Skip to content
Back to announcement

20260521_BPII_Informasi Transaksi Afiliasi_32093677_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review BPII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 58

Page 1 OCR 0.936
KJPP Edi Andesta dan Rekan

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN

Atas Rencana Transaksi
PT, Batavia Prosperindo Internasional Tbk. melakukan penyetoran
modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PT. Prima Jaya
Permai hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,374 dari jumlah
seluruh saham PT. Prima Jaya Permai

Disiapkan Untuk
PT. Batavia Prosperindo Internasional Tbk.

Page 2 OCR 0.767
H

( . ICW TErPAt AP PF RANMNSA Lk

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Halaman

Halaman Judul
Daftar Isi
Ii: —ILatar Belakang eowwwampasus aan 1
2 Datar Penugasan Ana 2
3. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran......................oooooooooo.owoo 3
4. Status Penilai ......... 3
5. Pemberi Tugas dan Pengunan Laporan.................o..o..oo.oooooooo.oooooWoWooo 3

Objek Pendapat Kewajaran....................ooooooo.o.oooo.ooooWo.WoWoWoWoooooo 3
7. Jenis Mta Uang Yang Digunakan 4
8 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran.. 4
9. Tanggal Pendapat Kewajaran............................... 4
10. Tingkat Kedalaman InvestigaSi...........................oo.oooooooooo.ooooooooo oom 4
11. Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan 5
12. Asumsi dan kondisi Pembatas ........ 5
13. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi .......................ooo.ooocooo.Woo.oo 5
14. Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Sesuai Peraturan Yang Berlaku.. 5
15. Konfirmasi Penugasan Bersamaan (Berdekatan) ....................ovo..vio.wo.oo.coooooooooo 5
16. Pernyataan Penilai .............i....o.oooooo.oooooWo.oo )
17. Sumber Data ......ooooo.oo.o..... 7
18. Pendekatan dan Prosedur Yang Digunakan ....................ooxv1.oo.ooooo.ooooooo.o 8
19. Hubungan Pihak-pihak yang akan Melakukan Rencana Transaksi..........................,.. 9
20. Uraian Mengenai Penilai Usaha Serta Hasil Penilaian Saham yang Menjadi Dasar

Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran.........................oo..o.ooooooooWo.omo 10
Page 3 OCR 0.863
Pa

22.

23

24.

25.
26.

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Metodologi dan Analisis Kewajaran Rencana Transaksi.......................201-0..ow.i.
211. Analisis Rencana Transaksi...........

a. Identifikasi Pihak-pihak yang Bertransaksi ..

b. Hubungan Antara Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ...........
c. Perjanjian dan Persyaratan yang disepakati dalam Rencana Transaksi ...
d. Penilaian atas Risiko dan Manfaat dari Recana Transaksi.........

21.2. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif .........
@. Analisis Kualitatif w.i..ieswiddsesisiviscasssowesssan

b. Analisis Kuantitatif...

21.3. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi..............................io...i.ii...
a. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Hasil Penilaian Saham

PIP rss entin
b. Analisis untuk Memastikan bahwa Rencana Transaksi Memberikan Nilai

Tambah .......oooo.i.....

21.4, Analisis Atas Faktor-Faktor lain yang Relevan.............................

Kesimpulan.............

Kejadian Penting (Subseguent Events) Setelah Tanggal Penilaian ...........................
Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran ..................

Pernyataan Penilai Kane

Asumsi-asumsi dan Syarat-syarat Pembatas........

12
12
12
15
15
19

21
21
33

51

51

52
54
54
54
55
56
57

Page 4 OCR 0.892
Tr H S5 Cc IE MN Tee HC A PP RAYSAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

No, : 00239/2.0053-00/B5/05/0095/1/V/2026 Jakarta, 20 Mei 2026

Kepada,

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Chase Plaza, Lantai 12

Jalan Jend. Sudirman Kav. 21

Jakarta Selatan
U.p. : Direksi
Hal: Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Batavia Prosperindo

Internasional Tbk melakukan penyetoran modal atas saham baru yang
akan diterbitkan oleh PT Prima Jaya Permai hingga sebanyak-
banyaknya sebesar 19,376 dari jumlah seluruh saham PT Prima Jaya
Permai

Dengan hormat,

Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan
Rekan (“KJPP Andesta” / “Kami”), oleh PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk. (“Perseroan" /
"BPII”) untuk memberikan pendapat kewajaran sebagai penilai independen, sesuai proposal
penawaran jasa pendapat kewajaran No. 026/P-Andesta/!/2026, tertanggal 20 Januari 2026, maka
dengan ini Kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan, No. 1/KM.1/2022,
tanggal 3 Januari 2022 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) dengan Surat Registrasi No. KEP-30/KS-13/2026 (Penilai Properti dan Penilai
Usaha) menyampaikan pendapat atas kewajaran (“Pendapat Kewajaran”) atas rencana BPII yang
akan melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PT Prima Jaya Permai
(“PJP”) hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,394 dari jumlah seluruh saham PJP, seluruh
rangkaian tersebut kemudian disebut (“Rencana Transaksi")

t Latar Belakang

BPII adalah perusahaan induk yang bergerak dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya,
berencana akan melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh
PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,346 dari jumlah seluruh saham PJP dengan Nilai
Rencana Transaksi sebesar Rp. 150.000.000.000,- Berdasarkan Peraturan No.
17/IPJOK.04/2020, mengacu pada ketentuan pasal 3 butir (3), bahwa Rencana Transaksi
dikategorikan sebagai transaksi material, jika:

a. Nilai Rencana Transaksi sama dengan 20 atau lebih dari total ekuitas konsolidasian BPII
dan Nilai Rencana Transaksi BPII adalah sebesar Rp. 150.000.000.000,- dan total ekuitas
konsolidasian BPII per tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp. 1.820.265.267.676,, dengan demikian Rencana Transaksi BPII hanya sebesar 8,249
dari total ekuitas konsolidasian BPII

Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia Kep, Menkeu. No.1/KM.1/2022 No, lain 2.09.0053
Kantor Jasa Penilai Publik
Edi Andesta dan Rekan

Mamber Bidang Usaha Jalan Ciputat Raya No 89-8, Pondok Pinang
1. Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) 1 Penilai Properti Kebayoran Lama. Jakarta - 12310

2 Forum Penilai Pasar Modal (FPPM) 2 Penilai Bisnis T:021-78991015 (hunting) & 021-75991017
E-mail : kipp maj@dyahoo.com
Page 5 OCR 0.913
HH 5 Cc IE 39 TfFBELt A PP RAISAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

b. Total aset konsolidasian PJP dibagi total aset konsolidasian BPII pertanggal 31 Desember
2025 nilainya sama dengan atau lebih dari 2046 dan total aset konsolidasian PJP sebesar
Rp. 502.320.244.794,- dan total aset konsolidasian BPII sebesar Rp. 6.821.358.496.272,-
dengan demikian total aset konsolidasian PJP hanya sebesar 7,3696, dari total aset
konsolidasian BPII

Cc. Laba bersih konsolidasian PJP dibagi dengan laba bersih konsolidasian BPII nilainya sama
dengan atau lebih dari 2046 dan laba bersih konsolidasian PJP sebesar minus
Rp. 10.105.040.357,- dan laba bersih konsolidasian BPII adalah sebesar
Rp. 144.064.749.552,- dengan demikian laba bersih konsolidasian PJP hanya sebesar
minus 1425,672, dari laba bersih konsolidasian BPII.

d. Pendapatan usaha konsolidasian PJP dibagi dengan pendapatan usaha konsolidasian
BPII nilainya sama dengan atau lebih dari 2076, dan pendapatan usaha konsolidasian PJP
adalah sebesar Rp. 0 (nihil) dan pendapatan usaha konsolidasian BPII adalah sebesar
Rp.1.239.584.279.842,- dengan demikian pendapatan usaha konsolidasian PJP hanya
sebesar 0,00” (nihil), dari pendapatan usaha konsolidasian BPII.

Berdasarkan poin-poin diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi, bukan
merupakan transaksi material, sehingga Perseroan tidak wajib memperhatikan ketentuan
Peraturan No. 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
(“Peraturan No. 17/POJK.04/2020”)

Selanjutnya oleh karena Rencana Transaksi dilakukan dengan pihak afiliasi, maka Rencana
Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan wajib memperhatikan ketentuan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu (“Peraturan
No. 42/POJK.04/2020”).

Dengan demikian dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi ini dan untuk memenuhi
ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan No. 42/PJOK.04/2020, Perseroan telah
menunjuk KJPP Andesta, sebagai penilai independen untuk memberikan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut

2. Dasar Penugasan

Berdasarkan proposal penawaran jasa pendapat kewajaran No. 026/P-Andesta/I/2026,
tertanggal 20 Januari 2026, oleh KJPP Andesta yang ditujukan kepada BPI, dan telah
disetujui sebagai surat perjanjian kerja.

Pendapat Kewajaran berpedoman kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI-£disi VII-2018),
dengan ruang lingkup antara lain meliputi: Verifikasi dan identifikasi data, pemeriksaan data-
data dan analisis, dan penyampaian dalam bentuk laporan Pendapat Kewajaran

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 6 OCR 0.911
HH € 5 CC 8 Tire APP RAN SAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

3. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (Peraturan
No, 35/POJK.04/2020), berkaitan dengan penunjukan KJPP Andesta, untuk memberikan
Pendapat Kewajaran (“Fairness Opinion") atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup dari
penugasan profesional meliputi:

a. Nilai dari objek yang ditransaksikan

b. Dampak keuangan dari Rencana Transaksi yang telah dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham

Cc, Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh Perseroan, terkait dengan Rencana Transaksi
yang telah dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham

4. Status Penilai

Penilai adalah KJPP Andesta dalam posisi untuk memberikan Pendapat Kewajaran yang
objektif dan tidak memihak. Penilai tidak ada keterlibatan material atau benturan kepentingan
baik aktual maupun bersifat potensial dengan subjek dan atau objek Pendapat Kewajaran.
Penilai memiliki kompetensi untuk memberikan opini Pendapat Kewajaran.

Dalam menjalankan tugas profesinya, tanggung jawab Penilai sebagai individu harus
dipisahkan dari Penilai sebagai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Sehingga tanggung jawab
Penilai sebagai individu tidak menjadi tanggung jawab KJPP secara keseluruhan (SPI Edisi VII
2018, KEPI butir 5.8.8.3)

5, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan, diuraikan sebagai berikut:

Nama Perusahaan : PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Bidang Usaha : Aktivitas Konsultasi Manajemen lainnya
Alamat : Chase Plaza Lantai 12, Jalan Jendral Sudirman Kav. 21,

Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan

6. Objek Pendapat Kewajaran

Objek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi BPII melakukan penyetoran modal
atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,34
dari jumlah seluruh saham PJP.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 7 OCR 0.923
» - SC !EN TTE "C AP PRA SA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

1. Jenis Mata Uang Yang Digunakan

Mata uang yang digunakan dalam Pendapat Kewajaran ini adalah mata uang Rupiah (Rp.).

8. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan pendapat atas kewajaran Rencana
Transaksi BPII berencana akan melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan
diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,396 dari jumlah seluruh saham
PJP serta untuk pemenuhan ketentuan Peraturan No. 42/PJOK.04/2020, atas Rencana
Transaksi, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini, dan tidak untuk transaksi lainnya.

9. Tanggal Pendapat Kewajaran

Analisis Kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025.

10. Tingkat Kedalaman Investigasi

Semua informasi yang berkaitan dengan Pendapat Kewajaran ini, tetapi tidak termasuk
kesimpulan tentang opini nilai, Kami terima dari Pemberi Tugas serta PJP dan Entitas Anak
termasuk hal-hal yang menyangkut status hukum kepemilikan serta hal-hal yang relevan
lainnya. Kami berasumsi bahwa informasi dan data yang Kami terima tersebut, sepanjang
menyangkut data dan keterangan mengenai objek Pendapat Kewajaran adalah benar

Dalam hal penelitian dan penyelidikan yang ada hubungannya dengan kebenaran legalitas hak
kepemilikan serta utang piutang yang mengakibatkan kerugian atas objek Pendapat
Kewajaran, bukan merupakan ruang lingkup penugasan Penilai, pekerjaan tersebut
merupakan pekerjaan profesi lain, dan oleh sebab itu dalam Pendapat Kewajaran ini, Kami
berasumsi bahwa Pendapat Kewajaran telah bebas dari segala permasalahan hukum.

Tingkat kedalaman investigasi yang akan dilakukan dalam penugasan ini terbatas pada:

a. Investigasi dilakukan melalui proses pengumpulan data dengan cara inspeksi/wawancara,
penelaahan, penghitungan dan analisis

b. Kami telah melakukan penelahaan, perhitungan dan analisis, dan diasumsikan tidak ada
informasi yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan.

C. Bilamana dalam pelaksanaan investigasi di lapangan ataupun dalam proses pengumpulan
data, terdapat kendala-kendala yang membatasi akses Penilai, sehingga Penilai tidak
dapat melakukan investigasi secara normal, maka hal tersebut akan diungkapkan di dalam
laporan pendapat kewajaran

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 8 OCR 0.919
H E Ss GEN TFT APP RAANSA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

11. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Selain menggunakan data yang diberikan oleh Pemberi Tugas serta PJP dan Entitas Anak,
Kami juga menggunakan informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan
verifikasi. Penggunaan informasi dan data tersebut dapat disetujui, sepanjang sumber data
tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional dan atau internasional, sumber data tersebut
antara lain:

a. Bank Indonesia

b. Badan Pusat Statistik.

c. Data riset dari pihak independen

d. Informasi dari media cetak dan elektronik.

12. Asumsi dan Kondisi Pembatas

a. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.

b. KJPP Andesta telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses Pendapat Kewajaran, namun tidak melakukan penelitian terhadap
keabsahan dokumen-dokumen yang terkait, oleh karenanya Kami tidak menjamin
kebenaran atau keabsahannya

Cc. KJPP Andesta menggunakan data dan informasi yang diperoleh, berasal dari sumber
yang dapat dipercaya keakuratannya.

d. KJPP Andesta menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan PJP yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh PJP dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty) dan bertanggung jawab atas kewajaran proyeksi keuangan
dan kesimpulan nilai akhir.

e. Hasil analisis yang dilakukan menghasilkan Laporan Penilaian Usaha yang terbuka untuk
publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
operasional Perseroan.

f. Periode proyeksi keuangan yang disusun PJP selama 5 tahun yaitu 2026 s/d 2030.

13. Persyaratan Atas Persetujuan untuk Publikasi

Dilarang menyebarluaskan pernyataan atau laporan Pendapat Kewajaran, baik secara
keseluruhan, sebagian atau sebagai referensi, nilai yang terdapat didalamnya, maupun nama
dan afiliasi tenaga ahli dari Penilai, tanpa persetujuan tertulis dari KJPP Andesta, kecuali untuk
BPII dan PJP serta Otoritas Pemerintah lainnya sesuai Peraturan yang berlaku.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk MEN Ne Sa —
BF pjp 5
Page 9 OCR 0.944
KJPP Edi Andesta dan Rekan

14. Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Sesuai Peraturan yang
Berlaku

Berdasarkan proposal penawaran jasa Pendapat Kewajaran yang telah disepakati, dinyatakan
bahwa Pendapat Kewajaran ini, dilakukan berdasarkan Peraturan No. 35/POJK.04/2020 dan
SPI edisi VII, tahun 2018.

15. Konfirmasi Penugasan Bersamaan (Berdekatan)

Berdasarkan Informasi dari Pemberi Tugas, bahwa aset atau liabilitas yang menjadi objek
Pendapat Kewajaran tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud,
tujuan, pengguna laporan dan tanggal Pendapat Kewajaran yang sama atau berdekatan
(dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). KEPI 2018 Edisi Vll-Tahun 2018 butir
5.8.C.4,

16. Pernyataan Penilai

Berdasarkan pengetahuan Kami atas penugasan Pendapat Kewajaran, dengan ini Kami
menyatakan:

a. Penilai bertanggung jawab dalam penyusunan laporan Pendapat Kewajaran (faimess
opinion) atas Rencana Transaksi.

b. Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan
dilakukan.

C. Seluruh pendapat yang dinyatakan dalam laporan ini, baik mengenai analisis, kesimpulan
atau pendapat, adalah benar.

d. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas yang
dilaporkan

e. Hasil analisis, kesimpulan dan pendapat yang dinyatakan pada laporan ini terbatas pada
kontinjensi, keterbatasan dan asumsi, yang merupakan pemahaman secara menyeluruh,
didasarkan analisis profesional serta pendapat dan kesimpulan Kami.

f Pada saat ini maupun pada masa yang akan datang, Kami tidak memiliki kepentingan
terhadap Perseroan dan objek Rencana Transaksi ataupun analisis kewajaran Rencana
Transaksi dan pihak yang terlibat dan terkait di dalamnya

9- Kami tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap Perseroan atau perusahaan yang Kami
nilai ataupun analisis kewajaran Rencana Transaksi dan pihak yang terlibat dan terkait di
dalamnya.

h. Imbalan jasa lidak berkaitan dengan Pendapat Kewajaran yang dilaporkan

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 10 OCR 0.908
HH S & 8 MN TIK AP PR ANS A ik

KJPP Edi Andesta dan Rekan

i. Pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan memenuhi
Peraturan No. 35/POJK.04/2020, ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan
Standar Penilaian Indonesia (“SPI') yang diakui oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia

(“MAPPT)

j- Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.

k. Kami melakukan penugasan ini secara independen tanpa intervensi dari pihak manapun.

17. Sumber Data

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, Kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

a. Proyeksi keuangan PJP dan Entitas Anak, yang disusun oleh PJP selama 5 tahun yaitu
2026 sid 2030.

b. Akta Pendirian dan Anggaran Dasar BPII dan PJP dan Entitas Anak beserta
perubahannya.

c. Nomor Induk Berusaha (NIB) atas nama BPII No. 8120113173702, dikeluarkan oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, pada
tanggal 30 November 2018 dan perubahan ke-1 tanggal 28 Juni 2022

d. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atas nama BPII, dikeluarkan oleh Pemerintah
Republik Indonesia c.g. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS, pada tanggal
30 November 2018.

€. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama BPII No. 01.862.130.0-058.000 dikeluarkan
oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak, KPP
Perusahaan Masuk Bursa

f. Laporan Keuangan BPII untuk periode yang berakhir pada tanggal, 31 Desember 2021
sid 2025.

9. Laporan penilaian 100,007 saham PJP dan Entitas Anak, dikeluarkan oleh KJPP
Andesta, sesuai laporan No. 00227/2.0053-00/BS/05/0095/1/V/2026, tanggal 6 Mei 2026

h. Kesepakatan atas rencana penyetoran modal pada PJP, tanggal 19 Mei 2026.
|. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

j- Hasil wawancara dengan pihak BPII mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain
yang terkait dengan Rencana Transaksi.

k. Surat Pernyataan (management representative letter) yang dibuat oleh BPII, bahwa
Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk”
Page 11 OCR 0.932
re S5 C be Ap TEA AO 2 WPAASA |

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan BPII, tidak ada faktor material yang
belum diungkapkan dan menyesatkan.

|. Berbagai sumber informasi, baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis
lain yang dianggap relevan.

m. Pihak-pihak yang telah diwawancarai terkait dengan Rencana Transaksi, adalah Bapak
Djatikesumo Subagio dengan jabatan Direktur PJP.

18. Pendekatan dan Prosedur Yang Digunakan

Dalam melakukan kewajaran Rencana Transaksi, KJPP Andesta telah melakukan analisis
sebagai berikut

a. Analisis Rencana Transaksi

Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang
bertransaksi. Perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam Rencana Transaksi.
Penilaian atas risiko dan manfaat dari Rencana Transaksi.

b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif

Analisis kualitatif berupa riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha. Analisis industri.
Analisis operasional dan prospek perusahaan. Alasan dilakukan Rencana Transaksi,
keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas Rencana Transaksi yang telah
dilakukan.

Analisis kuantitatif berupa penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas dan kondisi
keuangan Perseroan, realisasi posisi keuangan Perseroan, realisasi laba (rugi)
Perseroan, penilaian arus kas Perseroan, rasio keuangan Perseroan, penilaian atas
proyeksi keuangan, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
Analisis inkremental (incremental analysis) untuk mengukur nilai tambah dari Rencana
Transaksi.

Cc. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Analisis kewajaran Rencana Transaksi dengan membandingkan antara harga pembelian
atau harga pengambilalihan dengan nilai pasar dari hasil penilaian. Apabila harga
pembelian berada pada batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai, tidak melebihi
1,5"h, sesuai Peraturan No. 35/POJK.04/2020, maka Rencana Transaksi tersebut
dikategorikan wajar.

Analisis untuk memastikan bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi
Perseroan

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 12 OCR 0.825
HH E 5. CC EN TAPI

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Cc A PP RA

(SA L

19. Hubungan Pihak-Pihak Yang Melakukan Rencana Transaksi

BPII akan melakukan Rencana Transaksi berupa penyetoran modal atas saham baru yang
akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,346 dari jumlah seluruh
saham PJP, hubungan pihak-pihak yang akan melakukan Rencana Transaksi, diuraikan

sebagai berikut:

a. Hubungan Afiliasi Berdasarkan Kepemilikan Saham

Berdasarkan analisis kepemilikan saham, terlihat bahwa antara pihak-pihak yang

bertransaksi memiliki hubungan afiliasi:

Perorangan Perotungun Perorangan
t)

MPS TA CSS BAP

Isi

PJP merupakan pihak yang terafiliasi dengan BPII dikarenakan PJP dimiliki oleh
PT. Wahana Bumi Pertiwi (WBP) dan BPII dimiliki oleh Malacca Trust Pte, Ltd.
Selanjutnya WBP dan Malacca Trust Pte. Ltd. dimiliki oleh pihak yang sama yaitu Star

Malacca Investment Pte. Ltd.

tandan

b. Hubungan Afiliasi Berdasarkan Kepengurusan Perusahaan

Berdasarkan analisis kepengurusan perusahaan, terlihat bahwa antara pihak-pihak yang

bertransaksi tidak memiliki hubungan afiliasi, diuraikan sebagai berikut:

Nama | BPII PJP
Rudi Sevadi Tjanjono — Direktur Utama 51
Luo Yude Toirekur |”
Irena Istary Iskandar Komisaris Utama:
Rudy Johansen (pemegang saham 0,02” BPII) | Komisaris
— Komisaris
2 Pbirektur
— Ikomisans
Iteng Yohan — — Komisaris
| Tiandra Widjaya Wong Oo “Tkomisars
| Christian Suprijatna Komisaris

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 13 OCR 0.926
HE Ss. TEM TAPAK AP PRArSAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

20. Uraian Mengenai Penilai Usaha Serta Hasil Penilaian Saham Yang Menjadi
Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran

Hasil penilaian 100,009s saham PJP dan Entitas Anak, dikeluarkan oleh KJPP Andesta,
diuraikan sebagai berikut

a. Uraian Mengenai Kantor Jasa Penilai Publik

KJPP Andesta adalah kantor jasa penilai publik independen, didirikan berdasarkan Surat
Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
No. 1/KM.1/2022, tanggal 3 Januari 2022, surat izin usaha No 2.09.0053, tanggal 15 Juli
2009 dan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) No. KEP-30/KS-13/2026 (Penilai Properti dan Penilai Usaha), terdaftar
atas nama Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert.)

b. Nomor Laporan Penilaian Saham
Laporan penilaian usaha No. 00227/2.0053-00/85/05/0095/1/V/2026, tanggal 6 Mei 2026.
c. Objek Penilaian

Objek penilaian adalah 100,0096 Saham PJP dan Entitas Anak yang bergerak dalam
bidang konsultan manajemen lainnya dan holding company.

d. Maksud dan Tujuan Penilaian

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak BPII, bahwa maksud dan tujuan penilaian
adalah untuk mengungkapkan pendapat mengenai Opini Nilai Pasar 100,005 saham PJP
dan Entitas Anak, yang akan dipergunakan oleh PJP sebagai dasar untuk menerbitkan
saham baru.

e. Dasar Nilai

Sesuai informasi yang diperoleh dari Pemberi Tugas mengenai maksud dan tujuan

penilaian untuk penerbitan saham baru, maka dasar nilai yang digunakan dalam penilaian
adalah Nilai Pasar

f. Kesimpulan Nilai Pasar

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi serta mempertimbangkan
semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, nilai pasar objek penilaian pada
tanggal penilaian adalah sebesar Rp. 663.152.223.090,- (enam ratus enam puluh tiga
miliar seratus lima puluh dua juta dua ratus dua puluh tiga ribu sembilan puluh
Rupiah). Nilai Pasar per Lembar Rp. 105,6 (seratus lima koma enam Rupiah).

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 14 OCR 0.528
H E : TE N T0f

A

P

PA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Dengan kesimpulan Nilai Pasar Saham PJP per lembar sebesar Rp. 105,6 dan Nilai
Rencana Transaksi per lembar sebesar Rp. 100,- maka kesimpulan Nilai Pasar Saham
PJP dan Entitas Anak yang akan disetor oleh BPII adalah sebagai berikut:

1) Asumsi para pemegang saham PJP tidak melakukan penyetoran modal, maka BPII
akan menyetor modal pada PJP sebesar 1.500.000.000 lembar saham, kepemilikan
saham BPII pada PJP diuraikan sebagai berikut:

Li Ka aan ace Mete eotakan Pen ena Neo
Saham |Keperilikan (W) | Rp) Saham Kepemilikan (W)) Rp.)

! Jen wamanmiresa | sezamss| seal aamonan seamoss| — mon same
2 | Tanng Sugriana 623 340034 G07ng 02334001419 673 M00M4 SONG)  G23M 003419
3 famnyroar mau! san) musa papan an musa
« Jerinatayapama | sasameo| sun) men aurel 3nd 210
5 Jowmetanaa” Domanan| 0nd nana mural am) aras
& Jomnsanana — Doamarws| an araramo mama al mnzraow
1. | Ctrsandy Supriatna 207 a27 43 | AANG 28722 748 800 287 327 488 Ing 28732 148 600
8 | Anwar Sumarjono 239289154 Ing 233255 M6 189 283 154 Jong 29326 M6106
Tarra mania asn) sana at73 20 santun
v Jar oonomomo| #smmmowo| san #tomoc00cn

Te an DAN TN LA KAN ELIA EC BEA

Berdasarkan analisis tersebut maka kepemilikan saham BPII pada PJP sebesar
1.500.000.000 atau 19,394, dengan Nilai Rencana Transaksi Rp. 150.000.000.000,-
dan Nilai Pasar hasil penilaian KJPP Andesta adalah Rp. 158.400.000.000,-

2) Asumsi para pemegang saham PJP melakukan penyetoran modal sesuai dengan
porsi kepemilikannya masing-masing, maka BPII akan menyetor modal pada PJP
sebesar 763.399.159 lembar saham, kepemilikan saham BPII pada PJP diuraikan

sebagai berikut:

Sebetum Rencana Transaka: Rencana Setelah Rencana Transaksi
yo Saham Kan
Tandan temen Persentase | Wa Saham | “Sanam (sj (Purtan Lenbar7, Persentase | WI Saham
| tanam (tependitanC4| Mp3 Saham — (Kepemilikan (8)! (Rp)
4 Dpt Wahana Bumi Prbai | 3625700425 nan sn2an0oa2ssa| 10222200600) ara vsa21 Anam anansan isa
2 | rating Supriaha 823 woo sasl G2swooyasg| saannan2101| 72250058 PEN)
3 | mngyotan 904252003 azas) ane2s200100| sarnzosoeo| aneu0os9 Bag ansaao0s 200
3 Iertsaosarnas | Sitara Gil mnaramel datasam| sratsal Gal ino
8 Jowsina Suprjana | 28732748 asas) ze12ranwoo| Ganeasran| ass 010000 Kan asso7ooee1
«| owetan Supetana pasar asa | uses gamarasaoo| asezeras| ascorooe AaN assu7oogen
Orenaney Suprjana 287 327 ana usas) g1n2nannoo| Ganazs1a20| 355010000 tam 3ssa7oon 610
8 | Aman Sumarpno 2an2s3 sa 3nad marsansase| ssr2421210) 20x077a0 37 2e0n7738c00
«| wntanenena Ina21223 zsong #senzn2225e| araseoweos| s0x251200 290 wamanan
10 Jae mesnngrsase| 783 300 180 ang Tasna9ns A0
Total Saham Tana Toocow) Gran anta0n | Tsan00v00000| Tran Tran Toooow) T77aT7 sna30a

Berdasarkan analisis tersebut maka kepemilikan saham BPII pada PJP sebesar
763.399.159 atau 9,86, dengan Nilai Rencana Transaksi Rp. 76.339.915.898,- dan
Nilai Pasar hasil penilaian KJPP Andesta adalah Rp. 80.614.951.188,-

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

"
Page 15 OCR 0.932
Ht E . CC JENTIFiG APP RASA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

21. Metodologi dan Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, dilakukan analisis dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut:

211. Analisis Rencana Transaksi

Perseroan akan melakukan Rencana Transaksi penyetoran modal atas saham baru yang
akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,396 dari jumlah seluruh
saham PJP, dengan nilai sebesar Rp. 150.000.000.000,-, sumber dana berasal dari BPII.

a. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi

Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah BPII yang akan melakukan
penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-
banyaknya sebesar 19,396 dari jumlah seluruh saham PJP, berikut keterangan mengenai
pihak-pihak yang bertransaksi

1) PT. Batavia Prosperindo Internasional Tbk.

BPII dahulu didirikan dengan nama PT Batavia Prosperindo Internasional,
berdasarkan Akta Notaris No. 78 tanggal 12 November 1998 yang dibuat di hadapan
Irawan Soerodjo, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C-
18678HT.01.01.TH.99 tanggal 10 November 1999 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 65 tanggal 15 Agustus 2000, Tambahan No. 4522.

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Edaran Pemegang Saham pada tanggal 4 April
2014 yang diaktakan oleh Dr. Irawan Soerodjo, SH., M.Si. Notaris di Jakarta, dengan
Akta Notaris No. 37 tanggal 4 April 2014, pemegang saham BPII menyetujui
perubahan nama menjadi PT Batavia Prosperindo Intemasional Tbk. Perubahan
tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-00471.40.20.2014 tanggal
15 April 2014 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 104,
Tambahan No. 72117 tanggal 30 Desember 2014.

Anggaran dasar BPII telah diubah dengan Akta Notaris No. 265 tanggal 30 April 2015
dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, dalam rangka perubahan
Anggaran Dasar Entitas Induk untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan
Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan POJK No.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk |
Page 16 OCR 0.865
H E SS CG LEN TI APP RASA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan
Publik. Perubahan tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AHA.01.03-0931268
tertanggal 11 Mei 2015

BPII telah mengubah statusnya dari Perusahaan Non Penanaman Modal Asing
menjadi Perusahaan Penanaman Modal Asing berdasarkan Surat Persetujuan untuk
merubah status dari Non penanaman Modal Asing menjadi Penanaman Modal Asing
dari Kepala Badan Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha
Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 1/31/V/PMA/2002 tanggal 18 Maret 2002.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan pendirian BPII adalah
dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Entitas Induk memulai kegiatan
usahanya secara komersial pada tanggal 12 Mei 1999.

Kantor pusat BPII terletak di Gedung Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jenderal Sudirman
Kav. 21, Jakarta Selatan.

Susunan pemegang saham BPII, diuraikan sebagai berikut:

Jumlah Lembar | Persentase Nilai Saham
Ng, ernegangi Satin Saham — | Kepemilikan (9x) (Rp)
1 | Malacca Trust Pte. Ltd. Singapura |. 8881734000 8986”4|  44.408.670.000
2 | Rudy Johansen | 1808.000 0,021 9.040.000
3 | Masyarakat (masing-masing dibawah 54) — | 1000611240 1012| 5.003.056.200
Total Saham Beredar 9.884.153.240 100,00”x|  49.420.766.200

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BPII, berdasarkan laporan keuangan per
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Irena Istary Iskandar
Komisaris Independen 1 Paulin Angeline
Komisaris : Rudy Johansen
Direksi

Direktur Utama Rudi Setiadi Tjahjono
Direktur 1 Luo Xude

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

f X PJ 13

Page 17 OCR 0.850
Kn & 0 CC CE N Teri AO PR AN SA &

KJPP Edi Andesta dan Rekan

2) PT. Prima Jaya Permai

PJP didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 43 tanggal 16 Januari 2012, dibuat di
hadapan Jimmy Tanal, S.H. Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manuasia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No.AHU-15140.AH.01.01.Tahun 2012, tanggal 1 Februari 2012.

Anggaran dasar PJP telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta
No. 15, tanggal 30 Desember 2025, dibuat dihadapan Yoke Reinata S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh, akta
perubahan tersebut telah disimpan di dalam sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Republik Indonesia dalam surat No. AHU-AH.01.03-
0259676, tanggal 30 Desember 2025

PJP berdomisili di Chase Plaza, Lantai 12, Jalan Jend. Sudirman Kav. 21, Jakarta.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup PJP bergerak dalam bidang
konsultasi manajemen lainnya dan perusahaan holding.. Susunan pemegang saham
PJP, diuraikan sebagai berikut:

| Jumlah Lembar | Persentase Nilai Saham
Ne | Bemegang Salin Saham Kepemilikan (4) (Rp)

4 PT. Wahana Bumi Pertwi 3.623 790 425 57,7192| 362.379042.553
2 | Tatang Suprijatna 623.340.034 9,93"o|  62.334.003.419
3 | Iteng Yohan | 394.252.963 | 6284| 39.425.296.300

| 4 | PT Jaya Anugrah Permai | 385.327 680 | 6,149o| 38.532.768.000
5 | Christine Supriatna | 287 327 488 4,58Y0 28.732 748.800
6 | Chnstian Supriatna | 287 327 488 4584| 28.732 748.800
7 Chrisandy Suprijatna | 287.327 488 4,580 28.732 748.800
8 | Anwar Sumarjono 233.253.154 3,71)  23.325.315.396
9 | Arief Andhalla 156.827.223 2,50h|  15.682.722.236
Total Saham | 6.278.773.943 100,00”4| 627.877.394.304

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PJP, berdasarkan laporan keuangan per
tanggal 31 Desember 2025 diuraikan sebagai berikut

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Anwar Sumarjono
Komisaris Iteng Yohan
Komisaris 1 Tjiandra Widjaja Wong
Komisaris Christian Suprijatna
Direksi

Direktur 1 Djatikesumo Subagio

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

1
Page 18 OCR 0.934
HE SC EN TUF1C APPRArSA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

b. Hubungan Antara Pihak yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi

Sesuai dengan informasi BPII dan dengan analisis hubungan afiliasi berdasarkan
kepemilikan saham dan kepengurusan, terlihat bahwa antara pihak-pihak yang
bertransaksi memiliki hubungan afiliasi yaitu:

1) Hubungan afiliasi berdasarkan kepemilikan saham

Berdasarkan analisis dari segi kepemilikan saham, bahwa antara pihak-pihak yang
bertransaksi memiliki hubungan afiliasi yaitu:

PJP merupakan pihak yang terafiliasi dengan BPII dikarenakan PJP dimiliki oleh
PT. Wahana Bumi Pertiwi (WBP) dan BPII dimiliki oleh Malacca Trust Pte. Ltd,
Selanjutnya WBP dan Malacca Trust Pte. Ltd. dimiliki oleh pihak yang sama yaitu
Star Malacca Investment Pte. Ltd.

2) Hubungan afiliasi berdasarkan kepengurusan perusahaan

Berdasarkan analisis kepengurusan perusahaan, bahwa antara pihak-pihak yang
bertransaksi tidak ada hubungan afiliasi.

c. Perjanjian dan Persyaratan yang disepakati dalam Rencana Transaksi

Berdasarkan kesepakatan atas rencana penyetoran modal pada PJP, antara PJP yang
akan menerbitkan saham baru, dengan BPII, sebagai perusahaan yang akan melakukan
penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-
banyaknya sebesar 19,3” dari jumlah seluruh saham PJP. Kesepakatan-kesepakatan
tersebut diuraikan sebagai berikut:

1) Nomor dan Tanggal Kesepakatan

Kesepakatan atas rencana penyetoran modal pada PJP, pada hari Selasa, tanggal
19-5-2026 (sembilan belas Mei dua ribu dua puluh enam)

2) Pihak-pihak yang Bertransaksi

a) PT Prima Jaya Permai, perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Republik
Indonesia, berkantor pusat di Chase Plaza Lt.12 Jl. Jend. Sudirman Kav.21 Karet,
Setiabudi, Jakarta Selatan, yang dalam hal ini diwakili oleh Djatikesumo Subagio
sebagai Direktur (selanjutnya disebut "Perseroan" atau "PJP").

b) PT. Batavia Prosperindo Internasional Tbk, perusahaan yang didirikan
berdasarkan hukum Republik Indonesia, berkantor pusat di Chase Plaza Lt.12, Jl.
Jend. Sudirman Kav.21, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, yang dalam hal ini
diwakili oleh Rudi Setiadi Tjahjono dan Luo Xude sebagai Direktur Utama dan
Direktur yang (selanjutnya disebut "BPII" atau “Pemegang Saham Baru”)
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

13
Page 19 OCR 0.921
sg — TT CE N TAPI A FP RASA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

3) Latar Belakang

a) Bahwa PJP merupakan perseroan terbatas yang melakukan kegiatan usaha di
bidang Aktivitas Jasa Konsultasi dan Perusahaan Holding, dan memiliki 4 (empat)
anak perusahaan, yaitu:

(1) PT Megatama Putra Sejahtera (“MPS") dengan jumlah kepemilikan PJP
pada MPS sebesar 4.111.382.116 (empat miliar seratus sebelas juta tiga
ratus delapan puluh dua ribu seratus enam belas) lembar saham atau 99,994
kepemilikan saham. MPS bergerak dalam bidang usaha Kawasan Industri.

(2

PT Teguh Anindyaguna (“TA") dengan jumlah kepemilikan PJP pada TA
sebesar 92.427.993 (sembilan puluh dua juta empat ratus dua puluh tujuh ribu
sembilan ratus sembilan puluh tiga) lembar saham atau 99,99”6 kepemilikan
saham. TA bergerak dalam bidang usaha Kawasan Industri.

PT Citraduta Sukses Semesta ("CSS") dengan jumlah kepemilikan PJP
pada CSS sebesar 540.571.499 (lima ratus empat puluh juta lima ratus tujuh
puluh satu ribu empat ratus sembilan puluh sembilan) lembar saham atau
99,990 kepemilikan saham. CSS bergerak dalam bidang usaha Instalasi
Konstruksi Lainnya Ydl dan Kawasan Industri.

PT Bintang Anugrah Permai (“BAP”) dengan jumlah kepemilikan PJP pada
BAP sebesar 32.903.418 (tiga puluh dua juta sembilan ratus tiga ribu empat
ratus delapan belas) lembar saham atau 99,99” kepemilikan saham. BAP
bergerak dalam bidang usaha Real Estate yang Dimiliki atau Disewa

8

(4

b) Bahwa berdasarkan Akta Notaris No. 15 tanggal 30 Desember 2025 dari Yoke
Reinata, S.H., M.Kn., PJP memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar
Rp 627.877.394.304,- (enam ratus dua puluh tujuh miliar delapan ratus tujuh puluh
tujuh juta tiga ratus sembilan puluh empat ribu tiga ratus empat Rupiah) yang
terbagi atas 6.278.773.943 (enam miliar dua ratus tujuh puluh delapan juta tujuh
ratus tujuh puluh tiga ribu sembilan ratus empat puluh tiga) lembar saham dengan
masing-masing saham bernilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah)

Cc) Bahwa PJP berencana melakukan pengembangan kawasan industri melalui
entitas anak-anaknya

d) Bahwa untuk pembangunan pengembangan kawasan industri tersebut, PJP
mengestimasi kebutuhan modal tambahan hingga Rp 150.000.000.000 (seratus
lima puluh miliar Rupiah)

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 20 OCR 0.935
» Ss CTEN T4P1

0

APP RAYSAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

e) Bahwa untuk membiayai kebutuhan modal tambahan tersebut, PJP bermaksud
untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor melalui penerbitan saham
baru dengan jumlah 1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta) lembar saham
dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) per lembar saham, dengan total
nilai nominal sebesar Rp 150.000.000.000,- (seratus lima puluh miliar Rupiah).

f) Bahwa BPII bermaksud mengambil bagian atas penerbitan saham baru PJP
melalui penyetoran modal, sehingga BPII akan menjadi Pemegang Saham Baru
PJP.

9) Bahwa Para Pemegang Saham PJP menyetujui BPII untuk melakukan
penyetoran modal saham pada PJP dan menjadi Pemegang Saham Baru PJP
sesuai ketentuan dalam Kesepakatan Rencana Penyetoran Modal pada PJP

4) Nilai Penyetoran Modal Saham

a) Para Pihak sepakat untuk melakukan penyetoran modal saham atas penerbitan
saham baru PJP dengan nilai transaksi saham yang ditetapkan sebesar Rp 100,-
(seratus Rupiah) per lembar saham.

b) Apabila dalam prosesnya saham baru yang akan diterbitkan PJP melebihi modal
dasar PJP, maka PJP akan melakukan peningkatan modal dasar terlebih dahulu
atau bersamaan dengan penerbitan saham baru sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku.

5) Pembayaran Nilai Penyetoran Modal Saham

a) Pembayaran atas Penyetoran Modal Saham dari Para Pemegang Saham PJP dan
BPII kepada PJP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Kesepakatan akan
dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan modal tambahan untuk
pengembangan kawasan industri PJP dan Entitas Anak

b) Pembayaran akan dilakukan berdasarkan surat permohonan tertulis dari PJP
kepada Para Pemegang Saham PJP dan BPII selambat-lambatnya 20 (dua puluh)
hari kerja sebelum tanggal perkiraan penyetoran modal saham yang disampaikan
melalui surat tercatat dan/atau media elektronik tertulis.

C) Pembayaran atas Penyetoran Modal Saham akan dibayarkan Para Pemegang
Saham PJP dan BPII ke rekening PJP yang akan dilampirkan dalam surat
permohonan.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 21 OCR 0.924
ng E S5 CIEN TE IG A PP R Ad SA Kk

KJPP Edi Andesta dan Rekan

6) Jangka Waktu Penyetoran Modal Saham

a) Jangka waktu atas permohonan penyetoran modal saham dari PJP kepada Para
Pemegang Saham PJP dan BPII dapat dilakukan sejak ditandatangani
Kesepakatan ini sampai dengan tanggal Kesepakatan ini berakhir yakni tanggal
19 Mei 2027 (satu tahun sejak Kesepakatan).

b) Apabila hingga berakhirnya Jangka Waktu Kesepakatan total Penyetoran Modal
Saham tidak mencapai Rp 150.000.000.000 (seratus lima puluh miliar Rupiah),
maka nilai penyetoran modal atas saham baru yang diterbitkan PJP sesuai
dengan Pasal 3 akan disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh PJP
melalui surat permohonan tertulis sebagaimana diatur dalam Pasal 3.

7) Rencana Penyetoran Modal Saham

a) Para Pemegang Saham PJP dan BPII akan melakukan penyetoran modal atas
saham baru yang diterbitkan PJP sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-
masing sebagaimana tercantum pada Lampiran | Kesepakatan Rencana
Penyetoran Modal pada PJP.

b) Apabila terdapat Para Pemegang Saham PJP yang tidak melakukan Penyetoran
Modal Saham sesuai Kesepakatan (“Pihak Non Partisipasi"), maka Pihak Non-
Partisipasi setuju akan mengalami dilusi kepemilikan saham pada PJP secara
proporsional.

c) Apabila tidak ada Pemegang saham PJP yang melakukan Penyetoran Modal
Saham baru pada PJP, BPII akan melakukan Penyetoran Modal Saham baru
pada PJP sebanyak-banyaknya 1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta) lembar
saham atau total nilai penyetoran sebanyak-banyaknya Rp 150.000.000.000
(seratus lima puluh miliar Rupiah) setara dengan 19,396 (sembilan belas koma
liga persen) kepemilikan saham di PJP. Maka Pihak Non Partisipasi akan
mengalami dilusi kepemilikan saham pada PJP sebagaimana tercantum pada
Lampiran II Kesepakatan Rencana Penyetoran Modal pada PJP.

8) Penerbitan dan Pencatatan Saham

Setelah selesainya proses pelaporan peningkatan modal kepada instansi atau otoritas
yang berwenang, PJP akan memberikan kepada Para Pemegang Saham PJP dan
BPII dokumentasi yang membuktikan pencatatan saham pada PJP dalam bentuk
Salinan Akta Peningkatan Modal Perseroan

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk”
18
Page 22 OCR 0.746
H E S5 CTT1E MN T Or .C A PP RASA £

KJPP Edi Andesta dan Rekan

9) Lampiran Kesepakan

a) Lampiran |

Simulasi Rencana Penyetoran Modal Saham dan Perubahan Kepemilikan Saham
pada PJP apabila Para Pemegang Saham PJP dan BPII melakukan penyetoran
modal atas saham baru yang diterbitkan PJP sesuai dengan porsi kepemilikannya
masing-masing:

ve Pemegang Saham

PT hara um Pera

4m
tgn 40
xamos 5 c| A01
mawar mma | ar
mann | Gen1nan| 204

Tam sma | 1001

b) Lampiran II

Simulasi Rencana Penyetoran Modal Saham dan Perubahan Kepemilikan Saham
pada PJP, apabila hanya BPII dan tidak ada Pemegang saham PJP lainnya yang
melakukan Penyetoran Modal Saham baru pada PJP:

Uma 1
amoaarg | an

mesanan| sx
s0 rencoc| 501
maret | am
para tas | am
perataan | 37
Dasnea | 30
see 220 | 200

tama | mara (voor,

d. Penilaian atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi

1) Faktor Risiko

Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi risiko yang dapat
mempengaruhi hasil usaha Perseroan apabila tidak diantisipasi dengan baik. Risiko
yang dihadapi oleh Perseroan secara keseluruhan dapat disusun berdasarkan
eksposur risiko (yaitu kombinasi dampak dan probabilitas) dari yang tertinggi sampai
terendah. Risiko-risiko yang dihadapi oleh Perseroan, diantaranya adalah:

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 23 OCR 0.920
n E S5 & UE MN TUFr 1 A PP RAMSAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

a) Risiko Keuangan dan Struktur Utang

Risiko yang dihadapi ketika akan menyetor modal pada perusahaan holding yang
memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang developer adalah utang
tersembunyi pada anak perusahaan, dalam hal ini holding dapat saja
menyembunyikan leverage tinggi di level anak usaha

Risiko selanjutnya yang harus diperhatikan adalah Cross-collateral & cross-
default, bilamana satu proyek mengalami kegagalan, maka dapat menyebabkan
kegagalan pada seluruh group:

Risiko Arus kas yang tidak stabil, yang biasa terjadi pada perusahaan dengan
bidang usaha developer, dimana sangat tergantung pada penjualan proyek
(lumpy cash flow)
b) Risiko Proyek Properti
Risiko yang dihadapi oleh perusahaan holding yang memiliki anak perusahaan
yang bergerak dalam bidang developer diantaranya adalah:
1) Isue lingkungan jika faktor-faktor yang berhubungan dengan lingkungan tidak
dikelola dengan baik, seperti tidak adanya pengolahan limbah.
2) Penjualan tidak sesuai target, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya adalah pasar lesu, terutama jika properti over-supply.
Cc) Risiko Legal dan Perizinan

1) Status tanah bermasalah (SHGB vs SHM, sengketa lahan)
2) Izin belum lengkap (IMB/PBG, AMDAL, dil.)
3) Perubahan regulasi properti yang dapat menghambat proyek

2) Faktor Manfaat
a) PJP sebagai Perusahaan Afiliasi

Rencana Transaksi Penyetoran modal dengan pihak afiliasi, dari sisi legalitas lebih
terjamin, dibandingkan dengan Rencana Transaksi dengan pihak tidak terafiliasi
yang memerlukan pengecekan (verifikasi) terhadap legalitas lahan (land bank)
yang dimiliki oleh anak perusahaan PJP untuk menghindari munculnya masalah
dimasa depan

b) PJP memiliki anak perusahaan dengan (land bank) yang lokasi nya berdekatan
dengan wilayah Jabodetabek, yang nilainya mengalami kenaikan setiap tahunnya

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk ”——
1 20
Page 24 OCR 0.933
H E TC YEN Tit Pt A PP RAISA.

KJPP Edi Andesta dan Rekan

c) Potensi capital gain tinggi, hal ini disebabkan perusahaan developer sering
memiliki aset yang undervalued dilaporan keuangan, jika dikelola lebih baik,
valuasi perusahaan holding dapat naik secara signifikan melalui penjualan proyek,
kenaikan nilai tanah dan revaluasi aset.

d) Menambah sinergi perusahaan dengan harapan dapat berdampak pada
keuntungan Perseroan

e) Meningkatkan pertumbuhan Perseroan.

21.2. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif

a. Analisis Kualitatif
3) Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

BPII dahulu didirikan dengan nama PT. Batavia Prosperindo Internasional di Jakarta
berdasarkan Akta Notaris No. 78 tanggal 12 November 1998 yang dibuat di hadapan
Irawan Soerodjo, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C-
18678HT.01.01.TH.99 tanggal 10 November 1999 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 65 tanggal 15 Agustus 2000, Tambahan No. 4522.
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Edaran Pemegang Saham pada tanggal 4 April
2014 yang diaktakan oleh Dr. Irawan Soerodjo, SH., M.Si. Notaris di Jakarta, dengan
Akta Notaris No. 37 tanggal 4 April 2014, pemegang saham BPII menyetujui
perubahan nama menjadi PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk. Perubahan
tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-00471.40.20.2014 tanggal
15 April 2014 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 104,
Tambahan No. 72117 tanggal 30 Desember 2014.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan pendirian BPII adalah
dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
N
Page 25 OCR 0.879
KJPP Edi Andesta dan Rekan

4) Analisis Industri
(a) Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung berbagai kebijakan
yang ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pada
triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,396 (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada
triwulan sebelumnya sebesar 5,046 (yoy). Peningkatan ini terutama ditopang oleh
permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan
dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan
Bank Indonesia. Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi secara
keseluruhan tahun 2025 sebesar 5,119 (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan
pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,034 (yoy) dan diikuti dengan perbaikan
kualitas ketenagakerjaan. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan
berlanjut pada triwulan | 2026. Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang
berbagai program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter,
ekspektasi konsumen yang terus membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi
pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan | 2026 seperti
Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 H. Investasi juga diprakirakan
tumbuh lebih tinggi didorong oleh investasi Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber
Daya Alam (SDA), serta perbaikan keyakinan pelaku usaha yang masih berlanjut

Tabel Pertumbuhan Ekonomi

Konsumsi Rumah Tangga 13 34 492 A9 494 495 497

Konsumsi Lembaga Nonprofit yang

586 629 878 640 1837 1003 M13 979 1146 606 1248 307 782 376 580
Melayan Rumah Tangga

Konsumsi Pemerintah 442 333 1052 386 294 302 2045 204 463 461 675 122 032 566 455

Investasi (PMTOBI 387 153 405 508 432 376 378 442 516 503 461 212 699 504 612

Bangunan O91 008 332 631 642 404 546 531 602 526 551 135 489 302 374

Investasi Nonbangunan 1253 50 610 97 296 440 223 432 1283 1034 1239

MLM AS 166 LM 201 889 973 836 725 591 1014 914 325

325 682 014 -160 192 812 1260 1126 854 357 1LIS 086 396

Sumber : Bank Indonesia

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk |
»2
Page 26 OCR 0.868
H £ 2 & 1E DN Tar Dt A PP RASA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

(b) Neraca Pembayaran Indonesia

Secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukan ketahanan
sektor eksternal yang tetap terjaga, di Tengah meningkatnya ketidakpastian pasar
keuangan global. Transaksi berjalan tahun 2025 mencatat defisit yang terkendali
sebesar 1,5 miliar dolar AS (0,176 dar PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan
defisit tahun 2024 sebesar 8,6 miiliar dolar AS (0,646 dari PDB). Perkembangan
ini depengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring
dengan kinerja ekspor yang meningkat, khususnya ekspor produk manufaktur.
Selain itu, surplus neraca pendapatan sekunder juga lebih tinggi dipengaruhi oleh
meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Sementara itu defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa
telekomukasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor informasi dan
komunikasi. Defisit neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh
kenaikan pembayaran deviden. Transaksi modal dan finasial tahun 2025 mencatat
defisit sebesar 4,2 miliar dolar AS didorong oleh keluarnya aliran modal asing pada
investasi portfolio dan investasi lainnya seiring dengan ketidakpastian pasar
keuangan global yang tinggi sepanjang tahun 2025. Posisi Cadangan devisa
meningkat dari 155,7 miliar dolar AS pada akhir Desember 2024 menjadi 156,5
milair dolar AS pada akhir Desember 2025. Posisi cadangan devisa tersebut
setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional & 3 bulan impor

Grafik Neraca Pembayaran Indonesia

miliar dolar AS miliar dolar AS
15 170
10 140
$ 1 110
ada
a
" | x s
1
5 7 20
10 10
3|sisi2|g tis 2/gisisi2igIis siar Is
Palas Fasa ala Sala aa 3
: #2333
2021 2022 2023 2024 2025
“ angka sementara "am Trans. Modal & Finansial mama Trans. Berjalan

"“ angka sangat sementara Neraca Keseluruhan —— Cadev (RHS)

Sumber : Bank Indonesia.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 0 '
Page 27 OCR 0.926
KJPP Edi Andesta dan Rekan

(c) Nilai Tukar Rupiah

Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah sempat meningkat akibat kebijakan tarif
sepihak oleh AS dan dinamika global lainnya, namun langkah stabilisasi Bank
Indonesia berhasil menahan pelemahan lebih dalam. Tekanan terhadap nilai tukar
Rupiah kembali tinggi sejak akhir Agustus 2025 akibat faktor global, seperti
penurunan FFR yang dinilai kurang akomodatif (less dovish) dan govemment
shutdown di AS, serta faktor domestik antara lain berupa kerusuhan sosial dan
kekhawatiran pasar atas melebarnya defisit fiskal.

Nilai tukar Rupiah hingga akhir Desember 2025 tercatat Rp16.675 per dolar AS,
atau melemah 3,486 dari posisi akhir Desember 2024. Secara keseluruhan,
pergerakan Rupiah relatif stabil dibandingkan dengan kelompok mata uang
negara berkembang dan lebih kuat dibandingkan dengan mata uang negara maju
selain dolar AS. Stabilisasi nilai tukar Rupiah tidak hanya ditopang oleh konsistensi
kebijakan stabilisasi Bank Indonesia, tetapi juga oleh peningkatan konversi valuta
asing ke Rupiah oleh eksportir seiring dengan penguatan kebijakan Devisa Hasil
Ekspor Sumber Daya Alam.

Grafik Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

5
10
15
36912 36912 36912 36912 36912 36912 36912
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Nilai Tukar - mtm  —— Nilai Tukar - yoy
Sumber : Bloomberg
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk — 0
24
Page 28 OCR 0.888
BH £ 5 CTE RN TA4AF1C AMP BRAIS Ai

KJPP Edi Andesta dan Rekan

(d) Inflasi

Stabilitas harga terjaga dengan inflasi yang rendah dalam kisaran sasaran 254144
dan mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK)
Desember 2025 tercatat rendah sebesar 2.926 (yoy). Inflasi inti terjaga rendah
sebesar 2,386 (yoy), seiring konsistensi kebijakan suku bunga dalam menjangkar
ekspektasi inflasi dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported
inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah
Bank Indonesia, serta dampak positif dari digitalisasi. Inflasi volatile food (VF)
tercatat 6,214 (yoy)

Sementara itu, inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat sebesar 1,93”
(yoy), sejalan dengan terbatasnya kebijakan penyesuaian harga yang diatur oleh
Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK pada 2026 dan 2027
akan tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5#1”4 didukung oleh komitmen Bank
Indonesia untuk terus konsisten memperkuat kebijakan moneter serta sinergi
dengan Pemerintah dalam pengendalian inflasi baik di pusat maupun di daerah.

Grafik Inflasi Gabungan Kota IHK

Wilayah Des'25 “a, yoy

Nasional 2,92

912369136912

2024 2025

—Sumatra wa —Balinusra —Kalimantar Sulampua

Sumber : BPS, diolah

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 29 OCR 0.939
H £ 5: C re MN Ter NC A PR RAYMSA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

(e) Analisis Prospek Properti di Indonesia

(1) Pasokan Lahan Kawasan Industri di Jabodetabek

Pasokan lahan industri di Jabodetabek tetap terbatas secara struktural pada
kuartal IV 2025, tanpa adanya lahan baru yang dilepaskan di kawasan industri
utama. Ketersediaan lahan terus menyusut di pusat-pusat industri matang
yang kini mendekati kapasitas efektifnya. Bekasi terus mengalami
keterbatasan pasokan yang paling nyata, di mana sebagian besar kawasan
industri yang sudah mapan hampir sepenuhnya terisi. Sisa ketersediaan lahan
diperkirakan hanya sekitar 100 hektar, dengan potensi tambahan pasokan
yang sangat terbatas, terutama hanya diharapkan dari rencana perluasan di
Bekasi Fajar dan Jababeka. Di luar perluasan tersebut, kavling yang tersedia
semakin langka dan didominasi oleh lahan berukuran kecil atau dengan
konfigurasi yang tidak beraturan, sehingga kurang sesuai untuk
pengembangan industri skala besar yang membutuhkan lahan luas. Di
Karawang, ketersediaan lahan relatif lebih baik dibandingkan Bekasi, dengan
sekitar 160 hektar yang masih tersedia di beberapa kawasan industri.
Memasuki tahun 2026, pasokan tambahan kemungkinan akan mulai masuk
ke pasar, yang berpotensi mendukung ekspansi di masa depan dan
meredakan kendala pasokan, khususnya bagi investor manufaktur skala
besar. Meskipun lahan mentah masih tersedia di beberapa koridor, sebagian
besar dari pasokan tersebut belum siap pasar (market-ready). Hal ini
dikarenakan ketergantungan pada kesiapan infrastruktur, lini masa perizinan,
serta strategi pengembangan bertahap dari pihak pengembang. Akibatnya,
peluang bagi pemain baru maupun penyewa besar-terutama mereka dengan
kebutuhan operasional yang mendesak-tetap terbatas. Dinamika ini telah
meningkatkan pentingnya strategi penimbunan lahan (land-banking). Baik
penyewa maupun pengembang kini semakin mengalihkan fokus mereka ke
wilayah berkembang seperti Karawang, Purwakarta, dan Subang sebagai
alternatif jangka panjang bagi pasar Bekasi yang sudah jenuh.

(2) Permintaan Lahan Kawasan Industri di Jabodetabek

Aktivitas pasar lahan industri pada kuartal IV 2025 mencerminkan normalisasi
permintaan setelah adanya gangguan sementara yang terpantau pada kuartal
sebelumnya. Momentum transaksi meningkat seiring dengan penyelesaian
bertahap dari kesepakatan yang sebelumnya sempat tertunda, yang pada
akhirnya mendukung performa penyerapan lahan yang solid selama kuartal

tersebut.
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

16
Page 30 OCR 0.936
H £ 8 CC CE MN Teri A PP RAYSA1

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Total penjualan lahan pada kuartal IV mencapai 111,37 hektar, sehingga
akumulasi transaksi sepanjang tahun berjalan (year-to-date) menjadi 311,85
hektar. Total transaksi tahunan ini melampaui rata-rata tahunan sebesar 213
hektar yang tercatat selama periode 2020-2023. Perbandingan ini lebih akurat
dalam mencerminkan momentum pasar yang sebenarnya, mengingat volume
pada tahun 2024 sangat tinggi dan sebagian besar didorong oleh transaksi
skala luar biasa besar. Performa tahun 2025 yang lebih kuat ini
mengindikasikan permintaan penyewa yang lebih luas terutama dari sektor
terkait manufaktur dan menandakan kembalinya pasar ke jalur penyerapan
yang lebih berkelanjutan

Permintaan pada kuartal IV 2025 terkonsentrasi di koridor industri matang
maupun koridor yang baru berkembang. Di Bekasi, aktivitas tetap selektif di
tengah kondisi pasokan yang ketat, meskipun beberapa kawasan industri
utama terus mencatatkan transaksi yang signifikan. Bekasi Fajar mencatatkan
penjualan lahan sekitar 6,3 hektar, yang utamanya didorong oleh manufaktur
barang konsumsi (consumer goods). GIIC muncul sebagai salah satu
kawasan industri paling aktif selama kuartal ini, dengan mencatatkan
penyerapan lahan sekitar 28,6 hektar. Pencapaian ini sebagian besar
didukung oleh pengembangan pusat data (data center) serta sektor FMCG
dan aktivitas industri lainnya. Jababeka mencatatkan penjualan sekitar 3,2
hektar dari campuran berbagai industri termasuk makanan dan minuman,
pergudangan, dan lainnya yang didominasi oleh perusahaan domestik serta
investor dari Tiongkok dan Korea

Grafik Penyerapan Lahan Industri Tahunan

Sumber : Colliers

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 31 OCR 0.922
« . CTEN AF TC A PP RAISA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Di Karawang, permintaan terutama didorong oleh pengguna padat modal dan
sektor-sektor spesifik. Penyerapan lahan sekitar 5,9 hektar dari operator pusat
data (data center), sementara KIIC mencatatkan transaksi sekitar 2,6 hektar
yang didukung oleh manufaktur otomotif dan aktivitas terkait logistik. Lebih
jauh ke timur, JISC di Purwakarta mencatatkan penjualan lahan yang cukup
besar yang terdiri dari dua transaksi 3,14 hektar yang diakuisisi oleh produsen
baja pelapis asal Vietnam dan perluasan lahan seluas 1,14 hektar oleh
perusahaan minuman asal Singapura. Sementara itu, Subang menunjukkan
momentum yang lebih kuat, didukung oleh ketersediaan paket lahan yang
luas. Subang Smartpolitan mencatatkan penyerapan sekitar 23 hektar, yang
didominasi oleh industri manufaktur tekstil dan alat berat, sebagian besar
didorong oleh investor asal Tiongkok dan Korea.

Grafik Penjualan Lahan Industri kuartal IV 2025 vs Tahun 2025

Sumber : Colliers

Grafik Pembelian Lahan Industri berdasarkan Sektor Tahun 2025

v

Sumber : Colliers
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 32 OCR 0.931
H4. E SG 8 MT OrIC AA P LM AYU DA XL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Memasuki tahun 2026, permintaan lahan industri diperkirakan akan semakin
menguat, didukung oleh jalur investasi asing langsung (foreign direct
investment) yang stabil khususnya di sektor-sektor terkait manufaktur.
Ekspansi berkelanjutan dari industri berorientasi ekspor, ditambah dengan
posisi strategis Indonesia dalam diversifikasi rantai pasok regional,
kemungkinan besar akan mendorong kebutuhan lahan yang lebih besar dan
menjaga tingkat penyerapan, terutama di koridor-koridor industri yang sudah
mapan.

(3) Perkiraan kenaikan Harga Lahan Industri Tahun 2026

Pada kuartal IV 2025, harga lahan industri di Jabodetabek rata-rata berada di
angka USD 177,84 per m?, mencerminkan sedikit penurunan pada performa
kuartal ke kuartal (guarter on guarter). Jika dibandingkan dengan proyeksi
rata-rata harga lahan industri setahun penuh 2025 sebesar USD 187,33 per
m2, hasil harga pada kuartal IV cenderung berada di bawah proyeksi awal

Pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh volatilitas mata uang, terutama
pelemahan Rupiah yang berkelanjutan terhadap Dolar AS, yang
memengaruhi harga lahan yang dipublikasikan dalam denominasi USD.
Perbedaan antara harga aktual dan perkiraan ini mempertegas dampak dari
pergerakan nilai tukar, alih-alih pelemahan pada fundamental pasar yang
mendasarinya, mengingat kondisi permintaan dan kelangkaan lahan di lokasi
industri utama tetap terjaga.

Meskipun demikian, pusat-pusat industri utama seperti Bekasi dan Karawang
terus mencatatkan harga yang tangguh (resilient), didukung oleh permintaan
yang berkelanjutan dan ketersediaan lahan yang ketat. Menatap ke depan,
harga lahan industri diperkirakan akan trennya meningkat pada awal 2026,
didorong oleh pasokan yang terbatas, sentimen pasar yang membaik, serta
penyesuaian harga secara bertahap oleh pengembang untuk mencerminkan
kondisi pasar dan ekonomi global.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 33 OCR 0.908
H E S.S GIE NN TU PC APP RAISA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Grafik Rata-Rata Harga Lahan berdasarkan Wilayah (dalam USD/m')

—.o—
O
—.—

tt

Ea ——— 5

Sumber : Colliers

(4

Prospek Lahan Industri Tahun 2026

Pasar industri Jabodetabek diperkirakan akan memasuki tahun 2026 dengan
pandangan yang positif, didukung oleh penguatan permintaan dan
keterbatasan pasokan yang terus berlanjut. Arus masuk investasi asing
langsung (foreign direct investment) yang berkelanjutan ke sektor manufaktur
diantisipasi akan menjaga tingkat penyerapan lahan terutama di kawasan
industri mapan seperti Bekasi dan Karawang sekaligus meningkatkan minat
pada lokasi-lokasi alternatif. Dari sisi penawaran, ketersediaan lahan yang
siap pasar (market-ready) diperkirakan akan tetap terbatas, karena
peluncuran pasokan di masa mendatang kemungkinan akan dilakukan secara
bertahap dan tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur serta proses
perizinan. Akibatnya, persaingan untuk mendapatkan kavling lahan utama
diprediksi akan semakin ketat, terutama di antara penyewa manufaktur skala
besar yang beroperasi dengan tenggat waktu yang ketat

Dalam kondisi tersebut, harga lahan industri diproyeksikan akan menunjukkan
tren meningkat pada tahun 2026, didukung oleh fundamental permintaan yang
kuat dan terbatasnya pasokan di lokasi-lokasi prima. Meskipun fluktuasi mata
uang mungkin terus memengaruhi harga dalam denominasi USD dalam
jangka pendek, harga dalam mata uang lokal diperkirakan akan
menyesuaikan diri ke atas, yang berpotensi memperkecil kesenjangan antara
nilai proyeksi dan harga penawaran pasar (market asking prices).

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 34 OCR 0.923
H £ Cc 12 NN TE APP RAMSA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

5) Analisis Operasional dan Prospek PJP

Sesuai pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, PJP bergerak dalam bidang konsultasi
manajemen lainnya dan perusahaan holding

Data yang diperoleh dari pihak menajemen, sebagai perusahaan holding pendapatan
PJP berasal dari pendapatan anak perusahaan yaitu PT. Megatama Putra Sejahtera
dengan kepemilikan saham 99,99Ys, PT. Citraduta Sukses Semesta dengan
kepemilikan saham 99,99”, PT. Teguh Anindyaguna dengan kepemilikan saham
99,994 dan PT. Bintang Anugerah Permai dengan kepemilikan saham 99,99”6,
berdasarkan data historikal, PJP baru mencatatkan pendapatan pada tahun 2024 saja
dan tahun 2025 tidak mencatatkan pendapatan, dapat diuraikan sebagai berikut:

(a) Pendapatan Tahun 2025

Pada tahun 2025 perusahaan tidak mencatatkan pendapatan sehingga tidak
dapat diperbandingkan dengan pendapatan tahun 2024

(b) Pendapatan Tahun 2024

Pendapatan dari penjualan tanah sampai dengan tanggal 31 Desember 2024
sebesar Rp. 4,92 miliar, untuk pendapatan sampai dengan 31 Desember 2023
tidak dapat diperbandingkan karena anak perusahaan PJP belum mencatat
pendapatan.

Selanjutnya PJP melalui 4 (empat) anak perusahaan akan mengembangkan tanah di
Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta menjadi kawasan industri

Dengan Rencana Transaksi BPII berupa penyetoran modal atas saham baru yang
akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,396 dari jumlah
seluruh saham PJP, diharapkan BPII akan memperoleh pendapatan yang lebih baik.

6) Alasan Dilakukan Rencana Transaksi

la) BPII merupakan Perusahaan induk (holding) yang memiliki anak perusahaan
dalam berbagai bidang usaha, seperti manajemen aset, asuransi, transportasi,
agrikultur dan minuman "ready to drink". Rencana Transaksi bagi BPII adalah
diversifikasi usaha di bidang properti untuk memperkuat portofolio. BPII meyakini
bahwa Rencana Transaksi ini akan berdampak positif untuk pengembangan
kegiatan usaha, serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
£ 3
Page 35 OCR 0.907
H £ LI 238 Ro AG MU CM 2 ang 1G“ AP PR AIS Ad

KJPP Edi Andesta dan Rekan

(b) Dengan melakukan Rencana Transaksi kepada pihak afiliasi, akan mengurangi
risiko karena BPII sudah lebih memahami profil dan operasional objek Rencana
Transaksi. Selain itu proses pelaksanaan Rencana Transaksi dapat dilaksanakan
dengan lebih efisien dan nilai yang kompetitif apabila dilakukan dengan pihak yang
bukan afiliasi

7) Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi

(a) Keuntungan dari Rencana Transaksi

(1) Manfaat BPII adalah dalam rangka memperluas lini bisnis yang ada. PJP
merupakan perusahaan holding memilik 4 anak perusahaan yang akan
mengembangkan tanah di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta
menjadi kawasan industri, sehingga diharapkan dapat meningkatkan
pendapatan yang lebih baik bagi BPII.

IS

Manfaat lain dari Rencana Transaksi adalah PJP memiliki land bank dan
sudah memiliki rencana pengembangannya, sehingga mempercepat bisnis
properti secara signifikan, dan memiliki potensi kenaikan nilai aset

(b) Kerugian atas Rencana Transaksi

(1) Risiko sosial, ekonomi, politik di Indonesia, situasi sosial, ekonomi, dan politik
yang dapat sewaktu-waktu mengganggu kegiatan pengembang properti,
terutama kawasan industri.

(2) Apabila dana sendiri tidak mencukupi, maka akan diperlukan tambahan
sumber pendanaan eksternal menggunakan pinjaman bank, dimana pinjaman
tersebut akan meningkatkan beban bunga

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
32
Page 36 OCR 0.733
T

"t E

Ss

c

BE DN TP IC APP RA'rSAL
KJPP Edi Andesta dan Rekan
(Rp 000 000.-)
URAIAN 201 2012 2023 2024 2025
Aksen ———//UUOYj Modiog | Aoditog | Avdiod | Avdiod | Audio
LIABILITAS
0 Utang Bank 294 691 225574 503829 | 1071265) 1.380.499
2. Bejatan Pihak Katgo megu
0 Utang Usaha Jasa Transportasi 5609 9800
0 Utang Nasabah 28 253 30462 21 618 30.180 28999
3 Ld Pen
0 Utang Kimm Pihak Ketga 18 261 9854 13 2 72
| o Labittas Asuransi untuk Sea Pertanggungan | s2sx26| 203s9a| sar2sa| t2resag| 2000839
| 9 liabilitas Asuransi untuk Klam Terjadi 134 750 327.508 475679 683064 | 1.108833
Io. Utang Koasuransi 402 “205
0 Utang Komisi 18 303 2 2278 3382 921
9 Utang Lain-lain Pihak Ketiga 16 125 33324| 6r7s8| 1325ar| 1202171
0 Beban Akrual Pihak Kerga 36 775 20061 20832 20.228 31.510
Uk emban Patnag asese| asasi 2nseal “agan
0 Liabilitas Kontrak 7229 13538 333 ng 9 546
0 Utang Pajak 18.566 9264 15005 20659 19230
0 Utang Pembiayaan Konsumen 392 496 667 8 183 200 408 304 229 396
0 Liabiitas Sewa 9339 7 10 040 10163 8426
0 Liabiltas imbalan Kerja 57.518 33636 37 dat 33.968 34 45
0 Labiltas Pajak Tangguhan 118 9659 ttno2|  17180| 23170
Total Liabilitas 1544783 | 1807058 | 2532127 | 3738468 | 5001093
EKUITAS
0 Modal Disetoe 56222 51550 51550 51.550 49421
0 Tambahan Setoran Modal 332 960 39 894 39 024 39024 (188 677)|
@  Protorma Modai Yang Berasal dari Transaksi Restruktunsasi |
0 Saham Treasuri (rasa32)| (213744) (229831)| (229831)
0. Seksih Atas Transaksi Dengan Kapanangan Nan Pengendali (ss0as)| issoasil (ssoam) (ss045| (5045)
0 Cadangan Lain-lan (4527| (452)| (452) 1452)| 1452)
0 SaidoLaba
Telah Ditentukan PengunaanyaDcadangkan 325 325 500 500 500
Belum Drentukan Penggunaanya 708 529 792417) 1345310| 1363736) 1433657
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 159 031 630 155 138807 173 801 144 065
0 Penghasilan Komrehensif Lan 19560| 121434 63409 60216 60.777
|. (rotas Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kpd Entitas Induk 1092700 | 1366533) 1.353.275) 1405055 | 1444216
326 587 154 305 914 376020

(1) Total Aset Konsolidasian

Total aset konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar
Rp. 6,82 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,33 triliun atau naik
sebesar 24,256 dibandingkan dengan total aset konsolidasian pada tanggal
31 Desember 2024 sebesar Rp. 5,49 triliun. Penyebab kenaikan tersebut
adalah kenaikan aset asuransi untuk sisa pertanggungan, kenaikan aset
asuransi untuk klaim terjadi

Total aset konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar
Rp. 549 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,29 triliun atau naik
sebesar 30,994 dibandingkan dengan total aset konsolidasian pada tanggal
31 Desember 2023 sebesar Rp. 4,19 triliun. Penyebab kenaikan tersebut
adalah adalah kenaikan asel asuransi untuk sisa pertanggungan, kenaikan
aset asuransi untuk klaim terjadi dan kenaikan aset tetap.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk”

Page 37 OCR 0.915
H E TT Cie n Tee re APP RAISA t

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Total aset konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar
Rp. 4,19 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 912,56 miliar atau naik
sebesar 27,834 dibandingkan dengan total aset konsolidasian pada tanggal
31 Desember 2022 sebesar Rp. 3,27 triliun. Penyebab kenaikan tersebut
adalah kenaikan portofolio efek pihak ketiga, kenaikan piutang premi,
kenaikan aset reasuransi estimasi klaim retensi sendiri dan kenaikan aset
tetap

Total aset konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp. 3,27 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 314,67 miliar atau naik
sebesar 10,62”6 dibandingkan dengan total aset konsolidasian pada tanggal
31 Desember 2021 sebesar Rp. 2,96 triliun. Penyebab kenaikan tersebut
adalah kenaikan kas dan setara kas, kenaikan portofolio efek pihak ketiga,
premi yang belum merupakan pendapatan dan kenaikan aset tetap.

Total aset konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar
Rp. 2,96 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 165,16 miliar atau naik
sebesar 5,906 dibandingkan dengan total aset konsolidasian pada tanggal
31 Desember 2020 sebesar Rp. 2,79 triliun. Penyebab kenaikan tersebut
adalah kenaikan portofolio efek pihak berelasi, kenaikan piutang premi,
kenaikan piutang reasuransi dan kenaikan aset tetap.

(2) Total Liabilitas Konsolidasian

Total liabilitas konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar
Rp. 5,00 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,26 triliun atau naik
sebesar 33,776 dibandingkan dengan total liabilitas konsolidasian pada
tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp. 3,73 triliun. Penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan liabilitas asuransi untuk sisa pertanggungan dan
kenaikan liabilitas asuransi untuk klaim terjadi.

Total liabilitas konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar
Rp. 3,73 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,20 triliun atau naik
sebesar 47,64”6 dibandingkan dengan total liabilitas konsolidasian pada
tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp. 2,53 triliun. Penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan liabilitas asuransi untuk sisa pertanggungan dan
kenaikan liabilitas asuransi untuk klaim terjadi.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 38 OCR 0.687
H E S5: C 16 RT EEIG A PP RAISA 4

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Ekuitas konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp. 1,47
triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 52,40 miliar atau naik sebesar 3,69”
dibandingkan dengan ekuitas konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2021
sebesar Rp. 1,41 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan
akumulasi laba

Ekuitas konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp. 1,41
triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 31,20 miliar atau naik sebesar 2,25”4
dibandingkan dengan ekuitas konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020
sebesar Rp. 1,38 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan
akumulasi laba.

(2) Realisasi Laba Rugi Konsolidasian

(Rp: 000.000,-)

URAIAN 2021 2012 2023 2024 2025
Audred

i
i
i
i

Pendapatan
0 Jasa Manajemen Investasi dan Lainnya |oarasan) araasi| a21to8| 400701) 400220
0 Pombiayaan Konsumen

0  Pundapatan Jasa Transportasi 208326) 330s27| “3eso9| sagsas| e1a31a
0 Pendapatan Keuangan amal te257| 33z20| 4012| 40509
(0 Laba Perdagangan Atas Foreilo Elok asal awo| 6201| sear| 10612
0 Hasil Jasa Asuransi 12173) assal oanese| 17259) 130497
0 Pendapawn Lainain itas7) 2rees| o3seoo| 20022

(Jumian Pendrpstan Usaha Geazar | “ansori| “arizns| Tivas2e

Boban Usaha
0 Pemasaran 200 738 240140 202885 202057 206 515
0 Gaji dan Tunjangan 100827 117007 128 279 155 698 179 566
9 Beban Jasa Transportasi 122463 190335 288453 387.244 413617
0 Keuangan semo| eaza| “saag| oss0| tor463
0. Umum dan amintasi asaz3| oseseal ssasil 7asno| —as755
0 Kerugian Penurunan Nai 195) mess| 271) sasal 5009
0. Penyusutan sae| amel oresal 1esa| 20164

(lumiah Beban Usaha Siaoa2| —esasen| Teszt| sonssi| Toxz 005

0 Porsi Rugi dari Entitas Asosia

Ta mei «.9e9)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Final & Pajak Penghasilan 150225) 145482

na) aan!

(Beban) Mantaat Pajak Penghasilan carsem| oem) carren) (s7150)| — taa2|

Operasi Yang Dihentkan |
0 Laba (Rugi) !ahun Berjalan dan Operasi yg diheriitan 46306| 525133

sesat sesar ran

(1) Pendapatan Konsolidasian

Pendapatan konsolidasian BPII selama tahun 2025 sebesar Rp. 1,23 triliun,
mengalami kenaikan sebesar Rp. 99,75 miliar atau naik sebesar 8,759
dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian selama tahun 2024 sebesar
Rp. 1,13 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pendapatan

jasa transportasi dan kenaikan pendapatan hasil jsaa asuransi.
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 39 OCR 0.928
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

c

E MW Tor Te A PP RANSA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Pendapatan konsolidasian BPII selama tahun 2024 sebesar Rp. 1,13 triliun,
mengalami kenaikan sebesar Rp. 168,59 miliar atau naik sebesar 17,364
dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian selama tahun 2023 sebesar
Rp. 971,23 milliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pendapatan
jasa transportasi dan kenaikan pendapatan hasil jsaa asuransi.

Pendapatan konsolidasian BPII selama tahun 2023 sebesar Rp. 971,23
miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 132,16 miliar atau naik sebesar
15,759b dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian selama tahun 2022
sebesar Rp. 839,07 milliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan
pendapatan jasa transportasi dan kenaikan pendapatan hasil jasa asuransi.

Pendapatan konsolidasian BPII selama tahun 2022 sebesar Rp. 839,07
miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 174,80 miliar atau naik sebesar
26,32”h dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian selama tahun 2021
sebesar Rp. 664,26 milliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan jasa
manajemen investasi & Lainnya dan kenaikan jasa transportasi.

Pendapatan konsolidasian BPII selama tahun 2021 sebesar Rp. 664,26
miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 228,21 miliar atau turun sebesar
25,57 dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian selama tahun 2020
sebesar Rp. 892,48 milliar. Penyebab penurunan tersebut adalah penurunan
pendapatan jasa manajemen investasi & lainnya dan pada tahun 2021 BPII
tidak melayani jasa pembiayaan konsumen

(2) Laba Tahun Berjalan Setelah Pajak Konsolidasian

Laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian BPII selama tahun 2025
sebesar Rp. 144,06 miliar, mengalami penurun sebesar Rp. 24,08 miliar atau
turun sebesar 14,32” dibandingkan dengan laba tahun berjalan setelah pajak
konsolidasian selama tahun 2024 sebesar Rp. 168,14 miliar. Penyebab
penurunan tersebut adalah kenaikan beban usaha

Laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian BPII selama tahun 2024
sebesar Rp. 168,14 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 29,34 miliar atau
naik sebesar 21,146 dibandingkan dengan laba tahun berjalan setelah pajak
konsolidasian selama tahun 2023 sebesar Rp. 138,80 miliar. Penyebab
kenaikan tersebut adalah kenaikan pendapatan.

Page 40 OCR 0.775
Tut M0 nk lk AP DA AT SA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian BPII selama tahun 2023
sebesar Rp. 138,80 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 491,34 miliar
atau turun sebesar 77,979 dibandingkan dengan laba tahun berjalan setelah
pajak konsolidasian selama tahun 2022 sebesar Rp. 630,15 miliar. Penyebab
penurunan tersebut adalah pada tahun 2022 BPII mencatat laba sebesar Rp
525,13 miliar akibat dari operasi yang yang dihentikan.

Laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian BPII selama tahun 2022
sebesar Rp. 630,15 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 471,12 miliar
atau naik sebesar 296,25” dibandingkan dengan laba tahun berjalan setelah
pajak konsolidasian selama tahun 2021 sebesar Rp. 159,03 miliar. Penyebab
kenaikan tersebut adalah kenaikan pendapatan dan pada tahun 2022 BPII

mencatat laba sebesar Rp. 525,13 miliar akibat dari operasi yang yang
dihentikan

Laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian BPII selama tahun 2021
sebesar Rp. 159,03 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 40,12 miliar atau
naik sebesar 33,746 dibandingkan dengan laba tahun berjalan setelah pajak
konsolidasian selama tahun 2020 sebesar Rp. 118,90 miliar. Penyebab
kenaikan tersebut adalah efisiensi beban usaha dan pada tahun 2021 BPII
mencatat laba sebesar Rp. 46,39 miliar akibat dari operasi yang yang
dihentikan

(3) Realisasi Arus Kas Konsolidasian

(Rp 000 000
URAIAN 22 2022 2023 2024 2025
Jan- Des | Jan -Des | Jan-Des | Jan- Des | yan - Des
Audied | Audmd | Avdied | Audiea | Audted

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

0 Penerimaan Kas dari Transksi Pembiayaan | aro | 138427

0 Penerimaan Kas dari Kontrak Asuransi 345842) sorga) esasus| 1751600 | 2257019

0 Penerimaan Jasa Manajemen dan Lainya 420146 475981 420 738 417.381 400 214

0 Penerimaan Atas Sewa Oporasi 200874| asrogi| 4g7aro| a92r22| 588423

0 Penerimaan Klaim Reasuransi 171751 212996 157323

0 Penerimaan Komisi | 28 109 53175 B7 081

0 Penerimaan dari Pendapatan Keuangan 1235| 17400) teso8| — 7033| 8220

0 Penerimaan dari Perantara Kegiatan Perdagangan Flek 7

0 Penerimaan Kas dari Klaim Asuransi 1439 333

» Pembayaran kepada Pemasok dan Karyawan | ceresal ca7arso| care2na| (n27s201| (ta.0uo

» Pembayaran Kas Konrak Asuransi, Pelanggan dan Karyang (274.09tj| (431854)! (652 462)| (161964911 (2245570)

0 Pembayaran Klam | owaszsn| csraco| (soseeg)

0 Pembayaran untuk Beban Keuangan tsrs4s)) (soasal (o3atm) (06ise) Car.252)

0. Pembayaran Pajak (465001| (angs (3325| Kanan — (an.r6a

(0. Pembayaran Kas untuk Akiwtas Lainnya taso1g| “Wsse6)| (26271| (2336 (31.010)
Kas Netto yang diperoleh dari Aktivitas — Doamsre| s20ane| Isasos| 350050 | 251831

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 41 OCR 0.676
HH E 5, GIE N FIP 1 AP PRArSAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

(Rp. 0000001:

URAIAN 20211 222 223 2024 2025
Jan -Des | Jan- Des | Jan- Des | Jan- Des | Jan - Des
Audted | Audied | Avdipd | Avdied | Audited

'Arus Kas dari Aktivitas Investasi

0 Penerimaan dari Portotobo Elak co2gr6| 1205115| senear| eswo25 | 4r60619
0 Penecmaan dan Penjualan Enttas Anak 1024539 | 397837

0. Penerimaan dan Penjualan Aset Tetap 460221 62t20| saw2| megre| 339256
0  Penermaan Dividen ”

0 Pencairan Deposito Berjangka 6826 s0o|  3n6s0| 133836

0 Penempatan pada Enitas Anak 8| woroznl — assel sson)
0 Penempatan pada Portotolo Elok (rassaoj| (125661) (asg6s0)| 7ans2g| (1.054.600)
0 Perolehan Aset Tetap (torse3)l (22r3en| (547301) (oeosesil (731.77)
0 Penerimaan Atas Aset Dimiliki untuk Dijuai (2 226) 1068 11955

patan pada Deposio Berjangka | : Ba 4185
yang digunakan untuk Aktvitas Invetasi ”—”| (ig7241)| Sovowa| (eziia)) (wo0s6n| (293

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
0 Penerimaan dani Elek Utang yang Dierbikan

0. Penerimaan Utang Bank 3s5787| a6osea| 4e09eg| 793577) 640275
0 Penerimaan dari Jual dan Sewa Balik 5.850 35.000
0  Penermaan dari Penjualan Saham Treasuri Entitas Anak 309
0 Penerimaan Pinjaman dan Pihak Ketga 200308
0 Penenmaan dan Penjualan Saham Entitas Anak kpd Kapan! 4819 2118 259 206 35711 56.214
0 Pembayaran Pembelian Kembali Saham (rasas2| (asset) (teoen|
0 Pembayaran dari Elok Utang yang Diterbikan (396.500)
0 Pembayaran Utang Bank (290705) (362253) (223197) censesa! (325351)
| 0 Pembayaran Pokok Liabiltas Sewa (soson| (irsea2)
0 Pembayaran Utang Pembiayaan Konsumen (2oaene)| (i3s132| (i80030)
0 Pembayaran Pinjaman dan Pihak Ketga (25961| (72.279) -|
0 Pembayaran Atas Pinjaman Dari Pihak Ketiga (54.640)! (3.205)| 3654
0 Pembayaran Diwden Kas Enitas Induk tears (sasegl co9330| (126r9)
0 Pembayaran untuk Akuisisi Saham Enitas Anak kepada Kepd (3” 091) |
0 Pembayaran Dividen Kas kepada Kepeningan Non Pengend (141711 (isoog| mesra (erzg| — (rasg)
0 Pembayaran Beban Emsi Saham Entitas Anak Kami) (1.322)
| 0. Penarmaan Pinjaman dari Pinak Beretasi 3 74830 |

(Arus Kas yang diperoleh dari Aktivitas Pendanaan | (2661A9)) (EMNGSE)) 2536007 WET33) 3071

Kenaikan (Penurunan) Kas, Setara Kas dan Cerukan (12s08)| 60t802| (3moooe)| (122689) 38.760
Pangarus Selisih Kurs Atas Mata Uang Asing 2183| (nerg| (23sa)
Kas, Setara Kas dan Cerukan Awal Tahun 139360| t2sas2| 72ses3| 3ere20| 221.002

Kas. Setara Kas dan Cerukan Terdiri Dar

0 Kasdan Setara Kas 134.526 728653 361 “| 22062 247 453
9 Cerukan oh oo | - 01 yag0g
Netto “| wsas2| Tesesa| serazs| 221082) 221459

(1) Arus Kas untuk Aktivitas Operasi Konsolidasian

Arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian BPII selama tahun 2025 sebesar
Rp. 281,83 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 48,20 miliar
dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian selama
tahun 2024 sebesar Rp. 330,03 miliar. Penyebab penurunan tersebut adalah
kenaikan pembayaran kas kontrak asuransi, pelanggan dan karyawan.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 42 OCR 0.922
H £ . CC MN TAF IE AA RP RAYFSAt

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian BPII selama tahun 2024 sebesar
Rp. 330,03 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 2847 miliar
dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian selama
tahun 2023 sebesar Rp. 358,50 miliar. Penyebab penurunan tersebut adalah
kenaikan pembayaran kas kontrak asuransi, pelanggan dan karyawan.

Arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian BPII selama tahun 2023 sebesar
Rp. 358,50 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 29,09 miliar dibandingkan
dengan arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian selama tahun 2022
sebesar Rp. 329,41 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan
penerimaan premi dan penurunan pembayaran kepada pemasok dan
karyawan.

Arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian BPII selama tahun 2022 sebesar
Rp. 32941 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 111,46 miliar
dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian selama
tahun 2021 sebesar Rp. 440,87 miliar. Penyebab penurunan tersebut adalah
penurunan penerimaan kas dari transaksi pembiayaandan kenaikan
pembayaran premi asuransi

Arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian BPII selama tahun 2021 sebesar
Rp. 440,87 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 122,97 miliar
dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian selama
tahun 2020 sebesar Rp. 563,84 miliar. Penyebab penurunan tersebut adalah
penurunan penerimaan kas dari transaksi pembiayaan, dan kenaikan
pembayaran klaim.

(2) Arus Kas untuk Aktivitas Investasi Konsolidasian

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian BPII selama
tahun 2025 sebesar minus Rp. 293,78 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp. 507,07 miliar dibandingkan dengan arus kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi konsolidasian selama tahun 2024 sebesar minus
Rp. 800,86 miliar, penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penerimaan
dari portofolio efek dan kenaikan pencairan deposito berjangka.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk ”—— |
"
Page 43 OCR 0.947
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

(3)

EN Tari APPRA1/SAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian BPII selama
tahun 2024 sebesar minus Rp. 800,86 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp. 181,25 miliar dibandingkan dengan arus kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi konsolidasian selama tahun 2023 sebesar minus Rp
982,11 miliar, penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penerimaan dari
portofolio efek dan kenaikan pencairan deposito berjangka.

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian BPII selama
tahun 2023 sebesar minus Rp. 982,11 miliar, mengalami penurunan sebesar
Rp. 1,88 triliun dibandingkan dengan arus kas yang digunakan untuk aktivitas
investasi konsolidasian selama tahun 2022 sebesar 904,04 miliar, penyebab
penurunan tersebut adalah penurunan penerimaan dari portofolio efek dan
penurunan penerimaan dari penjualan entitas anak.

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian BPII selama
tahun 2022 sebesar Rp. 904,04 mmiliar, mengalami kenaikan sebesar Rp.
1,09 triliun dibandingkan dengan arus kas yang digunakan untuk aktivitas
Investasi konsolidasian selama tahun 2021 sebesar minus Rp. 187,24 miliar,
penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penerimaan dari portofolio efek
dan kenaikan penerimaan dari penjualan entitas anak.

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian BPII selama
tahun 2021 sebesar minus Rp. 187,24 miliar, mengalami penurunan sebesar
Rp. 14234 miliar dibandingkan dengan arus kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi konsolidasian selama tahun 2020 sebesar minus Rp. 44,89
miliar, penyebab penurunan tersebut adalah pkenaikan penempatan pada
portofolio efek dan kenaikan perolehan aset tetap

Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan Konsolidasian

Arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian BPII selama tahun 2025
sebesar Rp. 50,71 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 297,41 miliar,
dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian
selama tahun 2024, sebesar Rp. 348,13 miliar, penyebab penurunan tersebut
adalah penurunan penerimaan utang bank dan kenaikan pembayaran utang
pembiayaan konsumen

Arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian BPII selama tahun 2024
sebesar Rp. 348,13 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 94,53 miliar,
dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian
selama tahun 2023, sebesar Rp. 253,60 miliar, penyebab kenaikan tersebut
adalah kenaikan penerimaan utang bank dan penurunan pembayaran utang
pembiayaan konsumen

Page 44 OCR 0.734
H £ 3 CG Us NT he hb AP. RAISA &

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian BPII selama tahun 2023
sebesar Rp. 253,60 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 885,25 miliar,
dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian
selama tahun 2022, sebesar minus Rp. 631,65 miliar, penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan penerimaan utang bank dan kenaikan penerimaan
dari penjualan saham entitas anak kepada kepentingan non pengendali.

Arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian BPII selama tahun 2022
sebesar minus Rp. 631,65 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 365,51
miliar, dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian
selama tahun 2021, sebesar minus Rp. 266,14 miliar, penyebab penurunan
tersebut adalah kenaikan pembayaran pembelian kembali saham dan
penurunan pinjaman dari pihak ketiga

Arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian BPII selama tahun 2021
sebesar minus Rp. 266,14 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 279,31
miliar, dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian
selama tahun 2020, sebesar minus Rp. 545,45 miliar, penyebab penurunan
tersebut adalah penurunan penerimaan dari efek utang yang diterbitkan dan
kenaikan pembayaran pembelian kembali saham

(4) Analisis Rasio Keuangan Konsolidasian

URAIAN 2021 2022 2023 2024 2025
Jan-Des | Jan-Des | Jan- Des | Jan- Des | Jan - Des
ed Audted Aodited Andiwd Avdted
RASIO PERTUMBUHAN (")
» Pendapatan 2557| 26318) -2557m| anasw)— @755|
0 Laba Usaha 25420) 3498| 132tm| 545m) 15050I
0 Laba Bersih 33ra| 296ml 3373M| 25210) -7trnl
0. Toll Aset 590m) 10620) 27030 gogo) — 2425x|
0 Total Liabiltas asow) 16988| 40t2ml angan! 3g77n|
0. Total Ekuitas 2258| 369m) ta7am| — Ss0sl 3915|
RASIO-RASIO
0 CurrentRato tgrdesl tandan) 1655380| 14618640| 1364056
o  Marin Laba Tahun Berjalan - Not Prott Margin 239an| 75101) 1429| 15251 116206)
0. Tingkat Pengembakan Aset - ROA 537 3201| 3311| 31796 211)
0. Tingkat Pongombaan Modal - ROE 11.210) 1139| 8370| 99296 79196)
0. Roso Total Liabiitas Terhadap Ekultas - DER togas| 122794) 15261 213420) 274.7596)
0. Rasio Total Liabiltas Terhadap Asal DAR 52120| sstim) — 60odtml o sg09m| 7320|

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
| Jp 13
Page 45 OCR 0.883
H E 5 GIE NN TIP N TR KAI EA Lk

KJPP Edi Andesta dan Rekan

(1) Rasio Likuiditas Konsolidasian

Likuiditas konsolidasian menggambarkan kemampuan BPII dalam memenuhi
liabilitas konsolidasian keuangan jangka pendeknya. Kebutuhan likuiditas
konsolidasian terutama diperlukan untuk modal kerja. Sedangkan, sumber
utama likuiditas konsolidasian berasal dari penerimaan kas dari pelanggan.

BPII memiliki tingkat likuiditas konsolidasian keuangan yang baik. Hal ini
ditunjukkan oleh stabilnya rasio lancar konsolidasian (total aset lancar/total
liabilitas jangka pendek) pada periode berakhir pada 31 Desember 2021 s/d
2025 masing-masing sebesar 191,886, 181,444, 165,53h, 146,86Y5 dan
136,406

Sumber likuiditas konsolidasian BPII dapat diperoleh secara internal maupun
eksternal yang berasal dari aktivitas operasi konsolidasian maupun aktivitas
pendanaan konsolidasian. Hingga saat ini, BPII tidak memiliki sumber
likuiditas konsolidasian material yang belum digunakan.

BPII tidak melihat adanya kecenderungan yang diketahui, permintaan,
perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau ketidakpastian diluar
pengelolaan dana investasi yang mungkin mengakibatkan terjadinya
peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas konsolidasian
Perseroan. Kedepannya, BPII akan terus mengandalkan arus kas
konsolidasian dari aktivitas operasi untuk terus mendanai kegiatan operasi
dan belanja modal

(2) Rasio Profitabilitas Konsolidasian

Rasio profitabilitas konsolidasian menunjukkan operasional kemampuan
suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir
mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia kapital
(capital providers).

Net profit margin konsolidasian selama 5 tahun terakhir rata-rata mencapai
28,04”b. Secara berturut-turut mulai dari tahun 2021 s/d 2025, net profit
margin cenderung befluktuasi yaitu masing masing sebesar 23,946, 75,10Yo,
14,29, 15,25”6 dan 11,626, pada tahun 2022 BPII mencatat net profit
margin konsolidasian sebesar Rp. 630,15 miliar atau sebesar 75,109, hal ini
disebabkan pada tahun ini BPII mencatat laba konsolidasian dari operasi
yang dihentikan sebesar Rp. 525,13 miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 46 OCR 0.903
H E SS CT1TEN TAPE IC APP RAISA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

(3) Rasio Rentabilitas Konsolidasian

Rasio rentabilitas konsolidasian digunakan untuk melakukan analisis
perbandingan antara modal pinjaman yang diberikan oleh kreditor dan modal
sendiri dan rasio mengukur perolehan profit dari penggunaan modal yang
digunakan tersebut.

Retum on Assets (ROA) adalah rasio profitabilitas yang menunjukan
persentase keuntungan konsolidasian (laba bersih) yang diperoleh
perusahaan dibandingkan keseluruhan sumber daya atau rata-rata jumlah
aset, rata-rata ROA selama tahun 2021 s/d 2025 masing-masing tercatat
sebesar 5,37”9, 3,204, 3,319o, 31796 dan 21176.

Retur on Eguity (ROE) Rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba konsolidasian dari investasi pemegang
saham di perusahaan, rata-rata ROE selama tahun 2021 s/d 2025 masing-
masing tercatat sebesar 11,2146, 71396, 8,3795, 9,925 dan 7,16.

(4) Rasio Solvabilitas Konsolidasian

Rasio solvabilitas konsolidasian menggambarkan kemampuan perusahaan
dalam membayar semua liabilitas (jangka pendek maupun jangka panjang)
perusahaan. Rasio rata-rata jumlah liabilitas konsolidasian terhadap jumlah
ekuitas konsolidasian BPII (Debt to Eguity Ratio DER) selama tahun 2021 s/d
2025 adalah 174,48, hal ini menunjukan Jumlah ekuitas konsolidasian lebih
kecil dibandingkan dengan jumlah liabilitas konsclidasian.

Sedangkan rasio jumlah liabilitas konsolidasian terhadap jumlah aset
perusahaan konsolidasian (Debt to Assets RatiolDAR) selama tahun 2021 sid
2025 rata-rata sebesar 61,814, hal ini menunjukkan bahwa jumlah liabilitas
konsolidasian dan total aset konsolidasian relatif stabil, pada tahun 2024
jumlah liabilitas konsolidasian mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,36 triliun,
hal ini menunjukkan bahwa komposisi pembiayaan lebih besar menggunakan
pinjaman dari pada ekuitas, namun demikian dapat disimpulkan bahwa BPII
masih memiliki kemampuan untuk membayar seluruh liabilitas dengan total
aset yang dimiliki.

2) Analisis Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Sebelum dan Sesudah
Rencana Transaksi

Terkait dengan analisis proforma laporan keuangan konsolidasian BPII sebelum dan
sesudah Rencana Transaksi, yang disampaikan BPII, berikut ini adalah proforma
laporan keuangan konsolidasian BPII sebelum dan sesudah Rencana Transaksi yang
dibuat oleh BPII:

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 47 OCR 0.719
HE Sc tENTIFIrC APPRAYSA
KJPP Edi Andesta dan Rekan
(Rp.)
Sebelum Rencana Pa Jami Setelah Rencana
Transaksi Doain Transaksi
31 Desember 2025 31 Desember 2025
ASET
0 Kas dan Setara Kas 247 453.301.197 (150.000.000.000) 97.453.301.197
0 Fortotolio Elek
Pihak Ketga 647.723.945.333 - 647 723.945.333
- Pihak Berelasi 150.108.443.887 150.000.000.000 300 108.443.887
0 Piutang Sewa Operasi Pihak Ketga 68 756201062 68 756.201.062
O Piutang Nasabah
Pihak Ketga 6426182 362 6.426.182.362
Pihak Berelasi 36 130.645.112 - 36 130.645.112
9 Aset Asuransi untuk Sisa Pertanggungan 1.395.206.593.342 ». 1.395.206.593.342
0 Piutang Lain-lain Pihak Ketiga 33 059.468.862 “ 33.059.468.862
0 Investasi Pada Enttas Asosiasi 12.601.212872 H. 12801212872
O AsetAsuransi untuk Klaim Terjadi 1.662 789.684 019 1.662.789.684.019
0 Pendapatan Yang Belum Ditagih 30 115.496 534 30.115.496.534
0 Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 32.089.835 814 32089.835.814
0 Pajak dibayar dimuka 23351.408595 23.351.408.595
0 Aset Tetap 2.419 932.128.835 "2419 932.128.835
0 Propert investasi 23.041.108 431 - 23.041.108.431
0 Aset Pajak Tangguhan 12 104.213 770 - 12.104.213.770
0 Aset Lain-lain 20468626 245 20468.626.245
TOTAL ASET 6.821.358.496.272 6.821.358.496.272
LIABILITAS
0 Utang Bank 1.380.499.322217 ». 1380499.322.217
0 Utang Nasabah 28.996.270.628 28999270628
0 Utang Klaim Pihak Ketiga 71.933.495 71.933.495
O Liablltas Asuransi untuk Sisa Pertanggungan 2.000.839.470 .490 2.000 839.470.490
O Liabiltas Asuransi untuk Klaim Terjadi 1 108 832 844.654 1,108 832 844 654
0 Utang Komisi 921220786 921220786
0 Utang Lam-lain Pihak Ketga 120 271.136 966 120.271.136 966
0 Beban Akrual Pihak Ketiga 31.509.678.313 - 31.509.678.313
0 Utang Jaminan Pelanggan 4.934.862.201 - 4 934.862.201
0 Liabilitas Kontrak 9.545.817.379 9.545.817.379
0 Ulang Pajak 19.230.161.563 -. 19.230.161.563
0 Utang Pembiayaan Konsumen 229 396.158 252 229 396.158.252
O Liabiltas Sewa 8.426.091 626 8426.091.626
0 Liabilitas Imbalan Kerja 34 445.072 529 34 445.072.529
0 Liabiltas Pajak Tangguhan 23170.187.497 - 23 170.187.497
TOTAL LIABILITAS 5:001.093.228:596 Tg 1 5001.093.228:596
EKUITAS
0 Modal Disetor 49 420.766 200 491420.766 200
0 Tambahan Setoran Modal (188677403 111) (188677403111)
0 Seksi Ata Transata Dengan Kapantngan Non Pengendah (55.045.350.931) - (55.045.350.931)
0 Cadangan Lain-lain (451.505.482) - (451.505.482)
0 Saldo Laba
Telah Ditentukan PengunaanyaDicadangkan. 500.000.000 500.000.000
Belum Ditentukan Penggunanya 1.433.657 494,087 1.433.657 494.087
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 144 064.749.552 144 064.749.562
0 Penghasilan Komrehensif Lain 60776.755597 60 776.755.597
Total Ekuitas yang Dapat Distribusikan kpd Entitas Induk 1.444.245.505.912 2 2 » 1444.245.505.912
0 Kepentingan Non Pengendali 376 019.761.764 : 378.019.761.764
TOTAL EKUITAS — 1.820.265.267.676 »1.820.265.267.676
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 6.821.358.496.272 - 6821.358A96.272

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 48 OCR 0.756
kh £ S5 C EC NT ec ANA & PARA BEA 4

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Berdasarkan analisa proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
Rencana Transaksi dan sesudah Rencana Transaksi, dengan dilakukannya Rencana
Transaksi dapat disimpulkan sebagai berikut

a) Dari akun kas dan setara kas akan berkurang sebesar Rp. 150.000.000.000,-
b) Dari akun fortofolio efek pihak berelasi akan bertambah Rp. 150.000.000.000,-

Dengan demikian tidak terlihat perubahan atas laporan posisi keuangan konsolidasian
dibandingkan sebelum Rencana Transaksi

3) Analisis Inkremental (Incremental Analysis) untuk Mengukur Nilai Tambah dari
Rencana Transaksi

(a) Kontribusi nilai tambah terhadap BPII sebagai akibat dari Rencana Transaksi
yang akan dilakukan termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan BPII

Terkait analisis inkremental dan dampak terhadap operasional BPII, dimana BPII
akan melakukan Rencana Transaksi, maka BPII akan mendapatkan nilai tambah
atau inkremental (manfaat ekonomis) berupa keuntungan dari laba bersih
kepemilikan BPII pada PJP, berikut adalah analisis profitabilitas untuk melihat
kemampuan menghasilkan laba bersih

(1) Laba (Rugi) konsolidasian PJP dengan Asumsi hanya BPII yang melakukan
setoran modal, dengan kepemilikan saham BPII sebesar 19,3” maka BPII
akan memperoleh Laba (rugi) konsolidasian diuraikan sebagai berikut:

Rp. 000.)
(o Deskripsi 2026 2027 | 2028 2029 2030
- L Hai
1 Pendapatan 13856250 | 392252250 | 527.591188 | 568.465.625 | 519486313
2 | BebanPokor Pendapatan | (36997047) (91801351) casan geo) (25188220)! (218.807.936)
Laba Kotor | “3sass203| 200360850 | 200750222) 316577306) 300672377 |
| t — —-
l3 | omar Uang (in2se300)| (25005020| cestsa3a2| anosa2n| (24110758)
4 | Depresiasi (720.000 1720.000)| & ma)
5 | Beban Bunga | .. 939. sa @ 223-222) ( (987 809) 7052117 17.208 118)
| Laba Usaha tsgog2ea | teari2esa | 254601291 20053a180| 202775701 |
6 | Pajak Penghasilan (Larsoga)| (10057750| (13605430) (ter27son| ci7.t05040|
| Jtaba(Rugi) Bersin 14988226 | 153654903 | 240994352 | 283400.682 | 276.600.814
(7 | Laba (Rugi) Bagian B4 2890216 | 29620651) 46a71627| sassoo03| 53350917
| 2

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

4
Page 49 OCR 0.779
KH & S5 CTEN T4AEC0 AP PRAINISA Kk

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Setelah Rencana Transaksi terealisasi, maka BPII akan memperoleh laba
(rugi) konsolidasian sebesar 19,346 kepemilikan pada PJP yang diuraikan
sebagai berikut:

Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal
31 Desember 2026 sebesar Rp. 2,89 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp. 12,99 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan
konsolidasian per tanggal 31 Desember 2025 sebesar minus Rp. 10,10 miliar.

Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal
31 Desember 2027 sebesar Rp. 29,62 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp. 26,73 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan
konsolidasian per tanggal 31 Desember 2026 sebesar Rp. 2,89 miliar.

Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal
31 Desember 2028 sebesar Rp. 46,47 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp. 16,84 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan
konsolidasian per tanggal 31 Desember 2027 sebesar Rp. 29,62 miliar.

Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal
31 Desember 2029 sebesar Rp. 54,65 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp. 8,17 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan
konsolidasian per tanggal 31 Desember 2028 sebesar Rp. 54,65 miliar.

Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal
31 Desember 2030 sebesar Rp. 53,35 miliar, mengalami penurunan sebesar
Rp. 1,29 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan
konsolidasian per tanggal 31 Desember 2029 sebesar Rp. 54,65 miliar.

s

Laba (Rugi) konsolidasian PJP dengan Asumsi para pemegang saham PJP
dan BPII yang melakukan setoran modal, dengan kepemilikan saham BPII
sebesar 9,87 maka BPII akan memperoleh Laba (rugi) konsolidasian
diuraikan sebagai berikut:

tp 000,5

No Deskripsi 2020 2027 2028 2029 2030
1 rause2s0| as22s2250| Sasar) sowasno25 | sinan0 ara
2 Ge.doz.oan| tx 001 asn) c24w.oa1 9001| c2sx.000 220) cara 07 930),

Pa Pi Ki

|

3 | oban Usaha | onzooaoo| c00oso20| cas teasam| cenoosa2n| (4073|
“| oopronari wa0000)| — (20.000) @ rta)

(tosoo30)| (0925222) toorooml 7052117) 47200110

10905204 | tes.7i2055 | 254001201) 200554100 | 203775701

& | pajax Pengrasuan asoam| (0057750) (aco0430| (0.12750n| (17 105 940)
Laba (Rugi) Bersih tessn220| 153054005 | 24004052 | 205.00.002| 270.co0.o14

7 |kebatrughBegiangeu | Waowze| 1s070s00| 2s0s0058| arara17a| #nr2050

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 50 OCR 0.935
Hd. € SS C TE N TE 1G A PP RASA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Setelah Rencana Transaksi terealisasi, maka BPII akan memperoleh laba
(rugi) konsolidasian sebesar 9,876 kepemilikan pada PJP yang diuraikan
sebagai berikut

Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal
31 Desember 2026 sebesar Rp. 1,47 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp. 11,57 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan
konsolidasian per tanggal 31 Desember 2025 sebesar minus Rp. 10,10 miliar.

Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal
31 Desember 2027 sebesar Rp. 15.07 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp. 13,60 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan
konsolidasian per tanggal 31 Desember 2026 sebesar Rp. 1.47 miliar

Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal
31 Desember 2028 sebesar Rp. 23,65 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp. 8,57 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan
konsolidasian per tanggal 31 Desember 2027 sebesar Rp. 15,07 miliar.

Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal
31 Desember 2029 sebesar Rp. 27,81 miliar, mengalami kenaikan sebesar
Rp. 4,16 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan
konsolidasian per tanggal 31 Desember 2028 sebesar Rp. 23,65 miliar.

Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal
31 Desember 2030 sebesar Rp. 27,15 miliar, mengalami penurunan sebesar
Rp. 661,14 juta, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan
konsolidasian per tanggal 31 Desember 2029 sebesar Rp. 27,81 miliar.

(b) Biaya atau Pendapatan yang Relevan

Tidak ada biaya-biaya yang relevan diluar Rencana Transaski, sedangkan
pendapatan yang relevan adalah adanya potensi pendapatan BPII dari bagian
kepemilikan saham BPII pada PJP.

(c) Informasi non Keuangan yang Relevan

PJP dan Entitas anak telah memiliki lahan yang cukup luas sebagai land bank
yang siap untuk dikembangkan menjadi kawasan industri

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 51 OCR 0.882
Ht S5 C1 MN TE it A PP RAISA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

(d) Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perusahaan dalam Menentukan
Rencana dan Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain

(1) Penyetoran modal pada pihak afiliasi, dari sisi legalitas lebih terjamin,
dibandingkan dengan transaksi dengan pihak tidak terafiliasi yang
memerlukan pengecekan (verifikasi) terhadap legalitas untuk menghindari
munculnya masalah dimasa depan.

(2) Nilai Rencana Transaksi sudah mempertimbangkan hasil penilaian dari pihak
independen.

(e) Hal Material Lainnya yang dapat Memberikan Keyakinan bagi Penilai Bisnis
dalam Memberikan Opini Kewajaran Rencana Transaksi

(1) PJP dan Entitas Anak memiliki lahan yang cukup luas sebagai land bank
dimana harga tanah mengalami kenaikan setiap tahunnya dan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan merupakan peluang (opportunity) bagi
Perseroan, dalam rangka mengembangkan bisnis

(2) BPII dapat memantau perkembangan proyek PJP dan Entitas Anak sehingga
penyetoran modal secara bertahap menjadi pilihan yang tepat

(? Inkremental Proforma Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi

Proforma sebelum dan sesudah Rencana Transaksi terealisasi, yang dibuat oleh
BPII, diuraikan sebagai berikut:

(Rp)

Sebelum Rencana Setelah Rencana
Neraca Perseroan Transaksi Transaksi

31 Desember 2025 31 Desember 2025

Aset
Aset Lancar 4380.957741,192 | 4.380957.741,192
Aset Tetap 2419.932128.835 | 2419.932.128.835
Aset Lain-lain 20.468.626.245 2068.626.245
Total Aset |” 6821.358496.272| — 6.821.358.496.272

Liabilitas & Ekuitas

Liabiltas 5.001.093.228.596 5.001.093.228.596
Ekuitas : 1.820.265.267.676 1.820.265.267.676
Total Liabilitas dan Eguitas . 6.821.358.496.272 6.821.358.496.272

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 52 OCR 0.910
“H EC 5 GG ne NM Tenant A Y PRABA Lk

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Sebelum Rencana Setelah Rencana
Rasio Penting Transaksi Transaksi
31 Desember 2025 | 31 Desember 2025

Rasio Total Liabilitas Terhadap Total Aset 0,73 0,73
Rasio Total Liabilitas Terhadap Ekuitas 275 275

Berdasarkan analisa proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan
sebelum Rencana Transaksi dan sesudah Rencana Transaksi, dengan
dilakukannya Rencana Transaksi dapat disimpulkan sebagai berikut:

(1) Dari akun kas dan setara kas akan berkurang sebesar Rp. 150.000.000.000,-
(2) Dari akun fortofolio efek pihak berelasi akan bertambah Rp. 150.000.000.000,-

Dengan demikian tidak terlihat perubahan atas rasio total liabilitas terhadap total
aset yaitu tetap sebesar 0,73, dan totallibilitas terhadap total ekuitas tetap sebesar
275

21.3. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

Analisis kewajaran Rencana Transaksi dengan membandingkan antara harga pembelian atau
harga pengambilalihan dengan nilai pasar dari hasil penilaian. Apabila harga pembelian
berada pada batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai, tidak melebihi 7,596, sesuai
Peraturan No. 35/POJK.04/2020, maka Rencana Transaksi tersebut dikategorikan wajar dan
tidak merugikan Perseroan atau pemegang sahamnya.

a. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Hasil Penilaian Atas Saham PJP

1) Kesepakatan Atas Rencana Penyetoran Modal pada PJP

Berdasarkan kesepakatan atas rencana penyetoran modal pada PJP, pada hari
Selasa, tanggal 19 Mei 2026, dengan harga Rp. 150.000.000.000,- (seratus lima
puluh puluh miliar Rupiah)

2) Penilaian Saham PJP dan Entitas Anak

Hasil penilaian 100,006 saham PJP dan Entitas Anak, yang dikeluarkan oleh KJPP
Andesta, sesuai laporan No. 00227/2.0053-00/BS/0510095/1/V/2026, tanggal 6 Mei
2026, adalah Rp. 663.152.223.090,- (enam ratus enam puluh tiga miliar seratus
lima puluh dua juta dua ratus dua puluh tiga ribu sembilan puluh Rupiah). Nilai
Pasar per Lembar Rp. 105,6 (seratus lima koma enam Rupiah).

51
Page 53 OCR 0.709
"H E 8 . LE M0 TPF 18 APP RAISA LL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Dengan kesimpulan Nilai Pasar Saham PJP dan Entitas Anak per lembar sebesar
Rp. 105,6 dan Nilai Rencana Transaksi per lembar sebesar Rp. 100,- maka
kesimpulan Nilai Pasar Saham dan Nilai Rencana Transaksi PJP dan Entitas Anak
yang akan disetor oleh BPII adalah sebagai berikut:

| mona towara Tama ame Sean Rencana Tamati

Yg Aa aa an Maa maa Ta
Saham Kepemilikan (8) Ro) Saham — | Kepemilikan (W)| Rp.)
|

, snsd m2snuo 1 emas wan saos
: mam anc01atn sunan am) @2xouw
, szang 906252000 ye 25209 sin wars00a00
' ul m2 saat sd asa rawo
: sol antam jaranan are) aanarman
0 Jowtnsatana— Doamsaram| an nata jaranan am mara jaan
1 onararsantna Damara an) anon Jasa am anom
8 Dimsmatnn— Donwasiwal annd aaawas masa sal pasawa
1 | | sawowoon| #unamae| wan #0www
Tea Tn Tannnsa| eter taman moon enoon na asas 7 Tenor TT a01

Berdasarkan analisis tersebut maka kepemilikan saham BPII pada PJP sebesar
1.500.000.000 atau 19,376, dengan Nilai Rencana Transaksi Rp. 150.000.000.000,-
dan Nilai Pasar hasil penilaian KJPP Andesta adalah Rp. 158.400.000.000,-

Dengan demikian, harga Rencana Transaksi penyetoran modal atas saham baru yang
akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,396 dari jumlah seluruh
saham PJP. lebih rendah 5,604 (lima koma enam puluh perseratus) dari Nilai Pasar
hasil penilaian KJPP Andesta.

b. Analisis untuk Memastikan Bahwa Rencana Transaksi Memberikan Nilai Tambah
1) Proyeksi Laba (Rugi) Konsolidasian PJP

a) Laba (Rugi) konsolidasian PJP dengan Asumsi hanya BPII yang melakukan
setoran modal, dengan kepemilikan saham BPII sebesar 19,3”6 maka BPII akan
memperoleh Laba (rugi) konsolidasian diuraikan sebagai berikut:

Setelah Rencana Transaksi terealisai, maka kinerja keuangan konsolidasian BPII
dimasa depan akan lebih baik, yang tercermin dari akumulasi laba bersih

konsolidasian selama 5 tahun (2026 s/d 2030), yang akan diterima oleh BPII
sebesar Rp. 186,99 miliar.

b) Laba (Rugi) konsolidasian PJP dengan Asumsi para pemegang saham PJP dan
BPII yang melakukan setoran modal, dengan kepemilikan saham BPII sebesar
9,870 maka BPII akan memperoleh Laba (rugi) konsolidasian diuraikan sebagai
berikut:

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk”
Page 54 OCR 0.894
H E St CC IC NT ORI A ? P RASA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Setelah Rencana Transaksi terealisai, maka kinerja keuangan konsolidasian BPII
dimasa depan akan lebih baik, yang tercermin dari akumulasi laba bersih
konsolidasian selama 5 tahun (2026 s/d 2030), yang akan diterima oleh BPII
sebesar Rp. 95,16 miliar.

2) Proforma Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi

Proforma sebelum dan sesudah Rencana Transaksi terealisasi, yang dibuat oleh BPII,
diuraikan sebagai berikut

Berdasarkan analisa proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
Rencana Transaksi dan sesudah Rencana Transaksi, dengan dilakukannya Rencana
Transaksi dapat disimpulkan sebagai berikut:

a) Dari akun kas dan setara kas akan berkurang sebesar Rp. 150.000.000.000,-
b) Dari akun fortofolio efek pihak berelasi akan bertambah Rp. 150.000.000.000,-

Dengan demikian tidak terlihat perubahan atas rasio total liabilitas terhadap total aset
yaitu tetap sebesar 0,73, dan totallibilitas terhadap total ekuitas tetap sebesar 2,75

3) Batas Atas dan Batas Bawah Pada Kisaran Nilai

Rencana Transaksi, lebih rendah 5,609 dibandingkan dengan Nilai Pasar hasil
penilaian oleh KJPP Andesta, diuraikan pada tabel berikut:

Deskripsi | Nilai Rencana

4 Transaksi (Rp.)
Batasatas 00000 170280000000
Nilai Pasar - | 158.400.000.000
Batas Bawah Ta | 146.520.000.000
Nilai Rencana Transaksi 150.000.000.000
Selisih Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar 5,606

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 55 OCR 0.909
H E TT C1 MM OA IC A PP RASA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

21.4. Analisis Atas Faktor-Faktor Lain Yang Relevan

Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan yang menajdi pertimbangan Rencana Transaksi
adalah
a. Lahan yang dimiliki anak perusahaan PJP mempunyai potensi pengembangan di masa

depan dengan fasilitas atau infrastruktur yang memadai sehingga dapat meningkatkan
nilai kawasan

b. Memiliki daya saing sebagai kawasan industri dimana lahan yang dimiliki berada di lokasi
yang strategis, aksesibilitas, infrastruktur yang tersedia dengan baik

22. Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi atau "Transaksi" ini sebagaimana
diuraikan diatas, dengan melihat alasan-alasan, manfaat, risiko dan analisis kewajaran
Rencana Transaksi, KJPP Andesta berpendapat bahwa harga Rencana Transaksi sudah
tepat, dan dengan memperhatikan analisis diatas, Kami menyimpulkan bahwa secara
keseluruhan Rencana Transaksi tersebut adalah “Transaksi Wajar”.

23. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran

Berdasarkan informasi dari BPII, tidak ada Kejadian-kejadian penting setelah tanggal
pendapat kewajaran (subseguent event)

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

34
Page 56 OCR 0.908
BH £ Ss « 1 MK Ke Ae APP RASA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

24. Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada
saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat
Kewajaran Kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran
ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang
berwenang dari KJPP Andesta.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Kami tidak mempunyai kepentingan, baik
secara langsung maupun tidak langsung atas opini Pendapat Kewajaran yang telah Kami
laksanakan, dan Pendapat Kewajaran ini telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Penilaian
Indonesia dan Kode Etik Penilai Indonesia yang berlaku

Hormat Kami,
KJPP Edi Andesta dan Rekan

Ir. Edi Andesi

Pemimpin Rekan
MAPPI 94-5-0411

Klasifikasi: Penilai Properti dan Bisnis

Register RMK-2017.00091

Izin Penilai Publik PB-1.09.00095

Registrasi OJK No. KEP-30/KS-13/2026
Lisensi BPN No : 340/SK-600.PT.01.01/VI1/2019

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

Page 57 OCR 0.925
H4 E TO UE BM Teen AP? PRAAJIS AL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Pernyataan Penilai

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai Penilai, Kami yang bertanda tangan dibawah ini
menyatakan bahwa

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang
diuraikan didalamnya adalah benar sesuai dengan fakta dan pemahaman terbaik Penilai
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatas yang mempengaruhi analisis,
pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini

2. Laporan ini telah disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan didalam Peraturan
No. 35/POJK.04/2020, Standar Penilai Indonesia (SPI), dan Kode Etik Penilai (KEPI). tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal serta tunduk pada
ketentuan-ketentuan yang berlaku

3. Kami sebagai Penilai tidak mempunyai kepentingan baik secara langsung maupun tidak secara
langsung terhadap objek Pendapat Kewajaran.

4. Penugasan Pendapat Kewajaran professional telah dilakukan terhadap objek Pendapat Kewajaran
pada tanggal Pendapat Kewajaran (cut off date)

5. Analisis telah dilakukan untuk maksud dan tujuan sebagaimana telah diungkap dalam laporan
Pendapat Kewajaran.

6. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan Pendapat Kewajaran professional telah disajikan
sebagai kesimpulan akhir.

7. Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan Pendapat
Kewajaran.

8. Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.

. Data ekonomi dan industri dalam laporan pendapat kewajaran diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan.

10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan Pendapat Kewajaran, telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan Pendapat Kewajaran.

Penilai :

Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert)
Pemimpin Rekan

MAPPI 94-5-0411

Register : RMK-2017.00091

Ahmad Firdaus, S.Pd.
Supervisi

MAPPI 04-T-01814
Register : RMK-2017.00718

Igro Haikal Sulaiman, S.E.
Penilai

MAPPI 11-T-03175

Register : RMK-2017.00719

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk ——

Page 58 OCR 0.933
H

— 5. CC TE MN Tee te A4 PP RASINSA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Asumsi dan Syarat Pembatas

Pendapat Kewajaran ini berdasarkan atas asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai
berikut

ie

12

13.

14.

15.

Bahwa semua pernyataan dan keterangan yang tercantum dalam laporan ini adalah benar dan
sesuai dengan pengetahuan serta itikad baik dari Penilai

Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh
Pemberi Tugas dan pihak ketiga kepada Kami dalam rangka Pendapat Kewajaran ini adalah sah,
benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen yang
diberikan kepada Kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai dengan
aslinya dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan
sebenarnya dan Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses Pendapat Kewajaran

Data ekonomi dan industri dalam laporan Pendapat Kewajaran, diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan

Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh PJP dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty)

Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi
keuangan.

Kami bertanggungjawab atas laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan nilai akhir.

Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi
Tugas.

Kecuali dinyatakan secara tegas didalam penugasan Pendapat Kewajaran ini, tidak dapat
diasumsikan bahwa Kami berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas bisnis
objek Pendapat Kewajaran

Bukan merupakan tanggung jawab Kami atas segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan
dengan penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan ini.

. Dalam Penugasan ini, Pemberi tugas telah mempelajari, mengetahui dan menyadari sepenuhnya

mengenai keberadaan KJPP Andesta.

Baik KJPP Andesta, maupun para penilai dan karyawan lainnya, sama sekali tidak mempunyai
kepentingan finansial terhadap objek Pendapat Kewajaran.

Kecuali dinyatakan lain, Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah, demikian juga analisis dan
perhitungan yang digunakan sebagai dasar penilaian berdasarkan mata uang Rupiah

Baik KJPP Andesta, maupun para Penilai dan karyawannya, oleh karena Pendapat Kewajaran ini
tidaklah diwajibkan memberikan kesaksian atau kehadirannya dalam pengadilan/Dewan Arbitrasi
atau instansi Pemerintah lainnya, kecuali ada perjanjian sebelumnya.

Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) dan tanda tangan Pimpinan Rekan.

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk

HI

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.7 MB
Published21 May 2026
Pages58
Characters119,068
Text sourceOCR
OCR confidence0.871

Names mentioned 98 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Batavia Prosperindo Internasional Tbk. · Nama Perusahaan p.1 ×188
linked org PT. Prima Jaya Permai p.1 ×11
linked org Wahana Bumi p.12 ×4
linked org Malacca Trust Pte. Ltd. p.12 ×8
linked person Paulin Angeline p.16
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×4
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.10
possible org Negara Republik Indonesia p.15 ×4
possible person Dr. Irawan Soerodjo · Notaris p.15 ×15
possible — Batavia Prosperindo p.15
unresolved org KJPP Edi Andesta dan Rekan p.1 ×15
unresolved org KJPP Edi Andesta p.1 ×62
unresolved org PT. Prima Jaya Permai Disiapkan p.1
unresolved org AP PF RANMNSA Lk KJPP Edi Andesta dan Rekan p.2
unresolved org HC A PP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan p.4 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta p.4 ×2
unresolved org KJPP Andesta p.4 ×21
unresolved org Menteri Keuangan p.4 ×2
unresolved org TfFBELt A PP RAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.5
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.5
unresolved org Tire APP RAN SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.6
unresolved org AP PRA SA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.7
unresolved org TFT APP RAANSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.8
unresolved org Bank Indonesia p.8 ×10
unresolved org Pusat Statistik. p.8
unresolved org Menteri Investasi p.10
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia p.10
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.10
unresolved person Djatikesumo Subagio · Direktur p.11
unresolved org CC EN TAPI KJPP Edi Andesta dan Rekan p.12
unresolved org PT. Wahana Bumi Pertiwi p.12 ×2
unresolved org Star Malacca Investment Pte. Ltd. p.12 ×2
unresolved — Luo Yude Toirekur p.12
unresolved person Irena Istary Iskandar · Komisaris Utama p.12 ×2
unresolved — Rudy Johansen (pemegang saham 0,02” BPII) · Komisaris p.12 ×4
unresolved person Christian Suprijatna · Komisaris p.12
unresolved org TEM TAPAK AP PRArSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.13
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik KJPP Andesta p.13
unresolved org A P PA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.14
unresolved org CC JENTIFiG APP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.15
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.15 ×2
unresolved org Batavia Prosperindo Intemasional Tbk. p.15 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15 ×2
unresolved org LEN TI APP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.16
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16
unresolved org Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha Daerah Provinsi DKI p.16
unresolved org PT. Prima Jaya Permai PJP p.17
unresolved person Jimmy Tanal · Notaris p.17
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manuasia Republik Indonesia p.17
unresolved person Yoke Reinata S.H. · Notaris p.17 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Republik Indonesia p.17
unresolved org PT. Wahana Bumi Pertwi p.17
unresolved org PT Jaya Anugrah Permai p.17
unresolved org APPRArSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.18
unresolved — Luo Xude · Direktur Utama p.18
unresolved org TAPI A FP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.19
unresolved org PT Megatama Putra Sejahtera p.19 ×2
unresolved org PT Teguh Anindyaguna p.19 ×2
unresolved org PT Citraduta Sukses Semesta p.19 ×2
unresolved org PT Bintang Anugrah Permai p.19
unresolved org APP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.20
unresolved org R Ad SA Kk KJPP Edi Andesta dan Rekan p.21
unresolved org A PP RAMSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.23
unresolved org Pt A PP RAISA. KJPP Edi Andesta dan Rekan p.24
unresolved org Dt A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.26
unresolved org AMP BRAIS Ai KJPP Edi Andesta dan Rekan p.28
unresolved org NC A PR RAYMSA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.29
unresolved org A PP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.31 ×2
unresolved org LM AYU DA XL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.32
unresolved org TU PC APP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.33
unresolved org TE APP RAMSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.34
unresolved org PT. Bintang Anugerah Permai p.34
unresolved org AP PR AIS Ad KJPP Edi Andesta dan Rekan p.35
unresolved org TP IC APP RA'rSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.36
unresolved org A PP RANSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.39
unresolved org AP DA AT SA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.40
unresolved org AP PRArSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.41
unresolved org IE AA RP RAYFSAt KJPP Edi Andesta dan Rekan p.42
unresolved org SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.43
unresolved org TR KAI EA Lk KJPP Edi Andesta dan Rekan p.45
unresolved org TAPE IC APP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.46
unresolved org APPRAYSA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.47
unresolved org AP PRAINISA Kk KJPP Edi Andesta dan Rekan p.49
unresolved org A PP RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.50
unresolved org A Y PRABA Lk KJPP Edi Andesta dan Rekan p.52
unresolved org APP RAISA LL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.53
unresolved org P RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.54
unresolved org IC A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.55
unresolved org Ae APP RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.56
unresolved org Ir. Edi Andesi Pemimpin Rekan MAPPI p.56
unresolved person Ir. Edi Andesi · Pemimpin Rekan p.56
unresolved org PRAAJIS AL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.57
unresolved — KEPI · Penilai p.57
unresolved person Igro Haikal Sulaiman p.57
unresolved org PP RASINSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.58
unresolved org KJPP Andesta. Baik KJPP Andesta p.58

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 35 ms 13 Sep 2026 14:27
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result