghasilan
komprehensif lain - 425.461.162
Pembayaran imbalan - -
Saldo akhir tahun 2.996.765.954 2.996.765.954
52
Page 61
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM
30 Juni 2024
Persentase
Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah
Pemegang Saham (dalam %) (dalam Rp)
Pieter Tanuri 2,295,830,720 38.26 22,958,307,200
PT Asuransi Central Asia 533,000,000 8.88 5,330,000,000
Ayu Patricia Rachmat 304,627,000 5.08 3,046,270,000
Masyarakat Lainnya (masing-masing -
dibawah 5 % kepemilikan) 2,866,542,280 47.78 28,665,422,800
Jumlah 6,000,000,000 100.00 60,000,000,000
31 Desember 2023
Persentase
Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah
Pemegang Saham (dalam %) (dalam Rp)
Pieter Tanuri 2,458,680,720 40.98 24,586,807,200
PT Asuransi Central Asia 533,000,000 8.88 5,330,000,000
Ayu Patricia Rachmat 304,627,000 5.08 3,046,270,000
Masyarakat Lainnya (masing-masing -
dibawah 5 % kepemilikan) 2,703,692,280 45.06 27,036,922,800
Jumlah 6,000,000,000 100.00 60,000,000,000
Berdasarkan akta No. 32 tanggal 12 Februari 2019 dari Christina Dwi Utami, SH., M.Hum., M.Kn., notaris di
Jakarta, Perusahaan telah meningkatkan modal dasar Perusahaan dari Rp 60 miliar menjadi Rp 160 miliar
dan perubahan nilai nominal saham Perusahaan yang semula Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham
dan menerbitkan saham baru melalui Penawaran Umum, dalam jumlah sebanyak-banyaknya 2 miliar saham
dengan nilai nominal Rp 10 per saham atau setara dengan 33,33 % dari total modal ditempatkan dan disetor
Perusahaan setelah Penawaran Umum.
Perubahan anggaran dasar telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0007609.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 13 Februari 2019 dan telah
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia sesuai dengan surat penerimaan dan pemberitahuan perubahan data No. AHU-AH.01.03-
0087719 dan No. AHU-AH.01.03-0087720 masing-masing tanggal 13 Februari 2019.
53
Page 62
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
Agio saham dari penawaran umum saham
perusahaan kepada masyarakat
sebesar 2 miliar saham dengan nilai
nominal Rp 10 per saham dan harga
penawaran Rp 175 per saham 330,000,000,000 330,000,000,000
Agio saham dari peningkatan
modal disetor sebesar
84.210.526 saham dengan
nilai nominal Rp 100 per saham dan
pelaksanaan Rp 1.000 per saham 75,789,473,400 75,789,473,400
Agio saham 13,421,052,600 13,421,052,600
Pengampunan pajak 1,070,257,725 1,070,257,725
Biaya emisi penawaran saham (12,233,600,051) (12,233,600,051)
Total 408,047,183,674 408,047,183,674
23. PENDAPATAN
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Manajemen klub
Komersial 56,535,551,735 36,277,657,936
Kontribusi 7,788,836,264 4,400,000,000
Sport Agency
Sponsor - 54,260,516,326
Live Video Streaming dan rekaman Video 39,374,271,350 43,638,866,112
Lainnya 1,728,916,725 2,337,932,571
Total 105,427,576,074 140,914,972,945
54
Page 63
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. Beban Operasi
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Remunerasi pemain dan ofisial 31,158,163,542 38,937,619,170
Gaji dan tunjangan 26,504,206,382 29,527,311,742
Beban talent management 3,294,133,586 11,016,943,452
Perjalanan dinas 6,571,291,735 2,672,653,831
Sewa 11,593,099,886 13,198,602,018
Jasa profesional 15,363,585,693 16,252,691,145
Penyusutan aset (Catatan 12) 11,714,668,506 8,453,694,755
Penyusutan aset hak guna (Catatan 11) 1,748,942,539 -
Beban pokok merchandise 6,276,115,428 8,542,696,169
Beban kantor 2,777,789,336 1,439,949,940
Live video streaming dan rekaman video 6,371,883,883 3,969,728,681
Konsumsi 3,563,717,699 2,820,080,515
Perbaikan dan perawatan 929,548,936 1,311,753,772
Pajak dan perijinan 2,165,766,597 7,862,353,031
Amortisasi (Catatan 12 dan 13)
Akun media sosial 710,049,652 351,299,652
Pendaftaran 962,463,023 175,458,334
Lisensi 267,293,398 199,999,998
Sewa 133,333,331 150,000,000
Konsultasi 39,375,000 -
Virtual human 85,373,856 -
Listrik dan air 1,256,945,951 1,399,643,133
Sumbangan 675,071,073 1,056,065,373
Lain-lain 14,968,178,858 31,311,760,451
Jumlah 149,130,997,890 180,650,305,162
25. Keuntungan (Kerugian) lain- lain
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Pendapatan bunga 608,441,124 53,489,751,261
Pendapatan (Beban) keuangan 1,821,852,171 (12,868,680)
Pendapatan (Beban) lain -lain (28,546,623,787) 2,664,751,702
Jumlah (26,116,330,492) 56,141,634,284
55
Page 64
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. SIFAT RELASI DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Sifat relasi:
a. Pieter Tanuri adalah pemegang saham mayoritas Perusahaan.
b. PT Terrazone Indonesia, PT Penta Artha Impressi, PT Bank Ina Perdana Tbk, PT Bola Nusantara, PT
Modal Ventura YACB dan PT Teknologi Kreasi Bangsa memiliki pemegang saham akhir yang sama dengan
Perusahaan.
c. Dewan Komisaris dan Dewan Direksi merupakan manajemen kunci Perusahaan.
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan mengadakan transaksi tertentu dengan pihak berelasi. Transaksi-
transaksi tersebut meliputi antara lain:
a. Saldo piutang usaha (Catatan 6) yang timbul dari transaksi pendapatan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
PT Penta Artha Impressi 191,573,680 191,573,680
Lain-lain 262,155,794 260,303,800
Total 453,729,474 451,877,480
Persentase dari total aset 0.06% 0.06%
b. Saldo piutang lain-lain (Catatan 7) yang timbul dari pemberian pinjaman sementara tanpa bunga
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
PT Bola Nusantara 2,720,482,940 2,247,507,363
PT Terrazone Indonesia 1,767,053,732 257,797,490
PT Kelola Aset Digital 859,313,629 534,899,873
PT Kilat Republik Indonesia 792,745,619 436,606,812
PT Karya Digital Madani 716,907,255 688,857,959
PT Teknologi Kreasi Bangsa 450,000,000 450,000,000
PT Khazanah Alwahda Kreatif 4,482,133 -
Lain-lain 886,015,334 805,225,333
Total 8,197,000,642 5,420,894,830
Persentase dari total aset 1.04% 0.67%
c. Grup memiliki rekening koran dan deposito berjangka (Catatan 4) pada PT Bank Ina Perdana Tbk sebesar
Rp 11,265,223,959 dan nill (31 Desember 2023: Rp 27.953.188.278 dan nill)
56
Page 65
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. SIFAT RELASI DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
d. Saldo utang usaha (Catatan 15) yang timbul dari pembelian barang dagangan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Rp Rp
PT Teknologi Kreasi Bangsa 257,400,000 257,400,000
Karya Digital Madani 1,018,374,181 1,013,878,264
Total 1,275,774,181 1,271,278,264
Persentase dari total liabilitas 2.22% 1.52%
27. IKATAN DAN PERJANJIAN YANG SIGNIFIKAN
a. Perusahaan memperoleh kontrak sponsor untuk tim sepakbola Bali United dari pihak ketiga sebesar
Rp 38,47 miliar per tahun untuk liga domestik dan Rp 2,5 miliar per tahun untuk kompetisi level Asia
yang berlaku sampai dengan tahun 2024.
b. Perusahaan memiliki kontrak signifikan dengan pemain, pelatih dan ofisial tim sepakbola profesional
dengan jangka waktu 6 bulan sampai dengan 4 tahun dengan rincian total kontrak per tahun sebagai
berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Rp Rp
Pemain tim utama 48 35,614,700,000 48 35,614,700,000
Pemain tim usia muda 93 510,600,000 93 510,600,000
Pelatih dan ofisial tim 16 772,300,000 16 772,300,000
Total 36,897,600,000 36,897,600,000
28. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Grup terekspos terhadap risiko keuangan seperti nilai wajar atau risiko arus kas atas suku bunga, risiko
likuiditas, dan risiko kredit dalam menghadapi operasinya. Secara umum dengan semua bisnis lainnya, Grup
menghadapi risiko yang timbul dari penggunaan instrumen keuangan. Catatan ini menggambarkan tujuan
Grup, kebijakan dan proses untuk mengelola risiko-risiko dan metode yang digunakan untuk mengukurnya.
Informasi kuantitatif lebih lanjut sehubungan dengan risiko ini disajikan melalui laporan keuangan
konsolidasian ini.
Tidak terdapat perubahan secara substansial dalam eksposur risiko instrumen keuangan Grup, tujuan,
kebijakan dan proses untuk mengelola risiko-risiko atau metode yang digunakan untuk mengukurnya dari
periode sebelumnya kecuali dinyatakan lain dalam catatan ini.
a. Instrumen keuangan utama
Instrumen keuangan utama yang digunakan Grup, dari instrumen keuangan yang mana risiko timbul,
meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain-lain, setoran jaminan,
investasi saham, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual dan liabilitas sewa.
57
Page 66
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
b. Kelompok instrumen keuangan
30 Juni 2024 31 Desember 2023
ASET KEUANGAN
Aset Keuangan yang Diukur dengan
Biaya Perolehan Diamortisasi
Kas dan Setara Kas 33,558,811,164 40,530,111,117
Piutang usaha 47,187,098,453 97,489,725,471
Piutang Lain-lain 30,658,296,841 27,689,330,272
Jumlah 111,404,206,458 165,709,166,860
Aset Keuangan yang Diukur dengan
Nilai Wajar melalui Laba Rugi (FVTPL)
Investasi Jangka Pendek 244,286,961,713 289,557,918,242
Aset Keuangan yang Diukur dengan
Nilai Wajar melalui Penghasilan
Komprehensif Lain (FVTOCI)
Investasi Jangka Pendek 74,563,810,161 64,126,897,500
Investasi pada instrumen ekuitas 50,457,163,000 49,257,163,000
Investasi pada instrumen utang 8,723,379,125 8,723,379,125
Jumlah Aset Keuangan 489,435,520,457 577,374,524,727
LIABILITAS KEUANGAN
Liabilitas Keuangan yang Diukur
dengan Biaya Perolehan Diamortisasi
Utang Usaha 16,547,669,193 32,922,533,486
Utang Lain-lain 2,200,935,664 1,744,080,137
Beban Akrual 3,330,005,770 5,724,889,605
Liabilitas Sewa 18,769,854,740 24,041,412,740
Jumlah Liabilitas Keuangan 40,848,465,367 64,432,915,968
c. Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar secara berulang (tetapi nilai wajar diharuskan
diungkapkan)
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar secara berulang (tetapi nilai wajar diharuskan
diungkapkan) meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain
dan beban akrual. Pengungkapan nilai wajar liabilitas sewa tidak diharuskan sesuai standar akuntansi.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut diatas yang diukur sebesar biaya perolehan
diamortisasi dalam laporan keuangan konsolidasian, mendekati nilai tercatat karena jatuh tempo dalam
jangka pendek.
d. Instrumen keuangan diukur dengan nilai wajar secara berulang
Grup memiliki instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar secara berulang pada akhir periode
pelaporan berupa investasi jangka pendek pada PT Nusadana Investama Indonesia, PT Buana Capital
Sekuritas, Reksadana Dana Kas PT Syailendra Capital, PT Juara Capital Indonesia, dan PT Trimegah
Sekuritas Indonesia Tbk (Desember 2023: PT Nusadana Investama Indonesia, PT Buana Capital Sekuritas,
Reksadana Dana Kas PT Syailendra Capital, PT Juara Capital Indonesia, PT KB Valbury Sekuritas, dan PT
Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk) (Catatan 5). Nilai wajar instrumen keuangan menggunakan harga
kuotasian di pasar aktif, pada Bursa Efek Indonesia yang merupakan hirarki nilai wajar pada level 1.
58
Page 67
Ekshibit E
PT BALI BINTANG SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. INSTRUMEN KEUANGAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Grup juga memiliki instrumen keuangan FVTOCI atas investasi pada instrumen ekuitas pada PT Rans
Entertainment Indonesia, PT Vidio Dot Com, Stargo Pte. Ltd, PT Liga Indonesia Baru, PT Lintas Aspirasi
Talenta, dan PT Mitra Maha Meta (Desember 2023: PT Rans Entertainment Indonesia, PT Vidio Dot Com,
Stargo Pte. Ltd, PT Liga Indonesia Baru dan PT PT Mitra Maha Meta) yang dinyatakan sebesar biaya
perolehan yang merupakan estimasi terbaik nilai wajar terkait dengan informasi terbaik kini yang
tersedia tidak cukup untuk mengukur nilai wajar.
e. Tujuan manajemen risiko keuangan
Kebijakan manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk memastikan bahwa terdapat sumber daya
keuangan yang memadai untuk pengembangan usaha Grup serta dapat mengelola risiko harga, risiko
suku bunga, risiko likuiditas, dan risiko kredit. Kebijakan manajemen risiko keuangan yang dijalankan
oleh Grup adalah sebagai berikut:
Manajemen risiko harga
Grup terekspos risiko harga yang berasal dari aset keuangan FVTOCI dan aset keuangan FVTPL seperti
diungkapkan dalam Catatan 5 yang dicatat sebesar nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang timbul
atas perubahan nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual diakui sebagai penghasilan komprehensif
lain.
29. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN OTORISASI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian merupakan tanggung jawab
manajemen, dan telah diotorisasi oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 30 Juli 2024.
59
Names mentioned 83 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Yurisa Martanti
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×3
unresolved
person
Rusnaldy
p.9
unresolved
person
Edy Soehartono
· Komisaris
p.9
unresolved
person
Andy Flores Noya
· Komisaris Independen
p.9
unresolved
person
Y. Ade Bunian Moniaga
· Direktur
p.9
unresolved
org
PT Kreasi Karya Bangsa
p.10 ×4
unresolved
org
PT Rahasia Gadis Nusantara
p.10 ×2
unresolved
org
PT Pedagang Aset Kripto
p.10
unresolved
org
PT IOG Indonesia Sejahtera
p.10
unresolved
org
PT Bali Boga Sejahtera
p.10
unresolved
org
PT Radio Swara Bukit Bali Indah
p.10
unresolved
org
PT Vidio Dot Com
p.19 ×8
unresolved
org
PT Rans Entertainment Indonesia
p.19 ×5
unresolved
org
PT Liga Indonesia Baru
p.19 ×10
unresolved
org
PT Mitra Maha Meta
p.19 ×6
unresolved
org
PT. Aspirasi Lintas Talenta
p.19 ×4
unresolved
org
Stargo Pte. Ltd
p.19 ×7
unresolved
org
PT Indozone Media Indonesia
p.19 ×6
unresolved
org
Tjufoo Pte. Ltd
p.19 ×5
unresolved
org
PT Bank UOB
p.39
unresolved
org
Bank Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Trimegah Asset Management
p.40 ×2
unresolved
org
PT Buana Capital Sekuritas
p.40 ×4
unresolved
org
PT Juara Capital Indonesia
p.40 ×4
unresolved
org
PT Nusadana Investama Indonesia
p.40 ×4
unresolved
org
PT Trimegah Asset Management Entitas
p.40
unresolved
org
PT Syailendra Capital Grup
p.42
unresolved
org
PT Valbury Sekuritas Indonesia
p.42
unresolved
org
PT NH Korindo Sekuritas Indonesia
p.42
unresolved
org
PT Gelora Trisula Semesta
p.46
unresolved
org
PT Hiperion Kapital Investama
p.48
unresolved
org
PT Karya Digital Madani
p.48 ×2
unresolved
org
PT Digital Technology Mediatama Pte. Ltd
p.48
unresolved
org
PT Samvile Koda Studio
p.48
unresolved
org
PT Putra Samarinda Indonesia
p.51
unresolved
person
Harbiansyah Hanafiah
p.51
unresolved
org
PT Liga Indonesia
p.51 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.53
unresolved
person
Candra Lim
p.54
unresolved
org
PT Mitra Maha Meta. Jatuh
p.55
unresolved
person
Pradita Ayu Yustisia
p.55
unresolved
org
Kantor Konsultan Aktuaria Riana dan Rekan
p.60
unresolved
person
Christina Dwi Utami
p.61
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.61
unresolved
org
PT Terrazone Indonesia
p.64 ×2
unresolved
org
PT Penta Artha Impressi
p.64 ×2
unresolved
org
PT Bola Nusantara
p.64 ×2
unresolved
org
PT Modal Ventura YACB
p.64
unresolved
org
PT Teknologi Kreasi Bangsa
p.64 ×3
unresolved
org
PT Kilat Republik Indonesia
p.64
unresolved
org
PT Khazanah Alwahda Kreatif
p.64
unresolved
org
PT Lintas Aspirasi Talenta
p.67
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.