Skip to content
Back to announcement

20240701_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31677829_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 62

Page 1
                 Kantor Jasa Penilai Publik                                                               The Manhattan Square

                 FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                          Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                                                                                               Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                 Property, Business Valuation & Advisory                                     E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
                 Licence No. 2.22.01 76                                                           Website: www.fdipartners.co
                                                                                                        Phone (62 21) 27875911
                 KMK 460/KM.1/20 22
                 Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia



Jakarta, 26 Juni 2024



Kepada Yth.
PT Sumbawa Jutaraya
Gedung Pama 2,
Jl. Rawagelam I No. 9
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta Timur 13930

No. Laporan     : 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Hal             : Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI PEMBERIAN PINJAMAN DARI PT.
PAMAPERSADA NUSANTARA KEPADA PT. SUMBAWA JUTARAYA

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 011/FDI/PB-FO/IV/2024 tertanggal 23 April 2024,
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT.
Sumbawa Jutaraya (“SJR”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan Rencana
Transaksi Fasilitas Pinjaman Bergulir (revolving facilities) dari PT. Pamapersada Nusantara (“PAMA”)
kepada PT. Sumbawa Jutaraya (“SJR”) yang Laporan Keuangan dikonsolidasikan dalam Laporan
Keuangan PT. United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”), dengan demikian merupakan Transaksi
Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
42/POJK.04/2020 selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana transaksi afiliasi pemberian pinjaman, diperlukan dalam rangka memenuhi
peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK. Tujuan pemberian pendapat kewajaran
dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen SJR, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen SJR adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan tidak
menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi dan
data yang telah diberikan oleh manajemen SJR, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami
tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang diberikan
tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap
UNTR, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan
UNTR. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan




                                Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang
                                Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang
Page 2
sesudah transaksi (Proforma) dari sisi UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi
dari transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi.

Analisis atas Rencana Transaksi, Rencana Transaksi pinjaman uang antara PAMA selaku pihak yang
meminjamkan uang dan SJR selaku pihak yang menerima pinjaman uang dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan belanja modal dan pembiayaan modal kerja.

SJR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang emas, di mana
jenis usahanya adalah eksplorasi dan pengolahan barang tambang berupa emas dan perak. Lokasi
tambang emas SJR berada di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat
dengan luas 8.697,53 Ha. PAMA merupakan anak perusahaan dari UNTR, sedangkan SJR merupakan
anak perusahaan dari PT. Danusa Tambang Nusantara (“DTN”) yang dimiliki 60% oleh UNTR dan 40%
oleh PAMA.

SJR telah melakukan kegiatan eksplorasi dari tahun 2015 sampai dengan 2020. Pada pertengahan
2021 SJR telah memulai pekerjaan pembangunan infrastruktur tambang. Sampai dengan saat ini SJR
belum memiliki pemasukan dari kegiatan operasional dan tidak memiliki standby facility dari bank,
sehingga untuk dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik PAMA sebagai induk usaha
SJR memberikan dukungan pembiayaan modal kerja kepada SJR sebagai salah satu langkah untuk
menjaga kebutuhan arus kas SJR. Seiring dengan kegiatan SJR yang semakin meningkat, SJR
memerlukan pinjaman dari PAMA.

Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap
UNTR, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan
UNTR. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan
sesudah transaksi (Proforma) UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari
transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi.

1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
   menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana
   diberikan manajemen SJR, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap,
   dapat diandalkan serta tidak menyesatkan.
2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data
   - data yang diberikan oleh manajemen SJR, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami
   tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan kelengkapan
   dari informasi atau penjelasan tersebut.
3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen SJR pada kami,
   sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil
   penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
   kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
   perkonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan
   ini dikeluarkan.
5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan penilaian pendapat kewajaran ini tidak
   terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan
   dalam Laporan penilaian ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat




Halaman 2                                                     00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 3
   dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat
   dipergunakan untuk tujuan lainnya.
6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
   analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
   menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
7. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42 dimana PAMA
merupakan anak perusahaan dari UNTR, sedangkan SJR merupakan anak perusahaan dari DTN yang
dimiliki 60% oleh UNTR dan 40% oleh PAMA.

SJR memiliki fasilitas pinjaman pada PAMA dengan plafon sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima
Belas Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp3.322.148 juta (dengan menggunakan kurs per
31 Desember 2023 sebesar Rp. 15.416,-). Berdasarkan Loan Agreement hingga draft Amendment VI
antara PAMA dengan SJR, sepakat untuk mengubah tingkat Margin dari 2,00% menjadi 1,63%.

Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SJR, yang mencakup Amendment I hingga Amendment V dan
juga Draft Amendment VI, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SJR adalah sebesar
USD215.500.000 (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika Serikat). Sementara
pinjaman yang telah diperoleh SJR dari PAMA sampai dengan 31 Desember 2023 adalah sebesar
USD141.000.000. Oleh karena itu, terdapat sisa fasilitas pinjaman yang dapat digunakan oleh SJR
sebesar USD74.500.000. Dari sisa fasilitas pinjaman tersebut, SJR bermaksud untuk menggunakan dana
sebesar USD 74.500.000, atau setara dengan Rp 1.148.492 juta (kurs : Rp 15.416,-). Fasilitas pinjaman
tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 1,63%. Berdasarkan Laporan Keuangan UNTR per 31
Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan,
ekuitas UNTR tercatat sebesar Rp84.035.563 juta maka Rencana Transaksi sebesar 1,37% dari ekuitas
UNTR dengan demikian bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).

Analisa kualitatif mengacu pada perkembangan industri dan ekonomi makro. Di sektor perdagangan,
kinerja ekspor cenderung turun akibat melemahnya permintaan negaranegara mitra dagang utama
Indonesia. Harga komoditas utama ekspor yang memberikan kontribusi penting bagi penerimaan devisa
menunjukkan koreksi yang cukup signifikan. Sejak awal tahun 2023, indeks harga acuan batu bara turun
sekitar 60%, minyak mentah turun sekitar 15%, gas alam turun sekitar 43%, dan minyak kelapa sawit
turun sekitar 15%. Namun, neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan kinerja positif dan
mencatatkan surplus dalam 43 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Secara kumulatif, surplus neraca
perdagangan dari bulan Januari hingga November 2023 mencapai US$33,6 miliar.

Dengan Rencana Transaksi, SJR memperoleh pinjaman untuk kebutuhan dana belanja modal dan dana
modal kerja untuk dapat tetap melaksanakan kegiatan operasionalnya, sehingga hal ini juga akan
memberikan citra yang baik di mata investor dan masyarakat, bahwa pasca Pandemi, UNTR dan grup
tetap dapat mempertahankan pangsa pasar, produktivitas dan juga memenuhi kebutuhan
pelanggannya dengan baik, yang dapat berpengaruh terhadap harga saham UNTR.

Analisa kuantitatif mengacu kepada kinerja keuangan historis. Selama periode 2019–2023, total aset
UNTR rata-rata meningkat sebesar 5,01%, di periode yang sama, total liabilitas UNTR mengalami
peningkatan rata-rata sebesar 6,29%, sedangkan total ekuitas UNTR rata-rata meningkat sebesar



Halaman 3                                                 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 4
8,54%. Selama periode 2019 – 2023, pendapatan UNTR mengalami peningkatan rata-rata sebesar
12,50% dan pada periode yang sama, laba (rugi) tahun berjalan UNTR mengalami peningkatan rata-
rata sebesar 29,75%.

Analisa inkremental dilakukan untuk melihat manfaat Rencana Transaksi bagi UNTR. Berdasarkan
proyeksi keuangan UNTR sebelum dan setelah Rencana Transaksi periode 2024 – 2028 yang disusun
oleh manajemen, setelah Rencana Transaksi terjadi penurunan laba tahun berjalan. Namun demikian,
terlaksananya Rencana Transaksi memberikan, nilai tambah yaitu terjadinya penurunan pada sisi
liabilitas yaitu utang usaha jika dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi, dimana Rencana
Transaksi menyebabkan SJR mampu melakukan pembayaran kepada vendor lebih cepat. Sehingga akan
menurunkan jumlah utang usaha yang juga bermanfaat kepada UNTR secara Konsolidasi.

Analisis kewajaran dengan membandingkan antara tarif bunga Pinjaman Rencana Transaksi dengan
tarif bunga pinjaman bank lainnya. Berdasarkan perjanjian atas rencana transaksi, suku bunga yang
dikenakan adalah term SOFR + Margin 1,63% atau setara dengan 6,96% per 31 Desember 2023,
sedangkan bunga pinjaman investasi dalam US dollar berdasarkan bunga pinjaman Bank Indonesia
per 31 Desember 2023 berdasarkan jenis bank rata-rata adalah sebesar 7,04%, sehingga tarif bunga
pinjaman Rencana Transaksi masih dalam batas wajar (batas atas - batas bawah) 7,5% terhadap suku
bunga pinjaman Bank Indonesia, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-masing
sebesar 7,57% dan 6,51%.

Dengan demikian, berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif, serta analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan keuangan,
menurut pendapat kami, Rencana Transaksi Fasilitas Pinjaman Bergulir (revolving facilities) dari PAMA
kepada SJR adalah Wajar.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha UNTR, PAMA, SJR, maupun atas transaksi yang dilakukan.

Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN




M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No.               : 10-S-02571
STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PM.223/2020
RMK                     : RMK-2017.00526




Halaman 4                                                  00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 5
                                                               DAFTAR ISI

BAB I ....................................................................................................................................... 6
PENDAHULUAN ....................................................................................................................... 6
   1.1.      Uraian Mengenai Penugasan ........................................................................................... 6
   1.2.      Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ................................................................ 6
   1.3.      Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ............................................. 6
   1.4.      Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ......................................................... 6
   1.5.      Objek Analisis Pendapat Kewajaran .................................................................................. 7
   1.6.      Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan .................................................... 7
   1.7.      Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi ..7
   1.8.      Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.......................... 8
   1.9.      Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................. 8
   1.10. Sumber Data dan Informasi ............................................................................................. 8
   1.11. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................. 9
   1.12. Pernyataan Independensi Penilai....................................................................................... 9
   1.13. Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran ............................................................................ 9
   1.14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) .......................................... 9
BAB II .................................................................................................................................... 11
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ....................................................................................... 11
   2.1.      Latar Belakang Rencana Transaksi .................................................................................. 11
   2.2.      Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi ........................................................................... 11
   2.3.      Objek Rencana Transaksi ............................................................................................... 11
   2.4.      Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ....................................................................... 12
   2.5.      Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ...................................................................... 16
   2.6.      Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi .............................. 17
BAB III ................................................................................................................................... 19
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ............................................................................ 19
   3.1.      Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ........................................................... 19
   3.2.      Analisis atas Rencana Transaksi ...................................................................................... 19
   3.3.      Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ........................................................................ 20
   3.4.      Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ...................................................................... 35
   3.5.      Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 43
   3.6.      Analisis Faktor Lain Yang Relevan ................................................................................... 44
   3.7.      Kesimpulan ................................................................................................................... 47
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................................. 48
PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................. 49
LAMPIRAN .............................................................................................................................. 51




Halaman 5                                                                          00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 6
                                              BAB I
                                          PENDAHULUAN

1.1.   Uraian Mengenai Penugasan

       Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 011/FDI/PB-FO/IV/2024 tertanggal 23 April
       2024, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
       penugasan dari PT. Sumbawa Jutaraya (“SJR”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas
       rencana transaksi afiliasi pemberian pinjaman bergulir (revolving facilities) dengan penurunan
       margin suku bunga PT Pamapersada (“PAMA”) kepada SJR yang semuanya merupakan pihak
       terafiliasi dari UNTR, selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.

1.2.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

       Pemberi tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah SJR, dengan informasi sebagai
       berikut:

       Nama                     : PT. Sumbawa Jutaraya
       Alamat                   : Gedung Pama 2, Jl. Rawa Gelam
       Telepon/Fax              : 021-521 2288
       Bidang usaha             : Pertambangan
       PIC/Contact              : Mochammad PriyoUtomo
       Email                    : mochammadpu@pamapersada.com

1.3.   Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

       Tanggal penilaian Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2023, sesuai dengan
       Laporan Keuangan Audit Konsolidasian UNTR per 31 Desember 2023.

       Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
       dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), masa berlaku laporan
       penilaian adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam
       laporan penilaian.

1.4.   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

       Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
       Kewajaran atas Rencana transaksi afiliasi pemberian pinjaman, diperlukan dalam rangka
       memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK.

       Tujuan pemberian pendapat kewajaran dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa
       Keuangan (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
       Kepentingan.

       Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
       digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
       dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
       menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.




Halaman 6                                                  00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 7
1.5.   Objek Analisis Pendapat Kewajaran

       Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SJR, yang mencakup Amendment I hingga
       Amendment V dan Draft Amendment VI. Total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SJR
       adalah sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika
       Serikat) dan tingkat suku bunga Term SOFR + Margin.

       Berdasarkan Draft Amandemen VI, terdapat perubahan tingkat margin yaitu dari 2,00% menjadi
       1,63% dengan tujuan mengurangi beban bunga yang harus dibayar sehingga SJR dapat
       meningkatkan kinerja Perusahaan.

       Atas dasar hal tersebut di atas, maka objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah
       Rencana Transaksi yang berupa Rencana Transaksi Afiliasi Pemberian Pinjaman PAMA kepada
       SJR.

1.6.   Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan

       Mengacu pada laporan posisi keuangan Proforma UNTR, dampak keuangan atas Rencana
       Transaksi sebagai berikut:

       1) Terdapat Pengurangan pada akun kas dan setara kas atas pembiayaan belanja modal dan
          modal kerja sebesar Rp1.148.492 Juta atau setara dengan USD74.500.000,- dengan
          menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
       2) Terdapat peningkatan pada aset tetap atas pembelian asset tetap oleh SJR dengan
          menggunakan dana pinjaman sebesar Rp433.486 Juta atau setara dengan USD28.119.233,-
          dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-
       3) Terdapat peningkatan pada akun biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan sebesar
          Rp61.664 Juta atau setara dengan USD4.000.000,- dengan menggunakan kurs pada 31
          Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
       4) Terdapat penurunan pada akun utang usaha pihak ketiga atas pembayaran utang sebesar
          Rp254.373 Juta atau setara dengan USD16.500.599,- dengan menggunakan kurs pada 31
          Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
       5) Terdapat penurunan pada akun saldo laba sebesar Rp319.175 Juta atau setara dengan
          USD20.704.134,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia
          sebesar Rp15.416,-.
       6) Terdapat penurunan pada akun kepentingan non pengendali sebesar Rp79.794 juta atau
          setara dengan USD 5.176.034,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari
          Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.

1.7.   Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

       PAMA sebagai induk usaha SJR memberikan dukungan pembiayaan belanja modal dan modal
       kerja kepada SJR sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SJR. PAMA telah
       memberikan fasilitas pinjaman kepada SJR sebesar USD 215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas
       Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika Serikat) dengan tingkat suku bunga Term SOFR + 2%. Dengan
       semakin meningkatnya beban operasional SJR dan untuk mengoptimalkan biaya pembiayaan,
       SJR akan mengurangi beban keuangan perusahaan dengan penurunan margin suku bunga.




Halaman 7                                                 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 8
       Atas Rencana Transaksi tersebut adalah dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi akan
       membantu SJR dalam mengoptimalkan beban pembiayaan kedepannya sehingga dengan
       pengoptimalan ini SJR dapat melakukan pembayaran utang usaha lebih cepat kedepannya dan
       menurunkan nilai utang usaha dimana akan memberikan dampak positif secara Konsolidasian.

1.8.   Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

       Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan POJK No. 42/2020 tentang transaksi afiliasi
       dan transaksi benturan kepentingan.

1.9.   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

       Ruang lingkup pendapat kewajaran mengacu pada Pasal 17 POJK 35 meliputi:

       a. Tujuan dari Penugasan adalah memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi
       b. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan
       c. Membandingkan dasar nilai transaksi dengan nilai pasar yang dihasilkan dari laporan
           penilaian properti atas objek Rencana Transaksi.

1.10. Sumber Data dan Informasi

       a. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          No.00190/2.1025/AU.1/05/0241-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 yang diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
          keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
       b. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
          No.0177/2.1025/AU.1/05/0239-3/1/II/2023 tanggal 23 Februari 2023 yang diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
          keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
       c. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
          No.00121/2.1025/AU.1/05/0239-2/1/II/2022 tanggal 21 Februari 2022 yang diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
          keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
       d. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
          No.00157/2.1025/AU.1/05/0239-1/1/II/2021 tanggal 19 Februari 2021 yang diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
          keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
       e. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
          No.00168/2.1025/AU.1/0241-1/1/II/2020 tanggal 21 Februari 2020 yang diaudit oleh
          Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
          keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
       f. Laporan Keuangan SJR untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          No.000075/3.0357.AU.1/02/1625-4/1/II/2024 tanggal 28 Februari 2024 yang telah
          diaudit oleh Kanaka Puradiredja, Suhartono dengan opini wajar dalam semua hal yang
          material.
       g. Proyeksi keuangan UNTR selama 5 (lima) tahun kedepan dengan pertimbangan ada dan tidak
          adanya Rencana Transaksi.




Halaman 8                                                00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 9
      h. Profoma Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR per 31 Desember 2023 (sebelum dan
         sesudah transaksi) yang disiapkan oleh manajemen UNTR.
      i. Perjanjian, Perjanjian Amandemen dan Draft Amandemen perjanjian pinjaman antara PAMA
         dengan SJR.
      j. Surat Pernyataan Manajemen terkait Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi dengan Nomor
         JIEP/DIR-SJR/24/VI/089 tertanggal 25 Juni 2024, terkait dengan kebenaran data dan asumsi
         yang telah diberikan manajemen
      k. Hasil wawancara dengan pihak PAMA, SJR, UNTR dan pihak lain yang kami anggap layak
         dan relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan
         proses penilaian.
      l. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
         media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

1.11. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

      Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
      analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal–hal
      sebagai berikut:
      a. Analisis atas Rencana Transaksi,
      b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi,
      c. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi.
      d. Analisis atas faktor lain yang relevan.

1.12. Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan UNTR, PAMA dan
      SJR ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan UNTR, PAMA maupun SJR. KJPP FDI&R
      juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
      Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
      pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang
      dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.13. Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran

      Pendapat kewajaran ini diajukan untuk kepentingan UNTR dalam kaitannya dengan Rencana
      Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain dan kepentingan lain.

1.14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2023, terdapat
      kejadian penting yang diketahui maupun yang patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai
      dengan tanggal laporan dikeluarkan yang tidak memengaruhi hasil penilaian, yaitu sebagai
      berikut:

      a.    Berdasarkan Akta No.60 tanggal 24 April 2024 dari Notaris Marianne Vincentia Hamdani
            S.H., tentang Perubahan Susunan Pengurus terdapat perubahan susunan dewan komisaris
            dan direksi SJR. Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi SJR adalah sebagai berikut:



Halaman 9                                                  00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 10
          Dewan Komisaris:
          Komisaris Utama             : Iwan Hadiantoro
          Komisaris                   : Muliady Sutio
                                        Ruli Tanio
                                        Sunrendi Admadjaja

          Direksi
          Direktur Utama              : Darwin Bintang
          Direktur                    : Chandra Budi Prasetya
                                        Aris Tandiarrang
                                        Leonard Buntaran

     b.   Berdasarkan Akta No.98 tanggal 24 April 2024 dari Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
          tentang Perubahan Susunan Pengurus terdapat perubahan susunan dewan komisaris dan
          direksi UNTR. Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris:
          Presiden Komisaris          : Djony Bunarto Tjondro
          Wakil Presiden Komisaris    : Rudy
          Komisaris                   : Chiew Sin Cheok
                                        Djoko Pranoto Santoso
                                        Benjamin Herrenden Birks
          Komisaris Independen        : Paulus Bambang Widjanarko
                                      : Nanan Soekarna
                                      : Bruce Malcolm Cox

          Direksi
          Presiden Direktur           : Frans Kesuma
          Direktur                    : Loudy Irwanto Ellias
                                        Iwan Hadiantoro
                                        Idot Supriadi
                                        Edhie Sarwono
                                        Widjaja Kartika
                                        Vilihati Surya




Halaman 10                                                00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 11
                                               BAB II
                                 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI

2.1.   Latar Belakang Rencana Transaksi

       SJR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang emas,
       di mana jenis usahanya adalah eksplorasi dan pengolahan barang tambang berupa emas dan
       perak. Lokasi tambang emas SJR berada di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Provinsi
       Nusa Tenggara Barat dengan luas 8.697,53 Ha. PAMA merupakan anak perusahaan dari UNTR,
       sedangkan SJR merupakan anak perusahaan dari PT. Danusa Tambang Nusantara (“DTN”), yang
       dimiliki 60% oleh UNTR dan 40% oleh PAMA.

       Untuk dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik PAMA sebagai induk usaha SJR
       memberikan dukungan pembiayaan belanja modal dan modal kerja kepada SJR sebagai salah
       satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SJR. PAMA telah memberikan facilitas pinjaman
       kepada SJR sebesar USD 215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Dolar
       Amerika) dengan tingkat suku bunga Term SOFR + 2%. Dengan semakin meningkatnya beban
       operasional SJR dan untuk mengoptimalkan biaya pembiayaan, SJR akan mengurangi beban
       keuangan perusahaan dengan penurunan margin suku bunga.

       Transaksi penurunan margin suku bunga ini dilakukan untuk membantu SJR dalam
       mengoptimalkan beban pembiayaan.

2.2.   Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi

       Maksud dan tujuan Rencana Transaksi adalah Fasilitas Pinjaman Bergulir (revolving facilities) oleh
       PAMA kepada SJR untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dan pembiayaan modal kerja SJR
       dan Rencana penurunan margin suku bunga oleh PAMA kepada SJR dari 2% menjadi 1,63%
       bertujuan untuk mengurangi beban bunga yang harus di bayar sehingga SJR dapat meningkatkan
       kinerja perusahaan.

2.3.   Objek Rencana Transaksi

       Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SJR, yang mencakup Amendment I hingga
       Amendment V dan Draft Amendment VI. Total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SJR
       adalah sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika
       Serikat) dan tingkat suku bunga Term SOFR + Margin.

       Berdasarkan Draft Amandemen VI, terdapat perubahan tingkat margin yaitu dari 2,00% menjadi
       1,63% dengan tujuan mengurangi beban bunga yang harus dibayar sehingga SJR dapat
       meningkatkan kinerja Perusahaan.

       Atas dasar hal tersebut di atas, maka objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah
       Rencana Transaksi yang berupa Rencana Transaksi Afiliasi Pemberian Pinjaman PAMA kepada
       SJR.




Halaman 11                                                   00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 12
2.4.   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

       Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah PAMA, selaku pemberi pinjaman,
       SJR, selaku penerima pinjaman dan UNTR, selaku perseroan yang dikonsolidasi.

       a. PT United Tractors (”UNTR”)

          Riwayat Singkat

          PT United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”) didirikan di Indonesia pada tanggal 13
          Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra Motor Works, Perseroan dikendalikan oleh induk
          perusahaannya PT Astra International Tbk, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, dihadapan
          Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
          Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan
          dalam Lembaran Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.

          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
          Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
          Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat
          dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat
          pemberitahuan penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022
          No.AHU-0028206.AH.01.02. tahun 2022. Pada tanggal 31 Desember 2022, Grup
          mempunyai karyawan sejumlah 32.679 orang.

          Susunan Kepemilikan Saham

          Berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasian per 31 Desember 2023 susunan
          pemegang saham adalah sebagai berikut:

          Tabel 2.1     Susunan Pemegang Saham UNTR
                                                                   Persentase
                    Pemegang Saham            Jumlah Saham                             Jumlah
                                                                 Kepemilikan (%)
           PT Astra International Tbk           2.219.317.358             59,50%    554.829.000.000
           Franciscus Xaverius Laksana
                                                      200.000              0,01%         50.000.000
           Kesuma (Presiden Direktur)
           Iwan Hadiantoro (Direktur)                 166.400              0,00%         42.000.000
           Loudy Irwanto Ellias (Direktur)             34.515              0,00%          9.000.000
           Edhie Sarwono (Direktur)                    18.100              0,00%          5.000.000
           Widjaja Kartika (Direktur)                    2.000             0,00%          1.000.000
           Masyarakat selain Direksi
           (Masing-masing kepemilikan di        1.412.070.763             37,85%    353.016.000.000
           bawah 5%)
           Jumlah Saham Beredar                 3.631.809.136             97,36%    907.952.000.000
           Saham Tresuri                            98.326.000             2,64%     24.582.000.000
           Jumlah                               3.730.135.136            100,00%    932.534.000.000




Halaman 12                                                   00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 13
        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR

        Berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasian 31 Desember 2023, susunan anggota
        Dewan Komisaris dan Direksi UNTR sebagai berikut:



        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris             : Djony Bunarto Tjondro
        Wakil Presiden Komisaris       : Gidion Hasan
        Komisaris                      : Djoko Pranoto Santoso
                                         Benjamin Herrenden Birks

        Komisaris Independen           : Paulus Bambang Widjanarko
                                         Nanan Soekarna

        Direksi
        Presiden Direktur              : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
        Direktur                       : Loudy Irwanto Ellias
                                         Iwan Hadiantoro
                                         Idot Supriadi
                                         Edhie Sarwono
                                         Widjaja Kartika

        Pada saat laporan ini dikeluarkan terdapat perubahan pada susunan Dewan Komisaris dan
        Direksi UNTR. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR saat laporan ini dikeluarkan seperti
        yang dinyatakan dalam bab 1.14.

        Kegiatan Usaha

        Ruang lingkup kegiatan utama UNTR dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
        meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“Mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna
        jual; penambangan dan kontraktor penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan, dan
        pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
        perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi; pembangkit
        listrik; dan industri perikanan. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973.
        Perseroan berkedudukan di Jakarta, Indonesia.

     b. PT Pamapersada Nusantara (”PAMA”)

        Riwayat Singkat

        PAMA didirikan berdasarkan Akta No. 74 dibuat di hadapan Rukmasanti Hardjasatya, Notaris
        di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 1988. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman
        Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4876.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni
        1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 77 tanggal 26 September 1989,
        Tambahan No. 2099.




Halaman 13                                                00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 14
        Perusahaan berkedudukan di Jakarta Timur dan saat ini beroperasi di Kalimantan Selatan,
        Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan
        Singapura. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Jalan Rawagelam I No. 9, Kawasan Industri
        Pulogadung, Jakarta. Perusahaan merupakan entitas anak UNTR yang merupakan entitas anak
        dari PT Astra International Tbk.

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan laporan keuangan PAMA, susunan pemegang saham adalah sebagai berikut:

        Tabel 2.2    Susunan Pemegang Saham PAMA
                                                            Persentase
             Pemegang Saham        Jumlah Saham                                    Jumlah
                                                          Kepemilikan (%)
         PT United Tractors Tbk       10.114.950.800             99,9995%      5.057.475.400.000
         PT United Tractors
                                             49.200                0,0005%           24.600.000
         Pandu Engineering
         Jumlah                       10.115.000.000                    100%   5.057.500.000.000


        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA

        Per tanggal 10 April 2023, berdasarkan akta no.29 tanggal 10 April 2023 dari Notaris Jose
        Dima Satria S.H., M.Kn., terdapat perubahan susunan dewan komisaris dan direksi PAMA.
        Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA adalah sebagai berikut :

        Dewan Komisaris
        Presiden Komisaris             : Djony Bunarto Tjondro
        Komisaris                      : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
                                         Chiew Sin Cheok

        Direksi
        Presiden Direktur              : Hendra Hutahean
        Direktur                       : Chinthya Theresa Am
                                       : Ari Sutrisno
                                         Warsito Subagio Surjaatmadja
                                         Roberto Dwi Handoko

        Kegiatan Usaha

        PAMA dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”) bergerak di bidang kontraktor
        pertambangan batubara dan batu kapur, pertambangan batubara di area konsesi
        pertambangan milik sendiri, perdagangan batubara, perawatan jalan, pengoperasian
        pelabuhan, penyewaan peralatan berat, penjualan peralatan berat terpakai, dan pembangkit
        listrik. Perusahaan memulai aktivitas komersialnya pada bulan September 1993.

     c. PT Sumbawa Jutaraya (“SJR”)

        Riwayat Singkat




Halaman 14                                               00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 15
        SJR didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Notaris Aswendi Kamuli, S.H., No. 12, tanggal 9
        November 2006. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum
        dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-00218
        HT.01.01.TH.2007 tanggal 4 Oktober 2007.

        Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
        Notaris Marianne Vincentia Hamdani, S.H., No. 15 tanggal 17 April 2023, mengenai
        perubahan Dewan Komisaris dan Direksi. Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
        Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia dengan Surat Keputusan No AHU-AH 01.09-0118365 tanggal 12 Mei 2023.

        Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham SJR

        Berdasarkan laporan keuangan audit SJR tanggal 31 Desember 2023, susunan pemegang
        saham sebagai berikut:

        Tabel 2.3   Susunan Pemegang Saham SJR
                                                           Persentase
             Pemegang Saham        Jumlah Saham                                    Jumlah
                                                         Kepemilikan (%)
         PT Danusa Tambang
                                           717.292                 80,00%        71.729.200.000
         Nusantara
         PT Sumbawa Mineral
                                            89.661                 10,00%         8.966.100.000
         Abadi
         PT Bahtera Samudera
                                            89.661                 10,00%         8.966.100.000
         Abadi
         Jumlah                            896.614                100,00%        89.661.400.000


        Susunan Pengurus SJR

        Berdasarkan laporan keuangan SJR periode 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris
        dan Direksi sebagai berikut:

        Dewan Komisaris:
        Komisaris Utama              : Muliady Sutio
        Komisaris                    : Dadi Sukarso
                                     : Ruli Tanio
                                     : Sunredi Admadjaja

        Direksi:
        Direktur Utama               : Darwin Bintang
        Direktur                     : Mufid Rosichin
                                     : Arga Firmansyah

        Pada saat laporan ini dikeluarkan terdapat perubahan pada susunan Dewan Komisaris dan
        Direksi SJR. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SJR saat laporan ini dikeluarkan seperti
        yang dinyatakan dalam bab 1.14.




Halaman 15                                               00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 16
          Kegiatan Usaha

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
          terutama meliputi bidang pertambangan, khususnya pertambangan mineral logam antara lain
          emas dan mineral asosiasi lainnya. Pada tahun 2021 Perusahaan belum mulai beroperasi
          secara komersial.

2.5.   Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

       Hubungan pihak-pihak bertransaksi, berdasarkan kepemilikan saham dan kepengurusan saham,
       dapat disampaikan sebagai berikut:

       • Berdasarkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris UNTR, PAMA dan SJR terdapat kesamaan
         manajemen pada UNTR dan PAMA pada tanggal 31 Desember 2023:
         1. Frans Kesuma diketahui menjabat sebagai Presiden Direktur di UNTR dan Komisaris di
            PAMA.

       • Hubungan afiliasi dari segi kepemilikan saham:




          Sumber: Manajemen Perseroan

       • Materialitas Nilai Rencana Transaksi

          Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SJR, yang mencakup Amendment I hingga Amendment
          V dan juga Draft Amendment VI, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SJR
          adalah sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika
          Serikat). Sementara pinjaman yang telah diperoleh SJR dari PAMA sampai dengan 31
          Desember 2023 adalah sebesar USD141.000.000,-. Oleh karena itu, terdapat sisa fasilitas
          pinjaman yang dapat digunakan oleh SJR sebesar USD74.500.000,-. Dari sisa fasilitas
          pinjaman tersebut, SJR bermaksud untuk menggunakan dana sebesar USD 74.500.000,-, atau
          setara dengan Rp 1.148.492 Juta (kurs : Rp 15.416,-). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan
          bunga sebesar Term SOFR + Margin.

          Berdasarkan Draft Amandemen VI, terdapat perubahan tingkat margin yaitu dari 2,00%
          menjadi 1,63% dengan tujuan mengurangi beban bunga yang harus dibayar sehingga SJR
          dapat meningkatkan kinerja Perusahaan. Atas dasar hal tersebut di atas, maka objek analisis
          pendapat kewajaran dalam hal ini adalah Rencana Transaksi yang berupa Rencana Transaksi
          Afiliasi Pemberian Pinjaman PAMA kepada SJR.




Halaman 16                                                 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 17
          Materialitas Nilai Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana
          Transaksi dengan ekuitas UNTR periode 31 Desember 2023.

          Tabel 2.4    Nilai Rencana Transaksi berbanding Ekuitas UNTR (Dalam Jutaan Rupiah)

                  Keterangan                Total Nilai Rencana       Ekuitas Perseroan Per 31      %
                                                 Transaksi                Desember 2023

               Rencana Transaksi                    1.148.492                   84.035.563        1,37%

          Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR

          Berdasarkan Laporan Keuangan UNTR per 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor
          Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, ekuitas UNTR tercatat sebesar
          Rp84.035.563 Juta maka Rencana Transaksi sebesar 1,37% dari ekuitas UNTR dengan
          demikian bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
          Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).

2.6.   Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

       PAMA (“Pemberi Pinjaman”) dan SJR (“Penerima Pinjaman”), dimana keduanya disebut sebagai
       “Para Pihak”, telah membuat dan menandatangani perjanjian pinjaman tertanggal 26 Juni 2015,
       dimana Pemberi Pinjaman setuju untuk menyediakan kepada Penerima Pinjaman, fasilitas
       pembiayaan sejumlah USD10.000.000,- (Sepuluh Juta Dolar Amerika Serikat). Perjanjian
       pinjaman tersebut telah diperpanjang beberapa kali yang dituangkan dalam dokumen
       Amendment Loan Agreement I sampai Draft Amandement Loan Agreement VI, dengan perjanjian
       dan persyaratan yang disepakati sebagai berikut:

       1. Perjanjian pinjaman amandemen I tertanggal 24 maret 2016, dimana para pihak setuju
          untuk menurunkan marjin yang diterapkan berdasarkan Perjanjian Pinjaman dari
          sebelumnya 2,25% per tahun menjadi 2,00% per tahun
       2. Perjanjian pinjaman amandemen II tertanggal 23 Maret 2017 dimana Para Pihak telah
          sepakat untuk meningkatkan jumlah pinjaman pokok dari fasilitas pembiayaan, komitmen
          fasilitas berjangka sebesar USD 67.950.000,- (Enam Puluh Tujuh Juta Sembilan Ratus Lima
          Puluh Ribu Dolar Amerika Serikat) dan/atau Komitmen Fasilitas Bergulir (revolving facilities)
          sebesar USD6.500.000,- (Enam Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika Serikat).
       3. Perjanjian pinjaman amandemen III tertanggal 27 Desember 2019 dimana Para Pihak telah
          sepakat untuk mengubah jenis pinjaman menjadi fasilitas pinjaman Bergulir (revolving
          facilities) sepenuhnya. Oleh karena itu Fasilitas Pinjaman Bergulir (revolving facilities) adalah
          74.450.000,- (Tujuh Puluh Empat Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu Dolar Amerika Serikat).
       4. Perjanjian pinjaman amandemen IV tertanggal 27 Agustus 2021 dimana Para Pihak sepakat
          untuk menambah fasilitas pinjaman Bergulir (revolving facilities) sejumlah USD100.500.000,-
          (Seratus Juta Lima Ratus Lima Puluh Ribu Dolar Amerika Serikat) sehingga agregat fasilitas
          Pinjaman Bergulir (revolving facilities) menjadi sebesar USD175.000.000,- (Seratus Tujuh
          Puluh Lima Juta Dolar Amerika Serikat).
       5. Amandemen V atas Perjanjian Pinjaman tertanggal 26 Juni 2023 (“Amandemen V”) dimana
          Para Pihak telah sepakat untuk menambah Fasilitas Pinjaman Berputar USD40.500.000,-
          (Empat Puluh Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika Serikat), sehingga agregat Fasilitas
          Pinjaman Berputar berubah menjadi sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta
          Lima Ratus Ribu Dolar Amerika Serikat)


Halaman 17                                                    00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 18
      6. Draft Amandemend VI dimana Para Pihak sepakat untuk menurunkan marjin yang diterapkan
          dari sebelumnya 2,00% (dua persen) per tahun menjadi 1,63% per tahun.
      7. SJR dapat mempergunakan Pinjaman selama Periode Pinjaman dan dapat diperpanjang
          sesuai kesepakatan para pihak.
      8. Jangka waktu berlakunya fasilitas sampai 31 Desember 2030.
      9. Bunga dari pinjaman sebesar Term SOFR + Margin 1,63%.
      10. SJR dapat melakukan pembayaran lebih awal dari jangka waktu pinjaman.
      11. PAMA dapat mengalihkan sebagian atau seluruh haknya berdasarkan draft perjanjian.




Halaman 18                                            00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 19
                                             BAB III
                             ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI

3.1.   Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

       Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis adalah
       sebagai berikut:

        a. Analisis atas Rencana transaksi pembelian saham.
        b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana transaksi pembelian saham.
        c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi pembelian saham.
        d. Alalisis atas faktor lain yang relevan.

3.2.   Analisis atas Rencana Transaksi

       a. Latar belakang Rencana Transaksi

          SJR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang
          emas, di mana jenis usahanya adalah eksplorasi dan pengolahan barang tambang berupa
          emas dan perak. Lokasi tambang emas SJR berada di Kecamatan Ropang, Kabupaten
          Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas 8.697,53 Ha. PAMA merupakan anak
          perusahaan dari UNTR, sedangkan SJR merupakan anak perusahaan dari DTN, yang dimiliki
          60% oleh UNTR dan 40% oleh PAMA.

          Untuk dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik PAMA sebagai induk usaha
          SJR memberikan dukungan pembiayaan belanja modal dan modal kerja kepada SJR sebagai
          salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SJR. PAMA telah memberikan facilitas
          pinjaman kepada SJR sebesar USD 215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu
          Dolar Amerika) dengan tingkat suku bunga Term SOFR + 2%. Dengan semakin meningkatnya
          beban operasional SJR dan untuk mengoptimalkan biaya pembiayaan, SJR akan mengurangi
          beban keuangan perusahaan dengan penurunan margin suku bunga.

          Transaksi penurunan margin suku bunga ini dilakukan untuk membantu SJR dalam
          mengoptimalkan beban pembiayaan.

       b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

          1. Analisis Manfaat Rencana Transaksi
             Melalui transaksi penurunan margin suku bunga tersebut, memberikan SJR akses
             pembiayaan yang lebih terjangkau, sehingga dapat mengurangi beban keuangan
             perusahaan. Dengan margin yang lebih rendah, SJR akan mampu mengalokasikan lebih
             banyak dana untuk kegiatan operasional dan belanja modal yang esensial, seperti
             pembangunan infrastruktur tambang. Hal ini akan berdampak positif terhadap percepatan
             proyek dan peningkatan produktivitas dan memberikan dampak positf pada Perseroan.

             Disisi lain pada kondisi ketidakpastian global akbit berbagai isu nasional dan internasional,
             penurunan margin ini juga merupakan langkah adaptif untuk menyesuaikan dengan situasi
             pasar yang dinamis. SJR perlu menjaga fleksibilitas finansial untuk menghadapi tantangan
             ekonomi global yang dapat mempengaruhi kegiatan operasional. Dengan struktur biaya


Halaman 19                                                   00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 20
             yang lebih efisien, SJR dapat menunjukkan kepada investor bahwa perusahaan memiliki
             strategi keuangan yang sehat dan berkelanjutan, yang dapat meningkatkan daya tarik
             investasi pada Perseroan.

          2. Analisis Risiko Rencana Transaksi
              Risiko gagal bayar: Risiko ini berkaitan dengan permasalahan kemampuan SJR dalam
               memenuhi kewajiban atas pelunasan pinjaman.
              Risiko tidak tercapainya proyeksi keuangan: Risiko ini berkaitan terhadap pencapaian
               kinerja keuangan SJR.

3.3.   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

       Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
       tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
       prospek usaha kedepannya.

       a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia

          Pertumbuhan Ekonomi

          Ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian Amerika
          Serikat (AS) yang kuat. Ekonomi AS tumbuh kuat ditopang oleh perbaikan permintaan
          domestik, termasuk fiskal akomodatif, dan kenaikan ekspor. Inflasi AS pada April 2024 tetap
          tinggi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi AS yang kuat tersebut, meski melambat
          dibandingkan dengan inflasi Maret 2024. Perkembangan inflasi ini meningkatkan
          kemungkinan penurunan Fed Funds Rate (FFR) pada akhir tahun 2024. Pada saat bersamaan,
          risiko memburuknya ketegangan geopolitik sejak akhir April 2024 tidak berlanjut. Berbagai
          kondisi ini berdampak positif pada tertahannya penguatan dolar AS secara global dan
          menurunnya yield US Treasury dibandingkan dengan kondisi pada pertengahan April 2024,
          meski masih berada pada level yang tinggi. Aliran modal ke negara berkembang kembali
          terjadi dan mengurangi tekanan terhadap nilai tukarnya. Ke depan, risiko terkait arah
          penurunan FFR dan dinamika ketegangan geopolitik global tetap perlu dicermati karena dapat
          kembali mendorong kenaikan ketidakpastian pasar keuangan global, menekan mata uang
          negara berkembang, meningkatkan tekanan inflasi, dan menurunkan prospek pertumbuhan
          ekonomi dunia. Kondisi ini memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi
          dampak negatif dari rambatan ketidakpastian global tersebut terhadap perekonomian di
          negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

          Ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan pada periode tingginya ketidakpastian global.
          Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 tercatat 5,11% (yoy), meningkat dibandingkan dengan
          pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Perkembangan ini didukung
          oleh permintaan domestik. Konsumsi swasta dan Pemerintah membaik didorong oleh dampak
          positif pelaksanaan Pemilu 2024 dan hari libur nasional terkait dengan Hari Besar Keagamaan
          Nasional.

          Investasi tumbuh baik, terutama ditopang oleh investasi bangunan seiring berlanjutnya
          pembangunan infrastruktur. Sementara itu, ekspor melambat sejalan dengan masih lemahnya
          permintaan dari mitra dagang utama. Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 juga
          didukung oleh peningkatan pertumbuhan di Lapangan Usaha (LU) yang terkait mobilitas,


Halaman 20                                                 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 21
        seperti LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,
        serta LU Informasi dan Komunikasi. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi meningkat di
        sebagian besar wilayah. Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan
        II 2024 tetap baik, sebagaimana tecermin pada kinerja positif sejumlah indikator konsumsi
        rumah tangga dan investasi, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan
        Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Dengan berbagai perkembangan tersebut,
        pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia
        terus memperkuat sinergi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya
        dari sisi permintaan, melalui stimulus kebijakan makroprudensial yang ditempuh dengan
        stimulus fiskal Pemerintah

        Tabel 3.1   Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (%,yoy)




        Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

        Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 juga didukung oleh peningkatan pertumbuhan
        di Lapangan Usaha (LU) yang terkait mobilitas, seperti LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU
        Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta LU Informasi dan Komunikasi. Secara
        spasial, pertumbuhan ekonomi meningkat di sebagian besar wilayah. Perkembangan terkini
        menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan II 2024 tetap baik, sebagaimana tecermin pada
        kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah tangga dan investasi, seperti Indeks
        Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur.
        Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada
        dalam kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk mendukung
        pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya dari sisi permintaan, melalui stimulus
        kebijakan makroprudensial yang ditempuh dengan stimulus fiskal Pemerintah.




Halaman 21                                               00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 22
        Tabel 3.2 Pertumubuhan PDP Dunia




        Sumber: CPB, IMF, *Proyeksi Bank Indonesia

        Defisit transaksi berjalan triwulan I 2024 tetap rendah didukung oleh berlanjutnya surplus
        neraca perdagangan barang. Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial triwulan I
        2024 mencatat defisit, sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global. Perkembangan
        terkini pada triwulan II 2024 menunjukkan NPI kembali membaik ditopang oleh berlanjutnya
        surplus neraca perdagangan pada April 2024 sebesar 3,6 miliar dolar AS didukung oleh
        ekspor nonmigas. Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio kembali positif pada triwulan
        II 2024 (sampai dengan 20 Mei 2024) secara neto tercatat sebesar 1,8 miliar dolar AS
        didorong oleh dampak positif respons bauran kebijakan moneter Bank Indonesia. Posisi
        cadangan devisa Indonesia akhir April 2024 tetap tinggi sebesar 136,2 miliar dolar AS, setara
        dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
        Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
        Secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran
        defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan
        finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk
        modal asing sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan persepsi
        positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang
        menarik.

        Inflasi

        Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) April
        2024 tercatat menurun dari 3,05% (yoy) pada Maret 2024 menjadi sebesar 3,00% (yoy).
        Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti dan inflasi administered prices (AP) yang rendah
        masing-masing sebesar 1,82% (yoy) dan 1,54% (yoy). Sementara itu, inflasi volatile food (VF)
        menurun dari 10,33% (yoy) menjadi sebesar 9,63% (yoy) sejalan dengan penurunan harga
        komoditas pangan terutama dipengaruhi oleh mulai masuknya masa panen, serta berlanjutnya
        sinergi pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah.

        Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi
        inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
        perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan kembali, imported inflation
        yang terkendali sejalan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak
        positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan juga kembali menurun seiring
        peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan sinergi pengendalian



Halaman 22                                                 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 23
        inflasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui Gerakan Nasional
        Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Bank Indonesia akan terus
        memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan sinergi kebijakan dengan
        Pemerintah Pusat-Daerah sehingga inflasi tahun 2024 dan 2025 tetap terkendali dalam
        sasaran 2,5±1%.

        Grafik 3.1   Tingkat Inflasi (% yoy)




        Sumber: Bank Indonesia, 2024

        Nilai Tukar Rupiah

        Nilai tukar Rupiah secara bulanan pada Mei 2024 (hingga 21 Mei 2024) kembali menguat
        1,66% (ptp), setelah pada April 2024 melemah 2,49% (ptp). Penguatan nilai tukar Rupiah
        didorong oleh dampak positif respons bauran kebijakan moneter Bank Indonesia pada April
        2024. Respons kebijakan ini mendorong aliran masuk modal asing, terutama ke SBN dan SRBI,
        sebesar 4,2 miliar dolar AS pada bulan Mei 2024 (hingga 20 Mei 2024). Dengan
        perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah 3,74% dari level akhir Desember 2023, lebih
        baik dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina, Won Korea, dan Baht Thailand masing-
        masing sebesar 4,91%, 5,52%, dan 5,99%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil
        dengan kecenderungan menguat didorong oleh imbal hasil yang menarik sejalan dengan
        kenaikan BI-Rate, premi risiko yang turun, prospek ekonomi yang lebih baik, dan komitmen
        Bank Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah.

        Bank Indonesia terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang tersedia untuk
        menstabilkan nilai tukar Rupiah, termasuk melalui penguatan strategi operasi moneter pro-
        market dengan mengoptimalkan instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. Bank Indonesia
        memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung
        implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA)
        sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.




Halaman 23                                              00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 24
        Grafik 3.2   Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia




                 Sumber: Bank Indonesia, 2024

        Suku Bunga

        Pada April 2024, kredit tumbuh tinggi sebesar 13,09% (yoy) didorong oleh pertumbuhan kredit
        di banyak sektor, seperti sektor industri, jasa dunia usaha, dan perdagangan, sejalan dengan
        meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Tingginya permintaan kredit dipengaruhi oleh sisi
        penawaran, sejalan dengan terjaganya appetite perbankan yang didukung oleh tingginya
        permodalan, berlanjutnya strategi realokasi aset ke kredit oleh perbankan, dan diterapkannya
        Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang menjaga kecukupan likuiditas
        perbankan. Pertumbuhan kredit tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan DPK yang terus
        meningkat, yang mencapai 8,21% (yoy) pada April 2024. Dari sisi permintaan, pertumbuhan
        kredit didukung oleh kinerja korporasi dan rumah tangga yang tetap terjaga baik. Berdasarkan
        kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit investasi, kredit modal kerja,
        dan kredit konsumsi yang masing-masing tumbuh sebesar 15,69% (yoy), 13,25% (yoy), dan
        10,34% (yoy). Pembiayaan syariah juga tumbuh tinggi sebesar 14,88% (yoy), sementara kredit
        UMKM tumbuh sebesar 7,30% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit
        2024 akan terus meningkat menuju batas atas kisaran prakiraan 10-12%. Bank Indonesia
        akan terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial akomodatif dan
        mempererat sinergi dengan Pemerintah, KSSK, perbankan, serta pelaku usaha untuk
        mendukung peningkatan kredit/pembiayaan bagi pertumbuhan ekonomi secara
        berkelanjutan.

        Ketahanan perbankan tecermin dari likuiditas yang memadai, risiko kredit yang rendah, dan
        permodalan yang kuat. Likuiditas perbankan yang tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap
        Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi sebesar 25,62%. Rasio kecukupan modal (Capital
        Adequacy Ratio/CAR) masih tinggi sebesar 25,96% pada Maret 2024, sementara rasio kredit
        bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah sebesar 2,25% (bruto) dan
        0,77% (neto). Ketahanan perbankan yang kuat juga didukung oleh kemampuan membayar
        korporasi yang baik.




Halaman 24                                                00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 25
        Tabel 3.3 Perkembangan Nilai Rata-rata Suku Bunga Pinjaman Rupiah Perbankan (%)
                Pinjaman Investasi dalam                                   Suku Bunga (%)
             Rupiah menurut kelompok Bank           2017       2018      2019         2020     2021        2022       2023
             Bank Persero                           10,29     10,34      9,75         8,87     8,49        8,72       9,41
             Bank Pemerintah Daerah                 11,39     11,05      11,04        10,4     9,35        9,16       9,06
             Bank Swasta Nasional                   10,89     10,67      10,02        8,81     8,22        8,28       8,23
             Bank Asing dan Bank Campuran           8,84       7,56      8,83         7,24     6,2         7,91       8,51
             Bank Umum                              10,56     10,38       9,9         8,88     8,35        8,51       8,81
        Sumber: Bank Indonesia

     b. Tinjauan Industri di Indonesia

        Industri Batu Bara

        Produksi batubara Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk di tahun 2023,
        tercatat produksi batubara sebesar 775 juta ton, jauh melampaui dari target yang dibidik
        sebesar 695 juta ton dan untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) bisa menuhi kebutuhan 213
        juta ton dan kemudian juga ekspornya 518 juta ton. Terjadi peningkatan pemanfaatan
        batubara domestik dari target tahun 2023 sebesar 177 juta ton. Hal tersebut disebabkan
        adanya demand batubara lebih banyak, karena adanya tambahan Pembangkit Listrik Tenaga
        Uap (PLTU) baru dari proyek-proyek 35 GW yang sedang diselesaikan.

        Grafik 3.3       Produksi Batu Bara di Indonesia

          800

          700                                                                                        213
                                                                                         193
          600
                                                        138
          500                                 115                 132           133
                                                                                                     518
                                                        478                              494
          400      87         91      97      443                 432           435
                   375       365      364
          300

          200                                                                                                     9

          100                                                                                                 150

              0
                  2015       2016    2017    2018       2019      2020      2021        2022      2023      Mei 2024

                                               Ekspor       DMO Dalam Negri

        Sumber: Kementerian ESDM

        Produksi batubara Indonesia terus meningkat sejak tahun 2020, dimana pada tahun tersebut
        produksinya sebesar 564 juta ton dengan DMO sebesar 132 juta ton dan ekspor 432 juta ton.
        Untuk tahun 2021, produksi batubara mencapai 568 juta ton, dengan DMO sebesar 133 juta
        ton dan ekspor 435 juta ton.

        Pada tahun 2022, produksi batubara Indonesia kembali meningkat di angka 687 juta ton,
        dengan pasokan DMO sebesar 193 juta ton dan untuk ekspor mencapai 494 juta ton. Untuk


Halaman 25                                                       00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 26
        di tahun 2023, tercatat produksi batubara sebesar 775 juta ton, jauh melampaui dari target
        yang dibidik sebesar 695 juta ton dan untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) bisa menuhi
        kebutuhan 213 juta ton dan kemudian juga ekspornya 518 juta ton. Sementara itu, pada tahun
        2024, pemerintah telah mencanangkan target produksi batubara dipatok sebesar 710 juta ton.

        Industri Konstruksi

        Menurut data BPS, jumlah perusahaan konstruksi di Indonesia sebanyak 190.677 unit pada
        2023. Jumlah tersebut terkoreksi 3,22% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai
        197.030 unit. Melihat trennya, perusahaan konstruksi di Indonesia cenderung menunjukkan
        peningkatan. Perusahaan konstruksi mencatatkan rekor tertingginya sebanyak 203.403 unit
        pada tahun 2022. Namun, jumlah perusahaan konsruksi kembali turun pada tahun ini. Hal itu
        terjadi karena banyak proyek-proyek infrastruktur belum dapat beroperasi secara maksimal.

        Grafik 3.4 Jumlah Perusahaan Konstruksi di Indonesia 2012-2023

         250.000




                                                                                                             203.403
                                                                                                                       197.030
         200.000
                                                                                                                                 190.677

                                                                                         168.868
                                                                     155.833   160.576             159.308
                                                           142.852
         150.000
                   130.615   131.080   129.819   134.029



         100.000




          50.000




               -




                   2012      2013      2014      2015      2016      2017      2018      2019      2020      2021      2022      2023

        Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

        Berdasarkan wilayahnya, sebanyak 23.624 perusahaan konstruksi terletak di Jawa Timur pada
        2023. Jawa Tengah menyusul di urutan kedua dengan 16.092 perusahaan konstruksi
        Sebanyak 14.190 perusahaan konstruksi berdomisili di Jakarta. Ada pula 12.689 perusahaan
        konstruksi yang berada di Jawa Barat. Sementara, Gorontalo menjadi provinsi dengan
        perusahaan konstruksi paling sedikit, yakni 661 unit. Di atasnya ada di Kepulauan Bangka
        Belitung dan Sulawesi Barat berturut-turut sebanyak 894 unit dan 1.145 unit.

        Terbatasnya distribusi material akibat kebijakan PSBB. Sebagian besar pelaksana proyek
        konstruksi menunda aktivitasnya meskipun ada yang terus melanjutkan proyek yang sedang
        dikerjakan karena kebutuhan perusahaan menjaga arus kas dan menjaga komitmen kepada
        pemilik proyek dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sejak pemberlakuan PSBB,
        sektor konstruksi mengalami kontraksi cukup dalam. Selain itu, pandemi telah memicu
        pemotongan yang tajam dalam belanja infrastruktur pemerintah dan meningkatkan
        kemungkinan keterlambatan yang signifikan atas proyek-proyek infrastruktur dalam Rencana
        Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.




Halaman 26                                                                        00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 27
        Industri Emas

        Produksi Emas Indonesia dilaporkan sebesar 70.000.000 kg pada 2022. Rekor ini naik
        dibandingkan sebelumnya yaitu 66.000.000 kg untuk 2021.

        Grafik 3.5 Produksi emas Indonesia


                                                         Gold Production Indonesia

                        140                                                 133
             Millions




                        120                                                          109                         110
                                                                                                          105
                                                                    101
                        100                         92
                                                             81                                     79
                         80    69            69                                              66
                                      60
                         60

                         40

                         20

                          -
                              2012   2013   2014   2015     2016   2017     2018     2019   2020   2021   2022   2023

        Sumber: CEICDATA.com

        Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, Indonesia memiliki tambang
        emas seluas 1.181.071,52 hektare (ha). Tambang tersebut tersebar di 25 provinsi. Papua
        memiliki tambang emas terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 229.893,75 ha.
        Tambang emas tersebut tersebar di enam kabupaten, yakni Pegunungan Bintang, Keerom,
        Nabire, Dogiyai, Mimika dan Paniai. Setelahnya ada Sumatera Utara dengan tambang emas
        seluas 196.452,00 ha. Kemudian, tambang emas yang berada di Sulawesi Utara sebesar
        133.357,51 ha. Jawa Timur juga memiliki tambang emas seluas 24.369,87 ha. Kemudian
        emas di Jawa Barat seluas 10.560,00 ha. Sementara, luas tambang emas paling kecil berada
        di Sulawesi Tenggara sebesar 1.210,00 ha. Posisinya diikuti Sumatera Barat dan Kalimantan
        Utara secara berturut-turut seluas 1.985,00 ha dan 7.941,67 ha.

        Menurut situs ‘Paper Gold of China’, jumlah perdagangan pada bursa pertukaran emas
        terbesar di dunia, Exchange Traded Fund (ETF), terhitung tanggal 28 Desember 2022 adalah
        917,64 ton, dengan kenaikan sebesar 0,87 ton, dan tercatat kenaikan bersih sebesar 9,55 ton
        pada bulan ini Selama dalam setahun lalu, pada awal krisis Ukraina, harga emas telah
        mendekati level tertinggi sepanjang masa lebih dari $2.000 pada tahun 2020 ketika negara-
        negara di seluruh dunia sedang melakukan lockdown. Tetapi kenaikan suku bunga besar-
        besaran dari Federal Reserve pada tahun 2022 telah sangat melemahkan kinerja tradisional
        emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

        Industri Tenaga Listrik

        Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan jumlah penduduk dan pengembangan infrastruktur yang
        memicu tumbuhnya kawasan industri, kawasan bisnis dan permukiman baru membuat



Halaman 27                                                                00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 28
        kebutuhan tenaga listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi kebutuhan
        listrik dan meningkatkan rasio elektrifikasi nasional, Pemerintah telah mencanangkan
        percepatan proyek listrik 35.000 MW dan membuka kesempatan bagi investasi swasta untuk
        berpartisipasi maksimal dalam pembangunan pembangkit listrik melalui mekanisme
        pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producers (IPP). Selain partisipasi melalui
        skema IPP, pihak swasta dapat berpartisipasi melalui proyek Engineering, Procurement, and
        Construction (EPC) yang ditawarkan PT PLN (Persero) (PLN), Kerja sama Pemerintah Swasta
        (KPS), maupun skema sewa beli (build, lease, and transfer).

        Perlambatan ekonomi dan pembatasan berbagai aktivitas selama pandemi Covid-19 telah
        berdampak pada penurunan konsumsi listrik nasional. Penjualan listrik PLN tahun 2020 turun
        dari 245,5 terawatt jam (TWh) pada tahun 2019 menjadi 245,1 TWh. Namun konsumsi rumah
        tangga tumbuh 10% karena kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah. Sementara itu, PLN
        dalam laporan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030
        memproyeksikan produksi listrik dalam negeri pada tahun 2022 ini mencapai 6,448 Giga
        Watt Hour (GWh) dan penjualan listrik di sebanyak 6,318 Giga Watt Hour (GWh). Dengan
        proyeksi pertumbuhan ekonomi 4,32%, PLN memproyeksikan beban puncak listrik atau beban
        pemakaian listrik sebanyak 925 megawatt (MW) dengan jumlah 2,246,076. Proyeksi beban
        pemakaian listrik pun semakin meningkat dalam 1 dekade mendatang seperti yang terlihat
        pada grafik. Pada tahun 2030, PLN memperkirakan dengan pertumbuhan ekonomi 3,31%,
        penjualan listrik sebesar 10,617 GWh dan produksi 11,480.

        Salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong tingkat penyerapan pasokan listrik adalah
        menarik investasi masuk ke Indonesia. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk
        meningkatkan daya tarik Investasi. Upaya tersebut di antaranya memperbaiki ekosistem
        investasi dengan mereformasi berbagai regulasi terkait perizinan, menyediakan beragam
        fasilitas fiskal, serta membangun berbagai kawasan industri atau ekonomi. Selain kemudahan
        perizinan dan birokrasi, faktor ketersediaan pasokan listrik juga merupakan faktor yang
        menjadi indikator kemudahan berbisnis.

        Proyeksi Perekonomian Global dan Domestik

        Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 sebesar 3,0% dan
        melambat menjadi 2,8% pada 2024. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India
        tahun 2023 lebih baik dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
        pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan konsumsi rumah
        tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara maju, termasuk di AS, dalam
        kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih di atas sasaran. Suku bunga kebijakan
        moneter, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan telah mencapai puncaknya namun
        masih akan bertahan tinggi dalam waktu yang lama (high for longer). Demikian
        pula yield obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam
        kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan premi risiko
        jangka panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah




Halaman 28                                               00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 29
        Grafik 3.6 Pertumbuhan PDB Proyeksi 2024 dan 2025 (% year to year)




        Sumber: OECD Economic Outlook

        Proyeksi Industri Batu Bara

        Kebijakan NZE (Net-zero Emission) yang tengah dicanangkan beberapa negara dipredikisi
        akan membawa dampak yang masif bagi industri batu bara global. Pada seluruh skenario IEA
        Net-zero Outlook 2050, peran batubara dalam sistem energi global akan terus menurun.
        Salah satu sektor industri yang diperkirakan akan paling terdampak penerapan kebijakan Net-
        zero Emission (NZE) di berbagai negara adalah industri batubara. Pada seluruh skenario IEA
        Net-zero Outlook 2050, peran batubara dalam sistem energi global akan terus menurun.
        Selaras dengan proyeksi IEA, BP juga memperkirakan penurunan tajam permintaan (demand)
        batubara setelah tahun 2020. Dengan adanya prediksi penurunan konsumsi batubara global
        yang konsisten dalam kurun 30 tahun kedepan, tentunya industri batubara perlu bersiap - siap.
        Pertama, penurunan konsumsi batubara secara umum akan terkonsentrasi pada sektor
        pembangkit listrik serta industri. Oleh sebab itu, pengusaha batubara perlu mulai
        merencanakan diversifikasi produk mulai dari sekarang. Selain itu, diperkirakan bahwa setelah
        tahun 2040 pemanfaatan batubara yang tersisa akan menggunakan teknologi CCS / CCUS
        (Carbon Capture, Utility, & Storage). Dengan begitu, tentunya pengusaha batubara juga perlu
        memplejari integrasi pemanfaatan batubara dengan teknologi tersebut.

        Proyeksi Industri Konstruksi

        Kondisi pandemi yang mulai membaik pada tahun 2022, berdampak positif pada pemulihan
        ekonomi di Indonesia. Berdasarkan Laporan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III-
        2022, yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi di Indonesia tumbuh sebesar 1,81
        persen bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (quartal to quartal). Dari sisi produksi,
        bidang usaha konstruksi mencatatkan pertumbuhan positif dengan tumbuh sebesar 4,72
        persen secara kuartalan. Meskipun demikian, secara tahunan (year on year), pertumbuhan
        industri konstruksi di Indonesia justru mengalami perlambatan. Pada triwulan III tahun 2022,
        industri konstruksi tercatat hanya tumbuh 0,6 persen, lebih kecil bila dibandingkan tahun
        sebelumnya yakni 3,84%.

        Pertumbuhan sektor konstruksi di Indonesia mencapai 6 – 7 persen per tahun, nilai tersebut
        diperkirakan akan terus tumbuh mencapai 10 - 15 persen pada 2050 seiring dengan program
        Masterplan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Pertumbuhan
        itu pun akan sebanding dengan semakin besarnya tantang dunia jasa konstruksi ke depan,



Halaman 29                                                00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 30
        maka tuntutan akan efisiensi, efektifitas serta akuntabilitas pelaksanaan proyek konstruksi akan
        semakin tinggi.

        Pada tahun 2022 kenaikan sektor industri terutama didorong oleh pertumbuhan proyek industri
        ringan dan teknik berat. Ini akan tetap kuat untuk tahun 2023 karena tren berkelanjutan dalam
        relokasi pabrik ke negara-negara berkembang. Kebijakan pemerintah untuk mengejar hilirisasi
        industri dan menghentikan ekspor bahan baku berpotensi menyebabkan peningkatan
        investasi, khususnya di industri peleburan dan kilang. Pabrik smelter mulai bermunculan di
        beberapa daerah di luar Jawa. Kedekatan dengan zona industri baru dan koridor transportasi
        utama merupakan faktor yang mendasari untuk menentukan dimana permintaan fasilitas
        distribusi gudang akan terus tumbuh.

        Pertumbuhan layanan online telah membantu meningkatkan permintaan akan tempat industri
        ringan karena fasilitas tersebut dapat digunakan untuk tujuan distribusi dan manufaktur.
        Gudang besar perusahaan besar & fasilitas logistik biasanya telah dibangun berdasarkan
        perjanjian built-to-suit. Sebaliknya, perusahaan umum lebih memilih bangunan gudang
        standar yang biasanya memiliki fasilitas yang lebih ringkas & ruang gudang yang lebih kecil.
        Kebijakan prioritas tahun 2023 difokuskan pada percepatan penyediaan infrastruktur dan
        proyek strategis nasional terpilih yang telah memasuki tahap konstruksi harus selesai pada
        semester I-2024. Tahun 2023 & 2024 menjadi tahun akselerasi penyelesaian pembangunan
        banyak jalan tol di berbagai daerah untuk meningkatkan konektivitas antar daerah dengan
        perekonomian masyarakat. Pemerintah juga masih akan mengalokasikan anggaran yang
        signifikan untuk proyek-proyek baru pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah, termasuk
        bendungan, pelabuhan, dan fasilitas transportasi.

        Proyeksi Industri Energi

        Pemerintah memiliki perhatian serius pada industri energi baru terbarukan. Hal tersebut
        terwujud dalam langkah Pemerintah yang menetapkan ekonomi hijau sebagai strategi utama
        dalam transformasi ekonomi jangka menengah dan panjang. Terlebih di masa pandemi,
        transformasi merupakan kunci percepatan pemulihan ekonomi sekaligus mendorong
        pertumbuhan pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan. Perekonomian
        Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 yang mencapai 3,69% (yoy) ini tentunya
        merupakan optimisme yang bisa kita bawa di tahun 2022. PDB riil Indonesia sudah melewati
        level pra pandemi, dimana kita sudah masuk pada upper middle income country dan
        dorongan positif juga datang dari sektor usaha yang terkait dengan energi baru dan
        terbarukan.

        Dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2019-2028 yang dikeluarkan
        Kementerian ESDM, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 6%, rata-rata
        inflasi 3,5% dan rata-rata pertumbuhan penduduk sekitar 0,8%, maka pertumbuhan
        kebutuhan tenaga listrik nasional dalam jangka waktu 20 tahun ke depan di proyeksikan
        tumbuh rata-rata 6,9% per tahun. Untuk memenuhi peningkatan kebutuhan listrik nasional,
        Pemerintah telah berkomitmen untuk mendukung pengembangan kapasitas pembangkit listrik
        sumber EBT, baik yang dibangun oleh PLN maupun investasi swasta. Menteri ESDM telah
        menerbitkan Peraturan No. 4 Tahun 2020 tentang pemanfaatan sumber EBT untuk penyediaan
        tenaga listrik. Peraturan ini menambah optimisme untuk sektor ini dan diharapkan bisa
        mengatasi beberapa kendala regulasi terkait pembangkit listrik EBT dan membuat investasi EBT




Halaman 30                                                 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 31
        lebih menarik. Industri Solar PV telah dimasukkan dalam Post Covid-19 Recovery Plan melalui
        insentif pajak dan tindakan stimulus lainya.

     c. Prospek Usaha dan Rencana Ke Depan

        Mesin Konstruksi

        Pilar usaha Mesin Konstruksi berfokus pada penjualan alat berat dan alat transportasi. Segmen
        usaha ini merupakan segmen penting sejak awal pendirian United Tractors dan menawarkan
        berbagai produk andal yang dapat mendukung kegiatan usaha di berbagai sektor, seperti
        pertambangan, perkebunan, konstruksi, kehutanan, serta angkutan dan transportasi.
        Pembelian alat berat merupakan investasi penting bagi pelanggan karena digunakan selama
        periode waktu tertentu. Untuk itu Perseroan menawarkan produk-produk berkualitas dari
        merek global terpilih dengan tipe dan ukuran yang sesuai untuk pekerjaan lapangan atau
        industrial di area normal maupun sulit. Untuk dapat meningkatkan penjualan alat berat, UNTR
        akan memperluas cakupan pasar dengan mencari peluang di sektor-sektor yang memiliki
        potensi untuk berkembang, memberikan value dan layanan purna jual yang lebih baik lagi
        didukung oleh implementasi digitalisasi, serta meningkatkan kerja sama dengan prinsipal
        untuk menyediakan produk-produk alat berat yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

        Kontraktor Penambangan

        Harga batu bara masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi bisnis PAMA. Volatilitas
        harga batu bara akan berpengaruh pada target produksi pelanggan dan akhirnya akan
        mempengaruhi kinerja produksi PAMA. Selain faktor batu bara, volatilitas harga minyak dunia
        dan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) juga menimbulkan risiko yang signifikan bagi bisnis
        PAMA. Strategi PAMA untuk memitigasi risiko tersebut adalah melakukan efisiensi biaya dan
        optimalisasi sumber daya untuk mencapai cost leadership.

        Isu lain yang harus dicermati dalam jangka panjang adalah isu lingkungan dan emisi karbon
        dari penggunaan dan penambangan batu bara yang dapat menghambat investasi dan
        mempengaruhi permintaan batu bara global. Langkah mitigasi PAMA adalah melakukan
        diversfikasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan bisnis pada batu bara.

        Potensi perselisihan dengan masyarakat sekitar terkait pembebasan lahan, kompensasi,
        kesenjangan sosial, ekonomi dan lingkungan dapat membuat operasional tambang terganggu
        bahkan berhenti. PAMA secara konsisten melaksanakan program-program tanggung jawab
        perusahaan (CSR) yang berfokus pada pengembangan kesehatan, pendidikan, sosial,
        ekonomi dan lingkungan masyarakat sekitar sebagai salah satu mitigasinya.

        Kegiatan operasional PAMA saat ini didukung oleh beberapa anak usaha, yaitu PT Kalimantan
        Prima Persada (KPP) dan PT Pama Indo Mining (PIM). Konsistensi kinerja PAMA dalam
        mencapai targettarget pelanggan melalui penerapan operational excellence menempatkan
        PAMA sebagai salah satu kontraktor penambangan terkemuka di Indonesia dan masih
        menguasai pangsa pasar yang signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. PAMA telah
        menjalin kerja sama dan membangun relasi usaha yang kuat dengan sejumlah produsen batu
        bara besar di Indonesia dengan dukungan kualitas layanan terbaiknya.




Halaman 31                                                 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 32
        Pertambangan Batu Bara

        Bagi PT Tuah Turangga Agung sebagai perusahaan produsen batu bara, keberlanjutan usaha
        menjadi perhatian utama. Ketergantungan pada komoditas batu bara berpotensi mengancam
        keberlanjutan usaha dengan berbagai isu seperti kondisi harga yang tidak stabil, kebijakan
        negara importir yang berubah-ubah, isu lingkungan serta dampak kegiatan pertambangan
        terhadap masyarakat sekitar.

        PT Tuah Turangga Agung menyadari potensi-potensi tersebut, oleh karena itu, PT Tuah
        Turangga Agung sangat fokus terhadap aktivitas pemeliharaan lingkungan di sekitar tambang
        serta program-program pengembangan kemandirian masyarakat sekitar pertambangan.
        Strategi pengendalian biaya akan terus dijalankan dan dielaborasi lebih lanjut. Perusahaan
        juga terus meningkatkan proses integrasi di semua lini mulai dari organisasi, proses bisnis,
        standar, hingga values. Saat ini Turangga Resources mengoptimalkan produksi batu bara
        termal dari konsesi PT Asmin Bara Bronang (ABB), PT Telen Orbit Prima (TOP), serta batu bara
        kokas dari konsesi PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM).

        Industri Konstruksi

        Sebagaimana umumnya pelaku konstruksi, PT. Acset Indonusa Tbk juga optimis bahwa
        pembangunan infrastruktur akan kembali bergairah di tahun 2023, dimana hal ini sejalan
        dengan strategi PT. Acset Indonusa Tbk untuk menyasar lebih banyak proyek infrastruktur.
        Proyek-proyek infrastruktur ini antara lain jalan tol (landed dan elevated) dan pembangkit
        listrik. Hal ini tidak berarti bahwa PT. Acset Indonusa Tbk meninggalkan dua lini bisnis lainnya.
        PT. Acset Indonusa Tbk juga akan terus aktif mencari peluang dalam proyek fondasi dan
        struktur yang dapat memberikan nilai tambah bagi kompetensi PT. Acset Indonusa Tbk.

        Pada bulan Agustus 2023 dilakukan peningkatan kepentingan efektif grup Perseroan terkait
        pengambilalihan kepentingan non-pengendali menjadi 87,69%. Komitmen Perseroan di
        industri konstruksi melalui partisipasi ACSET terlihat melalui dukungan dari segi pendanaan
        dan pertumbuhan jumlah kontrak yang diperoleh ACSET setelah akuisisi. ACSET mampu
        mengoptimalkan nilai lebih yang dimilikinya melalui kerja sama operasi dan/ atau kemitraan
        strategis dengan Grup Astra maupun industri lainnya di Indonesia, sehingga mampu
        meningkatkan perolehan nilai kontrak secara signifikan.

        Ke depan, Perseroan berharap dapat terus tumbuh serta lebih mempercepat kegiatan usaha
        di bidang industri konstruksi melalui partisipasi aktif dalam pengembangan infrastruktur dan
        industri di Indonesia, serta dapat terus menyediakan layanan unggul melalui pengembangan
        keahlian dan sinergi dari anak-anak usahanya

        Pertambangan Emas

        Perseroan menjalankan pilar bisnis Pertambangan Emas melalui PTAR yang diakuisisi melalui
        PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) pada akhir tahun 2018. DTN memiliki 95% saham
        PTAR, sedangkan 5% saham sisanya dimiliki oleh pemerintah daerah melalui PT Artha Nugraha
        Agung (ANA). PTAR adalah perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan,
        dan pengolahan mineral yang mengoperasikan Tambang Emas Martabe di Provinsi Sumatera
        Utara. Tambang Emas Martabe beroperasi berdasarkan Kontrak Karya selama 30 tahun
        dengan pemerintah Indonesia. Luas wilayah menurut perjanjian ini adalah 1.302 km2 dan


Halaman 32                                                  00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 33
        mencakup area yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara,
        dan Mandailing Natal. Lokasi Tambang Emas Martabe sendiri berada di Kabupaten Tapanuli
        Selatan dengan area operasi seluas 479 hektar.

        Konstruksi Tambang Emas Martabe dimulai pada tahun 2008 dan produksi emas dan perak
        dimulai pada tahun 2012 dengan rencana tambang yang disetujui hingga tahun 2042. Per
        Juni 2023, sumber daya mineral Tambang Emas Martabe adalah 6,2 juta ons emas dan 59
        juta ons perak. Cadangan bijih sebesar 3,7 juta ons emas dan 33 juta ons perak.

        Selain itu, Perseroan juga memiliki tambang emas lainnya yaitu PT Sumbawa Jutaraya (SJR).
        SJR merupakan perusahaan pertambangan emas yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa,
        Nusa Tenggara Barat. DTN memiliki 80% saham SJR dan sisanya dimiliki pemegang saham
        lain. Saat ini SJR sedang melakukan beberapa aktivitas konstruksi pembangunan fasilitas dan
        infrastruktur untuk mendukung persiapan produksi dan first pouring yang diharapkan pada
        tahun 2024.

        Energi

        Selama tahun 2023, pengembangan segmen Energi semakin menegaskan komitmen
        Perseroan untuk melakukan tranformasi ke bisnis non batu bara dan fokus pada
        pengembangan green energy business sebagai salah satu strategi transisi korporasi di bidang
        energi dan bagian dari Aspirasi Keberlanjutan 2030 Astra. Pengembangan energi terbarukan
        dijalankan oleh PT Energia Prima Nusantara (EPN). Perseroan terus menjajaki potensi
        pengembangan energi terbarukan melalui kerja sama dengan mitra strategis yang memiliki
        kompetensi baik di sektor pembangkit listrik energi terbarukan. EPN melalui PT Uway Energi
        Perdana saat ini mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) yaitu PLTM
        Kalipelus berkapasitas 0,5 MW di Jawa Tengah dan PLTM Besai Kemu di Lampung,
        berkapasitas 7 MW yang mulai beroperasi secara komersial sejak bulan Januari 2024.

        Pada bulan Agustus 2022, Perseroan melakukan investasi pada PT Arkora Hydro Tbk (Arkora)
        dengan kepemilikan saham sebesar 31,49%. Arkora saat ini mengoperasikan dua PLTM, yaitu
        PLTM Cikopo 2 di Jawa Barat dengan kapasitas 7,4 MW dan PLTM Tomasa dengan kapasitas
        10 MW di Sulawesi Tengah. Arkora juga sedang membangun 2 (dua) PLTM lainnya, yaitu PLTM
        Koro Yaentu berkapasitas 10 MW dan PLTM Kukusan 2 berkapasitas 5,4 MW yang masing-
        masing diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2024 dan 2025. Setelah kedua PLTM ini
        beroperasi nanti, Arkora akan memiliki pembangkit listrik dengan total kapasitas terpasang
        sebesar 33 MW. Selain itu, pada bulan Desember 2023, Arkora telah melakukan
        penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PLN untuk pembangunan proyek
        PLTM Tomini 10 MW yang berlokasi di Sulawesi Selatan. Arkora juga memiliki beberapa proyek
        yang siap untuk dikembangkan, yang secara tidak langsung memperluas portofolio energi
        terbarukan

        Perseroan terus menjajaki potensi pengembangan energi terbarukan melalui kerja sama
        dengan mitra strategis yang memiliki kompetensi baik di sektor pembangkit listrik energi
        terbarukan. Selain itu, Perseroan secara aktif melakukan studi terkait dengan proyek energi
        terbarukan lainnya seperti geothermal, solar, dan waste-to-energy. Proyek-proyek ini konsisten
        dengan strategi Perseroan untuk meningkatkan kompetensi di berbagai potensi energi
        terbarukan dalam rangka mencapai portofolio bisnis yang berkelanjutan.




Halaman 33                                                00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 34
     d. Analisis Operasional dan Prospek UNTR

        Dalam grafik 9, pada tahun 2019 – 2023, UNTR memiliki pendapatan dan laba rugi yang
        fluktuatif dan menghasilkan pendapatan terbesar di tahun 2023 sebesar Rp22.130.096 juta
        dengan laba tahun berjalan sebesar.

        Grafik 3.7 Perkembangan Penjualan & Laba (Rugi) Tahun Berjalan SJR

                               Pendapatan dan Laba Tahun Berjalan
         140.000.000

         120.000.000

         100.000.000

             80.000.000

             60.000.000

             40.000.000

             20.000.000

                      -
                            2019            2020          2021              2022       2023

                                   Pendapatan Rp Juta   Rugi/Laba Bersih Rp Juta

        Sumber: Laporan Keuangan UNTR, diolah

        Prospek UNTR

        Di sektor perdagangan, kinerja ekspor cenderung turun akibat melemahnya permintaan
        negaranegara mitra dagang utama Indonesia. Harga komoditas utama ekspor yang
        memberikan kontribusi penting bagi penerimaan devisa menunjukkan koreksi yang cukup
        signifikan. Sejak awal tahun 2023, indeks harga acuan batu bara turun sekitar 60%, minyak
        mentah turun sekitar 15%, gas alam turun sekitar 43%, dan minyak kelapa sawit turun sekitar
        15%. Namun, neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan kinerja positif dan
        mencatatkan surplus dalam 43 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Secara kumulatif, surplus
        neraca perdagangan dari bulan Januari hingga November 2023 mencapai US$33,6 miliar.

     e. Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi

        • Keuntungan Rencana Transaksi

             Dengan penurunan margin bunga dari 2% menjadi 1,63%, pendapatan bunga yang
             diterima oleh PAMA dari pinjaman ini akan berkurang, namun dengan tingkat bunga
             sebesar 6,96% (average SOFR + 1,63%) masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata
             tingkat suku bunga deposito dalam mata uang USD dengan tenor maksimum 6 (enam)
             bulan yang sebesar 2,5%. Dengan margin bunga yang lebih rendah, beban bunga yang
             harus dibayar oleh SJR berkurang, sehingga dari transkasi ini SJR mendapatkan manfaat
             dari sisi pajaknya.




Halaman 34                                                00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 35
          • Kerugian Rencana Transaksi

             Rencana Transaksi memberikan dampak kepada penurunan net income PAMA.

3.4.   Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

       Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas rencana transaksi, sebagai berikut:

       a. Kinerja Keuangan Historis Perseroan

          Tabel 3.4 Laporan Posisi keuangan Perseroan (Jutaan Rupiah)
                           Uraian                 2019          2020         2021            2022           2023
             Aset lancar                        50.826.955   44.195.782    60.604.068      78.930.048     62.667.105
             Aset tidak lancar                  60.886.420   55.605.181    51.957.288      61.548.172     91.361.143
             Total Aset                        111.713.375   99.800.963   112.561.356     140.478.220    154.028.248
             Liabilitas jangka pendek           32.585.529   20.943.824    30.489.218      42.037.402     43.038.299
             Liabilitas jangka panjang          18.017.772   15.709.999    10.249.381       8.926.993     26.954.386
             Total Liabilitas                   50.603.301   36.653.823    40.738.599      50.964.395     69.992.685
             Total Ekuitas                      61.110.074   63.147.140    71.822.757      89.513.825     84.035.563
             Total Liabilitas dan Ekuitas      111.713.375   99.800.963   112.561.356     140.478.220    154.028.248
          Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

          Total aset mengalami penurunan pada tahun 2019 dan 2020 sebesar negatif 3,93% dan
          negatif 10,66% disebabkan penurunan persediaan, pajak dibayar dimuka dan aset tetap. Total
          aset pada tahun 2021 dan 2022 kembali meningkat sebesar 12,79% dan 24,80%. Total aset
          per 31 Desember 2023 sebesar Rp154.028.248 Juta.

          Total liabilitas dalam periode 2019 - 2023 mengalami fluktuasi dengan kenaikan tertinggi
          pada tahun 2023 sebesar 37,34% dikarenakan peningkatan utang usaha, pinjaman bank
          jangka pendek dan liabilitas pajak tangguhan. Total liabilitas pada tahun 2019 hingga 2022
          mengalami penurunan disebabkan menurunnya utang usaha dan pinjaman bank jangka
          pendek. Total liabilitas pada tahun 2023 sebesar Rp69.992.685 Juta.

          Perkembangan ekuitas UNTR periode 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 mengalami
          fluktuasi dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 8,54% dengan kenaikan ekuitas
          tertinggi tercatat 2022 sebesar 24,63% disebabkan adanya peningkatan saldo laba. Jumlah
          ekuitas pada tahun 2023 sebesar Rp84.035.563 Juta.

          Tabel 3.5 Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (Juta Rupiah)
                 Uraian                   2019           2020           2021           2022                2023
           Pendapatan                   84.430.478     60.346.784     79.460.503    123.607.460         128.583.264
           Harga pokok
                                        63.199.825    (47.357.491)   (59.795.542)   (88.848.772)        (92.797.027)
           penjualan
           Laba Kotor
                                      147.630.303      12.989.293     19.664.961        34.758.688       35.786.237
           Penjualan
           Laba Setelah
                                        (4.625.642)    (4.695.316)    (4.789.346)       (5.625.972)      (6.063.094)
           Operasi
           Rugi/Laba Bersih             11.134.641      5.632.425     10.608.267        22.993.673       22.130.096
          Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan




Halaman 35                                                           00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 36
        Selama Periode 2019 sampai dengan periode 2023 pendapatan UNTR mengalami fluktuasi
        pertumbuhan dengan peningkatan rata-rata sebesar 12,50%, dengan peningkatan tertinggi
        terjadi pada periode 2022 yang tercatat sebesar 55,56%.

        Seiring dengan pendapatan, beban pokok pendapatan dan beban penjualan dan umum
        mengalami fluktuasi dengan peningkatan rata-rata masing-masing sebesar 10,75% dan
        7,07%.

        Tabel 3.6 Arus Kas Perseroan (Juta Rupiah)
                   Uraian             2019          2020           2021          2022           2023
         Arus kas dari Aktivitas
                                    9.435.985    18.557.088     23.284.854     32.891.585     26.346.848
         Operasi
         Arus kas dari Aktivitas
                                                 (2.594.328)                  (10.401.292)
         Investasi                 (9.757.541)                  (3.158.997)                  (33.439.773)
         Arus kas dari Aktivitas
                                    (830.690)    (7.834.254)                  (18.653.279)
         Pendanaan                                              (7.419.838)                  (12.230.036)
         Kenaikan (Penurunan)
                                                  8.128.506     12.706.019      3.837.014
         Kas                       (1.152.246)                                               (19.322.961)
         Saldo Awal Kas            13.438.175    12.090.661     20.498.574     33.321.741      38.281.513

         Sdaldo Akhir Kas          12.090.661    20.498.574     33.321.741     38.281.513
                                                                                              18.596.609
         Arus kas dari Aktivitas
                                    9.435.985    18.557.088     23.284.854     32.891.585     26.346.848
         Operasi
        Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan

        Arus kas keluar UNTR dari aktivitas operasi merupakan arus kas untuk pembayaran biaya
        operasional. Pada periode 31 Desember 2023, UNTR membukukan arus kas keluar dari
        aktivitas operasional sebesar Rp26.346.848 Juta atau setara negative 19,90% peningkatan
        dari tahun sebelumnya.

        Arus kas keluar UNTR untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset tetap,
        dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2023, UNTR membukukan arus
        kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp33.439.773 Juta atau setara 221,50%
        peningkatan dari tahun sebelumnya.

        Arus kas masuk UNTR dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari pemilik
        entitas induk. Pada periode 31 Desember 2023, UNTR membukukan arus kas keluar untuk
        aktivitas pendanaan sebesar Rp12.230.036 Juta atau setara negative 34,43% peningkatan
        dari tahun sebelumnya.

        Selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023, kas yang diterima dan digunakan
        untuk aktivitas operasi membukukan arus kas masuk untuk aktivitas operasinya.

     b. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari Pihak Perseroan

        Proyeksi keuangan yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini mengacu pada proyeksi
        keuangan / rencana usaha (business plan) yang dibuat oleh manajemen Perseroan. Lebih
        lanjut, manajemen Perseroan telah memberikan proyeksi keuangan untuk skenario tanpa
        Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah proyeksi keuangan
        Perseroan dengan Rencana Transaksi.



Halaman 36                                                     00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 37
        Tabel 3.7 Analisis Proyeksi Posisi Laba Rugi UNTR (Dalam Jutaan Rupiah)
                Uraian             2024             2025             2026             2027              2028
         Revenue                123.271.796      122.936.826      125.970.335      130.997.661       135.508.498
         COGS                   (93.856.387)     (95.335.531)     (96.335.339)     (99.819.866)     (103.116.132)
         Gross profit            29.415.408       27.601.295       29.634.996       31.177.795        32.392.367
         Opex                    (6.505.571)      (6.645.422)      (6.994.942)      (7.278.935)       (7.481.578)
         Operatig profit         22.909.838       20.955.873       22.640.054       23.898.860        24.910.789
         Gain/(loss) on forex                -                -                -                -                 -
         Net interest            (1.968.739)      (2.194.492)      (2.119.023)      (2.080.769)       (1.935.627)
         Other
                                    161.095          857.034          828.536          775.515           734.123
         income/(charges)
         Profit before tax       21.102.193       19.618.415       21.349.567       22.593.606        23.709.285
         Income tax              (4.653.786)      (4.282.601)      (4.682.910)      (4.992.183)       (5.223.323)
         Profit after tax        16.448.407       15.335.814       16.666.657       17.601.423        18.485.962


        Tabel 3.8 Analisis Proyeksi Posisi Keuangan UNTR (Dalam Jutaan Rupiah)
                Uraian             2024             2025             2026             2027              2028
         Current Asset
         Cash & cash
                                15.477.188       16.105.550        18.265.065      18.462.076        19.110.427
         equivalent
         AR                     20.545.175       20.462.625        21.372.216      22.084.802        22.618.985
         Inventories            17.303.776       19.422.914        21.922.147      22.473.001        22.876.566
         Advance payment         1.918.782        1.279.662        1.262.607        1.294.524        1.327.264
         Prepaid expenses          2.909           548.163          523.332          605.347          672.150
         Other current asset     6.246.499        5.234.060        5.726.736        5.873.999        6.025.050
         Total Current Asset    61.494.329       63.052.975        69.072.104      70.793.750        72.630.442
         Due from
                                 1.836.743        1.498.411        1.498.411        1.536.976        1.576.533
         shareholder
         Investment in shares
                                21.238.054       20.856.400        21.922.714      23.221.345        23.282.216
         of stock
         Fixed assets           66.679.989       74.020.672        71.443.144      74.491.355        75.086.393
         Mining properties           -                -                -                -                 -
         Deferred tax assets     3.509.155        3.360.952        3.422.978        3.510.852        3.600.979
         Coal exploration &
                                 7.165.135        5.079.586        4.746.337        4.373.834        3.658.318
         development costs
         Goodwill                2.392.764        2.393.696        2.393.696        2.455.302        2.518.495
         Other non current
                                 1.758.107        2.418.045        2.261.457        2.456.053        2.188.493
         asset
         Total Non-Current
                                104.579.948      109.627.760      107.688.736      112.045.717      111.911.428
         Asset
         Total Asset            166.074.278      172.680.735      176.760.840      182.839.467      184.541.869
         Current Liabilities
         AP                     22.968.985       22.357.767        23.238.457      24.094.211        24.801.281
         Accrued expenses        6.862.237       10.189.202        10.868.536      12.423.778        12.791.590
         Tax payables            2.500.428        1.774.323        1.789.603        1.906.995        1.959.645
         Other current
                                 7.077.948       12.048.486        10.907.750       9.230.057        7.256.434
         liabilities




Halaman 37                                                        00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 38
                 Uraian               2024           2025           2026              2027              2028
         Total Current
                                   39.409.599     46.369.778      46.804.345       47.655.041        46.808.950
         Liabilities
         Non Current Liabilities
         Deferred tax
                                    4.575.553      4.301.948      4.128.609         4.069.871         4.083.272
         liabilities
         LT portion of long
                                   20.757.307     13.576.407      7.206.907         8.826.368         7.570.267
         term bank loan
         Employee benefit
                                    5.057.487      6.098.845      6.143.096         6.310.720         6.482.050
         obligations
         Other non current
                                    823.958        845.556         708.352          709.962           711.546
         liabilities
         Total Non Current
                                   31.214.306     24.822.755      18.186.963       19.916.920        18.847.136
         Liabilities
         Total liabilities         70.623.905     71.192.534      64.991.308       67.571.962        65.656.086


         Equity attributable to
                                   90.347.943     97.009.016     106.945.186       110.079.578       113.592.539
         owners
         Non-controlling
                                    5.102.430      4.479.184      4.824.346         5.187.928         5.293.244
         interests
         Total equity              95.450.373     101.488.201    111.769.532       115.267.505       118.885.783
         Total Liabilities +
                                   166.074.278    172.680.735    176.760.840       182.839.467       184.541.869
         Equity

        Berdasarkan tabel proyeksi keuangan UNTR pada periode 2024 sampai 2028, Terjadi
        penurunan pendapatan pada tahun proyeksi 2025 dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya,
        namun Perseroan terus mencatatkan kenaikan pendapatan pada proyeksi tahun 2026 hingga
        2028. Disisi lain, Perseroan terus mencatatkan kenaikan pada total asset maupun ekuitas
        selama periode proyeksi.

        Tabel 3.9 Analisis Proyeksi Arus Kas UNTR (Dalam Jutaan Rupiah)
                 Uraian               2024           2025            2026              2027              2028
         Beginning Balance          18.596.609     14.871.789      14.726.305        16.881.929        17.037.446
         Cash from
                                    21.829.071     22.087.244      24.202.502        22.863.800        23.995.144
         Operating Activities
         EBITDA                     33.911.876     20.955.873      22.640.054        23.898.860        24.910.789
         Working Capital            (5.460.279)     7.608.464       8.364.380         6.037.892         6.243.305
         Interest Expense -
                                    (1.968.739)    (2.194.492)     (2.119.023)       (2.080.769)       (1.935.627)
         Net
         Current Tax                (4.653.786)    (4.282.601)     (4.682.910)       (4.992.183)       (5.223.323)
         Cash from Investing
                                   (25.050.680)   (13.558.763)     (9.147.073)       (9.421.486)       (9.704.130)
         Activities
         Capex                     (22.502.486)   (13.422.290)     (9.263.860)       (9.541.775)       (9.828.029)
         Investment in Shares       (2.909.813)      (245.000)                 0                 -                 -
         Dividend Received             361.619        108.527         116.786           120.290           123.898
         Cash from
                                    (1.108.610)   (10.053.211)    (14.282.940)      (14.711.428)      (15.152.771)
         Financing Activities
         Proceed/Repayment
                                     7.005.428     (4.065.556)     (8.236.379)       (8.483.470)       (8.737.974)
         of Debt
         Dividend Payment           (8.114.038)    (5.987.655)     (6.046.561)       (6.227.958)       (6.414.797)




Halaman 38                                                       00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 39
                Uraian                  2024            2025            2026              2027            2028
         Cash Surplus
                                     (4.330.219)      (1.524.730)        772.489      (1.269.113)        (861.757)
         (Deficit)
         Cash Restricted                 605.399       1.379.246       1.383.136       1.424.630         1.467.369
         Ending Cash                 14.871.789       14.726.305      16.881.929      17.037.446        17.643.058


        Berdasarkan tabel proyeksi arus kas di atas, Perseroan mencatatkan arus kas operasi yang
        positif selama periode proyeksi. Perseroan juga terus melakukan investasi ke depannya untuk
        tetap menjalankan dan mengembangkan usahanya.

     c. Analisis Rasio Keuangan Perseroan

        Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
        untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
        laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
        macam rasio keuangan Perseroan.

        Tabel 3.10         Analisis rasio keuangan Perseroan
                 Rasio Keuangan                2019         2020        2021       2022      2023        Average
         Rasio Aktivitas (x)
         Rasio perputaran piutang                   4,29       6,02      6,54        7,01        6,34       6,04
         Rasio perputaran utang usaha               3,02       4,61      4,12        3,58        5,40       3,54
         Rasio perputaran persediaan                5,74       5,92      6,32        5,77        3,19       2,49
         Rasio Likuiditas (x)
         Rasio lancar                               1,56       2,11      1,99        1,88        1,46       1,80
         Rasio cepat                                1,22       1,73      1,68        1,51        1,06       1,44
         Rasio kas                                  0,37       0,98      1,09        0,91        0,43       0,76
         Rasio Profitabilitas (%)
         Rasio laba atas aset                      9,97%    5,64%       9,42%      16,37%    14,37%      11,15%
         Rasio laba atas ekuitas               18,22%       8,92%      14,77%      25,69%    26,33%      18,79%
         Rasio Solvabilitas (%)
         Rasio total Liabilitas / total aset   45,30%      36,73%      36,19%      36,28%    45,44%      39,99%
         Rasio total Liabilitas / total
                                               82,81%      58,05%      56,72%      56,93%    83,29%      67,56%
         ekuitas


        Rasio Aktivitas

        Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perseroan dalam menggunakan sumber-
        sumber dana yang tersedia.

         Rasio Perputaran Piutang Usaha
          Perputaran piutang usaha periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata
          sebesar 6,04x. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 rasio perputaran
          piutang usaha tercatat sebesar 6,34x atau selama 57,55 hari.




Halaman 39                                                          00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 40
         Rasio Perputaran Persediaan
          Perputaran persediaan periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar
          3,54. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 rasio perputaran persediaan
          tercatat sebesar 5,40x atau selama 67,59 hari.

         Rasio Perputaran Utang Usaha
          Rasio perputaran utang usaha selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
          rata-rata sebesar 2,49x. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023, rasio
          perputaran utang usaha tercatat sebesar 3,19x atau selama 114,5 hari.

        Rasio Likuiditas

        Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
        mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
        31 Desember 2019 – 31 Desember 2023, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
        selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 1,80x, 1,44x dan 0,76x. Pada 31 Desember 2023, rasio
        lancar, rasio cepat dan rasio kas Perseroan sebesar 1,88x, 1,51x dan 0,76x. Hal ini
        menunjukkan bahwa sepanjang periode historis, Perseroan mampu untuk membayar seluruh
        liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki.

        Rasio Profitabilitas

        Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
        laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
        2019 – 31 Desember 2023 rata-rata 11,15% per tahun.

        Ratio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2019
        – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar 18,79% per tahun.

        Rasio Solvabilitas

        Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
        Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
        dilikuidasi.

        Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
        terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
        masing-masing adalah sebesar 39,99% dan 67,56%.

     d. Analisis dampak keuangan Perseroan atas rencana transaksi (Proforma)

        Mengacu pada Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang disiapkan oleh
        manajemen untuk periode 31 Desember 2023, maka dampak keuangan atas Rencana
        Transaksi tercermin dalam tabel dibawah ini:




Halaman 40                                               00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 41
      Tabel 3.11 Laporan Posisi Keuangan Ringkasan Proforma Perseroan (Dalam Jutaan rupiah)
                                                     31 Des 2023                       31 Des 20223
                             Uraian                                    Transaksi
                                                        (Audit)                         (Proforma)

       Aset
       Aset Lancar
       Kas dan setara kas                             18.596.609       (1.148.492)       17.448.117
       Aset Lancar Lainnya                            44.070.496                   -     44.070.496
       Jumlah Aset Lancar                             62.667.105       (1.148.492)       61.518.613
       Aset Tidak Lancar
       Aset tetap                                     36.001.559          433.486        36.435.045
       Biaya eksplorasi dan pengembangan
                                                       2.374.321           61.664         2.435.985
       tangguhan
       Aset Tidak Lancar Lainnya                      52.985.263                 -       52.985.263
       Jumlah Aset Tidak Lancar                       91.361.143          495.150        91.856.293
       Jumlah Aset                                   154.028.248         (653.342)      153.374.906
       Liabilitas
       Liabilitas Jangka Pendek
       Utang usaha
        -Pihak ketiga                                 28.882.990         (254.373)       28.628.617
        -Pihak berelasi                                  227.583                 -          227.583
       Utang non-usaha                                   655.774                 -          655.774
       Utang Pajak                                     3.169.057                 -        3.169.057
       Akrual                                          6.568.531                 -        6.568.531
       Uang muka pelanggan                               743.838                 -          743.838
       Pendapatan tangguhan                              705.214                 -          705.214
       Liabilitas imbalan kerja                          790.869                 -          790.869
       Pinjaman bank jangka pendek                       294.160                 -          294.160
       Bagian jangka pendek dari utang jangka
                                                       1.000.283                   -      1.000.283
       panjang
       Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka
                                                                   -               -               -
       panjang
       Instrumen keuangan derivatif                            -                 -                -
       Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                43.038.299         (254.373)       42.783.926
       Liabilitas Jangka Panjang
       Liabilitas Jangka Panjang                      26.954.386                 -       26.954.386
       Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               26.954.386                 -       26.954.386
       Jumlah Liabilitas                              69.992.685         (254.373)       69.738.312
       Ekuitas
       Modal saham                                       932.534                 -          932.534
       Tambahan modal disetor                          9.703.937                 -        9.703.937
       Saham Treasury                                 (3.191.273)                -       (3.191.273)
       Saldo laba                                               -                -
        -Dicadangkan                                     186.507                 -          186.507
        -Belum dicadangkan                            66.684.839         (319.175)       66.365.664
       Cadangan lindung nilai                            549.498                 -          549.498
       Cadangan penyesuaian nilai wajar dlm
                                                                   -               -               -
       investasi
       Transaksi dengan kepentingan nonpengendali       (823.992)                -         (823.992)
        Kepentingan non pengendali                     4.785.011          (79.794)        4.705.217
        Jumlah Ekuitas                                84.035.563         (398.969)       83.636.594
        Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                154.028.248         (653.342)      153.374.906



Halaman 41                                               00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 42
        Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
        adalah sebagai berikut:

        1) Terdapat Pengurangan pada akun kas dan setara kas atas pembiayaan belanja modal
           dan modal kerja sebesar Rp1.148.492 Juta atau setara dengan USD74.500.000,-
           dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar
           Rp15.416,-.
        2) Terdapat peningkatan pada aset tetap atas pembelian asset tetap oleh SJR dengan
           menggunakan dana pinjaman sebesar Rp433.486 Juta atau setara dengan
           USD28.119.233,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank
           Indonesia sebesar Rp15.416,-.
        3) Terdapat peningkatan pada akun biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan
           sebesar Rp61.664 Juta atau setara dengan USD4.000.000,- dengan menggunakan kurs
           pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
        4) Terdapat penurunan pada akun utang usaha pihak ketiga atas pembayaran utang
           sebesar Rp254.373 Juta atau setara dengan USD16.500.599,- dengan menggunakan
           kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
        5) Terdapat penurunan pada akun saldo laba sebesar Rp319.175 Juta atau setara dengan
           USD20.704.134,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank
           Indonesia sebesar Rp15.416,-.
        6) Terdapat penurunan pada akun kepentingan non pengendali sebesar Rp79.794 Juta atau
           setara dengan USD 5.176.034,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023
           dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.

        Tabel 3.12 Laporan Laba Rugi Komprehensif Ringkasan Proforma Perseroan (Dalam Jutaan
                   Rupiah)
                                                      31 Des 2023                       31 Des 2023
                             Uraian                                     Transaksi
                                                         (Audit)                         (Proforma)
         Pendapatan bersih                             128.583.264                  -   128.583.264
         Beban pokok pendapatan                        (92.797.027)      (316.401)      (93.113.428)
         Laba Bruto                                     35.786.237       (316.401)       35.469.836
         Beban penjualan                                (1.321.419)       (82.567)       (1.403.986)
         Beban umum dan administrasi                    (4.741.675)                 -    (4.741.675)
         Kerugian penurunan nilai properti
                                                                    -               -                 -
         pertambangan
         Beban lain-lain                                  (885.424)                 -      (885.424)
         Penghasilan lain-lain                                      -               -                 -
         Penghasilan keuangan                            1.126.994                  -     1.126.994
         Biaya keuangan                                 (1.879.411)                 -    (1.879.411)
         Bagian atas laba bersih entitas                   635.038                  -       635.038
         Laba Sebelum Pajak Penghasilan                 28.720.340       (398.969)       28.321.371
         Beban Pajak Penghasilan                        (6.590.244)                 -    (6.590.244)
         Laba Tahun Berjalan                            22.130.096       (398.969)       21.731.127
         Pendapatan Komprehensif Lain Setelah Pajak       (987.289)                 -      (987.289)
         Jumlah Laba Komperenhesif Tahun Berjalan       21.142.807       (398.969)       20.743.838


        Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
        adalah sebagai berikut:


Halaman 42                                              00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 43
          1) Terdapat peningkatan pada akun atas beban pokok pendapatan sebesar Rp316.401 Juta
             atau setara dengan USD20.524.216,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember
             2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
          2) Terdapat peningkatan pada akun atas beban penjualan sebesar Rp82.567 Juta atau
             setara dengan USD5.355.952,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023
             dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.

       e. Analisis atas kemampuan penerima jaminan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam dana
          dan/atau penjaminan sampai saat jatuh tempo

          Berdasarkan proyeksi keuangan SJR yang disusun oleh manajemen SJR, pihak SJR memiliki
          kemampuan untuk melunasi pinjaman dari PAMA sesuai dengan jangka waktu yang telah
          ditentukan dalam perjanjian pinjaman, yaitu paling lama jatuh tempo pada 31 Desember
          2030. Adapun proyeksi pembayaran pinjaman SJR kepada PAMA adalah sebagai berikut.

          Tabel 3.13 Analisis Kemampuan Penerima Jaminan Untuk Melunasi (Dalam Jutaan Rupiah)
                            Des           Des         Des          Des          Des         Des          Des
               Uraian
                            2024          2025        2026         2027        2028         2029        2030
           Saldo awal    2.173.656      3.260.484   2.936.748    2.551.348    1.780.548   1.009.748     316.028
           Penambahan    1.086.828        61.664             -            -           -            -           -
           Pembayaran               -   (385.400)   (385.400)    (770.800)    (770.800)   (693.720)    (316.028)
           Saldo Akhir   3.260.484      2.936.748   2.551.348    1.780.548    1.009.748    316.028             -


       f. Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi pinjam-meminjam dana

          SJR dapat menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan operasinya dan
          membayar angsuran pinjaman kepada PAMA. Perjanjian pinjaman antara PAMA dan SJR tidak
          mencakup adanya financial covenant tertentu yang harus dipenuhi oleh SJR sehingga kami
          tidak melakukan analisis financial covenant.

       g. Analisis yield pinjam-meminjam dana jika transaksi dalam bentuk surat berharga

          Pinjaman antara PAMA dan SJR tidak dalam bentuk surat berharga sehingga kami tidak
          melakukan analisis yield dari pinjaman tersebut.

3.5.   Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi

       Analisis Kewajaran atas rencana transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
       nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.

       a. Nilai Rencana Transaksi

          Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SJR, yang mencakup Amendment I hingga
          Amendment V dan juga Draft Amendment VI, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA
          kepada SJR adalah sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu
          Dolar Amerika Serikat). Sementara pinjaman yang telah diperoleh SJR dari PAMA sampai
          dengan 31 Desember 2023 adalah sebesar USD141.000.000,-. Oleh karena itu, terdapat sisa
          fasilitas pinjaman yang dapat digunakan oleh SJR sebesar USD 74.500.000,- Dari sisa fasilitas



Halaman 43                                                        00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 44
          pinjaman     tersebut,   SJR   bermaksud     untuk   menggunakan    dana     sebesar
          USD 74.500.000,-, atau setara dengan Rp 1.148.492 juta (kurs : Rp 15.416,-). Fasilitas
          pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 1,63%.

       b. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

          Analisis nilai kewajaran Rencana Transaksi dengan membandingkan tarif bunga pinjaman
          yang dikenakan dengan tarif bunga yang berlaku di pasar yaitu bunga pinjaman investasi per
          31 Desember 2023.

          Suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi ditetapkan sebesar Term SOFR + 1,63%,
          berdasarkan informasi dari manajemen, Term SOFR yang digunakan adalah Term SOFR
          sesuai tanggal Penilaian 31 Desember 2023. Berdasarkan data Term SOFR untuk periode 31
          Desember 2023 adalah sebesar 5,33%. Atas dasar hal tersebut maka tingkat suku bunga
          pinjaman Rencana Transaksi per 31 Desember 2023 adalah sebesar 6,96%.

          Tabel 3.14 Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
                                                                      Batas Bawah      Batas Atas
                          Jenis Bank                   Suku bunga
                                                                        (-7,5%)         (+7,5%)
           Bank Persero                                      6,73%           6,23%           7,23%
           Bank Pemerintah Daerah                            7,02%          6,49%            7,55%
           Bank Swasta Nasional                              7,35%          6,80%            7,90%
           Bank Asing dan Bank Campuran                      7,19%          6,65%            7,73%
           Bank Umum                                         6,96%          6,44%            7,48%
          Sumber: Bank Indonesia, Pinjaman Investasi yang Diberikan (USD)

          Berdasarkan data bunga pinjaman investasi dalam denominasi USD dari Bank Indonesia per
          31 Desember 2023, tarif bunga berkisar antara 6,73%-7,35%.

          Batas kewajaran Rencana Transaksi untuk setiap instrumen investasi ditentukan berdasarkan
          kisaran nilai sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
          pasal 48 poin b mengenai batas atas dan batas bawah untuk kisaran nilai Rencana Transaksi
          tidak boleh melebihi 7,5%. Atas dasar hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suku
          bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi adalah Wajar karena masih berada dalam kisaran
          batas kewajaran, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-masing sebesar
          6,51% dan 7,57% sedangkan suku bunga pinjaman rencana transaksi sebesar 6,96% sehingga
          masih dalam batas kewajaran dan tidak melebihi 7,5%.

3.6.   Analisis Faktor Lain Yang Relevan

       a. Analisis Inkremental

          Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
          Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2024-2028
          yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
          Transaksi adalah sebagai berikut:




Halaman 44                                                 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 45
        Tabel 3.15 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi
                   Konsolidasian (Dalam Jutaan Rupiah)
                Uraian             Des           Des            Des           Des          Des
                                  2024          2025           2026          2027          2028
         Pendapatan Lain-lain
         Sebelum Rencana
                                  162.125       859.559        830.766       777.424       735.444
         Transaksi
         Setelah Rencana
                                  161.095       857.034        828.536       775.515       734.123
         Transaksi
         Inkremental               (1.031)        (2.524)        (2.230)      (1.909)        (1.321)
         Laba Tahun Berjalan
         Sebelum Rencana
                                16.449.437    15.338.338     16.668.888    17.603.332    18.487.283
         Transaksi
         Setelah Rencana
                                16.448.407    15.335.814     16.666.657    17.601.423    18.485.962
         Transaksi
         Inkremental               (1.031)        (2.524)        (2.230)      (1.909)        (1.321)
         Total Aset
         Sebelum Rencana
                                166.075.341   172.694.420    176.785.677   182.873.851   184.582.858
         Transaksi
         Setelah Rencana
                                166.074.278   172.680.735    176.760.840   182.839.467   184.541.869
         Transaksi
         Inkremental                (1.063)      (13.685)       (24.837)      (34.383)      (40.988)
         Total Liabilitas
         Sebelum Rencana
                                 70.624.968    71.206.219     65.016.145    67.606.345    65.697.075
         Transaksi
         Setelah Rencana
                                 70.623.905    71.192.534     64.991.308    67.571.962    65.656.086
         Transaksi
         Inkremental                (1.063)      (13.685)       (24.837)      (34.383)      (40.988)
         Total Liabilitas
         Sebelum Rencana
                                 95.450.373   101.488.201    111.769.532   115.267.505   118.885.783
         Transaksi
         Setelah Rencana
                                 95.450.373   101.488.201    111.769.532   115.267.505   118.885.783
         Transaksi
         Inkremental                      -             -              -             -             -


        Pada tabel analisis inkremental terjadi penurunan laba tahun berjalan. Namun demikian,
        terlaksananya Rencana Transaksi memberikan, nilai tambah yaitu terjadinya penurunan pada
        sisi liabilitas yaitu utang usaha jika dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi, dimana
        Rencana Transaksi menyebabkan SJR mampu melakukan pembayaran kepada vendor lebih
        cepat. Sehingga akan menurunkan jumlah utang usaha yang juga bermanfaat kepada UNTR
        secara Konsolidasi.

     b. Analisis biaya atau pendapatan yang relevan

        Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
        Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
        manajemen Perseroan.




Halaman 45                                                  00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 46
     c. Informasi non keuangan yang relevan

        Perseroan atas rencana transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SJR adalah diharapkan
        atas pinjaman tersebut dapat meningkatkan efisiensi SJR kedepan yang akan berdampak
        positif bagi Perseroan secara konsolidasi dan memberikan nilai tambah untuk anak Perseroan
        secara konsolidasi.

     d. Analisis Sensitivitas

        Analisa sensitivitas mengacu kepada bisnis plan Perseroan dengan melakukan sensitivitas
        tingkat penjualan dinaikan atau diturunkan sebesar 5%. Adapun sensitivitas atas hal tersebut
        tercermin sebagai berikut:

        Tabel 3.16 Pendapatan dan beban dinaikan sebesar 5% (Dalam Jutaan Rupiah)
                                    Des             Des             Des             Des             Des
               Uraian
                                   2024            2025            2026            2027            2028
         Pendapatan             129.435.386      129.083.668     132.268.852     137.547.544     142.283.923
         Beban pokok
                                (98.549.207)    (100.102.308)   (101.152.106)   (104.810.860)   (108.271.938)
         pendapatan
         Laba kotor              30.886.179       28.981.360      31.116.746      32.736.685      34.011.985
         Beban umum              (6.830.849)      (6.977.693)     (7.344.689)     (7.642.881)     (7.855.656)
         Laba sebelum pajak      22.247.685       20.666.208      22.481.570      23.788.549      24.954.824
         Beban pajak             (4.894.491)      (4.546.566)     (4.945.945)     (5.233.481)     (5.490.061)
         Laba tahun berjalan     17.353.194       16.119.643      17.535.625      18.555.068      19.464.763


        Tabel 3.17 Pendapatan diturunkan sebesar 5% dan beban dinaikan sebesar 5% (Dalam
                   Jutaan Rupiah)
                                     Des             Des            Des            Des              Des
                Uraian
                                    2024            2025            2026          2027             2028
         Pendapatan              117.108.206     116.789.985     119.671.818     124.447.778     128.733.073
         Beban pokok
                                 (98.549.207)    (97.037.882)    (99.505.316)   (102.012.973)   (106.315.532)
         pendapatan
         Laba kotor               18.558.999      19.752.103      20.166.502      22.434.805      22.417.542
         Beban umum               (6.830.849)     (6.977.693)     (7.344.689)     (7.642.881)     (7.855.656)
         Laba sebelum pajak       11.723.258      12.065.850      11.879.841      13.773.569      13.443.826
         Beban pajak              (2.579.117)     (2.654.487)     (2.613.565)     (3.030.185)     (2.957.642)
         Laba tahun berjalan        9.144.142      9.411.363       9.266.276      10.743.384      10.486.184


     e. Analisis atas jaminan yang terkait dengan transaksi pinjam meminjam dana dan/atau
        penjaminan

        Dalam transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SJR tidak terdapat jaminan.

     f. Analisis Kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam-meminjam dana
        dan/atau penjaminan

        Dana pinjaman dari PAMA akan dimanfaatkan SJR untuk kebutuhan belanja modal dan modal
        kerja. Berdasarkan proyeksi keuangan SJR yang disusun oleh manajemen SJR, dengan adanya


Halaman 46                                                      00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 47
          dana untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dan modal kerja maka SJR dapat
          membukukan pendapatan dan laba yang cenderung terus meningkat ke depannya. Selain itu,
          SJR juga memiliki kemampuan secara finansial untuk membayar pelunasan pinjaman kepada
          PAMA dengan tetap menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan usahanya.

3.7.   Kesimpulan

       Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
       kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
       keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi Fasilitas Pinjaman Bergulir (revolving
       facilities) oleh PAMA kepada SJR, adalah Wajar.




Halaman 47                                               00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 48
                             ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

 1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
 2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
     pendapat kewajaran.
 3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
 4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
 5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
 6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
     disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang
     Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar
     Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
 8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Analisis Pendapat Kewajaran dari
     Pemberi Tugas.
 9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
     pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
 10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
     hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
     karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
 11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
     dengan kondisi Objek Analisis Pendapat Kewajaran , dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya
     bukan menjadi tanggung jawab kami.
 12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam
     laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung
     jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
 13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
     dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
     penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
     mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
 14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
     penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand, Danar,
     Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
     maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 48                                                  00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 49
                                      PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:

1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajarab adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap Objek Analisis Pendapat
    Kewajaran.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Pendapat Kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
    35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
    Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek analisis
    pendapat kewajaran.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
    Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
    data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
    dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
    atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek analisis pendapat kewajaran pada
    tanggal penilaian (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
    kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan kewajaran rencana transaksi.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
    terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 49                                               00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 50
                           Penilai                                 Tanda Tangan

 Penanggung Jawab:
 M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
 Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
 MAPPI No.               : 10-S-02571
 STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PM.223/2020
 RMK                     : RMK-2017.00526

 Pemeriksa:
 Eneng Fitri Zakiyah
 MAPPI No.              : 17-T-07815
 RMK                    : RMK-2020.03192




 Penilai :
 Bangkit Widhi Raharjo, S.E
 MAPPI No.               : 15-T-06112
 RMK                     : RMK-2017.01119




 Asisten Penilai :
 Edho Fakhri Fuady, S.E, MBA, Ak
 MAPPI No.                : 23-A-12075




Halaman 50                                          00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 51
             LAMPIRAN




Halaman 51         00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 52
Lampir an 1
ANALIS A RENCANA T RANS AK S I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023
                                                                                           (dalam Jutaan Rupiah)
                                                     Nilai                     Ekuitas
              K e te r angan                                                                         %
                                              Re ncana T r ansaksi              UNT R
 Rencana Transaksi                                       1.148.492              84.035.563                 1,37%



S uku Bunga S impanan Yang Dibe r ikan (US D)
Inte r e st Rate (US D)
              K e te r angan                       T ar if bunga            Batas Bawah          Batas Atas
                                                                              (-7 ,5 % )          (+7 ,5 % )
Bank Persero                                                    6,73%                   6,23%             7,23%
Bank Pemerintah Daerah                                          7,02%                   6,49%             7,55%
Bank Swasta Nasional                                            7,35%                   6,80%             7,90%
Bank Asing dan Bank Campuran                                    7,19%                   6,65%             7,73%
Bank Umum                                                       6,96%                   6,44%             7,48%


                               Ur aian                                         S atuan            Jumlah
Suku Bunga Pinjaman                                                               %                        7 ,0 4 %
Batas Atas (7 ,5 %)                                                               %                        7 ,5 7 %
Batas Bawah (7 ,5 %)                                                              %                        6 ,5 1 %
Nilai Rencana Transaksi                                                           %                        6 ,9 6 %
Se lisih N ila i Re n ca n a Tr a n sa ksi Te r h a d a p Pe n e r im a
                                                                                  %                      -1 ,1 4 %
Kr e d it La p a n g a n Usa h a d a n Pe r ta m b a n g a n




Halaman 52                                                                00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 53
Lampir an 2
P ROF ORMA NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                               Audit Re por t                                    Ne r aca P r ofor ma
                     Ur aian                      S atuan                            Re ncana T r ansaksi
                                                              3 1 De s 2 0 2 3                                    3 1 De s 2 0 2 3
 Ase t
 Ase t Lancar
 Kas dan setara kas                               Rp Juta         18.596.609                  (1.148.492)                17.448.117
 Aset Lancar Lainnya                              Rp Juta         44.070.496                            -                44.070.496
 Jumlah Ase t Lancar                              Rp Juta       6 2 .6 6 7 .1 0 5           (1 .1 4 8 .4 9 2 )         6 1 .5 1 8 .6 1 3
                                                                             -                          -                           -
 Ase t T idak Lancar
 Aset tetap                                  Rp Juta               36.001.559                     433.486                 36.435.045
 Biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan                         2.374.321                     61.664                   2.435.985
 Aset Tidak Lancar Lainnya                   Rp Juta               52.985.263                           -                 52.985.263
 Jumlah Ase t T idak Lancar                  Rp Juta             9 1 .3 6 1 .1 4 3              4 9 5 .1 5 0            9 1 .8 5 6 .2 9 3
                                                                              -                         -                            -
 Jumlah Ase t                                     Rp Juta      1 5 4 .0 2 8 .2 4 8             (6 5 3 .3 4 2 )        1 5 3 .3 7 4 .9 0 6
                                                                                                                                     -
  Liabilitas
  Liabilitas Jangka P e nde k
 Utang usaha
   -Pihak ketiga                                    Rp Juta       28.882.990                     (254.373)               28.628.617
   -Pihak berelasi                                  Rp Juta            227.583                          -                     227.583
 Utang non-usaha                                    Rp Juta            655.774                          -                     655.774
 Utang Pajak                                        Rp Juta         3.169.057                           -                  3.169.057
 Akrual                                             Rp Juta         6.568.531                           -                  6.568.531
 Uang muka pelanggan                                Rp Juta            743.838                          -                     743.838
 Pendapatan tangguhan                               Rp Juta            705.214                          -                     705.214
 Liabilitas imbalan kerja                           Rp Juta            790.869                          -                     790.869
 Pinjaman bank jangka pendek                        Rp Juta            294.160                          -                     294.160
 Bagian jangka pendek dari utang jangka panjang Rp Juta             1.000.283                           -                  1.000.283
 Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panja Rp Juta                   -                          -                           -
 Instrumen keuangan derivatif                      Rp Juta                   -                          -                           -
  Jumlah Liabilitas Jangka P e nde k               Rp Juta      4 3 .0 3 8 .2 9 9              (2 5 4 .3 7 3 )         4 2 .7 8 3 .9 2 6

 Liabilitas Jangka P anjang
 Liabilitas Jangka Panjang                        Rp Juta         26.954.386                               -             26.954.386
 Jumlah Liabilitas Jangka P anjang                Rp Juta       2 6 .9 5 4 .3 8 6                      -               2 6 .9 5 4 .3 8 6

 Jumlah Liabilitas                                Rp Juta       6 9 .9 9 2 .6 8 5              (2 5 4 .3 7 3 )         6 9 .7 3 8 .3 1 2

 Ekuitas
 Modal saham                                     Rp Juta               932.534                          -                     932.534
 Tambahan modal disetor                          Rp Juta            9.703.937                           -                   9.703.937
 Saham Treasury                                  Rp Juta           (3.191.273)                          -                  (3.191.273)
 Saldo laba                                                                  -                          -
  -Dicadangkan                                   Rp Juta               186.507                          -                     186.507
  -Belum dicadangkan                             Rp Juta          66.684.839                     (319.175)               66.365.664
 Cadangan lindung nilai                          Rp Juta               549.498                          -                     549.498
 Cadangan penyesuaian nilai wajar dalam investa Rp Juta                      -                          -                           -
 Cadangan penyesuaian nilai wajar aset tetap     Rp Juta                20.254                          -                      20.254
 Selisih kurs                                    Rp Juta            5.188.248                           -                  5.188.248
 Transaksi dengan kepentingan nonpengendali      Rp Juta              (823.992)                         -                    (823.992)
 Kepentingan non pengendali                     Rp Juta             4.785.011                      (79.794)                4.705.217
 Jumlah Ekuitas                                 Rp Juta         8 4 .0 3 5 .5 6 3              (3 9 8 .9 6 9 )         8 3 .6 3 6 .5 9 4

 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                    Rp Juta      1 5 4 .0 2 8 .2 4 8             (6 5 3 .3 4 2 )        1 5 3 .3 7 4 .9 0 6
                                                                              -




Halaman 53                                                                    00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 54
Lampir an 3
P ROF ORMA LABA RUG I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                          Audit Re por t          Re ncana            Ne r aca P r ofor ma
                 Ur aian                       S atuan
                                                         3 1 De s 2 0 2 3         T r ansaksi          3 1 De s 2 0 2 3
 Pendapatan bersih                             Rp Juta        128.583.264                        -           128.583.264
 Beban pokok pendapatan                        Rp Juta        (92.797.027)            (316.401)               (93.113.428)
 Laba Br uto                                   Rp Juta       3 5 .7 8 6 .2 3 7      (3 1 6 .4 0 1 )         3 5 .4 6 9 .8 3 6

 Beban penjualan                               Rp Juta          (1.321.419)             (82.567)               (1.403.986)
 Beban umum dan administrasi                   Rp Juta          (4.741.675)                      -             (4.741.675)
 Kerugian penurunan nilai properti pertamb     Rp Juta                        -                  -                      -
 Beban lain-lain                               Rp Juta             (885.424)                     -               (885.424)
 Penghasilan lain-lain                         Rp Juta                        -                  -                      -
 Penghasilan keuangan                          Rp Juta           1.126.994                       -              1.126.994
 Biaya keuangan                                Rp Juta          (1.879.411)                      -             (1.879.411)
 Bagian atas laba bersih entitas               Rp Juta              635.038                      -                635.038
                                                                              -                  -
 Laba S e be lum P ajak P e nghasilan          Rp Juta       2 8 .7 2 0 .3 4 0      (3 9 8 .9 6 9 )         2 8 .3 2 1 .3 7 1

 Beban Pajak Penghasilan                       Rp Juta          (6.590.244)                      -             (6.590.244)

 Laba T ahun Be r jalan                        Rp Juta       2 2 .1 3 0 .0 9 6      (3 9 8 .9 6 9 )         2 1 .7 3 1 .1 2 7

 P e ndapatan/Be ban K ompr e he nsif Lain
 Selisih kurs                               Rp Juta               (787.632)                      -               (787.632)
 Cadangan lindung nilai                     Rp Juta                          -                   -                          -
 Perubahan nilai wajar aset                 Rp Juta                          -                   -                          -
 Keuntungan/kerugian aktuarial atas progra Rp Juta                  (56.195)                     -                 (56.195)
 Pajak penghasilan terkait                   Rp Juta                         -                   -                          -
 Bagian atas beban komperehensif dari entit Rp Juta               (143.462)                      -               (143.462)
 Cadangan nilai wajar atas revaluasi proper Rp Juta                          -                   -                          -
 P e ndapatan K ompr e he nsif Lain         Rp Juta             (9 8 7 .2 8 9 )                 -              (9 8 7 .2 8 9 )

 Beban pajak penghasilan terkait               Rp Juta                       -                   -                          -

 P e ndapatan K ompr e he nsif Lain S e te l   Rp Juta          (9 8 7 .2 8 9 )                 -              (9 8 7 .2 8 9 )

 Jumlah Laba K ompe r e nhe sif T ahun B Rp Juta             2 1 .1 4 2 .8 0 7      (3 9 8 .9 6 9 )         2 0 .7 4 3 .8 3 8




Halaman 54                                                            00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 55
Lampir an 4
P ROYEK S I NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                                                             BEF ORE T RANS ACT ION                                                                                              AF T ER T RANS ACT ION
                                                            De s                   De s                De s                      De s                   De s                   De s                   Des                   De s                    De s                   De s
                      URAIAN               S atuan
                                                           2024                   2025               2026                       2027                   2028                   2024                   2025                  2026                    2027                   2028
Cur r e nt Asse t
Cash & cash equivalent                     Rp Juta       15.478.252             16.119.235             18.289.902             18.496.460             19.151.416             15.477.188             16.105.550             18.265.065             18.462.076             19.110.427
AR                                         Rp Juta       20.545.175             20.462.625             21.372.216             22.084.802             22.618.985             20.545.175             20.462.625             21.372.216             22.084.802             22.618.985
Inventories                                 Rp Juta      17.303.776             19.422.914             21.922.147             22.473.001             22.876.566             17.303.776             19.422.914             21.922.147             22.473.001             22.876.566
Advance payment                             Rp Juta        1.918.782              1.279.662              1.262.607              1.294.524              1.327.264              1.918.782              1.279.662              1.262.607              1.294.524              1.327.264
Prepaid expenses                            Rp Juta              2.909               548.163                523.332                605.347                672.150                   2.909               548.163                523.332                605.347                672.150
Other current asset                         Rp Juta        6.246.499              5.234.060              5.726.736              5.873.999              6.025.050              6.246.499              5.234.060              5.726.736              5.873.999              6.025.050
T otal Cur r e nt Asse t                   Rp Juta     6 1 .4 9 5 .3 9 3      6 3 .0 6 6 .6 6 0      6 9 .0 9 6 .9 4 1      7 0 .8 2 8 .1 3 3      7 2 .6 7 1 .4 3 0      6 1 .4 9 4 .3 2 9      6 3 .0 5 2 .9 7 5      6 9 .0 7 2 .1 0 4      7 0 .7 9 3 .7 5 0      7 2 .6 3 0 .4 4 2

Due from shareholder                        Rp Juta         1.836.743              1.498.411              1.498.411              1.536.976              1.576.533              1.836.743              1.498.411              1.498.411              1.536.976              1.576.533
Investment in shares of stock               Rp Juta       21.238.054             20.856.400             21.922.714             23.221.345             23.282.216             21.238.054             20.856.400             21.922.714             23.221.345             23.282.216
Fixed assets                                Rp Juta       66.679.989             74.020.672             71.443.144             74.491.355             75.086.393             66.679.989             74.020.672             71.443.144             74.491.355             75.086.393
Mining properties                           Rp Juta                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -                      -
Deferred tax assets                         Rp Juta         3.509.155              3.360.952              3.422.978              3.510.852              3.600.979              3.509.155              3.360.952              3.422.978              3.510.852              3.600.979
Coal exploration & development costs        Rp Juta         7.165.135              5.079.586              4.746.337              4.373.834              3.658.318              7.165.135              5.079.586              4.746.337              4.373.834              3.658.318
Goodwill                                    Rp Juta         2.392.764              2.393.696              2.393.696              2.455.302              2.518.495              2.392.764              2.393.696              2.393.696              2.455.302              2.518.495
Other non current asset                     Rp Juta         1.758.107              2.418.045              2.261.457              2.456.053              2.188.493              1.758.107              2.418.045              2.261.457              2.456.053              2.188.493
T otal Non Cur r e nt Asse t               Rp Juta    1 0 4 .5 7 9 .9 4 8    1 0 9 .6 2 7 .7 6 0    1 0 7 .6 8 8 .7 3 6    1 1 2 .0 4 5 .7 1 7    1 1 1 .9 1 1 .4 2 8    1 0 4 .5 7 9 .9 4 8    1 0 9 .6 2 7 .7 6 0    1 0 7 .6 8 8 .7 3 6    1 1 2 .0 4 5 .7 1 7    1 1 1 .9 1 1 .4 2 8

T otal Asse t                              Rp Juta    1 6 6 .0 7 5 .3 4 1    1 7 2 .6 9 4 .4 2 0    1 7 6 .7 8 5 .6 7 7    1 8 2 .8 7 3 .8 5 1    1 8 4 .5 8 2 .8 5 8    1 6 6 .0 7 4 .2 7 8    1 7 2 .6 8 0 .7 3 5    1 7 6 .7 6 0 .8 4 0    1 8 2 .8 3 9 .4 6 7    1 8 4 .5 4 1 .8 6 9


Cur r e nt Liabilitie s
AP                                         Rp Juta       22.970.049             22.371.452             23.263.294             24.128.595             24.842.269             22.968.985             22.357.767             23.238.457             24.094.211             24.801.281
Accrued expenses                           Rp Juta         6.862.237            10.189.202             10.868.536             12.423.778             12.791.590               6.862.237            10.189.202             10.868.536             12.423.778             12.791.590
Tax payables                               Rp Juta         2.500.428              1.774.323              1.789.603              1.906.995              1.959.645              2.500.428              1.774.323              1.789.603              1.906.995              1.959.645
Other current liabilities                  Rp Juta         7.077.948            12.048.486             10.907.750               9.230.057              7.256.434              7.077.948            12.048.486             10.907.750               9.230.057              7.256.434
T otal Cur r e nt Liabilitie s             Rp Juta     3 9 .4 1 0 .6 6 2      4 6 .3 8 3 .4 6 4      4 6 .8 2 9 .1 8 2      4 7 .6 8 9 .4 2 5      4 6 .8 4 9 .9 3 8      3 9 .4 0 9 .5 9 9      4 6 .3 6 9 .7 7 8      4 6 .8 0 4 .3 4 5      4 7 .6 5 5 .0 4 1      4 6 .8 0 8 .9 5 0

Non Cur r e nt Liabilitie s
Deferred tax liabilities                    Rp Juta        4.575.553              4.301.948              4.128.609              4.069.871              4.083.272              4.575.553              4.301.948              4.128.609              4.069.871              4.083.272
LT portion of long term bank loan           Rp Juta      20.757.307             13.576.407               7.206.907              8.826.368              7.570.267            20.757.307             13.576.407               7.206.907              8.826.368              7.570.267
Employee benefit obligations                Rp Juta        5.057.487              6.098.845              6.143.096              6.310.720              6.482.050              5.057.487              6.098.845              6.143.096              6.310.720              6.482.050
Other non current liabilities               Rp Juta           823.958                845.556                708.352                709.962                711.546                823.958                845.556                708.352                709.962                711.546
T otal Non Cur r e nt Liabilitie s         Rp Juta     3 1 .2 1 4 .3 0 6      2 4 .8 2 2 .7 5 5      1 8 .1 8 6 .9 6 3      1 9 .9 1 6 .9 2 0      1 8 .8 4 7 .1 3 6      3 1 .2 1 4 .3 0 6      2 4 .8 2 2 .7 5 5      1 8 .1 8 6 .9 6 3      1 9 .9 1 6 .9 2 0      1 8 .8 4 7 .1 3 6

T otal liabilitie s                        Rp Juta     7 0 .6 2 4 .9 6 8      7 1 .2 0 6 .2 1 9      6 5 .0 1 6 .1 4 5      6 7 .6 0 6 .3 4 5      6 5 .6 9 7 .0 7 5      7 0 .6 2 3 .9 0 5      7 1 .1 9 2 .5 3 4      6 4 .9 9 1 .3 0 8      6 7 .5 7 1 .9 6 2      6 5 .6 5 6 .0 8 6

Equity attributable to owners               Rp Juta      90.348.974              97.012.572            106.950.971            110.087.272            113.601.554            90.347.943              97.009.016            106.945.186            110.079.578            113.592.539
Non-controlling interests                   Rp Juta        5.101.399               4.475.629              4.818.561              5.180.233              5.284.229             5.102.430               4.479.184              4.824.346              5.187.928              5.293.244
T otal e quity                             Rp Juta     9 5 .4 5 0 .3 7 3     1 0 1 .4 8 8 .2 0 1    1 1 1 .7 6 9 .5 3 2    1 1 5 .2 6 7 .5 0 5    1 1 8 .8 8 5 .7 8 3     9 5 .4 5 0 .3 7 3     1 0 1 .4 8 8 .2 0 1    1 1 1 .7 6 9 .5 3 2    1 1 5 .2 6 7 .5 0 5    1 1 8 .8 8 5 .7 8 3

T otal Liabilitie s + Equity               Rp Juta    1 6 6 .0 7 5 .3 4 1    1 7 2 .6 9 4 .4 2 0    1 7 6 .7 8 5 .6 7 7    1 8 2 .8 7 3 .8 5 1    1 8 4 .5 8 2 .8 5 8    1 6 6 .0 7 4 .2 7 8    1 7 2 .6 8 0 .7 3 5    1 7 6 .7 6 0 .8 4 0    1 8 2 .8 3 9 .4 6 7    1 8 4 .5 4 1 .8 6 9




Halaman 55                                                                                                                                                                                            00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 56
Lampir an 5
P ROYEK S I LABA RUG I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                                             BEF ORE T RANS ACT ION                                                                                AF T ER T RANS ACT ION
                                                De s                 De s               De s               De s                 De s                 De s                 De s                 De s               De s                 De s
           URAIAN               S atuan
                                               2024                 2025               2026               2027                 2028                 2024                 2025                 2026               2027                 2028
Revenue                         Rp Juta    123.271.796          122.936.826        125.970.335        130.997.661          135.508.498          123.271.796          122.936.826          125.970.335        130.997.661          135.508.498
COGS                            Rp Juta     (93.856.387)         (95.335.531)       (96.335.339)       (99.819.866)       (103.116.132)          (93.856.387)         (95.335.531)         (96.335.339)       (99.819.866)       (103.116.132)
G r oss pr ofit                Rp Juta    2 9 .4 1 5 .4 0 8    2 7 .6 0 1 .2 9 5  2 9 .6 3 4 .9 9 6  3 1 .1 7 7 .7 9 5    3 2 .3 9 2 .3 6 7    2 9 .4 1 5 .4 0 8    2 7 .6 0 1 .2 9 5    2 9 .6 3 4 .9 9 6  3 1 .1 7 7 .7 9 5    3 2 .3 9 2 .3 6 7
Opex                           Rp Juta       (6.505.571)          (6.645.422)        (6.994.942)        (7.278.935)          (7.481.578)           (6.505.571)          (6.645.422)          (6.994.942)        (7.278.935)         (7.481.578)
Operatig profit                Rp Juta    2 2 .9 0 9 .8 3 8    2 0 .9 5 5 .8 7 3  2 2 .6 4 0 .0 5 4  2 3 .8 9 8 .8 6 0    2 4 .9 1 0 .7 8 9       22.909.838           20.955.873           22.640.054         23.898.860          24.910.789
Gain/(loss) on forex            Rp Juta                    -                    -                  -                  -                    -                    -                    -                    -                  -                    -
Net interest                    Rp Juta      (1.968.739)           (2.194.492)        (2.119.023)        (2.080.769)         (1.935.627)           (1.968.739)          (2.194.492)          (2.119.023)        (2.080.769)         (1.935.627)
Other income/(charges)          Rp Juta          162.125              859.559            830.766            777.424              735.444              161.095              857.034              828.536            775.515              734.123
P r ofit be for e tax          Rp Juta    2 1 .1 0 3 .2 2 4    1 9 .6 2 0 .9 3 9  2 1 .3 5 1 .7 9 8  2 2 .5 9 5 .5 1 5    2 3 .7 1 0 .6 0 6    2 1 .1 0 2 .1 9 3    1 9 .6 1 8 .4 1 5    2 1 .3 4 9 .5 6 7  2 2 .5 9 3 .6 0 6    2 3 .7 0 9 .2 8 5
Income tax                      Rp Juta       (4.653.786)          (4.282.601)        (4.682.910)        (4.992.183)         (5.223.323)           (4.653.786)          (4.282.601)          (4.682.910)        (4.992.183)         (5.223.323)
P r ofit afte r tax            Rp Juta    1 6 .4 4 9 .4 3 7    1 5 .3 3 8 .3 3 8  1 6 .6 6 8 .8 8 8  1 7 .6 0 3 .3 3 2    1 8 .4 8 7 .2 8 3    1 6 .4 4 8 .4 0 7    1 5 .3 3 5 .8 1 4    1 6 .6 6 6 .6 5 7  1 7 .6 0 1 .4 2 3    1 8 .4 8 5 .9 6 2




Halaman 56                                                                                                                                                                 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 57
Lampir an 6
P ROYEK S I ARUS K AS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                                                             BEF ORE T RANS ACT ION                                                                                              AF T ER T RANS ACT ION
                                                             De s                   De s                De s              De s                          De s                    De s                   De s                 De s              De s                          Des
                   URAIAN                   S atuan
                                                            2024                   2025                2026              2027                          2028                    2024                   2025                 2026              2027                          2028
Be ginning Balance                          Rp Juta     1 8 .5 9 6 .6 0 9      1 4 .8 7 2 .8 5 2   1 4 .7 3 9 .9 9 0 1 6 .9 0 6 .7 6 6             1 7 .0 7 1 .8 3 0       1 8 .5 9 6 .6 0 9      1 4 .8 7 1 .7 8 9    1 4 .7 2 6 .3 0 5 1 6 .8 8 1 .9 2 9             1 7 .0 3 7 .4 4 6
Cash fr om Ope r ating Activitie s          Rp Juta     2 1 .8 3 0 .1 3 4      2 2 .0 9 9 .8 6 6   2 4 .2 1 3 .6 5 4 2 2 .8 7 3 .3 4 6             2 4 .0 0 1 .7 4 9       2 1 .8 2 9 .0 7 1      2 2 .0 8 7 .2 4 4    2 4 .2 0 2 .5 0 2 2 2 .8 6 3 .8 0 0             2 3 .9 9 5 .1 4 4
EBITDA                                       Rp Juta      33.911.876             20.955.873          22.640.054        23.898.860                    24.910.789              33.911.876             20.955.873           22.640.054        23.898.860                    24.910.789
Working Capital                              Rp Juta       (5.459.216)             7.621.086           8.375.532         6.047.438                     6.249.910              (5.460.279)             7.608.464            8.364.380         6.037.892                     6.243.305
Interest Expense - Net                       Rp Juta       (1.968.739)            (2.194.492)         (2.119.023)       (2.080.769)                   (1.935.627)             (1.968.739)            (2.194.492)          (2.119.023)       (2.080.769)                   (1.935.627)
Current Tax                                  Rp Juta       (4.653.786)            (4.282.601)         (4.682.910)       (4.992.183)                   (5.223.323)             (4.653.786)            (4.282.601)          (4.682.910)       (4.992.183)                   (5.223.323)


Cash fr om Inve sting Activitie s           Rp Juta    (2 5 .0 5 0 .6 8 0 )   (1 3 .5 5 8 .7 6 3 )    (9 .1 4 7 .0 7 3 )     (9 .4 2 1 .4 8 6 )     (9 .7 0 4 .1 3 0 )    (2 5 .0 5 0 .6 8 0 )   (1 3 .5 5 8 .7 6 3 )    (9 .1 4 7 .0 7 3 )     (9 .4 2 1 .4 8 6 )     (9 .7 0 4 .1 3 0 )
Capex                                        Rp Juta     (22.502.486)           (13.422.290)            (9.263.860)            (9.541.775)            (9.828.029)           (22.502.486)           (13.422.290)            (9.263.860)            (9.541.775)            (9.828.029)
Investment in Shares                         Rp Juta       (2.909.813)               (245.000)                       0                       -                      -         (2.909.813)               (245.000)                       0                       -                      -
Dividend Received                            Rp Juta           361.619                108.527               116.786                120.290                123.898                 361.619                108.527               116.786                120.290                123.898


Cash fr om F inancing Activitie s           Rp Juta     (1 .1 0 8 .6 1 0 )    (1 0 .0 5 3 .2 1 1 )   (1 4 .2 8 2 .9 4 0 )   (1 4 .7 1 1 .4 2 8 )   (1 5 .1 5 2 .7 7 1 )    (1 .1 0 8 .6 1 0 )    (1 0 .0 5 3 .2 1 1 )   (1 4 .2 8 2 .9 4 0 )   (1 4 .7 1 1 .4 2 8 )   (1 5 .1 5 2 .7 7 1 )
Proceed/(Repayment) of Debt                  Rp Juta       7.005.428              (4.065.556)            (8.236.379)            (8.483.470)            (8.737.974)            7.005.428              (4.065.556)            (8.236.379)            (8.483.470)            (8.737.974)
Dividend Payment                             Rp Juta      (8.114.038)             (5.987.655)            (6.046.561)            (6.227.958)            (6.414.797)           (8.114.038)             (5.987.655)            (6.046.561)            (6.227.958)            (6.414.797)

Cash S ur plus (De ficit)                   Rp Juta     (4 .3 2 9 .1 5 6 )     (1 .5 1 2 .1 0 8 )         7 8 3 .6 4 1       (1 .2 5 9 .5 6 7 )        (8 5 5 .1 5 2 )      (4 .3 3 0 .2 1 9 )     (1 .5 2 4 .7 3 0 )        7 7 2 .4 8 9       (1 .2 6 9 .1 1 3 )        (8 6 1 .7 5 7 )
Cash Restricted                              Rp Juta          605.399             1.379.246              1.383.136              1.424.630              1.467.369                  605.399             1.379.246             1.383.136              1.424.630              1.467.369
Ending Cash                                 Rp Juta    1 4 .8 7 2 .8 5 2      1 4 .7 3 9 .9 9 0      1 6 .9 0 6 .7 6 6      1 7 .0 7 1 .8 3 0      1 7 .6 8 4 .0 4 7       1 4 .8 7 1 .7 8 9      1 4 .7 2 6 .3 0 5     1 6 .8 8 1 .9 2 9      1 7 .0 3 7 .4 4 6      1 7 .6 4 3 .0 5 8




Halaman 57                                                                                                                                                                                            00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 58
                                                     De s              De s              De s               De s               De s
                 URAIAN                S atuan
                                                    2024              2025              2026               2027               2028
P e ndapatan Lain-lain
Sebelum Rencana Transaksi               Rp Juta       162.125           859.559           830.766            777.424            735.444
Setelah Rencana Transaksi               Rp Juta       161.095           857.034           828.536            775.515            734.123
Inkr e me ntal                         Rp Juta        (1 .0 3 1 )       (2 .5 2 4 )        (2 .2 3 0 )        (1 .9 0 9 )        (1 .3 2 1 )

Laba T ahun Be r jalan
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta    16.449.437        15.338.338        16.668.888         17.603.332         18.487.283
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta    16.448.407        15.335.814        16.666.657         17.601.423         18.485.962
Inkr e me ntal                         Rp Juta        (1 .0 3 1 )       (2 .5 2 4 )       (2 .2 3 0 )        (1 .9 0 9 )        (1 .3 2 1 )


                                                     De s              De s              De s               De s               De s
                 URAIAN                S atuan
                                                    2024              2025              2026               2027               2028
Ar us kas dar i aktivitas ope r asi
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta    21.830.134        22.099.866        24.213.654         22.873.346         24.001.749
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta    21.829.071        22.087.244        24.202.502         22.863.800         23.995.144
Inkr e me ntal                         Rp Juta        (1 .0 6 3 )     (1 2 .6 2 2 )     (1 1 .1 5 2 )        (9 .5 4 6 )        (6 .6 0 5 )

Ar us kas dar i aktivitas inve stasi
Sebelum Rencana Transaksi               Rp Juta   (25.050.680)      (13.558.763)       (9.147.073)        (9.421.486)        (9.704.130)
Setelah Rencana Transaksi               Rp Juta   (25.050.680)      (13.558.763)       (9.147.073)        (9.421.486)        (9.704.130)
Inkr e me ntal                         Rp Juta              -                 -                 -                  -                  -

Ar us kas dar i aktivitas pe ndanaan
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta     (1.108.610)      (10.053.211)      (14.282.940)       (14.711.428)       (15.152.771)
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta     (1.108.610)      (10.053.211)      (14.282.940)       (14.711.428)       (15.152.771)
Inkr e me ntal                         Rp Juta              -                 -                 -                  -                  -




Halaman 58                                                                 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 59
Lampir an 8
ANALIS A S ENS IT IV IT AS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                                     De s          De s           De s            De s           De s
                           URAIAN                     S AT UAN
                                                                    2024          2025           2026            2027           2028
K ondisi Nor mal
Pendapatan                                             Rp Juta   123.271.796    122.936.826    125.970.335     130.997.661    135.508.498
COGS                                                   Rp Juta   (93.856.387)   (95.335.531)    (96.335.339)    (99.819.866) (103.116.132)
Laba (Rugi) Kotor                                      Rp Juta    29.415.408     27.601.295      29.634.996      31.177.795    32.392.367
Laba (Rugi) Operasional                                Rp Juta    22.909.838     20.955.873      22.640.054      23.898.860    24.910.789
Laba (Rugi) Bersih                                     Rp Juta    16.448.407     15.335.814      16.666.657      17.601.423    18.485.962

P e ndapatan Naik 5 %
Pendapatan                                             Rp Juta   129.435.386   129.083.668   132.268.852   137.547.544   142.283.923
COGS                                                   Rp Juta   (98.549.207) (100.102.308) (101.152.106) (104.810.860) (108.271.938)
Laba (Rugi) Kotor                                      Rp Juta    30.886.179    28.981.360    31.116.746    32.736.685    34.011.985
Laba (Rugi) Operasional                                Rp Juta    22.247.685    20.666.208    22.481.570    23.788.549    24.954.824
Laba (Rugi) Bersih                                     Rp Juta    17.353.194    16.119.643    17.535.625    18.555.068    19.464.763

P e ndapatan T ur un 5 %
Pendapatan                                             Rp Juta   117.108.206    116.789.985    119.671.818    124.447.778   128.733.073
COGS                                                   Rp Juta   (98.549.207)   (97.037.882)    (99.505.316) (102.012.973) (106.315.532)
Laba (Rugi) Kotor                                      Rp Juta    18.558.999     19.752.103      20.166.502    22.434.805    22.417.542
Laba (Rugi) Operasional                                Rp Juta    (6.830.849)    (6.977.693)     (7.344.689)    (7.642.881)   (7.855.656)
Laba (Rugi) Bersih                                     Rp Juta     9.144.142      9.411.363       9.266.276    10.743.384    10.486.184




Halaman 59                                                                      00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 60
Lampir an 9
S CHEDULE P ELUNAS AN P INJAMAN
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023

                                       De s            De s         De s          De s         De s         De s         De s
       URAIAN           S AT UAN
                                      2024            2025         2026          2027         2028         2029         2030
Saldo Awal               Rp Juta      2.173.656       3.260.484    2.936.748     2.551.348    1.780.548    1.009.748      316.028
Penambahan               Rp Juta      1.086.828          61.664          -             -            -            -            -
Pembayaran               Rp Juta            -          (385.400)    (385.400)     (770.800)    (770.800)    (693.720)    (316.028)
Saldo Akhir              Rp Juta      3.260.484       2.936.748    2.551.348     1.780.548    1.009.748      316.028          -




Halaman 60                                                                      00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 61

          
Page 62

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size5.04 MB
Published1 Jul 2024
Pages62
Characters194,177
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Sumbawa Jutaraya p.1 ×15
linked org PT. PAMAPERSADA NUSANTARA p.1 ×5
linked org United Tractors Tbk p.1 ×12
linked org PT. Danusa Tambang Nusantara p.2 ×5
linked person Iwan Hadiantoro p.10 ×4
linked person Djony Bunarto Tjondro p.10 ×3
linked person Chiew Sin Cheok p.10 ×2
linked person Djoko Pranoto Santoso p.10 ×2
linked person Benjamin Herrenden p.10 ×2
linked person Paulus Bambang Widjanarko p.10 ×2
linked person Bruce Malcolm Cox p.10
linked person Frans Kesuma p.10 ×2
linked person Loudy Irwanto Ellias p.10 ×3
linked person Idot Supriadi p.10 ×2
linked person Widjaja Kartika p.10 ×3
linked person Vilihati Surya p.10
linked org Astra International Tbk p.12 ×8
linked person Hendra Hutahean p.14
linked person Ari Sutrisno p.14
linked org PT Tuah Turangga Agung p.32 ×5
linked org Turangga Resources p.32
linked org PT Asmin Bara Bronang p.32
linked org Acset Indonusa Tbk p.32 ×14
linked org PT Energia Prima Nusantara p.33
linked org PT Uway Energi Perdana p.33
linked org Arkora Hydro Tbk p.33 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×10
possible person Kanaka Puradiredja p.8
possible person Franciscus Xaverius p.12 ×3
possible person Gidion Hasan p.13
possible org Bank Persero p.25 ×3
unresolved org KJPP Ferdinand p.1 ×4
unresolved org Ichsan dan Rekan p.1 ×2
unresolved org KJPP FDI p.1 ×4
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.1 ×3
unresolved org BAPEPAM-LK p.1 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.3 ×6
unresolved org Rintis & Rekan p.3 ×7
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×35
unresolved person MBA. p.4 ×3
unresolved org Bapepam p.4 ×4
unresolved org PT Pamapersada p.6
unresolved — Telepon/Fax p.6
unresolved — PIC/Contact p.6
unresolved person Jose Dima Satria p.10 ×3
unresolved org PT Inter Astra Motor Works p.12
unresolved person Djojo Muljadi p.12
unresolved person H. Akta Pendirian p.12
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.12 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×2
unresolved person UNTR. Susunan · Komisaris p.13
unresolved person Rukmasanti Hardjasatya · Notaris p.13
unresolved person Akta Notaris Aswendi Kamuli p.15
unresolved person Akta Notaris Marianne Vincentia Hamdani p.15
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15
unresolved org PT Danusa Tambang p.15
unresolved org PT Sumbawa Mineral p.15
unresolved org PT Bahtera Samudera p.15
unresolved person SJR. Susunan · Komisaris p.15
unresolved org Pusat Statistik p.21 ×3
unresolved org Bank Indonesia Defisit p.22
unresolved org Bank Campuran p.25 ×3
unresolved org Kementerian ESDM Produksi p.25
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.27
unresolved org PT PLN (Persero) p.28
unresolved org Kementerian ESDM p.30
unresolved org Menteri ESDM p.30
unresolved org PT Kalimantan Prima Persada p.31
unresolved org PT Pama Indo Mining p.31
unresolved org PT Telen Orbit Prima p.32
unresolved org PT Artha Nugraha Agung p.32
unresolved org Ichsan & Rekan p.48
unresolved person Bangkit Widhi Raharjo p.50
unresolved person Edho Fakhri Fuady p.50

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 11712 ms 12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result