Back to announcement
20240628_DGNS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31676705_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review DGNSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 37
Page 1 OCR 0.942
LAPORAN PENILAIAN 00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/VI/2024 Sewa Bangunan Jalan Teuku Cik Ditiro No.11 Rt.008 Rw.002 Kelurahan Gondangdia Kecamatan Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta (a/n PT. Diagnos Laboratorium Utama, Tbk) Oleh KJPP Felix Sutandar dan Rekan Certified Business & Asets Appraisers
Page 2 OCR 0.941
Head Office : Kantordasa Penilai Publik (FIP) Jl. Balikpapan | No. 6, Jakarta Pusat 10130 Felix Sutandar dan Rekan Phone :462 21 63851341-42-43 74 Certified Business & Assets Appraisers Ba Service Area : Domestic and International www'felixsutandar.com License No. : 2.09.0072 No. 00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/VI/2024 Jakarta, 11 Juni 2024 Kepada Yth, Direksi PT. Diagnos Laboratorium Utama, Tbk Gedung Graha Anam Lantai 2 Jl. Teuku Cik Ditiro no.11 A-C, Gondangdia Jakarta Pusat Perihal : Penilaian Properti a/n PT. Diagnos Laboratorium Utama, Tbk Dengan hormat, Kami Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Felix Sutandar dan Rekan, selaku Penilai Independen berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1314/KM.1/2009 tanggal 23 Nopember 2009, dengan Izin No. 2.09.0072, yang berkantor di Jakarta. Sesuai dengan permintaan yang diajukan kepada KJPP Felix Sutandar dan Rekan (selanjutnya disebut “Penilai”) oleh Direksi PT. Diagnos Laboratorium Utama, Tbk (“Perseroan”) dengan surat Kesepakatan Penugasan No. 0078/FSR/Spn/FS/0202/2023, tanggal 02 Februari 2023, yang telah disetujui oleh Manajemen Perseroan tanggal 02 Februari 2023, untuk melakukan Penilaian Sewa terhadap properti. Properti yang termasuk dalam penilaian sewa ini adalah unit ruang kantor lantai 6 dan lantai 7 ( yang masih dalam tahap pembangunan ), terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro No. 11 Rt. 008 Rw. 002, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Kami telah melakukan peninjauan dan inspeksi ke lokasi secara langsung. Dengan ini kami menyatakan bahwa dalam batas-batas kemampuan kami yang terbaik, kami telah melakukan penilaian atas aset tersebut di atas, melakukan investigasi, meliputi inspeksi, pengumpulan data, penelaahan, perhitungan dan analisis sesuai tujuan penilaian, maka bersama ini kami ingin menyampaikan laporan ini berupa laporan. tertulis dengan format terperinci sebagai hasil dari penilaian tersebut, yang secara garis besar dapat diuraikan dalam 4 (empat) bagian sebagai berikut : Pendahuluan Definisi dan Lingkup Penugasan Presentasi Data Analisis Data dan Kesimpulan Bahwa maksud dan tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengungkapkan pendapat atas Nilai Sewa Pasar Per-tahun dari properti tersebut yang akan digunakan untuk Kepentingan Sewa Menyewa. Sesuai dengan tujuannya, Dasar Nilai yang digunakan dalam laporan ini adalah Nilai Sewa Pasar (Market Rental Value). Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua
Page 3 OCR 0.947
pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati- hatian, dan tanpa paksaan Nilai Sewa Pasar adalah perkiraan jumlah uang yang dapat diperoleh dari penyewaan suatu aset pada tanggal penilaian, antara pemilik yang berniat menyewakan dan penyewa yang berminat penyewa sesuai persaratan sewa yang yang berlaku diantara kedua belah pihak layak dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dan tiap-tiap pihak mengetahui, bertindak hati-hati,dan tanpa paksaan. Berdasarkan faktor-faktor yang relevan dalam menentukan nilai, dan mengacu kepada kondisi dan syarat-syarat pembatas yang terlampir dalam buku laporan ini, kami berpendapat bahwa Nilai Sewa Pasar dari properti yang termasuk dalam penilaian ini, yang penilaiannya dilakukan per tanggal 31 Desember 2023, adalah sebesar: Rp. 1.398.000.000,- per Tahun (Satu miliar tiga ratus sembilan puluh delapan juta Rupiah per tahun) Kesimpulan hasil penilaian di atas, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari keseluruhan isi laporan penilaian ini. Laporan penilaian ini disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian dan peraturan-peraturan yang secara umum berlaku pada tanggal penilaian, sehingga apabila terjadi perubahan yang signifikan setelah tanggal penilaian, maka hasil penilaian akan mengalami perubahan. Selain data dan keterangan-keterangan yang diperoleh dari pemberi tugas, kami juga menggunakan data dan keterangan-keterangan yang diperoleh dari pihak lain sebagaimana tersebut dalam laporan penilaian. Dalam Penilaian ini kami anggap data- data dan keterangan-keterangan tersebut adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Penilaian ini berlaku terbatas pada tanggal penilaian yang tertera di dalam laporan ini. Penilai tidak bertanggung jawab atas perubahan nilai yang disebabkan oleh perubahan-perubahan yang terjadi setelah tanggal penilaian. Disini ditegaskan bahwa dalam melakukan penilaian, Penilai adalah pihak yang independen dan tidak mempunyai kepentingan dengan Perseroan. Penilai tidak akan menarik keuntungan, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang dari properti yang dinilai atau dari nilai yang dilaporkan. Hormat kami, KJPP Felix Sutandar dan Rekan ( , NA Felix Sutandar dan Rekan Xx Sutandar Ms Pemimpin Rekan Penilai Properti & Bisnis Ijin Penilai : PB-1.08.00022 Mappi No. : 81-S-00017 STTD OJK No STTD. PPB-31/PJ-1/PM.02/2023 No Register : RMK-2017.00022 Svy. FR OD : 0078/FSR/Spn/FS/0202/2023 No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/VI/2024 Halaman ii
Page 4 OCR 0.878
DAFTAR ISI Hal PENDAHULUAN - Surat Pengantar i - Daftar Isi di - Pernyataan Penilai V - Ringkasan Penilaian (Executive Summary) vi 1. DEFINISI DAN LINGKUP PENUGASAN del, Identifikasi Status Penilai 1.2, Identifikasi Pemberi Tugas Ig3: Identifikasi Pengguna Laporan 1.4. Objek Penilaian 1.5, Hak Kepemilikan 1.6. Jenis Mata Uang Yang Digunakan 1. Z. Maksud dan Tujuan Penilaian 1.8. Dasar Nilai 1.9. Tanggal Inspeksi dan Tanggal Penilaian 1.10. Tingkat Kedalaman Investigasi 1.11. Sifat dan Sumber Informasi 1.12. Asumsi Umum dan Khusus 1.13. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 1.14. Pedoman dan Standar Penilaian 1.15. Pemilihan Pendekatan Penilaian 1.16. Metode Penilaian 1.17. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) 2. PRESENTASI DATA 21. Tinjauan Propserti sebagai Objek Penilaian 2.2. Analisis Lingkungan 2.3: Deskripsi Tapak 2.3.1. Karakteristik Fisik 2.3.2. Situasi dan Tata Letak, Luas Tanah dan Bentuk 2.3.3. Kondisi Tanah 2.3.4. Fasilitas 2.3.5. Karakteristik Legal 2.36 Peruntukan Wilayah (Zoning) 2.3.7. Pengembangan Yang Menguntungkan Maupun Merugikan 24. Deskripsi Bangunan dan Pengembangan Lainnya 2.4.1. Bangunan 2.4.2. Izin Mendirikan Bangunan wOWWNN NO DAA OM WYUYMABRBUNNN NN PA Rb hh No. 00701/2 .0072-00/PI/05/0022/1/VI/2024 Halaman iii
Page 5 OCR 0.821
| mM Mon MN... 0 0 0.000. 00 KM Oa 2.4.3. Pajak Bumi dan Bangunan 2.5. Tinjauan Pasar (Komentar Pasar Properti) 2.6. Makro Ekonomi 3. ANALISIS DATA DAN KESIMPULAN G Felix Sutandar dan Rekan Certitiod Business & Assets Appraisers 15 3-1, Analisis Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use - 15 HBU) 3.2. Implementasi Penggunaan Pendekatan Penilaian 3.2.1. Penilaian 3.3. Kesimpulan 4. KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS 5. LAMPIRAN No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/VI/2024 15 16 18 19 Halaman iv
Page 6 OCR 0.931
Felix Sutandar dan Rekan titiea Business & Assets Appraisers PERNYATAAN PENILAI Sebatas kemampuan dan keyakinan yang kami miliki, kami sebagai penilai properti menyatakan bahwa, 1. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penilaian pada Tanggal Penilaian (cut off date). 2. Analisis telah dilakukan untuk tujuan penilaian yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian Properti. 3. Penugasan Penilaian Profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Telah dilakukan inspeksi terhadap objek penilaian. 5. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan nilai. 6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan. Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas. 8. Seluruh data dan informasi yang diungkapkan dalam laporan dapat dipertanggungjawabkan. 9. Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil penilaian. 10. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap properti yang dinilai. 11.Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan KEPI dan SPI (Edisi VII 2018), serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. POJK 28 /POJK.04/2021 dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 33/SEOJK.04/2021. 12.Penilai telah melaksanakan ruang lingkup penugasan-penugasan sebagai berikut: - Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian, dan tanggal penilaian): — Pengumpulan data dan wawancara, - Analisa data, - Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian: - Penulisan laporan: Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan penilaian. Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk mewujudkan laporan penilaian ini: Felix Sutandar.MSc 3 Penilai Berijin d CN 3 MAPPI No. 81-S-00017 No Register : RMK-2017.00022 Andi Wahyudi Si Reviewer Nae MAPPI No. 96-T-00912 No. Register: RMK-2018.02168 Faisal Ramlan 3 Penilai MAPPI No. 10-P-02458 No. Reg : RMK-2018.02283 No. 00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/VI1/2024 Halaman v
Page 7 OCR 0.948
RINGKASAN PENILAIAN (EXECUTIVE SUMMARY) Objek Penilaian Unit ruang kantor lantai 6 dan lantai 7. Lokasi Jalan Teuku Cik Ditiro No. 11 Rt. 008 Rw. 002, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Titik Koordinat -6.194857, 106.836749 Luas unit ruang kantor yang disewakan Lantai 6 : & 340 m? Lantai 7 : & 340 m? Jumlah : & 680 m? Tujuan Penilaian Nilai Sewa Pasar (Market Rental Value) Zonasi Zona Perdagangan dan Jasa Hak Kepemilikan Hak Guna Bangunan (HGB) No. 01579 Jenis Penilaian Penilaian Sewa Jenis Laporan Laporan Tertulis dengan format terinci Tanggal Penilaian Per 31 Desember 2023 Tanggal Inspeksi 22 Januari 2024 Tanggal Laporan 11 Juni 2024 Asumsi Khusus (bila ada) Properti sedang dibangun, namun dinyatakan telah selesai pada tanggal penilaian ( SPI 103 ). Deskripsi Properti Properti yang termasuk dalam penilaian ini adalah Unit ruang kantor (yang saat penilaian masih dalam proses pembangunan ). Pendekatan Penilaian Pendekatan Pasar Kesimpulan Nilai Nilai Sewa Pasar Rp. 1.398.000.000 ,- per Tahun (Satu miliar tiga ratus sembilan puluh delapan juta Rupiah per tahun) Ringkasan penilaian ini hanya digunakan bersama dengan laporan penilaian dengan seluruh asumsi-asumsi, batasan, dan dasar penilaian yang dinyatakan dalam laporan ini dan tidak dapat digunakan secara terpisah. No, 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/V1/2024 Halaman vi
Page 8 OCR 0.935
aa aa 1 DEFINISI DAN LINGKUP PENUGASAN 1.1. Identifikasi Status Penilai Penilaian ini dilakukan oleh Tim Penilai independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Felix Sutandar dan Rekan. Buku laporan penilaian ini di tanda tangani oleh , - Felix Sutandar.MSc, MAPPI No. 81-S-00017 sebagai penilai berizin, - Andi Wahyudi (MAPPI No. 96-T-00912) sebagai reviewer dan - Faisal Ramlan (MAPPI No. 10-P-02458) sebagai penilai. Penilai menjunjung tinggi integritas dan penilaian ini dilaksanakan secara objektif serta tidak memihak. Penilai tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan subjek dan atau objek penilaian. Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan properti yang dinilai. Penilai juga memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian, serta menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh. 1.2. Identifikasi Pemberi Tugas PT. Diagnos Laboratorium Utama, Tbk Alamat 2 Gedung Graha Anam Lantai 2, Jalan Teuku Cik Ditiro No.11 A-C, Gondangdia, Jakarta Pusat. No. Telepon 1 021-1500358 Website 1: www.diagnos.co.id Email $ info@diagnos.co.id 1.3, Identifikasi Pengguna Laporan PT. Diagnos Laboratorium Utama, Tbk Alamat 1 Gedung Graha Anam Lantai 2, Jalan Teuku Cik Ditiro No.11 A-C, Gondangdia, Jakarta Pusat. No. Telepon i 021-1500358 Website 1 www.diagnos.co.id Email 1 info@diagnos.co.id 1.4. Objek Penilaian Objek penilaian adalah aset yang dapat digolongkan sebagai Real Properti. Properti yang termasuk dalam penilaian ini adalah unit ruang kantor lantai 6 dan lantai 7, yang pada saat penilaian masih dalam tahap pembangunan, terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro No. 11 Rt. 008 Rw. 002, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. 1.5. Hak Kepemilikan Bentuk kepemilikan dari objek penilaian ini dapat dikategorikan sebagai kepemilikan tunggal dengan bentuk kepemilikan berupa 1 (satu) buah sertifikat tanah Hak Guna Bangunan (HGB) No. 01579, dan properti ini dapat digolongkan sebagai aset operasional. 1.6. Jenis Mata Uang Yang Digunakan Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah. No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/VI/2024 Halaman 1
Page 9 OCR 0.942
| XM... aa aa 0 aa aa Felix Sutandar dan Rekan ertitied Business & Assets Appraisers 1.7. Maksud dan Tujuan Pen n Sesuai dengan surat Kesepakatan Penugasan yang telah disetujui, bahwa maksud dan tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengungkapkan pendapat atas Nilai Sewa Pasar dari properti tersebut yang akan digunakan untuk Kepentingan Transaksi Sewa Menyewa, dan oleh karenanya tidak dapat digunakan keperluan Penjaminan Hutang, Transaksi Jual Beli, Lelang dan untuk keperluan lainnya. 1.8. Dasar Nilai Dalam penilaian ini digunakan dasar penilaian “Nilai Sewa Pasar”. Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati- hatian, dan tanpa paksaan Nilai Sewa Pasar adalah perkiraan jumlah uang yang dapat diperoleh dari penyewaan suatu aset pada tanggal penilaian, antara pemilik yang berniat menyewakan dan penyewa yang berminat penyewa sesuai persaratan sewa yang yang berlaku diantara kedua belah pihak layak dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dan tiap-tiap pihak mengetahui, bertindak hati-hati,dan tanpa paksaan. 1.9. Tanggal Inspeksi dan Tanggal Penilaian Inspeksi atas properti tersebut dilakukan pada tanggal 22 Januari 2024. Tanggal penilaian (Cut Off Date) dari penilaian ini adalah per tanggal 31 Desember 2023. Pendapat mengenai kondisi dan penggunaan berdasarkan hasil inspeksi pada periode tersebut. Penilaian ini berlaku terbatas pada tanggal tersebut. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan nilai yang disebabkan perubahan pasar dan properti itu sendiri. 1.10. Tingkat Kedalaman Investigasi 1. Investigasi dilaksanakan tanpa ada pembatasan atas data, informasi dan akses untuk inspeksi terhadap objek penilaian. 2. Bila ada sesuatu yang membatasi pekerjaan Penilaian ini, maka hal tersebut akan dicatatkan sebagai bagian yang mengikat atas hasil penilaian yang dilaporkan. 3. Bila ada aset-aset tertentu yang memiliki keterbatasan dalam pemeriksaan secara fisik seperti jumlah aset yang sama dan relatif banyak: dan aset yang tidak dapat terlihat karena berada dibawah permukaan tanah, maka inspeksi dilakukan secara sampling, sesuai dengan kebutuhan Penilai dan didasarkan kepada data yang diberikan oleh Pemberi Tugas. 4. Pada saat inspeksi dilakukan, kami diijinkan untuk mengambil foto/gambar bagian dalam properti dan lingkungan properti. 1.11. Sifat dan Sumber Informasi Informasi relevan yang dapat digunakan dalam proses penilaian adalah sebagai berikut: No. 00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/V1/2024 Halaman 2
Page 10 OCR 0.950
Bank Indonesia . . Lembaga resmi pemerintah atau swasta yang mempublikasi data informasi terkait properti atau aset lainnya Badan Pusat Statistik Media cetak dan elektronik resmi Agent Properti Spesifikasi Teknis Bangunan yang akan digunakan untuk properti tersebut yang kami terima dari pemberi tugas Schedule pembangunan yang ditandatangani oleh kotraktor dari pemberi tugas. Nb DUR b) 1.12. Asumsi Umum dan Khusus Asumsi Umum 1, Hak kepemilikan dan penguasaan atas objek Penilaian diasumsikan dilengkapi dengan dokumen yang sah dan benar, serta sesuai dengan aslinya dan belum pernah diperbarui atau dipindah tangankan. 2. Objek yang ditunjukkan oleh Pemberi Tugas dan/atau yang mewakili kami asumsikan benar merupakan objek penilaian, dan bukan merupakan tanggung jawab kami sebagai penilai jika aset yang ditunjukan kepada kami berbeda atau bukan aset yang dimaksud dalam lingkup penugasan atau salinan dokumen yang kami terima. 3. Objek Penilaian diasumsikan bebas dari sengketa dan/atau potensi pencemaran atau hal-hal yang berhubungan dengan dampak lingkungan. 4. Dalam hal Pemberi Tugas tidak memberikan data dan informasi yang benar atas objek penilaian termasuk penunjukan lokasi yang salah (termasuk oleh personel yang ditugaskan/yang mewakili dari Pemberi Tugas), maka Penilai dibebaskan dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut. (KEPI 5.8 butir b.2). 5. Bila ada bagian dari objek penilaian yang tidak terlihat sehingga perlu menggunakan data dari Pemberi Tugas, maka penggunaan data dimaksud menjadi asumsi khusus dalam penilaian dimana kebenaran atas informasi dan data yang digunakan dianggap wajar dan benar Asumsi Khusus Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal penilaian (lihat SPI 103 - Lingkup Penugasan). Asumsi khusus yang signifikan dalam penilaian ini adalah kondisi suatu properti yang sedang/akan dibangun dinyatakan telah selesai pada tanggal penilaian: namun pada kenyatannya properti secara fisik baru akan diterima pada tanggal penyelesaian yang telah ditentukan. Pernyataan asumsi khusus dalam Pelaporan Penilaian setidak-tidaknya mencantumkan hal-hal sebagai berikut : 1. Properti sebagai objek penilaian dimaksud terikat kepada persyaratan teknis sebagaimana yang telah diuraikan dalam Laporan Penilaian (sebagai mana yang dilaporkan) dan adalah benar dan terikat kepada tanggung jawab pengembang dalam penyelesaiannya, 2. Seluruh hak, legalitas dan perizinan yang terikat dengan hasil penilaian adalah benar dan tersedia pada tanggal penilaian, 3. Seluruh kondisi, persyaratan dan fasilitas yang diinformasikan dalam Laporan Penilaian pada tanggal penilaian adalah benar dan terikat kepada tanggung jawab pengembang dalam penyelesaiannya, No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/V1/2024 Halaman 3
Page 11 OCR 0.961
4. Apabila asumsi khusus pada SPI 103 sebagai mana yang dimaksud pada nomor 1 s.d 3 di atas tidak dapat terpenuhi, maka opini nilai yang disampaikan Penilai tidak dapat digunakan. 1.13. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi Laporan yang diterbitkan merupakan laporan untuk kepentingan sebagaimana yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan ini, bukan untuk dipublikasikan secara umum. Setiap adanya publikasi atas dokumen dan/atau Laporan Penilaian yang diterbitkan harus mendapatkan persetujuan dari Penilai sebagaimana dimaksud dalam Lingkup Penugasan. 1.14. Pedoman dan Standar Penilaian Penilaian ini berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018, serta Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Namun untuk penilaian sewa belum diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK). 1.15. Pemilihan Pendekatan Penilaian Dalam penilaian properti, pada umumnya terdapat 3 (tiga) pendekatan penilaian, yaitu Pendekatan Pasar, Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Biaya. Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan aset yang dinilai dengan aset yang sebanding dan sejenis, dimana informasi harga transaksi atau penawaran tersedia. Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian yang memberikan indikasi Nilai dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat ini. Pendekatan Biaya adalah Pendekatan Penilaian untuk mendapatkan Indikasi Nilai objek Penilaian berdasarkan biaya reproduksi baru atau biaya pengganti baru, pada tanggal Penilaian setelah dikurangi dengan penyusutan. Dalam prakteknya, tidak semua pendekatan penilaian di atas dapat digunakan untuk menilai setiap jenis properti. Pemilihan dan kepercayaan atas pendekatan yang digunakan dalam suatu penilaian ditentukan berdasarkan jenis, karakteristik dan data properti yang tersedia. Pemilihan Pendekatan Penilaian yang digunakan dalam penilaian ini berdasarkan beberapa pertimbangan terhadap kondisi properti adalah sebagai berikut: - Properti berupa unit ruang kantor. - Tujuan penilaian untuk mengungkapkan pendapat atas Nilai Sewa Pasar - Data pembanding sewa yang sejenis dan sebanding dengan properti yang dinilai tersedia di sekitar lokasi. Dengan pertimbangan hal tersebut di atas dan pendekatan yang umum digunakan dalam penilaian sewa, maka dalam penilaian ini telah digunakan 1 (satu) pendekatan penilaian, yaitu Pendekatan Pasar. Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Biaya tidak diaplikasikan dalam penilaian, karena kedua pendekatan tersebut tidak umum digunakan dalam penilaian sewa. No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/V1/2024 Halaman 4
Page 12 OCR 0.950
Felix Sutandar dan Rekan Cartitiss Businaas & Assets Appraisers 1.16. ode Penilaia Pendekatan Pasar Dalam penilaian ini telah digunakan Pendekatan Pasar dengan metode Perbandingan Data Pasar, yaitu menggunakan informasi dari transaksi atau penawaran yang melibatkan aset yang hampir sama atau sejenis dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai sewa. Langkah dalam metode Perbandingan Data Pasar, adalah : 1. Mengidentifikasi unit perbandingan yang digunakan oleh pelaku pasar pada pasar yang relevan. 2. Mengidentifikasi data transaksi atau penawaran pembanding yang relevan dan menghitung tolok ukur utama penilaian pada data tersebut. 3. Melaksanakan analisis perbandingan yang konsisten terhadap persamaan dan perbedaan kualitatif dan kuantitatif antara aset pembanding dengan aset yang dinilai. 4. Membuat penyesuaian yang diperlukan (jika ada) terhadap tolok ukur utama penilaian untuk merefleksikan perbedaan antara aset yang dinilai dengan aset pembanding. 5. Menerapkan tolok ukur utama penilaian yang disesuaikan terhadap aset yang dinilai, dan 6. Apabila digunakan beberapa tolok ukur utama penilaian, maka dapat dilakukan rekonsiliasi terhadap indikasi nilai. Dengan pendekatan ini, nilai Sewa Pasar diperoleh dengan metode Perbandingan Data Pasar, dengan cara membandingkan beberapa transaksi jual beli/penawaran sewa dari properti sejenis di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan perbedaan-perbedaan antara properti yang dinilai dengan data Penawaran Sewa properti yang sebenarnya, serta catatan-catatan harga sewa properti yang dapat dipakai sebagai dasar perbandingan. Perbandingan tersebut menyangkut faktor-faktor lokasi, luas dan fasilitas yang tersedia, sarana pelengkap yang ada, zoning, sarana angkutan umum, jenis sertifikat serta kegunaannya berdasarkan unsur waktu. 1.17. Kejadian Penting Setelah Tan Pe n (Si eguent Event Sepengetahuan kami, setelah tanggal penilaian sampai dengan diterbitkannya buku laporan dalam penilaian ini: properti masih dalam progress penyelesaian. No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/VI/2024 Halaman 5
Page 13 OCR 0.958
lix Sutandar dan Rekan 2 PRESENTASI DATA bjek Penilaian Properti yang termasuk dalam penilaian ini adalah unit ruang kantor, terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro No. 11 Rt. 008 Rw. 002, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Luas unit ruang kantor yang termasuk dalam penilaian ini adalah seluas kurang lebih 969,4 meter persegi yang terletak di lantai & dan 7. Gedung kantor ini berdiri diatas tanah seluas 605 meter persegi. Dilengkapi dengan sebuah Sertipikat tanah Hak Guna Bangunan (HGB) No. 01579. Gedung kantor ini sampai dengan tanggal penilaian progress pembangunan sekitar 81,70Yo berdasarkan laporan progress dari pihak kontraktor dan pembangunan gedung kantor tersebut masih berjalan. Uraian lebih detail mengenai properti tersebut akan dijelaskan pada bagian selanjutnya dalam laporan penilaian ini. 2.2. Analisis Lingkungan Properti tersebut terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro No. 11 Rt. 008 Rw. 002, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Properti ini berada di sebelah timur dari Jalan Teuku Cik Ditiro, atau berada kurang lebih 190 meter di sebelah utara dari Jalan Sutan Syahrir. seperti terlihat pada peta lokasi dalam laporan ini. Pada umumnya, penduduk yang tinggal di daerah ini dan lingkungan sekitarnya adalah golongan yang berpendapatan menengah ke atas. 2.3. Deskripsi Tapak 2.3.1. Karakteristik Fisik Unit ruang kantor yang termasuk dalam penilaian ini masih dalam proses pembangunan yang belum bisa dimanfaatkan. 2.3.2. Situasi dan Tata Letak Tanah, Luas Tanah dan Bentuk Situasi lingkungan di sekitar lokasi pada umumnya adalah bangunan hotel, kantor dan rumah sakit. Beberapa bangunan penting yang berada di sekitar lokasi, seperti: Hotel Marcopolo Jakarta, Hotel Novotel Jakarta Cikini, RSU Bunda Jakarta, Nasdem Tower, Stasiun Cikini dan Polsek Metro Menteng. Akses menuju lokasi: Dari Bundaran HI ke arah Jalan Sutan Syahrir sejauh kurang lebih 1,5 kilometer lalu belok kiri ke Jalan Teuku Cik Ditiro sejauh kurang lebih 200 meter, properti berada di sebelah kanan jalan. Luas unit ruang kantor yang termasuk dalam penilaian ini adalah kurang lebih 696,4 meter persegi, dilengkapi dengan sebuah sertifikat tanah Hak Guna Bangunan (HGB) No. 01579, terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro No. 11 Rt. 008 Rw. 002, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/VI/2024 Halaman 6
Page 14 OCR 0.948
Tanah tersebut mempunyai bentuk beraturan, seperti terlihat pada gambar tanah dalam laporan ini. 2.3.3. Kondisi Tanah Permukaan tanah ini relatif rata dan tinggi permukaannya lebih tinggi dari permukaan jalan di depannya. Batas-batas tanah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : " Sebelah utara : Tanah Kosong » Sebelah timur : Tanah dan Bangunan Sebelah selatan : Tanah dan Bangunan » Sebelah barat : Jalan Teuku Cik Ditiro Titik Koordinat -6.194857, 106.836749 2.3.4. Fasilitas Jalan Teuku Cik Ditiro yang berada di depan lokasi merupakan jalan aspal dengan lebar kurang lebih 12 meter, dalam kondisi perawatan baik, dilengkapi dengan saluran pembuangan air kotor dan penerangan lampu jalan. “Pasar Senen” sebagai tempat perbelanjaan kebutuhan sehari-hari terletak di Jalan Pasar Senen berada kurang lebih 2 kilometer dari lokasi. Sekolah negeri dan swasta juga terdapat tidak jauh dari lokasi ini. Rumah Sakit Umum “Bunda Jakarta" terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro berada kurang lebih 140 meter di sebelah barat lokasi. Jaringan listrik dari PLN, saluran telepon dari PT. Telkom dan air bersih tersedia di sekitar lokasi. Sarana angkutan umum seperti angkutan kota dan taksi tersedia di sepanjang Jalan Teuku Cik Ditiro yang berada di depan:lokasi. 2.3.5, Karakteristik Legal (Hak Kepemilikan) Sertifikat tanah Hak Guna Bangunan (HGB) No.1579 tersebut tercatat atas nama PT. Diagnos Laboratorium Utama, Tbk, dikeluarkan pada tanggal 17 Januari 2006 dan berakhir pada tanggal 29 September 2041, dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta Pusat, dilengkapi dengan Surat Ukur No. 37/2005, tanggal 16 September 2005, dengan luas tanah adalah 602 meter persegi. Sertipikat tanah ini sebelumnya adalah sertipikat tanah Hak Milik (HM) No.748 dan berubah menjadi sertipikat tanah Hak Guna Bangunan (HGB) No.1579 pada tanggal 29 September 2021. Tanah tersebut mempunyai bentuk beraturan, seperti terlihat pada gambar tanah dalam laporan ini. No. 00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/V1/2024 Halaman 7
Page 15 OCR 0.898
2.3.6. Peruntukan Wilayah (Zoning) Sesuai informasi dari Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 31 Tahun 2022 Tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, zoning tanah tersebut adalah, Koefisien Dasar Bangunan (KDB) : 55Y6 Koefisien Lantai Bangunan (KLB) : 3.87 Ketinggian Bangunan 2 Peruntukan : Perdagangan dan Jasa 2.3.7. Pengembangan Yang Menguntungkan Maupun Merugikan Dalam melakukan analisa terhadap pengembangan maupun merugikan dari tanah yang dinilai, penilai menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), sebagai berikut: Kekuatan (Strength) 1 Properti terletak di zona Perdagangan dan Jasa Kelemahan (Weakness) : Jalan di depan properti merupakan jalan satu arah Peluang (Opportunity) 1 Disekitar properti masih terdapat beberapa lahan kosong yang belum dimaksimalkan untuk pembangunan Ancaman (Threat) 2-9 2.4. Deskripsi Bangunan dan Pengembangan Lainya Di atas tanah tersebut telah berdiri bangunan kantor yang saat ini masih dalam pembangunan dan yang akan disewakan unit ruang kantor tersebut di lantai 6 dan 7, dengan luas bangunan keseluruhan yang disewakan kurang lebih 886 meter persegi. 2.4.1. Bangunan Bahan-bahan bangunan yang sedang dan akan digunakan pada bangunan tersebut berdasarkan informasi dari pemberi tugas adalah sebagai berikut : Rangka bangunan : Konstruksi Beton Bertulang Jumlah Lantai : 8 (delapan) Lantai Dinding : Pasangan bata hebel diplester dan dicat Lantai 1 Pasangan granit dan keramik Pintu : Kaca rangka alumunium Jendela : Kaca mati pada rangka alumunium Langit-langit : Gypsum dicat Atap 1 Dak Beton Luas Bangunan yang dinilai (di k Lantai 6 : &t& 340m? le yaan) - Lantai7 : & 340 m2 Jumlah 1 & 680m? No. 00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/VI/2024 3 Halaman 8
Page 16 OCR 0.953
Kondisi Bangunan : Gedung kantor ini sampai dengan tanggal penilaian progress pembangunan sekitar 81,70Yo berdasarkan laporan progress dari pihak kontraktor dan pembangunan gedung kantor tersebut masih berjalan Tahun dibangun : Dimulai pada akhir tahun 2022: Fasiltas : Bangunan tersebut akan dilengkapi dengan daya listrik dari PLN, genset Cummins, 2 (dua) lift penumpang OTIS, air bersih, saluran telepon dari TELKOM dan air-conditioner (AC) split merk Samsung. 2.4.2. Izin Mendirikan Bangunan Dalam penilaian ini kami menerima foto copy Surat Izin Mendirikan Bangunan untuk properti ini dengan nomor 127/C.37EC/31.71.06.1004.05.001.K.1.b.9/1/- 1.785.51/e.r/2022 yang diberikan kepada PT. Diagnos Laboratorium Utama, dikeluarkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 2.4.3. Pajak Bumi dan Bangunan Dalam penilaian ini kami tidak menerima foto copy Surat pemberitahuan Pajak Daerah terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 2.5. Tinjauan Pasar (Komentar Pasar Properti) Kondisi Pasar Properti di sekitar lokasi pada umumnya cukup stabil, pada saat inspeksi dilakukan terdapat beberapa properti yang ditawarkan, dan permintaan atas properti di sekitar lokasi dapat dikategorikan wajar. Dalam penilaian ini telah dilakukan analisa pasar untuk menentukan nilai sewa dengan membandingkan properti yang dinilai dengan data pembanding yang ada. Perbandingan tersebut termasuk lokasi, luas dan kondisi properti. 2.6. Makro Ekonomi Saat ini kondisi ekonomi global masih terus dibayangi oleh tekanan geopolitik. Ketegangan antara Iran dan Israel memunculkan kewaspadaan terjadinya perang terbuka meski keduanya berkomitmen untuk melakukan operasi militer terbatas. Situasi ini memberikan risiko bagi perekonomian dunia karena berdampak terhadap pergerakan harga minyak. Di sisi lain, kondisi ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh baik tetapi inflasi belum menurun secara siginifikan pada level yang diharapkan. Kondisi ini membuat The Fed, Bank Sentral Amerika Serikat, menunda penurunan suku bunga. Maka, kebijakan higher for longer dari The Fed masih akan terus berlangsung. Salah satu hal yang perlu diwaspadai akibat kebijakan ini adalah kecenderungan arus modal keluar atau capital outflow. Keseluruhan dinamika tersebut di atas membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan. IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di angka 3,2. Sementara OECD dan Bank Dunia memproyeksi di angka yang lebih rendah yaitu 2,9 dan 2,4. Untuk inflasi, proyeksi inflasi dunia rata-rata ada di angka 5,9 dan ini turun dari angka 6,8 di tahun sebelumnya. Begitu juga untuk inflasi negara-negara maju No. 00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/V1/2024 Halaman 9
Page 17 OCR 0.957
yang sudah menurun di level 2,6. Sementara untuk negara berkembang, proyeksi inflasi tahun ini ada di level 8,3. Situasi global yang cenderung melemah ditambah dengan tekanan dari geopolitik, harga komoditas, inflasi, dan suku bunga mempengaruhi kinerja ekonomi dunia, terutama dari sisi manufaktur. Mayoritas negara dunia PMI Manufakturnya masih kontraktif sekitar 52,2Y6 sementara hanya 47,8 persen yang ekspansif di mana Indonesia masuk di dalamnya. Selain aktivitas manufaktur yang masih baik, indeks kepercayaan konsumen Indonesia juga masih meningkat di angka 127,7. Ini menunjukkan optimisme masyarakat tetap terjaga tinggi. Dengan kondisi kegiatan manufaktur yang masih positif dan konsumsi yang baik, ekonomi Indonesia kembali tumbuh menguat di triwulan I-2024 mencapai 5,11 persen. Konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi ini. Penerimaan Negara Mengalami Sedikit Pelambatan Peneriman Negara hingga 30 April 2024, sudah mencapai 33,0 persen dari target APBN atau sebesar Rp924,9 triliun. Terjadi penurunan dibanding tahun lalu sebesar 7,6 persen. Lebih lanjut, Penerimaan Negara terbagi ke dalam Penerimaan Pajak, Kepabeanan dan Cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penerimaan Pajak mengalami sedikit pelambatan dengan capaian 31,38 persen dari target APBN 2024 atau sebesar Rp624,19 triliun. PPh Nonmigas terealisasi Rp377,0 triliun (35,45 persen dari target), PPN & PPnBM terealisasi Rp218,50 triliun (19,20 persen dari target), PPh Migas terealisasi Rp24,81 triliun (32,49 persen dari target), dan PBB & Pajak Lainnya terealisasi Rp3,87 triliun (10,27 persen dari target). “Jadi kalau kita lihat PPh nonmigas turun karena ada penurunan dari PPh tahunan, terutama untuk korporasi atau badan. Artinya perusahaan-perusahaan dengan harga komoditas, terjadi penurunan profitabilitas sehingga kewajiban mereka membayar pajak juga mengalami penurunan, terutama untuk sektor pertambangan komoditas. Untuk PPh migas ini penyebabnya adalah lifting yang selalu mengalami penurunan dari tahun ke tahun,” tutur Menkeu. Dari sisi Penerimaan Kepabeanan dan Cukai, telah terealisasi sebesar Rp95,7 triliun atau mencapai 29,8 persen dari target APBN. Terjadi pertumbuhan sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang didorong oleh Penerimaan Bea Keluar yang tumbuh signifikan. Hingga akhir April 2024, realisasi Bea Masuk sebesar Rp15,7 triliun (27,4 persen dari target), Bea Keluar sebesar Rp5,8 triliun (33,0 persen dari target), dan Cukai sebesar Rp74,2 triliun (30,2 persen dari target). “Bea Masuk mengalami penurunan tipis dari tahun lalu sebesar 0,5 persen. Penurunan dari tarif Bea masuk dari 1,47 menjadi 1,35 menjadi kontribusi penurunan. Untuk Bea Keluar produk sawit mengalami penurunan karena harga CPO kita di tahun 2024. Untuk Cukai turun 0,5 persen dibanding tahun sebelumnya ini dikarenakan produksi hasil tembakau yang tumbuh ada di golongan tarif yang rendah yaitu golongan 3," papar Menkeu. Penerimaan Negara Bukan Pajak tercapai sebesar Rp203,3 triliun dan ini tumbuh 41,3 persen dari target APBN 2024. Peningkatan kinerja BUMN Perbankan, Layanan K/L, dan satker BLU berkontribusi terhadap pertumbuhan ini. No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/VI/2024 Halaman 10
Page 18 OCR 0.954
Felix Sutandar dan Rekan “Kalau kita lihat dari levelnya sebetulnya lebih rendah dari tahun lalu yang sempat mencapai Rp217,9 triliun. Jadi, benchmarknya kita tahun lalu itu memang tinggi banget untuk PNBP, karena tadi harga dari sumber daya alam, migas maupun non migas,” jelas Menkeu. Prediksi Pertumbuhan Setiap tahun pemerintah menyusun Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) sebagai fondasi kuat bagi proses pembangunan secara berkelanjutan. Tahun ini pemerintah menyusun KEM PPKF untuk tahun 2025. Di depan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa desain kebijakan fiskal tahun 2025 diarahkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Meningkatnya tensi geopolitik diperkirakan akan terus memberikan tantangan pada perekonomian dunia. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global di 2025 akan stagnan di 3,2 persen dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi di 4,5 persen. Di tengah situasi penuh tantangan tersebut, dalam dokumen KEM PPKF 2025 ekonomi Indonesia diproyeksikan akan tumbuh dalam rentang 5,1-5,5 persen di 2025 dengan tingkat inflasi dalam rentang 1,5-3,5 persen. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diperkirakan berada di rentang Rp15.300 - Rp16.000, sedangkan yield SBN Tenor 10 Tahun diperkirakan berada pada kisaran 6,9-7,3 persen. “Ketidakpastian yang masih tinggi akan mewarnai pembahasan RAPBN 2025 antara Pemerintah dengan DPR yang akan dimulai di awal Juni 2024, untuk menghasilkan UU APBN 2025 di akhir September atau awal Oktober 2024," ujar Rahadian. Namun, ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan monitoring dan asesmen perkembangan perekonomian tahun ini dan proyeksi tahun depan, untuk menghasilkan gambaran situasi perekonomian nasional yang cukup akurat dalam penyusunan RAPBN 2025. Dengan demikian, diharapkan postur APBN 2025 yang dihasilkan akan realistis dan kebijakan fiskal dengan instrumen APBN 2025 akan mampu mengoptimalkan fungsi stabilisasi, alokasi dan distribusinya untuk menghadapi ketidakpastian dan mendukung transformasi ekonomi di tahun 2025, dengan tetap menjaga kesinambungan APBN. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, kebijakan fiskal tahun 2025 diarahkan untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurut Rahadian, upaya untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi harus disertai penguatan SDM yang berkualitas melalui pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. “Pertumbuhan ekonomi tinggi diupayakan melalui usaha-usaha untuk mengatasi berbagai binding constraints pembangunan di bidang sumber daya manusia, Infrastruktur, serta kualitas regulasi dan birokrasi,” tutur Rahadian. Untuk mendorong akselerasi pertumbuhan, Rahadian menyebut perlu ada penguatan SDM yang berkualitas melalui pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Di bidang pendidikan, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing dilaksanakan beberapa program unggulan. Program tersebut antara lain peningkatan gizi anak sekolah, penguatan mutu sekolah, perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan angka partisipasi kasar PAUD dan Perguruan Tinggi, penguatan kualitas tenaga pengajar, serta penguatan vokasional. No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/V1/2024 Halaman 11
Page 19 OCR 0.959
Sementara itu, di bidang kesehatan, Rahadian menjelaskan pemerintah berupaya mewujudkan kesehatan yang berkualitas dengan mendorong efektivitas program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga dapat meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan meningkatkan financial protection bagi masyarakat. Di sisi lain, anggaran kesehatan juga diarahkan untuk akselerasi penurunan stunting dan kasus penyakit menular, penguatan fasilitas kesehatan, serta penambahan bantuan gizi bagi balita dan ibu hamil. Di bidang perlindungan sosial, pemerintah berupaya untuk mempercepat kemiskinan dan pengurangan kesenjangan antardaerah dengan beberapa program unggulan. Pemerintah melakukan penguatan perlindungan sosial (perlinsos) pemberdayaan dan penguatan perlinsos sepanjang hayat untuk mempercepat graduasi pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pembiayaan untuk rumah layak huni dan terjangkau, mendorong petani makmur, nelayan sejahtera, termasuk mempercepat desa mandiri. Pembangunan infrastruktur juga terus dilanjutkan untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi-sosial melalui. penguatan infrastruktur konektivitas, energi, pangan, dan digital. Melalui infrastruktur yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, daya saing, efisiensi sistem logistik, dan mendorong mobilitas serta produktivitas. Hilirisasi dorong akselerasi “Upaya akselerasi pertumbuhan ekonomi juga akan ditempuh dengan melanjutkan program hilirisasi, dengan memperluas cakupan dan memperbaiki kekurangan- kekurangan yang selama ini muncul, termasuk terkait dengan menjaga kualitas lingkungan. Peningkatan investasi berorientasi ekspor perlu terus diupayakan di tengah situasi global yang penuh tantangan, termasuk melalui diversifikasi komoditas dan tujuan ekspor,” ungkap Rahadian. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan dukungan tenaga kerja yang berkualitas, infrastruktur konektivitas yang memadai, serta perbaikan birokrasi dan sistem regulasi untuk mendorong efisiensi dan daya saing investasi. Dengan upaya-upaya tersebut, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, namun juga bersifat inklusif dan berkelanjutan. Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengakui adanya perubahan dari sisi pertumbuhan sejak adanya program hilirisasi, terutama di sisi investasi manufaktur dan ekspor manufaktur. Dari sisi struktur ekspor, Faisal menyebut ada peningkatan ekspor manufaktur, khususnya dari produk turunan nikel, besi, dan baja. “Kalau lihat dari yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir sejak ada program hilirisasi memang ada efek ya. Tapi sekali lagi, kalau itu yang menjadi salah satu strateginya, maka harus ada evaluasi ya. Evaluasinya apa saja?” kata Faisal. Ia menilai jika program hilirisasi ingin diteruskan, maka pemerintah perlu memperluas program hilirisasi, tidak hanya di.nikel tetapi juga di komoditas lainnya, misalnya tembaga, aluminium, dan produk selain hasil tambang. “Kalau kita melihat, sektor-sektor kita ini banyak sebetulnya yang di luar tambang. Ada perkebunan, pertanian, perikanan. Itu yang. membutuhkan banyak pembangunan industri pengolahan, mengolah komoditasnya,” ungkap Faisal. Langkah berikutnya untuk memperkuat program hilirisasi adalah melakukan pendalaman atau intensifikasi. Saat ini hilirisasi nikel baru pada tahap awal smelter, No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/VI/2024 Halaman 12
Page 20 OCR 0.952
yaitu dengan mengolah bijih nikel menjadi nickel pig iron dan feronikel. Keduanya masih dalam pengolahan tahap awal. Pada kondisi seperti itu, Faisal menilai value added yang diciptakan masih minim walaupun ada peningkatan dibandingkan hanya mengekspor bijih nikel. “Industrialisasi atau reindustrialisasi bukan hanya melulu hilirisasi. Sudah ada juga pengembangan industri yang lain terutama industri hulu. Jadi kalau kita industri hilirnya ingin kuat, industri hulunya harus kuat,” tambah Faisal. Upaya percepatan reformasi struktural melalui strategi hilirisasi terutama sumber daya alam memang membuahkan hasil yang nyata. Hal ini tercermin pada peningkatan kinerja ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Nilai ekspor di tahun 2022 mencapai USD292 miliar, meningkat dari USD176 miliar pada 2014, dan merupakan rekor tertinggi dalam sejarah. Pada tahun 2022, surplus neraca perdagangan juga mencatatkan rekor tertinggi, USD54,5 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 yang defisit USD2,2 miliar. “Lonjakan tajam dari kinerja ekspor terutama disumbang dari produk hilirisasi, utamanya produk nikel dan CPO. Di tahun 2023, posisi neraca perdagangan memang sedikit menurun akibat pelemahan ekonomi dan turunnya harga komoditas, namun masih mencatatkan surplus cukup besar, USD36,9 miliar,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam pidatonya saat menyampaikan KEM PPKF Tahun 2025 di depan rapat paripurna DPR. Menteri Keuangan juga menyatakan hilirisasi berhasil menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa. Provinsi Sulawesi Tengah dan Maluku Utara bertumbuh secara signifikan ditopang hilirisasi nikel, di mana di tahun 2023, masing- masing tumbuh 6,4 persen dan 6,9 persen, jauh lebih tinggi di atas pertumbuhan nasional yang sebesar 5,05 persen. Dalam pemaparannya, Menteri Keuangan menegaskan untuk mewujudkan pertumbuhan yang tinggi dan inklusif, peningkatan kesejahteraan dan pemerataan antardaerah perlu ditopang APBN yang efisien, sehat, dan kredibel. Kebijakan optimalisasi pendapatan negara (collecting more) dilakukan dengan tetap menjaga iklim investasi dan bisnis serta kelestarian lingkungan. Kebijakan belanja negara diarahkan untuk penguatan spending better agar belanja lebih efisien dan efektif untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan. Sementara itu, defisit fiskal diperkirakan berada pada kisaran 2,45-2,82 persen PDB. “Kami optimistis, dengan kerja keras dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi serta komitmen untuk melakukan terobosan kebijakan, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkualitas,” kata Menteri Keuangan. Pembahasan RAPBN 2025 antara Pemerintah dengan DPR yang akan dimulai di awal Juni 2024, untuk menghasilkan UU APBN 2025 di akhir September atau awal Oktober 2024. Menteri Keuangan mengharapkan adanya dukungan, masukan, dan pandangan dari DPR dalam pembahasan pada Pembicaraan Pendahuluan dalam rangka Penyusunan RAPBN 2025. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dengan kuat menuju Indonesia Emas 2045. Sumber : Situs Media Keuangan | MK-4- https://mediakeuangan.k: .id 30 Mei 2024 Oleh: Dara Haspramudilla No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/VI/2024 Halaman 13
Page 21 OCR 0.834
Market Overview Ruang kantor Peraturan anggaran sewa kantor pada gedung perkantoran multitenancy di Indonesia dilihat dari jumlah karyawan yang dimiliki sebuah perusahaan. Hal tersebut dikarenakan harga sewa kantor dihitung berdasarkan per m2 per bulan. Dalam aturan yang berlaku, untuk setiap satu orang karyawan diperlukan sekitar 10m2. Perhitungan tersebut sudah termasuk ruang meeting, resepsionis, meja kerja, pantry sederhana, dan beberapa komponen lain. Harga sewa gedung terdiri dari dua komponen, yaitu: # Harga sewa (Base Rent) # Biaya perawatan (Service Charge) Menurut hasil riset Colliers Guarterly Property Market Report 94 2022, berikut adalah rata-rata harga sewa ruang kantor di Jakarta Selatan, dan rata-rata harga biaya perawatan terutama pada kawasan bisnis terpadu atau CBD di Jakarta: No Area Harga Sewa/m2/bulan" Biaya Perawatan/m2/bulan 2 Gatot Subroto IDR 222,913 IDR 87,199 4 Thamrin IDR 207,925 IDR 87,199 “harga yang tercantum adalah harga rata-rata yang tercatat pada daerah CBD Jakarta termasuk gedung perkantoran dengan Grade Premium, A, B, dan C. Asking Base Rent ionaoane0 "3 nano — Na: onsenato — — Na oran 0 aa ae — 5 m— 7 nano — 00 0, y—— mma — oi U——— "mi . — onrmooo —— TE Dipppsanai Ipang Activate V Sumber: Coliers Indonesia Research Goto Setting Bila Anda tertarik untuk menyewa ruang kantor di Jakarta, atau ingin mengetahui bagaimana kami dapat membantu Anda menurunkan biaya sewa kantor, silahkan hubungi pakar kami melalui formulir analisis kebutuhan yang tersedia. Anda juga dapat melihat pilihan properti dengan men-klik featured property dibawah ini: Sumber :Collier No. 00701/2.0072-00/| P1/05/0022/1/VI/2024 Halaman 14
Page 22 OCR 0.941
Kind Business & Asset 3 ANALISIS DATA DAN KESIMPULAN 1. Analisis Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use - HBU Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use) didefinisikan sebagai penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari suatu properti: 1. Secara hukum diizinkan - Properti yang dinilai dilengkapi dengan sertifikat tanah Hak Pakai - Berdasarkan informasi dari Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 31 Tahun 2022 Tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, bahwa Zoning dari tanah tersebut: - Diperuntukan sebagai Zona Perdagangan dan Jasa - KDB (Koefisien Dasar Bangunan) - 5546 - KLB (Koefisien Lantai Bangunan) — 3,87 - Ketinggian bangunan - - 2. Secara fisik dimungkinkan - Objek yang dinilai berupa tanah dan berada di lingkungan komersial. - Jalan di depan objek yang dinilai merupakan jalan aspal dengan lebar kurang lebih 12 meter. - Luas tanah 602 meter persegi, bentuk tanah hampir beraturan, elevasi tanah relative rata dan permukaanya sama dengan permukaan jalan yang ada di depannya, sehingga cocok untuk bangunan komersial. - Bangunan direncanakan terdiri dari 8 (delapan) lantai dengan luas bangunan kurang lebih 3.953 m2. 3. Secara finansial menguntungkan - properti dapat disewakan sehingga dapat menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya. 4. Dan menghasilkan nilai tertinggi dari properti tersebut. - Dengan dukungan kondisi di atas dari aspek hukum, fisik properti dan pemanfaatan properti yang masih berjalan dengan baik, seperti diuraikan di atas dan situasi pasar properti komersil di sekitar lokasi, maka kondisi properti eksisting masih merupakan pengembangan maksimal untuk dapat memberikan manfaat dan pengembalian investasi bagi pemilik. Berdasarkan analisis dari faktor-faktor tersebut di atas, maka kami berpendapat bahwa Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use) dari property tersebut adalah untuk bangunan komersial atau perkantoran. :2. Implementasi P. unaan Pendekatan Penilaian Dalam penilaian sewa dari unit ruang kantor ini telah digunakan Pendekatan Pasar. Metode yang digunakan dalam Pendekatan Pasar ini adalah Metode Perbandingan Data Pasar, yaitu menggunakan informasi dari transaksi atau penawaran yang melibatkan aset yang sama atau sejenis dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai. No. 00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/VI/2024 Halaman 15 Felix Sutandar dan Rekan
Page 23 OCR 0.940
3.2.1. Penilaian Dalam penilaian sewa unit ruang kantor ini telah diperoleh data-data sebagai berikut: Bentuk Properti Lokasi Titik Koordinat Luas Tanggal Penawaran Sumber Data Harga Penawaran Sewa (Include Service Charge) Perkiraan Harga Transaksi Sewa Catatan Bentuk Properti Lokasi Titik Koordinat Luas Tanggal Penawaran Sumber Data Harga Penawaran Sewa (Include Service Charge) Perkiraan Harga Transaksi Sewa Catatan Data III Bentuk Properti Lokasi Titik Koordinat Luas Tanggal Penawaran Sumber Data Harga Penawaran Sewa Sewa Unit ruang kantor Gedung Naya Menteng, Jalan Cikini Raya, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (kurang lebih 340 m sebelah timur dari properti) -6.195946, 106.839695 t 880 m? Januari 2024 Ibu Firya (085210653828) Rp. 2.851.200.000,- per Tahun Rp. 2.566.080.000,- per Tahun - Lokasi data banding lebih bagus dari yang dinilai (-) - Luas lahan parkir yang dinilai lebih kecil dari data banding (-) Sewa Unit ruang kantor Gedung Anex, Jalan RP. Soeroso, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (390 m sebelah utara dari properti) -6.191347, 106.836337 t 200 m2 Januari 2024 Ibu Nurul (085891390055) Rp. 600.000.000,- per Tahun Rp. 540.000.000,- per Tahun - Lokasi data banding lebih bagus dari yang dinilai (-) - Luas unit kantor yang dinilai lebih besar dari data banding (-) - Luas lahan parkir yang dinilai lebih kecil dari data banding (-) Sewa Unit ruang kantor Jalan RP. Soeroso, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (kurang lebih 440 m sebelah utara dari properti) -6.190910, 106.836185 # 290 m2 Januari 2024 Bapak Suryana (081314456911) Rp. 960.000.000,- per Tahun No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/V1/2024 Halaman 16
Page 24 OCR 0.833
(Include Service Charge) Perkiraan Harga Transaksi : Sewa Catatan Rp. 864.000.000,- per Tahun dinilai (-) - Luas unit kantor yang dinilai lebih besar dari data banding (-) - Luas lahan parkir yang dinilai lebih kecil dari data banding (-) lix Sutandar dan Rekan Kied Business & Assets Appraisers i - Lokasi data banding lebih bagus dari yang Objek Yang Data 3 aa Data 1 Data 2 ai Waktu Penawaran 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan Penawaran 2.851.200.000 / Tahun 600.000.000 / Tahun 960.000.000 / Tahun Diskon Penawaran 1096 1090 106 Perkirgan 864.000.000 / Tahun Maa 2.566.080.000 / Tahun 540.000.000 / Tahun 1 Kondisi Fisik Data Pembanding Jumlah Unit 2 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit Tuas Unit Ruang pel Dae 680 880 200 290 Perkiraan Transaksi per Unit 2.916.000 / m2 / Tahun 2.700.000 / m2 / Tahun 2.979.310 / m2 / Tahun (Saat Ini ) Bobot Terhadap Objek A.Elemen Pembanding Transaksi Hak Atas Properti Surat Lainnya Surat Lainnya O8e| Surat Lainnya oo| Surat Lainnya Oo) Kondisi Penjualan Pasar Normal Pasar Normal Ote| Pasar Normal 0e| Pasar Normal Ooo) Kondisi Pasar Cukup Cukup 00 Cukup Ot Cukup Ogel Jumlah Penyusuai A Oto ot Oon Nilai Unit Ruang Kantor 2.916.000 2.700.000 2.979.310 B.Elemen Pembanding Properti Jalan Teuku Cik Gedung Naya, Gedung Anex, Jalan Jalan Rp. Soeroso, Ditiro No.11 Jalan Cikini Raya, RP. Soeroso, Kecamatan Rt.008 Rw.002, Kecamatan 5 Kecamatan 5 Menteng, Kota n Lokasi Gondangdia, Menteng, Kota 1596| — Menteng, Kota 1599| jakarta Pusat, DKI ASIN Menteng, Jakarta | Jakarta Pusat, DKI Jakarta Pusat, DKI Jakarta Pusat Jakarta Jakarta Tuas Unit Ruang Kantor (m3) 680 880 Oo . 200 -1094 290 “1096| : Pemindahan Lahan Lain-lain Pan “79 “70 -790) Jumlah Penyesuaian B -2210 -3200 -3201) Nilai Unit Ruang paten 2.274.480 1.836.000 2.025.931 Pembobotan 10096 36,459 31,780 31,7806 Nilai Unit Ri Kantor / maa 2.056.172 / m2 829.016 583.402 684.754 Dibulatkan 2.056.000 / m2 Nilai Sewa 2 (dua) Unit Ruang Kantor 1.398.080.000 Perhitungan dilakukan dengan pembulatan-pembulatan No. 00701/2.0072-00/PI/05/0022/1/VI/2024 Halaman 17
Page 25 OCR 0.949
Diskon Penawaran: Perkiraan transaksi pada umumnya didiskon 10Yo dari harga penawaran tergantung dari waktu penawaran, bila penawaran sudah berlangsung lebih lama maka diberikan diskon yang lebih besar. Dalam penilaian ini, diskon diberikan tinituk data 1, 2 dan 3 sebesar 10Yo. Pembobotan: Pembobotan dilakukan dengan melakukan perbandingan terhadap jumlah penyesuaian yang diabsolutkan. Dimana penyesuaian yang lebih besar/faktor penyesuaiannya lebih banyak diberikan pembobotan yang lebih kecil. Setelah dilakukan analisa dan melakukan perbandingan terhadap data-data tersebut di atas dan mempertimbangkan faktor Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest dan Best Use) dari properti yang dinilai tersebut, maka kami berpendapat bahwa Nilai Sewa Pasar dari properti tersebut adalah sebesar: Rp. 1.398.000.000,- per Tahun (Satu miliar tiga ratus sembilan puluh delapan juta ribu Rupiah per tahun). 3.3. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas, serta memperhatikan faktor-faktor lain yang relevan dalam menentukan nilai, dan mengacu kepada kondisi dan syarat-syarat pembatas yang terlampir dalam laporan ini, kami berpendapat bahwa Nilai Sewa Pasar dari properti yang termasuk dalam penilaian ini, yang penilaiannya dilakukan pada tanggal 31 Desember 2023, adalah sebesar: Rp. 1.398.000.000,- per Tahun (Satu miliar tiga ratus sembilan puluh delapan juta Rupiah pertahun) No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/V1/2024 Halaman 18
Page 26 OCR 0.956
4. KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan oleh Penilai Properti wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. Laporan penilaian properti bersifat non-disclaimer opinion, 2. Penilai properti telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian: 3. Data dan informasi yang diperoleh bersumber dari atau divalidasi oleh asosiasi profesi penilai: 4. Penilai properti bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran 5. Apabila properti yang dinilai adalah komersial properti dan juga mendapatkan proyeksi dari Perseroan. maka penilai akan menggunakan proyeksi tersebut yang telah direview oleh penilai. 6. Laporan penilaian properti yang dihasilkan bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia. yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan, 7. Penilai properti bertanggung jawab atas laporan penilaian properti dan kesimpulan nilai akhir: dan 8. Penilai properti telah melakukan penelaahan atas status hukum objek penilaian. 9. Penilaian ini berpedoman pada Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018, serta Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Namun untuk penilaian sewa belum diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK). 10.Laporan ini hanya dapat digunakan untuk tujuan sesuai dengan yang telah disebutkan sebelumnya. kami tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain. 11.Laporan penilaian ini sah jika telah ditandatangani oleh pemimpin rekan atau rekan KJPP Felix Sutandar dan Rekan serta dibubuhi stempel perusahaan (corporate seal). No. 00701/2.0072-00/P1/05/002/1/V1/2024 Halaman 19
Page 27 OCR 0.930
DAFTAR LAMPIRAN Foto-foto Peta Lokasi Gambar Tanah Gambar Unit ruang kantor Halaman 20 'No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/V1/2024
Page 28 OCR 0.807
No. 00701/2.0072-00/P1/05/0022/1/V1/2024 Halaman 21
Page 29 OCR 0.785
Centitied Business 8 Assets Appraisers 2. TAMPAK DEPAN PROPERTI
Page 30 OCR 0.806
Ag Men 3. TAMPAK DALAM BANGUNAN ( LANTAI BASEMENT ) 4. TAMPAK DALAM BANGUNAN ( LANTAI1)
Page 31 OCR 0.724
5. TAMPAK DALAM BANGUNAN ( LANTAI 2) 6. TAMPAK DALAM BANGUNAN ( LANTAI 3) PA — . .—
Page 32 OCR 0.898
SG Felix Su tandar dan Rekan 7. TAMPAK DALAM BANGUNAN ( LANTAI 4) 8. TAMPAK DALAM BANGUNAN ( LANTAI 5)
Page 33 OCR 0.889
& Felix Sutandar dan Rekan 9. TAMPAK DALAM BANGUNAN | LANTAI 6) 10. TAMPAK DALAM BANGUNAN (LANTAI7)
Page 34 OCR 0.918
11. TAMPAK DALAM BANGUNAN ( LANTAI 8) 12. TAMPAK DALAM BANGUNAN ( LANTAI 9 / ROOFTOP ) |
Page 35 OCR 0.672
PETA LOKASI F# Coto Makassar Senen Bumame Swab : Jakarta Pusat . Syamsul Daeng Ngawing & Lao Cideng 4 ” Giarpot Popo Savana @ | a | @cecmsaman sakarts Kedai Zainal Farlani untpengeola Pusat). 1967 Kebon Kagang Kesenian Jakarta. C i f Thamein cit” D o | @ tara indonesia LOKASI West Mali . Taman Menteng @risroseterad 8 Masjid Agung, Sunda Kelapa Tugu Proklamasi iz) Gramddia Matraman @ Fj “ Properti Jalan Teuku Cik Ditiro No.11 Rt. 008 Rw.002 Kelurahan Gondangdia Kecamatan Menteng Kotamadya jakarta Pusat DKI Jakarta
Page 36 OCR 0.721
GAMBAR TANAH | (2 S 2 | | 8 | d | 0 Ps pa | 3 Properti Jalan Teuku Cik Di | lurahan G — it Kelurahan Gondangdia Kecamatan Menteng “—bm- Kotamadya Jakarta Pusat UTARA Provinsi DKI Jakarta Scale 1 : 500 GD: Felix Sutandar dan Rekan Karata Apgteicert tiro No.11 Rt.008 Rw.002
Page 37 OCR 0.824
oania MID nanaL VPIPC U UTARA Scale 1 : 500 GAMBAR BANGUNAN Properti Jalan Teuku Cik Ditiro No.11 Rt.008 Rw.002 Kelurahan Gondangdia Kecamatan Menteng Kotamadya Jakarta Pusat Provinsi DKI Jakarta
Names mentioned 25 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Oleh KJPP Felix Sutandar dan Rekan
p.1 ×14
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar
p.1 ×4
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan RI
p.2
unresolved
org
NA Felix Sutandar dan Rekan
p.3
unresolved
person
Xx Sutandar Ms
· Pemimpin Rekan
p.3
unresolved
org
Pemimpin Rekan Penilai Properti
p.3
unresolved
org
ANALISIS DATA DAN KESIMPULAN G Felix Sutandar dan Rekan
p.5
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.6 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10
unresolved
org
Pusat Statistik Media
p.10
unresolved
org
Sutandar dan Rekan
p.13 ×2
unresolved
org
PT. Telkom
p.14
unresolved
org
Bank Sentral Amerika Serikat
p.16
unresolved
org
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
p.18 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.20 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan. Pembahasan RAPBN
p.20
unresolved
person
Firya
p.23
unresolved
person
Nurul
p.23
unresolved
person
Suryana
p.23
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
1783 ms
13 Sep 2026 16:26
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}