Back to announcement
20260521_BPII_Informasi Transaksi Afiliasi_32093677_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review BPIISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1 OCR 0.936
KJPP Edi Andesta dan Rekan LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN Atas Rencana Transaksi PT, Batavia Prosperindo Internasional Tbk. melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PT. Prima Jaya Permai hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,374 dari jumlah seluruh saham PT. Prima Jaya Permai Disiapkan Untuk PT. Batavia Prosperindo Internasional Tbk.
Page 2 OCR 0.767
H ( . ICW TErPAt AP PF RANMNSA Lk KJPP Edi Andesta dan Rekan Halaman Halaman Judul Daftar Isi Ii: —ILatar Belakang eowwwampasus aan 1 2 Datar Penugasan Ana 2 3. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran......................oooooooooo.owoo 3 4. Status Penilai ......... 3 5. Pemberi Tugas dan Pengunan Laporan.................o..o..oo.oooooooo.oooooWoWooo 3 Objek Pendapat Kewajaran....................ooooooo.o.oooo.ooooWo.WoWoWoWoooooo 3 7. Jenis Mta Uang Yang Digunakan 4 8 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran.. 4 9. Tanggal Pendapat Kewajaran............................... 4 10. Tingkat Kedalaman InvestigaSi...........................oo.oooooooooo.ooooooooo oom 4 11. Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan 5 12. Asumsi dan kondisi Pembatas ........ 5 13. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi .......................ooo.ooocooo.Woo.oo 5 14. Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Sesuai Peraturan Yang Berlaku.. 5 15. Konfirmasi Penugasan Bersamaan (Berdekatan) ....................ovo..vio.wo.oo.coooooooooo 5 16. Pernyataan Penilai .............i....o.oooooo.oooooWo.oo ) 17. Sumber Data ......ooooo.oo.o..... 7 18. Pendekatan dan Prosedur Yang Digunakan ....................ooxv1.oo.ooooo.ooooooo.o 8 19. Hubungan Pihak-pihak yang akan Melakukan Rencana Transaksi..........................,.. 9 20. Uraian Mengenai Penilai Usaha Serta Hasil Penilaian Saham yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran.........................oo..o.ooooooooWo.omo 10
Page 3 OCR 0.863
Pa 22. 23 24. 25. 26. KJPP Edi Andesta dan Rekan Metodologi dan Analisis Kewajaran Rencana Transaksi.......................201-0..ow.i. 211. Analisis Rencana Transaksi........... a. Identifikasi Pihak-pihak yang Bertransaksi .. b. Hubungan Antara Pihak Yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi ........... c. Perjanjian dan Persyaratan yang disepakati dalam Rencana Transaksi ... d. Penilaian atas Risiko dan Manfaat dari Recana Transaksi......... 21.2. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif ......... @. Analisis Kualitatif w.i..ieswiddsesisiviscasssowesssan b. Analisis Kuantitatif... 21.3. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi..............................io...i.ii... a. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Hasil Penilaian Saham PIP rss entin b. Analisis untuk Memastikan bahwa Rencana Transaksi Memberikan Nilai Tambah .......oooo.i..... 21.4, Analisis Atas Faktor-Faktor lain yang Relevan............................. Kesimpulan............. Kejadian Penting (Subseguent Events) Setelah Tanggal Penilaian ........................... Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran .................. Pernyataan Penilai Kane Asumsi-asumsi dan Syarat-syarat Pembatas........ 12 12 12 15 15 19 21 21 33 51 51 52 54 54 54 55 56 57
Page 4 OCR 0.892
Tr H S5 Cc IE MN Tee HC A PP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan No, : 00239/2.0053-00/B5/05/0095/1/V/2026 Jakarta, 20 Mei 2026 Kepada, PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk Chase Plaza, Lantai 12 Jalan Jend. Sudirman Kav. 21 Jakarta Selatan U.p. : Direksi Hal: Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PT Prima Jaya Permai hingga sebanyak- banyaknya sebesar 19,376 dari jumlah seluruh saham PT Prima Jaya Permai Dengan hormat, Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan (“KJPP Andesta” / “Kami”), oleh PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk. (“Perseroan" / "BPII”) untuk memberikan pendapat kewajaran sebagai penilai independen, sesuai proposal penawaran jasa pendapat kewajaran No. 026/P-Andesta/!/2026, tertanggal 20 Januari 2026, maka dengan ini Kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan, No. 1/KM.1/2022, tanggal 3 Januari 2022 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Surat Registrasi No. KEP-30/KS-13/2026 (Penilai Properti dan Penilai Usaha) menyampaikan pendapat atas kewajaran (“Pendapat Kewajaran”) atas rencana BPII yang akan melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PT Prima Jaya Permai (“PJP”) hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,394 dari jumlah seluruh saham PJP, seluruh rangkaian tersebut kemudian disebut (“Rencana Transaksi") t Latar Belakang BPII adalah perusahaan induk yang bergerak dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya, berencana akan melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,346 dari jumlah seluruh saham PJP dengan Nilai Rencana Transaksi sebesar Rp. 150.000.000.000,- Berdasarkan Peraturan No. 17/IPJOK.04/2020, mengacu pada ketentuan pasal 3 butir (3), bahwa Rencana Transaksi dikategorikan sebagai transaksi material, jika: a. Nilai Rencana Transaksi sama dengan 20 atau lebih dari total ekuitas konsolidasian BPII dan Nilai Rencana Transaksi BPII adalah sebesar Rp. 150.000.000.000,- dan total ekuitas konsolidasian BPII per tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp. 1.820.265.267.676,, dengan demikian Rencana Transaksi BPII hanya sebesar 8,249 dari total ekuitas konsolidasian BPII Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia Kep, Menkeu. No.1/KM.1/2022 No, lain 2.09.0053 Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan Mamber Bidang Usaha Jalan Ciputat Raya No 89-8, Pondok Pinang 1. Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) 1 Penilai Properti Kebayoran Lama. Jakarta - 12310 2 Forum Penilai Pasar Modal (FPPM) 2 Penilai Bisnis T:021-78991015 (hunting) & 021-75991017 E-mail : kipp maj@dyahoo.com
Page 5 OCR 0.913
HH 5 Cc IE 39 TfFBELt A PP RAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan b. Total aset konsolidasian PJP dibagi total aset konsolidasian BPII pertanggal 31 Desember 2025 nilainya sama dengan atau lebih dari 2046 dan total aset konsolidasian PJP sebesar Rp. 502.320.244.794,- dan total aset konsolidasian BPII sebesar Rp. 6.821.358.496.272,- dengan demikian total aset konsolidasian PJP hanya sebesar 7,3696, dari total aset konsolidasian BPII Cc. Laba bersih konsolidasian PJP dibagi dengan laba bersih konsolidasian BPII nilainya sama dengan atau lebih dari 2046 dan laba bersih konsolidasian PJP sebesar minus Rp. 10.105.040.357,- dan laba bersih konsolidasian BPII adalah sebesar Rp. 144.064.749.552,- dengan demikian laba bersih konsolidasian PJP hanya sebesar minus 1425,672, dari laba bersih konsolidasian BPII. d. Pendapatan usaha konsolidasian PJP dibagi dengan pendapatan usaha konsolidasian BPII nilainya sama dengan atau lebih dari 2076, dan pendapatan usaha konsolidasian PJP adalah sebesar Rp. 0 (nihil) dan pendapatan usaha konsolidasian BPII adalah sebesar Rp.1.239.584.279.842,- dengan demikian pendapatan usaha konsolidasian PJP hanya sebesar 0,00” (nihil), dari pendapatan usaha konsolidasian BPII. Berdasarkan poin-poin diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi, bukan merupakan transaksi material, sehingga Perseroan tidak wajib memperhatikan ketentuan Peraturan No. 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“Peraturan No. 17/POJK.04/2020”) Selanjutnya oleh karena Rencana Transaksi dilakukan dengan pihak afiliasi, maka Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan wajib memperhatikan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu (“Peraturan No. 42/POJK.04/2020”). Dengan demikian dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi ini dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan No. 42/PJOK.04/2020, Perseroan telah menunjuk KJPP Andesta, sebagai penilai independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut 2. Dasar Penugasan Berdasarkan proposal penawaran jasa pendapat kewajaran No. 026/P-Andesta/I/2026, tertanggal 20 Januari 2026, oleh KJPP Andesta yang ditujukan kepada BPI, dan telah disetujui sebagai surat perjanjian kerja. Pendapat Kewajaran berpedoman kepada Standar Penilaian Indonesia (SPI-£disi VII-2018), dengan ruang lingkup antara lain meliputi: Verifikasi dan identifikasi data, pemeriksaan data- data dan analisis, dan penyampaian dalam bentuk laporan Pendapat Kewajaran PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 6 OCR 0.911
HH € 5 CC 8 Tire APP RAN SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 3. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran Sehubungan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (Peraturan No, 35/POJK.04/2020), berkaitan dengan penunjukan KJPP Andesta, untuk memberikan Pendapat Kewajaran (“Fairness Opinion") atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup dari penugasan profesional meliputi: a. Nilai dari objek yang ditransaksikan b. Dampak keuangan dari Rencana Transaksi yang telah dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham Cc, Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh Perseroan, terkait dengan Rencana Transaksi yang telah dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham 4. Status Penilai Penilai adalah KJPP Andesta dalam posisi untuk memberikan Pendapat Kewajaran yang objektif dan tidak memihak. Penilai tidak ada keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun bersifat potensial dengan subjek dan atau objek Pendapat Kewajaran. Penilai memiliki kompetensi untuk memberikan opini Pendapat Kewajaran. Dalam menjalankan tugas profesinya, tanggung jawab Penilai sebagai individu harus dipisahkan dari Penilai sebagai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Sehingga tanggung jawab Penilai sebagai individu tidak menjadi tanggung jawab KJPP secara keseluruhan (SPI Edisi VII 2018, KEPI butir 5.8.8.3) 5, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan, diuraikan sebagai berikut: Nama Perusahaan : PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk Bidang Usaha : Aktivitas Konsultasi Manajemen lainnya Alamat : Chase Plaza Lantai 12, Jalan Jendral Sudirman Kav. 21, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan 6. Objek Pendapat Kewajaran Objek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi BPII melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,34 dari jumlah seluruh saham PJP. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 7 OCR 0.923
» - SC !EN TTE "C AP PRA SA L KJPP Edi Andesta dan Rekan 1. Jenis Mata Uang Yang Digunakan Mata uang yang digunakan dalam Pendapat Kewajaran ini adalah mata uang Rupiah (Rp.). 8. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan pendapat atas kewajaran Rencana Transaksi BPII berencana akan melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,396 dari jumlah seluruh saham PJP serta untuk pemenuhan ketentuan Peraturan No. 42/PJOK.04/2020, atas Rencana Transaksi, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini, dan tidak untuk transaksi lainnya. 9. Tanggal Pendapat Kewajaran Analisis Kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025. 10. Tingkat Kedalaman Investigasi Semua informasi yang berkaitan dengan Pendapat Kewajaran ini, tetapi tidak termasuk kesimpulan tentang opini nilai, Kami terima dari Pemberi Tugas serta PJP dan Entitas Anak termasuk hal-hal yang menyangkut status hukum kepemilikan serta hal-hal yang relevan lainnya. Kami berasumsi bahwa informasi dan data yang Kami terima tersebut, sepanjang menyangkut data dan keterangan mengenai objek Pendapat Kewajaran adalah benar Dalam hal penelitian dan penyelidikan yang ada hubungannya dengan kebenaran legalitas hak kepemilikan serta utang piutang yang mengakibatkan kerugian atas objek Pendapat Kewajaran, bukan merupakan ruang lingkup penugasan Penilai, pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan profesi lain, dan oleh sebab itu dalam Pendapat Kewajaran ini, Kami berasumsi bahwa Pendapat Kewajaran telah bebas dari segala permasalahan hukum. Tingkat kedalaman investigasi yang akan dilakukan dalam penugasan ini terbatas pada: a. Investigasi dilakukan melalui proses pengumpulan data dengan cara inspeksi/wawancara, penelaahan, penghitungan dan analisis b. Kami telah melakukan penelahaan, perhitungan dan analisis, dan diasumsikan tidak ada informasi yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan. C. Bilamana dalam pelaksanaan investigasi di lapangan ataupun dalam proses pengumpulan data, terdapat kendala-kendala yang membatasi akses Penilai, sehingga Penilai tidak dapat melakukan investigasi secara normal, maka hal tersebut akan diungkapkan di dalam laporan pendapat kewajaran PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 8 OCR 0.919
H E Ss GEN TFT APP RAANSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan 11. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan Selain menggunakan data yang diberikan oleh Pemberi Tugas serta PJP dan Entitas Anak, Kami juga menggunakan informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi. Penggunaan informasi dan data tersebut dapat disetujui, sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional dan atau internasional, sumber data tersebut antara lain: a. Bank Indonesia b. Badan Pusat Statistik. c. Data riset dari pihak independen d. Informasi dari media cetak dan elektronik. 12. Asumsi dan Kondisi Pembatas a. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion. b. KJPP Andesta telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Pendapat Kewajaran, namun tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen yang terkait, oleh karenanya Kami tidak menjamin kebenaran atau keabsahannya Cc. KJPP Andesta menggunakan data dan informasi yang diperoleh, berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. d. KJPP Andesta menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan PJP yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh PJP dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty) dan bertanggung jawab atas kewajaran proyeksi keuangan dan kesimpulan nilai akhir. e. Hasil analisis yang dilakukan menghasilkan Laporan Penilaian Usaha yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. f. Periode proyeksi keuangan yang disusun PJP selama 5 tahun yaitu 2026 s/d 2030. 13. Persyaratan Atas Persetujuan untuk Publikasi Dilarang menyebarluaskan pernyataan atau laporan Pendapat Kewajaran, baik secara keseluruhan, sebagian atau sebagai referensi, nilai yang terdapat didalamnya, maupun nama dan afiliasi tenaga ahli dari Penilai, tanpa persetujuan tertulis dari KJPP Andesta, kecuali untuk BPII dan PJP serta Otoritas Pemerintah lainnya sesuai Peraturan yang berlaku. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk MEN Ne Sa — BF pjp 5
Page 9 OCR 0.944
KJPP Edi Andesta dan Rekan 14. Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Sesuai Peraturan yang Berlaku Berdasarkan proposal penawaran jasa Pendapat Kewajaran yang telah disepakati, dinyatakan bahwa Pendapat Kewajaran ini, dilakukan berdasarkan Peraturan No. 35/POJK.04/2020 dan SPI edisi VII, tahun 2018. 15. Konfirmasi Penugasan Bersamaan (Berdekatan) Berdasarkan Informasi dari Pemberi Tugas, bahwa aset atau liabilitas yang menjadi objek Pendapat Kewajaran tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal Pendapat Kewajaran yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). KEPI 2018 Edisi Vll-Tahun 2018 butir 5.8.C.4, 16. Pernyataan Penilai Berdasarkan pengetahuan Kami atas penugasan Pendapat Kewajaran, dengan ini Kami menyatakan: a. Penilai bertanggung jawab dalam penyusunan laporan Pendapat Kewajaran (faimess opinion) atas Rencana Transaksi. b. Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan. C. Seluruh pendapat yang dinyatakan dalam laporan ini, baik mengenai analisis, kesimpulan atau pendapat, adalah benar. d. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas yang dilaporkan e. Hasil analisis, kesimpulan dan pendapat yang dinyatakan pada laporan ini terbatas pada kontinjensi, keterbatasan dan asumsi, yang merupakan pemahaman secara menyeluruh, didasarkan analisis profesional serta pendapat dan kesimpulan Kami. f Pada saat ini maupun pada masa yang akan datang, Kami tidak memiliki kepentingan terhadap Perseroan dan objek Rencana Transaksi ataupun analisis kewajaran Rencana Transaksi dan pihak yang terlibat dan terkait di dalamnya 9- Kami tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap Perseroan atau perusahaan yang Kami nilai ataupun analisis kewajaran Rencana Transaksi dan pihak yang terlibat dan terkait di dalamnya. h. Imbalan jasa lidak berkaitan dengan Pendapat Kewajaran yang dilaporkan PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 10 OCR 0.908
HH S & 8 MN TIK AP PR ANS A ik KJPP Edi Andesta dan Rekan i. Pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan memenuhi Peraturan No. 35/POJK.04/2020, ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI') yang diakui oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (“MAPPT) j- Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah. k. Kami melakukan penugasan ini secara independen tanpa intervensi dari pihak manapun. 17. Sumber Data Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, Kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut: a. Proyeksi keuangan PJP dan Entitas Anak, yang disusun oleh PJP selama 5 tahun yaitu 2026 sid 2030. b. Akta Pendirian dan Anggaran Dasar BPII dan PJP dan Entitas Anak beserta perubahannya. c. Nomor Induk Berusaha (NIB) atas nama BPII No. 8120113173702, dikeluarkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, pada tanggal 30 November 2018 dan perubahan ke-1 tanggal 28 Juni 2022 d. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atas nama BPII, dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia c.g. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS, pada tanggal 30 November 2018. €. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama BPII No. 01.862.130.0-058.000 dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak, KPP Perusahaan Masuk Bursa f. Laporan Keuangan BPII untuk periode yang berakhir pada tanggal, 31 Desember 2021 sid 2025. 9. Laporan penilaian 100,007 saham PJP dan Entitas Anak, dikeluarkan oleh KJPP Andesta, sesuai laporan No. 00227/2.0053-00/BS/05/0095/1/V/2026, tanggal 6 Mei 2026 h. Kesepakatan atas rencana penyetoran modal pada PJP, tanggal 19 Mei 2026. |. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi. j- Hasil wawancara dengan pihak BPII mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi. k. Surat Pernyataan (management representative letter) yang dibuat oleh BPII, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk”
Page 11 OCR 0.932
re S5 C be Ap TEA AO 2 WPAASA | KJPP Edi Andesta dan Rekan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan BPII, tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan menyesatkan. |. Berbagai sumber informasi, baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain yang dianggap relevan. m. Pihak-pihak yang telah diwawancarai terkait dengan Rencana Transaksi, adalah Bapak Djatikesumo Subagio dengan jabatan Direktur PJP. 18. Pendekatan dan Prosedur Yang Digunakan Dalam melakukan kewajaran Rencana Transaksi, KJPP Andesta telah melakukan analisis sebagai berikut a. Analisis Rencana Transaksi Analisis Rencana Transaksi berupa identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi. Perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam Rencana Transaksi. Penilaian atas risiko dan manfaat dari Rencana Transaksi. b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Analisis kualitatif berupa riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha. Analisis industri. Analisis operasional dan prospek perusahaan. Alasan dilakukan Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas Rencana Transaksi yang telah dilakukan. Analisis kuantitatif berupa penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas dan kondisi keuangan Perseroan, realisasi posisi keuangan Perseroan, realisasi laba (rugi) Perseroan, penilaian arus kas Perseroan, rasio keuangan Perseroan, penilaian atas proyeksi keuangan, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi Analisis inkremental (incremental analysis) untuk mengukur nilai tambah dari Rencana Transaksi. Cc. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi Analisis kewajaran Rencana Transaksi dengan membandingkan antara harga pembelian atau harga pengambilalihan dengan nilai pasar dari hasil penilaian. Apabila harga pembelian berada pada batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai, tidak melebihi 1,5"h, sesuai Peraturan No. 35/POJK.04/2020, maka Rencana Transaksi tersebut dikategorikan wajar. Analisis untuk memastikan bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi Perseroan PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 12 OCR 0.825
HH E 5. CC EN TAPI KJPP Edi Andesta dan Rekan Cc A PP RA (SA L 19. Hubungan Pihak-Pihak Yang Melakukan Rencana Transaksi BPII akan melakukan Rencana Transaksi berupa penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,346 dari jumlah seluruh saham PJP, hubungan pihak-pihak yang akan melakukan Rencana Transaksi, diuraikan sebagai berikut: a. Hubungan Afiliasi Berdasarkan Kepemilikan Saham Berdasarkan analisis kepemilikan saham, terlihat bahwa antara pihak-pihak yang bertransaksi memiliki hubungan afiliasi: Perorangan Perotungun Perorangan t) MPS TA CSS BAP Isi PJP merupakan pihak yang terafiliasi dengan BPII dikarenakan PJP dimiliki oleh PT. Wahana Bumi Pertiwi (WBP) dan BPII dimiliki oleh Malacca Trust Pte, Ltd. Selanjutnya WBP dan Malacca Trust Pte. Ltd. dimiliki oleh pihak yang sama yaitu Star Malacca Investment Pte. Ltd. tandan b. Hubungan Afiliasi Berdasarkan Kepengurusan Perusahaan Berdasarkan analisis kepengurusan perusahaan, terlihat bahwa antara pihak-pihak yang bertransaksi tidak memiliki hubungan afiliasi, diuraikan sebagai berikut: Nama | BPII PJP Rudi Sevadi Tjanjono — Direktur Utama 51 Luo Yude Toirekur |” Irena Istary Iskandar Komisaris Utama: Rudy Johansen (pemegang saham 0,02” BPII) | Komisaris — Komisaris 2 Pbirektur — Ikomisans Iteng Yohan — — Komisaris | Tiandra Widjaya Wong Oo “Tkomisars | Christian Suprijatna Komisaris PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 13 OCR 0.926
HE Ss. TEM TAPAK AP PRArSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 20. Uraian Mengenai Penilai Usaha Serta Hasil Penilaian Saham Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran Hasil penilaian 100,009s saham PJP dan Entitas Anak, dikeluarkan oleh KJPP Andesta, diuraikan sebagai berikut a. Uraian Mengenai Kantor Jasa Penilai Publik KJPP Andesta adalah kantor jasa penilai publik independen, didirikan berdasarkan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022, tanggal 3 Januari 2022, surat izin usaha No 2.09.0053, tanggal 15 Juli 2009 dan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. KEP-30/KS-13/2026 (Penilai Properti dan Penilai Usaha), terdaftar atas nama Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert.) b. Nomor Laporan Penilaian Saham Laporan penilaian usaha No. 00227/2.0053-00/85/05/0095/1/V/2026, tanggal 6 Mei 2026. c. Objek Penilaian Objek penilaian adalah 100,0096 Saham PJP dan Entitas Anak yang bergerak dalam bidang konsultan manajemen lainnya dan holding company. d. Maksud dan Tujuan Penilaian Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak BPII, bahwa maksud dan tujuan penilaian adalah untuk mengungkapkan pendapat mengenai Opini Nilai Pasar 100,005 saham PJP dan Entitas Anak, yang akan dipergunakan oleh PJP sebagai dasar untuk menerbitkan saham baru. e. Dasar Nilai Sesuai informasi yang diperoleh dari Pemberi Tugas mengenai maksud dan tujuan penilaian untuk penerbitan saham baru, maka dasar nilai yang digunakan dalam penilaian adalah Nilai Pasar f. Kesimpulan Nilai Pasar Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi serta mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, nilai pasar objek penilaian pada tanggal penilaian adalah sebesar Rp. 663.152.223.090,- (enam ratus enam puluh tiga miliar seratus lima puluh dua juta dua ratus dua puluh tiga ribu sembilan puluh Rupiah). Nilai Pasar per Lembar Rp. 105,6 (seratus lima koma enam Rupiah). PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 14 OCR 0.528
H E : TE N T0f A P PA KJPP Edi Andesta dan Rekan Dengan kesimpulan Nilai Pasar Saham PJP per lembar sebesar Rp. 105,6 dan Nilai Rencana Transaksi per lembar sebesar Rp. 100,- maka kesimpulan Nilai Pasar Saham PJP dan Entitas Anak yang akan disetor oleh BPII adalah sebagai berikut: 1) Asumsi para pemegang saham PJP tidak melakukan penyetoran modal, maka BPII akan menyetor modal pada PJP sebesar 1.500.000.000 lembar saham, kepemilikan saham BPII pada PJP diuraikan sebagai berikut: Li Ka aan ace Mete eotakan Pen ena Neo Saham |Keperilikan (W) | Rp) Saham Kepemilikan (W)) Rp.) ! Jen wamanmiresa | sezamss| seal aamonan seamoss| — mon same 2 | Tanng Sugriana 623 340034 G07ng 02334001419 673 M00M4 SONG) G23M 003419 3 famnyroar mau! san) musa papan an musa « Jerinatayapama | sasameo| sun) men aurel 3nd 210 5 Jowmetanaa” Domanan| 0nd nana mural am) aras & Jomnsanana — Doamarws| an araramo mama al mnzraow 1. | Ctrsandy Supriatna 207 a27 43 | AANG 28722 748 800 287 327 488 Ing 28732 148 600 8 | Anwar Sumarjono 239289154 Ing 233255 M6 189 283 154 Jong 29326 M6106 Tarra mania asn) sana at73 20 santun v Jar oonomomo| #smmmowo| san #tomoc00cn Te an DAN TN LA KAN ELIA EC BEA Berdasarkan analisis tersebut maka kepemilikan saham BPII pada PJP sebesar 1.500.000.000 atau 19,394, dengan Nilai Rencana Transaksi Rp. 150.000.000.000,- dan Nilai Pasar hasil penilaian KJPP Andesta adalah Rp. 158.400.000.000,- 2) Asumsi para pemegang saham PJP melakukan penyetoran modal sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing, maka BPII akan menyetor modal pada PJP sebesar 763.399.159 lembar saham, kepemilikan saham BPII pada PJP diuraikan sebagai berikut: Sebetum Rencana Transaka: Rencana Setelah Rencana Transaksi yo Saham Kan Tandan temen Persentase | Wa Saham | “Sanam (sj (Purtan Lenbar7, Persentase | WI Saham | tanam (tependitanC4| Mp3 Saham — (Kepemilikan (8)! (Rp) 4 Dpt Wahana Bumi Prbai | 3625700425 nan sn2an0oa2ssa| 10222200600) ara vsa21 Anam anansan isa 2 | rating Supriaha 823 woo sasl G2swooyasg| saannan2101| 72250058 PEN) 3 | mngyotan 904252003 azas) ane2s200100| sarnzosoeo| aneu0os9 Bag ansaao0s 200 3 Iertsaosarnas | Sitara Gil mnaramel datasam| sratsal Gal ino 8 Jowsina Suprjana | 28732748 asas) ze12ranwoo| Ganeasran| ass 010000 Kan asso7ooee1 «| owetan Supetana pasar asa | uses gamarasaoo| asezeras| ascorooe AaN assu7oogen Orenaney Suprjana 287 327 ana usas) g1n2nannoo| Ganazs1a20| 355010000 tam 3ssa7oon 610 8 | Aman Sumarpno 2an2s3 sa 3nad marsansase| ssr2421210) 20x077a0 37 2e0n7738c00 «| wntanenena Ina21223 zsong #senzn2225e| araseoweos| s0x251200 290 wamanan 10 Jae mesnngrsase| 783 300 180 ang Tasna9ns A0 Total Saham Tana Toocow) Gran anta0n | Tsan00v00000| Tran Tran Toooow) T77aT7 sna30a Berdasarkan analisis tersebut maka kepemilikan saham BPII pada PJP sebesar 763.399.159 atau 9,86, dengan Nilai Rencana Transaksi Rp. 76.339.915.898,- dan Nilai Pasar hasil penilaian KJPP Andesta adalah Rp. 80.614.951.188,- PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk "
Page 15 OCR 0.932
Ht E . CC JENTIFiG APP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan 21. Metodologi dan Analisis Kewajaran Rencana Transaksi Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, dilakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 211. Analisis Rencana Transaksi Perseroan akan melakukan Rencana Transaksi penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,396 dari jumlah seluruh saham PJP, dengan nilai sebesar Rp. 150.000.000.000,-, sumber dana berasal dari BPII. a. Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi Pihak-pihak yang terkait dalam Rencana Transaksi adalah BPII yang akan melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak- banyaknya sebesar 19,396 dari jumlah seluruh saham PJP, berikut keterangan mengenai pihak-pihak yang bertransaksi 1) PT. Batavia Prosperindo Internasional Tbk. BPII dahulu didirikan dengan nama PT Batavia Prosperindo Internasional, berdasarkan Akta Notaris No. 78 tanggal 12 November 1998 yang dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C- 18678HT.01.01.TH.99 tanggal 10 November 1999 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 65 tanggal 15 Agustus 2000, Tambahan No. 4522. Berdasarkan Pernyataan Keputusan Edaran Pemegang Saham pada tanggal 4 April 2014 yang diaktakan oleh Dr. Irawan Soerodjo, SH., M.Si. Notaris di Jakarta, dengan Akta Notaris No. 37 tanggal 4 April 2014, pemegang saham BPII menyetujui perubahan nama menjadi PT Batavia Prosperindo Intemasional Tbk. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-00471.40.20.2014 tanggal 15 April 2014 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 104, Tambahan No. 72117 tanggal 30 Desember 2014. Anggaran dasar BPII telah diubah dengan Akta Notaris No. 265 tanggal 30 April 2015 dari Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, dalam rangka perubahan Anggaran Dasar Entitas Induk untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan POJK No. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk |
Page 16 OCR 0.865
H E SS CG LEN TI APP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Perubahan tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AHA.01.03-0931268 tertanggal 11 Mei 2015 BPII telah mengubah statusnya dari Perusahaan Non Penanaman Modal Asing menjadi Perusahaan Penanaman Modal Asing berdasarkan Surat Persetujuan untuk merubah status dari Non penanaman Modal Asing menjadi Penanaman Modal Asing dari Kepala Badan Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 1/31/V/PMA/2002 tanggal 18 Maret 2002. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan pendirian BPII adalah dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Entitas Induk memulai kegiatan usahanya secara komersial pada tanggal 12 Mei 1999. Kantor pusat BPII terletak di Gedung Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Jakarta Selatan. Susunan pemegang saham BPII, diuraikan sebagai berikut: Jumlah Lembar | Persentase Nilai Saham Ng, ernegangi Satin Saham — | Kepemilikan (9x) (Rp) 1 | Malacca Trust Pte. Ltd. Singapura |. 8881734000 8986”4| 44.408.670.000 2 | Rudy Johansen | 1808.000 0,021 9.040.000 3 | Masyarakat (masing-masing dibawah 54) — | 1000611240 1012| 5.003.056.200 Total Saham Beredar 9.884.153.240 100,00”x| 49.420.766.200 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BPII, berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Irena Istary Iskandar Komisaris Independen 1 Paulin Angeline Komisaris : Rudy Johansen Direksi Direktur Utama Rudi Setiadi Tjahjono Direktur 1 Luo Xude PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk f X PJ 13
Page 17 OCR 0.850
Kn & 0 CC CE N Teri AO PR AN SA & KJPP Edi Andesta dan Rekan 2) PT. Prima Jaya Permai PJP didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 43 tanggal 16 Januari 2012, dibuat di hadapan Jimmy Tanal, S.H. Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manuasia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.AHU-15140.AH.01.01.Tahun 2012, tanggal 1 Februari 2012. Anggaran dasar PJP telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 15, tanggal 30 Desember 2025, dibuat dihadapan Yoke Reinata S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh, akta perubahan tersebut telah disimpan di dalam sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Republik Indonesia dalam surat No. AHU-AH.01.03- 0259676, tanggal 30 Desember 2025 PJP berdomisili di Chase Plaza, Lantai 12, Jalan Jend. Sudirman Kav. 21, Jakarta. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup PJP bergerak dalam bidang konsultasi manajemen lainnya dan perusahaan holding.. Susunan pemegang saham PJP, diuraikan sebagai berikut: | Jumlah Lembar | Persentase Nilai Saham Ne | Bemegang Salin Saham Kepemilikan (4) (Rp) 4 PT. Wahana Bumi Pertwi 3.623 790 425 57,7192| 362.379042.553 2 | Tatang Suprijatna 623.340.034 9,93"o| 62.334.003.419 3 | Iteng Yohan | 394.252.963 | 6284| 39.425.296.300 | 4 | PT Jaya Anugrah Permai | 385.327 680 | 6,149o| 38.532.768.000 5 | Christine Supriatna | 287 327 488 4,58Y0 28.732 748.800 6 | Chnstian Supriatna | 287 327 488 4584| 28.732 748.800 7 Chrisandy Suprijatna | 287.327 488 4,580 28.732 748.800 8 | Anwar Sumarjono 233.253.154 3,71) 23.325.315.396 9 | Arief Andhalla 156.827.223 2,50h| 15.682.722.236 Total Saham | 6.278.773.943 100,00”4| 627.877.394.304 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PJP, berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2025 diuraikan sebagai berikut Dewan Komisaris Komisaris Utama Anwar Sumarjono Komisaris Iteng Yohan Komisaris 1 Tjiandra Widjaja Wong Komisaris Christian Suprijatna Direksi Direktur 1 Djatikesumo Subagio PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 1
Page 18 OCR 0.934
HE SC EN TUF1C APPRArSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan b. Hubungan Antara Pihak yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi Sesuai dengan informasi BPII dan dengan analisis hubungan afiliasi berdasarkan kepemilikan saham dan kepengurusan, terlihat bahwa antara pihak-pihak yang bertransaksi memiliki hubungan afiliasi yaitu: 1) Hubungan afiliasi berdasarkan kepemilikan saham Berdasarkan analisis dari segi kepemilikan saham, bahwa antara pihak-pihak yang bertransaksi memiliki hubungan afiliasi yaitu: PJP merupakan pihak yang terafiliasi dengan BPII dikarenakan PJP dimiliki oleh PT. Wahana Bumi Pertiwi (WBP) dan BPII dimiliki oleh Malacca Trust Pte. Ltd, Selanjutnya WBP dan Malacca Trust Pte. Ltd. dimiliki oleh pihak yang sama yaitu Star Malacca Investment Pte. Ltd. 2) Hubungan afiliasi berdasarkan kepengurusan perusahaan Berdasarkan analisis kepengurusan perusahaan, bahwa antara pihak-pihak yang bertransaksi tidak ada hubungan afiliasi. c. Perjanjian dan Persyaratan yang disepakati dalam Rencana Transaksi Berdasarkan kesepakatan atas rencana penyetoran modal pada PJP, antara PJP yang akan menerbitkan saham baru, dengan BPII, sebagai perusahaan yang akan melakukan penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak- banyaknya sebesar 19,3” dari jumlah seluruh saham PJP. Kesepakatan-kesepakatan tersebut diuraikan sebagai berikut: 1) Nomor dan Tanggal Kesepakatan Kesepakatan atas rencana penyetoran modal pada PJP, pada hari Selasa, tanggal 19-5-2026 (sembilan belas Mei dua ribu dua puluh enam) 2) Pihak-pihak yang Bertransaksi a) PT Prima Jaya Permai, perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Republik Indonesia, berkantor pusat di Chase Plaza Lt.12 Jl. Jend. Sudirman Kav.21 Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, yang dalam hal ini diwakili oleh Djatikesumo Subagio sebagai Direktur (selanjutnya disebut "Perseroan" atau "PJP"). b) PT. Batavia Prosperindo Internasional Tbk, perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Republik Indonesia, berkantor pusat di Chase Plaza Lt.12, Jl. Jend. Sudirman Kav.21, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, yang dalam hal ini diwakili oleh Rudi Setiadi Tjahjono dan Luo Xude sebagai Direktur Utama dan Direktur yang (selanjutnya disebut "BPII" atau “Pemegang Saham Baru”) PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 13
Page 19 OCR 0.921
sg — TT CE N TAPI A FP RASA
KJPP Edi Andesta dan Rekan
3) Latar Belakang
a) Bahwa PJP merupakan perseroan terbatas yang melakukan kegiatan usaha di
bidang Aktivitas Jasa Konsultasi dan Perusahaan Holding, dan memiliki 4 (empat)
anak perusahaan, yaitu:
(1) PT Megatama Putra Sejahtera (“MPS") dengan jumlah kepemilikan PJP
pada MPS sebesar 4.111.382.116 (empat miliar seratus sebelas juta tiga
ratus delapan puluh dua ribu seratus enam belas) lembar saham atau 99,994
kepemilikan saham. MPS bergerak dalam bidang usaha Kawasan Industri.
(2
PT Teguh Anindyaguna (“TA") dengan jumlah kepemilikan PJP pada TA
sebesar 92.427.993 (sembilan puluh dua juta empat ratus dua puluh tujuh ribu
sembilan ratus sembilan puluh tiga) lembar saham atau 99,99”6 kepemilikan
saham. TA bergerak dalam bidang usaha Kawasan Industri.
PT Citraduta Sukses Semesta ("CSS") dengan jumlah kepemilikan PJP
pada CSS sebesar 540.571.499 (lima ratus empat puluh juta lima ratus tujuh
puluh satu ribu empat ratus sembilan puluh sembilan) lembar saham atau
99,990 kepemilikan saham. CSS bergerak dalam bidang usaha Instalasi
Konstruksi Lainnya Ydl dan Kawasan Industri.
PT Bintang Anugrah Permai (“BAP”) dengan jumlah kepemilikan PJP pada
BAP sebesar 32.903.418 (tiga puluh dua juta sembilan ratus tiga ribu empat
ratus delapan belas) lembar saham atau 99,99” kepemilikan saham. BAP
bergerak dalam bidang usaha Real Estate yang Dimiliki atau Disewa
8
(4
b) Bahwa berdasarkan Akta Notaris No. 15 tanggal 30 Desember 2025 dari Yoke
Reinata, S.H., M.Kn., PJP memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar
Rp 627.877.394.304,- (enam ratus dua puluh tujuh miliar delapan ratus tujuh puluh
tujuh juta tiga ratus sembilan puluh empat ribu tiga ratus empat Rupiah) yang
terbagi atas 6.278.773.943 (enam miliar dua ratus tujuh puluh delapan juta tujuh
ratus tujuh puluh tiga ribu sembilan ratus empat puluh tiga) lembar saham dengan
masing-masing saham bernilai nominal Rp 100,- (seratus Rupiah)
Cc) Bahwa PJP berencana melakukan pengembangan kawasan industri melalui
entitas anak-anaknya
d) Bahwa untuk pembangunan pengembangan kawasan industri tersebut, PJP
mengestimasi kebutuhan modal tambahan hingga Rp 150.000.000.000 (seratus
lima puluh miliar Rupiah)
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 20 OCR 0.935
» Ss CTEN T4P1 0 APP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan e) Bahwa untuk membiayai kebutuhan modal tambahan tersebut, PJP bermaksud untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor melalui penerbitan saham baru dengan jumlah 1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta) lembar saham dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) per lembar saham, dengan total nilai nominal sebesar Rp 150.000.000.000,- (seratus lima puluh miliar Rupiah). f) Bahwa BPII bermaksud mengambil bagian atas penerbitan saham baru PJP melalui penyetoran modal, sehingga BPII akan menjadi Pemegang Saham Baru PJP. 9) Bahwa Para Pemegang Saham PJP menyetujui BPII untuk melakukan penyetoran modal saham pada PJP dan menjadi Pemegang Saham Baru PJP sesuai ketentuan dalam Kesepakatan Rencana Penyetoran Modal pada PJP 4) Nilai Penyetoran Modal Saham a) Para Pihak sepakat untuk melakukan penyetoran modal saham atas penerbitan saham baru PJP dengan nilai transaksi saham yang ditetapkan sebesar Rp 100,- (seratus Rupiah) per lembar saham. b) Apabila dalam prosesnya saham baru yang akan diterbitkan PJP melebihi modal dasar PJP, maka PJP akan melakukan peningkatan modal dasar terlebih dahulu atau bersamaan dengan penerbitan saham baru sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. 5) Pembayaran Nilai Penyetoran Modal Saham a) Pembayaran atas Penyetoran Modal Saham dari Para Pemegang Saham PJP dan BPII kepada PJP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Kesepakatan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan modal tambahan untuk pengembangan kawasan industri PJP dan Entitas Anak b) Pembayaran akan dilakukan berdasarkan surat permohonan tertulis dari PJP kepada Para Pemegang Saham PJP dan BPII selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kerja sebelum tanggal perkiraan penyetoran modal saham yang disampaikan melalui surat tercatat dan/atau media elektronik tertulis. C) Pembayaran atas Penyetoran Modal Saham akan dibayarkan Para Pemegang Saham PJP dan BPII ke rekening PJP yang akan dilampirkan dalam surat permohonan. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 21 OCR 0.924
ng E S5 CIEN TE IG A PP R Ad SA Kk KJPP Edi Andesta dan Rekan 6) Jangka Waktu Penyetoran Modal Saham a) Jangka waktu atas permohonan penyetoran modal saham dari PJP kepada Para Pemegang Saham PJP dan BPII dapat dilakukan sejak ditandatangani Kesepakatan ini sampai dengan tanggal Kesepakatan ini berakhir yakni tanggal 19 Mei 2027 (satu tahun sejak Kesepakatan). b) Apabila hingga berakhirnya Jangka Waktu Kesepakatan total Penyetoran Modal Saham tidak mencapai Rp 150.000.000.000 (seratus lima puluh miliar Rupiah), maka nilai penyetoran modal atas saham baru yang diterbitkan PJP sesuai dengan Pasal 3 akan disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh PJP melalui surat permohonan tertulis sebagaimana diatur dalam Pasal 3. 7) Rencana Penyetoran Modal Saham a) Para Pemegang Saham PJP dan BPII akan melakukan penyetoran modal atas saham baru yang diterbitkan PJP sesuai dengan porsi kepemilikannya masing- masing sebagaimana tercantum pada Lampiran | Kesepakatan Rencana Penyetoran Modal pada PJP. b) Apabila terdapat Para Pemegang Saham PJP yang tidak melakukan Penyetoran Modal Saham sesuai Kesepakatan (“Pihak Non Partisipasi"), maka Pihak Non- Partisipasi setuju akan mengalami dilusi kepemilikan saham pada PJP secara proporsional. c) Apabila tidak ada Pemegang saham PJP yang melakukan Penyetoran Modal Saham baru pada PJP, BPII akan melakukan Penyetoran Modal Saham baru pada PJP sebanyak-banyaknya 1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta) lembar saham atau total nilai penyetoran sebanyak-banyaknya Rp 150.000.000.000 (seratus lima puluh miliar Rupiah) setara dengan 19,396 (sembilan belas koma liga persen) kepemilikan saham di PJP. Maka Pihak Non Partisipasi akan mengalami dilusi kepemilikan saham pada PJP sebagaimana tercantum pada Lampiran II Kesepakatan Rencana Penyetoran Modal pada PJP. 8) Penerbitan dan Pencatatan Saham Setelah selesainya proses pelaporan peningkatan modal kepada instansi atau otoritas yang berwenang, PJP akan memberikan kepada Para Pemegang Saham PJP dan BPII dokumentasi yang membuktikan pencatatan saham pada PJP dalam bentuk Salinan Akta Peningkatan Modal Perseroan PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk” 18
Page 22 OCR 0.746
H E S5 CTT1E MN T Or .C A PP RASA £ KJPP Edi Andesta dan Rekan 9) Lampiran Kesepakan a) Lampiran | Simulasi Rencana Penyetoran Modal Saham dan Perubahan Kepemilikan Saham pada PJP apabila Para Pemegang Saham PJP dan BPII melakukan penyetoran modal atas saham baru yang diterbitkan PJP sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing: ve Pemegang Saham PT hara um Pera 4m tgn 40 xamos 5 c| A01 mawar mma | ar mann | Gen1nan| 204 Tam sma | 1001 b) Lampiran II Simulasi Rencana Penyetoran Modal Saham dan Perubahan Kepemilikan Saham pada PJP, apabila hanya BPII dan tidak ada Pemegang saham PJP lainnya yang melakukan Penyetoran Modal Saham baru pada PJP: Uma 1 amoaarg | an mesanan| sx s0 rencoc| 501 maret | am para tas | am perataan | 37 Dasnea | 30 see 220 | 200 tama | mara (voor, d. Penilaian atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi 1) Faktor Risiko Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi risiko yang dapat mempengaruhi hasil usaha Perseroan apabila tidak diantisipasi dengan baik. Risiko yang dihadapi oleh Perseroan secara keseluruhan dapat disusun berdasarkan eksposur risiko (yaitu kombinasi dampak dan probabilitas) dari yang tertinggi sampai terendah. Risiko-risiko yang dihadapi oleh Perseroan, diantaranya adalah: PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 23 OCR 0.920
n E S5 & UE MN TUFr 1 A PP RAMSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan a) Risiko Keuangan dan Struktur Utang Risiko yang dihadapi ketika akan menyetor modal pada perusahaan holding yang memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang developer adalah utang tersembunyi pada anak perusahaan, dalam hal ini holding dapat saja menyembunyikan leverage tinggi di level anak usaha Risiko selanjutnya yang harus diperhatikan adalah Cross-collateral & cross- default, bilamana satu proyek mengalami kegagalan, maka dapat menyebabkan kegagalan pada seluruh group: Risiko Arus kas yang tidak stabil, yang biasa terjadi pada perusahaan dengan bidang usaha developer, dimana sangat tergantung pada penjualan proyek (lumpy cash flow) b) Risiko Proyek Properti Risiko yang dihadapi oleh perusahaan holding yang memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang developer diantaranya adalah: 1) Isue lingkungan jika faktor-faktor yang berhubungan dengan lingkungan tidak dikelola dengan baik, seperti tidak adanya pengolahan limbah. 2) Penjualan tidak sesuai target, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah pasar lesu, terutama jika properti over-supply. Cc) Risiko Legal dan Perizinan 1) Status tanah bermasalah (SHGB vs SHM, sengketa lahan) 2) Izin belum lengkap (IMB/PBG, AMDAL, dil.) 3) Perubahan regulasi properti yang dapat menghambat proyek 2) Faktor Manfaat a) PJP sebagai Perusahaan Afiliasi Rencana Transaksi Penyetoran modal dengan pihak afiliasi, dari sisi legalitas lebih terjamin, dibandingkan dengan Rencana Transaksi dengan pihak tidak terafiliasi yang memerlukan pengecekan (verifikasi) terhadap legalitas lahan (land bank) yang dimiliki oleh anak perusahaan PJP untuk menghindari munculnya masalah dimasa depan b) PJP memiliki anak perusahaan dengan (land bank) yang lokasi nya berdekatan dengan wilayah Jabodetabek, yang nilainya mengalami kenaikan setiap tahunnya PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk ”—— 1 20
Page 24 OCR 0.933
H E TC YEN Tit Pt A PP RAISA. KJPP Edi Andesta dan Rekan c) Potensi capital gain tinggi, hal ini disebabkan perusahaan developer sering memiliki aset yang undervalued dilaporan keuangan, jika dikelola lebih baik, valuasi perusahaan holding dapat naik secara signifikan melalui penjualan proyek, kenaikan nilai tanah dan revaluasi aset. d) Menambah sinergi perusahaan dengan harapan dapat berdampak pada keuntungan Perseroan e) Meningkatkan pertumbuhan Perseroan. 21.2. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif a. Analisis Kualitatif 3) Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha BPII dahulu didirikan dengan nama PT. Batavia Prosperindo Internasional di Jakarta berdasarkan Akta Notaris No. 78 tanggal 12 November 1998 yang dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C- 18678HT.01.01.TH.99 tanggal 10 November 1999 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 65 tanggal 15 Agustus 2000, Tambahan No. 4522. Berdasarkan Pernyataan Keputusan Edaran Pemegang Saham pada tanggal 4 April 2014 yang diaktakan oleh Dr. Irawan Soerodjo, SH., M.Si. Notaris di Jakarta, dengan Akta Notaris No. 37 tanggal 4 April 2014, pemegang saham BPII menyetujui perubahan nama menjadi PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-00471.40.20.2014 tanggal 15 April 2014 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 104, Tambahan No. 72117 tanggal 30 Desember 2014. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan pendirian BPII adalah dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk N
Page 25 OCR 0.879
KJPP Edi Andesta dan Rekan 4) Analisis Industri (a) Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,396 (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,046 (yoy). Peningkatan ini terutama ditopang oleh permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan Bank Indonesia. Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 sebesar 5,119 (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,034 (yoy) dan diikuti dengan perbaikan kualitas ketenagakerjaan. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan berlanjut pada triwulan | 2026. Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang berbagai program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen yang terus membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan | 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 H. Investasi juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi didorong oleh investasi Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), serta perbaikan keyakinan pelaku usaha yang masih berlanjut Tabel Pertumbuhan Ekonomi Konsumsi Rumah Tangga 13 34 492 A9 494 495 497 Konsumsi Lembaga Nonprofit yang 586 629 878 640 1837 1003 M13 979 1146 606 1248 307 782 376 580 Melayan Rumah Tangga Konsumsi Pemerintah 442 333 1052 386 294 302 2045 204 463 461 675 122 032 566 455 Investasi (PMTOBI 387 153 405 508 432 376 378 442 516 503 461 212 699 504 612 Bangunan O91 008 332 631 642 404 546 531 602 526 551 135 489 302 374 Investasi Nonbangunan 1253 50 610 97 296 440 223 432 1283 1034 1239 MLM AS 166 LM 201 889 973 836 725 591 1014 914 325 325 682 014 -160 192 812 1260 1126 854 357 1LIS 086 396 Sumber : Bank Indonesia PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk | »2
Page 26 OCR 0.868
H £ 2 & 1E DN Tar Dt A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan (b) Neraca Pembayaran Indonesia Secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukan ketahanan sektor eksternal yang tetap terjaga, di Tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi berjalan tahun 2025 mencatat defisit yang terkendali sebesar 1,5 miliar dolar AS (0,176 dar PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit tahun 2024 sebesar 8,6 miiliar dolar AS (0,646 dari PDB). Perkembangan ini depengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor yang meningkat, khususnya ekspor produk manufaktur. Selain itu, surplus neraca pendapatan sekunder juga lebih tinggi dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sementara itu defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa telekomukasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor informasi dan komunikasi. Defisit neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran deviden. Transaksi modal dan finasial tahun 2025 mencatat defisit sebesar 4,2 miliar dolar AS didorong oleh keluarnya aliran modal asing pada investasi portfolio dan investasi lainnya seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi sepanjang tahun 2025. Posisi Cadangan devisa meningkat dari 155,7 miliar dolar AS pada akhir Desember 2024 menjadi 156,5 milair dolar AS pada akhir Desember 2025. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional & 3 bulan impor Grafik Neraca Pembayaran Indonesia miliar dolar AS miliar dolar AS 15 170 10 140 $ 1 110 ada a " | x s 1 5 7 20 10 10 3|sisi2|g tis 2/gisisi2igIis siar Is Palas Fasa ala Sala aa 3 : #2333 2021 2022 2023 2024 2025 “ angka sementara "am Trans. Modal & Finansial mama Trans. Berjalan "“ angka sangat sementara Neraca Keseluruhan —— Cadev (RHS) Sumber : Bank Indonesia. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 0 '
Page 27 OCR 0.926
KJPP Edi Andesta dan Rekan (c) Nilai Tukar Rupiah Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah sempat meningkat akibat kebijakan tarif sepihak oleh AS dan dinamika global lainnya, namun langkah stabilisasi Bank Indonesia berhasil menahan pelemahan lebih dalam. Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah kembali tinggi sejak akhir Agustus 2025 akibat faktor global, seperti penurunan FFR yang dinilai kurang akomodatif (less dovish) dan govemment shutdown di AS, serta faktor domestik antara lain berupa kerusuhan sosial dan kekhawatiran pasar atas melebarnya defisit fiskal. Nilai tukar Rupiah hingga akhir Desember 2025 tercatat Rp16.675 per dolar AS, atau melemah 3,486 dari posisi akhir Desember 2024. Secara keseluruhan, pergerakan Rupiah relatif stabil dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang dan lebih kuat dibandingkan dengan mata uang negara maju selain dolar AS. Stabilisasi nilai tukar Rupiah tidak hanya ditopang oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia, tetapi juga oleh peningkatan konversi valuta asing ke Rupiah oleh eksportir seiring dengan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam. Grafik Pergerakan Nilai Tukar Rupiah 5 10 15 36912 36912 36912 36912 36912 36912 36912 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Nilai Tukar - mtm —— Nilai Tukar - yoy Sumber : Bloomberg PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk — 0 24
Page 28 OCR 0.888
BH £ 5 CTE RN TA4AF1C AMP BRAIS Ai KJPP Edi Andesta dan Rekan (d) Inflasi Stabilitas harga terjaga dengan inflasi yang rendah dalam kisaran sasaran 254144 dan mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember 2025 tercatat rendah sebesar 2.926 (yoy). Inflasi inti terjaga rendah sebesar 2,386 (yoy), seiring konsistensi kebijakan suku bunga dalam menjangkar ekspektasi inflasi dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif dari digitalisasi. Inflasi volatile food (VF) tercatat 6,214 (yoy) Sementara itu, inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat sebesar 1,93” (yoy), sejalan dengan terbatasnya kebijakan penyesuaian harga yang diatur oleh Pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK pada 2026 dan 2027 akan tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5#1”4 didukung oleh komitmen Bank Indonesia untuk terus konsisten memperkuat kebijakan moneter serta sinergi dengan Pemerintah dalam pengendalian inflasi baik di pusat maupun di daerah. Grafik Inflasi Gabungan Kota IHK Wilayah Des'25 “a, yoy Nasional 2,92 912369136912 2024 2025 —Sumatra wa —Balinusra —Kalimantar Sulampua Sumber : BPS, diolah PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 29 OCR 0.939
H £ 5: C re MN Ter NC A PR RAYMSA KJPP Edi Andesta dan Rekan (e) Analisis Prospek Properti di Indonesia (1) Pasokan Lahan Kawasan Industri di Jabodetabek Pasokan lahan industri di Jabodetabek tetap terbatas secara struktural pada kuartal IV 2025, tanpa adanya lahan baru yang dilepaskan di kawasan industri utama. Ketersediaan lahan terus menyusut di pusat-pusat industri matang yang kini mendekati kapasitas efektifnya. Bekasi terus mengalami keterbatasan pasokan yang paling nyata, di mana sebagian besar kawasan industri yang sudah mapan hampir sepenuhnya terisi. Sisa ketersediaan lahan diperkirakan hanya sekitar 100 hektar, dengan potensi tambahan pasokan yang sangat terbatas, terutama hanya diharapkan dari rencana perluasan di Bekasi Fajar dan Jababeka. Di luar perluasan tersebut, kavling yang tersedia semakin langka dan didominasi oleh lahan berukuran kecil atau dengan konfigurasi yang tidak beraturan, sehingga kurang sesuai untuk pengembangan industri skala besar yang membutuhkan lahan luas. Di Karawang, ketersediaan lahan relatif lebih baik dibandingkan Bekasi, dengan sekitar 160 hektar yang masih tersedia di beberapa kawasan industri. Memasuki tahun 2026, pasokan tambahan kemungkinan akan mulai masuk ke pasar, yang berpotensi mendukung ekspansi di masa depan dan meredakan kendala pasokan, khususnya bagi investor manufaktur skala besar. Meskipun lahan mentah masih tersedia di beberapa koridor, sebagian besar dari pasokan tersebut belum siap pasar (market-ready). Hal ini dikarenakan ketergantungan pada kesiapan infrastruktur, lini masa perizinan, serta strategi pengembangan bertahap dari pihak pengembang. Akibatnya, peluang bagi pemain baru maupun penyewa besar-terutama mereka dengan kebutuhan operasional yang mendesak-tetap terbatas. Dinamika ini telah meningkatkan pentingnya strategi penimbunan lahan (land-banking). Baik penyewa maupun pengembang kini semakin mengalihkan fokus mereka ke wilayah berkembang seperti Karawang, Purwakarta, dan Subang sebagai alternatif jangka panjang bagi pasar Bekasi yang sudah jenuh. (2) Permintaan Lahan Kawasan Industri di Jabodetabek Aktivitas pasar lahan industri pada kuartal IV 2025 mencerminkan normalisasi permintaan setelah adanya gangguan sementara yang terpantau pada kuartal sebelumnya. Momentum transaksi meningkat seiring dengan penyelesaian bertahap dari kesepakatan yang sebelumnya sempat tertunda, yang pada akhirnya mendukung performa penyerapan lahan yang solid selama kuartal tersebut. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 16
Page 30 OCR 0.936
H £ 8 CC CE MN Teri A PP RAYSA1 KJPP Edi Andesta dan Rekan Total penjualan lahan pada kuartal IV mencapai 111,37 hektar, sehingga akumulasi transaksi sepanjang tahun berjalan (year-to-date) menjadi 311,85 hektar. Total transaksi tahunan ini melampaui rata-rata tahunan sebesar 213 hektar yang tercatat selama periode 2020-2023. Perbandingan ini lebih akurat dalam mencerminkan momentum pasar yang sebenarnya, mengingat volume pada tahun 2024 sangat tinggi dan sebagian besar didorong oleh transaksi skala luar biasa besar. Performa tahun 2025 yang lebih kuat ini mengindikasikan permintaan penyewa yang lebih luas terutama dari sektor terkait manufaktur dan menandakan kembalinya pasar ke jalur penyerapan yang lebih berkelanjutan Permintaan pada kuartal IV 2025 terkonsentrasi di koridor industri matang maupun koridor yang baru berkembang. Di Bekasi, aktivitas tetap selektif di tengah kondisi pasokan yang ketat, meskipun beberapa kawasan industri utama terus mencatatkan transaksi yang signifikan. Bekasi Fajar mencatatkan penjualan lahan sekitar 6,3 hektar, yang utamanya didorong oleh manufaktur barang konsumsi (consumer goods). GIIC muncul sebagai salah satu kawasan industri paling aktif selama kuartal ini, dengan mencatatkan penyerapan lahan sekitar 28,6 hektar. Pencapaian ini sebagian besar didukung oleh pengembangan pusat data (data center) serta sektor FMCG dan aktivitas industri lainnya. Jababeka mencatatkan penjualan sekitar 3,2 hektar dari campuran berbagai industri termasuk makanan dan minuman, pergudangan, dan lainnya yang didominasi oleh perusahaan domestik serta investor dari Tiongkok dan Korea Grafik Penyerapan Lahan Industri Tahunan Sumber : Colliers PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 31 OCR 0.922
« . CTEN AF TC A PP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan Di Karawang, permintaan terutama didorong oleh pengguna padat modal dan sektor-sektor spesifik. Penyerapan lahan sekitar 5,9 hektar dari operator pusat data (data center), sementara KIIC mencatatkan transaksi sekitar 2,6 hektar yang didukung oleh manufaktur otomotif dan aktivitas terkait logistik. Lebih jauh ke timur, JISC di Purwakarta mencatatkan penjualan lahan yang cukup besar yang terdiri dari dua transaksi 3,14 hektar yang diakuisisi oleh produsen baja pelapis asal Vietnam dan perluasan lahan seluas 1,14 hektar oleh perusahaan minuman asal Singapura. Sementara itu, Subang menunjukkan momentum yang lebih kuat, didukung oleh ketersediaan paket lahan yang luas. Subang Smartpolitan mencatatkan penyerapan sekitar 23 hektar, yang didominasi oleh industri manufaktur tekstil dan alat berat, sebagian besar didorong oleh investor asal Tiongkok dan Korea. Grafik Penjualan Lahan Industri kuartal IV 2025 vs Tahun 2025 Sumber : Colliers Grafik Pembelian Lahan Industri berdasarkan Sektor Tahun 2025 v Sumber : Colliers PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 32 OCR 0.931
H4. E SG 8 MT OrIC AA P LM AYU DA XL KJPP Edi Andesta dan Rekan Memasuki tahun 2026, permintaan lahan industri diperkirakan akan semakin menguat, didukung oleh jalur investasi asing langsung (foreign direct investment) yang stabil khususnya di sektor-sektor terkait manufaktur. Ekspansi berkelanjutan dari industri berorientasi ekspor, ditambah dengan posisi strategis Indonesia dalam diversifikasi rantai pasok regional, kemungkinan besar akan mendorong kebutuhan lahan yang lebih besar dan menjaga tingkat penyerapan, terutama di koridor-koridor industri yang sudah mapan. (3) Perkiraan kenaikan Harga Lahan Industri Tahun 2026 Pada kuartal IV 2025, harga lahan industri di Jabodetabek rata-rata berada di angka USD 177,84 per m?, mencerminkan sedikit penurunan pada performa kuartal ke kuartal (guarter on guarter). Jika dibandingkan dengan proyeksi rata-rata harga lahan industri setahun penuh 2025 sebesar USD 187,33 per m2, hasil harga pada kuartal IV cenderung berada di bawah proyeksi awal Pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh volatilitas mata uang, terutama pelemahan Rupiah yang berkelanjutan terhadap Dolar AS, yang memengaruhi harga lahan yang dipublikasikan dalam denominasi USD. Perbedaan antara harga aktual dan perkiraan ini mempertegas dampak dari pergerakan nilai tukar, alih-alih pelemahan pada fundamental pasar yang mendasarinya, mengingat kondisi permintaan dan kelangkaan lahan di lokasi industri utama tetap terjaga. Meskipun demikian, pusat-pusat industri utama seperti Bekasi dan Karawang terus mencatatkan harga yang tangguh (resilient), didukung oleh permintaan yang berkelanjutan dan ketersediaan lahan yang ketat. Menatap ke depan, harga lahan industri diperkirakan akan trennya meningkat pada awal 2026, didorong oleh pasokan yang terbatas, sentimen pasar yang membaik, serta penyesuaian harga secara bertahap oleh pengembang untuk mencerminkan kondisi pasar dan ekonomi global. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 33 OCR 0.908
H E S.S GIE NN TU PC APP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan Grafik Rata-Rata Harga Lahan berdasarkan Wilayah (dalam USD/m') —.o— O —.— tt Ea ——— 5 Sumber : Colliers (4 Prospek Lahan Industri Tahun 2026 Pasar industri Jabodetabek diperkirakan akan memasuki tahun 2026 dengan pandangan yang positif, didukung oleh penguatan permintaan dan keterbatasan pasokan yang terus berlanjut. Arus masuk investasi asing langsung (foreign direct investment) yang berkelanjutan ke sektor manufaktur diantisipasi akan menjaga tingkat penyerapan lahan terutama di kawasan industri mapan seperti Bekasi dan Karawang sekaligus meningkatkan minat pada lokasi-lokasi alternatif. Dari sisi penawaran, ketersediaan lahan yang siap pasar (market-ready) diperkirakan akan tetap terbatas, karena peluncuran pasokan di masa mendatang kemungkinan akan dilakukan secara bertahap dan tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur serta proses perizinan. Akibatnya, persaingan untuk mendapatkan kavling lahan utama diprediksi akan semakin ketat, terutama di antara penyewa manufaktur skala besar yang beroperasi dengan tenggat waktu yang ketat Dalam kondisi tersebut, harga lahan industri diproyeksikan akan menunjukkan tren meningkat pada tahun 2026, didukung oleh fundamental permintaan yang kuat dan terbatasnya pasokan di lokasi-lokasi prima. Meskipun fluktuasi mata uang mungkin terus memengaruhi harga dalam denominasi USD dalam jangka pendek, harga dalam mata uang lokal diperkirakan akan menyesuaikan diri ke atas, yang berpotensi memperkecil kesenjangan antara nilai proyeksi dan harga penawaran pasar (market asking prices). PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 34 OCR 0.923
H £ Cc 12 NN TE APP RAMSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan 5) Analisis Operasional dan Prospek PJP Sesuai pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, PJP bergerak dalam bidang konsultasi manajemen lainnya dan perusahaan holding Data yang diperoleh dari pihak menajemen, sebagai perusahaan holding pendapatan PJP berasal dari pendapatan anak perusahaan yaitu PT. Megatama Putra Sejahtera dengan kepemilikan saham 99,99Ys, PT. Citraduta Sukses Semesta dengan kepemilikan saham 99,99”, PT. Teguh Anindyaguna dengan kepemilikan saham 99,994 dan PT. Bintang Anugerah Permai dengan kepemilikan saham 99,99”6, berdasarkan data historikal, PJP baru mencatatkan pendapatan pada tahun 2024 saja dan tahun 2025 tidak mencatatkan pendapatan, dapat diuraikan sebagai berikut: (a) Pendapatan Tahun 2025 Pada tahun 2025 perusahaan tidak mencatatkan pendapatan sehingga tidak dapat diperbandingkan dengan pendapatan tahun 2024 (b) Pendapatan Tahun 2024 Pendapatan dari penjualan tanah sampai dengan tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp. 4,92 miliar, untuk pendapatan sampai dengan 31 Desember 2023 tidak dapat diperbandingkan karena anak perusahaan PJP belum mencatat pendapatan. Selanjutnya PJP melalui 4 (empat) anak perusahaan akan mengembangkan tanah di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta menjadi kawasan industri Dengan Rencana Transaksi BPII berupa penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,396 dari jumlah seluruh saham PJP, diharapkan BPII akan memperoleh pendapatan yang lebih baik. 6) Alasan Dilakukan Rencana Transaksi la) BPII merupakan Perusahaan induk (holding) yang memiliki anak perusahaan dalam berbagai bidang usaha, seperti manajemen aset, asuransi, transportasi, agrikultur dan minuman "ready to drink". Rencana Transaksi bagi BPII adalah diversifikasi usaha di bidang properti untuk memperkuat portofolio. BPII meyakini bahwa Rencana Transaksi ini akan berdampak positif untuk pengembangan kegiatan usaha, serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk £ 3
Page 35 OCR 0.907
H £ LI 238 Ro AG MU CM 2 ang 1G“ AP PR AIS Ad KJPP Edi Andesta dan Rekan (b) Dengan melakukan Rencana Transaksi kepada pihak afiliasi, akan mengurangi risiko karena BPII sudah lebih memahami profil dan operasional objek Rencana Transaksi. Selain itu proses pelaksanaan Rencana Transaksi dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan nilai yang kompetitif apabila dilakukan dengan pihak yang bukan afiliasi 7) Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi (a) Keuntungan dari Rencana Transaksi (1) Manfaat BPII adalah dalam rangka memperluas lini bisnis yang ada. PJP merupakan perusahaan holding memilik 4 anak perusahaan yang akan mengembangkan tanah di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta menjadi kawasan industri, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan yang lebih baik bagi BPII. IS Manfaat lain dari Rencana Transaksi adalah PJP memiliki land bank dan sudah memiliki rencana pengembangannya, sehingga mempercepat bisnis properti secara signifikan, dan memiliki potensi kenaikan nilai aset (b) Kerugian atas Rencana Transaksi (1) Risiko sosial, ekonomi, politik di Indonesia, situasi sosial, ekonomi, dan politik yang dapat sewaktu-waktu mengganggu kegiatan pengembang properti, terutama kawasan industri. (2) Apabila dana sendiri tidak mencukupi, maka akan diperlukan tambahan sumber pendanaan eksternal menggunakan pinjaman bank, dimana pinjaman tersebut akan meningkatkan beban bunga PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 32
Page 36 OCR 0.733
T "t E Ss c BE DN TP IC APP RA'rSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan (Rp 000 000.-) URAIAN 201 2012 2023 2024 2025 Aksen ———//UUOYj Modiog | Aoditog | Avdiod | Avdiod | Audio LIABILITAS 0 Utang Bank 294 691 225574 503829 | 1071265) 1.380.499 2. Bejatan Pihak Katgo megu 0 Utang Usaha Jasa Transportasi 5609 9800 0 Utang Nasabah 28 253 30462 21 618 30.180 28999 3 Ld Pen 0 Utang Kimm Pihak Ketga 18 261 9854 13 2 72 | o Labittas Asuransi untuk Sea Pertanggungan | s2sx26| 203s9a| sar2sa| t2resag| 2000839 | 9 liabilitas Asuransi untuk Klam Terjadi 134 750 327.508 475679 683064 | 1.108833 Io. Utang Koasuransi 402 “205 0 Utang Komisi 18 303 2 2278 3382 921 9 Utang Lain-lain Pihak Ketiga 16 125 33324| 6r7s8| 1325ar| 1202171 0 Beban Akrual Pihak Kerga 36 775 20061 20832 20.228 31.510 Uk emban Patnag asese| asasi 2nseal “agan 0 Liabilitas Kontrak 7229 13538 333 ng 9 546 0 Utang Pajak 18.566 9264 15005 20659 19230 0 Utang Pembiayaan Konsumen 392 496 667 8 183 200 408 304 229 396 0 Liabiitas Sewa 9339 7 10 040 10163 8426 0 Liabiltas imbalan Kerja 57.518 33636 37 dat 33.968 34 45 0 Labiltas Pajak Tangguhan 118 9659 ttno2| 17180| 23170 Total Liabilitas 1544783 | 1807058 | 2532127 | 3738468 | 5001093 EKUITAS 0 Modal Disetoe 56222 51550 51550 51.550 49421 0 Tambahan Setoran Modal 332 960 39 894 39 024 39024 (188 677)| @ Protorma Modai Yang Berasal dari Transaksi Restruktunsasi | 0 Saham Treasuri (rasa32)| (213744) (229831)| (229831) 0. Seksih Atas Transaksi Dengan Kapanangan Nan Pengendali (ss0as)| issoasil (ssoam) (ss045| (5045) 0 Cadangan Lain-lan (4527| (452)| (452) 1452)| 1452) 0 SaidoLaba Telah Ditentukan PengunaanyaDcadangkan 325 325 500 500 500 Belum Drentukan Penggunaanya 708 529 792417) 1345310| 1363736) 1433657 Laba (Rugi) Tahun Berjalan 159 031 630 155 138807 173 801 144 065 0 Penghasilan Komrehensif Lan 19560| 121434 63409 60216 60.777 |. (rotas Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kpd Entitas Induk 1092700 | 1366533) 1.353.275) 1405055 | 1444216 326 587 154 305 914 376020 (1) Total Aset Konsolidasian Total aset konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp. 6,82 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,33 triliun atau naik sebesar 24,256 dibandingkan dengan total aset konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp. 5,49 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan aset asuransi untuk sisa pertanggungan, kenaikan aset asuransi untuk klaim terjadi Total aset konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp. 549 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,29 triliun atau naik sebesar 30,994 dibandingkan dengan total aset konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp. 4,19 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah adalah kenaikan asel asuransi untuk sisa pertanggungan, kenaikan aset asuransi untuk klaim terjadi dan kenaikan aset tetap. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk”
Page 37 OCR 0.915
H E TT Cie n Tee re APP RAISA t KJPP Edi Andesta dan Rekan Total aset konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp. 4,19 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 912,56 miliar atau naik sebesar 27,834 dibandingkan dengan total aset konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp. 3,27 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan portofolio efek pihak ketiga, kenaikan piutang premi, kenaikan aset reasuransi estimasi klaim retensi sendiri dan kenaikan aset tetap Total aset konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp. 3,27 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 314,67 miliar atau naik sebesar 10,62”6 dibandingkan dengan total aset konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp. 2,96 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan kas dan setara kas, kenaikan portofolio efek pihak ketiga, premi yang belum merupakan pendapatan dan kenaikan aset tetap. Total aset konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp. 2,96 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 165,16 miliar atau naik sebesar 5,906 dibandingkan dengan total aset konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp. 2,79 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan portofolio efek pihak berelasi, kenaikan piutang premi, kenaikan piutang reasuransi dan kenaikan aset tetap. (2) Total Liabilitas Konsolidasian Total liabilitas konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp. 5,00 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,26 triliun atau naik sebesar 33,776 dibandingkan dengan total liabilitas konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp. 3,73 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan liabilitas asuransi untuk sisa pertanggungan dan kenaikan liabilitas asuransi untuk klaim terjadi. Total liabilitas konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp. 3,73 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,20 triliun atau naik sebesar 47,64”6 dibandingkan dengan total liabilitas konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp. 2,53 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan liabilitas asuransi untuk sisa pertanggungan dan kenaikan liabilitas asuransi untuk klaim terjadi. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 38 OCR 0.687
H E S5: C 16 RT EEIG A PP RAISA 4 KJPP Edi Andesta dan Rekan Ekuitas konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp. 1,47 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 52,40 miliar atau naik sebesar 3,69” dibandingkan dengan ekuitas konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp. 1,41 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan akumulasi laba Ekuitas konsolidasian BPII pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp. 1,41 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 31,20 miliar atau naik sebesar 2,25”4 dibandingkan dengan ekuitas konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp. 1,38 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan akumulasi laba. (2) Realisasi Laba Rugi Konsolidasian (Rp: 000.000,-) URAIAN 2021 2012 2023 2024 2025 Audred i i i i Pendapatan 0 Jasa Manajemen Investasi dan Lainnya |oarasan) araasi| a21to8| 400701) 400220 0 Pombiayaan Konsumen 0 Pundapatan Jasa Transportasi 208326) 330s27| “3eso9| sagsas| e1a31a 0 Pendapatan Keuangan amal te257| 33z20| 4012| 40509 (0 Laba Perdagangan Atas Foreilo Elok asal awo| 6201| sear| 10612 0 Hasil Jasa Asuransi 12173) assal oanese| 17259) 130497 0 Pendapawn Lainain itas7) 2rees| o3seoo| 20022 (Jumian Pendrpstan Usaha Geazar | “ansori| “arizns| Tivas2e Boban Usaha 0 Pemasaran 200 738 240140 202885 202057 206 515 0 Gaji dan Tunjangan 100827 117007 128 279 155 698 179 566 9 Beban Jasa Transportasi 122463 190335 288453 387.244 413617 0 Keuangan semo| eaza| “saag| oss0| tor463 0. Umum dan amintasi asaz3| oseseal ssasil 7asno| —as755 0 Kerugian Penurunan Nai 195) mess| 271) sasal 5009 0. Penyusutan sae| amel oresal 1esa| 20164 (lumiah Beban Usaha Siaoa2| —esasen| Teszt| sonssi| Toxz 005 0 Porsi Rugi dari Entitas Asosia Ta mei «.9e9) Laba (Rugi) Sebelum Pajak Final & Pajak Penghasilan 150225) 145482 na) aan! (Beban) Mantaat Pajak Penghasilan carsem| oem) carren) (s7150)| — taa2| Operasi Yang Dihentkan | 0 Laba (Rugi) !ahun Berjalan dan Operasi yg diheriitan 46306| 525133 sesat sesar ran (1) Pendapatan Konsolidasian Pendapatan konsolidasian BPII selama tahun 2025 sebesar Rp. 1,23 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 99,75 miliar atau naik sebesar 8,759 dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian selama tahun 2024 sebesar Rp. 1,13 triliun. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pendapatan jasa transportasi dan kenaikan pendapatan hasil jsaa asuransi. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 39 OCR 0.928
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk c E MW Tor Te A PP RANSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan Pendapatan konsolidasian BPII selama tahun 2024 sebesar Rp. 1,13 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 168,59 miliar atau naik sebesar 17,364 dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian selama tahun 2023 sebesar Rp. 971,23 milliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pendapatan jasa transportasi dan kenaikan pendapatan hasil jsaa asuransi. Pendapatan konsolidasian BPII selama tahun 2023 sebesar Rp. 971,23 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 132,16 miliar atau naik sebesar 15,759b dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian selama tahun 2022 sebesar Rp. 839,07 milliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pendapatan jasa transportasi dan kenaikan pendapatan hasil jasa asuransi. Pendapatan konsolidasian BPII selama tahun 2022 sebesar Rp. 839,07 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 174,80 miliar atau naik sebesar 26,32”h dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian selama tahun 2021 sebesar Rp. 664,26 milliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan jasa manajemen investasi & Lainnya dan kenaikan jasa transportasi. Pendapatan konsolidasian BPII selama tahun 2021 sebesar Rp. 664,26 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 228,21 miliar atau turun sebesar 25,57 dibandingkan dengan pendapatan konsolidasian selama tahun 2020 sebesar Rp. 892,48 milliar. Penyebab penurunan tersebut adalah penurunan pendapatan jasa manajemen investasi & lainnya dan pada tahun 2021 BPII tidak melayani jasa pembiayaan konsumen (2) Laba Tahun Berjalan Setelah Pajak Konsolidasian Laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian BPII selama tahun 2025 sebesar Rp. 144,06 miliar, mengalami penurun sebesar Rp. 24,08 miliar atau turun sebesar 14,32” dibandingkan dengan laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian selama tahun 2024 sebesar Rp. 168,14 miliar. Penyebab penurunan tersebut adalah kenaikan beban usaha Laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian BPII selama tahun 2024 sebesar Rp. 168,14 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 29,34 miliar atau naik sebesar 21,146 dibandingkan dengan laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian selama tahun 2023 sebesar Rp. 138,80 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pendapatan.
Page 40 OCR 0.775
Tut M0 nk lk AP DA AT SA KJPP Edi Andesta dan Rekan Laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian BPII selama tahun 2023 sebesar Rp. 138,80 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 491,34 miliar atau turun sebesar 77,979 dibandingkan dengan laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian selama tahun 2022 sebesar Rp. 630,15 miliar. Penyebab penurunan tersebut adalah pada tahun 2022 BPII mencatat laba sebesar Rp 525,13 miliar akibat dari operasi yang yang dihentikan. Laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian BPII selama tahun 2022 sebesar Rp. 630,15 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 471,12 miliar atau naik sebesar 296,25” dibandingkan dengan laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian selama tahun 2021 sebesar Rp. 159,03 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pendapatan dan pada tahun 2022 BPII mencatat laba sebesar Rp. 525,13 miliar akibat dari operasi yang yang dihentikan Laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian BPII selama tahun 2021 sebesar Rp. 159,03 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 40,12 miliar atau naik sebesar 33,746 dibandingkan dengan laba tahun berjalan setelah pajak konsolidasian selama tahun 2020 sebesar Rp. 118,90 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah efisiensi beban usaha dan pada tahun 2021 BPII mencatat laba sebesar Rp. 46,39 miliar akibat dari operasi yang yang dihentikan (3) Realisasi Arus Kas Konsolidasian (Rp 000 000 URAIAN 22 2022 2023 2024 2025 Jan- Des | Jan -Des | Jan-Des | Jan- Des | yan - Des Audied | Audmd | Avdied | Audiea | Audted Arus Kas dari Aktivitas Operasi 0 Penerimaan Kas dari Transksi Pembiayaan | aro | 138427 0 Penerimaan Kas dari Kontrak Asuransi 345842) sorga) esasus| 1751600 | 2257019 0 Penerimaan Jasa Manajemen dan Lainya 420146 475981 420 738 417.381 400 214 0 Penerimaan Atas Sewa Oporasi 200874| asrogi| 4g7aro| a92r22| 588423 0 Penerimaan Klaim Reasuransi 171751 212996 157323 0 Penerimaan Komisi | 28 109 53175 B7 081 0 Penerimaan dari Pendapatan Keuangan 1235| 17400) teso8| — 7033| 8220 0 Penerimaan dari Perantara Kegiatan Perdagangan Flek 7 0 Penerimaan Kas dari Klaim Asuransi 1439 333 » Pembayaran kepada Pemasok dan Karyawan | ceresal ca7arso| care2na| (n27s201| (ta.0uo » Pembayaran Kas Konrak Asuransi, Pelanggan dan Karyang (274.09tj| (431854)! (652 462)| (161964911 (2245570) 0 Pembayaran Klam | owaszsn| csraco| (soseeg) 0 Pembayaran untuk Beban Keuangan tsrs4s)) (soasal (o3atm) (06ise) Car.252) 0. Pembayaran Pajak (465001| (angs (3325| Kanan — (an.r6a (0. Pembayaran Kas untuk Akiwtas Lainnya taso1g| “Wsse6)| (26271| (2336 (31.010) Kas Netto yang diperoleh dari Aktivitas — Doamsre| s20ane| Isasos| 350050 | 251831 PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 41 OCR 0.676
HH E 5, GIE N FIP 1 AP PRArSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan (Rp. 0000001: URAIAN 20211 222 223 2024 2025 Jan -Des | Jan- Des | Jan- Des | Jan- Des | Jan - Des Audted | Audied | Avdipd | Avdied | Audited 'Arus Kas dari Aktivitas Investasi 0 Penerimaan dari Portotobo Elak co2gr6| 1205115| senear| eswo25 | 4r60619 0 Penecmaan dan Penjualan Enttas Anak 1024539 | 397837 0. Penerimaan dan Penjualan Aset Tetap 460221 62t20| saw2| megre| 339256 0 Penermaan Dividen ” 0 Pencairan Deposito Berjangka 6826 s0o| 3n6s0| 133836 0 Penempatan pada Enitas Anak 8| woroznl — assel sson) 0 Penempatan pada Portotolo Elok (rassaoj| (125661) (asg6s0)| 7ans2g| (1.054.600) 0 Perolehan Aset Tetap (torse3)l (22r3en| (547301) (oeosesil (731.77) 0 Penerimaan Atas Aset Dimiliki untuk Dijuai (2 226) 1068 11955 patan pada Deposio Berjangka | : Ba 4185 yang digunakan untuk Aktvitas Invetasi ”—”| (ig7241)| Sovowa| (eziia)) (wo0s6n| (293 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan 0 Penerimaan dani Elek Utang yang Dierbikan 0. Penerimaan Utang Bank 3s5787| a6osea| 4e09eg| 793577) 640275 0 Penerimaan dari Jual dan Sewa Balik 5.850 35.000 0 Penermaan dari Penjualan Saham Treasuri Entitas Anak 309 0 Penerimaan Pinjaman dan Pihak Ketga 200308 0 Penenmaan dan Penjualan Saham Entitas Anak kpd Kapan! 4819 2118 259 206 35711 56.214 0 Pembayaran Pembelian Kembali Saham (rasas2| (asset) (teoen| 0 Pembayaran dari Elok Utang yang Diterbikan (396.500) 0 Pembayaran Utang Bank (290705) (362253) (223197) censesa! (325351) | 0 Pembayaran Pokok Liabiltas Sewa (soson| (irsea2) 0 Pembayaran Utang Pembiayaan Konsumen (2oaene)| (i3s132| (i80030) 0 Pembayaran Pinjaman dan Pihak Ketga (25961| (72.279) -| 0 Pembayaran Atas Pinjaman Dari Pihak Ketiga (54.640)! (3.205)| 3654 0 Pembayaran Diwden Kas Enitas Induk tears (sasegl co9330| (126r9) 0 Pembayaran untuk Akuisisi Saham Enitas Anak kepada Kepd (3” 091) | 0 Pembayaran Dividen Kas kepada Kepeningan Non Pengend (141711 (isoog| mesra (erzg| — (rasg) 0 Pembayaran Beban Emsi Saham Entitas Anak Kami) (1.322) | 0. Penarmaan Pinjaman dari Pinak Beretasi 3 74830 | (Arus Kas yang diperoleh dari Aktivitas Pendanaan | (2661A9)) (EMNGSE)) 2536007 WET33) 3071 Kenaikan (Penurunan) Kas, Setara Kas dan Cerukan (12s08)| 60t802| (3moooe)| (122689) 38.760 Pangarus Selisih Kurs Atas Mata Uang Asing 2183| (nerg| (23sa) Kas, Setara Kas dan Cerukan Awal Tahun 139360| t2sas2| 72ses3| 3ere20| 221.002 Kas. Setara Kas dan Cerukan Terdiri Dar 0 Kasdan Setara Kas 134.526 728653 361 “| 22062 247 453 9 Cerukan oh oo | - 01 yag0g Netto “| wsas2| Tesesa| serazs| 221082) 221459 (1) Arus Kas untuk Aktivitas Operasi Konsolidasian Arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian BPII selama tahun 2025 sebesar Rp. 281,83 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 48,20 miliar dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian selama tahun 2024 sebesar Rp. 330,03 miliar. Penyebab penurunan tersebut adalah kenaikan pembayaran kas kontrak asuransi, pelanggan dan karyawan. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 42 OCR 0.922
H £ . CC MN TAF IE AA RP RAYFSAt KJPP Edi Andesta dan Rekan Arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian BPII selama tahun 2024 sebesar Rp. 330,03 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 2847 miliar dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian selama tahun 2023 sebesar Rp. 358,50 miliar. Penyebab penurunan tersebut adalah kenaikan pembayaran kas kontrak asuransi, pelanggan dan karyawan. Arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian BPII selama tahun 2023 sebesar Rp. 358,50 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 29,09 miliar dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian selama tahun 2022 sebesar Rp. 329,41 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penerimaan premi dan penurunan pembayaran kepada pemasok dan karyawan. Arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian BPII selama tahun 2022 sebesar Rp. 32941 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 111,46 miliar dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian selama tahun 2021 sebesar Rp. 440,87 miliar. Penyebab penurunan tersebut adalah penurunan penerimaan kas dari transaksi pembiayaandan kenaikan pembayaran premi asuransi Arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian BPII selama tahun 2021 sebesar Rp. 440,87 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 122,97 miliar dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas operasi konsolidasian selama tahun 2020 sebesar Rp. 563,84 miliar. Penyebab penurunan tersebut adalah penurunan penerimaan kas dari transaksi pembiayaan, dan kenaikan pembayaran klaim. (2) Arus Kas untuk Aktivitas Investasi Konsolidasian Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian BPII selama tahun 2025 sebesar minus Rp. 293,78 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 507,07 miliar dibandingkan dengan arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian selama tahun 2024 sebesar minus Rp. 800,86 miliar, penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penerimaan dari portofolio efek dan kenaikan pencairan deposito berjangka. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk ”—— | "
Page 43 OCR 0.947
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (3) EN Tari APPRA1/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian BPII selama tahun 2024 sebesar minus Rp. 800,86 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 181,25 miliar dibandingkan dengan arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian selama tahun 2023 sebesar minus Rp 982,11 miliar, penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penerimaan dari portofolio efek dan kenaikan pencairan deposito berjangka. Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian BPII selama tahun 2023 sebesar minus Rp. 982,11 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 1,88 triliun dibandingkan dengan arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian selama tahun 2022 sebesar 904,04 miliar, penyebab penurunan tersebut adalah penurunan penerimaan dari portofolio efek dan penurunan penerimaan dari penjualan entitas anak. Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian BPII selama tahun 2022 sebesar Rp. 904,04 mmiliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,09 triliun dibandingkan dengan arus kas yang digunakan untuk aktivitas Investasi konsolidasian selama tahun 2021 sebesar minus Rp. 187,24 miliar, penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penerimaan dari portofolio efek dan kenaikan penerimaan dari penjualan entitas anak. Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian BPII selama tahun 2021 sebesar minus Rp. 187,24 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 14234 miliar dibandingkan dengan arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi konsolidasian selama tahun 2020 sebesar minus Rp. 44,89 miliar, penyebab penurunan tersebut adalah pkenaikan penempatan pada portofolio efek dan kenaikan perolehan aset tetap Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan Konsolidasian Arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian BPII selama tahun 2025 sebesar Rp. 50,71 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 297,41 miliar, dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian selama tahun 2024, sebesar Rp. 348,13 miliar, penyebab penurunan tersebut adalah penurunan penerimaan utang bank dan kenaikan pembayaran utang pembiayaan konsumen Arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian BPII selama tahun 2024 sebesar Rp. 348,13 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 94,53 miliar, dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian selama tahun 2023, sebesar Rp. 253,60 miliar, penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penerimaan utang bank dan penurunan pembayaran utang pembiayaan konsumen
Page 44 OCR 0.734
H £ 3 CG Us NT he hb AP. RAISA &
KJPP Edi Andesta dan Rekan
Arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian BPII selama tahun 2023
sebesar Rp. 253,60 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 885,25 miliar,
dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian
selama tahun 2022, sebesar minus Rp. 631,65 miliar, penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan penerimaan utang bank dan kenaikan penerimaan
dari penjualan saham entitas anak kepada kepentingan non pengendali.
Arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian BPII selama tahun 2022
sebesar minus Rp. 631,65 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 365,51
miliar, dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian
selama tahun 2021, sebesar minus Rp. 266,14 miliar, penyebab penurunan
tersebut adalah kenaikan pembayaran pembelian kembali saham dan
penurunan pinjaman dari pihak ketiga
Arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian BPII selama tahun 2021
sebesar minus Rp. 266,14 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 279,31
miliar, dibandingkan dengan arus kas dari aktivitas pendanaan konsolidasian
selama tahun 2020, sebesar minus Rp. 545,45 miliar, penyebab penurunan
tersebut adalah penurunan penerimaan dari efek utang yang diterbitkan dan
kenaikan pembayaran pembelian kembali saham
(4) Analisis Rasio Keuangan Konsolidasian
URAIAN 2021 2022 2023 2024 2025
Jan-Des | Jan-Des | Jan- Des | Jan- Des | Jan - Des
ed Audted Aodited Andiwd Avdted
RASIO PERTUMBUHAN (")
» Pendapatan 2557| 26318) -2557m| anasw)— @755|
0 Laba Usaha 25420) 3498| 132tm| 545m) 15050I
0 Laba Bersih 33ra| 296ml 3373M| 25210) -7trnl
0. Toll Aset 590m) 10620) 27030 gogo) — 2425x|
0 Total Liabiltas asow) 16988| 40t2ml angan! 3g77n|
0. Total Ekuitas 2258| 369m) ta7am| — Ss0sl 3915|
RASIO-RASIO
0 CurrentRato tgrdesl tandan) 1655380| 14618640| 1364056
o Marin Laba Tahun Berjalan - Not Prott Margin 239an| 75101) 1429| 15251 116206)
0. Tingkat Pengembakan Aset - ROA 537 3201| 3311| 31796 211)
0. Tingkat Pongombaan Modal - ROE 11.210) 1139| 8370| 99296 79196)
0. Roso Total Liabiitas Terhadap Ekultas - DER togas| 122794) 15261 213420) 274.7596)
0. Rasio Total Liabiltas Terhadap Asal DAR 52120| sstim) — 60odtml o sg09m| 7320|
PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
| Jp 13
Page 45 OCR 0.883
H E 5 GIE NN TIP N TR KAI EA Lk KJPP Edi Andesta dan Rekan (1) Rasio Likuiditas Konsolidasian Likuiditas konsolidasian menggambarkan kemampuan BPII dalam memenuhi liabilitas konsolidasian keuangan jangka pendeknya. Kebutuhan likuiditas konsolidasian terutama diperlukan untuk modal kerja. Sedangkan, sumber utama likuiditas konsolidasian berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. BPII memiliki tingkat likuiditas konsolidasian keuangan yang baik. Hal ini ditunjukkan oleh stabilnya rasio lancar konsolidasian (total aset lancar/total liabilitas jangka pendek) pada periode berakhir pada 31 Desember 2021 s/d 2025 masing-masing sebesar 191,886, 181,444, 165,53h, 146,86Y5 dan 136,406 Sumber likuiditas konsolidasian BPII dapat diperoleh secara internal maupun eksternal yang berasal dari aktivitas operasi konsolidasian maupun aktivitas pendanaan konsolidasian. Hingga saat ini, BPII tidak memiliki sumber likuiditas konsolidasian material yang belum digunakan. BPII tidak melihat adanya kecenderungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau ketidakpastian diluar pengelolaan dana investasi yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas konsolidasian Perseroan. Kedepannya, BPII akan terus mengandalkan arus kas konsolidasian dari aktivitas operasi untuk terus mendanai kegiatan operasi dan belanja modal (2) Rasio Profitabilitas Konsolidasian Rasio profitabilitas konsolidasian menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Net profit margin konsolidasian selama 5 tahun terakhir rata-rata mencapai 28,04”b. Secara berturut-turut mulai dari tahun 2021 s/d 2025, net profit margin cenderung befluktuasi yaitu masing masing sebesar 23,946, 75,10Yo, 14,29, 15,25”6 dan 11,626, pada tahun 2022 BPII mencatat net profit margin konsolidasian sebesar Rp. 630,15 miliar atau sebesar 75,109, hal ini disebabkan pada tahun ini BPII mencatat laba konsolidasian dari operasi yang dihentikan sebesar Rp. 525,13 miliar PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 46 OCR 0.903
H E SS CT1TEN TAPE IC APP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan (3) Rasio Rentabilitas Konsolidasian Rasio rentabilitas konsolidasian digunakan untuk melakukan analisis perbandingan antara modal pinjaman yang diberikan oleh kreditor dan modal sendiri dan rasio mengukur perolehan profit dari penggunaan modal yang digunakan tersebut. Retum on Assets (ROA) adalah rasio profitabilitas yang menunjukan persentase keuntungan konsolidasian (laba bersih) yang diperoleh perusahaan dibandingkan keseluruhan sumber daya atau rata-rata jumlah aset, rata-rata ROA selama tahun 2021 s/d 2025 masing-masing tercatat sebesar 5,37”9, 3,204, 3,319o, 31796 dan 21176. Retur on Eguity (ROE) Rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba konsolidasian dari investasi pemegang saham di perusahaan, rata-rata ROE selama tahun 2021 s/d 2025 masing- masing tercatat sebesar 11,2146, 71396, 8,3795, 9,925 dan 7,16. (4) Rasio Solvabilitas Konsolidasian Rasio solvabilitas konsolidasian menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua liabilitas (jangka pendek maupun jangka panjang) perusahaan. Rasio rata-rata jumlah liabilitas konsolidasian terhadap jumlah ekuitas konsolidasian BPII (Debt to Eguity Ratio DER) selama tahun 2021 s/d 2025 adalah 174,48, hal ini menunjukan Jumlah ekuitas konsolidasian lebih kecil dibandingkan dengan jumlah liabilitas konsclidasian. Sedangkan rasio jumlah liabilitas konsolidasian terhadap jumlah aset perusahaan konsolidasian (Debt to Assets RatiolDAR) selama tahun 2021 sid 2025 rata-rata sebesar 61,814, hal ini menunjukkan bahwa jumlah liabilitas konsolidasian dan total aset konsolidasian relatif stabil, pada tahun 2024 jumlah liabilitas konsolidasian mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,36 triliun, hal ini menunjukkan bahwa komposisi pembiayaan lebih besar menggunakan pinjaman dari pada ekuitas, namun demikian dapat disimpulkan bahwa BPII masih memiliki kemampuan untuk membayar seluruh liabilitas dengan total aset yang dimiliki. 2) Analisis Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi Terkait dengan analisis proforma laporan keuangan konsolidasian BPII sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, yang disampaikan BPII, berikut ini adalah proforma laporan keuangan konsolidasian BPII sebelum dan sesudah Rencana Transaksi yang dibuat oleh BPII: PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 47 OCR 0.719
HE Sc tENTIFIrC APPRAYSA KJPP Edi Andesta dan Rekan (Rp.) Sebelum Rencana Pa Jami Setelah Rencana Transaksi Doain Transaksi 31 Desember 2025 31 Desember 2025 ASET 0 Kas dan Setara Kas 247 453.301.197 (150.000.000.000) 97.453.301.197 0 Fortotolio Elek Pihak Ketga 647.723.945.333 - 647 723.945.333 - Pihak Berelasi 150.108.443.887 150.000.000.000 300 108.443.887 0 Piutang Sewa Operasi Pihak Ketga 68 756201062 68 756.201.062 O Piutang Nasabah Pihak Ketga 6426182 362 6.426.182.362 Pihak Berelasi 36 130.645.112 - 36 130.645.112 9 Aset Asuransi untuk Sisa Pertanggungan 1.395.206.593.342 ». 1.395.206.593.342 0 Piutang Lain-lain Pihak Ketiga 33 059.468.862 “ 33.059.468.862 0 Investasi Pada Enttas Asosiasi 12.601.212872 H. 12801212872 O AsetAsuransi untuk Klaim Terjadi 1.662 789.684 019 1.662.789.684.019 0 Pendapatan Yang Belum Ditagih 30 115.496 534 30.115.496.534 0 Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 32.089.835 814 32089.835.814 0 Pajak dibayar dimuka 23351.408595 23.351.408.595 0 Aset Tetap 2.419 932.128.835 "2419 932.128.835 0 Propert investasi 23.041.108 431 - 23.041.108.431 0 Aset Pajak Tangguhan 12 104.213 770 - 12.104.213.770 0 Aset Lain-lain 20468626 245 20468.626.245 TOTAL ASET 6.821.358.496.272 6.821.358.496.272 LIABILITAS 0 Utang Bank 1.380.499.322217 ». 1380499.322.217 0 Utang Nasabah 28.996.270.628 28999270628 0 Utang Klaim Pihak Ketiga 71.933.495 71.933.495 O Liablltas Asuransi untuk Sisa Pertanggungan 2.000.839.470 .490 2.000 839.470.490 O Liabiltas Asuransi untuk Klaim Terjadi 1 108 832 844.654 1,108 832 844 654 0 Utang Komisi 921220786 921220786 0 Utang Lam-lain Pihak Ketga 120 271.136 966 120.271.136 966 0 Beban Akrual Pihak Ketiga 31.509.678.313 - 31.509.678.313 0 Utang Jaminan Pelanggan 4.934.862.201 - 4 934.862.201 0 Liabilitas Kontrak 9.545.817.379 9.545.817.379 0 Ulang Pajak 19.230.161.563 -. 19.230.161.563 0 Utang Pembiayaan Konsumen 229 396.158 252 229 396.158.252 O Liabiltas Sewa 8.426.091 626 8426.091.626 0 Liabilitas Imbalan Kerja 34 445.072 529 34 445.072.529 0 Liabiltas Pajak Tangguhan 23170.187.497 - 23 170.187.497 TOTAL LIABILITAS 5:001.093.228:596 Tg 1 5001.093.228:596 EKUITAS 0 Modal Disetor 49 420.766 200 491420.766 200 0 Tambahan Setoran Modal (188677403 111) (188677403111) 0 Seksi Ata Transata Dengan Kapantngan Non Pengendah (55.045.350.931) - (55.045.350.931) 0 Cadangan Lain-lain (451.505.482) - (451.505.482) 0 Saldo Laba Telah Ditentukan PengunaanyaDicadangkan. 500.000.000 500.000.000 Belum Ditentukan Penggunanya 1.433.657 494,087 1.433.657 494.087 Laba (Rugi) Tahun Berjalan 144 064.749.552 144 064.749.562 0 Penghasilan Komrehensif Lain 60776.755597 60 776.755.597 Total Ekuitas yang Dapat Distribusikan kpd Entitas Induk 1.444.245.505.912 2 2 » 1444.245.505.912 0 Kepentingan Non Pengendali 376 019.761.764 : 378.019.761.764 TOTAL EKUITAS — 1.820.265.267.676 »1.820.265.267.676 TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 6.821.358.496.272 - 6821.358A96.272 PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 48 OCR 0.756
kh £ S5 C EC NT ec ANA & PARA BEA 4 KJPP Edi Andesta dan Rekan Berdasarkan analisa proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi dan sesudah Rencana Transaksi, dengan dilakukannya Rencana Transaksi dapat disimpulkan sebagai berikut a) Dari akun kas dan setara kas akan berkurang sebesar Rp. 150.000.000.000,- b) Dari akun fortofolio efek pihak berelasi akan bertambah Rp. 150.000.000.000,- Dengan demikian tidak terlihat perubahan atas laporan posisi keuangan konsolidasian dibandingkan sebelum Rencana Transaksi 3) Analisis Inkremental (Incremental Analysis) untuk Mengukur Nilai Tambah dari Rencana Transaksi (a) Kontribusi nilai tambah terhadap BPII sebagai akibat dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan BPII Terkait analisis inkremental dan dampak terhadap operasional BPII, dimana BPII akan melakukan Rencana Transaksi, maka BPII akan mendapatkan nilai tambah atau inkremental (manfaat ekonomis) berupa keuntungan dari laba bersih kepemilikan BPII pada PJP, berikut adalah analisis profitabilitas untuk melihat kemampuan menghasilkan laba bersih (1) Laba (Rugi) konsolidasian PJP dengan Asumsi hanya BPII yang melakukan setoran modal, dengan kepemilikan saham BPII sebesar 19,3” maka BPII akan memperoleh Laba (rugi) konsolidasian diuraikan sebagai berikut: Rp. 000.) (o Deskripsi 2026 2027 | 2028 2029 2030 - L Hai 1 Pendapatan 13856250 | 392252250 | 527.591188 | 568.465.625 | 519486313 2 | BebanPokor Pendapatan | (36997047) (91801351) casan geo) (25188220)! (218.807.936) Laba Kotor | “3sass203| 200360850 | 200750222) 316577306) 300672377 | | t — —- l3 | omar Uang (in2se300)| (25005020| cestsa3a2| anosa2n| (24110758) 4 | Depresiasi (720.000 1720.000)| & ma) 5 | Beban Bunga | .. 939. sa @ 223-222) ( (987 809) 7052117 17.208 118) | Laba Usaha tsgog2ea | teari2esa | 254601291 20053a180| 202775701 | 6 | Pajak Penghasilan (Larsoga)| (10057750| (13605430) (ter27son| ci7.t05040| | Jtaba(Rugi) Bersin 14988226 | 153654903 | 240994352 | 283400.682 | 276.600.814 (7 | Laba (Rugi) Bagian B4 2890216 | 29620651) 46a71627| sassoo03| 53350917 | 2 PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 4
Page 49 OCR 0.779
KH & S5 CTEN T4AEC0 AP PRAINISA Kk KJPP Edi Andesta dan Rekan Setelah Rencana Transaksi terealisasi, maka BPII akan memperoleh laba (rugi) konsolidasian sebesar 19,346 kepemilikan pada PJP yang diuraikan sebagai berikut: Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2026 sebesar Rp. 2,89 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 12,99 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2025 sebesar minus Rp. 10,10 miliar. Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2027 sebesar Rp. 29,62 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 26,73 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2026 sebesar Rp. 2,89 miliar. Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2028 sebesar Rp. 46,47 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 16,84 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2027 sebesar Rp. 29,62 miliar. Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2029 sebesar Rp. 54,65 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 8,17 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2028 sebesar Rp. 54,65 miliar. Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2030 sebesar Rp. 53,35 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 1,29 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2029 sebesar Rp. 54,65 miliar. s Laba (Rugi) konsolidasian PJP dengan Asumsi para pemegang saham PJP dan BPII yang melakukan setoran modal, dengan kepemilikan saham BPII sebesar 9,87 maka BPII akan memperoleh Laba (rugi) konsolidasian diuraikan sebagai berikut: tp 000,5 No Deskripsi 2020 2027 2028 2029 2030 1 rause2s0| as22s2250| Sasar) sowasno25 | sinan0 ara 2 Ge.doz.oan| tx 001 asn) c24w.oa1 9001| c2sx.000 220) cara 07 930), Pa Pi Ki | 3 | oban Usaha | onzooaoo| c00oso20| cas teasam| cenoosa2n| (4073| “| oopronari wa0000)| — (20.000) @ rta) (tosoo30)| (0925222) toorooml 7052117) 47200110 10905204 | tes.7i2055 | 254001201) 200554100 | 203775701 & | pajax Pengrasuan asoam| (0057750) (aco0430| (0.12750n| (17 105 940) Laba (Rugi) Bersih tessn220| 153054005 | 24004052 | 205.00.002| 270.co0.o14 7 |kebatrughBegiangeu | Waowze| 1s070s00| 2s0s0058| arara17a| #nr2050 PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 50 OCR 0.935
Hd. € SS C TE N TE 1G A PP RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan Setelah Rencana Transaksi terealisasi, maka BPII akan memperoleh laba (rugi) konsolidasian sebesar 9,876 kepemilikan pada PJP yang diuraikan sebagai berikut Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2026 sebesar Rp. 1,47 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 11,57 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2025 sebesar minus Rp. 10,10 miliar. Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2027 sebesar Rp. 15.07 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 13,60 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2026 sebesar Rp. 1.47 miliar Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2028 sebesar Rp. 23,65 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 8,57 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2027 sebesar Rp. 15,07 miliar. Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2029 sebesar Rp. 27,81 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 4,16 miliar, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2028 sebesar Rp. 23,65 miliar. Laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2030 sebesar Rp. 27,15 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp. 661,14 juta, dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak penghasilan konsolidasian per tanggal 31 Desember 2029 sebesar Rp. 27,81 miliar. (b) Biaya atau Pendapatan yang Relevan Tidak ada biaya-biaya yang relevan diluar Rencana Transaski, sedangkan pendapatan yang relevan adalah adanya potensi pendapatan BPII dari bagian kepemilikan saham BPII pada PJP. (c) Informasi non Keuangan yang Relevan PJP dan Entitas anak telah memiliki lahan yang cukup luas sebagai land bank yang siap untuk dikembangkan menjadi kawasan industri PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 51 OCR 0.882
Ht S5 C1 MN TE it A PP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan (d) Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perusahaan dalam Menentukan Rencana dan Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain (1) Penyetoran modal pada pihak afiliasi, dari sisi legalitas lebih terjamin, dibandingkan dengan transaksi dengan pihak tidak terafiliasi yang memerlukan pengecekan (verifikasi) terhadap legalitas untuk menghindari munculnya masalah dimasa depan. (2) Nilai Rencana Transaksi sudah mempertimbangkan hasil penilaian dari pihak independen. (e) Hal Material Lainnya yang dapat Memberikan Keyakinan bagi Penilai Bisnis dalam Memberikan Opini Kewajaran Rencana Transaksi (1) PJP dan Entitas Anak memiliki lahan yang cukup luas sebagai land bank dimana harga tanah mengalami kenaikan setiap tahunnya dan Rencana Transaksi yang akan dilakukan merupakan peluang (opportunity) bagi Perseroan, dalam rangka mengembangkan bisnis (2) BPII dapat memantau perkembangan proyek PJP dan Entitas Anak sehingga penyetoran modal secara bertahap menjadi pilihan yang tepat (? Inkremental Proforma Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi Proforma sebelum dan sesudah Rencana Transaksi terealisasi, yang dibuat oleh BPII, diuraikan sebagai berikut: (Rp) Sebelum Rencana Setelah Rencana Neraca Perseroan Transaksi Transaksi 31 Desember 2025 31 Desember 2025 Aset Aset Lancar 4380.957741,192 | 4.380957.741,192 Aset Tetap 2419.932128.835 | 2419.932.128.835 Aset Lain-lain 20.468.626.245 2068.626.245 Total Aset |” 6821.358496.272| — 6.821.358.496.272 Liabilitas & Ekuitas Liabiltas 5.001.093.228.596 5.001.093.228.596 Ekuitas : 1.820.265.267.676 1.820.265.267.676 Total Liabilitas dan Eguitas . 6.821.358.496.272 6.821.358.496.272 PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 52 OCR 0.910
“H EC 5 GG ne NM Tenant A Y PRABA Lk KJPP Edi Andesta dan Rekan Sebelum Rencana Setelah Rencana Rasio Penting Transaksi Transaksi 31 Desember 2025 | 31 Desember 2025 Rasio Total Liabilitas Terhadap Total Aset 0,73 0,73 Rasio Total Liabilitas Terhadap Ekuitas 275 275 Berdasarkan analisa proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi dan sesudah Rencana Transaksi, dengan dilakukannya Rencana Transaksi dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Dari akun kas dan setara kas akan berkurang sebesar Rp. 150.000.000.000,- (2) Dari akun fortofolio efek pihak berelasi akan bertambah Rp. 150.000.000.000,- Dengan demikian tidak terlihat perubahan atas rasio total liabilitas terhadap total aset yaitu tetap sebesar 0,73, dan totallibilitas terhadap total ekuitas tetap sebesar 275 21.3. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi Analisis kewajaran Rencana Transaksi dengan membandingkan antara harga pembelian atau harga pengambilalihan dengan nilai pasar dari hasil penilaian. Apabila harga pembelian berada pada batas atas dan batas bawah pada kisaran nilai, tidak melebihi 7,596, sesuai Peraturan No. 35/POJK.04/2020, maka Rencana Transaksi tersebut dikategorikan wajar dan tidak merugikan Perseroan atau pemegang sahamnya. a. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Hasil Penilaian Atas Saham PJP 1) Kesepakatan Atas Rencana Penyetoran Modal pada PJP Berdasarkan kesepakatan atas rencana penyetoran modal pada PJP, pada hari Selasa, tanggal 19 Mei 2026, dengan harga Rp. 150.000.000.000,- (seratus lima puluh puluh miliar Rupiah) 2) Penilaian Saham PJP dan Entitas Anak Hasil penilaian 100,006 saham PJP dan Entitas Anak, yang dikeluarkan oleh KJPP Andesta, sesuai laporan No. 00227/2.0053-00/BS/0510095/1/V/2026, tanggal 6 Mei 2026, adalah Rp. 663.152.223.090,- (enam ratus enam puluh tiga miliar seratus lima puluh dua juta dua ratus dua puluh tiga ribu sembilan puluh Rupiah). Nilai Pasar per Lembar Rp. 105,6 (seratus lima koma enam Rupiah). 51
Page 53 OCR 0.709
"H E 8 . LE M0 TPF 18 APP RAISA LL KJPP Edi Andesta dan Rekan Dengan kesimpulan Nilai Pasar Saham PJP dan Entitas Anak per lembar sebesar Rp. 105,6 dan Nilai Rencana Transaksi per lembar sebesar Rp. 100,- maka kesimpulan Nilai Pasar Saham dan Nilai Rencana Transaksi PJP dan Entitas Anak yang akan disetor oleh BPII adalah sebagai berikut: | mona towara Tama ame Sean Rencana Tamati Yg Aa aa an Maa maa Ta Saham Kepemilikan (8) Ro) Saham — | Kepemilikan (W)| Rp.) | , snsd m2snuo 1 emas wan saos : mam anc01atn sunan am) @2xouw , szang 906252000 ye 25209 sin wars00a00 ' ul m2 saat sd asa rawo : sol antam jaranan are) aanarman 0 Jowtnsatana— Doamsaram| an nata jaranan am mara jaan 1 onararsantna Damara an) anon Jasa am anom 8 Dimsmatnn— Donwasiwal annd aaawas masa sal pasawa 1 | | sawowoon| #unamae| wan #0www Tea Tn Tannnsa| eter taman moon enoon na asas 7 Tenor TT a01 Berdasarkan analisis tersebut maka kepemilikan saham BPII pada PJP sebesar 1.500.000.000 atau 19,376, dengan Nilai Rencana Transaksi Rp. 150.000.000.000,- dan Nilai Pasar hasil penilaian KJPP Andesta adalah Rp. 158.400.000.000,- Dengan demikian, harga Rencana Transaksi penyetoran modal atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PJP hingga sebanyak-banyaknya sebesar 19,396 dari jumlah seluruh saham PJP. lebih rendah 5,604 (lima koma enam puluh perseratus) dari Nilai Pasar hasil penilaian KJPP Andesta. b. Analisis untuk Memastikan Bahwa Rencana Transaksi Memberikan Nilai Tambah 1) Proyeksi Laba (Rugi) Konsolidasian PJP a) Laba (Rugi) konsolidasian PJP dengan Asumsi hanya BPII yang melakukan setoran modal, dengan kepemilikan saham BPII sebesar 19,3”6 maka BPII akan memperoleh Laba (rugi) konsolidasian diuraikan sebagai berikut: Setelah Rencana Transaksi terealisai, maka kinerja keuangan konsolidasian BPII dimasa depan akan lebih baik, yang tercermin dari akumulasi laba bersih konsolidasian selama 5 tahun (2026 s/d 2030), yang akan diterima oleh BPII sebesar Rp. 186,99 miliar. b) Laba (Rugi) konsolidasian PJP dengan Asumsi para pemegang saham PJP dan BPII yang melakukan setoran modal, dengan kepemilikan saham BPII sebesar 9,870 maka BPII akan memperoleh Laba (rugi) konsolidasian diuraikan sebagai berikut: PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk”
Page 54 OCR 0.894
H E St CC IC NT ORI A ? P RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan Setelah Rencana Transaksi terealisai, maka kinerja keuangan konsolidasian BPII dimasa depan akan lebih baik, yang tercermin dari akumulasi laba bersih konsolidasian selama 5 tahun (2026 s/d 2030), yang akan diterima oleh BPII sebesar Rp. 95,16 miliar. 2) Proforma Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi Proforma sebelum dan sesudah Rencana Transaksi terealisasi, yang dibuat oleh BPII, diuraikan sebagai berikut Berdasarkan analisa proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi dan sesudah Rencana Transaksi, dengan dilakukannya Rencana Transaksi dapat disimpulkan sebagai berikut: a) Dari akun kas dan setara kas akan berkurang sebesar Rp. 150.000.000.000,- b) Dari akun fortofolio efek pihak berelasi akan bertambah Rp. 150.000.000.000,- Dengan demikian tidak terlihat perubahan atas rasio total liabilitas terhadap total aset yaitu tetap sebesar 0,73, dan totallibilitas terhadap total ekuitas tetap sebesar 2,75 3) Batas Atas dan Batas Bawah Pada Kisaran Nilai Rencana Transaksi, lebih rendah 5,609 dibandingkan dengan Nilai Pasar hasil penilaian oleh KJPP Andesta, diuraikan pada tabel berikut: Deskripsi | Nilai Rencana 4 Transaksi (Rp.) Batasatas 00000 170280000000 Nilai Pasar - | 158.400.000.000 Batas Bawah Ta | 146.520.000.000 Nilai Rencana Transaksi 150.000.000.000 Selisih Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar 5,606 PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 55 OCR 0.909
H E TT C1 MM OA IC A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan 21.4. Analisis Atas Faktor-Faktor Lain Yang Relevan Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan yang menajdi pertimbangan Rencana Transaksi adalah a. Lahan yang dimiliki anak perusahaan PJP mempunyai potensi pengembangan di masa depan dengan fasilitas atau infrastruktur yang memadai sehingga dapat meningkatkan nilai kawasan b. Memiliki daya saing sebagai kawasan industri dimana lahan yang dimiliki berada di lokasi yang strategis, aksesibilitas, infrastruktur yang tersedia dengan baik 22. Kesimpulan Berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi atau "Transaksi" ini sebagaimana diuraikan diatas, dengan melihat alasan-alasan, manfaat, risiko dan analisis kewajaran Rencana Transaksi, KJPP Andesta berpendapat bahwa harga Rencana Transaksi sudah tepat, dan dengan memperhatikan analisis diatas, Kami menyimpulkan bahwa secara keseluruhan Rencana Transaksi tersebut adalah “Transaksi Wajar”. 23. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran Berdasarkan informasi dari BPII, tidak ada Kejadian-kejadian penting setelah tanggal pendapat kewajaran (subseguent event) PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 34
Page 56 OCR 0.908
BH £ Ss « 1 MK Ke Ae APP RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan 24. Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran Kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP Andesta. Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Kami tidak mempunyai kepentingan, baik secara langsung maupun tidak langsung atas opini Pendapat Kewajaran yang telah Kami laksanakan, dan Pendapat Kewajaran ini telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia dan Kode Etik Penilai Indonesia yang berlaku Hormat Kami, KJPP Edi Andesta dan Rekan Ir. Edi Andesi Pemimpin Rekan MAPPI 94-5-0411 Klasifikasi: Penilai Properti dan Bisnis Register RMK-2017.00091 Izin Penilai Publik PB-1.09.00095 Registrasi OJK No. KEP-30/KS-13/2026 Lisensi BPN No : 340/SK-600.PT.01.01/VI1/2019 PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Page 57 OCR 0.925
H4 E TO UE BM Teen AP? PRAAJIS AL KJPP Edi Andesta dan Rekan Pernyataan Penilai Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai Penilai, Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa 1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan didalamnya adalah benar sesuai dengan fakta dan pemahaman terbaik Penilai Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatas yang mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini 2. Laporan ini telah disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan didalam Peraturan No. 35/POJK.04/2020, Standar Penilai Indonesia (SPI), dan Kode Etik Penilai (KEPI). tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal serta tunduk pada ketentuan-ketentuan yang berlaku 3. Kami sebagai Penilai tidak mempunyai kepentingan baik secara langsung maupun tidak secara langsung terhadap objek Pendapat Kewajaran. 4. Penugasan Pendapat Kewajaran professional telah dilakukan terhadap objek Pendapat Kewajaran pada tanggal Pendapat Kewajaran (cut off date) 5. Analisis telah dilakukan untuk maksud dan tujuan sebagaimana telah diungkap dalam laporan Pendapat Kewajaran. 6. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan Pendapat Kewajaran professional telah disajikan sebagai kesimpulan akhir. 7. Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan Pendapat Kewajaran. 8. Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas. . Data ekonomi dan industri dalam laporan pendapat kewajaran diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan. 10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan Pendapat Kewajaran, telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan Pendapat Kewajaran. Penilai : Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert) Pemimpin Rekan MAPPI 94-5-0411 Register : RMK-2017.00091 Ahmad Firdaus, S.Pd. Supervisi MAPPI 04-T-01814 Register : RMK-2017.00718 Igro Haikal Sulaiman, S.E. Penilai MAPPI 11-T-03175 Register : RMK-2017.00719 PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk ——
Page 58 OCR 0.933
H — 5. CC TE MN Tee te A4 PP RASINSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan Asumsi dan Syarat Pembatas Pendapat Kewajaran ini berdasarkan atas asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut ie 12 13. 14. 15. Bahwa semua pernyataan dan keterangan yang tercantum dalam laporan ini adalah benar dan sesuai dengan pengetahuan serta itikad baik dari Penilai Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh Pemberi Tugas dan pihak ketiga kepada Kami dalam rangka Pendapat Kewajaran ini adalah sah, benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen yang diberikan kepada Kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai dengan aslinya dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Pendapat Kewajaran Data ekonomi dan industri dalam laporan Pendapat Kewajaran, diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh PJP dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty) Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi keuangan. Kami bertanggungjawab atas laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan nilai akhir. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi Tugas. Kecuali dinyatakan secara tegas didalam penugasan Pendapat Kewajaran ini, tidak dapat diasumsikan bahwa Kami berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas bisnis objek Pendapat Kewajaran Bukan merupakan tanggung jawab Kami atas segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan ini. . Dalam Penugasan ini, Pemberi tugas telah mempelajari, mengetahui dan menyadari sepenuhnya mengenai keberadaan KJPP Andesta. Baik KJPP Andesta, maupun para penilai dan karyawan lainnya, sama sekali tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek Pendapat Kewajaran. Kecuali dinyatakan lain, Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah, demikian juga analisis dan perhitungan yang digunakan sebagai dasar penilaian berdasarkan mata uang Rupiah Baik KJPP Andesta, maupun para Penilai dan karyawannya, oleh karena Pendapat Kewajaran ini tidaklah diwajibkan memberikan kesaksian atau kehadirannya dalam pengadilan/Dewan Arbitrasi atau instansi Pemerintah lainnya, kecuali ada perjanjian sebelumnya. Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) dan tanda tangan Pimpinan Rekan. PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk HI
Names mentioned 98 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.1 ×15
unresolved
org
KJPP Edi Andesta
p.1 ×62
unresolved
org
PT. Prima Jaya Permai Disiapkan
p.1
unresolved
org
AP PF RANMNSA Lk KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.2
unresolved
org
HC A PP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta
p.4 ×2
unresolved
org
KJPP Andesta
p.4 ×21
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4 ×2
unresolved
org
TfFBELt A PP RAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.5
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.5
unresolved
org
Tire APP RAN SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.6
unresolved
org
AP PRA SA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.7
unresolved
org
TFT APP RAANSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.8
unresolved
org
Bank Indonesia
p.8 ×10
unresolved
org
Pusat Statistik.
p.8
unresolved
org
Menteri Investasi
p.10
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.10
unresolved
person
Djatikesumo Subagio
· Direktur
p.11
unresolved
org
CC EN TAPI KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.12
unresolved
org
PT. Wahana Bumi Pertiwi
p.12 ×2
unresolved
org
Star Malacca Investment Pte. Ltd.
p.12 ×2
unresolved
—
Luo Yude Toirekur
p.12
unresolved
person
Irena Istary Iskandar
· Komisaris Utama
p.12 ×2
unresolved
—
Rudy Johansen (pemegang saham 0,02” BPII)
· Komisaris
p.12 ×4
unresolved
person
Christian Suprijatna
· Komisaris
p.12
unresolved
org
TEM TAPAK AP PRArSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.13
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik KJPP Andesta
p.13
unresolved
org
A P PA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.14
unresolved
org
CC JENTIFiG APP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.15
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.15 ×2
unresolved
org
Batavia Prosperindo Intemasional Tbk.
p.15 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×2
unresolved
org
LEN TI APP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.16
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16
unresolved
org
Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha Daerah Provinsi DKI
p.16
unresolved
org
PT. Prima Jaya Permai PJP
p.17
unresolved
person
Jimmy Tanal
· Notaris
p.17
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manuasia Republik Indonesia
p.17
unresolved
person
Yoke Reinata S.H.
· Notaris
p.17 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Republik Indonesia
p.17
unresolved
org
PT. Wahana Bumi Pertwi
p.17
unresolved
org
PT Jaya Anugrah Permai
p.17
unresolved
org
APPRArSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.18
unresolved
—
Luo Xude
· Direktur Utama
p.18
unresolved
org
TAPI A FP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.19
unresolved
org
PT Megatama Putra Sejahtera
p.19 ×2
unresolved
org
PT Teguh Anindyaguna
p.19 ×2
unresolved
org
PT Citraduta Sukses Semesta
p.19 ×2
unresolved
org
PT Bintang Anugrah Permai
p.19
unresolved
org
APP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.20
unresolved
org
R Ad SA Kk KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.21
unresolved
org
A PP RAMSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.23
unresolved
org
Pt A PP RAISA. KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.24
unresolved
org
Dt A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.26
unresolved
org
AMP BRAIS Ai KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.28
unresolved
org
NC A PR RAYMSA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.29
unresolved
org
A PP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.31 ×2
unresolved
org
LM AYU DA XL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.32
unresolved
org
TU PC APP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.33
unresolved
org
TE APP RAMSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.34
unresolved
org
PT. Bintang Anugerah Permai
p.34
unresolved
org
AP PR AIS Ad KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.35
unresolved
org
TP IC APP RA'rSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.36
unresolved
org
A PP RANSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.39
unresolved
org
AP DA AT SA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.40
unresolved
org
AP PRArSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.41
unresolved
org
IE AA RP RAYFSAt KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.42
unresolved
org
SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.43
unresolved
org
TR KAI EA Lk KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.45
unresolved
org
TAPE IC APP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.46
unresolved
org
APPRAYSA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.47
unresolved
org
AP PRAINISA Kk KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.49
unresolved
org
A PP RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.50
unresolved
org
A Y PRABA Lk KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.52
unresolved
org
APP RAISA LL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.53
unresolved
org
P RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.54
unresolved
org
IC A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.55
unresolved
org
Ae APP RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.56
unresolved
org
Ir. Edi Andesi Pemimpin Rekan MAPPI
p.56
unresolved
person
Ir. Edi Andesi
· Pemimpin Rekan
p.56
unresolved
org
PRAAJIS AL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.57
unresolved
—
KEPI
· Penilai
p.57
unresolved
person
Igro Haikal Sulaiman
p.57
unresolved
org
PP RASINSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.58
unresolved
org
KJPP Andesta. Baik KJPP Andesta
p.58
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
35 ms
13 Sep 2026 14:27
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}