Back to announcement
20240701_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31677829_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 62
Page 1
Kantor Jasa Penilai Publik The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
Property, Business Valuation & Advisory E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
Licence No. 2.22.01 76 Website: www.fdipartners.co
Phone (62 21) 27875911
KMK 460/KM.1/20 22
Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia
Jakarta, 26 Juni 2024
Kepada Yth.
PT Sumbawa Jutaraya
Gedung Pama 2,
Jl. Rawagelam I No. 9
Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta Timur 13930
No. Laporan : 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Hal : Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI PEMBERIAN PINJAMAN DARI PT.
PAMAPERSADA NUSANTARA KEPADA PT. SUMBAWA JUTARAYA
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 011/FDI/PB-FO/IV/2024 tertanggal 23 April 2024,
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT.
Sumbawa Jutaraya (“SJR”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan Rencana
Transaksi Fasilitas Pinjaman Bergulir (revolving facilities) dari PT. Pamapersada Nusantara (“PAMA”)
kepada PT. Sumbawa Jutaraya (“SJR”) yang Laporan Keuangan dikonsolidasikan dalam Laporan
Keuangan PT. United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”), dengan demikian merupakan Transaksi
Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
42/POJK.04/2020 selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana transaksi afiliasi pemberian pinjaman, diperlukan dalam rangka memenuhi
peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK. Tujuan pemberian pendapat kewajaran
dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen SJR, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen SJR adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan tidak
menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi dan
data yang telah diberikan oleh manajemen SJR, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami
tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang diberikan
tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap
UNTR, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan
UNTR. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang
Page 2
sesudah transaksi (Proforma) dari sisi UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi. Analisis atas Rencana Transaksi, Rencana Transaksi pinjaman uang antara PAMA selaku pihak yang meminjamkan uang dan SJR selaku pihak yang menerima pinjaman uang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dan pembiayaan modal kerja. SJR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang emas, di mana jenis usahanya adalah eksplorasi dan pengolahan barang tambang berupa emas dan perak. Lokasi tambang emas SJR berada di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas 8.697,53 Ha. PAMA merupakan anak perusahaan dari UNTR, sedangkan SJR merupakan anak perusahaan dari PT. Danusa Tambang Nusantara (“DTN”) yang dimiliki 60% oleh UNTR dan 40% oleh PAMA. SJR telah melakukan kegiatan eksplorasi dari tahun 2015 sampai dengan 2020. Pada pertengahan 2021 SJR telah memulai pekerjaan pembangunan infrastruktur tambang. Sampai dengan saat ini SJR belum memiliki pemasukan dari kegiatan operasional dan tidak memiliki standby facility dari bank, sehingga untuk dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik PAMA sebagai induk usaha SJR memberikan dukungan pembiayaan modal kerja kepada SJR sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SJR. Seiring dengan kegiatan SJR yang semakin meningkat, SJR memerlukan pinjaman dari PAMA. Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap UNTR, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan UNTR. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah transaksi (Proforma) UNTR untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi. 1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen SJR, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. 2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data - data yang diberikan oleh manajemen SJR, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut. 3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen SJR pada kami, sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut. 4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perkonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan ini dikeluarkan. 5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan penilaian pendapat kewajaran ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan penilaian ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat Halaman 2 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 3
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat dipergunakan untuk tujuan lainnya. 6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. 7. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Rencana transaksi merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42 dimana PAMA merupakan anak perusahaan dari UNTR, sedangkan SJR merupakan anak perusahaan dari DTN yang dimiliki 60% oleh UNTR dan 40% oleh PAMA. SJR memiliki fasilitas pinjaman pada PAMA dengan plafon sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Dolar Amerika Serikat) atau setara dengan Rp3.322.148 juta (dengan menggunakan kurs per 31 Desember 2023 sebesar Rp. 15.416,-). Berdasarkan Loan Agreement hingga draft Amendment VI antara PAMA dengan SJR, sepakat untuk mengubah tingkat Margin dari 2,00% menjadi 1,63%. Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SJR, yang mencakup Amendment I hingga Amendment V dan juga Draft Amendment VI, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SJR adalah sebesar USD215.500.000 (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika Serikat). Sementara pinjaman yang telah diperoleh SJR dari PAMA sampai dengan 31 Desember 2023 adalah sebesar USD141.000.000. Oleh karena itu, terdapat sisa fasilitas pinjaman yang dapat digunakan oleh SJR sebesar USD74.500.000. Dari sisa fasilitas pinjaman tersebut, SJR bermaksud untuk menggunakan dana sebesar USD 74.500.000, atau setara dengan Rp 1.148.492 juta (kurs : Rp 15.416,-). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 1,63%. Berdasarkan Laporan Keuangan UNTR per 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, ekuitas UNTR tercatat sebesar Rp84.035.563 juta maka Rencana Transaksi sebesar 1,37% dari ekuitas UNTR dengan demikian bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”). Analisa kualitatif mengacu pada perkembangan industri dan ekonomi makro. Di sektor perdagangan, kinerja ekspor cenderung turun akibat melemahnya permintaan negaranegara mitra dagang utama Indonesia. Harga komoditas utama ekspor yang memberikan kontribusi penting bagi penerimaan devisa menunjukkan koreksi yang cukup signifikan. Sejak awal tahun 2023, indeks harga acuan batu bara turun sekitar 60%, minyak mentah turun sekitar 15%, gas alam turun sekitar 43%, dan minyak kelapa sawit turun sekitar 15%. Namun, neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan kinerja positif dan mencatatkan surplus dalam 43 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan dari bulan Januari hingga November 2023 mencapai US$33,6 miliar. Dengan Rencana Transaksi, SJR memperoleh pinjaman untuk kebutuhan dana belanja modal dan dana modal kerja untuk dapat tetap melaksanakan kegiatan operasionalnya, sehingga hal ini juga akan memberikan citra yang baik di mata investor dan masyarakat, bahwa pasca Pandemi, UNTR dan grup tetap dapat mempertahankan pangsa pasar, produktivitas dan juga memenuhi kebutuhan pelanggannya dengan baik, yang dapat berpengaruh terhadap harga saham UNTR. Analisa kuantitatif mengacu kepada kinerja keuangan historis. Selama periode 2019–2023, total aset UNTR rata-rata meningkat sebesar 5,01%, di periode yang sama, total liabilitas UNTR mengalami peningkatan rata-rata sebesar 6,29%, sedangkan total ekuitas UNTR rata-rata meningkat sebesar Halaman 3 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 4
8,54%. Selama periode 2019 – 2023, pendapatan UNTR mengalami peningkatan rata-rata sebesar 12,50% dan pada periode yang sama, laba (rugi) tahun berjalan UNTR mengalami peningkatan rata- rata sebesar 29,75%. Analisa inkremental dilakukan untuk melihat manfaat Rencana Transaksi bagi UNTR. Berdasarkan proyeksi keuangan UNTR sebelum dan setelah Rencana Transaksi periode 2024 – 2028 yang disusun oleh manajemen, setelah Rencana Transaksi terjadi penurunan laba tahun berjalan. Namun demikian, terlaksananya Rencana Transaksi memberikan, nilai tambah yaitu terjadinya penurunan pada sisi liabilitas yaitu utang usaha jika dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi, dimana Rencana Transaksi menyebabkan SJR mampu melakukan pembayaran kepada vendor lebih cepat. Sehingga akan menurunkan jumlah utang usaha yang juga bermanfaat kepada UNTR secara Konsolidasi. Analisis kewajaran dengan membandingkan antara tarif bunga Pinjaman Rencana Transaksi dengan tarif bunga pinjaman bank lainnya. Berdasarkan perjanjian atas rencana transaksi, suku bunga yang dikenakan adalah term SOFR + Margin 1,63% atau setara dengan 6,96% per 31 Desember 2023, sedangkan bunga pinjaman investasi dalam US dollar berdasarkan bunga pinjaman Bank Indonesia per 31 Desember 2023 berdasarkan jenis bank rata-rata adalah sebesar 7,04%, sehingga tarif bunga pinjaman Rencana Transaksi masih dalam batas wajar (batas atas - batas bawah) 7,5% terhadap suku bunga pinjaman Bank Indonesia, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-masing sebesar 7,57% dan 6,51%. Dengan demikian, berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, serta analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan keuangan, menurut pendapat kami, Rencana Transaksi Fasilitas Pinjaman Bergulir (revolving facilities) dari PAMA kepada SJR adalah Wajar. Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa datang terkait dengan usaha UNTR, PAMA, SJR, maupun atas transaksi yang dilakukan. Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453 MAPPI No. : 10-S-02571 STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PM.223/2020 RMK : RMK-2017.00526 Halaman 4 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 5
DAFTAR ISI BAB I ....................................................................................................................................... 6 PENDAHULUAN ....................................................................................................................... 6 1.1. Uraian Mengenai Penugasan ........................................................................................... 6 1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ................................................................ 6 1.3. Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan ............................................. 6 1.4. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ......................................................... 6 1.5. Objek Analisis Pendapat Kewajaran .................................................................................. 7 1.6. Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan .................................................... 7 1.7. Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi ..7 1.8. Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.......................... 8 1.9. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................. 8 1.10. Sumber Data dan Informasi ............................................................................................. 8 1.11. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................. 9 1.12. Pernyataan Independensi Penilai....................................................................................... 9 1.13. Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran ............................................................................ 9 1.14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) .......................................... 9 BAB II .................................................................................................................................... 11 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ....................................................................................... 11 2.1. Latar Belakang Rencana Transaksi .................................................................................. 11 2.2. Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi ........................................................................... 11 2.3. Objek Rencana Transaksi ............................................................................................... 11 2.4. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ....................................................................... 12 2.5. Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ...................................................................... 16 2.6. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi .............................. 17 BAB III ................................................................................................................................... 19 ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ............................................................................ 19 3.1. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ........................................................... 19 3.2. Analisis atas Rencana Transaksi ...................................................................................... 19 3.3. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ........................................................................ 20 3.4. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi ...................................................................... 35 3.5. Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi ..................................................................... 43 3.6. Analisis Faktor Lain Yang Relevan ................................................................................... 44 3.7. Kesimpulan ................................................................................................................... 47 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................................. 48 PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................. 49 LAMPIRAN .............................................................................................................................. 51 Halaman 5 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 011/FDI/PB-FO/IV/2024 tertanggal 23 April
2024, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT. Sumbawa Jutaraya (“SJR”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas
rencana transaksi afiliasi pemberian pinjaman bergulir (revolving facilities) dengan penurunan
margin suku bunga PT Pamapersada (“PAMA”) kepada SJR yang semuanya merupakan pihak
terafiliasi dari UNTR, selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah SJR, dengan informasi sebagai
berikut:
Nama : PT. Sumbawa Jutaraya
Alamat : Gedung Pama 2, Jl. Rawa Gelam
Telepon/Fax : 021-521 2288
Bidang usaha : Pertambangan
PIC/Contact : Mochammad PriyoUtomo
Email : mochammadpu@pamapersada.com
1.3. Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal penilaian Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2023, sesuai dengan
Laporan Keuangan Audit Konsolidasian UNTR per 31 Desember 2023.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), masa berlaku laporan
penilaian adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam
laporan penilaian.
1.4. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana transaksi afiliasi pemberian pinjaman, diperlukan dalam rangka
memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK.
Tujuan pemberian pendapat kewajaran dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
Halaman 6 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 7
1.5. Objek Analisis Pendapat Kewajaran
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SJR, yang mencakup Amendment I hingga
Amendment V dan Draft Amendment VI. Total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SJR
adalah sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika
Serikat) dan tingkat suku bunga Term SOFR + Margin.
Berdasarkan Draft Amandemen VI, terdapat perubahan tingkat margin yaitu dari 2,00% menjadi
1,63% dengan tujuan mengurangi beban bunga yang harus dibayar sehingga SJR dapat
meningkatkan kinerja Perusahaan.
Atas dasar hal tersebut di atas, maka objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah
Rencana Transaksi yang berupa Rencana Transaksi Afiliasi Pemberian Pinjaman PAMA kepada
SJR.
1.6. Dampak Keuangan dari Transaksi yang Akan Dilakukan
Mengacu pada laporan posisi keuangan Proforma UNTR, dampak keuangan atas Rencana
Transaksi sebagai berikut:
1) Terdapat Pengurangan pada akun kas dan setara kas atas pembiayaan belanja modal dan
modal kerja sebesar Rp1.148.492 Juta atau setara dengan USD74.500.000,- dengan
menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
2) Terdapat peningkatan pada aset tetap atas pembelian asset tetap oleh SJR dengan
menggunakan dana pinjaman sebesar Rp433.486 Juta atau setara dengan USD28.119.233,-
dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-
3) Terdapat peningkatan pada akun biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan sebesar
Rp61.664 Juta atau setara dengan USD4.000.000,- dengan menggunakan kurs pada 31
Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
4) Terdapat penurunan pada akun utang usaha pihak ketiga atas pembayaran utang sebesar
Rp254.373 Juta atau setara dengan USD16.500.599,- dengan menggunakan kurs pada 31
Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
5) Terdapat penurunan pada akun saldo laba sebesar Rp319.175 Juta atau setara dengan
USD20.704.134,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia
sebesar Rp15.416,-.
6) Terdapat penurunan pada akun kepentingan non pengendali sebesar Rp79.794 juta atau
setara dengan USD 5.176.034,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari
Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
1.7. Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
PAMA sebagai induk usaha SJR memberikan dukungan pembiayaan belanja modal dan modal
kerja kepada SJR sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SJR. PAMA telah
memberikan fasilitas pinjaman kepada SJR sebesar USD 215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas
Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika Serikat) dengan tingkat suku bunga Term SOFR + 2%. Dengan
semakin meningkatnya beban operasional SJR dan untuk mengoptimalkan biaya pembiayaan,
SJR akan mengurangi beban keuangan perusahaan dengan penurunan margin suku bunga.
Halaman 7 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 8
Atas Rencana Transaksi tersebut adalah dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi akan
membantu SJR dalam mengoptimalkan beban pembiayaan kedepannya sehingga dengan
pengoptimalan ini SJR dapat melakukan pembayaran utang usaha lebih cepat kedepannya dan
menurunkan nilai utang usaha dimana akan memberikan dampak positif secara Konsolidasian.
1.8. Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan POJK No. 42/2020 tentang transaksi afiliasi
dan transaksi benturan kepentingan.
1.9. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup pendapat kewajaran mengacu pada Pasal 17 POJK 35 meliputi:
a. Tujuan dari Penugasan adalah memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi
b. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan
c. Membandingkan dasar nilai transaksi dengan nilai pasar yang dihasilkan dari laporan
penilaian properti atas objek Rencana Transaksi.
1.10. Sumber Data dan Informasi
a. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
No.00190/2.1025/AU.1/05/0241-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
b. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
No.0177/2.1025/AU.1/05/0239-3/1/II/2023 tanggal 23 Februari 2023 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
c. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
No.00121/2.1025/AU.1/05/0239-2/1/II/2022 tanggal 21 Februari 2022 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
d. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
No.00157/2.1025/AU.1/05/0239-1/1/II/2021 tanggal 19 Februari 2021 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
e. Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
No.00168/2.1025/AU.1/0241-1/1/II/2020 tanggal 21 Februari 2020 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat bawa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
f. Laporan Keuangan SJR untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
No.000075/3.0357.AU.1/02/1625-4/1/II/2024 tanggal 28 Februari 2024 yang telah
diaudit oleh Kanaka Puradiredja, Suhartono dengan opini wajar dalam semua hal yang
material.
g. Proyeksi keuangan UNTR selama 5 (lima) tahun kedepan dengan pertimbangan ada dan tidak
adanya Rencana Transaksi.
Halaman 8 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 9
h. Profoma Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR per 31 Desember 2023 (sebelum dan
sesudah transaksi) yang disiapkan oleh manajemen UNTR.
i. Perjanjian, Perjanjian Amandemen dan Draft Amandemen perjanjian pinjaman antara PAMA
dengan SJR.
j. Surat Pernyataan Manajemen terkait Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi dengan Nomor
JIEP/DIR-SJR/24/VI/089 tertanggal 25 Juni 2024, terkait dengan kebenaran data dan asumsi
yang telah diberikan manajemen
k. Hasil wawancara dengan pihak PAMA, SJR, UNTR dan pihak lain yang kami anggap layak
dan relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan
proses penilaian.
l. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.11. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal–hal
sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi,
b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi,
c. Analisis Atas Kewajaran Nilai Rencana Transaksi.
d. Analisis atas faktor lain yang relevan.
1.12. Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan UNTR, PAMA dan
SJR ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi dengan UNTR, PAMA maupun SJR. KJPP FDI&R
juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang
dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.13. Distribusi Laporan Pendapat Kewajaran
Pendapat kewajaran ini diajukan untuk kepentingan UNTR dalam kaitannya dengan Rencana
Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain dan kepentingan lain.
1.14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2023, terdapat
kejadian penting yang diketahui maupun yang patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai
dengan tanggal laporan dikeluarkan yang tidak memengaruhi hasil penilaian, yaitu sebagai
berikut:
a. Berdasarkan Akta No.60 tanggal 24 April 2024 dari Notaris Marianne Vincentia Hamdani
S.H., tentang Perubahan Susunan Pengurus terdapat perubahan susunan dewan komisaris
dan direksi SJR. Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi SJR adalah sebagai berikut:
Halaman 9 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 10
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Iwan Hadiantoro
Komisaris : Muliady Sutio
Ruli Tanio
Sunrendi Admadjaja
Direksi
Direktur Utama : Darwin Bintang
Direktur : Chandra Budi Prasetya
Aris Tandiarrang
Leonard Buntaran
b. Berdasarkan Akta No.98 tanggal 24 April 2024 dari Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
tentang Perubahan Susunan Pengurus terdapat perubahan susunan dewan komisaris dan
direksi UNTR. Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Djoko Pranoto Santoso
Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
: Nanan Soekarna
: Bruce Malcolm Cox
Direksi
Presiden Direktur : Frans Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Iwan Hadiantoro
Idot Supriadi
Edhie Sarwono
Widjaja Kartika
Vilihati Surya
Halaman 10 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 11
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Latar Belakang Rencana Transaksi
SJR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang emas,
di mana jenis usahanya adalah eksplorasi dan pengolahan barang tambang berupa emas dan
perak. Lokasi tambang emas SJR berada di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Provinsi
Nusa Tenggara Barat dengan luas 8.697,53 Ha. PAMA merupakan anak perusahaan dari UNTR,
sedangkan SJR merupakan anak perusahaan dari PT. Danusa Tambang Nusantara (“DTN”), yang
dimiliki 60% oleh UNTR dan 40% oleh PAMA.
Untuk dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik PAMA sebagai induk usaha SJR
memberikan dukungan pembiayaan belanja modal dan modal kerja kepada SJR sebagai salah
satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SJR. PAMA telah memberikan facilitas pinjaman
kepada SJR sebesar USD 215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Dolar
Amerika) dengan tingkat suku bunga Term SOFR + 2%. Dengan semakin meningkatnya beban
operasional SJR dan untuk mengoptimalkan biaya pembiayaan, SJR akan mengurangi beban
keuangan perusahaan dengan penurunan margin suku bunga.
Transaksi penurunan margin suku bunga ini dilakukan untuk membantu SJR dalam
mengoptimalkan beban pembiayaan.
2.2. Maksud dan Tujuan Rencana Transaksi
Maksud dan tujuan Rencana Transaksi adalah Fasilitas Pinjaman Bergulir (revolving facilities) oleh
PAMA kepada SJR untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dan pembiayaan modal kerja SJR
dan Rencana penurunan margin suku bunga oleh PAMA kepada SJR dari 2% menjadi 1,63%
bertujuan untuk mengurangi beban bunga yang harus di bayar sehingga SJR dapat meningkatkan
kinerja perusahaan.
2.3. Objek Rencana Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SJR, yang mencakup Amendment I hingga
Amendment V dan Draft Amendment VI. Total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SJR
adalah sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika
Serikat) dan tingkat suku bunga Term SOFR + Margin.
Berdasarkan Draft Amandemen VI, terdapat perubahan tingkat margin yaitu dari 2,00% menjadi
1,63% dengan tujuan mengurangi beban bunga yang harus dibayar sehingga SJR dapat
meningkatkan kinerja Perusahaan.
Atas dasar hal tersebut di atas, maka objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah
Rencana Transaksi yang berupa Rencana Transaksi Afiliasi Pemberian Pinjaman PAMA kepada
SJR.
Halaman 11 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 12
2.4. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah PAMA, selaku pemberi pinjaman,
SJR, selaku penerima pinjaman dan UNTR, selaku perseroan yang dikonsolidasi.
a. PT United Tractors (”UNTR”)
Riwayat Singkat
PT United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UNTR”) didirikan di Indonesia pada tanggal 13
Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra Motor Works, Perseroan dikendalikan oleh induk
perusahaannya PT Astra International Tbk, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, dihadapan
Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan
dalam Lembaran Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat
dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah mendapat
pemberitahuan penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022
No.AHU-0028206.AH.01.02. tahun 2022. Pada tanggal 31 Desember 2022, Grup
mempunyai karyawan sejumlah 32.679 orang.
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasian per 31 Desember 2023 susunan
pemegang saham adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Susunan Pemegang Saham UNTR
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah
Kepemilikan (%)
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 59,50% 554.829.000.000
Franciscus Xaverius Laksana
200.000 0,01% 50.000.000
Kesuma (Presiden Direktur)
Iwan Hadiantoro (Direktur) 166.400 0,00% 42.000.000
Loudy Irwanto Ellias (Direktur) 34.515 0,00% 9.000.000
Edhie Sarwono (Direktur) 18.100 0,00% 5.000.000
Widjaja Kartika (Direktur) 2.000 0,00% 1.000.000
Masyarakat selain Direksi
(Masing-masing kepemilikan di 1.412.070.763 37,85% 353.016.000.000
bawah 5%)
Jumlah Saham Beredar 3.631.809.136 97,36% 907.952.000.000
Saham Tresuri 98.326.000 2,64% 24.582.000.000
Jumlah 3.730.135.136 100,00% 932.534.000.000
Halaman 12 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 13
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR
Berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasian 31 Desember 2023, susunan anggota
Dewan Komisaris dan Direksi UNTR sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjanarko
Nanan Soekarna
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Iwan Hadiantoro
Idot Supriadi
Edhie Sarwono
Widjaja Kartika
Pada saat laporan ini dikeluarkan terdapat perubahan pada susunan Dewan Komisaris dan
Direksi UNTR. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR saat laporan ini dikeluarkan seperti
yang dinyatakan dalam bab 1.14.
Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan utama UNTR dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”)
meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“Mesin konstruksi”) beserta pelayanan purna
jual; penambangan dan kontraktor penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan, dan
pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi; pembangkit
listrik; dan industri perikanan. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973.
Perseroan berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
b. PT Pamapersada Nusantara (”PAMA”)
Riwayat Singkat
PAMA didirikan berdasarkan Akta No. 74 dibuat di hadapan Rukmasanti Hardjasatya, Notaris
di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 1988. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4876.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni
1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 77 tanggal 26 September 1989,
Tambahan No. 2099.
Halaman 13 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 14
Perusahaan berkedudukan di Jakarta Timur dan saat ini beroperasi di Kalimantan Selatan,
Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan
Singapura. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Jalan Rawagelam I No. 9, Kawasan Industri
Pulogadung, Jakarta. Perusahaan merupakan entitas anak UNTR yang merupakan entitas anak
dari PT Astra International Tbk.
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan laporan keuangan PAMA, susunan pemegang saham adalah sebagai berikut:
Tabel 2.2 Susunan Pemegang Saham PAMA
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah
Kepemilikan (%)
PT United Tractors Tbk 10.114.950.800 99,9995% 5.057.475.400.000
PT United Tractors
49.200 0,0005% 24.600.000
Pandu Engineering
Jumlah 10.115.000.000 100% 5.057.500.000.000
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA
Per tanggal 10 April 2023, berdasarkan akta no.29 tanggal 10 April 2023 dari Notaris Jose
Dima Satria S.H., M.Kn., terdapat perubahan susunan dewan komisaris dan direksi PAMA.
Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Chiew Sin Cheok
Direksi
Presiden Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Chinthya Theresa Am
: Ari Sutrisno
Warsito Subagio Surjaatmadja
Roberto Dwi Handoko
Kegiatan Usaha
PAMA dan entitas anak (bersama-sama disebut “Grup”) bergerak di bidang kontraktor
pertambangan batubara dan batu kapur, pertambangan batubara di area konsesi
pertambangan milik sendiri, perdagangan batubara, perawatan jalan, pengoperasian
pelabuhan, penyewaan peralatan berat, penjualan peralatan berat terpakai, dan pembangkit
listrik. Perusahaan memulai aktivitas komersialnya pada bulan September 1993.
c. PT Sumbawa Jutaraya (“SJR”)
Riwayat Singkat
Halaman 14 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 15
SJR didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Notaris Aswendi Kamuli, S.H., No. 12, tanggal 9
November 2006. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-00218
HT.01.01.TH.2007 tanggal 4 Oktober 2007.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris Marianne Vincentia Hamdani, S.H., No. 15 tanggal 17 April 2023, mengenai
perubahan Dewan Komisaris dan Direksi. Akta tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No AHU-AH 01.09-0118365 tanggal 12 Mei 2023.
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham SJR
Berdasarkan laporan keuangan audit SJR tanggal 31 Desember 2023, susunan pemegang
saham sebagai berikut:
Tabel 2.3 Susunan Pemegang Saham SJR
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah
Kepemilikan (%)
PT Danusa Tambang
717.292 80,00% 71.729.200.000
Nusantara
PT Sumbawa Mineral
89.661 10,00% 8.966.100.000
Abadi
PT Bahtera Samudera
89.661 10,00% 8.966.100.000
Abadi
Jumlah 896.614 100,00% 89.661.400.000
Susunan Pengurus SJR
Berdasarkan laporan keuangan SJR periode 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris
dan Direksi sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Muliady Sutio
Komisaris : Dadi Sukarso
: Ruli Tanio
: Sunredi Admadjaja
Direksi:
Direktur Utama : Darwin Bintang
Direktur : Mufid Rosichin
: Arga Firmansyah
Pada saat laporan ini dikeluarkan terdapat perubahan pada susunan Dewan Komisaris dan
Direksi SJR. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SJR saat laporan ini dikeluarkan seperti
yang dinyatakan dalam bab 1.14.
Halaman 15 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 16
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama meliputi bidang pertambangan, khususnya pertambangan mineral logam antara lain
emas dan mineral asosiasi lainnya. Pada tahun 2021 Perusahaan belum mulai beroperasi
secara komersial.
2.5. Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Hubungan pihak-pihak bertransaksi, berdasarkan kepemilikan saham dan kepengurusan saham,
dapat disampaikan sebagai berikut:
• Berdasarkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris UNTR, PAMA dan SJR terdapat kesamaan
manajemen pada UNTR dan PAMA pada tanggal 31 Desember 2023:
1. Frans Kesuma diketahui menjabat sebagai Presiden Direktur di UNTR dan Komisaris di
PAMA.
• Hubungan afiliasi dari segi kepemilikan saham:
Sumber: Manajemen Perseroan
• Materialitas Nilai Rencana Transaksi
Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SJR, yang mencakup Amendment I hingga Amendment
V dan juga Draft Amendment VI, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada SJR
adalah sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika
Serikat). Sementara pinjaman yang telah diperoleh SJR dari PAMA sampai dengan 31
Desember 2023 adalah sebesar USD141.000.000,-. Oleh karena itu, terdapat sisa fasilitas
pinjaman yang dapat digunakan oleh SJR sebesar USD74.500.000,-. Dari sisa fasilitas
pinjaman tersebut, SJR bermaksud untuk menggunakan dana sebesar USD 74.500.000,-, atau
setara dengan Rp 1.148.492 Juta (kurs : Rp 15.416,-). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan
bunga sebesar Term SOFR + Margin.
Berdasarkan Draft Amandemen VI, terdapat perubahan tingkat margin yaitu dari 2,00%
menjadi 1,63% dengan tujuan mengurangi beban bunga yang harus dibayar sehingga SJR
dapat meningkatkan kinerja Perusahaan. Atas dasar hal tersebut di atas, maka objek analisis
pendapat kewajaran dalam hal ini adalah Rencana Transaksi yang berupa Rencana Transaksi
Afiliasi Pemberian Pinjaman PAMA kepada SJR.
Halaman 16 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 17
Materialitas Nilai Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai Rencana
Transaksi dengan ekuitas UNTR periode 31 Desember 2023.
Tabel 2.4 Nilai Rencana Transaksi berbanding Ekuitas UNTR (Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan Total Nilai Rencana Ekuitas Perseroan Per 31 %
Transaksi Desember 2023
Rencana Transaksi 1.148.492 84.035.563 1,37%
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian UNTR
Berdasarkan Laporan Keuangan UNTR per 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, ekuitas UNTR tercatat sebesar
Rp84.035.563 Juta maka Rencana Transaksi sebesar 1,37% dari ekuitas UNTR dengan
demikian bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17/2020”).
2.6. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
PAMA (“Pemberi Pinjaman”) dan SJR (“Penerima Pinjaman”), dimana keduanya disebut sebagai
“Para Pihak”, telah membuat dan menandatangani perjanjian pinjaman tertanggal 26 Juni 2015,
dimana Pemberi Pinjaman setuju untuk menyediakan kepada Penerima Pinjaman, fasilitas
pembiayaan sejumlah USD10.000.000,- (Sepuluh Juta Dolar Amerika Serikat). Perjanjian
pinjaman tersebut telah diperpanjang beberapa kali yang dituangkan dalam dokumen
Amendment Loan Agreement I sampai Draft Amandement Loan Agreement VI, dengan perjanjian
dan persyaratan yang disepakati sebagai berikut:
1. Perjanjian pinjaman amandemen I tertanggal 24 maret 2016, dimana para pihak setuju
untuk menurunkan marjin yang diterapkan berdasarkan Perjanjian Pinjaman dari
sebelumnya 2,25% per tahun menjadi 2,00% per tahun
2. Perjanjian pinjaman amandemen II tertanggal 23 Maret 2017 dimana Para Pihak telah
sepakat untuk meningkatkan jumlah pinjaman pokok dari fasilitas pembiayaan, komitmen
fasilitas berjangka sebesar USD 67.950.000,- (Enam Puluh Tujuh Juta Sembilan Ratus Lima
Puluh Ribu Dolar Amerika Serikat) dan/atau Komitmen Fasilitas Bergulir (revolving facilities)
sebesar USD6.500.000,- (Enam Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika Serikat).
3. Perjanjian pinjaman amandemen III tertanggal 27 Desember 2019 dimana Para Pihak telah
sepakat untuk mengubah jenis pinjaman menjadi fasilitas pinjaman Bergulir (revolving
facilities) sepenuhnya. Oleh karena itu Fasilitas Pinjaman Bergulir (revolving facilities) adalah
74.450.000,- (Tujuh Puluh Empat Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu Dolar Amerika Serikat).
4. Perjanjian pinjaman amandemen IV tertanggal 27 Agustus 2021 dimana Para Pihak sepakat
untuk menambah fasilitas pinjaman Bergulir (revolving facilities) sejumlah USD100.500.000,-
(Seratus Juta Lima Ratus Lima Puluh Ribu Dolar Amerika Serikat) sehingga agregat fasilitas
Pinjaman Bergulir (revolving facilities) menjadi sebesar USD175.000.000,- (Seratus Tujuh
Puluh Lima Juta Dolar Amerika Serikat).
5. Amandemen V atas Perjanjian Pinjaman tertanggal 26 Juni 2023 (“Amandemen V”) dimana
Para Pihak telah sepakat untuk menambah Fasilitas Pinjaman Berputar USD40.500.000,-
(Empat Puluh Juta Lima Ratus Ribu Dolar Amerika Serikat), sehingga agregat Fasilitas
Pinjaman Berputar berubah menjadi sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta
Lima Ratus Ribu Dolar Amerika Serikat)
Halaman 17 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 18
6. Draft Amandemend VI dimana Para Pihak sepakat untuk menurunkan marjin yang diterapkan
dari sebelumnya 2,00% (dua persen) per tahun menjadi 1,63% per tahun.
7. SJR dapat mempergunakan Pinjaman selama Periode Pinjaman dan dapat diperpanjang
sesuai kesepakatan para pihak.
8. Jangka waktu berlakunya fasilitas sampai 31 Desember 2030.
9. Bunga dari pinjaman sebesar Term SOFR + Margin 1,63%.
10. SJR dapat melakukan pembayaran lebih awal dari jangka waktu pinjaman.
11. PAMA dapat mengalihkan sebagian atau seluruh haknya berdasarkan draft perjanjian.
Halaman 18 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 19
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan
Dalam menilai kewajaran Rencana Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis adalah
sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana transaksi pembelian saham.
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana transaksi pembelian saham.
c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi pembelian saham.
d. Alalisis atas faktor lain yang relevan.
3.2. Analisis atas Rencana Transaksi
a. Latar belakang Rencana Transaksi
SJR merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan khususnya tambang
emas, di mana jenis usahanya adalah eksplorasi dan pengolahan barang tambang berupa
emas dan perak. Lokasi tambang emas SJR berada di Kecamatan Ropang, Kabupaten
Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas 8.697,53 Ha. PAMA merupakan anak
perusahaan dari UNTR, sedangkan SJR merupakan anak perusahaan dari DTN, yang dimiliki
60% oleh UNTR dan 40% oleh PAMA.
Untuk dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik PAMA sebagai induk usaha
SJR memberikan dukungan pembiayaan belanja modal dan modal kerja kepada SJR sebagai
salah satu langkah untuk menjaga kebutuhan arus kas SJR. PAMA telah memberikan facilitas
pinjaman kepada SJR sebesar USD 215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu
Dolar Amerika) dengan tingkat suku bunga Term SOFR + 2%. Dengan semakin meningkatnya
beban operasional SJR dan untuk mengoptimalkan biaya pembiayaan, SJR akan mengurangi
beban keuangan perusahaan dengan penurunan margin suku bunga.
Transaksi penurunan margin suku bunga ini dilakukan untuk membantu SJR dalam
mengoptimalkan beban pembiayaan.
b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
1. Analisis Manfaat Rencana Transaksi
Melalui transaksi penurunan margin suku bunga tersebut, memberikan SJR akses
pembiayaan yang lebih terjangkau, sehingga dapat mengurangi beban keuangan
perusahaan. Dengan margin yang lebih rendah, SJR akan mampu mengalokasikan lebih
banyak dana untuk kegiatan operasional dan belanja modal yang esensial, seperti
pembangunan infrastruktur tambang. Hal ini akan berdampak positif terhadap percepatan
proyek dan peningkatan produktivitas dan memberikan dampak positf pada Perseroan.
Disisi lain pada kondisi ketidakpastian global akbit berbagai isu nasional dan internasional,
penurunan margin ini juga merupakan langkah adaptif untuk menyesuaikan dengan situasi
pasar yang dinamis. SJR perlu menjaga fleksibilitas finansial untuk menghadapi tantangan
ekonomi global yang dapat mempengaruhi kegiatan operasional. Dengan struktur biaya
Halaman 19 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 20
yang lebih efisien, SJR dapat menunjukkan kepada investor bahwa perusahaan memiliki
strategi keuangan yang sehat dan berkelanjutan, yang dapat meningkatkan daya tarik
investasi pada Perseroan.
2. Analisis Risiko Rencana Transaksi
Risiko gagal bayar: Risiko ini berkaitan dengan permasalahan kemampuan SJR dalam
memenuhi kewajiban atas pelunasan pinjaman.
Risiko tidak tercapainya proyeksi keuangan: Risiko ini berkaitan terhadap pencapaian
kinerja keuangan SJR.
3.3. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
prospek usaha kedepannya.
a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian Amerika
Serikat (AS) yang kuat. Ekonomi AS tumbuh kuat ditopang oleh perbaikan permintaan
domestik, termasuk fiskal akomodatif, dan kenaikan ekspor. Inflasi AS pada April 2024 tetap
tinggi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi AS yang kuat tersebut, meski melambat
dibandingkan dengan inflasi Maret 2024. Perkembangan inflasi ini meningkatkan
kemungkinan penurunan Fed Funds Rate (FFR) pada akhir tahun 2024. Pada saat bersamaan,
risiko memburuknya ketegangan geopolitik sejak akhir April 2024 tidak berlanjut. Berbagai
kondisi ini berdampak positif pada tertahannya penguatan dolar AS secara global dan
menurunnya yield US Treasury dibandingkan dengan kondisi pada pertengahan April 2024,
meski masih berada pada level yang tinggi. Aliran modal ke negara berkembang kembali
terjadi dan mengurangi tekanan terhadap nilai tukarnya. Ke depan, risiko terkait arah
penurunan FFR dan dinamika ketegangan geopolitik global tetap perlu dicermati karena dapat
kembali mendorong kenaikan ketidakpastian pasar keuangan global, menekan mata uang
negara berkembang, meningkatkan tekanan inflasi, dan menurunkan prospek pertumbuhan
ekonomi dunia. Kondisi ini memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk memitigasi
dampak negatif dari rambatan ketidakpastian global tersebut terhadap perekonomian di
negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan pada periode tingginya ketidakpastian global.
Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 tercatat 5,11% (yoy), meningkat dibandingkan dengan
pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Perkembangan ini didukung
oleh permintaan domestik. Konsumsi swasta dan Pemerintah membaik didorong oleh dampak
positif pelaksanaan Pemilu 2024 dan hari libur nasional terkait dengan Hari Besar Keagamaan
Nasional.
Investasi tumbuh baik, terutama ditopang oleh investasi bangunan seiring berlanjutnya
pembangunan infrastruktur. Sementara itu, ekspor melambat sejalan dengan masih lemahnya
permintaan dari mitra dagang utama. Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 juga
didukung oleh peningkatan pertumbuhan di Lapangan Usaha (LU) yang terkait mobilitas,
Halaman 20 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 21
seperti LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,
serta LU Informasi dan Komunikasi. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi meningkat di
sebagian besar wilayah. Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan
II 2024 tetap baik, sebagaimana tecermin pada kinerja positif sejumlah indikator konsumsi
rumah tangga dan investasi, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan
Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Dengan berbagai perkembangan tersebut,
pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia
terus memperkuat sinergi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya
dari sisi permintaan, melalui stimulus kebijakan makroprudensial yang ditempuh dengan
stimulus fiskal Pemerintah
Tabel 3.1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (%,yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 juga didukung oleh peningkatan pertumbuhan
di Lapangan Usaha (LU) yang terkait mobilitas, seperti LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta LU Informasi dan Komunikasi. Secara
spasial, pertumbuhan ekonomi meningkat di sebagian besar wilayah. Perkembangan terkini
menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan II 2024 tetap baik, sebagaimana tecermin pada
kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah tangga dan investasi, seperti Indeks
Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada
dalam kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya dari sisi permintaan, melalui stimulus
kebijakan makroprudensial yang ditempuh dengan stimulus fiskal Pemerintah.
Halaman 21 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 22
Tabel 3.2 Pertumubuhan PDP Dunia
Sumber: CPB, IMF, *Proyeksi Bank Indonesia
Defisit transaksi berjalan triwulan I 2024 tetap rendah didukung oleh berlanjutnya surplus
neraca perdagangan barang. Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial triwulan I
2024 mencatat defisit, sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global. Perkembangan
terkini pada triwulan II 2024 menunjukkan NPI kembali membaik ditopang oleh berlanjutnya
surplus neraca perdagangan pada April 2024 sebesar 3,6 miliar dolar AS didukung oleh
ekspor nonmigas. Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio kembali positif pada triwulan
II 2024 (sampai dengan 20 Mei 2024) secara neto tercatat sebesar 1,8 miliar dolar AS
didorong oleh dampak positif respons bauran kebijakan moneter Bank Indonesia. Posisi
cadangan devisa Indonesia akhir April 2024 tetap tinggi sebesar 136,2 miliar dolar AS, setara
dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran
defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan
finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk
modal asing sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan persepsi
positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang
menarik.
Inflasi
Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) April
2024 tercatat menurun dari 3,05% (yoy) pada Maret 2024 menjadi sebesar 3,00% (yoy).
Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti dan inflasi administered prices (AP) yang rendah
masing-masing sebesar 1,82% (yoy) dan 1,54% (yoy). Sementara itu, inflasi volatile food (VF)
menurun dari 10,33% (yoy) menjadi sebesar 9,63% (yoy) sejalan dengan penurunan harga
komoditas pangan terutama dipengaruhi oleh mulai masuknya masa panen, serta berlanjutnya
sinergi pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi
inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan kembali, imported inflation
yang terkendali sejalan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak
positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan juga kembali menurun seiring
peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan sinergi pengendalian
Halaman 22 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 23
inflasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui Gerakan Nasional
Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Bank Indonesia akan terus
memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan sinergi kebijakan dengan
Pemerintah Pusat-Daerah sehingga inflasi tahun 2024 dan 2025 tetap terkendali dalam
sasaran 2,5±1%.
Grafik 3.1 Tingkat Inflasi (% yoy)
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah secara bulanan pada Mei 2024 (hingga 21 Mei 2024) kembali menguat
1,66% (ptp), setelah pada April 2024 melemah 2,49% (ptp). Penguatan nilai tukar Rupiah
didorong oleh dampak positif respons bauran kebijakan moneter Bank Indonesia pada April
2024. Respons kebijakan ini mendorong aliran masuk modal asing, terutama ke SBN dan SRBI,
sebesar 4,2 miliar dolar AS pada bulan Mei 2024 (hingga 20 Mei 2024). Dengan
perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah 3,74% dari level akhir Desember 2023, lebih
baik dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina, Won Korea, dan Baht Thailand masing-
masing sebesar 4,91%, 5,52%, dan 5,99%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil
dengan kecenderungan menguat didorong oleh imbal hasil yang menarik sejalan dengan
kenaikan BI-Rate, premi risiko yang turun, prospek ekonomi yang lebih baik, dan komitmen
Bank Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah.
Bank Indonesia terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang tersedia untuk
menstabilkan nilai tukar Rupiah, termasuk melalui penguatan strategi operasi moneter pro-
market dengan mengoptimalkan instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. Bank Indonesia
memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung
implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA)
sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.
Halaman 23 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 24
Grafik 3.2 Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Suku Bunga
Pada April 2024, kredit tumbuh tinggi sebesar 13,09% (yoy) didorong oleh pertumbuhan kredit
di banyak sektor, seperti sektor industri, jasa dunia usaha, dan perdagangan, sejalan dengan
meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Tingginya permintaan kredit dipengaruhi oleh sisi
penawaran, sejalan dengan terjaganya appetite perbankan yang didukung oleh tingginya
permodalan, berlanjutnya strategi realokasi aset ke kredit oleh perbankan, dan diterapkannya
Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang menjaga kecukupan likuiditas
perbankan. Pertumbuhan kredit tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan DPK yang terus
meningkat, yang mencapai 8,21% (yoy) pada April 2024. Dari sisi permintaan, pertumbuhan
kredit didukung oleh kinerja korporasi dan rumah tangga yang tetap terjaga baik. Berdasarkan
kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit investasi, kredit modal kerja,
dan kredit konsumsi yang masing-masing tumbuh sebesar 15,69% (yoy), 13,25% (yoy), dan
10,34% (yoy). Pembiayaan syariah juga tumbuh tinggi sebesar 14,88% (yoy), sementara kredit
UMKM tumbuh sebesar 7,30% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit
2024 akan terus meningkat menuju batas atas kisaran prakiraan 10-12%. Bank Indonesia
akan terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial akomodatif dan
mempererat sinergi dengan Pemerintah, KSSK, perbankan, serta pelaku usaha untuk
mendukung peningkatan kredit/pembiayaan bagi pertumbuhan ekonomi secara
berkelanjutan.
Ketahanan perbankan tecermin dari likuiditas yang memadai, risiko kredit yang rendah, dan
permodalan yang kuat. Likuiditas perbankan yang tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap
Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi sebesar 25,62%. Rasio kecukupan modal (Capital
Adequacy Ratio/CAR) masih tinggi sebesar 25,96% pada Maret 2024, sementara rasio kredit
bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah sebesar 2,25% (bruto) dan
0,77% (neto). Ketahanan perbankan yang kuat juga didukung oleh kemampuan membayar
korporasi yang baik.
Halaman 24 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 25
Tabel 3.3 Perkembangan Nilai Rata-rata Suku Bunga Pinjaman Rupiah Perbankan (%)
Pinjaman Investasi dalam Suku Bunga (%)
Rupiah menurut kelompok Bank 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Bank Persero 10,29 10,34 9,75 8,87 8,49 8,72 9,41
Bank Pemerintah Daerah 11,39 11,05 11,04 10,4 9,35 9,16 9,06
Bank Swasta Nasional 10,89 10,67 10,02 8,81 8,22 8,28 8,23
Bank Asing dan Bank Campuran 8,84 7,56 8,83 7,24 6,2 7,91 8,51
Bank Umum 10,56 10,38 9,9 8,88 8,35 8,51 8,81
Sumber: Bank Indonesia
b. Tinjauan Industri di Indonesia
Industri Batu Bara
Produksi batubara Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk di tahun 2023,
tercatat produksi batubara sebesar 775 juta ton, jauh melampaui dari target yang dibidik
sebesar 695 juta ton dan untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) bisa menuhi kebutuhan 213
juta ton dan kemudian juga ekspornya 518 juta ton. Terjadi peningkatan pemanfaatan
batubara domestik dari target tahun 2023 sebesar 177 juta ton. Hal tersebut disebabkan
adanya demand batubara lebih banyak, karena adanya tambahan Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (PLTU) baru dari proyek-proyek 35 GW yang sedang diselesaikan.
Grafik 3.3 Produksi Batu Bara di Indonesia
800
700 213
193
600
138
500 115 132 133
518
478 494
400 87 91 97 443 432 435
375 365 364
300
200 9
100 150
0
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Mei 2024
Ekspor DMO Dalam Negri
Sumber: Kementerian ESDM
Produksi batubara Indonesia terus meningkat sejak tahun 2020, dimana pada tahun tersebut
produksinya sebesar 564 juta ton dengan DMO sebesar 132 juta ton dan ekspor 432 juta ton.
Untuk tahun 2021, produksi batubara mencapai 568 juta ton, dengan DMO sebesar 133 juta
ton dan ekspor 435 juta ton.
Pada tahun 2022, produksi batubara Indonesia kembali meningkat di angka 687 juta ton,
dengan pasokan DMO sebesar 193 juta ton dan untuk ekspor mencapai 494 juta ton. Untuk
Halaman 25 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 26
di tahun 2023, tercatat produksi batubara sebesar 775 juta ton, jauh melampaui dari target
yang dibidik sebesar 695 juta ton dan untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) bisa menuhi
kebutuhan 213 juta ton dan kemudian juga ekspornya 518 juta ton. Sementara itu, pada tahun
2024, pemerintah telah mencanangkan target produksi batubara dipatok sebesar 710 juta ton.
Industri Konstruksi
Menurut data BPS, jumlah perusahaan konstruksi di Indonesia sebanyak 190.677 unit pada
2023. Jumlah tersebut terkoreksi 3,22% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai
197.030 unit. Melihat trennya, perusahaan konstruksi di Indonesia cenderung menunjukkan
peningkatan. Perusahaan konstruksi mencatatkan rekor tertingginya sebanyak 203.403 unit
pada tahun 2022. Namun, jumlah perusahaan konsruksi kembali turun pada tahun ini. Hal itu
terjadi karena banyak proyek-proyek infrastruktur belum dapat beroperasi secara maksimal.
Grafik 3.4 Jumlah Perusahaan Konstruksi di Indonesia 2012-2023
250.000
203.403
197.030
200.000
190.677
168.868
155.833 160.576 159.308
142.852
150.000
130.615 131.080 129.819 134.029
100.000
50.000
-
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Berdasarkan wilayahnya, sebanyak 23.624 perusahaan konstruksi terletak di Jawa Timur pada
2023. Jawa Tengah menyusul di urutan kedua dengan 16.092 perusahaan konstruksi
Sebanyak 14.190 perusahaan konstruksi berdomisili di Jakarta. Ada pula 12.689 perusahaan
konstruksi yang berada di Jawa Barat. Sementara, Gorontalo menjadi provinsi dengan
perusahaan konstruksi paling sedikit, yakni 661 unit. Di atasnya ada di Kepulauan Bangka
Belitung dan Sulawesi Barat berturut-turut sebanyak 894 unit dan 1.145 unit.
Terbatasnya distribusi material akibat kebijakan PSBB. Sebagian besar pelaksana proyek
konstruksi menunda aktivitasnya meskipun ada yang terus melanjutkan proyek yang sedang
dikerjakan karena kebutuhan perusahaan menjaga arus kas dan menjaga komitmen kepada
pemilik proyek dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sejak pemberlakuan PSBB,
sektor konstruksi mengalami kontraksi cukup dalam. Selain itu, pandemi telah memicu
pemotongan yang tajam dalam belanja infrastruktur pemerintah dan meningkatkan
kemungkinan keterlambatan yang signifikan atas proyek-proyek infrastruktur dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Halaman 26 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 27
Industri Emas
Produksi Emas Indonesia dilaporkan sebesar 70.000.000 kg pada 2022. Rekor ini naik
dibandingkan sebelumnya yaitu 66.000.000 kg untuk 2021.
Grafik 3.5 Produksi emas Indonesia
Gold Production Indonesia
140 133
Millions
120 109 110
105
101
100 92
81 79
80 69 69 66
60
60
40
20
-
2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023
Sumber: CEICDATA.com
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, Indonesia memiliki tambang
emas seluas 1.181.071,52 hektare (ha). Tambang tersebut tersebar di 25 provinsi. Papua
memiliki tambang emas terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 229.893,75 ha.
Tambang emas tersebut tersebar di enam kabupaten, yakni Pegunungan Bintang, Keerom,
Nabire, Dogiyai, Mimika dan Paniai. Setelahnya ada Sumatera Utara dengan tambang emas
seluas 196.452,00 ha. Kemudian, tambang emas yang berada di Sulawesi Utara sebesar
133.357,51 ha. Jawa Timur juga memiliki tambang emas seluas 24.369,87 ha. Kemudian
emas di Jawa Barat seluas 10.560,00 ha. Sementara, luas tambang emas paling kecil berada
di Sulawesi Tenggara sebesar 1.210,00 ha. Posisinya diikuti Sumatera Barat dan Kalimantan
Utara secara berturut-turut seluas 1.985,00 ha dan 7.941,67 ha.
Menurut situs ‘Paper Gold of China’, jumlah perdagangan pada bursa pertukaran emas
terbesar di dunia, Exchange Traded Fund (ETF), terhitung tanggal 28 Desember 2022 adalah
917,64 ton, dengan kenaikan sebesar 0,87 ton, dan tercatat kenaikan bersih sebesar 9,55 ton
pada bulan ini Selama dalam setahun lalu, pada awal krisis Ukraina, harga emas telah
mendekati level tertinggi sepanjang masa lebih dari $2.000 pada tahun 2020 ketika negara-
negara di seluruh dunia sedang melakukan lockdown. Tetapi kenaikan suku bunga besar-
besaran dari Federal Reserve pada tahun 2022 telah sangat melemahkan kinerja tradisional
emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Industri Tenaga Listrik
Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan jumlah penduduk dan pengembangan infrastruktur yang
memicu tumbuhnya kawasan industri, kawasan bisnis dan permukiman baru membuat
Halaman 27 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 28
kebutuhan tenaga listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi kebutuhan
listrik dan meningkatkan rasio elektrifikasi nasional, Pemerintah telah mencanangkan
percepatan proyek listrik 35.000 MW dan membuka kesempatan bagi investasi swasta untuk
berpartisipasi maksimal dalam pembangunan pembangkit listrik melalui mekanisme
pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producers (IPP). Selain partisipasi melalui
skema IPP, pihak swasta dapat berpartisipasi melalui proyek Engineering, Procurement, and
Construction (EPC) yang ditawarkan PT PLN (Persero) (PLN), Kerja sama Pemerintah Swasta
(KPS), maupun skema sewa beli (build, lease, and transfer).
Perlambatan ekonomi dan pembatasan berbagai aktivitas selama pandemi Covid-19 telah
berdampak pada penurunan konsumsi listrik nasional. Penjualan listrik PLN tahun 2020 turun
dari 245,5 terawatt jam (TWh) pada tahun 2019 menjadi 245,1 TWh. Namun konsumsi rumah
tangga tumbuh 10% karena kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah. Sementara itu, PLN
dalam laporan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030
memproyeksikan produksi listrik dalam negeri pada tahun 2022 ini mencapai 6,448 Giga
Watt Hour (GWh) dan penjualan listrik di sebanyak 6,318 Giga Watt Hour (GWh). Dengan
proyeksi pertumbuhan ekonomi 4,32%, PLN memproyeksikan beban puncak listrik atau beban
pemakaian listrik sebanyak 925 megawatt (MW) dengan jumlah 2,246,076. Proyeksi beban
pemakaian listrik pun semakin meningkat dalam 1 dekade mendatang seperti yang terlihat
pada grafik. Pada tahun 2030, PLN memperkirakan dengan pertumbuhan ekonomi 3,31%,
penjualan listrik sebesar 10,617 GWh dan produksi 11,480.
Salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong tingkat penyerapan pasokan listrik adalah
menarik investasi masuk ke Indonesia. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk
meningkatkan daya tarik Investasi. Upaya tersebut di antaranya memperbaiki ekosistem
investasi dengan mereformasi berbagai regulasi terkait perizinan, menyediakan beragam
fasilitas fiskal, serta membangun berbagai kawasan industri atau ekonomi. Selain kemudahan
perizinan dan birokrasi, faktor ketersediaan pasokan listrik juga merupakan faktor yang
menjadi indikator kemudahan berbisnis.
Proyeksi Perekonomian Global dan Domestik
Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 sebesar 3,0% dan
melambat menjadi 2,8% pada 2024. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India
tahun 2023 lebih baik dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan konsumsi rumah
tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara maju, termasuk di AS, dalam
kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih di atas sasaran. Suku bunga kebijakan
moneter, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan telah mencapai puncaknya namun
masih akan bertahan tinggi dalam waktu yang lama (high for longer). Demikian
pula yield obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam
kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan premi risiko
jangka panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan fiskal dan utang pemerintah
Halaman 28 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 29
Grafik 3.6 Pertumbuhan PDB Proyeksi 2024 dan 2025 (% year to year)
Sumber: OECD Economic Outlook
Proyeksi Industri Batu Bara
Kebijakan NZE (Net-zero Emission) yang tengah dicanangkan beberapa negara dipredikisi
akan membawa dampak yang masif bagi industri batu bara global. Pada seluruh skenario IEA
Net-zero Outlook 2050, peran batubara dalam sistem energi global akan terus menurun.
Salah satu sektor industri yang diperkirakan akan paling terdampak penerapan kebijakan Net-
zero Emission (NZE) di berbagai negara adalah industri batubara. Pada seluruh skenario IEA
Net-zero Outlook 2050, peran batubara dalam sistem energi global akan terus menurun.
Selaras dengan proyeksi IEA, BP juga memperkirakan penurunan tajam permintaan (demand)
batubara setelah tahun 2020. Dengan adanya prediksi penurunan konsumsi batubara global
yang konsisten dalam kurun 30 tahun kedepan, tentunya industri batubara perlu bersiap - siap.
Pertama, penurunan konsumsi batubara secara umum akan terkonsentrasi pada sektor
pembangkit listrik serta industri. Oleh sebab itu, pengusaha batubara perlu mulai
merencanakan diversifikasi produk mulai dari sekarang. Selain itu, diperkirakan bahwa setelah
tahun 2040 pemanfaatan batubara yang tersisa akan menggunakan teknologi CCS / CCUS
(Carbon Capture, Utility, & Storage). Dengan begitu, tentunya pengusaha batubara juga perlu
memplejari integrasi pemanfaatan batubara dengan teknologi tersebut.
Proyeksi Industri Konstruksi
Kondisi pandemi yang mulai membaik pada tahun 2022, berdampak positif pada pemulihan
ekonomi di Indonesia. Berdasarkan Laporan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III-
2022, yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi di Indonesia tumbuh sebesar 1,81
persen bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (quartal to quartal). Dari sisi produksi,
bidang usaha konstruksi mencatatkan pertumbuhan positif dengan tumbuh sebesar 4,72
persen secara kuartalan. Meskipun demikian, secara tahunan (year on year), pertumbuhan
industri konstruksi di Indonesia justru mengalami perlambatan. Pada triwulan III tahun 2022,
industri konstruksi tercatat hanya tumbuh 0,6 persen, lebih kecil bila dibandingkan tahun
sebelumnya yakni 3,84%.
Pertumbuhan sektor konstruksi di Indonesia mencapai 6 – 7 persen per tahun, nilai tersebut
diperkirakan akan terus tumbuh mencapai 10 - 15 persen pada 2050 seiring dengan program
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Pertumbuhan
itu pun akan sebanding dengan semakin besarnya tantang dunia jasa konstruksi ke depan,
Halaman 29 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 30
maka tuntutan akan efisiensi, efektifitas serta akuntabilitas pelaksanaan proyek konstruksi akan
semakin tinggi.
Pada tahun 2022 kenaikan sektor industri terutama didorong oleh pertumbuhan proyek industri
ringan dan teknik berat. Ini akan tetap kuat untuk tahun 2023 karena tren berkelanjutan dalam
relokasi pabrik ke negara-negara berkembang. Kebijakan pemerintah untuk mengejar hilirisasi
industri dan menghentikan ekspor bahan baku berpotensi menyebabkan peningkatan
investasi, khususnya di industri peleburan dan kilang. Pabrik smelter mulai bermunculan di
beberapa daerah di luar Jawa. Kedekatan dengan zona industri baru dan koridor transportasi
utama merupakan faktor yang mendasari untuk menentukan dimana permintaan fasilitas
distribusi gudang akan terus tumbuh.
Pertumbuhan layanan online telah membantu meningkatkan permintaan akan tempat industri
ringan karena fasilitas tersebut dapat digunakan untuk tujuan distribusi dan manufaktur.
Gudang besar perusahaan besar & fasilitas logistik biasanya telah dibangun berdasarkan
perjanjian built-to-suit. Sebaliknya, perusahaan umum lebih memilih bangunan gudang
standar yang biasanya memiliki fasilitas yang lebih ringkas & ruang gudang yang lebih kecil.
Kebijakan prioritas tahun 2023 difokuskan pada percepatan penyediaan infrastruktur dan
proyek strategis nasional terpilih yang telah memasuki tahap konstruksi harus selesai pada
semester I-2024. Tahun 2023 & 2024 menjadi tahun akselerasi penyelesaian pembangunan
banyak jalan tol di berbagai daerah untuk meningkatkan konektivitas antar daerah dengan
perekonomian masyarakat. Pemerintah juga masih akan mengalokasikan anggaran yang
signifikan untuk proyek-proyek baru pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah, termasuk
bendungan, pelabuhan, dan fasilitas transportasi.
Proyeksi Industri Energi
Pemerintah memiliki perhatian serius pada industri energi baru terbarukan. Hal tersebut
terwujud dalam langkah Pemerintah yang menetapkan ekonomi hijau sebagai strategi utama
dalam transformasi ekonomi jangka menengah dan panjang. Terlebih di masa pandemi,
transformasi merupakan kunci percepatan pemulihan ekonomi sekaligus mendorong
pertumbuhan pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan. Perekonomian
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 yang mencapai 3,69% (yoy) ini tentunya
merupakan optimisme yang bisa kita bawa di tahun 2022. PDB riil Indonesia sudah melewati
level pra pandemi, dimana kita sudah masuk pada upper middle income country dan
dorongan positif juga datang dari sektor usaha yang terkait dengan energi baru dan
terbarukan.
Dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2019-2028 yang dikeluarkan
Kementerian ESDM, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 6%, rata-rata
inflasi 3,5% dan rata-rata pertumbuhan penduduk sekitar 0,8%, maka pertumbuhan
kebutuhan tenaga listrik nasional dalam jangka waktu 20 tahun ke depan di proyeksikan
tumbuh rata-rata 6,9% per tahun. Untuk memenuhi peningkatan kebutuhan listrik nasional,
Pemerintah telah berkomitmen untuk mendukung pengembangan kapasitas pembangkit listrik
sumber EBT, baik yang dibangun oleh PLN maupun investasi swasta. Menteri ESDM telah
menerbitkan Peraturan No. 4 Tahun 2020 tentang pemanfaatan sumber EBT untuk penyediaan
tenaga listrik. Peraturan ini menambah optimisme untuk sektor ini dan diharapkan bisa
mengatasi beberapa kendala regulasi terkait pembangkit listrik EBT dan membuat investasi EBT
Halaman 30 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 31
lebih menarik. Industri Solar PV telah dimasukkan dalam Post Covid-19 Recovery Plan melalui
insentif pajak dan tindakan stimulus lainya.
c. Prospek Usaha dan Rencana Ke Depan
Mesin Konstruksi
Pilar usaha Mesin Konstruksi berfokus pada penjualan alat berat dan alat transportasi. Segmen
usaha ini merupakan segmen penting sejak awal pendirian United Tractors dan menawarkan
berbagai produk andal yang dapat mendukung kegiatan usaha di berbagai sektor, seperti
pertambangan, perkebunan, konstruksi, kehutanan, serta angkutan dan transportasi.
Pembelian alat berat merupakan investasi penting bagi pelanggan karena digunakan selama
periode waktu tertentu. Untuk itu Perseroan menawarkan produk-produk berkualitas dari
merek global terpilih dengan tipe dan ukuran yang sesuai untuk pekerjaan lapangan atau
industrial di area normal maupun sulit. Untuk dapat meningkatkan penjualan alat berat, UNTR
akan memperluas cakupan pasar dengan mencari peluang di sektor-sektor yang memiliki
potensi untuk berkembang, memberikan value dan layanan purna jual yang lebih baik lagi
didukung oleh implementasi digitalisasi, serta meningkatkan kerja sama dengan prinsipal
untuk menyediakan produk-produk alat berat yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Kontraktor Penambangan
Harga batu bara masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi bisnis PAMA. Volatilitas
harga batu bara akan berpengaruh pada target produksi pelanggan dan akhirnya akan
mempengaruhi kinerja produksi PAMA. Selain faktor batu bara, volatilitas harga minyak dunia
dan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) juga menimbulkan risiko yang signifikan bagi bisnis
PAMA. Strategi PAMA untuk memitigasi risiko tersebut adalah melakukan efisiensi biaya dan
optimalisasi sumber daya untuk mencapai cost leadership.
Isu lain yang harus dicermati dalam jangka panjang adalah isu lingkungan dan emisi karbon
dari penggunaan dan penambangan batu bara yang dapat menghambat investasi dan
mempengaruhi permintaan batu bara global. Langkah mitigasi PAMA adalah melakukan
diversfikasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan bisnis pada batu bara.
Potensi perselisihan dengan masyarakat sekitar terkait pembebasan lahan, kompensasi,
kesenjangan sosial, ekonomi dan lingkungan dapat membuat operasional tambang terganggu
bahkan berhenti. PAMA secara konsisten melaksanakan program-program tanggung jawab
perusahaan (CSR) yang berfokus pada pengembangan kesehatan, pendidikan, sosial,
ekonomi dan lingkungan masyarakat sekitar sebagai salah satu mitigasinya.
Kegiatan operasional PAMA saat ini didukung oleh beberapa anak usaha, yaitu PT Kalimantan
Prima Persada (KPP) dan PT Pama Indo Mining (PIM). Konsistensi kinerja PAMA dalam
mencapai targettarget pelanggan melalui penerapan operational excellence menempatkan
PAMA sebagai salah satu kontraktor penambangan terkemuka di Indonesia dan masih
menguasai pangsa pasar yang signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. PAMA telah
menjalin kerja sama dan membangun relasi usaha yang kuat dengan sejumlah produsen batu
bara besar di Indonesia dengan dukungan kualitas layanan terbaiknya.
Halaman 31 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 32
Pertambangan Batu Bara
Bagi PT Tuah Turangga Agung sebagai perusahaan produsen batu bara, keberlanjutan usaha
menjadi perhatian utama. Ketergantungan pada komoditas batu bara berpotensi mengancam
keberlanjutan usaha dengan berbagai isu seperti kondisi harga yang tidak stabil, kebijakan
negara importir yang berubah-ubah, isu lingkungan serta dampak kegiatan pertambangan
terhadap masyarakat sekitar.
PT Tuah Turangga Agung menyadari potensi-potensi tersebut, oleh karena itu, PT Tuah
Turangga Agung sangat fokus terhadap aktivitas pemeliharaan lingkungan di sekitar tambang
serta program-program pengembangan kemandirian masyarakat sekitar pertambangan.
Strategi pengendalian biaya akan terus dijalankan dan dielaborasi lebih lanjut. Perusahaan
juga terus meningkatkan proses integrasi di semua lini mulai dari organisasi, proses bisnis,
standar, hingga values. Saat ini Turangga Resources mengoptimalkan produksi batu bara
termal dari konsesi PT Asmin Bara Bronang (ABB), PT Telen Orbit Prima (TOP), serta batu bara
kokas dari konsesi PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM).
Industri Konstruksi
Sebagaimana umumnya pelaku konstruksi, PT. Acset Indonusa Tbk juga optimis bahwa
pembangunan infrastruktur akan kembali bergairah di tahun 2023, dimana hal ini sejalan
dengan strategi PT. Acset Indonusa Tbk untuk menyasar lebih banyak proyek infrastruktur.
Proyek-proyek infrastruktur ini antara lain jalan tol (landed dan elevated) dan pembangkit
listrik. Hal ini tidak berarti bahwa PT. Acset Indonusa Tbk meninggalkan dua lini bisnis lainnya.
PT. Acset Indonusa Tbk juga akan terus aktif mencari peluang dalam proyek fondasi dan
struktur yang dapat memberikan nilai tambah bagi kompetensi PT. Acset Indonusa Tbk.
Pada bulan Agustus 2023 dilakukan peningkatan kepentingan efektif grup Perseroan terkait
pengambilalihan kepentingan non-pengendali menjadi 87,69%. Komitmen Perseroan di
industri konstruksi melalui partisipasi ACSET terlihat melalui dukungan dari segi pendanaan
dan pertumbuhan jumlah kontrak yang diperoleh ACSET setelah akuisisi. ACSET mampu
mengoptimalkan nilai lebih yang dimilikinya melalui kerja sama operasi dan/ atau kemitraan
strategis dengan Grup Astra maupun industri lainnya di Indonesia, sehingga mampu
meningkatkan perolehan nilai kontrak secara signifikan.
Ke depan, Perseroan berharap dapat terus tumbuh serta lebih mempercepat kegiatan usaha
di bidang industri konstruksi melalui partisipasi aktif dalam pengembangan infrastruktur dan
industri di Indonesia, serta dapat terus menyediakan layanan unggul melalui pengembangan
keahlian dan sinergi dari anak-anak usahanya
Pertambangan Emas
Perseroan menjalankan pilar bisnis Pertambangan Emas melalui PTAR yang diakuisisi melalui
PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) pada akhir tahun 2018. DTN memiliki 95% saham
PTAR, sedangkan 5% saham sisanya dimiliki oleh pemerintah daerah melalui PT Artha Nugraha
Agung (ANA). PTAR adalah perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan,
dan pengolahan mineral yang mengoperasikan Tambang Emas Martabe di Provinsi Sumatera
Utara. Tambang Emas Martabe beroperasi berdasarkan Kontrak Karya selama 30 tahun
dengan pemerintah Indonesia. Luas wilayah menurut perjanjian ini adalah 1.302 km2 dan
Halaman 32 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 33
mencakup area yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara,
dan Mandailing Natal. Lokasi Tambang Emas Martabe sendiri berada di Kabupaten Tapanuli
Selatan dengan area operasi seluas 479 hektar.
Konstruksi Tambang Emas Martabe dimulai pada tahun 2008 dan produksi emas dan perak
dimulai pada tahun 2012 dengan rencana tambang yang disetujui hingga tahun 2042. Per
Juni 2023, sumber daya mineral Tambang Emas Martabe adalah 6,2 juta ons emas dan 59
juta ons perak. Cadangan bijih sebesar 3,7 juta ons emas dan 33 juta ons perak.
Selain itu, Perseroan juga memiliki tambang emas lainnya yaitu PT Sumbawa Jutaraya (SJR).
SJR merupakan perusahaan pertambangan emas yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa,
Nusa Tenggara Barat. DTN memiliki 80% saham SJR dan sisanya dimiliki pemegang saham
lain. Saat ini SJR sedang melakukan beberapa aktivitas konstruksi pembangunan fasilitas dan
infrastruktur untuk mendukung persiapan produksi dan first pouring yang diharapkan pada
tahun 2024.
Energi
Selama tahun 2023, pengembangan segmen Energi semakin menegaskan komitmen
Perseroan untuk melakukan tranformasi ke bisnis non batu bara dan fokus pada
pengembangan green energy business sebagai salah satu strategi transisi korporasi di bidang
energi dan bagian dari Aspirasi Keberlanjutan 2030 Astra. Pengembangan energi terbarukan
dijalankan oleh PT Energia Prima Nusantara (EPN). Perseroan terus menjajaki potensi
pengembangan energi terbarukan melalui kerja sama dengan mitra strategis yang memiliki
kompetensi baik di sektor pembangkit listrik energi terbarukan. EPN melalui PT Uway Energi
Perdana saat ini mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) yaitu PLTM
Kalipelus berkapasitas 0,5 MW di Jawa Tengah dan PLTM Besai Kemu di Lampung,
berkapasitas 7 MW yang mulai beroperasi secara komersial sejak bulan Januari 2024.
Pada bulan Agustus 2022, Perseroan melakukan investasi pada PT Arkora Hydro Tbk (Arkora)
dengan kepemilikan saham sebesar 31,49%. Arkora saat ini mengoperasikan dua PLTM, yaitu
PLTM Cikopo 2 di Jawa Barat dengan kapasitas 7,4 MW dan PLTM Tomasa dengan kapasitas
10 MW di Sulawesi Tengah. Arkora juga sedang membangun 2 (dua) PLTM lainnya, yaitu PLTM
Koro Yaentu berkapasitas 10 MW dan PLTM Kukusan 2 berkapasitas 5,4 MW yang masing-
masing diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2024 dan 2025. Setelah kedua PLTM ini
beroperasi nanti, Arkora akan memiliki pembangkit listrik dengan total kapasitas terpasang
sebesar 33 MW. Selain itu, pada bulan Desember 2023, Arkora telah melakukan
penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PLN untuk pembangunan proyek
PLTM Tomini 10 MW yang berlokasi di Sulawesi Selatan. Arkora juga memiliki beberapa proyek
yang siap untuk dikembangkan, yang secara tidak langsung memperluas portofolio energi
terbarukan
Perseroan terus menjajaki potensi pengembangan energi terbarukan melalui kerja sama
dengan mitra strategis yang memiliki kompetensi baik di sektor pembangkit listrik energi
terbarukan. Selain itu, Perseroan secara aktif melakukan studi terkait dengan proyek energi
terbarukan lainnya seperti geothermal, solar, dan waste-to-energy. Proyek-proyek ini konsisten
dengan strategi Perseroan untuk meningkatkan kompetensi di berbagai potensi energi
terbarukan dalam rangka mencapai portofolio bisnis yang berkelanjutan.
Halaman 33 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 34
d. Analisis Operasional dan Prospek UNTR
Dalam grafik 9, pada tahun 2019 – 2023, UNTR memiliki pendapatan dan laba rugi yang
fluktuatif dan menghasilkan pendapatan terbesar di tahun 2023 sebesar Rp22.130.096 juta
dengan laba tahun berjalan sebesar.
Grafik 3.7 Perkembangan Penjualan & Laba (Rugi) Tahun Berjalan SJR
Pendapatan dan Laba Tahun Berjalan
140.000.000
120.000.000
100.000.000
80.000.000
60.000.000
40.000.000
20.000.000
-
2019 2020 2021 2022 2023
Pendapatan Rp Juta Rugi/Laba Bersih Rp Juta
Sumber: Laporan Keuangan UNTR, diolah
Prospek UNTR
Di sektor perdagangan, kinerja ekspor cenderung turun akibat melemahnya permintaan
negaranegara mitra dagang utama Indonesia. Harga komoditas utama ekspor yang
memberikan kontribusi penting bagi penerimaan devisa menunjukkan koreksi yang cukup
signifikan. Sejak awal tahun 2023, indeks harga acuan batu bara turun sekitar 60%, minyak
mentah turun sekitar 15%, gas alam turun sekitar 43%, dan minyak kelapa sawit turun sekitar
15%. Namun, neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan kinerja positif dan
mencatatkan surplus dalam 43 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Secara kumulatif, surplus
neraca perdagangan dari bulan Januari hingga November 2023 mencapai US$33,6 miliar.
e. Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi
• Keuntungan Rencana Transaksi
Dengan penurunan margin bunga dari 2% menjadi 1,63%, pendapatan bunga yang
diterima oleh PAMA dari pinjaman ini akan berkurang, namun dengan tingkat bunga
sebesar 6,96% (average SOFR + 1,63%) masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata
tingkat suku bunga deposito dalam mata uang USD dengan tenor maksimum 6 (enam)
bulan yang sebesar 2,5%. Dengan margin bunga yang lebih rendah, beban bunga yang
harus dibayar oleh SJR berkurang, sehingga dari transkasi ini SJR mendapatkan manfaat
dari sisi pajaknya.
Halaman 34 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 35
• Kerugian Rencana Transaksi
Rencana Transaksi memberikan dampak kepada penurunan net income PAMA.
3.4. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas rencana transaksi, sebagai berikut:
a. Kinerja Keuangan Historis Perseroan
Tabel 3.4 Laporan Posisi keuangan Perseroan (Jutaan Rupiah)
Uraian 2019 2020 2021 2022 2023
Aset lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105
Aset tidak lancar 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.361.143
Total Aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Liabilitas jangka pendek 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299
Liabilitas jangka panjang 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.954.386
Total Liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.992.685
Total Ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.035.563
Total Liabilitas dan Ekuitas 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Total aset mengalami penurunan pada tahun 2019 dan 2020 sebesar negatif 3,93% dan
negatif 10,66% disebabkan penurunan persediaan, pajak dibayar dimuka dan aset tetap. Total
aset pada tahun 2021 dan 2022 kembali meningkat sebesar 12,79% dan 24,80%. Total aset
per 31 Desember 2023 sebesar Rp154.028.248 Juta.
Total liabilitas dalam periode 2019 - 2023 mengalami fluktuasi dengan kenaikan tertinggi
pada tahun 2023 sebesar 37,34% dikarenakan peningkatan utang usaha, pinjaman bank
jangka pendek dan liabilitas pajak tangguhan. Total liabilitas pada tahun 2019 hingga 2022
mengalami penurunan disebabkan menurunnya utang usaha dan pinjaman bank jangka
pendek. Total liabilitas pada tahun 2023 sebesar Rp69.992.685 Juta.
Perkembangan ekuitas UNTR periode 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 mengalami
fluktuasi dengan kenaikan rata-rata per tahun sebesar 8,54% dengan kenaikan ekuitas
tertinggi tercatat 2022 sebesar 24,63% disebabkan adanya peningkatan saldo laba. Jumlah
ekuitas pada tahun 2023 sebesar Rp84.035.563 Juta.
Tabel 3.5 Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (Juta Rupiah)
Uraian 2019 2020 2021 2022 2023
Pendapatan 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264
Harga pokok
63.199.825 (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (92.797.027)
penjualan
Laba Kotor
147.630.303 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237
Penjualan
Laba Setelah
(4.625.642) (4.695.316) (4.789.346) (5.625.972) (6.063.094)
Operasi
Rugi/Laba Bersih 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Halaman 35 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 36
Selama Periode 2019 sampai dengan periode 2023 pendapatan UNTR mengalami fluktuasi
pertumbuhan dengan peningkatan rata-rata sebesar 12,50%, dengan peningkatan tertinggi
terjadi pada periode 2022 yang tercatat sebesar 55,56%.
Seiring dengan pendapatan, beban pokok pendapatan dan beban penjualan dan umum
mengalami fluktuasi dengan peningkatan rata-rata masing-masing sebesar 10,75% dan
7,07%.
Tabel 3.6 Arus Kas Perseroan (Juta Rupiah)
Uraian 2019 2020 2021 2022 2023
Arus kas dari Aktivitas
9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848
Operasi
Arus kas dari Aktivitas
(2.594.328) (10.401.292)
Investasi (9.757.541) (3.158.997) (33.439.773)
Arus kas dari Aktivitas
(830.690) (7.834.254) (18.653.279)
Pendanaan (7.419.838) (12.230.036)
Kenaikan (Penurunan)
8.128.506 12.706.019 3.837.014
Kas (1.152.246) (19.322.961)
Saldo Awal Kas 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
Sdaldo Akhir Kas 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
18.596.609
Arus kas dari Aktivitas
9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848
Operasi
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan
Arus kas keluar UNTR dari aktivitas operasi merupakan arus kas untuk pembayaran biaya
operasional. Pada periode 31 Desember 2023, UNTR membukukan arus kas keluar dari
aktivitas operasional sebesar Rp26.346.848 Juta atau setara negative 19,90% peningkatan
dari tahun sebelumnya.
Arus kas keluar UNTR untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset tetap,
dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2023, UNTR membukukan arus
kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp33.439.773 Juta atau setara 221,50%
peningkatan dari tahun sebelumnya.
Arus kas masuk UNTR dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari pemilik
entitas induk. Pada periode 31 Desember 2023, UNTR membukukan arus kas keluar untuk
aktivitas pendanaan sebesar Rp12.230.036 Juta atau setara negative 34,43% peningkatan
dari tahun sebelumnya.
Selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023, kas yang diterima dan digunakan
untuk aktivitas operasi membukukan arus kas masuk untuk aktivitas operasinya.
b. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari Pihak Perseroan
Proyeksi keuangan yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini mengacu pada proyeksi
keuangan / rencana usaha (business plan) yang dibuat oleh manajemen Perseroan. Lebih
lanjut, manajemen Perseroan telah memberikan proyeksi keuangan untuk skenario tanpa
Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah proyeksi keuangan
Perseroan dengan Rencana Transaksi.
Halaman 36 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 37
Tabel 3.7 Analisis Proyeksi Posisi Laba Rugi UNTR (Dalam Jutaan Rupiah)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Revenue 123.271.796 122.936.826 125.970.335 130.997.661 135.508.498
COGS (93.856.387) (95.335.531) (96.335.339) (99.819.866) (103.116.132)
Gross profit 29.415.408 27.601.295 29.634.996 31.177.795 32.392.367
Opex (6.505.571) (6.645.422) (6.994.942) (7.278.935) (7.481.578)
Operatig profit 22.909.838 20.955.873 22.640.054 23.898.860 24.910.789
Gain/(loss) on forex - - - - -
Net interest (1.968.739) (2.194.492) (2.119.023) (2.080.769) (1.935.627)
Other
161.095 857.034 828.536 775.515 734.123
income/(charges)
Profit before tax 21.102.193 19.618.415 21.349.567 22.593.606 23.709.285
Income tax (4.653.786) (4.282.601) (4.682.910) (4.992.183) (5.223.323)
Profit after tax 16.448.407 15.335.814 16.666.657 17.601.423 18.485.962
Tabel 3.8 Analisis Proyeksi Posisi Keuangan UNTR (Dalam Jutaan Rupiah)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Current Asset
Cash & cash
15.477.188 16.105.550 18.265.065 18.462.076 19.110.427
equivalent
AR 20.545.175 20.462.625 21.372.216 22.084.802 22.618.985
Inventories 17.303.776 19.422.914 21.922.147 22.473.001 22.876.566
Advance payment 1.918.782 1.279.662 1.262.607 1.294.524 1.327.264
Prepaid expenses 2.909 548.163 523.332 605.347 672.150
Other current asset 6.246.499 5.234.060 5.726.736 5.873.999 6.025.050
Total Current Asset 61.494.329 63.052.975 69.072.104 70.793.750 72.630.442
Due from
1.836.743 1.498.411 1.498.411 1.536.976 1.576.533
shareholder
Investment in shares
21.238.054 20.856.400 21.922.714 23.221.345 23.282.216
of stock
Fixed assets 66.679.989 74.020.672 71.443.144 74.491.355 75.086.393
Mining properties - - - - -
Deferred tax assets 3.509.155 3.360.952 3.422.978 3.510.852 3.600.979
Coal exploration &
7.165.135 5.079.586 4.746.337 4.373.834 3.658.318
development costs
Goodwill 2.392.764 2.393.696 2.393.696 2.455.302 2.518.495
Other non current
1.758.107 2.418.045 2.261.457 2.456.053 2.188.493
asset
Total Non-Current
104.579.948 109.627.760 107.688.736 112.045.717 111.911.428
Asset
Total Asset 166.074.278 172.680.735 176.760.840 182.839.467 184.541.869
Current Liabilities
AP 22.968.985 22.357.767 23.238.457 24.094.211 24.801.281
Accrued expenses 6.862.237 10.189.202 10.868.536 12.423.778 12.791.590
Tax payables 2.500.428 1.774.323 1.789.603 1.906.995 1.959.645
Other current
7.077.948 12.048.486 10.907.750 9.230.057 7.256.434
liabilities
Halaman 37 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 38
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Total Current
39.409.599 46.369.778 46.804.345 47.655.041 46.808.950
Liabilities
Non Current Liabilities
Deferred tax
4.575.553 4.301.948 4.128.609 4.069.871 4.083.272
liabilities
LT portion of long
20.757.307 13.576.407 7.206.907 8.826.368 7.570.267
term bank loan
Employee benefit
5.057.487 6.098.845 6.143.096 6.310.720 6.482.050
obligations
Other non current
823.958 845.556 708.352 709.962 711.546
liabilities
Total Non Current
31.214.306 24.822.755 18.186.963 19.916.920 18.847.136
Liabilities
Total liabilities 70.623.905 71.192.534 64.991.308 67.571.962 65.656.086
Equity attributable to
90.347.943 97.009.016 106.945.186 110.079.578 113.592.539
owners
Non-controlling
5.102.430 4.479.184 4.824.346 5.187.928 5.293.244
interests
Total equity 95.450.373 101.488.201 111.769.532 115.267.505 118.885.783
Total Liabilities +
166.074.278 172.680.735 176.760.840 182.839.467 184.541.869
Equity
Berdasarkan tabel proyeksi keuangan UNTR pada periode 2024 sampai 2028, Terjadi
penurunan pendapatan pada tahun proyeksi 2025 dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya,
namun Perseroan terus mencatatkan kenaikan pendapatan pada proyeksi tahun 2026 hingga
2028. Disisi lain, Perseroan terus mencatatkan kenaikan pada total asset maupun ekuitas
selama periode proyeksi.
Tabel 3.9 Analisis Proyeksi Arus Kas UNTR (Dalam Jutaan Rupiah)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Beginning Balance 18.596.609 14.871.789 14.726.305 16.881.929 17.037.446
Cash from
21.829.071 22.087.244 24.202.502 22.863.800 23.995.144
Operating Activities
EBITDA 33.911.876 20.955.873 22.640.054 23.898.860 24.910.789
Working Capital (5.460.279) 7.608.464 8.364.380 6.037.892 6.243.305
Interest Expense -
(1.968.739) (2.194.492) (2.119.023) (2.080.769) (1.935.627)
Net
Current Tax (4.653.786) (4.282.601) (4.682.910) (4.992.183) (5.223.323)
Cash from Investing
(25.050.680) (13.558.763) (9.147.073) (9.421.486) (9.704.130)
Activities
Capex (22.502.486) (13.422.290) (9.263.860) (9.541.775) (9.828.029)
Investment in Shares (2.909.813) (245.000) 0 - -
Dividend Received 361.619 108.527 116.786 120.290 123.898
Cash from
(1.108.610) (10.053.211) (14.282.940) (14.711.428) (15.152.771)
Financing Activities
Proceed/Repayment
7.005.428 (4.065.556) (8.236.379) (8.483.470) (8.737.974)
of Debt
Dividend Payment (8.114.038) (5.987.655) (6.046.561) (6.227.958) (6.414.797)
Halaman 38 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 39
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Cash Surplus
(4.330.219) (1.524.730) 772.489 (1.269.113) (861.757)
(Deficit)
Cash Restricted 605.399 1.379.246 1.383.136 1.424.630 1.467.369
Ending Cash 14.871.789 14.726.305 16.881.929 17.037.446 17.643.058
Berdasarkan tabel proyeksi arus kas di atas, Perseroan mencatatkan arus kas operasi yang
positif selama periode proyeksi. Perseroan juga terus melakukan investasi ke depannya untuk
tetap menjalankan dan mengembangkan usahanya.
c. Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
macam rasio keuangan Perseroan.
Tabel 3.10 Analisis rasio keuangan Perseroan
Rasio Keuangan 2019 2020 2021 2022 2023 Average
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang 4,29 6,02 6,54 7,01 6,34 6,04
Rasio perputaran utang usaha 3,02 4,61 4,12 3,58 5,40 3,54
Rasio perputaran persediaan 5,74 5,92 6,32 5,77 3,19 2,49
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,56 2,11 1,99 1,88 1,46 1,80
Rasio cepat 1,22 1,73 1,68 1,51 1,06 1,44
Rasio kas 0,37 0,98 1,09 0,91 0,43 0,76
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset 9,97% 5,64% 9,42% 16,37% 14,37% 11,15%
Rasio laba atas ekuitas 18,22% 8,92% 14,77% 25,69% 26,33% 18,79%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset 45,30% 36,73% 36,19% 36,28% 45,44% 39,99%
Rasio total Liabilitas / total
82,81% 58,05% 56,72% 56,93% 83,29% 67,56%
ekuitas
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perseroan dalam menggunakan sumber-
sumber dana yang tersedia.
Rasio Perputaran Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata
sebesar 6,04x. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 rasio perputaran
piutang usaha tercatat sebesar 6,34x atau selama 57,55 hari.
Halaman 39 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 40
Rasio Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar
3,54. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 rasio perputaran persediaan
tercatat sebesar 5,40x atau selama 67,59 hari.
Rasio Perputaran Utang Usaha
Rasio perputaran utang usaha selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
rata-rata sebesar 2,49x. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023, rasio
perputaran utang usaha tercatat sebesar 3,19x atau selama 114,5 hari.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
31 Desember 2019 – 31 Desember 2023, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 1,80x, 1,44x dan 0,76x. Pada 31 Desember 2023, rasio
lancar, rasio cepat dan rasio kas Perseroan sebesar 1,88x, 1,51x dan 0,76x. Hal ini
menunjukkan bahwa sepanjang periode historis, Perseroan mampu untuk membayar seluruh
liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
2019 – 31 Desember 2023 rata-rata 11,15% per tahun.
Ratio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2019
– 31 Desember 2023 rata-rata sebesar 18,79% per tahun.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
dilikuidasi.
Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
masing-masing adalah sebesar 39,99% dan 67,56%.
d. Analisis dampak keuangan Perseroan atas rencana transaksi (Proforma)
Mengacu pada Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang disiapkan oleh
manajemen untuk periode 31 Desember 2023, maka dampak keuangan atas Rencana
Transaksi tercermin dalam tabel dibawah ini:
Halaman 40 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 41
Tabel 3.11 Laporan Posisi Keuangan Ringkasan Proforma Perseroan (Dalam Jutaan rupiah)
31 Des 2023 31 Des 20223
Uraian Transaksi
(Audit) (Proforma)
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 18.596.609 (1.148.492) 17.448.117
Aset Lancar Lainnya 44.070.496 - 44.070.496
Jumlah Aset Lancar 62.667.105 (1.148.492) 61.518.613
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 36.001.559 433.486 36.435.045
Biaya eksplorasi dan pengembangan
2.374.321 61.664 2.435.985
tangguhan
Aset Tidak Lancar Lainnya 52.985.263 - 52.985.263
Jumlah Aset Tidak Lancar 91.361.143 495.150 91.856.293
Jumlah Aset 154.028.248 (653.342) 153.374.906
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
-Pihak ketiga 28.882.990 (254.373) 28.628.617
-Pihak berelasi 227.583 - 227.583
Utang non-usaha 655.774 - 655.774
Utang Pajak 3.169.057 - 3.169.057
Akrual 6.568.531 - 6.568.531
Uang muka pelanggan 743.838 - 743.838
Pendapatan tangguhan 705.214 - 705.214
Liabilitas imbalan kerja 790.869 - 790.869
Pinjaman bank jangka pendek 294.160 - 294.160
Bagian jangka pendek dari utang jangka
1.000.283 - 1.000.283
panjang
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka
- - -
panjang
Instrumen keuangan derivatif - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 43.038.299 (254.373) 42.783.926
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Jangka Panjang 26.954.386 - 26.954.386
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 26.954.386 - 26.954.386
Jumlah Liabilitas 69.992.685 (254.373) 69.738.312
Ekuitas
Modal saham 932.534 - 932.534
Tambahan modal disetor 9.703.937 - 9.703.937
Saham Treasury (3.191.273) - (3.191.273)
Saldo laba - -
-Dicadangkan 186.507 - 186.507
-Belum dicadangkan 66.684.839 (319.175) 66.365.664
Cadangan lindung nilai 549.498 - 549.498
Cadangan penyesuaian nilai wajar dlm
- - -
investasi
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali (823.992) - (823.992)
Kepentingan non pengendali 4.785.011 (79.794) 4.705.217
Jumlah Ekuitas 84.035.563 (398.969) 83.636.594
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 154.028.248 (653.342) 153.374.906
Halaman 41 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 42
Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1) Terdapat Pengurangan pada akun kas dan setara kas atas pembiayaan belanja modal
dan modal kerja sebesar Rp1.148.492 Juta atau setara dengan USD74.500.000,-
dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar
Rp15.416,-.
2) Terdapat peningkatan pada aset tetap atas pembelian asset tetap oleh SJR dengan
menggunakan dana pinjaman sebesar Rp433.486 Juta atau setara dengan
USD28.119.233,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank
Indonesia sebesar Rp15.416,-.
3) Terdapat peningkatan pada akun biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan
sebesar Rp61.664 Juta atau setara dengan USD4.000.000,- dengan menggunakan kurs
pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
4) Terdapat penurunan pada akun utang usaha pihak ketiga atas pembayaran utang
sebesar Rp254.373 Juta atau setara dengan USD16.500.599,- dengan menggunakan
kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
5) Terdapat penurunan pada akun saldo laba sebesar Rp319.175 Juta atau setara dengan
USD20.704.134,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023 dari Bank
Indonesia sebesar Rp15.416,-.
6) Terdapat penurunan pada akun kepentingan non pengendali sebesar Rp79.794 Juta atau
setara dengan USD 5.176.034,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023
dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
Tabel 3.12 Laporan Laba Rugi Komprehensif Ringkasan Proforma Perseroan (Dalam Jutaan
Rupiah)
31 Des 2023 31 Des 2023
Uraian Transaksi
(Audit) (Proforma)
Pendapatan bersih 128.583.264 - 128.583.264
Beban pokok pendapatan (92.797.027) (316.401) (93.113.428)
Laba Bruto 35.786.237 (316.401) 35.469.836
Beban penjualan (1.321.419) (82.567) (1.403.986)
Beban umum dan administrasi (4.741.675) - (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai properti
- - -
pertambangan
Beban lain-lain (885.424) - (885.424)
Penghasilan lain-lain - - -
Penghasilan keuangan 1.126.994 - 1.126.994
Biaya keuangan (1.879.411) - (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas 635.038 - 635.038
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 28.720.340 (398.969) 28.321.371
Beban Pajak Penghasilan (6.590.244) - (6.590.244)
Laba Tahun Berjalan 22.130.096 (398.969) 21.731.127
Pendapatan Komprehensif Lain Setelah Pajak (987.289) - (987.289)
Jumlah Laba Komperenhesif Tahun Berjalan 21.142.807 (398.969) 20.743.838
Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
adalah sebagai berikut:
Halaman 42 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 43
1) Terdapat peningkatan pada akun atas beban pokok pendapatan sebesar Rp316.401 Juta
atau setara dengan USD20.524.216,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember
2023 dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
2) Terdapat peningkatan pada akun atas beban penjualan sebesar Rp82.567 Juta atau
setara dengan USD5.355.952,- dengan menggunakan kurs pada 31 Desember 2023
dari Bank Indonesia sebesar Rp15.416,-.
e. Analisis atas kemampuan penerima jaminan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam dana
dan/atau penjaminan sampai saat jatuh tempo
Berdasarkan proyeksi keuangan SJR yang disusun oleh manajemen SJR, pihak SJR memiliki
kemampuan untuk melunasi pinjaman dari PAMA sesuai dengan jangka waktu yang telah
ditentukan dalam perjanjian pinjaman, yaitu paling lama jatuh tempo pada 31 Desember
2030. Adapun proyeksi pembayaran pinjaman SJR kepada PAMA adalah sebagai berikut.
Tabel 3.13 Analisis Kemampuan Penerima Jaminan Untuk Melunasi (Dalam Jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des Des Des
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Saldo awal 2.173.656 3.260.484 2.936.748 2.551.348 1.780.548 1.009.748 316.028
Penambahan 1.086.828 61.664 - - - - -
Pembayaran - (385.400) (385.400) (770.800) (770.800) (693.720) (316.028)
Saldo Akhir 3.260.484 2.936.748 2.551.348 1.780.548 1.009.748 316.028 -
f. Analisis cash management dan financial covenant dari transaksi pinjam-meminjam dana
SJR dapat menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan operasinya dan
membayar angsuran pinjaman kepada PAMA. Perjanjian pinjaman antara PAMA dan SJR tidak
mencakup adanya financial covenant tertentu yang harus dipenuhi oleh SJR sehingga kami
tidak melakukan analisis financial covenant.
g. Analisis yield pinjam-meminjam dana jika transaksi dalam bentuk surat berharga
Pinjaman antara PAMA dan SJR tidak dalam bentuk surat berharga sehingga kami tidak
melakukan analisis yield dari pinjaman tersebut.
3.5. Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi
Analisis Kewajaran atas rencana transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.
a. Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman antara PAMA dan SJR, yang mencakup Amendment I hingga
Amendment V dan juga Draft Amendment VI, total fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA
kepada SJR adalah sebesar USD215.500.000,- (Dua Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu
Dolar Amerika Serikat). Sementara pinjaman yang telah diperoleh SJR dari PAMA sampai
dengan 31 Desember 2023 adalah sebesar USD141.000.000,-. Oleh karena itu, terdapat sisa
fasilitas pinjaman yang dapat digunakan oleh SJR sebesar USD 74.500.000,- Dari sisa fasilitas
Halaman 43 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 44
pinjaman tersebut, SJR bermaksud untuk menggunakan dana sebesar
USD 74.500.000,-, atau setara dengan Rp 1.148.492 juta (kurs : Rp 15.416,-). Fasilitas
pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar Term SOFR + 1,63%.
b. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Analisis nilai kewajaran Rencana Transaksi dengan membandingkan tarif bunga pinjaman
yang dikenakan dengan tarif bunga yang berlaku di pasar yaitu bunga pinjaman investasi per
31 Desember 2023.
Suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi ditetapkan sebesar Term SOFR + 1,63%,
berdasarkan informasi dari manajemen, Term SOFR yang digunakan adalah Term SOFR
sesuai tanggal Penilaian 31 Desember 2023. Berdasarkan data Term SOFR untuk periode 31
Desember 2023 adalah sebesar 5,33%. Atas dasar hal tersebut maka tingkat suku bunga
pinjaman Rencana Transaksi per 31 Desember 2023 adalah sebesar 6,96%.
Tabel 3.14 Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Batas Bawah Batas Atas
Jenis Bank Suku bunga
(-7,5%) (+7,5%)
Bank Persero 6,73% 6,23% 7,23%
Bank Pemerintah Daerah 7,02% 6,49% 7,55%
Bank Swasta Nasional 7,35% 6,80% 7,90%
Bank Asing dan Bank Campuran 7,19% 6,65% 7,73%
Bank Umum 6,96% 6,44% 7,48%
Sumber: Bank Indonesia, Pinjaman Investasi yang Diberikan (USD)
Berdasarkan data bunga pinjaman investasi dalam denominasi USD dari Bank Indonesia per
31 Desember 2023, tarif bunga berkisar antara 6,73%-7,35%.
Batas kewajaran Rencana Transaksi untuk setiap instrumen investasi ditentukan berdasarkan
kisaran nilai sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
pasal 48 poin b mengenai batas atas dan batas bawah untuk kisaran nilai Rencana Transaksi
tidak boleh melebihi 7,5%. Atas dasar hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa suku
bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi adalah Wajar karena masih berada dalam kisaran
batas kewajaran, dimana batas bawah dan batas atas kewajaran masing-masing sebesar
6,51% dan 7,57% sedangkan suku bunga pinjaman rencana transaksi sebesar 6,96% sehingga
masih dalam batas kewajaran dan tidak melebihi 7,5%.
3.6. Analisis Faktor Lain Yang Relevan
a. Analisis Inkremental
Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2024-2028
yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:
Halaman 44 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 45
Tabel 3.15 Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi
Konsolidasian (Dalam Jutaan Rupiah)
Uraian Des Des Des Des Des
2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan Lain-lain
Sebelum Rencana
162.125 859.559 830.766 777.424 735.444
Transaksi
Setelah Rencana
161.095 857.034 828.536 775.515 734.123
Transaksi
Inkremental (1.031) (2.524) (2.230) (1.909) (1.321)
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana
16.449.437 15.338.338 16.668.888 17.603.332 18.487.283
Transaksi
Setelah Rencana
16.448.407 15.335.814 16.666.657 17.601.423 18.485.962
Transaksi
Inkremental (1.031) (2.524) (2.230) (1.909) (1.321)
Total Aset
Sebelum Rencana
166.075.341 172.694.420 176.785.677 182.873.851 184.582.858
Transaksi
Setelah Rencana
166.074.278 172.680.735 176.760.840 182.839.467 184.541.869
Transaksi
Inkremental (1.063) (13.685) (24.837) (34.383) (40.988)
Total Liabilitas
Sebelum Rencana
70.624.968 71.206.219 65.016.145 67.606.345 65.697.075
Transaksi
Setelah Rencana
70.623.905 71.192.534 64.991.308 67.571.962 65.656.086
Transaksi
Inkremental (1.063) (13.685) (24.837) (34.383) (40.988)
Total Liabilitas
Sebelum Rencana
95.450.373 101.488.201 111.769.532 115.267.505 118.885.783
Transaksi
Setelah Rencana
95.450.373 101.488.201 111.769.532 115.267.505 118.885.783
Transaksi
Inkremental - - - - -
Pada tabel analisis inkremental terjadi penurunan laba tahun berjalan. Namun demikian,
terlaksananya Rencana Transaksi memberikan, nilai tambah yaitu terjadinya penurunan pada
sisi liabilitas yaitu utang usaha jika dibandingkan tanpa adanya Rencana Transaksi, dimana
Rencana Transaksi menyebabkan SJR mampu melakukan pembayaran kepada vendor lebih
cepat. Sehingga akan menurunkan jumlah utang usaha yang juga bermanfaat kepada UNTR
secara Konsolidasi.
b. Analisis biaya atau pendapatan yang relevan
Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
manajemen Perseroan.
Halaman 45 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 46
c. Informasi non keuangan yang relevan
Perseroan atas rencana transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SJR adalah diharapkan
atas pinjaman tersebut dapat meningkatkan efisiensi SJR kedepan yang akan berdampak
positif bagi Perseroan secara konsolidasi dan memberikan nilai tambah untuk anak Perseroan
secara konsolidasi.
d. Analisis Sensitivitas
Analisa sensitivitas mengacu kepada bisnis plan Perseroan dengan melakukan sensitivitas
tingkat penjualan dinaikan atau diturunkan sebesar 5%. Adapun sensitivitas atas hal tersebut
tercermin sebagai berikut:
Tabel 3.16 Pendapatan dan beban dinaikan sebesar 5% (Dalam Jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan 129.435.386 129.083.668 132.268.852 137.547.544 142.283.923
Beban pokok
(98.549.207) (100.102.308) (101.152.106) (104.810.860) (108.271.938)
pendapatan
Laba kotor 30.886.179 28.981.360 31.116.746 32.736.685 34.011.985
Beban umum (6.830.849) (6.977.693) (7.344.689) (7.642.881) (7.855.656)
Laba sebelum pajak 22.247.685 20.666.208 22.481.570 23.788.549 24.954.824
Beban pajak (4.894.491) (4.546.566) (4.945.945) (5.233.481) (5.490.061)
Laba tahun berjalan 17.353.194 16.119.643 17.535.625 18.555.068 19.464.763
Tabel 3.17 Pendapatan diturunkan sebesar 5% dan beban dinaikan sebesar 5% (Dalam
Jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des
Uraian
2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan 117.108.206 116.789.985 119.671.818 124.447.778 128.733.073
Beban pokok
(98.549.207) (97.037.882) (99.505.316) (102.012.973) (106.315.532)
pendapatan
Laba kotor 18.558.999 19.752.103 20.166.502 22.434.805 22.417.542
Beban umum (6.830.849) (6.977.693) (7.344.689) (7.642.881) (7.855.656)
Laba sebelum pajak 11.723.258 12.065.850 11.879.841 13.773.569 13.443.826
Beban pajak (2.579.117) (2.654.487) (2.613.565) (3.030.185) (2.957.642)
Laba tahun berjalan 9.144.142 9.411.363 9.266.276 10.743.384 10.486.184
e. Analisis atas jaminan yang terkait dengan transaksi pinjam meminjam dana dan/atau
penjaminan
Dalam transaksi pinjam meminjam antara PAMA dan SJR tidak terdapat jaminan.
f. Analisis Kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam-meminjam dana
dan/atau penjaminan
Dana pinjaman dari PAMA akan dimanfaatkan SJR untuk kebutuhan belanja modal dan modal
kerja. Berdasarkan proyeksi keuangan SJR yang disusun oleh manajemen SJR, dengan adanya
Halaman 46 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 47
dana untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dan modal kerja maka SJR dapat
membukukan pendapatan dan laba yang cenderung terus meningkat ke depannya. Selain itu,
SJR juga memiliki kemampuan secara finansial untuk membayar pelunasan pinjaman kepada
PAMA dengan tetap menjaga kecukupan saldo kas untuk menjalankan kegiatan usahanya.
3.7. Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi Fasilitas Pinjaman Bergulir (revolving
facilities) oleh PAMA kepada SJR, adalah Wajar.
Halaman 47 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 48
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar
Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Analisis Pendapat Kewajaran dari
Pemberi Tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi Objek Analisis Pendapat Kewajaran , dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya
bukan menjadi tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam
laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung
jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand, Danar,
Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 48 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 49
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajarab adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap Objek Analisis Pendapat
Kewajaran.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Pendapat Kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek analisis
pendapat kewajaran.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek analisis pendapat kewajaran pada
tanggal penilaian (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan kewajaran rencana transaksi.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 49 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 50
Penilai Tanda Tangan Penanggung Jawab: M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453 MAPPI No. : 10-S-02571 STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PM.223/2020 RMK : RMK-2017.00526 Pemeriksa: Eneng Fitri Zakiyah MAPPI No. : 17-T-07815 RMK : RMK-2020.03192 Penilai : Bangkit Widhi Raharjo, S.E MAPPI No. : 15-T-06112 RMK : RMK-2017.01119 Asisten Penilai : Edho Fakhri Fuady, S.E, MBA, Ak MAPPI No. : 23-A-12075 Halaman 50 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 51
LAMPIRAN Halaman 51 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 52
Lampir an 1
ANALIS A RENCANA T RANS AK S I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023
(dalam Jutaan Rupiah)
Nilai Ekuitas
K e te r angan %
Re ncana T r ansaksi UNT R
Rencana Transaksi 1.148.492 84.035.563 1,37%
S uku Bunga S impanan Yang Dibe r ikan (US D)
Inte r e st Rate (US D)
K e te r angan T ar if bunga Batas Bawah Batas Atas
(-7 ,5 % ) (+7 ,5 % )
Bank Persero 6,73% 6,23% 7,23%
Bank Pemerintah Daerah 7,02% 6,49% 7,55%
Bank Swasta Nasional 7,35% 6,80% 7,90%
Bank Asing dan Bank Campuran 7,19% 6,65% 7,73%
Bank Umum 6,96% 6,44% 7,48%
Ur aian S atuan Jumlah
Suku Bunga Pinjaman % 7 ,0 4 %
Batas Atas (7 ,5 %) % 7 ,5 7 %
Batas Bawah (7 ,5 %) % 6 ,5 1 %
Nilai Rencana Transaksi % 6 ,9 6 %
Se lisih N ila i Re n ca n a Tr a n sa ksi Te r h a d a p Pe n e r im a
% -1 ,1 4 %
Kr e d it La p a n g a n Usa h a d a n Pe r ta m b a n g a n
Halaman 52 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 53
Lampir an 2
P ROF ORMA NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023
Audit Re por t Ne r aca P r ofor ma
Ur aian S atuan Re ncana T r ansaksi
3 1 De s 2 0 2 3 3 1 De s 2 0 2 3
Ase t
Ase t Lancar
Kas dan setara kas Rp Juta 18.596.609 (1.148.492) 17.448.117
Aset Lancar Lainnya Rp Juta 44.070.496 - 44.070.496
Jumlah Ase t Lancar Rp Juta 6 2 .6 6 7 .1 0 5 (1 .1 4 8 .4 9 2 ) 6 1 .5 1 8 .6 1 3
- - -
Ase t T idak Lancar
Aset tetap Rp Juta 36.001.559 433.486 36.435.045
Biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan 2.374.321 61.664 2.435.985
Aset Tidak Lancar Lainnya Rp Juta 52.985.263 - 52.985.263
Jumlah Ase t T idak Lancar Rp Juta 9 1 .3 6 1 .1 4 3 4 9 5 .1 5 0 9 1 .8 5 6 .2 9 3
- - -
Jumlah Ase t Rp Juta 1 5 4 .0 2 8 .2 4 8 (6 5 3 .3 4 2 ) 1 5 3 .3 7 4 .9 0 6
-
Liabilitas
Liabilitas Jangka P e nde k
Utang usaha
-Pihak ketiga Rp Juta 28.882.990 (254.373) 28.628.617
-Pihak berelasi Rp Juta 227.583 - 227.583
Utang non-usaha Rp Juta 655.774 - 655.774
Utang Pajak Rp Juta 3.169.057 - 3.169.057
Akrual Rp Juta 6.568.531 - 6.568.531
Uang muka pelanggan Rp Juta 743.838 - 743.838
Pendapatan tangguhan Rp Juta 705.214 - 705.214
Liabilitas imbalan kerja Rp Juta 790.869 - 790.869
Pinjaman bank jangka pendek Rp Juta 294.160 - 294.160
Bagian jangka pendek dari utang jangka panjang Rp Juta 1.000.283 - 1.000.283
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panja Rp Juta - - -
Instrumen keuangan derivatif Rp Juta - - -
Jumlah Liabilitas Jangka P e nde k Rp Juta 4 3 .0 3 8 .2 9 9 (2 5 4 .3 7 3 ) 4 2 .7 8 3 .9 2 6
Liabilitas Jangka P anjang
Liabilitas Jangka Panjang Rp Juta 26.954.386 - 26.954.386
Jumlah Liabilitas Jangka P anjang Rp Juta 2 6 .9 5 4 .3 8 6 - 2 6 .9 5 4 .3 8 6
Jumlah Liabilitas Rp Juta 6 9 .9 9 2 .6 8 5 (2 5 4 .3 7 3 ) 6 9 .7 3 8 .3 1 2
Ekuitas
Modal saham Rp Juta 932.534 - 932.534
Tambahan modal disetor Rp Juta 9.703.937 - 9.703.937
Saham Treasury Rp Juta (3.191.273) - (3.191.273)
Saldo laba - -
-Dicadangkan Rp Juta 186.507 - 186.507
-Belum dicadangkan Rp Juta 66.684.839 (319.175) 66.365.664
Cadangan lindung nilai Rp Juta 549.498 - 549.498
Cadangan penyesuaian nilai wajar dalam investa Rp Juta - - -
Cadangan penyesuaian nilai wajar aset tetap Rp Juta 20.254 - 20.254
Selisih kurs Rp Juta 5.188.248 - 5.188.248
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali Rp Juta (823.992) - (823.992)
Kepentingan non pengendali Rp Juta 4.785.011 (79.794) 4.705.217
Jumlah Ekuitas Rp Juta 8 4 .0 3 5 .5 6 3 (3 9 8 .9 6 9 ) 8 3 .6 3 6 .5 9 4
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas Rp Juta 1 5 4 .0 2 8 .2 4 8 (6 5 3 .3 4 2 ) 1 5 3 .3 7 4 .9 0 6
-
Halaman 53 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 54
Lampir an 3
P ROF ORMA LABA RUG I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023
Audit Re por t Re ncana Ne r aca P r ofor ma
Ur aian S atuan
3 1 De s 2 0 2 3 T r ansaksi 3 1 De s 2 0 2 3
Pendapatan bersih Rp Juta 128.583.264 - 128.583.264
Beban pokok pendapatan Rp Juta (92.797.027) (316.401) (93.113.428)
Laba Br uto Rp Juta 3 5 .7 8 6 .2 3 7 (3 1 6 .4 0 1 ) 3 5 .4 6 9 .8 3 6
Beban penjualan Rp Juta (1.321.419) (82.567) (1.403.986)
Beban umum dan administrasi Rp Juta (4.741.675) - (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai properti pertamb Rp Juta - - -
Beban lain-lain Rp Juta (885.424) - (885.424)
Penghasilan lain-lain Rp Juta - - -
Penghasilan keuangan Rp Juta 1.126.994 - 1.126.994
Biaya keuangan Rp Juta (1.879.411) - (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas Rp Juta 635.038 - 635.038
- -
Laba S e be lum P ajak P e nghasilan Rp Juta 2 8 .7 2 0 .3 4 0 (3 9 8 .9 6 9 ) 2 8 .3 2 1 .3 7 1
Beban Pajak Penghasilan Rp Juta (6.590.244) - (6.590.244)
Laba T ahun Be r jalan Rp Juta 2 2 .1 3 0 .0 9 6 (3 9 8 .9 6 9 ) 2 1 .7 3 1 .1 2 7
P e ndapatan/Be ban K ompr e he nsif Lain
Selisih kurs Rp Juta (787.632) - (787.632)
Cadangan lindung nilai Rp Juta - - -
Perubahan nilai wajar aset Rp Juta - - -
Keuntungan/kerugian aktuarial atas progra Rp Juta (56.195) - (56.195)
Pajak penghasilan terkait Rp Juta - - -
Bagian atas beban komperehensif dari entit Rp Juta (143.462) - (143.462)
Cadangan nilai wajar atas revaluasi proper Rp Juta - - -
P e ndapatan K ompr e he nsif Lain Rp Juta (9 8 7 .2 8 9 ) - (9 8 7 .2 8 9 )
Beban pajak penghasilan terkait Rp Juta - - -
P e ndapatan K ompr e he nsif Lain S e te l Rp Juta (9 8 7 .2 8 9 ) - (9 8 7 .2 8 9 )
Jumlah Laba K ompe r e nhe sif T ahun B Rp Juta 2 1 .1 4 2 .8 0 7 (3 9 8 .9 6 9 ) 2 0 .7 4 3 .8 3 8
Halaman 54 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 55
Lampir an 4
P ROYEK S I NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023
BEF ORE T RANS ACT ION AF T ER T RANS ACT ION
De s De s De s De s De s De s Des De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028 2024 2025 2026 2027 2028
Cur r e nt Asse t
Cash & cash equivalent Rp Juta 15.478.252 16.119.235 18.289.902 18.496.460 19.151.416 15.477.188 16.105.550 18.265.065 18.462.076 19.110.427
AR Rp Juta 20.545.175 20.462.625 21.372.216 22.084.802 22.618.985 20.545.175 20.462.625 21.372.216 22.084.802 22.618.985
Inventories Rp Juta 17.303.776 19.422.914 21.922.147 22.473.001 22.876.566 17.303.776 19.422.914 21.922.147 22.473.001 22.876.566
Advance payment Rp Juta 1.918.782 1.279.662 1.262.607 1.294.524 1.327.264 1.918.782 1.279.662 1.262.607 1.294.524 1.327.264
Prepaid expenses Rp Juta 2.909 548.163 523.332 605.347 672.150 2.909 548.163 523.332 605.347 672.150
Other current asset Rp Juta 6.246.499 5.234.060 5.726.736 5.873.999 6.025.050 6.246.499 5.234.060 5.726.736 5.873.999 6.025.050
T otal Cur r e nt Asse t Rp Juta 6 1 .4 9 5 .3 9 3 6 3 .0 6 6 .6 6 0 6 9 .0 9 6 .9 4 1 7 0 .8 2 8 .1 3 3 7 2 .6 7 1 .4 3 0 6 1 .4 9 4 .3 2 9 6 3 .0 5 2 .9 7 5 6 9 .0 7 2 .1 0 4 7 0 .7 9 3 .7 5 0 7 2 .6 3 0 .4 4 2
Due from shareholder Rp Juta 1.836.743 1.498.411 1.498.411 1.536.976 1.576.533 1.836.743 1.498.411 1.498.411 1.536.976 1.576.533
Investment in shares of stock Rp Juta 21.238.054 20.856.400 21.922.714 23.221.345 23.282.216 21.238.054 20.856.400 21.922.714 23.221.345 23.282.216
Fixed assets Rp Juta 66.679.989 74.020.672 71.443.144 74.491.355 75.086.393 66.679.989 74.020.672 71.443.144 74.491.355 75.086.393
Mining properties Rp Juta - - - - - - - - - -
Deferred tax assets Rp Juta 3.509.155 3.360.952 3.422.978 3.510.852 3.600.979 3.509.155 3.360.952 3.422.978 3.510.852 3.600.979
Coal exploration & development costs Rp Juta 7.165.135 5.079.586 4.746.337 4.373.834 3.658.318 7.165.135 5.079.586 4.746.337 4.373.834 3.658.318
Goodwill Rp Juta 2.392.764 2.393.696 2.393.696 2.455.302 2.518.495 2.392.764 2.393.696 2.393.696 2.455.302 2.518.495
Other non current asset Rp Juta 1.758.107 2.418.045 2.261.457 2.456.053 2.188.493 1.758.107 2.418.045 2.261.457 2.456.053 2.188.493
T otal Non Cur r e nt Asse t Rp Juta 1 0 4 .5 7 9 .9 4 8 1 0 9 .6 2 7 .7 6 0 1 0 7 .6 8 8 .7 3 6 1 1 2 .0 4 5 .7 1 7 1 1 1 .9 1 1 .4 2 8 1 0 4 .5 7 9 .9 4 8 1 0 9 .6 2 7 .7 6 0 1 0 7 .6 8 8 .7 3 6 1 1 2 .0 4 5 .7 1 7 1 1 1 .9 1 1 .4 2 8
T otal Asse t Rp Juta 1 6 6 .0 7 5 .3 4 1 1 7 2 .6 9 4 .4 2 0 1 7 6 .7 8 5 .6 7 7 1 8 2 .8 7 3 .8 5 1 1 8 4 .5 8 2 .8 5 8 1 6 6 .0 7 4 .2 7 8 1 7 2 .6 8 0 .7 3 5 1 7 6 .7 6 0 .8 4 0 1 8 2 .8 3 9 .4 6 7 1 8 4 .5 4 1 .8 6 9
Cur r e nt Liabilitie s
AP Rp Juta 22.970.049 22.371.452 23.263.294 24.128.595 24.842.269 22.968.985 22.357.767 23.238.457 24.094.211 24.801.281
Accrued expenses Rp Juta 6.862.237 10.189.202 10.868.536 12.423.778 12.791.590 6.862.237 10.189.202 10.868.536 12.423.778 12.791.590
Tax payables Rp Juta 2.500.428 1.774.323 1.789.603 1.906.995 1.959.645 2.500.428 1.774.323 1.789.603 1.906.995 1.959.645
Other current liabilities Rp Juta 7.077.948 12.048.486 10.907.750 9.230.057 7.256.434 7.077.948 12.048.486 10.907.750 9.230.057 7.256.434
T otal Cur r e nt Liabilitie s Rp Juta 3 9 .4 1 0 .6 6 2 4 6 .3 8 3 .4 6 4 4 6 .8 2 9 .1 8 2 4 7 .6 8 9 .4 2 5 4 6 .8 4 9 .9 3 8 3 9 .4 0 9 .5 9 9 4 6 .3 6 9 .7 7 8 4 6 .8 0 4 .3 4 5 4 7 .6 5 5 .0 4 1 4 6 .8 0 8 .9 5 0
Non Cur r e nt Liabilitie s
Deferred tax liabilities Rp Juta 4.575.553 4.301.948 4.128.609 4.069.871 4.083.272 4.575.553 4.301.948 4.128.609 4.069.871 4.083.272
LT portion of long term bank loan Rp Juta 20.757.307 13.576.407 7.206.907 8.826.368 7.570.267 20.757.307 13.576.407 7.206.907 8.826.368 7.570.267
Employee benefit obligations Rp Juta 5.057.487 6.098.845 6.143.096 6.310.720 6.482.050 5.057.487 6.098.845 6.143.096 6.310.720 6.482.050
Other non current liabilities Rp Juta 823.958 845.556 708.352 709.962 711.546 823.958 845.556 708.352 709.962 711.546
T otal Non Cur r e nt Liabilitie s Rp Juta 3 1 .2 1 4 .3 0 6 2 4 .8 2 2 .7 5 5 1 8 .1 8 6 .9 6 3 1 9 .9 1 6 .9 2 0 1 8 .8 4 7 .1 3 6 3 1 .2 1 4 .3 0 6 2 4 .8 2 2 .7 5 5 1 8 .1 8 6 .9 6 3 1 9 .9 1 6 .9 2 0 1 8 .8 4 7 .1 3 6
T otal liabilitie s Rp Juta 7 0 .6 2 4 .9 6 8 7 1 .2 0 6 .2 1 9 6 5 .0 1 6 .1 4 5 6 7 .6 0 6 .3 4 5 6 5 .6 9 7 .0 7 5 7 0 .6 2 3 .9 0 5 7 1 .1 9 2 .5 3 4 6 4 .9 9 1 .3 0 8 6 7 .5 7 1 .9 6 2 6 5 .6 5 6 .0 8 6
Equity attributable to owners Rp Juta 90.348.974 97.012.572 106.950.971 110.087.272 113.601.554 90.347.943 97.009.016 106.945.186 110.079.578 113.592.539
Non-controlling interests Rp Juta 5.101.399 4.475.629 4.818.561 5.180.233 5.284.229 5.102.430 4.479.184 4.824.346 5.187.928 5.293.244
T otal e quity Rp Juta 9 5 .4 5 0 .3 7 3 1 0 1 .4 8 8 .2 0 1 1 1 1 .7 6 9 .5 3 2 1 1 5 .2 6 7 .5 0 5 1 1 8 .8 8 5 .7 8 3 9 5 .4 5 0 .3 7 3 1 0 1 .4 8 8 .2 0 1 1 1 1 .7 6 9 .5 3 2 1 1 5 .2 6 7 .5 0 5 1 1 8 .8 8 5 .7 8 3
T otal Liabilitie s + Equity Rp Juta 1 6 6 .0 7 5 .3 4 1 1 7 2 .6 9 4 .4 2 0 1 7 6 .7 8 5 .6 7 7 1 8 2 .8 7 3 .8 5 1 1 8 4 .5 8 2 .8 5 8 1 6 6 .0 7 4 .2 7 8 1 7 2 .6 8 0 .7 3 5 1 7 6 .7 6 0 .8 4 0 1 8 2 .8 3 9 .4 6 7 1 8 4 .5 4 1 .8 6 9
Halaman 55 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 56
Lampir an 5
P ROYEK S I LABA RUG I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023
BEF ORE T RANS ACT ION AF T ER T RANS ACT ION
De s De s De s De s De s De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028 2024 2025 2026 2027 2028
Revenue Rp Juta 123.271.796 122.936.826 125.970.335 130.997.661 135.508.498 123.271.796 122.936.826 125.970.335 130.997.661 135.508.498
COGS Rp Juta (93.856.387) (95.335.531) (96.335.339) (99.819.866) (103.116.132) (93.856.387) (95.335.531) (96.335.339) (99.819.866) (103.116.132)
G r oss pr ofit Rp Juta 2 9 .4 1 5 .4 0 8 2 7 .6 0 1 .2 9 5 2 9 .6 3 4 .9 9 6 3 1 .1 7 7 .7 9 5 3 2 .3 9 2 .3 6 7 2 9 .4 1 5 .4 0 8 2 7 .6 0 1 .2 9 5 2 9 .6 3 4 .9 9 6 3 1 .1 7 7 .7 9 5 3 2 .3 9 2 .3 6 7
Opex Rp Juta (6.505.571) (6.645.422) (6.994.942) (7.278.935) (7.481.578) (6.505.571) (6.645.422) (6.994.942) (7.278.935) (7.481.578)
Operatig profit Rp Juta 2 2 .9 0 9 .8 3 8 2 0 .9 5 5 .8 7 3 2 2 .6 4 0 .0 5 4 2 3 .8 9 8 .8 6 0 2 4 .9 1 0 .7 8 9 22.909.838 20.955.873 22.640.054 23.898.860 24.910.789
Gain/(loss) on forex Rp Juta - - - - - - - - - -
Net interest Rp Juta (1.968.739) (2.194.492) (2.119.023) (2.080.769) (1.935.627) (1.968.739) (2.194.492) (2.119.023) (2.080.769) (1.935.627)
Other income/(charges) Rp Juta 162.125 859.559 830.766 777.424 735.444 161.095 857.034 828.536 775.515 734.123
P r ofit be for e tax Rp Juta 2 1 .1 0 3 .2 2 4 1 9 .6 2 0 .9 3 9 2 1 .3 5 1 .7 9 8 2 2 .5 9 5 .5 1 5 2 3 .7 1 0 .6 0 6 2 1 .1 0 2 .1 9 3 1 9 .6 1 8 .4 1 5 2 1 .3 4 9 .5 6 7 2 2 .5 9 3 .6 0 6 2 3 .7 0 9 .2 8 5
Income tax Rp Juta (4.653.786) (4.282.601) (4.682.910) (4.992.183) (5.223.323) (4.653.786) (4.282.601) (4.682.910) (4.992.183) (5.223.323)
P r ofit afte r tax Rp Juta 1 6 .4 4 9 .4 3 7 1 5 .3 3 8 .3 3 8 1 6 .6 6 8 .8 8 8 1 7 .6 0 3 .3 3 2 1 8 .4 8 7 .2 8 3 1 6 .4 4 8 .4 0 7 1 5 .3 3 5 .8 1 4 1 6 .6 6 6 .6 5 7 1 7 .6 0 1 .4 2 3 1 8 .4 8 5 .9 6 2
Halaman 56 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 57
Lampir an 6
P ROYEK S I ARUS K AS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023
BEF ORE T RANS ACT ION AF T ER T RANS ACT ION
De s De s De s De s De s De s De s De s De s Des
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028 2024 2025 2026 2027 2028
Be ginning Balance Rp Juta 1 8 .5 9 6 .6 0 9 1 4 .8 7 2 .8 5 2 1 4 .7 3 9 .9 9 0 1 6 .9 0 6 .7 6 6 1 7 .0 7 1 .8 3 0 1 8 .5 9 6 .6 0 9 1 4 .8 7 1 .7 8 9 1 4 .7 2 6 .3 0 5 1 6 .8 8 1 .9 2 9 1 7 .0 3 7 .4 4 6
Cash fr om Ope r ating Activitie s Rp Juta 2 1 .8 3 0 .1 3 4 2 2 .0 9 9 .8 6 6 2 4 .2 1 3 .6 5 4 2 2 .8 7 3 .3 4 6 2 4 .0 0 1 .7 4 9 2 1 .8 2 9 .0 7 1 2 2 .0 8 7 .2 4 4 2 4 .2 0 2 .5 0 2 2 2 .8 6 3 .8 0 0 2 3 .9 9 5 .1 4 4
EBITDA Rp Juta 33.911.876 20.955.873 22.640.054 23.898.860 24.910.789 33.911.876 20.955.873 22.640.054 23.898.860 24.910.789
Working Capital Rp Juta (5.459.216) 7.621.086 8.375.532 6.047.438 6.249.910 (5.460.279) 7.608.464 8.364.380 6.037.892 6.243.305
Interest Expense - Net Rp Juta (1.968.739) (2.194.492) (2.119.023) (2.080.769) (1.935.627) (1.968.739) (2.194.492) (2.119.023) (2.080.769) (1.935.627)
Current Tax Rp Juta (4.653.786) (4.282.601) (4.682.910) (4.992.183) (5.223.323) (4.653.786) (4.282.601) (4.682.910) (4.992.183) (5.223.323)
Cash fr om Inve sting Activitie s Rp Juta (2 5 .0 5 0 .6 8 0 ) (1 3 .5 5 8 .7 6 3 ) (9 .1 4 7 .0 7 3 ) (9 .4 2 1 .4 8 6 ) (9 .7 0 4 .1 3 0 ) (2 5 .0 5 0 .6 8 0 ) (1 3 .5 5 8 .7 6 3 ) (9 .1 4 7 .0 7 3 ) (9 .4 2 1 .4 8 6 ) (9 .7 0 4 .1 3 0 )
Capex Rp Juta (22.502.486) (13.422.290) (9.263.860) (9.541.775) (9.828.029) (22.502.486) (13.422.290) (9.263.860) (9.541.775) (9.828.029)
Investment in Shares Rp Juta (2.909.813) (245.000) 0 - - (2.909.813) (245.000) 0 - -
Dividend Received Rp Juta 361.619 108.527 116.786 120.290 123.898 361.619 108.527 116.786 120.290 123.898
Cash fr om F inancing Activitie s Rp Juta (1 .1 0 8 .6 1 0 ) (1 0 .0 5 3 .2 1 1 ) (1 4 .2 8 2 .9 4 0 ) (1 4 .7 1 1 .4 2 8 ) (1 5 .1 5 2 .7 7 1 ) (1 .1 0 8 .6 1 0 ) (1 0 .0 5 3 .2 1 1 ) (1 4 .2 8 2 .9 4 0 ) (1 4 .7 1 1 .4 2 8 ) (1 5 .1 5 2 .7 7 1 )
Proceed/(Repayment) of Debt Rp Juta 7.005.428 (4.065.556) (8.236.379) (8.483.470) (8.737.974) 7.005.428 (4.065.556) (8.236.379) (8.483.470) (8.737.974)
Dividend Payment Rp Juta (8.114.038) (5.987.655) (6.046.561) (6.227.958) (6.414.797) (8.114.038) (5.987.655) (6.046.561) (6.227.958) (6.414.797)
Cash S ur plus (De ficit) Rp Juta (4 .3 2 9 .1 5 6 ) (1 .5 1 2 .1 0 8 ) 7 8 3 .6 4 1 (1 .2 5 9 .5 6 7 ) (8 5 5 .1 5 2 ) (4 .3 3 0 .2 1 9 ) (1 .5 2 4 .7 3 0 ) 7 7 2 .4 8 9 (1 .2 6 9 .1 1 3 ) (8 6 1 .7 5 7 )
Cash Restricted Rp Juta 605.399 1.379.246 1.383.136 1.424.630 1.467.369 605.399 1.379.246 1.383.136 1.424.630 1.467.369
Ending Cash Rp Juta 1 4 .8 7 2 .8 5 2 1 4 .7 3 9 .9 9 0 1 6 .9 0 6 .7 6 6 1 7 .0 7 1 .8 3 0 1 7 .6 8 4 .0 4 7 1 4 .8 7 1 .7 8 9 1 4 .7 2 6 .3 0 5 1 6 .8 8 1 .9 2 9 1 7 .0 3 7 .4 4 6 1 7 .6 4 3 .0 5 8
Halaman 57 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 58
De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028
P e ndapatan Lain-lain
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 162.125 859.559 830.766 777.424 735.444
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 161.095 857.034 828.536 775.515 734.123
Inkr e me ntal Rp Juta (1 .0 3 1 ) (2 .5 2 4 ) (2 .2 3 0 ) (1 .9 0 9 ) (1 .3 2 1 )
Laba T ahun Be r jalan
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 16.449.437 15.338.338 16.668.888 17.603.332 18.487.283
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 16.448.407 15.335.814 16.666.657 17.601.423 18.485.962
Inkr e me ntal Rp Juta (1 .0 3 1 ) (2 .5 2 4 ) (2 .2 3 0 ) (1 .9 0 9 ) (1 .3 2 1 )
De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028
Ar us kas dar i aktivitas ope r asi
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 21.830.134 22.099.866 24.213.654 22.873.346 24.001.749
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 21.829.071 22.087.244 24.202.502 22.863.800 23.995.144
Inkr e me ntal Rp Juta (1 .0 6 3 ) (1 2 .6 2 2 ) (1 1 .1 5 2 ) (9 .5 4 6 ) (6 .6 0 5 )
Ar us kas dar i aktivitas inve stasi
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta (25.050.680) (13.558.763) (9.147.073) (9.421.486) (9.704.130)
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta (25.050.680) (13.558.763) (9.147.073) (9.421.486) (9.704.130)
Inkr e me ntal Rp Juta - - - - -
Ar us kas dar i aktivitas pe ndanaan
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta (1.108.610) (10.053.211) (14.282.940) (14.711.428) (15.152.771)
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta (1.108.610) (10.053.211) (14.282.940) (14.711.428) (15.152.771)
Inkr e me ntal Rp Juta - - - - -
Halaman 58 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 59
Lampir an 8
ANALIS A S ENS IT IV IT AS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023
De s De s De s De s De s
URAIAN S AT UAN
2024 2025 2026 2027 2028
K ondisi Nor mal
Pendapatan Rp Juta 123.271.796 122.936.826 125.970.335 130.997.661 135.508.498
COGS Rp Juta (93.856.387) (95.335.531) (96.335.339) (99.819.866) (103.116.132)
Laba (Rugi) Kotor Rp Juta 29.415.408 27.601.295 29.634.996 31.177.795 32.392.367
Laba (Rugi) Operasional Rp Juta 22.909.838 20.955.873 22.640.054 23.898.860 24.910.789
Laba (Rugi) Bersih Rp Juta 16.448.407 15.335.814 16.666.657 17.601.423 18.485.962
P e ndapatan Naik 5 %
Pendapatan Rp Juta 129.435.386 129.083.668 132.268.852 137.547.544 142.283.923
COGS Rp Juta (98.549.207) (100.102.308) (101.152.106) (104.810.860) (108.271.938)
Laba (Rugi) Kotor Rp Juta 30.886.179 28.981.360 31.116.746 32.736.685 34.011.985
Laba (Rugi) Operasional Rp Juta 22.247.685 20.666.208 22.481.570 23.788.549 24.954.824
Laba (Rugi) Bersih Rp Juta 17.353.194 16.119.643 17.535.625 18.555.068 19.464.763
P e ndapatan T ur un 5 %
Pendapatan Rp Juta 117.108.206 116.789.985 119.671.818 124.447.778 128.733.073
COGS Rp Juta (98.549.207) (97.037.882) (99.505.316) (102.012.973) (106.315.532)
Laba (Rugi) Kotor Rp Juta 18.558.999 19.752.103 20.166.502 22.434.805 22.417.542
Laba (Rugi) Operasional Rp Juta (6.830.849) (6.977.693) (7.344.689) (7.642.881) (7.855.656)
Laba (Rugi) Bersih Rp Juta 9.144.142 9.411.363 9.266.276 10.743.384 10.486.184
Halaman 59 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 60
Lampir an 9
S CHEDULE P ELUNAS AN P INJAMAN
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pinjam Meminjam PAMA-SJR
Per tanggal 31 Desember 2023
De s De s De s De s De s De s De s
URAIAN S AT UAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Saldo Awal Rp Juta 2.173.656 3.260.484 2.936.748 2.551.348 1.780.548 1.009.748 316.028
Penambahan Rp Juta 1.086.828 61.664 - - - - -
Pembayaran Rp Juta - (385.400) (385.400) (770.800) (770.800) (693.720) (316.028)
Saldo Akhir Rp Juta 3.260.484 2.936.748 2.551.348 1.780.548 1.009.748 316.028 -
Halaman 60 00074/2.0176-00/BS/02/0453/1/VI/2024
Page 61
Page 62
Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.1 ×4
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.1 ×2
unresolved
org
KJPP FDI
p.1 ×4
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.1 ×3
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.1 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.3 ×6
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.3 ×7
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×35
unresolved
person
MBA.
p.4 ×3
unresolved
org
Bapepam
p.4 ×4
unresolved
org
PT Pamapersada
p.6
unresolved
—
Telepon/Fax
p.6
unresolved
—
PIC/Contact
p.6
unresolved
person
Jose Dima Satria
p.10 ×3
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.12
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.12
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.12
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.12 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×2
unresolved
person
UNTR. Susunan
· Komisaris
p.13
unresolved
person
Rukmasanti Hardjasatya
· Notaris
p.13
unresolved
person
Akta Notaris Aswendi Kamuli
p.15
unresolved
person
Akta Notaris Marianne Vincentia Hamdani
p.15
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
org
PT Danusa Tambang
p.15
unresolved
org
PT Sumbawa Mineral
p.15
unresolved
org
PT Bahtera Samudera
p.15
unresolved
person
SJR. Susunan
· Komisaris
p.15
unresolved
org
Pusat Statistik
p.21 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia Defisit
p.22
unresolved
org
Bank Campuran
p.25 ×3
unresolved
org
Kementerian ESDM Produksi
p.25
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.27
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.28
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.30
unresolved
org
Menteri ESDM
p.30
unresolved
org
PT Kalimantan Prima Persada
p.31
unresolved
org
PT Pama Indo Mining
p.31
unresolved
org
PT Telen Orbit Prima
p.32
unresolved
org
PT Artha Nugraha Agung
p.32
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.48
unresolved
person
Bangkit Widhi Raharjo
p.50
unresolved
person
Edho Fakhri Fuady
p.50
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
11191 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}