Back to announcement
20240729_PORT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31688432_lamp2.pdf
Other Text extracted PORTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 46
Page 1
The Manhattan Square
Kantor Jasa Penilai Publik Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
Property, Business Valuation & Advisory Website: www.fdipartners.co
Licence No. 2.22.0176 Phone (62 21) 27875911
KMK 460/KM.1/202
Jakarta, 24 April 2024
Kepada Yth.
PT Parvi Indah Persada
Jl. Kebon Bawang 1 No. 45
Tanjung Priok
Jakarta 14320
No. Laporan : 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Hal : Laporan Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT PARVI INDAH PERSADA
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 025/FDI/PB-FO/XII/2023 tertanggal 07
Desember 2023, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R”
atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT PARVI INDAH PERSADA (selanjutnya disebut “PIP”)
untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi terkait divestasi 100% saham
River Ports Investments Pte Ltd (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”). PIP merupakan
entitas anak yang kepemilikan 99,999% oleh PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (selanjutnya
disebut “Perseroan” atau “NPH”).
STATUS PENILAI
KJPP FDI&R memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No.2.22.0176
tanggal 21 April 2022 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian adalah Ferdinand Pardede, MAPPI
(Cert), penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis berkualifikasi Penilai Bisnis (B), yang memiliki
kompentensi dalam melakukan analisis kewajaran serta telah memperoleh izin sebagai penilai
publik dengan Izin No. B-1.09.00089 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan
terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”), dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-17/PM.2/2018.
LATAR BELAKANG DAN ALASAN RENCANA TRANSAKSI
River Ports Investments Pte Ltd (“RPI”) merupakan perusahaan terkendali PIP dimana Perseroan
memiliki 99,999% dari modal ditempatkan dan disetor PIP. PIP berencana untuk melakukan
divestasi 100% saham RPI dengan pertimbangan antara lain:
a. RPI telah mengalami kerugian selama bertahun-tahun.
b. Perseroan lebih fokus pada operasi terminal di Indonesia.
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang
Page 2
PIHAK-PIHAK YANG MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah
a. PT Parvi Indah Persada (“PIP”) selaku penjual
b. Thor Soon Hock (“TSH”) selaku pembeli
c. River Ports Investments Pte. Ltd. (“RPI”)
d. PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (“Perseroan”)
OBYEK ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Obyek analisis kewajaran adalah Rencana Transaksi divestasi 100% saham RPI yang dimiliki
oleh PIP. PIP merupakan entitas anak yang kepemilikan 99,999% oleh Perseroan.
MAKSUD DAN TUJUAN PEMBERIAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi terkait divestasi 100% saham RPI dalam rangka memenuhi Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak untuk bentuk
rencana transaksi lainnya.
KETERKAITAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan draft final Keterbukaan Informasi, Perseroan, Direksi dan Komisaris Perseroan tidak
memiliki hubungan afiliasi atau benturan kepentingan dengan pihak yang membeli seluruh
saham RPI, sehingga Transaksi tersebut bukan merupakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
• Hubungan pihak-pihak bertransaksi berdasarkan kepemilikan saham Perseroan, PIP, RPI,
dan TSH tidak memiliki hubungan afiliasi.
Tabel kepemilikan
Nama Pemegang Saham Perseroan PIP RPI
PT Episenta Utama Investasi v
PT Prima Permata Cakrawala v
Masyarakat v
PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk v
Terminal and Equipment Pte., Ltd. v
PT Parvi Indah Persada v
• Hubungan pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan kepengurusan
Jabatan
Nama
Perseroan PIP RPI
Iwan Suyudhie Amri Komisaris Utama
Bernadet Mariani Komisaris
SIswanto Independen
Komisaris
Ir. Eddy Kuntadi
Independen
Amelia Kurniawan Komisaris
Halaman 2 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 3
Jabatan
Nama
Perseroan PIP RPI
Paul Krisnadi Direktur Utama Komisaris Utama Direktur
Lina Direktur Komisaris
Won Kwee Sang Direktur Utama
Chiong Yew Ee Direktur Direktur
Sony Sutanto Direktur Direktur
Lilik Sutanto Direktur
Sumber: informasi dari manajemen
Materialitas Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha maka Rencana Transaksi merupakan transaksi material dimana total aset RPI melebihi
20% dari total aset NPH, yaitu sebesar 29,34%.
TANGGAL PENILAIAN
Analisis pendapat kewajaran dilakukan untuk tanggal penilaian 31 Desember 2023, parameter
yang digunakan dalam analisis menggunakan data auditan laporan keuangan konsolidasian
per 31 Desember 2023.
PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN
Laporan Pendapat Kewajaran disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI & SPI Edisi VII-2018) dengan Edisi Revisi pada SPI
300, SPI 310, SPI 320 dan SPI 330 yang ditetapkan pada 1 Maret 2020 seperti yang ditetapkan
oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia, POJK No. 17/POJK.04/2020 dan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04.2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis Di Pasar Modal (POJK 35/POJK.04/2020).
METODOLOGI ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Berdasarkan POJK 35/2020, analisis pengkajian kewajaran Rencana Transaksi dilakukan
melalui analisis yang mencakup hal–hal sebagai berikut:
• Analisis atas Transaksi;
• Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi;
• Analisis atas kewajaran Nilai Transaksi;
• Analisis atas faktor lain yang relevan.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan penilaian pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian/pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian pendapat kewajaran.
6. Laporan Penilaian Bisnis ini terbuka untuk publik.
Halaman 3 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 4
7. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Penilaian/Rencana Transaksi
dari Pemberi Tugas.
8. Penilai bertanggung jawab terhadap semua isi laporan penilaian kewajaran ini.
KESIMPULAN
Analisis Rencana Transaksi
Rencana Transaksi adalah divestasi 100% saham RPI yang dimiliki oleh PIP. PIP merupakan
entitas anak yang kepemilikan 99,999% oleh Perseroan.
Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha maka Rencana Transaksi merupakan transaksi material dimana total aset RPI melebihi
20% dari total aset NPH, yaitu sebesar 29,34%.
Berdasarkan draft final Keterbukaan Informasi, Perseroan, Direksi dan Komisaris Perseroan tidak
memiliki hubungan afiliasi atau benturan kepentingan dengan pihak yang membeli seluruh
saham RPI, sehingga Transaksi tersebut bukan merupakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
Rencana Transaksi yang dilakukan dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi
Perseroan dimana RPI telah mengalami kerugian bertahun-tahun dan Perseroan lebih fokus
pada operasi terminal di Indonesia.
Analisis Risiko Rencana Transaksi, berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat risiko yang teridentifikasi atas Rencana Transaksi.
Analisis Kualitatif
Bisnis kepelabuhanan di Indonesia memiliki prospek yang cerah di masa depan, didorong oleh
beberapa faktor utama. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat akan
menghasilkan peningkatan volume perdagangan, memberikan dorongan positif bagi bisnis
kepelabuhanan. Kedua, adanya peningkatan konektivitas maritim di Indonesia akan
memperkuat posisi negara sebagai pusat perdagangan regional. Selain itu, pembangunan
infrastruktur maritim yang masif juga akan membuka peluang baru bagi pengembangan
bisnis kepelabuhanan. Salah satu pelaku utama dalam bisnis ini adalah BUP (Badan Usaha
Pelabuhan), yang memiliki potensi besar untuk berkembang dan mengambil bagian dalam
pertumbuhan sektor kepelabuhanan di masa depan.
Analisis Kuantitatif
a) Penilaian kinerja historis
• Jumlah Aset
Dari periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 jumlah aset
mengalami penurunan secara CAGR sebesar 6,20%. Pada periode 31 Desember 2020
mengalami peningkatan 0,51% secara year on year, peningkatan terjadi terutama
karena peningkatan aset tetap sebesar 20,08%. Pada periode 31 Desember 2021
mengalami penurunan 16,79% secara year on year, penurunan terjadi terutama
karena penurunan pada kas dan setara kas, persediaan dan aset tetap masing-
Halaman 4 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 5
masing sebesar 26,61%, 38,84% dan 133,39%. Pada periode 31 Desember 2022
mengalami penurunan 1,58% secara year on year, penurunan terjadi terutama karena
penurunan aset tetap sebesar 4,76%. Pada periode 31 Desember 2023 mengalami
penurunan 5,97% secara year on year, penurunan terjadi terutama karena penurunan
aset tetap sebesar 48,25%.
• Jumlah Liabilitas
Dari periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 jumlah liabilitas
mengalami penurunan secara CAGR sebesar 11,28%. Pada periode 31 Desember 2020
mengalami peningkatan sebesar 11,80% secara year on year, peningkatan terjadi
terutama karena timbulnya utang sewa pembiayaan Perseroan. Pada periode 31
Desember 2021 mengalami penurunan sebesar 23,66% secara year on year,
penurunan terjadi terutama karena penurunan pada akun liabilitas keuangan jangka
pendek lain sebesar 59,05% dan utang bank dan lembaga keuangan lain yang
merupakan bagian lancar liabilitas jangka panjang sebesar 59,35%. Pada periode 31
Desember 2022 mengalami penurunan sebesar 11,26% secara year on year,
penurunan terjadi terutama karena penurunan pada utang usaha pihak ketiga
sebesar 72,94% dan utang sewa pembiayaan konsumen bagian lancar liabilitas jangka
panjang sebesar 95,33%. Pada periode 31 Desember 2023 mengalami penurunan
sebesar 18,17% secara year on year, penurunan terjadi terutama karena penurunan
pada utang sewa pembiayaan jangka panjang Perseroan dan utang bank dan
lembaga keuangan lain jangka panjang sebesar 99,73% dan 35,13%.
• Ekuitas
Perkembangan ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan
31 Desember 2023 mengalami penurunan dengan pertumbuhan secara CAGR
sebesar 1,14%. Pada periode 31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar 12,73%
secara year on year, penurunan terjadi terutama karena penurunan pada saldo laba
sebesar 23,34% dan penghasilan komprehensif lain sebesar 21,52%. Pada periode 31
Desember 2021 mengalami penurunan sebesar 6,46% secara year on year, penurunan
terjadi terutama karena penurunan pada saldo laba sebesar 14,37% dan kepentingan
non pengendali sebesar 40,86%. Pada periode 31 Desember 2022 mengalami
peningkatan sebesar 10,29% secara year on year, peningkatan terjadi terutama
karena peningkatan pada saldo laba sebesar 26,31%. Pada periode 31 Desember 2023
mengalami peningkatan sebesar 6,08% secara year on year, peningkatan terjadi
terutama karena peningkatan pada saldo laba sebesar 20,54%.
• Pendapatan
Pendapatan Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 mengalami penurunan dengan pertumbuhan secara CAGR sebesar
negatif 5,49%. Pendapatan Perseroan pada periode 31 Desember 2020 menurun 9,84%
secara year on year disebabkan oleh penurunan pada pendapatan operasi terminal
yang sebelumnya di catatkan sebesar Rp11.732 Juta pada tahun 2019 menjadi
sebesar Rp8.321 Juta pada tahun 2020. Pendapatan Perseroan pada periode 31
Desember 2021 menurun 2,24% secara year on year disebabkan oleh penurunan pada
pendapatan penjualan peralatan pelabuhan. Pendapatan Perseroan pada periode
31 Desember 2022 menurun 4,96% secara year on year disebabkan oleh penurunan
pada pendapatan penjualan peralatan pelabuhan dan barging services.
Pendapatan Perseroan pada periode 31 Desember 2023 menurun 8,94% secara year
Halaman 5 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 6
on year disebabkan oleh penurunan pada pendapatan penjualan peralatan
Pelabuhan, barging terminal dan operasi terminal.
• Laba Kotor
Laba kotor Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember
2023 mengalami penurunan dengan CAGR sebesar 6,35%. Pada periode 31 Desember
2020 laba kotor Perseroan menurun 52,82% jika dibandingkan dengan periode
sebelumnya karena peningkatan pada beban langsung namun pendapatan
menurun. Pada periode 31 Desember 2021 laba kotor Perseroan meningkat 23,15%
jika dibandingkan dengan periode sebelumnya karena peningkatan pada
pendapatan. Pada periode 31 Desember 2022 laba kotor Perseroan menurun 2,25%
jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, karena penurunan pendapatan.
Pada periode 31 Desember 2023 laba kotor Perseroan meningkat 35,41% jika
dibandingkan dengan periode sebelumnya, karena adanya penurunan beban
langsung.
• Laba Usaha
Laba Usaha Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2023 mengalami peningkatan dengan CAGR sebesar 17,59%. Pada periode
31 Desember 2020 laba usaha Perseroan mengalami penurunan sebesar 67,48%
secara year on year, yang disebabkan penurunan laba kotor sebesar 52,82%
dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode 31 Desember 2021 laba usaha
Perseroan mengalami penurunan sebesar 3,58% secara year on year, yang
disebabkan adanya penurunan pada penghasilan lain-lain dibandingkan tahun
sebelumnya. Pada periode 31 Desember 2022 laba usaha Perseroan mengalami
peningkatan sebesar 262,73% secara year on year, yang disebabkan adanya
peningkatan pada penghasilan lain-lain dibandingkan tahun sebelumnya. Pada
periode 31 Desember 2023 laba usaha Perseroan tercatat sebesar Rp183.267 Juta.
• Laba (Rugi) Bersih
Laba (rugi) Bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 mengalami berfluktuasi dengan tren peningkatan. Pada periode 31
Desember 2020 Perseroan mencatatkan peningkatan kerugian sebesar 641,04%
secara year on year, yang disebabkan penurunan pada laba usaha. Pada periode 31
Desember 2021 rugi bersih Perseroan mengalami peningkatan sebesar 17,48% secara
year on year, yang sejalan dengan penurunan pada laba usaha Perseroan pada
periode ini. Pada periode 31 Desember 2022, Perseroan membukukan laba bersih
sebesar Rp16.969 juta yang sejalan dengan peningkatan laba usaha Perseroan dan
penurunan beban keuangan pada periode ini. Pada periode 31 Desember 2023
Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp65.344 Juta.
b) Penilaian arus kas
Berikut adalah macam-macam arus kas Perseroan berdasarkan data historis laporan
keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 :
• Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasional Perseroan per 31 Desember
2023 adalah sebesar Rp247.454 Juta. Pada periode 31 Desember 2023 arus kas operasi
bernilai positif mengindikasikan beban untuk kegiatan operasional lebih kecil dari
pendapatan kegiatan operasionalnya.
Halaman 6 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 7
• Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan per 31 Desember
2023 adalah sebesar Rp42.378 Juta. Sebagian besar disebabkan untuk penempatan
deposito berjangka.
• Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan per 31 Desember
2023 adalah sebesar Rp264.637 Juta. Hal ini terutama untuk pembayaran liabilitas sewa
dan utang bank dan lembaga keuangan lain.
c) Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
transaksi dilakukan
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan memiliki pengaruh terhadap kondisi keuangan
Perseroan. Kondisi keuangan Perseroan sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana
Transaksi akan dijelaskan di bawah ini.
(dalam ribuan rupiah)
31 Desember 2023
Sebelum Rencana Setelah Rencana
Posisi Keuangan
Transaksi Transaksi
Diaudit Penyesuaian Proforma
Aset lancar 1.008.391.189 (434.525.843) 573.865.346
Aset tidak lancar 712.861.573 681.605 713.543.178
Jumlah Aset 1.721.252.762 (433.844.238) 1.287.408.524
Liabilitas jangka pendek 571.343.583 (343.434.256) 227.909.327
Liabilitas jangka panjang 172.534.973 - 172.534.973
Jumlah Liabilitas 743.878.556 (343.434.256) 400.444.300
Ekuitas 977.374.206 (90.409.982) 886.964.224
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 1.721.252.762 (433.844.238) 1.287.408.524
(dalam ribuan rupiah)
31 Desember 2023
Sebelum Rencana Setelah Rencana
Laporan Laba Rugi
Transaksi Transaksi
Diaudit Penyesuaian Proforma
Pendapatan 1.143.947.622 - 1.143.947.622
Beban Langsung (878.370.276) - (878.370.276)
Laba Bruto 265.577.346 - 265.577.346
Penghasilan lainnya 5.584.546 - 5.584.546
Beban operasional (82.166.703) - (82.166.703)
Beban lainnya (5.727.695) - (5.727.695)
Laba Usaha 183.267.494 - 183.267.494
Beban keuangan (49.987.570) - (49.987.570)
Beban Pajak (41.908.462) - (41.908.462)
Laba Tahun Berjalan Dari
91.371.462 91.371.462
Operasi yang Dilanjutkan
Rugi Tahun Berjalan Dari
(26.027.923) 26.027.923 -
Operasi yang Dihentikan
Proforma Rugi - (226.682.008) (226.682.008)
Laba Tahun Berjalan 65.343.539 (200.654.085) (135.310.546)
Laba (Rugi) Komprehensif
53.988.787 (201.888.463) (147.899.676)
Periode Berjalan
Berdasarkan laporan keuangan proforma bahwa dampak Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
Halaman 7 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 8
1) Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian negatif pada total aset lancar yang
sebagian besar berasal dari penyesuaian aset atas kelompok lepasan dimiliki untuk
dijual.
2) Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian positif pada total aset tidak lancar
terkait aset pajak tangguhan.
3) Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian negatif pada total liabilitas jangka
pendek yang sebagian besar berasal dari penyesuaian liabilitas atas kelompok
lepasan dimiliki untuk dijual.
4) Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian negatif pada total ekuitas terkait
pelepasan RPI.
d) Analisa inkremental NPH selama masa proyeksi yaitu dari tahun 2024 sampai tahun 2028
dapat dijelaskan sebagai berikut:
• Laba bersih
Laba bersih Perseroan pada masa proyeksi dari tahun 2024 sampai 2028 mengalami
peningkatan laba bersih disebabkan karena divestasi entitas anak yang mengalami
kerugian.
• Total Aset
Penurunan total aset Perseroan pada masa proyeksi dari tahun 2024 sampai 2028
disebabkan karena divestasi entitas anak.
• Total Liabilitas
Penurunan liabilitas pada masa proyeksi dari tahun 2024 sampai 2028 karena divestasi
entitas anak.
• Ekuitas
Ekuitas Perseroan pada masa proyeksi dari tahun 2024 sampai 2028 mengalami
peningkatan disebabkan divestasi entitas anak sehingga tidak lagi menyerap kerugian
RPI.
e) Analisis sensitivitas dilakukan dengan menguji sensitivitas proyeksi keuangan laba rugi
konsolidasian Perseroan dengan Rencana Transaksi bila diasumsikan tingkat pendapatan
turun sebesar 5% dan beban langsung serta beban operasional naik sebesar 5%. Hal ini
berdampak pada penurunan proyeksi pendapatan, laba kotor dan laba bersih, namun
implikasi penurunan tersebut masih mencatatkan positif laba bersih.
Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai saham RPI yang
telah dinilai oleh Penilai Independen, dari KJPP Ferdinand Danar Ichsan dan Rekan dengan
nomor laporan: 00037/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024 tanggal 4 April 2024, dengan Nilai
saham RPI Rencana Transaksi sebagai berikut:
Mata Uang Batas Bawah Batas Atas
Nilai Pasar Nilai Transaksi
(-7,5%) (+7,5%)
USD 175.234 189.442 203.650 200.000
Atau setara* dengan
IDR Jutaan 2.701 2.920 3.139 3.083
* menggunakan kurs tengah transaksi Bank Indonesia USD/IDR per 29 Desember 2023 sebesar Rp15.416,00
Berdasarkan tabel tersebut di atas, nilai transaksi masih berada kisaran batas bawah dan
batas atas 7,5% dari nilai pasar sebagaimana diatur dalam POJK 35/2020.
Halaman 8 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 9
Page 10
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR .................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI ................................................................................................................................... 9
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................... 12
1.1 Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................ 12
1.2 Status Penilai ........................................................................................................... 12
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ....................................... 12
1.4 Tanggal Penilaian (Cut Off Date) ..................................................................... 13
1.5 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran .............................. 13
1.6 Obyek Analisis Kewajaran ................................................................................... 13
1.7 Pihak-pihak yang Melakukan Rencana Transaksi ........................................ 13
1.8 Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan .......................... 13
1.9 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait
dengan Rencana Transaksi ................................................................................ 13
1.10 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan .......... 14
1.11 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ............................................................. 14
1.12 Sumber Data dan Informasi................................................................................ 14
1.13 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi ........................................................ 15
1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli............................................... 16
1.15 PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN .............................................................. 16
1.16 Pernyataan Independensi Penilai..................................................................... 16
1.17 Penggunaan Mata Uang .................................................................................... 16
1.18 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)........... 17
BAB II ANALISIS RENCANA TRANSAKSI .......................................................................... 18
2.1 Latar Belakang Transaksi ..................................................................................... 18
2.2 Obyek Rencana Transaksi................................................................................... 18
2.3 Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ....................................................... 18
2.4 Nilai Rencana Transaksi ....................................................................................... 18
2.5 Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................... 18
2.6 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ................. 19
2.7 Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi ............................................ 21
BAB III ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI.......... 22
3.1 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ....................................................... 22
3.1.1 Riwayat Ringkas Pihak-pihak yang Akan Bertransaksi ................................. 22
3.1.2 Analisis Industri dan Lingkungan ........................................................................ 25
3.1.3 Analisis operasional dan prospek perusahaan ............................................. 28
3.1.4 Alasan dilakukannya transaksi ........................................................................... 28
3.1.5 Keuntungan dan kerugian atas Rencana Transaksi .................................... 28
3.2 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi .................................................... 29
3.2.1 Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi
keuangan perusahaan........................................................................................ 29
3.2.2 Analisis Inkremental............................................................................................... 40
Halaman 10 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 11
3.2.3 Analisis Sensitivitas ................................................................................................. 41 BAB IV ANALISIS KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI ...................................... 42 4.1 Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi meliputi: .................................. 42 4.1.1 Nilai Rencana Transaksi ....................................................................................... 42 4.1.2 Hasil Laporan Penilaian Saham Obyek Rencana Transaksi ....................... 42 4.1.3 Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi ................................................... 42 4.2 Analisis atas faktor lain yang relevan ............................................................... 42 4.3 Kesimpulan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ...................... 43 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .................................................................... 44 PERNYATAAN PENILAI........................................................................................................... 45 Halaman 11 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 025/FDI/PB-FO/XII/2023 tertanggal
07 Desember 2023, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP
FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT PARVI INDAH PERSADA (selanjutnya
disebut “PIP”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi terkait
divestasi 100% saham River Port Investment Pte Ltd (selanjutnya disebut “Rencana
Transaksi”). PIP merupakan entitas anak yang kepemilikan 99,999% oleh PT Nusantara
Pelabuhan Handal Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan” atau “NPH”).
1.2 Status Penilai
KJPP FDI&R memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia
No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia. Penilai Publik yang menandatangani laporan penilaian adalah
Ferdinand Pardede, MAPPI (Cert), penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis berkualifikasi
Penilai Bisnis (B), yang memiliki kompentensi dalam melakukan analisis kewajaran serta
telah memperoleh izin sebagai penilai publik dengan Izin No. B-1.09.00089 dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”), dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB-17/PJ-1/PM.02/2023.
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dalam hal ini adalah sebagai berikut :
Nama : PT Parvi Indah Persada
Alamat : Jl. Kebon Bawang 1 No. 45
Tanjung Priok, Jakarta 14320
Telepon : 021 – 22435910
Bidang usaha : Reparasi mesin untuk keperluan umum dan perdagangan besar
mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya
PIC/Contact : Direktur
Email : cs@nusantaraport.id
Pengguna laporan dalam hal ini adalah sebagai berikut:
Nama : PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk
Alamat : Jl. Kebon Bawang 1 No. 45
Tanjung Priok, Jakarta 14320
Telepon : 021 – 22435010
Bidang usaha : Bidang aktivitas perusahaan holding dan aktivitas konsultasi
manajemen lainnya.
PIC/Contact : Direktur
Email : cs@nusantaraport.id
Halaman 12 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 13
1.4 Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal penilaian Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2023.
1.5 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan penyusunan laporan adalah untuk memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi terkait divestasi 100% saham River Port Investment Pte
Ltd (selanjutnya disebut “Perusahaan” atau “RPI”). Diperlukan dalam rangka memenuhi
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
1.6 Obyek Analisis Kewajaran
Obyek analisis kewajaran dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran atas
rencana transaksi material terkait divestasi 100% saham RPI.
1.7 Pihak-pihak yang Melakukan Rencana Transaksi
Berdasarkan draft Perjanjian Jual Beli, pihak-pihak yang melakukan Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
a. PT Parvi Indah Persada (“PIP”) selaku penjual
b. Thor Soon Hock (“TSH”) selaku pembeli
c. River Ports Investments Pte. Ltd. (“RPI”)
d. PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (“Perseroan”)
1.8 Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan
Sehubungan dengan rencana transaksi serta mengacu pada Laporan informasi
keuangan konsolidasian proforma Perseroan yang disusun oleh manajemen untuk
periode 31 Desember 2023, maka dampak Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian negatif pada total aset lancar yang
sebagian besar berasal dari penyesuaian aset atas kelompok lepasan dimiliki untuk
dijual.
b. Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian positif pada total aset tidak lancar
terkait aset pajak tangguhan.
c. Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian negatif pada total liabilitas jangka
pendek yang sebagian besar berasal dari penyesuaian liabilitas atas kelompok
lepasan dimiliki untuk dijual.
d. Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian negatif pada total ekuitas terkait
pelepasan RPI.
1.9 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
Transaksi
Perseroan melakukan Transaksi dengan pertimbangan bahwa Transaksi akan
memberikan manfaat dan dampak positif bagi Perseroan, antara lain:
a. Perusahaan Sasaran (RPI) telah mengalami kerugian selama bertahun-tahun.
Halaman 13 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 14
b. Perseroan lebih fokus pada operasi terminal di Indonesia
1.10 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan
Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha maka Rencana Transaksi merupakan transaksi material dimana total
aset RPI melebihi 20% dari total aset NPH, yaitu sebesar 29,34%. Nilai Rencana Transaksi
sebesar Rp3.083 juta bila dibandingkan dengan ekuitas Perseroan per 31 Desember 2023
yang sebesar Rp977.374 juta adalah 0,32%.
Berdasarkan draft final Keterbukaan Informasi, Perseroan, Direksi dan Komisaris Perseroan
tidak memiliki hubungan afiliasi atau benturan kepentingan dengan pihak yang
membeli seluruh saham RPI, sehingga Transaksi tersebut bukan merupakan Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
42/2020.
1.11 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Mengacu pada Peraturan POJK 35/2020 pasal 17, ruang lingkup pendapat kewajaran
akan didasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi untuk tujuan
pemberian pendapat kewajaran Rencana Transaksi, dalam rangka pemenuhan POJK
17/2020.
Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain: identifikasi masalah (identifikasi
batasan, maksud, dan tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis
Rencana Transaksi, analisis kewajaran Rencana Transaksi, penyusunan laporan
pendapat kewajaran.
1.12 Sumber Data dan Informasi
a. Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
b. Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
c. Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
d. Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
e. Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
f. Salinan Laporan Penilaian 100% Ekuitas River Ports Investments Pte. Ltd. No.
00037/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024 tanggal 4 April 2024, yang diterbitkan oleh
KJPP Ferdinand, Danar Ichsan dan Rekan.
g. Draft Final Perjanjian Jual Beli.
Halaman 14 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 15
h. Proyeksi keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dengan
periode tahun 2024 sampai tahun 2028.
i. Draft Final Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi Material.
j. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan yang disusun oleh manajemen.
k. Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (management representation letter) terkait
penugasan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi.
l. Data Industri untuk Pelabuhan.
m. Data Makro Ekonomi dari Bank Indonesia
1.13 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi;
Analisis atas Rencana Transaksi meliputi:
• Identifikasi dan hubungan antara pihak yang bertransaksi;
• Perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi; dan
• Penilaian atas risiko dan manfaat dari transaksi yang akan dilakukan.
b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi;
Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi meliputi:
• Riwayat perseroan dan sifat kegiatan usaha;
• Analisis industri dan lingkungan;
• Analisis operasional dan prospek perusahaan;
• Alasan dilakukannya transaksi; dan
• Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan
dilakukan;
Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi meliputi:
• Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan
perusahaan, termasuk:
1. Penilaian kinerja historis;
2. Penilaian arus kas;
3. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen
pemberi tugas;
4. Analisis rasio keuangan; dan
5. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan
keuangan setelah transaksi dilakukan;
• Melakukan analisis inkremental (incremental analysis) untuk mengukur nilai
tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan paling sedikit meliputi hal
sebagai berikut:
1. Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
perusahaan;
2. Biaya atau pendapatan yang relevan;
3. Informasi non keuangan yang relevan;
Halaman 15 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 16
4. Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain; dan
5. Hal material lainnya yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai Bisnis
dalam memberikan opini kewajaran transaksi;
c. Analisis atas kewajaran nilai transaksi meliputi:
• Perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan hasil Penilaian atas
transaksi yang akan dilakukan;
• Analisis untuk memastikan bahwa rencana nilai transaksi memberikan nilai
tambah dari transaksi yang akan dilakukan;
• Analisis atas kewajaran nilai transaksi dengan membandingkan bahwa rencana
nilai transaksi berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian.
d. Analisis atas faktor lain yang relevan dengan melakukan analisis sensitivitas.
1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, dalam laporan ini
KJPP FDI&R menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli yang berupa Laporan Penilaian
100% Ekuitas River Ports Investments Pte. Ltd. No. 00037/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
4 April 2024, yang diterbitkan oleh KJPP Ferdinand, Danar Ichsan dan Rekan.
1.15 PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN
Laporan Pendapat Kewajaran disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan
Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI & SPI Edisi VII-2018) dengan Edisi
Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320 dan SPI 330 yang ditetapkan pada 1 Maret 2020
seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia, POJK No.
17/POJK.04/2020 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04.2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal (POJK
35/POJK.04/2020).
1.16 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan, PIP dan RPI ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan,
PIP dan RPI. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima
sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis
kewajaran ini.
1.17 Penggunaan Mata Uang
Dalam analisis pendapat kewajaran, mata uang yang digunakan adalah mata uang
Dolar Amerika Serikat dan Rupiah.
Halaman 16 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 17
1.18 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Desember 2023 hingga laporan ini diterbitkan
tidak ada terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian.
Halaman 17 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 18
BAB II
ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1 Latar Belakang Transaksi
River Ports Investments Pte Ltd (“RPI”) merupakan perusahaan terkendali PIP dimana
Perseroan memiliki 99,999% dari modal ditempatkan dan disetor PIP. PIP berencana
untuk melakukan divestasi 100% saham RPI dengan pertimbangan antara lain:
a. RPI telah mengalami kerugian selama bertahun-tahun.
b. Perseroan lebih fokus pada operasi terminal di Indonesia.
2.2 Obyek Rencana Transaksi
Obyek Rencana Transaksi adalah divestasi 100% saham RPI yang dimiliki oleh PIP.
2.3 Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi mengacu kepada draft final Keterbukaan Informasi yang
diterbitkan oleh Perseroan. Dalam Keterbukaan Informasi, terdapat Informasi-informasi
sebagaimana tercantum dalam pengumuman dan/atau keterbukaan informasi ini
dalam rangka pemenuhan Peraturan 17/2020. Keterbukaan Informasi ini dibuat
sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pada tanggal draft final Keterbukaan
Informasi, RPI merupakan perusahaan terkendali PIP dimana Perseroan memiliki 99,999%
dari modal ditempatkan dan disetor PIP. PIP berencana untuk melakukan divestasi 100%
saham RPI. Berdasarkan draft final Keterbukaan Informasi pihak-pihak yang bertransaksi
adalah sebagai berikut:
a. PT Parvi Indah Persada (“PIP”)
b. Thor Soon Hock (“TSH”)
c. River Ports Investments Pte. Ltd. (“RPI”)
d. PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (“Perseroan”)
2.4 Nilai Rencana Transaksi
Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD200.000,- (Dua Ratus Ribu Dolar Amerika)
atau setara Rp3.083 juta (Tiga Miliar Delapan Puluh Tiga Juta Rupiah) menggunakan kurs
tengah transaksi Bank Indonesia USD/IDR per 29 Desember 2023 sebesar Rp15.416,00.
2.5 Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
• Hubungan pihak-pihak bertransaksi berdasarkan kepemilikan saham Perseroan, PIP,
RPI, dan TSH tidak memiliki hubungan afiliasi.
Tabel kepemilikan
Nama Pemegang Saham Perseroan PIP RPI
PT Episenta Utama Investasi v
PT Prima Permata Cakrawala v
Masyarakat v
PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk v
Terminal and Equipment Pte., Ltd. v
Halaman 18 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 19
Nama Pemegang Saham Perseroan PIP RPI
PT Parvi Indah Persada v
• Hubungan pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan kepengurusan
Tabel Kepengurusan
Jabatan
Nama
Perseroan PIP RPI
Iwan Suyudhie Amri Komisaris Utama
Bernadet Mariani Komisaris
SIswanto Independen
Komisaris
Ir. Eddy Kuntadi
Independen
Amelia Kurniawan Komisaris
Paul Krisnadi Direktur Utama Komisaris Utama Direktur
Lina Direktur Komisaris
Won Kwee Sang Direktur Utama
Chiong Yew Ee Direktur Direktur
Sony Sutanto Direktur Direktur
Lilik Sutanto Direktur
2.6 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
• Berdasarkan draft final Perjanjian jual beli saham River Port Investment Pte. Ltd.,
sehubungan dengan Rencana Transaksi, berikut informasi mengenai ketentuan
penting dalam Perjanjian Jual Beli:
Para Pihak
a. PIP
b. TSH
Objek Transaksi
48.990.001 lembar Saham River Port Investment Pte. Ltd.
Nilai Transaksi
Nilai perjanjian sebesar USD200.000,- (dua ratus ribu dollar Amerika).
Tanggal Penyelesaian
Tidak lebih lama dari Long Stop Date (berarti tanggal yang merupakan [90 (sembilan
puluh)] hari kalender setelah tanggal Perjanjian, atau tanggal lainnya yang dapat
disepakati secara tertulis oleh Para Pihak).
Persyaratan Pendahuluan
1. Terjadinya Penyelesaian akan tergantung pada pemenuhan atau
pengesampingan sepenuhnya atau sebagian Kondisi-kondisi berikut (sejauh
diperbolehkan Hukum yang Berlaku dan jika hal tersebut dapat dikesampingan),
sesuai diskresi Pembeli sepenuhnya tanpa bisa diganggu-gugat melalui
pemberitahuan tertulis kepada Penjual pada atau sebelum Tanggal
Penyelesaian, dan setelahnya Para Pihak dapat melangsungkan Penyelesaian:
a. setiap persetujuan dan izin yang dibutuhkan, termasuk persetujuan
pasangan, korporasi, persetujuan yang dibutuhkan berdasarkan peraturan,
dan persetujuan pihak ketiga yang dibutuhkan oleh Pembeli, Perseroan, dan
Halaman 19 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 20
Penjual untuk melangsungkan Rencana Transaksi (sebagaimana berlaku),
harus telah diperoleh dan harus terus berlaku sampai dengan Tanggal
Penyelesaian;
b. setiap pernyataan dan jaminan Penjual sebagaimana dimuat dalam Pasal 3
Perjanjian ini adalah benar, tepat, lengkap, dan akurat pada tanggal
Perjanjian ini dan akan seterusnya benar, tepat, lengkap, dan akurat pada
tanggal Penyelesaian;
c. tidak ada pengadilan atau Badan Pemerintah yang mengeluarkan
keputusan apa pun yang dapat membatasi atau melarang
dilangsungkannya Rencana Transaksi;
d. tidak ada terjadi Perubahan Hukum yang dapat membatasi atau melarang
dilangsungkannya Rencana Transaksi; dan
e. masing-masing Para Pihak telah memenuhi setiap kewajibannya, tunduk
pada syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Perjanjian ini dan Rencana
Transaksi tidak telah diakhiri berdasarkan ketentuan Perjanjian ini.
2. Para Pihak akan melakukan setiap tindakan dan hal termasuk menandatangani
dokumen-dokumen terkaik dan menyediakan setiap informasi yang dibutuhkan
agar pihak yang terkait dapat memperoleh persetujuan dan izin yang dirujuk
dalam Pasal 2.3.1 dan harus memastikan agar setiap informasi yang disediakan
termasuk benar, akurat, dan lengkap.
3. Para Pihak dengan ini berjanji untuk melakukan upaya terbaik mereka untuk
mendapatkan pemenuhan Persyaratan sesegera mungkin setelah tanggal
Perjanjian ini, namun dalam keadaan apa pun tidak lebih lambat dari Tanggal
Penghentian Panjang. Jika sewaktu-waktu Pihak terkait mengetahui fakta atau
keadaan yang mungkin menghalangi atau menunda pemenuhan salah satu
Ketentuan, Pihak terkait harus segera memberitahukan hal tersebut kepada
Pihak lainnya.
Penyelesaian
Penyelesaian akan terjadi pada Tanggal Penyelesaian, selama:
a. setiap kondisi telah dipenuhi atau dikesampingkan berdasarkan ketentuan
Perjanjian ini pada atau sebelum Tanggal Penyelesaian;
b. tidak ada terjadi wanprestasi atas Pasal 3 sejak tanggal Perjanjian ini dan Tanggal
Penyelesaian;
Pengakhiran
1. Perjanjian jual beli dapat diakhiri oleh Pembeli dengan memberikan
pemberitahuan tertulis sebelum Penyelesaian kepada Penjual:
a. apabila Penjual telah melakukan pelanggaran material terhadap ketentuan
apa pun dalam Perjanjian ini, termasuk pelanggaran terhadap pernyataan
dan Jaminan Penjual, dan pelanggaran tersebut terus berlanjut tanpa
diperbaiki oleh Penjual dalam jangka waktu yang dimulai pada tanggal
penerimaan pemberitahuan dari Pembeli kepada Penjual mengenai
pelanggaran tersebut dan sampai dengan 5 (lima) Hari Kerja sebelum
Tanggal Penyelesaian, dan pelanggaran tersebut belum dikesampingkan
secara tertulis oleh Pembeli; atau
b. Jika Penjual tidak dapat memenuhi syarat dan ketentuan atau kewajibannya
berdasarkan Perjanjian ini, termasuk namun tidak terbatas pada Kondisi-
Halaman 20 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 21
kondisi sebagaimana diatur dalam Pasal 2.3.1 pada atau sebelum Tanggal
Long Stop.
2. Para Pihak sepakat untuk mengesampingkan Pasal 1266 ayat 2 dan 3 Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata sejauh terkait ketentuan dibutuhkannya
putusan pengadilan untuk dapat membatalkan atau mengakhiri Perjanjian ini.
Hukum Yang Berlaku
Hukum Republik Indonesia
Penyelesaian Sengketa
Arbitrase yang bertempat di Singapura sesuai dengan Peraturan Arbitrase Singapore
International Arbitration Centre.
2.7 Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
a. Manfaat Rencana Transaksi
Memberikan manfaat dan dampak positif bagi Perseroan, antara lain:
- Perusahaan Sasaran (RPI) telah mengalami kerugian selama bertahun-tahun.
- Perseroan lebih fokus pada operasi terminal di Indonesia
b. Risiko Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat risiko yang
teridentifikasi atas Rencana Transaksi.
Halaman 21 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 22
BAB III
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
3.1 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi
perekonomian dan tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan
Perusahaan serta melihat potensi atau prospek usaha Perusahaan kedepannya.
3.1.1 Riwayat Ringkas Pihak-pihak yang Akan Bertransaksi
a. PT Parvi Indah Persada (“PIP”)
Riwayat Singkat
PT Parvi Indah Persada, didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 308 dari notaris Inggrid
Lannywaty, S.H., tanggal 28 September 2005, notaris di Jakarta. Akta pendirian
tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-28714.HT.01.01.TH.2005 tanggal 18 Oktober
2005.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, yang terakhir dengan
Akta Notaris No. 134 dari Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Tanggal 24 November 2022
mengenai persetujuan untuk meningkatkan modal dasar dan meningkatkan modal
ditempatkan dan modal diseto Perusahaan. Akta perubahan ini telah diterima dan
dicatat di dalam database system Administrasi Badan Hukum Kementrian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. AHU- 0085737.AH.01.02 Tahun 2022
tanggal 25 November 2022.
Kantor Perusahaan berlokasi di NPH Building, Jl. Kebon Bawang I No. 45 Tanjung Priok,
Jakarta.
Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
Perseroan terutama bergerak dalam bidang jasa, perdagangan dan
pembangunan yang berhubungan dengan bidang usaha reparasi mesin untuk
keperluan umum dan perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan
lainnya, sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar PIP.
Kepemilikan Saham
Berdasarkan draft final keterbukaan informasi dan informasi dari manajemen,
susunan pemegang saham PIP per tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
No. Pemegang Saham Lembar Saham Proporsi %
1 PT Nusantara Pelabuhan Handal, Tbk 7.474.900 99,999%
2 Terminal and Equipment Pte., Ltd. 100 0,001%
Jumlah 7.475.000 100,000%
Halaman 22 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 23
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi dari manajemen, Susunan anggota Direksi dan Dewan
Komisaris PIP adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Paul Krisnadi
Komisaris : Lina
Direksi
Direktur Utama : Won Kwee Sang
Direktur : Chiong Yew Ee
Direktur : Sony Sutanto
Direktur : Lilik Sutanto
b. Thor Soon Hock (“TSH”)
Riwayat Singkat
Thor Soon Hock, warga Singapura, lahir di Singapura pada tanggal 6 Mei 1958,
pemegang nomor paspor K2028800E, merupakan pemegang saham minoritas dan
direktur di anak perusahaan dan entitas asosiasi yang dimiliki oleh RPI.
c. River Ports Investments Pte. Ltd (“RPI”)
Riwayat Singkat
River Ports Investments Pte. Ltd. (”Perusahaan”) didirikan di bawah Accounting and
Corporate Regulatory Authority of Singapore (ACRA) berdasarkan Companies Act
(Cap 50) dengan Sertifikat Konfirmasi Pendirian Perusahaan No. 201529824K tanggal
30 Juli 2015 di Singapura. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa
kali perubahan, terakhir berdasarkan Rapat Umum untuk meningkatkan modal
Perusahaan tanggal 30 Mei 2023.
Kantor Perusahaan berlokasi di Bukit Batok Crescent, #03-77 Wcega Tower,
Singapura 658065.
Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
Kegiatan utama Perusahaan adalah kegiatan perusahaan induk lainnya,
berinvestasi di pelabuhan, pengoperasian pelabuhan dan terminal peti kemas dan
layanan teknik untuk peralatan pelabuhan dan pelabuhan
Kepemilikan Saham
Berdasarkan keterbukaan informasi dan informasi dari manajemen, susunan
pemegang saham RPI per tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
No. Pemegang Saham Lembar Saham Proporsi %
1 PT Parvi Indah Persada 48.990.001 100%
Jumlah 48.990.001 100,000%
Halaman 23 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 24
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi dari manajemen, Susunan anggota Direksi dan Dewan
Komisaris RPI adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur : Chiong Yew Ee
Direktur : Paul Krisnadi
d. PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (“Perseroan”)
Riwayat Singkat
PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (Perseroan) didirikan pada 29 Desember 2003
sesuai dengan Akta No. 8 dari Periasman Effendi, S.H., yang telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Keputusan No. C-02925HT.01.01.TH. 2004 tertanggal 6 Februari 2004. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No.
135 dari Surjadi, S.H., M.Kn., M.M., M.H., notaris di Jakarta tertanggal 23 Juni 2023
mengenai perubahan pengumuman laporan keuangan Perusahaan. Perubahan
anggaran dasar ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan Nomor: AHU-AH. 01.03-0092991
tertanggal 18 Juli 2023.
Perseroan beralamat di NPH Building, Jl. Kebon Bawang I No. 45, Tanjung Priok,
Jakarta, Indonesia.
Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Akta No. 180 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta
tertanggal 11 Agustus 2020, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan
sesuai pasal 3 ayat 1 adalah berusaha dalam bidang aktivitas perusahaan holding
dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Kepemilikan Saham
Berdasarkan laporan audit Perseroan, susunan pemegang saham per tanggal 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut:
No. Pemegang Saham Lembar Saham Proporsi %
1 PT Episenta Utama Investasi 2.084.075.127 74,06%
2 PT Prima Permata Cakrawala 153.008.758 5,44%
3 Masyarakat 576.858.100 20,50%
Jumlah 2.813.941.985 100,000%
Susunan Pengurus
Berdasarkan informasi dari manajemen, Susunan anggota Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Iwan Suyudhie Amri
Komisaris Independen : Bernadet Mariani Siswanto
Komisaris Independen : Ir. Eddy Kuntadi
Komisaris : Amelia Kurniawan
Halaman 24 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 25
Direksi
Direktur Utama : Paul Krisnadi
Direktur : Lina
Direktur : Sony Sutanto
3.1.2 Analisis Industri dan Lingkungan
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Berdasarkan Laporan Perspektif Ekonomi Dunia (WEO) dari IMF, pada tahun 2023,
pertumbuhan ekonomi tetap stabil di 5%, menunjukkan kelangsungan dari tren
pertumbuhan yang positif setelah pemulihan yang kuat pada tahun sebelumnya. Ini
menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan, serta
kemampuannya untuk pulih dan kembali berkinerja baik setelah mengalami
goncangan eksternal yang signifikan.
Inflasi
Berdasarkan data dari Bank Indonesia, pada tahun 2023 terjadi penurunan kembali
tingkat inflasi menjadi 2,6% dibandingkan tahun 2022, menunjukkan keberhasilan
kebijakan stabilisasi harga yang diterapkan oleh pemerintah dan bank sentral. Data ini
menyoroti pentingnya pengawasan dan intervensi kebijakan untuk menjaga stabilitas
harga dalam perekonomian Indonesia.
Grafik 1 Inflasi 2019 - 2023
6 5,51
5
4
2,72 2,6
3
1,68 1,87
2
1
0
2019 2020 2021 2022 2023
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Bank Indonesia terus mencermati perkembangan pasokan valas dan memperkuat
kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan
nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas
makroekonomi.
Halaman 25 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 26
Grafik 2 Perubahan Nilai Tukar Indonesia
Kurs Tengah IDR/USD
16.000 15.731
15.416
15.500
15.000
14.496 14.496 14.269
14.500
14.000
13.500
31 Des 2020 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Sumber: Bank Indonesia
Tingkat Suku Bunga
Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, bank-bank Persero
cenderung menyesuaikan suku bunga pinjaman mereka dengan kondisi ekonomi dan
kebijakan yang berlaku, dengan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan
aktivitas peminjam.
Grafik 3 Suku Bunga Perbankan
Suku Bunga Pinjaman
14
11,44
12 10,56
9,72 9,75 10,14 9,65
10 8,77 8,87 8,93 9,41 9,27
8,34 8,49 8,29 8,72
8
6
4
2
0
2019 2020 2021 2022 31 Desember 2023
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan Pinjaman Investasi Yang Diberikan
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan
Sumber: Bank Indonesia
Perkembangan Industri Badan Usaha Pelabuhan Indonesia
Secara umum, terlihat bahwa baik untuk pelayaran antar pulau maupun luar negeri,
terjadi peningkatan jumlah muatan dari tahun 2018 hingga 2022. Namun, perlu
diperhatikan bahwa terdapat fluktuasi tahunan dalam jumlah muatan yang dimuat dan
dibongkar, yang mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi ekonomi,
kebijakan perdagangan, atau infrastruktur pelabuhan.
Halaman 26 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 27
Tabel 1 Bongkar Muat Barang Antar Pulau dan Luar Negeri di Pelabuhan Indonesia
Tahun (Ribu Ton)
Muat Bongkar
Tahun
Antar Pulau Luar Negeri Antar Pulau Luar Negeri
2018 365154 310202 410136 95267
2019 358025 349095 401068 104532
2020 363270 358610 367252 92164
2021 384416 388971 399325 112206
2022 398566 391067,104 392928 115766
Sumber: (BPS, 2024, diolah)
Berdasarkan Tabel 1, jumlah barang yang dimuat dan dibongkar di pelabuhan
Indonesia untuk pelayaran antar pulau menunjukkan variasi dari tahun ke tahun.
Tercatat bahwa pada tahun 2018, jumlah muatan antar pulau mencapai 365.154 ribu
ton dan meningkat menjadi 398.566 ribu ton pada tahun 2022. Sedangkan, data
menunjukkan jumlah barang yang dimuat dan dibongkar di pelabuhan Indonesia untuk
pelayaran luar negeri. Jumlah muatan luar negeri juga mengalami fluktuasi dari tahun
ke tahun. Pada tahun 2018, jumlah muatan luar negeri adalah 310.202 ribu ton dan
meningkat menjadi 391.067,104 ribu ton pada tahun 2022. Sedangkan untuk tahun 2023,
Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Batam mencatatkan kinerja positif. Melalui data
throughput kontainer yang meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai
624 ribu TEUs, dengan 167 ribu TEUs untuk peti kemas domestik dan 457 ribu TEUs untuk
ekspor-impor. Peningkatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan
kepuasan pengguna jasa, seiring dengan pengembangan infrastruktur dan suprastruktur
pelabuhan di era kepemimpinan Muhammad Rudi. Terminal Batu Ampar, yang
dioperasikan oleh PT Persero Batam sejak 1 November 2023, menyumbang 84% atau 522
ribu TEUs dari total arus peti kemas, dengan rencana pengembangan senilai Rp 3.6 triliun.
Kunjungan kapal juga meningkat 8% menjadi 28.177 ship call, dengan peningkatan 6%
di Terminal Batu Ampar. Sementara itu, arus barang non peti kemas juga meningkat 10%
menjadi 9.2 juta ton. Dengan capaian ini, BUP Batam optimis akan terus meningkatkan
performa dengan berbagai inovasi untuk memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh
pengguna jasa.
Tabel 2 Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tahun (Ton)
Tahun Bongkar Muat
2019 11.084.863 14.972.243
2020 10.179.891 11.950.492
2021 10.955.139 12.836.765
2022 13.881.439 14.011.442
2023 16.028.588 14.754.923
Sumber: (BPS, 2024, diolah)
Data yang tercantum dalam Tabel 2 menunjukkan bahwa selama periode 2019 hingga
2023, terjadi tren pertumbuhan dalam aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan
tersebut. Pada tahun 2019, jumlah barang yang dibongkar mencapai 11.084.863 ton,
sedangkan barang yang dimuat mencapai 14.972.243 ton. Dari sana, terjadi
peningkatan bertahap dalam kedua aspek aktivitas tersebut hingga mencapai
puncaknya pada tahun 2023. Pada tahun tersebut, jumlah barang yang dibongkar
mencapai 16.028.588 ton, sementara barang yang dimuat mencapai 14.754.923 ton.
Halaman 27 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 28
Meskipun terdapat fluktuasi dalam angka-angka tahunan, tren umum menunjukkan
peningkatan yang stabil dalam aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok
selama periode tersebut. Hal ini dapat diindikasikan sebagai respons terhadap
pertumbuhan perdagangan atau aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Namun, untuk
mendapatkan pemahaman yang lebih holistik, faktor-faktor eksternal seperti kebijakan
perdagangan, kondisi ekonomi global, atau faktor-faktor lokal yang mungkin
mempengaruhi aktivitas pelabuhan, perlu diperhitungkan secara lebih mendalam.
3.1.3 Analisis operasional dan prospek perusahaan
Badan Usaha Pelabuhan adalah badan usaha yang kegiatan usahanya khusus di
bidang pengusahaan Terminal dan Fasilitas Pelabuhan lainnya, sesuai dengan
peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang
Pelayaran. Badan Usaha Pelabuhan dalam penyediaan dan/atau pelayanan jasa
Kapal, penumpang, dan barang dapat melakukan kegiatan pengusahaan untuk lebih
dari 1 (satu) Terminal. Terdapat 9 (Sembilan) penyediaan dan/atau pelayanan jasa
Kapal, penumpang, dan barang yang dilakukan oleh Badan Usaha Pelabuhan, antara
lain; jasa dermaga untuk bertambat; pengisian bahan bakar dan pelayanan air bersih;
fasilitas naik turun pelumpang dan/atau kendaraan; jasa dermaga untuk pelaksanaan
kegiatan bongkar muat barang dan peti kemas; jasa gudang dan tempat penimbunan
barang, alat bongkar muat, serta peralatan Pelabuhan; jasa Terminal peti kemas, curah
cair, curah kering, dan ro-ro; jasa bongkar muat barang; pusat distribusi dan konsolidasi
barang; dan/atau jasa penundaan Kapal.
Bisnis kepelabuhanan di Indonesia memiliki prospek yang cerah di masa depan,
didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang terus
meningkat akan menghasilkan peningkatan volume perdagangan, memberikan
dorongan positif bagi bisnis kepelabuhanan. Kedua, adanya peningkatan konektivitas
maritim di Indonesia akan memperkuat posisi negara sebagai pusat perdagangan
regional. Selain itu, pembangunan infrastruktur maritim yang masif juga akan membuka
peluang baru bagi pengembangan bisnis kepelabuhanan. Salah satu pelaku utama
dalam bisnis ini adalah BUP (Badan Usaha Pelabuhan), yang memiliki potensi besar untuk
berkembang dan mengambil bagian dalam pertumbuhan sektor kepelabuhanan di
masa depan.
3.1.4 Alasan dilakukannya transaksi
Perseroan melakukan Transaksi dengan pertimbangan bahwa Transaksi akan
memberikan manfaat dan dampak positif bagi Perseroan, antara lain:
a. Perusahaan Sasaran telah mengalami kerugian selama bertahun-tahun.
b. Perseroan lebih fokus pada operasi terminal di Indonesia
3.1.5 Keuntungan dan kerugian atas Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
Memberikan manfaat dan dampak positif bagi Perseroan, antara lain:
- Perusahaan Sasaran (RPI) telah mengalami kerugian selama bertahun-tahun.
- Perseroan lebih fokus pada operasi terminal di Indonesia
Halaman 28 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 29
Kerugian Rencana Transaksi:
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat risiko yang
teridentifikasi atas Rencana Transaksi.
3.2 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas Rencana Transaksi, sebagai berikut:
3.2.1 Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan perusahaan
a. Penilaian Kinerja Historis Perseroan
Tabel 1 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des
URAIAN
2019 2020 2021 2022 2023
Kas dan Setara Kas 168.104 214.266 157.243 304.907 225.003
Deposito Berjangka 11.696 3.715 4.272 4.151 50.000
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 94.078 132.293 164.172 65.822 64.678
Pihak Berelasi
Aset Keuangan Lancar
Lain
Pihak Ketiga 8.317 37.131 17.519 42.431 14.617
Pihak Berelasi 3.559
Persediaan 447.573 239.116 146.233 122.060 134.127
Pajak Dibayar Dimuka 146.450 70.492 28.752 20.621 21.316
Biaya Dibayar Dimuka 5.553 6.408 6.818 6.933 5.827
Uang Muka 12.815 2.691 2.717 849 9.853
Aset atas kelompok
lepasan dimiliki untuk - - - - 482.972
dijual
Aset Lancar 898.146 706.112 527.728 567.774 1.008.391
Aset Pajak Tangguhan -
299 21.007 21.552 15.247 19.387
Neto
Investasi pada Entitas
4.491
Asosiasi
Goodwill 29.128 29.128 29.128 29.128 29.128
Aset Tetap 1.084.818 1.302.669 1.128.265 1.074.572 556.100
Aset Tak Berwujud 159.776 141.853 126.437 116.549 106.734
Aset Keuangan Tidak
Lancar Lain
Pihak Ketiga 21.398 10.738 5.216 472 463
Pihak Berelasi 574 582
Aset Lainnya 25.043 22.935 21.476 26.699 1.050
Aset Tidak Lancar 1.325.527 1.528.913 1.332.073 1.262.668 712.862
Total Aset 2.223.673 2.235.025 1.859.801 1.830.441 1.721.253
Utang Bank Jangka
84.532
Pendek
Halaman 29 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 30
Des Des Des Des Des
URAIAN
2019 2020 2021 2022 2023
Utang Usaha - Pihak
108.814 51.942 62.371 16.877 17.987
Ketiga
Utang Pajak 17.507 12.366 12.870 18.965 2.830
Beban Akrual 66.383 54.307 38.504 39.636 30.848
Liabilitas Keuangan
208.655 285.969 117.102 114.038 1.089
Jangka Pendek Lain
Uang Muka Penjualan 27.891 24.403 131 1.627
Bagian Lancar Liabilitas
Jangka Panjang
Liabilitas Sewa 52.700 45.640
Utang Sewa
294 53.557 52.468 2.448 2.686
Pembiayaan
Utang Bank dan
Lembaga Keuangan 114.197 167.522 68.091 66.000 72.000
Lain
Liabilitas Imbalan Kerja 549 676 566
Liabilitas atas kelompok
lepasan dimiliki untuk 396.071
dijual
Liabilitas Lancar 628.274 625.665 376.357 311.471 571.344
Liabilitas pajak tangguhan 8.097 5.033 148 3.433 3.799
Utang Sewa Pembiayaan 378.103 342.231 358.005 962
Utang Bank dan
Lembaga Keuangan 447.427 290.959 269.096 203.648 132.105
Lain
Liabilitas Keuangan
84.839
Jangka Panjang Lain
Liabilitas Imbalan Kerja 31.774 42.254 36.607 32.540 35.669
Liabilitas Tidak Lancar 572.137 716.349 648.082 597.626 172.535
Total Liabilitas 1.200.411 1.342.014 1.024.439 909.097 743.879
Modal saham 281.394 281.394 281.394 281.394 281.394
Tambahan modal disetor -
243.798 243.798 243.798 243.798 243.798
neto
Saldo laba 408.567 313.225 268.228 338.809 408.398
Selisih Transaksi dengan
26.282 26.282 26.148 26.148 26.282
Pihak Non-pengendali
Selisih Transaksi Perubahan
(39) (41) (41)
Ekuitas Entitas Anak
Penghasilan komprehensif
93.655 73.503 79.489 99.881 82.133
lain
Jumlah ekuitas yang
dapat diatribusikan
1.053.697 938.202 899.020 989.989 1.041.963
kepada pemilik entitas
induk
Kepentingan
(30.436) (45.191) (63.657) (68.645) (64.589)
nonpengendali
Ekuitas 1.023.261 893.011 835.362 921.344 977.374
Total Ekuitas & Liabilitas 2.223.673 2.235.025 1.859.801 1.830.441 1.721.253
Sumber : Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan
Halaman 30 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 31
Jumlah Aset
Dari periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 jumlah aset
mengalami penurunan secara CAGR sebesar 6,20%. Pada periode 31 Desember 2020
mengalami peningkatan 0,51% secara year on year, peningkatan terjadi terutama
karena peningkatan aset tetap sebesar 20,08%. Pada periode 31 Desember 2021
mengalami penurunan 16,79% secara year on year, penurunan terjadi terutama
karena penurunan pada kas dan setara kas, persediaan dan aset tetap masing-
masing sebesar 26,61%, 38,84% dan 133,39%. Pada periode 31 Desember 2022
mengalami penurunan 1,58% secara year on year, penurunan terjadi terutama
karena penurunan aset tetap sebesar 4,76%. Pada periode 31 Desember 2023
mengalami penurunan 5,97% secara year on year, penurunan terjadi terutama
karena penurunan aset tetap sebesar 48,25%.
Jumlah Liabilitas
Dari periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 jumlah liabilitas
mengalami penurunan secara CAGR sebesar 11,28%. Pada periode 31 Desember
2020 mengalami peningkatan sebesar 11,80% secara year on year, peningkatan
terjadi terutama karena timbulnya utang sewa pembiayaan Perseroan. Pada periode
31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar 23,66% secara year on year,
penurunan terjadi terutama karena penurunan pada akun liabilitas keuangan jangka
pendek lain sebesar 59,05% dan utang bank dan lembaga keuangan lain yang
merupakan bagian lancar liabilitas jangka panjang sebesar 59,35%. Pada periode 31
Desember 2022 mengalami penurunan sebesar 11,26% secara year on year,
penurunan terjadi terutama karena penurunan pada utang usaha pihak ketiga
sebesar 72,94% dan utang sewa pembiayaan konsumen bagian lancar liabilitas
jangka panjang sebesar 95,33%. Pada periode 31 Desember 2023 mengalami
penurunan sebesar 18,17% secara year on year, penurunan terjadi terutama karena
penurunan pada utang sewa pembiayaan jangka panjang Perseroan dan utang
bank dan lembaga keuangan lain jangka panjang sebesar 99,73% dan 35,13%.
Ekuitas
Perkembangan ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan
31 Desember 2023 mengalami penurunan dengan pertumbuhan secara CAGR
sebesar 1,14%. Pada periode 31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar
12,73% secara year on year, penurunan terjadi terutama karena penurunan pada
saldo laba sebesar 23,34% dan penghasilan komprehensif lain sebesar 21,52%. Pada
periode 31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar 6,46% secara year on year,
penurunan terjadi terutama karena penurunan pada saldo laba sebesar 14,37% dan
kepentingan non pengendali sebesar 40,86%. Pada periode 31 Desember 2022
mengalami peningkatan sebesar 10,29% secara year on year, peningkatan terjadi
terutama karena peningkatan pada saldo laba sebesar 26,31%. Pada periode 31
Desember 2023 mengalami peningkatan sebesar 6,08% secara year on year,
peningkatan terjadi terutama karena peningkatan pada saldo laba sebesar 20,54%.
Tabel 2 Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des
URAIAN
2019 2020 2021 2022 2023
Pendapatan 1.433.850 1.292.829 1.321.829 1.256.221 1.143.948
Halaman 31 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 32
Des Des Des Des Des
URAIAN
2019 2020 2021 2022 2023
Jasa Stevedoring 642.347 653.118 698.684 699.519 755.583
Penjualan Peralatan
356.239 253.972 189.813 93.685
Pelabuhan
Jasa Storage Yard 328.968 293.626 296.952 336.205 271.114
Servis Pemeliharaan 54.522 42.969 51.702 60.558 60.046
Barging Services 38.041 29.311 30.474 13.129
Operasi Terminal 11.732 8.321 9.219 12.751
Sewa Alat 8.980 6.085 3.099
Lain - Lain 2.001 2.533 38.899 37.276 57.204
Beban Langsung 1.088.577 1.129.921 1.121.199 1.060.096 878.370
Laba (Rugi) Kotor 345.273 162.908 200.630 196.125 265.577
Penghasilan Lain - Lain 38.081 34.832 4.676 27.210 5.585
Beban Operasional (258.787) (129.670) (108.478) (95.626) (82.167)
Beban Lain - Lain (28.705) (36.893) (66.768) (18.675) (5.728)
Laba (Rugi) Usaha 95.863 31.177 30.060 109.035 183.267
Beban Keuangan (60.711) (71.505) (77.456) (50.767) (49.988)
Laba (Rugi) Sebelum
35.152 (40.328) (47.396) 58.267 133.280
Pajak Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (44.699) (30.418) (35.719) (41.299) (41.908)
Laba tahun berjalan dari
(9.547) (70.745) (83.115) 16.969 91.371
operasi yang dilanjutkan
Rugi tahun berjalan dari
kelompok usaha yang (26.028)
dimiliki untuk dijual
Laba (Rugi) bersih tahun (9.547) (70.745) (83.115) 16.969 65.344
berjalan
Penghasilan Komprehensif
77.794 (19.306) 26.553 72.359 (11.355)
Lainnya
Jumlah penghasilan
komprehensif tahun 68.247 (90.051) (56.562) 89.327 53.989
berjalan
Sumber : Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan
Pendapatan
Pendapatan Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 mengalami penurunan dengan pertumbuhan secara CAGR sebesar
negatif 5,49%. Pendapatan Perseroan pada periode 31 Desember 2020 menurun
9,84% secara year on year disebabkan oleh penurunan pada pendapatan operasi
terminal yang sebelumnya di catatkan sebesar Rp11.732 Juta pada tahun 2019
menjadi sebesar Rp8.321 Juta pada tahun 2020. Pendapatan Perseroan pada
periode 31 Desember 2021 menurun 2,24% secara year on year disebabkan oleh
penurunan pada pendapatan penjualan peralatan pelabuhan. Pendapatan
Perseroan pada periode 31 Desember 2022 menurun 4,96% secara year on year
disebabkan oleh penurunan pada pendapatan penjualan peralatan pelabuhan dan
barging services. Pendapatan Perseroan pada periode 31 Desember 2023 menurun
Halaman 32 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 33
8,94% secara year on year disebabkan oleh penurunan pada pendapatan penjualan
peralatan Pelabuhan, barging terminal dan operasi terminal.
Laba Kotor
Laba kotor Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 mengalami penurunan dengan CAGR sebesar 6,35%. Pada periode
31 Desember 2020 laba kotor Perseroan menurun 52,82% jika dibandingkan dengan
periode sebelumnya karena peningkatan pada beban langsung namun
pendapatan menurun. Pada periode 31 Desember 2021 laba kotor Perseroan
meningkat 23,15% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya karena
peningkatan pada pendapatan. Pada periode 31 Desember 2022 laba kotor
Perseroan menurun 2,25% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, karena
penurunan pendapatan. Pada periode 31 Desember 2023 laba kotor Perseroan
meningkat 35,41% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, karena adanya
penurunan beban langsung.
Laba Usaha
Laba Usaha Perseroan selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2023 mengalami peningkatan dengan CAGR sebesar 17,59%. Pada
periode 31 Desember 2020 laba usaha Perseroan mengalami penurunan sebesar
67,48% secara year on year, yang disebabkan penurunan laba kotor sebesar 52,82%
dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode 31 Desember 2021 laba usaha
Perseroan mengalami penurunan sebesar 3,58% secara year on year, yang
disebabkan adanya penurunan pada penghasilan lain-lain dibandingkan tahun
sebelumnya. Pada periode 31 Desember 2022 laba usaha Perseroan mengalami
peningkatan sebesar 262,73% secara year on year, yang disebabkan adanya
peningkatan pada penghasilan lain-lain dibandingkan tahun sebelumnya. Pada
periode 31 Desember 2023 laba usaha Perseroan tercatat sebesar Rp183.267 Juta.
Laba (Rugi) Bersih
Laba (rugi) Bersih Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 mengalami berfluktuasi dengan tren peningkatan. Pada periode 31
Desember 2020 Perseroan mencatatkan peningkatan kerugian sebesar 641,04%
secara year on year, yang disebabkan penurunan pada laba usaha. Pada periode
31 Desember 2021 rugi bersih Perseroan mengalami peningkatan sebesar 17,48%
secara year on year, yang sejalan dengan penurunan pada laba usaha Perseroan
pada periode ini. Pada periode 31 Desember 2022, Perseroan membukukan laba
bersih sebesar Rp16.969 juta yang sejalan dengan peningkatan laba usaha Perseroan
dan penurunan beban keuangan pada periode ini. Pada periode 31 Desember 2023
Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp65.344 Juta.
Analisis Laporan Keuangan Perseroan
Untuk selanjutnya tinjauan terhadap kinerja keuangan Perusahaan dilakukan
berdasarkan analisis terhadap laporan keuangan Perusahaan dengan
menggunakan Commonsize statement analysis.
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing
aset terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
Halaman 33 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 34
komposisi biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
analisis laporan keuangan Perseroan dengan menggunakan metode Common Size
Statement Analysis:
Tabel 3 Analisis Commonsize Statement– Laporan Posisi Keuangan
Posisi Des Des Des Des Des
Rata-Rata
Keuangan 2019 2020 2021 2022 2023
Aset Lancar 40,39% 31,59% 28,38% 31,02% 58,58% 37,99%
Aset Tidak 41,42% 62,01%
59,61% 68,41% 71,62% 68,98%
Lancar
Jumlah Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka 33,19% 25,34%
28,25% 27,99% 20,24% 17,02%
Pendek
Liabilitas Jangka 10,02% 27,06%
25,73% 32,05% 34,85% 32,65%
Panjang
Jumlah 43,22% 52,40%
53,98% 60,04% 55,08% 49,67%
Liabilitas
Jumlah Ekuitas 46,02% 39,96% 44,92% 50,33% 56,78% 47,60%
Jumlah
Liabilitas dan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Ekuitas
Mengacu pada laporan posisi keuangan, berdasarkan analisis common size
statement, secara rata-rata selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023, proporsi aset tidak lancar terhadap jumlah aset lebih besar
dibandingkan dengan proporsi aset lancar terhadap jumlah aset. Secara rata-rata
selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 proporsi aset
lancar dan tidak lancar terhadap jumlah aset adalah sebesar 37,99% dan 62,01%.
Rata-rata proporsi jumlah liabilitas terhadap jumlah aset selama 31 Desember 2019
sampai dengan 31 Desember 2023 adalah 52,40%, Selanjutnya, rata-rata proporsi
ekuitas terhadap jumlah aset selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 adalah 47,60%.
Tabel 4 Analisis Commonsize Statement – Laporan Laba (rugi)
Des Des Des Des Des Rata-
URAIAN
2019 2020 2021 2022 2023 Rata
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba (rugi) Kotor 24,08% 12,60% 15,18% 15,61% 23,22% 18,14%
Laba (rugi) Usaha 6,69% 2,41% 2,27% 8,68% 16,02% 7,21%
Laba (rugi) Bersih -0,67% -5,47% -6,29% 1,35% 5,71% -1,07%
Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi Perusahaan dapat diketahui
bahwa rata-rata proporsi antara laba (rugi) kotor, laba (rugi) usaha dan laba (rugi)
bersih terhadap pendapatan secara berturut-turut selama periode 31 Desember
2019 sampai dengan 31 Desember 2023 adalah sebesar 18,14%; 7,21%; dan negatif
1,07%.
Halaman 34 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 35
b. Penilaian Arus Kas Perseroan
Tabel 5 Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des
URAIAN
2019 2020 2021 2022 2023
Arus Kas Dari Aktivitas 23.764 321.112 348.361 318.563 247.454
Operasional
Arus Kas Dari Aktivitas (103.454) 14.584 7.382 45.095 (42.378)
Investasi
Arus Kas Dari Aktivitas 21.145 (290.843) (412.955) (219.128) (264.637)
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Kas (58.545) 44.853 (57.211) 144.530 (59.561)
dan Setara Kas
Kas dan setara kas awal 230.637 168.104 214.266 157.243 304.907
tahun
Pengaruh perubahan kurs (3.989) 1.309 188 3.135 (358)
Kas dan setara kas yang (19.985)
terkait dengan aset yang
dimiliki untuk dijual
Kas dan Setara Kas Akhir 168.104 214.266 157.243 304.907 225.003
Tahun
Sumber : Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan
Berikut adalah macam-macam arus kas Perseroan berdasarkan data historis laporan
keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 :
• Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasional Perseroan per 31
Desember 2023 adalah sebesar Rp247.454 Juta. Pada periode 31 Desember 2023
arus kas operasi bernilai positif mengindikasikan beban untuk kegiatan
operasional lebih kecil dari pendapatan kegiatan operasionalnya.
• Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan per 31
Desember 2023 adalah sebesar Rp42.378 Juta. Sebagian besar disebabkan untuk
penempatan deposito berjangka.
• Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan per 31
Desember 2023 adalah sebesar Rp264.637 Juta. Hal ini terutama untuk
pembayaran liabilitas sewa dan utang bank dan lembaga keuangan lain.
c. Analisis rasio keuangan
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi
antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang kami
gunakan dalam analisis rasio keuangan Perseroan.
Tabel 6 Rasio Keuangan Perseroan
Des Des Des Des Des
RASIO KEUANGAN
2019 2020 2021 2022 2023
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang 15,24 9,77 8,05 19,09 17,69
Rasio perputaran persediaan 2,43 4,73 7,67 8,69 6,55
10,00 21,75 17,98 62,81 48,83
Rasio perputaran utang usaha
Halaman 35 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 36
Des Des Des Des Des
RASIO KEUANGAN
2019 2020 2021 2022 2023
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,43 1,13 1,40 1,82 1,76
Rasio cepat 0,72 0,75 1,01 1,43 1,53
Rasio kas 0,27 0,34 0,42 0,98 0,39
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset -0,43% -3,17% -4,47% 0,93% 3,80%
Rasio laba atas ekuitas -0,93% -7,92% -9,95% 1,84% 6,69%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset 53,98% 60,04% 55,08% 49,67% 43,22%
Rasio total Liabilitas / total ekuitas 117,31% 150,28% 122,63% 98,67% 76,11%
Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas merupakan suatu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur
efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva atau sumberdaya yang
dimilikinya.
1. Rasio Perputaran Piutang Usaha
Rasio ini menunjukan berapa kali perusahaan dapat mengkonversi piutang
menjadi kas. Berdasarkan tabel analisis rasio keuangan di atas, rasio perputaran
piutang usaha Perseroan berfluktuasi dari tahun 2019 sampai 2023. Pada periode
31 Desember 2023 rasio perputaran piutang usaha Perseroan dicatatkan sebesar
17,69 kali.
2. Rasio Perputaran Persediaan
Rasio ini menunjukan berapa kali perusahaan dapat mengkonversi persediaan
menjadi kas. Berdasarkan tabel analisis rasio keuangan di atas, rasio perputaran
persediaan Perseroan berfluktuasi dari tahun 2019 sampai 2023. Pada periode 31
Desember 2023 rasio perputaran persediaan Perseroan dicatatkan sebesar 6,55
kali.
3. Rasio Perputaran Utang Usaha
Rasio ini menunjukan kecepatan utang usaha dapat dilunasi oleh perusahaan
kepada pemasok. Berdasarkan tabel analisis rasio keuangan di atas, rasio
perputaran utang usaha Perseroan berfluktuasi dari tahun 2019 sampai 2023.
Pada periode 31 Desember 2023 rasio perputaran utang usaha Perseroan
dicatatkan sebesar 48,83 kali.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan Perserpan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:
1. Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan hutang lancar.
Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar
perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum
semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar
Halaman 36 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 37
Perseroan mengalami tren fluktuatif, pada periode 31 Desember 2023 rasio
lancar Perseroan tercatat sebesar 1,76 kali.
2. Rasio Cepat (quick ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos
seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam
perhitungan rasio cepat. Rasio cepat Perseroan juga menunjukkan tren
meningkat dimana pada periode 31 Desember 2023 rasio cepat Perseroan
tercatat sebesar 1,53 kali.
3. Rasio Kas (cash ratio)
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar.
Rasio kas Perusahaan mengalami tren fluktuatif, pada periode 31 Desember 2023
Rasio kas Perseroan tercatat sebesar 0,39 kali.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba. Beberapa rasio Perseroan yang termasuk dalam kategori ini
antara lain adalah:
1. Rasio laba atas aset (return on asset)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang
digunakan dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perseroan pada
tahun 2019 hingga 2021 adalah negatif dimana Perseroan mencatatkan rugi
pada tahun tersebut. Pada periode 31 Desember 2023, rasio laba atas aset
Perseroan tercatat sebesar 3,80%.
2. Rasio laba atas ekuitas (return on equity)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau
keuntungan yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Rasio laba atas
ekuitas Perseroan pada tahun 2019 hingga 2021 adalah negatif dimana
Perseroan mencatatkan rugi pada tahun tersebut. Pada periode 31 Desember
2023, rasio laba atas ekuitas Perseroan tercatat sebesar 6,69%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya. Berikut adalah rasio
yang termasuk dalam kategori ini.
1. Rasio total liabilitas terhadap total aset
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
Perseroan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan Perseroan.
Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perseroan periode 31
Desember 2023 adalah sebesar 43,22%.
Halaman 37 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 38
2. Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas
atau modal perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan
jumlah ekuitas. Berdasarkan tabel rasio keuangan Perusahaan diatas dapat
dilihat bahwa rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan periode 31 Desember
2023 adalah sebesar 76,11%.
d. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan
setelah transaksi dilakukan
Mengacu pada Laporan informasi keuangan konsolidasian proforma Perseroan
yang disiapkan oleh manajemen untuk periode 31 Desember 2023, maka dampak
Rencana Transaksi tercermin dalam tabel dibawah ini:
Tabel 7 Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Proforma Perseroan (dalam
Rupiah)
(dalam ribuan rupiah)
31 Desember 2023
Sebelum
Setelah Rencana
Laporan Laba Rugi Rencana
Transaksi
Transaksi
Diaudit Penyesuaian Proforma
Pendapatan 1.143.947.622 - 1.143.947.622
Beban Langsung (878.370.276) - (878.370.276)
Laba Bruto 265.577.346 - 265.577.346
Penghasilan lainnya 5.584.546 - 5.584.546
Beban operasional (82.166.703) - (82.166.703)
Beban lainnya (5.727.695) - (5.727.695)
Laba Usaha 183.267.494 - 183.267.494
Beban keuangan (49.987.570) - (49.987.570)
Laba Sebelum Pajak 133.279.924 - 133.279.924
Beban Pajak (41.908.462) - (41.908.462)
Laba Tahun Berjalan Dari
91.371.462 91.371.462
Operasi yang Dilanjutkan
Rugi Tahun Berjalan Dari
(26.027.923) 26.027.923 -
Operasi yang Dihentikan
Proforma Rugi - (226.682.008) (226.682.008)
Laba Tahun Berjalan 65.343.539 (200.654.085) (135.310.546)
Laba (Rugi) Komprehensif
53.988.787 (201.888.463) (147.899.676)
Periode Berjalan
Sumber : Laporan Konsolidasian Proforma Perseroan
Tabel 8 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan (dalam
Rupiah)
(dalam ribuan rupiah)
31 Desember 2023
Sebelum
Setelah Rencana
Posisi Keuangan Rencana
Transaksi
Transaksi
Diaudit Penyesuaian Proforma
Aset lancar 1.008.391.189 (434.525.843) 573.865.346
Aset tidak lancar 712.861.573 681.605 713.543.178
Jumlah Aset 1.721.252.762 (433.844.238) 1.287.408.524
Liabilitas jangka pendek 571.343.583 (343.434.256) 227.909.327
Liabilitas jangka panjang 172.534.973 - 172.534.973
Halaman 38 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 39
Jumlah Liabilitas 743.878.556 (343.434.256) 400.444.300
Ekuitas 977.374.206 (90.409.982) 886.964.224
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 1.721.252.762 (433.844.238) 1.287.408.524
Sumber : Laporan Konsolidasian Proforma Perseroan
Berdasarkan laporan keuangan proforma bahwa dampak Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
1) Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian negatif pada total aset lancar
yang sebagian besar berasal dari penyesuaian aset atas kelompok lepasan
dimiliki untuk dijual.
2) Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian positif pada total aset tidak lancar
terkait aset pajak tangguhan.
3) Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian negatif pada total liabilitas jangka
pendek yang sebagian besar berasal dari penyesuaian liabilitas atas kelompok
lepasan dimiliki untuk dijual.
4) Berdasarkan proforma, terdapat penyesuaian negatif pada total ekuitas terkait
pelepasan RPI.
e. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
1) Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi keuangan yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini mengacu
pada proyeksi keuangan / rencana usaha (business plan) yang dibuat oleh
manajemen Perseroan, meliputi:
- Asumsi Umum
• Periode proyeksi dari tahun 2024 sampai 2028
- Asumsi Khusus:
• Pendapatan:
Merupakan asumsi pendapatan dari Perseroan dan anak usaha
Perseroan
• Beban-beban
Beban-beban meliputi Beban COGS, Beban Usaha dan Beban keuangan
Berikut adalah proyeksi keuangan Perseroan Rencana Transaksi tersebut:
Tabel 9 Proyeksi Keuangan Perseroan Rencana Transaksi (dalam jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des
URAIAN
2024 2025 2026 2027 2028
POSISI KEUANGAN
Aset Lancar 776.295 977.591 1.177.215 1.374.577 1.569.032
Aset Tidak Lancar 634.239 554.935 475.631 396.328 317.024
Total Aset 1.410.535 1.532.527 1.652.847 1.770.905 1.886.055
Liabilitas Jk. Pendek 227.909 227.909 227.909 227.909 227.909
Liabilitas Jk. Panjang 172.535 172.535 172.535 172.535 172.535
Ekuitas 1.010.090 1.132.083 1.252.403 1.370.461 1.485.611
Total Liabilitas & Ekuitas 1.410.535 1.532.527 1.652.847 1.770.905 1.886.055
LABA RUGI
Pendapatan 1.195.707 1.231.578 1.268.526 1.306.581 1.345.779
Halaman 39 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 40
Des Des Des Des Des
URAIAN
2024 2025 2026 2027 2028
Laba (Rugi) Kotor 268.037 272.873 277.476 281.814 285.851
Laba (Rugi) Usaha 178.071 178.585 178.611 178.098 176.991
Laba (Rugi) Bersih 123.126 121.992 120.320 118.058 115.150
ARUS KAS
Arus Kas Operasi 202.430 201.296 199.624 197.362 194.454
Arus Kas Investasi - - - - -
Arus Kas Pendanaan - - - - -
Kenaikan Bersih Kas 202.430 201.296 199.624 197.362 194.454
Kas dan Setara Kas Awal 225.003 427.433 628.729 828.353 1.025.715
Kas dan Setara Kas Akhir 427.433 628.729 828.353 1.025.715 1.220.169
3.2.2 Analisis Inkremental
Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
Transaksi. Berikut ini adalah ringkasan laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi
sebelum dan setelah Rencana Transaksi :
a. Perseroan
Tabel 10 Analisa Inkremental (dalam Jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des
URAIAN
2024 2025 2026 2027 2028
Laba Bersih
Sebelum Rencana 63.089 60.228 55.196 57.608 50.653
Transaksi
Setelah Rencana 123.126 121.992 120.320 118.058 115.150
Transaksi
Total Aset
Sebelum Rencana 1.739.683 1.761.734 1.783.491 1.833.458 1.862.380
Transaksi
Setelah Rencana 1.410.535 1.532.527 1.652.847 1.770.905 1.886.055
Transaksi
Total Liabilitas
Sebelum Rencana 759.256 782.844 814.529 867.338 910.105
Transaksi
Setelah Rencana 400.444 400.444 400.444 400.444 400.444
Transaksi
Total Ekuitas
Sebelum Rencana 980.427 978.890 968.961 966.120 952.275
Transaksi
Setelah Rencana 1.010.090 1.132.083 1.252.403 1.370.461 1.485.611
Transaksi
• Laba bersih
Laba bersih Perseroan pada masa proyeksi dari tahun 2024 sampai 2028
mengalami peningkatan laba bersih disebabkan karena divestasi entitas anak
yang mengalami kerugian.
Halaman 40 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 41
• Total Aset
Penurunan total aset Perseroan pada masa proyeksi dari tahun 2024 sampai 2028
disebabkan karena divestasi entitas anak.
• Total Liabilitas
Penurunan liabilitas pada masa proyeksi dari tahun 2024 sampai 2028 karena
divestasi entitas anak.
• Ekuitas
Ekuitas Perseroan pada masa proyeksi dari tahun 2024 sampai 2028 mengalami
peningkatan disebabkan divestasi entitas anak sehingga tidak lagi menyerap
kerugian RPI.
3.2.3 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan dengan menguji sensitivitas proyeksi keuangan laba rugi
konsolidasian Perseroan dengan Rencana Transaksi bila diasumsikan tingkat
pendapatan turun sebesar 5% dan beban langsung serta beban operasional naik
sebesar 5%. Analisa ini dilakukan untuk melihat dampak proyeksi keuangan konsolidasian
Perseroan bila terdapat perubahan atas target yang telah ditetapkan, sebagaimana
tercermin pada tabel berikut:
Tabel 11 Analisa Sensitivitas (dalam Jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des
URAIAN
2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan 1.135.922 1.169.999 1.205.099 1.241.252 1.278.490
Beban langsung (974.053) (1.006.641) (1.040.602) (1.076.006) (1.112.925)
Laba bruto 161.869 163.358 164.497 165.247 165.565
Beban operasional (94.465) (99.002) (103.808) (108.902) (114.302)
Penghasilan (9.501) (9.786) (10.079) (10.382) (10.693)
(beban) lainnya
Laba sebelum 57.903 54.571 50.610 45.963 40.570
pajak
Beban pajak (12.739) (12.006) (11.134) (10.112) (8.925)
penghasilan
Laba tahun 45.164 42.565 39.476 35.851 31.644
berjalan
Berdasarkan tabel di atas, tercermin bahwa terdapat penurunan proyeksi pendapatan
laba kotor dan laba bersih pada Perseroan secara konsolidasi bila target pendapatan
diturunkan sebesar 5% dan beban langsung dan beban operasional meningkat sebesar
5%. Namun implikasi penurunan tersebut masih mencatatkan positif laba bersih.
Halaman 41 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 42
BAB IV
ANALISIS KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
4.1 Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi meliputi:
4.1.1 Nilai Rencana Transaksi
Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD200.000,- (Dua Ratus Ribu Dolar Amerika)
atau setara Rp3.083 juta (Tiga Miliar Delapan Puluh Tiga Juta Rupiah) menggunakan kurs
tengah transaksi Bank Indonesia USD/IDR per 29 Desember 2023 sebesar Rp15.416,-.
4.1.2 Hasil Laporan Penilaian Saham Obyek Rencana Transaksi
Berdasarkan kepada Laporan Penilaian 100% ekuitas RPI per 31 Desember 2023 yang
diterbitkan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan Dan Rekan No. 00037/2.0176-
00/BS/05/0089/1/IV/2024 tanggal 4 April 2024, diperoleh hasil penilaian sebagai berikut:
Tabel 1 Hasil Penilaian 100% Ekuitas RPI (dalam USD)
BOBOT NILAI
PENDEKATAN PENILAIAN INDIKASI NILAI
REKONSILIASI TERTIMBANG
Pendekatan Aset Metode ABV 55.310 95% 52.544
Pendekatan Pasar Metode GPTC 2.737.962 5% 136.898
Nilai Pasar 100% Ekuitas RPI 189.442
Sumber: Laporan penilaian
Hasil penilaian 100% ekuitas RPI sebesar USD189.442,- (seratus delapan puluh sembilan
empat ratus empat puluh dua dolar Amerika) atau setara dengan Rp2.920 juta dengan
menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 29 Desember 2023 sebesar Rp15.416,-.
4.1.3 Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai saham per R
yang telahPI dinilai oleh Penilai Independen dengan Nilai saham Rencana Transaksi
sebagai berikut:
Tabel 2 Kewajaran Nilai Rencana Transaksi (dalam jutaan Rupiah)
Mata Uang Batas Bawah Batas Atas
Nilai Pasar Nilai Transaksi
(-7,5%) (+7,5%)
USD 175.234 189.442 203.650 200.000
Atau setara* dengan
IDR Jutaan 2.701 2.920 3.139 3.083
Berdasarkan tabel tersebut di atas, bahwa Nilai Rencana Transaksi berada pada kisaran
batas atas dan batas bawah 7,5%.
4.2 Analisis atas faktor lain yang relevan
Perseroan memandang divestasi 100% saham RPI akan meningkatkan kinerja Perseroan.
Halaman 42 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 43
4.3 Kesimpulan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi
Atas dasar analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan analisis kewajaran
Nilai Rencana Transaksi divestasi 100% saham RPI, KJPP berpendapat bahwa Rencana
Transaksi divestasi adalah Wajar.
Halaman 43 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 44
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Usaha telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke
akuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
5. Laporan Penilaian Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah
disusun sesuai dengan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal.
7. Penilai Usaha bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
Opini Akhir.
8. Nilai dicantumkan dalam satuan mata uang Rupiah dan/atau ekuivalennya atas
permintaan pemberi tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam
maupun di luar pengadilan) yang berkaitan dengan obyek penilaian tidak menjadi
tanggung jawab kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami
secara khusus hanya terbatas pada aspek nilai atas obyek penilaian, diluar dari aspek
perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang
berkaitan dengan kondisi obyek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya
bukan menjadi tanggung jawab kami.
12. Laporan penilaian ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam
laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan penilaian ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan
sebagai dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan
pendapat kewajaran ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan
kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan penilaian ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN
15. Laporan penilaian ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan penilaian.
Halaman 44 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 45
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang
bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang,
maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek
Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek
penilaian.
8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak Manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat
dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana
yang dinyatakan dalam laporan Penilaian ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Penilaian.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan Penilaian yang telah kami susun berdasarkan data
yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data,
dokumen dan informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal
sehingga menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal penilaian
(cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
laporan penilaian.
14. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
diungkapkan.
15. Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
16. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber
yang telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 45 00041/2.0176-00/BS/05/0089/1/IV/2024
Page 46
Penilai Tanda Tangan
r111��1
Penanggung Jawab:
J. Ferdinand H. Pardede, MAPPI (Cert)
lzin Penilai Bisnis No. : B-1.09.00089
MAPPI No. : 01-S-01490
STTD Bapepam No. : STTD.PB-17/PJ-l /PM.02/2023
RMK : RMK-2017.00081
��4
Pemeriksa:
Yesi Marina
MAPPI No. : 12-T-03415
RMK : RMK-2017.01530
Penilai:
Yuliana
MAPPI No. : l 3-S-04483
RMK : RMK-2017.01274 �� �I
Holoman 46 00041 /2.0176-00/BS/05/0089/1 /IV/2024
Names mentioned 51 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.1 ×6
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.1 ×2
unresolved
org
KJPP FDI
p.1 ×7
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.1 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia. Penilai Publik
p.1 ×2
unresolved
person
Ferdinand Pardede
p.1 ×2
unresolved
org
ALASAN RENCANA TRANSAKSI River Ports Investments Pte Ltd
p.1
unresolved
person
Iwan Suyudhie Amri
· Komisaris Utama
p.2 ×5
unresolved
person
Mariani
· Komisaris
p.2 ×2
unresolved
person
Ir. Eddy Kuntadi Independen Amelia Kurniawan
· Komisaris
p.2 ×5
unresolved
person
Won Kwee Sang
· Direktur Utama
p.3 ×2
unresolved
person
Chiong Yew Ee
· Direktur
p.3 ×2
unresolved
person
Lilik Sutanto
· Direktur
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP Ferdinand Danar Ichsan dan Rekan
p.8
unresolved
org
KJPP Ferdinand Danar Ichsan
p.8
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×11
unresolved
org
Bank Indonesia USD
p.8 ×3
unresolved
org
River Port Investment Pte Ltd
p.12 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.14 ×5
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.14 ×5
unresolved
org
Ekuitas River Ports Investments Pte. Ltd.
p.14 ×2
unresolved
org
Danar Ichsan dan Rekan
p.14 ×2
unresolved
org
Latar Belakang Transaksi River Ports Investments Pte Ltd
p.18
unresolved
org
Saham River Port Investment Pte. Ltd.
p.19
unresolved
org
Pemerintah
p.20
unresolved
person
Inggrid Lannywaty
p.22
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.22 ×3
unresolved
person
Jimmy Tanal
p.22 ×2
unresolved
org
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.22
unresolved
org
Terminal and Equipment Pte., Ltd.
p.22
unresolved
org
Riwayat Singkat River Ports Investments Pte. Ltd.
p.23
unresolved
person
Periasman Effendi
p.24
unresolved
person
Surjadi
p.24
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Bank Indonesia
p.25
unresolved
org
Pelabuhan Indonesia Secara
p.26
unresolved
org
PT Persero Batam
p.27
unresolved
person
J. Ferdinand H. Pardede
p.46
unresolved
person
H. Pardede
p.46
unresolved
org
Bapepam
p.46 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.