Back to announcement
20240702_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31678549_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 95
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
ATAS RENCANA TRANSAKSI PERUBAHAN SYARAT DAN KETENTUAN
DALAM PERJANJIAN PINJAMAN ANTARA
PT UNITED TRACTORS Tbk DAN
PT KOMATSU ASTRA FINANCE
Page 2
DAFTAR ISI
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
PENDAPAT KEWAJARAN 1
• PERNYATAAN PENILAI 21
I. PENDAHULUAN 23
I.1 Dasar Penugasan 23
I.2 Identifikasi Status Penilai 23
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 24
I.4 Identifikasi Objek Penilaian 24
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 25
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 25
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi 26
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian 31
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 31
I.10 Tanggal Penilaian 31
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi 31
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan 31
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas 33
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 35
I.15 Standar Penilaian 35
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 36
I.17 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events) 36
II. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 38
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Terhadap Keuangan Perseroan 38
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi 38
II.3 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen 39
Perseroan
II.4 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen ASF 39
II.5 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi 40
Page 3
II.6 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi 41
II.7 Analisis Likuiditas 47
II.8 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 47
II.9 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 48
II.9.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha 48
II.9.2 Analisis Industri dan Lingkungan 49
II.9.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan 52
II.9.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 53
II.9.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana
Transaksi 53
II.9.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan 54
II.9.7 Analisis Dampak Likuiditas 55
II.9.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai
Mengalami Kegagalan 55
II.10 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 56
II.10.1 Penilaian Kinerja Historis 56
II.10.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi 59
II.10.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
Transaksi 63
II.10.4 Penilaian atas Proyeksi Penjualan 63
II.10.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi
Rencana Transaksi 64
II.10.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari
Rencana Transaksi 66
II.10.7 Analisis Inkremental 66
II.10.8 Analisis Sensitivitas 76
II.11 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas
Transaksi Pinjam Meminjam Dana 81
II.11.1 Analisis Kelayakan Investasi 81
II.11.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang 81
II.11.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan 81
II.12 Analisis atas Jaminan 82
Page 4
III. KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 83 • INDEPENDESI PENILAI 89 • PENUTUP 89 LAMPIRAN Lampiran 1 – Data Pasar MTN Lampiran 2 – Perhitungan Analisis Sensitivitas Terhadap Tingkat Laba Penjualan Lampiran 3 – Perhitungan Analisis Sensitivitas Terhadap Tingkat Suku Bunga
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25
Page 26
22
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) untuk
memberikan pendapat atas Kewajaran atas Rencana Transaksi Perubahan
Syarat dan Ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara PT United
Tractors Tbk dan PT Komatsu Astra Finance (“KAF”) yang tertuang dalam:
• Surat Permintaan Penawaran No. LUT/177/9960/III/2024 tanggal 12 Maret
2024 dari PT United Tractors Tbk;
• Surat Penawaran No. 0181/NDR-SB/Prop/III/24 tanggal 14 Maret 2024 dari
KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui;
• Surat Penunjukan No. LUT/178/9960/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 dari
PT United Tractors Tbk;
• Surat Perjanjian Kerja No. 007/NDR-SB/SPK/III/24 tanggal 18 Maret 2024
antara KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan PT United
Tractors Tbk.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi di atas, serta menyampaikan
laporan ini untuk keperluan pengguna laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
• Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan pada KJPP Nirboyo Adiputro,
Dewi Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR” / “Kami”) dengan Izin Penilai No.
B-1.23.00654 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
• Penilai tersebut di atas terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Bidang Pasar Modal dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak;
• Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan atau potensi benturan
kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
• Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
penilaian;
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
penilaian ini.
Page 27
23
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
• Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Jakarta
Bidang usaha : Perdagangan
Telepon/Faks : 021-24579999
Email : ramandhika@unitedtractors.com
Contact Person : Bpk. Ramandhika
Jabatan : Department Head Corporate Treasury UT
• Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara
PT United Tractors Tbk (“Perseroan”) dan PT Komatsu Astra Finance
(“KAF”) sebagaimana akan dicantumkan dalam Amandemen IX dari
Perjanjian Pinjaman (“Amandemen IX”)
Perseroan dan KAF telah menandatangani:
• Perjanjian Pinjaman tanggal 12 Mei 2016;
• Amandemen No. 01/UT-KAF/VI/2017 tanggal 8 Juni 2017;
• Amandemen No. 02/UT-KAF/VI/2018 tanggal 5 Juni 2018;
• Amandemen No. 03/UT-KAF/VI/2019 tanggal 14 Juni 2019;
• Amandemen No. 04/UT-KAF/VI/2020 tanggal 11 Juni 2020;
• Amandemen No. 05/UT-KAF/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020;
• Amandemen No. 06/UT-KAF/VI/2021 tanggal 29 Juni 2021;
• Amandemen No. 07/UT-KAF/VI/2022 tanggal 24 Juni 2022; dan
• Amandemen No. 08/UT-KAF/VI/2023 tanggal 27 Juni 2023.
(seluruhnya disebut “Perjanjian Pinjaman”), sehubungan dengan pinjaman
yang diberikan oleh Perseroan kepada KAF sebesar Rp700.000.000.000,-
(tujuh ratus miliar Rupiah).
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi perubahan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan KAF sebagaimana akan dicantumkan dalam Amandemen IX
dari Perjanjian Pinjaman (“Amandemen IX”). Perubahan yang tercantum
dalam draft Amandemen IX yaitu:
• Perubahan definisi periode ketersediaan. Periode ketersediaan berarti
periode dari dan termasuk tanggal perjanjian ini ditandatangani sampai
dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain yang disetujui oleh pemberi
pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga , sebagai berikut:
Page 28
24
o Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga adalah
maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
(“Suku Bunga”);
o Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin di atas dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan Pemberi
Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan besaran
nilai pengecualian Suku Bunga tersebut dengan nilai tidak kurang dari
5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran Suku Bunga pada
masing-masing penarikan Pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan
pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan penarikan Pinjaman
diberikan oleh Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman. Suku
Bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh Pemberi
Pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku
hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Untuk menghindari keragu-
raguan, perhitungan bunga diatur dalam Pasal 9 (Periode-Periode
Bunga) Perjanjian ini dan pembayaran bunga merujuk kepada Pasal 6.1
(Pembayaran Kembali Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.
Selanjutnya dalam laporan ini Rencana Transaksi di atas akan disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi dilaksanakan menggunakan mata uang Indonesia Rupiah
(“Rp”).
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
KAF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, di mana KAF
sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung penjualan alat berat
Perseroan pada tahun 2024 khususnya penjualan alat berat produk Komatsu
tipe PC135, PC200, D85, Truck tipe CWE370, Scania tipe P410 dan P360.
Dana yang diperoleh akan digunakan oleh KAF untuk membiayai penjualan
alat berat Perseroan kepada konsumen dengan tingkat suku bunga yang
kompetitif. Dengan pembiayaan ini diharapkan dapat meningkatkan dan
mempertahankan pangsa pasar alat berat Perseroan di tengah kompetisi yang
sangat ketat.
Page 29
25
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi
Dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF yang dilakukan pada
12 Mei 2016, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan transaksi pinjam
meminjam dana dengan syarat dan ketentuan yang telah disetujui oleh kedua
belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian
Pinjaman antara Perseroan dan KAF antara lain sebagai berikut:
• Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp600.000.000.000,- (enam
ratus miliar Rupiah);
• Periode ketersediaan hingga 31 Desember 2016;
• Tanggal pengakhiran perjanjian adalah maksimal 3 tahun sejak periode
ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 12 kali angsuran per pinjaman dengan
jangka waktu 3 bulanan;
• Suku bunga adalah 6% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan.
Selanjutnya pada 8 Juni 2017, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 01/UT-KAF/VI/2017 telah dilakukan amandemen pertama terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen I”). Perubahan
syarat dan ketentuan dalam Amandemen I antara lain sebagai berikut:
• Periode ketersediaan hingga 8 Juni 2018;
• Tanggal pengakhiran pinjaman adalah maksimal 5 tahun sejak tanggal
penggunaan pinjaman terakhir yang masih dalam periode ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 20 kali angsuran per pinjaman dengan
jangka waktu 3 bulanan;
• Suku bunga adalah 5% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan.
Selanjutnya pada 5 Juni 2018, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 02/UT-KAF/VI/2018 telah dilakukan amandemen kedua terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen II”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 5 Juni 2019;
• Tanggal pengakhiran pinjaman adalah maksimal 4 tahun sejak tanggal
penggunaan pinjaman terakhir yang masih dalam periode ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 16 kali angsuran per pinjaman dengan
jangka waktu 3 bulanan.
Page 30
26
Selanjutnya pada 14 Juni 2019, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 03/UT-KAF/VI/2019 telah dilakukan amandemen ketiga terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen III”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020;
• Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen dan bersifat
berulang (revolving). Penerima pinjaman dapat meminjam kembali
sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau dibayarkan
kembali secara dipercepat selama periode ketersediaan selama jumlah
pokok terutang yang belum dilunasi tidak melampaui
Rp600.000.000.000,-.
Selanjutnya pada 11 Juni 2020, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 04/UT-KAF/VI/2020 telah dilakukan amandemen keempat terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen IV”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021.
Selanjutnya pada 31 Agustus 2020, Perseroan dan KAF sepakat untuk
melakukan amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 05/UT-KAF/VIII/2020 telah dilakukan amandemen kelima terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen V”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai
berikut:
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
o Tranche A sebesar 5% per tahun, yang berlaku untuk pembiayaan atas
kendaraan (truk dan/atau bus) dan/atau alat berat yang akan
disepakati oleh Perseroan dan KAF dengan ketentuan bahwa pemberi
pinjaman merupakan distributor atas tipe tersebut;
o Tranche B sebesar 6,5% per tahun, yang berlaku untuk pembiayaan atas
alat berat excavator merek Komatsu tipe PC200-M1 atau tipe lainnya
yang akan disepakati dikemudian hari oleh Perseroan dan KAF dengan
ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan distributor atas tipe
tersebut.
• Suku bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
Page 31
27
oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh Perseroan dan KAF
berdasarkan suatu kesepakatan tertulis.
Selanjutnya pada 29 Juni 2021, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 06/UT-KAF/VI/2021 telah dilakukan amandemen keenam terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen VI”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2022 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
o Tranche A sebesar 5% (lima persen) efektif (effective) per tahun,
berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati dikemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga A”);
o Tranche B sebesar 6,5% (enam koma lima persen) efektif (effective) per
tahun, berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati dikemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga B”).
(Secara bersama-sama suku bunga A dan suku bunga B akan disebut dengan
“Suku Bunga”).
Suku Bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh Perseroan dan KAF
berdasarkan suatu kesepakatan tertulis. Perhitungan bunga diatur dalam
pasal 9 perjanjian dan pembayaran merujuk kepada pasal 6.1
(pembayaran kembali pinjaman-pinjaman) perjanjian ini;
Selanjutnya pada 24 Juni 2022, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 07/UT-KAF/VI/2022 telah dilakukan amandemen ketujuh terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen VII”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VII adalah sebagai
berikut:
Page 32
28
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
Selanjutnya pada 27 Juni 2023, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 08/UT-KAF/VI/2023 telah dilakukan amandemen ketujuh terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen VIII”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VIII adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Jumlah Fasilitas yang diberikan berubah menjadi Rp700.000.000.000,-
(tujuh ratus miliar Rupiah) sepanjang tidak ditransfer, dibatalkan atau
dikurangi sesuai dengan ketentuan-ketentuan Perjanjian Pinjaman.
Rencana Transaksi merupakan amandemen kesembilan atas Perjanjian
Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen IX”). Berdasarkan draft
Amandemen IX, perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IX
adalah bahwa:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga , sebagai berikut:
o Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga adalah
maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
(“Suku Bunga”);
o Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin di atas dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan Pemberi
Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan besaran
nilai pengecualian Suku Bunga tersebut dengan nilai tidak kurang dari
5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran Suku Bunga pada
masing-masing penarikan Pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan
pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan penarikan Pinjaman
diberikan oleh Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman. Suku
Bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh Pemberi
Pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku
hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Untuk menghindari keragu-
raguan, perhitungan bunga diatur dalam Pasal 9 (Periode-Periode
Bunga) Perjanjian ini dan pembayaran bunga merujuk kepada Pasal 6.1
(Pembayaran Kembali Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.
Page 33
29
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan jumlah penjualan alat
berat selama Periode Ketersediaan adalah sebagai berikut:
Rata-rata
Produk Unit Harga Penjualan Suku bunga
tertimbang
Suku bunga 5%
PC 135 14 1.160 16.240 5,00%
PC 195 - 1.250 - 5,00%
PC 200 - 1.465 - 5,00%
PC 300 - 2.750 - 5,00%
D85 - 3.350 - 5,00%
BW212 - 925 - 5,00%
CWE370 - 1.600 - 5,00%
P410 - 2.002 - 5,00%
P360 - 2.300 - 5,00%
PC 200 M0CE - 1.300 - 5,00%
Total 14 16.240 5,00% 6,38% 0,32%
Suku bunga 5,5%
PC 135 12 1.160 13.920 5,50%
PC 195 - 1.250 - 5,50%
PC 200 - 1.465 - 5,50%
PC 300 - 2.750 - 5,50%
D85 - 3.350 - 5,50%
BW212 - 925 - 5,50%
CWE370 - 1.600 - 5,50%
P410 - 2.002 - 5,50%
P360 - 2.300 - 5,50%
PC 200 M0CE - 1.300 - 5,50%
Total 12 13.920 5,50% 5,47% 0,30%
Suku bunga 6%
PC 135 14 1.160 16.240 6,00%
PC 195 - 1.250 - 6,00%
PC 200 - 1.465 - 6,00%
PC 300 - 2.750 - 6,00%
D85 - 3.350 - 6,00%
BW212 - 925 - 6,00%
CWE370 - 1.600 - 6,00%
P410 - 2.002 - 6,00%
P360 - 2.300 - 6,00%
PC 200 M0CE - 1.300 - 6,00%
Total 14 16.240 6,00% 6,38% 0,38%
Suku bunga 6,5%
PC 135 - 1.160 - 6,50%
PC 195 - 1.250 - 6,50%
PC 200 22 1.465 32.230 6,50%
PC 300 - 2.750 - 6,50%
D85 7 3.350 23.450 6,50%
BW212 - 925 - 6,50%
CWE370 2 1.600 3.200 6,50%
P410 2 2.002 4.004 6,50%
P360 3 2.300 6.900 6,50%
PC 200 M0CE - 1.300 - 6,50%
Total 36 69.784 6,50% 27,43% 1,78%
Suku bunga 6,75%
PC 135 - 1.160 - 6,75%
PC 195 - 1.250 - 6,75%
PC 200 48 1.465 70.320 6,75%
PC 300 - 2.750 - 6,75%
D85 6 3.350 20.100 6,75%
BW212 - 925 - 6,75%
CWE370 10 1.600 16.000 6,75%
P410 9 2.002 18.018 6,75%
P360 6 2.300 13.800 6,75%
PC 200 M0CE - 1.300 - 6,75%
Total 79 138.238 6,75% 54,33% 3,67%
Total keseluruhan 155 254.422 6,45%
Page 34
30
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
rangka memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi di
atas memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan
transaksi material karena nilai Rencana Transaksi di bawah 20% dari ekuitas
Perseroan per 31 Desember 2023.
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Keterangan
Jumlah Pinjaman 700.000
Nilai Buku Ekuitas UT 84.035.563
% Nilai Rencana Transaksi terhadap Nilai Buku Ekuitas UT 0,83%
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi di
atas tidak terdapat benturan kepentingan.
I.10 Tanggal Penilaian
• Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2023.
• Tanggal laporan penilaian adalah 27 Juni 2024.
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara dengan manajemen
Perseroan melalui media elektronik serta melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis dari data dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya yang relevan dan
dapat diandalkan.
Dalam proses penilaian ini kami melakukan wawancara dengan:
• Bpk. Ramandhika sebagai Department Head Corporate Treasury UT;
• Bpk. Rendih sebagai Team Member Corporate Treasury UT.
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya
yang relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan
adalah sebagai berikut:
Page 35
31
1. Draft Amandemen IX Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF;
2. Amandemen No. 08/UT-KAF/VI/2023 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan KAF;
3. Amandemen No. 07/UT-KAF/VI/2022 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan KAF;
4. Amandemen No. 06/UT-KAF/VI/2021 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan KAF;
5. Amandemen No. 05/UT-KAF/VIII/2020 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan KAF;
6. Amandemen No. 04/UT-KAF/VI/2020 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan KAF;
7. Amandemen No. 03/UT-KAF/VI/2019 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan KAF;
8. Amandemen No. 02/UT-KAF/VI/2018 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan KAF;
9. Amandemen No. 01/UT-KAF/VI/2017 Perjanjian Pinjaman antara
Perseroan dan KAF;
10. Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF;
11. Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material;
12. Laporan Keuangan KAF per tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Siddharta, Widjaja & Rekan (KPMG) dengan opini wajar dalam semua hal
yang material;
13. Proyeksi tambahan penjualan alat berat yang diperoleh dari manajemen
Perseroan;
14. Proforma keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi yang
diperoleh dari manajemen Perseroan;
15. Dokumen legal Perseroan dan KAF antara lain Akta Pendirian dan Akta
Perubahannya, NPWP, NIB, serta dokumen-dokumen penting lainnya;
16. Data dan informasi keuangan yang diperoleh dari Damodaran tanggal 1
Januari 2024 dan 5 Januari 2024;
17. Data dan informasi mengenai tingkat suku bunga obligasi Pemerintah
Republik Indonesia dari Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) per 29
Desember 2023;
18. Data dan informasi mengenai tingkat bunga pinjaman dari SEKI Bank
Indonesia per Desember 2023;
19. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
Economic Intelligence Unit (EIU), Bank Indonesia serta data dan informasi
lainnya yang dipublikasikan secara umum;
Page 36
32
20. Wawancara dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
Rencana Transaksi;
21. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi:
1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi tersebut di jalankan
seperti yang telah dijelaskan oleh manajemen Perseroan dan sesuai
dengan kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana
Transaksi tersebut yang diungkap oleh pihak Perseroan dalam draft
Amandemen IX Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF yang telah
kami terima;
2. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan penilaian
sampai dengan tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
asumsi yang digunakan di dalam analisis penyusunan pendapat
kewajaran;
3. Kami mengasumsikan bahwa pihak yang bertransaksi merupakan
Perusahaan yang berkelanjutan usahanya di masa mendatang dan
dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going
concern);
4. Seluruh data dan informasi yang diterima dari Perseroan sehubungan
dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
5. Seluruh pernyataan serta data dan informasi yang terdapat di dalam
laporan penilaian adalah relevan, benar dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur penilaian yang berlaku
umum dan disampaikan dengan itikad baik;
6. Kami memperoleh informasi atas status hukum pihak yang bertransaksi,
namun kami tidak melakukan pengecekan terhadap keabsahannya;
7. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
ekonomi dan hukum di mana Perseroan melakukan kegiatan bisnisnya;
8. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan
pengurus Perseroan;
9. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan
dan hukum yang berlaku yang mempengaruhi pendapatan Perseroan di
dalam menjalankan bisnisnya;
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap biaya tenaga
kerja dan biaya lain-lain yang signifikan;
Page 37
33
11. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan
industrial atau asosiasi tenaga kerja;
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan
akuntansi yang digunakan oleh manajemen Perseroan;
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi
industri dan kompetisi pasar di negara di mana Perseroan menjalankan
bisnisnya.
Kondisi pembatas:
1. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion;
2. Laporan ini dilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian
yang dinyatakan di dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan
dan/atau dikutip untuk tujuan lain;
3. Laporan penilaian terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
4. Pendapat kewajaran yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap
hasil analisis dalam laporan ini yang merupakan bagian dari objek yang
dinilai, hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian.
Pendapat kewajaran dan hasil analisis yang digunakan dalam Laporan
Penilaian tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat
mengakibatkan terjadinya kesalahan;
5. Informasi yang telah diberikan oleh Pemberi Tugas kepada kami, seperti
yang disebutkan di dalam laporan ini, dianggap layak dan dapat
dipercaya, tetapi kami tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi
yang diberikan terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan
hasil penelaahan kami terhadap data-data yang ada, pemeriksaan atas
dokumen, ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang.
Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut
sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas;
6. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang
diberikan oleh Pemberi Tugas. Mengingat hasil dari penilaian kami sangat
tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya
informasi baru dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan
khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat merubah hasil dari
penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material.
Walaupun isi dari Laporan Penilain telah dilaksanakan dengan itikad baik
dan cara yang profesional, kami tidak bertanggung jawab atas adanya
kemungkinan yang terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan
Page 38
34
oleh analisis tambahan ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar penilaian;
7. Kami menggunakan Proyeksi Keuangan yang diperoleh dari Pemberi
Tugas dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan
kewajaran proyeksi sesuai dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan;
8. Kami bertanggung jawab atas Laporan ini dan opini kewajaran;
9. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal Laporan Penilaian (subsequent events);
10. Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan, pada lembar tanda tangan
penanggung jawab Laporan.
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan ini dan
laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
I.15 Standar Penilaian
Kami telah melakukan penyusunan laporan pendapat kewajaran ini sesuai
dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI edisi VII-2018), serta peraturan
perundangan yang berlaku.
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
Perseroan;
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak;
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati oleh pihak;
• Analisis likuiditas;
• Analisis manfaat dan risiko;
• Analisis kualitatif;
• Analisis kuantitatif;
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana;
Page 39
35
• Analisis atas jaminan.
I.17 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
Events)
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal
31 Desember 2023, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang
patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan
dikeluarkan yang tidak mempengaruhi hasil penilaian yaitu:
Per 24 April 2024, berdasarkan Akta No. 98 tanggal 24 April 2024 dari Notaris
Jose Dima Satria S.H., M.Kn terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris
dan Direksi Perseroan yaitu terdapat pengunduruan diri dari Bapak Gidion
Hasan sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan dan pengangkatan Bapak
Rudy sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan, Bapak Chiew Sin Cheok
sebagai Komisaris Perseroan, Bapak Bruce Malcom Cox sebagai Komisaris
Independen Perseroan, serta Ibu Vilihati Surya sebagai Direktur Perseroan.
Sehingga susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menjadi
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Page 40
36
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana Terhadap
Keuangan Perseroan
Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam rasio likuiditas
antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan proforma posisi
keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana yang digunakan Perseroan
untuk membiayai transaksi pinjam meminjam dana merupakan dana internal
Perseroan.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,45 -0,41%
Rasio cepat 1,06 1,05 -0,56%
Rasio kas 0,43 0,43 -1,37%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 22,46% 22,46% 0,00%
Long term debt to equity ratio 20,92% 20,92% 0,00%
Debt to total assets ratio 12,25% 12,25% 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 16,03% 16,03% 0,00%
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan
dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas tidak mengalami perubahan.
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF, pihak-pihak
yang terlibat dalam transaksi adalah:
• Perseroan sebagai pihak pemberi pinjaman;
• KAF sebagai pihak penerima pinjaman.
Page 41
37
II.3 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen Perseroan
Perseroan adalah perusahaan yang dikendalikan oleh induk perusahaannya
yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia.
Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Pemegang saham Jumlah saham % Jumlah
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829
Masyarakat 1.412.491.778 37,87% 353.123
Saham Tresuri 98.326.000 2,64% 24.582
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.534
Susunan manajemen Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Pada saat laporan ini dikeluarkan terdapat perubahan pada susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan saat laporan ini dikeluarkan seperti yang dinyatakan dalam bab
I.17.
II.4 Susunan Pemegang Saham dan Susunan Manajemen KAF
Susunan pemegang saham KAF per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Pemegang saham Jumlah saham % Jumlah
PT Komatsu Indonesia 21.815 50,00% 218.150.000
PT Sedaya Multi Investama 21.815 50,00% 218.150.000
Jumlah 43.630 100,00% 436.300.000
Page 42
38
Susunan manajemen KAF per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Naoki Kojima
Komisaris Independen : Vincentius Anggoro Cahyo Legowo
Direksi
Presiden Direktur : Tomoyasu Hamada
Wakil Presiden Direktur : Ezar Kumendong
Direktur : Jembar Ganda Ermaya
Direktur : Ikrimah Muhammad Sabi
Pada saat laporan ini dikeluarkan, tidak terdapat perubahan pemegang
saham serta susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris KAF.
II.5 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan dan KAF serta
informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hubungan kepemilikan
dan hubungan kepengurusan antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah
sebagai berikut:
Hubungan Kepemilikan
Perseroan dan KAF memiliki hubungan afiliasi karena kedua perusahaan ini
tergabung dalam Grup dari PT Astra International Tbk “Group ASTRA”.
59,50% saham Perseroan dimiliki oleh PT Astra International Tbk, sedangkan
50,00% saham KAF dimiliki oleh PT Sedaya Multi Investama yang 99,99%
sahamnya dimiliki oleh PT Astra International Tbk.
PT Astra International Tbk
99,99% 59,50%
PT Sedaya Multi Investama PT United Tractors Tbk
50,00%
PT Komatsu Astra Finance
Page 43
39
Hubungan Kepengurusan per 31 Desember 2023
Susunan manajemen UT KAF
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Djony Bunarto Tjondro Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Wakil Presiden Komisaris Gidion Hasan -
Komisaris Djoko Pranoto Santoso Naoki Kojima
Komisaris Benjamin Herrenden Birks -
Komisaris independen Paulus Bambang Widjanarko Vincentius Anggoro Cahyo Legowo
Komisaris independen Nanan Soekarna -
Direksi
Presiden Direktur Franciscus Xaverius Laksana Kesuma Tonoyasu Hamada
Direktur Loudy Irwanto Ellias Ezar Kumendong
Direktur Iwan Hadiantoro Jembar Ganda Ernaya
Direktur Idot Supriadi Ikrimah Muhammad Sabi
Direktur Edhie Sarwono
Direktur Widjaja Kartika
Hubungan Kepengurusan pada saat laporan ini diterbitkan
Susunan manajemen UT KAF
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Djony Bunarto Tjondro Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Wakil Presiden Komisaris Rudy -
Komisaris Djoko Pranoto Santoso Naoki Kojima
Komisaris Benjamin Herrenden Birks -
Komisaris independen Paulus Bambang Widjanarko Vincentius Anggoro Cahyo Legowo
Komisaris independen Nanan Soekarna -
Komisaris independen Bruce Malcolm Cox
Direksi
Presiden Direktur Franciscus Xaverius Laksana Kesuma Tonoyasu Hamada
Direktur Loudy Irwanto Ellias Ezar Kumendong
Direktur Iwan Hadiantoro Jembar Ganda Ernaya
Direktur Idot Supriadi Ikrimah Muhammad Sabi
Direktur Edhie Sarwono
Direktur Widjaja Kartika
Direktur Vilihati Surya
• Bpk. Franciscus Xaverius Laksana Kesuma menjabat sebagai Presiden
Direktur di Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden Komisaris di KAF
per 31 Desember 2023 hingga tanggal laporan ini diterbitkan.
II.6 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Dalam Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF yang dilakukan pada
12 Mei 2016, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan transaksi pinjam
meminjam dana dengan syarat dan ketentuan yang telah disetujui oleh kedua
belah pihak. Beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian
Pinjaman antara Perseroan dan KAF antara lain sebagai berikut:
• Jumlah fasilitas yang diberikan adalah sebesar Rp600.000.000.000,- (enam
ratus miliar Rupiah);
• Periode ketersediaan hingga 31 Desember 2016;
• Tanggal pengakhiran perjanjian adalah maksimal 3 tahun sejak periode
ketersediaan;
• Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan
pembayaran angsuran selama 12 kali angsuran per pinjaman dengan
jangka waktu 3 bulanan;
Page 44
40 • Suku bunga adalah 6% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan. Selanjutnya pada 8 Juni 2017, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 01/UT-KAF/VI/2017 telah dilakukan amandemen pertama terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen I”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen I antara lain sebagai berikut: • Periode ketersediaan hingga 8 Juni 2018; • Tanggal pengakhiran pinjaman adalah maksimal 5 tahun sejak tanggal penggunaan pinjaman terakhir yang masih dalam periode ketersediaan; • Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan pembayaran angsuran selama 20 kali angsuran per pinjaman dengan jangka waktu 3 bulanan; • Suku bunga adalah 5% per tahun dengan periode bunga adalah 3 bulanan. Selanjutnya pada 5 Juni 2018, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 02/UT-KAF/VI/2018 telah dilakukan amandemen kedua terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen II”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen II adalah sebagai berikut: • Periode ketersediaan hingga 5 Juni 2019; • Tanggal pengakhiran pinjaman adalah maksimal 4 tahun sejak tanggal penggunaan pinjaman terakhir yang masih dalam periode ketersediaan; • Setiap penarikan pinjaman beserta bunga akan dibayarkan dengan pembayaran angsuran selama 16 kali angsuran per pinjaman dengan jangka waktu 3 bulanan. Selanjutnya pada 14 Juni 2019, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen No. 03/UT-KAF/VI/2019 telah dilakukan amandemen ketiga terhadap Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen III”). Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen III adalah sebagai berikut: • Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2020; • Fasilitas yang diberikan merupakan fasilitas tanpa komitmen dan bersifat berulang (revolving). Penerima pinjaman dapat meminjam kembali sebagian atau seluruh pinjaman yang telah dibayarkan atau dibayarkan kembali secara dipercepat selama periode ketersediaan selama jumlah pokok terutang yang belum dilunasi tidak melampaui Rp600.000.000.000,-.
Page 45
41
Selanjutnya pada 11 Juni 2020, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 04/UT-KAF/VI/2020 telah dilakukan amandemen keempat terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen IV”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IV adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan hingga 30 Juni 2021.
Selanjutnya pada 31 Agustus 2020, Perseroan dan KAF sepakat untuk
melakukan amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 05/UT-KAF/VIII/2020 telah dilakukan amandemen kelima terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen V”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen V adalah sebagai
berikut:
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
o Tranche A sebesar 5% per tahun, yang berlaku untuk pembiayaan atas
kendaraan (truk dan/atau bus) dan/atau alat berat yang akan
disepakati oleh Perseroan dan KAF dengan ketentuan bahwa pemberi
pinjaman merupakan distributor atas tipe tersebut;
o Tranche B sebesar 6,5% per tahun, yang berlaku untuk pembiayaan atas
alat berat excavator merek Komatsu tipe PC200-M1 atau tipe lainnya
yang akan disepakati dikemudian hari oleh Perseroan dan KAF dengan
ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan distributor atas tipe
tersebut.
• Suku bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh Perseroan dan KAF
berdasarkan suatu kesepakatan tertulis.
Selanjutnya pada 29 Juni 2021, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 06/UT-KAF/VI/2021 telah dilakukan amandemen keenam terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen VI”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VI adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2022 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Suku bunga atas setiap pinjaman untuk setiap periode bunga pada
penarikan pertama akan dibagi menjadi dua tranche yaitu:
Page 46
42
o Tranche A sebesar 5% (lima persen) efektif (effective) per tahun,
berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati dikemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga A”);
o Tranche B sebesar 6,5% (enam koma lima persen) efektif (effective) per
tahun, berlaku untuk pembiayaan atas kendaraan (truk dan/atau bus)
dan/atau alat berat yang akan disepakati dikemudian hari oleh kedua
belah pihak dengan ketentuan bahwa pemberi pinjaman merupakan
distributor atas tipe tersebut (“Suku Bunga B”).
(Secara bersama-sama suku bunga A dan suku bunga B akan disebut dengan
“Suku Bunga”).
Suku Bunga untuk pinjaman pada penarikan berikutnya dapat berubah
tergantung pada kondisi pasar uang yang akan diberitahukan sebelumnya
oleh pemberi pinjaman dan disepakati oleh Perseroan dan KAF
berdasarkan suatu kesepakatan tertulis. Perhitungan bunga diatur dalam
pasal 9 perjanjian dan pembayaran merujuk kepada pasal 6.1
(pembayaran kembali pinjaman-pinjaman) perjanjian ini;
Selanjutnya pada 24 Juni 2022, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 07/UT-KAF/VI/2022 telah dilakukan amandemen ketujuh terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen VII”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VII adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
Selanjutnya pada 27 Juni 2023, Perseroan dan KAF sepakat untuk melakukan
amandemen atas Perjanjian Pinjaman. Berdasarkan Amandemen
No. 08/UT-KAF/VI/2022 telah dilakukan amandemen ketujuh terhadap
Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen VIII”).
Perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen VIII adalah sebagai
berikut:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Jumlah Fasilitas yang diberikan berubah menjadi Rp700.000.000.000,-
(tujuh ratus miliar Rupiah) sepanjang tidak ditransfer, dibatalkan atau
dikurangi sesuai dengan ketentuan-ketentuan Perjanjian Pinjaman.
Page 47
43
Rencana Transaksi merupakan amandemen kesembilan atas Perjanjian
Pinjaman antara Perseroan dan KAF (“Amandemen IX”). Berdasarkan draft
Amandemen IX, perubahan syarat dan ketentuan dalam Amandemen IX
adalah bahwa:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal perjanjian
ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025 atau periode lain
yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga , sebagai berikut:
o Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga adalah
maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun
(“Suku Bunga”);
o Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin di atas dapat
dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman dan Pemberi
Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk menentukan besaran
nilai pengecualian Suku Bunga tersebut dengan nilai tidak kurang dari
5% (lima persen) per tahun. Penentuan besaran Suku Bunga pada
masing-masing penarikan Pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan
pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan penarikan Pinjaman
diberikan oleh Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman. Suku
Bunga yang akan diberlakukan akan diberitahukan oleh Pemberi
Pinjaman dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku
hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Untuk menghindari keragu-
raguan, perhitungan bunga diatur dalam Pasal 9 (Periode-Periode
Bunga) Perjanjian ini dan pembayaran bunga merujuk kepada Pasal 6.1
(Pembayaran Kembali Pinjaman-Pinjaman) Perjanjian ini.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan jumlah penjualan alat
berat selama Periode Ketersediaan adalah sebagai berikut:
Rata-rata
Produk Unit Harga Penjualan Suku bunga
tertimbang
Suku bunga 5%
PC 135 14 1.160 16.240 5,00%
PC 195 - 1.250 - 5,00%
PC 200 - 1.465 - 5,00%
PC 300 - 2.750 - 5,00%
D85 - 3.350 - 5,00%
BW212 - 925 - 5,00%
CWE370 - 1.600 - 5,00%
P410 - 2.002 - 5,00%
P360 - 2.300 - 5,00%
PC 200 M0CE - 1.300 - 5,00%
Total 14 16.240 5,00% 6,38% 0,32%
Suku bunga 5,5%
PC 135 12 1.160 13.920 5,50%
PC 195 - 1.250 - 5,50%
PC 200 - 1.465 - 5,50%
PC 300 - 2.750 - 5,50%
D85 - 3.350 - 5,50%
BW212 - 925 - 5,50%
CWE370 - 1.600 - 5,50%
P410 - 2.002 - 5,50%
P360 - 2.300 - 5,50%
PC 200 M0CE - 1.300 - 5,50%
Total 12 13.920 5,50% 5,47% 0,30%
Page 48
44
Rata-rata
Produk Unit Harga Penjualan Suku bunga
tertimbang
Suku bunga 6%
PC 135 14 1.160 16.240 6,00%
PC 195 - 1.250 - 6,00%
PC 200 - 1.465 - 6,00%
PC 300 - 2.750 - 6,00%
D85 - 3.350 - 6,00%
BW212 - 925 - 6,00%
CWE370 - 1.600 - 6,00%
P410 - 2.002 - 6,00%
P360 - 2.300 - 6,00%
PC 200 M0CE - 1.300 - 6,00%
Total 14 16.240 6,00% 6,38% 0,38%
Suku bunga 6,5%
PC 135 - 1.160 - 6,50%
PC 195 - 1.250 - 6,50%
PC 200 22 1.465 32.230 6,50%
PC 300 - 2.750 - 6,50%
D85 7 3.350 23.450 6,50%
BW212 - 925 - 6,50%
CWE370 2 1.600 3.200 6,50%
P410 2 2.002 4.004 6,50%
P360 3 2.300 6.900 6,50%
PC 200 M0CE - 1.300 - 6,50%
Total 36 69.784 6,50% 27,43% 1,78%
Suku bunga 6,75%
PC 135 - 1.160 - 6,75%
PC 195 - 1.250 - 6,75%
PC 200 48 1.465 70.320 6,75%
PC 300 - 2.750 - 6,75%
D85 6 3.350 20.100 6,75%
BW212 - 925 - 6,75%
CWE370 10 1.600 16.000 6,75%
P410 9 2.002 18.018 6,75%
P360 6 2.300 13.800 6,75%
PC 200 M0CE - 1.300 - 6,75%
Total 79 138.238 6,75% 54,33% 3,67%
Total keseluruhan 155 254.422 6,45%
II.7 Analisis Likuiditas
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan
dengan jumlah yang tidak signifikan.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,45 -0,41%
Rasio cepat 1,06 1,05 -0,56%
Rasio kas 0,43 0,43 -1,37%
II.8 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga dari KAF dan tambahan
penjualan alat berat.
Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Risiko tidak tercapainya target penjualan alat-alat berat Perseroan;
• Risiko bila terjadi gagal bayar dari konsumen KAF.
Page 49
45
II.9 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
II.9.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha
PT United Tractors Tbk
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69 di hadapan
Djojo Muljadi, S.H. Terdapat perubahan nomor 101 atas akta pendirian yang
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang
mengubah nama Perseroan menjadi PT United Tractors. Anggaran Dasar
Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perseroan sejak
19 September 1989 telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Perubahan Anggaran Dasar terakhir dan
perubahan pasal 3 Anggaran Dasar mengenai maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha Perseroan sebagaimana dituangkan dalam akta No. 79 tanggal
8 April 2022 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, notaris di
Jakarta, yang telah mendapat mendapat pemberitahuan penerimaan
pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No.
AHU-0028206.AH.01.02.tahun 2022.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.51 tanggal 12 April 2023 yang dibuat
dihadapan Jose Dimas Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah
mendapat pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 4 Mei 2023
No.AHU-AH.01.09-0114064.
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama
disebut “Grup”) meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin
konstruksi”) beserta pelayanan purna jual; penambangan dan kontraktor
penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan dan pembuatan komponen
mesin, alat, peralatan dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi;
pembangkit listrik; dan energi.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan
berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra
International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham
terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd,
perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah
anak perusahaan dari Jardine Matheson Hodings Ltd., perusahaan yang
didirikan di Bermuda.
Page 50
46
PT Komatsu Astra Finance
KAF didirikan dengan nama PT BNP Lippo Utama Leasing berdasarkan Akta
Notaris Kartini Muljadi, S.H., No. 121 tanggal 26 Oktober 1984. Akta
Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada
tanggal 11 Februari 1985 melalui Surat Keputusan No. C2-549.HT.01.01-
Th85, dan didaftarkan dalam Buku Register di Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat No. 268/1985 tanggal 16 Februari 1985 serta diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 35 tanggal 30 April 1985, Tambahan Berita
Negara Republik Indonesia No. 657.
Berdasarkan Akta No. 53 tanggal 31 Agustus 2009, yang dibuat di hadapan
Notaris Benny Kristianto, S.H, mengatur mengenai perubahan nama
perusahaan menjadi PT Komatsu Astra Finance. Perubahan ini telah disetujui
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
Keputusannya No. AHU-AH.01.10-16156 tanggal 16 September 2009.
KAF bergerak di bidang penyewaan, anjak piutang, kartu kredit kredit dan
pembiayaan konsumen. Saat ini kegiatan utama perusahaan adalah
menyediakan pembiayaan alat berat.
II.9.2 Analisis Industri dan Lingkungan
Kinerja Ekonomi Indonesia
Perekonomian dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang
mulai mereda. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global
tahun 2023 sebesar 3,0% dan melambat menjadi 2,8% pada 2024.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tahun 2023 lebih baik
dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan
konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara
maju, termasuk di AS, dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya
masih di atas sasaran. Suku bunga kebijakan moneter, termasuk Fed Funds
Rate (FFR), diprakirakan telah mencapai puncaknya namun masih akan
bertahan tinggi dalam waktu yang lama (high for longer). Demikian pula yield
obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam
kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan
premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan
fiskal dan utang pemerintah. Kejelasan arah kebijakan moneter di negara
maju tersebut mendorong mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan
global. Sehubungan dengan itu, aliran modal sejauh ini mulai kembali masuk
dan menurunkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market,
termasuk Indonesia. Ke depan, sejumlah risiko dapat kembali meningkatkan
ketidakpastian perekonomian dunia, di antaranya masih berlanjutnya
Page 51
47 ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara termasuk Tiongkok, serta masih tingginya suku bunga kebijakan moneter dan yield obligasi di negara maju. Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan keyakinan masyarakat dan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Perkembangan ini dikonfirmasi oleh sejumlah indikator utama hingga bulan Desember 2023, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Sementara itu, kinerja ekspor cenderung lebih baik, seiring dengan peningkatan permintaan beberapa mitra dagang utama, seperti AS dan India. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama didorong oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2023 berada dalam kisaran 4,5-5,3%. Pada 2024, kinerja konsumsi, baik swasta maupun Pemerintah, dan investasi diprakirakan terus meningkat sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif pelaksanaan Pemilu, serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5%. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan. Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK November 2023 terkendali pada 2,86% (yoy) sehingga diprakirakan inflasi IHK tahun 2023 akan berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia. Inflasi administered prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food naik menjadi 7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor musiman yang memengaruhi produksi beberapa komoditas hortikultura. Bank Indonesia akan terus mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu terkendalinya inflasi, terutama yang bersumber dari harga pangan. Untuk itu, Bank Indonesia tetap memperkuat bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah untuk memastikan inflasi terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada 2024. Berdasarkan data Economist Intelligence Unit yang dikeluarkan 15 Desember 2023, berikut merupakan estimasi tingkat pertumbuhan
Page 52
48
domestik bruto (PDB) dan tingkat inflasi di Indonesia sejak 2023 sampai
dengan 2028.
2023 2024 2025 2026 2027 2028
GDP 4,90% 5,10% 5,20% 5,10% 5,00% 5,20%
Consumer price (av) 3,70% 2,80% 2,70% 3,20% 3,20% 3,10%
Sumber: EIU 9 Januari 2024
Industri Alat Berat
Industri alat berat sedang berada di dalam tekanan seiring rendahnya harga
komoditas pertambangan. Berdasarkan data Himpunan Industri Alat Berat
Indonesia (Hinabi), produksi alat berat nasional sepanjang 2023 tercatat
sebanyak 8.066 unit. Angka ini lebih rendah 8,61% year on year (YoY)
dibandingkan produksi alat berat nasional pada 2022 yakni 8.826 unit.
Pelemahan harga komoditas pertambangan seperti batubara dan nikel cukup
mempengaruhi realisasi produksi alat berat di Indonesia. Sebab, banyak
pelaku usaha tambang mengurangi pembelian alat berat baru ketika harga
komoditas kurang bersahabat bagi kelangsungan bisnisnya.
Tahun 2024 akan menjadi tantangan bagi industri alat berat Indonesia. Di
sektor pertambangan, melandainya harga komoditas batu bara dan nikel
membuat konsumen memilih bersikap wait and see menunggu perkembangan
harga komoditas ke depan.
Risiko penurunan harga komoditas yang dibarengi perlambatan ekonomi
masih menjadi ancaman bagi para produsen alat berat. Sektor pertambangan
diperkirakan masih menjadi kontributor utama penjualan alat berat nasional.
Terlepas dari turunnya harga komoditas, aktivitas produksi pada dasarnya
tetap berjalan. Alhasil, kebutuhan terhadap alat berat baru di sektor
tambang tetap ada, kendati belum tentu setinggi periode sebelumnya.
Persaingan di pasar alat berat juga diyakini akan semakin ketat seiring
kehadiran pemain-pemain baru di industri tersebut.
II.9.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus menjaga
dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi berkelanjutan.
Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022 dengan indeks harga acuan
batu bara yang turun signifikan, Perseroan dapat mempertahankan
pencapaian kinerja yang positif. Perseroan membukukan pendapatan
konsolidasian pada tahun 2023 sebesar Rp128,6 triliun atau naik 4% dari
Rp123,6 triliun pada tahun 2022.
Page 53
49
Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp92,8 triliun atau naik
4% dari Rp88,8 triliun dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8 triliun,
naik 3% dari Rp34,8 triliun pada tahun 2022. Perseroan memperoleh laba
tahun berjalan tercatat pada tahun 2023 sebesar Rp22,1 triliun, sedikit turun
sebesar 4% dari Rp23,0 triliun pada tahun 2022. Laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,6 triliun, sedikit
turun sebesar 2% dari Rp21,0 triliun pada tahun 2022 dikarenakan adanya
kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata uang asing.
Tren penurunan harga komoditas menyebabkan pasar alat berat menyusut
akibat pelanggan menunda atau bahkan membatalkan investasi pembelian
alat berat untuk menjaga profitabilitas dan keberlangsungan usaha.
Di tengah desakan isu ESG, Perseroan mencermati dan mempelajari arah
perubahan teknologi.
Perseroan bersama mitra principal alat berat terus berkolaborasi
mengembangkan produk-produk inovatif berteknologi ramah lingkungan
untuk ikut andil dalam gerakan bersama mengurangi emisi gas rumah kaca
dan menciptakan ekosistem yang positif bagi masyarakat Indonesia.
Tabel di bawah menunjukkan posisi penjualan alat berat Perseroan dalam
pasar.
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Penjualan alat berat UT 2.926 1.564 3.088 5.753 5.270
Total pasar peralatan berat Indonesia 9.754 5.393 14.705 20.546 18.123
Market share 30,00% 29,00% 21,00% 28,00% 29,08%
Berdasarkan data manajemen di atas, selama rata-rata 5 tahun kontribusi
Perseroan pada total penjualan alat berat di Indonesia sebesar 27,42%.
II.9.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
KAF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, di mana KAF
sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
Rencana Transaksi dilakukan untuk mendukung penjualan alat berat
Perseroan pada tahun 2024 khususnya penjualan alat berat produk Komatsu
tipe PC135, PC200, D85, Truck tipe CWE370, Scania tipe P410 dan P360.
Dana yang diperoleh akan digunakan oleh KAF untuk membiayai penjualan
alat berat Perseroan kepada konsumen dengan tingkat suku bunga yang
kompetitif. Dengan pembiayaan ini diharapkan dapat meningkatkan dan
Page 54
50
mempertahankan pangsa pasar alat berat Perseroan di tengah kompetisi yang
sangat ketat.
II.9.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Untuk mengantisipasi peningkatan kompetisi karena banyaknya supply
alat berat dari pasar global, sekaligus mengubah strategi penjualan.
Melalui Rencana Transaksi, Perseroan bekerja sama dengan KAF untuk
menyediakan kemudahan dalam pembiayaan alat berat dengan tingkat
bunga yang lebih kompetitif. Hal ini perlu dilakukan karena hampir
sebagian besar dari penjualan alat berat didanai oleh perbankan atau
lembaga pembiayaan (leasing).
Dengan tingkat suku bunga yang kompetitif, akan memberikan kemudahan
pembiayaan bagi pelanggan Perseroan dalam pembelian alat berat
sehingga diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar serta penjualan
alat berat produk Komatsu tipe PC135, PC200, D85, Truck tipe CWE370,
Scania tipe P410 dan P360;
• Melalui program fasilitas pembiayaan yang kompetitif yang dapat
ditawarkan oleh KAF karena adanya Rencana Transaksi dan
dikombinasikan dengan program pemasaran lainnya diharapkan Perseroan
akan mampu mempertahankan pangsa pasar dan diharapkan akan
mengalami peningkatan kedepannya.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Saldo kas Perseroan akan mengalami penurunan;
• Likuiditas Perseroan akan mengalami penurunan walaupun tidak
signifikan.
II.9.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan per
31 Desember 2023 diperoleh bahwa tidak terdapat dampak pada leverage
Perseroan dalam Rencana Transaksi ini. Hal ini disebabkan oleh dana yang
digunakan Perseroan untuk memberikan pinjaman merupakan dana internal
Perseroan, bukan melalui pinjaman.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 22,46% 22,46% 0,00%
Long term debt to equity ratio 20,92% 20,92% 0,00%
Debt to total assets ratio 12,25% 12,25% 0,00%
Page 55
51
Rasio utang terhadap ekuitas Perseroan selama 5 tahun terakhir
dibandingkan dengan rasio utang terhadap ekuitas industri metals and mining
selama 5 tahun terakhir yang diperoleh dari data Damodaran. Hasil analisis
adalah sebagai berikut:
Debt to equity ratio
Peiode
Industri UT
2019 58,64% 23,06%
2020 45,93% 19,77%
2021 29,91% 12,79%
2022 33,93% 3,35%
2023 35,00% 22,46%
Minimum 29,91% 3,35%
Maksimum 58,64% 23,06%
Median 35,00% 19,77%
Rata-rata 40,68% 16,29%
Dari tabel di atas diperoleh rata-rata debt to equity ratio Perseroan selama
5 tahun terakhir adalah sebesar 16,29% dan per 31 Desember 2023 adalah
sebesar 22,46%. Berdasarkan data Damodaran untuk industri metals and
mining untuk negara berkembang rata-rata rasio utang terhadap ekuitas
selama 5 tahun terakhir adalah sebesar 40,68% dan per 31 Desember 2023
adalah sebesar 35,00%.
Maka dapat disimpulkan bahwa dalam 5 tahun terakhir dan per
31 Desember 2023, posisi leverage Perseroan masih lebih baik dibandingkan
industri. Selain itu Rencana Transaksi tidak mempengaruhi leverage
Perseroan karena dana yang digunakan merupakan dana internal Perseroan.
II.9.7 Analisis Dampak Likuiditas
Penyaluran dana pinjaman oleh Perseroan dilakukan apabila terdapat
transaksi penjualan alat berat Perseroan yang membutuhkan fasilitas
pembiayaan dari KAF. Sehingga jika tidak terjadi penjualan alat berat maka
dana pinjaman tidak disalurkan oleh Pemberi Pinjaman.
II.9.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai Mengalami
Kegagalan
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan KAF disesuaikan dengan pencapaian target penjualan. Sehingga jika
mengalami kegagalan, atau dalam kasus ini tidak terjadi penjualan alat
berat, maka dana pinjaman tidak disalurkan oleh pemberi pinjaman.
Sementara untuk dana yang telah disalurkan namun konsumen mengalami
gagal bayar, maka Perseroan akan memperoleh dukungan dari KAF untuk
melakukan penagihannya. Dengan demikian risiko kegagalan ini dapat
diminimalisir.
Page 56
52
II.10 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
II.10.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan Perseroan per 31 Desember
2019 sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh dari
manajemen Perseroan, kondisi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.361.143
Jumlah aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.954.386
Jumlah liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Jumlah aset Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan Compound Annual Growth Rate
(“CAGR”) sebesar 8,36%.
Jumlah liabilitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,45%.
Jumlah ekuitas Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,29%.
Page 57
53
Laporan Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan bersih 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264
Beban pokok pendapatan (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (92.797.027)
Laba/(rugi) bruto 21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237
Beban penjualan (1.039.971) (1.342.063) (1.125.733) (1.064.580) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (3.585.671) (3.353.253) (3.663.613) (4.561.392) (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai
properti pertambangan 0 0 0 0 0
Penghasilan lain-lain 501.446 560.219 0 0 0
Beban lain-lain (312.886) (1.384.254) (980.291) (560.803) (885.424)
Penghasilan keuangan 616.712 758.513 871.973 998.148 1.126.994
Biaya keuangan (2.333.765) (1.539.907) (754.155) (759.935) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 400.367 322.638 449.108 635.915 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 28.720.340
Beban pajak penghasilan (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Laba setelah pajak yg diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 11.312.071 6.003.200 10.279.683 21.005.105 20.611.775
Kepentingan non pengendali (177.430) (370.775) 328.584 1.988.568 1.518.321
11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Jumlah pendapatan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%.
Jumlah laba bruto Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 13,94%.
Jumlah laba tahun berjalan Perseroan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun
2023 mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 18,73%.
Page 58
54
Laporan Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih diperoleh dari
aktivitas operasi 9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas investasi (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (33.439.773)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan (830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (12.230.036)
Kenaikan / (penurunan) bersih
kas & setara kas (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (19.322.961)
Kas dan setara kas pada awal tahun 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
terhadap kas dan setara kas (195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi Perseroan
secara keseluruhan mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi
dan memenuhi pembayaran pinjaman dalam kegiatan pendanaan.
Analisis Rasio
Analisis rasio 2019 2020 2021 2022 2023
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,56 2,11 1,99 1,88 1,46
Rasio cepat 1,22 1,73 1,68 1,51 1,06
Rasio kas 0,37 0,98 1,09 0,91 0,43
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 23,06% 19,77% 12,79% 3,35% 22,46%
Long term debt to equity ratio 17,37% 13,36% 4,15% 1,13% 20,92%
Debt to total assets ratio 12,61% 12,51% 8,16% 2,14% 12,25%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 25,15% 21,52% 24,75% 28,12% 27,83%
Net profit margin 13,40% 9,95% 12,94% 16,99% 16,03%
Rasio Likuiditas
Rasio lancar mengalami penurunan dari 1,56 pada tahun 2019 menjadi 1,46
pada tahun 2023. Rasio cepat mengalami penurunan dari 1,22 pada tahun
2019 menjadi 1,06 pada tahun 2023. Rasio kas mengalami peningkatan dari
0,37 pada tahun 2019 menjadi 0,43 pada tahun 2023.
Sejak tahun 2019 sampai 2023, aset lancar secara keseluruhan Perseroan
mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena rasio likuiditas
secara keseluruhan berada di atas 1.
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 23,06% pada tahun 2019
Page 59
55
menjadi 22,46% pada tahun 2023. Long term debt to equity ratio mengalami
peningkatan dari 17,37% pada tahun 2019 menjadi 20.92% pada tahun 2023.
Debt to total assets ratio mengalami penurunan dari 12,61% pada tahun 2019
menjadi 12,25% pada tahun 2023.
Mulai dari tahun 2020, Perseroan secara bertahap mengurangi jumlah utang
yang dimilikinya, terutama pada tahun 2021. Keputusan ini diambil karena
Perseroan memiliki posisi kas yang mencukupi. Sebagai hasilnya, manajemen
memutuskan untuk melunasi utang-utang yang masih belum terbayar guna
mengurangi beban keuangan yang timbul akibat utang tersebut.
Rasio Profitabilitas
Gross profit margin mengalami peningkatan dari 25,15% pada tahun 2019
menjadi 27,83% pada tahun 2023. Net profit margin mengalami peningkatan
dari 13,40% pada tahun 2019 menjadi 16,03% pada tahun 2023.
II.10.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan pengaruh Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Rencana Transaksi akan dilaksanakan sebelum 30 Juni 2024;
• Sumber dana Perseroan untuk memberikan pinjaman adalah dana internal;
• Jumlah fasilitas pinjaman yang akan digunakan adalah sebesar
Rp254.422.000.000,-;
• Akun kas dan setara kas akan disesuaikan sehubungan dengan
Rencana Transaksi;
• Akun piutang non usaha akan disesuaikan sehubungan dengan
Rencana Transaksi.
Pengaruh Rencana Transaksi terhadap posisi keuangan dan kinerja Perseroan
adalah sebagai berikut:
Page 60
56
Proforma Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Penyesuaian Sesudah
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 18.596.609 -254.422 18.342.187
Jumlah aset lancar 62.667.105 -254.422 62.412.683
Aset tidak lancar
Pihak ketiga 311.702 311.702
Pihak berelasi 2.867.712 254.422 3.122.134
Piutang non usaha 3.179.414 254.422 3.433.836
Jumlah aset tidak lancar 91.361.143 254.422 91.615.565
Jumlah aset 154.028.248 0 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 43.038.299 0 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 26.954.386 0 26.954.386
Jumlah liabilitas 69.992.685 0 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 84.035.563 0 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 154.028.248 0 154.028.248
Proforma posisi keuangan mengenai pengaruh Rencana Transaksi
menunjukkan perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
pada tanggal 31 Desember 2023 yang disebabkan oleh:
• Proforma jumlah aset lancar Perseroan berkurang sebesar
Rp254.422.000.000,- yang berasal dari pengurangan akun kas dan setara
kas sebagai akibat dari Rencana Transaksi;
• Proforma jumlah aset tidak lancar Perseroan bertambah sebesar
Rp254.422.000.000,- yang berasal dari penambahan akun piutang non
usaha pihak berelasi sebagai akibat dari Rencana Transaksi.
Page 61
57
Proforma Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Penyesuaian Sesudah
Pendapatan bersih 128.583.264 128.583.264
Beban pokok pendapatan -92.797.027 -92.797.027
Laba/(rugi) bruto 35.786.237 0 35.786.237
Beban penjualan -1.321.419 -1.321.419
Beban umum & administrasi -4.741.675 -4.741.675
Kerugian penurunan nilai
properti pertambangan
Penghasilan lain-lain 0 0
Beban lain-lain -885.424 -885.424
Penghasilan keuangan 1.126.994 1.126.994
Biaya keuangan -1.879.411 -1.879.411
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 635.038 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 28.720.340 0 28.720.340
Beban pajak penghasilan -6.590.244 -6.590.244
Laba tahun berjalan 22.130.096 0 22.130.096
Laba setelah pajak yg diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 20.611.775 20.611.775
Kepentingan non pengendali 1.518.321 1.518.321
Proforma laba rugi mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
pada tanggal 31 Desember 2023.
Page 62
58
Proforma Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Penyesuaian Sesudah
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih diperoleh dari
(digunakan untuk)
aktivitas operasi 26.346.848 0 26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Penambahan pinjaman kepada
pihak ketiga -430.109 -254.422 -684.531
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas investasi -28.305.181 -254.422 -28.559.603
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas pendanaan -12.194.093 0 -12.194.093
Kenaikan / (penurunan) bersih
kas & setara kas -14.152.426 -254.422 -14.406.848
Kas dan setara kas pada awal tahun 0 0
Dampak perubahan selisih kurs
terhadap kas dan setara kas -361.943 -361.943
Kas dan setara kas pada akhir tahun 18.596.609 -254.422 18.596.609
Proforma arus kas mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada
tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp254.422.000.000,- yang berasal dari
pengurangan akun kas dan setara kas sebagai akibat dari Rencana Transaksi.
Page 63
59
II.10.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,45 -0,41%
Rasio cepat 1,06 1,05 -0,56%
Rasio kas 0,43 0,43 -1,37%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 22,46% 22,46% 0,00%
Long term debt to equity ratio 20,92% 20,92% 0,00%
Debt to total assets ratio 12,25% 12,25% 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 16,03% 16,03% 0,00%
Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam rasio likuiditas
antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan proforma posisi
keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana yang digunakan Perseroan
untuk membiayai transaksi pinjam meminjam dana merupakan dana internal
Perseroan.
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan
per 31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami
perubahan dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas
dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
II.10.4 Penilaian atas Proyeksi Penjualan
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, Penilai
tidak menggunakan data proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan,
namun data yang digunakan adalah proyeksi tambahan penjualan alat berat
dari penyaluran pinjaman yang diperoleh dari manajemen Perseroan. Kami
telah melakukan penelaahan atas kewajaran pencapaian target penjualan
dan tingkat keuntungan yang wajar.
Selama 5 tahun terakhir rata-rata net profit margin Perseroan adalah sebesar
13,86%. Tambahan penjualan alat berat sebesar Rp254.422.000.000,-
diasumsikan Perseroan akan mendapat tambahan laba tahun berjalan
sebesar 10%
Page 64
60
II.10.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Rencana
Transaksi
Performa keuangan KAF selama lima tahun terakhir secara CAGR
menunjukkan bahwa KAF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
peningkatan. Performa keuangan KAF sedang menunjukkan penguatan yang
disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara sejak tahun
2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis walaupun tetap
bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan infrastruktur
oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat. Namun pada 2020
KAF mengalami penurunan performa keuangan yang disebabkan oleh
pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 dan 2022 performa KAF mulai
menunjukkan pemulihan walaupun belum sebaik kondisi performanya
sebelum pandemi terjadi. Pada tahun 2023 performa KAF sudah melebihi
performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman
pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.
Berdasarkan data Laporan Keuangan yang kami peroleh, kondisi keuangan
KAF adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Jumlah aset 4.529.120 3.605.780 4.172.260 6.453.041 7.276.240
Liabilitas
Jumlah liabilitas 2.891.137 1.890.681 2.379.040 4.429.970 5.167.582
Ekuitas
Jumlah ekuitas 1.637.983 1.715.099 1.793.220 2.023.071 2.108.658
Jumlah liabilitas & ekuitas 4.529.120 3.605.780 4.172.260 6.453.041 7.276.240
Jumlah aset KAF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 12,58%.
Jumlah liabilitas KAF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 15,63%.
Jumlah ekuitas KAF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 6,52%.
Page 65
61
Laporan Laba Rugi
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan
Sewa pembiayaan 374.750 288.494 230.412 399.828 603.623
Pendapatan bunga 7.687 4.308 1.803 2.561 5.844
Keuntungan dari nilai tukar 4.064 0 4.215 42.464 -38.337
386.501 292.802 236.430 444.853 571.130
Beban
Pengembalian/(penyisihan)
kerugian penurunan nilai 11.804 -29.622 16.514 -18.264 -45.000
Beban pembiayaan -151.013 -112.850 -83.104 -169.036 -285.004
Beban personal -33.690 -34.231 -33.764 -38.375 -49.033
Beban transportasi dan komunikasi -5.730 -5.318 -6.710 -8.427 -10.684
Laba/(rugi) dari nilai tukar 0 0 0 0 0
Beban sewa -2.618 -2.994 -3.582 -1.778 -1.777
Jasa Ahli -6.772 -4.421 -5.255 -4.605 -3.694
Beban depresiasi dan amortisasi -3.552 -4.297 -4.708 -4.761 -6.452
Beban perbaikan dan pemeliharaan -2.404 -1.901 -2.065 -2.688 -2.607
Beban lain-lain -9.659 -14.634 -3.847 -94.995 36.932
-203.634 -210.268 -126.521 -342.929 -367.319
Laba sebelum pajak penghasilan 182.867 82.534 109.909 101.924 203.811
Beban pajak penghasilan -45.584 -18.499 -25.471 -22.892 -45.840
Laba bersih tahun berjalan 137.283 64.035 84.438 79.032 157.971
Jumlah pendapatan KAF sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 10,25%.
Jumlah laba tahun berjalan KAF sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 3,57%.
Laporan Arus Kas
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih diperoleh dari
(digunakan untuk)
aktivitas operasi 896.616 1.128.077 -456.488 -1.708.157 -543.320
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas investasi -4.163 -5.949 -7.276 -8.255 -4.409
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas pendanaan -1.038.790 -1.061.813 410.174 1.787.488 595.236
Penyesuaian selisih kurs -10.985 181 1.508 10.141 -4.470
Kenaikan/(penurunan) bersih
kas & setara kas -157.322 60.496 -52.082 81.217 43.037
Kas & setara kas awal tahun 304.296 146.974 207.470 155.388 236.605
Kas & setara kas akhir tahun 146.974 207.470 155.388 236.605 279.642
Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi KAF secara
keseluruhan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi dan
memenuhi pembayaran pinjaman dalam kegiatan pendanaan.
Page 66
62
Analisis Rasio
Analisis rasio 2019 2020 2021 2022 2023
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 176,51% 110,24% 132,67% 218,97% 245,06%
Debt to total assets ratio 63,83% 52,43% 57,02% 68,65% 71,02%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 47,31% 28,19% 46,49% 22,91% 35,69%
Net profit margin 35,52% 21,87% 35,71% 17,77% 27,66%
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami peningkatan dari 176,51% pada tahun 2019
menjadi 245,06% pada tahun 2023. Debt to total assets ratio mengalami
peningkatan dari 63,83% pada tahun 2019 menjadi 71,02% pada tahun 2023.
Selama tahun 2019 sampai 2023, porsi utang secara keseluruhan mengalami
peningkatan.
Rasio Profitabilitas
Gross profit margin mengalami penurunan dari 47,31% pada tahun 2019
menjadi 35,69% pada tahun 2023. Net profit margin mengalami penurunan
dari 35,52% pada tahun 2019 menjadi 27,66% pada tahun 2023.
II.10.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana
Transaksi
Jumlah fasilitas pinjaman yang akan digunakan dalam Rencana Transaksi
adalah sebesar Rp254.422.000.000,-. Untuk memenuhi pinjaman tersebut
Perseroan akan menggunakan dana internalnya. Saldo kas yang tersedia di
Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp18.596.609.000.000,-.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa keuangan Perseroan tidak akan terganggu
karena jika mengacu kepada rasio likuiditas yang terdapat pada tabel bab
II.10.3, perbedaan yang muncul tidaklah signifikan.
Dalam Perjanjian Pinjaman Pasal 17.1 diatur mengenai financial covenant
yang harus dipenuhi KAF kepada Perseroan yaitu KAF sebagai penerima
pinjaman wajib untuk menyerahkan laporan keuangan kepada Perseroan
sebagai pemberi pinjaman.
II.10.7 Analisis Inkremental
Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
KAF adalah untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, dimana KAF
sebagai penerima pinjaman akan menggunakan dana yang dipinjam untuk
pembiayaan pembelian alat-alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini
dilakukan agar pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, target penjualan alat
berat sebagai berikut:
Page 67
63
Periode Produk Kuantitas Harga/unit Penjualan Target net profit
Jul-24 PC 135 3 1.160 3.480 348
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 1 1.465 1.465 147
PC 300 0 2.750 0 0
D85 0 3.350 0 0
BW212 0 925 0 0
CWE370 0 1.600 0 0
P410 1 2.002 2.002 200
P360 0 2.300 0 0
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 5 1.389 6.947 695
Aug-24 PC 135 4 1.160 4.640 464
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 3 1.465 4.395 440
PC 300 0 2.750 0 0
D85 3 3.350 10.050 1.005
BW212 0 925 0 0
CWE370 0 1.600 0 0
P410 1 2.002 2.002 200
P360 0 2.300 0 0
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 11 1.917 21.087 2.109
Sep-24 PC 135 2 1.160 2.320 232
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 7 1.465 10.255 1.026
PC 300 0 2.750 0 0
D85 1 3.350 3.350 335
BW212 0 925 0 0
CWE370 2 1.600 3.200 320
P410 1 2.002 2.002 200
P360 0 2.300 0 0
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 13 1.625 21.127 2.113
Oct-24 PC 135 2 1.160 2.320 232
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 8 1.465 11.720 1.172
PC 300 0 2.750 0 0
D85 0 3.350 0 0
BW212 0 925 0 0
CWE370 3 1.600 4.800 480
P410 2 2.002 4.004 400
P360 0 2.300 0 0
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 15 1.523 22.844 2.284
Page 68
64
Periode Produk Kuantitas Harga/unit Penjualan Target net profit
Nov-24 PC 135 5 1.160 5.800 580
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 7 1.465 10.255 1.026
PC 300 0 2.750 0 0
D85 2 3.350 6.700 670
BW212 0 925 0 0
CWE370 1 1.600 1.600 160
P410 1 2.002 2.002 200
P360 0 2.300 0 0
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 16 1.647 26.357 2.636
Dec-24 PC 135 3 1.160 3.480 348
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 7 1.465 10.255 1.026
PC 300 0 2.750 0 0
D85 1 3.350 3.350 335
BW212 0 925 0 0
CWE370 1 1.600 1.600 160
P410 2 2.002 4.004 400
P360 0 2.300 0 0
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 14 1.621 22.689 2.269
Jan-25 PC 135 3 1.160 3.480 348
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 6 1.465 8.790 879
PC 300 0 2.750 0 0
D85 1 3.350 3.350 335
BW212 0 925 0 0
CWE370 1 1.600 1.600 160
P410 0 2.002 0 0
P360 3 2.300 6.900 690
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 14 1.723 24.120 2.412
Feb-25 PC 135 3 1.160 3.480 348
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 5 1.465 7.325 733
PC 300 0 2.750 0 0
D85 1 3.350 3.350 335
BW212 0 925 0 0
CWE370 1 1.600 1.600 160
P410 1 2.002 2.002 200
P360 2 2.300 4.600 460
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 13 1.720 22.357 2.236
Page 69
65
Periode Produk Kuantitas Harga/unit Penjualan Target net profit
Mar-25 PC 135 3 1.160 3.480 348
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 8 1.465 11.720 1.172
PC 300 0 2.750 0 0
D85 1 3.350 3.350 335
BW212 0 925 0 0
CWE370 2 1.600 3.200 320
P410 0 2.002 0 0
P360 2 2.300 4.600 460
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 16 1.647 26.350 2.635
Apr-25 PC 135 6 1.160 6.960 696
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 7 1.465 10.255 1.026
PC 300 0 2.750 0 0
D85 2 3.350 6.700 670
BW212 0 925 0 0
CWE370 1 1.600 1.600 160
P410 0 2.002 0 0
P360 0 2.300 0 0
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 16 1.595 25.515 2.552
May-25 PC 135 4 1.160 4.640 464
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 7 1.465 10.255 1.026
PC 300 0 2.750 0 0
D85 1 3.350 3.350 335
BW212 0 925 0 0
CWE370 0 1.600 0 0
P410 1 2.002 2.002 200
P360 1 2.300 2.300 230
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 14 1.611 22.547 2.255
Jun-25 PC 135 2 1.160 2.320 232
PC 195 0 1.250 0 0
PC 200 4 1.465 5.860 586
PC 300 0 2.750 0 0
D85 0 3.350 0 0
BW212 0 925 0 0
CWE370 0 1.600 0 0
P410 1 2.002 2.002 200
P360 1 2.300 2.300 230
PC 200 M0CE 0 1.300 0 0
Jumlah 8 1.560 12.482 1.248
Jumlah 155 1.641 254.422 25.442
Page 70
66 Untuk produk Komatsu tipe PC135, PC200, D85, UD Truck tipe CWE370, Scania tipe P410 dan P360, diasumsikan Perseroan akan mendapat tambahan laba tahun berjalan sebesar 10% dan mendapatkan tambahan pendapatan bunga dari Rencana Transaksi sebesar 5% sampai dengan 6.75% per tahun yang akan dibayarkan setiap 3 bulanan. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata tertimbang suku bunga Rencana Transaksi adalah sebesar 6,45%. Analisis inkremental dilakukan dengan cara membandingkan jumlah pendapatan yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan KAF, dimana Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga serta tambahan laba dari penjualan alat berat, dengan jumlah pendapatan yang diperoleh apabila Perseroan tidak melakukan transaksi pinjam meminjam dengan KAF. Apabila Perseroan tidak menyalurkan fasilitas dana kepada KAF untuk kebutuhan Rencana Transaksi, maka diasumsikan: • Perseroan dapat menyalurkan fasilitas dana untuk memperoleh pendapatan bunga dengan membeli MTN yang menggunakan tingkat suku bunga pasar; • Perseroan dapat menyalurkan fasilitas dana dengan tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia sehingga dapat memperoleh pendapatan bunga. Akibat besaran suku bunga mengikuti tingkat suku bunga pasar sehingga penerima pinjaman tidak ada keharusan untuk menggunakan dana yang diterima untuk membeli produk dari Perseroan. Sehingga tidak ada penambahan dari penjualan alat berat. Hasil analisis adalah sebagai berikut: • Transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan KAF Dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan KAF, selain pendapatan bunga Perseroan juga akan memperoleh tambahan laba dari penjualan alat beratnya. Hasil dari tambahan laba tahun berjalan akan didiskontokan untuk mendapatkan nilai kini. Tingkat diskonto yang digunakan adalah sebesar 12,24% yang diperoleh dengan menggunakan Metode Weighted Average Cost of Capital (WACC) dengan perhitungan sebagai berikut:
Page 71
67
Perhitungan Tingkat Diskonto
Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Per 31 Desember 2023
Keterangan Sumber
Beta Unlevered beta 1,00 Damodaran 2024
Debt to equity ratio 35,00% Damodaran 2024
Pajak 22,00%
Levered beta 1,28
Cost of equity (Ke) Risk free rates 6,60% PHEI 29 Des 2023
Levered beta 1,28
Risk premium 7,38% Damodaran 2024
Default spread 2,07% Damodaran 2024
Cost of equity (Ke) 13,95%
Cost of debt (Kd) Pinjaman investasi 9,41% SEKI BI Des 2023
Pajak 22,00%
Cost of debt (Kd) 7,34%
Tingkat diskonto Cost of equity (Ke) 13,95%
Porsi ekuitas (We) 74,07%
Cost of debt (Kd) 7,34%
Porsi utang (Wd) 25,93%
Tingkat diskonto 12,24% Ke x We + Kd x Wd
Perhitungan nilai kini dari tambahan penjualan adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan sesuai dengan
target yg ditentukan
Diskon Diskon
Periode Penjualan Laba bersih Tingkat diskonto Present value
periode faktor
31-Dec-23
Jul-24 6.947 695 12,24% 1,33 0,96 667
Aug-24 21.087 2.109 12,24% 1,67 0,95 2.005
Sep-24 21.127 2.113 12,24% 2,00 0,94 1.989
Oct-24 22.844 2.284 12,24% 2,33 0,93 2.129
Nov-24 26.357 2.636 12,24% 2,67 0,92 2.432
Dec-24 22.689 2.269 12,24% 3,00 0,91 2.073
Jan-25 24.120 2.412 12,24% 3,33 0,90 2.182
Feb-25 22.357 2.236 12,24% 3,67 0,90 2.002
Mar-25 26.350 2.635 12,24% 4,00 0,89 2.336
Apr-25 25.515 2.552 12,24% 4,33 0,88 2.239
May-25 22.547 2.255 12,24% 4,67 0,87 1.959
Jun-25 12.482 1.248 12,24% 5,00 0,86 1.074
Jumlah 254.422 25.442 23.087
Nilai kini dari tambahan laba tahun berjalan adalah sebesar
Rp23.087.000.000,-.
Pendapatan bunga yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana
antara Perseroan dan KAF adalah sebagai berikut:
Page 72
68
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan Bunga
Peiode
Rencana Transaksi
Jul-24 703
Aug-24 2.259
Sep-24 2.282
Oct-24 2.465
Nov-24 2.735
Dec-24 2.395
Jan-25 2.550
Feb-25 2.337
Mar-25 2.744
Apr-25 2.564
May-25 2.303
Jun-25 1.276
Jumlah pendapatan bunga 26.614
Jumlah Pendapatan bunga adalah sebesar Rp26.614.000.000,-.
Jumlah pendapatan yang diperoleh Perseroan dari transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan KAF adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan Bunga
Peiode
Rencana Transaksi
Jul-24 703
Aug-24 2.259
Sep-24 2.282
Oct-24 2.465
Nov-24 2.735
Dec-24 2.395
Jan-25 2.550
Feb-25 2.337
Mar-25 2.744
Apr-25 2.564
May-25 2.303
Jun-25 1.276
Jumlah pendapatan bunga 26.614
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 23.087
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 49.702
Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp49.702.000.000,-.
Page 73
69
• Pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pasar
Berdasarkan penelitian terbatas yang kami lakukan terhadap tingkat suku
bunga MTN yang diterbitkan pada tahun 2022 dan 2023 dengan tenor
4 sampai dengan 5 tahun dengan pembayaran bunga setiap 3 bulanan,
diperoleh bahwa tingkat suku bunga MTN adalah minimal 6,95%, maksimal
11,65%, median 10,13% dan rata-rata 10,02%. Kami menyimpulkan bahwa
rata-rata tingkat suku bunga MTN sebagai tingkat suku bunga pasar. Hasil
perhitungan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pasar adalah
sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan Bunga
Peiode
Suku Bunga MTN
Jul-24 1.186
Aug-24 3.582
Sep-24 3.569
Oct-24 3.839
Nov-24 4.406
Dec-24 3.773
Jan-25 3.989
Feb-25 3.678
Mar-25 4.312
Apr-25 4.153
May-25 3.650
Jun-25 2.010
Jumlah pendapatan bunga 42.147
Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp42.147.000.000,-.
Page 74
70
• Pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja
Bank Indonesia
Hasil perhitungan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman
modal kerja Bank Indonesia sebesar 8,93% adalah sebagai berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan Bunga
Peiode
Suku Bunga Modal Kerja
Jul-24 1.051
Aug-24 3.172
Sep-24 3.161
Oct-24 3.400
Nov-24 3.902
Dec-24 3.341
Jan-25 3.533
Feb-25 3.258
Mar-25 3.819
Apr-25 3.678
May-25 3.233
Jun-25 1.780
Jumlah pendapatan bunga 37.330
Jumlah pendapatan adalah sebesar Rp37.330.000.000,-.
Page 75
71
Perbandingan antara ketiga jumlah pendapatan di atas adalah sebagai
berikut:
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan Bunga
Peiode
Rencana Transaksi Suku Bunga MTN Suku Bunga Modal Kerja
Jul-24 703 1.186 1.051
Aug-24 2.259 3.582 3.172
Sep-24 2.282 3.569 3.161
Oct-24 2.465 3.839 3.400
Nov-24 2.735 4.406 3.902
Dec-24 2.395 3.773 3.341
Jan-25 2.550 3.989 3.533
Feb-25 2.337 3.678 3.258
Mar-25 2.744 4.312 3.819
Apr-25 2.564 4.153 3.678
May-25 2.303 3.650 3.233
Jun-25 1.276 2.010 1.780
Jumlah pendapatan bunga 26.614 42.147 37.330
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 23.087 0 0
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 49.702 42.147 37.330
Selisih 7.554 12.372
% selisih 17,92% 33,14%
Hasil analisis inkremental di atas menunjukkan bahwa jumlah pendapatan
yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan
KAF lebih menguntungkan dibandingkan dengan jumlah pendapatan bunga
yang diperoleh dari membeli MTN dengan memperoleh pendapatan bunga
dengan menggunakan tingkat suku bunga pasar dan dari pendapatan bunga
yang diperoleh dari memberikan pinjaman dengan menggunakan tingkat suku
bunga modal kerja Bank Indonesia.
Page 76
72
II.10.8 Analisis Sensitivitas
Sensitivitas Terhadap Tingkat Suku Bunga dan Tingkat Suku Bunga Modal
Kerja Bank Indonesia
Analisis sensitivitas terhadap tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku
bunga modal kerja Bank Indonesia dilakukan dengan cara melihat pengaruh
dari perubahan tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia terhadap selisih antara jumlah pendapatan yang diperoleh
dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan KAF dengan
pendapatan bunga pasar.
Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat suku bunga pasar mengalami
kenaikan dan penurunan sebesar 10% dan 20%. Hasil analisis adalah sebagai
berikut:
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Sensitivitas tingkat bunga pasar
Pendapatan Bunga
Periode
Rencana Transaksi Suku Bunga MTN Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Jumlah pendapatan bunga 26.614 42.147 46.613 51.124 37.726 33.349
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 23.087 0 0 0 0 0
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 49.702 42.147 46.613 51.124 37.726 33.349
Selisih 7.554 3.088 -1.423 11.976 16.352
% selisih -59,12% -118,83% 58,53% 116,46%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
o Jika tingkat suku bunga pasar naik 10% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp3.088.000.000,- atau lebih rendah 59,12% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan KAF;
o Jika tingkat suku bunga pasar naik 20% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi negatif Rp1.423.000.000,- atau lebih rendah 118,83%
dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan KAF;
o Jika tingkat suku bunga pasar turun 10% maka selisih jumlah
pendapatan menjadi Rp11.976.000.000,- atau lebih tinggi 58,53%
dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan KAF;
o Jika tingkat suku bunga pasar turun 20% maka selisih jumlah
pendapatan menjadi Rp16.352.000.000,- atau lebih tinggi 116,46%
dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan KAF.
Page 77
73
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Sensitivitas tingkat bunga kredit modal kerja SEKI BI
Pendapatan Bunga
Periode
6,50% Suku Bunga Modal Kerja Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Jumlah pendapatan bunga 26.614 37.330 41.263 45.233 33.432 29.570
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 23.087 0 0 0 0 0
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 49.702 37.330 41.263 45.233 33.432 29.570
Selisih 12.372 8.438 4.469 16.270 20.131
% selisih -31,80% -63,88% 31,51% 62,72%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia:
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia naik 10% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp8.438.000.000,- atau lebih
rendah 31,80% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan
transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan KAF;
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia naik 20% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp4.469.000.000,- atau lebih
rendah 63,88% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan
transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan KAF;
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia turun 10% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp16.270.000.000,- atau lebih tinggi
31,51% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi
pinjam meminjam dana antara Perseroan dan KAF;
o Jika tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia turun 20% maka
selisih jumlah pendapatan menjadi Rp20.131.000.000,- atau lebih tinggi
62,72% dibandingkan selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi
pinjam meminjam dana antara Perseroan dan KAF.
Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan KAF sensitif terhadap tingkat suku
bunga pasar dan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja Bank Indonesia.
Page 78
74
Sensitivitas Terhadap Tingkat Laba Penjualan
Analisis sensitivitas terhadap tingkat laba penjualan dilakukan dengan cara
melihat pengaruh dari perubahan tingkat laba penjualan terhadap selisih
antara jumlah pendapatan diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana
antara Perseroan dan KAF dengan pendapatan bunga pasar dan pendapatan
bunga modal kerja.
Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat laba penjualan mengalami
penurunan sebesar 5% dan 10%. Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Perhitungan analisis sensitivitas laba
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Sensitivitas laba
Penjualan 100% Turun 5% Turun 10%
Jumlah pendapatan dengan tingkat
bunga perjanjian pinjaman 26.614 26.614 26.614
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 23.087 21.933 20.779
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 49.702 48.547 47.393
Jumlah pendapatan dengan tingkat
suku bunga MTN 42.147
Selisih 7.554 6.400 5.246
% selisih -15,28% -30,56%
Jumlah pendapatan dengan tingkat
suku bunga SEKI BI 37.330
Selisih 12.372 11.217 10.063
% selisih -9,33% -18,66%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
o Jika tingkat penjualan turun 5% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp6.400.000.000,- atau lebih rendah 15,28% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan KAF;
o Jika tingkat penjualan turun 10% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp5.246.000.000,- atau lebih rendah 30,56% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan KAF.
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia:
o Jika tingkat penjualan turun 5% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp11.217.000.000,- atau lebih rendah 9,33% dibandingkan
Page 79
75
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan KAF;
o Jika tingkat penjualan turun 10% maka selisih jumlah pendapatan
menjadi Rp10.063.000.000,- atau lebih rendah 18,66% dibandingkan
selisih awal dengan jumlah pendapatan transaksi pinjam meminjam
dana antara Perseroan dan KAF.
Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan KAF sensitif terhadap tingkat
penjualan.
Sensitivitas Terhadap Perubahan Suku Bunga Rencana Transaksi
Analisis sensitivitas terhadap tingkat suku bunga Rencana Transaksi dilakukan
dengan cara melihat pengaruh dari perubahan tingkat suku bunga Rencana
Transaksi terhadap selisih antara jumlah pendapatan yang diperoleh dari
transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan dan KAF dengan
pendapatan bunga pasar dan pendapatan bunga modal kerja Bank Indonesia.
Dalam analisis ini kami asumsikan bahwa tingkat suku bunga Rencana
Transaksi menjadi 5,00% (turun 81,79%) dan 6,75% (naik 16,52%) yang
merupakan batas bawah dan batas atas suku bunga yang disepakati. Hasil
analisis adalah sebagai berikut.
Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan Bunga
Periode
Suku Bunga MTN Rencana Transaksi Bunga 5% Bunga 6,75%
Jumlah pendapatan bunga 42.147 26.614 20.436 27.862
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 23.087 23.087 23.087
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 42.147 49.702 43.523 50.949
Selisih 7.554 1.376 8.802
% selisih 17,92% 3,26% 20,88%
% perubahan selisih -81,79% 16,52%
Hasil analisis menunjukkan:
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga pasar:
o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 5% untuk semua
produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp1.376.000.000,-
atau lebih rendah 81,79% dibandingkan selisih awal dengan pendapatan
tingkat suku bunga pasar;
o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 6,75% untuk semua
produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp8.802.000.000,-
Page 80
76
atau lebih tinggi 16,52% dibandingkan selisih awal dengan pendapatan
tingkat suku bunga pasar;
Perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal kerja
Bank Indonesia
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Pendapatan Bunga
Periode
Suku Bunga SEKI Rencana Transaksi Bunga 5% Bunga 6,75%
Jumlah pendapatan bunga 37.330 26.614 20.436 27.862
Nilai kini dari tambahan penjualan
alat berat 23.087 23.087 23.087
Jumlah pendapatan bunga dan
tambahan penjualan alat berat 37.330 49.702 43.523 50.949
Selisih 12.372 6.193 13.619
% selisih 33,14% 16,59% 36,48%
% perubahan selisih -49,94% 10,08%
• Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia:
o Jika tingkat suku bunga suku bunga Rencana Transaksi sebesar 5% untuk
semua produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi
Rp6.193.000.000,- atau lebih rendah 49,94% dibandingkan selisih awal
dengan pendapatan tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia;
o Jika tingkat suku bunga Rencana Transaksi sebesar 6,75% untuk semua
produk, maka selisih jumlah pendapatan menjadi Rp13.619.000.000,-
atau lebih tinggi 10,08% dibandingkan selisih awal dengan pendapatan
tingkat modal kerja Bank Indonesia;
Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan transaksi pinjam
meminjam dana antara Perseroan dan KAF sensitif terhadap perubahan suku
bunga Rencana Transaksi.
II.11 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Transaksi Pinjam
Meminjam Dana
II.11.1 Analisis Kelayakan Investasi
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan KAF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
dengan target penjualan. Dalam proyeksi tambahan penjualan alat berat
sebesar Rp254.422.000.000,- diasumsikan Perseroan akan mendapat
tambahan laba tahun berjalan sebesar 10%. Selama 5 tahun terakhir rata-
rata net profit margin Perseroan adalah sebesar 13,86%.
Page 81
77
II.11.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan KAF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat sesuai
dengan target penjualan. Sehingga pinjaman dari Perseroan baru akan
disalurkan jika terjadi penjualan oleh KAF kepada konsumen.
Performa keuangan KAF selama lima tahun terakhir secara CAGR
menunjukkan bahwa KAF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami
peningkatan. Performa keuangan KAF sedang menunjukkan penguatan yang
disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara sejak tahun
2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis walaupun tetap
bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan infrastruktur
oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat. Namun pada 2020
KAF mengalami penurunan performa keuangan yang disebabkan oleh
pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 dan 2022 performa KAF mulai
menunjukkan pemulihan walaupun belum sebaik kondisi performanya
sebelum pandemi terjadi. Pada tahun 2023 performa KAF sudah melebihi
performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman
pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi.
II.11.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Dengan mempertimbangkan bahwa penyaluran dana untuk mendukung
penjualan alat berat sesuai dengan target penjualan, maka kami
berkesimpulan tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan.
II.12 Analisis atas Jaminan
Dalam Perjanjian Pinjaman beserta amandemen yang telah dan akan
dilakukan atas Perjanjian Pinjaman, tidak diatur ketentuan mengenai
jaminan. Namun di dalam Perjanjian Pinjaman diatur mengenai mekanisme
peristiwa wanprestasi sebagai suatu jaminan hak-hak dan kewajiban
Perseroan dan KAF dalam melaksanakan Perjanjian Pinjaman.
Jaminan juga diperoleh secara langsung maupun tidak langsung karena
kedudukan Perseroan dan KAF dikendalikan oleh kelompok usaha yang sama
yaitu Grup ASTRA. Dengan berada dalam satu kelompok usaha yang sama,
diharapkan bahwa pelunasan pinjaman pada saat jatuh tempo lebih dapat
dikendalikan sehingga mengurangi risiko tidak tertagih.
Disamping itu KAF dan Perseroan sepakat dana pinjaman tersebut akan
digunakan hanya untuk membiayai pembelian alat berat oleh pelanggan
Perseroan dan Perseroan dapat ikut terlibat dalam proses penilaian dan
seleksi pelanggan sehingga mengurangi risiko.
Page 82
78 Performa keuangan KAF selama lima tahun terakhir secara CAGR menunjukkan bahwa KAF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami peningkatan. Performa keuangan KAF sedang menunjukkan penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat. Namun pada 2020 KAF mengalami penurunan performa keuangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 dan 2022 performa KAF mulai menunjukkan pemulihan walaupun belum sebaik kondisi performanya sebelum pandemi terjadi. Pada tahun 2023 performa KAF sudah melebihi performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi. Berdasarkan analisis tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa risiko tidak tertagih dan terbayarnya pinjaman dapat diminimalisasi.
Page 83
79
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
Perseroan:
a. Alasan dilakukannya transaksi pinjam meminjam dana antara
Perseroan dan KAF adalah untuk mendukung kegiatan operasional
Perseroan, dimana KAF sebagai penerima pinjaman akan
menggunakan dana yang dipinjam untuk pembiayaan pembelian alat-
alat berat dari konsumen Perseroan. Hal ini dilakukan agar
pembiayaan atau program ini menarik bagi konsumen. Rencana
Transaksi dilakukan untuk mendukung penjualan alat berat Perseroan
pada tahun 2024 khususnya penjualan alat berat produk Komatsu tipe
PC135, PC200, D85, UD Truck tipe CWE370, Scania tipe P410 dan P360;
b. Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap
keuangan Perseroan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam
rasio likuiditas antara sebelum dan sesudah transaksi. Berdasarkan
proforma posisi keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, perbedaan ini muncul akibat dari sumber dana
yang digunakan Perseroan untuk membiayai transaksi pinjam
meminjam dana merupakan dana internal Perseroan.
Analisis rasio Sebelum Sesudah Selisih
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,45 -0,41%
Rasio cepat 1,06 1,05 -0,56%
Rasio kas 0,43 0,43 -1,37%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 22,46% 22,46% 0,00%
Long term debt to equity ratio 20,92% 20,92% 0,00%
Debt to total assets ratio 12,25% 12,25% 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 16,03% 16,03% 0,00%
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan
Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas
mengalami perubahan dengan jumlah yang tidak signifikan. Sedangkan
rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak:
a. Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan KAF, pihak-
pihak yang terlibat dalam transaksi adalah:
• Perseroan sebagai pihak pemberi pinjaman;
Page 84
80
• KAF sebagai pihak penerima pinjaman.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi Perseroan dan KAF
serta informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hubungan
afiliasi antara pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan dan KAF memiliki hubungan afiliasi karena kedua
perusahaan ini tergabung dalam Grup ASTRA. 59,50% saham
Perseroan dimiliki oleh PT Astra International Tbk, sedangkan
50,00% saham KAF dimiliki oleh PT Sedaya Multi Investama yang
99,99% sahamnya dimiliki oleh PT Astra International Tbk;
• Bpk. Franciscus Xaverius Laksana Kesuma menjabat sebagai
Presiden Direktur di Perseroan dan juga menjabat sebagai Presiden
Komisaris di KAF per 31 Desember 2023 hingga tanggal laporan ini
diterbitkan.
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati:
a. Berdasarkan draft Amandemen IX, perubahan syarat dan ketentuan
dalam Amandemen IX adalah bahwa:
• Periode ketersediaan berarti periode dari dan termasuk tanggal
perjanjian ini ditandatangani sampai dengan tanggal 30 Juni 2025
atau periode lain yang disetujui oleh pemberi pinjaman;
• Perubahan kalkulasi bunga , sebagai berikut:
o Suku bunga atas setiap Pinjaman untuk setiap Periode Bunga
adalah maksimal sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen)
per tahun (“Suku Bunga”);
o Ketentuan Suku Bunga sebagaimana diatur dalam poin di atas
dapat dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi Pinjaman
dan Pemberi Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk
menentukan besaran nilai pengecualian Suku Bunga tersebut
dengan nilai tidak kurang dari 5% (lima persen) per tahun.
Penentuan besaran Suku Bunga pada masing-masing penarikan
Pinjaman akan ditentukan oleh kebutuhan pasar dan juga cost of
fund pada saat permohonan penarikan Pinjaman diberikan oleh
Pemberi Pinjaman kepada Penerima Pinjaman. Suku Bunga yang
akan diberlakukan akan diberitahukan oleh Pemberi Pinjaman
dalam surat pemberitahuan terpisah dan akan terus berlaku
hingga adanya pemberitahuan berikutnya. Untuk menghindari
keragu-raguan, perhitungan bunga diatur dalam Pasal 9 (Periode-
Periode Bunga) Perjanjian ini dan pembayaran bunga merujuk
kepada Pasal 6.1 (Pembayaran Kembali Pinjaman-Pinjaman)
Perjanjian ini.
Page 85
81
b. Berkaitan dengan transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan KAF, para pihak sepakat untuk produk yang ditransaksikan yaitu
produk Komatsu tipe PC135, PC200, D85, Truck tipe CWE370, Scania
tipe P410 dan P360 dengan tingkat suku bunga maksimal 6,75% per
tahun dapat dikecualikan berdasarkan pertimbangan Pemberi
Pinjaman dan Pemberi Pinjaman atas diskresinya sendiri berhak untuk
menentukan besaran nilai pengecualian Suku Bunga tersebut dengan
nilai tidak kurang dari 5% per tahun. Penentuan besaran Suku Bunga
pada masing-masing penarikan Pinjaman akan ditentukan oleh
kebutuhan pasar dan juga cost of fund pada saat permohonan
penarikan Pinjaman diberikan oleh Pemberi Pinjaman kepada
Penerima Pinjaman.
• Analisis likuiditas:
Dengan membandingkan analisis rasio keuangan antara Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2023 dengan proforma keuangan Perseroan
per 31 Desember 2023, diperoleh bahwa rasio likuiditas mengalami
perubahan dengan jumlah yang tidak signifikan.
• Analisis manfaat dan risiko:
a. Manfaat Rencana Transaksi adalah
• Perseroan akan mendapatkan pendapatan bunga dari KAF dan
tambahan penjualan alat berat.
b. Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Risiko tidak tercapainya target penjualan alat-alat berat Perseroan;
• Risiko bila terjadi gagal bayar dari konsumen KAF.
• Analisis kualitatif:
a. Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus
menjaga dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi
berkelanjutan. Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022
dengan indeks harga acuan batu bara yang turun signifikan, Perseroan
dapat mempertahankan pencapaian kinerja yang positif. Perseroan
membukukan pendapatan konsolidasian pada tahun 2023 sebesar
Rp128,6 triliun atau naik 4% dari Rp123,6 triliun pada tahun 2022.
Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp92,8 triliun atau
naik 4% dari Rp88,8 triliun dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8
triliun, naik 3% dari Rp34,8 triliun pada tahun 2022. Perseroan
memperoleh laba tahun berjalan tercatat pada tahun 2023 sebesar
Rp22,1 triliun, sedikit turun sebesar 4% dari Rp23,0 triliun pada tahun
2022. Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas
induk sebesar Rp20,6 triliun, sedikit turun sebesar 2% dari Rp21,0
Page 86
82
triliun pada tahun 2022 dikarenakan adanya kenaikan biaya keuangan
dan kerugian nilai tukar mata uang asing.
Tren penurunan harga komoditas menyebabkan pasar alat berat
menyusut akibat pelanggan menunda atau bahkan membatalkan
investasi pembelian alat berat untuk menjaga profitabilitas dan
keberlangsungan usaha. Di tengah desakan isu ESG, Perseroan
mencermati dan mempelajari arah perubahan teknologi.
b. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Untuk mengantisipasi peningkatan kompetisi karena banyaknya
supply alat berat dari pasar global, sekaligus mengubah strategi
penjualan. Melalui Rencana Transaksi, Perseroan bekerja sama
dengan KAF untuk menyediakan kemudahan dalam pembiayaan alat
berat dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif. Hal ini perlu
dilakukan karena hampir sebagian besar dari penjualan alat berat
didanai oleh perbankan atau lembaga pembiayaan (leasing).
Dengan tingkat suku bunga yang kompetitif, akan memberikan
kemudahan pembiayaan bagi pelanggan Perseroan dalam
pembelian alat berat sehingga diharapkan dapat meningkatkan
pangsa pasar serta penjualan alat berat produk Komatsu tipe
PC135, PC200, D85, Truck tipe CWE370, Scania tipe P410 dan P360;
• Melalui program fasilitas pembiayaan yang kompetitif yang dapat
ditawarkan oleh KAF karena adanya Rencana Transaksi dan
dikombinasikan dengan program pemasaran lainnya diharapkan
Perseroan akan mampu mempertahankan pangsa pasar dan
diharapkan akan mengalami peningkatan kedepannya.
c. Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Saldo kas Perseroan akan mengalami penurunan;
• Likuiditas Perseroan akan mengalami penurunan walaupun tidak
signifikan.
d. Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara
Perseroan dan KAF disesuaikan dengan pencapaian target penjualan.
Sehingga jika mengalami kegagalan, atau dalam kasus ini tidak terjadi
penjualan alat berat, maka dana pinjaman tidak disalurkan oleh
pemberi pinjaman. Sementara untuk dana yang telah disalurkan
namun konsumen mengalami gagal bayar, maka Perseroan akan
memperoleh dukungan dari KAF untuk melakukan penagihannya.
Dengan demikian risiko kegagalan ini dapat diminimalisir.
Page 87
83
• Analisis kuantitatif:
a. Hasil analisis inkremental menunjukkan bahwa jumlah pendapatan
yang diperoleh dari transaksi pinjam meminjam dana antara Perseroan
dan KAF lebih menguntungkan dibandingkan dengan jumlah
pendapatan bunga yang diperoleh dari membeli MTN dengan
memperoleh pendapatan bunga dengan menggunakan tingkat suku
bunga pasar dan dari pendapatan bunga yang diperoleh dari
memberikan pinjaman dengan menggunakan tingkat suku bunga modal
kerja Bank Indonesia;
b. Dengan Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga dalam rentang
sebesar 5% sampai dengan 6,75% akan diperoleh pendapatan sebesar
Rp49.702.000.000. Dengan membeli MTN dengan tingkat suku bunga
pasar akan diperoleh pendapatan sebesar Rp42.147.000.000 atau lebih
rendah 17,92% dari pendapatan yang diperoleh dari Rencana
Transaksi. Dengan memberikan pinjaman dengan menggunakan
tingkat suku bunga modal kerja Bank Indonesia akan diperoleh
pendapatan sebesar Rp37.330.000.000 atau lebih rendah 33,14% dari
pendapatan yang diperoleh dari Rencana Transaksi;
c. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa jumlah pendapatan transaksi
pinjam meminjam dana antara Perseroan dan KAF sensitif terhadap
tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku bunga pinjaman modal kerja
Bank Indonesia, serta sensitif terhadap tingkat laba penjualan dan
sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga Rencana Transaksi.
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana:
Penyaluran dana dalam transaksi pinjam meminjam dana antara
Perseroan dan KAF akan digunakan untuk mendukung penjualan alat berat
sesuai dengan target penjualan. Dalam proyeksi tambahan penjualan alat
berat sebesar Rp254.422.000.000,- diasumsikan Perseroan akan mendapat
tambahan laba tahun berjalan sebesar 10%. Selama 5 tahun terakhir rata-
rata net profit margin Perseroan adalah sebesar 13,86%.
• Analisis atas jaminan:
Dalam Perjanjian Pinjaman beserta amandemen yang telah dan akan
dilakukan atas Perjanjian Pinjaman, tidak diatur ketentuan mengenai
jaminan. Namun di dalam Perjanjian Pinjaman diatur mengenai
mekanisme peristiwa wanprestasi sebagai suatu jaminan hak-hak dan
kewajiban Perseroan dan KAF dalam melaksanakan Perjanjian Pinjaman.
Jaminan juga diperoleh secara langsung maupun tidak langsung karena
kedudukan Perseroan dan KAF dikendalikan oleh kelompok usaha yang
sama yaitu Grup ASTRA. Dengan berada dalam satu kelompok usaha yang
Page 88
84 sama, diharapkan bahwa pelunasan pinjaman pada saat jatuh tempo lebih dapat dikendalikan sehingga mengurangi risiko tidak tertagih. Disamping itu KAF dan Perseroan sepakat dana pinjaman tersebut akan digunakan hanya untuk membiayai pembelian alat berat oleh pelanggan Perseroan dan Perseroan dapat ikut terlibat dalam proses penilaian dan seleksi pelanggan sehingga mengurangi risiko. Performa keuangan KAF selama lima tahun terakhir secara CAGR menunjukkan bahwa KAF dalam kondisi keuangan yang sedang mengalami peningkatan. Performa keuangan KAF sedang menunjukkan penguatan yang disebabkan oleh momentum pemulihan komoditas batu bara sejak tahun 2016 dan masih menunjukkan pergerakan harga yang dinamis walaupun tetap bertahan di tren positif serta masifnya proyek pembangunan infrastruktur oleh pemerintah akan mempengaruhi industri alat berat. Namun pada 2020 KAF mengalami penurunan performa keuangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada tahun 2021 dan 2022 performa KAF mulai menunjukkan pemulihan walaupun belum sebaik kondisi performanya sebelum pandemi terjadi. Pada tahun 2023 performa KAF sudah melebihi performa sebelum pandemi terjadi serta diharapkan pembayaran pinjaman pada saat jatuh tempo dapat dipenuhi. Berdasarkan analisis tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa risiko tidak tertagih dan terbayarnya pinjaman dapat diminimalisasi. Kesimpulan Berdasarkan analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi, maka kami berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Perubahan Syarat dan Ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara PT United Tractors Tbk dan PT Komatsu Astra Finance per tanggal 31 Desember 2023 adalah Wajar.
Page 89
Page 90
Lampiran 1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Medium Term Note (Sorted )
NO Nama Surat Berharga Penerbit Mata uang Nominal Jatuh tempo Kupon Pembayaran Status
1 MTN ASIAN BULK LOGISTICS I TAHUN ASIAN BULK LOGISTICS, PT Jutaan Rupiah 1.000.000 21-Jun-2027 9,00% 3 bulanan Aktif
2022
2 MTN SUBORDINASI II PT BANK MANDIRI Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Jutaan Rupiah 100.000 23-Jun-2028 6,95% 3 bulanan Aktif
(PERSERO) Tbk TAHUN 2023
3 MTN WAHANA INTERFOOD NUSANTARA WAHANA INTERFOOD NUSANTARA Jutaan Rupiah 150.000 18-Apr-2028 11,25% 3 bulanan Aktif
TBK I TAHUN 2023 TAHAP II Tbk, PT
4 MTN PT DWI GUNA LAKSANA TBK TAHUN DWI GUNA LAKSANA Tbk, PT Jutaan Rupiah 200.000 13-Jul-2027 10,00% 3 bulanan Aktif
2022
5 MTN INKA MULTI SOLUSI II TAHUN 2023 Inka Multi Solusi, PT Jutaan Rupiah 500.000 22-Nov-2028 11,58% 3 bulanan Aktif
6 MTN I PT LEN INDUSTRI (PERSERO) Len Industri (Persero),PT Jutaan Rupiah 200.000 22-Jun-2027 11,65% 3 bulanan Aktif
TAHUN 2023 TAHAP I SERI B
7 MTN PAN PACIFIC INVESTAMA I TAHUN Pan Pacific Investama, PT Jutaan Rupiah 300.000 14-Feb-2027 9,50% 3 bulanan Aktif
2022
8 MTN III PT PNM VENTURE CAPITAL Permodalan Nasional Madani Jutaan Rupiah 200.000 25-Jan-2026 10,25% 3 bulanan Aktif
TAHUN 2022 SERI A Venture Capital, PT
Minimum 6,95%
Maksimum 11,65%
Median 10,13%
Mean 10,02%
Page 91
Lampiran 2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan sesuai dengan target yang ditentukan
Tingkat
Periode Penjualan Laba bersih Diskon periode Diskon faktor Present value
diskonto
31-Dec-23
Jul-24 6.947 695 12,24% 1,33 0,96 667
Aug-24 21.087 2.109 12,24% 1,67 0,95 2.005
Sep-24 21.127 2.113 12,24% 2,00 0,94 1.989
Oct-24 22.844 2.284 12,24% 2,33 0,93 2.129
Nov-24 26.357 2.636 12,24% 2,67 0,92 2.432
Dec-24 22.689 2.269 12,24% 3,00 0,91 2.073
Jan-25 24.120 2.412 12,24% 3,33 0,90 2.182
Feb-25 22.357 2.236 12,24% 3,67 0,90 2.002
Mar-25 26.350 2.635 12,24% 4,00 0,89 2.336
Apr-25 25.515 2.552 12,24% 4,33 0,88 2.239
May-25 22.547 2.255 12,24% 4,67 0,87 1.959
Jun-25 12.482 1.248 12,24% 5,00 0,86 1.074
Jumlah 254.422 25.442 23.087
Page 92
Lampiran 2-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan turun 5% dari target yang ditentukan
Tingkat
Periode Penjualan Laba bersih Diskon periode Diskon faktor Present value
diskonto
31-Dec-23
Jul-24 6.600 660 12,24% 1,33 0,96 634
Aug-24 20.033 2.003 12,24% 1,67 0,95 1.905
Sep-24 20.071 2.007 12,24% 2,00 0,94 1.890
Oct-24 21.702 2.170 12,24% 2,33 0,93 2.023
Nov-24 25.039 2.504 12,24% 2,67 0,92 2.311
Dec-24 21.555 2.155 12,24% 3,00 0,91 1.969
Jan-25 22.914 2.291 12,24% 3,33 0,90 2.072
Feb-25 21.239 2.124 12,24% 3,67 0,90 1.902
Mar-25 25.033 2.503 12,24% 4,00 0,89 2.219
Apr-25 24.239 2.424 12,24% 4,33 0,88 2.127
May-25 21.420 2.142 12,24% 4,67 0,87 1.861
Jun-25 11.858 1.186 12,24% 5,00 0,86 1.020
Jumlah 241.701 24.170 21.933
Page 93
Lampiran 2-2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan present value pendapatan laba, penjualan turun 10% dari target yang ditentukan
Tingkat
Periode Penjualan Laba bersih Diskon periode Diskon faktor Present value
diskonto
31-Dec-23
Jul-24 6.252 625 12,24% 1,33 0,96 601
Aug-24 18.978 1.898 12,24% 1,67 0,95 1.805
Sep-24 19.014 1.901 12,24% 2,00 0,94 1.790
Oct-24 20.560 2.056 12,24% 2,33 0,93 1.916
Nov-24 23.721 2.372 12,24% 2,67 0,92 2.189
Dec-24 20.420 2.042 12,24% 3,00 0,91 1.866
Jan-25 21.708 2.171 12,24% 3,33 0,90 1.963
Feb-25 20.121 2.012 12,24% 3,67 0,90 1.802
Mar-25 23.715 2.372 12,24% 4,00 0,89 2.102
Apr-25 22.964 2.296 12,24% 4,33 0,88 2.015
May-25 20.292 2.029 12,24% 4,67 0,87 1.763
Jun-25 11.234 1.123 12,24% 5,00 0,86 966
Jumlah 228.980 22.898 20.779
Page 94
Lampiran 3
PT UNITED TRACTORS Tbk
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Perhitungan pendapatan bunga MTN, apabila mengalami kenaikan 10% dan 20% serta penurunan sebesar 10% dan 20%
Pendapatan bunga MTN
Periode
Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Jul-24 1.312 1.439 1.062 939
Aug-24 3.961 4.345 3.206 2.834
Sep-24 3.948 4.330 3.195 2.824
Oct-24 4.246 4.657 3.436 3.038
Nov-24 4.873 5.344 3.944 3.486
Dec-24 4.172 4.576 3.377 2.985
Jan-25 4.412 4.839 3.571 3.156
Feb-25 4.068 4.461 3.292 2.910
Mar-25 4.769 5.230 3.859 3.412
Apr-25 4.593 5.037 3.717 3.286
May-25 4.037 4.428 3.267 2.888
Jun-25 2.223 2.438 1.799 1.590
Jumlah 46.613 51.124 37.726 33.349
Page 95
Lampiran 3-1
Perhitungan pendapatan bunga kredit modal kerja SEKI BI, apabila mengalami kenaikan 10% dan 20% serta penurunan sebesar 10% dan 20%
Pendapatan bunga Modal Kerja
Periode
Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Jul-24 1.161 1.273 941 832
Aug-24 3.507 3.844 2.841 2.513
Sep-24 3.495 3.831 2.831 2.504
Oct-24 3.759 4.120 3.045 2.693
Nov-24 4.313 4.728 3.495 3.091
Dec-24 3.693 4.049 2.992 2.647
Jan-25 3.906 4.281 3.164 2.799
Feb-25 3.601 3.947 2.917 2.580
Mar-25 4.221 4.627 3.420 3.025
Apr-25 4.066 4.457 3.294 2.914
May-25 3.574 3.918 2.895 2.561
Jun-25 1.968 2.157 1.594 1.410
Jumlah 41.263 45.233 33.432 29.570
Names mentioned 67 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.26 ×4
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.26 ×4
unresolved
person
Penilai Publik Satya Bima Nugraha
p.26
unresolved
org
KJPP NDR
p.26 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.26
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.26
unresolved
—
Telepon/Faks
p.27
unresolved
person
Ramandhika
p.27 ×2
unresolved
person
Rendih
p.34
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.35
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.35
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Siddharta
p.35
unresolved
org
Widjaja & Rekan
p.35
unresolved
org
Bank Indonesia
p.35 ×32
unresolved
person
Jose Dima Satria S.H.
p.39 ×2
unresolved
person
Bruce Malcom Cox
· Komisaris
p.39
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.39 ×2
unresolved
org
PT Komatsu
p.41
unresolved
org
PT Komatsu Indonesia
p.41
unresolved
org
PT Sedaya Multi Investama
p.41 ×4
unresolved
person
Benjamin Herrenden Birks
· Komisaris
p.43 ×6
unresolved
person
Edhie Sarwono
· Direktur
p.43 ×2
unresolved
person
Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
· Presiden Direktur
p.43 ×15
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.49
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.49
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.49 ×2
unresolved
org
PT United Tractors. Anggaran Dasar
p.49
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.49 ×3
unresolved
person
Jose Dimas Satria
p.49
unresolved
org
Carriage Ltd
p.49 ×2
unresolved
org
Jardine Matheson Hodings Ltd.
p.49
unresolved
org
PT Komatsu Astra Finance KAF
p.50
unresolved
org
PT BNP Lippo Utama Leasing
p.50
unresolved
person
Akta Notaris Kartini Muljadi
p.50
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
p.50
unresolved
person
Benny Kristianto
p.50
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.51
unresolved
org
Aktif (PERSERO) Tbk
p.90 ×2
unresolved
org
TAHUN DWI GUNA LAKSANA Tbk
p.90
unresolved
org
PT LEN INDUSTRI (PERSERO)
p.90
unresolved
org
PT PNM VENTURE CAPITAL
p.90
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
10506 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}