Skip to content
Back to announcement

Laporan Keuangan Juni 2024.pdf

Financial statement Text extracted WOOD

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 53

Page 1

          
Page 2
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA

Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 30 Juni 2024
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 3
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit
Tanggal 30 Juni 2024
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                                                                                             Halaman
                         Daftar Isi



 Surat Pernyataan Direksi

 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit .............................................................       1

 Laporan Laba Rugi Konsolidasian Interim tidak diaudit ………………………………………….…………..                                                   2

 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim tidak diaudit ……………………………………………                                                 3

 Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim tidak diaudit ……………………………………………………….                                                     4

 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim tidak diaudit                   ……………………………………                          5 - 46




                                                           ***************************
Page 4

          
Page 5
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2024
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)

                                                          30 Juni 2024           31 Desember 2023
                                          Catatan
                                                          (Tidak diaudit)            (Diaudit)


  ASET
  ASET LANCAR


  Kas dan setara kas                      2, 4, 26              95,809,796,132       200,031,485,371
  Piutang usaha
       Pihak ketiga, bersih               2, 5, 26             632,769,568,001       449,571,028,852
       Pihak berelasi                     2, 5, 24               2,184,397,635          4,521,071,549
  Piutang lain-lain
       Pihak berelasi                       2, 6               161,749,669,587       165,318,515,570
       Pihak ketiga                       2, 6, 24              20,068,947,105        19,951,107,306
  Persediaan                                2, 7           2,669,621,938,947        2,843,452,158,143
  Pajak dibayar di muka                    2, 10                38,081,781,352        77,448,419,005
  Biaya dibayar di muka                      2                   3,094,760,431          4,827,778,102
  Uang muka pembelian                        8                 886,835,181,528       979,106,423,077
  Taksiran tagihan pajak                     2                               -        10,375,285,831


  Jumlah Aset Lancar                                       4,510,215,040,718        4,754,603,272,806


  ASET TIDAK LANCAR


  Uang muka pembelian                        8                 231,282,846,273       246,226,854,344
  Aset pajak tangguhan                       2                   4,468,066,754          4,468,066,754
  Taksiran tagihan pajak                     2                  37,060,033,850        35,246,125,087
  Properti Investasi                       2, 11               237,719,939,700       237,719,939,700
  Penyertaan Saham                          2, 9                26,272,870,988        26,272,870,988
  Aset tetap - bersih                      2, 11           2,202,655,341,085        2,221,152,503,359
  Aset hak guna usaha                      2, 15                33,288,826,034        57,067,379,882
  Aset lain-lain - bersih                  2, 12               114,076,366,915        80,164,134,447


  Jumlah Aset Tidak Lancar                                 2,886,824,291,599        2,908,317,874,561


  JUMLAH ASET                                              7,397,040,332,317        7,662,921,147,367




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.

                                                           1
Page 6
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2024
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)

                                                                    30 Juni 2024          31 Desember 2023
                                                   Catatan
                                                                    (Tidak diaudit)           (Diaudit)
  LIABILITAS DAN EKUITAS
  LIABILITAS JANGKA PENDEK

  Utang bank dan lembaga
      keuangan bukan bank                           2, 13           1,790,480,553,250       1,743,633,649,407
  Utang obligasi                                    2, 18                             -      407,402,221,552
  Utang sukuk mudharabah                            2, 18                             -       97,500,000,000
  Utang usaha
      Pihak ketiga                                 2, 14, 25           89,871,980,979         69,947,175,752
      Pihak berelasi                               2, 14, 24              514,154,142          1,312,922,290
  Utang lain-lain
      Pihak ketiga                                    2                 4,541,297,858          4,674,374,734
      Pihak berelasi                                2, 24               1,518,762,961          1,460,327,150
  Beban akrual                                        2                35,513,048,123         26,895,125,148
  Utang pajak                                       2, 16              18,269,959,054          9,546,443,411
  Liabilitas kontrak                                2, 17                             -       64,381,603,688
  Utang jangka panjang
      yang jatuh tempo dalam
      waktu satu tahun
      Utang bank dan lembaga
          keuangan bukan bank                       2, 13              91,913,844,802        113,017,071,695
      Utang sewa pembiayaan                           2                10,883,289,052         14,261,181,117


  Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   2,043,506,890,221       2,554,032,095,944


  LIABILITAS
      JANGKA PANJANG

  Utang jangka panjang, setelah
      dikurangi bagian yang jatuh
      tempo dalam waktu satu tahun :
      Utang bank dan lembaga
          keuangan bukan bank                       2, 13             297,812,255,077        333,955,146,292
      Utang sewa pembiayaan                           2                 4,283,713,962          8,764,500,607
  Utang obligasi                                    2, 18             249,313,392,960        248,979,793,482
  Utang sukuk mudharabah                            2, 18             109,030,000,000        109,030,000,000
  Utang lain-lain
      Pihak berelasi                                2, 24             200,000,000,000                        -
  Liabilitas pajak tangguhan                          2                65,696,388,702         65,805,414,454
  Liabilitas imbalan kerja                            2                36,402,807,362         30,493,629,819


  Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    962,538,558,063        797,028,484,654


  JUMLAH LIABILITAS                                                 3,006,045,448,284       3,351,060,580,598

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim yang
tidak diaudit terlampir merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
yang tidak diaudit ini secara keseluruhan.
                                                               1a
Page 7
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2024
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)


                                                                 30 Juni 2024         31 Desember 2023
                                                  Catatan
                                                                 (Tidak diaudit)          (Diaudit)


  EKUITAS
  Ekuitas yang dapat
     didistribusikan kepada
     pemilik entitas induk


  Modal saham - nilai nominal
     Rp 100 per saham pada periode
     30 Juni 2024 dan Tahun 2023                    2, 19          643,750,000,000       643,750,000,000
  Tambahan modal disetor                            2, 19          314,163,016,890       314,163,016,890
  Komponen ekuitas lainnya                                         238,898,344,827       238,898,344,827
  Saham treasury                                                   (89,957,290,800)      (89,957,290,800)
  Penghasilan Komprehensif lain                                  1,178,552,315,779      1,179,693,702,812
  Saldo laba
     Belum ditentukan
         penggunaannya                                           1,232,997,960,104      1,148,023,933,477
     Ditentukan penggunaannya                                      792,735,214,664       792,735,214,664
  Sub-jumlah                                                     4,311,139,561,464      4,227,306,921,870


  Kepentingan non-pengendali                         20             79,855,322,569        84,553,644,899


  JUMLAH EKUITAS                                                 4,390,994,884,033      4,311,860,566,769


  JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  7,397,040,332,317      7,662,921,147,367




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                            1b
Page 8
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2024
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                                                       30 Juni 2024           30 Juni 2023
                                                          Catatan      (Tidak diaudit)        (Tidak diaudit)


   PENJUALAN BERSIH                                        2, 21        1,441,494,449,981     1,274,234,177,155
   BEBAN POKOK PENJUALAN                                   2, 22        1,094,270,341,864       884,401,570,076
   LABA BRUTO                                                            347,224,108,117        389,832,607,079
   Beban penjualan                                         2, 23           81,662,601,817       126,673,782,702
   Beban umum dan administrasi                             2, 23           78,791,385,908        76,226,961,692
   Jumlah Beban Operasional                                              160,453,987,725        202,900,744,394
   Pendapatan Operasional                                                186,770,120,392        186,931,862,685
   Pendapatan (Beban) Lain - Lain
   Beban keuangan                                            2          (120,944,454,537)      (122,165,630,008)
   Penghasilan bunga                                                        5,514,779,507          3,353,745,495
   Penghasilan sewa                                                            12,130,000            176,000,000
   Lain - lain bersih                                        2             19,330,045,615        25,529,358,771
   Laba (rugi) pelepasan aset tetap                          2              (438,407,746)             (3,674,326)
   Laba (rugi) selisih kurs - bersih                         2             19,929,417,821       (11,953,180,279)
   Jumlah pendapatan (beban) Lain - Lain                                 (76,596,489,340)      (105,063,380,347)


   LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK
                                                                         110,173,631,052         81,868,482,338
   MANFAAT (BEBAN) PAJAK
   Kini                                                      2           (31,248,339,540)       (39,572,413,980)
   Tangguhan                                                                  109,025,752        (3,905,622,541)
   Jumlah beban pajak - bersih                                           (31,139,313,788)       (43,478,036,521)


   Laba Tahun Berjalan                                                     79,034,317,264        38,390,445,817


   Laba tahun berjalan yang
     dapat diatribusikan kepada:
   Pemilik entitas induk                                                   83,832,639,594        39,663,834,317
   Kepentingan non-pengendali                                             (4,798,322,330)        (1,273,388,500)
   LABA TAHUN BERJALAN                                                     79,034,317,264        38,390,445,817


  PENGHASILAN (KERUGIAN) KOMPREHENSIF
  LAIN
                                                                                          -                        -


  JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
  TAHUN/PERIODE BERJALAN                                                   79,034,317,264        38,390,445,817




  LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN
                                                                                      13.22                     6.25
  YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
  PEMILIK ENTITAS INDUK




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                                   2
Page 9
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2024
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)



                                 Catatan                                                                                                          Saldo Laba Belum         Saldo Laba                             Kepentingan
                                                                 Saham           Tambahan             Komponen              Penghasilan              ditentukan            Ditentukan                                 non-
                                           Modal saham          Treasury        Modal Disetor       ekuitas lainnya       Komprehensif Lain        penggunaannya         penggunaannya           Total            pengendali        Jumlah ekuitas


  Saldo Awal - 1 Januari 2023      19      643,750,000,000   (49,643,362,000)   314,164,475,737       6,372,300,984         1,013,314,257,442      1,029,733,872,012       792,735,214,664   3,750,426,758,839   10,180,642,425     3,760,607,401,264

  Laba tahun berjalan                                    -                  -                   -                     -                       -       39,663,834,317                     -     39,663,834,317    (1,273,388,500)      38,390,445,817

  Dividen                                                -                  -                   -                     -                       -        (792,000,000)                     -       (792,000,000)                  -       (792,000,000)

  Komponen Ekuitas Lainnya                               -                  -                   -    86,001,000,000                           -                      -                   -     86,001,000,000                   -     86,001,000,000

  Saham Treasury                                         -   (40,313,928,800)                   -                     -                       -                      -                   -    (40,313,928,800)                  -    (40,313,928,800)

  Surplus revaluasi aset tetap                           -                  -                   -                     -         (2,013,161,700)        2,013,161,700                     -                   -                  -                    -




  Saldo 30 Juni 2023                       643,750,000,000   (89,957,290,800)   314,164,475,737      92,373,300,984         1,011,301,095,742      1,070,618,868,029       792,735,214,664   3,834,985,664,356    8,907,253,925     3,843,892,918,281




                                                                                                                                                  Saldo Laba Belum         Saldo Laba                            Kepentingan
                                                                                 Tambahan             Komponen              Penghasilan
                                 Catatan   Modal saham       Saham Treasury                                                                           ditentukan           Ditentukan            Total               non-           Jumlah ekuitas
                                                                                Modal Disetor       ekuitas lainnya       Komprehensif Lain
                                                                                                                                                   penggunaannya         penggunaannya                            pengendali



  Saldo Awal - 1 Januari 2024      19      643,750,000,000   (89,957,290,800)   314,163,016,890     238,898,344,827         1,179,693,702,812      1,148,023,933,477       792,735,214,664   4,227,306,921,870   84,553,644,899     4,311,860,566,769

  Laba tahun berjalan                                    -                  -                   -                     -                       -       83,832,639,594                     -     83,832,639,594    (4,798,322,330)      79,034,317,264

  Setoran modal oleh KNP                                 -                  -                   -                     -                       -                      -                   -                   -      100,000,000          100,000,000

  Surplus revaluasi aset tetap                           -                  -                   -                     -         (1,141,387,033)        1,141,387,033                     -                   -                  -                    -




  Saldo 30 Juni 2024                       643,750,000,000   (89,957,290,800)   314,163,016,890     238,898,344,827         1,178,552,315,779      1,232,997,960,104       792,735,214,664   4,311,139,561,464   79,855,322,569     4,390,994,884,033




        Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tak
        terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.

                                                                                                                            3
Page 10
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2024
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)

                                       Untuk periode enam bulan yang berakhir
                                             Pada tanggal 30 Juni 2024


                                                                    30 Juni 2024            30 Juni 2023
                                                                   (Tidak diaudit)         (Tidak diaudit)
  ARUS KAS DARI AKTIVITAS
      OPERASI
  Penerimaan kas dari pelanggan                                     1,200,197,841,134       1,025,824,728,610
  Pembayaran kas kepada
      pemasok, direksi, karyawan
      dan beban operasional
      lain-lain                                                     (780,532,080,103)      (1,139,303,355,599)


  Kas yang diperoleh dari
    (digunakan untuk) operasi                                        419,665,761,031        (113,478,626,989)
  Penghasilan keuangan                                                    5,514,779,507         3,353,745,495
  Beban keuangan                                                    (131,705,324,425)        (80,055,283,342)
  Pembayaran pajak                                                   (47,144,423,187)        (49,775,622,766)
  Penerimaan pajak                                                       10,375,285,831                      -
  Lain-lain - bersih                                                     16,146,693,465        26,719,361,800
  Kas bersih yang diperoleh
      dari (digunakan untuk)
      aktivitas operasi                                              272,852,772,222        (213,236,425,802)


  ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
    INVESTASI
  Perolehan aset tetap                                                   (2,490,368,933)     (11,620,329,436)
  Perolehan aset hak guna                                                              -             (322,272)
  Perolehan aset lain-lain                                           (34,789,586,794)          (4,649,318,269)
  Pembayaran uang muka
      pembelian aset tetap                                               (1,554,583,280)       (4,923,006,469)
  Hasil pelepasan aset tetap                                                808,674,828        10,251,628,748
  Kas bersih yang digunakan
      untuk aktivitas investasi                                      (38,025,864,179)        (10,941,347,698)


  ARUS KAS DARI AKTIVITAS
      PENDANAAN
  Penambahan utang bank dan LKBB jangka panjang                                        -       50,000,000,000
  Pembayaran utang bank dan dan LKBB jangka panjang                  (57,920,235,695)        (83,763,177,106)
  Penambahan utang bank dan LKBB jangka pendek                      3,065,619,947,177       2,355,701,849,312
  Pembayaran utang bank dan LKBB jangka pendek                    (3,014,711,042,032)      (2,669,715,394,508)
  Pembayaran sukuk mudharabah jangka pendek                          (97,500,000,000)                        -
  Penambahan obligasi jangka pendek                                 (407,820,000,000)                        -
  Pembayaran dividen                                                                   -        (792,000,000)
  Setoran modal oleh KNP                                                    100,000,000                      -
  Pembayaran utang sewa                                                  (7,858,678,709)     (15,769,025,840)
  Pembayaran beban keuangan (obligasi & sukuk)                                         -     (30,339,766,667)
  Saham treasury                                                                       -     (40,313,928,800)
  Perolehan (pembayaran) utang lain-lain                             200,000,000,000                         -
  Obligasi wajib konversi                                                              -       86,001,000,000
  Pencairan (penempatan) untuk dana dibatasi pengunaannya                              -       40,000,000,000

  Kas bersih yang diperoleh dari
      aktivitas pendanaan                                           (320,090,009,259)       (308,990,443,609)

  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                             4
Page 11
PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
Tanggal 30 Juni 2024
dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)

                                       Untuk periode enam bulan yang berakhir
                                              Pada tanggal 30 Juni 2024


  KENAIKAN (PENURUNAN)
      BERSIH KAS, SETARA
      KAS DAN CERUKAN                                                 (85,263,101,216)      (533,168,217,109)


  DAMPAK BERSIH
      PERUBAHAN NILAI
      TUKAR ATAS KAS
      DAN SETARA KAS                                                      (3,827,155,208)     (1,147,782,484)


  KAS, SETARA KAS DAN
      CERUKAN AWAL TAHUN                                              130,274,413,894        226,407,484,051


  KAS, SETARA KAS DAN
      CERUKAN AKHIR TAHUN                                                 41,184,157,470    (307,908,515,542)


  Kas, setara kas dan cerukan terdiri dari:


  Kas dan setara kas                                                      95,809,796,132      31,898,556,933
  Cerukan                                                             (54,625,638,662)      (339,807,072,475)
  JUMLAH                                                                  41,184,157,470    (307,908,515,542)




  Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir
  merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Laporan
  Keuangan Konsolidasian ini secara keseluruhan.
                                                               4a
Page 12
                                                                         FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                                         Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     1.    UMUM
           a.   Pendirian Perusahaan
                PT Integra Indocabinet, Tbk (“Perusahaan” atau “ITG”) didirikan berdasarkan akta notaris Soetjipto, S.H., No. 147
                tanggal 19 Mei 1989. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
                Keputusan No. C2-320.HT.01.01.th’90 tanggal 20 Januari 1990.
                Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris Dyah
                Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 20 Juli 2022 menyetujui perubahan pasal 3 mengenai maksud dan
                tujuan Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
                dengan Surat Keputusan No. AHU-0055698.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 8 Agustus 2022.
Approved by:
                Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam
                bidang industry dan perdagangan besar.
                Perusahaan berkedudukan di Sidoarjo dan saat ini bergerak dalam bidang produksi mebel berbahan dasar kayu
                dan produk kayu lainnya. Perusahaan mulai melakukan kegiatan operasinya pada tahun 1989.
                PT Integra Indo Lestari (IIL) adalah entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan.

           b.   Penawaran Umum Saham Perusahaan
                Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-307/D.04/2017, tanggal 14 Juni 2017, Pernyataan Pendaftaran
                Perusahaan dalam rangka Penawaran Umum Perdana telah dinyatakan efektif. Pada tanggal 21 Juni 2017,
                Perusahaan mencatatkan 1.250.000.000 lembar sahamnya dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
                nominal Rp 100 per saham di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran perdana sebesar Rp 260 per saham.

           c.   Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan

                Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-52/D.04/2021, tanggal 8 April 2021, Perusahaan memperoleh
                pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi dan
                Sukuk Mudharabah dengan total penawaran umum masing-masing sebesar Rp 700.000.000.000 dan Rp
                300.000.000.000.

                Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap I masing masing
                sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000 pada tanggal 15 April 2021.

                Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia Obligasi dan Sukuk Mudharabah Tahap II masing masing
                sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000 pada tanggal 28 Maret 2022.

           d.   Entitas Anak
                Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut:
                                                                                                                Persentase                      Jumlah aset sebelum
                                                                                                                Kepemilikan                eliminasi (dalam jutaan rupiah)
                                                                             Aktivitas    Tahun
                                                                              Bisnis     Pendirian                                   30 Juni 2024
                          Entitas Anak                   Domisili
                                                                                                     30 Jun, 2024     31 Des, 2023         30 Jun, 2024     31 Des, 2023
                                                                                                                          ____________                      _____________   ______




                Entitas Anak Langsung
                PT Belayan River Timber (BRT)       Kalimantan Timur            a          1972        81.44%             81.44%               561,404              567,046
                PT Intertrend Utama (ITR)                Sidoarjo               b          1993        99.79%             99.79%             2,335,815            2,415,213
                PT Interkraft (ITK)                      Sidoarjo               b          2002        99.53%             99.53%             1,214,438            1,241,399
                PT Intera Indonesia (INT)                Sidoarjo               b          2012        99.89%             99.89%             1,292,025            1,283,388
                PT Inter Kayu Mandiri (IKM)              Sidoarjo               c          2015        80.00%             80.00%                16,598               16,598
                Carbon Resources Alliance Aps (CRA)      Denmark                d          2023        60.00%             60.00%               115,092              108,331

                Entitas Anak Tidak Langsung
                Melalui PT Intertrend Utama (ITR)
                PT Superalam Mas (SAM)                 Tulungagung       D      d          2006        100.00%            100.00%               14,828                 14,780

                Melalui PT Belayan River Timber (BRT)
                PT Narkata Rimba (NKT)                Kalimantan Timur          a          1978         99.00%             99.00%              52,149                   59,853
                PT Kandelia Alam (KAN)                Kalimantan Barat          d          2001         80.00%             80.00%              16,527                   21,391
                PT Borneo Forestama Lestari           Kalimantan Timur          d          2021        100.00%            100.00%               9,569                    8,139
                (BFL)
                PT Borneo Wana Utama (BWU)            Kalimantan Timur          d          2021        100.00%            100.00%              40,366                   38,001
                PT Ekosistem Alam Sejahtera           Kalimantan Timur          d          2023         70.00%             70.00%              27,801                   27,640
                (EAS)
                PT Indika Ekosistem Khatulistiwa      Kalimantan Timur          d          2023         70.00%                70.00%           44,865                   42,579
                (IEK)
                PT Bakau Bina Usaha (BBU)                   Aceh                d          2008         95.00%                  -                566                            -
                PT Ananda Anugerah Agung (AAA)              Riau                d          2000         90.00%                  -              14,806                           -



                                                                                          5
Page 13
                                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                          Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     1.    UMUM (Lanjutan)

           d.   Entitas Anak
                Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki Entitas Anak sebagai berikut: (Lanjutan)
                Melalui PT Belayan River Timber (BRT) dan PT Narkata Rimba (NKT)
                PT Nala WIjaya Amerta (NWA)              Surabaya            d            2023       100.00%    100.00%   4,046      4,046
                PT Renjana Amerta Lestari (RAL)          Surabaya            d            2023       100.00%    100.00%   6,187      4,096

                Melalui PT Borneo Forestama Lestari (BFL) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Ekosistem Alas Lestari (EAL)           Surabaya     D    d              2023      100.00%    100.00%   3,235      3,325

                Melalui PT Borneo Wana Utama (BWU) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Wana Kelola Utama (WKU)            Surabaya            d            2023           100.00%   100.00%    724        724
Approved by:
                Melalui PT Nala Wijaya Amerta (NWA) dan PT Renjana Amerta Lestari (RAL)
                PT Arya Harita Wanantara (AHW)          Surabaya           d            2023         100.00%    100.00%   3,258      3,258
                PT Askara Wana Utama (AWU)              Surabaya           d            2023         100.00%    100.00%     713        713
                PT Bhumi Nawasena Sejahtera             Surabaya           d            2023         100.00%    100.00%     506        506
                (BWS)

                Aktivitas Bisnis Entitas Anak
                a. Industri Hak Pengelolaan Hutan
                b. Industri Mebel
                c. Perusahaan Induk
                d. Belum beroperasi secara komersial


                Perubahan dalam entitas anak selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                PT Bakau Bina Usaha

                Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati , S.H.,M.Kn No. 2 tanggal 5 Februari 2024, BRT dan NKT memiliki
                penyertaan saham masing-masing sebesar 475 dan 25 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per
                lembar saham pada BBU. Persentase kepemilikan BRT dan NKT masing-masing sebesar 95% dan 5%.

                PT Ananda Anugerah Agung

                Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati , S.H.,M.Kn No. 3 tanggal 11 Januari 2024, BRT memiliki
                penyertaan saham sebesar 900 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar saham pada AAA
                dengan persentase kepemilikan sebesar 90%.

           e.   Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
                Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
                Dewan Komisaris
                Komisaris Utama (Independen) :            Bing Hartono Poernomosidi*
                Komisaris                      :             Stephanie Kane Ilham

                Direksi
                Direktur Utama                                     :                          Halim Rusli
                Direktur                                           :                          Widjaja Karli
                                                                   :                         Syany Tjandra
                Direktur Independen                                :                         Wang Sutrisno

                Komite Audit
                Ketua                                          :               Bing Hartono Poernomosidi*
                Anggota                                        :                     Benny Bachtiar
                                                                                    Dian Prameswari

                Perusahaan dan Entitas Anaknya (bersama-sama disebut “Kelompok Usaha”) memiliki 1.598 dan 1.544 orang
                karyawan tetap masing-masing pada tanggal 30 Juni 2024 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2023.

           f.   Tanggal Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
                Laporan keuangan konsolidasian telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada 30
                Juli 2024




                                                                                         6
Page 14
                                                     FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                        Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
           a.   Pernyataan Kepatuhan
                Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
                Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
                Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
                Indonesia serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan
                Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

           b.   Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Approved by:
                Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas
                konsolidasian, dan dasar pengukuran dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk akun tertentu
                yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan yang relevan.
                Laporan arus kas konsolidasian yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan
                dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
                Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas mencakup kas, bank dan deposito yang jatuh tempo dalam waktu
                tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan setelah dikurangi cerukan.

                Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah (“Rp”), yang
                merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.

           c.   Perubahan Standar Akuntansi
                Implementasi dari standar-standar, amandemen dan penyesuaian tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal
                1 Januari 2023 di bawah ini tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha dan tidak
                memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan atau sebelumnya:
                       Amandemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang kewajiban diklasifikasikan sebagai
                        lancar atau tidak lancar;
                       Amandemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang pengungkapan kebijakan akuntansi;
                       Amandemen PSAK No. 16 “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan;
                       Amandemen PSAK No. 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan” tentang
                        definisi estimasi akuntansi;
                       Amandemen PSAK No. 46 “Pajak Penghasilan” tentang pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang
                        timbul dari transaksi tunggal;
                       Amandemen PSAK No. 107 “Akuntansi Ijarah” tentang pengakuan, pengukuran, penyajian, dan
                        pengungkapan akad ijarah.

           d.   Prinsip-prinsip Konsolidasian

                Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anaknya.
                Pengendalian didapat ketika Kelompok Usaha terekspos, atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
                keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui
                kekuasaannya atas investee.
                Secara khusus, Kelompok Usaha mengendalikan investee jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha memiliki seluruh
                hal berikut ini:
                       kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
                        mengarahkan aktivitas relevan dari investee;
                       eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
                       kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil
                        investor.
                Ketika Kelompok Usaha memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Kelompok Usaha dapat mempertimbangkan
                semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
                       pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara yang lain;
                       hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
                       hak suara dan hak potensial Kelompok Usaha.
                                                                   7
Page 15
                                                      FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
           d.   Prinsip-prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
                Kelompok Usaha menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
                mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
                Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Kelompok Usaha memiliki pengendalian atas entitas anak dan
                berhenti ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, pendapatan dan
                beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan
                penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian sampai
                dengan tanggal Kelompok Usaha menghentikan pengendalian atas entitas anak.
Approved by:
                Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
                entitas induk Kelompok Usaha dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hasil di KNP mempunyai
                saldo defisit.
                Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya sesuai
                dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban dan arus kas
                berkaitan dengan transaksi antar anggota Kelompok Usaha akan dieliminasi secara penuh dalam proses
                konsolidasi.
                Seluruh akun dan transaksi antar perusahaan yang material, termasuk keuntungan atau kerugian yang belum
                direalisasi, jika ada, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi Kelompok Usaha sebagai
                satu kesatuan usaha.
                Laporan keuangan entitas anak disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan.
                Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika
                Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka:
                        menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak;
                        menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
                        menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran yang dicatat di ekuitas, bila ada;
                        mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
                        mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
                        mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi;
                        mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
                         penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Kelompok Usaha
                         akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.
                Rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP
                mempunyai saldo defisit.
                KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak dapat diatribusikan
                secara langsung maupun tidak langsung kepada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laba atau rugi
                dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan
                kepada pemilik entitas induk.
                Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
                pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas (dalam hal ini transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya
                sebagai pemilik).
           e.   Kombinasi Bisnis dan Goodwill
                Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada
                nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada
                pihak yangdiakuisisi.
                Untuk setiap kombinasi bisnis, Kelompok Usaha memilih apakah mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik
                pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang
                diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam bebanadministrasi.
                Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Kelompok Usaha mengklasifikasikan dan menentukan aset
                keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual,
                kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yangada pada tanggal akuisisi.
                Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat
                dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan
                liabilitas yang diambil alih.


                                                                    8
Page 16
                                                        FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
           e.   Kombinasi Bisnis dan Goodwill (Lanjutan)
                Jika imbalan tersebut lebih rendah dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui
                pada laba rugi sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya manajemen melakukan
                penilaian atas identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih.
                Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk
                tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi
                dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Kelompok Usaha yang diharapkan akan bermanfaat
                dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan
                atas UPK tersebut.
Approved by:
           f.   Akuntansi Penggabungan Usaha
                Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 38 (2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. PSAK ini mengatur
                perlakuan akuntansi untuk kombinasi bisnis entitas sepengendali dan diterapkan untuk kombinasi bisnis
                sepengendali yang memenuhi persyaratan dalam PSAK No. 22, “Kombinasi Bisnis”, baik untuk entitas penerima
                ataupun entitas yang melepas bisnis.
                Akuisisi atau pengalihan saham antara entitas sepengendali dicatat sesuai dengan PSAK No. 38 (2012),
                “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. Dalam PSAK No. 38 (2012), pengalihan aset, kewajiban, saham dan
                instrumen kepemilikan lainnya dari entitas sepengendali tidak menghasilkan laba atau rugi bagi Perusahaan atau
                entitas individual dalam kelompok yang sama.
                Karena transaksi restrukturisasi entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi pemilikan
                atas aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan lainnya yang dipertukarkan, maka aset maupun liabilitas
                yang dialihkan harus dicatat sebesar nilai buku sebagai penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan
                kepemilikan (pooling-of-interests).
                Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, komponen laporan keuangan untuk periode di mana terjadi
                restrukturisasi dan untuk periode lain yang disajikan untuk tujuan perbandingan, disajikan sedemikian rupa seolah-
                olah restrukturisasi telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih
                antara nilai tercatat investasi pada tanggal efektif dan harga pengalihan diakui sebagai bagian dari akun
                “Tambahan Modal Disetor” pada ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
           g.   Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
                Kelompok Usaha mengungkapkan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam
                laporan keuangan konsolidasian.
                Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Kelompok Usaha jika mereka:
                (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Kelompok Usaha;
                (ii) memiliki pengaruh signifikan atas Kelompok Usaha; atau
                (iii) merupakan personil manajemen kunci Kelompok Usaha atau entitas induk dari Perusahaan.
                Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha jika:
                (a) langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan, atau
                    dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan, Kelompok Usaha; (ii) memiliki
                    kepentingan dalam Kelompok Usaha yang memberikan pengaruh signifikan atas Kelompok Usaha; atau (iii)
                    memiliki pengendalian bersama atas Kelompok Usaha;
                (b) suatu pihak adalah entitas asosiasi Kelompok Usaha;
                (c) suatu pihak adalah ventura bersama di mana Kelompok Usaha sebagai venturer;
                (d) suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Kelompok Usaha;
                (e) suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d);
                (f)   suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau di
                      mana hak suara signifikan dimiliki oleh, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir
                      (d) atau (e); atau
                (g) suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari Kelompok Usaha atau entitas
                     yang terkait dengan Kelompok Usaha.
                Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, di mana persyaratan
                tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
                Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan
                keuangan konsolidasian yang relevan.

                                                                      9
Page 17
                                                      FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
           h.   Instrumen Keuangan
                Aset Keuangan
                Pengakuan dan pengukuran awal
                Kelompok Usaha mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai
                wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan
                (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
                Aset keuangan Kelompok Usaha terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain diklasifikasikan
Approved by:    sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dan penyertaan saham diklasifikasikan
                sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Kelompok Usaha tidak
                memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
                Kelompok Usaha menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis
                Kelompok Usaha dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan
                (“SPPI”).
                Pengujian SPPI
                Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Kelompok Usaha menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk
                mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
                Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal
                dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi
                premi/diskon).
                Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang
                dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan dan memperhatikan
                faktor-faktor yang relevan seperti mata uang di mana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku
                bunga ditetapkan.
                Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas
                dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas
                kontraktual yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga atas saldo SPPI. Dalam kasus seperti itu, aset
                keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).
                Penilaian model bisnis
                Kelompok Usaha menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana
                Kelompok Usaha mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.
                Model bisnis Kelompok Usaha tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio
                secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti:
                   Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan
                    dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
                   Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
                    tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
                   Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset
                    yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
                   Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian
                    Kelompok Usaha.
                Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan
                skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang
                berbeda dari yang awal diharapkan, Kelompok Usaha tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang
                tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
                keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
                Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis
                yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan
                kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran
                pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
                Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai
                wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
                menggunakan suku bunga efektif.
                                                                   10
Page 18
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
           h.   Instrumen Keuangan (Lanjutan)
                Aset Keuangan (Lanjutan)
                Penilaian model bisnis (Lanjutan)
                Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (a) aset keuangan dikelola dalam model
                bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan
                dan (b) persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas
                yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah
                pokok terutang.
Approved by:
                Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, di mana keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan
                komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan
                kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi,
                keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi
                dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
                Penghasilan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba
                rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan diakui sebagai “Pendapatan keuangan”. Ketika
                penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan
                diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian sebagai “Kerugian penurunan nilai”.
                Metode Suku Bunga Efektif (“SBE”)
                SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan
                metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang
                secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain
                yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan
                premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan
                periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.
                Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan FVTPL.
                Penurunan nilai aset keuangan
                Aset keuangan dinilai apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset
                keuangan diturunkan nilainya apabila terdapat bukti objektif sebagai akibat adanya satu atau lebih peristiwa yang
                terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan tersebut dan dilakukan estimasi terhadap arus kas masa depan dari
                investasi tersebut yang akan terdampak.
                Kelompok Usaha mengakui Kerugian Kredit Ekspektasian (KKE) untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
                perolehan diamortisasi.
                Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah
                kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah
                meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko kredit instrumen keuangan tersebut tidak
                meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka Kelompok Usaha mengakui sejumlah kerugian kredit
                ekspektasian 12 bulan.
                Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
                tersebut terhadap piutang usaha tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
                Liabilitas Keuangan
                Pengakuan dan pengukuran awal
                Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau
                liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan
                mereka pada saat pengakuan awal.
                Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
                langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
                rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya
                transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
                wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
                Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang bank dan lembaga keuangan bukan bank, utang usaha,
                utang lain-lain, beban akrual, liabilitas sewa, utang obligasi dan sukuk mudharabah diklasifikasikan sebagai
                liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Kelompok Usaha tidak memiliki liabilitas
                keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

                                                                    11
Page 19
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
           h.   Instrumen Keuangan (Lanjutan)
                Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
                Pengukuran selanjutnya
                Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi
                dengan menggunakan metode SBE.
                Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian
                liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan
Approved by:    pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.
                Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan
                komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban
                keuangan” dalam laba rugi.
                Penghentian pengakuan
                Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan
                atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
                Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas
                persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara
                substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan
                liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing
                liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
                Biaya Perolehan Diamortisasi dari Instrumen Keuangan
                Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode SBE dikurangi cadangan atas penurunan nilai
                dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau
                diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan fee yang merupakan bagian yang tidak
                terpisahkan dari SBE.
                Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
                Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
                konsolidasian jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus
                atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan
                secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
                Hirarki Nilai Wajar
                Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayarkan untuk
                mentransfer suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai
                wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual suatu aset atau mentransfer liabilitas terjadi. Jika tidak
                terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Kelompok Usaha
                harus memiliki akses ke pasar utama.
                Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
                harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
                terbaiknya.
                Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data
                untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
                meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
                Semua aset dan liabilitas di mana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian
                dapat dikategorikan pada tingkat hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas
                pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
                   Tingkat 1: Nilai wajar diukur berdasarkan pada harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset
                    atau liabilitas sejenis;
                   Tingkat 2: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi di mana seluruh input yang mempunyai efek
                    yang signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung;
                   Tingkat 3: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi di mana seluruh input yang mempunyai efek
                    yang signifikan atas nilai wajar tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi.



                                                                    12
Page 20
                                                        FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
           h.   Instrumen Keuangan (Lanjutan)
                Hirarki Nilai Wajar (Lanjutan)
                Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha
                menentukan apakah terjadi transfer antara Tingkat di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori
                (berdasarkan input tingkat terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
                Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan
                sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan tingkat hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.
          i.
Approved by:    Kas dan Setara Kas
                Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank serta deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang
                pada saat ditempatkan dan yang tidak dijadikan sebagai jaminan dan dibatasi dalam penggunaannya.
                Bank yang dijaminkan atau dibatasi penggunaannya disajikan sebagai bagian dari “Dana yang dibatasi
                penggunaannya.”
           j.   Persediaan
                Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
                Biaya perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan
                biaya-biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut, serta membawanya ke lokasi dan
                kondisinya yang sekarang. Barang jadi dan barang dalam proses meliputi alokasi beban pabrikasi tetap dan
                variabel, sebagai tambahan atas bahan baku dan tenaga kerja langsung.
                Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran
                biaya untuk menyelesaikan dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
                Penyisihan atas persediaan usang atau penurunan nilai persediaan, jika ada, ditetapkan berdasarkan penelaahan
                kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan.
           k.   Biaya Dibayar di Muka
                Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
           l.   Penyertaan Saham
                Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian Kelompok Usaha atas
                hasil operasi dari entitas asosiasi.
                Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Kelompok Usaha mengakui
                bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika relevan dalam laporan perubahan ekuitas
                konsolidasian.
                Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Kelompok Usaha
                dengan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan Kelompok Usaha dalam entitas
                asosiasi.
                Kelompok Usaha menentukan apakah diperlukan untuk mengakui rugi penurunan nilai atas investasi Kelompok
                Usaha dalam investasi pada entitas asosiasi. Kelompok Usaha menentukan apakah terdapat bukti yang objektif
                yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Kelompok
                Usaha menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara nilai terpulihkan atas investasi pada entitas
                asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                konsolidasian.
                Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Kelompok Usaha.
                Investasi saham pada entitas di mana Kelompok Usaha tidak memiliki pengaruh yang signifikan dicatat sesuai
                dengan PSAK No. 71.
                Kelompok Usaha menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti menjadi
                investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
                a.   Jika investasi menjadi entitas anak, dan
                b.   Jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Perusahaan mengukur sisa
                     kepentingan tersebut pada nilai wajar.
                Ketika Kelompok Usaha menghentikan penggunaan metode ekuitas, Kelompok Usaha mencatat seluruh jumlah
                yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi tersebut
                menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee telah melepaskan secara
                langsung aset dan liabilitas terkait.
                                                             13
Page 21
                                                     FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                           Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

            m. Aset Tetap
               Tanah dan bangunan disajikan sebesar nilai revaluasi, dikurangi akumulasi penyusutan untuk bangunan.
               Revaluasi akan dilakukan dengan keteraturan yang cukup regular untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak
               berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode
               pelaporan.
               Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu aset tetap yang direvaluasi. Jika aset tetap
               mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif, maka revaluasi secara tahunan perlu dilakukan.
               Revaluasi secara tahunan tidak perlu dilakukan apabila perubahan nilai wajar tidak signifikan, sehingga revaluasi
Approved by:   setiap tiga atau lima tahun sekali dianggap cukup.
               Surplus revaluasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus
               revaluasi aset tetap. Namun, kenaikan tersebut diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset
               yang sama akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laba rugi.
               Defisit revaluasi diakui dalam laba rugi. Namun penurunan nilai tersebut diakui dalam surplus revaluasi aset tetap
               sepanjang tidak melebihi saldo surplus revaluasi untuk aset tersebut.
               Surplus/defisit revaluasi aset tetap yang dipindahkan secara berkala setiap periode ke saldo laba adalah sebesar
               perbedaan antara jumlah penyusutan berdasarkan nilai revaluasian aset dengan jumlah penyusutan berdasarkan
               biaya perolehan aset tersebut. Selanjutnya, akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasian dieliminasi terhadap
               jumlah tercatat bruto dari aset dan jumlah tercatat neto setelah eliminasi disajikan kembali sebesar jumlah
               revaluasian dari aset tersebut. Pada saat penghentian aset, surplus/defisit revaluasi untuk aset tetap yang dijual
               dipindahkan ke saldo laba.
               Aset tetap, kecuali tanah dan bangunan, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
               rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan aset tetap meliputi: (a) harga pembelian, (b) biaya-biaya yang
               dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya sekarang, dan (c) estimasi
               awal biaya pembongkaran dan pemindahan dan restorasi lokasi aset (jika ada). Setiap bagian dari aset tetap
               dengan biaya perolehan yang signifikan terhadap jumlah biaya perolehan aset, disusutkan secara terpisah.
               Pada saat pembaharuan dan perbaikan yang signifikan dilakukan, biaya tersebut diakui ke dalam nilai tercatat
               (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan
               dan pemeliharaan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dibebankan langsung pada operasi berjalan.
               Penyusutan dimulai saat aset tetap tersedia untuk digunakan dan dihitung dengan menggunakan metode garis
               lurus berdasarkan taksiran masa manfaat aset sebagai berikut:
                                                                Tahun

               Bangunan                                         10-30
               Sarana dan prasarana                               10
               Instalasi listrik                                 8-20
               Mesin dan peralatan                               4-16
               Alat-alat berat                                     8
               Kendaraan dan inventaris                          4-8
               Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah oleh
               manajemen, dan jika perlu disesuaikan secara prospektif. Perubahan dalam umur masa manfaat aset yang
               diharapkan dan nilai sisa menjadi pertimbangan untuk modifikasi periode depresiasi dan jumlah terdepresiasi yang
               diperlukan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi.
               Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”),
               dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada
               akun “Aset tetap” dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan perpanjangan atau pembaharuan
               hak-hak tersebut di atas diakui sebagai aset yang ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau
               umur manfaat ekonomis tanah, periode mana yang lebih pendek.
               Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap.
               Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang
               bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya.
               Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
               masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
               pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan nilai tercatat dari aset)
               dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam
               tahun/periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.

                                                                  14
Page 22
                                                      FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

            n. Properti Investasi
                Properti investasi Kelompok Usaha terdiri dari tanah yang dikuasai Kelompok Usaha untuk menghasilkan sewa
                atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan
                barang atau jasa atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
                Properti investasi – tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi penurunan nilai,
                jika ada, dan tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada
                pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti
                investasi.
Approved by:
                Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak
                digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada
                saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi
                diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam tahun terjadinya
                penghentian atau pelepasan tersebut.
                Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
                dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan
                atau pengembangan.
                Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan
                dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.
                Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Kelompok Usaha menggunakan
                metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan Kelompok Usaha menjadi
                properti investasi, Kelompok Usaha mencatat properti investasi tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap
                sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya.

           o.   Biaya Ditangguhkan atas Hak Pengusahaan Hutan
                Biaya/iuran yang terjadi untuk memperoleh “Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK)”, seperti biaya
                Hak Pengusahaan Hutan (“HPH”), analisis mengenai dampak lingkungan, foto udara dan rencana karya
                pengusahaan hutan, ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa manfaat masing- masing IUPHHK tersebut
                dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu IUPHHK.

           p.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
                Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi suatu aset non-keuangan
                mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah
                terpulihkan aset tersebut untuk menentukan kerugian penurunan nilai (jika ada). Jika tidak mungkin
                mengestimasi jumlah terpulihkan dari aset non- keuangan secara individual, Kelompok Usaha akan mengestimasi
                jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas aset (“UPK”).
                Estimasi jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
                dengan nilai pakai dari aset atau UPK tersebut. Ketika jumlah terpulihkan suatu aset non-keuangan (“UPK”) di
                bawah nilai tercatatnya, maka nilai tercatat aset (“UPK”) diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan
                kerugian penurunan nilai yang timbul diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                konsolidasian.
           q.   Sewa
                Kelompok Usaha mengevaluasi pada insepsi kontrak bila kontrak tersebut adalah, atau mengandung, sewa. Yaitu,
                bila kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka
                waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
                Kelompok Usaha sebagai Penyewa
                Kelompok Usaha menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk
                sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa untuk melakukan
                pembayaran sewa dan aset hak-guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar.
                Aset hak-guna
                Kelompok Usaha mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (tanggal aset dasar tersedia untuk
                digunakan). Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai,
                dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna termasuk jumlah
                liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada
                atau sebelum tanggal mulai dikurangi insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis
                lurus selama masa sewa.
                                                                   15
Page 23
                                                      FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
           q. Sewa (Lanjutan)
                Aset hak-guna (Lanjutan)
                Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Kelompok Usaha pada masa sewa atau biaya mencerminkan
                pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa manfaat aset. Aset hak-
                guna juga dievaluasi untuk penurunan nilai.
                Liabilitas sewa
                Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
                pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.
Approved by:
                Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan
                dilaksanakan oleh Kelompok Usaha dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa
                mencerminkan pelaksanaan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks
                atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran
                tersebut.
                Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran sewa, Kelompok Usaha menggunakan tingkat pinjaman tambahan
                pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat bunga yang tersirat dalam sewa tidak dapat ditentukan dengan
                mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga
                dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika
                ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran
                masa depan yang dihasilkan dari perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk menentukan pembayaran
                sewa) atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset pendasar.
                Sewa jangka-pendek dan sewa aset bernilai-rendah
                Kelompok Usaha menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka pendeknya (yaitu,
                sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal permulaan dan tidak memiliki opsi
                pembelian). Kelompok Usaha juga menerapkan pengecualian pengakuan sewa aset bernilai rendah untuk sewa
                yang dianggap bernilai rendah.
                Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset pendasar bernilai rendah diakui sebagai beban
                dengan metode garis lurus selama masa sewa.
                Kelompok Usaha sebagai Penyewa
                Sewa yang dalam pengaturannya Kelompok Usaha tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan
                manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Penghasilan sewa yang
                timbul dicatat dengan metode garis lurus selama masa sewa dan disertakan dalam pendapatan pada laba rugi
                karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang timbul dalam negosiasi dan pengaturan sewa operasi
                ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa atas dasar yang sama dengan
                penghasilan sewa.

           r.   Perpajakan
                Pajak Kini
                Aset atau liabilitas pajak penghasilan kini yang berasal dari periode berjalan dan periode sebelumnya dicatat
                sebesar jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan dari atau dibayarkan kepada Kantor Pajak yang besarnya
                ditentukan berdasarkan tarif pajak dan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara substantif telah berlaku.
                Beban pajak kini dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang bersangkutan. Pengaruh
                pajak untuk suatu tahun dialokasikan pada operasi tahun berjalan, kecuali untuk pengaruh pajak dari transaksi
                yang langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang
                diambil Kelompok Usaha sehubungan dengan situasi di mana interpretasi diperlukan untuk peraturan perpajakan
                yang terkait dan menetapkan provisi jika diperlukan.
                Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui sebagai
                pendapatan atau beban dalam operasi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya.
                Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
                memenuhi kriteria pengakuan aset.
                Pajak Tangguhan
                Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak
                aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode pelaporan.



                                                                   16
Page 24
                                                        FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
           r.   Perpajakan (Lanjutan)
                Pajak Tangguhan (Lanjutan)
                Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui untuk
                semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat
                kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang
                dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi.
                Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan direviu pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi
                terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset
Approved by:    pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset
                pajak tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan
                besar laba kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
                Pajak tangguhan yang terkait dengan pos-pos yang diakui di luar laba rugi diakui di luar laba rugi. Pos pajak
                tangguhan diakui terkait dengan transaksi yang mendasarinya baik dalam penghasilan komprehensif lain atau
                langsung ke ekuitas.
                Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
                melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan
                entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.

                Pajak Pertambahan Nilai
                Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali:
                i) PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan sesuai dengan peraturan
                   perpajakan, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
                   item beban-beban yang diterapkan; dan
                ii) piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
                    Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari
                    piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

           s.   Imbalan Kerja
                Kelompok Usaha mengakui liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja
                No. 11 tahun 2020, Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021, dan PSAK No. 24, “Imbalan Kerja”.
                Berdasarkan Undang-Undang dan peraturan tersebut, Kelompok Usaha diharuskan untuk membayar uang
                pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak kepada karyawan apabila persyaratan yang
                ditentukan tersebut terpenuhi.
                Beban pensiun Kelompok Usaha ditentukan melalui perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode projected-
                unit-credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji.
                Pengukuran kembali terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan posisi keuangan
                konsolidasian dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan
                komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi periode berikutnya.
                Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika
                biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
                Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja.
                Kelompok Usaha mengakui perubahan berikut pada liabilitas imbalan kerja pada akun "Beban Umum dan
                Administrasi" pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
                 i. Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian (kurtailmen)
                    tidak rutin, dan;
                ii. Beban atau penghasilan bunga neto.
           t.   Pengakuan Pendapatan dan Beban
                Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
                analisa sebagai berikut:
                    Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
                    Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
                     kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;

                                                                     17
Page 25
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     2.    IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
           t.   Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
                Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
                analisa sebagai berikut: (Lanjutan)
                   Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
                    sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
                    dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat
                    estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
                    atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan
Approved by:        dibayarkan selama periode kontrak;
                   Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
                    sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
                    langsung, hargajual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkanditambah marjin;
                   Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
                    yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
                Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
                pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
                Kelompok Usaha mengakui pendapatan atas kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu hanya jika
                entitas dapat mengukur kemajuan secara wajar terhadap penyelesaian penuh atas kewajiban pelaksanaan. Dalam
                beberapa keadaan, Kelompok Usaha mungkin tidak dapat mengukur hasil kewajiban pelaksanaan secara wajar,
                tetapi Kelompok Usaha memperkirakan untuk memulihkan biaya yang terjadi dalam memenuhi kewajiban
                pelaksanaan. Dalam keadaan tersebut, Kelompok Usaha mengakui pendapatan hanya sejumlah biaya yang terjadi
                sampai waktu tertentu di mana Kelompok Usaha dapat mengukur hasil kewajiban pelaksanaan secara wajar.
                Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basic)
                Penghasilan/Beban Bunga
                Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan atau biaya bunga
                dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
                pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama umur yang diharapkan dari instrumen
                keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, terhadap nilai tercatat neto dari aset keuangan
                atau liabilitas keuangan.
           u.   Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing
                Pembukuan Perusahaan dan Entitas Anaknya, kecuali CRA, diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-
                transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang selain Rupiah dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat
                terjadinya transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain Rupiah
                disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang
                timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi tahun yang bersangkutan. Pembukuan entitas anak, CRA
                diselenggarakan dalam Dolar Amerika Serikat dan mata uang fungsionalnya adalah Krona Denmark.
                Dengan demikian, pada setiap akhir periode pelaporan, pembukuan entitas anak ditranslasikan ke dalam mata
                uang penyajian Rupiah menggunakan prosedur sebagai berikut:
                   Aset dan liabilitas dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal pelaporan;
                   Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata periode berjalan;
                   Akun ekuitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis; dan
                   Selisih kurs yang terjadi disajikan pada akun “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan” pada
                    penghasilan komprehensif lain di ekuitas.
                Kurs yang digunakan mengacu pada kurs tengah transaksi Bank Indonesia pada tanggal-tanggal pelaporan,
                adalah sebagai berikut:

                                     Mata uang               30 Juni 2024           31 Desember 2023
                               US$ 1                        16,421                    15,416
                               DKK 1                         2,354                     2,299
                               EUR 1                        17,554                    17,140
                               SGD 1                        12,095                    11,712
                               RMB 1                         2,259                     2,170
                Transaksi dalam mata uang asing lainnya (jika ada) dianggap tidak signifikan.

                                                                    18
Page 26
                                                      FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

           v.   Informasi Segmen
                Segmen adalah komponen dari Kelompok Usaha yang dapat dibedakan yang terlibat dalam penyediaan produk-
                produk tertentu (segmen usaha), atau dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen
                geografis), yang memiliki risiko dan manfaat yang berbeda dari segmen lainnya. Jumlah setiap unsur segmen
                dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan
                keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya.
                Pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat didistribusikan secara
                langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen
Approved by:    tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Kelompok Usaha dieliminasi sebagai bagian dari
                proses konsolidasi.
           w.   Laba per Saham Dasar
                Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun/periode berjalan yang dapat didistribusikan
                kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun/periode yang
                bersangkutan.
                Apabila jumlah saham biasa yang beredar meningkat tanpa disertai peningkatan sumber daya, maka jumlah
                saham biasa yang beredar sebelum peristiwa tersebut disesuaikan dengan perubahan proporsional atas jumlah
                saham beredar seolah-olah peristiwa tersebut terjadi pada permulaan dari periode sajian paling awal.

           x.   Biaya Emisi Saham
                Biaya-biaya emisi yang terjadi sehubungan dengan penerbitan saham Perusahaan dikurangkan langsung dari
                “Tambahan Modal Disetor” yang diperoleh dari penawaran efek tersebut.

           y.   Provisi
                Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) jika,
                sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus
                keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara
                andal.
                Seluruh provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang
                paling kini. Jika kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
                untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, maka provisi dibatalkan.

           z.   Kontinjensi
                Kewajiban kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam catatan atas
                laporan keuangan konsolidasian kecuali jika kemungkinan pengeluaran sumber daya yang memiliki manfaat
                ekonomi sangat kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan
                dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila ada kemungkinan pemasukan manfaat ekonomi.

           aa. Saham Treasuri
                Saham treasuri diakui dengan menggunakan metode nilai nominal dan dikurangi dari ekuitas. Keuntungan atau
                kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan tidak
                diakui dalam laba rugi. Selisih antara jumlah tercatat dan penerimaan dari penjualan saham treasuri di masa yang
                akan datang, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.

           ab. Peristiwa setelah Periode Laporan Keuangan
                Peristiwa setelah akhir periode laporan yang memberikan informasi tambahan terkait posisi Kelompok Usaha
                pada periode laporan keuangan (adjusting events) diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa
                setelah periode laporan keuangan yang bukan merupakan adjusting events telah diungkapkan dalam catatan atas
                laporan keuangan konsolidasian apabila material.

     3.     PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN
            Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha mensyaratkan manajemen untuk membuat
            pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang
            dilaporkan, serta pengungkapan liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Namun, ketidakpastian estimasi
            dan asumsi ini dapat menyebabkan penyesuaian material atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang berdampak pada
            masa mendatang.

                                                                   19
Page 27
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (Lanjutan)
           a.   Pertimbangan
                Penentuan Mata Uang Fungsional
                Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan
                ekonomi primer di mana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi
                pendapatan dan beban pokok penjualan serta beban langsung terkait Kelompok Usaha.

                Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
                Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
Approved by:    keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi.
                Tagihan dan Keberatan atas Hasil Pemeriksaan Pajak
                Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini, manajemen mempertimbangkan apakah jumlah tercatat
                dalam akun di atas dapat dipulihkan dan direstitusi oleh Kantor Pajak. Lebih lanjut, manajemen
                mempertimbangkan liabilitas yang mungkin timbul dari hasil pemeriksaan pajak yang masih diajukan keberatannya.
                Revaluasi Tanah dan Bangunan
                Kelompok Usaha mengukur tanah dan bangunan pada jumlah revaluasian dengan perubahan pada nilai wajar
                diakui dalam Penghasilan Komprehensif Lain (“OCI”). Kelompok Usaha melibatkan penilai independen dalam
                menentukan nilai wajar tanah dan bangunan pada tanggal 31 Desember 2023. Nilai wajar tanah dan bangunan
                ditentukan berdasarkan bukti pasar dengan menggunakan harga yang dapat dibandingkan dan disesuaikan
                terhadap faktor-faktor pasar spesifik seperti sifat, lokasi dan kondisi aset tersebut.
                Sewa
                Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan
                sewa yang diklasifikasikan sebagai 'sewa operasi'. Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai
                apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika
                kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu
                untuk dipertukarkan dengan imbalan.
           b.   Estimasi dan Asumsi
                Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki
                risiko signifikan mengakibatkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
                berikutnya diungkapkan di bawah ini.
                Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
                konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
                perubahan pasar atau situasi di luar kendali Kelompok Usaha. Perubahan-perubahan tersebut dicerminkan dalam
                asumsi terkait pada saat terjadinya.
                Penyisihan atas KKE Piutang Usaha
                Kelompok Usaha mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak
                dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha mempertimbangkan, berdasarkan
                fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan
                dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui,
                untuk mencatat penyisihan spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang
                diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha.
                Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi
                jumlah penyisihan atas KKE piutang usaha.
                Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan
                Ketika nilai wajar aset dan liabilitas keuangan dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tidak dapat
                diperoleh dari pasar yang aktif, maka nilai wajarnya ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian termasuk
                model discounted cash flow. Masukan untuk model tersebut dapat diambil dari pasar yang dapat diobservasi, tetapi
                apabila hal ini tidak dimungkinkan, sebuah tingkat pertimbangan disyaratkan dalam menetapkan nilai wajar.
                Pertimbangan tersebut mencakup penggunaan masukan seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas.
                Perubahan dalam asumsi mengenai faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar dari instrumen
                keuangan yang dilaporkan.
                Imbalan Kerja
                Penentuan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh
                aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.
                                                                20
Page 28
                                                       FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     3.    PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN (Lanjutan)
           b.   Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
                Imbalan Kerja (Lanjutan)
                Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri
                karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi
                yang ditetapkan Kelompok Usaha langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Sementara Kelompok
                Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau
                perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material
                liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih.
Approved by:    Penyusutan Aset Tetap
                Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
                manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai 25 tahun. Ini
                adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya.
                Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan
                nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
                Realisasi dari Aset Pajak Tangguhan
                Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya
                bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan
                oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat
                penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan. Namun tidak
                terdapat kepastian bahwa Kelompok Usaha dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang cukup untuk
                memungkinkan penggunaan sebagian atau keseluruhan dari aset pajak tangguhan tersebut.
                Ketidakpastian Liabilitas Perpajakan
                Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada
                saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan oleh, atau negosiasi dengan, otoritas perpajakan.
                Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu
                dari penghasilan kena pajak di masa depan.
                Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha
                menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang
                harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”. Kelompok Usaha
                membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak
                untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.
                Taksiran Nilai Realisasi Neto Persediaan
                Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
                Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang
                tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi
                biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan
                jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
                Pajak Penghasilan
                Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat
                transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha
                normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan
                terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
                Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
                Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau UPK melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai
                wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada
                ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa
                atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan
                pelepasan aset.
                Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Arus kas masa depan yang
                diproyeksikan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum ada perikatannya atau investasi signifikan di
                masa depan yang akan meningkatkan kinerja dari UPK yang diuji.
                Nilai terpulihkan paling sensitif terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus kas yang didiskontokan
                seperti halnya dengan arus kas masuk masa depan yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan
                untuk tujuan ekstrapolasi.
                                                                    21
Page 29
                                                   FINAL DRAFT
         PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                        Date:
         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
         Tanggal 30 Juni 2024
         dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
         (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    4.    KAS DAN SETARA KAS
          Akun ini terdiri dari:
                                                                    30 Juni 2024          31 Desember 2023
                                                                   (Tidak diaudit)             (Diaudit)

           KAS                                                            755,166,235         66,618,573,997

          BANK
             Rupiah
Approved by:    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                   1,756,097,166         1,201,707,451
                PT Bank Central Asia Tbk                                 2,145,607,922         5,828,569,423
                PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                              130,541,493           149,684,831
                PT Bank ICBC                                                16,140,730            16,157,264
                PT Bank Syariah Indonesia Tbk                                4,581,261             4,771,261
                PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur                        6,061,880             6,238,895
                PT Bank Danamon Indonesia, Tbk                                       -             4,453,412

               Dollar Amerika Serikat
                   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                5,927,423,999         4,935,208,098
                   PT Bank Central Asia Tbk                              2,506,078,270           613,765,378
                   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                         2,379,598,802         4,394,778,018
                   PT Bank ICBC                                             18,326,493            18,164,982
                   PT Bank Danamon Indonesia, Tbk                                    -            31,112,417

              Dalam Krona Denmark
              Ringkobing Landbobank                                      7,424,825,381         7,252,595,944
           SETARA KAS - DEPOSITO BERJANGKA
              Dalam Rupiah
                  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                65,900,000,000        96,330,000,000
              Dollar Amerika Serikat
                  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                 6,839,346,500        12,625,704,000

           JUMLAH KAS DAN SETARA KAS                                    95,809,796,132       200,031,485,371


          Deposito berjangka memperoleh tingkat bunga sebesar 3%-4,25% dan 2%-4% per tahun masing-masing pada tahun
          2024 dan 2023.


    5.    PIUTANG USAHA – BERSIH
          Akun ini terdiri dari:
          a.   Berdasarkan pelanggan
                                                  30 Juni 2024                 31 Desember 2023
                                                 (Tidak diaudit)                   (Diaudit)
           Pihak berelasi
           PT Integriya Dekorindo                     1,783,472,691                  4,139,656,014
           PT Alam Mentari Sejahtera                    400,924,944                    381,415,535

           Sub Jumlah                                 2,184,397,635                  4,521,071,549

           Cadangan kerugian
              penurunan nilai                                       -                             -

           Pihak berelasi - bersih                    2,184,397,635                  4,521,071,549
                                                               22
Page 30
                                                      FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                              Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     5.    PIUTANG USAHA – BERSIH (Lanjutan)
           Akun ini terdiri dari: (Lanjutan)
           a.   Berdasarkan pelanggan (Lanjutan)
                                                     30 Juni 2024          31 Desember 2023
                                                    (Tidak diaudit)             (Diaudit)
            Ekspor                                     630,664,366,880         439,065,051,015
            Lokal                                        2,742,912,023          15,090,548,815


            Sub Jumlah                                 633,407,278,903        454,155,599,830
Approved by:
            Cadangan kerugian
                penurunan nilai                          (637,710,902)         (4,584,570,978)
            Pihak ketiga - bersih                      632,769,568,001        449,571,028,852


            Jumlah - Bersih                            634,953,965,636        454,092,100,401
           b.   Berdasarkan mata uang


                                                     30 Juni 2024         31 Desember 2023
                                                    (Tidak diaudit)           (Diaudit)

            Rupiah                                       4,927,309,658         19,505,122,732
            Dolar Amerika Serikat                      630,026,655,978        434,462,971,130
            Dolar Singapura                                          -            124,006,539


            Sub Jumlah                                 634,953,965,636        454,092,100,401

           c.   Berdasarkan umur

                                                     30 Juni 2024         31 Desember 2023
                                                    (Tidak diaudit)           (Diaudit)

            0 - 30 hari                                623,480,194,467       345,049,913,954
            31 - 60 hari                                 4,817,154,662        41,190,646,390
            61 – 90 hari                                 2,301,427,544        27,274,611,751
            > 90 hari                                    4,355,188,963        40,576,928,306


            Sub Jumlah                                 634,953,965,636       454,092,100,401

           Pada tanggal 31 Desember 2023, piutang usaha sebesar Rp 698.674.896.392 dijadikan jaminan utang bank dan
           lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.

           Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang usaha masing-masing pelanggan pada akhir periode
           pelaporan, manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha di atas cukup untuk
           menutup kemungkinan kerugian atas nilai piutang tersebut.

     6.    PIUTANG LAIN-LAIN
           Piutang lain-lain terdiri dari:
                                                    30 Juni 2024          31 Desember 2023
                                                   (Tidak diaudit)            (Diaudit)
            Pihak berelasi
            PT Alam Mentari Sejahtera                      1,010,000                1,010,000
            PT Integra Indo Lestari                      314,050,000                        -
            PT Integriya Dekorindo                   161,434,609,587          165,317,505,570
            Sub Jumlah                               161,749,669,587          165,318,515,570

                                                                     23
Page 31
                                                            FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                        Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     6.    PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)
           Piutang lain-lain terdiri dari: (Lanjutan)
                                                         30 Juni 2024            31 Desember 2023
                                                        (Tidak diaudit)              (Diaudit)
            Pihak ketiga
            Pihak ketiga                                  20,068,947,105             19,951,107,306

            Sub Jumlah                                    20,068,947,105             19,951,107,306

Approved by:
            Jumlah                                       181,818,616,692           185,269,622,876


           Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang lain-lain pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa
           tidak ada penurunan nilai piutang.

     7.    PERSEDIAAN – BERSIH

                                                        30 Juni 2024            31 Desember 2023
                                                    (Tidak diaudit)                  (Diaudit)
            Manufaktur
            Bahan baku dan pembantu                     1,491,604,803,705         1,535,977,927,403
            Barang dalam proses                          595,272,072,085            654,658,569,385
            Barang jadi                                  586,051,518,617            649,679,368,123


            Kehutanan
            Persediaan kayu bulat                           5,635,451,866            12,078,200,558


            Sub-Jumlah                                  2,678,563,846,273         2,852,394,065,469
            Cadangan Penurunan Nilai                      (8,941,907,326)           (8,941,907,326)
            Jumlah                                      2,669,621,938,947         2,843,452,158,143

           Pada tanggal 31 Desember 2023, persediaan tertentu telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya
           dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 2.221.042.225.645, di mana menurut pendapat manajemen nilai
           pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.
           Pada tanggal 31 Desember 2023, persediaan sebesar Rp 2.176.469.129.221 digunakan sebagai jaminan atas utang
           bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.

           Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan pada akhir periode pelaporan,
           manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan di atas cukup untuk menutup
           kemungkinan kerugian atas nilai persediaan tersebut.

     8.    UANG MUKA PEMBELIAN
           Akun ini terdiri dari uang muka pembelian atas:
                                                   30 Juni 2024                31 Desember 2023
                                                  (Tidak diaudit)                  (Diaudit)


            Aset tetap                                   9,212,941,050              9,319,117,113
            Persediaan                              884,951,181,528               978,521,946,771
            Lain-lain                               223,953,905,223               237,492,213,537


            Jumlah                                1,118,118,027,801             1,225,333,277,421

                                                                          24
Page 32
                                                      FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                            Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     8.    UANG MUKA PEMBELIAN (Lanjutan)
           Akun ini terdiri dari uang muka pembelian atas: (Lanjutan)
                                                   30 Juni 2024               31 Desember 2023
                                                  (Tidak diaudit)                  (Diaudit)


            Disajikan dalam laporan
               posisi keuangan
               konsolidasian sebagai:
Approved by:
                   Aset lancar                     886,835,181,528               979,106,423,077
                   Aset tidak lancar               231,282,846,273               246,226,854,344


            Jumlah                                1,118,118,027,801             1,225,333,277,421


           Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset tetap – tanah
           yang berlokasi di Lingkar Timur, Sidoarjo seluas ± 3.045 m2 dengan nilai masing-masing sebesar Rp 7.814.551.562
           dan Rp 7.808.551.562.

     9.    PENYERTAAN SAHAM
           Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
           penghasilan komprehensif lain terdiri dari:
                                                                                           Kenaikan atas
                                                     Persentase                            perubahan nilai
                                                                       Biaya perolehan                         Nilai wajar
                                                     kepemilikan                               wajar
            30 Juni 2024 dan 2023
            PT Integriya Dekorindo (ITD)               18,49%           15,990,782,486     (15,990,782,486)                  -
            Melalui PT Inter Kayu Mandiri
             PT WoodOne Integra Indonesia (WII)          25%            16,560,000,000       4,808,470,988    21,368,470,988
            PT Teknologi Optimal Prima (TOP)            8,92%            3,004,400,000                   -     3,004,400,000
            PT Interkreasi Kerta Aji (IKA)               19%             1,900,000,000                   -     1,900,000,000

            Jumlah                                                      37,455,182,486     (11,182,311,498)   26,272,870,988

           Berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 18 November 2022, para pemegang saham
           ITD menyetujui peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh dari Rp 178.344.235.000 menjadi Rp
           208.074.235.000 yang disetor oleh PT Integra Indo Lestari sehingga persentase kepemilikan Perusahaan menjadi
           18,49%.


     10. PAJAK DIBAYAR DIMUKA
           Akun ini terdiri dari:
                                                30 Juni 2024               31 Desember 2023
                                               (Tidak diaudit)                 (Diaudit)


            Perusahaan
            Pajak Pertambahan Nilai                8,846,927,785              10,799,857,218
            Pajak Penghasilan Pasal 23                            -                  101,000


            Entitas anak
            Pajak Pertambahan Nilai               29,234,853,567              66,648,460,787


            Jumlah                                38,081,781,352              77,448,419,005


                                                                      25
Page 33
                                                                                    FINAL DRAFT
          PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                                                                       Date:
          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
          Tanggal 30 Juni 2024
          dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
          (Mata Uang Rupiah Indonesia)
       11. ASET TETAP – BERSIH
               Akun ini terdiri dari:
                                                                                                 30 Juni 2024
                                    Saldo Awal                      Penambahan                            Pengurangan                          Reklasifikasi                            Saldo Akhir

         Nilai tercatat

         Pemilikan langsung

         Tanah                       1,225,979,335,867                                  -                                   -                                      -                     1,225,979,335,867

         Bangunan                      598,978,096,678                       160,000,000                                    -                         5,256,310,323                       604,394,407,001

         Sarana prasarana              170,922,449,849                                  -                                   -                                      -                      170,922,449,849

         Instalasi listrik              52,715,665,158                                  -                                   -                                      -                       52,715,665,158

Approved by:
       Mesin dan peralatan             461,314,012,099                     25,750,671,939                       3,363,805,821                                      -                      483,700,878,217

         Alat-alat berat                 3,192,500,000                                  -                                   -                                      -                         3,192,500,000

         Kendaraan                      75,980,860,828                      5,367,423,161                       1,079,140,018                                      -                       80,269,143,971

         Inventaris                     30,385,641,863                       883,896,360                         498,594,237                                       -                       30,770,943,986

         Sub-jumlah                  2,619,468,562,342                     32,161,991,460                       4,941,540,076                         5,256,310,323                      2,651,945,324,049
         Aset dalam

              penyelesaian
                                         8,396,404,884                      1,272,278,061                        651,636,833                         (5,256,310,323)                         3,760,735,789

         Jumlah                      2,627,864,967,226                     33,434,269,521                       5,593,176,909                                      -                     2,655,706,059,838

         Akumulasi

         penyusutan

         Pemilikan langsung

         Bangunan                        8,841,055,430                     20,388,513,570                                   -                                      -                       29,229,569,000

         Sarana prasarana               64,090,117,345                      4,387,898,120                                   -                                      -                       68,478,015,465

         Instalasi listrik              34,896,860,151                      1,497,217,562                                   -                                      -                       36,394,077,713

         Mesin dan peralatan           210,551,835,497                     18,515,359,481                       2,462,317,958                                      -                      226,604,877,020

         Alat-alat berat                 3,192,500,000                                  -                                   -                                      -                         3,192,500,000

         Kendaraan                      59,229,840,554                      4,227,359,249                        735,460,369                                       -                       62,721,739,434

         Inventaris                     25,910,254,890                      1,016,364,406                        496,679,175                                       -                       26,429,940,121

         Jumlah                        406,712,463,867                     50,032,712,388                       3,694,457,502                                      -                      453,050,718,753

         Nilai Buku                  2,221,152,503,359                                                                                                                                   2,202,655,341,085




                                                                                                    31 Desember 2023
                                Saldo Awal                Penambahan                        Pengurangan                    Reklasifikasi                         Revaluasi                            Saldo Akhir

         Nilai tercatat
         Pemilikan
         langsung

         Tanah                 1,147,563,793,818                       -                                    -                                  -                       78,415,542,049                 1,225,979,335,867

         Bangunan               650,783,512,591                        -                         505,664,400                     12,199,435,290                    (63,499,186,803)                    598,978,096,678
         Sarana
         Prasarana              124,090,357,523           46,832,092,326                                    -                                  -                                    -                  170,922,449,849

         Instalasi Listrik       52,715,665,158                        -                                    -                                  -                                    -                   52,715,665,158
         Mesin &
         Peralatan              422,255,542,201           49,862,855,324                       12,814,873,352                     2,010,487,926                                     -                  461,314,012,099

         Alat-alat Berat        189,703,260,247             318,595,000                       186,829,355,247                                  -                                    -                    3,192,500,000

         Kendaraan               90,926,778,176            5,830,659,240                       20,776,576,588                                  -                                    -                   75,980,860,828

         Inventaris              28,953,921,931            1,569,219,932                         137,500,000                                   -                                    -                   30,385,641,863

         Sub-jumlah            2,706,992,831,645         104,413,421,822                      221,063,969,587                    14,209,923,216                        14,916,355,246                 2,619,468,562,342

         Aset dalam

         penyelesaian            16,397,695,408            7,231,295,921                        1,022,663,229                   (14,209,923,216)                                    -                    8,396,404,884

         Jumlah                2,723,390,527,053         111,644,717,743                      222,086,632,816                                  -                       14,916,355,246                 2,627,864,967,226
         Akumulasi

              penyusutan
         Pemilikan
         langsung

         Bangunan               178,472,016,994           46,143,873,368                         305,505,575                                   -                  (215,469,329,357)                      8,841,055,430
         Sarana
         Prasarana               52,589,887,004           11,500,230,341                                    -                                  -                                    -                   64,090,117,345

         Instalasi Listrik       31,002,782,490            3,894,077,661                                    -                                  -                                    -                   34,896,860,151
         Mesin &
         Peralatan              179,490,437,395           33,243,872,329                        2,182,474,227                                  -                                    -                  210,551,835,497

         Alat-alat Berat        186,189,938,400            1,364,606,998                      184,362,045,398                                  -                                    -                    3,192,500,000

         Kendaraan               69,145,550,058            7,407,668,222                       17,323,377,726                                  -                                    -                   59,229,840,554

         Inventaris              23,618,065,615            2,319,949,692                          27,760,417                                   -                                    -                   25,910,254,890

         Jumlah                 720,508,677,956          105,874,278,611                      204,201,163,343                                  -                  (215,469,329,357)                    406,712,463,867

         Nilai Buku            2,002,881,849,097                                                                                                                                                      2,221,152,503,359

                                                                                                          26
Page 34
                                                      FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                  Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 30 Juni 2024
      dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    11. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)
       Pada periode Juni 2024 dan 2023, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset dalam penyelesaian masing-
       masing sebesar Rp 5.256.310.323 dan Rp 14.209.923.216.
       Pada periode Juni 2024 dan 2023, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari aset hak-guna dengan biaya
       perolehan masing-masing sebesar Rp 29.284.131.648 dan Rp 45.386.612.529 dan akumulasi penyusutan masing-
       masing sebesar Rp 7.116.840.383 dan Rp 11.023.336.735.
       Pada periode Juni 2024 dan 2023, penambahan aset tetap termasuk reklasifikasi dari uang muka pembelian masing-
       masing sebesar Rp 985.651.351 dan Rp 22.265.005.418.
       Jika tanah dan bangunan diukur menggunakan model biaya, nilai tercatatnya akan menjadi sebesar Rp
Approved 655.031.291.363
         by:             pada tanggal 31 Desember 2023. Surplus revaluasi yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain
       dan terakumulasi dalam ekuitas sebesar Rp 1.008.804.061.891 pada tanggal 31 Desember 2023.
       Nilai wajar tanah dan bangunan ditentukan dengan menggunakan metode pendekatan pasar dan biaya dengan nilai
       sebesar Rp 1.792.924.490.467. Hal ini berarti penilaian yang dilakukan oleh penilai didasarkan pada harga pasar aktif,
       yang disesuaikan secara signifikan untuk perbedaan pada sifat, lokasi dan kondisi dari tanah dan bangunan yang dinilai.
       Nilai wajar tanah dan bangunan didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh:

                                                    Penilai Independen                        Tanggal Laporan
            PT Integra Indocabinet Tbk         KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan                   18 Januari 2024
            PT Intertrend Utama              KJPP Sarwono, Indriassari & Rekan                  15 Januari 2024
            PT Interkraft                    KJPP Ruddy Barus Yenny & Rekan                      30 Maret 2023
                                             KJPP Sarwono, Indriassari & Rekan                  15 Januari 2024
            PT Intera Indonesia               KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan                     8 Maret 2024
                                              KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan                    18 Januari 2024
       Pada tahun 2023 saldo surplus revaluasi aset tetap yang direklasifikasi ke saldo laba sebesar Rp 21.280.190.629.
       Pada tanggal 31 Desember 2023, aset tetap tertentu telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya
       dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 1.184.611.167.511, dimana menurut pendapat manajemen nilai pertanggungan
       tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.
       Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
       yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023.
       Pada tanggal 31 Desember 2023, aset tetap berupa tanah, bangunan dan mesin dan peralatan sebesar
       Rp 2.051.832.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang
       obligasi dan sukuk mudharabah.
       Kelompok Usaha memiliki aset tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (“HGB”) dengan jangka waktu 20-30 tahun.
       Pada tanggal 30 Juni 2024, HGB Kelompok Usaha masih memiliki sisa jangka waktu 3-28 tahun. Manajemen
       berpendapat bahwa jangka waktu HGB tersebut dapat diperbaharui/ diperpanjang saat jatuh tempo.
       Beban penyusutan yang dibebankan ke operasi sebagai bagian dari berikut ini:
                                                      30 Juni 2024              31 Desember 2023
                                                      (Tidak diaudit)                  (Diaudit)
        Beban Pokok Penjualan                           38,970,651,742                 87,542,064,852
        Beban Administrasi dan Umum                      3,945,220,263                  7,211,432,816


        Jumlah                                          42,915,872,005                 94,753,497,668

        Aset tetap dalam penyelesaian terdiri dari:

                                                                        30 Juni 2024
                                          Perkiraan %                        Nilai                  Tahun Perkiraan
                                          Penyelesaian                     Tercatat                  Penyelesaian

         Mesin dan Peralatan                          90%                   3,760,735,789          Desember 2024


         Jumlah                                                             3,760,735,789



                                                                   27
Page 35
                                                 FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 30 Juni 2024
      dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    11. ASET TETAP – BERSIH (Lanjutan)

                                                               31 Desember 2023
                                        Perkiraan %                   Nilai                    Tahun Perkiraan
                                        Penyelesaian                Tercatat                    Penyelesaian



          Bangunan, Sarana dan
                 Prasarana                       84%                   4,635,669,095       Maret 2024
          Mesin
Approved by:
                dan Peralatan                    85%                   3,760,735,789       Juni 2024

        Jumlah                                                         8,396,404,884

        Properti Investasi

        Properti investasi merupakan tanah yang belum digunakan oleh Kelompok Usaha yang berlokasi di Wedoroklurak,
        Sidoarjo.

        Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan
        keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai properti investasi pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023.

        Pada tanggal 31 Desember 2023, properti investasi sebesar Rp 157.200.000.000 digunakan sebagai jaminan atas
        utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dan utang obligasi dan sukuk mudharabah.

    12. ASET LAIN-LAIN – BERSIH
        Akun ini terdiri dari:
                                                     30 Juni 2024             31 Desember 2022
                                                    (Tidak diaudit)                (Diaudit)


        Biaya ditangguhkan atas hak
             pengusahaan hutan dan proyek
             kredit karbon, bersih                      98,056,730,402             66,294,626,986
        Biaya emisi ditangguhkan
             atas utang sukuk                             287,493,815                  512,059,961
        Lain-lain                                       15,732,142,698             13,357,447,500


        Jumlah                                         114,076,366,915             80,164,134,447

        Kelompok Usaha memiliki hak pengelolaan hutan (“HPH”) dengan jangka waktu 43-53 tahun. Pada tanggal 30 Juni
        2024, HPH Kelompok Usaha masih memiliki sisa jangka waktu 27-30 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka
        waktu HPH tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang saat jatuh tempo.


    13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK
        a.   Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari:
                                                      30 Juni 2024                31 Desember 2023
                                                     (Tidak diaudit)                  (Diaudit)

        Perusahaan
        Pihak ketiga
        PT Bank Negara
          Indonesia (Persero) Tbk
          Kredit modal kerja
             plafon tranche B                           380,000,000,000                   380,000,000,000
          RC terbatas tranche B                         200,385,000,000                   121,822,000,000
                                                              28
Page 36
                                                   FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
         a.   Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)

                                                          30 Juni 2024                 31 Desember 2023
                                                         (Tidak diaudit)                   (Diaudit)
         Perusahaan
         Pihak ketiga
         PT Bank Negara
             Indonesia (Persero) Tbk
             Kredit modal kerja plafon                       90,000,000,000                        90,000,000,000
Approved by:
             RC terbatas                                     19,000,000,000                                     -
         PT Bank Maspion
             Indonesia Tbk
             Demand loan                                      27,000,000,000                       25,000,000,000
             Rekening koran                                    5,020,837,365                       12,008,424,599
         PT Bank Central Asia Tbk
             Rekening koran                                     514,497,762                         9,687,936,550
         Sub-jumlah                                         721,920,335,127                       638,518,361,149

         Entitas Anak
         Pihak ketiga
         PT Bank Negara
           Indonesia (Persero) Tbk
           Kredit modal kerja
              plafon tranche B                              170,000,000,000                       170,000,000,000
           Kredit modal kerja plafon                         75,000,000,000                        75,000,000,000
           Letter of credit
              (US$ 676.903 dan US$ 3.466.002
              pada tahun 2024 dan 2023)                       11,115,427,447                       53,431,884,982
           RC terbatas tranche B                              32,656,456,372                       82,925,677,257
           RC terbatas                                        14,990,259,352                       14,992,489,393
         PT Bank Maspion
           Indonesia Tbk
           Demand loan                                      295,500,000,000                       310,000,000,000
           Fixed loan                                        85,000,000,000                        85,000,000,000
           Rekening koran                                    32,898,655,705                        35,483,655,900
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
           Kredit modal kerja revolving                       96,200,000,000                       96,200,000,000
           Pre export financing
              (US$ 10.000.000 dan US$
              6.560.250
              pada tahun 2024 dan 2023)                     164,210,000,000                       101,132,814,000
           Letter of credit
              (US$ 1.205.637 dan US$ 867.392
              pada tahun 2024 dan 2023)                       19,797,771,417                       13,371,712,298
         PT Bank Central Asia Tbk
           Fasilitas kredit ekspor                            30,000,000,000                       30,000,000,000
           Kredit multi                                       25,000,000,000                       25,000,000,000
           Rekening koran                                     16,191,647,830                       12,577,054,428

         Sub-jumlah                                        1,068,560,218,123                 1,105,115,288,258

         Jumlah                                            1,790,480,553,250                 1,743,633,649,407




                                                               29
Page 37
                                                      FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
          a.   Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
               Perusahaan
               PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
               Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas, kredit
               modal kerja plafon, RC terbatas tranche B, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan treasury
               line (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT) dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 20 miliar, Rp 90
               miliar, Rp 230 miliar, Rp 380 miliar, US$ 6 juta dan US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,25% dan
               8% per tahun untuk fasilitas selain letter of credit/SKBDN dan 5,5% per tahun untuk fasilitas letter of credit/SKBDN
Approved by:   masing-masing pada Juni 2024 dan 2023. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2024 dan
               dijamin dengan aset tetap tertentu milik Perusahaan, ITR dan INT serta piutang usaha dan persediaan milik
               Perusahaan dan ITR.

               Kelompok Usaha wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
                    Rasio lancar minimum 1x.
                    Rasio debt service coverage minimum 100%.
                    Rasio debt to equity maksimum 2,5x.

               PT Bank Maspion Indonesia Tbk
               Pada tanggal 12 Maret 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan demand
               loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar dan Rp 25 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023,
               Perusahaan merubah batas maksimum fasilitas rekening koran dan demand loan masing-masing menjadi sebesar
               Rp 15 miliar dan Rp 35 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun masing-masing pada Juni 2024
               dan 2023 dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 November 2024. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT,
               ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM serta corporate guarantee dari Perusahaan.

               PT Bank Central Asia Tbk
               Pada tanggal 8 Januari 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan
               batas maksimum sebesar Rp 30 miliar. Pada tanggal 27 Desember 2022, Perusahaan memperoleh tambahan
               fasilitas kredit berupa fasilitas time loan revolving dengan batas maksimum sebesar Rp 40 miliar. Pada tanggal 11
               April 2023, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dengan batas
               maksimum sebesar Rp 300 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 0,6% per tahun untuk fasilitas kredit time
               loan revolving dan 0,5%- 9,25% per tahun untuk fasilitas rekening koran masing-masing pada Juni 2024 dan 2023.
               Fasilitas ini akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 13 Juli 2024, 29 Desember 2023, dan 12 April 2024.
               Fasilitas time loan revolving dan rekening koran dengan batas maksimum Rp 40 miliar dan Rp 300 miliar telah
               dilunasi pada masing-masing pada bulan Januari 2023 dan September 2023.
               Fasilitas ini dijamin dengan rekening giro milik Perusahaan, persediaan dan aset tetap tertentu milik Perusahaan,
               ITR, INT, IIL dan sebagian direksi Perusahaan.
               Perusahaan terikat dengan beberapa batasan,antara lain:
                    Rasio lancar minimum 1x.
                    Rasio debt service coverage minimum 1x.
                    Rasio debt to equity maximum 1x.
                    Rasio EBITDA/(Installment+interest) minimum 1x.

               PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
               Pada tanggal 22 November 2022, Perusahaan dan ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas
               kredit modal kerja revolving, pre export financing, non cash loan (LC/SKBDN) dan treasury line dengan batas
               maksimum masing-masing sebesar Rp 100 miliar, US$ 10 juta, US$ 3 juta dan US$ 5 juta. Fasilitas ini dibebani
               bunga sebesar 8%-8,5% per tahun pada Juni 2024 dan 2023 dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember
               2024. Fasilitas ini dijamin dengan aset tetap tertentu milik direksi Perusahaan, piutang dan persediaan milik
               Perusahaan, ITR dan INT serta corporate guarantee dari NKT, BRT, ITK dan INT.

               Kelompok Usaha wajib menjaga ketentuan atau rasio keuangan sebagai berikut:
                   Rasio lancar minimum 1x.
                   Debt/EBITDA maksimum 4,5x.
                   EBITDA to interest ratio minimum 1,25x.



                                                                   30
Page 38
                                                      FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
          a.   Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
               Perusahaan
               PT Bank Danamon Indonesia Tbk
               Pada tanggal 5 Agustus 2019, Perusahaan dan entitas anaknya, ITR dan ITK, memperoleh fasilitas kredit berupa
               rekening koran (hanya untuk Perusahaan), demand loan dan omnibus trade finance dengan batas maksimum
               masing-masing sebesar Rp 20 miliar, Rp 70 miliar dan US$ 7,5 juta (tersedia dalam mata uang Rupiah dan US$).
               Pada tanggal 29 November 2021, terjadi perubahan batas maksimum fasilitas omnibus trade finance menjadi Rp
               116.450.000.000 (tersedia dalam mata uang Rupiah dan US$).
Approved by:
               Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,75%-9,5% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Rupiah dan 4,25%-
               5,75% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Dolar Amerika Serikat pada tahun 2023. Fasilitas ini akan jatuh
               tempo pada tanggal 28 Agustus 2023 dan dijamin dengan aset tetap tertentu milik Kelompok Usaha. Fasilitas ini
               telah dilunasi pada Februari 2023.
               Kelompok Usaha wajib menjaga ketentuan ataurasio keuangan sebagai berikut:
                    Debt/EBITDA maksimum 3,5x.
                    Inventory turnover maksimum 500 hari.
                    Trade receivables turnover maksimum 120 hari.
                    Rasio debt service coverage minimal 1,25x.
               Entitas anak
               PT Bank Maspion Indonesia Tbk
               Pada tanggal 5 November 2020, INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran,
               fixed loan dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 30 miliar dan Rp 30
               miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, INT merubah batas maksimum fasilitas fixed loan dan demand loan masing-
               masing menjadi sebesar Rp 50 miliar dan Rp 110 miliar.
               Pada tanggal 12 November 2021, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening Koran,
               fixed loan, dan demand loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 25 miliar, Rp 30 miliar dan Rp
               120 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR merubah batas maksimum fasilitas demand loan menjadi sebesar
               Rp 170 miliar.
               Pada tanggal 3 Februari 2021, ITK, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran dan
               fixed loan dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 5 miliar. Pada tanggal 25 Januari 2023, ITK
               memperoleh tambahan fasilitas kredit berupa fasilitas demand loan dengan batas maksimum sebesar Rp 30 miliar.
               Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% dan 8,5%-9,5% per tahun masing-masing pada Juni 2024 dan 2023.
               Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 13 November 2024. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik INT,
               ITR dan ITK, aset tetap tertentu milik INT dan SAM, properti investasi tertentu milik ITG, ITD dan ITR serta
               corporate guarantee dari Perusahaan.
               PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
               Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit modal kerja berupa RC terbatas,
               RC terbatas tranche B, kredit modal kerja plafon, kredit modal kerja plafon tranche B, letter of credit/SKBDN dan
               treasury line (untuk Perusahaan, ITR, ITK dan INT) dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar,
               Rp 85 miliar, Rp 75 miliar, Rp 170 miliar, US$ 6 juta dan US$ 2 juta. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-
               8,25% dan 8% per tahun untuk fasilitas selain letter of credit/SKBDN dan 5,5% per tahun untuk fasilitas letter of
               credit/SKBDN masing-masing pada Juni 2024 dan 2023. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 16 September
               2024. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas yang diterima
               oleh Perusahaan.
               PT Bank Central Asia Tbk
               Pada tanggal 12 April 2019, INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas rekening koran, time
               loan revolving dan kredit ekspor dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 15 miliar, Rp 15 miliar dan
               Rp 30 miliar. Pada tanggal 8 Januari 2021, INT memperoleh tambahan batas maksimum fasilitas rekening koran
               menjadi Rp 25 miliar dan fasilitas time loan revolving dialihkan menjadi fasilitas kredit multi sebesar Rp 25 miliar.
               Pada bulan Agustus 2020, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas letter of credit usance dengan batas maksimum
               sebesar US$ 1.000.000. Pada tanggal 12 Juli 2021, ITR memperoleh tambahan batas maksimum menjadi US$
               3.500.000.
               Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2024 dan dibebani bunga sebesar 8,5%-10,5% dan 10,5% per
               tahun untuk fasilitas rekening koran masing-masing pada tahun Juni 2024 dan 2023. Fasilitas ini dijamin dengan
               fasilitas yang diterima oleh Perusahaan kecuali jaminan rekening giro.
                                                                   31
Page 39
                                                      FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                              Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)
          a.   Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka pendek terdiri dari: (Lanjutan)
               Entitas anak (Lanjutan)
               PT Bank ICBC Indonesia
               Pada tahun 2020, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit pre-export financing non-LC dengan batas
               maksimum sebesar US$ 1.500.000. Pada tanggal 24 September 2021, ITR memperoleh penurunan batas
               maksimum fasilitas menjadi US$ 1.000.000. Pada tanggal 20 September 2022, ITR memperoleh penurunan batas
               maksimum menjadi US$ 500.000. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 6,25% per tahun masing-masing pada
               tahun 2023 dan 2022 dan jatuh tempo pada tanggal 26 September 2023. Fasilitas ini dijamin dengan piutang
Approved by:   usaha dan persediaan tertentu milik ITR dan jaminan pribadi dari Halim Rusli dan Widjaja Karli. Di samping itu, ITR
               diwajibkan memelihara rasio debt to equity maksimum 3x. Fasilitas ini telah dilunasi pada bulan September 2023.

          b.   Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari:
                                                      30 Juni 2024           31 Desember 2023
                                                     (Tidak diaudit)                (Diaudit)

                Perusahaan
                Pihak ketiga

                PT Bank Negara
                   Indonesia (Persero) Tbk
                   Kredit investasi
                        refinancing                        206,718,750,000            226,406,250,000
                   Skema PEN                                18,500,000,000             37,000,000,000
                PT BCA Finance                                 723,297,501                326,349,502


                Sub-jumlah                                 225,942,047,501            263,732,599,502

                Entitas Anak
                Pihak ketiga

                PT Bank Negara
                   Indonesia (Persero) Tbk
                   Kredit investasi
                        refinancing                        124,660,000,000            136,540,000,000
                PT Bank Maspion
                   Indonesia Tbk
                   Fixed loan anuitas                        38,524,233,183             42,973,505,540
                PT Bank Central Asia Tbk
                   Kredit investasi                                       -              2,708,333,330
                PT BCA Finance                                  599,819,195              1,002,240,981
                PT Clipan Finance Indonesia Tbk                           -                 15,538,634


                Sub-jumlah                                 163,784,052,378            183,239,618,485


                Jumlah                                     389,726,099,879            446,972,217,987

                Bagian Jatuh Tempo dalam
                   waktu satu tahun                        (91,913,844,802)          (113,017,071,695)


                Bagian Jangka Panjang                      297,812,255,077            333,955,146,292




                                                                  32
Page 40
                                                     FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                             Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

          b.   Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)
               Perusahaan
               PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
               Pada tanggal 6 September 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi refinancing dan kredit skema
               PEN dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp 315 miliar dan Rp 100 miliar. Fasilitas ini dibebani
               bunga sebesar 8%-8,25% dan 8% per tahun masing-masing pada Juni 2024 dan 2023.
               Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan masing-masing sampai dengan September 2029 dan November
Approved by:
               2024. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
               Pembayaran pokok pinjaman pada Juni 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp 38.187.500.000 dan Rp
               72.875.000.000.
               PT BCA Finance
               Pada tahun 2020-2024, Perusahaan mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan yang terutang dalam
               angsuran bulanan sampai dengan 2023-2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 4,48%-7,48% per tahun
               masing-masing pada Juni 2024 dan 2023.
               Pembayaran pokok pinjaman pada Juni 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp 277.169.589 dan Rp
               342.707.790
               PT Bank Danamon Indonesia Tbk
               Pada tanggal 5 Agustus 2019, Perusahaan, ITK dan ITR memperoleh fasilitas kredit berupa kredit angsuran
               berjangka dengan batas maksimum sebesar Rp 100 miliar. Pada tanggal 26 Desember 2019, batas maksimum
               fasilitas diturunkan menjadi sebesar Rp 60 miliar. Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan
               Desember 2025 dengan masa tenggang 6 bulan. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 9,25%-9,5% per tahun
               masing-masing pada tahun 2023 dan 2022. Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang
               sama dengan fasilitas jangka pendek. Fasilitas pinjaman ini telah dilunasi pada Februari 2023.
               Pembayaran pokok pinjaman pada tahun 2023 sebesar Rp 29.189.426.277.
               Entitas anak
               PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
               Pada tanggal 6 September 2021, ITR, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit investasi refinancing dengan batas
               maksimum sebesar Rp 190 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8%-8,25% dan 8% per tahun masing-
               masing pada Juni 2024 dan 2023. Fasilitas ini terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan September 2029.
               Fasilitas ini dijamin dan memiliki ketentuan atau rasio keuangan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
               Pembayaran pokok pinjaman pada Juni 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp 11.880.000.000 dan Rp
               23.760.000.000.
               PT Bank Maspion Indonesia Tbk
               Pada tanggal 25 Januari 2023, ITR memperoleh fasilitas kredit berupa fasilitas fixed loan anuitas dengan batas
               maksimum sebesar Rp 50 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 8,5% per tahun dan terutang dalam
               angsuran bulanan sampai dengan Februari 2028. Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas
               jangka pendek.
               Pembayaran pokok pinjaman pada Juni 2024 dan 2023 sebesar Rp 4.449.272.357 dan Rp 7.026.494.460.
               PT Bank Central Asia Tbk
               Pada tanggal 12 April 2019, INT, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit investasi dengan batas maksimum
               sebesar Rp 40 miliar. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 10,25% per tahun masing-masing pada Juni 2024 dan
               2023 dan terutang dalam angsuran bulanan sampai dengan April 2024. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan dan
               aset tetap tertentu milik INT dan corporate guarantee dari Perusahaan. Fasilitas pinjaman ini telah dilunasi pada
               April 2024.
               Entitas anak terikat dengan beberapa batasan,antara lain:
                    Rasio lancar minimum 1x.
                    Rasio debt to equity maksimum 1x.
                    Rasio debt service coverage minimum 1x.
               Pembayaran pokok pinjaman pada Juni 2024 dan 2023 sebesar Rp 2.708.333.330 dan Rp 8.000.000.000.

                                                                 33
Page 41
                                                      FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                        Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (Lanjutan)

          b.   Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank jangka panjang terdiri dari: (Lanjutan)
               PT BCA Finance
               Pada tahun 2021-2023, ITR, ITK dan INT, entitas anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan
               dengan angsuran bulanan hingga tahun 2026. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,99%-5,72% per tahun
               masing-masing pada Juni 2024 dan 2023.
               Pembayaran pokok pinjaman pada Juni 2024 dan 2023 sebesar Rp 402.421.786 dan Rp 1.059.613.448.
               PT Clipan Finance Indonesia Tbk
Approved by:
               Pada tahun 2022, ITR, entitas anak, mengadakan perjanjian kredit kepemilikan kendaraan dengan angsuran
               bulanan hingga tahun 2024. Fasilitas ini dibebani bunga sebesar 2,68% per tahun pada Juni 2024 dan 2023.
               Pembayaran pokok pinjaman pada Juni 2024 dan 2023 sebesar Rp 15.538.634 dan Rp 180.806.664.
               Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman
               Pada tanggal 30 Juni 2024, Kelompok Usaha telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman tersebut di
               atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait atau memperoleh surat pernyataan pelepasan tuntutan
               (waiver) sebagaimana diperlukan.

     14. UTANG USAHA
          a.   Akun ini terdiri dari utang kepada pemasok sebagai berikut:


                                                          30 Juni 2024              31 Desember 2023
                                                         (Tidak diaudit)                (Diaudit)
          Pihak ketiga
          Impor                                                15,415,264,636              7,235,190,057
          Lokal                                                74,456,716,343             62,711,985,695
          Jumlah                                               89,871,980,979             69,947,175,752

          Pihak berelasi
              PT Integriya Dekorindo                              514,154,142              1,312,922,290
          Jumlah                                               90,386,135,121             71,260,098,042


          b.   Berdasarkan mata uang
                                                            30 Juni 2024              31 Desember 2023
                                                           (Tidak diaudit)                (Diaudit)
          Rupiah                                                74,970,870,485             64,024,907,985
          Dollar Amerika Serikat                                13,753,371,985              6,637,811,213
          RMB                                                    1,226,910,716                323,966,136
          Euro                                                     434,981,935                273,412,708
          Sub Jumlah                                            90,386,135,121             71,260,098,042




          c.   Berdasarkan umur
                                                            30 Juni 2024              31 Desember 2023
                                                           (Tidak diaudit)                (Diaudit)
          0 - 30 hari                                           85,234,551,663             69,419,199,702
          31 - 60 hari                                           4,999,699,544              1,676,172,498
          61 – 90 hari                                             151,883,914                    474,000
          > 90 hari                                                          -                164,251,842
          Sub Jumlah                                            90,386,135,121             71,260,098,042


          Utang usaha merupakan utang tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga.

                                                                  34
Page 42
                                                          FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)
     15. ASET HAK GUNA – BERSIH
                                                                   30 Juni 2024
                                  Saldo Awal           Penambahan             Pengurangan        Reklas           Saldo Akhir


       Biaya Perolehan
       Sewa pembiayaan
       Kendaraan                   8,755,762,215                     -                  -       (4,319,838,161)    4,435,924,054
       Mesin dan peralatan        60,024,423,234                     -                  -      (24,964,293,487)   35,060,129,747


       Jumlah                     68,780,185,449                     -                  -      (29,284,131,648)   39,496,053,801
Approved by:
       Akumulasi Penyusutan
       Sewa pembiayaan
       Kendaraan                   2,488,438,425           380,121,978                  -       (1,613,764,704)    1,254,795,699
       Mesin dan peralatan         9,224,367,142         1,231,140,605                  -       (5,503,075,679)    4,952,432,068


       Jumlah                     11,712,805,567         1,611,262,583                  -       (7,116,840,383)    6,207,227,767
       Nilai Buku                 57,067,379,882                                                                  33,288,826,034


                                                                 31 Desember 2023
                                  Saldo Awal           Penambahan             Pengurangan        Reklas           Saldo Akhir


       Biaya Perolehan
       Sewa pembiayaan
       Kendaraan                  13,090,469,213           657,424,054                  -       (4,992,131,052)    8,755,762,215
       Mesin dan peralatan        91,785,070,850         8,633,833,861                  -      (40,394,481,477)   60,024,423,234


       Jumlah                   104,875,540,063          9,291,257,915                  -      (45,386,612,529)   68,780,185,449
       Akumulasi Penyusutan
       Sewa pembiayaan
       Kendaraan                   2,750,991,176         1,382,870,007                  -       (1,645,422,758)    2,488,438,425
       Mesin dan peralatan        13,692,648,543         4,909,632,576                  -       (9,377,913,977)    9,224,367,142


       Jumlah                     16,443,639,719         6,292,502,583                  -      (11,023,336,735)   11,712,805,567
       Nilai Buku                 88,431,900,344                                                                  57,067,379,882


     Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan
     yang mengindikasikan penurunan nilai aset hak-guna pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023.



     16. PERPAJAKAN
          a.    Utang pajak terdiri dari:
                Akun ini terdiri dari:
                                                30 Juni 2024             31 Desember 2023
                                               (Tidak diaudit)               (Diaudit)
            Perusahaan
            Pajak penghasilan (PPh):
                     Pasal 4 (2)                    62,032,241                    68,281,978
                     Pasal 21                      255,793,036                   259,923,241
                     Pasal 22                       16,310,900                    12,273,300
                     Pasal 23                       65,538,493                    55,516,725
                     Pasal 25                      313,382,534                 1,235,695,422
                     Pasal 26                       23,708,550                             -
                     Pasal 29                      100,083,973                             -

            Sub-jumlah                             836,849,727                 1,631,690,666
                                                                         35
Page 43
                                                              FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                           Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 30 Juni 2024
      dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
         a.   Utang pajak terdiri dari: (Lanjutan)
              Akun ini terdiri dari: (Lanjutan)
                                                   30 Juni 2024                31 Desember 2023
                                                  (Tidak diaudit)                  (Diaudit)
          Entitas Anak
          Pajak Pertambahan Nilai                       3,909,828,570                    2,825,601,695
          Surat Ketetapan Pajak
              Kurang Bayar                                          -                            6,000
Approved by:
          Pajak Bumi & Bangunan                         2,835,663,795                    1,805,173,829
          Pajak penghasilan (PPh):
              Pasal 4 (2)                                 148,706,929                      128,197,578
              Pasal 15                                              -                       40,066,539
              Pasal 21                                    326,402,983                      282,438,255
              Pasal 22                                    136,106,039                       53,668,397
              Pasal 23                                    210,283,416                      209,604,868
              Pasal 25                                  2,534,730,625                    2,569,995,584
              Pasal 26                                      3,100,224                                -
              Pasal 29                                  7,328,286,746                                -
          Sub-jumlah                                   17,433,109,327                    7,914,752,745
         Jumlah                                        18,269,959,054                    9,546,443,411


         b. Lain-lain
         Pada tahun 2023, Kelompok Usaha memperoleh surat ketetapan pajak sebagai berikut :

                                                                                     2023

                                        Surat Ketetapan       Jenis pajak
                         Entitas                                                     Periode         Jumlah                   Tanggal Surat Ketetapan Pajak
                                             Pajak

              Perusahaan                Lebih Bayar       Pajak Pertambahan      November-          14,284,630,483     Januari-Februari 2023
                                                          Nilai                Desember 2022
                                        Lebih Bayar       Pajak Pertambahan    Januari-Juli 2023    23,012,502,389     Maret-September 2023
                                                          Nilai
                                        Kurang Bayar      Pajak Penghasilan        Februari 2020             141,650   Mei 2023
                                                          pasal 23
              PT Intertrend Utama       Lebih Bayar       Pajak Pertambahan    Januari-Juli 2023    15,107,379,270     Maret-September 2023
                                                          Nilai
                                        Kurang Bayar      Pajak Penghasilan            2022              164,544,443   Agustus 2023
                                                          pasal 21
                                        Kurang Bayar      Pajak Penghasilan            2022               29,857,149   Agustus 2023
                                                          pasal 23
                                        Kurang Bayar      Pajak Penghasilan            2022                8,767,837   Agustus 2023
                                                          pasal 4 (2)
                                        Lebih Bayar       Pajak Penghasilan            2022         36,420,366,990     Agustus 2023
                                                          pasal 29
              PT Interkraft             Lebih Bayar       Pajak Pertambahan    Desember 2022         2,580,765,603     Maret 2023
                                                          Nilai
                                        Lebih Bayar       Pajak Pertambahan    Januari-Februari,     8,351,693,495     Maret-April, Juli-Agustus dan Oktober 2023
                                                          Nilai                 April-Juli 2023
              PT Intera Indonesia       Lebih Bayar       Pajak Pertambahan   Oktober-November       1,572,105,337     Januari 2023
                                                          Nilai                      2022
                                        Lebih Bayar       Pajak Pertambahan    Januari-Juli 2023     8,159,122,825     Maret-Mei, Juli-Agustus, Oktober 2023
                                                          Nilai
              PT Narkata Rimba          Kurang Bayar      Pajak Penghasilan            2021              159,857,280   September 2023
                                                          pasal 29
                                        Kurang Bayar      Pajak Pertambahan            2021               18,143,106   September 2023
                                                          Nilai
              PT Belayan River Timber   Kurang Bayar      Pajak Penghasilan         2021-2022            676,782,531   Februari-September 2023
                                                          pasal 4 (2)
                                        Kurang Bayar      Pajak Penghasilan         2021-2022              3,816,655   Februari-September 2023
                                                          pasal 21
                                        Kurang Bayar      Pajak Penghasilan         2021-2022             60,008,752   Februari-September 2023
                                                          pasal 23
                                        Kurang Bayar      Pajak Pertambahan         2021-2022            145,085,429   Februari-September 2023
                                                          Nilai
                                        Lebih Bayar       Pajak Penghasilan            2022              565,774,560   September 2023
                                                          pasal 28a




                                                                              36
Page 44
                                                     FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 30 Juni 2024
      dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)

    17. LIABILITAS KONTRAK
         Akun ini terdiri dari uang muka yang diterima dari pelanggan yang berasal dari penjualan furniture dan log:
                                                        30 Juni 2024            31 Desember 2023
                                                       (Tidak diaudit)               (Diaudit)

         Pihak berelasi
         PT Alam Mentari Sejahtera                                        -             702,000,000
         PT Integriya Dekorindo                                           -              38,650,146

          Pihak ketiga
Approved by:
         Ekspor                                                           -          63,549,701,242
         Lokal                                                            -              91,252,300

         Jumlah                                                           -          64,381,603,688

    18. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH
         a.   Utang obligasi terdiri dari:
                                                        30 Juni 2024           31 Desember 2023
                                                       (Tidak diaudit)             (Diaudit)
         Nilai nominal                                 250,000,000,000            657,820,000,000
         Dikurangi biaya emisi obligasi
           ditangguhkan yang belum diamortisasi          (686,607,040)              (1,437,984,966)
         Jumlah                                        249,313,392,960             656,382,015,034

         Bagian jatuh tempo dalam
          waktu satu tahun                                           -             407,402,221,552
         Bagian jangka panjang                         249,313,392,960             248,979,793,482
         b.   Sukuk mudharabah terdiri dari:
                                                         30 Juni 2024             31 Desember 2023
                                                        (Tidak diaudit)               (Diaudit)

         Nilai nominal                                   109,030,000,000              206,530,000,000
         Bagian jatuh tempo
           dalam waktu satu tahun                                      -               97,500,000,000
         Bagian jangka panjang                           109,030,000,000              109,030,000,000


          “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
          Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”)

          Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
          Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet
          Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 250.000.000.000 dan Rp 109.030.000.000.

          Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan
          penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada
          masyarakat adalah sebagai berikut:
          -   Seri A sebesar Rp 197.470.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga
              (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
          -   Seri B sebesar Rp 52.530.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun yang dibagikan per tiga
              (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.

          Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
          Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
          Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
          -  Seri A sebesar Rp 83.800.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
             per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun; dan
          -  Seri B sebesar Rp 25.230.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9,75% per tahun yang
             dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu lima (5) tahun.
                                                                 37
Page 45
                                                   FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     18. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)

            “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan
           I Integra Indocabinet Tahap II Tahun 2022” (“Sukuk Mudharabah”) (Lanjutan)

           Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA
           (Single A) untuk Obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.

           Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta
           kekayaan Perusahaan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan
           ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
Approved by:
           Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi,
           sebagai modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank
           Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

           “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
           Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”)

           Pada tanggal 15 April 2021, Perusahaan telah mencatatkan di Bursa Efek Indonesia untuk “Obligasi Berkelanjutan I
           Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet
           Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) masing-masing sebesar Rp 450.000.000.000 dan Rp 150.000.000.000.

           Obligasi Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B dengan
           penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Obligasi. Rincian Obligasi yang telah didistribusikan kepada
           masyarakat adalah sebagai berikut:

           -   Seri A sebesar Rp 42.180.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun yang dibagikan per tiga (3)
               bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
           -   Seri B sebesar Rp 407.820.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun yang dibagikan per
               tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.

           Sukuk Mudharabah Perusahaan yang dikeluarkan terdiri dari dua (2) seri, yaitu Sukuk Mudharabah Seri A dan Sukuk
           Mudharabah Seri B dengan penawaran masing-masing 100% dari jumlah pokok Sukuk Mudharabah. Rincian Sukuk
           Mudharabah yang telah didistribusikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
           -   Seri A sebesar Rp 52.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 9% per tahun yang dibagikan
               per tiga (3) bulan, berjangka waktu 370 hari; dan
           -   Seri B sebesar Rp 97.500.000.000 dengan indikasi pendapatan bagi hasil sebesar 10,25% per tahun yang
               dibagikan per tiga (3) bulan, berjangka waktu tiga (3) tahun.
           Berdasarkan pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”), Perusahaan memperoleh peringkat idA-
           (Single A Minus) untuk Obligasi dan idA-(sy) (Single A Minus Syariah) untuk Sukuk Mudharabah.
           Obligasi dan Sukuk Mudharabah di atas dijamin dengan Hak Guna Bangunan milik ITK, piutang usaha dan
           persediaan tertentu milik Perusahaan.
           Perusahaan menggunakan dana Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut, setelah dikurangi dengan biaya emisi,
           untuk melakukan pelunasan utang entitas anak, ITK dan INT, pada Indonesia Eximbank dan sisanya dipergunakan
           sebagai modal kerja Perusahaan dan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan wali amanat PT Bank Rakyat
           Indonesia (Persero) Tbk.
           Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang diterbitkan Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak
           Perusahaan (negative covenants) antara lain untuk tidak melakukan hal-hal tertentu tanpa persetujuan tertulis Wali
           Amanat sebagaimana diatur dalam Perjanjian Wali Amanat, antara lain:
           -   Melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain yang akan menyebabkan bubarnya
               Perusahaan atau yang akan mempunya dampak negatif yang material.
           -   Mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan.
           -   Menjaminkan dan/atau membebani dengan caraapapun aset Kelompok Usaha.
           -   Mengalihkan aset tetap yang jumlahnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan.
           -   Mengubah bidang usaha utama.
           -   Mengajukan permohonan pailit atau permohonan penundaan kewajiban pembayaranutang.
           -   Mengeluarkan obligasi, sukuk atau efek-efek lainnya melalui Pasar Modal yang dijamin secara khusus.
           Di samping itu, Perusahaan juga diwajibkan untuk memelihara beberapa rasio keuangan sebagai berikut:
           -   EBITDA terhadap jumlah beban bunga minimal 1,25x.
           -   Rasio debt to equity maksimum 3x.
                                                                38
Page 46
                                                   FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                           Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     18. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK MUDHARABAH (Lanjutan)
           “Obligasi Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 (“Obligasi”) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
           Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021” (“Sukuk Mudharabah”) (Lanjutan)

           Pada tanggal pelaporan, Perusahaan telah memenuhi seluruhnya persyaratan rasio-rasio keuangan yang ditentukan
           pada perjanjian penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah.
           Saldo beban bunga terutang pada Juni 2024 dan 2023 sebesar Rp 548.265.000 dan Rp 12.005.833.333 yang dicatat
           sebagai bagian dari “Beban akrual” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

     19. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR
Approved by:
          a.   Modal Saham

               Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31
               Desember 2023 berdasarkan catatan yang dibuat PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek adalah sebagai
               berikut:

                                                                      30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)

                                                 Jumlah Saham               Persentase                  Jumlah
                 Pemegang Saham                 Ditempatkan dan             Kepemilikan                  (Rp)
                                                 Disetor Penuh

               PT Integra Indo Lestari                4,573,835,000                   71.05%              457,383,500,000
               Komisaris
                 Stephanie Kane Ilham                    10,000,000                    0.15%                1,000,000,000
               Direksi
                 Halim Rusli                             25,000,000                    0.39%                2,500,000,000
                Widjaja Karli                            20,000,000                    0.31%                2,000,000,000
                 Sjany Tjandra                           10,000,000                    0.15%                1,000,000,000
                Wang Sutrisno                            10,000,000                    0.15%                1,000,000,000
               Masyarakat                             1,615,121,900                   25.09%              161,512,190,000

                                                      6,263,956,900                   97.29%              626,395,690,000
               Saham treasuri                           173,543,100                    2.71%               17,354,310,000

               Jumlah                                 6,437,500,000                     100%              643,750,000,000


                                                                      31 Desember 2023 (Diaudit)

                                                 Jumlah Saham               Persentase                 Jumlah
                 Pemegang saham                 Ditempatkan dan             Kepemilikan                 (Rp)
                                                 Disetor Penuh

               PT Integra Indo Lestari                4,573,835,000                   71.05%              457,383,500,000
               Komisaris
                 Stephanie Kane Ilham                    10,000,000                    0.15%                1,000,000,000
               Direksi
                 Halim Rusli                             25,000,000                    0.39%                2,500,000,000
                Widjaja Karli                            20,000,000                    0.31%                2,000,000,000
                 Sjany Tjandra                           10,000,000                    0.15%                1,000,000,000
                Wang Sutrisno                            10,000,000                    0.15%                1,000,000,000
               Masyarakat                             1,615,121,900                   25.09%              161,512,190,000

                                                      6,263,956,900                   97.29%              626,395,690,000
               Saham treasuri                           173,543,100                    2.71%               17,354,310,000

               Jumlah                                 6,437,500,000                     100%              643,750,000,000


               Perusahaan menerbitkan program MESOP pada tanggal 12 Agustus 2022 sejumlah 75,000,000 lembar saham
               dengan harga pelaksanaan Rp 298 per saham. Pada tanggal 15 Agustus 2022 jumlah saham tersebut efektif
               dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. MESOP tersebut menghasilkan tambahan modal disetor di atas nilai nominal
               sebesar Rp 14.850.000.000.
                                                                39
Page 47
                                                          FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                               Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     19. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (Lanjutan)
          a.   Modal Saham (Lanjutan)
               Perubahan peningkatan modal ditempatkan dan disetor berdasarkan program MESOP ini dicatat di Kementerian
               Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0007286 tanggal16 Januari 2023 sehingga modal saham
               meningkat dari Rp 636.250.000.000 menjadi Rp 643.750.000.000.
               Pada tanggal 8 Maret 2023, Perusahaan melalui surat No. 007/WOOD/03/2023 mengajukan permohonan
               persetujuan pembelian kembali saham Perusahaan (saham treasuri) kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
               sebanyak-banyaknya sebesar Rp 50.000.000.000. Pembelian kembali tersebut dilakukan dalam jangka waktu 3
               bulan, dari tanggal 9 Maret 2023 hingga 9 Juni 2023 dan dilakukan dalam beberapa kali transaksi.
Approved by:   Pada tahun 2023, jumlah saham yang dibeli adalah sebanyak 98.393.900 lembar (nilai nominal Rp 100 per lembar)
               dengan nilai sebesar Rp 40.313.928.800. Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah saham treasuri 173.543.100
               lembar dengan nilai Rp 89.957.290.800.
               Pembentukan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya
               Dalam rangka memenuhi Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang mengharuskan
               perusahaan-perusahaan secara bertahap mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal yang ditempatkan
               sebagai cadangan dana umum, para pemegang saham menyetujui pencadangan sebagian dari saldo laba
               Perusahaan sebagai cadangan dana umum sebesar Rp 494.268.062.435 pada tahun 2022 yang diputuskan dalam
               RUPS pada tanggal 15 Juli 2022.
          b.   Tambahan modal disetor
               Rincian akun tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:
                                               30 Juni 2024         31 Desember 2023
                                              (Tidak diaudit)              (Diaudit)

               Tambahan modal disetor                 236,412,562,853            236,412,562,853
                  di atas nilai nominal
               Biaya emisi saham                      (6,142,500,000)             (6,142,500,000)
               Selisih transaksi kombinasi
                  bisnis antar entitas
                  sepengendali                         82,846,704,551             82,846,704,551
               Pengampunan pajak                        1,046,249,486              1,046,249,486

               Jumlah                                 314,163,016,890            314,163,016,890
               Saldo tambahan modal disetor di atas nilai nominal berasal dari selisih antara hasil penerimaan dari Penawaran
               Umum Perdana Saham tahun 2017 atas 1.250.000.000 lembar saham kepada masyarakat dengan nilai
               nominalnya dan MESOP.
          c.   Kombinasi bisnis entitas sepengendali
               Pada tahun 2012, Perusahaan melakukan transaksi penyertaan saham pada BRT, ITR dan ITK, entitas anak. Pada
               tahun 2020, ITR, entitas anak, melakukan transaksi penyertaan saham pada SAM. Pada tahun 2021, Perusahaan
               melakukan pelepasan penyertaan saham pada ITD
               Transaksi tersebut di atas dilakukan antara entitas sepengendali dalam rangka kombinasi bisnis sehingga
               diperlakukan dengan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2012) mengenai
               “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
               Selisih neto nilai transaksi kombinasi bisnis dengan entitas sepengendali yang dicatat sebagai “Tambahan modal
               disetor” sehubungan dengan transaksi penyertaan saham di entitas anak, dengan rincian sebagai berikut:

                                                                                 Aset bersih
                                     Tahun akuisisi          Harga jual                              Selisih
                                                                               yang diperoleh

                     Entitas anak
                       ITD              2021              (123,300,000,000)    (61,702,637,678)   61,597,362,322
                       SAM              2020                  6,750,000,000       3,953,644,773   (2,796,355,227)
                       BRT              2012                 13,125,600,000      27,736,469,667   14,610,869,667
                       ITR              2012                  7,524,000,000       9,096,469,925     1,572,469,925
                       ITK              2012                  4,653,000,000      12,515,357,864     7,862,357,864

                     Jumlah                                (91,247,400,000)     (8,400,695,449)   82,846,704,551



                                                                          40
Page 48
                                                   FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                     Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 30 Juni 2024
      dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    20. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
         Tabel berikut ini menjelaskan komponen dari hak pemegang saham non-pengendali entitas anak pada tanggal 30 Juni
         2024 dan 2023 sebagai berikut:
                                                  30 Juni 2024         31 Desember 2023
                                                 (Tidak diaudit)              (Diaudit)

          PT Inter Kayu Mandiri                            3,318,985,380                  3,318,985,380
          PT Interkraft                                    2,954,201,144                  2,936,635,264
          Carbon Resources Alliance ApS                    2,998,337,786                  2,927,635,961
Approved by:
          PT Intertrend Utama                              2,538,674,225                  2,474,874,814
          PT Belayan River Timber                        71,440,852,804                 74,935,154,788
          PT Intera Indonesia                                956,405,748                    908,408,666
          PT Narkata Rimba                                   408,133,514                    475,424,670
          PT Ekosistem Alam Sejahtera                         90,000,000                     90,000,000
          PT Indika Ekosistem Khatulistiwa                    90,000,000                     90,000,000
          PT Ananda Anugerah Agung                           100,000,000                              -
          PT Kandelia Alam                               (5,040,268,032)                (3,603,474,644)

         Jumlah                                          79,855,322,569                 84,553,644,899

    21. PENJUALAN BERSIH
         Rincian penjualan bersih konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                   30 Juni 2024                 30 Juni 2023
                                                  (Tidak diaudit)              (Tidak diaudit)

         Ekspor
            Manufaktur
                Building component                1,025,862,917,434               546,214,527,718
                Set up                              165,906,689,147               204,512,118,126
                Knock down                          232,171,098,650               465,377,882,967

         Lokal
            Manufaktur
               Building component                        4,962,906,146                12,631,015,944
               Set up                                    4,531,575,554                10,293,518,999
               Knock down                                4,049,046,869                 9,679,341,234
            Kehutanan                                    4,010,216,181                25,525,772,167

         Jumlah                                   1,441,494,449,981            1,274,234,177,155


         Rincian pelanggan yang memiliki transaksi penjualan lebih dari 10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian adalah
         sebagai berikut:

                                                   30 Juni 2024                                         30 Juni 2023
                                                  (Tidak diaudit)                                      (Tidak diaudit)
                                                            Persentase terhadap                                    Persentase
                                         Jumlah              jumlah penjualan                 Jumlah            terhadap jumlah
                                                                  bersih                                        penjualan bersih


          Starbright Forever, Llc    396,169,279,947                       27.48%                          -                          -
          The Empire Company         152,309,145,298                       10.57%                          -                          -
          Target Store                               -                            -       271,540,621,366                        21.31%
                                                                  41
Page 49
                                                   FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                  Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 30 Juni 2024
      dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)
    22.    BEBAN POKOK PENJUALAN

           Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:


                                                   30 Juni 2024               30 Juni 2023
                                                  (Tidak diaudit)            (Tidak Diaudit)


          Manufaktur dan Kehutanan
          Pemakaian bahan baku
Approved by:                                         552,730,015,016            433,447,015,440
          Upah buruh langsung                        163,143,913,620            110,999,272,641
          Beban pabrikasi                            243,221,542,037            207,578,736,394
          Jumlah beban produksi                      959,095,470,673            752,025,024,475


          Barang dalam proses
             Awal tahun                              654,658,569,385            453,947,094,750
             Akhir tahun                           (595,272,072,085)          (447,723,984,938)
          Jumlah beban pokok produksi              1,018,481,967,973            758,248,134,287


          Persediaan barang jadi
             Awal tahun                              649,679,368,123            665,045,715,891
             Pembelian barang jadi                    12,160,524,385             65,470,967,784
             Akhir tahun                           (586,051,518,617)          (604,363,247,886)


          Jumlah beban pokok penjualan             1,094,270,341,864            884,401,570,076




    23. BEBAN PENJUALAN DAN UMUM DAN ADMINISTRASI

          Rincian beban penjualan dan umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                      30 Juni 2024              30 Juni 2023
                                                     (Tidak diaudit)           (Tidak diaudit)


          Beban penjualan
          Kurir dan ekspor                              46,602,390,397            19,123,607,570
          Gaji dan tunjangan                             3,067,117,017                2,974,024,322
          Ongkos angkut                                  2,922,951,424                4,067,885,640
          Perjalanan Dinas                                 415,657,376                 813,378,315
          Riset dan Pengembangan                         1,664,502,327                1,800,940,348
          Promosi                                          258,792,954                1,012,420,000
          Komisi                                        13,821,944,013            35,108,964,251
          Lain-lain (masing-
                    masing dibawah Rp 2 miliar)         12,909,246,309            61,772,562,256
          Jumlah                                        81,662,601,817          126,673,782,702


                                                               42
Page 50
                                                      FINAL DRAFT
      PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                    Date:
      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
      Tanggal 30 Juni 2024
      dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
      (Mata Uang Rupiah Indonesia)

    23. BEBAN PENJUALAN DAN UMUM DAN ADMINISTRASI (Lanjutan)

         Rincian beban penjualan dan umum dan administrasi adalah sebagai berikut: (Lanjutan)
                                                        30 Juni 2024                 30 Juni 2023
                                                       (Tidak diaudit)              (Tidak diaudit)


         Beban umum dan administrasi
         Gaji dan tunjangan                               35,738,563,396               26,548,183,151
          Pajak
Approved by:                                                    727,084,376             1,011,396,458
         Imbalan Kerja                                      5,909,177,543               6,077,220,740
         Penyusutan                                         4,304,585,763               3,606,262,774
         Asuransi                                           1,936,999,208               2,746,880,607
         Jamuan dan sumbangan                             10,487,903,910               12,754,641,967
         Keperluan kantor                                   1,903,970,706               1,847,161,837
         Sewa                                                   153,844,581             1,995,853,789
         Jasa profesional                                 12,518,950,346               14,849,462,521
         Perbaikan dan pemeliharaan                         1,055,844,321                    555,096,277
         Perjalanan dinas                                       585,327,235                  607,667,551
         Transportasi                                       1,015,813,202               1,016,654,361
         Iuran dan perijinan                                     26,053,600                  122,874,999
         Lain-lain (masing-
              masing dibawah Rp 2 miliar)                   2,427,267,721               2,487,604,660
         Jumlah                                           78,791,385,908               76,226,961,692

    24. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
         Dalam kegiatan usaha normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak
         berelasi.
         Transaksi-transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan
         tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
         a.    Sifat hubungan dan transaksi

                      Pihak-pihak berelasi                      Hubungan                              Jenis transaksi
                PT Integra Indo Lestari (IIL)        Induk Perusahaan                   Jasa professional dan beban sewa
                PT Alam Mentari Sejahtera (AMS)       Perusahaan Afiliasi               Penjualan
                PT Integriya Dekorindo (ITD)         Entitas Asosiasi                   Penjualan, Pembelian, Penjualan aset tetap
                                                                                        dan penghasilan bunga
                PT Woodone Integra Indonesia (WII) Perusahaan Afiliasi                  Penjualan
         b.    Transaksi
               Penjualan bersih ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap jumlah penjualan bersih):
                                               30 Juni 2024                   30 Juni 2023
                                              (Tidak diaudit)               (Tidak diaudit)
               Penjualan Bersih - ITD             4,852,462,917                  2,914,167,140
               Penjualan Bersih - AMS             1,328,989,200                  1,274,051,550
               Penjualan Bersih - WII               145,052,317                                 -
               Penjualan Bersih - IIL                   104,520                      2,580,226
               Jumlah                             6,326,608,954                  4,190,798,916
               Persentase terhadap
                    penjualan                             0.44%                         0.33%


                                                                    43
Page 51
                                                    FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                      Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     24. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
          b.   Transaksi ( Lanjutan)
               Pembelian ke pihak berelasi (sebagai persentase terhadap beban pokok penjualan):
                                                30 Juni 2024             30 Juni 2023
                                               (Tidak diaudit)          (Tidak diaudit)
               Pembelian - ITD                     1,155,581,852            4,391,304,980
               Sewa Bangunan - IIL                 9,144,554,456            3,594,059,406
               Jumlah                             10,300,136,308            7,985,364,386
Approved by:
               Persentase terhadap
                 beban pokok penjualan                     0.94%                    0.90%
               Beban (sebagai persentase terhadap jumlah beban umum dan administrasi):
                                                30 Juni 2024             30 Juni 2023
                                               (Tidak diaudit)          (Tidak diaudit)
               Sewa Kendaraan - ITD                   90,825,690                             -
               Jasa manajemen IIL                  7,849,870,864            9,392,402,358
               Jumlah                              7,940,696,554            9,392,402,358
               Persentase terhadap
                 beban umum dan
                 administrasi                            10.08%                    12.32%
               IIL memberikan jasa manajemen di bidang akuntansi, keuangan, pajak, sumber daya manusia dan dukungan jasa
               teknologi informasi kepada Perusahaan, ITR, ITK, NKT, BRT dan INT.
                                                 30 Juni 2024               30 Juni 2023
                                                (Tidak diaudit)            (Tidak diaudit)
               Pendapatan Sewa - IIL                               -              15,000,000
               Pendapatan Sewa - AMS                     6,000,000                 6,000,000
               Jumlah                                    6,000,000                21,000,000
               Persentase terhadap
                 pendapatan sewa                           49.46%                       11.93%


                                               30 Juni 2024             30 Juni 2023
                                              (Tidak diaudit)          (Tidak diaudit)
               Pendapatan Bunga - ITD             4,328,274,508            3,118,286,274
               Persentase terhadap
                 pendapatan bunga                        78.48%                  92.98%
          c.   Saldo
               Aset (sebagai persentase terhadap jumlah aset):
                                               30 Juni 2024            31 Desember 2023
                                              (Tidak diaudit)               (Diaudit)
               Piutang Usaha                      2,184,397,635               4,521,071,549
               Piutang Lain-lain                161,749,669,587            165,318,515,570
               Uang Muka Pembelian                  734,000,000                                  -
               Jumlah                           164,668,067,222            169,839,587,119
               Persentase terhadap
                  aset                                    2.23%                         2.22%


                                                                  44
Page 52
                                                              FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                                                   Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     24. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
          c.    Saldo (Lanjutan)

                Liabilitas (sebagai persentase terhadap jumlah liabilitas):

                                                         30 Juni 2024                     31 Desember 2023
                                                         (Tidak diaudit)                      (Diaudit)
               Utang Usaha                                     514,154,142                      1,312,922,290
               Utang Lain-lain
Approved by:
                      Jangka pendek                           1,518,762,961                     1,460,327,150
                      Jangka panjang                       200,000,000,000                                      -
               Liabilitas kontrak                                             -                     38,650,146
               Jumlah                                      202,032,917,103                      2,811,899,586
               Persentase terhadap
                  liabilitas                                          6.72%                               0.08%

     25. LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN
          Perhitungan laba per saham dasar dan dilusian adalah sebagai berikut:
                                                                    30 Juni 2024                    30 Juni 2023
                                                                   (Tidak diaudit)                 (Tidak diaudit)
          Laba tahun berjalan yang
                                                                     83,832,639,594                    39,663,834,317
            diatribusikan ke entitas induk
          Jumlah rata-rata tertimbang
               saham yang beredar                                     6,339,106,700                       6,349,850,800
          Laba per saham dasar dan dilusian                                       13,22                               6,25


     26. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
          Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Kelompok Usaha memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata
          uang asing sebagai berikut:
                                             30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)                                  31 Desember 2023 (Diaudit)
                                       Mata Uang Asing            Ekuivalen Rupiah                 Mata Uang Asing           Ekuivalen Rupiah
      ASET
      Kas dan setara kas         US$              1,076,108            17,670,774,065        US$              1,467,223             22,618,732,893
                                 DKK              3,154,674             7,424,825,381        DKK              3,154,674                 7,252,595,944
      Piutang usaha              US$             38,367,131           630,026,655,976        US$             28,182,601            434,462,971,130
                                                                                             SGD                    10,588               124,006,539
      Jumlah                                                          655,122,255,422                                              464,458,306,506


      LIABILITAS
      Utang bank dan lembaga
        keuangan bukan bank      US$             11,882,541           195,123,198,864        US$             10,893,644            167,936,411,280
      Utang usaha                US$                837,548            13,753,371,985        US$                430,579                 6,637,811,213
                                 EUR                 24,780                 434,981,935      EUR                    15,952               273,412,708
                                 RMB                543,100             1,226,910,716        RMB                149,316                  323,966,136


      Jumlah                                                          210,538,463,500                                              175,171,601,337


      Aset - bersih                                                   444,583,791,922                                              289,286,705,169

          Aset dan liabilitas moneter di atas dijabarkan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada periode 30 Juni 2024
          dan Tahun 2023.

                                                                             45
Page 53
                                                    FINAL DRAFT
       PT INTEGRA INDOCABINET TBK DAN ENTITAS ANAKNYA                                                          Date:
       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TIDAK DIAUDIT
       Tanggal 30 Juni 2024
       dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
       (Mata Uang Rupiah Indonesia)

     27. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN
          Pada tanggal 27 Juni 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan Nilai
          untuk masa April 2024 sebesar Rp 2.029.294.121. Pengembalian telah diterima oleh Perusahaan pada bulan Juli 2024.
          Pada tanggal 27 Juni 2024, ITR, entitas anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan
          Nilai untuk masa April 2024 sebesar Rp 3.903.307.882. Pengembalian telah diterima oleh entitas anak pada bulan Juli
          2024.
          Pada tanggal 27 Juni 2024, INT, entitas anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan
          Nilai untuk masa April 2024 sebesar Rp 2.146.959.201 Pengembalian telah diterima oleh entitas anak pada bulan Juli
          2024.
Approved by:
          Pada tanggal 25 Juni 2024, ITK, entitas anak, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas Pajak Pertambahan
          Nilai untuk masa April 2024 sebesar Rp 904.659.665 Pengembalian telah diterima oleh entitas anak pada bulan Juli
          2024.




                                                                46

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.28 MB
Published30 Jul 2024
Pages53
Characters237,842
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INTEGRA INDOCABINET TBK p.2 ×169
linked person Stephanie Kane Ilham p.13 ×4
linked person Halim Rusli p.13 ×5
linked person Widjaja Karli p.13 ×5
linked person Syany Tjandra p.13 ×4
linked person Wang Sutrisno p.13 ×4
linked org Bank Central Asia Tbk p.29 ×23
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.29 ×11
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk p.29 ×2
linked org PT Bank Danamon Indonesia p.29 ×9
linked org Bank Maspion Indonesia Tbk p.36 ×17
linked org Clipan Finance Indonesia Tbk p.39 ×5
linked org Indonesia Eximbank p.45
possible org PT Integra Indo Lestari p.12 ×12
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.12 ×8
possible person Bing Hartono Poernomosidi p.13 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.29 ×26
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.45 ×2
unresolved person Soetjipto p.12
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.12
unresolved person Dyah Ayu Ambarwati p.12 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12
unresolved org PT Belayan River Timber p.12 ×5
unresolved org PT Intertrend Utama p.12 ×5
unresolved org PT Interkraft p.12 ×4
unresolved org PT Intera Indonesia p.12 ×4
unresolved org PT Inter Kayu Mandiri p.12 ×3
unresolved org PT Superalam Mas p.12
unresolved org PT Narkata Rimba p.12 ×4
unresolved org PT Kandelia Alam p.12 ×2
unresolved org PT Borneo Forestama Lestari p.12 ×2
unresolved org PT Borneo Wana Utama p.12 ×2
unresolved org PT Ekosistem Alam Sejahtera p.12 ×2
unresolved org PT Indika Ekosistem Khatulistiwa p.12 ×2
unresolved org PT Bakau Bina p.12 ×2
unresolved org PT Ananda Anugerah Agung p.12 ×3
unresolved org PT Nala WIjaya Amerta p.13 ×2
unresolved org PT Renjana Amerta Lestari p.13 ×4
unresolved org PT Ekosistem Alas Lestari p.13
unresolved org PT Wana Kelola Utama p.13
unresolved org PT Arya Harita Wanantara p.13
unresolved org PT Askara Wana Utama p.13
unresolved org PT Bhumi Nawasena Sejahtera p.13
unresolved org Bank Indonesia p.25 ×2
unresolved org PT Bank ICBC p.29 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur p.29
unresolved org PT Integriya Dekorindo p.29 ×6
unresolved org PT Alam Mentari Sejahtera p.29 ×4
unresolved org PT WoodOne Integra Indonesia p.32 ×2
unresolved org PT Teknologi Optimal Prima p.32
unresolved org PT Interkreasi Kerta Aji p.32
unresolved org KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan p.34 ×3
unresolved org KJPP Pung’s Zulkarnain p.34 ×3
unresolved org KJPP Sarwono p.34 ×2
unresolved org Indriassari & Rekan p.34 ×2
unresolved org KJPP Ruddy Barus Yenny & Rekan p.34
unresolved org KJPP Ruddy Barus Yenny p.34
unresolved org PT Bank ICBC Indonesia p.39
unresolved org PT BCA Finance p.39 ×4
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.45 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.45
unresolved org Banten Tbk. p.45
unresolved org PT Datindo Entrycom p.46
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH. p.47

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2024-II-WOOD.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result