Back to announcement
20240701_INDY_Informasi Transaksi Afiliasi_31677940_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review INDYSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 78
Page 1
Laporan No. 00185/2.0118-00/BS/05/0520/1/VI/2024
File No. 058.3/IDR/DO.2/BFO/VI/2024
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI PEMBERIAN PINJAMAN
KEPADA PT ENERGI MAKMUR BUANA
OLEH PT INDIKA ENERGY Tbk
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
2024
Page 2
SURAT LAPORAN PE NDA PAT KE WAJARAN ATAS RENCANA TRANSA KSI
Laporan No. 00185/2.0118-00/BS/05/0520/1/VI/2024
File No. 058.3/IDR/DO.2/BFO/VI/2024 Jakarta, 27 Juni 2024
Kepada Yth.
PT ENERGI MAKMUR BUANA
QQ PT INDIKA ENERGY Tbk
Graha Mitra, Jalan Gatot Subroto No. Kav. 21 6th Floor
Karet Semanggi, Setiabudi
Jakarta Selatan 12930
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman Kepada PT
Energi Makmur Buana oleh PT Indika Energy Tbk
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT
Energi Makmur Buana QQ PT Indika Energy Tbk No. 096.1/IDR/DO.2/Pr-FO/VI/2024 tanggal 7 Juni
2024, dan adendum proposal No. 102.8/IDR/DO.2/ADD-BFO/VI/2024 tanggal 19 Juni 2024, IDR telah
melaksanakan Penilaian untuk memberikan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pemberian
Pinjaman kepada PT Energi Makmur Buana oleh PT Indika Energy Tbk seperti yang tertuang dalam
laporan ini.
Latar Belakang
PT Indika Energy Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas atau INDY)
merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya disebut BEI).
INDY memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Energi Makmur Buana (selanjutnya disebut EMB)
dengan kepemilikan 51,00% saham melalui PT Solusi Mobilitas Indonesia (selanjutnya disebut SMI)
dan PT Mitra Motor Group (selanjutnya disebut MMG). INDY berencana untuk memberikan pinjaman
kepada EMB yang akan digunakan untuk keperluan modal kerja dan pembiayaan kegiatan operasional
lainnya. Pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
42/POJK.04/2020.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan
pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR atau Penilai atau
i
Page 3
Kami), selaku penilai independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut. Objek Penilaian Objek Penilaian adalah rencana transaksi pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah INDY dan EMB, dimana INDY sebagai pemberi pinjaman dan EMB sebagai penerima pinjaman. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penilaian adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi untuk tujuan pelaksanaan Rencana Transaksi. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Imelda & Rekan dan ditandatangani oleh Akuntan Publik Muhammad Irfan yang terdaftar di OJK. Asumsi dan Kondisi Pembatas a. Laporan penilaian ini bersifat non disclaimer opinion. b. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. c. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan. e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. f. Laporan penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perusahaan. g. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan Nilai akhir. h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari pemberi tugas. i. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan. Pendekatan dan Metode Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah: a. Melakukan analisis transaksi. b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi. c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. d. Melakukan analisis atas jaminan yang terkait dengan transaksi. e. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi. f. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) Berdasarkan Akta No. 94 tanggal 27 Juni 2024 dari Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bekasi mengenai perubahan Direksi dan Komisaris. Berdasarkan Surat Keterangan dari Notaris Ungke Mulawanti S.H., M.Kn. tertanggal 27 Juni 2024, saat ini akta masih dalam proses pemberitahuan perubahan data perseroan pada sistem AHU Online. Susunan Direksi dan Komisaris EMB menjadi sebagai berikut: Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk ii
Page 4
Dewan Komisaris Komisaris Utama : Johanes Ispurnawan Komisaris : Purbaja Pantja Komisaris : Albert Aulia Ilyas Direksi Direktur Utama & CFO : Alif Sasetyo Direktur : Yusa Oktavia Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian. Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk iii
Page 5
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Besaran dana dari objek transaksi yang berupa pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY dapat
dilunasi pada saat jatuh tempo, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa besaran dana dari objek
transaksi adalah wajar.
Hasil analisis atas suku bunga pinjaman dari INDY yang dikenakan kepada EMB masih dalam kisaran
suku bunga sejenis yang ada di pasar, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suku bunga
pinjaman yang dikenakan INDY kepada EMB adalah wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan
pendapatan dan laba yang dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan, dengan demikian sesuai
dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan
Rencana Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham adalah mendukung
program diversifikasi Perseroan khususnya di sektor kendaraan listrik melalui EMB sesuai dengan
kepentingan pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa transaksi
adalah wajar.
M.Ec.Oev.
Rekan
Penilai Properti/Aset dan Bisnis
MAPPI No.: 10-S-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No. P -1.13.00355
NIPP Menkeu No. B -1.18.00520
STTO OJK No: STTO. PPB-33/PJ-1/PM. 02/2023
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk iv
Page 6
PERNYATAAN PENILAI
1. Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini Kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran in i tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak mana pun .
3. Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
4. Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
5. Penilai menaati Kode Etik Penilai Indonesia dan penilaian dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI VII-2018)
6. Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
kesimpulan.
7. Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
8. Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.
9. Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
10. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Penilai Publik,
Radithe Pramudito, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
MAPPI No. : 10-S-02670
RMK-2017.00316
NIPP Menkeu No. P -1 .13.00355
NIPP Menkeu No. B -1 .18.00520
STTO OJK No: STTO.PPB-33/PJ-1/PM.02/2023
Reviuer,
Adhitya Anindito, S.I.Kom., S.H., M.M., MAPPI (Cert.)
MAPPI No.: 11-S-03079
RMK-2017.00547
Penilai,
Sigit E. Purnomo, SE.
MAPPI No.: 19- T-09657
RMK-2020.03575
Ryan Suradireja
MAPPI No. : 19-P-09941
RMK-2021 .03692
Syafika Firdausha, A.Md.Ak.
MAPPI No.: 21-T-11013
RMK- 2022.04256
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk v
Page 7
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................................. v
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-1
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-1
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-2
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-3
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh ................
Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian ........................
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai .....................
Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6
1.15. Definisi dan Istilah ...................................................................................................................... I-6
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-3
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-3
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ................................................................................................. III-9
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ........ III-9
3.5. Analisis Dampak Leverage Pada Keuangan Perseroan ............................................................. III-9
3.6. Analisis Dampak Likuiditas Pada Keuangan Perseroan .......................................................... III-10
3.7. Analisis Dampak Keuangan Perusahaan Jika Proyek Yang Dibiayai Mengalami Kegagalan ... III-10
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-33
BAB V ANALISIS ATAS JAMINAN YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI ......................................... V-1
BAB VI ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ....................................................................... VI-1
6.1. Analisis Besaran Dana dan Kewajaran Suku Bunga Pinjaman ................................................. VI-1
6.2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ....................................................................................... VI-1
6.3. Analisis Kontribusi Nilai Tambah ............................................................................................. VI-2
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk vi
Page 8
BAB VII ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN .............................................................. VII-1 7.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi .............................. VII-1 7.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ...................................................................... VII-1 7.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ....................................................................................... VII-1 7.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh................................................................................... VII-2 BAB VIII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI............................................ VIII-1 LAMPIRAN Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk vii
Page 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Indika Energy Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas atau
INDY) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya
disebut BEI). INDY memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Energi Makmur Buana (selanjutnya
disebut EMB) dengan kepemilikan 51,00% saham melalui PT Solusi Mobilitas Indonesia
(selanjutnya disebut SMI) dan PT Mitra Motor Group (selanjutnya disebut MMG). INDY
berencana untuk memberikan pinjaman kepada EMB yang akan digunakan untuk keperluan
modal kerja dan pembiayaan kegiatan operasional lainnya. Pemberian pinjaman kepada EMB
oleh INDY selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
42/POJK.04/2020.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
IDR atau Penilai atau Kami), selaku penilai independen yang memberikan pendapat kewajaran
atas Rencana Transaksi tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD OJK No. STTD.PPB-33/PM.223/2021 tanggal
22 September 2021 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan : PT Indika Energy Tbk
Bidang Usaha : Pertambangan
Alamat Kantor : Graha Mitra, Jalan Gatot Subroto No. Kav. 21 6th Floor Karet Semanggi,
Setiabudi Jakarta Selatan 12930
No. Telepon/Faksimile : 021-2557 9888 / 021-2557 9889
E-mail : info@indikaenergy.co.id
Situs Web : www.indikaenergy.co.id
1.3. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah rencana transaksi pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi untuk tujuan
pelaksanaan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk I-1
Page 10
1.5. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Desember 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Imelda & Rekan dan ditandatangani oleh Akuntan Publik Muhammad Irfan yang terdaftar di OJK.
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
definisi penilaian dan tanggal penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, pemberian pendapat kewajaran atas transaksi pinjam-meminjam dana dan/atau
penjaminan setelah dilakukan analisis atas:
a. Besaran dana dari objek transaksi.
b. Dampak keuangan dari transaksi pinjam-meminjam dana dan/atau penjaminan terhadap
kepentingan pemegang saham.
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan transaksi
pinjam-meminjam dana dan/atau penjaminan terhadap kepentingan pemegang saham.
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukkan IDR untuk
memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
1.7. Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas rencana transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas rencana transaksi.
d. Melakukan analisis atas jaminan yang terkait dengan transaksi.
e. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
f. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk I-2
Page 11
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah INDY dan EMB, dimana INDY sebagai pemberi pinjaman
dan EMB sebagai penerima pinjaman.
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami tidak ada benturan
kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang
saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
akibat dari laporan kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
Atas Rencana Transaksi
Dalam pendapat kewajaran ini kami tidak menggunakan hasil penilaian dari Penilai Usaha
dan/atau Penilai Properti dengan demikian uraian mengenai Penilai Usaha dan/atau Penilai
Properti serta hasil penilaian oleh Penilai Usaha dan/atau Penilai Properti yang menjadi dasar
dalam pemberian pendapat kewajaran atas rencana transaksi tidak ada.
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a) Copy legalitas dan perizinan INDY.
b) Copy legalitas dan perizinan EMB.
c) Laporan keuangan INDY untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan dan telah ditandatangani oleh Muhammad Irfan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
d) Laporan keuangan INDY untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan dan telah ditandatangani oleh Muhammad Irfan
dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
e) Laporan keuangan INDY untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan dan telah ditandatangani oleh Alvin Ismanto dengan
opini wajar, dalam semua hal yang material.
f) Laporan keuangan INDY untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan dan telah ditandatangani oleh Alvin Ismanto dengan
opini wajar, dalam semua hal yang material.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk I-3
Page 12
g) Laporan keuangan INDY untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan dan telah ditandatangani oleh Alvin Ismanto dengan
opini wajar, dalam semua hal yang material.
h) Laporan keuangan proforma INDY per 31 Desember 2023 sebelum dan setelah transaksi
dari manajemen Perseroan.
i) Draft perjanjian pinjaman antar perusahaan antara INDY dengan EMB.
j) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan dan EMB.
k) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 14
Juni 2024 – 24 Juni 2024. Identitas yang Kami wawancarai adalah Ibu Dyah Paramita sebagai
Head of Corporate Planning INDY, Bapak Tammam Jannata sebagai Business Development VP
INDY, dan Ibu Annisa Listiani sebagai Corporate Planning Manager INDY.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses penilaian.
c. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan.
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
f. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
i. IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
terhadap Rencana Transaksi.
j. Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat tersebut.
Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat
dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
k. Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal
Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Rencana
Transaksi seperti yang diuraikan di atas.
l. IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
m. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk I-4
Page 13
data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. IDR tidak
melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-data
yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian
IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan
kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
n. Sebagai dasar bagi IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi, IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada Sumber
Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.
o. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian IDR
secara material. Oleh karena itu, IDR tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
p. Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-
aspek lainnya.
q. IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan
pendapat kewajaran.
r. Dengan ini IDR menyatakan bahwa penugasan IDR tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
s. IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum dan
implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
t. Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan ini
dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.
Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan ini
dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan tersebut di
atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
u. Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi dan
tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
v. Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas
Rencana Transaksi tersebut.
w. IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
representation letter) atas penugasan IDR untuk mempersiapkan Laporan Pendapat
Kewajaran, bahwa perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
x. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk I-5
Page 14
maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang tidak
tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
y. Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan dalam
laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak bertanggungjawab jika
ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
z. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum atas
catatan publik serta catatan kepemilikan.
aa. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai satu
kesatuan dari laporan ini akan dituangkan di dalam laporan penilaian yang dibuat terpisah
tersebut.
bb. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan dan
stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat dipertanggungjawabkan
bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas pekerjaan penilaian ini.
cc. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral)
dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Berdasarkan Akta No. 94 tanggal 27 Juni 2024 dari Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di
Kabupaten Bekasi mengenai perubahan Direksi dan Komisaris. Berdasarkan Surat Keterangan
dari Notaris Ungke Mulawanti S.H., M.Kn. tertanggal 27 Juni 2024, saat ini akta masih dalam
proses pemberitahuan perubahan data perseroan pada sistem AHU Online. Susunan Direksi dan
Komisaris EMB menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Johanes Ispurnawan
Komisaris : Purbaja Pantja
Komisaris : Albert Aulia Ilyas
Direksi
Direktur Utama & CFO : Alif Sasetyo
Direktur : Yusa Oktavia
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
1.15. Definisi dan Istilah
Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian
Bisnis sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang
melakukan kegiatan di pasar modal (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 5).
Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya
telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian (Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 15).
Pendapat Kewajaran adalah suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk
menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
(Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 38).
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk I-6
Page 15
Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pinjam-Meminjam Dana dan/atau Penjaminan adalah suatu
pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk menyatakan bahwa transaksi pinjam-
meminjam dana dan/atau penjaminan adalah wajar atau tidak wajar (Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 39).
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk I-7
Page 16
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
Dengan transaksi pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY berdasarkan proforma posisi
keuangan likuiditas dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan. Berdasarkan
proyeksi posisi keuangan akan meningkatkan likuiditas dan solvabilitas Perseroan.
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan tidak mengalami perubahan namun
berdasarkan proyeksi posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan
likuiditas Perseroan.
2.3. Nilai Transaksi
Nilai transaksi berdasarkan draft perjanjian pinjaman antar perusahaan antara EMB dan INDY,
jumlah pinjaman yang diberikan kepada EMB oleh INDY sebesar Rp 72.000.000.000,- dengan
bunga sebesar 8,40% per tahun dan jangka waktu 5 tahun.
2.4. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%;
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%; atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
e. Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset
Perusahaan Terbuka.
Perusahaan Terbuka yang akan melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu
memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
1. Transaksi Material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
pendapatan usaha Perseroan.
2. Transaksi Material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
negatif.
3. Laporan Penilai menyatakan bahwa Transaksi Material yang akan dilakukan tidak wajar.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk II-1
Page 17
Nilai transaksi atas Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 72.000.000.000,- atau setara dengan
USD 4.670.472,- (kurs tengah BI per 29 Desember 2023 USD 1 = Rp 15.416, sumber:
www.bi.go.id) dan ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit Akuntan
Publik Muhammad Irfan dari KAP Imelda & Rekan per 31 Desember 2023 adalah sebesar USD
1.377.137.450,-, dengan demikian materialitas nilai transaksi 0,34% dari ekuitas Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah INDY dan EMB, dimana INDY sebagai pemberi pinjaman
dan EMB sebagai penerima pinjaman.
Hubungan Kepemilikan Saham
Keterangan
INDY : PT Indika Energy Tbk
SMI : PT Solusi Mobilitas Indonesia
MMG : PT Mitra Motor Group
EMB : PT Energi Makmur Buana
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, terdapat hubungan kepemilikan saham
antara INDY dengan EMB yaitu INDY sebagai pemegang 51,00% saham EMB melalui SMI dan
MMG.Dengan demikian antara INDY dengan EMB terdapat hubungan kepemilikan.
Hubungan Kepengurusan
Nama Perseroan EMB
Agus Lasmono KU
Richard Bruce Ness WKU
Indracahya Basuki K
Faris Harianto KI
Eko Putro Sandjojo KI
M. Arsjad Rasjid P.M. DU
Azis Armand WDU
Retina Rosabai D
Purbaja Pantja D
Kamen Kamenov Palatov D
Adi Darma Shima K
Andreas Justiabel DU
Tammam Jannata P D
Ir. Ery Priwan D
Keterangan:
KU : Komisaris Utama
WKU : Wakil Komisaris Utama
K : Komisaris
KI : Komisaris Independen
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk II-2
Page 18
DU : Direktur Utama
WDU : Wakil Direktur Utama
D : Direktur
P : Pegawai
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, terdapat hubungan kepengurusan antara
Perseroan dengan EMB dimana Tammam Jannata sebagai Pegawai pada Perseroan juga sebagai
Direktur EMB. Dengan demikian antara Perseroan dan EMB terdapat hubungan kepengurusan.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
Dokumen rencana transaksi yang ada berupa draft perjanjian pinjaman antar perusahaan
antara INDY dan EMB (selanjutnya disebut draft perjanjian pinjaman). INDY adalah Pemberi
Pinjaman/Kreditur dan EMB adalah Penerima Pinjaman/Debitur. Hal-hal pokok dalam draft
perjanjian perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
1. Jumlah pokok pinjaman INDY kepada EMB tidak melebihi sebesar Rp 72.000.000.000,-.
2. Suku bunga sebesar 8,40% per tahun.
3. Pinjaman akan berlaku sejak tanggal penandatanganan perjanjian ini sampai dengan jangka
waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal pinjaman.
Dokumen transaksi yang ada masih berupa draft, pihak-pihak yang bertransaksi belum memiliki
perjanjian dan persyaratan tertulis yang telah disepakati dan mengikat.
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Meningkatkan pendapatan dan laba Perseroan secara konsolidasi yang dapat menciptakan
nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memberikan dividen bagi pemegang saham.
• EMB sebagai entitas anak Perseroan dapat memperoleh pendanaan modal kerja untuk
meningkatkan skala usahanya dalam bidang kendaraan listrik.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• EMB dapat mengalami gagal bayar atas pinjaman tersebut jika kinerja usaha EMB di masa
yang akan datang tidak berjalan secara optimal sebagaimana yang direncanakan, sehingga
EMB mengalami kesulitan untuk mengembalikan pinjaman dari Perseroan.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk II-3
Page 19
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan dan Kegiatan Usaha
Perseroan
a) Riwayat Singkat
PT Indika Energy Tbk didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 31 tanggal 19 Oktober 2000
oleh Hasanal Yani Ali Amin, S.H., notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C-
13115 HT.01.01.TH.2001 tanggal 18 Oktober 2001 serta diumumkan dalam Berita Negara
No. 53, Tambahan No. 6412 tanggal 2 Juli 2022. Akta Perusahaan telah mengalami beberapa
kali perubahan, dan perubahan terakhir sehubungan dengan perubahan dan pengangkatan
kembali susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagaimana tercantum
di dalam Akta No. 11 tanggal 19 April 2023 yang dibuat oleh Notaris Aryanti Artisari, S.H.,
M.KN, Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan tersebut telah diterima oleh Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No. AHU-AH.01.09-0118385 tanggal 15 Mei
2023.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama meliputi bidang perdagangan, pembangunan, pertambangan, pengangkutan dan
jasa.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit periode 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (USD)
1 PT Indika Inti Investindo 1.968.882.699 37,84% 21.499.012
2 PT Teladan Resources 1.463.155.591 28,12% 15.976.777
3 Agus Lasmono 10.156.000 0,20% 110.897
4 Indracahya Basuki 1.403.500 0,03% 15.325
5 M. Arsjad Rasjid P.M. 1.208.000 0,02% 13.191
6 Azis Armand 1.208.000 0,02% 13.191
7 PT Indika Mitra Holdiko 10 0,00% 0,11
8 Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 1.756.678.200 33,76% 18.903.816
9 Sub Jumlah 5.202.692.000 100,00% 56.532.209
10 Saham treasuri 7.500.000 359.945
Jumlah 5.210.192.000 56.892.154
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit periode 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk III-1
Page 20
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Agus Lasmono
Wakil Komisaris Utama : Richard Bruce Ness
Komisaris : Indracahya Basuki
Komisaris Independen : Faris Harianto
Komisaris Independen : Eko Putro Sandjojo
Direksi
Direktur Utama : M. Arsjad Rasjid P.M. *)
Wakil Direktur Utama : Azis Armand
Direktur : Retina Rosabai
Direktur : Purbaja Pantja
Direktur : Kamen Kamenov Palatov
*) Direktur Utama Perseroan, M. Arsjad Rasjid P.M., telah mengajukan cuti di luar tanggungan selama 6-8 bulan
kedepan efektif dari tanggal 27 September 2023, dimana cuti tersebut telah diterima dan disetujui oleh Dewan
Komisaris Perseroan. Pada saat yang bersamaan, beliau juga telah memberikan kuasa (Surat Kuasa) kepada
Wakil Direktur Utama. Direksi Perseroan (BOD) setuju bahwa, kecuali bilamana telah diatur dalam Surat Kuasa,
seluruh tugas dan wewenang BOD selama cuti beliau harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan secara
khusus Pasal 15 Anggaran Dasar Perseroan dan mengacu kepada Pemisahan Tugas BOD. Beliau mengakhiri masa
cutinya dan kembali efektif bertugas pada tanggal 25 Maret 2024
PT ENERGI MAKMUR BUANA
a) Riwayat Singkat
PT Energi Makmur Buana (EMB) didirikan pada tanggal 14 April 2015 berdasarkan Akta
Notaris Yousrfrita, S.H.,M.Kn Notaris di Jakarta berdasarkan akta No. 16, pada tanggal yang
sama. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-2418155.AH.01.01.tahun 2015, tanggal 15
April 2015 di Jakarta. Akta EMB telah mengalami beberapa perubahan, terakhir berdasarkan
Akta Notaris Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., No. 19 tanggal 17 Oktober 2022 mengenai
perubahan susunan Direksi EMB, perubahan struktur EMB dan penambahan modal disetor
EMB. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui surat keputusan No. AHU-0075337.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 18 Oktober 2022.
b) Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar EMB, ruang lingkup kegiatan EMB antara lain, industri
pengolahan, pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, perdagangan besar dan
eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, pembangunan charger listrik dan
pengadaan bus listrik.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Mitra Motor Group 14.572 51,00% 14.572.000.000
2 PT Buana Auto Sejahtera 14.000 49,00% 14.000.000.000
Jumlah 28.572 100,00% 28.572.000.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan dewan komisaris dan direksi per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Adi Darma Shima
Direksi
Direktur Utama : Andreas Justiabel
Direktur : Tammam Jannata
Direktur : Ir. Ery Priwan
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk III-2
Page 21
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh
lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi
dan Pergudangan sebesar 13,96%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52%; dan Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,01%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh
sebesar 1,30% dan 4,85%.
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,94%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 12,53%; Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,52%; serta Konstruksi sebesar
9,92%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai
64,58%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,33%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,15%; dan
Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,68%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran
dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 4,07%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-
masing tumbuh sebesar 1,12% dan 4,09%.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk III-3
Page 22
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 0,45% (q-to-q) dibanding triwulan
III-2023. Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81%; diikuti
Jasa Pendidikan sebesar 14,46%; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,66%.
Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 0,51%. Sementara untuk Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
Motor masing-masing mengalami kontraksi sebesar 17,70% dan 0,27%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
PDB Menurut Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%. Pertumbuhan terjadi pada semua
Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar
9,83%; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82%;
Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40%; Komponen PK-P sebesar
2,95%; dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen Impor
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk III-4
Page 23
Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran)
terkontraksi sebesar 1,65%.
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18%;
diikuti oleh komponen PMTB sebesar 29,33%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
21,75%; Komponen PK-P sebesar 7,45%; Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25%; dan Komponen
Perubahan Inventori sebesar 1,19%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki
peran sebesar 19,57%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan IV-2022 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 tumbuh sebesar 5,04% (y-on-y).
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 18,11%; diikuti Komponen
PMTB sebesar 5,02%; Komponen PK-RT sebesar 4,47%; Komponen PK-P sebesar 2,81%; serta
Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,64%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
Jasa terkontraksi sebesar 0,15%.
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 Terhadap Triwulan III-2023 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2023 dibanding triwulan III-2023 (q-to-q) tumbuh sebesar
0,45%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk III-5
Page 24
dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 39,13%; diikuti oleh Komponen PK-LNPRT; Komponen
Ekspor Barang dan Jasa; dan Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 11,75%;
5,75%; dan 2,57%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,31%.
Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
3.2.2. Perkembangan Industri
Perkembangan Industri Batu Bara di Indonesia
Pada tahun 2023, Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar USD 3.026,8 juta, turun 30,2%
dibandingkan USD 4.334,9 juta pada tahun 2022, yang terutama disebabkan oleh penurunan
kontribusi dari Kideco, MUTU dan bisnis perdagangan batubara, yang disebabkan oleh
penurunan harga batubara dan volume penjualan batubara. Laba kotor turun sebesar 62,0%
menjadi USD 552,0 juta pada tahun 2023 dari USD 1.450,8 juta pada tahun 2022 dan marjin laba
kotor konsolidasian turun menjadi 18,2% pada tahun 2023 dari 33,5% pada tahun 2022,
terutama disebabkan oleh perubahan peraturan perpajakan dari PKP2B menjadi IUP-K di Kideco
yang kini membayar tarif royalti yang lebih tinggi. Kami mencatat laba usaha sebesar USD 312,2
juta, turun 74,2% dari USD 1.210,1 juta dan marjin laba usaha turun menjadi 10,3% di tahun
2023 dari 27,9% di tahun 2022.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa produksi batubara
Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk di tahun 2023, tercatat produksi batubara
sebesar 775 juta ton, jauh melampaui dari target yang dibidik sebesar 695 juta ton. Hal tersebut
disebabkan adanya demand batubara lebih banyak, karena adanya tambahan Pembangkit Listrik
Tenaga Uap (PLTU) baru dari proyek-proyek 35 GW yang sedang diselesaikan. Penyebab kedua
adalah karena pasokan energi alternatif lainnya agak terganggu pasokannya,
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk III-6
Page 25
Grafik 1. Volume Produksi Batu Bara Indonesia Berdasarkan Pemanfaatan (2022-2023)
Sumber: databoks.katadata.co.id
Sepanjang 2023, batu bara yang dimanfaatkan untuk ekspor mencapai 518 juta ton, naik 11,4%
(yoy). Kemudian 213 juta ton batu bara dimanfaatkan untuk Domestic Market Obligation (DMO)
atau kebutuhan dalam negeri. Realisasi ini melampaui target yang dipatok 177 juta ton.
Pemanfaatan batu bara domestik meningkat, salah satunya karena ada kenaikan permintaan
listrik. Produksi batubara Indonesia terus meningkat sejak tahun 2020, dimana pada tahun
tersebut produksinya sebesar 564 juta ton dengan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar
132 juta ton dan ekspor 405 juta ton. Untuk tahun 2021, produksi batubara mencapai 614 juta
ton, dengan DMO sebesar 133 juta ton dan ekspor 435 juta ton. Pada tahun 2022, produksi
batubara Indonesia kembali meningkat di angka 687 juta ton, dengan pasokan DMO sebesar
216 juta ton dan untuk ekspor mencapai 465 juta ton.
Perkembangan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia
Menurut beberapa riset, keberadaan kendaraan bertenaga listrik atau electric vehicle (EV) di
Indonesia menunjukkan peningkatan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Pada akhir
tahun 2023 saja, sudah ada lebih dari 108.000 unit kendaraan elektrik baik motor ataupun
mobil. Sebagai catatan, peningkatan jumlah kendaraan elektrik di Indonesia menunjukkan
peningkatan yang pesat dalam kurun waktu 2020 sampai dengan 2022. Di tahun 2020,
penggunaan motor listrik baru mencapai 1.947 unit dan meningkat menjadi 25.782 unit pada
2022. Hal yang sama juga terjadi pada mobil listrik yang bahkan meningkat sebesar 33x lipat di
mana pada tahun 2020, penggunaannya hanya mencapai 229 unit. Sementara di tahun 2022,
sudah mencapai 7.679 unit. Keduanya tentu menunjukkan tren yang semakin positif setiap
tahunnya.
Tren mobil listrik di Indonesia kian menguat. Hal ini terlihat dari penjualan produsen ke
distributor (wholesale) yang terus bertambah tiap tahun. Menurut data Gaikindo, sepanjang
2023 volume penjualan wholesale mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle
(BEV) di Indonesia mencapai 17,06 ribu unit. Angka tersebut melonjak 65,2% (year-on-year)
dibanding 2022, sekaligus menjadi rekor tertinggi baru.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk III-7
Page 26
Grafik 1. Volume Penjualan Wholesale Tahunan Mobil Listrik BEV di Indonesia (2018-2023)
Sumber: databoks.katadata.co.id
Sebagai salah satu kontributor terbesar pada pertumbuhan ekonomi, industri otomotif terus
mencatatkan kinerja yang memuaskan. Kontribusi ekspor produk otomotif nasional terhadap
total ekspor produk manufaktur tahun 2023 tumbuh cukup signifikan sebesar 5,96%, jika
dibandingkan dengan tahun 2022 yaitu sebesar 5,14%. Berdasarkan data Gaikindo, pada bulan
Desember 2023 penjualan kendaraan bermotor roda 4 atau lebih tercatat sebanyak 85.284 unit.
Sedangkan, secara komulatif, penjualan kendaraan bermotor roda 4 atau lebih di tahun 2023
sebesar 1.005.802 unit. Untuk penjualan domestik mobil listrik tercatat sebesar 17.147 unit dan
ekspor mobil listrik tercatat sebesar 1.504 unit. Indonesia sendiri sudah memproduksi mobil
listrik sebanyak 15.358 unit dan mobil hybrid sebanyak 27.710 unit di tahun 2023. Momentum
pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Indonesia sangat
didukung dengan kondisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia. Untuk diketahui,
nikel merupakan salah satu komponen utama dalam ekosistem produksi kendaraan listrik. Nikel
digunakan sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.
Pemerintah juga terus mendukung percepatan implementasi KBLBB di Indonesia melalui
beberapa kebijakan seperti insentif bea masuk atas impor KBLBB Roda 4 sebesar 0% baik dalam
bentuk Utuh/Completely Built Up (CBU) dan Terurai lengkap/Completely Knocked Down (CKD),
serta insentif PPnBM untuk KBLBB Roda 4 dalam rangka percepatan investasi industri KBLBB
Roda 4 di Indonesia. Selain itu, Indonesia telah menjajaki potensi hydrogen fuel cell sebagai
bagian dari upaya untuk mempromosikan solusi energi yang berkelanjutan dan bersih.
3.2.3. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
Ditinjau dari segi kinerja keuangan tahun 2023, terjadi kenaikan pendapatan Perseroan sebesar
45,65% dari semula pada tahun 2022 dan laba kotor mengalami peningkatan 41,85% dan laba
bersih mengalami peningkatan 59,18%. Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan berhasil
mencatatkan peningkatan aset pada tahun 2023 sebesar 20,65%, dan ekuitas Perseroan juga
meningkat 15,97%.
Permintaan batubara diperkirakan akan berada dipuncak di tahun 2024 sebesar 1.048,2 juta ton
sebelum menurun secara bertahap sampai dengan tahun 2035. International Energy Agency
(IEA) memproyeksikan pertumbuhan permintaan sebesar 2,3% per tahun (sebesar 5.731 TWh)
untuk pembangkit listrik batubara di Cina sampai dengan tahun 2025. Permintaan batubara di
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk III-8
Page 27
Eropa didorong oleh perang di Ukraina dan kebutuhan untuk pemakaian gas yang merupakan
keputusan Rusia untuk memutuskan pasokan ke Eropa. Permintaan juga didorong oleh
penurunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang berasal dari Perancis, Jerman dan Belgia.
Dengan keterbatasan pasokan batubara, harga batubara diperkirakan akan tetap di level tinggi
dan pasar diperkirakan akan memasuki surplus sampai dengan tahun 2025.
Untuk pasar domestik batubara, pemerintah memperkirakan produksi domestik akan menurun
sebesar 8,4% menjadi 710 juta ton, dari realisasi sebesar 775 juta ton di tahun 2023 atau +12,8%
dibandingkan 687 juta ton di tahun 2022 (target 2023: 695 juta ton). Ekspor batubara naik
sebesar 11% menjadi 518 juta ton di tahun 2023, didorong oleh permintaan yang tinggi untuk
menggantikan disrupsi di energi alternatif tahun lalu. Sedangkan, pemenuhan Domestic Market
Obligation (DMO) di tahun 2023 sebesar 177 juta ton. Pemerintah meneruskan persyaratan
DMO sebesar 25% daru produksi di tahun 2024, dengan patokan harga sebesar USD 70/ ton
berdasarkan indeks Newcastle.
Di awal tahun 2024, ESDM masih memproses lebih dari 140 aplikasi rencana kerja (RKAB), yang
berpotensi menghambat produksi batubara untuk beberapa penghasil batubara. Di samping itu,
ESDM menunjuk 170 perusahaan untuk memasok 167,8 juta ton batubara untuk PLN dan
perusahaan listrik swasta (IPP).
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target karbon netral pada tahun 2060 dan membuat
peta jalan transisi energi dari berbasis fosil ke energi baru dan terbarukan. Kami yakin
transformasi kami menjadi Investment Holding Company dengan investasi di bidang mineral,
logistik & infrastruktur, bisnis ramah lingkungan seperti energi terbarukan, kendaraan listrik dan
solusi berbasis alam, usaha digital dan layanan kesehatan akan memungkinkan kami meraih
peluang berdasarkan pertumbuhan perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. Sejak tahun
2020, perusahan telah mempercepat investasi ini untuk mencapai target 50% pendapatan dari
bisnis non batubara di tahun 2025 dan menjadi perusahaan nol emisi karbon pada tahun 2050.
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Mendukung program diversifikasi Perseroan, khususnya di sektor kendaraan listrik, EMB
yang merupakan entitas anak Perseroan, bermaksud untuk mengembangkan penetrasi
kendaraan listrik di Indonesia termasuk namun tidak terbatas pada kendaraan listrik roda
empat dan infrastruktur pengisian daya listrik.
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah Perseroan sebagai perusahaan induk EMB
dapat membantu kebutuhan pendanaan EMB sehingga EMB dapat mendukung program
diversifikasi usaha Perseroan khususnya disektor kendaraan listrik dan memperoleh reputasi
sebagai induk perusahaan yang profesional dalam mengelola group Perseroan.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif atas transaksi yang dilakukan tidak ada.
3.5. Analisis Dampak Leverage Pada Keuangan Perseroan
Proforma dan proyeksi debt to equity ratio (DER) dan debt to asset ratio (DAR) Perseroan dengan
dan tanpa transaksi serta rata-rata industri adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk III-9
Page 28
Analisis Dampak Leverage
Historis Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Setelah/Dengan Transaksi Proforma
- DER 126,06% 116,83% 70,25% 63,33% 46,04% 41,48%
- DAR 55,76% 53,88% 41,26% 38,78% 31,52% 29,32%
Sebelum/Tanpa Transaksi Historis
- DER 126,06% 116,94% 70,33% 63,42% 46,04% 41,50%
- DAR 55,76% 53,90% 41,29% 38,81% 31,52% 29,33%
Rata-rata Industri
- DER 58,65%
- DAR 34,88%
Dengan dilakukannya transaksi proforma DER dan DAR Perseroan tidak mengalami perubahan.
Semakin besar DER atau DAR suatu perusahaan maka solvabilitasnya semakin rendah. Proforma
DER dan DAR Perseroan tanpa dan dengan transaksi tidak mengalami perubahan, menunjukkan
kemampuan Perseroan untuk melunasi liabilitas dengan asetnya cukup tinggi, dengan demikian
Perseroan masih solvable.
3.6. Analisis Dampak Likuiditas Pada Keuangan Perseroan
Proforma dan proyeksi likuiditas berdasarkan angka current ratio (CR) yang mencerminkan
likuiditas Perseroan setelah/dengan transaksi dan sebelum/tanpa transaksi adalah sebagai berikut:
Analisis Dampak Likuiditas
Historis Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Setelah/Dengan Transaksi Proforma
- CR 151,06% 91,08% 91,94% 109,69% 136,62% 165,73%
Sebelum/Tanpa Transaksi Historis
- CR 151,06% 90,93% 91,38% 108,86% 135,28% 164,08%
Setelah transaksi proforma likuiditas adalah CR Perseroan tidak mengalami perubahan
dibandingkan sebelum transaksi.
Dengan transaksi proyeksi likuiditas adalah CR Perseroan meningkat tidak signifikan
dibandingkan tanpa transaksi.
Semakin besar CR suatu perusahaan maka likuiditas atau kemampuan perusahaan untuk
membayar liabilitas jangka pendeknya semakin besar.
3.7. Analisis Dampak Keuangan Perusahaan Jika Proyek Yang Dibiayai Mengalami Kegagalan
Pemberian pinjaman kepada EMB oleh Perseroan digunakan sebagai modal kerja EMB untuk
melakukan ekspansi atas usaha kendaraan listrik.
INDY sebagai pihak yang berelasi akan dapat memahami perkembangan usaha dan kondisi
keuangan EMB jika proyek mengalami kegagalan. Apabila saat jatuh tempo EMB tidak dapat
membayar angsuran (pokok dan bunga) yang mengakibatkan terjadinya cash deficiency maka
INDY sebagai kreditur juga sebagai pihak berelasi akan melakukan penundaan pembayaran
hingga kas EMB mencukupi pembayaran tersebut tanpa mengganggu kebutuhan kas untuk
operasional agar kelangsungan usaha EMB dapat terjamin.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk III-10
Page 29
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan INDY periode 31 Desember 2019 – 31
Desember 2023 (audited) oleh KAP Imelda & Rekan.
Laporan Laba Rugi
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi (USD.000)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
PENDAPATAN 2.782.676 1.813.827 3.069.161 4.334.911 3.026.839
BEBAN POKOK KONTRAK DAN PENJUALAN (2.355.975) (1.640.520) (2.151.039) (2.884.099) (2.474.863)
LABA KOTOR 426.701 173.306 918.122 1.450.812 551.976
Beban penjualan, umum dan administrasi (272.848) (237.028) (281.348) (376.797) (277.416)
LABA (RUGI) USAHA 153.853 (63.722) 636.774 1.074.015 274.560
Bagian laba bersih entitas asosiasi 30.041 32.624 27.881 31.175 22.877
Bagian rugi bersih ventura bersama - - - - -
Pendapatan investasi 16.100 12.302 4.270 9.303 20.195
Beban keuangan (109.476) (111.303) (104.860) (103.532) (85.551)
Beban pajak final (19.695) (6.287) (6.774) (8.876) (7.552)
Keuntungan pembelian dengan diskon - 16.192 - - -
Penurunan nilai aset (2.966) (5.992) - - -
Perubahan nilai wajar atas derivatif melekat pada
pinjaman yang dapat dikonversikan - - - - 1.350
Perubahan nilai wajar utang kontinjensi (19.067) (2.563) (41.793) 46.269 -
Lain-lain - bersih 5.344 9.012 (13.390) (38.017) 12.552
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 54.135 (119.737) 502.107 1.010.337 238.431
PAJAK (49.142) (1.233) (294.690) (499.561) (87.388)
LABA (RUGI) BERSIH 4.992 (120.970) 207.418 510.776 151.043
Laba (rugi) bersih dari operasi yang dihentikan - 17.522 (144.101) - -
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (21.468) (26.893) 26.895 45.824 (4.053)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (16.475) (130.340) 90.211 556.600 146.990
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2019-2023
Margin Laba Kotor 21,30% 15,33% 9,55% 29,91% 33,47% 18,24%
Margin Laba Usaha 11,32% 5,53% -3,51% 20,75% 24,78% 9,07%
Margin Laba Sebelum Pajak 8,58% 1,95% -6,60% 16,36% 23,31% 7,88%
Margin Laba Bersih 3,41% 0,18% -6,67% 6,76% 11,78% 4,99%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-1
Page 30
Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
berikut:
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi Penyesuaian (USD.000)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
PENDAPATAN 2.782.676 1.813.827 3.069.161 4.334.911 3.026.839
BEBAN POKOK KONTRAK DAN PENJUALAN (2.213.708) (1.550.753) (2.085.559) (2.788.873) (2.449.430)
LABA KOTOR 568.968 263.073 983.602 1.546.038 577.409
Beban penjualan, umum dan administrasi (133.935) (96.431) (139.732) (233.038) (232.912)
EBITDA 435.033 166.643 843.870 1.313.000 344.497
Depresiasi (281.180) (230.365) (207.096) (238.985) (69.937)
EBIT 153.853 (63.722) 636.774 1.074.015 274.560
Bagian laba bersih entitas asosiasi 30.041 32.624 27.881 31.175 22.877
Bagian rugi bersih ventura bersama - - - - -
Pendapatan investasi 16.100 12.302 4.270 9.303 20.195
Beban keuangan (109.476) (111.303) (104.860) (103.532) (85.551)
Beban pajak final (19.695) (6.287) (6.774) (8.876) (7.552)
Keuntungan pembelian dengan diskon - 16.192 - - -
Penurunan nilai aset (2.966) (5.992) - - -
Perubahan nilai wajar atas derivatif melekat pada
- - - - 1.350
pinjaman yang dapat dikonversikan
Perubahan nilai wajar utang kontinjensi (19.067) (2.563) (41.793) 46.269 -
Lain-lain - bersih 5.344 9.012 (13.390) (38.017) 12.552
EBT 54.135 (119.737) 502.107 1.010.337 238.431
PAJAK (49.142) (1.233) (294.690) (499.561) (87.388)
LABA BERSIH (EAT) 4.992 (120.970) 207.418 510.776 151.043
Laba (rugi) bersih dari operasi yang dihentikan - 17.522 (144.101) - -
Penghasilan (rugi) komprehensif lain (21.468) (26.893) 26.895 45.824 (4.053)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (16.475) (130.340) 90.211 556.600 146.990
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2019-2023
EBITDA/Sales 18,80% 15,63% 9,19% 27,50% 30,29% 11,38%
EBIT/Sales 11,32% 5,53% -3,51% 20,75% 24,78% 9,07%
EBT/Sales 8,58% 1,95% -6,60% 16,36% 23,31% 7,88%
EAT/Sales 3,41% 0,18% -6,67% 6,76% 11,78% 4,99%
Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun
Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
PENDAPATAN 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK KONTRAK DAN PENJUALAN -79,55% -85,50% -67,95% -64,34% -80,92% -75,65%
LABA KOTOR 20,45% 14,50% 32,05% 35,66% 19,08% 24,35%
Beban penjualan, umum dan administrasi -4,81% -5,32% -4,55% -5,38% -7,69% -5,55%
EBITDA 15,63% 9,19% 27,50% 30,29% 11,38% 18,80%
Depresiasi -10,10% -12,70% -6,75% -5,51% -2,31% -7,48%
EBIT 5,53% -3,51% 20,75% 24,78% 9,07% 11,32%
Bagian laba bersih entitas asosiasi 1,08% 1,80% 0,91% 0,72% 0,76% 1,05%
Bagian rugi bersih ventura bersama 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pendapatan investasi 0,58% 0,68% 0,14% 0,21% 0,67% 0,46%
Beban keuangan -3,93% -6,14% -3,42% -2,39% -2,83% -3,74%
Beban pajak final -0,71% -0,35% -0,22% -0,20% -0,25% -0,35%
Keuntungan pembelian dengan diskon 0,00% 0,89% 0,00% 0,00% 0,00% 0,18%
Penurunan nilai aset -0,11% -0,33% 0,00% 0,00% 0,00% -0,09%
Perubahan nilai wajar atas derivatif melekat pada
0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,04% 0,01%
pinjaman yang dapat dikonversikan
Perubahan nilai wajar utang kontinjensi -0,69% -0,14% -1,36% 1,07% 0,00% -0,22%
Lain-lain - bersih 0,19% 0,50% -0,44% -0,88% 0,41% -0,04%
EBT 1,95% -6,60% 16,36% 23,31% 7,88% 8,58%
PAJAK -1,77% -0,07% -9,60% -11,52% -2,89% -5,17%
LABA BERSIH (EAT) 0,18% -6,67% 6,76% 11,78% 4,99% 3,41%
Laba (rugi) bersih dari operasi yang dihentikan 0,00% 0,97% -4,70% 0,00% 0,00% -0,75%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain -0,77% -1,48% 0,88% 1,06% -0,13% -0,09%
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF -0,59% -7,19% 2,94% 12,84% 4,86% 2,57%
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-2
Page 31
Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
PENDAPATAN n/a -34,82% 69,21% 41,24% -30,18% 11,36%
BEBAN POKOK KONTRAK DAN PENJUALAN n/a -68,08% 7,74% 31,02% -14,92% -11,06%
LABA KOTOR n/a -32,28% 71,42% 41,47% -30,49% 12,53%
Beban penjualan, umum dan administrasi n/a -29,95% 34,49% 33,72% -12,17% 6,52%
EBITDA n/a -28,00% 44,90% 66,77% -0,05% 20,91%
Depresiasi n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EBIT n/a -61,69% 406,40% 55,59% -73,76% 81,63%
Bagian laba bersih entitas asosiasi n/a -18,07% -10,10% 15,40% -70,74% -20,88%
Bagian rugi bersih ventura bersama n/a -141,42% -1099,30% 68,67% -74,44% -311,62%
Pendapatan investasi n/a 8,60% -14,54% 11,82% -26,62% -5,19%
Beban keuangan n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Beban pajak final n/a -23,59% -65,29% 117,85% 117,09% 36,51%
Keuntungan pembelian dengan diskon n/a 1,67% -5,79% -1,27% -17,37% -5,69%
Penurunan nilai aset n/a -68,08% 7,74% 31,02% -14,92% -11,06%
Perubahan nilai wajar atas derivatif melekat pada
n/a n/a -100,00% n/a n/a -100,00%
pinjaman yang dapat dikonversikan
Perubahan nilai wajar utang kontinjensi n/a 102,02% -100,00% n/a n/a 1,01%
Lain-lain - bersih n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EBT n/a -86,56% 1530,42% -210,71% -100,00% 283,29%
PAJAK n/a 68,65% -248,58% 183,92% -133,02% -32,26%
LABA BERSIH (EAT) n/a -321,18% -519,34% 101,22% -76,40% -203,93%
Laba (rugi) bersih dari operasi yang dihentikan n/a -97,49% 23807,02% 69,52% -82,51% 5924,14%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain n/a -2523,07% -271,46% 146,25% -70,43% -679,68%
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF n/a n/a -922,39% -100,00% n/a -511,19%
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan bersih
Perseroan selama tahun 2019-2023 cenderung fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan positif
sebesar 11,36%. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban pokok
kontrak dan penjualan cenderung berfluktuasi dari 79,55% terhadap pendapatan di tahun 2019
menjadi 80,92% pada tahun 2023.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-3
Page 32
Laporan Posisi Keuangan
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Posisi Keuangan (USD.000)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 568.634 651.193 867.405 1.155.539 449.204
Aset keuangan lainnya - jth tempo dlm 1 tahun 56.825 57.164 55.124 25.367 133.654
Piutang usaha 512.965 462.354 485.830 534.325 343.610
Aset kontrak - 1.693 1.799 4.920 19.506
Selisih lebih estimasi pendapatan diatas tagihan kemajuan kontrak dan 5.746 - - - -
Piutang lain-lain - jth tempo dlm 1 tahun 33.590 44.026 31.336 29.019 32.372
Persediaan 48.158 41.757 43.740 60.592 51.339
Pajak dibayar di muka 62.560 60.397 20.804 23.587 72.735
Aset biologis - - - - 414
Aset derivatif 771 70 - - 689
Aset lancar lainnya 142.178 75.461 137.685 169.489 116.575
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual - - 448.227 - 264.002
Jumlah Aset Lancar 1.431.427 1.394.115 2.091.950 2.002.837 1.484.102
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya - setelah dikurangi bag yg jth tempo dlm 1 tahun 77.533 83.716 63.981 76.536 113.457
Piutang lain-lain - setelah dikurangi bag yg jth tempo dlm 1 tahun 12.191 20.437 19.002 41.240 25.455
Tanaman produktif belum menghasilkan - - - 584 9.750
Investasi pada entitas asosiasi 118.022 159.002 138.198 241.629 264.581
Klaim pengembalian pajak 21.625 9.883 66.770 25.576 23.527
Aset eksplorasi dan evaluasi 9.088 12.088 90.715 104.712 102.124
Properti pertambangan
Nilai perolehan 41.757 41.860 45.250 71.099 28.916
Akumulasi amortisasi 30.086 32.417 33.947 41.196 23.208
Nilai buku 11.670 9.443 11.303 29.904 5.708
Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah 1.777 4.348 7.013 2.895 -
Aset tetap
Nilai perolehan 1.758.446 1.686.526 749.508 766.457 827.686
Akumulasi penyusutan 1.075.758 1.072.536 510.180 545.805 520.565
Nilai buku 682.688 613.990 239.329 220.651 307.121
Aset hak guna
Nilai perolehan - 144.182 52.790 56.272 71.374
Akumulasi amortisasi - 81.650 48.957 52.445 54.410
Nilai buku - 62.532 3.833 3.826 16.964
Aset tidak berwujud
Nilai perolehan 991.710 1.003.776 886.918 894.380 816.319
Akumulasi amortisasi 490.754 628.153 647.499 784.032 779.557
Nilai buku 500.956 375.623 239.420 110.348 36.761
Goodwill 701.815 701.815 648.037 649.164 649.164
Uang jaminan 4.355 3.689 1.758 2.416 2.489
Aset pajak tangguhan 1.325 4.718 26.754 29.081 25.582
Aset derivatif 618 - - 2.881 -
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya 41.073 38.303 43.414 49.591 46.317
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.184.736 2.099.588 1.599.527 1.591.035 1.629.000
JUMLAH ASET 3.616.163 3.493.703 3.691.477 3.593.872 3.113.102
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 10.043 65.972 58.122 50.538 58.409
Utang usaha 337.108 335.416 297.588 342.548 277.970
Liabilitas kontrak - 17.448 11.273 16.581 10.572
Selisih lebih tagihan kemajuan kontrak diatas estimasi pendapatan 88.894 - - - -
Utang lain-lain 19.107 15.983 13.515 16.031 52.993
Utang pajak 80.236 62.532 304.333 544.150 15.519
Biaya masih harus dibayar 53.996 78.425 93.658 135.593 133.481
Uang muka pelanggan dari pihak ketiga 11.229 7.225 5.794 7.187 15.643
Utang dividen 265 260 14 11 11
Liabilitas jk panjang yg jth tempo dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang 83.507 88.580 67.500 50.156 58.297
Liabilitas sewa - 20.939 1.001 4.411 7.870
Liabilitas sewa pembiayaan 11.236 - - - -
Utang obligasi 15.790 14.934 15.553 11.720 304.359
Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang
dimiliki untuk dijual - - 267.413 - 47.365
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 711.411 707.714 1.135.764 1.178.927 982.490
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jk panjang - stlh dikurangi bag yg jth tempo dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang 267.743 251.453 81.568 91.225 105.529
Pinjaman yang dapat dikonversikan - - - 7.538 20.093
Liabilitas sewa - 30.005 2.651 1.402 8.450
Liabilitas sewa pembiayaan 25.677 - - - -
Utang obligasi - bersih 1.097.778 1.224.882 1.229.591 880.011 528.923
Utang jangka panjang lainnya - pihak ketiga - - - 8.161 440
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang dan pembongkaran 30.498 33.033 35.242 38.687 43.265
Liabilitas pajak tangguhan 227.785 156.335 88.590 25.127 12.254
Utang kontinjensi 161.913 164.476 206.269 - -
Liabilitas derivatif 29 6.219 1.640 - 8.110
Imbalan kerja 47.554 52.287 26.448 22.620 26.412
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.858.978 1.918.692 1.672.000 1.074.772 753.475
JUMLAH LIABILITAS 2.570.389 2.626.405 2.807.763 2.253.698 1.735.965
Ekuitas
Modal saham 56.892 56.892 56.892 56.892 56.892
Tambahan modal disetor 253.826 253.826 253.826 253.826 253.826
Komponen ekuitas lainnya 27.780 14.644 34.739 (9.237) (12.109)
Saham treasuri - (360) (360) (360) (360)
Saldo (defisit) laba 512.175 360.582 418.301 888.162 934.593
Kepentingan non pengendali 195.101 181.714 120.315 150.890 144.295
Jumlah Ekuitas 1.045.774 867.297 883.714 1.340.174 1.377.137
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.616.163 3.493.703 3.691.477 3.593.872 3.113.102
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2019-2023
Current Ratio 180,67% 201,21% 196,99% 184,19% 169,89% 151,06%
Debt to Equity Ratio 232,11% 245,79% 302,83% 317,72% 168,16% 126,06%
Debt to Asset Ratio 68,16% 71,08% 75,18% 76,06% 62,71% 55,76%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-4
Page 33
Laporan Arus Kas
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Laporan Arus Kas (USD.000)
Tahun
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 2.762.284 2.056.304 3.280.730 4.295.780 3.188.457
Pengeluaran kas kepada pemasok (1.859.584) (1.385.740) (2.086.721) (2.226.706) (1.885.845)
Pengeluaran kas kepada direktur, komisaris dan karyawan (227.777) (213.530) (106.684) (100.535) (110.494)
Pembayaran royalti kepada Pemerintah (232.508) (154.060) (342.053) (624.139) (656.880)
Kas yang diperoleh dari operasi 442.414 302.975 745.272 1.344.400 535.237
Penerimaan klaim pengembalian pajak 27.672 42.122 34.396 35.238 25.134
Penghasilan bunga 16.531 11.573 4.828 4.934 14.768
Pembayaran beban keuangan (99.697) (105.549) (98.529) (92.228) (81.455)
Pembayaran klaim pengembalian pajak - - (33.869) - (16.426)
Pembayaran pajak penghasilan dan pajak lainnya (230.828) (128.438) (167.015) (366.268) (676.339)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 156.093 122.682 485.083 926.075 (199.082)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pencairan aset keuangan lainnya 79.924 16.589 46.938 35.098 31.238
Hasil penjualan aset tetap 12.021 6.734 5.461 296 277
Penerimaan dividen 9.153 16.792 21.930 26.012 11.621
Penerimaan piutang lain-lain dari pihak berelasi 5.127 1.009 1.761 3.820 1.440
Akuisisi entitas anak, setelah dikurangi dengan kas yang diperoleh (5.004) 379 (46.474) (12.245) 6.461
Pembayaran aset eksplorasi dan evaluasi dan properti pertambangan (5.477) (3.104) (6.192) (43.292) (4.348)
Pembayaran untuk tambahan kepemilikan saham di entitas anak (8.400) - - - -
Kenaikan investasi di entitas asosiasi - (21.804) (2.537) (50.055) (26.850)
Pemberian pinjaman ke pihak berelasi - - - (13.605) -
Penerimaan piutang lain-lain dari pihak ketiga - - - 5.043 -
Perolehan aset tidak berwujud (12.339) (8.134) (11.607) (1.929) (2.201)
Penerimaan dari aset tidak lancar untuk dijual dikurangi biaya transaksi - - - - 22.310
Pembayaran uang muka dan aset tidak lancar lainnya (24.324) (13.227) (6.391) (16.105) (5.643)
Penerimaan uang muka dan aset tidak lancar lainnya - - - 1.051 -
Penempatan aset keuangan lainnya (63.238) (22.992) (24.664) (19.045) (198.036)
Pembayaran piutang pinjaman yang dapat dikonversikan - - - - (7.243)
Perolehan aset tetap (156.873) (84.223) (67.209) (28.421) (112.447)
Penerimaan atas penjualan entitas anak - - 41.173 146.215 -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (169.430) (111.982) (47.809) 32.837 (283.420)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman jangka pendek dan utang jangka panjang 334.727 215.671 8.462 82.566 227.163
Penerimaan dari pinjaman yang dapat dikonversikan - - - - 20.350
Penerimaan dari transaksi jual dan sewa balik 30.895 13.052 - - -
Pembayaran biaya transaksi terkait perolehan utang bank jangka panjang (3.816) - - - -
Penerimaan dari penerbitan obligasi - 675.000 - - -
Pembayaran utang obligasi dan premi (219.569) (550.000) - - -
Pembelian kembali saham Perusahaan - (360) - - -
Pembelian kembali saham entitas anak - (2.033) - - -
Pembayaran biaya transaksi utang bank - - - - (3.974)
Pembayaran biaya transaksi terkait penerbitan utang obligasi - (10.588) - - -
Penerimaan uang muka setoran modal dari kepemilikan non-pengendali - - - 43.020 1.719
Pembayaran utang obligasi dan premi - - - (358.600) (63.185)
Pembayaran biaya emisi obligasi - - (1.589) - -
Pembayaran dividen entitas anak kepada kepentingan non-pengendali (15.910) (12.014) (24.916) (45.000) (39.687)
Pembayaran dividen (39.178) (31.587) - (40.000) (73.253)
Pembayaran pinjaman jangka pendek, utang jangka panjang, utang
kontijensi dan sewa pembiayaan (119.695) (225.038) (112.195) (347.283) (193.819)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan (32.546) 72.104 (130.237) (665.297) (124.684)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS (45.883) 82.804 307.036 293.615 (607.186)
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 613.048 568.634 651.193 867.405 1.155.539
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 1.469 (245) (1.499) (5.481) 1.085
Penyesuaian - - (89.325) - -
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 568.634 651.193 867.405 1.155.539 549.438
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2019 – 2023 (audited)
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-5
Page 34
Pendapatan
Komposisi pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam periode tahun 31 Desember
2019 – 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Komposisi Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
Komposisi Pendapatan
(%)
Sumber daya energi 70,75% 84,28% 91,49% 87,30% 87,95% 84,35%
Jasa energi 26,76% 14,72% 7,31% 6,55% 7,29% 12,53%
Logistik dan infrastruktur 2,45% 0,89% 0,90% 0,78% 1,28% 1,26%
Mineral 0,00% 0,00% 0,00% 0,20% 0,20% 0,08%
Bisnis hijau 0,00% 0,00% 0,00% 0,23% 0,37% 0,12%
Ventura digital 0,03% 0,11% 0,30% 0,16% 0,28% 0,17%
Lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 4,79% 2,63% 1,48%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(USD.000)
Sumber daya energi 1.968.846 1.528.630 2.807.893 3.784.525 2.662.224
Jasa energi 744.764 267.019 224.503 284.091 220.554
Logistik dan infrastruktur 68.298 16.216 27.536 33.652 38.890
Mineral - - - 8.531 6.094
Bisnis hijau - - - 9.829 11.107
Ventura digital 768 1.961 9.229 6.798 8.413
Lain-lain - - - 207.485 79.557
Pendapatan 2.782.676 1.813.827 3.069.161 4.334.911 3.026.839
Komposisi pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan sumber daya energi, pendapatan jasa
energi, pendapatan logistik dan infrastruktur, pendapatan mineral, pendapatan bisnis hijau,
pendapatan ventura digital, dan pendapatan lain-lain. Selama tahun 2019 – 2023 komposisi
pendapatan didominasi oleh pendapatan sumber daya energi, pendapatan jasa energi,
pendapatan lain-lain, pendapatan logistik dan infrastruktur, pendapatan ventura digital,
pendapatan bisnis hijau, dan pendapatan mineral dengan rata-rata terhadap seluruh
pendapatan masing-masing sebesar 84,35%, 12,53%, 1,48%, 1,26%, 0,17%, 0,12% dan 0,08%.
Pada tahun 2022, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan sumber daya energi
sebesar 87,30%, pendapatan jasa energi sebesar 6,55%, pendapatan lain-lain sebesar 4,79%,
pendapatan logistik dan infrastruktur sebesar 0,78%, pendapatan bisnis hijau sebesar 0,23%,
pendapatan mineral sebesar 0,20% dan pendapatan ventura digital sebesar 0,16%. Tahun 2023,
komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan sumber daya energi sebesar 87,95%,
pendapatan jasa energi sebesar 7,29%, pendapatan lain-lain sebesar 2,63%, pendapatan logistik
dan infrastruktur sebesar 1,28%, pendapatan bisnis hijau sebesar 0,37%, pendapatan ventura
digital sebesar 0,28% dan pendapatan mineral sebesar 0,20%.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-6
Page 35
Pertumbuhan pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam periode tahun 31 Desember
2019 – 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Pertumbuhan Pendapatan
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Sumber daya energi n/a -22,36% 83,69% 34,78% -29,65% 16,61%
Jasa energi n/a -64,15% -15,92% 26,54% -22,37% -18,97%
Logistik dan infrastruktur n/a -76,26% 69,81% 22,21% 15,57% 7,83%
Mineral n/a n/a n/a n/a -28,57% -28,57%
Bisnis hijau n/a n/a n/a n/a 13,01% 13,01%
Ventura digital n/a 155,13% 370,69% -26,34% 23,76% 130,81%
Lain-lain n/a n/a n/a n/a -61,66% -61,66%
Pertumbuhan Pendapatan n/a -34,82% 69,21% 41,24% -30,18% 11,36%
Perseroan mencatatkan total pendapatan tahun 2019 sebesar USD 2.782.676 ribu. Pada tahun
2020, total pertumbuhan pendapatan Perseroan mengalami penurunan -34,82% menjadi USD
1.813.827 ribu. Tahun 2021, total pertumbuhan pendapatan meningkat 69,21% sehingga total
pendapatan menjadi USD 3.069.161 ribu. Pada tahun 2022, total pertumbuhan pendapatan
kembali meningkat 41,24% menjadi USD 4.334.911 ribu. Tahun 2023, total pertumbuhan
pendapatan menurun -30,18% menjadi USD 3.026.839 ribu.
Aset
Perkembangan komposisi aset Perusahaan dalam periode tahun 31 Desember 2019 – 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Komposisi Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Aset Lancar 39,58% 39,90% 56,67% 55,73% 47,67% 47,91%
Aset Tidak Lancar 60,42% 60,10% 43,33% 44,27% 52,33% 52,09%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(USD.000)
Aset Lancar 1.431.427 1.394.115 2.091.950 2.002.837 1.484.102
Aset Tidak Lancar 2.184.736 2.099.588 1.599.527 1.591.035 1.629.000
Jumlah 3.616.163 3.493.703 3.691.477 3.593.872 3.113.102
Pada tahun 2019 – 2023, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset tidak lancar dengan
rata-rata proporsi terhadap total aset sebesar 47,91% aset lancar dan 52,09% aset tidak lancar.
Komposisi aset lancar terbesar berupa kas dan setara kas , sedangkan komposisi aset tidak
lancar didominasi oleh goodwill. Pada tahun 2022, komposisi aset Perseroan terdiri dari 55,73%
aset lancar dan 44,27% aset tidak lancar. Di tahun 2023, komposisi aset Perseroan terdiri dari
47,67% aset lancar dan 52,33% aset tidak lancar.
Selanjutnya, pertumbuhan aset Perusahaan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Aset Lancar n/a -2,61% 50,06% -4,26% -25,90% 4,32%
Aset Tidak Lancar n/a -3,90% -23,82% -0,53% 2,39% -6,46%
Jumlah n/a -3,39% 5,66% -2,64% -13,38% -3,44%
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-7
Page 36
Selama tahun 2019 – 2023, pertumbuhan aset Perseroan fluktuatif dengan tingkat
pertumbuhan rata-rata sebesar -3,44%. Di tahun 2019, Perseroan membukukan total aset
sebesar USD 3.616.163 ribu yang terdiri USD 1.431.427 ribu aset lancar dan USD 2.184.736 ribu
aset tidak lancar, hingga tahun 2023 aset Perseroan menjadi USD 3.113.102 ribu yang terdiri
dari USD 1.484.102 ribu aset lancar dan USD 1.629.000 ribu aset tidak lancar.
Liabilitas
Perkembangan komposisi liabilitas Perseroan dalam periode tahun 31 Desember 2019 – 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Komposisi Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Liabilitas Jangka Pendek 27,68% 26,95% 40,45% 52,31% 56,60% 40,80%
Liabilitas Jangka Panjang 72,32% 73,05% 59,55% 47,69% 43,40% 59,20%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(USD.000)
Liabilitas Jangka Pendek 711.411 707.714 1.135.764 1.178.927 982.490
Liabilitas Jangka Panjang 1.858.978 1.918.692 1.672.000 1.074.772 753.475
Jumlah 2.570.389 2.626.405 2.807.763 2.253.698 1.735.965
Pada tahun 2019 - 2023, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas jangka
panjang dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 59,20% diikuti liabilitas
jangka pendek sebesar 40,80%. Komposisi liabilitas jangka pendek didominasi utamanya oleh
utang usaha, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang terbesar berupa utang obligasi. Pada
tahun 2022, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 52,31% liabilitas jangka pendek dan
47,69% liabilitas jangka panjang. Di tahun 2023, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari
56,60% liabilitas jangka pendek dan 43,40% liabilitas jangka panjang.
Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
(%)
Liabilitas Jangka Pendek n/a -0,52% 60,48% 3,80% -16,66% 11,78%
Liabilitas Jangka Panjang n/a 3,21% -12,86% -35,72% -29,89% -18,81%
Jumlah n/a 2,18% 6,91% -19,73% -22,97% -8,41%
Selama tahun 2019 – 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung berfluktuasi dengan
tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar -8,41%. Tahun 2019, Perseroan membukukan
liabilitas sebesar USD 2.570.389 ribu. Tahun 2020, pertumbuhan liabilitas Perseroan mengalami
peningkatan sebesar 2,18% sehingga total liabilitas menjadi USD 2.626.405 ribu. Di tahun 2021,
pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali meningkat 6,91% menjadi USD 2.807.763 ribu. Tahun
2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun -19,73% sehingga total liabilitas menjadi USD
2.253.698 ribu. Di tahun 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali menurun -22,97%
sehingga total liabilitas menjadi USD 1.735.965 ribu.
Penilaian Arus Kas
Di tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar USD 156.093 ribu yang
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Pada tahun 2020, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar USD 122.682 ribu yang utamanya berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-8
Page 37
operasi sebesar USD 485.083 ribu yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan.
Pada tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar USD 926.075 ribu
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Tahun 2023, Perseroan menggunakan
kas untuk aktivitas operasi sebesar USD 199.082 ribu utamanya digunakan untuk pengeluaran
kas kepada pemasok.
Selanjutnya tahun 2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar USD
169.430 ribu utamanya untuk perolehan aset tetap. Pada tahun 2020, Perseroan menggunakan
kas untuk aktivitas investasi sebesar USD 111.982 ribu utamanya untuk perolehan aset tetap.
Pada tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar USD 47.809 ribu
utamanya digunakan untuk perolehan aset tetap. Di tahun 2022, Perseroan memperoleh kas
dari aktivitas investasi sebesar USD 32.837 ribu utamanya berasal dari penerimaan atas
penjualan entitas anak. Tahun 2023, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi
sebesar USD 283.420 ribu utamanya untuk penempatan aset keuangan lainnya.
Tahun 2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar USD 32.546 ribu
utamanya untuk pembayaran utang obligasi dan premi. Pada tahun 2020, Perseroan
memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar USD 72.104 ribu utamanya dari penerimaan
dari penerbitan obligasi. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan
sebesar USD 130.237 ribu utamanya untuk pembayaran pinjaman jangka pendek, utang jangka
panjang, utang kontijensi dan sewa pembiayaan. Tahun 2022, Perseroan menggunakan kas
untuk aktivitas pendanaan sebesar USD 665.297 ribu utamanya digunakan untuk pembayaran
utang obligasi dan premi. Tahun 2023, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan
sebesar USD 124.684 ribu utamanya untuk pembayaran pinjaman jangka pendek, utang jangka
panjang, utang kontijensi dan sewa pembiayaan.
Kas Perseroan di tahun 2019 tercatat sebesar USD 568.634 ribu. Di tahun 2020 kas Perseroan
meningkat 14,52% menjadi USD 651.193 ribu yang diperoleh dari kas aktivitas operasi dan
pendanaan yang positif. Tahun 2021 kas Perseroan kembali meningkat 33,20% menjadi USD
867.405 ribu yang utamanya berasal dari aktivitas operasi. Pada tahun 2022 kas Perseroan
kembali mengalami peningkatan 33,22% menjadi USD 1.155.539 ribu yang berasal dari arus kas
aktivitas operasi. Tahun 2023 kas Perseroan mengalami penurunan -61,13% menjadi USD
549.9438 ribu yang disebabkan oleh penggunaan arus kas aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
disesuaikan dengan pendanaannya.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-9
Page 38
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Analisis Rasio
Tahun Rata-rata
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023 2019-2023
Pertumbuhan Pendapatan n/a -34,82% 69,21% 41,24% -30,18% 11,36%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales 15,63% 9,19% 27,50% 30,29% 11,38% 18,80%
EBIT/Sales 5,53% -3,51% 20,75% 24,78% 9,07% 11,32%
EBT/Sales 1,95% -6,60% 16,36% 23,31% 7,88% 8,58%
EAT/Sales 0,18% -6,67% 6,76% 11,78% 4,99% 3,41%
ROE 0,48% -13,95% 23,47% 38,11% 10,97% 11,82%
ROA 0,14% -3,46% 5,62% 14,21% 4,85% 4,27%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 5,42 x 3,92 x 6,32 x 8,11 x 8,81 x 6,52 x
Perputaran Persediaan 45,97 x 37,14 x 47,68 x 46,03 x 47,71 x 44,90 x
Perputaran Aset 0,77 x 0,52 x 0,83 x 1,21 x 0,97 x 0,86 x
Perputaran Utang Usaha 6,57 x 4,62 x 7,01 x 8,14 x 8,81 x 7,03 x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 2,01 x 1,97 x 1,84 x 1,70 x 1,51 x 1,81 x
Debt to Equity 2,46 x 3,03 x 3,18 x 1,68 x 1,26 x 2,32 x
Debt to Asset 0,71 x 0,75 x 0,76 x 0,63 x 0,56 x 0,68 x
Rasio Profitabilitas
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2019 – 2023 cenderung meningkat, yang ditunjukkan oleh
EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing sebesar
18,80%, 11,32%, 8,58% dan 3,41%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba USD 0,1880
EBITDA, USD 0,1132 EBIT, USD 0,0858 EBT, dan USD 0,0341 EAT atas setiap USD 1 pendapatan
yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2023, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales
masing-masing sebesar 11,38%, 9,07%, 7,88% dan 4,99%.
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
Pada tahun 2019-2023, likuiditas Perusahaan cenderung menurun dengan Current Ratio tahun
2023 sebesar 1,51x, artinya Perseroan memiliki USD 1,51 aset lancar yang dapat digunakan
untuk memenuhi setiap USD 1 utang lancarnya.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
tahun 2019-2023 cenderung berfluktuasi, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
2023 masing-masing adalah 1,26x dan 0,56x. Artinya, perusahaan memiliki utang USD 1,26
untuk setiap USD 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap USD 1 aset perusahaan dibiayai oleh
utang sebesar USD 0,56.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-10
Page 39
4.1.3. Riwayat dan Penggunaan Pinjaman serta Analisis Yield/Suku Bunga
4.1.3.1. Riwayat Pinjaman
Riwayat pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY tidak ada.
4.1.3.2. Penggunaan Pinjaman
Pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY digunakan sebagai modal kerja EMB untuk
melakukan ekspansi atas usaha kendaraan listrik.
4.1.3.3. Analisis Yield/Suku Bunga
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman antar perusahaan antara INDY dan EMB, suku bunga
pinjaman INDY yang dikenakan kepada EMB untuk pinjaman modal kerja adalah 8,40% per
tahun dalam mata uang Rupiah.
Kewajaran besarnya suku bunga pinjaman tersebut dengan membandingkan besarnya suku
bunga pinjaman sejenis yang ada di pasar dengan pinjaman dalam mata uang Rupiah terhadap
suku bunga yang dikenakan INDY kepada EMB. Suku bunga pinjaman modal kerja dalam
Rupiah dari beberapa sumber pembiayaan per tanggal penilaian adalah sebagai berikut:
Suku Bunga Modal Kerja dalam Rupiah (Rp)
Per Desember 2023
Modal Kerja
Uraian Bunga (%) / Tahun
Rp
Bank Persero 8,93
Bank Pemerintah Daerah 9,02
Bank Swasta Nasional 9,01
Bank Asing dan Bank Campuran 6,92
Bank Umum 8,86
Rata-rata 8,55
Min 6,92
Max 9,02
Dengan perbandingan antara suku bunga pinjaman dari INDY yang akan dikenakan kepada
EMB dengan suku bunga pinjaman dari berbagai sumber pembiayaan di pasar (perbankan)
dapat disimpulkan bahwa dengan pinjaman dalam Rupiah, dengan suku bunga pinjaman
modal kerja INDY adalah 8,40% per tahun berada dalam kisaran suku bunga pinjaman modal
kerja di pasar antara 6,92% - 9,02% per tahun. Dengan demikian suku bunga dari Perseroan
kepada EMB adalah wajar.
4.1.4. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
Transaksi
Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
yang dilakukan berdasarkan informasi Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
Transaksi pada tanggal 31 Desember 2023 dari manajemen Perseroan. Tujuan Informasi
Keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan Transaksi yang terjadi
atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi Keuangan Proforma bukan merupakan
petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan sebagai akibat dari
transaksi yang telah terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma disusun dengan
menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-11
Page 40
• Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik
Muhammad Irfan dari KAP Imelda & Rekan.
• Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2023.
• Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.
Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (USD.000)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
31 Des 2023 31 Des 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 449.204 - 449.204
Aset keuangan lainnya - jth tempo dlm 1 tahun 133.654 - 133.654
Piutang usaha 343.610 - 343.610
Aset kontrak 19.506 - 19.506
Selisih lebih estimasi pendapatan diatas tagihan kemajuan kontrak dan
pekerjaan dalam penyelesaian - - -
Piutang lain-lain - jth tempo dlm 1 tahun 32.372 - 32.372
Persediaan 51.339 - 51.339
Pajak dibayar di muka 72.735 - 72.735
Aset biologis 414 - 414
Aset derivatif 689 - 689
Aset lancar lainnya 116.575 - 116.575
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual 264.002 - 264.002
Jumlah Aset Lancar 1.484.102 - 1.484.102
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya - setelah dikurangi bag yg jth tempo dlm 1 tahun 113.457 - 113.457
Piutang lain-lain - setelah dikurangi bag yg jth tempo dlm 1 tahun 25.455 - 25.455
Tanaman produktif belum menghasilkan 9.750 - 9.750
Investasi pada entitas asosiasi 264.581 - 264.581
Klaim pengembalian pajak 23.527 - 23.527
Aset eksplorasi dan evaluasi 102.124 - 102.124
Properti pertambangan 5.708 - 5.708
Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah - - -
Aset tetap 307.121 - 307.121
Aset hak guna 16.964 - 16.964
Aset tidak berwujud 36.761 - 36.761
Goodwill 649.164 - 649.164
Uang jaminan 2.489 - 2.489
Aset pajak tangguhan 25.582 - 25.582
Aset derivatif - - -
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya 46.317 - 46.317
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.629.000 - 1.629.000
JUMLAH ASET 3.113.102 - 3.113.102
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-12
Page 41
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (USD.000)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
31 Des 2023 31 Des 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 58.409 - 58.409
Utang usaha 277.970 - 277.970
Liabilitas kontrak 10.572 - 10.572
Utang lain-lain 52.993 - 52.993
Utang pajak 15.519 - 15.519
Biaya masih harus dibayar 133.481 - 133.481
Uang muka pelanggan dari pihak ketiga 15.643 - 15.643
Utang dividen 11 - 11
Liabilitas jk panjang yg jth tempo dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang 58.297 - 58.297
Liabilitas sewa 7.870 - 7.870
Utang obligasi 304.359 - 304.359
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 982.490 - 982.490
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jk panjang - stlh dikurangi bag yg jth tempo dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang 105.529 - 105.529
Pinjaman yang dapat dikonversikan 20.093 - 20.093
Liabilitas sewa 8.450 - 8.450
Utang obligasi - bersih 528.923 - 528.923
Utang jangka panjang lainnya - pihak ketiga 440 - 440
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang dan pembongkaran 43.265 - 43.265
Liabilitas pajak tangguhan 12.254 - 12.254
Imbalan kerja 26.412 - 26.412
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 753.475 - 753.475
JUMLAH LIABILITAS 1.735.965 - 1.735.965
Ekuitas
Modal saham 56.892 - 56.892
Tambahan modal disetor 253.826 - 253.826
Komponen ekuitas lainnya (12.109) - (12.109)
Saham treasuri (360) - (360)
Saldo (defisit) laba 934.593 - 934.593
Kepentingan non pengendali 144.295 - 144.295
Jumlah Ekuitas 1.377.137 - 1.377.137
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.113.102 - 3.113.102
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 151,06% 151,06%
Debt to Equity Ratio 126,06% 126,06%
Debt to Asset Ratio 55,76% 55,76%
Sumber: Manajemen Perseroan
Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
Desember 2023 atas transaksi:
• Proforma aset lancar tidak mengalami perubahan.
• Proforma aset tidak lancar tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka pendek tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
• Proforma ekuitas tidak mengalami perubahan.
• Proforma Current Ratio tidak mengalami perubahan.
• Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio tidak mengalami perubahan.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-13
Page 42
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas dan solvabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
4.1.5. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
keuangan tersebut telah kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian kami, proyeksi keuangan
tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
Proyeksi keuangan INDY dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31
Desember 2028.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Perhitungan pendapatan disajikan pada lampiran 3.
▪ Beban pokok pendapatan tahun 2024 diasumsikan 86,50% dari pendapatan dan
selanjutnya beban pokok pendapatan diasumsikan 82,00% setiap tahun.
▪ Beban penjualan, umum dan administrasi diasumsikan 7,70% dari pendapatan setiap
tahun.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar, disajikan pada lampiran 1.
▪ Bagian laba bersih entitas asosiasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
▪ Bagian rugi bersih ventura bersama diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan investasi diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perhitungan beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
▪ Pajak final diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Keuntungan pembelian dengan diskon diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Penurunan nilai aset diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Penurunan nilai wajar aset derivatif melekat pada pinjaman yang dapat dikonversikan
diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perubahan nilai wajar utang kontinjensi diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Lain-lain – bersih diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Aset keuangan lainnya – jatuh tempo dalam satu tahun diasumsikan tetap, sama
dengan per 31 Desember 2023.
− Piutang usaha diasumsikan 41 hari dari pendapatan.
− Aset kontrak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Selisih lebih estimasi pendapatan diatas tagihan kemajuan kontrak dan pekerjaan
dalam penyelesaian diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-14
Page 43
− Piutang lain-lain jatuh tempo dalam satu tahun diasumsikan tetap, sama dengan per
31 Desember 2023.
− Persediaan diasumsikan 8 hari dari beban pokok kontrak dan penjualan.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset biologis diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset derivatif diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
▪ Aset tidak lancar
− Aset keuangan lainnya – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu
tahun diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Piutang lain-lain – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Tanaman produktif belum menghasilkan diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan bertambah sebesar bagian laba bersih
entitas asosiasi setiap tahun.
− Klaim pengembalian pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset eksplorasi dan evaluasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Properti pertambangan
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan.
− Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan.
− Aset hak guna
Nilai perolehan diasumsikan tetap. Akumulasi penyusutan dihitung dengan
menambahkan akumulasi penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun
berjalan.
− Aset takberwujud
Nilai perolehan diasumsikan tetap. Akumulasi penyusutan dihitung dengan
menambahkan akumulasi penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun
berjalan.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset derivatif diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Uang muka dan aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-15
Page 44
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman bank jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha tahun 2024 – 2026 diasumsikan 75 hari dari beban pokok kontrak dan
penjualan dan selanjutnya diasumsikan 45 hari dari beban pokok kontrak dan
penjualan.
− Liabilitas kontrak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Selisih lebih tagihan kemajuan kontrak diatas estimasi pendapatan diasumsikan
tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Biaya masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Uang muka pelanggan dari pihak ketiga diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Utang dividen diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Perhitungan liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun yang berisi
pinjaman jangka panjang dan utang obligasi disajikan pada lampiran 2. Sedangkan
liabilitas sewa dan liabilitas sewa pembayaran diasumsikan tetap, sama dengan per
31 Desember 2023.
− Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual
diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Perhitungan liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun yang berisi pinjaman jangka panjang, pinjaman yang dapat
dikonversikan dan utang obligasi disajikan pada lampiran 2. Sedangkan liabilitas
sewa dan liabilitas sewa pembayaran diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Utang jangka panjang lainnya – pihak ketiga diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang dan pembongkaran diasumsikan
tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang kontijensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Liabilitas derivatif diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Komponen ekuitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Saham resuri diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (defisit) laba periode sebelumnya.
− Kepentingan non-pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-16
Page 45
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (USD.000)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN 3.026.839 2.680.784 2.940.849 3.141.977 3.358.392 3.529.273
BEBAN POKOK KONTRAK DAN PENJUALAN (2.449.430) (2.318.878) (2.411.496) (2.576.421) (2.753.881) (2.894.004)
LABA KOTOR 577.409 361.906 529.353 565.556 604.510 635.269
Beban penjualan, umum dan administrasi (232.912) (206.420) (226.445) (241.932) (258.596) (271.754)
EBITDA 344.497 155.485 302.907 323.624 345.914 363.515
Depresiasi (69.937) (84.801) (76.980) (93.102) (108.007) (116.575)
EBIT 274.560 70.685 225.928 230.522 237.907 246.941
Bagian laba bersih entitas asosiasi 22.877 22.877 22.877 22.877 22.877 22.877
Bagian rugi bersih ventura bersama - - - - - -
Pendapatan investasi 20.195 - - - - -
Beban keuangan (85.551) (82.015) (56.671) (11.021) (9.897) (8.773)
Beban pajak final (7.552) - - - - -
Keuntungan pembelian dengan diskon - - - - - -
Penurunan nilai aset - - - - - -
Perubahan nilai wajar atas derivatif melekat pada
pinjaman yang dapat dikonversikan 1.350 - - - - -
Perubahan nilai wajar utang kontinjensi - - - - - -
Lain-lain - bersih 12.552 - - - - -
EBT 238.431 11.547 192.133 242.378 250.887 261.044
PAJAK (87.388) (2.540) (42.269) (53.323) (55.195) (57.430)
LABA BERSIH (EAT) 151.043 9.006 149.864 189.055 195.692 203.615
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
EBITDA/Sales 9,40% 11,38% 5,80% 10,30% 10,30% 10,30% 10,30%
EBIT/Sales 6,35% 9,07% 2,64% 7,68% 7,34% 7,08% 7,00%
EBT/Sales 5,91% 7,88% 0,43% 6,53% 7,71% 7,47% 7,40%
EAT/Sales 4,61% 4,99% 0,34% 5,10% 6,02% 5,83% 5,77%
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-17
Page 46
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (USD.000)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 449.204 519.458 18.716 179.272 129.658 304.925
Aset keuangan lainnya - jth tempo dlm 1 tahun 133.654 133.654 133.654 133.654 133.654 133.654
Piutang usaha 343.610 301.129 330.342 352.934 377.244 396.439
Aset kontrak 19.506 19.506 19.506 19.506 19.506 19.506
Selisih lebih estimasi pendapatan diatas tagihan kemajuan
kontrak dan pekerjaan dalam penyelesaian - - - - - -
Piutang lain-lain - jth tempo dlm 1 tahun 32.372 32.372 32.372 32.372 32.372 32.372
Persediaan 51.339 50.825 52.855 56.470 60.359 63.430
Pajak dibayar di muka 72.735 72.735 72.735 72.735 72.735 72.735
Aset biologis 414 414 414 414 414 414
Aset derivatif 689 689 689 689 689 689
Aset lancar lainnya 116.575 116.575 116.575 116.575 116.575 116.575
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual 264.002 5.650 5.650 5.650 5.650 5.650
Jumlah Aset Lancar 1.484.102 1.253.009 783.509 970.273 948.857 1.146.390
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya - setelah dikurangi bag yg jth tempo
dlm 1 tahun 113.457 113.457 113.457 113.457 113.457 113.457
Piutang lain-lain - setelah dikurangi bag yg jth tempo dlm 1
tahun 25.455 25.455 25.455 25.455 25.455 25.455
Tanaman produktif belum menghasilkan 9.750 9.750 9.750 9.750 9.750 9.750
Investasi pada entitas asosiasi 264.581 287.458 310.335 333.211 356.088 378.965
Klaim pengembalian pajak 23.527 23.527 23.527 23.527 23.527 23.527
Aset eksplorasi dan evaluasi 102.124 102.124 102.124 102.124 102.124 102.124
Properti pertambangan
Nilai perolehan 28.916 28.916 28.916 28.916 28.916 28.916
Akumulasi amortisasi 23.208 24.654 26.100 27.546 28.916 28.916
Nilai buku 5.708 4.262 2.816 1.370 - -
Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah - - - - - -
Aset tetap
Nilai perolehan 827.686 1.014.656 1.147.438 1.233.842 1.326.198 1.423.253
Akumulasi penyusutan 520.565 564.416 628.533 719.208 824.241 940.815
Nilai buku 307.121 450.240 518.905 514.635 501.958 482.438
Aset hak guna
Nilai perolehan 71.374 71.374 71.374 71.374 71.374 71.374
Akumulasi amortisasi 54.410 70.383 71.155 71.155 71.155 71.155
Nilai buku 16.964 991 219 219 219 219
Aset tidak berwujud
Nilai perolehan 816.319 816.319 816.319 816.319 816.319 816.319
Akumulasi amortisasi 779.557 803.089 813.733 814.715 816.319 816.319
Nilai buku 36.761 13.230 2.586 1.604 - -
Goodwill 649.164 649.164 649.164 649.164 649.164 649.164
Uang jaminan 2.489 2.489 2.489 2.489 2.489 2.489
Aset pajak tangguhan 25.582 25.582 25.582 25.582 25.582 25.582
Aset derivatif - - - - - -
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya 46.317 46.317 46.317 46.317 46.317 46.317
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.629.000 1.754.045 1.832.725 1.848.904 1.856.129 1.859.486
JUMLAH ASET 3.113.102 3.007.054 2.616.233 2.819.177 2.804.987 3.005.877
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 58.409 58.409 58.409 58.409 58.409 58.409
Utang usaha 277.970 476.482 495.513 529.402 339.520 356.795
Liabilitas kontrak 10.572 10.572 10.572 10.572 10.572 10.572
Selisih lebih tagihan kemajuan kontrak diatas estimasi
pendapatan - - - - - -
Utang lain-lain 52.993 52.993 52.993 52.993 52.993 52.993
Utang pajak 15.519 15.519 15.519 15.519 15.519 15.519
Biaya masih harus dibayar 133.481 133.481 133.481 133.481 133.481 133.481
Uang muka pelanggan dari pihak ketiga 15.643 15.643 15.643 15.643 15.643 15.643
Utang dividen 11 11 11 11 11 11
Liabilitas jk panjang yg jth tempo dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang 58.297 20.000 20.000 20.000 20.000 -
Liabilitas sewa 7.870 7.870 7.870 7.870 7.870 7.870
Liabilitas sewa pembiayaan - - - - - -
Utang obligasi 304.359 539.716 - - - -
Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak
lancar yang dimiliki untuk dijual 47.365 47.365 47.365 47.365 47.365 47.365
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 982.490 1.378.061 857.376 891.265 701.383 698.658
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jk panjang - stlh dikurangi bag yg jth
tempo dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang 105.529 123.826 103.826 83.826 63.826 63.826
Pinjaman yang dapat dikonversikan 20.093 20.093 20.093 20.093 20.093 20.093
Liabilitas sewa 8.450 8.450 8.450 8.450 8.450 8.450
Liabilitas sewa pembiayaan - - - - - -
Utang obligasi - bersih 528.923 - - - - -
Utang jangka panjang lainnya - pihak ketiga 440 440 440 440 440 440
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang dan
pembongkaran 43.265 43.265 43.265 43.265 43.265 43.265
Liabilitas pajak tangguhan 12.254 12.254 12.254 12.254 12.254 12.254
Utang kontinjensi - - - - - -
Liabilitas derivatif 8.110 8.110 8.110 8.110 8.110 8.110
Imbalan kerja 26.412 26.412 26.412 26.412 26.412 26.412
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 753.475 242.850 222.850 202.850 182.850 182.850
JUMLAH LIABILITAS 1.735.965 1.620.910 1.080.226 1.094.114 884.232 881.508
Ekuitas
Modal saham 56.892 56.892 56.892 56.892 56.892 56.892
Tambahan modal disetor 253.826 253.826 253.826 253.826 253.826 253.826
Komponen ekuitas lainnya (12.109) (12.109) (12.109) (12.109) (12.109) (12.109)
Saham treasuri (360) (360) (360) (360) (360) (360)
Saldo (defisit) laba 934.593 943.600 1.093.464 1.282.518 1.478.210 1.681.825
Kepentingan non pengendali 144.295 144.295 144.295 144.295 144.295 144.295
Jumlah Ekuitas 1.377.137 1.386.144 1.536.008 1.725.063 1.920.755 2.124.369
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.113.102 3.007.054 2.616.233 2.819.177 2.804.987 3.005.877
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 118,11% 151,06% 90,93% 91,38% 108,86% 135,28% 164,08%
Debt to Equity Ratio 67,64% 126,06% 116,94% 70,33% 63,42% 46,04% 41,50%
Debt to Asset Ratio 38,97% 55,76% 53,90% 41,29% 38,81% 31,52% 29,33%
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-18
Page 47
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (USD.000)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 9.006 149.864 189.055 195.692 203.615
Depresiasi dan Amortisasi 84.801 76.980 93.102 108.007 116.575
(-) Bagian laba / rugi entitas asosiasi (22.877) (22.877) (22.877) (22.877) (22.877)
(+) Bagian laba / rugi entitas asosiasi 22.877 22.877 22.877 22.877 22.877
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lainnya - jth tempo dlm 1 tahun - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 42.481 (29.213) (22.592) (24.310) (19.195)
(Kenaikan) Penurunan Aset kontrak - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Selisih lebih estimasi pendapatan diatas tagihan
- - - - -
kemajuan kontrak dan pekerjaan dalam penyelesaian
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - jth tempo dlm 1 tahun - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 514 (2.030) (3.615) (3.890) (3.071)
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar di muka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset biologis - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset derivatif - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lancar lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual 258.352 - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lainnya - setelah dikurangi bag yg jth
- - - - -
tempo dlm 1 tahun
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - setelah dikurangi bag yg jth tempo
- - - - -
dlm 1 tahun
(Kenaikan) Penurunan Tanaman produktif belum menghasilkan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Klaim pengembalian pajak - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang jaminan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset derivatif - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka dan aset tidak lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 198.511 19.031 33.889 (189.882) 17.275
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas kontrak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Selisih lebih tagihan kemajuan kontrak diatas estimasi
- - - - -
pendapatan
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan dari pihak ketiga - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar
- - - - -
yang dimiliki untuk dijual
Kenaikan (Penurunan) Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang dan
- - - - -
pembongkaran
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang kontinjensi - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas derivatif - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Imbalan kerja - - - - -
Perubahan Modal Kerja 499.859 (12.212) 7.681 (218.081) (4.991)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 593.666 214.632 289.838 85.618 315.199
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (22.877) (22.877) (22.877) (22.877) (22.877)
(Kenaikan) Penurunan Aset eksplorasi dan evaluasi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Properti pertambangan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (186.970) (132.782) (86.404) (92.356) (97.055)
(Kenaikan) Penurunan Aset hak guna - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak berwujud (0) - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (209.846) (155.659) (109.281) (115.232) (119.932)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang dividen - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jk panjang yg jth tempo dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang (38.297) - - - (20.000)
Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas sewa pembiayaan - - - - -
Utang obligasi 235.357 (539.716) - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jk panjang - stlh dikurangi bag yg jth tempo
dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang 18.297 (20.000) (20.000) (20.000) -
Pinjaman yang dapat dikonversikan - - - - -
Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas sewa pembiayaan - - - - -
Utang obligasi - bersih (528.923) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang jangka panjang lainnya - pihak ketiga - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Komponen ekuitas lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Saham treasuri - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - -
Penyesuaian - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (313.566) (559.716) (20.000) (20.000) (20.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 70.254 (500.743) 160.557 (49.615) 175.267
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 449.204 519.458 18.716 179.272 129.658
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 519.458 18.716 179.272 129.658 304.925
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-19
Page 48
b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
Proyeksi keuangan INDY dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Januari 2024 – 31
Desember 2028.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Perhitungan pendapatan disajikan pada lampiran 3 ditambah selisih pendapatan EMB
dengan dilakukannya transaksi.
▪ Beban pokok pendapatan tahun 2024 diasumsikan 86,50% dari pendapatan dan
selanjutnya diasumsikan 82,00% dari pendapatan setiap tahun ditambah selisih beban
pokok pendapatan EMB dengan dilakukannya transaksi.
▪ Beban penjualan, umum dan administrasi diasumsikan 7,70% dari pendapatan setiap
tahun.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar, disajikan pada lampiran 1.
▪ Bagian laba bersih entitas asosiasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
▪ Bagian rugi bersih ventura bersama diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan investasi diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perhitungan beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
▪ Pajak final diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Keuntungan pembelian dengan diskon diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Penurunan nilai aset diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Penurunan nilai wajar aset derivatif melekat pada pinjaman yang dapat dikonversikan
diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perubahan nilai wajar utang kontinjensi diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Lain-lain – bersih diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward ditambah selisih tarif pajak EMB dengan dilakukannya transaksi.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Aset keuangan lainnya – jatuh tempo dalam satu tahun diasumsikan tetap, sama
dengan per 31 Desember 2023.
− Piutang usaha diasumsikan 41 hari dari pendapatan ditambah selisih piutang usaha
EMB dengan dilakukannya transaksi.
− Aset kontrak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Selisih lebih estimasi pendapatan diatas tagihan kemajuan kontrak dan pekerjaan
dalam penyelesaian diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Piutang lain-lain jatuh tempo dalam satu tahun diasumsikan tetap, sama dengan per
31 Desember 2023.
− Persediaan diasumsikan 8 hari dari beban pokok kontrak dan penjualan ditambah
selisih persediaan EMB dengan dilakukannya transaksi.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset biologis diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-20
Page 49
− Aset derivatif diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
▪ Aset tidak lancar
− Aset keuangan lainnya – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu
tahun diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Piutang lain-lain – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Tanaman produktif belum menghasilkan diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan bertambah sebesar bagian laba bersih
entitas asosiasi setiap tahun.
− Klaim pengembalian pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset eksplorasi dan evaluasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Properti pertambangan
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan.
− Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan.
− Aset hak guna
Nilai perolehan diasumsikan tetap. Akumulasi penyusutan dihitung dengan
menambahkan akumulasi penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun
berjalan.
− Aset takberwujud
Nilai perolehan diasumsikan tetap. Akumulasi penyusutan dihitung dengan
menambahkan akumulasi penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun
berjalan.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Aset derivatif diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Uang muka dan aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman bank jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha tahun 2024 – 2026 diasumsikan 75 hari dari beban pokok kontrak dan
penjualan dan selanjutnya utang usaha diasumsikan 45 hari dari beban pokok
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-21
Page 50
kontrak dan penjualan ditambah selisih utang usaha EMB dengan dilakukannya
transaksi.
− Liabilitas kontrak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Selisih lebih tagihan kemajuan kontrak diatas estimasi pendapatan diasumsikan
tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Biaya masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Uang muka pelanggan dari pihak ketiga diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Utang dividen diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Perhitungan liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun yang berisi
pinjaman jangka panjang dan utang obligasi disajikan pada lampiran 2. Sedangkan
liabilitas sewa dan liabilitas sewa pembayaran diasumsikan tetap, sama dengan per
31 Desember 2023.
− Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual
diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Perhitungan liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun yang berisi pinjaman jangka panjang, pinjaman yang dapat
dikonversikan dan utang obligasi disajikan pada lampiran 2. Sedangkan liabilitas
sewa dan liabilitas sewa pembayaran diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Utang jangka panjang lainnya – pihak ketiga diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Desember 2023.
− Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang dan pembongkaran diasumsikan
tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang kontijensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Liabilitas derivatif diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Imbalan kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Komponen ekuitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Saham resuri diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (defisit) laba periode sebelumnya.
− Kepentingan non-pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-22
Page 51
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak 1 Jika "1" maka INDY akan melakukan transaksi, jika "0" maka INDY tidak melakuk
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (USD.000)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
PENDAPATAN 3.026.839 2.703.023 2.969.179 3.175.070 3.396.996 3.574.458
BEBAN POKOK KONTRAK DAN PENJUALAN (2.449.430) (2.339.092) (2.437.225) (2.606.441) (2.788.862) (2.934.907)
LABA KOTOR 577.409 363.931 531.954 568.629 608.133 639.551
Beban penjualan, umum dan administrasi (232.912) (206.420) (226.445) (241.932) (258.596) (271.754)
EBITDA 344.497 157.511 305.509 326.697 349.537 367.797
Depresiasi (69.937) (84.801) (76.980) (93.102) (108.007) (116.575)
EBIT 274.560 72.710 228.529 233.595 241.530 251.222
Bagian laba bersih entitas asosiasi 22.877 22.877 22.877 22.877 22.877 22.877
Bagian rugi bersih ventura bersama - - - - - -
Pendapatan investasi 20.195 - - - - -
Beban keuangan (85.551) (82.015) (56.671) (11.021) (9.897) (8.773)
Beban pajak final (7.552) - - - - -
Keuntungan pembelian dengan diskon - - - - - -
Penurunan nilai aset - - - - - -
Perubahan nilai wajar atas derivatif melekat pada
pinjaman yang dapat dikonversikan 1.350 - - - - -
Perubahan nilai wajar utang kontinjensi - - - - - -
Lain-lain - bersih 12.552 - - - - -
EBT 238.431 13.572 194.735 245.451 254.510 265.326
PAJAK (87.388) (2.540) (42.269) (53.323) (55.195) (57.485)
LABA BERSIH (EAT) 151.043 11.032 152.465 192.128 199.315 207.841
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
EBITDA/Sales 9,40% 11,38% 5,83% 10,29% 10,29% 10,29% 10,29%
EBIT/Sales 6,38% 9,07% 2,69% 7,70% 7,36% 7,11% 7,03%
EBT/Sales 5,94% 7,88% 0,50% 6,56% 7,73% 7,49% 7,42%
EAT/Sales 4,66% 4,99% 0,41% 5,13% 6,05% 5,87% 5,81%
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-23
Page 52
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (USD.000)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 449.204 514.949 19.605 185.075 140.204 319.562
Aset keuangan lainnya - jth tempo dlm 1 tahun 133.654 133.654 133.654 133.654 133.654 133.654
Piutang usaha 343.610 302.957 332.670 355.654 380.417 400.153
Aset kontrak 19.506 19.506 19.506 19.506 19.506 19.506
Selisih lebih estimasi pendapatan diatas tagihan kemajuan
kontrak dan pekerjaan dalam penyelesaian - - - - - -
Piutang lain-lain - jth tempo dlm 1 tahun 32.372 32.372 32.372 32.372 32.372 32.372
Persediaan 51.339 56.363 56.379 58.937 63.234 66.792
Pajak dibayar di muka 72.735 72.735 72.735 72.735 72.735 72.735
Aset biologis 414 414 414 414 414 414
Aset derivatif 689 689 689 689 689 689
Aset lancar lainnya 116.575 116.575 116.575 116.575 116.575 116.575
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual 264.002 5.650 5.650 5.650 5.650 5.650
Jumlah Aset Lancar 1.484.102 1.255.865 790.251 981.263 965.452 1.168.103
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya - setelah dikurangi bag yg jth tempo
dlm 1 tahun 113.457 113.457 113.457 113.457 113.457 113.457
Piutang lain-lain - setelah dikurangi bag yg jth tempo dlm 1
tahun 25.455 25.455 25.455 25.455 25.455 25.455
Tanaman produktif belum menghasilkan 9.750 9.750 9.750 9.750 9.750 9.750
Investasi pada entitas asosiasi 264.581 287.458 310.335 333.211 356.088 378.965
Klaim pengembalian pajak 23.527 23.527 23.527 23.527 23.527 23.527
Aset eksplorasi dan evaluasi 102.124 102.124 102.124 102.124 102.124 102.124
Properti pertambangan
Nilai perolehan 28.916 28.916 28.916 28.916 28.916 28.916
Akumulasi amortisasi 23.208 24.654 26.100 27.546 28.916 28.916
Nilai buku 5.708 4.262 2.816 1.370 - -
Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah - - - - - -
Aset tetap
Nilai perolehan 827.686 1.014.656 1.147.438 1.233.842 1.326.198 1.423.253
Akumulasi penyusutan 520.565 564.416 628.533 719.208 824.241 940.815
Nilai buku 307.121 450.240 518.905 514.635 501.958 482.438
Aset hak guna
Nilai perolehan 71.374 71.374 71.374 71.374 71.374 71.374
Akumulasi amortisasi 54.410 70.383 71.155 71.155 71.155 71.155
Nilai buku 16.964 991 219 219 219 219
Aset tidak berwujud
Nilai perolehan 816.319 816.319 816.319 816.319 816.319 816.319
Akumulasi amortisasi 779.557 803.089 813.733 814.715 816.319 816.319
Nilai buku 36.761 13.230 2.586 1.604 - -
Goodwill 649.164 649.164 649.164 649.164 649.164 649.164
Uang jaminan 2.489 2.489 2.489 2.489 2.489 2.489
Aset pajak tangguhan 25.582 25.582 25.582 25.582 25.582 25.582
Aset derivatif - - - - - -
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya 46.317 46.317 46.317 46.317 46.317 46.317
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.629.000 1.754.045 1.832.725 1.848.904 1.856.129 1.859.486
JUMLAH ASET 3.113.102 3.009.911 2.622.975 2.830.167 2.821.581 3.027.590
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 58.409 58.409 58.409 58.409 58.409 58.409
Utang usaha 277.970 477.312 497.628 532.691 344.791 362.959
Liabilitas kontrak 10.572 10.572 10.572 10.572 10.572 10.572
Selisih lebih tagihan kemajuan kontrak diatas estimasi
- - - - - -
pendapatan
Utang lain-lain 52.993 52.993 52.993 52.993 52.993 52.993
Utang pajak 15.519 15.519 15.519 15.519 15.519 15.519
Biaya masih harus dibayar 133.481 133.481 133.481 133.481 133.481 133.481
Uang muka pelanggan dari pihak ketiga 15.643 15.643 15.643 15.643 15.643 15.643
Utang dividen 11 11 11 11 11 11
Liabilitas jk panjang yg jth tempo dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang 58.297 20.000 20.000 20.000 20.000 -
Liabilitas sewa 7.870 7.870 7.870 7.870 7.870 7.870
Liabilitas sewa pembiayaan - - - - - -
Utang obligasi 304.359 539.716 - - - -
Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak
lancar yang dimiliki untuk dijual 47.365 47.365 47.365 47.365 47.365 47.365
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 982.490 1.378.892 859.491 894.555 706.654 704.822
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jk panjang - stlh dikurangi bag yg jth tempo dlm 1
Pinjaman jangka panjang 105.529 123.826 103.826 83.826 63.826 63.826
Pinjaman yang dapat dikonversikan 20.093 20.093 20.093 20.093 20.093 20.093
Liabilitas sewa 8.450 8.450 8.450 8.450 8.450 8.450
Liabilitas sewa pembiayaan - - - - - -
Utang obligasi - bersih 528.923 - - - - -
Utang jangka panjang lainnya - pihak ketiga 440 440 440 440 440 440
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang dan
pembongkaran 43.265 43.265 43.265 43.265 43.265 43.265
Liabilitas pajak tangguhan 12.254 12.254 12.254 12.254 12.254 12.254
Utang kontinjensi - - - - - -
Liabilitas derivatif 8.110 8.110 8.110 8.110 8.110 8.110
Imbalan kerja 26.412 26.412 26.412 26.412 26.412 26.412
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 753.475 242.850 222.850 202.850 182.850 182.850
JUMLAH LIABILITAS 1.735.965 1.621.741 1.082.340 1.097.404 889.503 887.671
Ekuitas
Modal saham 56.892 56.892 56.892 56.892 56.892 56.892
Tambahan modal disetor 253.826 253.826 253.826 253.826 253.826 253.826
Komponen ekuitas lainnya (12.109) (12.109) (12.109) (12.109) (12.109) (12.109)
Saham treasuri (360) (360) (360) (360) (360) (360)
Saldo (defisit) laba 934.593 945.625 1.098.091 1.290.219 1.489.533 1.697.374
Kepentingan non pengendali 144.295 144.295 144.295 144.295 144.295 144.295
Jumlah Ekuitas 1.377.137 1.388.170 1.540.635 1.732.763 1.932.078 2.139.919
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.113.102 3.009.911 2.622.975 2.830.167 2.821.581 3.027.590
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 119,01% 151,06% 91,08% 91,94% 109,69% 136,62% 165,73%
Debt to Equity Ratio 67,59% 126,06% 116,83% 70,25% 63,33% 46,04% 41,48%
Debt to Asset Ratio 38,95% 55,76% 53,88% 41,26% 38,78% 31,52% 29,32%
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-24
Page 53
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak - - -
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (USD.000) - - -
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 11.032 152.465 192.128 199.315 207.841
Depresiasi dan Amortisasi 84.801 76.980 93.102 108.007 116.575
(-) Bagian laba / rugi entitas asosiasi (22.877) (22.877) (22.877) (22.877) (22.877)
(+) Bagian laba / rugi entitas asosiasi 22.877 22.877 22.877 22.877 22.877
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lainnya - jth tempo dlm 1 tahun - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 40.653 (29.713) (22.984) (24.763) (19.736)
(Kenaikan) Penurunan Aset kontrak - - - - -
Selisih lebih estimasi pendapatan diatas tagihan
(Kenaikan) Penurunan kemajuan kontrak dan pekerjaan dalam penyelesaian - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - jth tempo dlm 1 tahun - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (5.024) (16) (2.558) (4.297) (3.558)
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar di muka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset biologis - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset derivatif - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lancar lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual 258.352 - - - -
Aset keuangan lainnya - setelah dikurangi bag yg jth
(Kenaikan) Penurunan tempo dlm 1 tahun - - - - -
Piutang lain-lain - setelah dikurangi bag yg jth tempo
(Kenaikan) Penurunan dlm 1 tahun - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tanaman produktif belum menghasilkan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Klaim pengembalian pajak - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang jaminan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset derivatif - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka dan aset tidak lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 199.342 20.315 35.064 (187.901) 18.168
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas kontrak - - - - -
Selisih lebih tagihan kemajuan kontrak diatas estimasi
Kenaikan (Penurunan) pendapatan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka pelanggan dari pihak ketiga - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang dividen - - - - -
Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar
Kenaikan (Penurunan) yang dimiliki untuk dijual - - - - -
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang dan
Kenaikan (Penurunan) pembongkaran - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang kontinjensi - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas derivatif - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Imbalan kerja - - - - -
Perubahan Modal Kerja 493.324 (9.415) 9.522 (216.961) (5.126)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 589.157 220.030 294.752 90.361 319.290
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (22.877) (22.877) (22.877) (22.877) (22.877)
(Kenaikan) Penurunan Aset eksplorasi dan evaluasi - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Properti pertambangan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (186.970) (132.782) (86.404) (92.356) (97.055)
(Kenaikan) Penurunan Aset hak guna - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak berwujud (0) - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (209.846) (155.659) (109.281) (115.232) (119.932)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas jk panjang yg jth tempo dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang (38.297) - - - (20.000)
Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas sewa pembiayaan - - - - -
Utang obligasi 235.357 (539.716) - - -
Liabilitas jk panjang - stlh dikurangi bag yg jth tempo
Kenaikan (Penurunan) dlm 1 tahun
Pinjaman jangka panjang 18.297 (20.000) (20.000) (20.000) -
Pinjaman yang dapat dikonversikan - - - - -
Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas sewa pembiayaan - - - - -
Utang obligasi - bersih (528.923) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang jangka panjang lainnya - pihak ketiga - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Komponen ekuitas lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Saham treasuri - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - -
Penyesuaian - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (313.566) (559.716) (20.000) (20.000) (20.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 65.744 (495.344) 165.471 (44.871) 179.358
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 449.204 514.949 19.605 185.075 140.204
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 514.949 19.605 185.075 140.204 319.562
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-25
Page 54
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 9,40%, 6,35%, 5,91% dan 4,61%. Sedangkan dengan
dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 9,40%, 6,38%, 5,94% dan 4,66%. Dengan
demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas Perseroan yang diukur dari EBITDA/
Sales mengalami penurunan, sedangkan EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales mengalami
peningkatan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 118,11% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan menjadi
119,01%.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 67,64% dan 38,97%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan menjadi 67,59% dan
38,95%.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
solvabilitas Perseroan mengalami peningkatan dibandingkan tanpa transaksi.
Selain itu tanpa transaksi dan dengan transaksi proyeksi arus kas Perseroan tidak
menunjukkan adanya cash deficiency.
4.1.6. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana
Kelayakan investasi diukur terhadap biaya ekuitas (Cost of Equity, Ke) dari perusahaan industri
sejenis yang merupakan tingkat diskonto. Jika investasi menghasilkan Internal Rate of Return
(IRR) lebih besar atau sama dengan Ke atau Net Present Value (NPV) positif maka investasi
tersebut layak.
4.1.6.1. Analisis Kelayakan Investasi
Rencana transaksi adalah pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY untuk keperluan modal
kerja oleh karena itu akan dilakukan analisis kelayakan investasi.
4.1.6.1.1. Penentuan Tingkat Diskonto
Biaya ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM).
Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham, tambahan premi juga diperlukan untuk
dapat menarik ekuitas ke dalam suatu investasi dan untuk meliput dampak dari skala usaha
dan kondisi spesifik subjek perusahaan.
Formula biaya ekuitas sebagai berikut:
Ke = Rf + ß.Rpm
Dimana:
Rf = Tingkat pendapatan bebas risiko
ß = Beta, yaitu faktor yang meliputi risiko sistematis dari suatu ekuitas
Rpm = Premi risiko ekuitas pasar
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka biaya ekuitas (Ke) yang merupakan tingkat
diskonto adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-26
Page 55
Uraian Nilai Sumber Keterangan
Harga dan Yield Obligasi Pemerintah
Penilai Harga Efek
Rf = 6,89% Republik Indonesia Tenor 30 Tahun
Indonesia
Per 29 Desember 2023
Rpm = 7,38% Damodaran Publikasi Januari 2024
Credit Default Spread (CDS) = 2,07% Damodaran Publikasi Januari 2024
Retail (Automotive)
Unleverage Beta = 54,03% Damodaran
Publikasi Januari 2024
Tax 22,00% PPh Badan
Retail (Automotive)
DER Industri = 78,83% Damodaran
Publikasi Januari 2024
Beta Releverage = 0,873 Hasil Perhitungan Bu x (1+((1-Tax)*DER))
Cost of Equity (Ke) = 11,26% Hasil Perhitungan (Rf+(Beta * USDm)+Rs) - CDS
Dengan demikian tingkat diskonto sebesar 11,26%.
4.1.6.1.2 Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas
Nilai terminal (terminal value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini, asumsi yang
digunakan terhadap subjek penilaian adalah perusahaan yang bersifat going concern,
dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada pemilik atau
manajemen perusahaan.
Dalam perhitungan ini kami menggunakan tingkat pertumbuhan sebesar 3,00% sehingga
capitalization rate yang kami gunakan adalah sebesar 11,26% - 3,00% = 8,26%.
4.1.6.1.3 Perhitungan Kelayakan Investasi
Proyeksi keuangan EMB dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Asumsi – Asumsi
Jangka Waktu Proyeksi
Perhitungan kelayakan investasi EMB menggunakan nilai terminal yang mengasumsikan
kegiatan usaha EMB akan berjalan secara terus menerus. EMB dapat membayar lunas
pinjamannya pada kreditur pada tahun 2028 sehingga proyeksi dilakukan hingga tahun 2029
agar perhitungan nilai terminal arus kas bersih EMB telah stabil dan terbebas dari
pembayaran utang kepada kreditur.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Perhitungan penjualan disajikan pada lampiran 3.
▪ Perhitungan bBeban pokok penjualan disajikan pada lampiran 3.
▪ Beban operasional diasumsikan meningkat 3,00% dari tahun sebelumnya.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Perhitungan beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
▪ Perhitungan beban keuangan kepada INDY disajikan pada lampiran 2.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan sebesar 30 hari dari penjualan.
− Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-27
Page 56
− Persediaan tahun 2024 diasumsikan 100 hari dari beban pokok penjualan, tahun 2025
diasumsikan 50 hari dari beban pokok penjualan dan selanjutnya diasumsikan 30 hari
dari beban pokok penjualan.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Uang muka pembelian diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Biaya dibayar di muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi penyusutan
tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan. Perhitungan aset tetap
disajikan pada lampiran 1.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha tahun 2024 diasumsikan sebesar 15 hari dari beban pokok penjualan,
tahun 2025 diasumsikan 30 hari dari beban pokok penjualan, tahun 2026 diasumsikan
40 hari dari beban pokok penjualan dan selanjutnya diasumsikan 55 hari dari beban
pokok penjualan.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Perhitungan utang bank disajikan pada lampiran 2.
− Pendapatan diterima di muka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
− Perhitungan pinjaman pihak berelasi ICPL - jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Biaya yang masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Perhitungan pinjaman pihak berelasi ICPL - jangka panjang disajikan pada lampiran 2.
− Perhitungan pinjaman pihak berelasi INDY disajikan pada lampiran 2.
− Kewajiban imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember
2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Agio saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Ekuitas lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2023.
− Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
Hasil Proyeksi Keuangan
Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-28
Page 57
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Proyeksi Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN 46.511 344.158 438.092 511.551 596.560 698.046 812.252
BEBAN POKOK PENJUALAN (38.364) (312.839) (397.892) (464.079) (540.609) (631.941) (734.602)
LABA KOTOR 8.147 31.319 40.200 47.472 55.951 66.105 77.650
Beban operasional (29.320) (30.199) (31.105) (32.039) (33.000) (33.990) (35.009)
EBITDA (21.173) 1.120 9.094 15.434 22.951 32.116 42.640
Depresiasi dan Amortisasi (3.379) (2.568) (2.764) (2.961) (2.001) (1.298) (1.494)
EBIT (24.552) (1.448) 6.330 12.473 20.950 30.818 41.146
Pendapatan (beban) lain-lain (1.683) - - - - - -
Beban keuangan - (7.393) (4.734) (3.381) (2.029) (330) -
Beban keuangan kepada INDY - (6.048) (6.048) (4.536) (3.024) (1.512) -
EBT (26.235) (14.888) (4.451) 4.556 15.897 28.976 41.146
PAJAK - - - - - (848) (9.052)
LABA BERSIH (EAT) (26.235) (14.888) (4.451) 4.556 15.897 28.128 32.094
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
proyeksi
EBITDA/Sales 3,19% -45,52% 0,33% 2,08% 3,02% 3,85% 4,60% 5,25%
EBIT/Sales 2,74% -52,79% -0,42% 1,44% 2,44% 3,51% 4,41% 5,07%
EBT/Sales 1,24% -56,41% -4,33% -1,02% 0,89% 2,66% 4,15% 5,07%
EAT/Sales 1,03% -56,41% -4,33% -1,02% 0,89% 2,66% 4,03% 3,95%
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-29
Page 58
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 7.003 379 6.938 7.849 7.990 8.297 38.548
Piutang usaha 34.717 28.287 36.008 42.045 49.032 57.374 66.760
Piutang lain-lain - - - - - - -
Persediaan 44.676 85.709 54.506 38.143 44.434 51.940 60.378
Pajak dibayar dimuka 10.707 10.707 10.707 10.707 10.707 10.707 10.707
Uang muka pembelian 3.625 3.625 3.625 3.625 3.625 3.625 3.625
Biaya dibayar di muka 2.010 2.010 2.010 2.010 2.010 2.010 2.010
Jumlah Aset Lancar 102.738 130.717 113.793 104.380 117.799 133.954 182.029
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai Perolehan 26.064 27.047 28.029 29.012 29.994 30.977 31.959
Akumulasi Penyusutan 4.178 6.745 9.509 12.470 14.471 15.769 17.263
Nilai Buku 21.886 20.301 18.520 16.542 15.523 15.208 14.696
Aset lain-lain 194 194 194 194 194 194 194
Jumlah Aset Tidak Lancar 22.080 20.495 18.713 16.735 15.717 15.402 14.890
JUMLAH ASET 124.818 151.212 132.507 121.116 133.515 149.355 196.918
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 1.217 12.856 32.703 50.858 81.462 95.224 110.694
Utang lain-lain - - - - - - -
Utang pajak 3.113 3.113 3.113 3.113 3.113 3.113 3.113
Utang bank 26.256 - - - - - -
Pendapatan diterima di muka 8.743 8.743 8.743 8.743 8.743 8.743 8.743
Pinjaman pihak berelasi ICPL - jangka pendek 16.101 16.101 16.101 8.051 - -
Biaya yang masih harus dibayar 3.483 3.483 3.483 3.483 3.483 3.483 3.483
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 42.812 44.296 64.143 82.298 104.851 110.563 126.032
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman pihak berelasi ICPL - jangka panjang 72.455 40.253 24.152 8.051 - - -
Pinjaman pihak berelasi INDY - 72.000 54.000 36.000 18.000 - -
Kewajiban imbalan pasca kerja 3.604 3.604 3.604 3.604 3.604 3.604 3.604
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 76.060 115.857 81.756 47.655 21.604 3.604 3.604
JUMLAH LIABILITAS 118.871 160.154 145.899 129.953 126.455 114.167 129.637
Ekuitas
Modal saham 28.572 28.572 28.572 28.572 28.572 28.572 28.572
Agio saham 5.428 5.428 5.428 5.428 5.428 5.428 5.428
Ekuitas lainnya 13 13 13 13 13 13 13
Saldo laba (rugi) (28.066) (42.954) (47.406) (42.850) (26.953) 1.175 33.269
Jumlah Ekuitas 5.947 (8.941) (13.393) (8.837) 7.060 35.188 67.282
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 124.818 151.212 132.507 121.116 133.515 149.355 196.918
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
proyeksi
Current Ratio 162,88% 239,98% 295,10% 177,40% 126,83% 112,35% 121,16% 144,43%
Debt to Equity Ratio -340,46% 1998,87% -1791,14% -1089,38% -1470,52% 1791,13% 324,45% 192,68%
Debt to Asset Ratio 93,38% 95,24% 105,91% 110,11% 107,30% 94,71% 76,44% 65,83%
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-30
Page 59
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Proyeksi Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (14.888) (4.451) 4.556 15.897 28.128 32.094
Depresiasi dan Amortisasi 2.568 2.764 2.961 2.001 1.298 1.494
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 6.430 (7.721) (6.038) (6.987) (8.341) (9.387)
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (41.034) 31.203 16.362 (6.290) (7.507) (8.438)
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka pembelian - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar di muka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha 11.640 19.847 18.154 30.604 13.762 15.470
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima di muka - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya yang masih harus dibayar - - - - - -
Perubahan Modal Kerja (22.963) 43.330 28.479 17.326 (2.086) (2.355)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi (35.284) 41.642 35.995 35.225 27.340 31.233
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (983) (983) (983) (983) (983) (983)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (983) (983) (983) (983) (983) (983)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman pihak berelasi ICPL - jangka pendek 16.101 - - (8.051) (8.051) -
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman pihak berelasi ICPL - jangka panjang (32.202) (16.101) (16.101) (8.051) - -
Kenaikan (Penurunan) Utang bank (26.256) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman pihak berelasi INDY 72.000 (18.000) (18.000) (18.000) (18.000) -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban imbalan pasca kerja - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Agio saham - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Ekuitas lainnya - - - - - -
Penyesuaian - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan 29.643 (34.101) (34.101) (34.101) (26.051) -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (6.624) 6.559 912 141 307 30.250
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 7.003 379 6.938 7.849 7.990 8.297
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 379 6.938 7.849 7.990 8.297 38.548
Perhitungan kelayakan investasi EMB adalah sebagai berikut:
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Perhitungan Kelayakan Investasi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian Kini
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Investasi (34.000)
Free Cash Flow to Equity :
EAT (14.888) (4.451) 4.556 15.897 28.128 32.094
Depresiasi & Amortisasi 2.568 2.764 2.961 2.001 1.298 1.494
Net debt 29.643 (34.101) (34.101) (34.101) (26.051) -
Perubahan modal kerja (22.963) 43.330 28.479 17.326 (2.086) (2.355)
Capex (983) (983) (983) (983) (983) (983)
Jumlah Arus Kas Bersih (34.000) (6.624) 6.559 912 141 307 30.250
Nilai Terminal
Tingkat Diskonto 11,26%
Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas 3,00%
Tingkat Kapitalisasi 8,26%
Nilai Terminal 377.358
Jumlah (34.000) (6.624) 6.559 912 141 307 407.608
Discount Rate 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26%
Discount Factor 1,000 0,899 0,808 0,726 0,653 0,587 0,527
Present Value (34.000) (5.954) 5.299 662 92 180 214.923
NPV 181.202
IRR 50,43%
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-31
Page 60
Hasil analisis kelayakan investasi EMB menunjukan bahwa investasi adalah layak yang
ditunjukan dengan nilai IRR sebesar 50,43% lebih besar dan tingkat biaya ekuitas sebesar
11,26% dan NPV positif sebesar Rp 181.202 juta. Dengan nilai-nilai indikator tersebut, maka
investasi adalah layak.
4.1.6.1.4 Analisis Sensitivitas Investasi
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan pendapatan dan kenaikan beban
pokok penjualan (BPP) yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi yang digambarkan
dengan matriks sensitivitas sebagai berikut:
Penurunan Penjualan Kenaikan Beban Pokok Penjualan (BPP)
IRR 0,00% 1,00% 2,00% 3,00% 3,38% 3,39%
0,00% 50,43% 40,81% 30,01% 17,12% 11,26% 11,09%
1,00% 39,97% 28,96% 15,69% -2,68% -12,87%
2,00% 27,88% 14,21% -5,16%
3,00% 12,65% -7,84%
3,07% 11,39%
3,08% 11,20%
Kelayakan investasi dilihat dari indikator nilai biaya ekuitas 11,26%, apabila IRR > biaya
ekuitas maka investasi layak.
Berdasarkan analisis sensitivitas jika terjadi perubahan terhadap penurunan penjualan
dengan BPP (tetap) maka investasi layak dengan penurunan penjualan sampai 3,07% (IRR
= 11,39%), jika penjualan tidak berubah (tetap) maka investasi layak dengan kenaikan
BPP hingga 3,38% (IRR = 11,26%), jika terjadi penurunan penjualan dan kenaikan BPP,
maka investasi layak dengan penurunan penjualan hingga 1,00% yang disertai dengan
kenaikan BPP hingga 2,00% (IRR = 15,69%) dan penurunan penjualan hingga 2,00% yang
disertai dengan kenaikan BPP hingga 1,00% (IRR = 14,21%).
Berdasarkan matriks sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
penurunan penjualan dibandingkan dengan kenaikan beban pokok penjualan.
4.1.6.2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan analisis kemampuan keuangan EMB untuk melunasi pinjaman pada saat jatuh
tempo dengan dilakukannya transaksi menunjukan bahwa kemampuan EMB untuk melunasi
utang pada saat jatuh tempo cukup baik. Sumber dana EMB untuk pembayaran utang adalah
dari kas yang diperoleh dari arus kas aktivitas operasi. Berdasarkan proyeksi arus kas, EMB
mampu melunasi seluruh pinjaman dan masih memiliki akumulasi kas pada 31 Desember 2029
sebesar Rp 38.548 juta.
Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa EMB mempunyai kemampuan
melunasi utang jatuh tempo. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan
pelunasan utang oleh EMB adalah wajar.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-32
Page 61
4.1.7. Analisis Kemampuan Keuangan Untuk Melunasi Pinjaman Pada Saat Jatuh Tempo
Analisis pemberian pinjaman oleh INDY dengan melakukan analisis kemampuan keuangan EMB
untuk melunasi pinjaman saat jatuh tempo berdasarkan proyeksi keuangan dengan transaksi
dengan analisis cash management. Sumber dana EMB untuk pembayaran pinjaman kepada
INDY berasal dari arus kas aktivitas operasi.
Proyeksi besarnya kewajiban pembayaran bunga dan angsuran pokok untuk pelunasan seluruh
utang selama periode pinjaman adalah sebagai berikut:
Utang
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Pinjaman Pinjaman Pihak Berelasi INDY (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit 72.000 - - - -
Jumlah Utang 72.000 72.000 54.000 36.000 18.000
Bunga 8,40% 6.048 6.048 4.536 3.024 1.512
Angsuran Pokok - 18.000 18.000 18.000 18.000
Saldo 72.000 54.000 36.000 18.000 -
Catatan :
Plafond pinjaman dan suku bunga pinjaman berdasarkan draft perjanjian pinjaman antar perusahaan antara INDY dengan EMB
4.1.7.1. Analisis Cash Management
Analisis cash management EMB dilakukan berdasarkan proyeksi arus kas dengan transaksi
dengan perhitungan sebagai berikut:
Analisis Cash Management (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan bank awal tahun 7.003 379 6.938 7.849 7.990 8.297
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi (35.284) 41.642 35.995 35.225 27.340 31.233
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (983) (983) (983) (983) (983) (983)
Jumlah (29.264) 41.039 41.950 42.091 34.348 38.548
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman pihak berelasi ICPL - jangka pendek 16.101 - - (8.051) (8.051) -
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman pihak berelasi ICPL - jangka panjang (32.202) (16.101) (16.101) (8.051) - -
Kenaikan (Penurunan) Utang bank (26.256) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman pihak berelasi INDY 72.000 (18.000) (18.000) (18.000) (18.000) -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan 29.643 (34.101) (34.101) (34.101) (26.051) -
Cash Surplus (deficiency) 379 6.938 7.849 7.990 8.297 38.548
Pendanaan untuk menutup cash deficiency - - - - - -
Kas dan bank akhir tahun 379 6.938 7.849 7.990 8.297 38.548
Berdasarkan analisis cash management dalam periode pinjaman dengan dilakukannya
transaksi, EMB mampu melunasi pinjaman saat jatuh tempo dan dengan transaksi proyeksi arus
kas EMB menunjukkan tidak ada cash deficiency.
4.1.7.2. Analisis Financial Covenant
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman antar perusahaan antara EMB dan INDY tidak terdapat
informasi pembatasan atau persyaratan kondisi keuangan selama utang belum lunas (financial
covenant).
4.2. Analisis Inkremental
Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
− Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
terhadap proyeksi keuangan.
− Biaya dan pendapatan yang relevan.
− Informasi non keuangan yang relevan
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-33
Page 62
− Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
− Hal-hal material lain.
4.2.1. Konstribusi Nilai Tambah
Konstribusi nilai tambah dari rencana transaksi dapat diukur dari peningkatan laba keuangan.
Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan konstribusi nilai tambah terhadap pendatapan dan
laba Perseroan adalah sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Pendapatan dan Laba Perseroan (USD.000)
Tahun
Uraian Jumlah
2024 2025 2026 2027 2028
Dengan Transaksi (1)
Pendapatan 2.703.023 2.969.179 3.175.070 3.396.996 3.574.458 15.818.726
EBITDA 157.511 305.509 326.697 349.537 367.797 1.507.051
EBIT 72.710 228.529 233.595 241.530 251.222 1.027.587
EBT 13.572 194.735 245.451 254.510 265.326 973.594
EAT 11.032 152.465 192.128 199.315 207.841 762.781
Tanpa Transaksi (2)
Pendapatan 2.680.784 2.940.849 3.141.977 3.358.392 3.529.273 15.651.275
EBITDA 155.485 302.907 323.624 345.914 363.515 1.491.446
EBIT 70.685 225.928 230.522 237.907 246.941 1.011.982
EBT 11.547 192.133 242.378 250.887 261.044 957.989
EAT 9.006 149.864 189.055 195.692 203.615 747.232
Konstribusi Nilai Tambah (1-2)
Pendapatan 22.239 28.330 33.093 38.604 45.185 167.451
EBITDA 2.026 2.602 3.073 3.623 4.281 15.605
EBIT 2.026 2.602 3.073 3.623 4.281 15.605
EBT 2.026 2.602 3.073 3.623 4.281 15.605
EAT 2.026 2.602 3.073 3.623 4.226 15.550
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba. Dengan dilakukannya transaksi,
kontribusi nilai tambah selama tahun 2024 – 2028 terhadap pendapatan sebesar USD 167.451
ribu dan laba EBITDA, EBIT, EBT dan EAT Perseroan masing-masing sebesar USD 15.605 ribu,
USD 15.605 ribu, USD 15.605 ribu, dan USD 15.550 ribu.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan dan laba yang akan
menguntungkan Perseroan.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah EMB dengan dukungan pendanaan dari Perseroan
akan mendukung diversifikasi bisnis Perseroan khususnya disektor kendaraan listrik sesuai
dengan yang direncanakan yang akan meningkatkan kepercayaan kreditur dan pelanggan.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana Transaksi dan
nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan. Rencana
Transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-34
Page 63
Alternatif lain dari Rencana Transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga Rencana Transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk IV-35
Page 64
BAB V
ANALISIS ATAS JAMINAN YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI
Rencana transaksi adalah pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY untuk keperluan pembiayaan
modal kerja. Berdasarkan dokumen rencana transaksi berupa draft perjanjian pinjaman antar
perusahaan antara INDY dengan EMB dimana tidak dipersyaratkan adanya jaminan terkait dengan
rencana transaksi tersebut.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk V-1
Page 65
BAB VI
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi:
a. Analisis Besaran Dana dan Kewajaran Suku Bunga Pinjaman.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
dilakukan.
6.1. Analisis Besaran Dana dan Kewajaran Suku Bunga Pinjaman
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman antar perusahaan antara INDY dan EMB, suku bunga
pinjaman INDY yang dikenakan kepada EMB untuk pinjaman modal kerja adalah 8,40% per
tahun dalam mata uang Rupiah.
Kewajaran besarnya suku bunga pinjaman tersebut dengan membandingkan besarnya suku
bunga pinjaman sejenis yang ada di pasar dengan pinjaman dalam mata uang Rupiah terhadap
suku bunga yang dikenakan INDY kepada EMB. Suku bunga pinjaman modal kerja dalam Rupiah
dari beberapa sumber pembiayaan per tanggal penilaian adalah sebagai berikut:
Suku Bunga Modal Kerja dalam Rupiah (Rp)
Per Desember 2023
Modal Kerja
Uraian Bunga (%) / Tahun
Rp
Bank Persero 8,93
Bank Pemerintah Daerah 9,02
Bank Swasta Nasional 9,01
Bank Asing dan Bank Campuran 6,92
Bank Umum 8,86
Rata-rata 8,55
Min 6,92
Max 9,02
Dengan perbandingan antara suku bunga pinjaman dari INDY yang akan dikenakan kepada EMB
dengan suku bunga pinjaman dari berbagai sumber pembiayaan di pasar (perbankan) dapat
disimpulkan bahwa dengan pinjaman dalam Rupiah, dengan suku bunga pinjaman modal kerja
INDY adalah 8,40% per tahun berada dalam kisaran suku bunga pinjaman modal kerja di pasar
antara 6,92% - 9,02% per tahun. Dengan demikian suku bunga dari Perseroan kepada EMB
adalah wajar.
6.2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan analisis kemampuan keuangan EMB untuk melunasi pinjaman pada saat jatuh
tempo dengan dilakukannya transaksi menunjukan bahwa kemampuan EMB untuk melunasi
utang pada saat jatuh tempo cukup baik. Sumber dana EMB untuk pembayaran utang adalah
dari kas yang diperoleh dari arus kas aktivitas operasi. Berdasarkan proyeksi arus kas, EMB
mampu melunasi seluruh pinjaman dan masih memiliki akumulasi kas pada 31 Desember 2029
sebesar Rp 38.548 juta.
Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa EMB mempunyai kemampuan
melunasi utang jatuh tempo. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan
pelunasan utang oleh EMB adalah wajar.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VI-1
Page 66
6.3. Analisis Kontribusi Nilai Tambah
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun 2024 – 2028 terhadap
pendapatan sebesar USD 167.451 ribu dan laba EBITDA, EBIT, EBT dan EAT Perseroan masing-
masing sebesar USD 15.605 ribu, USD 15.605 ribu, USD 15.605 ribu, dan USD 15.550 ribu.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan dan laba yang akan
menguntungkan Perseroan.
Berdasarkan hasil analisis besaran dana dan kewajaran suku bunga pinjaman dan kelayakan pelunasan
utang serta kontribusi nilai tambah, dapat disimpulkan bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VI-2
Page 67
BAB VII
ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
7.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
Rencana transaksi pemberian pinjaman dari INDY kepada EMB bersumber dari dana kas INDY.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2023, INDY memiliki kas sebesar USD 449.204
ribu sedangkan transaksi pemberian pinjaman kepada EMB sebesar Rp 72.000 juta atau setara
dengan USD 4.670 ribu (kurs tengah BI per 29 Desember 2023 USD 1 = Rp 15.416, sumber:
www.bi.go.id) sehingga INDY memiliki kas yang cukup untuk melakukan Rencana Transaksi.
7.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
Laporan keuangan Perseroan dan jasa yang diperdagangkan dalam mata uang Dolar Amerika
Serikat.
The Federal Reserve (The Fed) mengumumkan kebijakan suku bunganya berdasarkan hasil
pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Desember 2023 yang memutuskan
menahan suku bunga acuan di kisaran 5,25 - 5,5%.
Kebijakan mempertahankan suku bunga acuan ini diambil oleh anggota komite dengan suara
bulat. FOMC juga menggunakan pertemuan pertamanya tahun ini untuk menegaskan kembali
tujuan jangka panjang dan strategi kebijakan moneternya, termasuk komitmennya untuk
mengejar target inflasi rata-rata 2%. The Fed juga menegaskan kembali niatnya untuk terus
mengurangi neraca keuangannya sebanyak USD 95 miliar per bulan. Secara keseluruhan, kinerja
perekonomian lebih baik dari perkiraan pembuat kebijakan tahun lalu. Inflasi turun lebih tajam,
dengan kebijakan yang ditetapkan The Fed pada akhir tahun ini sebesar 2,6%. Perekonomian
berkembang lebih cepat, dengan produk domestik bruto naik 2,5%. Selain itu, pasar tenaga kerja
lebih kuat, dengan tingkat pengangguran pada bulan Desember mencapai 3,7% yang secara
umum sejalan dengan Fed yang mulai menaikkan suku bunga pada bulan Maret 2022.
7.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
Analisis ketidakpastian risiko pasar untuk perusahaan tambang batubara melibatkan evaluasi
berbagai faktor yang dapat mempengaruhi industri tambang batubara secara keseluruhan,
termasuk faktor-faktor eksternal seperti fluktuasi harga komoditas, permintaan global,
kebijakan pemerintah terkait lingkungan dan energi, serta faktor internal seperti biaya produksi,
efisiensi operasional, dan kemampuan untuk mengakses pasar.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam analisis risiko pasar untuk perusahaan tambang
batubara meliputi:
1. Harga Batubara: Fluktuasi harga batubara dapat memiliki dampak signifikan pada
pendapatan dan profitabilitas perusahaan tambang. Variasi dalam permintaan global,
perubahan dalam kebijakan energi, serta faktor-faktor geopolitik dapat mempengaruhi harga
batubara.
2. Permintaan Pasar: Permintaan global untuk batubara dapat dipengaruhi oleh pertumbuhan
ekonomi, kebijakan energi, teknologi pengganti energi, dan tren pasar energi terbarukan.
Perusahaan harus memperhatikan tren ini untuk menyesuaikan strategi produksi dan
pemasaran mereka.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-1
Page 68
3. Persaingan: Persaingan dari produsen batubara lainnya, termasuk produsen domestik dan
internasional, dapat mempengaruhi pangsa pasar dan harga jual. Analisis pasar yang
komprehensif diperlukan untuk memahami dinamika persaingan di pasar batubara.
4. Regulasi Lingkungan: Kebijakan lingkungan, termasuk peraturan tentang emisi karbon dan
peningkatan kesadaran tentang dampak lingkungan dari penggunaan batubara, dapat
mengarah pada perubahan dalam permintaan dan regulasi industri batubara.
5. Teknologi dan Inovasi: Kemajuan dalam teknologi ekstraksi, pengolahan, dan penggunaan
batubara dapat mengubah dinamika pasar. Perusahaan yang dapat mengadopsi teknologi
baru dengan cepat dan mengintegrasikannya ke dalam operasi mereka mungkin memiliki
keunggulan kompetitif.
6. Kebijakan Pemerintah: Kebijakan pemerintah terkait dengan pajak, subsidi, regulasi
lingkungan, dan kebijakan energi dapat memiliki dampak signifikan pada operasi dan
profitabilitas perusahaan tambang batubara.
7. Keuangan dan Manajemen Risiko: Manajemen risiko pasar yang efektif, termasuk strategi
lindung nilai terhadap fluktuasi harga, diversifikasi portofolio, dan manajemen likuiditas,
penting untuk mengurangi dampak ketidakpastian pasar pada kinerja perusahaan.
7.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan oleh
manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-2
Page 69
BAB VIII
KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Besaran dana dari objek transaksi yang berupa pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY
dapat dilunasi pada saat jatuh tempo, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa besaran dana
dari objek transaksi adalah wajar.
Hasil analisis atas suku bunga pinjaman dari INDY yang dikenakan kepada EMB masih dalam
kisaran suku bunga sejenis yang ada di pasar, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suku
bunga pinjaman yang dikenakan INDY kepada EMB adalah wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan
meningkatkan pendapatan dan laba yang dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan,
dengan demikian sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan
Rencana Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham adalah
mendukung program diversifikasi Perseroan khususnya di sektor kendaraan listrik melalui EMB
sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa
transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VIII-1
Page 70
LAMPIRAN Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-1
Page 71
Lampiran 1
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (USD.000)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2023 2024 2025 2026 2027 2028
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
Tanah 40.538 40.538 40.538 40.538 40.538 40.538
Bangunan, infrastuktur, prasarana dan perbaikan bangunan 257.514 257.514 257.514 257.514 257.514 257.514
Perabotan, perlengkapan dan peralatan kantor lainnya 62.514 62.514 62.514 62.514 62.514 62.514
Kapal 348 348 348 348 348 348
Kendaraan bermotor 22.415 22.415 22.415 22.415 22.415 22.415
Mesin dan peralatan 181.736 181.736 181.736 181.736 181.736 181.736
Alat berat, peralatan dan kendaraan 165.131 165.131 165.131 165.131 165.131 165.131
Aset dalam penyelesaian 97.489 97.489 97.489 97.489 97.489 97.489
Provisi penurunan nilai - - - - -
Capex 186.970 132.782 86.404 92.356 97.055
Akumulasi Capex 186.970 319.752 406.156 498.512 595.567
Jumlah Nilai Perolehan 827.686 1.014.656 1.147.438 1.233.842 1.326.198 1.423.253
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Bangunan, infrastuktur, prasarana dan perbaikan bangunan 30 8.584 8.584 8.584 8.584 8.584
Perabotan, perlengkapan dan peralatan kantor lainnya 10 6.251 6.251 6.251 3.329 -
Kapal 18 - - - - -
Kendaraan bermotor 8 2.802 2.802 2.802 2.802 2.802
Mesin dan peralatan 20 9.087 9.087 9.087 9.087 5.487
Alat berat, peralatan dan kendaraan 8 19.708 - - - -
Capex 5 37.394 63.950 81.231 99.702
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 46.432 64.118 90.674 105.033 116.575
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Bangunan, infrastuktur, prasarana dan perbaikan bangunan 184.995 193.578 202.162 210.746 219.330 227.914
Perabotan, perlengkapan dan peralatan kantor lainnya 40.431 46.682 52.933 59.185 62.514 62.514
Kapal 348 348 348 348 348 348
Kendaraan bermotor 6.885 9.687 12.489 15.291 18.092 20.894
Mesin dan peralatan 139.902 148.989 158.076 167.163 176.250 181.736
Alat berat, peralatan dan kendaraan 145.423 165.131 165.131 165.131 165.131 165.131
Capex - 37.394 101.344 182.576 282.278
Jumlah Akumulasi Penyusutan 517.984 564.416 628.533 719.208 824.241 940.815
NILAI BUKU
Aset Tetap
Tanah 40.538 40.538 40.538 40.538 40.538 40.538
Bangunan, infrastuktur, prasarana dan perbaikan bangunan 72.519 63.936 55.352 46.768 38.184 29.600
Perabotan, perlengkapan dan peralatan kantor lainnya 22.083 15.832 9.581 3.329 - -
Kapal - - - - - -
Kendaraan bermotor 15.530 12.729 9.927 7.125 4.323 1.521
Mesin dan peralatan 41.834 32.747 23.660 14.573 5.487 -
Alat berat, peralatan dan kendaraan 19.708 - - - - -
Aset dalam penyelesaian 97.489 97.489 97.489 97.489 97.489 97.489
Capex - 186.970 282.358 304.812 315.936 313.289
Provisi penurunan nilai (2.582) - - - - -
Jumlah Nilai Buku 307.121 450.240 518.905 514.635 501.958 482.438
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-1
Page 72
Lampiran 1 (Lanjutan)
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Hak Guna (USD.000)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2023 2024 2025 2026 2027 2028
NILAI PEROLEHAN
Aset Hak Guna
Gedung dan perbaikan gedung 7.303 7.303 7.303 7.303 7.303 7.303
Kendaraan bermotor 5.236 5.236 5.236 5.236 5.236 5.236
Perabotan, perlengkapan dan peralatan kantor lainnya 6.151 6.151 6.151 6.151 6.151 6.151
Alat berat, peralatan dan kendaraan 52.465 52.465 52.465 52.465 52.465 52.465
Aset dalam penyelesaian 219 219 219 219 219 219
Jumlah Nilai Perolehan 71.374 71.374 71.374 71.374 71.374 71.374
PENYUSUTAN
Aset Hak Guna
Gedung dan perbaikan gedung 5 521 - - - -
Kendaraan bermotor 5 (161) - - - -
Perabotan, perlengkapan dan peralatan kantor lainnya 5 1.230 772 - - -
Alat berat, peralatan dan kendaraan 5 14.383 - - - -
Jumlah Penyusutan Aset Hak Guna 15.973 772 - - -
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Hak Guna
Gedung dan perbaikan gedung 6.782 7.303 7.303 7.303 7.303 7.303
Kendaraan bermotor 5.397 5.236 5.236 5.236 5.236 5.236
Perabotan, perlengkapan dan peralatan kantor lainnya 4.149 5.379 6.151 6.151 6.151 6.151
Alat berat, peralatan dan kendaraan 38.082 52.465 52.465 52.465 52.465 52.465
Jumlah Akumulasi Penyusutan 54.410 70.383 71.155 71.155 71.155 71.155
NILAI BUKU
Aset Hak Guna
Gedung dan perbaikan gedung 521 - - - - -
Kendaraan bermotor (161) - - - - -
Perabotan, perlengkapan dan peralatan kantor lainnya 2.002 772 - - - -
Alat berat, peralatan dan kendaraan 14.383 - - - - -
Aset dalam penyelesaian 219 219 219 219 219 219
Jumlah Nilai Buku 16.964 991 219 219 219 219
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-2
Page 73
Lampiran 1 (Lanjutan)
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tak Berwujud (USD.000)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2023 2024 2025 2026 2027 2028
NILAI PEROLEHAN
Aset Tidak Berwujud
Akuisisi entitas anak perusahaan 801.593 801.593 801.593 801.593 801.593 801.593
Pengembangan sistem dan perangkat lunak komputer 13.132 13.132 13.132 13.132 13.132 13.132
Aset tidak berwujud lainnya 1.594 1.594 1.594 1.594 1.594 1.594
Jumlah Nilai Perolehan 816.319 816.319 816.319 816.319 816.319 816.319
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Akuisisi entitas anak perusahaan 15 53.440 9.662 - - -
Pengembangan sistem dan perangkat lunak komputer 15 875 875 875 342 -
Aset tidak berwujud lainnya 15 106 106 106 1.262 -
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 54.421 10.644 982 1.604 -
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Akuisisi entitas anak perusahaan 738.491 791.931 801.593 801.593 801.593 801.593
Pengembangan sistem dan perangkat lunak komputer 10.163 11.038 11.914 12.789 13.132 13.132
Aset tidak berwujud lainnya 13 120 226 332 1.594 1.594
Jumlah Akumulasi Penyusutan 748.668 803.089 813.733 814.715 816.319 816.319
NILAI BUKU
Aset Tidak Berwujud
Akuisisi entitas anak perusahaan 63.102 9.662 - - - -
Pengembangan sistem dan perangkat lunak komputer 2.969 2.093 1.218 342 - -
Aset tidak berwujud lainnya 1.580 1.474 1.368 1.262 - -
Cadangan kerugian perununan nilai (30.890) - - - - -
Jumlah Nilai Buku 36.761 13.230 2.586 1.604 - -
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Properti Pertambangan (USD.000)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2023 2024 2025 2026 2027 2028
NILAI PEROLEHAN
Properti Pertambangan
Properti Pertambangan 28.916 28.916 28.916 28.916 28.916 28.916
Jumlah Nilai Perolehan 28.916 28.916 28.916 28.916 28.916 28.916
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Properti Pertambangan 20 1.446 1.446 1.446 1.370 -
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 1.446 1.446 1.446 1.370 -
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Properti Pertambangan 23.208 24.654 26.100 27.546 28.916 28.916
Jumlah Akumulasi Penyusutan 23.208 24.654 26.100 27.546 28.916 28.916
NILAI BUKU
Properti Pertambangan
Properti Pertambangan 5.708 4.262 2.816 1.370 - -
Cadangan kerugian perununan nilai - - - - - -
Jumlah Nilai Buku 5.708 4.262 2.816 1.370 - -
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-3
Page 74
Lampiran 1 (Lanjutan)
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomi 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET TETAP
A. Nilai Perolehan
Bangunan 6.720 6.720 6.720 6.720 6.720 6.720 6.720
Inventaris 160 160 160 160 160 160 160
Kendaraan 10.279 10.279 10.279 10.279 10.279 10.279 10.279
Charger 2.492 2.492 2.492 2.492 2.492 2.492 2.492
Aset dalam penyelesaian 6.413 6.413 6.413 6.413 6.413 6.413 6.413
Capex 983 983 983 983 983 983
Akumulasi Capex 983 1.965 2.948 3.930 4.913 5.895
Jumlah Nilai Perolehan 26.064 27.047 28.029 29.012 29.994 30.977 31.959
B. Penyusutan Aset Tetap
Bangunan 20 336 336 336 336 336 336
Inventaris 8 20 20 20 20 20 20
Kendaraan 5 2.056 2.056 2.056 900 - -
Charger 16 156 156 156 156 156 156
Capex 5 - 197 393 590 786 983
Jumlah Penyusutan Aset Tetap - 2.568 2.764 2.961 2.001 1.298 1.494
C. Akumulasi Penyusutan
Bangunan 195 531 867 1.203 1.539 1.875 2.211
Inventaris 36 56 76 96 116 136 156
Kendaraan 3.212 5.268 7.324 9.379 10.279 10.279 10.279
Charger 735 891 1.046 1.202 1.358 1.514 1.669
Capex - 197 590 1.179 1.965 2.948
Jumlah Akumulasi Penyusutan 4.178 6.745 9.509 12.470 14.471 15.769 17.263
D. Nilai Buku
Bangunan 6.525 6.189 5.853 5.517 5.181 4.845 4.509
Inventaris 124 104 84 64 44 24 4
Kendaraan 7.067 5.011 2.955 900 - - -
Charger 1.757 1.601 1.445 1.290 1.134 978 822
Aset dalam penyelesaian 6.413 6.413 6.413 6.413 6.413 6.413 6.413
Capex - 983 1.769 2.358 2.751 2.948 2.948
Jumlah Nilai Buku 21.886 20.301 18.520 16.542 15.523 15.208 14.696
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-4
Page 75
Lampiran 2
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Pendek (USD.000)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit 58.409 58.409 58.409 58.409 58.409
Jumlah Utang 58.409 58.409 58.409 58.409 58.409
Bunga 6,61% 3.861 3.861 3.861 3.861 3.861
Angsuran Pokok 58.409 58.409 58.409 58.409 58.409
Saldo 58.409 58.409 58.409 58.409 58.409 58.409
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pinjaman modal kerja dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Panjang (USD.000)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit
Jumlah Utang 163.826 143.826 123.826 103.826 83.826
Bunga 5,62% 9.207 8.083 6.959 5.835 4.711
Angsuran Pokok 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000
Saldo 163.826 143.826 123.826 103.826 83.826 63.826
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pinjaman pembiayaan dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Obligasi (USD.000)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 833.282 539.716 - - -
Bunga 8,25% 68.746 44.527 - - -
Angsuran Pokok 293.566 539.716 - -
Saldo 833.282 539.716 - - - -
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga obligasi INDY pada laporan keuangan 31 Desember 2023 (audited)
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman yang dapat dikonversikan (USD.000)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 20.093 20.093 20.093 20.093 20.093
Bunga 1,00% 201 201 201 201 201
Angsuran Pokok - - - - -
Saldo 20.093 20.093 20.093 20.093 20.093 20.093
Catatan :
Suku bunga pinjaman yang dapat dikonversikan berdasarkan informasi laporan keuangan 31 Desember 2023
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Pinjaman Pihak Berelasi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 72.455 56.354 40.253 24.152 8.051
Bunga 8,40% 6.086 4.734 3.381 2.029 330
Angsuran Pokok 16.101 16.101 16.101 16.101 8.051
Saldo 72.455 56.354 40.253 24.152 8.051 -
Catatan :
Pada 28 Juni 2023, EMB menandatangani perjanjian pinjaman dengan Indika Capital Pte., Ltd untuk modal kerja sebesar
USD 4,700,000 selama 5 tahun dengan bunga 8,4% per tahun.
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Utang Bank (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
2023 2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit - - - -
Jumlah Utang 26.256 - - - -
Bunga 8,33% 1.307 - - - -
Angsuran Pokok 26.256 - - - -
Saldo 26.256 - - - - -
Catatan :
Pada 07 Agustus 2023, EMB menandatangani perjanjian pembiayaan dengan PT Bank Bukopin, Tbk dengan pagu
pembiayaan sebesar USD 20,000,000 untuk modal kerja, dengan suku bunga SOFR 3 (tiga) bulan + 3% (tiga persen).
Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada 12 Bulan sejak pengikatan kredit.
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-5
Page 76
Lampiran 2 (lanjutan)
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Angsuran Pokok Pinjaman Pinjaman Pihak Berelasi INDY (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
Penarikan kredit 72.000 - - - -
Jumlah Utang 72.000 72.000 54.000 36.000 18.000
Bunga 8,40% 6.048 6.048 4.536 3.024 1.512
Angsuran Pokok - 18.000 18.000 18.000 18.000
Saldo 72.000 54.000 36.000 18.000 -
Catatan :
Plafond pinjaman dan suku bunga pinjaman berdasarkan draft perjanjian pinjaman antar perusahaan antara INDY dengan EMB
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-6
Page 77
Lampiran 3
PT INDIKA ENERGY Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Penjualan (USD.000)
Tahun Proyeksi
Uraian Satuan
2024 2025 2026 2027 2028
Energy Resources (coal producer)
Kenaikan volume overseas & domestic (%) 5,73% 5,79% 3,04% -0,33%
Volume penjualan overseas & domestic Ton 29.414.998 31.100.000 32.900.000 33.900.000 33.788.000
Kenaikan harga jual overseas & domestic (%) -2,79% -4,36% 0,65% 0,00%
Rata-rata harga jual overseas & domestic USD/Ton 58 57 54 54 54
Penjualan Energy Resources (coal producer) USD.000 1.712.346 1.759.980 1.780.709 1.846.777 1.840.675
Freight
Proporsi revenue from freight to Energy Resources (coal producer) (%) 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Revenue from freight USD.000 42.809 44.000 44.518 46.169 46.017
Penjualan Energy Resources (coal producer) USD.000 1.755.154 1.803.980 1.825.227 1.892.946 1.886.692
Energy Resources (coal trading)
Kenaikan volume overseas & domestic (%) -9,09% -6,00% -4,26% -1,11%
Volume penjualan overseas & domestic Ton 5.500.000 5.000.000 4.700.000 4.500.000 4.450.000
Kenaikan harga jual overseas & domestic (%) -10,37% 2,79% 2,09% 3,37%
Rata-rata harga jual overseas & domestic USD/Ton 56 50 52 53 55
Penjualan Energy Resources (coal trading) USD.000 308.885 251.693 243.187 237.697 242.971
Energy Services (EPC and O&M)
Kenaikan Pendapatan Energy Services (EPC and O&M) (%) 20,00% 15,00% 10,00% 5,00%
Pendapatan Energy Services (EPC and O&M) USD.000 301.775 362.130 416.450 458.095 481.000
Logistics and Infrastructure
Kenaikan Pendapatan Logistics and Infrastructure (%) 4,00% 2,00% 0,00% 0,00%
Pendapatan Logistics and Infrastructure USD.000 121.309 126.161 128.684 128.684 128.684
Minerals (Gold, Nickel, etc)
Kenaikan volume penjualan Gold (%) 50,00% 7,00% 7,00%
Volume penjualan Gold K Oz - 37 56 60 64
Kenaikan harga jual Gold (%) 0,00% 0,00% -2,36% -2,54% -0,46%
Harga jual Gold USD/Oz - 2.000 1.953 1.903 1.894
Penjualan Gold USD.000 - 74.979 109.809 114.516 121.970
Rockgeo (Trading Nickel, Bauxite)
Kenaikan volume penjualan saprolite (%) 30,00% 25,00% 20,00% 15,00%
Volume penjualan saprolite WMT 592.500 770.250 962.812 1.155.374 1.328.681
Kenaikan volume penjualan limonite (%) 200,00% 100,00% 50,00% 25,00%
Volume penjualan limonite WMT 37.500 112.500 225.000 337.500 421.875
Kenaikan volume penjualan bauksite (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Volume penjualan bauksite DMT 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000
Kenaikan harga jual rata-rata saprolite (%) 3,15% 1,83% -2,52% 4,67%
Harga jual rata-rata saprolite USD/WMT 40 41 42 41 43
Kenaikan harga jual rata-rata limonite (%) 3,15% 1,83% -2,52% 4,67%
Harga jual rata-rata limonite USD/WMT 22 23 23 23 24
Kenaikan harga jual rata-rata bauksite (%) 2,78% 2,70% 9,65% 0,00%
Harga jual rata-rata bauksite USD/DMT 25 26 26 29 29
Penjualan saprolite USD.000 23.736 31.828 40.513 47.392 57.048
Penjualan limonite USD.000 825 2.553 5.199 7.603 9.948
Penjualan bauksite USD.000 1.000 1.028 1.056 1.157 1.157
Mekko (Bauksite)
Kenaikan volume penjualan bauksite (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Volume penjualan bauksite DMT 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000
Kenaikan harga jual rata-rata bauksite (%) 2,78% 2,70% 9,65% 0,00%
Harga jual rata-rata bauksite USD/DMT 23 24 24 27 27
Penjualan bauksite USD.000 23.000 23.639 24.278 26.620 26.620
Electric Vehicles (E2W & E4W)
Kenaikan Pendapatan Electric Vehicles (E2W & E4W) (%) 140,00% 50,00% 40,00% 40,00%
Pendapatan Electric Vehicles (E2W & E4W) USD.000 62.403 149.766 224.650 314.509 440.313
Green Businesses (renewable energy, nature based solution)
Kenaikan Pendapatan Green Businesses (renewable energy, nature based solution) (%) 75,00% 10,00% 5,00% 3,00%
Pendapatan Green Businesses (renewable energy, nature based solution) USD.000 34.070 59.622 65.584 68.864 70.930
Digital Products and Services
Kenaikan Pendapatan Digital Products and Services (%) 20,00% 15,00% 10,00% 5,00%
Pendapatan Digital Products and Services USD.000 21.501 25.801 29.671 32.638 34.270
Others (IPY (Property) & Steel scrap)
Kenaikan Pendapatan Others (IPY (Property) & Steel scrap) (%) 2,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pendapatan Others (IPY (Property) & Steel scrap) USD.000 27.127 27.669 27.669 27.669 27.669
TOTAL PENDAPATAN USD.000 2.680.784 2.940.849 3.141.977 3.358.392 3.529.273
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-7
Page 78
Lampiran 3 (lanjutan)
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Proyeksi Penjualan (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian Asumsi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN
Penjualan eBus
Jumlah eBus Unit 82 94 108 124 143 164
Rata-rata margin penjualan % 9,50% 9,50% 9,50% 9,50% 9,50% 9,50%
Penjualan eBus Rp.Juta 322.631 405.980 466.445 535.548 617.607 708.305
Pendapatan perbaikan eBus
Rata-rata margin perbaikan % 18,00% 18,00% 18,00% 18,00% 18,00% 18,00%
Pendapatan perbaikan Unit/Rp.Juta 70 73 75 77 79 82
Jumlah eBus Rp.Juta 82 176 284 408 551 715
Pendapatan perbaikan eBus Rp.Juta 5.778 12.774 21.232 31.417 43.701 58.409
Pendapatan charging eBus
Rata-rata margin charging % 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
Jumlah eBus Unit 82 176 284 408 551 715
Pendapatan charging Rp.Juta 1.314 1.353 1.394 1.436 1.479 1.523
Penjualan Charger
Jumlah charger Unit 61 76 95 119 149 186
Rata-rata margin penjualan % 19,50% 19,50% 19,50% 19,50% 19,50% 19,50%
Penjualan Charger Rp.Juta 14.435 17.984 22.481 28.160 35.259 44.014
TOTAL PENJUALAN Rp.Juta 344.158 438.092 511.551 596.560 698.046 812.252
PT ENERGI MAKMUR BUANA
Proyeksi Beban Pokok Penjualan (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian Asumsi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Beban Pokok Pembelian eBus
Kenaikan jumlah eBus terjual (%) 15,00% 15,00% 15,00% 15,00% 15,00%
Jumlah eBus terjual Unit 82 94 108 124 143 164
Penurunan/kenaikan harga % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Rata-rata harga beli eBus Rp.Juta 3.593 3.944 3.944 3.944 3.944 3.944
Beban pokok pembelian eBus Rp.Juta 294.640 370.758 425.977 489.085 564.025 646.854
Biaya Perbaikan eBus
Kenaikan biaya perbaikan % 0,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Biaya perbaikan Unit/Rp.Juta 60 62 63 65 67 69
Jumlah eBus Unit 82 176 284 408 551 715
Biaya Perbaikan eBus Rp.Juta 4.897 10.826 17.993 26.624 37.035 49.499
Biaya Charging
Kenaikan biaya charging % 0,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Biaya charging Rp.Juta 1.222 1.259 1.297 1.336 1.376 1.417
Biaya charging Rp.Juta 1.222 1.259 1.297 1.336 1.376 1.417
Beban Pokok Pembelian Charger
Kenaikan jumlah charger terjual % 0,00% 25,00% 25,00% 25,00% 25,00% 25,00%
Jumlah charger terjual Unit 61 76 95 119 149 186
Penurunan/kenaikan harga % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Rata-rata harga beli charger Rp.Juta 198 198 198 198 198 198
Beban Pokok Pembelian Charger Rp.Juta 12.079 15.050 18.812 23.565 29.505 36.832
TOTAL BEBAN POKOK PENJUALAN Rp.Juta 312.839 397.892 464.079 540.609 631.941 734.602
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi PT Indika Energy Tbk VII-8
Names mentioned 63 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT ENERGI MAKMUR BUANA OLEH
p.1
unresolved
org
PT ENERGI MAKMUR BUANA QQ
p.2 ×2
unresolved
org
PT Energi Makmur Buana
p.2 ×7
unresolved
org
Energy Tbk
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×2
unresolved
org
PT Solusi Mobilitas Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
p.2 ×2
unresolved
org
Imelda & Rekan
p.3 ×10
unresolved
person
Radithe Pramudito
p.6
unresolved
person
Sigit E. Purnomo
p.6
unresolved
org
Imelda
p.11 ×8
unresolved
person
Dyah Paramita
p.12
unresolved
person
Tammam Jannata
p.12 ×2
unresolved
person
Annisa Listiani
p.12
unresolved
org
KJPP Iskandar dan Rekan
p.14
unresolved
org
PT Solusi Mobilitas Indonesia MMG
p.17
unresolved
org
PT Mitra Motor Group EMB
p.17
unresolved
person
Hasanal Yani Ali Amin
p.19
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19
unresolved
person
Aryanti Artisari
· Notaris
p.19
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19
unresolved
org
PT Indika Mitra Holdiko
p.19
unresolved
—
III-1
p.19
unresolved
person
Akta Notaris Yousrfrita
p.20
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.20 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Ungke Mulawanti
p.20 ×5
unresolved
org
PT Buana Auto Sejahtera
p.20
unresolved
—
: Adi Darma Shima
p.20
unresolved
—
: Andreas Justiabel
p.20
unresolved
person
Ir. Ery Priwan Pendapat Kewajaran Atas Rencana
p.20 ×2
unresolved
—
III-2
p.20
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia
p.21 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-
p.22 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.24
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
p.24
unresolved
org
Bank Campuran
p.39 ×2
unresolved
org
Retail
p.55
unresolved
org
PT ENERGI MAKMUR BUANA Proyeksi Laba Rugi
p.57
unresolved
org
PT ENERGI MAKMUR BUANA Proyeksi Posisi Keuangan
p.58
unresolved
org
PT ENERGI MAKMUR BUANA Proyeksi Arus Kas
p.59
unresolved
org
PT ENERGI MAKMUR BUANA Perhitungan Kelayakan Investasi
p.59
unresolved
org
PT ENERGI MAKMUR BUANA Perhitungan Pembayaran Bunga
p.61 ×4
unresolved
org
PT ENERGI MAKMUR BUANA Perhitungan Nilai Perolehan
p.74
unresolved
org
PT Bank Bukopin
p.75
unresolved
org
PT ENERGI MAKMUR BUANA Proyeksi Penjualan
p.78
unresolved
org
PT ENERGI MAKMUR BUANA Proyeksi Beban Pokok Penjualan
p.78
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
18742 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'LOAN',
'description': 'yang berupa pemberian pinjaman kepada EMB oleh '
'INDY dapat'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'yang berupa pemberian pinjaman kepada EMB oleh INDY dapat',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '-1'}